Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2025-WIKA-att2.pdf

Other Text extracted WIKA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 340

Page 1
20 Laporan Keberlanjutan
25 Sustainability Report




                    Building Resilience,
             Strengthening Sustainability
                   Transformation
       Membangun Ketangguhan, Memperkuat Transformasi Keberlanjutan
Page 2

          
Page 3
                                                                   Penjelasan Tema
                                                                             Theme Explanation


MEMBANGUN KETANGGUHAN,
MEMPERKUAT TRANSFORMASI
     KEBERLANJUTAN

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (yang selanjutnya disebut WIKA atau Perseroan) senantiasa
memperkuat fondasi perseroan melalui penerapan Good Corporate Governance yang
terintegrasi dan adaptif. Ketangguhan WIKA dibangun melalui penerapan Good Corporate
Governance yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),
didukung oleh struktur, kebijakan, serta pengawasan yang memastikan keberlanjutan
menjadi bagian dari pengambilan keputusan strategis. Dengan penerapan sustainability
governance yang kuat, WIKA mampu mengelola risiko, meningkatkan transparansi, serta
menjaga keseimbangan antara kinerja ekonomi, tanggung jawab sosial, dan perlindungan
lingkungan secara berkelanjutan.

Selanjutnya, upaya memperkuat transformasi keberlanjutan diwujudkan melalui
pengembangan dan penerapan inovasi produk serta solusi konstruksi berkelanjutan yang
mendukung efisiensi sumber daya dan pengurangan dampak lingkungan. WIKA secara
aktif mengembangkan inovasi seperti penggunaan material ramah lingkungan, teknologi
konstruksi yang lebih efisien energi, serta produk dan jasa berbasis keberlanjutan yang
menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur masa depan. Inovasi ini tidak hanya
meningkatkan daya saing perseroan, tetapi juga memperkuat kontribusi WIKA dalam
mendukung pembangunan berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs).



PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (hereinafter referred to as WIKA or the Company) continuously
strengthens its corporate foundation through the implementation of integrated and adaptive
Good Corporate Governance. WIKA’s resilience is built through the implementation of Good
Corporate Governance aligned with Environmental, Social, and Governance (ESG) principles,
supported by structures, policies, and oversight that ensure sustainability is an integral part of
strategic decision-making. With the implementation of robust sustainability governance, WIKA
is able to manage risks, enhance transparency, and maintain a balance between economic
performance, social responsibility, and environmental protection in a sustainable manner.

Furthermore, efforts to strengthen sustainable transformation are realized through the
development and implementation of product innovations and sustainable construction
solutions that support resource efficiency and the reduction of environmental impact. WIKA
actively develops innovations such as the use of eco-friendly materials, more energy-efficient
construction technologies, and sustainability-based products and services that address the
needs of future infrastructure development. These innovations not only enhance the company’s
competitiveness but also strengthen WIKA’s contribution to supporting sustainable development
and the Sustainable Development Goals (SDGs).




                                                                                      PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   3
Page 4
    Daftar Isi
    Table of Contents




               3 Penjelasan Tema
                 Theme Explanation
                                                                       5      Penjelasan Direksi
              4 Daftar Isi                                                    Board of Directors Explanation
                Table of Contents
                                                                       92 Penjelasan Direksi

              1       Tentang Laporan                                     Board of Directors' Statement

                      About This Report                               102 Tanggung Jawab Laporan Keberlanjutan
                                                                          Accountability for The Sustainability Report
              8 Tentang Laporan
                About The Report
                                                                       6      Tata Kelola Keberlanjutan
             2        Strategi Keberlanjutan                                  Sustainable Governance
                      Sustainability Strategy
                                                                      106 Penguatan Tata Kelola
                                                                          Strengthening Governance
             24 Strategi Keberlanjutan
                Sustainability Strategy
                                                                      109 Struktur dan Komposisi Tata Kelola
                                                                          Governance Structure and Composition
             3        Ikhtisar Kinerja                                111 Conflict of Interest
                      Keberlanjutan                                       Conflict of Interest
                      Sustainability Performance
                      Highlights                                      115 Penegakkan Integritas
                                                                          Integrity Enforcement
             60 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                Sustainability Performance Highlights                 117 Nominasi dan Seleksi Dewan Komisaris dan Direksi
                                                                          Nomination and Selection of Board of
                                                                          Commissioners and Board of Directors
             4        Profil Perusahaan                               122 Penilaian Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi
                      Company Profile                                     Board of Commissioners and Board of Directors
                                                                          Performance Appraisal
             66 Visi, Misi, Dan Nilai Keberlanjutan
                                                                      125 Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
                Vision, Mission, and Sustainability Values
                                                                          Remuneration Policy for Board of Commissioners
                                                                          and Board of Directors
             69 Identitas Perusahaan
                Company Identity                                      133 Penanggung Jawab Penerapan Pembangunan
                                                                          Berkelanjutan
             70 Skala Perusahaan                                          Unit in Charge of Sustainable Development
                Company Scale                                             Implementation

             81 Wilayah Operasional
                Operational Area                                       7      Kinerja Keberlanjutan
             82 Aktivitas, Rantai Nilai dan Hubungan Bisnis Lainnya           Sustainability Performance
                Activities, Value Chain And Other Business
                Relationships                                         162 Kinerja Keberlanjutan
                                                                          Sustainability Performance
             89 Keanggotaan Asosiasi
                Association Membership
                                                                      184 Kinerja Lingkungan Hidup
                                                                          Environmental Performance




4   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 5
 8      Lain-lain
        Others
310 Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen
    Written Verification by an Independent Party

315 Lembar Umpan Balik
    Feedback Form

316 Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan
    Keberlanjutan Tahun 2024
    Response to Feedback on The 2024 Sustainability
    Report

317 Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas
    Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017
    List of Disclosures in Accordance with Financial
    Services Authority Regulation Number 51/
    POJK.03/2017

320 Indeks Isi Consolidated Set of GRI Standard
    Consolidated Contents Index Set of GRI Standard

326 Sustainability Accounting Standard Board (SASB)
    Sustainability Accounting Standard Board (SASB)
    Standards Engineering & Construction Services

329 Tautan Standar GRI Dengan TPB
    Link of The GRI Standard with The SDGs




      RDF Rorotan




                                                       PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   5
Page 6
Tentang Laporan
About This Report
Page 7

          
Page 8
                            Tentang Laporan
                            About the Report




    Tentang Laporan [GRI 2-2, 2-3, 2-4]
    About This Report




               Gedung WIKA, DKI Jakarta




    Laporan Keberlanjutan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. tahun           The 2025 Sustainability Report of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
    2025 merupakan laporan yang disusun dengan mengacu                   has been prepared in reference to Financial Services Authority
    pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51/               Regulation (POJK) Number 51/POJK.03/2017 concerning
    POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi           the Implementation of Sustainable Finance for Financial
    Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik, SEOJK          Services Institutions, Issuers, and Public Companies; SEOJK
    No 16/POJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan            No. 16/POJK.04/2021 concerning the Form and Content of
    Emiten atau Perusahaan Publik, serta Standar Pengungkapan            Annual Reports of Issuers or Public Companies; as well as
    Keberlanjutan 1 dan 2 (International Financial Reporting Standards   Sustainability Disclosure Standards 1 and 2 (International
    (IFRS) S1 dan S2). Laporan ini juga disusun sesuai dengan (“in       Financial Reporting Standards (IFRS) S1 and S2). This report is
    accordance to”) Consolidated Set of GRI Standards, GRI G4            also prepared in accordance with the Consolidated Set of GRI
    Sector Disclosures Construction and Real Estate. Laporan             Standards, GRI G4 Sector Disclosures for Construction and
    Keberlanjutan ini juga mengacu pada Sustainability Accounting        Real Estate, the Sustainability Accounting Standards Board
    Standard Board (SASB) Standard Engineering & Construction            (SASB) Standard for Engineering & Construction Services,
    Services, dan ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).           and the ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).

    Informasi yang disajikan di dalam Laporan Keberlanjutan ini          The information presented in this Sustainability Report covers
    mencakup informasi yang berasal dari seluruh wilayah operasional     information from all operational areas of PT Wijaya Karya
    PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Oleh karenanya, terdapat              (Persero) Tbk. Therefore, there are differences between the




8   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 9
perbedaan entitas yang disampaikan pada Laporan Keuangan            entities presented in the Consolidated Financial Statements
Konsolidasian dengan entitas yang disampaikan pada Laporan          and those presented in this Sustainability Report, unless
Keberlanjutan ini, kecuali terdapat penjelasan pada bagian-bagian   otherwise explained in certain sections involving information
tertentu yang melibatkan informasi pada entitas anak khususnya      on subsidiaries, particularly financial information and other
informasi terkait keuangan dan bagian lain sebagaimana dijelaskan   sections as described in certain sections. The financial
pada bagian tertentu. Informasi keuangan yang disajikan sesuai      information presented is in accordance with the Consolidated
dengan Laporan Keuangan Konsolidasian yang telah diaudit oleh       Financial Statements that have been audited by a Public
Kantor Akuntan Publik yang meliputi PT Wijaya Karya Beton Tbk,      Accounting Firm, which includes PT Wijaya Karya Beton Tbk, PT
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, PT Wijaya Karya Industri       Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, PT Wijaya Karya Industri
dan Konstruksi, PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi, PT Wijaya      dan Konstruksi, PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi, PT Wijaya
Karya Realty, PT Wijaya Karya Bitumen, PT Wijaya Karya Serang       Karya Realty, PT Wijaya Karya Bitumen, PT Wijaya Karya Serang
Panimbang, dan PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur. Pendekatan yang        Panimbang, and PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur. The approach
digunakan Perseroan untuk pengungkapan yang melibatkan              used by the Company for disclosures involving subsidiaries
entitas anak, Perseroan mengumpulkan seluruh informasi baik         is to collect all information from both the Company and
yang berasal dari Perseroan maupun entitas anak. Informasi          its subsidiaries. The information is consolidated using an
dikonsolidasikan menggunakan pendekatan kontrol operasional         operational control approach and no adjustments are made to
dan tidak dilakukan penyesuaian terhadap kepentingan non-           non-controlling interests. Changes in organizational structure
pengendali. Perubahan struktur organisasi seperti merger,           such as mergers, acquisitions, or divestments of entities during
akuisisi, maupun pelepasan entitas selama periode pelaporan         the reporting period will be reflected in the Sustainability
akan tercermin dalam data Laporan Keberlanjutan sejak tanggal       Report data from the effective date of the transaction.
efektif transaksi.

Periode pelaporan pada Laporan Keberlanjutan ini yaitu sejak        The reporting period in this Sustainability Report is from
1 Januari sampai 31 Desember 2025 sesuai dengan periode             January 1 to December 31, 2025, in accordance with the
laporan keuangan konsolidasian. Laporan ini diterbitkan             consolidated financial reporting period. This report is published
bersamaan dengan Laporan Tahunan Perseroan.                         together with the Company's Annual Report.

Di dalam Laporan Keberlanjutan ini terdapat informasi yang          This Sustainability Report contains restated information on
disajikan kembali yaitu emisi GRK cakupan 1, 2, dan 3 di tahun      Scope 1, 2, and 3 GHG emissions in 2024. The restatement
2024. Dampak dari penyajian kembali yang dilakukan yaitu            has resulted in an increase in GHG emissions. The restatement
meningkatnya jumlah emisi GRK. Penyajian kembali yang               was carried out due to the calculation of GHG emissions for
dilakukan dikarenakan perhitungan emisi GRK periode 2024            the 2024 period with the expansion of the inventory coverage
dengan perluasan cakupan inventarisasi dari seluruh proyek,         of all projects, both Joint Operation (JO) and non-JO. The
baik yang bersifat Joint Operation (JO) maupun non-JO. Data         data was obtained based on internal records from the person
diperoleh berdasarkan pencatatan internal dari penanggung           in charge of each project, so that it better describes the
jawab masing-masing proyek, sehingga lebih menggambarkan            company's emission profile, especially those sourced from
profil emisi perseroan, terutama yang bersumber dari aktivitas      project operational activities. Information regarding total
operasional proyek. Informasi terkait total aset, liabilitas, dan   assets, liabilities, and equity for 2024 has also been restated,
ekuitas di tahun 2024 juga disajikan kembali yang berdampak         resulting in a decrease in total assets and liabilities and an
pada penurunan total aset dan liabilitas, serta peningkatan         increase in total equity due to a reclassification.
pada total ekuitas dikarenakan adanya reklasifikasi.

Laporan Keberlanjutan ini dipublikasikan pada 17 April 2026.        This Sustainability Report was published on April 17, 2026.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Laporan            For further information about WIKA's Sustainability Report,
Keberlanjutan WIKA, dapat menghubungi:                              please contact:

Corporate Secretary                                                 Corporate Secretary
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                       PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Kantor Pusat                                                        Head Office
Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9-10 Jakarta 13340 – Indonesia              Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9–10 Jakarta 13340 – Indonesia
Telepon           : +6221-80679200                                  Telephone : +6221-80679200
Fax               : +6221-22893830                                  Fax             : +6221-22893830
Email             : tjslwika@wika.co.id                             Email           : tjslwika@wika.co.id
Situs web         : http://www.wika.co.id                           Website         : http://www.wika.co.id




                                                                                                            PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   9
Page 10
                             Tentang Laporan
                             About the Report




     PROSES PENENTUAN TOPIK MATERIAL                                   MATERIAL TOPIC DETERMINATION
     [GRI 3-1, 3-2, 2-14]                                              PROCESS [GRI 3-1, 3-2, 2-14]

     Dalam melakukan penentuan topik material, secara berkala          In determining material topics, the Company periodically
     mengidentifikasi dan melakukan analisis aktivitas dan hubungan    identifies and analyzes its activities and business relationships
     bisnis yang dimiliki berbasis konteks keberlanjutan serta         based on the sustainability context, as well as analyzes
     menganalisis stakeholder yang terdampak dari aktivitas dan        stakeholders affected by the Company’s activities and
     hubungan bisnis Perseroan (inside out) maupun dampak dari         business relationships (inside-out) and the impacts of
     para pemangku kepentingan terhadap Perseroan (outside in).        stakeholders on the Company (outside-in). The material topic
     Proses penentuan topik material ini dilaksanakan bersamaan        determination process is carried out in conjunction with the
     dengan proses penentuan risiko Perseroan yang melibatkan          Company’s risk identification process, involving the Finance
     Divisi Finance, Divisi Legal & Compliance, Divisi Corporate       Division, Legal & Compliance Division, Corporate Marketing
     Marketing, Divisi Operasi, Divisi Supply Chain Management,        Division, Operations Division, Supply Chain Management
     Divisi Transformation & IT, dan Divisi Manajemen Risiko           Division, Transformation & IT Division, and Risk Management
     & QHSE. Penentuan topik material yang dilakukan juga              & QHSE Division. The determination of material topics also
     senantiasa mempertimbangkan GRI Sector Standard dan               consistently takes into account the GRI Sector Standard and
     SASB Standards.                                                   SASB Standards.

     Berdasarkan analisis aktivitas dan hubungan bisnis berbasis       Based on the analysis of sustainability-based activities
     keberlanjutan, kemudian Perseroan melakukan identifikasi          and business relationships, the Company subsequently
     dampak aktual dan potensial dari seluruh aktivitas dan            identifies the actual and potential impacts of all its activities
     hubungan bisnisnya termasuk dampaknya terhadap hak                and business relationships, including impacts related to
     asasi manusia. Dampak aktual dan potensial diidentifikasi         human rights. Actual and potential impacts are identified
     melalui berbagai sumber seperti pembahasan dalam rapat            through various sources, such as discussions in management
     manajemen, dokumen manajemen risiko, serta dokumen                meetings, risk management documents, and other supporting
     pendukung lainnya. Proses ini dilakukan dengan tujuan agar        documents. This process is carried out to enable the Company
     Perseroan dapat melakukan penanganan atas dampak aktual           to address actual impacts and perform mitigation efforts for
     dan upaya mitigasi atas dampak potensial.                         potential impacts.

     Selanjutnya, Perseroan melakukan assessment tingkat               Furthermore, the Company conducts an appraisal of the
     signifikansi dampak aktual dan potensial yang telah               significance level of the previously identified actual and
     ditentukan sebelumnya untuk dapat dilakukan prioritasi isu        potential impacts in order to prioritize the sustainability issues
     keberlanjutan yang dihadapi Perseroan. Proses ini bertujuan       faced by the Company. This process aims to identify the
     untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang akan diambil oleh     measures to be taken by the Company in addressing such
     Perseroan dalam menangani dampak dan menetapkan topik             impacts and to determine the relevant material topics to be
     material yang relevan untuk dilaporkan pada tahun tersebut.       reported for the respective year. This is aligned with the risk
     Hal ini sejalan dengan proses manajemen risiko yang telah         management process applied by the Company.
     dilaksanakan oleh Perseroan.

     Langkah selanjutnya, berdasarkan topik material yang              The next step, based on the identified material topics, is
     diidentifikasi, kemudian Perseroan menentukan threshold           for the Company to determine a threshold to prioritize the
     untuk prioritasi topik material. Threshold yang ditentukan oleh   material topics. The threshold set by the Company refers to
     Perseroan yaitu isu keberlanjutan yang memiliki tingkat risiko    sustainability issues with a high and moderate-to-high level
     high dan moderate to high. Kemudian Perseroan melakukan           of risk. The Company then confirms the selected topics with
     konfirmasi atas topik yang terpilih kepada stakeholder            its external stakeholders, including creditors, shareholders,
     eksternal Perseroan yang meliputi kreditur, pemegang saham,       trustees, regulators, and experts. After receiving responses
     wali amanat, regulator, dan Ahli/Expert. Setelah mendapatkan      from external stakeholders, the selected material topics are
     respons dari stakeholder eksternal, maka topik material yang      reported to the Board of Directors for approval to be disclosed
     terpilih dilaporkan kepada Direksi guna mendapat persetujuan      in the 2025 Sustainability Report of PT Wijaya Karya (Persero)
     untuk dilaporkan di dalam Laporan Keberlanjutan PT Wijaya         Tbk.
     Karya (Persero) Tbk 2025.

     Berdasarkan hasil penentuan topik material di tahun 2025          Based on the results of material topic determination in 2025,
     terdapat 6 (enam) topik material yang meliputi kinerja            there are six material topics, namely economic performance,
     ekonomi, praktik pengadaan, anti korupsi, emisi, pelatihan dan    procurement practices, anti-corruption, emissions, training and
     pendidikan, dan kesehatan dan keselamatan kerja. Sedangkan,       education, and occupational health and safety. Meanwhile,
     topik material yang diidentifikasi di tahun 2024 yaitu kinerja    the material topics identified in 2024 included economic




10   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 11
ekonomi, praktik pengadaan, pelatihan dan pendidikan,                      performance, procurement practices, training and education,
kesehatan dan keselamatan kerja, keanekaragaman dan                        occupational health and safety, as well as diversity and equal
peluang setara. Terdapat perbedaan topik material yang                     opportunity. There is a difference between the material topics
diidentifikasi di tahun 2025 dengan topik material di tahun                identified in 2025 and those identified in 2024, as diversity
2024 yaitu keanekaragaman dan peluang setara dikarenakan                   and equal opportunity is no longer included because the topic
topik keanekaragaman dan peluang setara telah dilakukan                    has been well managed and is therefore no longer considered
pengelolaan dengan baik, sehingga tidak lagi menjadi isu di                an issue in 2025. In addition, the Company has established a
tahun 2025. Di samping itu, Perusahaan juga telah menetapkan               Human Rights Policy, a Respectful Workplace and Employee
kebijakan Hak Asasi Manusia (HAM), Kebijakan Perilaku Saling               Well-being Policy, and various internal provisions that ensure
Menghargai Di Tempat Kerja Dan Kesejahteraan Pegawai serta                 the principles of equality, non-discrimination, and equal
berbagai ketentuan internal yang menjamin prinsip kesetaraan,              opportunity in recruitment processes, career development,
non-diskriminasi, dan kesempatan yang setara dalam proses                  and remuneration practices.
rekrutmen, pengembangan karir, serta pemberian remunerasi.

Adapun topik material yang terpilih di tahun 2025 sebagai                  The selected material topics in 2025 are as follows.
berikut.

Tabel Topik Material Tahun 2025
Material Topics for 2025

                                                                                                                          Tujuan Pembangunan
                                                   Pemangku Kepentingan
  Topik Material            Isu Utama                                                 Alasan Bersifat Material                Berkelanjutan
                                                       yang Terdampak
  Material Topic            Key Issues                                                   Material Reasons                      Sustainable
                                                    Affected Stakeholders
                                                                                                                           Development Goals

                                                                              Kinerja ekonomi merupakan topik
                                                                              material dikarenakan Perseroan perlu
                   •   Nilai ekonomi langsung
                                                                              memastikan kinerja keuangan dan
                       yang dihasilkan dan
                                                                              keberlanjutan usaha tetap terjaga
                       didistribusikan oleh
                                                                              secara optimal, khususnya dalam
                       Perusahaan
                                                                              mengantisipasi potensi penurunan
                   •   Implikasi finansial serta
                                                                              profitabilitas proyek, mengelola
                       risiko dan peluang lain
                                                                              peningkatan beban pendanaan secara
                       akibat dari perubahan
                                                                              prudent, serta memperkuat pengelolaan
                       iklim
                                                                              dan pengawasan kolektibilitas piutang.
                   •   Kewajiban program
                                                   •   Pemegang Saham         Melalui pengelolaan yang disiplin dan
                       pensiun manfaat pasti
                                                   •   Regulator              strategi mitigasi yang tepat, Perseroan
                       dan program pensiun
                                                   •   Karyawan               dapat menjaga stabilitas arus kas,
                       lainnya
                                                   •   Kreditur               meningkatkan efisiensi pembiayaan,
                   •   Bantuan keuangan yang
 Ekonomi                                           •   Mitra Kerja            serta mempertahankan kinerja keuangan
                       diterima Perusahaan dari
 Economic                                          •   Shareholders           yang sehat dan berkelanjutan.
                       Pemerintah
 Performance                                       •   Regulators             Economic performance is a material
                   •   Direct economic value
                                                   •   Employees              topic because the Company needs to
                       generated and distributed
                                                   •   Creditors              ensure optimal financial performance
                       by the Company
                                                   •   Business Partners      and business sustainability, particularly
                   •   Financial implications
                                                                              in anticipating potential declines in
                       and other risks and
                                                                              project profitability, prudently managing
                       opportunities resulting
                                                                              increases in financing costs, and
                       from climate change
                                                                              strengthening the management and
                   •   Obligations under defined
                                                                              oversight of receivables collectibility.
                       benefit pension plans and
                                                                              Through disciplined management
                       other pension plans
                                                                              and appropriate mitigation strategies,
                   •   Financial assistance
                                                                              the Company can maintain cash flow
                       received by the Company
                                                                              stability, improve financing efficiency,
                       from the Government
                                                                              and maintain healthy and sustainable
                                                                              financial performance.




                                                                                                                      PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   11
Page 12
                             Tentang Laporan
                             About the Report




     Tabel Topik Material Tahun 2025
     Material Topics for 2025

                                                                                                                                     Tujuan Pembangunan
                                                               Pemangku Kepentingan
       Topik Material                  Isu Utama                                                Alasan Bersifat Material                 Berkelanjutan
                                                                   yang Terdampak
       Material Topic                  Key Issues                                                  Material Reasons                       Sustainable
                                                                Affected Stakeholders
                                                                                                                                      Development Goals

                                                                                        Sebagai bagian dari Badan Usaha Milik
                                                                                        Negara, WIKA dalam menjalankan
                                                                                        seluruh kegiatan operasionalnya memiliki
                                                                                        kewajiban untuk mengutamakan
                                                                                        penggunaan produk dalam negeri pada
                                                                                        setiap proses pengadaan barang dan
                                                                                        jasa. Kebijakan tersebut dilaksanakan
                                                                                        sebagai bentuk dukungan nyata
                                                                                        terhadap peningkatan daya saing serta
                                                                                        pertumbuhan industri nasional, sekaligus
                            Proporsi pengeluaran untuk
      Pengadaan                                                                         mendorong penguatan struktur ekonomi
                            pemasok lokal                      •   Mitra Kerja
      Procurement                                                                       dalam negeri secara berkelanjutan.
                            Proportion of expenditure on       •   Business partners
      Practices                                                                         As a part of State-Owned Enterprises,
                            local suppliers
                                                                                        WIKA is obligated to prioritize the
                                                                                        use of domestic products in all
                                                                                        procurement processes for goods and
                                                                                        services. This policy is implemented
                                                                                        as a concrete form of support for
                                                                                        increasing competitiveness and
                                                                                        the growth of the national industry,
                                                                                        while simultaneously encouraging
                                                                                        the sustainable strengthening of the
                                                                                        domestic economic structure.

                                                                                        Korupsi merupakan risiko yang dapat
                                                                                        merusak reputasi, menurunkan
                            •   Kegiatan operasional                                    kepercayaan pemangku kepentingan,
                                Perseroan yang memiliki                                 serta menimbulkan kerugian finansial
                                risiko kecurangan                                       dan hukum. Perseroan mengelola
                            •   Sosialisasi dan pelatihan                               risiko ini melalui kebijakan anti korupsi,
                                anti korupsi                                            pelatihan, mekanisme pelaporan, dan
                            •   Insiden korupsi yang                                    pengawasan internal. Pengelolaan
                                terbukti serta langkah         •   Investor
                                                                                        yang efektif selama tahun pelaporan
                                nyata yang diambil oleh        •   Pemegang saham
                                                                                        mencegah terjadinya insiden
                                Perseroan                      •   Karyawan
                                                                                        korupsi, memperkuat tata kelola, dan
      Anti Korupsi          •   The Company’s                  •   Investors
                                                                                        meningkatkan kepercayaan pemangku
      Anti-Corruption           operational activities that    •   Shareholders
                                                                                        kepentingan.
                                involve a risk of fraud        •   Employees
                                                                                        Corruption is a risk that can damage
                            •   Anti-corruption outreach                                reputation, undermine stakeholder trust,
                                and training                                            and result in financial and legal losses.
                            •   Proven incidents of                                     The Company manages this risk through
                                corruption and concrete                                 anti-corruption policies, training,
                                steps taken by the                                      reporting mechanisms, and internal
                                Company                                                 oversight. Effective management during
                                                                                        the reporting year prevented incidents
                                                                                        of corruption, strengthened governance,
                                                                                        and enhanced stakeholder trust.




12   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 13
Tabel Topik Material Tahun 2025
Material Topics for 2025

                                                                                                                           Tujuan Pembangunan
                                                     Pemangku Kepentingan
  Topik Material             Isu Utama                                                Alasan Bersifat Material                 Berkelanjutan
                                                         yang Terdampak
  Material Topic             Key Issues                                                  Material Reasons                       Sustainable
                                                      Affected Stakeholders
                                                                                                                            Development Goals

                   •   Emisi GRK Langsung
                       (Cakupan 1)
                   •   Emisi GRK Tidak
                                                                              Penggunaan energi dalam setiap
                       Langsung (Cakupan 2)
                                                                              aktivitas operasional Perseroan pada
                   •   Emisi GRK tidak langsung
                                                                              dasarnya memiliki konsekuensi berupa
                       lainnya (Cakupan 3)
                                                                              timbulnya emisi yang dihasilkan dari
                   •   Intensitas Emisi GRK
                                                                              proses tersebut. Hal ini merupakan
                   •   Pengurangan Emisi GRK
                                                                              dampak yang tidak terpisahkan dari
                   •   Pengendalian Emisi            •   Karyawan
                                                                              pemanfaatan energi sebagai penunjang
                       Penipis Lapisan Ozon          •   Pemberi Kerja
                                                                              kegiatan usaha. Meskipun demikian,
                   •   Nitrogen Oksida (NOx),        •   Masyarakat
                                                                              Perseroan telah mengambil berbagai
                       Sulfur Oksida (SOx), dan      •   Pemerintah
                                                                              langkah dan inisiatif strategis untuk
                       Emisi Udara Signifikan        •   Mitra kerja
                                                                              menekan serta meminimalkan jumlah
 Emisi                 Lainnya                       •   Employees
                                                                              emisi yang dihasilkan dari aktivitas
 Emission          •   Direct GHG Emissions          •   Owners
                                                                              operasionalnya.
                       (Scope 1)                     •   Communities
                                                                              The use of energy in all of the
                   •   Indirect GHG Emissions        •   Government
                                                                              Company's operational activities
                       (Scope 2)                     •   Business partners
                                                                              inherently results in emissions. This
                   •   Other indirect GHG
                                                                              is an inseparable impact of energy
                       Emissions (Scope 3)
                                                                              use to support business activities.
                   •   GHG Emission Intensity
                                                                              Nevertheless, the Company has taken
                   •   GHG Emission Reduction
                                                                              various strategic steps and initiatives
                   •   Control of Ozone-
                                                                              to reduce and minimize the amount
                       Depleting Emissions
                                                                              of emissions generated from its
                   •   Nitrogen Oxides (NOx),
                                                                              operational activities.
                       Sulfur Oxides (SOx), and
                       Other Significant Air
                       Emissions

                   •   Informasi terkait rata-rata
                       jam pelatihan per tahun
                       per karyawan
                   •   Program untuk
                       meningkatkan
                       keterampilan karyawan
                       dan program bantuan
                       peralihan menjelang                                    Pendidikan dan Pelatihan merupakan
                       pensiun                                                topik material dikarenakan mampu
                   •   Persentase karyawan           •   Karyawan             meningkatkan keterampilan karyawan
                       yang menerima tinjauan        •   Pemberi Kerja        dan kesempatan karir yang lebih
 Pelatihan dan         rutin terhadap kinerja dan    •   Masyarakat           baik. Dampak tidak langsung bagi
 Pendidikan            pengembangan karir            •   Employees            Perseroan adalah dapat meningkatkan
 Training and      •   Information regarding         •   Owners               produktivitas kinerja Perseroan.
 Education             the average number of         •   Community            Education and training are material
                       training hours per year                                topics because they can improve
                       per employee                                           employee skills and improve career
                   •   Employee skills                                        opportunities. The indirect impact for
                       enhancement programs                                   the Company is increased productivity.
                       and transition assistance
                       programs prior to
                       retirement
                   •   Percentage of employees
                       receiving regular
                       performance and career
                       development reviews




                                                                                                                        PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   13
Page 14
                               Tentang Laporan
                               About the Report




     Tabel Topik Material Tahun 2025
     Material Topics for 2025

                                                                                                                                   Tujuan Pembangunan
                                                               Pemangku Kepentingan
       Topik Material                  Isu Utama                                                Alasan Bersifat Material               Berkelanjutan
                                                                   yang Terdampak
       Material Topic                  Key Issues                                                  Material Reasons                     Sustainable
                                                                Affected Stakeholders
                                                                                                                                    Development Goals

                           •     Sistem manajemen
                                 keselamatan dan
                                 kesehatan kerja
                           •     Pengidentifikasian
                                 Bahaya, Penilaian Risiko,
                                 dan Investigasi Insiden
                           •     Layanan kesehatan yang
                                 dimiliki Perseroan
                           •     Partisipasi, konsultasi,
                                 dan komunikasi pekerja
                                 pada kesehatan dan
                                 keselamatan kerja
                           •     Pelatihan pekerja
                                 tentang kesehatan dan
                                 keselamatan kerja
                           •     Peningkatan kualitas
                                 kesehatan pekerja
                           •     Pencegahan dan mitigasi
                                 dampak-dampak
                                 keselamatan dan
                                 kesehatan kerja yang
                                 secara langsung terkait
                                 hubungan bisnis                                        Kesehatan dan keselamatan kerja
                           •     Pekerja yang tercakup                                  merupakan aspek yang menjadi
                                 dalam sistem manajemen                                 standar utama dan prioritas Perseroan
                                 keselamatan dan                                        dalam mewujudkan lingkungan kerja
                                 kesehatan kerja                                        yang aman, sehat, dan kondusif bagi
                                                               •   Karyawan
                           •     Kecelakaan kerja yang                                  seluruh karyawan. Di sisi lain, kegiatan
                                                               •   Pemberi kerja
                                 terjadi pada periode                                   Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan
                                                                   (Owner)
                                 pelaporan                                              Kinerja K3L senantiasa dilaksanakan
                                                               •   Mitra Kerja
      Kesehatan dan        •     Penyakit akibat kerja yang                             secara konsisten dan terstruktur guna
                                                               •   Masyarakat
      Keselamatan                dialami oleh karyawan                                  memastikan seluruh parameter dan
                                                               •   Regulator
      Kerja (K3)                 Perseroan                                              indikator K3L dapat terpenuhi.
                                                               •   Employees
      Occupational         •     Occupational health                                    Occupational health and safety is
                                                               •   Owners
      Health and                 and safety management                                  a key standard and priority for the
                                                               •   Partners
      Safety (OHS)               system                                                 Company in creating a safe, healthy,
                                                               •   Community
                           •     Hazard Identification, Risk                            and conducive work environment
                                                               •   Regulators
                                 Assessment, and Incident                               for all employees. Additionally, the
                                 Investigation                                          monitoring, evaluation, and reporting
                           •     Company-owned health                                   of OHS performance are consistently
                                 services                                               and systematically carried out to ensure
                           •     Employee participation,                                that all OHS parameters and indicators
                                 consultation, and                                      are met.
                                 communication on
                                 occupational health and
                                 safety
                           •     Employee training on
                                 occupational health and
                                 safety
                           •     Improving the quality of
                                 worker health
                           •     Prevention and mitigation
                                 of occupational health
                                 and safety impacts
                                 directly related to
                                 business relationships
                           •     Workers covered by the
                                 occupational health and
                                 safety management
                                 system
                           •     Work accidents that
                                 occurred during the
                                 reporting period
                           •     Occupational diseases
                                 experienced by Company
                                 employees




14   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 15
MANAJEMEN TOPIK MATERIAL [GRI 3-3]                                MANAGEMENT OF MATERIAL TOPICS [GRI 3-3]

KINERJA EKONOMI                                                   ECONOMIC PERFORMANCE

Kinerja ekonomi merupakan topik material yang mampu               Economic performance is a material topic that can illustrate
menggambarkan pencapaian kinerja operasional. Dampak              the achievements of operational performance. The impact
yang dihasilkan apabila Perseroan tidak melakukan pengelolaan     of the Company's failure to manage economic aspects
aspek ekonomi dengan baik yaitu timbulnya risiko likuiditas dan   properly is the emergence of liquidity and reputation
risiko reputasi. Aspek manajemen biaya, efisiensi operasional,    risks. Cost management, operational efficiency, effective
strategi pemasaran yang efektif, serta manajemen risiko yang      marketing strategies, and appropriate risk management
tepat memainkan peran kunci dalam memberikan dampak               play a key role in positively impacting the financial health
positif dalam menentukan kesehatan finansial sebuah               of a construction company. Furthermore, the Company
perusahaan konstruksi. Selain itu, Perseroan melakukan            invests in technological improvements, employee training,
investasi dalam peningkatan teknologi, pelatihan pegawai,         and developing relationships with vendors and business
dan pengembangan hubungan dengan vendor dan mitra bisnis          partners, all of which positively impact the enhancement of
yang berdampak positif pada peningkatan kinerja ekonomi           the Company's economic performance.
Perseroan.

Perseroan berkomitmen untuk secara konsisten menjaga dan          The Company is committed to consistently maintaining and
memperkuat stabilitas kinerja ekonomi melalui berbagai upaya      strengthening the stability of its economic performance
strategis, antara lain peningkatan daya saing perusahaan,         through various strategic efforts, including enhancing
perluasan pangsa pasar, serta penciptaan nilai tambah yang        the Company’s competitiveness, expanding market share,
berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk         and creating sustainable added value for all stakeholders,
pemegang saham, pegawai, dan mitra bisnis. Komitmen               including shareholders, employees, and business partners.
tersebut diwujudkan dan dijabarkan secara formal dalam            This commitment is formally realized and outlined in the
Rencana Keuangan dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun             Company’s Financial Plan and Budget (RKAP) for 2025, which
2025, yang disusun dengan mempertimbangkan dinamika               was prepared by considering the dynamics and developments
serta perkembangan kondisi industri dan perekonomian              of prevailing industry and economic conditions. In 2025, the
yang berlaku. Pada tahun 2025, Perseroan mampu meraih             Company secured consolidated new contracts amounting
kontrak baru secara konsolidasian mampu meraih kontrak            to Rp17.46 trillion, or approximately 66% of the 2025 RKAP
baru sebesar Rp17,46 Triliun atau sekitar 66% dari target RKAP    target. The Company monitors the effectiveness of financial
2025. Mekanisme Perseroan dalam memantau efektivitas              management and economic performance by comparing the
manajemen keuangan dan kinerja ekonomi antara lain dengan         achievement of annual RKAP targets and conducting both
membandingkan pencapaian target yang tetapkan dalam               internal and external audits. This approach has proven effective
RKAP secara tahunan serta melakukan audit secara internal         in supporting sustainable achievement of the Company’s goals
dan eksternal. Pendekatan tersebut telah menunjukkan              and objectives. This is reflected in the realization of various
efektivitasnya dalam mendukung pencapaian tujuan dan              performance targets and consistent improvements in financial
sasaran Perseroan secara berkelanjutan. Hal ini tercermin dari    performance from year to year.
terealisasinya berbagai target kinerja yang telah ditetapkan,
serta adanya peningkatan kinerja keuangan yang konsisten
dari tahun ke tahun.

Perseroan juga telah melakukan perhitungan implikasi finansial    The Company has also calculated the financial implications
atas risiko perubahan iklim serta telah memanfaatkan peluang      of climate change risks and leveraged climate-related
perubahan iklim yang berdampak pada aktivitas operasional         opportunities that impact its operational activities. In addition,
Perseroan. Di samping itu, dalam memberikan dampak positif        to create positive impacts for stakeholders, the Company
kepada para pemangku kepentingan, Perseroan memiliki              implements various Social and Environmental Responsibility
berbagai program TJSL yang sesuai dengan Kebijakan                (CSR) programs in line with the Company’s Sustainability
Keberlanjutan Perseroan. Kinerja ekonomi Perseroan didukung       Policy. The Company’s economic performance is supported by
oleh kinerja keuangan yang dikelola oleh Divisi Finance.          financial performance managed by the Finance Division, while
Pengambilan keputusan untuk manajemen keuangan berada             financial management decisions fall under the responsibility
di bawah tanggung jawab Direktur Keuangan.                        of the Director of Finance.




                                                                                                           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   15
Page 16
                             Tentang Laporan
                             About the Report




     Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak terdapat dampak             Throughout 2025, the Company did not experience any
     negatif terkait kinerja ekonomi, baik yang timbul secara          negative impacts related to economic performance, whether
     langsung dari kegiatan operasional maupun yang muncul             arising directly from its operational activities or resulting
     sebagai akibat dari hubungan bisnis dengan mitra, pemasok,        from business relationships with partners, suppliers, or other
     atau pemangku kepentingan lainnya. Di tahun 2025 Perseroan        stakeholders. In 2025, the Company expanded its role in
     telah meningkatkan perannya dalam pembangunan proyek              project development aligned with sustainable development.
     yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan.

     PRAKTIK PENGADAAN                                                 PROCUREMENT PRACTICES

     Sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN),              As part of a State-Owned Enterprise (SOE), the Company is
     Perseroan memiliki kewajiban untuk mengutamakan                   obliged to prioritize the use of domestic products in every
     penggunaan produk dalam negeri pada setiap proses                 procurement process for goods and services. This policy
     pengadaan barang dan jasa. Kebijakan ini dilaksanakan sebagai     is implemented to support the strengthening and growth
     bentuk dukungan terhadap penguatan dan pertumbuhan                of national industries. The application of domestic product
     industri nasional. Penerapan penggunaan produk dalam negeri       utilization provides positive impacts, including improving the
     tersebut memberikan dampak positif, antara lain meningkatkan      welfare of local suppliers and encouraging broader economic
     kesejahteraan pemasok lokal serta mendorong pertumbuhan           growth within the community. The Company’s commitment to
     perekonomian masyarakat secara lebih luas. Komitmen               strengthening its contribution to local suppliers in all business
     Perseroan dalam memperkuat kontribusi kepada pemasok              activities has been formally outlined in Circular Letter No.
     lokal dalam seluruh aktivitas bisnisnya telah dituangkan secara   SE.01.01/A.DIR.00367/2021 concerning Maximizing Products
     formal dalam Surat Edaran Nomor SE.01.01/A.DIR.00367/2021         or Goods from Domestic Industries.
     tentang Memaksimalkan Produk atau Barang dari Industri
     Dalam Negeri.

     Pelaksanaan pengadaan barang dan jasa WIKA berpedoman             The procurement of goods and services at WIKA is guided by
     pada Prosedur Pengadaan dan Supply Chain Management No.           the Procurement and Supply Chain Management Procedure
     WIKA-SCMPM-01.01 serta mengacu pada regulasi/ketentuan            No. WIKA-SCMPM-01.01 and refers to regulations issued by
     dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara yang tertuang           the Ministry of State-Owned Enterprises, as stipulated in the
     dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik         Regulation of Minister of State-Owned Enterprises of the
     Indonesia No. PER-2/MBU/03/2023 Tentang Pedoman Tata              Republic of Indonesia No. PER-2/MBU/03/2023 concerning
     Kelola Dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik        Guidelines for Governance and Significant Corporate Activities
     Negara. Dalam melaksanakan proses pengadaan, Perseroan            of State-Owned Enterprises. In carrying out its procurement
     juga senantiasa mempertimbangkan pemasok yang tidak               processes, the Company also considers suppliers that are
     terlibat dengan dampak negatif pada aspek Keselamatan,            not involved in negative impacts related to Occupational
     Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) sebagai salah satu           Health, Safety, and Environment (HSE) as one of the
     parameter penilaiannya. WIKA telah mengintegrasikan               evaluation parameters. WIKA has integrated the principles
     prinsip Green Procurement ke dalam kebijakan dan prosedur         of Green Procurement into its procurement policies and
     pengadaan sebagai bagian dari komitmen ESG dan GCG.               procedures as part of its ESG and GCG commitments. Well-
     Melalui praktik pengadaan yang dijalankan dengan baik akan        implemented procurement practices can generate positive
     memberikan dampak yaitu meningkatkan efisiensi biaya,             impacts such as improved cost efficiency, enhanced quality,
     peningkatan kualitas, kemudahan dalam operasional dan             smoother operational processes, and stronger relationships
     meningkatkan hubungan dengan pemasok.                             with suppliers.

     Evaluasi efektivitas proses pengadaan barang dan jasa dilakukan   The effectiveness of procurement processes is evaluated by
     dengan menilai kesesuaian proses pengadaan dengan Prosedur        assessing compliance with the Supply Chain Management
     Supply Chain Management yang berada di bawah koordinator          Procedures under the coordination of the Supply Chain
     Divisi Supply Chain Management. Komitmen Perseroan dalam          Management Division. The Company’s commitment to
     mengimplementasikan green procurement tercermin dengan            implementing green procurement is reflected in the absence of
     tidak terdapat dampak negatif terkait aktivitas pengadaan di      negative impacts related to procurement activities throughout
     seluruh rantai nilai Perseroan. Selama tahun 2025, Perseroan      the Company’s value chain. During 2025, the Company
     juga telah memilih 99,9% pemasok lokal sebagai mitra dalam        selected 99.9% local suppliers as partners in supplying goods
     memasok barang dan jasa.                                          and services.




16   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 17
ANTI KORUPSI                                                         ANTI-CORRUPTION

Korupsi merupakan risiko yang memiliki dampak negatif                Corruption poses risks that can negatively affect the
terhadap reputasi perusahaan, menurunkan kepercayaan                 Company’s reputation, reduce stakeholder trust, and cause
pemangku kepentingan, serta menimbulkan kerugian finansial           financial losses and legal consequences. Potential corruption
dan konsekuensi hukum. Potensi risiko korupsi di Perseroan           risks within the Company may arise from internal activities
timbul dari aktivitas internal maupun melalui hubungan bisnis        as well as through business relationships with external
dengan pihak eksternal. Dari sisi internal, potensi risiko muncul    parties. Internally, potential risks may occur in decision-
dalam proses pengambilan keputusan, pengadaan barang                 making processes, procurement of goods and services,
dan jasa, pengelolaan proyek, serta pengelolaan keuangan             project management, and financial management involving
yang melibatkan kewenangan tertentu. Sementara itu, dari             certain authorities. Externally, corruption risks may also arise
sisi eksternal, risiko korupsi juga dapat timbul melalui interaksi   through interactions and collaborations with business partners,
dan kerja sama dengan mitra usaha, pemasok, kontraktor,              suppliers, contractors, consultants, and other parties involved
konsultan, maupun pihak lain yang terlibat dalam kegiatan            in the Company’s operational activities.
operasional Perseroan.

Perseroan memiliki komitmen untuk senantiasa mencegah                The Company is committed to continuously preventing
risiko korupsi melalui penerapan kebijakan anti-korupsi,             the risk of corruption through the implementation of anti-
pelatihan, mekanisme pelaporan, dan pengawasan internal              corruption policies, training, reporting mechanisms, and
yang ketat. Untuk mengantisipasi dan mencegah potensi                strict internal oversight. To anticipate and prevent potential
risiko korupsi, Perseroan meningkatkan efektivitas sistem            corruption risks, the Company enhances the effectiveness of
pengendalian internal dan mengimplementasikan berbagai               its internal control system and implements various policies,
kebijakan, termasuk Kebijakan Anti Penyuapan, Pedoman                including the Anti-Bribery Policy, Guidelines and Procedures
dan Prosedur Sistem Manajemen Anti Penyuapan, Instruksi              for the Anti-Bribery Management System, Whistleblowing
Kerja Whistleblowing System, serta Pengendalian Gratifikasi.         System Work Instructions, and Gratification Control.

Komitmen Perseroan tercermin dengan telah dimilikinya                The Company’s commitment is reflected in the implementation
Kebijakan Sistem Manajemen Anti Penyuapan Nomor Surat                of the Anti-Bribery Management System Policy under Letter
WIKA-SMW-KP-01.01 Tanggal 30 Desember 2025. Di dalam                 No. WIKA-SMW-KP-01.01 dated December 30, 2025. The
kebijakan tersebut dinyatakan bahwa Perseroan melarang dan           policy states that the Company prohibits and prevents
mencegah praktik korupsi termasuk penyuapan dalam bentuk             corruption practices, including bribery in any form, by and/
apapun oleh dan/atau kepada seluruh karyawan. Perseroan              or to all employees. The Company has appointed the Anti-
menunjuk Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan (FKAP) sebagai              Bribery Compliance Function (FKAP) as the unit responsible
unit yang berkewenangan untuk mengawasi kepatuhan                    for overseeing compliance with anti-bribery practices.
terhadap praktik anti-penyuapan.

Sebagai upaya Perseroan dalam mencegah segala bentuk                 As part of its efforts to prevent all forms of corruption,
tindakan korupsi, Perseroan menyediakan saluran pengaduan            the Company provides a complaint channel through the
melalui Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing                 Whistleblowing System (WBS). This system serves as a
System/WBS). Sistem ini berperan sebagai mekanisme                   mechanism for preventing, detecting, and disclosing violations
pencegahan, pendeteksian, serta pengungkapan pelanggaran             or indications of fraud within the Company. Reports can be
atau indikasi kecurangan di lingkungan Perseroan. Pengaduan          submitted through the official website at wbs.wika.co.id.
dapat disampaikan melalui situs resmi wbs.wika.co.id. Setiap         Each report received is managed and followed up by the
laporan yang diterima akan dikelola dan ditindaklanjuti oleh         Compliance Team, the Anti-Bribery Compliance Function
Tim Kepatuhan, Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan (FKAP),               (FKAP), the Fact-Finding Team, and the Employee Honor
Tim Pencari Fakta, serta Majelis Kehormatan Pegawai sesuai           Council in accordance with applicable regulations. All reports
dengan ketentuan yang berlaku. Seluruh pengaduan dan tindak          and follow-up actions are consistently reported to the
lanjutnya senantiasa disampaikan kepada Direksi. Selanjutnya,        Board of Directors. Furthermore, based on the Regulation of
berdasarkan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03                Minister of SOEs No. PER-2/MBU/03 of 2023, any complaint
tahun 2023, setiap pengaduan dugaan pelanggaran untuk                regarding alleged violations involving members of the Board
anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang masuk             of Commissioners and Board of Directors submitted through
melalui aplikasi WBS maka wajib langsung diteruskan kepada           the WBS application must be directly forwarded to the SOE
WBS BP BUMN.                                                         WBS BP BUMN.




                                                                                                             PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   17
Page 18
                             Tentang Laporan
                             About the Report




     Evaluasi efektivitas penerapan kebijakan anti-korupsi dilakukan   The effectiveness of anti-corruption policy implementation is
     dengan memantau dan meninjau pengaduan yang disampaikan           evaluated by monitoring and reviewing complaints submitted
     oleh pemangku kepentingan melalui WBS, termasuk tindak            by stakeholders through the WBS, including follow-up
     lanjut yang diberikan dan penyelesaian kasus. Hasil evaluasi      actions and case resolutions. The evaluation results serve as
     yang dilakukan digunakan sebagai dasar dalam pengembangan         a basis for developing policies and improving anti-corruption
     kebijakan dan perbaikan manajemen anti korupsi di masa yang       management in the future. The implementation of anti-
     akan datang. Pelaksanaan anti korupsi di bawah koordinasi dari    corruption initiatives is coordinated by the Compliance Team
     Tim Kepatuhan dan Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan (FKAP).         and the Anti-Bribery Compliance Function (FKAP).

     Perseroan menargetkan tidak adanya insiden korupsi atau           The Company is targetting zero incidents of corruption or
     penyuapan dengan melakukan berbagai upaya antara lain             bribery through a number of efforts such as campaigns,
     kampanye, sosialisasi, sertifikasi dan implementasi ISO           socialization programs, certification and implementation of
     37001:2016 dan menargetkan hasil audit KAP Wajar Tanpa            ISO 37001:2016, and achieving an Unqualified Opinion from
     Pengecualian. Target ini ditetapkan sebagai komitmen              the Public Accounting Firm audit. This target reflects the
     berkelanjutan dalam menjaga integritas organisasi dan             Company’s ongoing commitment to maintaining organizational
     meminimalkan risiko hukum, reputasi, maupun kerugian              integrity and minimizing legal, reputational, and financial risks
     finansial yang dapat timbul akibat praktik korupsi.               arising from corruption practices.

     Efektivitas penerapan anti korupsi di Perseroan, tercermin        The effectiveness of anti-corruption implementation is
     dengan telah dimilikinya ISO 37001:2016 tentang Sistem            reflected in the Company’s certification of ISO 37001:2016
     Manajemen Anti Penyuapan. Pengelolaan anti korupsi yang           on the Anti-Bribery Management System. Effective anti-
     efektif berdampak positif di tahun 2025 antara lain dengan        corruption management generated positive impacts in 2025,
     memperkuat integritas organisasi, meningkatkan kepercayaan        including strengthening organizational integrity, increasing
     pemangku kepentingan, serta meminimalkan risiko hukum,            stakeholder trust, and minimizing legal and reputational risks.
     reputasi yang tercermin dalam peningkatan skor Keterbukaan        This is reflected in the improvement of the Public Information
     Informasi Publik (KIP) tahun 2025 dengan nilai 97,37. Sampai      Disclosure Index (KIP) score in 2025 to 97.37. As of the end of
     dengan akhir tahun 2025, tidak terdapat Insiden korupsi           2025, there were no proven incidents of corruption.
     yang terbukti.

     EMISI                                                             EMISSIONS

     Sebagai pelaku utama di sektor jasa konstruksi, Perseroan         As a major player in the construction services sector, the
     menyadari aktivitas operasionalnya meninggalkan jejak             Company recognizes that its operational activities leave
     karbon yang turut berkontribusi terhadap perubahan iklim.         a carbon footprint that contributes to climate change.
     Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang tidak dikelola dengan             Greenhouse Gas (GHG) emissions that are not properly
     baik akan berdampak negatif terhadap perubahan iklim, yang        managed can negatively impact climate change by increasing
     menyebabkan peningkatan suhu global dan memperjelas               global temperatures and intensifying climate-related
     dampak fenomena perubahan iklim yang kini semakin nyata.          phenomena that are increasingly evident today. Most emission
     Mayoritas sumber emisi ini berasal dari penggunaan energi         sources originate from fossil energy use, waste management,
     fosil, pengelolaan limbah, sektor transportasi, serta kegiatan    transportation, and intensive industrial activities. Nevertheless,
     industrialisasi yang intensif. Namun demikian, dalam memitigasi   to mitigate climate change impacts, the Company has
     dampak terhadap perubahan iklim, Perseroan telah menyusun         developed a decarbonization roadmap to achieve net zero
     roadmap dekarbonisasi untuk mencapai net zero emission di         emissions by 2055.
     tahun 2055.

     Komitmen Perseroan dalam memitigasi perubahan iklim telah         The Company's commitment to mitigating climate change has
     tertuang dalam Kebijakan Kebelanjutan dan Kebijakan K3L           been stated in the Sustainability Policy and the HSE (Safety,
     (Keselamatan, Kesehatan Dan Lingkungan). Dalam kebijakan          Health and Environment) Policy. In the sustainability policy,
     keberlanjutan, Perseroan menyatakan bahwa Perseroan memiliki      the Company states that the Company has the principle of
     prinsip untuk menjalankan usahanya dengan memiliki kapabilitas    running its business with responsible capabilities towards
     yang bertanggungjawab terhadap construction lifecycle, serta      the construction lifecycle, as well as being a trusted partner
     menjadi mitra terpercaya bagi para pemangku kepentingan           for stakeholders to support global climate transition agenda
     untuk mendukung agenda transisi iklim global dan menjadi          and being a role model in implementing an environmental
     teladan dalam menjalankan sistem manajemen lingkungan             management system in all its operational activities. In the
     dalam setiap aktivitas operasionalnya. Dalam kebijakan            HSE policy, the Company emphasizes that in carrying out its
     K3L, Perseroan menekankan bahwa dalam menjalankan                 operational activities, the Company does not cause damage




18   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 19
aktivitas operasionalnya, Perseroan tidak menyebabkan             or negative impacts on the environment from its operational
kerusakan atau dampak negatif terhadap lingkungan dari            activities, including by increasing employee awareness,
aktivitas operasionalnya, di antaranya dilaksanakan dengan        competence, and expertise related to HSE and the impact
meningkatkan kesadaran, kompetensi, dan keahlian karyawan         of the Company's operations on the environment through
terkait K3L dan dampak operasional perusahaan terhadap            regular training, as well as increasing resource efficiency and
lingkungan melalui pelatihan yang dilakukan secara rutin,         reducing waste generation and negative externalities to the
serta meningkatkan efisiensi sumer daya dan mengurangi            environment through the application of the 3R concept, and
timbulan limbah dan eksternalitas negatif terhadap lingkungan     reducing the emergence of air emissions. In addition, the
melalui penerapan konsep 3R, dan mengurangi timbulnya emisi       Company's commitment to mitigating climate change is also
udara. Di samping itu, komitmen Perseroan dalam memitigasi        carried out through various innovations in the construction
perubahan iklim juga dilakukan melalui berbagai inovasi pada      and engineering process, efficiency in supporting facilities,
proses konstruksi dan engineering, efisiensi pada fasilitas       and the selection of WIKASATRIAN which aims to act as a
penunjang, serta kepemilihan WIKASATRIAN yang bertujuan           carbon offset.
sebagai carbon offset.

Upaya reduksi emisi berada di bawah koordinasi Divisi             Emission reduction efforts are coordinated by the Risk
Risk Management & QHSE. Divisi Risk Management &                  Management & QHSE Division. This division periodically
QHSE senantiasa melakukan efektivitas penerapan Sistem            evaluates the effectiveness of the HSE Management System
Manajemen K3L secara periodik dan melakukan kegiatan              implementation and conducts continuous improvement
perbaikan yang berkelanjutan. Evaluasi efektivitas penerapan      initiatives. The effectiveness of emission reduction efforts
upaya reduksi emisi tercermin dengan telah dimilikinya ISO        is reflected in the Company’s ISO 14001:2015 certification
14001:2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan. Di                for the Environmental Management System. In addition, the
samping itu, efektivitas penerapan upaya reduksi emisi GRK        effectiveness of GHG emission reduction initiatives is also
juga dilakukan dengan melakukan pertemuan dengan unit             evaluated through meetings with project units to ensure that all
kerja di lokasi proyek untuk memastikan bahwa seluruh inisiatif   emission reduction initiatives have been properly implemented
reduksi emisi telah diterapkan dengan baik, serta menerima        while gathering feedback for continuous improvement.
masukan untuk kegiatan perbaikan yang berkelanjutan.

Atas komitmen Perseroan dalam melakukan reduksi emisi,            Through its commitment to emission reduction, the Company
Perseroan berhasil menurunkan emisi absolut dari penggunaan       successfully reduced absolute emissions from the installation
instalasi solar photovoltaic sebesar 19,94 Co2 di kantor pusat,   of solar photovoltaic systems by 19.94 CO₂ at the head office
98,74 Co2 di lokasi proyek, dan berdasarkan penggunaan            and 98.74 CO₂ at project sites. In addition, the installation of
instalasi PLTB berhasil menurunkan 12,26 SO2 di lokasi proyek.    wind power systems (PLTB) reduced 12.26 SO₂ emissions at
                                                                  project locations.

PELATIHAN DAN PENDIDIKAN                                          TRAINING AND EDUCATION

Perseroan menyadari bahwa pendidikan dan pelatihan                The Company highly recognizes that education and training
memegang peranan yang sangat penting dalam memberikan             play a critical role in improving the capabilities, expertise,
dampak positif terhadap peningkatan kemampuan dan keahlian        and competencies of human capital. These capacity
serta kompetensi sumber daya manusia. Peningkatan kapasitas       improvements ultimately contribute to better work quality,
tersebut pada akhirnya berkontribusi terhadap perbaikan           higher productivity, and the strengthening of the Company’s
kualitas kerja, peningkatan produktivitas, serta penguatan daya   competitiveness in a sustainable manner. To enhance employee
saing Perseroan secara berkelanjutan. Dalam meningkatkan          skills and competencies, the Company implements education
keterampilan dan kompetensi sumber daya manusia, Perseroan        and training through WIKA’s training centers, namely WIKA
telah menerapkan Pendidikan dan pelatihan melalui pusat           Pratama and WIKASATRIAN. In addition, in 2025 the Company
pelatihan WIKA yaitu WIKA Pratama dan WIKASATRIAN. Selain         developed the WIKADEMY Platform, an internal digital
itu di tahun 2025 Perseroan juga mengembangkan Platform           learning platform of PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk used
WIKADEMY sebagai platform pembelajaran digital internal PT        to manage training, evaluations, and learning documentation.
WIJAYA KARYA (Persero) Tbk yang digunakan untuk mengelola         WIKADEMY serves as a tool for designing, implementing,
pelatihan, evaluasi, dan dokumentasi pembelajaran. WIKADEMY       and monitoring digital training processes within WIKA, from
ini berfungsi sebagai sarana untuk menyusun, menjalankan,         content development and participant management to learning
dan memantau proses pelatihan digital di lingkungan WIKA,         outcome evaluation.
mulai dari pembuatan materi, pengelolaan peserta, hingga
evaluasi hasil belajar.




                                                                                                          PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   19
Page 20
                             Tentang Laporan
                             About the Report




     Melalui pusat pelatihan serta platform pembelajaran tersebut,    Through these training centers and digital learning
     karyawan diberikan kesempatan untuk meningkatkan                 platforms, employees are given opportunities to improve
     kompetensinya, baik dalam aspek kepemimpinan maupun aspek        their competencies in both leadership and technical aspects,
     teknis, yang meliputi penguasaan inovasi terbaru, penerapan      including mastery of the latest innovations, application of
     teknologi terkini, serta pemahaman praktik terbaik dalam         current technologies, and understanding of best practices
     industri konstruksi. Setiap karyawan memperoleh kesempatan       in the construction industry. Every employee has equal
     yang setara untuk mengembangkan kompetensinya sesuai             opportunities to develop their competencies in accordance
     dengan ketentuan yang diatur dalam Prosedur Human                with the provisions set out in Human Capital Procedure No.
     Capital Nomor WIKA-HCE-PM-01.01. Evaluasi efektivitas            WIKA-HCE-PM-01.01. The effectiveness of training and
     pengelolaan pelatihan dan pendidikan dapat dilihat melalui       education management is evaluated through improvements
     peningkatan produktivitas karyawan. Di samping itu, Perseroan    in employee productivity. In addition, the Company regularly
     juga senantiasa melakukan peninjauan rutin melalui evaluasi      conducts reviews through employee competency evaluations
     kompetensi pegawai dan penilaian karya. Komitmen Perseroan       and performance assessments. The Company’s commitment
     dalam melakukan pengelolaan pelatihan dan pendidikan bagi        to managing employee training and education does not result
     karyawan tidak menimbulkan dampak negatif bagi Perseroan.        in any negative impacts on the Company.

     Penyelenggaraan pelatihan dan pendidikan berada di bawah         Training and education activities are coordinated by the Human
     koordinasi Divisi Human Capital. Divisi Human Capital            Capital Division. The Human Capital Division regularly conducts
     senantiasa melakukan pertemuan dengan karyawan Perseroan         meetings with employees to discuss training and education
     untuk membahas terkait kebutuhan pelatihan dan pendidikan        needs aimed at enhancing employee competencies.
     dalam meningkatkan kompetensi karyawan.

     Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah memberikan pelatihan       Throughout 2025, the Company provided training and
     dan pendidikan kepada 4.948 orang meningkat dibandingkan         education to 4,948 individuals, an increase compared to 2,085
     tahun 2024 yang sebesar 2.085 orang. Selanjutnya,                individuals in 2024. Furthermore, based on routine evaluations,
     berdasarkan hasil peninjauan rutin, Perseroan telah memberikan   the Company granted promotions to 217 employees, or 11.6%
     promosi kepada 217 orang karyawan atau sebesar 11,6% yang        of employees, consisting of 185 male employees and 32
     mendapatkan promosi terdiri dari 185 karyawan pria dan 32        female employees.
     karyawan wanita.

     KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)                             OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY (OHS)

     Kegiatan konstruksi yang dijalankan Perseroan melibatkan         The construction activities carried out by the Company involve
     aktivitas berisiko tinggi, seperti penggunaan alat berat,        high-risk operations, such as the use of heavy equipment,
     bekerja di ketinggian, dan memindahkan bahan bangunan            working at heights, and handling heavy construction materials,
     yang berat, sehingga kepatuhan terhadap standar K3 menjadi       making compliance with Occupational Health and Safety (OHS)
     aspek yang krusial. Pada tahun 2025, aktivitas operasional       standards a crucial aspect. In 2025, the Company’s operational
     Perseroan masih berpotensi menimbulkan dampak negatif,           activities still had the potential to cause negative impacts,
     khususnya berupa terjadinya kecelakaan kerja di lingkungan       particularly workplace accidents within construction project
     proyek konstruksi. Oleh karena itu, Perseroan perlu secara       environments. Therefore, the Company must consistently and
     konsisten dan berkelanjutan memperkuat pengelolaan aspek         continuously strengthen the management of OHS aspects
     Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna meminimalkan           to minimize the risk of accidents and work-related injuries
     risiko terjadinya kecelakaan dan cedera kerja, serta mendukung   while supporting the achievement of zero accident targets
     pencapaian target zero accident di seluruh area operasional.     across all operational areas. Preventive measures implemented
     Langkah-langkah pencegahan sudah dilakukan oleh Perseroan        by the Company include conducting OHS inspections and
     yaitu dengan melakukan inspeksi K3 dan pengawasan yang           strict supervision of work practices, ensuring the proper use
     ketat terhadap praktik kerja, penggunaan peralatan pelindung     of personal protective equipment, and consistently applying
     diri yang sesuai, serta penerapan prosedur K3 menjadi hal        OHS procedures to maintain a safe working environment for
     yang harus diterapkan secara konsisten untuk memastikan          all parties involved in construction projects.
     lingkungan kerja yang aman bagi semua pihak yang terlibat
     dalam proyek konstruksi tersebut.




20   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 21
Untuk memitigasi dampak negatif terkait aspek K3, Perseroan      To mitigate negative impacts related to OHS, the Company
menerapkan mekanisme Stop Work Action (SWA), yaitu               implements the Stop Work Action (SWA) mechanism, which
penghentian pekerjaan apabila ditemukan tindakan atau            allows work to be halted when unsafe actions or conditions that
kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan dan             may endanger occupational health and safety are identified,
kesehatan kerja, maupun apabila pekerjaan tidak dilaksanakan     or when work is not carried out in accordance with applicable
sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Selain       regulations and procedures. In addition, the Company regularly
itu, Perseroan juga secara rutin melakukan kegiatan berbagi      conducts knowledge-sharing and learning sessions regarding
pengalaman dan pembelajaran terkait penerapan maupun             the implementation and acceptance of SWA through safety
penerimaan SWA dalam forum safety meeting, sebagai upaya         meetings as part of efforts to strengthen the safety culture
memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kerja. komitmen      within the workplace. The Company’s commitment to OHS
Perseroan dalam pengelolaan K3 tertuang dalam Kebijakan          management is outlined in the Occupational Health, Safety,
Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) Nomor         and Environment (OHS&E) Policy No. WIKA HSE-KP-01.01.
WIKA HSE-KP-01.01. Evaluasi kinerja K3 tercermin dengan          OHS performance evaluation is reflected in the Company’s
telah dimilikinya ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen        certification of ISO 45001:2018 for Occupational Health
Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan ISO 14001:2015 tentang       and Safety Management Systems and ISO 14001:2015 for
Sistem Manajemen Lingkungan. Efektivitas penerapan K3 di         Environmental Management Systems. The effectiveness of
Perseroan juga dilakukan secara berkala melalui safety meeting   OHS implementation is also periodically evaluated through
bulanan yang melibatkan karyawan, kontraktor, dan mitra          monthly safety meetings involving employees, contractors,
kerja untuk memastikan efektivitas penerapan sistem serta        and business partners to ensure the effective implementation
mendorong perbaikan berkelanjutan. Pengelolaan aspek K3          of systems and encourage continuous improvement.
berada di bawah tanggung jawab Divisi Risk Management,           OHS management is under the responsibility of the Risk
Quality, Health, Safety and Environment (RQHSE), yang            Management, Quality, Health, Safety and Environment
berperan dalam memastikan kepatuhan terhadap kebijakan,          (RQHSE) Division, which ensures compliance with applicable
standar, dan regulasi yang berlaku serta mendorong terciptanya   policies, standards, and regulations while promoting a safe
lingkungan kerja yang aman dan sehat. Evaluasi dilakukan pada    and healthy working environment. Evaluations are conducted
setiap tahun atas target yang ditetapkan dan capaian atas        annually based on established targets and achievements
penerapan Sistem Manajemen K3L.                                  related to the implementation of the HSE Management System.

Pengelolaan kinerja K3 yang efektif terlihat dari terdapat       Effective OHS performance management is reflected in the
penurunan severity rate menjadi 0% menurun dibandingkan          reduction of the severity rate to 0%, a decrease compared to
tahun 2024 yang sebesar 0,22%, penurunan NLTI rate menjadi       0.22% in 2024, and the reduction of the NLTI rate to 0.13%,
sebesar 0,13% menurun dibandingkan tahun 2024 yang               down from 0.41% in 2024.
sebesar 0,41%.




                                                                                                        PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   21
Page 22
Strategi
Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Page 23

          
Page 24
                            Strategi Keberlanjutan
                            Sustainability Strategy




     Strategi Keberlanjutan
     Sustainability Strategy




     PENJELASAN STRATEGI KEBERLANJUTAN                                   EXPLANATION OF THE SUSTAINABILITY
     [OJK A.1, IFRS S1]                                                  STRATEGY [OJK A.1, IFRS S1]

     PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) memiliki visi untuk menjadi   PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) has enunciated its
     "The Trusted and Sustainable Integrated Infrastructure and EPC      vision to become “The Trusted and Sustainable Integrated
     Services Company." yang menegaskan komitmen WIKA terhadap           Infrastructure and EPC Services Company,” reaffirming WIKA’s
     pelaksanaan bisnis yang berkelanjutan. Visi ini memastikan bahwa    commitment to conducting sustainable business practices.
     seluruh aktivitas operasional WIKA harus selaras dengan prinsip-    This vision ensures that the entire operational activities
     prinsip keberlanjutan. Komitmen tersebut dirinci lebih lanjut       of WIKA are aligned with sustainability principles. This
     dalam misi korporasi, yang menekankan pada penyediaan layanan       commitment is further elaborated in the Company’s corporate
     dan produk Engineering, Procurement, and Construction (EPC)         mission, which emphasizes the provision of integrated and
     yang terintegrasi dan berkelanjutan, dengan mengacu pada            sustainable Engineering, Procurement, and Construction
     standar global dalam aspek mutu, keselamatan, kesehatan, dan        (EPC) services and products, referring to global standards in
     lingkungan. Di samping itu, perusahaan senantiasa memfasilitasi     quality, safety, health, and environmental aspects. In addition,
     budaya inovasi dan pembelajaran, berupaya mencapai tingkat          the Company continuously fosters a culture of innovation and
     kepuasan stakeholder yang optimal, serta menjamin penerapan         learning, strives to achieve optimal stakeholder satisfaction,
     standar etika, transparansi, dan akuntabilitas yang ketat dalam     and ensures the implementation of strict ethical standards,
     setiap proses bisnis.                                               transparency, and accountability across all business processes.




24   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 25
                    Lingkungan                                            Sosial                                      Tata Kelola
                   Environment                                            Social                                      Governance

 1.   Transisi Energi Terbarukan dan Solusi Rendah   1.   Pengembangan dan Kesejahteraan                1.   Tata Kelola Keberlanjutan
      Karbon                                              Karyawan dan Masyarakat                            • Struktur Organisasi
      • Energi                                            • Pelatihan dan Pendidikan                         • Etika Bisnis
      • Emisi                                             • Hak-Hak Karyawan dan Masyarakat                  • Tata Kelola Informasi dan
      • Mitigasi Iklim                                    • Keberagaman, Kesetaraan dan Inklusi                  Teknologi
 2.   Pengelolaan Lingkungan yang Bertanggung             • Pengembangan Komunitas Masyarakat           2.   Pengadaan yang Bertanggung Jawab
      Jawab                                          2.   Kesehatan dan Keselamatan Kerja                    • Praktik Pengadaan
      • Air, Efluen, dan Limbah                           • Identifikasi Potensi Bahaya dan             3.   Inklusivitas Pemangku Kepentingan
      • Produk dan Layanan Berkelanjutan                     Pengendalian Risiko                             • Pelibatan Pemangku Kepentingan
      • Keanekaragaman Hayati                             • Pelatihan K3 Karyawan                            • Transparansi Pelaporan

 1.   Renewable Energy Transition and Low            1.   Employee and Community Development            1.   Sustainability Governance
      Carbon Solutions                                    and Welfare                                        • Organizational Structure
      • Energy                                            • Training and Education                           • Business Effect
      • Emissions                                         • Employee and Community Rights                    • Informative and Technology
      • Climate Mitigation                                • Diversity, Equality and Inclusion                   Governance
 2.   Responsible Environmental Management                • Community Development                       2.   Responsible Procurement
      • Water, Effluent, and Waste                   2.   Occupational Health and Safety                     • Procurement Practices
      • Sustainable Products and Services                 • Potential Hazard Identification and Risk    3.   Stakeholder Inclusiveness
      • Biodiversity                                         Control                                         • Stakeholder Engagement
                                                          • Employee OHS Training                            • Transparency of Reporting




PT Wijaya Karya (Persero) telah mengoperasikan kerangka kerja               PT Wijaya Karya (Persero) Tbk has operated a structured and
keberlanjutan yang terstruktur dan komprehensif, dibagi menjadi             comprehensive sustainability framework, which is divided
tiga pilar utama: Lingkungan (Environment), Sosial (Social), dan            into three main pillars: Environment, Social, and Governance.
Tata Kelola (Governance).
1. Pilar Lingkungan (Environment)                                           1.     Environmental Pillar
     Fokus utama WIKA dalam pilar Lingkungan terbagi menjadi                       WIKA’s primary focus under the Environmental pillar is divided
     dua area. Area pertama adalah Transisi Energi Terbarukan                      into two key areas. The first area is the Renewable Energy
     dan Solusi Rendah Karbon, yang mencakup strategi terkait                      Transition and Low-Carbon Solutions, which encompasses
     pengelolaan energi, pengurangan emisi gas rumah kaca,                         strategies related to energy management, greenhouse gas
     dan inisiatif mitigasi iklim. Area kedua adalah Pengelolaan                   emissions reduction, and climate mitigation initiatives. The
     Lingkungan yang Bertanggung Jawab, meliputi manajemen                         second area is Responsible Environmental Management,
     sumber daya air, efluen, limbah, pengembangan produk                          covering water resource management, effluents, waste
     dan layanan yang berkelanjutan, serta komitmen terhadap                       management, sustainable product and service development,
     perlindungan keanekaragaman hayati. Berdasarkan pilar                         as well as commitments to biodiversity protection. Based on
     ini WIKA berkomitmen meminimalkan jejak ekologis dan                          this pillar, WIKA is committed to minimizing its ecological
     berkontribusi pada ekonomi rendah karbon.                                     footprint and contributing to a low-carbon economy.
2. Pilar Sosial (Social)                                                    2.     Social Pillar
     Pilar Sosial WIKA berpusat pada investasi dalam modal                         WIKA’s Social pillar centers on investments in human
     manusia dan pengembangan komunitas. Fokus pertama                             capital and community development. The first focus
     adalah Pengembangan dan Kesejahteraan Karyawan                                area is Employee and Community Development and
     dan Masyarakat, yang mencakup program pelatihan dan                           Well-being, which includes training and education
     pendidikan, pemenuhan hak-hak karyawan dan masyarakat,                        programs, fulfillment of employee and community rights,
     penegakan keberagaman, kesetaraan, dan inklusi, serta                         enforcement of diversity, equity, and inclusion, and local
     pengembangan komunitas lokal. Fokus kedua adalah                              community development initiatives.
     memastikan standar tertinggi Kesehatan dan Keselamatan                        The second focus area is ensuring the highest Occupational
     Kerja (K3), yang diimplementasikan melalui proses                             Health and Safety (OHS) standards, implemented through
     identifikasi potensi bahaya dan pengendalian risiko, serta                    hazard identification and risk control processes, as well
     pelatihan K3 yang berkelanjutan bagi seluruh karyawan.                        as continuous OHS training for all employees.
3. Pilar Tata Kelola (Governance)                                           3.     Governance Pillar
     Pilar Tata Kelola Perseroan bertujuan untuk membangun                         The Company’s Governance pillar aims to establish
     fondasi etika dan akuntabilitas. Pilar ini terdiri dari tiga                  a strong foundation of ethics and accountability.
     komponen utama. Pertama, Tata Kelola Keberlanjutan,                           This pillar consists of three main components. First,
     yang didukung oleh struktur organisasi yang jelas,                            Sustainability Governance, supported by a clear
     penegakan etika bisnis, dan Tata Kelola Informasi dan                         organizational structure, enforcement of business ethics,




                                                                                                                        PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   25
Page 26
                              Strategi Keberlanjutan
                              Sustainability Strategy




          Teknologi. Kedua, Pengadaan yang Bertanggung Jawab,                                         and Information and Technology Governance. Second,
          yang memastikan praktik pengadaan yang etis dan                                             Responsible Procurement, which ensures ethical and
          transparan. Ketiga, Inklusivitas Pemangku Kepentingan,                                      transparent procurement practices. Third, Stakeholder
          yang diwujudkan melalui pelibatan stakeholder dan                                           Inclusivity, realized through stakeholder engagement and
          mekanisme transparansi pelaporan kinerja. WIKA                                              performance reporting transparency mechanisms. WIKA
          berkomitmen untuk memastikan inisiatif keberlanjutan                                        is committed to ensuring that sustainability initiatives
          dijalankan dengan akuntabilitas dan integritas korporasi                                    are implemented with high levels of accountability and
          yang tinggi.                                                                                corporate integrity.

     Sebagai wujud nyata komitmen Perseroan terhadap                                             As a tangible manifestation of the Company’s commitment
     keberlanjutan, di tahun 2025 Perseroan juga telah melakukan                                 to sustainability, in 2025 the Company also updated its ESG
     pembaharuan Roadmap ESG yang disesuaikan dengan kondisi                                     Roadmap to align with current global and local conditions
     global dan lokal yang dihadapi Perseroan saat ini.                                          faced by the Company.




           GRAND ROADMAP                                                                                                              MATURE


           ESG
                                                                                                                                      Menjadi Perusahaan “Nasional” yang menjadi
                                                                                                                                      benchmark dalam Implementasi ESG
                                                                                                                                      Become a national company that becomes a
                                                                                                                                      benchmark in ESG implementation

                                                                                                  GROW                                                     >2030
                                                                                                  Meningkatkan performa ESG
                                                                                                  Perusahaan ke level “advance”
                                                                                                  Improve the Company's ESG
                                                                                                  performance to “advanced” level

                                                                                                                                  2029-2030
                                                                    RESILIENCE
                                                                    Menerapkan prinsip-prinsip
                                                                    ESG secara konsisten dan
                                                                    mendorong pertumbuhan
                                                                    bisnis berkelanjutan
                                                                                                  2027-2028
                                                                    Consistently apply ESG
                                                                    principles and drive
                                                                    sustainable business
                                         MOVE                       growth

                                         Menjadi perusahaan
                                         konstruksi yang terdepan
                                         dalam implementasi ESG
                                         To be the leading          2025-2026
                                         construction company in
                                         ESG implementation

           PREPARE
           ESG sebagai kunci strategi
           transformasi dan penguatan
           tata kelola perusahaan
                                         2024
           ESG as a key transformation
           strategy and strengthening
           Corporate Governance




     Penyesuaian kebijakan atau strategi ini dieksekusi                                          These policy or strategy adjustments are executed based
     berdasarkan evaluasi komprehensif terhadap berbagai                                         on a comprehensive evaluation of various macroeconomic
     variabel makroekonomi, sejalan dengan arahan strategis                                      variables, in alignment with the strategic direction established
     yang ditetapkan oleh manajemen WIKA. Untuk mencapai                                         by WIKA’s management. To ensure the implementation of the
     implementasi dari Grand Roadmap ESG berikut adalah inisiatif                                ESG Grand Roadmap, the following strategic initiatives and
     strategi dan indikator keberhasilan.                                                        success indicators have been defined.




26   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 27
Grand Roadmap ESG kemudian diturunkan ke dalam inisiatif                     The ESG Grand Roadmap is subsequently translated into
strategis dan indikator keberhasilan sebagai berikut.                        strategic initiatives and success indicators as follows.


            Tahun                               Inisiatif Strategis                                      Indikator Keberhasilan
             Year                              Strategic Initiatives                                       Success Indicators

 2024                           •   Menetapkan struktur tata kelola                   •   Terdapat struktur tata kelola keberlanjutan di lingkup
 Prepare                            keberlanjutan di lingkup WIKA Holding.                WIKA Holding.
                                •   Mengimplementasikan kebijakan ESG beserta         •   Tersedia dan disahkannya pedoman dan prosedur
                                    turunan kebijakan (level pedoman, prosedur,           pengelolaan aspek-aspek ESG terintegrasi di level
                                    dan IK) terkait.                                      holding, yang diterapkan oleh divisi fungsional, divisi
 ESG sebagai kunci strategi
                                •   Menyusun framework keuangan                           operasi, hingga anak perusahaan.
 transformasi dan penguatan
                                    berkelanjutan, termasuk panduan terkait           •   Terdapat dan telah disahkan framework keuangan
 tata kelola perusahaan
                                    (bagi skema Green Bond, Sustainability                berkelanjutan (baik skema Green Bond, Sustainability
 ESG as a key strategy              Linked Bond, dan/atau Sustainability Linked           Linked Bond, dan/atau Sustainability Linked Loan).
 for transformation and             Loan).                                            •   Terlaksananya pelatihan dan sosialisasi ESG kepada
 strengthening corporate        •   Meningkatkan awareness dan budaya ESG,                seluruh level karyawan, termasuk sertifikasi.
 governance                         melalui training dan sertifikasi karyawan.        •   Terdapat whitepaper identifikasi dan hak atas karbon dan
                                •   Penyusunan white paper identifikasi hak               analisis alokasi beban emisi berdasarkan proses bisnis
                                    atas karbon dan analisis alokasi beban emisi          konstruksi.
                                    berdasarkan proses bisnis konstruksi.             •   A sustainability governance structure exists within WIKA
                                •   Establish a sustainability governance                 Holding.
                                    structure within WIKA Holding.                    •   Guidelines and procedures for managing integrated
                                •   Implement an ESG policy and related                   ESG aspects are available and approved at the holding
                                    derivative policies (guidelines, procedures,          level, implemented by functional divisions, operational
                                    and IK).                                              divisions, and subsidiaries.
                                •   Develop a sustainable finance framework,          •   A sustainable finance framework exists and has been
                                    including related guidelines (for Green               approved (including Green Bond, Sustainability Linked
                                    Bond, Sustainability Linked Bond, and/or              Bond, and/or Sustainability Linked Loan schemes).
                                    Sustainability Linked Loan schemes).              •   ESG training and outreach are implemented for all levels
                                •   Increase ESG awareness and culture through            of employees, including certification.
                                    employee training and certification.              •   A whitepaper on carbon identification and rights,
                                •   Develop a white paper on carbon rights                and analysis of emission load allocation based on
                                    identification and emission load allocation           construction business processes, is available.
                                    analysis based on construction business
                                    processes

 2025                           •   Menetapkan penguatan tata kelola di               •   Terwujudnya struktur dan mekanisme tata kelola
 Move                               lingkungan WIKA Holding.                              keberlanjutan yang terdefinisi jelas di tingkat Holding,
                                •   Penetapan baseline dekarbonisasi scope 1,             terintegrasi dengan fungsi oversight Perseroan.
                                    2, dan 3 di seluruh rantai nilai operasional      •   Terdapat inventarisasi dan perhitungan baselining emisi
                                    Perseroan.                                            cakupan 1, 2, dan 3 yang tervalidasi, meliputi lingkup
 Menjadi perusahaan
                                •   Penyusunan Roadmap dan target Net Zero                holding dan seluruh proyek.
 konstruksi yang terdepan
                                    Emission (NZE) yang terukur.                      •   Terpilihnya skenario dan tahun yang dijadikan target
 dalam implementasi ESG
                                •   Pengembangan Website Sustainability untuk             perusahaan dalam upaya inisiatif menuju NZE, melalui
 To be a leading construction       meningkatkan transparansi pelaporan ESG.              perencanaan dekarbonisasi yang terperinci.
 company in ESG                 •   Identifikasi climate risk secara sistematis dan   •   Tersedianya Website Sustainability yang fungsional dan
 implementation                     komprehensif.                                         up-to-date sebagai kanal utama informasi kinerja ESG
                                •   Pengembangan Dashboard ESG Rating                     Perseroan kepada stakeholder.
                                    internal sebagai alat pemantauan strategis.       •   Terdapat hasil identifikasi dan analisis risiko yang
                                •   Program TJSL/CSR yang bersinergi dengan               komprehensif terhadap dampak risiko iklim dan peluang
                                    Anak Perusahaan (AP) & Proyek yang terukur            mitigasinya.
                                    dan berdampak                                     •   Tersedianya ESG Dashboard internal yang berfungsi
                                •   Establishing governance strengthening within          sebagai platform monitoring dan reporting ketercapaian
                                    WIKA Holding.                                         metrik-metrik ESG utama.
                                •   Establishing decarbonization baselines for        •   Terlaksananya program TJSL/CSR yang bersinergi
                                    Scopes 1, 2, and 3 across the Company's               dengan Anak Perusahaan (AP) dan Proyek dengan
                                    operational value chain.                              dampak yang terukur.
                                •   Developing a measurable Net Zero Emission         •   A clearly defined sustainability governance structure
                                    (NZE) Roadmap and targets.                            and mechanism at the Holding level, integrated with the
                                •   Developing a Sustainability Website to                Company's oversight function.
                                    increase ESG reporting transparency.              •   A validated inventory and baseline calculation of Scopes
                                •   Systematic and comprehensive identification           1, 2, and 3 emissions are in place, covering the holding
                                    of climate risk.                                      and all projects.
                                •   Developing an internal ESG Rating Dashboard       •   The company has selected scenarios and target years
                                    as a strategic monitoring tool                        for its NZE initiative, through detailed decarbonization
                                •   TJSL/CSR programs that synergize with                 planning.
                                    Subsidiaries (AP) & Measurable and Impactful      •   A functional and up-to-date Sustainability Website
                                    Projects.                                             serves as the primary channel for information on the
                                                                                          Company's ESG performance to stakeholders.
                                                                                      •   Comprehensive risk identification and analysis of climate
                                                                                          risk impacts and mitigation opportunities are available.
                                                                                      •   An internal ESG Dashboard serves as a platform for
                                                                                          monitoring and reporting on the achievement of key ESG
                                                                                          metrics.
                                                                                      •   Implementation of TJSL/CSR programs in synergy with
                                                                                          Subsidiaries (AP) and Projects with measurable impact.




                                                                                                                          PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   27
Page 28
                            Strategi Keberlanjutan
                            Sustainability Strategy




                   Tahun                                   Inisiatif Strategis                                    Indikator Keberhasilan
                    Year                                  Strategic Initiatives                                     Success Indicators

      2026                               •    Memasukkan risiko iklim ke dalam risiko          •   Terwujudnya integrasi risiko iklim ke dalam Enterprise
      Move                                    perusahaan                                           Risk Management (ERM) Perseroan.
                                         •    Penerapan strategi pengurangan emisi             •   Tersusunnya strategi operasional yang memuat target
                                              karbon scope 1 dan 2                                 dan langkah-langkah implementasi untuk pengurangan
                                         •    Menginventarisasi sampah yang dihasilkan             emisi scope 1 dan 2.
      Menerapkan prinsip-prinsip
                                              oleh kantor pusat dan proyek                     •   Tersedianya data inventarisasi jenis dan volume sampah
      ESG secara konsisten dan
                                         •    Kampanye dan sosialisasi waste management            yang dihasilkan secara terperinci untuk lingkup kantor
      mendorong pertumbuhan
                                              di kantor pusat dan proyek                           pusat dan proyek.
      bisnis berkelanjutan
                                         •    Monitoring Dashboard ESG Rating untuk            •   Terlaksananya program kampanye dan sosialisasi waste
      Implement ESG principles                peningkatan score ESG                                management secara terstruktur di seluruh lokasi kantor
      consistently and drive             •    Komunikasi ESG secara aktif melalui channel          pusat dan proyek.
      sustainable business growth.            Website Sustainability dan media sosial          •   Terlaksananya monitoring dan evaluasi kinerja ESG
                                         •    Menetapkan baseline konsumsi air                     Perseroan secara berkala melalui Dashboard ESG Rating
                                         •    Menginventarisir penggunaan energi                   internal.
                                              terbarukan                                       •   Terwujudnya komunikasi dan diseminasi informasi ESG
                                         •    Pengelolaan sampah dengan pihak ketiga               yang aktif dan konsisten melalui Website Sustainability
                                              untuk monitoring dan evaluasi yang terukur           dan channel media sosial Perseroan.
                                         •    Incorporating climate risk into corporate risk   •   Tersedianya data baselining konsumsi air yang tervalidasi
                                         •    Implementing Scope 1 and 2 carbon emission           untuk lingkup holding dan proyek.
                                              reduction strategies                             •   Tersedianya data inventarisasi penggunaan dan sumber
                                         •    Inventorying waste generated by the head             energi terbarukan di seluruh fasilitas Perseroan.
                                              office and projects                              •   Terimplementasinya kerja sama dengan pihak ketiga
                                         •    Campaigning and socializing waste                    dalam pengelolaan sampah, dilengkapi dengan
                                              management at the head office and projects           mekanisme monitoring dan evaluasi kinerja yang terukur.
                                         •    Monitoring the ESG Rating Dashboard to           •   Integration of climate risk into the Company's Enterprise
                                              improve ESG scores                                   Risk Management (ERM).
                                         •    Active ESG communication through the             •   Formulation of an operational strategy containing targets
                                              Sustainability Website and social media              and implementation steps for reducing Scope 1 and 2
                                              channels                                             emissions.
                                         •    Establishing a water consumption baseline        •   Availability of detailed inventory data on the types and
                                         •    Inventorying renewable energy use                    volumes of waste generated for the head office and
                                         •    Waste management with a third party for              project areas.
                                              measurable monitoring and evaluation             •   Implementation of a structured waste management
                                                                                                   campaign and outreach program at all head office and
                                                                                                   project locations.
                                                                                               •   Regular monitoring and evaluation of the Company's
                                                                                                   ESG performance through an internal ESG Rating
                                                                                                   Dashboard.
                                                                                               •   Active and consistent communication and dissemination
                                                                                                   of ESG information through the Company's
                                                                                                   Sustainability Website and social media channels.
                                                                                               •   Availability of validated water consumption baseline data
                                                                                                   for the holding and project areas.
                                                                                               •   Availability of inventory data on renewable energy use
                                                                                                   and sources across all Company facilities.
                                                                                               •   Implementation of third-party collaborations in
                                                                                                   waste management, complemented by measurable
                                                                                                   performance monitoring and evaluation mechanisms.




28   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 29
          Tahun                          Inisiatif Strategis                                    Indikator Keberhasilan
           Year                         Strategic Initiatives                                     Success Indicators

2027-2028                 •   Penguatan tata kelola dengan digitalisasi      •   Terwujudnya penguatan tata kelola melalui implementasi
Resilience                    yang terintegrasi                                  sistem digitalisasi yang terintegrasi di seluruh lingkup
                          •   Peningkatan women talent WIKA Group di             Holding.
                              level manajemen sebesar 10%                    •   Tercapainya peningkatan persentase women talent WIKA
                          •   Integrasi Dashboard ESG dan HSE untuk              Group di level manajemen sesuai target 10%.
Meningkatkan performa
                              monitoring emisi scope 1, 2, air dan waste     •   Tersedianya platform Dashboard ESG dan HSE yang
ESG Perusahaan ke level
                          •   Strategi waste management untuk waste              terintegrasi untuk memonitor emisi scope 1, scope 2,
“advance”
                              reduction                                          konsumsi air, dan pengelolaan limbah.
Improving the Company's   •   Penyelarasan strategi bisnis WIKA Group        •   Terimplementasinya strategi waste management
ESG performance to an         berdasarkan prinsip ESG                            yang berfokus pada hasil waste reduction di seluruh
"advanced" level          •   Portofolio sustainable product WIKA Group          operasional Perseroan.
                          •   Mengukur kinerja ESG dari dampak               •   Terwujudnya penyelarasan strategi bisnis WIKA Group
                              pengurangan emisi karbon scope 1, 2 & waste        dengan prinsip-prinsip Environmental, Social, and
                              management                                         Governance (ESG).
                          •   Menetapkan strategi Green Procurement          •   Tersedianya portofolio sustainable product WIKA Group
                              untuk pengurangan emisi scope 3 dan                yang teridentifikasi dan tersertifikasi.
                              pengurangan limbah                             •   Terlaksananya pengukuran kinerja ESG yang didasarkan
                          •   Sustainability Report dengan Task Force on         pada dampak pengurangan emisi karbon scope 1, scope
                              Climate-Related Financial Disclosures (TCFD)       2, dan efektivitas waste management.
                          •   Circular Economy untuk pengelolaan limbah      •   Terimplementasinya strategi Green Procurement yang
                              seragam dan APD dengan melibatkan pihak            berkontribusi pada pengurangan emisi scope 3 dan
                              ketiga dan mitra UMKM                              pengurangan limbah.
                          •   Strengthening governance through               •   Tersedianya Sustainability Report yang disusun sesuai
                              integrated digitalization                          dengan rekomendasi Task Force on Climate-Related
                          •   Increasing WIKA Group's female talent at the       Financial Disclosures (TCFD).
                              management level by 10%                        •   Terimplementasinya skema Circular Economy untuk
                          •   Integration of ESG and HSE Dashboards              pengelolaan limbah seragam dan Alat Pelindung Diri
                              for monitoring Scope 1, 2, water, and waste        (APD) melalui kerja sama dengan pihak ketiga dan mitra
                              emissions                                          UMKM.
                          •   Waste management strategy for waste            •   Strengthened governance through the implementation
                              reduction                                          of an integrated digitalization system across all Holding
                          •   Alignment of WIKA Group's business                 entities.
                              strategy based on ESG principles               •   Achieved an increase in the percentage of female talent
                          •   WIKA Group's sustainable product portfolio         at WIKA Group management level, meeting the target
                          •   Measuring ESG performance from the                 of 10%.
                              impact of carbon emission reductions in        •   Availability of an integrated ESG and HSE Dashboard
                              Scope 1, 2, and waste management                   platform to monitor Scope 1 and 2 emissions, water
                          •   Establishing a Green Procurement strategy          consumption, and waste management.
                              for Scope 3 emission reduction and waste       •   Implementation of a waste management strategy
                              reduction                                          focused on waste reduction results across all Company
                          •   Sustainability Report with the Task Force on       operations.
                              Climate-Related Financial Disclosures (TCFD)   •   Alignment of WIKA Group's business strategy with
                          •   Circular Economy for uniform and PPE waste         Environmental, Social, and Governance (ESG) principles.
                              management by involving third parties and      •   Availability of an identified and certified WIKA Group
                              MSME partners                                      sustainable product portfolio.
                                                                             •   Implementation of ESG performance measurement
                                                                                 based on the impact of Scope 1 and Scope 2 carbon
                                                                                 emission reductions, and the effectiveness of waste
                                                                                 management.
                                                                             •   Implementation of a Green Procurement strategy that
                                                                                 contributes to reducing Scope 3 emissions and waste.
                                                                             •   Availability of a Sustainability Report prepared in
                                                                                 accordance with the recommendations of the Task Force
                                                                                 on Climate-Related Financial Disclosures (TCFD).
                                                                             •   Implementation of a Circular Economy scheme for
                                                                                 managing uniform and Personal Protective Equipment
                                                                                 (PPE) waste through collaboration with third parties and
                                                                                 MSME partners.




                                                                                                                PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   29
Page 30
                            Strategi Keberlanjutan
                            Sustainability Strategy




                   Tahun                                   Inisiatif Strategis                                    Indikator Keberhasilan
                    Year                                  Strategic Initiatives                                     Success Indicators

      2029-2030                          •    Diversifikasi Portofolio Green Project dan       •   Terwujudnya diversifikasi portofolio Green Project yang
      Grow                                    pendanaan hijau                                      didukung oleh pendanaan hijau (seperti Green Bond atau
                                         •    Partnership lintas sektor untuk inovasi yang         Sustainability Linked Loan).
                                              berkelanjutan                                    •   Terjalinnya Partnership lintas sektor yang strategis untuk
                                         •    Perluasan program dekarbonisasi WIKA                 mendorong inovasi berkelanjutan.
      Menjadi Perusahaan nasional
                                              Group                                            •   Terimplementasinya perluasan program dekarbonisasi di
      yang menjadi benchmark
                                         •    Sustainability Report mengacu pada IFRS              seluruh lingkup WIKA Group.
      dalam implementasi ESG
                                         •    Penguatan ESG Rating dengan lembaga              •   Tersedianya Sustainability Report yang mengacu pada
      To become a national                    rating Internasional lainnya                         standar pelaporan IFRS (International Financial Reporting
      company that serves                •    Ekspansi penggunaan energi terbarukan di             Standards).
      as a benchmark in ESG                   seluruh proyek strategis                         •   Terlaksananya upaya penguatan ESG Rating melalui kerja
      implementation.                    •    Pengurangan waste sebesar 20%.                       sama dengan lembaga rating internasional lainnya.
                                         •    Penurunan emisi karbon sebesar 20%.              •   Terwujudnya ekspansi penggunaan energi terbarukan di
                                         •    Peningkatan kesejahteraan karyawan 10%               seluruh proyek strategis Perseroan.
                                         •    Diversification of Green Project Portfolio and   •   Tercapainya pengurangan waste (limbah) operasional
                                              Green Funding                                        Perseroan sesuai target 20%.
                                         •    Cross-sector Partnerships for Sustainable        •   Tercapainya penurunan emisi karbon operasional
                                              Innovation                                           Perseroan sesuai target 20%.
                                         •    Expansion of WIKA Group's Decarbonization        •   Tercapainya peningkatan kesejahteraan karyawan sesuai
                                              Program                                              target 10%.
                                         •    Sustainability Report Referring to IFRS          •   Achieving a diversified portfolio of Green Projects
                                         •    Strengthening ESG Rating with Other                  supported by green funding (such as Green Bonds or
                                              International Rating Agencies                        Sustainability-Linked Loans).
                                         •    Expansion of Renewable Energy Use in All         •   Establishing strategic cross-sector partnerships to
                                              Strategic Projects                                   encourage sustainable innovation.
                                         •    20% Waste Reduction                              •   Implementing an expanded decarbonization program
                                         •    20% Carbon Emission Reduction                        across the WIKA Group.
                                         •    10% Improvement in Employee Welfare              •   Availability of a Sustainability Report that adheres to
                                         .                                                         IFRS (International Financial Reporting Standards)
                                                                                                   reporting standards.
                                                                                               •   Implementing efforts to strengthen the ESG Rating
                                                                                                   through collaboration with other international rating
                                                                                                   agencies.
                                                                                               •   Expanding the use of renewable energy across all of the
                                                                                                   Company's strategic projects.
                                                                                               •   Achieving a 20% reduction in operational waste.
                                                                                               •   Achieving a 20% reduction in operational carbon
                                                                                                   emissions.
                                                                                               •   Achieving an increase in employee welfare, according to
                                                                                                   the 10% target.


      >2030                              •    Diversifikasi portofolio pembiayaan hijau        •   Terwujudnya diversifikasi portofolio pembiayaan hijau
      Mature                                  untuk peningkatan skala bisnis                       Perseroan untuk mendukung peningkatan skala bisnis.
                                         •    Bisnis matching antar industri untuk             •   Terlaksananya bisnis matching antar industri yang
      Menjadi perusahaan                      memperluas ekosistem hijau                           bertujuan untuk memperluas ekosistem hijau Perseroan.
      “nasional” yang menjadi            •    Penerapan AI-based carbon dan waste              •   Terimplementasinya sistem AI-based carbon dan waste
      benchmark dalam                         tracking                                             tracking untuk pemantauan yang presisi.
      implementasi ESG                   •    Ekspansi portofolio Green Project                •   Tercapainya ekspansi portofolio Green Project Perseroan
                                         •    Diversifying the green financing portfolio to        di pasar domestik dan/atau internasional.
      To become a “national”
      company that serves                     increase business scale                          •   Diversification of the Company's green financing
      as a benchmark in ESG              •    Business matching across industries to               portfolio to support business scale-up.
      implementation                          expand the green ecosystem                       •   Business matching between industries aimed at
                                         •    Implementing AI-based carbon and waste               expanding the Company's green ecosystem.
                                              tracking                                         •   Implementation of an AI-based carbon and waste
                                         •    Expanding the Green Project portfolio                tracking system for precise monitoring.
                                                                                               •   Expansion of the Company's Green Project portfolio in
                                                                                                   domestic and/or international markets.



     Dalam upaya mencapai target indikator keberhasilan yang                          In an effort to achieve the success indicator targets set out
     telah ditetapkan di roadmap 2025 berikut adalah beberapa                         in the 2025 roadmap, the following are several initiatives that
     implementasi yang telah dilakukan oleh WIKA.                                     have been implemented by WIKA.




30   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 31
               Kategori                                           Strategi                                             ESGs
               Category                                           Strategy                                             SDGs

                                   •   Penyusunan Roadmap Dekarbonisasi
 Lingkungan                        •   Penerapan baseline Emisi, Energi, dan Air
 Environment                       •   Preparation of a Decarbonization Roadmap
                                   •   Implementation of Emission, Energy, and Water Baseline

                                   •   Penguatan kesetaraan gender dan kesejahteraan karyawan (wellbeing)
 Sosial                                di dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) WIKA
 Social                            •   Strengthening gender equality and employee wellbeing in WIKA's
                                       Collective Labor Agreement (PKB)


 Tata Kelola                       •   Supplier Screening dan Assessment sesuai dengan prinsip ESG
 Governance                        •   Supplier Screening and Assessment in accordance with ESG
                                       principles

                                   •   Portofolio Product Green WIKA Group
 Ekonomi                           •   Peningkatan Mitra UMKM WIKAr
 Economy                           •   WIKA Group Green Product Portfolio
                                   •   Enhancement of WIKA MSME Partners


Capaian Strategis 2025 (Fase Move) –                                   2025 Strategic Achievements (Move Phase) –
Implementasi Inisiatif Keberlanjutan                                   Implementation of Sustainability Initiatives

Pada tahun 2025, WIKA berada pada fase Move dalam perjalanan           In 2025, WIKA entered the Move phase of its ESG
implementasi ESG, dengan fokus pada penguatan tata kelola,             implementation journey, focusing on strengthening
penguatan fondasi data dekarbonisasi, penyelarasan arah Net            governance, reinforcing the decarbonization data foundation,
Zero, peningkatan transparansi kepada pemangku kepentingan,            aligning its Net Zero direction, enhancing transparency to
serta penguatan manajemen risiko iklim. Sepanjang tahun                stakeholders, and strengthening climate risk management.
pelaporan, Perseroan telah menuntaskan seluruh inisiatif strategis     Throughout the reporting year, the Company successfully
yang ditetapkan untuk fase ini. Capaian tersebut memperkuat            completed all strategic initiatives set for this phase. These
kesiapan organisasi dan memastikan keberlanjutan menjadi               achievements reinforce organizational readiness and ensure
agenda yang terstruktur, terukur, dan terintegrasi dalam fungsi        that sustainability becomes a structured, measurable, and
pengawasan serta pengambilan keputusan perusahaan.                     integrated agenda within the Company’s oversight and
                                                                       decision-making functions.

1.   Penguatan tata kelola keberlanjutan di lingkungan WIKA            1.    Strengthening Sustainability Governance within WIKA
     Holding                                                                 Holding
     Sebagai bukti penguatan tata kelola, WIKA telah                         As evidence of strengthened governance, WIKA has
     memiliki struktur organisasi keberlanjutan yang berada                  established a sustainability organizational structure under
     di bawah Direktur Human Capital & Transformasi, dengan                  the Director of Human Capital & Transformation, with
     penanggung jawab yang jelas untuk masing-masing aspek                   clearly assigned responsibilities for each Environmental,
     Environmental, Social, dan Governance (ESG). Struktur                   Social, and Governance (ESG) aspect. This structure
     ini memastikan peran, koordinasi lintas fungsi, serta                   ensures clear roles, cross-functional coordination,
     jalur eskalasi dan pengawasan program keberlanjutan                     and effective escalation and oversight mechanisms
     berjalan lebih efektif, sekaligus memperkuat akuntabilitas              for sustainability programs, while reinforcing ESG
     pelaksanaan ESG di tingkat holding dan operasional.                     accountability at both the holding and operational levels.

2.   Penetapan baseline dekarbonisasi Scope 1, Scope 2, dan            2. Establishment of Scope 1, Scope 2, and Scope 3
     Scope 3                                                              Decarbonization Baseline
     Pada 2025, WIKA telah menyelesaikan baselining emisi                 In 2025, WIKA completed the baseline assessment of
     gas rumah kaca (GRK) sebagai fondasi utama dalam                     greenhouse gas (GHG) emissions as a key foundation
     perencanaan dekarbonisasi. Baselining ini disusun untuk              for decarbonization planning. This baseline provides a
     menyediakan titik awal yang andal bagi Perseroan dalam               reliable starting point for the Company to project and set
     memproyeksikan dan menetapkan target penurunan emisi                 gradual emission reduction targets for Scope 1, Scope 2,
     Scope 1, Scope 2, dan Scope 3 secara bertahap. Dengan                and Scope 3. With an established baseline, WIKA now has
     tersedianya baseline, WIKA memiliki dasar kuantitatif                a stronger quantitative foundation to prioritize emission
     yang lebih kuat untuk menyusun prioritas inisiatif                   reduction initiatives and conduct periodic emissions
     pengurangan emisi serta melakukan pemantauan kinerja                 performance monitoring.
     emisi secara periodik.




                                                                                                                PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   31
Page 32
                            Strategi Keberlanjutan
                            Sustainability Strategy




     3.   Roadmap dan target Net Zero Emission yang terukur             3. Measurable and Standards-Aligned Net Zero Emission
          dan selaras standar                                              Roadmap and Targets
          WIKA telah memperbarui roadmap dekarbonisasi agar                WIKA has updated its decarbonization roadmap to realign
          kembali selaras dengan target Net Zero Emission                  with the Company’s Net Zero Emission (NZE) targets,
          (NZE) perusahaan, termasuk penyesuaian terhadap                  including adjustments to evolving global standards and
          perkembangan standar global maupun standar/regulasi              applicable Indonesian regulations. This updated roadmap
          yang berlaku di Indonesia. Pembaruan roadmap ini                 addresses gaps identified in the previous roadmap, which
          menutup kesenjangan dari roadmap sebelumnya                      had not been fully aligned with the NZE 2030 direction,
          yang dinilai belum inline dengan arah NZE 2030, serta            and clarifies implementation through more structured
          memperjelas arah implementasi melalui tahapan, fokus             phases, program focus areas, and target achievement
          program, dan rencana pencapaian target yang lebih                plans. WIKA has set its Net Zero Emission target for 2055.
          terstruktur. WIKA menetapkan target NZE di tahun 2055.

          Roadmap dekarbonisasi yang diperbarui ini menjadi landasan        The updated decarbonization roadmap serves as a
          strategis dalam mengarahkan integrasi inisiatif pengurangan       strategic foundation for integrating emission reduction
          emisi ke dalam perencanaan bisnis dan operasional                 initiatives into the Company’s business and operational
          perusahaan secara berkelanjutan. Setiap fase dirancang            planning on an ongoing basis. Each phase is designed to
          untuk mendukung transisi bertahap melalui peningkatan             support a gradual transition through enhanced energy
          efisiensi energi, optimalisasi penggunaan teknologi rendah        efficiency, optimization of low-carbon technologies, and
          karbon, serta penguatan tata kelola dan pemantauan kinerja        strengthened governance and emissions performance
          emisi, sehingga pencapaian target NZE dapat dilakukan             monitoring—ensuring that the NZE target is achieved in
          secara terukur dan kredibel, sebagaimana ditunjukkan pada         a measurable and credible manner, as illustrated in the
          grafik roadmap dekarbonisasi pada gambar di bawah.                decarbonization roadmap chart below.

     4. Pe n g e m b a n g a n Website Sustainabilit y u n t u k        4. Development of a Sustainability Website for ESG
        transparansi pelaporan ESG                                         Reporting Transparency
        Sebagai kanal komunikasi yang lebih terbuka, WIKA telah            As a more open communication channel, WIKA has
        memiliki website khusus keberlanjutan yang berfungsi               established a dedicated sustainability website that serves
        sebagai pusat informasi bagi pemangku kepentingan.                 as an information hub for stakeholders. This platform
        Kanal ini mendukung transparansi dengan menyediakan                enhances transparency by providing easier access to the
        akses yang lebih mudah terhadap aktivitas, kebijakan,              Company’s sustainability activities, policies, programs,
        program, serta perkembangan kinerja keberlanjutan                  and performance developments. The website reinforces
        Perseroan. Keberadaan website tersebut memperkuat                  WIKA’s commitment to delivering ESG information in a
        komitmen WIKA dalam menyampaikan informasi ESG                     more consistent and accessible manner.
        secara lebih konsisten dan mudah dijangkau.

     5. Identifikasi climate risk secara sistematis dan                 5. Systematic and Comprehensive Climate Risk
        komprehensif                                                       Identification
        Ketanggapan WIKA dalam menghadapi risiko iklim                     WIKA’s responsiveness to climate risks is demonstrated
        dibuktikan melalui laporan TCFD yang dimiliki Perseroan.           through its TCFD report. Through the TCFD framework,
        Melalui kerangka TCFD, WIKA mendokumentasikan                      WIKA documents the identification and analysis
        identifikasi dan analisis risiko serta peluang terkait iklim,      of climate-related risks and opportunities, while
        sekaligus memperkuat integrasi isu iklim ke dalam proses           strengthening the integration of climate issues into risk
        manajemen risiko dan arah strategi. Hal ini menjadi                management processes and strategic direction. This
        landasan untuk meningkatkan kesiapan Perseroan dalam               serves as a foundation for enhancing the Company’s
        merespons dampak risiko iklim secara lebih terukur.                preparedness in responding to climate risk impacts in a
                                                                           more measurable way.
     6.   ESG Dashboard sebagai platform monitoring dan                 6. ESG Dashboard as a Performance Monitoring and
          reporting kinerja                                                Reporting Platform
          Untuk memperkuat pengelolaan berbasis data, WIKA                 To strengthen data-driven management, WIKA has
          telah memiliki dashboard ESG yang digunakan untuk                developed an ESG dashboard used to monitor ESG-
          memonitor data serta aktivitas terkait ESG. Dashboard            related data and activities. The dashboard supports
          ini mendukung konsistensi monitoring, mempercepat                consistent monitoring, accelerates the availability of
          ketersediaan informasi manajerial, dan membantu fungsi           managerial information, and enhances reporting functions
          pelaporan agar perkembangan capaian metrik ESG utama             so that progress on key ESG metrics can be reviewed
          dapat ditinjau secara lebih rutin dan terarah.                   more routinely and systematically.




32   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 33
STRATEGI DALAM PENGELOLAAN RISIKO DAN                                  SUSTAINABILITY-RELATED RISKS AND
PELUANG TERKAIT KEBERLANJUTAN [GRI 201-                                OPPORTUNITIES MANAGEMENT [GRI 201-2, IFRS
2, IFRS S1-STRATEGY, IFRS S2-STRATEGY, IFRS S1-METRIC                  S1-STRATEGY, IFRS S2-STRATEGY, IFRS S1-METRIC AND TARGET,
AND TARGET, IFRS S2-METRIC AND TARGET, IFRS S1-RISK                    IFRS S2-METRIC AND TARGET, IFRS S1-RISK MANAGEMENT, IFRS
MANAGEMENT, IFRS S2-RISK MANAGEMENT]                                   S2-RISK MANAGEMENT]

Perseroan mengintegrasikan risiko dan peluang terkait keberlanjutan,   The Company integrates sustainability-related risks and
khususnya perubahan iklim, ke dalam proses manajemen risiko            opportunities, particularly climate change, into the company's
perusahaan, perencanaan strategis, dan pengambilan keputusan           risk management process, strategic planning, and investment
investasi. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip GRI, IFRS S1, dan     decision-making. This approach aligns with the principles of
IFRS S2, yang menekankan pengungkapan risiko dan peluang               GRI, IFRS S1 and IFRS S2, which emphasize the disclosure of
keberlanjutan yang dapat berdampak signifikan terhadap operasi,        sustainability risks and opportunities that can significantly
pendapatan, pengeluaran, serta nilai Perseroan dalam jangka            impact the Company's operations, revenues, expenses, and
pendek, menengah, dan panjang. Perseroan telah menerapkan              value in the short, medium, and long term. The Company
proses manajemen risiko iklim yang komprehensif untuk                  has applied a comprehensive climate risk management
mengidentifikasi, menilai, dan menanggapi risiko keberlanjutan dan     process to identify, assess, and respond to sustainability and
perubahan iklim. Risiko yang dinilai meliputi risiko ekonomi, risiko   climate change risks. The risks assessed include economic,
lingkungan, dan risiko sosial yang menimbulkan dampak finansial        environmental, and social risks, which have a financial impact
terhadap Perseroan karena dapat mengakibatkan peningkatan biaya        on the Company, as they can lead to increased operational
operasional, kerusakan infrastruktur, keterlambatan penyelesaian       costs, infrastructure damage, project delays, and supply
proyek, dan gangguan pada rantai pasokan. Dampak-dampak ini            chain disruptions. These impacts highlight the importance
menyoroti pentingnya proses evaluasi yang proaktif dan sistematis      of a proactive and systematic evaluation process that
yang mencakup semua tahapan kegiatan operasional Perseroan.            encompasses all stages of the Company's operations.

Proses ini dirancang untuk mengevaluasi potensi dampak                 This process is designed to evaluate potential impacts on the
terhadap operasi dan strategi Perseroan. Melalui pengungkapan          Company's operations and strategy. Through clear disclosure,
yang jelas, Perseroan menunjukkan komitmennya terhadap                 the Company demonstrates its commitment to climate risk
manajemen risiko iklim. Hal ini dilakukan oleh Perseroan tidak         management. The Company undertakes this not only as
hanya sebagai kebutuhan operasional tetapi juga sebagai sarana         an operational requirement but also as a means of building
membangun kepercayaan investor dan memastikan ketahanan                investor confidence and ensuring resilience in facing the
dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.                     challenges of global climate change.

Di samping itu, dalam mengantisipasi isu keberlanjutan termasuk        In addition, to address sustainability issues—including climate
perubahan iklim, WIKA juga senantiasa melakukan pemilihan,             change—WIKA consistently selects, evaluates, and strengthens
evaluasi, dan penguatan komitmen pemasok yang ramah                    commitments from environmentally responsible suppliers as
lingkungan sebagai bagian dari pengelolaan rantai nilai (value         part of its value chain management. This is realized through
chain). Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan komitmen            the signing of sustainability commitments by business partners
keberlanjutan mitra kerja serta implementasi green procurement         and the consistent implementation of green procurement by
secara konsisten dengan melibatkan penyedia barang dan jasa            engaging goods and service providers committed to quality,
yang memiliki komitmen terhadap kualitas, efisiensi sumber             resource efficiency, and the application of sustainability
daya, serta penerapan prinsip keberlanjutan. Implementasi ini          principles. This implementation also covers aspects of energy
juga mencakup aspek efisiensi energi, pengurangan emisi gas            efficiency, greenhouse gas emission reduction, process
rumah kaca, inovasi proses, penguatan keterlibatan pemasok,            innovation, strengthening supplier engagement, as well as the
serta pemberdayaan tenaga kerja lokal dan peningkatan                  empowerment of the local workforce and increased economic
partisipasi ekonomi perempuan di sepanjang rantai pasok.               participation of women throughout the supply chain.

WIKA memulai langkah strategis dengan mengidentifikasi risiko          WIKA began its strategic steps by identifying the risks and
dan peluang terkait perubahan iklim yang berdampak pada arah           opportunities related to climate change that impact the
bisnis, perencanaan keuangan, serta prioritas investasi perusahaan.    company's business direction, financial planning, and investment
Proses ini dilakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah kerja        priorities. This process was carried out thoroughly across all of
WIKA di Indonesia untuk memastikan bahwa setiap proyek dan             WIKA's working areas in Indonesia to ensure that every project
operasional dapat mengantisipasi dinamika iklim yang berkembang.       and operation can anticipate developing climate dynamics.

WIKA melakukan identifikasi risiko dan peluang keberlanjutan           WIKA identifies sustainability and climate change risks
dan perubahan iklim dengan mempertimbangkan parameter                  and opportunities by considering the following time
jangka waktu yang telah ditetapkan sebagai berikut:                    frame parameters:




                                                                                                               PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   33
Page 34
                            Strategi Keberlanjutan
                            Sustainability Strategy




     1. Jangka Pendek (1–2 Tahun)                                                     1.    Short Term (1–2 Years)
        WIKA menetapkan jangka pendek sebagai periode                                       WIKA defines the short term as a period of
        1–2 tahun, yang selaras dengan target pencapaian                                    1–2 years, which is in line with the company's annual targets.
        tahunan perusahaan.
     2. Jangka Menengah (3–4 Tahun)                                                   2. Medium Term (3–4 Years)
        Periode jangka menengah di WIKA ditetapkan selama 3–4                            The medium-term period at WIKA is set at 3–4
        tahun, mempertimbangkan kesiapan perusahaan untuk                                years, considering the company's readiness to
        mengantisipasi perubahan regulasi serta dinamika tren                            anticipate regulatory changes and industry trend dynamics
        industri yang selaras dengan tujuan iklim global.                                in line with global climate goals.
     3. Jangka Panjang (>5 Tahun)                                                     3. Long Term (>5 Years)
        Jangka panjang WIKA mencakup >5 tahun, disesuaikan                               WIKA's long term covers >5 years, adjusted to the
        dengan siklus investasi dan pengembangan infrastruktur                           investment and infrastructure development cycles
        yang memerlukan horizon multi-tahun.                                             that require a multi-year horizon.
     Adapun potensi risiko yang dimiliki Perseroan sebagai berikut:                   The potential risks faced by the Company are as follow


      Risiko                                                                                                                              Potensi Dampak
      Keberlanjutan                      Penyebab               Dampak terhadap             Rentang            Upaya Mitigasi                Finansial
      Sustainability                      Causes                 Prospek Bisnis              Waktu            Mitigation Efforts         Potential Financial
      Risk                                                                                                                                    Impact

      Risiko Ekonomi
      Economic Risks

                                                                                                       1.   Pengajuan usulan PMN TA
                                                               1.   Membatasi                               2025 untuk mendukung
                                                                    kemampuan                               pemenuhan modal kerja;
                                                                    Perseroan                          2.   Menyeimbangkan cash out
                           Risiko ini terkait dengan risiko         dalam                                   / pembayaran dengan cash
                           yang berdampak pada kinerja              memenuhi                                in / termin yang diterima;
                           ekonomi Perseroan. Risiko ini            kewajiban;                         3.   Melakukan renegosiasi
                           disebabkan oleh:                    2.   Mengurangi                              utang perbankan, obligasi
                           1. Penurunan profitabilitas              dukungan                                dan sukuk;                   Menimbulkan
      Potensi                   proyek;                             kebutuhan                          4.   Melakukan efisiensi biaya    biaya perlakuan
      terjadinya krisis    2. Peningkatan beban                     modal kerja                             usaha Divisi;                risiko sebesar
      likuiditas                pendanaan;                          proyek.                Short-                                        Rp3.166.666.667
                                                                                           Medium      1.   Submitting a 2025 State
      Potential            3. Lemahnya kolektibilitas          1.   Limiting the                            Capital Investment           Incurring risk
      liquidity crisis          piutang.                            Company's                               (PMN) proposal to            treatment costs of
                           1.   Declining project                   ability to meet                         support working capital      Rp3,166,666,667
                                profitability;                      obligations;                            requirements;
                           2.   Increasing financing burden;   2.   Reducing                           2.   Balancing cash outflows/
                           3.   Weak receivables                    support                                 payments with cash
                                collectibility.                     for project                             inflows/terms received;
                                                                    working capital                    3.   Renegotiating bank debt,
                                                                    requirements;                           bonds, and sukuk;
                                                                                                       4.   Improving the Division's
                                                                                                            business costs;

                           Risiko ini terkait dengan risiko
                           yang berdampak pada kinerja
                           ekonomi Perseroan. Risiko ini
                           disebabkan oleh:                    1.   Mempengaruhi                       1.   Meningkatkan penetrasi
                           1. Terjadinya perubahan                  peluang                                 pasar BUMN dan Swasta
                                kebijakan pemerintah                perolehan                               untuk menangkap
                                terkait dengan anggaran             kontrak baru;                           opportunity yang ada;
      Potensi akan              infrastruktur;                 2.   Meningkatkan                       2.   Meningkatkan intimasi
      terjadinya           2. Tidak dapat mengeluarkan              persaingan dan                          dengan Key Client untuk      Meningkatkan
      perubahan                 Credit Line (untuk WIKA             tekanan harga;                          menumbuhkan emotional        biaya Operasional
      dinamika pasar.           Holding)                       1.   Affecting the          Short-           deposit.                     Perseroan
      Potential            Risiko ini terkait dengan risiko         opportunity            Medium      1.   Meningkatkan penetrasi       Increasing the
      changes              yang berdampak pada kinerja              to obtain new                           pasar BUMN dan Swasta        Company's
      in market            ekonomi Perseroan. Risiko ini            contracts;                              untuk menangkap              operational costs
      dynamics.            disebabkan oleh:                    2.   Increasing                              opportunity yang ada;
                           1. Terjadinya perubahan                  competition                        2.   Meningkatkan intimasi
                                kebijakan pemerintah                and pricing                             dengan Key Client untuk
                                terkait dengan anggaran             pressure;                               menumbuhkan emotional
                                infrastruktur;                                                              deposit.
                           2. Tidak dapat mengeluarkan
                                Credit Line (untuk WIKA
                                Holding)




34   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 35
Risiko                                                                                                                       Potensi Dampak
Keberlanjutan                Penyebab                  Dampak terhadap         Rentang           Upaya Mitigasi                 Finansial
Sustainability                Causes                    Prospek Bisnis          Waktu           Mitigation Efforts          Potential Financial
Risk                                                                                                                             Impact

                 Risiko ini terkait dengan risiko
                 yang berdampak pada kinerja
                 ekonomi Perseroan. Risiko ini
                 disebabkan oleh:
                 1. Pengaruh dari perang
                      dagang China - Amerika dan
                      kebijakan tarif Donald Trump;
                                                                                         1.   Komunikasi rutin dengan
                 2. Program Efisiensi APBN 2025
                                                                                              Pengguna Jasa;
                      dituangkan dalam Inpres No.
                                                                                         2.   Membuat rencana kerja
                      1 Tahun 2025;
                                                                                              menyesuaikan anggaran;
                 3. Anggaran tidak tersedia
                                                      1.   Keterlambatan                 3.   Mengirimkan surat
                      untuk melanjutkan proyek
                                                           penyelesaian                       konfirmasi ketersediaan
Potensi               sampai selesai;
                                                           Proyek;                            Pagu Anggaran 2025;
terjadinya       4. Anggaran tidak tersedia
                                                      2.   Peningkatan                   4.   Pemanfaatan saldo uang
penurunan             untuk melanjutkan proyek
                                                           biaya                              muka (jika belum ada
performance           sampai selesai sehingga
                                                           konstruksi;                        tambahan Pagu);               Meningkatkan
proyek (delay         proyek mengalami
                                                      3.   Penurunan                     5.   Klaim overhead &              biaya Operasional
dan cost over         keterlambatan pelaksanaan.
                                                           margin proyek.                     perpanjangan waktu.           Perseroan
run)                                                  1.   Delays in          Short-     1.   Communicate regularly
                 This risk is related to risks that                           Medium                                        Increasing the
Potential                                                  project                            with service users;
                 impact the Company's economic                                                                              Company's
decline in                                                 completion;                   2.   Create a work plan aligned
                 performance. This risk is caused                                                                           operational costs
project                                               2.   Increased                          with the budget;
                 by:
performance                                                construction                  3.   Send a confirmation letter
                 1. The impact of the China-
(delays and                                                costs;                             confirming the availability
                     US trade war and Donald
cost overruns)                                        3.   Decreased                          of the 2025 budget ceiling;
                     Trump's tariff policies;
                                                           project margins;              4.   Utilize the remaining down
                 2. The 2025 State Budget
                                                                                              payment (if there is no
                     Efficiency Program is
                                                                                              additional ceiling);
                     outlined in Presidential
                                                                                         5.   Claim overhead and
                     Instruction No. 1 of 2025;
                                                                                              request extensions.
                 3. Budget unavailability to
                     continue the project to
                     completion;
                 4. Budget unavailability to
                     continue the project to
                     completion, resulting in
                     project implementation
                     delays.




                                                                                                                     PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   35
Page 36
                            Strategi Keberlanjutan
                            Sustainability Strategy




      Risiko                                                                                                                            Potensi Dampak
      Keberlanjutan                      Penyebab                 Dampak terhadap        Rentang           Upaya Mitigasi                  Finansial
      Sustainability                      Causes                   Prospek Bisnis         Waktu           Mitigation Efforts           Potential Financial
      Risk                                                                                                                                  Impact

                                                                 1.   Mempengaruhi
                                                                      kelancaran
                                                                      pelaksanaan                  1.   Menjalin Komunikasi yang
                           Risiko ini terkait dengan risiko           proyek;                           baik dengan kreditur;
                           praktik pengadaan. Risiko ini         2.   Menimbulkan                  2.   Melakukan pendataan atas
                           disebabkan oleh:                           risiko sengketa                   tagihan kreditur (Data Real
                           1. Gagal melakukan Upaya                   hukum;                            time);
                                kesepakatan dengan Vendor/       3.   Kondisi ini                  3.   Melakukan pembayaran
                                Subkon;                               juga dapat                        atas prestasi vendor atau
      Potensi              2. Keterlibatan Pihak Ketiga               berdampak                         kreditur;                      Menimbulkan
      Terjadinya                atas peralihan hak Vendor/            pada reputasi                4.   Menunjuk Konsultan             biaya perlakuan
      Pengajuan                 Subkon.                               Perseroan.                        Hukum Retainer.                risiko sebesar
      Somasi                                                     1.   Affecting         Short-     1.   Establish good                 Rp1.600.000.000
                           This risk is related to procurement                          Medium
      Potential            practice risks. This risk is caused        smooth                            communication with             Incurring risk
      for filling a        by:                                        implementation                    creditors;                     treatment costs of
      summons              1. Failure to reach an                     of the project;              2.   Record creditor bills (real-   Rp1,600,000,000
                               agreement with the Vendor/        2.   Raises the                        time data);
                               Subcontractor;                         risks of legal               3.   Make payments based
                           2. Involvement of a Third Party            disputes;                         on vendor or creditor
                               in the transfer of Vendor/        3.   This condition                    performance;
                               Subcontractor rights.                  may also                     4.   Appoint a retainer legal
                                                                      impact the                        consultant.
                                                                      Company's
                                                                      reputation;


      Lingkungan (Risiko Perubahan Iklim)
      Environment (Climate Change Risk)

      Risiko Transisi
      Transition Risk

                                                                                                   •    Melakukan pemantauan
                                                                                                        dan evaluasi berkala
                                                                                                        terhadap perkembangan
                                                                                                        regulasi dan standar
                                                                                                        pembuangan air limbah
                                                                                                        yang berlaku.
                                                                                                   •    Menyesuaikan dan
                                                                                                        meningkatkan sistem
                                                                 Kenaikan biaya                         pengolahan air limbah
                                                                 operasional untuk                      agar memenuhi atau
                                                                 memenuhi standar                       melampaui ketentuan
                           Pemerintah atau otoritas                                                     regulasi terbaru.
                                                                 baru dan Potensi
                           lingkungan menerapkan standar                                           •    Menerapkan monitoring
                                                                 denda atau sanksi
                           dan regulasi yang lebih                                                      kualitas air limbah secara
                                                                 hukum jika tidak
                           ketat terkait pembuangan air                                                 rutin serta memastikan
                                                                 memenuhi standar       Jangka
                           limbah untuk mengurangi dampak                                               pelaporan kepatuhan
      Regulasi                                                   regulasi baru.         Menengah
                           lingkungan.                                                             •    Conduct regular                -
      Regulation                                                 Increased              Medium
                           Governments or environmental                                                 monitoring and evaluation
                                                                 operational costs to   Term
                           authorities are implementing                                                 of developments in
                                                                 meet new standards
                           stricter standards and regulations                                           applicable wastewater
                                                                 and potential fines
                           regarding wastewater discharge                                               disposal regulations and
                                                                 or legal sanctions
                           to reduce environmental impacts.                                             standards.
                                                                 for failure to meet
                                                                 new regulatory                    •    Adjust and improve
                                                                 standards                              wastewater treatment
                                                                                                        systems to meet or exceed
                                                                                                        the latest regulatory
                                                                                                        requirements.
                                                                                                   •    Apply routine wastewater
                                                                                                        quality monitoring and
                                                                                                        ensure compliance
                                                                                                        reporting to relevant
                                                                                                        authorities.




36   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 37
Risiko                                                                                                                       Potensi Dampak
Keberlanjutan                Penyebab                 Dampak terhadap        Rentang            Upaya Mitigasi                  Finansial
Sustainability                Causes                   Prospek Bisnis         Waktu            Mitigation Efforts           Potential Financial
Risk                                                                                                                             Impact

Risiko Fisik Akut
Acute Physical Risks

                                                                                         •   Mengasuransikan dengan
                                                                                             CAR dengan klausul yang
                                                                                             mencakup bencana alam.
                                                                                         •   Mempergunakan data
                                                                                             BMKG untuk historical
                                                                                             cuaca dan berkoordinasi
                                                                                             intensif dengan pihak
                                                                                             BMKG untuk prediksi/
                                                                                             prakiraan cuaca sebelum
                                                                                             pekerjaan dimulai.
                                                                                         •   Membuat schedule
                                                                                             pekerjaan tanah
                                                                                             mpertimbangkan target
                                                                                             produktivitas kondisi
                                                                                             kemarau & musim hujan.
                                                                                         •   Membuat temporary
                                                     Gangguan aktivitas                      drainage untuk mitigasi
                                                     konstruksi,                             potensi genangan air.
                                                     keterlambatan                       •   Memperkuat Tanggul
                                                     jadwal proyek,                          eksisting untuk melindungi
                                                     kerusakan material                      platform dari banjir, serta
                                                     dan peralatan,                          jika diperlukan membuat
                                                     peningkatan biaya                       tanggul tambahan di
                                                     perbaikan, serta                        sekitar lokasi proyek
                                                     terganggunya rantai                     dan saluran pembuang
                                                     pasok dan logistik                      dewatering.
                  Peningkatan intensitas dan         proyek.                             •   Menyiapkan pompa untuk
Perubahan                                                                                    penanganan potensi area        Menimbulkan
                  frekuensi hujan lebat, banjir,
Cuaca                                                Rp32,38 Miliar                          tergenang.                     biaya perlakuan
                  angin kencang, serta gelombang
Ekstrem                                                                     Jangka       •   Membuat early warning          risiko sebesar
                  tinggi akibat perubahan iklim.
Extreme                                              Disruption of          pendek           system di daerah hulu.         Rp3,8 Miliar
                  Increased intensity and
Weather                                              construction           Short term   •   Insure with CAR with a         Incurring risk
                  frequency of heavy rainfall,
Changes                                              activities, project                     clause covering natural        treatment costs of
                  flooding, strong winds, and high
                                                     schedule delays,                        disasters.                     Rp3.8 billion
                  waves due to climate change.
                                                     damage to materials                 •   Use BMKG data for
                                                     and equipment,                          historical weather and
                                                     increased repair                        coordinate closely with
                                                     costs, and                              BMKG for weather
                                                     disruption to the                       predictions/forecasts
                                                     project's supply                        before work begins.
                                                     chain and logistics.                •   Create an earthwork
                                                                                             schedule considering
                                                     Rp32.38 billion                         productivity targets for the
                                                                                             dry and rainy seasons.
                                                                                         •   Create temporary drainage
                                                                                             to mitigate potential
                                                                                             waterlogging.
                                                                                         •   Strengthen existing
                                                                                             embankments to
                                                                                             protect the platform
                                                                                             from flooding, and, if
                                                                                             necessary, construct
                                                                                             additional embankments
                                                                                             around the project site
                                                                                             and dewatering drainage
                                                                                             channels.
                                                                                         •   Prepare pumps to handle
                                                                                             potential flooding areas.
                                                                                         •   Establish an early warning
                                                                                             system in upstream areas.




                                                                                                                     PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   37
Page 38
                            Strategi Keberlanjutan
                            Sustainability Strategy




      Risiko                                                                                                                         Potensi Dampak
      Keberlanjutan                      Penyebab               Dampak terhadap       Rentang            Upaya Mitigasi                 Finansial
      Sustainability                      Causes                 Prospek Bisnis        Waktu            Mitigation Efforts          Potential Financial
      Risk                                                                                                                               Impact

                                                                                                  •   Mengasuransikan dengan
                                                                                                      CAR dengan klausul yang
                                                                                                      mencakup bencana alam.
                                                                                                  •   Melakukan soil investigasi
                                                                                                      dan analisa geoteknik
                                                                                                      sebelum pelaksanaan.
                                                                                                  •   Membuat desain lereng
                                                                                                      yang sesuai karakteristik
                                                                                                      tanah.
                                                                                                  •   Melakukan penilaian
                                                                                                      independen terhadap
                                                                                                      desain slope protection,
                                                                                                      serta melakukan
                                                                                                      pengujian tanah dan
                                                               Risiko kecelakaan                      monitoring pergerakan
                                                               kerja, kerusakan                       tanah menggunakan
                                                               struktur sementara,                    inclinometer.
                                                               peningkatan biaya                  •   Membuat tali air pada
                                                               konstruksi, serta                      lereng galian terbuka.
                                                               keterlambatan                      •   Membuat schedule
                                                               penyelesaian                           pengiriman raw material
                                                               proyek.                                berdasarkan monitoring        Menimbulkan
                                                                                                      cuaca dari data BMKG          biaya perlakuan
                           Curah hujan ekstrem di area         Rp 4 Miliar                            baik di lokasi quarry dan     risiko sebesar
                                                                                     Jangka           dermaga sekitar proyek.       Rp534 Juta
      Tanah longsor        berkontur atau lereng proyek.
                                                               Risk of work          pendek       •   Insure with CAR with a        Resulting in risk
      Landslides           Extreme rainfalls in contoured or
                                                               accidents, damage     Short Term       clause covering natural       management
                           slopes project areas.
                                                               to temporary                           disasters.                    costs of
                                                               structures,                        •   Conduct soil investigations   Rp534 million
                                                               increased                              and geotechnical analyses
                                                               construction costs,                    before construction.
                                                               and delayed project                •   Design slopes that suit the
                                                               completion.                            soil characteristics.
                                                                                                  •   Conducting an
                                                               Rp4 Billion                            independent assessment
                                                                                                      of the slope protection
                                                                                                      design, as well as
                                                                                                      conducting soil testing
                                                                                                      and monitoring ground
                                                                                                      movement using an
                                                                                                      inclinometer.
                                                                                                  •   Constructing water
                                                                                                      channels on open
                                                                                                      excavation slopes.
                                                                                                  •   Creating a raw material
                                                                                                      delivery schedule based
                                                                                                      on weather monitoring
                                                                                                      from BMKG data at both
                                                                                                      the quarry and the docks
                                                                                                      surrounding the project.




38   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 39
Risiko                                                                                                                        Potensi Dampak
Keberlanjutan                Penyebab                   Dampak terhadap         Rentang           Upaya Mitigasi                 Finansial
Sustainability                Causes                     Prospek Bisnis          Waktu           Mitigation Efforts          Potential Financial
Risk                                                                                                                              Impact

Risiko Sosial
Social Risk

                                                                                          1.   Menyelenggarakan
                                                                                               program pelatihan ESG
                 Risiko ini merupakan risiko                                                   secara berkala untuk
                 yang terkait dengan pelatihan                                                 semua level pegawai baik
                 dan pendidikan terkait ESG di                                                 melalui seminar, pelatihan
                 Perseroan                                                                     maupun Wikademy;
                 1. Kurangnya sosialisasi &                                               2.   Mengintegrasikan materi
                      pelatihan terkait ESG kepada                                             ESG pada karyawan baru;
                      seluruh level pegawai;                                              3.   Mengintegrasikan
                 2. Materi ESG belum                                                           parameter implementasi
                      terintegrasi dalam orientasi                                             ESG ke dalam kebijakan
                      karyawan baru maupun                                                     dan prosedur untuk dapat
                      program pengembangan             1.   Implementasi                       diterapkan dalam pekerjaan
                      kompetensi;                           ESG tidak                          sehari-hari dan memastikan
                 3. Kepemimpinan yang kurang                konsisten antar                    pimpinan dapat memberi
                      memberi contoh penerapan              unit/proyek;                       contoh penerapan ESG
                      ESG dalam pekerjaan sehari-      2.   Peluang                            baik di divisi maupun
Potensi               hari baik di Divisi maupun di
lemahnya                                                    efisiensi dan                      proyek;
                      Proyek;                               inovasi berbasis              4.   Membuat konten di sosial
pemahaman/       4. Kurangnya komunikasi                                                                                     Menimbulkan
awareness                                                   ESG tidak                          media maupun website          biaya perlakuan
                      internal terkait pencapaian           optimal.           Jangka          yang terkait dengan
pegawai               dan manfaat ESG                                                                                        risiko sebesar
tentang ESG                                            1.   Inconsistent       Menengah        pencapaian dan manfaat        Rp83.750.000
                      Perusahaan.                           ESG                Medium          ESG di WIKA.
Potentially                                                 implementation     Term       1.   Hold regular ESG training     Incurring risk
weak employee                                               across units/                      programs for all levels       treatment costs of
understanding/   This risk relates to ESG training                                                                           Rp83,750,000
                 and education within the                   projects;                          of employees, through
awareness of                                           2.   Opportunities                      seminars, training, and
ESG              Company, caused by:
                 1. Lack of ESG socialization               for ESG-based                      Wikademy;
                     and training for all levels of         efficiency and                2.   Integrate ESG materials for
                     employees;                             innovation are                     new employees;
                 2. ESG material has not been               not optimal;                  3.   Integrate ESG
                     integrated into new employee                                              implementation
                     orientation or competency                                                 parameters into policies
                     development programs;                                                     and procedures for
                 3. Leadership that does                                                       implementation in daily
                     not exemplify ESG                                                         work and ensure that
                     implementation in daily work,                                             leaders can exemplify ESG
                     both in Divisions and Projects;                                           implementation in both
                 4. Lack of internal                                                           divisions and projects;
                     communication regarding                                              4.   Create content on social
                     the Company's ESG                                                         media and the website
                     achievements and benefits.                                                related to WIKA's ESG
                                                                                               achievements and
                                                                                               benefits.




                                                                                                                      PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   39
Page 40
                            Strategi Keberlanjutan
                            Sustainability Strategy




     Di samping risiko perubahan iklim yang dihadapi, Perseroan juga                      In addition to the risks of climate change, the Company has
     telah memanfaatkan peluang dari risiko perubahan iklim yang                          also capitalized on opportunities arising from these risks,
     terjadi, sebagai berikut.                                                            as follows:

      Tabel Peluang Terkait Keberlanjutan dan Potensi Dampak Finansial
      Sustainability-Related Opportunities and Potential Financial Impacts


                                                     Peluang Keberlanjutan                                            Potensi Dampak Finansial
      Type
                                                   Sustainability Opportunities                                       Potential Financial Impact

      Ekonomi
      Economy

                                     Peluang memperoleh proyek infrastruktur
                                     berkelanjutan seperti energi terbarukan, transportasi
                                     massal rendah emisi, dan infrastruktur hijau yang
                                     menjadi prioritas pemerintah dan Proyek Strategis
                                     Nasional (PSN) dimasa mendatang - Peningkatan
                                     pendapatan dan backlog proyek jangka panjang,
      Proyek Hijau Masa              peningkatan utilisasi aset, serta stabilitas arus kas dari
                                                                                                    Peningkatan pendapatan Perseroan
      Mendatang                      proyek pemerintah dan proyek berkelanjutan
                                                                                                    Increase in the Company's revenue
      Future Green Projects          Opportunities to acquire sustainable infrastructure
                                     projects such as renewable energy, low-emission mass
                                     transportation, and green infrastructure, which are
                                     government priorities and future National Strategic
                                     Projects (PSN). - Increased revenue and long-term
                                     project backlog, increased asset utilization, and stable
                                     cash flow from government and sustainable projects.

                                     Akses terhadap pembiayaan hijau dan pembiayaan
                                     berbasis ESG melalui lembaga keuangan - Penurunan
                                     biaya modal (cost of capital), peningkatan kapasitas
      Akses Pembiayaan Hijau         pendanaan proyek, serta peningkatan fleksibilitas
                                                                                                    Peningkatan pendapatan Perseroan
      Access to Green                keuangan untuk ekspansi bisnis.
                                                                                                    Increase in the Company's revenue
      Finance                        Access to green financing and ESG-based financing
                                     through financial institutions. - Reduced cost of
                                     capital, increased project financing capacity, and
                                     increased financial flexibility for business expansion

                                     Peluang memperoleh manfaat ekonomi dari
                                     implementasi efisiensi energi, penggunaan teknologi
                                     rendah karbon, serta partisipasi dalam pasar karbon
                                     nasional dan insentif dekarbonisasi - Pengurangan
                                     biaya operasional, potensi pendapatan tambahan dari
                                     kredit karbon, dan peningkatan efisiensi biaya jangka
      Insentif Dekarbonisasi
                                     panjang                                                        Penghematan biaya operasional
      Decarbonization
                                     Opportunities to gain economic benefits from                   Operating Cost Savings
      Incentives
                                     implementing energy efficiency, using low-carbon
                                     technologies, and participating in the national carbon
                                     market and decarbonization incentives. - Reduced
                                     operational costs, potential additional revenue
                                     from carbon credits, and improved long-term cost
                                     efficiency.

      Lingkungan
      Environtment


                                     Penghematan penggunaan BBM melalui pemanfaatan                 Penghematan biaya operasional harian proyek serta
                                     motor listrik atau peralatan energi rendah di lokasi proyek.   penurunan biaya bahan bakar dalam jangka panjang.
      Resource Efficiency
                                     Fuel savings through the use of electric motors or low-        Savings on daily project operating costs and reducing fuel
                                     energy equipment at project sites                              costs in the long term.

                                     Penggunaan sumber energi rendah emisi (misalnya                Pengurangan biaya energi sekaligus peningkatan efisiensi
                                     energi surya, hybrid genset, atau PLN green energy).           biaya operasi melalui tarif energi yang lebih stabil dan rendah.
      Energy Source
                                     Use of low-emission energy sources (e.g., solar energy,        Reduced energy costs and increased operating cost
                                     hybrid generators, or PLN green energy).                       efficiency through more stable and lower energy tariffs

                                     Pengembangan produk, layanan, atau proyek yang                 Peningkatan posisi kompetitif dan potensi kenaikan
                                     ramah lingkungan untuk memenuhi standar ESG dan                pendapatan karena pergeseran preferensi konsumen menuju
                                     green construction.                                            solusi berkelanjutan.
      Products and Services
                                     Development of environmentally friendly products,              Improved competitive position and potential revenue
                                     services, or projects to meet ESG and green                    growth due to shifting consumer preferences toward
                                     construction standards.                                        sustainable solutions.




40   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 41
Tabel Peluang Terkait Keberlanjutan dan Potensi Dampak Finansial
Sustainability-Related Opportunities and Potential Financial Impacts


                                            Peluang Keberlanjutan                                       Potensi Dampak Finansial
Type
                                          Sustainability Opportunities                                  Potential Financial Impact

                             Membuka akses ke pasar baru, termasuk proyek-
                                                                                       Diversifikasi pendapatan, peningkatan portofolio aset, serta
                             proyek hijau, pembiayaan hijau (green financing), dan
                                                                                       potensi memperoleh pendanaan dengan biaya modal yang
                             tender dengan kriteria sustainability.
Markets                                                                                lebih rendah.
                             Opening access to new markets, including green
                                                                                       Revenue diversification, an expanded asset portfolio, and
                             projects, green financing, and tenders with
                                                                                       the potential to obtain funding at a lower cost of capital
                             sustainability criteria.

                             Partisipasi dalam program energi terbarukan serta         Peningkatan valuasi perusahaan melalui penguatan
                             penerapan langkah efisiensi energi untuk meningkatkan     ketahanan operasional dan manajemen risiko iklim, serta
                             ketahanan operasional proyek terhadap perubahan iklim.    pengurangan biaya akibat gangguan operasional.
Resilience
                             Participation in renewable energy programs and            Increased company valuation through strengthened
                             applying energy efficiency measures to increase           operational resilience and climate risk management, as well
                             project operational resilience to climate change.         as reduced costs due to operational disruptions.

Pemerintah atau
otoritas lingkungan
menerapkan standar           Proyek Infrastruktur Lingkungan
dan regulasi yang lebih      Perolehan proyek instalasi pengolahan air limbah dan
ketat terkait                fasilitas pengelolaan sampah. Selain itu, implementasi
pembuangan air               standar keberlanjutan WIKA meningkatkan
limbah untuk                 kepercayaan klien terhadap solusi konstruksi ramah
mengurangi dampak            lingkungan.
lingkungan.                                                                            Peningkatan pendapatan Perseroan
Governments or               Environmental Infrastructure Projects                     Increase in the Company's revenue
environmental                Achievement of wastewater treatment plant and
authorities are              waste management facility projects. Furthermore,
implementing stricter        WIKA's implementation of sustainability standards has
standards and                increased client confidence in environmentally friendly
regulations regarding        construction solutions.
wastewater discharge
to reduce environmental
impacts.

                             Pembangunan Infrastruktur Tanggap Bencana
Peningkatan intensitas       Pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian
dan frekuensi hujan          tetap (huntap) pasca bencana serta pengembangan
lebat, banjir, angin         inovasi konstruksi rendah karbon melalui pemanfaatan
kencang, serta               Energi Baru Terbarukan (EBT).
gelombang tinggi akibat
                                                                                       Peningkatan pendapatan Perseroan
perubahan iklim.             Disaster Response Infrastructure Development
                                                                                       Increase in the Company's revenue
Increased intensity and      Construction of temporary housing (huntara) and
frequency of heavy           permanent housing (huntap) after a disaster, as well
rainfall, flooding, strong   as the development of low-carbon construction
winds, and high waves        innovations through the use of New and Renewable
due to climate change.       Energy (NRE).


                             Pembangunan dengan Ketahanan Tinggi
                             Penerapan rekayasa sipil adaptif dan efisien
Curah hujan ekstrem          untuk meningkatkan ketahanan portofolio proyek,
di area berkontur atau       memperkuat posisi WIKA sebagai kontraktor
lereng proyek.               terpercaya di wilayah rawan bencana.                      Peningkatan pendapatan Perseroan
Extreme rainfall in          Highly Resilient Development                              Increase in the Company's revenue
project-prone or sloped      The application of adaptive and efficient civil
areas.                       engineering to enhance the resilience of the project
                             portfolio strengthens WIKA's position as a trusted
                             contractor in disaster-prone areas.

Sosial
Social

Keterikatan Pegawai          Peningkatan indeks keterikatan pegawai                    Meningkatkan pendapatan Perseroan
Employee Engagement          Improving employee engagement index                       Increasing the Company's revenue

Jam Pelatihan Pegawai
                             Peningkatan jumlah jam pelatihan pegawai                  Meningkatkan pendapatan Perseroan
Employee Training
                             Increasing the number of employee training hours          Increasing the Company's revenue
Hours

Community                    Peningkatan jumlah mitra binaan                           Meningkatkan pendapatan Perseroan
Engagement                   Increase in the number of partner organizations           Increasing the Company's revenue




                                                                                                                           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   41
Page 42
                            Strategi Keberlanjutan
                            Sustainability Strategy




     STRATEGI ASPEK EKONOMI                                             ONOMIC STRATEGY

     Perseroan berkomitmen untuk menjaga dan memperkuat                 The Company is committed to maintaining and strengthening
     stabilitas kinerja ekonomi sebagai fondasi penciptaan nilai        economic performance stability as the foundation for long-
     jangka panjang. Strategi ini dilaksanakan melalui peningkatan      term value creation. This strategy is implemented through
     daya saing, perluasan pangsa pasar, efisiensi operasional, serta   increased competitiveness, market share expansion,
     optimalisasi portofolio proyek dan investasi yang memberikan       operational efficiency, and optimization of project and
     imbal hasil berkelanjutan. Komitmen tersebut dijabarkan            investment portfolios that provide sustainable returns. This
     secara formal dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan          commitment is formally outlined in the 2025 Company Work
     (RKAP) Tahun 2025 yang disusun dengan mempertimbangkan             Plan and Budget (RKAP), which was prepared taking into
     dinamika industri, kondisi makroekonomi, risiko pasar, serta       account industry dynamics, macroeconomic conditions,
     peluang pertumbuhan berbasis keberlanjutan. Dalam konteks          market risks, and opportunities for sustainable growth. In
     IFRS S1, Perseroan mempertimbangkan risiko seperti volatilitas     the context of IFRS S1, the Company considers risks such as
     ekonomi, tekanan biaya, perubahan regulasi, dan ekspektasi         economic volatility, cost pressures, regulatory changes, and
     pasar terhadap praktik ESG, sekaligus memanfaatkan peluang         market expectations regarding ESG practices, while also taking
     berupa akses pembiayaan berkelanjutan, peningkatan reputasi,       advantage of opportunities such as access to sustainable
     dan preferensi pasar terhadap perusahaan yang memiliki             financing, enhanced reputation, and market preference for
     kinerja keberlanjutan yang baik.                                   companies with good sustainability performance.

     Pada aspek ekonomi, Perseroan juga mengidentifikasi adanya         On the economic front, the Company also identifies risks
     risiko terkait praktik pengadaan.                                  related to procurement practices.

     STRATEGI PERUBAHAN IKLIM                                           CLIMATE CHANGE STRATEGY

     WIKA memulai langkah strategis dengan mengidentifikasi risiko      The Company initiated strategic measures by identifying
     dan peluang terkait perubahan iklim yang berdampak pada            climate change–related risks and opportunities that may
     arah bisnis, perencanaan keuangan, serta prioritas investasi       affect its business direction, financial planning, and investment
     perusahaan. Proses ini dilakukan secara menyeluruh di seluruh      priorities. This process was conducted comprehensively
     wilayah kerja WIKA di Indonesia untuk memastikan bahwa setiap      across all WIKA operational areas in Indonesia to ensure
     proyek dan operasional dapat mengantisipasi dinamika iklim         that each project and operation can anticipate evolving
     yang berkembang.                                                   climate dynamics.

     Sebagai salah satu strategi utama dalam mitigasi dan mengelola     As a key strategy in mitigating and managing the impacts
     dampak perubahan iklim, WIKA telah menyusun roadmap                of climate change, WIKA has developed a comprehensive
     dekarbonisasi yang komprehensif. Roadmap ini dirancang untuk       decarbonization roadmap. This roadmap is designed to
     mengurangi jejak karbon operasional dan proyek, sejalan dengan     reduce the carbon footprint of operations and projects, in
     target nasional serta tren global menuju ekonomi rendah karbon.    line with national targets and global trend toward a low-
     Melalui roadmap ini, WIKA menetapkan langkah-langkah konkret,      carbon economy. Through this roadmap, WIKA establishes
     termasuk efisiensi energi, penggunaan teknologi rendah karbon,     concrete steps, including energy efficiency, the use of low-
     pengelolaan rantai pasok berkelanjutan, serta penerapan inovasi    carbon technologies, sustainable supply chain management,
     konstruksi ramah lingkungan.                                       and the implementation of environmentally friendly
                                                                        construction innovations.




42   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 43
                                                               PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
                                                                        Net Zero Emission Strategy

   Electrification of Project                                                                                                                             Emission Reduction Nature-
   Operational Fleet                                                                                                                                      Based Solutions through
   • Transitioning operational vehicles                                                                                                                   • Offsetting a portion of the
      from fossil fuel to electric power                                                                                                                    company's annual greenhouse
      to directly reduce Scope 1                                                                                                                            gas emissions.
      emissions..                                                                                                                                         • Acting as a complementary
   • Relevant for construction project                                                                                                                      measure to direct emission
      environments with high mobility                                                                                                                       reduction efforts in achieving
      and measurable vehicle usage                                                                                                                          Net Zero.
      patterns.                                                                 Renewable Energy Certificate
                                                                                • Supporting Scope 2 emission
                                                                                  reduction through claims
                                           Renewable Energy-Based Project         of electricity consumption
                                                                                                                       Fuel Transition to Alternative
                                           Operations                             sourced from renewable
                                                                                                                       Biofuels
                                           • Reducing Scope 2 emissions           energy.
                                                                                                                       • Substituting fossil fuels with
                                             through the utilization of solar   • Serving as a transitional
                                                                                                                          biofuels to reduce Scope 1
                                             energy and Automatic Voltage         solution prior to the full on-site
                                                                                                                          emissions.
                                             Ampere Adjustment (AVAA)             implementation of renewable
                                                                                                                       • Serving as a transitional
                                             technology as sources of clean       energy systems.
                                                                                                                          solution for fleets and heavy
                                             electricity.                       • Increasing the share of
                                                                                                                          equipment that have not yet
                                           • Relevant for WIKA assets             renewable energy within WIKA
                                                                                                                          been electrified.
                                             and project sites that require       operational energy mix.
                                             sustainable electricity supply.




Inisiatif reduksi emisi disusun sebagai bagian dari strategi                                         Emission reduction initiatives are designed as part of the
dekarbonisasi perusahaan yang mencakup kombinasi                                                     company's decarbonization strategy, which encompasses
aksi pengurangan emisi langsung, transisi energi, serta                                              a combination of direct emission reduction actions,
pengimbangan emisi residual secara terukur dan bertahap.                                             energy transition, and measured and gradual offsetting of
                                                                                                     residual emissions.
Operasional Proyek Berbasis Energi Terbarukan
• Mengurangi emisi Scope 2 melalui pemanfaatan energi                                                Renewable Energy-Based Project Operations
   surya dan teknologi AVAA (Automatic Voltage Ampere                                                • Reducing Scope 2 emissions through the use of
   Adjustment) sebagai sumber listrik bersih.                                                           solar energy and AVAA (Automatic Voltage Ampere
• Relevan untuk aset dan lokasi proyek WIKA Holding                                                     Adjustment) technology as clean electricity sources.
   dengan kebutuhan listrik berkelanjutan.                                                           • Relevant for WIKA Holding's assets and project locations
                                                                                                        with sustainable electricity needs.
Elektrifikasi Armada Kendaraan Operasional Proyek
• Transisi kendaraan operasional dari BBM ke listrik untuk                                           Electrification of Project Operational Vehicle Fleets
    menurunkan emisi Scope 1 secara langsung.                                                        • Transitioning operational vehicles from fuel to electric to
• Relevan untuk lingkungan proyek konstruksi dengan                                                      directly reduce Scope 1 emissions.
    mobilitas tinggi dan pola penggunaan kendaraan                                                   • Relevant for construction project environments with high
    yang terukur.                                                                                        mobility and measured vehicle usage patterns.

Transisi BBM ke Alternative Biofuel                                                                  Fuel Transition to Alternative Biofuels
• Substitusi BBM fosil dengan biofuel untuk menurunkan                                               • Substituting fossil fuels with biofuels to reduce Scope
    emisi Scope 1.                                                                                       1 emissions.
• Berperan sebagai solusi transisi untuk armada dan alat                                             • Serving as a transitional solution for fleets and heavy
    berat yang belum dapat dielektrifikasi.                                                              equipment that cannot yet be electrified.

Pemanfaatan Renewable Energy Certificate                                                             Utilization of Renewable Energy Certificates
• Mendukung pengurangan emisi Scope 2 melalui klaim                                                  • Support Scope 2 emission reductions by claiming
   penggunaan listrik yang bersumber energi terbarukan.                                                   electricity use from renewable energy sources.
• Solusi transisi sebelum implementasi energi terbarukan                                             • A transitional solution before the full implementation of
   on-site secara penuh memungkinkan.                                                                     on-site renewable energy is possible.
• Meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi                                           • Increase the share of renewable energy in WIKA Holding's
   operasional WIKA Holding.                                                                              operational energy mix.




                                                                                                                                                              PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   43
Page 44
                            Strategi Keberlanjutan
                            Sustainability Strategy




     Penurunan Emisi berbasis Nature-based Solutions                   Nature-Based Solutions-Based Emission Reduction
     • Mengimbangi sebagian emisi gas rumah kaca yang                  • Offset a portion of the company's annual greenhouse
        dihasilkan perusahaan setiap tahun.                               gas emissions.
     • Berperan sebagai pelengkap upaya penurunan emisi                • Serve as a complement to direct emission reduction
        langsung menuju Net-Zero.                                         efforts towards Net-Zero.

     STRATEGI ASPEK SOSIAL                                             SOCIAL ASPECT STRATEGY

     Perseroan memandang pengembangan kapasitas sumber                 The Company views human capital capacity development
     daya manusia sebagai strategi sosial yang fundamental dalam       as a fundamental social strategy in supporting business
     mendukung keberlanjutan usaha dan penciptaan nilai jangka         sustainability and long-term value creation. Improving
     panjang. Peningkatan kompetensi karyawan berkontribusi            employee competency contributes to work quality,
     terhadap kualitas kerja, produktivitas, keselamatan kerja,        productivity, safety, innovation, and the creation of an
     inovasi, serta terciptanya lingkungan kerja yang inklusif dan     inclusive and adaptive work environment. From an IFRS S1
     adaptif. Dalam perspektif IFRS S1, investasi pada pelatihan dan   perspective, investment in training and education is part of
     pendidikan merupakan bagian dari pengelolaan risiko sosial,       managing social risks, such as the skills gap, low retention rates,
     seperti kesenjangan keterampilan (skill gap), rendahnya tingkat   unpreparedness for digital transformation and ESG demands,
     retensi, ketidaksiapan menghadapi transformasi digital dan        and the potential for decreased workforce competitiveness.
     tuntutan ESG, serta potensi penurunan daya saing tenaga kerja.

     Perseroan menyelenggarakan program pendidikan dan                 The Company provides education and training programs
     pelatihan melalui pusat pelatihan internal, yaitu WIKA Pratama    through its internal training centers, WIKA Pratama and
     dan WIKASATRIAN, yang berfokus pada penguatan kompetensi          WIKASATRIAN, which focus on strengthening technical
     teknis dan kepemimpinan berbasis nilai perusahaan. Melalui        competencies and value-based leadership. Through these
     fasilitas ini, karyawan memperoleh pembelajaran terkait inovasi   facilities, employees learn about the latest innovations, cutting-
     terbaru, teknologi konstruksi terkini, serta praktik terbaik      edge construction technologies, and industry best practices
     industri guna memastikan kesiapan menghadapi dinamika             to ensure readiness for business and regulatory dynamics.
     bisnis dan regulasi.

     Dalam melaksanakan strategi pelatihan dan pendidikan,             In carrying out its training and education strategy, the Company
     Perseroan mempertimbangkan adanya trade-offs antara               considers the trade-offs between increasing costs and time
     peningkatan biaya dan alokasi waktu pelatihan dalam jangka        allocation for training in the short term, which could potentially
     pendek yang berpotensi menambah beban operasional serta           increase operational burdens and reduce productivity, while
     mengurangi produktivitas sementara dengan manfaat jangka          also offering medium- and long-term benefits in the form of
     menengah dan panjang berupa peningkatan kompetensi,               increased competency, work efficiency, operational safety,
     efisiensi kerja, keselamatan operasional, retensi karyawan,       employee retention, and strengthening the company's
     serta penguatan reputasi dan daya saing perusahaan. Perseroan     reputation and competitiveness. The Company believes
     menilai bahwa investasi pada pengembangan sumber daya             that investing in human resource development, including
     manusia, termasuk integrasi aspek ESG dalam program               the integration of ESG aspects into training programs, while
     pelatihan, meskipun memerlukan sumber daya tambahan               requiring additional resources and adjustments to work
     dan penyesuaian proses kerja, akan menghasilkan nilai sosial      processes, will generate greater social and economic value
     dan ekonomi yang lebih besar melalui pengurangan risiko           through reduced operational risks, increased readiness to face
     operasional, peningkatan kesiapan menghadapi perubahan            regulatory changes and market demands, and the creation of
     regulasi dan tuntutan pasar, serta penciptaan budaya kerja        a sustainable work culture.
     yang berkelanjutan.

