Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 340
Page 1
20 Laporan Keberlanjutan
25 Sustainability Report
Building Resilience,
Strengthening Sustainability
Transformation
Membangun Ketangguhan, Memperkuat Transformasi Keberlanjutan
Page 2
Page 3
Penjelasan Tema
Theme Explanation
MEMBANGUN KETANGGUHAN,
MEMPERKUAT TRANSFORMASI
KEBERLANJUTAN
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (yang selanjutnya disebut WIKA atau Perseroan) senantiasa
memperkuat fondasi perseroan melalui penerapan Good Corporate Governance yang
terintegrasi dan adaptif. Ketangguhan WIKA dibangun melalui penerapan Good Corporate
Governance yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),
didukung oleh struktur, kebijakan, serta pengawasan yang memastikan keberlanjutan
menjadi bagian dari pengambilan keputusan strategis. Dengan penerapan sustainability
governance yang kuat, WIKA mampu mengelola risiko, meningkatkan transparansi, serta
menjaga keseimbangan antara kinerja ekonomi, tanggung jawab sosial, dan perlindungan
lingkungan secara berkelanjutan.
Selanjutnya, upaya memperkuat transformasi keberlanjutan diwujudkan melalui
pengembangan dan penerapan inovasi produk serta solusi konstruksi berkelanjutan yang
mendukung efisiensi sumber daya dan pengurangan dampak lingkungan. WIKA secara
aktif mengembangkan inovasi seperti penggunaan material ramah lingkungan, teknologi
konstruksi yang lebih efisien energi, serta produk dan jasa berbasis keberlanjutan yang
menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur masa depan. Inovasi ini tidak hanya
meningkatkan daya saing perseroan, tetapi juga memperkuat kontribusi WIKA dalam
mendukung pembangunan berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs).
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (hereinafter referred to as WIKA or the Company) continuously
strengthens its corporate foundation through the implementation of integrated and adaptive
Good Corporate Governance. WIKA’s resilience is built through the implementation of Good
Corporate Governance aligned with Environmental, Social, and Governance (ESG) principles,
supported by structures, policies, and oversight that ensure sustainability is an integral part of
strategic decision-making. With the implementation of robust sustainability governance, WIKA
is able to manage risks, enhance transparency, and maintain a balance between economic
performance, social responsibility, and environmental protection in a sustainable manner.
Furthermore, efforts to strengthen sustainable transformation are realized through the
development and implementation of product innovations and sustainable construction
solutions that support resource efficiency and the reduction of environmental impact. WIKA
actively develops innovations such as the use of eco-friendly materials, more energy-efficient
construction technologies, and sustainability-based products and services that address the
needs of future infrastructure development. These innovations not only enhance the company’s
competitiveness but also strengthen WIKA’s contribution to supporting sustainable development
and the Sustainable Development Goals (SDGs).
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 3
Page 4
Daftar Isi
Table of Contents
3 Penjelasan Tema
Theme Explanation
5 Penjelasan Direksi
4 Daftar Isi Board of Directors Explanation
Table of Contents
92 Penjelasan Direksi
1 Tentang Laporan Board of Directors' Statement
About This Report 102 Tanggung Jawab Laporan Keberlanjutan
Accountability for The Sustainability Report
8 Tentang Laporan
About The Report
6 Tata Kelola Keberlanjutan
2 Strategi Keberlanjutan Sustainable Governance
Sustainability Strategy
106 Penguatan Tata Kelola
Strengthening Governance
24 Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
109 Struktur dan Komposisi Tata Kelola
Governance Structure and Composition
3 Ikhtisar Kinerja 111 Conflict of Interest
Keberlanjutan Conflict of Interest
Sustainability Performance
Highlights 115 Penegakkan Integritas
Integrity Enforcement
60 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance Highlights 117 Nominasi dan Seleksi Dewan Komisaris dan Direksi
Nomination and Selection of Board of
Commissioners and Board of Directors
4 Profil Perusahaan 122 Penilaian Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi
Company Profile Board of Commissioners and Board of Directors
Performance Appraisal
66 Visi, Misi, Dan Nilai Keberlanjutan
125 Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
Vision, Mission, and Sustainability Values
Remuneration Policy for Board of Commissioners
and Board of Directors
69 Identitas Perusahaan
Company Identity 133 Penanggung Jawab Penerapan Pembangunan
Berkelanjutan
70 Skala Perusahaan Unit in Charge of Sustainable Development
Company Scale Implementation
81 Wilayah Operasional
Operational Area 7 Kinerja Keberlanjutan
82 Aktivitas, Rantai Nilai dan Hubungan Bisnis Lainnya Sustainability Performance
Activities, Value Chain And Other Business
Relationships 162 Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
89 Keanggotaan Asosiasi
Association Membership
184 Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental Performance
4 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 5
8 Lain-lain
Others
310 Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen
Written Verification by an Independent Party
315 Lembar Umpan Balik
Feedback Form
316 Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan
Keberlanjutan Tahun 2024
Response to Feedback on The 2024 Sustainability
Report
317 Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017
List of Disclosures in Accordance with Financial
Services Authority Regulation Number 51/
POJK.03/2017
320 Indeks Isi Consolidated Set of GRI Standard
Consolidated Contents Index Set of GRI Standard
326 Sustainability Accounting Standard Board (SASB)
Sustainability Accounting Standard Board (SASB)
Standards Engineering & Construction Services
329 Tautan Standar GRI Dengan TPB
Link of The GRI Standard with The SDGs
RDF Rorotan
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 5
Page 6
Tentang Laporan About This Report
Page 7
Page 8
Tentang Laporan
About the Report
Tentang Laporan [GRI 2-2, 2-3, 2-4]
About This Report
Gedung WIKA, DKI Jakarta
Laporan Keberlanjutan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. tahun The 2025 Sustainability Report of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
2025 merupakan laporan yang disusun dengan mengacu has been prepared in reference to Financial Services Authority
pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51/ Regulation (POJK) Number 51/POJK.03/2017 concerning
POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi the Implementation of Sustainable Finance for Financial
Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik, SEOJK Services Institutions, Issuers, and Public Companies; SEOJK
No 16/POJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan No. 16/POJK.04/2021 concerning the Form and Content of
Emiten atau Perusahaan Publik, serta Standar Pengungkapan Annual Reports of Issuers or Public Companies; as well as
Keberlanjutan 1 dan 2 (International Financial Reporting Standards Sustainability Disclosure Standards 1 and 2 (International
(IFRS) S1 dan S2). Laporan ini juga disusun sesuai dengan (“in Financial Reporting Standards (IFRS) S1 and S2). This report is
accordance to”) Consolidated Set of GRI Standards, GRI G4 also prepared in accordance with the Consolidated Set of GRI
Sector Disclosures Construction and Real Estate. Laporan Standards, GRI G4 Sector Disclosures for Construction and
Keberlanjutan ini juga mengacu pada Sustainability Accounting Real Estate, the Sustainability Accounting Standards Board
Standard Board (SASB) Standard Engineering & Construction (SASB) Standard for Engineering & Construction Services,
Services, dan ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS). and the ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).
Informasi yang disajikan di dalam Laporan Keberlanjutan ini The information presented in this Sustainability Report covers
mencakup informasi yang berasal dari seluruh wilayah operasional information from all operational areas of PT Wijaya Karya
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Oleh karenanya, terdapat (Persero) Tbk. Therefore, there are differences between the
8 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 9
perbedaan entitas yang disampaikan pada Laporan Keuangan entities presented in the Consolidated Financial Statements
Konsolidasian dengan entitas yang disampaikan pada Laporan and those presented in this Sustainability Report, unless
Keberlanjutan ini, kecuali terdapat penjelasan pada bagian-bagian otherwise explained in certain sections involving information
tertentu yang melibatkan informasi pada entitas anak khususnya on subsidiaries, particularly financial information and other
informasi terkait keuangan dan bagian lain sebagaimana dijelaskan sections as described in certain sections. The financial
pada bagian tertentu. Informasi keuangan yang disajikan sesuai information presented is in accordance with the Consolidated
dengan Laporan Keuangan Konsolidasian yang telah diaudit oleh Financial Statements that have been audited by a Public
Kantor Akuntan Publik yang meliputi PT Wijaya Karya Beton Tbk, Accounting Firm, which includes PT Wijaya Karya Beton Tbk, PT
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, PT Wijaya Karya Industri Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, PT Wijaya Karya Industri
dan Konstruksi, PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi, PT Wijaya dan Konstruksi, PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi, PT Wijaya
Karya Realty, PT Wijaya Karya Bitumen, PT Wijaya Karya Serang Karya Realty, PT Wijaya Karya Bitumen, PT Wijaya Karya Serang
Panimbang, dan PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur. Pendekatan yang Panimbang, and PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur. The approach
digunakan Perseroan untuk pengungkapan yang melibatkan used by the Company for disclosures involving subsidiaries
entitas anak, Perseroan mengumpulkan seluruh informasi baik is to collect all information from both the Company and
yang berasal dari Perseroan maupun entitas anak. Informasi its subsidiaries. The information is consolidated using an
dikonsolidasikan menggunakan pendekatan kontrol operasional operational control approach and no adjustments are made to
dan tidak dilakukan penyesuaian terhadap kepentingan non- non-controlling interests. Changes in organizational structure
pengendali. Perubahan struktur organisasi seperti merger, such as mergers, acquisitions, or divestments of entities during
akuisisi, maupun pelepasan entitas selama periode pelaporan the reporting period will be reflected in the Sustainability
akan tercermin dalam data Laporan Keberlanjutan sejak tanggal Report data from the effective date of the transaction.
efektif transaksi.
Periode pelaporan pada Laporan Keberlanjutan ini yaitu sejak The reporting period in this Sustainability Report is from
1 Januari sampai 31 Desember 2025 sesuai dengan periode January 1 to December 31, 2025, in accordance with the
laporan keuangan konsolidasian. Laporan ini diterbitkan consolidated financial reporting period. This report is published
bersamaan dengan Laporan Tahunan Perseroan. together with the Company's Annual Report.
Di dalam Laporan Keberlanjutan ini terdapat informasi yang This Sustainability Report contains restated information on
disajikan kembali yaitu emisi GRK cakupan 1, 2, dan 3 di tahun Scope 1, 2, and 3 GHG emissions in 2024. The restatement
2024. Dampak dari penyajian kembali yang dilakukan yaitu has resulted in an increase in GHG emissions. The restatement
meningkatnya jumlah emisi GRK. Penyajian kembali yang was carried out due to the calculation of GHG emissions for
dilakukan dikarenakan perhitungan emisi GRK periode 2024 the 2024 period with the expansion of the inventory coverage
dengan perluasan cakupan inventarisasi dari seluruh proyek, of all projects, both Joint Operation (JO) and non-JO. The
baik yang bersifat Joint Operation (JO) maupun non-JO. Data data was obtained based on internal records from the person
diperoleh berdasarkan pencatatan internal dari penanggung in charge of each project, so that it better describes the
jawab masing-masing proyek, sehingga lebih menggambarkan company's emission profile, especially those sourced from
profil emisi perseroan, terutama yang bersumber dari aktivitas project operational activities. Information regarding total
operasional proyek. Informasi terkait total aset, liabilitas, dan assets, liabilities, and equity for 2024 has also been restated,
ekuitas di tahun 2024 juga disajikan kembali yang berdampak resulting in a decrease in total assets and liabilities and an
pada penurunan total aset dan liabilitas, serta peningkatan increase in total equity due to a reclassification.
pada total ekuitas dikarenakan adanya reklasifikasi.
Laporan Keberlanjutan ini dipublikasikan pada 17 April 2026. This Sustainability Report was published on April 17, 2026.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Laporan For further information about WIKA's Sustainability Report,
Keberlanjutan WIKA, dapat menghubungi: please contact:
Corporate Secretary Corporate Secretary
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Kantor Pusat Head Office
Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9-10 Jakarta 13340 – Indonesia Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9–10 Jakarta 13340 – Indonesia
Telepon : +6221-80679200 Telephone : +6221-80679200
Fax : +6221-22893830 Fax : +6221-22893830
Email : tjslwika@wika.co.id Email : tjslwika@wika.co.id
Situs web : http://www.wika.co.id Website : http://www.wika.co.id
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 9
Page 10
Tentang Laporan
About the Report
PROSES PENENTUAN TOPIK MATERIAL MATERIAL TOPIC DETERMINATION
[GRI 3-1, 3-2, 2-14] PROCESS [GRI 3-1, 3-2, 2-14]
Dalam melakukan penentuan topik material, secara berkala In determining material topics, the Company periodically
mengidentifikasi dan melakukan analisis aktivitas dan hubungan identifies and analyzes its activities and business relationships
bisnis yang dimiliki berbasis konteks keberlanjutan serta based on the sustainability context, as well as analyzes
menganalisis stakeholder yang terdampak dari aktivitas dan stakeholders affected by the Company’s activities and
hubungan bisnis Perseroan (inside out) maupun dampak dari business relationships (inside-out) and the impacts of
para pemangku kepentingan terhadap Perseroan (outside in). stakeholders on the Company (outside-in). The material topic
Proses penentuan topik material ini dilaksanakan bersamaan determination process is carried out in conjunction with the
dengan proses penentuan risiko Perseroan yang melibatkan Company’s risk identification process, involving the Finance
Divisi Finance, Divisi Legal & Compliance, Divisi Corporate Division, Legal & Compliance Division, Corporate Marketing
Marketing, Divisi Operasi, Divisi Supply Chain Management, Division, Operations Division, Supply Chain Management
Divisi Transformation & IT, dan Divisi Manajemen Risiko Division, Transformation & IT Division, and Risk Management
& QHSE. Penentuan topik material yang dilakukan juga & QHSE Division. The determination of material topics also
senantiasa mempertimbangkan GRI Sector Standard dan consistently takes into account the GRI Sector Standard and
SASB Standards. SASB Standards.
Berdasarkan analisis aktivitas dan hubungan bisnis berbasis Based on the analysis of sustainability-based activities
keberlanjutan, kemudian Perseroan melakukan identifikasi and business relationships, the Company subsequently
dampak aktual dan potensial dari seluruh aktivitas dan identifies the actual and potential impacts of all its activities
hubungan bisnisnya termasuk dampaknya terhadap hak and business relationships, including impacts related to
asasi manusia. Dampak aktual dan potensial diidentifikasi human rights. Actual and potential impacts are identified
melalui berbagai sumber seperti pembahasan dalam rapat through various sources, such as discussions in management
manajemen, dokumen manajemen risiko, serta dokumen meetings, risk management documents, and other supporting
pendukung lainnya. Proses ini dilakukan dengan tujuan agar documents. This process is carried out to enable the Company
Perseroan dapat melakukan penanganan atas dampak aktual to address actual impacts and perform mitigation efforts for
dan upaya mitigasi atas dampak potensial. potential impacts.
Selanjutnya, Perseroan melakukan assessment tingkat Furthermore, the Company conducts an appraisal of the
signifikansi dampak aktual dan potensial yang telah significance level of the previously identified actual and
ditentukan sebelumnya untuk dapat dilakukan prioritasi isu potential impacts in order to prioritize the sustainability issues
keberlanjutan yang dihadapi Perseroan. Proses ini bertujuan faced by the Company. This process aims to identify the
untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang akan diambil oleh measures to be taken by the Company in addressing such
Perseroan dalam menangani dampak dan menetapkan topik impacts and to determine the relevant material topics to be
material yang relevan untuk dilaporkan pada tahun tersebut. reported for the respective year. This is aligned with the risk
Hal ini sejalan dengan proses manajemen risiko yang telah management process applied by the Company.
dilaksanakan oleh Perseroan.
Langkah selanjutnya, berdasarkan topik material yang The next step, based on the identified material topics, is
diidentifikasi, kemudian Perseroan menentukan threshold for the Company to determine a threshold to prioritize the
untuk prioritasi topik material. Threshold yang ditentukan oleh material topics. The threshold set by the Company refers to
Perseroan yaitu isu keberlanjutan yang memiliki tingkat risiko sustainability issues with a high and moderate-to-high level
high dan moderate to high. Kemudian Perseroan melakukan of risk. The Company then confirms the selected topics with
konfirmasi atas topik yang terpilih kepada stakeholder its external stakeholders, including creditors, shareholders,
eksternal Perseroan yang meliputi kreditur, pemegang saham, trustees, regulators, and experts. After receiving responses
wali amanat, regulator, dan Ahli/Expert. Setelah mendapatkan from external stakeholders, the selected material topics are
respons dari stakeholder eksternal, maka topik material yang reported to the Board of Directors for approval to be disclosed
terpilih dilaporkan kepada Direksi guna mendapat persetujuan in the 2025 Sustainability Report of PT Wijaya Karya (Persero)
untuk dilaporkan di dalam Laporan Keberlanjutan PT Wijaya Tbk.
Karya (Persero) Tbk 2025.
Berdasarkan hasil penentuan topik material di tahun 2025 Based on the results of material topic determination in 2025,
terdapat 6 (enam) topik material yang meliputi kinerja there are six material topics, namely economic performance,
ekonomi, praktik pengadaan, anti korupsi, emisi, pelatihan dan procurement practices, anti-corruption, emissions, training and
pendidikan, dan kesehatan dan keselamatan kerja. Sedangkan, education, and occupational health and safety. Meanwhile,
topik material yang diidentifikasi di tahun 2024 yaitu kinerja the material topics identified in 2024 included economic
10 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 11
ekonomi, praktik pengadaan, pelatihan dan pendidikan, performance, procurement practices, training and education,
kesehatan dan keselamatan kerja, keanekaragaman dan occupational health and safety, as well as diversity and equal
peluang setara. Terdapat perbedaan topik material yang opportunity. There is a difference between the material topics
diidentifikasi di tahun 2025 dengan topik material di tahun identified in 2025 and those identified in 2024, as diversity
2024 yaitu keanekaragaman dan peluang setara dikarenakan and equal opportunity is no longer included because the topic
topik keanekaragaman dan peluang setara telah dilakukan has been well managed and is therefore no longer considered
pengelolaan dengan baik, sehingga tidak lagi menjadi isu di an issue in 2025. In addition, the Company has established a
tahun 2025. Di samping itu, Perusahaan juga telah menetapkan Human Rights Policy, a Respectful Workplace and Employee
kebijakan Hak Asasi Manusia (HAM), Kebijakan Perilaku Saling Well-being Policy, and various internal provisions that ensure
Menghargai Di Tempat Kerja Dan Kesejahteraan Pegawai serta the principles of equality, non-discrimination, and equal
berbagai ketentuan internal yang menjamin prinsip kesetaraan, opportunity in recruitment processes, career development,
non-diskriminasi, dan kesempatan yang setara dalam proses and remuneration practices.
rekrutmen, pengembangan karir, serta pemberian remunerasi.
Adapun topik material yang terpilih di tahun 2025 sebagai The selected material topics in 2025 are as follows.
berikut.
Tabel Topik Material Tahun 2025
Material Topics for 2025
Tujuan Pembangunan
Pemangku Kepentingan
Topik Material Isu Utama Alasan Bersifat Material Berkelanjutan
yang Terdampak
Material Topic Key Issues Material Reasons Sustainable
Affected Stakeholders
Development Goals
Kinerja ekonomi merupakan topik
material dikarenakan Perseroan perlu
• Nilai ekonomi langsung
memastikan kinerja keuangan dan
yang dihasilkan dan
keberlanjutan usaha tetap terjaga
didistribusikan oleh
secara optimal, khususnya dalam
Perusahaan
mengantisipasi potensi penurunan
• Implikasi finansial serta
profitabilitas proyek, mengelola
risiko dan peluang lain
peningkatan beban pendanaan secara
akibat dari perubahan
prudent, serta memperkuat pengelolaan
iklim
dan pengawasan kolektibilitas piutang.
• Kewajiban program
• Pemegang Saham Melalui pengelolaan yang disiplin dan
pensiun manfaat pasti
• Regulator strategi mitigasi yang tepat, Perseroan
dan program pensiun
• Karyawan dapat menjaga stabilitas arus kas,
lainnya
• Kreditur meningkatkan efisiensi pembiayaan,
• Bantuan keuangan yang
Ekonomi • Mitra Kerja serta mempertahankan kinerja keuangan
diterima Perusahaan dari
Economic • Shareholders yang sehat dan berkelanjutan.
Pemerintah
Performance • Regulators Economic performance is a material
• Direct economic value
• Employees topic because the Company needs to
generated and distributed
• Creditors ensure optimal financial performance
by the Company
• Business Partners and business sustainability, particularly
• Financial implications
in anticipating potential declines in
and other risks and
project profitability, prudently managing
opportunities resulting
increases in financing costs, and
from climate change
strengthening the management and
• Obligations under defined
oversight of receivables collectibility.
benefit pension plans and
Through disciplined management
other pension plans
and appropriate mitigation strategies,
• Financial assistance
the Company can maintain cash flow
received by the Company
stability, improve financing efficiency,
from the Government
and maintain healthy and sustainable
financial performance.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 11
Page 12
Tentang Laporan
About the Report
Tabel Topik Material Tahun 2025
Material Topics for 2025
Tujuan Pembangunan
Pemangku Kepentingan
Topik Material Isu Utama Alasan Bersifat Material Berkelanjutan
yang Terdampak
Material Topic Key Issues Material Reasons Sustainable
Affected Stakeholders
Development Goals
Sebagai bagian dari Badan Usaha Milik
Negara, WIKA dalam menjalankan
seluruh kegiatan operasionalnya memiliki
kewajiban untuk mengutamakan
penggunaan produk dalam negeri pada
setiap proses pengadaan barang dan
jasa. Kebijakan tersebut dilaksanakan
sebagai bentuk dukungan nyata
terhadap peningkatan daya saing serta
pertumbuhan industri nasional, sekaligus
Proporsi pengeluaran untuk
Pengadaan mendorong penguatan struktur ekonomi
pemasok lokal • Mitra Kerja
Procurement dalam negeri secara berkelanjutan.
Proportion of expenditure on • Business partners
Practices As a part of State-Owned Enterprises,
local suppliers
WIKA is obligated to prioritize the
use of domestic products in all
procurement processes for goods and
services. This policy is implemented
as a concrete form of support for
increasing competitiveness and
the growth of the national industry,
while simultaneously encouraging
the sustainable strengthening of the
domestic economic structure.
Korupsi merupakan risiko yang dapat
merusak reputasi, menurunkan
• Kegiatan operasional kepercayaan pemangku kepentingan,
Perseroan yang memiliki serta menimbulkan kerugian finansial
risiko kecurangan dan hukum. Perseroan mengelola
• Sosialisasi dan pelatihan risiko ini melalui kebijakan anti korupsi,
anti korupsi pelatihan, mekanisme pelaporan, dan
• Insiden korupsi yang pengawasan internal. Pengelolaan
terbukti serta langkah • Investor
yang efektif selama tahun pelaporan
nyata yang diambil oleh • Pemegang saham
mencegah terjadinya insiden
Perseroan • Karyawan
korupsi, memperkuat tata kelola, dan
Anti Korupsi • The Company’s • Investors
meningkatkan kepercayaan pemangku
Anti-Corruption operational activities that • Shareholders
kepentingan.
involve a risk of fraud • Employees
Corruption is a risk that can damage
• Anti-corruption outreach reputation, undermine stakeholder trust,
and training and result in financial and legal losses.
• Proven incidents of The Company manages this risk through
corruption and concrete anti-corruption policies, training,
steps taken by the reporting mechanisms, and internal
Company oversight. Effective management during
the reporting year prevented incidents
of corruption, strengthened governance,
and enhanced stakeholder trust.
12 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 13
Tabel Topik Material Tahun 2025
Material Topics for 2025
Tujuan Pembangunan
Pemangku Kepentingan
Topik Material Isu Utama Alasan Bersifat Material Berkelanjutan
yang Terdampak
Material Topic Key Issues Material Reasons Sustainable
Affected Stakeholders
Development Goals
• Emisi GRK Langsung
(Cakupan 1)
• Emisi GRK Tidak
Penggunaan energi dalam setiap
Langsung (Cakupan 2)
aktivitas operasional Perseroan pada
• Emisi GRK tidak langsung
dasarnya memiliki konsekuensi berupa
lainnya (Cakupan 3)
timbulnya emisi yang dihasilkan dari
• Intensitas Emisi GRK
proses tersebut. Hal ini merupakan
• Pengurangan Emisi GRK
dampak yang tidak terpisahkan dari
• Pengendalian Emisi • Karyawan
pemanfaatan energi sebagai penunjang
Penipis Lapisan Ozon • Pemberi Kerja
kegiatan usaha. Meskipun demikian,
• Nitrogen Oksida (NOx), • Masyarakat
Perseroan telah mengambil berbagai
Sulfur Oksida (SOx), dan • Pemerintah
langkah dan inisiatif strategis untuk
Emisi Udara Signifikan • Mitra kerja
menekan serta meminimalkan jumlah
Emisi Lainnya • Employees
emisi yang dihasilkan dari aktivitas
Emission • Direct GHG Emissions • Owners
operasionalnya.
(Scope 1) • Communities
The use of energy in all of the
• Indirect GHG Emissions • Government
Company's operational activities
(Scope 2) • Business partners
inherently results in emissions. This
• Other indirect GHG
is an inseparable impact of energy
Emissions (Scope 3)
use to support business activities.
• GHG Emission Intensity
Nevertheless, the Company has taken
• GHG Emission Reduction
various strategic steps and initiatives
• Control of Ozone-
to reduce and minimize the amount
Depleting Emissions
of emissions generated from its
• Nitrogen Oxides (NOx),
operational activities.
Sulfur Oxides (SOx), and
Other Significant Air
Emissions
• Informasi terkait rata-rata
jam pelatihan per tahun
per karyawan
• Program untuk
meningkatkan
keterampilan karyawan
dan program bantuan
peralihan menjelang Pendidikan dan Pelatihan merupakan
pensiun topik material dikarenakan mampu
• Persentase karyawan • Karyawan meningkatkan keterampilan karyawan
yang menerima tinjauan • Pemberi Kerja dan kesempatan karir yang lebih
Pelatihan dan rutin terhadap kinerja dan • Masyarakat baik. Dampak tidak langsung bagi
Pendidikan pengembangan karir • Employees Perseroan adalah dapat meningkatkan
Training and • Information regarding • Owners produktivitas kinerja Perseroan.
Education the average number of • Community Education and training are material
training hours per year topics because they can improve
per employee employee skills and improve career
• Employee skills opportunities. The indirect impact for
enhancement programs the Company is increased productivity.
and transition assistance
programs prior to
retirement
• Percentage of employees
receiving regular
performance and career
development reviews
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 13
Page 14
Tentang Laporan
About the Report
Tabel Topik Material Tahun 2025
Material Topics for 2025
Tujuan Pembangunan
Pemangku Kepentingan
Topik Material Isu Utama Alasan Bersifat Material Berkelanjutan
yang Terdampak
Material Topic Key Issues Material Reasons Sustainable
Affected Stakeholders
Development Goals
• Sistem manajemen
keselamatan dan
kesehatan kerja
• Pengidentifikasian
Bahaya, Penilaian Risiko,
dan Investigasi Insiden
• Layanan kesehatan yang
dimiliki Perseroan
• Partisipasi, konsultasi,
dan komunikasi pekerja
pada kesehatan dan
keselamatan kerja
• Pelatihan pekerja
tentang kesehatan dan
keselamatan kerja
• Peningkatan kualitas
kesehatan pekerja
• Pencegahan dan mitigasi
dampak-dampak
keselamatan dan
kesehatan kerja yang
secara langsung terkait
hubungan bisnis Kesehatan dan keselamatan kerja
• Pekerja yang tercakup merupakan aspek yang menjadi
dalam sistem manajemen standar utama dan prioritas Perseroan
keselamatan dan dalam mewujudkan lingkungan kerja
kesehatan kerja yang aman, sehat, dan kondusif bagi
• Karyawan
• Kecelakaan kerja yang seluruh karyawan. Di sisi lain, kegiatan
• Pemberi kerja
terjadi pada periode Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan
(Owner)
pelaporan Kinerja K3L senantiasa dilaksanakan
• Mitra Kerja
Kesehatan dan • Penyakit akibat kerja yang secara konsisten dan terstruktur guna
• Masyarakat
Keselamatan dialami oleh karyawan memastikan seluruh parameter dan
• Regulator
Kerja (K3) Perseroan indikator K3L dapat terpenuhi.
• Employees
Occupational • Occupational health Occupational health and safety is
• Owners
Health and and safety management a key standard and priority for the
• Partners
Safety (OHS) system Company in creating a safe, healthy,
• Community
• Hazard Identification, Risk and conducive work environment
• Regulators
Assessment, and Incident for all employees. Additionally, the
Investigation monitoring, evaluation, and reporting
• Company-owned health of OHS performance are consistently
services and systematically carried out to ensure
• Employee participation, that all OHS parameters and indicators
consultation, and are met.
communication on
occupational health and
safety
• Employee training on
occupational health and
safety
• Improving the quality of
worker health
• Prevention and mitigation
of occupational health
and safety impacts
directly related to
business relationships
• Workers covered by the
occupational health and
safety management
system
• Work accidents that
occurred during the
reporting period
• Occupational diseases
experienced by Company
employees
14 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 15
MANAJEMEN TOPIK MATERIAL [GRI 3-3] MANAGEMENT OF MATERIAL TOPICS [GRI 3-3]
KINERJA EKONOMI ECONOMIC PERFORMANCE
Kinerja ekonomi merupakan topik material yang mampu Economic performance is a material topic that can illustrate
menggambarkan pencapaian kinerja operasional. Dampak the achievements of operational performance. The impact
yang dihasilkan apabila Perseroan tidak melakukan pengelolaan of the Company's failure to manage economic aspects
aspek ekonomi dengan baik yaitu timbulnya risiko likuiditas dan properly is the emergence of liquidity and reputation
risiko reputasi. Aspek manajemen biaya, efisiensi operasional, risks. Cost management, operational efficiency, effective
strategi pemasaran yang efektif, serta manajemen risiko yang marketing strategies, and appropriate risk management
tepat memainkan peran kunci dalam memberikan dampak play a key role in positively impacting the financial health
positif dalam menentukan kesehatan finansial sebuah of a construction company. Furthermore, the Company
perusahaan konstruksi. Selain itu, Perseroan melakukan invests in technological improvements, employee training,
investasi dalam peningkatan teknologi, pelatihan pegawai, and developing relationships with vendors and business
dan pengembangan hubungan dengan vendor dan mitra bisnis partners, all of which positively impact the enhancement of
yang berdampak positif pada peningkatan kinerja ekonomi the Company's economic performance.
Perseroan.
Perseroan berkomitmen untuk secara konsisten menjaga dan The Company is committed to consistently maintaining and
memperkuat stabilitas kinerja ekonomi melalui berbagai upaya strengthening the stability of its economic performance
strategis, antara lain peningkatan daya saing perusahaan, through various strategic efforts, including enhancing
perluasan pangsa pasar, serta penciptaan nilai tambah yang the Company’s competitiveness, expanding market share,
berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk and creating sustainable added value for all stakeholders,
pemegang saham, pegawai, dan mitra bisnis. Komitmen including shareholders, employees, and business partners.
tersebut diwujudkan dan dijabarkan secara formal dalam This commitment is formally realized and outlined in the
Rencana Keuangan dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun Company’s Financial Plan and Budget (RKAP) for 2025, which
2025, yang disusun dengan mempertimbangkan dinamika was prepared by considering the dynamics and developments
serta perkembangan kondisi industri dan perekonomian of prevailing industry and economic conditions. In 2025, the
yang berlaku. Pada tahun 2025, Perseroan mampu meraih Company secured consolidated new contracts amounting
kontrak baru secara konsolidasian mampu meraih kontrak to Rp17.46 trillion, or approximately 66% of the 2025 RKAP
baru sebesar Rp17,46 Triliun atau sekitar 66% dari target RKAP target. The Company monitors the effectiveness of financial
2025. Mekanisme Perseroan dalam memantau efektivitas management and economic performance by comparing the
manajemen keuangan dan kinerja ekonomi antara lain dengan achievement of annual RKAP targets and conducting both
membandingkan pencapaian target yang tetapkan dalam internal and external audits. This approach has proven effective
RKAP secara tahunan serta melakukan audit secara internal in supporting sustainable achievement of the Company’s goals
dan eksternal. Pendekatan tersebut telah menunjukkan and objectives. This is reflected in the realization of various
efektivitasnya dalam mendukung pencapaian tujuan dan performance targets and consistent improvements in financial
sasaran Perseroan secara berkelanjutan. Hal ini tercermin dari performance from year to year.
terealisasinya berbagai target kinerja yang telah ditetapkan,
serta adanya peningkatan kinerja keuangan yang konsisten
dari tahun ke tahun.
Perseroan juga telah melakukan perhitungan implikasi finansial The Company has also calculated the financial implications
atas risiko perubahan iklim serta telah memanfaatkan peluang of climate change risks and leveraged climate-related
perubahan iklim yang berdampak pada aktivitas operasional opportunities that impact its operational activities. In addition,
Perseroan. Di samping itu, dalam memberikan dampak positif to create positive impacts for stakeholders, the Company
kepada para pemangku kepentingan, Perseroan memiliki implements various Social and Environmental Responsibility
berbagai program TJSL yang sesuai dengan Kebijakan (CSR) programs in line with the Company’s Sustainability
Keberlanjutan Perseroan. Kinerja ekonomi Perseroan didukung Policy. The Company’s economic performance is supported by
oleh kinerja keuangan yang dikelola oleh Divisi Finance. financial performance managed by the Finance Division, while
Pengambilan keputusan untuk manajemen keuangan berada financial management decisions fall under the responsibility
di bawah tanggung jawab Direktur Keuangan. of the Director of Finance.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 15
Page 16
Tentang Laporan
About the Report
Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak terdapat dampak Throughout 2025, the Company did not experience any
negatif terkait kinerja ekonomi, baik yang timbul secara negative impacts related to economic performance, whether
langsung dari kegiatan operasional maupun yang muncul arising directly from its operational activities or resulting
sebagai akibat dari hubungan bisnis dengan mitra, pemasok, from business relationships with partners, suppliers, or other
atau pemangku kepentingan lainnya. Di tahun 2025 Perseroan stakeholders. In 2025, the Company expanded its role in
telah meningkatkan perannya dalam pembangunan proyek project development aligned with sustainable development.
yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan.
PRAKTIK PENGADAAN PROCUREMENT PRACTICES
Sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), As part of a State-Owned Enterprise (SOE), the Company is
Perseroan memiliki kewajiban untuk mengutamakan obliged to prioritize the use of domestic products in every
penggunaan produk dalam negeri pada setiap proses procurement process for goods and services. This policy
pengadaan barang dan jasa. Kebijakan ini dilaksanakan sebagai is implemented to support the strengthening and growth
bentuk dukungan terhadap penguatan dan pertumbuhan of national industries. The application of domestic product
industri nasional. Penerapan penggunaan produk dalam negeri utilization provides positive impacts, including improving the
tersebut memberikan dampak positif, antara lain meningkatkan welfare of local suppliers and encouraging broader economic
kesejahteraan pemasok lokal serta mendorong pertumbuhan growth within the community. The Company’s commitment to
perekonomian masyarakat secara lebih luas. Komitmen strengthening its contribution to local suppliers in all business
Perseroan dalam memperkuat kontribusi kepada pemasok activities has been formally outlined in Circular Letter No.
lokal dalam seluruh aktivitas bisnisnya telah dituangkan secara SE.01.01/A.DIR.00367/2021 concerning Maximizing Products
formal dalam Surat Edaran Nomor SE.01.01/A.DIR.00367/2021 or Goods from Domestic Industries.
tentang Memaksimalkan Produk atau Barang dari Industri
Dalam Negeri.
Pelaksanaan pengadaan barang dan jasa WIKA berpedoman The procurement of goods and services at WIKA is guided by
pada Prosedur Pengadaan dan Supply Chain Management No. the Procurement and Supply Chain Management Procedure
WIKA-SCMPM-01.01 serta mengacu pada regulasi/ketentuan No. WIKA-SCMPM-01.01 and refers to regulations issued by
dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara yang tertuang the Ministry of State-Owned Enterprises, as stipulated in the
dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Regulation of Minister of State-Owned Enterprises of the
Indonesia No. PER-2/MBU/03/2023 Tentang Pedoman Tata Republic of Indonesia No. PER-2/MBU/03/2023 concerning
Kelola Dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik Guidelines for Governance and Significant Corporate Activities
Negara. Dalam melaksanakan proses pengadaan, Perseroan of State-Owned Enterprises. In carrying out its procurement
juga senantiasa mempertimbangkan pemasok yang tidak processes, the Company also considers suppliers that are
terlibat dengan dampak negatif pada aspek Keselamatan, not involved in negative impacts related to Occupational
Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) sebagai salah satu Health, Safety, and Environment (HSE) as one of the
parameter penilaiannya. WIKA telah mengintegrasikan evaluation parameters. WIKA has integrated the principles
prinsip Green Procurement ke dalam kebijakan dan prosedur of Green Procurement into its procurement policies and
pengadaan sebagai bagian dari komitmen ESG dan GCG. procedures as part of its ESG and GCG commitments. Well-
Melalui praktik pengadaan yang dijalankan dengan baik akan implemented procurement practices can generate positive
memberikan dampak yaitu meningkatkan efisiensi biaya, impacts such as improved cost efficiency, enhanced quality,
peningkatan kualitas, kemudahan dalam operasional dan smoother operational processes, and stronger relationships
meningkatkan hubungan dengan pemasok. with suppliers.
Evaluasi efektivitas proses pengadaan barang dan jasa dilakukan The effectiveness of procurement processes is evaluated by
dengan menilai kesesuaian proses pengadaan dengan Prosedur assessing compliance with the Supply Chain Management
Supply Chain Management yang berada di bawah koordinator Procedures under the coordination of the Supply Chain
Divisi Supply Chain Management. Komitmen Perseroan dalam Management Division. The Company’s commitment to
mengimplementasikan green procurement tercermin dengan implementing green procurement is reflected in the absence of
tidak terdapat dampak negatif terkait aktivitas pengadaan di negative impacts related to procurement activities throughout
seluruh rantai nilai Perseroan. Selama tahun 2025, Perseroan the Company’s value chain. During 2025, the Company
juga telah memilih 99,9% pemasok lokal sebagai mitra dalam selected 99.9% local suppliers as partners in supplying goods
memasok barang dan jasa. and services.
16 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 17
ANTI KORUPSI ANTI-CORRUPTION
Korupsi merupakan risiko yang memiliki dampak negatif Corruption poses risks that can negatively affect the
terhadap reputasi perusahaan, menurunkan kepercayaan Company’s reputation, reduce stakeholder trust, and cause
pemangku kepentingan, serta menimbulkan kerugian finansial financial losses and legal consequences. Potential corruption
dan konsekuensi hukum. Potensi risiko korupsi di Perseroan risks within the Company may arise from internal activities
timbul dari aktivitas internal maupun melalui hubungan bisnis as well as through business relationships with external
dengan pihak eksternal. Dari sisi internal, potensi risiko muncul parties. Internally, potential risks may occur in decision-
dalam proses pengambilan keputusan, pengadaan barang making processes, procurement of goods and services,
dan jasa, pengelolaan proyek, serta pengelolaan keuangan project management, and financial management involving
yang melibatkan kewenangan tertentu. Sementara itu, dari certain authorities. Externally, corruption risks may also arise
sisi eksternal, risiko korupsi juga dapat timbul melalui interaksi through interactions and collaborations with business partners,
dan kerja sama dengan mitra usaha, pemasok, kontraktor, suppliers, contractors, consultants, and other parties involved
konsultan, maupun pihak lain yang terlibat dalam kegiatan in the Company’s operational activities.
operasional Perseroan.
Perseroan memiliki komitmen untuk senantiasa mencegah The Company is committed to continuously preventing
risiko korupsi melalui penerapan kebijakan anti-korupsi, the risk of corruption through the implementation of anti-
pelatihan, mekanisme pelaporan, dan pengawasan internal corruption policies, training, reporting mechanisms, and
yang ketat. Untuk mengantisipasi dan mencegah potensi strict internal oversight. To anticipate and prevent potential
risiko korupsi, Perseroan meningkatkan efektivitas sistem corruption risks, the Company enhances the effectiveness of
pengendalian internal dan mengimplementasikan berbagai its internal control system and implements various policies,
kebijakan, termasuk Kebijakan Anti Penyuapan, Pedoman including the Anti-Bribery Policy, Guidelines and Procedures
dan Prosedur Sistem Manajemen Anti Penyuapan, Instruksi for the Anti-Bribery Management System, Whistleblowing
Kerja Whistleblowing System, serta Pengendalian Gratifikasi. System Work Instructions, and Gratification Control.
Komitmen Perseroan tercermin dengan telah dimilikinya The Company’s commitment is reflected in the implementation
Kebijakan Sistem Manajemen Anti Penyuapan Nomor Surat of the Anti-Bribery Management System Policy under Letter
WIKA-SMW-KP-01.01 Tanggal 30 Desember 2025. Di dalam No. WIKA-SMW-KP-01.01 dated December 30, 2025. The
kebijakan tersebut dinyatakan bahwa Perseroan melarang dan policy states that the Company prohibits and prevents
mencegah praktik korupsi termasuk penyuapan dalam bentuk corruption practices, including bribery in any form, by and/
apapun oleh dan/atau kepada seluruh karyawan. Perseroan or to all employees. The Company has appointed the Anti-
menunjuk Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan (FKAP) sebagai Bribery Compliance Function (FKAP) as the unit responsible
unit yang berkewenangan untuk mengawasi kepatuhan for overseeing compliance with anti-bribery practices.
terhadap praktik anti-penyuapan.
Sebagai upaya Perseroan dalam mencegah segala bentuk As part of its efforts to prevent all forms of corruption,
tindakan korupsi, Perseroan menyediakan saluran pengaduan the Company provides a complaint channel through the
melalui Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing Whistleblowing System (WBS). This system serves as a
System/WBS). Sistem ini berperan sebagai mekanisme mechanism for preventing, detecting, and disclosing violations
pencegahan, pendeteksian, serta pengungkapan pelanggaran or indications of fraud within the Company. Reports can be
atau indikasi kecurangan di lingkungan Perseroan. Pengaduan submitted through the official website at wbs.wika.co.id.
dapat disampaikan melalui situs resmi wbs.wika.co.id. Setiap Each report received is managed and followed up by the
laporan yang diterima akan dikelola dan ditindaklanjuti oleh Compliance Team, the Anti-Bribery Compliance Function
Tim Kepatuhan, Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan (FKAP), (FKAP), the Fact-Finding Team, and the Employee Honor
Tim Pencari Fakta, serta Majelis Kehormatan Pegawai sesuai Council in accordance with applicable regulations. All reports
dengan ketentuan yang berlaku. Seluruh pengaduan dan tindak and follow-up actions are consistently reported to the
lanjutnya senantiasa disampaikan kepada Direksi. Selanjutnya, Board of Directors. Furthermore, based on the Regulation of
berdasarkan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03 Minister of SOEs No. PER-2/MBU/03 of 2023, any complaint
tahun 2023, setiap pengaduan dugaan pelanggaran untuk regarding alleged violations involving members of the Board
anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang masuk of Commissioners and Board of Directors submitted through
melalui aplikasi WBS maka wajib langsung diteruskan kepada the WBS application must be directly forwarded to the SOE
WBS BP BUMN. WBS BP BUMN.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 17
Page 18
Tentang Laporan
About the Report
Evaluasi efektivitas penerapan kebijakan anti-korupsi dilakukan The effectiveness of anti-corruption policy implementation is
dengan memantau dan meninjau pengaduan yang disampaikan evaluated by monitoring and reviewing complaints submitted
oleh pemangku kepentingan melalui WBS, termasuk tindak by stakeholders through the WBS, including follow-up
lanjut yang diberikan dan penyelesaian kasus. Hasil evaluasi actions and case resolutions. The evaluation results serve as
yang dilakukan digunakan sebagai dasar dalam pengembangan a basis for developing policies and improving anti-corruption
kebijakan dan perbaikan manajemen anti korupsi di masa yang management in the future. The implementation of anti-
akan datang. Pelaksanaan anti korupsi di bawah koordinasi dari corruption initiatives is coordinated by the Compliance Team
Tim Kepatuhan dan Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan (FKAP). and the Anti-Bribery Compliance Function (FKAP).
Perseroan menargetkan tidak adanya insiden korupsi atau The Company is targetting zero incidents of corruption or
penyuapan dengan melakukan berbagai upaya antara lain bribery through a number of efforts such as campaigns,
kampanye, sosialisasi, sertifikasi dan implementasi ISO socialization programs, certification and implementation of
37001:2016 dan menargetkan hasil audit KAP Wajar Tanpa ISO 37001:2016, and achieving an Unqualified Opinion from
Pengecualian. Target ini ditetapkan sebagai komitmen the Public Accounting Firm audit. This target reflects the
berkelanjutan dalam menjaga integritas organisasi dan Company’s ongoing commitment to maintaining organizational
meminimalkan risiko hukum, reputasi, maupun kerugian integrity and minimizing legal, reputational, and financial risks
finansial yang dapat timbul akibat praktik korupsi. arising from corruption practices.
Efektivitas penerapan anti korupsi di Perseroan, tercermin The effectiveness of anti-corruption implementation is
dengan telah dimilikinya ISO 37001:2016 tentang Sistem reflected in the Company’s certification of ISO 37001:2016
Manajemen Anti Penyuapan. Pengelolaan anti korupsi yang on the Anti-Bribery Management System. Effective anti-
efektif berdampak positif di tahun 2025 antara lain dengan corruption management generated positive impacts in 2025,
memperkuat integritas organisasi, meningkatkan kepercayaan including strengthening organizational integrity, increasing
pemangku kepentingan, serta meminimalkan risiko hukum, stakeholder trust, and minimizing legal and reputational risks.
reputasi yang tercermin dalam peningkatan skor Keterbukaan This is reflected in the improvement of the Public Information
Informasi Publik (KIP) tahun 2025 dengan nilai 97,37. Sampai Disclosure Index (KIP) score in 2025 to 97.37. As of the end of
dengan akhir tahun 2025, tidak terdapat Insiden korupsi 2025, there were no proven incidents of corruption.
yang terbukti.
EMISI EMISSIONS
Sebagai pelaku utama di sektor jasa konstruksi, Perseroan As a major player in the construction services sector, the
menyadari aktivitas operasionalnya meninggalkan jejak Company recognizes that its operational activities leave
karbon yang turut berkontribusi terhadap perubahan iklim. a carbon footprint that contributes to climate change.
Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang tidak dikelola dengan Greenhouse Gas (GHG) emissions that are not properly
baik akan berdampak negatif terhadap perubahan iklim, yang managed can negatively impact climate change by increasing
menyebabkan peningkatan suhu global dan memperjelas global temperatures and intensifying climate-related
dampak fenomena perubahan iklim yang kini semakin nyata. phenomena that are increasingly evident today. Most emission
Mayoritas sumber emisi ini berasal dari penggunaan energi sources originate from fossil energy use, waste management,
fosil, pengelolaan limbah, sektor transportasi, serta kegiatan transportation, and intensive industrial activities. Nevertheless,
industrialisasi yang intensif. Namun demikian, dalam memitigasi to mitigate climate change impacts, the Company has
dampak terhadap perubahan iklim, Perseroan telah menyusun developed a decarbonization roadmap to achieve net zero
roadmap dekarbonisasi untuk mencapai net zero emission di emissions by 2055.
tahun 2055.
Komitmen Perseroan dalam memitigasi perubahan iklim telah The Company's commitment to mitigating climate change has
tertuang dalam Kebijakan Kebelanjutan dan Kebijakan K3L been stated in the Sustainability Policy and the HSE (Safety,
(Keselamatan, Kesehatan Dan Lingkungan). Dalam kebijakan Health and Environment) Policy. In the sustainability policy,
keberlanjutan, Perseroan menyatakan bahwa Perseroan memiliki the Company states that the Company has the principle of
prinsip untuk menjalankan usahanya dengan memiliki kapabilitas running its business with responsible capabilities towards
yang bertanggungjawab terhadap construction lifecycle, serta the construction lifecycle, as well as being a trusted partner
menjadi mitra terpercaya bagi para pemangku kepentingan for stakeholders to support global climate transition agenda
untuk mendukung agenda transisi iklim global dan menjadi and being a role model in implementing an environmental
teladan dalam menjalankan sistem manajemen lingkungan management system in all its operational activities. In the
dalam setiap aktivitas operasionalnya. Dalam kebijakan HSE policy, the Company emphasizes that in carrying out its
K3L, Perseroan menekankan bahwa dalam menjalankan operational activities, the Company does not cause damage
18 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 19
aktivitas operasionalnya, Perseroan tidak menyebabkan or negative impacts on the environment from its operational
kerusakan atau dampak negatif terhadap lingkungan dari activities, including by increasing employee awareness,
aktivitas operasionalnya, di antaranya dilaksanakan dengan competence, and expertise related to HSE and the impact
meningkatkan kesadaran, kompetensi, dan keahlian karyawan of the Company's operations on the environment through
terkait K3L dan dampak operasional perusahaan terhadap regular training, as well as increasing resource efficiency and
lingkungan melalui pelatihan yang dilakukan secara rutin, reducing waste generation and negative externalities to the
serta meningkatkan efisiensi sumer daya dan mengurangi environment through the application of the 3R concept, and
timbulan limbah dan eksternalitas negatif terhadap lingkungan reducing the emergence of air emissions. In addition, the
melalui penerapan konsep 3R, dan mengurangi timbulnya emisi Company's commitment to mitigating climate change is also
udara. Di samping itu, komitmen Perseroan dalam memitigasi carried out through various innovations in the construction
perubahan iklim juga dilakukan melalui berbagai inovasi pada and engineering process, efficiency in supporting facilities,
proses konstruksi dan engineering, efisiensi pada fasilitas and the selection of WIKASATRIAN which aims to act as a
penunjang, serta kepemilihan WIKASATRIAN yang bertujuan carbon offset.
sebagai carbon offset.
Upaya reduksi emisi berada di bawah koordinasi Divisi Emission reduction efforts are coordinated by the Risk
Risk Management & QHSE. Divisi Risk Management & Management & QHSE Division. This division periodically
QHSE senantiasa melakukan efektivitas penerapan Sistem evaluates the effectiveness of the HSE Management System
Manajemen K3L secara periodik dan melakukan kegiatan implementation and conducts continuous improvement
perbaikan yang berkelanjutan. Evaluasi efektivitas penerapan initiatives. The effectiveness of emission reduction efforts
upaya reduksi emisi tercermin dengan telah dimilikinya ISO is reflected in the Company’s ISO 14001:2015 certification
14001:2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan. Di for the Environmental Management System. In addition, the
samping itu, efektivitas penerapan upaya reduksi emisi GRK effectiveness of GHG emission reduction initiatives is also
juga dilakukan dengan melakukan pertemuan dengan unit evaluated through meetings with project units to ensure that all
kerja di lokasi proyek untuk memastikan bahwa seluruh inisiatif emission reduction initiatives have been properly implemented
reduksi emisi telah diterapkan dengan baik, serta menerima while gathering feedback for continuous improvement.
masukan untuk kegiatan perbaikan yang berkelanjutan.
Atas komitmen Perseroan dalam melakukan reduksi emisi, Through its commitment to emission reduction, the Company
Perseroan berhasil menurunkan emisi absolut dari penggunaan successfully reduced absolute emissions from the installation
instalasi solar photovoltaic sebesar 19,94 Co2 di kantor pusat, of solar photovoltaic systems by 19.94 CO₂ at the head office
98,74 Co2 di lokasi proyek, dan berdasarkan penggunaan and 98.74 CO₂ at project sites. In addition, the installation of
instalasi PLTB berhasil menurunkan 12,26 SO2 di lokasi proyek. wind power systems (PLTB) reduced 12.26 SO₂ emissions at
project locations.
PELATIHAN DAN PENDIDIKAN TRAINING AND EDUCATION
Perseroan menyadari bahwa pendidikan dan pelatihan The Company highly recognizes that education and training
memegang peranan yang sangat penting dalam memberikan play a critical role in improving the capabilities, expertise,
dampak positif terhadap peningkatan kemampuan dan keahlian and competencies of human capital. These capacity
serta kompetensi sumber daya manusia. Peningkatan kapasitas improvements ultimately contribute to better work quality,
tersebut pada akhirnya berkontribusi terhadap perbaikan higher productivity, and the strengthening of the Company’s
kualitas kerja, peningkatan produktivitas, serta penguatan daya competitiveness in a sustainable manner. To enhance employee
saing Perseroan secara berkelanjutan. Dalam meningkatkan skills and competencies, the Company implements education
keterampilan dan kompetensi sumber daya manusia, Perseroan and training through WIKA’s training centers, namely WIKA
telah menerapkan Pendidikan dan pelatihan melalui pusat Pratama and WIKASATRIAN. In addition, in 2025 the Company
pelatihan WIKA yaitu WIKA Pratama dan WIKASATRIAN. Selain developed the WIKADEMY Platform, an internal digital
itu di tahun 2025 Perseroan juga mengembangkan Platform learning platform of PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk used
WIKADEMY sebagai platform pembelajaran digital internal PT to manage training, evaluations, and learning documentation.
WIJAYA KARYA (Persero) Tbk yang digunakan untuk mengelola WIKADEMY serves as a tool for designing, implementing,
pelatihan, evaluasi, dan dokumentasi pembelajaran. WIKADEMY and monitoring digital training processes within WIKA, from
ini berfungsi sebagai sarana untuk menyusun, menjalankan, content development and participant management to learning
dan memantau proses pelatihan digital di lingkungan WIKA, outcome evaluation.
mulai dari pembuatan materi, pengelolaan peserta, hingga
evaluasi hasil belajar.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 19
Page 20
Tentang Laporan
About the Report
Melalui pusat pelatihan serta platform pembelajaran tersebut, Through these training centers and digital learning
karyawan diberikan kesempatan untuk meningkatkan platforms, employees are given opportunities to improve
kompetensinya, baik dalam aspek kepemimpinan maupun aspek their competencies in both leadership and technical aspects,
teknis, yang meliputi penguasaan inovasi terbaru, penerapan including mastery of the latest innovations, application of
teknologi terkini, serta pemahaman praktik terbaik dalam current technologies, and understanding of best practices
industri konstruksi. Setiap karyawan memperoleh kesempatan in the construction industry. Every employee has equal
yang setara untuk mengembangkan kompetensinya sesuai opportunities to develop their competencies in accordance
dengan ketentuan yang diatur dalam Prosedur Human with the provisions set out in Human Capital Procedure No.
Capital Nomor WIKA-HCE-PM-01.01. Evaluasi efektivitas WIKA-HCE-PM-01.01. The effectiveness of training and
pengelolaan pelatihan dan pendidikan dapat dilihat melalui education management is evaluated through improvements
peningkatan produktivitas karyawan. Di samping itu, Perseroan in employee productivity. In addition, the Company regularly
juga senantiasa melakukan peninjauan rutin melalui evaluasi conducts reviews through employee competency evaluations
kompetensi pegawai dan penilaian karya. Komitmen Perseroan and performance assessments. The Company’s commitment
dalam melakukan pengelolaan pelatihan dan pendidikan bagi to managing employee training and education does not result
karyawan tidak menimbulkan dampak negatif bagi Perseroan. in any negative impacts on the Company.
Penyelenggaraan pelatihan dan pendidikan berada di bawah Training and education activities are coordinated by the Human
koordinasi Divisi Human Capital. Divisi Human Capital Capital Division. The Human Capital Division regularly conducts
senantiasa melakukan pertemuan dengan karyawan Perseroan meetings with employees to discuss training and education
untuk membahas terkait kebutuhan pelatihan dan pendidikan needs aimed at enhancing employee competencies.
dalam meningkatkan kompetensi karyawan.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah memberikan pelatihan Throughout 2025, the Company provided training and
dan pendidikan kepada 4.948 orang meningkat dibandingkan education to 4,948 individuals, an increase compared to 2,085
tahun 2024 yang sebesar 2.085 orang. Selanjutnya, individuals in 2024. Furthermore, based on routine evaluations,
berdasarkan hasil peninjauan rutin, Perseroan telah memberikan the Company granted promotions to 217 employees, or 11.6%
promosi kepada 217 orang karyawan atau sebesar 11,6% yang of employees, consisting of 185 male employees and 32
mendapatkan promosi terdiri dari 185 karyawan pria dan 32 female employees.
karyawan wanita.
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY (OHS)
Kegiatan konstruksi yang dijalankan Perseroan melibatkan The construction activities carried out by the Company involve
aktivitas berisiko tinggi, seperti penggunaan alat berat, high-risk operations, such as the use of heavy equipment,
bekerja di ketinggian, dan memindahkan bahan bangunan working at heights, and handling heavy construction materials,
yang berat, sehingga kepatuhan terhadap standar K3 menjadi making compliance with Occupational Health and Safety (OHS)
aspek yang krusial. Pada tahun 2025, aktivitas operasional standards a crucial aspect. In 2025, the Company’s operational
Perseroan masih berpotensi menimbulkan dampak negatif, activities still had the potential to cause negative impacts,
khususnya berupa terjadinya kecelakaan kerja di lingkungan particularly workplace accidents within construction project
proyek konstruksi. Oleh karena itu, Perseroan perlu secara environments. Therefore, the Company must consistently and
konsisten dan berkelanjutan memperkuat pengelolaan aspek continuously strengthen the management of OHS aspects
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna meminimalkan to minimize the risk of accidents and work-related injuries
risiko terjadinya kecelakaan dan cedera kerja, serta mendukung while supporting the achievement of zero accident targets
pencapaian target zero accident di seluruh area operasional. across all operational areas. Preventive measures implemented
Langkah-langkah pencegahan sudah dilakukan oleh Perseroan by the Company include conducting OHS inspections and
yaitu dengan melakukan inspeksi K3 dan pengawasan yang strict supervision of work practices, ensuring the proper use
ketat terhadap praktik kerja, penggunaan peralatan pelindung of personal protective equipment, and consistently applying
diri yang sesuai, serta penerapan prosedur K3 menjadi hal OHS procedures to maintain a safe working environment for
yang harus diterapkan secara konsisten untuk memastikan all parties involved in construction projects.
lingkungan kerja yang aman bagi semua pihak yang terlibat
dalam proyek konstruksi tersebut.
20 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 21
Untuk memitigasi dampak negatif terkait aspek K3, Perseroan To mitigate negative impacts related to OHS, the Company
menerapkan mekanisme Stop Work Action (SWA), yaitu implements the Stop Work Action (SWA) mechanism, which
penghentian pekerjaan apabila ditemukan tindakan atau allows work to be halted when unsafe actions or conditions that
kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan dan may endanger occupational health and safety are identified,
kesehatan kerja, maupun apabila pekerjaan tidak dilaksanakan or when work is not carried out in accordance with applicable
sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Selain regulations and procedures. In addition, the Company regularly
itu, Perseroan juga secara rutin melakukan kegiatan berbagi conducts knowledge-sharing and learning sessions regarding
pengalaman dan pembelajaran terkait penerapan maupun the implementation and acceptance of SWA through safety
penerimaan SWA dalam forum safety meeting, sebagai upaya meetings as part of efforts to strengthen the safety culture
memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kerja. komitmen within the workplace. The Company’s commitment to OHS
Perseroan dalam pengelolaan K3 tertuang dalam Kebijakan management is outlined in the Occupational Health, Safety,
Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) Nomor and Environment (OHS&E) Policy No. WIKA HSE-KP-01.01.
WIKA HSE-KP-01.01. Evaluasi kinerja K3 tercermin dengan OHS performance evaluation is reflected in the Company’s
telah dimilikinya ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen certification of ISO 45001:2018 for Occupational Health
Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan ISO 14001:2015 tentang and Safety Management Systems and ISO 14001:2015 for
Sistem Manajemen Lingkungan. Efektivitas penerapan K3 di Environmental Management Systems. The effectiveness of
Perseroan juga dilakukan secara berkala melalui safety meeting OHS implementation is also periodically evaluated through
bulanan yang melibatkan karyawan, kontraktor, dan mitra monthly safety meetings involving employees, contractors,
kerja untuk memastikan efektivitas penerapan sistem serta and business partners to ensure the effective implementation
mendorong perbaikan berkelanjutan. Pengelolaan aspek K3 of systems and encourage continuous improvement.
berada di bawah tanggung jawab Divisi Risk Management, OHS management is under the responsibility of the Risk
Quality, Health, Safety and Environment (RQHSE), yang Management, Quality, Health, Safety and Environment
berperan dalam memastikan kepatuhan terhadap kebijakan, (RQHSE) Division, which ensures compliance with applicable
standar, dan regulasi yang berlaku serta mendorong terciptanya policies, standards, and regulations while promoting a safe
lingkungan kerja yang aman dan sehat. Evaluasi dilakukan pada and healthy working environment. Evaluations are conducted
setiap tahun atas target yang ditetapkan dan capaian atas annually based on established targets and achievements
penerapan Sistem Manajemen K3L. related to the implementation of the HSE Management System.
Pengelolaan kinerja K3 yang efektif terlihat dari terdapat Effective OHS performance management is reflected in the
penurunan severity rate menjadi 0% menurun dibandingkan reduction of the severity rate to 0%, a decrease compared to
tahun 2024 yang sebesar 0,22%, penurunan NLTI rate menjadi 0.22% in 2024, and the reduction of the NLTI rate to 0.13%,
sebesar 0,13% menurun dibandingkan tahun 2024 yang down from 0.41% in 2024.
sebesar 0,41%.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 21
Page 22
Strategi Keberlanjutan Sustainability Strategy
Page 23
Page 24
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
PENJELASAN STRATEGI KEBERLANJUTAN EXPLANATION OF THE SUSTAINABILITY
[OJK A.1, IFRS S1] STRATEGY [OJK A.1, IFRS S1]
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) memiliki visi untuk menjadi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) has enunciated its
"The Trusted and Sustainable Integrated Infrastructure and EPC vision to become “The Trusted and Sustainable Integrated
Services Company." yang menegaskan komitmen WIKA terhadap Infrastructure and EPC Services Company,” reaffirming WIKA’s
pelaksanaan bisnis yang berkelanjutan. Visi ini memastikan bahwa commitment to conducting sustainable business practices.
seluruh aktivitas operasional WIKA harus selaras dengan prinsip- This vision ensures that the entire operational activities
prinsip keberlanjutan. Komitmen tersebut dirinci lebih lanjut of WIKA are aligned with sustainability principles. This
dalam misi korporasi, yang menekankan pada penyediaan layanan commitment is further elaborated in the Company’s corporate
dan produk Engineering, Procurement, and Construction (EPC) mission, which emphasizes the provision of integrated and
yang terintegrasi dan berkelanjutan, dengan mengacu pada sustainable Engineering, Procurement, and Construction
standar global dalam aspek mutu, keselamatan, kesehatan, dan (EPC) services and products, referring to global standards in
lingkungan. Di samping itu, perusahaan senantiasa memfasilitasi quality, safety, health, and environmental aspects. In addition,
budaya inovasi dan pembelajaran, berupaya mencapai tingkat the Company continuously fosters a culture of innovation and
kepuasan stakeholder yang optimal, serta menjamin penerapan learning, strives to achieve optimal stakeholder satisfaction,
standar etika, transparansi, dan akuntabilitas yang ketat dalam and ensures the implementation of strict ethical standards,
setiap proses bisnis. transparency, and accountability across all business processes.
24 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 25
Lingkungan Sosial Tata Kelola
Environment Social Governance
1. Transisi Energi Terbarukan dan Solusi Rendah 1. Pengembangan dan Kesejahteraan 1. Tata Kelola Keberlanjutan
Karbon Karyawan dan Masyarakat • Struktur Organisasi
• Energi • Pelatihan dan Pendidikan • Etika Bisnis
• Emisi • Hak-Hak Karyawan dan Masyarakat • Tata Kelola Informasi dan
• Mitigasi Iklim • Keberagaman, Kesetaraan dan Inklusi Teknologi
2. Pengelolaan Lingkungan yang Bertanggung • Pengembangan Komunitas Masyarakat 2. Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Jawab 2. Kesehatan dan Keselamatan Kerja • Praktik Pengadaan
• Air, Efluen, dan Limbah • Identifikasi Potensi Bahaya dan 3. Inklusivitas Pemangku Kepentingan
• Produk dan Layanan Berkelanjutan Pengendalian Risiko • Pelibatan Pemangku Kepentingan
• Keanekaragaman Hayati • Pelatihan K3 Karyawan • Transparansi Pelaporan
1. Renewable Energy Transition and Low 1. Employee and Community Development 1. Sustainability Governance
Carbon Solutions and Welfare • Organizational Structure
• Energy • Training and Education • Business Effect
• Emissions • Employee and Community Rights • Informative and Technology
• Climate Mitigation • Diversity, Equality and Inclusion Governance
2. Responsible Environmental Management • Community Development 2. Responsible Procurement
• Water, Effluent, and Waste 2. Occupational Health and Safety • Procurement Practices
• Sustainable Products and Services • Potential Hazard Identification and Risk 3. Stakeholder Inclusiveness
• Biodiversity Control • Stakeholder Engagement
• Employee OHS Training • Transparency of Reporting
PT Wijaya Karya (Persero) telah mengoperasikan kerangka kerja PT Wijaya Karya (Persero) Tbk has operated a structured and
keberlanjutan yang terstruktur dan komprehensif, dibagi menjadi comprehensive sustainability framework, which is divided
tiga pilar utama: Lingkungan (Environment), Sosial (Social), dan into three main pillars: Environment, Social, and Governance.
Tata Kelola (Governance).
1. Pilar Lingkungan (Environment) 1. Environmental Pillar
Fokus utama WIKA dalam pilar Lingkungan terbagi menjadi WIKA’s primary focus under the Environmental pillar is divided
dua area. Area pertama adalah Transisi Energi Terbarukan into two key areas. The first area is the Renewable Energy
dan Solusi Rendah Karbon, yang mencakup strategi terkait Transition and Low-Carbon Solutions, which encompasses
pengelolaan energi, pengurangan emisi gas rumah kaca, strategies related to energy management, greenhouse gas
dan inisiatif mitigasi iklim. Area kedua adalah Pengelolaan emissions reduction, and climate mitigation initiatives. The
Lingkungan yang Bertanggung Jawab, meliputi manajemen second area is Responsible Environmental Management,
sumber daya air, efluen, limbah, pengembangan produk covering water resource management, effluents, waste
dan layanan yang berkelanjutan, serta komitmen terhadap management, sustainable product and service development,
perlindungan keanekaragaman hayati. Berdasarkan pilar as well as commitments to biodiversity protection. Based on
ini WIKA berkomitmen meminimalkan jejak ekologis dan this pillar, WIKA is committed to minimizing its ecological
berkontribusi pada ekonomi rendah karbon. footprint and contributing to a low-carbon economy.
2. Pilar Sosial (Social) 2. Social Pillar
Pilar Sosial WIKA berpusat pada investasi dalam modal WIKA’s Social pillar centers on investments in human
manusia dan pengembangan komunitas. Fokus pertama capital and community development. The first focus
adalah Pengembangan dan Kesejahteraan Karyawan area is Employee and Community Development and
dan Masyarakat, yang mencakup program pelatihan dan Well-being, which includes training and education
pendidikan, pemenuhan hak-hak karyawan dan masyarakat, programs, fulfillment of employee and community rights,
penegakan keberagaman, kesetaraan, dan inklusi, serta enforcement of diversity, equity, and inclusion, and local
pengembangan komunitas lokal. Fokus kedua adalah community development initiatives.
memastikan standar tertinggi Kesehatan dan Keselamatan The second focus area is ensuring the highest Occupational
Kerja (K3), yang diimplementasikan melalui proses Health and Safety (OHS) standards, implemented through
identifikasi potensi bahaya dan pengendalian risiko, serta hazard identification and risk control processes, as well
pelatihan K3 yang berkelanjutan bagi seluruh karyawan. as continuous OHS training for all employees.
3. Pilar Tata Kelola (Governance) 3. Governance Pillar
Pilar Tata Kelola Perseroan bertujuan untuk membangun The Company’s Governance pillar aims to establish
fondasi etika dan akuntabilitas. Pilar ini terdiri dari tiga a strong foundation of ethics and accountability.
komponen utama. Pertama, Tata Kelola Keberlanjutan, This pillar consists of three main components. First,
yang didukung oleh struktur organisasi yang jelas, Sustainability Governance, supported by a clear
penegakan etika bisnis, dan Tata Kelola Informasi dan organizational structure, enforcement of business ethics,
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 25
Page 26
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Teknologi. Kedua, Pengadaan yang Bertanggung Jawab, and Information and Technology Governance. Second,
yang memastikan praktik pengadaan yang etis dan Responsible Procurement, which ensures ethical and
transparan. Ketiga, Inklusivitas Pemangku Kepentingan, transparent procurement practices. Third, Stakeholder
yang diwujudkan melalui pelibatan stakeholder dan Inclusivity, realized through stakeholder engagement and
mekanisme transparansi pelaporan kinerja. WIKA performance reporting transparency mechanisms. WIKA
berkomitmen untuk memastikan inisiatif keberlanjutan is committed to ensuring that sustainability initiatives
dijalankan dengan akuntabilitas dan integritas korporasi are implemented with high levels of accountability and
yang tinggi. corporate integrity.
Sebagai wujud nyata komitmen Perseroan terhadap As a tangible manifestation of the Company’s commitment
keberlanjutan, di tahun 2025 Perseroan juga telah melakukan to sustainability, in 2025 the Company also updated its ESG
pembaharuan Roadmap ESG yang disesuaikan dengan kondisi Roadmap to align with current global and local conditions
global dan lokal yang dihadapi Perseroan saat ini. faced by the Company.
GRAND ROADMAP MATURE
ESG
Menjadi Perusahaan “Nasional” yang menjadi
benchmark dalam Implementasi ESG
Become a national company that becomes a
benchmark in ESG implementation
GROW >2030
Meningkatkan performa ESG
Perusahaan ke level “advance”
Improve the Company's ESG
performance to “advanced” level
2029-2030
RESILIENCE
Menerapkan prinsip-prinsip
ESG secara konsisten dan
mendorong pertumbuhan
bisnis berkelanjutan
2027-2028
Consistently apply ESG
principles and drive
sustainable business
MOVE growth
Menjadi perusahaan
konstruksi yang terdepan
dalam implementasi ESG
To be the leading 2025-2026
construction company in
ESG implementation
PREPARE
ESG sebagai kunci strategi
transformasi dan penguatan
tata kelola perusahaan
2024
ESG as a key transformation
strategy and strengthening
Corporate Governance
Penyesuaian kebijakan atau strategi ini dieksekusi These policy or strategy adjustments are executed based
berdasarkan evaluasi komprehensif terhadap berbagai on a comprehensive evaluation of various macroeconomic
variabel makroekonomi, sejalan dengan arahan strategis variables, in alignment with the strategic direction established
yang ditetapkan oleh manajemen WIKA. Untuk mencapai by WIKA’s management. To ensure the implementation of the
implementasi dari Grand Roadmap ESG berikut adalah inisiatif ESG Grand Roadmap, the following strategic initiatives and
strategi dan indikator keberhasilan. success indicators have been defined.
26 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 27
Grand Roadmap ESG kemudian diturunkan ke dalam inisiatif The ESG Grand Roadmap is subsequently translated into
strategis dan indikator keberhasilan sebagai berikut. strategic initiatives and success indicators as follows.
Tahun Inisiatif Strategis Indikator Keberhasilan
Year Strategic Initiatives Success Indicators
2024 • Menetapkan struktur tata kelola • Terdapat struktur tata kelola keberlanjutan di lingkup
Prepare keberlanjutan di lingkup WIKA Holding. WIKA Holding.
• Mengimplementasikan kebijakan ESG beserta • Tersedia dan disahkannya pedoman dan prosedur
turunan kebijakan (level pedoman, prosedur, pengelolaan aspek-aspek ESG terintegrasi di level
dan IK) terkait. holding, yang diterapkan oleh divisi fungsional, divisi
ESG sebagai kunci strategi
• Menyusun framework keuangan operasi, hingga anak perusahaan.
transformasi dan penguatan
berkelanjutan, termasuk panduan terkait • Terdapat dan telah disahkan framework keuangan
tata kelola perusahaan
(bagi skema Green Bond, Sustainability berkelanjutan (baik skema Green Bond, Sustainability
ESG as a key strategy Linked Bond, dan/atau Sustainability Linked Linked Bond, dan/atau Sustainability Linked Loan).
for transformation and Loan). • Terlaksananya pelatihan dan sosialisasi ESG kepada
strengthening corporate • Meningkatkan awareness dan budaya ESG, seluruh level karyawan, termasuk sertifikasi.
governance melalui training dan sertifikasi karyawan. • Terdapat whitepaper identifikasi dan hak atas karbon dan
• Penyusunan white paper identifikasi hak analisis alokasi beban emisi berdasarkan proses bisnis
atas karbon dan analisis alokasi beban emisi konstruksi.
berdasarkan proses bisnis konstruksi. • A sustainability governance structure exists within WIKA
• Establish a sustainability governance Holding.
structure within WIKA Holding. • Guidelines and procedures for managing integrated
• Implement an ESG policy and related ESG aspects are available and approved at the holding
derivative policies (guidelines, procedures, level, implemented by functional divisions, operational
and IK). divisions, and subsidiaries.
• Develop a sustainable finance framework, • A sustainable finance framework exists and has been
including related guidelines (for Green approved (including Green Bond, Sustainability Linked
Bond, Sustainability Linked Bond, and/or Bond, and/or Sustainability Linked Loan schemes).
Sustainability Linked Loan schemes). • ESG training and outreach are implemented for all levels
• Increase ESG awareness and culture through of employees, including certification.
employee training and certification. • A whitepaper on carbon identification and rights,
• Develop a white paper on carbon rights and analysis of emission load allocation based on
identification and emission load allocation construction business processes, is available.
analysis based on construction business
processes
2025 • Menetapkan penguatan tata kelola di • Terwujudnya struktur dan mekanisme tata kelola
Move lingkungan WIKA Holding. keberlanjutan yang terdefinisi jelas di tingkat Holding,
• Penetapan baseline dekarbonisasi scope 1, terintegrasi dengan fungsi oversight Perseroan.
2, dan 3 di seluruh rantai nilai operasional • Terdapat inventarisasi dan perhitungan baselining emisi
Perseroan. cakupan 1, 2, dan 3 yang tervalidasi, meliputi lingkup
Menjadi perusahaan
• Penyusunan Roadmap dan target Net Zero holding dan seluruh proyek.
konstruksi yang terdepan
Emission (NZE) yang terukur. • Terpilihnya skenario dan tahun yang dijadikan target
dalam implementasi ESG
• Pengembangan Website Sustainability untuk perusahaan dalam upaya inisiatif menuju NZE, melalui
To be a leading construction meningkatkan transparansi pelaporan ESG. perencanaan dekarbonisasi yang terperinci.
company in ESG • Identifikasi climate risk secara sistematis dan • Tersedianya Website Sustainability yang fungsional dan
implementation komprehensif. up-to-date sebagai kanal utama informasi kinerja ESG
• Pengembangan Dashboard ESG Rating Perseroan kepada stakeholder.
internal sebagai alat pemantauan strategis. • Terdapat hasil identifikasi dan analisis risiko yang
• Program TJSL/CSR yang bersinergi dengan komprehensif terhadap dampak risiko iklim dan peluang
Anak Perusahaan (AP) & Proyek yang terukur mitigasinya.
dan berdampak • Tersedianya ESG Dashboard internal yang berfungsi
• Establishing governance strengthening within sebagai platform monitoring dan reporting ketercapaian
WIKA Holding. metrik-metrik ESG utama.
• Establishing decarbonization baselines for • Terlaksananya program TJSL/CSR yang bersinergi
Scopes 1, 2, and 3 across the Company's dengan Anak Perusahaan (AP) dan Proyek dengan
operational value chain. dampak yang terukur.
• Developing a measurable Net Zero Emission • A clearly defined sustainability governance structure
(NZE) Roadmap and targets. and mechanism at the Holding level, integrated with the
• Developing a Sustainability Website to Company's oversight function.
increase ESG reporting transparency. • A validated inventory and baseline calculation of Scopes
• Systematic and comprehensive identification 1, 2, and 3 emissions are in place, covering the holding
of climate risk. and all projects.
• Developing an internal ESG Rating Dashboard • The company has selected scenarios and target years
as a strategic monitoring tool for its NZE initiative, through detailed decarbonization
• TJSL/CSR programs that synergize with planning.
Subsidiaries (AP) & Measurable and Impactful • A functional and up-to-date Sustainability Website
Projects. serves as the primary channel for information on the
Company's ESG performance to stakeholders.
• Comprehensive risk identification and analysis of climate
risk impacts and mitigation opportunities are available.
• An internal ESG Dashboard serves as a platform for
monitoring and reporting on the achievement of key ESG
metrics.
• Implementation of TJSL/CSR programs in synergy with
Subsidiaries (AP) and Projects with measurable impact.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 27
Page 28
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Tahun Inisiatif Strategis Indikator Keberhasilan
Year Strategic Initiatives Success Indicators
2026 • Memasukkan risiko iklim ke dalam risiko • Terwujudnya integrasi risiko iklim ke dalam Enterprise
Move perusahaan Risk Management (ERM) Perseroan.
• Penerapan strategi pengurangan emisi • Tersusunnya strategi operasional yang memuat target
karbon scope 1 dan 2 dan langkah-langkah implementasi untuk pengurangan
• Menginventarisasi sampah yang dihasilkan emisi scope 1 dan 2.
Menerapkan prinsip-prinsip
oleh kantor pusat dan proyek • Tersedianya data inventarisasi jenis dan volume sampah
ESG secara konsisten dan
• Kampanye dan sosialisasi waste management yang dihasilkan secara terperinci untuk lingkup kantor
mendorong pertumbuhan
di kantor pusat dan proyek pusat dan proyek.
bisnis berkelanjutan
• Monitoring Dashboard ESG Rating untuk • Terlaksananya program kampanye dan sosialisasi waste
Implement ESG principles peningkatan score ESG management secara terstruktur di seluruh lokasi kantor
consistently and drive • Komunikasi ESG secara aktif melalui channel pusat dan proyek.
sustainable business growth. Website Sustainability dan media sosial • Terlaksananya monitoring dan evaluasi kinerja ESG
• Menetapkan baseline konsumsi air Perseroan secara berkala melalui Dashboard ESG Rating
• Menginventarisir penggunaan energi internal.
terbarukan • Terwujudnya komunikasi dan diseminasi informasi ESG
• Pengelolaan sampah dengan pihak ketiga yang aktif dan konsisten melalui Website Sustainability
untuk monitoring dan evaluasi yang terukur dan channel media sosial Perseroan.
• Incorporating climate risk into corporate risk • Tersedianya data baselining konsumsi air yang tervalidasi
• Implementing Scope 1 and 2 carbon emission untuk lingkup holding dan proyek.
reduction strategies • Tersedianya data inventarisasi penggunaan dan sumber
• Inventorying waste generated by the head energi terbarukan di seluruh fasilitas Perseroan.
office and projects • Terimplementasinya kerja sama dengan pihak ketiga
• Campaigning and socializing waste dalam pengelolaan sampah, dilengkapi dengan
management at the head office and projects mekanisme monitoring dan evaluasi kinerja yang terukur.
• Monitoring the ESG Rating Dashboard to • Integration of climate risk into the Company's Enterprise
improve ESG scores Risk Management (ERM).
• Active ESG communication through the • Formulation of an operational strategy containing targets
Sustainability Website and social media and implementation steps for reducing Scope 1 and 2
channels emissions.
• Establishing a water consumption baseline • Availability of detailed inventory data on the types and
• Inventorying renewable energy use volumes of waste generated for the head office and
• Waste management with a third party for project areas.
measurable monitoring and evaluation • Implementation of a structured waste management
campaign and outreach program at all head office and
project locations.
• Regular monitoring and evaluation of the Company's
ESG performance through an internal ESG Rating
Dashboard.
• Active and consistent communication and dissemination
of ESG information through the Company's
Sustainability Website and social media channels.
• Availability of validated water consumption baseline data
for the holding and project areas.
• Availability of inventory data on renewable energy use
and sources across all Company facilities.
• Implementation of third-party collaborations in
waste management, complemented by measurable
performance monitoring and evaluation mechanisms.
28 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 29
Tahun Inisiatif Strategis Indikator Keberhasilan
Year Strategic Initiatives Success Indicators
2027-2028 • Penguatan tata kelola dengan digitalisasi • Terwujudnya penguatan tata kelola melalui implementasi
Resilience yang terintegrasi sistem digitalisasi yang terintegrasi di seluruh lingkup
• Peningkatan women talent WIKA Group di Holding.
level manajemen sebesar 10% • Tercapainya peningkatan persentase women talent WIKA
• Integrasi Dashboard ESG dan HSE untuk Group di level manajemen sesuai target 10%.
Meningkatkan performa
monitoring emisi scope 1, 2, air dan waste • Tersedianya platform Dashboard ESG dan HSE yang
ESG Perusahaan ke level
• Strategi waste management untuk waste terintegrasi untuk memonitor emisi scope 1, scope 2,
“advance”
reduction konsumsi air, dan pengelolaan limbah.
Improving the Company's • Penyelarasan strategi bisnis WIKA Group • Terimplementasinya strategi waste management
ESG performance to an berdasarkan prinsip ESG yang berfokus pada hasil waste reduction di seluruh
"advanced" level • Portofolio sustainable product WIKA Group operasional Perseroan.
• Mengukur kinerja ESG dari dampak • Terwujudnya penyelarasan strategi bisnis WIKA Group
pengurangan emisi karbon scope 1, 2 & waste dengan prinsip-prinsip Environmental, Social, and
management Governance (ESG).
• Menetapkan strategi Green Procurement • Tersedianya portofolio sustainable product WIKA Group
untuk pengurangan emisi scope 3 dan yang teridentifikasi dan tersertifikasi.
pengurangan limbah • Terlaksananya pengukuran kinerja ESG yang didasarkan
• Sustainability Report dengan Task Force on pada dampak pengurangan emisi karbon scope 1, scope
Climate-Related Financial Disclosures (TCFD) 2, dan efektivitas waste management.
• Circular Economy untuk pengelolaan limbah • Terimplementasinya strategi Green Procurement yang
seragam dan APD dengan melibatkan pihak berkontribusi pada pengurangan emisi scope 3 dan
ketiga dan mitra UMKM pengurangan limbah.
• Strengthening governance through • Tersedianya Sustainability Report yang disusun sesuai
integrated digitalization dengan rekomendasi Task Force on Climate-Related
• Increasing WIKA Group's female talent at the Financial Disclosures (TCFD).
management level by 10% • Terimplementasinya skema Circular Economy untuk
• Integration of ESG and HSE Dashboards pengelolaan limbah seragam dan Alat Pelindung Diri
for monitoring Scope 1, 2, water, and waste (APD) melalui kerja sama dengan pihak ketiga dan mitra
emissions UMKM.
• Waste management strategy for waste • Strengthened governance through the implementation
reduction of an integrated digitalization system across all Holding
• Alignment of WIKA Group's business entities.
strategy based on ESG principles • Achieved an increase in the percentage of female talent
• WIKA Group's sustainable product portfolio at WIKA Group management level, meeting the target
• Measuring ESG performance from the of 10%.
impact of carbon emission reductions in • Availability of an integrated ESG and HSE Dashboard
Scope 1, 2, and waste management platform to monitor Scope 1 and 2 emissions, water
• Establishing a Green Procurement strategy consumption, and waste management.
for Scope 3 emission reduction and waste • Implementation of a waste management strategy
reduction focused on waste reduction results across all Company
• Sustainability Report with the Task Force on operations.
Climate-Related Financial Disclosures (TCFD) • Alignment of WIKA Group's business strategy with
• Circular Economy for uniform and PPE waste Environmental, Social, and Governance (ESG) principles.
management by involving third parties and • Availability of an identified and certified WIKA Group
MSME partners sustainable product portfolio.
• Implementation of ESG performance measurement
based on the impact of Scope 1 and Scope 2 carbon
emission reductions, and the effectiveness of waste
management.
• Implementation of a Green Procurement strategy that
contributes to reducing Scope 3 emissions and waste.
• Availability of a Sustainability Report prepared in
accordance with the recommendations of the Task Force
on Climate-Related Financial Disclosures (TCFD).
• Implementation of a Circular Economy scheme for
managing uniform and Personal Protective Equipment
(PPE) waste through collaboration with third parties and
MSME partners.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 29
Page 30
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Tahun Inisiatif Strategis Indikator Keberhasilan
Year Strategic Initiatives Success Indicators
2029-2030 • Diversifikasi Portofolio Green Project dan • Terwujudnya diversifikasi portofolio Green Project yang
Grow pendanaan hijau didukung oleh pendanaan hijau (seperti Green Bond atau
• Partnership lintas sektor untuk inovasi yang Sustainability Linked Loan).
berkelanjutan • Terjalinnya Partnership lintas sektor yang strategis untuk
• Perluasan program dekarbonisasi WIKA mendorong inovasi berkelanjutan.
Menjadi Perusahaan nasional
Group • Terimplementasinya perluasan program dekarbonisasi di
yang menjadi benchmark
• Sustainability Report mengacu pada IFRS seluruh lingkup WIKA Group.
dalam implementasi ESG
• Penguatan ESG Rating dengan lembaga • Tersedianya Sustainability Report yang mengacu pada
To become a national rating Internasional lainnya standar pelaporan IFRS (International Financial Reporting
company that serves • Ekspansi penggunaan energi terbarukan di Standards).
as a benchmark in ESG seluruh proyek strategis • Terlaksananya upaya penguatan ESG Rating melalui kerja
implementation. • Pengurangan waste sebesar 20%. sama dengan lembaga rating internasional lainnya.
• Penurunan emisi karbon sebesar 20%. • Terwujudnya ekspansi penggunaan energi terbarukan di
• Peningkatan kesejahteraan karyawan 10% seluruh proyek strategis Perseroan.
• Diversification of Green Project Portfolio and • Tercapainya pengurangan waste (limbah) operasional
Green Funding Perseroan sesuai target 20%.
• Cross-sector Partnerships for Sustainable • Tercapainya penurunan emisi karbon operasional
Innovation Perseroan sesuai target 20%.
• Expansion of WIKA Group's Decarbonization • Tercapainya peningkatan kesejahteraan karyawan sesuai
Program target 10%.
• Sustainability Report Referring to IFRS • Achieving a diversified portfolio of Green Projects
• Strengthening ESG Rating with Other supported by green funding (such as Green Bonds or
International Rating Agencies Sustainability-Linked Loans).
• Expansion of Renewable Energy Use in All • Establishing strategic cross-sector partnerships to
Strategic Projects encourage sustainable innovation.
• 20% Waste Reduction • Implementing an expanded decarbonization program
• 20% Carbon Emission Reduction across the WIKA Group.
• 10% Improvement in Employee Welfare • Availability of a Sustainability Report that adheres to
. IFRS (International Financial Reporting Standards)
reporting standards.
• Implementing efforts to strengthen the ESG Rating
through collaboration with other international rating
agencies.
• Expanding the use of renewable energy across all of the
Company's strategic projects.
• Achieving a 20% reduction in operational waste.
• Achieving a 20% reduction in operational carbon
emissions.
• Achieving an increase in employee welfare, according to
the 10% target.
>2030 • Diversifikasi portofolio pembiayaan hijau • Terwujudnya diversifikasi portofolio pembiayaan hijau
Mature untuk peningkatan skala bisnis Perseroan untuk mendukung peningkatan skala bisnis.
• Bisnis matching antar industri untuk • Terlaksananya bisnis matching antar industri yang
Menjadi perusahaan memperluas ekosistem hijau bertujuan untuk memperluas ekosistem hijau Perseroan.
“nasional” yang menjadi • Penerapan AI-based carbon dan waste • Terimplementasinya sistem AI-based carbon dan waste
benchmark dalam tracking tracking untuk pemantauan yang presisi.
implementasi ESG • Ekspansi portofolio Green Project • Tercapainya ekspansi portofolio Green Project Perseroan
• Diversifying the green financing portfolio to di pasar domestik dan/atau internasional.
To become a “national”
company that serves increase business scale • Diversification of the Company's green financing
as a benchmark in ESG • Business matching across industries to portfolio to support business scale-up.
implementation expand the green ecosystem • Business matching between industries aimed at
• Implementing AI-based carbon and waste expanding the Company's green ecosystem.
tracking • Implementation of an AI-based carbon and waste
• Expanding the Green Project portfolio tracking system for precise monitoring.
• Expansion of the Company's Green Project portfolio in
domestic and/or international markets.
Dalam upaya mencapai target indikator keberhasilan yang In an effort to achieve the success indicator targets set out
telah ditetapkan di roadmap 2025 berikut adalah beberapa in the 2025 roadmap, the following are several initiatives that
implementasi yang telah dilakukan oleh WIKA. have been implemented by WIKA.
30 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 31
Kategori Strategi ESGs
Category Strategy SDGs
• Penyusunan Roadmap Dekarbonisasi
Lingkungan • Penerapan baseline Emisi, Energi, dan Air
Environment • Preparation of a Decarbonization Roadmap
• Implementation of Emission, Energy, and Water Baseline
• Penguatan kesetaraan gender dan kesejahteraan karyawan (wellbeing)
Sosial di dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) WIKA
Social • Strengthening gender equality and employee wellbeing in WIKA's
Collective Labor Agreement (PKB)
Tata Kelola • Supplier Screening dan Assessment sesuai dengan prinsip ESG
Governance • Supplier Screening and Assessment in accordance with ESG
principles
• Portofolio Product Green WIKA Group
Ekonomi • Peningkatan Mitra UMKM WIKAr
Economy • WIKA Group Green Product Portfolio
• Enhancement of WIKA MSME Partners
Capaian Strategis 2025 (Fase Move) – 2025 Strategic Achievements (Move Phase) –
Implementasi Inisiatif Keberlanjutan Implementation of Sustainability Initiatives
Pada tahun 2025, WIKA berada pada fase Move dalam perjalanan In 2025, WIKA entered the Move phase of its ESG
implementasi ESG, dengan fokus pada penguatan tata kelola, implementation journey, focusing on strengthening
penguatan fondasi data dekarbonisasi, penyelarasan arah Net governance, reinforcing the decarbonization data foundation,
Zero, peningkatan transparansi kepada pemangku kepentingan, aligning its Net Zero direction, enhancing transparency to
serta penguatan manajemen risiko iklim. Sepanjang tahun stakeholders, and strengthening climate risk management.
pelaporan, Perseroan telah menuntaskan seluruh inisiatif strategis Throughout the reporting year, the Company successfully
yang ditetapkan untuk fase ini. Capaian tersebut memperkuat completed all strategic initiatives set for this phase. These
kesiapan organisasi dan memastikan keberlanjutan menjadi achievements reinforce organizational readiness and ensure
agenda yang terstruktur, terukur, dan terintegrasi dalam fungsi that sustainability becomes a structured, measurable, and
pengawasan serta pengambilan keputusan perusahaan. integrated agenda within the Company’s oversight and
decision-making functions.
1. Penguatan tata kelola keberlanjutan di lingkungan WIKA 1. Strengthening Sustainability Governance within WIKA
Holding Holding
Sebagai bukti penguatan tata kelola, WIKA telah As evidence of strengthened governance, WIKA has
memiliki struktur organisasi keberlanjutan yang berada established a sustainability organizational structure under
di bawah Direktur Human Capital & Transformasi, dengan the Director of Human Capital & Transformation, with
penanggung jawab yang jelas untuk masing-masing aspek clearly assigned responsibilities for each Environmental,
Environmental, Social, dan Governance (ESG). Struktur Social, and Governance (ESG) aspect. This structure
ini memastikan peran, koordinasi lintas fungsi, serta ensures clear roles, cross-functional coordination,
jalur eskalasi dan pengawasan program keberlanjutan and effective escalation and oversight mechanisms
berjalan lebih efektif, sekaligus memperkuat akuntabilitas for sustainability programs, while reinforcing ESG
pelaksanaan ESG di tingkat holding dan operasional. accountability at both the holding and operational levels.
2. Penetapan baseline dekarbonisasi Scope 1, Scope 2, dan 2. Establishment of Scope 1, Scope 2, and Scope 3
Scope 3 Decarbonization Baseline
Pada 2025, WIKA telah menyelesaikan baselining emisi In 2025, WIKA completed the baseline assessment of
gas rumah kaca (GRK) sebagai fondasi utama dalam greenhouse gas (GHG) emissions as a key foundation
perencanaan dekarbonisasi. Baselining ini disusun untuk for decarbonization planning. This baseline provides a
menyediakan titik awal yang andal bagi Perseroan dalam reliable starting point for the Company to project and set
memproyeksikan dan menetapkan target penurunan emisi gradual emission reduction targets for Scope 1, Scope 2,
Scope 1, Scope 2, dan Scope 3 secara bertahap. Dengan and Scope 3. With an established baseline, WIKA now has
tersedianya baseline, WIKA memiliki dasar kuantitatif a stronger quantitative foundation to prioritize emission
yang lebih kuat untuk menyusun prioritas inisiatif reduction initiatives and conduct periodic emissions
pengurangan emisi serta melakukan pemantauan kinerja performance monitoring.
emisi secara periodik.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 31
Page 32
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
3. Roadmap dan target Net Zero Emission yang terukur 3. Measurable and Standards-Aligned Net Zero Emission
dan selaras standar Roadmap and Targets
WIKA telah memperbarui roadmap dekarbonisasi agar WIKA has updated its decarbonization roadmap to realign
kembali selaras dengan target Net Zero Emission with the Company’s Net Zero Emission (NZE) targets,
(NZE) perusahaan, termasuk penyesuaian terhadap including adjustments to evolving global standards and
perkembangan standar global maupun standar/regulasi applicable Indonesian regulations. This updated roadmap
yang berlaku di Indonesia. Pembaruan roadmap ini addresses gaps identified in the previous roadmap, which
menutup kesenjangan dari roadmap sebelumnya had not been fully aligned with the NZE 2030 direction,
yang dinilai belum inline dengan arah NZE 2030, serta and clarifies implementation through more structured
memperjelas arah implementasi melalui tahapan, fokus phases, program focus areas, and target achievement
program, dan rencana pencapaian target yang lebih plans. WIKA has set its Net Zero Emission target for 2055.
terstruktur. WIKA menetapkan target NZE di tahun 2055.
Roadmap dekarbonisasi yang diperbarui ini menjadi landasan The updated decarbonization roadmap serves as a
strategis dalam mengarahkan integrasi inisiatif pengurangan strategic foundation for integrating emission reduction
emisi ke dalam perencanaan bisnis dan operasional initiatives into the Company’s business and operational
perusahaan secara berkelanjutan. Setiap fase dirancang planning on an ongoing basis. Each phase is designed to
untuk mendukung transisi bertahap melalui peningkatan support a gradual transition through enhanced energy
efisiensi energi, optimalisasi penggunaan teknologi rendah efficiency, optimization of low-carbon technologies, and
karbon, serta penguatan tata kelola dan pemantauan kinerja strengthened governance and emissions performance
emisi, sehingga pencapaian target NZE dapat dilakukan monitoring—ensuring that the NZE target is achieved in
secara terukur dan kredibel, sebagaimana ditunjukkan pada a measurable and credible manner, as illustrated in the
grafik roadmap dekarbonisasi pada gambar di bawah. decarbonization roadmap chart below.
4. Pe n g e m b a n g a n Website Sustainabilit y u n t u k 4. Development of a Sustainability Website for ESG
transparansi pelaporan ESG Reporting Transparency
Sebagai kanal komunikasi yang lebih terbuka, WIKA telah As a more open communication channel, WIKA has
memiliki website khusus keberlanjutan yang berfungsi established a dedicated sustainability website that serves
sebagai pusat informasi bagi pemangku kepentingan. as an information hub for stakeholders. This platform
Kanal ini mendukung transparansi dengan menyediakan enhances transparency by providing easier access to the
akses yang lebih mudah terhadap aktivitas, kebijakan, Company’s sustainability activities, policies, programs,
program, serta perkembangan kinerja keberlanjutan and performance developments. The website reinforces
Perseroan. Keberadaan website tersebut memperkuat WIKA’s commitment to delivering ESG information in a
komitmen WIKA dalam menyampaikan informasi ESG more consistent and accessible manner.
secara lebih konsisten dan mudah dijangkau.
5. Identifikasi climate risk secara sistematis dan 5. Systematic and Comprehensive Climate Risk
komprehensif Identification
Ketanggapan WIKA dalam menghadapi risiko iklim WIKA’s responsiveness to climate risks is demonstrated
dibuktikan melalui laporan TCFD yang dimiliki Perseroan. through its TCFD report. Through the TCFD framework,
Melalui kerangka TCFD, WIKA mendokumentasikan WIKA documents the identification and analysis
identifikasi dan analisis risiko serta peluang terkait iklim, of climate-related risks and opportunities, while
sekaligus memperkuat integrasi isu iklim ke dalam proses strengthening the integration of climate issues into risk
manajemen risiko dan arah strategi. Hal ini menjadi management processes and strategic direction. This
landasan untuk meningkatkan kesiapan Perseroan dalam serves as a foundation for enhancing the Company’s
merespons dampak risiko iklim secara lebih terukur. preparedness in responding to climate risk impacts in a
more measurable way.
6. ESG Dashboard sebagai platform monitoring dan 6. ESG Dashboard as a Performance Monitoring and
reporting kinerja Reporting Platform
Untuk memperkuat pengelolaan berbasis data, WIKA To strengthen data-driven management, WIKA has
telah memiliki dashboard ESG yang digunakan untuk developed an ESG dashboard used to monitor ESG-
memonitor data serta aktivitas terkait ESG. Dashboard related data and activities. The dashboard supports
ini mendukung konsistensi monitoring, mempercepat consistent monitoring, accelerates the availability of
ketersediaan informasi manajerial, dan membantu fungsi managerial information, and enhances reporting functions
pelaporan agar perkembangan capaian metrik ESG utama so that progress on key ESG metrics can be reviewed
dapat ditinjau secara lebih rutin dan terarah. more routinely and systematically.
32 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 33
STRATEGI DALAM PENGELOLAAN RISIKO DAN SUSTAINABILITY-RELATED RISKS AND
PELUANG TERKAIT KEBERLANJUTAN [GRI 201- OPPORTUNITIES MANAGEMENT [GRI 201-2, IFRS
2, IFRS S1-STRATEGY, IFRS S2-STRATEGY, IFRS S1-METRIC S1-STRATEGY, IFRS S2-STRATEGY, IFRS S1-METRIC AND TARGET,
AND TARGET, IFRS S2-METRIC AND TARGET, IFRS S1-RISK IFRS S2-METRIC AND TARGET, IFRS S1-RISK MANAGEMENT, IFRS
MANAGEMENT, IFRS S2-RISK MANAGEMENT] S2-RISK MANAGEMENT]
Perseroan mengintegrasikan risiko dan peluang terkait keberlanjutan, The Company integrates sustainability-related risks and
khususnya perubahan iklim, ke dalam proses manajemen risiko opportunities, particularly climate change, into the company's
perusahaan, perencanaan strategis, dan pengambilan keputusan risk management process, strategic planning, and investment
investasi. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip GRI, IFRS S1, dan decision-making. This approach aligns with the principles of
IFRS S2, yang menekankan pengungkapan risiko dan peluang GRI, IFRS S1 and IFRS S2, which emphasize the disclosure of
keberlanjutan yang dapat berdampak signifikan terhadap operasi, sustainability risks and opportunities that can significantly
pendapatan, pengeluaran, serta nilai Perseroan dalam jangka impact the Company's operations, revenues, expenses, and
pendek, menengah, dan panjang. Perseroan telah menerapkan value in the short, medium, and long term. The Company
proses manajemen risiko iklim yang komprehensif untuk has applied a comprehensive climate risk management
mengidentifikasi, menilai, dan menanggapi risiko keberlanjutan dan process to identify, assess, and respond to sustainability and
perubahan iklim. Risiko yang dinilai meliputi risiko ekonomi, risiko climate change risks. The risks assessed include economic,
lingkungan, dan risiko sosial yang menimbulkan dampak finansial environmental, and social risks, which have a financial impact
terhadap Perseroan karena dapat mengakibatkan peningkatan biaya on the Company, as they can lead to increased operational
operasional, kerusakan infrastruktur, keterlambatan penyelesaian costs, infrastructure damage, project delays, and supply
proyek, dan gangguan pada rantai pasokan. Dampak-dampak ini chain disruptions. These impacts highlight the importance
menyoroti pentingnya proses evaluasi yang proaktif dan sistematis of a proactive and systematic evaluation process that
yang mencakup semua tahapan kegiatan operasional Perseroan. encompasses all stages of the Company's operations.
Proses ini dirancang untuk mengevaluasi potensi dampak This process is designed to evaluate potential impacts on the
terhadap operasi dan strategi Perseroan. Melalui pengungkapan Company's operations and strategy. Through clear disclosure,
yang jelas, Perseroan menunjukkan komitmennya terhadap the Company demonstrates its commitment to climate risk
manajemen risiko iklim. Hal ini dilakukan oleh Perseroan tidak management. The Company undertakes this not only as
hanya sebagai kebutuhan operasional tetapi juga sebagai sarana an operational requirement but also as a means of building
membangun kepercayaan investor dan memastikan ketahanan investor confidence and ensuring resilience in facing the
dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global. challenges of global climate change.
Di samping itu, dalam mengantisipasi isu keberlanjutan termasuk In addition, to address sustainability issues—including climate
perubahan iklim, WIKA juga senantiasa melakukan pemilihan, change—WIKA consistently selects, evaluates, and strengthens
evaluasi, dan penguatan komitmen pemasok yang ramah commitments from environmentally responsible suppliers as
lingkungan sebagai bagian dari pengelolaan rantai nilai (value part of its value chain management. This is realized through
chain). Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan komitmen the signing of sustainability commitments by business partners
keberlanjutan mitra kerja serta implementasi green procurement and the consistent implementation of green procurement by
secara konsisten dengan melibatkan penyedia barang dan jasa engaging goods and service providers committed to quality,
yang memiliki komitmen terhadap kualitas, efisiensi sumber resource efficiency, and the application of sustainability
daya, serta penerapan prinsip keberlanjutan. Implementasi ini principles. This implementation also covers aspects of energy
juga mencakup aspek efisiensi energi, pengurangan emisi gas efficiency, greenhouse gas emission reduction, process
rumah kaca, inovasi proses, penguatan keterlibatan pemasok, innovation, strengthening supplier engagement, as well as the
serta pemberdayaan tenaga kerja lokal dan peningkatan empowerment of the local workforce and increased economic
partisipasi ekonomi perempuan di sepanjang rantai pasok. participation of women throughout the supply chain.
WIKA memulai langkah strategis dengan mengidentifikasi risiko WIKA began its strategic steps by identifying the risks and
dan peluang terkait perubahan iklim yang berdampak pada arah opportunities related to climate change that impact the
bisnis, perencanaan keuangan, serta prioritas investasi perusahaan. company's business direction, financial planning, and investment
Proses ini dilakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah kerja priorities. This process was carried out thoroughly across all of
WIKA di Indonesia untuk memastikan bahwa setiap proyek dan WIKA's working areas in Indonesia to ensure that every project
operasional dapat mengantisipasi dinamika iklim yang berkembang. and operation can anticipate developing climate dynamics.
WIKA melakukan identifikasi risiko dan peluang keberlanjutan WIKA identifies sustainability and climate change risks
dan perubahan iklim dengan mempertimbangkan parameter and opportunities by considering the following time
jangka waktu yang telah ditetapkan sebagai berikut: frame parameters:
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 33
Page 34
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
1. Jangka Pendek (1–2 Tahun) 1. Short Term (1–2 Years)
WIKA menetapkan jangka pendek sebagai periode WIKA defines the short term as a period of
1–2 tahun, yang selaras dengan target pencapaian 1–2 years, which is in line with the company's annual targets.
tahunan perusahaan.
2. Jangka Menengah (3–4 Tahun) 2. Medium Term (3–4 Years)
Periode jangka menengah di WIKA ditetapkan selama 3–4 The medium-term period at WIKA is set at 3–4
tahun, mempertimbangkan kesiapan perusahaan untuk years, considering the company's readiness to
mengantisipasi perubahan regulasi serta dinamika tren anticipate regulatory changes and industry trend dynamics
industri yang selaras dengan tujuan iklim global. in line with global climate goals.
3. Jangka Panjang (>5 Tahun) 3. Long Term (>5 Years)
Jangka panjang WIKA mencakup >5 tahun, disesuaikan WIKA's long term covers >5 years, adjusted to the
dengan siklus investasi dan pengembangan infrastruktur investment and infrastructure development cycles
yang memerlukan horizon multi-tahun. that require a multi-year horizon.
Adapun potensi risiko yang dimiliki Perseroan sebagai berikut: The potential risks faced by the Company are as follow
Risiko Potensi Dampak
Keberlanjutan Penyebab Dampak terhadap Rentang Upaya Mitigasi Finansial
Sustainability Causes Prospek Bisnis Waktu Mitigation Efforts Potential Financial
Risk Impact
Risiko Ekonomi
Economic Risks
1. Pengajuan usulan PMN TA
1. Membatasi 2025 untuk mendukung
kemampuan pemenuhan modal kerja;
Perseroan 2. Menyeimbangkan cash out
Risiko ini terkait dengan risiko dalam / pembayaran dengan cash
yang berdampak pada kinerja memenuhi in / termin yang diterima;
ekonomi Perseroan. Risiko ini kewajiban; 3. Melakukan renegosiasi
disebabkan oleh: 2. Mengurangi utang perbankan, obligasi
1. Penurunan profitabilitas dukungan dan sukuk; Menimbulkan
Potensi proyek; kebutuhan 4. Melakukan efisiensi biaya biaya perlakuan
terjadinya krisis 2. Peningkatan beban modal kerja usaha Divisi; risiko sebesar
likuiditas pendanaan; proyek. Short- Rp3.166.666.667
Medium 1. Submitting a 2025 State
Potential 3. Lemahnya kolektibilitas 1. Limiting the Capital Investment Incurring risk
liquidity crisis piutang. Company's (PMN) proposal to treatment costs of
1. Declining project ability to meet support working capital Rp3,166,666,667
profitability; obligations; requirements;
2. Increasing financing burden; 2. Reducing 2. Balancing cash outflows/
3. Weak receivables support payments with cash
collectibility. for project inflows/terms received;
working capital 3. Renegotiating bank debt,
requirements; bonds, and sukuk;
4. Improving the Division's
business costs;
Risiko ini terkait dengan risiko
yang berdampak pada kinerja
ekonomi Perseroan. Risiko ini
disebabkan oleh: 1. Mempengaruhi 1. Meningkatkan penetrasi
1. Terjadinya perubahan peluang pasar BUMN dan Swasta
kebijakan pemerintah perolehan untuk menangkap
terkait dengan anggaran kontrak baru; opportunity yang ada;
Potensi akan infrastruktur; 2. Meningkatkan 2. Meningkatkan intimasi
terjadinya 2. Tidak dapat mengeluarkan persaingan dan dengan Key Client untuk Meningkatkan
perubahan Credit Line (untuk WIKA tekanan harga; menumbuhkan emotional biaya Operasional
dinamika pasar. Holding) 1. Affecting the Short- deposit. Perseroan
Potential Risiko ini terkait dengan risiko opportunity Medium 1. Meningkatkan penetrasi Increasing the
changes yang berdampak pada kinerja to obtain new pasar BUMN dan Swasta Company's
in market ekonomi Perseroan. Risiko ini contracts; untuk menangkap operational costs
dynamics. disebabkan oleh: 2. Increasing opportunity yang ada;
1. Terjadinya perubahan competition 2. Meningkatkan intimasi
kebijakan pemerintah and pricing dengan Key Client untuk
terkait dengan anggaran pressure; menumbuhkan emotional
infrastruktur; deposit.
2. Tidak dapat mengeluarkan
Credit Line (untuk WIKA
Holding)
34 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 35
Risiko Potensi Dampak
Keberlanjutan Penyebab Dampak terhadap Rentang Upaya Mitigasi Finansial
Sustainability Causes Prospek Bisnis Waktu Mitigation Efforts Potential Financial
Risk Impact
Risiko ini terkait dengan risiko
yang berdampak pada kinerja
ekonomi Perseroan. Risiko ini
disebabkan oleh:
1. Pengaruh dari perang
dagang China - Amerika dan
kebijakan tarif Donald Trump;
1. Komunikasi rutin dengan
2. Program Efisiensi APBN 2025
Pengguna Jasa;
dituangkan dalam Inpres No.
2. Membuat rencana kerja
1 Tahun 2025;
menyesuaikan anggaran;
3. Anggaran tidak tersedia
1. Keterlambatan 3. Mengirimkan surat
untuk melanjutkan proyek
penyelesaian konfirmasi ketersediaan
Potensi sampai selesai;
Proyek; Pagu Anggaran 2025;
terjadinya 4. Anggaran tidak tersedia
2. Peningkatan 4. Pemanfaatan saldo uang
penurunan untuk melanjutkan proyek
biaya muka (jika belum ada
performance sampai selesai sehingga
konstruksi; tambahan Pagu); Meningkatkan
proyek (delay proyek mengalami
3. Penurunan 5. Klaim overhead & biaya Operasional
dan cost over keterlambatan pelaksanaan.
margin proyek. perpanjangan waktu. Perseroan
run) 1. Delays in Short- 1. Communicate regularly
This risk is related to risks that Medium Increasing the
Potential project with service users;
impact the Company's economic Company's
decline in completion; 2. Create a work plan aligned
performance. This risk is caused operational costs
project 2. Increased with the budget;
by:
performance construction 3. Send a confirmation letter
1. The impact of the China-
(delays and costs; confirming the availability
US trade war and Donald
cost overruns) 3. Decreased of the 2025 budget ceiling;
Trump's tariff policies;
project margins; 4. Utilize the remaining down
2. The 2025 State Budget
payment (if there is no
Efficiency Program is
additional ceiling);
outlined in Presidential
5. Claim overhead and
Instruction No. 1 of 2025;
request extensions.
3. Budget unavailability to
continue the project to
completion;
4. Budget unavailability to
continue the project to
completion, resulting in
project implementation
delays.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 35
Page 36
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Risiko Potensi Dampak
Keberlanjutan Penyebab Dampak terhadap Rentang Upaya Mitigasi Finansial
Sustainability Causes Prospek Bisnis Waktu Mitigation Efforts Potential Financial
Risk Impact
1. Mempengaruhi
kelancaran
pelaksanaan 1. Menjalin Komunikasi yang
Risiko ini terkait dengan risiko proyek; baik dengan kreditur;
praktik pengadaan. Risiko ini 2. Menimbulkan 2. Melakukan pendataan atas
disebabkan oleh: risiko sengketa tagihan kreditur (Data Real
1. Gagal melakukan Upaya hukum; time);
kesepakatan dengan Vendor/ 3. Kondisi ini 3. Melakukan pembayaran
Subkon; juga dapat atas prestasi vendor atau
Potensi 2. Keterlibatan Pihak Ketiga berdampak kreditur; Menimbulkan
Terjadinya atas peralihan hak Vendor/ pada reputasi 4. Menunjuk Konsultan biaya perlakuan
Pengajuan Subkon. Perseroan. Hukum Retainer. risiko sebesar
Somasi 1. Affecting Short- 1. Establish good Rp1.600.000.000
This risk is related to procurement Medium
Potential practice risks. This risk is caused smooth communication with Incurring risk
for filling a by: implementation creditors; treatment costs of
summons 1. Failure to reach an of the project; 2. Record creditor bills (real- Rp1,600,000,000
agreement with the Vendor/ 2. Raises the time data);
Subcontractor; risks of legal 3. Make payments based
2. Involvement of a Third Party disputes; on vendor or creditor
in the transfer of Vendor/ 3. This condition performance;
Subcontractor rights. may also 4. Appoint a retainer legal
impact the consultant.
Company's
reputation;
Lingkungan (Risiko Perubahan Iklim)
Environment (Climate Change Risk)
Risiko Transisi
Transition Risk
• Melakukan pemantauan
dan evaluasi berkala
terhadap perkembangan
regulasi dan standar
pembuangan air limbah
yang berlaku.
• Menyesuaikan dan
meningkatkan sistem
Kenaikan biaya pengolahan air limbah
operasional untuk agar memenuhi atau
memenuhi standar melampaui ketentuan
Pemerintah atau otoritas regulasi terbaru.
baru dan Potensi
lingkungan menerapkan standar • Menerapkan monitoring
denda atau sanksi
dan regulasi yang lebih kualitas air limbah secara
hukum jika tidak
ketat terkait pembuangan air rutin serta memastikan
memenuhi standar Jangka
limbah untuk mengurangi dampak pelaporan kepatuhan
Regulasi regulasi baru. Menengah
lingkungan. • Conduct regular -
Regulation Increased Medium
Governments or environmental monitoring and evaluation
operational costs to Term
authorities are implementing of developments in
meet new standards
stricter standards and regulations applicable wastewater
and potential fines
regarding wastewater discharge disposal regulations and
or legal sanctions
to reduce environmental impacts. standards.
for failure to meet
new regulatory • Adjust and improve
standards wastewater treatment
systems to meet or exceed
the latest regulatory
requirements.
• Apply routine wastewater
quality monitoring and
ensure compliance
reporting to relevant
authorities.
36 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 37
Risiko Potensi Dampak
Keberlanjutan Penyebab Dampak terhadap Rentang Upaya Mitigasi Finansial
Sustainability Causes Prospek Bisnis Waktu Mitigation Efforts Potential Financial
Risk Impact
Risiko Fisik Akut
Acute Physical Risks
• Mengasuransikan dengan
CAR dengan klausul yang
mencakup bencana alam.
• Mempergunakan data
BMKG untuk historical
cuaca dan berkoordinasi
intensif dengan pihak
BMKG untuk prediksi/
prakiraan cuaca sebelum
pekerjaan dimulai.
• Membuat schedule
pekerjaan tanah
mpertimbangkan target
produktivitas kondisi
kemarau & musim hujan.
• Membuat temporary
Gangguan aktivitas drainage untuk mitigasi
konstruksi, potensi genangan air.
keterlambatan • Memperkuat Tanggul
jadwal proyek, eksisting untuk melindungi
kerusakan material platform dari banjir, serta
dan peralatan, jika diperlukan membuat
peningkatan biaya tanggul tambahan di
perbaikan, serta sekitar lokasi proyek
terganggunya rantai dan saluran pembuang
pasok dan logistik dewatering.
Peningkatan intensitas dan proyek. • Menyiapkan pompa untuk
Perubahan penanganan potensi area Menimbulkan
frekuensi hujan lebat, banjir,
Cuaca Rp32,38 Miliar tergenang. biaya perlakuan
angin kencang, serta gelombang
Ekstrem Jangka • Membuat early warning risiko sebesar
tinggi akibat perubahan iklim.
Extreme Disruption of pendek system di daerah hulu. Rp3,8 Miliar
Increased intensity and
Weather construction Short term • Insure with CAR with a Incurring risk
frequency of heavy rainfall,
Changes activities, project clause covering natural treatment costs of
flooding, strong winds, and high
schedule delays, disasters. Rp3.8 billion
waves due to climate change.
damage to materials • Use BMKG data for
and equipment, historical weather and
increased repair coordinate closely with
costs, and BMKG for weather
disruption to the predictions/forecasts
project's supply before work begins.
chain and logistics. • Create an earthwork
schedule considering
Rp32.38 billion productivity targets for the
dry and rainy seasons.
• Create temporary drainage
to mitigate potential
waterlogging.
• Strengthen existing
embankments to
protect the platform
from flooding, and, if
necessary, construct
additional embankments
around the project site
and dewatering drainage
channels.
• Prepare pumps to handle
potential flooding areas.
• Establish an early warning
system in upstream areas.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 37
Page 38
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Risiko Potensi Dampak
Keberlanjutan Penyebab Dampak terhadap Rentang Upaya Mitigasi Finansial
Sustainability Causes Prospek Bisnis Waktu Mitigation Efforts Potential Financial
Risk Impact
• Mengasuransikan dengan
CAR dengan klausul yang
mencakup bencana alam.
• Melakukan soil investigasi
dan analisa geoteknik
sebelum pelaksanaan.
• Membuat desain lereng
yang sesuai karakteristik
tanah.
• Melakukan penilaian
independen terhadap
desain slope protection,
serta melakukan
pengujian tanah dan
Risiko kecelakaan monitoring pergerakan
kerja, kerusakan tanah menggunakan
struktur sementara, inclinometer.
peningkatan biaya • Membuat tali air pada
konstruksi, serta lereng galian terbuka.
keterlambatan • Membuat schedule
penyelesaian pengiriman raw material
proyek. berdasarkan monitoring Menimbulkan
cuaca dari data BMKG biaya perlakuan
Curah hujan ekstrem di area Rp 4 Miliar baik di lokasi quarry dan risiko sebesar
Jangka dermaga sekitar proyek. Rp534 Juta
Tanah longsor berkontur atau lereng proyek.
Risk of work pendek • Insure with CAR with a Resulting in risk
Landslides Extreme rainfalls in contoured or
accidents, damage Short Term clause covering natural management
slopes project areas.
to temporary disasters. costs of
structures, • Conduct soil investigations Rp534 million
increased and geotechnical analyses
construction costs, before construction.
and delayed project • Design slopes that suit the
completion. soil characteristics.
• Conducting an
Rp4 Billion independent assessment
of the slope protection
design, as well as
conducting soil testing
and monitoring ground
movement using an
inclinometer.
• Constructing water
channels on open
excavation slopes.
• Creating a raw material
delivery schedule based
on weather monitoring
from BMKG data at both
the quarry and the docks
surrounding the project.
38 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 39
Risiko Potensi Dampak
Keberlanjutan Penyebab Dampak terhadap Rentang Upaya Mitigasi Finansial
Sustainability Causes Prospek Bisnis Waktu Mitigation Efforts Potential Financial
Risk Impact
Risiko Sosial
Social Risk
1. Menyelenggarakan
program pelatihan ESG
Risiko ini merupakan risiko secara berkala untuk
yang terkait dengan pelatihan semua level pegawai baik
dan pendidikan terkait ESG di melalui seminar, pelatihan
Perseroan maupun Wikademy;
1. Kurangnya sosialisasi & 2. Mengintegrasikan materi
pelatihan terkait ESG kepada ESG pada karyawan baru;
seluruh level pegawai; 3. Mengintegrasikan
2. Materi ESG belum parameter implementasi
terintegrasi dalam orientasi ESG ke dalam kebijakan
karyawan baru maupun dan prosedur untuk dapat
program pengembangan 1. Implementasi diterapkan dalam pekerjaan
kompetensi; ESG tidak sehari-hari dan memastikan
3. Kepemimpinan yang kurang konsisten antar pimpinan dapat memberi
memberi contoh penerapan unit/proyek; contoh penerapan ESG
ESG dalam pekerjaan sehari- 2. Peluang baik di divisi maupun
Potensi hari baik di Divisi maupun di
lemahnya efisiensi dan proyek;
Proyek; inovasi berbasis 4. Membuat konten di sosial
pemahaman/ 4. Kurangnya komunikasi Menimbulkan
awareness ESG tidak media maupun website biaya perlakuan
internal terkait pencapaian optimal. Jangka yang terkait dengan
pegawai dan manfaat ESG risiko sebesar
tentang ESG 1. Inconsistent Menengah pencapaian dan manfaat Rp83.750.000
Perusahaan. ESG Medium ESG di WIKA.
Potentially implementation Term 1. Hold regular ESG training Incurring risk
weak employee across units/ programs for all levels treatment costs of
understanding/ This risk relates to ESG training Rp83,750,000
and education within the projects; of employees, through
awareness of 2. Opportunities seminars, training, and
ESG Company, caused by:
1. Lack of ESG socialization for ESG-based Wikademy;
and training for all levels of efficiency and 2. Integrate ESG materials for
employees; innovation are new employees;
2. ESG material has not been not optimal; 3. Integrate ESG
integrated into new employee implementation
orientation or competency parameters into policies
development programs; and procedures for
3. Leadership that does implementation in daily
not exemplify ESG work and ensure that
implementation in daily work, leaders can exemplify ESG
both in Divisions and Projects; implementation in both
4. Lack of internal divisions and projects;
communication regarding 4. Create content on social
the Company's ESG media and the website
achievements and benefits. related to WIKA's ESG
achievements and
benefits.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 39
Page 40
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Di samping risiko perubahan iklim yang dihadapi, Perseroan juga In addition to the risks of climate change, the Company has
telah memanfaatkan peluang dari risiko perubahan iklim yang also capitalized on opportunities arising from these risks,
terjadi, sebagai berikut. as follows:
Tabel Peluang Terkait Keberlanjutan dan Potensi Dampak Finansial
Sustainability-Related Opportunities and Potential Financial Impacts
Peluang Keberlanjutan Potensi Dampak Finansial
Type
Sustainability Opportunities Potential Financial Impact
Ekonomi
Economy
Peluang memperoleh proyek infrastruktur
berkelanjutan seperti energi terbarukan, transportasi
massal rendah emisi, dan infrastruktur hijau yang
menjadi prioritas pemerintah dan Proyek Strategis
Nasional (PSN) dimasa mendatang - Peningkatan
pendapatan dan backlog proyek jangka panjang,
Proyek Hijau Masa peningkatan utilisasi aset, serta stabilitas arus kas dari
Peningkatan pendapatan Perseroan
Mendatang proyek pemerintah dan proyek berkelanjutan
Increase in the Company's revenue
Future Green Projects Opportunities to acquire sustainable infrastructure
projects such as renewable energy, low-emission mass
transportation, and green infrastructure, which are
government priorities and future National Strategic
Projects (PSN). - Increased revenue and long-term
project backlog, increased asset utilization, and stable
cash flow from government and sustainable projects.
Akses terhadap pembiayaan hijau dan pembiayaan
berbasis ESG melalui lembaga keuangan - Penurunan
biaya modal (cost of capital), peningkatan kapasitas
Akses Pembiayaan Hijau pendanaan proyek, serta peningkatan fleksibilitas
Peningkatan pendapatan Perseroan
Access to Green keuangan untuk ekspansi bisnis.
Increase in the Company's revenue
Finance Access to green financing and ESG-based financing
through financial institutions. - Reduced cost of
capital, increased project financing capacity, and
increased financial flexibility for business expansion
Peluang memperoleh manfaat ekonomi dari
implementasi efisiensi energi, penggunaan teknologi
rendah karbon, serta partisipasi dalam pasar karbon
nasional dan insentif dekarbonisasi - Pengurangan
biaya operasional, potensi pendapatan tambahan dari
kredit karbon, dan peningkatan efisiensi biaya jangka
Insentif Dekarbonisasi
panjang Penghematan biaya operasional
Decarbonization
Opportunities to gain economic benefits from Operating Cost Savings
Incentives
implementing energy efficiency, using low-carbon
technologies, and participating in the national carbon
market and decarbonization incentives. - Reduced
operational costs, potential additional revenue
from carbon credits, and improved long-term cost
efficiency.
Lingkungan
Environtment
Penghematan penggunaan BBM melalui pemanfaatan Penghematan biaya operasional harian proyek serta
motor listrik atau peralatan energi rendah di lokasi proyek. penurunan biaya bahan bakar dalam jangka panjang.
Resource Efficiency
Fuel savings through the use of electric motors or low- Savings on daily project operating costs and reducing fuel
energy equipment at project sites costs in the long term.
Penggunaan sumber energi rendah emisi (misalnya Pengurangan biaya energi sekaligus peningkatan efisiensi
energi surya, hybrid genset, atau PLN green energy). biaya operasi melalui tarif energi yang lebih stabil dan rendah.
Energy Source
Use of low-emission energy sources (e.g., solar energy, Reduced energy costs and increased operating cost
hybrid generators, or PLN green energy). efficiency through more stable and lower energy tariffs
Pengembangan produk, layanan, atau proyek yang Peningkatan posisi kompetitif dan potensi kenaikan
ramah lingkungan untuk memenuhi standar ESG dan pendapatan karena pergeseran preferensi konsumen menuju
green construction. solusi berkelanjutan.
Products and Services
Development of environmentally friendly products, Improved competitive position and potential revenue
services, or projects to meet ESG and green growth due to shifting consumer preferences toward
construction standards. sustainable solutions.
40 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 41
Tabel Peluang Terkait Keberlanjutan dan Potensi Dampak Finansial
Sustainability-Related Opportunities and Potential Financial Impacts
Peluang Keberlanjutan Potensi Dampak Finansial
Type
Sustainability Opportunities Potential Financial Impact
Membuka akses ke pasar baru, termasuk proyek-
Diversifikasi pendapatan, peningkatan portofolio aset, serta
proyek hijau, pembiayaan hijau (green financing), dan
potensi memperoleh pendanaan dengan biaya modal yang
tender dengan kriteria sustainability.
Markets lebih rendah.
Opening access to new markets, including green
Revenue diversification, an expanded asset portfolio, and
projects, green financing, and tenders with
the potential to obtain funding at a lower cost of capital
sustainability criteria.
Partisipasi dalam program energi terbarukan serta Peningkatan valuasi perusahaan melalui penguatan
penerapan langkah efisiensi energi untuk meningkatkan ketahanan operasional dan manajemen risiko iklim, serta
ketahanan operasional proyek terhadap perubahan iklim. pengurangan biaya akibat gangguan operasional.
Resilience
Participation in renewable energy programs and Increased company valuation through strengthened
applying energy efficiency measures to increase operational resilience and climate risk management, as well
project operational resilience to climate change. as reduced costs due to operational disruptions.
Pemerintah atau
otoritas lingkungan
menerapkan standar Proyek Infrastruktur Lingkungan
dan regulasi yang lebih Perolehan proyek instalasi pengolahan air limbah dan
ketat terkait fasilitas pengelolaan sampah. Selain itu, implementasi
pembuangan air standar keberlanjutan WIKA meningkatkan
limbah untuk kepercayaan klien terhadap solusi konstruksi ramah
mengurangi dampak lingkungan.
lingkungan. Peningkatan pendapatan Perseroan
Governments or Environmental Infrastructure Projects Increase in the Company's revenue
environmental Achievement of wastewater treatment plant and
authorities are waste management facility projects. Furthermore,
implementing stricter WIKA's implementation of sustainability standards has
standards and increased client confidence in environmentally friendly
regulations regarding construction solutions.
wastewater discharge
to reduce environmental
impacts.
Pembangunan Infrastruktur Tanggap Bencana
Peningkatan intensitas Pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian
dan frekuensi hujan tetap (huntap) pasca bencana serta pengembangan
lebat, banjir, angin inovasi konstruksi rendah karbon melalui pemanfaatan
kencang, serta Energi Baru Terbarukan (EBT).
gelombang tinggi akibat
Peningkatan pendapatan Perseroan
perubahan iklim. Disaster Response Infrastructure Development
Increase in the Company's revenue
Increased intensity and Construction of temporary housing (huntara) and
frequency of heavy permanent housing (huntap) after a disaster, as well
rainfall, flooding, strong as the development of low-carbon construction
winds, and high waves innovations through the use of New and Renewable
due to climate change. Energy (NRE).
Pembangunan dengan Ketahanan Tinggi
Penerapan rekayasa sipil adaptif dan efisien
Curah hujan ekstrem untuk meningkatkan ketahanan portofolio proyek,
di area berkontur atau memperkuat posisi WIKA sebagai kontraktor
lereng proyek. terpercaya di wilayah rawan bencana. Peningkatan pendapatan Perseroan
Extreme rainfall in Highly Resilient Development Increase in the Company's revenue
project-prone or sloped The application of adaptive and efficient civil
areas. engineering to enhance the resilience of the project
portfolio strengthens WIKA's position as a trusted
contractor in disaster-prone areas.
Sosial
Social
Keterikatan Pegawai Peningkatan indeks keterikatan pegawai Meningkatkan pendapatan Perseroan
Employee Engagement Improving employee engagement index Increasing the Company's revenue
Jam Pelatihan Pegawai
Peningkatan jumlah jam pelatihan pegawai Meningkatkan pendapatan Perseroan
Employee Training
Increasing the number of employee training hours Increasing the Company's revenue
Hours
Community Peningkatan jumlah mitra binaan Meningkatkan pendapatan Perseroan
Engagement Increase in the number of partner organizations Increasing the Company's revenue
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 41
Page 42
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
STRATEGI ASPEK EKONOMI ONOMIC STRATEGY
Perseroan berkomitmen untuk menjaga dan memperkuat The Company is committed to maintaining and strengthening
stabilitas kinerja ekonomi sebagai fondasi penciptaan nilai economic performance stability as the foundation for long-
jangka panjang. Strategi ini dilaksanakan melalui peningkatan term value creation. This strategy is implemented through
daya saing, perluasan pangsa pasar, efisiensi operasional, serta increased competitiveness, market share expansion,
optimalisasi portofolio proyek dan investasi yang memberikan operational efficiency, and optimization of project and
imbal hasil berkelanjutan. Komitmen tersebut dijabarkan investment portfolios that provide sustainable returns. This
secara formal dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan commitment is formally outlined in the 2025 Company Work
(RKAP) Tahun 2025 yang disusun dengan mempertimbangkan Plan and Budget (RKAP), which was prepared taking into
dinamika industri, kondisi makroekonomi, risiko pasar, serta account industry dynamics, macroeconomic conditions,
peluang pertumbuhan berbasis keberlanjutan. Dalam konteks market risks, and opportunities for sustainable growth. In
IFRS S1, Perseroan mempertimbangkan risiko seperti volatilitas the context of IFRS S1, the Company considers risks such as
ekonomi, tekanan biaya, perubahan regulasi, dan ekspektasi economic volatility, cost pressures, regulatory changes, and
pasar terhadap praktik ESG, sekaligus memanfaatkan peluang market expectations regarding ESG practices, while also taking
berupa akses pembiayaan berkelanjutan, peningkatan reputasi, advantage of opportunities such as access to sustainable
dan preferensi pasar terhadap perusahaan yang memiliki financing, enhanced reputation, and market preference for
kinerja keberlanjutan yang baik. companies with good sustainability performance.
Pada aspek ekonomi, Perseroan juga mengidentifikasi adanya On the economic front, the Company also identifies risks
risiko terkait praktik pengadaan. related to procurement practices.
STRATEGI PERUBAHAN IKLIM CLIMATE CHANGE STRATEGY
WIKA memulai langkah strategis dengan mengidentifikasi risiko The Company initiated strategic measures by identifying
dan peluang terkait perubahan iklim yang berdampak pada climate change–related risks and opportunities that may
arah bisnis, perencanaan keuangan, serta prioritas investasi affect its business direction, financial planning, and investment
perusahaan. Proses ini dilakukan secara menyeluruh di seluruh priorities. This process was conducted comprehensively
wilayah kerja WIKA di Indonesia untuk memastikan bahwa setiap across all WIKA operational areas in Indonesia to ensure
proyek dan operasional dapat mengantisipasi dinamika iklim that each project and operation can anticipate evolving
yang berkembang. climate dynamics.
Sebagai salah satu strategi utama dalam mitigasi dan mengelola As a key strategy in mitigating and managing the impacts
dampak perubahan iklim, WIKA telah menyusun roadmap of climate change, WIKA has developed a comprehensive
dekarbonisasi yang komprehensif. Roadmap ini dirancang untuk decarbonization roadmap. This roadmap is designed to
mengurangi jejak karbon operasional dan proyek, sejalan dengan reduce the carbon footprint of operations and projects, in
target nasional serta tren global menuju ekonomi rendah karbon. line with national targets and global trend toward a low-
Melalui roadmap ini, WIKA menetapkan langkah-langkah konkret, carbon economy. Through this roadmap, WIKA establishes
termasuk efisiensi energi, penggunaan teknologi rendah karbon, concrete steps, including energy efficiency, the use of low-
pengelolaan rantai pasok berkelanjutan, serta penerapan inovasi carbon technologies, sustainable supply chain management,
konstruksi ramah lingkungan. and the implementation of environmentally friendly
construction innovations.
42 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 43
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Net Zero Emission Strategy
Electrification of Project Emission Reduction Nature-
Operational Fleet Based Solutions through
• Transitioning operational vehicles • Offsetting a portion of the
from fossil fuel to electric power company's annual greenhouse
to directly reduce Scope 1 gas emissions.
emissions.. • Acting as a complementary
• Relevant for construction project measure to direct emission
environments with high mobility reduction efforts in achieving
and measurable vehicle usage Net Zero.
patterns. Renewable Energy Certificate
• Supporting Scope 2 emission
reduction through claims
Renewable Energy-Based Project of electricity consumption
Fuel Transition to Alternative
Operations sourced from renewable
Biofuels
• Reducing Scope 2 emissions energy.
• Substituting fossil fuels with
through the utilization of solar • Serving as a transitional
biofuels to reduce Scope 1
energy and Automatic Voltage solution prior to the full on-site
emissions.
Ampere Adjustment (AVAA) implementation of renewable
• Serving as a transitional
technology as sources of clean energy systems.
solution for fleets and heavy
electricity. • Increasing the share of
equipment that have not yet
• Relevant for WIKA assets renewable energy within WIKA
been electrified.
and project sites that require operational energy mix.
sustainable electricity supply.
Inisiatif reduksi emisi disusun sebagai bagian dari strategi Emission reduction initiatives are designed as part of the
dekarbonisasi perusahaan yang mencakup kombinasi company's decarbonization strategy, which encompasses
aksi pengurangan emisi langsung, transisi energi, serta a combination of direct emission reduction actions,
pengimbangan emisi residual secara terukur dan bertahap. energy transition, and measured and gradual offsetting of
residual emissions.
Operasional Proyek Berbasis Energi Terbarukan
• Mengurangi emisi Scope 2 melalui pemanfaatan energi Renewable Energy-Based Project Operations
surya dan teknologi AVAA (Automatic Voltage Ampere • Reducing Scope 2 emissions through the use of
Adjustment) sebagai sumber listrik bersih. solar energy and AVAA (Automatic Voltage Ampere
• Relevan untuk aset dan lokasi proyek WIKA Holding Adjustment) technology as clean electricity sources.
dengan kebutuhan listrik berkelanjutan. • Relevant for WIKA Holding's assets and project locations
with sustainable electricity needs.
Elektrifikasi Armada Kendaraan Operasional Proyek
• Transisi kendaraan operasional dari BBM ke listrik untuk Electrification of Project Operational Vehicle Fleets
menurunkan emisi Scope 1 secara langsung. • Transitioning operational vehicles from fuel to electric to
• Relevan untuk lingkungan proyek konstruksi dengan directly reduce Scope 1 emissions.
mobilitas tinggi dan pola penggunaan kendaraan • Relevant for construction project environments with high
yang terukur. mobility and measured vehicle usage patterns.
Transisi BBM ke Alternative Biofuel Fuel Transition to Alternative Biofuels
• Substitusi BBM fosil dengan biofuel untuk menurunkan • Substituting fossil fuels with biofuels to reduce Scope
emisi Scope 1. 1 emissions.
• Berperan sebagai solusi transisi untuk armada dan alat • Serving as a transitional solution for fleets and heavy
berat yang belum dapat dielektrifikasi. equipment that cannot yet be electrified.
Pemanfaatan Renewable Energy Certificate Utilization of Renewable Energy Certificates
• Mendukung pengurangan emisi Scope 2 melalui klaim • Support Scope 2 emission reductions by claiming
penggunaan listrik yang bersumber energi terbarukan. electricity use from renewable energy sources.
• Solusi transisi sebelum implementasi energi terbarukan • A transitional solution before the full implementation of
on-site secara penuh memungkinkan. on-site renewable energy is possible.
• Meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi • Increase the share of renewable energy in WIKA Holding's
operasional WIKA Holding. operational energy mix.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 43
Page 44
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Penurunan Emisi berbasis Nature-based Solutions Nature-Based Solutions-Based Emission Reduction
• Mengimbangi sebagian emisi gas rumah kaca yang • Offset a portion of the company's annual greenhouse
dihasilkan perusahaan setiap tahun. gas emissions.
• Berperan sebagai pelengkap upaya penurunan emisi • Serve as a complement to direct emission reduction
langsung menuju Net-Zero. efforts towards Net-Zero.
STRATEGI ASPEK SOSIAL SOCIAL ASPECT STRATEGY
Perseroan memandang pengembangan kapasitas sumber The Company views human capital capacity development
daya manusia sebagai strategi sosial yang fundamental dalam as a fundamental social strategy in supporting business
mendukung keberlanjutan usaha dan penciptaan nilai jangka sustainability and long-term value creation. Improving
panjang. Peningkatan kompetensi karyawan berkontribusi employee competency contributes to work quality,
terhadap kualitas kerja, produktivitas, keselamatan kerja, productivity, safety, innovation, and the creation of an
inovasi, serta terciptanya lingkungan kerja yang inklusif dan inclusive and adaptive work environment. From an IFRS S1
adaptif. Dalam perspektif IFRS S1, investasi pada pelatihan dan perspective, investment in training and education is part of
pendidikan merupakan bagian dari pengelolaan risiko sosial, managing social risks, such as the skills gap, low retention rates,
seperti kesenjangan keterampilan (skill gap), rendahnya tingkat unpreparedness for digital transformation and ESG demands,
retensi, ketidaksiapan menghadapi transformasi digital dan and the potential for decreased workforce competitiveness.
tuntutan ESG, serta potensi penurunan daya saing tenaga kerja.
Perseroan menyelenggarakan program pendidikan dan The Company provides education and training programs
pelatihan melalui pusat pelatihan internal, yaitu WIKA Pratama through its internal training centers, WIKA Pratama and
dan WIKASATRIAN, yang berfokus pada penguatan kompetensi WIKASATRIAN, which focus on strengthening technical
teknis dan kepemimpinan berbasis nilai perusahaan. Melalui competencies and value-based leadership. Through these
fasilitas ini, karyawan memperoleh pembelajaran terkait inovasi facilities, employees learn about the latest innovations, cutting-
terbaru, teknologi konstruksi terkini, serta praktik terbaik edge construction technologies, and industry best practices
industri guna memastikan kesiapan menghadapi dinamika to ensure readiness for business and regulatory dynamics.
bisnis dan regulasi.
Dalam melaksanakan strategi pelatihan dan pendidikan, In carrying out its training and education strategy, the Company
Perseroan mempertimbangkan adanya trade-offs antara considers the trade-offs between increasing costs and time
peningkatan biaya dan alokasi waktu pelatihan dalam jangka allocation for training in the short term, which could potentially
pendek yang berpotensi menambah beban operasional serta increase operational burdens and reduce productivity, while
mengurangi produktivitas sementara dengan manfaat jangka also offering medium- and long-term benefits in the form of
menengah dan panjang berupa peningkatan kompetensi, increased competency, work efficiency, operational safety,
efisiensi kerja, keselamatan operasional, retensi karyawan, employee retention, and strengthening the company's
serta penguatan reputasi dan daya saing perusahaan. Perseroan reputation and competitiveness. The Company believes
menilai bahwa investasi pada pengembangan sumber daya that investing in human resource development, including
manusia, termasuk integrasi aspek ESG dalam program the integration of ESG aspects into training programs, while
pelatihan, meskipun memerlukan sumber daya tambahan requiring additional resources and adjustments to work
dan penyesuaian proses kerja, akan menghasilkan nilai sosial processes, will generate greater social and economic value
dan ekonomi yang lebih besar melalui pengurangan risiko through reduced operational risks, increased readiness to face
operasional, peningkatan kesiapan menghadapi perubahan regulatory changes and market demands, and the creation of
regulasi dan tuntutan pasar, serta penciptaan budaya kerja a sustainable work culture.
yang berkelanjutan.
POLICY COMMITMENT [GRI 2-23, GRI 2-24] POLICY COMMITMENT [GRI 2-23, GRI 2-24]
Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, Perseroan berpedoman In carrying out its business activities, the Company adheres
pada berbagai ketentuan yang berlaku, baik di tingkat nasional to various applicable provisions, both nationally and
maupun internasional, yang relevan dengan aktivitas bisnis internationally, that are relevant to its business activities.
Perseroan. Salah satu standar internasional yang menjadi acuan One of the international standards the Company uses a a
Perseroan di bidang ketenagakerjaan adalah ketentuan dari reference in the employment sector is the provisions of the
International Labor Organization (ILO). Sedangkan, peraturan International Labor Organization (ILO). Meanwhile, the national
nasional yang diacu antara lain: regulations referred to include:
44 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 45
1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar 1. Law Number 8 of 1995 concerning Capital Markets, as
Modal sebagaimana terakhir diubah dengan Undang- last amended by Law Number 4 of 2023 concerning the
Undang Nomor 4 tahun 2023 tentang Pengembangan Development and Strengthening of the Financial Sector;
dan Penguatan Sektor Keuangan;
2. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan 2. Law Number 16 of 2025 concerning the Fourth
Keempat Atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 Amendment to Law Number 19 of 2003 concerning
Tentang Badan Usaha Milik Negara; State-Owned Enterprises;
3. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang 3. Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability
Perseroan Terbatas sebagaimana terakhir diubah dengan Companies, as last amended by Law Number 6 of 2023
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan concerning the Stipulation of Government Regulation in
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor Lieu of Law Number 2 of 2022 concerning Job Creation
2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang- into Law;
Undang;
4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang 4. Law Number 32 of 2009 concerning Environmental
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Protection and Management, as last amended by
sebagaimana terakhir diubah dengan Undang-Undang Law Number 6 of 2023 concerning the Stipulation of
Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Government Regulation in Lieu of Law Number 2 of 2022
Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun concerning Job Creation into Law;
2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang;
5. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang 5. Law Number 16 of 2016 concerning Ratification of the
Pengesahan Paris Agreement To The United Nations Paris Agreement to the United Nations Framework
Framework Convention On Climate Change (Persetujuan Convention on Climate Change;
Paris Atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-
Bangsa mengenai Perubahan Iklim);
6. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa 6. Law Number 2 of 2017 concerning Construction Services,
Konstruksi sebagaimana terakhir diubah dengan Undang- as last amended by Law Number 6 of 2023 concerning
Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan the Stipulation of Government Regulation in Lieu of Law
Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun Number 2 of 2022 concerning Job Creation into Law;
2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1971 tentang 7. Government Regulation Number 40 of 1971 concerning
Pengalihan Bentuk Perusahaan Bangunan Negara Wijaya the Conversion of the State-Owned Enterprise Wijaya
Karya Menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO); Karya to a Limited Liability Company (Persero);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1998 tentang 8. Government Regulation Number 27 of 1998 concerning
Penggabungan, Peleburan, dan Pengambilalihan Mergers, Amalgamations, and Acquisitions of Limited
Perseroan Terbatas; Liability Companies;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1999 tentang 9. Government Regulation Number 15 of 1999 concerning
Bentuk-Bentuk Tagihan Tertentu Yang Dapat Certain Forms of Claims That Can Be Offset as
Dikompensasikan Sebagai Setoran Saham; Share Deposits;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2005 tentang 10. Government Regulation Number 33 of 2005 concerning
Tata Cara Privatisasi Perusahaan Perseroan (Persero) Procedures for the Privatization of Limited Liability Companies
sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah (Persero), as amended by Government Regulation Number
Nomor 59 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan 59 of 2009 concerning Amendments to Government
Pemerintah Nomor 33 Tahun 2005 Tentang Tata Cara Regulation Number 33 of 2005 concerning Procedures for
Privatisasi Perusahaan Perseroan Persero; the Privatization of Limited Liability Companies (Persero);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 tentang 11. Government Regulation Number 44 of 2005 concerning
Tata Cara Penyertaan Dan Penatausahaan Modal Negara Procedures for State Capital Participation and Administration
Pada Badan Usaha Milik Negara Dan Perseroan Terbatas in State-Owned Enterprises and Limited Liability Companies,
sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah as amended by Government Regulation Number 72 of
Nomor 72 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan 2016 concerning Amendments to Government Regulation
Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 Tentang Tata Cara Number 44 of 2005 concerning Procedures for State Capital
Penyertaan Dan Penatausahaan Modal Negara Pada Badan Participation and Administration in State-Owned Enterprises
Usaha Milik Negara Dan Perseroan Terbatas; and Limited Liability Companies;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2005 tentang 12. Government Regulation Number 45 of 2005 concerning
Pendirian, Pengurusan, Pengawasan dan Pembubaran the Establishment, Management, Supervision, and
Badan Usaha Milik Negara sebagaimana terakhir diubah Dissolution of State-Owned Enterprises, as last amended
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2022 by Government Regulation Number 23 of 2022 concerning
tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 45 Amendments to Government Regulation Number 45
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 45
Page 46
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan, of 2005 concerning the Establishment, Management,
dan Pembubaran Badan Usaha Milik Negara; Supervision, and Dissolution of State-Owned Enterprises;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2016 tentang 13. Government Regulation Number 42 of 2016 concerning
Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia the Increase in State Capital Participation of the Republic
Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) of Indonesia into the Share Capital of the Limited Liability
PT Wijaya Karya Tbk; Company (Persero) PT Wijaya Karya Tbk.
14. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 tentang 14. Government Regulation Number 22 of 2020 concerning
Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun Implementing Regulations of Law Number 2 of 2017
2017 tentang Jasa Konstruksi sebagaimana terakhir diubah concerning Construction Services, as last amended by
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2021 Government Regulation Number 14 of 2021 concerning
tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor Amendments to Government Regulation Number 22
22 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksana Undang- of 2020 concerning Implementing Regulations of Law
undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi; Number 2 of 2017 concerning Construction Services;
15. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2024 tentang 15. Government Regulation Number 15 of 2024 concerning
Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Additional Capital Participation of the Republic of
ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) Indonesia into the Share Capital of the Limited Liability
PT Wijaya Karya Tbk; Company (Persero) PT Wijaya Karya Tbk
16. Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang 16. Presidential Regulation Number 3 of 2016 concerning the
Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Acceleration of the Implementation of National Strategic
sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan Presiden Projects, as last amended by Presidential Regulation Number
Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga 109 of 2020 concerning the Third Amendment to Presidential
atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Regulation Number 3 of 2016 concerning the Acceleration
Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional; of the Implementation of National Strategic Projects;
17. P e r a t u r a n P r e s i d e n N o m o r 5 9 Ta h u n 2 0 1 7 17. Presidential Regulation Number 59 of 2017 concerning
t e n t a n g P e l a k s a n a a n P e n c a p a i a n Tu j u a n the Implementation of the Sustainable Development
Pembangunan Berkelanjutan; Goals
18. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang 18. Presidential Regulation Number 16 of 2018 concerning
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana Government Procurement of Goods/Services, as last
terakhir diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 12 amended by Presidential Regulation Number 12 of 2021
Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden concerning Amendments to Presidential Regulation
Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/ Number 16 of 2018 concerning Government Procurement
Jasa Pemerintah; of Goods/Services;
19. Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang 19. Presidential Regulation Number 110 of 2025 concerning the
Penyelenggaraan Instrumen nilai ekonomi karbon dan Implementation of Carbon Economic Value Instruments
pengendalian emisi gas rumah kaca nasional; and National Greenhouse Gas Emission Control;
20. Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2022 tentang 20. Presidential Regulation Number 111 of 2022 concerning
Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan; the Implementation of Sustainable Development Goals;
21. Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-01/MBU/03/2023 21. Regulation of the Minister of SOEs Number PER-01/
tentang Penugasan Khusus dan Program Tanggung Jawab MBU/03/2023 concerning Special Assignments and Social
Sosial dan Lingkungan BUMN; and Environmental Responsibility Programs for SOEs;
22. Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023 22. Regulation of the Minister of SOEs Number PER-2/
tentang Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara MBU/03/2023 concerning the Regulation of the Minister
tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi of State-Owned Enterprises concerning Guidelines
Signifikan Badan Usaha Milik Negara; for Governance and Significant Corporate Activities of
State-Owned Enterprises;
23. Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-3/MBU/03/2023 23. Regulation of the Minister of SOEs Number PER-3/
tentang Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara MBU/03/2023 concerning the Regulation of the Minister
tentang Organ dan Sumber Daya Manusia Badan Usaha of State-Owned Enterprises concerning Organs and
Milik Negara; Human Resources of State-Owned Enterprises;
24. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 24. Regulation of the Minister of Public Works and Public
Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Housing Number 9 of 2021 concerning Guidelines for
Konstruksi Berkelanjutan; the Implementation of Sustainable Construction;
25. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan 25. Regulation of the Minister of Environment and Forestry
Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Laksana Penerapan Number 21 of 2022 concerning Procedures for the
Nilai Ekonomi Karbon; Implementation of Carbon Economic Value;
46 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 47
26. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 26. Regulation of the Minister of Energy and Mineral
16 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Nilai Resources Number 16 of 2022 concerning Procedures
Ekonomi Karbon Subsektor Pembangkit Tenaga Listrik; for Implementing the Carbon Economic Value of Power
Generation Subsector;
27. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/ 27. Regulation of the Financial Services Authority Number
POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris 33/POJK.04/2014 concerning the Board of Directors and
Emiten atau Perusahaan Publik; Board of Commissioners of Issuers or Public Companies;
28. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 36/ 28. Regulation of the Financial Services Authority Number 36/
POJK.04/2014 Tahun 2014 tentang Penawaran Umum POJK.04/2014 concerning Continuous Public Offerings
Berkalanjutan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk; of Debt Securities and/or Sukuk
29. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 21/ 29. Regulation of the Financial Services Authority Number
POJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman Tata Kelola 21/POJK.04/2015 concerning the Implementation of
Perusahaan Terbuka; Guidelines for Public Company Governance
30. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 30. Regulation of the Financial Services Authority Number
tentang Keterbukaan atas Informasi atau Fakta Material 31/POJK.04/2015 concerning Disclosure of Material
oleh Emiten atau Perusahaan Publik; sebagaimana yang Information or Facts by Issuers or Public Companies,
telah diubah sebagian dengan Peraturan Otoritas Jasa as partially amended by Regulation of the Financial
Keuangan Nomor 45 tahun 2024 tentang pengembangan Services Authority Number 45 of 2024 concerning
dan penguatan emiten dan perusahaan publik; the development and strengthening of issuers and
public companies;
31. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32 / 31. Regulation of the Financial Services Authority Number
POJK.04/2015 Tahun 2015 tentang Penambahan Modal 31/POJK.04/2015 concerning Disclosure of Material
Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Information or Facts by Issuers or Public Companies;
Efek Terlebih Dahulu; sebagaimana yang telah diubah as partially amended by Regulation of the Financial
sebagian dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Services Authority Number 45 of 2024 concerning
Nomor 45 tahun 2024 tentang pengembangan dan the development and strengthening of issuers and
penguatan emiten dan perusahaan publik; public companies;
32. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/ 32. Regulation of the Financial Services Authority Number
POJK.03/2017 Tahun 2017 tentang Penerapan Keuangan 31/POJK.04/2015 concerning the Disclosure of Material
Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Information or Facts by Issuers or Public Companies;
Perusahaan Publik;
33. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 60 / 33. Financial Services Authority Regulation Number 60/
POJK.04/2016 Tahun 2016 tentang Penerbitan dan POJK.04/2016 of 2016 concerning the Issuance and
Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan Requirements for Environmentally Friendly Debt Securities
(Green Bond); sebagaimana yang telah diubah sebagian (Green Bonds); as partially amended by Financial Services
dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 3/ Authority Regulation Number 3/PJOK.04/2021 of 2021;
PJOK.04/2021 Tahun 2021;
34. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/ 34. Financial Services Authority Regulation Number
POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan 15/POJK.04/2020 concerning the Planning and
Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka; Implementation of General Meetings of Shareholders
of Public Companies;
35. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 16/ 35. Financial Services Authority Regulation Number 16/
POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan Rapat Umum POJK.04/2020 concerning the Electronic Implementation
Pemegang Saham Perusahaan Terbuka Secara Elektronik; of General Meetings of Shareholders of Public Companies;
sebagaimana yang telah diubah dengan Peraturan Otoritas as amended by Financial Services Authority Regulation
Jasa Keuangan Nomor 14 Tahun 2025; Number 14 of 2025;
36. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/ 36. Financial Services Authority Regulation Number 17/
POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan POJK.04/2020 concerning Material Transactions and
Kegiatan Usaha; Changes in Business Activities;
37. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/ 37. Financial Services Authority Regulation Number 42/
POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi POJK.04/2020 concerning Affiliated Transactions and
Benturan Kepentingan; Conflict of Interest Transactions;
38. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 3/POJK.04/2021 38. Financial Services Authority Regulation Number 3/
tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar POJK.04/2021 concerning the Implementation of Activities
Modal; sebagaimana yang telah diubah sebagian dengan in the Capital Market Sector; as partially amended by
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 9 Tahun 2025; Financial Services Authority Regulation Number 9 of 2025;
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 47
Page 48
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
39. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 16/ 39. Circular Letter of the Financial Services Authority Number
SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan 16/SEOJK.04/2021 concerning the Form and Content of
Emiten atau Perusahaan Publik. Annual Reports of Issuers or Public Companies.
Di samping itu, Perseroan juga berkomitmen untuk In addition, the Company is also committed to ensuring that
memastikan bahwa kegiatan bisnisnya telah sesuai dengan its business activities comply with international standards, as
standar internasional yang tercermin dengan telah dimilikinya: reflected in its ownership of:
1. ISO 21500:2021 tentang Sistem Manajemen Proyek 1. ISO 21500:2021 on Project Management Systems
2. ISO 31000:2018 tentang Sistem Manajemen Risiko 2. ISO 31000:2018 on Risk Management Systems
3. ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu 3. ISO 9001:2015 on Quality Management Systems
4. ISO 14001:2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan 4. ISO 14001:2015 on Environmental Management Systems
5. ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Kesehatan 5. ISO 45001:2018 on Occupational Health and Safety
dan Keselamatan Kerja Management Systems
6. ISO 19650-1:2018 Kitemark tentang Penerapan Building 6. ISO 19650-1:2018 Kitemark on the Application of Building
Information Modelling (Konsep dan Prinsip) Information Modeling (Concepts and Principles)
7. ISO 20000-1:2018 tentang Sistem Manajemen Layanan 7. ISO 20000-1:2018 on Information Technology Service
Teknologi Informasi Management Systems
8. ISO 27701:2019 tentang Sistem Manajemen Informasi 8. ISO 27701:2019 on Privacy Information Management
Privasi Systems
9. ISO 27001: 2022 tentang Sistem Manajemen Pengamanan 9. ISO 27001:2022 on Information Security Management
Informasi Systems
10. ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti 10. ISO 37001:2016 concerning Anti-Bribery Management
Penyuapan Systems
Beragam ketentuan nasional maupun internasional yang Various national and international regulations have been
menjadi rujukan telah diadopsi ke dalam kebijakan internal adopted into the Company's internal policies and are
Perseroan dan dilengkapi dengan mekanisme uji tuntas. complemented by a due diligence mechanism. This step is
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh taken to ensure that all policies are implemented optimally
kebijakan tersebut dapat diimplementasikan secara and in accordance with applicable regulations. Furthermore,
optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain the determination of responsibility for the implementation of
itu, penetapan bentuk tanggung jawab atas pelaksanaan each established policy is realized through the development
setiap kebijakan yang telah ditetapkan diwujudkan melalui of an appropriate organizational structure aligned with the
pengembangan struktur organisasi yang tepat dan selaras Company's needs. Details regarding the policies, due diligence
dengan kebutuhan Perseroan. Adapun rincian mengenai process, and parties responsible for the Company's policies
kebijakan, proses uji tuntas, serta pihak yang bertanggung are as follows.
jawab atas kebijakan Perseroan adalah sebagai berikut.
Kebijakan Uji Tuntas (Due Dilligence) Penanggung Jawab
No
Policy Due Dilligence PIC
Kebijakan Sistem Manajemen
1
Management System Policy
• Pengukuran Keselamatan dan Kesehatan Kerja,
mencakup Health, Safety and Environment (HSE) Level,
Frequency Rate, Severity Rate, Risk Containment Audit,
Jumlah Penyakit Akibat Kerja.
• Pengukuran aspek Lingkungan, mencakup pengurangan
penggunaan kertas, tumpahan minyak, intensitas
konsumsi energi listrik, pengurangan penggunaan BBM
dan penggunaan air bersih.
Kebijakan K3L (Keselamatan, • ISO 14001:2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan
Kesehatan Dan Lingkungan) • ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Kesehatan
dan Keselamatan Kerja Risk Management & Quality, Health,
Occupational Health, Safety and Environment Division
Safety, and Environment • Occupational Health and Safety Measurement, including
(HSE) Policy Health, Safety, and Environment (HSE) Level, Frequency
Rate, Severity Rate, Risk Containment Audit, and
Number of Occupational Diseases.
• Environmental Aspect Measurement, including paper
reduction, oil spills, electricity consumption intensity,
fuel consumption reduction, and clean water use.
• ISO 14001:2015 on Environmental Management Systems
• ISO 45001:2018 on Occupational Health and Safety
Management Systems
48 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 49
Kebijakan Uji Tuntas (Due Dilligence) Penanggung Jawab
No
Policy Due Dilligence PIC
• Pengukuran Quality Management System Level (QMSL).
• Pengukuran Quality Product, mencakup Quality Product
Assessment (QPass) pekerjaan struktur, QPass Pekerjaan
Kebijakan Sistem
Finishing dan QPass pekerjaan MEP.
Manajemen Mutu Risk Management & Quality, Health,
• Quality Management System Level (QMSL) Safety and Environment Division
Quality Management
Measurement.
System Policy
• Product Quality Measurement, including Quality Product
Assessment (QPass) for structural work, QPass for
Finishing Work, and QPass for MEP work.
• Pengukuran Risk Maturity Level oleh pihak Eksternal.
Kebijakan Sistem • Assessment Risk Management System oleh pihak
Manajemen Risiko Eksternal yang dilakukan secara berkala, satu tahun sekali. Risk Management & Quality, Health,
Risk Management • Risk Maturity Level Measurement by External Parties. Safety and Environment Division
System Policy • Risk Management System Assessment by External
Parties, conducted periodically, once a year.
• Audit oleh Pihak Internal dan Eksternal yang dilakukan
secara berkala, satu tahun sekali.
Kebijakan Sistem Layanan, • Melakukan Control Objectives for Information and
Keamanan, dan Informasi Related Technologies (COBIT) yang diaudit 2 (dua) tahun
Privasi sekali yang dilakukan oleh pihak eksternal. Transformation & Information
Service, Information • Internal and External Audits, conducted periodically, Technology Division
Security, and Privacy once a year.
Management System Policy • Conducting Control Objectives for Information and
Related Technologies (COBIT) audits every two years by
an external party.
Kebijakan Sistem Audit oleh Pihak Internal dan Eksternal yang dilakukan secara Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan
Manajemen Anti Penyuapan berkala, satu tahun sekali. (FKAP)
Anti-Bribery Management Internal and external audits are conducted periodically, once Anti-Bribery Compliance Function
System Policy a year. (FKAP)
• Pengukuran Quality Management System Level (QMSL).
• Pengukuran Keselamatan dan Kesehatan Kerja,
mencakup Health, Safety and Environment (HSE) Level,
Frequency Rate, Severity Rate, Risk Containment Audit,
Jumlah Penyakit Akibat Kerja.
• Pengukuran aspek 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rajin, Rawat)
• Pengukuran aspek Lingkungan, mencakup pengurangan
penggunaan kertas, tumpahan minyak, intensitas
konsumsi energi listrik, pengurangan penggunaan BBM
dan penggunaan air bersih.
• Pengukuran Quality Product, mencakup Quality Product
Assessment (QPass) pekerjaan struktur, QPass Pekerjaan
Finishing dan QPass pekerjaan MEP.
• Audit oleh Pihak Internal dan Eksternal yang dilakukan
Kebijakan Sistem
secara berkala, satu tahun sekali.
Manajemen Proyek Risk Management & Quality, Health,
• Measuring the Quality Management System Level Safety and Environment Division
Project Management
(QMSL).
System Policy
• Measuring Occupational Health and Safety, including
Health, Safety, and Environment (HSE) Level, Frequency
Rate, Severity Rate, Risk Containment Audit, and
Number of Occupational Illnesses.
• Measuring the 5R aspects (Compact, Neat, Clean,
Diligent, Maintain).
• Measuring environmental aspects, including paper
reduction, oil spills, electricity consumption intensity,
fuel consumption reduction, and clean water use.
• Measuring product quality, including Quality Product
Assessment (QPass) for structural work, QPass for
finishing work, and QPass for MEP work.
• Internal and external audits are conducted periodically,
once a year.
Kebijakan Sistem
Manajemen Building Audit oleh Pihak Internal dan Eksternal yang dilakukan secara
Information Modelling (BIM) berkala, satu tahun sekali. Transformation & Information
Building Information Internal and external audits are conducted periodically, once Technology Division
Modeling (BIM) a year.
Management System Policy
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 49
Page 50
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Kebijakan Uji Tuntas (Due Dilligence) Penanggung Jawab
No
Policy Due Dilligence PIC
Kebijakan Tata Kelola Evaluasi dan monitoring melalui Rapat Bulanan
Terintegrasi Tata Kelola Terintegrasi.
2 Corporate Secretary
Integrated Governance Evaluation and monitoring through Integrated Governance
Policy Monthly Meetings
Melakukan inisiasi, perencanaan, pelaksanaan, monitoring &
Kebijakan Keberlanjutan evaluasi terhadap pemenuhan ESG melalui ESG Rating. Transformation & Information
3
Sustainability Policy Initiating, planning, implementing, monitoring, and Technology Division
evaluating ESG compliance through ESG Ratings.
Pemantauan pada penerapan kode etik yang dilakukan setiap
tahunnya dengan mewajibkan seluruh pegawai Perseroan
Kebijakan Berperilaku Saling
untuk menandatangani pernyataan komitmen penerapan
Menghargai di Tempat Kerja
kode etik sesuai dengan Code of Conduct yang dilakukan
(Respectful Workplace Policy
4 secara online. Human Capital Division
(RWP))
Monitoring the implementation of code of ethics annually
Respectful Workplace Policy
by requiring all Company employees to sign an online
(RWP)
statement of commitment to implementing the code of
ethics in accordance with the Code of Conduct.