     POLICY COMMITMENT [GRI 2-23, GRI 2-24]                            POLICY COMMITMENT [GRI 2-23, GRI 2-24]

     Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, Perseroan berpedoman        In carrying out its business activities, the Company adheres
     pada berbagai ketentuan yang berlaku, baik di tingkat nasional    to various applicable provisions, both nationally and
     maupun internasional, yang relevan dengan aktivitas bisnis        internationally, that are relevant to its business activities.
     Perseroan. Salah satu standar internasional yang menjadi acuan    One of the international standards the Company uses a a
     Perseroan di bidang ketenagakerjaan adalah ketentuan dari         reference in the employment sector is the provisions of the
     International Labor Organization (ILO). Sedangkan, peraturan      International Labor Organization (ILO). Meanwhile, the national
     nasional yang diacu antara lain:                                  regulations referred to include:




44   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 45
1.  Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar            1.   Law Number 8 of 1995 concerning Capital Markets, as
    Modal sebagaimana terakhir diubah dengan Undang-               last amended by Law Number 4 of 2023 concerning the
    Undang Nomor 4 tahun 2023 tentang Pengembangan                 Development and Strengthening of the Financial Sector;
    dan Penguatan Sektor Keuangan;
2. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan        2.   Law Number 16 of 2025 concerning the Fourth
    Keempat Atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003                 Amendment to Law Number 19 of 2003 concerning
    Tentang Badan Usaha Milik Negara;                              State-Owned Enterprises;
3. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang                  3.   Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability
    Perseroan Terbatas sebagaimana terakhir diubah dengan          Companies, as last amended by Law Number 6 of 2023
    Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan             concerning the Stipulation of Government Regulation in
    Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor             Lieu of Law Number 2 of 2022 concerning Job Creation
    2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-               into Law;
    Undang;
4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang                  4. Law Number 32 of 2009 concerning Environmental
    Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup                Protection and Management, as last amended by
    sebagaimana terakhir diubah dengan Undang-Undang             Law Number 6 of 2023 concerning the Stipulation of
    Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan               Government Regulation in Lieu of Law Number 2 of 2022
    Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun             concerning Job Creation into Law;
    2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang;
5. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang                  5. Law Number 16 of 2016 concerning Ratification of the
    Pengesahan Paris Agreement To The United Nations             Paris Agreement to the United Nations Framework
    Framework Convention On Climate Change (Persetujuan          Convention on Climate Change;
    Paris Atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-
    Bangsa mengenai Perubahan Iklim);
6. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa              6.   Law Number 2 of 2017 concerning Construction Services,
    Konstruksi sebagaimana terakhir diubah dengan Undang-          as last amended by Law Number 6 of 2023 concerning
    Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan          the Stipulation of Government Regulation in Lieu of Law
    Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun               Number 2 of 2022 concerning Job Creation into Law;
    2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1971 tentang           7.  Government Regulation Number 40 of 1971 concerning
    Pengalihan Bentuk Perusahaan Bangunan Negara Wijaya           the Conversion of the State-Owned Enterprise Wijaya
    Karya Menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO);                 Karya to a Limited Liability Company (Persero);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1998 tentang           8. Government Regulation Number 27 of 1998 concerning
    Penggabungan, Peleburan, dan Pengambilalihan                  Mergers, Amalgamations, and Acquisitions of Limited
    Perseroan Terbatas;                                           Liability Companies;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1999 tentang           9. Government Regulation Number 15 of 1999 concerning
    Bentuk-Bentuk Tagihan Tertentu Yang Dapat                     Certain Forms of Claims That Can Be Offset as
    Dikompensasikan Sebagai Setoran Saham;                        Share Deposits;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2005 tentang          10. Government Regulation Number 33 of 2005 concerning
    Tata Cara Privatisasi Perusahaan Perseroan (Persero)          Procedures for the Privatization of Limited Liability Companies
    sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah                (Persero), as amended by Government Regulation Number
    Nomor 59 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan          59 of 2009 concerning Amendments to Government
    Pemerintah Nomor 33 Tahun 2005 Tentang Tata Cara              Regulation Number 33 of 2005 concerning Procedures for
    Privatisasi Perusahaan Perseroan Persero;                     the Privatization of Limited Liability Companies (Persero);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 tentang          11. Government Regulation Number 44 of 2005 concerning
    Tata Cara Penyertaan Dan Penatausahaan Modal Negara           Procedures for State Capital Participation and Administration
    Pada Badan Usaha Milik Negara Dan Perseroan Terbatas          in State-Owned Enterprises and Limited Liability Companies,
    sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah                as amended by Government Regulation Number 72 of
    Nomor 72 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan          2016 concerning Amendments to Government Regulation
    Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 Tentang Tata Cara              Number 44 of 2005 concerning Procedures for State Capital
    Penyertaan Dan Penatausahaan Modal Negara Pada Badan          Participation and Administration in State-Owned Enterprises
    Usaha Milik Negara Dan Perseroan Terbatas;                    and Limited Liability Companies;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2005 tentang          12. Government Regulation Number 45 of 2005 concerning
    Pendirian, Pengurusan, Pengawasan dan Pembubaran              the Establishment, Management, Supervision, and
    Badan Usaha Milik Negara sebagaimana terakhir diubah          Dissolution of State-Owned Enterprises, as last amended
    dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2022               by Government Regulation Number 23 of 2022 concerning
    tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 45          Amendments to Government Regulation Number 45




                                                                                                        PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   45
Page 46
                            Strategi Keberlanjutan
                            Sustainability Strategy




         Tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan,                    of 2005 concerning the Establishment, Management,
         dan Pembubaran Badan Usaha Milik Negara;                                 Supervision, and Dissolution of State-Owned Enterprises;
     13. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2016 tentang                     13. Government Regulation Number 42 of 2016 concerning
         Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia                    the Increase in State Capital Participation of the Republic
         Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero)                      of Indonesia into the Share Capital of the Limited Liability
         PT Wijaya Karya Tbk;                                                     Company (Persero) PT Wijaya Karya Tbk.
     14. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 tentang                     14. Government Regulation Number 22 of 2020 concerning
         Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun                        Implementing Regulations of Law Number 2 of 2017
         2017 tentang Jasa Konstruksi sebagaimana terakhir diubah                 concerning Construction Services, as last amended by
         dengan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2021                          Government Regulation Number 14 of 2021 concerning
         tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor                        Amendments to Government Regulation Number 22
         22 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksana Undang-                        of 2020 concerning Implementing Regulations of Law
         undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi;                       Number 2 of 2017 concerning Construction Services;
     15. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2024 tentang                     15. Government Regulation Number 15 of 2024 concerning
         Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia                    Additional Capital Participation of the Republic of
         ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero)                      Indonesia into the Share Capital of the Limited Liability
         PT Wijaya Karya Tbk;                                                     Company (Persero) PT Wijaya Karya Tbk
     16. Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang                        16. Presidential Regulation Number 3 of 2016 concerning the
         Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional                         Acceleration of the Implementation of National Strategic
         sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan Presiden                    Projects, as last amended by Presidential Regulation Number
         Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga                            109 of 2020 concerning the Third Amendment to Presidential
         atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang                       Regulation Number 3 of 2016 concerning the Acceleration
         Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional;                        of the Implementation of National Strategic Projects;
     17. P e r a t u r a n P r e s i d e n N o m o r 5 9 Ta h u n 2 0 1 7     17. Presidential Regulation Number 59 of 2017 concerning
         t e n t a n g P e l a k s a n a a n P e n c a p a i a n Tu j u a n       the Implementation of the Sustainable Development
         Pembangunan Berkelanjutan;                                               Goals
     18. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang                       18. Presidential Regulation Number 16 of 2018 concerning
         Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana                             Government Procurement of Goods/Services, as last
         terakhir diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 12                       amended by Presidential Regulation Number 12 of 2021
         Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden                     concerning Amendments to Presidential Regulation
         Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/                            Number 16 of 2018 concerning Government Procurement
         Jasa Pemerintah;                                                         of Goods/Services;
     19. Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang                      19. Presidential Regulation Number 110 of 2025 concerning the
         Penyelenggaraan Instrumen nilai ekonomi karbon dan                       Implementation of Carbon Economic Value Instruments
         pengendalian emisi gas rumah kaca nasional;                              and National Greenhouse Gas Emission Control;
     20. Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2022 tentang                      20. Presidential Regulation Number 111 of 2022 concerning
         Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan;                 the Implementation of Sustainable Development Goals;
     21. Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-01/MBU/03/2023                      21. Regulation of the Minister of SOEs Number PER-01/
         tentang Penugasan Khusus dan Program Tanggung Jawab                      MBU/03/2023 concerning Special Assignments and Social
         Sosial dan Lingkungan BUMN;                                              and Environmental Responsibility Programs for SOEs;
     22. Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023                       22. Regulation of the Minister of SOEs Number PER-2/
         tentang Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara                       MBU/03/2023 concerning the Regulation of the Minister
         tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi                       of State-Owned Enterprises concerning Guidelines
         Signifikan Badan Usaha Milik Negara;                                     for Governance and Significant Corporate Activities of
                                                                                  State-Owned Enterprises;
     23. Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-3/MBU/03/2023                       23. Regulation of the Minister of SOEs Number PER-3/
         tentang Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara                       MBU/03/2023 concerning the Regulation of the Minister
         tentang Organ dan Sumber Daya Manusia Badan Usaha                        of State-Owned Enterprises concerning Organs and
         Milik Negara;                                                            Human Resources of State-Owned Enterprises;
     24. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat                24. Regulation of the Minister of Public Works and Public
         Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan                       Housing Number 9 of 2021 concerning Guidelines for
         Konstruksi Berkelanjutan;                                                the Implementation of Sustainable Construction;
     25. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan                     25. Regulation of the Minister of Environment and Forestry
         Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Laksana Penerapan                       Number 21 of 2022 concerning Procedures for the
         Nilai Ekonomi Karbon;                                                    Implementation of Carbon Economic Value;




46   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 47
26. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor    26. Regulation of the Minister of Energy and Mineral
    16 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Nilai         Resources Number 16 of 2022 concerning Procedures
    Ekonomi Karbon Subsektor Pembangkit Tenaga Listrik;           for Implementing the Carbon Economic Value of Power
                                                                  Generation Subsector;
27. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/                27. Regulation of the Financial Services Authority Number
    POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris              33/POJK.04/2014 concerning the Board of Directors and
    Emiten atau Perusahaan Publik;                                Board of Commissioners of Issuers or Public Companies;
28. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 36/                28. Regulation of the Financial Services Authority Number 36/
    POJK.04/2014 Tahun 2014 tentang Penawaran Umum                POJK.04/2014 concerning Continuous Public Offerings
    Berkalanjutan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk;             of Debt Securities and/or Sukuk
29. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 21/                29. Regulation of the Financial Services Authority Number
    POJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman Tata Kelola            21/POJK.04/2015 concerning the Implementation of
    Perusahaan Terbuka;                                           Guidelines for Public Company Governance
30. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015    30. Regulation of the Financial Services Authority Number
    tentang Keterbukaan atas Informasi atau Fakta Material        31/POJK.04/2015 concerning Disclosure of Material
    oleh Emiten atau Perusahaan Publik; sebagaimana yang          Information or Facts by Issuers or Public Companies,
    telah diubah sebagian dengan Peraturan Otoritas Jasa          as partially amended by Regulation of the Financial
    Keuangan Nomor 45 tahun 2024 tentang pengembangan             Services Authority Number 45 of 2024 concerning
    dan penguatan emiten dan perusahaan publik;                   the development and strengthening of issuers and
                                                                  public companies;
31. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32 /               31. Regulation of the Financial Services Authority Number
    POJK.04/2015 Tahun 2015 tentang Penambahan Modal              31/POJK.04/2015 concerning Disclosure of Material
    Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan              Information or Facts by Issuers or Public Companies;
    Efek Terlebih Dahulu; sebagaimana yang telah diubah           as partially amended by Regulation of the Financial
    sebagian dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan              Services Authority Number 45 of 2024 concerning
    Nomor 45 tahun 2024 tentang pengembangan dan                  the development and strengthening of issuers and
    penguatan emiten dan perusahaan publik;                       public companies;
32. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/                32. Regulation of the Financial Services Authority Number
    POJK.03/2017 Tahun 2017 tentang Penerapan Keuangan            31/POJK.04/2015 concerning the Disclosure of Material
    Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan         Information or Facts by Issuers or Public Companies;
    Perusahaan Publik;
33. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 60 /               33. Financial Services Authority Regulation Number 60/
    POJK.04/2016 Tahun 2016 tentang Penerbitan dan                POJK.04/2016 of 2016 concerning the Issuance and
    Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan         Requirements for Environmentally Friendly Debt Securities
    (Green Bond); sebagaimana yang telah diubah sebagian          (Green Bonds); as partially amended by Financial Services
    dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 3/              Authority Regulation Number 3/PJOK.04/2021 of 2021;
    PJOK.04/2021 Tahun 2021;
34. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/                34. Financial Services Authority Regulation Number
    POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan              15/POJK.04/2020 concerning the Planning and
    Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka;                 Implementation of General Meetings of Shareholders
                                                                  of Public Companies;
35. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 16/                35. Financial Services Authority Regulation Number 16/
    POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan Rapat Umum                   POJK.04/2020 concerning the Electronic Implementation
    Pemegang Saham Perusahaan Terbuka Secara Elektronik;          of General Meetings of Shareholders of Public Companies;
    sebagaimana yang telah diubah dengan Peraturan Otoritas       as amended by Financial Services Authority Regulation
    Jasa Keuangan Nomor 14 Tahun 2025;                            Number 14 of 2025;
36. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/                36. Financial Services Authority Regulation Number 17/
    POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan         POJK.04/2020 concerning Material Transactions and
    Kegiatan Usaha;                                               Changes in Business Activities;
37. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/                37. Financial Services Authority Regulation Number 42/
    POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi         POJK.04/2020 concerning Affiliated Transactions and
    Benturan Kepentingan;                                         Conflict of Interest Transactions;
38. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 3/POJK.04/2021     38. Financial Services Authority Regulation Number 3/
    tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar              POJK.04/2021 concerning the Implementation of Activities
    Modal; sebagaimana yang telah diubah sebagian dengan          in the Capital Market Sector; as partially amended by
    Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 9 Tahun 2025;          Financial Services Authority Regulation Number 9 of 2025;




                                                                                                    PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   47
Page 48
                            Strategi Keberlanjutan
                            Sustainability Strategy




     39. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 16/                                 39. Circular Letter of the Financial Services Authority Number
         SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan                              16/SEOJK.04/2021 concerning the Form and Content of
         Emiten atau Perusahaan Publik.                                                    Annual Reports of Issuers or Public Companies.

     Di samping itu, Perseroan juga berkomitmen untuk                                  In addition, the Company is also committed to ensuring that
     memastikan bahwa kegiatan bisnisnya telah sesuai dengan                           its business activities comply with international standards, as
     standar internasional yang tercermin dengan telah dimilikinya:                    reflected in its ownership of:
     1. ISO 21500:2021 tentang Sistem Manajemen Proyek                                 1. ISO 21500:2021 on Project Management Systems
     2. ISO 31000:2018 tentang Sistem Manajemen Risiko                                 2. ISO 31000:2018 on Risk Management Systems
     3. ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu                                    3. ISO 9001:2015 on Quality Management Systems
     4. ISO 14001:2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan                             4. ISO 14001:2015 on Environmental Management Systems
     5. ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Kesehatan                              5. ISO 45001:2018 on Occupational Health and Safety
         dan Keselamatan Kerja                                                              Management Systems
     6. ISO 19650-1:2018 Kitemark tentang Penerapan Building                           6. ISO 19650-1:2018 Kitemark on the Application of Building
         Information Modelling (Konsep dan Prinsip)                                         Information Modeling (Concepts and Principles)
     7. ISO 20000-1:2018 tentang Sistem Manajemen Layanan                              7. ISO 20000-1:2018 on Information Technology Service
         Teknologi Informasi                                                                Management Systems
     8. ISO 27701:2019 tentang Sistem Manajemen Informasi                              8. ISO 27701:2019 on Privacy Information Management
         Privasi                                                                            Systems
     9. ISO 27001: 2022 tentang Sistem Manajemen Pengamanan                            9. ISO 27001:2022 on Information Security Management
         Informasi                                                                          Systems
     10. ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti                                  10. ISO 37001:2016 concerning Anti-Bribery Management
         Penyuapan                                                                          Systems

     Beragam ketentuan nasional maupun internasional yang                              Various national and international regulations have been
     menjadi rujukan telah diadopsi ke dalam kebijakan internal                        adopted into the Company's internal policies and are
     Perseroan dan dilengkapi dengan mekanisme uji tuntas.                             complemented by a due diligence mechanism. This step is
     Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh                              taken to ensure that all policies are implemented optimally
     kebijakan tersebut dapat diimplementasikan secara                                 and in accordance with applicable regulations. Furthermore,
     optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain                          the determination of responsibility for the implementation of
     itu, penetapan bentuk tanggung jawab atas pelaksanaan                             each established policy is realized through the development
     setiap kebijakan yang telah ditetapkan diwujudkan melalui                         of an appropriate organizational structure aligned with the
     pengembangan struktur organisasi yang tepat dan selaras                           Company's needs. Details regarding the policies, due diligence
     dengan kebutuhan Perseroan. Adapun rincian mengenai                               process, and parties responsible for the Company's policies
     kebijakan, proses uji tuntas, serta pihak yang bertanggung                        are as follows.
     jawab atas kebijakan Perseroan adalah sebagai berikut.


              Kebijakan                                                 Uji Tuntas (Due Dilligence)                            Penanggung Jawab
       No
              Policy                                                          Due Dilligence                                         PIC

              Kebijakan Sistem Manajemen
        1
              Management System Policy

                                                      •   Pengukuran Keselamatan dan Kesehatan Kerja,
                                                          mencakup Health, Safety and Environment (HSE) Level,
                                                          Frequency Rate, Severity Rate, Risk Containment Audit,
                                                          Jumlah Penyakit Akibat Kerja.
                                                      •   Pengukuran aspek Lingkungan, mencakup pengurangan
                                                          penggunaan kertas, tumpahan minyak, intensitas
                                                          konsumsi energi listrik, pengurangan penggunaan BBM
                                                          dan penggunaan air bersih.
                   Kebijakan K3L (Keselamatan,        •   ISO 14001:2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan
                   Kesehatan Dan Lingkungan)          •   ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Kesehatan
                                                          dan Keselamatan Kerja                                       Risk Management & Quality, Health,
                   Occupational Health,                                                                               Safety and Environment Division
                   Safety, and Environment            •   Occupational Health and Safety Measurement, including
                   (HSE) Policy                           Health, Safety, and Environment (HSE) Level, Frequency
                                                          Rate, Severity Rate, Risk Containment Audit, and
                                                          Number of Occupational Diseases.
                                                      •   Environmental Aspect Measurement, including paper
                                                          reduction, oil spills, electricity consumption intensity,
                                                          fuel consumption reduction, and clean water use.
                                                      •   ISO 14001:2015 on Environmental Management Systems
                                                      •   ISO 45001:2018 on Occupational Health and Safety
                                                          Management Systems




48   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 49
     Kebijakan                                          Uji Tuntas (Due Dilligence)                              Penanggung Jawab
No
     Policy                                                   Due Dilligence                                           PIC

                                      •   Pengukuran Quality Management System Level (QMSL).
                                      •   Pengukuran Quality Product, mencakup Quality Product
                                          Assessment (QPass) pekerjaan struktur, QPass Pekerjaan
        Kebijakan Sistem
                                          Finishing dan QPass pekerjaan MEP.
        Manajemen Mutu                                                                                  Risk Management & Quality, Health,
                                      •   Quality Management System Level (QMSL)                        Safety and Environment Division
        Quality Management
                                          Measurement.
        System Policy
                                      •   Product Quality Measurement, including Quality Product
                                          Assessment (QPass) for structural work, QPass for
                                          Finishing Work, and QPass for MEP work.

                                      •   Pengukuran Risk Maturity Level oleh pihak Eksternal.
        Kebijakan Sistem              •   Assessment Risk Management System oleh pihak
        Manajemen Risiko                  Eksternal yang dilakukan secara berkala, satu tahun sekali.   Risk Management & Quality, Health,
        Risk Management               •   Risk Maturity Level Measurement by External Parties.          Safety and Environment Division
        System Policy                 •   Risk Management System Assessment by External
                                          Parties, conducted periodically, once a year.

                                      •   Audit oleh Pihak Internal dan Eksternal yang dilakukan
                                          secara berkala, satu tahun sekali.
        Kebijakan Sistem Layanan,     •   Melakukan Control Objectives for Information and
        Keamanan, dan Informasi           Related Technologies (COBIT) yang diaudit 2 (dua) tahun
        Privasi                           sekali yang dilakukan oleh pihak eksternal.                   Transformation & Information
        Service, Information          •   Internal and External Audits, conducted periodically,         Technology Division
        Security, and Privacy             once a year.
        Management System Policy      •   Conducting Control Objectives for Information and
                                          Related Technologies (COBIT) audits every two years by
                                          an external party.

        Kebijakan Sistem              Audit oleh Pihak Internal dan Eksternal yang dilakukan secara     Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan
        Manajemen Anti Penyuapan      berkala, satu tahun sekali.                                       (FKAP)
        Anti-Bribery Management       Internal and external audits are conducted periodically, once     Anti-Bribery Compliance Function
        System Policy                 a year.                                                           (FKAP)

                                      •   Pengukuran Quality Management System Level (QMSL).
                                      •   Pengukuran Keselamatan dan Kesehatan Kerja,
                                          mencakup Health, Safety and Environment (HSE) Level,
                                          Frequency Rate, Severity Rate, Risk Containment Audit,
                                          Jumlah Penyakit Akibat Kerja.
                                      •   Pengukuran aspek 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rajin, Rawat)
                                      •   Pengukuran aspek Lingkungan, mencakup pengurangan
                                          penggunaan kertas, tumpahan minyak, intensitas
                                          konsumsi energi listrik, pengurangan penggunaan BBM
                                          dan penggunaan air bersih.
                                      •   Pengukuran Quality Product, mencakup Quality Product
                                          Assessment (QPass) pekerjaan struktur, QPass Pekerjaan
                                          Finishing dan QPass pekerjaan MEP.
                                      •   Audit oleh Pihak Internal dan Eksternal yang dilakukan
        Kebijakan Sistem
                                          secara berkala, satu tahun sekali.
        Manajemen Proyek                                                                                Risk Management & Quality, Health,
                                      •   Measuring the Quality Management System Level                 Safety and Environment Division
        Project Management
                                          (QMSL).
        System Policy
                                      •   Measuring Occupational Health and Safety, including
                                          Health, Safety, and Environment (HSE) Level, Frequency
                                          Rate, Severity Rate, Risk Containment Audit, and
                                          Number of Occupational Illnesses.
                                      •   Measuring the 5R aspects (Compact, Neat, Clean,
                                          Diligent, Maintain).
                                      •   Measuring environmental aspects, including paper
                                          reduction, oil spills, electricity consumption intensity,
                                          fuel consumption reduction, and clean water use.
                                      •   Measuring product quality, including Quality Product
                                          Assessment (QPass) for structural work, QPass for
                                          finishing work, and QPass for MEP work.
                                      •   Internal and external audits are conducted periodically,
                                          once a year.

        Kebijakan Sistem
        Manajemen Building            Audit oleh Pihak Internal dan Eksternal yang dilakukan secara
        Information Modelling (BIM)   berkala, satu tahun sekali.                                       Transformation & Information
        Building Information          Internal and external audits are conducted periodically, once     Technology Division
        Modeling (BIM)                a year.
        Management System Policy




                                                                                                                     PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   49
Page 50
                            Strategi Keberlanjutan
                            Sustainability Strategy




              Kebijakan                                                  Uji Tuntas (Due Dilligence)                         Penanggung Jawab
       No
              Policy                                                           Due Dilligence                                      PIC

              Kebijakan Tata Kelola                   Evaluasi dan monitoring melalui Rapat Bulanan
              Terintegrasi                            Tata Kelola Terintegrasi.
        2                                                                                                           Corporate Secretary
              Integrated Governance                   Evaluation and monitoring through Integrated Governance
              Policy                                  Monthly Meetings

                                                      Melakukan inisiasi, perencanaan, pelaksanaan, monitoring &
              Kebijakan Keberlanjutan                 evaluasi terhadap pemenuhan ESG melalui ESG Rating.           Transformation & Information
        3
              Sustainability Policy                   Initiating, planning, implementing, monitoring, and           Technology Division
                                                      evaluating ESG compliance through ESG Ratings.

                                                      Pemantauan pada penerapan kode etik yang dilakukan setiap
                                                      tahunnya dengan mewajibkan seluruh pegawai Perseroan
              Kebijakan Berperilaku Saling
                                                      untuk menandatangani pernyataan komitmen penerapan
              Menghargai di Tempat Kerja
                                                      kode etik sesuai dengan Code of Conduct yang dilakukan
              (Respectful Workplace Policy
        4                                             secara online.                                                Human Capital Division
              (RWP))
                                                      Monitoring the implementation of code of ethics annually
              Respectful Workplace Policy
                                                      by requiring all Company employees to sign an online
              (RWP)
                                                      statement of commitment to implementing the code of
                                                      ethics in accordance with the Code of Conduct.

              Kebijakan Keanekaragaman
              Hayati dan Restorasi Lahan              ISO 14001:2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan            Transformation & Information
        5
              Biodiversity and Land                   ISO 14001:2015 on Environmental Management Systems            Technology Division
              Restoration Policy

              Kebijakan Hak Asasi Manusia             Evaluasi berkala
        6                                                                                                           Human Capital Division
              Human Rights Policy                     Periodic Evaluation

              Kebijakan Pelindungan Data              ISO 27701:2019 tentang Sistem Manajemen Informasi
              Pribadi                                 Privasi                                                       Transformation & Information
        7
              Personal Data Protection                ISO 27701:2019 on Privacy Information Management              Technology Division
              Policy                                  Systems

              Kebijakan Benturan Kepentingan
              dan Transaksi Orang Dalam               Assessment Good Corporate Governance
        8                                                                                                           Corporate Secretary
              Conflict of Interest and Insider        Good Corporate Governance Assessment
              Transactions Policy

                                                      •   Pengukuran Keselamatan dan Kesehatan Kerja,
                                                          mencakup Health, Safety and Environment (HSE),
                                                          Frequency Rate, Severity Rate, Risk Containment Audit,
                                                          Penyakit Akibat Kerja.
                                                      •   Pemantauan pada penerapan kode etik yang dilakukan
                                                          setiap tahunnya dengan mewajibkan seluruh pegawai
                                                          Perseroan untuk menandatangani pernyataan komitmen
                                                          penerapan kode etik sesuai dengan Code of Conduct
              Kebijakan Khusus K3L
                                                          yang dilakukan secara online.
              (Keselamatan, Kesehatan Kerja
                                                      •   Pengukuran Kesehatan pekerja sebelum melaksanakan
              dan Lingkungan)                                                                                       Risk Management & Quality, Health,
        9                                                 pekerjaan dengan pengukuran Fit To Work.
              Special HSE (Occupational                                                                             Safety and Environment Division
                                                      •   Occupational Safety and Health Measurement, including
              Safety, Health, and
                                                          Health, Safety, and Environment (HSE), Frequency Rate,
              Environment) Policy
                                                          Severity Rate, Risk Containment Audit, and Occupational
                                                          Diseases.
                                                      •   1. Monitoring the implementation of code of ethics
                                                          annually by requiring all Company employees to sign an
                                                          online statement of commitment to implementing the
                                                          code of ethics in accordance with the Code of Conduct.
                                                      •   2. Measuring employee health before starting work using
                                                          the Fit to Work assessment.

              Perjanjian Kerja Bersama                Pengukuran Indeks Keterikatan Pegawai
       10                                                                                                           Human Capital Division
              Collective Labour Agreement             Employee Engagement Index Measurement




50   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 51
Selanjutnya, penerapan prinsip kehati-hatian yang dilaksanakan     Furthermore, the application of the principle of prudence
oleh Perseroan tertuang dalam Kebijakan Stop Work Action           implemented by the Company is outlined in the Stop Work
(SWA). Di dalam kebijakan tersebut, Perseroan telah menetapkan     Action (SWA) Policy. In this policy, the Company has stipulated
bahwa Pimpinan Perseroan memberikan wewenang penuh                 that the Company's management gives full authority to every
kepada setiap karyawan dan mitra kerja untuk mencegah              employee and work partner to prevent work accidents by
kecelakaan kerja dengan menghentikan pekerjaan atau Stop           stopping work or Stop Work Action (SWA) if they encounter
Work Action (SWA), jika menemukan tindakan atau kondisi yang       dangerous actions or conditions and the work does not comply
berbahaya serta pekerjaan tidak sesuai dengan peraturan yang       with applicable regulations. The SWA may be revoked by
berlaku, SWA dapat dicabut oleh pemberi SWA apabila Tindakan       the issuer if the dangerous actions or conditions have been
atau kondisi yang berbahaya sudah diperbaiki. Beberapa pekerjaan   rectified. Some of the work activities that may be subject
yang dapat dilakukan SWA yaitu:                                    to SWA include:
1. Apabila dalam melakukan pekerjaan di ketinggian,                1. If, when working at heights, workers do not use Personal
    pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)                 Protective Equipment (PPE) a full-body harness;
    Full body harness;
2. Tidak terdapat Earth-Leakage Circuit Breaker (ELCB) pada        2.   There is no Earth-Leakage Circuit Breaker (ELCB) on the
    panel Listrik;                                                      electrical panel;
3. Aktivitas lain yang memiliki risiko bahaya yang berakibat       3.   Other activities that pose a risk of danger leading to
    accident/fatality.                                                  accidents/fatalities.

Perseroan juga melakukan program tematik K3L untuk                 The Company also implements a thematic K3L program to
menerapkan prinsip kehati-hatian yang dilakukan secara triwulan    apply the principle of caution, conducted quarterly to discuss
untuk membahas isu-isu apa saja yang memerlukan perhatian          issues requiring attention and immediate corrective actions.
dan Tindakan perbaikan segera. Selama tahun 2025 terdapat 9        During 2025, there were 9 (nine) themes in the thematic
(sembilan) tema dalam program tematik yaitu:                       program, namely:
1. Penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle)                           1. Implementation of 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
2. Pengelolaan Limbah B3 dan Non B3                                2. Management of Hazardous and Non-Hazardous Waste
3. 5R                                                              3. 5R
4. Keselamatan pada pesawat angkat angkut                          4. Safety on lifting and transport aircraft
5. Praktek kerja aman pada Scaffolding                             5. Safe work practices on scaffolding
6. Praktek kerja aman pada pekerjaan kelistrikan                   6. Safe work practices in electrical work
7. APD                                                             7. PPE
8. Inspeksi Keselamatan Peralatan Kerja                            8. Work Equipment Safety Inspection
9. Permit to Work (PTW)                                            9. Permit to Work (PTW)

Program tematis merupakan program rutin terkait Health,            Thematic programs are routine programs related to Health,
Safety and Environmental (HSE) yang ditujukan untuk seluruh        Safety and Environment (HSE) aimed at all WIKA employees,
insan WIKA terutama pada bidang HSE, Produksi dan Lapangan         especially those in the fields of HSE, Production and Field
supaya lebih aware terhadap aktivitas pekerjaan di lapangan.       Operations, to raise awareness of work activities in the field.
Bentuk kegiatan tematis berupa pelatihan rutin seluruh tim         Thematic activities take the form of regular training for all
proyek, kampanye dan promosi, pengawasan dan penegakan             project teams, campaigns and promotions, supervision
implementasi dan monitoring serta evaluasi terkait pelaksanaan     and enforcement of implementation, and monitoring and
program tersebut. Adapun tujuan dari program tematis ini yaitu     evaluation related to the implementation of the program.
meningkatkan ketajaman personil proyek dalam menilai risiko        The objectives of this thematic program are to improve
bahaya, pemahaman sistem penilaian risiko bahaya tidak hanya       the sharpness of project personnel in assessing hazards
di personil HSE namun juga pelaksana dan personil non HSE          and understanding the hazard assessment system, not only
lainnya, menertibkan secara tegas baik personil maupun pekerja     for HSE personnel but also for implementers and non-HSE
untuk menerapkan HSE dan memastikan agar seluruh pekerja           personnel, strictly enforcing both personnel and workers
dalam kondisi sehat dan siap untuk bekerja. Pada akhir 2024        to apply HSE and ensuring that all workers are in good
program tematis bertransformasi menjadi program Bi Weekly          health and ready to work. By the end of 2024, the thematic
(Pengurangan laporan, monitoring intens dengan waktu real time,    program will transform into a Bi-Weekly program (reducing
evidence dapat terlihat langsung). Bi Weekly program monitoring    reports, intensive real-time monitoring, with evidence visible
secara online ke seluruh WIKA Group.                               directly). The Bi-Weekly program will monitor all WIKA Group
                                                                   operations online.




                                                                                                          PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   51
Page 52
                            Strategi Keberlanjutan
                            Sustainability Strategy




     Khusus terkait penghormatan hak asasi manusia, telah tertuang       Specifically related to respect for human rights, this is outlined
     dalam Kebijakan Berperilaku Saling Menghargai di Tempat             in the Respectful Workplace Policy (RWP). This policy focuses
     Kerja (Respectful Workplace Policy (RWP)). Kebijakan tersebut       on fulfilling the rights of each individual in accordance with the
     difokuskan pada pemenuhan hak-hak masing-masing insan               provisions of the Collective Labor Agreement (PKB), whereby
     Perseroan selaras dengan yang dituangkan dalam Perjanjian Kerja     the Company's management guarantees the rights of all WIKA
     Bersama (PKB) bahwa manajemen Perseroan menjamin hak-hak            employees, ensuring that there are no human rights violations
     dari seluruh insan WIKA, sehingga tidak terdapat pelanggaran        by the Company or its Labor Union. The agreement explains
     hak asasi manusia bagi Perseroan dengan Serikat Pekerjanya. Di      the rights of the labor union, which include providing advice
     dalam perjanjian tersebut, telah dijelaskan hak serikat pekerja     to the Company regarding employee welfare, protecting
     yang mencakup pemberian saran kepada Perseroan sehubungan           the rights of its members in accordance with applicable
     dengan kesejahteraan karyawan, melakukan perlindungan               laws and regulations, and the Labor Union can provide
     terhadap hak-hak anggotanya sesuai dengan Peraturan                 input to improve the effectiveness and efficiency of the
     Perundang-undangan yang berlaku, serta Serikat Pekerja dapat        Company's management.
     memberi masukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi
     dalam pengelolaan Perseroan.

     Perseroan juga menjunjung kesetaraan kesempatan bekerja bagi        The Company also upholds equal employment opportunities
     kelompok rentan yang mengacu pada Undang-undang Nomor               for vulnerable groups in accordance with Law No. 8 of 2016
     8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas Pasal 53 yang           concerning Persons with Disabilities, Article 53, which states
     menyatakan bahwa Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan Usaha         that the Government, Regional Governments, State-Owned
     Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah wajib mempekerjakan      Enterprises, and Regional-Owned Enterprises are required to
     paling sedikit 2% (dua persen) Penyandang Disabilitas dari jumlah   employ at least 2% (two percent) of persons with Disabilities
     pegawai atau pekerja. Sejalan dengan hal ini, Perseroan telah       out of the total number of employees or workers. In line with
     mempekerjakan sebanyak 5 (lima) orang pegawai aktif dengan          this, the Company has employed 5 (five) active employees
     kategori penyandang disabilitas.                                    with disabilities.

     Pada lokasi proyek, penghormatan hak asasi manusia juga             At the project site, respect for human rights is also consistently
     senantiasa diterapkan oleh Perseroan dengan mengacu pada            applied by the Company with reference to ISO 21500:2021 on
     ISO 21500:2021 tentang Sistem Manajemen Proyek. Sedangkan,          Project Management Systems. Meanwhile, respect for human
     penghormatan hak asasi manusia untuk penyedia barang dan            rights for goods and service providers is regulated in the
     jasa telah diatur pada Pelaksanaan pengadaan barang dan jasa        procurement of goods and services as outlined in procedure
     tertuang dalam prosedur No. WIKA-SCM-PM-01.01 tanggal 31            No. WIKA-SCM-PM-01.01 dated October 31, 2025, concerning
     Oktober 2025 tentang Prosedur Pengadaan dan Supply Chain            Procurement and Supply Chain Management Procedures. The
     Management. Komitmen Perseroan terhadap pemenuhan harapan           Company's commitment to meeting customer expectations
     dan kepuasan pelanggan diatur dalam Prosedur Manajemen              and satisfaction is regulated in the WIKA-QAS-PM-02.01
     Mutu WIKA-QAS-PM-02.01. Atas komitmen Perseroan                     Quality Management Procedure. In line with the Company's
     dalam menghormati HAM, sepanjang tahun 2025 Perseroan               commitment to respecting human rights, throughout 2025
     tidak terlibat dalam insiden terkait HAM di seluruh aktivitas       the Company was not involved in any human rights-related
     operasional Perseroan.                                              incidents in all of its operational activities.

     Berbagai kebijakan yang dimiliki oleh Perseroan telah disahkan      Various policies of the Company have been approved by
     oleh Direksi dan dipublikasikan serta disosialisasikan kepada       the Board of Directors and published and disseminated to
     seluruh karyawan, mitra bisnis dan pihak terkait lainnya melalui    all employees, business partners and other related parties
     website resmi Perseroan yaitu https://www.wika.co.id/. Terkait      through the Company's official website, https://www.wika.
     dengan kebijakan yang berlaku bagi mitra bisnis senantiasa          co.id/. Policies applicable to business partners are always
     disosialisasikan pada pertemuan rutin dengan mitra bisnis.          disseminated at regular meetings with business partners.
     Namun, masih terdapat beberapa kebijakan yang tidak diunggah        However, there are still some policies that are not uploaded
     di dalam website dengan alasan agar pembaca kebijakan tepat         to the website for the sake of ensuring that the readers of
     sasaran. Terkait dengan kebijakan yang tidak diunggah melalui       the policies are the right target audience. Policies that are not
     website resmi Perseroan disosialiasikan kepada karyawan, mitra      uploaded to the Company's official website are disseminated
     bisnis dan pihak lainnya melalui portal internal yaitu WIKA ZONE.   to employees, business partners and other parties through
     Seluruh kebijakan juga dituangkan dalam Surat Keputusan Direksi     an internal portal called WIKA ZONE. All policies are also
     dan dilaksanakan secara efektif dengan melakukan monitoring         outlined in a Board of Directors Decree and are implemented
     dan evaluasi secara berkala.                                        effectively through regular monitoring and evaluation.




52   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 53
Seluruh kebijakan telah diturunkan dalam dokumen Prosedur             All policies have been outlined in the Procedures and/or Work
dan/atau Instruksi Kerja yang telah terintegrasi dengan               Instructions documents that have been integrated with the
strategi perusahaan yang menjadi panduan bagi seluruh insan           Company's strategy and serve as guidelines for all Company
Perseroan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.               People in carrying out their duties and responsibilities.
Prosedur dan/atau Instruksi Kerja senantiasa disosialisasikan         Procedures and/or Work Instructions are continuously
baik kepada pihak internal maupun eksternal yang relevan.             disseminated to both relevant internal and external parties.
Di samping itu, WIKA memiliki Kode Etik yang menjadi dasar            In addition, WIKA has a Code of Conduct that serves as the
dalam menetapkan standar perilaku pribadi dan profesional             basis for establishing standards of personal and professional
bagi seluruh insan perusahaan. Kode Etik tersebut berlaku             behavior for all company people. The Code of Conduct
bagi Dewan Komisaris, Direksi, serta seluruh insan WIKA,              applies to the Board of Commissioners, Board of Directors,
baik pegawai tetap maupun pegawai kontrak. Kode Etik ini              and all WIKA People, both permanent and contract employees.
berfungsi sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan                  This Code of Conduct serves as a guideline in carrying out
operasional perusahaan agar setiap proses bisnis dijalankan           operational activities of the Company, so that every business
dengan senantiasa memperhatikan dan mengelola risiko                  process is executed with constant attention to and responsibly
lingkungan dan sosial secara bertanggung jawab. Implementasi          manage environmental and social risks. The implementation
Kode Etik WIKA didukung oleh berbagai kebijakan internal              of WIKA's Code of Conduct is supported by various internal
serta mekanisme pernyataan kepatuhan, antara lain melalui             policies and compliance statement mechanisms, including
penandatanganan Pakta Integritas dan penyampaian annual               through the signing of an Integrity Pact and the submission of
disclosures, yang mencerminkan komitmen perusahaan dalam              annual disclosures, which reflect the company's commitment
mengendalikan risiko utama yang berkaitan dengan etika bisnis.        to controlling key risks related to business ethics. In the
Dalam proses pengadaan barang dan jasa, penandatanganan               procurement process for goods and services, the signing of
Pakta Integritas juga diwajibkan bagi vendor dan mitra usaha          an Integrity Pact is also required for vendors and business
sebagai bagian dari upaya penerapan prinsip integritas dan            partners as part of efforts to apply the principles of integrity and
transparansi. Selain itu, perusahaan secara berkelanjutan             transparency. In addition, the company continuously internalizes
melakukan internalisasi Kode Etik melalui berbagai program,           the Code of Conduct through various programs, including
termasuk program onboarding bagi pegawai baru yang                    an onboarding program for new employees that covers an
mencakup pengenalan Kode Etik, etika bisnis, serta kewajiban          introduction to the Code of Conduct, business ethics, and
kepatuhan. Untuk memaksimalkan penerapan kebijakan,                   compliance obligations. To maximize policy implementation,
Perseroan telah memberikan pelatihan sebagai berikut.                 the Company has provided the following training


                                                                                            Jumlah Peserta       Nomor Surat Tugas
 Pelatihan                             Tanggal Pelaksanaan       Tempat Pelaksanaan
                                                                                              Number of               Number
 Training                             Date of Implementation          Venue
                                                                                             Participants        Assignment Letter

                                      22-31 Agustus 2025
                                      (Batch 1)
                                      08-15 September 2025                                  1714 (Batch 1)
 Pelatihan PKB Awareness              (Batch 2)                                                              SE.01.01/A.HC.00386/2025
                                                                      WIKADEMY
 PKB Awareness Training               August 22-31, 2025                                                     (Batch 2)
                                      (Batch 1)                                              124 (Batch 2)
                                      September 8-15, 2025
                                      (Batch 2)

 Pelatihan SMAP                       20-22 Agustus 2025
                                                                   Online via Zoom                28         ST.02.01/A.DIR.00075/2025
 SMAP Training                        August 20-22, 2025

 Pelatihan Awareness ISO 27701        22 Juli 2025             Hybrid (WIKA Tower 2 dan
                                                                                                  31         ST.02.01/A.DIR.00063/2025
 ISO 27701 Awareness Training         July 22, 2025              online via MS Teams)

 Pelatihan dan Sertifikasi CEH, ISO
 270001, ISO 20000, dan ISTQB         Juli - September 2025      Axa Tower, Jl. Prof. Dr.
                                                                                                  4          ST.02.01/A.HC.00345/2025
 CEH, ISO 270001, ISO 20000, and      July - September 2025      Satrio Kav. 18 Jakarta
 ISTQB Training and Certification

 Pelatihan Sistem Manajemen
 Kepatuhan (SMK) Berbasis ISO
 37301:2021                           25 - 26 Juni 2025        Hybrid (WIKA Tower 2 dan
                                                                                                  20         ST.02.01/A.HC.00304/2025
 Compliance Management System         June 25 - 26, 2025           online via Zoom)
 (CMS) Training Based on ISO
 37301:2021




                                                                                                                PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   53
Page 54
                            Strategi Keberlanjutan
                            Sustainability Strategy




     PROSES UNTUK MEMULIHKAN DAMPAK                                          PROCESS FOR REMEDIATING NEGATIVE
     NEGATIF [GRI 2-25]                                                      IMPACTS [GRI 2-25]

     Perseroan menyadari bahwa dalam menjalankan aktivitas                   The Company recognizes that, in carrying out its business
     usahanya dapat menimbulkan dampak negatif terhadap pekerja,             activities, it may generate negative impacts on workers,
     mitra kerja, masyarakat, maupun lingkungan. Sejalan dengan              business partners, communities, and the environment. In line
     prinsip governans dan pembangunan berkelanjutan, Perseroan              with the principles of governance and sustainable development,
     berkomitmen untuk menyediakan dan/atau bekerja sama dalam               the Company is committed to providing and/or cooperating in
     proses pemulihan (remediasi) terhadap setiap dampak negatif             remediation processes for any negative impacts identified as
     yang diidentifikasi sebagai akibat dari kegiatan Perseroan atau         resulting from, or contributed to by, the Company’s activities.
     yang melibatkan kontribusi Perseroan.

     Salah satu dampak negatif utama yang dihadapi Perseroan                 One of the main negative impacts faced by the Company is
     adalah risiko kecelakaan kerja dan insiden K3L. Untuk itu,              the risk of occupational accidents and HSE (Health, Safety,
     Perseroan melalui Risk Management, Quality, Health, Safety,             and Environment) incidents. Accordingly, through the Risk
     and Environment (RMQHSE) Division bersama unit operasi                  Management, Quality, Health, Safety, and Environment
     menerapkan langkah-langkah mitigasi sebagai berikut:                    (RMQHSE) Division in collaboration with operational units,
                                                                             the Company implements the following mitigation measures:
     •    Meningkatkan kesadaran dan kompetensi K3L melalui                  • Increasing HSE awareness and competence through
          sosialisasi, pelatihan, dan kampanye HSE secara berkala.               regular socialization, training, and HSE campaigns.
     •    Melakukan penilaian terhadap aspek HSE di lokasi kerja,            • Conducting HSE assessments at work sites, office
          fasilitas kantor, dan fasilitas lainnya guna mengidentifikasi          facilities, and other facilities to identify and eliminate
          dan mengeliminasi potensi bahaya serta meminimalkan                    potential hazards and minimize QHSE risks.
          risiko QHSE.
     •    Menerapkan prosedur pelaporan dan penanganan insiden               •   Implementing accident reporting and handling procedures
          kecelakaan kerja sesuai Prosedur Penerapan Sistem                      in accordance with the Procedure for Implementing
          Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan                  the Occupational Safety, Health, and Environment
          (SMK3L) No. WIKA-HSE-PM-01.01.                                         Management System (SMK3L) No. WIKA-HSE-PM-01.01.
     •    Mengimplementasikan Kebijakan Stop Work Action                     •   Implementing the Stop Work Action (SWA) Policy,
          (SWA), yaitu menghentikan pekerjaan apabila ditemukan                  namely stopping work when unsafe acts or conditions
          tindakan atau kondisi berbahaya atau pekerjaan tidak                   are identified or when work does not comply with
          sesuai dengan peraturan yang berlaku.                                  applicable regulations.

     Apabila terjadi kecelakaan kerja atau insiden signifikan lain, proses   In the event of a workplace accident or other significant
     remediasi dilakukan antara lain dengan:                                 incident, the remediation process includes, among others:
     • Mengambil tindakan penanganan yang tepat dengan                       • Take appropriate action with priority given to treating
        prioritas kepada penanganan korban manusia jika ada                      human casualties, if any.
     • Pelaporan kejadian kepada Pimpinan Unit Kerja dan/atau                • Reporting of incidents to the Head of the Work Unit and/
        Pimpinan Unit HSE (RMQHSE Division) yang selanjutnya                     or Head of the HSE Unit (RMQHSE Division), which is
        berjenjang diteruskan kepada Direksi (Direktur Operasi                   then forwarded to the Board of Directors (Director of
        dan Direktur yang membawahi QHSE).                                       Operations and Director in charge of QHSE).
     • Melakukan penilaian kondisi korban dan memberikan                     • Assessing the victim’s condition and providing first aid
        pertolongan pertama serta rujukan medis sesuai kebutuhan.                and medical referral as needed.
     • Menjamin keamanan lokasi kejadian dan mencegah                        • Securing the incident location and preventing
        terjadinya bahaya tambahan.                                              additional hazards.
     • Melakukan investigasi dan analisis akar penyebab insiden              • Conducting investigations and root cause analysis.
        (root cause analysis).
     • Menetapkan dan melaksanakan tindakan korektif dan                     •   Establishing and implementing corrective and preventive
        preventif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.                    actions to prevent recurrence.




54   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 55
Selain kecelakaan kerja, Perseroan juga menerapkan               In addition to workplace accidents, the Company also applies
proses remediasi terhadap bentuk penyimpangan lain yang          remediation processes for other forms of deviations that have
berdampak negatif, dengan mengacu pada Prosedur Catatan          negative impacts, referring to the Procedure for Improvement
Peluang Perbaikan (CPP) dan Permintaan Tindakan Korektif         Opportunity Records (CPP) and Requests for Corrective and
dan Preventif (PTKP). Prosedur ini memastikan bahwa setiap       Preventive Actions (PTKP). These procedures ensure that
penyimpangan dan peluang perbaikan ditindaklanjuti dengan        every deviation and improvement opportunity is followed up
tindakan korektif dan/atau preventif yang jelas, terukur,        with clear, measurable, and documented corrective and/or
dan terdokumentasi.                                              preventive actions.

Perseroan menyediakan berbagai mekanisme pengaduan               The Company provides various grievance mechanisms that
(grievance mechanisms) yang dapat digunakan oleh pemangku        can be used by both internal and external stakeholders to
kepentingan internal maupun eksternal untuk menyampaikan         submit complaints regarding alleged negative impacts,
keluhan atas dugaan dampak negatif yang meliputi:                including:
1. Keluhan terkait K3L dan operasional internal                  1. HSE and Internal Operational Complaints
     - Pekerja dan mitra kerja dapat melaporkan kondisi              - Workers and business partners may report unsafe
        tidak aman, insiden, dan hampir celaka melalui saluran           conditions, incidents, and near misses through HSE
        pelaporan HSE di proyek atau unit kerja.                         reporting channels at project sites or work units.
     - Laporan tersebut ditindaklanjuti oleh penanggung              - These reports are followed up by HSE and Quality
        jawab HSE dan Quality di tingkat proyek/PPU dengan               officers at the project/PPU level, with support from
        dukungan Risk & QHSE Division sesuai prosedur                    the Risk & QHSE Division, in accordance with SMK3L
        SMK3L dan CPP/PTKP.                                              and CPP/PTKP procedures.
2. Whistleblowing System (WBS)                                   2. Whistleblowing System (WBS)
     - Untuk pemangku kepentingan internal maupun                    - For both internal and external stakeholders, the
        eksternal, Perseroan menyediakan saluran pengaduan               Company provides a centralized complaint channel
        terpusat melalui Whistleblowing System (WBS) yang                through the Whistleblowing System (WBS), accessible
        dapat diakses melalui laman wbs.wika.co.id.                      via wbs.wika.co.id.
     - Melalui WBS, pemangku kepentingan dapat                       - Through the WBS, stakeholders may submit
        menyampaikan pengaduan atas dugaan pelanggaran                   complaints regarding alleged violations related to
        yang terkait dengan aktivitas operasional Perseroan              the Company’s operational activities that could
        yang berpotensi mengganggu keberlangsungan                       disrupt business continuity, harm other parties, create
        usaha, merugikan pihak lain, menimbulkan konflik,                conflicts, or negatively affect stakeholders’ rights.
        atau berdampak negatif terhadap hak-hak
        pemangku kepentingan.
3. Keluhan masyarakat sekitar proyek                             3.   Community Complaints Around Project Areas
     - Pemangku kepentingan yang terdampak langsung di                - Stakeholders directly affected around project sites
        sekitar proyek dapat menyampaikan keluhan secara                 may submit complaints directly to the project team
        langsung kepada tim proyek melalui posko atau                    through posts or designated representatives.
        perwakilan yang ditunjuk.
     - Keluhan kemudian didokumentasikan dan disampaikan              -   The complaint was then documented and submitted
        kepada Management Representative, Senior Vice                     to the Representative Management, the Senior Vice
        President (SVP), dan Senior/General Manager                       President (SVP), and the Senior/General Manager,
        dengan tembusan kepada Manajemen Representatif                    with a copy sent to the Management Representative
        untuk ditindaklanjuti.                                            for follow-up.

Dalam menindaklanjuti keluhan, Perseroan mengacu pada            In handling complaints, the Company refers to the CPP/PTKP
Prosedur CPP/PTKP, yang mengatur:                                Procedure, which stipulates that:
• CPP (Catatan Peluang Perbaikan) diajukan jika terdapat         • CPP (Improvement Opportunity Record) is submitted
    peluang perbaikan atau peningkatan kinerja unit kerja            when there is a minor improvement opportunity or work
    yang bersifat minor dan dapat diselesaikan dalam waktu           unit performance enhancement that can be resolved in
    singkat (kurang dari 2 minggu).                                  a short period (less than two weeks).
• PTKP (Permintaan Tindakan Korektif dan Preventif) diajukan     • PTKP (Request for Corrective and Preventive Action) is
    apabila terjadi penyimpangan signifikan, antara lain:            submitted in the event of significant deviations, including:
    - Keterlambatan progres, penyimpangan mutu, HSE,                 - Delays in progress, quality deviations, HSE and
        dan pengamanan yang berdampak luas atau kritis;                   security issues with broad or critical impacts;
    - Pelanggaran peraturan perundangan;                             - Violations of laws and regulations;
    - Keluhan lingkungan dari pelanggan, masyarakat, atau            - Environmental complaints from customers,
        pihak lain;                                                       communities, or other parties;




                                                                                                         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   55
Page 56
                            Strategi Keberlanjutan
                            Sustainability Strategy




          -    Penyimpangan prosedur atau kebijakan HSE yang                  -   Significant or recurring deviations from HSE
               berdampak signifikan atau berulang;                                procedures or policies;
          -    Penyimpangan produk atau proses yang berulang                  -   Repeated product or process deviations based on
               berdasarkan hasil inspeksi atau tes QA;                            QA inspection or test results;
          -    Kegagalan operasi (breakdown) peralatan/mesin                  -   Repeated equipment/machinery operational failures
               yang berulang;                                                     (breakdowns);
          -    Keluhan pelanggan terkait kekurangan produk                    -   Customer complaints related to product or
               atau jasa;                                                         service deficiencies;
          -    Kondisi tidak aman yang memengaruhi stabilitas dan             -   Unsafe conditions affecting work stability
               efektivitas kerja.                                                 and effectiveness.

     Setiap CPP dan PTKP dianalisis tingkat keparahannya mengacu          Each CPP and PTKP is analyzed for severity based on impact
     pada kriteria dampak dalam Prosedur Sistem Manajemen Risiko,         criteria in the Risk Management System Procedure, and a target
     serta ditetapkan target waktu penyelesaian. Penyimpangan             completion timeline is established. Repeated deviations must
     berulang harus dianalisis akar penyebabnya dan dievaluasi            undergo root cause analysis and be evaluated for linkage to
     keterkaitannya dengan Risk Register sebagai dasar perbaikan          the Risk Register as a basis for improvement and prevention.
     dan pencegahan. Untuk bidang konstruksi, keputusan atas              In construction activities, decisions on product or work
     penyimpangan produk atau pekerjaan dapat berupa:                     deviations may include:
     • Digunakan sebagaimana adanya (use as is);                          • 0Use as is;
     • Diperbaiki (repair);                                               • Repair;
     • Dikerjakan ulang (rework);                                         • Rework;
     • Pemakaian alternatif (down grade);                                 • Alternative use (downgrade);
     • Ditolak/dibuang (scrap).                                           • Reject/dispose (scrap).

     Apabila menyangkut spesifikasi teknis yang ditetapkan                If deviations involve technical specifications stipulated in
     dalam dokumen kontrak, keputusan harus memperoleh                    contract documents, customer approval is required.
     persetujuan pelanggan.

     Perseroan senantiasa melibatkan para pemangku kepentingan            The Company continuously involves stakeholders who are the
     yang menjadi pengguna utama mekanisme pengaduan dalam                main users of grievance mechanisms in the design, review,
     desain, peninjauan, dan peningkatan mekanisme tersebut, antara       and enhancement of these mechanisms, including through:
     lain melalui:
     • Masukan dari pekerja, serikat pekerja (bila ada), dan mitra        •   Input from workers, labor unions (if any), and business
          kerja terkait kemudahan pelaporan, perlindungan pelapor,            partners regarding ease of reporting, whistleblower
          dan kecepatan tindak lanjut;                                        protection, and speed of follow-up;
     • Dialog dan pertemuan dengan perwakilan masyarakat                  •   Dialogue and meetings with community representatives
          sekitar proyek mengenai aksesibilitas saluran keluhan               around project areas concerning accessibility of complaint
          dan respon Perseroan;                                               channels and the Company’s responsiveness;
     • Kajian bersama dengan Corporate Governance and Community           •   A joint study with the Corporate Governance and
          Development Department (CGCD) dan Transformation & IT               Community Development Department (CGCD) and the
          Division untuk penyempurnaan tata kelola WBS dan digitalisasi       Transformation & IT Division to improve WBS governance
          kanal pengaduan (misalnya pengembangan fitur, integrasi             and digitize complaint channels (e.g., feature development,
          dengan QHSE Information System/QIS, serta peningkatan               integration with the QHSE Information System/QIS, and
          keamanan dan kerahasiaan data pelapor).                             enhanced security and confidentiality of reporter data).

     Masukan dari pemangku kepentingan digunakan sebagai dasar            Stakeholder feedback is used as a basis to improve procedures,
     untuk memperbaiki prosedur, memperjelas alur pelaporan, serta        clarify reporting flows, and enhance transparency and trust in
     meningkatkan transparansi dan kepercayaan terhadap mekanisme         the Company’s complaint reporting mechanisms.
     pengaduan yang dimiliki Perseroan.

     Perseroan memantau efektivitas mekanisme pengaduan dan               The Company monitors the effectiveness of complaint reporting
     proses remediasi melalui berbagai indikator dan alat, antara lain:   mechanisms and remediation processes through various
                                                                          indicators and tools, including:
     •    Indikator K3L seperti HSE Level, Frequency Rate, Severity       • HSE indicators such as HSE Level, Frequency Rate,
          Rate, serta hasil Risk Containment Audit.                           Severity Rate, and Risk Containment Audit results;
     •    Data jumlah, jenis, dan status penyelesaian CPP dan PTKP        • Data on the number, type, and resolution status of CPP
          yang dicatat dalam QHSE Information System (QIS).                   and PTKP recorded in the QHSE Information System (QIS);




56   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 57
•   Hasil sertifikasi ISO 45001:2018 Sistem Manajemen                •   ISO 45001:2018 Occupational Health and Safety
    Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan audit eksternal                  Management System certification results and other
    lain yang relevan.                                                   relevant external audits;
•   Analisis tren kuantitas CPP dan PTKP secara berkala              •   Periodic trend analysis of CPP and PTKP quantities by
    oleh penanggung jawab QHSE di tingkat Divisi dan QA                  QHSE officers at the Division level and QA at the PPU
    di tingkat PPU, termasuk:                                            level, including:
    - Pembuatan grafik PTKP;                                             - PTKP charting;
    - Analisis Pareto untuk mengidentifikasi masalah utama;              - Pareto analysis to identify key issues;
    - Analisis tren PTKP di tingkat PPU dan evaluasi akar                - PTKP trend analysis at the PPU level and root cause
         penyebab bila terjadi lonjakan signifikan.                          evaluation in the event of significant increases.

Setiap CPP atau PTKP yang telah ditindaklanjuti wajib                Each CPP or PTKP that has been followed up must include
mencantumkan realisasi biaya dan hasil tindakan pencegahan/          realized costs and the outcomes of preventive/corrective
perbaikan dalam laporan bulanan sesuai Instruksi Kerja Cost          actions in the monthly report in accordance with the Cost of
of Quality. Di akhir tahun, penanggung jawab fungsi Sistem           Quality Work Instruction. At year-end, central management
Manajemen tingkat pusat melakukan evaluasi tahunan terhadap          system function owners conduct an annual evaluation of CPP
CPP dan PTKP, termasuk efektivitas tindak lanjutnya. Bila hasil      and PTKP, including the effectiveness of follow-up actions. If
evaluasi menunjukkan perlunya perubahan, maka dokumen                evaluation results indicate the need for changes, the Company’s
Sistem Manajemen Perseroan (instruksi kerja/prosedur)                Management System documents (work instructions/
akan disesuaikan.                                                    procedures) are adjusted accordingly.

Efektivitas mekanisme pengaduan antara lain tercermin ketika         The effectiveness of complaint reporting mechanisms is reflected,
keluhan masyarakat terkait kebisingan dan debu pada salah satu       among others, when community complaints related to noise
proyek direspons dengan penyesuaian jadwal kerja, pemasangan         and dust at one project were addressed through adjustments
penghalang kebisingan (noise barrier), intensifikasi penyiraman      to working hours, installation of noise barriers, intensified road
jalan, dan peningkatan komunikasi dengan masyarakat, sehingga        watering, and enhanced community communication, resulting in
keluhan serupa menurun signifikan pada periode berikutnya.           a significant decline in similar complaints in subsequent periods.

Melalui mekanisme tersebut, Perseroan memastikan bahwa               Through these mechanisms, the Company ensures that
keluhan dan pengaduan pemangku kepentingan diterima,                 stakeholder complaints and grievances are received, analyzed,
dianalisis, ditindaklanjuti, dan digunakan sebagai dasar perbaikan   followed up, and used as a basis for continuous improvement,
berkelanjutan, sehingga proses remediasi dampak negatif dapat        thereby enabling effective and accountable remediation of
berjalan secara efektif dan akuntabel.                               negative impacts.

MEKANISME KONSULTASI DAN                                             CONSULTATION AND CONCERNS
PENYAMPAIAN MASUKAN [GRI 2-26]                                       HEARING MECHANISM [GRI 2-26]

Dalam rangka menjamin penerapan perilaku bisnis yang                 In order to ensure the implementation of responsible business
bertanggung jawab serta menampung perhatian publik atau              conduct and to accommodate public attention or stakeholder
pemangku kepentingan terhadap praktik operasional Perseroan,         concerns regarding the Company's operational practices, the
Perseroan menyediakan berbagai mekanisme pengaduan dan               Company provides various complaint and communication
komunikasi. Dalam merumuskan kebijakan, khususnya terkait            mechanisms. In formulating policies, particularly those related
dengan Kebijakan K3L Perseroan juga melakukan konsultasi             to the Company's K3L Policy, the Company also consults with
dengan serikat pekerja dan kementerian tenaga kerja.                 labor unions and the Ministry of Manpower.

Selanjutnya, Perseroan juga menyediakan saluran bagi                 Furthermore, the Company also provides a channel for
individu untuk memberi masukan dalam hal apapun termasuk             individuals to provide input on any matter, including policies,
kebijakan melalui email adwijaya@wika.co.id. Perseroan juga          via email at adwijaya@wika.co.id. The Company also provides
menyediakan saluran Whistleblowing System/WBS yang berperan          a Whistleblowing System/WBS channel that serves as a
sebagai saluran formal untuk pencegahan, pendeteksian,               formal channel for the prevention, detection, and disclosure
dan pengungkapan pelanggaran atau indikasi kecurangan di             of violations or indications of fraud within the Company, which
lingkungan Perseroan, yang dapat digunakan oleh karyawan             can be used by employees and external parties. All complaints
maupun pihak eksternal. Seluruh pengaduan diterima dan ditelaah      are received and reviewed by the relevant unit, so that any issues
oleh unit terkait, sehingga setiap isu yang berpotensi merugikan     that could potentially harm the community, the environment,
masyarakat, lingkungan, maupun pemangku kepentingan dapat            or stakeholders can be handled appropriately and responsibly.
ditangani secara tepat dan bertanggung jawab.




                                                                                                              PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   57
Page 58
Ikhtisar Kinerja
Keberlanjutan
Sustainability Performance Highlights
Page 59

          
Page 60
                             Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                             Sustainability Performance Highlights




     Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan [OJK B]
     Sustainability Performance Highlights [OJK B]


     KINERJA ASPEK EKONOMI [OJK B.1, IF-EN-000.A,                                       ECONOMIC PERFORMANCE [OJK B.1, IF-EN-
     IF-EN-000.B]                                                                       000.A, IF-EN-000.B]




      Uraian/Tahun                                                       Satuan
      Description/Year                                                    Unit                   2025                   2024                     2023

      Produksi (Kinerja per Segmen)
      Production (Performance per Segment)
           Industri Beton                                      Dalam Miliar Rupiah
                                                                                                      3.736,05              4.285,20                 5.017,32
           Concrete Industry                                   In Billions of Rupiah
           Segmen Realti dan Properti                          Dalam Miliar Rupiah
                                                                                                        298,60                 512.798                  600,41
           Realty and Property Segment                         In Billions of Rupiah
           Segmen Investasi                                    Dalam Miliar Rupiah
                                                                                                        236,71                   71,63                   83,86
           Investment Segment                                  In Billions of Rupiah
           Infrastruktur dan Gedung                            Dalam Miliar Rupiah
                                                                                                      5,627,33              10.127,66               11.857,98
           Infrastructure and Buildings                        In Billions of Rupiah
           Energi dan Industrial Plant                         Dalam Miliar Rupiah
                                                                                                       3.143,21            3.503.079                 4.101,58
           Energy and Industrial Plants                        In Billions of Rupiah
                                                               Dalam Miliar Rupiah
           Hotel                                                                                        276,55               742.366                    869,20
                                                               In Billions of Rupiah
      Pendapatan Bersih                                        Dalam Miliar Rupiah
                                                                                                     13.325,49              19.242,73               22.530,36
      Net Revenue                                              In Billions of Rupiah
      Laba (Rugi) Bersih                                       Dalam Miliar Rupiah
                                                                                                   (10.135.178)            (2.513.814)             (7.824,54)
      Net Profit (Loss)                                        In Billions of Rupiah
      Return on Investment (ROI)                               %                                        (20,21)                 (3,96)                  (11,86)
      Return on Equity (ROE)                                   %                                      (601,38)                  (21,18)                 (81,75)
      Jumlah Proyek yang Diterima                              Kontrak
                                                                                                            50                      52                      44
      Number of Projects Received                              Contracts
      Nilai Proyek yang Diterima                               Dalam Triliun Rupiah
                                                                                                         17,46                  20,66                    29,25
      Value of Projects Received                               In Trillions of Rupiah
                                                               Kontrak
      Jumlah Proyek Selesai                                                                                 21                      55                      46
                                                               Contracts
      Nilai Kontrak Proyek yang Selesai                        Dalam Miliar Rupiah
                                                                                                      8.252,42                 22.290               18.438,74
      Value of Completed Project Contracts                     In Trillions of Rupiah
      Jumlah Proyek yang Berjalan                              Proyek
                                                                                                            85                      75                     134
      Number of Projects in Progress                           Project
                                                                                                                                          •   Pengembangan
                                                                                                                                              Infrastruktur
                                                                                                                                          •   Berkelanjutan
                                                                                         •    Pengembangan        •  Pengembangan             Inovasi
                                                                                              Infrastruktur          Infrastruktur            Teknologi Hijau
                                                                                         •    Berkelanjutan       • Berkelanjutan         •   Pembangunan
                                                                                              Inovasi Teknologi      Inovasi                  Green Building
                                                                                              Hijau                  Teknologi Hijau      •   Pembangunan
                                                                                         •    Pembangunan         • Pembangunan               Transportasi
                                                                                              Green Building         Green Building           Berkelanjutan
      Produk/Jasa Ramah Lingkungan                             Produk
                                                                                         •   Development of        • Development of       •   Development of
      Environmentally Friendly Products/Services               Products
                                                                                             Infrastructure          Infrastructure           Infrastructure
                                                                                         •   Sustainable           • Sustainable          •   Sustainable
                                                                                             Innovation              Innovation               Innovation
                                                                                             in Green                in Green                 in Green
                                                                                             Technology              Technology               Technology
                                                                                         •   Construction of       • Construction of      •   Development of
                                                                                             Green Buildings         Green Buildings          Green Buildings
                                                                                                                                          •   Development
                                                                                                                                              of Sustainable
                                                                                                                                              Transportation
      Jumlah pemasok lokal                                     Perusahaan/ mitra
                                                                                                         1.523                   3.794                   2.827
      Number of Local Suppliers                                Company/partner




60   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 61
KINERJA ASPEK LINGKUNGAN HIDUP [OJK B.2]                                               ENVIRONMENTAL PERFORMANCE [OJK B.2]


Uraian/Tahun                                                        Satuan                        2025                         2024                       2023

Konsumsi Energi
                                                           GJ                                         378.171,68                 436.887,75                 429.614,67
Energy Consumption

Konsumsi Air
                                                           Megaliter                                   1.1845,30                   13.652,16                  11.324,68
Water Consumption

Emisi GRK Cakupan 1
                                                           Ton CO2-eq                                  21.493,19                  25.923,55                   22.879,67
Scope 1 GHG Emissions

Emisi GRK Cakupan 2
                                                           Ton CO2-eq                                  16.689,05                   11.966,97                   6.680,14
Scope 2 GHG Emissions

Emisi GRK Cakupan 3
                                                           Ton CO2-eq                                      69.931                191.799,86                      124,12
Scope 3 GHG Emissions

Total Emisi GRK
                                                           Ton CO2-eq                                 107.573,24                 229.690,38                  29.683,93
Total GHG Emissions

                                                           Ton CO2-eq/ Miliar
Pengurangan Emisi GRK                                      Rupiah
                                                                                                       122.117,14                         -*                          -*
GHG Emission Reductions                                    Tons of CO2-eq/Billion
                                                           Rupiah

Pengurangan Air Limbah Kantor Pusat
                                                           Megaliter                                            0,77                   0,21                         1,65
Head Office Wastewater Reduction

Pengurangan Limbah Non B3
                                                           Ton                                             761,81                  11.172,96                           -
Non-B3 Waste Reduction

Biaya Lingkungan Hidup                                     Miliar Rupiah
                                                                                                               0,797                  1,970                       1,940
Environmental Costs                                        Billion Rupiah

                                                                                         •   Penanaman
                                                                                             Pohon Mangrove
                                                                                         •   Penanaman
                                                                                             Pohon Produktif
                                                                                         •   Penanaman
                                                                                             Pohon Bambu
                                                                                             Penyerap Emisi
                                                                                             Karbon
                                                                                         •   Konservasi Elang
                                                                                             Jawa                      •   Penanaman             •   Penanaman
                                                                                         •   Program                       pohon mangrove            pohon mangrove
                                                                                             konservasi Coral          •   Penanaman             •   Penanaman
                                                                                             Banyuwangi                    Pohon Produktif           Pohon Produktif
                                                                                         •   Program                   •   Penanaman             •   Penanaman
                                                                                             konservasi Coral              Pohon Penyerap            Pohon Penyerap
                                                                                             di Desa Lero                  Emisi Karbon              Emisi Karbon
Pelestarian keanekaragaman hayati                                                            Tatari Palui
                                                           Program
Biodiversity Conservation                                                                                              •   Mangrove Tree         •   Mangrove Tree
                                                                                                                           Planting                  Planting
                                                                                         •   Mangrove Tree             •   Productive Tree       •   Productive Tree
                                                                                             Planting                      Planting                  Planting
                                                                                         •   Productive Tree           •   Carbon-               •   Carbon-
                                                                                             Planting                      Absorbing Tree            Absorbing Tree
                                                                                         •   Carbon-                       Planting                  Planting
                                                                                             Absorbing
                                                                                             Bamboo Tree
                                                                                             Planting
                                                                                         •   Javan
                                                                                             Hawk-Eagle
                                                                                             Conservation
                                                                                         •   Banyuwangi Coral
                                                                                             Conservation
                                                                                             Program

Keterangan:
*) Terdapat perbedaan metode dan lingkup pengukuran emisi GRK, sehingga tidak dapat diperbandingkan.
Note:
*) There are differences in the methods and scope of GHG emissions measurements, so they cannot be compared.




                                                                                                                                             PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   61
Page 62
                             Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                             Sustainability Performance Highlights




     KINERJA ASPEK SOSIAL [OJK B.3]                                               SOCIAL PERFORMANCE [OJK B.3]

     Dampak Positif                                                               Positive Impact
     Perseroan memberikan dampak positif yang signifikan bagi                     The Company delivers a significant positive impact on
     masyarakat sekitar melalui pelaksanaan kegiatan Tanggung                     surrounding community through the implementation of Social
     Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang mencakup program-                   and Environmental Responsibility (CSR) activities, which
     program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta                   include programs for economic empowerment, education,
     peningkatan kualitas lingkungan hidup. Melalui TJSL, Perseroan               health, and environmental improvement. Through CSR,
     berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan sosial dan                         the Company is committed to supporting social welfare
     pembangunan berkelanjutan di komunitas lokal, sekaligus                      and sustainable development in local communities, while
     membangun hubungan yang harmonis dan berkelanjutan                           building harmonious and sustainable relationships with
     dengan masyarakat sekitar. Aktivitas TJSL Perseroan terbagi                  surrounding community. The Company's CSR activities are
     dalam beberapa pilar yaitu pilar ekonomi, pilar sosial, pilar                divided into several pillars: economic, social, environmental,
     lingkungan dan pilar tata kelola.                                            and governance.

     Selain itu, Perseroan juga senantiasa memberikan dampak                      In addition, the Company continues to create a positive
     positif bagi karyawan Perseroan melalui peningkatan                          impact on its employees by increasing employee participation
     keikutsertaan karyawan dalam pelatihan dan peningkatan jam                   in training programs as well as the total number of training
     pelatihan. Peningkatan indeks keterikatan pegawai menjadi                    hours. The employee engagement index also improved to
     sebesar 80% meningkat dibandingkan tahun 2024 yang                           80%, an increase compared to 78% in 2024.
     sebesar 78%.


      Uraian                                                             Satuan
      Description                                                         Unit           2025                 2024                 2023

      Jumlah karyawan yang mengikuti Pelatihan                 Karyawan
                                                                                                 4.948                2.067                2.731
      Number of Employees Attending Training                   Employees

      Jumlah Jam Pelatihan                                     Jam Kerja
                                                                                                90.900               40.996               64.466
      Number of Training Hours                                 Working Hours

      Indeks Keterikatan Pegawai
                                                               %                                   80                   78                   80
      Employee Engagement Index

      Biaya Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan               Miliar Rupiah
                                                                                                  4,20                 4,99                13,61
      Social and Environmental Responsibility Costs            Billion Rupiah

      Jumlah Mitra Binaan                                      Mitra
                                                                                                   82                    2                   123
      Number of Partner Organizations                          Partner


     Dampak Negatif                                                               Negative Impacts
     Namun demikian, kegiatan konstruksi yang dilaksanakan juga                   However, construction activities also have the potential to
     berpotensi menimbulkan beberapa dampak negatif. Dampak                       generate several negative impacts. These impacts include
     tersebut antara lain berupa peningkatan polusi udara akibat                  increased air pollution due to emissions from generators
     emisi dari genset dan mobilisasi kendaraan, peningkatan                      and vehicle movement, increased noise, water pollution
     kebisingan, pencemaran air dari limbah domestik yang                         from domestic waste, and traffic congestion around the
     dihasilkan, serta timbulnya kemacetan lalu lintas di sekitar area            operational area. To reduce and mitigate these negative
     operasional. Untuk mengurangi dan memitigasi dampak negatif                  impacts, the Company applies a number of environmental
     tersebut, Perseroan menerapkan berbagai upaya pengelolaan                    management measures. These measures include maintaining
     lingkungan. Langkah-langkah tersebut mencakup pemeliharaan                   and preserving green open spaces, regular emissions




62   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 63
dan pelestarian ruang terbuka hijau, pengujian emisi secara      testing, and controlling project noise levels to maintain
berkala, serta pengendalian tingkat kebisingan proyek agar       them below the Threshold Limit Value (NAV). Furthermore,
tetap berada di bawah Nilai Ambang Batas (NAB). Selain           the Company manages waste through a Wastewater
itu, Perseroan juga melakukan pengelolaan limbah melalui         Treatment Plant (WWTP) to ensure wastewater is treated
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk memastikan          before being discharged into city drains. Access control
limbah air diolah terlebih dahulu sebelum dialirkan ke saluran   for project vehicles is also implemented, along with the
kota. Pengaturan akses masuk dan keluar kendaraan proyek         installation of traffic signs and the assignment of traffic
juga diterapkan, disertai pemasangan rambu lalu lintas dan       control officers around the project area to ensure smooth
penugasan petugas pengatur lalu lintas di sekitar area proyek,   and safe traffic flow.
guna menjaga kelancaran dan keamanan arus lalu lintas.

Dampak negatif lainnya yaitu berupa terjadinya kecelakaan        Another negative impact is the occurrence of workplace
kerja di lingkungan kerja Perseroan. Upaya mitigasi yang         accidents in the Company's work environment. Mitigation
dilakukan di antaranya dengan menerapkan Kebijakan Stop          efforts include applying a Stop Work Action (SWA) Policy.
Work Action (SWA). Sedangkan, ketika terjadi kecelakaan kerja    Meanwhile, when a work accident occurs, the Company
Perseroan melakukan upaya remediasi dengan menilai kondisi       undertakes remediation efforts by assessing the victim's
korban, memberikan pertolongan pertama, dan memastikan           condition, providing first aid, and ensuring there are no
tidak adanya bahaya tambahan di lokasi, serta melakukan          additional hazards at the location, as well as conducting
penyelidikan dan analisis terjadinya kecelakaan agar tidak       an investigation and analysis of the accident to prevent a
terjadi insiden yang berulang.                                   repeat incident.


 Uraian                                             Satuan
 Description                                         Unit               2025                2024                   2023

 Indonesia

     Severity Rate                                   Rate                         0                0,22                     0,00

     NLTI Rate                                       Rate                       0,13                0,41                    0,80

     LTI                                             Rate                         0                 0,01                    0,00

     TRI Rate                                        Rate                       0,01




                                                                                                      PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   63
Page 64
Profil
Perusahaan
Company Profile
Page 65

          
Page 66
                           Profil Perusahaan
                           Company Profile




     Visi, Misi, Dan Nilai Keberlanjutan [OJK C.1]
     Vision, Mission, and Sustainability Values [OJK C.1]




     Perseroan telah menetapkan visi dan misi Perseroan yang             The Company has established its Vision and Mission in
     selaras dengan nilai-nilai keberlanjutan. Visi dan Misi Perseroan   alignment with sustainability values. The Company’s Vision
     telah tertuang dalam Surat Keputusan Direksi No. WIKA-MKP-          and Mission are stipulated in the Board of Directors Decree
     KP-01.01 Tanggal 14 Oktober 2024.                                   No. WIKA-MKP-KP-01.01 dated 14 October 2024.




66   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 67
VISI 2030                                                         VISION 2030

Menjadi Perusahaan Terpercaya di Bidang Infrastruktur dan         To become a trusted company in of sustainable Infrastructure
EPC yang Berkelanjutan                                            and EPC.

MISI 2030                                                         MISSION 2030

1. Memberikan layanan dan produk EPC yang terintegrasi dan        1. To deliver integrated and sustainable EPC services and
   berkelanjutan berdasarkan prinsip Kualitas, Keselamatan,          products based on globally standardized Quality, Safety,
   Kesehatan, dan Lingkungan yang berstandar global.                 Health, and Environmental principles.
2. Mengimplementasikan budaya belajar dan inovasi untuk           2. To implement a culture of learning and innovation in
   menyediakan solusi terbaik bagi stakeholders, serta               providing the best solutions for stakeholders, while
   memastikan tingkat kepuasan yang tinggi.                          ensuring high levels of satisfaction.
3. Berkomitmen untuk menjalankan proses bisnis                    3. To commit to conducting business processes with
   dengan standar kualitas tertinggi dan penggunaan                  the highest quality standards and the best use
   teknologi terbaik.                                                of technology.
4. Memperkuat ketahanan dan pertumbuhan finansial                 4. To strengthen financial resilience and growth by optimizing
   dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya untuk               resource utilization to achieve sustainable profitability.
   mencapai profitabilitas yang berkelanjutan
5. Mengimplementasikan pengelolaan lingkungan, tanggung           5. To implement environmental management, social
   jawab sosial, praktik etis, transparansi, akuntabilitas,          responsibility, ethical practices, transparency,
   dan inovasi berkelanjutan dalam semua aspek                       accountability, and continuous innovation across all
   operasi Perusahaan.                                               aspects of the Company’s operations.
6. Membangun sumber daya manusia yang berintegritas               6. To develop human resources with integrity and
   dan profesional berbasis budaya Perusahaan.                       professionalism, grounded in the Company’s culture.

NILAI KEBERLANJUTAN                                               SUSTAINABILITY VALUES

Dalam rangka mewujudkan peranan Badan Usaha Milik                 In order to realize the role of State-Owned Enterprises
Negara sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, akselerator             as engines of economic growth, accelerators of social
kesejahteraan sosial (social welfare), penyedia lapangan kerja,   welfare, providers of employment, and providers of talent, a
dan penyedia talenta, dibutuhkan transformasi Sumber Daya         transformation of State-Owned Enterprise Human Resources
Manusia Badan Usaha Milik Negara yang salah satunya melalui       is required, one aspect of which is the establishment of Core
penetapan Nilai-Nilai Utama (Core Values) Sumber Daya             Values of SOE Human Resources as an identity and the glue
Manusia Badan Usaha Milik Negara sebagai identitas dan            of the work culture that supports continuous performance
perekat budaya kerja yang mendukung peningkatan kinerja           improvement. The Core Values of SOE Human Resources
secara berkelanjutan. Nilai-Nilai Utama (Core Values) Sumber      consist of Trustworthy, Competent, Harmonious, Loyal,
Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara terdiri dari Amanah,        Adaptive, and Collaborative (AKHLAK), which are aligned
Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif (AKHLAK)       with sustainability values. As part of a State-Owned Enterprise
yang telah selaras dengan nilai-nilai keberlanjutan. Sebagai      (SOE), the Company consistently fosters its corporate culture
bagian dari Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN),           through the implementation and internalization of the core
Perseroan senantiasa menanamkan budaya Perseroan dengan           values of AKHLAK among all its employees.
implementasi dan internalisasi nilai utama AKHLAK kepada
seluruh pegawai Perseroan.

Nilai-Nilai Utama (Core Values) Sumber Daya Manusia Badan         The Core Values of SOE Human Capital consist of Trustworthy
Usaha Milik Negara terdiri dari Amanah, Kompeten, Harmonis,       (Amanah), Competent (Kompeten), Harmonious (Harmonis),
Loyal, Adaptif dan Kolaboratif (AKHLAK) yang telah selaras        Loyal (Loyal), Adaptive (Adaptif), and Collaborative
dengan nilai-nilai keberlanjutan.                                 (Kolaboratif), or collectively known as AKHLAK, which are
                                                                  aligned with sustainability principles.

Sebagai bagian dari Perusahaan Badan Usaha Milik Negara           As part of a State-Owned Enterprise (SOE), the Company
(BUMN), Perseroan senantiasa menanamkan budaya Perseroan          continuously instills its corporate culture by implementing and
dengan mengimplementasikan dan menginternalisasi nilai            internalizing the AKHLAK core values among all employees.
utama AKHLAK kepada seluruh pegawai Perseroan.




                                                                                                         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   67
Page 68
                           Profil Perusahaan
                           Company Profile




      Nilai-Nilai Utama                         Makna                                                    Perilaku Spesifik
      Core Values                              Meaning                                                  Specific Behaviors

                                                                      •   Pencapaian Penilaian Kerja minimal skor 80 dengan monitor target kerja berkala.
                                                                      •   Melakukan analisa dan mitigasi risiko dalam perencanaan dan evaluasi untuk
                                                                          mencapai sasaran/target kerja
                                                                      •   Melakukan aktivitas yang mendorong perilaku dalam upaya penegakkan
                                 Kami memegang teguh
                                                                          Governance Risk Compliance (GRC), di lingkungan kerjanya.
                                 kepercayaan yang diberikan.
                                                                      •   Achieve a minimum Performance Appraisal score of 80 by regularly monitoring
                                 We uphold the trust placed
                                                                          work targets.
                                 in us.
                                                                      •   Conduct risk analysis and mitigation in planning and evaluation processes to
                                                                          achieve work objectives/targets.
             Amanah
                                                                      •   Carry out activities that promote behavioral practices supporting the enforcement
           Trustworthy
                                                                          of Governance, Risk, and Compliance (GRC) within the work environment.



                                                                      •   Melakukan Coaching, Mentoring & Counselling (CMC) dengan atasan langsung
                                                                          terkait improvement kinerja.
                                 Terus belajar dan                    •   Melakukan kegiatan belajar terkait hasil Coaching, Mentoring & Counselling (CMC)
                                 mengembangkan kapabilitas.               dan sharing pembelajaran tersebut di lingkungan Perusahaan.
                                 Continuously learn and develop       •   Conduct Coaching, Mentoring & Counselling (CMC) sessions with direct
                                 capabilities.                            supervisors regarding performance improvement.
                                                                      •   Undertake learning activities based on the outcomes of Coaching, Mentoring &
           Kompeten                                                       Counselling (CMC) and share those learnings within the Company.
           Competent



                                                                      •   Mendapatkan feedback dari rekan kerja/bawahan yang memiliki pandangan
                                                                          berbeda & melakukan tindak lanjut atas feedback tersebut.
                                 Saling peduli dan menghargai         •   Memahami kesulitan dari rekan kerja dan melakukan tindak lanjut atas kesulitan
                                 perbedaan                                tersebut.
                                 Caring for and respecting            •   Obtain feedback from colleagues/subordinates who have different perspectives
                                 differences.                             and follow up on such feedback.
                                                                      •   Understand the challenges faced by colleagues and take appropriate follow-up
            Harmonis                                                      actions to address them.
           Harmonious



                                                                      •   Membuat materi konten positif tentang Perusahaan melalui media sosial atau
                                                                          media lainnya.
                                 Berdedikasi dan mengutamakan         •   Terlibat dalam aktivitas Environment, Social & Governance (ESG) atau Transformasi
                                 kepentingan Bangsa dan Negara.           Perusahaan
                                 Dedicated to and prioritizing the    •   Create positive content about the Company through social media or other media
                                 interests of the nation and state.       platforms.
                                                                      •   Participate in Environment, Social & Governance (ESG) initiatives or Corporate
               Loyal                                                      Transformation activities
               Loya



                                                                      •   Melakukan inovasi praktis atau improvement di lingkungan unit kerja yang
                                 Terus berinovasi dan antusias            berdampak pada peningkatan kinerja (cheaper, better, faster)
                                 dalam menggerakkan ataupun           •   Membuat karya inpvasi yang berdampak pada peningkatan performance unit
                                 menghadapi perubahan.                    kerja/korporasi & teregistrasi sebagai knowledge Perusahaan.
                                 Continuously innovate and            •   Carry out practical innovations or improvements within the work unit that have an
                                 be enthusiastic in driving and           impact on performance enhancement (cheaper, better, faster).
                                 embracing change.                    •   Create innovative works that contribute to improving the performance of the
              Adaptif                                                     work unit/corporation and are officially registered as Company knowledge.
             Adaptive



                                                                      •   Tergabung dalam kegiatan lintas Unit Kerja atau WIKA Group dengan
                                                                          beranggotakan variasi keahlian untuk mendukung tujuan Perusahaan.
                                 Mendorong kerjasama yang             •   Terlibat dalam Community of Practice (CoP) di lingkup internal/eksternal yang
                                 sinergis.                                dapat menunjang pekerjaan.
                                 Encouraging synergistic              •   Participate in cross–Work Unit or WIKA Group activities comprising members
                                 collaboration.                           with diverse areas of expertise to support the Company’s objectives.
                                                                      •   Be actively involved in internal or external Communities of Practice (CoP) that can
           Kolaboratif                                                    support and enhance job performance.
          Collaborative




68   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 69
                                                Identitas Perusahaan [OJK C.2, GRI 2-1, GRI 2-6]
                                                                                   Company Identity [OJK C.2, GRI 2-1, GRI 2-6]



            Nama Perusahaan [GRI 2-1]
            Company Name [GRI 2-1]                                         Status Perusahaan
                                                                           Company Status
   Perusahaan Perseroan (Persero) PT Wijaya Karya Tbk
   Limited Liability Company (Persero) PT Wijaya Karya Tbk                 Badan Usaha Milik                 Bidang Usaha [GRI 2-6]            Tanggal Pendirian
                                                                           Negara (BUMN)                     Business Field [GRI 2-6]          Date of Establishment
   Nama Singkat
   Abbreviated Name                                                        State-Owned
                                                                           Enterprises (SOE)                 Konstruksi                        11 Maret 1960
   PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                                                             Construction                      March 11, 1960




            Data Jaringan Usaha                          Data Jaringan Kantor
            Business Network Data                        Office Network Data
                                                                                                                           Jumlah Pegawai [OJK C.3, GRI 2-7]
   •   8 Entitas Anak                                    •   1 Kantor Pusat                                                number of employees [OJK C.3, GRI 2-7]
   •   18 Entitas Anak Tidak Langsung                    •   7 Wilayah Operasi
   •   11 Entitas Asosiasi                               •   2 Pusat Pelatihan                                             3.566 Orang
   •   8 Subsidiaries                                    •   1 Head Office                                                 3.566 employees
   •   18 Indirect Subsidiaries                          •   7 Operational Areas
   •   11 Associated Entities                            •   2 Training Centers


                                                                                                                             Kepemilikan Saham [GRI 2-1]
                                                                                                                             Share Ownership [GRI 2-1]

                                                                                                                                               Pemerintah Indonesia
          Dasar Hukum Pendirian                                                                                                                1 Lembar Pemegang
          Legal Basis of Establishment                                                                                                         Saham Seri A
                                                                                                                                               Government of Indonesia
Akta Perseroan Terbatas No. 110 tanggal 20 Desember 1972 yang dibuat di hadapan Dian Paramita                                                  1 Series A Shareholder
Tamzil, pada waktu itu pengganti dari Djojo Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta dan Perubahan Naskah
Pendirian Perseroan Terbatas “PT Wijaya Karya” berdasarkan akta No. 106, tanggal 17 April 1973                                                 PT Danantara As 91,02%
yang dibuat di hadapan Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh Menteri                                             PT Danantara As 91,02%
Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No. Y.A.5/165/14 tanggal 8 Mei 1973, serta telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 76 tanggal 21 September 1973, Tambahan                                                    Publik 8,98%
Berita Negara Republik Indonesia No. 683.                                                                                                      Publik 8,98%


Limited Liability Company Deed No. 110 dated December 20, 1972, drawn up before Dian Paramita
Tamzil, then acting as a substitute for Djojo Muljadi, S.H., a Notary in Jakarta, and Amendments                                               Modal Ditempatkan dan
to the Establishment Documents of Limited Liability Company "PT Wijaya Karya" based on Deed                 Modal Dasar                        Disetor Penuh
No. 106 dated April 17, 1973, drawn up before Kartini Muljadi, S.H., a Notary in Jakarta, which was         Authorized Capital
                                                                                                                                               Issued and Paid-Up
ratified by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia through Decree No. Y.A.5/165/14                                               Capital
dated May 8, 1973, and published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 76 dated
September 21, 1973, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 683.
                                                                                                            Rp3.500.000.000.000                Rp3.987.306.385.800




            Akses Informasi [GRI 2-1]
            Acces to Information [GRI 2-1]

                                                                                                                                 Customer Care | Customer Care
            Kantor Pusat                                          Head Office
                                                                                                                                 Email: adwijaya@wika.co.id
            WIKA Tower 1 & 2                                      WIKA Tower 1 & 2
            Jalan D.I. Panjaitan Kav. 9 - 10                      Jalan D.I. Panjaitan Kav. 9 - 10
            Jakarta 13340 - Indonesia                             Jakarta 13340 - Indonesia
                                                                                                                                 Media Sosial | Social Media
            Telepone : +6221 8067 9200                            Telephone : +6221 8067 9200
            Faximile : +6221 2289 3830                            Fax.         : +6221 2289 3830                                 Facebook : PT Wijaya Karya
            E-mail      : adwijaya@wika.co.id                     E-mail       : adwijaya@wika.co.id                             Twitter   : @PTWijayaKarya
            Situs web : www.wika.co.id                            Website : www.wika.co.id                                       Instagram : ptwijayakarya
                                                                                                                                 YouTube : PT WIJAYA KARYA


            Investor Relations                                    Investor Relations
            (Khusus Capital Market)                               (Specifically Capital Market)
            WIKA Tower 2                                          WIKA Tower 2
                                                                                                                                 Negara Tempat Beroperasi
            Jalan D.I. Panjaitan Kav. 10 lt.1                     Jalan D.I. Panjaitan Kav. 10, 1st Floor
                                                                                                                                 Countries of Operation
            Jakarta 13340 - Indonesia                             Jakarta 13340 - Indonesia
            Email: investor.relations@wika.co.id                  Email: investor.relations@wika.co.id                           Indonesia




                                                                                                                                              PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   69
Page 70
                           Profil Perusahaan
                           Company Profile




     Skala Perusahaan [OJK C.3]
     Company Scale [OJK C.3]

     Tabel Skala Usaha Perusahaan
     Company Business Scale

      Uraian                              Satuan
      Description                          Unit                          2025                            2024                            2023

                                    Dalam Jutaan
      Total Aset [OJK C.3]
                                    Rupiah                                      50.147.086                     63.466.342*                      65.981.236
      Total Assets [OJK C.3]
                                    In Millions of Rupiah

                                    Dalam Jutaan
      Total Liabilitas [OJK C.3]
                                    Rupiah                                      48.461.767                     51.594.923*                      56.409.623
      Total Liabilities [OJK C.3]
                                    In Millions of Rupiah

                                    Dalam Jutaan
      Total Ekuitas [OJK C.3]
                                    Rupiah                                        1.685.319                     11.871.420*                       9.571.613
      Total Equity [OJK C.3]
                                    In Millions of Rupiah

                                                               •   Pemerintah Indonesia
                                                                   1 Lembar Pemegang
                                                                   Saham Seri A               •   65,05% Negara Republik      •   65,05% Negara Republik
      Nama Pemegang                                            •   PT Danantara As 91,02%         Indonesia                       Indonesia
      Saham dan Persentase          Persen                     •   Publik 8,98%               •   34,95% Masyarakat           •   34,95% Masyarakat
      Name of Shareholder           Percentage                 •   Indonesian Government      •   65.05% Republic of          •   65.05% Republic of
      and Percentage                                               1 Shareholder Series A         Indonesia                       Indonesia
                                                                   Shares                     •   34.95% Public               •   34.95% Public
                                                               •   PT Danantara As 91.02%
                                                               •   Public 8.98%

      Jumlah Tempat
      Beroperasi                    Negara
                                                                                          1                1                               6
      Number of Locations           Country
      Operating

                                                               •   Infrastruktur dan          •   Infrastruktur dan           •   Infrastruktur dan
                                                                   Gedung                         Gedung                          Gedung
                                                               •   Energi dan Industrial      •   Energi dan Industrial       •   Energi dan Industrial
                                                                   Plant                          Plant                           Plant
                                                               •   Industri                   •   Industri                    •   Industri
      Jumlah produk dan             Jenis Produk dan           •   Realti dan Properti        •   Realti dan Properti         •   Realti dan Properti
      jasa                          Jasa                       •   Investasi                  •   Investasi                   •   Investasi
      Number of products            Type of Product            •   Infrastructure and         •   Infrastructure and          •   Infrastructure and
      and services                  and Service                    Buildings                      Buildings                       Buildings
                                                               •   Energy and Industrial      •   Energy and Industrial       •   Energy and Industrial
                                                                   Plants                         Plants                          Plants
                                                               •   Industry                   •   Industry                    •   Industry
                                                               •   Real Estate and Property   •   Realty and Property         •   Realty and Property
                                                               •   Investment                 •   Investment                  •   Investment

     Keterangan | Note:
     *Disajikan kembali | *Restatement



     INFORMASI MENGENAI KARYAWAN [OJK                                                    INFORMATION ON EMPLOYEES [OJK C.3, GRI
     C.3, GRI 2-7, GRI 2-8]                                                              2-7, GRI 2-8]


     Sampai dengan akhir periode pelaporan, jumlah karyawan                              As of the end of the reporting period, the Company had
     Perseroan sebanyak 3.566 orang yang terdiri dari karyawan                           3,566 employees, consisting of 1,864 permanent employees,
     tetap sebanyak 1.864 orang, karyawan kontrak sebanyak 1.196                         1,196 contract employees, and 506 outsourced employees.
     orang dan karyawan alih daya sebanyak 506 orang. Karyawan                           Permanent employees are those whose employment is
     tetap merupakan karyawan yang dalam pekerjaannya diatur                             regulated by an Indefinite-Term Employment Agreement
     dalam perjanjian PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak                                (PKWTT). Contract employees are those whose employment




70   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 71
Tertentu). Karyawan kontrak merupakan karyawan yang              is bound by a Fixed-Term Employment Agreement (PKWT).
dalam pekerjaannya terikat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu       Outsourced employees are those recruited from outside
(PKWT). Sedangkan, karyawan alih daya merupakan karyawan         the company or from third parties to perform specific work
yang berasal dari luar perusahaan atau pihak ketiga untuk        within the Company. Outsourced employees are placed in
mengerjakan pekerjaan tertentu/pekerjaan spesifik pada           administration, security, cleaning services, drivers, customer
Perseroan. Karyawan alih daya ditempatkan pada bagian            service, and other support roles. The Company does not
administrasi, security/keamanan, cleaning service, pengemudi,    categorize employees based on full-time and part-time hours,
customer service dan pekerjaan penunjang lainya. Perseroan       and does not have any non-guaranteed hours employees;
tidak membagi karyawan berdasarkan waktu kerja yaitu penuh       therefore, all employees are full-time.
waktu dan paruh waktu serta tidak memiliki karyawan non-
guaranteed hours employees, sehingga seluruh karyawan
Perseroan merupakan karyawan penuh waktu.

Perseroan juga memberikan kesempatan magang kepada               The Company also provides internship opportunities to
mahasiswa yang sedang/atau sudah lulus sebagai kebutuhan         students who are currently or have graduated as required
program universitas/kebutuhan literasi dan edukasi Perusahaan.   by university programs or to meet the Company's literacy
Pada tahun 2025, Perseroan telah menerima karyawan magang        and educational needs. By 2025, the Company had accepted
sebanyak 119 orang yang telah ditempatkan di Kantor Pusat        119 interns, with 100 placed at the Head Office and 19 at
sebanyak 100 orang dan lokasi proyek sebanyak 19 orang.          project sites. Interns are placed according to their majors of
Karyawan magang ditempatkan sesuai dengan jurusan studi          study. This aims to provide them with work experience in a
yang ditempuh. Hal ini bertujuan untuk dapat memberikan          professional business environment aligned with their majors.
pengalaman bekerja lingkungan bisnis profesional yang sesuai
dengan jurusan studinya.

Posisi jumlah karyawan maupun karyawan non pegawai               The number of employees and non-employees is presented as
disajikan per 31 Desember tahun 2023, 2024 dan 2025.             of December 31, 2023, 2024, and 2025. The methodology used
Metodologi yang digunakan dalam penyusunan data adalah           in compiling the data is the in-headcount method at the end of
menggunakan metode in-headcount pada akhir periode               the reporting period. At the end of 2025, there was a decrease
pelaporan. Pada akhir tahun 2025, terdapat penurunan jumlah      in the number of employees and non-employees due to the
karyawan maupun karyawan non pegawai yang disebabkan             completion of project work, resulting in the termination of
oleh pekerjaan proyek yang telah selesai, sehingga kontrak       employee contracts in line with the completion of the project
kerja karyawan diselesaikan sejalan dengan selesainya            work. The composition of employees is disclosed as follows.
pekerjaan proyek. Adapun komposisi karyawan diungkapkan
sebagai berikut.

KOMPOSISI KARYAWAN BERDASARKAN JENIS                             EMPLOYEE COMPOSITION BY GENDER
KELAMIN

Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin
Employee Composition by Gender
                                                                                                               (dalam satuan orang)
                                                                                                                         (in people)


 Jenis Kelamin
 Gender                                   2025                           2024                             2023

 Pria
                                                       3.059                         4.289                                   5.679
 Male

 Wanita
                                                        507                           632                                      814
 Female

 Jumlah
                                                      3.566                          4.921                                  6.493
 Total




                                                                                                       PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   71
Page 72
                           Profil Perusahaan
                           Company Profile




     KOMPOSISI KARYAWAN BERDASARKAN LEVEL                                                      EMPLOYEE COMPOSITION BY JOB LEVEL AND
     JABATAN DAN JENIS KELAMIN                                                                 GENDER

     Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Level Jabatan dan Jenis Kelamin
     Employee Composition By Job Level and Gender
                                                                                                                                                           (dalam satuan orang)
                                                                                                                                                                     (in people)


                                                                2025                                          2024                                     2023*
      Level Jabatan
      Job Level                                  Pria           Wanita                         Pria          Wanita                         Pria       Wanita
                                                                                 Total                                        Total                                  Total
                                                 Male           Female                         Male          Female                         Male       Female

      ENTITAS INDUK
      PARENT ENTITY

      Direksi
                                                         5                0              5            6               0                6           6             1           7
      Directors

      Kepala Divisi
                                                        18                 1           19           13                 2               15      20               2          22
      Division Head

      Ahli Utama 1
                                                        4                  1             5            8               0                8           5            0            5
      Senior Expert 1

      General Manager                                   44                8           52           49                 10              59       49               6          55

      Ahli Utama 2
                                                        14                 1           15           17                 1               18      21               2          23
      Senior Expert 2

      Manajer/Ahli Madya 1
                                                        43                6           49           86                  8              94       74           10             84
      Manager/Associate Expert 1

      Manajer Proyek
                                                        81                 1          82            77                 2              79       94               2          96
      Project Manger

      Manajer Bidang/Manajer
      Konstruksi/Ahli Madya 2
                                                      132                22          154           131                16              147     124               17        141
      Field Manager/Construction
      Manager/Associate Expert 2

      Kepala Seksi/ Pelaksana
      Utama/ Ahli Muda/
      Koordinator
                                                      662                64          726          725                70           795         782           63           845
      Section Head/ Senior
      Executor/Junior Expert/
      Coordinator

      Staf/Pelaksana
                                                    1702               366         2068         2806               480           3286         442           80           522
      Staff/Executor

      Subtotal                                     2.740               473         3.213        3.918               589         4.507        1.611         182          1.793

      ENTITAS ANAK
      SUBSIDIARIES

      Subtotal                                        319                94          353          371                43           414         433           43           476

      Jumlah
                                                   3.059               507        3.566         4.289               632         4.921       2.044          225         2.269
      Total

      *) Data komposisi karyawan tahun 2023 yang disampaikan pada Laporan Keberlanjutan merupakan data komposisi karyawan tetap.
      *) The 2023 employee composition data presented in the Sustainability Report is the composition data for permanent employees.




72   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 73
KOMPOSISI KARYAWAN BERDASARKAN USIA                                                        EMPLOYEE COMPOSITION BY AGE AND GENDER
DAN JENIS KELAMIN

Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin
Employee Composition by Age and Gender
                                                                                                                                                        (dalam satuan orang)
                                                                                                                                                                  (in people)


                                                   2025                                             2024                                        2023*
 Usia
 Age                                Pria          Wanita                            Pria           Wanita                        Pria           Wanita
                                                                    Total                                           Total                                        Total
                                    Male          Female                            Male           Female                        Male           Female

 51-60 tahun
                                        304                 8             312            484               18            502        262                14             276
 51-60 years

 41-50 tahun
                                         777              84             861             980               84           1064        429               48              477
 41-50 years

 31-40 tahun
                                       1.457            204             1.661           1762              185           1947        974                92           1.066
 31-40 years

 21-30 tahun
                                         521              211            732            1063             345            1408        379                 71            450
 21-30 years

 Jumlah
                                      3.059              507           3.566           4.289             632            4.921     2.044              225            2.269
 Total

 *) Data komposisi karyawan tahun 2023 yang disampaikan pada Laporan Keberlanjutan merupakan data komposisi karyawan tetap
 *) The 2023 employee composition data presented in the Sustainability Report is the composition data for permanent employees.


KOMPOSISI KARYAWAN BERDASARKAN                                                             EMPLOYEE COMPOSITION BY EDUCATION
TINGKAT PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN                                                       LEVEL AND GENDER

Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin
Employee Composition By Education Level and Gender
                                                                                                                                                        (dalam satuan orang)
                                                                                                                                                                  (in people)


                                                   2025                                             2024                                        2023*
 Tingkat Pendidikan
 Education Level                    Pria          Wanita                            Pria           Wanit                         Pria           Wanita
                                                                    Total                                           Total                                        Total
                                    Male          Female                            Male          Female a                       Male           Female

 S2/S3
 Master's/Doctoral                      248               44             292             283               45            328        296                37             333
 Degree

 S1
                                       1.825             365           2.190            2114             400            2514       1.528              161           1.689
 Bachelor's Degree

 Diploma
                                         178               51            229             336               86            422        132                24              156
 Diploma

 Non Akademik
                                        808               47             855            1556              101           1657            88               3               91
 Non-Academic

 Jumlah
                                      3.059              507           3.566           4.289             632            4.921     2.044              225            2.269
 Total

 *) Data komposisi karyawan tahun 2023 yang disampaikan pada Laporan Keberlanjutan merupakan data komposisi karyawan tetap.
 *) The 2023 employee composition data presented in the Sustainability Report is the composition data for permanent employees




                                                                                                                                             PT Wijaya Karya (Persero) Tbk      73
Page 74
                           Profil Perusahaan
                           Company Profile




     KOMPOSISI KARYAWAN BERDASARKAN STATUS                                             EMPLOYEE COMPOSITION BY EMPLOYMENT
     KEPEGAWAIAN DAN JENIS KELAMIN                                                     STATUS AND GENDER

     Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Status Kepegawaian dan Jenis Kelamin
     Employee Composition By Employment Status and Gender
                                                                                                                                   (dalam satuan orang)
                                                                                                                                             (in people)


                                                     2025                                 2024                              2023
      Status Kepegawaian
      Employment Status                Pria          Wanita                     Pria     Wanita                   Pria      Wanita
                                                                     Total                          Total                                   Total
                                       Male          Female                     Male     Female                   Male      Female

      Tetap
                                          1.674            190         1.864     1.852        212     2.064        2.044         225           2.269
      Permanent

      Kontrak
                                          1.026            170          1.196    1.959       287      2.246         3.112       438            3.550
      Contract

      Alih Daya
                                            359            147           506      478         133           611      523           151           674
      Outsourcing

      Jumlah
                                         3.059             507         3.566     4.289       632      4.921        5.679         814           6.493
      Total




     KOMPOSISI STATUS KEPEGAWAIAN KARYAWAN                                             COMPOSITION OF PERMANENT EMPLOYEE
     TETAP BERDASARKAN JENIS KELAMIN                                                   STATUS BY GENDER

     Tabel Komposisi Status Kepegawaian Karyawan Tetap Berdasarkan Jenis Kelamin
     Composition of Permanent Employee Status By Gender
                                                                                                                                   (dalam satuan orang)
                                                                                                                                             (in people)


                                                     2025                                 2024                              2023
      Status Kepegawaian
      Employment Status                Pria          Wanita                     Pria     Wanita                   Pria      Wanita
                                                                     Total                          Total                                   Total
                                       Male          Female                     Male     Female                   Male      Female

      Organik
                                          1.401                151     1.552     1.546        171      1.717       1.708           182         1.890
      Organic

      Terampil
                                            273                39        312      306         41        347          336             43          379
      Skilled

      Jumlah
                                          1.674            190         1.864     1.852       212      2.064        2.044         225           2.269
      Total




74   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 75
KOMPOSISI KARYAWAN BERDASARKAN JENIS                                EMPLOYEE COMPOSITION BY GENDER AND
KELAMIN DAN WILAYAH KERJA                                           WORKING AREA

Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah Kerja
Employee Composition By Gender and Working Area
                                                                                                                              (dalam satuan orang)
                                                                                                                                        (in people)


                                         2025                                  2024                                       2023
Wilayah Kerja
Working Area                 Pria        Wanita                    Pria        Wanita                    Pria           Wanita
                                                      Total                                 Total                                        Total
                             Male        Female                    Male        Female                    Male           Female

DALAM NEGERI
DOMESTIC

 Aceh                               0             0           0            1            0            1          0                0               0

 Sumatera Utara
                                    45            5           50          78            7       85              67               4               71
 North Sumatra

 Sumatera Selatan
                                137           16          153         106             11        117         118                  16           134
 South Sumatra

 Sumatera Barat
                                     1            0            1          0             0           0           0                0               0
 West Sumatra

 Jambi                              40            1           41          28            3           31          61               5               66

 Bangka Belitung                    0             0           0            3            0           3            7                1              8

 Kalimantan Selatan
                                     2            0            2          4             0           4            9               0                9
 South Kalimantan

 Kalimantan Timur
                                240           37          277         344             51       395          346                44             390
 East Kalimantan

 Kalimantan Barat
                                    30            0           30          33            1       34              76               8             84
 West Kalimantan

 Kalimantan Utara
                                    46            8           54           2            0           2            3               0                3
 North Kalimantan

 Riau                               16            0           16          54            9       63              98               11           109

 Kalimantan Tengah
                                    20            6           26          37            5       42              44               4             48
 Central Kalimantan

 Sulawesi Utara
                                    0             0           0            1            0            1          59               9               68
 North Sulawesi

 Sulawesi Selatan
                                138           22          160         149             26       175          244                34             278
 South Sulawesi

 Sulawesi Tengah
                                    0             0           0           44            0       44          376                  36           412
 Central Sulawesi

 Sulawesi Tenggara
                                     3            0            3           1            0            1          92               15           107
 Southeast Sulawesi

 Bali                               52            7           59          71          11        82          122                  9             131

 Papua                              29            2           31          30            1           31          54               4               58

 Maluku                             32            2           34           2            0           2            5               0                5

 Jawa Timur
                                427           48         475          621             70       691          801                  93          894
 East Java

 Jawa Tengah
                                127           15          142         189             21       210          290                38             328
 Central Java

 Jawa Barat
                                218           26         244          493             53       546         1.106              138           1.244
 West Java

 Banten                         105           12          117         210             19       229          234                  29           263

 DIY Yogyakarta                     50            9           59          32            6       38               7                2               9

 DKI Jakarta                    1271         288         1559        1708          332       2040          1.395              303           1.698




                                                                                                                     PT Wijaya Karya (Persero) Tbk    75
Page 76
                           Profil Perusahaan
                           Company Profile




     Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah Kerja
     Employee Composition By Gender and Working Area
                                                                                                                                             (dalam satuan orang)
                                                                                                                                                       (in people)


                                                          2025                                      2024                                 2023
      Wilayah Kerja
      Working Area                           Pria         Wanita                    Pria            Wanita                   Pria        Wanita
                                                                       Total                                     Total                                  Total
                                             Male         Female                    Male            Female                   Male        Female

      Nusa Tenggara Timur (NTT)
                                                    26             3           29          41                6       47             51          11              62
      East Nusa Tenggara (NTT)

      Nusa Tenggara Barat (NTB)
                                                     3             0            3          7                 0           7          14            0             14
      West Nusa Tenggara (NTB)

      Sub Total                                3.058           507       3565        4.289              632        4.921      5.679          814          6.493

      LUAR NEGERI
      OVERSEAS

      Aljazair                                      0              0           0           0                 0           0          0             0             0

      Malaysia                                      0              0           0           0                 0           0          0             0             0

      Timor Leste                                    1             0            1          0                 0           0          0             0             0

      Filipina
                                                    0              0           0           0                 0           0          0             0             0
      Philippines

      Taiwan                                        0              0           0           0                 0           0          0             0             0

      Kepulauan Solomon
                                                    0              0           0           0                 0           0          0             0             0
      Solomon Islands

      Sub Total                                      1             0            1          0                 0           0          0             0             0

      Total                                    3.059           507       3.566       4.289              632       4.921       5.679          814          6.493


     KOMPOSISI KARYAWAN TETAP BERDASARKAN                                           COMPOSITION OF PERMANENT EMPLOYEES
     JENIS KELAMIN DAN WILAYAH KERJA                                                BY GENDER AND WORKING AREA

     Tabel Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah Kerja
     Composition of Permanent Employees By Gender and Working Area
                                                                                                                                              (dalam satuan orang)
                                                                                                                                                         (in people


                                                          2025                                      2024                                 2023
      Wilayah Kerja
      Working Area                           Pria         Wanita                    Pria            Wanita                   Pria        Wanita
                                                                       Total                                     Total                                  Total
                                             Male         Female                    Male            Female                   Male        Female

      DALAM NEGERI
      DOMESTIC

      Aceh                                          0              0           0                1            0           1           -            -              -

      Sumatera Utara
                                                    24             3           27          18                2       20             18            1             19
      North Sumatra

      Sumatera Selatan
                                                    65             3           68          31                1       32             34            2             36
      South Sumatra

      Sumatera Barat
                                                     1             0            1           0                0           0          0             0             0
      West Sumatra

      Jambi                                         30             1           31           9                0           9          14            -             14

      Bangka Belitung                               0              0           0            3                0           3           1            -              1

      Kalimantan Selatan
                                                     2             0            2           4                0           4           9            -             9
      South Kalimantan

      Kalimantan Timur
                                                    98          22        100              119               5      124             18            -             18
      East Kalimantan




76   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 77
Tabel Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah Kerja
Composition of Permanent Employees By Gender and Working Area
                                                                                                                               (dalam satuan orang)
                                                                                                                                          (in people


                                         2025                                   2024                                      2023
Wilayah Kerja
Working Area                 Pria        Wanita                    Pria         Wanita                   Pria           Wanita
                                                      Total                                  Total                                      Total
                             Male        Female                    Male         Female                   Male           Female

 Kalimantan Barat
                                    10            0           10          10           0         10             96               7            103
 West Kalimantan

 Kalimantan Utara
                                    23            1           24           2           0             2           3                -              3
 North Kalimantan

 Riau                               14            0           14          24             1       25             47               4              51

 Kalimantan Tengah
                                    12            2           14           8             1           9           6                1              7
 Central Kalimantan

 Sulawesi Utara
                                    0             0           0            0           0             0           7                -              7
 North Sulawesi

 Sulawesi Selatan
                                    36            1           37          28           0         28             44                1            45
 South Sulawesi

 Sulawesi Tengah
                                    0             0           0           43           0         43             69                -             69
 Central Sulawesi

 Sulawesi Tenggara
                                     3            0            3            1          0             1           9                -              9
 Southeast Sulawesi

 Bali                               20            1           21          24             3       27             29                1             30

 Papua                               3            0            3           7           0             7          11                -             11

 Maluku                             15            0           15           2           0             2           5                -              5

 Jawa Timur
                                 149          10          159             151          14       165         190                  18          208
 East Java

 Jawa Tengah
                                    71            8           79          64           5         69             80               7              87
 Central Java

 Jawa Barat
                                    91            4           95      149                9      158         267                  16          283
 West Java

 Banten                             42            1           43          53             2       55             53                1            54

 DIY Yogyakarta                     13            2           15           2           0             2           6                1              7

 DKI Jakarta                    949          151        1.100        1.090          168        1.258       1.017              163           1.180

 Nusa Tenggara Timur (NTT)
                                     3            0            3           5             1           6           6               2              8
 East Nusa Tenggara (NTT)

 Nusa Tenggara Barat (NTB)
                                    0             0           0            4           0             4           5                -              5
 West Nusa Tenggara (NTB)

Sub Total                      1.674         190        1.864        1.852          212       2.064       2.044               225          2.269

LUAR NEGERI
OVERSEAS

 Malaysia                           0             0           0            0           0             0           -                -              -

 Timor Leste                        0             0           0            0           0             0           -                -              -

 Filipina
                                    0             0           0            0           0             0           -                -              -
 Philippines

 Taiwan                             0             0           0            0           0             0           -                -              -

 Kepulauan Solomon
                                    0             0           0            0           0             0           -                -              -
 Solomon Islands

Sub Total                           0             0           0            0           0             0           -                -              -

Total                          1.674         190        1.864        1.852          212       2.064       2.044               225          2.269




                                                                                                                     PT Wijaya Karya (Persero) Tbk     77
Page 78
                           Profil Perusahaan
                           Company Profile




     KOMPOSISI KARYAWAN KONTRAK                                                      COMPOSITION OF PERMANENT EMPLOYEES
     BERDASARKAN JENIS KELAMIN DAN                                                   BY GENDER AND WORKING AREA
     WILAYAH KERJA

     Tabel Komposisi Karyawan Kontrak Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah Kerja
     Composition of Permanent Employees By Gender and Working
                                                                                                                                           (dalam satuan orang)
                                                                                                                                                     (in people)


                                                          2025                                   2024                                 2023
      Wilayah Kerja
      Working Area                          Pria         Wanita                     Pria         Wanita                   Pria        Wanita
                                                                       Total                                 Total                                  Total
                                            Male         Female                     Male         Female                   Male        Female

      DALAM NEGERI
      DOMESTIC

      Aceh                                         0              0            0            0           0            0           0             0            0

      Sumatera Utara
                                                   19              1       20              60           5            65          49            3            52
      North Sumatra

      Sumatera Selatan
                                                   63             13           76          75        10              85          84          14             98
      South Sumatra

      Sumatera Barat
                                                    3             0             3           19          3            22          47            5            52
      West Sumatra

      Jambi                                        0              0            0            0           0            0            6            1             7

      Bangka Belitung                              0              0            0            0           0            0           0             0            0

      Kalimantan Selatan
                                                132            34          166         225           46          271         250             37          287
      South Kalimantan

      Kalimantan Timur
                                                   19             0            19          23            1           24          58            8            66
      East Kalimantan

      Kalimantan Barat
                                                   21             6            27           0           0            0           0             0            0
      West Kalimantan

      Kalimantan Utara
                                                    2             0            2           30           8            38          51            7            58
      North Kalimantan

      Riau                                         8              4            12          29           4            33          38            3            41

      Kalimantan Tengah
                                                   0              0            0             1          0             1          52            9            61
      Central Kalimantan

      Sulawesi Utara
                                                   93             21       114             121       26          147        200              33          233
      North Sulawesi

      Sulawesi Selatan
                                                   0              0            0             1          0             1      307             36          343
      South Sulawesi

      Sulawesi Tengah
                                                   0              0            0            0           0            0           83          15             98
      Central Sulawesi

      Sulawesi Tenggara
                                                 24               6        30              47           8            55          93            8          101
      Southeast Sulawesi

      Bali                                         26             2        28              23            1           24          43            4            47

      Papua                                        14              1           15           0           0            0           0             0            0

      Maluku                                    231               31      262          470           56          526         611             75          686

      Jawa Timur
                                                   35             4            39          125       16          141         210             31           241
      East Java

      Jawa Tengah
                                                105               18       123         344           44         388          839          122             961
      Central Java

      Jawa Barat
                                                 58              10        68              157          17       174         181           28            209
      West Java

      Banten                                       32             4            36          30           6            36           1            1             2




78   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 79
Tabel Komposisi Karyawan Kontrak Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah Kerja
Composition of Permanent Employees By Gender and Working
                                                                                                                                                                         (dalam satuan orang)
                                                                                                                                                                                   (in people)


                                                              2025                                                  2024                                           2023
 Wilayah Kerja
 Working Area                                Pria             Wanita                               Pria             Wanita                       Pria            Wanita
                                                                              Total                                              Total                                            Total
                                             Male             Female                               Male             Female                       Male            Female

 DIY Yogyakarta                                   115                  12            127                  618           164          782               378             140              518

 DKI Jakarta                                        23                  2            25                   36               5             41             45                9              54

 Nusa Tenggara Timur (NTT)
                                                     3                  0             3                    3               0              3              9                0               9
 East Nusa Tenggara (NTT)

 Nusa Tenggara Barat (NTB)
                                               1.025                 170        1.195                2.437             420         2.857              3.635            589           4.224
 West Nusa Tenggara (NTB)

 LUAR NEGERI
 OVERSEAS

 Timor Leste                                         1                  0              1                   0               0              0              0                0               0

 GRAND TOTAL                                   1.026                 170        1.196                2.437             420         2.857              3.635            589           4.224

Keterangan:
1) Tidak terdapat pegawai kontrak di wilayah kerja luar negeri.
Information:
1) There are no contract employees in overseas work areas.




KOMPOSISI KARYAWAN BERDASARKAN                                                                      COMPOSITION OF PERMANENT EMPLOYEES
WILAYAH KERJA DAN STATUS KEPEGAWAIAN                                                                BY GENDER AND WORKING AREA

Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Wilayah Kerja dan Status Kepegawaian
Table of Employee Composition Based on Work Area and Employment Status
                                                                                                                                                                         (dalam satuan orang)
                                                                                                                                                                                   (in people)


                                                         2025                                                   2024                                              2023

 Wilayah Kerja                                                                                                        Alih                                              Alih
 Working Area                      Tetap      Kontrak         Alih Daya     Jumlah     Tetap         Kontrak          Daya      Jumlah        Tetap      Kontrak        Daya      Jumlah
                                    Stay      Contract        Outsourcing    Total      Stay         Contract          Out-      Total         Stay      Contract        Out-      Total
                                                                                                                     sourcing                                          sourcing

 Kantor Pusat
                                      962                11        280        1253         1.007            127         308       1.442        1.136             59       298        1.493
 Head Office

 Kantor Divisi / Proyek               902           1184            226       2312         1.057           2.119        303      3.479         1.133          3.491       376       5.000

 Malaysia                                0               0             0        0             0                 0          0         0            0               0           0           0

 Timor Leste                             0               1             0         1            0                 0          0         0            0               0           0           0

 Filipina                                0               0             0        0             0                 0          0         0            0               0           0           0

 Taiwan                                  0               0             0        0             0                 0          0         0            0               0           0           0

 Kepulauan Solomon                       0               0             0        0             0                 0          0         0            0               0           0           0

 Jumlah
                                    1.864         1.196            506       3.566     2.064              2.246          611      4.921       2.269           3.550       674        6.493
 Total




                                                                                                                                                              PT Wijaya Karya (Persero) Tbk      79
Page 80
                           Profil Perusahaan
                           Company Profile




     KOMPOSISI KARYAWAN NON PEGAWAI/                                   COMPOSITION OF NON-EMPLOYEE/INTERNS
     MAGANG BERDASARKAN JENIS KELAMIN DAN                              BY GENDER AND PLACEMENT [GRI 2-8]
     PENEMPATAN [GRI 2-8]

     Tabel Komposisi Karyawan Magang Berdasarkan Gender
     Composition of Internship Employees By Gender


      Tahun                                  Pria                         Wanita                  Jumlah
                                                                 %                      %
      Year                                   Male                         Female                   Total

      2025                                    53                 44%        66         56%          119

      2024                                    87                 52%        79         48%         166

      2023                                    63                 44%        79         56%         142




     Tabel Komposisi Karyawan Magang Berdasarkan Penempatan
     Composition of Internship Employees By Placement


      Tahun                                         Penempatan            Pria       Wanita       Jumlah
      Year                                           Placement            Male       Female        Total

                                   Kantor Pusat
                                   Head Office                            42          58           100
      2025
                                   Proyek
                                   Project                                 11          8            19

                                   Kantor Pusat
                                                                          53           63          116
                                   Head Office
      2024
                                   Proyek
                                                                          34           16          50
                                   Project

                                   Kantor Pusat
                                                                          42          64           106
                                   Head Office
      2023
                                   Proyek
                                                                           21          15           36
                                   Project




80   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 81
                                                              Wilayah Operasional [OJK C.3, GRI 2-1]
                                                                                                  Operational Area [OJK C.3, GRI 2-1]




                  1


                                                                                   6
                                                         20
                       3
                                 4                                                                     9
                                          5
                                                                      7
                                     2
                                                                                                                                                      12
                                                                                                           10
                                                                                              8

                                              17
                                         16
                                              15    14
                                                                 13           11
                                                                                   19             18




Pada tahun 2025, Perseroan menjalankan kegiatan                                         In 2025, the Company operated in several regions across the
operasionalnya di beberapa wilayah di Negara Republik                                   Republic of Indonesia. The Company serves both domestic
Indonesia. Pasar yang dilayani oleh Perseroan adalah pasar                              and international markets. The operational areas for 2025
dalam negeri atau Indonesia dan pasar luar negeri. Wilayah                              are as follows.
operasional tahun 2025 adalah sebagai berikut.



                                                                          Dalam Negeri | Aceh

 Aceh | Aceh                                       Kalimantan Barat | West Kalimantan                           Jawa Barat | West Java

 Sumatera Utara | North Sumatra                    Kalimantan Utara | North Kalimantan                          D. I. Yogyakarta | Special Region of Yogyakarta

 Sumatra Barat | West Sumatra                      Sulawesi Selatan | South Sulawesi                            Banten | Banten

 Sumatera Selatan | South Sumatra                  Sulawesi Tengah | Central Sulawesi                           DKI Jakarta | Special Region of Jakarta

 Jambi | Jambi                                     Bali | Bali                                                  NTT | East Nusa Tenggara

 Kepulauan Riau | Riau Islands                     Papua Barat Daya | Southwest Papua                           Maluku Utara | North Maluku

 Kalimantan Timur | East Kalimantan                Jawa Timur | East Java

 Kalimantan Tengah | Central Kalimantan            Jawa Tengah | Central Java




Informasi alamat wilayah operasi telah disampaikan secara                               Information on the operational area addresses has been
rinci pada bab Profil Perusahaan Laporan Tahunan PT Wijaya                              presented in detail in the Company Profile chapter of the
Karya (Persero) Tbk tahun 2025.                                                         2025 Annual Report of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.




                                                                                                                                     PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   81
Page 82
                           Profil Perusahaan
                           Company Profile




     Aktivitas, Rantai Nilai dan
     Hubungan Bisnis Lainnya
     Activities, Value Chain, and Other Business Relationships




               Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara



     KEGIATAN USAHA YANG DIJALANKAN                                  BUSINESS ACTIVITIES UNDERTAKEN [OJK
     [OJK C.4, GRI 2-6]                                              C.4, GRI 2-6]


     Sesuai dengan Anggaran Dasar Nomor 7 tanggal 17 Januari         In accordance with Articles of Association No. 7 dated
     2024, maksud dan tujuan Perseroan adalah melakukan              January 17, 2024, the Company's purposes and objectives
     usaha di bidang industri konstruksi, industri pabrikasi,        are to engage in business in the construction industry,
     jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro industri,        manufacturing industry, rental services, agency services,
     industri energi, energi terbarukan dan energi konversi,         investment, agro-industry, energy industry, renewable energy
     penyelenggara perkeretaapian, penyelenggaraan pelabuhan,        and energy conversion, railway operations, port operations,
     penyelenggaraan kebandarudaraan, logistik, perdagangan,         airport operations, logistics, trade, engineering procurement
     engineering procurement construction, pengembangan dan          construction, area development and management, capacity
     pengelolaan kawasan, layanan peningkatan kemampuan di           building services in the construction sector, information
     bidang jasa konstruksi, teknologi informasi, jasa engineering   technology, engineering and planning services, investment
     dan perencanaan, investasi dan/atau pengelolaan usaha di        and/or business management in the field of basic infrastructure
     bidang prasarana dan sarana dasar (infrastruktur), untuk        and facilities, to produce high-quality and competitive goods
     menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan       and/or services to obtain/pursue profits and increase the
     berdaya saing kuat untuk mendapat/mengejar keuntungan           Company's value by implementing the principles of a Limited
     guna meningkatkan nilai Perseroan dengan menerapkan prinsip     Liability Company. Business activities based on the Articles
     Perseroan Terbatas. Kegiatan usaha berdasarkan Anggaran         of Association and business activities carried out in 2025 are
     Dasar dan kegiatan usaha yang dijalankan pada tahun 2025        detailed in the Company Profile section of the Annual Report.
     telah disampaikan secara rinci pada Laporan Tahunan bagian
     Profil Perusahaan.




82   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 83
RANTAI NILAI                                                            VALUE CHAIN

AKTIVITAS ORGANISASI, PRODUK, LAYANAN                                   ORGANIZATIONAL ACTIVITIES, PRODUCTS,
DAN PASAR YANG DILAYANI [OJK C.4, GRI 2-6]                              SERVICES, AND MARKETS SERVED [OJK C.4, GRI 2-6]

Perseroan merupakan perusahaan konstruksi terintegrasi yang             The Company is an integrated construction company with
memiliki 5 (lima) lini bisnis utama, segmen pasar yang dibidik          five (5) main business lines. The market segments targeted
Perseroan adalah proyek-proyek konstruksi dan turunannya,               by the Company include construction projects and their
baik yang dikembangkan oleh Pemerintah maupun oleh pihak                derivatives, developed by both the Government and private
swasta. Sesuai dengan Anggaran Dasar terakhir, produk dan               sector. In accordance with the latest Articles of Association,
jasa yang ditawarkan oleh WIKA adalah sebagai berikut:                  the products and services offered by WIKA are as follows:

1.   Infrastruktur dan Gedung                                           1.   Infrastructure and Buildings
     Lini bisnis ini terdiri dari bidang usaha jasa konstruksi sipil         This business line consists of civil construction services
     dan konstruksi gedung. Segmen pasar yang dibidik WIKA                   and building construction services. The market segment
     di lini bisnis ini adalah proyek konstruksi sipil dan gedung            targeted by WIKA in this line includes large-scale, high-
     berskala nasional dan berteknologi tinggi.                              technology national civil and building construction projects.

     Lini bisnis konstruksi sipil membawahi sejumlah sub bidang              The civil construction business line covers several sub-
     usaha yang meliputi pembangunan sarana dan prasarana                    sectors, including the development of facilities and
     seperti jalan, jembatan, irigasi, sistem pengelolaan air                infrastructure such as roads, bridges, irrigation systems,
     minum dan prasarana perhubungan. Kini pekerjaannya                      drinking water management systems, and transportation
     tidak sekedar sebagai kontraktor melainkan juga mencakup                infrastructure. Currently, its scope of work is no longer
     rancang bangun (design and build) dari mulai proses                     limited to contracting services, but also includes design
     perencanaan hingga proses konstruksi.                                   and build, from planning through construction.

     Sedangkan bidang konstruksi gedung meliputi                             Meanwhile, the building construction sector includes
     pembangunan hunian dan bangunan fasilitas publik.                       residential developments and public facility buildings.
     Bidang konstruksi gedung WIKA telah mampu melakukan                     WIKA’s building construction division is capable of
     pekerjaan rancang bangun atau design and build sejak                    executing design-and-build projects from the planning
     proses perencanaan sampai proses konstruksi. Sub                        stage through construction. Sub-sectors of residential
     bidang usaha jasa konstruksi bangunan hunian meliputi                   construction services include apartments, condominiums,
     pembangunan apartemen, kondominium, hotel, rumah                        hotels, low-cost apartments, and housing complexes.
     susun, dan kompleks perumahan.

2. Energi dan Industrial Plant                                          2. Energy and Industrial Plant
   Lini bisnis ini terdiri dari bidang usaha Energi dan                    This business line consists of Energy and Industrial Plant
   Industrial Plant. Bidang usaha energi ini meliputi jasa EPC             services. The energy sector covers EPC (Engineering,
   (Engineering, Procurement dan Construction) di bidang                   Procurement, and Construction) services in electricity
   ketenagalistrikan. Berbagai jenis pembangkit listrik telah              generation. WIKA has delivered various types of power
   mampu dihasilkan oleh WIKA antara lain PLTU, PLTG/MU,                   plants, including coal-fired power plants (PLTU), gas
   PLTA, PLTD/MG, PLTP, PLTS dan lain sebagainya.                          turbine/multi-unit power plants (PLTG/MU), hydropower
                                                                           plants (PLTA), diesel power plants (PLTD/MG), geothermal
                                                                           power plants (PLTP), solar power plants (PLTS), and others.

     Sedangkan pada bidang usaha Industrial Plant berfokus pada              The Industrial Plant sector focuses on developing
     membangun suatu processing plant, yang terdiri atas fasilitas           processing plants, consisting of building facilities,
     bangunan, serangkaian fasilitas mesin, peralatan dan fasilitas-         machinery systems, equipment, and supporting
     fasilitas penunjang lainya sehingga dapat terbentuk suatu proses        facilities to enable production processes from raw
     produksi dari raw material menjadi produk tertentu, di antaranya        materials into specific products. These include Alumina




                                                                                                                 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   83
Page 84
                           Profil Perusahaan
                           Company Profile




          Alumina Plant, Ferronickel Plant, Cement Plant, CPO Plant, Sugar        Plants, Ferronickel Plants, Cement Plants, CPO Plants,
          Plant, Steel Plant, Copper Smelter Plant, NPK Granulation Plant         Sugar Plants, Steel Plants, Copper Smelter Plants, NPK
          dan lain sebagainya. Kompetensi WIKA dalam bidang usaha ini             Granulation Plants, and others. WIKA’s competence in
          juga meliputi sektor Oil & Gas. Berbagai fasilitas Oil & Gas yang       this sector also includes Oil & Gas, covering facilities
          telah dihasilkan oleh WIKA antara lain pipeline, tank terminal,         such as pipelines, tank terminals, gas processing facilities,
          gas processing facility, serta refinery.                                and refineries.

     3. Industri                                                              3. Industry
        Lini bisnis industri merupakan pilar pendukung dari                      The industrial business line serves as a supporting pillar
        kompetensi inti WIKA. Dalam lini bisnis industri ini terdapat            for WIKA’s core competencies. This line produces various
        berbagai variasi dari produk-produk pendukung aktivitas                  construction-supporting products, including:
        konstruksi yang dihasilkan, seperti:
        - Beton, yaitu: produk beton pra cetak, seperti PC Poles,                 -  Concrete, such as precast concrete products: PC Poles,
            PC Piles, Railway Sleeper CP, Bridge Concrete, Sheet                     PC Piles, Railway Sleeper CP, Bridge Concrete, Sheet Piles,
            Pile, PC Pipes, RC Box Culvert, Marine Structure CP,                     PC Pipes, RC Box Culverts, Marine Structure CP, HCS, PC
            HCS, PC Cylinder dan Rigid Pavement Fabricated;                          Cylinders, and fabricated rigid pavement.
        - Industri, yaitu: fabrikasi baja dengan menghasilkan                    - Manufacturing, including steel fabrication producing steel
            produk konstruksi baja, struktur rangka baja, conveyor,                  construction products, steel frame structures, conveyors,
            pipe rack, tower telekomunikasi, tower transmisi listrik,                pipe racks, telecommunication towers, power transmission
            jembatan rangka baja, tanki baja, silo, hopper, pressure                 towers, steel truss bridges, steel tanks, silos, hoppers,
            vessel, welded beam dan steel plate work lainnya serta                   pressure vessels, welded beams, other steel plate works,
            aluminium casting dan plastic injection;                                 as well as aluminum casting and plastic injection.
        - Bitumen, yaitu: granular asphalt dan extraction asphalt.               - Bitumen, including granular asphalt and extracted asphalt.
        - Renewable Energy , yaitu: solar PV Modules &                           - Renewable Energy, including solar PV modules and
            Components, Rooftop System, Solar Centralized                            components, rooftop systems, centralized hybrid solar
            Hybrid System, Solar Pump System, Solar Home                             systems, solar pump systems, solar home systems, solar
            System, Solar Street Lights, Electric Vehicle battery,                   street lights, electric vehicle batteries, portable energy
            Portable Energy Storage, Energy Storage System,                          storage, energy storage systems, solar water heaters,
            Solar Water Heater, AirCob Water Heater, Heatpump,                       AirCob water heaters, heat pumps, electric water heaters,
            Electric Water Heater, LED Lightings, LTSHE.                             LED lighting, and LTSHE
                                                                                 - .
     4. Realti dan Properti                                                   4. Realty and Property
        Melalui lini bisnis Realti dan Properti, WIKA berkomitmen                Through its Realty and Property business line, WIKA is
        untuk menghadirkan properti yang berkualitas dan ideal                   committed to delivering high-quality properties tailored
        untuk berbagai segmen pasar. Lini bisnis ini menjadi                     to various market segments. This line serves as a key
        andalan dalam menyambut peluang besar, seperti                           driver in capturing major opportunities such as new city
        pengembangan kota baru dan program Pemerintah                            developments and Government programs aimed at
        dalam mendorong pemenuhan kebutuhan hunian untuk                         meeting public housing needs.
        masyarakat. WIKA melalui anak usahanya yaitu WIKA                        Through its subsidiary, WIKA Realty, the Company has
        Realty telah sukses mengembangkan produk unggulan                        successfully developed its flagship product “Tamansari.”
        “Tamansari”. Dengan mengusung makna di balik nama                        Reflecting the meaning of Tamansari as a royal retreat,
        Tamansari yang berarti peristirahatan raja, WIKA Realty                  WIKA Realty integrates architectural beauty, natural
        berhasil menggabungkan keindahan arsitektur, unsur alam                  elements, and local wisdom across various regions in
        dan kearifan lokal di berbagai daerah di Indonesia sehingga              Indonesia, creating comfortable and environmentally
        tercipta konsep hunian yang asri dan nyaman.                             harmonious residential concepts.

     5. Investasi                                                             5. Investment
        Sebagai salah satu strategi guna memiliki bisnis yang                    As part of its strategy to build a more stable business in the
        lebih stabil kedepannya, WIKA kini semakin aktif dalam                   future, WIKA is increasingly active in investment activities.
        melakukan kegiatan investasi. Melalui berbagai investasi                 These investments are expected to increase WIKA’s
        yang dijalankan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan                  recurring income portion. The Company’s investments
        porsi recurring income WIKA. Investasi yang dilakukan                    cover various sectors, including infrastructure, energy,
        Perseroan mencakup berbagai sektor seperti infrastruktur,                transportation, and area development. In carrying out
        energi, transportasi serta pengembangan kawasan. Dalam                   these investments, the Company also affiliates with
        melakukan kegiatan investasi tersebut, Perseroan juga                    several other companies to build a larger and more
        berafiliasi dengan beberapa perusahaan lain sebagai upaya                diversified investment portfolio.
        untuk memperoleh portofolio investasi yang semakin besar.




84   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 85
Informasi mengenai kegiatan usaha menurut Anggaran                   Information regarding business activities according to the
Dasar Perusahaan telah disajikan secara rinci pada bab Profil        Company's Articles of Association has been presented in
Perusahaan Laporan Tahunan Perseroan tahun 2025.                     detail in the Company Profile chapter of the Company's 2025
                                                                     Annual Report.

RANTAI PASOK [GRI 2-6]                                               SUPPLY CHAIN [GRI 2-6]

Perseroan berkomitmen untuk memperkuat peran pemasok                 The Company is committed to strengthening the role of
lokal dalam operasional bisnisnya. Komitmen ini tertuang             local suppliers in its business operations. This commitment
dalam Surat Edaran Nomor SE.01.01/A.DIR.00367/2021                   is outlined in Circular Letter No. SE.01.01/A.DIR.00367/2021
tentang Upaya Memaksimalkan Penggunaan Produk atau                   concerning Efforts to Maximize the Use of Products or Goods
Barang dari Industri Dalam Negeri. Dalam melakukan kegiatan          from Domestic Industries. In carrying out its operations, the
operasionalnya, Perseroan telah melibatkan beberapa                  Company has involved several suppliers, including:
di antaranya:


 Kategori Pemasok                                                               Hal yang Dipasok Mitra
 Supplier Categories                                                                Supplied Items

 Material Konstruksi                         Semen, baja, beton practak, aspal, bahan kimia konstruksi
 Construction Materials                      Cement, steel, precast concrete, asphalt, construction chemicals

 Komponen Pabrikasi                          Struktur baja, girder jembatan, komponen beton, alat mekanikal-elektrikal
 Fabrication Components                      Steel structures, bridge girders, concrete components, mechanical and electrical equipment

 Vendor Jasa Proyek                          Sub-kontraktor sipil/ME, konsultan teknik, jasa logistik dan pengiriman
 Project Service Vendors                     Civil/ME subcontractors, engineering consultants, logistics and delivery services

                                             Alat berat, mesin konstruksi, rigging, crane
 Peralatan & Machinery
                                             Heavy equipment, construction machinery, rigging, cranes
 Equipment & Machinery

 Jasa Pendukung Operasional                  Keamanan, cleaning, catering, tenaga ahli, IT, O&M
 Operational Support Service                 Security, cleaning, catering, expert personnel, IT, O&M



Pada tahun 2025, Perseroan telah melibatkan pemasok lokal            In 2025, the Company has engaged 1,523 local suppliers
sebanyak 1.523 pemasok dengan nilai kontrak Rp8.314miliar            with a contract value of Rp8,314 billion and 3 (three) foreign
dan pemasok yang berasal dari luar negeri sebanyak 3 (tiga)          suppliers with a contract value of Rp42 billion.
pemasok dengan nilai kontrak Rp42 miliar.

ENTITAS HILIR [GRI 2-6]                                              DOWNSTREAM ENTITIES [GRI 2-6]

Dalam upaya memperkuat fondasi bisnis dan menciptakan                In an effort to strengthen its business foundation and create
nilai tambah yang berkelanjutan, Perseroan secara konsisten          sustainable added value, the Company consistently prioritizes
memprioritaskan pemanfaatan sumber daya barang dan jasa              the utilization of goods and services resources from across
dari seluruh portofolio Entitas Anak. Untuk memfasilitasi            its Subsidiary Entity portfolio. To facilitate more efficient,
sinergi yang lebih efisien, transparan, dan terukur, Perseroan       transparent, and measurable synergies, the Company has
telah mengimplementasikan platform pengadaan terpadu                 implemented a single integrated procurement platform, WISE
tunggal, WISE (Wijaya Karya Integrated Supplier Ecosystem).          (Wijaya Karya Integrated Supplier Ecosystem).

Pada tahun 2025, komitmen untuk kolaborasi internal semakin          In 2025, the commitment to internal collaboration was further
diintensifkan, didorong oleh integrasi digital melalui WISE          intensified, driven by digital integration through WISE, which
yang menjadi tulang punggung sinergi antar-anak perusahaan.          serves as the backbone of synergy between subsidiaries.
Platform ini memungkinkan perencanaan, pengadaan,                    This platform enables synchronized planning, procurement,
dan logistik yang tersinkronisasi, mengurangi redundansi,            and logistics, reducing redundancy, optimizing costs, and
mengoptimalkan biaya, dan memperkuat rantai pasok internal.          strengthening the internal supply chain. PT Wijaya Karya
PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi dan PT Wijaya Karya              Rekayasa Konstruksi and PT Wijaya Karya Bangunan Gedung
Bangunan Gedung Tbk telah terintegrasi penuh ke dalam                Tbk have been fully integrated into WISE, pioneering the
WISE, menjadi perintis dalam transformasi digital ekosistem          digital transformation of the Group's procurement ecosystem.
pengadaan Grup.




                                                                                                                  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   85
Page 86
                           Profil Perusahaan
                           Company Profile




      ENTITAS ANAK                                                                             SINERGI
      SUBSIDIARY                                                                               SINERGY

                                          Perseroan memanfaatkan keunggulan WIKA Beton sebagai produsen beton pracetak terbesar di Indonesia dan Asia
                                          Tenggara. Melalui platform WISE, pengadaan dan penjadwalan pasokan beton untuk berbagai proyek Grup menjadi
                                          lebih terintegrasi. Fokus 2025 adalah pada pengembangan produk beton ramah lingkungan (green concrete) yang
                                          didistribusikan melalui ekosistem digital untuk mendukung target dekarbonisasi
      PT Wijaya Karya Beton Tbk
                                          The Company leverages the strengths of WIKA Beton as the largest precast concrete producer in Indonesia and
                                          Southeast Asia. Through the WISE platform, concrete procurement and supply scheduling for various Group
                                          projects become more integrated. The 2025 focus is on developing environmentally friendly concrete products
                                          (green concrete), distributed through a digital ecosystem to support decarbonization targets.

                                          Melalui PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, Perseroan memfokuskan pada layanan konstruksi terintegrasi
                                          dengan dukungan teknologi terdepan dalam memberikan solusi pekerjaan konstruksi secara menyeluruh
                                          dengan mengutamakan quality and safety untuk melayani pasar pemerintah, BUMN atau BUMD dan swasta di
                                          Indonesia. Sebagai salah satu pelopor integrasi, sinergi dengan WIKA Gedung diperkuat melalui platform WISE
                                          untuk pengadaan material dan jasa subkonstruksi yang lebih efisien. Hal ini mendukung pendekatan konstruksi
                                          terintegrasi 4.0 mereka, yang mengedepankan BIM dan IoT. Fokus layanan mencakup pembangunan gedung pintar
      PT Wijaya Karya Bangunan
                                          dan fasilitas kesehatan.
      Gedung Tbk
                                          Through PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, the Company focuses on integrated construction services
                                          supported by leading-edge technology to deliver comprehensive construction solutions, prioritizing quality
                                          and safety to serve government, SOEs/ROEs, and private sector markets in Indonesia. As one of the pioneers
                                          of integration, synergy with WIKA Gedung is strengthened through the WISE platform for more efficient
                                          procurement of materials and subcontracted services. This supports their Integrated Construction 4.0 approach,
                                          which emphasizes BIM and IoT. Service focus includes smart building development and healthcare facilities.

                                          PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi, berperan kunci dalam mendukung proyek-proyek strategis nasional
                                          seperti kilang dan fasilitas energi terbarukan. Rencana integrasi WISE akan mengoptimalkan pengadaan material
                                          fabrikasi baja dan layanan berat, memastikan ketepatan waktu dan kontrol biaya yang lebih baik dalam mendukung
      PT Wijaya Karya Industri dan        proyek-proyek di lingkungan Perseroan.
      Konstruksi                          PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi plays a key role in supporting national strategic projects such as refineries
                                          and renewable energy facilities. Planned integration with WISE will optimize procurement of steel fabrication
                                          materials and heavy services, ensuring timeliness and better cost control in supporting projects across the
                                          Company’s environment.

                                          Sebagai entitas terintegrasi WISE, sinergi difokuskan pada efisiensi pengadaan material mekanikal dan elektrikal
                                          (MEP) yang kompleks. Platform digital ini memungkinkan pelacakan real-time dan pengelolaan inventaris,
      PT Wijaya Karya Rekayasa            mendukung layanan operasi dan pemeliharaan (O&M) yang lebih andal serta penerapan digital twin
      Konstruksi                          As a WISE-integrated entity, synergy is focused on improving efficiency in procuring complex mechanical and
                                          electrical (MEP) materials. This digital platform enables real-time tracking and inventory management, supporting
                                          more reliable operations and maintenance (O&M) services as well as the implementation of digital twins.

                                          Sinergi bersama WIKA Realty dalam pengembangan kawasan berkelanjutan akan didukung oleh transparansi dan
                                          efisiensi pengadaan melalui WISE. Hal ini penting untuk mengelola pasokan material dalam proyek mixed-use
                                          development dan township yang besar, dengan fokus pada material bersertifikasi hijau.
      PT Wijaya Karya Realty
                                          Synergy with WIKA Realty in sustainable area development will be supported by procurement transparency and
                                          efficiency through WISE. This is essential for managing material supply in large mixed-use developments and
                                          townships, with a focus on green-certified materials.

                                          Sinergi dalam penyediaan Aspal Buton untuk program jalan nasional akan semakin dioptimalkan dengan rencana
                                          integrasi ke WISE. Platform ini akan mempermudah penjadwalan pengiriman dan manajemen stok material
                                          strategis ini di berbagai lokasi proyek Grup, mendukung ketahanan material lokal
      PT Wijaya Karya Bitumen
                                          Synergy in the provision of Buton Asphalt for the national road program will be further optimized through planned
                                          integration with WISE. The platform will simplify delivery scheduling and strategic material stock management
                                          across Group project locations, supporting local material resilience.

                                          Terkait pembangunan jalan tol Serang-Panimbang, Perseroan bersinergi dengan PT Wijaya Karya Serang Panimbang.
                                          Melalui WIKA Serang-Panimbang, Perseroan dapat menghubungkan Kota Serang - Rangkas Bitung - Bojong -
                                          Panimbang di Provinsi Banten sepanjang 83,67 KM.Pengoperasian Jalan Tol Serang-Panimbang memerlukan
                                          pasokan suku cadang dan layanan perawatan yang andal. Integrasi dengan WISE dapat mengoptimalkan pengadaan
      PT Wijaya Karya Serang              untuk kebutuhan operasi dan pemeliharaan (O&M) tol, serta pengembangan area rest service
      Panimbang                           With regard to the development of Serang–Panimbang toll road, the Company collaborates with PT Wijaya Karya
                                          Serang Panimbang. Through WIKA Serang–Panimbang, the Company connects Serang City – Rangkas Bitung –
                                          Bojong – Panimbang in Banten Province over a total length of 83.67 km. Operation of Serang–Panimbang Toll Road
                                          requires reliable spare parts supply and maintenance services. Integration with WISE can optimize procurement
                                          for toll road operations and maintenance (O&M) needs, as well as the development of rest service areas.

                                          Melalui sinerginya bersama PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur, Perseroan mendukung tercapainya akses terhadap sumber
                                          air minum aman dan fasilitas sanitasi layak, dengan 85% memenuhi Standar Pelayanan Air Minum (SPM) dan 15%
                                          akses air minum aman.
      PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur
                                          Through its synergy with PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur, the Company supports the achievement of access to safe
                                          drinking water sources and adequate sanitation facilities, with 85% meeting Drinking Water Service Standards
                                          (SPM) and 15% gaining access to safe drinking water.




86   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 87
HUBUNGAN BISNIS LAIN YANG RELEVAN                               OTHER RELEVANT BUSINESS
[GRI 2-6]                                                       RELATIONSHIPS [GRI 2-6]
Selain itu, Perseroan juga melakukan Kerja Sama Operasi         In addition, the Company also engages in Joint Operations
(KSO) dalam berbagai proyek. Berikut KSO yang dilakukan         (JO) on various projects. The JOs undertaken in 2025 are
pada tahun 2025 adalah sebagai berikut.                         as follows.


 KERJA SAMA OPERASI                                                                            PARTNER KSO
 JOINT OPERATIONS                                                                               JO PARTNER
 RSUD Bobong Kab. Taliabu                                                                         Swasta
 Bobong Regional Public Hospital (RSUD), Taliabu Regency                                          Private
 Pengendalian Banjir Tenggang I                                                                   Swasta
 Tenggang I Flood Control Project                                                                 Private
 Pembangunan RSUD Maba Halmahera Timu                                                             Swasta
 Construction of Maba Regional Public Hospital, EastHalmahera                                     Private
 Gedung Financial Mandiri PIK                                                                     BUMN
 Mandiri Financial Building, PIK                                                                   SOE
 Jalan Paket G di KIPP 1B-1C                                                                      Swasta
 Package G Road Development at KIPP 1B–1C                                                         Private
 Penanganan Longsor Cisumdawu KM 177                                                              BUMN
 Cisumdawu Landslide Mitigation at KM 177                                                          SOE
 JSDP Zona 6 WWTP Package 1                                                                       Swasta
 JSDP Zone 6 WWTP Package 1                                                                       Private
 Pembangunan Jalan Kawasan Yudikatif                                                              BUMN
 Judicial District Road Development                                                                SOE
 Waterflood Menggala North & Sintong                                                              BUMN
 Waterflood Menggala North & Sintong                                                               SOE
 KSCS Package 3 Karian - Serpong                                                                  Swasta
 KSCS Package 3 Karian–Serpong                                                                    Private
 Pemb. Reservoir DC Semanan                                                                       Swasta
 Construction of DC Semanan Reservoir                                                             Private
 Pembangunan SR Provinsi Aceh 1                                                                   BUMN
 SR Development, Aceh Province 1                                                                   SOE
 Pembangunan SR Provinsi Jateng 1                                                                 Swasta
 SR Development, Central Java Province 1                                                          Private
 Pemb. RS Central Medical SARDJITO                                                                BUMN
 Construction of Sardjito Central Medical Hospital                                                 SOE
 Pengendalian Banjir Merauke Paket 2                                                              Swasta
 Merauke Flood Control Package 2                                                                  Private
 Pekerjaan Konstruksi Extended MRT                                                                Swasta
 Extended MRT Construction Works                                                                  Private
 Akses Tol Patimban Paket 2                                                                       BUMN
 Patimban Toll Road Access Package 2                                                               SOE
 Pembangunan FO Muara Enim                                                                        Swasta
 Development of Muara Enim FO                                                                     Private
 Rehabilitasi Bendung Jatimlerek                                                                  Swasta
 Rehabilitation of Jatimlerek Weir                                                                Private
 Pemb. Asrama dan Prasarana CYSC
                                                                                                  Private
 Construction of CYSC Dormitory and Supporting Facilities
 Pembangunan Gedung dan kawsan DPR II                                                             BUMN
 Construction of DPR II Building and Area                                                          SOE
 Pembangunan Gedung dan Kawasan MPR                                                               BUMN
 Construction of MPR Building and Area                                                             SOE
 Pembangunan SR Provinsi Kalbar                                                                   Swasta
 SR Development, West Kalimantan Province                                                         Private
 Pipanisasi Belawan - Labuhan Batu                                                                BUMN
 Belawan–Labuhan Batu Pipeline Project                                                             SOE




                                                                                                   PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   87
Page 88
                           Profil Perusahaan
                           Company Profile




     PERUBAHAN PERUSAHAAN YANG                                      SIGNIFICANT ORGANIZATIONAL
     BERSIFAT SIGNIFIKAN PADA ORGANISASI                            CHANGES IN THE COMPANY [OJK C.6, GRI 2-6]
     [OJK C.6, GRI 2-6]


     Di tahun 2025, terdapat perubahan perusahaan yang bersifat     In 2025, the Company underwent significant changes. As a
     signifikan. Perseroan yang termasuk ke dalam Badan Usaha       State-Owned Enterprise (SOE), the Company experienced a
     Milik Negara mengalami perubahan pemegang saham berupa         change in shareholding structure through the transfer of the
     pengalihan kepemilikan saham Negara Republik Indonesia dari    Republic of Indonesia’s share ownership from the Ministry of
     Kementerian Badan Usaha Milik Negara kepada PT Danantara.      State-Owned Enterprises to PT Danantara.

     Pengalihan kepemilikan 36.291.702.780 Seri B milik Negara      Transfer of ownership of 36,291,702,780 Series B shares
     Republik Indonesia atau sebesar 91,018 % (sembilan puluh       owned by the Republic of Indonesia, representing 91.018%
     satu koma nol satu delapan persen) dari seluruh saham yang     (ninety-one point zero one eight percent) of total issued
     telah dikeluarkan dan disetor penuh dalam Perseroan melalui    and fully paid-up shares in the Company. This transfer was
     proses inbreng yang dilaksanakan Negara Republik Indonesia     carried out through an inbreng (capital injection in the form
     kepada Perusahaan Perseroan (Persero) PT Biro Klasifikasi      of non-cash assets) process executed by the Republic of
     Indonesia merupakan pelaksanaan Peraturan Pemerintah           Indonesia to Perusahaan Perseroan (Persero) PT Biro Klasifikasi
     Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2025 tanggal 21 Maret        Indonesia, constituted the implementation of Government
     2025 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik       Regulation of the Republic of Indonesia No. 15 of 2025 dated
     Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan            March 21, 2025, concerning the Increase of the Republic of
     (Persero) PT Biro Klasifikasi Indonesia Untuk Pendirian        Indonesia’s State Capital Participation into the Share Capital
     Holding Operasional.                                           of Perusahaan Perseroan (Persero) PT Biro Klasifikasi Indonesia
                                                                    for the Establishment of an Operational Holding.

     Dengan kepemilikan saham Negara Republik Indonesia pada        With the Republic of Indonesia holding 100% share ownership
     Perusahaan Perseroan (Persero) PT Biro Klasifikasi Indonesia   in Perusahaan Perseroan (Persero) PT Biro Klasifikasi Indonesia
     sebesar 100% dan kepemilikan saham preferen Perseroan yakni    and retaining ownership of the Company’s Series A Dwiwarna
     saham Seri A Dwiwarna dalam Perseroan maka pelaksanaan         (golden share), the execution of share transfer does not alter
     pengalihan saham tersebut tidak mengubah pengendalian          the control of the Republic of Indonesia over the Company.
     Negara Republik Indonesia pada Perseroan, di mana semula       The control, which was previously exercised through direct
     dilakukan melalui pemilikan langsung menjadi pemilikan tidak   ownership, is now exercised indirectly through Perusahaan
     langsung, melalui Perusahaan Perseroan (Persero) PT Biro       Perseroan (Persero) PT Biro Klasifikasi Indonesia.
     Klasifikasi Indonesia.




88   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 89
                                                Keanggotaan Asosiasi [OJK C.5, GRI 2-28]
                                                                   Association Membership [OJK C.5, GRI 2-28]


Sepanjang tahun 2025, Perseroan secara aktif telah tergabung             Throughout 2025, the Company actively participated in
dalam berbagai asosiasi profesional dan organisasi lainnya.              various professional associations and other organizations.
Keanggotaan ini tidak hanya memperluas jaringan bisnis dan               These memberships not only expanded its business network
komunikasi dengan pelaku industri sejenis, tetapi juga menjadi           and communication with similar industry players but also
sarana penting untuk melibatkan pemangku kepentingan                     served as an important means of engaging stakeholders in
dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai tantangan                    addressing and resolving various operational challenges. As of
operasional. Hingga akhir periode pelaporan, Perseroan tercatat          the end of the reporting period, the Company was a member
sebagai anggota dari beberapa asosiasi dan organisasi berikut:           of the following associations and organizations:



 Nama Organisasi/Asosiasi                                               Ruang Lingkup        Posisi Keikutsertana   Jatuh Tempo Keanggotaan
 Name of Organization/Association                                      Scope of Activities          Position        Membership Expiration Date

 Kamar Dagang dan Industri (KADIN)                                         Nasional               Anggota               01 Desember 2025
 Indonesian Chamber of Commerce and Industry (KADIN)                       National               Member                December 1, 2025

 Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI)                                       Nasional               Anggota              31 Desember 2025
 Indonesian Contractors Association (AKI)                                  National               Member               December 31, 2025

 Gabungan Perusahaan Nasional Rancang Bangun Indonesia (GAPENRI)
                                                                           Nasional               Anggota              31 Desember 2025
 Indonesian National Association of Design and Construction
                                                                           National               Member               December 31, 2025
 Companies (GAPENRI)

 Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI)
                                                                           Nasional               Anggota               18 Februari 2026
 Indonesian National Construction Implementer Association
                                                                           National               Member                February 18, 2026
 (GAPENSI)

 Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNI-BB)                  Nasional               Anggota              31 Desember 2025
 Indonesian National Committee for Large Dams (KNI-BB)                     National               Member               December 31, 2025

 Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI)                Nasional               Anggota              31 Desember 2025
 Indonesian Electrical and Mechanical Contractors Association (AKLI)       National               Member               December 31, 2025




                                                                                                                      PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   89
Page 90
Penjelasan
Direksi
Board of Directors
Penjelasan Direksi
Explanation
Page 91

          
Page 92
                             Penjelasan Direksi
                             Board of Directors Explanation




     Penjelasan Direksi [OJK D.1]
     Board of Directors’ Statement [OJK D.1]




                                         DIREKTUR
                                          UTAMA
                                                               President
                                                               Director




                                                               Agung
                                                               Budi
                                                               Waskito
92   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 93
Pemegang saham dan pemangku kepentingan yang                     Dear shareholders and stakeholders,
kami hormati,

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,       First and foremost, let us express our gratitude to God
atas rahmat dan karunia-Nya sehingga Perseroan mampu             Almighty for His blessings and grace, which have enabled
menghadapi berbagai tantangan dan mencapai capaian               the Company to overcome various challenges and achieve
signifikan sepanjang tahun 2025. Laporan Keberlanjutan           significant accomplishments throughout 2025. This
ini disusun sebagai bentuk komitmen Perseroan dalam              Sustainability Report has been prepared as a manifestation of
mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan           the Company’s commitment to supporting the achievement
melalui seluruh kegiatan operasional. Sebagai perusahaan         of the Sustainable Development Goals (SDGs) through all
yang beroperasi di sektor konstruksi, Perseroan menyadari        of its operational activities. As a company operating in
bahwa keberlanjutan tidak hanya terkait dengan pencapaian        the construction sector, the Company recognizes that
kinerja keuangan, tetapi juga mencakup upaya memberikan          sustainability is not solely related to financial performance,
dampak positif yang nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan       but also encompasses efforts to generate tangible positive
seluruh pemangku kepentingan.                                    impacts for society, the environment, and all stakeholders.

Dalam laporan ini, izinkan kami menyampaikan Penjelasan          In this report, we would like to present the Board of Directors’
Direksi yang terdiri dari beberapa bahasan meliputi kebijakan    Statement covering several key topics, including policies to
untuk merespon tantangan dalam pemenuhan strategi                address challenges in fulfilling the sustainability strategy, the
keberlanjutan, penerapan pembangunan berkelanjutan, dan          implementation of sustainable development, and strategies
strategi pencapaian target. Kami berharap laporan ini dapat      to achieve the established targets. We truly hope this report
menyajikan informasi yang transparan dan bermanfaat bagi         can provide transparent and valuable information for all
seluruh pemangku kepentingan, sekaligus mencerminkan             stakeholders, while reflecting the Company’s commitment to
komitmen Perseroan untuk terus berperan aktif dalam              actively contributing to a better and more sustainable future.
mewujudkan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.

KEBIJAKAN UNTUK MERESPON                                         POLICIES TO ADDRESS CHALLENGES IN
TANTANGAN DALAM PEMENUHAN                                        IMPLEMENTING THE SUSTAINABILITY
STRATEGI KEBERLANJUTAN [GRI 2-22]                                STRATEGY [GRI 2-22]

Perseroan berkomitmen untuk mengintegrasikan nilai-              The Company is committed to integrating sustainability values
nilai keberlanjutan dalam seluruh kegiatan bisnisnya. Nilai      into all of its business activities. The Company’s sustainability
keberlanjutan yang dimiliki Perseroan mengacu pada               values refer to the core values of Human Resources of State-
nilai-nilai utama (Core Values) Sumber Daya Manusia              Owned Enterprises (AKHLAK), namely Trustworthy (Amanah),
Badan Usaha Milik Negara terdiri dari Amanah, Kompeten,          Competent (Kompeten), Harmonious (Harmonis), Loyal
Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif (AKHLAK) yang           (Loyal), Adaptive (Adaptif), and Collaborative (Collaborative),
telah selaras dengan nilai-nilai keberlanjutan. Sebagai          which are aligned with sustainability principles. As part of a
bagian dari Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN),          State-Owned Enterprise (SOE), the Company continuously
Perseroan senantiasa menanamkan budaya Perseroan dengan          instills its corporate culture by implementing and internalizing
mengimplementasikan dan menginternalisasi nilai utama            the AKHLAK core values across all employees.
AKHLAK kepada seluruh pegawai Perseroan.

Namun, Perseroan menyadari bahwa dalam penerapan nilai-          However, the Company acknowledges that in implementing
nilai keberlanjutan, masih terdapat sejumlah isu dan tantangan   sustainability values, several issues and challenges remain.
yang dihadapi antara lain dinamika perubahan regulasi,           These include evolving regulatory dynamics, increasing
peningkatan ekspektasi pemangku kepentingan terhadap             stakeholder expectations regarding ESG performance, the
kinerja ESG, kebutuhan integrasi prinsip keberlanjutan dalam     need to integrate sustainability principles throughout the
seluruh rantai nilai proyek, serta tantangan dalam memperkuat    project value chain, and challenges in strengthening human




                                                                                                         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   93
Page 94
                             Penjelasan Direksi
                             Board of Directors Explanation




     kapasitas sumber daya manusia dan sistem pendukung yang            capital capacity and supporting systems that are aligned
     selaras dengan praktik keberlanjutan. Selain itu, kompleksitas     with sustainability practices. In addition, the complexity of
     operasional proyek konstruksi yang tersebar di berbagai            construction project operations spread across various regions
     wilayah dengan karakteristik risiko lingkungan dan sosial          with diverse environmental and social risk characteristics
     yang beragam turut menjadi tantangan dalam memastikan              presents challenges in ensuring consistent and effective
     penerapan prinsip keberlanjutan secara konsisten dan efektif       implementation of sustainability principles across all
     di seluruh lini operasional Perseroan.                             operational lines of the Company.

     Sebagai upaya untuk mengatasi tantangan tersebut,                  To address these challenges, the Company continuously
     Perseroan secara berkelanjutan memperkuat komitmen dan             strengthens its sustainability commitment and implementation
     implementasi keberlanjutan melalui penyusunan kebijakan            through the development of sustainability policies and
     dan strategi keberlanjutan yang terintegrasi dengan strategi       strategies integrated with business strategies, enhancement
     bisnis, peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui         of human capital competencies through training programs
     program pelatihan dan internalisasi nilai-nilai keberlanjutan,     and the internalization of sustainability values, as well as
     serta penguatan tata kelola dan sistem manajemen yang              strengthening governance and management systems that
     mendukung pengelolaan aspek lingkungan, sosial, dan tata           support measurable and accountable environmental, social,
     kelola secara terukur dan akuntabel.                               and governance management.

     Kebijakan dan strategi keberlanjutan mencerminkan komitmen         The Company’s sustainability policies and strategies reflect
     Perseroan dalam menjalankan pembangunan berkelanjutan,             its commitment to sustainable development, which must
     yang harus diimplementasikan secara konsisten oleh                 be consistently implemented by the Board of Directors, all
     Direksi, seluruh jajaran karyawan, serta seluruh entitas anak      employees, and all subsidiaries. In an effort to contribute to
     perusahaan. Dalam upaya berkontribusi pada pembangunan             sustainable development, throughout 2025 the Company
     berkelanjutan, sepanjang tahun 2025 Perseroan mendukung            supports the SDGs through efforts to address climate
     TPB melalui upaya dalam menangani perubahan iklim dengan           change by strengthening sustainability governance, creating
     melakukan penguatan tata kelola keberlanjuutan, membuat            a roadmap and measurable net zero emission targets, and
     roadmap dan target net zero emission yang terukur, melakukan       conducting systematic and comprehensive identification
     identifikasi climate risk secara sistematis dan komprehensif.      of climate risks. The Company also consistently carries out
     Perseroan juga senantiasa melakukan berbagai kegiatan              various TJSL activities to support SDG 1 (No Poverty), SDG
     TJSL mendukung TPB 1 (Tanpa Kemiskinan), TPB 2 (Tanpa              2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG
     Kelaparan),TPB 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), TPB 4            4 (Quality Education), SDG 6 (Clean Water and Sanitation),
     (Pendidikan Berkualitas), TPB 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak),   SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 9 (Industry,
     TPB 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi),TPB 9              Innovation, and Infrastructure), SDG 10 (Reduced Inequalities),
     (Industri, Inovasi dan Infrastruktur),TPB 10 (Berkurangnya         SDG 13 (Climate Action), SDG 14 (Life Below Water), and
     kesenjangan), TPB 13 (Penanganan Perubahan Iklim), TPB 14          SDG 15 (Life on Land).
     (Ekosistem Lautan),TPB 15 (Ekosistem Daratan).

     Perseroan terus mengembangkan kontribusinya terhadap               The Company continues to expand its contribution to other
     TPB lainnya seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan            SDGs in line with the growth and development of its business
     kegiatan bisnisnya. Implementasi strategi keberlanjutan            activities. The implementation of sustainability strategies also
     juga merupakan bentuk dukungan Perseroan dalam                     represents the Company’s support for the achievement of the
     pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Upaya           SDGs. These sustainable development efforts are reflected
     pembangunan berkelanjutan ini tercermin melalui berbagai           in a variety of performance achievements across economic,
     capaian kinerja Perseroan yang mencakup aspek ekonomi,             environmental, social, and governance aspects.
     lingkungan, sosial, serta tata kelola.

     Pada aspek ekonomi, Perseroan terus memperkuat kinerja             From the economic aspect, the Company continues to
     usaha secara berkelanjutan melalui peningkatan perolehan           strengthen its business performance sustainably through
     kontrak baru, penguatan pengelolaan proyek (project                increasing new contract acquisitions, strengthening
     excellence), serta efisiensi operasional guna menciptakan nilai    project management (project excellence), and enhancing
     tambah bagi Perseroan dan pemangku kepentingan. Perseroan          operational efficiency to create added value for the Company
     juga berupaya memperluas kontribusinya dalam pembangunan           and stakeholders. The Company also seeks to expand its
     infrastruktur nasional. Selain itu, Perseroan turut mendorong      contribution to national infrastructure development. In
     pemberdayaan ekonomi melalui pelibatan kontraktor lokal,           addition, the Company promotes economic empowerment
     pemasok, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah               by involving local contractors, suppliers, and micro, small,




94   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 95
(UMKM) dalam rantai pasok, sehingga memberikan dampak               and medium enterprises (MSMEs) in its supply chain, thereby
ekonomi tidak langsung bagi masyarakat dan mendukung                creating indirect economic impacts for communities and
pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif.                       supporting inclusive national economic growth.

Pada aspek lingkungan, Perseroan terus berkomitmen                  From the environmental aspect, the Company remains
untuk meminimalkan dampak lingkungan dari kegiatan                  committed to minimizing environmental impacts from
operasional melalui penerapan prinsip efisiensi energi              operational activities through the implementation of
dan sumber daya, pengelolaan limbah yang bertanggung                energy and resource efficiency principles, responsible waste
jawab, serta pengendalian emisi gas rumah kaca. Upaya ini           management, and greenhouse gas emission control. These
dilakukan sebagai bagian dari kontribusi Perseroan dalam            efforts are part of the Company’s contribution to climate
mendukung mitigasi perubahan iklim dan menjaga kelestarian          change mitigation and environmental preservation. This
lingkungan hidup secara berkelanjutan. Hal ini tercermin bahwa      is reflected in the reduction of energy consumption to
Perseroan berhasil menurunkan penggunaan energi menjadi             378,171.68 gigajoules, down from 436,887.75 gigajoules in
sebesar 378.171,68 gigajoule menurun dibandingkan tahun             2024. Throughout 2025, there was also a reduction in total
2024 yang sebesar 436.887,75 gigajoule. Sepanjang tahun             Scope 1, 2, and 3 GHG emissions to 107,573.24 Tons CO₂-
2025, juga terdapat penurunan total emisi GRK Cakupan 1,            eq, compared to the base year of 2024 at 229,690.38 Tons
2, dan 3 menjadi sebesar 107.573,24 Ton CO₂-eq menurun              CO₂-eq. The Company also reduced GHG emission intensity
dibandingkan dengan baseyear yaitu tahun 2024 sebesar               to 9.41 Tons CO₂-eq per billion Rupiah, lower than the 2024
229.690,38 Ton CO₂-eq. Perseroan juga berhasil menurunkan           base year of 11.94 Tons CO₂-eq per billion Rupiah.
intensitas emisi GRK menjadi sebesar 9,41 Ton CO₂-eq/Miliar
Rupiah menurun dibandingkan baseyear tahun 2024 yang
sebesar 11,94 Ton CO₂-eq/Miliar Rupiah.

Pada aspek sosial Perseroan telah meningkatkan jumlah               From the social aspect, the Company increased the number
karyawan yang mengikuti pelatihan menjadi sebesar 4.948             of employees participating in training to 4,948 employees,
karyawan, meningkat dibandigkan tahun 2024 yang sebesar             compared to 2,067 employees in 2024. The Company also
2.067. Perseroan telah meningkatkan jumlah jam pelatihan            increased total training hours to 90,900 hours in 2025,
menjadi 90.900 jam di tahun 2025, meningkat dibandingkan            compared to 40,996 hours in 2024.
tahun 2024 yang sebesar 40.996 jam.

Dalam rangka penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan,           In implementing sustainable development principles, the
Perseroan menghadapi berbagai tantangan yang menuntut               Company faces a number of challenges that require strategic
pendekatan strategis untuk memastikan tercapainya target            approaches to ensure the achievement of short-, medium-,
jangka pendek, menengah, dan panjang. Tantangan tersebut            and long-term targets. These challenges arise from both
berasal dari faktor internal perusahaan dan lingkungan eksternal,   internal and external factors, including regulatory dynamics,
termasuk dinamika regulasi, harapan pemangku kepentingan,           stakeholder expectations, and changes in market conditions
serta perubahan kondisi pasar dan lingkungan global.                and the global environment.

Tantangan eksternal yang dihadapi di antaranya Perseroan            Externally, challenges include the infrastructure market
terkait dengan pasar infrastruktur pada tahun 2025, yang            conditions in 2025, which are expected to contract due to
diperkirakan mengalami kontraksi akibat perlambatan kondisi         macroeconomic slowdown. This has resulted in reduced
makroekonomi. Hal ini menyebabkan penurunan permintaan,             demand, particularly from the government sector, which
terutama dari sektor pemerintahan yang menjadi pendorong            is the primary driver of the construction industry. This
utama industri konstruksi, yang tercermin melalui berbagai          situation is reflected in various government efficiency
efisiensi dan pengurangan anggaran pemerintah, khususnya            measures and budget reductions, particularly in infrastructure
untuk pembangunan infrastruktur. Kondisi tersebut menuntut          development. These conditions require WIKA to be more
WIKA untuk lebih selektif dan proaktif dalam mencari                selective and proactive in seeking demand from sectors
permintaan dari sektor lain selain sektor pemerintah. Sebagai       beyond government projects. As a mitigation strategy, WIKA
langkah mitigasi, WIKA secara strategis mengalihkan fokus           has strategically shifted its focus from reliance on state
dari ketergantungan pada proyek APBN dan lintas kementerian         budget (APBN) projects and cross-ministry projects toward
menuju pasar swasta dan sektor industri di bidang EPCC. Selain      the private market and industrial sector in EPCC projects.
itu, WIKA juga mengembangkan produk yang menargetkan                Additionally, WIKA is developing products targeting blue
pasar blue ocean, sehingga mampu menciptakan peluang                ocean markets, enabling the Company to create new demand
permintaan yang lebih baik dan memperkuat posisi sebagai            opportunities and strengthen its position as a dominant player
pemain dominan di pasar baru tersebut.                              in emerging markets.




                                                                                                          PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   95
Page 96
                             Penjelasan Direksi
                             Board of Directors Explanation




     Selain itu, tantangan internal yang di antaranya terkait         Internally, challenges include the ongoing transformation
     dengan perjalanan transformasi menuju keberlanjutan              journey toward sustainability, which requires collective
     yang merupakan kesiapan kolektif seluruh lini organisasi         readiness across all organizational levels to consistently
     untuk mengimplementasikan prinsip ESG secara konsisten           implement ESG principles down to the project level. The
     hingga ke level proyek di lapangan. Perseroan menyadari          Company recognizes that sustainability success largely
     bahwa keberhasilan keberlanjutan sangat bergantung pada          depends on the quality of human capital. Therefore, WIKA
     kualitas sumber daya manusia, oleh karenanya WIKA telah          has developed comprehensive mitigation strategies through
     menyusun strategi mitigasi komprehensif melalui program          continuous competency development programs. Key
     pengembangan kompetensi yang berkelanjutan. Upaya                mitigation efforts include intensive outreach and training
     mitigasi utama dilakukan melalui serangkaian penyuluhan          programs designed to bridge operational knowledge gaps. To
     dan pelatihan intensif yang dirancang untuk menjembatani         accelerate the internalization of ESG values, the Company
     kesenjangan pengetahuan operasional. Untuk mempercepat           established Change Agents teams that act as key drivers and
     internalisasi nilai-nilai tersebut, Perseroan membentuk tim      catalysts for increasing ESG awareness across all work units.
     Change Agents yang bertindak sebagai penggerak utama             These teams ensure that sustainability policies are not only
     dan katalisator dalam meningkatkan kesadaran ESG di setiap       understood at the management level but also implemented
     unit kerja. Tim ini bertanggung jawab memastikan bahwa           as practical working standards at project sites.
     kebijakan keberlanjutan tidak hanya dipahami di tingkat
     manajemen, tetapi juga diterapkan sebagai standar kerja
     praktis di lokasi proyek.

     PENERAPAN PEMBANGUNAN                                            IMPLEMENTATION OF SUSTAINABLE
     BERKELANJUTAN                                                    DEVELOPMENT

     Perseroan senantiasa memantau dan mengevaluasi                   The Company continuously monitors and evaluates
     implementasi keberlanjutan di seluruh aktivitas bisnisnya.       sustainability implementation across all business activities.
     Selama tahun 2025, Perseroan berhasil mencapai berbagai          During 2025, the Company successfully achieved several
     target keberlanjutan di antaranya:                               sustainability targets outlined in its strategic initiatives,
                                                                      including:
     1. WIKA telah membentuk struktur organisasi keberlanjutan        1. WIKA has established a sustainability organizational
        di bawah Direktur Human Capital & Transformasi dengan              structure under the Director of Human Capital &
        penanggung jawab ESG yang jelas, guna memastikan                   Transformation with clear ESG accountability to ensure
        koordinasi, pengawasan, dan akuntabilitas program                  effective coordination, supervision, and accountability
        keberlanjutan berjalan efektif di tingkat holding                  of sustainability programs at both the holding and
        dan operasional.                                                   operational levels.
     2. Pada 2025, WIKA menyelesaikan baseline emisi GRK              2. In 2025, WIKA completed its GHG emissions baseline as
        sebagai dasar kuantitatif untuk menetapkan target dan              a quantitative basis for setting targets and monitoring
        memantau penurunan emisi secara bertahap dan terukur.              gradual and measurable emission reductions.
     3. WIKA memperbarui roadmap dekarbonisasi agar selaras           3. WIKA has updated its decarbonization roadmap to align
        dengan target NZE 2055 serta standar yang berlaku,                 with the 2055 Net Zero Emissions (NZE) target
        dengan tahapan implementasi yang lebih terstruktur                 and applicable standards, with a more structured
        untuk mendukung integrasi pengurangan emisi dalam                  implementation plan to support the integration of
        strategi bisnis.                                                   emissions reduction into its business strategy.
     4. WIKA telah mengidentifikasi dan menganalisis risiko serta     4. WIKA identified and analyzed climate-related risks and
        peluang terkait iklim, sekaligus mengintegrasikan isu iklim        opportunities while integrating climate issues into risk
        ke dalam manajemen risiko dan strategi perusahaan.                 management and corporate strategy.
     5. WIKA mengembangkan dashboard ESG sebagai platform             5. WIKA developed an ESG dashboard as a data-based
        pemantauan berbasis data guna mendukung konsistensi                monitoring platform to support consistent monitoring,
        monitoring, ketersediaan informasi manajerial, dan                 managerial information availability, and periodic ESG
        pelaporan kinerja ESG secara berkala.                              performance reporting.




96   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 97
Selain pencapaian atas target keberlanjutan, selama tahun            In addition to achieving sustainability targets, during 2025 the
2025 Perseroan juga berhasil mendapatkan berbagai                    Company also received several awards, including:
penghargaan sebagai berikut:
1. The Best Corporate Reduction Transparency Award                   1.   The Best Corporate Reduction Transparency Award
    2025 dengan kategori Trusted Diamond Achievement                      2025 in the Trusted Diamond Achievement in Emission
    in Emission Transparency yang diselenggarakan oleh                    Transparency category, organized by Investor Trust.
    Investor Trust.
2. 7th Indonesia CSR Brand Equity Award 2025 dengan                  2.   The 7th Indonesia CSR Brand Equity Award 2025 in the
    kategori Construction Category yang diselenggarkan                    Construction Category, organized by The Iconomics.
    oleh The Iconomics.
3. ICCS Award yang diselenggarakan oleh Indonesia                    3.   The ICCS Award, organized by the Indonesia Corporate
    Corporate Communication & Sustainability Summit                       Communication & Sustainability Summit (ICCS Summit),
    (ICCS Summit) adalah kegiatan inisiatif strategis                     is a strategic collaborative initiative with the Ministry of
    kolaborasi bersama Kementerian BUMN yang bertujuan                    State-Owned Enterprises (SOEs) aimed at providing
    sebagai wadah bagi para pelaku komunikasi dan TJSL                    a platform for corporate communication and CSR
    korporat seluruh BUMN Indonesia. Dalam apresiasi atas                 practitioners across all SOEs in Indonesia. In recognition
    kinerja terbaik yang penuh dedikasi dan inovasi dalam                 of outstanding performance, dedication, and innovation
    mengembangkan praktik tanggung jawab sosial lingkungan                in developing social and environmental responsibility
    kategori (Creating Shared Value).                                     practices (Creating Shared Value).
4. Indonesia ESG Leadership Award yang diselenggarakan               4.   Indonesia ESG Leadership Award organized by Bumi
    oleh Bumi Global Karbon (BGK) Foundation.                             Global Karbon (BGK) Foundation.
5. Investor Daily ESG Award yang diselenggarakan oleh                5.   Investor Daily ESG Award organized by B-Universe/
    B-Universe/Investor Daily.                                            Investor Daily.
6. ASRRAT Award dengan kategori Gold yang diselenggarakan            6.   ASRRAT Award in the Gold category, organized by the
    oleh National Center for Corporate Reporting (NCCR)                   National Center for Corporate Reporting (NCCR) in
    bekerja sama dengan Institute of Certified Sustainability             collaboration with the Institute of Certified Sustainability
    Practitioners (ICSP).                                                 Practitioners (ICSP).
7. Juara 3 untuk Kategori BUMN Go Publik Non Keuangan                7.   Third Place in the Non-Financial Publicly Listed State-
    pada ajang Annual Report Award (ARA) 2024.                            Owned Enterprises Category at the 2024 Annual Report
                                                                          Awards (ARA).

STRATEGI PENCAPAIAN TARGET                                           STRATEGY FOR ACHIEVING TARGETS

Berbagai capaian yang berhasil dicapai tidak terlepas dari           The achievements obtained are inseparable from appropriate
pengelolaan risiko yang tepat. Perseroan menerapkan                  risk management. The Company implements a sustainability
kerangka manajemen risiko keberlanjutan yang bertujuan               risk management framework aimed at identifying, assessing,
untuk mengidentifikasi, menilai, dan memitigasi risiko yang          and mitigating risks that could potentially impact the
berpotensi mempengaruhi keberlanjutan kegiatan usaha.                sustainability of its business activities. The Company has
Perseroan telah mengidentifikasi berbagai risiko-risiko selama       identified several risks for 2025.
tahun 2025.

Risiko pada aspek ekonomi yang dihadapi Perseroan meliputi           Economic risks faced by the Company include the potential
potensi terjadinya krisis likuiditas, potensi terjadinya penurunan   for a liquidity crisis, potential decline in project performance
performance proyek (delay dan cost over run), potensi                (delays and cost overruns), potential increase in raw
kenaikan bahan baku, dan potensi akan terjadinya perubahan           material costs, and potential changes in market dynamics.
dinamika pasar. Upaya Perseroan dalam memitigasi risiko              The Company's efforts to mitigate the risk of a potential
potensi terjadinya krisis likuiditas yaitu dengan pengajuan          liquidity crisis include submitting a State Capital Investment
usulan PMN TA 2025 untuk mendukung pemenuhan modal                   (PMN) proposal for the 2025 fiscal year to support working
kerja, menyeimbangkan cash out /pembayaran dengan                    capital requirements, balancing cash outflows/payments




                                                                                                             PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   97
Page 98
                             Penjelasan Direksi
                             Board of Directors Explanation




     cash in/termin yang diterima, melakukan renegosiasi utang               with cash inflows/terms received, renegotiating bank debt,
     perbankan, obligasi dan sukuk, serta melakukan efisiensi biaya          bonds, and sukuk, and implementing cost efficiency measures
     usaha Divisi. Terkait dengan risiko penurunan kinerja proyek,           within the Division. Regarding the risk of declining project
     Perseroan melakukan langkah mitigasi melalui pengamanan                 performance, the Company is taking mitigation measures
     rantai pasok dan kepastian biaya, antara lain dengan melakukan          through supply chain security and cost certainty, including
     kontraktualisasi lebih awal dengan pemasok utama untuk                  early contractualization with key suppliers to ensure the
     mengamankan ketersediaan dan stabilitas harga peralatan                 availability and price stability of critical equipment, and
     kritikal, serta melakukan pencadangan biaya secara terukur              establishing measurable cost reserves to anticipate potential
     untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga. Perseroan juga             price increases. The Company also strengthened coordination
     memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan Pengguna                    and communication with Service Users to ensure alignment of
     Jasa guna memastikan keselarasan jadwal pelaksanaan,                    implementation schedules, work scopes, and project budget
     lingkup pekerjaan, dan dukungan anggaran proyek. Selain                 support. Furthermore, the Company actively adjusted work
     itu, Perseroan secara aktif melakukan penyesuaian rencana               plans and project implementation strategies according to
     kerja dan strategi pelaksanaan proyek sesuai dengan kondisi             actual field conditions, optimized the use of project advances
     aktual di lapangan, mengoptimalkan pemanfaatan uang muka                to ensure smooth work progress, and submitted contractual
     proyek untuk menjaga kelancaran pelaksanaan pekerjaan,                  claims, including claims for time extensions and additional
     serta melakukan pengajuan klaim kontraktual, termasuk klaim             costs in accordance with contract provisions, to maintain
     perpanjangan waktu dan biaya tambahan sesuai ketentuan                  project sustainability and minimize potential losses.
     kontrak, guna menjaga keberlanjutan kinerja proyek dan
     meminimalkan potensi kerugian.

     Selanjutnya, potensi kenaikan bahan baku dilakukan upaya                Furthermore, potential increase in raw material costs were
     mitigasi dengan melakukan negosiasi ulang dengan pabrik                 mitigated by renegotiating with steel and rebar factories
     baja dan besi beton yang sudah berkontrak dengan WIKA,                  already contracted with WIKA, conducting VA/VE related to
     melakukan VA/VE terkait dengan penggunaan baja, besi                    steel and rebar usage in coordination with the project team and
     beton dengan berkoordinasi dengan tim proyek dan divisi                 operations division, and expanding its vendor network through
     operasi, dan memperluas jaringan vendor melalui program                 engagement programs. The Company's efforts to mitigate
     engagement. Upaya Perseroan dalam memitigasi risiko potensi             the risk of potential changes in market dynamics include
     akan terjadinya perubahan dinamika pasar yaitu dengan                   increasing market penetration of state-owned and private
     meningkatkan penetrasi pasar BUMN dan Swasta untuk                      companies to seize existing opportunities, and strengthen
     menangkap opportunity yang ada, dan meningkatkan intimasi               relationships with key clients to foster emotional connections.
     dengan klien kunci untuk menumbuhkan nilai emosional
     dalam hubungan.

     Pada risiko lingkungan, Perseroan menghadapi risiko transisi            Regarding environmental risks, the Company faces transition
     dan risiko fisik akut. Risiko transisi yaitu risiko terkait regulasi.   risks and acute physical risks. Transition risks are risks related
     Upaya mitigasi yang dilakukan yaitu dengan melakukan                    to regulations. Mitigation efforts include regular monitoring
     pemantauan dan evaluasi berkala terhadap perkembangan                   and evaluation of developments in applicable wastewater
     regulasi dan standar pembuangan air limbah yang berlaku,                disposal regulations and standards, adjusting and improving
     menyesuaikan dan meningkatkan sistem pengolahan air limbah              wastewater treatment systems to meet or exceed the latest
     agar memenuhi atau melampaui ketentuan regulasi terbaru,                regulatory requirements, implementing routine wastewater
     serta menerapkan monitoring kualitas air limbah secara rutin            quality monitoring and ensuring compliance reporting to
     serta memastikan pelaporan kepatuhan kepada otoritas                    relevant authorities. Acute physical risks include the risk of
     terkait. Sedangkan risiko fisik akut mencakup risiko perubahan          extreme weather changes. The Company's efforts to mitigate
     cuaca ekstrem. Upaya Perseroan dalam memitigasi risiko                  these risks include insurance with CAR (Carrier Insurance) with
     tersebut yaitu dengan mengasuransikan dengan CAR dengan                 a clause covering natural disasters, utilizing historical weather
     klausul yang mencakup bencana alam, mempergunakan                       data from the Meteorology, Climatology, and Geophysics
     data BMKG untuk historical cuaca dan berkoordinasi                      Agency (BMKG) and intensive coordination with the BMKG
     intensif dengan pihak BMKG untuk prediksi/prakiraan cuaca               for weather predictions/forecasts before work commences,
     sebelum pekerjaan dimulai, membuat schedule pekerjaan                   scheduling earthworks taking into account productivity targets
     tanah mempertimbangkan target produktivitas kondisi                     for the dry and rainy seasons, constructing temporary drainage
     kemarau & musim hujan, membuat temporary drainage                       to mitigate potential waterlogging, strengthening existing




98   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 99
untuk mitigasi potensi genangan air, memperkuat tanggul          embankments to protect platforms from flooding, and, if
eksisting untuk melindungi platform dari banjir, serta jika      necessary, constructing additional embankments around
diperlukan membuat tanggul tambahan di sekitar lokasi proyek     the project site and dewatering outlets. The Company also
dan saluran pembuang dewatering, menyiapkan pompa untuk          provides pumps to address potential flooding, and establishing
penanganan potensi area tergenang, serta membuat early           an early warning system in upstream areas.
warning system di daerah hulu.

Risiko sosial yang diidentifikasi Perseroan yaitu potensi        The Company identified a social risk as a potential lack of
lemahnya pemahaman/kesadaran pegawai tentang ESG.                employee awareness of ESG. Mitigation efforts include
Upaya mitigasi yang dilakukan yaitu dengan menyelenggarakan      conducting regular ESG training programs for all levels of
program pelatihan ESG secara berkala untuk semua                 employees, through seminars, training, and Wikademy.
level pegawai baik melalui seminar, pelatihan maupun             Integrating ESG materials for new employees, integrating ESG
Wikademy, mengintegrasikan materi ESG pada karyawan              implementation parameters into policies and procedures for
baru, mengintegrasikan parameter implementasi ESG ke             daily implementation, ensuring that leaders can exemplify ESG
dalam kebijakan dan prosedur untuk dapat diterapkan dalam        implementation in both divisions and projects. Furthermore,
pekerjaan sehari-hari dan memastikan pimpinan dapat              they also create content on social media and websites related
memberi contoh penerapan ESG baik di divisi maupun proyek,       to WIKA's ESG achievements and benefits.
serta membuat konten di sosial media maupun website yang
terkait dengan pencapaian dan manfaat ESG di WIKA.

Selanjutnya terkait dengan risiko tata kelola meliputi potensi   Furthermore, governance risks include the potential for
terjadinya pengajuan somasi, serta potensi terjadinya            legal action, as well as potential breaches of confidentiality,
pelanggaran kerahasiaan, integritas, atau ketersediaan           integrity, or availability of data and information systems,
data dan sistem informasi yang dapat mengakibatkan               which could result in operational disruptions. The Company's
gangguan operasional. Upaya Perseroan dalam memitigasi           efforts to mitigate the potential for legal action include
potensi terjadinya pengajuan somasi yaitu dengan menjalin        maintaining good communication with creditors, recording
Komunikasi yang baik dengan kreditur, melakukan pendataan        creditor claims (real-time data), and making payments on
atas tagihan kreditur (Data Real time), melakukan pembayaran     prepaid creditors. vendor or creditor responsibilities, and
atas prestasi vendor atau kreditur, serta menunjuk Konsultan     the appointment of a Retainer Legal Consultant. Regarding
Hukum Retainer. Terkait risiko potensi terjadinya pelanggaran    the potential risk of breaches of confidentiality, integrity, or
kerahasiaan, integritas, atau ketersediaan data dan sistem       availability of data and information systems that could result
informasi yang dapat mengakibatkan gangguan operasional,         in operational disruptions, the Company's efforts include: 1.
upaya yang dilakukan Perseroan yaitu 1. Penyusunan aturan        Drafting internal regulations regarding information security; 2.
internal terkait pengamanan informasi;Awareness regulasi         Awareness of data or information security policy regulations; 3.
kebijakan keamanan data atau informasi; penerapan standar        Implementing information security standards; 4. Developing/
keamanan informasi, serta mengembangan/penguatan                 strengthening necessary infrastructure; 5. Periodic hardware
infrastruktur yang diperlukan; pemeliharaan hardware secara      maintenance; 6. Managed SOC (Security Operation Center)
periodik, manage service SOC (Security Operation Center),        services; and 7. Monitoring of third-party SLAs.
Monitoring SLA dari pihak ketiga.

Di samping risiko yang dihadapi, Perseroan juga senantiasa       In addition to the risks faced, the Company also continuously
mengidentifikasi peluang dan prospek usaha di masa yang akan     identifies future business opportunities and prospects. These
datang. Peluang dan prospek yang dimiliki yaitu komitmen         opportunities and prospects include the Government's
Pemerintah dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur           commitment to continuing national infrastructure
nasional, termasuk proyek hilirisasi berbasis energi, sumber     development, including downstream projects based on
daya air, serta infrastruktur yang mendukung transisi menuju     energy, water resources, and infrastructure that supports
ekonomi rendah karbon. Selain itu, meningkatnya penerapan        the transition to a low-carbon economy. Furthermore, the
aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) dimasa         increasing implementation of Environmental, Social, and
mendatang dalam proses pengadaan proyek dan pembiayaan           Governance (ESG) aspects in project procurement and
juga membuka peluang bagi Perseroan untuk meningkatkan           financing processes will also provide opportunities for the
daya saing dan mengakses berbagai sumber pendanaan               Company to increase its competitiveness and access various
berbasis keberlanjutan, seperti green financing.                 sustainability-based funding sources, such as green financing.




                                                                                                         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   99
Page 100
                             Penjelasan Direksi
                             Board of Directors Explanation




       Perseroan juga melihat peluang pertumbuhan usaha melalui           The Company also sees business growth opportunities
       penguatan inovasi konstruksi yang lebih efisien, peningkatan       through strengthening more efficient construction innovation,
       kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan kemitraan          enhancing human capital competency, and strengthening
       strategis dengan berbagai pemangku kepentingan. Upaya              strategic partnerships with various stakeholders. These efforts
       tersebut mendukung peningkatan efisiensi operasional,              support increased operational efficiency, optimized project
       optimalisasi kinerja proyek, serta penciptaan nilai tambah         performance, and the creation of sustainable added value.
       secara berkelanjutan.

       Di sisi lain, Perseroan juga masih menghadapi situasi eksternal    On the other hand, the Company continues to face external
       yang berpotensi mempengaruhi penerapan pembangunan                 conditions that have the potential to impact the implementation
       berkelanjutan yang meliputi aspek politik, ekonomi, sosial,        of sustainable development, encompassing political, economic,
       teknologi, hukum, dan lingkungan termasuk kondisi finansial        social, technological, legal, and environmental aspects, including
       Perseroan yang masih menghadapi tantangan. Situasi eksternal       the Company's ongoing financial challenges. External conditions
       terkait dinamika kebijakan pemerintah terkait prioritas            related to the dynamics of government policies regarding
       pembangunan infrastruktur, perubahan regulasi, serta kondisi       infrastructure development priorities, regulatory changes,
       fiskal nasional dapat mempengaruhi keberlanjutan program           and national fiscal conditions can impact the sustainability of
       pembangunan dan ketersediaan proyek konstruksi. Selain             development programs and the availability of construction
       itu, kondisi ekonomi global dan domestik, termasuk fluktuasi       projects. Furthermore, global and domestic economic
       nilai tukar, inflasi, dan suku bunga, turut memberikan dampak      conditions, including fluctuations in exchange rates, inflation,
       terhadap biaya proyek, rantai pasok, serta akses terhadap          and interest rates, also impact project costs, supply chains,
       sumber pembiayaan.                                                 and access to financing sources.

       Dari sisi internal, kondisi finansial Perseroan yang masih         Internally, the Company's financial condition, which is
       berada dalam fase penguatan struktur keuangan, termasuk            still in the phase of strengthening its financial structure,
       pengelolaan liabilitas, optimalisasi arus kas, serta peningkatan   including liability management, cash flow optimization, and
       profitabilitas, menjadi perhatian utama dalam memastikan           increased profitability, are key concerns in ensuring business
       keberlanjutan usaha. Tantangan tersebut berpotensi                 sustainability. These challenges have the potential to impact
       mempengaruhi fleksibilitas Perseroan dalam melakukan               the Company's flexibility in business expansion, investment
       ekspansi usaha, investasi pada inovasi, serta implementasi         in innovation, and optimal implementation of sustainability
       program keberlanjutan secara optimal. Oleh karena itu,             programs. Therefore, the Company consistently implements
       Perseroan secara konsisten melaksanakan berbagai langkah           various strategic measures, including strengthening cash
       strategis, antara lain melalui penguatan manajemen kas,            management, restructuring and prudent management
       restrukturisasi dan pengelolaan kewajiban secara prudent,          of liabilities, improving revenue quality through project
       peningkatan kualitas pendapatan melalui selektivitas proyek,       selectivity, and optimizing operational efficiency.
       serta optimalisasi efisiensi operasional.

       Dari aspek sosial, meningkatnya ekspektasi pemangku                From a social perspective, increasing stakeholder expectations
       kepentingan terhadap penerapan prinsip ESG menuntut                regarding the implementation of ESG principles require the
       Perseroan untuk terus memperkuat praktik bisnis yang               Company to continuously strengthen responsible, transparent,
       bertanggung jawab, transparan, dan berkelanjutan. Sementara        and sustainable business practices. Meanwhile, the rapid
       itu, perkembangan teknologi konstruksi yang semakin pesat          development of construction technology encourages the
       mendorong Perseroan untuk terus beradaptasi melalui                Company to continuously adapt through the implementation
       penerapan inovasi dan digitalisasi guna meningkatkan efisiensi     of innovation and digitalization to increase efficiency
       dan daya saing.                                                    and competitiveness.

       Pada aspek hukum dan lingkungan, Perseroan juga menghadapi         From a legal and environmental perspective, the Company
       tantangan berupa semakin ketatnya ketentuan peraturan              also faces challenges in the form of increasingly stringent
       perundang-undangan, standar keberlanjutan, serta komitmen          regulations, sustainability standards, and national and global
       nasional dan global terkait pengurangan emisi gas rumah kaca       commitments related to greenhouse gas emission reduction
       dan perlindungan lingkungan. Hal ini menuntut Perseroan            and environmental protection. This requires the Company
       untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,         to ensure compliance with applicable regulations while
       sekaligus mengintegrasikan mengintegrasikan prinsip                integrating sustainability principles into all business and
       keberlanjutan dalam seluruh proses bisnis dan operasional.         operational processes.




100 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 101
Dalam menghadapi berbagai dinamika tersebut, Perseroan        In facing these dynamics, the Company continuously monitors
secara berkelanjutan melakukan pemantauan terhadap            developments in both internal and external environment,
perkembangan kondisi eksternal dan internal, memperkuat       strengthens its risk management practices, and implements
manajemen risiko, serta mengimplementasikan strategi          ongoing transformation and financial performance recovery
transformasi dan pemulihan kinerja keuangan secara            strategies. These measures are undertaken to ensure business
berkelanjutan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan         continuity, maintain financial stability, and strengthen the
keberlangsungan usaha, menjaga stabilitas keuangan, serta     Company's capacity to create long-term value and support
memperkuat kapasitas Perseroan dalam menciptakan nilai        sustainable development.
jangka panjang dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

APRESIASI                                                     APPRECIATION

Atas nama seluruh jajaran manajemen Perseroan, kami           On behalf of the Company’s management, we would like
menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang         to extend our deepest appreciation and gratitude to all
sebesar-besarnya kepada seluruh pemangku kepentingan          stakeholders for their support, trust, and magnificent
atas dukungan, kepercayaan, dan kerja sama yang luar biasa    collaboration in supporting the Company’s sustainability
dalam mendukung komitmen keberlanjutan Perseroan.             commitment. The achievements realized throughout 2025
Berbagai pencapaian yang diraih sepanjang tahun 2025          would not have been possible without the active contributions
tidak akan terwujud tanpa kontribusi aktif dari seluruh       of all parties. We remain committed to continuously enhancing
pihak. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan              the Company’s role and contribution in supporting sustainable
peran dan kontribusi Perseroan dalam mendukung tujuan         development goals and creating long-term value that benefits
pembangunan berkelanjutan serta menciptakan nilai jangka      the environment, the economy, and society.
panjang yang memberikan manfaat bagi lingkungan, ekonomi,
dan masyarakat.




                                                 Jakarta, 17 April 2026
                                                 Jakarta, April 17, 2026




                                                 Agung Budi Waskito
                                                    Direktur Utama
                                                   President Director




                                                                                                    PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   101
Page 102
                              Penjelasan Direksi
                              Board of Directors Explanation




      Tanggung Jawab Laporan Keberlanjutan [GRI 2-14]

      Kami yang bertandatangan di bawah ini telah meninjau dan menyetujui semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan PT Wijaya
      Karya (Persero) Tbk Tahun Buku 2025, termasuk di dalamnya informasi terkait topik material Perseroan. Kami bertanggung
      jawabpenuh atas kebenaran isi laporan telah sesuai dengan Peraturan OJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan
      Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.




                                                                  Jakarta, 17 April 2026
                                                                  Jakarta, April 17, 2026

                                                     Dewan Komisaris PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
                                                 Board of Commissioners of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.




                                                                     Jarot Widyoko
                                                                    Komisaris Utama
                                                                 President Commissioner




                       Adityawarman                               Harris Arthur Hedar                            Rusmanto
                   Komisaris Independen                           Komisaris Independen                      Komisaris Independen
                Independent Commissioner                        Independent Commissioner               Independent Commissioner




                Suryo Hapsoro Tri Utomo                                                                         Firdaus Ali
                   Komisaris Independen                                                                          Komisaris
                Independent Commissioner                                                                       Commissioner




102   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 103
   Acccountability for The Sustainability Report [GRI 2-14]

  We, the undersigned, have reviewed and approved all information contained in the 2025 Fiscal Year Sustainability Report of
  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, including information related to the Company’s material topics. We assume full responsibility
  for the accuracy and completeness of the report’s contents, which have been prepared in accordance with OJK Regulation
  No. 51/POJK.03/2017 concerning the Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and
  Public Companies.



                                                    Jakarta, 17 April 2026
                                                    Jakarta, April 17, 2026

                                           Direksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
                                     Board of Directors of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.




                                                    Agung Budi Waskito
                                                        Direktur Utama
                                                       President Director




                       Hananto Aji                                                           Sumadi
                     Direktur Operasi                                                   Direktur Keuangan
                   Director of Operations                                               Director of Finance




                     Hadjar Seti Adji                                                 Fafan Khoirul Fanani
Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia dan Transformasi                       Direktur Manajemen Risiko dan Legal
  Director of Human Capital Management and Transformation                     Director of Risk Management and Legal




                                                                                                       PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   103
Page 104
Tata Kelola
Keberlanjutan
Sustainable Governance
Page 105

          
Page 106
                              Tata Kelola
                              Governance




      Penguatan Tata Kelola
      Strengthening Governance


      Sepanjang tahun 2025, Perseroan secara berkelanjutan telah       Throughout 2025, the Company has continuously
      melakukan penguatan tata kelola perusahaan di seluruh unit       strengthened corporate governance across all work units
      kerja melalui penyusunan, penyempurnaan, dan penerapan           through the development, refinement, and implementation of
      berbagai Kebijakan, Prosedur, serta Instruksi Kerja Perseroan,   various Company Policies, Procedures, and Work Instructions,
      sebagai bagian dari upaya untuk memastikan kepatuhan             as part of its efforts to ensure compliance with the principles
      terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good          of good corporate governance and to improve operational
      Corporate Governance) serta meningkatkan efektivitas dan         effectiveness and accountability.
      akuntabilitas operasional.

      Adapun penguatan tata kelola yang dilakukan Perseroan            The Company's governance strengthening efforts are outlined
      dimuat kedalam Kebijakan, Prosedur dan Instruksi Kerja           in the Company's Policies, Procedures, and Work Instructions,
      Perseroan yang diantaranya:                                      including:
      1. Manual Book Good Corporate Governance (Board Manual,          1. Manual Book of Good Corporate Governance (Board
          Code of Conduct & Code of Corporate Governance);                  Manual, Code of Conduct, and Code of Corporate
                                                                            Governance);
      2.  Kebijakan Sistem Manajemen PT Wijaya Karya (Persero)         2. Management System Policy of PT Wijaya Karya (Persero)
          Tbk No. Dok. WIKA-SMW-KP-01.01 Rev. 01 Amd 01 tanggal             Tbk No. Doc. WIKA-SMW-KP-01.01 Rev. 01 Amd 01 dated
          30 Desember 2025;                                                 December 30, 2025;
      3. Kebijakan Tata Kelola Terintegrasi No. Dok. WIKA-SUB-         3. Integrated Governance Policy No. Doc. WIKA-SUB-
          KP-01.01 Rev. 00 Amd 01 tanggal 9 Mei 2025;                       KP-01.01 Rev. 00 Amd 01 dated May 9, 2025;
      4. Kebijakan Khusus K3L No. Dok. WIKA-HSE-KP-01.04 Rev.          4. Special HSE Policy No. Doc. WIKA-HSE-KP-01.04 Rev.
          00 tanggal 30 Desember 2025;                                      00 dated December 30, 2025;
      5. Kebijakan Keberlanjutan No. Dok. WIKA-HSE-KP-01.04            5. Sustainability Policy No. Doc. WIKA-HSE-KP-01.04 Rev.
          Rev. 00 Amd 01 tanggal 9 Mei 2025;                                00 Amd 01 dated May 9, 2025;
      6. Kebijakan Keanekaragaman Hayati dan Restorasi Lahan           6. Biodiversity and Land Restoration Policy No. Doc. WIKA-
          No. Dok. WIKA-TFO-KP-01.01 Rev. 00 tanggal 23                     TFO-KP-01.01 Rev. 00 dated January 23, 2025;
          Januari 2025;
      7. Kebijakan Benturan Kepentingan dan Transaksi Orang            7.   Conflict of Interest and Insider Transaction Policy No.
          Dalam No. Dok. WIKA-GCG-KP-01.01 Rev.00 tanggal 29                Doc. WIKA-GCG-KP-01.01 Rev. 00 dated August 29, 2025
          Agustus 2025
      8. Prosedur Manajemen Proyek No. Dok. WIKA-PPP-                  8. Project Management Procedure No. Doc. WIKA-PPP-
          PM-01.01 Re. 02 Amd 01 tanggal 31 Oktober 2025                   PM-01.01 Re. 02 Amd 01 dated October 31, 2025,
          dimana diperkuat mengenai ketentuan khusus atas proyek           which strengthens the special provisions for direct
          penunjukan langsung;                                             appointment projects;
      9. Prosedur Keuangan, Akuntansi dan Perpajakan No.               9. Financial, Accounting, and Taxation Procedure No. Doc.
          Dok. WIKA-KEU-PM.01.01 Rev. 01 Amd 04 tanggal 31                 WIKA-KEU-PM.01.01 Rev. 01 Amd 04 dated October 31,
          Oktober 2025;                                                    2025;
      10. Prosedur Pengadaan Dan Supply Chain Management               10. Procurement and Supply Chain Management Procedure
          No. Dok. WIKA-SCM-PM-01.01 Rev 01 Amd 02 tanggal                 No. Doc. WIKA-SCM-PM-01.01 Rev. 01 Amd 02 dated
          31 Oktober 2025;                                                 October 31, 2025;
      11. Prosedur Human Capital No. Dok. WIKA-HCE-PM-01.01            11. Human Capital Procedure No. Doc. WIKA-HCE-PM-01.01
          Rev. 00 Amd 04 tanggal 8 Mei 2025;                               Rev. 00 Amd 04 dated May 8, 2025;
      12. Prosedur Manajemen Kepatuhan No. Dok. WIKA-SMW-              12. Compliance Management Procedure No. Doc. WIKA-
          PM-01.01 Rev. 00 tanggal 6 Oktober 2025;                         SMW-PM-01.01 Rev. 00 dated October 6, 2025;
      13. Instruksi Kerja Keuangan, Akuntansi dan Perpajakan           13. Financial, Accounting, and Taxation Work Instruction No.
          No. Dok. WIKA-KEU-IK-03-11 Rev. 04 tanggal 5                     Doc. WIKA-KEU-IK-03-11 Rev. 04 dated December 5,
          Desember 2025;                                                   2025;
      14. IK Penyusunan Estimasi RAB Tender & Dokumen                  14. IK Preparation of Tender Budget and Budget Estimates &
          Penawaran Teknis dan Harga No. Dok. WIKA-PAS-IK-01.01            Technical and Price Bidding Documents, Doc. No. WIKA-
          Rev. 00 tanggal 24 Oktober 2025.                                 PAS-IK-01.01 Rev. 00 dated October 24, 2025;




106   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 107
Selanjutnya, dalam rangka memperkuat penerapan tata kelola                                   Furthermore, to strengthen the implementation of governance
pada aspek lingkungan di WIKA Group, Perseroan secara                                        within the environment of WIKA Group, the Company
konsisten melaksanakan Program Tata Kelola Terintegrasi yang                                 consistently applies an Integrated Governance Program that
mengacu pada Pedoman Prinsip Pengelolaan Anak Perusahaan                                     refers to the Guidelines for Subsidiary Management Principles
dan Tata Kelola Terintegrasi Nomor Dokumen WIKA-SUB-                                         and Integrated Governance, Document Number WIKA-SUB-
QM-01.01 Rev. 01 tanggal 2 Januari 2024, sebagai pedoman                                     QM-01.01 Rev. 01 dated January 2, 2024, as a guideline for
dalam memastikan keselarasan kebijakan, pengendalian, dan                                    ensuring alignment of policies, controls, and supervision across
pengawasan di seluruh entitas dalam WIKA Group.                                              all entities within WIKA Group.

Framework Tata Kelola Terintegrasi WIKA Group disajikan                                      WIKA Group Integrated Governance Framework is
sebagai berikut.                                                                             presented below.

                                                                                             •     Komisaris Utama Anak Perusahaan menjadi Anggota Komite Bidang Tata Kelola Terintegrasi WIKA
          FRAMEWORK TATA KELOLA                                                              •
                                                                                             •
                                                                                                   DKHCMR Anak Perusahaan menjadi Penanggung Jawab TKT di Anak Perusahaan
                                                                                                   Sekretaris Anak Perusahaan menjadi Koordinator TKT di Anak Perusahaan
          TERINTEGRASI WIKA GROUP                                                            •     Masing-masing BOD-1 Anak Perusahaan menjadi counterpart PIC TKT WIKA di setiap aspek
                                                                                             •     President Commissioner os Subsidiary becomes Member of Integrated Governance Committee WIKA
          WIKA GROUP INTEGRATED                                                              •     DKHCMR of the Subsidiary becomes the TKT Coordinator at the Subsidiary
                                                                                             •     The Secretary of the Subsidiary becomes the Person in Charge of TKT in the Subsidiary
          GOVERNANCE FRAMEWORK                                                               •     Each Subsidiary's BOD-1 becomes WIKA's TKT PIC counterpart in each aspect


                                                                                                                                        Monitoring

                                                                                                                               Pelaporan/Rekomendasi
                                                                                                                             Reporting/Recommendations

                                                                   DEWAN KOMISARIS AP            DEWAN KOMISARIS WIKA                                              KOMITE TKT
                                                                 BOARD OF COMMISSIONERS AP       WIKA BOARD OF COMMISSIONERS                                       TKT COMMITTEE

                                                                                                                       Nasihat | Feedback

                               DIREKTUR UTAMA AP                                                        DIREKSI WIKA
                                  MAIN DIRECTOR AP                                                      WIKA DIRECTORS



                            DIREKTUR PENANGGUNG
                            JAWAB TKT DKHCMP AP
                                                                                                      DIREKTUR PEMBINA                          DIREKTUR FUNGSI
                           DIRECTOR IN CHARGE TKT DKHCMR AP
                                                                                                         COACH DIRECTOR                         FUNCTION DIRECTOR
                                                                                                                                                                                        BP BUMN

                         KOORDINATOR TKT (BOD-1 AP)                                                          PJFS CGCD (SEBAGAI KOORDINATOR TKT)
                          SEKRETARIS PERUSAHAAN                                                                      PJFS CGCD (AS TKT COORDINATOR)
                              TKT COORDINATOR (BOD - 1 AP)
                                  COMPANY SECRETARY                                                             PJFS MANAJEMEN RISIKO STRATEGIS
                                                                                                                    PJFS STRATEGIC RISK MANAGEMENT

                                                                                                                         PJFS AUDIT INTERNAL
                                                                                                                           AUDIT INTERNAL PJFS


                    PJFK AP (ASPEK2 SESUAI PEDOMAN TKT)                                                 PJFK WIKA INDUK (ASPEK2 SESUAI PEDOMAN TKT)
               PJFK WIKA PARENT (ASPECT2 ACCORDING TO TKT GUIDELINES )                                  PJFK WIKA PARENT (ASPECT2 ACCORDING TO TKT GUIDELINES)




Perseroan telah membentuk Komite Tata Kelola Terintegrasi                                    The Company has established an Integrated Governance
sesuai Surat Keputusan Dewan Komisaris Perusahaan                                            Committee in accordance with the Decree of Board of
Perseroan (Persero) Nomor 67/DK/WIKA/2023 tanggal                                            Commissioners of PT Wijaya Karya Tbk (Persero) Number
3 Juli 2023 tentang Pembentukan dan Pengangkatan                                             67/DK/WIKA/2023 dated July 3, 2023, concerning the
Anggota-Anggota Komite Pemantau Risiko dan Tata Kelola                                       Establishment and Appointment of Members of Integrated
Terintegrasi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Wijaya Karya                                  Governance and Risk Monitoring Committee of PT Wijaya
Tbk. Komite TKT diketuai oleh Komisaris Utama Perseroan                                      Karya Tbk (Persero). The Integrated Governance Committee
dengan dan bertindak sebagai Wakil Komite TKT adalah                                         is chaired by the Company's President Commissioner, with an
Komisaris Independen Perseroan. Anggota Komite terdiri                                       Independent Commissioner acting as the Company's Deputy
dari Komisaris Perseroan, Komisaris Utama Perusahaan                                         Commissioner. The Committee consists of the Company's
Anak dan Tim Pendukung dari kalangan professional                                            Commissioners, the President Commissioners of its
yang independen.                                                                             Subsidiaries, and Support Team of independent professionals.

Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab                                         To support the implementation of Integrated Governance
Komite TKT, Dewan Komisaris juga telah menetapkan                                            Committee's duties and responsibilities, the Board
Piagam Komite Tata Kelola Terintegrasi berdasarkan                                           of Commissioners has also established an Integrated
Surat Keputusan Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan                                         Governance Committee Charter based on the Decree of
(Persero) PT Wijaya Karya Tbk Nomor 97/DK/WIKA/2023                                          Board of Commissioners of PT Wijaya Karya Tbk Number
tentang Piagam Komite Tata Kelola Terintegrasi Perusahaan                                    97/DK/WIKA/2023 concerning the Integrated Governance
Perseroan (Persero) PT Wijaya Karya Tbk tanggal 26                                           Committee Charter of PT Wijaya Karya Tbk (Persero) dated




                                                                                                                                                                            PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   107
Page 108
                              Tata Kelola
                              Governance




      September 2023. Mekanisme hubungan antara Komite                                               September 26, 2023. The relationship between Integrated
      TKT dengan organ Perseroan lainnya digambarkan dalam                                           Governance Committee and other corporate organs is
      Framework Komite Tata Kelola Terintegrasi Dewan Komisaris                                      described in the Framework of Integrated Governance
      sebagai berikut.                                                                               Committee of Board of Commissioners as follows.



                                             FRAMEWORK KOMITE TATA KELOLA TERINTEGRASI DEWAN KOMISARIS
                                             FRAMEWORK FOR THE BOARD OF COMMISSIONERS' INTEGRATED GOVERNANCE COMMITTEE



                            DEWAN KOMISARIS PT WIKA
                          PT WIKA BOARD OF COMMISSIONERS



                                            NASIHAT | FEEDBACK
                                              •   EVALUASI PELAKSANAAN TKT                  REKOMENDASI | RECOMMENDATIONS
                                              •   MEMBERIKAN ARAHAN
                                              •   PERSETUJUAN PEDOMAN TKT                        •   MENGEVALUASI PENERAPAN TKT
                                              •   EVALUATION OF TKT IMPLEMENTATION               •   MEREKOMENDASIKAN PEYEMPURNAAN PEDOMAN TKT
                                              •   PROVIDING GUIDANCE                             •   KOMUNIKASI DG KKOMITE AUDIT & MR
                                              •   APPROVAL OF TKT GUIDELINES                     •   EVALUATION OF TKT IMPLEMENTATION
                                                                                                 •   PROVIDING GUIDANCE
                                                                                                 •   APPROVAL OF TKT GUIDELINES


                                  DIREKSI PT WIKA
                            PT WIKA BOARD OF DIRECTORS              Pedoman Prinsip Pengelolaan                                                   KOMITE TATA KELOLA
                                                                     Anak Perusahaan & TKT PT                                                 TERINTEGRASI DEKOM PT WIKA
                                                                              WIKA                                                              INTEGRATED GOVERNANCE
                                                                                                                                                COMMITTEE DEKOM PT WIKA
                                                                        PT WIKA Subsidiary &
                                                                      KT Management Principles
                                                                              Guidline


                                                                                                              Piagam (Charter) Komite
                                                                                 Melalui Ratikasi              Tata Kelola Terintegrasi
                                                                                Through Ratikation              Chartered of Iintegrated
                               DIREKSI ENTITAS ANAK
                             DIRECTORS OF SUBSIDIARIES                                                          Governance Committee




                                                                                                           KLARIFIKASI | CLARIFICATION

                                                                                  Penerapan GCG terkait audit intern, hukum dan kepatuhan, keuangan dan manajemen
                                                                                                  risiko, sumber daya manusia dan operasional usaha
                                                                                 Implementation of corporate governance related to internal audit, legal and compliance,
                                                                                       finance and risk management, human resources, and business operations




      Pelakasanaan TKT juga memerlukan penguatan peran Divisi                                        The implementation of Integrated Governance (TKT) also
      Manajemen Risiko dan Internal Audit.                                                           requires the strengthening of the roles of Risk Management
                                                                                                     and Internal Audit Division.

      Dalam proses Tata Kelola Teintegrasi, Direksi telah menetapkan                                 In the Integrated Governance process, the Board of Directors
      Kebijakan Tata Kelola Terintegrasi yang telah diperbaharui                                     has established an updated Integrated Governance Policy
      sebagaimana No. Dok. WIKA-SUB-KP-01.01 Rev. 00 Amd 01                                          as per Document No. WIKA-SUB-KP-01.01 Rev. 00 Amd 01
      tanggal 30 Desember 2025 dan Pedoman Prinsip Pengelolaan                                       dated December 30, 2025, and the Guidelines for Subsidiary
      Anak Perusahaan dan Tata Kelola Terintegrasi sebagaimana                                       Management Principles and Integrated Governance as per
      Dokumen Nomor WIKA-SUB-QM.01.01 Rev. 01. Kebijakan                                             Document No. WIKA-SUB-QM.01.01 Rev. 01. This policy is
      ini dibuat sesuai dengan prinsip keterbukaan, akuntabilitas,                                   formulated in accordance with the principles of transparency,
      pertanggungjawaban, independensi, profesional, dan                                             accountability, responsibility, independence, professionalism,
      kewajaran. Penerapan tersebut meliputi tiga parameter yaitu                                    and fairness. This implementation encompasses three
      struktur, proses, dan hasil tata kelola sehingga menghasilkan                                  parameters: structure, process, and governance outcomes,
      kualitas yang dapat memenuhi harapan pemangku kepentingan.                                     resulting in quality that meets stakeholder expectations. To
      Terkait dengan tugas memantau pelaksanaan Audit Internal                                       monitor the implementation of Integrated Internal Audits for
      Terintegrasi terhadap Anak Perusahaan telah dilakukan Audit                                    Subsidiaries, a Joint Internal Audit (IA) has been conducted
      Internal Gabungan oleh Internal Audit (IA) Perseroan dengan                                    by the Company's Internal Audit (IA) and the Subsidiary's
      Satuan Pengawas Internal Anak Perusahaan. Pelaksanaan Audit                                    Internal Audit Unit. Integrated Internal Audits were conducted
      Internal Terintegrasi, telah dilakukan terhadap Anak Perusahaan                                for Subsidiaries during Semesters 1 and 2 of 2025.
      selama Semester 1 dan 2 tahun 2025.




108   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 109
            Struktur dan Komposisi Tata Kelola [GRI 2-9, GRI 2-11]
                                  Governance Structure and Composition [GRI 2-9, GRI 2-11]




Merujuk pada Undang-Undang Republik Indonesia No. 40              In accordance with Law of the Republic of Indonesia No. 40
tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT), struktur           of 2007 concerning Limited Liability Companies (PT Law), the
tata kelola Perseroan terdiri atas tiga organ utama yakni Rapat   Company's governance structure consists of three main organs:
Umum Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi serta            General Meeting of Shareholders, Board of Commissioners,
organ pendukung lainnya. Sistem kepengurusan menganut             and Board of Directors, as well as other supporting organs. The
sistem dua badan (two tier system), yaitu Dewan Komisaris         management system adopts a two-tier system: the Board of
dan Direksi, yang memiliki wewenang dan tanggung jawab            Commissioners and the Board of Directors, each with clear
yang jelas sesuai fungsinya masing-masing sebagaimana             authority and responsibilities according to their respective
diamanahkan dalam Anggaran Dasar dan peraturan                    functions, as mandated by the Articles of Association and
perundang-undangan. Komposisi Dewan Komisaris terdiri             laws and regulations. The Board of Commissioners consists
atas 1 (satu) orang Komisaris Utama, 4 (empat) orang              of 1 (one) President Commissioner, 4 (four) Independent
Komisaris Independen dan 1 (satu) orang Komisaris. Dalam          Commissioners, and 1 (one) Commissioner. In carrying out
melaksanakan fungsinya Dewan Komisaris dibantu oleh               its functions, the Board of Commissioners is assisted by
organ pendukung yaitu Sekretaris Dewan Komisaris, Komite          supporting organs: Secretary of Board of Commissioners,
Audit, Komite Remunerasi, Nominasi dan Good Corporate             Audit Committee, Remuneration, Nomination, and Good
Governance (GCG), Komite Pemantau Risiko serta Komite             Corporate Governance (GCG) Committee, Risk Monitoring
Tata Kelola Terintegrasi. Sedangkan Direksi dibantu oleh          Committee, the Integrated Governance Committee. The
organ pendukung di antaranya Corporate Secretary, Internal        Board of Directors is assisted by supporting bodies, including
Audit, dan Manajemen Risiko. Komisaris Utama dan Direktur         Corporate Secretary, Internal Audit, and Risk Management.
Utama merupakan ketua badan tata kelola tertinggi dan tidak       The President Commissioner and President Director are the
termasuk sebagai pejabat eksekutif di Perseroan.                  leaders of the highest governance bodies and are not executive
                                                                  officers of the Company.




                                                                                                         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   109
Page 110
                              Tata Kelola
                              Governance




      Adapun struktur tata kelola yang dimiliki oleh Perseroan,       The Company's governance structure is as follows.
      sebagai berikut.




      Informasi terkait profil Dewan Komisaris dan Direksi termasuk   Information regarding the profile of Board of Commissioners
      Komisaris Independen, masa jabatan, jenis kelamin, dan          and Board of Directors, including Independent Commissioners,
      kompetensi yang dimiliki telah disajikan secara rinci pada      term of office, gender, and competencies, has been presented
      bagian Profil Perusahaan Laporan Tahunan tahun 2025.            in detail in the Company Profile section of the 2025 Annual
      Sedangkan, informasi terkait profil komite beserta tugas dan    Report. Meanwhile, information regarding the profiles of
      tanggung jawab badan tata kelola tertinggi disajikan pada       committees as well as the duties and responsibilities of the
      bagian Tata Kelola Perusahaan Laporan Tahunan tahun 2025.       highest governance bodies is presented in the Corporate
                                                                      Governance section of the 2025 Annual Report.




110   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 111
                                                                  Conflict of Interest [GRI 2-15]
                                                                                  Conflict of Interest [GRI 2-15]


Benturan Kepentingan (Conflict of Interest) adalah situasi         Conflict of Interest is defined as a situation or condition in
atau kondisi Insan WIKA karena jabatan atau posisinya,             which WIKA People, due to their position or role, have or are
memiliki atau patut diduga memiliki kepentingan pribadi            reasonably suspected of having personal interests in the
terhadap setiap penggunaan wewenang dalam kedudukan                exercise of their authority within their position, which may
atau jabatannya, sehingga berpotensi disalahgunakan baik           potentially be misused, either intentionally or unintentionally,
secara sengaja maupun tidak sengaja untuk kepentingan lain.        for other interests. The Company is committed to avoiding all
Perseroan berkomitmen untuk menghindari segala bentuk              forms of conflict of interest. This commitment is stipulated in
benturan kepentingan (conflict of interest). Komitmen ini telah    the Conflict of Interest and Insider Transactions Policy as well
tercantum dalam Kebijakan Benturan Kepentingan dan Transaksi       as the Conflict of Interest Handling Guidelines. Under these
Orang Dalam, dan Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan.          guidelines, all WIKA People, including Board of Commissioners
Dalam Pedoman tersebut, seluruh insan WIKA termasuk Dewan          and Board of Directors, are required to avoid situations that
Komisaris dan Direksi wajib untuk menghindari situasi yang         may give rise to conflicts of interest.
dapat menimbulkan benturan kepentingan.

Insan WIKA yang menghadapi situasi benturan kepentingan            WIKA people who face a conflict of interest situation are
dilarang untuk melanjutkan kegiatan atau melaksanakan              prohibited from continuing activities or performing duties and
tugas dan tanggung jawab yang terkait dengan situasi               responsibilities related to such conflict of interest. Furthermore,
Benturan Kepentingan tersebut. Selanjutnya, insan WIKA             WIKA people may withdraw from duties and responsibilities
dapat mengundurkan diri dari tugas dan tanggung jawab yang         that may potentially involve a conflict of interest or decide
berpotensi terdapat Benturan Kepentingan tersebut atau             not to participate in the decision-making process related to
memutuskan untuk tidak terlibat dalam proses pengambilan           activities where such conflicts exist. Exceptions may occur
keputusan terkait dengan kegiatan yang terdapat Benturan           under certain considerations solely for the interest of the
Kepentingan. Hal ini terjadi pengecualian apabila dengan           Company, whereby the authorized party in accordance with
pertimbangan tertentu yang semata-mata untuk kepentingan           the three lines model for handling conflicts of interest may
Perseroan, maka yang berwenang sesuai three lines model            request the concerned individual to continue performing their
penanganan Benturan Kepentingan dapat meminta yang                 duties and responsibilities in the related activity. Any WIKA
bersangkutan untuk tetap menjalankan tugas dan tanggung            people who are potentially or already in a conflict of interest
jawabnya dalam kegiatan tersebut. Setiap Insan WIKA yang           situation are required to prepare and submit a Statement Letter
berpotensi dan/atau telah berada dalam situasi Benturan            of Potential Conflict of Interest regarding such condition to
Kepentingan wajib membuat dan menyampaikan Surat                   their Direct Supervisor. For Board of Directors and Board of
Pernyataan Potensi Benturan Kepentingan terhadap kondisi           Commissioners, the Company prohibits members of Board of
tersebut kepada Atasan Langsung. Bagi Direksi dan Dewan            Commissioners and Board of Directors from applying for loans
Komisaris, Perseroan melarang anggota Dewan Komisaris,             in any form from the Company, and also prohibits members of
anggota Direksi mengajukan pinjaman dalam bentuk apapun            Board of Commissioners, Board of Directors, and/or employees
kepada Perusahaan, serta melarang anggota Dewan Komisaris,         from utilizing material information and confidential Company
anggota Direksi dan/atau karyawan Perusahaan memanfaatkan          data for personal, family, and/or group interests.
informasi material dan data rahasia Perusahaan untuk
kepentingan pribadi, keluarga, dan/atau kelompok.

Sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam Undang-            In accordance with the provisions stipulated in Law of the
Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025 tentang               Republic of Indonesia No. 1 of 2025 on the Third Amendment
Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun                 to Law No. 19 of 2003 on State-Owned Enterprises, as well
2003 Tentang Badan Usaha Milik Negara serta Peraturan              as the Regulation of Minister of State-Owned Enterprises
Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-2/MBU/03/2023             No. PER-2/MBU/03/2023 dated March 3, 2023 concerning
tanggal 3 Maret 2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan               Guidelines for Governance and Significant Corporate
Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik Negara Pasal       Activities of State-Owned Enterprises, Article 19 regarding
19 tentang Larangan Mengambil Keuntungan Pribadi dan               the Prohibition of Personal Gain and Conflicts of Interest
Benturan Kepentingan untuk Dewan Komisaris serta Pasal             for Board of Commissioners and Article 25 regarding the
25 tentang Larangan Mengambil Keuntungan Pribadi dan               Prohibition of Personal Gain and Conflicts of Interest for
Benturan Kepentingan untuk Direksi, Dewan Komisaris dan            Board of Directors, the Board of Commissioners and Board
Direksi dilarang memanfaatkan BUMN untuk kepentingan               of Directors are prohibited from utilizing SOEs for personal,
                                                                   family, and/or other parties’ interests that may harm or reduce



                                                                                                             PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   111
Page 112
                              Tata Kelola
                              Governance




      pribadi, keluarga, dan/atau pihak lain yang dapat merugikan        the profits of SOEs. The Board of Commissioners and Board
      atau mengurangi keuntungan BUMN. Dewan Komisaris dan               of Directors are also prohibited from obtaining personal gain,
      Direksi juga dilarang mengambil keuntungan pribadi baik            either directly or indirectly, from SOE activities other than
      secara langsung maupun tidak langsung dari kegiatan BUMN           legitimate remuneration.
      selain penghasilan yang sah.

      Dalam mengelola benturan kepentingan bagi Dewan Komisaris,         In managing conflicts of interest for Board of Commissioners,
      Perseroan telah menganut beberapa prinsip untuk mencegah           the Company adopts several principles to prevent the
      terjadinya benturan kepentingan dan implikasi lanjutan yang        occurrence of conflicts of interest and the subsequent
      sering ditimbulkannya antara lain sebagai berikut:                 implications that may arise, including the following:
      1. Dewan Komisaris WIKA harus mematuhi ketentuan Peraturan         1. WIKA Board of Commissioners must comply with OJK
          OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan             Regulation No. 42/POJK.04/2020 concerning Affiliated
          Transaksi Benturan Kepentingan. Beberapa prinsip yang              Transactions and Conflict of Interest Transactions. Several
          dianut untuk mencegah terjadinya benturan kepentingan              principles adopted to prevent conflicts of interest and
          dan implikasi lanjutan yang sering ditimbulkannya antara           their potential implications include the following:
          lain adalah sebagai berikut:
          a. Dewan Komisaris selalu menghindari adanya benturan              a. Board of Commissioners must always avoid conflicts
               kepentingan di dalam melaksanakan tugasnya. Dewan                of interest in carrying out their duties. Board of
               Komisaris tidak akan memanfaatkan jabatan untuk                  Commissioners shall not use their position for
               kepentingan pribadi atau untuk kepentingan orang                 personal interests or for the interests of other related
               atau pihak lain yang terkait;                                    individuals or parties;
          b. Dewan Komisaris harus menghindari setiap aktivitas              b. Board of Commissioners must avoid any activities
               yang dapat mempengaruhi independensinya dalam                    that may affect their independence in performing
               tugas pengawasan Perseroan;                                      their supervisory duties over the Company;
          c. Dewan Komisaris berkewajiban mengisi Daftar                     c. Board of Commissioners are required to complete a
               Khusus yang berisikan kepemilikan sahamnya dan                   Special Register containing their share ownership and/
               atau keluarganya pada perusahaan lain;                           or that of their family members in other companies;
          d. Apabila terjadi benturan kepentingan, maka harus                d. In the event of a conflict of interest, it must be
               diungkapkan, dan Dewan Komisaris yang bersangkutan               disclosed, and the concerned member of Board of
               tidak boleh melibatkan diri dalam proses pengambilan             Commissioners must not participate in the Company’s
               keputusan Perseroan;                                             decision-making process;
          e. Dewan Komisaris berkewajiban membuat pernyataan                 e. Board of Commissioners are required to make
               mengenai benturan kepentingan terhadap hal-                      statements regarding conflicts of interest in matters
               hal yang termaktub dalam Rencana Kerja dan                       stipulated in the Company’s Work Plan and Budget.
               Anggaran Perusahaan.

      Sedangkan, dalam mengelola benturan kepentingan bagi               Meanwhile, in managing conflicts of interest for Board of
      Direksi, Perseroan menerapkan beberapa prinsip untuk               Directors, the Company implements several principles to
      mencegah terjadinya benturan kepentingan dan implikasi             prevent the occurrence of conflicts of interest and their
      lanjutan yang sering ditimbulkannya antara lain sebagai berikut:   potential implications, including the following:
      1. Direksi harus menghindari adanya potensi benturan               1. Board of Directors must avoid potential conflicts of interest
           kepentingan di dalam melaksanakan tugasnya. Untuk                 in carrying out their duties. To prevent such situations,
           mencegah terjadinya hal tersebut Direksi perlu memenuhi           Board of Directors must adhere to the following principles:
           beberapa prinsip, yaitu:
           a. Direksi wajib menyelenggarakan dan mengisi Daftar              a. Board of Directors are required to maintain and
               Khusus yang berisikan kepemilikan sahamnya dan                   complete a Special Register containing their share
               atau keluarganya pada perusahaan lain secara benar               ownership and/or that of their family members in
               dan akurat;                                                      other companies accurately and truthfully;
           b. Direksi harus menghindari setiap aktivitas yang                b. Board of Directors must avoid any activities that may
               dapat mempengaruhi independensinya dalam                         affect their independence in decision-making;
               pengambilan keputusan;
           c. Tidak boleh berpartisipasi dalam setiap kegiatan               c.   Board of Directors are prohibited from participating in
               pengadaan yang melibatkan suatu Perseroan di mana                  procurement activities involving a company in which
               yang bersangkutan atau keluarganya mempunyai                       they or their family members hold significant share
               kepemilikan saham yang signifikan atau mempunyai                   ownership or have financial interests in the transaction;
               kepentingan finansial atas transaksi tersebut;




112   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 113
     d. Direksi wajib membuat pernyataan mengenai benturan               d. Board of Directors are required to provide statements
         kepentingan terhadap hal-hal yang termaktub dalam                    regarding conflicts of interest in matters stipulated
         Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan.                               in the Company’s Work Plan and Budget.
2.   Apabila terjadi sesuatu hal, di mana kepentingan Perseroan     2.   In the event that the interests of the Company conflict
     berbenturan dengan kepentingan salah seorang anggota                with the interests of a member of Board of Directors, with
     Direksi, maka dengan persetujuan Komisaris, Perseroan               the approval of Board of Commissioners, the Company
     akan diwakili oleh anggota Direksi lainnya. Apabila benturan        will be represented by another member of Board of
     kepentingan tersebut menyangkut semua anggota Direksi,              Directors. If the conflict of interest involves all members
     maka Perseroan akan diwakili oleh Dewan Komisaris atau              of Board of Directors, the Company will be represented
     seorang yang ditunjuk oleh Dewan Komisaris.                         by Board of Commissioners or a person appointed by
                                                                         Board of Commissioners.
3.   Dalam hal tidak ada Dewan Komisaris, maka Rapat Umum           3.   In the absence of a Board of Commissioners, the General
     Pemegang Saham mengangkat seorang atau lebih untuk                  Meeting of Shareholders shall appoint one or more persons
     mewakili Perseroan dalam menjalankan tugas tersebut                 to represent the Company in carrying out the duties
     di atas.                                                            mentioned above.

PT Wijaya Karya mendefinisikan benturan kepentingan sebagai         PT Wijaya Karya defines a conflict of interest as a condition in
kondisi adanya pertentangan antara kepentingan ekonomis             which there is a conflict between personal economic interests
pribadi dengan kepentingan ekonomis Perusahaan yang                 and the economic interests of the Company that may affect
berpotensi memengaruhi objektivitas serta pertimbangan              objectivity and commercial judgment in decision-making.
komersial dalam pengambilan keputusan. Setiap individu di           Every individual within the Company is prohibited from being in
lingkungan Perusahaan dilarang berada dalam situasi yang            a situation that may give rise to a conflict of interest. Therefore,
dapat menimbulkan benturan kepentingan. Oleh karena itu,            all decisions must be based solely on the best interests of the
seluruh keputusan yang diambil wajib semata-mata didasarkan         Company. In the event that certain conditions potentially give
pada kepentingan terbaik Perusahaan. Dalam hal terdapat             rise to conflicts of interest, the concerned party is required to
kondisi tertentu yang berpotensi menimbulkan benturan               disclose such conditions transparently and is not permitted
kepentingan, pihak yang bersangkutan diwajibkan untuk               to be involved in the related decision-making process.
mengungkapkan secara transparan serta tidak diperkenankan
untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan dimaksud.

Untuk mencegah terjadinya benturan kepentingan, Perseroan           To prevent conflicts of interest, the Company establishes
menetapkan sejumlah prinsip kebijakan sebagai berikut:              several policy principles as follows:
1. Anggota Dewan Komisaris dan Direksi wajib mengungkapkan          1. Members of Board of Commissioners and Board of
   kepemilikan saham, baik di Perseroan maupun di perusahaan            Directors are required to disclose their share ownership,
   lain, dalam daftar khusus sesuai dengan ketentuan peraturan          both in the Company and in other companies, in a special
   perundang-undangan yang berlaku.                                     register in accordance with applicable laws and regulations.
2. Setiap individu di lingkungan Perseroan dilarang                 2. Every individual within the Company is prohibited from
   memanfaatkan jabatan atau kewenangan yang dimiliki                   utilizing their position or authority for personal interests or
   untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan pihak                   the interests of other parties that may harm the Company.
   lain yang dapat merugikan Perseroan.
3. Setiap individu di lingkungan Perseroan dilarang                 3. Every individual within the Company is prohibited from
   menggunakan informasi penting dan bersifat rahasia                  using important and confidential information for personal
   untuk kepentingan pribadi atau kepentingan pihak lain               interests or the interests of other parties that may
   yang berpotensi merugikan Perseroan.                                potentially harm the Company.
4. Setiap individu di lingkungan Perseroan diharapkan               4. Every individual within the Company is expected to avoid
   menghindari kepemilikan atau keterlibatan kepentingan               ownership or involvement in economic interests in other
   ekonomi pada perusahaan lain yang berpotensi                        companies that may potentially give rise to economic
   menimbulkan benturan kepentingan ekonomi.                           conflicts of interest.

Dalam rangka memastikan pencegahan dan mitigasi benturan            To ensure the prevention and mitigation of conflicts of
kepentingan pada tingkat organ tata kelola tertinggi, Perseroan     interest at the level of the highest governance bodies, the
menerapkan mekanisme pengawasan yang melibatkan                     Company applies supervisory mechanisms involving Board
Dewan Komisaris dan Direksi melalui penerapan kebijakan             of Commissioners and Board of Directors through the
pengungkapan, evaluasi, serta pengendalian benturan                 application of policies on disclosure, evaluation, and control
kepentingan secara berkelanjutan. Setiap potensi benturan           of conflicts of interest on an ongoing basis. Any potential
kepentingan, termasuk yang berkaitan dengan rangkap                 conflict of interest, including those related to cross-board
jabatan (cross-board membership), kepemilikan saham silang          membership, cross-shareholding with suppliers or other




                                                                                                              PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   113
Page 114
                              Tata Kelola
                              Governance




      dengan pemasok atau pemangku kepentingan lainnya (cross-            stakeholders, the presence of controlling shareholders, as
      shareholding), keberadaan pemegang saham pengendali, serta          well as relationships and transactions with related parties,
      hubungan dan transaksi dengan pihak berelasi, diidentifikasi        is identified and managed in accordance with applicable
      dan dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Informasi        regulations. Information regarding such conflicts of interest is
      terkait benturan kepentingan tersebut diungkapkan secara            disclosed transparently to stakeholders through the Company’s
      transparan kepada pemangku kepentingan melalui laporan              financial statements, annual report, and sustainability report,
      keuangan, laporan tahunan, dan laporan keberlanjutan                as part of the commitment to the principles of transparency
      Perseroan, sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip            and accountability. Through the implementation of these
      keterbukaan dan akuntabilitas. Dengan penerapan mekanisme           mechanisms, the Company ensures that every strategic
      ini, Perseroan memastikan bahwa setiap keputusan strategis          decision is made independently, objectively, and free from
      diambil secara independen, objektif, dan bebas dari pengaruh        the influence of personal or particular interests.
      kepentingan pribadi maupun pihak tertentu.

      Selama tahun 2025, seluruh anggota Dewan Komisaris dan              Throughout 2025, all members of Board of Commissioners
      Direksi tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota             and Board of Directors did not have any affiliated relationships
      Dewan Komisaris dan Direksi lainnya serta pemegang saham            with other members of Board of Commissioners and Board
      pengendali, baik dalam hubungan keuangan, keluarga dan              of Directors or with the controlling shareholder, whether in
      kepengurusan. Pemegang saham pengendali Perseroan                   financial, family, or management relationships. The Company’s
      adalah PT Danantara (Holding Operasional BUMN Karya)                controlling shareholder is PT Danantara (Operational Holding
      dengan kepemilikan saham sebesar 91.018%. Seluruh anggota           of SOE Construction Companies) with share ownership of
      Dewan Komisaris dan Direksi juga tidak memiliki hubungan            91.018%. All members of Board of Commissioners and Board
      kepengurusan dengan perusahaan lain. Di samping itu, juga           of Directors also do not hold management positions in other
      tidak terdapat kepemilikan saham silang antara anggota              companies. In addition, there is no cross-share ownership
      Dewan Komisaris dan Direksi dengan pemasok, kontraktor,             between members of Board of Commissioners and Board of
      atau pemangku kepentingan lain yang menimbulkan benturan            Directors with suppliers, contractors, or other stakeholders
      kepentingan. Informasi terkait benturan kepentingan Dewan           that would create a conflict of interest. Information related
      Komisaris dan Direksi serta Hubungan Afiliasi Anggota Direksi,      to conflicts of interest of Board of Commissioners and
      Dewan Komisaris, dan Pemegang Saham Pengendali telah                Board of Directors as well as the affiliated relationships of
      disajikan pada bagian Tata Kelola Perusahaan Laporan Tahunan.       members of Board of Directors, Board of Commissioners,
      Selain itu, informasi kepemilikan saham Dewan Komisaris             and the controlling shareholder has been presented in
      dan Direksi telah disajikan pada Laporan Tahunan bagian             the Corporate Governance section of the Annual Report.
      Profil Perusahaan. Di samping itu, di sepanjang tahun 2025,         Furthermore, information regarding the share ownership of
      tidak terdapat transaksi material yang mengandung benturan          Board of Commissioners and Board of Directors is presented in
      kepentingan serta dan/atau transaksi dengan pihak afiliasi.         the Company Profile section of the Annual Report. In addition,
      Informasi terkait transaksi benturan kepentingan, transaksi         throughout 2025 there were no material transactions involving
      afiliasi, transaksi pihak berelasi telah disampaikan pada Laporan   conflicts of interest and/or transactions with affiliated parties.
      Tahunan bagian Analisis dan Pembahasan Manajemen.                   Information regarding conflict of interest transactions,
                                                                          affiliated transactions, and related party transactions has
                                                                          been presented in the Management Discussion and Analysis
                                                                          section of the Annual Report.




114   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 115
                                                                   Penegakkan Integritas
                                                                                        Integrity Enforcement



Perseroan menyadari bahwa integritas tidak hanya dimaknai       The Company if fully aware that integrity is not merely defined
sebagai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan,        as compliance with laws and regulations, but also constitutes
melainkan merupakan elemen esensial dalam strategi bisnis       an essential element in the business strategy that is capable
yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perusahaan,            of creating added value for the Company, both in terms of
baik dari sisi reputasi, efektivitas operasional, maupun        reputation, operational effectiveness, and long-term business
keberlangsungan usaha dalam jangka panjang. Sejalan dengan      sustainability. In line with this understanding, WIKA has applied
pemahaman tersebut, WIKA telah menerapkan berbagai              various policies and strategic initiatives to ensure that integrity
kebijakan dan langkah strategis guna memastikan bahwa           values are embedded and consistently implemented across
nilai-nilai integritas tertanam dan terimplementasi secara      all lines and business activities of the Company.
konsisten di seluruh lini dan aktivitas bisnis perusahaan.




Sebagai bentuk konkret atas komitmen tersebut, Perseroan        As a concrete manifestation of this commitment, the Company
telah menyusun, menyempurnakan, dan mengimplementasikan         has developed, refined, and implemented the Code of Good
Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) serta            Corporate Governance (GCG), the Code of Conduct, and the
Pedoman Etika dan Perilaku (Code of Conduct) Pedoman            Conflict of Interest Guidelines. The Code of GCG serve as the
Benturan Kepentingan (Conflict of Interest). Pedoman GCG        primary reference for conducting business activities based on
menjadi acuan utama dalam menjalankan kegiatan usaha            the principles of transparency, accountability, responsibility,
berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung       independence, and fairness. This document provides guidance
jawab, independensi, dan kewajaran. Dokumen ini memberikan      for all internal stakeholders to ensure that every policy and
panduan bagi seluruh pemangku kepentingan internal agar         business decision is aligned with good governance standards
setiap kebijakan dan keputusan bisnis yang diambil sejalan      and supports the Company's long-term, sustainable growth.
dengan standar tata kelola yang baik serta mendukung
pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan dalam
jangka panjang.

Di sisi lain, Pedoman Etika dan Perilaku berfungsi untuk        Furthermore, the Code of Conduct serves to ensure that all
memastikan bahwa seluruh insan WIKA menjunjung tinggi           WIKA People uphold moral and ethical standards in carrying
standar moral dan etika dalam pelaksanaan tugas dan tanggung    out their duties and responsibilities. These guidelines outline
jawabnya. Pedoman ini memuat ketentuan perilaku yang            behavioral requirements that must be adhered to by every
wajib dipatuhi oleh setiap individu di lingkungan perusahaan,   individual within the Company, including compliance with




                                                                                                         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   115
Page 116
                              Tata Kelola
                              Governance




      termasuk kepatuhan terhadap peraturan, penerapan                                regulations, transparency in decision-making processes,
      transparansi dalam proses pengambilan keputusan, serta                          and efforts to prevent conflicts of interest. Through the
      upaya pencegahan benturan kepentingan. Melalui penerapan                        implementation of these guidelines, WIKA is committed
      kedua pedoman tersebut, WIKA berkomitmen membangun                              to building and strengthening a culture of integrity as the
      dan memperkuat budaya integritas sebagai landasan utama                         primary foundation of all the Company's activities and
      dalam setiap aktivitas dan proses bisnis Perseroan.                             business processes.

      Integritas menjadi salah satu prioritas utama WIKA dalam                        Integrity is one of WIKA's top priorities in ensuring its
      memastikan keberlanjutan Perseroan di masa mendatang,                           sustainability in the future, as reflected in the Governance
      sebagaimana tercermin dalam pilar Tata Kelola pada House                        pillar of WIKA's House of Sustainability. This pillar emphasizes
      of Sustainability WIKA. Pilar tersebut menegaskan bahwa                         that the implementation of GCG principles, including business
      penerapan prinsip GCG meliputi etika bisnis, praktik pengadaan                  ethics, responsible procurement practices, and inclusive
      yang bertanggung jawab, serta keterlibatan pemangku                             stakeholder engagement, is an integral part of the company's
      kepentingan secara inklusif merupakan bagian integral dari                      sustainability strategy.
      strategi keberlanjutan Perseroan.

      Dengan menginternalisasikan nilai integritas ke dalam kerangka                  By internalizing the value of integrity within its sustainability
      keberlanjutan, WIKA memastikan bahwa setiap kebijakan                           framework, WIKA ensures that every policy and business
      dan proses bisnis yang dijalankan tidak hanya memenuhi                          process not only meets the best governance standards but
      standar tata kelola terbaik, tetapi juga berkontribusi secara                   also consistently contributes to the achievement of long-term
      konsisten terhadap pencapaian sasaran jangka panjang yang                       sustainable goals. WIKA's efforts to internalize the principle
      berkelanjutan. Upaya WIKA dalam menginternalisasi prinsip                       of integrity are also reflected in the Company's achievements
      integritas juga tercermin dari pencapaian Perseroan dalam                       in various Good Corporate Governance (GCG) assessments,
      berbagai penilaian Good Corporate Governance (GCG)                              as follows.
      sebagai berikut.


                                                          Penilaian Tata Kelola Perusahaan Tahun 2025
                                                             2025 Corporate Governance Assessment
       Skor 97,59                                Skor 87,57                           Skor 2,95                           Skor 97,37
       Score 97.59                               Score 87.57,                         Score 2.95                          Score 97.37

       Kategori “Sangat Baik”                    Kategori “Sangat Terpercaya”         Kategori “Fase Praktik Yang Baik”   Kategori “Informatif”
       Category “Excellent”                      Category “Highly Reliable”           Category “Best Practices Phase”     Category: “Informative”

       ASEAN Corporate Governance                Corporate Governance                 Self Assessment Penilaian Risk      Kementrian Pendidikan Tinggi,
       Scorecard by Indonesian Institute         Perception Index (CGPI) by The       Maturity Index (RMI) Didampingi     Sains, dan Teknologi
       for Corporate Directorship (IICD)         Indonesian Institute for Corporate   Oleh BPKP
                                                 Governance (IICG)



      Dengan berbagai kebijakan, pencapaian, dan penghargaan,                         Through various policies, achievements, and awards, WIKA
      WIKA terus menunjukkan komitmennya untuk menjadikan                             continues to demonstrate its commitment to making
      integritas sebagai landasan utama dalam menjalankan bisnis.                     integrity the cornerstone of its business operations. A strong
      Budaya tata kelola yang kuat tidak hanya menjaga kepercayaan                    corporate governance culture not only maintains the trust
      stakeholder tetapi juga memastikan bahwa WIKA dapat terus                       of stakeholders but also ensures that WIKA can continue to
      beroperasi dengan prinsip yang transparan, akuntabel, dan                       operate based on principles of transparency, accountability,
      berkelanjutan. capaian terkait GCG lainnya telah disampaikan                    and sustainability. Other achievements related to corporate
      dalam Laporan Tahunan Perseroan tahun 2025.                                     governance have been presented in the Company’s 2025
                                                                                      Annual Report.




116   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 117
                                                      Nominasi dan Seleksi Dewan
                                                       Komisaris dan Direksi [GRI 2-10]
                                    Nomination and Selection of Board of Commissioners
                                                         and Board of Directors [GRI 2-10]

Sebagai bagian dari kebijakan Kementerian Badan Usaha Milik       As part of the policy of Ministry of State-Owned Enterprises
Negara (KBUMN) berdasarkan Surat Edaran Kementerian               (SOEs) based on the Circular Letter of Ministry of State-Owned
Badan Usaha Milik Negara (KBUMN) Nomor S-8/Wk2.                   Enterprises No. S-8/Wk2.MBU/04/2021, the Company actively
MBU/04/2021, Perseroan berperan aktif dalam mendukung             supports talent management and leadership sustainability
pengelolaan talenta dan keberlanjutan kepemimpinan melalui        through the Cluster Talent Committee (CTC) program. Through
program Cluster Talent Committee (CTC). Melalui program           this program, each year SOEs propose talent candidates at
ini, setiap tahunnya BUMN mengusulkan kandidat talenta            the BOD-1 level to be included in the Talent Pool of Ministry
pada level BOD-1 untuk dimasukkan ke dalam Talent Pool            of SOEs, which subsequently undergo a selection process to
Kementerian BUMN, yang selanjutnya menjalani proses               assess the level of talent readiness. Board of Directors of PT
seleksi guna menilai tingkat kesiapan (readiness) talenta.        Wijaya Karya (Persero) Tbk also participates in this readiness
Direksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. turut berpartisipasi       assessment process, including through interviews with
dalam proses asesmen kesiapan tersebut, termasuk melalui          nominated talents from other SOEs within the Infrastructure
pelaksanaan wawancara terhadap nominated talent dari              Services cluster.
BUMN lain dalam klaster Jasa Infrastruktur.

Proses nominasi dan seleksi calon anggota Dewan                   The nomination and selection process for candidates for members
Komisaris dan Direksi dilaksanakan dengan mengacu pada            of Board of Commissioners and Board of Directors is carried out with
Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-3/           reference to the Regulation of Minister of State-Owned Enterprises
MBU/03/2023 tentang Organ dan Sumber Daya Manusia                 No. PER-3/MBU/03/2023 concerning Organs and Human Resources
Badan Usaha Milik Negara. Calon anggota Direksi diusulkan         of State-Owned Enterprises. Candidates for members of Board of
oleh Komite Nominasi, Remunerasi, dan GCG (NRG) kepada            Directors are proposed by the Nomination, Remuneration, and GCG
Dewan Komisaris, untuk selanjutnya diajukan kepada Rapat          Committee (NRG) to the Board of Commissioners, and subsequently
Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai pihak yang                     submitted to the General Meeting of Shareholders (GMS) as
berwenang menetapkan pengangkatan. Dalam pembentukan              the authority responsible for determining their appointment. In
komposisi Dewan Komisaris dan Direksi, Perseroan senantiasa       forming the composition of Board of Commissioners and Board
memperhatikan prinsip keberagaman, pemenuhan persyaratan          of Directors, the Company consistently considers the principles of
independensi sesuai ketentuan peraturan perundang-                diversity, fulfillment of independence requirements in accordance
undangan, serta kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan            with prevailing regulations, and the alignment of competencies
strategis Perseroan pada bidang tertentu. Informasi mengenai      with the Company’s strategic needs in specific areas. Information
proses nominasi dan seleksi Dewan Komisaris dan Direksi           regarding the nomination and selection process for Board of
diungkapkan secara transparan dan lengkap dalam Laporan           Commissioners and Board of Directors is disclosed transparently
Tahunan Perseroan pada bagian Tata Kelola Perusahaan.             and comprehensively in the Corporate Governance section of the
                                                                  Company’s Annual Report.

Tahapan pemilihan bakal calon anggota Dewan Komisaris dan/        The stages for selecting prospective candidates for members of
atau Direksi melalui tahapan sebagai berikut:                     Board of Commissioners and/or Board of Directors are as follows:

1.   Bakal calon yang akan ditetapkan menjadi calon anggota       1.   Prospective candidates to be designated as candidates
     Dewan Komisaris adalah seseorang yang telah dinyatakan            for members of Board of Commissioners are individuals
     memenuhi Persyaratan Formal, Persyaratan Materil, dan             who have fulfilled the Formal Requirements, Material
     Persyaratan Lain;                                                 Requirements, and Other Requirements;
2.   Penilaian pemenuhan Persyaratan Materiil, dilakukan          2.   The assessment of the fulfillment of Material Requirements
     dengan cara pemeriksaan syarat administratif, dan seleksi/        is carried out through administrative verification and
     wawancara terhadap Bakal Calon Pengurus yang diusulkan;           selection/interviews with the proposed prospective
                                                                       management candidates;
3.   Penyampaian daftar Calon kepada Pemegang Saham Seri          3.   Submission of the list of candidates to the Series A Dwiwarna
     A Dwiwarna dan/atau Cluster Talent Committee;                     Shareholder and/or the Cluster Talent Committee;




                                                                                                            PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   117
Page 118
                              Tata Kelola
                              Governance




      4. Pemegang Saham Seri A Dwiwarna menyampaikan usulan            4. The Series A Dwiwarna Shareholder submits the proposed
         calon kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS);                   candidates to the General Meeting of Shareholders (GMS);
      5. Terhadap BUMN tertentu yang ditetapkan oleh Menteri,          5. e. For certain SOEs designated by the Minister, candidates
         calon Komisaris Utama/Anggota Dewan Komisaris wajib              for President Commissioner/Member of Board of
         mengikuti uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan             Commissioners are required to undergo a fit and proper
         oleh Lembaga Profesional yang ditunjuk oleh Menteri              test conducted by a Professional Institution appointed
         untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap             by the Minister to conduct the fit and proper test for
         calon Direksi.                                                   candidates for Board of Directors.



      PENGANGKATAN DEWAN KOMISARIS                                     BOARD OF COMMISSIONERS
                                                                       APPOINTMENT

      Perseroan memastikan bahwa pengangkatan dan                      The Company ensures that the appointment and dismissal of
      pemberhentian anggota Dewan Komisaris dilaksanakan               members of Board of Commissioners are conducted through
      melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan                  the General Meeting of Shareholders (GMS) by prioritizing the
      mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.            principles of transparency and accountability. Through this
      Melalui mekanisme tersebut, pandangan dan keputusan              mechanism, the perspectives and decisions of shareholders
      pemegang saham sebagai pemangku kepentingan utama                as the main stakeholders serve as the basis for nomination and
      turut menjadi dasar dalam proses pencalonan dan pemilihan        selection process of members of Board of Commissioners.
      anggota Dewan Komisaris. Proses pemilihan pada umumnya           The selection process is generally conducted every five years,
      dilakukan setiap lima tahun, tanpa mengurangi kewenangan         without prejudice to the authority of GMS to determine other
      RUPS untuk menetapkan ketentuan lain sesuai dengan               provisions in accordance with the Company’s needs. Each
      kebutuhan Perseroan. Setiap keputusan pengangkatan dan           appointment and dismissal decision comprehensively considers
      pemberhentian mempertimbangkan secara menyeluruh                 the aspects of integrity, competence, and reputation of
      aspek integritas, kompetensi, serta reputasi calon anggota       prospective members of Board of Commissioners to align with
      Dewan Komisaris agar sejalan dengan dinamika bisnis dan          the Company’s business dynamics and sustainability direction.
      arah keberlanjutan Perseroan.

      Sebagai bagian dari upaya menjaga profesionalisme dan            As part of the efforts to maintain professionalism and
      integritas tata kelola, Perseroan menerapkan mekanisme fit       governance integrity, the Company carries out the fit and
      and proper test yang dilaksanakan secara cermat dan terbuka.     proper test mechanism in a careful and transparent manner.
      Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa calon anggota        This process aims to ensure that candidates for members of
      Dewan Komisaris memiliki independensi yang memadai,              Board of Commissioners possess adequate independence,
      bebas dari afiliasi maupun potensi benturan kepentingan,         are free from affiliation and potential conflicts of interest,
      serta mampu melindungi kepentingan seluruh pemegang              and are capable of protecting the interests of all shareholders,
      saham, termasuk pemegang saham minoritas, secara adil            including minority shareholders, fairly and proportionally.
      dan proporsional.

      Calon anggota Dewan Komisaris merupakan individu                 Candidates for members of Board of Commissioners are
      perseorangan yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan           individuals who meet the requirements established at the time
      pada saat pengangkatan dan selama masa jabatan, guna             of appointment and throughout their tenure, ensuring that the
      memastikan peran pengawasan dapat dijalankan secara              supervisory role can be performed effectively, with integrity,
      efektif, berintegritas, dan berorientasi pada penciptaan nilai   and oriented toward sustainable long-term value creation for
      jangka panjang yang berkelanjutan bagi Perseroan dan seluruh     the Company and all stakeholders. Individuals eligible to be
      pemangku kepentingan. Adapun yang dapat diangkat sebagai         appointed as members of Board of Commissioners must meet
      anggota Dewan Komisaris adalah individu yang memenuhi            the following requirements:
      persyaratan, sebagai berikut:

      Untuk dapat diangkat sebagai anggota Dewan Komisaris,            To be appointed as a member of Board of Commissioners,
      Perseroan menetapkan bahwa calon yang bersangkutan               the Company stipulates that the candidate must meet all
      merupakan individu yang memenuhi seluruh persyaratan             requirements from the time of appointment and throughout
      sejak pada saat pengangkatan hingga selama menjalankan           their tenure, including the following:
      masa jabatan, dengan ketentuan sebagai berikut:
      1. Memiliki akhlak, moral, serta integritas yang baik;           1.   Possess good character, morals, and integrity;
      2. Cakap dalam melakukan perbuatan hukum;                        2.   Be legally competent to perform legal acts;




118   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 119
3.   Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan       3. Within the five (5) years prior to appointment and during
     dan selama menjabat:                                            their tenure:
     a. Tidak pernah dinyatakan pailit;                              a. Have never been declared bankrupt;
     b. Tidak pernah menjabat sebagai anggota Direksi dan/           b. Have never served as a member of the Board of
         atau Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah hingga            Directors and/or Board of Commissioners found guilty
         menyebabkan suatu perusahaan dinyatakan pailit;                 of causing a company to be declared bankrupt;
     c. Tidak pernah dijatuhi hukuman atas tindak pidana             c. Have never been convicted of a criminal offense that
         yang merugikan keuangan negara dan/atau berkaitan               caused losses to state finances and/or relates to the
         dengan sektor keuangan; dan                                     financial sector; and
     d. Tidak pernah memiliki rekam jejak tata kelola yang           d. Have never had an inadequate governance track
         tidak memadai selama menjabat sebagai anggota                   record while serving as a member of the Board of
         Direksi dan/atau Dewan Komisaris, termasuk:                     Directors and/or Board of Commissioners, including:
         • Tidak menyelenggarakan RUPS Tahunan;                          • Failure to hold an Annual General Meeting of
         • Pertanggungjawaban sebagai anggota Direksi                         Shareholders (AGMS);
             dan/atau anggota Dewan Komisaris pernah tidak               • Accountability as a member of the Board of
             diterima oleh RUPS atau tidak menyampaikan                       Directors and/or Board of Commissioners
             pertanggungjawaban kepada RUPS; dan                              being rejected by the GMS or failure to submit
         • Menyebabkan perusahaan yang memperoleh                             accountability to the GMS; and
             izin, persetujuan, atau pendaftaran dari Otoritas           • Causing a company that obtained a license,
             Jasa Keuangan tidak memenuhi kewajiban                           approval, or registration from the Financial
             penyampaian Laporan Tahunan dan/atau Laporan                     Services Authority (OJK) to fail to fulfill the
             Keuangan kepada OJK.                                             obligation to submit its Annual Report and/or
                                                                              Financial Statements to OJK.
4. Memiliki komitmen yang kuat untuk mematuhi seluruh             4. Have a strong commitment to comply with all applicable
   peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan                    laws and regulations; and
5. Memiliki pengetahuan dan/atau keahlian yang relevan            5. Possess knowledge and/or expertise relevant to the needs
   dengan kebutuhan Perseroan.                                       of the Company.
6. Memenuhi persyaratan lainnya sebagaimana diatur dalam          6. Fulfill other requirements as stipulated in applicable
   ketentuan nominasi yang berlaku, termasuk persyaratan             nomination provisions, including those set out in the
   yang ditetapkan dalam Undang-Undang Perseroan                     Limited Liability Company Law, capital market regulations,
   Terbatas, peraturan di bidang pasar modal, serta peraturan        and other laws and regulations related to the Company’s
   perundang-undangan lain yang berlaku dan berkaitan                business activities.
   dengan kegiatan usaha Perseroan.

PENGANGKATAN DIREKSI                                              BOARD OF DIRECTORS APPOINTMENT

Pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksi dilaksanakan       The appointment and dismissal of members of Board of
melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)                Directors are carried out through the mechanism of General
dengan masa jabatan selama 5 (lima) tahun, kecuali terdapat       Meeting of Shareholders (GMS) with a term of office of five
ketentuan lain sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui             (5) years, unless otherwise stipulated by prevailing regulations.
mekanisme tersebut, pandangan dan keputusan pemegang              Through this mechanism, the perspectives and decisions of
saham sebagai pemangku kepentingan utama turut menjadi            shareholders as the main stakeholders serve as the basis for
dasar dalam proses pencalonan dan pemilihan anggota Direksi.      nomination and selection process of members of Board of
Anggota Direksi dapat diangkat kembali oleh RUPS untuk 1          Directors. Members of Board of Directors may be reappointed
(satu) kali masa jabatan berikutnya. Dalam rangka menjamin        by the GMS for one additional term. To ensure integrity and
integritas, dan profesionalisme pada bidangnya, seluruh calon     professionalism in their respective fields, all candidates for
Direksi wajib mengikuti proses uji kemampuan dan kepatutan        Board of Directors are required to undergo a fit and proper test
(fit and proper test) yang dilaksanakan secara transparan serta   conducted transparently and in accordance with applicable
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.          laws and regulations.

Anggota Direksi diangkat untuk jangka waktu yang dimulai          Members of Board of Directors are appointed for a term
sejak tanggal penetapan oleh RUPS yang mengangkatnya dan          beginning on the date of appointment by the GMS and ending
berakhir pada penutupan RUPS Tahunan pada akhir satu periode      at the closing of the Annual GMS at the end of one term of
masa jabatan. Satu periode masa jabatan anggota Direksi yaitu     office. One term of office for members of Board of Directors
selama 5 (lima) tahun, dengan tetap memperhatikan hak RUPS        is five (5) years, while still recognizing the right of the GMS
untuk sewaktu-waktu dapat memberhentikan para anggota             to dismiss members of Board of Directors at any time before




                                                                                                          PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   119
Page 120
                              Tata Kelola
                              Governance




      Direksi sebelum masa jabatannya berakhir. Anggota Direksi             the end of their term of office. Members of Board of Directors
      dapat diangkat kembali oleh RUPS untuk 1 (satu) kali masa             may be reappointed by the GMS for one additional term in
      jabatan berikutnya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.             accordance with applicable provisions.

      Adapun kriteria persyaratan bagi calon anggota Direksi                The criteria for candidates for members of Board of Directors
      sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan dan                 as stipulated in the Company’s Articles of Association and the
      Pedoman Kerja Direksi adalah sebagai berikut:                         Board of Directors Work Guidelines are as follows:
      1. Memiliki akhlak, moral, serta integritas yang baik;                1. Possess good character, morals, and integrity;
      2. M e n u n j u k ka n ke p e m i m p i n a n ya n g k u a t d a n   2. Demonstrate strong leadership and high dedication
         dedikasi tinggi dalam mendorong kemajuan serta                         in promoting the advancement and development of
         pengembangan Perseroan;                                                the Company;
      3. Kecakapan dalam melakukan perbuatan hukum;                         3. Be legally competent to perform legal acts;
      4. Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan              4. Within the five (5) years prior to appointment and during
         dan selama menjalankan masa jabatan:                                   their tenure:
         a. Tidak pernah dinyatakan pailit;                                     a. Have never been declared bankrupt;
         b. Tidak pernah menjabat sebagai anggota Direksi dan/                  b. Have never served as a member of the Board of
             atau Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah hingga                    Directors and/or Board of Commissioners found guilty
             menyebabkan suatu perusahaan dinyatakan pailit;                         of causing a company to be declared bankrupt;
         c. Tidak pernah dijatuhi hukuman atas tindak pidana yang               c. Have never been convicted of a criminal offense that
             merugikan keuangan negara dan/atau yang berkaitan                       caused losses to state finances and/or relates to the
             dengan sektor keuangan;                                                 financial sector;
         d. Tidak pernah memiliki catatan praktik tata kelola yang              d. Have never had a record of inadequate governance
             tidak memadai selama menjabat sebagai anggota                           practices while serving as a member of the Board of
             Direksi dan/atau Dewan Komisaris, termasuk:                             Directors and/or Board of Commissioners, including:
             • Tidak menyelenggarakan RUPS Tahunan;                                  • Failure to hold an Annual General Meeting
                                                                                          of Shareholders;
                •Pertanggungjawaban sebagai anggota Direksi dan/                     • Accountability as a member of the Board of
                 atau Dewan Komisaris tidak diterima oleh RUPS                            Directors and/or Board of Commissioners
                 atau tidak menyampaikan pertanggungjawaban                               being rejected by the GMS or failure to submit
                 kepada RUPS; dan/atau                                                    accountability to the GMS; and/or
             • Menyebabkan perusahaan yang memperoleh                                • Causing a company that obtained a license,
                 izin, persetujuan, atau pendaftaran dari Otoritas                        approval, or registration from the Financial
                 Jasa Keuangan tidak memenuhi kewajiban                                   Services Authority to fail to fulfill the obligation
                 penyampaian laporan tahunan dan/atau laporan                             to submit its annual report and/or financial
                 keuangan kepada OJK.                                                     statements to OJK.
      5. Memiliki komitmen yang kuat untuk mematuhi seluruh                 5. Have a strong commitment to comply with all applicable
         peraturan perundang-undangan yang berlaku serta                        laws and regulations and adhere to the provisions
         tunduk pada ketentuan dalam Kontrak Manajemen yang                     stipulated in the Management Contract signed by the
         ditandatangani oleh Direksi Perseroan, Dewan Komisaris                 Company’s Board of Directors, the Company’s Board of
         Perseroan, dan perwakilan Pemegang Saham Seri                          Commissioners, and the representative of the Series A
         A Dwiwarna;                                                            Dwiwarna Shareholder;
      6. Memiliki pengetahuan dan/atau keahlian yang relevan                6. Possess knowledge and/or expertise relevant to the fields
         dengan bidang yang dibutuhkan Perseroan; dan                           required by the Company; and
      7. Memenuhi persyaratan lainnya sebagaimana diatur dalam              7. Fulfill other requirements as stipulated in the Company’s
         Anggaran Dasar Perseroan serta ketentuan lain yang                     Articles of Association and other provisions determined
         ditetapkan oleh Pemegang Saham Seri A Dwiwarna atau                    by the Series A Dwiwarna Shareholder or its proxy,
         kuasanya, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan                provided that they do not conflict with applicable laws
         perundang-undangan yang berlaku.                                       and regulations.




120   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 121
Penetapan kriteria nominasi dan seleksi dilakukan dengan       The determination of nomination and selection criteria takes
mempertimbangkan pandangan dan kepentingan pemangku            into account the views and interests of key stakeholders,
kepentingan utama, termasuk pemegang saham pengendali          including controlling and non-controlling shareholders, which
dan pemegang saham non pengendali, yang diwujudkan melalui     are reflected through the GMS mechanism and the evaluation
mekanisme RUPS serta evaluasi atas kebutuhan strategis         of the Company’s strategic needs. In forming the composition
Perseroan. Dalam pembentukan komposisi Dewan Komisaris         of Board of Commissioners and Board of Directors, the
dan Direksi, Perseroan memperhatikan prinsip keberagaman,      Company considers the principles of diversity, fulfillment of
pemenuhan persyaratan independensi, serta pencegahan           independence requirements, and the prevention of conflicts
benturan kepentingan guna memastikan kemampuan setiap          of interest to ensure that each member of the Company’s
anggota organ Perseroan dalam menjalankan penilaian secara     governing organs is able to exercise objective judgment free
objektif dan bebas dari pengaruh pihak mana pun.               from influence from any party.

Selain itu, Perseroan menetapkan kriteria kompetensi calon     In addition, the Company establishes competency criteria
anggota Dewan Komisaris dan Direksi dengan memperhatikan       for candidates for members of Board of Commissioners
kesesuaian pengetahuan, keahlian, dan pengalaman terhadap      and Board of Directors by considering the alignment of
dampak kegiatan usaha Perseroan, khususnya yang berkaitan      knowledge, expertise, and experience with the impacts of
dengan karakteristik sektor jasa infrastruktur, kompleksitas   the Company’s business activities, particularly those related
proyek, serta cakupan wilayah operasional. Pendekatan          to the characteristics of infrastructure services sector, project
tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa Dewan                complexity, and the scope of operational areas. This approach
Komisaris dan Direksi yang terpilih memiliki kapabilitas       aims to ensure that the selected Board of Commissioners and
yang relevan dalam mengelola dan mengawasi Perseroan           Board of Directors possess the relevant capabilities to manage
secara efektif, berkelanjutan, serta sejalan dengan arah       and oversee the Company effectively and sustainably, in line
strategis dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh     with the strategic direction and long-term value creation for
pemangku kepentingan.                                          all stakeholders.




                                                                                                        PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   121
Page 122
                              Tata Kelola
                              Governance




      Penilaian Kinerja Dewan
      Komisaris dan Direksi [GRI 2-18]
      Board of Commissioners and Board of Directors
      Performance Appraisal [GRI 2-18]




                Kegiatan aksi donor darah oleh Direksi dan staf WIKA
                                                                        ............................................

      Kriteria penilaian kinerja Dewan Komisaris dan Direksi            The performance appraisal criteria for Board of Commissioners
      dilaksanakan berdasarkan target kinerja dalam perjanjian          and Board of Directors are based on the performance targets
      penunjukan sebagai anggota. Kinerja Dewan Komisaris               stipulated in their appointment agreements. The performance
      dan Direksi dievaluasi setiap tahun oleh Pemegang Saham           of Board of Commissioners and Board of Directors is evaluated
      dalam RUPS berdasarkan kriteria evaluasi kinerja yang telah       annually by the Shareholders through the GMS based on
      ditetapkan. Penilaian kinerja Dewan Komisaris dan Direksi juga    predetermined performance evaluation criteria. The evaluation
      telah mencakup kinerja lingkungan dan sosial yang ditunjukkan     also includes environmental and social performance, as
      pada pencapaian target TJSL yang merupakan target kinerja         reflected in the achievement of CSR targets, which form part of
      Divisi Corporate Secretariat yang berada di bawah Direktur        the performance targets of the Corporate Secretariat Division
      Utama serta pencapaian target kinerja HSE.                        under the President Director, as well as the achievement of
                                                                        HSE performance targets.

      Penilaian kinerja Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan melalui   The performance of Board of Commissioners and Board of
      penilaian oleh RUPS dan penilaian melalui metode assessment       Directors is evaluated by the GMS and through the GCG
      GCG. Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi dievaluasi setiap        assessment method. Their performance is evaluated annually
      tahun oleh Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang               by Shareholders at the General Meeting of Shareholders.
      Saham. Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi ditentukan             The performance of Board of Commissioners and Board of
      berdasarkan tugas dan kewajiban yang tercantum dalam              Directors is determined based on their duties and obligations
      Peraturan Perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran            as stipulated in applicable laws and regulations, the Articles of
      Dasar maupun amanat Pemegang Saham. Selain penilaian              Association, and the mandates of Shareholders. In addition to
      oleh RUPS, penilaian kinerja Dewan Komisaris dan Direksi          evaluation by the GMS, the performance evaluation of Board
      sesuai dengan Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-02/           of Commissioners and Board of Directors is carried out in
      MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan kegiatan              accordance with the Regulation of Minister of SOEs No. PER-




122   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 123
korporasi Signifikan BUMN, serta berdasarkan Surat Deputi        02/MBU/03/2023 concerning Guidelines for Governance and
Bidang Keuangan dan Manajemen Rrisiko Kementerian BUMN           Significant Corporate Activities of SOEs, as well as the Letter
Nomor S-52/DKU.MBU/10/2024 tanggal 15 Oktober 2024               of Deputy for Finance and Risk Management of the Ministry of
Tentang Pelaksanaan Assessment GCG Tahun 2023, bahwa             SOEs No. S-52/DKU.MBU/10/2024 dated October 15, 2024
BUMN diberikan kebebasan untuk menggunakan indikator/            concerning the Implementation of 2023 GCG Assessment,
parameter penilaian dan evaluasi penerapan Tata Kelola           which states that SOEs are given the flexibility to use indicators
Perusahaan Yang Baik sesuai dengan kebutuhan masing-             or parameters for evaluating the implementation of Good
masing BUMN. Pelaksanaan penilaian assessment GCG Dewan          Corporate Governance in accordance with the needs of each
Komisaris pada tahun 2024 dilakukan oleh Indonesian Institute    SOE. The GCG assessment in 2025 was conducted by the
Corporate Directorship (IICD) dimana didalamnya terdapat         Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD), which
penilaian pada prinsip Tanggung Jawab Direksi dan Dewan          includes an assessment on the responsibilities of Board of
Komisaris).                                                      Directors and Board of Commissioners.

Hasil evaluasi kinerja masing-masing anggota Dewan Komisaris     The results of performance evaluation of each member of Board
dan Direksi secara individual merupakan salah satu dasar         of Commissioners and he Board of Directors individually serve
pertimbangan bagi pemegang saham untuk melakukan                 as one of the considerations for shareholders in determining
penunjukan kembali. Hasil evaluasi terhadap kinerja Dewan        reappointment. The results of performance evaluation of
Komisaris dan Direksi secara keseluruhan dan kinerja masing-     Board of Commissioners and Board of Directors collectively, as
masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi merupakan             well as individually, form an integral part of the remuneration
bagian yang tidak terpisahkan dalam skema remunerasi untuk       scheme for Board of Commissioners and Board of Directors.
Dewan Komisaris dan Direksi.Informasi terkait dengan penilaian   Information related to the performance evaluation of Board
kinerja Dewan Komsiaris dan Direksi telah disampaikan pada       of Commissioners and Board of Directors is presented in the
Laporan Tahunan bagian Tata Kelola Perusahaan.                   Corporate Governance section of the Annual Report.

Dalam proses pelaksanaan Evaluasi Kinerja Direksi dan Evaluasi   In the process of conducting the performance evaluation
Kinerja Dewan Komisaris terdapat beberapa kriteria yang telah    of Board of Directors and Board of Commissioners, several
ditentukan yaitu:                                                predetermined criteria are applied as follows:

KRITERIA EVALUASI KINERJA DIREKSI                                BOARD OF DIRECTORS PERFORMANCE
                                                                 APPRAISAL CRITERIA

RUPS menetapkan kriteria kinerja Direksi maupun individu         The GMS determines the performance criteria for Board
anggota Direksi. Kriteria evaluasi kinerja individu anggota      of Directors and individual members of Board of Directors.
Direksi antara lain meliputi:                                    The criteria for evaluating the performance of individual
                                                                 members include:
1.   Tingkat kehadiran dalam Rapat Direksi maupun Rapat          1. Level of attendance at Board of Directors Meetings and
     Koordinasi Direksi dengan Komisaris.                            Coordination Meetings between Board of Directors and
                                                                     Board of Commissioners.
2.   Kesiapannya dengan materi yang akan dibahas dalam rapat.    2. Preparedness regarding the materials to be discussed
                                                                     at meetings.
3. Partisipasinya dalam pembahasan masalah maupun dalam          3. Participation in discussions and decision-making processes.
   pengambilan keputusan.
4. Ketaatan terhadap Peraturan Perundang-undangan yang           4. Compliance with applicable laws and regulations and
   berlaku dan kebijakan perusahaan.                                company policies.
5. Komitmennya terhadap keputusan bersama yang                   5. Commitment to jointly agreed decisions.
   telah dibuat.

KRITERIA EVALUASI KINERJA DEWAN                                  BOARD OF DIRECTORS PERFORMANCE
KOMISARIS                                                        APPRAISAL CRITERIA

Rapat Umum Pemegang Saham menetapkan kriteria kinerja            The General Meeting of Shareholders determines the
Dewan Komisaris maupun individu anggota Dewan Komisaris.         performance criteria for Board of Commissioners and individual
Kriteria evaluasi kinerja individu Dewan Komisaris antara        members. The criteria include:
lain meliputi:
1. Tingkat kehadirannya dalam Rapat Dewan Komisaris              1.   Level of attendance at Board of Commissioners meetings
     maupun rapat dengan komite-komite yang ada.                      and meetings with committees.
2. Kontribusinya dalam proses pengawasan Perseroan.              2.   Contribution to the Company’s supervisory processes.




                                                                                                          PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   123
Page 124
                              Tata Kelola
                              Governance




      3. Keterlibatannya dalam penugasan tertentu.                      3. Involvement in specific assignments.
      4. Komitmennya dalam memajukan kepentingan Perusahaan.            4. Commitment to advancing the Company’s interests.
      5. Ketaatan terhadap Peraturan Perundang-undangan yang            5. Compliance with applicable laws and regulations and
         berlaku serta kebijakan Perusahaan.                               company policies.

      Berdasarkan adanya Evaluasi Kinerja Direksi dan Dewan             Based on the performance evaluation of Board of Directors
      Komisaris tersebut, didapatkan Hasil Penilaian terkait Kinerja    and Board of Commissioners, the assessment results include
      Direksi dan Dewan Komisaris, antara lain:                         the following:

      HASIL PENILAIAN KINERJA DIREKSI                                   RESULITS OF BOARD OF DIRECTORS
                                                                        PERFORMANCE APPRAISAL

      Di tahun 2025, Direksi telah berhasil mencatatkan pencapaian      In 2025, the Board of Directors successfully achieved
      yang signifikan dalam menjalankan kepengurusan Perseroan.         significant milestones in managing the Company. Through
      Dengan pendekatan strategis yang terencana, Direksi tidak         a well-planned strategic approach, the Board of Directors
      hanya berfokus pada implementasi kebijakan yang telah             focused not only on implementing established policies but also
      ditetapkan, namun juga memonitor dan mengevaluasi setiap          on monitoring and evaluating each measure taken to ensure the
      langkah yang diambil untuk memastikan tercapainya tujuan          achievement of the Company’s long-term objectives. These
      jangka panjang Perseroan. Capaian tersebut tercermin              achievements are reflected in the realization of the 2025 Board
      dalam realisasi KPI Direksi Tahun 2025 yang disusun secara        of Directors’ KPIs, which were comprehensively formulated and
      komprehensif dan selaras dengan sasaran strategis Perseroan.      aligned with the Company’s strategic objectives. The Board of
      Direksi berhasil mengarahkan berbagai inisiatif strategis untuk   Directors successfully directed various strategic initiatives to
      memperkuat kondisi fundamental Perseroan, meningkatkan            strengthen the Company’s fundamentals, improve operational
      efektivitas pengelolaan operasional, serta memastikan             management effectiveness, and ensure the application of
      penerapan prinsip kehati-hatian dalam setiap aktivitas bisnis     prudence in every business activity. In carrying out their roles
      Perseroan Dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya,          and responsibilities, the Board of Directors demonstrated
      Direksi menunjukkan integritas dan kepemimpinan yang              strong integrity and leadership by consistently prioritizing
      kokoh, dengan selalu mengedepankan prinsip keberlanjutan          sustainability principles and optimal risk management.
      dan pengelolaan risiko yang optimal. Upaya Direksi untuk          Their efforts to maintain harmonious relationships with all
      menjaga hubungan harmonis dengan seluruh pemangku                 stakeholders also reflect strong dedication to advancing the
      kepentingan menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap             Company and maintaining its reputation amid the dynamic
      kemajuan dan reputasi Perseroan di tengah dinamika industri       and evolving industry landscape.
      yang terus berkembang.

      HASIL PENILAIAN KINERJA DEWAN                                     RESULITS OF BOARD OF
      KOMISARIS                                                         COMMISSIONERS PERFORMANCE
                                                                        APPRAISAL

      Di tahun 2025, Dewan Komisaris telah melaksanakan tugas           In 2025, the Board of Commissioners carried out its supervisory
      pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi dengan            and advisory functions to the Board of Directors with full
      penuh tanggung jawab, memastikan bahwa setiap langkah             responsibility, ensuring that every action taken by the Board
      yang diambil oleh Direksi dalam mengelola Perseroan telah         of Directors in managing the Company aligned with the
      sesuai dengan kebijakan strategis yang ditetapkan. Dalam          established strategic policies. In performing its supervisory
      menjalankan fungsi pengawasan tersebut, Dewan Komisaris           role, the Board of Commissioners actively monitored and
      berperan aktif dalam memantau dan mengevaluasi kinerja            evaluated the performance of the Board of Directors and
      Direksi, serta memberikan nasihat yang konstruktif untuk          provided constructive advice to maintain the sustainability
      menjaga keberlanjutan dan keberhasilan operasional                and success of the Company’s operations. In addition, the
      Perseroan. Selain itu, Dewan Komisaris juga telah memastikan      Board of Commissioners ensured that all operational activities
      bahwa seluruh kegiatan operasional dilaksanakan dengan            were carried out in accordance with the Annual Work Plan,
      mengacu pada Rencana Kerja Tahunan yang telah disusun,            in compliance with applicable laws and regulations, while
      memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku,          supporting the achievement of the Company’s vision focused
      serta mendukung pencapaian visi Perseroan yang berfokus           on sustainable growth.
      pada pertumbuhan yang berkelanjutan.




124   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 125
                          Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris
                                      dan Direksi [GRI 2-19, GRI 2-20, GRI 2-21]
                                       Remuneration Policy for Board of Commissioners and
                                                 Board of Directors [GRI 2-19, GRI 2-20, GRI 2-21]
                                                                        .




                                                                        ...........................................



         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk meraih penghargaan "The Most Comitted Corporate to SDGs on Environment Pillar"



Kebijakan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan              The remuneration policy for Board of Commissioners and
merujuk pada Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-04/                       Board of Directors refers to the Regulation of Minister of SOEs
MBU/2014 dan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-                          No. PER-04/MBU/2014 and the Regulation of Minister of SOEs
13/MBU/09/2021 sebagaimana telah diperbarui dengan                      No. PER-13/MBU/09/2021, as updated by the Regulation of
Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-3/MBU/03/2023                          Minister of SOEs No. PER-3/MBU/03/2023 concerning Organs
tentang Organ dan Sumber Daya Manusia BUMN. Kebijakan                   and Human Resources of SOEs. This policy is designed to
ini dirancang untuk memastikan penerapan prinsip kewajaran,             ensure the implementation of fairness, transparency, and
transparansi, dan akuntabilitas, serta selaras dengan kinerja           accountability principles, while aligning remuneration with
dan keberlanjutan Perseroan.                                            the Company’s performance and sustainability.

Dewan Komisaris dan Direksi menerima remunerasi yang terdiri            Members of Board of Commissioners and Board of Directors
atas remunerasi tetap dan tidak tetap, yang meliputi:                   receive remuneration consisting of fixed and variable
                                                                        components, including:
1.   Gaji/Honorarium;                                                   1. Salary/Honorarium;
2.   Tunjangan;                                                         2. Allowances;
3.   Fasilitas;                                                         3. Facilities;
4.   Tantiem/Insentif Kinerja/Insentif Khusus;                          4. Tantiem/Performance Incentives/Special Incentives;
5.   Insentif Jangka Panjang/Long Term Incentive (LTI).                 5. Long-Term Incentives (LTI).




                                                                                                                      PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   125
Page 126
                              Tata Kelola
                              Governance




      Penetapan indikator remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi                   The determination of remuneration indicators for Board of
      mempertimbangkan beberapa faktor, antara lain:                               Commissioners and Board of Directors considers several
                                                                                   factors, including:
      1.   Faktor skala usaha;                                                     1. Business scale factors;
      2.   Faktor kompleksitas usaha;                                              2. Business complexity factors;
      3.   Tingkat inflasi;                                                        3. Inflation rate;
      4.   Kondisi dan kemampuan keuangan Perseroan;                               4. The Company’s financial condition and capability;
      5.   Faktor-faktor lain yang relevan, serta tidak boleh                      5. Other relevant factors, provided they do not conflict with
           bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan.                           applicable laws and regulations.

      Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi diberikan dengan                      Remuneration for Board of Commissioners and Board of
      mempertimbangkan indikator-indikator sebagai berikut:                        Directors is determined by considering the following indicators:
      1. Remunerasi diberikan dalam hal perusahaan memperoleh                      1. Remuneration is granted when the Company generates
         keuntungan pada tahun buku yang bersangkutan;                                 profit in the relevant financial year;
      2. Remunerasi diberikan dengan mengacu pada                                  2. Remuneration refers to market developments and
         perkembangan pasar dan kondisi industri konstruksi;                           conditions within the construction industry;
      3. Remunerasi diberikan berdasarkan hasil pengukuran kinerja                 3. Remuneration is determined based on the results of
         Dewan Komisaris dan Direksi yang sesuai dengan tugas                          performance measurement of the Board of Commissioners
         dan tanggung jawab;                                                           and the Board of Directors in accordance with their duties
                                                                                       and responsibilities;
      4. Kinerja keuangan dan pencapaian Key Performance                           4. The Company’s financial performance and achievement
         Indicator (KPI) Perseroan;                                                    of Key Performance Indicators (KPIs);
      5. Prestasi kerja individu;                                                  5. Individual performance achievements;
      6. Prinsip kewajaran dibandingkan dengan perusahaan sejenis                  6. Fairness compared with peer companies (peer group);
         (peer group);
      7. P e r t i m b a n g a n s a s a r a n d a n s t r a t e g i j a n g k a   7.   Consideration of the Company’s long-term targets
         panjang Perseroan.                                                             and strategies.

      Adapun struktur besaran remunerasi Dewan Komisaris dan                       The remuneration structure for Board of Commissioners and
      Direksi ditetapkan secara proporsional dengan ketentuan                      Board of Directors is determined proportionally as follows:
      sebagai berikut:
      1. Direktur Utama sebagai acuan 100%;                                        1. President Director as the benchmark at 100%;
      2. Anggota Direksi lainnya sebesar 85% dari remunerasi                       2. Other members of Board of Directors at 85% of the
          Direktur Utama;                                                             President Director’s remuneration;
      3. Komisaris Utama sebesar 45% dari remunerasi                               3. President Commissioner at 45% of the President
          Direktur Utama;                                                             Director’s remuneration;
      4. Anggota Dewan Komisaris 90% dari remunerasi                               4. Members of Board of Commissioners at 90% of the
          Komisaris Utama.                                                            President Commissioner’s remuneration.

      Perseroan tidak memberikan bonus anggota baru atau                           The Company does not provide sign-on bonuses or recruitment
      insentif perekrutan (sign-on bonus) kepada anggota Dewan                     incentives to members of Board of Commissioners and Board
      Komisaris dan Direksi. Selain itu, anggota Dewan Komisaris                   of Directors. In addition, members of Board of Commissioners
      dan Direksi juga tidak menerima pembayaran uang pesangon                     and Board of Directors do not receive severance payments as
      sebagaimana berlaku bagi karyawan, tidak terdapat kebijakan                  applicable to employees, and there is no clawback policy for
      penarikan kembali (clawback) atas remunerasi yang telah                      remuneration that has been granted. Regarding retirement
      diberikan. Adapun terkait tunjangan pensiun, anggota Dewan                   benefits, members of Board of Commissioners and Board
      Komisaris dan Direksi memperoleh fasilitas berupa Asuransi                   of Directors receive post-service insurance facilities in
      Purna Jabatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.                          accordance with applicable provisions.




126   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 127
Struktur Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
Remuneration Structure of Board of Commissioners and Board of Directors


         Struktur Remunerasi Dewan Komisaris                                              Struktur Remunerasi Direksi
    Compensation Structure for the Board of Commissioners                          Compensation Structure for the Board of Directors

 Honorarium Dewan Komisaris                                                 Gaji Direksi
 • Komisaris Utama sebesar 45% dari gaji Direktur Utama                     • Direktur Utama sebesar 100%
 • Komisaris sebesar 90% dari honorarium Komisaris Utama                    • Direksi lainnya sebesar 85% dari Gaji Direktur Utama
 Board of Commissioners Honorarium                                          Directors' Salaries
 • President Commissioner: 45% of the President Director's salary           • President Director: 100%
 • Commissioners: 90% of the President Commissioner's honorarium            • Other Directors: 85% of the President Director's salary


 Tunjangan Dewan Komisaris                                                  Tunjangan Direksi
 • Tunjangan Hari Raya diberikan sebesar 1 (satu) kali Honorarium           • Tunjangan Hari Raya diberikan sebesar 1 (satu) kali Gaji
 • Tunjangan Transportasi diberikan sebesar 20% dari Honorarium             • Tunjangan Perumahan diberikan sebesar 40% dari Gaji dengan
 • Asuransi Purna Jabatan diberikan selama menjabat. Premi asuransi             ketentuan maksimal sebesar Rp27.500.000,-
     paling banyak 25% dari honorarium dalam satu tahun                     • Asuransi Purna Jabatan diberikan selama menjabat. Premi asuransi
 Board of Commissioners' Allowances                                             paling banyak 25% dari gaji dalam satu tahun
 • Holiday Allowance: 1 (one) time the honorarium                           Directors' Allowances
 • Transportation Allowance: 20% of the honorarium                          • Holiday Allowance: 1 (one) month's salary
 • Post-Employment Insurance: Provided during term of office. The           • Housing Allowance: 40% of salary, with a maximum of
     insurance premium is a maximum of 25% of the honorarium for one            Rp27,500,000.
     year.                                                                  • Post-Employment Insurance: Provided during term of office. The
                                                                                insurance premium is a maximum of 25% of salary for one year.


 Fasilitas Dewan Komisaris                                                  Fasilitas Direksi
 • Fasilitas Kesehatan diberikan dalam bentuk asuransi kesehatan            • Fasilitas Kesehatan diberikan dalam bentuk asuransi kesehatan
     atau penggantian biaya pengobatan. Fasilitas kesehatan diberikan           atau penggantian biaya pengobatan. Fasilitas kesehatan diberikan
     kepada anggota Dewan Komisaris serta suami/istri dan maksimal              kepada anggota Direksi beserta suami/istri dan maksimal 3 (tiga)
     3 (tiga) orang anak yang belum mencapai usia 25 (dua puluh lima)           orang anak yang belum mencapai usia 25 (dua puluh lima) tahun
     tahun dengan ketentuan apabila anak yang belum berusia 25 (dua             dengan ketentuan apabila anak yang belum berusia 25 (dua puluh
     puluh lima) tahun tersebut pernah menikah atau bekerja, maka yang          lima) tahun tersebut pernah menikah atau bekerja, maka yang
     bersangkutan tidak berhak mendapatkan fasilitas kesehatan                  bersangkutan tidak berhak mendapatkan fasilitas kesehatan
 • Fasilitas Bantuan Hukum diberikan dalam hal terjadi tindakan/            • Fasilitas Kendaraan diberikan 1 (satu) unit kendaraan dinas beserta
     perbuatan untuk dan atas nama jabatan anggota Dewan Komisaris              biaya pemeliharaan dan operasional
     yang berkaitan dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha           • Fasilitas Bantuan Hukum diberikan dalam hal terjadi tindakan/
     Perseroan                                                                  perbuatan untuk dan atas nama jabatan anggota Direksi yang
 Board of Commissioners' Facilities                                             berkaitan dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan
 • Healthcare facilities are provided in the form of health insurance       Director's Facilities
     or reimbursement of medical expenses. Healthcare facilities are        • Healthcare facilities are provided in the form of health insurance
     provided to members of Board of Commissioners, their spouses,              or reimbursement of medical expenses. Healthcare facilities are
     and a maximum of three children under the age of 25. If the child          provided to members of Board of Directors, their spouses, and a
     under the age of 25 is married or employed, they are not entitled to       maximum of three children under the age of 25. If the child under
     healthcare facilities.                                                     the age of 25 is married or employed, they are not entitled to
 • Legal aid facilities are provided in the event of actions/deeds              healthcare facilities.
     committed for and on behalf of Board of Commissioners related to       • Vehicle facilities include one official vehicle, including maintenance
     the purposes and objectives and business activities of the Company.        and operational costs.
                                                                            • Legal aid facilities are provided in the event of actions/deeds for and
                                                                                on behalf of a member of Board of Directors related to the purposes
                                                                                and objectives and business activities of the Company.


 Tantiem/Insentif Kinerja/Insentif Khusus Dewan Komisaris                   Tantiem/Insentif Kinerja/Insentif Khusus Direksi
 Penetapan tantiem/insentif kinerja/insentif khusus mempertimbangkan        Penetapan tantiem/insentif kinerja/insentif khusus mempertimbangkan
 capaian kinerja, kondisi dan kemampuan Perseroan                           capaian kinerja, kondisi dan kemampuan Perseroan
 Bonuses/Performance Incentives/Special Incentives of Board of              Tantiem/Performance Incentives/Special Incentives for Board of
 Commissioners                                                              Directors
 The determination of bonuses/performance incentives/special                The determination of tantiem/performance incentives/special
 incentives takes into account the Company's performance                    incentives takes into account the Company's performance
 achievements, conditions, and capabilities.                                achievements, conditions, and capabilities.




                                                                                                                           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   127
Page 128
                              Tata Kelola
                              Governance




      PROSEDUR PENETAPAN REMUNERASI                                           PROCEDURES FOR DETERMINING
      DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI                                             REMUNERATION FOR BOARD OF
                                                                              COMMISSIONERS AND BOARD OF
                                                                              DIRECTORS

      Dewan Komisaris                                                         Board of Commissioners
      Penetapan besaran remunerasi Dewan Komisaris dilakukan                  The remuneration for Board of Commissioners is determined
      oleh Pemegang Saham melalui Rapat Umum Pemegang                         by Shareholders through a General Meeting of Shareholders
      Saham (RUPS). Dalam prosesnya, Perseroan menerapkan                     (GMS). In this process, the Company applies the following
      prosedur yang terstruktur dan akuntabel sebagai berikut:                structured and accountable procedures:
      1. Komite Nominasi, Remunerasi dan GCG meminta                          1. Nomination, Remuneration, and GCG Committee engages
          konsultan independen untuk melakukan kajian remunerasi                  an independent consultant to conduct a remuneration
          bagi Dewan Komisaris dan Direksi;                                       review for Board of Commissioners and Board of Directors;
      2. Komite Nominasi, Remunerasi dan GCG melakukan survei                 2. Nomination, Remuneration, and GCG Committee conducts
          pasar pada perusahaan sejenis dan sekelas Perseroan;                    a market survey of similar companies in terms of type
                                                                                  and size;
      3. Komite Nominasi, Remunerasi dan GCG menyusun dan                     3. Nomination, Remuneration, and GCG Committee prepares
         menyampaikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris;                         and submits recommendations to Board of Commissioners;
      4. Dewan Komisaris melakukan pembahasan atas usulan                     4. Board of Commissioners discusses the Nomination,
         Komite Nominasi, Remunerasi dan GCG untuk selanjutnya                    Remuneration, and GCG Committee's proposals, which
         diusulkan dalam RUPS;                                                    are then proposed to the GMS;
      5. Pemegang Saham melakukan pembahasan dan                              5. Shareholders discuss and make decisions at the GMS;
         pengambilan keputusan dalam RUPS;
      6. RUPS memberikan kewenangan dan kuasa kepada                          6.   The GMS grants Board of Commissioners the authority
         Dewan Komisaris untuk menetapkan besaran remunerasi                       and power to determine the remuneration for Board
         Dewan Komisaris.                                                          of Commissioners.




                               Konsultan
                              Independen
                              Independent
                               Consultant


                                                           Komite Nominasi,
                                                            Remunerasi dan            Dewan
                                                                GCG                  Komisaris                    RUPS
                                                              Nomination             Board of                     GMS
                                                           Remuneration and        Commissioner
                                                            GCG Committee



                                 Survei
                                 Survey




      Direksi                                                                 Board of Directors
      Besaran remunerasi Direksi ditetapkan setiap tahun melalui              The amount of remuneration for Board of Directors is
      RUPS. Dalam rangka mendukung objektivitas dan kewajaran                 determined annually through the GMS. To ensure objectivity
      penetapan remunerasi, Perseroan menggunakan jasa konsultan              and fairness in determining remuneration, the Company
      independen yang memiliki pengalaman serta basis data yang               engages the services of an independent consultant with
      memadai dalam menangani perusahaan sejenis dan sekelas                  sufficient experience and a database in managing similar
      Perseroan. Penetapan remunerasi Direksi dilakukan dengan                companies in terms of type and level. The determination
      tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-                      of remuneration for Board of Directors is carried out while
      undangan yang berlaku.                                                  adhering to applicable laws and regulations.

      Remunerasi Direksi dikaitkan dengan pencapaian kinerja                  Remuneration for Board of Directors is linked to the Company's
      Perseroan, khususnya target profitabilitas, kemampuan                   performance achievements, specifically profitability targets,




128   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 129
menjaga keberlangsungan usaha, serta pengembangan                   the ability to maintain business continuity, and the sustainable
bisnis Perseroan secara berkelanjutan. Dalam menetapkan             business development of the Company. In determining
usulan remunerasi Direksi, Perseroan melalui Dewan Komisaris        the proposed remuneration for Board of Directors, the
mempertimbangkan lima faktor utama, yaitu:                          Company, through the Board of Commissioners, considers
                                                                    five main factors:
1.   Imbalan jasa yang layak untuk mendukung pelaksanaan            1. Appropriate compensation to support the implementation
     tugas dan tanggung jawab Direksi;                                  of Board of Directors' duties and responsibilities;
2.   Kompetensi dan pengalaman yang dimiliki dan dibutuhkan         2. Competencies and experience possessed and required
     oleh Perseroan;                                                    by the Company;
3.   Ketersediaan waktu dan dedikasi penuh Direksi dalam            3. The availability of time and full dedication of Board of
     menjalankan tugas pengurusan Perseroan;                            Directors in carrying out their duties and responsibilities
                                                                        in managing the Company;
4. Kemampuan Direksi dalam memitigasi risiko Perseroan,             4. Board of Directors' ability to mitigate the Company's
   termasuk pemberian imbalan atas pelaksanaan tugas yang               risks, including providing compensation for carrying out
   mengandung risiko; dan                                               risky tasks; and
5. Pencapaian target kinerja sesuai dengan Key Performance          5. Achievement of performance targets in accordance with
   Indicator (KPI) yang telah ditetapkan.                               established Key Performance Indicators (KPIs).

Hasil keputusan terkait penetapan gaji/honorarium berikut           The results of the decision regarding the determination of
fasilitas dan tunjangan untuk Direksi dan Dewan Komisaris           salary/honorarium including facilities and allowances for the
Perseroan tahun buku 2025, serta Tantiem/Insentif Kinerja/          Company's Board of Directors and Board of Commissioners for
Insentif Khusus untuk Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan         2025 fiscal year, as well as Tantiem/Performance Incentives/
atas Kinerja Tahun Buku 2024 menunjukkan bahwa setuju               Special Incentives for the Company's Board of Directors and
36.784.431.189 saham atau 99,97% dari yang hadir, abstain           Board of Commissioners for 2024 Fiscal Year Performance
2.729.660 saham atau 0,0074187% dari yang hadir, dan                showed that 36,784,431,189 shares or 99.97% of those present
7.037.800 saham atau 0,0191275% dari yang hadir. Informasi          agreed, 2,729,660 shares or 0.0074187% of those present
lebih lanjut mengenai hasil pemungutan suara pemangku               abstained, and 7,037,800 shares or 0.0191275% of those
kepentingan atas penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan           present voted. Further information regarding the results of
Direksi serta pembahasan remunerasi secara rinci disajikan          stakeholder vote on the determination of remuneration for
dalam Laporan Tahunan Perseroan pada bagian Tata Kelola             Board of Commissioners and Board of Directors and a detailed
Perusahaan.                                                         discussion of remuneration is presented in the Company's
                                                                    Annual Report in the Corporate Governance section.


The annual total compensation ratio can be calculated using the folowing formula:



                              Annual total compensation for the organization's highest paid-individual

              Median annual total compensation for the organization's employees excluding the highest-paid individual




The change in the annual total compensation ratio can be calculated using the folowing formula:



                              Annual total compensation for the organization's highest paid-individual

            Median annual total compensation for all the organization's employees excluding the highest-paid individiual




                                                                                                             PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   129
Page 130
                              Tata Kelola
                              Governance




      Selain itu, Perseroan juga melaporkan rasio total kompensasi                  Apart from that, the Company also reported that the highest
      tertinggi merupakan kompensasi yang diterima oleh Direksi.                    total compensation ratio was the compensation received by
      Selanjutnya dibandingkan dengan rata-rata kompensasi                          Board of Directors. This was then compared to the average
      karyawan selain kompensasi untuk Direksi. Total kompensasi                    compensation of employees excluding Directors. Total
      karyawan merupakan jumlah dari seluruh kompensasi yang                        employee compensation is the sum of all compensation
      diterima oleh karyawan. Rasio kompensasi yang menurun di                      received by employees. The compensation ratio decreased
      tahun 2025 disesuaikan dengan kinerja Perseroan.                              in 2025 based on the Company's performance.

      Adapun rincian disajikan sebagai berikut.                                     The details are presented below.



                                                                                                                                    Kenaikan (Penurunan)
       Keterangan
       Description                                              2025                      2024                     2023               Increase (Decrease)
                                                                                                                                           2025:2023

       a.   Total kompensasi tertinggi
                                                                5.712.229.364             6.399.366.998            5.847.577.788                    (10,74%)
            Highest total compensation

       b.   Total rata-rata kompensasi karyawan
            (selain kompensasi yang tertinggi)                                             287.693.028              277.863.273                       6,13%
                                                                 305.554.096
            Average total employee compensation
            (excluding highest compensation)

       Rasio Total Kompensasi (A:B)
                                                                          19:1                      22:1                     21:1
       Total Compensation Ratio (A:B)



       Uraian                                                                                                                              Rasio
       Description                                                                                                                         Ratio
       Rasio total gaji tahunan Direktur Utama terhadap median total gaji tahunan untuk semua karyawan
                                                                                                                                           23 : 1
       Ratio of the President Director's total annual salary to the median total annual salary for all employees

       Rasio persentase kenaikan total gaji tahunan untuk Direktur Utama terhadap peningkatan persentase median total gaji
       untuk semua karyawan
                                                                                                                                          0% : 0%
       Ratio of the percentage increase in the President Director's total annual salary to the percentage increase in the median
       total salary for all employees




130   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 131
RAPAT DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS                                        BOARD OF DIRECTORS AND BOARD OF
                                                                         COMMISSIONERS MEETING

Kebijakan penyelenggaraan rapat Dewan Komisaris diatur                   The policy governing the conduct of Board of Commissioners
dalam Board Manual , yang menetapkan bahwa rapat                         meetings is set forth in the Board Manual, which stipulates
diselenggarakan sekurang-kurangnya satu kali setiap bulan                that meetings must be held at least once a month, with the
dengan mengundang Direksi untuk hadir. Selanjutnya, Direksi              Board of Directors invited to attend. Furthermore, the Board
wajib mengadakan Rapat Direksi secara berkala paling kurang              of Directors is required to hold Board of Directors’ meetings
1 (satu) kali dalam setiap bulan. Sepanjang tahun 2025, Dewan            on a regular basis at least once a month. Throughout 2025,
Komisaris telah menyelenggarakan rapat sebanyak 12 kali                  the Board of Commissioners held 12 meetings and the Board
dan Direksi telah menyelenggarakan rapat sebanyak 47 kali.               of Directors held 47 meetings.



 Frekuensi Rapat Dewan Komisaris
 Frequency of Board of Commissioners Meetings

                                                               Rapat Dewan Komisaris dengan
                         Rapat Internal Dewan Komisaris
                                                                             Direksi
                         Internal Meeting of the Board of                                                           RUPS
                                                             Meeting of the Board of Commissioners
                                  Commissioners
                                                                   with the Board of Directors
 Nama dan Jabatan
 Name and Position
                        Jumlah                                Jumlah                                  Jumlah
                                     Jumlah                                  Jumlah                                Jumlah
                         Rapat                  Persentase     Rapat                    Persentase     Rapat                    Persentase
                                   Kehadiran                               Kehadiran                             Kehadiran
                       Number of                Percentage   Number of                  Percentage   Number of                  Percentage
                                   Attendance                              Attendance                            Attendance
                       Meetings                              Meetings                                Meetings

 Jarot Widyoko
 Komisaris Utama             12            12         100%          12             12        100%           3              3          100%
 President
 Commissioner

 Adityawarman
 Komisaris
 Independen                  12            12         100%          12             12        100%           3              3          100%
 Independent
 Commissioner

 Rusmanto
 Komisaris
 Independen                  12            12         100%          12             12        100%           3              3          100%
 Independent
 Commissioner

 Suryo Hapsoro Tri
 Utomo
 Komisaris                   12            12         100%          12             12        100%           3              3          100%
 Independen
 Independent
 Commissioner

 Harris Arthur Hedar
 Komisaris
 Independen                  12            12         100%          12             12        100%           3              3          100%
 Independent
 Commissioner

 Firdaus Ali
 Komisaris                   12            12         100%          12             12        100%           3              3          100%
 Commissioner




                                                                                                                 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   131
Page 132
                                Tata Kelola
                                Governance




       Frekuensi Rapat Direksi
       Frequency of Board Meetings

                                                                                 Rapat Direksi dengan Dewan
                                                  Rapat Direksi                            Komisaris
                                                                                                                                    RUPS
                                            Board of Directors Meeting        Board of Directors Meeting with the
                                                                                   Board of Commissioners
        Nama dan Jabatan
        Name and Position
                                      Jumlah                                  Jumlah                                 Jumlah
                                                     Jumlah                                Jumlah                                 Jumlah
                                       Rapat                    Persentase     Rapat                   Persentase     Rapat                  Persentase
                                                   Kehadiran                             Kehadiran                              Kehadiran
                                     Number of                  Percentage   Number of                 Percentage   Number of                Percentage
                                                   Attendance                            Attendance                             Attendance
                                     Meetings                                Meetings                               Meetings

       Agung Budi
       Waskito
                                     47            45           95,74%       12          12           100%          3           3            100%
       Direktur Utama
       President Director

       Adityo Kusumo
       Direktur Keuangan             24            23           95,83%       6           6            100%          1           1            100%
       Director of Finance

       Sumadi
       Direktur Keuangan             47            46           97,87%       12          12           100%          3           3            100%
       Director of Finance

       Fafan Khoirul Fanani
       Direktur Manajemen
       Risiko dan Legal              23            23           100%         4           4            100%          1           1            100%
       Director of Risk
       Management and
       Legal

       Hadjar Seti Adji
       Direktur Manajemen
       Sumber Daya
       Manusia dan
       Transformasi                  47            46           97,87%       12          10           83%           3           3            100%
       Director of
       Human Resources
       Management and
       Transformation

       Hananto Aji
       Direktur Operasi              47            45           95,74%       12          12           100%          3           3            100%
       Director of
       Operations

       Harum Akhmad
       Zuhdi
       Direktur Operasi II           24            21           87,5%        8           8            100%          3           3            100%
       Director of
       Operations II

      Keterangan:
      *) Tidak lagi menjabat sejak 10 Juni 2025
      **) Menjabat sejak 10 Juni 2025
      Notes:
      *) No longer in office as of June 10, 2025
      **) In office since June 10, 2025




132   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 133
                                     Penanggung Jawab Penerapan
                                   Pembangunan Berkelanjutan [OJK E.1]
       Unit in Charge of Sustainable Development Implementation [OJK E]




        Penanaman bibit pohon Alpukat.




PERAN BADAN TATA KELOLA TERTINGGI                                ROLE OF THE HIGHEST GOVERNANCE
DALAM MENGAWASI MANAJEMEN                                        BODY IN OVERSEEING IMPACT
DAMPAK [OJK E.1, GRI 2-9, 2-12, 2-14]                            MANAGEMENT [OJK E.1, GRI 2-9, 2-12, 2-14]

WIKA memperkuat komitmen keberlanjutannya dengan                 WIKA strengthens its sustainability commitment by undertaking
melakukan transformasi struktural melalui pembaharuan tata       structural transformation through the enhancement of
kelola yang dirancang secara holistik. Langkah strategis ini     governance designed in a holistic manner. This strategic
diambil sebagai upaya responsif untuk memastikan bahwa           step is taken as a responsive measure to ensure that the
organisasi tetap adaptif dan relevan dalam menghadapi            organization remains adaptive and relevant in addressing
tantangan keberlanjutan global yang semakin kompleks.            increasingly complex global sustainability challenges. By
Dengan beralih dari model koordinasi umum ke struktur yang       transitioning from a general coordination model to a more
lebih terspesialisasi, WIKA bertujuan meningkatkan efektivitas   specialized structure, WIKA aims to enhance the effectiveness
integrasi prinsip-prinsip keberlanjutan agar setiap program      of integrating sustainability principles so that every program is
berjalan secara terarah, terukur, dan akuntabel di seluruh       carried out in a focused, measurable, and accountable manner
aspek operasional. Struktur baru ini mencerminkan optimisme      across all operational aspects. This new structure reflects the
perusahaan dalam menginternalisasi aspek lingkungan, sosial,     Company’s optimism in internalizing environmental, social, and
dan tata kelola (ESG) sebagai bagian tak terpisahkan dari        governance (ESG) aspects as an integral part of long-term
proses pengambilan keputusan bisnis jangka panjang.              business decision-making processes.




                                                                                                         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   133
Page 134
                              Tata Kelola
                              Governance




      Penyempurnaan struktur tata kelola ini mengedepankan                  The refinement of this governance structure emphasizes
      kolaborasi lintas fungsi yang lebih solid untuk memastikan            stronger cross-functional collaboration to ensure the
      tercapainya tujuan keberlanjutan secara komprehensif di               comprehensive achievement of sustainability objectives at
      seluruh tingkatan organisasi. Dengan adanya pembagian peran           all levels of the organization. With a clearer division of roles,
      yang lebih tajam, mulai dari tingkat pengawasan strategis             ranging from strategic oversight to technical implementation
      hingga pelaksanaan teknis di lapangan. WIKA memastikan                in the field, WIKA ensures stronger synergy among work units.
      adanya sinergi yang lebih kuat antara unit kerja. Mekanisme           This mechanism involves various organizational elements
      ini melibatkan berbagai elemen organisasi yang bekerja secara         working harmoniously, as illustrated in the following diagram,
      harmonis, sebagaimana ditunjukkan pada diagram berikut,               to accelerate WIKA’s vision of becoming a sustainable industry
      guna mengakselerasi visi WIKA menjadi pemimpin industri               leader and delivering added value to all stakeholders.
      yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh
      pemangku kepentingan.

      Struktur tata kelola keberlanjutan terdiri dari Chief Executive for   The sustainability governance structure consists of Chief
      Sustainability Transformation, Sustainability Transformation          Executive for Sustainability Transformation, Sustainability
      Leader, Sustainability Strategic Oversight Committee,                 Transformation Leader, Sustainability Strategic Oversight
      Sustainability Advisory Committee, Sustainability Performance         Committee, Sustainability Advisory Committee, Sustainability
      and Evaluation Officer, dan Sustainability Coordination Officer.      Performance and Evaluation Officer, and Sustainability
      Perseroan telah menunjuk Direktur Manajemen Sumber Daya               Coordination Officer. The Company has appointed the Director
      Manusia dan Transformasi sebagai penanggung jawab utama               of Human Capital Management and Transformation as the
      penerapan program mitigasi perubahan iklim dan tata kelola            person in charge of implementing climate change mitigation
      ESG. Dalam menjalankan tugasnya, Direktur Manajemen                   programs and ESG governance. In carrying out these
      Sumber Daya Manusia dan Transformasi bertanggung jawab                responsibilities, the Director of Human Capital Management
      langsung kepada Direktur Utama. Direksi telah mendelegasikan          and Transformation reports directly to the President Director.
      implementasi pengembangan program Environment, Social,                The Board of Directors has delegated the implementation of
      dan Governance (ESG) kepada PjFk Transformation &                     the development of Environment, Social, and Governance
      Information Technology (TFIT) Division sebagai Sustainability         (ESG) programs to the TFIT (Transformation & Information
      Transformation Leader Hal ini mencerminkan komitmen                   Technology) Division as the Sustainability Transformation
      perusahaan untuk mengintegrasikan nilai-nilai berkelanjutan           Leader. This reflects the Company’s commitment to integrating
      ke dalam strategi bisnisnya. Dalam menjalankan tugasnya,              sustainable values into its business strategy. In performing its
      TFIT dibantu oleh organ Sustainability Strategic Oversight            duties, the TFIT Division is supported by the Sustainability
      Committee. Penerapan keberlanjutan Perseroan senantiasa               Strategic Oversight Committee. The Company’s sustainability
      dievaluasi pencapaiannya berdasarkan target dan KPI ESG               implementation is consistently evaluated based on the
      yang telah ditetapkan. Evaluasi kinerja keberlanjutan yang            established ESG targets and KPIs. Sustainability performance
      disampaikan kepada Direksi dan dilaporkan kepada Dewan                evaluations are submitted to the Board of Directors and
      Komisaris pada setiap semester. Dewan Komisaris melakukan             reported to the Board of Commissioners on a semi-annual
      pemantauan, pengawasan dan evaluasi atas pelaksanaan                  basis. The Board of Commissioners monitors, supervises, and
      program ESG termasuk pengawasan yang dilakukan oleh                   evaluates the implementation of ESG programs, including
      Dewan Komisaris dan Direksi terhadap risiko dan peluang               oversight conducted by the Board of Commissioners and
      terkait keberlanjutan. Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan          the Board of Directors regarding sustainability-related risks
      senantiasa melibatkan pemangku kepentingan untuk                      and opportunities. The Board of Directors and the Board of
      mendukung proses identifikasi dan pengelolaan dampak-                 Commissioners continuously engage stakeholders to support
      dampak organisasi terhadap ekonomi, lingkungan, dan                   the process of identifying and managing the organization’s
      masyarakat melalui berbagai mekanisme keterlibatan, seperti           impacts on the economy, environment, and society through
      dialog, konsultasi dengan pemegang saham, serta komunikasi            various engagement mechanisms, such as dialogue,
      dengan pemangku kepentingan utama.                                    consultations with shareholders, and communication with
                                                                            key stakeholders.




134   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 135
Struktur Tata Kelola Keberlanjutan WIKA
WIKA's Sustainability Governance Structure



                                                      Chief Executive for Sustainability Transformation
                                                     Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia dan
                                                                                            a Transformasi



                                                             Sustainability Transformation Leader
                                                       PJFK Transformation & Information Technology Division




                                                        Sustainability Strategic Oversight Committee

                                  Head of Environmental                Head of Social and                  Head of Corporate
                                     Sustainability                        Economy                        Governance and Ethics
                                  PJFK Risk Management &                  PJFK Corporate                   PJFK Legal & Compliance
                                       QHSE Division                        Secretariat                            Division




                                                              Sustainability Advisory Committee

                                         •   PJFK Internal Audit
                                         •   PJFK Finance Division
                                         •   PJFK Supply Chain Management Division
                                         •   PJFK Human Capital Division
                                         •   PJFK Corporate Marketing Division
                                         •   PJPU Infrastructure 1 Division
                                         •   PJPU Infrastructure 2 & Building Division
                                         •   PJPU EPCC Division
                                         •   PJPU Operation Asset Management Division




                                                     Sustainability Performance and Evaluation Officer
                                             PjFs Business Strategy – Transformation and Information Technology Division




                                                              Sustainability Coordination Officer

                                         •   PjFs Corporate Governance & Community – Corporate Secretariat
                                         •   PjFs Planning and Development – Internal Audit
                                         •   PjFs Strategic Finance and Planning – Finance Division
                                         •   PjFs Subsidiary Management – Finance Division
                                         •   Fs Strategic Supply Chain Management – Supply Chain Management Division
                                         •   PjFs Organization & Human Experience – Human Capital Division
                                         •   PjFs Transformation Office – Transformation and Information Technology Division
                                         •   PjFs Information System - Transformation and Information Technology Division
                                         •   PjFs Strategic Risk Management – Risk Management & QHSE Division
                                         •   PjFs Quality, Health, Safety & Environment – Risk Management & QHSE Division
                                         •   PjFs Corporate and Capital Market - Legal & Compliance Division
                                         •   PjFs Compliance and System - Legal & Compliance Division
                                         •   PjFs Marketing Synergy - Corporate Marketing Division




                                                               Sustainability Operations Officer

                                         •   PjFs Infrastructure 1 Division
                                         •   PjFs Infrastructure 2 & Building Division
                                         •   PjFs EPCC Division
                                         •   PjFs Operation Asset Management Division
                                         •   Direktur Utama PT Wijaya Karya Beton Tbk
                                         •   Direktur Utama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
                                         •   Direktur Utama PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi
                                         •   Direktur Utama PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi
                                         •   Direktur Utama PT Wijaya Karya Realty
                                         •   Direktur Utama PT Wijaya Karya Bitumen
                                         •   Direktur Utama PT Wijaya Karya Serang Panimbang
                                         •   Direktur Utama PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur




DELEGASI TANGGUNG JAWAB UNTUK                                                       WIKA SUSTAINABILITY GOVERNANCE
MENGELOLA DAMPAK [OJK E.1, GRI 2-13]                                                STRUCTURE [OJK E.1, GRI 2-13]

Perseroan telah membentuk struktur tata kelola keberlanjutan                        The Company has established a sustainability governance
yang terdiri dari Chief Executive for Sustainability                                structure consisting of Chief Executive for Sustainability
Transformation, Sustainability Transformation Leader,                               Transformation, Sustainability Transformation Leader,
Sustainability Strategic Oversight Committee, Sustainability                        Sustainability Strategic Oversight Committee, Sustainability
Advisory Committee, Sustainability Performance and                                  Advisory Committee, Sustainability Performance and
Evaluation Officer, dan Sustainability Coordination Officer                         Evaluation Officer, and Sustainability Coordination Officer
sesuai dengan Nomor Surat ST.01.01/A.DIR.00038/2025.                                in accordance with Letter No. ST.01.01/A.DIR.00038/2025.
Perseroan telah menunjuk Direktur Manajemen Sumber Daya                             The Company has appointed the Director of Human Capital




                                                                                                                                     PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   135
Page 136
                              Tata Kelola
                              Governance




      Manusia dan Transformasi sebagai penanggung jawab utama                           Management and Transformation as the primary person in
      penerapan program mitigasi perubahan iklim dan tata kelola                        charge for the implementation of climate change mitigation
      ESG. Dalam menjalankan tugasnya, Direktur Manajemen                               programs and ESG governance. In carrying out these
      Sumber Daya Manusia dan Transformasi bertanggung jawab                            responsibilities, the Director of Human Capital Management
      langsung kepada Direktur Utama. Direksi telah mendelegasikan                      and Transformation reports directly to the President Director.
      implementasi pengembangan program Environment, Social,                            The Board of Directors has delegated the implementation of
      dan Governance (ESG) kepada PjFk Transformation &                                 the development of Environment, Social, and Governance
      Information Technology (TFIT) Division sebagai Sustainability                     (ESG) programs to the TFIT (Transformation & Information
      Transformation Leader Evaluasi kinerja keberlanjutan yang                         Technology) Division as the Sustainability Transformation
      disampaikan kepada Direksi dan dilaporkan kepada Dewan                            Leader. Sustainability performance evaluations are submitted
      Komisaris pada setiap semester.                                                   to the Board of Directors and reported to the Board of
                                                                                        Commissioners on a semi-annual basis.