Kebijakan Keanekaragaman
Hayati dan Restorasi Lahan ISO 14001:2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan Transformation & Information
5
Biodiversity and Land ISO 14001:2015 on Environmental Management Systems Technology Division
Restoration Policy
Kebijakan Hak Asasi Manusia Evaluasi berkala
6 Human Capital Division
Human Rights Policy Periodic Evaluation
Kebijakan Pelindungan Data ISO 27701:2019 tentang Sistem Manajemen Informasi
Pribadi Privasi Transformation & Information
7
Personal Data Protection ISO 27701:2019 on Privacy Information Management Technology Division
Policy Systems
Kebijakan Benturan Kepentingan
dan Transaksi Orang Dalam Assessment Good Corporate Governance
8 Corporate Secretary
Conflict of Interest and Insider Good Corporate Governance Assessment
Transactions Policy
• Pengukuran Keselamatan dan Kesehatan Kerja,
mencakup Health, Safety and Environment (HSE),
Frequency Rate, Severity Rate, Risk Containment Audit,
Penyakit Akibat Kerja.
• Pemantauan pada penerapan kode etik yang dilakukan
setiap tahunnya dengan mewajibkan seluruh pegawai
Perseroan untuk menandatangani pernyataan komitmen
penerapan kode etik sesuai dengan Code of Conduct
Kebijakan Khusus K3L
yang dilakukan secara online.
(Keselamatan, Kesehatan Kerja
• Pengukuran Kesehatan pekerja sebelum melaksanakan
dan Lingkungan) Risk Management & Quality, Health,
9 pekerjaan dengan pengukuran Fit To Work.
Special HSE (Occupational Safety and Environment Division
• Occupational Safety and Health Measurement, including
Safety, Health, and
Health, Safety, and Environment (HSE), Frequency Rate,
Environment) Policy
Severity Rate, Risk Containment Audit, and Occupational
Diseases.
• 1. Monitoring the implementation of code of ethics
annually by requiring all Company employees to sign an
online statement of commitment to implementing the
code of ethics in accordance with the Code of Conduct.
• 2. Measuring employee health before starting work using
the Fit to Work assessment.
Perjanjian Kerja Bersama Pengukuran Indeks Keterikatan Pegawai
10 Human Capital Division
Collective Labour Agreement Employee Engagement Index Measurement
50 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 51
Selanjutnya, penerapan prinsip kehati-hatian yang dilaksanakan Furthermore, the application of the principle of prudence
oleh Perseroan tertuang dalam Kebijakan Stop Work Action implemented by the Company is outlined in the Stop Work
(SWA). Di dalam kebijakan tersebut, Perseroan telah menetapkan Action (SWA) Policy. In this policy, the Company has stipulated
bahwa Pimpinan Perseroan memberikan wewenang penuh that the Company's management gives full authority to every
kepada setiap karyawan dan mitra kerja untuk mencegah employee and work partner to prevent work accidents by
kecelakaan kerja dengan menghentikan pekerjaan atau Stop stopping work or Stop Work Action (SWA) if they encounter
Work Action (SWA), jika menemukan tindakan atau kondisi yang dangerous actions or conditions and the work does not comply
berbahaya serta pekerjaan tidak sesuai dengan peraturan yang with applicable regulations. The SWA may be revoked by
berlaku, SWA dapat dicabut oleh pemberi SWA apabila Tindakan the issuer if the dangerous actions or conditions have been
atau kondisi yang berbahaya sudah diperbaiki. Beberapa pekerjaan rectified. Some of the work activities that may be subject
yang dapat dilakukan SWA yaitu: to SWA include:
1. Apabila dalam melakukan pekerjaan di ketinggian, 1. If, when working at heights, workers do not use Personal
pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) Protective Equipment (PPE) a full-body harness;
Full body harness;
2. Tidak terdapat Earth-Leakage Circuit Breaker (ELCB) pada 2. There is no Earth-Leakage Circuit Breaker (ELCB) on the
panel Listrik; electrical panel;
3. Aktivitas lain yang memiliki risiko bahaya yang berakibat 3. Other activities that pose a risk of danger leading to
accident/fatality. accidents/fatalities.
Perseroan juga melakukan program tematik K3L untuk The Company also implements a thematic K3L program to
menerapkan prinsip kehati-hatian yang dilakukan secara triwulan apply the principle of caution, conducted quarterly to discuss
untuk membahas isu-isu apa saja yang memerlukan perhatian issues requiring attention and immediate corrective actions.
dan Tindakan perbaikan segera. Selama tahun 2025 terdapat 9 During 2025, there were 9 (nine) themes in the thematic
(sembilan) tema dalam program tematik yaitu: program, namely:
1. Penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) 1. Implementation of 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
2. Pengelolaan Limbah B3 dan Non B3 2. Management of Hazardous and Non-Hazardous Waste
3. 5R 3. 5R
4. Keselamatan pada pesawat angkat angkut 4. Safety on lifting and transport aircraft
5. Praktek kerja aman pada Scaffolding 5. Safe work practices on scaffolding
6. Praktek kerja aman pada pekerjaan kelistrikan 6. Safe work practices in electrical work
7. APD 7. PPE
8. Inspeksi Keselamatan Peralatan Kerja 8. Work Equipment Safety Inspection
9. Permit to Work (PTW) 9. Permit to Work (PTW)
Program tematis merupakan program rutin terkait Health, Thematic programs are routine programs related to Health,
Safety and Environmental (HSE) yang ditujukan untuk seluruh Safety and Environment (HSE) aimed at all WIKA employees,
insan WIKA terutama pada bidang HSE, Produksi dan Lapangan especially those in the fields of HSE, Production and Field
supaya lebih aware terhadap aktivitas pekerjaan di lapangan. Operations, to raise awareness of work activities in the field.
Bentuk kegiatan tematis berupa pelatihan rutin seluruh tim Thematic activities take the form of regular training for all
proyek, kampanye dan promosi, pengawasan dan penegakan project teams, campaigns and promotions, supervision
implementasi dan monitoring serta evaluasi terkait pelaksanaan and enforcement of implementation, and monitoring and
program tersebut. Adapun tujuan dari program tematis ini yaitu evaluation related to the implementation of the program.
meningkatkan ketajaman personil proyek dalam menilai risiko The objectives of this thematic program are to improve
bahaya, pemahaman sistem penilaian risiko bahaya tidak hanya the sharpness of project personnel in assessing hazards
di personil HSE namun juga pelaksana dan personil non HSE and understanding the hazard assessment system, not only
lainnya, menertibkan secara tegas baik personil maupun pekerja for HSE personnel but also for implementers and non-HSE
untuk menerapkan HSE dan memastikan agar seluruh pekerja personnel, strictly enforcing both personnel and workers
dalam kondisi sehat dan siap untuk bekerja. Pada akhir 2024 to apply HSE and ensuring that all workers are in good
program tematis bertransformasi menjadi program Bi Weekly health and ready to work. By the end of 2024, the thematic
(Pengurangan laporan, monitoring intens dengan waktu real time, program will transform into a Bi-Weekly program (reducing
evidence dapat terlihat langsung). Bi Weekly program monitoring reports, intensive real-time monitoring, with evidence visible
secara online ke seluruh WIKA Group. directly). The Bi-Weekly program will monitor all WIKA Group
operations online.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 51
Page 52
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Khusus terkait penghormatan hak asasi manusia, telah tertuang Specifically related to respect for human rights, this is outlined
dalam Kebijakan Berperilaku Saling Menghargai di Tempat in the Respectful Workplace Policy (RWP). This policy focuses
Kerja (Respectful Workplace Policy (RWP)). Kebijakan tersebut on fulfilling the rights of each individual in accordance with the
difokuskan pada pemenuhan hak-hak masing-masing insan provisions of the Collective Labor Agreement (PKB), whereby
Perseroan selaras dengan yang dituangkan dalam Perjanjian Kerja the Company's management guarantees the rights of all WIKA
Bersama (PKB) bahwa manajemen Perseroan menjamin hak-hak employees, ensuring that there are no human rights violations
dari seluruh insan WIKA, sehingga tidak terdapat pelanggaran by the Company or its Labor Union. The agreement explains
hak asasi manusia bagi Perseroan dengan Serikat Pekerjanya. Di the rights of the labor union, which include providing advice
dalam perjanjian tersebut, telah dijelaskan hak serikat pekerja to the Company regarding employee welfare, protecting
yang mencakup pemberian saran kepada Perseroan sehubungan the rights of its members in accordance with applicable
dengan kesejahteraan karyawan, melakukan perlindungan laws and regulations, and the Labor Union can provide
terhadap hak-hak anggotanya sesuai dengan Peraturan input to improve the effectiveness and efficiency of the
Perundang-undangan yang berlaku, serta Serikat Pekerja dapat Company's management.
memberi masukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi
dalam pengelolaan Perseroan.
Perseroan juga menjunjung kesetaraan kesempatan bekerja bagi The Company also upholds equal employment opportunities
kelompok rentan yang mengacu pada Undang-undang Nomor for vulnerable groups in accordance with Law No. 8 of 2016
8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas Pasal 53 yang concerning Persons with Disabilities, Article 53, which states
menyatakan bahwa Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan Usaha that the Government, Regional Governments, State-Owned
Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah wajib mempekerjakan Enterprises, and Regional-Owned Enterprises are required to
paling sedikit 2% (dua persen) Penyandang Disabilitas dari jumlah employ at least 2% (two percent) of persons with Disabilities
pegawai atau pekerja. Sejalan dengan hal ini, Perseroan telah out of the total number of employees or workers. In line with
mempekerjakan sebanyak 5 (lima) orang pegawai aktif dengan this, the Company has employed 5 (five) active employees
kategori penyandang disabilitas. with disabilities.
Pada lokasi proyek, penghormatan hak asasi manusia juga At the project site, respect for human rights is also consistently
senantiasa diterapkan oleh Perseroan dengan mengacu pada applied by the Company with reference to ISO 21500:2021 on
ISO 21500:2021 tentang Sistem Manajemen Proyek. Sedangkan, Project Management Systems. Meanwhile, respect for human
penghormatan hak asasi manusia untuk penyedia barang dan rights for goods and service providers is regulated in the
jasa telah diatur pada Pelaksanaan pengadaan barang dan jasa procurement of goods and services as outlined in procedure
tertuang dalam prosedur No. WIKA-SCM-PM-01.01 tanggal 31 No. WIKA-SCM-PM-01.01 dated October 31, 2025, concerning
Oktober 2025 tentang Prosedur Pengadaan dan Supply Chain Procurement and Supply Chain Management Procedures. The
Management. Komitmen Perseroan terhadap pemenuhan harapan Company's commitment to meeting customer expectations
dan kepuasan pelanggan diatur dalam Prosedur Manajemen and satisfaction is regulated in the WIKA-QAS-PM-02.01
Mutu WIKA-QAS-PM-02.01. Atas komitmen Perseroan Quality Management Procedure. In line with the Company's
dalam menghormati HAM, sepanjang tahun 2025 Perseroan commitment to respecting human rights, throughout 2025
tidak terlibat dalam insiden terkait HAM di seluruh aktivitas the Company was not involved in any human rights-related
operasional Perseroan. incidents in all of its operational activities.
Berbagai kebijakan yang dimiliki oleh Perseroan telah disahkan Various policies of the Company have been approved by
oleh Direksi dan dipublikasikan serta disosialisasikan kepada the Board of Directors and published and disseminated to
seluruh karyawan, mitra bisnis dan pihak terkait lainnya melalui all employees, business partners and other related parties
website resmi Perseroan yaitu https://www.wika.co.id/. Terkait through the Company's official website, https://www.wika.
dengan kebijakan yang berlaku bagi mitra bisnis senantiasa co.id/. Policies applicable to business partners are always
disosialisasikan pada pertemuan rutin dengan mitra bisnis. disseminated at regular meetings with business partners.
Namun, masih terdapat beberapa kebijakan yang tidak diunggah However, there are still some policies that are not uploaded
di dalam website dengan alasan agar pembaca kebijakan tepat to the website for the sake of ensuring that the readers of
sasaran. Terkait dengan kebijakan yang tidak diunggah melalui the policies are the right target audience. Policies that are not
website resmi Perseroan disosialiasikan kepada karyawan, mitra uploaded to the Company's official website are disseminated
bisnis dan pihak lainnya melalui portal internal yaitu WIKA ZONE. to employees, business partners and other parties through
Seluruh kebijakan juga dituangkan dalam Surat Keputusan Direksi an internal portal called WIKA ZONE. All policies are also
dan dilaksanakan secara efektif dengan melakukan monitoring outlined in a Board of Directors Decree and are implemented
dan evaluasi secara berkala. effectively through regular monitoring and evaluation.
52 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 53
Seluruh kebijakan telah diturunkan dalam dokumen Prosedur All policies have been outlined in the Procedures and/or Work
dan/atau Instruksi Kerja yang telah terintegrasi dengan Instructions documents that have been integrated with the
strategi perusahaan yang menjadi panduan bagi seluruh insan Company's strategy and serve as guidelines for all Company
Perseroan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. People in carrying out their duties and responsibilities.
Prosedur dan/atau Instruksi Kerja senantiasa disosialisasikan Procedures and/or Work Instructions are continuously
baik kepada pihak internal maupun eksternal yang relevan. disseminated to both relevant internal and external parties.
Di samping itu, WIKA memiliki Kode Etik yang menjadi dasar In addition, WIKA has a Code of Conduct that serves as the
dalam menetapkan standar perilaku pribadi dan profesional basis for establishing standards of personal and professional
bagi seluruh insan perusahaan. Kode Etik tersebut berlaku behavior for all company people. The Code of Conduct
bagi Dewan Komisaris, Direksi, serta seluruh insan WIKA, applies to the Board of Commissioners, Board of Directors,
baik pegawai tetap maupun pegawai kontrak. Kode Etik ini and all WIKA People, both permanent and contract employees.
berfungsi sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan This Code of Conduct serves as a guideline in carrying out
operasional perusahaan agar setiap proses bisnis dijalankan operational activities of the Company, so that every business
dengan senantiasa memperhatikan dan mengelola risiko process is executed with constant attention to and responsibly
lingkungan dan sosial secara bertanggung jawab. Implementasi manage environmental and social risks. The implementation
Kode Etik WIKA didukung oleh berbagai kebijakan internal of WIKA's Code of Conduct is supported by various internal
serta mekanisme pernyataan kepatuhan, antara lain melalui policies and compliance statement mechanisms, including
penandatanganan Pakta Integritas dan penyampaian annual through the signing of an Integrity Pact and the submission of
disclosures, yang mencerminkan komitmen perusahaan dalam annual disclosures, which reflect the company's commitment
mengendalikan risiko utama yang berkaitan dengan etika bisnis. to controlling key risks related to business ethics. In the
Dalam proses pengadaan barang dan jasa, penandatanganan procurement process for goods and services, the signing of
Pakta Integritas juga diwajibkan bagi vendor dan mitra usaha an Integrity Pact is also required for vendors and business
sebagai bagian dari upaya penerapan prinsip integritas dan partners as part of efforts to apply the principles of integrity and
transparansi. Selain itu, perusahaan secara berkelanjutan transparency. In addition, the company continuously internalizes
melakukan internalisasi Kode Etik melalui berbagai program, the Code of Conduct through various programs, including
termasuk program onboarding bagi pegawai baru yang an onboarding program for new employees that covers an
mencakup pengenalan Kode Etik, etika bisnis, serta kewajiban introduction to the Code of Conduct, business ethics, and
kepatuhan. Untuk memaksimalkan penerapan kebijakan, compliance obligations. To maximize policy implementation,
Perseroan telah memberikan pelatihan sebagai berikut. the Company has provided the following training
Jumlah Peserta Nomor Surat Tugas
Pelatihan Tanggal Pelaksanaan Tempat Pelaksanaan
Number of Number
Training Date of Implementation Venue
Participants Assignment Letter
22-31 Agustus 2025
(Batch 1)
08-15 September 2025 1714 (Batch 1)
Pelatihan PKB Awareness (Batch 2) SE.01.01/A.HC.00386/2025
WIKADEMY
PKB Awareness Training August 22-31, 2025 (Batch 2)
(Batch 1) 124 (Batch 2)
September 8-15, 2025
(Batch 2)
Pelatihan SMAP 20-22 Agustus 2025
Online via Zoom 28 ST.02.01/A.DIR.00075/2025
SMAP Training August 20-22, 2025
Pelatihan Awareness ISO 27701 22 Juli 2025 Hybrid (WIKA Tower 2 dan
31 ST.02.01/A.DIR.00063/2025
ISO 27701 Awareness Training July 22, 2025 online via MS Teams)
Pelatihan dan Sertifikasi CEH, ISO
270001, ISO 20000, dan ISTQB Juli - September 2025 Axa Tower, Jl. Prof. Dr.
4 ST.02.01/A.HC.00345/2025
CEH, ISO 270001, ISO 20000, and July - September 2025 Satrio Kav. 18 Jakarta
ISTQB Training and Certification
Pelatihan Sistem Manajemen
Kepatuhan (SMK) Berbasis ISO
37301:2021 25 - 26 Juni 2025 Hybrid (WIKA Tower 2 dan
20 ST.02.01/A.HC.00304/2025
Compliance Management System June 25 - 26, 2025 online via Zoom)
(CMS) Training Based on ISO
37301:2021
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 53
Page 54
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
PROSES UNTUK MEMULIHKAN DAMPAK PROCESS FOR REMEDIATING NEGATIVE
NEGATIF [GRI 2-25] IMPACTS [GRI 2-25]
Perseroan menyadari bahwa dalam menjalankan aktivitas The Company recognizes that, in carrying out its business
usahanya dapat menimbulkan dampak negatif terhadap pekerja, activities, it may generate negative impacts on workers,
mitra kerja, masyarakat, maupun lingkungan. Sejalan dengan business partners, communities, and the environment. In line
prinsip governans dan pembangunan berkelanjutan, Perseroan with the principles of governance and sustainable development,
berkomitmen untuk menyediakan dan/atau bekerja sama dalam the Company is committed to providing and/or cooperating in
proses pemulihan (remediasi) terhadap setiap dampak negatif remediation processes for any negative impacts identified as
yang diidentifikasi sebagai akibat dari kegiatan Perseroan atau resulting from, or contributed to by, the Company’s activities.
yang melibatkan kontribusi Perseroan.
Salah satu dampak negatif utama yang dihadapi Perseroan One of the main negative impacts faced by the Company is
adalah risiko kecelakaan kerja dan insiden K3L. Untuk itu, the risk of occupational accidents and HSE (Health, Safety,
Perseroan melalui Risk Management, Quality, Health, Safety, and Environment) incidents. Accordingly, through the Risk
and Environment (RMQHSE) Division bersama unit operasi Management, Quality, Health, Safety, and Environment
menerapkan langkah-langkah mitigasi sebagai berikut: (RMQHSE) Division in collaboration with operational units,
the Company implements the following mitigation measures:
• Meningkatkan kesadaran dan kompetensi K3L melalui • Increasing HSE awareness and competence through
sosialisasi, pelatihan, dan kampanye HSE secara berkala. regular socialization, training, and HSE campaigns.
• Melakukan penilaian terhadap aspek HSE di lokasi kerja, • Conducting HSE assessments at work sites, office
fasilitas kantor, dan fasilitas lainnya guna mengidentifikasi facilities, and other facilities to identify and eliminate
dan mengeliminasi potensi bahaya serta meminimalkan potential hazards and minimize QHSE risks.
risiko QHSE.
• Menerapkan prosedur pelaporan dan penanganan insiden • Implementing accident reporting and handling procedures
kecelakaan kerja sesuai Prosedur Penerapan Sistem in accordance with the Procedure for Implementing
Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan the Occupational Safety, Health, and Environment
(SMK3L) No. WIKA-HSE-PM-01.01. Management System (SMK3L) No. WIKA-HSE-PM-01.01.
• Mengimplementasikan Kebijakan Stop Work Action • Implementing the Stop Work Action (SWA) Policy,
(SWA), yaitu menghentikan pekerjaan apabila ditemukan namely stopping work when unsafe acts or conditions
tindakan atau kondisi berbahaya atau pekerjaan tidak are identified or when work does not comply with
sesuai dengan peraturan yang berlaku. applicable regulations.
Apabila terjadi kecelakaan kerja atau insiden signifikan lain, proses In the event of a workplace accident or other significant
remediasi dilakukan antara lain dengan: incident, the remediation process includes, among others:
• Mengambil tindakan penanganan yang tepat dengan • Take appropriate action with priority given to treating
prioritas kepada penanganan korban manusia jika ada human casualties, if any.
• Pelaporan kejadian kepada Pimpinan Unit Kerja dan/atau • Reporting of incidents to the Head of the Work Unit and/
Pimpinan Unit HSE (RMQHSE Division) yang selanjutnya or Head of the HSE Unit (RMQHSE Division), which is
berjenjang diteruskan kepada Direksi (Direktur Operasi then forwarded to the Board of Directors (Director of
dan Direktur yang membawahi QHSE). Operations and Director in charge of QHSE).
• Melakukan penilaian kondisi korban dan memberikan • Assessing the victim’s condition and providing first aid
pertolongan pertama serta rujukan medis sesuai kebutuhan. and medical referral as needed.
• Menjamin keamanan lokasi kejadian dan mencegah • Securing the incident location and preventing
terjadinya bahaya tambahan. additional hazards.
• Melakukan investigasi dan analisis akar penyebab insiden • Conducting investigations and root cause analysis.
(root cause analysis).
• Menetapkan dan melaksanakan tindakan korektif dan • Establishing and implementing corrective and preventive
preventif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. actions to prevent recurrence.
54 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 55
Selain kecelakaan kerja, Perseroan juga menerapkan In addition to workplace accidents, the Company also applies
proses remediasi terhadap bentuk penyimpangan lain yang remediation processes for other forms of deviations that have
berdampak negatif, dengan mengacu pada Prosedur Catatan negative impacts, referring to the Procedure for Improvement
Peluang Perbaikan (CPP) dan Permintaan Tindakan Korektif Opportunity Records (CPP) and Requests for Corrective and
dan Preventif (PTKP). Prosedur ini memastikan bahwa setiap Preventive Actions (PTKP). These procedures ensure that
penyimpangan dan peluang perbaikan ditindaklanjuti dengan every deviation and improvement opportunity is followed up
tindakan korektif dan/atau preventif yang jelas, terukur, with clear, measurable, and documented corrective and/or
dan terdokumentasi. preventive actions.
Perseroan menyediakan berbagai mekanisme pengaduan The Company provides various grievance mechanisms that
(grievance mechanisms) yang dapat digunakan oleh pemangku can be used by both internal and external stakeholders to
kepentingan internal maupun eksternal untuk menyampaikan submit complaints regarding alleged negative impacts,
keluhan atas dugaan dampak negatif yang meliputi: including:
1. Keluhan terkait K3L dan operasional internal 1. HSE and Internal Operational Complaints
- Pekerja dan mitra kerja dapat melaporkan kondisi - Workers and business partners may report unsafe
tidak aman, insiden, dan hampir celaka melalui saluran conditions, incidents, and near misses through HSE
pelaporan HSE di proyek atau unit kerja. reporting channels at project sites or work units.
- Laporan tersebut ditindaklanjuti oleh penanggung - These reports are followed up by HSE and Quality
jawab HSE dan Quality di tingkat proyek/PPU dengan officers at the project/PPU level, with support from
dukungan Risk & QHSE Division sesuai prosedur the Risk & QHSE Division, in accordance with SMK3L
SMK3L dan CPP/PTKP. and CPP/PTKP procedures.
2. Whistleblowing System (WBS) 2. Whistleblowing System (WBS)
- Untuk pemangku kepentingan internal maupun - For both internal and external stakeholders, the
eksternal, Perseroan menyediakan saluran pengaduan Company provides a centralized complaint channel
terpusat melalui Whistleblowing System (WBS) yang through the Whistleblowing System (WBS), accessible
dapat diakses melalui laman wbs.wika.co.id. via wbs.wika.co.id.
- Melalui WBS, pemangku kepentingan dapat - Through the WBS, stakeholders may submit
menyampaikan pengaduan atas dugaan pelanggaran complaints regarding alleged violations related to
yang terkait dengan aktivitas operasional Perseroan the Company’s operational activities that could
yang berpotensi mengganggu keberlangsungan disrupt business continuity, harm other parties, create
usaha, merugikan pihak lain, menimbulkan konflik, conflicts, or negatively affect stakeholders’ rights.
atau berdampak negatif terhadap hak-hak
pemangku kepentingan.
3. Keluhan masyarakat sekitar proyek 3. Community Complaints Around Project Areas
- Pemangku kepentingan yang terdampak langsung di - Stakeholders directly affected around project sites
sekitar proyek dapat menyampaikan keluhan secara may submit complaints directly to the project team
langsung kepada tim proyek melalui posko atau through posts or designated representatives.
perwakilan yang ditunjuk.
- Keluhan kemudian didokumentasikan dan disampaikan - The complaint was then documented and submitted
kepada Management Representative, Senior Vice to the Representative Management, the Senior Vice
President (SVP), dan Senior/General Manager President (SVP), and the Senior/General Manager,
dengan tembusan kepada Manajemen Representatif with a copy sent to the Management Representative
untuk ditindaklanjuti. for follow-up.
Dalam menindaklanjuti keluhan, Perseroan mengacu pada In handling complaints, the Company refers to the CPP/PTKP
Prosedur CPP/PTKP, yang mengatur: Procedure, which stipulates that:
• CPP (Catatan Peluang Perbaikan) diajukan jika terdapat • CPP (Improvement Opportunity Record) is submitted
peluang perbaikan atau peningkatan kinerja unit kerja when there is a minor improvement opportunity or work
yang bersifat minor dan dapat diselesaikan dalam waktu unit performance enhancement that can be resolved in
singkat (kurang dari 2 minggu). a short period (less than two weeks).
• PTKP (Permintaan Tindakan Korektif dan Preventif) diajukan • PTKP (Request for Corrective and Preventive Action) is
apabila terjadi penyimpangan signifikan, antara lain: submitted in the event of significant deviations, including:
- Keterlambatan progres, penyimpangan mutu, HSE, - Delays in progress, quality deviations, HSE and
dan pengamanan yang berdampak luas atau kritis; security issues with broad or critical impacts;
- Pelanggaran peraturan perundangan; - Violations of laws and regulations;
- Keluhan lingkungan dari pelanggan, masyarakat, atau - Environmental complaints from customers,
pihak lain; communities, or other parties;
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 55
Page 56
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
- Penyimpangan prosedur atau kebijakan HSE yang - Significant or recurring deviations from HSE
berdampak signifikan atau berulang; procedures or policies;
- Penyimpangan produk atau proses yang berulang - Repeated product or process deviations based on
berdasarkan hasil inspeksi atau tes QA; QA inspection or test results;
- Kegagalan operasi (breakdown) peralatan/mesin - Repeated equipment/machinery operational failures
yang berulang; (breakdowns);
- Keluhan pelanggan terkait kekurangan produk - Customer complaints related to product or
atau jasa; service deficiencies;
- Kondisi tidak aman yang memengaruhi stabilitas dan - Unsafe conditions affecting work stability
efektivitas kerja. and effectiveness.
Setiap CPP dan PTKP dianalisis tingkat keparahannya mengacu Each CPP and PTKP is analyzed for severity based on impact
pada kriteria dampak dalam Prosedur Sistem Manajemen Risiko, criteria in the Risk Management System Procedure, and a target
serta ditetapkan target waktu penyelesaian. Penyimpangan completion timeline is established. Repeated deviations must
berulang harus dianalisis akar penyebabnya dan dievaluasi undergo root cause analysis and be evaluated for linkage to
keterkaitannya dengan Risk Register sebagai dasar perbaikan the Risk Register as a basis for improvement and prevention.
dan pencegahan. Untuk bidang konstruksi, keputusan atas In construction activities, decisions on product or work
penyimpangan produk atau pekerjaan dapat berupa: deviations may include:
• Digunakan sebagaimana adanya (use as is); • 0Use as is;
• Diperbaiki (repair); • Repair;
• Dikerjakan ulang (rework); • Rework;
• Pemakaian alternatif (down grade); • Alternative use (downgrade);
• Ditolak/dibuang (scrap). • Reject/dispose (scrap).
Apabila menyangkut spesifikasi teknis yang ditetapkan If deviations involve technical specifications stipulated in
dalam dokumen kontrak, keputusan harus memperoleh contract documents, customer approval is required.
persetujuan pelanggan.
Perseroan senantiasa melibatkan para pemangku kepentingan The Company continuously involves stakeholders who are the
yang menjadi pengguna utama mekanisme pengaduan dalam main users of grievance mechanisms in the design, review,
desain, peninjauan, dan peningkatan mekanisme tersebut, antara and enhancement of these mechanisms, including through:
lain melalui:
• Masukan dari pekerja, serikat pekerja (bila ada), dan mitra • Input from workers, labor unions (if any), and business
kerja terkait kemudahan pelaporan, perlindungan pelapor, partners regarding ease of reporting, whistleblower
dan kecepatan tindak lanjut; protection, and speed of follow-up;
• Dialog dan pertemuan dengan perwakilan masyarakat • Dialogue and meetings with community representatives
sekitar proyek mengenai aksesibilitas saluran keluhan around project areas concerning accessibility of complaint
dan respon Perseroan; channels and the Company’s responsiveness;
• Kajian bersama dengan Corporate Governance and Community • A joint study with the Corporate Governance and
Development Department (CGCD) dan Transformation & IT Community Development Department (CGCD) and the
Division untuk penyempurnaan tata kelola WBS dan digitalisasi Transformation & IT Division to improve WBS governance
kanal pengaduan (misalnya pengembangan fitur, integrasi and digitize complaint channels (e.g., feature development,
dengan QHSE Information System/QIS, serta peningkatan integration with the QHSE Information System/QIS, and
keamanan dan kerahasiaan data pelapor). enhanced security and confidentiality of reporter data).
Masukan dari pemangku kepentingan digunakan sebagai dasar Stakeholder feedback is used as a basis to improve procedures,
untuk memperbaiki prosedur, memperjelas alur pelaporan, serta clarify reporting flows, and enhance transparency and trust in
meningkatkan transparansi dan kepercayaan terhadap mekanisme the Company’s complaint reporting mechanisms.
pengaduan yang dimiliki Perseroan.
Perseroan memantau efektivitas mekanisme pengaduan dan The Company monitors the effectiveness of complaint reporting
proses remediasi melalui berbagai indikator dan alat, antara lain: mechanisms and remediation processes through various
indicators and tools, including:
• Indikator K3L seperti HSE Level, Frequency Rate, Severity • HSE indicators such as HSE Level, Frequency Rate,
Rate, serta hasil Risk Containment Audit. Severity Rate, and Risk Containment Audit results;
• Data jumlah, jenis, dan status penyelesaian CPP dan PTKP • Data on the number, type, and resolution status of CPP
yang dicatat dalam QHSE Information System (QIS). and PTKP recorded in the QHSE Information System (QIS);
56 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 57
• Hasil sertifikasi ISO 45001:2018 Sistem Manajemen • ISO 45001:2018 Occupational Health and Safety
Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan audit eksternal Management System certification results and other
lain yang relevan. relevant external audits;
• Analisis tren kuantitas CPP dan PTKP secara berkala • Periodic trend analysis of CPP and PTKP quantities by
oleh penanggung jawab QHSE di tingkat Divisi dan QA QHSE officers at the Division level and QA at the PPU
di tingkat PPU, termasuk: level, including:
- Pembuatan grafik PTKP; - PTKP charting;
- Analisis Pareto untuk mengidentifikasi masalah utama; - Pareto analysis to identify key issues;
- Analisis tren PTKP di tingkat PPU dan evaluasi akar - PTKP trend analysis at the PPU level and root cause
penyebab bila terjadi lonjakan signifikan. evaluation in the event of significant increases.
Setiap CPP atau PTKP yang telah ditindaklanjuti wajib Each CPP or PTKP that has been followed up must include
mencantumkan realisasi biaya dan hasil tindakan pencegahan/ realized costs and the outcomes of preventive/corrective
perbaikan dalam laporan bulanan sesuai Instruksi Kerja Cost actions in the monthly report in accordance with the Cost of
of Quality. Di akhir tahun, penanggung jawab fungsi Sistem Quality Work Instruction. At year-end, central management
Manajemen tingkat pusat melakukan evaluasi tahunan terhadap system function owners conduct an annual evaluation of CPP
CPP dan PTKP, termasuk efektivitas tindak lanjutnya. Bila hasil and PTKP, including the effectiveness of follow-up actions. If
evaluasi menunjukkan perlunya perubahan, maka dokumen evaluation results indicate the need for changes, the Company’s
Sistem Manajemen Perseroan (instruksi kerja/prosedur) Management System documents (work instructions/
akan disesuaikan. procedures) are adjusted accordingly.
Efektivitas mekanisme pengaduan antara lain tercermin ketika The effectiveness of complaint reporting mechanisms is reflected,
keluhan masyarakat terkait kebisingan dan debu pada salah satu among others, when community complaints related to noise
proyek direspons dengan penyesuaian jadwal kerja, pemasangan and dust at one project were addressed through adjustments
penghalang kebisingan (noise barrier), intensifikasi penyiraman to working hours, installation of noise barriers, intensified road
jalan, dan peningkatan komunikasi dengan masyarakat, sehingga watering, and enhanced community communication, resulting in
keluhan serupa menurun signifikan pada periode berikutnya. a significant decline in similar complaints in subsequent periods.
Melalui mekanisme tersebut, Perseroan memastikan bahwa Through these mechanisms, the Company ensures that
keluhan dan pengaduan pemangku kepentingan diterima, stakeholder complaints and grievances are received, analyzed,
dianalisis, ditindaklanjuti, dan digunakan sebagai dasar perbaikan followed up, and used as a basis for continuous improvement,
berkelanjutan, sehingga proses remediasi dampak negatif dapat thereby enabling effective and accountable remediation of
berjalan secara efektif dan akuntabel. negative impacts.
MEKANISME KONSULTASI DAN CONSULTATION AND CONCERNS
PENYAMPAIAN MASUKAN [GRI 2-26] HEARING MECHANISM [GRI 2-26]
Dalam rangka menjamin penerapan perilaku bisnis yang In order to ensure the implementation of responsible business
bertanggung jawab serta menampung perhatian publik atau conduct and to accommodate public attention or stakeholder
pemangku kepentingan terhadap praktik operasional Perseroan, concerns regarding the Company's operational practices, the
Perseroan menyediakan berbagai mekanisme pengaduan dan Company provides various complaint and communication
komunikasi. Dalam merumuskan kebijakan, khususnya terkait mechanisms. In formulating policies, particularly those related
dengan Kebijakan K3L Perseroan juga melakukan konsultasi to the Company's K3L Policy, the Company also consults with
dengan serikat pekerja dan kementerian tenaga kerja. labor unions and the Ministry of Manpower.
Selanjutnya, Perseroan juga menyediakan saluran bagi Furthermore, the Company also provides a channel for
individu untuk memberi masukan dalam hal apapun termasuk individuals to provide input on any matter, including policies,
kebijakan melalui email adwijaya@wika.co.id. Perseroan juga via email at adwijaya@wika.co.id. The Company also provides
menyediakan saluran Whistleblowing System/WBS yang berperan a Whistleblowing System/WBS channel that serves as a
sebagai saluran formal untuk pencegahan, pendeteksian, formal channel for the prevention, detection, and disclosure
dan pengungkapan pelanggaran atau indikasi kecurangan di of violations or indications of fraud within the Company, which
lingkungan Perseroan, yang dapat digunakan oleh karyawan can be used by employees and external parties. All complaints
maupun pihak eksternal. Seluruh pengaduan diterima dan ditelaah are received and reviewed by the relevant unit, so that any issues
oleh unit terkait, sehingga setiap isu yang berpotensi merugikan that could potentially harm the community, the environment,
masyarakat, lingkungan, maupun pemangku kepentingan dapat or stakeholders can be handled appropriately and responsibly.
ditangani secara tepat dan bertanggung jawab.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 57
Page 58
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan Sustainability Performance Highlights
Page 59
Page 60
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance Highlights
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan [OJK B]
Sustainability Performance Highlights [OJK B]
KINERJA ASPEK EKONOMI [OJK B.1, IF-EN-000.A, ECONOMIC PERFORMANCE [OJK B.1, IF-EN-
IF-EN-000.B] 000.A, IF-EN-000.B]
Uraian/Tahun Satuan
Description/Year Unit 2025 2024 2023
Produksi (Kinerja per Segmen)
Production (Performance per Segment)
Industri Beton Dalam Miliar Rupiah
3.736,05 4.285,20 5.017,32
Concrete Industry In Billions of Rupiah
Segmen Realti dan Properti Dalam Miliar Rupiah
298,60 512.798 600,41
Realty and Property Segment In Billions of Rupiah
Segmen Investasi Dalam Miliar Rupiah
236,71 71,63 83,86
Investment Segment In Billions of Rupiah
Infrastruktur dan Gedung Dalam Miliar Rupiah
5,627,33 10.127,66 11.857,98
Infrastructure and Buildings In Billions of Rupiah
Energi dan Industrial Plant Dalam Miliar Rupiah
3.143,21 3.503.079 4.101,58
Energy and Industrial Plants In Billions of Rupiah
Dalam Miliar Rupiah
Hotel 276,55 742.366 869,20
In Billions of Rupiah
Pendapatan Bersih Dalam Miliar Rupiah
13.325,49 19.242,73 22.530,36
Net Revenue In Billions of Rupiah
Laba (Rugi) Bersih Dalam Miliar Rupiah
(10.135.178) (2.513.814) (7.824,54)
Net Profit (Loss) In Billions of Rupiah
Return on Investment (ROI) % (20,21) (3,96) (11,86)
Return on Equity (ROE) % (601,38) (21,18) (81,75)
Jumlah Proyek yang Diterima Kontrak
50 52 44
Number of Projects Received Contracts
Nilai Proyek yang Diterima Dalam Triliun Rupiah
17,46 20,66 29,25
Value of Projects Received In Trillions of Rupiah
Kontrak
Jumlah Proyek Selesai 21 55 46
Contracts
Nilai Kontrak Proyek yang Selesai Dalam Miliar Rupiah
8.252,42 22.290 18.438,74
Value of Completed Project Contracts In Trillions of Rupiah
Jumlah Proyek yang Berjalan Proyek
85 75 134
Number of Projects in Progress Project
• Pengembangan
Infrastruktur
• Berkelanjutan
• Pengembangan • Pengembangan Inovasi
Infrastruktur Infrastruktur Teknologi Hijau
• Berkelanjutan • Berkelanjutan • Pembangunan
Inovasi Teknologi Inovasi Green Building
Hijau Teknologi Hijau • Pembangunan
• Pembangunan • Pembangunan Transportasi
Green Building Green Building Berkelanjutan
Produk/Jasa Ramah Lingkungan Produk
• Development of • Development of • Development of
Environmentally Friendly Products/Services Products
Infrastructure Infrastructure Infrastructure
• Sustainable • Sustainable • Sustainable
Innovation Innovation Innovation
in Green in Green in Green
Technology Technology Technology
• Construction of • Construction of • Development of
Green Buildings Green Buildings Green Buildings
• Development
of Sustainable
Transportation
Jumlah pemasok lokal Perusahaan/ mitra
1.523 3.794 2.827
Number of Local Suppliers Company/partner
60 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 61
KINERJA ASPEK LINGKUNGAN HIDUP [OJK B.2] ENVIRONMENTAL PERFORMANCE [OJK B.2]
Uraian/Tahun Satuan 2025 2024 2023
Konsumsi Energi
GJ 378.171,68 436.887,75 429.614,67
Energy Consumption
Konsumsi Air
Megaliter 1.1845,30 13.652,16 11.324,68
Water Consumption
Emisi GRK Cakupan 1
Ton CO2-eq 21.493,19 25.923,55 22.879,67
Scope 1 GHG Emissions
Emisi GRK Cakupan 2
Ton CO2-eq 16.689,05 11.966,97 6.680,14
Scope 2 GHG Emissions
Emisi GRK Cakupan 3
Ton CO2-eq 69.931 191.799,86 124,12
Scope 3 GHG Emissions
Total Emisi GRK
Ton CO2-eq 107.573,24 229.690,38 29.683,93
Total GHG Emissions
Ton CO2-eq/ Miliar
Pengurangan Emisi GRK Rupiah
122.117,14 -* -*
GHG Emission Reductions Tons of CO2-eq/Billion
Rupiah
Pengurangan Air Limbah Kantor Pusat
Megaliter 0,77 0,21 1,65
Head Office Wastewater Reduction
Pengurangan Limbah Non B3
Ton 761,81 11.172,96 -
Non-B3 Waste Reduction
Biaya Lingkungan Hidup Miliar Rupiah
0,797 1,970 1,940
Environmental Costs Billion Rupiah
• Penanaman
Pohon Mangrove
• Penanaman
Pohon Produktif
• Penanaman
Pohon Bambu
Penyerap Emisi
Karbon
• Konservasi Elang
Jawa • Penanaman • Penanaman
• Program pohon mangrove pohon mangrove
konservasi Coral • Penanaman • Penanaman
Banyuwangi Pohon Produktif Pohon Produktif
• Program • Penanaman • Penanaman
konservasi Coral Pohon Penyerap Pohon Penyerap
di Desa Lero Emisi Karbon Emisi Karbon
Pelestarian keanekaragaman hayati Tatari Palui
Program
Biodiversity Conservation • Mangrove Tree • Mangrove Tree
Planting Planting
• Mangrove Tree • Productive Tree • Productive Tree
Planting Planting Planting
• Productive Tree • Carbon- • Carbon-
Planting Absorbing Tree Absorbing Tree
• Carbon- Planting Planting
Absorbing
Bamboo Tree
Planting
• Javan
Hawk-Eagle
Conservation
• Banyuwangi Coral
Conservation
Program
Keterangan:
*) Terdapat perbedaan metode dan lingkup pengukuran emisi GRK, sehingga tidak dapat diperbandingkan.
Note:
*) There are differences in the methods and scope of GHG emissions measurements, so they cannot be compared.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 61
Page 62
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance Highlights
KINERJA ASPEK SOSIAL [OJK B.3] SOCIAL PERFORMANCE [OJK B.3]
Dampak Positif Positive Impact
Perseroan memberikan dampak positif yang signifikan bagi The Company delivers a significant positive impact on
masyarakat sekitar melalui pelaksanaan kegiatan Tanggung surrounding community through the implementation of Social
Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang mencakup program- and Environmental Responsibility (CSR) activities, which
program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta include programs for economic empowerment, education,
peningkatan kualitas lingkungan hidup. Melalui TJSL, Perseroan health, and environmental improvement. Through CSR,
berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan sosial dan the Company is committed to supporting social welfare
pembangunan berkelanjutan di komunitas lokal, sekaligus and sustainable development in local communities, while
membangun hubungan yang harmonis dan berkelanjutan building harmonious and sustainable relationships with
dengan masyarakat sekitar. Aktivitas TJSL Perseroan terbagi surrounding community. The Company's CSR activities are
dalam beberapa pilar yaitu pilar ekonomi, pilar sosial, pilar divided into several pillars: economic, social, environmental,
lingkungan dan pilar tata kelola. and governance.
Selain itu, Perseroan juga senantiasa memberikan dampak In addition, the Company continues to create a positive
positif bagi karyawan Perseroan melalui peningkatan impact on its employees by increasing employee participation
keikutsertaan karyawan dalam pelatihan dan peningkatan jam in training programs as well as the total number of training
pelatihan. Peningkatan indeks keterikatan pegawai menjadi hours. The employee engagement index also improved to
sebesar 80% meningkat dibandingkan tahun 2024 yang 80%, an increase compared to 78% in 2024.
sebesar 78%.
Uraian Satuan
Description Unit 2025 2024 2023
Jumlah karyawan yang mengikuti Pelatihan Karyawan
4.948 2.067 2.731
Number of Employees Attending Training Employees
Jumlah Jam Pelatihan Jam Kerja
90.900 40.996 64.466
Number of Training Hours Working Hours
Indeks Keterikatan Pegawai
% 80 78 80
Employee Engagement Index
Biaya Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Miliar Rupiah
4,20 4,99 13,61
Social and Environmental Responsibility Costs Billion Rupiah
Jumlah Mitra Binaan Mitra
82 2 123
Number of Partner Organizations Partner
Dampak Negatif Negative Impacts
Namun demikian, kegiatan konstruksi yang dilaksanakan juga However, construction activities also have the potential to
berpotensi menimbulkan beberapa dampak negatif. Dampak generate several negative impacts. These impacts include
tersebut antara lain berupa peningkatan polusi udara akibat increased air pollution due to emissions from generators
emisi dari genset dan mobilisasi kendaraan, peningkatan and vehicle movement, increased noise, water pollution
kebisingan, pencemaran air dari limbah domestik yang from domestic waste, and traffic congestion around the
dihasilkan, serta timbulnya kemacetan lalu lintas di sekitar area operational area. To reduce and mitigate these negative
operasional. Untuk mengurangi dan memitigasi dampak negatif impacts, the Company applies a number of environmental
tersebut, Perseroan menerapkan berbagai upaya pengelolaan management measures. These measures include maintaining
lingkungan. Langkah-langkah tersebut mencakup pemeliharaan and preserving green open spaces, regular emissions
62 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 63
dan pelestarian ruang terbuka hijau, pengujian emisi secara testing, and controlling project noise levels to maintain
berkala, serta pengendalian tingkat kebisingan proyek agar them below the Threshold Limit Value (NAV). Furthermore,
tetap berada di bawah Nilai Ambang Batas (NAB). Selain the Company manages waste through a Wastewater
itu, Perseroan juga melakukan pengelolaan limbah melalui Treatment Plant (WWTP) to ensure wastewater is treated
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk memastikan before being discharged into city drains. Access control
limbah air diolah terlebih dahulu sebelum dialirkan ke saluran for project vehicles is also implemented, along with the
kota. Pengaturan akses masuk dan keluar kendaraan proyek installation of traffic signs and the assignment of traffic
juga diterapkan, disertai pemasangan rambu lalu lintas dan control officers around the project area to ensure smooth
penugasan petugas pengatur lalu lintas di sekitar area proyek, and safe traffic flow.
guna menjaga kelancaran dan keamanan arus lalu lintas.
Dampak negatif lainnya yaitu berupa terjadinya kecelakaan Another negative impact is the occurrence of workplace
kerja di lingkungan kerja Perseroan. Upaya mitigasi yang accidents in the Company's work environment. Mitigation
dilakukan di antaranya dengan menerapkan Kebijakan Stop efforts include applying a Stop Work Action (SWA) Policy.
Work Action (SWA). Sedangkan, ketika terjadi kecelakaan kerja Meanwhile, when a work accident occurs, the Company
Perseroan melakukan upaya remediasi dengan menilai kondisi undertakes remediation efforts by assessing the victim's
korban, memberikan pertolongan pertama, dan memastikan condition, providing first aid, and ensuring there are no
tidak adanya bahaya tambahan di lokasi, serta melakukan additional hazards at the location, as well as conducting
penyelidikan dan analisis terjadinya kecelakaan agar tidak an investigation and analysis of the accident to prevent a
terjadi insiden yang berulang. repeat incident.
Uraian Satuan
Description Unit 2025 2024 2023
Indonesia
Severity Rate Rate 0 0,22 0,00
NLTI Rate Rate 0,13 0,41 0,80
LTI Rate 0 0,01 0,00
TRI Rate Rate 0,01
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 63
Page 64
Profil Perusahaan Company Profile
Page 65
Page 66
Profil Perusahaan
Company Profile
Visi, Misi, Dan Nilai Keberlanjutan [OJK C.1]
Vision, Mission, and Sustainability Values [OJK C.1]
Perseroan telah menetapkan visi dan misi Perseroan yang The Company has established its Vision and Mission in
selaras dengan nilai-nilai keberlanjutan. Visi dan Misi Perseroan alignment with sustainability values. The Company’s Vision
telah tertuang dalam Surat Keputusan Direksi No. WIKA-MKP- and Mission are stipulated in the Board of Directors Decree
KP-01.01 Tanggal 14 Oktober 2024. No. WIKA-MKP-KP-01.01 dated 14 October 2024.
66 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 67
VISI 2030 VISION 2030
Menjadi Perusahaan Terpercaya di Bidang Infrastruktur dan To become a trusted company in of sustainable Infrastructure
EPC yang Berkelanjutan and EPC.
MISI 2030 MISSION 2030
1. Memberikan layanan dan produk EPC yang terintegrasi dan 1. To deliver integrated and sustainable EPC services and
berkelanjutan berdasarkan prinsip Kualitas, Keselamatan, products based on globally standardized Quality, Safety,
Kesehatan, dan Lingkungan yang berstandar global. Health, and Environmental principles.
2. Mengimplementasikan budaya belajar dan inovasi untuk 2. To implement a culture of learning and innovation in
menyediakan solusi terbaik bagi stakeholders, serta providing the best solutions for stakeholders, while
memastikan tingkat kepuasan yang tinggi. ensuring high levels of satisfaction.
3. Berkomitmen untuk menjalankan proses bisnis 3. To commit to conducting business processes with
dengan standar kualitas tertinggi dan penggunaan the highest quality standards and the best use
teknologi terbaik. of technology.
4. Memperkuat ketahanan dan pertumbuhan finansial 4. To strengthen financial resilience and growth by optimizing
dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya untuk resource utilization to achieve sustainable profitability.
mencapai profitabilitas yang berkelanjutan
5. Mengimplementasikan pengelolaan lingkungan, tanggung 5. To implement environmental management, social
jawab sosial, praktik etis, transparansi, akuntabilitas, responsibility, ethical practices, transparency,
dan inovasi berkelanjutan dalam semua aspek accountability, and continuous innovation across all
operasi Perusahaan. aspects of the Company’s operations.
6. Membangun sumber daya manusia yang berintegritas 6. To develop human resources with integrity and
dan profesional berbasis budaya Perusahaan. professionalism, grounded in the Company’s culture.
NILAI KEBERLANJUTAN SUSTAINABILITY VALUES
Dalam rangka mewujudkan peranan Badan Usaha Milik In order to realize the role of State-Owned Enterprises
Negara sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, akselerator as engines of economic growth, accelerators of social
kesejahteraan sosial (social welfare), penyedia lapangan kerja, welfare, providers of employment, and providers of talent, a
dan penyedia talenta, dibutuhkan transformasi Sumber Daya transformation of State-Owned Enterprise Human Resources
Manusia Badan Usaha Milik Negara yang salah satunya melalui is required, one aspect of which is the establishment of Core
penetapan Nilai-Nilai Utama (Core Values) Sumber Daya Values of SOE Human Resources as an identity and the glue
Manusia Badan Usaha Milik Negara sebagai identitas dan of the work culture that supports continuous performance
perekat budaya kerja yang mendukung peningkatan kinerja improvement. The Core Values of SOE Human Resources
secara berkelanjutan. Nilai-Nilai Utama (Core Values) Sumber consist of Trustworthy, Competent, Harmonious, Loyal,
Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara terdiri dari Amanah, Adaptive, and Collaborative (AKHLAK), which are aligned
Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif (AKHLAK) with sustainability values. As part of a State-Owned Enterprise
yang telah selaras dengan nilai-nilai keberlanjutan. Sebagai (SOE), the Company consistently fosters its corporate culture
bagian dari Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), through the implementation and internalization of the core
Perseroan senantiasa menanamkan budaya Perseroan dengan values of AKHLAK among all its employees.
implementasi dan internalisasi nilai utama AKHLAK kepada
seluruh pegawai Perseroan.
Nilai-Nilai Utama (Core Values) Sumber Daya Manusia Badan The Core Values of SOE Human Capital consist of Trustworthy
Usaha Milik Negara terdiri dari Amanah, Kompeten, Harmonis, (Amanah), Competent (Kompeten), Harmonious (Harmonis),
Loyal, Adaptif dan Kolaboratif (AKHLAK) yang telah selaras Loyal (Loyal), Adaptive (Adaptif), and Collaborative
dengan nilai-nilai keberlanjutan. (Kolaboratif), or collectively known as AKHLAK, which are
aligned with sustainability principles.
Sebagai bagian dari Perusahaan Badan Usaha Milik Negara As part of a State-Owned Enterprise (SOE), the Company
(BUMN), Perseroan senantiasa menanamkan budaya Perseroan continuously instills its corporate culture by implementing and
dengan mengimplementasikan dan menginternalisasi nilai internalizing the AKHLAK core values among all employees.
utama AKHLAK kepada seluruh pegawai Perseroan.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 67
Page 68
Profil Perusahaan
Company Profile
Nilai-Nilai Utama Makna Perilaku Spesifik
Core Values Meaning Specific Behaviors
• Pencapaian Penilaian Kerja minimal skor 80 dengan monitor target kerja berkala.
• Melakukan analisa dan mitigasi risiko dalam perencanaan dan evaluasi untuk
mencapai sasaran/target kerja
• Melakukan aktivitas yang mendorong perilaku dalam upaya penegakkan
Kami memegang teguh
Governance Risk Compliance (GRC), di lingkungan kerjanya.
kepercayaan yang diberikan.
• Achieve a minimum Performance Appraisal score of 80 by regularly monitoring
We uphold the trust placed
work targets.
in us.
• Conduct risk analysis and mitigation in planning and evaluation processes to
achieve work objectives/targets.
Amanah
• Carry out activities that promote behavioral practices supporting the enforcement
Trustworthy
of Governance, Risk, and Compliance (GRC) within the work environment.
• Melakukan Coaching, Mentoring & Counselling (CMC) dengan atasan langsung
terkait improvement kinerja.
Terus belajar dan • Melakukan kegiatan belajar terkait hasil Coaching, Mentoring & Counselling (CMC)
mengembangkan kapabilitas. dan sharing pembelajaran tersebut di lingkungan Perusahaan.
Continuously learn and develop • Conduct Coaching, Mentoring & Counselling (CMC) sessions with direct
capabilities. supervisors regarding performance improvement.
• Undertake learning activities based on the outcomes of Coaching, Mentoring &
Kompeten Counselling (CMC) and share those learnings within the Company.
Competent
• Mendapatkan feedback dari rekan kerja/bawahan yang memiliki pandangan
berbeda & melakukan tindak lanjut atas feedback tersebut.
Saling peduli dan menghargai • Memahami kesulitan dari rekan kerja dan melakukan tindak lanjut atas kesulitan
perbedaan tersebut.
Caring for and respecting • Obtain feedback from colleagues/subordinates who have different perspectives
differences. and follow up on such feedback.
• Understand the challenges faced by colleagues and take appropriate follow-up
Harmonis actions to address them.
Harmonious
• Membuat materi konten positif tentang Perusahaan melalui media sosial atau
media lainnya.
Berdedikasi dan mengutamakan • Terlibat dalam aktivitas Environment, Social & Governance (ESG) atau Transformasi
kepentingan Bangsa dan Negara. Perusahaan
Dedicated to and prioritizing the • Create positive content about the Company through social media or other media
interests of the nation and state. platforms.
• Participate in Environment, Social & Governance (ESG) initiatives or Corporate
Loyal Transformation activities
Loya
• Melakukan inovasi praktis atau improvement di lingkungan unit kerja yang
Terus berinovasi dan antusias berdampak pada peningkatan kinerja (cheaper, better, faster)
dalam menggerakkan ataupun • Membuat karya inpvasi yang berdampak pada peningkatan performance unit
menghadapi perubahan. kerja/korporasi & teregistrasi sebagai knowledge Perusahaan.
Continuously innovate and • Carry out practical innovations or improvements within the work unit that have an
be enthusiastic in driving and impact on performance enhancement (cheaper, better, faster).
embracing change. • Create innovative works that contribute to improving the performance of the
Adaptif work unit/corporation and are officially registered as Company knowledge.
Adaptive
• Tergabung dalam kegiatan lintas Unit Kerja atau WIKA Group dengan
beranggotakan variasi keahlian untuk mendukung tujuan Perusahaan.
Mendorong kerjasama yang • Terlibat dalam Community of Practice (CoP) di lingkup internal/eksternal yang
sinergis. dapat menunjang pekerjaan.
Encouraging synergistic • Participate in cross–Work Unit or WIKA Group activities comprising members
collaboration. with diverse areas of expertise to support the Company’s objectives.
• Be actively involved in internal or external Communities of Practice (CoP) that can
Kolaboratif support and enhance job performance.
Collaborative
68 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 69
Identitas Perusahaan [OJK C.2, GRI 2-1, GRI 2-6]
Company Identity [OJK C.2, GRI 2-1, GRI 2-6]
Nama Perusahaan [GRI 2-1]
Company Name [GRI 2-1] Status Perusahaan
Company Status
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Wijaya Karya Tbk
Limited Liability Company (Persero) PT Wijaya Karya Tbk Badan Usaha Milik Bidang Usaha [GRI 2-6] Tanggal Pendirian
Negara (BUMN) Business Field [GRI 2-6] Date of Establishment
Nama Singkat
Abbreviated Name State-Owned
Enterprises (SOE) Konstruksi 11 Maret 1960
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Construction March 11, 1960
Data Jaringan Usaha Data Jaringan Kantor
Business Network Data Office Network Data
Jumlah Pegawai [OJK C.3, GRI 2-7]
• 8 Entitas Anak • 1 Kantor Pusat number of employees [OJK C.3, GRI 2-7]
• 18 Entitas Anak Tidak Langsung • 7 Wilayah Operasi
• 11 Entitas Asosiasi • 2 Pusat Pelatihan 3.566 Orang
• 8 Subsidiaries • 1 Head Office 3.566 employees
• 18 Indirect Subsidiaries • 7 Operational Areas
• 11 Associated Entities • 2 Training Centers
Kepemilikan Saham [GRI 2-1]
Share Ownership [GRI 2-1]
Pemerintah Indonesia
Dasar Hukum Pendirian 1 Lembar Pemegang
Legal Basis of Establishment Saham Seri A
Government of Indonesia
Akta Perseroan Terbatas No. 110 tanggal 20 Desember 1972 yang dibuat di hadapan Dian Paramita 1 Series A Shareholder
Tamzil, pada waktu itu pengganti dari Djojo Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta dan Perubahan Naskah
Pendirian Perseroan Terbatas “PT Wijaya Karya” berdasarkan akta No. 106, tanggal 17 April 1973 PT Danantara As 91,02%
yang dibuat di hadapan Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh Menteri PT Danantara As 91,02%
Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No. Y.A.5/165/14 tanggal 8 Mei 1973, serta telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 76 tanggal 21 September 1973, Tambahan Publik 8,98%
Berita Negara Republik Indonesia No. 683. Publik 8,98%
Limited Liability Company Deed No. 110 dated December 20, 1972, drawn up before Dian Paramita
Tamzil, then acting as a substitute for Djojo Muljadi, S.H., a Notary in Jakarta, and Amendments Modal Ditempatkan dan
to the Establishment Documents of Limited Liability Company "PT Wijaya Karya" based on Deed Modal Dasar Disetor Penuh
No. 106 dated April 17, 1973, drawn up before Kartini Muljadi, S.H., a Notary in Jakarta, which was Authorized Capital
Issued and Paid-Up
ratified by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia through Decree No. Y.A.5/165/14 Capital
dated May 8, 1973, and published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 76 dated
September 21, 1973, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 683.
Rp3.500.000.000.000 Rp3.987.306.385.800
Akses Informasi [GRI 2-1]
Acces to Information [GRI 2-1]
Customer Care | Customer Care
Kantor Pusat Head Office
Email: adwijaya@wika.co.id
WIKA Tower 1 & 2 WIKA Tower 1 & 2
Jalan D.I. Panjaitan Kav. 9 - 10 Jalan D.I. Panjaitan Kav. 9 - 10
Jakarta 13340 - Indonesia Jakarta 13340 - Indonesia
Media Sosial | Social Media
Telepone : +6221 8067 9200 Telephone : +6221 8067 9200
Faximile : +6221 2289 3830 Fax. : +6221 2289 3830 Facebook : PT Wijaya Karya
E-mail : adwijaya@wika.co.id E-mail : adwijaya@wika.co.id Twitter : @PTWijayaKarya
Situs web : www.wika.co.id Website : www.wika.co.id Instagram : ptwijayakarya
YouTube : PT WIJAYA KARYA
Investor Relations Investor Relations
(Khusus Capital Market) (Specifically Capital Market)
WIKA Tower 2 WIKA Tower 2
Negara Tempat Beroperasi
Jalan D.I. Panjaitan Kav. 10 lt.1 Jalan D.I. Panjaitan Kav. 10, 1st Floor
Countries of Operation
Jakarta 13340 - Indonesia Jakarta 13340 - Indonesia
Email: investor.relations@wika.co.id Email: investor.relations@wika.co.id Indonesia
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 69
Page 70
Profil Perusahaan
Company Profile
Skala Perusahaan [OJK C.3]
Company Scale [OJK C.3]
Tabel Skala Usaha Perusahaan
Company Business Scale
Uraian Satuan
Description Unit 2025 2024 2023
Dalam Jutaan
Total Aset [OJK C.3]
Rupiah 50.147.086 63.466.342* 65.981.236
Total Assets [OJK C.3]
In Millions of Rupiah
Dalam Jutaan
Total Liabilitas [OJK C.3]
Rupiah 48.461.767 51.594.923* 56.409.623
Total Liabilities [OJK C.3]
In Millions of Rupiah
Dalam Jutaan
Total Ekuitas [OJK C.3]
Rupiah 1.685.319 11.871.420* 9.571.613
Total Equity [OJK C.3]
In Millions of Rupiah
• Pemerintah Indonesia
1 Lembar Pemegang
Saham Seri A • 65,05% Negara Republik • 65,05% Negara Republik
Nama Pemegang • PT Danantara As 91,02% Indonesia Indonesia
Saham dan Persentase Persen • Publik 8,98% • 34,95% Masyarakat • 34,95% Masyarakat
Name of Shareholder Percentage • Indonesian Government • 65.05% Republic of • 65.05% Republic of
and Percentage 1 Shareholder Series A Indonesia Indonesia
Shares • 34.95% Public • 34.95% Public
• PT Danantara As 91.02%
• Public 8.98%
Jumlah Tempat
Beroperasi Negara
1 1 6
Number of Locations Country
Operating
• Infrastruktur dan • Infrastruktur dan • Infrastruktur dan
Gedung Gedung Gedung
• Energi dan Industrial • Energi dan Industrial • Energi dan Industrial
Plant Plant Plant
• Industri • Industri • Industri
Jumlah produk dan Jenis Produk dan • Realti dan Properti • Realti dan Properti • Realti dan Properti
jasa Jasa • Investasi • Investasi • Investasi
Number of products Type of Product • Infrastructure and • Infrastructure and • Infrastructure and
and services and Service Buildings Buildings Buildings
• Energy and Industrial • Energy and Industrial • Energy and Industrial
Plants Plants Plants
• Industry • Industry • Industry
• Real Estate and Property • Realty and Property • Realty and Property
• Investment • Investment • Investment
Keterangan | Note:
*Disajikan kembali | *Restatement
INFORMASI MENGENAI KARYAWAN [OJK INFORMATION ON EMPLOYEES [OJK C.3, GRI
C.3, GRI 2-7, GRI 2-8] 2-7, GRI 2-8]
Sampai dengan akhir periode pelaporan, jumlah karyawan As of the end of the reporting period, the Company had
Perseroan sebanyak 3.566 orang yang terdiri dari karyawan 3,566 employees, consisting of 1,864 permanent employees,
tetap sebanyak 1.864 orang, karyawan kontrak sebanyak 1.196 1,196 contract employees, and 506 outsourced employees.
orang dan karyawan alih daya sebanyak 506 orang. Karyawan Permanent employees are those whose employment is
tetap merupakan karyawan yang dalam pekerjaannya diatur regulated by an Indefinite-Term Employment Agreement
dalam perjanjian PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak (PKWTT). Contract employees are those whose employment
70 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 71
Tertentu). Karyawan kontrak merupakan karyawan yang is bound by a Fixed-Term Employment Agreement (PKWT).
dalam pekerjaannya terikat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu Outsourced employees are those recruited from outside
(PKWT). Sedangkan, karyawan alih daya merupakan karyawan the company or from third parties to perform specific work
yang berasal dari luar perusahaan atau pihak ketiga untuk within the Company. Outsourced employees are placed in
mengerjakan pekerjaan tertentu/pekerjaan spesifik pada administration, security, cleaning services, drivers, customer
Perseroan. Karyawan alih daya ditempatkan pada bagian service, and other support roles. The Company does not
administrasi, security/keamanan, cleaning service, pengemudi, categorize employees based on full-time and part-time hours,
customer service dan pekerjaan penunjang lainya. Perseroan and does not have any non-guaranteed hours employees;
tidak membagi karyawan berdasarkan waktu kerja yaitu penuh therefore, all employees are full-time.
waktu dan paruh waktu serta tidak memiliki karyawan non-
guaranteed hours employees, sehingga seluruh karyawan
Perseroan merupakan karyawan penuh waktu.
Perseroan juga memberikan kesempatan magang kepada The Company also provides internship opportunities to
mahasiswa yang sedang/atau sudah lulus sebagai kebutuhan students who are currently or have graduated as required
program universitas/kebutuhan literasi dan edukasi Perusahaan. by university programs or to meet the Company's literacy
Pada tahun 2025, Perseroan telah menerima karyawan magang and educational needs. By 2025, the Company had accepted
sebanyak 119 orang yang telah ditempatkan di Kantor Pusat 119 interns, with 100 placed at the Head Office and 19 at
sebanyak 100 orang dan lokasi proyek sebanyak 19 orang. project sites. Interns are placed according to their majors of
Karyawan magang ditempatkan sesuai dengan jurusan studi study. This aims to provide them with work experience in a
yang ditempuh. Hal ini bertujuan untuk dapat memberikan professional business environment aligned with their majors.
pengalaman bekerja lingkungan bisnis profesional yang sesuai
dengan jurusan studinya.
Posisi jumlah karyawan maupun karyawan non pegawai The number of employees and non-employees is presented as
disajikan per 31 Desember tahun 2023, 2024 dan 2025. of December 31, 2023, 2024, and 2025. The methodology used
Metodologi yang digunakan dalam penyusunan data adalah in compiling the data is the in-headcount method at the end of
menggunakan metode in-headcount pada akhir periode the reporting period. At the end of 2025, there was a decrease
pelaporan. Pada akhir tahun 2025, terdapat penurunan jumlah in the number of employees and non-employees due to the
karyawan maupun karyawan non pegawai yang disebabkan completion of project work, resulting in the termination of
oleh pekerjaan proyek yang telah selesai, sehingga kontrak employee contracts in line with the completion of the project
kerja karyawan diselesaikan sejalan dengan selesainya work. The composition of employees is disclosed as follows.
pekerjaan proyek. Adapun komposisi karyawan diungkapkan
sebagai berikut.
KOMPOSISI KARYAWAN BERDASARKAN JENIS EMPLOYEE COMPOSITION BY GENDER
KELAMIN
Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin
Employee Composition by Gender
(dalam satuan orang)
(in people)
Jenis Kelamin
Gender 2025 2024 2023
Pria
3.059 4.289 5.679
Male
Wanita
507 632 814
Female
Jumlah
3.566 4.921 6.493
Total
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 71
Page 72
Profil Perusahaan
Company Profile
KOMPOSISI KARYAWAN BERDASARKAN LEVEL EMPLOYEE COMPOSITION BY JOB LEVEL AND
JABATAN DAN JENIS KELAMIN GENDER
Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Level Jabatan dan Jenis Kelamin
Employee Composition By Job Level and Gender
(dalam satuan orang)
(in people)
2025 2024 2023*
Level Jabatan
Job Level Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Total Total Total
Male Female Male Female Male Female
ENTITAS INDUK
PARENT ENTITY
Direksi
5 0 5 6 0 6 6 1 7
Directors
Kepala Divisi
18 1 19 13 2 15 20 2 22
Division Head
Ahli Utama 1
4 1 5 8 0 8 5 0 5
Senior Expert 1
General Manager 44 8 52 49 10 59 49 6 55
Ahli Utama 2
14 1 15 17 1 18 21 2 23
Senior Expert 2
Manajer/Ahli Madya 1
43 6 49 86 8 94 74 10 84
Manager/Associate Expert 1
Manajer Proyek
81 1 82 77 2 79 94 2 96
Project Manger
Manajer Bidang/Manajer
Konstruksi/Ahli Madya 2
132 22 154 131 16 147 124 17 141
Field Manager/Construction
Manager/Associate Expert 2
Kepala Seksi/ Pelaksana
Utama/ Ahli Muda/
Koordinator
662 64 726 725 70 795 782 63 845
Section Head/ Senior
Executor/Junior Expert/
Coordinator
Staf/Pelaksana
1702 366 2068 2806 480 3286 442 80 522
Staff/Executor
Subtotal 2.740 473 3.213 3.918 589 4.507 1.611 182 1.793
ENTITAS ANAK
SUBSIDIARIES
Subtotal 319 94 353 371 43 414 433 43 476
Jumlah
3.059 507 3.566 4.289 632 4.921 2.044 225 2.269
Total
*) Data komposisi karyawan tahun 2023 yang disampaikan pada Laporan Keberlanjutan merupakan data komposisi karyawan tetap.
*) The 2023 employee composition data presented in the Sustainability Report is the composition data for permanent employees.
72 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 73
KOMPOSISI KARYAWAN BERDASARKAN USIA EMPLOYEE COMPOSITION BY AGE AND GENDER
DAN JENIS KELAMIN
Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin
Employee Composition by Age and Gender
(dalam satuan orang)
(in people)
2025 2024 2023*
Usia
Age Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Total Total Total
Male Female Male Female Male Female
51-60 tahun
304 8 312 484 18 502 262 14 276
51-60 years
41-50 tahun
777 84 861 980 84 1064 429 48 477
41-50 years
31-40 tahun
1.457 204 1.661 1762 185 1947 974 92 1.066
31-40 years
21-30 tahun
521 211 732 1063 345 1408 379 71 450
21-30 years
Jumlah
3.059 507 3.566 4.289 632 4.921 2.044 225 2.269
Total
*) Data komposisi karyawan tahun 2023 yang disampaikan pada Laporan Keberlanjutan merupakan data komposisi karyawan tetap
*) The 2023 employee composition data presented in the Sustainability Report is the composition data for permanent employees.
KOMPOSISI KARYAWAN BERDASARKAN EMPLOYEE COMPOSITION BY EDUCATION
TINGKAT PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN LEVEL AND GENDER
Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin
Employee Composition By Education Level and Gender
(dalam satuan orang)
(in people)
2025 2024 2023*
Tingkat Pendidikan
Education Level Pria Wanita Pria Wanit Pria Wanita
Total Total Total
Male Female Male Female a Male Female
S2/S3
Master's/Doctoral 248 44 292 283 45 328 296 37 333
Degree
S1
1.825 365 2.190 2114 400 2514 1.528 161 1.689
Bachelor's Degree
Diploma
178 51 229 336 86 422 132 24 156
Diploma
Non Akademik
808 47 855 1556 101 1657 88 3 91
Non-Academic
Jumlah
3.059 507 3.566 4.289 632 4.921 2.044 225 2.269
Total
*) Data komposisi karyawan tahun 2023 yang disampaikan pada Laporan Keberlanjutan merupakan data komposisi karyawan tetap.
*) The 2023 employee composition data presented in the Sustainability Report is the composition data for permanent employees
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 73
Page 74
Profil Perusahaan
Company Profile
KOMPOSISI KARYAWAN BERDASARKAN STATUS EMPLOYEE COMPOSITION BY EMPLOYMENT
KEPEGAWAIAN DAN JENIS KELAMIN STATUS AND GENDER
Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Status Kepegawaian dan Jenis Kelamin
Employee Composition By Employment Status and Gender
(dalam satuan orang)
(in people)
2025 2024 2023
Status Kepegawaian
Employment Status Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Total Total Total
Male Female Male Female Male Female
Tetap
1.674 190 1.864 1.852 212 2.064 2.044 225 2.269
Permanent
Kontrak
1.026 170 1.196 1.959 287 2.246 3.112 438 3.550
Contract
Alih Daya
359 147 506 478 133 611 523 151 674
Outsourcing
Jumlah
3.059 507 3.566 4.289 632 4.921 5.679 814 6.493
Total
KOMPOSISI STATUS KEPEGAWAIAN KARYAWAN COMPOSITION OF PERMANENT EMPLOYEE
TETAP BERDASARKAN JENIS KELAMIN STATUS BY GENDER
Tabel Komposisi Status Kepegawaian Karyawan Tetap Berdasarkan Jenis Kelamin
Composition of Permanent Employee Status By Gender
(dalam satuan orang)
(in people)
2025 2024 2023
Status Kepegawaian
Employment Status Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Total Total Total
Male Female Male Female Male Female
Organik
1.401 151 1.552 1.546 171 1.717 1.708 182 1.890
Organic
Terampil
273 39 312 306 41 347 336 43 379
Skilled
Jumlah
1.674 190 1.864 1.852 212 2.064 2.044 225 2.269
Total
74 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 75
KOMPOSISI KARYAWAN BERDASARKAN JENIS EMPLOYEE COMPOSITION BY GENDER AND
KELAMIN DAN WILAYAH KERJA WORKING AREA
Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah Kerja
Employee Composition By Gender and Working Area
(dalam satuan orang)
(in people)
2025 2024 2023
Wilayah Kerja
Working Area Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Total Total Total
Male Female Male Female Male Female
DALAM NEGERI
DOMESTIC
Aceh 0 0 0 1 0 1 0 0 0
Sumatera Utara
45 5 50 78 7 85 67 4 71
North Sumatra
Sumatera Selatan
137 16 153 106 11 117 118 16 134
South Sumatra
Sumatera Barat
1 0 1 0 0 0 0 0 0
West Sumatra
Jambi 40 1 41 28 3 31 61 5 66
Bangka Belitung 0 0 0 3 0 3 7 1 8
Kalimantan Selatan
2 0 2 4 0 4 9 0 9
South Kalimantan
Kalimantan Timur
240 37 277 344 51 395 346 44 390
East Kalimantan
Kalimantan Barat
30 0 30 33 1 34 76 8 84
West Kalimantan
Kalimantan Utara
46 8 54 2 0 2 3 0 3
North Kalimantan
Riau 16 0 16 54 9 63 98 11 109
Kalimantan Tengah
20 6 26 37 5 42 44 4 48
Central Kalimantan
Sulawesi Utara
0 0 0 1 0 1 59 9 68
North Sulawesi
Sulawesi Selatan
138 22 160 149 26 175 244 34 278
South Sulawesi
Sulawesi Tengah
0 0 0 44 0 44 376 36 412
Central Sulawesi
Sulawesi Tenggara
3 0 3 1 0 1 92 15 107
Southeast Sulawesi
Bali 52 7 59 71 11 82 122 9 131
Papua 29 2 31 30 1 31 54 4 58
Maluku 32 2 34 2 0 2 5 0 5
Jawa Timur
427 48 475 621 70 691 801 93 894
East Java
Jawa Tengah
127 15 142 189 21 210 290 38 328
Central Java
Jawa Barat
218 26 244 493 53 546 1.106 138 1.244
West Java
Banten 105 12 117 210 19 229 234 29 263
DIY Yogyakarta 50 9 59 32 6 38 7 2 9
DKI Jakarta 1271 288 1559 1708 332 2040 1.395 303 1.698
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 75
Page 76
Profil Perusahaan
Company Profile
Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah Kerja
Employee Composition By Gender and Working Area
(dalam satuan orang)
(in people)
2025 2024 2023
Wilayah Kerja
Working Area Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Total Total Total
Male Female Male Female Male Female
Nusa Tenggara Timur (NTT)
26 3 29 41 6 47 51 11 62
East Nusa Tenggara (NTT)
Nusa Tenggara Barat (NTB)
3 0 3 7 0 7 14 0 14
West Nusa Tenggara (NTB)
Sub Total 3.058 507 3565 4.289 632 4.921 5.679 814 6.493
LUAR NEGERI
OVERSEAS
Aljazair 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Malaysia 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Timor Leste 1 0 1 0 0 0 0 0 0
Filipina
0 0 0 0 0 0 0 0 0
Philippines
Taiwan 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Kepulauan Solomon
0 0 0 0 0 0 0 0 0
Solomon Islands
Sub Total 1 0 1 0 0 0 0 0 0
Total 3.059 507 3.566 4.289 632 4.921 5.679 814 6.493
KOMPOSISI KARYAWAN TETAP BERDASARKAN COMPOSITION OF PERMANENT EMPLOYEES
JENIS KELAMIN DAN WILAYAH KERJA BY GENDER AND WORKING AREA
Tabel Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah Kerja
Composition of Permanent Employees By Gender and Working Area
(dalam satuan orang)
(in people
2025 2024 2023
Wilayah Kerja
Working Area Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Total Total Total
Male Female Male Female Male Female
DALAM NEGERI
DOMESTIC
Aceh 0 0 0 1 0 1 - - -
Sumatera Utara
24 3 27 18 2 20 18 1 19
North Sumatra
Sumatera Selatan
65 3 68 31 1 32 34 2 36
South Sumatra
Sumatera Barat
1 0 1 0 0 0 0 0 0
West Sumatra
Jambi 30 1 31 9 0 9 14 - 14
Bangka Belitung 0 0 0 3 0 3 1 - 1
Kalimantan Selatan
2 0 2 4 0 4 9 - 9
South Kalimantan
Kalimantan Timur
98 22 100 119 5 124 18 - 18
East Kalimantan
76 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 77
Tabel Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah Kerja
Composition of Permanent Employees By Gender and Working Area
(dalam satuan orang)
(in people
2025 2024 2023
Wilayah Kerja
Working Area Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Total Total Total
Male Female Male Female Male Female
Kalimantan Barat
10 0 10 10 0 10 96 7 103
West Kalimantan
Kalimantan Utara
23 1 24 2 0 2 3 - 3
North Kalimantan
Riau 14 0 14 24 1 25 47 4 51
Kalimantan Tengah
12 2 14 8 1 9 6 1 7
Central Kalimantan
Sulawesi Utara
0 0 0 0 0 0 7 - 7
North Sulawesi
Sulawesi Selatan
36 1 37 28 0 28 44 1 45
South Sulawesi
Sulawesi Tengah
0 0 0 43 0 43 69 - 69
Central Sulawesi
Sulawesi Tenggara
3 0 3 1 0 1 9 - 9
Southeast Sulawesi
Bali 20 1 21 24 3 27 29 1 30
Papua 3 0 3 7 0 7 11 - 11
Maluku 15 0 15 2 0 2 5 - 5
Jawa Timur
149 10 159 151 14 165 190 18 208
East Java
Jawa Tengah
71 8 79 64 5 69 80 7 87
Central Java
Jawa Barat
91 4 95 149 9 158 267 16 283
West Java
Banten 42 1 43 53 2 55 53 1 54
DIY Yogyakarta 13 2 15 2 0 2 6 1 7
DKI Jakarta 949 151 1.100 1.090 168 1.258 1.017 163 1.180
Nusa Tenggara Timur (NTT)
3 0 3 5 1 6 6 2 8
East Nusa Tenggara (NTT)
Nusa Tenggara Barat (NTB)
0 0 0 4 0 4 5 - 5
West Nusa Tenggara (NTB)
Sub Total 1.674 190 1.864 1.852 212 2.064 2.044 225 2.269
LUAR NEGERI
OVERSEAS
Malaysia 0 0 0 0 0 0 - - -
Timor Leste 0 0 0 0 0 0 - - -
Filipina
0 0 0 0 0 0 - - -
Philippines
Taiwan 0 0 0 0 0 0 - - -
Kepulauan Solomon
0 0 0 0 0 0 - - -
Solomon Islands
Sub Total 0 0 0 0 0 0 - - -
Total 1.674 190 1.864 1.852 212 2.064 2.044 225 2.269
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 77
Page 78
Profil Perusahaan
Company Profile
KOMPOSISI KARYAWAN KONTRAK COMPOSITION OF PERMANENT EMPLOYEES
BERDASARKAN JENIS KELAMIN DAN BY GENDER AND WORKING AREA
WILAYAH KERJA
Tabel Komposisi Karyawan Kontrak Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah Kerja
Composition of Permanent Employees By Gender and Working
(dalam satuan orang)
(in people)
2025 2024 2023
Wilayah Kerja
Working Area Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Total Total Total
Male Female Male Female Male Female
DALAM NEGERI
DOMESTIC
Aceh 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Sumatera Utara
19 1 20 60 5 65 49 3 52
North Sumatra
Sumatera Selatan
63 13 76 75 10 85 84 14 98
South Sumatra
Sumatera Barat
3 0 3 19 3 22 47 5 52
West Sumatra
Jambi 0 0 0 0 0 0 6 1 7
Bangka Belitung 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Kalimantan Selatan
132 34 166 225 46 271 250 37 287
South Kalimantan
Kalimantan Timur
19 0 19 23 1 24 58 8 66
East Kalimantan
Kalimantan Barat
21 6 27 0 0 0 0 0 0
West Kalimantan
Kalimantan Utara
2 0 2 30 8 38 51 7 58
North Kalimantan
Riau 8 4 12 29 4 33 38 3 41
Kalimantan Tengah
0 0 0 1 0 1 52 9 61
Central Kalimantan
Sulawesi Utara
93 21 114 121 26 147 200 33 233
North Sulawesi
Sulawesi Selatan
0 0 0 1 0 1 307 36 343
South Sulawesi
Sulawesi Tengah
0 0 0 0 0 0 83 15 98
Central Sulawesi
Sulawesi Tenggara
24 6 30 47 8 55 93 8 101
Southeast Sulawesi
Bali 26 2 28 23 1 24 43 4 47
Papua 14 1 15 0 0 0 0 0 0
Maluku 231 31 262 470 56 526 611 75 686
Jawa Timur
35 4 39 125 16 141 210 31 241
East Java
Jawa Tengah
105 18 123 344 44 388 839 122 961
Central Java
Jawa Barat
58 10 68 157 17 174 181 28 209
West Java
Banten 32 4 36 30 6 36 1 1 2
78 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 79
Tabel Komposisi Karyawan Kontrak Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah Kerja
Composition of Permanent Employees By Gender and Working
(dalam satuan orang)
(in people)
2025 2024 2023
Wilayah Kerja
Working Area Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Total Total Total
Male Female Male Female Male Female
DIY Yogyakarta 115 12 127 618 164 782 378 140 518
DKI Jakarta 23 2 25 36 5 41 45 9 54
Nusa Tenggara Timur (NTT)
3 0 3 3 0 3 9 0 9
East Nusa Tenggara (NTT)
Nusa Tenggara Barat (NTB)
1.025 170 1.195 2.437 420 2.857 3.635 589 4.224
West Nusa Tenggara (NTB)
LUAR NEGERI
OVERSEAS
Timor Leste 1 0 1 0 0 0 0 0 0
GRAND TOTAL 1.026 170 1.196 2.437 420 2.857 3.635 589 4.224
Keterangan:
1) Tidak terdapat pegawai kontrak di wilayah kerja luar negeri.
Information:
1) There are no contract employees in overseas work areas.
KOMPOSISI KARYAWAN BERDASARKAN COMPOSITION OF PERMANENT EMPLOYEES
WILAYAH KERJA DAN STATUS KEPEGAWAIAN BY GENDER AND WORKING AREA
Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Wilayah Kerja dan Status Kepegawaian
Table of Employee Composition Based on Work Area and Employment Status
(dalam satuan orang)
(in people)
2025 2024 2023
Wilayah Kerja Alih Alih
Working Area Tetap Kontrak Alih Daya Jumlah Tetap Kontrak Daya Jumlah Tetap Kontrak Daya Jumlah
Stay Contract Outsourcing Total Stay Contract Out- Total Stay Contract Out- Total
sourcing sourcing
Kantor Pusat
962 11 280 1253 1.007 127 308 1.442 1.136 59 298 1.493
Head Office
Kantor Divisi / Proyek 902 1184 226 2312 1.057 2.119 303 3.479 1.133 3.491 376 5.000
Malaysia 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Timor Leste 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0
Filipina 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Taiwan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Kepulauan Solomon 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Jumlah
1.864 1.196 506 3.566 2.064 2.246 611 4.921 2.269 3.550 674 6.493
Total
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 79
Page 80
Profil Perusahaan
Company Profile
KOMPOSISI KARYAWAN NON PEGAWAI/ COMPOSITION OF NON-EMPLOYEE/INTERNS
MAGANG BERDASARKAN JENIS KELAMIN DAN BY GENDER AND PLACEMENT [GRI 2-8]
PENEMPATAN [GRI 2-8]
Tabel Komposisi Karyawan Magang Berdasarkan Gender
Composition of Internship Employees By Gender
Tahun Pria Wanita Jumlah
% %
Year Male Female Total
2025 53 44% 66 56% 119
2024 87 52% 79 48% 166
2023 63 44% 79 56% 142
Tabel Komposisi Karyawan Magang Berdasarkan Penempatan
Composition of Internship Employees By Placement
Tahun Penempatan Pria Wanita Jumlah
Year Placement Male Female Total
Kantor Pusat
Head Office 42 58 100
2025
Proyek
Project 11 8 19
Kantor Pusat
53 63 116
Head Office
2024
Proyek
34 16 50
Project
Kantor Pusat
42 64 106
Head Office
2023
Proyek
21 15 36
Project
80 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 81
Wilayah Operasional [OJK C.3, GRI 2-1]
Operational Area [OJK C.3, GRI 2-1]
1
6
20
3
4 9
5
7
2
12
10
8
17
16
15 14
13 11
19 18
Pada tahun 2025, Perseroan menjalankan kegiatan In 2025, the Company operated in several regions across the
operasionalnya di beberapa wilayah di Negara Republik Republic of Indonesia. The Company serves both domestic
Indonesia. Pasar yang dilayani oleh Perseroan adalah pasar and international markets. The operational areas for 2025
dalam negeri atau Indonesia dan pasar luar negeri. Wilayah are as follows.
operasional tahun 2025 adalah sebagai berikut.
Dalam Negeri | Aceh
Aceh | Aceh Kalimantan Barat | West Kalimantan Jawa Barat | West Java
Sumatera Utara | North Sumatra Kalimantan Utara | North Kalimantan D. I. Yogyakarta | Special Region of Yogyakarta
Sumatra Barat | West Sumatra Sulawesi Selatan | South Sulawesi Banten | Banten
Sumatera Selatan | South Sumatra Sulawesi Tengah | Central Sulawesi DKI Jakarta | Special Region of Jakarta
Jambi | Jambi Bali | Bali NTT | East Nusa Tenggara
Kepulauan Riau | Riau Islands Papua Barat Daya | Southwest Papua Maluku Utara | North Maluku
Kalimantan Timur | East Kalimantan Jawa Timur | East Java
Kalimantan Tengah | Central Kalimantan Jawa Tengah | Central Java
Informasi alamat wilayah operasi telah disampaikan secara Information on the operational area addresses has been
rinci pada bab Profil Perusahaan Laporan Tahunan PT Wijaya presented in detail in the Company Profile chapter of the
Karya (Persero) Tbk tahun 2025. 2025 Annual Report of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 81
Page 82
Profil Perusahaan
Company Profile
Aktivitas, Rantai Nilai dan
Hubungan Bisnis Lainnya
Activities, Value Chain, and Other Business Relationships
Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara
KEGIATAN USAHA YANG DIJALANKAN BUSINESS ACTIVITIES UNDERTAKEN [OJK
[OJK C.4, GRI 2-6] C.4, GRI 2-6]
Sesuai dengan Anggaran Dasar Nomor 7 tanggal 17 Januari In accordance with Articles of Association No. 7 dated
2024, maksud dan tujuan Perseroan adalah melakukan January 17, 2024, the Company's purposes and objectives
usaha di bidang industri konstruksi, industri pabrikasi, are to engage in business in the construction industry,
jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro industri, manufacturing industry, rental services, agency services,
industri energi, energi terbarukan dan energi konversi, investment, agro-industry, energy industry, renewable energy
penyelenggara perkeretaapian, penyelenggaraan pelabuhan, and energy conversion, railway operations, port operations,
penyelenggaraan kebandarudaraan, logistik, perdagangan, airport operations, logistics, trade, engineering procurement
engineering procurement construction, pengembangan dan construction, area development and management, capacity
pengelolaan kawasan, layanan peningkatan kemampuan di building services in the construction sector, information
bidang jasa konstruksi, teknologi informasi, jasa engineering technology, engineering and planning services, investment
dan perencanaan, investasi dan/atau pengelolaan usaha di and/or business management in the field of basic infrastructure
bidang prasarana dan sarana dasar (infrastruktur), untuk and facilities, to produce high-quality and competitive goods
menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan and/or services to obtain/pursue profits and increase the
berdaya saing kuat untuk mendapat/mengejar keuntungan Company's value by implementing the principles of a Limited
guna meningkatkan nilai Perseroan dengan menerapkan prinsip Liability Company. Business activities based on the Articles
Perseroan Terbatas. Kegiatan usaha berdasarkan Anggaran of Association and business activities carried out in 2025 are
Dasar dan kegiatan usaha yang dijalankan pada tahun 2025 detailed in the Company Profile section of the Annual Report.
telah disampaikan secara rinci pada Laporan Tahunan bagian
Profil Perusahaan.
82 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 83
RANTAI NILAI VALUE CHAIN
AKTIVITAS ORGANISASI, PRODUK, LAYANAN ORGANIZATIONAL ACTIVITIES, PRODUCTS,
DAN PASAR YANG DILAYANI [OJK C.4, GRI 2-6] SERVICES, AND MARKETS SERVED [OJK C.4, GRI 2-6]
Perseroan merupakan perusahaan konstruksi terintegrasi yang The Company is an integrated construction company with
memiliki 5 (lima) lini bisnis utama, segmen pasar yang dibidik five (5) main business lines. The market segments targeted
Perseroan adalah proyek-proyek konstruksi dan turunannya, by the Company include construction projects and their
baik yang dikembangkan oleh Pemerintah maupun oleh pihak derivatives, developed by both the Government and private
swasta. Sesuai dengan Anggaran Dasar terakhir, produk dan sector. In accordance with the latest Articles of Association,
jasa yang ditawarkan oleh WIKA adalah sebagai berikut: the products and services offered by WIKA are as follows:
1. Infrastruktur dan Gedung 1. Infrastructure and Buildings
Lini bisnis ini terdiri dari bidang usaha jasa konstruksi sipil This business line consists of civil construction services
dan konstruksi gedung. Segmen pasar yang dibidik WIKA and building construction services. The market segment
di lini bisnis ini adalah proyek konstruksi sipil dan gedung targeted by WIKA in this line includes large-scale, high-
berskala nasional dan berteknologi tinggi. technology national civil and building construction projects.
Lini bisnis konstruksi sipil membawahi sejumlah sub bidang The civil construction business line covers several sub-
usaha yang meliputi pembangunan sarana dan prasarana sectors, including the development of facilities and
seperti jalan, jembatan, irigasi, sistem pengelolaan air infrastructure such as roads, bridges, irrigation systems,
minum dan prasarana perhubungan. Kini pekerjaannya drinking water management systems, and transportation
tidak sekedar sebagai kontraktor melainkan juga mencakup infrastructure. Currently, its scope of work is no longer
rancang bangun (design and build) dari mulai proses limited to contracting services, but also includes design
perencanaan hingga proses konstruksi. and build, from planning through construction.
Sedangkan bidang konstruksi gedung meliputi Meanwhile, the building construction sector includes
pembangunan hunian dan bangunan fasilitas publik. residential developments and public facility buildings.
Bidang konstruksi gedung WIKA telah mampu melakukan WIKA’s building construction division is capable of
pekerjaan rancang bangun atau design and build sejak executing design-and-build projects from the planning
proses perencanaan sampai proses konstruksi. Sub stage through construction. Sub-sectors of residential
bidang usaha jasa konstruksi bangunan hunian meliputi construction services include apartments, condominiums,
pembangunan apartemen, kondominium, hotel, rumah hotels, low-cost apartments, and housing complexes.
susun, dan kompleks perumahan.
2. Energi dan Industrial Plant 2. Energy and Industrial Plant
Lini bisnis ini terdiri dari bidang usaha Energi dan This business line consists of Energy and Industrial Plant
Industrial Plant. Bidang usaha energi ini meliputi jasa EPC services. The energy sector covers EPC (Engineering,
(Engineering, Procurement dan Construction) di bidang Procurement, and Construction) services in electricity
ketenagalistrikan. Berbagai jenis pembangkit listrik telah generation. WIKA has delivered various types of power
mampu dihasilkan oleh WIKA antara lain PLTU, PLTG/MU, plants, including coal-fired power plants (PLTU), gas
PLTA, PLTD/MG, PLTP, PLTS dan lain sebagainya. turbine/multi-unit power plants (PLTG/MU), hydropower
plants (PLTA), diesel power plants (PLTD/MG), geothermal
power plants (PLTP), solar power plants (PLTS), and others.
Sedangkan pada bidang usaha Industrial Plant berfokus pada The Industrial Plant sector focuses on developing
membangun suatu processing plant, yang terdiri atas fasilitas processing plants, consisting of building facilities,
bangunan, serangkaian fasilitas mesin, peralatan dan fasilitas- machinery systems, equipment, and supporting
fasilitas penunjang lainya sehingga dapat terbentuk suatu proses facilities to enable production processes from raw
produksi dari raw material menjadi produk tertentu, di antaranya materials into specific products. These include Alumina
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 83
Page 84
Profil Perusahaan
Company Profile
Alumina Plant, Ferronickel Plant, Cement Plant, CPO Plant, Sugar Plants, Ferronickel Plants, Cement Plants, CPO Plants,
Plant, Steel Plant, Copper Smelter Plant, NPK Granulation Plant Sugar Plants, Steel Plants, Copper Smelter Plants, NPK
dan lain sebagainya. Kompetensi WIKA dalam bidang usaha ini Granulation Plants, and others. WIKA’s competence in
juga meliputi sektor Oil & Gas. Berbagai fasilitas Oil & Gas yang this sector also includes Oil & Gas, covering facilities
telah dihasilkan oleh WIKA antara lain pipeline, tank terminal, such as pipelines, tank terminals, gas processing facilities,
gas processing facility, serta refinery. and refineries.
3. Industri 3. Industry
Lini bisnis industri merupakan pilar pendukung dari The industrial business line serves as a supporting pillar
kompetensi inti WIKA. Dalam lini bisnis industri ini terdapat for WIKA’s core competencies. This line produces various
berbagai variasi dari produk-produk pendukung aktivitas construction-supporting products, including:
konstruksi yang dihasilkan, seperti:
- Beton, yaitu: produk beton pra cetak, seperti PC Poles, - Concrete, such as precast concrete products: PC Poles,
PC Piles, Railway Sleeper CP, Bridge Concrete, Sheet PC Piles, Railway Sleeper CP, Bridge Concrete, Sheet Piles,
Pile, PC Pipes, RC Box Culvert, Marine Structure CP, PC Pipes, RC Box Culverts, Marine Structure CP, HCS, PC
HCS, PC Cylinder dan Rigid Pavement Fabricated; Cylinders, and fabricated rigid pavement.
- Industri, yaitu: fabrikasi baja dengan menghasilkan - Manufacturing, including steel fabrication producing steel
produk konstruksi baja, struktur rangka baja, conveyor, construction products, steel frame structures, conveyors,
pipe rack, tower telekomunikasi, tower transmisi listrik, pipe racks, telecommunication towers, power transmission
jembatan rangka baja, tanki baja, silo, hopper, pressure towers, steel truss bridges, steel tanks, silos, hoppers,
vessel, welded beam dan steel plate work lainnya serta pressure vessels, welded beams, other steel plate works,
aluminium casting dan plastic injection; as well as aluminum casting and plastic injection.
- Bitumen, yaitu: granular asphalt dan extraction asphalt. - Bitumen, including granular asphalt and extracted asphalt.
- Renewable Energy , yaitu: solar PV Modules & - Renewable Energy, including solar PV modules and
Components, Rooftop System, Solar Centralized components, rooftop systems, centralized hybrid solar
Hybrid System, Solar Pump System, Solar Home systems, solar pump systems, solar home systems, solar
System, Solar Street Lights, Electric Vehicle battery, street lights, electric vehicle batteries, portable energy
Portable Energy Storage, Energy Storage System, storage, energy storage systems, solar water heaters,
Solar Water Heater, AirCob Water Heater, Heatpump, AirCob water heaters, heat pumps, electric water heaters,
Electric Water Heater, LED Lightings, LTSHE. LED lighting, and LTSHE
- .
4. Realti dan Properti 4. Realty and Property
Melalui lini bisnis Realti dan Properti, WIKA berkomitmen Through its Realty and Property business line, WIKA is
untuk menghadirkan properti yang berkualitas dan ideal committed to delivering high-quality properties tailored
untuk berbagai segmen pasar. Lini bisnis ini menjadi to various market segments. This line serves as a key
andalan dalam menyambut peluang besar, seperti driver in capturing major opportunities such as new city
pengembangan kota baru dan program Pemerintah developments and Government programs aimed at
dalam mendorong pemenuhan kebutuhan hunian untuk meeting public housing needs.
masyarakat. WIKA melalui anak usahanya yaitu WIKA Through its subsidiary, WIKA Realty, the Company has
Realty telah sukses mengembangkan produk unggulan successfully developed its flagship product “Tamansari.”
“Tamansari”. Dengan mengusung makna di balik nama Reflecting the meaning of Tamansari as a royal retreat,
Tamansari yang berarti peristirahatan raja, WIKA Realty WIKA Realty integrates architectural beauty, natural
berhasil menggabungkan keindahan arsitektur, unsur alam elements, and local wisdom across various regions in
dan kearifan lokal di berbagai daerah di Indonesia sehingga Indonesia, creating comfortable and environmentally
tercipta konsep hunian yang asri dan nyaman. harmonious residential concepts.
5. Investasi 5. Investment
Sebagai salah satu strategi guna memiliki bisnis yang As part of its strategy to build a more stable business in the
lebih stabil kedepannya, WIKA kini semakin aktif dalam future, WIKA is increasingly active in investment activities.
melakukan kegiatan investasi. Melalui berbagai investasi These investments are expected to increase WIKA’s
yang dijalankan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan recurring income portion. The Company’s investments
porsi recurring income WIKA. Investasi yang dilakukan cover various sectors, including infrastructure, energy,
Perseroan mencakup berbagai sektor seperti infrastruktur, transportation, and area development. In carrying out
energi, transportasi serta pengembangan kawasan. Dalam these investments, the Company also affiliates with
melakukan kegiatan investasi tersebut, Perseroan juga several other companies to build a larger and more
berafiliasi dengan beberapa perusahaan lain sebagai upaya diversified investment portfolio.
untuk memperoleh portofolio investasi yang semakin besar.
84 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 85
Informasi mengenai kegiatan usaha menurut Anggaran Information regarding business activities according to the
Dasar Perusahaan telah disajikan secara rinci pada bab Profil Company's Articles of Association has been presented in
Perusahaan Laporan Tahunan Perseroan tahun 2025. detail in the Company Profile chapter of the Company's 2025
Annual Report.
RANTAI PASOK [GRI 2-6] SUPPLY CHAIN [GRI 2-6]
Perseroan berkomitmen untuk memperkuat peran pemasok The Company is committed to strengthening the role of
lokal dalam operasional bisnisnya. Komitmen ini tertuang local suppliers in its business operations. This commitment
dalam Surat Edaran Nomor SE.01.01/A.DIR.00367/2021 is outlined in Circular Letter No. SE.01.01/A.DIR.00367/2021
tentang Upaya Memaksimalkan Penggunaan Produk atau concerning Efforts to Maximize the Use of Products or Goods
Barang dari Industri Dalam Negeri. Dalam melakukan kegiatan from Domestic Industries. In carrying out its operations, the
operasionalnya, Perseroan telah melibatkan beberapa Company has involved several suppliers, including:
di antaranya:
Kategori Pemasok Hal yang Dipasok Mitra
Supplier Categories Supplied Items
Material Konstruksi Semen, baja, beton practak, aspal, bahan kimia konstruksi
Construction Materials Cement, steel, precast concrete, asphalt, construction chemicals
Komponen Pabrikasi Struktur baja, girder jembatan, komponen beton, alat mekanikal-elektrikal
Fabrication Components Steel structures, bridge girders, concrete components, mechanical and electrical equipment
Vendor Jasa Proyek Sub-kontraktor sipil/ME, konsultan teknik, jasa logistik dan pengiriman
Project Service Vendors Civil/ME subcontractors, engineering consultants, logistics and delivery services
Alat berat, mesin konstruksi, rigging, crane
Peralatan & Machinery
Heavy equipment, construction machinery, rigging, cranes
Equipment & Machinery
Jasa Pendukung Operasional Keamanan, cleaning, catering, tenaga ahli, IT, O&M
Operational Support Service Security, cleaning, catering, expert personnel, IT, O&M
Pada tahun 2025, Perseroan telah melibatkan pemasok lokal In 2025, the Company has engaged 1,523 local suppliers
sebanyak 1.523 pemasok dengan nilai kontrak Rp8.314miliar with a contract value of Rp8,314 billion and 3 (three) foreign
dan pemasok yang berasal dari luar negeri sebanyak 3 (tiga) suppliers with a contract value of Rp42 billion.
pemasok dengan nilai kontrak Rp42 miliar.
ENTITAS HILIR [GRI 2-6] DOWNSTREAM ENTITIES [GRI 2-6]
Dalam upaya memperkuat fondasi bisnis dan menciptakan In an effort to strengthen its business foundation and create
nilai tambah yang berkelanjutan, Perseroan secara konsisten sustainable added value, the Company consistently prioritizes
memprioritaskan pemanfaatan sumber daya barang dan jasa the utilization of goods and services resources from across
dari seluruh portofolio Entitas Anak. Untuk memfasilitasi its Subsidiary Entity portfolio. To facilitate more efficient,
sinergi yang lebih efisien, transparan, dan terukur, Perseroan transparent, and measurable synergies, the Company has
telah mengimplementasikan platform pengadaan terpadu implemented a single integrated procurement platform, WISE
tunggal, WISE (Wijaya Karya Integrated Supplier Ecosystem). (Wijaya Karya Integrated Supplier Ecosystem).
Pada tahun 2025, komitmen untuk kolaborasi internal semakin In 2025, the commitment to internal collaboration was further
diintensifkan, didorong oleh integrasi digital melalui WISE intensified, driven by digital integration through WISE, which
yang menjadi tulang punggung sinergi antar-anak perusahaan. serves as the backbone of synergy between subsidiaries.
Platform ini memungkinkan perencanaan, pengadaan, This platform enables synchronized planning, procurement,
dan logistik yang tersinkronisasi, mengurangi redundansi, and logistics, reducing redundancy, optimizing costs, and
mengoptimalkan biaya, dan memperkuat rantai pasok internal. strengthening the internal supply chain. PT Wijaya Karya
PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi dan PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi and PT Wijaya Karya Bangunan Gedung
Bangunan Gedung Tbk telah terintegrasi penuh ke dalam Tbk have been fully integrated into WISE, pioneering the
WISE, menjadi perintis dalam transformasi digital ekosistem digital transformation of the Group's procurement ecosystem.
pengadaan Grup.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 85
Page 86
Profil Perusahaan
Company Profile
ENTITAS ANAK SINERGI
SUBSIDIARY SINERGY
Perseroan memanfaatkan keunggulan WIKA Beton sebagai produsen beton pracetak terbesar di Indonesia dan Asia
Tenggara. Melalui platform WISE, pengadaan dan penjadwalan pasokan beton untuk berbagai proyek Grup menjadi
lebih terintegrasi. Fokus 2025 adalah pada pengembangan produk beton ramah lingkungan (green concrete) yang
didistribusikan melalui ekosistem digital untuk mendukung target dekarbonisasi
PT Wijaya Karya Beton Tbk
The Company leverages the strengths of WIKA Beton as the largest precast concrete producer in Indonesia and
Southeast Asia. Through the WISE platform, concrete procurement and supply scheduling for various Group
projects become more integrated. The 2025 focus is on developing environmentally friendly concrete products
(green concrete), distributed through a digital ecosystem to support decarbonization targets.
Melalui PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, Perseroan memfokuskan pada layanan konstruksi terintegrasi
dengan dukungan teknologi terdepan dalam memberikan solusi pekerjaan konstruksi secara menyeluruh
dengan mengutamakan quality and safety untuk melayani pasar pemerintah, BUMN atau BUMD dan swasta di
Indonesia. Sebagai salah satu pelopor integrasi, sinergi dengan WIKA Gedung diperkuat melalui platform WISE
untuk pengadaan material dan jasa subkonstruksi yang lebih efisien. Hal ini mendukung pendekatan konstruksi
terintegrasi 4.0 mereka, yang mengedepankan BIM dan IoT. Fokus layanan mencakup pembangunan gedung pintar
PT Wijaya Karya Bangunan
dan fasilitas kesehatan.
Gedung Tbk
Through PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, the Company focuses on integrated construction services
supported by leading-edge technology to deliver comprehensive construction solutions, prioritizing quality
and safety to serve government, SOEs/ROEs, and private sector markets in Indonesia. As one of the pioneers
of integration, synergy with WIKA Gedung is strengthened through the WISE platform for more efficient
procurement of materials and subcontracted services. This supports their Integrated Construction 4.0 approach,
which emphasizes BIM and IoT. Service focus includes smart building development and healthcare facilities.
PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi, berperan kunci dalam mendukung proyek-proyek strategis nasional
seperti kilang dan fasilitas energi terbarukan. Rencana integrasi WISE akan mengoptimalkan pengadaan material
fabrikasi baja dan layanan berat, memastikan ketepatan waktu dan kontrol biaya yang lebih baik dalam mendukung
PT Wijaya Karya Industri dan proyek-proyek di lingkungan Perseroan.
Konstruksi PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi plays a key role in supporting national strategic projects such as refineries
and renewable energy facilities. Planned integration with WISE will optimize procurement of steel fabrication
materials and heavy services, ensuring timeliness and better cost control in supporting projects across the
Company’s environment.
Sebagai entitas terintegrasi WISE, sinergi difokuskan pada efisiensi pengadaan material mekanikal dan elektrikal
(MEP) yang kompleks. Platform digital ini memungkinkan pelacakan real-time dan pengelolaan inventaris,
PT Wijaya Karya Rekayasa mendukung layanan operasi dan pemeliharaan (O&M) yang lebih andal serta penerapan digital twin
Konstruksi As a WISE-integrated entity, synergy is focused on improving efficiency in procuring complex mechanical and
electrical (MEP) materials. This digital platform enables real-time tracking and inventory management, supporting
more reliable operations and maintenance (O&M) services as well as the implementation of digital twins.
Sinergi bersama WIKA Realty dalam pengembangan kawasan berkelanjutan akan didukung oleh transparansi dan
efisiensi pengadaan melalui WISE. Hal ini penting untuk mengelola pasokan material dalam proyek mixed-use
development dan township yang besar, dengan fokus pada material bersertifikasi hijau.
PT Wijaya Karya Realty
Synergy with WIKA Realty in sustainable area development will be supported by procurement transparency and
efficiency through WISE. This is essential for managing material supply in large mixed-use developments and
townships, with a focus on green-certified materials.
Sinergi dalam penyediaan Aspal Buton untuk program jalan nasional akan semakin dioptimalkan dengan rencana
integrasi ke WISE. Platform ini akan mempermudah penjadwalan pengiriman dan manajemen stok material
strategis ini di berbagai lokasi proyek Grup, mendukung ketahanan material lokal
PT Wijaya Karya Bitumen
Synergy in the provision of Buton Asphalt for the national road program will be further optimized through planned
integration with WISE. The platform will simplify delivery scheduling and strategic material stock management
across Group project locations, supporting local material resilience.
Terkait pembangunan jalan tol Serang-Panimbang, Perseroan bersinergi dengan PT Wijaya Karya Serang Panimbang.
Melalui WIKA Serang-Panimbang, Perseroan dapat menghubungkan Kota Serang - Rangkas Bitung - Bojong -
Panimbang di Provinsi Banten sepanjang 83,67 KM.Pengoperasian Jalan Tol Serang-Panimbang memerlukan
pasokan suku cadang dan layanan perawatan yang andal. Integrasi dengan WISE dapat mengoptimalkan pengadaan
PT Wijaya Karya Serang untuk kebutuhan operasi dan pemeliharaan (O&M) tol, serta pengembangan area rest service
Panimbang With regard to the development of Serang–Panimbang toll road, the Company collaborates with PT Wijaya Karya
Serang Panimbang. Through WIKA Serang–Panimbang, the Company connects Serang City – Rangkas Bitung –
Bojong – Panimbang in Banten Province over a total length of 83.67 km. Operation of Serang–Panimbang Toll Road
requires reliable spare parts supply and maintenance services. Integration with WISE can optimize procurement
for toll road operations and maintenance (O&M) needs, as well as the development of rest service areas.
Melalui sinerginya bersama PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur, Perseroan mendukung tercapainya akses terhadap sumber
air minum aman dan fasilitas sanitasi layak, dengan 85% memenuhi Standar Pelayanan Air Minum (SPM) dan 15%
akses air minum aman.
PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur
Through its synergy with PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur, the Company supports the achievement of access to safe
drinking water sources and adequate sanitation facilities, with 85% meeting Drinking Water Service Standards
(SPM) and 15% gaining access to safe drinking water.
86 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 87
HUBUNGAN BISNIS LAIN YANG RELEVAN OTHER RELEVANT BUSINESS
[GRI 2-6] RELATIONSHIPS [GRI 2-6]
Selain itu, Perseroan juga melakukan Kerja Sama Operasi In addition, the Company also engages in Joint Operations
(KSO) dalam berbagai proyek. Berikut KSO yang dilakukan (JO) on various projects. The JOs undertaken in 2025 are
pada tahun 2025 adalah sebagai berikut. as follows.
KERJA SAMA OPERASI PARTNER KSO
JOINT OPERATIONS JO PARTNER
RSUD Bobong Kab. Taliabu Swasta
Bobong Regional Public Hospital (RSUD), Taliabu Regency Private
Pengendalian Banjir Tenggang I Swasta
Tenggang I Flood Control Project Private
Pembangunan RSUD Maba Halmahera Timu Swasta
Construction of Maba Regional Public Hospital, EastHalmahera Private
Gedung Financial Mandiri PIK BUMN
Mandiri Financial Building, PIK SOE
Jalan Paket G di KIPP 1B-1C Swasta
Package G Road Development at KIPP 1B–1C Private
Penanganan Longsor Cisumdawu KM 177 BUMN
Cisumdawu Landslide Mitigation at KM 177 SOE
JSDP Zona 6 WWTP Package 1 Swasta
JSDP Zone 6 WWTP Package 1 Private
Pembangunan Jalan Kawasan Yudikatif BUMN
Judicial District Road Development SOE
Waterflood Menggala North & Sintong BUMN
Waterflood Menggala North & Sintong SOE
KSCS Package 3 Karian - Serpong Swasta
KSCS Package 3 Karian–Serpong Private
Pemb. Reservoir DC Semanan Swasta
Construction of DC Semanan Reservoir Private
Pembangunan SR Provinsi Aceh 1 BUMN
SR Development, Aceh Province 1 SOE
Pembangunan SR Provinsi Jateng 1 Swasta
SR Development, Central Java Province 1 Private
Pemb. RS Central Medical SARDJITO BUMN
Construction of Sardjito Central Medical Hospital SOE
Pengendalian Banjir Merauke Paket 2 Swasta
Merauke Flood Control Package 2 Private
Pekerjaan Konstruksi Extended MRT Swasta
Extended MRT Construction Works Private
Akses Tol Patimban Paket 2 BUMN
Patimban Toll Road Access Package 2 SOE
Pembangunan FO Muara Enim Swasta
Development of Muara Enim FO Private
Rehabilitasi Bendung Jatimlerek Swasta
Rehabilitation of Jatimlerek Weir Private
Pemb. Asrama dan Prasarana CYSC
Private
Construction of CYSC Dormitory and Supporting Facilities
Pembangunan Gedung dan kawsan DPR II BUMN
Construction of DPR II Building and Area SOE
Pembangunan Gedung dan Kawasan MPR BUMN
Construction of MPR Building and Area SOE
Pembangunan SR Provinsi Kalbar Swasta
SR Development, West Kalimantan Province Private
Pipanisasi Belawan - Labuhan Batu BUMN
Belawan–Labuhan Batu Pipeline Project SOE
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 87
Page 88
Profil Perusahaan
Company Profile
PERUBAHAN PERUSAHAAN YANG SIGNIFICANT ORGANIZATIONAL
BERSIFAT SIGNIFIKAN PADA ORGANISASI CHANGES IN THE COMPANY [OJK C.6, GRI 2-6]
[OJK C.6, GRI 2-6]
Di tahun 2025, terdapat perubahan perusahaan yang bersifat In 2025, the Company underwent significant changes. As a
signifikan. Perseroan yang termasuk ke dalam Badan Usaha State-Owned Enterprise (SOE), the Company experienced a
Milik Negara mengalami perubahan pemegang saham berupa change in shareholding structure through the transfer of the
pengalihan kepemilikan saham Negara Republik Indonesia dari Republic of Indonesia’s share ownership from the Ministry of
Kementerian Badan Usaha Milik Negara kepada PT Danantara. State-Owned Enterprises to PT Danantara.
Pengalihan kepemilikan 36.291.702.780 Seri B milik Negara Transfer of ownership of 36,291,702,780 Series B shares
Republik Indonesia atau sebesar 91,018 % (sembilan puluh owned by the Republic of Indonesia, representing 91.018%
satu koma nol satu delapan persen) dari seluruh saham yang (ninety-one point zero one eight percent) of total issued
telah dikeluarkan dan disetor penuh dalam Perseroan melalui and fully paid-up shares in the Company. This transfer was
proses inbreng yang dilaksanakan Negara Republik Indonesia carried out through an inbreng (capital injection in the form
kepada Perusahaan Perseroan (Persero) PT Biro Klasifikasi of non-cash assets) process executed by the Republic of
Indonesia merupakan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Indonesia to Perusahaan Perseroan (Persero) PT Biro Klasifikasi
Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2025 tanggal 21 Maret Indonesia, constituted the implementation of Government
2025 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Regulation of the Republic of Indonesia No. 15 of 2025 dated
Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan March 21, 2025, concerning the Increase of the Republic of
(Persero) PT Biro Klasifikasi Indonesia Untuk Pendirian Indonesia’s State Capital Participation into the Share Capital
Holding Operasional. of Perusahaan Perseroan (Persero) PT Biro Klasifikasi Indonesia
for the Establishment of an Operational Holding.
Dengan kepemilikan saham Negara Republik Indonesia pada With the Republic of Indonesia holding 100% share ownership
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Biro Klasifikasi Indonesia in Perusahaan Perseroan (Persero) PT Biro Klasifikasi Indonesia
sebesar 100% dan kepemilikan saham preferen Perseroan yakni and retaining ownership of the Company’s Series A Dwiwarna
saham Seri A Dwiwarna dalam Perseroan maka pelaksanaan (golden share), the execution of share transfer does not alter
pengalihan saham tersebut tidak mengubah pengendalian the control of the Republic of Indonesia over the Company.
Negara Republik Indonesia pada Perseroan, di mana semula The control, which was previously exercised through direct
dilakukan melalui pemilikan langsung menjadi pemilikan tidak ownership, is now exercised indirectly through Perusahaan
langsung, melalui Perusahaan Perseroan (Persero) PT Biro Perseroan (Persero) PT Biro Klasifikasi Indonesia.
Klasifikasi Indonesia.
88 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 89
Keanggotaan Asosiasi [OJK C.5, GRI 2-28]
Association Membership [OJK C.5, GRI 2-28]
Sepanjang tahun 2025, Perseroan secara aktif telah tergabung Throughout 2025, the Company actively participated in
dalam berbagai asosiasi profesional dan organisasi lainnya. various professional associations and other organizations.
Keanggotaan ini tidak hanya memperluas jaringan bisnis dan These memberships not only expanded its business network
komunikasi dengan pelaku industri sejenis, tetapi juga menjadi and communication with similar industry players but also
sarana penting untuk melibatkan pemangku kepentingan served as an important means of engaging stakeholders in
dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai tantangan addressing and resolving various operational challenges. As of
operasional. Hingga akhir periode pelaporan, Perseroan tercatat the end of the reporting period, the Company was a member
sebagai anggota dari beberapa asosiasi dan organisasi berikut: of the following associations and organizations:
Nama Organisasi/Asosiasi Ruang Lingkup Posisi Keikutsertana Jatuh Tempo Keanggotaan
Name of Organization/Association Scope of Activities Position Membership Expiration Date
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nasional Anggota 01 Desember 2025
Indonesian Chamber of Commerce and Industry (KADIN) National Member December 1, 2025
Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) Nasional Anggota 31 Desember 2025
Indonesian Contractors Association (AKI) National Member December 31, 2025
Gabungan Perusahaan Nasional Rancang Bangun Indonesia (GAPENRI)
Nasional Anggota 31 Desember 2025
Indonesian National Association of Design and Construction
National Member December 31, 2025
Companies (GAPENRI)
Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI)
Nasional Anggota 18 Februari 2026
Indonesian National Construction Implementer Association
National Member February 18, 2026
(GAPENSI)
Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNI-BB) Nasional Anggota 31 Desember 2025
Indonesian National Committee for Large Dams (KNI-BB) National Member December 31, 2025
Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Nasional Anggota 31 Desember 2025
Indonesian Electrical and Mechanical Contractors Association (AKLI) National Member December 31, 2025
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 89
Page 90
Penjelasan Direksi Board of Directors Penjelasan Direksi Explanation
Page 91
Page 92
Penjelasan Direksi
Board of Directors Explanation
Penjelasan Direksi [OJK D.1]
Board of Directors’ Statement [OJK D.1]
DIREKTUR
UTAMA
President
Director
Agung
Budi
Waskito
92 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 93
Pemegang saham dan pemangku kepentingan yang Dear shareholders and stakeholders,
kami hormati,
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, First and foremost, let us express our gratitude to God
atas rahmat dan karunia-Nya sehingga Perseroan mampu Almighty for His blessings and grace, which have enabled
menghadapi berbagai tantangan dan mencapai capaian the Company to overcome various challenges and achieve
signifikan sepanjang tahun 2025. Laporan Keberlanjutan significant accomplishments throughout 2025. This
ini disusun sebagai bentuk komitmen Perseroan dalam Sustainability Report has been prepared as a manifestation of
mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan the Company’s commitment to supporting the achievement
melalui seluruh kegiatan operasional. Sebagai perusahaan of the Sustainable Development Goals (SDGs) through all
yang beroperasi di sektor konstruksi, Perseroan menyadari of its operational activities. As a company operating in
bahwa keberlanjutan tidak hanya terkait dengan pencapaian the construction sector, the Company recognizes that
kinerja keuangan, tetapi juga mencakup upaya memberikan sustainability is not solely related to financial performance,
dampak positif yang nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan but also encompasses efforts to generate tangible positive
seluruh pemangku kepentingan. impacts for society, the environment, and all stakeholders.
Dalam laporan ini, izinkan kami menyampaikan Penjelasan In this report, we would like to present the Board of Directors’
Direksi yang terdiri dari beberapa bahasan meliputi kebijakan Statement covering several key topics, including policies to
untuk merespon tantangan dalam pemenuhan strategi address challenges in fulfilling the sustainability strategy, the
keberlanjutan, penerapan pembangunan berkelanjutan, dan implementation of sustainable development, and strategies
strategi pencapaian target. Kami berharap laporan ini dapat to achieve the established targets. We truly hope this report
menyajikan informasi yang transparan dan bermanfaat bagi can provide transparent and valuable information for all
seluruh pemangku kepentingan, sekaligus mencerminkan stakeholders, while reflecting the Company’s commitment to
komitmen Perseroan untuk terus berperan aktif dalam actively contributing to a better and more sustainable future.
mewujudkan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.
KEBIJAKAN UNTUK MERESPON POLICIES TO ADDRESS CHALLENGES IN
TANTANGAN DALAM PEMENUHAN IMPLEMENTING THE SUSTAINABILITY
STRATEGI KEBERLANJUTAN [GRI 2-22] STRATEGY [GRI 2-22]
Perseroan berkomitmen untuk mengintegrasikan nilai- The Company is committed to integrating sustainability values
nilai keberlanjutan dalam seluruh kegiatan bisnisnya. Nilai into all of its business activities. The Company’s sustainability
keberlanjutan yang dimiliki Perseroan mengacu pada values refer to the core values of Human Resources of State-
nilai-nilai utama (Core Values) Sumber Daya Manusia Owned Enterprises (AKHLAK), namely Trustworthy (Amanah),
Badan Usaha Milik Negara terdiri dari Amanah, Kompeten, Competent (Kompeten), Harmonious (Harmonis), Loyal
Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif (AKHLAK) yang (Loyal), Adaptive (Adaptif), and Collaborative (Collaborative),
telah selaras dengan nilai-nilai keberlanjutan. Sebagai which are aligned with sustainability principles. As part of a
bagian dari Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), State-Owned Enterprise (SOE), the Company continuously
Perseroan senantiasa menanamkan budaya Perseroan dengan instills its corporate culture by implementing and internalizing
mengimplementasikan dan menginternalisasi nilai utama the AKHLAK core values across all employees.
AKHLAK kepada seluruh pegawai Perseroan.
Namun, Perseroan menyadari bahwa dalam penerapan nilai- However, the Company acknowledges that in implementing
nilai keberlanjutan, masih terdapat sejumlah isu dan tantangan sustainability values, several issues and challenges remain.
yang dihadapi antara lain dinamika perubahan regulasi, These include evolving regulatory dynamics, increasing
peningkatan ekspektasi pemangku kepentingan terhadap stakeholder expectations regarding ESG performance, the
kinerja ESG, kebutuhan integrasi prinsip keberlanjutan dalam need to integrate sustainability principles throughout the
seluruh rantai nilai proyek, serta tantangan dalam memperkuat project value chain, and challenges in strengthening human
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 93
Page 94
Penjelasan Direksi
Board of Directors Explanation
kapasitas sumber daya manusia dan sistem pendukung yang capital capacity and supporting systems that are aligned
selaras dengan praktik keberlanjutan. Selain itu, kompleksitas with sustainability practices. In addition, the complexity of
operasional proyek konstruksi yang tersebar di berbagai construction project operations spread across various regions
wilayah dengan karakteristik risiko lingkungan dan sosial with diverse environmental and social risk characteristics
yang beragam turut menjadi tantangan dalam memastikan presents challenges in ensuring consistent and effective
penerapan prinsip keberlanjutan secara konsisten dan efektif implementation of sustainability principles across all
di seluruh lini operasional Perseroan. operational lines of the Company.
Sebagai upaya untuk mengatasi tantangan tersebut, To address these challenges, the Company continuously
Perseroan secara berkelanjutan memperkuat komitmen dan strengthens its sustainability commitment and implementation
implementasi keberlanjutan melalui penyusunan kebijakan through the development of sustainability policies and
dan strategi keberlanjutan yang terintegrasi dengan strategi strategies integrated with business strategies, enhancement
bisnis, peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui of human capital competencies through training programs
program pelatihan dan internalisasi nilai-nilai keberlanjutan, and the internalization of sustainability values, as well as
serta penguatan tata kelola dan sistem manajemen yang strengthening governance and management systems that
mendukung pengelolaan aspek lingkungan, sosial, dan tata support measurable and accountable environmental, social,
kelola secara terukur dan akuntabel. and governance management.
Kebijakan dan strategi keberlanjutan mencerminkan komitmen The Company’s sustainability policies and strategies reflect
Perseroan dalam menjalankan pembangunan berkelanjutan, its commitment to sustainable development, which must
yang harus diimplementasikan secara konsisten oleh be consistently implemented by the Board of Directors, all
Direksi, seluruh jajaran karyawan, serta seluruh entitas anak employees, and all subsidiaries. In an effort to contribute to
perusahaan. Dalam upaya berkontribusi pada pembangunan sustainable development, throughout 2025 the Company
berkelanjutan, sepanjang tahun 2025 Perseroan mendukung supports the SDGs through efforts to address climate
TPB melalui upaya dalam menangani perubahan iklim dengan change by strengthening sustainability governance, creating
melakukan penguatan tata kelola keberlanjuutan, membuat a roadmap and measurable net zero emission targets, and
roadmap dan target net zero emission yang terukur, melakukan conducting systematic and comprehensive identification
identifikasi climate risk secara sistematis dan komprehensif. of climate risks. The Company also consistently carries out
Perseroan juga senantiasa melakukan berbagai kegiatan various TJSL activities to support SDG 1 (No Poverty), SDG
TJSL mendukung TPB 1 (Tanpa Kemiskinan), TPB 2 (Tanpa 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG
Kelaparan),TPB 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), TPB 4 4 (Quality Education), SDG 6 (Clean Water and Sanitation),
(Pendidikan Berkualitas), TPB 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 9 (Industry,
TPB 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi),TPB 9 Innovation, and Infrastructure), SDG 10 (Reduced Inequalities),
(Industri, Inovasi dan Infrastruktur),TPB 10 (Berkurangnya SDG 13 (Climate Action), SDG 14 (Life Below Water), and
kesenjangan), TPB 13 (Penanganan Perubahan Iklim), TPB 14 SDG 15 (Life on Land).
(Ekosistem Lautan),TPB 15 (Ekosistem Daratan).
Perseroan terus mengembangkan kontribusinya terhadap The Company continues to expand its contribution to other
TPB lainnya seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan SDGs in line with the growth and development of its business
kegiatan bisnisnya. Implementasi strategi keberlanjutan activities. The implementation of sustainability strategies also
juga merupakan bentuk dukungan Perseroan dalam represents the Company’s support for the achievement of the
pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Upaya SDGs. These sustainable development efforts are reflected
pembangunan berkelanjutan ini tercermin melalui berbagai in a variety of performance achievements across economic,
capaian kinerja Perseroan yang mencakup aspek ekonomi, environmental, social, and governance aspects.
lingkungan, sosial, serta tata kelola.
Pada aspek ekonomi, Perseroan terus memperkuat kinerja From the economic aspect, the Company continues to
usaha secara berkelanjutan melalui peningkatan perolehan strengthen its business performance sustainably through
kontrak baru, penguatan pengelolaan proyek (project increasing new contract acquisitions, strengthening
excellence), serta efisiensi operasional guna menciptakan nilai project management (project excellence), and enhancing
tambah bagi Perseroan dan pemangku kepentingan. Perseroan operational efficiency to create added value for the Company
juga berupaya memperluas kontribusinya dalam pembangunan and stakeholders. The Company also seeks to expand its
infrastruktur nasional. Selain itu, Perseroan turut mendorong contribution to national infrastructure development. In
pemberdayaan ekonomi melalui pelibatan kontraktor lokal, addition, the Company promotes economic empowerment
pemasok, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah by involving local contractors, suppliers, and micro, small,
94 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 95
(UMKM) dalam rantai pasok, sehingga memberikan dampak and medium enterprises (MSMEs) in its supply chain, thereby
ekonomi tidak langsung bagi masyarakat dan mendukung creating indirect economic impacts for communities and
pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif. supporting inclusive national economic growth.
Pada aspek lingkungan, Perseroan terus berkomitmen From the environmental aspect, the Company remains
untuk meminimalkan dampak lingkungan dari kegiatan committed to minimizing environmental impacts from
operasional melalui penerapan prinsip efisiensi energi operational activities through the implementation of
dan sumber daya, pengelolaan limbah yang bertanggung energy and resource efficiency principles, responsible waste
jawab, serta pengendalian emisi gas rumah kaca. Upaya ini management, and greenhouse gas emission control. These
dilakukan sebagai bagian dari kontribusi Perseroan dalam efforts are part of the Company’s contribution to climate
mendukung mitigasi perubahan iklim dan menjaga kelestarian change mitigation and environmental preservation. This
lingkungan hidup secara berkelanjutan. Hal ini tercermin bahwa is reflected in the reduction of energy consumption to
Perseroan berhasil menurunkan penggunaan energi menjadi 378,171.68 gigajoules, down from 436,887.75 gigajoules in
sebesar 378.171,68 gigajoule menurun dibandingkan tahun 2024. Throughout 2025, there was also a reduction in total
2024 yang sebesar 436.887,75 gigajoule. Sepanjang tahun Scope 1, 2, and 3 GHG emissions to 107,573.24 Tons CO₂-
2025, juga terdapat penurunan total emisi GRK Cakupan 1, eq, compared to the base year of 2024 at 229,690.38 Tons
2, dan 3 menjadi sebesar 107.573,24 Ton CO₂-eq menurun CO₂-eq. The Company also reduced GHG emission intensity
dibandingkan dengan baseyear yaitu tahun 2024 sebesar to 9.41 Tons CO₂-eq per billion Rupiah, lower than the 2024
229.690,38 Ton CO₂-eq. Perseroan juga berhasil menurunkan base year of 11.94 Tons CO₂-eq per billion Rupiah.
intensitas emisi GRK menjadi sebesar 9,41 Ton CO₂-eq/Miliar
Rupiah menurun dibandingkan baseyear tahun 2024 yang
sebesar 11,94 Ton CO₂-eq/Miliar Rupiah.
Pada aspek sosial Perseroan telah meningkatkan jumlah From the social aspect, the Company increased the number
karyawan yang mengikuti pelatihan menjadi sebesar 4.948 of employees participating in training to 4,948 employees,
karyawan, meningkat dibandigkan tahun 2024 yang sebesar compared to 2,067 employees in 2024. The Company also
2.067. Perseroan telah meningkatkan jumlah jam pelatihan increased total training hours to 90,900 hours in 2025,
menjadi 90.900 jam di tahun 2025, meningkat dibandingkan compared to 40,996 hours in 2024.
tahun 2024 yang sebesar 40.996 jam.
Dalam rangka penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan, In implementing sustainable development principles, the
Perseroan menghadapi berbagai tantangan yang menuntut Company faces a number of challenges that require strategic
pendekatan strategis untuk memastikan tercapainya target approaches to ensure the achievement of short-, medium-,
jangka pendek, menengah, dan panjang. Tantangan tersebut and long-term targets. These challenges arise from both
berasal dari faktor internal perusahaan dan lingkungan eksternal, internal and external factors, including regulatory dynamics,
termasuk dinamika regulasi, harapan pemangku kepentingan, stakeholder expectations, and changes in market conditions
serta perubahan kondisi pasar dan lingkungan global. and the global environment.
Tantangan eksternal yang dihadapi di antaranya Perseroan Externally, challenges include the infrastructure market
terkait dengan pasar infrastruktur pada tahun 2025, yang conditions in 2025, which are expected to contract due to
diperkirakan mengalami kontraksi akibat perlambatan kondisi macroeconomic slowdown. This has resulted in reduced
makroekonomi. Hal ini menyebabkan penurunan permintaan, demand, particularly from the government sector, which
terutama dari sektor pemerintahan yang menjadi pendorong is the primary driver of the construction industry. This
utama industri konstruksi, yang tercermin melalui berbagai situation is reflected in various government efficiency
efisiensi dan pengurangan anggaran pemerintah, khususnya measures and budget reductions, particularly in infrastructure
untuk pembangunan infrastruktur. Kondisi tersebut menuntut development. These conditions require WIKA to be more
WIKA untuk lebih selektif dan proaktif dalam mencari selective and proactive in seeking demand from sectors
permintaan dari sektor lain selain sektor pemerintah. Sebagai beyond government projects. As a mitigation strategy, WIKA
langkah mitigasi, WIKA secara strategis mengalihkan fokus has strategically shifted its focus from reliance on state
dari ketergantungan pada proyek APBN dan lintas kementerian budget (APBN) projects and cross-ministry projects toward
menuju pasar swasta dan sektor industri di bidang EPCC. Selain the private market and industrial sector in EPCC projects.
itu, WIKA juga mengembangkan produk yang menargetkan Additionally, WIKA is developing products targeting blue
pasar blue ocean, sehingga mampu menciptakan peluang ocean markets, enabling the Company to create new demand
permintaan yang lebih baik dan memperkuat posisi sebagai opportunities and strengthen its position as a dominant player
pemain dominan di pasar baru tersebut. in emerging markets.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 95
Page 96
Penjelasan Direksi
Board of Directors Explanation
Selain itu, tantangan internal yang di antaranya terkait Internally, challenges include the ongoing transformation
dengan perjalanan transformasi menuju keberlanjutan journey toward sustainability, which requires collective
yang merupakan kesiapan kolektif seluruh lini organisasi readiness across all organizational levels to consistently
untuk mengimplementasikan prinsip ESG secara konsisten implement ESG principles down to the project level. The
hingga ke level proyek di lapangan. Perseroan menyadari Company recognizes that sustainability success largely
bahwa keberhasilan keberlanjutan sangat bergantung pada depends on the quality of human capital. Therefore, WIKA
kualitas sumber daya manusia, oleh karenanya WIKA telah has developed comprehensive mitigation strategies through
menyusun strategi mitigasi komprehensif melalui program continuous competency development programs. Key
pengembangan kompetensi yang berkelanjutan. Upaya mitigation efforts include intensive outreach and training
mitigasi utama dilakukan melalui serangkaian penyuluhan programs designed to bridge operational knowledge gaps. To
dan pelatihan intensif yang dirancang untuk menjembatani accelerate the internalization of ESG values, the Company
kesenjangan pengetahuan operasional. Untuk mempercepat established Change Agents teams that act as key drivers and
internalisasi nilai-nilai tersebut, Perseroan membentuk tim catalysts for increasing ESG awareness across all work units.
Change Agents yang bertindak sebagai penggerak utama These teams ensure that sustainability policies are not only
dan katalisator dalam meningkatkan kesadaran ESG di setiap understood at the management level but also implemented
unit kerja. Tim ini bertanggung jawab memastikan bahwa as practical working standards at project sites.
kebijakan keberlanjutan tidak hanya dipahami di tingkat
manajemen, tetapi juga diterapkan sebagai standar kerja
praktis di lokasi proyek.
PENERAPAN PEMBANGUNAN IMPLEMENTATION OF SUSTAINABLE
BERKELANJUTAN DEVELOPMENT
Perseroan senantiasa memantau dan mengevaluasi The Company continuously monitors and evaluates
implementasi keberlanjutan di seluruh aktivitas bisnisnya. sustainability implementation across all business activities.
Selama tahun 2025, Perseroan berhasil mencapai berbagai During 2025, the Company successfully achieved several
target keberlanjutan di antaranya: sustainability targets outlined in its strategic initiatives,
including:
1. WIKA telah membentuk struktur organisasi keberlanjutan 1. WIKA has established a sustainability organizational
di bawah Direktur Human Capital & Transformasi dengan structure under the Director of Human Capital &
penanggung jawab ESG yang jelas, guna memastikan Transformation with clear ESG accountability to ensure
koordinasi, pengawasan, dan akuntabilitas program effective coordination, supervision, and accountability
keberlanjutan berjalan efektif di tingkat holding of sustainability programs at both the holding and
dan operasional. operational levels.
2. Pada 2025, WIKA menyelesaikan baseline emisi GRK 2. In 2025, WIKA completed its GHG emissions baseline as
sebagai dasar kuantitatif untuk menetapkan target dan a quantitative basis for setting targets and monitoring
memantau penurunan emisi secara bertahap dan terukur. gradual and measurable emission reductions.
3. WIKA memperbarui roadmap dekarbonisasi agar selaras 3. WIKA has updated its decarbonization roadmap to align
dengan target NZE 2055 serta standar yang berlaku, with the 2055 Net Zero Emissions (NZE) target
dengan tahapan implementasi yang lebih terstruktur and applicable standards, with a more structured
untuk mendukung integrasi pengurangan emisi dalam implementation plan to support the integration of
strategi bisnis. emissions reduction into its business strategy.
4. WIKA telah mengidentifikasi dan menganalisis risiko serta 4. WIKA identified and analyzed climate-related risks and
peluang terkait iklim, sekaligus mengintegrasikan isu iklim opportunities while integrating climate issues into risk
ke dalam manajemen risiko dan strategi perusahaan. management and corporate strategy.
5. WIKA mengembangkan dashboard ESG sebagai platform 5. WIKA developed an ESG dashboard as a data-based
pemantauan berbasis data guna mendukung konsistensi monitoring platform to support consistent monitoring,
monitoring, ketersediaan informasi manajerial, dan managerial information availability, and periodic ESG
pelaporan kinerja ESG secara berkala. performance reporting.
96 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 97
Selain pencapaian atas target keberlanjutan, selama tahun In addition to achieving sustainability targets, during 2025 the
2025 Perseroan juga berhasil mendapatkan berbagai Company also received several awards, including:
penghargaan sebagai berikut:
1. The Best Corporate Reduction Transparency Award 1. The Best Corporate Reduction Transparency Award
2025 dengan kategori Trusted Diamond Achievement 2025 in the Trusted Diamond Achievement in Emission
in Emission Transparency yang diselenggarakan oleh Transparency category, organized by Investor Trust.
Investor Trust.
2. 7th Indonesia CSR Brand Equity Award 2025 dengan 2. The 7th Indonesia CSR Brand Equity Award 2025 in the
kategori Construction Category yang diselenggarkan Construction Category, organized by The Iconomics.
oleh The Iconomics.
3. ICCS Award yang diselenggarakan oleh Indonesia 3. The ICCS Award, organized by the Indonesia Corporate
Corporate Communication & Sustainability Summit Communication & Sustainability Summit (ICCS Summit),
(ICCS Summit) adalah kegiatan inisiatif strategis is a strategic collaborative initiative with the Ministry of
kolaborasi bersama Kementerian BUMN yang bertujuan State-Owned Enterprises (SOEs) aimed at providing
sebagai wadah bagi para pelaku komunikasi dan TJSL a platform for corporate communication and CSR
korporat seluruh BUMN Indonesia. Dalam apresiasi atas practitioners across all SOEs in Indonesia. In recognition
kinerja terbaik yang penuh dedikasi dan inovasi dalam of outstanding performance, dedication, and innovation
mengembangkan praktik tanggung jawab sosial lingkungan in developing social and environmental responsibility
kategori (Creating Shared Value). practices (Creating Shared Value).
4. Indonesia ESG Leadership Award yang diselenggarakan 4. Indonesia ESG Leadership Award organized by Bumi
oleh Bumi Global Karbon (BGK) Foundation. Global Karbon (BGK) Foundation.
5. Investor Daily ESG Award yang diselenggarakan oleh 5. Investor Daily ESG Award organized by B-Universe/
B-Universe/Investor Daily. Investor Daily.
6. ASRRAT Award dengan kategori Gold yang diselenggarakan 6. ASRRAT Award in the Gold category, organized by the
oleh National Center for Corporate Reporting (NCCR) National Center for Corporate Reporting (NCCR) in
bekerja sama dengan Institute of Certified Sustainability collaboration with the Institute of Certified Sustainability
Practitioners (ICSP). Practitioners (ICSP).
7. Juara 3 untuk Kategori BUMN Go Publik Non Keuangan 7. Third Place in the Non-Financial Publicly Listed State-
pada ajang Annual Report Award (ARA) 2024. Owned Enterprises Category at the 2024 Annual Report
Awards (ARA).
STRATEGI PENCAPAIAN TARGET STRATEGY FOR ACHIEVING TARGETS
Berbagai capaian yang berhasil dicapai tidak terlepas dari The achievements obtained are inseparable from appropriate
pengelolaan risiko yang tepat. Perseroan menerapkan risk management. The Company implements a sustainability
kerangka manajemen risiko keberlanjutan yang bertujuan risk management framework aimed at identifying, assessing,
untuk mengidentifikasi, menilai, dan memitigasi risiko yang and mitigating risks that could potentially impact the
berpotensi mempengaruhi keberlanjutan kegiatan usaha. sustainability of its business activities. The Company has
Perseroan telah mengidentifikasi berbagai risiko-risiko selama identified several risks for 2025.
tahun 2025.
Risiko pada aspek ekonomi yang dihadapi Perseroan meliputi Economic risks faced by the Company include the potential
potensi terjadinya krisis likuiditas, potensi terjadinya penurunan for a liquidity crisis, potential decline in project performance
performance proyek (delay dan cost over run), potensi (delays and cost overruns), potential increase in raw
kenaikan bahan baku, dan potensi akan terjadinya perubahan material costs, and potential changes in market dynamics.
dinamika pasar. Upaya Perseroan dalam memitigasi risiko The Company's efforts to mitigate the risk of a potential
potensi terjadinya krisis likuiditas yaitu dengan pengajuan liquidity crisis include submitting a State Capital Investment
usulan PMN TA 2025 untuk mendukung pemenuhan modal (PMN) proposal for the 2025 fiscal year to support working
kerja, menyeimbangkan cash out /pembayaran dengan capital requirements, balancing cash outflows/payments
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 97
Page 98
Penjelasan Direksi
Board of Directors Explanation
cash in/termin yang diterima, melakukan renegosiasi utang with cash inflows/terms received, renegotiating bank debt,
perbankan, obligasi dan sukuk, serta melakukan efisiensi biaya bonds, and sukuk, and implementing cost efficiency measures
usaha Divisi. Terkait dengan risiko penurunan kinerja proyek, within the Division. Regarding the risk of declining project
Perseroan melakukan langkah mitigasi melalui pengamanan performance, the Company is taking mitigation measures
rantai pasok dan kepastian biaya, antara lain dengan melakukan through supply chain security and cost certainty, including
kontraktualisasi lebih awal dengan pemasok utama untuk early contractualization with key suppliers to ensure the
mengamankan ketersediaan dan stabilitas harga peralatan availability and price stability of critical equipment, and
kritikal, serta melakukan pencadangan biaya secara terukur establishing measurable cost reserves to anticipate potential
untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga. Perseroan juga price increases. The Company also strengthened coordination
memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan Pengguna and communication with Service Users to ensure alignment of
Jasa guna memastikan keselarasan jadwal pelaksanaan, implementation schedules, work scopes, and project budget
lingkup pekerjaan, dan dukungan anggaran proyek. Selain support. Furthermore, the Company actively adjusted work
itu, Perseroan secara aktif melakukan penyesuaian rencana plans and project implementation strategies according to
kerja dan strategi pelaksanaan proyek sesuai dengan kondisi actual field conditions, optimized the use of project advances
aktual di lapangan, mengoptimalkan pemanfaatan uang muka to ensure smooth work progress, and submitted contractual
proyek untuk menjaga kelancaran pelaksanaan pekerjaan, claims, including claims for time extensions and additional
serta melakukan pengajuan klaim kontraktual, termasuk klaim costs in accordance with contract provisions, to maintain
perpanjangan waktu dan biaya tambahan sesuai ketentuan project sustainability and minimize potential losses.
kontrak, guna menjaga keberlanjutan kinerja proyek dan
meminimalkan potensi kerugian.
Selanjutnya, potensi kenaikan bahan baku dilakukan upaya Furthermore, potential increase in raw material costs were
mitigasi dengan melakukan negosiasi ulang dengan pabrik mitigated by renegotiating with steel and rebar factories
baja dan besi beton yang sudah berkontrak dengan WIKA, already contracted with WIKA, conducting VA/VE related to
melakukan VA/VE terkait dengan penggunaan baja, besi steel and rebar usage in coordination with the project team and
beton dengan berkoordinasi dengan tim proyek dan divisi operations division, and expanding its vendor network through
operasi, dan memperluas jaringan vendor melalui program engagement programs. The Company's efforts to mitigate
engagement. Upaya Perseroan dalam memitigasi risiko potensi the risk of potential changes in market dynamics include
akan terjadinya perubahan dinamika pasar yaitu dengan increasing market penetration of state-owned and private
meningkatkan penetrasi pasar BUMN dan Swasta untuk companies to seize existing opportunities, and strengthen
menangkap opportunity yang ada, dan meningkatkan intimasi relationships with key clients to foster emotional connections.
dengan klien kunci untuk menumbuhkan nilai emosional
dalam hubungan.
Pada risiko lingkungan, Perseroan menghadapi risiko transisi Regarding environmental risks, the Company faces transition
dan risiko fisik akut. Risiko transisi yaitu risiko terkait regulasi. risks and acute physical risks. Transition risks are risks related
Upaya mitigasi yang dilakukan yaitu dengan melakukan to regulations. Mitigation efforts include regular monitoring
pemantauan dan evaluasi berkala terhadap perkembangan and evaluation of developments in applicable wastewater
regulasi dan standar pembuangan air limbah yang berlaku, disposal regulations and standards, adjusting and improving
menyesuaikan dan meningkatkan sistem pengolahan air limbah wastewater treatment systems to meet or exceed the latest
agar memenuhi atau melampaui ketentuan regulasi terbaru, regulatory requirements, implementing routine wastewater
serta menerapkan monitoring kualitas air limbah secara rutin quality monitoring and ensuring compliance reporting to
serta memastikan pelaporan kepatuhan kepada otoritas relevant authorities. Acute physical risks include the risk of
terkait. Sedangkan risiko fisik akut mencakup risiko perubahan extreme weather changes. The Company's efforts to mitigate
cuaca ekstrem. Upaya Perseroan dalam memitigasi risiko these risks include insurance with CAR (Carrier Insurance) with
tersebut yaitu dengan mengasuransikan dengan CAR dengan a clause covering natural disasters, utilizing historical weather
klausul yang mencakup bencana alam, mempergunakan data from the Meteorology, Climatology, and Geophysics
data BMKG untuk historical cuaca dan berkoordinasi Agency (BMKG) and intensive coordination with the BMKG
intensif dengan pihak BMKG untuk prediksi/prakiraan cuaca for weather predictions/forecasts before work commences,
sebelum pekerjaan dimulai, membuat schedule pekerjaan scheduling earthworks taking into account productivity targets
tanah mempertimbangkan target produktivitas kondisi for the dry and rainy seasons, constructing temporary drainage
kemarau & musim hujan, membuat temporary drainage to mitigate potential waterlogging, strengthening existing
98 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 99
untuk mitigasi potensi genangan air, memperkuat tanggul embankments to protect platforms from flooding, and, if
eksisting untuk melindungi platform dari banjir, serta jika necessary, constructing additional embankments around
diperlukan membuat tanggul tambahan di sekitar lokasi proyek the project site and dewatering outlets. The Company also
dan saluran pembuang dewatering, menyiapkan pompa untuk provides pumps to address potential flooding, and establishing
penanganan potensi area tergenang, serta membuat early an early warning system in upstream areas.
warning system di daerah hulu.
Risiko sosial yang diidentifikasi Perseroan yaitu potensi The Company identified a social risk as a potential lack of
lemahnya pemahaman/kesadaran pegawai tentang ESG. employee awareness of ESG. Mitigation efforts include
Upaya mitigasi yang dilakukan yaitu dengan menyelenggarakan conducting regular ESG training programs for all levels of
program pelatihan ESG secara berkala untuk semua employees, through seminars, training, and Wikademy.
level pegawai baik melalui seminar, pelatihan maupun Integrating ESG materials for new employees, integrating ESG
Wikademy, mengintegrasikan materi ESG pada karyawan implementation parameters into policies and procedures for
baru, mengintegrasikan parameter implementasi ESG ke daily implementation, ensuring that leaders can exemplify ESG
dalam kebijakan dan prosedur untuk dapat diterapkan dalam implementation in both divisions and projects. Furthermore,
pekerjaan sehari-hari dan memastikan pimpinan dapat they also create content on social media and websites related
memberi contoh penerapan ESG baik di divisi maupun proyek, to WIKA's ESG achievements and benefits.
serta membuat konten di sosial media maupun website yang
terkait dengan pencapaian dan manfaat ESG di WIKA.
Selanjutnya terkait dengan risiko tata kelola meliputi potensi Furthermore, governance risks include the potential for
terjadinya pengajuan somasi, serta potensi terjadinya legal action, as well as potential breaches of confidentiality,
pelanggaran kerahasiaan, integritas, atau ketersediaan integrity, or availability of data and information systems,
data dan sistem informasi yang dapat mengakibatkan which could result in operational disruptions. The Company's
gangguan operasional. Upaya Perseroan dalam memitigasi efforts to mitigate the potential for legal action include
potensi terjadinya pengajuan somasi yaitu dengan menjalin maintaining good communication with creditors, recording
Komunikasi yang baik dengan kreditur, melakukan pendataan creditor claims (real-time data), and making payments on
atas tagihan kreditur (Data Real time), melakukan pembayaran prepaid creditors. vendor or creditor responsibilities, and
atas prestasi vendor atau kreditur, serta menunjuk Konsultan the appointment of a Retainer Legal Consultant. Regarding
Hukum Retainer. Terkait risiko potensi terjadinya pelanggaran the potential risk of breaches of confidentiality, integrity, or
kerahasiaan, integritas, atau ketersediaan data dan sistem availability of data and information systems that could result
informasi yang dapat mengakibatkan gangguan operasional, in operational disruptions, the Company's efforts include: 1.
upaya yang dilakukan Perseroan yaitu 1. Penyusunan aturan Drafting internal regulations regarding information security; 2.
internal terkait pengamanan informasi;Awareness regulasi Awareness of data or information security policy regulations; 3.
kebijakan keamanan data atau informasi; penerapan standar Implementing information security standards; 4. Developing/
keamanan informasi, serta mengembangan/penguatan strengthening necessary infrastructure; 5. Periodic hardware
infrastruktur yang diperlukan; pemeliharaan hardware secara maintenance; 6. Managed SOC (Security Operation Center)
periodik, manage service SOC (Security Operation Center), services; and 7. Monitoring of third-party SLAs.
Monitoring SLA dari pihak ketiga.
Di samping risiko yang dihadapi, Perseroan juga senantiasa In addition to the risks faced, the Company also continuously
mengidentifikasi peluang dan prospek usaha di masa yang akan identifies future business opportunities and prospects. These
datang. Peluang dan prospek yang dimiliki yaitu komitmen opportunities and prospects include the Government's
Pemerintah dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur commitment to continuing national infrastructure
nasional, termasuk proyek hilirisasi berbasis energi, sumber development, including downstream projects based on
daya air, serta infrastruktur yang mendukung transisi menuju energy, water resources, and infrastructure that supports
ekonomi rendah karbon. Selain itu, meningkatnya penerapan the transition to a low-carbon economy. Furthermore, the
aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) dimasa increasing implementation of Environmental, Social, and
mendatang dalam proses pengadaan proyek dan pembiayaan Governance (ESG) aspects in project procurement and
juga membuka peluang bagi Perseroan untuk meningkatkan financing processes will also provide opportunities for the
daya saing dan mengakses berbagai sumber pendanaan Company to increase its competitiveness and access various
berbasis keberlanjutan, seperti green financing. sustainability-based funding sources, such as green financing.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 99
Page 100
Penjelasan Direksi
Board of Directors Explanation
Perseroan juga melihat peluang pertumbuhan usaha melalui The Company also sees business growth opportunities
penguatan inovasi konstruksi yang lebih efisien, peningkatan through strengthening more efficient construction innovation,
kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan kemitraan enhancing human capital competency, and strengthening
strategis dengan berbagai pemangku kepentingan. Upaya strategic partnerships with various stakeholders. These efforts
tersebut mendukung peningkatan efisiensi operasional, support increased operational efficiency, optimized project
optimalisasi kinerja proyek, serta penciptaan nilai tambah performance, and the creation of sustainable added value.
secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Perseroan juga masih menghadapi situasi eksternal On the other hand, the Company continues to face external
yang berpotensi mempengaruhi penerapan pembangunan conditions that have the potential to impact the implementation
berkelanjutan yang meliputi aspek politik, ekonomi, sosial, of sustainable development, encompassing political, economic,
teknologi, hukum, dan lingkungan termasuk kondisi finansial social, technological, legal, and environmental aspects, including
Perseroan yang masih menghadapi tantangan. Situasi eksternal the Company's ongoing financial challenges. External conditions
terkait dinamika kebijakan pemerintah terkait prioritas related to the dynamics of government policies regarding
pembangunan infrastruktur, perubahan regulasi, serta kondisi infrastructure development priorities, regulatory changes,
fiskal nasional dapat mempengaruhi keberlanjutan program and national fiscal conditions can impact the sustainability of
pembangunan dan ketersediaan proyek konstruksi. Selain development programs and the availability of construction
itu, kondisi ekonomi global dan domestik, termasuk fluktuasi projects. Furthermore, global and domestic economic
nilai tukar, inflasi, dan suku bunga, turut memberikan dampak conditions, including fluctuations in exchange rates, inflation,
terhadap biaya proyek, rantai pasok, serta akses terhadap and interest rates, also impact project costs, supply chains,
sumber pembiayaan. and access to financing sources.
Dari sisi internal, kondisi finansial Perseroan yang masih Internally, the Company's financial condition, which is
berada dalam fase penguatan struktur keuangan, termasuk still in the phase of strengthening its financial structure,
pengelolaan liabilitas, optimalisasi arus kas, serta peningkatan including liability management, cash flow optimization, and
profitabilitas, menjadi perhatian utama dalam memastikan increased profitability, are key concerns in ensuring business
keberlanjutan usaha. Tantangan tersebut berpotensi sustainability. These challenges have the potential to impact
mempengaruhi fleksibilitas Perseroan dalam melakukan the Company's flexibility in business expansion, investment
ekspansi usaha, investasi pada inovasi, serta implementasi in innovation, and optimal implementation of sustainability
program keberlanjutan secara optimal. Oleh karena itu, programs. Therefore, the Company consistently implements
Perseroan secara konsisten melaksanakan berbagai langkah various strategic measures, including strengthening cash
strategis, antara lain melalui penguatan manajemen kas, management, restructuring and prudent management
restrukturisasi dan pengelolaan kewajiban secara prudent, of liabilities, improving revenue quality through project
peningkatan kualitas pendapatan melalui selektivitas proyek, selectivity, and optimizing operational efficiency.
serta optimalisasi efisiensi operasional.
Dari aspek sosial, meningkatnya ekspektasi pemangku From a social perspective, increasing stakeholder expectations
kepentingan terhadap penerapan prinsip ESG menuntut regarding the implementation of ESG principles require the
Perseroan untuk terus memperkuat praktik bisnis yang Company to continuously strengthen responsible, transparent,
bertanggung jawab, transparan, dan berkelanjutan. Sementara and sustainable business practices. Meanwhile, the rapid
itu, perkembangan teknologi konstruksi yang semakin pesat development of construction technology encourages the
mendorong Perseroan untuk terus beradaptasi melalui Company to continuously adapt through the implementation
penerapan inovasi dan digitalisasi guna meningkatkan efisiensi of innovation and digitalization to increase efficiency
dan daya saing. and competitiveness.
Pada aspek hukum dan lingkungan, Perseroan juga menghadapi From a legal and environmental perspective, the Company
tantangan berupa semakin ketatnya ketentuan peraturan also faces challenges in the form of increasingly stringent
perundang-undangan, standar keberlanjutan, serta komitmen regulations, sustainability standards, and national and global
nasional dan global terkait pengurangan emisi gas rumah kaca commitments related to greenhouse gas emission reduction
dan perlindungan lingkungan. Hal ini menuntut Perseroan and environmental protection. This requires the Company
untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, to ensure compliance with applicable regulations while
sekaligus mengintegrasikan mengintegrasikan prinsip integrating sustainability principles into all business and
keberlanjutan dalam seluruh proses bisnis dan operasional. operational processes.
100 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 101
Dalam menghadapi berbagai dinamika tersebut, Perseroan In facing these dynamics, the Company continuously monitors
secara berkelanjutan melakukan pemantauan terhadap developments in both internal and external environment,
perkembangan kondisi eksternal dan internal, memperkuat strengthens its risk management practices, and implements
manajemen risiko, serta mengimplementasikan strategi ongoing transformation and financial performance recovery
transformasi dan pemulihan kinerja keuangan secara strategies. These measures are undertaken to ensure business
berkelanjutan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan continuity, maintain financial stability, and strengthen the
keberlangsungan usaha, menjaga stabilitas keuangan, serta Company's capacity to create long-term value and support
memperkuat kapasitas Perseroan dalam menciptakan nilai sustainable development.
jangka panjang dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
APRESIASI APPRECIATION
Atas nama seluruh jajaran manajemen Perseroan, kami On behalf of the Company’s management, we would like
menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang to extend our deepest appreciation and gratitude to all
sebesar-besarnya kepada seluruh pemangku kepentingan stakeholders for their support, trust, and magnificent
atas dukungan, kepercayaan, dan kerja sama yang luar biasa collaboration in supporting the Company’s sustainability
dalam mendukung komitmen keberlanjutan Perseroan. commitment. The achievements realized throughout 2025
Berbagai pencapaian yang diraih sepanjang tahun 2025 would not have been possible without the active contributions
tidak akan terwujud tanpa kontribusi aktif dari seluruh of all parties. We remain committed to continuously enhancing
pihak. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan the Company’s role and contribution in supporting sustainable
peran dan kontribusi Perseroan dalam mendukung tujuan development goals and creating long-term value that benefits
pembangunan berkelanjutan serta menciptakan nilai jangka the environment, the economy, and society.
panjang yang memberikan manfaat bagi lingkungan, ekonomi,
dan masyarakat.
Jakarta, 17 April 2026
Jakarta, April 17, 2026
Agung Budi Waskito
Direktur Utama
President Director
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 101
Page 102
Penjelasan Direksi
Board of Directors Explanation
Tanggung Jawab Laporan Keberlanjutan [GRI 2-14]
Kami yang bertandatangan di bawah ini telah meninjau dan menyetujui semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan PT Wijaya
Karya (Persero) Tbk Tahun Buku 2025, termasuk di dalamnya informasi terkait topik material Perseroan. Kami bertanggung
jawabpenuh atas kebenaran isi laporan telah sesuai dengan Peraturan OJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan
Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.
Jakarta, 17 April 2026
Jakarta, April 17, 2026
Dewan Komisaris PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Board of Commissioners of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Jarot Widyoko
Komisaris Utama
President Commissioner
Adityawarman Harris Arthur Hedar Rusmanto
Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen
Independent Commissioner Independent Commissioner Independent Commissioner
Suryo Hapsoro Tri Utomo Firdaus Ali
Komisaris Independen Komisaris
Independent Commissioner Commissioner
102 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 103
Acccountability for The Sustainability Report [GRI 2-14]
We, the undersigned, have reviewed and approved all information contained in the 2025 Fiscal Year Sustainability Report of
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, including information related to the Company’s material topics. We assume full responsibility
for the accuracy and completeness of the report’s contents, which have been prepared in accordance with OJK Regulation
No. 51/POJK.03/2017 concerning the Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and
Public Companies.
Jakarta, 17 April 2026
Jakarta, April 17, 2026
Direksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Board of Directors of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Agung Budi Waskito
Direktur Utama
President Director
Hananto Aji Sumadi
Direktur Operasi Direktur Keuangan
Director of Operations Director of Finance
Hadjar Seti Adji Fafan Khoirul Fanani
Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia dan Transformasi Direktur Manajemen Risiko dan Legal
Director of Human Capital Management and Transformation Director of Risk Management and Legal
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 103
Page 104
Tata Kelola Keberlanjutan Sustainable Governance
Page 105
Page 106
Tata Kelola
Governance
Penguatan Tata Kelola
Strengthening Governance
Sepanjang tahun 2025, Perseroan secara berkelanjutan telah Throughout 2025, the Company has continuously
melakukan penguatan tata kelola perusahaan di seluruh unit strengthened corporate governance across all work units
kerja melalui penyusunan, penyempurnaan, dan penerapan through the development, refinement, and implementation of
berbagai Kebijakan, Prosedur, serta Instruksi Kerja Perseroan, various Company Policies, Procedures, and Work Instructions,
sebagai bagian dari upaya untuk memastikan kepatuhan as part of its efforts to ensure compliance with the principles
terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good of good corporate governance and to improve operational
Corporate Governance) serta meningkatkan efektivitas dan effectiveness and accountability.
akuntabilitas operasional.
Adapun penguatan tata kelola yang dilakukan Perseroan The Company's governance strengthening efforts are outlined
dimuat kedalam Kebijakan, Prosedur dan Instruksi Kerja in the Company's Policies, Procedures, and Work Instructions,
Perseroan yang diantaranya: including:
1. Manual Book Good Corporate Governance (Board Manual, 1. Manual Book of Good Corporate Governance (Board
Code of Conduct & Code of Corporate Governance); Manual, Code of Conduct, and Code of Corporate
Governance);
2. Kebijakan Sistem Manajemen PT Wijaya Karya (Persero) 2. Management System Policy of PT Wijaya Karya (Persero)
Tbk No. Dok. WIKA-SMW-KP-01.01 Rev. 01 Amd 01 tanggal Tbk No. Doc. WIKA-SMW-KP-01.01 Rev. 01 Amd 01 dated
30 Desember 2025; December 30, 2025;
3. Kebijakan Tata Kelola Terintegrasi No. Dok. WIKA-SUB- 3. Integrated Governance Policy No. Doc. WIKA-SUB-
KP-01.01 Rev. 00 Amd 01 tanggal 9 Mei 2025; KP-01.01 Rev. 00 Amd 01 dated May 9, 2025;
4. Kebijakan Khusus K3L No. Dok. WIKA-HSE-KP-01.04 Rev. 4. Special HSE Policy No. Doc. WIKA-HSE-KP-01.04 Rev.
00 tanggal 30 Desember 2025; 00 dated December 30, 2025;
5. Kebijakan Keberlanjutan No. Dok. WIKA-HSE-KP-01.04 5. Sustainability Policy No. Doc. WIKA-HSE-KP-01.04 Rev.
Rev. 00 Amd 01 tanggal 9 Mei 2025; 00 Amd 01 dated May 9, 2025;
6. Kebijakan Keanekaragaman Hayati dan Restorasi Lahan 6. Biodiversity and Land Restoration Policy No. Doc. WIKA-
No. Dok. WIKA-TFO-KP-01.01 Rev. 00 tanggal 23 TFO-KP-01.01 Rev. 00 dated January 23, 2025;
Januari 2025;
7. Kebijakan Benturan Kepentingan dan Transaksi Orang 7. Conflict of Interest and Insider Transaction Policy No.
Dalam No. Dok. WIKA-GCG-KP-01.01 Rev.00 tanggal 29 Doc. WIKA-GCG-KP-01.01 Rev. 00 dated August 29, 2025
Agustus 2025
8. Prosedur Manajemen Proyek No. Dok. WIKA-PPP- 8. Project Management Procedure No. Doc. WIKA-PPP-
PM-01.01 Re. 02 Amd 01 tanggal 31 Oktober 2025 PM-01.01 Re. 02 Amd 01 dated October 31, 2025,
dimana diperkuat mengenai ketentuan khusus atas proyek which strengthens the special provisions for direct
penunjukan langsung; appointment projects;
9. Prosedur Keuangan, Akuntansi dan Perpajakan No. 9. Financial, Accounting, and Taxation Procedure No. Doc.
Dok. WIKA-KEU-PM.01.01 Rev. 01 Amd 04 tanggal 31 WIKA-KEU-PM.01.01 Rev. 01 Amd 04 dated October 31,
Oktober 2025; 2025;
10. Prosedur Pengadaan Dan Supply Chain Management 10. Procurement and Supply Chain Management Procedure
No. Dok. WIKA-SCM-PM-01.01 Rev 01 Amd 02 tanggal No. Doc. WIKA-SCM-PM-01.01 Rev. 01 Amd 02 dated
31 Oktober 2025; October 31, 2025;
11. Prosedur Human Capital No. Dok. WIKA-HCE-PM-01.01 11. Human Capital Procedure No. Doc. WIKA-HCE-PM-01.01
Rev. 00 Amd 04 tanggal 8 Mei 2025; Rev. 00 Amd 04 dated May 8, 2025;
12. Prosedur Manajemen Kepatuhan No. Dok. WIKA-SMW- 12. Compliance Management Procedure No. Doc. WIKA-
PM-01.01 Rev. 00 tanggal 6 Oktober 2025; SMW-PM-01.01 Rev. 00 dated October 6, 2025;
13. Instruksi Kerja Keuangan, Akuntansi dan Perpajakan 13. Financial, Accounting, and Taxation Work Instruction No.
No. Dok. WIKA-KEU-IK-03-11 Rev. 04 tanggal 5 Doc. WIKA-KEU-IK-03-11 Rev. 04 dated December 5,
Desember 2025; 2025;
14. IK Penyusunan Estimasi RAB Tender & Dokumen 14. IK Preparation of Tender Budget and Budget Estimates &
Penawaran Teknis dan Harga No. Dok. WIKA-PAS-IK-01.01 Technical and Price Bidding Documents, Doc. No. WIKA-
Rev. 00 tanggal 24 Oktober 2025. PAS-IK-01.01 Rev. 00 dated October 24, 2025;
106 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 107
Selanjutnya, dalam rangka memperkuat penerapan tata kelola Furthermore, to strengthen the implementation of governance
pada aspek lingkungan di WIKA Group, Perseroan secara within the environment of WIKA Group, the Company
konsisten melaksanakan Program Tata Kelola Terintegrasi yang consistently applies an Integrated Governance Program that
mengacu pada Pedoman Prinsip Pengelolaan Anak Perusahaan refers to the Guidelines for Subsidiary Management Principles
dan Tata Kelola Terintegrasi Nomor Dokumen WIKA-SUB- and Integrated Governance, Document Number WIKA-SUB-
QM-01.01 Rev. 01 tanggal 2 Januari 2024, sebagai pedoman QM-01.01 Rev. 01 dated January 2, 2024, as a guideline for
dalam memastikan keselarasan kebijakan, pengendalian, dan ensuring alignment of policies, controls, and supervision across
pengawasan di seluruh entitas dalam WIKA Group. all entities within WIKA Group.