      Tata kelola keberlanjutan disusun untuk mendukung penerapan                       The sustainability governance framework is designed to
      program-program ESG secara strategis serta memastikan                             support the strategic implementation of ESG programs while
      setiap elemen organisasi memahami perannya dalam                                  ensuring that every element of the organization understands
      mewujudkan tujuan keberlanjutan. Pembagian peran dan                              its role in achieving sustainability objectives. A well-structured
      tanggung jawab yang tersusun dengan baik menjadi faktor                           division of roles and responsibilities is a key factor in building
      penting dalam membangun sinergi antar fungsi organisasi,                          synergy across organizational functions, ranging from
      mulai dari pengawasan dan penetapan kebijakan hingga                              oversight and policy formulation to program implementation at
      pelaksanaan program di tingkat operasional. Tabel berikut                         the operational level. The following table presents the detailed
      menyajikan rincian tugas dan tanggung jawab masing-masing                         duties and responsibilities of each component within the
      bagian dalam struktur tata kelola keberlanjutan.                                  sustainability governance structure.


       Organ Tata Kelola                                                                   Deskripsi Tugas
       Corporate Organ                                                                    Job Description
                                                 1.   Mengarahkan, mengendalikan, dan memastikan integrasi prinsip ESG ke dalam kebijakan,
                                                      strategi, dan proses bisnis entitas secara menyeluruh;
                                                 2.   Menyelaraskan implementasi ESG di seluruh fungsi dan unit kerja dengan arah strategis yang
                                                      ditetapkan oleh Direksi Penanggung Jawab ESG dan kebijakan Induk Perusahaan;
                                                 3.   Mengoordinasikan penyusunan, pelaksanaan, dan evaluasi Grand Roadmap serta Grand
                                                      Strategy ESG pada tingkat entitas; dan
                                                 4.   Mengawasi dan mengevaluasi kinerja Komite ESG, termasuk memastikan tersedianya sumber
       Sustainability Transformation
                                                      daya, kesinambungan program, serta pencapaian target ESG yang telah ditetapkan.
       Leader
                                                 1.   Direct, control, and ensure the integration of ESG principles into the entity's overall policies,
                                                      strategies, and business processes;
                                                 2.   Align ESG implementation across all functions and work units with the strategic direction
                                                      established by the Board of Directors Responsible for ESG and the Parent Company's policies;
                                                 3.   Coordinate the development, implementation, and evaluation of the Grand Roadmap and
                                                      Grand ESG Strategy at the entity level; and
                                                 4.   Supervise and evaluate the performance of the ESG Committee, including ensuring resource
                                                      availability, program sustainability, and achievement of established ESG targets.

                                                 1.   Merencanakan, mengarahkan dan implementasi strategi ESG ke dalam program aspek
                                                      lingkungan, termasuk pengelolaan energi, emisi, limbah, air, keanekaragaman hayati, serta
                                                      efisiensi sumber daya;
                                                 2.   Memastikan kepatuhan entitas terhadap regulasi dan standar lingkungan nasional maupun
                                                      internasional, termasuk persyaratan perizinan dan standar pengelolaan lingkungan;
                                                 3.   Menjamin integrasi prinsip lingkungan ke dalam proses bisnis inti, proyek, dan rantai pasok;
                                                 4.   Melakukan evaluasi kinerja lingkungan secara berkala dan memberikan arahan perbaikan
       Sustainability Strategic
                                                      strategis kepada Komite ESG dan unit operasional terkait.
       Oversight Committee (Head of
                                                 1.   Plan, direct, and implement ESG strategies into environmental programs, including energy
       Environmental Sustainability)
                                                      management, emissions, waste, water, biodiversity, and resource efficiency;
                                                 2.   Ensure the entity's compliance with national and international environmental regulations and
                                                      standards, including licensing requirements and environmental management standards;
                                                 3.   Ensure the integration of environmental principles into core business processes, projects,
                                                      and supply chains;
                                                 4.   Conduct periodic environmental performance evaluations and provide strategic improvement
                                                      directions to the ESG Committee and relevant operational units.




136   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 137
Organ Tata Kelola                                                             Deskripsi Tugas
Corporate Organ                                                              Job Description
                                     1.   Merencanakan, mengarahkan dan implementasi strategi ESG ke dalam program aspek sosial
                                          dan ekonomi, termasuk TJSL (CSR/CSV), ketenagakerjaan, K3, inklusi, pengembangan
                                          UMKM, pengembangan komunitas masyarakat, hak asasi manusia, serta hubungan pemangku
                                          kepentingan;
                                     2.   Memastikan kebijakan sosial perusahaan selaras dengan regulasi ketenagakerjaan, prinsip
                                          HAM internasional, dan ekspektasi pemangku kepentingan utama;
                                     3.   Mengawal integrasi aspek sosial ke dalam pengelolaan SDM, keselamatan proyek, rantai
                                          pasok, dan program keberlanjutan sosial; dan
                                     4.   Mengevaluasi dan memonitoring kinerja aspek sosial, terutama yang dapat berdampak
Sustainability Strategic Oversight        ekonomi, secara berkala serta memberikan arahan peningkatan program dan mitigasi risiko
Committee (Head of Social &               sosial.
Economy)                             1.   Plan, direct, and implement ESG strategies into social and economic programs, including CSR
                                          (CSR/CSV), employment, OSH, inclusion, MSME development, community development,
                                          human rights, and stakeholder relations;
                                     2.   Ensure the company's social policies align with labor regulations, international human rights
                                          principles, and the expectations of key stakeholders;
                                     3.   Oversee the integration of social aspects into HC management, project safety, supply chain,
                                          and social sustainability programs; and
                                     4.   Regularly evaluate and monitor the performance of social aspects, particularly those that can
                                          have an economic impact, and provide guidance on program improvement and social risk
                                          mitigation.

                                     1.   Mengarahkan dan memastikan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), kepatuhan,
                                          manajemen risiko, integritas, serta praktik anti-korupsi dalam seluruh operasi entitas sesuai
                                          dengan framework ESG;
                                     2.   Menilai kesesuaian kebijakan tata kelola dengan regulasi, standar internasional, serta best
                                          practice industri;
                                     3.   Menjamin integrasi nilai-nilai etika, transparansi, dan akuntabilitas ke dalam sistem
                                          pengambilan keputusan, mekanisme pelaporan, dan proses bisnis entitas; dan
                                     4.   Melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja tata kelola dan memberikan rekomendasi
Head of Corporate Governance &            penguatan sistem pengendalian intern dan kepatuhan.
Ethics                               1.   Direct and ensure the implementation of good corporate governance (GCG), compliance, risk
                                          management, integrity, and anti-corruption practices in all entity operations in accordance
                                          with the ESG framework;
                                     2.   Assess the alignment of corporate governance policies with regulations, international
                                          standards, and industry best practices;
                                     3.   Ensure the integration of ethical values, transparency, and accountability into the entity's
                                          decision-making system, reporting mechanisms, and business processes; and
                                     4.   Conduct regular evaluations of governance performance and provide recommendations for
                                          strengthening internal control and compliance systems.

                                     1.   Mendukung Ketua Steering Committee dalam pengelolaan strategis pilar masing-masing,
                                          termasuk penyusunan kebijakan, evaluasi kinerja, dan validasi program ESG;
                                     2.   Memberikan masukan teknis dan strategis kepada Ketua Steering Committee sesuai dengan
                                          keahlian atau fungsi yang diwakilinya;
                                     3.   Mengkaji, menilai, dan merekomendasikan usulan kebijakan, program, serta target kinerja
                                          ESG dari unit kerja terkait;
                                     4.   Memastikan penerjemahan kebijakan dan keputusan Steering Committee ke dalam rencana
                                          kerja dan implementasi di masing-masing unit;
                                     5.   Memantau pelaksanaan program dan inisiatif ESG di unit kerja yang menjadi lingkup tanggung
                                          jawabnya, termasuk pelaporan kinerja secara berkala;
                                     6.   Mengidentifikasi risiko dan peluang terkait ESG di bidang tugasnya serta menyampaikan
                                          rekomendasi tindak lanjut kepada Ketua Steering Committee;
                                     7.   Berpartisipasi aktif dalam rapat Steering Committee serta forum koordinasi lainnya yang
                                          berkaitan dengan implementasi ESG dan mendukung penyelesaian isu strategis yang
                                          berkaitan dengan pilar ESG;
                                     8.   Menjaga komunikasi dan koordinasi dengan pemangku kepentingan internal maupun eksternal
                                          sesuai mandat yang diberikan Ketua Steering Committee.
Sustainability Advisory Committee    1.   Support the Steering Committee Chairman in the strategic management of their respective
                                          pillars, including policy development, performance evaluation, and ESG program validation;
                                     2.   Provide technical and strategic input to the Steering Committee Chairman in accordance
                                          with their expertise or function;
                                     3.   Review, assess, and recommend ESG policy, program, and performance target proposals
                                          from relevant work units;
                                     4.   Ensure the translation of Steering Committee policies and decisions into work plans and
                                          implementation in each unit;
                                     5.   Monitor the implementation of ESG programs and initiatives in the work units under their
                                          responsibility, including regular performance reporting;
                                     6.   Identify ESG-related risks and opportunities within their area of responsibility and submit
                                          follow-up recommendations to the Steering Committee Chairman;
                                     7.   Actively participate in Steering Committee meetings and other coordination forums related
                                          to ESG implementation and support the resolution of strategic issues related to the ESG
                                          pillars;
                                     8.   Maintain communication and coordination with internal and external stakeholders in
                                          accordance with the mandate given by the Steering Committee Chairman.




                                                                                                                        PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   137
Page 138
                              Tata Kelola
                              Governance




       Organ Tata Kelola                                                                 Deskripsi Tugas
       Corporate Organ                                                                  Job Description
                                                 1.   Menyusun dan mengembangkan kebijakan serta standar ESG sesuai dengan perkembangan
                                                      regulasi nasional maupun standar internasional;
                                                 2.   Menetapkan target dan indikator kinerja utama (KPI) ESG;
                                                 3.   Memastikan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dan standar
                                                      ESG yang berlaku, baik nasional maupun internasional;
                                                 4.   Meninjau dan memberikan persetujuan atas rencana implementasi ESG yang diajukan oleh
                                                      Implementator;
                                                 5.   Memantau dan mengevaluasi laporan berkala dari Implementator terkait kemajuan dan
                                                      efektivitas implementasi ESG;
       Sustainability Performance and            6.   Merumuskan arahan strategis serta mengambil keputusan yang diperlukan terkait inisiatif
       Evaluation Officer                             ESG.
                                                 1.   Formulate and develop ESG policies and standards in accordance with national regulatory
                                                      developments and international standards;
                                                 2.   Establish ESG targets and key performance indicators (KPIs);
                                                 3.   Ensure compliance with applicable laws and regulations and ESG standards, both national
                                                      and international;
                                                 4.   Review and approve ESG implementation plans submitted by Implementers;
                                                 5.   Monitor and evaluate periodic reports from Implementers regarding the progress and
                                                      effectiveness of ESG implementation;
                                                 6.   Formulate strategic direction and make necessary decisions regarding ESG initiatives.

                                                 1.   Merancang dan mengembangkan program serta proyek ESG sesuai dengan kebijakan yang
                                                      ditetapkan oleh Regulator;
                                                 2.   Mengoordinasikan implementasi ESG lintas fungsi, departemen, dan divisi untuk memastikan
                                                      integrasi dalam proses bisnis inti dan operasional Perseroan;
                                                 3.   Menyusun laporan kemajuan serta evaluasi program ESG;
                                                 4.   Mengelola tim dan sumber daya yang dialokasikan untuk implementasi ESG;
                                                 5.   Memastikan seluruh aktivitas ESG dilaksanakan sesuai dengan rencana kerja dan jadwal yang
                                                      telah ditetapkan;
                                                 6.   Berkomunikasi dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal mengenai inisiatif ESG;
                                                 7.   Berpartisipasi dalam program pelatihan serta pengembangan kapasitas terkait ESG.
       Sustainability Coordination Officer       1.   Design and develop ESG programs and projects in accordance with policies established by
                                                      the Regulator;
                                                 2.   Coordinate ESG implementation across functions, departments, and divisions to ensure
                                                      integration into the Company's core business processes and operations;
                                                 3.   Prepare progress reports and evaluate ESG programs;
                                                 4.   Manage the team and resources allocated for ESG implementation;
                                                 5.   Ensure all ESG activities are implemented in accordance with established work plans and
                                                      schedules;
                                                 6.   Communicate with internal and external stakeholders regarding ESG initiatives;
                                                 7.   Participate in ESG-related training and capacity building programs.

                                                 1.   Melaksanakan aktivitas operasional harian terkait ESG sesuai standar dan pedoman yang
                                                      berlaku;
                                                 2.   Menghimpun data dan informasi yang diperlukan untuk pemantauan, evaluasi, serta pelaporan
                                                      terkait ESG;
                                                 3.   Mengidentifikasi dan menyampaikan hambatan, tantangan, atau kendala dalam implementasi
                                                      ESG;
                                                 4.   Menyusun laporan pelaksanaan ESG kepada Koordinator sesuai dengan jadwal pelaporan
                                                      yang ditetapkan;
                                                 5.   Berpartisipasi dalam program pelatihan serta pengembangan kapasitas terkait ESG;
       Sustainability Operations Officer         6.   Mengambil langkah penyelesaian atas permasalahan operasional harian sesuai batas
                                                      kewenangan yang diberikan.
                                                 1.   Carry out daily ESG-related operational activities in accordance with applicable standards
                                                      and guidelines;
                                                 2.   Collect data and information necessary for ESG monitoring, evaluation, and reporting;
                                                 3.   Identify and communicate obstacles, challenges, or constraints in ESG implementation;
                                                 4.   Prepare ESG implementation reports to the Coordinator in accordance with the established
                                                      reporting schedule;
                                                 5.   Participate in ESG-related training and capacity building programs;
                                                 6.   Take steps to resolve daily operational issues within the scope of assigned authority.



      PENGEMBANGAN KOMPETENSI TERKAIT                                                 COMPETENCY DEVELOPMENT RELATED
      PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN [OJK E.2,                                             TO SUSTAINABLE DEVELOPMENT [OJK E.2,
      GRI 2-17]                                                                       GRI 2-17]


      Perseroan senantiasa mengikutsertakan Dewan Komisaris,                          The Company consistently includes Board of Commissioners,
      Direksi, dan Unit di bawah Dewan Komisaris dan Direksi                          Board of Directors, and Units under Board of Commissioners
      dalam pelatihan terkait pembangunan berkelanjutan. Program                      and Board of Directors in training related to sustainable
      pengembangan kompetensi ini dirancang secara terstruktur                        development. This competency development program is




138   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 139
dan sistematis, dengan materi pembelajaran yang terintegrasi         designed in a structured and systematic manner, with learning
dalam silabus serta kamus kompetensi WIKA. Dalam                     materials integrated into the syllabus and WIKA competency
pelaksanaan pengembangan SDM, Perseroan berpedoman                   dictionary. In implementing human capital development, the
pada Prosedur Human Capital WIKA-HCE-PM-01.01                        Company adheres to WIKA-HCE-PM-01.01 Human Capital
sebagai acuan resmi. Selama tahun 2025, pengembangan                 Procedure as the official reference. Throughout 2025,
kompetensi terkait pembangunan berkelanjutan dilaksanakan            competency development related to sustainable development
sebagai berikut.                                                     were as follows.


 Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Dewan Komisaris
 Sustainable Development Competency Development for Board of Commissioners

                        Jenis Pendidikan dan
   Nama dan Jabatan           Pelatihan            Materi Pendidikan dan Pelatihan             Tempat/Tanggal           Penyelenggara
   Name and Position      Type of Education        Education and Training Materials              Venue/Date               Organizer
                             and Training

                                               Apakah Kerugian BUMN Bukan Lagi
                                                                                           25 Juli 2025
                        Hukum                  Kerugian Negara
 Jarot Widyoko                                                                             July 25, 2025              LSPMR
                        Law                    Are State-Owned Enterprise Losses No
                                               Longer State Losses?

                                               Webinar "Menakar Tanggung Jawab
                                               Hukum Anggota Direksi, Anggota Dewan
                                               Komisaris dan Karyawan Kunci BUMN
                        Keuangan               Dalam Skandal Manipulasi Laporan
                                                                                           18 September 2025
                        Financial              Keuangan"                                                              LSPMR - RAP
                                                                                           September 18, 2025
                                               Webinar "Assessing the Legal Liability
                                               of Directors, Commissioners, and Key
                                               Employees of SOE in the Financial Report
                                               Manipulation Scandal"

                                               Integrated GRC Untuk Direksi dan
                        Kepatuhan              Komisaris BUMN                              20-21 Oktober 2025
                                                                                                                      HRDSPOT
                        Compliance             Integrated GRC for Directors and            October 20-21, 2025
                                               Commissioners of SOE

                                               Fraud Control Reinvented: Integrasi ISO
                                               37001, ISO 37301 & ISO 37003 untuk
                                               Sistem Antifraud yang Tangguh               16 Oktober 2025
                        Fraud                                                                                         GRC Indonesia
                                               Fraud Control Reinvented: Integrating ISO   October 16, 2025
                                               37001, ISO 37301, and ISO 37003 for a
                                               Robust Antifraud System

                                               BUMN, Danantara, dan Masa Depan
                        Hukum                  Pemberantasan Korupsi di Indonesia          30 September 2025          Governance
                        Law                    SOE, Danantara, and the Future of           September 30, 2025         Academy
                                               Corruption Eradication in Indonesia

                                               The Expert Learning: Memahami
                                               Perubahan Kedudukan BUMN Paska
                        Kepatuhan
                                               Diberlakukan Organ BPI Danantara            12 Agustus 2025
                        Compliance
                                               The Expert Learning: Understanding the      August 12, 2025
                                               Changing Status of SOE Following the
                                               Implementation of Danantara BPI Organ

                                               Apakah Kerugian BUMN Bukan Lagi
                                                                                           25 Juli 2025
 Suryo Hapsoro Tri      Hukum                  Kerugian Negara
                                                                                           July 25, 2025              LSPMR
 Utomo                  Law                    Are State-Owned Enterprise Losses No
                                               Longer State Losses?

                                               Webinar "Menakar Tanggung Jawab
                                               Hukum Anggota Direksi, Anggota Dewan
                                               Komisaris dan Karyawan Kunci BUMN
                        Keuangan               Dalam Skandal Manipulasi Laporan
                                                                                           18 September 2025
                        Financial              Keuangan"                                                              LSPMR - RAP
                                                                                           September 18, 2025
                                               Webinar "Assessing the Legal Liability
                                               of Directors, Commissioners, and Key
                                               Employees of SOE in the Financial Report
                                               Manipulation Scandal"




                                                                                                                 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   139
Page 140
                              Tata Kelola
                              Governance




        Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Dewan Komisaris
        Sustainable Development Competency Development for Board of Commissioners

                                     Jenis Pendidikan dan
           Nama dan Jabatan                Pelatihan              Materi Pendidikan dan Pelatihan             Tempat/Tanggal      Penyelenggara
           Name and Position           Type of Education          Education and Training Materials              Venue/Date          Organizer
                                          and Training

                                                              Integrated GRC Untuk Direksi dan
                                      Kepatuhan               Komisaris BUMN                              20-21 Oktober 2025
                                                                                                                                HRDSPOT
                                      Compliance              Integrated GRC for Directors and            October 20-21, 2025
                                                              Commissioners of SOE

                                                              Fraud Control Reinvented: Integrasi ISO
                                                              37001, ISO 37301 & ISO 37003 untuk
                                                              Sistem Antifraud yang Tangguh               16 Oktober 2025
                                      Fraud                                                                                     GRC Indonesia
                                                              Fraud Control Reinvented: Integrating ISO   October 16, 2025
                                                              37001, ISO 37301, and ISO 37003 for a
                                                              Robust Antifraud System

                                                              BUMN, Danantara, dan Masa Depan
                                      Hukum                   Pemberantasan Korupsi di Indonesia          30 September 2025     Governance
                                      Law                     SOE, Danantara, and the Future of           September 30, 2025    Academy
                                                              Corruption Eradication in Indonesia

                                                              The Expert Learning: Memahami
                                                              Perubahan Kedudukan BUMN Paska
                                      Kepatuhan
                                                              Diberlakukan Organ BPI Danantara            12 Agustus 2025
                                      Compliance
                                                              The Expert Learning: Understanding the      August 12, 2025
                                                              Changing Status of SOE Following the
                                                              Implementation of Danantara BPI Organ

                                                              Apakah Kerugian BUMN Bukan Lagi
                                                                                                          25 Juli 2025
                                      Hukum                   Kerugian Negara
        Firdaus Ali                                                                                       July 25, 2025         LSPMR
                                      Law                     Are State-Owned Enterprise Losses No
                                                              Longer State Losses?

                                                              Webinar "Menakar Tanggung Jawab
                                                              Hukum Anggota Direksi, Anggota Dewan
                                                              Komisaris dan Karyawan Kunci BUMN
                                                              Dalam Skandal Manipulasi Laporan
                                      Keuangan Financial                                                  18 September 2025
                                                              Keuangan"                                                         LSPMR - RAP
                                                                                                          September 18, 2025
                                                              Webinar "Assessing the Legal Liability
                                                              of Directors, Commissioners, and Key
                                                              Employees of SOE in the Financial Report
                                                              Manipulation Scandal"

                                                              Integrated GRC Untuk Direksi dan
                                      Kepatuhan               Komisaris BUMN                              20-21 Oktober 2025
                                                                                                                                HRDSPOT
                                      Compliance              Integrated GRC for Directors and            October 20-21, 2025
                                                              Commissioners of SOE

                                                              Fraud Control Reinvented: Integrasi ISO
                                                              37001, ISO 37301 & ISO 37003 untuk
                                                              Sistem Antifraud yang Tangguh               16 Oktober 2025
                                      Fraud                                                                                     GRC Indonesia
                                                              Fraud Control Reinvented: Integrating ISO   October 16, 2025
                                                              37001, ISO 37301, and ISO 37003 for a
                                                              Robust Antifraud System

                                                              BUMN, Danantara, dan Masa Depan
                                      Hukum                   Pemberantasan Korupsi di Indonesia          30 September 2025     Governance
                                      Law                     SOE, Danantara, and the Future of           September 30, 2025    Academy
                                                              Corruption Eradication in Indonesia

                                                              The Expert Learning: Memahami
                                                              Perubahan Kedudukan BUMN Paska
                                      Kepatuhan
                                                              Diberlakukan Organ BPI Danantara            12 Agustus 2025
                                      Compliance
                                                              The Expert Learning: Understanding the      August 12, 2025
                                                              Changing Status of SOE Following the
                                                              Implementation of Danantara BPI Organ

                                                              Apakah Kerugian BUMN Bukan Lagi
                                                                                                          25 Juli 2025
                                      Hukum                   Kerugian Negara
        Harris Arthur Hedar                                                                               July 25, 2025         LSPMR
                                      Law                     Are State-Owned Enterprise Losses No
                                                              Longer State Losses?




140 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 141
Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Dewan Komisaris
Sustainable Development Competency Development for Board of Commissioners

                      Jenis Pendidikan dan
  Nama dan Jabatan          Pelatihan            Materi Pendidikan dan Pelatihan             Tempat/Tanggal           Penyelenggara
  Name and Position     Type of Education        Education and Training Materials              Venue/Date               Organizer
                           and Training

                                             Webinar "Menakar Tanggung Jawab
                                             Hukum Anggota Direksi, Anggota Dewan
                                             Komisaris dan Karyawan Kunci BUMN
                                             Dalam Skandal Manipulasi Laporan
                      Keuangan Financial                                                 18 September 2025
                                             Keuangan"                                                              LSPMR - RAP
                                                                                         September 18, 2025
                                             Webinar "Assessing the Legal Liability
                                             of Directors, Commissioners, and Key
                                             Employees of SOE in the Financial Report
                                             Manipulation Scandal"

                                             Integrated GRC Untuk Direksi dan
                      Kepatuhan              Komisaris BUMN                              20-21 Oktober 2025
                                                                                                                    HRDSPOT
                      Compliance             Integrated GRC for Directors and            October 20-21, 2025
                                             Commissioners of SOE

                                             Fraud Control Reinvented: Integrasi ISO
                                             37001, ISO 37301 & ISO 37003 untuk
                                             Sistem Antifraud yang Tangguh               16 Oktober 2025
                      Fraud                                                                                         GRC Indonesia
                                             Fraud Control Reinvented: Integrating ISO   October 16, 2025
                                             37001, ISO 37301, and ISO 37003 for a
                                             Robust Antifraud System

                                             BUMN, Danantara, dan Masa Depan
                      Hukum                  Pemberantasan Korupsi di Indonesia          30 September 2025          Governance
                      Law                    SOE, Danantara, and the Future of           September 30, 2025         Academy
                                             Corruption Eradication in Indonesia

                                             The Expert Learning: Memahami
                                             Perubahan Kedudukan BUMN Paska
                      Kepatuhan
                                             Diberlakukan Organ BPI Danantara            12 Agustus 2025
                      Compliance
                                             The Expert Learning: Understanding the      August 12, 2025
                                             Changing Status of SOE Following the
                                             Implementation of Danantara BPI Organ

                                             Apakah Kerugian BUMN Bukan Lagi
                                                                                         25 Juli 2025
                      Hukum                  Kerugian Negara
Adityawarman                                                                             July 25, 2025              LSPMR
                      Law                    Are State-Owned Enterprise Losses No
                                             Longer State Losses?

                                             Webinar "Menakar Tanggung Jawab
                                             Hukum Anggota Direksi, Anggota Dewan
                                             Komisaris dan Karyawan Kunci BUMN
                                             Dalam Skandal Manipulasi Laporan
                      Keuangan Financial                                                 18 September 2025
                                             Keuangan"                                                              LSPMR - RAP
                                                                                         September 18, 2025
                                             Webinar "Assessing the Legal Liability
                                             of Directors, Commissioners, and Key
                                             Employees of SOE in the Financial Report
                                             Manipulation Scandal"

                                             Integrated GRC Untuk Direksi dan
                      Kepatuhan              Komisaris BUMN                              20-21 Oktober 2025
                                                                                                                    HRDSPOT
                      Compliance             Integrated GRC for Directors and            October 20-21, 2025
                                             Commissioners of SOE

                                             Fraud Control Reinvented: Integrasi ISO
                                             37001, ISO 37301 & ISO 37003 untuk
                                             Sistem Antifraud yang Tangguh               16 Oktober 2025
                      Fraud                                                                                         GRC Indonesia
                                             Fraud Control Reinvented: Integrating ISO   October 16, 2025
                                             37001, ISO 37301, and ISO 37003 for a
                                             Robust Antifraud System




                                                                                                               PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   141
Page 142
                              Tata Kelola
                              Governance




       Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Dewan Komisaris
       Sustainable Development Competency Development for Board of Commissioners

                                      Jenis Pendidikan dan
          Nama dan Jabatan                  Pelatihan               Materi Pendidikan dan Pelatihan             Tempat/Tanggal      Penyelenggara
          Name and Position             Type of Education           Education and Training Materials              Venue/Date          Organizer
                                           and Training

                                                                BUMN, Danantara, dan Masa Depan
                                      Hukum                     Pemberantasan Korupsi di Indonesia          30 September 2025     Governance
                                      Law                       SOE, Danantara, and the Future of           September 30, 2025    Academy
                                                                Corruption Eradication in Indonesia

                                                                The Expert Learning: Memahami
                                                                Perubahan Kedudukan BUMN Paska
                                      Kepatuhan
                                                                Diberlakukan Organ BPI Danantara            12 Agustus 2025
                                      Compliance
                                                                The Expert Learning: Understanding the      August 12, 2025
                                                                Changing Status of SOE Following the
                                                                Implementation of Danantara BPI Organ

                                                                Apakah Kerugian BUMN Bukan Lagi
                                                                                                            25 Juli 2025
                                      Hukum                     Kerugian Negara
       Rusmanto                                                                                             July 25, 2025         LSPMR
                                      Law                       Are State-Owned Enterprise Losses No
                                                                Longer State Losses?

                                                                Webinar "Menakar Tanggung Jawab
                                                                Hukum Anggota Direksi, Anggota Dewan
                                                                Komisaris dan Karyawan Kunci BUMN
                                                                Dalam Skandal Manipulasi Laporan
                                      Keuangan Financial                                                    18 September 2025
                                                                Keuangan"                                                         LSPMR - RAP
                                                                                                            September 18, 2025
                                                                Webinar "Assessing the Legal Liability
                                                                of Directors, Commissioners, and Key
                                                                Employees of SOE in the Financial Report
                                                                Manipulation Scandal"

                                                                Integrated GRC Untuk Direksi dan
                                      Kepatuhan                 Komisaris BUMN                              20-21 Oktober 2025
                                                                                                                                  HRDSPOT
                                      Compliance                Integrated GRC for Directors and            October 20-21, 2025
                                                                Commissioners of SOE

                                                                Fraud Control Reinvented: Integrasi ISO
                                                                37001, ISO 37301 & ISO 37003 untuk
                                                                Sistem Antifraud yang Tangguh               16 Oktober 2025
                                      Fraud                                                                                       GRC Indonesia
                                                                Fraud Control Reinvented: Integrating ISO   October 16, 2025
                                                                37001, ISO 37301, and ISO 37003 for a
                                                                Robust Antifraud System

                                                                BUMN, Danantara, dan Masa Depan
                                      Hukum                     Pemberantasan Korupsi di Indonesia          30 September 2025     Governance
                                      Law                       SOE, Danantara, and the Future of           September 30, 2025    Academy
                                                                Corruption Eradication in Indonesia

                                                                The Expert Learning: Memahami
                                                                Perubahan Kedudukan BUMN Paska
                                      Kepatuhan
                                                                Diberlakukan Organ BPI Danantara            12 Agustus 2025
                                      Compliance
                                                                The Expert Learning: Understanding the      August 12, 2025
                                                                Changing Status of SOE Following the
                                                                Implementation of Danantara BPI Organ




142   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 143
Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Direksi
Sustainable Development Competency Development for Board of Directors

                     Jenis Pendidikan dan
Nama dan Jabatan     Pelatihan                      Materi Pendidikan dan Pelatihan             Tempat/Tanggal                Penyelenggara
Name and Position    Type of Education and          Education and Training Materials              Venue/Date                    Organizer
                     Training

                                                Webinar "Menakar Tanggung Jawab
                                                Hukum Anggota Direksi, Anggota Dewan
                                                Komisaris dan Karyawan Kunci BUMN
                                                Dalam Skandal Manipulasi Laporan
                     Keuangan Financial                                                     18 September 2025
Agung Budi Waskito                              Keuangan"                                                               LSPMR - RAP
                                                                                            September 18, 2025
                                                Webinar "Assessing the Legal Liability
                                                of Directors, Commissioners, and Key
                                                Employees of SOE in the Financial Report
                                                Manipulation Scandal"

                                                Integrated GRC Untuk Direksi dan
                     Kepatuhan                  Komisaris BUMN                              20-21 Oktober 2025
                                                                                                                        HRDSPOT
                     Compliance                 Integrated GRC for Directors and            October 20-21, 2025
                                                Commissioners of SOE

                                                Webinar ” Membangun KPI yang adaptif
                     Manajemen Riisko           dalam perspektif Manajemen Risiko           11 November 2025
                                                                                                                        RAP
                     Risk Management            Webinar "Building Adaptive KPIs from a      November 11, 2025
                                                Risk Management Perspective"

                                                Konferensi Nasional Profesional
                                                Manajemen Risiko XI "Toward Golden
                                                Indonesia 2045 : Risk Management As A
                     Manajemen Risiko           Competitive Edge in a Complex World
                                                                                            27 - 28 November 2025
                     Risk Management            11th National Conference of Risk                                        LSPMR
                                                                                            November 27-28, 2025
                                                Management Professionals "Toward
                                                Golden Indonesia 2045: Risk
                                                Management as a Competitive Edge in a
                                                Complex World"

                     Kegiatan usaha korporasi
                                                Sustainability as Strategy: Insights from   5 Desember 2025
                     Corporate Business                                                                                 KMMB - CMA
                                                WIKAIKON Business Transformation            December 5, 2025
                     Activities

                                                SEMINAR NASIONAL Dinamika Pasar
                                                Konstruksi Nasional dan Persepsi Risiko
                     Kegiatan Usaha             Usaha Jasa Konstruksi 2026
                     Konstruksi                                                             18 Desember 2025
                     Construction Business      NATIONAL SEMINAR: National                  December 18, 2025
                     Activities                 Construction Market Dynamics and Risk
                                                Perceptions in Construction Services
                                                Businesses 2026

                     Kegiatan Usaha Korporasi   BSE MASTERCLASS : GLOBAL TRADE
                                                                                            28 Mei 2025
Hadjar Seti Adji     Corporate Business         TENSIONS- TURNING CRISIS INTO                                           BSE MASTERCLASS
                                                                                            May 28, 2025
                     Activities                 OPPORTUNITY

                                                Webinar "Menakar Tanggung Jawab
                                                Hukum Anggota Direksi, Anggota Dewan
                                                Komisaris dan Karyawan Kunci BUMN
                                                Dalam Skandal Manipulasi Laporan
                     Keuangan Financial                                                     18 September 2025
                                                Keuangan"                                                               LSPMR - RAP
                                                                                            September 18, 2025
                                                Webinar "Assessing the Legal Liability
                                                of Directors, Commissioners, and Key
                                                Employees of SOE in the Financial Report
                                                Manipulation Scandal"

                                                Pemantauan, Evaluasi, Remediasi, dan
                     Manajemen Risiko           Pelaporan dalam Implementasi ICOFR          27 September 2025
                                                Monitoring, Evaluation, Remediation, and                                IAI
                     Risk Management                                                        September 27, 2025
                                                Reporting in ICOFR Implementation

                                                Integrated GRC Untuk Direksi dan
                     Kepatuhan                  Komisaris BUMN                              20-21 Oktober 2025
                                                                                                                        HRDSPOT
                     Compliance                 Integrated GRC for Directors and            October 20-21, 2025
                                                Commissioners of SOE

                     Bisnis                     Sustainable Business Transformation:        24 Oktober 2025
                                                                                                                        KMMB - CMA
                     Business                   Securing Future Competitiveness             October 24, 2025




                                                                                                                  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   143
Page 144
                             Tata Kelola
                             Governance




        Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Direksi
        Sustainable Development Competency Development for Board of Directors

                                 Jenis Pendidikan dan
        Nama dan Jabatan         Pelatihan                        Materi Pendidikan dan Pelatihan             Tempat/Tanggal           Penyelenggara
        Name and Position        Type of Education and            Education and Training Materials              Venue/Date               Organizer
                                 Training

                                                              Konferensi Nasional Profesional
                                                              Manajemen Risiko XI "Toward Golden
                                                              Indonesia 2045 : Risk Management As A
                                 Manajemen Risiko             Competitive Edge in a Complex World
                                                                                                         27 - 28 November 2025
                                 Risk Management              11th National Conference of Risk
                                                                                                         November 27-28, 2025
                                                              Management Professionals "Toward
                                                              Golden Indonesia 2045: Risk
                                                              Management as a Competitive Edge in a
                                                              Complex World"

                                                              Apakah Kerugian BUMN Bukan Lagi
                                                                                                         25 Juli 2025
                                 Hukum                        Kerugian Negara
        Hananto Aji                                                                                      July 25, 2025           LSPMR
                                 Law                          Are State-Owned Enterprise Losses No
                                                              Longer State Losses?

                                                              Webinar "Menakar Tanggung Jawab
                                                              Hukum Anggota Direksi, Anggota Dewan
                                                              Komisaris dan Karyawan Kunci BUMN
                                                              Dalam Skandal Manipulasi Laporan
                                 Keuangan Financial                                                      18 September 2025
                                                              Keuangan"                                                          LSPMR - RAP
                                                                                                         September 18, 2025
                                                              Webinar "Assessing the Legal Liability
                                                              of Directors, Commissioners, and Key
                                                              Employees of SOE in the Financial Report
                                                              Manipulation Scandal"

                                                              Pemantauan, Evaluasi, Remidiasi, dan
                                 Manajemen Risiko             Pelaporan dalam Implementasi ICOFR         27 September 2025
                                                                                                                                 IAI
                                 Risk Management              Monitoring, Evaluation, Remediation, and   September 27, 2025
                                                              Reporting in ICOFR Implementation

                                                              Integrated GRC Untuk Direksi dan
                                 Kepatuhan                    Komisaris BUMN                             20-21 Oktober 2025
                                                                                                                                 HRDSPOT
                                 Compliance                   Integrated GRC for Directors and           October 20-21, 2025
                                                              Commissioners of SOE

                                                              Webinar ” Membangun KPI yang adaptif
                                 Manajemen Riisko             dalam perspektif Manajemen Risiko          11 November 2025
                                                                                                                                 RAP
                                 Risk Management              Webinar "Building Adaptive KPIs from a     November 11, 2025
                                                              Risk Management Perspective"

                                                              Konferensi Nasional Profesional
                                                              Manajemen Risiko XI "Toward Golden
                                                              Indonesia 2045 : Risk Management As A
                                 Manajemen Risiko             Competitive Edge in a Complex World
                                                                                                         27 - 28 November 2025
                                 Risk Management              11th National Conference of Risk
                                                                                                         November 27-28, 2025
                                                              Management Professionals "Toward
                                                              Golden Indonesia 2045: Risk
                                                              Management as a Competitive Edge in a
                                                              Complex World"

                                                              PELATIHAN MANAJEMEN PAJAK
                                                              PERTAMBAHAN NILAI (PPN)
                                 Keuangan                                                                19-21 Maret 2025
        Sumadi                                                VALUE ADDED TAX (VAT)                                              IAI
                                 Financial                                                               March 19-21, 2025
                                                              MANAGEMENT TRAINING


                                                              PELATIHAN AKUNTANSI PROPERTI
                                                              DAN KONSTRUKSI BESERTA
                                 Akuntansi                    PERPAJAKANNYA                              15-16 April 2025
                                                                                                                                 IAI
                                 Accounting                   PROPERTY AND CONSTRUCTION                  April 15-16, 2025
                                                              ACCOUNTING AND TAXATION
                                                              TRAINING

                                                              Apakah Kerugian BUMN Bukan Lagi
                                                                                                         25 Juli 2025
                                 Hukum                        Kerugian Negara
                                                                                                         July 25, 2025           LSPMR
                                 Law                          Are State-Owned Enterprise Losses No
                                                              Longer State Losses?




144 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 145
Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Direksi
Sustainable Development Competency Development for Board of Directors

                       Jenis Pendidikan dan
Nama dan Jabatan       Pelatihan                         Materi Pendidikan dan Pelatihan            Tempat/Tanggal                Penyelenggara
Name and Position      Type of Education and             Education and Training Materials             Venue/Date                    Organizer
                       Training

                       Tata Kelola Perusahaan       Praktisi Kepailitan dan Restrukturisasi     20-23 Agustus 2025          Justicia Training
                       Corporate Governance         Bankruptcy and Restructuring Practitioner   August 20-23, 2025          Center

                                                    Pemantauan, Evaluasi, Remidiasi, dan
                       Manajemen Risiko             Pelaporan dalam Implementasi ICOFR          27 September 2025
                                                                                                                            IAI
                       Risk Management              Monitoring, Evaluation, Remediation, and    September 27, 2025
                                                    Reporting in ICOFR Implementation

                                                    OHS MATURITY COMMITMENT :
                                                                                                27- 28 Agustus 2025         First Indonesia
Fafan Khoirul Fanani   HSSE                         SAFETY INVESTMENT & SUSTAINABLE
                                                                                                August 27-28, 2025          Maggazine
                                                    PRODUCTIVITY

                                                    Webinar "Menakar Tanggung Jawab
                                                    Hukum Anggota Direksi, Anggota Dewan
                                                    Komisaris dan Karyawan Kunci BUMN
                                                    Dalam Skandal Manipulasi Laporan
                       Keuangan Financial                                                       18 September 2025
                                                    Keuangan"                                                               LSPMR - RAP
                                                                                                September 18, 2025
                                                    Webinar "Assessing the Legal Liability
                                                    of Directors, Commissioners, and Key
                                                    Employees of SOE in the Financial Report
                                                    Manipulation Scandal"

                                                    Pemantauan, Evaluasi, Remidiasi, dan
                       Manajemen Risiko             Pelaporan dalam Implementasi ICOFR          27 September 2025
                                                                                                                            IAI
                       Risk Management              Monitoring, Evaluation, Remediation, and    September 27, 2025
                                                    Reporting in ICOFR Implementation

                                                    Integrated GRC Untuk Direksi dan
                       Kepatuhan                    Komisaris BUMN                              20-21 Oktober 2025
                                                                                                                            HRDSPOT
                       Compliance                   Integrated GRC for Directors and            October 20-21, 2025
                                                    Commissioners of SOE

                                                    Konferensi Nasional Profesional
                                                    Manajemen Risiko XI "Toward Golden
                                                    Indonesia 2045 : Risk Management As A
                       Manajemen Risiko             Competitive Edge in a Complex World
                                                                                                27 - 28 November 2025
                       Risk Management              11th National Conference of Risk                                        LSPMR
                                                                                                November 27-28, 2025
                                                    Management Professionals "Toward
                                                    Golden Indonesia 2045: Risk
                                                    Management as a Competitive Edge in a
                                                    Complex World"



Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Unit di Bawah Dewan Komisaris dan Direksi
Sustainable Development Competency Development for Units Under Board of Commissioners and Board of Directors


Nama dan Jabatan                                Materi Pendidikan dan Pelatihan                   Tanggal Pelaksanaan          Penyelenggara
Name and Position                                Education and Training Material                         Date                    Organizer

                               Konferensi Nasional Profesional Manajemen Risiko XI "Toward
                               Golden Indonesia 2045 : Risk Management As A Competitive
                               Edge in a Complex World                                          27-28 November 2025
Farid Nur Aidy                                                                                                              LSPMR
                               11th National Conference of Risk Management Professionals        November 27-28, 2025
                               "Toward Golden Indonesia 2045: Risk Management as a
                               Competitive Edge in a Complex World

                               Apakah Kerugian BUMN Bukan Lagi Kerugian Negara                  25 Juli 2025
Wahyu Hadi Prasetyo                                                                                                         LSPMR
                               Are State-Owned Enterprise Losses No Longer State Losses?        July 25, 2025

                                                                                                24 Oktober 2025
                               PMOs: The Missing Link Between Projects and Strategy                                         IAMPI
                                                                                                October 24, 2025




                                                                                                                      PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   145
Page 146
                              Tata Kelola
                              Governance




       Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Unit di Bawah Dewan Komisaris dan Direksi
       Sustainable Development Competency Development for Units Under Board of Commissioners and Board of Directors


       Nama dan Jabatan                                     Materi Pendidikan dan Pelatihan                   Tanggal Pelaksanaan     Penyelenggara
       Name and Position                                     Education and Training Material                         Date               Organizer

                                           Konferensi Nasional Profesional Manajemen Risiko XI "Toward
                                           Golden Indonesia 2045 : Risk Management As A Competitive
                                           Edge in a Complex World                                          27-28 November 2025
                                                                                                                                    LSPMR
                                           11th National Conference of Risk Management Professionals        November 27-28, 2025
                                           "Toward Golden Indonesia 2045: Risk Management as a
                                           Competitive Edge in a Complex World"

                                           Praktisi Kepailitan dan Restrukturisasi                          20-23 Agustus 2025      Justicia Training
       Andie Hermawan
                                           Bankruptcy and Restructuring Practitioner                        August 20-23, 2025      Center

                                                                                                            19-20 Juni 2025
       Puspita Anggraeni                   CRGP                                                                                     GIRMA
                                                                                                            June 19-20, 2025

                                                                                                            19-20 Juni 2025
       Hernowo A                           CRGP                                                                                     GIRMA
                                                                                                            June 19-20, 2025


                                           Konferensi Nasional Profesional Manajemen Risiko XI "Toward
                                           Golden Indonesia 2045 : Risk Management As A Competitive
                                           Edge in a Complex World                                          27-28 November 2025
                                                                                                                                    LSPMR
                                           11th National Conference of Risk Management Professionals        November 27-28, 2025
                                           "Toward Golden Indonesia 2045: Risk Management as a
                                           Competitive Edge in a Complex World


                                           Pelatihan Certified Anti Fraud Manager (CAFM)                    2-4 Juni 2025           PT. Asia Anti Fraud
       Mahendra Dwisana
                                           Certified Anti-Fraud Manager (CAFM) Training                     June 2-4, 2025          Manajemen

                                           Apakah Kerugian BUMN Bukan Lagi Kerugian Negara                  25 Juli 2025
                                                                                                                                    LSPMR
                                           Are State-Owned Enterprise Losses No Longer State Losses?        July 25, 2025

                                                                                                            10 Oktober 2025
                                           Strategic Legal & Compliance Insight for IPO Readiness                                   KMMB, CMA
                                                                                                            October 10, 2025

                                           Konferensi Nasional Profesional Manajemen Risiko XI "Toward
                                           Golden Indonesia 2045 : Risk Management As A Competitive
                                           Edge in a Complex World                                          27-28 November 2025
                                                                                                                                    LSPMR
                                           11th National Conference of Risk Management Professionals        November 27-28, 2025
                                           "Toward Golden Indonesia 2045: Risk Management as a
                                           Competitive Edge in a Complex World

                                                                                                            14-15 Mei 2025
                                           Workshop Risk Maturity Index                                                             WIKA - BPKP
                                                                                                            May 14-15, 2025

                                                                                                            12 & 19 Maret 2025
       Muhamad Abdi                        Webinar RMI                                                                              FMR BUMN
                                                                                                            March 12 and 19, 2025

                                           Ahli K3 Umum                                                     19 Mei - 2 Juni 2025    PT Lima Prima
                                           General OHS Expert                                               May 19 - June 2, 2025   Solusindo

                                                                                                                                    Perkumpulan
                                                                                                            26 April 2025
                                           Webinar Green Leadership                                                                 Assessment Center
                                                                                                            April 26, 2025
                                                                                                                                    Indonesia

                                                                                                            11 Juni 2025
                                           Webinar " Dive Into Sustainability Disclosue"                                            FMR BUMN
                                                                                                            June 11, 2025

                                           Beyond Contingency Plan : Strategi Membangun Ketahanan
                                           Organisasi dalam Era Disrupsi Digital dan Krisis Global
                                                                                                            5 Juli 2025
                                           Beyond Contingency Plan: Strategies for Building                                         InCRA
                                                                                                            July 5, 2025
                                           Organizational Resilience in the Era of Digital Disruption and
                                           Global Crisis

                                                                                                                                    WIKA - Instruktur
                                                                                                            28 Juli 2025
                                           Digital Leadership                                                                       Eka Pramudita
                                                                                                            July 28, 2025
                                                                                                                                    Purnomo




146   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 147
 Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Unit di Bawah Dewan Komisaris dan Direksi
 Sustainable Development Competency Development for Units Under Board of Commissioners and Board of Directors


 Nama dan Jabatan                            Materi Pendidikan dan Pelatihan                   Tanggal Pelaksanaan        Penyelenggara
 Name and Position                            Education and Training Material                         Date                  Organizer

                                                                                             22 Juli 2025              Capio Teknologi
                              Internal Audit Training Course for Privacy ISO 27701
                                                                                             July 22, 2025             Indonesia

                              Intergrasi ESG ke dalam GRC                                    2 Oktober 2025
                                                                                                                       ESG Solusi
                              Integrating ESG into GRC Management Professionals              October 2, 2025

                              Konferensi Nasional Profesional Manajemen Risiko Ke XI         27 November 2025
                                                                                                                       LSPMR
                              11th National Conference of Risk                               November 27, 2025




MANAJEMEN RISIKO ATAS PENERAPAN                                          RISK MANAGEMENT IN THE
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN [OJK E.3,                                      IMPLEMENTATION OF SUSTAINABLE
IF-EN-160A.2, IFRS S1]                                                   DEVELOPMENT [OJK E.3, IF-EN-160A.2, IFRS S1]

Perseroan telah mengidentifikasi dan mengelola risiko-risiko             The Company has identified and managed risks related to
terkait penerapan pembangunan berkelanjutan yang meliputi                the implementation of sustainable development, covering
risiko pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan termasuk               risks in economic, social, and environmental aspects,
terkait dengan perancangan, penentuan lokasi, dan proses                 including those associated with design, site selection, and
konstruksi. Kerangka manajemen risiko Perseroan mengacu                  construction processes. The Company’s risk management
pada ISO 31000:2018 Risk Management dan telah diselaraskan               framework refers to ISO 31000:2018 Risk Management and
dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023                    has been aligned with the Regulation of Minister of State-
tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan            Owned Enterprises No. PER-2/MBU/03/2023 concerning
BUMN, serta prinsip IFRS S1 terkait pengungkapan risiko dan              Guidelines for Governance and Significant Corporate Activities
peluang keberlanjutan yang berpotensi memengaruhi nilai                  of State-Owned Enterprises, as well as the principles of IFRS
Perseroan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.                    S1 regarding the disclosure of sustainability-related risks and
                                                                         opportunities that may affect the Company’s value in the
                                                                         short, medium, and long term.

Perseroan telah mengidentifikasi dan mengelola risiko-risiko             The Company has identified and managed risks related to
terkait penerapan pembangunan berkelanjutan, antara lain:                the implementation of sustainable development, including:
• Aspek ekonomi: risiko fluktuasi harga bahan baku,                      • Economic aspects: risks related to fluctuations in raw
    perubahan regulasi, keterbatasan pendanaan, risiko                       material prices, regulatory changes, funding limitations,
    likuiditas, serta risiko keterlambatan pembayaran                        liquidity risks, and delayed payment risks that may affect
    yang dapat memengaruhi kinerja keuangan dan                              financial performance and project continuity
    kesinambungan proyek.
• Aspek lingkungan hidup: risiko pencemaran udara,                       •    Environmental aspects: risks of air pollution, increased
    peningkatan kebisingan dan getaran, pencemaran air dan                    noise and vibration, water and soil contamination resulting
    tanah akibat kegiatan konstruksi dan limbah domestik,                     from construction activities and domestic waste, as well
    serta risiko kerusakan ekosistem bila tidak dikelola                      as risks of ecosystem damage if not properly managed.
    dengan baik.
• Aspek sosial: risiko potensi konflik sosial, ketidakpuasan             •    Social aspects: risks of potential social conflicts,
    masyarakat sekitar proyek, gangguan mobilitas                             dissatisfaction among communities surrounding project
    masyarakat, perubahan mata pencaharian, serta                             areas, disruption of community mobility, changes in
    peningkatan biaya kesehatan.                                              livelihoods, and increased healthcare costs.
• Aspek human capital dan K3: risiko kecelakaan kerja,                   •    Human capital and occupational health and safety (OHS)
    penyakit akibat kerja, rendahnya kompetensi dan                           aspects: risks of workplace accidents, occupational
    kepatuhan terhadap prosedur, serta risiko tingginya                       diseases, low competency and compliance with
    turnover yang dapat memengaruhi produktivitas dan                         procedures, as well as high turnover that may affect
    kualitas layanan.                                                         productivity and service quality.

Selain aspirasi pemegang saham, proses identifikasi dan                  In addition to shareholders’ aspirations, the risk identification
pengelolaan risiko juga mempertimbangkan masukan                         and management process also considers input from other
pemangku kepentingan lain, termasuk regulator, pelanggan,                stakeholders, including regulators, customers, business




                                                                                                                 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   147
Page 148
                              Tata Kelola
                              Governance




      mitra usaha, dan masyarakat. Informasi lebih rinci mengenai        partners, and communities. More detailed information
      profil risiko, strategi mitigasi, dan langkah pengelolaan risiko   regarding the Company’s risk profile, mitigation strategies,
      Perseroan disajikan dalam Laporan Tahunan pada bagian Tata         and risk management measures is presented in the
      Kelola Perusahaan dan Manajemen Risiko.                            Annual Report under the Corporate Governance and Risk
                                                                         Management sections.

      Proses pengelolaan risiko keberlanjutan Perseroan dilaksanakan     The Company’s sustainability risk management process is
      secara berkesinambungan melalui tahapan berikut:                   carried out continuously through the following stages:
      1. Identifikasi risiko                                             1. Risk identification
          - Dilakukan pada tingkat korporat, divisi fungsi, divisi           - Conducted at the corporate level, functional divisions,
              operasi & anak perusahaan, serta proyek.                           operational divisions & subsidiaries, as well as
                                                                                 project levels.
           -Mencakup risiko strategis, operasional, keuangan,                - Covers strategic, operational, financial, environmental,
            lingkungan, sosial, dan tata kelola, termasuk                        social, and governance risks, including risks arising
            risiko yang timbul akibat perubahan iklim, transisi                  from climate change, energy transition, and changes
            energi, serta perubahan regulasi dan ekspektasi                      in regulations and stakeholder expectations.
            pemangku kepentingan.
      2. Pengukuran dan analisis risiko                                  2.   Risk measurement and analysis
         - Risiko dianalisis dengan mempertimbangkan                          - Risks are analyzed by considering probability, impact,
            kemungkinan (probability), dampak (impact), dan                       and the level of existing controls.
            tingkat pengendalian yang sudah ada.
         - Dalam konteks tertentu, Perseroan menggunakan                      -   In certain contexts, the Company uses scenario
            analisis skenario dan stress testing sesuai ketentuan                 analysis and stress testing in accordance with PER-2/
            PER-2/MBU/03/2023 untuk menilai ketahanan                             MBU/03/2023 to assess resilience to external shocks
            terhadap guncangan eksternal.
         - Penilaian diselaraskan dengan risk appetite dan                    -   The assessment is aligned with the risk appetite
            risk tolerance yang ditetapkan pemegang saham                         and risk tolerance established by shareholders
            dan manajemen.                                                        and management.
      3. Pemantauan dan pelaporan risiko                                 3.   Risk monitoring and reporting
         - Risiko dicatat dalam risk register pada masing-masing              - Risks are recorded in a risk register at each level
            level (korporat, divisi, anak perusahaan, dan proyek)                 (corporate, division, subsidiary, and project) and
            dan dimutakhirkan secara berkala.                                     updated periodically.
         - Indikator kunci risiko ( Key Risk Indicators /KRI)                 - Key Risk Indicators (KRI) are used to monitor
            digunakan untuk memonitor pergerakan risiko penting,                  significant risk movements, including those related
            termasuk yang terkait aspek ekonomi, lingkungan,                      to economic, environmental, social, and OHS aspects
            sosial, dan K3.
         - Laporan konsolidasi risiko dilaporkan kepada Direktur              - Consolidated risk reports are submitted to the Director
            Pengelolaan Risiko dan disampaikan kepada Dewan                     of Risk Management and presented to the Board
            Komisaris melalui mekanisme rapat dan Komite                        of Commissioners through meetings and the Risk
            Pemantau Risiko.                                                    Monitoring Committee.
      4. Pengendalian dan mitigasi risiko                                4. Risk control and mitigation
         - Penyusunan dan pelaksanaan rencana mitigasi risiko               - The preparation and implementation of risk mitigation
            diintegrasikan dengan RKAP, rencana operasional,                    plans are integrated with the RKAP, operational plans,
            dan program keberlanjutan.                                          and sustainability programs.
         - Pengendalian dilakukan melalui penerapan standar                 - Controls are implemented through the application
            teknis, prosedur operasional, sistem manajemen                      of technical standards, operational procedures,
            terintegrasi, serta program peningkatan kapasitas                   integrated management systems, as well as
            dan budaya sadar risiko.                                            capacity building programs and the promotion of a
                                                                                risk-aware culture.
      5. Telaah berkala dan peningkatan berkelanjutan                    5. Periodic review and continuous improvement
         - Efektivitas pengelolaan risiko dievaluasi secara                 - The effectiveness of risk management is periodically
             berkala melalui penilaian Indeks Kematangan Risiko                 evaluated through the Risk Maturity Index (RMI)
             (Risk Maturity Index/RMI) dan management review                    assessment and management reviews at various levels.
             di berbagai tingkatan.
         - Hasil telaah digunakan untuk menyusun roadmap                      -   The results of the review are used to develop a
             perbaikan penerapan manajemen risiko dan penguatan                   roadmap for improving the implementation of risk
             budaya risiko di seluruh lini.                                       management and strengthening risk culture across
                                                                                  all organizational levels.



148   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 149
Selanjutnya, dalam mengelola risiko lingkungan yang terkait         Furthermore, in managing environmental risks related to design,
dengan desain, penentuan lokasi (siting), dan pelaksanaan           site selection (siting), and construction implementation, the
konstruksi, Perseroan menerapkan pendekatan sebagai berikut:        Company applies the following approaches:
1. Tahap desain dan studi kelayakan                                 1. Design and feasibility study stage
    - Melakukan kajian lingkungan dan sosial sesuai                      - Conducting environmental and social assessments in
        peraturan, termasuk penyusunan AMDAL/UKL-UPL                         accordance with regulations, including the preparation
        dan dokumen teknis terkait.                                          of AMDAL/UKL-UPL and related technical documents.
    - Mengidentifikasi dampak utama terhadap kualitas                    - Identifying key impacts on air quality, water quality,
        udara, air, kebisingan, keanekaragaman hayati, serta                 noise levels, biodiversity, and social impacts on
        dampak sosial terhadap masyarakat sekitar.                           surrounding communities.
    - Hasil kajian diintegrasikan ke dalam desain teknis,                - The results of the assessment are integrated into
        metode kerja, rencana pemantauan lingkungan, dan                     technical design, work methods, environmental
        risk register proyek.                                                monitoring plans, and the project risk register.
2. Tahap penentuan lokasi (siting)                                  2. Site selection stage (siting)
    - Mempertimbangkan sensitivitas lingkungan (misalnya                 - Considering environmental sensitivity (such as
        kedekatan dengan pemukiman, area lindung, badan                      proximity to residential areas, protected areas, water
        air, dan fasilitas publik) serta potensi gangguan sosial.            bodies, and public facilities) as well as potential
                                                                             social disturbances.
     -  Melakukan konsultasi dengan pemangku kepentingan                 - Conducting consultations with local stakeholders to
        lokal untuk mengidentifikasi isu lingkungan dan sosial               identify material environmental and social issues and
        yang material serta potensi konflik.                                 potential conflicts.
3.   Tahap konstruksi                                               3. Construction stage
     - Menerapkan Rencana Pengelolaan Lingkungan                         - Implementing the Environmental Management
        dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL/RPL),                         Plan and Environmental Monitoring Plan (RKL/RPL),
        Construction Environmental Management Plan, dan                      Construction Environmental Management Plan, and
        rencana K3L lainnya.                                                 other OHS and environmental plans.
     - Melakukan pemantauan berkala terhadap kebisingan,                 - Conducting periodic monitoring of noise, air quality,
        kualitas udara, kualitas air, limbah, dan parameter                  water quality, waste, and other environmental
        lingkungan lain sesuai prosedur dan regulasi.                        parameters in accordance with procedures
                                                                             and regulations.
     -   Menyusun dan mengimplementasikan traffic                        - Preparing and implementing traffic management
         management plan, community health & safety plan,                    plans, community health and safety plans, and
         serta mekanisme penyampaian keluhan (grievance                      grievance mechanisms for communities.
         mechanism) bagi masyarakat.

Temuan dan rekomendasi dari proses ini dimasukkan ke dalam          Findings and recommendations from these processes
manajemen risiko proyek dan dilaporkan secara berjenjang            are incorporated into project risk management and
sebagai bagian dari tata kelola keberlanjutan Perseroan.            reported hierarchically as part of the Company’s
                                                                    sustainability governance.

Perseroan menerapkan sistem manajemen terintegrasi                  The Company applies an integrated management system
yang meliputi:                                                      that includes:
• Sistem Manajemen Risiko                                           • Risk Management System
• Sistem Manajemen Mutu                                             • Quality Management System
• Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)             • Occupational Health and Safety Management System (OHS)
• Sistem Manajemen Lingkungan                                       • Environmental Management System
• Sistem Manajemen Pengamanan                                       • Security Management System
• Sistem Manajemen Anti Penyuapan                                   • Anti-Bribery Management System

Sistem manajemen terintegrasi ini didukung oleh Risk                This integrated management system is supported by the
Management & QHSE Division yang memiliki fungsi utama:              Risk Management & QHSE Division, which has the following
                                                                    primary functions:
•    Mengembangkan dan mengendalikan kebijakan, pedoman,            • Developing and controlling policies, guidelines, and the
     dan implementasi manajemen risiko, mutu, HSE, dan                  implementation of risk management, quality, HSE, and
     manajemen proyek di seluruh tingkatan.                             project management across all levels.




                                                                                                            PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   149
Page 150
                              Tata Kelola
                              Governance




      •    Mengoordinasikan penerapan prinsip four eyes dalam                   •     Coordinating the application of the four-eyes principle
           proses pengambilan keputusan penting.                                      in important decision-making processes.
      •    Mengintegrasikan sistem manajemen dengan Enterprise                  •     Integrating management systems with the Enterprise
           Resource Planning (ERP) dan Sistem Manajemen Perseroan                     Resource Planning (ERP) system and the Company’s
           guna mendukung pencapaian target produktivitas                             management systems to support the achievement of
           dan keberlanjutan.                                                         productivity and sustainability targets.

      Perseroan membagi implementasi manajemen risiko ke dalam                  The Company divides the implementation of risk management
      empat tingkat:                                                            into four levels:
      1. Sistem manajemen risiko tingkat korporat                               1. Corporate-level risk management system
      2. Sistem manajemen risiko Divisi Fungsi                                  2. Functional Division risk management system
      3. Sistem manajemen risiko Divisi Operasi & Anak Perusahaan               3. Operations Division & Subsidiary risk management system
      4. Sistem manajemen risiko tingkat proyek                                 4. Project-level risk management system

      Struktur organisasi manajemen risiko di tingkat korporat                  The organizational structure of risk management at both
      dan proyek disusun secara terintegrasi. Setiap level memiliki             corporate and project levels is designed in an integrated
      penanggung jawab fungsi manajemen risiko yang telah                       manner. Each level has designated risk management function
      memiliki sertifikasi profesional, antara lain CRMO (Certified             leaders who hold professional certifications, including CRMO
      Risk Management Officer), CRMP (Certified Risk Management                 (Certified Risk Management Officer), CRMP (Certified
      Professional) , dan CRGP (Certified Risk Governance                       Risk Management Professional), and CRGP (Certified Risk
      Professional).                                                            Governance Professional).


      Struktur Organisasi Manajemen Risiko Tingkat Korporat
      Organizational Structure of Project Level Risk Management



                                                                     DEWAN KOMISARIS
                                                                  BOARD OF COMMISSIONER




                                                                                                               KOMITE PEMANTAU RISIKO &
                                                                DIREKTUR PENGELOLAAN RISIKO                    TATAKELOLA TERINTEGRASI
              Komite Manajemen Risiko                            RISK MANAGEMENT DIRECTOR                          INTEGRATED RISK &
              Investasi dan Proyek Strategis:                                                                  GOVERNANCE MONITORING
                 • Fungsi Keuangan
                 • Fungsi Risiko
                 • Fungsi Legal                                   PJFK MANAJEMEN RISIKO
              Investment and Strategic Project                     PJFK RISK MANAGEMET
              Risk Management Committee
                 • Finance Fuction
                 • Risk Fuction
                 • Legal Function                                 PJFK MANAJEMEN RISIKO
                                                                   PJFK RISK MANAGEMET




                           PIC Manrisk Anak Perusahaan             PIC Manrisk Divisi Fungsi              PIC Manrisk Divisi Operasi
                          PIC Subsidiary Risk Management           PIC Manrisk Divisi Fungsi              PIC Manrisk Divisi Operasi




                                                                                                             PIC Manrisk Proyek
                                                                                                             PIC Manrisk Proyek




150   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 151
Struktur Organisasi Manajemen Risiko Tingkat Proyek
Organizational Structure of Project Level Risk Management



                                                                    PIMPINAN PROYEK
                                                                       Project Manager
         PIC Risiko Proyek
          Risk Project PIC

                    Fungsi Project Control
                  Project Control Function




                                                                   Pemilik Risiko (Risk Owner)
                                                                          Risk Owner




      Fungsi             Fungsi              Fungsi Quality   Fungsi Project        Fungsi Contract    Fungsi Finance   Fungsi             Fungsi
    Engineering        Pengadaan               Assurance         Control             Management            & HC          HSE              Operation
    Engineering       Procurement        Quality Assurance    Project Control         Contract         Finance & HC      HSE             Operation
      Fuction            Fuction              Fuction             Fuction         Management Fuction      Fuction       Fuction           Fuction




Sistem manajemen risiko didukung oleh struktur organisasi                          The risk management system is supported by an organizational
di level korporat mencakup Divisi Fungsi, Divisi Operasi, Anak                     structure at the corporate level that includes Functional
Perusahaan dan proyek. Semua lini akan mengidentifikasi                            Divisions, Operations Divisions, Subsidiaries, and projects.
dan mengelola dampak risiko terkait isu ekonomi, sosial dan                        All units identify and manage risk impacts related to economic,
lingkungan yang ada di ruang lingkupnya masing-masing. Hasil                       social, and environmental issues within their respective scopes.
identifikasi dan pengelolaan dampak kemudian dilaporkan                            The results of risk impact identification and management
kepada Direktur Pengelolaan Risiko dan dilaporkan kepada                           are then reported to the Director of Risk Management and
Dewan Komisaris.                                                                   subsequently submitted to the Board of Commissioners.

Untuk memperjelas tugas dan tanggung jawab dalam                                   To clarify roles and responsibilities in the implementation of risk
pelaksanaan manajemen risiko, Perseroan telah menerbitkan                          management, the Company has issued a Decree on the Three
Surat Keputusan tentang Model Tata Kelola Tiga Lini, yang                          Lines Governance Model, which divides work units as follows:
membagi unit kerja sebagai berikut:
• Lini pertama: unit operasional dan pemilik risiko di proyek,                     •     First line: operational units and risk owners at the project
    divisi operasi, dan anak perusahaan.                                                 level, operations divisions, and subsidiaries
• Lini kedua: fungsi pengawasan risiko, antara lain Risk                           •     Second line: risk oversight functions, including Risk
    Management & QHSE dan fungsi kepatuhan.                                              Management & QHSE and compliance functions
• Lini ketiga: fungsi audit internal sebagai pemberi                               •     Third line: the internal audit function as the provider of
    independent assurance.                                                               independent assurance.
• Pembagian peran ini memastikan bahwa proses identifikasi,                        •     This division of roles ensures that the processes of risk
    pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko berjalan                             identification, measurement, monitoring, and control are
    efektif dan saling melengkapi.                                                       carried out effectively and complement one another.

Berdasarkan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara                             Based on the Regulation of Minister of State-Owned
Nomor PER-2/MBU/03/2023 Tahun 2023, kualitas rancangan                             Enterprises No. PER-2/MBU/03/2023, the quality of design
dan efektivitas penerapan manajemen risiko dalam melindungi                        and effectiveness of risk management implementation in
dan menciptakan nilai pada BUMN diukur melalui Penilaian                           protecting and creating value within state-owned enterprises
Indeks Kematangan Risiko (Risk Maturity Index). Penilaian RMI                      is measured through the Risk Maturity Index (RMI) Assessment.
ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan (gap) dan                         The RMI assessment aims to identify gaps and improvement
langkah perbaikan dalam penerapan manajemen risiko, yang                           actions in the implementation of risk management, which
akan dimonitor lebih lanjut dalam "Implementasi Roadmap                            will be further monitored through the “Risk Management
Perbaikan Penerapan Manajemen Risiko".                                             Implementation Improvement Roadmap.”




                                                                                                                             PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   151
Page 152
                              Tata Kelola
                              Governance




      Sesuai ketentuan Kementerian BUMN, Perseroan telah               In accordance with the provisions of the Ministry of SOEs, the
      melaksanakan Penilaian RMI Tahun Buku 2024 dan memperoleh        Company conducted the RMI Assessment for 2024 Fiscal Year
      skor 2,95 yang berada pada “Fase Praktik yang Baik” (Good        and obtained a score of 2.95, placing it in the “Good Practice”
      Practice), meningkat dibandingkan skor 2,10 pada Tahun Buku      phase, an improvement compared to the score of 2.10 in the
      2023 yang berada pada Fase Berkembang. Pada fase “Praktik        2023 Fiscal Year, which was in the Developing phase. In the
      yang Baik” ini, secara umum dicerminkan bahwa:                   “Good Practice” phase, it is generally reflected that:
      1. Perseroan telah menerapkan sebagian besar dimensi             1. The Company has consistently and measurably
          praktik manajemen risiko secara konsisten dan terukur             implemented most dimensions of risk management
          untuk mendukung pencapaian sasaran strategis dan target           practices to support the achievement of strategic
          kinerja perusahaan.                                               objectives and corporate performance targets.
      2. Mayoritas insan Perseroan telah mendapatkan program           2. The majority of the Company’s personnel have participated
          pemahaman dan internalisasi budaya sadar risiko, sehingga         in programs to enhance understanding and internalize a
          tingkat kesadaran terhadap risiko di seluruh organisasi           risk-aware culture, resulting in a significant increase in
          meningkat secara signifikan.                                      risk awareness across the organization.
      3. Kompetensi organ pengelola risiko, khususnya Dewan            3. The competencies of risk management governance bodies,
          Komisaris, Direksi, dan manajemen puncak lainnya,                 particularly the Board of Commissioners, the Board of
          menunjukkan peningkatan sehingga pengawasan                       Directors, and other senior management, have improved,
          dan arahan strategis atas manajemen risiko menjadi                enabling more effective oversight and strategic direction
          lebih efektif.                                                    of risk management.
      4. Struktur organisasi, kerangka kerja, kepatuhan, proses,       4. The organizational structure, framework, compliance
          sistem, dan alat manajemen risiko, termasuk penerapan             mechanisms, processes, systems, and risk management
          Three Lines Model, telah terbentuk dan berjalan untuk             tools, including the implementation of the Three Lines
          mendukung pelaksanaan manajemen risiko di seluruh                 Model, have been established and are functioning to
          entitas Perseroan.                                                support risk management implementation across all
                                                                            Company entities.
      5. Infrastruktur manajemen risiko telah dikomunikasikan          5. Risk management infrastructure has been communicated
         dan diselaraskan dengan target kinerja perusahaan,                 and aligned with corporate performance targets and is
         serta dimanfaatkan secara lebih baik dalam proses                  increasingly utilized in key decision-making processes,
         pengambilan keputusan kunci, baik di tingkat korporat              both at the corporate level and within business units.
         maupun unit usaha.

      Secara keseluruhan risiko strategis dan operasional telah        Overall, strategic and operational risks have been managed,
      dikelola, dimitigasi dan termonitor sesuai dengan PER-2-         mitigated, and monitored in accordance with PER-2-
      MBU-03-2023 dan aspirasi pemegang saham.                         MBU-03-2023 and the aspirations of shareholders.

      Dewan Komisaris dan Direksi senantiasa melakukan evaluasi        Board of Commissioners and Board of Directors continuously
      terhadap pelaksanaan manajemen risiko melalui:                   evaluate the implementation of risk management through:
      • Rapat Dewan Komisaris dan Direksi secara berkala, yang         • Periodic meetings of Board of Commissioners and Board of
          di dalamnya membahas kinerja keuangan, operasional,              Directors, which discuss financial performance, operational
          serta perkembangan risiko strategis dan operasional yang         performance, as well as developments in strategic
          tereskalasi secara pareto.                                       and operational risks that are escalated based on the
                                                                           Pareto principle.
      •    Komite Pemantau Risiko dan Tata Kelola Terintegrasi, yang   • Risk Monitoring and Integrated Governance Committee,
           melakukan management review secara triwulanan maupun            which conducts quarterly and monthly management
           bulanan terhadap efektivitas pengelolaan risiko, termasuk       reviews of the effectiveness of risk management, including
           risiko terkait pembangunan berkelanjutan.                       risks related to sustainable development.
      •    Komite Pemantau Risiko, yang melakukan evaluasi             • Risk Monitoring Committee, which evaluates the
           pelaksanaan manajemen risiko setidaknya sebulan sekali          implementation of risk management at least once a month
           atau secara insidentil bila diperlukan.                         or incidentally when necessary.

      Melalui mekanisme tersebut, Direksi dan Dewan Komisaris          Through these mechanisms, Board of Directors and Board of
      meninjau efektivitas proses manajemen risiko, memberikan         Commissioners review the effectiveness of risk management
      arahan strategis, dan memastikan bahwa risiko dan peluang        process, provide strategic direction, and ensure that
      keberlanjutan dikelola dengan baik untuk mendukung               sustainability-related risks and opportunities are properly
      pencapaian tujuan jangka panjang Perseroan.                      managed to support the achievement of the Company’s
                                                                       long-term objectives.




152   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 153
HUBUNGAN DENGAN PEMANGKU                                          STAKEHOLDER ENGAGEMENT [OJK E.4, GRI
KEPENTINGAN [OJK E.4, GRI 2-29]                                   2-29]


Perseroan memahami dan mengakui bahwa keberadaan serta            The Company understands and recognizes that the presence
peran pemangku kepentingan sangat menentukan dalam                and role of stakeholders are crucial in maintaining the
menjaga kelancaran dan keberlangsungan seluruh aktivitas          smooth operation and sustainability of all business activities.
bisnis yang dijalankan. Pemangku kepentingan adalah seluruh       Stakeholders include all parties that contribute to the
pihak yang baik memberikan kontribusi terhadap kegiatan           Company’s business activities as well as those affected, either
usaha Perseroan maupun pihak yang terdampak, secara               directly or indirectly, by the Company’s operational activities.
langsung maupun tidak langsung, oleh aktivitas operasional        In order to ensure appropriate and relevant engagement, the
Perseroan. Dalam rangka memastikan keterlibatan yang tepat        Company has conducted a stakeholder identification process,
dan relevan, Perseroan telah melakukan proses identifikasi        which is carried out through discussions and comprehensive
terhadap pemangku kepentingan yang akan dilibatkan, yang          analysis by the Investor Relations Department. This stakeholder
dilaksanakan melalui diskusi serta analisis secara komprehensif   engagement process aims to understand, accommodate,
oleh Departemen Investor Relation. Proses pelibatan               and respond to stakeholders’ expectations and needs
pemangku kepentingan tersebut dilakukan dengan tujuan             while supporting the creation of positive and sustainable
untuk memahami, mengakomodasi, dan merespons harapan              contributions and impacts for all stakeholders.
serta kebutuhan para pemangku kepentingan, sekaligus
mendukung terciptanya kontribusi dan dampak yang positif
serta berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Pelibatan pemangku kepentingan menjadi bagian dari                Stakeholder engagement is an integral part of the duties
tugas dan tanggung jawab Departemen Investor Relation.            and responsibilities of the Investor Relations Department.
Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Direksi               This provision has been formally established in the Board of
No.SK.01.01/A.DIR.00009.O/2024 yang mengatur tentang              Directors Decree No. SK.01.01/A.DIR.00009.O/2024, which
tugas dan tanggung jawab Departemen Investor Relation.            regulates in detail the roles, functions, and responsibilities of
Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa Departemen Investor         the Investor Relations Department. The decree states that the
Relations merupakan manajemen fungsional tingkat pusat            Investor Relations Department is a functional management
yang mempunyai fungsi utama sebagai pusat komunikasi dan          unit at the head office level that primarily serves as the
informasi perusahaan dalam kaitannya dengan pemegang              Company’s communication center and provider of corporate
saham/calon pemegang saham, investor/fund manager,                information. This function is carried out particularly in relation
regulator, perusahaan sekuritas dan Lembaga terkait lainnya,      to shareholders and prospective shareholders, investors or fund
perencanaan dan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham             managers, regulators, securities companies, and other related
(RUPS), Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat             institutions. In addition, the Investor Relations Department is
Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) dan pemenuhan terhadap                responsible for the planning and implementation of General
peraturan-peraturan di bidang Pasar Modal.                        Meeting of Shareholders (GMS), Bondholders Meeting (RUPO),
                                                                  and Sharia BondHolders Meeting (RUPSU), as well as ensuring
                                                                  the Company’s compliance with various applicable regulations
                                                                  in the capital market sector.




                                                                                                           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   153
Page 154
                              Tata Kelola
                              Governance




      Pelibatan Pemangku Kepentingan, Topik Utama, dan Respon Perseroan
      Stakeholder Engagement, Key Topics, and Corporate Response

      Pelibatan Pemangku
      Kepentingan                    Metode Pendekatan dan Frekuensi                   Isu dan Perhatian                       Respon Perseroan
      Stakeholder                     Approach Method and Frequency                  Issues and Concerns                       Company Response
      Engagement

                                 •     RUPS Tahunan                          Informasi kinerja tahunan Perseroan:   •   Menyelenggarakan RUPS;
                                 •     RUPS Luar Biasa;                      Besarnya pendapatan dan laba/rugi      •   Membuat Laporan Keuangan;
                                 •     Keterbukaan informasi publik          yang diperoleh Perseroan;              •   Membuat Laporan Tahunan;
                                 •     Dilaksanakan setiap kuartal,          • Kinerja keberlanjutan;               •   Membuat Laporan Triwulan;
                                       minimal satu kali dalam setahun,      • Informasi terkait perubahan          •   Membuat Laporan TJSL;
                                 •     Annual GMS                                struktur manajemen;                •   Membuat Laporan Keberlanjutan;
                                 •     Extraordinary GMS;                    • Hal-hal lain yang membutuhkan        •   Melakukan diskusi terkait isu
                                 •     Public Information Disclosure             persetujuan pemegang saham.            keberlanjutan yang material.
                                 •     Held quarterly, at least once a       • Masukan terkait suspensi saham       •   Holding a GMS;
                                       year;                                     Perseroan.                         •   Preparing Financial Reports;
      Pemegang Saham                                                         The Company's annual performance
      Shareholders                                                                                                  •   Preparing Annual Reports;
                                                                             information:                           •   Preparing Quarterly Reports;
                                                                             • The Company's revenue and            •   Preparing CSR Reports;
                                                                                 profit/loss;                       •   Preparing Sustainability Reports;
                                                                             • Sustainability performance;          •   Conducting discussions on material
                                                                             • Information regarding changes to         sustainability issues.
                                                                                 the management structure;
                                                                             • Other matters requiring
                                                                                 shareholder approval.
                                                                             • Input regarding the suspension of
                                                                                 the Company's shares.

                                 •     Pembentukan Serikat Pekerja           •   Kesetaraan bekerja                 •   Membentuk forum bipartit dan Serikat
                                       dan rapat tripartit dan bipartit      •   Pengembangan kompetensi dan            Karyawan WIKA (Sekar WIKA);
                                       minimal setahun sekali                    karir                              •   Menentukan jenjang karir karyawan;
                                 •     Evaluasi EK dan PK, minimal           •   Perlindungan karyawan              •   Melakukan evaluasi kerja;
                                       setahun sekali;                       •   Kesejahteraan karyawan;            •   Menyediakan Alat Perlindungan Diri
                                 •     Pertemuan di Serikat Karyawan         •   K3                                     (APD);
                                       WIKA, minimal setahun sekali dan      •   Imbal jasa pekerjaan dan           •   Menyediakan fasilitas kesehatan, dan
                                       rapat pembahasan PKB setiap               tunjangan lainnya;                     Program Wellbeing;
                                       dua tahun sekali.                     •   Kebebasan berserikat               •   Mengadakan kegiatan pendidikan dan
                                 •     Pemberian layanan kesehatan           •   Pelatihan karyawan                     pelatihan;
                                 •     Pendidikan dan Pelatihan              •   Employment equality                •   Melakukan diskusi terkait isu
                                 •     Establishment of a Workers'           •   Competency and career                  keberlanjutan yang material.
      Karyawan                         Union and tripartite and bipartite        development                        •   Establishing a bipartite forum and
      Employees                        meetings at least once a year;        •   Employee protection                    WIKA Employee Union (Sekar WIKA);
                                 •     Evaluation of the EK and PK, at       •   Employee welfare;                  •   Determining employee career paths;
                                       least once a year;                    •   OHS                                •   Conducting work evaluations;
                                 •     Meetings at WIKA Employee             •   Employee compensation and          •   Providing Personal Protective
                                       Union, at least once a year, and a        other benefits;                        Equipment (PPE);
                                       meeting to discuss the Collective     •   Freedom of association             •   Providing healthcare facilities and a
                                       Labor Agreement every two             •   Employee training                      Wellbeing Program;
                                       years;                                                                       •   Conducting education and training
                                 •     Provision of Health Services                                                     activities;
                                 •     Education and Training                                                       •   Conducting discussions on material
                                                                                                                        sustainability issues.

                                 •     Pertemuan untuk membahas              •   Laporan pelaksanaan pekerjaan;     •   Membuat laporan perkembangan
                                       kontrak pekerjaan, frekuensi          •   Penyelesaian pekerjaan tepat           pelaksanaan pekerjaan sesuai kontrak;
                                       bersifat insidental minimal               waktu dan tepat anggaran;          •   Mengkaji kontrak kerja;
                                       setahun sekali;                       •   Jaminan kualitas produk dan        •   Menyediakan produk dan jasa sesuai
                                 •     Penandatanganan kontrak kerja,            jasa sesuai dengan kontrak yang        ISO 9001: 2015;
                                       frekuensi bersifat insidentil             disepakati                         •   Memberikan masa pemeliharaan atas
                                       minimal setahun sekali;               •   Duties implementation reports;         produk;
                                 •     Acara peresmian proyek                •   Completion of work on time and     •   Melakukan survei kepuasan pelanggan;
                                       (launching) frekuensi bersifat            within budget;                     •   Melakukan diskusi terkait isu
                                       insidental minimal setahun sekali.    •   Guaranteed product and service         keberlanjutan yang material.
                                 •     Rapat mingguan dengan owner               quality in accordance with the     •   Prepare progress reports on work
      Pemberi Kerja                    untuk membahas progress dan               agreed contract.                       implementation according to the
      Owner                            isu-isu terkait proyek.                                                          contract;
                                 •     Meetings to discuss work                                                     •   Review work contracts;
                                       contracts, incidental at least once                                          •   Provide products and services in
                                       a year;                                                                          accordance with ISO 9001:2015;
                                 •     Signing of work contracts,                                                   •   Provide product maintenance;
                                       incidental at least once a year;                                             •   Conduct customer satisfaction
                                 •     Project launch events, incidental                                                surveys;
                                       at least once a year.                                                        •   Discuss material sustainability issues.
                                 •     Weekly meetings with the owner
                                       to discuss progress and project-
                                       related issues.




154   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 155
Pelibatan Pemangku Kepentingan, Topik Utama, dan Respon Perseroan
Stakeholder Engagement, Key Topics, and Corporate Response

Pelibatan Pemangku
Kepentingan                Metode Pendekatan dan Frekuensi                   Isu dan Perhatian                        Respon Perseroan
Stakeholder                 Approach Method and Frequency                  Issues and Concerns                        Company Response
Engagement

                       •     Pertemuan untuk membahas             •   Jaminan Keselamatan dan              •   Memberikan informasi yang jelas pada
                             tender                                   Kesehatan Kerja (K3);                    saat proses tender berlangsung;
                       •     Negosiasi pekerjaan sesuai           •   Perolehan kontrak;                   •   Melakukan kerja sama sesuai kontrak
                             dengan jadwal yang ditetapkan        •   Evaluasi penyedia jasa dan               yang disepakati dengan mitra;
                             pada masing-masing penawaran             pemasok;                             •   Melakukan diskusi terkait isu
                             pekerjaan.                           •   Pengadaan barang dan jasa yang           keberlanjutan yang material.
                                                                      adil;                                •   Provide clear information during the
                       Dalam satu tahun tercatat lebih dari       •   Informasi terkait kebijakan              tender process;
                       satu kali pertemuan.                           pengadaan barang dan jasa dari       •   Collaborate in accordance with the
                                                                      Divisi Supply Chain Management           agreed contract with partners;
                       •  Meetings to discuss tenders             •   Pola Pembayaran Vendor.              •   Discuss material sustainability issues.
Mitra Kerja
                       •  Negotiate work according to the         •   Occupational Safety and Health
Partner
                          schedule specified in each job              (OHS) Guarantee;
                          offer.                                  •   Contract award;
                       More than one meeting is held              •   Evaluation of service providers
                       annually.                                      and suppliers;
                                                                  •   Fair procurement of goods and
                                                                      services;
                                                                  •   Information regarding
                                                                      procurement policies from the
                                                                      Supply Chain Management
                                                                      Division
                                                                  •   Vendor Payment Schemes.

                       Membahas pemberian kredit dengan           •   Kelengkapan dokumen yang             •   Memberikan dokumen yang diperlukan
                       frekuensi pertemuan dengan kreditur            diperlukan untuk memperoleh              untuk mendukung kelancaran proses
                       dilakukan sesuai dengan jangka waktu           kredit                                   kredit;
                       dan jatuh tempo kredit.                    •   Laporan Keuangan Perseroan           •   Memberikan informasi lain yang
                       Discuss the granting of credit, with       •   Kejelasan sumber dana untuk              diperlukan;
                       the frequency of meetings with                 membayar kredit.                     •   Melakukan kewajiban (pembayaran
                       creditors based on the loan term and       •   Persetujuan perpanjangan jatuh           bunga, pelunasan pokok) selaku
                       maturity.                                      tempo pokok.                             debitur sesuai ketentuan hukum yang
                                                                  •   Completeness of documents                berlaku;
                                                                      required to obtain credit            •   Menjamin hak-hak kreditur sesuai
                                                                  •   The Company’s Financial                  dengan ketentuan dalam perjanjian
Kreditur (Perbankan,                                                  Statements                               yang telah disepakati antara
Pemegang Surat                                                    •   Clarity of the source of funds to        Perseroan dan kreditur serta Peraturan
Utang Obligasi Dan                                                    repay the loan.                          Perundang-undangan yang terkait;
Sukuk)                                                            •   Approval of the extension of the     •   Melakukan diskusi terkait isu
Creditors (Banks,                                                     principal maturity date.                 keberlanjutan yang material.
Bond and Sharia                                                                                            •   Provide necessary documents to
Bond Holders)                                                                                                  support the smooth credit process;
                                                                                                           •   Provide other necessary information;
                                                                                                           •   Fulfill obligations (interest payments,
                                                                                                               principal repayment) as a debtor in
                                                                                                               accordance with applicable laws;
                                                                                                           •   Guarantee creditors' rights in
                                                                                                               accordance with the provisions of
                                                                                                               the agreements agreed between
                                                                                                               the Company and the creditors and
                                                                                                               relevant laws and regulations;
                                                                                                           •   Conduct discussions on material
                                                                                                               sustainability issues.

                       •     Pelaksanaan kegiatan sosial dan      •   Kondisi lingkungan tempat            •   Melakukan kegiatan TJSL;
                             pemberdayaan masyarakat yang             tinggal mereka, terutama yang        •   Melakukan kegiatan sosial dan
                             diadakan minimal satu kali dalam         berdekatan dengan lokasi proyek          pemberdayaan masyarakat di sekitar
                             setahun atau sesuai dengan               WIKA;                                    lokasi proyek;
                             kebutuhan;                           •   Mata pencaharian                     •   Memberikan pelatihan welding;
                       •     Melalui kegiatan TJSL yang           •   The condition of their residential   •   Melakukan diskusi terkait isu
Masyarakat                   dilakukan minimal dua kali dalam         environment, especially those            keberlanjutan yang material.
Public                       setahun.                                 close to WIKA project sites;         •   Conduct CSR activities;
                       •     Implementation of social and         •   Livelihoods                          •   Conduct social activities and
                             community empowerment                                                             community empowerment activities
                             activities at least once a year or                                                around the project site;
                             as needed;                                                                    •   Provide welding training;
                       •     Through CSR activities at least                                               •   Conduct discussions on material
                             twice a year.                                                                     sustainability issues.




                                                                                                                          PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   155
Page 156
                              Tata Kelola
                              Governance




       Pelibatan Pemangku Kepentingan, Topik Utama, dan Respon Perseroan
       Stakeholder Engagement, Key Topics, and Corporate Response

       Pelibatan Pemangku
       Kepentingan                    Metode Pendekatan dan Frekuensi                 Isu dan Perhatian                          Respon Perseroan
       Stakeholder                     Approach Method and Frequency                Issues and Concerns                          Company Response
       Engagement

                                  Pertemuan antara regulator dan           Pemenuhan persyaratan sesuai               •   Melakukan compliance sebagai
                                  Perseroan untuk membahas                 peraturan yang berlaku, serta                  Perusahaan terbuka dan penerbitan
                                  pemenuhan terhadap peraturan yang        informasi yang dibutuhkan dan                  surat utang kepada OJK, BEI, dan
                                  berlaku. Pertemuan dilakukan minimal     relevan dengan kegiatan Perseroan              KSEI;
                                  satu tahun sekali.                                                                  •   Melakukan kegiatan TJSL dan
                                  Meetings between regulators and the      Compliance with applicable                     melaporkannya;
                                  Company to discuss compliance with       regulatory requirements, as well as        •   Membuat laporan tahunan dan
                                  applicable regulations. Meetings are     information required and relevant to           laporan keberlanjutan kemudian
                                  held at least once a year.               the Company's activities                       melaporkannya kepada Kementerian
                                                                                                                          BUMN, OJK dan pihak berkepentingan
                                                                                                                          lainnya;
                                                                                                                      •   Memberikan input kepada regulator
                                                                                                                          sesuai dengan kapasitas Perseroan
                                                                                                                          sebagai BUMN;
                                                                                                                      •   Melakukan diskusi terkait isu
                                                                                                                          keberlanjutan yang material.
                                                                                                                      •   Comply with the Company's
       Regulator
                                                                                                                          obligations as a public company
                                                                                                                          and issue debt securities to the
                                                                                                                          Financial Services Authority (OJK),
                                                                                                                          the Indonesian Stock Exchange (IDX),
                                                                                                                          and the Indonesian Central Securities
                                                                                                                          Depository (KSEI).
                                                                                                                      •   Conduct and report on CSR activities;
                                                                                                                      •   Prepare annual reports and
                                                                                                                          sustainability reports, then submit
                                                                                                                          them to the Ministry of State-Owned
                                                                                                                          Enterprises (SOEs), the OJK, and
                                                                                                                          other stakeholders;
                                                                                                                      •   Provide input to regulators in
                                                                                                                          accordance with the Company's
                                                                                                                          capacity as a SOE;
                                                                                                                      •   Conduct discussions on material
                                                                                                                          sustainability issues.

                                                                           •   Kinerja keuangan                       •   Penyampaian informasi terkait kinerja
                                                                           •   Kinerja non-keuangan                       Perseroan;
                                                                           •   Informasi tentang kegiatan             •   Melakukan diskusi terkait isu
       Media Massa                Press release                                perusahaan
       Mass Media                                                                                                         keberlanjutan yang material.
                                                                           •   Informasi isu terkait restukturisasi
                                                                               utang, right issue, PMN dan
                                                                               RUPO/RUPSU

                                  •     Pemantauan kepatuhan;              •   Pemenuhan Ketentuan                    •   Perseroan bekerja sama dengan
                                  •     Melakukan komunikasi terkait           sesuai dengan Perjanjian                   wali amanat untuk merumuskan
                                        pembayaran bunga, pokok utang,         Perwaliamanatan.                           solusi yang saling menguntungkan
                                        atau kewajiban lainnya;            •   Pelaksanaan usulan keputusan               bagi perusahaan dan pemegang
                                  •     Komunikasi dengan Pemegang             RUPO/RUPSU dan negosiasi dgn               obligasi/sukuk, sambil memastikan
                                        Obligasi/Sukuk.                        bondholder                                 kesepakatan ini sesuai dengan
                                  •     Compliance monitoring;             •   Compliance with the provisions             ketentuan yang ada;
                                  •     Communication regarding                in accordance with the Trustee         •   Penyampaian informasi terkait kinerja
                                        interest payments, principal, or       Agreement.                                 Perseroan.
                                        other obligations;                 •   Implementation of proposed             •   Melakukan pelunasan awal obligasi
       Wali Amanat                •     Communication with Bond/Sharia         decisions of the General                   (Call Option).
       Trustee                          Bond Holders.                          Meeting of Shareholders (RUPO/         •   The Company collaborates with
                                                                               RUPU) and negotiations with                the trustee to formulate mutually
                                                                               bondholders.                               beneficial solutions for the company
                                                                                                                          and bond/sukuk holders, while
                                                                                                                          ensuring that these agreements
                                                                                                                          comply with existing regulations;
                                                                                                                      •   Dissemination of information
                                                                                                                          regarding the Company's
                                                                                                                          performance.
                                                                                                                      •   Early redemption of bonds (Call
                                                                                                                          Option).




156   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 157
PERMASALAHAN TERHADAP                                             ISSUES RELATED TO THE IMPLEMENTATION OF
PENERAPAN PEMBANGUNAN                                             SUSTAINABLE DEVELOPMENT [OJK E.5]
BERKELANJUTAN [OJK E.5]

Dalam menerapkan pembangunan berkelanjutan melalui                In implementing sustainable development through its
aktivitas bisnisnya, Perseroan masih menghadapi berbagai          business activities, the Company still faces various internal
tantangan internal maupun eksternal Perseroan yang mencakup       and external challenges, including regulatory dynamics,
dinamika regulasi, ekspektasi pemangku kepentingan, serta         stakeholder expectations, and changes in global market and
perubahan kondisi pasar dan lingkungan global. Tantangan          environmental conditions. The external challenge faced is that
eksternal yang dihadapi yaitu pasar infrastruktur tahun 2025      the infrastructure market in 2025 which is likely to contract;
yang cenderung mengalami kontraksi hal ini disebabkan             this is due to various macroeconomic conditions currently
berbagai kondisi makro ekonomi yang sedang mengalami              experiencing a slowdown, leading to a decline in demand,
perlambatan menyebabkan penurunan permintaan terutama             particularly from the government sector, which is the primary
dari sektor pemerintahan yang menjadi pendorong utama dari        driver of the construction industry. This is marked by various
industri konstruksi. Hal ini ditandai dengan berbagai efisiensi   efficiency measures and government budget cuts, particularly
dan pengurangan anggaran pemerintah terutama untuk                for infrastructure development. These conditions require WIKA
pembangunan infrastruktur. Kondisi ini menuntut WIKA untuk        to be more selective and proactive in identifying demand from
lebih selektif dan aktif dalam menemukan permintaan dari          sectors other than the government sector. In terms of
sektor lain selain sektor pemerintah. Dalam hal mitigasi, WIKA    mitigation, WIKA is proactively shifting its focus away from
secara proaktif mengalihkan fokus dari ketergantungan pada        reliance on state budget (APBN) projects and inter-ministerial
proyek APBN dan lintas kementerian menuju pasar swasta dan        projects toward the private market and the industrial sector in
sektor industri di bidang EPCC, WIKA juga mengembangkan           the EPCC field. WIKA is also developing products specifically
produk yang secara khusus mentarget pasar blue ocean yang         targeting the “blue ocean” market, which can provide WIKA
dapat memberikan WIKA permintaan pasar yang lebih baik            with better market demand and position it as a dominant
serta menjadi pemain yang dominan di pasar baru tersebut.         player in that new market.

Tantangan eksternal selanjutnya yaitu Perseroan menyadari         Another external challenge is that the Company recognizes
adanya batasan akses terhadap pendanaan baru akibat status        that there are limitations on access to new financing due to
suspensi yang sedang berjalan. Kondisi ini secara langsung        its current suspension status. This situation directly hinders
mempersulit WIKA dalam mengamankan pembiayaan                     WIKA’s ability to secure both conventional and green financing
konvensional maupun hijau pada tingkat induk perusahaan           at the parent company level, which is currently working on
yang saat ini sedang mengerjakan berbagai proyek dan              various projects and pursuing innovation. As a mitigation
sedang melakukan inovasi. Sebagai langkah mitigasi, WIKA          measure, WIKA remains committed to maintaining the
tetap berkomitmen menjaga momentum implementasi                   momentum of sustainability implementation by shifting the
keberlanjutan dengan mengalihkan fokus perolehan green            focus of green financing acquisition through subsidiaries with
financing melalui anak-anak perusahaan yang memiliki profil       more flexible financial profiles that are not directly impacted
keuangan lebih fleksibel dan tidak terdampak langsung oleh        by the parent company’s suspension, such as WTJJ and WEGE.
suspensi induk, seperti WTJJ dan WEGE. Hal ini mengurangi         This reduces the financing burden on WIKA while ensuring
beban pendanaan bagi WIKA sekaligus menjaga operasional           operations and expansion continue at the subsidiary level.
dan ekspansi tetap berlangsung di level anak perusahaan.          Additionally, WIKA is targeting markets that are strategically
Selain itu, WIKA juga menyasar pasar yang secara strategis        positioned as green and blue ocean markets, enabling the
merupakan pasar hijau dan blue ocean yang memungkinkan            company to secure green financing as well as meet high
perusahaan untuk mendapatkan pendanaan hijau serta                market demand. One of the products currently being
permintaan pasar yang tinggi. Salah satu produk yang              developed by WIKA is residential products such as WHOME
dikembangkan WIKA saat ini adalah produk residensial seperti      and NETRO, which offer a unique value proposition: affordable
WHOME dan NETRO yang memiliki value proposition yang              homes with minimal emissions.
unik yaitu rumah terjangkau dengan minim emisi.

Di sisi lain, Perseroan mengamati adanya tantangan eksternal      On the other hand, the Company observes external challenges
yaitu terkait regulasi keberlanjutan di Indonesia yang saat       related to sustainability regulations in Indonesia, which are
ini masih berada dalam fase transisi. Meskipun terdapat           currently still in a transitional phase. Although there has been
peningkatan permintaan pada proses tender yang mulai              an increase in demand during the tender process, with
mensyaratkan aspek keberlanjutan sebagai kriteria penilaian       sustainability aspects now being required as key evaluation
utama, secara formal regulasi tersebut belum sepenuhnya           criteria, formally, these regulations have not yet been fully
diberlakukan dari sisi administratif nasional. Kondisi ini        enforced at the national administrative level. This situation




                                                                                                          PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   157
Page 158
                              Tata Kelola
                              Governance




      menciptakan celah di mana persyaratan teknis keberlanjutan       creates a gap where technical sustainability requirements in a
      dalam sebuah proyek sering kali belum didukung oleh              project are often not supported by standardized documents or
      standarisasi dokumen atau protokol administratif yang seragam    uniform administrative protocols at the ministerial or employer
      di tingkat kementerian maupun pemberi kerja. Dalam menyikapi     level. In addressing this systemic unpreparedness within the
      ketidaksiapan sistemik dalam lanskap regulasi nasional, WIKA     national regulatory landscape, WIKA has taken a proactive step
      mengambil langkah proaktif dengan mengadopsi standar             by adopting comprehensive internal standards. The Company
      internal yang komprehensif. Perseroan memandang bahwa            believes that even though administrative standardization
      meskipun standarisasi administratif di tingkat regulator masih   at the regulatory level is still in the synchronization phase,
      dalam tahap sinkronisasi, pemenuhan kriteria keberlanjutan       meeting sustainability criteria substantially constitutes a
      secara substansial merupakan investasi strategis untuk           strategic investment to strengthen market positioning and
      memperkuat posisi tawar di pasar dan memastikan kepatuhan        ensure future compliance (future-proofing).
      di masa depan (future-proofing).

      Perseroan mengidentifikasi bahwa terdapat tantangan              The Company has identified that a critical internal challenge
      internal yang bersifat kritikal dalam perjalanan transformasi    in its transformation journey toward sustainability is the
      menuju keberlanjutan adalah kesiapan kolektif seluruh lini       collective readiness of all levels of the organization to
      organisasi untuk mengimplementasikan prinsip ESG secara          consistently implement ESG principles down to the project
      konsisten hingga ke level proyek di lapangan. Menyadari          level in the field. Recognizing that sustainable success
      bahwa keberhasilan berkelanjutan sangat bergantung pada          heavily depends on human resources, WIKA has developed
      aspek sumber daya manusia, WIKA telah menyusun strategi          a comprehensive mitigation strategy through a continuous
      mitigasi yang komprehensif melalui program pengembangan          competency development program. Key mitigation measures
      kompetensi yang berkelanjutan. Langkah mitigasi utama            are implemented through a series of intensive awareness
      dilakukan melalui rangkaian penyuluhan dan pelatihan intensif    sessions and training designed to bridge operational knowledge
      yang dirancang untuk menjembatani celah pengetahuan              gaps. In an effort to accelerate the internalization of these
      operasional. Dalam upaya mengakselerasi internalisasi nilai-     values, the Company formed a team of Change Agents who
      nilai ini, Perseroan membentuk tim Change Agents yang            serve as drivers and catalysts in spreading ESG awareness
      berperan sebagai motor penggerak dan katalisator dalam           across every work unit. This team is tasked with ensuring
      menyebarkan awareness ESG di setiap unit kerja. Tim ini          that sustainability policies are not only understood at the
      bertugas memastikan bahwa kebijakan keberlanjutan tidak          management level, but become practical work standards at
      hanya dipahami di tingkat manajemen, tetapi menjadi standar      project sites.
      kerja praktis di lokasi proyek.

      Selain itu, untuk menjaga standar kualitas dan memacu            In addition, to maintain quality standards and drive innovation,
      inovasi, Perseroan secara rutin menyelenggarakan kegiatan        the Company regularly conducts benchmarking activities
      benchmarking dengan praktik terbaik industri serta program       against industry best practices as well as internal award
      awarding internal. Pemberian apresiasi dan penghargaan ini       programs. These recognition and award initiatives aim to
      bertujuan untuk menciptakan ekosistem kompetitif yang            foster a healthy competitive ecosystem, encouraging every
      sehat, setiap individu dan unit proyek terdorong untuk           individual and project unit to achieve the best possible ESG
      mencapai kinerja ESG terbaik. Melalui pendekatan yang            performance. Through this people-centered approach, WIKA
      berpusat pada manusia ini, WIKA optimis mampu mengubah           is confident it can transform internal readiness challenges
      hambatan kesiapan internal menjadi keunggulan operasional        into operational strengths that support long-term growth.
      yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.

      Tantangan internal yang dihadapi Perseroan dalam menerapkan      The internal challenges faced by the Company in implementing
      pembangunan berkelanjutan yaitu memastikan integrasi             sustainable development include ensuring the integration of
      keuangan berkelanjutan ke dalam seluruh proses bisnis            sustainable finance into all business processes and corporate
      dan strategi perusahaan. Hal ini memerlukan penyesuaian          strategies. This requires adjustments to the funding structure,
      dalam struktur pendanaan, pengelolaan risiko, dan pelaporan      risk management, and financial reporting, so that they reflect
      keuangan, sehingga mencerminkan komitmen perusahaan              the Company’s commitment to environmental, social, and
      terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang          governance aspects based on ESG principles. Internal
      berprinsip ESG. Pemahaman dan kapasitas internal mengenai        understanding and capacity regarding sustainable finance
      standar keuangan berkelanjutan juga menjadi tantangan bagi       standards also pose a challenge for the Company. This is
      Perseroan. Hal ini dikarenakan kompetensi internal masih perlu   because internal competencies still need to be enhanced,
      ditingkatkan, termasuk pengumpulan data yang akurat dan          including the collection of accurate and consistent data to
      konsisten untuk memenuhi tuntutan transparansi.                  meet transparency requirements.




158   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 159
Upaya Perseroan dalam mengatasi tantangan internal yaitu       The Company’s efforts to address internal challenges include
penyusunan strategi yang berfokus pada peningkatan efisiensi   developing strategies focused on improving operational
operasional, penerapan teknologi hijau, memberikan pelatihan   efficiency, implementing green technology, providing training
untuk meningkatkan kapasitas internal dan diversifikasi        to enhance internal capabilities, and diversifying its portfolio of
portofolio proyek berkelanjutan. Dengan komitmen yang kuat,    sustainable projects. With a strong commitment, the Company
Perseroan terus berupaya menjadi pelopor dalam penerapan       continues to strive to be a pioneer in the implementation of
keuangan berkelanjutan di sektor konstruksi, menciptakan       sustainable finance in the construction sector, creating a
dampak positif tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi    positive impact not only for the company but also for the
lingkungan dan masyarakat luas.                                environment and the wider community.




        Program penanaman pohon - Program Dekarbonisasi WIKA




                                                                                                         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   159
Page 160
Kinerja
Keberlanjutan
Sustainability Performance
Page 161

          
Page 162
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




      Kinerja Keberlanjutan [OJK F]
      Sustainability Performance [OJK F]

      KEGIATAN MEMBANGUN BUDAYA                                            ACTIVITIES TO BUILD A SUSTAINABILITY
      KEBERLANJUTAN [OJK F.1]                                              CULTURE [OJK F.1]




                Program Olah Sampah dan serah teirma Rumah Bakti BUMN di Likupang, Minahasa - Sulawesi Utara.



      Komitmen WIKA terhadap implementasi keberlanjutan                    WIKA’s commitment to sustainability implementation has
      telah diformalkan melalui penerbitan Kebijakan Perusahaan            been formalized through the issuance of Company Policy
      Nomor WIKA-HSE-KP-01.04 Rev. 00 Amd 01 mengenai                      No. WIKA-HSE-KP-01.04 Rev. 00 Amd 01 concerning
      Environmental, Social, and Governance (ESG), yang                    Environmental, Social, and Governance (ESG), updated on
      diperbaharui tanggal 9 Mei 2025. Regulasi internal ini berfungsi     May 9, 2025. This internal regulation serves as a strategic
      sebagai pondasi strategis bagi integrasi nilai-nilai keberlanjutan   foundation for integrating sustainability values across the
      ke dalam seluruh spektrum aktivitas operasional WIKA. Melalui        entire spectrum of WIKA’s operational activities. Through this
      kebijakan ini, WIKA secara tegas menyatakan komitmennya              policy, WIKA firmly declares its commitment to internalizing a
      untuk menginternalisasi budaya keberlanjutan yang holistik,          holistic sustainability culture while establishing a responsible
      seraya mewujudkan kerangka tata kelola korporasi yang                corporate governance framework at every level of the
      bertanggung jawab di setiap jenjang struktur organisasi.             organizational structure.

      Dalam rangka mengkonsolidasikan inisiatif ESG, WIKA pada             In consolidating its ESG initiatives, in 2024 WIKA focused
      tahun 2024 memfokuskan upaya peningkatan kesadaran dan               on enhancing awareness and strengthening the Company’s
      penguatan fundamental ESG perusahaan melalui kebijakan               ESG fundamentals through the establishment of a
      Penetapan struktur tata kelola keberlanjutan di lingkup WIKA         sustainability governance structure within WIKA Holding, the
      Holding, penyusunan framework keuangan berkelanjutan,                development of a sustainable finance framework, including
      termasuk panduan terperinci untuk skema pembiayaan seperti           detailed guidelines for financing schemes such as Green
      Green Bond, Sustainability Linked Bond, serta secara aktif           Bonds and Sustainability-Linked Bonds, actively promoted
      meningkatkan kesadaran dan memperkuat budaya ESG melalui             ESG awareness and strengthened the ESG culture through
      sosialisasi, pelatihan, sertifikasi karyawan, dan memastikan         socialization programs, employee training and certification,
      kompetensi sumber daya manusia selaras dengan target                 and by ensuring that human capital competencies are aligned



162   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 163
keberlanjutan, serta menyusun white paper identifikasi hak         with sustainability targets, as well as prepared a white paper
atas karbon dan analisis alokasi beban emisi berdasarkan           on carbon rights identification and conducted an analysis of
proses bisnis konstruksi. Di samping itu, WIKA juga senantiasa     emission burden allocation based on construction business
menjalankan program-program yang mendukung budaya                  processes. In addition, WIKA continuously carries out
keberlanjutan yaitu dengan menginternalisasikan nilai-nilai        programs that support a sustainability culture by internalizing
keberlanjutan kepada karyawan, yang dilakukan melalui              sustainability values among employees, which are done
penempelan stiker hemat air (save water) pada setiap toilet,       through placing water-saving stickers (“save water”) in every
stiker "matikan listrik setelah digunakan" pada setiap stop        restroom, stickers reminding employees to “turn off electricity
kontak, serta penyediaan fasilitas ramah disabilitas seperti       after use” at every power outlet, and providing disability-
toilet dan parkiran khusus. Di sisi lain, untuk mendukung budaya   friendly facilities such as dedicated toilets and parking areas. In
perusahaan yang bebas dari korupsi, WIKA memanfaatkan              addition, to support a corporate culture free from corruption,
media audiovisual untuk mengedukasi karyawan terkait               WIKA utilizes audiovisual media to educate employees on the
Whistleblowing System , penyuapan, penyalahgunaan                  Whistleblowing System, bribery, abuse of authority, and the
wewenang, dan kode etik perusahaan.                                Company’s code of conduct.

Perseroan telah menerbitkan Surat Edaran Panduan                   The Company has issued a Circular Letter on ESG-Based
Implementasi Tata Kelola Berbasis ESG di Proyek WIKA               Governance Implementation Guidelines in WIKA Projects,
yang berisikan terkait instruksi kepada seluruh proyek yang        which contains instructions for all projects that must be
wajib dipantau oleh Divisi Operasinya untuk menerapkan             monitored by the Operations Division to implement ESG-
implementasi tata kelola berbasis ESG sebagai bagian dari          based governance as part of the company's operations. This
operasi perusahaan. Implementasi ini diharapkan dapat              implementation is expected to have a positive short-term
memberikan dampak positif jangka pendek maupun panjang             and long-term impact on the company, society, and the
bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan. Direksi telah         environment. The Board of Directors has established five (5)
menetapkan 5 (lima) program utama jangka pendek dalam              main short-term programs in the implementation of ESG-
implementasi tata kelola berbasis ESG yang diwajibkan di           based governance that are mandatory in all WIKA projects
semua proyek WIKA berdasarkan Nomor Surat SE.01.01/A.              based on Circular Letter Number SE.01.01/A. DIR.00260/2024,
DIR.00260/2024, yaitu Penggunaan Modular pada Bangunan             namely the Use of Modular Temporary Buildings in Projects,
Sementara di Proyek, Reboisasi Pohon di Dalam Area                 Tree Reforestation in Development Areas, the Use of
Pembangunan, Penggunaan Motor Listrik pada Proyek,                 Electric Motors in Projects, Violations of Tree Felling Outside
Pelanggaran Penebangan Pohon di Luar Area Pembangunan,             Development Areas, and the Use of Photovoltaic Solar Panels
dan Penggunaan Panel Surya Photovoltaic pada Proyek.               in Projects.

WIKA memasuki fase Move untuk periode 2025-2026, yang              WIKA has entered the Move phase for 2025–2026 period,
menempatkan target utama menjadi perusahaan konstruksi yang        with the primary target of becoming a leading construction
terdepan dalam implementasi ESG di Indonesia. Dalam rangka         company in ESG implementation in Indonesia. To realize this
merealisasikan target transformatif dan mengamankan posisi         transformative target and secure market leadership, WIKA
kepemimpinan pasar, WIKA melaksanakan serangkaian inisiatif        carried out a series of strategic initiatives in 2025 focusing on
strategis pada tahun 2025 yang berfokus pada transparansi          decarbonization transparency and governance strengthening,
dekarbonisasi dan penguatan tata kelola, yang dirancang untuk      which are designed to integrate sustainability principles into
mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam setiap     every strategic decision-making process and capital allocation.
proses pengambilan keputusan strategis dan alokasi modal.

Dalam pilar Lingkungan (E), fokus WIKA adalah menetapkan           In the Environmental (E) pillar, WIKA focuses on establishing
kriteria yang presisi melalui Penetapan Baseline Dekarbonisasi     precise criteria through comprehensive determination of
Scope 1, 2, dan 3 secara komprehensif. Pengukuran ini tidak        Decarbonization Baselines for Scope 1, 2, and 3 emissions. This
hanya mencakup emisi langsung dari kendaraan proyek dan            measurement covers direct emissions from project vehicles
peralatan berat (Scope 1), serta emisi tidak langsung dari         and heavy equipment (Scope 1), indirect emissions from
pembelian energi (Scope 2), serta menyertakan emisi di             purchased energy (Scope 2), and emissions throughout the
seluruh rantai nilai (Scope 3). Dalam konteks WIKA sebagai         value chain (Scope 3). In the context of WIKA as an integrated
perusahaan konstruksi terintegrasi, Scope 3 mencakup emisi         construction company, Scope 3 includes emissions from
dari produksi material dan logistik, yang seringkali menjadi       material production and logistics, which often constitute
porsi terbesar dari total jejak karbon. Pemahaman mendalam         the largest portion of total carbon footprint. A thorough
atas Scope 3 memungkinkan WIKA untuk berkolaborasi dengan          understanding of Scope 3 enables WIKA to collaborate
pemasok dalam upaya pengurangan emisi dan mendorong                with suppliers in emission reduction efforts and encourage
inovasi material rendah karbon. Data baseline yang divalidasi      innovation in low-carbon materials. The validated baseline
kemudian menjadi dasar bagi Penetapan Roadmap dan Target           data then serve as the basis for establishing a measurable
Net Zero Emission (NZE) yang terukur dan berjangka waktu.          and time-bound Net Zero Emission (NZE) Roadmap and
Roadmap NZE ini merupakan komitmen jangka panjang WIKA.            Targets. This NZE roadmap represents WIKA’s long-term



                                                                                                             PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   163
Page 164
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




      Komitmen ini secara langsung sejalan dengan target Kontribusi                    commitment. This commitment is directly aligned with the
      yang Ditentukan Secara Nasional (Nationally Determined                           Nationally Determined Contribution (NDC) targets of the
      Contribution/NDC) Republik Indonesia.                                            Republic of Indonesia.

      Di samping upaya dekarbonisasi, WIKA secara proaktif                             In addition to decarbonization efforts, WIKA proactively
      melakukan Identifikasi Climate Risk yang sistematis. Proses                      conducts a systematic Climate Risk Identification process. This
      ini mencakup evaluasi dua kategori risiko utama: (1) Risiko Fisik,               process includes the evaluation of two main risk categories:
      seperti potensi kerusakan aset akibat peningkatan frekuensi                      (1) Physical Risks, such as potential asset damage due to
      dan intensitas cuaca ekstrem, dan (2) Risiko Transisi, yang                      increasing frequency and intensity of extreme weather events;
      mencakup perubahan regulasi (seperti pajak karbon atau                           and (2) Transition Risks, which include regulatory changes
      standar efisiensi energi yang lebih ketat) dan pergeseran                        (such as carbon taxes or stricter energy efficiency standards)
      permintaan pasar.                                                                and shifts in market demand.

      Komitmen terhadap transparansi dan peningkatan                                   The commitment to transparency and enhanced stakeholder
      stakeholder value diwujudkan melalui Pengembangan Website                        value is also reflected in the development of a Sustainability
      Sustainability. Website ini dirancang untuk menyajikan data                      Website. This website is designed to present ESG performance
      kinerja ESG secara real-time dan sesuai dengan standar                           data in real time and in accordance with global reporting
      pelaporan global (seperti GRI, dan SASB) yang memungkinkan                       standards (such as GRI and SASB), enabling investors and the
      investor dan publik untuk secara independen memverifikasi                        public to independently verify WIKA’s progress in achieving
      kemajuan WIKA dalam mencapai target keberlanjutan.                               its sustainability targets.

      Sebagai upaya strategis untuk memitigasi risiko greenwashing                     As a strategic effort to mitigate the risk of greenwashing and
      dan meningkatkan daya saing di pasar modal global, WIKA                          enhance competitiveness in the global capital market, WIKA
      fokus pada Pengembangan Dashboard ESG Rating internal.                           is focusing on the development of an internal ESG Rating
      Alat ini berfungsi sebagai mekanisme business intelligence                       Dashboard. This tool functions as a business intelligence
      yang memetakan kinerja WIKA terhadap metrik-metrik yang                          mechanism that maps WIKA’s performance against metrics
      dinilai oleh lembaga pemeringkat ESG (seperti S&P Global dan                     assessed by ESG rating agencies (such as S&P Global and
      MSCI). Melalui pemantauan dan mengelola metrik ini secara                        MSCI). By proactively monitoring and managing these
      proaktif, manajemen dapat mengambil tindakan korektif                            metrics, management can take targeted corrective actions
      yang terfokus, yang secara langsung akan berkontribusi pada                      that directly contribute to improving WIKA’s ESG rating score.
      peningkatan skor rating ESG WIKA. Peningkatan rating ini                         Improved ratings represent a financial imperative that will
      merupakan imperatif finansial yang akan memfasilitasi akses                      facilitate WIKA’s access to sustainable financing (such as green
      WIKA ke sustainable financing (obligasi hijau, sustainability-                   bonds and sustainability-linked loans) with more competitive
      linked loans) dengan biaya modal yang lebih kompetitif.                          capital costs.

      KINERJA EKONOMI                                                                  ECONOMIC PERFORMANCE

      PERBANDINGAN TARGET DAN KINERJA                                                  COMPARISON OF PRODUCTION, PORTFOLIO,
      PRODUKSI, PORTOFOLIO, TARGET PEMBIAYAAN,                                         FINANCING, OR INVESTMENT TARGETS AND
      ATAU INVESTASI, PENDAPATAN DAN LABA RUGI                                         PERFORMANCE, REVENUE, AND PROFIT AND LOSS
      [OJK F.2]                                                                        [OJK F.2]


      Perseroan telah menetapkan target yang hendak dicapai dalam                      The Company has set targets to be achieved in the 2025
      Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP) Tahun 2025                           Company Work Plan and Budget (RKAP), which have been
      yang telah disesuaikan dengan kondisi industri dan ekonomi.                      adjusted to industry and economic conditions.


                                            2025                                          2024                                        2023
                                                         Pencapaian                                   Pencapaian                                  Pencapaian
                           Target         Realisasi        Realisasi      Target        Realisasi       Realisasi     Target        Realisasi       Realisasi
       Uraian              (Dalam          (Dalam          terhadap       (Dalam         (Dalam         terhadap      (Dalam         (Dalam         terhadap
                            Miliar          Miliar        Target (%)       Miliar         Miliar       Target (%)      Miliar         Miliar       Target (%)
       Description
                           Rupiah)         Rupiah)                        Rupiah)        Rupiah)                      Rupiah)        Rupiah)
                                                         Realization                                  Realization                                 Realization
                           Target        Realization                      Target       Realization                    Target       Realization
                                                         Achievement                                  Achievement                                 Achievement
                         (In Billions    (In Billions                   (In Billions   (In Billions                 (In Billions   (In Billions
                                                            Against                                      Against                                     Against
                         of Rupiah)      of Rupiah)                     of Rupiah)     of Rupiah)                   of Rupiah)     of Rupiah)
                                                          Target (%)                                   Target (%)                                  Target (%)
       Produksi/
       Kontrak
       yang
       dihadapi               59.489           50.519           84,92        76.229        65.058          85,35         85.118         73.905         86,83
       Production/
       Contracts




164   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 165
                                  2025                                         2024                                        2023
                                               Pencapaian                                  Pencapaian                                  Pencapaian
                   Target        Realisasi                     Target        Realisasi                     Target        Realisasi
                                                 Realisasi                                   Realisasi                                   Realisasi
 Uraian            (Dalam         (Dalam                       (Dalam         (Dalam                       (Dalam         (Dalam
                                                 terhadap                                    terhadap                                    terhadap
                    Miliar         Miliar                       Miliar         Miliar                       Miliar         Miliar
 Description                                    Target (%)                                  Target (%)                                  Target (%)
                   Rupiah)        Rupiah)                      Rupiah)        Rupiah)                      Rupiah)        Rupiah)
                                               Realization                                 Realization                                 Realization
                   Target       Realization                    Target       Realization                    Target       Realization
                                               Achievement                                 Achievement                                 Achievement
                 (In Billions   (In Billions                 (In Billions   (In Billions                 (In Billions   (In Billions
                                                  Against                                     Against                                     Against
                 of Rupiah)     of Rupiah)                   of Rupiah)     of Rupiah)                   of Rupiah)     of Rupiah)
                                                Target (%)                                  Target (%)                                  Target (%)
 Pendapatan
                     20.260          13.325          65,77        23.969         19.243         80,38        38.886          22.530           57,94
 Revenue

 Laba (rugi)
 Setelah
 Pajak               (4.594)        (10.135)      (220,61)        (5.631)        (2.514)        155,36         (978)        (7.825)        (774,23)
 Profit (Loss)
 After Tax

 Portofolio
                            -              -             -            616           256          41,59     1.350.120        60.000             4,44
 Portfolio

 Pembiayaan
                            9              3         33,06              -              -             -        16.500         16.500         100,00
 Financing

 Investasi
                            9              3         33,06             11              7        66,02         38.187         16.230           42,50
 Investment



PERBANDINGAN TARGET DAN KINERJA                                             COMPARISON OF PORTFOLIO TARGETS AND
PORTOFOLIO, TARGET PEMBIAYAAN, ATAU                                         PERFORMANCE, FINANCING TARGETS, OR
INVESTASI PADA INSTRUMEN KEUANGAN                                           INVESTMENTS IN FINANCIAL INSTRUMENTS
ATAU PROYEK YANG SEJALAN DENGAN                                             OR PROJECTS ALIGNED WITH SUSTAINABLE
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN [OJK F.3, IF-                                     DEVELOPMENT [OJK F.3, IF-EN-410a.2]
EN-410a.2]


Dalam melakukan pembangunan proyek, Perseroan                               In undertaking project development, the Company
mempertimbangkan pengelolaan energi bangunan yang efisien                   considers efficient building energy management in its
dalam analisis investasi properti dan strategi operasional                  property investment analysis and operational strategy to
untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi biaya                    improve energy efficiency and reduce long-term costs.
jangka panjang. Sebagai langkah perkuatan Tata Kelola                       As a step to strengthen Corporate Governance, WIKA
Perusahaan, WIKA sudah menerapkan foureyes principle dalam                  has applied the four-eyes principle in the project tender
memperoleh proses tender proyek. WIKA sudah melakukan                       process. WIKA has conducted management assessments in
manajemen assessment dalam melaksanakan semua proyek.                       all of its projects. The Company's environmentally friendly
Adapun proyek berwawasan lingkungan yang dimiliki oleh                      projects through 2025 are divided into several categories
Perseroan selama tahun 2025 dibagi ke dalam beberapa                        as follows.
kategori sebagai berikut.
1. Keberlanjutan Energi                                                     1.   Energy Sustainability
2. Keberlanjutan Sumber Daya Air                                            2.   Water Resource Sustainability
3. Keberlanjutan Sosial                                                     3.   Social Sustainability
4. Keberlanjutan Transportasi & Mobilitas                                   4.   Transportation & Mobility Sustainability

Di tahun 2025, Perseroan telah berkontribusi pada                           By 2025, the Company had contributed to sustainable
pembangunan berkelanjutan dengan melakukan pembangunan                      development by developing projects aimed at benefiting
proyek dengan tujuan memberikan manfaat kepada                              wider community and supporting the government's national
masyarakat luas dan mendukung proyek pembangunan                            development projects. However, the Company has not yet
nasional pemerintah. Namun demikian Perseroan belum                         set targets for these projects. The projects aligned with
menetapkan target atas proyek tersebut. Adapun proyek yang                  sustainable development are as follows.
sejalan dengan pembangunan berkelanjutan sebagai berikut.




                                                                                                                         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   165
Page 166
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       Proyek yang Sejalan dengan Pembangunan Berkelanjutan tahun 2025
       Projects Aligned with Sustainable Development in 2025
                                                                                                                                (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                                                                 (In Millions of Rupiah)

                                                                          Nilai Realisasi
                                   Nama Proyek                            Realized Value                        Kategori Keberlanjutan
       No
                                   Project Name                                                                 Sustainability Category
                                                                   RKAP               Non-RKAP

                Manyar Smelter Project Add On                                                         Keberlanjutan Energi
         1                                                                     -             68.133
                Manyar Smelter Project Add-On                                                         Energy Sustainability

                RSUD Bobong Kab. Taliabu
                                                                                                      Keberlanjutan Sosial
         2      Bobong Regional General Hospital, Taliabu                      -            127.555   Social Sustainability
                Regency

                Pengendalian Banjir Tenggang I                                                        Keberlanjutan Sumber Daya Air
         3                                                                     -            249.198
                Tenggang I Flood Control                                                              Water Resource Sustainability

                Pembangunan RSUD Maba Halmahera Timur
                                                                                                      Keberlanjutan Sosial
         4      Construction of Maba Halmahera Timur Regional                  -            121.547   Social Sustainability
                General Hospital

                Rehabiitasi Jaringan Irigasi Jambi                                                    Keberlanjutan Sumber Daya Air
         6                                                                     -             65.385
                Jambi Irrigation Network Rehabilitation                                               Water Resource Sustainability

                Jalan Paket G di KIPP 1B-1C                                                           Keberlanjutan Transportasi & Mobilitas
         7                                                                     -            269.272
                Package G Road at KIPP 1B-1C                                                          Transportation & Mobility Sustainability

                Rehabiitasi Jaringan Irigasi Kalteng
                                                                                                      Keberlanjutan Sumber Daya Air
         8      Central Kalimantan Irrigation Network                          -             22.837   Water Resource Sustainability
                Rehabilitation

                Rehabiitasi Jaringan Irigasi Kaltara
                                                                                                      Keberlanjutan Sumber Daya Air
         9      North Kalimantan Irrigation Network                            -             23.568   Water Resource Sustainability
                Rehabilitation

                Penanganan Longsor Cisumdawu KM 177                                                   Keberlanjutan Sosial
         10                                                                    -            226.066
                Cisumdawu Landslide Management at KM 177                                              Social Sustainability

                Make Up Well Cluster Lumut Balai                                                      Keberlanjutan Energi
         11                                                                    -             99.990
                Lumut Balai Cluster Make-Up Well                                                      Energy Sustainability

                Pembangunan Irigasi Belimbing                                                         Keberlanjutan Sumber Daya Air
         12                                                                    -            46.350
                Belimbing Irrigation Construction                                                     Water Resource Sustainability

                Rehab Jaringan D.I Kaltara II
                                                                                                      Keberlanjutan Sumber Daya Air
         13     North Kalimantan Special Region II Network                     -            129.791   Water Resource Sustainability
                Rehabilitation

                Rehab. Jaringan Kalteng 1                                                             Keberlanjutan Sumber Daya Air
         14                                                                    -             70.212
                Central Kalimantan Network Rehabilitation 1                                           Water Resource Sustainability

                Rehab. Irigasi Jambi Paket 1                                                          Keberlanjutan Sumber Daya Air
         15                                                                    -             61.229
                Jambi Irrigation Package 1                                                            Water Resource Sustainability

                Pemb. JIAT Provinsi Jawa Tengah                                                       Keberlanjutan Sumber Daya Air
         16                                                                    -             58.635
                Development of JIAT in Central Java Province                                          Water Resource Sustainability

                Pngktn Jaringan Irigasi Jambi 2                                                       Keberlanjutan Sumber Daya Air
         17                                                                    -             58.629
                Jambi Irrigation Network Development 2                                                Water Resource Sustainability

                JIAT Tersebar Kab.Muara Rawas                                                         Keberlanjutan Sumber Daya Air
         18                                                                    -             55.239
                JIAT Tersebar in Muara Rawas Regency                                                  Water Resource Sustainability

                Rehab. Jaringan Sulsel pkt 2                                                          Keberlanjutan Sumber Daya Air
         19                                                                    -             53.156
                South Sulawesi Network Rehabilitation, Package 2                                      Water Resource Sustainability

                Pemb. JIAT Tersebar Kab. Enim                                                         Keberlanjutan Sumber Daya Air
        20                                                                     -             39.072
                Development of JIAT Tersebar in Enim Regency                                          Water Resource Sustainability

                Rehab. D.I/D.I.R. kaltara 1                                                           Keberlanjutan Sumber Daya Air
         21                                                                    -            36.009
                Rehabilitation of D.I/D.I.R Kaltara 1                                                 Water Resource Sustainability

                JIAT Tersebar di Kalteng                                                              Keberlanjutan Sumber Daya Air
        22                                                                     -             23.865
                JIAT Tersebar in Central Kalimantan                                                   Water Resource Sustainability

                Rehabilitasi Irigasi Kalteng 2                                                        Keberlanjutan Sumber Daya Air
        23                                                                     -              3.074
                Central Kalimantan Irrigation Rehabilitation 2                                        Water Resource Sustainability




166   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 167
Proyek yang Sejalan dengan Pembangunan Berkelanjutan tahun 2025
Projects Aligned with Sustainable Development in 2025
                                                                                                                      (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                                                       (In Millions of Rupiah)

                                                                Nilai Realisasi
                       Nama Proyek                              Realized Value                        Kategori Keberlanjutan
No
                       Project Name                                                                   Sustainability Category
                                                         RKAP               Non-RKAP

      JSDP Zona 6 WWTP Package 1                                                            Keberlanjutan Sumber Daya Air
 24                                                                  -            431.993
      JSDP Zone 6 WWTP Package 1                                                            Water Resource Sustainability

      Irigasi BWWS Serayu Opak Tahap III                                                    Keberlanjutan Sumber Daya Air
 25                                                                  -             55.825
      Serayu Opak BWWS Irrigation Phase III                                                 Water Resource Sustainability

      Irigasi BWS Sumatera VI Tahap III                                                     Keberlanjutan Sumber Daya Air
 26                                                                  -             58.918
      Sumatra BWS Irrigation VI Phase III                                                   Water Resource Sustainability

      Pembangunan Jalan Kawasan Yudikatif                                                   Keberlanjutan Transportasi & Mobilitas
 27                                                                  -            387.283
      Judicial Area Road Construction                                                       Transportation & Mobility Sustainability

      Waterflood Menggala North & Sintong                                                   Non-Keberlanjutan
 28                                                                  -            130.433
      Menggala North & Sintong Waterflood                                                   Non-Sustainability

      BWS Kalimantan II Inpres Tahap III
                                                                                            Keberlanjutan Sumber Daya Air
 29   Kalimantan BWS II Presidential Instruction Phase               -              3.430   Water Resource Sustainability
      III

      KSCS Package 3 Karian - Serpong                                                       Keberlanjutan Sumber Daya Air
 30                                                                  -            252.652
      KSCS Package 3 Karian - Serpong                                                       Water Resource Sustainability

      Irigasi BWS Sumatera II Tahap III                                                     Keberlanjutan Sumber Daya Air
 31                                                                                65.396
      Sumatra BWS Irrigation II Phase III                                                   Water Resource Sustainability

      Pemb. Reservoir DC Semanan                                                            Keberlanjutan Sumber Daya Air
 32                                                                  -            118.586
      Semanan DC Reservoir Development                                                      Water Resource Sustainability

      Pembangunan SR Provinsi Aceh 1                                                        Keberlanjutan Sosial
 33                                                                  -            317.148
      Aceh Province SR Development 1                                                        Social Sustainability

      Irigasi BBWS Pompengan Jeneberang
 34                                                                  -             68.725   Keberlanjutan Sumber Daya Air
      Pompengan Jeneberang BBWS Irrigation

      Irigasi BWS Kalimantan V tahap III
 35                                                                  -             24.373   Keberlanjutan Sumber Daya Air
      Kalimantan BWS Irrigation V Phase III

      Pembangunan SR Provinsi Jateng 1                                                      Keberlanjutan Sosial
 36                                                                  -            421.120
      Central Java Province SR Development 1                                                Social Sustainability

      Pemb. RS Central Medical SARDJITO                                                     Keberlanjutan Sosial
 37                                                                  -            248.100
      Sardjito Central Medical Hospital Development                                         Social Sustainability

      Pengendalian Banjir Merauke Paket 2                                                   Keberlanjutan Sumber Daya Air
 38                                                                  -            299.420
      Merauke Flood Control Package 2                                                       Water Resource Sustainability

      Pekerjaan Konstruksi Extended MRT                                                     Keberlanjutan Transportasi & Mobilitas
 39                                                                  -            103.740
      Extended MRT Construction Work                                                        Transportation & Mobility Sustainability

      Akses Tol Patimban Paket 2                                                            Keberlanjutan Transportasi & Mobilitas
40                                                         226.926
      Patimban Toll Access Package                                                          Transportation & Mobility Sustainability

      Pembangunan FO Muara Enim                                                             Keberlanjutan Transportasi & Mobilitas
 41                                                                  -             95.794
      MUARA Enim FO Construction                                                            Transportation & Mobility Sustainability

      Rehabilitasi Bendung Jatimlerek                                                       Keberlanjutan Sumber Daya Air
 42                                                                  -            157.133
      Jatimlerek Dam Rehabilitation                                                         Water Resource Sustainability

      Rehab. (SPAM) pasca bencana pkt 2
                                                                                            Keberlanjutan Sumber Daya Air
 43   Rehabilitation of Post-Disaster Water Supply                   -            88.288    Water Resource Sustainability
      System (SPAM) Phase 2

      Penanganan SPAM Pasca Bencana SoLok
                                                                                            Keberlanjutan Sumber Daya Air
 44   SoLok Post-Disaster Water Supply System                        -            194.000   Water Resource Sustainability
      Management

      Tanggap darurat SDA Sibolga                                                           Keberlanjutan Sosial
 45                                                                  -            261.261
      Sibolga Natural Resources Emergency Response                                          Social Sustainability




                                                                                                               PT Wijaya Karya (Persero) Tbk     167
Page 168
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       Proyek yang Sejalan dengan Pembangunan Berkelanjutan tahun 2025
       Projects Aligned with Sustainable Development in 2025
                                                                                                                                                (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                                                                                 (In Millions of Rupiah)

                                                                              Nilai Realisasi
                                   Nama Proyek                                Realized Value                               Kategori Keberlanjutan
       No
                                   Project Name                                                                            Sustainability Category
                                                                       RKAP                 Non-RKAP

                Pemb. Fasilitas Tanggap Darurat                                                                  Keberlanjutan Sosial
        46                                                                         -                  165.956
                Emergency Response Facilities Development                                                        Social Sustainability

                Pembangunan SR Provinsi Kalbar                                                                   Keberlanjutan Sosial
        47                                                                         -                  295.313
                West Kalimantan Province SR Development                                                          Social Sustainability

                Penanganan pasca bencana aceh 1                                                                  Keberlanjutan Sosial
        48                                                                         -                  692.935
                Aceh Post-Disaster Response 1                                                                    Social Sustainability

                Pembangunan Hunian ASN Sumut
                                                                                                                 Keberlanjutan Sosial
        49      Construction of Civil Servant Housing in North                     -                   13.153    Social Sustainability
                Sumatra

                Pemb. Hunian Sementara Aceh Tamiang
                                                                                                                 Keberlanjutan Sosial
        50      Construction of Temporary Housing in Aceh                          -                    3.934    Social Sustainability
                Tamiang

                Pembangunan Hunian ASN Sumbar
                                                                                                                 Keberlanjutan Sosial
         51     Construction of Civil Servant Housing in West                      -                    4.619    Social Sustainability
                Sumatra

                Pembangunan Hunian ASN aceh                                                                      Keberlanjutan Sosial
        52                                                                         -                   17.421
                Construction of Civil Servant Housing in Aceh                                                    Social Sustainability

                Pipanisasi Belawan - Labuhan Batu                                                                Keberlanjutan Energi
        53                                                                         -                    1.695
                Belawan - Labuhan Batu Pipeline                                                                  Energy Sustainability

                Proyek PSPE Sekincau #Fase 1                                                                     Keberlanjutan Energi
        54                                                                         -                  108.072
                Sekincau PSPE Project #Phase 1                                                                   Energy Sustainability



       Proyek yang Sejalan dengan Pembangunan Berkelanjutan tahun 2024 dan 2023
       Projects Aligned with Sustainable Development in 2024 and 2023
                                                                                                                                                (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                                                                                 (In Millions of Rupiah)


                                                                                            Tahun 2024                                   Tahun 2023
                Nama Proyek                                                                     Year 2024                                Year 2023
       No
                Project Name                                                           Target             Realisasi            Target                 Realisasi
                                                                                       Target            Realization           Target                Realization
                SPAM Jatiluhur
         1                                                                                 18.993                18.993                     -                         -
                Jatiluhur Water Supply System

                Jalan Tol Serang Panimbang
         2                                                                               459.972                100.013           509.972                     50.000
                Serang-Panimbang Toll Road

                Jalan Tol Semarang Demak
         3                                                                                137.498               137.408             73.994                    10.000
                Semarang-Demak Toll Road

                Jalan Tol Balikpapan Samarinda
         4                                                                                        -                    -                    -                         -
                Balikpapan-Samarinda Toll Road

                Jalan Tol Manado Bitung
         5                                                                                        -                    -                    -                         -
                Manado-Bitung Toll Road

                Jalan Tol Akses Patimban
         6                                                                                        -                    -             1.500                      1.500
                Patimban Access Toll Road

                Water Treatment Plant 230 L/Detik Waduk Tembesi
         7                                                                                        -             216.610                     -                         -
                Tembesi Reservoir 230 L/Second Water Treatment Plant

                RDF Plant Rorotan
         8                                                                                        -         1.284.555                       -                         -
                Rorotan RDF Plant




168   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 169
NILAI EKONOMI LANGSUNG YANG DIHASILKAN                           DIRECT ECONOMIC VALUE GENERATED AND
DAN DIDISTRIBUSIKAN [GRI 201-1]                                  DISTRIBUTED [GRI 201-1]

Wilayah operasional Perseroan yaitu hanya di wilayah Indonesia   The Company’s operational area is limited to Indonesia; it does
dan tidak beroperasi di negara lain. Oleh karenanya, informasi   not operate in other countries. Therefore, the information
yang disajikan yaitu informasi pada tingkat regional. Nilai      presented is at the regional level. The economic value
Ekonomi yang dihasilkan dan distribusikan Peseroan akan          generated and distributed by the Company is detailed in
dirinci pada tabel di bawah ini.                                 the table below.


 Tabel Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan
 Tabel Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan
                                                                                                                  (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                                                   (In Millions of Rupiah)



 Uraian
 Description                                                           2025                  2024                      2023

 Nilai Ekonomi yang Dihasilkan
 Economic Value Generated

     Pendapatan Bersih
                                                                                 13.325              19.242                 22.530,36
     Net Revenue

     Pendapatan Bunga Bank
                                                                                 58,41                76,06                       29,32
     Bank Interest Income

     Keuntungan (Kerugian) Selisih Kurs
                                                                                 (2,18)               (7,46)                     (11,47)
     Foreign Exchange Gain (Loss)

     Jumlah Nilai Ekonomi Dihasilkan
                                                                           13.383,90             19.311,33                   22.548,21
     Total Economic Value Generated

 Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
 Economic Value Distributed

     Biaya Operasi
                                                                                375,98               307,75                      237,26
     Operating Costs

     Beban Personalia
                                                                                929,15               916,06                     736,74
     Personnel Expenses

     Dividen Tunai
                                                                                     0                    0                             0
     Cash Dividends

     Bunga Pinjaman dan Bunga Bank
                                                                               2.235,21           1.536,82                     1.675,22
     Loan and Bank Interest

     Pengeluaran untuk Pemerintah
                                                                               1.307,39          1.820,54                     1.274,78
     Government Expenditures

     Pengeluaran untuk masyarakat
                                                                                   4,19                4,99                        13,61
     Public Expenditures

     Jumlah Nilai Ekonomi Langsung Didistribusikan
                                                                               3.577,03             4.581,17                   3.937,61
     Total Direct Economic Value Distributed

 Nilai Ekonomi yang Ditahan
 Economic Value Retained

     Nilai Ekonomi Langsung yang Ditahan
                                                                           10.362,58             14.730,16                   18.610,60
     Direct Economic Value Retained


KEWAJIBAN PROGRAM PENSIUN MANFAAT                                OBLIGATIONS FOR DEFINED BENEFIT PENSION
PASTI DAN PROGRAM PENSIUN LAINNYA [GRI                           PROGRAMS AND OTHER PENSION PROGRAMS
201-3]                                                           [GRI 201-3]


Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang          In accordance with Law Number 13 of 2003 concerning
Ketenagakerjaan, Perseroan berkewajiban untuk memberikan         Manpower, the Company is obligated to provide social
perlindungan dan jaminan sosial bagi karyawannya, termasuk       protection and security for its employees, including old-age
jaminan hari tua sebagai bagian dari hak karyawan. Perseroan     security as part of employee rights. The Company consistently




                                                                                                           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk     169
Page 170
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




      senantiasa memperhatikan pengharkatan seluruh pegawainya            prioritizes appreciation for its employees, including upon
      termasuk pada saat pegawai memasuki usia pensiun, dengan            retirement, by providing post-employment protection
      memberikan fasilitas perlindungan pasca bekerja. Saat ini,          facilities. Currently, the Company has organized pension
      Perseroan telah menyelenggarakan program Dana Pensiun,              fund programs, including the Defined Benefit Pension Program
      antara lain Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) bagi               (PPMP) for permanent employees hired before January 1,
      pegawai tetap yang diangkat sebelum 1 Januari 2007 dan              2007, and the Defined Contribution Pension Program (PPIP) for
      Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) untuk pegawai organik            organic employees hired starting January 1, 2007, and skilled
      yang diangkat mulai 1 Januari 2007 dan pegawai terampil.            employees. In addition, all employees are also included in the
      Selain itu, seluruh karyawan juga diikutsertakan dalam Program      Employment Social Security Program administered by the
      Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang diselenggarakan oleh            Social Security Administering Agency (BPJS Ketenagakerjaan),
      Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan,          which includes Old Age Insurance (JHT), Pension Insurance
      yang mencakup Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun               (JP), Work Accident Insurance (JKK), Death Insurance (JKM),
      (JP), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian              and Job Loss Insurance (JKP) as a form of social protection
      (JKM), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sebagai bentuk        in accordance with applicable laws and regulations.
      perlindungan sosial sesuai ketentuan peraturan perundang-
      undangan yang berlaku.

      Karyawan yang mengikuti program Jaminan Hari Tua (JHT)              Employees participating in the Old Age Insurance (JHT)
      diwajibkan untuk membayar iuran bulanan sebesar 2% dari             program are required to pay a monthly contribution of 2%
      fixed pay, sementara 3,7% dari fixed pay ditanggung oleh            of their fixed pay, while the Company covers 3.7% of the fixed
      PerseroanUntuk Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP),                pay. For the Defined Benefit Pension Program (PPMP), the
      iuran sebesar 24,71% dari Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP)          Company covers 24.71% of the Basic Pension Income (PhDP),
      ditanggung oleh Perseroan, sedangkan 5% dari PhDP menjadi           while the employee bears 5% of the PhDP. For the Defined
      beban pegawai. Adapun dalam Program Pensiun Iuran Pasti             Contribution Pension Program (PPIP), the Company covers
      (PPIP), iuran sebesar 12,5% dari PhDP ditanggung oleh               12.5% of the PhDP, while the employee bears 5% of the PhDP.
      Perseroan dan 5% dari PhDP menjadi beban pegawai. Total             The total pension funds paid in 2025 amounted to Rp86.89
      dana pensiun yang dibayarkan pada tahun 2025 sebesar                billion for PPMP and Rp22.53 billion for PPIP.
      Rp86,89 miliar untuk PPMP dan Rp22,53 miliar untuk PPIP.

      Jumlah Karyawan yang Diikutsertakan dalam Program Pensiun
      Number of Employees Participated in the Pension Program

       Program
                                                                       2025               2024                  2023
       Program

       Program Pensiun Manfaat Pasti
                                                                               209                 273                   352
       Defined Benefit Pension Plan

       Program Pensiun Iuran Pasti
                                                                              1.649              1.785                  1.917
       Defined Contribution Pension Plan

       Program Jaminan Hari Tua
                                                                              2.370              2.058                 2.269
       Old Age Insurance Plan




      BANTUAN FINANSIAL DARI PEMERINTAH [GRI                              GOVERNMENT FINANCIAL ASSISTANCE [GRI
      201-4]                                                              201-4]


      Di tahun 2025, Perseroan tidak menerima bantuan dari                As of 2025, the Company has not received any form of
      pemerintah dalam bentuk apapun, baik dalam bentuk                   government assistance, including tax breaks, subsidies,
      keringanan pajak, subsidi, hibah investasi, penghargaan,            investment grants, awards, royalty waivers, financial aid,
      liburan royalty, bantuan keuangan, insentif keuangan, dan           financial incentives, or other financial benefits. However, the
      manfaat keuangan lainnya. Namun demikian, kepemilikan               Company’s shareholding consists of 1 Class A share held by
      saham Perseroan sebesar 1 lembar pemegang saham seri A              the Government of Indonesia, 91.02% held by PT Danantara,
      berasal dari Pemerintah Indonesia, sebersar 91,02% dari PT          and 8.98% held by the public.
      Danantara, dan sebesar 8,98% dimiliki oleh publik.




170   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 171
DAMPAK EKONOMI TIDAK LANGSUNG                                      INDIRECT ECONOMIC IMPACT

INVESTASI INFRASTRUKTUR DAN DUKUNGAN                               INFRASTRUCTURE INVESTMENT AND SERVICE
LAYANAN                                                            SUPPORT

Sebagai bagian dari BUMN, Perseroan konsisten setiap tahunnya      As a state-owned enterprise, the Company consistently
untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan nasional.            contributes to national development every year through
yang diwujudkan melalui investasi infrastruktur. Perseroan         infrastructure investments. The Company has carried out
telah melakukan investasi infrastruktur yang diwujudkan            infrastructure investments through the National Development
dengan Program Dukungan Pembangunan Nasional (DPN).                Support Program (DPN). The Company collaborates
Perseroan kolaborasi dengan pemangku kepentingan melalui           with stakeholders through programs aimed at improving
program-program perbaikan infrastruktur, sarana dan prasarana      infrastructure, educational facilities and infrastructure, as well
pendidikan serta sarana ibadah. Pada tahun 2025 Perseroan          as places of worship. In 2025, the Company allocated funds
telah merealisasikan dana untuk program kolaborasi pemangku        for stakeholder collaboration programs for infrastructure
kepentingan untuk pembangunan infrastruktur sebesar                development amounting to Rp393,425,000. This infrastructure
Rp393.425.000. Program pembangunan infrastruktur ini               development program is expected to have a positive impact
diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat         on the community in the form of improved quality of life,
berupa peningkatan kualitas kehidupan masyarakat yang              which will lead to increased community income in the future.
berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat di masa           Additionally, the infrastructure investments made also have
yang akan datang. Di samping itu, investasi infrastruktur yang     a positive impact on enhancing the company’s image and
dilakukan juga memberikan dampak positif pada peningkatan          reputation. The infrastructure investments made can be
citra dan reputasi perusahaan. Investasi infrastruktur yang        utilized free of charge by the entire community, a practice
dilakukan dapat dimanfaatkan secara gratis oleh seluruh            known as pro bono engagement.
masyarakat atau disebut sebagai keterlibatan pro bono.

DAMPAK EKONOMI TIDAK LANGSUNG YANG                                 SIGNIFICANT INDIRECT ECONOMIC IMPACTS
SIGNIFIKAN

Perseroan senantiasa memberikan dampak positif terhadap            The Company continuously strives to create positive impacts
masyarakat. Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah                  for the community. Throughout 2025, the Company generated
memberikan dampak ekonomi tidak langsung kepada                    indirect economic benefits for the community through
masyarakat melalui berbagai aktivitas TJSL Perseroan               various Corporate Social and Environmental Responsibility
dan sepanjang tahun 2025 tidak terdapat dampak negatif             (CSR) initiatives. During the year, no negative impacts arising
yang teridentifikasi dari kegiatan TJSL Perseroan terhadap         from the Company’s CSR activities were identified. The
masyarakat. Adapun dampak ekonomi tidak langsung yang              indirect economic impacts generated by these initiatives
dilakukan sebagai berikut.                                         are as follows:


                          Tujuan
                                              Pemangku
                       Pembangunan
 Program                                   Kepentingan yang
                       Berkelanjutan
                                              Terdampak
                                                                            Dampak dan Signifikansi Dampak                            SROI
 Program                Sustainable                                           Impact and Significance of Impact
                                               Affected
                       Development
                                             Stakeholders
                           Goals

                                                              •   Program ini memiliki dampak positif bagi 22 Rumah KK, 7
                                                                  Pekerja Lokal, BumDes dan Pemerintah Desa Kabupaten
                                                                  Garogol melalui Penyediaan akses air bersih untuk rumah
                                                                  tangga dan pertanian dengan pemasangan sibel sumur bor
                                                                  yang dilengkapi dengan pompa,jaringan pipa,toren dan panel
                                                                  serta instalasi listrik
                                                              •   Pemberian fasilitas membrane pertanian untuk meningkatkan
                                                                  efisiensi penggunaan air pada budidaya padi dan tanaman
 Program Kolaborasi                                               pangan di lahan kering untuk konsep pertanian cerdas serta
                      TPB 4, TPB 6, TPB
 dengan       UGM-                        Masyarakat Desa         pendampingan kepada 20 warga lokal, 1 sekolah dan 1 tim
                      17, TPB,8, TPB 9
 Ketahanan Pangan                         Gn. Kidul               akademisi
                      SDG 4, SDG 6,                                                                                                   5,02
 Collaborative                            Gn. Kidul           •   This program has had a positive impact on 22 households, 7
                      SDG 17, SDG 8,
 Program with UGM -                       Village Community       local workers, the Village-Owned Enterprise (BumDes), and
                      SDG 9                                       Garogol Regency Village Government by providing access to
 Food Security
                                                                  clean water for households and agriculture. This includes the
                                                                  installation of drilled wells equipped with pumps, pipelines,
                                                                  water towers, panels, and electrical installations.
                                                              •   Provision of agricultural membrane facilities to increase
                                                                  water efficiency in dryland rice and food crop cultivation for
                                                                  the smart agriculture concept, as well as mentoring 20 local
                                                                  residents, 1 school, and 1 academic team.




                                                                                                                  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   171
Page 172
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




                                       Tujuan
                                                                 Pemangku
                                    Pembangunan
       Program                                                Kepentingan yang
                                    Berkelanjutan
                                                                 Terdampak
                                                                                                  Dampak dan Signifikansi Dampak                           SROI
       Program                       Sustainable                                                     Impact and Significance of Impact
                                                                  Affected
                                    Development
                                                                Stakeholders
                                        Goals

                                                                                    Pemberdayaan komunitas peternak lokal untuk pengelolaan
                                                                                    peternakan secara mandiri,produktif dan ramah lingkungan
                                                                                    dengan jumlah penerima manfaat 18 orang anggota kelompok
                                                                                    binaan sejahtera, 1 peternak lokal, 7 petani desa kembangkuning,
                                                                                    1 tenaga ahli, 1 yayasan dan 1 perusahaan penerima manfaat tidak
                                                                                    langsung
                                                                                    Dampak dari program:
                                                                                    • Meningkatnya pendapatan peternak lokal
                                                                                    • Peningkatan kapasitas kelompok binaan dan dalam
                                                                                        keterampilan pengelolaan dasar manajemen peternakan
                                                                                        kambing
                                  TPB 1, TPB 13, TPB                                • Peningkatan pengetahuan pengelolaan limbah organik
       Program WIKA Eco           15, TPB 8, TPB 12,      Petani                        berbasis eco-enzym
       Farm Rise (WEFrise)        TPB 17                  Desa Kembangkuning        • Pemanfaatan kohe kambing untuk pupuk organik tanaman
                                                                                        pertanian                                                          4,23
       WIKA Eco Farm Rise         SDG 1, SDG 13,          Kembangkuning
       (WEFrise) Program          SDG 15, SDG 8,          Village Farmers           Empowering local livestock farming communities to manage
                                  SDG 12, SDG 17                                    livestock independently, productively, and environmentally
                                                                                    friendly. The beneficiaries are 18 members of Sejahtera fostered
                                                                                    group, 1 local livestock farmer, 7 farmers from Kembangkuning
                                                                                    village, 1 expert, 1 foundation, and 1 indirect beneficiary company.
                                                                                    Program Impact:
                                                                                    • Increased income for local livestock farmers
                                                                                    • Increased capacity of fostered groups and basic goat farming
                                                                                         management skills
                                                                                    • Increased knowledge of eco-enzyme-based organic waste
                                                                                         management
                                                                                    • Utilization of goat manure as organic fertilizer for agricultural
                                                                                         crops

                                                                                    Jumlah penerima manfaat langsung: 1 instansi pendidikan,10 guru
                                                                                    sekolah,dan 115 siswa SMP dengan dampak secara langsung:
                                                                                    • Peningkatan kesejahteraan warga sekolah dengan bantuan
                                                                                        fasilitas 5 unit AC, pembangunan lapangan paving block
                                                                                        ukuran 12x15 meter, dan bantuan 5 laptop serta 1 smart TV
       Program   Bantuan                                                                untuk mendukung penerapan belajar berbasis media visual
       Sarana  Pendidikan                                                           • Peningkatan kapasitas sekolah dalam menyediakan
                                  TPB 4, TPB 17, TPB      SMPN 27 Penajam
       Kecamatan Sepaku-                                                                pendidikan yang berkualitas
                                  8                       Paser Utara
       IKN                                                                          • Peningkatan pendapatan teknisi dan kontraktor lokal                  2,12
                                  SDG 4, SDG 17,          SMPN 27 Penajam
       Sepaku-IKN District                                                          Direct beneficiaries: 1 educational institution, 10 school teachers,
                                  SDG 8                   Paser Utara
       Educational Facilities                                                       and 115 junior high school students. The direct impacts include:
       Assistance Program                                                           • Improved school community welfare through the provision
                                                                                        of 5 air conditioning units, the construction of a 12x15 meter
                                                                                        paving block field, and the provision of 5 laptops and 1 smart
                                                                                        TV to support visual media-based learning.
                                                                                    • Increased school capacity in providing quality education.
                                                                                    • Increased income for local technicians and contractors.

                                                          •     Warga       Desa
                                                                Pantai Bangsring
                                                          •     K e l o m p o k
                                                                Pokmaswas
       Program Konservasi                                       Bhakti Abadi Laut   •   Perbaikan terumbu karang sebanyak 2500 unit di area seluas
       Terumbu       Karang,                              •     Pokdarwis Pesona        200 meter2
       Banyuwangi-                                              Bahari     Grand    •   Meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sebanyak
       Kolaborasi 8 BUMN          TPB 14, TPB 3, TPB            Watu Dodol              300 keluarga lokal
       Coral          Reef        8                       •     Residents      of   •   Pertumbuhan ekonomi kelompok masyarakat dan UMKM
                                                                                        Lokal                                                              1,18
       Conservation               SDG 14, SDG 3,                Pantai Bangsring
       P r o g r a m ,            SDG 8                         Village             •   2,500 coral reef restoration units in a 200-square-meter area
       Banyuwangi -                                       •     Bhakti     Abadi    •   300 local families in coastal communities are being improved
       Collaboration of 8                                       Laut Pokmaswas      •   Economic growth for community groups and local MSMEs
       SOEs                                                     Group
                                                          •     Pesona     Bahari
                                                                Grand       Watu
                                                                Dodol Pokdarwis
                                                                Group

       Program Kolaborasi
       Kemensos- Bantuan
       Tarang        Karuna                                                         Dukungan berupa alat alat penunjang disabilitas bagi masyarakat
       dan       penyandang                                                         Bogor utamanya wilayah kecamatan cibinong dalam rangka
       disabilitas                                        Warga        wilayah      memperingati hari karang taruna dan kepedulian terhadap
                                  TPB 10                  Cibinong Jawa Barat       disabilitas
       Ministry of Social
                                  SDG 10                  Cibinong Residents,       Support in the form of disability support equipment for
       Affairs Collaborative
                                                          West Java                 Bogor community, particularly in Cibinong sub-district, to
       Program - Tarang
                                                                                    commemorate Karang Taruna Day and raise awareness for people
       Karuna      Assistance
                                                                                    with disabilities.
       and Persons with
       Disabilities




172   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 173
                             Tujuan
                                                 Pemangku
                          Pembangunan
 Program                                      Kepentingan yang
                          Berkelanjutan
                                                 Terdampak
                                                                                  Dampak dan Signifikansi Dampak                            SROI
 Program                   Sustainable                                              Impact and Significance of Impact
                                                  Affected
                          Development
                                                Stakeholders
                              Goals

                                                                    Bantuan ini mendorong aspek kemanusiaan dan ketangguhan
 •   P r o g r a m                                                  masyarakat yang berdampak berkelanjutan bagi masyarakat
     Kolaborasi                                                     sekitar, sebagai berikut:
     dengan BNPB                                                    • Melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat
 •   Bantuan Kapal                                                      terdampak bencana
     Karet Bencana       TPB 3, TPB 11 dan                          • Respon terhadap penanganan perubahan iklim
     Alam                TPB 13              Warga DKI Jakarta      • Wujud kehadiran dan komitmen nyata Perusahaan di saat
 •   Collaborative       SDG 3, SDG 11,      Jakarta Residents          krisis/bencana
     Program      with   and SDG 13                                 This assistance promotes humanitarian aspects and community
     BNPB
                                                                    resilience that have a sustainable impact on the surrounding
 •   Rubber      Boat
     Assistance for                                                 community, as follows:
     Natural Disasters                                              •


 P r o g r a m                                                      Program pelatihan Petugas K3 Konstruksi yang diselenggarakan
 Pelatihan Vendor                                                   bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi WIKA dengan
 dan Mandor WIKA                             Vendor dan Mandor      jumlah peserta 20 Peserta dari Proyek WIKA. Dampak dari program
 kerjasama dengan                            seluruh proyek di      pelatihan ini adalah peningkatan kompetensi dan mitigasi risiko
 LSP WIKA                TPB 8               Indonesia              kecelakaan kerja bagi pekerja konstruksi.
 WIKA          Vendor    SDG 8               Vendors and Foremen    The Construction Safety and Health Officer training program, held
 and         Foreman                         for all projects in    in collaboration with WIKA Professional Certification Institute,
 Training Program in                         Indonesia              involved 20 participants from WIKA Projects. The program's
 collaboration   with                                               impact was increased competency and reduced workplace
 LSP WIKA                                                           accident risks for construction workers.

                                                                    Program Pelatihan Ecoprint dengan 10 peserta yang selaras
                                                                    dengan prinsip keberlanjutan yang bernilai ekonomi. Kegiatan
 P r o g r a m                                                      ini mendukung pilar ekonomi khususnya di pemberdayaan
 Pemberdayaan                                                       masyarakat dan lingkungan yang berbasis alam dengan berlokasi
 Masyarakat Pelatihan                                               di Pusat Pelatihan Kepemimpinan WIKASATRIAN. Dampak positif
 Ecoprint -Ibu Ibu                                                  dari program ini, WIKA menunjukkan konsistensi nya dalam
 PKK Desa Pasir Angin
                                             Ibu-Ibu    Komunitas   implementasi ESG dengan citra perusahaan yang peduli terhadap
 Kolaborasi dengan
                                             Binaan Sajuta PKK      keberlanjutan ,konservasi dan pengembangan potensi lokal
 WIKASATRIAN
                         TPB 8               Desa Pasir Angin       melalui aksi nyata dan kolaboratif.
 C o m m u n i t y
                         SDG 8               Women from Sajuta      The Ecoprint Training Program, with 10 participants, aligned with
 Empowerment
                                             PKK Community in       the principles of economic sustainability. This activity supports
 Program:     Ecoprint
                                             Pasir Angin Village    the economic pillar, particularly in nature-based community and
 Training    -    PKK
                                                                    environmental empowerment, and is located at WIKASATRIAN
 Women of Pasir
                                                                    Leadership Training Center. The positive impact of this program is
 Angin Village
                                                                    that WIKA demonstrates its consistency in ESG implementation,
 Collaboration with
                                                                    demonstrating a corporate image that cares about sustainability,
 WIKASATRIAN
                                                                    conservation, and the development of local potential through
                                                                    concrete and collaborative actions.



PRAKTIK PENGADAAN BARANG DAN JASA [GRI                                   PROCUREMENT PRACTICES FOR GOODS AND
204-1]                                                                   SERVICES [GRI 204-1]

Sebagai entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN),                         As a State-Owned Enterprise (SOE) entity, the Company
Perseroan melaksanakan pengadaan barang dan jasa dengan                  conducts procurement of goods and services in accordance
berpedoman pada regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian                with regulations established by the Ministry of SOEs, as
BUMN, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri BUMN                    stipulated in Regulation of the Minister of SOEs of the Republic
Republik Indonesia Nomor PER-2/MBU/03/2023 tentang                       of Indonesia Number PER-2/MBU/03/2023 concerning
Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan BUMN.              Guidelines for Governance and Significant Corporate Activities
Perseroan berkomitmen untuk menerapkan manajemen rantai                  of SOEs. The Company is committed to carry out supply chain
pasokan dengan menjunjung tinggi prinsip profesionalisme                 management by upholding the principles of professionalism
dan transparansi. Dalam pelaksanaan pengadaan barang dan                 and transparency. The Company's procurement of goods and
jasa Perseroan telah tertuang dalam prosedur No. WIKA-SCM-               services is outlined in Procedure No. WIKA-SCM-PM-01.01
PM-01.01 tentang Prosedur Pengadaan dan Supply Chain                     concerning Procurement and Supply Chain Management
Management. Penerapan Prosedur Supply Chain Management                   Procedures. The implementation of the Supply Chain
bertujuan untuk menjamin terselenggaranya pelaksanaan                    Management (SCM) procedures aims to ensure proper
proses perolehan kontrak pengadaan barang dan jasa, sehingga             execution of procurement contract acquisition processes
memenuhi asas optimalisasi, efisiensi, efektif, dan memenuhi             for goods and services, in order to uphold the principles of
prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Divisi Supply          optimization, efficiency, and effectiveness, while adhering to




                                                                                                                        PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   173
Page 174
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




      Chain Management (SCM) bertanggung jawab atas seluruh                          the principles of good corporate governance. The Supply Chain
      proses pengadaan dan pengelolaan rantai pasok di Perseroan.                    Management (SCM) Division is responsible for overseeing the
      Pemasok yang bekerja sama dengan Perseroan mencakup                            entire procurement process and supply chain management
      pemasok lokal atau nasional yang berdomisili di negara                         within the Company. Suppliers working with the Company
      Indonesia dan pemasok yang berasal dari luar negeri atau                       include local or national suppliers domiciled in Indonesia and
      internasional. Lokasi yang menyelenggarakan proyek-proyek                      those from overseas or international locations. These locations
      strategis atau prioritas.                                                      carry out strategic or priority projects.


       Pemasok Barang Tahun 2023-2025
       Suppliers of Goods 2023-2025

                                                Jumlah Pemasok                               Nilai Kontrak Pekerjaan (dalam Miliar Rupiah)
                                               Number of Suppliers                                  Contract Value (in Million Rupiah)
       Keterangan
                                                                                      2025                      2024                         2023
       Description
                                        2025           2024          2023
                                                                                Jumlah                   Jumlah                     Jumlah
                                                                                              %                          %                          %
                                                                                Amount                   Amount                     Amount

       Nasional
                                             938          1.282        1.251       3.723           99       6.098            83,5      2.015            83,3
       National

       Internasional
                                                2               16          7        40              1       1.201           16,5       403             16,7
       International

       Total                                940           1.298        1.258      3.763           100       7.299            100       2.418            100




       Pemasok Jasa Tahun 2023-2025
       Suppliers of Services 2023-2025

                                                Jumlah Pemasok                               Nilai Kontrak Pekerjaan (dalam Miliar Rupiah)
                                               Number of Suppliers                                  Contract Value (in Million Rupiah)
       Keterangan
                                                                                      2025                      2024                         2023
       Description
                                        2025           2024          2023
                                                                                Jumlah                   Jumlah                     Jumlah
                                                                                              %                          %                          %
                                                                                Amount                   Amount                     Amount

       Nasional
                                             847          2.512        1.576       4.591          99,9      8.504            100      4.909             100
       National

       Internasional
                                                1               0           0            2         0,1          0              0             0            0
       International

       Total                                848           2.512        1.576      4.593           100       8.504            100      4.909             100




       Pemasok Barang dan Jasa Tahun 2023-2025
       Suppliers of Goods and Services 2023-2025

                                                Jumlah Pemasok                               Nilai Kontrak Pekerjaan (dalam Miliar Rupiah)
                                               Number of Suppliers                                  Contract Value (in Million Rupiah)
       Keterangan
                                                                                      2025                      2024                         2023
       Description
                                        2025           2024          2023
                                                                                Jumlah                   Jumlah                     Jumlah
                                                                                              %                          %                          %
                                                                                Amount                   Amount                     Amount

       Nasional
                                           1.523          3.794       2.827       8.368           99,9     14.602            92,4      6.924            94,5
       National

       Internasional
                                                3               16          7            2        0,01       1.201            7,6       403              5,5
       International

       Total                               1.525          3.810       2.834       8.370           100      15.803            100       7.327            100




174   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 175
Untuk meningkatkan kesadaran pemasok/vendor mengenai                 In order to raise supplier/vendor awareness regarding the
persyaratan kualifikasi penyedia barang dan jasa, Perseroan          qualification requirements for goods and services suppliers,
secara aktif menyelenggarakan sosialisasi terkait pendaftaran        the Company actively conducts outreach regarding vendor
vendor melalui platform VMS (mitra.wika.co.id). Pada tahun           registration through the VMS platform (mitra.wika.co.id). By
2025, Perseroan telah memberikan sosialisasi kepada lebih dari       2025, the Company had provided outreach to more than
1.063 vendor dan 56 proyek berjalan. Berikut pertumbuhan             1,063 vendors and 56 ongoing projects. The following is the
tingkat registrasi vendor pada platform VMS (mitra.wika.             growth rate of vendor registration on the VMS platform (mitra.
co.id) di tahun 2025:                                                wika.co.id) in 2025:


 Kategori                                Semula (Desember 2024)           Menjadi (Desember 2025)              Pertumbuhan
 Category                               Previously (December 2024)         Become (December 2025)                 Growth

 Total Vendor
                                                                 4.184                          6.106                          +45.94%
 Total Vendors

 Lulus Registrasi Umum
                                                                  525                            525                                   -
 Passed General Registration

 Lulus CQSMS
                                                                 1.295                         2.099                           +62.09%
 Passed CQSMS



Dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan, WIKA secara aktif              In carrying out procurement activities, WIKA actively pays
memperhatikan lokasi operasional utama pemasok dan mitra             attention to the main operational locations of suppliers and
kerja. Dalam hal proses kualifikasi calon penyedia barang dan        work partners. In terms of qualification process for prospective
jasa, Perseroan juga memperhatikan faktor Keselamatan,               goods and services suppliers, the Company also considers
Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) sebagai salah satu              Occupational Safety, Health and Environment (SHE) factors
parameter penilaiannya. Mekanisme ini dilaksanakan melalui           as one of its assessment parameters. This mechanism is
metode penilaian Contractor Quality and Safety Management            implemented through the Contractor Quality and Safety
System (CQSMS). Hasil dari penilaian CQSMS ini akan                  Management System (CQSMS) assessment method. The
memetakan kesiapan risiko pekerjaan penyedia barang dan              results of this CQSMS assessment will map the readiness
jasa terkait K3L. Pada tahun 2025, terdapat 2.099 vendor             of goods and services suppliers’ occupational risks related
telah lulus CQSMS atau 34,62% dari total vendor baru. Sampai         to SHE. In 2025, there were 2,099 vendors who had passed
dengan tahun 2025, tidak terdapat vendor yang diidentifikasi         the CQSMS or 34.62% of the total new vendors. Until 2025,
memiliki dampak lingkungan dan sosial negatif baik aktual            no vendors were identified as having significant actual or
maupun potensial yang signifikan.                                    potential negative environmental and social impacts.




                                                                                                             PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   175
Page 176
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




                                                                  Implementasi Green Procurement
                                                                Implementation of Green Procurement

        WIKA telah mengintegrasikan prinsip Green Procurement ke                    WIKA has integrated Green Procurement principles into its
        dalam kebijakan dan prosedur pengadaan sebagai bagian dari                  procurement policies and procedures as part of its ESG and GCG
        komitmen ESG dan GCG.                                                       commitments
                                                                                    .
        Implementasi Green Procurement dilakukan secara konsisten                   Green Procurement is carried out consistently by involving Goods
        dengan melibatkan Penyedia Barang dan Jasa yang memiliki                    and Services Providers committed to:
        komitmen terhadap:
        1. Kualitas, mutu, dan ketepatan waktu pekerjaan                            1.   Quality, quality, and timeliness of work
        2. Efisiensi sumber daya dan operasional                                    2.   Resource and operational efficiency
        3. Penerapan dan peningkatan K3L                                            3.   Implementation and improvement of HSE
        4. Inovasi proses produksi dan pelaksanaan pekerjaan                        4.   Innovation in production processes and work execution
        5. Prinsip keberlanjutan lingkungan, termasuk pengurangan                   5.   Principles of environmental sustainability, including reducing
           konsumsi energi dan emisi GRK                                                 energy consumption and GHG emissions
        6. Program vendor engagement dan penguatan rantai pasok                     6.   Vendor engagement programs and strengthening sustainable
           berkelanjutan                                                                 supply chains
        7. Mekanisme evaluasi dan perbaikan kinerja keberlanjutan                   7.   Sustainability performance evaluation and improvement
                                                                                         mechanisms
        8.   Pemberdayaan tenaga kerja lokal di lokasi proyek                       8.   Empowerment of local workers at project sites
        9.   Peningkatan partisipasi dan pemberdayaan                  ekonomi      9.   Increasing women's participation and economic empowerment
             perempuan di rantai pasok                                                   in the supply chain

        Key Point                                                                   Key Point
        Green Procurement di WIKA tidak hanya sebagai kebijakan, tetapi             Green Procurement at WIKA is not just a policy, but has been
        telah diimplementasikan dalam proses pengadaan dan manajemen                implemented in the procurement process and sustainable vendor
        vendor secara berkelanjutan.                                                management.




176   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 177
WIKA STRATEGIC COLLABORATION DAY                                   WIKA STRATEGIC COLLABORATION DAY




STRENGTHENING SYNERGY, EMPOWERING PARTNERSHIPS                     STRENGTHENING SYNERGY, EMPOWERING PARTNERSHIPS

Divisi Supply Chain Management (SCM) WIKA menyelenggarakan         WIKA's Supply Chain Management (SCM) Division held a Vendor
Vendor Gathering / WIKA Strategic Collaboration Day sebagai        Gathering/WIKA Strategic Collaboration Day as a strategic
forum strategis untuk memperkuat kolaborasi menuju rantai          forum to strengthen collaboration towards a stronger and more
pasok yang lebih kuat dan berkelanjutan.                           sustainable supply chain.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog dua arah antara WIKA dan mitra   This activity provided a two-way dialogue between WIKA and its
vendor untuk membahas:                                             vendor partners to discuss:
1. Isu-isu aktual di lapangan dalam pelaksanaan pengadaan dan      1. Current issues in the field in procurement and project
    proyek                                                             implementation
2. Kesiapan dan pemahaman vendor terhadap penerapan ESG            2. Vendor readiness and understanding of ESG implementation
3. Tantangan dalam dokumentasi, kepatuhan, dan koordinasi di       3. Challenges in documentation, compliance, and coordination
    rantai pasok                                                       in the supply chain
Diskusi berlangsung secara terbuka dan interaktif, mencerminkan    The discussion was open and interactive, reflecting a shared
komitmen bersama dalam membangun kemitraan yang adaptif            commitment to building adaptive and mutually supportive
dan saling mendukung. Forum ini menunjukkan bahwa kolaborasi       partnerships. This forum demonstrated that collaboration based
berbasis komunikasi dan kepercayaan menjadi kunci dalam            on communication and trust is key to understanding the realities
memahami realitas lapangan serta merumuskan solusi bersama         on the ground and formulating joint solutions to improve WIKA's
untuk peningkatan kinerja keberlanjutan supply chain WIKA.         supply chain sustainability performance.




                                                                                                           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   177
Page 178
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




        KOMITMEN KEBERLANJUTAN MITRA KERJA                                   PARTNER SUSTAINABILITY COMMITMENT




        PENANDATANGANAN KOMITMEN BERKELANJUTAN MITRA                         THE SIGNING OF SUSTAINABILITY COMMITMENT BY PARTNERS
        KERJA PT WIJAYA KARYA (PERSERO) TBK.                                 OF PT WIJAYA KARYA (PERSERO) TBK.

        Divisi Supply Chain Management (SCM) WIKA mendorong                  WIKA's Supply Chain Management (SCM) Division is encouraging
        penguatan penerapan ESG di rantai pasok melalui penandatanganan      the strengthening of ESG implementation in the supply chain by
        Komitmen Keberlanjutan Mitra Kerja.                                  the signing of Partner Sustainability Commitment.

        Melalui penandatanganan ini, mitra kerja PT Wijaya Karya (Persero)   Through this signing, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk's partners
        Tbk berkomitmen untuk:                                               commit to:
        1. Menghormati, melindungi, dan menjunjung tinggi Hak Asasi          1. Respecting, protecting, and upholding Human Rights (HAM),
            Manusia (HAM), termasuk memastikan tidak adanya praktik              including ensuring the absence of any form of discrimination
            diskriminasi dalam bentuk apa pun serta tidak melakukan kerja        and the use of forced labor in all operational activities.
            paksa dalam seluruh kegiatan operasional.
        2. Tidak mempekerjakan anak di bawah usia 18 tahun, serta            2.   Not employing children under the age of 18, and ensuring
            memastikan seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam proyek            that all workers involved in projects or services meet the
            atau layanan memenuhi ketentuan usia kerja sesuai peraturan           working age requirements as required by applicable laws and
            perundang-undangan yang berlaku.                                      regulations.

        Komitmen ini merupakan bentuk dukungan aktif mitra kerja             This commitment demonstrates the partners' active support for
        terhadap penerapan prinsip keberlanjutan, etika bisnis, dan          the implementation of sustainability principles, business ethics,
        kepatuhan regulasi yang menjadi bagian dari komitmen ESG PT          and regulatory compliance, which are part of PT Wijaya Karya
        Wijaya Karya (Persero) Tbk.                                          (Persero) Tbk's ESG commitment.

        Capaian Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN)            Capaian Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN)
        dan UMKM                                                             dan UMKM

        Perseroan memiliki komitmen untuk senantiasa menggunakan             Perseroan memiliki komitmen untuk senantiasa menggunakan
        produk dalam negeri sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran          produk dalam negeri sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran
        nomor SE.01.01/A.DIR.00367/2021 perihal Memaksimalkan Produk         nomor SE.01.01/A.DIR.00367/2021 perihal Memaksimalkan Produk
        atau Barang dari Industri Dalam Negeri. Selain itu, sesuai dengan    atau Barang dari Industri Dalam Negeri. Selain itu, sesuai dengan
        Surat Edaran dari Kementerian BUMN No. SE-1O/MBU/08/2020             Surat Edaran dari Kementerian BUMN No. SE-1O/MBU/08/2020
        tentang Peningkatan Peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah            tentang Peningkatan Peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
        dalam Pengadaan Barang dan Jasa di Badan Usaha Milik Negara          dalam Pengadaan Barang dan Jasa di Badan Usaha Milik Negara
        serta arahan Presiden melalui Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2022    serta arahan Presiden melalui Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2022
        tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam               tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam
        Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi dalam       Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi dalam
        rangka menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia         rangka menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia
        pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Perseroan         pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Perseroan
        senantiasa berupaya mengoptimalisasikan belanja dalam negeri         senantiasa berupaya mengoptimalisasikan belanja dalam negeri
        serta produk-produk UMKM. Kegiatan belanja tersebut telah            serta produk-produk UMKM. Kegiatan belanja tersebut telah
        dilaporkan ke Kementerian BUMN dengan capaian sebagai berikut:       dilaporkan ke Kementerian BUMN dengan capaian sebagai berikut:
        1. Nilai Belanja PDN 2025 sebesar Rp2.543.893.501.169                1. Nilai Belanja PDN 2025 sebesar Rp2.543.893.501.169
        2. Nilai Transaksi eProc UMKM 2025 sebesar Rp1.893.353.640.185       2. Nilai Transaksi eProc UMKM 2025 sebesar Rp1.893.353.640.185
        3. Nilai    Transaksi    B2B    PaDi    UMKM      2025     sebesar   3. Nilai    Transaksi    B2B    PaDi     UMKM     2025     sebesar
             Rp108.605.404.515                                                    Rp108.605.404.515




178   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 179
Sustainable SCM Integrated Digitalization                              Sustainable SCM Integrated Digitalization

Dalam mendukung rencana jangka panjang transformasi                    In supporting the Company’s long-term transformation agenda
perusahaan dengan tema Integrated Digitalization & Sustainability,     under the theme Integrated Digitalization & Sustainability, the SCM
Divisi SCM terus melakukan pengembangan digitalisasi terintegrasi      Division continues to develop integrated digitalization aligned with
yang selaras dengan sistem utama perusahaan, yaitu SAP.                the Company’s core system, SAP. The Company utilizes System
Perseroan menggunakan System Application and Product in Data           Application and Product in Data Processing (SAP) as its core
Processing (SAP) sebagai sistem inti Enterprise Resource Planning      Enterprise Resource Planning (ERP) system to manage complex
(ERP) untuk mengelola aktivitas bisnis yang kompleks.                  business activities.

SAP telah dilengkapi dengan enam modul utama yang disesuaikan          SAP has been equipped with six primary modules tailored to the
dengan kebutuhan operasional dan bisnis Perseroan, meliputi            Company’s operational and business needs, namely Project System
Project System (PS), Finance (FI) dan Controlling (CO), Material       (PS), Finance (FI) and Controlling (CO), Material Management (MM),
Management (MM), Sales and Distribution (SD), Human Capital            Sales and Distribution (SD), Human Capital Management (HCM), and
Management (HCM), serta Fund Management (FM). Sistem ini               Fund Management (FM). This system has been implemented across
telah diterapkan pada seluruh proyek yang dijalankan, sehingga         all projects undertaken by the Company, enabling management
manajemen dapat memantau perencanaan anggaran proyek, aspek            to monitor project budget planning, commercial aspects, financial
komersial, keuangan, serta proses pengadaan secara terintegrasi.       performance, and procurement processes in an integrated manner.

Pada tahun 2025, Perseroan mencatat perkembangan yang                  In 2025, the Company recorded significant progress in establishing
signifikan dalam mewujudkan rantai pasok yang efisien, terintegrasi,   an efficient, integrated, and sustainable supply chain through the
dan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital serta          utilization of digital technology and strengthened governance.
penguatan tata kelola.

1.   Inovasi Digital untuk Efisiensi dan Tata Kelola                   1.   Digital Innovation for Efficiency and Governance

     Digitalisasi menyeluruh pada proses pengadaan menjadi                  Comprehensive digitalization of procurement processes forms the
     landasan utama penguatan rantai pasok. Sistem e-Proc (WISE             primary foundation for strengthening the supply chain. The e-Proc
     – WIKA Integrated Smart e-Proc) telah mencakup seluruh                 system (WISE – WIKA Integrated Smart e-Proc) has covered all
     jenis pengadaan, baik untuk proyek (JO dan Non-JO), maupun             types of procurement, including project-related procurement (JO
     kebutuhan non-proyek. Seluruh tahapan pengadaan, mulai dari            and Non-JO) as well as non-project requirements. All procurement
     perencanaan hingga pelaksanaan, dilakukan secara digital guna          stages, from planning to implementation, are conducted digitally
     menjamin transparansi dan akuntabilitas.                               to ensure transparency and accountability.

     Inisiatif tersebut diperkuat melalui integrasi penuh antara            This initiative is further strengthened through full integration
     Vendor Management System (VMS) dengan WISE/e-Proc,                     of the Vendor Management System (VMS) with WISE/e-Proc,
     sehingga tercipta ekosistem pengadaan yang terpadu. Selain             thereby creating an integrated procurement ecosystem. In
     itu, Perseroan juga memulai adopsi dan integrasi sistem WISE           addition, the Company has begun adopting and integrating
     dan VMS ke seluruh anak perusahaan dalam WIKA Group                    the WISE and VMS systems across all subsidiaries within WIKA
     sebagai bagian dari strategi standarisasi proses dan penguatan         Group as part of its strategy to standardize processes and
     tata kelola grup.                                                      strengthen group governance.

     Aplikasi e-Catalog yang berfungsi sebagai basis data sumber            The e-Catalog application, which functions as a resource
     daya juga telah dimanfaatkan secara optimal oleh anak                  database, has also been optimally utilized by subsidiaries.
     perusahaan. Untuk mendukung pengambilan keputusan                      To support data-driven decision-making, the Company has
     berbasis data, Perseroan menambahkan fitur database vendor             added a vendor database feature that enables comprehensive
     yang memungkinkan analisis dan pemetaan profil vendor                  analysis and mapping of vendor profiles within a single system.
     secara komprehensif dalam satu sistem.

2.   Penguatan Aspek ESG dalam Rantai Pasok                            2.   Strengthening ESG Aspects in the Supply Chain

     Komitmen Perseroan terhadap keberlanjutan diintegrasikan               The Company’s commitment to sustainability is directly
     langsung ke dalam proses pengadaan melalui penyelarasan                integrated into the procurement process through the
     kebijakan ESG. Hal ini dilakukan dengan penambahan                     alignment of ESG policies. This is implemented by adding ESG
     persyaratan dokumen serta pernyataan komitmen ESG pada                 documentation requirements and commitment statements
     platform registrasi VMS, sehingga setiap vendor memahami               to the VMS registration platform, ensuring that vendors
     dan menerapkan standar keberlanjutan Perseroan sejak tahap             understand and adopt the Company’s sustainability standards
     awal.                                                                  from the initial stage of engagement.

     Penguatan tata kelola juga diwujudkan melalui pelaksanaan              Governance strengthening is also carried out through the
     audit internal Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) di               implementation of internal audits of Anti-Bribery Management
     Divisi SCM. Selain itu, Divisi SCM telah melakukan pembaruan           System (SMAP) within the SCM Division. In addition, the SCM
     prosedur SCM sebanyak tiga kali guna memastikan kesesuaian             Division has updated SCM procedures three times to ensure
     dengan ketentuan, relevansi kebijakan, serta efektivitas               compliance with regulations, policy relevance, and operational
     operasional. Evaluasi Contractor & Quality Safety Management           effectiveness. The evaluation of Contractor & Quality Safety
     System (CQSMS) juga terus ditingkatkan, khususnya pada                 Management System (CQSMS) has also been enhanced,
     proses registrasi vendor, untuk memastikan mitra kerja                 particularly during the vendor registration process, to ensure
     memenuhi standar kualitas dan keselamatan yang ditetapkan.             that partners meet established quality and safety standards.




                                                                                                                   PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   179
Page 180
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




        3.   Keterlibatan Mitra dan Pengakuan Eksternal                           3.   Partner Engagement and External Recognition

             Perseroan meyakini bahwa kolaborasi dengan mitra merupakan                The Company believes that collaboration with partners is
             kunci dalam membangun rantai pasok yang berkelanjutan.                    essential in building a sustainable supply chain. For the first
             Untuk pertama kalinya, Perseroan menyelenggarakan Vendor                  time, the Company organized a Vendor Gathering focusing on
             Gathering dengan fokus pada keberlanjutan rantai pasok.                   supply chain sustainability. The event included discussions on
             Kegiatan ini diisi dengan diskusi mengenai pemasaran di                   marketing within WIKA ecosystem as a form of early vendor
             lingkungan WIKA sebagai bentuk early vendor involvement,                  involvement, as well as ESG Awareness sessions aimed at
             serta penyampaian materi ESG Awareness guna meningkatkan                  enhancing vendor partners’ understanding and capacity to
             pemahaman dan kapasitas mitra vendor dalam menerapkan                     implement sustainable business practices.
             praktik bisnis berkelanjutan.

             Atas komitmen tersebut, Divisi SCM Perseroan memperoleh                   In recognition of these commitments, the Company’s SCM
             apresiasi berupa Indonesia SDG’s Awards Platinum,                         Division received the Indonesia SDG’s Awards Platinum,
             yang    mencerminkan      keberhasilan   Perseroan dalam                  reflecting the Company’s success in integrating Sustainable
             mengintegrasikan prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan                 Development Goals (SDGs) principles into its supply chain
             (SDGs) ke dalam pengelolaan rantai pasok.                                 management.

             Sebagai langkah penguatan tata kelola pada aspek pengadaan,               As part of strengthening procurement governance, the
             Perseroan telah melakukan pengembangan aplikasi SCM yang                  Company has developed several SCM applications that will
             terdiri atas 3 (tiga) area aplikasi yang nantinya akan menjadi            eventually form the SCM Super Apps, consisting of following
             aplikasi Super Apps SCM yaitu:                                            platforms:
             a. WISE                                                                   a. WISE
                  Aplikasi WISE dikembangkan untuk mengakomodir                            WISE application was developed to accommodate data
                  integrasi data dengan SAP. Beberapa data yang telah                      integration with SAP. Several integrated data components
                  terintegrasi adalah, data Purchase requisition (PR), data                include Purchase Requisition (PR) and Purchase Order
                  Purchase Order (PO). WISE sendiri akan melakukan                         (PO) data. WISE will also undergo framework upgrades to
                  perubahan framework untuk mendukung kehandalan dan                       enhance data reliability and security in accordance with the
                  keamanan data sesuai instruksi pemangku sistem IT WIKA                   direction of WIKA’s IT system stakeholders (IT Division).
                  (IT DIVISION).
             b. VMS                                                                    b.   VMS
                  Aplikasi Vendor Management System memiliki tujuan                         Vendor Management System (VMS) application is
                  untuk memfasiltasi database vendor yang sangat penting                    designed to facilitate the vendor database, which plays
                  untuk jadi bagian program sustainability ke depan.                        a crucial role in the Company’s future sustainability
                  Kebutuhan akan master business partner (BP) SAP                           programs. The requirement for a master business partner
                  menjadi dasar agar transaksi PO kepada vendor. Sistem ini                 (BP) in SAP serves as the basis for PO transactions with
                  dilengkapi fitur pengelolaan Sertifikasi CQSMS, Ranking                   vendors. This system is equipped with features such
                  vendor, pengukuran kinerja Vendor (VPI) dan pengukuran                    as CQSMS certification management, vendor ranking,
                  kepuasan vendor (VSI).                                                    Vendor Performance Index (VPI) measurement, and
             c. eCATALOGUE                                                                  Vendor Satisfaction Index (VSI) measurement.
                  Aplikasi eCatalogue fokus pada pengelolaan master                    c.   e-CATALOGUE
                  sumber daya nasional WIKA yang terintegrasi dengan                        eCatalogue application focuses on managing WIKA’s
                  SAP. Selain itu semua database harga dari transaksi                       national resource master data integrated with SAP. In
                  PO terhubung dari WISE ke aplikasi ini sehingga dapat                     addition, all price databases from PO transactions are
                  menjadi bagian data yang dibutuhkan untuk proses tender                   connected from WISE to this application, making them a
                  atau pemenangan proyek ke Owner. Dilain itu fitur lainnya                 key data source for tender processes or project bidding
                  seperti eMarket dan Shouldcost model analytic menjadi                     to project owners. Other features, such as eMarket
                  fitur yang sangat menarik untuk digunakan dalam proses                    and Should-Cost Model analytics, also provide valuable
                  bisnis di WIKA.                                                           support for WIKA’s business processes.
             d. LCTS                                                                   d.   LCTS
                  Logistic Control Tower System dikembangkan untuk                          Logistic Control Tower System (LCTS) was developed
                  mengakomodir kebutuhan dan pengelolaan transportasi.                      to accommodate transportation management needs. All
                  Seluruh proyek akan membutuhkan transportasi untuk                        projects require transportation to move goods from the
                  memindahkan barangnya dari lokasi asal/vendor ke                          origin/vendor location to the destination site. One of the
                  lokasi tujuan. Live tracking adalah salah satu fitur yang                 key features, live tracking, helps stakeholders improve
                  dapat membantu stakeholder dalam peningkatan aspek                        visibility throughout the logistics process.
                  visibility-nya..
             e. SIM PABEAN                                                             e.   SIM PABEAN
                  Aplikasi SIM PABEAN dikembangkan untuk mengakomodir                       SIM PABEAN application was developed to support import
                  kebutuhan pelaku impor baik proyek NO JO maupun JO,                       activities for both Non-JO and JO projects, ensuring
                  hal ini diperlukan untuk menjaga ketaatan administrasi                    administrative compliance and proper bookkeeping in
                  dan pembukuan terkait kepatuhan undang-undang                             accordance with customs regulations. The application
                  kepabeanan. Selain itu aplikasi ini telah terintegrasi dengan             has also been integrated with the CEISA system of the
                  sistem CEISA Dirjen Bea Cukai.                                            Directorate General of Customs and Excise.




180   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 181
ANTI KORUPSI                                                       ANTI-CORRUPTION

OPERASI-OPERASI YANG DINILAI MEMILIKI RISIKO                       OPERATIONS ASSESSED AS HAVING CORRUPTION-
TERKAIT KORUPSI [GRI 205-1, IF-EN-510a.3]                          RELATED RISKS [GRI 205-1, IF-EN-510a.3]

Perseroan menyadari bahwa seluruh (100%) aktivitas                 The Company recognizes that all (100%) operational activities
operasional memiliki potensi terjadinya tindak korupsi.            carry potential risks of corruption. Based on preliminary
Berdasarkan identifikasi awal, fungsi dengan tingkat risiko        identification, function with the highest risk exposure
tertinggi terkait praktik korupsi, khususnya gratifikasi, berada   related to corrupt practices, particularly gratification, lies
pada fungsi pengadaan di seluruh unit kerja Kantor Pusat.          within the procurement function across all Head Office
Namun demikian, Perseroan belum melakukan asesmen                  work units. However, the Company has not yet conducted a
komprehensif atas risiko korupsi tersebut.                         comprehensive corruption risk assessment.

Sebagai langkah mitigasi, Perseroan secara konsisten               As a mitigation measure, the Company consistently follows
menindaklanjuti setiap indikasi risiko korupsi melalui             up on any indication of corruption risk through monitoring
pemantauan implementasi dan sosialisasi Sistem Manajemen           the implementation and socialization of Anti-Bribery
Anti Penyuapan (SMAP) kepada calon pemasok dan mitra               Management System (SMAP) to prospective suppliers and
kerja. Perseroan juga mewajibkan penandatanganan Komitmen          business partners. The Company also requires all prospective
Anti Penyuapan dan/atau Pakta Integritas bagi seluruh calon        suppliers to sign an Anti-Bribery Commitment and/or Integrity
pemasok serta menerapkan Larangan Benturan Kepentingan             Pact, and enforces the prohibition of conflict of interest as
sebagaimana diatur dalam Kebijakan Benturan Kepentingan            stipulated in the Conflict of Interest and Insider Trading Policy
dan Insider Trading No. Dok. WIKA-GCG-KP.01.01 No. Rev. 00         No. WIKA-GCG-KP.01.01 Rev. 00 dated August 29, 2025. In
tanggal 29 Agustus 2025. Selain itu, seluruh divisi diwajibkan     addition, all divisions are required to identify corruption risks
melakukan identifikasi risiko korupsi melalui pengisian Bribery    by completing the Bribery Risk & Opportunities Identification,
Risk & Opportunities Identification, Risk Evaluation and           Risk Evaluation and Determining Control (BRIRADC).
Determining Control (BRIRADC).

Untuk mengantisipasi dan mencegah potensi risiko tersebut,         To anticipate and prevent such risks, the Company
Perseroan meningkatkan efektivitas sistem pengendalian             continuously enhances the effectiveness of its internal
internal dan mengimplementasikan berbagai kebijakan,               control system and implements various policies, including
termasuk Kebijakan Anti Penyuapan, Pedoman dan                     Anti-Bribery Policy, Guidelines and Procedures for the Anti-
Prosedur Sistem Manajemen Anti Penyuapan, Instruksi Kerja          Bribery Management System, Whistleblowing System Work
Whistleblowing System, serta Pengendalian Gratifikasi. Secara      Instructions, and gratuity control mechanisms. On a periodic
berkala, Perseroan juga mewajibkan Dewan Komisaris, Direksi,       basis, the Company also requires Board of Commissioners,
dan seluruh pegawai untuk melakukan penandatanganan                Board of Directors, and all employees to sign an annual
Komitmen Kepatuhan terhadap Pedoman Etika dan Perilaku             compliance commitment to the Code of Conduct as well as an
(Code of Conduct) serta Pakta Integritas setiap tahun sebagai      Integrity Pact, reflecting the Company’s ongoing commitment
bentuk komitmen berkelanjutan terhadap budaya integritas           to fostering a culture of integrity and compliance. Furthermore,
dan kepatuhan. Di samping itu, selama tahun 2025, tidak            throughout 2025, none of the Company’s operational areas
terdapat wilayah operasional Perseroan yang berada di negara       were located in countries categorized as high corruption
dengan risiko korupsi tinggi sesuai peringkat 20 terendah          risk jurisdictions, defined as those ranked among the 20
dalam Transparency International’s Corruption Perception           lowest positions in Transparency International’s Corruption
Index (CPI).                                                       Perceptions Index (CPI).




                                                                                                           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   181
Page 182
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




      KOMUNIKASI DAN PELATIHAN TENTANG KEBIJAKAN                                    COMMUNICATION AND TRAINING ON ANTI-
      DAN PROSEDUR ANTI-KORUPSI [GRI 205-2]                                         CORRUPTION POLICIES AND PROCEDURES [GRI 205-2]

       Tabel Jumlah Dewan Komisaris, Direksi dan BOD-1 yang telah mengikuti sosialisasi dan pelatihan tentang Kebijakan
       dan Prosedur Anti-Korupsi
       Number of Board of Commissioners, Board of Directors and BOD-1 who have participated in socialization and training on
       Anti-Corruption Policies and Procedures


       Wilayah                                                         Kategori
                                                                       Category
                                                                                                         Jumlah                   Persentase
       Work Area

                                                  Dewan Komisaris
                                                                                                            6                        100%
                                                  Board of Commissioners
       Kantor Pusat (Jakarta)
                                                  Direktur
       Head Office (Jakarta)                                                                                5                        100%
                                                  Board of Directors

                                                  Senior Vice President/ Senior Manajemen                  13                        100%

                                                  Jumlah
                                                                                                           24                        100%
                                                  Total



       Tabel Sosialisasi Kebijakan Anti Korupsi Bagi Karyawan Berdasarkan Wilayah Kerja
       Socialization of Anti-Corruption Policy for Employees Based on Work Area


       Wilayah Kerja                                               Level Jabatan                    Jumlah Karyawan               Persentase
       Work Area                                                   Position Level                  Number of Employees            Percentage

                                                   Middle Manajemen                                        51

                                                   Junior Manajemen                                        67
       DOP                                                                                                                          27,57%
                                                   Supervisor                                              80

                                                   Staff                                                   179

                                                   Middle Manajemen                                        20

       Pusat                                       Junior Manajemen                                        50
                                                                                                                                    13,46%
       Head                                        Supervisor                                              45

                                                   Staff                                                   69

                                                   Senior Manajemen                                        20

                                                   Middle Manajemen                                        75
       Anak perusahaan                                                                                                              57,57%
                                                   Junior Manajemen                                        90
       Subsidiaries
                                                   Supervisor                                             250

                                                   Staff                                                   371

       Jumlah
                                                                                                          1.367                      100%
       Total



      Bagi mitra kerja, dalam proses pengadaan barang dan jasa,                     For business partners, in the procurement process of goods and
      penandatanganan Pakta Integritas juga diwajibkan bagi vendor                  services, the signing of an Integrity Pact is also mandatory for
      dan mitra usaha sebagai bagian dari upaya penerapan prinsip                   vendors and business partners as part of efforts to implement
      integritas dan transparansi. Kode Etik WIKA mengatur berbagai                 the principles of integrity and transparency. WIKA's Code of
      aspek strategis guna memastikan terselenggaranya praktik                      Conduct regulates various strategic aspects to ensure the
      bisnis yang transparan, berintegritas, dan bertanggung jawab,                 implementation of transparent, integrity-based, and responsible
      sekaligus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang                    business practices, while strengthening sustainable corporate
      berkelanjutan. Seluruh informasi terkait Kode Etik tersebut                   governance. All information related to the Code of Conduct has
      telah dipublikasikan dan dapat diakses oleh publik sebagai                    been published and is accessible to the public as a manifestation
      wujud komitmen WIKA terhadap penerapan prinsip tata kelola                    of WIKA's commitment to implementing the principles of good
      perusahaan yang baik dan berkelanjutan.                                       and sustainable corporate governance.




182   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 183
 Tabel Sosialisasi Kebijakan Anti Korupsi Bagi Mitra Kerja Berdasarkan Wilayah Kerja
 Socialization of Anti-Corruption Policy for Partners Based on Work Area

 Mitra Kerja                     Wilayah Kerja                                Jumlah                     Persentase
 Partners                        Work Area                                    Number                     Percentage

                                 Kantor Pusat
 Vendor                                                                        400                          100%
                                 Head Office




 Tabel Peserta Pelatihan SMAP Inhouse, Peserta Pelatihan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
 SMAP Inhouse Training Participants, Training Participants from the Corruption Eradication Commission (KPK)


 Wilayah                                         Tahun              Tetap               Alih Daya                  Total
 Area                                             Year            Permanent            Outsourcing

 Kantor Pusat
                                                 2025                28                     -                       28
 Head Office

 Kantor Pusat
                                                 2024                43                    3                        46
 Head Office

 Kantor Pusat
                                                 2023                50                     -                       50
 Head Office

 Kantor Pusat
                                                 2022                72                    9                        81
 Head Office

 Anak Perusahaan
                                                 2022                21                     -                       21
 Subsidiary

 Kantor Pusat
                                                 2021                27                    5                        32
 Head Office

 Anak Perusahaan
                                                 2021                 9                     -                       9
 Subsidiary

 Total Keseluruhan
                                                                                                                   267
 Total




INSIDEN KORUPSI YANG TERBUKTI DAN TINDAKAN                       PROVEN INCIDENTS OF CORRUPTION AND ACTIONS
YANG DIAMBIL [GRI 205-3, IF-EN-510a.2]                           TAKEN [GRI 205-3, IF-EN-510a.2]

Sampai dengan akhir tahun 2025, tidak terdapat Insiden           As of the end of 2025, there were no proven incidents of
korupsi yang terbukti. Oleh karenanya, tidak terdapat karyawan   corruption. Therefore, no employees were dismissed, no
yang diberhentikan, kontrak dengan mitra yang diakhiri, dan      contracts with partners were terminated, and no legal cases
kasus hukum terkait korupsi, sehingga tidak terdapat kerugian    related to corruption occurred. Consequently, there were
finansial sebagai akibat dari proses hukum terkait korupsi.      no financial losses incurred as a result of legal proceedings
                                                                 related to corruption.




                                                                                                       PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   183
Page 184
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




      Kinerja Lingkungan Hidup
      Environmental Performance


      ASPEK UMUM                                                              GENERAL ASPECT


      BIAYA LINGKUNGAN HIDUP [OJK F.4]                                        ENVIRONMENTAL COSTS [OJK F.4]

      Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, WIKA menyadari               In conducting its operational activities, WIKA recognizes that
      bahwa aktivitas perusahaan berpotensi menimbulkan dampak                the Company’s operations have the potential to generate
      terhadap lingkungan dan masyarakat apabila tidak dikelola               impacts on the environment and society if not properly
      dengan baik. Oleh karenanya, WIKA senantiasa melakukan                  managed. Therefore, WIKA continuously undertakes mitigation
      upaya mitigasi atas potensi dampak lingkungan. Hal ini                  efforts to address potential environmental impacts. This
      tercermin melalui biaya lingkungan hidup yang dikeluarkan               commitment is reflected in the environmental costs incurred
      Perseroan yang bertujuan sebagai upaya pencegahan atau                  by the Company, which are aimed at preventing or restoring
      pemulihan kerusakan lingkungan. Sepanjang tahun 2025,                   environmental damage. Throughout 2025, the Company
      Perseroan telah mengeluarkan biaya lingkungan hidup sebesar             incurred environmental costs amounting to Rp797,015,035,
      Rp797.015.035, dengan rincian sebagai berikut.                          with the details as follows.


       Tabel Rincian Biaya Lingkungan
       Details of Environmental Costs

                                                                                                                          (Dalam Rupiah Penuh)
                                                                                                                                (In Full Rupiah)

                Keterangan Program                                                                                     Biaya
       No
                Program Description                                                                                     Cost

                Program Penghijauan Lingkungan 6500 Pohon
         1.                                                                                                                     50.000.000
                Environmental Reforestation Program: 6,500 Trees

                Program Kolaborasi BUMN Reverse Osmosis- Batam
         2.                                                                                                                         6.991.760
                SOE Reverse Osmosis Collaboration Program - Batam

                Program Kolaborasi BUMN Budidaya Coral-Banyuwangi
         3.                                                                                                                     25.000.000
                SOE Coral Cultivation Collaboration Program - Banyuwangi

                Lindungi Hutan- Penanaman 220 Bibit Pohon Alpukat
         4.                                                                                                                      49.359.600
                Forest Protection - Planting 220 Avocado Tree Seedlings

                Program Kolaborasi WIKA Group Beach Cleaning- Serang
         5.                                                                                                                       24.730.275
                WIKA Group Beach Cleaning Collaboration Program - Serang

                Program 3.500 Bibit Pohon Mangrove- Tanggerang dan Mangunharjo Jawa Tengah
         6.                                                                                                                     144.333.400
                3,500 Mangrove Tree Seedlings Program - Tangerang and Mangunharjo, Central Java

                Program Pemilahan Sampah dan Budidaya Maggot-Kelurahan Cipinang Cempedak
         7.                                                                                                                     25.000.000
                Waste Sorting and Maggot Cultivation Program - Cipinang Cempedak Village

                Program Penanaman Pohon Durian Gulang Pongge
         8.                                                                                                                     75.000.000
                Gulang Pongge Durian Tree Planting Program

                Budidaya Hewan yang terancam Punah - Elang Jawa
         9.                                                                                                                     30.000.000
                Cultivation of Endangered Animals - Javan Hawk-Eagle

                Program Penanaman 4126 Bibit Pohon Produktif dan Penyerap Karbon di Seluruh Wilayah Operasi
                (Proyek) WIKA
        10.                                                                                                                    267.600.000
                Program for Planting 4,126 Productive and Carbon-Absorbing Tree Seedlings in All WIKA
                Operational Areas (Projects)

                Biaya Pengelolaan Limbah Gedung WIKA Tower
         11.                                                                                                                     99.600.000
                Waste Management Costs for WIKA Tower Building

                Total                                                                                                           797.015.035




184   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 185
ASPEK MATERIAL                                                   MATERIAL ASPECT

P E N G G U N A A N M AT E R I A L Y A N G R A M A H             USE OF ENVIRONMENTALLY FRIENDLY MATERIALS
LINGKUNGAN [OJK F.5]                                             [OJK F.5]


Komitmen WIKA dalam penggunaan material ramah                    WIKA’s commitment to the use of environmentally friendly
lingkungan tidak hanya sebatas pemenuhan regulasi yang           materials extends beyond mere regulatory compliance and
berlaku, tetapi juga sebagai wujud kontribusi nyata dalam        reflects the Company’s tangible contribution to safeguarding
menjaga keberlanjutan bumi; melalui pengembangan dan             environmental sustainability; through the development
penerapan praktik terbaik konstruksi berkelanjutan, WIKA         and implementation of sustainable construction best
berupaya menciptakan masa depan yang lebih hijau bagi            practices, WIKA strives to create a greener future for future
generasi mendatang, yang diperkuat dengan surat arahan           generations, which is reinforced by a Board of Directors
Direksi terkait Panduan Implementasi Tata Kelola Berbasis ESG    directive regarding the Guidelines for Implementing ESG-
di Proyek WIKA yang mewajibkan seluruh proyek melaksanakan       Based Governance in WIKA Projects, requires all projects
lima program utama jangka pendek, yaitu penggunaan               to implement five key short-term programs: the use of
sistem modular pada bangunan sementara, reboisasi pohon          modular systems for temporary buildings, tree reforestation
di area pembangunan, penggunaan motor listrik dalam              in development areas, the use of electric motorcycles in
operasional proyek, pelarangan penebangan pohon di luar area     project operations, a prohibition on tree cutting outside
pembangunan, dan pemanfaatan panel surya photovoltaic,           the development area, and the utilization of photovoltaic
serta penggunaan material ramah lingkungan sebagaimana           solar panels, as well as the use of environmentally friendly
dijabarkan berikut:                                              materials as described below:
1. Penggunaan semen ramah lingkungan, seperti:                   1. The use of environmentally friendly cement, including:
     a. Semen hidraulis untuk konstruksi umum.                        a. Hydraulic cement for general construction.
     b. Semen portland slag untuk pembangunan mega                    b. Portland slag cement for mega projects such as high-
         proyek, seperti high rise building, fly over, dan                rise buildings, flyovers, and underground tunnels.
         terowongan bawah tanah.
     c. Semen portland komposit (PCC) untuk konstruksi                c. Portland composite cement (PCC) for general
         beton umum (jalan, drainase), tanggul, dan                      concrete construction such as roads, drainage,
         stabilisasi tanah.                                              embankments, and soil stabilization.
     d. Semen portland pozzolan (PPC) untuk konstruksi                d. Portland pozzolan cement (PPC) for building, bridge,
         gedung, jembatan, dan dermaga.                                  and pier construction.
2. Green concrete product, yang terdiri dari:                    2.   Green concrete products, consisting of:
     a. Low carbon concrete                                           a. Low carbon concrete
     b. Self-compacted concrete                                       b. Self-compacted concrete
     c. Geopolymer concrete                                           c. Geopolymer concrete
     d. Porous concrete                                               d. Porous concrete

WIKA memilih untuk menggunakan jenis semen yang memiliki         WIKA prioritizes the use of cement types with lower
dampak lingkungan lebih rendah tanpa mengorbankan kualitas       environmental impacts without compromising construction
konstruksi, dengan menerapkan berbagai tipe sesuai kebutuhan     quality by applying different types according to project
proyek, antara lain: semen hidraulis untuk konstruksi umum,      requirements. These include hydraulic cement for general
semen portland slag untuk proyek besar seperti gedung tinggi,    construction, portland slag cement for large-scale projects
fly over, dan terowongan bawah tanah, serta semen portland       such as high-rise buildings, flyovers, and underground tunnels,
komposit (PCC) untuk berbagai keperluan konstruksi beton         and portland composite cement (PCC) for various general
umum seperti jalan, drainase, tanggul, dan stabilisasi tanah;    concrete construction needs such as roads, drainage systems,
selain itu, semen portland pozzolan (PPC) juga menjadi pilihan   embankments, and soil stabilization. In addition, portland
utama WIKA untuk pembangunan gedung, jembatan, dan               pozzolan cement (PPC) is also widely used by WIKA for the
dermaga, sehingga melalui pemilihan jenis semen yang tepat,      construction of buildings, bridges, and piers. Through the
setiap proyek konstruksi yang dijalankan dapat memberikan        appropriate selection of cement types, each construction
kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.                      project undertaken is expected to provide a positive
                                                                 contribution to the surrounding environment.




                                                                                                        PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   185
Page 186
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




      WIKA juga turut aktif dalam pengembangan green concrete             WIKA is also actively involved in the development of green
      product, yang merupakan inovasi terbaru dalam industri              concrete products, which represent a recent innovation in
      konstruksi berkelanjutan. Produk ini mencakup berbagai jenis        sustainable construction industry. These products include
      beton ramah lingkungan, seperti low carbon concrete, self-          various types of environmentally friendly concrete such as
      compacted concrete, geopolymer concrete, dan porous                 low carbon concrete, self-compacted concrete, geopolymer
      concrete. Melalui pemanfaatan teknologi ini, WIKA berupaya          concrete, and porous concrete. Through the application of
      untuk mengurangi jejak karbon dari setiap proyek konstruksi         these technologies, WIKA aims to reduce the carbon footprint
      kami serta meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan material        of its construction projects while improving the efficiency
      yang digunakan.                                                     and sustainability of the materials used.

      Adapun material ramah lingkungan lainnya yang digunakan             WIKA also utilizes environmentally friendly materials to support
      dalam menunjang aktivitas bisnis di kantor pusat, WIKA              operational activities at the Head Office. The Company
      menggunakan refrigerant non chlorofluorocarbons (CFCs)              uses refrigerants that do not contain chlorofluorocarbons
      sebagai alat pendingin ruangan (air conditioner) dan                (CFCs) for air conditioning systems and fire extinguishers
      penggunaan alat pemadam kebakaran yang memiliki nilai Ozon          with low Ozone Depleting Potential (ODP) values of less
      Depleting Potential (ODP) kecil atau kurang dari 1 (<1). Untuk      than 1 (<1). For lighting systems, WIKA uses mercury-free
      alat penerangan, WIKA juga menggunakan lampu yang tidak             lamps and ceilings or partitions that do not contain asbestos.
      mengandung merkuri, menggunakan plafond atau partisi yang           WIKA has also implemented the We Office platform as a
      tidak mengandung asbes toast. WIKA juga telah menggunakan           correspondence medium to support paperless operations
      platform We Office yang digunakan sebagai media surat               and reduce paper usage.
      menyurat yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan
      kertas (paperless).

      Di sisi lain, dalam menunjang aktivitas operasional Direksi,        In supporting the operational activities of Board of Directors,
      WIKA telah menggunakan mobil listrik sebanyak 5 (lima) unit.        WIKA has deployed five electric vehicles. Meanwhile, for
      Sedangkan untuk keperluan operasional proyek, WIKA telah            project operational activities, the Company has implemented
      menerapkan penggunaan motor listrik (Gesits) sebanyak               the use of 65 electric motorcycles (Gesits). For all materials
      65 unit. Seluruh material yang digunakan untuk menunjang            used in operational activities, WIKA emphasizes the use of
      aktivitas operasional, WIKA menekankan untuk menggunakan            materials that meet Indonesian National Standards (green
      material yang telah memiliki Standar Nasional Indonesia             materials), are ISO-certified or ecolabel-certified, and the
      (green material), bersertifikasi ISO atau ecolabel, serta telah     Company has also installed a Solar Power Plant (PLTS) at
      menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada             WIKA Tower II.
      WIKA Tower II.

      ASPEK ENERGI                                                        ENERGY ASPECT

      JUMLAH DAN INTENSITAS ENERGI YANG                                   TOTAL AND INTENSITY OF ENERGY CONSUMPTION
      DIGUNAKAN [OJK F.6, GRI 302-1, 302-2, 302-3, CRE1]                  [OJK F.6, GRI 302-1, 302-2, 302-3, CRE1]


      Dalam menunjang seluruh aktivitas operasionalnya, WIKA              In supporting all of its operational activities, WIKA consistently
      senantiasa memanfaatkan 2 (dua) sumber energi utama                 utilizes two main energy sources, namely electricity and
      yaitu listrik dan BBM (Bahan Bakar Minyak). Perseroan tidak         fuel oil. The Company does not consume or sell heaters,
      mengkonsumsi maupun menjual pemanas, pendingin, dan uap,            coolers, and steam, nor does it sell electrical energy. The
      serta tidak menjual energi listrik. Energi listrik yang digunakan   electrical energy used is supplied by PLN and measured in
      merupakan energi yang dipasok dari PLN yang diukur                  kWh throughout the Company's operational areas. Meanwhile,
      menggunakan satuan kWh di seluruh wilayah operasional               petroleum is measured using liters from the use of diesel kWh
      Perseroan. Sedangkan BBM, diukur dengan menggunakan                 throughout the Company's operational areas. All data from
      satuan liter dari penggunaan solar kWh di seluruh wilayah           various WIKA operational areas is collected through monthly
      operasional Perseroan. Seluruh data yang berasal dari berbagai      K3L reports. The Company has also used renewable energy
      wilayah operasional WIKA, dikumpulkan melalui laporan               in the form of solar panels at its head office, amounting to
      bulanan K3L. Perseroan juga telah menggunakan energi                24,020 kWh.
      terbarukan dalam bentuk solar panel di kantor pusat sebesar
      24.020 kWh.




186   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 187
Penggunaan energi listrik dan BBM (untuk seluruh kebutuhan                             The use of electrical energy and fuel (for all operational needs
di dalam operasional organisasi WIKA) mencakup seluruh                                 within the WIKA organization) covers all of the Company's
wilayah operasional Perseroan yang meliputi INFRA 1,                                   operational areas, including INFRA 1, INFRA 2 & BUILDING,
INFRA 2 & BUILDING, EPCC dan AMD (yang juga mencakup                                   EPCC, and AMD (which also includes management of the
pengelolaan Kantor Pusat) selama tahun 2025. Sedangkan                                 Head Office) during 2025. Meanwhile, energy use in 2024
penggunaan energi di tahun 2024 merupakan penggunaan                                   consists of energy from INFRA 1, INFRA 2, BOVRS, EPCC, and
energi yang berasal dari INFRA 1, INFRA 2, BOVRS, EPCC                                 AMD (which also includes management of the Head Office).
dan AMD (yang juga mencakup pengelolaan Kantor Pusat).                                 Energy intensity stems from the use of electricity and fuel
Intensitas penggunaan energi berasal dari penggunaan listrik                           within the Company. Energy use at WIKA is as follows.
dan BBM di dalam Perseroan. Penggunaan energi di WIKA
sebagai berikut.
 Tabel Penggunaan Energi di dalam Perseroan
 Energy Consumption within the Company

 Jenis Energi                                           Satuan
                                                                                              2025                         2024                        2023
 Type of Energy                                         Unit

 Listrik                                                kWh                                        8.722.809                  13.543.665                    7.678.321
 Electricity                                            Gigajoule                                   31.402,11                   48.757,19                   27.641,96

 BBM                                                    Liter                                     10.139.461                  11.348.847                   11.753.588
 Fuel                                                   Gigajoule                                346.769,57                   388.130,56                   401.972,71

 Total                                                  Gigajoule                                 378.171,68                 436.887,75                   429.614,67

 Pendapatan                                             Dalam Miliar Rupiah
                                                                                                   13.325,49                    19.242,73                   22.532,00
 Revenue                                                In Billions of Rupiah

 Total Karyawan                                         Orang
                                                                                                        3.566                        4.921                       6.493
 Total Employees                                        Person

 Intensitas Pemakaian Energi/Ton
                                                        Gigajoules/Ton                                  33,06                        4,20                         7,01
 Energy Consumption Intensity/Ton

                                                        Gigajoules/
 Intensitas Pemakaian Energi/Pendapatan                 Miliar Rupiah
                                                                                                        28,38                       21,94                        19,07
 Energy Consumption Intensity/Revenue                   Gigajoules/
                                                        Billion Rupiah

 Intensitas Pemakaian Energi/Karyawan                   Gigajoules/ Orang
                                                                                                      106,05                        88,78                        66,17
 Intensity/Employee                                     Gigajoules/Person
 Keterangan:                                                                         Note:
 1.   Konversi kWh ke gigajoule menggunakan:                                         1.  Convert kWh to gigajoules using:
      https://convertlive.com/id/u/mengkonversi/kilowatt-jam/ke/gigajoules#8722809       https://convertlive.com/id/u/mengkonversi/kilowatt-jam/ke/gigajoules#8722809
 2.   Konversi Liter ke Gigajoule menggunakan:                                       2.  Convert liters to gigajoules using:
      https://hextobinary.com/unit/energy/from/gasoline/to/gigajoule                     https://hextobinary.com/unit/energy/from/gasoline/to/gigajoule




Perseroan juga telah melakukan pengukuran terhadap                                     The Company has also measured energy consumption
konsumsi energi yang bersumber dari bahan bakar pesawat                                from aircraft fuel used for employee business travel. These
udara yang digunakan dalam rangka perjalanan dinas karyawan.                           calculations were performed using a carbon calculator
Perhitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan                                      provided by the International Civil Aviation Organization
kalkulator karbon yang disediakan oleh International Civil                             (ICAO), based on the flight route from the departure city
Aviation Organization (ICAO) atau Asosiasi Penerbangan                                 to the destination city. The details of energy consumption
Sipil Internasional, dengan dasar perhitungan berupa rute                              outside the Company's operational scope are as follows.
penerbangan dari kota keberangkatan hingga kota tujuan.
Adapun rincian penggunaan energi yang berada di luar lingkup
operasional Perseroan adalah sebagai berikut.




                                                                                                                                          PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   187
Page 188
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       Tabel Penggunaan Energi di luar Organisasi
       Energy Consumption Outside the Organization

       Jenis Energi                                                                                            Satuan
       Type of Energy                                                                                                                     2025
                                                                                                                Unit

                                                                                                                Kali
                                                                                                                                                         34
       Perjalanan Dinas Direksi Perseroan                                                                      Times
       Directors' Business Trip
                                                                                                                 Ton                                 127,507

       Total                                                                                                 Gigajoule                               533,49




      Dalam menjalankan aktivitas operasionalnya, Perseroan juga                              In carrying out its operational activities, the Company has
      telah berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan                                  also contributed to sustainable development by using solar
      dengan menggunakan panel surya untuk mengurangi                                         panels to reduce electricity consumption at project sites
      penggunaan listrik di lokasi proyek dan kantor pusat.                                   and its headquarters. Measurements based on the size of
      Pengukuran berdasarkan besaran panel surya yang digunakan                               the solar panels used resulted in a total electricity output of
      sehingga menghasilkan listrik sebesar 134.638,02 kWh.                                   134,638.02 kWh.


       Penggunaan Panel Surya
       Use of Solar Panels

       Keterangan                                                                                              Satuan
       Description                                                                                              Unit
                                                                                                                                          2025

       Lokasi Proyek
                                                                                                                kWh                               110.618,02
       Project Location

       Kantor Pusat
                                                                                                                kWh                                  24.020
       Head Office

                                                                                                                kWh                              134.638,02
       Total
                                                                                                             Gigajoule                                484,7
       Keterangan:
       Konversi kWh ke gigajoule menggunakan: https://convertlive.com/id/u/mengkonversi/kilowatt-jam/ke/gigajoules#8722809
       Note:
       Convert kWh to gigajoules using: https://convertlive.com/id/u/mengkonversi/kilowatt-jam/ke/gigajoules#8722809




      UPAYA DAN PENCAPAIAN EFISIENSI ENERGI DAN                                               EFFORTS AND ACHIEVEMENTS OF ENERGY
      PENGGUNAAN ENERGI TERBARUKAN [OJK F.7, F.12,                                            EFFICIENCY AND RENEWABLE ENERGY USE [OJK
      302-4, 302-5]                                                                           F.7, F.12, 302-4, 302-5]


      Perseroan memahami bahwa seluruh kegiatan usaha yang                                    The Company is fully aware that all business activities are
      dijalankan memiliki keterkaitan langsung dengan aspek                                   directly related to environmental aspects, which in their
      lingkungan hidup, yang dalam pelaksanaannya berpotensi                                  implementation have the potential to impact the environment,
      menimbulkan dampak terhadap lingkungan, terutama sebagai                                particularly as a consequence of energy use in supporting
      konsekuensi dari penggunaan energi dalam mendukung proses                               development and operational processes. Nevertheless, the
      pembangunan dan operasional. Meskipun demikian, Perseroan                               Company remains committed to continuously striving to
      tetap berkomitmen untuk senantiasa mengupayakan                                         apply energy efficiency principles in all business activities.
      penerapan prinsip efisiensi energi dalam setiap aktivitas                               This commitment is realized through a variety of energy-
      bisnis yang dilakukan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui                             saving measures and initiatives consistently implemented
      berbagai langkah dan inisiatif penghematan energi yang secara                           in the company's operations, including:
      konsisten diterapkan dalam operasional perusahaan, antara
      lain meliputi:




188   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 189
 Wilayah Kerja                                                           Upaya Efisiensi
 Work Area                                                              Efficiency Efforts

                    Penghematan tenaga listrik melalui sistem tata udara:
                    1. Menggunakan AC hemat energi dengan teknologi inverter
                    2. Mematikan AC apabila tidak digunakan
                    3. Mengatur suhu dan kelembaban sesuai dengan SNI yaitu ruang kerja berkisar antara 24 °C sampai 27 °C dengan
                       kelembaban relatif antara 55% sampai 65% dan ruang koridor antara 27 °C sampai 30 °C dengan kelembaban 50% sampai
                       70%
                    4. Melakukan perawatan berkala sesuai dengan panduan pabrikan
                    5. Perseroan telah menggunakan energi terbarukan dalam bentuk solar panel di kantor pusat sebesar 24.020 kWh.
                    Penghematan energi dari segi sistem tata cahaya:
                    1. Menggunakan lampu hemat energi
                    2. Mengurangi penggunaan lampu hias (aksesoris)
                    3. Mengatur daya listrik maksimum untuk pencahayaan sesuai SNI yaitu 13 watt/m2 (ruang resepsionis), 12 watt/m2 (ruang
                       kerja, ruang rapat, ruang arsip), 6 watt (gudang arsip) dan 4 watt/m2 (ruang tangga darurat dan tempat parkir)
                    4. Mematikan lampu ruangan jika sudah tidak digunakan
                    5. Memanfaatkan cahaya alami pada siang hari dengan membuka tirai jendela
                    Penghematan energi dari segi peralatan pendukung:
                    1. Mematikan komputer jika akan meninggalkan ruang kerja lebih dari 30 menit
                    2. Mematikan printer jika tidak digunakan
                    3. Menggunakan mesin fotokopi yang memiliki mode standby dengan konsumsi tenaga listrik rendah
 Kantor Pusat       4. Menyalakan peralatan water heater dan dispenser beberapa menit sebelum digunakan dan dimatikan setelah selesai digunakan
 Head Office        Energy savings through air conditioning systems:
                    1. Using energy-efficient air conditioners with inverter technology
                    2. Turning off the air conditioner when not in use
                    3. Regulating temperature and humidity in accordance with Indonesian National Standards (SNI), namely, workspaces
                       should be between 24°C and 27°C with a relative humidity of 55% to 65%, and corridors should be between 27°C and
                       30°C with a relative humidity of 50% to 70%
                    4. Conducting regular maintenance in accordance with manufacturer guidelines
                    5. The Company has used renewable energy in the form of solar panels at its head office, generating 24,020 kWh.
                    Energy savings in terms of lighting systems:
                    1. Use energy-efficient lamps
                    2. Reduce the use of decorative lights (accessories)
                    3. Set the maximum power consumption for lighting according to SNI, namely 13 watts/m2 (reception area), 12 watts/m2
                       (work space, meeting room, archives), 6 watts (archives warehouse), and 4 watts/m2 (emergency stairs and parking area).
                    4. Turn off room lights when not in use.
                    5. Utilize natural light during the day by opening window blinds.
                    Energy savings in terms of supporting equipment:
                    1. Turn off the computer if leaving the work area for more than 30 minutes.
                    2. Turn off the printer when not in use.
                    3. Use a photocopier with a low-power standby mode.
                    4. Turn on water heaters and dispensers a few minutes before use and turn them off after use.
                    Melaksanakan earth hour di seluruh lokasi proyek
                    1. Penggunaan motor Gesits (motor listrik) di seluruh proyek WIKA sesuai dengan Surat Edaran Nomor SE.01/A.DIR.00645/2022.
                    2. Mematikan lampu dan alat elektronik saat tidak digunakan
                    3. Pemanfaatan virtual meeting
                    4. Pemantauan lingkungan berkala
                    5. Kampanye hemat energi melalui sosialisasi, pemasangan sticker, flyer, dan poster
 Lokasi Proyek
 Project Location   Implementing Earth Hour at all project locations
                    1. Using Gesits motorcycles (electric motorcycles) at all WIKA projects in accordance with Circular Letter Number SE.01/A.
                       DIR.00645/2022.
                    2. Turning off lights and electronic devices when not in use
                    3. Utilizing virtual meetings
                    4. Regular environmental monitoring
                    5. Energy saving campaigns through outreach, sticker, flyer, and poster placement


Di tahun 2025, Perseroan belum menetapkan base year                      In 2025, the Company had not yet established a baseyear for
atas penggunaan energi. Hal ini dikarenakan di tahun 2025,               energy consumption. This is because, in 2025, the Company
Perseroan masih dalam tahap pengembangan yang diharapkan                 was still in the development stage, with the expectation that
bisa lebih luas lagi cakupannya dalam periode mendatang.                 the scope of measurement will expand further in the coming
Namun demikian, dalam mengukur peningkatan atau                          periods. Nevertheless, in measuring increases or decreases
penurunan penggunaan energi, Perseroan membandingkan                     in energy consumption, the Company compares the data
dengan tahun sebelumnya.                                                 with the previous year.

Perseroan mengukur pengurangan penggunaan energi di                      The Company measures the reduction in energy consumption
tahun 2025 dengan membandingkan penggunaan energi di                     in 2025 by comparing with energy consumption in 2024. As a
tahun 2024. Atas upaya efisiensi yang dilakukan, sepanjang               result of the efficiency efforts carried out, throughout 2025
tahun 2025 Perseroan berhasil menurunkan total penggunaan                the Company successfully reduced total energy consumption
energi yang berasal dari penggunaan BBM dan listrik menjadi              from fuel and electricity to 378,171.68 gigajoules, a decrease
sebesar 378.171,68 gigajoule menurun dibandingkan tahun                  compared to 436,887.75 gigajoules in 2024. However, in 2025
2024 yang sebesar 436.887,75 gigajoule. Namun, di tahun                  there was no reduction in the energy required from products
2025 tidak terdapat pengurangan energi yang dibutuhkan                   and services sold.
dari produk dan jasa terjual.



                                                                                                                      PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   189
Page 190
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




      ASPEK AIR                                                            WATER ASPECT

      PENGGUNAAN AIR [OJK F.8, CRE2]                                       WATER CONSUMPTION [OJK F.8, CRE2]

      Air merupakan salah satu sumber daya bersama yang                    Water is one of the shared resources utilized by the Company
      digunakan Perseroan dalam menunjang aktivitas bisnisnya. Air         to support its business activities. The water used includes
      yang digunakan yaitu air yang berasal dari pihak ketiga (PDAM),      water sourced from third parties (PDAM), groundwater, and
      air bawah tanah, dan air permukaan untuk kantor pusat dan air        surface water for the Head Office, as well as groundwater to
      bawah tanah untuk menunjang aktivitas operasional di lokasi          support operational activities at project locations, all of which
      proyek yang dapat dikategorikan sebagai air tawar. Salah satu        can be categorized as freshwater. One of the environmental
      isu lingkungan terkait sumber daya air yaitu keterbatasan air        issues related to water resources is water scarcity, which may
      yang dapat berdampak pada kekurangan air di sekitar wilayah          lead to water shortages in surrounding operational areas if
      operasional apabila penggunaannya terlalu berlebihan. Oleh           usage is excessive. Therefore, to address potential impacts
      karenanya, untuk mengatasi potensi dampak terkait air,               related to water resources, the Company continuously strives
      Perseroan terus berupaya untuk melakukan penghematan                 to reduce clean water consumption.
      penggunaan air bersih.

      Perseroan berkomitmen untuk melakukan penghematan                    The Company is committed to conserving water usage as a
      penggunaan air bersih sebagai wujud kepatuhan terhadap               form of compliance with the Governor of DKI Jakarta Decree
      KepGub DKI Jakarta Nomor 614 Tahun 2014, Nomor 156 Tahun             No. 614 of 2014, No. 156 of 2012 concerning energy and water
      2012 tentang penghematan energi dan air, dan Nomor 38 Tahun          conservation, and No. 38 of 2013 concerning green building
      2013 tentang konsep bangunan hijau, pemasangan rambu                 concept. These efforts include installing water conservation
      hemat air, sosialisasi kepada seluruh karyawan di kantor pusat       signage, conducting awareness campaigns for all employees
      maupun di lokasi proyek untuk melaksanakan penghematan               at the Head Office and project locations to encourage water
      air, serta merawat ground water tank sebanyak satu buah.             conservation, and maintaining one ground water tank. Water
      Upaya penghematan air juga disosialisasikan melalui kampanye         conservation initiatives are also promoted through campaigns
      berupa stiker yang berisikan ajakan untuk melakukan hemat            using stickers encouraging water-saving practices placed in
      air pada setiap toilet. Perseroan juga melakukan penghematan         every restroom. The Company also conserves clean water
      penggunaan air bersih yaitu dengan memanfaatkan recycling            by utilizing recycled water from the Sewage Treatment
      Sewage Treatment Plan (STP) untuk flushing toilet dan siram          Plant (STP) for toilet flushing and garden irrigation, installing
      taman air, penggunaan sensor otomatis pada keran wastafel            automatic sensors on sink faucets and urinals, and using 100%
      dan urinal, penggunaan 100% air PDAM di lokasi kantor pusat.         PDAM water at the Head Office.

      Berdasarkan kebijakan atas penghematan air, maka Perseroan           Based on the water conservation policy, the Company has
      telah menetapkan target penghematan air di proyek yang               set a water-saving target for project sites of 1,500 liters per
      ditargetkan sebesar 1.500 liter/orang/bulan, dan terealisasi         person per month, with an actual realization of 842.8 liters
      sebesar 842,8 liter/orang/bulan. Pencapaian tersebut didukung        per person per month. This achievement was supported by
      oleh adanya penurunan penggunaan air di seluruh wilayah              a reduction in water consumption across all project areas,
      proyek sehingga, secara keseluruhan Perseroan mampu                  enabling the Company to achieve overall water savings of
      mencapai penghematan air sebesar 43%. Target terkait air             43%. The water-related targets established by the Company
      yang ditetapkan Perseroan juga bertujuan untuk mengelola             also aim to manage water usage and prevent negative
      penggunaan air dan menghindari dampak negatif terkait air            water-related impacts across all operational areas. All water
      di seluruh wilayah operasional Perseroan. Air yang diambil           withdrawn is fully consumed by the Company.
      seluruhnya merupakan air yang dikonsumsi oleh Perseroan.

      Selama tahun 2025, Perseroan tidak mengkonsumsi air yang             During 2025, the Company did not consume water from
      berasal dari wilayah water stress dan air yang berasal dari sungai   water-stressed areas nor from river sources (freshwater
      (freshwater atau air permukaan). Di samping itu, Perseroan juga      or surface water). In addition, the Company did not make
      tidak melakukan perubahan tempat penyimpanan air, sehingga           any changes to water storage locations, thus causing no
      tidak berdampak negatif terhadap lingkungan. Penarikan air           negative environmental impacts. Water withdrawal at the
      diukur dengan menggunakan meteran PDAM untuk di kantor               Head Office is measured using PDAM meters, while project
      pusat, dan menggunakan flow meter di setiap pompa air di             locations use flow meters installed on each water pump. The
      lokasi proyek. Hasil pengukuran penggunaan air dengan satuan         measurement results are initially recorded in cubic meters
      meter kubik, lalu dikonversi ke dalam megaliter. Di tahun 2025,      and then converted into megaliters. In 2025, the Company
      Perseroan telah melakukan pengukuran penggunaan air dengan           carried out a more comprehensive and integrated method




190   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 191
metode yang menjadi lebih komprehensif dan terintegrasi.                for measuring water consumption. This new method enables
Metode baru ini memungkinkan pemantauan yang lebih akurat,              more accurate monitoring, systematic documentation, and
terdokumentasi secara sistematis, serta meningkatkan tingkat            improves the validity and reliability of the resulting data. The
validitas dan keandalan data yang dihasilkan. Jumlah air yang           total volume of water withdrawn is equal to the total volume
diambil, secara keseluruhan juga sama dengan jumlah air yang            of water consumed. The Company’s water consumption at
digunakan. Adapun konsumsi air di kantor pusat dan lokasi               the Head Office and project locations is presented as follows.
proyek Perseroan adalah sebagai berikut.


 Tabel Air yang Diambil dan Dikonsumsi
 Water Withdrawn and Consumed

                                                                                                                               (In Megaliters)
                                                                                                                               (In Megaliters)


 Sumber
                                                      2025                                2024                         2023
 Source

 Air dari Pihak Ketiga
                                                                   54,113                              16,188                         16,071
 Third-Party Water

 Air Bawah Tanah
                                                                    16,35                        13.645,975                     11.308,610
 Groundwater

 Air Permukaan
                                                                 1.114,82                                   -                               -
 Surface Water

 Jumlah
                                                                1.185,28                         13.662,163                     11.324,681
 Total

 Jumlah Karyawan (orang)
                                                                   3.566                                4.921                         6.493
 Number of Employees (person)

 Intensitas Penggunaan Air/Orang
                                                                    0,33                                2,78                            1,74
 Water Usage Intensity/Person




 Tabel Air yang Diambil dan Dikonsumsi Berdasarkan Wilayah Kerja
 Water Withdrawn and Consumed by Work Area

                                                                                                                            (Dalam Megaliter)
                                                                                                                               (In Megaliters)

 Wilayah Kerja
                                                    2025                           2024                            2023
 Work Area

 Lokasi Proyek
                                                             1.174,55                     13.645,975                              11.308,61
 Project Location

 Kantor Pusat
                                                              10,733                          16,188                                  16,071
 Head Office

 Jumlah Konsumsi Air
                                                             1.185,28                     13.662,163                            11.324,681
 Water Consumption


PEMBUANGAN AIR                                                          WATER DISPOSAL

Hingga saat ini, Perseroan masih memanfaatkan air yang                  Currently, the Company still utilizes water supplied by a
disuplai oleh pihak ketiga (PDAM) untuk kebutuhan kantor                third party (PDAM) for its head office needs. For operational
pusat, sementara untuk kegiatan operasional di lokasi proyek,           activities at the project site, the Company uses a combination
Perseroan menggunakan kombinasi air tanah, air hujan, dan air           of groundwater, rainwater, and surface water. PDAM water
permukaan. Penggunaan air PDAM dialokasikan khusus untuk                is allocated specifically for WIKA Tower 1 and WIKA Tower 2.
WIKA Tower 1 dan WIKA Tower 2. Air yang tersedia di masing-             The water available in each of these towers is used for various
masing tower ini digunakan untuk berbagai keperluan, antara             purposes, including the mosque or prayer room, sinks, toilets,
lain masjid atau mushola, wastafel, toilet, kegiatan kebersihan,        cleaning activities, firefighting, and the kitchen or cafeteria.
pemadam kebakaran, serta dapur atau kantin.




                                                                                                                PT Wijaya Karya (Persero) Tbk    191
Page 192
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




                                                      17,846 m3/hari                                             29,743 m3/hari
                                                      17.846 m3/day                                              29.743 m3/day
                                                                                  STP Greywater                                        Masjid/Mushola
                                  Saluran Kota                                 Kapasitas 35 m3/hari                                     5,516 m3/hari
                                   City Canals                                STP Greywater Capacity                                   Mosque/Mushola
                                                                                    35 m3/day                                           5.516 m3/day

                                                        %40 Air Limbah                                 %40 Wastewater

                                                                                                                                    Wastafel 9,232 m3/hari
                                                                                                                                     Sink 9.232 m3/day
                                                                                         Recycling



                                                                                                                                     Toilet 10,314 m3/hari
                                                                                                                                     Toilets 10.314 m3/day

                                                                                                       Siram Taman 3,000
                                                                      Flushing                               m3/hari
                                                                8,897 m3/hari | m3/day                 Flush Planting 3.000       Kebersihan Gedung 4,681
                                                                                                              m3/day                       m3/hari
                                                                                                                                  Building Cleanliness 4.681
                                                                                                                                           m3/day

                                                       8,897 m3/hari          8.897 m3/day       3,000 m3/hari
                                                                                                 3.000 m3/day
                                                                                                                                  Pemadam Kebakaran 2,865
                                                                                                                     Menguap                m3/hari
                                           14,415 m3/hari
                                                                                                                     Vaporizing   Fire Extinguisher 2.865 m3/
                                                                                                                                              day
                                           14.415 m3/day

                                                            STP Blackwater Kapasitas                       Meresap ke
                            Saluran Kota                            45 m3/hari                                Tanah
                             City Canals                     STP Blackwater Capacity                       Soaking into           Dapur/Kantin 5,518 m3/hari
                                                                    45 m3/day                                the Soil             Kitchen/Canteen 5.518 m3/
                                                                                                                                            day




      Dalam pengelolaan pembuangan air di kantor pusat, Perseroan                             In managing wastewater at the head office, the Company
      mengacu pada standar Baku Mutu Air Limbah sebagaimana                                   adheres to the Wastewater Quality Standards stipulated
      diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan                           in the Minister of Environment and Forestry Regulation
      Nomor 68 Tahun 2016, yang menekankan bahwa limbah air                                   Number 68 of 2016, which emphasizes that wastewater must
      harus memenuhi baku mutu sebelum dibuang ke badan air.                                  meet quality standards before being discharged into water
      Air limbah yang telah digunakan di kantor pusat dialirkan ke                            bodies. Wastewater used at the head office is channeled to
      Sewage Treatment Plant (STP) milik Perseroan, di mana kemudian                          the Company's Sewage Treatment Plant (STP), where it is
      dilakukan proses daur ulang. Air hasil daur ulang tersebut                              then recycled. The recycled water is reused, for example, for
      dimanfaatkan ystem, misalnya untuk flushing toilet, sebelum                             flushing toilets, before being discharged into the city drains.
      dibuang ke saluran kota. Sementara itu, air yang digunakan untuk                        Meanwhile, water used for plant irrigation naturally infiltrates
      penyiraman tanaman akan meresap ke dalam tanah secara alami.                            the ground.

      Sedangkan di lokasi proyek, pembuangan air tidak memerlukan                             At project sites, wastewater does not require special
      pengelolaan khusus. Air yang telah digunakan langsung                                   treatment. Used water is directly directed to a disposal site,
      diarahkan ke tempat pembuangan, seperti selokan atau badan                              such as a ditch or an available body of water. The Company
      air yang tersedia. Perseroan memastikan bahwa air limbah                                ensures that wastewater from project sites is not discharged
      dari lokasi proyek tidak dialirkan langsung ke sungai, untuk                            directly into rivers to prevent environmental pollution.
      mencegah pencemaran lingkungan.

      Perseroan menyadari bahwa pemborosan penggunaan air                                     The Company recognizes that wasteful use of clean water
      bersih akan menyebabkan risiko lingkungan dengan kelangkaan                             can lead to environmental risks through water scarcity. The
      air. Perseroan telah memasukkan isu kekurangan pasokan                                  Company has included the issue of a shortage of clean water
      air bersih menjadi salah satu potensi bahaya/aspek yang                                 supply as a potential hazard/aspect, which is then managed
      selanjutnya menjadi potensi risiko yang dikelola dalam sistem                           as a potential risk within its risk management system. The
      manajemen risiko. Komitmen Perseroan terkait pembuangan                                 Company's commitment to water disposal is evident from
      air terlihat dari tidak terlibatnya Perseroan dengan insiden                            its absence from any incidents of non-compliance with water
      ketidakpatuhan terhadap pembuangan air selama tahun 2025.                               disposal during 2025. All water used, including water from third
      Seluruh air yang digunakan baik air dari pihak ketiga, air bawah                        parties, groundwater, and surface water, is partially recycled
      tanah, dan air permukaan sebagian didaur ulang dan sebagian                             and the rest is directed directly to disposal sites, such as
      lainnya langsung diarahkan ke tempat pembuangan, seperti                                sewers or available water bodies. Total water disposal, as well
      selokan atau badan air yang tersedia. Total pembuangan air,                             as water recycled at the head office, is as follows.
      serta air yang di daur ulang di kantor pusat, sebagai berikut.



192   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 193
                                             Masjid/Mushola
                                              5,516 m3/hari                11,848 m3/hari                  7,109 m3/hari
                                             Mosque/Mushola                11.848 m3/day                   7.109 m3/day
                                              5.516 m3/day                           STP Greywater
                                                                                   Kapasitas 40 m3/hari                Saluran Kota
  Tower 2                        Tower 1                                             STP Greywater
                                                                                        Capacity                        City Canals
                                           Wastafel 9,232 m3/hari                      40 m3/day
             PAM 52,00 m3/hari              Sink 9.232 m3/day
             PAM 52,00 m3/day                                              %40 Air Limbah
                                                                           %40 Wastewater

                                                                                    Recycling Kapasitas
38,126 m3/hari          13,874 m3/hari                                                  5 m3/hari
38.126 m3/day           13,874 m3/day      Toilet 10,314 m3/hari
                                           Toilets 10.314 m3/day                    Recycling Capacity
                                                                                        5 m3/day

                                                                            4,739 m3/hari                  4,739 m3/hari
                                            Kebersihan Gedung               4.739 m3/day                   4.739 m3/day
                                               4,681 m3/hari
                                                                                    Siram Tanam 4,739
                                            Building Cleanliness
                                                                                          m3/hari                      Saluran Kota
                                               4.681 m3/day                         Flush Planting 4.739                City Canals
                                                                                          m3/hari

                                            Pemadam Kebakaran
                                                2,865 m3/hari
                                           Fire Extinguisher 2.865
                                                    m3/day




        Tabel Pembuangan Air
        Water Disposal

                                                           Pembuangan Air (Megaliter)
                                                           Water Disposal (megaliters)

        Sumber
                                                                       2025                         2024                              2023
        Sources

        Air dari Pihak Ketiga
                                                                                10,229                           13,272                        13,478
        Third-Party Water

        Air Bawah Tanah
        Groundwater
                                                                               1.114,13                                0                            0
        Air Permukaan
        Surface Water

        Jumlah
                                                                              1.124,36                           13,272                        13,478
        Total




        Tabel Daur Ulang Air
        Water Recycling

                                                           Daur Ulang Air (MegaLiter)
                                                          Water Recycling (MegaLiters)

        Sumber
                                                                       2025                         2024                              2023
        Sources

        Air dari Pihak Ketiga
                                                                                 3,320                            4,364                         4,766
        Third-Party Water

        Air Bawah Tanah
        Groundwater
                                                                                  2,161                                0                            0
        Air Permukaan
        Surface Water

        Jumlah
                                                                                 5,481                           4,364                          4,766
        Total




                                                                                                                           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   193
Page 194
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




      ASPEK KEANEKARAGAMAN HAYATI                                        BIODIVERSITY ASPECT

      DAMPAK DARI WILAYAH OPERASIONAL YANG                               IMPACT OF OPERATIONAL AREAS NEAR OR LOCATED
      DEKAT ATAU BERADA DI DAERAH KONSERVASI                             IN CONSERVATION AREAS OR AREAS WITH
      ATAU MEMILIKI KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN                            BIODIVERSITY, AND BIODIVERSITY CONSERVATION
      USAHA KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI                             EFFORTS [OJK F.9, F.10, CRE5]
      [OJK F.9, F.10, CRE5]


      Selama tahun 2025, terdapat lokasi proyek Perseroan yang           Throughout 2025, one of the Company’s project location was
      berada berdekatan dengan kawasan konservasi ekosistem              adjacent to a marine ecosystem conservation area, namely the
      lautan, yaitu Proyek PLTU Palu 3 yang berlokasi di Kabupaten       Palu 3 PLTU Project in Donggala Regency, Central Sulawesi.
      Donggala- Sulawesi Tengah. Proyek ini berfokus pada                This project focuses on the sustainability of marine and
      keberlanjutan ekosistem laut dan pesisir. Proyek ini merupakan     coastal ecosystems. This project is part of the "Coral Reef
      program “Coral Reef Transplant Project” sebagai upaya              Transplant Project" as an effort to improve and preserve coral
      memperbaiki dan melestarikan program konservasi terumbu            reef conservation programs as a vital habitat for various fish
      karang sebagai habitat vital bagi berbagai spesies ikan sebagai    species that act as coastal protection. In addition, another
      pelindung pantai. Selain itu, terdapat proyek Perseroan yang       Company project adjacent to the conservation area is the
      berdekatan dengan Kawasan konservasi yaitu proyek Jetty            Manggis Jetty Integrated Terminal Project in Bali. Nevertheless,
      Integrated Terminal Manggis, Bali. Namun demikian, Perseroan       the Company consistently undertakes remediation efforts
      senantiasa melakukan upaya remediasi yang diselaraskan             aligned with its CSR program, which focuses on environmental
      dengan program TJSL yang berfokus pada isu lingkungan dan          issues and improving local economy. These activities include
      peningkatan ekonomi masyarakat setempat dengan kegiatan            providing fishing boats to local village fishing groups, cleaning
      antara lain pemberian bantuan kapal nelayan kepada warga           coastal areas, constructing temporary breakwaters for Segara
      kelompok nelayan desa setempat, pembersihan area pantai,           Temple for residents of Tanah Ampo Traditional Village, and
      serta Pembuatan Temporary Pemecah Ombak Pura Segara                restoring coastal land affected by abrasion for residents of
      warga Desa Adat Tanah Ampo dan Restorasi Lahan Pantai              Manggis Village.
      akibat Abrasi Warga Desa Manggis.

      Perseroan menyadari bahwa kegiatan operasionalnya mampu            The Company recognizes that its operational activities can
      menyebabkan adanya alih fungsi lahan serta memicu adanya           lead to land conversion and trigger changes in the landscape.
      perubahan bentang alam. Namun demikian, sepanjang tahun            However, throughout the reporting year, there was no
      pelaporan, tidak terdapat lahan yang terkontaminasi sebagai        contaminated land as a result of the Company's operational
      akibat dari kegiatan operasional Perseroan, serta tidak terdapat   activities, and there were no rivers, lakes, or water bodies
      sungai, danau maupun badan air yang harus diremediasi              that required remediation. The Company is also committed
      oleh Perseroan. Namun, Perseroan juga berkomitmen untuk            to positively impacting the environment by conserving
      memberikan dampak positif bagi lingkungan dengan melakukan         terrestrial ecosystems through a program to preserve the
      konservasi ekosistem daratan melalui program pelestarian           endangered Javan Hawk-eagle in collaboration with the
      satwa langka Elang Jawa yang bekerjasama dengan BRIN dan           National Agency for Research and Innovation (BRIN) and
      Taman Nasional Gunung Halim Salak-Jawa Barat. Salah satu           the Mount Halim Salak National Park in West Java, one of
      implementasi program kolaborasi bersama 25 BUMN lainnya.           the implementations of collaborative program with 25 other
      Perseroan telah berkomitmen untuk melestarikan konservasi          SOEs. The Company has committed to preserving marine
      ekosistem lautan dengan Coral Banyuwangi Plantation                ecosystems through the Coral Banyuwangi Plantation Project,
      Project selaras dengan Kebijakan keanekaragaman hayati dan         in line with the Company's biodiversity and land restoration
      restorasi lahan Perseroan. Perseroan juga memberikan dampak        policies. The Company also has a positive impact on the
      positif bagi lingkungan sekitar wilayah operasional melalui        environment around its operational areas by planting 4,126
      penanaman pohon di hari ulang tahun Perseroan sebanyak             trees on the Company's anniversary in an effort to absorb
      4.126 dalam upaya penyerapan emisi karbon, penanaman               carbon emissions, planting 3,500 mangrove seedlings, and
      mangrove sebanyak 3.500 bibit pohon, serta penanaman               planting productive trees.
      pohon produktif.




194   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 195
MELIHAT JEMBATAN SATWA TOL IKN, FITUR UTAMA                          LOOKING AT THE IKN TOLL WILDLIFE BRIDGE, A KEY FEATURE
MENYERUPAI HABITAT ALAMI                                             DESIGNED TO RESEMBLE A NATURAL HABITAT

Pembangunan Tol IKN Seksi 3B yang dilengkapi dengan Jembatan         The construction of IKN Toll Road Section 3B, which is equipped
Satwa merupakan salah satu proyek infrastruktur vital dalam          with a Wildlife Bridge, represents one of the vital infrastructure
mendukung pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Tol IKN             projects supporting the development of the Nusantara Capital
Seksi 3B dirancang dengan panjang 7,32 kilometer. Proyek ini         City (IKN). The IKN Toll Road Section 3B is designed with a length
dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dalam kerja     of 7.32 kilometers. This project is carried out by PT Wijaya Karya
sama operasi (KSO) bersama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT        (Persero) Tbk (WIKA) under a joint operation (JO) with PT Waskita
Jaya Konstruksi Manggala Pratama (Jakon), dan PT Pembangunan         Karya (Persero) Tbk, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama (Jakon),
Perumahan (PP). Tidak hanya fokus pada konektivitas transportasi     and PT Pembangunan Perumahan (PP). In addition to focusing on
menuju IKN dari arah Balikpapan, proyek ini juga mengedepankan       transportation connectivity to IKN from the direction of Balikpapan,
keberlanjutan lingkungan dengan memfasilitasi perlintasan satwa      the project also emphasizes environmental sustainability by
liar.                                                                facilitating wildlife crossings.

Ruas tol ini dirancang untuk menjadi akses utama menuju IKN dari     This toll road section is designed to serve as the main access route
arah Balikpapan. Jembatan Satwa atau Wildlife Crossing adalah        to IKN from Balikpapan. The Wildlife Bridge, or wildlife crossing, is
salah satu fitur paling inovatif dari seksi ini. Jembatan tersebut   one of the most innovative features of this section. The bridge is
memiliki lebar 50 meter dan dirancang khusus agar satwa-satwa        50 meters wide and is specifically designed to allow wildlife such
seperti beruang madu, rusa, dan hewan endemik Kalimantan             as sun bears, deer, and other endemic Kalimantan species to cross
lainnya dapat melintas dengan aman tanpa terganggu oleh lalu         safely without being disturbed by vehicle traffic. The bridge design
lintas kendaraan. Desain jembatan ini menyerupai habitat alami       resembles a natural habitat, with vegetation planted on top to
dengan penanaman vegetasi di atasnya, sehingga satwa tidak           ensure that animals do not feel intimidated.
merasa terintimidasi. Hingga Mei 2025, progres pembangunan Tol       As of May 2025, the construction progress of the IKN Toll Road
IKN Seksi 3B telah mencapai sekitar 85%.                             Section 3B had reached approximately 85%.

Pekerjaan konstruksi yang signifikan telah diselesaikan, termasuk    Significant construction work has been completed, including
pengerjaan badan jalan, struktur jembatan, dan sebagian besar        roadbed works, bridge structures, and most of asphalt paving. The
pengaspalan. Pembangunan Jembatan Satwa juga menunjukkan             construction of the Wildlife Bridge has also progressed rapidly,
kemajuan yang pesat, dengan struktur utama telah terpasang dan       with the main structure already installed and currently in the final
sedang dalam tahap akhir penataan lanskap. Kepala Otorita IKN        stage of landscape arrangement. The Head of IKN Authority, Basuki
Basuki Hadimuljono menuturkan, pembangunan Tol IKN Seksi 3B,         Hadimuljono, stated that the construction of the IKN Toll Road
dengan fitur utama Jembatan Satwa ini adalah wujud komitmen          Section 3B, with its main feature of Wildlife Bridge, represents the
pemerintah terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan               government’s commitment to sustainable and environmentally
berwawasan lingkungan di IKN.                                        conscious development in IKN.
Sumber: https://ikn.kompas.com/read/2025/06/04/085031987/melihat-    Source: https://ikn.kompas.com/read/2025/06/04/085031987/melihat-jembatan-
jembatan-satwa-tol-ikn-fitur-utama-menyerupai-habitat-alami.         satwa-tol-ikn-fitur-utama-menyerupai-habitat-alami.

WIKASATRIAN UNTUK KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN                           WIKASATRIAN FOR ENVIRONMENTAL SUSTAINABILITY

Pelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati adalah tanggung      The preservation of ecosystems and biodiversity is a shared
jawab bersama yang memerlukan perhatian khusus. Sayangnya,           responsibility that requires special attention. Unfortunately,
kontribusi dalam menjaga keanekaragaman hayati di kawasan            contributions to maintaining biodiversity in Indonesia’s forest
hutan Indonesia seringkali masih minim dari banyak perusahaan.       areas are still relatively limited among many companies. In fact,
Padahal, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance     the implementation of Environmental, Social, and Governance
(ESG) sangatlah penting, mengingat banyak kawasan hutan di           (ESG) principles is essential, considering that many forest areas
Indonesia yang belum dikelola dengan baik. Kehilangan berbagai       in Indonesia have not been properly managed. The loss of various
spesies tanaman, flora, fauna, dan keragaman hayati lainnya akan     plant species, flora, fauna, and other forms of biodiversity would
berdampak besar, terutama dalam komitmen Indonesia terhadap          have significant impacts, particularly on Indonesia’s commitment to
pengurangan emisi karbon di level global.                            reducing carbon emissions at the global level.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. menyadari pentingnya pelestarian      PT Wijaya Karya (Persero) Tbk recognizes the importance of
ekosistem dan keanekaragaman hayati, sehingga meluncurkan            ecosystem and biodiversity conservation, hence launched the
program Wikasatrian, atau Representation of Sustainable              Wikasatrian program, or Representation of Sustainable Ecosystem
Ecosystem Development at the WIKA Leadership Center. Program         Development at WIKA Leadership Center. The Wikasatrian program
Wikasatrian sebagai bukti komitmen WIKA dalam mendukung              serves as evidence of WIKA’s commitment to supporting biodiversity
konservasi keanekaragaman hayati dan keberlanjutan lingkungan.       conservation and environmental sustainability. Wikasatrian adopts
Wikasatrian menerapkan tiga nilai dasar yang menjadi warisan         three fundamental values that reflect the leadership heritage of
kepemimpinan Nusantara dan jati diri bangsa, yaitu ketuhanan,        the Nusantara and the identity of the nation: divinity, humanity,
kemanusiaan, dan harmoni dengan alam. Berlokasi di Gadog,            and harmony with nature. Located in Gadog, Bogor Regency, West
Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pusat pelatihan kepemimpinan ini        Java, this leadership training center is surrounded by flora and
dikelilingi oleh flora dan Fauna khas Jawa Barat, serta berada di    fauna typical of West Java and lies between Mount Salak, Mount
antara Gunung Salak, Gunung Pangrango, dan Gunung Geulis.            Pangrango, and Mount Geulis.

Lingkungan alamnya tidak hanya memukau tetapi juga berfungsi         Its natural environment is not only visually remarkable but also
sebagai penyerapan karbon, sebagaimana yang telah dipublikasikan     functions as a carbon sink, as published in the Journal of IOP
dalam Journal of IOP Series: Earth and Environmental Science.        Series: Earth and Environmental Science. Through this project,
Melalui proyek ini, WIKA menjadi salah satu perusahaan yang          WIKA has become one of the companies demonstrating a tangible
berkomitmen nyata terhadap pelestarian hutan dan ekosistem           commitment to the preservation of Indonesia’s forests and
Indonesia.                                                           ecosystems.




                                                                                                                    PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   195
Page 196
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




        Perencanaan Program                                                    Program Planning

        Program ini diawali dengan studi bertajuk “Kontribusi Ruang Hijau      The program began with a study titled “Contribution of WIKA Green
        WIKA dalam Melestarikan Keanekaragaman Hayati Tumbuhan dan             Spaces in Preserving Plant Biodiversity and Its Potential Benefits.”
        Potensi Manfaatnya". Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi        The study aimed to identify various types of plants growing in
        berbagai jenis tumbuhan yang tumbuh di hutan Wikasatrian, menilai      the Wikasatrian forest, assess their populations, and explore their
        populasinya, serta mengeksplorasi potensi pemanfaatannya dalam         potential uses in landscaping and other needs. Various in-depth
        lanskap dan kebutuhan lainnya. Berbagai kajian mendalam juga           assessments were also conducted to support the program, including
        dilakukan untuk mendukung program ini, termasuk Life Cycle             Life Cycle Assessment (LCA), environmental impact analysis (RKL
        Assessment (LCA), analisis dampak lingkungan (RKL & RPL), dan
                                                                               & RPL), and economic valuation studies to protect ecosystem
        kajian nilai ekonomi dalam upaya melindungi jasa ekosistem. Tidak
        hanya itu, kajian mendalam (depth study) juga bertujuan untuk          services. In addition, a depth study was conducted to identify
        mengidentifikasi potensi dampak negatif terhadap keanekaragaman        potential negative impacts on biodiversity and environmental
        hayati dan jasa lingkungan, guna memastikan pengelolaan yang           services, ensuring sustainable management that generates
        berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar. Pusat     positive impacts for the surrounding environment. The Wikasatrian
        Kepemimpinan Wikasatrian di bawah manajemen PT Wijaya Karya            Leadership Center, under the management of PT Wijaya Karya,
        menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan lanskap.            applies sustainability principles in landscape management. The
        Hutan Wikasatrian adalah ruang terbuka hijau dengan berbagai           Wikasatrian forest is a green open space with various plant species
        jenis tumbuhan yang dibiarkan tumbuh dan berkembang secara             allowed to grow and develop naturally, with the potential to reduce
        alami, dengan potensi mengurangi emisi karbon sebesar 100-800%         carbon emissions by approximately 100–800 tons of CO₂ per year.
        ton CO2 per tahun. Kawasan Wikasatrian mampu menvediakan               The Wikasatrian area provides protection, breeding grounds, and
        perlindungan, tempat berkembang biak, dan sumber makanan               food sources for various wildlife species. It also serves as a habitat
        bagi berbagai jenis satwa liar. Kawasan Wikasatrian juga berfungsi     for several rare and protected species.
        sebagai habitat bagi beberapa spesies langka yang dilindungi.


        Pelaksanaan Program                                                    Program Implementation

        Pelaksanaan program dilakukan secara terintegrasi dengan               The implementation of the program was carried out in an integrated
        melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama             manner involving the National Research and Innovation Agency
        WIKA selama Desember 2023 hingga Juni 2024. Studi banding              (BRIN) together with WIKA from December 2023 to June 2024. A
        dilakukan dengan membuat Program "Satria Utama" dengan warga           benchmarking initiative was conducted through the “Satria Utama”
        lokal. Salah satu program yang menonjol di tingkat Satria Utama        program with local communities. One of the prominent activities
        adalah program studi banding pelestarian alam atau program             in the Satria Utama program is a nature conservation study visit
        tinggal bersama warga lokal. Dengan tinggal bersama penduduk           combined with a homestay program with local residents. By living
        setempat, peserta dapat belajar banyak tentang budaya dan cara         with local communities, participants can learn directly about local
        hidup masyarakat. Peserta juga dapat memahami kebutuhan                culture and ways of life. Participants also gain a deeper understanding
        warga setempat agar dapat berkontribusi dan menciptakan "surga         of community needs so they can contribute to creating a “paradise
        kehidupan" yang berbasis pada kebutuhan dan harapan warga lokal,       of life” based on the needs and aspirations of the community rather
        bukan berdasarkan keinginan atau hasrat.                               than personal intentions.

        Berikut beberapa upaya kolaboratif yang dilakukan WIKA dengan          Several collaborative initiatives carried out by WIKA and BRIN include
        BRIN di antaranya:                                                     the following:

        1.   Konservasi Anggrek Phalaenopsis                                   1.   Conservation of Phalaenopsis Orchids

             Konservasi dilakukan dengan merancang/ membuat                         Conservation efforts were conducted by designing and
             laboratorium kultur jaringan di wilayah Wikasatrian. Penelitian        establishing a tissue culture laboratory in the Wikasatrian area.
             inisiasi perbanyakan In Vitro Anggrek dilakukan dengan                 Research on the initiation of in vitro orchid propagation was
             perkecambahan benih di laboratorium kultur jaringan.                   conducted through seed germination in the tissue culture
             Reintroduksi bibit anggrek Phalaenopsis ke habitat asalnya juga        laboratory. Reintroduction of Phalaenopsis orchid seedlings into
             dilakukan di area Wikasatrian.                                         their natural habitat was also carried out in the Wikasatrian area.

        2.   Keanekaragaman Pakis Pohon                                        2.   Tree Fern Biodiversity

             Inventarisasi  dilakukan       guna    mengumpulkan     dan            An inventory was conducted to collect and characterize
             mengkarakterisasi Spora Cyatheaceae dari area Wikasatrian.             Cyatheaceae spores from the Wikasatrian area. Scientific
             Penyusunan karya tulis juga dilaksanakan guna mendukung dan            publications were also prepared to support and further develop
             mengembangakan keanekaragaman pakis.                                   research on fern biodiversity.

        3.   Lingkungan Hutan Layanan Terapi Kesehatan                         3.   Forest Environment for Therapeutic Health Services

             Identifikasi Lokasi potensial di wilayah Wikasatrian dilakukan         Potential locations within the Wikasatrian area were identified
             guna pengembangan kegiatan Hutan Penyembuhan. Analisis                 for the development of healing forest activities. Vegetation
             vegetasi di kawasan hutan Wikasatrian sebagai dasar dalam              analysis within the Wikasatrian forest area was conducted as a
             menentukan target pengu-tian tanaman aromaterapi dan                   basis for determining plant species suitable for aromatherapy
             potensi penggunaan herbal/obat-obatan.                                 and potential herbal or medicinal uses.

             Program "Satria Utama bersama Warga Lokal" menghadirkan                The “Satria Utama with Local Communities” program provides a
             pengalaman unik melalui studi banding pelestarian alam dan             unique experience through nature conservation benchmarking
             tinggal bersama penduduk setempat. Dalam program ini,                  and living with local residents. Through this program, Satria
             peserta Satria Utama mendapatkan kesempatan berharga                   Utama participants gain valuable opportunities to experience
             untuk merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat lokal,                the daily lives of local communities, understand their culture,
             memahami budaya, dan mempelajari cara hidup mereka secara              and learn their way of life in depth. This direct experience
             mendalam. Pengalaman langsung ini memungkinkan peserta                 enables participants to understand the needs and expectations
             untuk mengenali kebutuhan dan harapan warga, sehingga                  of the community so they can contribute to creating a “paradise
             mereka dapat berkontribusi menciptakan "surga kehidupan"               of life” that genuinely reflects the aspirations of local residents
             yang benar-benar berakar dari keinginan masyarakat, bukan              rather than the perspectives of Satria Utama participants
             sekadar berdasarkan perspektif atau keinginan pribadi Satria           themselves.
             Utama.




196   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 197
    Tidak hanya belajar, para peserta juga diajak untuk memberikan         In addition to learning, participants are encouraged to
    kontribusi nyata dalam setiap kunjungan dan studi banding              contribute directly during each visit and conservation
    pelestarian alam. Sebagai contoh, kunjungan ke Desa                    benchmarking activity. For example, a visit to Cihanjawar
    Cihanjawar menginspirasi peserta Satria Utama untuk bekerja            Village inspired Satria Utama participants to collaborate with
    sama dengan warga setempat membangun jalan. Dalam                      local residents to build a road. In this project, they worked side
    proyek ini, mereka bekerja berdampingan selama tiga bulan,             by side with the community for three months, demonstrating
    membuktikan komitmen dan kepedulian untuk memberikan                   their commitment and dedication to creating tangible impacts
    dampak nyata bagi masyarakat. Program ini menjadi wujud                for society. The program reflects a harmonious collaboration
    nyata dari kerja sama yang harmonis antara Satria Utama                between Satria Utama participants and local communities
    dan warga lokal untuk mencapai tujuan bersama. Penganyaan              in achieving shared goals. The development of facilities and
    fasilitas dan kelengkapan in frastruktur member kemudahan              supporting infrastructure also provides greater convenience
    kepada maya-rakat untuk beraktivitas dan membangun                     for community activities while fostering the spirit of mutual
    semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjamin                   cooperation and solidarity to ensure the sustainability of the
    keberlanjutan program.                                                 program.

Monitoring dan Evaluasi
                                                                       Monitoring and Evaluation
Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai efektivitasnya
                                                                       Evaluations are conducted periodically to assess the effectiveness
pelaksanaan program yang dijalankan. Dalam setiap kunjungan
                                                                       of program implementation. During each regional visit, Satria
ke daerah, peserta Satria Utama merancang dan melaksanakan
                                                                       Utama participants design and implement community contribution
program kontribusi yang ditargetkan untuk masyarakat. Hasil
                                                                       programs. Evaluation results indicate a 98% increase in research
evaluasi menunjukkan adanya peningkatan penelitian untuk
                                                                       related to Phalaenopsis orchid conservation, along with the
Konservasi Anggrek Phalaenopsis sebesar 98 persen dan
                                                                       preparation of scientific papers to support both academic and
makalah ilmiah juga dibuat untuk menunjang data akademis
                                                                       public knowledge. Research on tree fern biodiversity around the
dan popular. Penelitian keanekaragaman pohon pakis di sekitar
                                                                       Wikasatrian area increased by 66%. Research and development on
wilayah Wikasatrian meningkat sebesar 66 persen. Penelitian dan
                                                                       forest environmental services for health therapy have also been
pengembangan jasa lingkungan hutan untuk terapi kesehatan
                                                                       conducted, including international publications on the utilization of
juga dilakukan dengan melakukan publikasi internasional tentang
                                                                       forest ecosystems and environmental services.
pemanfaatan hutan dan layanan lingkungan.

                                                                       Program Sustainability
Keberlanjutan Program
                                                                       Program sustainability has been designed through the development
Program keberlanjutan dirancang dengan menyusun roadmap yang
                                                                       of a strategic roadmap to support long-term planning. PT Wijaya
strategis untuk mendukung rencana jangka panjang. PT Wijaya
                                                                       Karya (Persero) Tbk, as the initiator of the program, continues to
Karya (Persero) Tbk, sebagai pelopor program ini, meningkatkan
                                                                       strengthen its capacity through internal institutional approaches
kapasitasnya melalui pendekatan kelembagaan internal serta
                                                                       while establishing strategic partnerships with various external
menjalin kemitraan strategis dengan berbagai lembaga eksternal.
                                                                       institutions.
Sebagai perusahaan yang berkomitmen terhadap pelestarian
                                                                       As a company committed to environmental preservation, WIKA has
lingkungan, WIKA telah memberikan kontribusi besar dalam
                                                                       contributed significantly to reducing carbon emissions, reaching up
pengurangan emisi karbon, mencapai hingga 800 tonCO2 per
                                                                       to 800 tons of CO₂ per year. This figure does not yet include the
tahun. Angka ini bahkan belum termasuk dampak dari perluasan
                                                                       potential impact from the expansion of forest areas in Purisatrian,
area hutan di Purisatrian, yang berdekatan dengan kawasan
                                                                       which is located near the Wikasatrian area and covers approximately
Wikasatrian dan memiliki luas sekitar 4 hektare. Selain berdampak
                                                                       four hectares. In addition to its environmental benefits, the program
positif bagi lingkungan, program ini juga memiliki nilai sosial yang
                                                                       also delivers social value aligned with ESG (Environmental, Social,
mendukung prinsip-prinsip ESG dalam pengelolaan Wikasatrian.
                                                                       Governance) principles in the management of Wikasatrian. Through
Melalui program pendidikan berbasis kearifan lokal atau masyarakat
                                                                       education programs based on local wisdom, communities around
di sekitar kawasan diajak untuk mengelola hutan secara bijaksana.
                                                                       the area are encouraged to manage forests responsibly. The primary
Fokus utama pengelolaan hutan adalah pada pelestarian dan
                                                                       focus of forest management is preservation and development
pengembangan, bukan eksploitasi. Program Wikasatrian berhasil
                                                                       rather than exploitation. The Wikasatrian program has successfully
mengubah cara pandang masyarakat setempat dalam menjaga
                                                                       transformed the mindset of local communities in maintaining forest
kelestarian hutan untuk masa depan yang lebih hijau dan asri.
                                                                       sustainability for a greener and more sustainable future.




                                                                                                                   PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   197
Page 198
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




      ASPEK EMISI                                                         EMISSION ASPECT

      JUMLAH DAN INTENSITAS EMISI YANG DIHASILKAN                         TOTAL AND INTENSITY OF EMISSIONS PRODUCED
      BERDASARKAN JENISNYA [OJK F.11, GRI 305-1, 305-2,                   BY TYPE [OJK F.11, GRI 305-1, 305-2, 305-3, 305-4, CRE3, CRE4]
      305-3, 305-4, CRE3, CRE4]


      Fenomena perubahan iklim yang kini dampaknya semakin                The phenomenon of climate change, the impacts of which are
      nyata dipicu oleh kenaikan suhu global akibat akumulasi emisi       now increasingly apparent, is driven by rising global temperatures
      Gas Rumah Kaca (GRK). Sumber emisi ini mayoritas berasal            due to the accumulation of greenhouse gas (GHG) emissions.
      dari penggunaan energi fosil, pengelolaan limbah, sektor            These emissions are primarily derived from fossil fuel use,
      transportasi, serta aktivitas industrialisasi yang masif. Sebagai   waste management, transportation sector, and massive
      pemain kunci dalam sektor jasa konstruksi, WIKA menyadari           industrialization. As a key player in the construction services
      sepenuhnya bahwa aktivitas operasional perusahaan memiliki          sector, WIKA fully recognizes that its operational activities have
      jejak karbon yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut.          a carbon footprint that contributes to this situation.

      Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian                  As a form of responsibility toward environmental preservation,
      lingkungan, Perseroan tidak hanya sekadar menyadari,                the Company not only acknowledges this issue but also
      tetapi juga mengambil langkah konkret melalui pemantauan            takes concrete actions through periodic monitoring and
      dan pengendalian emisi secara berkala. Hal ini bertujuan            control of emissions. This effort aims to minimize negative
      untuk menekan dampak negatif terhadap ekosistem                     impacts on ecosystems through a comprehensive emissions
      seminimal mungkin melalui sistem inventarisasi emisi yang           inventory system, reflecting the Company’s commitment to
      komprehensif, sebagai bentuk komitmen Perseroan dalam               supporting climate change mitigation and reducing negative
      mendukung penanggulangan perubahan iklim dan mengurangi             environmental externalities. WIKA also remains committed
      eksternalitas negatif terhadap lingkungan. WIKA juga terus          to continuous improvement in the development of its GHG
      berkomitmen untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dalam           emission calculation and reporting systems.
      pengembangan sistem perhitungan dan pelaporan emisi GRK.

      Hal ini dibuktikan dengan pengembangan berkelanjutan yang           This commitment is demonstrated through ongoing
      dilakukan dalam manajemen dan pelaporan data emisi GRK.             developments in the management and reporting of GHG
      Secara historis, Perseroan terus mengembangkan lingkup              emission data. Historically, the Company has continued to
      batasan organisasi yang dilaporkan, dimana pelaporan emisi          expand the organizational boundary scope being reported.
      GRK Tahun 2023 meliputi emisi dari seluruh divisi operasional,      In 2023, the Company’s GHG emissions reporting covered
      yakni Divisi EPCC, INFRA 1 (Infrastructure 1), INFRA 2              emissions from all operational divisions, namely EPCC Division,
      (Infrastructure 2), dan BD (Building). Kemudian di Tahun 2024       INFRA 1 (Infrastructure 1), INFRA 2 (Infrastructure 2), and BD
      dan 2025, Perseroan melaporkan emisi GRK yang dihasilkan            (Building). In 2024 and 2025, the Company reported GHG
      oleh seluruh divisi operasional, yakni Divisi EPCC, INFRA 1, dan    emissions generated by all operational divisions, namely EPCC
      INBD (Infrastructure & Building, hasil merger divisi INFRA 2        Division, INFRA 1, and INBD (Infrastructure & Building, resulting
      dan BD), ditambah dengan emisi GRK yang bersumber dari              from the merger of INFRA 2 and BD divisions), along with
      aktivitas Divisi AMD (Asset Management Div.), yakni emisi GRK       GHG emissions originating from the activities of AMD Division
      dari aktivitas aset non-proyek milik Perseroan, seperti kantor      (Asset Management Division), namely GHG emissions from
      dan aset lainnya yang disewakan kepada tenant.                      the Company’s non-project assets such as offices and other
                                                                          assets leased to tenants.

      Selain itu, pengembangan manajemen data emisi GRK juga              In addition, the development of GHG emission data
      dilakukan pada peningkatan kelengkapan dan kedetailan data          management has also been carried out by improving the
      untuk masing-masing proyek. Hal ini menyebabkan tren emisi          completeness and level of detail of data for each project.
      GRK Perseroan cenderung meningkat dari tahun ke tahun.              As a result, the Company’s GHG emission trend tends
      Namun demikian, pendekatan konsolidasi emisi GRK dengan             to increase from year to year. However, the approach to
      entitas anak perusahaan di tahun 2025 belum dilakukan,              consolidating GHG emissions with subsidiaries had not yet
      dan masih fokus pada batasan operasional PT Wijaya Karya            been implemented in 2025 and remains focused on the
      (Persero) Tbk. sebagai holding operasional.                         operational boundary of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. as
                                                                          the operational holding.

      Pada penyesuaian strategi terbaru ini, WIKA menunjuk 2024           Under this latest strategic adjustment, WIKA has designated
      sebagai tahun dasar (base year) yang baru. Penetapan ini            2024 as the new base year. This determination was made
      dilatarbelakangi oleh tingkat kematangan data emisi di tahun        because the emission data maturity level in that year is




198   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 199
tersebut yang dinilai lebih lengkap dan mampu mewakili           considered more complete and representative of actual
kondisi aktual. Inventarisasi data pada tahun 2024 telah         conditions. The 2024 data inventory has covered the entire
mencakup seluruh cakupan operasional, mulai dari kantor          operational scope, including the head office, company assets,
pusat, aset perusahaan, hingga proyek konstruksi yang tengah     and active construction projects. The accumulated Scope
aktif. Adapun akumulasi emisi Scope 1 dan 2 pada tahun dasar     1 and Scope 2 emissions in the base year were recorded at
tersebut tercatat di angka 37.891 tCO2eq.                        37,891 tCO2eq.

Perhitungan dan pelaporan emisi GRK didasarkan pada              The calculation and reporting of GHG emissions are based
standar dan metodologi yang diakui secara global, yakni          on globally recognized standards and methodologies,
Greenhouse Gas Protocol, ISO 14064-1:2018, dan IPCC              namely the Greenhouse Gas Protocol, ISO 14064-1:2018,
(Intergovernmental Panel on Climate Change) Guidelines           and the IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change)
for National Greenhouse Gas Inventories. Jenis GRK yang          Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories. The
dilaporkan antara lain adalah gas CO2 CH4, N2O, dan HFCs         types of GHG reported include CO2, CH4, N2O, and HFCs
(Hydrofluorocarbons), yang dilaporkan dalam satuan tCO2eq        (Hydrofluorocarbons), which are reported in units of tCO2eq
(ton karbon dioksida ekivalen). Penyetaraan masing-masing        (tons of carbon dioxide equivalent). The conversion of each
GRK ke dalam satuan tCO2eq menggunakan nilai GWP (Global         GHG into tCO2eq units uses the latest 100-year Global
Warming Potential) 100 tahun terbaru yang disampaikan pada       Warming Potential (GWP) values presented in the IPCC 6th
IPCC 6th Assessment Report (AR6).                                Assessment Report (AR6).

Dalam upaya menjalankan fungsi monitoring dan evaluasi           As part of its effort to ensure consistent monitoring and
yang konsisten, WIKA melaksanakan pemantauan rutin setiap        evaluation, WIKA conducts routine monthly monitoring
bulan terhadap kadar emisi di seluruh wilayah operasionalnya.    of emission levels across all its operational areas. During
Selama tahun pelaporan ini, WIKA telah melakukan pengukuran      this reporting year, WIKA conducted comprehensive
menyeluruh terhadap emisi GRK Cakupan 1, yang bersumber          measurements of Scope 1 GHG emissions, which originate
langsung dari penggunaan energi fosil dan bahan bakar hayati.    directly from the use of fossil energy and biofuels.

Emisi GRK Cakupan 1 merupakan emisi langsung (direct             Scope 1 GHG emissions are direct emissions originating from
emissions) yang berasal dari beberapa aktivitas sumber emisi,    several emission-generating activities, including:
antara lain:
1. Penggunaan Bahan Bakar                                        1. Fuel Use
    Penggunaan bahan bakar berupa Bensin (meliputi minyak           Fuel use includes gasoline (covering gasoline with RON
    bensin dengan RON 90 - 92) dan Solar (meliputi Biodiesel        90–92) and diesel fuel (including Biodiesel B30/B35/
    B30/B35/B40 dan minyak solar konvensional dengan CN             B40 and conventional diesel fuel with CN 48–53) used
    48 - 53) untuk menjalankan peralatan yang dimiliki dan          to operate equipment owned and controlled by the
    dikontrol oleh Perseroan. Aktivitas penggunaan bahan            Company. Fuel combustion activities contribute to the
    bakar (combustion) berkontribusi dalam menghasilkan             production of GHGs such as CO2, CH4 (GWP Value:
    GRK berupa CO2 CH4 (Nilai GWP: 27 - 29,8), dan N2O              27–29.8), and N2O (GWP Value: 273). Since 2024, the
    (Nilai GWP: 273). Sejak tahun 2024, Perseroan telah             Company has separated the inventory of GHG emissions
    melakukan pemisahan inventarisasi emisi GRK dari                from fuel use activities conducted by the Company into
    aktivitas penggunaan bahan bakar yang dilakukan oleh            two categories:
    Perseroan menjadi dua, yakni:
    - Mobile Combustion                                              -   Mobile Combustion
         Penggunaan bahan bakar yang dilakukan untuk                     Fuel use that supports the operation of the
         mendukung operasi aset Perseroan yang sifatnya                  Company’s mobile assets. These assets consist of
         bergerak. Aset bergerak Perseroan terbagi menjadi               on-road transportation such as operational cars/
         dua, yakni aset on-road transportation seperti mobil/           motorcycles at offices and project sites, and off-road
         motor operasional di kantor maupun lokasi proyek,               transportation such as heavy equipment operated
         dan aset off-road transportation seperti alat berat             without third parties (self-operated).
         yang dioperasikan tanpa pihak ketiga (swakelola).
    - Stationary Combustion                                          -   Stationary Combustion
         Penggunaan bahan bakar yang dilakukan untuk                     Fuel use that supports the operation of the Company’s
         mendukung operasi aset Perseroan yang sifatnya                  stationary assets. Stationary assets include generators,
         stasioner atau diam. Aset stasioner Perseroan antara            compressors, concrete mixers, and similar equipment.
         lain adalah genset, kompresor, concrete mixer, dsb.




                                                                                                        PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   199
Page 200
                             Kinerja Keberlanjutan
                             Sustainability Performance




       Penggunaan bahan bakar Biodiesel B30/B35/B40 yang terdiri                                    The use of Biodiesel B30/B35/B40, which consists of a
       dari bauran solar fosil dengan biodiesel yang berasal dari                                   blend of fossil diesel and biodiesel derived from vegetable
       pengolahan minyak nabati, menghasilkan emisi GRK biogenik                                    oil processing, produces anthropogenic biogenic GHG
       antropogenik. ISO 14064-1:2018 menyatakan bahwa emisi                                        emissions. ISO 14064-1:2018 states that anthropogenic
       GRK biogenik antropogenik adalah emisi GRK yang muncul                                       biogenic GHG emissions are GHG emissions arising from
       dari pembakaran biomassa serta proses lainnya. Emisi GRK                                     biomass combustion and other processes. Anthropogenic
       biogenik antropogenik CO2 harus dilaporkan secara terpisah                                   biogenic CO2 emissions must be reported separately from
       dari emisi antropogenik yang berasal dari proses pembakaran                                  anthropogenic emissions originating from conventional
       bahan bakar fosil konvensional, sementara emisi GRK biogenik                                 fossil fuel combustion processes, while other anthropogenic
       antropogenik lainnya (CH4 dan N2O) harus dikuantifikasi dan                                  biogenic GHG emissions (CH4 and N2O) must be quantified
       dilaporkan sebagai emisi antropogenik. Maka dari itu, emisi                                  and reported as anthropogenic emissions. Therefore,
       GRK biogenik antropogenik CO2 dari biodiesel dilaporkan                                      anthropogenic biogenic CO2 emissions from biodiesel are
       secara terpisah dan tidak dimasukkan dalam inventarisasi                                     reported separately and are not included in the Company’s
       emisi GRK cakupan 1 Perseroan.                                                               Scope 1 GHG emissions inventory.

       2.
       Emisi Fugitif                                                                                2.    Fugitive Emissions
       Emisi fugitif merupakan emisi yang berasal dari lepasnya                                           Fugitive emissions are emissions that result from the
       GRK secara tidak sengaja atau tidak direncanakan,                                                  unintentional or unplanned release of GHGs, generally
       umumnya berasal dari kebocoran sistem. Emisi fugitif                                               originating from system leaks. The Company’s fugitive
       Perseroan bersumber dari indikasi kebocoran sistem                                                 emissions originate from indications of air conditioning
       pendingin udara kantor dan proyek, yang mengakibatkan                                              system leaks in offices and projects, which result in the
       lepasnya gas freon ke atmosfer. indikasi kebocoran sistem                                          release of freon gas into the atmosphere. Indications of
       pendingin udara diestimasi dengan melihat jumlah                                                   air conditioning system leaks are estimated by observing
       pengisian freon yang dilakukan untuk masing-masing                                                 the amount of freon refilling conducted for each air
       unit pendingin udara. GRK yang dilepas ke atmosfer dari                                            conditioning unit. The GHGs released into the atmosphere
       kebocoran sistem pendingin udara antara lain adalah gas                                            from air conditioning system leaks include HFC gases such
       HFCs seperti R-32 Nilai GWP: 771), R-410A (Nilai GWP:                                              as R-32 (GWP Value: 771), R-410A (GWP Value: 2,255.5),
       2.255,5), dan R-22 (Nilai GWP: 1.960).                                                             and R-22 (GWP Value: 1,960).
       		
        Tabel Emisi GRK Cakupan 1 (BBM Minyak Solar) yang dihasilkan
        Scope 1 GHG emissions (diesel fuel) generated

                                                                                                                                                                       (Dalam Ton CO2eq)
                                                                                                                                                                        (in tons of CO2eq)


        Wilayah Kerja
        Work Area                                                                      2025                                  2024*                                   2023

        Emisi GRK Cakupan 1 (BBM)
                                                                                                 21.316,38                              25.811,20                             22.864,25
        Scope 1 GHG Emissions (Fuel)

        Emisi GRK Cakupan 1 (Freon)
                                                                                                    176,80                                  112,35                                  15,42
        Scope 1 GHG Emissions (Freon)

        Total, emisi Cakupan 1
                                                                                                 21.493,19                             25.923,55                              22.879,67
        Total Scope 1 Emissions

        Emisi Biogenik, dari BBM (Cakupan 1)
        Biogenic Emissions from Fuel                                                             4,473.70                               5.484,99                                9.798,97
        (Scope 1)
        Keterangan:
        *) Disajikan Kembali
           Terdapat restatement atas pengungkapan data emisi GRK cakupan 1 di tahun 2024, di mana pada tahun 2025 telah dilakukan inventarisasi dan perhitungan emisi GRK periode
           2024 dengan perluasan cakupan inventarisasi dari seluruh proyek, baik yang bersifat Joint Operation (JO) maupun non-JO. Data diperoleh berdasarkan pencatatan internal dari
           penanggungjawab masing-masing proyek, sehingga lebih menggambarkan profil emisi perseroan, terutama yang bersumber dari aktivitas operasional proyek.
        Note:
        *) Restated
           There is a restatement of the disclosure of Scope 1 GHG emissions data in 2024. In 2025, an inventory and calculation of GHG emissions for the 2024 period was conducted,
           expanding the inventory scope to include all projects, both Joint Operations (JO) and non-JO. Data was obtained based on internal records from the person in charge of each
           project, thus better depicting the company's emissions profile, particularly those originating from project operational activities.




200 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 201
Secara tren, terdapat penurunan emisi GRK cakupan 1                                          Trendwise, the Company's Scope 1 GHG emissions decreased
Perseroan pada Tahun 2025 dibandingkan dengan periode                                        in 2025 compared to the previous period. This was due to a
sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya jumlah                                      reduction in the number of active projects compared to the
proyek aktif dibandingkan tahun sebelumnya, serta selesainya                                 previous year and the completion of carryover projects from
proyek carry over dari periode sebelumnya, yang menyebabkan                                  the previous period, which resulted in a significant reduction
aktivitas penggunaan bahan bakar berkurang dengan signifikan.                                in fuel consumption.

Emisi GRK Cakupan 2 merupakan emisi tidak langsung                                           Scope 2 GHG emissions are indirect emissions derived from
(indirect emissions) yang berasal dari penggunaan listrik                                    electricity purchased from the energy provider, PT PLN, to
yang menunjang aktivitas kantor dan proyek dibeli dari                                       support office and project activities. The calculation of Scope
pihak penyedia energi, yakni PT PLN. Perhitungan emisi GRK                                   2 GHG emissions refers to the emission factors issued by the
cakupan 2 mengacu pada faktor emisi yang diterbitkan oleh                                    Ministry of Energy and Mineral Resources in Decree of the
Kementerian ESDM dalam Keputusan Menteri Energi Dan                                          Minister of Energy and Mineral Resources of the Republic of
Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor: 163. K/                                        Indonesia Number: 163.K/HK.02/MEM.S/2021 concerning
HK.02/MEM.S/2021 tentang Penetapan Faktor Emisi Gas Ruma                                     the Determination of Household Gas Emission Factors for
Sistem Ketenagalistrikan. Nilai faktor emisi ketenagalistrikan                               Electricity Systems. The electricity emission factor values
yang digunakan disesuaikan dengan lokasi masing-masing                                       used are adjusted based on the location of each office
kantor dan proyek.                                                                           and project.

Secara tren, terdapat kenaikan emisi GRK cakupan 2 Perseroan                                 Trendwise, the Company's Scope 2 GHG emissions increased
pada Tahun 2025 dibandingkan dengan periode sebelumnya.                                      in 2025 compared to the previous period. This is due to more
Hal ini disebabkan oleh lingkup pelaporan data energi proyek                                 comprehensive scope of project energy data reporting,
yang lebih komprehensif, didukung faktor lain seperti proyek                                 supported by other factors such as more projects entering
memasuki fase commissioning lebih banyak dibandingkan                                        the commissioning phase compared to the previous year,
dengan tahun sebelumnya, sehingga membutuhkan konsumsi                                       thus requiring higher electricity consumption.
listrik yang lebih besar.


 Tabel Emisi GRK Cakupan 2 (Listrik, Jaringan Interkoneksi PLN)
 Scope 2 GHG Emissions (Electricity, PLN Interconnection Network

                                                                                                                                                                (Dalam Ton CO2eq)
                                                                                                                                                                   (In Tons CO2eq)

 Wilayah Kerja
 Work Area                                                                             2025                                2024*                                2023

 Emisi GRK Cakupan 2 (listrik PLN)
                                                                                              16.689,05                             11.966,97                            6.680,14
 Scope 2 GHG Emissions (PLN electricity)

 Keterangan:
 *) Disajikan Kembali
    Terdapat restatement atas pengungkapan data emisi GRK cakupan 1 di tahun 2024, di mana pada tahun 2025 telah dilakukan inventarisasi dan perhitungan emisi GRK periode
    2024 dengan perluasan cakupan inventarisasi dari seluruh proyek, baik yang bersifat Joint Operation (JO) maupun non-JO. Data diperoleh berdasarkan pencatatan internal dari
    penanggungjawab masing-masing proyek, sehingga lebih menggambarkan profil emisi perseroan, terutama yang bersumber dari aktivitas operasional proyek.
 Note:
 *) Restated
    There is a restatement of the disclosure of Scope 1 GHG emissions data in 2024. In 2025, an inventory and calculation of GHG emissions for the 2024 period was conducted,
    expanding the inventory coverage to include all projects, both Joint Operations (JO) and non-JO. The data was obtained based on internal records from the person in charge of
    each project, thus better depicting the company's emissions profile, particularly those originating from project operational activities




Perseroan terus melakukan pengembangan yang kontinyu                                         The Company carries on making continuous improvements
dalam melaporkan emisi GRK Cakupan 3 yang tergolong                                          in reporting Scope 3 GHG emissions, which fall under
ke dalam emisi tidak langsung (indirect emissions) lainnya,                                  other indirect emissions, as a form of more comprehensive
sebagai bentuk transparansi kinerja lingkungan Perseroan                                     environmental performance transparency. This includes GHG
yang lebih menyeluruh, dengan mencakup emisi GRK yang                                        emissions arising throughout the Company’s value chain. Since
timbul dalam rantai nilai (value chain) Perseroan. Sejak Tahun                               2024, the Company has been able to report five Scope 3
2024, Perseroan dapat melaporkan lima kategori emisi GRK                                     GHG emission categories that are relevant to the Company’s
cakupan 3 yang relevan terhadap aktivitas bisnis Perusahaan,                                 business activities, including the following:
antara lain:




                                                                                                                                                     PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   201
Page 202
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       Emisi Kategori 1 - Pembelian Barang & Jasa                        Category 1 Emissions – Purchased Goods and Services
       Merupakan emisi yang dihasilkan dari emisi sepanjang              These emissions are generated from emissions throughout the
       pemrosesan (cradle-to-gate) barang dan jasa yang digunakan        processing lifecycle (cradle-to-gate) of goods and services
       oleh Perseroan. Inventarisasi emisi cakupan 3 kategori 1          used by the Company. The Scope 3 Category 1 emissions
       dilakukan dengan menggunakan spend-based method, atau             inventory is conducted using the spend-based method, or
       perhitungan emisi berdasarkan nilai keuangan yang dikeluarkan     emission calculations based on the financial value spent
       dalam pengadaan barang dan jasa, yang kemudian dikali             on the procurement of goods and services, which is then
       dengan faktor emisi spend-based yang diterbitkan oleh US          multiplied by spend-based emission factors issued by the
       EPA (United States Environmental Protection Agency), sesuai       US EPA (United States Environmental Protection Agency),
       dengan masing-masing jenis barang dan jasa yang digunakan.        according to each type of goods and services used.
       Secara tren, terdapat penurunan signifikan dalam emisi            Trend-wise, there was a significant decrease in Scope 3
       cakupan 3 kategori 1 Tahun 2025 dibandingkan dengan               Category 1 emissions in 2025 compared to the previous year,
       tahun sebelumnya, yang disebabkan oleh realisasi nominal          caused by actual reduction in the value of expenditures for
       pembelanjaan barang dan jasa yang secara riil berkurang           goods and service
       dari Tahun 2024.                                                  s compared to 2024.

       Emisi Kategori 3 - Aktivitas yang Berkaitan dengan Bahan          Category 3 Emissions – Fuel- and Energy-Related Activities
       Bakar dan Energi
       Merupakan emisi yang dihasilkan dari aktivitas yang muncul        These emissions are generated from activities arising in the
       dalam proses pengolahan dan distribusi bahan bakar dan            processing and distribution of fuel and energy before they are
       energi sebelum digunakan oleh Perseroan. Aktivitas yang           used by the Company. Relevant activities include upstream
       relevan antara lain adalah emisi hulu bahan bakar, emisi hulu     fuel emissions, upstream energy emissions, and transmission
       energi, dan emisi susut jaringan dan distribusi.                  and distribution losses.

       Batasan aktivitas emisi hulu bahan bakar melingkupi               The boundary of upstream fuel emission activities includes
       transportasi bahan bakar dari pihak ketiga (supplier) menuju      fuel transportation from third-party suppliers to WIKA project
       lokasi proyek WIKA, dimana massa bahan bakar yang                 locations, where the mass of mobilized fuel is multiplied by
       dimobilisasi dikali dengan faktor emisi DEFRA (Department         the relevant DEFRA (Department for Environment, Food and
       for Environment Food and Rural Affairs) yang relevan.             Rural Affairs) emission factor.

       Batasan aktivitas emisi hulu energi melingkupi emisi yang         The boundary of upstream energy emission activities includes
       muncul sebelum proses pembangkitan listrik yang digunakan         emissions generated before the electricity generation
       oleh Perseroan baik di kantor pusat maupun di proyek.             process used by the Company at both the head office and
       Perhitungan emisi dilakukan dengan mengalikan jumlah              project locations. Emissions are calculated by multiplying
       konsumsi listrik Perseroan dengan faktor emisi hulu di            the Company’s electricity consumption by the upstream
       Indonesia yang dikeluarkan oleh IEA (International Energy         emission factor in Indonesia issued by the IEA (International
       Agency).                                                          Energy Agency).

       Batasan aktivitas susut jaringan dan distribusi melingkupi        The boundary of transmission and distribution loss activities
       emisi yang muncul akibat hilangnya sejumlah listrik dalam         includes emissions arising from electricity losses during
       proses transmisi dan distribusi sebelum digunakan oleh            transmission and distribution before being used by the
       Perseroan. Perhitungan emisi dilakukan dengan mengalikan          Company. Emission calculations are performed by multiplying
       emisi sepanjang daur hidup listrik yang digunakan (emisi hulu     lifecycle emissions of the electricity used (upstream and
       dan emisi pembangkitan), kemudian dikalikan dengan nilai          generation emissions) by the transmission and distribution
       susut transmisi dan distribusi jaringan yang disesuaikan dengan   loss values adjusted to the location of each asset or project.
       lokasi aset maupun proyek.

       Secara tren, terdapat peningkatan signifikan dalam emisi          Trend-wise, there was a significant increase in Scope 3
       cakupan 3 kategori 3 Tahun 2025 dibandingkan dengan tahun         Category 3 emissions in 2025 compared to the previous year.
       sebelumnya, yang disebabkan oleh pendataan transportasi           This was caused by more comprehensive data collection on
       bahan bakar yang lebih komprehensif dibandingkan dengan           fuel transportation compared to the previous year, supported
       tahun sebelumnya, serta didukung oleh peningkatan                 by a real increase in the Company’s electricity consumption.
       penggunaan listrik Perseroan yang secara riil meningkat.

       Emisi Kategori 6 - Perjalanan Dinas                               Category 6 Emissions – Business Travel
       Merupakan emisi yang dihasilkan dari perjalanan dinas insan       These emissions are generated from business travel conducted
       WIKA menggunakan moda transportasi yang dioperasikan oleh         by WIKA People using transportation operated by third parties.




202 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 203
pihak ketiga. Inventarisasi emisi cakupan 3 kategori 6 yang       The Scope 3 Category 6 emissions inventory currently covers
telah dilakukan saat ini melingkupi emisi dari perjalanan dinas   emissions from business travel using air transportation
menggunakan moda transportasi pesawat yang dilakukan oleh         conducted by members of Board of Directors (BoD). The
jajaran direksi (BoD). Inventarisasi emisi cakupan 3 kategori     inventory is calculated using fuel-based method by entering
6 dilakukan menggunakan fuel-based method dengan                  the departure and arrival airports into the ICAO (International
memasukkan bandara keberangkatan dan kedatangan ke dalam          Civil Aviation Organization) Carbon Calculator platform.
platform ICAO (International Civil Aviation Organization)
Carbon Calculator.

Secara tren, terdapat penurunan signifikan dalam emisi            Trend-wise, there was a significant decrease in Scope 3
cakupan 3 kategori 6 Tahun 2025 dibandingkan dengan tahun         Category 6 emissions in 2025 compared to the previous
sebelumnya, yang disebabkan oleh strategi Perseroan dalam         year. This was due to the Company’s strategy to improve
melakukan efisiensi operasional Perusahaan, yang berimplikasi     operational efficiency, which led to a reduction in business
kepada pengurangan perjalanan dinas, dan mengutamakan             travel and prioritized online meetings whenever possible.
pertemuan secara daring, jika memungkinkan.

Emisi Kategori 7 - Perjalanan Pegawai                             Category 7 Emissions – Employee Commuting
Merupakan emisi yang dihasilkan dari perjalanan pegawai           These emissions are generated from employee travel to
dalam mencapai dan pulang dari tempat bekerja. Inventarisasi      and from the workplace. The Scope 3 Category 7 emissions
emisi cakupan 3 kategori 7 yang telah dilakukan saat ini          inventory currently covers travel emissions from WIKA
melingkupi emisi perjalanan Insan WIKA yang bertugas di           People working at the head office, namely WIKA Tower 2.
kantor pusat, yakni WIKA Tower 2. Inventarisasi emisi cakupan     The inventory is calculated using distance-based method
3 kategori 7 dilakukan dengan menggunakan distance-based          by determining the average daily commuting distance per
method, dengan mengetahui jarak rerata perjalanan harian          mode of transportation, which is then multiplied by emission
pegawai (commuting) per jenis moda transportasi, yang             factors issued by DEFRA and transportation service providers
kemudian dikalikan dengan nilai faktor emisi yang dikeluarkan     for each transportation mode.
DEFRA dan penyedia jasa transportasi untuk masing-masing
moda transportasi.

Secara tren, terdapat penurunan signifikan dalam emisi            Trend-wise, there was a significant decrease in Scope 3
cakupan 3 kategori 7 Tahun 2025 dibandingkan dengan tahun         Category 7 emissions in 2025 compared to the previous
sebelumnya, dipengaruhi oleh reorganisasi struktur organisasi     year. This was influenced by organizational restructuring and
serta dinamika ketenagakerjaan di internal Perseroan. Adanya      workforce dynamics within the Company. Adjustments in
penyesuaian jumlah personil dan optimalisasi penempatan           personnel numbers and optimization of employee placement,
pegawai, pengurangan hari pegawai untuk bekerja di kantor         a reduction in the number of days employees are required
/ WFO (Work From Office) dan pemberlakuan sistem kerja            to work from the office (WFO – Work From Office), and the
hybrid, dimana terdapat rotasi sistem kerja WFO dan WFA           implementation of a hybrid work system—where employees
(Work From Anywhere) dalam satu minggu kerja berdampak            alternate between WFO and WFA (Work From Anywhere)
langsung pada pengurangan frekuensi mobilitas harian,             within a workweek, have directly reduced daily mobility
yang secara linier menurunkan emisi GRK dari aktivitas            frequency, which in turn linearly reduced GHG emissions
perjalanan pegawai.                                               from employee commuting activities.

Emisi Kategori 13 - Aset yang Disewakan                           Category 13 Emissions – Leased Assets
Merupakan emisi yang dihasilkan dari penggunaan aset WIKA         These emissions are generated from the use of WIKA
yang disewakan kepada tenant. Emisi cakupan 3 kategori 13         assets leased to tenants. Scope 3 Category 13 emissions
dihitung menggunakan asset-specific method, yakni dengan          are calculated using asset-specific method, by multiplying
mengalikan nilai konsumsi listrik tenant dengan faktor emisi      tenant electricity consumption values by the applicable
grid ketenagalistrikan yang berlaku sesuai dengan dengan          electricity grid emission factors according to the location of
lokasi masing-masing kantor dan proyek.                           each office and project.

Secara tren, terdapat penurunan yang cukup signifikan             Trend-wise, there was a fairly significant decrease in Scope 3
dalam emisi cakupan 3 kategori 13 Tahun 2025 dibandingkan         Category 13 emissions in 2025 compared to the previous year.
dengan tahun sebelumnya, yang disebabkan oleh penyesuaian         This was due to adjustments in recording emission activity
pencatatan data aktivitas emisi dari tenant, ditambah dengan      data from tenants, in addition to the termination of certain
terdapatnya pengakhiran kontrak aset, sehingga aset bersifat      asset contracts, resulting in idle assets whose operations
idle dan dikembalikan operasionalnya kepada Perseroan.            were returned to the Company.




                                                                                                         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   203
Page 204
                              Kinerja Keberlanjutan
                              Sustainability Performance




        Tabel Emisi GRK Total Cakupan 1 dan Cakupan 2 yang dihasilkan
        Total GHG Emissions for Scope 1 and Scope 2
                                                                                                                                                                                 (Dalam Ton CO2eq)
                                                                                                                                                                                  (In Tons of CO2eq)

        Emisi GRK pada Cakupan
                                                                                                                 2025                            2024*                             2023
        GHG Emissions by Scope

        Emisi GRK Cakupan 1
                                                                                                                       21.493,19                        25.923,55                        22.879,67
        Scope 1 GHG Emissions

        Emisi GRK Cakupan 2
                                                                                                                       16.689,05                         11.966,97                         6.680,14
        Scope 2 GHG Emissions

        Total, Emisi Cakupan 1 dan 2
                                                                                                                      38.182,24                        37.890,52                         29.571,58
        Total, Scope 1 and 2 Emissions
        Keterangan:
        * Disajikan Kembali
        Notes:
        * Restated




        Tabel Emisi Cakupan 3
        Scope 3 Emissions
                                                                                                                                                                                 (Dalam Ton CO2eq)
                                                                                                                                                                                    (In Tons CO2eq)

        Kategori Emisi Cakupan 3
                                                                                                                         2025                                              2024
        Scope 3 Emission Categories
        Kat. 1 - Pembelian Barang dan Jasa
                                                                                                                                       56.380,86                                        177.747,99
        Category 1 - Purchase of Goods and Services
        Kat. 3 - Aktivitas yang Berkaitan dengan Bahan Bakar dan Energi
                                                                                                                                        4.018,09                                           2.990,66
        Category 3 - Activities Related to Fuel and Energy
        Kat. 6 - Perjalanan Dinas
                                                                                                                                              3,22                                             19,52
        Category 6 - Business Travel
        Kat. 7 - Perjalanan Pegawai
                                                                                                                                             99,87                                           613,64
        Category 7 - Employee Travel
        Kat. 13 - Aset yang Disewakan
                                                                                                                                        8.888,96                                         10.428,05
        Category 13 - Leased Assets
        Total
                                                                                                                                           69.391                                       191.799,86
        Total
        Keterangan:
        * Pelaporan emisi GRK cakupan 3 disampaikan berdasarkan kategorisasi kerangka pelaporan GHG Protocol, sementara dalam pelaporan sebelumnya disampaikan berdasarkan
           kategorisasi kerangka ISO-14064-1:2018
        ** Inventarisasi emisi cakupan 3 kategori 6 menggunakan fuel-based method dengan platform ICAO (International Civil Aviation Organization) Carbon Calculator, sehingga terdapat
           penurunan signifikan dalam emisi cakupan 3 kategori 6 Tahun 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan juga adanya strategi efisiensi operasional Perusahaan
        Note:
        * Scope 3 GHG emissions reporting is based on the GHG Protocol reporting framework categorization, while previous reporting was based on the ISO-14064-1:2018 framework categorization
        ** An inventory of Scope 3 Category 6 emissions was conducted using the fuel-based method via the ICAO (International Civil Aviation Organization) Carbon Calculator platform, resulting in a
           significant reduction in Scope 3 Category 6 emissions in 2025 compared to the previous year, as well as the implementation of the Company’s operational efficiency strategies..




        Tabel Emisi GRK Cakupan 3 (Perjalanan Dinas)
        Scope 3 GHG Emissions (Business Travel)
                                                                                                                                                                       (Dalam Ton CO2e)
                                                                                                                                                                       (In Tons of CO2e)

        Sumber Emisi GRK
                                                                                                            Satuan                                             2023
        GHG Emission Sources
        Cakupan 3
        Transportasi-hulu (material BBM) Kategori 3: (3.1)**
                                                                                                         Ton CO2-eq                                                                52,39
        Scope 3
        Upstream Transportation (Fuel Materials) Category 3: (3.1)**
        Cakupan 3
         (Perjalanan Dinas) Kategori 3: (3.5)**
                                                                                                         Ton CO2-eq                                                                71,73
        Scope 3
        (Business Travel) Category 3: (3.5)**
        Total Emisi GRK Cakupan 3
                                                                                                         Ton CO2-eq                                                              124,12
        Total GHG Emissions Scope 3
        Keterangan:
        * Kategorisasi emisi dalam ISO/SNI 14064-1
           pada tahun 2023 data emisi GRK cakupan 3 meliputi transportasi – hulu, material BBM
        ** perhitungan emisi angkutan penumpang udara dengan faktor emisi transportasi udara, kategori DEFRA-UK
        Note:
        * Emission categorization in ISO/SNI 14064-1
           In 2023, Scope 3 GHG emission data includes upstream transportation, fuel materials.
        ** Air passenger transport emission calculations using air transport emission factors, DEFRA-UK category.




204 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 205
WIKA menetapkan metrik finansial berupa nominal pendapatan                WIKA has established a financial metric, nominal revenue, as a
sebagai pembagi dalam menghitung intensitas emisi GRK.                    divisor in calculating GHG emission intensity. This selection is
Pemilihan ini didasarkan pada karakteristik sektor jasa                   based on the characteristics of WIKA's construction services
konstruksi WIKA yang memiliki portofolio proyek sangat                    sector, which has a highly diverse project portfolio. Therefore,
beragam, sehingga penggunaan rasio pendapatan dinilai jauh                the revenue ratio is considered a much more representative
lebih representatif untuk mengukur timbal balik antara dampak             measure of the trade-off between environmental impact
lingkungan dan nilai ekonomi yang diciptakan perseroan. Metrik            and economic value created by the company. The emission
intensitas emisi yang digunakan adalah tCO2e/miliar rupiah,               intensity metric used is tCO2e/billion rupiah, which represents
yang merepresentasikan jumlah emisi yang ditimbulkan oleh                 the amount of emissions generated by the company's
aktivitas operasional perseroan per 1 miliar rupiah pendapatan            operational activities per 1 billion rupiah of revenue received
yang diterima perseroan.                                                  by the company.



 Tabel Intensitas Emisi GRK Cakupan 1, 2 dan 3
 GHG Emission Intensity Scope 1, 2 and 3

 Keterangan                                                Satuan
 Description                                                                        2025                2024                   2023
                                                            Unit

 Emisi GRK Cakupan 1
                                               Ton CO2-eq                              21.493,19           25.923,55               22.879,67
 Scope 1 GHG Emissions

 Emisi GRK Cakupan 2
                                               Ton CO2-eq                              16.689,05            11.966,97               6.680,14
 Scope 2 GHG Emissions

 Emisi GRK Cakupan 3
                                               Ton CO2-eq                                  69.391          191.799,86                 124,12
 Scope 3 GHG Emissions

 Total Emisi GRK 1 dan 2
                                               Ton CO2-eq                              38.182,24           37.890,52               29.571,58
 Total GHG Emissions for 1 and 2

 Total Emisi GRK
                                               Ton CO2-eq                             107.573,24          229.690,38              29.683,93
 Total GHG Emissions

 Pendapatan                                    Dalam Miliar Rupiah
                                                                                       13.325,49           19.242,73                  22.532
 Revenue                                       In Billions of Rupiah

 Karyawan                                      Orang
                                                                                           3.566               4.921                   6.493
 Employees                                     Person

 Intensitas Emisi GRK 1, 2/Pendapatan          Ton CO2-eq/Miliar Rupiah
                                                                                            2,87                 1,97                    1,31
 GHG Emission Intensity 1, 2/Revenue           Tons of CO2-eq/Billion Rupiah

 Intensitas Emisi GRK 1, 2, 3/Pendapatan       Ton CO2-eq/Miliar Rupiah
                                                                                            8,07                11,94                    1,32
 GHG Emission Intensity 1, 2, 3/Revenue        Tons of CO2-eq/Billion Rupiah

 Intensitas Emisi GRK 1,2,3/Karyawan           Intensitas Emisi GRK/Orang
                                                                                           30,17               46,68                    4,57
 GHG Emission Intensity 1, 2, and 3/Employee   GHG Emission Intensity/Person




 Tabel Intensitas Emisi GRK dan Cakupan 3
 GHG Emission Intensity and Scope 3

 Keterangan                                                Satuan
 Description                                                                        2025                2024                   2023
                                                            Unit

 Emisi GRK Cakupan 3 - Kategori 3: (3.5)**
                                               Ton CO2-eq                                   3,22               19,52                    71,73
 Scope 3 GHG Emissions - Category 3: (3.5)

 Jumlah Direksi                                Orang
                                                                                               6                   6                        7
 Number of Directors                           Person

 Intensitas Emisi GRK/Direksi                  Ton CO2-eq/Orang
                                                                                            0,53                3,25                   10,25
 GHG Emission Intensity/Director               Tons CO2-eq/Person




                                                                                                                  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   205
Page 206
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       UPAYA DAN PENCAPAIAN PENGURANGAN EMISI                             EMISSION REDUCTION EFFORTS                               AND
       YANG DILAKUKAN [OJK F.12, GRI 305-5]                               ACHIEVEMENTS [OJK F.12, GRI 305-5]

       Pada tahun 2025, Perseroan melaksanakan berbagai program           In 2025, the Company carried out a number of Greenhouse
       pengurangan emisi Gas Rumah Kaca melalui berbagai inisiatif        Gas emission reduction programs through various initiatives,
       yang mencakup optimalisasi metode pelaksanaan konstruksi di        including optimizing construction methods on the ground
       lapangan serta peningkatan efisiensi pada fasilitas penunjang      and increasing efficiency in operational support facilities.
       operasional. Program-program tersebut merupakan bagian dari        These programs are part of the Company's strategic steps
       langkah strategis Perseroan dalam mendukung pencapaian             to support the achievement of Net Zero Emissions target
       target Net Zero Emission sekaligus menekan dampak                  while simultaneously reducing the impact of global warming
       pemanasan global di sektor konstruksi.                             in the construction sector.

       Perseroan menetapkan dua fokus utama dalam pelaksanaan             The Company has established two main focuses in its emission
       program penurunan emisi sebagai upaya mitigasi perubahan           reduction program as an effort to mitigate climate change
       iklim dan pencapaian target penurunan emisi yang telah             and achieve the emission reduction targets set out in the
       ditetapkan dalam Peta Jalan serta target reduksi emisi tahunan     Net Zero Emissions Roadmap and the Company's annual
       Perseroan, yaitu:                                                  emission reduction targets:

       1.   Inovasi pada Proses Konstruksi dan Engineering                1. Innovation in Construction and Engineering Processes
            Perseroan memprioritaskan pengurangan emisi pada tahap           The Company prioritizes emission reduction during the
            pelaksanaan proyek melalui peningkatan efisiensi material        project implementation phase by increasing material and
            dan energi, antara lain dengan:                                  energy efficiency, including:
            a. Penerapan Building Information Modeling (BIM) level           a. Implementation of 5D Building Information Modeling
                5D untuk meningkatkan akurasi perencanaan material,              (BIM) to improve the accuracy of material planning,
                sehingga mampu mengurangi limbah konstruksi                      thereby reducing construction waste and rework,
                (waste) dan meminimalkan pekerjaan ulang (rework),               as well as reducing the carbon footprint in the
                serta menurunkan jejak karbon pada rantai pasok;                 supply chain;
            b. Pengalihan sebagian besar aktivitas konstruksi ke             b. Shifting most construction activities to a more
                lingkungan pabrik yang lebih terkendali melalui metode           controlled factory environment using precast
                precast, yang dinilai lebih efisien energi dibandingkan          methods, which are considered more energy efficient
                metode pengerjaan di lokasi (on-site cast insitu);               than on-site casting methods;
            c. Implementasi sistem pemantauan konsumsi bahan                 c. Implementing a fuel consumption monitoring
                bakar pada alat berat serta penggunaan Biodiesel                 system for heavy equipment and using Biodiesel
                (B35) guna menekan emisi Gas Rumah Kaca Cakupan                  (B35) to significantly reduce Scope 1 Greenhouse
                1 secara signifikan.                                             Gas emissions.

       2.   Efisiensi pada Fasilitas Penunjang                            2.   Efficiency in Supporting Facilities
            Upaya pengurangan emisi juga dilakukan pada area non-              Emission reduction efforts are also being carried out in
            konstruksi untuk mendukung operasional yang lebih ramah            non-construction areas to support more environmentally
            lingkungan, antara lain melalui:                                   friendly operations, including through:
            a. Pengaturan sistem tata udara (HVAC) dan penggunaan              a. Adjusting the air conditioning (HVAC) system and
                 sistem pencahayaan LED pada kantor lapangan () serta               using LED lighting systems in the site office (direksi
                 barak pekerja;                                                     keet) and worker barracks;
            b. Pemanfaatan unit panel surya portabel di lokasi proyek          b. Utilizing portable solar panels at the project site to
                 untuk mengurangi ketergantungan terhadap genset                    reduce reliance on diesel-powered generators;
                 berbahan bakar diesel;
            c. Penerapan program pengomposan limbah organik                    c.   Implementing an organic waste composting program
                 di area karyawan serta daur ulang sisa material                    in the employee mess area and recycling construction
                 konstruksi, seperti baja sisa, yang berkontribusi pada             waste materials, such as scrap steel, which contribute
                 pengurangan emisi tidak langsung pada kategori                     to reducing indirect emissions in the Scope 3 category
                 Cakupan 3 (limbah operasional).                                    (operational waste).

       Selain itu, upaya penurunan emisi Perseroan juga tercermin         In addition, the Company's emission reduction efforts
       melalui keberadaan kawasan WIKASATRIAN. Kinerja lingkungan         are also reflected in the existence of WIKASATRIAN area.
       WIKASATRIAN ditunjukkan melalui intensitas penurunan               WIKASATRIAN's environmental performance is demonstrated
       karbon indikatif sebesar 10–80 ton CO₂ per hektar per              by an indicative carbon reduction intensity of 10–80 tons




206 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 207
tahun, yang berkontribusi terhadap penurunan emisi tahunan                                 of CO₂ per hectare per year, contributing to an annual
sekitar 97–776 ton CO₂. Hal ini menegaskan peran strategis                                 emission reduction of approximately 97–776 tons of CO₂.
kawasan tersebut dalam mendukung implementasi strategi                                     This underscores the area's strategic role in supporting the
dekarbonisasi Perseroan.                                                                   implementation of the Company's decarbonization strategy.

WIKA menunjuk 2024 sebagai tahun dasar (base year) yang                                    WIKA designated 2024 as the new base year. This
baru. Penetapan ini dilatarbelakangi oleh tingkat kematangan                               determination was based on the maturity level of emissions
data emisi di tahun tersebut yang dinilai lebih lengkap dan                                data in that year, which was deemed more comprehensive
mampu mewakili kondisi aktual. Inventarisasi data pada tahun                               and more representative of actual conditions. The 2024 data
2024 telah mencakup seluruh cakupan operasional, mulai dari                                inventory covered the entire operational scope, from the head
kantor pusat, aset perusahaan, hingga proyek konstruksi yang                               office and company assets to ongoing construction projects.
tengah aktif. Adapun baseline akumulasi emisi Scope 1 dan                                  The baseline accumulated Scope 1 and 2 emissions in that
2 pada tahun dasar tersebut tercatat di angka 37.891 tCO2e.                                base year were recorded at 37,891 tCO2e.

Sepanjang tahun 2025, terdapat penurunan total emisi GRK                                   Throughout 2025, there was a decrease in total GHG
Cakupan 1, 2, dan 3 menjadi sebesar 107.573,24 ton co2-                                    emissions from Scopes 1, 2, and 3 to 107,573.24 tons of
eq menurun dibandingkan dengan base year yaitu tahun                                       CO2-eq, compared to the base year of 229,690.38 tons of
2024 sebesar 229.690,38 ton co2-eq. Perseroan juga berhasil                                CO2-eq in 2024. The Company also succeeded in reducing
menurunkan intensitas emisi GRK menjadi sebesar 8,07 Ton                                   GHG emission intensity to 8.07 tons of CO2-eq/billion Rupiah,
CO2-eq/Miliar Rupiah menurun dibandingkan baseyear tahun                                   down from the 2024 base year of 11.94 tons of CO2-eq/
2024 yang sebesar 11,94 Ton CO2-eq/Miliar Rupiah.                                          billion Rupiah.

Selain itu, Perseroan juga telah mengukur pengurangan                                      Furthermore, the Company has also measured the emission
emisi yang dihasilkan dari penggunaan Solar Photovoltaic,                                  reductions resulting from the use of Solar Photovoltaic Energy,
sebagai berikut.                                                                           as follows.

 Program Pengurangan Emisi WIKA 2025
 WIKA's 2025 Emission Reduction Program


                                                                                                 Nilai Absolut Program Pengurangan Emisi
         Nama Program                                                           Parameter        Absolute Value of Emission Reduction Program             Satuan
 No
         Program Name                                                           Parameter                                                                  Unit
                                                                                                     2025              2024           2023
         Instalasi Solar Photovoltaic di Kantor Pusat WIKA Tower 2
  1                                                                                 CO2                  19,94              21,38       21,76      ton CO2 equivalent
         Solar Photovoltaic Installation at Head Office WIKA Tower 2

         Instalasi Solar Photovoltaic di Lokasi Proyek
  2                                                                                 CO2                  98,74                   -             -   ton CO2 equivalent
         Solar Photovoltaic Installation at Project Site

         Instalasi PLTB di Lokasi Proyek
  3                                                                                 SO2                  12,62                   -             -
         PLTB Installation at Project Site

 Catatan:
 *Beberapa program baru dilakukan pada tahun 2025 sehingga nilai absolut program pengurangan emisi belum dapat dikuantifikasi.
 Note:
 *Some new programs will be implemented in 2025, so the absolute value of the emission reduction programs cannot yet be quantified.




Terdapat tren penurunan nilai absolut program pengurangan                                  There is a downward trend in the absolute value of emissions
emisi pada Instalasi Solar Photovoltaic di Kantor Pusat WIKA                               reduction program for Solar Photovoltaic Installation at WIKA
Tower 2 selama periode 2023 hingga 2025. Penurunan                                         Tower 2 Head Office from 2023 to 2025. This performance
performa ini terjadi karena dua faktor utama:                                              decline was due to two main factors:
1. Faktor fluktuasi cuaca tahunan yang mengakibatkan tidak                                 1. Annual weather fluctuations, which result in less than
    maksimalnya intensitas paparan radiasi matahari (solar                                     optimal solar irradiation intensity, and
    irradiation), serta
2. Terjadinya penurunan efisiensi alamiah (panel degradation                               2.    A natural decline in efficiency (panel degradation rate) as
    rate) seiring bertambahnya usia pakai perangkat panel                                        solar panels age in converting solar energy into electricity.
    surya dalam mengkonversi energi surya menjadi energi
    listrik




                                                                                                                                             PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   207
Page 208
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       STRATEGI PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM                                CLIMATE ACTION

       Roadmap Dekarbonisasi Transformation & IT Division                 Decarbonization Roadmap
       (ESG)
       Sebagai bagian dari pengembangan strategi keberlanjutan            As part of the Company's sustainability strategy development,
       Perseroan, WIKA melakukan peninjauan komprehensif                  WIKA conducted a comprehensive review of the Net Zero
       terhadap Peta Jalan Net Zero Emission (NZE) yang pertama           Emission (NZE) Roadmap, first initiated in 2022. Based on
       kali diinisiasi pada tahun 2022. Berdasarkan evaluasi kinerja      the latest performance evaluation and operational dynamics,
       dan dinamika operasional terkini, Perseroan menilai bahwa          the Company assessed that the previous roadmap required
       peta jalan sebelumnya memerlukan penyesuaian agar tetap            adjustments to remain relevant and representative of the
       relevan dan representatif terhadap kondisi eksisting Perseroan.    Company's existing conditions. Therefore, in this reporting
       Oleh karena itu, pada tahun pelaporan ini, WIKA secara resmi       year, WIKA officially updated its Net Zero Emissions (NZE)
       memperbarui Peta Jalan NZE, khususnya untuk cakupan Emisi          Roadmap, specifically for Scope 1 and Scope 2 GHG emissions.
       GRK Scope 1 dan Scope 2.

       Dalam pembaruan strategi ini, WIKA menetapkan Tahun 2024           In this strategy update, WIKA designated 2024 as the
       sebagai tahun dasar (base year) yang baru. Pemilihan tahun         new base year. The selection of 2024 was based on the
       2024 didasarkan pada pertimbangan maturitas data emisi yang        maturity of emissions data, which is considered far more
       dinilai jauh lebih komprehensif dan representatif, mencakup        comprehensive and representative, encompassing the entire
       seluruh inventarisasi emisi dari kantor pusat, aset, hingga        emissions inventory from the head office, assets, and ongoing
       proyek konstruksi yang sedang berjalan. Total emisi Scope 1 &      construction projects. Total Scope 1 & 2 emissions in the base
       2 pada tahun dasar (2024) tercatat sebesar 37.890,52 tCO2e.        year (2024) were recorded at 37,890.52 tCO2e.

       Peta Jalan Net Zero Emission (NZE) Perseroan pertama kali          The Company's Net Zero Emissions (NZE) Roadmap was first
       disusun pada Tahun 2022. Seiring berjalan waktu, Perseroan         developed in 2022. Over time, the Company realized that the
       menyadari bahwa peta jalan yang telah disusun sebelumnya           previously developed roadmap was no longer representative
       tidak lagi representatif dengan kondisi eksisting Perseroan saat   of the Company's current conditions. Therefore, the Company
       ini. Oleh karena itu, Perseroan berinisiatif untuk melakukan       took the initiative to update the NZE Roadmap for Scope 1
       pembaharuan Peta Jalan NZE untuk Emisi GRK Scope 1                 & 2 GHG emissions this year. The Company's NZE Roadmap
       & 2 di tahun ini. Pembaharuan Peta Jalan NZE Perseroan             update was implemented by rebaselining its Scope 1 & 2 GHG
       dilakukan dengan melakukan rebaselining emisi GRK Scope            emissions, with 2024 serving as the baseline year, considering
       1 & 2, dimana Tahun 2024 dijadikan acuan tahun baseline            the maturity of emissions data to be more representative of
       dengan pertimbangan maturitas data emisi lebih representatif       all operational areas at the Company's head office, assets,
       terhadap seluruh wilayah operasional di kantor pusat, aset,        and ongoing projects.
       dan proyek yang sedang dijalankan oleh Perseroan.

       Peta jalan terbaru ini disusun dengan pendekatan yang              This latest roadmap was developed with an approach that
       menyeimbangkan komitmen penanggulangan perubahan                   balances commitments to climate change mitigation with
       iklim dengan kontinuitas operasional bisnis. WIKA menerapkan       business operational continuity. WIKA is implementing a
       strategi reduksi dengan tingkat agresivitas bertahap               reduction strategy with a gradual level of aggressiveness
       (progressive aggressiveness), di mana intensitas penurunan         (progressive aggressiveness), where the intensity of emission
       emisi akan meningkat secara eksponensial mendekati tahun           reductions will increase exponentially closer to the target
       target. Secara transparan, Perseroan memproyeksikan adanya         year. The Company transparently projects fluctuations in
       fluktuasi emisi GRK pada periode jangka pendek (2026–2029).        GHG emissions in the short term (2026–2029).