Framework Tata Kelola Terintegrasi WIKA Group disajikan WIKA Group Integrated Governance Framework is
sebagai berikut. presented below.
• Komisaris Utama Anak Perusahaan menjadi Anggota Komite Bidang Tata Kelola Terintegrasi WIKA
FRAMEWORK TATA KELOLA •
•
DKHCMR Anak Perusahaan menjadi Penanggung Jawab TKT di Anak Perusahaan
Sekretaris Anak Perusahaan menjadi Koordinator TKT di Anak Perusahaan
TERINTEGRASI WIKA GROUP • Masing-masing BOD-1 Anak Perusahaan menjadi counterpart PIC TKT WIKA di setiap aspek
• President Commissioner os Subsidiary becomes Member of Integrated Governance Committee WIKA
WIKA GROUP INTEGRATED • DKHCMR of the Subsidiary becomes the TKT Coordinator at the Subsidiary
• The Secretary of the Subsidiary becomes the Person in Charge of TKT in the Subsidiary
GOVERNANCE FRAMEWORK • Each Subsidiary's BOD-1 becomes WIKA's TKT PIC counterpart in each aspect
Monitoring
Pelaporan/Rekomendasi
Reporting/Recommendations
DEWAN KOMISARIS AP DEWAN KOMISARIS WIKA KOMITE TKT
BOARD OF COMMISSIONERS AP WIKA BOARD OF COMMISSIONERS TKT COMMITTEE
Nasihat | Feedback
DIREKTUR UTAMA AP DIREKSI WIKA
MAIN DIRECTOR AP WIKA DIRECTORS
DIREKTUR PENANGGUNG
JAWAB TKT DKHCMP AP
DIREKTUR PEMBINA DIREKTUR FUNGSI
DIRECTOR IN CHARGE TKT DKHCMR AP
COACH DIRECTOR FUNCTION DIRECTOR
BP BUMN
KOORDINATOR TKT (BOD-1 AP) PJFS CGCD (SEBAGAI KOORDINATOR TKT)
SEKRETARIS PERUSAHAAN PJFS CGCD (AS TKT COORDINATOR)
TKT COORDINATOR (BOD - 1 AP)
COMPANY SECRETARY PJFS MANAJEMEN RISIKO STRATEGIS
PJFS STRATEGIC RISK MANAGEMENT
PJFS AUDIT INTERNAL
AUDIT INTERNAL PJFS
PJFK AP (ASPEK2 SESUAI PEDOMAN TKT) PJFK WIKA INDUK (ASPEK2 SESUAI PEDOMAN TKT)
PJFK WIKA PARENT (ASPECT2 ACCORDING TO TKT GUIDELINES ) PJFK WIKA PARENT (ASPECT2 ACCORDING TO TKT GUIDELINES)
Perseroan telah membentuk Komite Tata Kelola Terintegrasi The Company has established an Integrated Governance
sesuai Surat Keputusan Dewan Komisaris Perusahaan Committee in accordance with the Decree of Board of
Perseroan (Persero) Nomor 67/DK/WIKA/2023 tanggal Commissioners of PT Wijaya Karya Tbk (Persero) Number
3 Juli 2023 tentang Pembentukan dan Pengangkatan 67/DK/WIKA/2023 dated July 3, 2023, concerning the
Anggota-Anggota Komite Pemantau Risiko dan Tata Kelola Establishment and Appointment of Members of Integrated
Terintegrasi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Wijaya Karya Governance and Risk Monitoring Committee of PT Wijaya
Tbk. Komite TKT diketuai oleh Komisaris Utama Perseroan Karya Tbk (Persero). The Integrated Governance Committee
dengan dan bertindak sebagai Wakil Komite TKT adalah is chaired by the Company's President Commissioner, with an
Komisaris Independen Perseroan. Anggota Komite terdiri Independent Commissioner acting as the Company's Deputy
dari Komisaris Perseroan, Komisaris Utama Perusahaan Commissioner. The Committee consists of the Company's
Anak dan Tim Pendukung dari kalangan professional Commissioners, the President Commissioners of its
yang independen. Subsidiaries, and Support Team of independent professionals.
Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab To support the implementation of Integrated Governance
Komite TKT, Dewan Komisaris juga telah menetapkan Committee's duties and responsibilities, the Board
Piagam Komite Tata Kelola Terintegrasi berdasarkan of Commissioners has also established an Integrated
Surat Keputusan Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan Governance Committee Charter based on the Decree of
(Persero) PT Wijaya Karya Tbk Nomor 97/DK/WIKA/2023 Board of Commissioners of PT Wijaya Karya Tbk Number
tentang Piagam Komite Tata Kelola Terintegrasi Perusahaan 97/DK/WIKA/2023 concerning the Integrated Governance
Perseroan (Persero) PT Wijaya Karya Tbk tanggal 26 Committee Charter of PT Wijaya Karya Tbk (Persero) dated
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 107
Page 108
Tata Kelola
Governance
September 2023. Mekanisme hubungan antara Komite September 26, 2023. The relationship between Integrated
TKT dengan organ Perseroan lainnya digambarkan dalam Governance Committee and other corporate organs is
Framework Komite Tata Kelola Terintegrasi Dewan Komisaris described in the Framework of Integrated Governance
sebagai berikut. Committee of Board of Commissioners as follows.
FRAMEWORK KOMITE TATA KELOLA TERINTEGRASI DEWAN KOMISARIS
FRAMEWORK FOR THE BOARD OF COMMISSIONERS' INTEGRATED GOVERNANCE COMMITTEE
DEWAN KOMISARIS PT WIKA
PT WIKA BOARD OF COMMISSIONERS
NASIHAT | FEEDBACK
• EVALUASI PELAKSANAAN TKT REKOMENDASI | RECOMMENDATIONS
• MEMBERIKAN ARAHAN
• PERSETUJUAN PEDOMAN TKT • MENGEVALUASI PENERAPAN TKT
• EVALUATION OF TKT IMPLEMENTATION • MEREKOMENDASIKAN PEYEMPURNAAN PEDOMAN TKT
• PROVIDING GUIDANCE • KOMUNIKASI DG KKOMITE AUDIT & MR
• APPROVAL OF TKT GUIDELINES • EVALUATION OF TKT IMPLEMENTATION
• PROVIDING GUIDANCE
• APPROVAL OF TKT GUIDELINES
DIREKSI PT WIKA
PT WIKA BOARD OF DIRECTORS Pedoman Prinsip Pengelolaan KOMITE TATA KELOLA
Anak Perusahaan & TKT PT TERINTEGRASI DEKOM PT WIKA
WIKA INTEGRATED GOVERNANCE
COMMITTEE DEKOM PT WIKA
PT WIKA Subsidiary &
KT Management Principles
Guidline
Piagam (Charter) Komite
Melalui Ratikasi Tata Kelola Terintegrasi
Through Ratikation Chartered of Iintegrated
DIREKSI ENTITAS ANAK
DIRECTORS OF SUBSIDIARIES Governance Committee
KLARIFIKASI | CLARIFICATION
Penerapan GCG terkait audit intern, hukum dan kepatuhan, keuangan dan manajemen
risiko, sumber daya manusia dan operasional usaha
Implementation of corporate governance related to internal audit, legal and compliance,
finance and risk management, human resources, and business operations
Pelakasanaan TKT juga memerlukan penguatan peran Divisi The implementation of Integrated Governance (TKT) also
Manajemen Risiko dan Internal Audit. requires the strengthening of the roles of Risk Management
and Internal Audit Division.
Dalam proses Tata Kelola Teintegrasi, Direksi telah menetapkan In the Integrated Governance process, the Board of Directors
Kebijakan Tata Kelola Terintegrasi yang telah diperbaharui has established an updated Integrated Governance Policy
sebagaimana No. Dok. WIKA-SUB-KP-01.01 Rev. 00 Amd 01 as per Document No. WIKA-SUB-KP-01.01 Rev. 00 Amd 01
tanggal 30 Desember 2025 dan Pedoman Prinsip Pengelolaan dated December 30, 2025, and the Guidelines for Subsidiary
Anak Perusahaan dan Tata Kelola Terintegrasi sebagaimana Management Principles and Integrated Governance as per
Dokumen Nomor WIKA-SUB-QM.01.01 Rev. 01. Kebijakan Document No. WIKA-SUB-QM.01.01 Rev. 01. This policy is
ini dibuat sesuai dengan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, formulated in accordance with the principles of transparency,
pertanggungjawaban, independensi, profesional, dan accountability, responsibility, independence, professionalism,
kewajaran. Penerapan tersebut meliputi tiga parameter yaitu and fairness. This implementation encompasses three
struktur, proses, dan hasil tata kelola sehingga menghasilkan parameters: structure, process, and governance outcomes,
kualitas yang dapat memenuhi harapan pemangku kepentingan. resulting in quality that meets stakeholder expectations. To
Terkait dengan tugas memantau pelaksanaan Audit Internal monitor the implementation of Integrated Internal Audits for
Terintegrasi terhadap Anak Perusahaan telah dilakukan Audit Subsidiaries, a Joint Internal Audit (IA) has been conducted
Internal Gabungan oleh Internal Audit (IA) Perseroan dengan by the Company's Internal Audit (IA) and the Subsidiary's
Satuan Pengawas Internal Anak Perusahaan. Pelaksanaan Audit Internal Audit Unit. Integrated Internal Audits were conducted
Internal Terintegrasi, telah dilakukan terhadap Anak Perusahaan for Subsidiaries during Semesters 1 and 2 of 2025.
selama Semester 1 dan 2 tahun 2025.
108 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 109
Struktur dan Komposisi Tata Kelola [GRI 2-9, GRI 2-11]
Governance Structure and Composition [GRI 2-9, GRI 2-11]
Merujuk pada Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 In accordance with Law of the Republic of Indonesia No. 40
tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT), struktur of 2007 concerning Limited Liability Companies (PT Law), the
tata kelola Perseroan terdiri atas tiga organ utama yakni Rapat Company's governance structure consists of three main organs:
Umum Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi serta General Meeting of Shareholders, Board of Commissioners,
organ pendukung lainnya. Sistem kepengurusan menganut and Board of Directors, as well as other supporting organs. The
sistem dua badan (two tier system), yaitu Dewan Komisaris management system adopts a two-tier system: the Board of
dan Direksi, yang memiliki wewenang dan tanggung jawab Commissioners and the Board of Directors, each with clear
yang jelas sesuai fungsinya masing-masing sebagaimana authority and responsibilities according to their respective
diamanahkan dalam Anggaran Dasar dan peraturan functions, as mandated by the Articles of Association and
perundang-undangan. Komposisi Dewan Komisaris terdiri laws and regulations. The Board of Commissioners consists
atas 1 (satu) orang Komisaris Utama, 4 (empat) orang of 1 (one) President Commissioner, 4 (four) Independent
Komisaris Independen dan 1 (satu) orang Komisaris. Dalam Commissioners, and 1 (one) Commissioner. In carrying out
melaksanakan fungsinya Dewan Komisaris dibantu oleh its functions, the Board of Commissioners is assisted by
organ pendukung yaitu Sekretaris Dewan Komisaris, Komite supporting organs: Secretary of Board of Commissioners,
Audit, Komite Remunerasi, Nominasi dan Good Corporate Audit Committee, Remuneration, Nomination, and Good
Governance (GCG), Komite Pemantau Risiko serta Komite Corporate Governance (GCG) Committee, Risk Monitoring
Tata Kelola Terintegrasi. Sedangkan Direksi dibantu oleh Committee, the Integrated Governance Committee. The
organ pendukung di antaranya Corporate Secretary, Internal Board of Directors is assisted by supporting bodies, including
Audit, dan Manajemen Risiko. Komisaris Utama dan Direktur Corporate Secretary, Internal Audit, and Risk Management.
Utama merupakan ketua badan tata kelola tertinggi dan tidak The President Commissioner and President Director are the
termasuk sebagai pejabat eksekutif di Perseroan. leaders of the highest governance bodies and are not executive
officers of the Company.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 109
Page 110
Tata Kelola
Governance
Adapun struktur tata kelola yang dimiliki oleh Perseroan, The Company's governance structure is as follows.
sebagai berikut.
Informasi terkait profil Dewan Komisaris dan Direksi termasuk Information regarding the profile of Board of Commissioners
Komisaris Independen, masa jabatan, jenis kelamin, dan and Board of Directors, including Independent Commissioners,
kompetensi yang dimiliki telah disajikan secara rinci pada term of office, gender, and competencies, has been presented
bagian Profil Perusahaan Laporan Tahunan tahun 2025. in detail in the Company Profile section of the 2025 Annual
Sedangkan, informasi terkait profil komite beserta tugas dan Report. Meanwhile, information regarding the profiles of
tanggung jawab badan tata kelola tertinggi disajikan pada committees as well as the duties and responsibilities of the
bagian Tata Kelola Perusahaan Laporan Tahunan tahun 2025. highest governance bodies is presented in the Corporate
Governance section of the 2025 Annual Report.
110 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 111
Conflict of Interest [GRI 2-15]
Conflict of Interest [GRI 2-15]
Benturan Kepentingan (Conflict of Interest) adalah situasi Conflict of Interest is defined as a situation or condition in
atau kondisi Insan WIKA karena jabatan atau posisinya, which WIKA People, due to their position or role, have or are
memiliki atau patut diduga memiliki kepentingan pribadi reasonably suspected of having personal interests in the
terhadap setiap penggunaan wewenang dalam kedudukan exercise of their authority within their position, which may
atau jabatannya, sehingga berpotensi disalahgunakan baik potentially be misused, either intentionally or unintentionally,
secara sengaja maupun tidak sengaja untuk kepentingan lain. for other interests. The Company is committed to avoiding all
Perseroan berkomitmen untuk menghindari segala bentuk forms of conflict of interest. This commitment is stipulated in
benturan kepentingan (conflict of interest). Komitmen ini telah the Conflict of Interest and Insider Transactions Policy as well
tercantum dalam Kebijakan Benturan Kepentingan dan Transaksi as the Conflict of Interest Handling Guidelines. Under these
Orang Dalam, dan Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan. guidelines, all WIKA People, including Board of Commissioners
Dalam Pedoman tersebut, seluruh insan WIKA termasuk Dewan and Board of Directors, are required to avoid situations that
Komisaris dan Direksi wajib untuk menghindari situasi yang may give rise to conflicts of interest.
dapat menimbulkan benturan kepentingan.
Insan WIKA yang menghadapi situasi benturan kepentingan WIKA people who face a conflict of interest situation are
dilarang untuk melanjutkan kegiatan atau melaksanakan prohibited from continuing activities or performing duties and
tugas dan tanggung jawab yang terkait dengan situasi responsibilities related to such conflict of interest. Furthermore,
Benturan Kepentingan tersebut. Selanjutnya, insan WIKA WIKA people may withdraw from duties and responsibilities
dapat mengundurkan diri dari tugas dan tanggung jawab yang that may potentially involve a conflict of interest or decide
berpotensi terdapat Benturan Kepentingan tersebut atau not to participate in the decision-making process related to
memutuskan untuk tidak terlibat dalam proses pengambilan activities where such conflicts exist. Exceptions may occur
keputusan terkait dengan kegiatan yang terdapat Benturan under certain considerations solely for the interest of the
Kepentingan. Hal ini terjadi pengecualian apabila dengan Company, whereby the authorized party in accordance with
pertimbangan tertentu yang semata-mata untuk kepentingan the three lines model for handling conflicts of interest may
Perseroan, maka yang berwenang sesuai three lines model request the concerned individual to continue performing their
penanganan Benturan Kepentingan dapat meminta yang duties and responsibilities in the related activity. Any WIKA
bersangkutan untuk tetap menjalankan tugas dan tanggung people who are potentially or already in a conflict of interest
jawabnya dalam kegiatan tersebut. Setiap Insan WIKA yang situation are required to prepare and submit a Statement Letter
berpotensi dan/atau telah berada dalam situasi Benturan of Potential Conflict of Interest regarding such condition to
Kepentingan wajib membuat dan menyampaikan Surat their Direct Supervisor. For Board of Directors and Board of
Pernyataan Potensi Benturan Kepentingan terhadap kondisi Commissioners, the Company prohibits members of Board of
tersebut kepada Atasan Langsung. Bagi Direksi dan Dewan Commissioners and Board of Directors from applying for loans
Komisaris, Perseroan melarang anggota Dewan Komisaris, in any form from the Company, and also prohibits members of
anggota Direksi mengajukan pinjaman dalam bentuk apapun Board of Commissioners, Board of Directors, and/or employees
kepada Perusahaan, serta melarang anggota Dewan Komisaris, from utilizing material information and confidential Company
anggota Direksi dan/atau karyawan Perusahaan memanfaatkan data for personal, family, and/or group interests.
informasi material dan data rahasia Perusahaan untuk
kepentingan pribadi, keluarga, dan/atau kelompok.
Sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam Undang- In accordance with the provisions stipulated in Law of the
Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025 tentang Republic of Indonesia No. 1 of 2025 on the Third Amendment
Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun to Law No. 19 of 2003 on State-Owned Enterprises, as well
2003 Tentang Badan Usaha Milik Negara serta Peraturan as the Regulation of Minister of State-Owned Enterprises
Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-2/MBU/03/2023 No. PER-2/MBU/03/2023 dated March 3, 2023 concerning
tanggal 3 Maret 2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Guidelines for Governance and Significant Corporate
Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik Negara Pasal Activities of State-Owned Enterprises, Article 19 regarding
19 tentang Larangan Mengambil Keuntungan Pribadi dan the Prohibition of Personal Gain and Conflicts of Interest
Benturan Kepentingan untuk Dewan Komisaris serta Pasal for Board of Commissioners and Article 25 regarding the
25 tentang Larangan Mengambil Keuntungan Pribadi dan Prohibition of Personal Gain and Conflicts of Interest for
Benturan Kepentingan untuk Direksi, Dewan Komisaris dan Board of Directors, the Board of Commissioners and Board
Direksi dilarang memanfaatkan BUMN untuk kepentingan of Directors are prohibited from utilizing SOEs for personal,
family, and/or other parties’ interests that may harm or reduce
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 111
Page 112
Tata Kelola
Governance
pribadi, keluarga, dan/atau pihak lain yang dapat merugikan the profits of SOEs. The Board of Commissioners and Board
atau mengurangi keuntungan BUMN. Dewan Komisaris dan of Directors are also prohibited from obtaining personal gain,
Direksi juga dilarang mengambil keuntungan pribadi baik either directly or indirectly, from SOE activities other than
secara langsung maupun tidak langsung dari kegiatan BUMN legitimate remuneration.
selain penghasilan yang sah.
Dalam mengelola benturan kepentingan bagi Dewan Komisaris, In managing conflicts of interest for Board of Commissioners,
Perseroan telah menganut beberapa prinsip untuk mencegah the Company adopts several principles to prevent the
terjadinya benturan kepentingan dan implikasi lanjutan yang occurrence of conflicts of interest and the subsequent
sering ditimbulkannya antara lain sebagai berikut: implications that may arise, including the following:
1. Dewan Komisaris WIKA harus mematuhi ketentuan Peraturan 1. WIKA Board of Commissioners must comply with OJK
OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Regulation No. 42/POJK.04/2020 concerning Affiliated
Transaksi Benturan Kepentingan. Beberapa prinsip yang Transactions and Conflict of Interest Transactions. Several
dianut untuk mencegah terjadinya benturan kepentingan principles adopted to prevent conflicts of interest and
dan implikasi lanjutan yang sering ditimbulkannya antara their potential implications include the following:
lain adalah sebagai berikut:
a. Dewan Komisaris selalu menghindari adanya benturan a. Board of Commissioners must always avoid conflicts
kepentingan di dalam melaksanakan tugasnya. Dewan of interest in carrying out their duties. Board of
Komisaris tidak akan memanfaatkan jabatan untuk Commissioners shall not use their position for
kepentingan pribadi atau untuk kepentingan orang personal interests or for the interests of other related
atau pihak lain yang terkait; individuals or parties;
b. Dewan Komisaris harus menghindari setiap aktivitas b. Board of Commissioners must avoid any activities
yang dapat mempengaruhi independensinya dalam that may affect their independence in performing
tugas pengawasan Perseroan; their supervisory duties over the Company;
c. Dewan Komisaris berkewajiban mengisi Daftar c. Board of Commissioners are required to complete a
Khusus yang berisikan kepemilikan sahamnya dan Special Register containing their share ownership and/
atau keluarganya pada perusahaan lain; or that of their family members in other companies;
d. Apabila terjadi benturan kepentingan, maka harus d. In the event of a conflict of interest, it must be
diungkapkan, dan Dewan Komisaris yang bersangkutan disclosed, and the concerned member of Board of
tidak boleh melibatkan diri dalam proses pengambilan Commissioners must not participate in the Company’s
keputusan Perseroan; decision-making process;
e. Dewan Komisaris berkewajiban membuat pernyataan e. Board of Commissioners are required to make
mengenai benturan kepentingan terhadap hal- statements regarding conflicts of interest in matters
hal yang termaktub dalam Rencana Kerja dan stipulated in the Company’s Work Plan and Budget.
Anggaran Perusahaan.
Sedangkan, dalam mengelola benturan kepentingan bagi Meanwhile, in managing conflicts of interest for Board of
Direksi, Perseroan menerapkan beberapa prinsip untuk Directors, the Company implements several principles to
mencegah terjadinya benturan kepentingan dan implikasi prevent the occurrence of conflicts of interest and their
lanjutan yang sering ditimbulkannya antara lain sebagai berikut: potential implications, including the following:
1. Direksi harus menghindari adanya potensi benturan 1. Board of Directors must avoid potential conflicts of interest
kepentingan di dalam melaksanakan tugasnya. Untuk in carrying out their duties. To prevent such situations,
mencegah terjadinya hal tersebut Direksi perlu memenuhi Board of Directors must adhere to the following principles:
beberapa prinsip, yaitu:
a. Direksi wajib menyelenggarakan dan mengisi Daftar a. Board of Directors are required to maintain and
Khusus yang berisikan kepemilikan sahamnya dan complete a Special Register containing their share
atau keluarganya pada perusahaan lain secara benar ownership and/or that of their family members in
dan akurat; other companies accurately and truthfully;
b. Direksi harus menghindari setiap aktivitas yang b. Board of Directors must avoid any activities that may
dapat mempengaruhi independensinya dalam affect their independence in decision-making;
pengambilan keputusan;
c. Tidak boleh berpartisipasi dalam setiap kegiatan c. Board of Directors are prohibited from participating in
pengadaan yang melibatkan suatu Perseroan di mana procurement activities involving a company in which
yang bersangkutan atau keluarganya mempunyai they or their family members hold significant share
kepemilikan saham yang signifikan atau mempunyai ownership or have financial interests in the transaction;
kepentingan finansial atas transaksi tersebut;
112 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 113
d. Direksi wajib membuat pernyataan mengenai benturan d. Board of Directors are required to provide statements
kepentingan terhadap hal-hal yang termaktub dalam regarding conflicts of interest in matters stipulated
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan. in the Company’s Work Plan and Budget.
2. Apabila terjadi sesuatu hal, di mana kepentingan Perseroan 2. In the event that the interests of the Company conflict
berbenturan dengan kepentingan salah seorang anggota with the interests of a member of Board of Directors, with
Direksi, maka dengan persetujuan Komisaris, Perseroan the approval of Board of Commissioners, the Company
akan diwakili oleh anggota Direksi lainnya. Apabila benturan will be represented by another member of Board of
kepentingan tersebut menyangkut semua anggota Direksi, Directors. If the conflict of interest involves all members
maka Perseroan akan diwakili oleh Dewan Komisaris atau of Board of Directors, the Company will be represented
seorang yang ditunjuk oleh Dewan Komisaris. by Board of Commissioners or a person appointed by
Board of Commissioners.
3. Dalam hal tidak ada Dewan Komisaris, maka Rapat Umum 3. In the absence of a Board of Commissioners, the General
Pemegang Saham mengangkat seorang atau lebih untuk Meeting of Shareholders shall appoint one or more persons
mewakili Perseroan dalam menjalankan tugas tersebut to represent the Company in carrying out the duties
di atas. mentioned above.
PT Wijaya Karya mendefinisikan benturan kepentingan sebagai PT Wijaya Karya defines a conflict of interest as a condition in
kondisi adanya pertentangan antara kepentingan ekonomis which there is a conflict between personal economic interests
pribadi dengan kepentingan ekonomis Perusahaan yang and the economic interests of the Company that may affect
berpotensi memengaruhi objektivitas serta pertimbangan objectivity and commercial judgment in decision-making.
komersial dalam pengambilan keputusan. Setiap individu di Every individual within the Company is prohibited from being in
lingkungan Perusahaan dilarang berada dalam situasi yang a situation that may give rise to a conflict of interest. Therefore,
dapat menimbulkan benturan kepentingan. Oleh karena itu, all decisions must be based solely on the best interests of the
seluruh keputusan yang diambil wajib semata-mata didasarkan Company. In the event that certain conditions potentially give
pada kepentingan terbaik Perusahaan. Dalam hal terdapat rise to conflicts of interest, the concerned party is required to
kondisi tertentu yang berpotensi menimbulkan benturan disclose such conditions transparently and is not permitted
kepentingan, pihak yang bersangkutan diwajibkan untuk to be involved in the related decision-making process.
mengungkapkan secara transparan serta tidak diperkenankan
untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan dimaksud.
Untuk mencegah terjadinya benturan kepentingan, Perseroan To prevent conflicts of interest, the Company establishes
menetapkan sejumlah prinsip kebijakan sebagai berikut: several policy principles as follows:
1. Anggota Dewan Komisaris dan Direksi wajib mengungkapkan 1. Members of Board of Commissioners and Board of
kepemilikan saham, baik di Perseroan maupun di perusahaan Directors are required to disclose their share ownership,
lain, dalam daftar khusus sesuai dengan ketentuan peraturan both in the Company and in other companies, in a special
perundang-undangan yang berlaku. register in accordance with applicable laws and regulations.
2. Setiap individu di lingkungan Perseroan dilarang 2. Every individual within the Company is prohibited from
memanfaatkan jabatan atau kewenangan yang dimiliki utilizing their position or authority for personal interests or
untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan pihak the interests of other parties that may harm the Company.
lain yang dapat merugikan Perseroan.
3. Setiap individu di lingkungan Perseroan dilarang 3. Every individual within the Company is prohibited from
menggunakan informasi penting dan bersifat rahasia using important and confidential information for personal
untuk kepentingan pribadi atau kepentingan pihak lain interests or the interests of other parties that may
yang berpotensi merugikan Perseroan. potentially harm the Company.
4. Setiap individu di lingkungan Perseroan diharapkan 4. Every individual within the Company is expected to avoid
menghindari kepemilikan atau keterlibatan kepentingan ownership or involvement in economic interests in other
ekonomi pada perusahaan lain yang berpotensi companies that may potentially give rise to economic
menimbulkan benturan kepentingan ekonomi. conflicts of interest.
Dalam rangka memastikan pencegahan dan mitigasi benturan To ensure the prevention and mitigation of conflicts of
kepentingan pada tingkat organ tata kelola tertinggi, Perseroan interest at the level of the highest governance bodies, the
menerapkan mekanisme pengawasan yang melibatkan Company applies supervisory mechanisms involving Board
Dewan Komisaris dan Direksi melalui penerapan kebijakan of Commissioners and Board of Directors through the
pengungkapan, evaluasi, serta pengendalian benturan application of policies on disclosure, evaluation, and control
kepentingan secara berkelanjutan. Setiap potensi benturan of conflicts of interest on an ongoing basis. Any potential
kepentingan, termasuk yang berkaitan dengan rangkap conflict of interest, including those related to cross-board
jabatan (cross-board membership), kepemilikan saham silang membership, cross-shareholding with suppliers or other
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 113
Page 114
Tata Kelola
Governance
dengan pemasok atau pemangku kepentingan lainnya (cross- stakeholders, the presence of controlling shareholders, as
shareholding), keberadaan pemegang saham pengendali, serta well as relationships and transactions with related parties,
hubungan dan transaksi dengan pihak berelasi, diidentifikasi is identified and managed in accordance with applicable
dan dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Informasi regulations. Information regarding such conflicts of interest is
terkait benturan kepentingan tersebut diungkapkan secara disclosed transparently to stakeholders through the Company’s
transparan kepada pemangku kepentingan melalui laporan financial statements, annual report, and sustainability report,
keuangan, laporan tahunan, dan laporan keberlanjutan as part of the commitment to the principles of transparency
Perseroan, sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip and accountability. Through the implementation of these
keterbukaan dan akuntabilitas. Dengan penerapan mekanisme mechanisms, the Company ensures that every strategic
ini, Perseroan memastikan bahwa setiap keputusan strategis decision is made independently, objectively, and free from
diambil secara independen, objektif, dan bebas dari pengaruh the influence of personal or particular interests.
kepentingan pribadi maupun pihak tertentu.
Selama tahun 2025, seluruh anggota Dewan Komisaris dan Throughout 2025, all members of Board of Commissioners
Direksi tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota and Board of Directors did not have any affiliated relationships
Dewan Komisaris dan Direksi lainnya serta pemegang saham with other members of Board of Commissioners and Board
pengendali, baik dalam hubungan keuangan, keluarga dan of Directors or with the controlling shareholder, whether in
kepengurusan. Pemegang saham pengendali Perseroan financial, family, or management relationships. The Company’s
adalah PT Danantara (Holding Operasional BUMN Karya) controlling shareholder is PT Danantara (Operational Holding
dengan kepemilikan saham sebesar 91.018%. Seluruh anggota of SOE Construction Companies) with share ownership of
Dewan Komisaris dan Direksi juga tidak memiliki hubungan 91.018%. All members of Board of Commissioners and Board
kepengurusan dengan perusahaan lain. Di samping itu, juga of Directors also do not hold management positions in other
tidak terdapat kepemilikan saham silang antara anggota companies. In addition, there is no cross-share ownership
Dewan Komisaris dan Direksi dengan pemasok, kontraktor, between members of Board of Commissioners and Board of
atau pemangku kepentingan lain yang menimbulkan benturan Directors with suppliers, contractors, or other stakeholders
kepentingan. Informasi terkait benturan kepentingan Dewan that would create a conflict of interest. Information related
Komisaris dan Direksi serta Hubungan Afiliasi Anggota Direksi, to conflicts of interest of Board of Commissioners and
Dewan Komisaris, dan Pemegang Saham Pengendali telah Board of Directors as well as the affiliated relationships of
disajikan pada bagian Tata Kelola Perusahaan Laporan Tahunan. members of Board of Directors, Board of Commissioners,
Selain itu, informasi kepemilikan saham Dewan Komisaris and the controlling shareholder has been presented in
dan Direksi telah disajikan pada Laporan Tahunan bagian the Corporate Governance section of the Annual Report.
Profil Perusahaan. Di samping itu, di sepanjang tahun 2025, Furthermore, information regarding the share ownership of
tidak terdapat transaksi material yang mengandung benturan Board of Commissioners and Board of Directors is presented in
kepentingan serta dan/atau transaksi dengan pihak afiliasi. the Company Profile section of the Annual Report. In addition,
Informasi terkait transaksi benturan kepentingan, transaksi throughout 2025 there were no material transactions involving
afiliasi, transaksi pihak berelasi telah disampaikan pada Laporan conflicts of interest and/or transactions with affiliated parties.
Tahunan bagian Analisis dan Pembahasan Manajemen. Information regarding conflict of interest transactions,
affiliated transactions, and related party transactions has
been presented in the Management Discussion and Analysis
section of the Annual Report.
114 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 115
Penegakkan Integritas
Integrity Enforcement
Perseroan menyadari bahwa integritas tidak hanya dimaknai The Company if fully aware that integrity is not merely defined
sebagai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, as compliance with laws and regulations, but also constitutes
melainkan merupakan elemen esensial dalam strategi bisnis an essential element in the business strategy that is capable
yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perusahaan, of creating added value for the Company, both in terms of
baik dari sisi reputasi, efektivitas operasional, maupun reputation, operational effectiveness, and long-term business
keberlangsungan usaha dalam jangka panjang. Sejalan dengan sustainability. In line with this understanding, WIKA has applied
pemahaman tersebut, WIKA telah menerapkan berbagai various policies and strategic initiatives to ensure that integrity
kebijakan dan langkah strategis guna memastikan bahwa values are embedded and consistently implemented across
nilai-nilai integritas tertanam dan terimplementasi secara all lines and business activities of the Company.
konsisten di seluruh lini dan aktivitas bisnis perusahaan.
Sebagai bentuk konkret atas komitmen tersebut, Perseroan As a concrete manifestation of this commitment, the Company
telah menyusun, menyempurnakan, dan mengimplementasikan has developed, refined, and implemented the Code of Good
Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) serta Corporate Governance (GCG), the Code of Conduct, and the
Pedoman Etika dan Perilaku (Code of Conduct) Pedoman Conflict of Interest Guidelines. The Code of GCG serve as the
Benturan Kepentingan (Conflict of Interest). Pedoman GCG primary reference for conducting business activities based on
menjadi acuan utama dalam menjalankan kegiatan usaha the principles of transparency, accountability, responsibility,
berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung independence, and fairness. This document provides guidance
jawab, independensi, dan kewajaran. Dokumen ini memberikan for all internal stakeholders to ensure that every policy and
panduan bagi seluruh pemangku kepentingan internal agar business decision is aligned with good governance standards
setiap kebijakan dan keputusan bisnis yang diambil sejalan and supports the Company's long-term, sustainable growth.
dengan standar tata kelola yang baik serta mendukung
pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan dalam
jangka panjang.
Di sisi lain, Pedoman Etika dan Perilaku berfungsi untuk Furthermore, the Code of Conduct serves to ensure that all
memastikan bahwa seluruh insan WIKA menjunjung tinggi WIKA People uphold moral and ethical standards in carrying
standar moral dan etika dalam pelaksanaan tugas dan tanggung out their duties and responsibilities. These guidelines outline
jawabnya. Pedoman ini memuat ketentuan perilaku yang behavioral requirements that must be adhered to by every
wajib dipatuhi oleh setiap individu di lingkungan perusahaan, individual within the Company, including compliance with
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 115
Page 116
Tata Kelola
Governance
termasuk kepatuhan terhadap peraturan, penerapan regulations, transparency in decision-making processes,
transparansi dalam proses pengambilan keputusan, serta and efforts to prevent conflicts of interest. Through the
upaya pencegahan benturan kepentingan. Melalui penerapan implementation of these guidelines, WIKA is committed
kedua pedoman tersebut, WIKA berkomitmen membangun to building and strengthening a culture of integrity as the
dan memperkuat budaya integritas sebagai landasan utama primary foundation of all the Company's activities and
dalam setiap aktivitas dan proses bisnis Perseroan. business processes.
Integritas menjadi salah satu prioritas utama WIKA dalam Integrity is one of WIKA's top priorities in ensuring its
memastikan keberlanjutan Perseroan di masa mendatang, sustainability in the future, as reflected in the Governance
sebagaimana tercermin dalam pilar Tata Kelola pada House pillar of WIKA's House of Sustainability. This pillar emphasizes
of Sustainability WIKA. Pilar tersebut menegaskan bahwa that the implementation of GCG principles, including business
penerapan prinsip GCG meliputi etika bisnis, praktik pengadaan ethics, responsible procurement practices, and inclusive
yang bertanggung jawab, serta keterlibatan pemangku stakeholder engagement, is an integral part of the company's
kepentingan secara inklusif merupakan bagian integral dari sustainability strategy.
strategi keberlanjutan Perseroan.
Dengan menginternalisasikan nilai integritas ke dalam kerangka By internalizing the value of integrity within its sustainability
keberlanjutan, WIKA memastikan bahwa setiap kebijakan framework, WIKA ensures that every policy and business
dan proses bisnis yang dijalankan tidak hanya memenuhi process not only meets the best governance standards but
standar tata kelola terbaik, tetapi juga berkontribusi secara also consistently contributes to the achievement of long-term
konsisten terhadap pencapaian sasaran jangka panjang yang sustainable goals. WIKA's efforts to internalize the principle
berkelanjutan. Upaya WIKA dalam menginternalisasi prinsip of integrity are also reflected in the Company's achievements
integritas juga tercermin dari pencapaian Perseroan dalam in various Good Corporate Governance (GCG) assessments,
berbagai penilaian Good Corporate Governance (GCG) as follows.
sebagai berikut.
Penilaian Tata Kelola Perusahaan Tahun 2025
2025 Corporate Governance Assessment
Skor 97,59 Skor 87,57 Skor 2,95 Skor 97,37
Score 97.59 Score 87.57, Score 2.95 Score 97.37
Kategori “Sangat Baik” Kategori “Sangat Terpercaya” Kategori “Fase Praktik Yang Baik” Kategori “Informatif”
Category “Excellent” Category “Highly Reliable” Category “Best Practices Phase” Category: “Informative”
ASEAN Corporate Governance Corporate Governance Self Assessment Penilaian Risk Kementrian Pendidikan Tinggi,
Scorecard by Indonesian Institute Perception Index (CGPI) by The Maturity Index (RMI) Didampingi Sains, dan Teknologi
for Corporate Directorship (IICD) Indonesian Institute for Corporate Oleh BPKP
Governance (IICG)
Dengan berbagai kebijakan, pencapaian, dan penghargaan, Through various policies, achievements, and awards, WIKA
WIKA terus menunjukkan komitmennya untuk menjadikan continues to demonstrate its commitment to making
integritas sebagai landasan utama dalam menjalankan bisnis. integrity the cornerstone of its business operations. A strong
Budaya tata kelola yang kuat tidak hanya menjaga kepercayaan corporate governance culture not only maintains the trust
stakeholder tetapi juga memastikan bahwa WIKA dapat terus of stakeholders but also ensures that WIKA can continue to
beroperasi dengan prinsip yang transparan, akuntabel, dan operate based on principles of transparency, accountability,
berkelanjutan. capaian terkait GCG lainnya telah disampaikan and sustainability. Other achievements related to corporate
dalam Laporan Tahunan Perseroan tahun 2025. governance have been presented in the Company’s 2025
Annual Report.
116 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 117
Nominasi dan Seleksi Dewan
Komisaris dan Direksi [GRI 2-10]
Nomination and Selection of Board of Commissioners
and Board of Directors [GRI 2-10]
Sebagai bagian dari kebijakan Kementerian Badan Usaha Milik As part of the policy of Ministry of State-Owned Enterprises
Negara (KBUMN) berdasarkan Surat Edaran Kementerian (SOEs) based on the Circular Letter of Ministry of State-Owned
Badan Usaha Milik Negara (KBUMN) Nomor S-8/Wk2. Enterprises No. S-8/Wk2.MBU/04/2021, the Company actively
MBU/04/2021, Perseroan berperan aktif dalam mendukung supports talent management and leadership sustainability
pengelolaan talenta dan keberlanjutan kepemimpinan melalui through the Cluster Talent Committee (CTC) program. Through
program Cluster Talent Committee (CTC). Melalui program this program, each year SOEs propose talent candidates at
ini, setiap tahunnya BUMN mengusulkan kandidat talenta the BOD-1 level to be included in the Talent Pool of Ministry
pada level BOD-1 untuk dimasukkan ke dalam Talent Pool of SOEs, which subsequently undergo a selection process to
Kementerian BUMN, yang selanjutnya menjalani proses assess the level of talent readiness. Board of Directors of PT
seleksi guna menilai tingkat kesiapan (readiness) talenta. Wijaya Karya (Persero) Tbk also participates in this readiness
Direksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. turut berpartisipasi assessment process, including through interviews with
dalam proses asesmen kesiapan tersebut, termasuk melalui nominated talents from other SOEs within the Infrastructure
pelaksanaan wawancara terhadap nominated talent dari Services cluster.
BUMN lain dalam klaster Jasa Infrastruktur.
Proses nominasi dan seleksi calon anggota Dewan The nomination and selection process for candidates for members
Komisaris dan Direksi dilaksanakan dengan mengacu pada of Board of Commissioners and Board of Directors is carried out with
Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-3/ reference to the Regulation of Minister of State-Owned Enterprises
MBU/03/2023 tentang Organ dan Sumber Daya Manusia No. PER-3/MBU/03/2023 concerning Organs and Human Resources
Badan Usaha Milik Negara. Calon anggota Direksi diusulkan of State-Owned Enterprises. Candidates for members of Board of
oleh Komite Nominasi, Remunerasi, dan GCG (NRG) kepada Directors are proposed by the Nomination, Remuneration, and GCG
Dewan Komisaris, untuk selanjutnya diajukan kepada Rapat Committee (NRG) to the Board of Commissioners, and subsequently
Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai pihak yang submitted to the General Meeting of Shareholders (GMS) as
berwenang menetapkan pengangkatan. Dalam pembentukan the authority responsible for determining their appointment. In
komposisi Dewan Komisaris dan Direksi, Perseroan senantiasa forming the composition of Board of Commissioners and Board
memperhatikan prinsip keberagaman, pemenuhan persyaratan of Directors, the Company consistently considers the principles of
independensi sesuai ketentuan peraturan perundang- diversity, fulfillment of independence requirements in accordance
undangan, serta kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan with prevailing regulations, and the alignment of competencies
strategis Perseroan pada bidang tertentu. Informasi mengenai with the Company’s strategic needs in specific areas. Information
proses nominasi dan seleksi Dewan Komisaris dan Direksi regarding the nomination and selection process for Board of
diungkapkan secara transparan dan lengkap dalam Laporan Commissioners and Board of Directors is disclosed transparently
Tahunan Perseroan pada bagian Tata Kelola Perusahaan. and comprehensively in the Corporate Governance section of the
Company’s Annual Report.
Tahapan pemilihan bakal calon anggota Dewan Komisaris dan/ The stages for selecting prospective candidates for members of
atau Direksi melalui tahapan sebagai berikut: Board of Commissioners and/or Board of Directors are as follows:
1. Bakal calon yang akan ditetapkan menjadi calon anggota 1. Prospective candidates to be designated as candidates
Dewan Komisaris adalah seseorang yang telah dinyatakan for members of Board of Commissioners are individuals
memenuhi Persyaratan Formal, Persyaratan Materil, dan who have fulfilled the Formal Requirements, Material
Persyaratan Lain; Requirements, and Other Requirements;
2. Penilaian pemenuhan Persyaratan Materiil, dilakukan 2. The assessment of the fulfillment of Material Requirements
dengan cara pemeriksaan syarat administratif, dan seleksi/ is carried out through administrative verification and
wawancara terhadap Bakal Calon Pengurus yang diusulkan; selection/interviews with the proposed prospective
management candidates;
3. Penyampaian daftar Calon kepada Pemegang Saham Seri 3. Submission of the list of candidates to the Series A Dwiwarna
A Dwiwarna dan/atau Cluster Talent Committee; Shareholder and/or the Cluster Talent Committee;
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 117
Page 118
Tata Kelola
Governance
4. Pemegang Saham Seri A Dwiwarna menyampaikan usulan 4. The Series A Dwiwarna Shareholder submits the proposed
calon kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS); candidates to the General Meeting of Shareholders (GMS);
5. Terhadap BUMN tertentu yang ditetapkan oleh Menteri, 5. e. For certain SOEs designated by the Minister, candidates
calon Komisaris Utama/Anggota Dewan Komisaris wajib for President Commissioner/Member of Board of
mengikuti uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan Commissioners are required to undergo a fit and proper
oleh Lembaga Profesional yang ditunjuk oleh Menteri test conducted by a Professional Institution appointed
untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap by the Minister to conduct the fit and proper test for
calon Direksi. candidates for Board of Directors.
PENGANGKATAN DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS
APPOINTMENT
Perseroan memastikan bahwa pengangkatan dan The Company ensures that the appointment and dismissal of
pemberhentian anggota Dewan Komisaris dilaksanakan members of Board of Commissioners are conducted through
melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan the General Meeting of Shareholders (GMS) by prioritizing the
mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. principles of transparency and accountability. Through this
Melalui mekanisme tersebut, pandangan dan keputusan mechanism, the perspectives and decisions of shareholders
pemegang saham sebagai pemangku kepentingan utama as the main stakeholders serve as the basis for nomination and
turut menjadi dasar dalam proses pencalonan dan pemilihan selection process of members of Board of Commissioners.
anggota Dewan Komisaris. Proses pemilihan pada umumnya The selection process is generally conducted every five years,
dilakukan setiap lima tahun, tanpa mengurangi kewenangan without prejudice to the authority of GMS to determine other
RUPS untuk menetapkan ketentuan lain sesuai dengan provisions in accordance with the Company’s needs. Each
kebutuhan Perseroan. Setiap keputusan pengangkatan dan appointment and dismissal decision comprehensively considers
pemberhentian mempertimbangkan secara menyeluruh the aspects of integrity, competence, and reputation of
aspek integritas, kompetensi, serta reputasi calon anggota prospective members of Board of Commissioners to align with
Dewan Komisaris agar sejalan dengan dinamika bisnis dan the Company’s business dynamics and sustainability direction.
arah keberlanjutan Perseroan.
Sebagai bagian dari upaya menjaga profesionalisme dan As part of the efforts to maintain professionalism and
integritas tata kelola, Perseroan menerapkan mekanisme fit governance integrity, the Company carries out the fit and
and proper test yang dilaksanakan secara cermat dan terbuka. proper test mechanism in a careful and transparent manner.
Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa calon anggota This process aims to ensure that candidates for members of
Dewan Komisaris memiliki independensi yang memadai, Board of Commissioners possess adequate independence,
bebas dari afiliasi maupun potensi benturan kepentingan, are free from affiliation and potential conflicts of interest,
serta mampu melindungi kepentingan seluruh pemegang and are capable of protecting the interests of all shareholders,
saham, termasuk pemegang saham minoritas, secara adil including minority shareholders, fairly and proportionally.
dan proporsional.
Calon anggota Dewan Komisaris merupakan individu Candidates for members of Board of Commissioners are
perseorangan yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan individuals who meet the requirements established at the time
pada saat pengangkatan dan selama masa jabatan, guna of appointment and throughout their tenure, ensuring that the
memastikan peran pengawasan dapat dijalankan secara supervisory role can be performed effectively, with integrity,
efektif, berintegritas, dan berorientasi pada penciptaan nilai and oriented toward sustainable long-term value creation for
jangka panjang yang berkelanjutan bagi Perseroan dan seluruh the Company and all stakeholders. Individuals eligible to be
pemangku kepentingan. Adapun yang dapat diangkat sebagai appointed as members of Board of Commissioners must meet
anggota Dewan Komisaris adalah individu yang memenuhi the following requirements:
persyaratan, sebagai berikut:
Untuk dapat diangkat sebagai anggota Dewan Komisaris, To be appointed as a member of Board of Commissioners,
Perseroan menetapkan bahwa calon yang bersangkutan the Company stipulates that the candidate must meet all
merupakan individu yang memenuhi seluruh persyaratan requirements from the time of appointment and throughout
sejak pada saat pengangkatan hingga selama menjalankan their tenure, including the following:
masa jabatan, dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Memiliki akhlak, moral, serta integritas yang baik; 1. Possess good character, morals, and integrity;
2. Cakap dalam melakukan perbuatan hukum; 2. Be legally competent to perform legal acts;
118 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 119
3. Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan 3. Within the five (5) years prior to appointment and during
dan selama menjabat: their tenure:
a. Tidak pernah dinyatakan pailit; a. Have never been declared bankrupt;
b. Tidak pernah menjabat sebagai anggota Direksi dan/ b. Have never served as a member of the Board of
atau Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah hingga Directors and/or Board of Commissioners found guilty
menyebabkan suatu perusahaan dinyatakan pailit; of causing a company to be declared bankrupt;
c. Tidak pernah dijatuhi hukuman atas tindak pidana c. Have never been convicted of a criminal offense that
yang merugikan keuangan negara dan/atau berkaitan caused losses to state finances and/or relates to the
dengan sektor keuangan; dan financial sector; and
d. Tidak pernah memiliki rekam jejak tata kelola yang d. Have never had an inadequate governance track
tidak memadai selama menjabat sebagai anggota record while serving as a member of the Board of
Direksi dan/atau Dewan Komisaris, termasuk: Directors and/or Board of Commissioners, including:
• Tidak menyelenggarakan RUPS Tahunan; • Failure to hold an Annual General Meeting of
• Pertanggungjawaban sebagai anggota Direksi Shareholders (AGMS);
dan/atau anggota Dewan Komisaris pernah tidak • Accountability as a member of the Board of
diterima oleh RUPS atau tidak menyampaikan Directors and/or Board of Commissioners
pertanggungjawaban kepada RUPS; dan being rejected by the GMS or failure to submit
• Menyebabkan perusahaan yang memperoleh accountability to the GMS; and
izin, persetujuan, atau pendaftaran dari Otoritas • Causing a company that obtained a license,
Jasa Keuangan tidak memenuhi kewajiban approval, or registration from the Financial
penyampaian Laporan Tahunan dan/atau Laporan Services Authority (OJK) to fail to fulfill the
Keuangan kepada OJK. obligation to submit its Annual Report and/or
Financial Statements to OJK.
4. Memiliki komitmen yang kuat untuk mematuhi seluruh 4. Have a strong commitment to comply with all applicable
peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan laws and regulations; and
5. Memiliki pengetahuan dan/atau keahlian yang relevan 5. Possess knowledge and/or expertise relevant to the needs
dengan kebutuhan Perseroan. of the Company.
6. Memenuhi persyaratan lainnya sebagaimana diatur dalam 6. Fulfill other requirements as stipulated in applicable
ketentuan nominasi yang berlaku, termasuk persyaratan nomination provisions, including those set out in the
yang ditetapkan dalam Undang-Undang Perseroan Limited Liability Company Law, capital market regulations,
Terbatas, peraturan di bidang pasar modal, serta peraturan and other laws and regulations related to the Company’s
perundang-undangan lain yang berlaku dan berkaitan business activities.
dengan kegiatan usaha Perseroan.
PENGANGKATAN DIREKSI BOARD OF DIRECTORS APPOINTMENT
Pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksi dilaksanakan The appointment and dismissal of members of Board of
melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Directors are carried out through the mechanism of General
dengan masa jabatan selama 5 (lima) tahun, kecuali terdapat Meeting of Shareholders (GMS) with a term of office of five
ketentuan lain sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui (5) years, unless otherwise stipulated by prevailing regulations.
mekanisme tersebut, pandangan dan keputusan pemegang Through this mechanism, the perspectives and decisions of
saham sebagai pemangku kepentingan utama turut menjadi shareholders as the main stakeholders serve as the basis for
dasar dalam proses pencalonan dan pemilihan anggota Direksi. nomination and selection process of members of Board of
Anggota Direksi dapat diangkat kembali oleh RUPS untuk 1 Directors. Members of Board of Directors may be reappointed
(satu) kali masa jabatan berikutnya. Dalam rangka menjamin by the GMS for one additional term. To ensure integrity and
integritas, dan profesionalisme pada bidangnya, seluruh calon professionalism in their respective fields, all candidates for
Direksi wajib mengikuti proses uji kemampuan dan kepatutan Board of Directors are required to undergo a fit and proper test
(fit and proper test) yang dilaksanakan secara transparan serta conducted transparently and in accordance with applicable
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. laws and regulations.
Anggota Direksi diangkat untuk jangka waktu yang dimulai Members of Board of Directors are appointed for a term
sejak tanggal penetapan oleh RUPS yang mengangkatnya dan beginning on the date of appointment by the GMS and ending
berakhir pada penutupan RUPS Tahunan pada akhir satu periode at the closing of the Annual GMS at the end of one term of
masa jabatan. Satu periode masa jabatan anggota Direksi yaitu office. One term of office for members of Board of Directors
selama 5 (lima) tahun, dengan tetap memperhatikan hak RUPS is five (5) years, while still recognizing the right of the GMS
untuk sewaktu-waktu dapat memberhentikan para anggota to dismiss members of Board of Directors at any time before
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 119
Page 120
Tata Kelola
Governance
Direksi sebelum masa jabatannya berakhir. Anggota Direksi the end of their term of office. Members of Board of Directors
dapat diangkat kembali oleh RUPS untuk 1 (satu) kali masa may be reappointed by the GMS for one additional term in
jabatan berikutnya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. accordance with applicable provisions.
Adapun kriteria persyaratan bagi calon anggota Direksi The criteria for candidates for members of Board of Directors
sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan dan as stipulated in the Company’s Articles of Association and the
Pedoman Kerja Direksi adalah sebagai berikut: Board of Directors Work Guidelines are as follows:
1. Memiliki akhlak, moral, serta integritas yang baik; 1. Possess good character, morals, and integrity;
2. M e n u n j u k ka n ke p e m i m p i n a n ya n g k u a t d a n 2. Demonstrate strong leadership and high dedication
dedikasi tinggi dalam mendorong kemajuan serta in promoting the advancement and development of
pengembangan Perseroan; the Company;
3. Kecakapan dalam melakukan perbuatan hukum; 3. Be legally competent to perform legal acts;
4. Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan 4. Within the five (5) years prior to appointment and during
dan selama menjalankan masa jabatan: their tenure:
a. Tidak pernah dinyatakan pailit; a. Have never been declared bankrupt;
b. Tidak pernah menjabat sebagai anggota Direksi dan/ b. Have never served as a member of the Board of
atau Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah hingga Directors and/or Board of Commissioners found guilty
menyebabkan suatu perusahaan dinyatakan pailit; of causing a company to be declared bankrupt;
c. Tidak pernah dijatuhi hukuman atas tindak pidana yang c. Have never been convicted of a criminal offense that
merugikan keuangan negara dan/atau yang berkaitan caused losses to state finances and/or relates to the
dengan sektor keuangan; financial sector;
d. Tidak pernah memiliki catatan praktik tata kelola yang d. Have never had a record of inadequate governance
tidak memadai selama menjabat sebagai anggota practices while serving as a member of the Board of
Direksi dan/atau Dewan Komisaris, termasuk: Directors and/or Board of Commissioners, including:
• Tidak menyelenggarakan RUPS Tahunan; • Failure to hold an Annual General Meeting
of Shareholders;
•Pertanggungjawaban sebagai anggota Direksi dan/ • Accountability as a member of the Board of
atau Dewan Komisaris tidak diterima oleh RUPS Directors and/or Board of Commissioners
atau tidak menyampaikan pertanggungjawaban being rejected by the GMS or failure to submit
kepada RUPS; dan/atau accountability to the GMS; and/or
• Menyebabkan perusahaan yang memperoleh • Causing a company that obtained a license,
izin, persetujuan, atau pendaftaran dari Otoritas approval, or registration from the Financial
Jasa Keuangan tidak memenuhi kewajiban Services Authority to fail to fulfill the obligation
penyampaian laporan tahunan dan/atau laporan to submit its annual report and/or financial
keuangan kepada OJK. statements to OJK.
5. Memiliki komitmen yang kuat untuk mematuhi seluruh 5. Have a strong commitment to comply with all applicable
peraturan perundang-undangan yang berlaku serta laws and regulations and adhere to the provisions
tunduk pada ketentuan dalam Kontrak Manajemen yang stipulated in the Management Contract signed by the
ditandatangani oleh Direksi Perseroan, Dewan Komisaris Company’s Board of Directors, the Company’s Board of
Perseroan, dan perwakilan Pemegang Saham Seri Commissioners, and the representative of the Series A
A Dwiwarna; Dwiwarna Shareholder;
6. Memiliki pengetahuan dan/atau keahlian yang relevan 6. Possess knowledge and/or expertise relevant to the fields
dengan bidang yang dibutuhkan Perseroan; dan required by the Company; and
7. Memenuhi persyaratan lainnya sebagaimana diatur dalam 7. Fulfill other requirements as stipulated in the Company’s
Anggaran Dasar Perseroan serta ketentuan lain yang Articles of Association and other provisions determined
ditetapkan oleh Pemegang Saham Seri A Dwiwarna atau by the Series A Dwiwarna Shareholder or its proxy,
kuasanya, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan provided that they do not conflict with applicable laws
perundang-undangan yang berlaku. and regulations.
120 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 121
Penetapan kriteria nominasi dan seleksi dilakukan dengan The determination of nomination and selection criteria takes
mempertimbangkan pandangan dan kepentingan pemangku into account the views and interests of key stakeholders,
kepentingan utama, termasuk pemegang saham pengendali including controlling and non-controlling shareholders, which
dan pemegang saham non pengendali, yang diwujudkan melalui are reflected through the GMS mechanism and the evaluation
mekanisme RUPS serta evaluasi atas kebutuhan strategis of the Company’s strategic needs. In forming the composition
Perseroan. Dalam pembentukan komposisi Dewan Komisaris of Board of Commissioners and Board of Directors, the
dan Direksi, Perseroan memperhatikan prinsip keberagaman, Company considers the principles of diversity, fulfillment of
pemenuhan persyaratan independensi, serta pencegahan independence requirements, and the prevention of conflicts
benturan kepentingan guna memastikan kemampuan setiap of interest to ensure that each member of the Company’s
anggota organ Perseroan dalam menjalankan penilaian secara governing organs is able to exercise objective judgment free
objektif dan bebas dari pengaruh pihak mana pun. from influence from any party.
Selain itu, Perseroan menetapkan kriteria kompetensi calon In addition, the Company establishes competency criteria
anggota Dewan Komisaris dan Direksi dengan memperhatikan for candidates for members of Board of Commissioners
kesesuaian pengetahuan, keahlian, dan pengalaman terhadap and Board of Directors by considering the alignment of
dampak kegiatan usaha Perseroan, khususnya yang berkaitan knowledge, expertise, and experience with the impacts of
dengan karakteristik sektor jasa infrastruktur, kompleksitas the Company’s business activities, particularly those related
proyek, serta cakupan wilayah operasional. Pendekatan to the characteristics of infrastructure services sector, project
tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa Dewan complexity, and the scope of operational areas. This approach
Komisaris dan Direksi yang terpilih memiliki kapabilitas aims to ensure that the selected Board of Commissioners and
yang relevan dalam mengelola dan mengawasi Perseroan Board of Directors possess the relevant capabilities to manage
secara efektif, berkelanjutan, serta sejalan dengan arah and oversee the Company effectively and sustainably, in line
strategis dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh with the strategic direction and long-term value creation for
pemangku kepentingan. all stakeholders.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 121
Page 122
Tata Kelola
Governance
Penilaian Kinerja Dewan
Komisaris dan Direksi [GRI 2-18]
Board of Commissioners and Board of Directors
Performance Appraisal [GRI 2-18]
Kegiatan aksi donor darah oleh Direksi dan staf WIKA
............................................
Kriteria penilaian kinerja Dewan Komisaris dan Direksi The performance appraisal criteria for Board of Commissioners
dilaksanakan berdasarkan target kinerja dalam perjanjian and Board of Directors are based on the performance targets
penunjukan sebagai anggota. Kinerja Dewan Komisaris stipulated in their appointment agreements. The performance
dan Direksi dievaluasi setiap tahun oleh Pemegang Saham of Board of Commissioners and Board of Directors is evaluated
dalam RUPS berdasarkan kriteria evaluasi kinerja yang telah annually by the Shareholders through the GMS based on
ditetapkan. Penilaian kinerja Dewan Komisaris dan Direksi juga predetermined performance evaluation criteria. The evaluation
telah mencakup kinerja lingkungan dan sosial yang ditunjukkan also includes environmental and social performance, as
pada pencapaian target TJSL yang merupakan target kinerja reflected in the achievement of CSR targets, which form part of
Divisi Corporate Secretariat yang berada di bawah Direktur the performance targets of the Corporate Secretariat Division
Utama serta pencapaian target kinerja HSE. under the President Director, as well as the achievement of
HSE performance targets.
Penilaian kinerja Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan melalui The performance of Board of Commissioners and Board of
penilaian oleh RUPS dan penilaian melalui metode assessment Directors is evaluated by the GMS and through the GCG
GCG. Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi dievaluasi setiap assessment method. Their performance is evaluated annually
tahun oleh Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang by Shareholders at the General Meeting of Shareholders.
Saham. Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi ditentukan The performance of Board of Commissioners and Board of
berdasarkan tugas dan kewajiban yang tercantum dalam Directors is determined based on their duties and obligations
Peraturan Perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran as stipulated in applicable laws and regulations, the Articles of
Dasar maupun amanat Pemegang Saham. Selain penilaian Association, and the mandates of Shareholders. In addition to
oleh RUPS, penilaian kinerja Dewan Komisaris dan Direksi evaluation by the GMS, the performance evaluation of Board
sesuai dengan Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-02/ of Commissioners and Board of Directors is carried out in
MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan kegiatan accordance with the Regulation of Minister of SOEs No. PER-
122 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 123
korporasi Signifikan BUMN, serta berdasarkan Surat Deputi 02/MBU/03/2023 concerning Guidelines for Governance and
Bidang Keuangan dan Manajemen Rrisiko Kementerian BUMN Significant Corporate Activities of SOEs, as well as the Letter
Nomor S-52/DKU.MBU/10/2024 tanggal 15 Oktober 2024 of Deputy for Finance and Risk Management of the Ministry of
Tentang Pelaksanaan Assessment GCG Tahun 2023, bahwa SOEs No. S-52/DKU.MBU/10/2024 dated October 15, 2024
BUMN diberikan kebebasan untuk menggunakan indikator/ concerning the Implementation of 2023 GCG Assessment,
parameter penilaian dan evaluasi penerapan Tata Kelola which states that SOEs are given the flexibility to use indicators
Perusahaan Yang Baik sesuai dengan kebutuhan masing- or parameters for evaluating the implementation of Good
masing BUMN. Pelaksanaan penilaian assessment GCG Dewan Corporate Governance in accordance with the needs of each
Komisaris pada tahun 2024 dilakukan oleh Indonesian Institute SOE. The GCG assessment in 2025 was conducted by the
Corporate Directorship (IICD) dimana didalamnya terdapat Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD), which
penilaian pada prinsip Tanggung Jawab Direksi dan Dewan includes an assessment on the responsibilities of Board of
Komisaris). Directors and Board of Commissioners.
Hasil evaluasi kinerja masing-masing anggota Dewan Komisaris The results of performance evaluation of each member of Board
dan Direksi secara individual merupakan salah satu dasar of Commissioners and he Board of Directors individually serve
pertimbangan bagi pemegang saham untuk melakukan as one of the considerations for shareholders in determining
penunjukan kembali. Hasil evaluasi terhadap kinerja Dewan reappointment. The results of performance evaluation of
Komisaris dan Direksi secara keseluruhan dan kinerja masing- Board of Commissioners and Board of Directors collectively, as
masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi merupakan well as individually, form an integral part of the remuneration
bagian yang tidak terpisahkan dalam skema remunerasi untuk scheme for Board of Commissioners and Board of Directors.
Dewan Komisaris dan Direksi.Informasi terkait dengan penilaian Information related to the performance evaluation of Board
kinerja Dewan Komsiaris dan Direksi telah disampaikan pada of Commissioners and Board of Directors is presented in the
Laporan Tahunan bagian Tata Kelola Perusahaan. Corporate Governance section of the Annual Report.
Dalam proses pelaksanaan Evaluasi Kinerja Direksi dan Evaluasi In the process of conducting the performance evaluation
Kinerja Dewan Komisaris terdapat beberapa kriteria yang telah of Board of Directors and Board of Commissioners, several
ditentukan yaitu: predetermined criteria are applied as follows:
KRITERIA EVALUASI KINERJA DIREKSI BOARD OF DIRECTORS PERFORMANCE
APPRAISAL CRITERIA
RUPS menetapkan kriteria kinerja Direksi maupun individu The GMS determines the performance criteria for Board
anggota Direksi. Kriteria evaluasi kinerja individu anggota of Directors and individual members of Board of Directors.
Direksi antara lain meliputi: The criteria for evaluating the performance of individual
members include:
1. Tingkat kehadiran dalam Rapat Direksi maupun Rapat 1. Level of attendance at Board of Directors Meetings and
Koordinasi Direksi dengan Komisaris. Coordination Meetings between Board of Directors and
Board of Commissioners.
2. Kesiapannya dengan materi yang akan dibahas dalam rapat. 2. Preparedness regarding the materials to be discussed
at meetings.
3. Partisipasinya dalam pembahasan masalah maupun dalam 3. Participation in discussions and decision-making processes.
pengambilan keputusan.
4. Ketaatan terhadap Peraturan Perundang-undangan yang 4. Compliance with applicable laws and regulations and
berlaku dan kebijakan perusahaan. company policies.
5. Komitmennya terhadap keputusan bersama yang 5. Commitment to jointly agreed decisions.
telah dibuat.
KRITERIA EVALUASI KINERJA DEWAN BOARD OF DIRECTORS PERFORMANCE
KOMISARIS APPRAISAL CRITERIA
Rapat Umum Pemegang Saham menetapkan kriteria kinerja The General Meeting of Shareholders determines the
Dewan Komisaris maupun individu anggota Dewan Komisaris. performance criteria for Board of Commissioners and individual
Kriteria evaluasi kinerja individu Dewan Komisaris antara members. The criteria include:
lain meliputi:
1. Tingkat kehadirannya dalam Rapat Dewan Komisaris 1. Level of attendance at Board of Commissioners meetings
maupun rapat dengan komite-komite yang ada. and meetings with committees.
2. Kontribusinya dalam proses pengawasan Perseroan. 2. Contribution to the Company’s supervisory processes.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 123
Page 124
Tata Kelola
Governance
3. Keterlibatannya dalam penugasan tertentu. 3. Involvement in specific assignments.
4. Komitmennya dalam memajukan kepentingan Perusahaan. 4. Commitment to advancing the Company’s interests.
5. Ketaatan terhadap Peraturan Perundang-undangan yang 5. Compliance with applicable laws and regulations and
berlaku serta kebijakan Perusahaan. company policies.
Berdasarkan adanya Evaluasi Kinerja Direksi dan Dewan Based on the performance evaluation of Board of Directors
Komisaris tersebut, didapatkan Hasil Penilaian terkait Kinerja and Board of Commissioners, the assessment results include
Direksi dan Dewan Komisaris, antara lain: the following:
HASIL PENILAIAN KINERJA DIREKSI RESULITS OF BOARD OF DIRECTORS
PERFORMANCE APPRAISAL
Di tahun 2025, Direksi telah berhasil mencatatkan pencapaian In 2025, the Board of Directors successfully achieved
yang signifikan dalam menjalankan kepengurusan Perseroan. significant milestones in managing the Company. Through
Dengan pendekatan strategis yang terencana, Direksi tidak a well-planned strategic approach, the Board of Directors
hanya berfokus pada implementasi kebijakan yang telah focused not only on implementing established policies but also
ditetapkan, namun juga memonitor dan mengevaluasi setiap on monitoring and evaluating each measure taken to ensure the
langkah yang diambil untuk memastikan tercapainya tujuan achievement of the Company’s long-term objectives. These
jangka panjang Perseroan. Capaian tersebut tercermin achievements are reflected in the realization of the 2025 Board
dalam realisasi KPI Direksi Tahun 2025 yang disusun secara of Directors’ KPIs, which were comprehensively formulated and
komprehensif dan selaras dengan sasaran strategis Perseroan. aligned with the Company’s strategic objectives. The Board of
Direksi berhasil mengarahkan berbagai inisiatif strategis untuk Directors successfully directed various strategic initiatives to
memperkuat kondisi fundamental Perseroan, meningkatkan strengthen the Company’s fundamentals, improve operational
efektivitas pengelolaan operasional, serta memastikan management effectiveness, and ensure the application of
penerapan prinsip kehati-hatian dalam setiap aktivitas bisnis prudence in every business activity. In carrying out their roles
Perseroan Dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya, and responsibilities, the Board of Directors demonstrated
Direksi menunjukkan integritas dan kepemimpinan yang strong integrity and leadership by consistently prioritizing
kokoh, dengan selalu mengedepankan prinsip keberlanjutan sustainability principles and optimal risk management.
dan pengelolaan risiko yang optimal. Upaya Direksi untuk Their efforts to maintain harmonious relationships with all
menjaga hubungan harmonis dengan seluruh pemangku stakeholders also reflect strong dedication to advancing the
kepentingan menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap Company and maintaining its reputation amid the dynamic
kemajuan dan reputasi Perseroan di tengah dinamika industri and evolving industry landscape.
yang terus berkembang.
HASIL PENILAIAN KINERJA DEWAN RESULITS OF BOARD OF
KOMISARIS COMMISSIONERS PERFORMANCE
APPRAISAL
Di tahun 2025, Dewan Komisaris telah melaksanakan tugas In 2025, the Board of Commissioners carried out its supervisory
pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi dengan and advisory functions to the Board of Directors with full
penuh tanggung jawab, memastikan bahwa setiap langkah responsibility, ensuring that every action taken by the Board
yang diambil oleh Direksi dalam mengelola Perseroan telah of Directors in managing the Company aligned with the
sesuai dengan kebijakan strategis yang ditetapkan. Dalam established strategic policies. In performing its supervisory
menjalankan fungsi pengawasan tersebut, Dewan Komisaris role, the Board of Commissioners actively monitored and
berperan aktif dalam memantau dan mengevaluasi kinerja evaluated the performance of the Board of Directors and
Direksi, serta memberikan nasihat yang konstruktif untuk provided constructive advice to maintain the sustainability
menjaga keberlanjutan dan keberhasilan operasional and success of the Company’s operations. In addition, the
Perseroan. Selain itu, Dewan Komisaris juga telah memastikan Board of Commissioners ensured that all operational activities
bahwa seluruh kegiatan operasional dilaksanakan dengan were carried out in accordance with the Annual Work Plan,
mengacu pada Rencana Kerja Tahunan yang telah disusun, in compliance with applicable laws and regulations, while
memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, supporting the achievement of the Company’s vision focused
serta mendukung pencapaian visi Perseroan yang berfokus on sustainable growth.
pada pertumbuhan yang berkelanjutan.
124 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 125
Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris
dan Direksi [GRI 2-19, GRI 2-20, GRI 2-21]
Remuneration Policy for Board of Commissioners and
Board of Directors [GRI 2-19, GRI 2-20, GRI 2-21]
.
...........................................
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk meraih penghargaan "The Most Comitted Corporate to SDGs on Environment Pillar"
Kebijakan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan The remuneration policy for Board of Commissioners and
merujuk pada Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-04/ Board of Directors refers to the Regulation of Minister of SOEs
MBU/2014 dan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER- No. PER-04/MBU/2014 and the Regulation of Minister of SOEs
13/MBU/09/2021 sebagaimana telah diperbarui dengan No. PER-13/MBU/09/2021, as updated by the Regulation of
Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-3/MBU/03/2023 Minister of SOEs No. PER-3/MBU/03/2023 concerning Organs
tentang Organ dan Sumber Daya Manusia BUMN. Kebijakan and Human Resources of SOEs. This policy is designed to
ini dirancang untuk memastikan penerapan prinsip kewajaran, ensure the implementation of fairness, transparency, and
transparansi, dan akuntabilitas, serta selaras dengan kinerja accountability principles, while aligning remuneration with
dan keberlanjutan Perseroan. the Company’s performance and sustainability.
Dewan Komisaris dan Direksi menerima remunerasi yang terdiri Members of Board of Commissioners and Board of Directors
atas remunerasi tetap dan tidak tetap, yang meliputi: receive remuneration consisting of fixed and variable
components, including:
1. Gaji/Honorarium; 1. Salary/Honorarium;
2. Tunjangan; 2. Allowances;
3. Fasilitas; 3. Facilities;
4. Tantiem/Insentif Kinerja/Insentif Khusus; 4. Tantiem/Performance Incentives/Special Incentives;
5. Insentif Jangka Panjang/Long Term Incentive (LTI). 5. Long-Term Incentives (LTI).
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 125
Page 126
Tata Kelola
Governance
Penetapan indikator remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi The determination of remuneration indicators for Board of
mempertimbangkan beberapa faktor, antara lain: Commissioners and Board of Directors considers several
factors, including:
1. Faktor skala usaha; 1. Business scale factors;
2. Faktor kompleksitas usaha; 2. Business complexity factors;
3. Tingkat inflasi; 3. Inflation rate;
4. Kondisi dan kemampuan keuangan Perseroan; 4. The Company’s financial condition and capability;
5. Faktor-faktor lain yang relevan, serta tidak boleh 5. Other relevant factors, provided they do not conflict with
bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan. applicable laws and regulations.
Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi diberikan dengan Remuneration for Board of Commissioners and Board of
mempertimbangkan indikator-indikator sebagai berikut: Directors is determined by considering the following indicators:
1. Remunerasi diberikan dalam hal perusahaan memperoleh 1. Remuneration is granted when the Company generates
keuntungan pada tahun buku yang bersangkutan; profit in the relevant financial year;
2. Remunerasi diberikan dengan mengacu pada 2. Remuneration refers to market developments and
perkembangan pasar dan kondisi industri konstruksi; conditions within the construction industry;
3. Remunerasi diberikan berdasarkan hasil pengukuran kinerja 3. Remuneration is determined based on the results of
Dewan Komisaris dan Direksi yang sesuai dengan tugas performance measurement of the Board of Commissioners
dan tanggung jawab; and the Board of Directors in accordance with their duties
and responsibilities;
4. Kinerja keuangan dan pencapaian Key Performance 4. The Company’s financial performance and achievement
Indicator (KPI) Perseroan; of Key Performance Indicators (KPIs);
5. Prestasi kerja individu; 5. Individual performance achievements;
6. Prinsip kewajaran dibandingkan dengan perusahaan sejenis 6. Fairness compared with peer companies (peer group);
(peer group);
7. P e r t i m b a n g a n s a s a r a n d a n s t r a t e g i j a n g k a 7. Consideration of the Company’s long-term targets
panjang Perseroan. and strategies.
Adapun struktur besaran remunerasi Dewan Komisaris dan The remuneration structure for Board of Commissioners and
Direksi ditetapkan secara proporsional dengan ketentuan Board of Directors is determined proportionally as follows:
sebagai berikut:
1. Direktur Utama sebagai acuan 100%; 1. President Director as the benchmark at 100%;
2. Anggota Direksi lainnya sebesar 85% dari remunerasi 2. Other members of Board of Directors at 85% of the
Direktur Utama; President Director’s remuneration;
3. Komisaris Utama sebesar 45% dari remunerasi 3. President Commissioner at 45% of the President
Direktur Utama; Director’s remuneration;
4. Anggota Dewan Komisaris 90% dari remunerasi 4. Members of Board of Commissioners at 90% of the
Komisaris Utama. President Commissioner’s remuneration.
Perseroan tidak memberikan bonus anggota baru atau The Company does not provide sign-on bonuses or recruitment
insentif perekrutan (sign-on bonus) kepada anggota Dewan incentives to members of Board of Commissioners and Board
Komisaris dan Direksi. Selain itu, anggota Dewan Komisaris of Directors. In addition, members of Board of Commissioners
dan Direksi juga tidak menerima pembayaran uang pesangon and Board of Directors do not receive severance payments as
sebagaimana berlaku bagi karyawan, tidak terdapat kebijakan applicable to employees, and there is no clawback policy for
penarikan kembali (clawback) atas remunerasi yang telah remuneration that has been granted. Regarding retirement
diberikan. Adapun terkait tunjangan pensiun, anggota Dewan benefits, members of Board of Commissioners and Board
Komisaris dan Direksi memperoleh fasilitas berupa Asuransi of Directors receive post-service insurance facilities in
Purna Jabatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. accordance with applicable provisions.
126 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 127
Struktur Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
Remuneration Structure of Board of Commissioners and Board of Directors
Struktur Remunerasi Dewan Komisaris Struktur Remunerasi Direksi
Compensation Structure for the Board of Commissioners Compensation Structure for the Board of Directors
Honorarium Dewan Komisaris Gaji Direksi
• Komisaris Utama sebesar 45% dari gaji Direktur Utama • Direktur Utama sebesar 100%
• Komisaris sebesar 90% dari honorarium Komisaris Utama • Direksi lainnya sebesar 85% dari Gaji Direktur Utama
Board of Commissioners Honorarium Directors' Salaries
• President Commissioner: 45% of the President Director's salary • President Director: 100%
• Commissioners: 90% of the President Commissioner's honorarium • Other Directors: 85% of the President Director's salary
Tunjangan Dewan Komisaris Tunjangan Direksi
• Tunjangan Hari Raya diberikan sebesar 1 (satu) kali Honorarium • Tunjangan Hari Raya diberikan sebesar 1 (satu) kali Gaji
• Tunjangan Transportasi diberikan sebesar 20% dari Honorarium • Tunjangan Perumahan diberikan sebesar 40% dari Gaji dengan
• Asuransi Purna Jabatan diberikan selama menjabat. Premi asuransi ketentuan maksimal sebesar Rp27.500.000,-
paling banyak 25% dari honorarium dalam satu tahun • Asuransi Purna Jabatan diberikan selama menjabat. Premi asuransi
Board of Commissioners' Allowances paling banyak 25% dari gaji dalam satu tahun
• Holiday Allowance: 1 (one) time the honorarium Directors' Allowances
• Transportation Allowance: 20% of the honorarium • Holiday Allowance: 1 (one) month's salary
• Post-Employment Insurance: Provided during term of office. The • Housing Allowance: 40% of salary, with a maximum of
insurance premium is a maximum of 25% of the honorarium for one Rp27,500,000.
year. • Post-Employment Insurance: Provided during term of office. The
insurance premium is a maximum of 25% of salary for one year.
Fasilitas Dewan Komisaris Fasilitas Direksi
• Fasilitas Kesehatan diberikan dalam bentuk asuransi kesehatan • Fasilitas Kesehatan diberikan dalam bentuk asuransi kesehatan
atau penggantian biaya pengobatan. Fasilitas kesehatan diberikan atau penggantian biaya pengobatan. Fasilitas kesehatan diberikan
kepada anggota Dewan Komisaris serta suami/istri dan maksimal kepada anggota Direksi beserta suami/istri dan maksimal 3 (tiga)
3 (tiga) orang anak yang belum mencapai usia 25 (dua puluh lima) orang anak yang belum mencapai usia 25 (dua puluh lima) tahun
tahun dengan ketentuan apabila anak yang belum berusia 25 (dua dengan ketentuan apabila anak yang belum berusia 25 (dua puluh
puluh lima) tahun tersebut pernah menikah atau bekerja, maka yang lima) tahun tersebut pernah menikah atau bekerja, maka yang
bersangkutan tidak berhak mendapatkan fasilitas kesehatan bersangkutan tidak berhak mendapatkan fasilitas kesehatan
• Fasilitas Bantuan Hukum diberikan dalam hal terjadi tindakan/ • Fasilitas Kendaraan diberikan 1 (satu) unit kendaraan dinas beserta
perbuatan untuk dan atas nama jabatan anggota Dewan Komisaris biaya pemeliharaan dan operasional
yang berkaitan dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha • Fasilitas Bantuan Hukum diberikan dalam hal terjadi tindakan/
Perseroan perbuatan untuk dan atas nama jabatan anggota Direksi yang
Board of Commissioners' Facilities berkaitan dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan
• Healthcare facilities are provided in the form of health insurance Director's Facilities
or reimbursement of medical expenses. Healthcare facilities are • Healthcare facilities are provided in the form of health insurance
provided to members of Board of Commissioners, their spouses, or reimbursement of medical expenses. Healthcare facilities are
and a maximum of three children under the age of 25. If the child provided to members of Board of Directors, their spouses, and a
under the age of 25 is married or employed, they are not entitled to maximum of three children under the age of 25. If the child under
healthcare facilities. the age of 25 is married or employed, they are not entitled to
• Legal aid facilities are provided in the event of actions/deeds healthcare facilities.
committed for and on behalf of Board of Commissioners related to • Vehicle facilities include one official vehicle, including maintenance
the purposes and objectives and business activities of the Company. and operational costs.