       Hal ini dipengaruhi oleh penyesuaian strategi terhadap             This is influenced by strategic adjustments to market
       ketersediaan pasar dan risiko ketidakpastian sektor konstruksi     availability and the risk of uncertainty in the construction
       menjelang dan selama tahun politik 2029. Namun, strategi           sector leading up to and during the 2029 political year.
       jangka panjang tetap diarahkan untuk memastikan kurva              However, the long-term strategy remains focused on ensuring
       penurunan emisi kembali pada jalurnya pasca periode                the emission reduction curve returns to its normal path after
       tersebut.                                                          that period.




208 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 209
                                                                PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
                                                                   Net Zero Emission Strategy
    40.000,00
                       Scope 1&2 GHG Emission Baseline (2024)
                       37.891 tCO2e
                                                                  9% Emission reduction from baseline year
                                                                  34.480 tCO2e

    30.000,00                                                                                30% Emission reduction from baseline year
                                                                                             26.523 tCO2e

                                                                                                                                           85% Emission reduction from baseline year
                                                                                                                                           5.684 tCO2e

    20.000,00


                                                                                                                                                           NET
                                                                                                                                                          ZERO
                                                                                                                                                          2025
    10.000,00




         0,00
                2024                           2031              2035                 2040                   2045                   2050                   2055

        Baseline Year: 2024                                                                                           Supported by offset initiatives for residual emissions
        GHG emission trend from 2026 to 2029 is expected to flucture due to
        corporate strategic measures on market availabity based on the
        presidential election year.



WIKA menetapkan target untuk mencapai Net Zero Emission                                      WIKA has set a target to achieve Net Zero Emissions by 2055,
pada Tahun 2055, relatif ambisius terhadap baseline 2024.                                    which is relatively ambitious compared to the 2024 baseline.
Target ini ditetapkan lebih awal dibandingkan komitmen                                       This target is earlier than Indonesia’s national commitment
nasional Indonesia (2060) dan selaras dengan skenario global                                 (2060) and is aligned with the global “Well Below 2°C” scenario.
‘Well Below 2°C’.

Berikut adalah tonggak capaian (milestones) pengurangan                                      The following are the emission reduction milestones
emisi yang ditetapkan Perseroan:                                                             established by the Company:
• Jangka Pendek (2031): Target pengurangan emisi                                             • Short Term (2031): Emission reduction target of 9%
    sebesar 9% dari baseline, dengan batas emisi maksimal                                        from the baseline, with a maximum emission limit of
    34.480 tCO2e.                                                                                34,480 tCO2e.
• Jangka Menengah (2040): Target pengurangan emisi                                           • Medium Term (2040): Emission reduction target of 30%
    sebesar 30% dari baseline, dengan batas emisi maksimal                                       from the baseline, with a maximum emission limit of
    26.523 tCO2e.                                                                                26,523 tCO2e.
• Jangka Panjang (2050): Target pengurangan emisi                                            • Long Term (2050): Emission reduction target of 85%
    sebesar 85% dari baseline, dengan batas emisi maksimal                                       from the baseline, with a maximum emission limit of
    5.684 tCO2e.                                                                                 5,684 tCO2e.
• Target Akhir (2055): Pencapaian Net Zero Emission, di                                      • Final Target (2055): Achievement of Net Zero Emissions,
    mana emisi residual akan dimitigasi melalui mekanisme                                        where residual emissions will be mitigated through verified
    offset karbon yang terverifikasi.                                                            carbon offset mechanisms.




                                                                                                                                                       PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   209
Page 210
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




      Saat ini pembaruan Peta Jalan dan Komitmen Net Zero              Currently, the updated Net Zero Emission (NZE) Roadmap
      Emission (NZE) untuk Emisi GRK Cakupan 1 & 2 difokuskan          and Commitment for Scope 1 and Scope 2 GHG emissions
      pada lingkup operasional entitas WIKA Induk (Holding).           are focused on the operational scope of WIKA parent entity
      Kendati demikian, sebagai satu kesatuan usaha, WIKA Group        (Holding). Nevertheless, as an integrated business group,
      memegang teguh komitmen kolektif dalam mendukung                 WIKA Group maintains a collective commitment to supporting
      mitigasi perubahan iklim.                                        climate change mitigation.

      Sebagai langkah strategis, Perseroan telah mengamanatkan         As a strategic step, the Company has mandated all subsidiaries,
      kepada seluruh Entitas Anak, meliputi WIKA Beton,                including WIKA Beton, WIKA Konstruksi, and WIKA Rekayasa
      WIKA Konstruksi, dan WIKA Rekayasa Konstruksi, untuk             Konstruksi, to align their decarbonization targets. These
      menyelaraskan target dekarbonisasi mereka. Entitas Anak          subsidiaries are encouraged to achieve Scope 1 and Scope
      didorong untuk mencapai NZE Cakupan 1 & 2 pada tahun 2055,       2 NZE by 2055, or at the latest by 2060 (five years after
      atau selambat-lambatnya pada tahun 2060 (lima tahun setelah      the parent company’s target). This policy is established to
      target Induk). Kebijakan ini ditetapkan untuk memastikan         ensure that WIKA’s consolidated emission reduction trajectory
      bahwa arah penurunan emisi WIKA secara konsolidasi tetap         remains within the “Well Below 2°C” scenario corridor and
      berada dalam koridor skenario ‘Well Below 2°C’ serta selaras     aligns with the National NZE target.
      dengan target NZE Nasional.

      Aksi Dekarbonisasi WIKA                                          WIKA Decarbonization Actions
      Ketercapaian komitmen NZE Cakupan 1 & 2 Perseroan                The achievement of the Company’s Scope 1 and Scope
      bergantung pada langkah dan inisiatif strategis dekarbonisasi    2 NZE commitment depends on WIKA’s future strategic
      WIKA kedepannya. Dalam menentukan inisiatif strategis, WIKA      decarbonization initiatives. In determining these initiatives,
      menyadari terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam          WIKA recognizes several challenges faced in reducing
      upaya reduksi emisi Perseroan sebagai Perusahaan yang            emissions as a construction sector company in Indonesia,
      bergerak di sektor konstruksi di Indonesia, yakni:               namely:
      1. Masih terbatasnya teknologi yang mendukung                    1. The limited availability of technologies that support
          dekarbonisasi secara menyeluruh, terutama untuk                 comprehensive decarbonization, particularly for the
          proses bisnis Perseroan yang menggunakan alat stasioner         Company’s business processes that utilize stationary
          (stationary combustion);                                        combustion equipment.
      2. Masih terbatasnya akses Perseroan terhadap listrik 0/         2. Limited access to fully zero/low-emission electricity,
          rendah emisi secara penuh, sehingga penggunaan energi           requiring the use of conventional electricity to be
          listrik konvensional perlu diimbangi dengan pembelian           balanced with the procurement of energy with
          energi dengan atribut lingkungan.                               environmental attributes.

      Kendala di atas menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam      The challenges above are among the considerations in
      penyusunan aksi dekarbonisasi yang akan ditempuh Perseroan       formulating the decarbonization actions that the Company
      kedepannya. Secara garis besar, aksi dekarbonisasi yang akan     will implement in the future. In general, the decarbonization
      ditempuh oleh Perseroan, antara lain:                            actions planned by the Company include the following:
      1. Operasional Proyek Berbasis Energi Terbarukan                 1. Renewable Energy-Based Project Operations
          Penggunaan listrik konvensional di lokasi proyek akan             The use of conventional electricity at project locations will
          dikurangi dan diimbangi dengan penambahan bauran                  be reduced and balanced with the addition of renewable
          energi terbarukan, untuk mengurangi emisi GRK cakupan             energy in the energy mix to reduce Scope 2 GHG
          2. Bauran energi terbarukan akan dihasilkan melalui dengan        emissions. The renewable energy mix will be generated
          energi yang diproduksi sendiri melalui pemasangan Solar           through self-produced energy by installing Solar PV
          PV (Photovoltaic) dan pemanfaatan teknologi AVAA                  (Photovoltaic) systems and utilizing AVAA (Automatic
          (Automatic Voltage Ampere Adjustment) di lokasi proyek            Voltage Ampere Adjustment) technology at project
          ketika dimungkinkan.                                              locations where feasible.
      2. Elektrifikasi Armada Kendaraan Operasional Proyek             2. Electrification of Project Operational Vehicle Fleets
          Aktivitas operasional kendaraan proyek menjadi                    Operational vehicle activities at project sites are the
          kontributor emisi GRK cakupan 1 terbesar Perseroan.               largest contributor to the Company’s Scope 1 GHG
          Oleh karena itu, WIKA akan melakukan transisi energi untuk        emissions. Therefore, WIKA will carry out an energy
          kendaraan operasional, dimana kendaraan operasional               transition for operational vehicles, where fossil fuel-based
          berbasis bahan bakar fosil akan disubstitusi secara               vehicles will be gradually replaced with electric vehicles
          bertahap dengan kendaraan operasional berbasis listrik            (EVs) that are more environmentally friendly and produce
          (EV) yang lebih ramah lingkungan dan menghasilkan emisi           lower direct emissions.
          langsung yang lebih rendah.




210   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 211
3. Transisi BBM ke Alternative Biofuel                          3. Transition from Fossil Fuel to Alternative Biofuels
   Keterbatasan teknologi saat ini masih menjadi kendala di        Current technological limitations remain a challenge in
   sektor konstruksi. Situasi ini menyebabkan penggunaan           the construction sector. This situation makes the use of
   BBM tetap diperlukan dalam proses operasional Perseroan.        fossil fuels still necessary in the Company’s operational
   Oleh karena itu, Perseroan menanggapi isu tersebut              processes. Therefore, the Company addresses this issue
   dengan terus berkomitmen untuk melakukan transisi               by committing to gradually transition from fossil fuels to
   penuh dari BBM ke Biofuel alternatif yang tersedia, untuk       available alternative biofuels in order to reduce Scope 1
   menekan emisi GRK cakupan 1 yang muncul dari aktivitas          GHG emissions generated from combustion activities.
   pembakaran (combustion).
4. Pemanfaatan Renewable Energy Certificate                     4. Utilization of Renewable Energy Certificates
   Perseroan menyadari bahwa masih terdapat keterbatasan           The Company recognizes that there are still limitations in
   terhadap listrik nol /rendah emisi secara penuh. Di sisi        accessing fully zero/low-emission electricity. On the other
   lain, energi terbarukan yang diproduksi sendiri belum           hand, renewable energy produced internally is not yet
   mampu untuk menggantikan energi listrik konvensional            capable of completely replacing conventional electricity.
   secara menyeluruh. Atas dasar tersebut, Perseroan               Based on this situation, the Company is committed to
   berkomitmen untuk melakukan pengadaan Renewable                 procuring Renewable Energy Certificates (REC) as a
   Energy Certificate (REC) sebagai solusi alternatif              temporary alternative solution (time-limited alternative) to
   sementara (time-limited alternative) untuk mengimbangi          offset the use of remaining conventional electricity. In the
   penggunaan sisa energi listrik konvensional. Kedepannya,        future, when zero/low-emission electricity becomes more
   ketika datang periode dimana listrik nol/rendah emisi           accessible, the Company is committed to prioritizing the
   lebih mudah diakses, Perseroan berkomitmen untuk                utilization and purchase of zero/low-emission electricity
   memprioritaskan pemanfaatan dan pembelian listrik nol/          as part of its emission reduction and sustainable energy
   rendah emisi sebagai bagian dari upaya penurunan emisi          transition efforts.
   dan transisi energi berkelanjutan.
5. Upaya offsetting melalui Nature-Based Solutions (NbS)        5. Offsetting Efforts through Nature-Based Solutions (NbS)
   dan Pembelian Kredit Karbon                                     and Carbon Credit Purchases
   Berbagai upaya pengurangan emisi yang telah dilaksanakan        Various emission reduction efforts implemented by
   oleh Perseroan tetap berpotensi menyisakan emisi residual.      the Company may still leave residual emissions. In
   Dalam rangka mengelola dan menurunkan emisi residual            order to manage and reduce these residual emissions,
   tersebut, Perseroan berkomitmen untuk melaksanakan              the Company is committed to implementing offset
   mekanisme offset melalui penerapan Nature-Based                 mechanisms through Nature-Based Solutions (NbS),
   Solutions (NbS), antara lain melalui kegiatan penanaman         including tree planting and other vegetation activities,
   pohon dan vegetasi lainnya, serta melakukan pengadaan           as well as procuring carbon credits as a complementary
   kredit karbon sebagai upaya komplementer guna                   effort to support the achievement of the established
   mendukung pencapaian target NZE yang telah ditentukan.          NZE targets.

Usulan Target Entitas WIKA                                      Proposed Target for WIKA Entity
Komitmen dan Peta Jalan NZE Emisi GRK Cakupan 1 & 2             The updated NZE commitment and roadmap for the
Perseroan yang telah diperbaharui saat ini masih melingkupi     Company’s Scope 1 and Scope 2 GHG emissions currently
aktivitas operasional di tingkat entitas WIKA Holding.          cover operational activities at WIKA Holding entity level.
Namun demikian, WIKA secara konsolidasi Grup senantiasa         However, WIKA as a consolidated Group remains committed to
berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pencapaian          continuously contributing to the achievement of sustainability
target berkelanjutan dan penanggulangan perubahan iklim.        targets and climate change mitigation. Therefore, WIKA has
Oleh karena itu, WIKA memberikan instruksi strategis kepada     issued strategic instructions to its subsidiaries, including PT
Anak Perusahaan, melingkupi PT Wijaya Karya Beton Tbk, PT       Wijaya Karya Beton Tbk, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung
Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, dan PT WIKA Rekayasa          Tbk, and PT WIKA Rekayasa Konstruksi, to achieve Net Zero
Konstruksi untuk mencapai Net Zero Emisi GRK Cakupan            Scope 1 and Scope 2 GHG emissions by 2055, or at the latest
1 & 2 di Tahun 2055 atau selambat-lambatnya lima tahun          five years after the Holding target, namely by 2060. This aims
dari target Holding, yakni di Tahun 2060, guna memastikan       to ensure that WIKA’s consolidated commitment remains
bahwa komitmen WIKA secara konsolidasi masih sejalan            aligned with the “Well Below 2°C Scenario” target and the
dengan target ‘Well Below 2°C Scenario’ dan komitmen NZE        national NZE commitment.
di tingkat nasional.




                                                                                                       PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   211
Page 212
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




      PENGENDALIAN EMISI PENIPIS LAPISAN OZON [GRI                                     CONTROL OF OZONE-DEPLETING EMISSIONS [GRI
      305-6]                                                                           305-6]


      Selama tahun 2025, Perseroan tidak memproduksi, mengimpor                        During 2025, the Company did not produce, import, or
      maupun mengekspor ozon depleting substance (ODS). Hal                            export ozone-depleting substances (ODS). This is evidenced
      ini dibuktikan dengan penggunaan Air Conditioner (AC) yang                       by the use of Air Conditioners (AC) that do not contain
      tidak mengandung bahan yang dapat merusak lapisan ozon                           substances capable of damaging the ozone layer, such as
      seperti CFC (Klorofluorokarbon). AC yang digunakan di seluruh                    CFC (Chlorofluorocarbon). The AC units used throughout
      WIKA Tower II mengandung bahan yang ramah lingkungan                             WIKA Tower II contain environmentally friendly materials,
      yaitu dengan menggunakan refrigerant R32 dan R40 yang                            utilizing refrigerants R32 and R40, which have no impact on
      merupakan refrigerant yang sama sekali tidak memiliki                            ozone layer depletion and are considered environmentally
      dampak terhadap penipisan lapisan ozon dan merupakan                             friendly refrigerant types.
      tipe refrigerant yang ramah lingkungan.

      BEBAN EMISI NON GRK [GRI 305-7]                                                  NON-GHG EMISSION LOAD [GRI 305-7]

      Perhitungan emisi non GRK pada Laporan Keberlanjutan                             The calculation of non-GHG emissions in this Sustainability
      ini lebih ditekankan pada lokasi Kantor Pusat yang memiliki                      Report focuses primarily on the Head Office location,
      data yang lebih lengkap dan konsisten di setiap tahunnya.                        which has more complete and consistent data from year
      Pengukuran emisi non GRK yang dilakukan mengacu                                  to year. The measurement of non-GHG emissions refers
      pada Emission Air Standard Quality Regulation, base on                           to the Emission Air Standard Quality Regulation based on
      PERMEN LHK No. 11 tahun 2021 attachment I. Data emisi                            PERMEN LHK No. 11 of 2021 Attachment I. The non-GHG
      non GRK disajikan sebagai berikut.                                               emission data are presented as follows.

       Tabel Emisi Non GRK di Kantor Pusat tahun 2025
       Non-GHG Emissions at Head Office in 2025


       Kategori                                Baku Mutu                       Hasil Analisis Terukur                                Metode
       Category                              Quality Standard                 Measurable Analysis Results                             Method

                                                                                                                  Starlab Analitik Indonesia - IKM-SAI-03-7.2-
                                                                                                                  ESTB-03 (Elektrokimia)
       NO2                         2.300 Mg/m3            0,0023 Kg/m3       764 Mg/m3       0,00764 Kg/m3
                                                                                                                  Indonesian Analytical Starlab - IKM-SAI-03-7.2-
                                                                                                                  ESTB-03 (Electrochemistry)

                                                                                                                  Starlab Analitik Indonesia - IKM-SAI-03-7.2-
                                                                                                                  ESTB-04 (Elektrokimia)
       SO2                            150 Mg/m3          0,00015 Kg/m3         5 Mg/m3      0,000005 Kg/m3
                                                                                                                  Indonesian Analytical Starlab - IKM-SAI-03-7.2-
                                                                                                                  ESTB-04 (Electrochemistry)

                                                                                                                  Starlab Analitik Indonesia - IKM-SAI-03-7.2-
                                                                                                                  ESTB-02 (Elektrokimia)
       Carbon Monoxide                168 Mg/m3        0,000168 Kg/m3         86 Mg/m3      0,000086 Kg/m3
                                                                                                                  Indonesian Analytical Starlab - IKM-SAI-03-7.2-
                                                                                                                  ESTB-02 (Electrochemistry)

       Partikulat
                                       90 Mg/m3         0,00090 Kg/m3         47 Mg/m3      0,000047 Kg/m3        SNI 7117.17.2009
       Particulates

                                                                                                                  Starlab Analitik Indonesia - IKM-SAI-03-7.2-
       Opasitas                                                                                                   ESTB-07 (Elektrokimia)
                                               -%                    -%       16 Mg/m  3
                                                                                                            16%
       Opacity                                                                                                    Indonesian Analytical Starlab - IKM-SAI-03-7.2-
                                                                                                                  ESTB-07 (Electrochemistry)

                                                                                                                  Starlab Analitik Indonesia - IKM-SAI-03-7.2-
                                                                                                                  ESTB-01 (Elektrokimia)
       O2                                      -%                    -%      16,2 Mg/m3                 16,2%
                                                                                                                  Indonesian Analytical Starlab - IKM-SAI-03-7.2-
                                                                                                                  ESTB-01 (Electrochemistry)

       Keterangan:
       Mg/m3 converter using https://kg-m3.com/convert/mg-per-m3/kg-per-m3
       Note:
       Mg/m3 converter using https://kg-m3.com/convert/mg-per-m3/kg-per-m3




212   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 213
 Tabel Emisi Non GRK di Kantor Pusat tahun 2024
 Non-GHG Emissions at Head Office in 2024


 Kategori                        Baku Mutu                    Hasil Analisis Terukur                              Metode
 Category                      Quality Standard             Measurable Analysis Results                           Method

                                                                                               HALQILAB-IK-7-2-1.06 (Elektrokimia)
 NO2                    2.300 Mg/m3       0,0023 KG/m3   410,48 Mg/m3     0,00041048 KG/m3
                                                                                               HALQILAB-IK-7-2-1.06 (Electrochemistry)

                                                                                               HALQILAB-IK-7-2-1.06 (Elektrokimia)
 SO2                      150 Mg/m3     0,00015 KG/m3    109.85 Mg/m3     0,00010985 KG/m3
                                                                                               HALQILAB-IK-7-2-1.06 (Electrochemistry)

                                                                                               HALQILAB-IK-7-2-1.06 (Elektrokimia)
 Carbon Monoxide          168 Mg/m3    0,000168 KG/m3     35,70 Mg/m3      0,0000357 KG/m3
                                                                                               HALQILAB-IK-7-2-1.06 (Electrochemistry)

 Partikulat
                          90 Mg/m3      0,00009 KG/m3     32,18 Mg/m3     0,00003218 KG/m3     SNI 7117.17.2009
 Particulates

 Opasitas
                                -%                 -%             <20%                 <20%    SNI 19-7117.11-2005
 Opacity

                                                                                               HALQILAB-IK-7-2-1.06 (Elektrokimia)
 O2                             -%                 -%             16,1%                16,1%
                                                                                               HALQILAB-IK-7-2-1.06 (Electrochemistry)

 Kecepatan       Gas
 Buang                          -%                 -%          21,39%               21,39%     SNI 7117.17.2009
 Exhaust Gas Velocity




 Tabel Emisi Non GRK di Kantor Pusat tahun 2023
 Non-GHG Emissions at Head Office in 2023


 Kategori                        Baku Mutu                    Hasil Analisis Terukur                              Metode
 Category                      Quality Standard             Measurable Analysis Results                           Method

 NO2                    2.300 Mg/m3       0,0023 KG/m3      69 Mg/m3      0,000069 KG/m3       US EPA Method 7 E, 1990

 SO2                     150 Mg/m3       0,00015 KG/m3      71 Mg/m3       0,000071 KG/m3      US EPA Method 6C, 1996

 Carbon Monoxide         168 Mg/m3     0,000168 KG/m3      160 Mg/m3        0,00016 KG/m3      Direct Reading

 Particulate Dust         90 Mg/m3      0,00009 Kg/m3       51 Mg/m3        0,00051 Kg/m3      SNI 19-7117.17-2009




ASPEK LIMBAH DAN EFLUEN                                               WASTE AND EFFLUENT ASPECT

JUMLAH LIMBAH DAN EFLUEN YANG DIHASILKAN                              AMOUNT OF WASTE AND EFFLUENT GENERATED BY
BERDASARKAN JENIS [OJK F.13, 306-1, 306-2, 306-3, 306-4, 306-5]       TYPE [OJK F.13, 306-1, 306-2, 306-3, 306-4, 306-5]

Kegiatan operasional WIKA menghasilkan limbah sebagai                 WIKA's operational activities generate waste as an integral part
bagian tak terpisahkan dari proses konstruksi. Dampak                 of the construction process. Significant impacts, both actual
signifikan, baik yang nyata maupun potensial, timbul terutama         and potential, arise primarily from the use of raw materials
dari penggunaan bahan baku dan material pendukung dalam               and supporting materials in the Company's construction
aktivitas konstruksi Perseroan. Material dan bahan konstruksi         activities. Construction materials and supplies generate
menghasilkan limbah B3 maupun non-B3 selama proses                    hazardous and non-hazardous waste during the work process.
pelaksanaan pekerjaan. Limbah dan efluen yang dihasilkan dari         The waste and effluent generated from the Company's
kegiatan operasional Perseroan menjadi salah satu tantangan           operational activities constitute one of the main challenges
utama dalam pengelolaan lingkungan. Limbah yang dihasilkan            in environmental management. The waste generated includes
mencakup limbah B3 maupun limbah non-B3. Jika limbah ini              both hazardous and non-hazardous waste. If not managed
tidak dikelola dengan baik, maka akan menimbulkan dampak              properly, this waste will have adverse environmental impacts,
lingkungan yang merugikan, seperti pencemaran tanah dan               such as soil and water pollution, as well as risks to employee
air, serta risiko terhadap kesehatan karyawan dan masyarakat.         and community health.




                                                                                                                   PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   213
Page 214
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




      Selain dampak dari kegiatan operasional internal, potensi           In addition to impacts from internal operational activities,
      risiko limbah juga dapat muncul di sepanjang rantai nilai.          potential waste risks can also arise throughout the value
      Hal ini mencakup tahap hulu melalui aktivitas pemasok dan           chain. This includes both upstream stages through supplier
      kontraktor, serta tahap hilir yang melibatkan pengangkutan,         and contractor activities, as well as downstream stages
      pengolahan, dan pembuangan limbah oleh pihak ketiga. Oleh           involving the transportation, processing, and disposal of
      karena itu, pengelolaan limbah yang efektif dan bertanggung         waste by third parties. Therefore, effective and responsible
      jawab menjadi langkah penting bagi WIKA untuk meminimalkan          waste management is a crucial step for WIKA to minimize
      risiko lingkungan dan sosial.                                       environmental and social risks.

      WIKA berkomitmen untuk mengurangi timbulan limbah                   WIKA is committed to reducing waste generation while
      sekaligus mengelola dampak signifikan yang dihasilkan dari          managing the significant impacts resulting from its operational
      kegiatan operasionalnya. Upaya ini dilaksanakan dengan              activities. This effort is carried out by implementing waste
      menerapkan prinsip pengelolaan limbah yang menekankan               management principles that emphasize prevention, reduction,
      pencegahan, pengurangan, pemanfaatan kembali, serta daur            reuse, and recycling, as part of a circularity approach.
      ulang, sebagai bagian dari pendekatan sirkularitas.

      Limbah non-B3 yang berasal dari operasional kantor pusat            Non-hazardous and toxic waste from head office operations
      diserahkan kepada pihak ketiga atau vendor pengelola limbah.        is handed over to third parties or waste management vendors.
      Untuk pengelolaan limbah cair, Perseroan memanfaatkan               For liquid waste management, the Company utilizes a
      Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), yang berfungsi untuk        Wastewater Treatment Plant (WWTP), which processes
      mengolah air limbah sehingga dapat digunakan kembali                wastewater so that it can be reused for purposes that allow
      untuk keperluan yang memungkinkan menggunakan air hasil             the use of WWTP-treated water. A total of 10,229 megaliters
      pengolahan IPAL. Sebanyak 10,229 megaliter volume air dari          of third-party water was discharged, and 3,320 liters of third-
      pihak ketiga yang dibuang dan 3,320 liter air dari pihak ketiga     party water was recycled by the Company at its Head Office.
      yang didaur ulang oleh Perseroan di Kantor Pusat. Khusus            Specifically for hazardous and toxic waste (B3), the Company
      untuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), Perseroan            conducts its own treatment in collaboration with a registered
      melakukan treatment sendiri dengan bekerja sama dengan              and credible third party. This ensures that wastewater from
      pihak ketiga yang sudah terdaftar dan teruji kredibilitasnya,       company activities does not mix with B3 waste. Domestic
      sehingga Perseroan dapat memastikan bahwa air limbah dari           wastewater monitoring methods adhere to the obligations
      aktivitas perusahaan tidak bercampur dengan limbah B3.              stipulated in the Wastewater Management Plan (IPLC).
      Metode pemantauan air limbah domestik mengacu pada
      kewajiban yang tercantum dalam IPLC.

      Untuk limbah cair yang berasal dari kantor pusat, Perseroan         For liquid waste from the head office, the Company performs
      melakukan dengan menggunakan cara 3R (reduce, reuse,                the 3R (reduce, reuse, recycle) method and utilizes the
      recycle) dan menggunakan fasilitas IPAL. Limbah air yang            Wastewater Treatment Plant (WWTP) facility. Wastewater
      dihasilkan dari penggunaan air wudhu, janitor, pantry, air hujan,   generated from ablutions, janitors, pantries, rainwater,
      dan air drain AC akan diolah kembali agar dapat digunakan           and air conditioning drains will be reprocessed for use as
      sebagai flushing toilet. Di samping itu, limbah cair dari toilet    toilet flushing. Furthermore, liquid waste from toilets will be
      akan diolah kembali sebelum dibuang ke saluran kota sesuai          reprocessed before being discharged into the city sewer in
      dengan standar baku mutu yang berlaku.                              accordance with applicable quality standards.

      Perseroan senantiasa melakukan uji kualitas efluen pada setiap      The Company consistently conducts monthly effluent quality
      bulannya yang bertujuan untuk mengetahui status beban               tests to determine the status of water pollution load from
      pencemaran air dari kantor pusat ataupun proyek yang dikelola.      the head office and the projects managed. These tests also
      Pengujian ini juga bertujuan agar air yang akan dialirkan ke        ensure that water discharged into the sewer does not pollute
      saluran pembuangan tidak mencemari lingkungan sekitar.              surrounding environment. The results of these wastewater
      Hasilnya uji air limbah dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup        tests are reported to the Environmental Agency in the form of a
      dalam bentuk Laporan RKL-RPL setiap semester.                       semesterly Environmental Management Plan (RKL-RPL) Report.

      Di samping itu, baik di lokasi Kantor Pusat dan wilayah proyek,     In addition, the Company has conducted waste-related
      Perseroan telah melakukan analisis risiko terkait limbah dari       risk analysis for all operational activities at both its Head
      seluruh aktivitas operasional Perseroaan. Cakupan dari analisis     Office and project sites. The scope of this waste-related
      risiko terkait limbah yaitu meliputi wilayah kantor pusat dan       risk analysis includes both the head office and project sites.
      lokasi proyek. Analisis risiko yang dilakukan telah tertuang di     The risk analysis is outlined in the HIRARC-EAII document.
      dalam dokumen HIRARC-EAII. Environmental Aspect and                 Environmental Aspect and Impact Identification (EAII) is




214   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 215
Impact Identification (EAII) merupakan suatu kegiatan untuk    an activity to identify environmental aspects and impacts
mengidentifikasi aspek dan dampak lingkungan dari kegiatan     of operational activities, products, and services, determine
operasional, produk dan jasa, menentukan risiko dan peluang    risks and opportunities, and take action to address these risks
serta tindakan untuk menangani risiko dan peluang tersebut.    and opportunities.

Proses pengumpulan dan pemantauan data terkait limbah          The Company collects and monitors data related to both
yang dihasilkan baik B3 maupun Non B3, Perseroan melakukan     hazardous and non-hazardous waste generated through waste
monitoring melalui surat jalan untuk pengangkutan limbah,      transport permits and prepares waste balance reports at
serta membuat laporan neraca limbah di lokasi proyek. Adapun   project sites. The Company's waste management methods
jumlah dan metode pengelolaan limbah yang dilakukan            and volumes are as follows.
Perseroan, sebagai berikut.



 Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah B3 2025
 Total and Methods of Hazardous Waste Management 2025
                                                                                                (Limbah Padat = kg; Limbah Cair = Liter)
                                                                                                 (Solid Waste = kg; Liquid Waste = liters)


 Limbah B3
                                                                                                                                  2025
 Hazardous Waste

 Proyek (Total)                                                                                                                   47,54
 Projects (Total)
     I. Proyek Kecil
                                                                                                                                   13,43
     I. Small Projects
         Padat
                                                                                                                                   13,22
         Solid
             Baterai
                                                                                                                                   0,02
             Batteries
             Cartridge                                                                                                              0,01
             Cartridges
             Infeksius
                                                                                                                                   0,04
             Infectious
             Pasir Silika
                                                                                                                                        -
             Silica Sand
             Kaleng Cat dan Thinner
                                                                                                                                    0,30
             Paint and Thinner Cans
             Kawat Las
                                                                                                                                    1,43
             Welding Wire
             Filter Bekas
                                                                                                                                   0,00
             Used Filters
             Aki Bekas
                                                                                                                                    0,10
             Used Batteries
             Packaging                                                                                                              0,01
             Packaging
             Limbah Pasir Sand Blasting
                                                                                                                                    1,80
             Sandblasting Waste
             Tanah yang Terkontaminasi
                                                                                                                                    8,20
             Contaminated Soil
             Kain Bekas
                                                                                                                                   0,90
             Used Cloth
             Fiber Bekas
                                                                                                                                        -
             Used Fiber
             Lampu Bekas
                                                                                                                                    0,03
             Used Lamps
             Resin Bekas
                                                                                                                                        -
             Used Resin
             Drum Bekas
                                                                                                                                        -
             Used Drums
             Elektroda Bekas
                                                                                                                                    0,16
             Used Electrodes




                                                                                                        PT Wijaya Karya (Persero) Tbk        215
Page 216
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah B3 2025
       Total and Methods of Hazardous Waste Management 2025
                                                                (Limbah Padat = kg; Limbah Cair = Liter)
                                                                 (Solid Waste = kg; Liquid Waste = liters)


       Limbah B3
                                                                                                  2025
       Hazardous Waste

                     Cakram Pemotong Bekas
                                                                                                    0,16
                     Used Cutting Discs
                     Amplas Bekas
                                                                                                        -
                     Used Sandpaper
                     Jerigen Bekas
                                                                                                    0,07
                     Used Jerry Cans
                Cair
                                                                                                    0,21
                Liquids
                     Oli Bekas
                                                                                                    0,15
                     Used Oil
                     Limbah Cat
                                                                                                   0,00
                     Paint Waste
                     Limbah Aspal
                                                                                                   0,05
                     Asphalt Waste
            II. Proyek Menengah
                                                                                                     6,11
            II. Medium Projects
                Padat
                                                                                                    1,25
                Solid
                     Baterai
                                                                                                   0,05
                     Batteries
                     Cartridge                                                                     0,02
                     Cartridges
                     Infeksius
                                                                                                   0,06
                     Infectious
                     Pasir Silika
                                                                                                        -
                     Silica Sand
                     Kaleng Cat dan Thinner
                                                                                                    0,15
                     Paint and Thinner Cans
                     Kawat Las
                                                                                                    0,76
                     Welding Wire
                     Filter Bekas
                                                                                                    0,01
                     Used Filters
                     Aki Bekas
                                                                                                   0,04
                     Used Batteries
                     Packaging                                                                     0,02
                     Packaging
                     Limbah Pasir Sand Blasting
                                                                                                        -
                     Sandblasting Waste
                     Tanah yang Terkontaminasi
                                                                                                        -
                     Contaminated Soil
                     Kain Bekas
                                                                                                    0,01
                     Used Rags
                     Fiber Bekas
                                                                                                   0,00
                     Used Fiber
                     Lampu Bekas
                                                                                                   0,06
                     Used Lamps
                     Resin Bekas
                                                                                                        -
                     Used Resin
                     Drum Bekas
                                                                                                   0,06
                     Used Drums
                     Elektroda Bekas
                                                                                                        -
                     Used Electrodes
                     Cakram Pemotong Bekas
                                                                                                    0,01
                     Used Cutting Discs




216   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 217
Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah B3 2025
Total and Methods of Hazardous Waste Management 2025
                                                       (Limbah Padat = kg; Limbah Cair = Liter)
                                                        (Solid Waste = kg; Liquid Waste = liters)


Limbah B3
                                                                                         2025
Hazardous Waste

            Amplas Bekas
                                                                                               -
            Used Sandpaper
            Jerigen Bekas
                                                                                          0,02
            Used Jerry Cans

       Cair
                                                                                           4,85
       Liquid
            Oli Bekas
                                                                                           4,28
            Used Oil
            Limbah Cat
                                                                                               -
            Paint Waste
            Limbah Aspal
                                                                                           0,57
            Asphalt Waste
   III. Proyek Besar
                                                                                         27,20
   III. Large Projects
       Padat
                                                                                           3,77
       Solid
            Baterai
                                                                                           0,03
            Batteries
            Cartridge                                                                     0,00
            Cartridges
            Infeksius
                                                                                          0,02
            Infectious
            Pasir Silika
                                                                                               -
            Silica Sand
            Kaleng Cat dan Thinner
                                                                                            0,11
            Paint and Thinner Cans
            Kawat Las
                                                                                           0,18
            Welding Wire
            Filter Bekas
                                                                                           2,60
            Used Filters
            Aki Bekas
                                                                                          0,02
            Used Batteries
            Packaging                                                                     0,00
            Packaging
            Limbah Pasir Sand Blasting
                                                                                               -
            Sandblasting Waste
            Tanah yang Terkontaminasi
                                                                                           0,66
            Contaminated Soil
            Kain Bekas
                                                                                               -
            Used Rags
            Fiber Bekas
                                                                                           0,01
            Used Fiber
            Lampu Bekas
                                                                                           0,01
            Used Lamps
            Resin Bekas
                                                                                           0,01
            Used Resin
            Drum Bekas
                                                                                            0,11
            Used Drums
            Elektroda Bekas
                                                                                               -
            Used Electrodes
            Cakram Pemotong Bekas
                                                                                          0,00
            Used Cutting Discs
            Amplas Bekas
                                                                                               -
            Used Sandpaper
            Jerigen Bekas
                                                                                           0,01
            Used Jerry Cans




                                                               PT Wijaya Karya (Persero) Tbk        217
Page 218
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah B3 2025
       Total and Methods of Hazardous Waste Management 2025
                                                                (Limbah Padat = kg; Limbah Cair = Liter)
                                                                 (Solid Waste = kg; Liquid Waste = liters)


       Limbah B3
                                                                                                  2025
       Hazardous Waste

                Cair
                                                                                                  23,42
                Liquid
                     Oli Bekas
                                                                                                  23,42
                     Used Oil
                     Limbah Cat
                                                                                                   0,00
                     Paint Waste
                     Limbah Aspal
                                                                                                   0,00
                     Asphalt Waste
            IV. Proyek Mega
                                                                                                    0,81
            IV. Mega Projects
                Padat
                                                                                                    0,76
                Solid
                    Baterai
                                                                                                    0,01
                    Batteries
                     Cartridge                                                                          -
                     Cartridges
                     Infeksius
                                                                                                   0,20
                     Infectious
                     Pasir Silika
                                                                                                   0,05
                     Silica Sand
                     Kaleng Cat dan Thinner
                                                                                                    0,38
                     Paint and Thinner Cans
                     Kawat Las
                                                                                                   0,08
                     Welding Wire
                     Filter Bekas
                                                                                                        -
                     Used Filters
                     Aki Bekas
                                                                                                        -
                     Used Batteries
                     Packaging                                                                     0,02
                     Packaging
                     Limbah Pasir Sand Blasting
                                                                                                        -
                     Sandblasting Waste
                     Tanah yang Terkontaminasi
                                                                                                        -
                     Contaminated Soil
                     Kain Bekas
                                                                                                    0,01
                     Used Rags
                     Fiber Bekas
                                                                                                        -
                     Used Fiber
                     Lampu Bekas
                                                                                                   0,00
                     Used Lamps
                     Resin Bekas
                                                                                                        -
                     Used Resin
                     Drum Bekas
                                                                                                        -
                     Used Drums
                     Elektroda Bekas
                                                                                                        -
                     Used Electrodes
                     Cakram Pemotong Bekas
                                                                                                   0,00
                     Used Cutting Discs
                     Amplas Bekas
                                                                                                        -
                     Used Sandpaper
                     Jerigen Bekas
                                                                                                        -
                     Used Jerry Cans
                Cair
                                                                                                   0,05
                Liquids
                     Oli Bekas
                                                                                                    0,03
                     Used Oil
                     Limbah Cat
                                                                                                   0,02
                     Paint Waste
                     Limbah Aspal
                                                                                                        -
                     Asphalt Waste




218   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 219
Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah Non B3 2025
Total and Methods of Non-B3 Waste Management 2025

Limbah Non-B3
Non-B3 Waste                                                                 2025

Proyek (Total)
                                                                                           26.273,54
Non-B3 Waste
   I. Proyek Kecil
                                                                                             2.361,95
   I. Small Projects
       Recycle:
                                                                                                 71,31
       Recycle:
            Kertas
                                                                                                59,21
            Paper
            Plastik
                                                                                                 8,44
            Plastic
            Kaleng
                                                                                                  1,16
            Cans
            Botol
                                                                                                 2,49
            Bottles
        Compost:                                                                                44,86
        Compost:
            Sampah Organik
                                                                                                44,86
            Organic Waste
        Landfill:                                                                            2.097,14
        Landfill:
            Kayu
                                                                                                88,33
            Wood
            Besi
                                                                                                     -
            Iron
            Beton
                                                                                             1.566,40
            Concrete
            Agregat
                                                                                               442,01
            Aggregate
            Aspal
                                                                                                     -
            Asphalt
            Semen
                                                                                                 0,40
            Cement
       Incineration (Pembakaran, baik dengan Energi maupun Tanpa Energi)
                                                                                                     -
       Incineration (Combustion, with or without Energy)
            Dengan Energy Recovery
                                                                                                     -
            With Energy Recovery
            Tanpa Energy Recovery
                                                                                                     -
            Without Energy Recovery
       Dikelola Pihak Ketiga
                                                                                               148,65
       Managed by Third Party
            Kertas
                                                                                                59,19
            Paper
            Plastik
                                                                                                  7,12
            Plastic
            Kaleng
                                                                                                  1,23
            Cans
            Botol
                                                                                                  3,81
            Bottles
            Kayu
                                                                                                  1,75
            Wood
            Besi
                                                                                                 0,05
            Iron
            Beton
                                                                                                     -
            Concrete
            Agregat
                                                                                                     -
            Aggregate
            Aspal
                                                                                                     -
            Asphalt




                                                                           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   219
Page 220
                             Kinerja Keberlanjutan
                             Sustainability Performance




        Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah Non B3 2025
        Total and Methods of Non-B3 Waste Management 2025

        Limbah Non-B3
        Non-B3 Waste                                                                 2025

                      Semen
                                                                                                   -
                      Cement
                      Sampah Organik
                                                                                              75,49
                      Organic Waste
             II. Proyek Menengah
                                                                                            4.218,12
             II. Medium Projects
                 Recycle:
                                                                                             207,89
                 Recycle:
                      Kertas
                                                                                              48,47
                      Paper
                      Plastik
                                                                                              84,32
                      Plastic
                      Kaleng
                                                                                               35,91
                      Cans
                      Botol
                                                                                               39,19
                      Bottles
                 Compost:                                                                     84,04
                 Compost:
                      Sampah Organik
                                                                                              84,04
                      Organic Waste
                 Landfill:                                                                  1.622,38
                 Landfill:
                      Kayu
                                                                                               76,56
                      Wood
                      Besi
                                                                                             220,37
                      Iron
                      Beton
                                                                                             505,23
                      Concrete
                      Agregat
                                                                                             426,30
                      Aggregate
                      Aspal
                                                                                              393,92
                      Asphalt
                      Semen
                                                                                                   -
                      Cement
                 Incineration (Pembakaran, baik dengan Energi maupun Tanpa Energi)
                                                                                                   -
                 Incineration (Combustion, with or without Energy)
                      Dengan Energy Recovery
                                                                                                   -
                      With Energy Recovery
                      Tanpa Energy Recovery
                                                                                                   -
                      Without Energy Recovery
                 Dikelola Pihak Ketiga
                                                                                            2.303,82
                 Managed by Third Party
                      Kertas
                                                                                             183,00
                      Paper
                      Plastik
                                                                                              139,05
                      Plastic
                      Kaleng
                                                                                              70,85
                      Cans
                      Botol
                                                                                               54,10
                      Bottles
                      Kayu
                                                                                              119,47
                      Wood
                      Besi
                                                                                             409,43
                      Iron
                      Beton
                                                                                              481,76
                      Concrete
                      Agregat
                                                                                             385,85
                      Aggregate
                      Aspal
                                                                                             343,94
                      Asphalt
                      Semen
                                                                                                   -
                      Cement




220 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 221
Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah Non B3 2025
Total and Methods of Non-B3 Waste Management 2025

Limbah Non-B3
Non-B3 Waste                                                                  2025

            Sampah Organik
                                                                                                116,36
            Organic Waste
   III. Proyek Besar
                                                                                            19.158,38
   III. Large Projects
       Recycle:                                                                                  14,62
       Recycle:
            Kertas
                                                                                                  2,48
            Paper
            Plastik
                                                                                                  8,55
            Plastic
            Kaleng
                                                                                                  1,83
            Cans
            Botol
                                                                                                  1,76
            Bottles
       Compost:                                                                                613,34
       Compost:
            Sampah Organik
                                                                                               613,34
            Organic Waste
       Landfill:                                                                             17.177,38
       Landfill:
            Kayu
                                                                                                44,78
            Wood
            Besi
                                                                                                241,19
            Iron
            Beton
                                                                                           14.496,00
            Concrete
            Agregat
                                                                                            2.024,00
            Aggregate
            Aspal
                                                                                                     -
            Asphalt
            Semen
                                                                                                371,41
            Cement
       Incineration (Pembakaran, baik dengan Energi maupun Tanpa Energi)                          1,85
       Incineration (Combustion, with or without Energy)
            Dengan Energy Recovery
                                                                                                  1,85
            With Energy Recovery
            Tanpa Energy Recovery
                                                                                                     -
            Without Energy Recovery
       Dikelola Pihak Ketiga                                                                  1.351,18
       Managed by Third Party
            Kertas
                                                                                                  1,49
            Paper
            Plastik
                                                                                                  8,81
            Plastic
            Kaleng
                                                                                                  1,06
            Cans
            Botol
                                                                                                  2,31
            Bottles
            Kayu
                                                                                               908,53
            Wood
            Besi
                                                                                                  1,30
            Iron
            Beton
                                                                                                364,11
            Concrete
            Agregat
                                                                                                     -
            Aggregate
            Aspal
                                                                                                     -
            Asphalt
            Semen                                                                                    -
            Cement
            Sampah Organik                                                                      63,58
            Organic Waste




                                                                           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   221
Page 222
                             Kinerja Keberlanjutan
                             Sustainability Performance




        Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah Non B3 2025
        Total and Methods of Non-B3 Waste Management 2025

        Limbah Non-B3
        Non-B3 Waste                                                                 2025

        IV. Proyek Mega
                                                                                            535,09
        IV. Mega Projects
                 Recycle:                                                                     2,31
                 Recycle:
                      Kertas                                                                  1,32
                      Paper
                      Plastik                                                                 0,75
                      Plastic
                      Kaleng                                                                  0,24
                      Cans
                      Botol                                                                      -
                      Bottles
                 Compost:                                                                     1,15
                 Compost:
                      Sampah Organik                                                          1,15
                      Organic Waste
                 Landfill:                                                                   10,10
                 Landfill:
                      Kayu                                                                    6,51
                      Wood
                      Besi                                                                       -
                      Iron
                      Beton                                                                   3,59
                      Concrete
                      Agregat                                                                    -
                      Aggregate
                      Aspal                                                                      -
                      Asphalt
                      Semen                                                                      -
                      Cement
                 Incineration (Pembakaran, baik dengan Energi maupun Tanpa Energi)               -
                 Incineration (Combustion, with or without Energy)
                      Dengan Energy Recovery                                                     -
                      With Energy Recovery
                      Tanpa Energy Recovery                                                      -
                      Without Energy Recovery
                 Dikelola Pihak Ketiga                                                      521,53
                 Managed by Third Party
                      Kertas                                                                  6,94
                      Paper
                      Plastik                                                                 0,75
                      Plastic
                      Kaleng                                                                  0,24
                      Cans
                      Botol                                                                   5,85
                      Bottles
                      Kayu                                                                       -
                      Wood
                      Besi                                                                       -
                      Iron
                      Beton                                                                      -
                      Concrete
                      Agregat                                                                    -
                      Aggregate
                      Aspal                                                                      -
                      Asphalt
                      Semen                                                                      -
                      Cement
                      Sampah Organik                                                        507,75
                      Organic Waste




222 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 223
Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah B3 dan Non B3 2025
Total and Methods of Hazardous and Non-Hazardous Waste Management 2025


                                                                      Metode Pengelolaan/
Limbah                                     Jenis               Tujuan Akhir Pembuangan Limbah                 Satuan
Waste                                      Type                       Management Method/                       Unit
                                                                                                                                    2025
                                                               Final Destination of Waste Disposal

Oli bekas                                                Pihak ketiga yang memiliki izin
                                             B3                                                                Ton                                -
Used oil                                                 Third party with permit

Lampu TL                                                 Pihak ketiga yang memiliki izin
                                             B3                                                                Ton                            0,011
TL lamps                                                 Third party with permit

Baterai                                                  Pihak ketiga yang memiliki izin
                                             B3                                                                Ton                           0,003
Batteries                                                Third party with permit

Catridge                                                 Pihak ketiga yang memiliki izin
                                             B3                                                                Ton                            0,031
Cartridges                                               Third party with permit

Total Limbah B3
                                                                                                               Ton                           0,045
Total Hazardous Waste

Minyak pelumas bekas                                     Pihak ketiga yang memiliki izin
                                             B3                                                                Ton                                -
Used lubricating oil                                     Third party with permit

Kain majun bekas
(terkontaminasi pelumas)                                 Pihak ketiga yang memiliki izin
                                             B3                                                                Ton                                -
Used rags                                                Third party with permit
(contaminated with lubricants)

Kemasan bekas B3
(kaleng cat dan thinner)                                 Pihak ketiga yang memiliki izin
                                             B3                                                                Ton                                -
Used hazardous and toxic packaging                       Third party with permit
(paint and thinner cans)

Infeksius                                                Pihak ketiga yang memiliki izin
                                             B3                                                                Ton                         0,0042
Infectious waste                                         Third party with permit

Air Limbah                                               Tujuan pembuangan saluran kota
                                        Non B3                                                                 Ton                         1.022,9
Wastewater                                               Into city sewer disposal

Sampah Harian Rumah Tangga                               Sampah Dapur Rumah Tangga (Sampah Kering)
                                        Non B3                                                                 Ton                          21,529
Household waste                                          Household Kitchen Waste (Dry Waste)

Total Limbah Non B3
                                                                                                               Ton                       1.044,43
Total non-hazardous waste




Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah 2024 dan 2023
Total and Waste Management Methods 2024 and 2023


                                                             Metode Pengelolaan/
Limbah                               Jenis            Tujuan Akhir Pembuangan Limbah                 Satuan
Waste                                Type                    Management Method/                       Unit
                                                                                                                     2024              2023
                                                      Final Destination of Waste Disposal

Lokasi Proyek
Project Location

Pasir Silika                                       Pihak Ketiga PLKK
                                      B3                                                              Ton                      -                3,5
Silica Sand                                        Third Party PLKK

Kaleng Cat dan Thinner                             Dikirim ke pihak ketiga
                                      B3                                                              Ton                    1,5              1,04
Paint and Thinner Cans                             Sent to third party

Cake                                 Non B3        TPA                                                Ton                      -                1,2

Kawat Las                                          Dikirim ke pihak ketiga
                                      B3                                                              Box                   12,5                50
Welding Wire                                       Sent to third party

Filter Bekas                                       Dikirim ke pihak ketiga
                                      B3                                                              Ton                0,175                0,114
Used Filters                                       Sent to third party

Sisa Makanan                                       Dikirim ke pihak ketiga
                                     Non B3                                                           Ton                      -                3,5
Food Waste                                         Sent to third party




                                                                                                                        PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   223
Page 224
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




        Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah 2024 dan 2023
        Total and Waste Management Methods 2024 and 2023


                                                                        Metode Pengelolaan/
        Limbah                                Jenis              Tujuan Akhir Pembuangan Limbah          Satuan
        Waste                                 Type                      Management Method/                Unit
                                                                                                                     2024          2023
                                                                 Final Destination of Waste Disposal

        Oli Bekas                                             Dikirim ke pihak ketiga
                                                B3                                                         Ton         80,473             1,64
        Used Oil                                              Sent to third party

        Aki Bekas                                             Dikirim ke pihak ketiga
                                                B3                                                         Pcs              12,5             5
        Used Batteries                                        Sent to third party

                                                              Dikirim ke pihak ketiga
        Packaging                               B3                                                         Ton                 -          1,55
                                                              Sent to third party

        Limbah Pasir Sand Blasting                            Dikirim ke pihak ketiga
                                                B3                                                         Ton                 -      0,138
        Sandblasting Waste                                    Sent to third party

        Limbah cat                                            Dikirim ke pihak ketiga
                                                B3                                                         Ton                 -          1,173
        Paint Waste                                           Sent to third party

        Cat                                                   Dikirim ke pihak ketiga                    Kaleng
                                                B3                                                                      2,163                 -
        Paint                                                 Sent to third party                         Cans

        Limbah Aspal                                          Dikirim ke pihak ketiga
                                                B3                                                         Ton                 -      0,155
        Asphalt Waste                                         Sent to third party

        Tanah yang Terkontaminasi                             Dikirim ke pihak ketiga
                                                B3                                                         Ton                 -      0,317
        Contaminated Soil                                     Sent to third party

        Kain Bekas                                            Dikirim ke pihak ketiga
                                                B3                                                         Ton          0,252         0,150
        Used Cloth                                            Sent to third party

        Fiber Bekas                                           Dikirim ke pihak ketiga
                                                B3                                                         Ton                 -      1,344
        Used Fiber                                            Sent to third party

        Lampu Bekas                                           Dikirim ke pihak ketiga
                                                B3                                                         Ton                 -      0,002
        Used Lamps                                            Sent to third party

        Resin Bekas                                           Dikirim ke pihak ketiga
                                                B3                                                         Ton                 -      0,507
        Used Resin                                            Sent to third party

        Drum Bekas                                            Dikirim ke pihak ketiga
                                                B3                                                         Ton               0,7      1,893
        Used Drums                                            Sent to third party

        Elektroda Bekas                                       Dikirim ke pihak ketiga
                                                B3                                                         Ton                 -      1,700
        Used Electrodes                                       Sent to third party

        Cakram Pemotong Bekas                                 Dikirim ke pihak ketiga
                                                B3                                                         Ton                 -      0,571
        Used Cutting Discs                                    Sent to third party

        Amplas Bekas                                          Dikirim ke pihak ketiga
                                                B3                                                         Ton                 -      0,003
        Used Sandpaper                                        Sent to third party

        Jerigen Bekas                                         Dikirim ke pihak ketiga
                                                B3                                                         Ton                 -      0,004
        Used Jerry Cans                                       Sent to third party

                                                                                                            %
        Kertas
                                             Non B3           TPA                                      Penghematan      0,675                 -
        Paper
                                                                                                         % Savings

        Sampah Domestik                                       Pihak Ketiga Pax Ocean
                                             Non B3                                                        Ton              3,84              -
        Domestic Waste                                        Pax Ocean Third Party

        Sampah Harian                                                                                    Karung
                                             Non B3           PT SMI2                                                        30               -
        Daily Waste                                                                                      Sacks

        Kantor Pusat
        Head Office

        Oli bekas                                             Pihak ketiga yang memiliki izin
                                                B3                                                         Ton              0,01      0,439
        Used oil                                              Third party with permit

        Lampu TL                                              Pihak ketiga yang memiliki izin
                                                B3                                                         Ton          0,035         0,093
        TL lamps                                              Third party with permit

        Baterai                                               Pihak ketiga yang memiliki izin
                                                B3                                                         Ton          0,003         0,008
        Batteries                                             Third party with permit




224 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 225
Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah 2024 dan 2023
Total and Waste Management Methods 2024 and 2023


                                               Metode Pengelolaan/
Limbah                      Jenis       Tujuan Akhir Pembuangan Limbah               Satuan
Waste                       Type               Management Method/                     Unit
                                                                                                      2024              2023
                                        Final Destination of Waste Disposal

Catridge                             Pihak ketiga yang memiliki izin
                             B3                                                       Ton                0,203                0,023
Cartridges                           Third party with permit

Air Limbah                           Pihak ketiga yang memiliki izin
                            Non B3                                                    Ton               4.364,8            4.759,71
Wastewater                           Third party with permit

Minyak pelumas bekas                 Pihak ketiga yang memiliki izin
                             B3                                                       Ton                    0,01              0,44
Used lubricating oil                 Third party with permit

Kain majun bekas
(terkontaminasi pelumas)
                                     Pihak ketiga yang memiliki izin
Used rags                    B3                                                       Ton                 0,011                     -
                                     Third party with permit
(contaminated with
lubricants)

Kemasan bekas B3
(kaleng cat dan thinner)
                                     Pihak ketiga yang memiliki izin
Used hazardous and           B3                                                       Ton                0,019                0,017
                                     Third party with permit
toxic packaging
(paint and thinner cans)

Infeksius                            Pihak ketiga yang memiliki izin
                             B3                                                       Ton               0,0072               0,005
Infectious waste                     Third party with permit

Sampah Harian                        Sampah Dapur Rumah Tangga
Rumah Tangga                         (Sampah Kering)
                            Non B3                                                    Ton               34,096           10.841,96
Household                            Household Kitchen Waste
waste                                (Dry Waste)




Jumlah Limbah B3
Amount of Hazardous Waste
                                                                                                                          (Dalam Ton)
                                                                                                                             (In Tons)

Wilayah Kerja
                                                                              2024                              2023
Work Area

Kantor Pusat
                                                                                            0,298                             0,585
Head Office

Lokasi Proyek
                                                                                              97,76                           70,80
Project Location

Total                                                                                       98,06                              71,39




Jumlah Limbah Non-B3
Amount of Non-Hazardous Waste
                                                                                                                          (Dalam Ton)
                                                                                                                             (In Tons)

Wilayah Kerja
                                                                              2024                              2023
Work Area

Kantor Pusat
                                                                                        4.398,89                          15.601,67
Head Office

Lokasi Proyek
                                                                                            34,515                                4,7
Project Location

Total                                                                                   4.433,41                         15.606,37




                                                                                                         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   225
Page 226
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       MEKANISME PENGELOLAAN LIMBAH DAN                                  WASTE AND EFFLUENT MANAGEMENT
       EFLUEN [OJK F.14]                                                 MECHANISM [OJK F.14]

       Kegiatan pengelolaan limbah di Perseroan, diawali dengan          The Company's waste management activities begin with the
       melakukan pemisahan limbah berdasarkan jenisnya. Aktivitas        separation of waste by type. Waste management activities are
       pengelolaan limbah dilakukan dengan cara yang sama, baik          carried out in the same manner both at the head office and
       di kantor pusat maupun di seluruh lokasi proyek Perseroan.        at all of the Company's project sites. The Company's project
       Limbah proyek Perseroan berada di bawah tanggung jawab            waste is under the responsibility of each of the Company's
       masing-masing Manajer Proyek Perseroan.                           Project Managers.

       Limbah yang dihasilkan dari aktivitas operasional Perseroan       Waste generated from the Company's operational activities
       di kantor pusat tergolong limbah domestik, yang berasal dari      at the head office is classified as domestic waste, originating
       berbagai sumber, antara lain dapur, toilet karyawan dan tamu,     from various sources, including the kitchen, employee and
       kegiatan kebersihan gedung, sistem pemadam kebakaran,             guest restrooms, building cleaning activities, fire extinguishing
       serta air yang digunakan untuk penyiraman taman. Perseroan        systems, and water used for garden watering. The Company
       telah melakukan pengolahan air limbah domestik gedung             has treated domestic wastewater in its office buildings using
       perkantoran dengan mengelola air limbah menggunakan               a Biofilter Sewage Treatment Plant (STP) for Tower 1 with a
       Sewage Treatment Plant (STP) Biofilter untuk Tower 1 dengan       capacity of 40 m3/day. Tower 2, meanwhile, is divided into
       kapasitas 40 m3/hari. Sedangkan untuk Tower 2, dibagi             two wastewater treatment plants (STPs): a Greywater STP
       menjadi 2 STP, yaitu STP Greywater dengan kapasitas 35 m3/        with a capacity of 35 m3/day and a Blackwater STP with a
       hari dan Blackwater 45 m3/hari dengan kapasitas air limbah        capacity of 45 m3/day. Kitchen wastewater is channeled
       yang berasal dari dapur akan disalurkan ke perangkap lemak        through a grease trap before being channeled to the STP,
       (grease trap) sebelum disalurkan ke dalam STP, karena minyak      as oil and grease can interfere with the STP's processing
       dan lemak dapat mengganggu proses pengolahan dalam STP.           process. Throughout 2025, the Company recorded the use
       Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatat pemanfaatan air          of recycled water from the head office wastewater treatment
       daur ulang dari IPAL di kantor pusat sebesar 3,320 megaliter.     plant (WWTP) of 3,320 megaliters.

       Sehubungan dengan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan          Regarding the management of Hazardous and Toxic Materials
       Beracun (B3) di Kantor Pusat, Perseroan telah menyediakan         (B3) waste at the Head Office, the Company has provided a B3
       Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) B3. Saat ini,                  Temporary Storage Area (TPS). Currently, waste management
       pengelolaan limbah dilakukan dengan memisahkan jenis limbah       is carried out by separating waste types by category: B3
       berdasarkan kategori, yaitu limbah B3, limbah organik, dan        waste, organic waste, and inorganic waste. Furthermore, B3
       limbah anorganik. Selanjutnya, limbah B3 akan diangkut oleh       waste will be transported by a third party that has obtained an
       pihak ketiga yang telah memiliki izin resmi dari Kementerian      official permit from the Ministry of Environment and Forestry
       Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Pihak          of the Republic of Indonesia. The selected third party has
       ketiga yang dipilih memiliki transporter khusus yang bertugas     a dedicated transporter tasked with ensuring that waste
       untuk memastikan bahwa pengelolaan limbah dilakukan sesuai        management is carried out in accordance with applicable
       dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.                      regulations and provisions.

       Perseroan menyadari bahwa limbah yang dihasilkan dari             The Company recognizes that waste generated from its
       aktivitas operasionalnya berpotensi menimbulkan dampak            operational activities has the potential to negatively impact
       negatif terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.   the environment if not managed properly. Potential negative
       Dampak negatif yang mungkin timbul meliputi peningkatan           impacts include increased dust from building materials,
       debu dari material bangunan, pencemaran tanah akibat              soil contamination from construction waste disposal, and
       pembuangan limbah konstruksi, serta pencemaran lingkungan         environmental pollution from waste accumulation. To prevent
       dari penumpukan sampah. Untuk mencegah dampak tersebut            these impacts at project sites, the Company implements
       di lokasi proyek, Perseroan menerapkan berbagai upaya,            various measures, including sustainable housekeeping,
       antara lain melakukan housekeeping secara berkelanjutan,          providing trash bins and Temporary Storage Areas (TPS),
       menyediakan tempat sampah dan Tempat Penyimpanan                  and implementing the principles of reuse, reduce, and recycle
       Sementara (TPS), serta melaksanakan prinsip reuse, reduce,        (3R). Hazardous and Toxic Materials (B3) waste, such as used
       dan recycle (3R). Pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan          oil and used or contaminated rags, is handed over to officially
       Beracun (B3), seperti oli bekas dan kain majun bekas atau         licensed third parties. Meanwhile, non-B3 solid waste, such as
       terkontaminasi, diserahkan kepada pihak ketiga yang memiliki      scrap metal, is reused as drainage channel covers, signboard
       izin resmi. Sementara itu, limbah padatan non-B3, seperti         frames, and smoking area facilities within the project area.
       potongan besi, dimanfaatkan kembali sebagai penutup saluran       Non-B3 waste that cannot be reused is managed by being




226 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 227
drainase, kerangka sign board, dan fasilitas smoking area di        handed over directly to the Final Disposal Site (TPA), while B3
lingkungan proyek. Limbah non-B3 yang tidak dapat digunakan         waste is sent to officially licensed third parties in accordance
kembali dikelola dengan diserahkan langsung ke Tempat               with applicable regulations. Due to the Company's effective
Pembuangan Akhir (TPA), sedangkan limbah B3 dikirim ke              waste management, throughout 2025, there were no negative
pihak ketiga yang memiliki izin resmi sesuai ketentuan yang         impacts related to the waste generated by the Company,
berlaku. Atas pengelolaan limbah yang dilakukan dengan baik         either at its head office or at project sites.
oleh Perseroan, maka sepanjang tahun 2025, tidak terdapat
dampak negatif terkait limbah yang dihasilkan oleh Perseroan,
baik di kantor pusat maupun di lokasi proyek.

Adapun proses yang digunakan Perseroan dalam menentukan             The Company's process for determining a third-party
pihak ketiga pengelola limbah sesuai kewajiban atau kontrak         waste manager, in accordance with legislative obligations
legislatif yaitu dengan melakukan monitoring atas surat jalan       or contracts, involves monitoring issued delivery notes and
yang diterbitkan, serta melalui kontrak kerja sama antara           establishing a cooperation contract between the Company
Perseroan dengan pihak ketiga yang memiliki Izin Resmi dari         and a third party holding an official permit from the Ministry
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik                 of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia.
Indonesia.

Oleh karena sepanjang tahun 2025, limbah B3 dan Non B3              Because hazardous and non-hazardous waste at project
di lokasi proyek dan kantor pusat diserahkan ke pihak ketiga,       sites and headquarters were handed over to third parties
maka tidak terdapat limbah yang dipersiapkan untuk dilakukan        throughout 2025, no waste was prepared for incineration with
pembakaran dengan dan tanpa pemulihan energi, serta                 or without energy recovery, or collection. The total amount of
penghimpunan. Sedangkan, terkait besarnya total limbah air          recycled wastewater is presented in the Water Aspect section
yang didaur ulang, telah disampaikan pada bagian Aspek Air          of this Sustainability Report. Waste management methods,
di Laporan Keberlanjutan ini. Adapun metode pengelolaan             based on type, are as follows.
limbah berdasarkan jenisnya, sebagai berikut.



 Jenis Limbah                                                                         Metode Pengelolaan
 Types of Waste                                                                        Management Method

 Limbah B3 Padat                                          Diserahkan ke Transporter yang sudah berijin
 Solid Hazardous Waste                                    Handed over to a licensed transporter

 Limbah B3 Cair                                           Diserahkan ke Transporter yang sudah berijin
 Liquid Hazardous Waste                                   Handed over to a licensed transporter

                                                          1.    Reduce, reuce, recycle (3R)
                                                          2.    Dikirim ke TPA
                                                          3.    Diserahkan ke Pihak Ketiga dengan bekerjasama dengan dinas kebersihan
 Limbah Non B3 Padat                                            setempat
 Solid Non-Hazardous Waste                                1.    Reduce, reuse, recycle (3R)
                                                          2.    Sent to a landfill
                                                          3.    Handed over to a third party in collaboration with the local sanitation
                                                                department

 Limbah Non B3 Cair                                       Diolah di IPAL
 Liquid Non-Hazardous Waste                               Processed at a wastewater treatment plant




 Besarnya limbah yang didaur ulang sebagai berikut:
 The amount of waste recycled is as follows:


 Keterangan                                                     Satuan
                                                                                           2025                          2024
 Description                                                     Unit

 Limbah Non B3 Padat (Sampah Organik)
                                                                  Kg                                     113                         41,5
 Solid Non-B3 Waste (Organic Waste)

 Limbah Non B3 Cair (daur ulang air)
                                                               Megaliter                               5,481                        4,364
 Liquid Non-B3 Waste (Water Recycling)




                                                                                                               PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   227
Page 228
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       TUMPAHAN YANG TERJADI [OJK F.15]                              SPILLS OCCURRED [OJK F.15]

       Dalam upaya mencegah terjadinya tumpahan bahan kimia,         In an effort to prevent chemical, oil, and fuel spills, the
       minyak, dan bahan bakar, Perseroan secara konsisten           Company consistently performs a number of preventative
       melaksanakan berbagai langkah pencegahan. Langkah-            measures. These measures include awareness campaigns
       langkah tersebut meliputi kampanye kesadaran mengenai         regarding the dangers of hazardous waste pollution, providing
       bahaya pencemaran limbah B3, pemberian pelatihan dan          training and awareness-raising regarding hazardous waste
       peningkatan kesadaran (awareness) terkait penanganan          management for warehouse personnel, and conducting
       B3 kepada petugas gudang, serta pelaksanaan simulasi          emergency simulations for handling hazardous waste spills.
       keadaan darurat untuk menangani tumpahan B3. Selain           In addition, the Company has developed Work Instructions
       itu, Perseroan telah menyusun Instruksi Kerja dan Prosedur    and Standard Procedures for liquid fuel storage at each project
       Standar mengenai penyimpanan bahan bakar cair di setiap       to ensure that the storage and management of hazardous
       proyek, guna memastikan penyimpanan dan pengelolaan           materials is carried out in accordance with applicable safety
       bahan berbahaya dilakukan sesuai standar keselamatan dan      standards and regulations. These standards contain the
       peraturan yang berlaku. Dalam standar tersebut, memuat        following rules:
       aturan sebagai berikut:
       1. Tangki penyimpanan bahan bakar cair harus selalu           1.   Liquid fuel storage tanks must always be protected from
            terlindungi dari cuaca                                        the weather.
       2. Tangki penyimpanan bahan bakar cair harus diberikan        2.    Liquid fuel storage tanks must be secured.
            pengaman
       3. Tangki penyimpanan bahan bakar cair harus diletakkan       3.   Liquid fuel storage tanks must be placed on reinforced
            di atas landasan beton bertulang yang bertujuan untuk         concrete platforms to prevent spills from contaminating
            menghindari apabila terjadi tumpahan atas bahan bakar         the soil.
            tersebut agar tidak mencemari tanah

       Atas komitmen penuh Perseroan dalam mencegah terjadinya       Due to the Company's full commitment to preventing spills,
       tumpahan, maka sepanjang tahun 2025, tidak terdapat kasus     there were no oil spills throughout 2025.
       tumpahan minyak.

       ASPEK PENGADUAN TERKAIT LINGKUNGAN                            ENVIRONMENTAL COMPLAINTS ASPECT
       HIDUP

       JUMLAH DAN MATERI PENGADUAN LINGKUNGAN                        NUMBER AND MATERIAL OF ENVIRONMENTAL
       HIDUP YANG DITERIMA DAN DISELESAIKAN [OJK F.16]               COMPLAINTS RECEIVED AND RESOLVED [OJK F.16]

       Selama periode pelaporan, tidak terdapat pengaduan            During the reporting period, there were no public complaints
       masyarakat terkait lingkungan hidup.                          related to the environment.




       KINERJA SOSIAL                                                SOCIAL PERFORMANCE

       KOMITMEN UNTUK MEMBERIKAN LAYANAN                             COMMITMENT TO PROVIDE EQUAL SERVICES
       ATAS PRODUK DAN/ATAU JASA YANG SETARA                         FOR PRODUCTS AND/OR SERVICES TO
       KEPADA KONSUMEN [OJK F.17]                                    CONSUMERS [OJK F.17]

       Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi,   As a company engaged in construction services,
       manufaktur, dan properti, Perseroan berkomitmen untuk         manufacturing, and property, the Company is committed
       memberikan layanan atas produk dan/atau jasa yang             to providing equal services for products and/or services to
       setara kepada konsumen tanpa membedakan gender, usia,         consumers without discrimination based on gender, age, race,
       ras, agama, maupun latar belakang sosial. Komitmen ini        religion, or social background. This commitment reflects that
       menunjukkan bahwa Perseroan harus menyediakan produk          the Company must provide the same products and/or services




228 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 229
dan/atau jasa yang sama untuk semua konsumen, tanpa               to all consumers without discrimination. The Company also
diskriminasi. Perseroan juga memberikan informasi yang jelas      provides clear and transparent information about the products
dan transparan tentang produk dan jasa yang ditawarkan,           and services offered and delivers customer service that is
serta memberikan layanan pelanggan yang baik dan responsif.       responsive and of high quality. This commitment is stated
Komitmen ini telah tercantum dalam Pedoman Etika dan              in the Code of Conduct.
Perilaku (Code of Conduct).

Dalam menerapkan komitmen tersebut, Perseroan senantiasa          In implementing this commitment, the Company continuously
mengembangkan kebijakan dan prosedur untuk memastikan             develops policies and procedures to ensure that every
bahwa setiap konsumen memperoleh perlakuan yang sama.             consumer receives equal treatment. All employees are
Seluruh karyawan dibekali pelatihan terkait pentingnya            provided with training related to the importance of equality
kesetaraan dalam layanan, pemahaman kebijakan non-                in service, understanding non-discrimination policies, and
diskriminasi, serta keterampilan berkomunikasi secara etis        developing ethical and professional communication skills.
dan profesional.

Dalam rangka memberikan pelayanan yang baik, Perseroan            In order to provide excellent service, the Company consistently
senantiasa berupaya untuk responsif terhadap keluhan              strives to be responsive to consumer complaints. The
konsumen. Perseroan memiliki mekanisme untuk menangani            Company has established mechanisms to handle complaints
keluhan dan masukan dari konsumen, serta merespon dengan          and feedback from consumers and to respond promptly
cepat dan tepat. Perseroan menghargai setiap masukan              and appropriately. The Company values every input from
dari konsumen dan akan menindaklanjuti keluhan untuk              consumers and follows up on complaints to improve services.
memperbaiki layanan. Evaluasi dan perbaikan layanan terus         Continuous evaluation and service improvement are carried
menerus dilakukan guna meningkatkan mutu pelayanan yang           out to enhance service quality, which ultimately contributes
berdampak pada kepuasan konsumen.                                 to consumer satisfaction.

ASPEK KETENAGAKERJAAN                                             EMPLOYMENT ASPECT

KESETARAAN KESEMPATAN BEKERJA [OJK F.18]                          EQUAL EMPLOYMENT OPPORTUNITY [OJK F.18]

Perseroan berkomitmen menerapkan praktik kesetaraan               The Company is committed to apply gender, class, ethnicity,
gender, golongan, suku, dan ras dalam pengelolaan Sumber          and racial equality practices in its Human Capital management.
Daya Manusia. Perseroan dalam pengelolaan Sumber Daya             The Company rejects all forms of discrimination and injustice
Manusia. Perseroan menolak segala bentuk diskriminasi dan         in its Human Capital business processes, including recruitment,
ketidakadilan dalam proses bisnis Human Capital, diantaranya      promotions, transfers, performance appraisals, and employee
proses rekrutmen, promosi, mutasi, penilaian kinerja, dan         development. The Company also provides equal opportunities
pengembangan karyawan. Perseroan juga memberikan                  to all prospective employees during the recruitment process.
kesempatan yang sama kepada seluruh calon karyawan dalam          To achieve this commitment, the Company has developed a
proses rekrutmen. Dalam rangka mencapai komitmen tersebut,        Human Capital Procedure, Document Number WIKA-HCE-
Perseroan menyusun Prosedur Human Capital Nomor                   PM-01.01 Rev. 00 Amd 04, which serves as a reference for
Dokumen WIKA-HCE-PM-01.01 Rev. 00 Amd 04 yang menjadi             implementing Human Capital business processes.
acuan dalam pelaksanaan proses bisnis Human Capital.

Sebagai salah satu BUMN yang bergerak di bidang konstruksi        As a state-owned enterprise engaged in the construction
dan EPC (Engineering, Procurement, and Construction),             and EPC (Engineering, Procurement, and Construction)
mayoritas karyawan Perseroan berjenis kelamin laki-laki.          sectors, the majority of the Company's employees are male.
Meski demikian, Perseroan terus mendorong peningkatan             Nevertheless, the Company continues to encourage the
peran perempuan dalam bisnis, termasuk melalui upaya              increasing role of women in business, including by increasing
menambah jumlah talenta perempuan yang menduduki posisi           the number of female talents in managerial and strategic
manajerial dan strategis. Berikut ini adalah gambaran komposisi   positions. The following is an overview of the Company's
keberagaman karyawan Perseroan pada tahun 2025.                   employee diversity composition by 2025.




                                                                                                         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   229
Page 230
                           Kinerja Keberlanjutan
                           Sustainability Performance




        Tabel Keberagaman Manajemen dan Karyawan 2025 [GRI 405-1]
        Management and Employee Diversity 2025 [GRI 405-1]


                                                                             Jenis Kelamin
        Level Jabatan                                                            Gender
        Job Level                                 Pria                           Wanita
                                                                %                                      %                  Total
                                                  Male                           Female
        Direktur
                                                    5          0.14%               0                   0%                   5
        Director

        Senior Manajemen
                                                   55          1.54%               4                  0.11&                59
        Senior Management

        Middle Manajemen
                                                   144        4.04%                14                0.39%                 158
        Middle Management

        Junior Manajemen
                                                   237         6.65%               15                0.42%                 252
        Junior Management

        Supervisor
                                                  860         24.12%              100                2.80%                960
        Superviso

        Officer/Staff
                                                  1.758       49.30%              374                10.49%               2.132
        Officer/Staff

        Jumlah
                                                 3.059        85.78%              507                14.22%               3.566
        Total




       Pada tahun 2025, Perseroan telah memberikan kesempatan            By 2025, the Company has given job opportunities to 5 (five)
       kerja kepada penyandang disabilitas sebanyak 5 (lima) orang.      people with disabilities. The Company employs employees
       Perseroan mempekerjakan karyawan penyandang disabilitas           with disabilities who meet the qualifications and competencies
       yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi yang diprasyaratkan      required by the Company. Employees with disabilities are
       oleh Perseroan. Karyawan penyandang disabilitas ditempatkan       placed in the Investment, Project Control and Planning, and
       pada bagian fungsi Investasi, Project Control and Planning, dan   Corporate Affairs functions at the Head Office, as well as the
       Corporate Affairs Kantor Pusat, serta fungsi Konstruksi Proyek.   Project Construction function.



        Komposisi Karyawan Penyandang Disabilitas 2025 [GRI 405-1]
        Composition of Employees with Disabilities 2025 [GRI 405-1]


                                                                             Jenis Kelamin
        Jenis Penyandang                                                        Gender
        Disabilitas
        Types of Disabilities                     Pria                          Wanita
                                                                %                                      %                  Total
                                                 Male                            Female
        Tuna Daksa
                                                   5          100%                 0                   0                    5
        Physically Impaired

        Tuna Netra
                                                   0            0                  0                   0                   0
        Blindly Impaired

        Tuna Rungu
                                                   0            0                  0                   0                   0
        Deafness

        Tuna Wicara
                                                   0            0                  0                   0                   0
        Speech Impaired

        Jumlah
                                                   5          100%                 0                   0                    5
        Total




230 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 231
                                                                    (Dalam Orang)
                                                                        (In People)

                       Kelompok Usia
                         Age Group

<30     %      31-50        %          >51    %                    Total

 0     0%        1        0.03%        4     0.11%                    5


 0     0%       32        0.90%        27    0.76%                   59


 0     0%       124        3.48%       34    0.95%                  158


 1    0.03%     230        6.45%       21    0.59%                  252


86    2.41%     853       23.92%       21    0.59%                  960


645   18.09%   1.328      37.24%       159   4.46%                 2.132


732   20.53%   2.568      72.01%       266   7.46%                 3.566




                                                                    (Dalam Orang)
                                                                        (In People)

                       Kelompok Usia
                         Age Group

<30     %      30-50        %          >51    %                    Total

 0      0        5         100%        0      0                       5


 0      0       0           0          0      0                       0


 0      0       0           0          0      0                       0


 0      0       0           0          0      0                       0


 0      0       0           0          0      0                       5




                                                     PT Wijaya Karya (Persero) Tbk    231
Page 232
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       REKRUTMEN DAN PERPUTARAN KARYAWAN                                     EMPLOYEE RECRUITMENT AND TURNOVER

       Dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis yang                        In order to support sustainable business growth and ensure
       berkelanjutan serta memastikan ketersediaan Sumber Daya               the availability of high-quality and competitive Human
       Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing, Perseroan                Capital (HC), the Company applies a structured, transparent,
       menerapkan proses rekrutmen yang terstruktur, transparan,             and competency-based recruitment process. Each stage
       dan berbasis kompetensi. Setiap tahapan rekrutmen dirancang           of recruitment is designed to ensure alignment between
       untuk memastikan kesesuaian antara kebutuhan organisasi               organizational needs and the competencies, character, and
       dengan kompetensi, karakter, serta nilai-nilai yang dimiliki          values possessed by prospective employees.
       oleh calon Pegawai.

       Perseroan memanfaatkan berbagai kanal rekrutmen yang                  The Company utilizes various credible and inclusive
       kredibel dan inklusif, antara lain melalui publikasi iklan lowongan   recruitment channels, including the publication of job
       kerja, kerja sama dengan lembaga rekrutmen nasional seperti           vacancy advertisements, collaboration with national
       Forum Human Capital Indonesia (FHCI), partisipasi dalam               recruitment institutions such as the Forum Human Capital
       program Rekrutmen Bersama BUMN, serta pemanfaatan                     Indonesia (FHCI), participation in the Joint Recruitment
       website resmi Perseroan. Selain itu, Perseroan secara konsisten       Program for State-Owned Enterprises (SOEs), and the use
       menyediakan program magang bagi mahasiswa sebagai bagian              of the Company’s official website. In addition, the Company
       dari upaya pengembangan talenta sejak dini, yang sekaligus            consistently provides internship programs for university
       membuka peluang bagi peserta magang berprestasi untuk                 students as part of its effort to develop talent from an early
       berkarier dan berkontribusi secara berkelanjutan di Perseroan.        stage, while also opening opportunities for outstanding interns
                                                                             to pursue careers and contribute sustainably to the Company.

       Seluruh proses rekrutmen dilaksanakan dengan menjunjung               All recruitment processes are carried out by upholding the
       tinggi prinsip inklusivitas, kesetaraan, dan non-diskriminasi.        principles of inclusiveness, equality, and non-discrimination.
       Perseroan memberikan kesempatan yang setara kepada                    The Company provides equal opportunities to all prospective
       seluruh calon Pegawai di seluruh wilayah Indonesia tanpa              employees throughout Indonesia without discrimination based
       membedakan gender, suku, agama, ras, maupun latar belakang            on gender, ethnicity, religion, race, or other social backgrounds.
       sosial lainnya. Komitmen ini merupakan bagian integral                This commitment forms an integral part of the implementation
       dari penerapan praktik ketenagakerjaan yang bertanggung               of responsible employment practices and the Company’s
       jawab serta kontribusi Perseroan dalam mendukung tujuan               contribution to supporting sustainable development goals.
       pembangunan berkelanjutan.

       Sepanjang tahun 2025, jumlah pegawai Perseroan mengalami              Throughout 2025, the number of the Company’s employees
       fluktuasi dengan adanya penambahan dan pengurangan                    experienced fluctuations due to both employee additions and
       pegawai. Perseroan telah merekrut pegawai baru sebanyak               reductions. The Company recruited 3 (three) new employees;
       3 (tiga) orang, namun selain itu ada juga pengurangan pegawai         however, there were also reductions due to employee
       dengan dengan adanya pegawai mengundurkan diri, pensiun,              resignations, retirement, and death. The following section
       maupun meninggal dunia. Berikut merupakan komposisi                   presents the composition of employees hired through the
       pegawai yang masuk melalui proses rekrutmen dan pegawai               recruitment process and employees who left the Company
       keluar berdasarkan gender, usia, dan wilayah kerja.                   based on gender, age, and work area.




232 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 233
Rekrutmen Karyawan Baru Berdasarkan Kelompok Usia
New Employee Recruitment by Age Group
                                                                                      (Dalam Orang)
                                                                                        (In Persons)

Kelompok Usia
                                         2025                   2024         2023
Age Group

21-30 Tahun
                                             1                   3            12
21-30 Years

31-40 Tahun
                                             2                   2             1
31-40 Years

40-50 Tahun
                                             0                   0             0
40-50 Years

> 50 Tahun
                                             0                   0             0
> 50 Years

Total                                        3                   5            13



Komposisi Karyawan Baru Berdasarkan Jenis
Composition of New Employees by Gender
                                                                                      (Dalam Orang)
                                                                                        (In Persons)

Uraian
                                         2025                   2024         2023
Description

Pria
                                             2                   4             6
Male

Wanita
                                             1                   1             7
Female

Total                                        3                   5            13




Rekrutmen Karyawan Baru Berdasarkan Wilayah Kerja
New Employee Recruitment Based on Work Area
                                                                                      (Dalam Orang)
                                                                                        (In Persons)

Wilayah
                                         2025                   2024         2023
Area

Indonesia                                    3                   5            13

Luar Negeri
                                             0                   0             0
Overseas

Total                                        3                   5            13



Komposisi Karyawan Berhenti Bekerja Berdasarkan Jenis Kelamin
Composition of Retired Employees by Gender
                                                                                     (Dalam Orang)
                                                                                       (In Persons)

Uraian
                                         2025                   2024        2023
Description

Pria
                                             9                  185          202
Male

Wanita
                                         145                     16           16
Female

Total                                    164                    201          218




                                                                       PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   233
Page 234
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




        Komposisi Karyawan Berhenti Bekerja Berdasarkan Kelompok Usia
        Composition of Retired Employees by Age Group
                                                                                                          (Dalam Orang)
                                                                                                            (In Persons)

        Kelompok Usia
                                                              2025           2024                2023
        Age Group

        20-29 Tahun
                                                               15             24                  22
        20-29 Years

        30-39 Tahun
                                                               63             63                 58
        30-39 Years

        30-49
                                                               24             20                 20
        30-49 Years

        > 50 Tahun
                                                               62             94                 118
        > 50 Years

        Total                                                 164            201                 218



        Komposisi Karyawan Berhenti Bekerja Berdasarkan Wilayah Kerja
        Composition of Retired Employees Based on Work Area
                                                                                                          (Dalam Orang)
                                                                                                            (In Persons)

        Wilayah
                                                              2025           2024                2023
        Area

        Indonesia                                             164            201                 218

        Luar Negeri
                                                               0              0                   -
        Overseas

        Total                                                 164            201                 218



        Latar Belakang Karyawan Berhenti Bekerja
        Employee Background for Resignation
                                                                                                             (Dalam Orang)
                                                                                                               (In Persons)

        Uraian
                                                              2025           2024                2023
        Description

        Mengundurkan Diri                                      73
                                                                              88                  92
        Resignation

        Pensiun                                                90
                                                                              112                 123
        Retirement

        Meninggal Dunia                                        1
                                                                               1                  3
        Death

        Total                                                 164            201                  218



        Turnover Karyawan yang Berhenti Bekerja Karena Mengundurkan Diri Berdasarkan Usia
        Employee Turnover Due to Resignation by Age

        Keterangan
                                                                     2025               2024            2023
        Description

        20-29 Tahun
                                                                        15                  22           22
        20-29 Years

        30-39 Tahun
                                                                        51                  55           57
        30-39 Years

        30-49
                                                                        6                   9            13
        30-49 Years

        > 50 Tahun
                                                                        1                   2            0
        > 50 Years




234 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 235
 Turnover Karyawan yang Berhenti Bekerja Karena Mengundurkan Diri Berdasarkan Jenis Kelamin
 Employee Turnover Due to Resignation by Gender

 Keterangan
                                                                        2025                 2024                      2023
 Description

 Pria
                                                                         65                   81                        81
 Male

 Wanita
                                                                          8                    7                         11
 Female


 Turnover Karyawan yang Berhenti Bekerja Karena Mengundurkan Diri Berdasarkan Wilayah
 Employee Turnover Due to Resignation by Area
 Keterangan
                                                                        2025                  2024                      2023
 Description

 Kantor Pusat
                                                                          32                   63                        75
 Head Office

 Proyek
                                                                          41                   25                        17
 Project




PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI                               TRAINING AND COMPETENCY DEVELOPMENT
[OJK F.22, GRI 404-1, GRI 404-2, GRI 404-3]                         [OJK F.22, GRI 404-1, GRI 404-2, GRI 404-3]


Perseroan memiliki komitmen yang berkelanjutan dalam                The Company is committed to ongoing human capital
pengembangan Sumber Daya Manusia dengan memberikan                  development by providing equal opportunities for all
kesempatan yang setara kepada seluruh karyawan untuk                employees to participate in various training and development
berpartisipasi dalam berbagai program pelatihan dan                 programs. Through these programs, employees are
pengembangan. Melalui program tersebut, karyawan didorong           encouraged to improve their skills, not only supporting the
untuk meningkatkan keterampilan yang tidak hanya mendukung          Company's business needs and strategies, but also fostering
kebutuhan dan strategi bisnis Perseroan, tetapi juga menunjang      their personal development.
pengembangan kapasitas pribadi sebagai individu.

Program pengembangan karyawan dirancang secara                      Employee development programs are structured and
terstruktur dan sistematis, dengan materi pembelajaran yang         systematic, with learning materials integrated into WIKA
terintegrasi dalam silabus serta kamus kompetensi WIKA. Dalam       syllabus and competency dictionary. In implementing
pelaksanaan pengembangan SDM, Perseroan berpedoman pada             HC development, the Company adheres to WIKA-HCE-
Prosedur Human Capital WIKA-HCE-PM-01.01 sebagai acuan              PM-01.01 Human Capital Procedure as the official reference.
resmi. Berikut ini merupakan gambaran program pelatihan dan         The following is an overview of the training and education
pendidikan yang telah dilaksanakan oleh WIKA.                       programs organized by WIKA.

 Tabel Pelatihan dan Pendidikan
 Education and Training

 Jenis Pelatihan dan Pendidikan                   Jumlah Karyawan (orang)                            Penyelenggara
 Type of Training and Education                   Number of Employees (persons)                        Organizer

 Manajemen Bisnis
                                                              215                                     WIKASatrian
 Business Management

 Soft & Hard (Self Mastery-Kepemimpinan)
                                                              133                                     WIKASatrian
 Soft & Hard (Self-Mastery-Leadership)

 Masa Persiapan Purna Bakti
                                                               72                                     WIKASatrian
 Preparation for Retirement

 WIKA Project Management                                       40                            WIKASatrian & WIKAPratama

 WIKA Fundamental Project Management                           45                                    WIKAPratama

 Contract Management                                           92                                    WIKAPratama

 Advance Practical                                            136                            WIKASatrian & WIKAPratama




                                                                                                            PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   235
Page 236
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




        Tabel Pelatihan dan Pendidikan
        Education and Training

        Jenis Pelatihan dan Pendidikan                           Jumlah Karyawan (orang)                          Penyelenggara
        Type of Training and Education                           Number of Employees (persons)                      Organizer

        Supervisory                                                           77                                  WIKAPratama

        QHSE Awareness                                                        73                                  WIKAPratama

        Practical Functional Workshop                                       3.506                                 WIKAPratama

        Total                                                               4.389




       Jumlah karyawan yang telah menerima pelatihan dan                            The number of employees who received training and education
       pendidikan pada tahun 2025 sebanyak 3.566 orang karyawan.                    in 2025 was 3,566 employees. The total number of training
       Jumlah jam pelatihan adalah 90.900 jam. Rata-rata jam                        hours was 90,900 hours. The average training hours per
       pelatihan setiap karyawan yaitu 17,48 jam. Adapun rincian                    employee were 17.48 hours. The details of average training
       rata-rata jam pelatihan setiap karyawan adalah sebagai berikut.              hours per employee are as follows.



        Tabel Rata-Rata Jam Pelatihan Karyawan [OJK F.22, GRI 404-1]
        Average Employee Training Hours [OJK F.22, GRI 404-1]

                                                                                                     Jumlah Karyawan yang Memperoleh Pelatihan
                                                                                                                      (Orang)
                                                     Uraian                                            Number of Employees Receiving Training
                                                   Description                                                       (Persons)

                                                                                                        2025           2024           2023

        Keseluruhan
                                                                                                        3.566         2.085           2.731
        Total

        Berdasarkan Jenis Kelamin
        Based on Gender

        Pria
                                                                                                        3.059          1.883          2.527
        Male

        Wanita
                                                                                                        507            202             204
        Female

        Berdasarkan Kategori Jabatan yang Mengikuti Pelatihan
        Based on Job Category Participating in the Training

        Kepala Divisi/Ahli Utama 1
                                                                                                         24             28             35
        Division Head/Senior Expert 1

        General Manager/Ahli Utama 2
                                                                                                         67             70             29
        General Manager/Senior Expert 2

        Manajer/Ahli Madya 1
                                                                                                         49            164             162
        Manager/Associate Expert 1

        Manajer Proyek
                                                                                                         82             123            155
        Project Manager

        Manager Konstruksi/Ahli Madya 2/Manajer Bidang Proyek
                                                                                                        154            375             78
        Construction Manager/Associate Expert 2/Project Area Manager

        Kepala Seksi/ Pelaksana Utama/Koordinator/Ahli Muda
                                                                                                        726            420            1.088
        Section Head/Senior Executive/Coordinator/Junior Expert

        Staff/Pelaksana
                                                                                                        2.068          907            1.184
        Staff/Executor




236 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 237
         Jam Pelatihan             Rata-rata Jam Pelatihan Setiap Karyawan   Persentase Karyawan yang Mengikuti
              (Jam)                              (Jam/Orang)                               Pelatihan
         Training Hours              Average Training Hours per Employee     Percentage of Employees Participated
             (Hours)                           (Hours/Person)                           n the Training

2025         2024         2023      2025            2024           2023      2025           2024              2023

90.900      40.996        64.466    17,48           19,66           24       100%           42%               42%




77.904      36.587        60.007    18,27           19,43           24       100%            38%              39%


12.996       4.409        4.459     18,97           21,83           22       100%            4%                3%




3.418         944         1.304     54,25           33,71           37       100%            1%                1%


3.738        1.592         488      26,51          22,74            17       100%            1%                0%


6.528        4.936        6.856     27,78          30,10            42       100%            3%                2%


7.394        3.688        4.984     23,63          30,48            32       100%            2%                2%


14.762       9.488        3.104      18,71         25,30            40       100%            8%                1%


32.906      14.576        22.382    16,64          34,70            21       100%            9%                17%


22.154       5.772        25.348    15,50           6,46            21       100%            18%               18%




                                                                                             PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   237
Page 238
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       Dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia,            To improve the quality of its human capital, the Company
       Perseroan senantiasa mendukung setiap karyawannya untuk            consistently supports each of its employees in obtaining
       mendapatkan sertifikasi terhadap bidang pekerjaannya               certification in their respective fields. The Company's certified
       masing-masing. Karyawan bersertifikasi yang dimiliki oleh          employees are as follows.
       Perseroan adalah sebagai berikut.


        Tabel Karyawan Bersertifikasi			


                                                                                                                               (Dalam Orang)

        Kategori                                              2025                      2024                            2023

        Internal

        Teknik                                                 52                        97                               41

        Non Teknik                                             83                        86                               73

        Total                                                 135                        183                             114

        Eksternal

        Teknik Profesi                                         95                        87                              206

        Teknik Tukang                                          73                        98                              28

        Non Teknik                                             0                          0                              53

        Total                                                 168                        185                             287




       Bagi karyawan yang akan memasuki masa purna tugas,                 For employees approaching retirement, the Company provides
       Perseroan memberikan dukungan melalui penyelenggaraan              support through the Pre-Retirement Preparation Program
       program Masa Persiapan Pensiun (MPP). Program MPP                  (MPP). The MPP program provides guidance that includes an
       merupakan pembekalan yang mencakup pemahaman                       understanding of retirement benefits, psychological readiness,
       mengenai manfaat pensiun, kesiapan psikologis, aspek               health aspects, and other relevant matters in preparing for
       kesehatan, serta berbagai hal lain yang relevan dalam              retirement. Through this program, employees are expected
       menghadapi masa pensiun. Melalui pelaksanaan program ini,          to be able to plan and prepare for their retirement period in
       karyawan diharapkan dapat merencanakan dan mempersiapkan           a more structured and well-prepared manner.
       masa pensiun secara lebih matang dan terarah.

       Pada tahun 2025, Perseroan menyelenggarakan Program                In 2025, the Company organized the Pre-Retirement
       Masa Persiapan Pensiun yang diikuti oleh 72 orang karyawan.        Preparation Program attended by 72 employees. This program
       Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan,                aims to provide knowledge, awareness, and skills to training
       kesadaran dan keterampilan kepada peserta pelatihan agar           participants so that they can prepare for their retirement
       dapat mempersiapkan masa purnabakti dengan persiapan jauh          period well in advance. In addition, participants are expected
       lebih awal. Selain itu, diharapkan peserta dapat merencanakan      to be able to plan psychological and financial aspects, as well
       aspek-aspek psikologis, keuangan, serta kegiatan yang akan         as activities that will be undertaken after retirement, and
       dilakukan setelah masa purna bakti, dan dapat kontribusi positif   continue to provide positive contributions to the Company’s
       untuk kemajuan perusahaan. Materi pelatihan yang disediakan        progress. The training materials provided in this program
       dalam program ini adalah sebagai berikut:                          include the following:
       1. Kebijakan Purnabakti,                                           1. Retirement Policy
       2. Membangun Jiwa Wirausaha (Ide-Ide Bisnis &                      2. Building an Entrepreneurial Mindset (Business Ideas &
            Pengembangannya, Membangun Passive Income)                        Development, Building Passive Income)
       3. Makna Warisan dalam Hidup & berkarya (Kematangan                3. The Meaning of Legacy in Life and Work (Behavioral
            perilaku setelah pensiun)                                         maturity after retirement)
       4. Hidup Sehat di Masa Purnabakti                                  4. Healthy Living in Retirement
       5. Independent Expert & Networking                                 5. Independent Expert & Networking
       6. Aspek Psikologi di Masa Purnabakti                              6. Psychological Aspects of Retirement
       7. Mengelola Keuangan saat Masa Purnabakti Tiba                    7. Financial Management During Retirement
       8. Investasi dan Resikonya                                         8. Investment and Its Risks




238 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 239
Perseroan telah memiliki pusat pelatihan yang digunakan          The Company has established training centers to support
untuk membantu para karyawan untuk mengembangkan                 employees in developing their competencies, namely WIKA
kompetensinya yaitu WIKA Pratama dan WIKASATRIAN.                Pratama and WIKASATRIAN.

WIKA PRATAMA                                                     WIKA PRATAMA

Pada WIKA Pratama dilaksanakan berbagai pelatihan teknis         At WIKA Pratama, various technical training programs are
untuk working level seperti:                                     conducted for working-level employees, such as:
a. Practical Engineering Workshop (PEW)                          a. Practical Engineering Workshop (PEW)
b. Practical Construction Workshop (PCW)                         b. Practical Construction Workshop (PCW)
c. Practical Functional Workshop (PFW)                           c. Practical Functional Workshop (PFW)
d. WFPM                                                          d. WFPM
e. Pelatihan Bidang-bidang tertentu: (Safety Awareness,          e. Training in specific fields (Safety Awareness, Basic Finance,
   Basic Finance, Contract Management, Risk Management,             Contract Management, Risk Management, and others).
   dan lain-lain).

WIKASATRIAN                                                      WIKASATRIAN

WIKASATRIAN adalah center of excellence WIKA sebagai             WIKASATRIAN is WIKA’s center of excellence, serving as
kawah candradimuka pemimpin-pemimpin WIKA dan Indonesia          a training ground for WIKA and Indonesian leaders who are
yang diharapkan memiliki kapabilitas paripurna sehingga          expected to possess comprehensive capabilities, hence
tempat pembelajaran didesain mencerminkan kebanggaan             the learning environment is designed to reflect pride in
atas keragaman Nusantara. WIKASATRIAN merupakan                  the diversity of the Indonesian archipelago. WIKASATRIAN
wujud komitmen Perseroan untuk mengintegrasikan kearifan         represents the Company’s commitment to integrating local
lokal ke dalam model kepemimpinan. Komitmen ini adalah           wisdom into its leadership model. This commitment is an
langkah inovatif yang menampilkan nilai-nilai lokal dapat        innovative step that demonstrates how local values can be
diterjemahkan dan diterapkan ke dalam praktik bisnis dan         translated and applied into business practices and holistic
strategi keberlanjutan yang holistik. WIKASATRIAN, dengan        sustainability strategies. By integrating environmental,
menyatukan lingkungan, sosial, dan budaya dalam sebuah           social, and cultural aspects into a mutually supportive
ekosistem yang saling mendukung, menetapkan standar baru         ecosystem, WIKASATRIAN establishes a new standard in
dalam praktik pembangunan berkelanjutan. Hal ini menjadi         sustainable development practices. This initiative represents
wujud kontibusi Perseroan pada keberlanjutan global seraya       the Company’s contribution to global sustainability while
memelihara identitas budaya dan meningkatkan kesejahteraan       preserving cultural identity and improving the welfare of
komunitas lokal. Sejalan dengan filosofi "berusaha keras dalam   local communities. In line with the philosophy of “striving to
menghimpun dan mentransformasi kearifan budaya lokal             gather and transform local cultural wisdom of the Indonesian
nusantara", WIKASATRIAN mewakili sebuah pendekatan yang          archipelago,” WIKASATRIAN represents an inclusive and
inklusif dan holistik terhadap pembangunan berkelanjutan.        holistic approach to sustainable development.

WIKASATRIAN mengembangkan modul-modul kepemimpinan               WIKASATRIAN develops leadership modules based on local
yang berlandaskan kearifan lokal pada 3 (tiga) aspek yaitu       wisdom across three aspects: Divinity, Humanity, and Nature,
Ketuhanan, Kemanusiaan dan Alam, yang masing-masing              each of which has specific objectives and expected outcomes
memiliki tujuan dan hasil yang diharapkan seperti yang           as explained below:
dijelaskan berikut ini:




                                                                                                         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   239
Page 240
                                Kinerja Keberlanjutan
                                Sustainability Performance




       Konsep Kepemimpinan Berbasis Kearifan Lokal
       Leadership Concept Based on Local Wisdom


                                                                           Aspek              Tujuan                                                  Harapan Hasil
                                                                           Aspect            Objective                                               Expected Results
                                                                                                                  • Kesadaran dan penemuan Kembali nilai-nilai keutamaan (budi luhu) spiritual, potensi,
                                                                                                                    makna spiritual yang melandasi setiap pilihan hidup.
                                                                                                                  • Mengambil hikmah melalui syukur, Ikhlas dari setiap pengalaman hidup untuk semakin
                                                                                                                    menyempurnakan perjalanan kehidupannya.
                                                                                       Penghargaan       pada
                                                                                                                  • Kesadaran untuk mengambil Tanggung jawab penuh bagi penentukan tujuan-tujuan
                              Tuhan                                      Ketuhanan
                                                                                       sumber daya yang ada
                                                                                                                    berdasarkan misi dan visi hidup
                                God                                                    dalam diri
                                                                         Deity                                    • Awareness and rediscovery of the noble values of spiritual virtues, potentials, and
                                                                                       Appreciation for the
                                                                                                                    spiritual meanings underlying each life choice.
                                                                                       resources within ones
                                                                                                                  • Drawing wisdom through gratitude, sincerity from every life experience to further
                                            Religiusitas




                                                                                                                    perfect one’s life journey.
                                  Religiosity




                                                                                                                  • Awareness to take full responsibility for determining goals based on life missions and
                                                                                                                    visions.
                             TRANSFORMASI
                             TRANSFORMATION
                                                                                                                  • Sadar sepenuhnya terhadap keberadaan diri sebagai bagian hubungan dengann orang
                                                                                                                    lain dalam sebuah kelompok/tim/organisasi
                               budi luhur                                              Kebahagiaan Bersama,       • Keterlibatan dan peran dalam kehidupan Bersama secara harmonis
                             Noble character
                                                                                       Kontribusi        dan      • Saling terbuka dan berkembang Bersama sesuai dengan potensi, peran, tanggung
                                                                         Kemanusiaan   Pertumbuhan                  jawab dalam mewujudkan tujuan-tujuan mulia kehidupan
                         n




                                                           Pe rese
                   ity ta




                                                           P
                                                             le rva
                gn ka




                                                                         Humanity      Shared happiness,          • Fully aware of one’s existence as part of a relationship with others within a group/team/
                                                               st ti
              Di har




                                LUWES
                                                                 ar on
                ng




                                                                   ian




                               FLEXIBILITY
                                                                                       contribution,     and        organization.
             Pe




                                                                                       growth                     • Engaging and taking role in collective life harmoniously.
                                                                                                                  • Being open and develop together according to potentials, roles, responsibilities in
                                                                                                                    achieving noble life goals.

                                                                                                                  • Sadar alam: Menyadari bahwa keberadaan diri merupakan bagian alam semesta
          Manusia                                              Alam
                                                                                                                  • Menyelaraskan perilaku, sikap dan pilihan yang menyelaraskan diri dengan hukum-
           Human                                               Nature                  M e n g h a r g a i ,
                                                                                                                    hukum sebab akibat.
                                                                                       Menyelaraskan
                                                                                                                  • Merasakan dan mengalami bagaimana menyelaraskan diri dengan irama, Tindakan, dan
                                                                                       dan      melestarikan
                                                                         Alam                                       suasana sekitar dan terlibat aktif untuk mengembangkann pertumbuhannya
                                                                                       lingkungann hidup
                                                                         Nature                                   • Environmental awareness: Recognizing that one’s existence is part of the universe.
                                                                                       Appreciating, aligning,
                                                                                                                  • Aligning behavior: attitudes and choices that align oneself with the laws of cause and
                                                                                       and preserving
                                                                                                                    effect.
                                                                                       the nature
                                                                                                                  • Sensing and experiencing how to harmonize oneself with the rhythm, actions, and
                                                                                                                    atmosphere around and actively engaging in its development.




       Pelatihan-pelatihan kepemimpinan yang dilaksanakan oleh                                                   The leadership training programs conducted by WIKASATRIAN
       WIKASATRIAN yaitu:                                                                                        include the following:
       1. Program Satria Luhur                                                                                   1. Satria Luhur Program
           Sebagai puncak dari perjalanan kepemimpinan di                                                            As the pinnacle of the leadership journey within the
           Perusahaan, program ini bertujuan mencetak pemimpin                                                       Company, this program aims to develop wise leaders
           bijaksana yang berfokus pada misi mewariskan (legacy)                                                     who focus on the mission of passing on (legacy) noble
           nilai-nilai luhur kepada generasi penerus. Peserta                                                        values to future generations. Participants are invited to
           diajak menyelami esensi menjadi "manusia paripurna"                                                       explore the essence of becoming a “complete human
           (menungso tanpo tenger), yaitu pribadi yang telah selesai                                                 being” (menungso tanpo tenger), an individual who has
           dengan ambisi egonya dan kini berdedikasi penuh pada                                                      transcended ego-driven ambitions and is fully dedicated
           keberlanjutan organisasi serta kesejahteraan semesta,                                                     to organizational sustainability and universal well-being.
           Melalui refleksi mendalam berbasis kearifan lokal dan                                                     Through deep reflection based on local wisdom and
           nilai-nilai spiritual, program ini mempersiapkan pemimpin                                                 spiritual values, this program prepares leaders to leave
           untuk mewariskan fondasi yang kuat, memastikan harmoni                                                    a strong legacy, ensuring that harmony between God,
           antara Tuhan, manusia, dan alam tetap terjaga di masa                                                     humanity, and nature is preserved in the future.
           depan.
       2. Program Satria Pratama                                                                                 2. Satria Pratama Program
           Program ini bertujuan memberikan pengalaman                                                              This program aims to provide a profound learning
           pembelajaran yang mendalam mengenai makna                                                                experience regarding the meaning of life enlightenment
           pencerahan hidup, dengan menanamkan nilai-nilai                                                          by instilling the values of sincerity, gratitude, and self-
           keikhlasan, rasa syukur, dan kesadaran diri sebagai fondasi                                              awareness as the foundation of leadership behavior.
           perilaku kepemimpinan. Peserta diajak untuk memahami                                                     Participants are encouraged to understand that leadership
           bahwa kepemimpinan tidak hanya soal strategi dan hasil,                                                  is not only about strategy and results, but also about
           namun juga tentang pelayanan tanpa pamrih, empati, dan                                                   selfless service, empathy, and meaningful contribution
           kontribusi bermakna sebagai bagian dari ekosistem yang                                                   as part of a broader ecosystem. Through a reflective
           lebih besar. Melalui pendekatan reflektif dan berbasis nilai-                                            approach rooted in the noble values of the Indonesian
           nilai luhur nusantara, program ini memperkuat kualitas                                                   archipelago, this program strengthens personal leadership




240 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 241
   kepemimpinan personal, mendorong keselarasan antara                qualities and encourages alignment between heart, mind,
   hati, pikiran, dan tindakan dalam setiap aspek kehidupan           and action in every aspect of life and work. This program is
   dan pekerjaan. Program ini diharapkan menciptakan                  expected to produce leaders who are not only technically
   pemimpin yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi              competent but also emotionally and spiritually mature.
   juga matang secara emosional dan spiritual.
3. Program Satria Muda                                           3.    Satria Muda Program
   Program ini dirancang sebagai tahap Discovery bagi                 This program is designed as a discovery stage for
   para calon pemimpin, dengan inti utama "Memilih Jadi               prospective leaders, with the core theme of “Choosing
   Pemimpin". Fokus utama Program Satria Muda adalah                  to Become a Leader.” The primary focus of Satria Muda
   pengembangan Self Management (Exploration), sebagai                Program is the development of Self Management
   fondasi untuk peran kepemimpinan masa depan. Peserta               (Exploration) as the foundation for future leadership
   diajak menyelami makna dipercaya dan mempercayai                   roles. Participants are invited to explore the meaning
   (Understanding & Acceptance), membangun kesadaran                  of being trusted and trusting others (Understanding &
   akan peran sebagai pemimpin, serta memantik dorongan               Acceptance), develop awareness of their role as leaders,
   berprestasi dan semangat Inisiatif/Proaktif. Melalui proses        and cultivate a drive for achievement and a spirit of
   reflektif dan nilai-nilai luhur kepemimpinan Nusantara,            initiative and proactiveness. Through reflective processes
   program ini bukan hanya menyiapkan pemimpin yang                   and the noble values of Nusantara leadership, this program
   cekatan secara teknis, namun juga mematangkan sanubari             prepares leaders who are not only technically capable but
   dan budi pekerti. Tujuannya adalah menumbuhkan bibit-              also possess refined character and strong moral values.
   bibit pemimpin yang teguh pada nilai, berani mengambil             The goal is to nurture future leaders who uphold strong
   peran, serta mampu mengelola diri sebagai langkah awal             values, are courageous in taking leadership roles, and are
   untuk mengelola sebuah ekosistem yang lebih besar.                 capable of managing themselves as the first step toward
                                                                      managing a broader ecosystem.

Management & Business Mastery (Internal) 2025:                   Management & Business Mastery (Internal) 2025:
1. Peningkatan Kapabilitas Manajer Madya (PKMM) (BOD-2)          1. Managerial Capability Enhancement Program (PKMM)
                                                                    (BOD-2)
2.   Corporate Finance (BOD-2)                                   2. Corporate Finance (BOD-2)
3.   WIKA Project Management (BOD-3 & BOD-4)                     3. WIKA Project Management (BOD-3 & BOD-4)
4.   Managing Result - PDCA (BOD-3 & BOD-4)                      4. Managing Result – PDCA (BOD-3 & BOD-4)
5.   Leader as Coach (BOD-3 & BOD-4)                             5. Leader as Coach (BOD-3 & BOD-4)



PENILAIAN KINERJA                                                PERFORMANCE APPRAISAL

Secara rutin, Perseroan melakukan evaluasi kinerja kepada        The Company routinely conducts performance evaluations
seluruh karyawan tetap yang dilakukan setiap tahunnya            of all permanent employees annually through Competency
melalui Evaluasi Kompetensi dan Penilaian Karya (EK dan          Evaluations and Performance Appraisals (EK and PK).
PK). Penilaian karya dilakukan dengan self-assessment            Performance appraisals are conducted through self-
melalui Human Capital Information System. Melalui sistem         assessment using the Human Capital Information System.
tersebut, manajemen dapat memantau dan melakukan review          Through this system, management can monitor and review
performance terhadap kinerja karyawan secara keseluruhan.        the overall performance of employees. The results of the
Hasil dari EK dan PK akan menjadi bahan pertimbangan             EK and PK will be used to identify training needs relevant to
untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan yang relevan          conditions in the field. In 2025, the Company conducted a
dengan kondisi di lapangan. Pada tahun 2025, Perseroan telah     routine review of all (100%) permanent employees, with a
melakukan tinjauan rutin kepada seluruh (100%) karyawan          total of 1,864 permanent employees consisting of 59 people
tetap dengan jumlah total karyawan tetap sebanyak 1.864          (3.17%) in senior management, 158 people (8.48%) in middle
orang dengan komposisi terdiri atas Senior Management            management, 252 people (13.52%) in junior management,
terdiri dari 59 orang (3,17%), Middle Management sebanyak        Supervisors 960 people (74.77%), and Staff 435 people
158 orang (8,48%), Junior Management sebanyak 252 orang          (33.88%). The number of permanent employees consists of
(13,52%), Supervisor sebanyak 960 orang (74,77%), dan Staf       1,674 male employees and 190 female employees. Based on
435 orang (33,88%). Adapun jumlah karyawan tetap terdiri dari    routine reviews, 217 employees or 11.6% received promotions,
1.674 karyawan pria dan 190 karyawan wanita. Atas peninjauan     consisting of 185 male employees and 32 female employees.
rutin yang telah dilakukan, terdapat 217 orang karyawan atau
sebesar 11,6% yang mendapatkan promosi terdiri dari 185
karyawan pria dan 32 karyawan wanita.




                                                                                                          PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   241
Page 242
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       KETERIKATAN PEGAWAI                                                   EMPLOYEE ENGAGEMENT
       Mekanisme pengukuran keterikatan pegawai adalah dengan                The mechanism used to measure employee engagement is
       menggunakan metode survey untuk seluruh pegawai aktif                 through a survey conducted for all active employees with
       perusahaan berstatus organik dan terampil. Alat ukur yang             organic and skilled employment status. The measurement tool
       digunakan untuk pelaksanaan pengukuran keterikatan pegawai            used for employee engagement assessment applies the Aon
       adalah dengan metodologi Aon Hewitt yang mengukur 3                   Hewitt methodology, which measures three main pillars of
       pilar utama keterikatan yaitu 3S (Say, Stay, Strive). Hasil dari      engagement known as the 3S: Say, Stay, and Strive. The results
       pengukuran keterikatan yang telah dilaksanakan pada tahun             of employee engagement measurement conducted in 2025
       2025 mengalami kenaikan sebesar 2% dari tahun 2024 menjadi            showed an increase of 2% compared to 2024, reaching 80%.
       sebesar 80%.



        Uraian                                                      Satuan
                                                                     Unit
                                                                                          2025                2024                2023
        Description

        Indeks Keterikatan Pegawai
                                                                      %                    80                   78                  80
        Employee Engagement Index




       KEBEBASAN BERSERIKAT [GRI 2-30]                                       FREEDOM OF ASSOCIATION [GRI 2-30]

       Perseroan menyadari pentingnya membangun dan                          The Company recognizes the importance of establishing and
       memelihara hubungan industrial yang harmonis, adil, dan               maintaining harmonious, fair, and dynamic industrial relations
       dinamis antara karyawan dan perusahaan. Oleh karenanya,               between employees and the Company. Therefore, the
       Perseroan berkomitmen mewujudkan sistem kerja yang                    Company is committed to creating a healthy and harmonious
       sehat dan harmonis, berlandaskan saling menghormati, guna             working system based on mutual respect in order to balance
       menyeimbangkan pemenuhan hak dan kewajiban. Sebagai                   the fulfillment of rights and obligations. As part of this effort,
       bagian dari upaya ini, Perseroan mendorong komunikasi yang            the Company encourages effective communication with
       baik dengan karyawan, termasuk menyediakan wadah bagi                 employees, including providing a platform for employees to
       karyawan untuk menyampaikan aspirasi melalui serikat pekerja.         express their aspirations through labor unions.

       Perseroan berkomitmen untuk memberikan kebebasan                      The Company is committed to providing freedom of association
       berserikat bagi seluruh karyawan, sesuai dengan ketentuan             for all employees in accordance with the 1945 Constitution
       Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945              of the Republic of Indonesia and the International Labour
       dan Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor            Organization (ILO) Convention No. 87 of 1948 concerning
       87 Tahun 1948 tentang Kebebasan Berserikat dan Perlindungan           Freedom of Association and Protection of the Right to
       Hak untuk Berorganisasi. Selain itu, Perseroan mendorong              Organize. In addition, the Company promotes the creation of
       terciptanya lingkungan kerja yang saling menghormati                  a work environment that fosters mutual respect and balances
       dan menyeimbangkan pemenuhan hak serta pelaksanaan                    the fulfillment of rights and the implementation of obligations
       kewajiban melalui komunikasi intensif dan keterlibatan seluruh        through intensive communication and the involvement of all
       pemangku kepentingan dalam pencapaian target perusahaan.              stakeholders in achieving the Company’s targets.

       Wujud nyata implementasi kebebasan berserikat, Perseroan              As a tangible implementation of freedom of association, the
       telah memiliki Serikat Pekerja atau yang biasa dikenal dengan         Company has established labor unions, commonly referred
       Serikat Karyawan, yaitu organisasi yang dibentuk oleh dan             to as employee unions, which are organizations formed by
       untuk karyawan. Serikat ini bersifat bebas, terbuka, mandiri,         and for employees. These unions are independent, open,
       demokratis, dan bertanggung jawab dalam memperjuangkan                autonomous, democratic, and responsible in advocating and
       serta melindungi hak dan kepentingan karyawan, serta                  protecting the rights and interests of employees, as well as
       meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya,                  improving the welfare of employees and their families, as
       sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun                 regulated in Law No. 21 of 2000 concerning Labor Unions/
       2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh. Pada tahun 2025,          Worker Unions. In 2025, the Company had two employee
       Perseroan memiliki dua serikat karyawan yaitu SP KORPRI               unions, namely SP KORPRI PRABU and SEKAR WIKA.
       PRABU dan SEKAR WIKA.




242 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 243
Perseroan telah menyusun Perjanjian Kerja Bersama (PKB)             The Company has also established a Collective Labor
dengan Serikat Karyawan. PKB menjadi pedoman kerja sama             Agreement (CLA) with the employee unions. The CLA serves
antara karyawan dan Perseroan serta membantu kedua                  as a guideline for cooperation between employees and the
belah pihak untuk menyelesaikan masalah/perselisihan di             Company and helps both parties resolve issues or disputes
lingkungan kerja. Melalui PKB, Perseroan bertujuan untuk            within the workplace. Through the CLA, the Company aims
melindungi hak-hak dari seluruh Insan WIKA (100%), sehingga         to protect the rights of all WIKA People (100%), ensuring that
dipastikan tidak ada pihak yang dirugikan. Perseroan juga terus     no party is disadvantaged. The Company also continuously
melakukan monitoring terhadap insiden yang berkaitan pada           monitors incidents related to its employees. The CLA also
karyawannya. PKB juga mengatur tentang pemberitahuan                regulates notifications related to sudden operational changes,
terkait operasional mendadak yang harus disampaikan secara          which must be communicated in writing or through other
tertulis atau melalui cara lain, minimal 30 hari kalender sebelum   means at least 30 calendar days prior to implementation
pelaksanaan kepada karyawan.                                        to employees.

TENAGA KERJA ANAK DAN TENAGA KERJA                                  CHILD LABOR AND FORCED LABOR [OJK F.19]
PAKSA [OJK F.19]

Dalam pelaksanaan seluruh aktivitas operasionalnya, Perseroan       In carrying out all of its operational activities, the Company
senantiasa berkomitmen untuk menaati dan mematuhi seluruh           remains committed to complying with all applicable laws and
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan                regulations. The Company firmly emphasizes its commitment
menegaskan komitmennya untuk tidak mempekerjakan tenaga             not to employ workers below the legally established minimum
kerja yang masih berada di bawah usia yang ditetapkan serta         age and does not implement or tolerate any form of forced
tidak menerapkan maupun mentoleransi segala bentuk praktik          labor practices. The Company ensures that all provisions and
kerja paksa. Perseroan menjamin bahwa seluruh ketentuan             requirements in the recruitment and employee hiring process
dan persyaratan dalam proses rekrutmen serta penerimaan             are aligned with and carried out in accordance with applicable
karyawan telah disesuaikan dan dilaksanakan sesuai dengan           regulations, including compliance with the minimum employee
peraturan yang berlaku, termasuk pemenuhan ketentuan                age requirement of 19 years. The provisions and procedures
mengenai batas usia minimum karyawan, yaitu 19 tahun.               governing the recruitment and employee hiring process are
Ketentuan dan tata cara yang mengatur proses rekrutmen              formally stipulated in the Human Capital Procedure No. WIKA-
serta penerimaan karyawan tersebut secara resmi dituangkan          HCE-PM-01.01.
dalam Prosedur Human Capital Nomor WIKA-HCE-PM-01.01.

Selain ketentuan tersebut, Perseroan juga telah menetapkan          In addition, the Company has established regulations regarding
pengaturan mengenai jam kerja karyawan yang dituangkan              employee working hours as outlined in the Collective Labor
dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB), yang ketentuan ini            Agreement (CLA). These provisions apply not only to
tidak hanya berlaku bagi karyawan Perseroan tetapi juga             employees of the Company but also to business partners
diberlakukan kepada mitra kerja atau kontraktor. Penerapan          or contractors. The working hour system is differentiated
sistem jam kerja yang digunakan dibedakan antara kantor             between operational offices and project areas. Working hours
operasional dan wilayah proyek. Jam kerja yang berlaku di           at operational offices are set at 40 hours per week, carried out
kantor operasional ditetapkan sebanyak 40 jam dalam satu            over 5 working days per week, with a 1-hour break for each
minggu, yang dilaksanakan selama 5 (lima) hari kerja dalam          8-hour work period. Meanwhile, working hours for project
satu minggu, dengan waktu istirahat selama 1 (satu) jam untuk       areas follow the provisions regulated in the CLA.
setiap periode kerja selama 8 (delapan) jam. Sementara itu,
untuk pelaksanaan pekerjaan di wilayah proyek, jam kerja
yang diterapkan mengikuti ketentuan yang diatur dalam PKB.

K E B I J A K A N C UT I M E L A H I R K A N D A N                  MATERNITY LEAVE AND HAJJ PILGRIMAGE
PERJALANAN IBADAH HAJI                                              LEAVE POLICY

Perseroan senantiasa berupaya memenuhi hak-hak karyawan,            The Company continuously strives to fulfill employee rights,
termasuk pemberian hak cuti dan izin tidak masuk kerja untuk        including the provision of leave and authorized absence for
perempuan yang melahirkan, suami yang istrinya melahirkan,          female employees who give birth, male employees whose
dan ibadah haji, sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja          wives give birth, and employees performing the Hajj pilgrimage,




                                                                                                            PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   243
Page 244
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       Bersama (PKB) antara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan                   as regulated in the Collective Labor Agreement (CLA) between
       Serikat Karyawan WIKA Tahun 2025–2026. Kebijakan                            PT Wijaya Karya (Persero) Tbk and WIKA Employee Union
       ini merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam                          for 2025–2026. This policy forms part of the Company’s
       menciptakan lingkungan kerja yang ramah keluarga (family                    commitment to creating a family-friendly workplace.
       friendly workplace).

       Perseroan memberikan hak cuti melahirkan kepada karyawan                    The Company provides maternity leave rights to female
       perempuan selama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum                          employees for 1.5 (one and a half) months before childbirth
       melahirkan dan 2 (dua) bulan setelah melahirkan tanpa                       and 2 (two) months after childbirth without reducing the rights
       mengurangi hak-hak karyawan yang bersangkutan. Ketentuan                    of the respective employee. Provisions regarding maternity
       mengenai cuti melahirkan tersebut diatur dalam Pasal 50 PKB                 leave are regulated in Article 50 of the WIKA CLA 2025–2026
       WIKA Tahun 2025–2026 tentang Cuti dalam Rangka Istirahat                    concerning Leave for Maternity/ Miscarriage.
       Melahirkan/Keguguran.

       Selain itu, Perseroan juga memberikan hak Izin Penting kepada               In addition, the Company provides Important Leave for male
       karyawan laki-laki dalam rangka istri melahirkan selama 5 (lima)            employees whose wives give birth for 5 (five) working days.
       hari kerja. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 51 PKB WIKA Tahun              This provision is regulated in Article 51 of the WIKA CLA
       2025–2026 tentang Izin Penting.                                             2025–2026 concerning Important Leave.

        Tabel Cuti Melahirkan
        Maternity Leave

                                                                       2025                          2024                          2023
        Uraian
        Description                                           Wanita          Pria          Wanita          Pria          Wanita          Pria
                                                              Female          Male          Female          Male          Female          Male

        Jumlah karyawan yang berhak cuti
                                                                12             7               6              31            12             8
        Number of employees entitled to leave

        Jumlah karyawan yang mengambil hak cuti
                                                                12             7               6              31            12             8
        Number of employees who took leave

        Jumlah karyawan yang kembali setelah cuti
                                                                12             7               6              31            12             8
        Number of employees who returned after leave

        Jumlah karyawan yang tetap bekerja hingga 12
        bulan setelah mengambil cuti
                                                                12             7               6              31            12             8
        Number of employees who remained employed
        12 months after taking leave

        Return to work rate                                    100            100             100            100            100           100

        Retention rate                                         100            100             100            100            100           100


       Perseroan senantiasa menghormati dan menjamin hak                           The Company respects and guarantees the rights of employees
       karyawan untuk melaksanakan kewajiban ibadah sesuai dengan                  to carry out their religious obligations in accordance with their
       keyakinannya. Dalam hal pelaksanaan Ibadah Haji, Perseroan                  beliefs. In the case of the Hajj pilgrimage, the Company grants
       memberikan hak izin penting kepada karyawan selama 3 (tiga)                 important leave to employees for 3 (three) working days prior
       hari kerja sebelum keberangkatan, selama waktu pelaksanaan                  to departure, during the period of pilgrimage, and an additional
       ibadah, serta tambahan 5 (lima) hari kerja setelah kembali.                 5 (five) working days after returning. The implementation of
       Pelaksanaan izin penting tersebut tidak memengaruhi hak                     this important leave does not affect the employee’s rights
       karyawan atas remunerasi dan tunjangan yang diterima.                       to remuneration and allowances.

       Selain itu, bagi karyawan yang memeluk agama selain Islam,                  In addition, for employees who adhere to religions other than
       Perseroan juga memberikan fasilitas izin penting untuk                      Islam, the Company also provides important leave facilities for
       pelaksanaan ibadah keagamaan sesuai dengan ketentuan                        the performance of religious worship in accordance with the
       yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.                  provisions established by the Ministry of Religious Affairs of
       Ketentuan mengenai izin penting tersebut diatur dalam Pasal                 the Republic of Indonesia. Provisions regarding this important
       51 Perjanjian Kerja Bersama (PKB) WIKA Tahun 2025–2026.                     leave are regulated in Article 51 of the WIKA Collective Labor
                                                                                   Agreement (CLA) 2025–2026.




244 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 245
UPAH MINIMUM REGIONAL [OJK F.20]                                 REGIONAL MINIMUM WAGE [OJK F.20]

Perseroan senantiasa menjamin pemenuhan hak karyawan,            The Company consistently ensures the fulfillment of employee
termasuk hak atas remunerasi yang adil dan layak sesuai          rights, including the right to fair and appropriate remuneration
dengan kontribusi kinerja yang diberikan. Dalam penerapan        in accordance with their performance contributions. In
kebijakan remunerasi, Perseroan menjunjung tinggi prinsip        implementing its remuneration policy, the Company upholds
kesetaraan dengan tidak membedakan remunerasi antara             the principle of equality by not differentiating remuneration
karyawan pria dan wanita. Oleh karena itu, rasio remunerasi      between male and female employees. Therefore, the
antara karyawan pria dan wanita pada tingkat jabatan dan         remuneration ratio between male and female employees
posisi yang setara tidak menunjukkan adanya perbedaan.           at equivalent job levels and positions does not show
                                                                 any differences.

Besaran remunerasi yang diterima oleh masing-masing              The amount of remuneration received by each employee is
karyawan ditetapkan berdasarkan beberapa faktor, antara          determined based on several factors, including job placement,
lain posisi penempatan kerja, tingkat jabatan, masa kerja,       position level, length of service, and employment status. Each
serta status kepegawaian. Setiap karyawan memperoleh             employee receives compensation that is proportional and
kompensasi yang proporsional dan sesuai dengan                   aligned with their contribution to the Company, as regulated
kontribusinya kepada Perseroan, sebagaimana diatur dalam         in the Collective Labor Agreement (CLA).
Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Dalam pelaksanaannya, kebijakan remunerasi karyawan              In practive, the employee remuneration policy refers
mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2023            to Government Regulation No. 51 of 2023 concerning
tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 36             Amendments to Government Regulation No. 36 of 2021 on
Tahun 2021 tentang Pengupahan. Perseroan memastikan              Wages. The Company ensures that the remuneration provided
bahwa remunerasi yang diberikan kepada karyawan berada           to employees is above the highest applicable Provincial
di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) tertinggi yang berlaku.      Minimum Wage (UMP). All employees of the Company have
Seluruh karyawan Perseroan memiliki basis kerja utama            their primary work base in Jakarta.
di Jakarta.


                                                                               Imbal Jasa Karyawan
                                                   Upah Minimum Provinsi      Tetap Tingkat Terendah           Persentase
 Unit Usaha                  Provinsi/ Daerah              (Rp)                        (Rp)                       (%)
 Business Unit                Province/Region       Provincial Minimum Wage       Compensation for              Percentage
                                                                (Rp            Lowest-Level Permanent               (%)
                                                                                   Employees (Rp)

 WIKA INDUK
                                DKI Jakarta                5.396.761                 5.396.761                     100%
 WIKA PARENT



Selain memberikan gaji pokok, Perseroan juga menyediakan         In addition to the basic salary, the Company also provides
berbagai komponen remunerasi lainnya, antara lain tunjangan,     other remuneration components, including allowances,
bonus, dan perlindungan asuransi. Pemberian bonus kepada         bonuses, and insurance coverage. Bonuses are awarded
karyawan dilakukan berdasarkan penerapan sistem reward and       to employees based on a reward and punishment system,
punishment, dengan besaran bonus yang ditentukan sesuai          with the amount determined based on the employee's Key
dengan tingkat pencapaian Key Performance Indicator (KPI)        Performance Indicator (KPI) achievement in their respective
karyawan pada unit kerja masing-masing.                          work units.

Perseroan memberikan tunjangan tertentu kepada Karyawan          The Company provides certain benefits to Permanent
Tetap yang tidak diberikan kepada Karyawan Kontrak, antara       Employees that are not provided to Contract Employees,
lain tunjangan grade, asuransi kesehatan komersial, asuransi     including grade allowances, commercial health insurance,
jiwa komersial, tunjangan kelahiran, serta kesempatan untuk      commercial life insurance, maternity benefits, and the
memiliki saham Perseroan. Rincian fasilitas dan manfaat yang     opportunity to own Company shares. Details of the
diterima karyawan berdasarkan status kepegawaian disajikan       facilities and benefits received by employees based on their
sebagai berikut.                                                 employment status are presented below.




                                                                                                         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   245
Page 246
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




        Bentuk Manfaat                                                     Karyawan Tetap                        Karyawan Kontrak
        Forms of Benefits                                              Permanent Employees                       Contract Employees
        Gaji Pokok
                                                                                                                         
        Basic Salary
        Tunjangan Grade
                                                                                                                         -­
        Grade Allowance
        BPJS Kesehatan
                                                                                                                         
        BPJS Health Care
        BPJS Ketenagakerjaan
                                                                                                                         
        BPJS Employment Care
        Asuransi Kesehatan Komersial
                                                                                                                         -
        Commercial Health Insurance
        Asuransi Jiwa Komersial
                                                                                                                         -
        Commercial Life Insurance
        Tunjangan Disabilitas
                                                                                                                         
        Disability Allowance
        Tunjangan Kelahiran
                                                                                                                         -
        Maternity Allowance
        Tunjangan Kecelakaan Kerja
                                                                                                                         
        Work Accident Allowance
        Tunjangan Pensiun
                                                                                                                         
        Pension Allowance
        Kesempatan Memiliki Saham
                                                                                                                         -
        Opportunity to Own Shares
        Tunjangan Hari Raya
                                                                                                                         
        Holiday Allowance
        Hak Cuti
                                                                                                                         
        Leave Entitlement


       LINGKUNGAN BEKERJA YANG LAYAK DAN                                     DECENT AND SAFE WORKING ENVIRONMENT
       AMAN [OJK F.21, CRE6]                                                 [OJK F.21, CRE6]


       Perseroan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan                    The Company is committed to creating a safe, comfortable,
       kerja yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh karyawan              and decent working environment for all employees and
       maupun mitra kerja. Upaya ini berdampak positif terhadap              business partners. These efforts contribute positively to
       terciptanya hubungan industrial yang harmonis dan sehat,              the establishment of harmonious and healthy industrial
       sekaligus meningkatkan produktivitas karyawan yang pada               relations, while also improving employee productivity, which
       akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kinerja Perseroan.        ultimately contributes to the Company’s overall performance.
       Untuk menunjang kenyamanan kerja, Perseroan menyediakan               To support workplace comfort, the Company provides
       berbagai fasilitas yang memadai, antara lain toilet, ruang            adequate facilities, including toilets, dining areas, health clinics,
       makan, klinik kesehatan, ruang laktasi, fasilitas penitipan anak,     lactation rooms, childcare facilities, smoke detectors, fire
       alat deteksi asap, fasilitas pemadam kebakaran, tempat ibadah,        extinguishing facilities, places of worship, parking areas, and
       dan area parkir, serta fasilitas pendukung lainnya. Selain itu,       other supporting facilities. In addition, the Company ensures
       Perseroan juga memastikan kesehatan karyawan dengan                   employee health by enrolling all employees in the Health Social
       melibatkan seluruh karyawan dalam program Jaminan Sosial              Security program (BPJS Kesehatan) and providing Commercial
       Kesehatan (BPJS Kesehatan) serta menyediakan Asuransi                 Health and Life Insurance for permanent employees.
       Kesehatan dan Jiwa Komersial bagi karyawan tetap.

       Perseroan telah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan               The Company has applied an Occupational Health, Safety, and
       dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (SMK3L) yang selaras             Environmental Management System (SMK3L) in accordance
       dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Semua               with applicable laws and regulations. All equipment used in the
       peralatan yang digunakan dalam operasional Perseroan wajib            Company’s operations must comply with established safety
       memenuhi standar kelayakan yang telah ditetapkan. Untuk               standards. To maintain safety and operational performance,
       menjaga keselamatan dan kinerja, Perseroan secara rutin               the Company routinely conducts maintenance and inspections
       melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan terhadap alat                  of heavy equipment and project tools. The use of heavy
       berat serta peralatan proyek. Penggunaan alat berat harus             equipment must always comply with applicable operational
       selalu sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Selain         standards. Furthermore, the Company ensures that each
       itu, Perseroan memastikan bahwa setiap alat berat maupun              piece of heavy equipment and its operator possesses the
       operatornya memiliki sertifikasi yang diperlukan. Setiap alat         required certifications. Every heavy equipment unit must be
       berat wajib dilengkapi dengan Surat Izin Alat (SIA), sedangkan        equipped with a Equipment Permit (SIA), while operators must
       operatornya harus memiliki Surat Izin Operasi (SIO), di mana          hold an Operation Permit (SIO), both of which are issued by




246 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 247
kedua sertifikasi tersebut diterbitkan oleh Kementerian         the Ministry of Manpower and apply to projects managed
Tenaga Kerja dan berlaku untuk proyek-proyek yang dikelola      by the Company.
oleh Perseroan.

Selain itu, Perseroan berkomitmen untuk menghilangkan           In addition, the Company is committed to eliminating
potensi bahaya dan meminimalkan risiko terkait Keselamatan,     potential hazards and minimizing risks related to Occupational
Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) guna mencapai tujuan      Health, Safety, and Environment (HSE) in order to achieve the
zero fatality, bebas dari penyakit akibat kerja, dan mencegah   objective of zero fatalities, prevent occupational diseases, and
kerusakan lingkungan, sesuai dengan Kebijakan K3L yang          avoid environmental damage, in accordance with the applied
diterapkan. Langkah-langkah yang diambil meliputi:              HSE Policy. The measures taken include:
1. Mengimplementasikan Sistem Manajemen Keselamatan,            1. Implementing an Occupational Health, Safety, and
    Kesehatan Kerja dan Lingkungan yang sesuai dengan               Environmental Management System in accordance with
    peraturan perundang-undangan, persyaratan serta standar         prevailing laws and regulations, as well as national and
    nasional maupun internasional yang berlaku;                     international standards and requirements;
2. Meningkatkan keterampilan dan kompetensi                     2. Enhancing employee skills and competencies in the field
    karyawan dalam bidang Keselamatan, Kesehatan Kerja              of Occupational Health, Safety, and Environment;
    dan Lingkungan;
3. Mendorong keterlibatan dan partisipasi aktif karyawan,       3.   Encouraging the involvement and active participation
    perwakilan karyawan, serta mitra kerja dalam penerapan           of employees, employee representatives, and business
    Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan               partners in the implementation of the Occupational Health,
    Lingkungan; serta                                                Safety, and Environmental Management System; and
4. Meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dengan         4.   Improving resource efficiency by implementing the 3R
    menerapkan Konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle).                   Concept (Reduce, Reuse, Recycle).

Perseroan secara konsisten melakukan perbaikan berkelanjutan    The Company consistently carries out continuous
terhadap Sistem Manajemen K3L melalui pembelajaran              improvement of the HSE Management System through
dan penerapan praktik terbaik di tingkat nasional maupun        learning and the adoption of best practices at both national
internasional, serta selalu mengikuti perkembangan              and international levels, while continuously keeping up with
pengetahuan terbaru di bidang K3L.                              the latest developments and knowledge in the HSE field.

KESELAMATAN KERJA                                               WORK SAFETY

KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI [GRI 403-1, 403-2, 403-              POLICY AND IMPLEMENTATION [GRI 403-1, 403-2,
7, 403-8]                                                       403-7, 403-8]


Penerapan sistem manajemen Health, Safety, and                  The implementation of the Health, Safety, and Environment
Environment (HSE) di Perseroan dilaksanakan berdasarkan         (HSE) management system within the Company is based
Kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L)    on the Occupational Health, Safety, and Environment (HSE)
Nomor WIKA-HSE-KP-01.01 Revisi 01. Kebijakan tersebut           Policy No. WIKA-HSE-KP-01.01 Revision 01. The policy is an
merupakan kebijakan terintegrasi yang menggabungkan             integrated policy that combines occupational health and
aspek keselamatan dan kesehatan kerja dengan pengelolaan        safety aspects with environmental management within the
lingkungan hidup di lingkungan Perseroan. Kebijakan K3L ini     Company. The HSE policy is prepared with reference to the
disusun dengan mengacu pada standar internasional ISO           international standard ISO 45001:2018 on Occupational
45001:2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan             Health and Safety Management Systems, ISO 14001:2015 on
Kesehatan Kerja, ISO 14001:2015 tentang Sistem Manajemen        Environmental Management Systems, as well as Government
Lingkungan, serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia       Regulation of the Republic of Indonesia No. 50 of 2012
Nomor 50 Tahun 2012 mengenai Penerapan Sistem                   concerning the Implementation of Occupational Health and
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Seluruh insan        Safety Management Systems. All personnel of PT Wijaya Karya
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, tanpa terkecuali, termasuk       (Persero) Tbk, without exception, including business partners
mitra kerja yang beroperasi di kantor pusat maupun di seluruh   operating at the head office and across all project areas, are
wilayah proyek, diwajibkan untuk mematuhi dan menerapkan        required to comply with and implement the Occupational
kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan          Health, Safety, and Environment policy. In addition, the
tersebut. Selain itu, Perseroan telah menetapkan peta jalan     Company has established a roadmap as a guideline for the
sebagai pedoman penerapan dan pengembangan sistem               implementation and development of the management system
manajemen yang akan dijalankan secara berkelanjutan.            that will be carried out continuously.




                                                                                                        PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   247
Page 248
                               Kinerja Keberlanjutan
                               Sustainability Performance




                 VISI | VISION                        SMART
                                                    GENERATION
                                                                                         ADVANCE IN
                                                                                       INFRASTRUCTURE
                                                                                                                                      WIKA ON TOP
                                                                                                                                       INDONESIA
                                                                                                                                                                    THE MOST TRUSTED
                                                                                                                                                                        COMPANY
                                                                                                                                                                                                                  LEADING IN
                                                                                                                                                                                                                  THEIR FIELD
        “Terdepan dalam Investasi
       dan EPC berkelanjutan untuk
                                               MAIN               DRIVER              MAIN                   DRIVER               MAIN               DRIVER         MAIN               DRIVER                MAIN              DRIVER
         Kualitas Kehidupan yang
                                               Semua level insan wika                 Aspek QHSE menjadi                          Aspek QHSE menjadi                Kualitas QHSE sejalan                    Kinerja     perusahaan
                Lebih Baik”                    memiliki nilai terhadap                nilai utama bisnis                          nilai utama bisnis                dengan pertumbuhan                       tumbuh sesuai dengan
                                               mutu      produk    dan
                                                                                      WIKA                                        WIKA                              perusahaan                               kualitas QHSE
                                               penerapan SHE
                MISI | MISSION                                                        MAIN INDICATOR                              MAIN INDICATOR                    MAIN INDICATOR                           MAIN INDICATOR
                                               MAIN INDICATOR
      1.    Menyediakan        jasa     dan                                           • Kurikulum modul QAQC.                     • Networking        bertambah     • Standar     QHSE       WIKA            • Implementasi          sistem
            produk EPC yang terintegrasi       • Sertifikasi      Internasional       • Pengembangan QHSE yang                      QHSE TC untuk Eksternal.          menjadi benchmark bagi                   dan standar QHSE sudah
                                                 personal QHSE WIKA.                    mendukung green project                   • Standar     QHSE       WIKA       perusahaan lain di Indonesia.            konsisten.
            berlandaskan pada prinsip          • Kurikulum HSE TC & LSP.                di IKN.                                     menjadi benchmark bagi                                                   • Menjadi pusat monitoring
            kualitas,          keselamatan,    • Digitalisasi proses penilaian        • Penerapan                      HSE          perusahaan lain di Indonesia.
                                                                                                                                                                    • Menjadi pusat monitoring
                                                                                                                                                                                                               BIM dan digital konstruksi.
            kesehatan dan lingkungan.            mutu produk, RCA, HSE                                                                                                BIM dan digital konstruksi.
                                                                                        Management System.                        • Implementasi BIM mampu
                                                 Level sehingga mendukung
      2.    Memastikan        pertumbuhan        ERP WIKA.
                                                                                      • Personel                   proyek           memberikan optimasi.
            berkelanjutan            dengan                                             m e n g i m p l e m e n t a s i ka n
                                               • Peningkatan       kompetensi           manajemen BIM level.
            Portofolio Investasi Strategis.      personel proyek untuk
      3.    Melakukan       pengembangan         mengimplemen-tasikan BIM.
            kawasan       terpadu      demi
            kehidupan yang lebih baik bagi
            masyarakat.

                                                      2022                                    2023                                       2024                              2025                                    2026
      4.    Memberikan            pelayanan
            kolaboratif yang melampaui
            ekspektasi/harapan pemangku
            kepentingan.
      5.    Menciptakan rekam jejak di
            kancah global melalui inovasi
            dan teknologi termutakhir.
      6.    Mengimplementasikan budaya
            belajar dan berinovasi untuk
            memenuhi kompetensi global.
      7.    Menumbuhkembangkan
            kearifan lokal melalui praktik
            kepemimpinan              untuk         Quality & HSE                          QHSE Deliver                               QHSE WIKA on                      QHSE WIKA on                               QHSE WIKA
            membangun         kesejahteraan         Competency                             Business Value                             Top Indonesia                       Top Asia                                 World Class
            yang menyeluruh.




       Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE) merupakan                                                               Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE) is a crucial
       aspek penting yang ingin dicapai dalam operasional serta                                                                aspect to be achieved in operations and is part of the
       menjadi bagian dari strategi keberlanjutan Perseroan.                                                                   Company's sustainability strategy. QHSE management has
       Pengelolaan QHSE telah menjadi bagian dari operasi dan budaya                                                           become an integral part of operations and a culture applied by
       yang diterapkan oleh karyawan serta semua pihak yang terlibat                                                           employees and all parties involved in the Company's project
       di lokasi proyek perusahaan. Perseroan menetapkan target                                                                sites. The Company sets targets annually and conducts
       setiap tahun dan melakukan evaluasi untuk membandingkan                                                                 evaluations to compare targets with year-end achievements.
       antara target dan pencapaian di akhir tahun. Berikut target dan                                                         The following are the QHSE targets and actual assessments
       realisasi penilaian QHSE pada tahun 2025 yaitu:                                                                         for 2025:

           Tabel Target Realisasi Penilaian Sistem Manajemen terkait QHSE
           Realization Target of Management System Assessment related to QHSE

           Pengukuran Sistem Manajemen WIKA                                                                                                               Target                              Realisasi
           WIKA Management System Measurement                                                                                                              Target                            Realization
           K3
           a.    HSE Level                                                                                                                                  ≥ 820                                     877
           b.    Frequency Rate (FR)
                 •   Total Recordable Incident (TRI)                                                                                                       ≤ 0,24                                     0,01
                 •   Lost Time Injury (LTI)                                                                                                                   ≤1                                       0
           c.    Severity Rate (SR)                                                                                                                           ≤2                                       0
           d.    Jumlah pelaksanaan Risk Containment Audit (RCA) per bulan                                                                              ≥ 22 kali                              24 kali
                 Number of Risk Containment Audits (RCAs) conducted per month                                                                          ≥ 22 times                             24 times
           e.    Jumlah Penyakit Akibat Kerja (PAK)
                                                                                                                                                                0                                      0
                 Number of Occupational Diseases (PAK)
           Lingkungan
           Environmental
           a.    Efisiensi Penggunaan Kertas
                                                                                                                                                           ≥ 20%                                44,74%
                 Paper Usage Efficiency
           b.    Kasus Tumpahan Minyak (luas tumpahan ≥ 1 m )                     2
                                                                                                                                                               0                                       0
                 Oil Spill Cases (spill area ≥ 1 m2)
           c.    Intensitas Konsumsi Energi Listrik (kWh/m2/bulan)
                                                                                                                                                             ≤ 15                                     8,73
                 Electricity Consumption Intensity (kWh/m2/month)
           d.    Efisiensi Penggunaan BBM (% dari anggaran penggunaan BBM di RKP)
                                                                                                                                                           ≥ 20%                                38,86%
                 Fuel Usage Efficiency (% of fuel usage budget in the Work Plan and Budget)
           e.    Penggunaan Air Tanah untuk Perkantoran (liter/orang/bulan)
                                                                                                                                                          ≤ 1500                                842,89
                 Groundwater Use for Offices (liters/person/month)



248 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 249
 Quality Product Assesment (QPASS)
 a.   QPASS Pekerjaan Struktur
                                                                                       80%                   95,41%
      Structural Work QPASS
 b.   QPASS Pekerjaan Finishing
                                                                                       90%                   95,31%
      Finishing Work QPASS
 c.   QPASS Pekerjaan MEP
                                                                                       90%                   96,23%
      MEP Work QPASS


Dalam menjalankan kegiatan bisnisnya, Perseroan senantiasa             In carrying out its business activities, the Company consistently
juga memperhatikan aspek keamanan dalam setiap proses                  pays close attention to security aspects in every construction
konstruksi. Keamanan dalam pelaksanaan proyek merupakan                process. Security in project implementation is the responsibility
tanggung jawab Perseroan. Proses keamanan dimulai sejak                of the Company. The security process begins from the planning
tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian                    stage, continues through implementation, and extends until the
konstruksi. Selain itu, penerapan QHSE dan keberadaan                  completion of construction. In addition, the implementation
operator yang bersertifikat juga berperan dalam menjaga                of QHSE and the presence of certified operators also play an
keamanan proses. Semua ini merupakan bagian dari kualitas              important role in maintaining process security. All of these
dan integritas pekerjaan Perseroan. Keamanan proses                    elements form part of the quality and integrity of the Company’s
memperhatikan beberapa hal berikut ini:                                work. Process security takes into account the following aspects:
1. Kelengkapan dokumen perizinan;                                      1. Completeness of permit documentation;
2. Prosedur Konstruksi dan Commissioning WIKA-                         2. WIKA Construction and Commissioning Procedure WIKA-
    KON-PM-01.01 tentang Prosedur Proses                                    KON-PM-01.01 regarding Construction Implementation
    Pelaksanaan Konstruksi;                                                 Process Procedures;
3. Perencanaan Mutu (Quality Plan) dan perencanaan K3                  3. Quality Planning (Quality Plan) and HSE Planning (HSE
    (HSE Plan);                                                             Plan);
4. Penerapan program K3L di antaranya Safety Patrol,                   4. Implementation of HSE programs including Safety Patrols,
    Komite HSE Tematis HSE, pengecekan perlengkapan                         Thematic HSE Committees, inspection of HSE equipment,
    K3, pemeriksaan kelayakan alat-alat berat, dan kondisi                  feasibility checks of heavy equipment, and inspection of
    material yang digunakan;                                                the condition of materials used;
5. Monitoring dan evaluasi efektivitas sistem manajemen K3L;           5. Monitoring and evaluation of the effectiveness of HSE
                                                                            management system;
6.    Uji kelayakan pada proyek yang terselesaikan.                    6. Feasibility testing of completed projects.

Dalam menangani situasi bahaya, pelaporan dapat dilakukan              In handling dangerous situations, reports can be made through
melalui berbagai saluran, antara lain kepada atasan langsung,          various channels, including to immediate supervisors, officers
petugas yang bertanggung jawab di bidang keselamatan                   responsible for occupational safety and health (OSH), OSH
dan kesehatan kerja (K3), forum komunikasi K3, Tool Box                communication forums, Tool Box Meetings, or through the
Meeting, maupun melalui sistem pelaporan internal yang                 internal reporting system available at the Company. Workers
tersedia di Perseroan. Pekerja yang melaporkan potensi bahaya          who report potential hazards or dangerous situations are
atau situasi berbahaya dilindungi dari segala bentuk tindakan          protected from any form of retaliation, discrimination, or
pembalasan, diskriminasi, maupun perlakuan yang merugikan.             prejudicial treatment.

Perseroan secara berkelanjutan melaksanakan proses evaluasi            The Company continuously conducts evaluation processes on
terhadap berbagai risiko yang berpotensi muncul dalam setiap           various risks that may potentially arise in every work activity.
aktivitas pekerjaan. Evaluasi ini bertujuan untuk mengantisipasi       This evaluation aims to anticipate and prevent unwanted
serta mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diharapkan.      occupational accidents. As part of its protection efforts for
Sebagai upaya perlindungan bagi karyawan dan mitra kerja, Perseroan    employees and business partners, the Company has applied
telah menerapkan Kebijakan Stop Work Action (SWA). Kebijakan           the Stop Work Action (SWA) Policy. This policy is carried out by
ini dilaksanakan dengan cara menghentikan sementara kegiatan           temporarily halting work activities if unsafe actions, hazardous
pekerjaan apabila ditemukan tindakan tidak aman, kondisi kerja yang    working conditions, or work execution that does not comply
berbahaya, atau pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan         with applicable provisions and regulations are identified. In
ketentuan dan peraturan yang berlaku. Selain itu, pengalaman dan       addition, experiences and lessons learned related to the Stop
pembelajaran terkait pelaksanaan Stop Work Action dibagikan dan        Work Action are shared and discussed in occupational safety
dibahas dalam forum atau rapat keselamatan kerja. Perseroan juga       forums or meetings. The Company has also identified types
telah melakukan identifikasi terhadap jenis-jenis pekerjaan yang       of work that carry a high level of risk, both for employees and
memiliki tingkat risiko tinggi, baik yang dilakukan oleh karyawan      contractors within the project environment. High-risk work
maupun kontraktor di lingkungan proyek. Jenis pekerjaan dengan         includes activities carried out at height and work related to
risiko tinggi tersebut antara lain mencakup pekerjaan yang dilakukan   electrical installation and usage. To minimize the potential
di ketinggian serta pekerjaan yang berkaitan dengan instalasi          occurrence of workplace accidents, the Company also




                                                                                                               PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   249
Page 250
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       dan penggunaan listrik. Untuk meminimalkan potensi terjadinya           provides various supporting equipment that is appropriate
       kecelakaan kerja, Perseroan turut menyediakan berbagai peralatan        for the characteristics of each high-risk task.
       pendukung yang sesuai dengan karakteristik setiap pekerjaan berisiko.

       Perseroan telah melakukan berbagai upaya dalam melakukan                The Company has undertaken various efforts to manage
       pengelolaan potensi dan bahaya kecelakaan kerja secara                  potential hazards and workplace accident risks in an integrated
       terintegrasi. Upaya Perseroan meliputi 3 (tiga) hal sebagai berikut:    manner. These efforts include the following:
       1. Sosialisasi Kesadaran terhadap HSE                                   1. HSE Awareness Socialization
            Sosialisasi ini direalisasikan melalui safety induction,               This initiative is realized through safety induction, safety
            safety morning talk, HSE meeting, serta melakukan                      morning talks, HSE meetings, and HSE campaigns using
            kampanye HSE melalui berbagai papan peringatan untuk                   various warning boards to increase HSE awareness.
            meningkatkan kesadaran HSE.
       2. Risk Containment Audit (RCA)                                         2. Risk Containment Audit (RCA)
            Upaya ini merupakan proses audit lapangan atau penilaian              This effort involves field audits or direct assessments of
            langsung terhadap aspek HSE di lokasi kerja, fasilitas kantor,        HSE aspects at work locations, office facilities, and other
            dan fasilitas lainnya untuk mengeliminasi potensi bahaya dan          facilities to eliminate potential hazards and minimize
            meminimalkan risiko QHSE. Tujuannya yaitu untuk mengukur              QHSE risks. The objective is to measure the level of risk
            seberapa bahaya yang mungkin terjadi dalam satu area.                 that may occur in a particular area.
       3. Cepat Tanggap Darurat di Lokasi Kerja                                3. Emergency Response at Work Sites
            Perseroan telah menerapkan prosedur pelaporan insiden                 The Company has applied incident reporting procedures at
            kecelakaan di lokasi kerja sesuai dengan Prosedur                     work sites in accordance with the Procedure for Implementing
            Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan                     the Occupational Health, Safety, and Environmental
            Kerja dan Lingkungan (SMK3L) No. WIKA-HSE-PM-01.01.                   Management System (SMK3L) No. WIKA-HSE-PM-01.01.
       4. Safety Enforcement                                                   4. Safety Enforcement
            inisiatif dan strategi perusahaan untuk mencapai target               This refers to the Company’s initiatives and strategies to
            zero accident melalui perlindungan terhadap karyawan,                 achieve the zero accident target by protecting employees,
            pengunjung, dan lingkungan kerja dari potensi bahaya                  visitors, and the work environment from potential hazards
            dan risiko kecelakaan, dengan mengacu pada Sistem                     and accident risks, in accordance with the WIKA HSE
            Manajemen K3L WIKA.                                                   Management System.

       Keamanan dan keselamatan kerja merupakan salah satu aspek               Workplace security and safety are strategic aspects that
       strategis yang mendukung kelangsungan dan keberlanjutan                 support the continuity and sustainability of the Company’s
       operasional Perseroan. Penerapan sistem Keselamatan dan                 operations. Consistent implementation of the Occupational
       Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten telah memberikan                  Health and Safety (OHS) system has produced positive
       dampak positif, antara lain dengan meningkatnya tingkat                 impacts, including increased customer trust in the services
       kepercayaan pelanggan terhadap layanan yang disediakan                  provided by the Company. The Company ensures the safety
       Perseroan. Perseroan menjamin keselamatan seluruh pekerja               of all project workers (100%), including internal employees,
       proyek (100%), termasuk karyawan internal, kontraktor,                  contractors, subcontractors, and business partners, through
       subkontraktor, dan mitra kerja, melalui penempatan petugas              the deployment of Safety Officers at a ratio of one officer
       Safety Officer dengan rasio satu petugas untuk setiap 50                for every 50 project workers. In addition, the implementation
       pekerja proyek. Selain itu, penerapan K3 juga menjadi bagian            of OHS is also an integral part of vendor management.
       yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan vendor. Perseroan              The Company conducts strict selection and performance
       melakukan seleksi dan evaluasi kinerja vendor secara ketat,             evaluations of vendors, particularly regarding compliance
       khususnya terkait pemenuhan standar K3. Hasil evaluasi kinerja          with OHS standards. The results of vendor OHS performance
       K3 vendor ini dilaporkan ke kantor pusat dan digunakan sebagai          evaluations are reported to the head office and used as one
       salah satu persyaratan dalam proses pembayaran kontrak                  of the requirements in the work contract payment process,
       pekerjaan, dengan ketentuan bahwa pembayaran dapat ditunda              where payments may be postponed for vendors whose OHS
       bagi vendor yang memperoleh nilai kinerja K3 di bawah 800.              performance score is below 800.

       Komitmen Perseroan terhadap penerapan Health, Safety, and               The Company’s commitment to the implementation of
       Environment (HSE) diwujudkan melalui kewajiban seluruh                  Health, Safety, and Environment (HSE) is realized through the
       karyawan, baik karyawan tetap maupun tenaga terampil, untuk             requirement for all employees, both permanent employees and
       menyetujui Pakta Integritas secara daring melalui sistem                skilled workers, to approve the Integrity Pact online through the
       WZone. Pakta Integritas tersebut memuat klausul penerapan               WZone system. The Integrity Pact contains clauses related to the
       HSE sebagai bentuk kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan.             implementation of HSE as a form of compliance with company
       Selain itu, pekerja kontraktor dan mitra kerja juga diwajibkan          policies. In addition, contractor workers and business partners are
       menandatangani pernyataan komitmen untuk mematuhi                       also required to sign a statement of commitment to comply with
       seluruh peraturan HSE yang berlaku di lingkungan Perseroan.             all HSE regulations applicable within the Company’s environment.



250 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 251
INSIDEN [GRI 403-9, IF-EN-320a.1]                                        INCIDENTS [GRI 403-9, IF-EN-320a.1]
Perusahaan menetapkan potensi bahaya melalui proses                      The company determines potential hazards through a hazard
identifikasi bahaya dan penilaian risiko yang merupakan bagian           identification and risk assessment process that is part of
dari penerapan Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja,            the implementation of the Occupational Safety, Health, and
dan Lingkungan (SMK3L). Proses tersebut dilaksanakan secara              Environmental Management System (SMK3L). This process is
sistematis melalui metode Hazard Identification, Risk Assessment,        carried out systematically using the Hazard Identification, Risk
and Risk Control (HIRARC). Dalam proses tersebut, setiap potensi         Assessment, and Risk Control (HIRARC) method. In this process,
bahaya diidentifikasi berdasarkan jenis aktivitas pekerjaan, kondisi     each potential hazard is identified based on the type of work
lingkungan kerja, penggunaan peralatan, serta faktor manusia.            activity, working environment conditions, use of equipment,
Bahaya yang teridentifikasi kemudian dinilai tingkat risikonya           and human factors. The identified hazards are then assessed
dengan mempertimbangkan kemungkinan terjadinya kejadian                  for their level of risk by considering the likelihood of occurrence
serta tingkat dampak atau konsekuensi yang dapat ditimbulkan.            and the level of impact or consequences that may arise. During
Selama periode pelaporan, potensi bahaya yang menyebabkan                the reporting period, potential hazards that caused or resulted
atau mengakibatkan kecelakaan kerja dengan konsekuensi tinggi            in occupational accidents with high consequences during the
selama periode pelaporan antara lain pekerjaan dengan pesawat            reporting period included work with lifting and transport aircraft,
angkat angkut, bekerja di ketinggian dan instalasi listrik sementara.    working at heights, and temporary electrical installations.

Untuk menghilangkan atau meminimalkan risiko dari bahaya-bahaya          To eliminate or minimize the risks of these hazards, the
tersebut, Perusahaan menerapkan pengendalian risiko yang meliputi        Company implements risk controls that include hazard
eliminasi bahaya, substitusi, pengendalian teknis (engineering           elimination, substitution, engineering controls, administrative
control), pengendalian administratif, pelaksanaan pelatihan K3           controls, occupational health and safety training for workers,
bagi pekerja, pengawasan rutin di lapangan serta penggunaan alat         routine field supervision, and the use of personal protective
pelindung diri (APD). Selain itu, Perusahaan menerapkan Sistem           equipment (PPE). In addition, the Company implements a
Manajemen K3L secara menyeluruh serta mendorong peningkatan              comprehensive K3L Management System and encourages
kesadaran budaya K3L untuk mengendalikan sumber bahaya utama             increased awareness of K3L culture to control major hazards
maupun bahaya lainnya, sekaligus membangun ketangguhan                   and other hazards, while building organizational resilience in
organisasi dalam menghadapi potensi bahaya baru yang muncul              facing new potential hazards arising from changes in field
akibat perubahan kondisi operasional di lapangan.                        operational conditions.