• Legal aid facilities are provided in the event of actions/deeds for and
on behalf of a member of Board of Directors related to the purposes
and objectives and business activities of the Company.
Tantiem/Insentif Kinerja/Insentif Khusus Dewan Komisaris Tantiem/Insentif Kinerja/Insentif Khusus Direksi
Penetapan tantiem/insentif kinerja/insentif khusus mempertimbangkan Penetapan tantiem/insentif kinerja/insentif khusus mempertimbangkan
capaian kinerja, kondisi dan kemampuan Perseroan capaian kinerja, kondisi dan kemampuan Perseroan
Bonuses/Performance Incentives/Special Incentives of Board of Tantiem/Performance Incentives/Special Incentives for Board of
Commissioners Directors
The determination of bonuses/performance incentives/special The determination of tantiem/performance incentives/special
incentives takes into account the Company's performance incentives takes into account the Company's performance
achievements, conditions, and capabilities. achievements, conditions, and capabilities.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 127
Page 128
Tata Kelola
Governance
PROSEDUR PENETAPAN REMUNERASI PROCEDURES FOR DETERMINING
DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI REMUNERATION FOR BOARD OF
COMMISSIONERS AND BOARD OF
DIRECTORS
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Penetapan besaran remunerasi Dewan Komisaris dilakukan The remuneration for Board of Commissioners is determined
oleh Pemegang Saham melalui Rapat Umum Pemegang by Shareholders through a General Meeting of Shareholders
Saham (RUPS). Dalam prosesnya, Perseroan menerapkan (GMS). In this process, the Company applies the following
prosedur yang terstruktur dan akuntabel sebagai berikut: structured and accountable procedures:
1. Komite Nominasi, Remunerasi dan GCG meminta 1. Nomination, Remuneration, and GCG Committee engages
konsultan independen untuk melakukan kajian remunerasi an independent consultant to conduct a remuneration
bagi Dewan Komisaris dan Direksi; review for Board of Commissioners and Board of Directors;
2. Komite Nominasi, Remunerasi dan GCG melakukan survei 2. Nomination, Remuneration, and GCG Committee conducts
pasar pada perusahaan sejenis dan sekelas Perseroan; a market survey of similar companies in terms of type
and size;
3. Komite Nominasi, Remunerasi dan GCG menyusun dan 3. Nomination, Remuneration, and GCG Committee prepares
menyampaikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris; and submits recommendations to Board of Commissioners;
4. Dewan Komisaris melakukan pembahasan atas usulan 4. Board of Commissioners discusses the Nomination,
Komite Nominasi, Remunerasi dan GCG untuk selanjutnya Remuneration, and GCG Committee's proposals, which
diusulkan dalam RUPS; are then proposed to the GMS;
5. Pemegang Saham melakukan pembahasan dan 5. Shareholders discuss and make decisions at the GMS;
pengambilan keputusan dalam RUPS;
6. RUPS memberikan kewenangan dan kuasa kepada 6. The GMS grants Board of Commissioners the authority
Dewan Komisaris untuk menetapkan besaran remunerasi and power to determine the remuneration for Board
Dewan Komisaris. of Commissioners.
Konsultan
Independen
Independent
Consultant
Komite Nominasi,
Remunerasi dan Dewan
GCG Komisaris RUPS
Nomination Board of GMS
Remuneration and Commissioner
GCG Committee
Survei
Survey
Direksi Board of Directors
Besaran remunerasi Direksi ditetapkan setiap tahun melalui The amount of remuneration for Board of Directors is
RUPS. Dalam rangka mendukung objektivitas dan kewajaran determined annually through the GMS. To ensure objectivity
penetapan remunerasi, Perseroan menggunakan jasa konsultan and fairness in determining remuneration, the Company
independen yang memiliki pengalaman serta basis data yang engages the services of an independent consultant with
memadai dalam menangani perusahaan sejenis dan sekelas sufficient experience and a database in managing similar
Perseroan. Penetapan remunerasi Direksi dilakukan dengan companies in terms of type and level. The determination
tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang- of remuneration for Board of Directors is carried out while
undangan yang berlaku. adhering to applicable laws and regulations.
Remunerasi Direksi dikaitkan dengan pencapaian kinerja Remuneration for Board of Directors is linked to the Company's
Perseroan, khususnya target profitabilitas, kemampuan performance achievements, specifically profitability targets,
128 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 129
menjaga keberlangsungan usaha, serta pengembangan the ability to maintain business continuity, and the sustainable
bisnis Perseroan secara berkelanjutan. Dalam menetapkan business development of the Company. In determining
usulan remunerasi Direksi, Perseroan melalui Dewan Komisaris the proposed remuneration for Board of Directors, the
mempertimbangkan lima faktor utama, yaitu: Company, through the Board of Commissioners, considers
five main factors:
1. Imbalan jasa yang layak untuk mendukung pelaksanaan 1. Appropriate compensation to support the implementation
tugas dan tanggung jawab Direksi; of Board of Directors' duties and responsibilities;
2. Kompetensi dan pengalaman yang dimiliki dan dibutuhkan 2. Competencies and experience possessed and required
oleh Perseroan; by the Company;
3. Ketersediaan waktu dan dedikasi penuh Direksi dalam 3. The availability of time and full dedication of Board of
menjalankan tugas pengurusan Perseroan; Directors in carrying out their duties and responsibilities
in managing the Company;
4. Kemampuan Direksi dalam memitigasi risiko Perseroan, 4. Board of Directors' ability to mitigate the Company's
termasuk pemberian imbalan atas pelaksanaan tugas yang risks, including providing compensation for carrying out
mengandung risiko; dan risky tasks; and
5. Pencapaian target kinerja sesuai dengan Key Performance 5. Achievement of performance targets in accordance with
Indicator (KPI) yang telah ditetapkan. established Key Performance Indicators (KPIs).
Hasil keputusan terkait penetapan gaji/honorarium berikut The results of the decision regarding the determination of
fasilitas dan tunjangan untuk Direksi dan Dewan Komisaris salary/honorarium including facilities and allowances for the
Perseroan tahun buku 2025, serta Tantiem/Insentif Kinerja/ Company's Board of Directors and Board of Commissioners for
Insentif Khusus untuk Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan 2025 fiscal year, as well as Tantiem/Performance Incentives/
atas Kinerja Tahun Buku 2024 menunjukkan bahwa setuju Special Incentives for the Company's Board of Directors and
36.784.431.189 saham atau 99,97% dari yang hadir, abstain Board of Commissioners for 2024 Fiscal Year Performance
2.729.660 saham atau 0,0074187% dari yang hadir, dan showed that 36,784,431,189 shares or 99.97% of those present
7.037.800 saham atau 0,0191275% dari yang hadir. Informasi agreed, 2,729,660 shares or 0.0074187% of those present
lebih lanjut mengenai hasil pemungutan suara pemangku abstained, and 7,037,800 shares or 0.0191275% of those
kepentingan atas penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan present voted. Further information regarding the results of
Direksi serta pembahasan remunerasi secara rinci disajikan stakeholder vote on the determination of remuneration for
dalam Laporan Tahunan Perseroan pada bagian Tata Kelola Board of Commissioners and Board of Directors and a detailed
Perusahaan. discussion of remuneration is presented in the Company's
Annual Report in the Corporate Governance section.
The annual total compensation ratio can be calculated using the folowing formula:
Annual total compensation for the organization's highest paid-individual
Median annual total compensation for the organization's employees excluding the highest-paid individual
The change in the annual total compensation ratio can be calculated using the folowing formula:
Annual total compensation for the organization's highest paid-individual
Median annual total compensation for all the organization's employees excluding the highest-paid individiual
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 129
Page 130
Tata Kelola
Governance
Selain itu, Perseroan juga melaporkan rasio total kompensasi Apart from that, the Company also reported that the highest
tertinggi merupakan kompensasi yang diterima oleh Direksi. total compensation ratio was the compensation received by
Selanjutnya dibandingkan dengan rata-rata kompensasi Board of Directors. This was then compared to the average
karyawan selain kompensasi untuk Direksi. Total kompensasi compensation of employees excluding Directors. Total
karyawan merupakan jumlah dari seluruh kompensasi yang employee compensation is the sum of all compensation
diterima oleh karyawan. Rasio kompensasi yang menurun di received by employees. The compensation ratio decreased
tahun 2025 disesuaikan dengan kinerja Perseroan. in 2025 based on the Company's performance.
Adapun rincian disajikan sebagai berikut. The details are presented below.
Kenaikan (Penurunan)
Keterangan
Description 2025 2024 2023 Increase (Decrease)
2025:2023
a. Total kompensasi tertinggi
5.712.229.364 6.399.366.998 5.847.577.788 (10,74%)
Highest total compensation
b. Total rata-rata kompensasi karyawan
(selain kompensasi yang tertinggi) 287.693.028 277.863.273 6,13%
305.554.096
Average total employee compensation
(excluding highest compensation)
Rasio Total Kompensasi (A:B)
19:1 22:1 21:1
Total Compensation Ratio (A:B)
Uraian Rasio
Description Ratio
Rasio total gaji tahunan Direktur Utama terhadap median total gaji tahunan untuk semua karyawan
23 : 1
Ratio of the President Director's total annual salary to the median total annual salary for all employees
Rasio persentase kenaikan total gaji tahunan untuk Direktur Utama terhadap peningkatan persentase median total gaji
untuk semua karyawan
0% : 0%
Ratio of the percentage increase in the President Director's total annual salary to the percentage increase in the median
total salary for all employees
130 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 131
RAPAT DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS BOARD OF DIRECTORS AND BOARD OF
COMMISSIONERS MEETING
Kebijakan penyelenggaraan rapat Dewan Komisaris diatur The policy governing the conduct of Board of Commissioners
dalam Board Manual , yang menetapkan bahwa rapat meetings is set forth in the Board Manual, which stipulates
diselenggarakan sekurang-kurangnya satu kali setiap bulan that meetings must be held at least once a month, with the
dengan mengundang Direksi untuk hadir. Selanjutnya, Direksi Board of Directors invited to attend. Furthermore, the Board
wajib mengadakan Rapat Direksi secara berkala paling kurang of Directors is required to hold Board of Directors’ meetings
1 (satu) kali dalam setiap bulan. Sepanjang tahun 2025, Dewan on a regular basis at least once a month. Throughout 2025,
Komisaris telah menyelenggarakan rapat sebanyak 12 kali the Board of Commissioners held 12 meetings and the Board
dan Direksi telah menyelenggarakan rapat sebanyak 47 kali. of Directors held 47 meetings.
Frekuensi Rapat Dewan Komisaris
Frequency of Board of Commissioners Meetings
Rapat Dewan Komisaris dengan
Rapat Internal Dewan Komisaris
Direksi
Internal Meeting of the Board of RUPS
Meeting of the Board of Commissioners
Commissioners
with the Board of Directors
Nama dan Jabatan
Name and Position
Jumlah Jumlah Jumlah
Jumlah Jumlah Jumlah
Rapat Persentase Rapat Persentase Rapat Persentase
Kehadiran Kehadiran Kehadiran
Number of Percentage Number of Percentage Number of Percentage
Attendance Attendance Attendance
Meetings Meetings Meetings
Jarot Widyoko
Komisaris Utama 12 12 100% 12 12 100% 3 3 100%
President
Commissioner
Adityawarman
Komisaris
Independen 12 12 100% 12 12 100% 3 3 100%
Independent
Commissioner
Rusmanto
Komisaris
Independen 12 12 100% 12 12 100% 3 3 100%
Independent
Commissioner
Suryo Hapsoro Tri
Utomo
Komisaris 12 12 100% 12 12 100% 3 3 100%
Independen
Independent
Commissioner
Harris Arthur Hedar
Komisaris
Independen 12 12 100% 12 12 100% 3 3 100%
Independent
Commissioner
Firdaus Ali
Komisaris 12 12 100% 12 12 100% 3 3 100%
Commissioner
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 131
Page 132
Tata Kelola
Governance
Frekuensi Rapat Direksi
Frequency of Board Meetings
Rapat Direksi dengan Dewan
Rapat Direksi Komisaris
RUPS
Board of Directors Meeting Board of Directors Meeting with the
Board of Commissioners
Nama dan Jabatan
Name and Position
Jumlah Jumlah Jumlah
Jumlah Jumlah Jumlah
Rapat Persentase Rapat Persentase Rapat Persentase
Kehadiran Kehadiran Kehadiran
Number of Percentage Number of Percentage Number of Percentage
Attendance Attendance Attendance
Meetings Meetings Meetings
Agung Budi
Waskito
47 45 95,74% 12 12 100% 3 3 100%
Direktur Utama
President Director
Adityo Kusumo
Direktur Keuangan 24 23 95,83% 6 6 100% 1 1 100%
Director of Finance
Sumadi
Direktur Keuangan 47 46 97,87% 12 12 100% 3 3 100%
Director of Finance
Fafan Khoirul Fanani
Direktur Manajemen
Risiko dan Legal 23 23 100% 4 4 100% 1 1 100%
Director of Risk
Management and
Legal
Hadjar Seti Adji
Direktur Manajemen
Sumber Daya
Manusia dan
Transformasi 47 46 97,87% 12 10 83% 3 3 100%
Director of
Human Resources
Management and
Transformation
Hananto Aji
Direktur Operasi 47 45 95,74% 12 12 100% 3 3 100%
Director of
Operations
Harum Akhmad
Zuhdi
Direktur Operasi II 24 21 87,5% 8 8 100% 3 3 100%
Director of
Operations II
Keterangan:
*) Tidak lagi menjabat sejak 10 Juni 2025
**) Menjabat sejak 10 Juni 2025
Notes:
*) No longer in office as of June 10, 2025
**) In office since June 10, 2025
132 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 133
Penanggung Jawab Penerapan
Pembangunan Berkelanjutan [OJK E.1]
Unit in Charge of Sustainable Development Implementation [OJK E]
Penanaman bibit pohon Alpukat.
PERAN BADAN TATA KELOLA TERTINGGI ROLE OF THE HIGHEST GOVERNANCE
DALAM MENGAWASI MANAJEMEN BODY IN OVERSEEING IMPACT
DAMPAK [OJK E.1, GRI 2-9, 2-12, 2-14] MANAGEMENT [OJK E.1, GRI 2-9, 2-12, 2-14]
WIKA memperkuat komitmen keberlanjutannya dengan WIKA strengthens its sustainability commitment by undertaking
melakukan transformasi struktural melalui pembaharuan tata structural transformation through the enhancement of
kelola yang dirancang secara holistik. Langkah strategis ini governance designed in a holistic manner. This strategic
diambil sebagai upaya responsif untuk memastikan bahwa step is taken as a responsive measure to ensure that the
organisasi tetap adaptif dan relevan dalam menghadapi organization remains adaptive and relevant in addressing
tantangan keberlanjutan global yang semakin kompleks. increasingly complex global sustainability challenges. By
Dengan beralih dari model koordinasi umum ke struktur yang transitioning from a general coordination model to a more
lebih terspesialisasi, WIKA bertujuan meningkatkan efektivitas specialized structure, WIKA aims to enhance the effectiveness
integrasi prinsip-prinsip keberlanjutan agar setiap program of integrating sustainability principles so that every program is
berjalan secara terarah, terukur, dan akuntabel di seluruh carried out in a focused, measurable, and accountable manner
aspek operasional. Struktur baru ini mencerminkan optimisme across all operational aspects. This new structure reflects the
perusahaan dalam menginternalisasi aspek lingkungan, sosial, Company’s optimism in internalizing environmental, social, and
dan tata kelola (ESG) sebagai bagian tak terpisahkan dari governance (ESG) aspects as an integral part of long-term
proses pengambilan keputusan bisnis jangka panjang. business decision-making processes.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 133
Page 134
Tata Kelola
Governance
Penyempurnaan struktur tata kelola ini mengedepankan The refinement of this governance structure emphasizes
kolaborasi lintas fungsi yang lebih solid untuk memastikan stronger cross-functional collaboration to ensure the
tercapainya tujuan keberlanjutan secara komprehensif di comprehensive achievement of sustainability objectives at
seluruh tingkatan organisasi. Dengan adanya pembagian peran all levels of the organization. With a clearer division of roles,
yang lebih tajam, mulai dari tingkat pengawasan strategis ranging from strategic oversight to technical implementation
hingga pelaksanaan teknis di lapangan. WIKA memastikan in the field, WIKA ensures stronger synergy among work units.
adanya sinergi yang lebih kuat antara unit kerja. Mekanisme This mechanism involves various organizational elements
ini melibatkan berbagai elemen organisasi yang bekerja secara working harmoniously, as illustrated in the following diagram,
harmonis, sebagaimana ditunjukkan pada diagram berikut, to accelerate WIKA’s vision of becoming a sustainable industry
guna mengakselerasi visi WIKA menjadi pemimpin industri leader and delivering added value to all stakeholders.
yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh
pemangku kepentingan.
Struktur tata kelola keberlanjutan terdiri dari Chief Executive for The sustainability governance structure consists of Chief
Sustainability Transformation, Sustainability Transformation Executive for Sustainability Transformation, Sustainability
Leader, Sustainability Strategic Oversight Committee, Transformation Leader, Sustainability Strategic Oversight
Sustainability Advisory Committee, Sustainability Performance Committee, Sustainability Advisory Committee, Sustainability
and Evaluation Officer, dan Sustainability Coordination Officer. Performance and Evaluation Officer, and Sustainability
Perseroan telah menunjuk Direktur Manajemen Sumber Daya Coordination Officer. The Company has appointed the Director
Manusia dan Transformasi sebagai penanggung jawab utama of Human Capital Management and Transformation as the
penerapan program mitigasi perubahan iklim dan tata kelola person in charge of implementing climate change mitigation
ESG. Dalam menjalankan tugasnya, Direktur Manajemen programs and ESG governance. In carrying out these
Sumber Daya Manusia dan Transformasi bertanggung jawab responsibilities, the Director of Human Capital Management
langsung kepada Direktur Utama. Direksi telah mendelegasikan and Transformation reports directly to the President Director.
implementasi pengembangan program Environment, Social, The Board of Directors has delegated the implementation of
dan Governance (ESG) kepada PjFk Transformation & the development of Environment, Social, and Governance
Information Technology (TFIT) Division sebagai Sustainability (ESG) programs to the TFIT (Transformation & Information
Transformation Leader Hal ini mencerminkan komitmen Technology) Division as the Sustainability Transformation
perusahaan untuk mengintegrasikan nilai-nilai berkelanjutan Leader. This reflects the Company’s commitment to integrating
ke dalam strategi bisnisnya. Dalam menjalankan tugasnya, sustainable values into its business strategy. In performing its
TFIT dibantu oleh organ Sustainability Strategic Oversight duties, the TFIT Division is supported by the Sustainability
Committee. Penerapan keberlanjutan Perseroan senantiasa Strategic Oversight Committee. The Company’s sustainability
dievaluasi pencapaiannya berdasarkan target dan KPI ESG implementation is consistently evaluated based on the
yang telah ditetapkan. Evaluasi kinerja keberlanjutan yang established ESG targets and KPIs. Sustainability performance
disampaikan kepada Direksi dan dilaporkan kepada Dewan evaluations are submitted to the Board of Directors and
Komisaris pada setiap semester. Dewan Komisaris melakukan reported to the Board of Commissioners on a semi-annual
pemantauan, pengawasan dan evaluasi atas pelaksanaan basis. The Board of Commissioners monitors, supervises, and
program ESG termasuk pengawasan yang dilakukan oleh evaluates the implementation of ESG programs, including
Dewan Komisaris dan Direksi terhadap risiko dan peluang oversight conducted by the Board of Commissioners and
terkait keberlanjutan. Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan the Board of Directors regarding sustainability-related risks
senantiasa melibatkan pemangku kepentingan untuk and opportunities. The Board of Directors and the Board of
mendukung proses identifikasi dan pengelolaan dampak- Commissioners continuously engage stakeholders to support
dampak organisasi terhadap ekonomi, lingkungan, dan the process of identifying and managing the organization’s
masyarakat melalui berbagai mekanisme keterlibatan, seperti impacts on the economy, environment, and society through
dialog, konsultasi dengan pemegang saham, serta komunikasi various engagement mechanisms, such as dialogue,
dengan pemangku kepentingan utama. consultations with shareholders, and communication with
key stakeholders.
134 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 135
Struktur Tata Kelola Keberlanjutan WIKA
WIKA's Sustainability Governance Structure
Chief Executive for Sustainability Transformation
Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia dan
a Transformasi
Sustainability Transformation Leader
PJFK Transformation & Information Technology Division
Sustainability Strategic Oversight Committee
Head of Environmental Head of Social and Head of Corporate
Sustainability Economy Governance and Ethics
PJFK Risk Management & PJFK Corporate PJFK Legal & Compliance
QHSE Division Secretariat Division
Sustainability Advisory Committee
• PJFK Internal Audit
• PJFK Finance Division
• PJFK Supply Chain Management Division
• PJFK Human Capital Division
• PJFK Corporate Marketing Division
• PJPU Infrastructure 1 Division
• PJPU Infrastructure 2 & Building Division
• PJPU EPCC Division
• PJPU Operation Asset Management Division
Sustainability Performance and Evaluation Officer
PjFs Business Strategy – Transformation and Information Technology Division
Sustainability Coordination Officer
• PjFs Corporate Governance & Community – Corporate Secretariat
• PjFs Planning and Development – Internal Audit
• PjFs Strategic Finance and Planning – Finance Division
• PjFs Subsidiary Management – Finance Division
• Fs Strategic Supply Chain Management – Supply Chain Management Division
• PjFs Organization & Human Experience – Human Capital Division
• PjFs Transformation Office – Transformation and Information Technology Division
• PjFs Information System - Transformation and Information Technology Division
• PjFs Strategic Risk Management – Risk Management & QHSE Division
• PjFs Quality, Health, Safety & Environment – Risk Management & QHSE Division
• PjFs Corporate and Capital Market - Legal & Compliance Division
• PjFs Compliance and System - Legal & Compliance Division
• PjFs Marketing Synergy - Corporate Marketing Division
Sustainability Operations Officer
• PjFs Infrastructure 1 Division
• PjFs Infrastructure 2 & Building Division
• PjFs EPCC Division
• PjFs Operation Asset Management Division
• Direktur Utama PT Wijaya Karya Beton Tbk
• Direktur Utama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
• Direktur Utama PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi
• Direktur Utama PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi
• Direktur Utama PT Wijaya Karya Realty
• Direktur Utama PT Wijaya Karya Bitumen
• Direktur Utama PT Wijaya Karya Serang Panimbang
• Direktur Utama PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur
DELEGASI TANGGUNG JAWAB UNTUK WIKA SUSTAINABILITY GOVERNANCE
MENGELOLA DAMPAK [OJK E.1, GRI 2-13] STRUCTURE [OJK E.1, GRI 2-13]
Perseroan telah membentuk struktur tata kelola keberlanjutan The Company has established a sustainability governance
yang terdiri dari Chief Executive for Sustainability structure consisting of Chief Executive for Sustainability
Transformation, Sustainability Transformation Leader, Transformation, Sustainability Transformation Leader,
Sustainability Strategic Oversight Committee, Sustainability Sustainability Strategic Oversight Committee, Sustainability
Advisory Committee, Sustainability Performance and Advisory Committee, Sustainability Performance and
Evaluation Officer, dan Sustainability Coordination Officer Evaluation Officer, and Sustainability Coordination Officer
sesuai dengan Nomor Surat ST.01.01/A.DIR.00038/2025. in accordance with Letter No. ST.01.01/A.DIR.00038/2025.
Perseroan telah menunjuk Direktur Manajemen Sumber Daya The Company has appointed the Director of Human Capital
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 135
Page 136
Tata Kelola
Governance
Manusia dan Transformasi sebagai penanggung jawab utama Management and Transformation as the primary person in
penerapan program mitigasi perubahan iklim dan tata kelola charge for the implementation of climate change mitigation
ESG. Dalam menjalankan tugasnya, Direktur Manajemen programs and ESG governance. In carrying out these
Sumber Daya Manusia dan Transformasi bertanggung jawab responsibilities, the Director of Human Capital Management
langsung kepada Direktur Utama. Direksi telah mendelegasikan and Transformation reports directly to the President Director.
implementasi pengembangan program Environment, Social, The Board of Directors has delegated the implementation of
dan Governance (ESG) kepada PjFk Transformation & the development of Environment, Social, and Governance
Information Technology (TFIT) Division sebagai Sustainability (ESG) programs to the TFIT (Transformation & Information
Transformation Leader Evaluasi kinerja keberlanjutan yang Technology) Division as the Sustainability Transformation
disampaikan kepada Direksi dan dilaporkan kepada Dewan Leader. Sustainability performance evaluations are submitted
Komisaris pada setiap semester. to the Board of Directors and reported to the Board of
Commissioners on a semi-annual basis.
Tata kelola keberlanjutan disusun untuk mendukung penerapan The sustainability governance framework is designed to
program-program ESG secara strategis serta memastikan support the strategic implementation of ESG programs while
setiap elemen organisasi memahami perannya dalam ensuring that every element of the organization understands
mewujudkan tujuan keberlanjutan. Pembagian peran dan its role in achieving sustainability objectives. A well-structured
tanggung jawab yang tersusun dengan baik menjadi faktor division of roles and responsibilities is a key factor in building
penting dalam membangun sinergi antar fungsi organisasi, synergy across organizational functions, ranging from
mulai dari pengawasan dan penetapan kebijakan hingga oversight and policy formulation to program implementation at
pelaksanaan program di tingkat operasional. Tabel berikut the operational level. The following table presents the detailed
menyajikan rincian tugas dan tanggung jawab masing-masing duties and responsibilities of each component within the
bagian dalam struktur tata kelola keberlanjutan. sustainability governance structure.
Organ Tata Kelola Deskripsi Tugas
Corporate Organ Job Description
1. Mengarahkan, mengendalikan, dan memastikan integrasi prinsip ESG ke dalam kebijakan,
strategi, dan proses bisnis entitas secara menyeluruh;
2. Menyelaraskan implementasi ESG di seluruh fungsi dan unit kerja dengan arah strategis yang
ditetapkan oleh Direksi Penanggung Jawab ESG dan kebijakan Induk Perusahaan;
3. Mengoordinasikan penyusunan, pelaksanaan, dan evaluasi Grand Roadmap serta Grand
Strategy ESG pada tingkat entitas; dan
4. Mengawasi dan mengevaluasi kinerja Komite ESG, termasuk memastikan tersedianya sumber
Sustainability Transformation
daya, kesinambungan program, serta pencapaian target ESG yang telah ditetapkan.
Leader
1. Direct, control, and ensure the integration of ESG principles into the entity's overall policies,
strategies, and business processes;
2. Align ESG implementation across all functions and work units with the strategic direction
established by the Board of Directors Responsible for ESG and the Parent Company's policies;
3. Coordinate the development, implementation, and evaluation of the Grand Roadmap and
Grand ESG Strategy at the entity level; and
4. Supervise and evaluate the performance of the ESG Committee, including ensuring resource
availability, program sustainability, and achievement of established ESG targets.
1. Merencanakan, mengarahkan dan implementasi strategi ESG ke dalam program aspek
lingkungan, termasuk pengelolaan energi, emisi, limbah, air, keanekaragaman hayati, serta
efisiensi sumber daya;
2. Memastikan kepatuhan entitas terhadap regulasi dan standar lingkungan nasional maupun
internasional, termasuk persyaratan perizinan dan standar pengelolaan lingkungan;
3. Menjamin integrasi prinsip lingkungan ke dalam proses bisnis inti, proyek, dan rantai pasok;
4. Melakukan evaluasi kinerja lingkungan secara berkala dan memberikan arahan perbaikan
Sustainability Strategic
strategis kepada Komite ESG dan unit operasional terkait.
Oversight Committee (Head of
1. Plan, direct, and implement ESG strategies into environmental programs, including energy
Environmental Sustainability)
management, emissions, waste, water, biodiversity, and resource efficiency;
2. Ensure the entity's compliance with national and international environmental regulations and
standards, including licensing requirements and environmental management standards;
3. Ensure the integration of environmental principles into core business processes, projects,
and supply chains;
4. Conduct periodic environmental performance evaluations and provide strategic improvement
directions to the ESG Committee and relevant operational units.
136 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 137
Organ Tata Kelola Deskripsi Tugas
Corporate Organ Job Description
1. Merencanakan, mengarahkan dan implementasi strategi ESG ke dalam program aspek sosial
dan ekonomi, termasuk TJSL (CSR/CSV), ketenagakerjaan, K3, inklusi, pengembangan
UMKM, pengembangan komunitas masyarakat, hak asasi manusia, serta hubungan pemangku
kepentingan;
2. Memastikan kebijakan sosial perusahaan selaras dengan regulasi ketenagakerjaan, prinsip
HAM internasional, dan ekspektasi pemangku kepentingan utama;
3. Mengawal integrasi aspek sosial ke dalam pengelolaan SDM, keselamatan proyek, rantai
pasok, dan program keberlanjutan sosial; dan
4. Mengevaluasi dan memonitoring kinerja aspek sosial, terutama yang dapat berdampak
Sustainability Strategic Oversight ekonomi, secara berkala serta memberikan arahan peningkatan program dan mitigasi risiko
Committee (Head of Social & sosial.
Economy) 1. Plan, direct, and implement ESG strategies into social and economic programs, including CSR
(CSR/CSV), employment, OSH, inclusion, MSME development, community development,
human rights, and stakeholder relations;
2. Ensure the company's social policies align with labor regulations, international human rights
principles, and the expectations of key stakeholders;
3. Oversee the integration of social aspects into HC management, project safety, supply chain,
and social sustainability programs; and
4. Regularly evaluate and monitor the performance of social aspects, particularly those that can
have an economic impact, and provide guidance on program improvement and social risk
mitigation.
1. Mengarahkan dan memastikan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), kepatuhan,
manajemen risiko, integritas, serta praktik anti-korupsi dalam seluruh operasi entitas sesuai
dengan framework ESG;
2. Menilai kesesuaian kebijakan tata kelola dengan regulasi, standar internasional, serta best
practice industri;
3. Menjamin integrasi nilai-nilai etika, transparansi, dan akuntabilitas ke dalam sistem
pengambilan keputusan, mekanisme pelaporan, dan proses bisnis entitas; dan
4. Melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja tata kelola dan memberikan rekomendasi
Head of Corporate Governance & penguatan sistem pengendalian intern dan kepatuhan.
Ethics 1. Direct and ensure the implementation of good corporate governance (GCG), compliance, risk
management, integrity, and anti-corruption practices in all entity operations in accordance
with the ESG framework;
2. Assess the alignment of corporate governance policies with regulations, international
standards, and industry best practices;
3. Ensure the integration of ethical values, transparency, and accountability into the entity's
decision-making system, reporting mechanisms, and business processes; and
4. Conduct regular evaluations of governance performance and provide recommendations for
strengthening internal control and compliance systems.
1. Mendukung Ketua Steering Committee dalam pengelolaan strategis pilar masing-masing,
termasuk penyusunan kebijakan, evaluasi kinerja, dan validasi program ESG;
2. Memberikan masukan teknis dan strategis kepada Ketua Steering Committee sesuai dengan
keahlian atau fungsi yang diwakilinya;
3. Mengkaji, menilai, dan merekomendasikan usulan kebijakan, program, serta target kinerja
ESG dari unit kerja terkait;
4. Memastikan penerjemahan kebijakan dan keputusan Steering Committee ke dalam rencana
kerja dan implementasi di masing-masing unit;
5. Memantau pelaksanaan program dan inisiatif ESG di unit kerja yang menjadi lingkup tanggung
jawabnya, termasuk pelaporan kinerja secara berkala;
6. Mengidentifikasi risiko dan peluang terkait ESG di bidang tugasnya serta menyampaikan
rekomendasi tindak lanjut kepada Ketua Steering Committee;
7. Berpartisipasi aktif dalam rapat Steering Committee serta forum koordinasi lainnya yang
berkaitan dengan implementasi ESG dan mendukung penyelesaian isu strategis yang
berkaitan dengan pilar ESG;
8. Menjaga komunikasi dan koordinasi dengan pemangku kepentingan internal maupun eksternal
sesuai mandat yang diberikan Ketua Steering Committee.
Sustainability Advisory Committee 1. Support the Steering Committee Chairman in the strategic management of their respective
pillars, including policy development, performance evaluation, and ESG program validation;
2. Provide technical and strategic input to the Steering Committee Chairman in accordance
with their expertise or function;
3. Review, assess, and recommend ESG policy, program, and performance target proposals
from relevant work units;
4. Ensure the translation of Steering Committee policies and decisions into work plans and
implementation in each unit;
5. Monitor the implementation of ESG programs and initiatives in the work units under their
responsibility, including regular performance reporting;
6. Identify ESG-related risks and opportunities within their area of responsibility and submit
follow-up recommendations to the Steering Committee Chairman;
7. Actively participate in Steering Committee meetings and other coordination forums related
to ESG implementation and support the resolution of strategic issues related to the ESG
pillars;
8. Maintain communication and coordination with internal and external stakeholders in
accordance with the mandate given by the Steering Committee Chairman.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 137
Page 138
Tata Kelola
Governance
Organ Tata Kelola Deskripsi Tugas
Corporate Organ Job Description
1. Menyusun dan mengembangkan kebijakan serta standar ESG sesuai dengan perkembangan
regulasi nasional maupun standar internasional;
2. Menetapkan target dan indikator kinerja utama (KPI) ESG;
3. Memastikan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dan standar
ESG yang berlaku, baik nasional maupun internasional;
4. Meninjau dan memberikan persetujuan atas rencana implementasi ESG yang diajukan oleh
Implementator;
5. Memantau dan mengevaluasi laporan berkala dari Implementator terkait kemajuan dan
efektivitas implementasi ESG;
Sustainability Performance and 6. Merumuskan arahan strategis serta mengambil keputusan yang diperlukan terkait inisiatif
Evaluation Officer ESG.
1. Formulate and develop ESG policies and standards in accordance with national regulatory
developments and international standards;
2. Establish ESG targets and key performance indicators (KPIs);
3. Ensure compliance with applicable laws and regulations and ESG standards, both national
and international;
4. Review and approve ESG implementation plans submitted by Implementers;
5. Monitor and evaluate periodic reports from Implementers regarding the progress and
effectiveness of ESG implementation;
6. Formulate strategic direction and make necessary decisions regarding ESG initiatives.
1. Merancang dan mengembangkan program serta proyek ESG sesuai dengan kebijakan yang
ditetapkan oleh Regulator;
2. Mengoordinasikan implementasi ESG lintas fungsi, departemen, dan divisi untuk memastikan
integrasi dalam proses bisnis inti dan operasional Perseroan;
3. Menyusun laporan kemajuan serta evaluasi program ESG;
4. Mengelola tim dan sumber daya yang dialokasikan untuk implementasi ESG;
5. Memastikan seluruh aktivitas ESG dilaksanakan sesuai dengan rencana kerja dan jadwal yang
telah ditetapkan;
6. Berkomunikasi dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal mengenai inisiatif ESG;
7. Berpartisipasi dalam program pelatihan serta pengembangan kapasitas terkait ESG.
Sustainability Coordination Officer 1. Design and develop ESG programs and projects in accordance with policies established by
the Regulator;
2. Coordinate ESG implementation across functions, departments, and divisions to ensure
integration into the Company's core business processes and operations;
3. Prepare progress reports and evaluate ESG programs;
4. Manage the team and resources allocated for ESG implementation;
5. Ensure all ESG activities are implemented in accordance with established work plans and
schedules;
6. Communicate with internal and external stakeholders regarding ESG initiatives;
7. Participate in ESG-related training and capacity building programs.
1. Melaksanakan aktivitas operasional harian terkait ESG sesuai standar dan pedoman yang
berlaku;
2. Menghimpun data dan informasi yang diperlukan untuk pemantauan, evaluasi, serta pelaporan
terkait ESG;
3. Mengidentifikasi dan menyampaikan hambatan, tantangan, atau kendala dalam implementasi
ESG;
4. Menyusun laporan pelaksanaan ESG kepada Koordinator sesuai dengan jadwal pelaporan
yang ditetapkan;
5. Berpartisipasi dalam program pelatihan serta pengembangan kapasitas terkait ESG;
Sustainability Operations Officer 6. Mengambil langkah penyelesaian atas permasalahan operasional harian sesuai batas
kewenangan yang diberikan.
1. Carry out daily ESG-related operational activities in accordance with applicable standards
and guidelines;
2. Collect data and information necessary for ESG monitoring, evaluation, and reporting;
3. Identify and communicate obstacles, challenges, or constraints in ESG implementation;
4. Prepare ESG implementation reports to the Coordinator in accordance with the established
reporting schedule;
5. Participate in ESG-related training and capacity building programs;
6. Take steps to resolve daily operational issues within the scope of assigned authority.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI TERKAIT COMPETENCY DEVELOPMENT RELATED
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN [OJK E.2, TO SUSTAINABLE DEVELOPMENT [OJK E.2,
GRI 2-17] GRI 2-17]
Perseroan senantiasa mengikutsertakan Dewan Komisaris, The Company consistently includes Board of Commissioners,
Direksi, dan Unit di bawah Dewan Komisaris dan Direksi Board of Directors, and Units under Board of Commissioners
dalam pelatihan terkait pembangunan berkelanjutan. Program and Board of Directors in training related to sustainable
pengembangan kompetensi ini dirancang secara terstruktur development. This competency development program is
138 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 139
dan sistematis, dengan materi pembelajaran yang terintegrasi designed in a structured and systematic manner, with learning
dalam silabus serta kamus kompetensi WIKA. Dalam materials integrated into the syllabus and WIKA competency
pelaksanaan pengembangan SDM, Perseroan berpedoman dictionary. In implementing human capital development, the
pada Prosedur Human Capital WIKA-HCE-PM-01.01 Company adheres to WIKA-HCE-PM-01.01 Human Capital
sebagai acuan resmi. Selama tahun 2025, pengembangan Procedure as the official reference. Throughout 2025,
kompetensi terkait pembangunan berkelanjutan dilaksanakan competency development related to sustainable development
sebagai berikut. were as follows.
Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Dewan Komisaris
Sustainable Development Competency Development for Board of Commissioners
Jenis Pendidikan dan
Nama dan Jabatan Pelatihan Materi Pendidikan dan Pelatihan Tempat/Tanggal Penyelenggara
Name and Position Type of Education Education and Training Materials Venue/Date Organizer
and Training
Apakah Kerugian BUMN Bukan Lagi
25 Juli 2025
Hukum Kerugian Negara
Jarot Widyoko July 25, 2025 LSPMR
Law Are State-Owned Enterprise Losses No
Longer State Losses?
Webinar "Menakar Tanggung Jawab
Hukum Anggota Direksi, Anggota Dewan
Komisaris dan Karyawan Kunci BUMN
Keuangan Dalam Skandal Manipulasi Laporan
18 September 2025
Financial Keuangan" LSPMR - RAP
September 18, 2025
Webinar "Assessing the Legal Liability
of Directors, Commissioners, and Key
Employees of SOE in the Financial Report
Manipulation Scandal"
Integrated GRC Untuk Direksi dan
Kepatuhan Komisaris BUMN 20-21 Oktober 2025
HRDSPOT
Compliance Integrated GRC for Directors and October 20-21, 2025
Commissioners of SOE
Fraud Control Reinvented: Integrasi ISO
37001, ISO 37301 & ISO 37003 untuk
Sistem Antifraud yang Tangguh 16 Oktober 2025
Fraud GRC Indonesia
Fraud Control Reinvented: Integrating ISO October 16, 2025
37001, ISO 37301, and ISO 37003 for a
Robust Antifraud System
BUMN, Danantara, dan Masa Depan
Hukum Pemberantasan Korupsi di Indonesia 30 September 2025 Governance
Law SOE, Danantara, and the Future of September 30, 2025 Academy
Corruption Eradication in Indonesia
The Expert Learning: Memahami
Perubahan Kedudukan BUMN Paska
Kepatuhan
Diberlakukan Organ BPI Danantara 12 Agustus 2025
Compliance
The Expert Learning: Understanding the August 12, 2025
Changing Status of SOE Following the
Implementation of Danantara BPI Organ
Apakah Kerugian BUMN Bukan Lagi
25 Juli 2025
Suryo Hapsoro Tri Hukum Kerugian Negara
July 25, 2025 LSPMR
Utomo Law Are State-Owned Enterprise Losses No
Longer State Losses?
Webinar "Menakar Tanggung Jawab
Hukum Anggota Direksi, Anggota Dewan
Komisaris dan Karyawan Kunci BUMN
Keuangan Dalam Skandal Manipulasi Laporan
18 September 2025
Financial Keuangan" LSPMR - RAP
September 18, 2025
Webinar "Assessing the Legal Liability
of Directors, Commissioners, and Key
Employees of SOE in the Financial Report
Manipulation Scandal"
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 139
Page 140
Tata Kelola
Governance
Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Dewan Komisaris
Sustainable Development Competency Development for Board of Commissioners
Jenis Pendidikan dan
Nama dan Jabatan Pelatihan Materi Pendidikan dan Pelatihan Tempat/Tanggal Penyelenggara
Name and Position Type of Education Education and Training Materials Venue/Date Organizer
and Training
Integrated GRC Untuk Direksi dan
Kepatuhan Komisaris BUMN 20-21 Oktober 2025
HRDSPOT
Compliance Integrated GRC for Directors and October 20-21, 2025
Commissioners of SOE
Fraud Control Reinvented: Integrasi ISO
37001, ISO 37301 & ISO 37003 untuk
Sistem Antifraud yang Tangguh 16 Oktober 2025
Fraud GRC Indonesia
Fraud Control Reinvented: Integrating ISO October 16, 2025
37001, ISO 37301, and ISO 37003 for a
Robust Antifraud System
BUMN, Danantara, dan Masa Depan
Hukum Pemberantasan Korupsi di Indonesia 30 September 2025 Governance
Law SOE, Danantara, and the Future of September 30, 2025 Academy
Corruption Eradication in Indonesia
The Expert Learning: Memahami
Perubahan Kedudukan BUMN Paska
Kepatuhan
Diberlakukan Organ BPI Danantara 12 Agustus 2025
Compliance
The Expert Learning: Understanding the August 12, 2025
Changing Status of SOE Following the
Implementation of Danantara BPI Organ
Apakah Kerugian BUMN Bukan Lagi
25 Juli 2025
Hukum Kerugian Negara
Firdaus Ali July 25, 2025 LSPMR
Law Are State-Owned Enterprise Losses No
Longer State Losses?
Webinar "Menakar Tanggung Jawab
Hukum Anggota Direksi, Anggota Dewan
Komisaris dan Karyawan Kunci BUMN
Dalam Skandal Manipulasi Laporan
Keuangan Financial 18 September 2025
Keuangan" LSPMR - RAP
September 18, 2025
Webinar "Assessing the Legal Liability
of Directors, Commissioners, and Key
Employees of SOE in the Financial Report
Manipulation Scandal"
Integrated GRC Untuk Direksi dan
Kepatuhan Komisaris BUMN 20-21 Oktober 2025
HRDSPOT
Compliance Integrated GRC for Directors and October 20-21, 2025
Commissioners of SOE
Fraud Control Reinvented: Integrasi ISO
37001, ISO 37301 & ISO 37003 untuk
Sistem Antifraud yang Tangguh 16 Oktober 2025
Fraud GRC Indonesia
Fraud Control Reinvented: Integrating ISO October 16, 2025
37001, ISO 37301, and ISO 37003 for a
Robust Antifraud System
BUMN, Danantara, dan Masa Depan
Hukum Pemberantasan Korupsi di Indonesia 30 September 2025 Governance
Law SOE, Danantara, and the Future of September 30, 2025 Academy
Corruption Eradication in Indonesia
The Expert Learning: Memahami
Perubahan Kedudukan BUMN Paska
Kepatuhan
Diberlakukan Organ BPI Danantara 12 Agustus 2025
Compliance
The Expert Learning: Understanding the August 12, 2025
Changing Status of SOE Following the
Implementation of Danantara BPI Organ
Apakah Kerugian BUMN Bukan Lagi
25 Juli 2025
Hukum Kerugian Negara
Harris Arthur Hedar July 25, 2025 LSPMR
Law Are State-Owned Enterprise Losses No
Longer State Losses?
140 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 141
Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Dewan Komisaris
Sustainable Development Competency Development for Board of Commissioners
Jenis Pendidikan dan
Nama dan Jabatan Pelatihan Materi Pendidikan dan Pelatihan Tempat/Tanggal Penyelenggara
Name and Position Type of Education Education and Training Materials Venue/Date Organizer
and Training
Webinar "Menakar Tanggung Jawab
Hukum Anggota Direksi, Anggota Dewan
Komisaris dan Karyawan Kunci BUMN
Dalam Skandal Manipulasi Laporan
Keuangan Financial 18 September 2025
Keuangan" LSPMR - RAP
September 18, 2025
Webinar "Assessing the Legal Liability
of Directors, Commissioners, and Key
Employees of SOE in the Financial Report
Manipulation Scandal"
Integrated GRC Untuk Direksi dan
Kepatuhan Komisaris BUMN 20-21 Oktober 2025
HRDSPOT
Compliance Integrated GRC for Directors and October 20-21, 2025
Commissioners of SOE
Fraud Control Reinvented: Integrasi ISO
37001, ISO 37301 & ISO 37003 untuk
Sistem Antifraud yang Tangguh 16 Oktober 2025
Fraud GRC Indonesia
Fraud Control Reinvented: Integrating ISO October 16, 2025
37001, ISO 37301, and ISO 37003 for a
Robust Antifraud System
BUMN, Danantara, dan Masa Depan
Hukum Pemberantasan Korupsi di Indonesia 30 September 2025 Governance
Law SOE, Danantara, and the Future of September 30, 2025 Academy
Corruption Eradication in Indonesia
The Expert Learning: Memahami
Perubahan Kedudukan BUMN Paska
Kepatuhan
Diberlakukan Organ BPI Danantara 12 Agustus 2025
Compliance
The Expert Learning: Understanding the August 12, 2025
Changing Status of SOE Following the
Implementation of Danantara BPI Organ
Apakah Kerugian BUMN Bukan Lagi
25 Juli 2025
Hukum Kerugian Negara
Adityawarman July 25, 2025 LSPMR
Law Are State-Owned Enterprise Losses No
Longer State Losses?
Webinar "Menakar Tanggung Jawab
Hukum Anggota Direksi, Anggota Dewan
Komisaris dan Karyawan Kunci BUMN
Dalam Skandal Manipulasi Laporan
Keuangan Financial 18 September 2025
Keuangan" LSPMR - RAP
September 18, 2025
Webinar "Assessing the Legal Liability
of Directors, Commissioners, and Key
Employees of SOE in the Financial Report
Manipulation Scandal"
Integrated GRC Untuk Direksi dan
Kepatuhan Komisaris BUMN 20-21 Oktober 2025
HRDSPOT
Compliance Integrated GRC for Directors and October 20-21, 2025
Commissioners of SOE
Fraud Control Reinvented: Integrasi ISO
37001, ISO 37301 & ISO 37003 untuk
Sistem Antifraud yang Tangguh 16 Oktober 2025
Fraud GRC Indonesia
Fraud Control Reinvented: Integrating ISO October 16, 2025
37001, ISO 37301, and ISO 37003 for a
Robust Antifraud System
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 141
Page 142
Tata Kelola
Governance
Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Dewan Komisaris
Sustainable Development Competency Development for Board of Commissioners
Jenis Pendidikan dan
Nama dan Jabatan Pelatihan Materi Pendidikan dan Pelatihan Tempat/Tanggal Penyelenggara
Name and Position Type of Education Education and Training Materials Venue/Date Organizer
and Training
BUMN, Danantara, dan Masa Depan
Hukum Pemberantasan Korupsi di Indonesia 30 September 2025 Governance
Law SOE, Danantara, and the Future of September 30, 2025 Academy
Corruption Eradication in Indonesia
The Expert Learning: Memahami
Perubahan Kedudukan BUMN Paska
Kepatuhan
Diberlakukan Organ BPI Danantara 12 Agustus 2025
Compliance
The Expert Learning: Understanding the August 12, 2025
Changing Status of SOE Following the
Implementation of Danantara BPI Organ
Apakah Kerugian BUMN Bukan Lagi
25 Juli 2025
Hukum Kerugian Negara
Rusmanto July 25, 2025 LSPMR
Law Are State-Owned Enterprise Losses No
Longer State Losses?
Webinar "Menakar Tanggung Jawab
Hukum Anggota Direksi, Anggota Dewan
Komisaris dan Karyawan Kunci BUMN
Dalam Skandal Manipulasi Laporan
Keuangan Financial 18 September 2025
Keuangan" LSPMR - RAP
September 18, 2025
Webinar "Assessing the Legal Liability
of Directors, Commissioners, and Key
Employees of SOE in the Financial Report
Manipulation Scandal"
Integrated GRC Untuk Direksi dan
Kepatuhan Komisaris BUMN 20-21 Oktober 2025
HRDSPOT
Compliance Integrated GRC for Directors and October 20-21, 2025
Commissioners of SOE
Fraud Control Reinvented: Integrasi ISO
37001, ISO 37301 & ISO 37003 untuk
Sistem Antifraud yang Tangguh 16 Oktober 2025
Fraud GRC Indonesia
Fraud Control Reinvented: Integrating ISO October 16, 2025
37001, ISO 37301, and ISO 37003 for a
Robust Antifraud System
BUMN, Danantara, dan Masa Depan
Hukum Pemberantasan Korupsi di Indonesia 30 September 2025 Governance
Law SOE, Danantara, and the Future of September 30, 2025 Academy
Corruption Eradication in Indonesia
The Expert Learning: Memahami
Perubahan Kedudukan BUMN Paska
Kepatuhan
Diberlakukan Organ BPI Danantara 12 Agustus 2025
Compliance
The Expert Learning: Understanding the August 12, 2025
Changing Status of SOE Following the
Implementation of Danantara BPI Organ
142 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 143
Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Direksi
Sustainable Development Competency Development for Board of Directors
Jenis Pendidikan dan
Nama dan Jabatan Pelatihan Materi Pendidikan dan Pelatihan Tempat/Tanggal Penyelenggara
Name and Position Type of Education and Education and Training Materials Venue/Date Organizer
Training
Webinar "Menakar Tanggung Jawab
Hukum Anggota Direksi, Anggota Dewan
Komisaris dan Karyawan Kunci BUMN
Dalam Skandal Manipulasi Laporan
Keuangan Financial 18 September 2025
Agung Budi Waskito Keuangan" LSPMR - RAP
September 18, 2025
Webinar "Assessing the Legal Liability
of Directors, Commissioners, and Key
Employees of SOE in the Financial Report
Manipulation Scandal"
Integrated GRC Untuk Direksi dan
Kepatuhan Komisaris BUMN 20-21 Oktober 2025
HRDSPOT
Compliance Integrated GRC for Directors and October 20-21, 2025
Commissioners of SOE
Webinar ” Membangun KPI yang adaptif
Manajemen Riisko dalam perspektif Manajemen Risiko 11 November 2025
RAP
Risk Management Webinar "Building Adaptive KPIs from a November 11, 2025
Risk Management Perspective"
Konferensi Nasional Profesional
Manajemen Risiko XI "Toward Golden
Indonesia 2045 : Risk Management As A
Manajemen Risiko Competitive Edge in a Complex World
27 - 28 November 2025
Risk Management 11th National Conference of Risk LSPMR
November 27-28, 2025
Management Professionals "Toward
Golden Indonesia 2045: Risk
Management as a Competitive Edge in a
Complex World"
Kegiatan usaha korporasi
Sustainability as Strategy: Insights from 5 Desember 2025
Corporate Business KMMB - CMA
WIKAIKON Business Transformation December 5, 2025
Activities
SEMINAR NASIONAL Dinamika Pasar
Konstruksi Nasional dan Persepsi Risiko
Kegiatan Usaha Usaha Jasa Konstruksi 2026
Konstruksi 18 Desember 2025
Construction Business NATIONAL SEMINAR: National December 18, 2025
Activities Construction Market Dynamics and Risk
Perceptions in Construction Services
Businesses 2026
Kegiatan Usaha Korporasi BSE MASTERCLASS : GLOBAL TRADE
28 Mei 2025
Hadjar Seti Adji Corporate Business TENSIONS- TURNING CRISIS INTO BSE MASTERCLASS
May 28, 2025
Activities OPPORTUNITY
Webinar "Menakar Tanggung Jawab
Hukum Anggota Direksi, Anggota Dewan
Komisaris dan Karyawan Kunci BUMN
Dalam Skandal Manipulasi Laporan
Keuangan Financial 18 September 2025
Keuangan" LSPMR - RAP
September 18, 2025
Webinar "Assessing the Legal Liability
of Directors, Commissioners, and Key
Employees of SOE in the Financial Report
Manipulation Scandal"
Pemantauan, Evaluasi, Remediasi, dan
Manajemen Risiko Pelaporan dalam Implementasi ICOFR 27 September 2025
Monitoring, Evaluation, Remediation, and IAI
Risk Management September 27, 2025
Reporting in ICOFR Implementation
Integrated GRC Untuk Direksi dan
Kepatuhan Komisaris BUMN 20-21 Oktober 2025
HRDSPOT
Compliance Integrated GRC for Directors and October 20-21, 2025
Commissioners of SOE
Bisnis Sustainable Business Transformation: 24 Oktober 2025
KMMB - CMA
Business Securing Future Competitiveness October 24, 2025
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 143
Page 144
Tata Kelola
Governance
Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Direksi
Sustainable Development Competency Development for Board of Directors
Jenis Pendidikan dan
Nama dan Jabatan Pelatihan Materi Pendidikan dan Pelatihan Tempat/Tanggal Penyelenggara
Name and Position Type of Education and Education and Training Materials Venue/Date Organizer
Training
Konferensi Nasional Profesional
Manajemen Risiko XI "Toward Golden
Indonesia 2045 : Risk Management As A
Manajemen Risiko Competitive Edge in a Complex World
27 - 28 November 2025
Risk Management 11th National Conference of Risk
November 27-28, 2025
Management Professionals "Toward
Golden Indonesia 2045: Risk
Management as a Competitive Edge in a
Complex World"
Apakah Kerugian BUMN Bukan Lagi
25 Juli 2025
Hukum Kerugian Negara
Hananto Aji July 25, 2025 LSPMR
Law Are State-Owned Enterprise Losses No
Longer State Losses?
Webinar "Menakar Tanggung Jawab
Hukum Anggota Direksi, Anggota Dewan
Komisaris dan Karyawan Kunci BUMN
Dalam Skandal Manipulasi Laporan
Keuangan Financial 18 September 2025
Keuangan" LSPMR - RAP
September 18, 2025
Webinar "Assessing the Legal Liability
of Directors, Commissioners, and Key
Employees of SOE in the Financial Report
Manipulation Scandal"
Pemantauan, Evaluasi, Remidiasi, dan
Manajemen Risiko Pelaporan dalam Implementasi ICOFR 27 September 2025
IAI
Risk Management Monitoring, Evaluation, Remediation, and September 27, 2025
Reporting in ICOFR Implementation
Integrated GRC Untuk Direksi dan
Kepatuhan Komisaris BUMN 20-21 Oktober 2025
HRDSPOT
Compliance Integrated GRC for Directors and October 20-21, 2025
Commissioners of SOE
Webinar ” Membangun KPI yang adaptif
Manajemen Riisko dalam perspektif Manajemen Risiko 11 November 2025
RAP
Risk Management Webinar "Building Adaptive KPIs from a November 11, 2025
Risk Management Perspective"
Konferensi Nasional Profesional
Manajemen Risiko XI "Toward Golden
Indonesia 2045 : Risk Management As A
Manajemen Risiko Competitive Edge in a Complex World
27 - 28 November 2025
Risk Management 11th National Conference of Risk
November 27-28, 2025
Management Professionals "Toward
Golden Indonesia 2045: Risk
Management as a Competitive Edge in a
Complex World"
PELATIHAN MANAJEMEN PAJAK
PERTAMBAHAN NILAI (PPN)
Keuangan 19-21 Maret 2025
Sumadi VALUE ADDED TAX (VAT) IAI
Financial March 19-21, 2025
MANAGEMENT TRAINING
PELATIHAN AKUNTANSI PROPERTI
DAN KONSTRUKSI BESERTA
Akuntansi PERPAJAKANNYA 15-16 April 2025
IAI
Accounting PROPERTY AND CONSTRUCTION April 15-16, 2025
ACCOUNTING AND TAXATION
TRAINING
Apakah Kerugian BUMN Bukan Lagi
25 Juli 2025
Hukum Kerugian Negara
July 25, 2025 LSPMR
Law Are State-Owned Enterprise Losses No
Longer State Losses?
144 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 145
Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Direksi
Sustainable Development Competency Development for Board of Directors
Jenis Pendidikan dan
Nama dan Jabatan Pelatihan Materi Pendidikan dan Pelatihan Tempat/Tanggal Penyelenggara
Name and Position Type of Education and Education and Training Materials Venue/Date Organizer
Training
Tata Kelola Perusahaan Praktisi Kepailitan dan Restrukturisasi 20-23 Agustus 2025 Justicia Training
Corporate Governance Bankruptcy and Restructuring Practitioner August 20-23, 2025 Center
Pemantauan, Evaluasi, Remidiasi, dan
Manajemen Risiko Pelaporan dalam Implementasi ICOFR 27 September 2025
IAI
Risk Management Monitoring, Evaluation, Remediation, and September 27, 2025
Reporting in ICOFR Implementation
OHS MATURITY COMMITMENT :
27- 28 Agustus 2025 First Indonesia
Fafan Khoirul Fanani HSSE SAFETY INVESTMENT & SUSTAINABLE
August 27-28, 2025 Maggazine
PRODUCTIVITY
Webinar "Menakar Tanggung Jawab
Hukum Anggota Direksi, Anggota Dewan
Komisaris dan Karyawan Kunci BUMN
Dalam Skandal Manipulasi Laporan
Keuangan Financial 18 September 2025
Keuangan" LSPMR - RAP
September 18, 2025
Webinar "Assessing the Legal Liability
of Directors, Commissioners, and Key
Employees of SOE in the Financial Report
Manipulation Scandal"
Pemantauan, Evaluasi, Remidiasi, dan
Manajemen Risiko Pelaporan dalam Implementasi ICOFR 27 September 2025
IAI
Risk Management Monitoring, Evaluation, Remediation, and September 27, 2025
Reporting in ICOFR Implementation
Integrated GRC Untuk Direksi dan
Kepatuhan Komisaris BUMN 20-21 Oktober 2025
HRDSPOT
Compliance Integrated GRC for Directors and October 20-21, 2025
Commissioners of SOE
Konferensi Nasional Profesional
Manajemen Risiko XI "Toward Golden
Indonesia 2045 : Risk Management As A
Manajemen Risiko Competitive Edge in a Complex World
27 - 28 November 2025
Risk Management 11th National Conference of Risk LSPMR
November 27-28, 2025
Management Professionals "Toward
Golden Indonesia 2045: Risk
Management as a Competitive Edge in a
Complex World"
Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Unit di Bawah Dewan Komisaris dan Direksi
Sustainable Development Competency Development for Units Under Board of Commissioners and Board of Directors
Nama dan Jabatan Materi Pendidikan dan Pelatihan Tanggal Pelaksanaan Penyelenggara
Name and Position Education and Training Material Date Organizer
Konferensi Nasional Profesional Manajemen Risiko XI "Toward
Golden Indonesia 2045 : Risk Management As A Competitive
Edge in a Complex World 27-28 November 2025
Farid Nur Aidy LSPMR
11th National Conference of Risk Management Professionals November 27-28, 2025
"Toward Golden Indonesia 2045: Risk Management as a
Competitive Edge in a Complex World
Apakah Kerugian BUMN Bukan Lagi Kerugian Negara 25 Juli 2025
Wahyu Hadi Prasetyo LSPMR
Are State-Owned Enterprise Losses No Longer State Losses? July 25, 2025
24 Oktober 2025
PMOs: The Missing Link Between Projects and Strategy IAMPI
October 24, 2025
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 145
Page 146
Tata Kelola
Governance
Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Unit di Bawah Dewan Komisaris dan Direksi
Sustainable Development Competency Development for Units Under Board of Commissioners and Board of Directors
Nama dan Jabatan Materi Pendidikan dan Pelatihan Tanggal Pelaksanaan Penyelenggara
Name and Position Education and Training Material Date Organizer
Konferensi Nasional Profesional Manajemen Risiko XI "Toward
Golden Indonesia 2045 : Risk Management As A Competitive
Edge in a Complex World 27-28 November 2025
LSPMR
11th National Conference of Risk Management Professionals November 27-28, 2025
"Toward Golden Indonesia 2045: Risk Management as a
Competitive Edge in a Complex World"
Praktisi Kepailitan dan Restrukturisasi 20-23 Agustus 2025 Justicia Training
Andie Hermawan
Bankruptcy and Restructuring Practitioner August 20-23, 2025 Center
19-20 Juni 2025
Puspita Anggraeni CRGP GIRMA
June 19-20, 2025
19-20 Juni 2025
Hernowo A CRGP GIRMA
June 19-20, 2025
Konferensi Nasional Profesional Manajemen Risiko XI "Toward
Golden Indonesia 2045 : Risk Management As A Competitive
Edge in a Complex World 27-28 November 2025
LSPMR
11th National Conference of Risk Management Professionals November 27-28, 2025
"Toward Golden Indonesia 2045: Risk Management as a
Competitive Edge in a Complex World
Pelatihan Certified Anti Fraud Manager (CAFM) 2-4 Juni 2025 PT. Asia Anti Fraud
Mahendra Dwisana
Certified Anti-Fraud Manager (CAFM) Training June 2-4, 2025 Manajemen
Apakah Kerugian BUMN Bukan Lagi Kerugian Negara 25 Juli 2025
LSPMR
Are State-Owned Enterprise Losses No Longer State Losses? July 25, 2025
10 Oktober 2025
Strategic Legal & Compliance Insight for IPO Readiness KMMB, CMA
October 10, 2025
Konferensi Nasional Profesional Manajemen Risiko XI "Toward
Golden Indonesia 2045 : Risk Management As A Competitive
Edge in a Complex World 27-28 November 2025
LSPMR
11th National Conference of Risk Management Professionals November 27-28, 2025
"Toward Golden Indonesia 2045: Risk Management as a
Competitive Edge in a Complex World
14-15 Mei 2025
Workshop Risk Maturity Index WIKA - BPKP
May 14-15, 2025
12 & 19 Maret 2025
Muhamad Abdi Webinar RMI FMR BUMN
March 12 and 19, 2025
Ahli K3 Umum 19 Mei - 2 Juni 2025 PT Lima Prima
General OHS Expert May 19 - June 2, 2025 Solusindo
Perkumpulan
26 April 2025
Webinar Green Leadership Assessment Center
April 26, 2025
Indonesia
11 Juni 2025
Webinar " Dive Into Sustainability Disclosue" FMR BUMN
June 11, 2025
Beyond Contingency Plan : Strategi Membangun Ketahanan
Organisasi dalam Era Disrupsi Digital dan Krisis Global
5 Juli 2025
Beyond Contingency Plan: Strategies for Building InCRA
July 5, 2025
Organizational Resilience in the Era of Digital Disruption and
Global Crisis
WIKA - Instruktur
28 Juli 2025
Digital Leadership Eka Pramudita
July 28, 2025
Purnomo
146 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 147
Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Unit di Bawah Dewan Komisaris dan Direksi
Sustainable Development Competency Development for Units Under Board of Commissioners and Board of Directors
Nama dan Jabatan Materi Pendidikan dan Pelatihan Tanggal Pelaksanaan Penyelenggara
Name and Position Education and Training Material Date Organizer
22 Juli 2025 Capio Teknologi
Internal Audit Training Course for Privacy ISO 27701
July 22, 2025 Indonesia
Intergrasi ESG ke dalam GRC 2 Oktober 2025
ESG Solusi
Integrating ESG into GRC Management Professionals October 2, 2025
Konferensi Nasional Profesional Manajemen Risiko Ke XI 27 November 2025
LSPMR
11th National Conference of Risk November 27, 2025
MANAJEMEN RISIKO ATAS PENERAPAN RISK MANAGEMENT IN THE
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN [OJK E.3, IMPLEMENTATION OF SUSTAINABLE
IF-EN-160A.2, IFRS S1] DEVELOPMENT [OJK E.3, IF-EN-160A.2, IFRS S1]
Perseroan telah mengidentifikasi dan mengelola risiko-risiko The Company has identified and managed risks related to
terkait penerapan pembangunan berkelanjutan yang meliputi the implementation of sustainable development, covering
risiko pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan termasuk risks in economic, social, and environmental aspects,
terkait dengan perancangan, penentuan lokasi, dan proses including those associated with design, site selection, and
konstruksi. Kerangka manajemen risiko Perseroan mengacu construction processes. The Company’s risk management
pada ISO 31000:2018 Risk Management dan telah diselaraskan framework refers to ISO 31000:2018 Risk Management and
dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023 has been aligned with the Regulation of Minister of State-
tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Owned Enterprises No. PER-2/MBU/03/2023 concerning
BUMN, serta prinsip IFRS S1 terkait pengungkapan risiko dan Guidelines for Governance and Significant Corporate Activities
peluang keberlanjutan yang berpotensi memengaruhi nilai of State-Owned Enterprises, as well as the principles of IFRS
Perseroan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. S1 regarding the disclosure of sustainability-related risks and
opportunities that may affect the Company’s value in the
short, medium, and long term.
Perseroan telah mengidentifikasi dan mengelola risiko-risiko The Company has identified and managed risks related to
terkait penerapan pembangunan berkelanjutan, antara lain: the implementation of sustainable development, including:
• Aspek ekonomi: risiko fluktuasi harga bahan baku, • Economic aspects: risks related to fluctuations in raw
perubahan regulasi, keterbatasan pendanaan, risiko material prices, regulatory changes, funding limitations,
likuiditas, serta risiko keterlambatan pembayaran liquidity risks, and delayed payment risks that may affect
yang dapat memengaruhi kinerja keuangan dan financial performance and project continuity
kesinambungan proyek.
• Aspek lingkungan hidup: risiko pencemaran udara, • Environmental aspects: risks of air pollution, increased
peningkatan kebisingan dan getaran, pencemaran air dan noise and vibration, water and soil contamination resulting
tanah akibat kegiatan konstruksi dan limbah domestik, from construction activities and domestic waste, as well
serta risiko kerusakan ekosistem bila tidak dikelola as risks of ecosystem damage if not properly managed.
dengan baik.
• Aspek sosial: risiko potensi konflik sosial, ketidakpuasan • Social aspects: risks of potential social conflicts,
masyarakat sekitar proyek, gangguan mobilitas dissatisfaction among communities surrounding project
masyarakat, perubahan mata pencaharian, serta areas, disruption of community mobility, changes in
peningkatan biaya kesehatan. livelihoods, and increased healthcare costs.
• Aspek human capital dan K3: risiko kecelakaan kerja, • Human capital and occupational health and safety (OHS)
penyakit akibat kerja, rendahnya kompetensi dan aspects: risks of workplace accidents, occupational
kepatuhan terhadap prosedur, serta risiko tingginya diseases, low competency and compliance with
turnover yang dapat memengaruhi produktivitas dan procedures, as well as high turnover that may affect
kualitas layanan. productivity and service quality.
Selain aspirasi pemegang saham, proses identifikasi dan In addition to shareholders’ aspirations, the risk identification
pengelolaan risiko juga mempertimbangkan masukan and management process also considers input from other
pemangku kepentingan lain, termasuk regulator, pelanggan, stakeholders, including regulators, customers, business
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 147
Page 148
Tata Kelola
Governance
mitra usaha, dan masyarakat. Informasi lebih rinci mengenai partners, and communities. More detailed information
profil risiko, strategi mitigasi, dan langkah pengelolaan risiko regarding the Company’s risk profile, mitigation strategies,
Perseroan disajikan dalam Laporan Tahunan pada bagian Tata and risk management measures is presented in the
Kelola Perusahaan dan Manajemen Risiko. Annual Report under the Corporate Governance and Risk
Management sections.
Proses pengelolaan risiko keberlanjutan Perseroan dilaksanakan The Company’s sustainability risk management process is
secara berkesinambungan melalui tahapan berikut: carried out continuously through the following stages:
1. Identifikasi risiko 1. Risk identification
- Dilakukan pada tingkat korporat, divisi fungsi, divisi - Conducted at the corporate level, functional divisions,
operasi & anak perusahaan, serta proyek. operational divisions & subsidiaries, as well as
project levels.
-Mencakup risiko strategis, operasional, keuangan, - Covers strategic, operational, financial, environmental,
lingkungan, sosial, dan tata kelola, termasuk social, and governance risks, including risks arising
risiko yang timbul akibat perubahan iklim, transisi from climate change, energy transition, and changes
energi, serta perubahan regulasi dan ekspektasi in regulations and stakeholder expectations.
pemangku kepentingan.
2. Pengukuran dan analisis risiko 2. Risk measurement and analysis
- Risiko dianalisis dengan mempertimbangkan - Risks are analyzed by considering probability, impact,
kemungkinan (probability), dampak (impact), dan and the level of existing controls.
tingkat pengendalian yang sudah ada.
- Dalam konteks tertentu, Perseroan menggunakan - In certain contexts, the Company uses scenario
analisis skenario dan stress testing sesuai ketentuan analysis and stress testing in accordance with PER-2/
PER-2/MBU/03/2023 untuk menilai ketahanan MBU/03/2023 to assess resilience to external shocks
terhadap guncangan eksternal.
- Penilaian diselaraskan dengan risk appetite dan - The assessment is aligned with the risk appetite
risk tolerance yang ditetapkan pemegang saham and risk tolerance established by shareholders
dan manajemen. and management.
3. Pemantauan dan pelaporan risiko 3. Risk monitoring and reporting
- Risiko dicatat dalam risk register pada masing-masing - Risks are recorded in a risk register at each level
level (korporat, divisi, anak perusahaan, dan proyek) (corporate, division, subsidiary, and project) and
dan dimutakhirkan secara berkala. updated periodically.
- Indikator kunci risiko ( Key Risk Indicators /KRI) - Key Risk Indicators (KRI) are used to monitor
digunakan untuk memonitor pergerakan risiko penting, significant risk movements, including those related
termasuk yang terkait aspek ekonomi, lingkungan, to economic, environmental, social, and OHS aspects
sosial, dan K3.
- Laporan konsolidasi risiko dilaporkan kepada Direktur - Consolidated risk reports are submitted to the Director
Pengelolaan Risiko dan disampaikan kepada Dewan of Risk Management and presented to the Board
Komisaris melalui mekanisme rapat dan Komite of Commissioners through meetings and the Risk
Pemantau Risiko. Monitoring Committee.
4. Pengendalian dan mitigasi risiko 4. Risk control and mitigation
- Penyusunan dan pelaksanaan rencana mitigasi risiko - The preparation and implementation of risk mitigation
diintegrasikan dengan RKAP, rencana operasional, plans are integrated with the RKAP, operational plans,
dan program keberlanjutan. and sustainability programs.
- Pengendalian dilakukan melalui penerapan standar - Controls are implemented through the application
teknis, prosedur operasional, sistem manajemen of technical standards, operational procedures,
terintegrasi, serta program peningkatan kapasitas integrated management systems, as well as
dan budaya sadar risiko. capacity building programs and the promotion of a
risk-aware culture.
5. Telaah berkala dan peningkatan berkelanjutan 5. Periodic review and continuous improvement
- Efektivitas pengelolaan risiko dievaluasi secara - The effectiveness of risk management is periodically
berkala melalui penilaian Indeks Kematangan Risiko evaluated through the Risk Maturity Index (RMI)
(Risk Maturity Index/RMI) dan management review assessment and management reviews at various levels.
di berbagai tingkatan.
- Hasil telaah digunakan untuk menyusun roadmap - The results of the review are used to develop a
perbaikan penerapan manajemen risiko dan penguatan roadmap for improving the implementation of risk
budaya risiko di seluruh lini. management and strengthening risk culture across
all organizational levels.
148 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 149
Selanjutnya, dalam mengelola risiko lingkungan yang terkait Furthermore, in managing environmental risks related to design,
dengan desain, penentuan lokasi (siting), dan pelaksanaan site selection (siting), and construction implementation, the
konstruksi, Perseroan menerapkan pendekatan sebagai berikut: Company applies the following approaches:
1. Tahap desain dan studi kelayakan 1. Design and feasibility study stage
- Melakukan kajian lingkungan dan sosial sesuai - Conducting environmental and social assessments in
peraturan, termasuk penyusunan AMDAL/UKL-UPL accordance with regulations, including the preparation
dan dokumen teknis terkait. of AMDAL/UKL-UPL and related technical documents.
- Mengidentifikasi dampak utama terhadap kualitas - Identifying key impacts on air quality, water quality,
udara, air, kebisingan, keanekaragaman hayati, serta noise levels, biodiversity, and social impacts on
dampak sosial terhadap masyarakat sekitar. surrounding communities.
- Hasil kajian diintegrasikan ke dalam desain teknis, - The results of the assessment are integrated into
metode kerja, rencana pemantauan lingkungan, dan technical design, work methods, environmental
risk register proyek. monitoring plans, and the project risk register.
2. Tahap penentuan lokasi (siting) 2. Site selection stage (siting)
- Mempertimbangkan sensitivitas lingkungan (misalnya - Considering environmental sensitivity (such as
kedekatan dengan pemukiman, area lindung, badan proximity to residential areas, protected areas, water
air, dan fasilitas publik) serta potensi gangguan sosial. bodies, and public facilities) as well as potential
social disturbances.
- Melakukan konsultasi dengan pemangku kepentingan - Conducting consultations with local stakeholders to
lokal untuk mengidentifikasi isu lingkungan dan sosial identify material environmental and social issues and
yang material serta potensi konflik. potential conflicts.
3. Tahap konstruksi 3. Construction stage
- Menerapkan Rencana Pengelolaan Lingkungan - Implementing the Environmental Management
dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL/RPL), Plan and Environmental Monitoring Plan (RKL/RPL),
Construction Environmental Management Plan, dan Construction Environmental Management Plan, and
rencana K3L lainnya. other OHS and environmental plans.
- Melakukan pemantauan berkala terhadap kebisingan, - Conducting periodic monitoring of noise, air quality,
kualitas udara, kualitas air, limbah, dan parameter water quality, waste, and other environmental
lingkungan lain sesuai prosedur dan regulasi. parameters in accordance with procedures
and regulations.
- Menyusun dan mengimplementasikan traffic - Preparing and implementing traffic management
management plan, community health & safety plan, plans, community health and safety plans, and
serta mekanisme penyampaian keluhan (grievance grievance mechanisms for communities.
mechanism) bagi masyarakat.
Temuan dan rekomendasi dari proses ini dimasukkan ke dalam Findings and recommendations from these processes
manajemen risiko proyek dan dilaporkan secara berjenjang are incorporated into project risk management and
sebagai bagian dari tata kelola keberlanjutan Perseroan. reported hierarchically as part of the Company’s
sustainability governance.
Perseroan menerapkan sistem manajemen terintegrasi The Company applies an integrated management system
yang meliputi: that includes:
• Sistem Manajemen Risiko • Risk Management System
• Sistem Manajemen Mutu • Quality Management System
• Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) • Occupational Health and Safety Management System (OHS)
• Sistem Manajemen Lingkungan • Environmental Management System
• Sistem Manajemen Pengamanan • Security Management System
• Sistem Manajemen Anti Penyuapan • Anti-Bribery Management System
Sistem manajemen terintegrasi ini didukung oleh Risk This integrated management system is supported by the
Management & QHSE Division yang memiliki fungsi utama: Risk Management & QHSE Division, which has the following
primary functions:
• Mengembangkan dan mengendalikan kebijakan, pedoman, • Developing and controlling policies, guidelines, and the
dan implementasi manajemen risiko, mutu, HSE, dan implementation of risk management, quality, HSE, and
manajemen proyek di seluruh tingkatan. project management across all levels.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 149
Page 150
Tata Kelola
Governance
• Mengoordinasikan penerapan prinsip four eyes dalam • Coordinating the application of the four-eyes principle
proses pengambilan keputusan penting. in important decision-making processes.
• Mengintegrasikan sistem manajemen dengan Enterprise • Integrating management systems with the Enterprise
Resource Planning (ERP) dan Sistem Manajemen Perseroan Resource Planning (ERP) system and the Company’s
guna mendukung pencapaian target produktivitas management systems to support the achievement of
dan keberlanjutan. productivity and sustainability targets.
Perseroan membagi implementasi manajemen risiko ke dalam The Company divides the implementation of risk management
empat tingkat: into four levels:
1. Sistem manajemen risiko tingkat korporat 1. Corporate-level risk management system
2. Sistem manajemen risiko Divisi Fungsi 2. Functional Division risk management system
3. Sistem manajemen risiko Divisi Operasi & Anak Perusahaan 3. Operations Division & Subsidiary risk management system
4. Sistem manajemen risiko tingkat proyek 4. Project-level risk management system
Struktur organisasi manajemen risiko di tingkat korporat The organizational structure of risk management at both
dan proyek disusun secara terintegrasi. Setiap level memiliki corporate and project levels is designed in an integrated
penanggung jawab fungsi manajemen risiko yang telah manner. Each level has designated risk management function
memiliki sertifikasi profesional, antara lain CRMO (Certified leaders who hold professional certifications, including CRMO
Risk Management Officer), CRMP (Certified Risk Management (Certified Risk Management Officer), CRMP (Certified
Professional) , dan CRGP (Certified Risk Governance Risk Management Professional), and CRGP (Certified Risk
Professional). Governance Professional).
Struktur Organisasi Manajemen Risiko Tingkat Korporat
Organizational Structure of Project Level Risk Management
DEWAN KOMISARIS
BOARD OF COMMISSIONER
KOMITE PEMANTAU RISIKO &
DIREKTUR PENGELOLAAN RISIKO TATAKELOLA TERINTEGRASI
Komite Manajemen Risiko RISK MANAGEMENT DIRECTOR INTEGRATED RISK &
Investasi dan Proyek Strategis: GOVERNANCE MONITORING
• Fungsi Keuangan
• Fungsi Risiko
• Fungsi Legal PJFK MANAJEMEN RISIKO
Investment and Strategic Project PJFK RISK MANAGEMET
Risk Management Committee
• Finance Fuction
• Risk Fuction
• Legal Function PJFK MANAJEMEN RISIKO
PJFK RISK MANAGEMET
PIC Manrisk Anak Perusahaan PIC Manrisk Divisi Fungsi PIC Manrisk Divisi Operasi
PIC Subsidiary Risk Management PIC Manrisk Divisi Fungsi PIC Manrisk Divisi Operasi
PIC Manrisk Proyek
PIC Manrisk Proyek
150 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 151
Struktur Organisasi Manajemen Risiko Tingkat Proyek
Organizational Structure of Project Level Risk Management
PIMPINAN PROYEK
Project Manager
PIC Risiko Proyek
Risk Project PIC
Fungsi Project Control
Project Control Function
Pemilik Risiko (Risk Owner)
Risk Owner
Fungsi Fungsi Fungsi Quality Fungsi Project Fungsi Contract Fungsi Finance Fungsi Fungsi
Engineering Pengadaan Assurance Control Management & HC HSE Operation
Engineering Procurement Quality Assurance Project Control Contract Finance & HC HSE Operation
Fuction Fuction Fuction Fuction Management Fuction Fuction Fuction Fuction
Sistem manajemen risiko didukung oleh struktur organisasi The risk management system is supported by an organizational
di level korporat mencakup Divisi Fungsi, Divisi Operasi, Anak structure at the corporate level that includes Functional
Perusahaan dan proyek. Semua lini akan mengidentifikasi Divisions, Operations Divisions, Subsidiaries, and projects.
dan mengelola dampak risiko terkait isu ekonomi, sosial dan All units identify and manage risk impacts related to economic,
lingkungan yang ada di ruang lingkupnya masing-masing. Hasil social, and environmental issues within their respective scopes.
identifikasi dan pengelolaan dampak kemudian dilaporkan The results of risk impact identification and management
kepada Direktur Pengelolaan Risiko dan dilaporkan kepada are then reported to the Director of Risk Management and
Dewan Komisaris. subsequently submitted to the Board of Commissioners.