Sesuai dengan Permenaker RI No. PER-03/MEN/1998,                         In accordance with the Regulation of the Minister of Manpower
Perseroan telah melaporkan perhitungan jam kerja selamat,                of the Republic of Indonesia No. PER-03/MEN/1998, the
rasio frekuensi kecelakaan, dan rasio keparahan. Pelaporan               Company has reported the calculation of safe working hours,
capaian HSE mencakup data dari seluruh karyawan organik                  accident frequency rate, and severity rate. The reporting of
dan terampil, karyawan kontrak, pekerja subkontraktor, dan               HSE achievements includes data from all organic and skilled
mitra kerja.                                                             employees, contract employees, subcontractor workers, and
                                                                         business partners.
 Tabel Jam Kerja Selamat
 Safe Working Hours
 Negara
                                                            2025                           2024                            2023
 Country
 Indonesia                                                         49.966.851                     68.168.818                      84.024.088
 Luar Negeri
                                                                           0                              0                                  0
 Overseas


 Tabel Jumlah Kecelakaan Kerja
 Number of Work Accidents
 Kategori
                                                            2025                           2024                            2023
 Category

 Indonesia

 Nearmiss                                                                592                            590                                911

 Non-Lost Time Injury (NLTI)                                              32                             28                                 67
 Ringan
                                                                           0                              0                                  0
 Mild
 Sementara Tidak Mampu Bekerja
                                                                           0                               1                                 4
 Temporarily Unable to Work
 Berat
                                                                           0                              0                                  0
 Severe




                                                                                                                   PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   251
Page 252
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




        Tabel Rate, NLTI Rate, dan LTI Rate
        Rate, NLTI Rate, and LTI Rate

        Kategori
                                                                 2025                            2024                         2023
        Category

        Indonesia

        Severity Rate                                                             0                          0,22                        0,63

        NLTI Rate                                                            0,13                            0,41                        1,03

        LTI Rate                                                                  0                          0,01                        0,05

        TRI Rate                                                             0,01                               -                           -



       KESEHATAN                                                             HEALTH

       KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI [GRI 403-3, 403-6,                         POLICY AND IMPLEMENTATION [GRI 403-3, 403-6,
       403-10]                                                               403-10]


       Perseroan telah menyediakan fasilitas kesehatan yang tersebar di      The Company has provided health facilities distributed across
       seluruh wilayah operasionalnya. Setiap fasilitas dilengkapi dengan    all of its operational areas. Each facility is equipped with a
       kotak P3K untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan        first aid kit (P3K) to provide first aid for minor accidents. For
       ringan. Bagi pegawai yang memerlukan perawatan lebih serius, klinik   employees who require more serious medical treatment,
       kesehatan Perseroan akan merujuk mereka ke rumah sakit yang           the Company’s health clinic will refer them to hospitals that
       telah menjalin kerja sama dengan Perseroan. Selain itu, fasilitas     have established cooperation with the Company. In addition,
       klinik kesehatan ini dapat diakses tidak hanya oleh seluruh pegawai   these health clinic facilities can be accessed not only by all
       Perseroan, tetapi juga oleh pekerja dari kontraktor yang terlibat     Company employees but also by contractor workers involved
       dalam proyek-proyek Perseroan. Dalam rangka meminimalisir             in the Company’s projects. In order to minimize employee
       risiko kesehatan karyawan. Perseroan mewajibkan kepada seluruh        health risks, the Company requires all employees to undergo
       pegawai untuk melakukan Medical Check Up (MCU) sesuai dengan          Medical Check-Ups (MCU) in accordance with the Human
       Prosedur Human Capital Nomor WIKA-HCE-PM.01.01 Rev 00 Amd             Capital Procedure No. WIKA-HCE-PM.01.01 Rev 00 Amd 04
       04 dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) tahun 2025 – 2026 Pasal         and the Collective Labor Agreement (CLA) 2025–2026 Article
       95 tentang Penyelenggaraan Keselamatan Kesehatan Kerja dan            95 concerning the Implementation of Occupational Health,
       Lingkungan (K3L) dengan ketentuan sebagai berikut:                    Safety, and Environment (HSE), with the following provisions:
       1. Pelaksanaan MCU dilakukan setiap 2 (dua) tahun sekali;             1. MCU is conducted every 2 (two) years;
       2. Peserta yang wajib mengikuti MCU yaitu:                            2. Participants required to undergo MCU include:
             a. Calon Pegawai;                                                    a. Prospective Employees;
             b. Pegawai;                                                          b. Employees;
       3. Pemeriksaan MCU terbagi menjadi:                                   3. MCU examinations are divided into:
             a. Umum (mandatory);                                                 a. General (mandatory);
             b. Khusus; Tenaga Proyek/Pabrik (mandatory);                         b. Special; Project/Factory Personnel (mandatory);
             c. Spesifik: Drug test, PCR & Antibodi, HIV test, dan                c. Specific: Drug test, PCR & Antibody test, HIV test,
                 lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.                         and others in accordance with applicable regulations.
       4. Pemeriksaan MCU Umum dan Khusus meliputi                           4. General and Special MCU examinations include physical
             pemeriksaan fisik serta pemeriksaan lain yang                        examinations and other examinations deemed necessary.
             dianggap perlu.
       5. Pemeriksaan MCU Spesifik diadakan apabila terdapat                 5.       Specific MCU examinations are conducted if there are
             keluhan/laporan dengan suatu kondisi yang dapat                          complaints or reports regarding conditions that may
             membahayakan kesehatan pegawai.                                          endanger employee health.
       6. Dalam hal ditemukan kelainan/gangguan kesehatan dan                6.       If abnormalities or health issues are found and follow-
             diperlukan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan MCU pada                 up actions are required from the MCU results during
             pegawai dalam pemeriksaan berkala untuk menjamin                         periodic examinations, appropriate measures will be taken
             terselenggaranya keselamatan dan Kesehatan kerja.                        to ensure the implementation of occupational health
                                                                                      and safety.




252 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 253
Selain pemeriksaan kesehatan secara fisik, Perseroan juga         In addition to physical health examinations, the Company
menyediakan fasilitas kesehatan psikis (psikiater dan psikolog)   also provides psychological health facilities (psychiatrists
untuk mendukung mental health setiap karyawan. Adapun             and psychologists) to support employees’ mental health.
fasilitas kesehatan psikis yang dilaksanakan yaitu Employee       The psychological health facility provided is the Employee
Assistance Program (EAP).                                         Assistance Program (EAP).

INSIDEN [GRI 403-10]                                              INCIDENTS [GRI 403-10]
Sampai dengan 31 Desember 2025, tidak terdapat kasus              As of December 31, 2025, the Company has identified that
penyakit akibat kerja yang dilaporkan kepada Perseroan            there were no reported cases of occupational diseases or
dan kasus kematian akibat kerja pada pegawai Perseroan,           work-related fatalities involving the Company’s employees,
kontraktor, subkontraktor, dan mitra kerja.                       contractors, subcontractors, or business partners.

P E L I B ATA N K A R Y AWA N D A N P R OT O K O L                EMPLOYEE ENGAGEMENT AND OHS
KOMUNIKASI K3 [GRI 403-4, 403-5]                                  COMMUNICATION PROTOCOLS [GRI 403-4, 403-5]
Perseroan secara konsisten membangun komunikasi yang              The Company consistently establishes effective and
efektif dan harmonis antara manajemen dan karyawan                harmonious communication between management and
guna meningkatkan sinergi serta menumbuhkan kesadaran             employees in order to enhance synergy and foster awareness
terhadap aspek Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan             regarding Health, Safety, and Environment (HSE) aspects. HSE
(HSE). Pelaksanaan komunikasi HSE dilakukan melalui berbagai      communication is carried out through a number of activities,
kegiatan, antara lain safety induction, HSE Morning Talk,         including safety induction, HSE Morning Talk, Toolbox
Toolbox Meeting, dan HSE Meeting. Selain itu, Perseroan           Meetings, and HSE Meetings. In addition, the Company
menyediakan sarana komunikasi HSE berbasis digital melalui        provides a digital HSE communication platform through the
platform QHSE yang dapat diakses oleh seluruh karyawan.           QHSE system that can be accessed by all employees. Through
Melalui komunikasi yang dilakukan secara berkelanjutan dan        continuous and active communication, it is expected that
aktif, diharapkan setiap isu dan potensi permasalahan HSE         every HSE issue and potential problem can be identified,
dapat diidentifikasi, ditindaklanjuti, serta dimitigasi secara    followed up, and mitigated effectively and in a timely manner.
efektif dan tepat waktu.

Perseroan telah membentuk Panitia Pembina Keselamatan,            The Company has established the Occupational Health, Safety,
Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (P2K3L) berdasarkan               and Environment Committee (P2K3L) based on the Board of
Surat Tugas Direksi No. Surat Tugas Direksi No. ST. 02.01/A.      Directors Assignment Letter No. ST. 02.01/A.DIR.00067/2024,
DIR.00067/2024 yang ditempatkan di setiap kantor pusat            which is assigned at each head office and project location. P2K3L
dan lokasi proyek. Struktur organisasi P2K3L di kantor pusat      organizational structure at head office is chaired by the President
diketuai oleh Direktur Utama dan dibantu sekretaris yang          Director and supported by a secretary who holds a General OHS
mempunyai sertifikat Ahli K3 Umum, dengan anggota Kepala          Expert certificate, with members consisting of Division Heads,
Divisi, seluruh divisi dan perwakilan SEKAR WIKA. Sedangkan,      representatives from all divisions, and representatives from
Struktur P2K3L di proyek, diketuai oleh Manajer Proyek, dibantu   SEKAR WIKA. Meanwhile, the P2K3L structure at project level
oleh sekretaris yang memiliki sertifikat Ahli K3 Umum, dan        is chaired by the Project Manager, assisted by a secretary who
beranggotakan Kasie dari seluruh fungsi serta perwakilan          holds a General OHS Expert certificate, with members consisting
subkontraktor. P2K3L senantiasa melakukan pertemuan yang          of section heads from all functions and representatives from
dilaksanakan setiap bulan untuk menentukan program dan            subcontractors. P2K3L regularly holds meetings every month to
target K3L, serta menyelesaikan permasalahan K3L. Kinerja         determine HSE programs and targets and to resolve HSE-related
P2K3L dilaporkan kepada Dinas Ketenagakerjaan pada setiap         issues. The performance of P2K3L is reported to the Manpower
3 (tiga) bulan sekali.                                            Office every 3 (three) months.

Pemahaman terkait K3 senantiasa dilakukan kepada                  Understanding related to OHS is continuously provided to
karyawan untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja. Oleh         employees to minimize the risk of workplace accidents.
karenanya, seluruh karyawan senantiasa dibekali pengetahuan       Therefore, all employees are consistently equipped with
terkait dengan kesehatan dan keselamatan kerja termasuk           knowledge related to occupational health and safety, including
pemahaman terkait aturan-aturan yang berlaku. Pelatihan           an understanding of applicable regulations. Training is attended
diikuti oleh seluruh karyawan termasuk pekerja proyek.            by all employees, including project workers. Occupational
Pelatihan Kesehatan dan keselamatan kerja diadakan rutin pada     health and safety training is conducted regularly every year.
setiap tahunnya. Adapun pelatihan terkait K3 yang diberikan       The OHS-related training provided includes the following.
sebagai berikut.




                                                                                                            PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   253
Page 254
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




        Nama Pelatihan                                                           Jumlah Peserta                   Pelaksanaan
        Training Name                                                                 Number of
                                                                                                                 Implementation
                                                                                      Participants
                                                                                                     17 – 21 Feb 2025
                                                                                                     28 Apr – 02 May 2025
                                                                                                     04 - 10 Agustus 2025
        QHSE Awareness                                                                    73         February 17–21, 2025
                                                                                                     April 28–May 2, 2025
                                                                                                     August 4–10, 2025

                                                                                                     29 – 30 April 2025
        HSE for Non HSE                                                                   28
                                                                                                     April 29–30, 2025

        Ahli Muda K3                                                                                 Juli 2025
                                                                                           4
        Junior OHS Expert                                                                            July 2025



       Dalam meningkatkan keahlian para pekerja, sejak tahun 2019          To improve the skills of its workers, since 2019, the Company
       Perseroan telah bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi              has collaborated with WIKA Professional Certification
       Profesi WIKA, LPJK, Astekindo, dan BNSP menyelenggarakan            Institute, LPJK, Astekindo, and BNSP to conduct training
       pelatihan dan sertifikasi bagi pekerja proyek yaitu pekerja         and certification for project workers, specifically construction
       mitra binaan jasa konstruksi. Pelatihan dan sertifikasi ditujukan   service partner workers. The training and certification are
       untuk meningkatkan sertifikasi kompetensi pekerja lapangan          aimed at improving the competency certification of field
       untuk mendukung kelancaran pekerjaan, serta meminimalkan            workers to support smooth work and minimize errors and
       kesalahan dan kecelakaan kerja. Jumlah karyawan yang telah          workplace accidents. The number of certified employees
       tersertifikasi tahun 2024 sebanyak 206 orang karyawan.              in 2024 is 206 employees. The following is the number of
       Berikut jumlah karyawan yang tersertifikasi adalah sebagai          certified employees:
       berikut


        Uraian
                                                                               2025                   2024                    2023
        Description

        Karyawan yang Tersertifikasi
                                                                                877                    206                        77
        Certified Employees




       ASPEK MASYARAKAT                                                    COMMUNITY ASPECT

       DAMPAK OPERASI TERHADAP MASYARAKAT                                  IMPACTS OF OPERATIONS ON SURROUNDING
       SEKITAR [OJK F.23, CRE7]                                            COMMUNITIES [OJK F.23, CRE7]

       Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Perseroan                In carrying out its operational activities, the Company
       senantiasa berupaya memberikan dampak positif kepada                consistently strives to create positive impacts for
       masyarakat sekitar wilayah operasional. Dampak positif yang         communities surrounding its operational areas. These positive
       diberikan meliputi terbukanya kesempatan kerja, peningkatan         impacts include the creation of employment opportunities,
       pemberdayaan masyarakat sekitar, serta peningkatan                  increased empowerment of local communities, and the
       pendapatan asli daerah. Pemberdayaan masyarakat                     growth of regional revenue. Community empowerment is
       dilaksanakan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan              implemented through the Corporate Social Responsibility
       Lingkungan (TJSL). Perseroan telah melakukan berbagai               (CSR) program. The Company has carried out various
       program TJSL yang berorientasi pada pencapaian Tujuan               CSR initiatives oriented toward achieving the Sustainable
       Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Program TJSL diwujudkan            Development Goals (SDGs). The CSR program is realized
       dalam 4 (empat) pilar yaitu pilar ekonomi, pilar lingkungan,        through four pillars, namely the economic pillar, environmental
       pilar sosial, dan pilar hukum dan tata kelola. Pada tahun 2025,     pillar, social pillar, and legal and governance pillar. In 2025,
       Perseroan telah melakukan berbagai program pengembangan             the Company carried out several community development
       masyarakat di antaranya Program Kolaborasi BUMN Peternakan          programs, including the SOE Collaboration Program
       Sapi Komunal Jombang, Program Pemberdayaan Masyarakat               for Communal Cattle Farming in Jombang, WIKA Layer
       Peternakan Ayam petelur WIKA di Caringin Jawa Barat dan             Chicken Farming Community Empowerment Program in
       Program Pelatihan Ecoprint bagi komunitas ibu-ibu PKK Desa          Caringin, West Java, and Ecoprint Training Program for PKK




254 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 255
Pasir Angin.Program pemberdayaan masyarakat memberikan            women’s community in Pasir Angin Village. These community
dampak peningkatan kompetensi dan peningkatan penghasilan         empowerment initiatives contribute to improving community
masyarakat yang nantinya akan meningkatkan kesejahteraan          competencies and increasing income levels, which in
masyarakat. Selain itu, Perseroan juga telah terlibat dalam       turn enhance overall community welfare. In addition, the
program pemerintah atas pembangunan infrastruktur,                Company has participated in government programs related to
pengerjaan proyek yang ramah lingkungan, proyek infrastruktur     infrastructure development, environmentally friendly project
dan hunian, serta melakukan pengadaan infrastruktur sampai        implementation, infrastructure and housing projects, as well
ke daerah terdepan, tertinggal, terluar (3T).                     as infrastructure development in frontier, disadvantaged, and
                                                                  outermost (3T) regions.

Selain memberikan dampak positif, kegiatan operasional            In addition to generating positive impacts, the Company’s
Perseroan juga juga dapat membawa dampak negatif                  operational activities may also create negative impacts on the
terhadap lingkungan sekitar, meliputi peningkatan polusi          surrounding environment. These include increased air pollution
udara dari emisi genset dan mobilisasi kendaraan; peningkatan     from generator emissions and vehicle mobilization; increased
kebisingan; peningkatan pencemaran air dari limbah domestik       noise levels; increased water pollution from domestic
yang dihasilkan; peningkatan volume sampah organik dan            wastewater; increased volumes of organic and inorganic
anorganik, timbulnya kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi      waste; traffic congestion around operational locations; and
operasional; serta memberikan gangguan estetika. Atas             aesthetic disturbances. In response to these negative impacts,
dampak negatif yang timbul, Perseroan berupaya untuk              the Company strives to manage them properly so that they do
mengelola dampak dengan baik sehingga dampak tersebut             not result in adverse environmental or social changes arising
tidak membawa perubahan negatif dengan adanya kegiatan            from its operational activities.
operasional Perseroan.

Dampak negatif yang timbul akibat kegiatan operasional telah      The Company has mitigated potential negative impacts
dimitigasi oleh Perseroan. Upaya mitigasi dari peningkatan        arising from its operational activities. Mitigation efforts for
polusi udara yang dihasilkan dari emisi genset dan mobilisasi     increased air pollution from generator emissions and vehicle
kendaraan dilakukan dengan merawat dan mempertahankan             mobilization include maintaining and preserving green open
ruang terbuka hijau dari luas seluruh lahan yang dapat            spaces within the total land area to help neutralize pollutants
menetralisir polutan yang berasal dari gas buang dengan tidak     originating from exhaust gases while maintaining aesthetic
mengesampingkan fungsi estetis, serta terus melakukan uji         value, as well as conducting periodic generator emission tests
emisi genset secara berkala setiap 6 (enam) bulan sekali. Upaya   every six months. To mitigate noise generated by operational
mitigasi yang dilakukan oleh Perseroan dalam menangani            activities at project locations, the Company conducts internal
kebisingan yang diakibatkan oleh kegiatan operasional di lokasi   measurements to ensure that noise levels at project sites
proyek yaitu dengan melakukan pengukuran internal yang            do not exceed the established Threshold Limit Values (TLV).
memperhatikan bahwa tingkat kebisingan di lokasi proyek tidak
melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) yang telah ditetapkan.

Dalam memitigasi dampak air dari limbah domestik yang             To mitigate water pollution from domestic wastewater, the
dihasilkan, Perseroan telah melakukan pengelolaan air limbah      Company manages wastewater using a Wastewater Treatment
dengan menggunakan IPAL sebelum dibuang ke saluran kota.          Plant (WWTP) before being discharged into the municipal
Selanjutnya, atas dampak dari operasional yang menyebabkan        drainage system. Furthermore, to address operational
kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi operasional telah         impacts that may cause traffic congestion around operational
dilakukan penerapan akses pintu masuk dan pintu keluar            locations, the Company has made separate entry and exit
kendaraan pada tempat yang berbeda, memasang rambu-               points for vehicles, installed traffic signs, and deployed traffic
rambu lalu lintas serta menempatkan petugas pengatur              control personnel.
lalu lintas.

Namun demikian, Perseroan berupaya untuk mengurangi               Nevertheless, the Company continuously seeks to reduce
dampak negatif terhadap masyarakat termasuk penggusuran           negative impacts on communities, including the displacement
pemukiman. Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat masyarakat        of residential areas. Throughout 2025, there were no
yang terkena penggusuran akibat adanya proyek yang                community members displaced due to projects carried out
dikerjakan oleh Perseroan. Selain itu, tidak terdapat orang       by the Company. Additionally, no individuals were resettled
yang dimukimkan kembali yang ditimbulkan dari kegiatan            as a result of the Company’s operational activities.
operasional Perseroan.




                                                                                                           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   255
Page 256
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN                         COMPLIANCE WITH LAWS AND REGULATIONS [GRI
       [GRI 2-27, IF-EN-160a.1]                                       2-27, IF-EN-160a.1]


       Perseroan senantiasa berpedoman pada hukum dan peraturan       The Company consistently adheres to applicable laws and
       yang berlaku. Atas komitmen tersebut, sepanjang tahun 2025,    regulations. As part of this commitment, throughout 2025
       tidak terdapat kasus ketidakpatuhan terhadap undang-undang     there were no cases of non-compliance with laws and
       dan peraturan yang menyebabkan denda dikeluarkan dan           regulations that resulted in fines or non-monetary sanctions.
       sanksi non moneter dikenakan.

       PENGADUAN MASYARAKAT [OJK F.24, GRI 2-16, GRI 2-26]            PUBLIC COMPLAINTS [OJK F.24, GRI 2-16, GRI 2-26]

       Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Perseroan           In carrying out its operational activities, the Company
       senantiasa berupaya meminimalkan potensi dampak negatif        consistently strives to minimize potential negative impacts
       terhadap masyarakat dan lingkungan. Sejalan dengan             on communities and the environment. In line with this
       komitmen tersebut, Perseroan terbuka terhadap penyampaian      commitment, the Company remains open to receiving
       pengaduan dari masyarakat yang terdampak oleh aktivitas        complaints from communities affected by its operational
       operasional. Perseroan menyediakan mekanisme pengaduan         activities. The Company provides a complaint mechanism
       bagi pemangku kepentingan untuk melaporkan setiap kegiatan     for stakeholders to report operational activities that may
       operasional yang berpotensi mengganggu keberlangsungan         potentially disrupt livelihoods, cause losses to other parties,
       kehidupan, menimbulkan kerugian bagi pihak lain, atau          or trigger conflicts. Stakeholders are given access to directly
       memicu konflik. Pemangku kepentingan diberikan akses           report negative impacts arising from the Company’s projects.
       untuk menyampaikan laporan secara langsung terkait dampak      Every complaint received will be followed up responsibly in
       negatif yang ditimbulkan oleh proyek-proyek Perseroan.         accordance with applicable laws and regulations and will serve
       Setiap pengaduan yang diterima akan ditindaklanjuti secara     as a basis for the Company to perform preventive measures
       bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan            in order to avoid similar incidents in the future.
       perundang-undangan yang berlaku, serta menjadi dasar bagi
       Perseroan dalam melakukan langkah-langkah pencegahan guna
       menghindari terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

       Selain itu, pemangku kepentingan dapat menyampaikan            In addition, stakeholders may submit complaints regarding
       pengaduan atas tindakan yang tidak sejalan dengan prinsip      actions that are inconsistent with ethical principles, integrity,
       etika, integritas, norma yang berlaku, maupun dugaan           prevailing norms, or suspected violations of laws and
       pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundang-            regulations. To support this mechanism, the Company provides
       undangan. Untuk mendukung hal tersebut, Perseroan              a reporting channel through the Whistleblowing System (WBS)
       menyediakan saluran pengaduan melalui Sistem Pelaporan         as part of the implementation of Good Corporate Governance
       Pelanggaran (Whistleblowing System/WBS) sebagai bagian         (GCG) principles. This system serves as a mechanism for
       dari penerapan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik        preventing, detecting, and disclosing violations or indications
       (GCG). Sistem ini berperan sebagai mekanisme pencegahan,       of fraud within the Company. Complaints can be submitted
       pendeteksian, serta pengungkapan pelanggaran atau indikasi     through the official website wbs.wika.co.id. The Company
       kecurangan di lingkungan Perseroan. Pengaduan dapat            is committed to maintaining confidentiality and providing
       disampaikan melalui situs resmi wbs.wika.co.id. Perseroan      protection for whistleblowers. Every report received will
       berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan dan memberikan           be managed and followed up by the Compliance Team, the
       perlindungan kepada pelapor. Setiap laporan yang diterima      Anti-Bribery Compliance Function (FKAP), the Fact-Finding
       akan dikelola dan ditindaklanjuti oleh Tim Kepatuhan, Fungsi   Team, and the Employee Honor Council in accordance with
       Kepatuhan Anti Penyuapan (FKAP), Tim Pencari Fakta, serta      applicable provisions.
       Majelis Kehormatan Pegawai sesuai dengan ketentuan
       yang berlaku.

       Terkait dengan penanganan pengaduan, Tim Kepatuhan             Regarding the handling of complaints, the Compliance
       telah melakukan seleksi, konfirmasi (dari aspek kategori       Team conducts screening, confirmation (in terms of
       jenis pelanggaran, siapa yang melakukan dan kelengkapan        violation category, responsible parties, and completeness of
       dokumennya) dan verifikasi, serta memutuskan apakah laporan    documentation), and verification, and determines whether the
       akan ditindaklanjuti atau diarsip untuk pelanggaran yang       report will be followed up or archived for violations committed
       dilakukan oleh Pegawai Perseroan. Seluruh pengaduan atau       by Company employees. All complaints or critical issues
       masalah kritis dan tindak lanjutnya senantiasa disampaikan     and their follow-up actions are consistently reported to the
       kepada Direksi. Selanjutnya, berdasarkan Peraturan Menteri     Board of Directors. Furthermore, based on the Regulation




256 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 257
BUMN Nomor PER-2/MBU/03 tahun 2023, setiap pengaduan                 of Minister of SOEs No. PER-2/MBU/03 of 2023, any
dugaan pelanggaran untuk anggota Dewan Komisaris dan                 complaint involving alleged violations by members of Board
Direksi Perseroan yang masuk melalui aplikasi WBS maka wajib         of Commissioners or Board of Directors submitted through
langsung diteruskan kepada WBS BP BUMN. Dewan Komisaris              the WBS application must be forwarded directly to the SOE
sebagai Dewan Pengarah dan Direksi sebagai manajemen                 WBS Oversight Body. Board of Commissioners, acting as the
puncak memberikan arahan agar efektivitas pelaksanaan WBS            Steering Board, and Board of Directors as top management
terus ditingkatkan, khususnya terkait dengan evaluasi frekuensi      provide direction to continuously improve the effectiveness of
pelaporan WBS. Penanganan Pengaduan Pelanggaran diatur               WBS implementation, particularly in evaluating the frequency
dalam Instruksi Kerja Nomor WIKA-GCG-IK-02.01 tentang                of WBS reporting. The handling of violation complaints is
Instruksi Kerja Pengaduan Pelanggaran Terhadap Code of               regulated under Work Instruction No. WIKA-GCG-IK-02.01 on
Conduct (Whistle Blowing System) tanggal 21 Mei 2025.                Work Instruction for Reporting Violations Against the Code
                                                                     of Conduct (Whistleblowing System) dated 21 May 2025.

Sepanjang tahun 2025, mekanisme Whistleblowing System                Throughout 2025, the Whistleblowing System mechanism
(wbs.wika.co.id) menerima 11 (sebelas) laporan pelanggaran,          (wbs.wika.co.id) received 11 (eleven) reports of violations,
mencerminkan fungsi sistem ini sebagai sarana pengawasan             reflecting the system’s role as an effective internal
internal yang efektif. Sedangkan jumlah pengaduan yang               monitoring mechanism. The reports were categorized into
diterima terbagi ke dalam 3 (tiga) kategori yaitu Penyuapan          three categories: bribery, with no complaints reported;
dimana tidak terdapat pengaduan laporan, Penyalahgunaan              abuse of authority, with 6 (six) reports; and Code of Ethics
Wewenang 6 (Enam) laporan dan Kode Etik & Harassment                 & Harassment, with 5 (five) reports. The complaints received
sebanyak 5 (lima) laporan. Pengaduan yang masuk kemudian             were then submitted to the Board of Directors and/or
disampaikan kepada Direksi Perseroan dan/atau diketahui oleh         acknowledged by the Steering Board, after which decisions
Dewan Pengarah yang kemudian diputuskan oleh Direktur                were made by the President Director in accordance with
Utama sesuai dengan peraturan yang berlaku.                          applicable regulations.

Selain WBS, Perseroan juga menyediakan sarana pengaduan              In addition to the WBS, the Company also provides a public
masyarakat melalui email adwijaya@wika.co.id. Selama tahun           complaint channel via email at adwijaya@wika.co.id. During
2025, Perseroan telah menerima 259 pengaduan melalui email           2025, the Company received 259 complaints through email,
dan seluruhnya telah selesai ditindaklanjuti.                        all of which have been fully followed up and resolved.


 Tabel Jumlah Pengaduan WIKA Group Melalui Email
 Number of WIKA Group Complaints Via Email

 Jenis Pengaduan                                                  Jumlah Pengaduan                           Status
 Type of Complaints                                               Number of Complaints                       Status

 Keluhan Vendor                                                                                             Selesai
                                                                          23
 Vendor Complaints                                                                                         Completed

 Keluhan Terkait Proyek                                                                                     Selesai
                                                                           2
 Project-Related Complaints                                                                                Completed

 Keterbukaan Informasi Publik                                                                               Selesai
                                                                          234
 Public Information Disclosure                                                                             Completed

 Jumlah                                                                                                     Selesai
                                                                          259
 Total                                                                                                     Completed




KEGIATAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL                                       ENVIRONMENTAL AND SOCIAL RESPONSIBILITY
LINGKUNGAN (TJSL) [OJK F.25]                                         ACTIVITIES (CSR) [OJK F.25]

Perseroan memiliki komitmen yang tinggi dalam melaksanakan           The Company demonstrates a strong commitment to
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bagian           Corporate Social Responsibility (CSR) as part of its efforts
dari upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan                 to achieve the Sustainable Development Goals (SDGs). CSR
(TPB). Kegiatan TJSL dilakukan dengan mengacu pada aksi              activities are carried out with reference to the sustainability
keberlanjutan yang telah ditetapkan. Perseroan berprinsip            initiatives that have been established. The Company adopts
pada 4 P ( Prosperity,People,Planet dan Profit) dengan               the 4P principles (Prosperity, People, Planet, and Profit),
berpandangan do good pada profit dan do well pada                    embracing the perspective of doing good in profit while also
penyelesaian masalah sosial serta lingkungan yang berkaitan          doing well in addressing social and environmental issues




                                                                                                            PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   257
Page 258
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       langsung dengan core business. Aksi keberlanjutan perusahaan      that are directly related to its core business. The Company’s
       mempertimbangkan beberapa faktor, yakni:                          sustainability initiatives take into consideration several key
                                                                         factors, as follows:
       1.   Fokus pada peningkatan Citra Perusahaan                      1. Focus on Enhancing Corporate Image
            Manfaat dari implementasi konsep sustainable business            One of the key benefits of implementing the sustainable
            adalah untuk menaikkan citra dan reputasi perusahaan.            business concept is the enhancement of the Company’s
            Perusahaan selalu berusaha menghadirkan program TJSL             image and reputation. The Company consistently endeavors
            yang berlandaskan konsep Four Bottom Line, 17 SDGs, dan          to develop CSR programs based on the Four Bottom Line
            ISO 26000 berprinsip kepada keberlanjutan dan strategis.         concept, the 17 SDGs, and ISO 26000, with principles that
            Semakin baik kualitas program dan dampak program                 emphasize sustainability and strategic value. With higher
            yang dirasakan oleh masyarakat dan lingkungan sekitar            quality of the programs and greater impact experienced
            dari program yang dirancang, makin meningkatkan citra            by the community and the surrounding environment, the
            dan reputasi perusahaan. Citra dan reputasi tersebut akan        stronger the Company’s image and reputation will become.
            hadir seiring dengan pelaksanaan program TJSL yang               Such image and reputation are strengthened through CSR
            berdampak baik bagi sektor sosial maupun lingkungan.             initiatives that generate positive impacts in both social and
            Pada segi ekonomi, citra yang baik dari masyarakat berarti       environmental sectors. From an economic perspective, a
            berdampak baik bagi nilai perusahaan di mata stakeholder         positive perception from the community also enhances
            dan shareholder, sehingga perusahaan mendapatkan                 the Company’s value in the eyes of stakeholders and
            kepercayaan dari investor, penjualan produk dan jasa             shareholders, thereby strengthening investor confidence
            yang baik dan meningkat.                                         and supporting improved performance in the Company’s
                                                                             products and services.

       2.   Fokus pada peningkatan Kesejahteraan Masyarakat              2.   Focus on Improving Community Welfare
            Selanjutnya adalah bagaimana mengimplementasikan                  Another key focus is the implementation of the Five
            konsep Five Bottom Line, SDGs 3 dan 8 (good health and            Bottom Line concept, particularly in alignment with
            well-being, dan decent work and economic growth) dalam            SDG 3 (Good Health and Well-being) and SDG 8 (Decent
            program TJSL diikuti dengan peningkatan kesejahteraan             Work and Economic Growth), through CSR programs that
            masyarakat. Tak bisa dihindari bahwa salah satu tujuan            contribute to improving community welfare. One of the
            penting dari TJSL adalah bertanggung jawab secara                 primary objectives of CSR is to uphold social responsibility
            sosial kepada masyarakat – terutama masyarakat yang               toward the community, particularly those residing in areas
            tinggal di dekat lokasi sekitar area bisnis Perseroan.            surrounding the Company’s operational locations. One of
            Salah satu elemen Five Bottom Line adalah people,                 the elements of the Five Bottom Line is People, which
            yang berarti berkaitan dengan SDM atau masyarakat.                relates to human resources and society. Therefore, the
            Program yang dirancang harus memiliki dampak positif              programs developed by the Company are expected to
            terhadap masyarakat sesuai dengan asas Kebutuhan                  generate positive impacts for communities in accordance
            Masyarakat. Masalah yang muncul di masyarakat juga                with the principle of addressing community needs. Issues
            harus diselesaikan salah satunya adalah melalui program           arising within the community should also be addressed,
            TJSL yang akomodatif dari perusahaan.                             including through CSR programs that are inclusive and
                                                                              responsive to community conditions.

       3.   Fokus pada Kelestarian Lingkungan Hidup                      3.    Focus on Environmental Sustainability
            Perseroan selalu memberikan perhatian pada besarnya               The Company consistently places significant emphasis on
            partisipasi perusahaan terhadap kelestarian lingkungan            its participation in environmental preservation in alignment
            hidup sesuai dengan sasaran SDGs Perusahaan di Tahun              with the Company’s SDG targets for 2025, including SDG
            2025 yaitu SDGs 6 ( Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDGs          6 (Clean Water and Sanitation), SDG 11 (Sustainable Cities
            11 ( Kota dan Permukiman yang berkelanjutan), SDGs 12 (           and Communities), SDG 12 (Responsible Consumption and
            Konsumsi dan Produksi yang bertanggungjawab),SDGs                 Production), SDG 13 (Climate Action), SDG 14 (Life Below
            13 ( Penanganan Perubahan Iklim), SDGs 14 ( Ekosistem             Water), and SDG 15 (Life on Land). The Company remains
            lautan) dan SDGs 15 (Ekosistem daratan). Perseroan                committed to CSR initiatives based on the Four Bottom
            wajib untuk mengimplementasikan program TJSL dengan               Line principle as part of its responsibility in addressing
            asas Four Bottom Line sebagai solusi dari kerusakan               environmental degradation and climate change. Through
            lingkungan hidup dan penanganan perubahan iklim yang              concrete and sustainable programs, such as Nature
            bertanggungjawab. Dengan program-program nyata dan                Conservation Programs, Environmental Management and
            berkelanjutan, seperti Program Pelestarian Alam, Program          Greenhouse Gas (GHG) Emission Reduction Programs, as
            Pengelolaan Lingkungan dan Pengurangan Emisi GRK,                 well as the adoption of Green Office and Green Lifestyle
            dan implementasi Green Office maupun Green Lifestyle              initiatives, the Company contributes to solutions for these
            dapat menjadi solusi menyelesaikan permasalahan ini.              environmental challenges.




258 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 259
4. Fokus pada Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas                     4.    Focus on Customer Satisfaction and Stakeholder Loyalty
   Stakeholder                                                          The Company recognizes that customer satisfaction
   Terkait kepuasan pelanggan dan loyalitas stakeholder                 and stakeholder loyalty are closely associated with its
   kepada perusahaan, juga sangat disadari oleh Perseroan               commitment to sustainable business practices. Certain
   bahwa beberapa stakeholder yang dapat membatalkan                    stakeholders may decide not to purchase products
   untuk membeli suatu produk berupa barang atau jasa                   or services from companies that fail to address social
   dari perusahaan yang karena permasalahan sosial dan                  and environmental issues, which may result in negative
   lingkungannya, menjadi dampak negatif dari tidak                     impacts when sustainability commitments are not fulfilled.
   berjalannya komitmen dalam melaksanakan sustainable                  By integrating sustainability principles into every CSR
   business. Konsep berkelanjutan dalam setiap program                  program, the Company seeks to continuously enhance
   TJSL, akan berkesinambungan dengan meningkatkan                      customer satisfaction and stakeholder loyalty in line with
   kepuasan pelanggan serta loyalitas stakeholder kepada                SDG 12 (Responsible Consumption and Production).
   perusahaan sesuai dengan SDGs 12 ( responsible                       In addition, employees may also experience greater
   consumption and production). Tak hanya itu, para pegawai             satisfaction and demonstrate stronger loyalty toward
   yang juga akan merasakan kepuasan dan akan bersikap                  the Company. From a sociological perspective, employees
   loyal bekerja di dalam perusahaan. Karena dari aspek                 tend to feel a sense of pride when the Company’s
   sosiologis, pegawai merasa jika tindakan yang dilakukan              CSR initiatives contribute positively to social and
   oleh Perseroan dalam mengimplementasikan program                     environmental development.
   TJSL berdampak baik terhadap sosial dan lingkungan.

5. Fokus Mendukung Sustainable Development                         5.   Focus on Supporting Sustainable Development
   Perseroan telah berkomitmen ikut serta dalam mendukung               The Company has committed to supporting sustainable
   pembangunan berkelanjutan (sustainable development)                  development by optimizing the utilization of natural and
   dengan mengoptimalkan manfaat dari sumber daya                       human resources. Sustainable development has been
   alam dan manusia. Pembangunan berkelanjutan ini juga                 conceptualized through the Sustainable Development
   dikonseptualisasikan menjadi Sustainable Development                 Goals (SDGs) initiated by the United Nations and agreed
   Goals (SDGs) yang telah dicanangkan oleh PBB dan                     upon by 193 countries, which are built upon four main
   disepakati dengan 193 negara, melalui 4 pilar utama                  pillars: economic, environmental, social, and legal and
   tujuan pembangunan nya yakni ekonomi, lingkungan,                    governance aspects. Based on this commitment, the
   sosial, hukum dan tata kelola. Atas dasar ini, Perseroan akan        Company continues to participate actively in supporting
   berpartisipasi untuk mengambil peran dalam terwujudkan               the realization of sustainable development.
   pembangunan berkelanjutan.

6.   Fokus pada Peningkatan Nilai Keberlanjutan                    6.   Focus on Enhancing Sustainability Value
     Perseroan berfokus pada peningkatan nilai keberlanjutan            The Company focuses on enhancing sustainability value
     melalui kinerja dan kontribusi nyata terhadap pencapaian           through improved performance and tangible contributions
     Tujuan Pembangunan Berkelanjutan( TPB) dengan                      toward achieving the Sustainable Development Goals
     program-program TJSL yang memberikan nilai lebih bagi              (SDGs) through CSR programs that provide added value
     masyarakat dan lingkungan sekitar.                                 to communities and the surrounding environment.

Dalam kegiatan TJSL yang telah dilakukan, Perseroan telah          Through the CSR activities carried out, the Company realized
merealisasikan dana sebesar Rp4.195.693.686,-                      a total fund allocation of Rp4,195,693,686.-


 Pilar Keberlanjutan                                                     Dana yang Terealisasi (Dalam Rupiah Penuh)
 Sustainability Pillar                                                              Funds Realized (In Rupiah)

 Pilar Sosial
                                                                                                                             2.351.232.006
 Social Pillar

 Pilar Ekonomi
                                                                                                                               813.991.500
 Economic Pillar

 Pilar Lingkungan
                                                                                                                               896.070.180
 Environmental Pillar

 Pilar Hukum & Tata Kelola
                                                                                                                              134.400.000
 Legal & Governance Pillar

 Jumlah
                                                                                                                             4.195.693.686
 Total




                                                                                                                 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   259
Page 260
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




        Tabel Kegiatan TJSL dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
        CSR Activities and Sustainable Development Goals

                                               Tujuan
                                            Pembangunan
              Jenis Kegiatan TJSL           Berkelanjutan                     Penjelasan                                        Capaian
        No
              Type of CSR Activities          Sustainable                      Explanation                                    Achievement
                                             Development
                                                 Goals

        PILAR SOSIAL
        SOCIAL PILLAR

                                                                                                              Selama tahun 2025 Perseroan telah
                                                              Perseroan memberikan bantuan bahan pokok        memberikan sebanyak lebih dari 1.690 paket
                                                              bagi masyarakat yang membutuhkan di             sembako bagi masyarakat pra sejahtera
                                                              beberapa wilayah di Indonesia, bantuan alat     beserta program-program sosial lainya yang
                                                              kesehatan kepada kaum disabilitas dan lansia    berdampak bagi masyarakat dengan nilai
               Program sosial                                 serta Panti Asuhan, juga mendukung dalam        dana yang terealisasi
               kemasyarakatan               TPB 1 dan TPB     program ketahanan pangan.                        Rp887.351.000,-
        1.
               Community Social            SDG 1 and SDG 2    The Company provides basic food assistance      During 2025, the Company provided
               Program                                        to communities in need in several regions       more than 1,690 basic food packages to
                                                              across Indonesia, medical equipment to the      underprivileged communities, along with
                                                              disabled and elderly, and orphanages. It also   other social programs that impacted the
                                                              supports food security programs.                community, with a realized fund value of
                                                                                                              Rp887,351,000.

                                                                                                              Pada tahun 2025, telah melaksanakan
                                                              Dalam mendukung program peningkatan             program donor darah selama 4x dalam satu
                                                              pelayanan kesehatan bagi masyarakat             tahun dengan melibatkan kurang lebih 800
                                                              kurang mampu, Perseroan telah menyalurkan       peserta, program khitanan massal dengan
                                                              program TJSL dalam bentuk kegiatan donor        jumlah 65 anak-anak kurang mampu dan
                                                              darah, khitanan massal bagi Dhuafa dan          bantuan alat-alat kesehatan bagi posyandu
               Program peningkatan                            pemberian bantuan alat-alat kesehatan ke        dan puskesmas di beberapa wilayah area
               kesehatan bagi                                 posyandu dan puskesmas.                         operasi WIKA di Jakarta.
               masyarakat dan                                 To support programs to improve healthcare       Dana yang terealisasi sejumlah Rp411.161.000
               kehidupan sejahtera               TPB 3
        2.                                                    services for underprivileged communities,       In 2025, blood donation program held for four
               Community Health                  SDG 3
                                                              the Company has distributed its Corporate       times in one year involving approximately
               Improvement and Well-                          Social Responsibility (csr) program through     800 participants, a mass circumcision
               being Program                                  blood donation drives, mass circumcisions       program for 65 underprivileged children, and
                                                              for the poor, and the provision of medical      medical equipment assistance for integrated
                                                              equipment to integrated health posts            health posts (Posyandu) and community
                                                              (Posyandu) and community health centers         health centers (Puskesmas) in several WIKA
                                                              (Puskesmas).                                    operational areas in Jakarta.
                                                                                                              The realized fund amounted to Rp411,161,000.

                                                                                                              Dalam mendukung program pendidikan
               •   Program     Bantuan                                                                        Perseroan telah membantu menyalurkan
                   Beasiswa bagi anak-                                                                        beasiswa sebanyak 161 anak-anak pegawai
                   anak berprestasi                           Perseroan telah membantu anak-anak              berprestasi
               •   (SD-SMP-SMA-                               pegawai berprestasi Perseroan di tahun 2025     Program kolaborasi dengan WIKASATRIAN
                   Perguruan Tinggi)                          dari tingkat SD-SMP-SMA-Perguruan Tinggi)       dalam meningkatkan edukasi bagi pelajar
               •   Bantuan Workshop                                                                           SMA di daerah Pasir Angin-Caringin Jawa
                   Edukasi Pelajar SMA                        Program bantuan workshop edukasi bagi           Barat
                   di WIKASATRIAN                             pelajar SMA di WIKASATRIAN                      Dana yang terealisasi untuk program
               •   Scholarship                   TPB 4                                                        pendidikan sejumlah Rp1.052.720.000
        3.                                                    The Company has assisted the high-
                   Program for High-             SDG 4                                                        To support educational programs, the
                   Achieving Students                         achieving children of employees in 2025,        Company has granted scholarships to 161
               •   (Elementary,                               from elementary school to junior high school    high-achieving children of employees.
                   Middle, High, and                          to high school to university.                   Collaborative program with WIKASATRIAN to
                   College)
                                                                                                              improve education for high school students
               •   Educational                                Educational workshop assistance program
                   Workshop for High                                                                          in Pasir Angin-Caringin area of West Java.
                                                              for high school students at WIKASATRIAN         Realized funds for educational programs
                   School Students at
                   WIKASATRIAN                                                                                amounted to Rp1,052,720,000.


        PILAR EKONOMI
        ECONOMIC PILLAR

                                                                                                              Selama tahun 2025, telah dilaksanakan
                                                                                                              program bazar Ramadhan, partisipasi pada
                                                                                                              INACRAFT 2025 kepada mitra UMK WIKA
                                                                                                              dan workshop pelatihan Batik Ecoprint dan
                                                              Penguatan pada pilar ekonomi dengan             Aromaterapi untuk komunitas Ibu-Ibu PKK
               Program Peningkatan
                                                              meningkatkan     daya    saing    ekonomi,      Desa Pasir Angin-Jawa Barat
               Usaha Mikro Kecil
                                                              mendorong inovasi produk lokal, dan             Dana yang terealisasi sebesar Rp570.000.000
               (UMK)
                                                TPB 8         mendukung pertumbuhan ekonomi Nasional          During 2025, the Company carried out a
        1.     Micro,   Small,    and
                                                SDG 8         Strengthening the economic pillars by           Ramadan bazaar program, participated
               Medium      Enterprises
                                                              increasing   economic     competitiveness,      in INACRAFT 2025 for WIKA's MSME
               (MSE)     Development
                                                              encouraging local product innovation, and       partners, and provided Batik Ecoprint and
               Program
                                                              supporting national economic growth.            Aromatherapy training workshops for the
                                                                                                              Family Welfare Movement (PKK) community
                                                                                                              in Pasir Angin Village, West Java.
                                                                                                              Realized funds amounted to Rp570,000,000.



260 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 261
Tabel Kegiatan TJSL dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
CSR Activities and Sustainable Development Goals

                                        Tujuan
                                     Pembangunan
      Jenis Kegiatan TJSL            Berkelanjutan                   Penjelasan                                         Capaian
No
      Type of CSR Activities           Sustainable                    Explanation                                     Achievement
                                      Development
                                          Goals

                                                     Perseroan sebagai Perusahaan konstruksi
                                                     mendukung mitra kolaborasi            dalam     Perseroan telah melaksanakan pelatihan
      Program Pelatihan dan                          peningkatan kompetensi yang berkaitan           mitra jasa konstruksi sebanyak 22 peserta,
      Sertifikasi Mitra Jasa                         dengan bisnis utama yang memberikan nilai       bekerjasama dengan LSP WIKA
      WIKA                              TPB 8        tambah dan kekuatan Perseroan                   Dana yang terealisasi sebesar Rp46.200.000
2.    Training               and                     As a construction company, the Company          The Company conducted training for 22
                                        SDG 8
      Certification Program                          supports collaborative partners in improving    construction service partners in collaboration
      for WIKA Partners                              competencies related to its core business,      with WIKA's LSP.
                                                     which provides added value and strengthens      Realized funds amounted to Rp46,200,000.
                                                     the Company.

      Program bantuan
                                                     Sebagai bentuk komitmen dan wujud nyata
      renovasi dan                                                                                   Pada      tahun    2025,      Perseroan    telah
                                                     Perseroan dalam mendukung pembangunan
      sarana prasarana                                                                               menyalurkan bantuan renovasi sarana
                                                     nasional khususnya kepada masyarakat di
      masyarakat,yayasan                                                                             dan prasarana kepada beberapa yayasan
                                                     wilayah operasi Perseroan ( DKI Jakarta, Jawa
      disabilitas dan rumah                                                                          disabilitas dan panti sosial serta rumah ibadah.
                                                     Tengah dan Jawa Barat)
      ibadah                            TPB 9                                                        Dana yang terealisasi sebesar Rp243.000.000
3.                                                   As a manifestation of the Company's
      Renovation              and       SDG 9                                                        In 2025, the Company assisted the renovation
                                                     commitment and concrete manifestation
      infrastructure                                                                                 of facilities and infrastructure to several
                                                     of its support for national development,
      assistance program for                                                                         disability foundations, social institutions, and
                                                     particularly for the communities in its
      community        facilities,                                                                   places of worship.
                                                     operational areas (Jakarta, Central Java, and
      disability foundations,                                                                        Realized funds amounted to Rp243,000,000.
                                                     West Java).
      and places of worship

PILAR LINGKUNGAN
ENVIRONMENTAL PILLAR

                                                     Perseroan telah melaksanakan program
                                                     mudik bersama yang ditujukan bagi seluruh
                                                     Keluarga besar Perseroan di tahun 2025,
                                                     selaras dengan komitmen Pemerintah untuk        Pada tahun 2025, Program mudik bersama
                                                     bisa mendorong transportasi aman,nyaman         Perseroan diikuti oleh 400 dengan dana yang
      Program Mudik Bersama                          dan berkelanjutan di Hari Raya Idul Fitri       direalisasikan sebesar Rp389.655.645
      Mudik         Bersama             TPB 11       In 2025, the Company organized a Mudik          In 2025, the Company’s Mudik Bersama
 1.
      ( c o l l e c t i v e             SDG 11       Bersama (collective homecoming) program         (collective homecoming) program was
      homecoming) program                            for the entire extended family of the           participated in by 400 participants,
                                                     Company, in line with the Government’s          with a total realized fund allocation of
                                                     commitment to promoting safe, comfortable,      Rp389,655,645.
                                                     and sustainable transportation during the Eid
                                                     al-Fitr holiday period.

                                                                                                     Perseroan meningkatkan komitmen dalam
                                                                                                     mewujudkan kawasan wisata pesisir yang
                                                                                                     bersih dan aman, serta mengedukasi
                                                                                                     masyarakat sekitar tentang pengelolaan
                                                     Dalam rangka menyelamatkan kelestarian          limbah yang baik, melalui pemberian bantuan
                                                     pesisir pantai dan mendorong perilaku           2 mesin pengelolaan sampah kepada Bank
                                                     pengurangan sampah plastik, Perseroan           Sampah Gen Z di Kabupaten Serang.
      Program                                        bersama dengan Entitas Anak Perusahaan          Dana      yang     direalisasikan    sejumlah
      kolaborasi Beach                               ikut berkontribusi dalam program Beach          Rp24.730.275
      Cleaning WIKA Group               TPB 12       Cleaning di Kabupaten Serang-Banten             The    company      is     strengthening   its
2.
      WIKA Group's Beach                SDG 12       In an effort to preserve coastal ecosystems     commitment to creating clean and safe
      Cleaning collaboration                         and encourage the reduction of plastic waste,   coastal tourism areas and educating the local
      program                                        the Company together with its Subsidiaries      community about proper waste management
                                                     contributed to a beach cleaning program in      by donating two waste management
                                                     Serang Regency, Banten.                         machines to the Gen Z Waste Bank in Serang
                                                                                                     Regency.
                                                                                                     The     realized   funds       amounted     to
                                                                                                     Rp24,730,275.




                                                                                                                          PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   261
Page 262
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




        Tabel Kegiatan TJSL dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
        CSR Activities and Sustainable Development Goals

                                               Tujuan
                                            Pembangunan
              Jenis Kegiatan TJSL           Berkelanjutan                      Penjelasan                                          Capaian
        No
              Type of CSR Activities          Sustainable                      Explanation                                       Achievement
                                             Development
                                                 Goals

                                                                                                                Program        penanaman         pohon     yang
                                                                                                                dilaksanakan       oleh     Perseroan    sejalan
                                                                                                                dengan Pilar Lingkungan khususnya TPB
                                                              Pada tahun 2025, Perseroan mendukung salah        13- Penanganan Perubahan Iklim, dengan
                                                              satu program lingkungan dengan penanaman          penanaman di berbagai lokasi dengan jumlah
              Program Penghijauan                             pohon di berbagai wilayah operasi Perseroan       6.500 bibit pohon, 220 bibit pohon alpukat
              dengan Penanaman                                yang bertujuan untuk penanganan perubahan         produktif, 3500 bibit mangrove.
              Pohon di berbagai                               iklim,rehabilitasi lahan kritis dan penghutanan   Dana       yang      direalisasikan    sejumlah
              wilayah operasi                                 kembali serta penyerapan CO2.                     Rp243.693.000,-
              Perseroan                         TPB 13                                                          The tree planting program carried out by the
         3.                                                   In    2025,     the     Company       supported
              Greening Program by               SDG 13                                                          Company is aligned with the Environmental
                                                              environmental initiatives through tree
              Planting Trees in various                                                                         Pillar, particularly SDG 13 – Climate Action.
                                                              planting activities across several of its
              operational areas of the                                                                          The program was conducted across various
                                                              operational areas, aimed at addressing
              Company                                                                                           locations with the planting of 6,500 tree
                                                              climate change, rehabilitating degraded land,
                                                              promoting reforestation, and increasing CO2       seedlings, 220 productive avocado tree
                                                              absorption.                                       seedlings, and 3,500 mangrove seedlings.
                                                                                                                The total realized fund allocation amounted
                                                                                                                to Rp243,693,000.


                                                              Perseroan pada tahun 2025 bersama 8 BUMN
                                                              melaksanakan program TJSL dalam upaya
                                                              menjaga kelestarian alam dengan program           Program yang digagas oleh BUMN Kolaborator
                                                              konservasi terumbu karang di Kabupaten            PT Adhi Karya (Persero)Tbk. bersama 7
                                                              Banyuwangi-Jawa Timur dengan tujuan untuk         BUMN lainnya memberikan manfaat bagi
                                                              memperbaiki ekosistem laut,melindungi             kelompok nelayan dan masyarakat sekitar di
                                                              pesisir dan abrasi, mengurangi emisi karbon,      pesisir pantai Desa Bangsring dengan jumlah
              Program Pemberdayaan                            edukasi dan pemberdayaan masyarakat               2500 bibit terumbu karang ditanam di area
              Masyarakat kolaborasi                           dengan mendukung peningkatan ekonomi              200meter persegi.
              BUMN untuk konservasi                           kelompok nelayan di pesisir pantai Desa           Dana      yang     direalisasikan   sejumlah
              ekosistem laut                                  Bangsring.                                        Rp25.000.000
              C o m m u n i t y                 TPB 14
         4.                                                   In 2025, the Company, together with eight         The program initiated by the collaborating
              Empowerment Program               SDG 14
                                                              State-Owned Enterprises (SOEs), carried out a     SOE, PT Adhi Karya (Persero) Tbk., together
              in collaboration with                           CSR program to preserve natural ecosystems        with seven other SOEs, provided benefits
              SOEs     for    marine                          through coral reef conservation initiative        to fisher groups and communities along the
              ecosystem conservation                          in Banyuwangi Regency, East Java. This            coastal area of Bangsring Village. As part of
                                                              program aims to restore marine ecosystems,        the program, 2,500 coral seedlings were
                                                              protect coastal areas from erosion, reduce        planted across an area of 200 square meters.
                                                              carbon emissions, and provide education and       The total realized fund allocation amounted
                                                              community empowerment by supporting the           to Rp25,000,000.
                                                              economic development of fisher groups in
                                                              the coastal area of Bangsring Village.

                                                                                                                Program TJSL yang dijalankan oleh Perseroan
                                                                                                                di Tahun 20205 untuk mendukung pelestarian
                                                              Di tahun 2025, Perseroan telah menjalankan        satwa dilindungi dengan tujuan mencegah
                                                              program perlindungan satwa langka dengan          kepunahan,menjaga            ekosistem       dan
                                                              program pelestarian Elang Jawa berkolaborasi      keberlanjutan lingkungan serta meningkatkan
                                                              bersama BRIN (Badan Riset dan Inovasi             kemitraan dengan stakeholder terkait.
              Program Konservasi                              Nasional) yang berlokasi di Taman Nasional        Dana yang terealisasi sebesar Rp30.000.000
              Ekosistem Daratan                 TPB 15        Gunung Halimun- Jawa Barat
         5.                                                                                                     The Company's 2025 CSR program that
              Terrestrial Ecosystem             SDG 15        In 2025, the Company also carried out a
                                                                                                                supported the conservation of protected
              Conservation Program                            wildlife protection initiative through the
                                                                                                                wildlife, with the goal of preventing extinction,
                                                              conservation of the Javan Hawk-Eagle in
                                                                                                                maintaining ecosystems and environmental
                                                              collaboration with BRIN (National Research
                                                                                                                sustainability, and enhancing partnerships
                                                              and Innovation Agency), located in Gunung
                                                                                                                with relevant stakeholders.
                                                              Halimun National Park, West Java.
                                                                                                                The      realized    funds      amounted       to
                                                                                                                Rp30,000,000.

        PILAR HUKUM & TATA KELOLA
        LEGAL AND GOVERNANCE PILLAR

                                                              Perseroan meningkatkan tata kelola dalam
                                                              evaluasi dan monitoring dari kualitas program
                                                              TJSL melalui metode pengukuran SROI
              Pengukuran Dampak                               (Social Return on Investment)-ISO 26000           Program Pengukuran SROI mencapai nilai
              SROI                              TPB 16        pada 4 program keberlanjutan.                     Rp134.400.000
         1.                                                   The Company has improved its governance
              SROI          Impact              SDG 16                                                          The SROI measurement program achieved a
              Measurement                                     in evaluating and monitoring the quality of its   value of Rp134,400,000.
                                                              CSR programs through the ISO 26000 Social
                                                              Return on Investment (SROI) measurement
                                                              method for four sustainability programs.




262 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 263
KOLABORASI WIKA DENGAN STAKEHOLDER DAN                          WIKA COLLABORATION WITH STAKEHOLDERS
LOCAL HERO                                                      AND LOCAL HEROES

Perseroan telah mewujudkan komitmen dan program                 The Company has demonstrated its commitment through a
nyata dengan fokus utama pada ketahanan pangan dengan           concrete initiative focusing on food security by developing
pengembangan komunitas-pemberdayaan masyarakat                  community empowerment programs (Community
(Community Development) bersama dengan local hero di            Development) together with local heroes in Grogol Village,
Desa Grogol- Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta. Program         Gunungkidul Regency, Yogyakarta. The Agriculture Food Self-
Agriculture Swasembada Pangan merupakan kolaborasi antara       Sufficiency Program represents a collaboration between the
Perseroan dengan Fakultas Teknik Sipil-Universitas Gadjah       Company and the Faculty of Civil Engineering at Universitas
Mada (UGM) yang merupakan inisiatif strategis dengan tujuan     Gadjah Mada (UGM). This program serves as a strategic
untuk penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kapasitas      initiative aimed at strengthening food security and enhancing
ekonomi masyarakat lokal.                                       the economic capacity of local communities.

Tujuan Program Ketahan Pangan                                   Objectives of the Food Security Program
Program Agriculture Swasembada Pangan di Desa Grogol,           The Agriculture Food Self-Sufficiency Program in Grogol
Kabupaten Gunungkidul yang dilaksanakan oleh Perseroan          Village, Gunungkidul Regency, carried out by the Company as
sebagai wujud dari komitmen Tanggung Jawab Sosial               part of its Corporate Social Responsibility (CSR) commitment,
Lingkungan (TJSL) bertujuan untuk:                              aims to:
1. Menyediakan akses air bersih bagi masyarakat Desa            1. Provide access to clean water for the residents of Grogol
    Grogol, Kabupaten Gunungkidul untuk kebutuhan sehari-            Village, Gunungkidul Regency, to support daily needs and
    hari dan mendukung budidaya tanaman padi dan pangan              facilitate rice and food crop cultivation in dryland areas.
    di lahan kering
2. Meningkatkan produktivitas pertanian lahan kering dengan     2.   Improve the productivity of dryland agriculture through
    penerapan teknologi sederhana                                    the application of simple and appropriate technologies.
3. Memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan                 3.   Strengthen food security and enhance the economic
    kapasitas ekonomi masyarakat di Desa Grogol, Kabupaten           capacity of communities in Grogol Village, Gunungkidul
    Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta                          Regency, Special Region of Yogyakarta.
4. Memberdayakan petani lokal melalui pendampingan teknis       4.   Empower local farmers through technical assistance
    penerapan praktik pertanian cerdas di lahan                      in the application of smart agricultural practices in
                                                                     dryland farming.

Perseroan telah menetapkan Desa Garogol - Gn. Kidul yang        The Company has designated Grogol Village, Gunungkidul, as
menjadi Program Pengembangan Komunitas–Pemberdayaan             a Community Development program area in collaboration with
Masyarakat (Community Development) bersama dengan               Local Heroes and the Village-Owned Enterprise (BUMDes)
Local Hero dan BumDes Kelurahan Garogol, dimana                 of Grogol Village. One of the main challenges faced by
tantangan terbesar yang dihadapi masyarakat Garogol adalah      local people is the limited availability of water resources,
keterbatasan sumber daya air yang berakibat pada risiko gagal   which increases the risk of crop failure and restricts the
panen dan keterbatasan masa tanam.                              planting season.

Proses perencanaan dan pengembangan program ketahanan           The planning and development of food security program were
pangan bersama peneliti UGM dan Local Hero melalui              carried out in collaboration with UGM researchers and Local
pendekatan kearifan lokal sehingga disesuaikan dengan           Heroes through a local wisdom-based approach, ensuring
kebutuhan dan budaya komunitas masyarakat setempat.             that the program is aligned with the needs and cultural
Perseroan dan peneliti beserta pendamping ( local hero)         characteristics of local people. Through this collaborative
dapat berhasil mengukur dampak dari program pemberdayaan        effort, the Company, researchers, and facilitators (local
masyarakat dengan nilai SROI 5,02 yang mana dampak              heroes) were able to measure the impact of the community
manfaatnya dapat dirasakan oleh warga Desa Garogol-Gn.          development program, achieving a Social Return on
Kidul, dengan besaran outcomes sebagai berikut:                 Investment (SROI) value of 5.02. The program benefits
                                                                have been experienced by the residents of Grogol Village,
                                                                Gunungkidul, with outcomes as follows:




                                                                                                        PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   263
Page 264
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




                              Rp100.000.000                                           Rp525.410.000                               5,02
                              Nilai Investasi Desember 2024 -                         Total Nilai Outcome Desember 2024 -         Nilai SROI Program
                              September 2025                                          September 2025                              Program SROI Value
                              Investment Value December 2024 -                        Total Outcome Value December 2024 –
                              September 2025                                          September 2025



                            Jumlah Penerima Manfaat:
                            Number of Beneficiaries:
                                                                                    Pemasangan Sumur Bor
                                                                                    Installation of a Drilled Well



                              22
                              Rumah/KK (Masyarakat
                                                                    7
                                                                    Pekerja Lokal
                                                                                                         BUMDes
                                                                                                         Kalurahan Grogol
                                                                                                         Village-Owned
                                                                                                                                    Pemerintah Desa
                                                                                                                                    Kalurahan Grogol
                                                                                                                                    V i l l a g e
                              Desa Grogol)                          Local Workers
                              Household (Residents                                                       Enterprise Grogol          Government
                              of Grogol Village)
                                                                                                         Village                    Grogol Village


                                       Program Pertanian Cerdas untuk budidaya tanaman padi dan pangan di lahan kering
                                                     Smart Agriculture Program for Rice and Food Crop Cultivation on Dryland



                                  20            Warga Lokal
                                                Local Residents                               1     Sekolah
                                                                                                    School                     1      Tim Akademisi
                                                                                                                                      Academic Team




                            Jumlah dan Jenis Bantuan yang di dapatkan :
                            Amount and Type of Assistance Received:

                                           Pembangunan Sarana                                                                Pendampingan

                                   1                                                   3
                                           Air Bersih (Sumur Bor)                                                            Pertanian Lahan Kering
                                                                                             Membran Pertanian
                                           Construction of                                                                   Agricultural Assistance
                                                                                             Membrane Agriculture
                                           Clean Water Facilities                                                            Dryland Farming
                                           (Drilled Wells)




       Dan sasaran SDG’s terletak pada SDG’s 4,6,8,9 dan 17                                           And the SDG's targets lie in SDG's 4, 6, 8, 9 and 17 where
       dimana Perseroan dalam merancang program ketahanan                                             the Company in designing this food security program is
       pangan ini berkomitmen pada prinsip Prosperity, Planet,                                        committed to the principles of Prosperity, Planet, People,
       People,dan Partnership.                                                                        and Partnership.




264 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 265
PROGRAM PENDANAAN USAHA MIKRO                                      MICRO AND SMALL ENTERPRISE
DAN USAHA KECIL                                                    FUNDING PROGRAM

WIKA menyadari pentingnya pelaksanaan program                      WIKA recognizes the importance of Micro, Small, and
Pendanaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PUMK)                  Medium Enterprise Funding (PUMK) program as a strategic
sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan              step in encouraging people’s economic growth. Through the
ekonomi masyarakat. Melalui Program PUMK, WIKA berupaya            PUMK program, WIKA strives to increase the capacity of
meningkatkan kapasitas usaha kecil agar mampu berkembang           small businesses to develop into resilient and independent
menjadi tangguh dan mandiri. Komitmen untuk tumbuh dan             businesses. This commitment to growing and progressing
berkembang bersama masyarakat mencerminkan kepedulian              alongside the community reflects WIKA's concern and social
dan tanggung jawab sosial WIKA dalam membangun                     responsibility in building shared prosperity. As a State-Owned
kesejahteraan bersama. Sebagai salah satu Badan Usaha              Enterprise (SOE), WIKA understands that the Company's
Milik Negara (BUMN), WIKA memahami bahwa keberhasilan              operational success is inseparable from the support and active
operasional perusahaan tidak terlepas dari dukungan serta          participation of the community.
partisipasi aktif masyarakat.

Melalui pelaksanaan program PUMK, WIKA berkomitmen                 Through the PUMK program, WIKA is committed to supporting
mendukung para pelaku usaha mikro dan kecil dalam                  micro and small businesses in facing various challenges
menghadapi berbagai tantangan sekaligus memanfaatkan               while capitalizing on existing market opportunities. With
peluang pasar yang ada. Dengan pendekatan yang terpadu             an integrated and empowerment-oriented approach, WIKA
dan berorientasi pada pemberdayaan, WIKA tidak hanya               not only seeks to create a positive impact on MSMEs but
berupaya menciptakan dampak positif bagi UMKM, tetapi juga         also contributes to sustainable economic growth and
berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan           improved community welfare. This program is a concrete
dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program ini              manifestation of WIKA's vision of building a better quality
menjadi wujud nyata visi WIKA dalam membangun kualitas             of life by strengthening local economy.
hidup yang lebih baik melalui penguatan ekonomi lokal.

Program PUMK merupakan inisiatif yang bertujuan untuk              The PUMK program is an initiative aimed at increasing the
meningkatkan kapasitas usaha kecil agar mampu berkembang           capacity of small businesses to develop into resilient and
menjadi tangguh dan mandiri, melalui pemanfaatan dana              independent businesses, through the utilization of funds
yang bersumber dari BUMN dalam bentuk dana bergulir atau           sourced from SOEs in the form of revolving funds or business
pinjaman modal usaha serta penyediaan sarana produksi.             capital loans, as well as the provision of production facilities.
Pelaku UMKM yang ingin memperoleh dukungan dari program            MSMEs wishing to receive support from the Company's micro
pendanaan usaha mikro dan kecil yang diselenggarakan oleh          and small business funding program are required to meet the
Perseroan diwajibkan memenuhi sejumlah kriteria berikut:           following criteria:
1. dimiliki oleh warga negara Indonesia;                           1. owned by Indonesian citizens;
2. belum memenuhi kriteria atau memiliki akses pinjaman            2. not yet meeting the criteria for or having access to loans
    kepada lembaga pendanaan atau perbankan;                            from funding institutions or banks;
3. diutamakan usaha mikro dan usaha kecil dengan jenis             3. priority is given to micro and small businesses with
    usaha yang sejalan dengan bidang dan/atau mendukung                 business types that align with and/or support the business
    bisnis BUMN;                                                        of SOE;
4. diutamakan usaha mikro dan usaha kecil yang berlokasi           4. priority is given to micro and small businesses located
    di wilayah kerja BUMN;                                              within the SOE's operational area;
5. berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau           5. independent, not a subsidiary or branch of a company
    cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi         owned, controlled, or affiliated, directly or indirectly, with
    secara langsung maupun tidak langsung, dengan usaha                 a medium-sized or large business;
    menengah atau usaha besar;
6. berbentuk usaha orang perseorangan dan/atau                     6.   business owned by an individual and/or a group of
    sekelompok orang, badan usaha yang tidak berbadan                   individuals, an unincorporated business entity, or a legally
    hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum; dan                    incorporated business entity; and
7. m e m p u n y a i p o t e n s i d a n p r o s p e k u s a h a   7.   business potential and prospects for development.
    untuk dikembangkan.




                                                                                                             PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   265
Page 266
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       Bentuk penyaluran dana program PUMK adalah:                     The distribution of funds under the PUMK program is as follows:
       1. Pinjaman modal kerja atau pembelian aset dalam rangka        1. Working capital loans or asset purchases to increase
          peningkatan produksi dan penjualan dengan jangka waktu           production and sales with a term of 2-3 years.
          2-3 tahun.
       2. Pinjaman dengan jangka waktu 1 tahun untuk memenuhi          2.        A one-year loan to fulfill orders from fostered partners,
          pesanan rekanan mitra binaan dengan perjanjian pinjaman                under a loan agreement between WIKA, the Fostered
          antara WIKA, Mitra Binaan dan Rekanan Mitra Binaan                     Partner, and their Partners, with conditions determined
          dengan kondisi yang ditetapkan oleh WIKA.                              by WIKA.

       Realisasi penyaluran dana program PUMK pada tahun 2025          The actual disbursement of PUMK program funds in 2025
       mencapai Rp6.000.000.000,- atau setara dengan 300% dari         reached Rp6,000,000,000, or equivalent to 300% of the
       total anggaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja        total budget stipulated in the 2025 Work Plan and Budget
       dan Anggaran (RKA) tahun 2025 sebesar Rp2.000.000.000,-.        (RKA) of Rp2,000,000,000.

       Selama tahun 2025, penyaluran program PUMK dapat                Throughout 2025, the PUMK program disbursements can be
       dikategorikan berdasarkan sektor usaha serta wilayah            categorized by business sector and distribution area, with
       penyaluran, dengan rincian sebagai berikut:                     the following details:



        Penyaluran Program PUMK dan Jumlah Mitra Binaan Berdasarkan Sektor Usaha Tahun 2025
        Distribution of PUMK Programs and Number of Fostered Partners by Business Sector in 2025


                                                                                             Realisasi 2025
                                                                                            2025 Realization
        Sektor Usaha
        Business Sector
                                                                 Jumlah Mitra Binaan                             Nilai (Rp)
                                                              Number of Fostered Partners                        Value (Rp)

        Perdagangan
                                                                            34                                 1.419.000.000,-
        Trade

        Industri
                                                                            14                                  556.000.000,-
        Industry

        Pertanian
                                                                            11                                  407.000.000,-
        Agriculture

        Jasa
                                                                            4                                   124.000.000,-
        Services

        Perternakan
                                                                            1                                   20.000.000,-
        Livestock

        Perkebunan
                                                                            1                                   25.000.000,-
        Plantations

        Lainya
                                                                            17                                  581.000.000,-
        Others




        Penyaluran Program PUMK dan Jumlah Mitra Binaan Berdasarkan Wilayah Penyaluran Tahun 2025
        Distribution of PUMK Programs and Number of Fostered Partners Based on Distribution Areas in 2025


                                                                                             Realisasi 2025
                                                                                            2025 Realization
        Wilayah
        Area
                                                                 Jumlah Mitra Binaan                              Nilai (Rp)
                                                              Number of Fostered Partners                         Value (Rp)

        Penyaluran Langsung
                                                                            0                                         0       
        Direct Distribution

        Penyaluran melalui BRI
                                                                            82                                 3.132.000.000,-
        Distribution through BRI




266 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 267
TANGGUNG JAWAB PENGEMBANGAN                                     RESPONSIBILITY FOR THE DEVELOPMENT
PRODUK DAN/ATAU JASA                                            OF SUSTAINABLE PRODUCTS AND/OR
KEBERLANJUTAN                                                   SERVICES

INOVASI DAN PENGEMBANGAN PRODUK/JASA                            INNOVATION AND DEVELOPMENT OF
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN [OJK F.26, IF-EN-                     SUSTAINABLE CONSTRUCTION PRODUCTS/
410b.1, IF-EN-410b.2, IF-EN-410b.3]                             SERVICES [OJK F.26, IF-EN-410b.1, IF-EN-410b.2, IF-EN-410b.3]

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan               As part of its commitment to sustainable development,
berkelanjutan, WIKA bersama entitas anak perusahaannya          WIKA, together with its subsidiaries, consistently introduces
secara konsisten menghadirkan inovasi yang mendukung            innovations that support energy efficiency, carbon emission
efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, serta penguatan     reduction, and the strengthening of local industries. Various
industri lokal. Beragam produk, layanan, dan proyek telah       products, services, and projects have been designed to
dirancang untuk menjawab tantangan lingkungan global serta      address global environmental challenges while promoting
mendorong adopsi teknologi ramah lingkungan di berbagai         the adoption of environmentally friendly technologies
sektor. Dari inovasi material konstruksi hingga sistem energi   across multiple sectors. From innovations in construction
terbarukan, WIKA Group terus berkontribusi pada pencapaian      materials to renewable energy systems, WIKA Group
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.           continues to contribute to the achievement of the Sustainable
Namun demikian, tidak terdapat proyek yang berkaitan            Development Goals (SDGs) in Indonesia. Nevertheless, there
dengan hidrokarbon. Berikut ini adalah kontribusi berbagai      are no projects related to hydrocarbons. The following outlines
WIKA dan unit usaha WIKA Group dalam mendukung transisi         the contributions of WIKA and its business units within WIKA
menuju keberlanjutan:                                           Group in supporting the transition toward sustainability:

Inovasi Digital untuk Efisiensi dan Tata Kelola                 Digital Innovation for Efficiency and Governance

Sistem eProc (WISE-Wika Integrated Smart e-Proc) kini           The eProc system (WISE – WIKA Integrated Smart e-Proc)
telah mengakomodasi seluruh jenis pengadaan, mencakup           now accommodates all types of procurement, covering all
semua tipe proyek (JO dan Non-JO), serta kebutuhan Non-         project categories (JO and Non-JO) as well as non-project
Proyek. Semua proses, dari perencanaan hingga pelaksanaan,      requirements. All processes, from planning to execution,
sepenuhnya terdigitalisasi, menjamin transparansi dan           are fully digitized, ensuring transparency and accountability.
akuntabilitas. Inisiatif ini diperkuat dengan Integrasi penuh   This initiative is further strengthened through full integration
antara Vendor Management System (VMS) dengan WISE/              between Vendor Management System (VMS) and WISE/
eProc, menciptakan ekosistem pengadaan terpadu.                 eProc, creating an integrated procurement ecosystem.

Selanjutnya, dalam rangka meningkatkan sinergi dan efisiensi    Furthermore, to enhance synergy and efficiency across all
di seluruh entitas grup, WIKA telah menginisiasi adopsi serta   group entities, WIKA has initiated the adoption and integration
integrasi sistem WISE dan VMS pada seluruh anak perusahaan      of WISE and VMS systems across all subsidiaries within WIKA
dalam WIKA Group. Inisiatif ini merupakan bagian penting        Group. This initiative forms an important part of implementing
dari penerapan tata kelola terintegrasi yang bertujuan          integrated governance aimed at standardizing business
untuk menyeragamkan proses bisnis serta mengoptimalkan          processes and optimizing the shared use of resources.
pemanfaatan sumber daya bersama.

Sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif tersebut, aplikasi   To support this initiative, the e-Catalog application, which
e-Catalog yang berfungsi sebagai basis data sumber daya         functions as a resource database, has now been optimally
kini telah dimanfaatkan secara optimal oleh anak perusahaan.    utilized by subsidiaries. In addition, to strengthen analytical
Selain itu, untuk memperkuat kapabilitas analitik, Perseroan    capabilities, the Company has developed additional features
mengembangkan fitur tambahan berupa database vendor             in the form of a vendor database that enables comprehensive
yang memungkinkan analisis dan pemetaan profil vendor           vendor profile analysis and mapping within a single platform,
secara menyeluruh dalam satu platform, sehingga mendukung       thereby supporting faster, more accurate, and data-driven
pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan             decision-making.
berbasis data.




                                                                                                        PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   267
Page 268
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       Penguatan Aspek ESG dalam Rantai Pasok                                        Strengthening ESG Aspects in the Supply Chain

       Perseroan telah mengintegrasikan Kebijakan ESG melalui                        The Company has integrated ESG Policy requirements
       penambahan persyaratan dokumen serta pernyataan                               through the addition of documentation requirements and ESG
       komitmen ESG pada platform registrasi VMS. Langkah ini                        commitment statements on the VMS registration platform.
       bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh mitra vendor                         This step aims to ensure that all vendor partners understand
       memahami dan berkomitmen terhadap penerapan standar                           and commit to implementing WIKA’s sustainability standards
       keberlanjutan WIKA sejak tahap awal pendaftaran.                              from the initial registration stage.

       Penguatan tata kelola juga diwujudkan melalui pelaksanaan                     Governance strengthening is also demonstrated through
       Audit Internal Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)                         the implementation of Internal Audits of Anti-Bribery
       di Divisi SCM, yang mencerminkan komitmen Perseroan                           Management System (SMAP) within the SCM Division,
       terhadap kepatuhan dan integritas dalam proses pengadaan.                     reflecting the Company’s commitment to compliance and
       Sejalan dengan prinsip perbaikan berkelanjutan, Divisi SCM                    integrity in procurement processes. In line with the principle
       telah melakukan pembaruan prosedur SCM sebanyak tiga                          of continuous improvement, the SCM Division has updated
       kali guna menjaga relevansi, kepatuhan terhadap ketentuan,                    SCM procedures three times to maintain relevance, regulatory
       serta efektivitas operasional.                                                compliance, and operational effectiveness.

       Selain itu, pelaksanaan evaluasi CQSMS (Contractor & Quality                  In addition, the implementation of CQSMS (Contractor &
       Safety Management System) terus ditingkatkan, dengan                          Quality Safety Management System) evaluations continues
       penekanan pada proses evaluasi registrasi vendor, sehingga                    to be enhanced, with emphasis on the vendor registration
       hanya mitra kerja yang memenuhi standar kualitas dan                          evaluation process. This ensures that only partners meeting
       keselamatan tertinggi yang dapat menjadi bagian dari rantai                   the highest quality and safety standards become part of
       pasok WIKA.                                                                   WIKA supply chain.


        Proyek Infrastruktur Berkelanjutan
        Sustainable Infrastructure Projects

        Nama Proyek                  Tujuan Pembangunan Proyek                    Durasi Proyek          Nilai Proyek
        Project Name                Project Development Objective                                                                    Owner
                                                                                  Project Duration       Project Value

        BIDANG INFRASTRUKTUR 1
        INFRASTRUCTURE 1 DIVISION

                                                                                                                           PPK Sanitasi II, Satuan
                                                                                                                           Kerja Pelaksanaan Cipta
                                                                                                                           Karya Wilayah II Jakarta
                                                                                                                           Metropolitan,          Balai
                                                                                                                           Penataan         Bangunan,
                                                                                                                           Prasarana dan Kawasan
                                                                                                                           Jakarta       Metropolitan,
                                                                                                                           Directorate General of
        Paket 1 Sistem                                                                                                     Human          Settlements,
                            Untuk meningkatkan kualitas lingkungan                                                         Ministry of Public Works
        Pembuangan
                            perairan dan akses sanitasi di DKI Jakarta serta     April 2023 -        Rp3.232.508.152.940   Directorate General of
        Limbah Jakarta
                            mendukung program NCICD                              Oktober 2027        (Exclude PPN 11%)     Human          Settlements,
        Jakarta
                            To improve the quality of aquatic environment        April 2023 -        Rp3,232,508,152,940   Ministry of Public Works
        Sewerage
                            and access to sanitation in Jakarta and support      October 2027        (Excludes 11% VAT)    Sanitation      PPK       II,
        System
                            the NCICD program                                                                              Jakarta        Metropolitan
        Package 1
                                                                                                                           Region II Public Works
                                                                                                                           Implementation         Work
                                                                                                                           Unit, Jakarta Metropolitan
                                                                                                                           Building,    Infrastructure,
                                                                                                                           and Area Planning Center,
                                                                                                                           Directorate General of
                                                                                                                           Human          Settlements,
                                                                                                                           Ministry of Public Works

                                                                                                                           Direktorat        Jenderal
                                                                                                                           Sumber Daya Air
                            • Suplai Air Irigasi : 6.950 Ha ; Potensi 158 ribu                                             SNVT        Pembangunan
                              Ha                                                                                           Bendungan           BBWS
                            • Air Baku (Kab. Ngawi, Blora, Bojonegoro,                                                     Bengawan Solo
        Bendungan             Tuban) : 1,15 m3/det                               September 2023 -    Rp730.023.438.536     PPK         Pembangunan
        Karangnongko        • PLTMH : 1 MWatt                                    Desember 2026       (Incl. PPN)           Bendungan II
        Karangnongko        • Irrigation Water Supply: 6,950 Ha; Potential:      September 2023 -    Rp730,023,438,536     Directorate General of
        Dam                   158,000 Ha                                         December 2026       (Incl. VAT)           Water Resources
                            • Raw Water (Ngawi, Blora, Bojonegoro, Tuban
                                                                                                                           SNVT, Bengawan Solo
                              Regencies): 1.15 m3/sec
                            • Micro Hydro Power Plant: 1 MW                                                                Dam Development Center
                                                                                                                           PPK, Dam II Development




268 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 269
Proyek Infrastruktur Berkelanjutan
Sustainable Infrastructure Projects

Nama Proyek                Tujuan Pembangunan Proyek                     Durasi Proyek               Nilai Proyek
Project Name              Project Development Objective                                                                             Owner
                                                                         Project Duration            Project Value

                  • Tersedianya suplai air baku secara kontinyu
                    untuk kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat        (Desember        2017
                    Wilayah Kota Medan                                 -         Desember
                  • Pengendalian Banjir Kota Medan                     2025)     akan      di
                  • Untuk menambah suplai listrik sebesar 2.8 MW       perpanjang sampai
Bendungan         • Mendukung perkembangan Pariwisata di               dengan April 2026                                  Kementerian PU, Direktorat
Lausimeme           Kabupaten Deli Serdang                             (Dalam          tahap                              Jenderal Sumber Daya Air,
Paket 1 Kab.      • Kesempatan untuk pengembangan perikanan            perizinan MYC di         Rop886.819.685.000        Balai Besar Wilayah Sungai
Deli Serdang        darat bagi masyarakat dihilir waduk.               Kementerian)             (Inc. PPn)                Sumatera II
(MYC)             • Availability of a continuous supply of raw         (December 2017           Rup886,819,685,000        Ministry of Public Works,
Lausimeme           water for the daily needs of Medan City            -         December       (Inc. VAT)                Directorate General of
Dam, Package        community                                          2025)      will    be
                  • Flood Control in Medan City                                                                           Water Resources, Sumatra
1, Deli Serdang                                                        extended until April
                  • To increase the electricity supply by 2.8 MW                                                          II River Basin Center
Regency (MYC                                                           2026       (currently
                  • Support tourism development in Deli Serdang
                    Regency                                            undergoing MYC
                  • Opportunities      for      inland     fisheries   licensing at the
                    development for communities downstream             Ministry)
                    of the reservoir.

                  • Modernisasi struktur saluran irigasi dan
                    mengalirkan air kembali yang berada pada
                    sistem jaringan irigasi
                  • Menghidupkan kembali saluran sekunder                                                                 Kementerian PU, Balai
                    Rentang yang sudah lebih dari 20 tahun tidak                                                          Besar    Wilayah     Sungai
                    berfungsi dan menormalisasi saluran drainase                                                          Cimanuk - Cisanggarung,
                    pembuang                                                                                              SNVT     PJPA     Cimanuk
Irigasi Rentang   • Meningkatkan kapasitas dan kecukupan                                                                  Cisanggarung,       Pejabat
Package LSS-        kebutuhan air untuk pertanian sehingga             Februari 2023 –          Rp501.632.017.756 (Exc.   Pembuat Komitmen Irigasi
07                  produksi dan hasil pertanian meningkat di          Januari 2026             PPN)                      dan Rawa VI
R e n t a n g       daerah Indramayu                                                                                      Ministry of Public Works,
                                                                       February 2023 –          Rp501,632,017,756 (Exc.
                  • Modernization of irrigation canal structures                                                          Cimanuk-Cisanggarung
Irrigation LSS-                                                        January 2026             VAT)
                    and re-channeling of water within the                                                                 River    Basin      Center,
07 Package          irrigation network system.
                                                                                                                          SNVT PJPA Cimanuk-
                  • Reactivation of Rentang secondary canal,
                    which has been inactive for over 20 years, and                                                        Cisanggarung,     Irrigation
                    normalization of drainage channels.                                                                   and Swamp Commitment
                  • Increase the capacity and adequacy of water                                                           Making Officer VI
                    needs for agriculture, thereby increasing
                    agricultural production and yields in
                    Indramayu area.

                                                                                                                          Kementrian               PU,
                                                                                                                          Direktorat Sumber Daya
                  • Reduksi banjir di Kabupaten Karawang dan                                                              Air, Balai Besar Wilayah
                    Bekasi sebesar 59,33%                                                                                 Sungai Citarum, SNVT
                  • Penyediaan Air baku di Kabupaten Bogor                                                                Pembangunan Bendungan
                    sebesar 0,71 m3/detik                                                                                 II BBWS Citarum, PPK
                  • Suplai air untuk Irigasi sebesar 2.047 Hektare                                                        Bendungan Cijurey II
                                                                       Agustus 2023         -   Rp1.149.248.545.592,-     Ministry     of       Public
Bendungan         • Penyediaan listrik PLTMH 2x0,5 MWatt               Oktober 2028             (Incl. PPN)               Works,          Directorate
Cijurey           • Reduction of flooding in Karawang and Bekasi
                                                                       August 2023          -   Rp1,149,248,545,592       of    Water     Resources,
Cijurey Dam         Regencies by 59.33%.
                  • Provision of raw water in Bogor Regency by         October 2028             (Incl. VAT)               Citarum     River      Basin
                    0.71 m3/second.                                                                                       Center, SNVT for Dam
                  • Water supply for irrigation of 2,047 hectares.                                                        II Construction, Citarum
                  • Provision of electricity from 2 x 0.5 MW                                                              River Basin Management
                    micro-hydro power plants.                                                                             Agency, Cijurey II Dam
                                                                                                                          Development        Planning
                                                                                                                          Agency




                                                                                                                           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   269
Page 270
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




        Proyek Infrastruktur Berkelanjutan
        Sustainable Infrastructure Projects

        Nama Proyek                  Tujuan Pembangunan Proyek                     Durasi Proyek          Nilai Proyek
        Project Name                Project Development Objective                                                                    Owner
                                                                                   Project Duration       Project Value

        BIDANG INFRASTRUKTUR 2 & BANGUNAN
        INFRASTRUCTURE 2 & BUILDING DIVISION

                            Menyediakan pelayanan jaringan perpipaan air
                            limbah domestik di KIPP IKN. Tujuan dari kegiatan
                            ini adalah memenuhi Key Performance Indicator
                            (KPI) pembangunan KIPP IKN yaitu 100% air
                            limbah akan diolah melalui sistem pengolahan
                            pada tahun 2035 serta 100% konektivitas digital
                            dan ICT untuk semua penduduk dan bisnis.
                            Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk
                            melindungi lingkungan dengan menyediakan
                            sarana dan prasarana pengolahan air limbah
                            yang dihasilkan dari kegiatan perkotaan di
                            KIPP sesuai dengan baku mutu air limbah                                                        Satker         Pelaksanaan
                            yang berlaku berdasarkan Peraturan Menteri                                                     Prasarana      Permukiman
                            Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.68/2016                                                    Wilayah Ii Kaltim, Dirjen
                                                                                  15 November 2023                         Cipta Karya, Kementerian
        Jaringan IPAL 1     dan sasaran yang ditetapkan terkait visi IKN dan      - 17 November       Rp435.459.441.000
                            visi pengembangan KIPP-IKN.                                                                    Pekerjaan Umum
        & 3 KIPP IKN                                                              2025                (Include PPN 11%)
                            Providing domestic wastewater piping network                                                   Settlement Infrastructure
        IPAL 1 & 3 KIPP                                                           November      15,   Rp435,459,441,000
                            services in KIPP IKN. The purpose of this activity                                             Implementation Work Unit,
        IKN Network                                                               2023 - November     (Includes 11% VAT)
                            is to fulfill the Key Performance Indicator (KPI)                                              Region II, East Kalimantan,
                                                                                  17, 2025
                            for the development of KIPP IKN, namely 100%                                                   Directorate General of
                            of wastewater will be processed through a                                                      Human         Settlements,
                            treatment system by 2035 and 100% digital                                                      Ministry of Public Works
                            and ICT connectivity for all residents and
                            businesses. In addition, this activity also aims to
                            protect the environment by providing facilities
                            and infrastructure for processing wastewater
                            generated from urban activities in KIPP in
                            accordance with applicable wastewater quality
                            standards based on the Regulation of the
                            Minister of Environment and Forestry No. P.68
                            / 2016 and the targets set regarding IKN vision
                            and KIPP-IKN development vision.

                            • Menjamin ketersediaan air minum yang andal
                              untuk IKN, khususnya Kawasan Inti Pusat
                              Pemerintahan (KIPP), melalui pengaliran air
                              minum dari IPA Sepaku Semoi ke IPA Sepaku
                              sebagai satu sistem SPAM yang terintegrasi.
                            • Memenuhi kebutuhan air minum sesuai kriteria
                              4K (Kualitas, Kuantitas, Kontinuitas, dan
                              Keterjangkauan) guna mendukung aktivitas
                              penduduk dan fungsi pemerintahan di KIPP IKN.
                            • Meningkatkan keandalan sistem penyediaan air
                              minum, dengan menyediakan suplai (backup)
                              dari IPA Sepaku Semoi untuk melapisi kapasitas
                              IPA Sepaku, sehingga pelayanan air tetap
                              terjaga saat kondisi darurat atau pemeliharaan.
                            • Mendukung        target    pembangunan        IKN                                            Pelaksanaan     Prasarana
                              berkelanjutan, dengan sistem air minum                                                       Permukiman Wilayah II
                              terintegrasi yang memperhatikan aspek sosial,                                                Kalimantan Timur, Dirjen
        Jaringan              ekonomi, dan lingkungan sesuai KPI IKN menuju                                                Cipta Karya, Kementerian
        Interkoneksi          tahun 2045.                                         25 Juli 2024 - 31   Rp445.470.972.000    Pekerjaan Umum
        IPA Sepaku          • Ensure reliable drinking water availability for     Desember 2025       (Incd. PPN)          Implementation          of
        IPA Sepaku            IKN, particularly the Core Government Center                                                 Settlement Infrastructure
                                                                                  July 25, 2024 -     Rp445,470,972,000
                              Area (KIPP), by channeling drinking water from                                               for    Region   II,   East
        Interconnection                                                           December 31, 2025   (Inc. VAT)
                              Sepaku Semoi Water Treatment Plant (TPA) to
        Network                                                                                                            Kalimantan,    Directorate
                              Sepaku Water Treatment Plant (TPA) as part of
                              an integrated SPAM system.                                                                   General     of      Human
                            • Meet drinking water needs according to the                                                   Settlements, Ministry of
                              4K criteria (Quality, Quantity, Continuity, and                                              Public Works
                              Affordability) to support resident activities and
                              government functions in IKN KIPP.
                            • Improve the reliability of drinking water
                              supply system by providing a backup supply
                              from Sepaku Semoi Water Treatment Plant
                              to supplement the capacity of Sepaku
                              Water Treatment Plant, ensuring water
                              service is maintained during emergencies or
                              maintenance.
                            • Supporting the sustainable development target
                              of the new capital city (IKN), with an integrated
                              drinking water system that considers social,
                              economic, and environmental aspects in
                              accordance with IKN's KPI towards 2045.




270 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 271
Proyek Infrastruktur Berkelanjutan
Sustainable Infrastructure Projects

Nama Proyek                 Tujuan Pembangunan Proyek                      Durasi Proyek             Nilai Proyek
Project Name               Project Development Objective                                                                           Owner
                                                                           Project Duration          Project Value

                   Pengendalian banjir Sungai Jenelata, mengairi D.I
                   Bili-bili, Bissua, dan Kampili, penyediaan air baku
                   untuk Kota Makassar dan kebutuhan industri
                   Takalar, potensi pembangkit listrik tenaga air
                   7 MW dan pengembangan daerah pariwisata,
                   maka Manfaat yang bisa diharapkan adalah:
                   • Menaikan cadangan air 223.6 juta m3
                   • Peningkatan luas tanam menjadi 26.773 ha,
                      meliputi D.I Bili-bili (2.400 Ha), D.I Bissua
                      (13.916 Ha), dan D.I Kampili (10.457 Ha)
                   • Peningkatan penyediaan air baku kota
                      Makassar dan Takalar sebesar 6,05 m3 per detik                                                     BBWS          Pompengan
                   • Peningkatan intensitas tanam dari 100%                                                              Jeneberang, Dirjen SDA
Pembangunan           menjadi 300% (padi - padi – palawija).                                                             Kementerian     Pekerjaan
                   • Peningkatan taraf hidup masyarakat.                 16 Oktober 2023 -                               Umum
Bendungan
                   Flood control of Jenelata River, irrigation of        17 Juni 2028           Rp4.151.961.418.652      BBWS          Pompengan
Jenelata
                   Bili-bili, Bissua, and Kampili Special Regions,       October 16, 2023 -     Rp4,151,961,418,652      Jeneberang,      Director
Jenelata Dam
                   provision of raw water for Makassar City and          June 17, 2028                                   General      of    Water
Construction
                   Takalar's industrial needs, potential for a 7 MW                                                      Resources, Ministry of
                   hydroelectric power plant, and development of                                                         Public Works
                   tourism areas. The expected benefits are:
                   • Increased water reserves by 223.6 million m3
                   • Increased planted area to 26,773 ha, including
                      Bili-bili Special Region (2,400 ha), Bissua
                      Special Region (13,916 ha), and Kampili
                      Special Region (10,457 ha).
                   • Increased raw water supply for the cities of
                      Makassar and Takalar by 6.05 m3 per second.
                   • Increased cropping intensity from 100% to
                      300% (rice, rice, and secondary crops).
                   • Improved community living standards.

Pembangunan
                                                                                                                         Satuan Kerja Pelaksanaan
Jalan       Tol
                                                                                                                         Pembangunan       IKN    2,
IKN       Seksi    • Mendukung dan meningkatkan konektivitas                                                             Balai Besar Pelaksanaan
1B      Segmen       wilayah Kalimantan Timur. Khususnya dari dan                                                        Jalan Nasional Kalimantan
B a n d a r a        menuju Kawasan Ibu Kota Negara Nusantara.                                                           Timur, Dirjen Bina Marga,
Sepinggan - Tol    • Menghubungkan          Bandara      Sepinggan       01 November 2024       Rp3.748.844.064.000,-    Kementerian PUPR
Balsam               Balikpapan Timur dengan ruas jalan Tol              – 26 Maret 2026        (Inc. PPN 11%)           IKN     2     Development
Construction         menuju Ibu Kota Negara Nusantara.
                                                                         November 1, 2024       Rp3,748,844,064,000      Implementation Work Unit,
of    IKN   Toll   • Support and improve connectivity in East
                                                                         – March 26, 2026       (Inc. 11% VAT)           East Kalimantan National
Road Section         Kalimantan, particularly to and from the
                                                                                                                         Road       Implementation
1B, Sepinggan        Indonesian Capital Region.
                   • Connect Sepinggan Airport in East Balikpapan                                                        Center,         Directorate
A i r p o r t
                     with the toll road to the Indonesian Capital.                                                       General    of    Highways,
Segment       -
                                                                                                                         Ministry of Public Works
Balsam      Toll
                                                                                                                         and Public Housing
Road

                   • Suplai Air Baku 700 liter/detik untuk 403.200
                     orang (±100.800 KK), untuk suplai Kabupaten
                     Kupang, khususnya Kecamatan Kupang
                     Tengah (47% kebutuhan terpenuhi, yaitu
                     untuk Desa Mata Air, Noelbaki, Oebelo, Penfui
                     Timur, Tanah Merah dan Tarus), untuk suplai
                     Kota Kupang (31% kebutuhan terpenuhi)
                   • Irigasi Premium ±652 Ha (1 Tahun : 3 kali panen)
                   • Pengendalian Banjir 125,21 m3/detik, persentase                                                     Kementerian      Pekerjaan
                     reduksi 32,22% di kota dan Kab. Kupang                                                              Umum Direktorat Jenderal
                   • Sebagai PLTMH dengan potensi listrik 0,125                                                          Sumber Daya Air, Balai
                     Mw dan debit PLTMH 0,40 M3/detik untuk                                                              Besar    Wilayah   Sungai
Pembangunan          Kota dan Kab. Kupang                                                                                Nusa Tenggara Ii, Snvt
                                                                         15 Januari 2019 - 31   Rp1.061.071.520.000,00   Pembangunan Bendungan I
Bendungan          • Raw water supply of 700 liters/second for           Desember 2026          (inc. PPN)               Ministry of Public Works,
Manikin              403,200 people (approximately 100,800
                                                                         January 15, 2019 -     Rp1,061,071,520,000.00   Directorate General of
Construction of      households), to supply Kupang Regency,
                     particularly Kupang Tengah District (47% of         December 31, 2026      (inc. VAT)               Water Resources, Nusa
Manikin Dam
                     the need met, namely for the villages of Mata                                                       Tenggara II River Basin
                     Air, Noelbaki, Oebelo, Penfui Timur, Tanah                                                          Center, Dam Construction
                     Merah, and Tarus), and to supply Kupang City                                                        SNVT I
                     (31% of the need met).
                   • Premium irrigation covering approximately
                     652 hectares (1 year: 3 harvests).
                   • Flood control of 125.21 m3/second, with a 32.22%
                     reduction in the city and Kupang Regency.
                   • As a micro-hydro power plant with an
                     electricity potential of 0.125 MW and a micro-
                     hydro power plant discharge of 0.40 M3/
                     second for Kupang City and Regency




                                                                                                                          PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   271
Page 272
                                 Kinerja Keberlanjutan
                                 Sustainability Performance




        Proyek Infrastruktur Berkelanjutan
        Sustainable Infrastructure Projects

        Nama Proyek                        Tujuan Pembangunan Proyek                  Durasi Proyek            Nilai Proyek
        Project Name                      Project Development Objective                                                                   Owner
                                                                                      Project Duration          Project Value

                                  •   Mendukung dan Meningkatkan pelayanan
                                      kesehatan Ibu dan Anak RS Persahabatan
                                  •   Pembangunan bertujuan untuk Sustainable
                                      Development Goals (SDGs) 2030 untuk
                                      menurunkan rasio kematian ibu (AKI)
                                      menjadi kurang dari 70 per 100 ribu
                                      kelahiran, mengakhiri kematian yang dapat     30      November
        RS                                                                          2024 - 22 Juli 2024
        Persahabatan                  dicegah pada bayi baru lahir dan balita.                             Rp449.873.290.579     Kementerian Kesehatan
                                  •   Supporting and improving maternal and         November         30,
        Pe r s a h a b a t a n                                                                             Rp449,873,290,579     Ministry of Health
                                      child health services at Persahabatan         2024 - July 22,
        Hopsital                      Hospital                                      2024
                                  •   Development aims to achieve the 2030
                                      Sustainable Development Goals (SDGs) to
                                      reduce the maternal mortality ratio (MMR)
                                      to less than 70 per 100,000 live births and
                                      end preventable deaths in newborns and
                                      toddlers.

        DIVISI EPCC
        EPCC DIVISION

                                  •   Sebagai alternatif untuk       mengurangi
                                      volume sampah ke TPA
                                  •   Mendukung ekonomi sirkular dengan
                                      mengolah sampah menjadi sumber daya
                                      bernilai tambah
                                  •   Meningkatkan sistem pengelolaan sampah                                                     Dinas Lingkungan Hidup
                                      di Provinsi Jakarta                                                                        Prov. DKI Jakarta, Unit
        Pabrik RDF                •   Mendukung kebijakan nasional dan daerah,      Maret  2024   -        Rp1.284.554.975.462   Pengelolaan      sampah
        Rorotan                       yaitu pengurangan sampah, net zero            November 2025          (Include PPN)         Terpadu
                                      emission, serta kebijakan Waste to Energi.                                                 Jakarta        Provincial
        RDF        Plant                                                            March  2024   -        Rp1,284,554,975,462
                                  •   s an alternative to reducing the volume of
        Rorotan                                                                     November 2025          (Including VAT)       Environmental   Agency,
                                      waste going to landfills
                                  •   Supporting a circular economy by processing                                                Integrated        Waste
                                      waste into value-added resources                                                           Management Unit
                                  •   Improving the waste management system
                                      in Jakarta Province
                                  •   Supporting national and regional policies,
                                      namely waste reduction, net zero emissions,
                                      and Waste to Energy policies.




272 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 273
Departemen Strategic Project Management                         Strategic Project Management Department

Departemen Strategic Project Manajemen sebagai salah satu       Strategic Project Management Department, as one of
pusat inovasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk melalui program     the innovation centers of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk,
kerja tahunan yang dilaksanakan turut berpartisipasi dalam      contributes to supporting the implementation of Environment,
mendukung implementasi bisnis berbasis Environment, Social      Social, and Governance (ESG)-based business practices within
dan Governance dilingkungan perseroan. Terdapat dua program     the Company through its annual work programs. Two work
kerja yang berkontribusi pada upaya-upaya Implementasi ESG,     programs contribute to ESG implementation efforts, namely
yaitu Implementasi platform Manpower Monitoring Centre          Manpower Monitoring Centre platform and Optimization
dan Implementasi platform Optimization Technology.              Technology platform.

Tujuan utama platform Manpower Monitoring Centre atau           The primary objective of the Manpower Monitoring Centre
MMC yaitu sebagai sarana untuk mengelola tenaga kerja           (MMC) platform is to manage workforce activities through
melalui absensi dan logging jam kerja harian. Namun, konsep     attendance tracking and daily working-hour logging. However,
sederhana tersebut memiliki implikasi tambahkan yang            this simple concept carries additional implications that
berkontribusi terhadap upaya Implementasi ESG perseroan,        contribute to the Company’s ESG implementation efforts,
yaitu fatigue management serta logging pemakaian energi         namely fatigue management and logging of energy and
dan air.                                                        water usage.

Fitur fatigue management pada platform MMC bermanfaat           The fatigue management feature on MMC platform helps
untuk menjaga jam kerja pekerja agar sesuai dengan peraturan    ensure that workers’ working hours comply with applicable
yang berlaku sehingga pekerja memiliki waktu istirahat yang     regulations so that workers have adequate rest time. Proper
cukup. Pengelolaan jam kerja dan waktu istirahat yang cukup     management of working hours and sufficient rest time is
sangat penting dalam menjaga produktivitas dan keselamatan      essential to maintaining worker productivity and safety. The
pekerja. Adanya fitur fatigue management ini juga dapat         fatigue management feature can also serve as a tool to prevent
menjadi alat yang dapat mencegah terjadinya praktik             labor exploitation practices caused by excessive working hours.
ekploitasi tenaga kerja dengan jam kerja yang berlebihan.       In addition to fatigue management, the platform also includes
Selain adanya fitur fatigue management, terdapat pula fitur     features for logging energy and water usage. These features
logging pemakaian energi dan air. Adapun fitur tersebut         are calculated using a mathematical approach based on the
dihitung dengan pendekatan matematis dari jumlah pekerja        number of workers present each day relative to the standard
yang bekerja tiap harinya terhadap standar pemakaian air dan    per capita consumption of water and electricity.
listrik per kapita.

Program kerja kedua yang berkontribusi terhadap upaya           The second work program contributing to the Company’s ESG
Implementasi ESG Perseroan adalah Optimization Technology       implementation efforts is Optimization Technology, known as
atau yang dikenal sebagai OPIT. Platform OPIT merupakan         OPIT. The OPIT platform assists engineers in optimizing cutting
platform yang membantu engineer untuk melakukan optimisasi      patterns for one-dimensional materials such as reinforcing
pola potong benda satu dimensi seperti reinforce bar (rebar)    bars (rebar) or pipes. Rebar or pipes are generally available
atau pipa. Rebar atau pipa umumnya tersedia dengan panjang      in standard lengths from manufacturers and are then cut or
standar dari pabrikan. Rebar atau pipa tersebut kemudian akan   connected according to design requirements.
dipotong atau disambung sesuai dengan desain.

Secara praktis, terdapat ribuan kombinasi jumlah potong         In practice, there can be thousands of cutting pattern
pada proyek yang sangat sulit dilakukan secara optimal          combinations within a project, which are extremely difficult
tanpa bantuan program komputer. Kehadiran platform              to optimize without the assistance of computer programs.
inilah yang membantu engineer untuk menyusun kombinasi          The OPIT platform helps engineers determine optimal cutting
pola potong optimal benda satu dimensi sehingga proyek          pattern combinations for one-dimensional materials so that
dapat meminimalisir timbulnya limbah potong yang tidak          projects can minimize inefficient cutting waste. Reducing
efisien. Minimnya limba potong tidak hanya berimplikasi pada    cutting waste not only lowers the volume of construction
penurunan jumlah limbah konstruksi, namun juga menurunkan       waste but also decreases the procurement of rebar and
jumlah pengadaan rebar dan pipa yang merupakan salah satu       pipes, which are among the products with relatively high
produk yang memiliki jejak karbon yang tinggi.                  carbon footprints.




                                                                                                       PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   273
Page 274
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       Inovasi Material dan Proses Produksi Berkelanjutan                  Innovation in Sustainable Materials and Production
       di WIKA Beton                                                       Processes at WIKA Beton

       WIKA Beton secara konsisten mendukung prinsip                       WIKA Beton consistently supports the principles of
       pembangunan berkelanjutan melalui berbagai inovasi dalam            sustainable development through various innovations
       material, proses, produk, operasional, dan pengembangan             in materials, processes, products, operations, and
       teknologi. Dalam aspek material, WIKA Beton memanfaatkan            technological development. In terms of materials, WIKA
       bahan alternatif seperti fly ash, GGBFS (Ground Granulated          Beton utilizes alternative materials such as fly ash, GGBFS
       Blast Furnace Slag), abu batu, dan silica fume. Material-material   (Ground Granulated Blast Furnace Slag), stone dust, and
       tersebut mampu mengurangi penggunaan semen dalam                    silica fume. These materials help reduce the use of cement
       campuran beton dengan memanfaatkan limbah industri,                 in concrete mixtures by utilizing industrial by-products,
       sehingga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan            thereby contributing to reduced carbon emissions and waste
       limbah yang dihasilkan. Pemanfaatan bahan ini juga sejalan          generation. The use of these materials also aligns with the
       dengan strategi ekonomi sirkular yang bertujuan untuk               circular economy strategy aimed at maximizing the value of
       memaksimalkan nilai dari sumber daya yang ada.                      available resources.

       Pada proses produksi, WIKA Beton menerapkan metode                  In the production process, WIKA Beton applies methods
       yang mendukung efisiensi energi dan pengurangan limbah,             that support energy efficiency and waste reduction, such
       seperti curing produk tanpa menggunakan steam dan                   as curing products without using steam and implementing
       implementasi konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Selain itu,        the 3R concept (Reduce, Reuse, Recycle). In addition, WIKA
       sistem operasional WIKA Beton dilengkapi dengan teknologi           Beton’s operational system is equipped with dust filtration
       filtrasi debu seperti dust collector untuk menjaga kebersihan       technology such as dust collectors to maintain air quality
       udara di lingkungan kerja. Pengelolaan Instalasi Pengolahan         within the working environment. Wastewater Treatment Plant
       Air Limbah (IPAL) juga dilakukan secara terpadu sesuai              (WWTP) management is also carried out in an integrated
       dokumen UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup                 manner in accordance with the UKL-UPL (Environmental
       dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup), yang merupakan              Management Efforts and Environmental Monitoring Efforts)
       kewajiban bagi perusahaan untuk memantau dan mengelola              documents, which are mandatory for companies to monitor
       dampak lingkungan dari kegiatan produksinya. Pengelolaan            and manage the environmental impacts of their production
       limbah cair dilakukan untuk memastikan bahwa limbah yang            activities. Wastewater management ensures that generated
       dihasilkan tidak mencemari lingkungan, sekaligus memenuhi           waste does not pollute the environment while complying
       standar lingkungan yang ditetapkan pemerintah. Selain itu,          with government environmental standards. Furthermore, the
       pemasangan solar cell pada fasilitas produksi menunjukkan           installation of solar cells at production facilities demonstrates
       langkah proaktif WIKA Beton dalam mengintegrasikan sumber           WIKA Beton’s proactive efforts to integrate renewable energy
       energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada              sources in order to reduce dependence on fossil energy.
       energi fosil.

       WIKA Beton juga menghadirkan berbagai produk inovatif               WIKA Beton also offers a range of innovative products that
       yang mendukung infrastruktur berkelanjutan. Produk seperti          support sustainable infrastructure. Products such as Sumur
       Sumur Resapan, Aquapond, Sabodam Modular, U-Ditch, dan              Resapan, Aquapond, Sabodam Modular, U-Ditch, and Box
       Box Culvert yang dirancang untuk mendukung pengendalian             Culvert are designed to support flood control and wastewater
       banjir dan manajemen air limbah. Selain itu, pengembangan           management. In addition, the development of Self-
       Self-Compacting Concrete (SCC) dan beton porous menjadi             Compacting Concrete (SCC) and porous concrete provides
       solusi praktis yang mendukung kelestarian lingkungan.               practical solutions that support environmental sustainability.

       Sebagai bagian dari inovasi produk berkelanjutan, WIKA              As part of sustainable product innovation, WIKA Beton
       Beton menggunakan jenis semen ramah lingkungan yang                 uses environmentally friendly cement that supports carbon
       mendukung pengurangan emisi karbon. Semen Portland                  emission reduction. Portland Composite Cement (PCC – SNI
       Komposit (PCC - SNI 7064:2014), yang digunakan untuk beton          7064:2014), which is used for general concrete applications
       umum seperti jalan dan drainase, menghasilkan emisi karbon          such as roads and drainage, produces carbon emissions of




274 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 275
573 kg/ton atau lebih rendah 209 kg/ton dibandingkan OPC           573 kg/ton or 209 kg/ton lower than OPC (Ordinary Portland
(Ordinary Portland Cement) tipe I. Keunggulan produk-produk        Cement) Type I. The advantages of WIKA Beton’s products
WIKA Beton diperkuat dengan tingkat TKDN yang tinggi,              are further strengthened by a high Domestic Component
berkisar dari 89,98% hingga 96,99%, yang mencerminkan              Level (TKDN), ranging from 89.98% to 96.99%, reflecting the
optimalisasi penggunaan bahan baku lokal, mengurangi               optimization of local raw materials, reducing dependence on
ketergantungan pada material impor, serta mendukung                imported materials, and supporting the strengthening of the
penguatan ekonomi nasional.                                        national economy.

Dalam aspek pengembangan, WIKA Beton berfokus pada                 In terms of development, WIKA Beton focuses on innovations
inovasi material baru seperti Beton Geopolimer, yang               in new materials such as Geopolymer Concrete, which uses
menggunakan bahan pengikat alternatif dari limbah industri         alternative binding materials derived from industrial by-
seperti fly ash dan slag. Beton ini memiliki potensi besar dalam   products such as fly ash and slag. This type of concrete has
mengurangi emisi karbon dibandingkan beton konvensional.           significant potential to reduce carbon emissions compared
                                                                   to conventional concrete.

Sebagai wujud nyata komitmen keberlanjutan, di tahun               As a tangible manifestation of its sustainability commitment,
2024, WIKA Beton menjadi produsen beton pertama di                 in 2024 WIKA Beton became the first concrete producer in
Indonesia yang memperoleh Sertifikat Environmental Product         Indonesia to obtain an Environmental Product Declaration
Declaration (EPD) untuk produk unggulannya PC Spun Pile            (EPD) certificate for its flagship product PC Spun Pile (Piles).
(Tiang Pancang)​. EPD adalah deklarasi yang mengungkap             The EPD is a declaration that discloses the environmental
dampak lingkungan produk berdasarkan analisis daur hidup           impact of a product based on Life Cycle Assessment (LCA)
(Life Cycle Assessment/LCA), sesuai standar internasional          analysis, in accordance with international standards ISO 14025
ISO 14025 dan ISO 14040.                                           and ISO 14040.




Melalui sertifikasi EPD ini, WIKA Beton mampu mengungkapkan        Through this EPD certification, WIKA Beton is able to
jejak karbon dan potensi pemanasan global produk Tiang             transparently disclose the carbon footprint and global warming
Pancang secara transparan kepada publik. WIKA Beton terus          potential of its Piling products to the public. WIKA Beton
melakukan perbaikan demi memperkuat langkah kami menuju            continues to make improvements to strengthen its path
net zero emission. Sejauh ini, perbaikan yang dilakukan telah      towards net-zero emissions. To date, these improvements




                                                                                                           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   275
Page 276
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       berkontribusi pada reduksi emisi karbon hingga mencapai            have contributed to a 26.4% reduction in carbon emissions.
       26,4%. Langkah ini memberikan kepercayaan lebih kepada             This step provides greater confidence to customers
       pelanggan yang mengedepankan produk ramah lingkungan               who prioritize environmentally friendly products in their
       dalam proyek konstruksi mereka.                                    construction projects.

       Selain EPD, WIKA Beton juga berhasil meraih Sertifikat             In addition to the EPD, WIKA Beton has also successfully
       Greenship Solution Endorsement (GSE) dengan predikat               achieved the Greenship Solution Endorsement (GSE)
       Platinum, yang menegaskan posisi perusahaan sebagai                Certificate with Platinum status, confirming the company's
       pelopor dalam penyediaan produk beton ramah lingkungan di          position as a pioneer in providing environmentally friendly
       Indonesi​. Di tahun 2024, WIKA Beton Memperoleh pendapatan         concrete products in Indonesia. In 2024, WIKA Beton
       produk yang tersertifikasi EPD dan green product mencapai          generated revenue from EPD-certified and green products
       Rp881,86 miliar atau 15,35% dari total pendapatan penjualan        reaching Rp881.86 billion, or 15.35% of the Company's total
       produk Perseroan.                                                  product sales revenue.




       Melalui pendekatan yang komprehensif, mulai dari pengelolaan       Through a comprehensive approach, from material
       material, efisiensi proses produksi, inovasi produk, hingga        management and production process efficiency to product
       pengembangan teknologi baru, WIKA Beton secara aktif               innovation and new technology development, WIKA Beton
       mendukung target pembangunan berkelanjutan di tingkat              actively supports national sustainable development targets.
       nasional. Dengan inovasi ini, WIKA Beton memperkuat posisi         With this innovation, WIKA Beton strengthens its position
       sebagai pelopor dalam solusi konstruksi berbasis keberlanjutan.    as a pioneer in sustainability-based construction solutions.

       Sejalan dengan visi kami “untuk menjadi perusahaan global          In line with our vision of "to become a trusted and sustainable
       yang terpercaya dan berkelanjutan yang menyediakan solusi          global company providing solutions in the concrete industry,"
       di industri beton,” WIKA Beton terus mengintegrasikan              WIKA Beton continues to integrate technological innovation
       inovasi teknologi dengan tanggung jawab lingkungan.                with environmental responsibility. Through this program,
       Melalui program ini, WIKA Beton berkontribusi pada inisiatif       WIKA Beton contributes to national initiatives focused on
       nasional yang berfokus pada: pemulihan ekosistem pesisir           restoring Indonesia's coastal ecosystems, supporting marine
       Indonesia, mendukung konservasi laut dan terumbu karang,           and coral reef conservation, and supporting the sustainability
       dan mendukung keberlanjutan lingkungan darat. WIKA Beton           of terrestrial environments. WIKA Beton is committed to
       berkomitmen untuk mengembangkan produk yang berdampak              developing products that have a positive environmental
       positif terhadap lingkungan. Melalui solusi inovatifnya, seperti   impact. Through its innovative solutions, such as Reef Cube
       produk Reef Cube (Kubus Terumbu Karang Beton Berongga)             (Hollow Concrete Coral Reef Cube) for marine ecosystem
       untuk restorasi ekosistem laut untuk meminimalkan gangguan         restoration, it minimizes ecological disruption while supporting
       ekologis sekaligus mendukung keanekaragaman hayati                 biodiversity and conservation efforts. This strategy reflects
       dan upaya konservasi. Strategi ini mencerminkan dedikasi           the company's dedication to sustainability and its role in
       perusahaan terhadap keberlanjutan dan perannya dalam               contributing to a healthier planet.
       berkontribusi pada planet yang lebih sehat.




276 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 277
Sebagai wujud nyata komitmen kami terhadap konservasi laut,        As a concrete manifestation of our commitment to marine
WIKA Beton memproduksi dan mendistribusikan produk Reef            conservation, WIKA Beton produces and distributes Reef
Cube (Kubus Terumbu Karang Beton Berongga) di Gili Meno,           Cubes (Hollow Concrete Coral Reef Cubes) in Gili Meno,
Lombok Utara. Inovasi ini berfungsi sebagai terumbu buatan         North Lombok. This innovation functions as an artificial reef
yang menyediakan tempat berlindung bagi ikan, mendukung            that provides shelter for fish, supports coral growth, and
pertumbuhan karang, dan meningkatkan keanekaragaman                enhances marine biodiversity. This solution, successfully
hayati laut. Solusi ini, yang berhasil diimplementasikan di Gili   implemented in Gili Meno, is part of WIKA Beton's
Meno, merupakan bagian dari komitmen WIKA Beton terhadap           commitment to environmental sustainability through
keberlanjutan lingkungan melalui konstruksi ramah lingkungan.      eco-friendly construction.




Selain itu, langkah nyata dalam mendukung Program Strategis        Apart from that, as a concrete step in supporting the 3 Million
Nasional 3 Juta Rumah, WIKA Beton memperkenalkan produk            Homes National Strategic Program, WIKA Beton introduced its
inovatif terbaru dalam industri konstruksi perumahan Indonesia     latest innovative product in Indonesian housing construction
melalui peluncuran WIKA Beton Home (W-HOME). Produk                industry through the launch of WIKA Beton Home (W-HOME).
ini dirancang untuk memberikan solusi perumahan yang               This product is designed to provide an economical, efficient,
ekonomis, efisien, dan ramah pengguna dalam mendukung              and user-friendly housing solution to support the national
program pembangunan nasional.                                      development program.




WHOME merupakan sistem rumah pracetak sederhana                    WHOME is a simple earthquake-resistant prefabricated
tahan gempa yang dikembangkan menggunakan teknologi                housing system developed using modular precast concrete
beton pracetak modular. Desain rumah tipe 36 ini dilengkapi        technology. The Type 36 house design includes a living
dengan ruang tamu, dua kamar tidur, kamar mandi, dan dapur         room, two bedrooms, a bathroom, and a kitchen, meeting




                                                                                                          PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   277
Page 278
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       yang memenuhi standar rumah layak huni dengan tampilan          the standards of livable housing while featuring an attractive
       arsitektur modern yang menarik. WHOME dikembangkan oleh         modern architectural design. WHOME was developed by PT
       PT Wijaya Karya Beton Tbk melalui Divisi Business & Research    Wijaya Karya Beton Tbk through the Business & Research
       Development sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk       Development Division as part of the Company’s commitment
       mendukung Program Strategis Nasional (PSN) pembangunan          to supporting the National Strategic Program (PSN) for the
       3 juta rumah. Proses pengembangan melibatkan uji siklik         construction of 3 million houses. The development process
       struktur yang dilakukan di Laboratorium Balai Besar Struktur    involved cyclic structural testing conducted at the Laboratory
       Bangunan dan Geoteknik (BBSBG) Kementerian Pekerjaan            of Center for Building Structures and Geotechnics (BBSBG)
       Umum di Bandung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa              of the Ministry of Public Works in Bandung. The test results
       sistem struktur WHOME dapat diterapkan untuk bangunan           indicate that WHOME structural system can be applied to
       rumah sederhana dengan Kategori Desain Seismik (KDS) D di       simple residential buildings with Seismic Design Category
       wilayah yang memiliki nilai SDS ≤ 0,710g, meliputi 21 wilayah   (SDC) D in areas with SDS values ≤ 0.710g, covering 21 regions
       Indonesia seperti Merauke, Palangka Raya, Tanjungpinang,        in Indonesia such as Merauke, Palangka Raya, Tanjungpinang,
       Banjarbaru, Samarinda, Pangkalpinang, Pontianak, Makassar,      Banjarbaru, Samarinda, Pangkalpinang, Pontianak, Makassar,
       Palembang, Tanjung Selor, dan kota-kota besar lainnya.          Palembang, Tanjung Selor, and other major cities.

       Keunggulan utama WHOME terletak pada sistem konstruksi          The main advantage of WHOME lies in its modular construction
       modular yang memungkinkan pemasangan komponen                   system, which allows the installation of precast components
       pracetak menggunakan tenaga manusia tanpa memerlukan alat       using manual labor without requiring heavy equipment. The
       berat. Proses pemasangan struktur pracetak dapat diselesaikan   installation process for the precast structural system can be
       dalam waktu 2 hari. Rumah contoh WHOME tipe 36 telah            completed within two days. A WHOME Type 36 prototype
       dibangun di Pabrik Precast Bogor (PPB Bogor) pada tanggal 10-   house was constructed at Bogor Precast Plant (PPB Bogor)
       29 Juni 2025 sebagai showcase untuk memperlihatkan kualitas     from June 10 to June 29, 2025, serving as a showcase to
       dan kemudahan instalasi sistem kepada calon pengguna            demonstrate the system’s quality and ease of installation to
       dan mitra bisnis. WHOME diperkenalkan melalui sosialisasi       potential users and business partners. WHOME was officially
       pengembangan produk yang dilaksanakan pada tanggal              introduced through a product development socialization
       11 Juli 2025 di Jakarta. Perlindungan kekayaan intelektual      event held on July 11, 2025, in Jakarta. The intellectual
       WHOME telah didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan         property protection for WHOME has been registered with
       Intelektual dengan nomor paten P00202506104 dengan              the Directorate General of Intellectual Property under patent
       judul “Rumah dengan Konstruksi Beton Pracetak dan Proses        number P00202506104, titled “House with Precast Concrete
       Pembangunannya”.                                                Construction and Its Construction Process.”

       Desain WHOME mengacu pada standar nasional Indonesia,           WHOME design refers to Indonesian National Standards,
       meliputi SNI 1727-2020 untuk beban minimum, SNI 1726:2019       including SNI 1727-2020 for minimum loads, SNI 1726:2019
       untuk ketahanan gempa, SNI 2847-2019 untuk persyaratan          for seismic resistance, SNI 2847-2019 for structural concrete
       beton struktural, dan SNI 7833:2012 untuk perancangan           requirements, and SNI 7833:2012 for precast concrete design.
       beton pracetak.

       Komitmen untuk Masa Depan Perumahan Indonesia. WHOME            Commitment to the Future of Housing in Indonesia. WHOME
       menawarkan keunggulan kompetitif yang signifikan, yaitu         offers significant competitive advantages, including an
       struktur rumah tahan gempa, mudah dan cepat dalam               earthquake-resistant structure, ease and speed of installation,
       instalasi, serta mutu produk yang terjamin sesuai standar       and assured product quality in accordance with national
       nasional. Sistem ini dirancang khusus untuk mendukung           standards. This system is specifically designed to support
       program pemerintah dalam penyediaan rumah layak huni            the government’s program to provide livable housing while
       sekaligus memberikan alternatif konstruksi yang modern          offering a modern and sustainable construction alternative.
       dan berkelanjutan.




278 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 279
Sistem Konstruksi Modular di WIKA Gedung                          Modular Construction System at WIKA Gedung
WIKA Gedung, melalui Unit Bisnis Sistem Konstruksi                WIKA Gedung, through its Modular Construction System
Modular, berkomitmen untuk menghadirkan inovasi produk            Business Unit, is committed to delivering sustainable product
berkelanjutan guna mendukung pengurangan emisi karbon,            innovations to support carbon emission reduction, in line
selaras dengan target Net Zero Emission. Sistem konstruksi        with the Net Zero Emission target. The modular construction
modular atau PPVC (Prefabricated Prefinished Volumetric           system, also known as PPVC (Prefabricated Prefinished
Construction) menjadi salah satu inovasi unggulan. Dengan         Volumetric Construction), is one of its flagship innovations.
metode ini, komponen bangunan dirakit di luar lokasi proyek       Through this method, building components are assembled
sebelum dipasang di lokasi utama. Metode konstruksi modular       off-site before being installed at the main project location.
memberikan solusi efisien dalam aspek waktu dan biaya,            Modular construction provides an efficient solution in terms
sekaligus mengurangi limbah konstruksi dan emisi karbon.          of time and cost while reducing construction waste and
Dengan keunggulan tersebut, sistem ini menjadi bagian             carbon emissions. With these advantages, the system has
dari inovasi strategis dalam pembangunan berkelanjutan di         become part of a strategic innovation supporting sustainable
industri konstruksi.                                              development in the construction industry.

Modular WIKA Gedung telah mengembangkan tiga sistem               WIKA Gedung Modular has developed three main systems
utama dalam konstruksi modular, yaitu MOLI (Modular Lite),        in modular construction, namely MOLI (Modular Lite), WG
WG Flatpack, dan Volumetrik. MOLI dirancang untuk bangunan        Flatpack, and Volumetric. MOLI is designed for buildings of
hingga dua lantai dengan keunggulan proses perakitan yang         up to two floors, with the advantage that assembly does
tidak memerlukan alat berat, menjadikannya ideal untuk proyek     not require heavy equipment, making it ideal for small-scale
skala kecil. WG Flatpack menghadirkan solusi cepat dan praktis    projects. WG Flatpack offers a fast and practical solution for
untuk bangunan hingga empat lantai, dengan keunggulan             buildings of up to four floors, with advantages in transportation
pada efisiensi transportasi dan pemasangan. Volumetrik            and installation efficiency. The Volumetric system enables
memungkinkan prefabrikasi hingga 90% untuk bangunan               up to 90% prefabrication for high-rise buildings and has
bertingkat tinggi dan kini telah dikembangkan hingga 14 lantai.   now been developed for structures of up to 14 floors. These
Ketiga sistem ini telah diterapkan dalam berbagai proyek          three systems have been applied in various strategic projects
strategis seperti Rumah Sakit Covid-19, Paddock Mandalika,        such as the COVID-19 Hospital, Mandalika Paddock, and 22
serta 22 Tower Hunian Pekerja di Ibu Kota Nusantara (IKN),        Worker Residential Towers in the Nusantara Capital City (IKN),
yang membuktikan keberhasilan teknologi modular sebagai           demonstrating the success of modular technology as a leading
inovasi unggulan karya anak bangsa.                               innovation developed by Indonesian expertise.

Proses produksi sistem modular WIKA Gedung telah                  The production process of WIKA Gedung’s modular systems
memenuhi standar internasional yang ketat, termasuk               complies with stringent international standards, including ISO
sertifikasi ISO 50001:2018 untuk manajemen energi, ISO            50001:2018 for energy management, ISO 14001:2015 for
14001:2015 untuk manajemen lingkungan, serta ISO 9001:2015        environmental management, and ISO 9001:2015 for quality
untuk manajemen mutu. Standar ini memastikan bahwa setiap         management. These standards ensure that every stage of
tahap produksi dilakukan secara efisien, ramah lingkungan, dan    production is conducted efficiently, in an environmentally
menghasilkan produk berkualitas tinggi. Hasil penilaian Tingkat   responsible manner, and produces high-quality products.
Komponen Dalam Negeri (TKDN) menunjukkan angka 59%,               The Domestic Component Level (TKDN) assessment shows
mencerminkan komitmen WIKA Gedung dalam menggunakan               a value of 59%, reflecting WIKA Gedung’s commitment to
bahan baku lokal berkualitas, mendukung industri dalam negeri,    utilizing high-quality local raw materials, supporting domestic
serta mengurangi ketergantungan pada material impor.              industries, and reducing dependence on imported materials.

WIKA Gedung juga mengintegrasikan pendekatan Modular              WIKA Gedung also integrates a Modular Circular approach
Circular yang berbasis pada prinsip ekonomi sirkular.             based on circular economy principles. This approach includes
Pendekatan ini mencakup penggunaan kembali dan daur ulang         the reuse and recycling of materials, remanufacturing to extend
material, remanufaktur untuk memperpanjang siklus hidup           the lifecycle of materials, and improved production efficiency
bahan, serta efisiensi proses produksi untuk memaksimalkan        to maximize resource utilization while minimizing waste.
sumber daya dan mengurangi limbah.




                                                                                                          PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   279
Page 280
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       Sebagai bagian dari upaya pengembangan yang berkelanjutan,      As part of its continuous development efforts, WIKA Gedung
       WIKA Gedung terus berkolaborasi dengan berbagai pihak,          collaborates with various stakeholders, including research
       termasuk institusi riset dan penyedia material ramah            institutions and environmentally friendly material providers.
       lingkungan. Salah satu kolaborasi menghadirkan Netro,           One such collaboration resulted in Netro, an innovation in
       inovasi sistem hunian modular cerdas berkonsep smart            smart modular housing with a smart net-zero and growing
       net zero dan growing modular pertama di Indonesia. Netro        modular concept, the first of its kind in Indonesia. Netro is
       dirancang untuk menjawab kebutuhan akan tempat tinggal          designed to address the need for sustainable housing that
       yang berkelanjutan, dapat beroperasi efisien, hemat energi,     operates efficiently, saves energy, and reduces carbon
       dan menekan emisi karbon dengan cara cerdas (smart system)      emissions through smart systems, and has also been applied
       yang sudah diaplikasikan juga sebagai hunian dosen pada         as housing for lecturers at educational institutions.
       institusi Pendidikan.

       Kampanye dan publikasi secara rutin dilakukan untuk             Campaigns and publications are regularly conducted to raise
       meningkatkan kesadaran tentang konstruksi sirkular dan ramah    awareness of circular and environmentally friendly construction
       lingkungan di kalangan industri. Dengan penerapan teknologi     within the industry. Through this modular technology, WIKA
       modular ini, WIKA Gedung telah memenuhi kebutuhan industri      Gedung has met industry needs and delivered tangible
       dan memberikan kontribusi nyata melalui inovasi sebagai         contributions through innovation as an integral part of the
       bagian integral dari masa depan konstruksi berkelanjutan        future of sustainable construction in Indonesia.
       di Indonesia.




       Proyek Hijau oleh WIKA Rekayasa Konstruksi                      Green Projects by WIKA Rekayasa Konstruksi
       Perusahaan kami merupakan entitas yang terus bertumbuh          Our Company is an entity that continues to grow and develop
       dan berkembang dengan fokus utama pada penyediaan Jasa          with a primary focus on providing Construction Services,
       Konstruksi, Operation & Maintenance (O&M), serta investasi      Operation & Maintenance (O&M), and strategic investments
       strategis pada perusahaan yang bergerak di bidang energi        in companies engaged in renewable energy. With a strong
       terbarukan. Dengan komitmen kuat terhadap pembangunan           commitment to sustainable development, the Company
       berkelanjutan, perusahaan telah membangun portofolio proyek     has developed a portfolio of green projects that include the
       hijau yang mencakup pembangunan pabrik biodiesel, pabrik        construction of biodiesel plants, catalyst plants, cooking oil
       katalis, pabrik minyak goreng, serta pabrik kelapa sawit yang   plants, and palm oil mills designed with a focus on efficiency,
       dirancang dengan mengedepankan efisiensi, keselamatan,          safety, and environmental responsibility. Supported by strong
       dan kepedulian terhadap lingkungan. Didukung oleh               experience and technical capabilities, the Company also
       pengalaman dan kapabilitas teknis yang andal, perusahaan        synergizes with subsidiaries engaged in the production of
       juga bersinergi dengan anak perusahaan yang bergerak di         water heaters and their derivative products as part of efforts
       bidang produksi Water Heater beserta produk turunannya,         to provide innovative, environmentally friendly, and high-value
       sebagai bagian dari upaya menghadirkan solusi energi yang       energy solutions for stakeholders. The following describes
       inovatif, ramah lingkungan, dan bernilai tambah tinggi bagi     these projects:
       para pemangku kepentingan. Berikut adalah penjelasan dari
       proyek-proyek tersebut:
       1. Proyek Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)     1.   Solar Power Plant (PLTS) and Water Heater Installation
           dan Water Heater di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN)             Project in the Nusantara Capital City (IKN)
           Proyek ini berlokasi di Rusun Paspampres, bertujuan              This project is located at Paspampres Apartment Complex
           untuk mendukung pemanfaatan energi terbarukan                    and aims to support the utilization of renewable energy
           serta meningkatkan efisiensi dan kenyamanan fasilitas            while improving the efficiency and comfort of residential
           hunian melalui penyediaan listrik ramah lingkungan               facilities through the provision of environmentally friendly
           dan air panas. Pada proyek ini diinstal PLTS 297 KWp             electricity and hot water. The project includes the
           dan Electric Water Heater sejumlah 540 unit. Seluruh             installation of a 297 kWp Solar Power Plant (PLTS) and
           pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan                 540 units of Electric Water Heaters. All work was carried
           teknis dan standar keselamatan yang berlaku, dengan              out in accordance with technical planning and applicable
           koordinasi bersama pihak terkait di lapangan. Sistem yang        safety standards, in coordination with relevant parties on




280 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 281
     terpasang diharapkan dapat beroperasi secara optimal           site. The installed system is expected to operate optimally
     dan berkelanjutan dalam mendukung aktivitas penghuni.          and sustainably in supporting residents’ daily activities.




2.   PLTS Apung Randu Gunting (66 KWp)                          2. Floating Solar Power Plant (PLTS) Randu Gunting (66 kWp)
     Proyek ini berlokasi di Bendungan Randugunting, Desa          This project is located at Randugunting Dam in Kalinanas
     Kalinanas, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Jawa             Village, Japah District, Blora Regency, Central Java. It
     Tengah. Proyek ini memanfaatkan teknologi pembangkit          utilizes floating solar power technology with a capacity
     listrik tenaga surya terapung di Randu Gunting dengan         of 66 kWp. The system uses the water surface area to
     kapasitas 66 KWp. Sistem ini memanfaatkan area perairan       install solar panels to support electricity needs while
     untuk memasang panel surya untuk menopang kebutuhan           harnessing renewable energy potential from the reservoir
     listrik dan memanfaatkan potensi energi terbarukan dari       area. This approach optimizes previously unused space
     area bendungan, mengoptimalkan ruang yang sebelumnya          while improving energy efficiency without disturbing
     tidak dimanfaatkan sekaligus meningkatkan efisiensi           land areas. The project supports the diversification of
     energi tanpa merusak lahan daratan. Proyek ini mendukung      renewable energy sources and the reduction of carbon
     diversifikasi sumber energi terbarukan dan pengurangan        emissions. Randugunting Dam itself was inaugurated and
     emisi karbon. Bendungan Randugunting sendiri telah            began operations (impounding) in early 2022, while the
     diresmikan dan mulai beroperasi (impounding) pada             floating solar power project forms part of energy potential
     awal tahun 2022, sementara proyek PLTS apung ini              development at the site.
     merupakan bagian dari pengembangan potensi energi
     di lokasi tersebut.

3.   PLTS 501.3 KW ITN Malang                                   3. 501.3 kWp Solar Power Plant at ITN Malang
     PLTS ini dipasang di Institut Teknologi Nasional (ITN),       This solar power plant is installed at the National Institute
     Jalan Raya Karanglo Tasikmadu, Kota Malang, menempati         of Technology (ITN) on Jalan Raya Karanglo Tasikmadu,
     area seluas setengah hektare dengan kapasitas 501.3           Malang City, occupying an area of approximately half
     KWp. Selain untuk memenuhi kebutuhan listrik kampus,          a hectare with a capacity of 501.3 kWp. In addition to
     PLTS ini juga berfungsi sebagai pusat riset energi baru       meeting the campus’s electricity needs, the solar power
     terbarukan dan menjadi objek pembelajaran berwawasan          plant also functions as a renewable energy research




                                                                                                        PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   281
Page 282
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




            energi bersih dan terbarukan bagi masyarakat umum dan          center and serves as an educational facility for clean
            perguruan tinggi lainnya.                                      and renewable energy studies for the public and
                                                                           other universities.
       4. PLTS Roof Top 367 KW Jakarta International Stadium            4. 367 kWp Rooftop Solar Power Plant at Jakarta
          Instalasi PLTS ini menggunakan atap stadion Jakarta              International Stadium
          International Stadium (JIS) dengan kapasitas 367 KW yang         This solar installation utilizes the rooftop area of Jakarta
          mampu menghasilkan listrik untuk kebutuhan operasional           International Stadium (JIS) with a capacity of 367 kWp,
          harian. Dengan memanfaatkan area atap sebagai lokasi             generating electricity for daily operational needs. By
          panel surya, proyek ini mendukung pengurangan emisi              utilizing the stadium’s roof as the solar panel installation
          karbon di fasilitas olahraga modern, sejalan dengan prinsip      area, the project contributes to carbon emission reduction
          pembangunan infrastruktur berkelanjutan.                         in modern sports facilities, in line with sustainable
                                                                           infrastructure development principles.

       5. Energy Tree 5 KWP Elephant Park Bandar Lampung                5. Energy Tree 5 kWp at Elephant Park Bandar Lampung
          Proyek ini menghadirkan konsep inovatif Energy Tree, yaitu       This project introduces an innovative Energy Tree concept,
          sistem panel surya berbentuk pohon dengan kapasitas 5            a tree-shaped solar panel system with a capacity of 5
          KWp. Dipasang di Elephant Park Bandar Lampung, proyek            kWp. Installed at Elephant Park in Bandar Lampung, the
          ini mendukung edukasi publik mengenai energi terbarukan          project supports public education on renewable energy
          sembari menyediakan energi bersih untuk kebutuhan                while providing clean energy for park facilities.
          fasilitas taman.

       6.   PLTS On Grid ITERA 1 MWP                                    6. MWp On-Grid Solar Power Plant at ITERA
            PLTS On Grid ini dipasang di Institut Teknologi Sumatera       This on-grid solar power plant is installed at Sumatra
            (ITERA) dengan kapasitas 1 MWp yang menjadi                    Institute of Technology (ITERA) with a capacity of 1
            laboratorium energi terbarukan terbesar di Indonesia.          MWp, making it the largest renewable energy laboratory
            Proyek ini mendukung kemandirian energi kampus,                in Indonesia. The project supports campus energy
            berfungsi sebagai fasilitas riset praktikum mahasiswa,         independence and functions as a student research and
            pusat inovasi energi surya, dan etalase teknologi energi       practicum facility, a solar energy innovation center, and a
            terbarukan dengan sistem terhubung PLN (on-grid) tanpa         showcase for renewable energy technology. The system is
            baterai besar untuk ekspor-impor energi, mengurangi            connected to the PLN grid (on-grid) without large battery
            emisi karbon secara signifikan, dan menjadi percontohan        storage for energy export-import, significantly reducing
            kampus mandiri energi nasional. Dengan skala besar,            carbon emissions and serving as a national model for
            sistem ini berkontribusi pada transisi energi terbarukan       energy-independent campuses. Inaugurated on January 7,
            dalam dunia pendidikan. Proyek yang diresmikan pada            2021, the project is capable of reducing carbon emissions
            tanggal 7 Januari 2021 ini dapat Menurunkan emisi karbon       by up to 5,600 tons of CO₂ per year and contributes to
            hingga 5.600 ton CO2 per tahun dan berkontribusi pada          greenhouse gas reduction.
            pengurangan gas rumah kaca.

       7.   PLTS On Grid 75 KWP Cold Storage Dinas Perikanan            7. 75 kWp On-Grid Solar Power Plant for Cold Storage at
            Sumenep Madura                                                 Sumenep Fisheries Office, Madura
            Proyek ini mendukung fasilitas penyimpanan dingin              This project supports cold storage facilities at the Fisheries
            (cold storage) di Dinas Perikanan Sumenep, Madura,             Office in Sumenep, Madura, with a capacity of 75 kWp.
            dengan kapasitas 75 KWp. Energi surya yang dihasilkan          The solar energy generated ensures that fish storage
            memastikan operasional penyimpanan ikan tetap efisien          operations remain efficient and environmentally friendly,
            dan ramah lingkungan, mendukung keberlanjutan di               supporting sustainability in the fisheries sector.
            sektor perikanan.

       8. PLTS On Grid 50 KWP Kantor Sekda Kabupaten Mojokerto          8. 50 kWp On-Grid Solar Power Plant at Mojokerto Regional
          PLTS On Grid ini dipasang di Kantor Sekretariat Daerah           Secretariat Office
          Kabupaten Mojokerto dengan kapasitas 50 KWp. Proyek              This on-grid solar power plant is installed at Mojokerto
          ini mendukung efisiensi energi di sektor pemerintahan,           Regency Regional Secretariat Office with a capacity
          sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah                 of 50 kWp. The project supports energy efficiency in
          terhadap adopsi energi terbarukan.                               the government sector while demonstrating the local
                                                                           government’s commitment to adopting renewable energy.




282 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 283
9.   PJUTS IND II                                              9. PJUTS IND II Solar Street Lighting Project
     Proyek Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS)            The Solar-Powered Street Lighting Project (PJUTS) IND
     IND II menghadirkan solusi penerangan jalan berbasis         II provides environmentally friendly solar-powered street
     energi surya yang ramah lingkungan di berbagai daerah        lighting solutions in various regions, including Indramayu,
     seperti Indramayu, menggunakan teknologi panel surya         using solar panel technology and lithium batteries to
     dan baterai lithium untuk penerangan yang lebih aman         ensure safer and greener lighting.
     dan ramah lingkungan.

     Sistem ini mendukung pengurangan konsumsi energi              This system supports the reduction of fossil fuel energy
     dari sumber fosil untuk kebutuhan infrastruktur publik.       consumption for public infrastructure.

10. PLTS On Grid PLN Batam 1 MWP                               10. 1 MWp On-Grid Solar Power Plant for PLN Batam
    Proyek ini dibangun di wilayah Tanjung Uma Kecamatan           This project is built in Tanjung Uma area, Lubuk Baja
    Lubuk Bajo, Kota Batam. PLTS ini mampu menghasilkan            District, Batam City. The solar power plant can generate
    sekitar 4.500 kWh dan bertujuan menghasilkan &                 approximately 4,500 kWh and aims to increase electricity
    meningkatkan pasokan listrik dengan biaya lebih murah          supply at a lower cost compared to diesel or fuel-based
    dibanding diesel ataupun bahan bakar minyak serta              power generation while reducing carbon emissions and
    menurunkan emisi karbon, dan mendukung transisi                supporting the clean energy transition.
    energi bersih.

11. Solar Powered Water Pump 200 KWP & PJUTS Food              11. 200 kWp Solar-Powered Water Pump and PJUTS for
    Estate Kuala Kapuas                                            Kuala Kapuas Food Estate
    Pada proyek ini tenaga panel surya dimanfaatkan untuk          In this project, solar panel energy is used to power
    pompa yang mengaliri air pada area food estate (area           water pumps that supply irrigation to the food estate
    persawahan dan perkebunan). Dan PJUTS dibuat untuk             area (rice fields and plantations). Solar-powered street
    penerangan diarea proyek Food Estate di wilayah Kuala          lighting (PJUTS) is also installed to provide lighting
    Kapuas, Kalimantan Timur. Proyek ini memiliki manfaart         within the Food Estate project area in Kuala Kapuas, East
    yang signifikan seperti hemat biaya operasional (tanpa         Kalimantan. The project provides significant benefits such
    listrik grid/bahan bakar), ramah lingkungan (nol emisi),       as reduced operational costs (without grid electricity
    kemandirian energi, dan solusi air bersih.                     or fuel), environmental friendliness (zero emissions),
                                                                   energy independence, and improved access to clean
                                                                   water solutions.

12. Proyek Solar Water Heater Type 130 Liter Citra Raya        12. Solar Water Heater Project (130-Liter Type) at Citra
    Cikupa                                                         Raya Cikupa
    Proyek ini melibatkan pemasangan pemanas air tenaga            This project involves the installation of solar-powered
    surya dengan kapasitas 130 liter di perumahan Citra Raya       water heaters with a capacity of 130 liters in Citra
    Cikupa. Dengan memanfaatkan energi matahari, proyek            Raya Cikupa residential area. By utilizing solar energy,
    ini mendukung efisiensi energi di sektor perumahan dan         the project supports energy efficiency in the housing
    mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan di             sector and promotes the use of environmentally friendly
    kawasan pemukiman.                                             technology in residential communities.

13. Proyek Solar Water Heater Type 130 Liter Citra Raya        13. Solar Water Heater Project (130-Liter Type) at Citra
    Sentul Bogor                                                   Raya Sentul, Bogor
    Pemasanan pemanas air tenaga surya kapasitas 130 liter         This project involves the installation of 61 units of 130-liter
    sejumlah 61 unit di area pemukiman perumahan Citra Raya        solar water heaters in Citra Raya Sentul residential area
    Sentul Bogor. Selain mampu meghemat biaya listrik jangka       in Bogor. In addition to reducing long-term electricity
    panjang, pemasangannya juga bersifat ramah lingkungan          costs, the installation is environmentally friendly by
    dengan mengurangi emisi karbon, serta memberikan               lowering carbon emissions while providing a stable and
    pasokan air panas stabil dan konsisten untuk kebutuhan         consistent hot water supply for daily needs. The system
    harian, dengan sistem yang tahan lama (10-25 tahun) dan        is also durable, with a lifespan of 10–25 years and minimal
    perawatan yang minimal.                                        maintenance requirements.




                                                                                                         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   283
Page 284
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       14. Pemasangan Solar Water Heater Aktif 6.000 Liter di           14. Installation of a 6,000-Liter Active Solar Water Heater
           RSUD Koja Jakarta                                                at Koja Regional General Hospital, Jakarta
           Pemanas air tenaga surya ini diperuntukan untuk                  This solar water heater system is intended to provide hot
           penggunaan kebutuhan air hangat pasien dan kegiatan              water for patient needs and hospital operations.
           rumah sakit.

       15. Heat Pump Taman Ismail Marzuki                               15. Heat Pump Installation at Taman Ismail Marzuki
           Pemasangan Heat Pump tipe 19 kW sebanyak 2 unit dan              This project includes the installation of two 19 kW heat
           tangki air kapasitas 1000 liter 2 unit ini untuk mendukung       pump units and two water tanks with a capacity of 1,000
           penggunaan air hangat di gedung teater Taman Ismail              liters each. The system supports hot water supply for the
           Marzuki                                                          theater building at Taman Ismail Marzuki.

       16. Heat Pump Jakarta International Stadium                      16. Heat Pump Installation at Jakarta International Stadium
           Pemasangan Heat Pump 36 kW 2 unit dan tangki air                 This project involves the installation of two 36 kW heat
           kapasitas 1000 liter 2 unit. Heat Pump ini digunakan untuk       pump units and two water tanks with a capacity of 1,000
           penggunaan air hangat para atlit.                                liters each. The heat pump system is used to provide hot
                                                                            water for athletes.

       17. Heat Pump Plataran Puncak Venue & Dining                     17. Heat Pump Installation at Plataran Puncak Venue & Dining
           Pemasangan LTSHE sejumlah 143.000 boxes dilakukan di             This project involved the installation of 143,000 units
           wilayah terluar Indonesia Timur (Papua dan Papua Barat)          of LTSHE in remote areas of Eastern Indonesia (Papua
           yang tidak terakses listrik. Dengan telah terpasangnya           and West Papua) that do not have access to electricity.
           LTSHE ini dapat memberikan manfaat signifikan, terutama          The installation of LTSHE provides significant benefits,
           dalam meningkatkan akses listrik yang ramah lingkungan           particularly in improving environmentally friendly electricity
           di daerah terpencil dan terisolir, yang berdampak positif        access in remote and isolated areas, which positively
           pada keamanan, pendidikan, dan ekonomi lokal.                    impacts safety, education, and the local economy.




284 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 285
18. Heat Pump Royak Ambarukmo, Yogyakarta                       18. Heat Pump Royak Ambarukmo, Yogyakarta
    Pemasangan Heat Pump 36kW sejumlah 9 unit. Selain               This project involves the installation of nine 36 kW heat
    hemat energi, pemasangannya sangat ramah lingkungan             pump units. In addition to being energy-efficient, the
    karena mengurangi emisi karbon dengan memanfaatkan              system is environmentally friendly as it reduces carbon
    energi alam.                                                    emissions by utilizing natural energy sources.




19. Solar Home System - Lampu Tenaga Surya Hemat Energi         19. Solar Home System – Solar Energy Efficient Lamps
    (LTSHE)                                                         (LTSHE)
    Pemasangan LTSHE sejumlah 143.000 boxes di wilayah              A total of 143,000 LTSHE units were installed in the
    terluar Indonesia Timur Indonesia (Papua dan Papua Barat)       outermost regions of Eastern Indonesia (Papua and
    yang tidak terakses listrik. Dengan telah terpasangnya          West Papua) that do not have access to electricity. The
    LTSHE ini memberikan manfaat penerangan desa untuk              installation of these systems provides village lighting that
    digunakan masyarakat setempat.                                  can be utilized by local communities for daily activities.




                                                                                                        PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   285
Page 286
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       20. Development Pilot Project PLTD 5 MW CPO Fueled                 20. Development Pilot Project of 5 MW CPO-Fueled Diesel
           Belitung                                                           Power Plant in Belitung
           Proyek ini merupakan proyek pembangkit Listrik dengan              This project is a power plant with a capacity of 5 MW
           kapasitas 5 MW, dengan menggunakan bahan bakar B100                using B100 fuel (100% plant-based/renewable). Based
           (100% nabati/renewable). Berdasarkan perhitungan,                  on calculations, operating a diesel power plant with a
           untuk pengoperasian PLTD berkapasitas hingga 1000 KW               capacity of up to 1,000 kW using pure biofuel (B100),
           dengan Bahan Bakar Nabati murni (B100), seperti CPO,               such as CPO, can reduce CO₂ emissions by approximately
           dapat menghemat CO2 mencapai sekitar 4 juta ton per                4 million tons per year. With a capacity of 5 MW, CO₂
           tahun. Dengan kapasitas 5MW, penghematan CO2 dapat                 emission reductions could reach up to 20 million tons
           mencapai 20 juta ton per tahun untuk pengoperasian                 per year through the operation of a B100-fueled diesel
           PLTD B100.                                                         power plant.

       21. Biodiesel Plant Cap 1500 TPD                                   21. Biodiesel Plant with Capacity of 1,500 TPD
           Proyek yang berlokasi di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan           This project, located in Tanah Bumbu, South Kalimantan,
           ini merupakan salah satu wujud nyata dari upaya hilirisasi         represents a concrete effort to support the downstream
           dan industrialisasi komoditas minyak sawit mentah guna             development and industrialization of crude palm oil
           mendukung ketahanan energi nasional melalui produksi               commodities in order to strengthen national energy
           Biodiesel 30 (B30). Proyek ini dibangun oleh WIKA REKON            security through the production of Biodiesel 30 (B30). The
           dengan lingkup kerja mencakup Detail Engineering,                  project was developed by WIKA Rekayasa Konstruksi with
           Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC).               a scope of work covering Detail Engineering, Procurement,
           Pabrik ini dirancang dengan kapasitas produksi sebesar             Construction, and Commissioning (EPCC). The plant
           60 ton biodiesel per jam, yang memerlukan sekitar 1.500            is designed with a production capacity of 60 tons of
           ton tandan buah segar (TBS) per hari sebagai bahan baku            biodiesel per hour, requiring approximately 1,500 tons of
           utama. Keberadaan pabrik ini tidak hanya meningkatkan              fresh fruit bunches (FFB) per day as the main raw material.
           nilai tambah dari hasil perkebunan sawit lokal, teta=pi juga       The presence of this facility not only increases the added
           membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar               value of local palm oil plantation products but also creates
           melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan                 new economic opportunities for surrounding communities
           petani sawit, serta turut berkontribusi dalam upaya                through job creation and the empowerment of palm oil
           pengurangan emisi karbon melalui penyediaan energi                 farmers. In addition, it contributes to carbon emission
           terbarukan berbasis nabati.                                        reduction efforts by providing plant-based renewable energy.




       22. Proyek Pembangunan Pabrik Katalis                              22. Catalyst Plant Construction Project
           Proyek yang berlokasi di Kawasan Industri Kujang                   This project, located in Kujang Cikampek Industrial Area,
           Cikampek, Jawa Barat iini merupakan salah satu                     West Java, is one of the National Strategic Projects (PSN)
           Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirancang untuk               designed to produce approximately 800 tons of catalyst
           menghasilkan sekitar 800 Ton katalis pertahun melalui              per year through two production lines. The project is
           dua lini produksi. Keberadaan proyek ini diharapkan dapat          expected to strengthen the downstream industry, reduce
           memperkuat industri hilir, mengurangi ketergantungan               dependence on imported catalysts, and support the




286 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 287
    impor katalis, serta mendukung pengembangan industri           development of environmentally friendly and sustainable
    ramah lingkungan dan berkelanjutan di Indonesia.               industries in Indonesia.




23. Proyek Pembangunan Pabrik Minyak Goreng 250 TPD            23. Cooking Oil Plant Construction Project (250 TPD)
    Proyek pembangunan pabrik minyak goreng dengan                 This project involves the construction of a cooking oil plant
    kapasitas produksi 250 ton per hari (TPD) ini dirancang        with a production capacity of 250 tons per day (TPD),
    untuk mendukung pemanfaatan sumber daya alam secara            designed to support the optimal utilization of natural
    optimal melalui proses pemisahan komponen stearin dan          resources through the separation of stearin and olein
    olein menggunakan tenologi filter press yang efisien dan       components using efficient and environmentally friendly
    ramah lingkungan. Dengan menghadapi proses pemurnian           filter press technology. By a cleaner and more energy-
    yang lebih bersih dan hemat energi, proyek ini tidak           efficient refining process, the project not only improves
    hanya meningkatkan kualitas produk akhir, tetapi juga          the quality of the final product but also reduces waste and
    mengurangi limbah dan emisi yang berpotensi mencemari          emissions that could potentially harm the environment.
    lingkungan.




24. Proyek HSD Tank 6x5.000 m³ Batulicin                       24. HSD Tank Project 6 × 5,000 m³ Batulicin
    Proyek pembangunan tangki penyimpanan HSD (High                This project involves the construction of High Speed
    Speed Diesel) berkapasitas 6x5.000 m³ ini berlokasi            Diesel (HSD) storage tanks with a capacity of 6 × 5,000
    di Batulicin, Kalimantan Selatan. Proyek ini dirancang         m³, located in Batulicin, South Kalimantan. The facility is
    khusus untuk menyimpan bahan bakar B40 (Campuran               specifically designed to store B40 fuel (a blend containing
    40% biodiesel), sebagai bagian dari inisiatif energi           40% biodiesel) as part of an environmentally friendly
    ramah lingkungan. Dengan kapasitas optimal dan sistem          energy initiative. With optimal capacity and high safety




                                                                                                       PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   287
Page 288
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




               keamanan tinggi, tangki ini membantu mendukung                              standards, these storage tanks support national energy
               ketahanan energi nasional dan pengurangan emisi karbon.                     security while contributing to carbon emission reduction.




       25. Operation & Maintenance – PLTMG Paket 3                                    25. Operation & Maintenance – PLTMG Package 3
           Proyek PLTMG Paket 3 yang tersebar di lima lokasi (Biak,                       PLTMG Package 3 project is spread across five locations
           Merauke, Tanjung Selor, Langgur dan Seram) dengan                              (Biak, Merauke, Tanjung Selor, Langgur, and Seram) with
           total kapasitas terpasang 90 MW. Proyek ini mampu                              a total installed capacity of 90 MW. This project has
           meningkatkan rasio elektrifikasi signifikan dari rata-rata                     significantly increased the electrification ratio from an
           85–90% menjadi >95% dan penggunaan B40 Reduksi                                 average of 85–90% to more than 95% and the use of B40
           emisi ± 25–30% lebih efisien dibanding PLTD konvensional                       fuel contributes to emission reductions of approximately
                                                                                          25–30% compared to conventional PLTD, making it
                                                                                          more efficient.


                  Lokasi                              Kontribusi
                  Pembangkit         Kapasitas       Elektrifikasi     Wilayah Layanan                        Kontribusi Utama Elektrifikasi
         No       Power Plant         Capacity      Contribution of      Service Area                      Main Contributions of Electrification
                  Location                           Electrification

                                                                                           •   Menjadi sumber utama pasokan daya untuk sistem Tanjung Selor dan
                                                                                               sekitarnya.
                                                                                           •   Menyediakan listrik 24 jam untuk Kawasan pertumbuhan ekonomi
                                                                       Kabupaten               perbatasan RI-Malaysia.
                  PLTMG
                                                           56%         B u l u n g a n ,   •   Mendukung operasional Kawasan industri dan pemerintahan provinsi
                  Tanjung Selor
                                                       dari 27 MW      Kalimantan Utara        baru Kalimantan Utara.
           1      Tanjung Selor        15 MW
                                                           56%         B u l u n g a n     •   Serving as the primary source of power supply for the Tanjung Selor
                  Hydroelectric
                                                        of 27 MW       Regency, North          system and surrounding areas.
                  Power Plant                                                              •   Providing 24-hour electricity to the Indonesia-Malaysia border
                                                                       Kalimantan
                                                                                               economic growth area.
                                                                                           •   Supporting the operations of the industrial area and the new provincial
                                                                                               government of North Kalimantan.

                                                                                           •   Meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Biak yang sebelumnya
                                                                                               bergantung pada PLTD kecil.
                  PLTMG                                   52%                              •   Menjamin pasokan listrik bagi bandara, rumah sakit, dan fasilitas publik.
                                                                       Kabupaten Biak
                  Biak                               dari 29,8 MW                          •   Meningkatkan rasio elektrifikasi Papua bagian utara.
                                                                       Numfor, Papua
          2       Biak                 15 MW              52%                              •   Improving the reliability of Biak's electricity system, which previously
                                                                       Biak     Numfor
                  Hydroelectric                       of 29.8 MW                               relied on small diesel power plants.
                                                                       Regency, Papua      •   Guaranteeing electricity supply for airports, hospitals and public
                  Power Plant
                                                                                               facilities.
                                                                                           •   Increasing the electrification ratio in northern Papua.

                                                                                           •   Menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Merauke.
                                                                       Kabupaten           •   Menyediakan pasokan stabil untuk pertanian, perikanan, dan fasilitas
                  PLTMG                                    51%
                                                                       Merauke, Papua          pemerintahan perbatasan RI-PNG
                  Merauke                              dari 39 MW
                                                                       Selatan             •   Memungkinkan ekspansi jaringan listrik hingga ke distrik pedalaman.
          3       Merauke              20 MW               51%
                                                                       M e r a u k e       •   Serving as the backbone of Merauke's electrical system.
                  Hydroelectric                         of 39 MW
                                                                       Regency, South      •   Providing a stable supply for agriculture, fisheries, and Indonesian-PNG
                  Power Plant                                                                  border government facilities.
                                                                       Papua
                                                                                           •   Enabling the expansion of the electricity network to remote districts.




288 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 289
                                                             Kabupaten           •   Menjamin keandalan sistem listrik Pulai Kei.
                                                             Maluku Tenggara     •   Mendukung pengembangann pariwisata dan industri kelautan di Maluku
            PLTMG                                100%        (Kei Besar & Kei        Tenggara.
            Langgur                           dari 20 MW     Kecil)              •   Menyediakan listrik 24 jam untuk Masyarakat dan fasilitas publik.
     4      Langgur           20 MW              100%        S o u t h e a s t   •   Ensuring the reliability of the Pulai Kei electricity system.
            Hydroelectric                      of 20 MW      Maluku Regency      •   Supporting the development of tourism and the marine industry in
            Power Plant                                                              Southeast Maluku.
                                                             (Kei Besar & Kei
                                                             Kecil)              •   Providing 24-hour electricity for the community and public facilities.