Untuk memperjelas tugas dan tanggung jawab dalam To clarify roles and responsibilities in the implementation of risk
pelaksanaan manajemen risiko, Perseroan telah menerbitkan management, the Company has issued a Decree on the Three
Surat Keputusan tentang Model Tata Kelola Tiga Lini, yang Lines Governance Model, which divides work units as follows:
membagi unit kerja sebagai berikut:
• Lini pertama: unit operasional dan pemilik risiko di proyek, • First line: operational units and risk owners at the project
divisi operasi, dan anak perusahaan. level, operations divisions, and subsidiaries
• Lini kedua: fungsi pengawasan risiko, antara lain Risk • Second line: risk oversight functions, including Risk
Management & QHSE dan fungsi kepatuhan. Management & QHSE and compliance functions
• Lini ketiga: fungsi audit internal sebagai pemberi • Third line: the internal audit function as the provider of
independent assurance. independent assurance.
• Pembagian peran ini memastikan bahwa proses identifikasi, • This division of roles ensures that the processes of risk
pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko berjalan identification, measurement, monitoring, and control are
efektif dan saling melengkapi. carried out effectively and complement one another.
Berdasarkan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Based on the Regulation of Minister of State-Owned
Nomor PER-2/MBU/03/2023 Tahun 2023, kualitas rancangan Enterprises No. PER-2/MBU/03/2023, the quality of design
dan efektivitas penerapan manajemen risiko dalam melindungi and effectiveness of risk management implementation in
dan menciptakan nilai pada BUMN diukur melalui Penilaian protecting and creating value within state-owned enterprises
Indeks Kematangan Risiko (Risk Maturity Index). Penilaian RMI is measured through the Risk Maturity Index (RMI) Assessment.
ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan (gap) dan The RMI assessment aims to identify gaps and improvement
langkah perbaikan dalam penerapan manajemen risiko, yang actions in the implementation of risk management, which
akan dimonitor lebih lanjut dalam "Implementasi Roadmap will be further monitored through the “Risk Management
Perbaikan Penerapan Manajemen Risiko". Implementation Improvement Roadmap.”
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 151
Page 152
Tata Kelola
Governance
Sesuai ketentuan Kementerian BUMN, Perseroan telah In accordance with the provisions of the Ministry of SOEs, the
melaksanakan Penilaian RMI Tahun Buku 2024 dan memperoleh Company conducted the RMI Assessment for 2024 Fiscal Year
skor 2,95 yang berada pada “Fase Praktik yang Baik” (Good and obtained a score of 2.95, placing it in the “Good Practice”
Practice), meningkat dibandingkan skor 2,10 pada Tahun Buku phase, an improvement compared to the score of 2.10 in the
2023 yang berada pada Fase Berkembang. Pada fase “Praktik 2023 Fiscal Year, which was in the Developing phase. In the
yang Baik” ini, secara umum dicerminkan bahwa: “Good Practice” phase, it is generally reflected that:
1. Perseroan telah menerapkan sebagian besar dimensi 1. The Company has consistently and measurably
praktik manajemen risiko secara konsisten dan terukur implemented most dimensions of risk management
untuk mendukung pencapaian sasaran strategis dan target practices to support the achievement of strategic
kinerja perusahaan. objectives and corporate performance targets.
2. Mayoritas insan Perseroan telah mendapatkan program 2. The majority of the Company’s personnel have participated
pemahaman dan internalisasi budaya sadar risiko, sehingga in programs to enhance understanding and internalize a
tingkat kesadaran terhadap risiko di seluruh organisasi risk-aware culture, resulting in a significant increase in
meningkat secara signifikan. risk awareness across the organization.
3. Kompetensi organ pengelola risiko, khususnya Dewan 3. The competencies of risk management governance bodies,
Komisaris, Direksi, dan manajemen puncak lainnya, particularly the Board of Commissioners, the Board of
menunjukkan peningkatan sehingga pengawasan Directors, and other senior management, have improved,
dan arahan strategis atas manajemen risiko menjadi enabling more effective oversight and strategic direction
lebih efektif. of risk management.
4. Struktur organisasi, kerangka kerja, kepatuhan, proses, 4. The organizational structure, framework, compliance
sistem, dan alat manajemen risiko, termasuk penerapan mechanisms, processes, systems, and risk management
Three Lines Model, telah terbentuk dan berjalan untuk tools, including the implementation of the Three Lines
mendukung pelaksanaan manajemen risiko di seluruh Model, have been established and are functioning to
entitas Perseroan. support risk management implementation across all
Company entities.
5. Infrastruktur manajemen risiko telah dikomunikasikan 5. Risk management infrastructure has been communicated
dan diselaraskan dengan target kinerja perusahaan, and aligned with corporate performance targets and is
serta dimanfaatkan secara lebih baik dalam proses increasingly utilized in key decision-making processes,
pengambilan keputusan kunci, baik di tingkat korporat both at the corporate level and within business units.
maupun unit usaha.
Secara keseluruhan risiko strategis dan operasional telah Overall, strategic and operational risks have been managed,
dikelola, dimitigasi dan termonitor sesuai dengan PER-2- mitigated, and monitored in accordance with PER-2-
MBU-03-2023 dan aspirasi pemegang saham. MBU-03-2023 and the aspirations of shareholders.
Dewan Komisaris dan Direksi senantiasa melakukan evaluasi Board of Commissioners and Board of Directors continuously
terhadap pelaksanaan manajemen risiko melalui: evaluate the implementation of risk management through:
• Rapat Dewan Komisaris dan Direksi secara berkala, yang • Periodic meetings of Board of Commissioners and Board of
di dalamnya membahas kinerja keuangan, operasional, Directors, which discuss financial performance, operational
serta perkembangan risiko strategis dan operasional yang performance, as well as developments in strategic
tereskalasi secara pareto. and operational risks that are escalated based on the
Pareto principle.
• Komite Pemantau Risiko dan Tata Kelola Terintegrasi, yang • Risk Monitoring and Integrated Governance Committee,
melakukan management review secara triwulanan maupun which conducts quarterly and monthly management
bulanan terhadap efektivitas pengelolaan risiko, termasuk reviews of the effectiveness of risk management, including
risiko terkait pembangunan berkelanjutan. risks related to sustainable development.
• Komite Pemantau Risiko, yang melakukan evaluasi • Risk Monitoring Committee, which evaluates the
pelaksanaan manajemen risiko setidaknya sebulan sekali implementation of risk management at least once a month
atau secara insidentil bila diperlukan. or incidentally when necessary.
Melalui mekanisme tersebut, Direksi dan Dewan Komisaris Through these mechanisms, Board of Directors and Board of
meninjau efektivitas proses manajemen risiko, memberikan Commissioners review the effectiveness of risk management
arahan strategis, dan memastikan bahwa risiko dan peluang process, provide strategic direction, and ensure that
keberlanjutan dikelola dengan baik untuk mendukung sustainability-related risks and opportunities are properly
pencapaian tujuan jangka panjang Perseroan. managed to support the achievement of the Company’s
long-term objectives.
152 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 153
HUBUNGAN DENGAN PEMANGKU STAKEHOLDER ENGAGEMENT [OJK E.4, GRI
KEPENTINGAN [OJK E.4, GRI 2-29] 2-29]
Perseroan memahami dan mengakui bahwa keberadaan serta The Company understands and recognizes that the presence
peran pemangku kepentingan sangat menentukan dalam and role of stakeholders are crucial in maintaining the
menjaga kelancaran dan keberlangsungan seluruh aktivitas smooth operation and sustainability of all business activities.
bisnis yang dijalankan. Pemangku kepentingan adalah seluruh Stakeholders include all parties that contribute to the
pihak yang baik memberikan kontribusi terhadap kegiatan Company’s business activities as well as those affected, either
usaha Perseroan maupun pihak yang terdampak, secara directly or indirectly, by the Company’s operational activities.
langsung maupun tidak langsung, oleh aktivitas operasional In order to ensure appropriate and relevant engagement, the
Perseroan. Dalam rangka memastikan keterlibatan yang tepat Company has conducted a stakeholder identification process,
dan relevan, Perseroan telah melakukan proses identifikasi which is carried out through discussions and comprehensive
terhadap pemangku kepentingan yang akan dilibatkan, yang analysis by the Investor Relations Department. This stakeholder
dilaksanakan melalui diskusi serta analisis secara komprehensif engagement process aims to understand, accommodate,
oleh Departemen Investor Relation. Proses pelibatan and respond to stakeholders’ expectations and needs
pemangku kepentingan tersebut dilakukan dengan tujuan while supporting the creation of positive and sustainable
untuk memahami, mengakomodasi, dan merespons harapan contributions and impacts for all stakeholders.
serta kebutuhan para pemangku kepentingan, sekaligus
mendukung terciptanya kontribusi dan dampak yang positif
serta berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Pelibatan pemangku kepentingan menjadi bagian dari Stakeholder engagement is an integral part of the duties
tugas dan tanggung jawab Departemen Investor Relation. and responsibilities of the Investor Relations Department.
Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Direksi This provision has been formally established in the Board of
No.SK.01.01/A.DIR.00009.O/2024 yang mengatur tentang Directors Decree No. SK.01.01/A.DIR.00009.O/2024, which
tugas dan tanggung jawab Departemen Investor Relation. regulates in detail the roles, functions, and responsibilities of
Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa Departemen Investor the Investor Relations Department. The decree states that the
Relations merupakan manajemen fungsional tingkat pusat Investor Relations Department is a functional management
yang mempunyai fungsi utama sebagai pusat komunikasi dan unit at the head office level that primarily serves as the
informasi perusahaan dalam kaitannya dengan pemegang Company’s communication center and provider of corporate
saham/calon pemegang saham, investor/fund manager, information. This function is carried out particularly in relation
regulator, perusahaan sekuritas dan Lembaga terkait lainnya, to shareholders and prospective shareholders, investors or fund
perencanaan dan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham managers, regulators, securities companies, and other related
(RUPS), Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat institutions. In addition, the Investor Relations Department is
Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) dan pemenuhan terhadap responsible for the planning and implementation of General
peraturan-peraturan di bidang Pasar Modal. Meeting of Shareholders (GMS), Bondholders Meeting (RUPO),
and Sharia BondHolders Meeting (RUPSU), as well as ensuring
the Company’s compliance with various applicable regulations
in the capital market sector.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 153
Page 154
Tata Kelola
Governance
Pelibatan Pemangku Kepentingan, Topik Utama, dan Respon Perseroan
Stakeholder Engagement, Key Topics, and Corporate Response
Pelibatan Pemangku
Kepentingan Metode Pendekatan dan Frekuensi Isu dan Perhatian Respon Perseroan
Stakeholder Approach Method and Frequency Issues and Concerns Company Response
Engagement
• RUPS Tahunan Informasi kinerja tahunan Perseroan: • Menyelenggarakan RUPS;
• RUPS Luar Biasa; Besarnya pendapatan dan laba/rugi • Membuat Laporan Keuangan;
• Keterbukaan informasi publik yang diperoleh Perseroan; • Membuat Laporan Tahunan;
• Dilaksanakan setiap kuartal, • Kinerja keberlanjutan; • Membuat Laporan Triwulan;
minimal satu kali dalam setahun, • Informasi terkait perubahan • Membuat Laporan TJSL;
• Annual GMS struktur manajemen; • Membuat Laporan Keberlanjutan;
• Extraordinary GMS; • Hal-hal lain yang membutuhkan • Melakukan diskusi terkait isu
• Public Information Disclosure persetujuan pemegang saham. keberlanjutan yang material.
• Held quarterly, at least once a • Masukan terkait suspensi saham • Holding a GMS;
year; Perseroan. • Preparing Financial Reports;
Pemegang Saham The Company's annual performance
Shareholders • Preparing Annual Reports;
information: • Preparing Quarterly Reports;
• The Company's revenue and • Preparing CSR Reports;
profit/loss; • Preparing Sustainability Reports;
• Sustainability performance; • Conducting discussions on material
• Information regarding changes to sustainability issues.
the management structure;
• Other matters requiring
shareholder approval.
• Input regarding the suspension of
the Company's shares.
• Pembentukan Serikat Pekerja • Kesetaraan bekerja • Membentuk forum bipartit dan Serikat
dan rapat tripartit dan bipartit • Pengembangan kompetensi dan Karyawan WIKA (Sekar WIKA);
minimal setahun sekali karir • Menentukan jenjang karir karyawan;
• Evaluasi EK dan PK, minimal • Perlindungan karyawan • Melakukan evaluasi kerja;
setahun sekali; • Kesejahteraan karyawan; • Menyediakan Alat Perlindungan Diri
• Pertemuan di Serikat Karyawan • K3 (APD);
WIKA, minimal setahun sekali dan • Imbal jasa pekerjaan dan • Menyediakan fasilitas kesehatan, dan
rapat pembahasan PKB setiap tunjangan lainnya; Program Wellbeing;
dua tahun sekali. • Kebebasan berserikat • Mengadakan kegiatan pendidikan dan
• Pemberian layanan kesehatan • Pelatihan karyawan pelatihan;
• Pendidikan dan Pelatihan • Employment equality • Melakukan diskusi terkait isu
• Establishment of a Workers' • Competency and career keberlanjutan yang material.
Karyawan Union and tripartite and bipartite development • Establishing a bipartite forum and
Employees meetings at least once a year; • Employee protection WIKA Employee Union (Sekar WIKA);
• Evaluation of the EK and PK, at • Employee welfare; • Determining employee career paths;
least once a year; • OHS • Conducting work evaluations;
• Meetings at WIKA Employee • Employee compensation and • Providing Personal Protective
Union, at least once a year, and a other benefits; Equipment (PPE);
meeting to discuss the Collective • Freedom of association • Providing healthcare facilities and a
Labor Agreement every two • Employee training Wellbeing Program;
years; • Conducting education and training
• Provision of Health Services activities;
• Education and Training • Conducting discussions on material
sustainability issues.
• Pertemuan untuk membahas • Laporan pelaksanaan pekerjaan; • Membuat laporan perkembangan
kontrak pekerjaan, frekuensi • Penyelesaian pekerjaan tepat pelaksanaan pekerjaan sesuai kontrak;
bersifat insidental minimal waktu dan tepat anggaran; • Mengkaji kontrak kerja;
setahun sekali; • Jaminan kualitas produk dan • Menyediakan produk dan jasa sesuai
• Penandatanganan kontrak kerja, jasa sesuai dengan kontrak yang ISO 9001: 2015;
frekuensi bersifat insidentil disepakati • Memberikan masa pemeliharaan atas
minimal setahun sekali; • Duties implementation reports; produk;
• Acara peresmian proyek • Completion of work on time and • Melakukan survei kepuasan pelanggan;
(launching) frekuensi bersifat within budget; • Melakukan diskusi terkait isu
insidental minimal setahun sekali. • Guaranteed product and service keberlanjutan yang material.
• Rapat mingguan dengan owner quality in accordance with the • Prepare progress reports on work
Pemberi Kerja untuk membahas progress dan agreed contract. implementation according to the
Owner isu-isu terkait proyek. contract;
• Meetings to discuss work • Review work contracts;
contracts, incidental at least once • Provide products and services in
a year; accordance with ISO 9001:2015;
• Signing of work contracts, • Provide product maintenance;
incidental at least once a year; • Conduct customer satisfaction
• Project launch events, incidental surveys;
at least once a year. • Discuss material sustainability issues.
• Weekly meetings with the owner
to discuss progress and project-
related issues.
154 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 155
Pelibatan Pemangku Kepentingan, Topik Utama, dan Respon Perseroan
Stakeholder Engagement, Key Topics, and Corporate Response
Pelibatan Pemangku
Kepentingan Metode Pendekatan dan Frekuensi Isu dan Perhatian Respon Perseroan
Stakeholder Approach Method and Frequency Issues and Concerns Company Response
Engagement
• Pertemuan untuk membahas • Jaminan Keselamatan dan • Memberikan informasi yang jelas pada
tender Kesehatan Kerja (K3); saat proses tender berlangsung;
• Negosiasi pekerjaan sesuai • Perolehan kontrak; • Melakukan kerja sama sesuai kontrak
dengan jadwal yang ditetapkan • Evaluasi penyedia jasa dan yang disepakati dengan mitra;
pada masing-masing penawaran pemasok; • Melakukan diskusi terkait isu
pekerjaan. • Pengadaan barang dan jasa yang keberlanjutan yang material.
adil; • Provide clear information during the
Dalam satu tahun tercatat lebih dari • Informasi terkait kebijakan tender process;
satu kali pertemuan. pengadaan barang dan jasa dari • Collaborate in accordance with the
Divisi Supply Chain Management agreed contract with partners;
• Meetings to discuss tenders • Pola Pembayaran Vendor. • Discuss material sustainability issues.
Mitra Kerja
• Negotiate work according to the • Occupational Safety and Health
Partner
schedule specified in each job (OHS) Guarantee;
offer. • Contract award;
More than one meeting is held • Evaluation of service providers
annually. and suppliers;
• Fair procurement of goods and
services;
• Information regarding
procurement policies from the
Supply Chain Management
Division
• Vendor Payment Schemes.
Membahas pemberian kredit dengan • Kelengkapan dokumen yang • Memberikan dokumen yang diperlukan
frekuensi pertemuan dengan kreditur diperlukan untuk memperoleh untuk mendukung kelancaran proses
dilakukan sesuai dengan jangka waktu kredit kredit;
dan jatuh tempo kredit. • Laporan Keuangan Perseroan • Memberikan informasi lain yang
Discuss the granting of credit, with • Kejelasan sumber dana untuk diperlukan;
the frequency of meetings with membayar kredit. • Melakukan kewajiban (pembayaran
creditors based on the loan term and • Persetujuan perpanjangan jatuh bunga, pelunasan pokok) selaku
maturity. tempo pokok. debitur sesuai ketentuan hukum yang
• Completeness of documents berlaku;
required to obtain credit • Menjamin hak-hak kreditur sesuai
• The Company’s Financial dengan ketentuan dalam perjanjian
Kreditur (Perbankan, Statements yang telah disepakati antara
Pemegang Surat • Clarity of the source of funds to Perseroan dan kreditur serta Peraturan
Utang Obligasi Dan repay the loan. Perundang-undangan yang terkait;
Sukuk) • Approval of the extension of the • Melakukan diskusi terkait isu
Creditors (Banks, principal maturity date. keberlanjutan yang material.
Bond and Sharia • Provide necessary documents to
Bond Holders) support the smooth credit process;
• Provide other necessary information;
• Fulfill obligations (interest payments,
principal repayment) as a debtor in
accordance with applicable laws;
• Guarantee creditors' rights in
accordance with the provisions of
the agreements agreed between
the Company and the creditors and
relevant laws and regulations;
• Conduct discussions on material
sustainability issues.
• Pelaksanaan kegiatan sosial dan • Kondisi lingkungan tempat • Melakukan kegiatan TJSL;
pemberdayaan masyarakat yang tinggal mereka, terutama yang • Melakukan kegiatan sosial dan
diadakan minimal satu kali dalam berdekatan dengan lokasi proyek pemberdayaan masyarakat di sekitar
setahun atau sesuai dengan WIKA; lokasi proyek;
kebutuhan; • Mata pencaharian • Memberikan pelatihan welding;
• Melalui kegiatan TJSL yang • The condition of their residential • Melakukan diskusi terkait isu
Masyarakat dilakukan minimal dua kali dalam environment, especially those keberlanjutan yang material.
Public setahun. close to WIKA project sites; • Conduct CSR activities;
• Implementation of social and • Livelihoods • Conduct social activities and
community empowerment community empowerment activities
activities at least once a year or around the project site;
as needed; • Provide welding training;
• Through CSR activities at least • Conduct discussions on material
twice a year. sustainability issues.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 155
Page 156
Tata Kelola
Governance
Pelibatan Pemangku Kepentingan, Topik Utama, dan Respon Perseroan
Stakeholder Engagement, Key Topics, and Corporate Response
Pelibatan Pemangku
Kepentingan Metode Pendekatan dan Frekuensi Isu dan Perhatian Respon Perseroan
Stakeholder Approach Method and Frequency Issues and Concerns Company Response
Engagement
Pertemuan antara regulator dan Pemenuhan persyaratan sesuai • Melakukan compliance sebagai
Perseroan untuk membahas peraturan yang berlaku, serta Perusahaan terbuka dan penerbitan
pemenuhan terhadap peraturan yang informasi yang dibutuhkan dan surat utang kepada OJK, BEI, dan
berlaku. Pertemuan dilakukan minimal relevan dengan kegiatan Perseroan KSEI;
satu tahun sekali. • Melakukan kegiatan TJSL dan
Meetings between regulators and the Compliance with applicable melaporkannya;
Company to discuss compliance with regulatory requirements, as well as • Membuat laporan tahunan dan
applicable regulations. Meetings are information required and relevant to laporan keberlanjutan kemudian
held at least once a year. the Company's activities melaporkannya kepada Kementerian
BUMN, OJK dan pihak berkepentingan
lainnya;
• Memberikan input kepada regulator
sesuai dengan kapasitas Perseroan
sebagai BUMN;
• Melakukan diskusi terkait isu
keberlanjutan yang material.
• Comply with the Company's
Regulator
obligations as a public company
and issue debt securities to the
Financial Services Authority (OJK),
the Indonesian Stock Exchange (IDX),
and the Indonesian Central Securities
Depository (KSEI).
• Conduct and report on CSR activities;
• Prepare annual reports and
sustainability reports, then submit
them to the Ministry of State-Owned
Enterprises (SOEs), the OJK, and
other stakeholders;
• Provide input to regulators in
accordance with the Company's
capacity as a SOE;
• Conduct discussions on material
sustainability issues.
• Kinerja keuangan • Penyampaian informasi terkait kinerja
• Kinerja non-keuangan Perseroan;
• Informasi tentang kegiatan • Melakukan diskusi terkait isu
Media Massa Press release perusahaan
Mass Media keberlanjutan yang material.
• Informasi isu terkait restukturisasi
utang, right issue, PMN dan
RUPO/RUPSU
• Pemantauan kepatuhan; • Pemenuhan Ketentuan • Perseroan bekerja sama dengan
• Melakukan komunikasi terkait sesuai dengan Perjanjian wali amanat untuk merumuskan
pembayaran bunga, pokok utang, Perwaliamanatan. solusi yang saling menguntungkan
atau kewajiban lainnya; • Pelaksanaan usulan keputusan bagi perusahaan dan pemegang
• Komunikasi dengan Pemegang RUPO/RUPSU dan negosiasi dgn obligasi/sukuk, sambil memastikan
Obligasi/Sukuk. bondholder kesepakatan ini sesuai dengan
• Compliance monitoring; • Compliance with the provisions ketentuan yang ada;
• Communication regarding in accordance with the Trustee • Penyampaian informasi terkait kinerja
interest payments, principal, or Agreement. Perseroan.
other obligations; • Implementation of proposed • Melakukan pelunasan awal obligasi
Wali Amanat • Communication with Bond/Sharia decisions of the General (Call Option).
Trustee Bond Holders. Meeting of Shareholders (RUPO/ • The Company collaborates with
RUPU) and negotiations with the trustee to formulate mutually
bondholders. beneficial solutions for the company
and bond/sukuk holders, while
ensuring that these agreements
comply with existing regulations;
• Dissemination of information
regarding the Company's
performance.
• Early redemption of bonds (Call
Option).
156 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 157
PERMASALAHAN TERHADAP ISSUES RELATED TO THE IMPLEMENTATION OF
PENERAPAN PEMBANGUNAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT [OJK E.5]
BERKELANJUTAN [OJK E.5]
Dalam menerapkan pembangunan berkelanjutan melalui In implementing sustainable development through its
aktivitas bisnisnya, Perseroan masih menghadapi berbagai business activities, the Company still faces various internal
tantangan internal maupun eksternal Perseroan yang mencakup and external challenges, including regulatory dynamics,
dinamika regulasi, ekspektasi pemangku kepentingan, serta stakeholder expectations, and changes in global market and
perubahan kondisi pasar dan lingkungan global. Tantangan environmental conditions. The external challenge faced is that
eksternal yang dihadapi yaitu pasar infrastruktur tahun 2025 the infrastructure market in 2025 which is likely to contract;
yang cenderung mengalami kontraksi hal ini disebabkan this is due to various macroeconomic conditions currently
berbagai kondisi makro ekonomi yang sedang mengalami experiencing a slowdown, leading to a decline in demand,
perlambatan menyebabkan penurunan permintaan terutama particularly from the government sector, which is the primary
dari sektor pemerintahan yang menjadi pendorong utama dari driver of the construction industry. This is marked by various
industri konstruksi. Hal ini ditandai dengan berbagai efisiensi efficiency measures and government budget cuts, particularly
dan pengurangan anggaran pemerintah terutama untuk for infrastructure development. These conditions require WIKA
pembangunan infrastruktur. Kondisi ini menuntut WIKA untuk to be more selective and proactive in identifying demand from
lebih selektif dan aktif dalam menemukan permintaan dari sectors other than the government sector. In terms of
sektor lain selain sektor pemerintah. Dalam hal mitigasi, WIKA mitigation, WIKA is proactively shifting its focus away from
secara proaktif mengalihkan fokus dari ketergantungan pada reliance on state budget (APBN) projects and inter-ministerial
proyek APBN dan lintas kementerian menuju pasar swasta dan projects toward the private market and the industrial sector in
sektor industri di bidang EPCC, WIKA juga mengembangkan the EPCC field. WIKA is also developing products specifically
produk yang secara khusus mentarget pasar blue ocean yang targeting the “blue ocean” market, which can provide WIKA
dapat memberikan WIKA permintaan pasar yang lebih baik with better market demand and position it as a dominant
serta menjadi pemain yang dominan di pasar baru tersebut. player in that new market.
Tantangan eksternal selanjutnya yaitu Perseroan menyadari Another external challenge is that the Company recognizes
adanya batasan akses terhadap pendanaan baru akibat status that there are limitations on access to new financing due to
suspensi yang sedang berjalan. Kondisi ini secara langsung its current suspension status. This situation directly hinders
mempersulit WIKA dalam mengamankan pembiayaan WIKA’s ability to secure both conventional and green financing
konvensional maupun hijau pada tingkat induk perusahaan at the parent company level, which is currently working on
yang saat ini sedang mengerjakan berbagai proyek dan various projects and pursuing innovation. As a mitigation
sedang melakukan inovasi. Sebagai langkah mitigasi, WIKA measure, WIKA remains committed to maintaining the
tetap berkomitmen menjaga momentum implementasi momentum of sustainability implementation by shifting the
keberlanjutan dengan mengalihkan fokus perolehan green focus of green financing acquisition through subsidiaries with
financing melalui anak-anak perusahaan yang memiliki profil more flexible financial profiles that are not directly impacted
keuangan lebih fleksibel dan tidak terdampak langsung oleh by the parent company’s suspension, such as WTJJ and WEGE.
suspensi induk, seperti WTJJ dan WEGE. Hal ini mengurangi This reduces the financing burden on WIKA while ensuring
beban pendanaan bagi WIKA sekaligus menjaga operasional operations and expansion continue at the subsidiary level.
dan ekspansi tetap berlangsung di level anak perusahaan. Additionally, WIKA is targeting markets that are strategically
Selain itu, WIKA juga menyasar pasar yang secara strategis positioned as green and blue ocean markets, enabling the
merupakan pasar hijau dan blue ocean yang memungkinkan company to secure green financing as well as meet high
perusahaan untuk mendapatkan pendanaan hijau serta market demand. One of the products currently being
permintaan pasar yang tinggi. Salah satu produk yang developed by WIKA is residential products such as WHOME
dikembangkan WIKA saat ini adalah produk residensial seperti and NETRO, which offer a unique value proposition: affordable
WHOME dan NETRO yang memiliki value proposition yang homes with minimal emissions.
unik yaitu rumah terjangkau dengan minim emisi.
Di sisi lain, Perseroan mengamati adanya tantangan eksternal On the other hand, the Company observes external challenges
yaitu terkait regulasi keberlanjutan di Indonesia yang saat related to sustainability regulations in Indonesia, which are
ini masih berada dalam fase transisi. Meskipun terdapat currently still in a transitional phase. Although there has been
peningkatan permintaan pada proses tender yang mulai an increase in demand during the tender process, with
mensyaratkan aspek keberlanjutan sebagai kriteria penilaian sustainability aspects now being required as key evaluation
utama, secara formal regulasi tersebut belum sepenuhnya criteria, formally, these regulations have not yet been fully
diberlakukan dari sisi administratif nasional. Kondisi ini enforced at the national administrative level. This situation
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 157
Page 158
Tata Kelola
Governance
menciptakan celah di mana persyaratan teknis keberlanjutan creates a gap where technical sustainability requirements in a
dalam sebuah proyek sering kali belum didukung oleh project are often not supported by standardized documents or
standarisasi dokumen atau protokol administratif yang seragam uniform administrative protocols at the ministerial or employer
di tingkat kementerian maupun pemberi kerja. Dalam menyikapi level. In addressing this systemic unpreparedness within the
ketidaksiapan sistemik dalam lanskap regulasi nasional, WIKA national regulatory landscape, WIKA has taken a proactive step
mengambil langkah proaktif dengan mengadopsi standar by adopting comprehensive internal standards. The Company
internal yang komprehensif. Perseroan memandang bahwa believes that even though administrative standardization
meskipun standarisasi administratif di tingkat regulator masih at the regulatory level is still in the synchronization phase,
dalam tahap sinkronisasi, pemenuhan kriteria keberlanjutan meeting sustainability criteria substantially constitutes a
secara substansial merupakan investasi strategis untuk strategic investment to strengthen market positioning and
memperkuat posisi tawar di pasar dan memastikan kepatuhan ensure future compliance (future-proofing).
di masa depan (future-proofing).
Perseroan mengidentifikasi bahwa terdapat tantangan The Company has identified that a critical internal challenge
internal yang bersifat kritikal dalam perjalanan transformasi in its transformation journey toward sustainability is the
menuju keberlanjutan adalah kesiapan kolektif seluruh lini collective readiness of all levels of the organization to
organisasi untuk mengimplementasikan prinsip ESG secara consistently implement ESG principles down to the project
konsisten hingga ke level proyek di lapangan. Menyadari level in the field. Recognizing that sustainable success
bahwa keberhasilan berkelanjutan sangat bergantung pada heavily depends on human resources, WIKA has developed
aspek sumber daya manusia, WIKA telah menyusun strategi a comprehensive mitigation strategy through a continuous
mitigasi yang komprehensif melalui program pengembangan competency development program. Key mitigation measures
kompetensi yang berkelanjutan. Langkah mitigasi utama are implemented through a series of intensive awareness
dilakukan melalui rangkaian penyuluhan dan pelatihan intensif sessions and training designed to bridge operational knowledge
yang dirancang untuk menjembatani celah pengetahuan gaps. In an effort to accelerate the internalization of these
operasional. Dalam upaya mengakselerasi internalisasi nilai- values, the Company formed a team of Change Agents who
nilai ini, Perseroan membentuk tim Change Agents yang serve as drivers and catalysts in spreading ESG awareness
berperan sebagai motor penggerak dan katalisator dalam across every work unit. This team is tasked with ensuring
menyebarkan awareness ESG di setiap unit kerja. Tim ini that sustainability policies are not only understood at the
bertugas memastikan bahwa kebijakan keberlanjutan tidak management level, but become practical work standards at
hanya dipahami di tingkat manajemen, tetapi menjadi standar project sites.
kerja praktis di lokasi proyek.
Selain itu, untuk menjaga standar kualitas dan memacu In addition, to maintain quality standards and drive innovation,
inovasi, Perseroan secara rutin menyelenggarakan kegiatan the Company regularly conducts benchmarking activities
benchmarking dengan praktik terbaik industri serta program against industry best practices as well as internal award
awarding internal. Pemberian apresiasi dan penghargaan ini programs. These recognition and award initiatives aim to
bertujuan untuk menciptakan ekosistem kompetitif yang foster a healthy competitive ecosystem, encouraging every
sehat, setiap individu dan unit proyek terdorong untuk individual and project unit to achieve the best possible ESG
mencapai kinerja ESG terbaik. Melalui pendekatan yang performance. Through this people-centered approach, WIKA
berpusat pada manusia ini, WIKA optimis mampu mengubah is confident it can transform internal readiness challenges
hambatan kesiapan internal menjadi keunggulan operasional into operational strengths that support long-term growth.
yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Tantangan internal yang dihadapi Perseroan dalam menerapkan The internal challenges faced by the Company in implementing
pembangunan berkelanjutan yaitu memastikan integrasi sustainable development include ensuring the integration of
keuangan berkelanjutan ke dalam seluruh proses bisnis sustainable finance into all business processes and corporate
dan strategi perusahaan. Hal ini memerlukan penyesuaian strategies. This requires adjustments to the funding structure,
dalam struktur pendanaan, pengelolaan risiko, dan pelaporan risk management, and financial reporting, so that they reflect
keuangan, sehingga mencerminkan komitmen perusahaan the Company’s commitment to environmental, social, and
terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang governance aspects based on ESG principles. Internal
berprinsip ESG. Pemahaman dan kapasitas internal mengenai understanding and capacity regarding sustainable finance
standar keuangan berkelanjutan juga menjadi tantangan bagi standards also pose a challenge for the Company. This is
Perseroan. Hal ini dikarenakan kompetensi internal masih perlu because internal competencies still need to be enhanced,
ditingkatkan, termasuk pengumpulan data yang akurat dan including the collection of accurate and consistent data to
konsisten untuk memenuhi tuntutan transparansi. meet transparency requirements.
158 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 159
Upaya Perseroan dalam mengatasi tantangan internal yaitu The Company’s efforts to address internal challenges include
penyusunan strategi yang berfokus pada peningkatan efisiensi developing strategies focused on improving operational
operasional, penerapan teknologi hijau, memberikan pelatihan efficiency, implementing green technology, providing training
untuk meningkatkan kapasitas internal dan diversifikasi to enhance internal capabilities, and diversifying its portfolio of
portofolio proyek berkelanjutan. Dengan komitmen yang kuat, sustainable projects. With a strong commitment, the Company
Perseroan terus berupaya menjadi pelopor dalam penerapan continues to strive to be a pioneer in the implementation of
keuangan berkelanjutan di sektor konstruksi, menciptakan sustainable finance in the construction sector, creating a
dampak positif tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi positive impact not only for the company but also for the
lingkungan dan masyarakat luas. environment and the wider community.
Program penanaman pohon - Program Dekarbonisasi WIKA
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 159
Page 160
Kinerja Keberlanjutan Sustainability Performance
Page 161
Page 162
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Kinerja Keberlanjutan [OJK F]
Sustainability Performance [OJK F]
KEGIATAN MEMBANGUN BUDAYA ACTIVITIES TO BUILD A SUSTAINABILITY
KEBERLANJUTAN [OJK F.1] CULTURE [OJK F.1]
Program Olah Sampah dan serah teirma Rumah Bakti BUMN di Likupang, Minahasa - Sulawesi Utara.
Komitmen WIKA terhadap implementasi keberlanjutan WIKA’s commitment to sustainability implementation has
telah diformalkan melalui penerbitan Kebijakan Perusahaan been formalized through the issuance of Company Policy
Nomor WIKA-HSE-KP-01.04 Rev. 00 Amd 01 mengenai No. WIKA-HSE-KP-01.04 Rev. 00 Amd 01 concerning
Environmental, Social, and Governance (ESG), yang Environmental, Social, and Governance (ESG), updated on
diperbaharui tanggal 9 Mei 2025. Regulasi internal ini berfungsi May 9, 2025. This internal regulation serves as a strategic
sebagai pondasi strategis bagi integrasi nilai-nilai keberlanjutan foundation for integrating sustainability values across the
ke dalam seluruh spektrum aktivitas operasional WIKA. Melalui entire spectrum of WIKA’s operational activities. Through this
kebijakan ini, WIKA secara tegas menyatakan komitmennya policy, WIKA firmly declares its commitment to internalizing a
untuk menginternalisasi budaya keberlanjutan yang holistik, holistic sustainability culture while establishing a responsible
seraya mewujudkan kerangka tata kelola korporasi yang corporate governance framework at every level of the
bertanggung jawab di setiap jenjang struktur organisasi. organizational structure.
Dalam rangka mengkonsolidasikan inisiatif ESG, WIKA pada In consolidating its ESG initiatives, in 2024 WIKA focused
tahun 2024 memfokuskan upaya peningkatan kesadaran dan on enhancing awareness and strengthening the Company’s
penguatan fundamental ESG perusahaan melalui kebijakan ESG fundamentals through the establishment of a
Penetapan struktur tata kelola keberlanjutan di lingkup WIKA sustainability governance structure within WIKA Holding, the
Holding, penyusunan framework keuangan berkelanjutan, development of a sustainable finance framework, including
termasuk panduan terperinci untuk skema pembiayaan seperti detailed guidelines for financing schemes such as Green
Green Bond, Sustainability Linked Bond, serta secara aktif Bonds and Sustainability-Linked Bonds, actively promoted
meningkatkan kesadaran dan memperkuat budaya ESG melalui ESG awareness and strengthened the ESG culture through
sosialisasi, pelatihan, sertifikasi karyawan, dan memastikan socialization programs, employee training and certification,
kompetensi sumber daya manusia selaras dengan target and by ensuring that human capital competencies are aligned
162 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 163
keberlanjutan, serta menyusun white paper identifikasi hak with sustainability targets, as well as prepared a white paper
atas karbon dan analisis alokasi beban emisi berdasarkan on carbon rights identification and conducted an analysis of
proses bisnis konstruksi. Di samping itu, WIKA juga senantiasa emission burden allocation based on construction business
menjalankan program-program yang mendukung budaya processes. In addition, WIKA continuously carries out
keberlanjutan yaitu dengan menginternalisasikan nilai-nilai programs that support a sustainability culture by internalizing
keberlanjutan kepada karyawan, yang dilakukan melalui sustainability values among employees, which are done
penempelan stiker hemat air (save water) pada setiap toilet, through placing water-saving stickers (“save water”) in every
stiker "matikan listrik setelah digunakan" pada setiap stop restroom, stickers reminding employees to “turn off electricity
kontak, serta penyediaan fasilitas ramah disabilitas seperti after use” at every power outlet, and providing disability-
toilet dan parkiran khusus. Di sisi lain, untuk mendukung budaya friendly facilities such as dedicated toilets and parking areas. In
perusahaan yang bebas dari korupsi, WIKA memanfaatkan addition, to support a corporate culture free from corruption,
media audiovisual untuk mengedukasi karyawan terkait WIKA utilizes audiovisual media to educate employees on the
Whistleblowing System , penyuapan, penyalahgunaan Whistleblowing System, bribery, abuse of authority, and the
wewenang, dan kode etik perusahaan. Company’s code of conduct.
Perseroan telah menerbitkan Surat Edaran Panduan The Company has issued a Circular Letter on ESG-Based
Implementasi Tata Kelola Berbasis ESG di Proyek WIKA Governance Implementation Guidelines in WIKA Projects,
yang berisikan terkait instruksi kepada seluruh proyek yang which contains instructions for all projects that must be
wajib dipantau oleh Divisi Operasinya untuk menerapkan monitored by the Operations Division to implement ESG-
implementasi tata kelola berbasis ESG sebagai bagian dari based governance as part of the company's operations. This
operasi perusahaan. Implementasi ini diharapkan dapat implementation is expected to have a positive short-term
memberikan dampak positif jangka pendek maupun panjang and long-term impact on the company, society, and the
bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan. Direksi telah environment. The Board of Directors has established five (5)
menetapkan 5 (lima) program utama jangka pendek dalam main short-term programs in the implementation of ESG-
implementasi tata kelola berbasis ESG yang diwajibkan di based governance that are mandatory in all WIKA projects
semua proyek WIKA berdasarkan Nomor Surat SE.01.01/A. based on Circular Letter Number SE.01.01/A. DIR.00260/2024,
DIR.00260/2024, yaitu Penggunaan Modular pada Bangunan namely the Use of Modular Temporary Buildings in Projects,
Sementara di Proyek, Reboisasi Pohon di Dalam Area Tree Reforestation in Development Areas, the Use of
Pembangunan, Penggunaan Motor Listrik pada Proyek, Electric Motors in Projects, Violations of Tree Felling Outside
Pelanggaran Penebangan Pohon di Luar Area Pembangunan, Development Areas, and the Use of Photovoltaic Solar Panels
dan Penggunaan Panel Surya Photovoltaic pada Proyek. in Projects.
WIKA memasuki fase Move untuk periode 2025-2026, yang WIKA has entered the Move phase for 2025–2026 period,
menempatkan target utama menjadi perusahaan konstruksi yang with the primary target of becoming a leading construction
terdepan dalam implementasi ESG di Indonesia. Dalam rangka company in ESG implementation in Indonesia. To realize this
merealisasikan target transformatif dan mengamankan posisi transformative target and secure market leadership, WIKA
kepemimpinan pasar, WIKA melaksanakan serangkaian inisiatif carried out a series of strategic initiatives in 2025 focusing on
strategis pada tahun 2025 yang berfokus pada transparansi decarbonization transparency and governance strengthening,
dekarbonisasi dan penguatan tata kelola, yang dirancang untuk which are designed to integrate sustainability principles into
mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam setiap every strategic decision-making process and capital allocation.
proses pengambilan keputusan strategis dan alokasi modal.
Dalam pilar Lingkungan (E), fokus WIKA adalah menetapkan In the Environmental (E) pillar, WIKA focuses on establishing
kriteria yang presisi melalui Penetapan Baseline Dekarbonisasi precise criteria through comprehensive determination of
Scope 1, 2, dan 3 secara komprehensif. Pengukuran ini tidak Decarbonization Baselines for Scope 1, 2, and 3 emissions. This
hanya mencakup emisi langsung dari kendaraan proyek dan measurement covers direct emissions from project vehicles
peralatan berat (Scope 1), serta emisi tidak langsung dari and heavy equipment (Scope 1), indirect emissions from
pembelian energi (Scope 2), serta menyertakan emisi di purchased energy (Scope 2), and emissions throughout the
seluruh rantai nilai (Scope 3). Dalam konteks WIKA sebagai value chain (Scope 3). In the context of WIKA as an integrated
perusahaan konstruksi terintegrasi, Scope 3 mencakup emisi construction company, Scope 3 includes emissions from
dari produksi material dan logistik, yang seringkali menjadi material production and logistics, which often constitute
porsi terbesar dari total jejak karbon. Pemahaman mendalam the largest portion of total carbon footprint. A thorough
atas Scope 3 memungkinkan WIKA untuk berkolaborasi dengan understanding of Scope 3 enables WIKA to collaborate
pemasok dalam upaya pengurangan emisi dan mendorong with suppliers in emission reduction efforts and encourage
inovasi material rendah karbon. Data baseline yang divalidasi innovation in low-carbon materials. The validated baseline
kemudian menjadi dasar bagi Penetapan Roadmap dan Target data then serve as the basis for establishing a measurable
Net Zero Emission (NZE) yang terukur dan berjangka waktu. and time-bound Net Zero Emission (NZE) Roadmap and
Roadmap NZE ini merupakan komitmen jangka panjang WIKA. Targets. This NZE roadmap represents WIKA’s long-term
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 163
Page 164
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Komitmen ini secara langsung sejalan dengan target Kontribusi commitment. This commitment is directly aligned with the
yang Ditentukan Secara Nasional (Nationally Determined Nationally Determined Contribution (NDC) targets of the
Contribution/NDC) Republik Indonesia. Republic of Indonesia.
Di samping upaya dekarbonisasi, WIKA secara proaktif In addition to decarbonization efforts, WIKA proactively
melakukan Identifikasi Climate Risk yang sistematis. Proses conducts a systematic Climate Risk Identification process. This
ini mencakup evaluasi dua kategori risiko utama: (1) Risiko Fisik, process includes the evaluation of two main risk categories:
seperti potensi kerusakan aset akibat peningkatan frekuensi (1) Physical Risks, such as potential asset damage due to
dan intensitas cuaca ekstrem, dan (2) Risiko Transisi, yang increasing frequency and intensity of extreme weather events;
mencakup perubahan regulasi (seperti pajak karbon atau and (2) Transition Risks, which include regulatory changes
standar efisiensi energi yang lebih ketat) dan pergeseran (such as carbon taxes or stricter energy efficiency standards)
permintaan pasar. and shifts in market demand.
Komitmen terhadap transparansi dan peningkatan The commitment to transparency and enhanced stakeholder
stakeholder value diwujudkan melalui Pengembangan Website value is also reflected in the development of a Sustainability
Sustainability. Website ini dirancang untuk menyajikan data Website. This website is designed to present ESG performance
kinerja ESG secara real-time dan sesuai dengan standar data in real time and in accordance with global reporting
pelaporan global (seperti GRI, dan SASB) yang memungkinkan standards (such as GRI and SASB), enabling investors and the
investor dan publik untuk secara independen memverifikasi public to independently verify WIKA’s progress in achieving
kemajuan WIKA dalam mencapai target keberlanjutan. its sustainability targets.
Sebagai upaya strategis untuk memitigasi risiko greenwashing As a strategic effort to mitigate the risk of greenwashing and
dan meningkatkan daya saing di pasar modal global, WIKA enhance competitiveness in the global capital market, WIKA
fokus pada Pengembangan Dashboard ESG Rating internal. is focusing on the development of an internal ESG Rating
Alat ini berfungsi sebagai mekanisme business intelligence Dashboard. This tool functions as a business intelligence
yang memetakan kinerja WIKA terhadap metrik-metrik yang mechanism that maps WIKA’s performance against metrics
dinilai oleh lembaga pemeringkat ESG (seperti S&P Global dan assessed by ESG rating agencies (such as S&P Global and
MSCI). Melalui pemantauan dan mengelola metrik ini secara MSCI). By proactively monitoring and managing these
proaktif, manajemen dapat mengambil tindakan korektif metrics, management can take targeted corrective actions
yang terfokus, yang secara langsung akan berkontribusi pada that directly contribute to improving WIKA’s ESG rating score.
peningkatan skor rating ESG WIKA. Peningkatan rating ini Improved ratings represent a financial imperative that will
merupakan imperatif finansial yang akan memfasilitasi akses facilitate WIKA’s access to sustainable financing (such as green
WIKA ke sustainable financing (obligasi hijau, sustainability- bonds and sustainability-linked loans) with more competitive
linked loans) dengan biaya modal yang lebih kompetitif. capital costs.
KINERJA EKONOMI ECONOMIC PERFORMANCE
PERBANDINGAN TARGET DAN KINERJA COMPARISON OF PRODUCTION, PORTFOLIO,
PRODUKSI, PORTOFOLIO, TARGET PEMBIAYAAN, FINANCING, OR INVESTMENT TARGETS AND
ATAU INVESTASI, PENDAPATAN DAN LABA RUGI PERFORMANCE, REVENUE, AND PROFIT AND LOSS
[OJK F.2] [OJK F.2]
Perseroan telah menetapkan target yang hendak dicapai dalam The Company has set targets to be achieved in the 2025
Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP) Tahun 2025 Company Work Plan and Budget (RKAP), which have been
yang telah disesuaikan dengan kondisi industri dan ekonomi. adjusted to industry and economic conditions.
2025 2024 2023
Pencapaian Pencapaian Pencapaian
Target Realisasi Realisasi Target Realisasi Realisasi Target Realisasi Realisasi
Uraian (Dalam (Dalam terhadap (Dalam (Dalam terhadap (Dalam (Dalam terhadap
Miliar Miliar Target (%) Miliar Miliar Target (%) Miliar Miliar Target (%)
Description
Rupiah) Rupiah) Rupiah) Rupiah) Rupiah) Rupiah)
Realization Realization Realization
Target Realization Target Realization Target Realization
Achievement Achievement Achievement
(In Billions (In Billions (In Billions (In Billions (In Billions (In Billions
Against Against Against
of Rupiah) of Rupiah) of Rupiah) of Rupiah) of Rupiah) of Rupiah)
Target (%) Target (%) Target (%)
Produksi/
Kontrak
yang
dihadapi 59.489 50.519 84,92 76.229 65.058 85,35 85.118 73.905 86,83
Production/
Contracts
164 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 165
2025 2024 2023
Pencapaian Pencapaian Pencapaian
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
Realisasi Realisasi Realisasi
Uraian (Dalam (Dalam (Dalam (Dalam (Dalam (Dalam
terhadap terhadap terhadap
Miliar Miliar Miliar Miliar Miliar Miliar
Description Target (%) Target (%) Target (%)
Rupiah) Rupiah) Rupiah) Rupiah) Rupiah) Rupiah)
Realization Realization Realization
Target Realization Target Realization Target Realization
Achievement Achievement Achievement
(In Billions (In Billions (In Billions (In Billions (In Billions (In Billions
Against Against Against
of Rupiah) of Rupiah) of Rupiah) of Rupiah) of Rupiah) of Rupiah)
Target (%) Target (%) Target (%)
Pendapatan
20.260 13.325 65,77 23.969 19.243 80,38 38.886 22.530 57,94
Revenue
Laba (rugi)
Setelah
Pajak (4.594) (10.135) (220,61) (5.631) (2.514) 155,36 (978) (7.825) (774,23)
Profit (Loss)
After Tax
Portofolio
- - - 616 256 41,59 1.350.120 60.000 4,44
Portfolio
Pembiayaan
9 3 33,06 - - - 16.500 16.500 100,00
Financing
Investasi
9 3 33,06 11 7 66,02 38.187 16.230 42,50
Investment
PERBANDINGAN TARGET DAN KINERJA COMPARISON OF PORTFOLIO TARGETS AND
PORTOFOLIO, TARGET PEMBIAYAAN, ATAU PERFORMANCE, FINANCING TARGETS, OR
INVESTASI PADA INSTRUMEN KEUANGAN INVESTMENTS IN FINANCIAL INSTRUMENTS
ATAU PROYEK YANG SEJALAN DENGAN OR PROJECTS ALIGNED WITH SUSTAINABLE
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN [OJK F.3, IF- DEVELOPMENT [OJK F.3, IF-EN-410a.2]
EN-410a.2]
Dalam melakukan pembangunan proyek, Perseroan In undertaking project development, the Company
mempertimbangkan pengelolaan energi bangunan yang efisien considers efficient building energy management in its
dalam analisis investasi properti dan strategi operasional property investment analysis and operational strategy to
untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi biaya improve energy efficiency and reduce long-term costs.
jangka panjang. Sebagai langkah perkuatan Tata Kelola As a step to strengthen Corporate Governance, WIKA
Perusahaan, WIKA sudah menerapkan foureyes principle dalam has applied the four-eyes principle in the project tender
memperoleh proses tender proyek. WIKA sudah melakukan process. WIKA has conducted management assessments in
manajemen assessment dalam melaksanakan semua proyek. all of its projects. The Company's environmentally friendly
Adapun proyek berwawasan lingkungan yang dimiliki oleh projects through 2025 are divided into several categories
Perseroan selama tahun 2025 dibagi ke dalam beberapa as follows.
kategori sebagai berikut.
1. Keberlanjutan Energi 1. Energy Sustainability
2. Keberlanjutan Sumber Daya Air 2. Water Resource Sustainability
3. Keberlanjutan Sosial 3. Social Sustainability
4. Keberlanjutan Transportasi & Mobilitas 4. Transportation & Mobility Sustainability
Di tahun 2025, Perseroan telah berkontribusi pada By 2025, the Company had contributed to sustainable
pembangunan berkelanjutan dengan melakukan pembangunan development by developing projects aimed at benefiting
proyek dengan tujuan memberikan manfaat kepada wider community and supporting the government's national
masyarakat luas dan mendukung proyek pembangunan development projects. However, the Company has not yet
nasional pemerintah. Namun demikian Perseroan belum set targets for these projects. The projects aligned with
menetapkan target atas proyek tersebut. Adapun proyek yang sustainable development are as follows.
sejalan dengan pembangunan berkelanjutan sebagai berikut.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 165
Page 166
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Proyek yang Sejalan dengan Pembangunan Berkelanjutan tahun 2025
Projects Aligned with Sustainable Development in 2025
(Dalam Jutaan Rupiah)
(In Millions of Rupiah)
Nilai Realisasi
Nama Proyek Realized Value Kategori Keberlanjutan
No
Project Name Sustainability Category
RKAP Non-RKAP
Manyar Smelter Project Add On Keberlanjutan Energi
1 - 68.133
Manyar Smelter Project Add-On Energy Sustainability
RSUD Bobong Kab. Taliabu
Keberlanjutan Sosial
2 Bobong Regional General Hospital, Taliabu - 127.555 Social Sustainability
Regency
Pengendalian Banjir Tenggang I Keberlanjutan Sumber Daya Air
3 - 249.198
Tenggang I Flood Control Water Resource Sustainability
Pembangunan RSUD Maba Halmahera Timur
Keberlanjutan Sosial
4 Construction of Maba Halmahera Timur Regional - 121.547 Social Sustainability
General Hospital
Rehabiitasi Jaringan Irigasi Jambi Keberlanjutan Sumber Daya Air
6 - 65.385
Jambi Irrigation Network Rehabilitation Water Resource Sustainability
Jalan Paket G di KIPP 1B-1C Keberlanjutan Transportasi & Mobilitas
7 - 269.272
Package G Road at KIPP 1B-1C Transportation & Mobility Sustainability
Rehabiitasi Jaringan Irigasi Kalteng
Keberlanjutan Sumber Daya Air
8 Central Kalimantan Irrigation Network - 22.837 Water Resource Sustainability
Rehabilitation
Rehabiitasi Jaringan Irigasi Kaltara
Keberlanjutan Sumber Daya Air
9 North Kalimantan Irrigation Network - 23.568 Water Resource Sustainability
Rehabilitation
Penanganan Longsor Cisumdawu KM 177 Keberlanjutan Sosial
10 - 226.066
Cisumdawu Landslide Management at KM 177 Social Sustainability
Make Up Well Cluster Lumut Balai Keberlanjutan Energi
11 - 99.990
Lumut Balai Cluster Make-Up Well Energy Sustainability
Pembangunan Irigasi Belimbing Keberlanjutan Sumber Daya Air
12 - 46.350
Belimbing Irrigation Construction Water Resource Sustainability
Rehab Jaringan D.I Kaltara II
Keberlanjutan Sumber Daya Air
13 North Kalimantan Special Region II Network - 129.791 Water Resource Sustainability
Rehabilitation
Rehab. Jaringan Kalteng 1 Keberlanjutan Sumber Daya Air
14 - 70.212
Central Kalimantan Network Rehabilitation 1 Water Resource Sustainability
Rehab. Irigasi Jambi Paket 1 Keberlanjutan Sumber Daya Air
15 - 61.229
Jambi Irrigation Package 1 Water Resource Sustainability
Pemb. JIAT Provinsi Jawa Tengah Keberlanjutan Sumber Daya Air
16 - 58.635
Development of JIAT in Central Java Province Water Resource Sustainability
Pngktn Jaringan Irigasi Jambi 2 Keberlanjutan Sumber Daya Air
17 - 58.629
Jambi Irrigation Network Development 2 Water Resource Sustainability
JIAT Tersebar Kab.Muara Rawas Keberlanjutan Sumber Daya Air
18 - 55.239
JIAT Tersebar in Muara Rawas Regency Water Resource Sustainability
Rehab. Jaringan Sulsel pkt 2 Keberlanjutan Sumber Daya Air
19 - 53.156
South Sulawesi Network Rehabilitation, Package 2 Water Resource Sustainability
Pemb. JIAT Tersebar Kab. Enim Keberlanjutan Sumber Daya Air
20 - 39.072
Development of JIAT Tersebar in Enim Regency Water Resource Sustainability
Rehab. D.I/D.I.R. kaltara 1 Keberlanjutan Sumber Daya Air
21 - 36.009
Rehabilitation of D.I/D.I.R Kaltara 1 Water Resource Sustainability
JIAT Tersebar di Kalteng Keberlanjutan Sumber Daya Air
22 - 23.865
JIAT Tersebar in Central Kalimantan Water Resource Sustainability
Rehabilitasi Irigasi Kalteng 2 Keberlanjutan Sumber Daya Air
23 - 3.074
Central Kalimantan Irrigation Rehabilitation 2 Water Resource Sustainability
166 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 167
Proyek yang Sejalan dengan Pembangunan Berkelanjutan tahun 2025
Projects Aligned with Sustainable Development in 2025
(Dalam Jutaan Rupiah)
(In Millions of Rupiah)
Nilai Realisasi
Nama Proyek Realized Value Kategori Keberlanjutan
No
Project Name Sustainability Category
RKAP Non-RKAP
JSDP Zona 6 WWTP Package 1 Keberlanjutan Sumber Daya Air
24 - 431.993
JSDP Zone 6 WWTP Package 1 Water Resource Sustainability
Irigasi BWWS Serayu Opak Tahap III Keberlanjutan Sumber Daya Air
25 - 55.825
Serayu Opak BWWS Irrigation Phase III Water Resource Sustainability
Irigasi BWS Sumatera VI Tahap III Keberlanjutan Sumber Daya Air
26 - 58.918
Sumatra BWS Irrigation VI Phase III Water Resource Sustainability
Pembangunan Jalan Kawasan Yudikatif Keberlanjutan Transportasi & Mobilitas
27 - 387.283
Judicial Area Road Construction Transportation & Mobility Sustainability
Waterflood Menggala North & Sintong Non-Keberlanjutan
28 - 130.433
Menggala North & Sintong Waterflood Non-Sustainability
BWS Kalimantan II Inpres Tahap III
Keberlanjutan Sumber Daya Air
29 Kalimantan BWS II Presidential Instruction Phase - 3.430 Water Resource Sustainability
III
KSCS Package 3 Karian - Serpong Keberlanjutan Sumber Daya Air
30 - 252.652
KSCS Package 3 Karian - Serpong Water Resource Sustainability
Irigasi BWS Sumatera II Tahap III Keberlanjutan Sumber Daya Air
31 65.396
Sumatra BWS Irrigation II Phase III Water Resource Sustainability
Pemb. Reservoir DC Semanan Keberlanjutan Sumber Daya Air
32 - 118.586
Semanan DC Reservoir Development Water Resource Sustainability
Pembangunan SR Provinsi Aceh 1 Keberlanjutan Sosial
33 - 317.148
Aceh Province SR Development 1 Social Sustainability
Irigasi BBWS Pompengan Jeneberang
34 - 68.725 Keberlanjutan Sumber Daya Air
Pompengan Jeneberang BBWS Irrigation
Irigasi BWS Kalimantan V tahap III
35 - 24.373 Keberlanjutan Sumber Daya Air
Kalimantan BWS Irrigation V Phase III
Pembangunan SR Provinsi Jateng 1 Keberlanjutan Sosial
36 - 421.120
Central Java Province SR Development 1 Social Sustainability
Pemb. RS Central Medical SARDJITO Keberlanjutan Sosial
37 - 248.100
Sardjito Central Medical Hospital Development Social Sustainability
Pengendalian Banjir Merauke Paket 2 Keberlanjutan Sumber Daya Air
38 - 299.420
Merauke Flood Control Package 2 Water Resource Sustainability
Pekerjaan Konstruksi Extended MRT Keberlanjutan Transportasi & Mobilitas
39 - 103.740
Extended MRT Construction Work Transportation & Mobility Sustainability
Akses Tol Patimban Paket 2 Keberlanjutan Transportasi & Mobilitas
40 226.926
Patimban Toll Access Package Transportation & Mobility Sustainability
Pembangunan FO Muara Enim Keberlanjutan Transportasi & Mobilitas
41 - 95.794
MUARA Enim FO Construction Transportation & Mobility Sustainability
Rehabilitasi Bendung Jatimlerek Keberlanjutan Sumber Daya Air
42 - 157.133
Jatimlerek Dam Rehabilitation Water Resource Sustainability
Rehab. (SPAM) pasca bencana pkt 2
Keberlanjutan Sumber Daya Air
43 Rehabilitation of Post-Disaster Water Supply - 88.288 Water Resource Sustainability
System (SPAM) Phase 2
Penanganan SPAM Pasca Bencana SoLok
Keberlanjutan Sumber Daya Air
44 SoLok Post-Disaster Water Supply System - 194.000 Water Resource Sustainability
Management
Tanggap darurat SDA Sibolga Keberlanjutan Sosial
45 - 261.261
Sibolga Natural Resources Emergency Response Social Sustainability
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 167
Page 168
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Proyek yang Sejalan dengan Pembangunan Berkelanjutan tahun 2025
Projects Aligned with Sustainable Development in 2025
(Dalam Jutaan Rupiah)
(In Millions of Rupiah)
Nilai Realisasi
Nama Proyek Realized Value Kategori Keberlanjutan
No
Project Name Sustainability Category
RKAP Non-RKAP
Pemb. Fasilitas Tanggap Darurat Keberlanjutan Sosial
46 - 165.956
Emergency Response Facilities Development Social Sustainability
Pembangunan SR Provinsi Kalbar Keberlanjutan Sosial
47 - 295.313
West Kalimantan Province SR Development Social Sustainability
Penanganan pasca bencana aceh 1 Keberlanjutan Sosial
48 - 692.935
Aceh Post-Disaster Response 1 Social Sustainability
Pembangunan Hunian ASN Sumut
Keberlanjutan Sosial
49 Construction of Civil Servant Housing in North - 13.153 Social Sustainability
Sumatra
Pemb. Hunian Sementara Aceh Tamiang
Keberlanjutan Sosial
50 Construction of Temporary Housing in Aceh - 3.934 Social Sustainability
Tamiang
Pembangunan Hunian ASN Sumbar
Keberlanjutan Sosial
51 Construction of Civil Servant Housing in West - 4.619 Social Sustainability
Sumatra
Pembangunan Hunian ASN aceh Keberlanjutan Sosial
52 - 17.421
Construction of Civil Servant Housing in Aceh Social Sustainability
Pipanisasi Belawan - Labuhan Batu Keberlanjutan Energi
53 - 1.695
Belawan - Labuhan Batu Pipeline Energy Sustainability
Proyek PSPE Sekincau #Fase 1 Keberlanjutan Energi
54 - 108.072
Sekincau PSPE Project #Phase 1 Energy Sustainability
Proyek yang Sejalan dengan Pembangunan Berkelanjutan tahun 2024 dan 2023
Projects Aligned with Sustainable Development in 2024 and 2023
(Dalam Jutaan Rupiah)
(In Millions of Rupiah)
Tahun 2024 Tahun 2023
Nama Proyek Year 2024 Year 2023
No
Project Name Target Realisasi Target Realisasi
Target Realization Target Realization
SPAM Jatiluhur
1 18.993 18.993 - -
Jatiluhur Water Supply System
Jalan Tol Serang Panimbang
2 459.972 100.013 509.972 50.000
Serang-Panimbang Toll Road
Jalan Tol Semarang Demak
3 137.498 137.408 73.994 10.000
Semarang-Demak Toll Road
Jalan Tol Balikpapan Samarinda
4 - - - -
Balikpapan-Samarinda Toll Road
Jalan Tol Manado Bitung
5 - - - -
Manado-Bitung Toll Road
Jalan Tol Akses Patimban
6 - - 1.500 1.500
Patimban Access Toll Road
Water Treatment Plant 230 L/Detik Waduk Tembesi
7 - 216.610 - -
Tembesi Reservoir 230 L/Second Water Treatment Plant
RDF Plant Rorotan
8 - 1.284.555 - -
Rorotan RDF Plant
168 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 169
NILAI EKONOMI LANGSUNG YANG DIHASILKAN DIRECT ECONOMIC VALUE GENERATED AND
DAN DIDISTRIBUSIKAN [GRI 201-1] DISTRIBUTED [GRI 201-1]
Wilayah operasional Perseroan yaitu hanya di wilayah Indonesia The Company’s operational area is limited to Indonesia; it does
dan tidak beroperasi di negara lain. Oleh karenanya, informasi not operate in other countries. Therefore, the information
yang disajikan yaitu informasi pada tingkat regional. Nilai presented is at the regional level. The economic value
Ekonomi yang dihasilkan dan distribusikan Peseroan akan generated and distributed by the Company is detailed in
dirinci pada tabel di bawah ini. the table below.
Tabel Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan
Tabel Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan
(Dalam Jutaan Rupiah)
(In Millions of Rupiah)
Uraian
Description 2025 2024 2023
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan
Economic Value Generated
Pendapatan Bersih
13.325 19.242 22.530,36
Net Revenue
Pendapatan Bunga Bank
58,41 76,06 29,32
Bank Interest Income
Keuntungan (Kerugian) Selisih Kurs
(2,18) (7,46) (11,47)
Foreign Exchange Gain (Loss)
Jumlah Nilai Ekonomi Dihasilkan
13.383,90 19.311,33 22.548,21
Total Economic Value Generated
Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
Economic Value Distributed
Biaya Operasi
375,98 307,75 237,26
Operating Costs
Beban Personalia
929,15 916,06 736,74
Personnel Expenses
Dividen Tunai
0 0 0
Cash Dividends
Bunga Pinjaman dan Bunga Bank
2.235,21 1.536,82 1.675,22
Loan and Bank Interest
Pengeluaran untuk Pemerintah
1.307,39 1.820,54 1.274,78
Government Expenditures
Pengeluaran untuk masyarakat
4,19 4,99 13,61
Public Expenditures
Jumlah Nilai Ekonomi Langsung Didistribusikan
3.577,03 4.581,17 3.937,61
Total Direct Economic Value Distributed
Nilai Ekonomi yang Ditahan
Economic Value Retained
Nilai Ekonomi Langsung yang Ditahan
10.362,58 14.730,16 18.610,60
Direct Economic Value Retained
KEWAJIBAN PROGRAM PENSIUN MANFAAT OBLIGATIONS FOR DEFINED BENEFIT PENSION
PASTI DAN PROGRAM PENSIUN LAINNYA [GRI PROGRAMS AND OTHER PENSION PROGRAMS
201-3] [GRI 201-3]
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang In accordance with Law Number 13 of 2003 concerning
Ketenagakerjaan, Perseroan berkewajiban untuk memberikan Manpower, the Company is obligated to provide social
perlindungan dan jaminan sosial bagi karyawannya, termasuk protection and security for its employees, including old-age
jaminan hari tua sebagai bagian dari hak karyawan. Perseroan security as part of employee rights. The Company consistently
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 169
Page 170
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
senantiasa memperhatikan pengharkatan seluruh pegawainya prioritizes appreciation for its employees, including upon
termasuk pada saat pegawai memasuki usia pensiun, dengan retirement, by providing post-employment protection
memberikan fasilitas perlindungan pasca bekerja. Saat ini, facilities. Currently, the Company has organized pension
Perseroan telah menyelenggarakan program Dana Pensiun, fund programs, including the Defined Benefit Pension Program
antara lain Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) bagi (PPMP) for permanent employees hired before January 1,
pegawai tetap yang diangkat sebelum 1 Januari 2007 dan 2007, and the Defined Contribution Pension Program (PPIP) for
Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) untuk pegawai organik organic employees hired starting January 1, 2007, and skilled
yang diangkat mulai 1 Januari 2007 dan pegawai terampil. employees. In addition, all employees are also included in the
Selain itu, seluruh karyawan juga diikutsertakan dalam Program Employment Social Security Program administered by the
Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang diselenggarakan oleh Social Security Administering Agency (BPJS Ketenagakerjaan),
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, which includes Old Age Insurance (JHT), Pension Insurance
yang mencakup Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Work Accident Insurance (JKK), Death Insurance (JKM),
(JP), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian and Job Loss Insurance (JKP) as a form of social protection
(JKM), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sebagai bentuk in accordance with applicable laws and regulations.
perlindungan sosial sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
Karyawan yang mengikuti program Jaminan Hari Tua (JHT) Employees participating in the Old Age Insurance (JHT)
diwajibkan untuk membayar iuran bulanan sebesar 2% dari program are required to pay a monthly contribution of 2%
fixed pay, sementara 3,7% dari fixed pay ditanggung oleh of their fixed pay, while the Company covers 3.7% of the fixed
PerseroanUntuk Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP), pay. For the Defined Benefit Pension Program (PPMP), the
iuran sebesar 24,71% dari Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) Company covers 24.71% of the Basic Pension Income (PhDP),
ditanggung oleh Perseroan, sedangkan 5% dari PhDP menjadi while the employee bears 5% of the PhDP. For the Defined
beban pegawai. Adapun dalam Program Pensiun Iuran Pasti Contribution Pension Program (PPIP), the Company covers
(PPIP), iuran sebesar 12,5% dari PhDP ditanggung oleh 12.5% of the PhDP, while the employee bears 5% of the PhDP.
Perseroan dan 5% dari PhDP menjadi beban pegawai. Total The total pension funds paid in 2025 amounted to Rp86.89
dana pensiun yang dibayarkan pada tahun 2025 sebesar billion for PPMP and Rp22.53 billion for PPIP.
Rp86,89 miliar untuk PPMP dan Rp22,53 miliar untuk PPIP.
Jumlah Karyawan yang Diikutsertakan dalam Program Pensiun
Number of Employees Participated in the Pension Program
Program
2025 2024 2023
Program
Program Pensiun Manfaat Pasti
209 273 352
Defined Benefit Pension Plan
Program Pensiun Iuran Pasti
1.649 1.785 1.917
Defined Contribution Pension Plan
Program Jaminan Hari Tua
2.370 2.058 2.269
Old Age Insurance Plan
BANTUAN FINANSIAL DARI PEMERINTAH [GRI GOVERNMENT FINANCIAL ASSISTANCE [GRI
201-4] 201-4]
Di tahun 2025, Perseroan tidak menerima bantuan dari As of 2025, the Company has not received any form of
pemerintah dalam bentuk apapun, baik dalam bentuk government assistance, including tax breaks, subsidies,
keringanan pajak, subsidi, hibah investasi, penghargaan, investment grants, awards, royalty waivers, financial aid,
liburan royalty, bantuan keuangan, insentif keuangan, dan financial incentives, or other financial benefits. However, the
manfaat keuangan lainnya. Namun demikian, kepemilikan Company’s shareholding consists of 1 Class A share held by
saham Perseroan sebesar 1 lembar pemegang saham seri A the Government of Indonesia, 91.02% held by PT Danantara,
berasal dari Pemerintah Indonesia, sebersar 91,02% dari PT and 8.98% held by the public.
Danantara, dan sebesar 8,98% dimiliki oleh publik.
170 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 171
DAMPAK EKONOMI TIDAK LANGSUNG INDIRECT ECONOMIC IMPACT
INVESTASI INFRASTRUKTUR DAN DUKUNGAN INFRASTRUCTURE INVESTMENT AND SERVICE
LAYANAN SUPPORT
Sebagai bagian dari BUMN, Perseroan konsisten setiap tahunnya As a state-owned enterprise, the Company consistently
untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan nasional. contributes to national development every year through
yang diwujudkan melalui investasi infrastruktur. Perseroan infrastructure investments. The Company has carried out
telah melakukan investasi infrastruktur yang diwujudkan infrastructure investments through the National Development
dengan Program Dukungan Pembangunan Nasional (DPN). Support Program (DPN). The Company collaborates
Perseroan kolaborasi dengan pemangku kepentingan melalui with stakeholders through programs aimed at improving
program-program perbaikan infrastruktur, sarana dan prasarana infrastructure, educational facilities and infrastructure, as well
pendidikan serta sarana ibadah. Pada tahun 2025 Perseroan as places of worship. In 2025, the Company allocated funds
telah merealisasikan dana untuk program kolaborasi pemangku for stakeholder collaboration programs for infrastructure
kepentingan untuk pembangunan infrastruktur sebesar development amounting to Rp393,425,000. This infrastructure
Rp393.425.000. Program pembangunan infrastruktur ini development program is expected to have a positive impact
diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat on the community in the form of improved quality of life,
berupa peningkatan kualitas kehidupan masyarakat yang which will lead to increased community income in the future.
berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat di masa Additionally, the infrastructure investments made also have
yang akan datang. Di samping itu, investasi infrastruktur yang a positive impact on enhancing the company’s image and
dilakukan juga memberikan dampak positif pada peningkatan reputation. The infrastructure investments made can be
citra dan reputasi perusahaan. Investasi infrastruktur yang utilized free of charge by the entire community, a practice
dilakukan dapat dimanfaatkan secara gratis oleh seluruh known as pro bono engagement.
masyarakat atau disebut sebagai keterlibatan pro bono.
DAMPAK EKONOMI TIDAK LANGSUNG YANG SIGNIFICANT INDIRECT ECONOMIC IMPACTS
SIGNIFIKAN
Perseroan senantiasa memberikan dampak positif terhadap The Company continuously strives to create positive impacts
masyarakat. Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah for the community. Throughout 2025, the Company generated
memberikan dampak ekonomi tidak langsung kepada indirect economic benefits for the community through
masyarakat melalui berbagai aktivitas TJSL Perseroan various Corporate Social and Environmental Responsibility
dan sepanjang tahun 2025 tidak terdapat dampak negatif (CSR) initiatives. During the year, no negative impacts arising
yang teridentifikasi dari kegiatan TJSL Perseroan terhadap from the Company’s CSR activities were identified. The
masyarakat. Adapun dampak ekonomi tidak langsung yang indirect economic impacts generated by these initiatives
dilakukan sebagai berikut. are as follows:
Tujuan
Pemangku
Pembangunan
Program Kepentingan yang
Berkelanjutan
Terdampak
Dampak dan Signifikansi Dampak SROI
Program Sustainable Impact and Significance of Impact
Affected
Development
Stakeholders
Goals
• Program ini memiliki dampak positif bagi 22 Rumah KK, 7
Pekerja Lokal, BumDes dan Pemerintah Desa Kabupaten
Garogol melalui Penyediaan akses air bersih untuk rumah
tangga dan pertanian dengan pemasangan sibel sumur bor
yang dilengkapi dengan pompa,jaringan pipa,toren dan panel
serta instalasi listrik
• Pemberian fasilitas membrane pertanian untuk meningkatkan
efisiensi penggunaan air pada budidaya padi dan tanaman
Program Kolaborasi pangan di lahan kering untuk konsep pertanian cerdas serta
TPB 4, TPB 6, TPB
dengan UGM- Masyarakat Desa pendampingan kepada 20 warga lokal, 1 sekolah dan 1 tim
17, TPB,8, TPB 9
Ketahanan Pangan Gn. Kidul akademisi
SDG 4, SDG 6, 5,02
Collaborative Gn. Kidul • This program has had a positive impact on 22 households, 7
SDG 17, SDG 8,
Program with UGM - Village Community local workers, the Village-Owned Enterprise (BumDes), and
SDG 9 Garogol Regency Village Government by providing access to
Food Security
clean water for households and agriculture. This includes the
installation of drilled wells equipped with pumps, pipelines,
water towers, panels, and electrical installations.
• Provision of agricultural membrane facilities to increase
water efficiency in dryland rice and food crop cultivation for
the smart agriculture concept, as well as mentoring 20 local
residents, 1 school, and 1 academic team.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 171
Page 172
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tujuan
Pemangku
Pembangunan
Program Kepentingan yang
Berkelanjutan
Terdampak
Dampak dan Signifikansi Dampak SROI
Program Sustainable Impact and Significance of Impact
Affected
Development
Stakeholders
Goals
Pemberdayaan komunitas peternak lokal untuk pengelolaan
peternakan secara mandiri,produktif dan ramah lingkungan
dengan jumlah penerima manfaat 18 orang anggota kelompok
binaan sejahtera, 1 peternak lokal, 7 petani desa kembangkuning,
1 tenaga ahli, 1 yayasan dan 1 perusahaan penerima manfaat tidak
langsung
Dampak dari program:
• Meningkatnya pendapatan peternak lokal
• Peningkatan kapasitas kelompok binaan dan dalam
keterampilan pengelolaan dasar manajemen peternakan
kambing
TPB 1, TPB 13, TPB • Peningkatan pengetahuan pengelolaan limbah organik
Program WIKA Eco 15, TPB 8, TPB 12, Petani berbasis eco-enzym
Farm Rise (WEFrise) TPB 17 Desa Kembangkuning • Pemanfaatan kohe kambing untuk pupuk organik tanaman
pertanian 4,23
WIKA Eco Farm Rise SDG 1, SDG 13, Kembangkuning
(WEFrise) Program SDG 15, SDG 8, Village Farmers Empowering local livestock farming communities to manage
SDG 12, SDG 17 livestock independently, productively, and environmentally
friendly. The beneficiaries are 18 members of Sejahtera fostered
group, 1 local livestock farmer, 7 farmers from Kembangkuning
village, 1 expert, 1 foundation, and 1 indirect beneficiary company.
Program Impact:
• Increased income for local livestock farmers
• Increased capacity of fostered groups and basic goat farming
management skills
• Increased knowledge of eco-enzyme-based organic waste
management
• Utilization of goat manure as organic fertilizer for agricultural
crops
Jumlah penerima manfaat langsung: 1 instansi pendidikan,10 guru
sekolah,dan 115 siswa SMP dengan dampak secara langsung:
• Peningkatan kesejahteraan warga sekolah dengan bantuan
fasilitas 5 unit AC, pembangunan lapangan paving block
ukuran 12x15 meter, dan bantuan 5 laptop serta 1 smart TV
Program Bantuan untuk mendukung penerapan belajar berbasis media visual
Sarana Pendidikan • Peningkatan kapasitas sekolah dalam menyediakan
TPB 4, TPB 17, TPB SMPN 27 Penajam
Kecamatan Sepaku- pendidikan yang berkualitas
8 Paser Utara
IKN • Peningkatan pendapatan teknisi dan kontraktor lokal 2,12
SDG 4, SDG 17, SMPN 27 Penajam
Sepaku-IKN District Direct beneficiaries: 1 educational institution, 10 school teachers,
SDG 8 Paser Utara
Educational Facilities and 115 junior high school students. The direct impacts include:
Assistance Program • Improved school community welfare through the provision
of 5 air conditioning units, the construction of a 12x15 meter
paving block field, and the provision of 5 laptops and 1 smart
TV to support visual media-based learning.
• Increased school capacity in providing quality education.
• Increased income for local technicians and contractors.
• Warga Desa
Pantai Bangsring
• K e l o m p o k
Pokmaswas
Program Konservasi Bhakti Abadi Laut • Perbaikan terumbu karang sebanyak 2500 unit di area seluas
Terumbu Karang, • Pokdarwis Pesona 200 meter2
Banyuwangi- Bahari Grand • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sebanyak
Kolaborasi 8 BUMN TPB 14, TPB 3, TPB Watu Dodol 300 keluarga lokal
Coral Reef 8 • Residents of • Pertumbuhan ekonomi kelompok masyarakat dan UMKM
Lokal 1,18
Conservation SDG 14, SDG 3, Pantai Bangsring
P r o g r a m , SDG 8 Village • 2,500 coral reef restoration units in a 200-square-meter area
Banyuwangi - • Bhakti Abadi • 300 local families in coastal communities are being improved
Collaboration of 8 Laut Pokmaswas • Economic growth for community groups and local MSMEs
SOEs Group
• Pesona Bahari
Grand Watu
Dodol Pokdarwis
Group
Program Kolaborasi
Kemensos- Bantuan
Tarang Karuna Dukungan berupa alat alat penunjang disabilitas bagi masyarakat
dan penyandang Bogor utamanya wilayah kecamatan cibinong dalam rangka
disabilitas Warga wilayah memperingati hari karang taruna dan kepedulian terhadap
TPB 10 Cibinong Jawa Barat disabilitas
Ministry of Social
SDG 10 Cibinong Residents, Support in the form of disability support equipment for
Affairs Collaborative
West Java Bogor community, particularly in Cibinong sub-district, to
Program - Tarang
commemorate Karang Taruna Day and raise awareness for people
Karuna Assistance
with disabilities.
and Persons with
Disabilities
172 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 173
Tujuan
Pemangku
Pembangunan
Program Kepentingan yang
Berkelanjutan
Terdampak
Dampak dan Signifikansi Dampak SROI
Program Sustainable Impact and Significance of Impact
Affected
Development
Stakeholders
Goals
Bantuan ini mendorong aspek kemanusiaan dan ketangguhan
• P r o g r a m masyarakat yang berdampak berkelanjutan bagi masyarakat
Kolaborasi sekitar, sebagai berikut:
dengan BNPB • Melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat
• Bantuan Kapal terdampak bencana
Karet Bencana TPB 3, TPB 11 dan • Respon terhadap penanganan perubahan iklim
Alam TPB 13 Warga DKI Jakarta • Wujud kehadiran dan komitmen nyata Perusahaan di saat
• Collaborative SDG 3, SDG 11, Jakarta Residents krisis/bencana
Program with and SDG 13 This assistance promotes humanitarian aspects and community
BNPB
resilience that have a sustainable impact on the surrounding
• Rubber Boat
Assistance for community, as follows:
Natural Disasters •
P r o g r a m Program pelatihan Petugas K3 Konstruksi yang diselenggarakan
Pelatihan Vendor bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi WIKA dengan
dan Mandor WIKA Vendor dan Mandor jumlah peserta 20 Peserta dari Proyek WIKA. Dampak dari program
kerjasama dengan seluruh proyek di pelatihan ini adalah peningkatan kompetensi dan mitigasi risiko
LSP WIKA TPB 8 Indonesia kecelakaan kerja bagi pekerja konstruksi.
WIKA Vendor SDG 8 Vendors and Foremen The Construction Safety and Health Officer training program, held
and Foreman for all projects in in collaboration with WIKA Professional Certification Institute,
Training Program in Indonesia involved 20 participants from WIKA Projects. The program's
collaboration with impact was increased competency and reduced workplace
LSP WIKA accident risks for construction workers.