                                                                                 •   Mengatasi deficit daya di Pulau Seram.
                                                                                 •   Meningkatkan kontinuitas suplai listrik pada jaringan isolated
                                                             Kabupaten               Maluku.
            PLTMG                                100%        Seram      Bagian   •   Menjadi basis pengembangan sistem hybrid berbasis gas-
            Seram                             dari 20 MW     Barat & Tengah          biodiesel di masa depan.
     5      Seram             20 MW              100%                            •   Addressing the power deficit on Seram Island.
            Hydroelectric                      of 20 MW      Kabupaten
                                                             Seram      Bagian   •   Improving the continuity of electricity supply in the isolated
            Power Plant                                                              Maluku network.
                                                             Barat & Tengah
                                                                                 •   Becoming the basis for the future development of a gas-
                                                                                     biodiesel hybrid system.



Proyek ini awal pembangunannya dirancang menggunakan                        This project was initially designed to operate using B0
bahan bakar diesel B0, untuk mengakomodir transisi energi                   diesel fuel. To accommodate the transition to clean energy,
bersih, pembangunan pembangkit ini diredesain dengan                        the power plant was redesigned to adopt B30 fuel and
mengadopsi B30 dan teknologi dual fuel berbasis CNG.                        dual-fuel technology based on Compressed Natural Gas
Penyesuaian ini membantu mengurangi emisi karbon,                           (CNG). This adjustment helps reduce carbon emissions,
meningkatkan efisiensi energi, memperkuat ketahanan energi                  improve energy efficiency, strengthen national energy
nasional, serta memberikan manfaat lingkungan dan kesehatan                 security, and provide environmental and health benefits for
bagi masyarakat sekitar.                                                    surrounding communities.


                                  PLTMG Tj. Selor           PLTMG Biak            PLTMG Langgur            PLTMG Merauke            PLTMG Seram Peaker
                                      15MW                    15MW                    20MW                     20MW                      20MW

 Project’s Owner                                                                 KSO WIKA - WRK

    Year                            2020-2025               2020-2025                2020-2024                2020-2025                 2020-2024

    Capacity (MW)                        15                     15                      20                         20                        20

 Contribution to CO2 Emission Reduction (per-year)

    B0 CO2e (ton/year)               4.209,70                4.200,63                 4.193,57                 4.248,50                   4.193,57

    B35 CO2e (ton/year)               2.618,82               2.613,18                 2.608,79                 2.642,97                   2.608,79


                           Resume Kontribusi Penurunan CO2 Proyek WRK       Summary of CO2 Reduction Contributions from the WRK Project
                    Jika menggunakan BBM Solar B0 = 21.045,97 ton.CO2e      When using B0 diesel fuel = 21,045.97 tons of CO2e
                Saat ini menggunakan BBM Solar B30 = 13.092,55 ton.CO2e     Currently using B30 diesel fuel = 13,092.55 tons of CO2e
                              Selisih penurunan emisi = 7.953,42 ton.CO2e   Emissions reduction difference = 7,953.42 tons of CO2e




•        PLTMG Tanjung Selor 15 MW




                                                                                                                              PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   289
Page 290
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       •    PLTMG Biak 15 MW




       •    PLTMG Merauke 20 MW




       •    PLTMG Langgur20 MW




       •    PLTMG Seram Peaker20 MW




       Melalui proyek-proyek ini, PT WIKA Rekayasa Konstruksi     Through these projects, PT WIKA Rekayasa Konstruksi
       memperkuat kontribusinya dalam mendukung transisi menuju   strengthens its contribution to supporting the transition
       energi bersih, pengurangan emisi karbon, dan pembangunan   toward clean energy, carbon emission reduction, and
       berkelanjutan di berbagai sektor.                          sustainable development across various sectors.




290 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 291
WIKA REALTY                                                     WIKA REALTY




Inovasi Produk Berkelanjutan pada Proyek PT Wijaya              Sustainable Product Innovation in PT Wijaya Karya
Karya Realty                                                    Realty Projects
PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) secara konsisten           PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) consistently applies
menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan melalui            sustainable development principles through various
berbagai inovasi dalam pengembangan produk properti,            innovations in property product development, planning and
proses perencanaan dan konstruksi, operasional kawasan, serta   construction processes, area operations, and the utilization
pemanfaatan teknologi bangunan. Dalam aspek perencanaan         of building technologies. In the planning and design aspects,
dan desain, WIKA Realty mengintegrasikan konsep green           WIKA Realty integrates green building and eco-living concepts
building dan eco-living dengan mempertimbangkan efisiensi       by considering energy efficiency, optimization of natural
energi, optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami,          lighting and ventilation, building heat control, and green
pengendalian panas bangunan, serta peningkatan kualitas         open spaces enhancement. This sustainable design aims
ruang terbuka hijau. Penerapan desain berkelanjutan ini         to create residential and commercial environments that are
bertujuan untuk menciptakan lingkungan hunian dan komersial     comfortable, healthy, and environmentally friendly.
yang nyaman, sehat, serta ramah terhadap lingkungan.

PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) menerapkan inovasi         PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) applies sustainable
desain arsitektural berkelanjutan pada produk desain            architectural design innovation in its housing products through
rumah melalui penggunaan konsep skylight pada sebagian          the use of skylight concepts on certain roof sections and
atap bangunan serta elemen roster pada fasad bangunan.          roster elements on building façades. These two elements aims
Penerapan kedua elemen ini bertujuan untuk mengoptimalkan       to optimize natural lighting and ventilation, thereby improving
pencahayaan dan penghawaan alami, sehingga dapat                indoor comfort while reducing the need for artificial energy.
meningkatkan kenyamanan ruang sekaligus menekan
kebutuhan energi buatan.

Penggunaan skylight memungkinkan masuknya cahaya alami          The use of skylights allows natural light to enter interior spaces
secara optimal ke dalam ruang-ruang interior, terutama pada     optimally, especially in areas with limited side openings. By
area yang memiliki keterbatasan bukaan samping. Dengan          utilizing natural lighting during the daytime, the need for
pemanfaatan pencahayaan alami di siang hari, kebutuhan          electric lighting can be reduced, thereby contributing to
penggunaan lampu listrik dapat dikurangi, sehingga              building energy efficiency. In addition, skylights help create
berkontribusi pada efisiensi energi bangunan. Selain itu,       healthier and more comfortable indoor environments
skylight juga membantu menciptakan kualitas ruang yang          for occupants.
lebih sehat dan nyaman bagi penghuni.

Sementara itu, penerapan roster pada fasad bangunan berfungsi   Meanwhile, the application of roster elements on building
sebagai elemen ventilasi pasif yang memungkinkan sirkulasi      façades functions as passive ventilation that allows natural
udara alami tetap berlangsung tanpa mengorbankan privasi        air circulation without compromising privacy and security.
dan keamanan. Roster juga berperan dalam mengurangi panas       Roster elements also help reduce direct heat entering the
langsung yang masuk ke dalam bangunan, serta menciptakan        building while creating an aesthetic façade character with
karakter fasad yang estetis dan beridentitas. Penggunaan        a distinct architectural identity. The use of roster elements
roster mendukung penghawaan silang (cross ventilation) yang     supports cross ventilation, which helps naturally lower
membantu menurunkan suhu ruang secara alami.                    indoor temperatures.

PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) juga menerapkan prinsip    PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) also applies sustainable
pembangunan berkelanjutan pada produk desain rumah              development principles in its housing design products
melalui pemilihan material bangunan yang ramah lingkungan       through the selection of environmentally friendly building
dan berorientasi pada pengurangan limbah. Salah satu bentuk     materials oriented toward waste reduction. One example of
penerapan tersebut adalah penggunaan material olahan limbah     this implementation is the use of processed waste materials
dan material terbarukan, seperti semen fiber dan Wood Plastic   and renewable materials, such as fiber cement and Wood




                                                                                                         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   291
Page 292
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       Composite (WPC), sebagai bagian dari elemen arsitektural            Plastic Composite (WPC), as part of architectural elements
       bangunan rumah yang telah diterapkan diseluruh kawasan              in residential buildings across WIKA Realty project areas.
       proyek Wika Realty.

       Penggunaan semen fiber dimanfaatkan sebagai material                Fiber cement is used as a cladding and façade material due
       pelapis dan elemen fasad karena memiliki daya tahan tinggi,         to its high durability, relatively light weight, and long service
       bobot relatif ringan, serta umur pakai yang panjang. Material ini   life. This material is produced using fibers and additives that
       diproduksi dengan memanfaatkan serat dan bahan tambahan             help reduce reliance on conventional materials, thereby
       yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap material              minimizing construction waste and carbon emissions. In
       konvensional, sehingga membantu menekan timbulan                    addition, fiber cement offers advantages in maintenance
       limbah konstruksi dan emisi karbon. Selain itu, semen fiber         efficiency and weather resistance, supporting long-term
       juga memiliki keunggulan dalam efisiensi perawatan serta            building sustainability.
       ketahanan terhadap cuaca, yang mendukung keberlanjutan
       bangunan dalam jangka Panjang.

       Sementara itu, penerapan Wood Plastic Composite (WPC)               Meanwhile, Wood Plastic Composite (WPC) is used to provide
       digunakan untuk menghadirkan kesan estetika kayu alami pada         the aesthetic appearance of natural wood in residential
       bangunan rumah tanpa mengeksploitasi kayu solid dari hutan          buildings without exploiting solid wood from natural forests.
       alam. Material WPC merupakan hasil olahan campuran serat            WPC is made from a mixture of recycled wood fibers and
       kayu daur ulang dan plastik daur ulang, sehingga berkontribusi      recycled plastics, directly contributing to waste reduction
       langsung pada pengurangan limbah sekaligus mendukung prinsip        while supporting circular economy principles. The use of WPC
       ekonomi sirkular. Penggunaan WPC memberikan nilai tambah            adds visual value, offers resistance to termites and moisture,
       dari sisi visual, ketahanan terhadap rayap dan kelembapan, serta    and requires less maintenance compared to conventional
       kemudahan perawatan dibandingkan material kayu konvensional.        wood materials.

       Melalui pemanfaatan material semen fiber dan WPC pada               Through the use of fiber cement and WPC materials in
       produk desain rumah, WIKA Realty tidak hanya meningkatkan           housing design products, WIKA Realty not only improves
       kualitas estetika dan performa bangunan, tetapi juga                building aesthetics and performance but also demonstrates a
       menunjukkan komitmen nyata dalam mengurangi dampak                  strong commitment to reducing the environmental impact of
       lingkungan dari kegiatan pembangunan. Inovasi material ini          construction activities. These material innovations align with
       sejalan dengan upaya WIKA Realty dalam menghadirkan hunian          WIKA Realty’s efforts to deliver sustainable, resource-efficient
       yang berkelanjutan, efisien sumber daya, serta bertanggung          housing that is environmentally responsible.
       jawab terhadap lingkungan hidup.

       Dalam pengembangan di seluruh kawasan dan bangunan                  In the development of all project areas and completed
       yang telah terbangun, WIKA Realty juga menghadirkan                 buildings, WIKA Realty also introduces utility system
       inovasi sistem utilitas yang mendukung keberlanjutan, seperti       innovations that support sustainability, such as rainwater
       pengelolaan air hujan melalui sumur resapan dan kolam retensi,      management through infiltration wells and retention ponds,
       sistem pengolahan air limbah terpadu, serta penggunaan              integrated wastewater treatment systems, and the use of
       perangkat sanitasi hemat air. Dalam pengelolaan air hujan,          water-saving sanitary fixtures. In rainwater management,
       WIKA Realty mengimplementasikan sumur resapan dan kolam             WIKA Realty implements infiltration wells and retention ponds
       retensi pada kawasan perumahan. Sistem ini berfungsi untuk          within residential areas. This system functions to retain and
       menahan dan meresapkan air hujan ke dalam tanah secara              gradually absorb rainwater into the ground, thereby reducing
       bertahap, sehingga dapat mengurangi limpasan permukaan              surface runoff, minimizing the potential for flooding and
       (runoff), meminimalkan potensi genangan dan banjir, serta           waterlogging, and helping maintain groundwater balance. The
       membantu menjaga keseimbangan air tanah. Penerapan                  implementation of this system also supports water resource
       sistem ini juga mendukung konservasi sumber daya air dan            conservation and enhances the environmental carrying
       meningkatkan daya dukung lingkungan kawasan hunian.                 capacity of residential areas.

       Selain itu, pada sistem sanitasi, WIKA Realty menggunakan           In addition, within the sanitation system, WIKA Realty uses
       biotank sebagai pengganti septic tank konvensional. Biotank         biotanks as a replacement for conventional septic tanks. A
       merupakan sistem pengolahan limbah domestik yang bekerja            biotank is a domestic wastewater treatment system that works
       secara biologis dengan proses penyaringan dan penguraian            biologically through gradual filtration and decomposition
       bertahap, sehingga menghasilkan air buangan yang lebih aman         processes, producing wastewater that is safer for the
       bagi lingkungan. Sistem ini lebih efisien, minim perawatan,         environment. This system is more efficient, requires minimal
       serta mampu mengurangi risiko pencemaran tanah dan air              maintenance, and reduces the risk of soil and groundwater
       tanah dibandingkan sistem septic tank tradisional.                  contamination compared to traditional septic tank systems.




292 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 293
Melalui penerapan sumur resapan, kolam retensi, dan                Through the infiltration wells, retention ponds, and biotanks
biotank pada produk desain rumah, WIKA Realty tidak                in residential design products, WIKA Realty not only improves
hanya meningkatkan kualitas utilitas kawasan, tetapi juga          the quality of area utilities but also provides housing that is
menghadirkan hunian yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan.     healthier, safer, and more sustainable. These utility system
Inovasi sistem utilitas ini mencerminkan komitmen WIKA Realty      innovations reflect WIKA Realty’s commitment to delivering
dalam menghadirkan produk properti yang selaras dengan             property products aligned with resource efficiency and
prinsip efisiensi sumber daya dan perlindungan lingkungan hidup.   environmental protection principles.

Untuk efisiensi energi, WIKA Realty mulai mengintegrasikan         To enhance energy efficiency, WIKA Realty has begun
penggunaan lampu hemat energi, sistem manajemen                    integrating the use of energy-efficient lighting, Building
bangunan (Building Management System/BMS), serta                   Management Systems (BMS), and renewable energy
pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya pada             utilization such as solar panels in shared facility areas across
area fasilitas bersama di beberapa proyek.                         several projects.

Proyek Tamansari Cyber merupakan salah satu dari 5 proyek          The Tamansari Cyber project is one of five flagship area
kawasan unggulan yang telah menerapkan inovasi efisiensi           projects that have implemented renewable energy efficiency
energi terbarukan dengan penggunaan Lampu Penerangan               innovations through the use of Solar-Powered Street Lighting
Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) sebagai bagian dari sistem         (PJUTS) as part of the area’s utility system. The PJUTS
utilitas kawasan. Penerapan PJUTS ini merupakan langkah            represents a concrete step by WIKA Realty in supporting
nyata WIKA Realty dalam mendukung pengurangan konsumsi             the reduction of conventional electricity consumption while
energi listrik konvensional serta pemanfaatan sumber energi        promoting the use of environmentally friendly renewable
terbarukan yang ramah lingkungan.                                  energy sources.

Wika Realty juga menerapkan inovasi pada efisiensi air pada        WIKA Realty also applies water efficiency innovations in
produk desain rumah melalui penggunaan sanitair closet             its housing design products through the use of dual-flush
dengan sistem dual flush. Sistem ini dirancang untuk mengatur      sanitary closet systems. This system is designed to regulate
volume air yang digunakan saat pembilasan, dengan dua pilihan      the volume of water used during flushing, offering two water
debit air yang disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga dapat        flow options depending on the need, thereby significantly
mengurangi konsumsi air bersih secara signifikan dibandingkan      reducing clean water consumption compared to conventional
dengan sistem pembilasan konvensional.                             flushing systems.

Penerapan closet dual flush memungkinkan penghuni untuk            The dual-flush system allows occupants to use smaller
menggunakan volume air yang lebih kecil untuk limbah cair          volumes of water for liquid waste and larger volumes for
dan volume yang lebih besar untuk limbah padat. Dengan             solid waste. With this mechanism, water use becomes more
mekanisme tersebut, penggunaan air menjadi lebih efisien           efficient without reducing sanitation hygiene and comfort.
tanpa mengurangi fungsi kebersihan dan kenyamanan sanitasi.        This innovation directly contributes to household water
Inovasi ini berkontribusi langsung pada penghematan air rumah      savings and supports water resource conservation efforts.
tangga serta mendukung upaya konservasi sumber daya air.

Selain manfaat lingkungan, penggunaan sanitair dengan sistem       In addition to environmental benefits, the use of dual-flush
dual flush juga memberikan nilai tambah dari sisi operasional      sanitary systems also provides operational advantages.
bangunan. Pengurangan konsumsi air berdampak pada efisiensi        Reduced water consumption leads to long-term cost
biaya pemakaian air jangka panjang bagi penghuni, serta            efficiency for occupants while supporting more sustainable
mendukung sistem utilitas kawasan yang lebih berkelanjutan.        utility systems within residential areas.
Dalam aspek operasional diseluruh kawasan proyek, WIKA Realty      In operational aspects across all project areas, WIKA Realty
menerapkan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan             applies sustainable environmental management through
melalui pemeliharaan ruang hijau, pengelolaan sampah berbasis      green space maintenance, waste management based on
pemilahan, serta penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).    sorting, and the application of 3R principles (Reduce, Reuse,
Upaya ini didukung dengan penyusunan dan pelaksanaan               Recycle). These efforts are supported by the preparation and
dokumen lingkungan seperti UKL-UPL atau AMDAL sesuai               implementation of environmental documents such as UKL-
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, guna                UPL or AMDAL in accordance with regulatory requirements
memastikan seluruh aktivitas pengelolaan kawasan tetap             to ensure that all area management activities comply with
memenuhi standar lingkungan yang berlaku.                          applicable environmental standards.




                                                                                                           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   293
Page 294
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       Begitupula dalam operasional kawasan perumahan, penerapan      Similarly, in residential area operations, the implementation
       aplikasi warga pintar sebagai media forum warga interaktif     of a smart resident application as an interactive community
       dan fitur pembayaran IPL akan dikembangkan lebih lanjut.       forum and IPL (environmental maintenance fee) payment
       Pembuatan aplikasi ini dilatarbelakangi kebutuhan atas         feature will continue to be developed. The development of
       transparansi pengelolaan keuangan iuran warga dan              this application is driven by the need for transparency in the
       kemudahan pembayaran digital. Aplikasi ini memudahkan          management of residents’ maintenance funds and convenience
       warga dan pengelola pada kolektivitas pembayaran IPL,          in digital payments. The application facilitates residents and
       transparansi laporan dan penyampaian informasi, komunikasi     management in improving payment collectivity, ensuring
       serta interaksi warga                                          transparency of reports and information dissemination, as well
                                                                      as enhancing communication and interaction among residents.

       Pengadaan gate system sebagai sarana keamanan lingkungan       The procurement of an integrated gate system as an
       yang terpadu dapat diintegrasikan dengan aplikasi warga        environmental security facility can also be integrated with
       pintar untuk mengingatkan warga pada kewajiban IPL yang        the smart resident application to remind residents of IPL
       perlu dibayarkan.                                              payment obligations.

       Dalam rangka penyesuaian target market untuk menyasar          In order to adjust the target market toward middle-to-lower
       konsumen pada kelas menengah kebawah, konsep desain            income consumers, the concept of a growing house design is
       rumah tumbuh sedang dalam kajian untuk dapat diaplikasikan     currently under study for potential implementation in suitable
       pada lokasi yang sesuai. Karena cukup banyaknya permintaan     locations. Given the significant demand in this segment,
       pada segmentasi ini kajian material ekonomis pun juga sedang   studies on cost-efficient materials are also being conducted,
       dilakukan karena sensivitas harga sangat berpengaruh pada      as price sensitivity greatly influences housing demand in the
       hunian kelas menengah (entry level)                            middle (entry-level) segment.

       Melalui pendekatan yang menyeluruh, mulai dari perencanaan,    Through a comprehensive approach, starting from planning,
       konstruksi, pengembangan produk properti, hingga               construction, and property product development to post-
       pengelolaan kawasan pasca-terbangun, WIKA Realty secara        construction area management, WIKA Realty actively supports
       aktif mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional.     the national sustainable development agenda. The innovations
       Inovasi dan pengembangan produk/jasa yang diterapkan           and product/service developments implemented strengthen
       memperkuat posisi WIKA Realty sebagai pengembang properti      WIKA Realty’s position as a property developer committed
       yang berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, nilai      to environmental sustainability, social value, and long-term
       sosial, dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.                economic growth.




294 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 295
Penggunaan skylight memungkinkan masuknya cahaya alami              The use of skylights allows natural light to enter interior spaces
secara optimal ke dalam ruang-ruang interior, terutama pada         optimally, particularly in areas with limited side openings.
area yang memiliki keterbatasan bukaan samping. Dengan              By utilizing natural lighting during the daytime, the need
pemanfaatan pencahayaan alami di siang hari, kebutuhan              for electric lighting can be reduced, thereby contributing
penggunaan lampu listrik dapat dikurangi, sehingga                  to building energy efficiency. In addition, skylights help
berkontribusi pada efisiensi energi bangunan. Selain itu,           create healthier and more comfortable indoor environments
skylight juga membantu menciptakan kualitas ruang yang              for occupants.
lebih sehat dan nyaman bagi penghuni.

Sementara itu, penerapan roster pada fasad bangunan berfungsi       Meanwhile, the application of roster elements on building
sebagai elemen ventilasi pasif yang memungkinkan sirkulasi          façades functions as a passive ventilation feature that
udara alami tetap berlangsung tanpa mengorbankan privasi            allows natural air circulation without compromising privacy
dan keamanan. Roster juga berperan dalam mengurangi panas           and security. Roster elements also help reduce direct heat
langsung yang masuk ke dalam bangunan, serta menciptakan            entering the building while creating an aesthetic façade with a
karakter fasad yang estetis dan beridentitas. Penggunaan            distinct architectural identity. The use of roster supports cross
roster mendukung penghawaan silang (cross ventilation) yang         ventilation, which helps naturally lower indoor temperatures.
membantu menurunkan suhu ruang secara alami.




PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) juga menerapkan prinsip        PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) also applies sustainable
pembangunan berkelanjutan pada produk desain rumah                  development principles in its residential design products
melalui pemilihan material bangunan yang ramah lingkungan           through the selection of environmentally friendly building
dan berorientasi pada pengurangan limbah. Salah satu bentuk         materials and a focus on waste reduction. One form of
penerapan tersebut adalah penggunaan material olahan limbah         this implementation is the use of recycled and renewable
dan material terbarukan, seperti semen fiber dan Wood Plastic       materials, such as fiber cement and Wood Plastic Composite
Composite (WPC), sebagai bagian dari elemen arsitektural            (WPC), as part of the architectural elements of houses across
bangunan rumah yang telah diterapkan diseluruh kawasan              WIKA Realty project areas.
proyek Wika Realty.

Penggunaan semen fiber dimanfaatkan sebagai material                The use of fiber cement serves as cladding and façade
pelapis dan elemen fasad karena memiliki daya tahan tinggi,         elements due to its high durability, relatively light weight,
bobot relatif ringan, serta umur pakai yang panjang. Material ini   and long service life. This material is produced using fibers
diproduksi dengan memanfaatkan serat dan bahan tambahan             and additional components that help reduce dependence
yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap material              on conventional materials, thereby helping to minimize
konvensional, sehingga membantu menekan timbulan                    construction waste and carbon emissions. In addition, fiber
limbah konstruksi dan emisi karbon. Selain itu, semen fiber         cement offers advantages in maintenance efficiency and




                                                                                                             PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   295
Page 296
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       juga memiliki keunggulan dalam efisiensi perawatan serta         weather resistance, supporting the long-term sustainability
       ketahanan terhadap cuaca, yang mendukung keberlanjutan           of the building.
       bangunan dalam jangka panjang.

       Sementara itu, penerapan Wood Plastic Composite (WPC)            Meanwhile, Wood Plastic Composite (WPC) is applied to
       digunakan untuk menghadirkan kesan estetika kayu alami pada      create the aesthetic appearance of natural wood in residential
       bangunan rumah tanpa mengeksploitasi kayu solid dari hutan       buildings without exploiting solid wood from natural forests.
       alam. Material WPC merupakan hasil olahan campuran serat         WPC is manufactured from a blend of recycled wood fibers
       kayu daur ulang dan plastik daur ulang, sehingga berkontribusi   and recycled plastics, directly contributing to waste reduction
       langsung pada pengurangan limbah sekaligus mendukung             while supporting circular economy principles. The use of WPC
       prinsip ekonomi sirkular. Penggunaan WPC memberikan              provides added value in terms of visual appeal, resistance to
       nilai tambah dari sisi visual, ketahanan terhadap rayap dan      termites and moisture, and easier maintenance compared to
       kelembapan, serta kemudahan perawatan dibandingkan               conventional wood materials.
       material kayu konvensional.




       Melalui pemanfaatan material semen fiber dan WPC pada            Through the use of fiber cement and WPC materials in
       produk desain rumah, WIKA Realty tidak hanya meningkatkan        housing design products, WIKA Realty not only improves
       kualitas estetika dan performa bangunan, tetapi juga             building aesthetics and performance but also demonstrates a
       menunjukkan komitmen nyata dalam mengurangi dampak               strong commitment to reducing the environmental impact of
       lingkungan dari kegiatan pembangunan. Inovasi material ini       construction activities. These material innovations align with
       sejalan dengan upaya WIKA Realty dalam menghadirkan hunian       WIKA Realty’s efforts to deliver sustainable, resource-efficient
       yang berkelanjutan, efisien sumber daya, serta bertanggung       housing that is environmentally responsible.
       jawab terhadap lingkungan hidup.

       Dalam pengembangan di seluruh kawasan dan bangunan               In the development of all project areas and completed
       yang telah terbangun, WIKA Realty juga menghadirkan              buildings, WIKA Realty also introduces utility system
       inovasi sistem utilitas yang mendukung keberlanjutan, seperti    innovations that support sustainability, such as rainwater
       pengelolaan air hujan melalui sumur resapan dan kolam retensi,   management through infiltration wells and retention ponds,
       sistem pengolahan air limbah terpadu, serta penggunaan           integrated wastewater treatment systems, and the use of
       perangkat sanitasi hemat air. Dalam pengelolaan air hujan,       water-saving sanitary fixtures. In rainwater management,
       WIKA Realty mengimplementasikan sumur resapan dan kolam          WIKA Realty implements infiltration wells and retention ponds




296 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 297
retensi pada kawasan perumahan. Sistem ini berfungsi untuk    within residential areas. This system functions to retain and
menahan dan meresapkan air hujan ke dalam tanah secara        gradually absorb rainwater into the ground, thereby reducing
bertahap, sehingga dapat mengurangi limpasan permukaan        surface runoff, minimizing the potential for flooding and
(runoff), meminimalkan potensi genangan dan banjir, serta     waterlogging, and helping maintain groundwater balance. The
membantu menjaga keseimbangan air tanah. Penerapan            implementation of this system also supports water resource
sistem ini juga mendukung konservasi sumber daya air dan      conservation and enhances the environmental carrying
meningkatkan daya dukung lingkungan kawasan hunian.           capacity of residential areas.

Selain itu, pada sistem sanitasi, WIKA Realty menggunakan     In addition, within the sanitation system, WIKA Realty uses
biotank sebagai pengganti septic tank konvensional. Biotank   biotanks as a replacement for conventional septic tanks. A
merupakan sistem pengolahan limbah domestik yang bekerja      biotank is a domestic wastewater treatment system that works
secara biologis dengan proses penyaringan dan penguraian      biologically through gradual filtration and decomposition
bertahap, sehingga menghasilkan air buangan yang lebih aman   processes, producing wastewater that is safer for the
bagi lingkungan. Sistem ini lebih efisien, minim perawatan,   environment. This system is more efficient, requires minimal
serta mampu mengurangi risiko pencemaran tanah dan air        maintenance, and reduces the risk of soil and groundwater
tanah dibandingkan sistem septic tank tradisional.            contamination compared to traditional septic tank systems.

Melalui penerapan sumur resapan, kolam retensi, dan           Through the infiltration wells, retention ponds, and biotanks
biotank pada produk desain rumah, WIKA Realty tidak           in residential design products, WIKA Realty not only improves
hanya meningkatkan kualitas utilitas kawasan, tetapi          the quality of area utilities but also provides housing that is
juga menghadirkan hunian yang lebih sehat, aman, dan          healthier, safer, and more sustainable. These utility system
berkelanjutan. Inovasi sistem utilitas ini mencerminkan       innovations reflect WIKA Realty’s commitment to delivering
komitmen WIKA Realty dalam menghadirkan produk properti       property products aligned with resource efficiency and
yang selaras dengan prinsip efisiensi sumber daya dan         environmental protection principles.
perlindungan lingkungan hidup.

Untuk efisiensi energi, WIKA Realty mulai mengintegrasikan    To enhance energy efficiency, WIKA Realty has begun
penggunaan lampu hemat energi, sistem manajemen               integrating the use of energy-efficient lighting, Building
bangunan (Building Management System/BMS), serta              Management Systems (BMS), and renewable energy
pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya pada        utilization such as solar panels in shared facility areas across
area fasilitas bersama di beberapa proyek.                    several projects.




                                                                                                      PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   297
Page 298
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       Wika Realty juga menerapkan inovasi pada efisiensi air pada     WIKA Realty also applies innovations in water efficiency in
       produk desain rumah melalui penggunaan sanitair closet          its residential design products through the use of sanitary
       dengan sistem dual flush. Sistem ini dirancang untuk mengatur   closets with a dual flush system. This system is designed to
       volume air yang digunakan saat pembilasan, dengan dua pilihan   regulate the volume of water used during flushing, offering
       debit air yang disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga dapat     two water flow options adjusted to different needs, thereby
       mengurangi konsumsi air bersih secara signifikan dibandingkan   significantly reducing clean water consumption compared
       dengan sistem pembilasan konvensional.                          to conventional flushing systems.

       Penerapan closet dual flush memungkinkan penghuni untuk         The application of dual flush closets allows residents
       menggunakan volume air yang lebih kecil untuk limbah cair       to use a smaller volume of water for liquid waste and a
       dan volume yang lebih besar untuk limbah padat. Dengan          larger volume for solid waste. With this mechanism, water
       mekanisme tersebut, penggunaan air menjadi lebih efisien        usage becomes more efficient without reducing sanitation
       tanpa mengurangi fungsi kebersihan dan kenyamanan sanitasi.     cleanliness and comfort. This innovation directly contributes
       Inovasi ini berkontribusi langsung pada penghematan air rumah   to household water savings and supports efforts toward
       tangga serta mendukung upaya konservasi sumber daya air.        water resource conservation.

       Selain manfaat lingkungan, penggunaan sanitair dengan           In addition to environmental benefits, the use of sanitary
       sistem dual flush juga memberikan nilai tambah dari sisi        fixtures with a dual flush system also provides added value
       operasional bangunan. Pengurangan konsumsi air berdampak        from the operational aspect of the building. Reduced water
       pada efisiensi biaya pemakaian air jangka panjang bagi          consumption leads to long-term cost efficiency for residents
       penghuni, serta mendukung sistem utilitas kawasan yang          while supporting more sustainable utility systems within
       lebih berkelanjutan.                                            residential areas.

       Dalam aspek operasional diseluruh kawasan proyek,               In the operational aspect across all project areas, WIKA
       WIKA Realty menerapkan pengelolaan lingkungan secara            Realty applies sustainable environmental management
       berkelanjutan melalui pemeliharaan ruang hijau, pengelolaan     through maintaining green open spaces, waste management
       sampah berbasis pemilahan, serta penerapan prinsip 3R           based on waste separation, and applying the 3R principles
       (Reduce, Reuse, Recycle). Upaya ini didukung dengan             (Reduce, Reuse, Recycle). These efforts are supported by the
       penyusunan dan pelaksanaan dokumen lingkungan seperti           preparation and implementation of environmental documents
       UKL-UPL atau AMDAL sesuai dengan ketentuan peraturan            such as UKL-UPL or AMDAL in accordance with regulatory
       perundang-undangan, guna memastikan seluruh aktivitas           requirements, ensuring that all area management activities
       pengelolaan kawasan tetap memenuhi standar lingkungan           comply with applicable environmental standards.
       yang berlaku.

       Begitupula dalam operasional kawasan perumahan, penerapan       Likewise, in the operation of residential areas, the development
       aplikasi warga pintar sebagai media forum warga interaktif      of a smart resident application as an interactive community
       dan fitur pembayaran IPL akan dikembangkan lebih lanjut.        forum and IPL payment feature will continue to be enhanced.
       Pembuatan aplikasi ini dilatarbelakangi kebutuhan atas          The development of this application is driven by the need for
       transparansi pengelolaan keuangan iuran warga dan               transparency in managing community contribution funds
       kemudahan pembayaran digital. Aplikasi ini memudahkan           and the convenience of digital payments. The application
       warga dan pengelola pada kolektivitas pembayaran IPL,           facilitates residents and managers in collective IPL payments,
       transparansi laporan dan penyampaian informasi, komunikasi      transparency of reports and information dissemination, as
       serta interaksi warga.                                          well as communication and interaction among residents.

       Proyek Tamansari Cyber merupakan salah satu dari 5 proyek       Tamansari Cyber Project is one of the five flagship area
       kawasan unggulan yang telah menerapkan inovasi efisiensi        developments that has applied renewable energy efficiency
       energi terbarukan dengan penggunaan Lampu Penerangan            innovations through the use of Solar-Powered Public Street
       Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) sebagai bagian dari sistem      Lighting (PJUTS) as part of the area’s utility system. The PJUTS
       utilitas kawasan. Penerapan PJUTS ini merupakan langkah         represents a concrete step by WIKA Realty in supporting
       nyata WIKA Realty dalam mendukung pengurangan konsumsi          the reduction of conventional electricity consumption and
       energi listrik konvensional serta pemanfaatan sumber energi     promoting the use of environmentally friendly renewable
       terbarukan yang ramah lingkungan.                               energy sources.




298 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 299
Pengadaan gate system sebagai sarana keamanan lingkungan       The procurement of a gate system as an integrated
yang terpadu dapat diintegrasikan dengan aplikasi warga        neighborhood security facility can also be connected with
pintar untuk mengingatkan warga pada kewajiban IPL yang        a smart resident application to remind residents of their IPL
perlu dibayarkan.                                              (environmental maintenance fee) payment obligations.




Dalam rangka penyesuaian target market untuk menyasar          In order to adjust the target market toward middle-to-lower
konsumen pada kelas menengah kebawah, konsep desain            income consumers, the concept of a growing house design is
rumah tumbuh sedang dalam kajian untuk dapat diaplikasikan     currently under study for potential implementation in suitable
pada lokasi yang sesuai. Karena cukup banyaknya permintaan     locations. Given the significant demand in this segment,
pada segmentasi ini kajian material ekonomis pun juga sedang   studies on cost-efficient materials are also being conducted,
dilakukan karena sensivitas harga sangat berpengaruh pada      as price sensitivity greatly influences housing demand in the
hunian kelas menengah (entry level) .                          middle (entry-level) segment.

Melalui pendekatan yang menyeluruh, mulai dari perencanaan,    Through a comprehensive approach, starting from planning,
konstruksi, pengembangan produk properti, hingga               construction, and property product development to post-
pengelolaan kawasan pasca-terbangun, WIKA Realty secara        construction area management, WIKA Realty actively supports
aktif mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional.     the national sustainable development agenda. The innovations
Inovasi dan pengembangan produk/jasa yang diterapkan           and product/service developments implemented strengthen
memperkuat posisi WIKA Realty sebagai pengembang properti      WIKA Realty’s position as a property developer committed
yang berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, nilai      to environmental sustainability, social value, and long-term
sosial, dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.                economic growth.




                                                                                                     PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   299
Page 300
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR                                     PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR




       PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) terus memperkuat             PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) continues to strengthen
       perannya sebagai mitra nasional utama dalam memastikan           its role as a key national partner in ensuring the availability and
       ketersediaan dan keberlanjutan pasokan air bersih bagi           sustainability of clean water supply for urban populations. This
       penduduk perkotaan. Tidak hanya pencapaian operasional           reflects not only the company’s operational achievements but
       perusahaan tetapi juga komitmennya yang semakin besar            also its growing commitment to environmental management,
       terhadap pengelolaan lingkungan, tanggung jawab sosial,          social responsibility, and good corporate governance. Through
       dan tata kelola perusahaan yang baik. Melalui pengoperasian      the commercial operation of Jatiluhur I Regional Water Supply
       komersial Sistem Penyediaan Air Regional Jatiluhur I (SPAM),     System (SPAM), WTJJ demonstrates tangible progress
       WTJJ menunjukkan kemajuan nyata dalam menyediakan                in providing safe drinking water, reducing environmental
       air minum yang aman, mengurangi dampak lingkungan,               impacts, engaging communities, and upholding strong
       melibatkan masyarakat, dan menjunjung tinggi standar tata        governance standards.
       kelola yang kuat.

       Jakarta, Bekasi dan Karawang saat ini menghadapi defisit         Jakarta, Bekasi, and Karawang are currently facing a deficit in
       pasokan air bersih. Kehadiran Perseroan memberikan kontribusi    clean water supply. The presence of the Company contributes
       signifikan dalam mengatasi defisit ini, dengan menyediakan       significantly to addressing this deficit by providing an
       tambahan pasokan air sebanyak 4.750 liter per detik. Melayani/   additional water supply of 4,750 liters per second. WTJJ
       menyalurkan air minum curah kepada offtaker PDAM. Air            supplies bulk drinking water to offtaker PDAMs. Raw water is
       baku diolah dan diproses menjadi air minum curah di dua          treated and processed into bulk drinking water at two Water
       Lokasi IPA, yakni IPA Bekasi dan IPA Cibeet, untuk disalurkan    Treatment Plants (WTP), namely Bekasi WTP and Cibeet WTP,
       kepada tiap PDAM. IPA Bekasi memiliki kapasitas produksi         before being distributed to each PDAM. Bekasi WTP has a
       lebih besar yakni 4.400 Liter per detik dan akan melayani        larger production capacity of 4,400 liters per second and will
       PAM Jaya (DKI Jakarta), PDAM Tirta Patriot (Kota Bekasi),        serve PAM Jaya (DKI Jakarta), PDAM Tirta Patriot (Bekasi City),
       dan PDAM Tirta Bagasasi (Kabupaten Karawang). IPA Cibeet         and PDAM Tirta Bagasasi (Karawang Regency). Meanwhile,
       memiliki kapasitas produksi 350 Liter per detik dan hanya akan   Cibeet WTP has a production capacity of 350 liters per second
       melayani PDAM Tirta Tarum (Kabupaten Karawang).                  and will only serve PDAM Tirta Tarum (Karawang Regency).

       Dengan kapasitas terpasang mendekati 4.750 liter per detik,      With an installed capacity of nearly 4,750 liters per second,
       WTJJ secara signifikan berkontribusi dalam memenuhi              WTJJ significantly contributes to meeting the growing
       meningkatnya permintaan akses air bersih di wilayah Jakarta,     demand for clean water access in Jakarta, Bekasi, and
       Bekasi, dan Karawang—saat ini melayani sekitar 1,9 juta          Karawang areas—currently serving approximately 1.9 million
       orang, sehingga meningkatkan keamanan air nasional dan           people. This strengthens national water security and supports
       mendukung tujuan pembangunan jangka panjang Indonesia.           Indonesia’s long-term development goals. WTJJ views its
       WTJJ memandang perannya bukan hanya sebagai penyedia             role not only as a clean water provider but also as an agent
       air bersih tetapi sebagai agen kemajuan berkelanjutan yang       of sustainable progress that encompasses environmental
       mencakup pengelolaan lingkungan, inisiatif sosial, praktik       management, social initiatives, innovative empowerment
       inovasi pemberdayaan, dan penerapan tata kelola yang efektif.    practices, and effective governance implementation. By
       Dengan mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam semua             integrating sustainability into all operational dimensions,
       dimensi operasional, WTJJ memastikan bahwa penyediaan            WTJJ ensures that today’s water provision aligns with climate
       air saat ini selaras dengan upaya ketahanan iklim sekaligus      resilience efforts while encouraging inclusive growth and
       mendorong pertumbuhan inklusif dan meningkatkan standar          improving living standards in the future.
       hidup di masa depan.




300 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 301
Desain Green IPA (Supernatan)                                   Green WTP Design (Supernatant)
PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) menerapkan konsep           PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) applies the Green Water
Green Instalasi Pengolahan Air (Green IPA) sebagai bagian       Treatment Plant (Green WTP) concept as part of its sustainable
dari strategi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan         environmental management strategy and the company’s
dan komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental,         commitment to Environmental, Social, and Governance (ESG)
Social, and Governance (ESG). Penerapan konsep ini bertujuan    principles. This concept aims to ensure that all clean water
untuk memastikan bahwa seluruh proses pengolahan air            treatment processes are carried out efficiently, responsibly,
bersih dilakukan secara efisien, bertanggung jawab, serta       and with minimal environmental impact.
meminimalkan dampak terhadap lingkungan.




Dalam operasionalnya, sistem Green IPA di WTJJ dirancang        In its operations, Green WTP system at WTJJ is designed to
untuk tidak menghasilkan limbah cair yang dibuang ke            produce no liquid waste discharged into the environment. All
lingkungan. Seluruh air sisa proses pengolahan, termasuk        residual water from the treatment process, including filter
air hasil pencucian filter (backwash) dan residu pengolahan     backwash water and other treatment residues, is managed
lainnya, dikelola melalui sistem pengolahan dan pemulihan       through an internal recovery system. This water is reprocessed
internal (internal recovery system). Air tersebut diproses      and reused within the treatment cycle, ensuring that no
kembali dan dimanfaatkan ulang ke dalam siklus pengolahan,      wastewater is discharged into receiving water bodies. This
sehingga tidak terdapat pembuangan air limbah ke badan air      approach reflects the principle of circular water management
penerima. Pendekatan ini mencerminkan prinsip circular water    in water resource management.
management dalam pengelolaan sumber daya air.

Penerapan sistem pengolahan tertutup (closed-loop system)       This closed-loop treatment system has a significant impact
tersebut memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan      on improving the efficiency of raw water utilization. During
efisiensi pemanfaatan air baku. Sepanjang periode pelaporan,    the reporting period, WTJJ recorded a very low level of
WTJJ mencatat tingkat kehilangan air (water losses) yang        water losses, ranging from less than 3–5%. This achievement
sangat rendah, yaitu berada pada kisaran kurang dari 3–5%.      demonstrates the optimization of clean water production
Capaian ini menunjukkan optimalisasi proses produksi air        processes as well as the effectiveness of operational controls
bersih serta efektivitas pengendalian operasional dalam         in maintaining balance between treatment capacity and
menjaga keseimbangan antara kapasitas pengolahan dan            production output.
hasil produksi.

Selain meningkatkan efisiensi operasional, implementasi Green   In addition to improving operational efficiency, the
IPA juga berkontribusi langsung terhadap upaya perlindungan     implementation of Green WTP concept also contributes
lingkungan. Tidak adanya pembuangan limbah cair membantu        directly to environmental protection efforts. The absence
mencegah potensi pencemaran air dan degradasi kualitas          of liquid waste discharge helps prevent potential water
lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan. Dengan    pollution and environmental degradation in areas surrounding
demikian, WTJJ turut mendukung konservasi sumber daya           the company’s operations. Through this approach, WTJJ
air, menjaga keberlanjutan ekosistem, serta mengurangi jejak    supports water resource conservation, maintains ecosystem
lingkungan dari aktivitas operasional perusahaan.               sustainability, and reduces the environmental footprint of its
                                                                operational activities.




                                                                                                      PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   301
Page 302
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       Melalui penerapan Green IPA, PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur      By applying the Green WTP concept, PT WIKA Tirta
       menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan                  Jaya Jatiluhur reaffirms its commitment to integrating
       aspek lingkungan ke dalam proses bisnis inti. Inisiatif ini    environmental aspects into its core business processes.
       sejalan dengan upaya pencapaian tujuan pembangunan             This initiative aligns with efforts to achieve the Sustainable
       berkelanjutan, khususnya SDGs 6 (Clean Water and Sanitation)   Development Goals, particularly SDG 6 (Clean Water and
       dan SDGs 12 (Responsible Consumption and Production),          Sanitation) and SDG 12 (Responsible Consumption and
       serta menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam          Production), and forms part of the company’s contribution
       menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi       to creating long-term sustainable value for stakeholders.
       para pemangku kepentingan.

       Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Pembangunan               Innovation and Development of Sustainable
       Berkelanjutan melalui Implementasi SCADA System                Construction Products/Services through the
                                                                      Implementation of SCADA System.




       Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan         As a company engaged in the management and development
       dan pengembangan infrastruktur sumber daya air, PT WIKA        of water resource infrastructure, PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur
       Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) menyadari bahwa tantangan          (WTJJ) recognizes that sustainable development challenges
       pembangunan berkelanjutan di sektor air dan utilitas tidak     in the water and utility sector require not only reliable
       hanya menuntut keandalan infrastruktur fisik, tetapi juga      physical infrastructure but also strengthened technology-
       penguatan sistem pengelolaan berbasis teknologi yang           based management systems that are adaptive, efficient,
       adaptif, efisien, dan ramah lingkungan. Sejalan dengan         and environmentally friendly. In line with the Company’s
       komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental,            commitment to Environmental, Social, and Governance
       Social, and Governance (ESG), WTJJ secara berkelanjutan        (ESG) principles, WTJJ continuously develops innovations
       mengembangkan inovasi produk dan jasa melalui pemanfaatan      in products and services through the utilization of the
       Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) System        Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) System
       sebagai tulang punggung transformasi digital operasional.      as the backbone of its operational digital transformation.

       Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan keandalan               To improve operational efficiency and reliability, SCADA
       operasional, sistem SCADA diimplementasikan sebagai            system is implemented as an innovative solution for
       solusi inovatif dalam pemantauan dan pengendalian proses       monitoring and controlling water treatment processes. SCADA
       pengolahan air. Sistem SCADA memungkinkan pemantauan           system enables real-time monitoring, process automation, and
       real-time, otomatisasi proses, serta analisis data untuk       data analysis to support faster and more accurate decision-
       pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.             making. With this technology, operators can optimize resource
       Dengan teknologi ini, pengelola dapat mengoptimalkan           utilization, minimize operational disruptions, and enhance the
       penggunaan sumber daya, meminimalkan gangguan                  quality of drinking water services.
       operasional, serta meningkatkan kualitas layanan air minum.

       SCADA System merupakan sistem terintegrasi yang                SCADA System is an integrated system that allows real-
       memungkinkan pemantauan, pengendalian, dan pengumpulan         time monitoring, control, and collection of operational data
       data operasional secara real-time pada berbagai fasilitas      across various water treatment and distribution facilities. In
       pengolahan dan distribusi air. Dalam konteks pembangunan       the context of sustainable development, the implementation
       berkelanjutan, implementasi SCADA tidak hanya berfungsi        of SCADA functions not only as a technical control tool but




302 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 303
sebagai alat pengendalian teknis, namun juga sebagai               also as a strategic instrument to improve resource efficiency,
instrumen strategis dalam meningkatkan efisiensi sumber            reduce environmental impacts, and enhance service quality
daya, menurunkan dampak lingkungan, serta meningkatkan             for the community.
kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui pemanfaatan SCADA System, WTJJ mampu                       Through the use of SCADA System, WTJJ is able to conduct
melakukan pemantauan menyeluruh terhadap parameter                 comprehensive monitoring of key operational parameters such
operasional utama seperti debit air, tekanan jaringan,             as water flow rate, network pressure, water quality, energy
kualitas air, konsumsi energi, serta kinerja peralatan secara      consumption, and equipment performance on a continuous
berkelanjutan. Data yang diperoleh secara real-time dan            basis. The real-time and historical data obtained serve as the
historis menjadi dasar pengambilan keputusan berbasis data         foundation for data-driven decision making, enabling the
(data-driven decision making), sehingga perusahaan dapat           Company to manage operations more precisely, avoid energy
melakukan pengaturan operasi yang lebih presisi, menghindari       waste, and minimize potential water losses (non-revenue
pemborosan energi, serta meminimalkan potensi kehilangan           water). These efforts are aligned with WTJJ’s commitment
air (non-revenue water). Upaya ini sejalan dengan komitmen         to improving natural resource efficiency and reducing the
WTJJ dalam mendukung efisiensi pemanfaatan sumber                  environmental footprint of its operational activities.
daya alam serta pengurangan jejak lingkungan dari aktivitas
operasional perusahaan.

Dalam aspek inovasi dan pengembangan produk/jasa,                  In terms of innovation and product/service development,
SCADA System dikembangkan tidak hanya sebagai sistem               SCADA System is developed not only as an internal support
pendukung internal, tetapi juga sebagai nilai tambah layanan       system but also as a value-added service offered by WTJJ to
yang ditawarkan WTJJ kepada para pemangku kepentingan.             its stakeholders. The development of SCADA at WTJJ is also
Pengembangan SCADA System di WTJJ juga diarahkan untuk             directed toward supporting predictive maintenance practices.
mendukung penerapan pemeliharaan prediktif (predictive             Through operational data trend analysis and early anomaly
maintenance). Melalui analisis tren data operasional dan deteksi   detection, the Company can identify potential disturbances
dini anomali sistem, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi     before equipment failure occurs. This approach not only
gangguan sebelum terjadi kegagalan peralatan. Pendekatan           increases system reliability but also reduces emergency
ini tidak hanya meningkatkan keandalan sistem, tetapi juga         repair needs, lowers material consumption, and extends the
mengurangi kebutuhan perbaikan darurat, menekan konsumsi           service life of infrastructure assets. Consequently, SCADA
material, serta memperpanjang umur aset infrastruktur. Dengan      directly contributes to operational cost efficiency while
demikian, SCADA berkontribusi langsung terhadap efisiensi          supporting circular economy principles in asset management.
biaya operasional sekaligus mendukung prinsip ekonomi sirkular     From an environmental perspective, the implementation
dalam pengelolaan aset perusahaan.Dari perspektif lingkungan,      of SCADA System provides significant impacts on energy
penerapan SCADA System memberikan dampak signifikan                consumption control and reduction of indirect emissions.
dalam pengendalian konsumsi energi dan pengurangan emisi           Optimization of pump operations, demand-based scheduling,
tidak langsung. Optimalisasi pengoperasian pompa, penjadwalan      and automated network pressure control help reduce overall
operasi berbasis kebutuhan aktual, serta pengendalian tekanan      electricity consumption. In addition, the system’s capability
jaringan secara otomatis membantu menurunkan konsumsi              to detect leaks and inefficiencies in the distribution network
energi listrik secara keseluruhan. Selain itu, kemampuan sistem    contributes to water resource conservation, which is a crucial
dalam mendeteksi kebocoran dan ketidakefisienan jaringan           aspect of ensuring the sustainability of clean water supply
distribusi berkontribusi terhadap konservasi sumber daya air,      for communities.
yang merupakan aspek krusial dalam menjaga keberlanjutan
pasokan air bersih bagi masyarakat.

WTJJ juga memandang SCADA System sebagai bagian                    WTJJ also views the SCADA System as an important element
dari penguatan aspek sosial dan tata kelola perusahaan.            in strengthening social and governance aspects of the
Transparansi data operasional yang dihasilkan oleh sistem ini      Company. The transparency of operational data generated
mendukung peningkatan akuntabilitas, baik dalam pelaporan          by the system supports improved accountability in both
kinerja internal maupun dalam komunikasi dengan pemangku           internal performance reporting and communication with
kepentingan eksternal. Keandalan sistem distribusi air yang        external stakeholders. The reliability of water distribution
didukung oleh SCADA turut meningkatkan kualitas layanan            systems supported by SCADA also enhances service quality
kepada pelanggan, mengurangi gangguan suplai, serta                for customers, reduces supply disruptions, and supports
mendukung keberlanjutan layanan publik yang berdampak              sustainable public services that directly impact community
langsung pada kesejahteraan masyarakat. Dalam kerangka             welfare. Within its long-term development framework, WTJJ
pengembangan jangka panjang, WTJJ terus mengkaji integrasi         continues to explore the integration of SCADA with other
SCADA dengan teknologi pendukung lainnya seperti Internet          supporting technologies such as the Internet of Things (IoT),




                                                                                                         PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   303
Page 304
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       of Things (IoT), analitik data lanjutan, serta platform digital      advanced data analytics, and cloud-based digital platforms.
       berbasis cloud. Integrasi ini diharapkan dapat meningkatkan          This integration is expected to enhance the system’s capability
       kapabilitas sistem dalam melakukan analisis prediktif, simulasi      in predictive analysis, operational scenario simulations, and
       skenario operasional, serta perencanaan pengembangan                 infrastructure development planning that is more adaptive to
       infrastruktur yang lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan        changing needs and environmental risks. This approach reflects
       dan risiko lingkungan. Pendekatan ini mencerminkan komitmen          WTJJ’s commitment to continuous innovation in delivering
       WTJJ untuk terus berinovasi dalam menghadirkan solusi                resilient and sustainable water infrastructure solutions.
       infrastruktur air yang tangguh dan berkelanjutan.

       Implementasi SCADA pada SPAM Jatiluhur I merupakan bagian            The implementation of SCADA in SPAM Jatiluhur I system
       dari upaya PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur dalam meningkatkan:          forms part of PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur’s efforts to improve
       1. Peningkatan Efisiensi Operasional                                 the following aspects:
            Implementasi SCADA di SPAM Jatiluhur 1 memungkinkan             1. Operational Efficiency Improvement
            pemantauan dan pengendalian proses pengolahan air                   The implementation of SCADA in SPAM Jatiluhur I enables
            secara real-time. Sistem ini membantu mengoptimalkan                real-time monitoring and control of water treatment
            penggunaan energi dan bahan kimia dalam proses produksi             processes. The system helps optimize the use of energy
            air minum.                                                          and chemicals in drinking water production.
       2. Meningkatkan Keandalan dan Kualitas Layanan                       2. Improved Reliability and Service Quality
            SCADA memungkinkan deteksi dini terhadap gangguan                   SCADA enables early detection of operational
            operasional, sehingga dapat dilakukan tindakan                      disturbances, allowing preventive actions to be taken
            pencegahan lebih cepat. Parameter kualitas air baku dan air         more quickly. Raw water and bulk drinking water quality
            minum curah dapat dimonitor secara berkelanjutan untuk              parameters can be monitored continuously to ensure
            memastikan kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan.              compliance with established standards.
       3. Optimasi Pemeliharaan dan Pengurangan Kesalahan                   3. Maintenance Optimization and Reduction of Human Error
            Manusia                                                             Historical data from SCADA can be used for predictive
            Data historis dari SCADA dapat digunakan untuk analisis             analysis in equipment maintenance. System alarms help
            prediktif dalam pemeliharaan peralatan. Alarm sistem                operators avoid operational errors that could affect water
            membantu operator dalam menghindari kesalahan                       quality and equipment lifespan.
            operasional yang dapat berdampak pada kualitas air dan
            umur peralatan.
       4. Tantangan dalam Implementasi SCADA                                4. Challenges in SCADA Implementation
            Integrasi SCADA dengan infrastruktur yang sudah ada                Integration of SCADA with existing infrastructure still faces
            masih menghadapi beberapa kendala teknis. Dibutuhkan               several technical challenges. Skilled personnel are required
            tenaga kerja terampil dalam pengoperasian dan                      to operate and maintain the SCADA system effectively.
            pemeliharaan sistem SCADA agar dapat berjalan optimal.
       5. Estimasi Efisiensi Terhadap Operation Cost                        5. Estimated Efficiency in Operational Costs
            Dengan Menggunakan Sistem Pengoperasian dengan Sistem              By implementing SCADA-based operations, PT WIKA Tirta
            SCADA maka PT. Wika Tirta Jaya Jatiluhur di estimasikan            Jaya Jatiluhur is estimated to achieve operational cost
            dapat menghemat (Efisiensi) Biaya Pengoperasian                    savings of approximately Rp 16 billion per year.
            (Operation Cost) sebesar kurang lebih Rp 16 miliar per tahun.

       Implementasi dan pengembangan SCADA System di WTJJ                   The implementation and development of SCADA System at
       secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan              WTJJ directly support the achievement of the Sustainable
       Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs),                  Development Goals (SDGs), particularly SDG 6 (Clean Water
       khususnya SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui                 and Sanitation) through improved efficiency and reliability of
       peningkatan efisiensi dan keandalan pengelolaan air, SDG 7           water management, SDG 7 (Affordable and Clean Energy)
       (Affordable and Clean Energy) melalui optimalisasi konsumsi          through optimized energy consumption, SDG 9 (Industry,
       energi, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui      Innovation and Infrastructure) through the application of
       penerapan teknologi digital dalam infrastruktur, serta SDG 13        digital technology in infrastructure, and SDG 13 (Climate
       (Climate Action) melalui kontribusi terhadap pengurangan             Action) through contributions to emission reduction and
       emisi dan efisiensi sumber daya.                                     resource efficiency.

       Melalui kajian inovasi dan pengembangan produk/jasa                  Through the study of innovation and product/service
       berbasis SCADA System ini, PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur              development based on SCADA System, PT WIKA Tirta Jaya
       menegaskan komitmennya untuk menjadikan teknologi                    Jatiluhur reaffirms its commitment to positioning technology
       sebagai enabler utama dalam pembangunan berkelanjutan.               as a key enabler of sustainable development. SCADA is not
       SCADA tidak hanya menjadi solusi operasional, tetapi                 only an operational solution but also a strategic foundation




304 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 305
juga fondasi strategis dalam membangun infrastruktur air            for building efficient, reliable, and environmentally responsible
yang efisien, andal, dan berwawasan lingkungan, sekaligus           water infrastructure, while strengthening the Company’s
memperkuat daya saing perusahaan dalam jangka panjang               long-term competitiveness and delivering sustainable added
serta memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh       value for all stakeholders.
pemangku kepentingan.

PRODUK/JASA YANG SUDAH DIEVALUASI                                   PRODUCTS/SERVICES EVALUATED FOR
KEAMANANNYA BAGI PELANGGAN [OJK F.27,                               CUSTOMER SAFETY [OJK F.27, GRI 416-1, 416-2, CRE8,
GRI 416-1, 416-2, CRE8, IF-EN-250a.1, IF-EN-250a.2, IF-EN-410a.1]   IF-EN-250a.1, IF-EN-250a.2, IF-EN-410a.1]


Perseroan senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan                 The Company consistently remains committed to delivering
produk yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan regulasi           products that are safe, high-quality, and compliant with
serta persyaratan keselamatan yang berlaku. Untuk menjamin          applicable regulations and safety requirements. To ensure
hal tersebut, Perseroan telah menerapkan sistem manajemen           this, the Company has implemented a quality management
mutu yang dirancang untuk mencapai sasaran strategis serta          system designed to achieve strategic objectives and meet
memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan, sekaligus seluruh          the expectations and satisfaction of customers as well as all
pemangku kepentingan Perseroan. Pengawasan mutu produk              stakeholders. Product quality control at WIKA is carried out
di WIKA dilakukan melalui proses penilaian produk akhir, yang       through a final product assessment process, which is divided
dibedakan berdasarkan aspek desain dan commissioning.               into design and commissioning aspects. Before products are
Sebelum produk diserahkan kepada pemberi kerja, manajemen           handed over to the client, WIKA management must ensure
WIKA wajib memastikan bahwa seluruh bagian produk (100%)            that all parts of the product (100%) have been evaluated and
telah dievaluasi dan dipastikan keamanannya. Sampai dengan          confirmed to be safe. As of the end of 2025, the Company
akhir tahun 2025 Perseroan memiliki bangunan bersertifikat          has buildings certified under sustainable building standards,
Green Building diantaranya Gedung RSJPD Harapan Kita –              including RSJPD Harapan Kita – Tokushukai Building with a
Tokushukai dengan jenis sertifikasi BGH Madya dan Gedung            BGH Madya certification and Financial Center Mandiri Building
Financial Center Mandiri di Pantai Indah Kapuk 2 dengan jenis       in Pantai Indah Kapuk 2 with a GBCI Platinum certification.
sertifikasi GBCI PLATINUM.

Penilaian produk akhir melalui beberapa tahap, yaitu quality        Final product assessments are conducted through several
dan inspeksi. Hal ini tercakup di dalam dokumen Rencana             stages, namely quality checks and inspections, as outlined
Kerja Proyek BAB Quality Plan. Penilaian akhir produk               in the Project Work Plan document, Chapter Quality Plan.
tersebut bertujuan untuk memastikan produk sesuai dengan            These final product evaluations aim to ensure that the product
spesifikasinya. Di samping itu, WIKA juga melakukan proses          meets its specifications. In addition, WIKA conducts a project
pengendalian penyelesaian proyek melibatkan serangkaian             completion control process involving several key stages to
tahapan penting untuk memastikan bahwa proyek selesai               ensure that projects are completed efficiently and according
secara efisien dan sesuai dengan persyaratan yang telah             to established requirements. The following explains the stages
ditetapkan. Berikut penjelasan tahapan dalam pengendalian           in project completion control:
penyelesaian proyek:
1. Construction Completion                                          1.   Construction Completion
    penyelesaian semua pekerjaan konstruksi yang mencakup                Completion of all construction work including installation
    pemasangan peralatan dan struktur, Pemeriksaan dan                   of equipment and structures, along with inspection and
    verifikasi bahwa semua komponen fisik dari proyek                    verification that all physical components of the project
    telah terpasang, diuji dan berfungsi dengan baik sesuai              have been installed, tested, and are functioning properly
    spesifikasi teknis yang ditetapkan                                   according to technical specifications.
2. Pre-Commissioning                                                2.   Pre-Commissioning
    Mengidentifikasi urutan aktivitas, batasan-batasan dari              Identification of activity sequences and equipment
    peralatan yang akan diuji dan dikeluarkan, memastikan                testing boundaries, ensuring that the installed equipment
    performa dan equipment yang di-install sudah sesuai dengan           performance meets planned requirements and that no
    requirement yang direncanakan dan tidak terdapat masalah.            issues are present.
3. Commissioning                                                    3.   Commissioning
    Proses penggunaan product dan pengujian operasional dari             The operational testing and activation process of all
    semua system atau peralatan proyek. Selama Commisioning,             project systems or equipment under actual operating
    system dan peralatan dijalankan dalam kondisi operasional            conditions to ensure proper functionality according to
    sebenarnya untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi                 specifications. Any detected issues are resolved before
    dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.           proceeding to the next stage.
    Jika ada masalah yang terdeteksi, akan dilakukan perbaikan
    sebelum melanjutkan ke Langkah selanjutnya




                                                                                                            PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   305
Page 306
                          Kinerja Keberlanjutan
                          Sustainability Performance




       4. Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan                            4. Work Completion Report
          Dokumen resmi yang menandai penyelesaikan seluruh                 An official document marking the completion of the
          proyek. Dokumen ini mencatat semua tahap penyelesaian             entire project. This document records all stages of project
          proyek, pengujian, dan verifikasi yang telah dilakukan            completion, testing, and verification conducted according
          sesuai dengan spesifikasi dan bahwa proyek siap untuk             to specifications, confirming that the project is ready to
          diterima oleh klien atau PERUSAHAAN. Dokumen ini                  be accepted by the client or company.
          juga dapat mencakup detail tentang tes akhir, verifikasi
          keselamatan dan penyelesaian administrasi lainnya

       Jaminan pemeliharaan mengacu pada Prosedur Keuangan,              Maintenance guarantees refer to the Financial, Accounting,
       Akuntansi dan Perpajakan nomor WIKA-KEU-OM-01.01 tanggal          and Tax Procedures document number WIKA-KEU-OM-01.01
       30 Juni 2023. Dalam pelaksanaan proyek selalu disertai dengan     dated June 30, 2023. During project implementation,
       asuransi Contractors All Risk (CAR)/Erection All Risks (EAR).     Contractors All Risk (CAR) / Erection All Risks (EAR) insurance
       Asuransi tersebut bertujuan untuk memberikan perlindungan         is always provided. This insurance aims to provide protection
       atas berbagai risiko selama konstruksi masih termasuk di dalam    against various risks during the construction period covered
       periode kontrak. Risiko yang dimaksudkan yaitu adanya kerugian    by the contract, including building damage, third-party injury
       atas kerusakan bangunan, tuntutan pihak ketiga akibat cedera      claims, building losses due to contractual discrepancies, and
       tubuh, dan kerugian bangunan akibat ketidaksesuaian kondisi       project delays. As a result of these efforts, in 2025 there
       berdasarkan kontrak perjanjian awal, serta penundaan pengerjaan   were no incidents or penalties related to non-compliance
       proyek. Atas berbagai upaya yang telah dilakukan, pada tahun      with occupational health and safety requirements associated
       2025 tidak terdapat insiden ataupun denda akibat ketidakpatuhan   with products and services that could endanger customers
       pada K3 terkait produk dan jasa, yang dapat membahayakan          or end users, and no costs were incurred as a result of legal
       pelanggan maupun pengguna akhir, serta tidak ada biaya yang       proceedings related to customer safety incidents.
       dikeluarkan sebagai akibat proses hukum yang terkait dengan
       insiden yang berhubungan dengan keselamatan pelanggan.

       DAMPAK PRODUK/JASA [OJK F.28]                                     PRODUCT/SERVICE IMPACTS [OJK F.28]

       Sebagai perusahaan jasa konstruksi dan EPC, Perseroan             As a construction and EPC service company, the Company
       senantiasa berupaya menciptakan produk dan jasa yang              strives to create products and services that offer positive
       memberikan dampak positif bagi masyarakat. Produk dan jasa        impacts for society. The Company’s products and services
       Perseroan berupa infrastruktur seperti jalan, jembatan, waduk,    in the form of infrastructure such as roads, bridges, dams,
       bangunan gedung, dan fasilitas pendukung lainnya berkontribusi    buildings, and supporting facilities contribute to improving
       dalam meningkatkan interkoneksi penduduk, memperlancar            connectivity, facilitating the flow of goods and services,
       arus barang dan jasa, memperkuat ketahanan air dan energi,        strengthening water and energy resilience, and supporting
       serta mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.             the fulfillment of basic community needs.

       Di sisi lain, Perseroan menyadari bahwa kegiatan operasional      However, the Company also recognizes that construction
       konstruksi tidak terlepas dari potensi dampak negatif terhadap    activities carry potential negative environmental and social
       lingkungan dan sosial, antara lain:                               impacts, including:
       1. Dampak fisik dan kimia, antara lain peningkatan kebisingan,    1. Physical and chemical impacts, such as increased noise,
            getaran, perubahan dan pengotoran permukaan jalan, serta         vibration, road surface contamination, and potential
            potensi polusi tanah, air, dan udara.                            pollution of soil, water, and air.
       2. Dampak biologis, berupa gangguan terhadap flora dan            2. Biological impacts, including disturbances to flora
            fauna di sekitar area kerja, termasuk potensi penurunan          and fauna around project areas, potentially affecting
            keanekaragaman hayati apabila tidak dikelola dengan baik.        biodiversity if not properly managed.
       3. Dampak sosial, ekonomi, dan budaya, antara lain                3. Social, economic, and cultural impacts, including social
            ketegangan sosial, terganggunya mobilitas masyarakat             tensions, disruptions to community mobility (such as
            (misalnya kemacetan di sekitar proyek), hilangnya atau           traffic congestion), potential loss or disruption of certain
            terganggunya mata pencaharian tertentu, potensi                  livelihoods, increased health costs, and changes in
            penambahan biaya kesehatan, serta perubahan tingkat              community income levels and activities.
            pendapatan dan pola aktivitas masyarakat.

       Dalam mengantisipasi dan mengendalikan dampak negatif             To anticipate and control these negative impacts, the
       tersebut, Perseroan melalui fungsi QHSE dan Manajemen             Company through its QHSE and Risk Management functions
       Risiko senantiasa melakukan berbagai langkah mitigasi,            conducts mitigation measures, including:
       di antaranya:




306 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 307
1.   Melaksanakan pengukuran dan pemantauan parameter             1.   Conduct periodic measurement and monitoring of
     lingkungan (kebisingan, kualitas udara, kualitas air, dan         environmental parameters (noise, air quality, water quality,
     lain-lain) secara berkala sesuai dengan prosedur Penerapan        etc.) in accordance with the Occupational Health and
     Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja dan                 Safety Management System (SMK3L) Implementation
     Lingkungan (SMK3L) nomor WIKA-HSE-PM-01.01 dan                    procedure number WIKA-HSE-PM-01.01 and applicable
     peraturan perundangan yang berlaku.                               laws and regulations.
2.   Mengintegrasikan identifikasi bahaya, penilaian risiko,      2.   Integrate hazard identification, risk assessment,
     dan penetapan pengendalian ke dalam perencanaan                   and control determination into project planning and
     dan pelaksanaan proyek, termasuk pencatatan risiko                implementation, including recording environmental
     lingkungan dan sosial dalam risk register proyek untuk            and social risks in the project risk register for regular
     dimonitor secara berkala sesuai dengan prosedur Sistem            monitoring in accordance with the Risk Management
     Manajemen Risiko nomor WIKA-SMR-PM-01.01.                         System procedure number WIKA-SMR-PM-01.01.
3.   Melakukan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan       3.   Conduct outreach to stakeholders in the project
     di lingkungan proyek, serta menyelenggarakan aktivitas            environment, and organize social, economic, and cultural
     sosial, ekonomi, dan budaya untuk mengurangi dampak               activities to mitigate negative impacts on the community,
     negatif yang timbul di masyarakat, termasuk mekanisme             including a grievance mechanism.
     penanganan keluhan (grievance mechanism).

Selain upaya pengendalian dampak negatif tersebut, WIKA juga      In addition to mitigating negative impacts, WIKA also develops
mengembangkan produk inovasi berkelanjutan yang bertujuan         sustainable innovation products aimed at maximizing positive
memperbesar dampak positif dan menekan jejak lingkungan,          impacts and reducing environmental footprints, including
antara lain Green Concrete Product, Modular System, Solar         Green Concrete Products, Modular Systems, Solar Water
Water Heater and Water Resource Management (WTJJ).                Heater, and Water Resource Management (WTJJ).

JUMLAH PRODUK YANG DITARIK KEMBALI [OJK F.29]                     NUMBER OF PRODUCTS RECALLED [OJK F.29]

Sampai dengan akhir tahun 2025, tidak terdapat produk yang        As of the end of 2025, there were no product recalled.
ditarik kembali.

SURVEI KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP                                Customer Satisfaction Survey on Products and
PRODUK DAN/ATAU JASA [OJK F.30]                                   Services [OJK F.30]

Perseroan senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan               The Company regularly conducts customer satisfaction
produk yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan regulasi         surveys to determine the level of customer satisfaction with
serta persyaratan keselamatan yang berlaku. Untuk menjamin        the quality of service and the fulfillment of customer needs.
hal tersebut, Perseroan telah menerapkan sistem manajemen         The customer satisfaction index is one of the factors that
mutu yang dirancang untuk mencapai sasaran strategis serta        can be used as a benchmark for the Company to determine
memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan, sekaligus seluruh        the success of its projects. Customer satisfaction surveys
pemangku kepentingan Perseroan. Pengawasan mutu produk            can provide information that the products/services have
di WIKA dilakukan melalui proses penilaian produk akhir, yang     met customer needs and satisfaction with the service. This
dibedakan berdasarkan aspek desain dan commissioning.             survey can increase customer trust and satisfaction, as well
Sebelum produk diserahkan kepada pemberi kerja, manajemen         as enhance the company's reputation. Customer satisfaction
WIKA wajib memastikan bahwa seluruh bagian produk (100%)          is also an investment for the Company because it allows
telah dievaluasi dan dipastikan keamanannya. Sampai dengan        for re-establishing cooperation in the future. Therefore, the
akhir tahun 2025 Perseroan memiliki bangunan bersertifikat        Company is always committed to providing the best service
Green Building diantaranya Gedung RSJPD Harapan Kita –            to each of its customers by delivering quality results and not
Tokushukai dengan jenis sertifikasi BGH Madya dan Gedung          disappointing customers.
Financial Center Mandiri di Pantai Indah Kapuk 2 dengan jenis
sertifikasi GBCI PLATINUM..

Pada tahun 2025, Perseroan telah melakukan survei kepuasan        In 2025, the Company conducted a customer satisfaction
pelanggan tingkat PPU yang menunjukkan hasil indeks               survey at PPU level, which resulted in a satisfaction index
kepuasan pelanggan sebesar 4,67 (dari skala 5) atau 93,52%        score of 4.67 out of 5, equivalent to 93.52%, categorized as
dengan kategori “Sangat Puas”.                                    “Very Satisfied.”




                                                                                                           PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   307
Page 308
Lain-Lain
Others
Page 309

          
Page 310
                              Lain-lain
                              Others




      Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen [OJK G.1, GRI 2-5]
      Written Verification by an Independent Party [OJK G.1, GRI 2-5]


      Laporan Keberlanjutan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk tahun 2025 telah diverifikasi oleh pihak independen yang kompeten di
      bidangnya. Perseroan menunjuk PT Kharisma Integrasi Manajemen untuk melakukan verifikasi laporan ini. Penunjukan terhadap
      pihak independen dipilih atas dasar hasil keputusan manajemen. Di samping itu, Perseroan memastikan bahwa tidak terdapat
      benturan kepentingan dalam proses verifikasi laporan. Proses verifikasi dilakukan dengan menggunakan tipe 2 berdasarkan
      standar AA1000 Assurance Standard v.3. Adapun ruang lingkup verifikasi yaitu kesesuaian pada prinsip-prinsip pelaporan dan
      ketentuan indikator pelaporan.




                                                                Independent Assurance Statement
                                                                   No. 064/EXT/WIKA-ASR/KIM/III/2026


                         To the management and stakeholders of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

                         We, PT Kharisma Integrasi Manajemen, have been assigned by PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
                         (WIKA) to conduct independent assurance regarding the sustainability data and information in
                         the Sustainability Report (“Report”) for the year ended December 31, 2025.

                         Competence and Independence
                         The assurance assignment is carried out by our assurance team, which has extensive professional
                         and technical competence and experience. The assurance team consists of certified sustainability
                         reporting specialists and certified sustainability reporting assurers to ensure a high-level of
                         competence and professional qualification in conducting the assignment. We conduct all
                         assurance work independently and without bias, with no conflicts of interest, as we were not
                         involved in drafting any key parts of the Report.

                         Responsibilities
                         The management of WIKA is responsible for the presentation of all information, statements in
                         the Report, and all data contained therein including targets, management policies, sustainability
                         performance achievements, and other company actions. Our responsibility is to carry out
                         assurance assignments and issue assurance statements on statements related to sustainability
                         performance in the report in accordance with the agreed terms of reference. This statement
                         represents our independent opinion.

                         Assurance Standards and Criteria
                         The assurance implementation process refers to the AA1000 Assurance Standard (AA1000 AS v3)
                         standards and criteria issued by AccountAbility. We have designed and implemented an
                         assignment to evaluate WIKA for compliance with the principles of accountability according to
                         the AA1000AP (2018) criteria including inclusivity, materiality, responsiveness, and its impact in
                         drafting of report. The assignment was carried out by reviewing the disclosed performance
                         evaluation and data collection process relevant to the Reporting Principles in the GRI Standards
                         including stakeholder inclusivity, sustainability context, materiality, completeness, balances,
                         comparability, accuracy, timeliness, clarity, and reliability.




310   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 311
The 2025 Sustainability Report of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk has been verified by an independent party with relevant
expertise. The Company appointed PT Kharisma Integrasi Manajemen to carry out the verification of this report. The selection
of the independent party was based on management’s decision. In addition, the Company ensured that there was no conflict
of interest in the report verification process. The verification process was conducted using Type 2 assurance based on
the AA1000 Assurance Standard v.3. The scope of the verification includes compliance with reporting principles and the
requirements of reporting indicators.




              Scope of Assurance
              The assignment was designed and carried out with procedures for gathering and verifying
              evidence to obtain assurance according to agreed terms of reference. Engagements performed
              at moderate and type 2 assurance levels under AA1000AS v3 include:
              1) Assessment of WIKA’s compliance with AA1000 AP (2018); and
              2) Assessment of the accuracy and quality of the sustainability performance information that is
                 in accordance with GRI Standards in the Report, namely (1) Economic topics include:
                 Procurement Practices (GRI 204); and (2) Social topics include: Training and Education (GRI
                 404).

              Limitations
              Assurance is performed at a moderate (or limited) level with management/responsible or data
              owner level data review and verification. The scope of the engagement covers the Report and
              focuses on disclosures, statements, and claims related to sustainability performance information
              during the reporting period from January 2025 to December 2025. The engagement did not
              assess historical information, financial data, technical descriptions of production equipment and
              processes, or other information that is not related to the scope or that is already supported by
              existing documents, and annual reports or third-party audited financial statements.

              Methodology
              The assignment is carried out through a series of procedures to assess the accuracy of certain
              specific statements and certain data sets presented in the report, as well as the systems and
              processes for managing and reporting them, as follows:
              1) Identifying statements and data sets that are classified by relevant data ownership and the
                 type of evidence required for the verification process.
              2) Conducting interviews using Video Conference with management/the person in charge and
                 data owners. The data verification process includes:
                 - Ask questions regarding quantitative and qualitative aspects of the Report disclosures,
                    including performance information, policies, procedures and underlying management
                    systems.
                 - Request evidence of data sources and explanations of relevant data collection and
                    calculation methods to support figures and claims.
                 - Verify claims made in the Report and confirming the evidence presented including
                    calculation methods, criteria and assumptions with several data owners and other
                    documentation from internal sources.
                 - Cross-referencing between previous Sustainability Reports and the latest Report.




                                                                                                        PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   311
Page 312
                              Lain-lain
                              Others




                         3) Reviewing the information that are collected and submitted feedback for immediate
                            corrections, and as well as provide recommendations as necessary or for improving the
                            content of future Reports.

                         Evaluation of Compliance with the AccountAbility Principle (AA1000AP)
                         The conclusion related to compliance with AA1000AP (2018) on Inclusivity, Materiality,
                         Responsiveness, and Impact includes the following findings:
                         - Inclusivity
                           WIKA has demonstrated internal engagement in the process of determining material issues,
                           such as the involvement of the Finance Division, Legal Division, Corporate Marketing Division,
                           WEGE Division, WITON Division, SCM Division, TFIT Division, and Risk Management Division.
                           There have also been efforts to confirm or obtain feedback from external stakeholders on the
                           prioritized material topics. However, the Report has not fully linked and aligned the issues and
                           concerns raised in stakeholder engagement with the identified material topics.

                         - Materiality
                           WIKA has stated that the materiality process includes the identification of actual and potential
                           impacts as well as the assessment of the significance of the topics. However, the report does
                           not include a materiality matrix, explanations of actual and potential impacts, or information
                           regarding quantitative assessment methods and the financial impacts of the selected topics.

                         - Responsiveness
                           WIKA’s responsiveness is reflected in its compliance with technical standards and
                           management systems. WIKA has addressed sustainability issues such as: 1) occupational
                           safety through the K3L Policy (Occupational Safety, Health, and Environment Policy) No. WIKA
                           HSE-KP-01.01 and ISO 45001:2018 and ISO 14001:2015 certifications; 2) emissions reduction
                           through a decarbonization roadmap for net-zero emissions by 2055; 3) anti-corruption
                           through the Anti-Bribery Management System Policy No. WIKA-SMW-KP-01.01, the
                           Whistleblowing System, and ISO 37001:2016 certification. However, the report has not
                           explicitly explained how stakeholder input directly contributes to changes in policies or
                           programs related to material issues.

                         - Impact
                           WIKA has demonstrated a commitment to monitoring and taking responsibility for its
                           operational activities, such as emission reduction efforts at the headquarters and project sites,
                           as well as successes in occupational health and safety (OHS) with a reduction in the severity
                           rate to 0% from 0.22% the previous year and a decrease in the NLTI rate to 0.13% from 0.41%
                           the previous year. However, the Company needs to provide a more transparent perspective




312   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 313
   on the impacts for stakeholders, in addition to internal risks, in its disclosure of sustainability
   issues.

Evaluation of the Accuracy and Quality of the Specified Sustainability Information
The report has presented information relating to sustainability issues and key stakeholders. We
carefully observed that the accuracy and reliability of the information disclosed is reasonably
supported by adequate sources and management processes.

Conclusion
Based on limited assurance, we concluded that the Report presents fair information and no
material errors were found in the data within the agreed scope. All findings are included here,
while recommendations are submitted to management in a separate report.

Jakarta, March 23, 2026
Assurance Leader




Ismaya Aji, S.E, M.Ec, M.Ak, ACSAP, CSP, CSEP, CSRA, CISP, GRCA, CIAS.




Associate Certified Sustainability Assurance Practitioner No. A11102407
Certified Sustainability Practitioner No. 270924S07
Certified Stakeholder Engagement Practitioner No. 130924SE07
Certified Sustainability Reporting Assurer No. A.1208044
Certified Integrated and Sustainability Reporting Professional No. SRAsia-Indo.2022.003.258483
Certified Governance Risk Compliance Audit No. GRCA-38595356
Certificate of Public Accountant Registration Training for Auditor Level - The Audit Board of The Republic of Indonesia
(BPK-RI) No.1366/DPK/KAP/JKT/09/2020




                                                                                                            PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   313
Page 314
                              Lain-lain
                              Others




                          PT Kharisma Integrasi Manajemen
                          (KIM Consult)                                 Kantor Operasional
                          Epicentrum Walk, 5th floor, Suites South      Soho Pancoran
                          529, Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta   Splendor Tower Unit-2512
                          Selatan 12940,                                Jl. Letjen M.T Haryono Kav 2-3 Tebet
                          www.kimconsulting.co.id                       Barat, Jakarta Selatan 12810.
                          E-mail: info@kimconsulting.co.id
                                   kimconsult.09@gmail.com




314   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 315
                                                         Lembar Umpan Balik [OJK G.2 GRI 2-26]
                                                                                      Feedback Form [OJK G.2 GRI 2-26]


Setelah membaca Laporan Keberlanjutan PT Wijaya Karya                     After reading the 2025 Sustainability Report of PT Wijaya
(Persero) Tbk Tahun 2025, kami mohon kesediaan para                       Karya (Persero) Tbk, we kindly invite stakeholders to provide
pemangku kepentingan untuk memberikan umpan balik                         feedback by sending an email or submitting this form via
dengan mengirim email atau mengirim formulir ini melalui                  fax/mail.
fax/pos.

1.   Mohon beri tanda ceklis () pada kolom setuju atau tidak             1.     Please tick (√) in the agree or disagree column
     setuju

                                                                                     1
                                                                               (Sangat Tidak         2             3                 4
 Pertanyaan                                                                       Setuju)                                     (Sangat Setuju)
                                                                                               (Tidak Setuju)   (Setuju)
 Question
                                                                                 (Strongly       (Disagree)     (Agree)       (Strongly Agree)
                                                                                 Disagree)
 Laporan ini telah memberikan informasi yang bermanfaat mengenai
 kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan Perusahaan.
 This report provides useful information regarding the Company's
 economic, social, and environmental performance.

 Data dan informasi yang diungkapkan mudah dipahami, lengkap,
 transparan, dan berimbang.
 The data and information disclosed are easy to understand, complete,
 transparent, and balanced.

 Data dan informasi yang disajikan berguna dalam pengambilan keputusan.
 The data and information presented are useful for decision-making.

 Laporan ini menarik dan mudah dibaca.
 This report is engaging and easy to read.




2.   Mohon berikan nilai mengenai topik material yang terdapat            2.     Please rate the material topics contained in this
     dalam laporan Keberlanjutan ini (nilai 1 = paling penting,                  Sustainability report (1 = most important, 2 = important,
     2 = penting, 3 = tidak penting, 4 = sangat tidak penting)                   3 = not important, 4 = very unimportant).

                  Kinerja Ekonomi
      (…..)
                  Economic Performance

                  Praktik Pengadaan
      (…..)
                  Procurement Practices

                  Anti Korupsi
      (…..)
                  Anti-Corruption

                  Emisi
      (…..)
                  Emissions

                  Pelatihan dan Pendidikan
      (…..)
                  Training and Education

                  Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
      (…..)
                  Occupational Health and Safety (OHS)


3.   Mohon berikan komentar/saran/usulan bagi laporan ini.                3.     Please provide comments/suggestions/proposals for
                                                                                 this report.




                                                                                                                   PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   315
Page 316
                              Lain-lain
                              Others




      Identitas Pemangku Kepentingan                                 Stakeholder Identity

       Nama              :                                      Institusi/Perusahaan       :
       Name                                                     Institution/Company

       Pekerjaan         :                                      Kontak (telepon, email)    :
       Occupation                                               Contact (telephone, email)




      Kategori Pemangku Kepentingan                                  Stakeholder Categories

             Pemegang Saham                                                   Masyarakat
             Shareholders                                                     Community
             Karyawan                                                         Regulator
             Employees                                                        Regulators
             Pemberi Kerja                                                    Media
             Owners                                                           Media
             Mitra Kerja                                                      Lainnya
             Partners                                                         Others
             Kreditur
             Creditors



      Saran dan tanggapan yang Anda berikan atas informasi yang      Please send your suggestions and responses to the information
      disajikan dalam laporan ini mohon dikirimkan kepada:           presented in this report to:

      PT Wijaya Karya (Persero) Tbk                                  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
      Kantor Pusat                                                   Head Office
      Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9-10 Jakarta 13340 – Indonesia         Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9-10 Jakarta 13340 – Indonesia
      Telepon: +6221-80679200                                        Telephone: +6221-80679200
      Fax :+6221-22893830                                            Fax: +6221-22893830
      Email: tjslwika@wika.co.id                                     Email: tjslwika@wika.co.id
      Situs web http://www.wika.co.id                                Website: http://www.wika.co.id




      Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan
      Keberlanjutan Tahun 2024 [OJK G.3]
      Response to Feedback on The 2024 Sustainability Report [OJK G.3]



      Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak menerima                 Throughout 2025, the Company did not receive any feedback
      umpan balik atas Laporan Keberlanjutan tahun 2024 dari         from stakeholders on the 2024 Sustainability Report.
      pemangku kepentingan.




316   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 317
    Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas
      Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 [Ojk G.4]
                              List of Disclosures in Accordance with Financial Services
                                Authority Regulation Number 51/POJK.03/2017 [Ojk G.4]



No Indeks                                                    Nama Indeks                     Halaman
Index No                                                     Index Name                       Page

            STRATEGI KEBERLANJUTAN
   A
            SUSTAINABILITY STRATEGY

            Penjelasan Strategi Keberlanjutan
   A.1                                                                                         24-32
            Sustainability Strategy Explanation

            IKHTISAR KINERJA ASPEK KEBERLANJUTAN
   B
            SUSTAINABILITY PERFORMANCE HIGHLIGHTS

            Aspek Ekonomi
   B.1                                                                                           60
            Economic Aspects

            Aspek Lingkungan Hidup
   B.2                                                                                           61
            Environmental Aspects

            Aspek Sosial
   B.3                                                                                           62
            Social Aspects

            PROFIL PERUSAHAAN
   C
            COMPANY PROFILE

            Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan
   C.1                                                                                         66-68
            Vision, Mission, and Sustainability Values

            Alamat Perusahaan
   C.2                                                                                           69
            Company Address

            Skala Usaha
   C.3                                                                                         70, 81
            Business Scale

            Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan
  C.4                                                                                            82
            Products, Services, and Business Activities

            Keanggotaan Asosiasi
   C.5                                                                                           89
            Association Membership

            Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan
   C.6                                                                                           88
            Significant Changes in Issuers and Public Companies

            PENJELASAN DIREKSI
   D
            BOARD OF DIRECTORS' STATEMENT

            Penjelasan Direksi
   D.1                                                                                         92-101
            Board of Directors' Statement

            TATA KELOLA KEBERLANJUTAN
   E
            SUSTAINABLE GOVERNANCE

            Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan
   E.1                                                                                        133-138
            Unit in Charge of Sustainable Finance Implementation

            Pengembangan Kompetensi terkait Keuangan Berkelanjutan
   E.2                                                                                        133-138
            Competency Development Related to Sustainable Finance

            Penilaian Risiko atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan
   E.3                                                                                        138-152
            Risk Assessment of Sustainable Finance Implementation

            Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
   E.4                                                                                        153-156
            Stakeholder Relations

            Permasalahan terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan
   E.5                                                                                        157-159
            Issues in the Implementation of Sustainable Finance




                                                                              PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   317
Page 318
                              Lain-lain
                              Others




        No Indeks                                                         Nama Indeks                                                       Halaman
        Index No                                                          Index Name                                                         Page

                        KINERJA KEBERLANJUTAN
             F
                        SUSTAINABILITY PERFORMANCE

                        Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan
             F.1                                                                                                                            162-164
                        Activities to Build a Culture of Sustainability

                        KINERJA EKONOMI
                        ECONOMIC PERFORMANCE

                        Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi
             F.2        Comparison of Targets and Performance of Production, Portfolio, Financing Targets, or Investments, Revenue, and     164-165
                        Profit and Loss

                        Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau
                        Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan
             F.3                                                                                                                              165
                        Comparison of Targets and Performance of Portfolio, Financing Targets, or Investments in Financial Instruments or
                        Projects Aligned with Sustainable Finance

                        KINERJA LINGKUNGAN HIDUP
                        ENVIRONMENTAL PERFORMANCE

                        Aspek Umum
                        General Aspect

                        Biaya Lingkungan Hidup
            F.4                                                                                                                               184
                        Environmental Costs

                        Aspek Material
                        Material Aspect

                        Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan
            F.5                                                                                                                             185-186
                        Use of Environmentally Friendly Materials

                        Aspek Energi
                        Energy Aspect

                        Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan
             F.6                                                                                                                            186-188
                        Amount and Intensity of Energy Used

                        Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan
             F.7                                                                                                                              188
                        Efforts and Achievements of Energy Efficiency and Use of Renewable Energy

                        Aspek Air
                        Water Aspect

                        Penggunaan Air
            F.8                                                                                                                             190-193
                        Water Use

                        Aspek Keanekaragaman Hayati
                        Biodiversity Aspect

                        Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki Keanekaragaman Hayati
             F.9                                                                                                                            194-197
                        Impacts of Operational Areas Near or Located in Conservation Areas or Biodiversity-Based Areas

                        Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati
            F.10                                                                                                                            194-197
                        Biodiversity Conservation Efforts

                        Aspek Emisi
                        Emissions Aspect

                        Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya
            F.11                                                                                                                            198-205
                        Amount and Intensity of Emissions Generated by Type

                        Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan                                                                 188,
            F.12
                        Emission Reduction Efforts and Achievements                                                                         206-207

                        Aspek Limbah dan Efluen
                        Waste and Effluent Aspect

                        Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis
            F.13                                                                                                                            213-225
                        Amount of Waste and Effluent Generated by Type

                        Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen
            F.14                                                                                                                            226-227
                        Waste and Effluent Management Mechanisms

                        Tumpahan yang Terjadi (jika ada)
            F.15                                                                                                                             228
                        Spills (if any)




318   Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 319
   No Indeks                                                          Nama Indeks                                                        Halaman
   Index No                                                           Index Name                                                          Page

                    Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
                    Environmental Complaints Aspect

                    Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan
       F.16                                                                                                                                 228
                    Number and Content of Environmental Complaints Received and Resolved

                    KINERJA SOSIAL
                    SOCIAL PERFORMANCE

                    Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen
       F.17                                                                                                                               228-229
                    Commitment to Providing Equitable Products and/or Services to Consumers

                    Aspek Ketenagakerjaan
                    Labor Aspect

                    Kesetaraan Kesempatan Bekerja
      F.18                                                                                                                                229-235
                    Equal Employment Opportunity

                    Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa
       F.19                                                                                                                                 243
                    Child Labor and Forced Labor

                    Upah Minimum Regional
      F.20                                                                                                                                245-246
                    Regional Minimum Wage

                    Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman
       F.21                                                                                                                               246-247
                    A Decent and Safe Working Environment

                    Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai
      F.22                                                                                                                                235-242
                    Employee Training and Skill Development

                    Aspek Masyarakat
                    Community Aspects

                    Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar
      F.23                                                                                                                                254-255
                    Impact of Operations on the Surrounding Community

                    Pengaduan Masyarakat
      F.24                                                                                                                                256-257
                    Public Complaints

                    Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)
      F.25                                                                                                                                257-266
                    Social and Environmental Responsibility (CSR) Activities

                    TANGGUNG JAWAB PENGEMBANGAN PRODUK/JASA BERKELANJUTAN
                    RESPONSIBILITY FOR SUSTAINABLE PRODUCT/SERVICE DEVELOPMENT

                    Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan
      F.26                                                                                                                                267-305
                    Innovation and Development of Sustainable Financial Products/Services

                    Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan
      F.27                                                                                                                                305-306
                    Products/Services Evaluated for Customer Safety

                    Dampak Produk/Jasa
      F.28                                                                                                                                306-307
                    Product/Service Impact

                    Jumlah Produk yang Ditarik Kembali
      F.29                                                                                                                                  307
                    Number of Recalled Products

                    Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan
      F.30                                                                                                                                  307
                    Customer Satisfaction Survey for Sustainable Financial Products and/or Services

                    LAIN-LAIN:
        G
                    OTHERS

                    Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada)
       G.1                                                                                                                                310-314
                    Written Verification from an Independent Party (if any)

                    Lembar Umpan Balik
       G.2                                                                                                                                315-316

                    Tanggapan Terhada Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya
       G.3                                                                                                                                  316

                    Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan
                    Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.
       G.4                                                                                                                                317-328
                    List of Disclosures in Accordance with Financial Services Authority Regulation Number 51/POJK.03/2017 concerning
                    the Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies.

*) N/A : Not Applicable




                                                                                                                          PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   319
Page 320
                             Lain-lain
                             Others




       Indeks Isi Consolidated Set of GRI Standard
       Consolidated Contents Index Set of GRI Standard


                                                                                                        YANG TIDAK DICANTUMKAN                      NO.
                                                                                                               NOT LISTED                        RUJUKAN
        INDEKS ISI                                                                                                                               STANDAR
        STANDAR GRI                             PENGUNGKAPAN                                                                                      SEKTOR
        GRI STANDARD                                                                   HAL        PERSYARATAN                                       GRI
                                                  DISCLOSURE
        CONTENTS                                                                       PAGE        YANG TIDAK                                       GRI
        INDEX                                                                                                      ALASAN        PENJELASAN       SECTOR
                                                                                                  DICANTUMKAN
                                                                                                                   REASON        EXPLAINANCE     STANDARD
                                                                                                 REQUIREMENTS
                                                                                                   NOT LISTED                                    REFERENCE
                                                                                                                                                    NO.

        Pernyataan             PT Wijaya Karya (Persero) Tbk telah melaporkan informasi yang dikutip dalam indeks konten GRI untuk periode 1 Januari
        Penggunaan             2024 hingga 31 Desember 2025 sesuai (“in accordance”) dengan Consolidated GRI Standard.
        Statement for          PT Wijaya Karya (Persero) Tbk has reported the information cited in the GRI content index for the period January 1, 2024, to
        Use                    December 31, 2025, in accordance with the Consolidated GRI Standard.

                               GRI 1: LANDASAN 2021
        GRI
                               GRI 1: FOUNDATION 2021
        Standar Sektor
        GRI yang berlaku       G4 SUPLEMEN SEKTOR KONSTRUKSI DAN REAL ESTATE
        Applicable GRI         G4 CONSTRUCTION AND REAL ESTATE SECTOR SUPPLEMENT
        Sector Standards
                               Organisasi dan Praktik Pelaporan
                               Reporting Organization and Practices
                                               Detail organisasi
                                  GRI 2-1
                                               Details of organization
                                               Entitas yang termasuk dalam
                                               pelaporan keberlanjutan                8-9, 69,
                                  GRI 2-2
                                               Entities included in sustainability      81
                                               reporting
                                               Periode pelaporan, frekuensi dan
                                               titik kontak
                                  GRI 2-3                                               8-9
                                               Reporting period, frequency, and
                                               contact points
                                               Informasi tentang penyajian
                                 GRI 2-4       kembali                                  8-9
                                               Information on restatements
                                               Jaminan Eksternal
                                  GRI 2-5                                            310-314
                                               External Assurance
        GRI 2:                 Aktivitas dan Pekerja
        PENGUNGKAPAN           Activities and Employees
        UMUM 2021
        GRI 2: GENERAL                         Aktivitas, rantai pasok, dan relasi
        DISCLOSURES                            bisnis lainnya
                                  GRI 2-6                                            69, 82-88
        2021                                   Activities, Supply Chain, and Other
                                               Business Relationships
                                               Karyawan
                                  GRI 2-7                                             70-80
                                               Employees
                                               Pekerja yang bukan karyawan
                                 GRI 2-8                                              70-80
                                               Non-employee Workers
                               Tata Kelola

                                               Struktur dan komposisi tata kelola
                                                                                     109-110,
                               GRI 2-9         Governance Structure and
                                                                                     133-135
                                               Composition
                                               Nominasi dan pemilihan badan
                                               tata kelola tertinggi
                               GRI 2-10                                               117-121
                                               Nomination and Election of the
                                               Highest Governance Body
                                               Ketua badan tata kelola tertinggi
                               GRI 2-11        Chair of the Highest Governance       109-110
                                               Body




320 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 321
                                                                                      YANG TIDAK DICANTUMKAN               NO.
                                                                                             NOT LISTED                 RUJUKAN
INDEKS ISI                                                                                                              STANDAR
STANDAR GRI                      PENGUNGKAPAN                                                                            SEKTOR
GRI STANDARD                                                          HAL        PERSYARATAN                               GRI
                                   DISCLOSURE
CONTENTS                                                              PAGE        YANG TIDAK                               GRI
INDEX                                                                                          ALASAN   PENJELASAN       SECTOR
                                                                                 DICANTUMKAN
                                                                                               REASON   EXPLAINANCE     STANDARD
                                                                                REQUIREMENTS
                                                                                  NOT LISTED                            REFERENCE
                                                                                                                           NO.

                                Peran badan tata kelola tertinggi
                                dalam mengawasi pengelolaan
                                dampak
                 GRI 2-12                                              133
                                Role of the Highest Governance
                                Body in Oversight of Impact
                                Management

                                Pendelegasian tanggung jawab
                                untuk mengelola dampak
                 GRI 2-13                                            135-138
                                Delegation of Responsibility for
                                Impact Management

                                Peran badan tata kelola tertinggi
                                dalan pelaporan keberlanjutan        102-103,
                 GRI 2-14
                                Role of the Highest Governance       133-135
                                Body in Sustainability Reporting

                                Benturan kepentingan
                 GRI 2-15                                            111-116
                                Conflicts of Interest

                                Komunikasi hal-hal penting
                 GRI 2-16       Communication of Important           256-257
                                Matters

                                Pengetahuan kolektif dari badan
                                tata kelola tertinggi
                 GRI 2-17                                            138-147
                                Collective Knowledge of the
                                Highest Governance Body

                                Evaluasi kinerja badan tata kelola
                                tertinggi
                 GRI 2-18                                            122-124
                                Evaluation of the Highest
GRI 2:                          Governance Body's Performance
PENGUNGKAPAN
UMUM 2021                       Kebijakan remunerasi
                 GRI 2-19                                            125-132
GRI 2: GENERAL                  Remuneration Policy
DISCLOSURES
2021                            Proses untuk menentukan
                                remunerasi
                 GRI 2-20                                            125-132
                                Process for Determining
                                Remuneration

                                Rasio kompensasi total tahunan
                 GRI 2-21                                            125-132
                                Annual Total Compensation Ratio

                 Strategi, Kebijakan dan Praktik
                 Strategy, Policies, and Practices

                                Pernyataan tentang strategi
                                pembangunan berkelanjutan
                 GRI 2-22                                             93-96
                                Statement of Sustainable
                                Development Strategy

                                Komitmen kebijakan
                 GRI 2-23                                             44-53
                                Policy Commitments

                                Menanamkan komitmen kebijakan
                 GRI 2-24                                             44-53
                                Embodying Policy Commitments

                                Proses untuk memulihkan dampak
                                negatif
                 GRI 2-25                                             54-57
                                Process for Remediating Negative
                                Impacts

                                Mekanisme pemberian umpan
                                balik/saran dan menyampaikan
                                                                       57,
                                kekhawatiran
                 GRI 2-26                                            256-257,
                                Mechanisms for Providing
                                                                     315-316
                                Feedback and Addressing
                                Concerns




                                                                                                        PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   321
Page 322
                             Lain-lain
                             Others




                                                                                                      YANG TIDAK DICANTUMKAN             NO.
                                                                                                             NOT LISTED               RUJUKAN
        INDEKS ISI                                                                                                                    STANDAR
        STANDAR GRI                             PENGUNGKAPAN                                                                           SEKTOR
        GRI STANDARD                                                                   HAL       PERSYARATAN                             GRI
                                                  DISCLOSURE
        CONTENTS                                                                       PAGE       YANG TIDAK                             GRI
        INDEX                                                                                                  ALASAN   PENJELASAN     SECTOR
                                                                                                 DICANTUMKAN
                                                                                                               REASON   EXPLAINANCE   STANDARD
                                                                                                REQUIREMENTS
                                                                                                  NOT LISTED                          REFERENCE
                                                                                                                                         NO.

                                               Kepatuhan terhadap hukum dan
                                               peraturan
                               GRI 2-27                                                256
                                               Compliance with Laws and
                                               Regulations

                                               Keanggotaan asosiasi
        GRI 2:                 GRI 2-28                                                 89
                                               Association Membership
        PENGUNGKAPAN
        UMUM 2021              Keterlibatan Pemangku Kepentingan
        GRI 2: GENERAL         Stakeholder Engagement
        DISCLOSURES
        2021                                   Pendekatan keterlibatan
                                               pemangku kepentingan
                               GRI 2-29                                               153-156
                                               Approach to Stakeholder
                                               Engagement

                                               Perjanjian kerja bersama
                               GRI 2-30                                               242-243
                                               Collective Labor Agreements

                                               Proses menentukan topik material
                               GRI 3-1         Process for Determining Material        10-14
        GRI 3: TOPIK                           Topics
        MATERIAL 2021
                                               Daftar topik material
        GRI 3: MATERIAL        GRI 3-2                                                 10-14
                                               List of Topics Material
        TOPIC 2021
                                               Manajemen topik material
                               GRI 3-3                                                 15-21
                                               Material topic management

        TOPIK EKONOMI
        ECONOMIC TOPICS

        KINERJA EKONOMI
        ECONOMIC PERFORMANCE

                                               Nilai ekonomi langsung yang
                                               dihasilkan dan didistribusikan
                               GRI 201-1                                                169
                                               Direct economic value generated
                                               and distributed

                                               Implikasi finansial serta risiko dan
                                               peluang lain akibat perubahan iklim
                               GRI 201-2       Financial implications and other
        GRI 201: Kinerja                       risks and opportunities resulting
        Ekonomi 2016                           from climate change
        GRI 201:
        Economic                               Kewajiban program pensiun
        Performance 2016                       manfaat pasti dan program
                                               pensiun lainnya
                               GRI 201-3                                              169-170
                                               Obligations under defined benefit
                                               pension plans and other retirement
                                               plans

                                               Bantuan finansial yang diberikan
                                               dari pemerintah
                               GRI 201-4                                                170
                                               Financial assistance provided by
                                               the government

        PRAKTIK PENGADAAN
        PROCUREMENT PRACTICES

        GRI 204: Praktik
                                               Proporsi pengeluaran untuk
        Pengadaan 2016
                                               pemasok lokal
        GRI 204:               GRI 204-1                                              173-180
                                               Proportion of expenditure on local
        Procurement
                                               suppliers
        Practices 2016




322 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 323
                                                                                    YANG TIDAK DICANTUMKAN               NO.
                                                                                           NOT LISTED                 RUJUKAN
INDEKS ISI                                                                                                            STANDAR
STANDAR GRI                   PENGUNGKAPAN                                                                             SEKTOR
GRI STANDARD                                                         HAL       PERSYARATAN                               GRI
                                DISCLOSURE
CONTENTS                                                             PAGE       YANG TIDAK                               GRI
INDEX                                                                                        ALASAN   PENJELASAN       SECTOR
                                                                               DICANTUMKAN
                                                                                             REASON   EXPLAINANCE     STANDARD
                                                                              REQUIREMENTS
                                                                                NOT LISTED                            REFERENCE
                                                                                                                         NO.

ANTI KORUPSI
ANTI-CORRUPTION
                              Operasi-operasi yang dinilai
                              memiliki risiko terkait korupsi
                  GRI 205-1                                           181
                              Operations assessed as having
                              risks related to corruption
                              Komunikasi dan pelatihan tentang
GRI 205: Anti
                              kebijakan dan prosedur anti korupsi
Korupsi 2016
                  GRI 205-2   Communication and training            182-183
GRI 205: Anti-
                              on anti-corruption policies and
Corruption 2016
                              procedures
                              Insiden korupsi yang terbukti dan
                              tindakan yang diambil
                  GRI 205-3                                           183
                              Proven corruption incidents and
                              actions taken

TOPIK LINGKUNGAN
ENVIRONMENTAL TOPIC

ENERGI
ENERGY
                              Konsumsi energi di dalam
                              organisasi
                  GRI 302-1                                         186-188
                              Energy consumption within the
                              organization
                              Konsumsi energi di luar organisasi
                  GRI 302-2   Energy consumption outside the        186-188
GRI 302: Energi               organization
2016
                              Intensitas energi
GRI 302: Energy   GRI 302-3                                         186-188
                              Energy intensity
2016
                              Reduksi konsumsi energi
                  GRI 302-4                                         188-189
                              Energy consumption reduction
                              Pengurangan kebutuhan energi
                              dari produk dan jasa
                  GRI 302-5                                         188-189
                              Reduction in energy requirements
                              for products and services

EMISI
EMISSIONS
                              Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
                  GRI 305-1                                         198-205
                              Direct GHG Emissions (Scope 1)
                              Energi tidak langsung (Cakupan 2)
                              Emisi GRK
                  GRI 305-2                                         198-205
                              Indirect Energy (Scope 2) GHG
                              Emissions
                              Emisi GRK (Cakupan 3) tidak
GRI 305: Emisi                langsung lainnya
2016              GRI 305-3                                         198-205
                              Other Indirect GHG Emissions
GRI 305: 2016                 (Scope 3)
Emissions
                              Intensitas Emisi GRK
                  GRI 305-4                                         198-205
                              GHG Emission Intensity
                              Pengurangan emisi GRK
                  GRI 305-5                                         206-207
                              GHG Emission Reductions
                              Emisi zat perusak ozon (BPO)
                  GRI 305-6   Ozone-Depleting Substances              212
                              (ODS) Emissions




                                                                                                      PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   323
Page 324
                             Lain-lain
                             Others




                                                                                                        YANG TIDAK DICANTUMKAN             NO.
                                                                                                               NOT LISTED               RUJUKAN
        INDEKS ISI                                                                                                                      STANDAR
        STANDAR GRI                             PENGUNGKAPAN                                                                             SEKTOR
        GRI STANDARD                                                                     HAL       PERSYARATAN                             GRI
                                                  DISCLOSURE
        CONTENTS                                                                         PAGE       YANG TIDAK                             GRI
        INDEX                                                                                                    ALASAN   PENJELASAN     SECTOR
                                                                                                   DICANTUMKAN
                                                                                                                 REASON   EXPLAINANCE   STANDARD
                                                                                                  REQUIREMENTS
                                                                                                    NOT LISTED                          REFERENCE
                                                                                                                                           NO.

                                               Nitrogen oksida (NOx), sulfur
        GRI 305: Emisi                         oksida (SOx), dan emisi udara
        2016                                   signifikan lainnya
                               GRI 305-7                                                212-213
        GRI 305: 2016                          Nitrogen oxides (NOx), sulfur
        Emissions                              oxides (SOx), and other significant
                                               air emissions

        TOPIK SOSIAL
        SOCIAL TOPICS

        KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
        OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY
                                               Sistem manajemen kesehatan dan
                                               keselamatan kerja
                               GRI 403-1                                                247-250
                                               Occupational health and safety
                                               management system
                                               Identifikasi bahaya, penilaian risiko,
                                               dan investigasi insiden
                               GRI 403-2       Hazard identification, risk              247-250
                                               assessment, and incident
                                               investigation
                                               Layanan kesehatan kerja
                               GRI 403-3                                                252-253
                                               Occupational health services
                                               Partisipasi pekerja, konsultasi, dan
                                               komunikasi tentang kesehatan dan
                                               keselamatan kerja
                               GRI 403-4                                                253-254
                                               Worker participation, consultation,
                                               and communication on
                                               occupational health and safety
                                               Pelatihan pekerja tentang
                                               kesehatan dan keselamatan kerja
                               GRI 403-5                                                253-254
                                               Worker training on occupational
                                               health and safety
        GRI 403:
        Kesehatan dan                          Peningkatan kualitas kesehatan
        Keselamatan Kerja                      kerja
        2018                   GRI 403-6                                                252-253
                                               Occupational health quality
        GRI 403:                               improvement
        Occupational
        Health and Safety                      Pencegahan dan mitigasi
        2018                                   dampak-dampak keselamatan
                                               dan kesehatan kerja yang secara
                                               langsung terkait dengan hubungan
                               GRI 403-7       bisnis                                   247-250
                                               Prevention and mitigation of
                                               occupational health and safety
                                               impacts directly related to
                                               business relationships
                                               Pekerja yang tercakup dalam
                                               sistem manajemen keselamatan
                                               dan kesehatan kerja
                               GRI 403-8                                                247-250
                                               Workers covered by the
                                               occupational health and safety
                                               management system


                                               Kecelakaan kerja
                               GRI 403-9                                                251-252
                                               Workplace accidents



                                               Penyakit akibat kerja
                               GRI 403-10                                               252-253
                                               Occupational diseases




324 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 325
                                                                                        YANG TIDAK DICANTUMKAN               NO.
                                                                                               NOT LISTED                 RUJUKAN
INDEKS ISI                                                                                                                STANDAR
STANDAR GRI                     PENGUNGKAPAN                                                                               SEKTOR
GRI STANDARD                                                             HAL       PERSYARATAN                               GRI
                                  DISCLOSURE
CONTENTS                                                                 PAGE       YANG TIDAK                               GRI
INDEX                                                                                            ALASAN   PENJELASAN       SECTOR
                                                                                   DICANTUMKAN
                                                                                                 REASON   EXPLAINANCE     STANDARD
                                                                                  REQUIREMENTS
                                                                                    NOT LISTED                            REFERENCE
                                                                                                                             NO.

PELATIHAN DAN PENDIDIKAN
TRAINING AND EDUCATION
                                Rata-rata jam pelatihan per tahun
                                per karyawan
                    GRI 404-1                                           235-237
                                Average hours of training per year
                                per employee
                                Program untuk meningkatkan
GRI 404:
                                keterampilan karyawan dan
Pelatihan dan
                    GRI 404-2   program bantuan peralihan               235-241
Pendidikan 2016
                                Employee upskilling and transition
GRI 404: Training
                                assistance programs
and Education
2016                            Persentase karyawan yang
                                menerima tinjauan rutin terhadap
                                kinerja dan pengembangan karir
                    GRI 404-3                                           241-242
                                Percentage of employees
                                receiving regular performance and
                                career development reviews
G4 SUPLEMEN SEKTOR KONSTRUKSI DAN REAL ESTATE
G4 CONSTRUCTION AND REAL ESTATE SECTOR SUPPLEMENT
                                Intensitas energi bangunan
                    CRE1                                                186-188
                                Building energy intensity
                                Intensitas air bangunan
                    CRE2                                                190-193
                                Building water intensity
                                Intensitas emisi GRK dari
                    CRE3        bangunan                                198-205
                                Building GHG emission intensity
                                Intensitas emisi GRK dari
                                konstruksi baru dan kegiatan
                                pengembangan ulang
                    CRE4                                                198-205
                                Building GHG emission intensity
                                from new construction and
                                redevelopment activities
                                Remediasi tanah dan atau
G4 Suplemen                     remediasi lahan yang sudah ada
                    CRE5                                                194-197
Sektor Konstruksi               Soil remediation and/or
dan Real Estate                 remediation of existing land
G4 Construction                 Verifikasi kepatuhan operasional
and Real                        perusahaan
Estate Sector       CRE6                                                246-247
                                Verification of company
Supplement                      operational compliance
                                Jumlah orang yang terkena
                                penggusuran dan/atau
                                dimukimkan kembali karena
                    CRE7        dampak dari pembangunan                 254-255
                                Number of people evicted and/
                                or resettled due to development
                                impacts
                                Sertifikasi keberlanjutan, tingkat
                                dan skema labeling untuk
                                konstruksi baru, manajemen,
                                pekerjaan dan redevelopment
                    CRE8                                                305-306
                                Sustainability certification, levels,
                                and labeling schemes for new
                                construction, management, works,
                                and redevelopment




                                                                                                          PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   325
Page 326
                               Lain-lain
                               Others




       Sustainability Accounting Standard Board (SASB)
       Standards Engineering & Construction Services
       Sustainability Accounting Standard Board (SASB)
       Standards Engineering & Construction Services



                                                                                                JAWABAN                                            HALAMAN
        TOPIC                                     METRIC                            INDEX
                                                                                                ANSWER                                               PAGE

                                                                                                Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat kasus
                                                                                                ketidakpatuhan terhadap undang-undang
                                Number of incidents of non-compliance                           dan peraturan yang menyebabkan denda
                                with environmental permits, standards and        IF-EN-160a.1   dikeluarkan dan sanksi non moneter dikenakan.        256
                                regulations                                                     Throughout 2025, there were no cases of non-
                                                                                                compliance with laws and regulations resulting
        Environmental                                                                           in fines or non-monetary sanctions
        Impacts of Project
        Development
                                                                                                Telah disampaikan secara lengkap pada
                                                                                                bagian Manajemen Risiko atas Penerapan
                                Discussion of processes to assess and                           Pembangunan Berkelanjutan.
                                manage environmental risks associated            IF-EN-160a.2                                                       147-152
                                with design, siting and construction                            This has been fully discussed in the Risk
                                                                                                Management section for the Implementation
                                                                                                of Sustainable Development.

                                                                                                Pada tahun 2025 tidak terdapat insiden
                                                                                                ataupun denda akibat ketidakpatuhan pada
                                                                                                K3 terkait produk dan jasa, yang dapat
                                                                                                membahayakan pelanggan maupun pengguna
                                                                                                akhir, serta tidak ada biaya yang dikeluarkan
                                                                                                sebagai akibat proses hukum yang terkait
                                Amount of defect- and safety-related                            dengan insiden yang berhubungan dengan
                                                                                 IF-EN-250a.1   keselamatan pelanggan.                             305-306
                                rework costs
                                                                                                In 2025, there were no incidents or fines
                                                                                                resulting from non-compliance with OHS
                                                                                                related to products and services that could
                                                                                                endanger customers or end users, and no costs
                                                                                                were incurred as a result of legal proceedings
                                                                                                related to incidents related to customer safety.
        Structural Integrity
        & Safety
                                                                                                Pada tahun 2025 tidak terdapat insiden
                                                                                                ataupun denda akibat ketidakpatuhan pada
                                                                                                K3 terkait produk dan jasa, yang dapat
                                                                                                membahayakan pelanggan maupun pengguna
                                                                                                akhir, serta tidak ada biaya yang dikeluarkan
                                                                                                sebagai akibat proses hukum yang terkait
                                Total amount of monetary losses as a                            dengan insiden yang berhubungan dengan
                                result of legal proceedings associated with      IF-EN-250a.2   keselamatan pelanggan.                             305-306
                                defect- and safety-related incidents
                                                                                                In 2025, there were no incidents or fines
                                                                                                resulting from non-compliance with OHS
                                                                                                related to products and services that could
                                                                                                endanger customers or end users, and no costs
                                                                                                were incurred as a result of legal proceedings
                                                                                                related to incidents related to customer safety.

                                                                                                TRIR: 0,01
                                (1) Total recordable incident rate (TRIR) and
        Workforce Health                                                                        Fatality Rate
                                (2) fatality rate for (a) direct employees and   IF-EN-320a.1                                                      251-252
        & Safety                                                                                (a) direct employees: 0
                                (b) contract employees
                                                                                                (b) contract employees: 0




326 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 327
                                                                                   Sampai dengan akhir tahun 2025 Perseroan
                                                                                   memiliki bangunan bersertifikat Green Building
                                                                                   diantaranya Gedung RSJPD Harapan Kita –
                                                                                   Tokushukai dengan jenis sertifikasi BGH Madya
                                                                                   dan Gedung Financial Center Mandiri di Pantai
                     Number of (1) commissioned projects                           Indah Kapuk 2 dengan jenis sertifikasi GBCI
                     certified to a third-party multi-attribute                    PLATINUM.
                                                                    IF-EN-410a.1                                                      305-306
                     sustainability standard and (2) active
                     projects seeking such certification                           By the end of 2025, the Company already had
                                                                                   Building-certified buildings, including RSJPD
                                                                                   Harapan Kita – Tokushukai Building with BGH
                                                                                   Madya certification and Mandiri Financial
Lifecycle Impacts
                                                                                   Center Building in Pantai Indah Kapuk 2 with
of Buildings &
                                                                                   GBCI PLATINUM certification.
Infrastructure
                                                                                   Telah disampaikan secara rinci pada bagian
                                                                                   Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio,
                                                                                   Target Pembiayaan, atau Investasi pada
                     Discussion of process to incorporate                          Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan
                     operational-phase energy and water                            dengan Pembangunan Berkelanjutan.
                                                                    IF-EN-410a.2                                                       165-168
                     efficiency considerations into project                        This has been detailed in the Comparison
                     planning and design                                           of Portfolio Targets and Performance,
                                                                                   Financing Targets, or Investments in Financial
                                                                                   Instruments or Projects Aligned with
                                                                                   Sustainable Development sections.

                                                                                   hydrocarbonrelated projects: Tidak ada
                                                                                   Renewable energy projects: Telah disampaikan
                                                                                   secara rinci pada bagian Inovasi dan
                                                                                   Pengembangan Produk/Jasa Pembangunan
                     Amount      of     backlog       for     (1)                  Berkelanjutan.
                     hydrocarbonrelated projects       and    (2)   IF-EN-410b.1                                                       267-305
                     renewable energy projects                                     Hydrocarbon-related projects: None
                                                                                   Renewable energy projects: This has been
                                                                                   detailed in the Innovation and Development of
                                                                                   Sustainable Development Products/Services
                                                                                   section.
Climate Impacts of
Business Mix                                                                       Tidak terdapat proyek yang berkaitan dengan
                     Amount of backlog cancellations
                     associated   with    hydrocarbon-related       IF-EN-410b.2   hidrokarbon.                                        267-305
                     projects                                                      There are no hydrocarbon-related projects.

                                                                                   Telah disampaikan secara rinci pada bagian
                                                                                   Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa
                     Amount of backlog for non-energy projects                     Pembangunan Berkelanjutan.
                                                                    IF-EN-410b.3                                                       267-305
                     associated with climate change mitigation                     This has been detailed in the Innovation and
                                                                                   Development of Sustainable Development
                                                                                   Products/Services section.

                                                                                   Selama tahun 2025, tidak terdapat wilayah
                                                                                   operasional Perseroan yang berada di negara
                                                                                   dengan risiko korupsi tinggi sesuai peringkat 20
                     (1) Number of active projects and                             terendah dalam Transparency International’s
                     (2) backlog in countries that have the                        Corruption Perception Index (CPI).
                                                                    IF-EN-510a.1                                                           -
                     20 lowest rankings in Transparency                            During 2025, none of the Company's
                     International’s Corruption Perception Index                   operational areas were located in countries
                                                                                   with a high corruption risk, ranked among
                                                                                   the 20 lowest in Transparency International's
                                                                                   Corruption Perception Index (CPI).

                                                                                   Sampai dengan akhir tahun 2025, tidak terdapat
Business Ethics                                                                    Insiden korupsi yang terbukti. Oleh karenanya,
                                                                                   tidak terdapat karyawan yang diberhentikan,
                                                                                   kontrak dengan mitra yang diakhiri, dan kasus
                                                                                   hukum terkait korupsi, sehingga tidak terdapat
                     Total amount of monetary losses as a                          kerugian finansial sebagai akibat dari proses
                     result of legal proceedings associated with                   hukum terkait korupsi.
                                                                    IF-EN-510a.2                                                         183
                     charges of (1) bribery or corruption and (2)                  As of the end of 2025, there were no proven
                     anti-competitive practices                                    corruption incidents. Consequently, no
                                                                                   employee layoffs, no partner contracts
                                                                                   terminated, and no corruption-related legal
                                                                                   cases. Consequently, there were no financial
                                                                                   losses resulting from corruption-related legal
                                                                                   proceedings.




                                                                                                                      PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   327
Page 328
                             Lain-lain
                             Others




                                                                                           Perseroan secara konsisten menindaklanjuti
                                                                                           setiap indikasi risiko korupsi melalui
                                                                                           pemantauan implementasi dan sosialisasi
                                                                                           Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)
                                                                                           kepada calon pemasok dan mitra kerja.
                                                                                           Perseroan juga mewajibkan penandatanganan
                                                                                           Komitmen Anti Penyuapan dan/atau Pakta
                                                                                           Integritas bagi seluruh calon pemasok serta
                                                                                           menerapkan Larangan Benturan Kepentingan
                                                                                           sebagaimana diatur dalam Kebijakan Benturan
                                                                                           Kepentingan dan Insider Trading No. Dok.
                                Description of policies and practices for                  WIKA-GCG-KP.01.01 No. Rev. 00 tanggal 29
                                prevention of (1) bribery and corruption,                  Agustus 2025.
        Business Ethics                                                     IF-EN-510a.3                                                     181
                                and (2) anti-competitive behaviour in the
                                project bidding processes                                  The Company consistently follows up on any
                                                                                           indications of corruption risks by monitoring
                                                                                           the implementation and disseminating the
                                                                                           Anti-Bribery Management System (SMAP)
                                                                                           to prospective suppliers and partners. The
                                                                                           Company also requires all prospective suppliers
                                                                                           to sign an Anti-Bribery Commitment and/or
                                                                                           Integrity Pact and implements a Prohibition
                                                                                           on Conflicts of Interest as stipulated in the
                                                                                           Conflict of Interest and Insider Trading Policy
                                                                                           No. Doc. WIKA-GCG-KP.01.01 No. Rev. 00
                                                                                           dated August 29, 2025.

                                                                                           2025: 85
                                Number of active projects                   IF-EN-000.A    2024: 74                                          60
                                                                                           2023: 134

        Activity Metric                                                                    2025: 50
                                Number of commissioned projects             IF-EN-000.B    2024: 52                                          60
                                                                                           2023: 44

                                Total backlog                               IF-EN-000.C    -                                                  -




328 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 329
                                               Tautan Standar GRI Dengan TPB
                                                          Link of The GRI Standard with The SDGs


WIKA senantiasa berkomitmen untuk memberikan kontribusi            WIKA senantiasa berkomitmen untuk memberikan kontribusi
dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/           dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/
Sustainable Development Goals (SDGs). Dukungan dilakukan           Sustainable Development Goals (SDGs). Dukungan dilakukan
oleh WIKA tercermin pada tautan tautan antara program/             oleh WIKA tercermin pada tautan tautan antara program/
kegiatan yang dilakukan dengan GRI Standard dan SDGs,              kegiatan yang dilakukan dengan GRI Standard dan SDGs,
sesuai panduan SDG Compass yang diterbitkan oleh GRI,              sesuai panduan SDG Compass yang diterbitkan oleh GRI,
United Nations Global Compact, dan World Business Council          United Nations Global Compact, dan World Business Council
for Sustainable Development (WBCSD), sebagai berikut:              for Sustainable Development (WBCSD), sebagai berikut:



 Logo                            Tujuan                    Relevansi GRI Standard
                                                                                        Disclosure            Judul Indikator
 Logo                             Goal                     Relevance of GRI Standard

                                                                                                     Jumlah orang yang terkena
                                                                                                     penggusuran dan/atau
                   Mengakhiri kemiskinan dalam segala   G4 Suplemen Sektor Konstruksi
                                                                                                     dimukimkan kembali karena
                   bentuk di mana pun.                  dan Real Estate
                                                                                          CRE7       dampak dari pembangunan
                   End poverty in all its forms         G4 Construction and Real
                                                                                                     Number of people evicted and/
                   everywhere.                          Estate Sector Supplement
                                                                                                     or resettled due to the impact of
                                                                                                     development

                   Mengakhiri kelaparan, mencapai                                                    Jumlah orang yang terkena
                   ketahanan pangan, memperbaiki                                                     penggusuran dan/atau
                                                        G4 Suplemen Sektor Konstruksi
                   nutrisi dan mempromosikan                                                         dimukimkan kembali karena
                                                        dan Real Estate
                   pertanian yang berkelanjutan.                                          CRE7       dampak dari pembangunan
                                                        G4 Construction and Real
                   End hunger, achieve food security,                                                Number of people evicted and/
                                                        Estate Sector Supplement
                   improve nutrition, and promote                                                    or resettled due to the impact of
                   sustainable agriculture.                                                          development

                                                                                                     Peningkatan kualitas kesehatan
                                                                                                     kerja
                                                                                          403-6
                                                                                                     Improving occupational health
                                                        GRI 403: Kesehatan dan
                                                                                                     and safety
                                                        Keselamatan Kerja 2018
                                                        GRI 403: Occupational Health                 Kecelakaan kerja
                                                                                          403-9
                                                        and Safety 2018                              Workplace accidents
                                                                                                     Penyakit akibat kerja
                                                                                         403-10
                                                                                                     Occupational diseases
                                                                                                     Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
                                                                                          305-1
                                                                                                     Direct GHG emissions (Scope 1)
                                                                                                     Energi tidak langsung (Cakupan
                                                                                                     2) Emisi GRK
                                                                                          305-2
                                                                                                     Indirect energy (Scope 2) GHG
                   Menjamin kehidupan yang sehat                                                     emissions
                   dan mendorong kesejahteraan bagi
                                                                                                     Emisi GRK (Cakupan 3) tidak
                   semua orang di segala usia.
                                                                                                     langsung lainnya
                   Ensure healthy lives and promote                                       305-3
                                                                                                     Other indirect GHG emissions
                   well-being for all at all ages.      GRI 305: Emisi 2016
                                                                                                     (Scope 3)
                                                        GRI 305: Emissions 2016
                                                                                                     Emisi zat perusak ozon (BPO)
                                                                                          305-6      Ozone-depleting substances
                                                                                                     (ODS) emissions
                                                                                                     Nitrogen oksida (NOx), sulfur
                                                                                                     oksida (SOx), dan emisi udara
                                                                                                     signifikan lainnya
                                                                                          305-7
                                                                                                     Nitrogen oxides (NOx), sulfur
                                                                                                     oxides (SOx), and other
                                                                                                     significant air emissions
                                                        G4 Suplemen Sektor Konstruksi                Remediasi tanah dan atau
                                                        dan Real Estate                              remediasi lahan yang sudah ada
                                                                                          CRE5
                                                        G4 Construction and Real                     Soil remediation and/or
                                                        Estate Sector Supplement                     remediation of existing land




                                                                                                             PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   329
Page 330
                             Lain-lain
                             Others




        Logo                                     Tujuan                       Relevansi GRI Standard
                                                                                                             Disclosure             Judul Indikator
        Logo                                      Goal                        Relevance of GRI Standard

                                                                           GRI 404: Pelatihan dan                         Rata-rata jam pelatihan per tahun
                                                                           Pendidikan 2016                                per karyawan
                                 Menjamin kualitas pendidikan                                                  404-1
                                                                           GRI 404: Training and                          Average training hours per year
                                 yang inklusif dan merata serta            Education 2016                                 per employee
                                 meningkatkan kesempatan belajar
                                 sepanjang hayat untuk semua pada                                                         Sertifikasi keberlanjutan, tingkat
                                 tahun 2030.                                                                              dan skema labeling untuk
                                 Ensure inclusive and equitable            G4 Suplemen Sektor Konstruksi                  konstruksi baru, manajemen,
                                 quality education and promote             dan Real Estate                                pekerjaan dan redevelopment
                                                                                                               CRE8
                                 lifelong learning opportunities for all   G4 Construction and Real                       Sustainability certification, levels,
                                 by 2030.                                  Estate Sector Supplement                       and labeling schemes for new
                                                                                                                          construction, management,
                                                                                                                          works, and redevelopment

                                                                                                                          Struktur dan komposisi tata
                                                                                                                          kelola
                                                                                                                2-9
                                                                                                                          Governance structure and
                                                                           GRI 2: Pengungkapan Umum                       composition
                                                                           2021
                                                                           GRI 2: General Disclosures 2021                Nominasi dan pemilihan badan
                                                                                                                          tata kelola tertinggi
                                                                                                               2-10
                                 Mencapai kesetaraan gender dan                                                           Nomination and election of the
                                 memberdayakan semua perempuan                                                            highest governance body
                                 dan anak perempuan.                                                                      Persentase karyawan yang
                                 Achieve gender equality and               GRI 404: Pelatihan dan                         menerima tinjauan rutin terhadap
                                 empower all women and girls.              Pendidikan 2016                                kinerja dan pengembangan karir
                                                                                                               404-3
                                                                           GRI 404: Training and                          Percentage of employees
                                                                           Education 2016                                 receiving regular performance
                                                                                                                          and career development reviews

                                                                           G4 Suplemen Sektor Konstruksi                  Remediasi tanah dan atau
                                                                           dan Real Estate                                remediasi lahan yang sudah ada
                                                                                                               CRE5
                                                                           G4 Construction and Real                       Land remediation and/or
                                                                           Estate Sector Supplement                       remediation of existing lan

                                                                                                                          Intensitas air bangunan
                                                                                                               CRE2
                                                                                                                          Building water intensity

                                                                                                                          Remediasi tanah dan atau
                                                                                                                          remediasi lahan yang sudah ada
                                                                                                               CRE5
                                                                                                                          Soil remediation and/or
                                 Memastikan masyarakat mencapai
                                                                           G4 Suplemen Sektor Konstruksi                  remediation of existing land
                                 akses universal air bersih dan
                                                                           dan Real Estate
                                 sanitasi.                                                                                Sertifikasi keberlanjutan, tingkat
                                                                           G4 Construction and Real
                                 Ensure universal access to clean                                                         dan skema labeling untuk
                                                                           Estate Sector Supplement
                                 water and sanitation.                                                                    konstruksi baru, manajemen,
                                                                                                                          pekerjaan dan redevelopment
                                                                                                               CRE8
                                                                                                                          Sustainability certification, levels,
                                                                                                                          and labeling schemes for new
                                                                                                                          construction, management,
                                                                                                                          works, and redevelopment

                                                                                                                          Konsumsi energi di dalam
                                                                                                                          organisasi
                                                                                                               302-1
                                                                                                                          Energy consumption within the
                                                                                                                          organization

                                                                                                                          Konsumsi energi di luar organisasi
                                 Menjamin akses energi yang                                                    302-2      Energy consumption outside the
                                 terjangkau, andal, berkelanjutan,                                                        organization
                                 dan modern untuk semua lapisan
                                                                           GRI 302: Energi 2016
                                 masyarakat.                                                                              Intensitas energi
                                                                           GRI 302: Energy 2016                302-3
                                 Ensure access to affordable,                                                             Energy intensity
                                 reliable, sustainable, and modern
                                 energy for all.                                                                          Reduksi konsumsi energi
                                                                                                               302-4
                                                                                                                          Energy consumption reduction

                                                                                                                          Pengurangan kebutuhan energi
                                                                                                                          dari produk dan jasa
                                                                                                               302-5      Reduction of energy
                                                                                                                          requirements for products and
                                                                                                                          services




330 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 331
Logo                 Tujuan                   Relevansi GRI Standard
                                                                             Disclosure             Judul Indikator
Logo                  Goal                    Relevance of GRI Standard

                                                                                          Intensitas energi bangunan
                                                                               CRE1
                                                                                          Building energy intensity
       Menjamin akses energi yang
       terjangkau, andal, berkelanjutan,   G4 Suplemen Sektor Konstruksi                  Sertifikasi keberlanjutan, tingkat
       dan modern untuk semua lapisan      dan Real Estate                                dan skema labeling untuk
       masyarakat.                         G4 Construction and Real                       konstruksi baru, manajemen,
       Ensure access to affordable,        Estate Sector Supplement                       pekerjaan dan redevelopment
                                                                               CRE8
       reliable, sustainable, and modern                                                  Sustainability certification, levels,
       energy for all.                                                                    and labeling schemes for new
                                                                                          construction, management,
                                                                                          employment, and redevelopment

                                                                                          Karyawan
                                           GRI 2: Pengungkapan Umum             2-7
                                                                                          Employees
                                           2021
                                           GRI 2: General Disclosures 2021                Perjanjian kerja bersama
                                                                               2-30
                                                                                          Collective Labor Agreements

                                                                                          Nilai ekonomi langsung yang
                                           GRI 201: Kinerja Ekonomi 2016
                                                                                          dihasilkan dan didistribusikan
                                           GRI 201: Economic                   201-1
                                                                                          Direct economic value generated
                                           Performance 2016
                                                                                          and distributed

                                                                                          Rata-rata jam pelatihan per tahun
                                                                                          per karyawan
                                                                               404-1
                                                                                          Average training hours per year
                                                                                          per employee

                                                                                          Program untuk meningkatkan
                                                                                          keterampilan karyawan dan
                                           GRI 404: Pelatihan dan
                                                                               404-2      program bantuan peralihan
                                           Pendidikan 2016
                                                                                          Employee upskilling and
                                           GRI 404: Training and
                                                                                          transition assistance programs
                                           Education 2016
                                                                                          Persentase karyawan yang
                                                                                          menerima tinjauan rutin terhadap
                                                                                          kinerja dan pengembangan karir
                                                                               404-3
                                                                                          Percentage of employees
                                                                                          receiving regular performance
                                                                                          and career development reviews
       Berusaha meningkatkan
       pertumbuhan ekonomi yang inklusif   GRI 204: Praktik Pengadaan                     Proporsi pengeluaran untuk
       dan berkelanjutan, kesempatan       2016                                           pemasok lokal
                                                                               204-1
       kerja yang produktif dan            GRI 204: Procurement                           Proportion of spending on local
       menyeluruh serta pekerjaan yang     Practices 2016                                 supplier
       layak untuk semua.
                                                                                          Konsumsi energi di dalam
       Strive to promote inclusive and
                                                                                          organisasi
       sustainable economic growth, full                                       302-1
                                                                                          Energy consumption within the
       and productive employment, and
                                                                                          organization
       decent work for all.
                                                                                          Konsumsi energi di luar organisasi
                                                                               302-2      Energy consumption outside the
                                                                                          organization
                                           GRI 302: Energi 2016
                                                                                          Intensitas energi
                                           GRI 302: Energy 2016                302-3
                                                                                          Energy intensity

                                                                                          Reduksi konsumsi energi
                                                                               302-4
                                                                                          Energy consumption reduction

                                                                                          Pengurangan kebutuhan energi
                                                                                          dari produk dan jasa
                                                                               302-5
                                                                                          Reduction of energy requirements
                                                                                          for products and services

                                                                                          Sistem manajemen kesehatan
                                                                                          dan keselamatan kerja
                                                                               403-1
                                                                                          Occupational health and safety
                                                                                          management systems
                                           GRI 403: Kesehatan dan
                                                                                          Identifikasi bahaya, penilaian
                                           Keselamatan Kerja 2018
                                                                                          risiko, dan investigasi insiden
                                           GRI 403: Occupational Health
                                                                               403-2      Hazard identification, risk
                                           and Safety 2018
                                                                                          assessment, and incident
                                                                                          investigation

                                                                                          Layanan kesehatan kerja
                                                                               403-3
                                                                                          Occupational health services




                                                                                                   PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   331
Page 332
                             Lain-lain
                             Others




        Logo                                     Tujuan                     Relevansi GRI Standard
                                                                                                           Disclosure             Judul Indikator
        Logo                                      Goal                      Relevance of GRI Standard

                                                                                                                        Partisipasi pekerja, konsultasi, dan
                                                                                                                        komunikasi tentang kesehatan
                                                                                                                        dan keselamatan kerja
                                                                                                             403-4
                                                                                                                        Worker participation, consultation,
                                                                                                                        and communication on
                                                                                                                        occupational health and safety

                                                                                                                        Pelatihan pekerja tentang
                                                                                                                        kesehatan dan keselamatan kerja
                                                                                                             403-5
                                                                                                                        Worker training on occupational
                                                                                                                        health and safety

                                                                                                                        Pencegahan dan mitigasi
                                                                                                                        dampak-dampak keselamatan
                                                                                                                        dan kesehatan kerja yang
                                                                         GRI 403: Kesehatan dan                         secara langsung terkait dengan
                                                                         Keselamatan Kerja 2018              403-7      hubungan bisnis
                                                                         GRI 403: Occupational Health                   Prevention and mitigation of
                                                                         and Safety 2018                                occupational health and safety
                                                                                                                        impacts directly related to
                                                                                                                        business relationships
                                 Berusaha meningkatkan                                                                  Pekerja yang tercakup dalam
                                 pertumbuhan ekonomi yang inklusif                                                      sistem manajemen keselamatan
                                 dan berkelanjutan, kesempatan                                                          dan kesehatan kerja
                                 kerja yang produktif dan                                                    403-8
                                                                                                                        Workers covered by the
                                 menyeluruh serta pekerjaan yang                                                        occupational health and safety
                                 layak untuk semua.                                                                     management system
                                 Strive to promote inclusive and
                                 sustainable economic growth, full                                                      Kecelakaan kerja
                                 and productive employment, and                                              403-9
                                                                                                                        Workplace accidents
                                 decent work for all.
                                                                                                                        Penyakit akibat kerja
                                                                                                            403-10
                                                                                                                        Occupational diseases

                                                                                                                        Intensitas energi bangunan
                                                                                                             CRE1
                                                                                                                        Building energy intensity

                                                                                                                        Intensitas air bangunan
                                                                                                             CRE2
                                                                                                                        Building water intensity

                                                                                                                        Verifikasi kepatuhan operasional
                                                                                                                        perusahaan
                                                                         G4 Suplemen Sektor Konstruksi       CRE6
                                                                                                                        Verification of company
                                                                         dan Real Estate                                operational compliance
                                                                         G4 Construction and Real
                                                                         Estate Sector Supplement                       Sertifikasi keberlanjutan, tingkat
                                                                                                                        dan skema labeling untuk
                                                                                                                        konstruksi baru, manajemen,
                                                                                                                        pekerjaan dan redevelopment
                                                                                                             CRE8
                                                                                                                        Sustainability certification, levels,
                                                                                                                        and labeling schemes for new
                                                                                                                        construction, management,
                                                                                                                        occupation, and redevelopment

                                 Membangun infrastruktur yang
                                 tangguh, meningkatkan industri
                                                                                                                        Nilai ekonomi langsung yang
                                 inklusif dan berkelanjutan, serta       GRI 201: Kinerja Ekonomi 2016
                                                                                                                        dihasilkan dan didistribusikan
                                 mendorong inovasi.                      GRI 201: Economic                   201-1
                                                                                                                        Direct economic value generated
                                 Building resilient infrastructure,      Performance 2016
                                                                                                                        and distributed
                                 promoting inclusive and sustainable
                                 industries, and fostering innovation.



                                 Mengurangi Kesenjangan Intra dan
                                                                         GRI 2: Pengungkapan Umum
                                 Antar Negara                                                                           Karyawan
                                                                         2021                                 2-7
                                 Reducing Intra- and Inter-Country                                                      Employees
                                                                         GRI 2: General Disclosures 2021
                                 Disparities




332 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 333
Logo                  Tujuan                        Relevansi GRI Standard
                                                                                 Disclosure             Judul Indikator
Logo                   Goal                         Relevance of GRI Standard

                                                                                              Rata-rata jam pelatihan per tahun
                                                                                              per karyawan
                                                                                   404-1
                                                                                              Average hours of training per
                                                 GRI 404: Pelatihan dan                       year per employee
                                                 Pendidikan 2016                              Persentase karyawan yang
                                                 GRI 404: Training and                        menerima tinjauan rutin terhadap
                                                 Education 2016                               kinerja dan pengembangan karir
                                                                                   404-3
       Mengurangi Kesenjangan Intra dan                                                       Percentage of employees who
       Antar Negara                                                                           receive regular performance and
       Reducing Intra- and Inter-Country                                                      career development reviews
       Disparities
                                                                                              Sertifikasi keberlanjutan, tingkat
                                                                                              dan skema labeling untuk
                                                 G4 Suplemen Sektor Konstruksi                konstruksi baru, manajemen,
                                                 dan Real Estate                              pekerjaan dan redevelopment
                                                                                   CRE8
                                                 G4 Suplemen Sektor Konstruksi                Sustainability certification, levels,
                                                 dan Real Estate                              and labeling schemes for new
                                                                                              construction, management,
                                                                                              works, and redevelopment

                                                                                              Sertifikasi keberlanjutan, tingkat
       Menjadikan kota dan pemukiman                                                          dan skema labeling untuk
       inklusif, aman, tangguh dan               G4 Suplemen Sektor Konstruksi                konstruksi baru, manajemen,
       berkelanjutan                             dan Real Estate                              pekerjaan dan redevelopment
                                                                                   CRE8
       Making cities and human                   G4 Suplemen Sektor Konstruksi                Sustainability certification, levels,
       settlements inclusive, safe, resilient,   dan Real Estate                              and labeling schemes for new
       and sustainable                                                                        construction, management,
                                                                                              works, and redevelopment

                                                                                              Konsumsi energi di dalam
                                                                                              organisasi
                                                                                   302-1
                                                                                              Energy consumption within the
                                                                                              organization

                                                                                              Konsumsi energi di luar organisasi
                                                                                   302-2      Energy consumption outside the
                                                                                              organization

                                                 GRI 302: Energi 2016                         Intensitas energi
                                                                                   302-3
                                                 GRI 302: Energy 2016                         Energy intensity

                                                                                              Reduksi konsumsi energi
                                                                                   302-4
                                                                                              Energy consumption reduction

                                                                                              Pengurangan kebutuhan energi
                                                                                              dari produk dan jasa
                                                                                   302-5      Reduction in energy
                                                                                              requirements of products and
                                                                                              services
       Menjamin pola produksi dan
       konsumsi yang bertanggungjawab                                                         Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
                                                                                   305-1
       Ensuring responsible production                                                        Direct GHG Emissions (Scope 1)
       and consumption patterns
                                                                                              Energi tidak langsung (Cakupan
                                                                                              2) Emisi GRK
                                                                                   305-2
                                                                                              Indirect Energy (Scope 2) GHG
                                                                                              Emissions

                                                                                              Emisi GRK (Cakupan 3) tidak
                                                                                              langsung lainnya
                                                                                   305-3
                                                                                              Other Indirect GHG Emissions
                                                 GRI 305: Emisi 2016
                                                                                              (Scope 3)
                                                 GRI 305: Emissions 2016
                                                                                              Emisi zat perusak ozon (BPO)
                                                                                   305-6      Ozone-depleting substances
                                                                                              (ODS) Emissions

                                                                                              Nitrogen oksida (NOx), sulfur
                                                                                              oksida (SOx), dan emisi udara
                                                                                              signifikan lainnya
                                                                                   305-7
                                                                                              Nitrogen oxides (NOx), sulfur
                                                                                              oxides (SOx), and other
                                                                                              significant air emissions




                                                                                                       PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   333
Page 334
                             Lain-lain
                             Others




        Logo                                     Tujuan                  Relevansi GRI Standard
                                                                                                      Disclosure             Judul Indikator
        Logo                                      Goal                   Relevance of GRI Standard

                                                                                                                   Intensitas energi bangunan
                                                                                                        CRE1
                                                                                                                   Building energy intensity

                                                                                                                   Intensitas air bangunan
                                                                                                        CRE2
                                                                                                                   Water intensity of the structure

                                                                                                                   Remediasi tanah dan atau
                                                                                                                   remediasi lahan yang sudah ada
                                 Menjamin pola produksi dan           G4 Suplemen Sektor Konstruksi     CRE5
                                                                                                                   Soil remediation and/or
                                 konsumsi yang bertanggungjawab       dan Real Estate                              remediation of existing land
                                 Ensuring responsible production      G4 Construction and Real
                                 and consumption patterns             Estate Sector Supplement                     Sertifikasi keberlanjutan, tingkat
                                                                                                                   dan skema labeling untuk
                                                                                                                   konstruksi baru, manajemen,
                                                                                                                   pekerjaan dan redevelopment
                                                                                                        CRE8
                                                                                                                   Sustainability certification, levels,
                                                                                                                   and labeling schemes for new
                                                                                                                   construction, management,
                                                                                                                   works, and redevelopment

                                                                                                                   Implikasi finansial serta risiko dan
                                                                                                                   peluang lain akibat perubahan
                                                                      GRI 201: Kinerja Ekonomi 2016
                                                                                                                   iklim
                                                                      GRI 201: Economic                 201-2
                                                                                                                   Financial implications and other
                                                                      Performance 2016
                                                                                                                   risks and opportunities due to
                                                                                                                   climate change

                                                                                                                   Konsumsi energi di dalam
                                                                                                                   organisasi
                                                                                                        302-1
                                                                                                                   Energy consumption within the
                                                                                                                   organization

                                                                                                                   Konsumsi energi di luar organisasi
                                                                                                        302-2      Energy consumption outside the
                                                                                                                   organization
                                                                      GRI 302: Energi 2016
                                                                      GRI 302: Energy 2016                         Intensitas energi
                                                                                                        302-3
                                                                                                                   Energy intensity
                                 Mengambil aksi segera untuk
                                 memerangi perubahan iklim dan                                                     Reduksi konsumsi energi
                                 dampaknya karena perubahan                                             302-4
                                                                                                                   Energy consumption reduction
                                 iklim adalah tantangan global yang
                                 memengaruhi setiap orang.                                                         Pengurangan kebutuhan energi
                                 Taking urgent action to combat                                                    dari produk dan jasa
                                                                                                        302-5
                                 climate change and its impacts                                                    Reduction in energy demand for
                                 is a global challenge that affects                                                products and services
                                 everyone.
                                                                                                                   Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
                                                                                                        305-1
                                                                                                                   Direct GHG emissions (Scope 1)

                                                                                                                   Energi tidak langsung (Cakupan
                                                                                                                   2) Emisi GRK
                                                                                                        305-2
                                                                                                                   Indirect energy (Scope 2) GHG
                                                                                                                   emissions

                                                                      GRI 305: Emisi 2016                          Emisi GRK (Cakupan 3) tidak
                                                                      GRI 305: Emissions 2016                      langsung lainnya
                                                                                                        305-3
                                                                                                                   Other indirect (Scope 3) GHG
                                                                                                                   emissions

                                                                                                                   Intensitas Emisi GRK
                                                                                                        305-4
                                                                                                                   GHG Emission Intensity

                                                                                                                   Pengurangan emisi GRK
                                                                                                        305-5
                                                                                                                   GHG emission reduction




334 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 335
Logo                 Tujuan                    Relevansi GRI Standard
                                                                            Disclosure             Judul Indikator
Logo                  Goal                     Relevance of GRI Standard

                                                                                         Intensitas energi bangunan
                                                                              CRE1
                                                                                         Energy intensity of buildings

                                                                                         Intensitas emisi GRK dari
                                                                                         bangunan
                                                                              CRE3
                                                                                         GHG emission intensity of
                                                                                         buildings
       Mengambil aksi segera untuk
       memerangi perubahan iklim dan                                                     Intensitas emisi GRK dari
       dampaknya karena perubahan           G4 Suplemen Sektor Konstruksi                konstruksi baru dan kegiatan
       iklim adalah tantangan global yang   dan Real Estate                              pengembangan ulang
                                                                              CRE4
       memengaruhi setiap orang.            G4 Construction and Real                     GHG emission intensity of new
       Taking urgent action to combat       Estate Sector Supplement                     construction and redevelopment
       climate change and its impacts                                                    activities
       is a global challenge that affects
       everyone.                                                                         Sertifikasi keberlanjutan, tingkat
                                                                                         dan skema labeling untuk
                                                                                         konstruksi baru, manajemen,
                                                                                         pekerjaan dan redevelopment
                                                                              CRE8
                                                                                         Sustainability certification, levels,
                                                                                         and labeling schemes for new
                                                                                         construction, management,
                                                                                         works, and redevelopment

                                                                                         Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
                                                                              305-1
                                                                                         Direct GHG emissions (Scope 1)

                                                                                         Energi tidak langsung (Cakupan
                                                                                         2) Emisi GRK
                                                                              305-2
                                                                                         Indirect energy (Scope 2) GHG
                                                                                         emissions

                                                                                         Emisi GRK (Cakupan 3) tidak
                                                                                         langsung lainnya
                                                                              305-3
                                                                                         Other indirect (Scope 3) GHG
                                            GRI 305: Emisi 2016                          emissions
                                            GRI 305: Emissions 2016                      Intensitas Emisi GRK
                                                                              305-4
                                                                                         GHG Emission Intensity

                                                                                         Pengurangan emisi GRK
                                                                              305-5
                                                                                         GHG emission reduction
       Melestarikan dan memanfaatkan
       secara berkelanjutan sumber daya                                                  Nitrogen oksida (NOx), sulfur
       kelautan dan samudera untuk                                                       oksida (SOx), dan emisi udara
       pembangunan berkelanjutan                                                         signifikan lainnya
       Conserve and sustainably utilize                                       305-7
                                                                                         Nitrogen oxides (NOx), sulfur
       marine and ocean resources for                                                    oxides (SOx), and other
       sustainable development                                                           significant air emissions

                                                                                         Intensitas emisi GRK dari
                                                                                         bangunan
                                                                              CRE3
                                                                                         Emission intensity GHG from
                                                                                         buildings

                                                                                         Intensitas emisi GRK dari
                                            G4 Suplemen Sektor Konstruksi                konstruksi baru dan kegiatan
                                            dan Real Estate                              pengembangan ulang
                                                                              CRE4
                                            G4 Construction and Real                     GHG emission intensity
                                            Estate Sector Supplement                     from new construction and
                                                                                         redevelopment activities

                                                                                         Remediasi tanah dan atau
                                                                                         remediasi lahan yang sudah ada
                                                                              CRE5
                                                                                         Soil remediation and/or
                                                                                         remediation of existing land




                                                                                                  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   335
Page 336
                             Lain-lain
                             Others




        Logo                                     Tujuan                    Relevansi GRI Standard
                                                                                                          Disclosure            Judul Indikator
        Logo                                      Goal                     Relevance of GRI Standard

                                                                                                                       Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
                                                                                                            305-1
                                                                                                                       Direct GHG emissions (Scope 1)

                                                                                                                       Energi tidak langsung (Cakupan
                                                                                                                       2) Emisi GRK
                                                                                                            305-2
                                                                                                                       Indirect energy (Scope 2) GHG
                                                                                                                       emissions

                                                                                                                       Emisi GRK (Cakupan 3) tidak
                                                                                                                       langsung lainnya
                                                                                                            305-3
                                                                                                                       Other indirect GHG emissions
                                                                        GRI 305: Emisi 2016                            (Scope 3)
                                                                        GRI 305: Emissions 2016                        Intensitas Emisi GRK
                                 Melindungi, Merestorasi dan                                                305-4
                                                                                                                       GHG emission intensity
                                 Meningkatkan Pemanfaatan
                                 Berkelanjutan Ekosistem Daratan,                                                      Pengurangan emisi GRK
                                                                                                            305-5
                                 Mengelola Hutan Secara Lestari,                                                       GHG emission reduction
                                 Menghentikan Penggurunan,
                                 Memulihkan Degradasi lahan,                                                           Nitrogen oksida (NOx), sulfur
                                 serta Menghentikan Kehilangan                                                         oksida (SOx), dan emisi udara
                                 Keanekaragaman Hayati                                                                 signifikan lainnya
                                                                                                            305-7
                                 Protect, restore, and promote                                                         Nitrogen oxides (NOx), sulfur
                                 sustainable use of terrestrial                                                        oxides (SOx), and other
                                 ecosystems, sustainably manage                                                        significant air emissions
                                 forests, combat desertification,
                                 reverse land degradation, and halt                                                    Intensitas emisi GRK dari
                                 biodiversity loss                                                                     bangunan
                                                                                                            CRE3
                                                                                                                       GHG emission intensity from
                                                                                                                       buildings

                                                                                                                       Intensitas emisi GRK dari
                                                                        G4 Suplemen Sektor Konstruksi                  konstruksi baru dan kegiatan
                                                                        dan Real Estate                                pengembangan ulang
                                                                                                            CRE4
                                                                        G4 Construction and Real                       GHG emission intensity
                                                                        Estate Sector Supplement                       from new construction and
                                                                                                                       redevelopment activities

                                                                                                                       Remediasi tanah dan atau
                                                                                                                       remediasi lahan yang sudah ada
                                                                                                            CRE5
                                                                                                                       Soil remediation and/or
                                                                                                                       remediation of existing land

                                                                                                                       Nominasi dan pemilihan badan
                                                                                                                       tata kelola tertinggi
                                                                                                            2-10
                                                                                                                       Nomination and election of the
                                                                                                                       highest governance body
                                 Menguatkan Masyarakat yang                                                            Ketua badan tata kelola tertinggi
                                 Inklusif dan Damai untuk                                                    2-11
                                                                                                                       Chair of the highest governance
                                 Pembangunan Berkelanjutan,                                                            body
                                 Menyediakan Akses Keadilan
                                 untuk Semua, dan Membangun                                                            Benturan kepentingan
                                 Kelembagaan yang Efektif,                                                  2-15
                                                                        GRI 2: Pengungkapan Umum                       Conflict of interest
                                 Akuntabel, dan Inklusif di Semua
                                                                        2021                                           Komunikasi hal-hal penting
                                 Tingkatan                                                                  2-16
                                                                        GRI 2: General Disclosures 2021                Communication of key matters
                                 Strengthening Inclusive and
                                 Peaceful Societies for Sustainable
                                 Development, Providing Access                                                         Proses untuk memulihkan
                                 to Justice for All, and Building                                                      dampak negatif
                                                                                                            2-25
                                 Effective, Accountable, and                                                           Process for remediating negative
                                 Inclusive Institutions at All Levels                                                  impacts

                                                                                                                       Pendekatan keterlibatan
                                                                                                                       pemangku kepentingan
                                                                                                            2-29
                                                                                                                       Stakeholder engagement
                                                                                                                       approach




336 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 337
Logo                  Tujuan                     Relevansi GRI Standard
                                                                              Disclosure            Judul Indikator
Logo                   Goal                      Relevance of GRI Standard

                                                                                           Partisipasi pekerja, konsultasi, dan
                                                                                           komunikasi tentang kesehatan
                                                                                           dan keselamatan kerja
                                                                                403-4      Worker participation,
                                              GRI 403: Kesehatan dan                       consultation, and communication
                                              Keselamatan Kerja 2018                       on occupational health and
                                              GRI 403: Occupational Health                 safety
       Menguatkan Masyarakat yang             and Safety 2018
                                                                                           Kecelakaan kerja
       Inklusif dan Damai untuk                                                 403-9
                                                                                           Workplace accidents
       Pembangunan Berkelanjutan,
       Menyediakan Akses Keadilan                                                          Penyakit akibat kerja
       untuk Semua, dan Membangun                                              403-10
                                                                                           Occupational diseases
       Kelembagaan yang Efektif,
       Akuntabel, dan Inklusif di Semua                                                    Operasi-operasi yang dinilai
       Tingkatan                                                                           memiliki risiko terkait korupsi
                                                                                205-1
       Strengthening Inclusive and                                                         Operations assessed as having
       Peaceful Societies for Sustainable                                                  risks related to corruption
       Development, Providing Access
       to Justice for All, and Building                                                    Komunikasi dan pelatihan
       Effective, Accountable, and                                                         tentang kebijakan dan prosedur
       Inclusive Institutions at All Levels   GRI 205: Anti Korupsi 2016                   anti korupsi
                                                                                205-2
                                              GRI 205: Anti-Corruption 2016                Communication and training
                                                                                           on anti-corruption policies and
                                                                                           procedures

                                                                                           Insiden korupsi yang terbukti dan
                                                                                           tindakan yang diambil
                                                                                205-3
                                                                                           Proven corruption incidents and
                                                                                           actions taken

       Menguatkan Sarana Pelaksanaan
       dan Merevitalisasi Kemitraan Global
       untuk Pembangunan Berkelanjutan
       Strengthening Means of
       Implementation and Revitalizing the
       Global Partnership for Sustainable
       Development




                                                                                                   PT Wijaya Karya (Persero) Tbk   337
Page 338

          
Page 339

          
Page 340
 20 Laporan Keberlanjutan
 25 Sustainability Report




Building Resilience, Strengthening
Sustainability Transformation
Membangun Ketangguhan, Memperkuat Transformasi Keberlanjutan




PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

Kantor Pusat
WIKA Tower 1 & 2
Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9–10
Jakarta 13340 - Indonesia

Online
Email: adwijaya@wika.co.id
Website: www.wika.co.id

Phone & Fax
Phone: 021 - 806 79200
Fax: 021 - 228 93830                                wika.co.id

File

File Open PDF
Source IDX
Size40.02 MB
Published17 Apr 2026
Pages340
Characters1,885,344
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 62 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Wijaya Karya Beton Tbk p.9 ×5
linked org Wijaya Karya Bangunan Gedung p.9 ×2
linked org PT Wijaya Karya Realty p.9
linked org PT Wijaya Karya Bitumen p.9 ×3
linked person Agung Budi Waskito p.92 ×2
linked person Harris Arthur Hedar p.102
linked person Suryo Hapsoro Tri Utomo p.102
linked person Firdaus Ali p.102
linked person Hananto Aji p.103
linked person Fafan Khoirul Fanani p.103
possible org Wijaya Karya (Persero) Tbk p.3 ×240
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.5 ×18
possible org Negara Republik Indonesia p.46 ×4
possible person Dian Paramita p.69 ×2
possible person Jarot Widyoko p.102
possible person Hadjar Seti Adji p.103
possible org PT Danantara p.114 ×2
unresolved org Financial Services Authority p.5 ×17
unresolved org Wijaya Karya Bangunan p.9 ×3
unresolved org PT Wijaya Karya Industri p.9 ×2
unresolved org PT Wijaya p.9 ×4
unresolved org PT Wijaya Karya Serang p.9
unresolved org PT Wijaya Karya Serang Panimbang p.9
unresolved org PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur. Pendekatan p.9
unresolved org PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur. p.9
unresolved — Regulators p.11
unresolved org Milik Negara p.12 ×15
unresolved org Kementerian Badan Usaha Milik Negara p.16
unresolved org Ministry of State-Owned Enterprises p.16
unresolved org Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik p.16
unresolved org Minister of State-Owned Enterprises p.16
unresolved org Milik p.16 ×3
unresolved org Menteri BUMN Nomor PER- p.17 ×4
unresolved org Minister of SOEs No. PER- p.17
unresolved org Milik Negara Dan Perseroan Terbatas p.45
unresolved org Minister of SOEs Number PER- p.46 ×3
unresolved org Menteri Badan Usaha Milik Negara p.46 ×2
unresolved org Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat p.46
unresolved org Minister of Public Works and Public p.46
unresolved org Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan p.46
unresolved org Minister of Environment and Forestry p.46
unresolved org Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral p.47
unresolved org Minister of Energy and Mineral p.47
unresolved org Milik Daerah p.52
unresolved org Ministry of Manpower. Selanjutnya p.57
unresolved person Djojo Muljadi p.69 ×2
unresolved org PT Danantara As p.69 ×4
unresolved person Kartini Muljadi · Notaris p.69 ×3
unresolved org Minister of Justice p.69
unresolved org PT WIJAYA KARYA Investor Relations p.69
unresolved person PEMBINA · DIREKTUR p.107
unresolved org Karya Tbk p.107
unresolved person Framework Komite Tata Kelola Terintegrasi · Komisaris p.108 ×2
unresolved org Minister of State-Owned Enterprises Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER- p.111
unresolved org Kementerian Badan Usaha Milik p.117
unresolved org Ministry of State-Owned Enterprises Negara p.117
unresolved org Ministry of State-Owned Badan Usaha Milik Negara p.117
unresolved org Kementerian BUMN p.117
unresolved org Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER- p.117
unresolved org Minister of State-Owned Enterprises MBU p.117
unresolved org Milik Negara. Calon p.117

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 3

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result