Program Pelatihan Ecoprint dengan 10 peserta yang selaras
dengan prinsip keberlanjutan yang bernilai ekonomi. Kegiatan
P r o g r a m ini mendukung pilar ekonomi khususnya di pemberdayaan
Pemberdayaan masyarakat dan lingkungan yang berbasis alam dengan berlokasi
Masyarakat Pelatihan di Pusat Pelatihan Kepemimpinan WIKASATRIAN. Dampak positif
Ecoprint -Ibu Ibu dari program ini, WIKA menunjukkan konsistensi nya dalam
PKK Desa Pasir Angin
Ibu-Ibu Komunitas implementasi ESG dengan citra perusahaan yang peduli terhadap
Kolaborasi dengan
Binaan Sajuta PKK keberlanjutan ,konservasi dan pengembangan potensi lokal
WIKASATRIAN
TPB 8 Desa Pasir Angin melalui aksi nyata dan kolaboratif.
C o m m u n i t y
SDG 8 Women from Sajuta The Ecoprint Training Program, with 10 participants, aligned with
Empowerment
PKK Community in the principles of economic sustainability. This activity supports
Program: Ecoprint
Pasir Angin Village the economic pillar, particularly in nature-based community and
Training - PKK
environmental empowerment, and is located at WIKASATRIAN
Women of Pasir
Leadership Training Center. The positive impact of this program is
Angin Village
that WIKA demonstrates its consistency in ESG implementation,
Collaboration with
demonstrating a corporate image that cares about sustainability,
WIKASATRIAN
conservation, and the development of local potential through
concrete and collaborative actions.
PRAKTIK PENGADAAN BARANG DAN JASA [GRI PROCUREMENT PRACTICES FOR GOODS AND
204-1] SERVICES [GRI 204-1]
Sebagai entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN), As a State-Owned Enterprise (SOE) entity, the Company
Perseroan melaksanakan pengadaan barang dan jasa dengan conducts procurement of goods and services in accordance
berpedoman pada regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian with regulations established by the Ministry of SOEs, as
BUMN, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri BUMN stipulated in Regulation of the Minister of SOEs of the Republic
Republik Indonesia Nomor PER-2/MBU/03/2023 tentang of Indonesia Number PER-2/MBU/03/2023 concerning
Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan BUMN. Guidelines for Governance and Significant Corporate Activities
Perseroan berkomitmen untuk menerapkan manajemen rantai of SOEs. The Company is committed to carry out supply chain
pasokan dengan menjunjung tinggi prinsip profesionalisme management by upholding the principles of professionalism
dan transparansi. Dalam pelaksanaan pengadaan barang dan and transparency. The Company's procurement of goods and
jasa Perseroan telah tertuang dalam prosedur No. WIKA-SCM- services is outlined in Procedure No. WIKA-SCM-PM-01.01
PM-01.01 tentang Prosedur Pengadaan dan Supply Chain concerning Procurement and Supply Chain Management
Management. Penerapan Prosedur Supply Chain Management Procedures. The implementation of the Supply Chain
bertujuan untuk menjamin terselenggaranya pelaksanaan Management (SCM) procedures aims to ensure proper
proses perolehan kontrak pengadaan barang dan jasa, sehingga execution of procurement contract acquisition processes
memenuhi asas optimalisasi, efisiensi, efektif, dan memenuhi for goods and services, in order to uphold the principles of
prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Divisi Supply optimization, efficiency, and effectiveness, while adhering to
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 173
Page 174
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Chain Management (SCM) bertanggung jawab atas seluruh the principles of good corporate governance. The Supply Chain
proses pengadaan dan pengelolaan rantai pasok di Perseroan. Management (SCM) Division is responsible for overseeing the
Pemasok yang bekerja sama dengan Perseroan mencakup entire procurement process and supply chain management
pemasok lokal atau nasional yang berdomisili di negara within the Company. Suppliers working with the Company
Indonesia dan pemasok yang berasal dari luar negeri atau include local or national suppliers domiciled in Indonesia and
internasional. Lokasi yang menyelenggarakan proyek-proyek those from overseas or international locations. These locations
strategis atau prioritas. carry out strategic or priority projects.
Pemasok Barang Tahun 2023-2025
Suppliers of Goods 2023-2025
Jumlah Pemasok Nilai Kontrak Pekerjaan (dalam Miliar Rupiah)
Number of Suppliers Contract Value (in Million Rupiah)
Keterangan
2025 2024 2023
Description
2025 2024 2023
Jumlah Jumlah Jumlah
% % %
Amount Amount Amount
Nasional
938 1.282 1.251 3.723 99 6.098 83,5 2.015 83,3
National
Internasional
2 16 7 40 1 1.201 16,5 403 16,7
International
Total 940 1.298 1.258 3.763 100 7.299 100 2.418 100
Pemasok Jasa Tahun 2023-2025
Suppliers of Services 2023-2025
Jumlah Pemasok Nilai Kontrak Pekerjaan (dalam Miliar Rupiah)
Number of Suppliers Contract Value (in Million Rupiah)
Keterangan
2025 2024 2023
Description
2025 2024 2023
Jumlah Jumlah Jumlah
% % %
Amount Amount Amount
Nasional
847 2.512 1.576 4.591 99,9 8.504 100 4.909 100
National
Internasional
1 0 0 2 0,1 0 0 0 0
International
Total 848 2.512 1.576 4.593 100 8.504 100 4.909 100
Pemasok Barang dan Jasa Tahun 2023-2025
Suppliers of Goods and Services 2023-2025
Jumlah Pemasok Nilai Kontrak Pekerjaan (dalam Miliar Rupiah)
Number of Suppliers Contract Value (in Million Rupiah)
Keterangan
2025 2024 2023
Description
2025 2024 2023
Jumlah Jumlah Jumlah
% % %
Amount Amount Amount
Nasional
1.523 3.794 2.827 8.368 99,9 14.602 92,4 6.924 94,5
National
Internasional
3 16 7 2 0,01 1.201 7,6 403 5,5
International
Total 1.525 3.810 2.834 8.370 100 15.803 100 7.327 100
174 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 175
Untuk meningkatkan kesadaran pemasok/vendor mengenai In order to raise supplier/vendor awareness regarding the
persyaratan kualifikasi penyedia barang dan jasa, Perseroan qualification requirements for goods and services suppliers,
secara aktif menyelenggarakan sosialisasi terkait pendaftaran the Company actively conducts outreach regarding vendor
vendor melalui platform VMS (mitra.wika.co.id). Pada tahun registration through the VMS platform (mitra.wika.co.id). By
2025, Perseroan telah memberikan sosialisasi kepada lebih dari 2025, the Company had provided outreach to more than
1.063 vendor dan 56 proyek berjalan. Berikut pertumbuhan 1,063 vendors and 56 ongoing projects. The following is the
tingkat registrasi vendor pada platform VMS (mitra.wika. growth rate of vendor registration on the VMS platform (mitra.
co.id) di tahun 2025: wika.co.id) in 2025:
Kategori Semula (Desember 2024) Menjadi (Desember 2025) Pertumbuhan
Category Previously (December 2024) Become (December 2025) Growth
Total Vendor
4.184 6.106 +45.94%
Total Vendors
Lulus Registrasi Umum
525 525 -
Passed General Registration
Lulus CQSMS
1.295 2.099 +62.09%
Passed CQSMS
Dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan, WIKA secara aktif In carrying out procurement activities, WIKA actively pays
memperhatikan lokasi operasional utama pemasok dan mitra attention to the main operational locations of suppliers and
kerja. Dalam hal proses kualifikasi calon penyedia barang dan work partners. In terms of qualification process for prospective
jasa, Perseroan juga memperhatikan faktor Keselamatan, goods and services suppliers, the Company also considers
Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) sebagai salah satu Occupational Safety, Health and Environment (SHE) factors
parameter penilaiannya. Mekanisme ini dilaksanakan melalui as one of its assessment parameters. This mechanism is
metode penilaian Contractor Quality and Safety Management implemented through the Contractor Quality and Safety
System (CQSMS). Hasil dari penilaian CQSMS ini akan Management System (CQSMS) assessment method. The
memetakan kesiapan risiko pekerjaan penyedia barang dan results of this CQSMS assessment will map the readiness
jasa terkait K3L. Pada tahun 2025, terdapat 2.099 vendor of goods and services suppliers’ occupational risks related
telah lulus CQSMS atau 34,62% dari total vendor baru. Sampai to SHE. In 2025, there were 2,099 vendors who had passed
dengan tahun 2025, tidak terdapat vendor yang diidentifikasi the CQSMS or 34.62% of the total new vendors. Until 2025,
memiliki dampak lingkungan dan sosial negatif baik aktual no vendors were identified as having significant actual or
maupun potensial yang signifikan. potential negative environmental and social impacts.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 175
Page 176
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Implementasi Green Procurement
Implementation of Green Procurement
WIKA telah mengintegrasikan prinsip Green Procurement ke WIKA has integrated Green Procurement principles into its
dalam kebijakan dan prosedur pengadaan sebagai bagian dari procurement policies and procedures as part of its ESG and GCG
komitmen ESG dan GCG. commitments
.
Implementasi Green Procurement dilakukan secara konsisten Green Procurement is carried out consistently by involving Goods
dengan melibatkan Penyedia Barang dan Jasa yang memiliki and Services Providers committed to:
komitmen terhadap:
1. Kualitas, mutu, dan ketepatan waktu pekerjaan 1. Quality, quality, and timeliness of work
2. Efisiensi sumber daya dan operasional 2. Resource and operational efficiency
3. Penerapan dan peningkatan K3L 3. Implementation and improvement of HSE
4. Inovasi proses produksi dan pelaksanaan pekerjaan 4. Innovation in production processes and work execution
5. Prinsip keberlanjutan lingkungan, termasuk pengurangan 5. Principles of environmental sustainability, including reducing
konsumsi energi dan emisi GRK energy consumption and GHG emissions
6. Program vendor engagement dan penguatan rantai pasok 6. Vendor engagement programs and strengthening sustainable
berkelanjutan supply chains
7. Mekanisme evaluasi dan perbaikan kinerja keberlanjutan 7. Sustainability performance evaluation and improvement
mechanisms
8. Pemberdayaan tenaga kerja lokal di lokasi proyek 8. Empowerment of local workers at project sites
9. Peningkatan partisipasi dan pemberdayaan ekonomi 9. Increasing women's participation and economic empowerment
perempuan di rantai pasok in the supply chain
Key Point Key Point
Green Procurement di WIKA tidak hanya sebagai kebijakan, tetapi Green Procurement at WIKA is not just a policy, but has been
telah diimplementasikan dalam proses pengadaan dan manajemen implemented in the procurement process and sustainable vendor
vendor secara berkelanjutan. management.
176 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 177
WIKA STRATEGIC COLLABORATION DAY WIKA STRATEGIC COLLABORATION DAY
STRENGTHENING SYNERGY, EMPOWERING PARTNERSHIPS STRENGTHENING SYNERGY, EMPOWERING PARTNERSHIPS
Divisi Supply Chain Management (SCM) WIKA menyelenggarakan WIKA's Supply Chain Management (SCM) Division held a Vendor
Vendor Gathering / WIKA Strategic Collaboration Day sebagai Gathering/WIKA Strategic Collaboration Day as a strategic
forum strategis untuk memperkuat kolaborasi menuju rantai forum to strengthen collaboration towards a stronger and more
pasok yang lebih kuat dan berkelanjutan. sustainable supply chain.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog dua arah antara WIKA dan mitra This activity provided a two-way dialogue between WIKA and its
vendor untuk membahas: vendor partners to discuss:
1. Isu-isu aktual di lapangan dalam pelaksanaan pengadaan dan 1. Current issues in the field in procurement and project
proyek implementation
2. Kesiapan dan pemahaman vendor terhadap penerapan ESG 2. Vendor readiness and understanding of ESG implementation
3. Tantangan dalam dokumentasi, kepatuhan, dan koordinasi di 3. Challenges in documentation, compliance, and coordination
rantai pasok in the supply chain
Diskusi berlangsung secara terbuka dan interaktif, mencerminkan The discussion was open and interactive, reflecting a shared
komitmen bersama dalam membangun kemitraan yang adaptif commitment to building adaptive and mutually supportive
dan saling mendukung. Forum ini menunjukkan bahwa kolaborasi partnerships. This forum demonstrated that collaboration based
berbasis komunikasi dan kepercayaan menjadi kunci dalam on communication and trust is key to understanding the realities
memahami realitas lapangan serta merumuskan solusi bersama on the ground and formulating joint solutions to improve WIKA's
untuk peningkatan kinerja keberlanjutan supply chain WIKA. supply chain sustainability performance.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 177
Page 178
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
KOMITMEN KEBERLANJUTAN MITRA KERJA PARTNER SUSTAINABILITY COMMITMENT
PENANDATANGANAN KOMITMEN BERKELANJUTAN MITRA THE SIGNING OF SUSTAINABILITY COMMITMENT BY PARTNERS
KERJA PT WIJAYA KARYA (PERSERO) TBK. OF PT WIJAYA KARYA (PERSERO) TBK.
Divisi Supply Chain Management (SCM) WIKA mendorong WIKA's Supply Chain Management (SCM) Division is encouraging
penguatan penerapan ESG di rantai pasok melalui penandatanganan the strengthening of ESG implementation in the supply chain by
Komitmen Keberlanjutan Mitra Kerja. the signing of Partner Sustainability Commitment.
Melalui penandatanganan ini, mitra kerja PT Wijaya Karya (Persero) Through this signing, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk's partners
Tbk berkomitmen untuk: commit to:
1. Menghormati, melindungi, dan menjunjung tinggi Hak Asasi 1. Respecting, protecting, and upholding Human Rights (HAM),
Manusia (HAM), termasuk memastikan tidak adanya praktik including ensuring the absence of any form of discrimination
diskriminasi dalam bentuk apa pun serta tidak melakukan kerja and the use of forced labor in all operational activities.
paksa dalam seluruh kegiatan operasional.
2. Tidak mempekerjakan anak di bawah usia 18 tahun, serta 2. Not employing children under the age of 18, and ensuring
memastikan seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam proyek that all workers involved in projects or services meet the
atau layanan memenuhi ketentuan usia kerja sesuai peraturan working age requirements as required by applicable laws and
perundang-undangan yang berlaku. regulations.
Komitmen ini merupakan bentuk dukungan aktif mitra kerja This commitment demonstrates the partners' active support for
terhadap penerapan prinsip keberlanjutan, etika bisnis, dan the implementation of sustainability principles, business ethics,
kepatuhan regulasi yang menjadi bagian dari komitmen ESG PT and regulatory compliance, which are part of PT Wijaya Karya
Wijaya Karya (Persero) Tbk. (Persero) Tbk's ESG commitment.
Capaian Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Capaian Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN)
dan UMKM dan UMKM
Perseroan memiliki komitmen untuk senantiasa menggunakan Perseroan memiliki komitmen untuk senantiasa menggunakan
produk dalam negeri sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran produk dalam negeri sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran
nomor SE.01.01/A.DIR.00367/2021 perihal Memaksimalkan Produk nomor SE.01.01/A.DIR.00367/2021 perihal Memaksimalkan Produk
atau Barang dari Industri Dalam Negeri. Selain itu, sesuai dengan atau Barang dari Industri Dalam Negeri. Selain itu, sesuai dengan
Surat Edaran dari Kementerian BUMN No. SE-1O/MBU/08/2020 Surat Edaran dari Kementerian BUMN No. SE-1O/MBU/08/2020
tentang Peningkatan Peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah tentang Peningkatan Peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
dalam Pengadaan Barang dan Jasa di Badan Usaha Milik Negara dalam Pengadaan Barang dan Jasa di Badan Usaha Milik Negara
serta arahan Presiden melalui Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2022 serta arahan Presiden melalui Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2022
tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam
Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi dalam
rangka menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia rangka menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia
pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Perseroan pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Perseroan
senantiasa berupaya mengoptimalisasikan belanja dalam negeri senantiasa berupaya mengoptimalisasikan belanja dalam negeri
serta produk-produk UMKM. Kegiatan belanja tersebut telah serta produk-produk UMKM. Kegiatan belanja tersebut telah
dilaporkan ke Kementerian BUMN dengan capaian sebagai berikut: dilaporkan ke Kementerian BUMN dengan capaian sebagai berikut:
1. Nilai Belanja PDN 2025 sebesar Rp2.543.893.501.169 1. Nilai Belanja PDN 2025 sebesar Rp2.543.893.501.169
2. Nilai Transaksi eProc UMKM 2025 sebesar Rp1.893.353.640.185 2. Nilai Transaksi eProc UMKM 2025 sebesar Rp1.893.353.640.185
3. Nilai Transaksi B2B PaDi UMKM 2025 sebesar 3. Nilai Transaksi B2B PaDi UMKM 2025 sebesar
Rp108.605.404.515 Rp108.605.404.515
178 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 179
Sustainable SCM Integrated Digitalization Sustainable SCM Integrated Digitalization
Dalam mendukung rencana jangka panjang transformasi In supporting the Company’s long-term transformation agenda
perusahaan dengan tema Integrated Digitalization & Sustainability, under the theme Integrated Digitalization & Sustainability, the SCM
Divisi SCM terus melakukan pengembangan digitalisasi terintegrasi Division continues to develop integrated digitalization aligned with
yang selaras dengan sistem utama perusahaan, yaitu SAP. the Company’s core system, SAP. The Company utilizes System
Perseroan menggunakan System Application and Product in Data Application and Product in Data Processing (SAP) as its core
Processing (SAP) sebagai sistem inti Enterprise Resource Planning Enterprise Resource Planning (ERP) system to manage complex
(ERP) untuk mengelola aktivitas bisnis yang kompleks. business activities.
SAP telah dilengkapi dengan enam modul utama yang disesuaikan SAP has been equipped with six primary modules tailored to the
dengan kebutuhan operasional dan bisnis Perseroan, meliputi Company’s operational and business needs, namely Project System
Project System (PS), Finance (FI) dan Controlling (CO), Material (PS), Finance (FI) and Controlling (CO), Material Management (MM),
Management (MM), Sales and Distribution (SD), Human Capital Sales and Distribution (SD), Human Capital Management (HCM), and
Management (HCM), serta Fund Management (FM). Sistem ini Fund Management (FM). This system has been implemented across
telah diterapkan pada seluruh proyek yang dijalankan, sehingga all projects undertaken by the Company, enabling management
manajemen dapat memantau perencanaan anggaran proyek, aspek to monitor project budget planning, commercial aspects, financial
komersial, keuangan, serta proses pengadaan secara terintegrasi. performance, and procurement processes in an integrated manner.
Pada tahun 2025, Perseroan mencatat perkembangan yang In 2025, the Company recorded significant progress in establishing
signifikan dalam mewujudkan rantai pasok yang efisien, terintegrasi, an efficient, integrated, and sustainable supply chain through the
dan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital serta utilization of digital technology and strengthened governance.
penguatan tata kelola.
1. Inovasi Digital untuk Efisiensi dan Tata Kelola 1. Digital Innovation for Efficiency and Governance
Digitalisasi menyeluruh pada proses pengadaan menjadi Comprehensive digitalization of procurement processes forms the
landasan utama penguatan rantai pasok. Sistem e-Proc (WISE primary foundation for strengthening the supply chain. The e-Proc
– WIKA Integrated Smart e-Proc) telah mencakup seluruh system (WISE – WIKA Integrated Smart e-Proc) has covered all
jenis pengadaan, baik untuk proyek (JO dan Non-JO), maupun types of procurement, including project-related procurement (JO
kebutuhan non-proyek. Seluruh tahapan pengadaan, mulai dari and Non-JO) as well as non-project requirements. All procurement
perencanaan hingga pelaksanaan, dilakukan secara digital guna stages, from planning to implementation, are conducted digitally
menjamin transparansi dan akuntabilitas. to ensure transparency and accountability.
Inisiatif tersebut diperkuat melalui integrasi penuh antara This initiative is further strengthened through full integration
Vendor Management System (VMS) dengan WISE/e-Proc, of the Vendor Management System (VMS) with WISE/e-Proc,
sehingga tercipta ekosistem pengadaan yang terpadu. Selain thereby creating an integrated procurement ecosystem. In
itu, Perseroan juga memulai adopsi dan integrasi sistem WISE addition, the Company has begun adopting and integrating
dan VMS ke seluruh anak perusahaan dalam WIKA Group the WISE and VMS systems across all subsidiaries within WIKA
sebagai bagian dari strategi standarisasi proses dan penguatan Group as part of its strategy to standardize processes and
tata kelola grup. strengthen group governance.
Aplikasi e-Catalog yang berfungsi sebagai basis data sumber The e-Catalog application, which functions as a resource
daya juga telah dimanfaatkan secara optimal oleh anak database, has also been optimally utilized by subsidiaries.
perusahaan. Untuk mendukung pengambilan keputusan To support data-driven decision-making, the Company has
berbasis data, Perseroan menambahkan fitur database vendor added a vendor database feature that enables comprehensive
yang memungkinkan analisis dan pemetaan profil vendor analysis and mapping of vendor profiles within a single system.
secara komprehensif dalam satu sistem.
2. Penguatan Aspek ESG dalam Rantai Pasok 2. Strengthening ESG Aspects in the Supply Chain
Komitmen Perseroan terhadap keberlanjutan diintegrasikan The Company’s commitment to sustainability is directly
langsung ke dalam proses pengadaan melalui penyelarasan integrated into the procurement process through the
kebijakan ESG. Hal ini dilakukan dengan penambahan alignment of ESG policies. This is implemented by adding ESG
persyaratan dokumen serta pernyataan komitmen ESG pada documentation requirements and commitment statements
platform registrasi VMS, sehingga setiap vendor memahami to the VMS registration platform, ensuring that vendors
dan menerapkan standar keberlanjutan Perseroan sejak tahap understand and adopt the Company’s sustainability standards
awal. from the initial stage of engagement.
Penguatan tata kelola juga diwujudkan melalui pelaksanaan Governance strengthening is also carried out through the
audit internal Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) di implementation of internal audits of Anti-Bribery Management
Divisi SCM. Selain itu, Divisi SCM telah melakukan pembaruan System (SMAP) within the SCM Division. In addition, the SCM
prosedur SCM sebanyak tiga kali guna memastikan kesesuaian Division has updated SCM procedures three times to ensure
dengan ketentuan, relevansi kebijakan, serta efektivitas compliance with regulations, policy relevance, and operational
operasional. Evaluasi Contractor & Quality Safety Management effectiveness. The evaluation of Contractor & Quality Safety
System (CQSMS) juga terus ditingkatkan, khususnya pada Management System (CQSMS) has also been enhanced,
proses registrasi vendor, untuk memastikan mitra kerja particularly during the vendor registration process, to ensure
memenuhi standar kualitas dan keselamatan yang ditetapkan. that partners meet established quality and safety standards.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 179
Page 180
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
3. Keterlibatan Mitra dan Pengakuan Eksternal 3. Partner Engagement and External Recognition
Perseroan meyakini bahwa kolaborasi dengan mitra merupakan The Company believes that collaboration with partners is
kunci dalam membangun rantai pasok yang berkelanjutan. essential in building a sustainable supply chain. For the first
Untuk pertama kalinya, Perseroan menyelenggarakan Vendor time, the Company organized a Vendor Gathering focusing on
Gathering dengan fokus pada keberlanjutan rantai pasok. supply chain sustainability. The event included discussions on
Kegiatan ini diisi dengan diskusi mengenai pemasaran di marketing within WIKA ecosystem as a form of early vendor
lingkungan WIKA sebagai bentuk early vendor involvement, involvement, as well as ESG Awareness sessions aimed at
serta penyampaian materi ESG Awareness guna meningkatkan enhancing vendor partners’ understanding and capacity to
pemahaman dan kapasitas mitra vendor dalam menerapkan implement sustainable business practices.
praktik bisnis berkelanjutan.
Atas komitmen tersebut, Divisi SCM Perseroan memperoleh In recognition of these commitments, the Company’s SCM
apresiasi berupa Indonesia SDG’s Awards Platinum, Division received the Indonesia SDG’s Awards Platinum,
yang mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam reflecting the Company’s success in integrating Sustainable
mengintegrasikan prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Development Goals (SDGs) principles into its supply chain
(SDGs) ke dalam pengelolaan rantai pasok. management.
Sebagai langkah penguatan tata kelola pada aspek pengadaan, As part of strengthening procurement governance, the
Perseroan telah melakukan pengembangan aplikasi SCM yang Company has developed several SCM applications that will
terdiri atas 3 (tiga) area aplikasi yang nantinya akan menjadi eventually form the SCM Super Apps, consisting of following
aplikasi Super Apps SCM yaitu: platforms:
a. WISE a. WISE
Aplikasi WISE dikembangkan untuk mengakomodir WISE application was developed to accommodate data
integrasi data dengan SAP. Beberapa data yang telah integration with SAP. Several integrated data components
terintegrasi adalah, data Purchase requisition (PR), data include Purchase Requisition (PR) and Purchase Order
Purchase Order (PO). WISE sendiri akan melakukan (PO) data. WISE will also undergo framework upgrades to
perubahan framework untuk mendukung kehandalan dan enhance data reliability and security in accordance with the
keamanan data sesuai instruksi pemangku sistem IT WIKA direction of WIKA’s IT system stakeholders (IT Division).
(IT DIVISION).
b. VMS b. VMS
Aplikasi Vendor Management System memiliki tujuan Vendor Management System (VMS) application is
untuk memfasiltasi database vendor yang sangat penting designed to facilitate the vendor database, which plays
untuk jadi bagian program sustainability ke depan. a crucial role in the Company’s future sustainability
Kebutuhan akan master business partner (BP) SAP programs. The requirement for a master business partner
menjadi dasar agar transaksi PO kepada vendor. Sistem ini (BP) in SAP serves as the basis for PO transactions with
dilengkapi fitur pengelolaan Sertifikasi CQSMS, Ranking vendors. This system is equipped with features such
vendor, pengukuran kinerja Vendor (VPI) dan pengukuran as CQSMS certification management, vendor ranking,
kepuasan vendor (VSI). Vendor Performance Index (VPI) measurement, and
c. eCATALOGUE Vendor Satisfaction Index (VSI) measurement.
Aplikasi eCatalogue fokus pada pengelolaan master c. e-CATALOGUE
sumber daya nasional WIKA yang terintegrasi dengan eCatalogue application focuses on managing WIKA’s
SAP. Selain itu semua database harga dari transaksi national resource master data integrated with SAP. In
PO terhubung dari WISE ke aplikasi ini sehingga dapat addition, all price databases from PO transactions are
menjadi bagian data yang dibutuhkan untuk proses tender connected from WISE to this application, making them a
atau pemenangan proyek ke Owner. Dilain itu fitur lainnya key data source for tender processes or project bidding
seperti eMarket dan Shouldcost model analytic menjadi to project owners. Other features, such as eMarket
fitur yang sangat menarik untuk digunakan dalam proses and Should-Cost Model analytics, also provide valuable
bisnis di WIKA. support for WIKA’s business processes.
d. LCTS d. LCTS
Logistic Control Tower System dikembangkan untuk Logistic Control Tower System (LCTS) was developed
mengakomodir kebutuhan dan pengelolaan transportasi. to accommodate transportation management needs. All
Seluruh proyek akan membutuhkan transportasi untuk projects require transportation to move goods from the
memindahkan barangnya dari lokasi asal/vendor ke origin/vendor location to the destination site. One of the
lokasi tujuan. Live tracking adalah salah satu fitur yang key features, live tracking, helps stakeholders improve
dapat membantu stakeholder dalam peningkatan aspek visibility throughout the logistics process.
visibility-nya..
e. SIM PABEAN e. SIM PABEAN
Aplikasi SIM PABEAN dikembangkan untuk mengakomodir SIM PABEAN application was developed to support import
kebutuhan pelaku impor baik proyek NO JO maupun JO, activities for both Non-JO and JO projects, ensuring
hal ini diperlukan untuk menjaga ketaatan administrasi administrative compliance and proper bookkeeping in
dan pembukuan terkait kepatuhan undang-undang accordance with customs regulations. The application
kepabeanan. Selain itu aplikasi ini telah terintegrasi dengan has also been integrated with the CEISA system of the
sistem CEISA Dirjen Bea Cukai. Directorate General of Customs and Excise.
180 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 181
ANTI KORUPSI ANTI-CORRUPTION
OPERASI-OPERASI YANG DINILAI MEMILIKI RISIKO OPERATIONS ASSESSED AS HAVING CORRUPTION-
TERKAIT KORUPSI [GRI 205-1, IF-EN-510a.3] RELATED RISKS [GRI 205-1, IF-EN-510a.3]
Perseroan menyadari bahwa seluruh (100%) aktivitas The Company recognizes that all (100%) operational activities
operasional memiliki potensi terjadinya tindak korupsi. carry potential risks of corruption. Based on preliminary
Berdasarkan identifikasi awal, fungsi dengan tingkat risiko identification, function with the highest risk exposure
tertinggi terkait praktik korupsi, khususnya gratifikasi, berada related to corrupt practices, particularly gratification, lies
pada fungsi pengadaan di seluruh unit kerja Kantor Pusat. within the procurement function across all Head Office
Namun demikian, Perseroan belum melakukan asesmen work units. However, the Company has not yet conducted a
komprehensif atas risiko korupsi tersebut. comprehensive corruption risk assessment.
Sebagai langkah mitigasi, Perseroan secara konsisten As a mitigation measure, the Company consistently follows
menindaklanjuti setiap indikasi risiko korupsi melalui up on any indication of corruption risk through monitoring
pemantauan implementasi dan sosialisasi Sistem Manajemen the implementation and socialization of Anti-Bribery
Anti Penyuapan (SMAP) kepada calon pemasok dan mitra Management System (SMAP) to prospective suppliers and
kerja. Perseroan juga mewajibkan penandatanganan Komitmen business partners. The Company also requires all prospective
Anti Penyuapan dan/atau Pakta Integritas bagi seluruh calon suppliers to sign an Anti-Bribery Commitment and/or Integrity
pemasok serta menerapkan Larangan Benturan Kepentingan Pact, and enforces the prohibition of conflict of interest as
sebagaimana diatur dalam Kebijakan Benturan Kepentingan stipulated in the Conflict of Interest and Insider Trading Policy
dan Insider Trading No. Dok. WIKA-GCG-KP.01.01 No. Rev. 00 No. WIKA-GCG-KP.01.01 Rev. 00 dated August 29, 2025. In
tanggal 29 Agustus 2025. Selain itu, seluruh divisi diwajibkan addition, all divisions are required to identify corruption risks
melakukan identifikasi risiko korupsi melalui pengisian Bribery by completing the Bribery Risk & Opportunities Identification,
Risk & Opportunities Identification, Risk Evaluation and Risk Evaluation and Determining Control (BRIRADC).
Determining Control (BRIRADC).
Untuk mengantisipasi dan mencegah potensi risiko tersebut, To anticipate and prevent such risks, the Company
Perseroan meningkatkan efektivitas sistem pengendalian continuously enhances the effectiveness of its internal
internal dan mengimplementasikan berbagai kebijakan, control system and implements various policies, including
termasuk Kebijakan Anti Penyuapan, Pedoman dan Anti-Bribery Policy, Guidelines and Procedures for the Anti-
Prosedur Sistem Manajemen Anti Penyuapan, Instruksi Kerja Bribery Management System, Whistleblowing System Work
Whistleblowing System, serta Pengendalian Gratifikasi. Secara Instructions, and gratuity control mechanisms. On a periodic
berkala, Perseroan juga mewajibkan Dewan Komisaris, Direksi, basis, the Company also requires Board of Commissioners,
dan seluruh pegawai untuk melakukan penandatanganan Board of Directors, and all employees to sign an annual
Komitmen Kepatuhan terhadap Pedoman Etika dan Perilaku compliance commitment to the Code of Conduct as well as an
(Code of Conduct) serta Pakta Integritas setiap tahun sebagai Integrity Pact, reflecting the Company’s ongoing commitment
bentuk komitmen berkelanjutan terhadap budaya integritas to fostering a culture of integrity and compliance. Furthermore,
dan kepatuhan. Di samping itu, selama tahun 2025, tidak throughout 2025, none of the Company’s operational areas
terdapat wilayah operasional Perseroan yang berada di negara were located in countries categorized as high corruption
dengan risiko korupsi tinggi sesuai peringkat 20 terendah risk jurisdictions, defined as those ranked among the 20
dalam Transparency International’s Corruption Perception lowest positions in Transparency International’s Corruption
Index (CPI). Perceptions Index (CPI).
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 181
Page 182
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
KOMUNIKASI DAN PELATIHAN TENTANG KEBIJAKAN COMMUNICATION AND TRAINING ON ANTI-
DAN PROSEDUR ANTI-KORUPSI [GRI 205-2] CORRUPTION POLICIES AND PROCEDURES [GRI 205-2]
Tabel Jumlah Dewan Komisaris, Direksi dan BOD-1 yang telah mengikuti sosialisasi dan pelatihan tentang Kebijakan
dan Prosedur Anti-Korupsi
Number of Board of Commissioners, Board of Directors and BOD-1 who have participated in socialization and training on
Anti-Corruption Policies and Procedures
Wilayah Kategori
Category
Jumlah Persentase
Work Area
Dewan Komisaris
6 100%
Board of Commissioners
Kantor Pusat (Jakarta)
Direktur
Head Office (Jakarta) 5 100%
Board of Directors
Senior Vice President/ Senior Manajemen 13 100%
Jumlah
24 100%
Total
Tabel Sosialisasi Kebijakan Anti Korupsi Bagi Karyawan Berdasarkan Wilayah Kerja
Socialization of Anti-Corruption Policy for Employees Based on Work Area
Wilayah Kerja Level Jabatan Jumlah Karyawan Persentase
Work Area Position Level Number of Employees Percentage
Middle Manajemen 51
Junior Manajemen 67
DOP 27,57%
Supervisor 80
Staff 179
Middle Manajemen 20
Pusat Junior Manajemen 50
13,46%
Head Supervisor 45
Staff 69
Senior Manajemen 20
Middle Manajemen 75
Anak perusahaan 57,57%
Junior Manajemen 90
Subsidiaries
Supervisor 250
Staff 371
Jumlah
1.367 100%
Total
Bagi mitra kerja, dalam proses pengadaan barang dan jasa, For business partners, in the procurement process of goods and
penandatanganan Pakta Integritas juga diwajibkan bagi vendor services, the signing of an Integrity Pact is also mandatory for
dan mitra usaha sebagai bagian dari upaya penerapan prinsip vendors and business partners as part of efforts to implement
integritas dan transparansi. Kode Etik WIKA mengatur berbagai the principles of integrity and transparency. WIKA's Code of
aspek strategis guna memastikan terselenggaranya praktik Conduct regulates various strategic aspects to ensure the
bisnis yang transparan, berintegritas, dan bertanggung jawab, implementation of transparent, integrity-based, and responsible
sekaligus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang business practices, while strengthening sustainable corporate
berkelanjutan. Seluruh informasi terkait Kode Etik tersebut governance. All information related to the Code of Conduct has
telah dipublikasikan dan dapat diakses oleh publik sebagai been published and is accessible to the public as a manifestation
wujud komitmen WIKA terhadap penerapan prinsip tata kelola of WIKA's commitment to implementing the principles of good
perusahaan yang baik dan berkelanjutan. and sustainable corporate governance.
182 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 183
Tabel Sosialisasi Kebijakan Anti Korupsi Bagi Mitra Kerja Berdasarkan Wilayah Kerja
Socialization of Anti-Corruption Policy for Partners Based on Work Area
Mitra Kerja Wilayah Kerja Jumlah Persentase
Partners Work Area Number Percentage
Kantor Pusat
Vendor 400 100%
Head Office
Tabel Peserta Pelatihan SMAP Inhouse, Peserta Pelatihan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
SMAP Inhouse Training Participants, Training Participants from the Corruption Eradication Commission (KPK)
Wilayah Tahun Tetap Alih Daya Total
Area Year Permanent Outsourcing
Kantor Pusat
2025 28 - 28
Head Office
Kantor Pusat
2024 43 3 46
Head Office
Kantor Pusat
2023 50 - 50
Head Office
Kantor Pusat
2022 72 9 81
Head Office
Anak Perusahaan
2022 21 - 21
Subsidiary
Kantor Pusat
2021 27 5 32
Head Office
Anak Perusahaan
2021 9 - 9
Subsidiary
Total Keseluruhan
267
Total
INSIDEN KORUPSI YANG TERBUKTI DAN TINDAKAN PROVEN INCIDENTS OF CORRUPTION AND ACTIONS
YANG DIAMBIL [GRI 205-3, IF-EN-510a.2] TAKEN [GRI 205-3, IF-EN-510a.2]
Sampai dengan akhir tahun 2025, tidak terdapat Insiden As of the end of 2025, there were no proven incidents of
korupsi yang terbukti. Oleh karenanya, tidak terdapat karyawan corruption. Therefore, no employees were dismissed, no
yang diberhentikan, kontrak dengan mitra yang diakhiri, dan contracts with partners were terminated, and no legal cases
kasus hukum terkait korupsi, sehingga tidak terdapat kerugian related to corruption occurred. Consequently, there were
finansial sebagai akibat dari proses hukum terkait korupsi. no financial losses incurred as a result of legal proceedings
related to corruption.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 183
Page 184
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental Performance
ASPEK UMUM GENERAL ASPECT
BIAYA LINGKUNGAN HIDUP [OJK F.4] ENVIRONMENTAL COSTS [OJK F.4]
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, WIKA menyadari In conducting its operational activities, WIKA recognizes that
bahwa aktivitas perusahaan berpotensi menimbulkan dampak the Company’s operations have the potential to generate
terhadap lingkungan dan masyarakat apabila tidak dikelola impacts on the environment and society if not properly
dengan baik. Oleh karenanya, WIKA senantiasa melakukan managed. Therefore, WIKA continuously undertakes mitigation
upaya mitigasi atas potensi dampak lingkungan. Hal ini efforts to address potential environmental impacts. This
tercermin melalui biaya lingkungan hidup yang dikeluarkan commitment is reflected in the environmental costs incurred
Perseroan yang bertujuan sebagai upaya pencegahan atau by the Company, which are aimed at preventing or restoring
pemulihan kerusakan lingkungan. Sepanjang tahun 2025, environmental damage. Throughout 2025, the Company
Perseroan telah mengeluarkan biaya lingkungan hidup sebesar incurred environmental costs amounting to Rp797,015,035,
Rp797.015.035, dengan rincian sebagai berikut. with the details as follows.
Tabel Rincian Biaya Lingkungan
Details of Environmental Costs
(Dalam Rupiah Penuh)
(In Full Rupiah)
Keterangan Program Biaya
No
Program Description Cost
Program Penghijauan Lingkungan 6500 Pohon
1. 50.000.000
Environmental Reforestation Program: 6,500 Trees
Program Kolaborasi BUMN Reverse Osmosis- Batam
2. 6.991.760
SOE Reverse Osmosis Collaboration Program - Batam
Program Kolaborasi BUMN Budidaya Coral-Banyuwangi
3. 25.000.000
SOE Coral Cultivation Collaboration Program - Banyuwangi
Lindungi Hutan- Penanaman 220 Bibit Pohon Alpukat
4. 49.359.600
Forest Protection - Planting 220 Avocado Tree Seedlings
Program Kolaborasi WIKA Group Beach Cleaning- Serang
5. 24.730.275
WIKA Group Beach Cleaning Collaboration Program - Serang
Program 3.500 Bibit Pohon Mangrove- Tanggerang dan Mangunharjo Jawa Tengah
6. 144.333.400
3,500 Mangrove Tree Seedlings Program - Tangerang and Mangunharjo, Central Java
Program Pemilahan Sampah dan Budidaya Maggot-Kelurahan Cipinang Cempedak
7. 25.000.000
Waste Sorting and Maggot Cultivation Program - Cipinang Cempedak Village
Program Penanaman Pohon Durian Gulang Pongge
8. 75.000.000
Gulang Pongge Durian Tree Planting Program
Budidaya Hewan yang terancam Punah - Elang Jawa
9. 30.000.000
Cultivation of Endangered Animals - Javan Hawk-Eagle
Program Penanaman 4126 Bibit Pohon Produktif dan Penyerap Karbon di Seluruh Wilayah Operasi
(Proyek) WIKA
10. 267.600.000
Program for Planting 4,126 Productive and Carbon-Absorbing Tree Seedlings in All WIKA
Operational Areas (Projects)
Biaya Pengelolaan Limbah Gedung WIKA Tower
11. 99.600.000
Waste Management Costs for WIKA Tower Building
Total 797.015.035
184 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 185
ASPEK MATERIAL MATERIAL ASPECT
P E N G G U N A A N M AT E R I A L Y A N G R A M A H USE OF ENVIRONMENTALLY FRIENDLY MATERIALS
LINGKUNGAN [OJK F.5] [OJK F.5]
Komitmen WIKA dalam penggunaan material ramah WIKA’s commitment to the use of environmentally friendly
lingkungan tidak hanya sebatas pemenuhan regulasi yang materials extends beyond mere regulatory compliance and
berlaku, tetapi juga sebagai wujud kontribusi nyata dalam reflects the Company’s tangible contribution to safeguarding
menjaga keberlanjutan bumi; melalui pengembangan dan environmental sustainability; through the development
penerapan praktik terbaik konstruksi berkelanjutan, WIKA and implementation of sustainable construction best
berupaya menciptakan masa depan yang lebih hijau bagi practices, WIKA strives to create a greener future for future
generasi mendatang, yang diperkuat dengan surat arahan generations, which is reinforced by a Board of Directors
Direksi terkait Panduan Implementasi Tata Kelola Berbasis ESG directive regarding the Guidelines for Implementing ESG-
di Proyek WIKA yang mewajibkan seluruh proyek melaksanakan Based Governance in WIKA Projects, requires all projects
lima program utama jangka pendek, yaitu penggunaan to implement five key short-term programs: the use of
sistem modular pada bangunan sementara, reboisasi pohon modular systems for temporary buildings, tree reforestation
di area pembangunan, penggunaan motor listrik dalam in development areas, the use of electric motorcycles in
operasional proyek, pelarangan penebangan pohon di luar area project operations, a prohibition on tree cutting outside
pembangunan, dan pemanfaatan panel surya photovoltaic, the development area, and the utilization of photovoltaic
serta penggunaan material ramah lingkungan sebagaimana solar panels, as well as the use of environmentally friendly
dijabarkan berikut: materials as described below:
1. Penggunaan semen ramah lingkungan, seperti: 1. The use of environmentally friendly cement, including:
a. Semen hidraulis untuk konstruksi umum. a. Hydraulic cement for general construction.
b. Semen portland slag untuk pembangunan mega b. Portland slag cement for mega projects such as high-
proyek, seperti high rise building, fly over, dan rise buildings, flyovers, and underground tunnels.
terowongan bawah tanah.
c. Semen portland komposit (PCC) untuk konstruksi c. Portland composite cement (PCC) for general
beton umum (jalan, drainase), tanggul, dan concrete construction such as roads, drainage,
stabilisasi tanah. embankments, and soil stabilization.
d. Semen portland pozzolan (PPC) untuk konstruksi d. Portland pozzolan cement (PPC) for building, bridge,
gedung, jembatan, dan dermaga. and pier construction.
2. Green concrete product, yang terdiri dari: 2. Green concrete products, consisting of:
a. Low carbon concrete a. Low carbon concrete
b. Self-compacted concrete b. Self-compacted concrete
c. Geopolymer concrete c. Geopolymer concrete
d. Porous concrete d. Porous concrete
WIKA memilih untuk menggunakan jenis semen yang memiliki WIKA prioritizes the use of cement types with lower
dampak lingkungan lebih rendah tanpa mengorbankan kualitas environmental impacts without compromising construction
konstruksi, dengan menerapkan berbagai tipe sesuai kebutuhan quality by applying different types according to project
proyek, antara lain: semen hidraulis untuk konstruksi umum, requirements. These include hydraulic cement for general
semen portland slag untuk proyek besar seperti gedung tinggi, construction, portland slag cement for large-scale projects
fly over, dan terowongan bawah tanah, serta semen portland such as high-rise buildings, flyovers, and underground tunnels,
komposit (PCC) untuk berbagai keperluan konstruksi beton and portland composite cement (PCC) for various general
umum seperti jalan, drainase, tanggul, dan stabilisasi tanah; concrete construction needs such as roads, drainage systems,
selain itu, semen portland pozzolan (PPC) juga menjadi pilihan embankments, and soil stabilization. In addition, portland
utama WIKA untuk pembangunan gedung, jembatan, dan pozzolan cement (PPC) is also widely used by WIKA for the
dermaga, sehingga melalui pemilihan jenis semen yang tepat, construction of buildings, bridges, and piers. Through the
setiap proyek konstruksi yang dijalankan dapat memberikan appropriate selection of cement types, each construction
kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. project undertaken is expected to provide a positive
contribution to the surrounding environment.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 185
Page 186
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
WIKA juga turut aktif dalam pengembangan green concrete WIKA is also actively involved in the development of green
product, yang merupakan inovasi terbaru dalam industri concrete products, which represent a recent innovation in
konstruksi berkelanjutan. Produk ini mencakup berbagai jenis sustainable construction industry. These products include
beton ramah lingkungan, seperti low carbon concrete, self- various types of environmentally friendly concrete such as
compacted concrete, geopolymer concrete, dan porous low carbon concrete, self-compacted concrete, geopolymer
concrete. Melalui pemanfaatan teknologi ini, WIKA berupaya concrete, and porous concrete. Through the application of
untuk mengurangi jejak karbon dari setiap proyek konstruksi these technologies, WIKA aims to reduce the carbon footprint
kami serta meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan material of its construction projects while improving the efficiency
yang digunakan. and sustainability of the materials used.
Adapun material ramah lingkungan lainnya yang digunakan WIKA also utilizes environmentally friendly materials to support
dalam menunjang aktivitas bisnis di kantor pusat, WIKA operational activities at the Head Office. The Company
menggunakan refrigerant non chlorofluorocarbons (CFCs) uses refrigerants that do not contain chlorofluorocarbons
sebagai alat pendingin ruangan (air conditioner) dan (CFCs) for air conditioning systems and fire extinguishers
penggunaan alat pemadam kebakaran yang memiliki nilai Ozon with low Ozone Depleting Potential (ODP) values of less
Depleting Potential (ODP) kecil atau kurang dari 1 (<1). Untuk than 1 (<1). For lighting systems, WIKA uses mercury-free
alat penerangan, WIKA juga menggunakan lampu yang tidak lamps and ceilings or partitions that do not contain asbestos.
mengandung merkuri, menggunakan plafond atau partisi yang WIKA has also implemented the We Office platform as a
tidak mengandung asbes toast. WIKA juga telah menggunakan correspondence medium to support paperless operations
platform We Office yang digunakan sebagai media surat and reduce paper usage.
menyurat yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan
kertas (paperless).
Di sisi lain, dalam menunjang aktivitas operasional Direksi, In supporting the operational activities of Board of Directors,
WIKA telah menggunakan mobil listrik sebanyak 5 (lima) unit. WIKA has deployed five electric vehicles. Meanwhile, for
Sedangkan untuk keperluan operasional proyek, WIKA telah project operational activities, the Company has implemented
menerapkan penggunaan motor listrik (Gesits) sebanyak the use of 65 electric motorcycles (Gesits). For all materials
65 unit. Seluruh material yang digunakan untuk menunjang used in operational activities, WIKA emphasizes the use of
aktivitas operasional, WIKA menekankan untuk menggunakan materials that meet Indonesian National Standards (green
material yang telah memiliki Standar Nasional Indonesia materials), are ISO-certified or ecolabel-certified, and the
(green material), bersertifikasi ISO atau ecolabel, serta telah Company has also installed a Solar Power Plant (PLTS) at
menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada WIKA Tower II.
WIKA Tower II.
ASPEK ENERGI ENERGY ASPECT
JUMLAH DAN INTENSITAS ENERGI YANG TOTAL AND INTENSITY OF ENERGY CONSUMPTION
DIGUNAKAN [OJK F.6, GRI 302-1, 302-2, 302-3, CRE1] [OJK F.6, GRI 302-1, 302-2, 302-3, CRE1]
Dalam menunjang seluruh aktivitas operasionalnya, WIKA In supporting all of its operational activities, WIKA consistently
senantiasa memanfaatkan 2 (dua) sumber energi utama utilizes two main energy sources, namely electricity and
yaitu listrik dan BBM (Bahan Bakar Minyak). Perseroan tidak fuel oil. The Company does not consume or sell heaters,
mengkonsumsi maupun menjual pemanas, pendingin, dan uap, coolers, and steam, nor does it sell electrical energy. The
serta tidak menjual energi listrik. Energi listrik yang digunakan electrical energy used is supplied by PLN and measured in
merupakan energi yang dipasok dari PLN yang diukur kWh throughout the Company's operational areas. Meanwhile,
menggunakan satuan kWh di seluruh wilayah operasional petroleum is measured using liters from the use of diesel kWh
Perseroan. Sedangkan BBM, diukur dengan menggunakan throughout the Company's operational areas. All data from
satuan liter dari penggunaan solar kWh di seluruh wilayah various WIKA operational areas is collected through monthly
operasional Perseroan. Seluruh data yang berasal dari berbagai K3L reports. The Company has also used renewable energy
wilayah operasional WIKA, dikumpulkan melalui laporan in the form of solar panels at its head office, amounting to
bulanan K3L. Perseroan juga telah menggunakan energi 24,020 kWh.
terbarukan dalam bentuk solar panel di kantor pusat sebesar
24.020 kWh.
186 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 187
Penggunaan energi listrik dan BBM (untuk seluruh kebutuhan The use of electrical energy and fuel (for all operational needs
di dalam operasional organisasi WIKA) mencakup seluruh within the WIKA organization) covers all of the Company's
wilayah operasional Perseroan yang meliputi INFRA 1, operational areas, including INFRA 1, INFRA 2 & BUILDING,
INFRA 2 & BUILDING, EPCC dan AMD (yang juga mencakup EPCC, and AMD (which also includes management of the
pengelolaan Kantor Pusat) selama tahun 2025. Sedangkan Head Office) during 2025. Meanwhile, energy use in 2024
penggunaan energi di tahun 2024 merupakan penggunaan consists of energy from INFRA 1, INFRA 2, BOVRS, EPCC, and
energi yang berasal dari INFRA 1, INFRA 2, BOVRS, EPCC AMD (which also includes management of the Head Office).
dan AMD (yang juga mencakup pengelolaan Kantor Pusat). Energy intensity stems from the use of electricity and fuel
Intensitas penggunaan energi berasal dari penggunaan listrik within the Company. Energy use at WIKA is as follows.
dan BBM di dalam Perseroan. Penggunaan energi di WIKA
sebagai berikut.
Tabel Penggunaan Energi di dalam Perseroan
Energy Consumption within the Company
Jenis Energi Satuan
2025 2024 2023
Type of Energy Unit
Listrik kWh 8.722.809 13.543.665 7.678.321
Electricity Gigajoule 31.402,11 48.757,19 27.641,96
BBM Liter 10.139.461 11.348.847 11.753.588
Fuel Gigajoule 346.769,57 388.130,56 401.972,71
Total Gigajoule 378.171,68 436.887,75 429.614,67
Pendapatan Dalam Miliar Rupiah
13.325,49 19.242,73 22.532,00
Revenue In Billions of Rupiah
Total Karyawan Orang
3.566 4.921 6.493
Total Employees Person
Intensitas Pemakaian Energi/Ton
Gigajoules/Ton 33,06 4,20 7,01
Energy Consumption Intensity/Ton
Gigajoules/
Intensitas Pemakaian Energi/Pendapatan Miliar Rupiah
28,38 21,94 19,07
Energy Consumption Intensity/Revenue Gigajoules/
Billion Rupiah
Intensitas Pemakaian Energi/Karyawan Gigajoules/ Orang
106,05 88,78 66,17
Intensity/Employee Gigajoules/Person
Keterangan: Note:
1. Konversi kWh ke gigajoule menggunakan: 1. Convert kWh to gigajoules using:
https://convertlive.com/id/u/mengkonversi/kilowatt-jam/ke/gigajoules#8722809 https://convertlive.com/id/u/mengkonversi/kilowatt-jam/ke/gigajoules#8722809
2. Konversi Liter ke Gigajoule menggunakan: 2. Convert liters to gigajoules using:
https://hextobinary.com/unit/energy/from/gasoline/to/gigajoule https://hextobinary.com/unit/energy/from/gasoline/to/gigajoule
Perseroan juga telah melakukan pengukuran terhadap The Company has also measured energy consumption
konsumsi energi yang bersumber dari bahan bakar pesawat from aircraft fuel used for employee business travel. These
udara yang digunakan dalam rangka perjalanan dinas karyawan. calculations were performed using a carbon calculator
Perhitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan provided by the International Civil Aviation Organization
kalkulator karbon yang disediakan oleh International Civil (ICAO), based on the flight route from the departure city
Aviation Organization (ICAO) atau Asosiasi Penerbangan to the destination city. The details of energy consumption
Sipil Internasional, dengan dasar perhitungan berupa rute outside the Company's operational scope are as follows.
penerbangan dari kota keberangkatan hingga kota tujuan.
Adapun rincian penggunaan energi yang berada di luar lingkup
operasional Perseroan adalah sebagai berikut.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 187
Page 188
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tabel Penggunaan Energi di luar Organisasi
Energy Consumption Outside the Organization
Jenis Energi Satuan
Type of Energy 2025
Unit
Kali
34
Perjalanan Dinas Direksi Perseroan Times
Directors' Business Trip
Ton 127,507
Total Gigajoule 533,49
Dalam menjalankan aktivitas operasionalnya, Perseroan juga In carrying out its operational activities, the Company has
telah berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan also contributed to sustainable development by using solar
dengan menggunakan panel surya untuk mengurangi panels to reduce electricity consumption at project sites
penggunaan listrik di lokasi proyek dan kantor pusat. and its headquarters. Measurements based on the size of
Pengukuran berdasarkan besaran panel surya yang digunakan the solar panels used resulted in a total electricity output of
sehingga menghasilkan listrik sebesar 134.638,02 kWh. 134,638.02 kWh.
Penggunaan Panel Surya
Use of Solar Panels
Keterangan Satuan
Description Unit
2025
Lokasi Proyek
kWh 110.618,02
Project Location
Kantor Pusat
kWh 24.020
Head Office
kWh 134.638,02
Total
Gigajoule 484,7
Keterangan:
Konversi kWh ke gigajoule menggunakan: https://convertlive.com/id/u/mengkonversi/kilowatt-jam/ke/gigajoules#8722809
Note:
Convert kWh to gigajoules using: https://convertlive.com/id/u/mengkonversi/kilowatt-jam/ke/gigajoules#8722809
UPAYA DAN PENCAPAIAN EFISIENSI ENERGI DAN EFFORTS AND ACHIEVEMENTS OF ENERGY
PENGGUNAAN ENERGI TERBARUKAN [OJK F.7, F.12, EFFICIENCY AND RENEWABLE ENERGY USE [OJK
302-4, 302-5] F.7, F.12, 302-4, 302-5]
Perseroan memahami bahwa seluruh kegiatan usaha yang The Company is fully aware that all business activities are
dijalankan memiliki keterkaitan langsung dengan aspek directly related to environmental aspects, which in their
lingkungan hidup, yang dalam pelaksanaannya berpotensi implementation have the potential to impact the environment,
menimbulkan dampak terhadap lingkungan, terutama sebagai particularly as a consequence of energy use in supporting
konsekuensi dari penggunaan energi dalam mendukung proses development and operational processes. Nevertheless, the
pembangunan dan operasional. Meskipun demikian, Perseroan Company remains committed to continuously striving to
tetap berkomitmen untuk senantiasa mengupayakan apply energy efficiency principles in all business activities.
penerapan prinsip efisiensi energi dalam setiap aktivitas This commitment is realized through a variety of energy-
bisnis yang dilakukan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui saving measures and initiatives consistently implemented
berbagai langkah dan inisiatif penghematan energi yang secara in the company's operations, including:
konsisten diterapkan dalam operasional perusahaan, antara
lain meliputi:
188 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 189
Wilayah Kerja Upaya Efisiensi
Work Area Efficiency Efforts
Penghematan tenaga listrik melalui sistem tata udara:
1. Menggunakan AC hemat energi dengan teknologi inverter
2. Mematikan AC apabila tidak digunakan
3. Mengatur suhu dan kelembaban sesuai dengan SNI yaitu ruang kerja berkisar antara 24 °C sampai 27 °C dengan
kelembaban relatif antara 55% sampai 65% dan ruang koridor antara 27 °C sampai 30 °C dengan kelembaban 50% sampai
70%
4. Melakukan perawatan berkala sesuai dengan panduan pabrikan
5. Perseroan telah menggunakan energi terbarukan dalam bentuk solar panel di kantor pusat sebesar 24.020 kWh.
Penghematan energi dari segi sistem tata cahaya:
1. Menggunakan lampu hemat energi
2. Mengurangi penggunaan lampu hias (aksesoris)
3. Mengatur daya listrik maksimum untuk pencahayaan sesuai SNI yaitu 13 watt/m2 (ruang resepsionis), 12 watt/m2 (ruang
kerja, ruang rapat, ruang arsip), 6 watt (gudang arsip) dan 4 watt/m2 (ruang tangga darurat dan tempat parkir)
4. Mematikan lampu ruangan jika sudah tidak digunakan
5. Memanfaatkan cahaya alami pada siang hari dengan membuka tirai jendela
Penghematan energi dari segi peralatan pendukung:
1. Mematikan komputer jika akan meninggalkan ruang kerja lebih dari 30 menit
2. Mematikan printer jika tidak digunakan
3. Menggunakan mesin fotokopi yang memiliki mode standby dengan konsumsi tenaga listrik rendah
Kantor Pusat 4. Menyalakan peralatan water heater dan dispenser beberapa menit sebelum digunakan dan dimatikan setelah selesai digunakan
Head Office Energy savings through air conditioning systems:
1. Using energy-efficient air conditioners with inverter technology
2. Turning off the air conditioner when not in use
3. Regulating temperature and humidity in accordance with Indonesian National Standards (SNI), namely, workspaces
should be between 24°C and 27°C with a relative humidity of 55% to 65%, and corridors should be between 27°C and
30°C with a relative humidity of 50% to 70%
4. Conducting regular maintenance in accordance with manufacturer guidelines
5. The Company has used renewable energy in the form of solar panels at its head office, generating 24,020 kWh.
Energy savings in terms of lighting systems:
1. Use energy-efficient lamps
2. Reduce the use of decorative lights (accessories)
3. Set the maximum power consumption for lighting according to SNI, namely 13 watts/m2 (reception area), 12 watts/m2
(work space, meeting room, archives), 6 watts (archives warehouse), and 4 watts/m2 (emergency stairs and parking area).
4. Turn off room lights when not in use.
5. Utilize natural light during the day by opening window blinds.
Energy savings in terms of supporting equipment:
1. Turn off the computer if leaving the work area for more than 30 minutes.
2. Turn off the printer when not in use.
3. Use a photocopier with a low-power standby mode.
4. Turn on water heaters and dispensers a few minutes before use and turn them off after use.
Melaksanakan earth hour di seluruh lokasi proyek
1. Penggunaan motor Gesits (motor listrik) di seluruh proyek WIKA sesuai dengan Surat Edaran Nomor SE.01/A.DIR.00645/2022.
2. Mematikan lampu dan alat elektronik saat tidak digunakan
3. Pemanfaatan virtual meeting
4. Pemantauan lingkungan berkala
5. Kampanye hemat energi melalui sosialisasi, pemasangan sticker, flyer, dan poster
Lokasi Proyek
Project Location Implementing Earth Hour at all project locations
1. Using Gesits motorcycles (electric motorcycles) at all WIKA projects in accordance with Circular Letter Number SE.01/A.
DIR.00645/2022.
2. Turning off lights and electronic devices when not in use
3. Utilizing virtual meetings
4. Regular environmental monitoring
5. Energy saving campaigns through outreach, sticker, flyer, and poster placement
Di tahun 2025, Perseroan belum menetapkan base year In 2025, the Company had not yet established a baseyear for
atas penggunaan energi. Hal ini dikarenakan di tahun 2025, energy consumption. This is because, in 2025, the Company
Perseroan masih dalam tahap pengembangan yang diharapkan was still in the development stage, with the expectation that
bisa lebih luas lagi cakupannya dalam periode mendatang. the scope of measurement will expand further in the coming
Namun demikian, dalam mengukur peningkatan atau periods. Nevertheless, in measuring increases or decreases
penurunan penggunaan energi, Perseroan membandingkan in energy consumption, the Company compares the data
dengan tahun sebelumnya. with the previous year.
Perseroan mengukur pengurangan penggunaan energi di The Company measures the reduction in energy consumption
tahun 2025 dengan membandingkan penggunaan energi di in 2025 by comparing with energy consumption in 2024. As a
tahun 2024. Atas upaya efisiensi yang dilakukan, sepanjang result of the efficiency efforts carried out, throughout 2025
tahun 2025 Perseroan berhasil menurunkan total penggunaan the Company successfully reduced total energy consumption
energi yang berasal dari penggunaan BBM dan listrik menjadi from fuel and electricity to 378,171.68 gigajoules, a decrease
sebesar 378.171,68 gigajoule menurun dibandingkan tahun compared to 436,887.75 gigajoules in 2024. However, in 2025
2024 yang sebesar 436.887,75 gigajoule. Namun, di tahun there was no reduction in the energy required from products
2025 tidak terdapat pengurangan energi yang dibutuhkan and services sold.
dari produk dan jasa terjual.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 189
Page 190
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
ASPEK AIR WATER ASPECT
PENGGUNAAN AIR [OJK F.8, CRE2] WATER CONSUMPTION [OJK F.8, CRE2]
Air merupakan salah satu sumber daya bersama yang Water is one of the shared resources utilized by the Company
digunakan Perseroan dalam menunjang aktivitas bisnisnya. Air to support its business activities. The water used includes
yang digunakan yaitu air yang berasal dari pihak ketiga (PDAM), water sourced from third parties (PDAM), groundwater, and
air bawah tanah, dan air permukaan untuk kantor pusat dan air surface water for the Head Office, as well as groundwater to
bawah tanah untuk menunjang aktivitas operasional di lokasi support operational activities at project locations, all of which
proyek yang dapat dikategorikan sebagai air tawar. Salah satu can be categorized as freshwater. One of the environmental
isu lingkungan terkait sumber daya air yaitu keterbatasan air issues related to water resources is water scarcity, which may
yang dapat berdampak pada kekurangan air di sekitar wilayah lead to water shortages in surrounding operational areas if
operasional apabila penggunaannya terlalu berlebihan. Oleh usage is excessive. Therefore, to address potential impacts
karenanya, untuk mengatasi potensi dampak terkait air, related to water resources, the Company continuously strives
Perseroan terus berupaya untuk melakukan penghematan to reduce clean water consumption.
penggunaan air bersih.
Perseroan berkomitmen untuk melakukan penghematan The Company is committed to conserving water usage as a
penggunaan air bersih sebagai wujud kepatuhan terhadap form of compliance with the Governor of DKI Jakarta Decree
KepGub DKI Jakarta Nomor 614 Tahun 2014, Nomor 156 Tahun No. 614 of 2014, No. 156 of 2012 concerning energy and water
2012 tentang penghematan energi dan air, dan Nomor 38 Tahun conservation, and No. 38 of 2013 concerning green building
2013 tentang konsep bangunan hijau, pemasangan rambu concept. These efforts include installing water conservation
hemat air, sosialisasi kepada seluruh karyawan di kantor pusat signage, conducting awareness campaigns for all employees
maupun di lokasi proyek untuk melaksanakan penghematan at the Head Office and project locations to encourage water
air, serta merawat ground water tank sebanyak satu buah. conservation, and maintaining one ground water tank. Water
Upaya penghematan air juga disosialisasikan melalui kampanye conservation initiatives are also promoted through campaigns
berupa stiker yang berisikan ajakan untuk melakukan hemat using stickers encouraging water-saving practices placed in
air pada setiap toilet. Perseroan juga melakukan penghematan every restroom. The Company also conserves clean water
penggunaan air bersih yaitu dengan memanfaatkan recycling by utilizing recycled water from the Sewage Treatment
Sewage Treatment Plan (STP) untuk flushing toilet dan siram Plant (STP) for toilet flushing and garden irrigation, installing
taman air, penggunaan sensor otomatis pada keran wastafel automatic sensors on sink faucets and urinals, and using 100%
dan urinal, penggunaan 100% air PDAM di lokasi kantor pusat. PDAM water at the Head Office.
Berdasarkan kebijakan atas penghematan air, maka Perseroan Based on the water conservation policy, the Company has
telah menetapkan target penghematan air di proyek yang set a water-saving target for project sites of 1,500 liters per
ditargetkan sebesar 1.500 liter/orang/bulan, dan terealisasi person per month, with an actual realization of 842.8 liters
sebesar 842,8 liter/orang/bulan. Pencapaian tersebut didukung per person per month. This achievement was supported by
oleh adanya penurunan penggunaan air di seluruh wilayah a reduction in water consumption across all project areas,
proyek sehingga, secara keseluruhan Perseroan mampu enabling the Company to achieve overall water savings of
mencapai penghematan air sebesar 43%. Target terkait air 43%. The water-related targets established by the Company
yang ditetapkan Perseroan juga bertujuan untuk mengelola also aim to manage water usage and prevent negative
penggunaan air dan menghindari dampak negatif terkait air water-related impacts across all operational areas. All water
di seluruh wilayah operasional Perseroan. Air yang diambil withdrawn is fully consumed by the Company.
seluruhnya merupakan air yang dikonsumsi oleh Perseroan.
Selama tahun 2025, Perseroan tidak mengkonsumsi air yang During 2025, the Company did not consume water from
berasal dari wilayah water stress dan air yang berasal dari sungai water-stressed areas nor from river sources (freshwater
(freshwater atau air permukaan). Di samping itu, Perseroan juga or surface water). In addition, the Company did not make
tidak melakukan perubahan tempat penyimpanan air, sehingga any changes to water storage locations, thus causing no
tidak berdampak negatif terhadap lingkungan. Penarikan air negative environmental impacts. Water withdrawal at the
diukur dengan menggunakan meteran PDAM untuk di kantor Head Office is measured using PDAM meters, while project
pusat, dan menggunakan flow meter di setiap pompa air di locations use flow meters installed on each water pump. The
lokasi proyek. Hasil pengukuran penggunaan air dengan satuan measurement results are initially recorded in cubic meters
meter kubik, lalu dikonversi ke dalam megaliter. Di tahun 2025, and then converted into megaliters. In 2025, the Company
Perseroan telah melakukan pengukuran penggunaan air dengan carried out a more comprehensive and integrated method
190 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 191
metode yang menjadi lebih komprehensif dan terintegrasi. for measuring water consumption. This new method enables
Metode baru ini memungkinkan pemantauan yang lebih akurat, more accurate monitoring, systematic documentation, and
terdokumentasi secara sistematis, serta meningkatkan tingkat improves the validity and reliability of the resulting data. The
validitas dan keandalan data yang dihasilkan. Jumlah air yang total volume of water withdrawn is equal to the total volume
diambil, secara keseluruhan juga sama dengan jumlah air yang of water consumed. The Company’s water consumption at
digunakan. Adapun konsumsi air di kantor pusat dan lokasi the Head Office and project locations is presented as follows.
proyek Perseroan adalah sebagai berikut.
Tabel Air yang Diambil dan Dikonsumsi
Water Withdrawn and Consumed
(In Megaliters)
(In Megaliters)
Sumber
2025 2024 2023
Source
Air dari Pihak Ketiga
54,113 16,188 16,071
Third-Party Water
Air Bawah Tanah
16,35 13.645,975 11.308,610
Groundwater
Air Permukaan
1.114,82 - -
Surface Water
Jumlah
1.185,28 13.662,163 11.324,681
Total
Jumlah Karyawan (orang)
3.566 4.921 6.493
Number of Employees (person)
Intensitas Penggunaan Air/Orang
0,33 2,78 1,74
Water Usage Intensity/Person
Tabel Air yang Diambil dan Dikonsumsi Berdasarkan Wilayah Kerja
Water Withdrawn and Consumed by Work Area
(Dalam Megaliter)
(In Megaliters)
Wilayah Kerja
2025 2024 2023
Work Area
Lokasi Proyek
1.174,55 13.645,975 11.308,61
Project Location
Kantor Pusat
10,733 16,188 16,071
Head Office
Jumlah Konsumsi Air
1.185,28 13.662,163 11.324,681
Water Consumption
PEMBUANGAN AIR WATER DISPOSAL
Hingga saat ini, Perseroan masih memanfaatkan air yang Currently, the Company still utilizes water supplied by a
disuplai oleh pihak ketiga (PDAM) untuk kebutuhan kantor third party (PDAM) for its head office needs. For operational
pusat, sementara untuk kegiatan operasional di lokasi proyek, activities at the project site, the Company uses a combination
Perseroan menggunakan kombinasi air tanah, air hujan, dan air of groundwater, rainwater, and surface water. PDAM water
permukaan. Penggunaan air PDAM dialokasikan khusus untuk is allocated specifically for WIKA Tower 1 and WIKA Tower 2.
WIKA Tower 1 dan WIKA Tower 2. Air yang tersedia di masing- The water available in each of these towers is used for various
masing tower ini digunakan untuk berbagai keperluan, antara purposes, including the mosque or prayer room, sinks, toilets,
lain masjid atau mushola, wastafel, toilet, kegiatan kebersihan, cleaning activities, firefighting, and the kitchen or cafeteria.
pemadam kebakaran, serta dapur atau kantin.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 191
Page 192
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
17,846 m3/hari 29,743 m3/hari
17.846 m3/day 29.743 m3/day
STP Greywater Masjid/Mushola
Saluran Kota Kapasitas 35 m3/hari 5,516 m3/hari
City Canals STP Greywater Capacity Mosque/Mushola
35 m3/day 5.516 m3/day
%40 Air Limbah %40 Wastewater
Wastafel 9,232 m3/hari
Sink 9.232 m3/day
Recycling
Toilet 10,314 m3/hari
Toilets 10.314 m3/day
Siram Taman 3,000
Flushing m3/hari
8,897 m3/hari | m3/day Flush Planting 3.000 Kebersihan Gedung 4,681
m3/day m3/hari
Building Cleanliness 4.681
m3/day
8,897 m3/hari 8.897 m3/day 3,000 m3/hari
3.000 m3/day
Pemadam Kebakaran 2,865
Menguap m3/hari
14,415 m3/hari
Vaporizing Fire Extinguisher 2.865 m3/
day
14.415 m3/day
STP Blackwater Kapasitas Meresap ke
Saluran Kota 45 m3/hari Tanah
City Canals STP Blackwater Capacity Soaking into Dapur/Kantin 5,518 m3/hari
45 m3/day the Soil Kitchen/Canteen 5.518 m3/
day
Dalam pengelolaan pembuangan air di kantor pusat, Perseroan In managing wastewater at the head office, the Company
mengacu pada standar Baku Mutu Air Limbah sebagaimana adheres to the Wastewater Quality Standards stipulated
diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan in the Minister of Environment and Forestry Regulation
Nomor 68 Tahun 2016, yang menekankan bahwa limbah air Number 68 of 2016, which emphasizes that wastewater must
harus memenuhi baku mutu sebelum dibuang ke badan air. meet quality standards before being discharged into water
Air limbah yang telah digunakan di kantor pusat dialirkan ke bodies. Wastewater used at the head office is channeled to
Sewage Treatment Plant (STP) milik Perseroan, di mana kemudian the Company's Sewage Treatment Plant (STP), where it is
dilakukan proses daur ulang. Air hasil daur ulang tersebut then recycled. The recycled water is reused, for example, for
dimanfaatkan ystem, misalnya untuk flushing toilet, sebelum flushing toilets, before being discharged into the city drains.
dibuang ke saluran kota. Sementara itu, air yang digunakan untuk Meanwhile, water used for plant irrigation naturally infiltrates
penyiraman tanaman akan meresap ke dalam tanah secara alami. the ground.
Sedangkan di lokasi proyek, pembuangan air tidak memerlukan At project sites, wastewater does not require special
pengelolaan khusus. Air yang telah digunakan langsung treatment. Used water is directly directed to a disposal site,
diarahkan ke tempat pembuangan, seperti selokan atau badan such as a ditch or an available body of water. The Company
air yang tersedia. Perseroan memastikan bahwa air limbah ensures that wastewater from project sites is not discharged
dari lokasi proyek tidak dialirkan langsung ke sungai, untuk directly into rivers to prevent environmental pollution.
mencegah pencemaran lingkungan.
Perseroan menyadari bahwa pemborosan penggunaan air The Company recognizes that wasteful use of clean water
bersih akan menyebabkan risiko lingkungan dengan kelangkaan can lead to environmental risks through water scarcity. The
air. Perseroan telah memasukkan isu kekurangan pasokan Company has included the issue of a shortage of clean water
air bersih menjadi salah satu potensi bahaya/aspek yang supply as a potential hazard/aspect, which is then managed
selanjutnya menjadi potensi risiko yang dikelola dalam sistem as a potential risk within its risk management system. The
manajemen risiko. Komitmen Perseroan terkait pembuangan Company's commitment to water disposal is evident from
air terlihat dari tidak terlibatnya Perseroan dengan insiden its absence from any incidents of non-compliance with water
ketidakpatuhan terhadap pembuangan air selama tahun 2025. disposal during 2025. All water used, including water from third
Seluruh air yang digunakan baik air dari pihak ketiga, air bawah parties, groundwater, and surface water, is partially recycled
tanah, dan air permukaan sebagian didaur ulang dan sebagian and the rest is directed directly to disposal sites, such as
lainnya langsung diarahkan ke tempat pembuangan, seperti sewers or available water bodies. Total water disposal, as well
selokan atau badan air yang tersedia. Total pembuangan air, as water recycled at the head office, is as follows.
serta air yang di daur ulang di kantor pusat, sebagai berikut.
192 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 193
Masjid/Mushola
5,516 m3/hari 11,848 m3/hari 7,109 m3/hari
Mosque/Mushola 11.848 m3/day 7.109 m3/day
5.516 m3/day STP Greywater
Kapasitas 40 m3/hari Saluran Kota
Tower 2 Tower 1 STP Greywater
Capacity City Canals
Wastafel 9,232 m3/hari 40 m3/day
PAM 52,00 m3/hari Sink 9.232 m3/day
PAM 52,00 m3/day %40 Air Limbah
%40 Wastewater
Recycling Kapasitas
38,126 m3/hari 13,874 m3/hari 5 m3/hari
38.126 m3/day 13,874 m3/day Toilet 10,314 m3/hari
Toilets 10.314 m3/day Recycling Capacity
5 m3/day
4,739 m3/hari 4,739 m3/hari
Kebersihan Gedung 4.739 m3/day 4.739 m3/day
4,681 m3/hari
Siram Tanam 4,739
Building Cleanliness
m3/hari Saluran Kota
4.681 m3/day Flush Planting 4.739 City Canals
m3/hari
Pemadam Kebakaran
2,865 m3/hari
Fire Extinguisher 2.865
m3/day
Tabel Pembuangan Air
Water Disposal
Pembuangan Air (Megaliter)
Water Disposal (megaliters)
Sumber
2025 2024 2023
Sources
Air dari Pihak Ketiga
10,229 13,272 13,478
Third-Party Water
Air Bawah Tanah
Groundwater
1.114,13 0 0
Air Permukaan
Surface Water
Jumlah
1.124,36 13,272 13,478
Total
Tabel Daur Ulang Air
Water Recycling
Daur Ulang Air (MegaLiter)
Water Recycling (MegaLiters)
Sumber
2025 2024 2023
Sources
Air dari Pihak Ketiga
3,320 4,364 4,766
Third-Party Water
Air Bawah Tanah
Groundwater
2,161 0 0
Air Permukaan
Surface Water
Jumlah
5,481 4,364 4,766
Total
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 193
Page 194
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
ASPEK KEANEKARAGAMAN HAYATI BIODIVERSITY ASPECT
DAMPAK DARI WILAYAH OPERASIONAL YANG IMPACT OF OPERATIONAL AREAS NEAR OR LOCATED
DEKAT ATAU BERADA DI DAERAH KONSERVASI IN CONSERVATION AREAS OR AREAS WITH
ATAU MEMILIKI KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN BIODIVERSITY, AND BIODIVERSITY CONSERVATION
USAHA KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI EFFORTS [OJK F.9, F.10, CRE5]
[OJK F.9, F.10, CRE5]
Selama tahun 2025, terdapat lokasi proyek Perseroan yang Throughout 2025, one of the Company’s project location was
berada berdekatan dengan kawasan konservasi ekosistem adjacent to a marine ecosystem conservation area, namely the
lautan, yaitu Proyek PLTU Palu 3 yang berlokasi di Kabupaten Palu 3 PLTU Project in Donggala Regency, Central Sulawesi.
Donggala- Sulawesi Tengah. Proyek ini berfokus pada This project focuses on the sustainability of marine and
keberlanjutan ekosistem laut dan pesisir. Proyek ini merupakan coastal ecosystems. This project is part of the "Coral Reef
program “Coral Reef Transplant Project” sebagai upaya Transplant Project" as an effort to improve and preserve coral
memperbaiki dan melestarikan program konservasi terumbu reef conservation programs as a vital habitat for various fish
karang sebagai habitat vital bagi berbagai spesies ikan sebagai species that act as coastal protection. In addition, another
pelindung pantai. Selain itu, terdapat proyek Perseroan yang Company project adjacent to the conservation area is the
berdekatan dengan Kawasan konservasi yaitu proyek Jetty Manggis Jetty Integrated Terminal Project in Bali. Nevertheless,
Integrated Terminal Manggis, Bali. Namun demikian, Perseroan the Company consistently undertakes remediation efforts
senantiasa melakukan upaya remediasi yang diselaraskan aligned with its CSR program, which focuses on environmental
dengan program TJSL yang berfokus pada isu lingkungan dan issues and improving local economy. These activities include
peningkatan ekonomi masyarakat setempat dengan kegiatan providing fishing boats to local village fishing groups, cleaning
antara lain pemberian bantuan kapal nelayan kepada warga coastal areas, constructing temporary breakwaters for Segara
kelompok nelayan desa setempat, pembersihan area pantai, Temple for residents of Tanah Ampo Traditional Village, and
serta Pembuatan Temporary Pemecah Ombak Pura Segara restoring coastal land affected by abrasion for residents of
warga Desa Adat Tanah Ampo dan Restorasi Lahan Pantai Manggis Village.
akibat Abrasi Warga Desa Manggis.
Perseroan menyadari bahwa kegiatan operasionalnya mampu The Company recognizes that its operational activities can
menyebabkan adanya alih fungsi lahan serta memicu adanya lead to land conversion and trigger changes in the landscape.
perubahan bentang alam. Namun demikian, sepanjang tahun However, throughout the reporting year, there was no
pelaporan, tidak terdapat lahan yang terkontaminasi sebagai contaminated land as a result of the Company's operational
akibat dari kegiatan operasional Perseroan, serta tidak terdapat activities, and there were no rivers, lakes, or water bodies
sungai, danau maupun badan air yang harus diremediasi that required remediation. The Company is also committed
oleh Perseroan. Namun, Perseroan juga berkomitmen untuk to positively impacting the environment by conserving
memberikan dampak positif bagi lingkungan dengan melakukan terrestrial ecosystems through a program to preserve the
konservasi ekosistem daratan melalui program pelestarian endangered Javan Hawk-eagle in collaboration with the
satwa langka Elang Jawa yang bekerjasama dengan BRIN dan National Agency for Research and Innovation (BRIN) and
Taman Nasional Gunung Halim Salak-Jawa Barat. Salah satu the Mount Halim Salak National Park in West Java, one of
implementasi program kolaborasi bersama 25 BUMN lainnya. the implementations of collaborative program with 25 other
Perseroan telah berkomitmen untuk melestarikan konservasi SOEs. The Company has committed to preserving marine
ekosistem lautan dengan Coral Banyuwangi Plantation ecosystems through the Coral Banyuwangi Plantation Project,
Project selaras dengan Kebijakan keanekaragaman hayati dan in line with the Company's biodiversity and land restoration
restorasi lahan Perseroan. Perseroan juga memberikan dampak policies. The Company also has a positive impact on the
positif bagi lingkungan sekitar wilayah operasional melalui environment around its operational areas by planting 4,126
penanaman pohon di hari ulang tahun Perseroan sebanyak trees on the Company's anniversary in an effort to absorb
4.126 dalam upaya penyerapan emisi karbon, penanaman carbon emissions, planting 3,500 mangrove seedlings, and
mangrove sebanyak 3.500 bibit pohon, serta penanaman planting productive trees.
pohon produktif.
194 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 195
MELIHAT JEMBATAN SATWA TOL IKN, FITUR UTAMA LOOKING AT THE IKN TOLL WILDLIFE BRIDGE, A KEY FEATURE
MENYERUPAI HABITAT ALAMI DESIGNED TO RESEMBLE A NATURAL HABITAT
Pembangunan Tol IKN Seksi 3B yang dilengkapi dengan Jembatan The construction of IKN Toll Road Section 3B, which is equipped
Satwa merupakan salah satu proyek infrastruktur vital dalam with a Wildlife Bridge, represents one of the vital infrastructure
mendukung pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Tol IKN projects supporting the development of the Nusantara Capital
Seksi 3B dirancang dengan panjang 7,32 kilometer. Proyek ini City (IKN). The IKN Toll Road Section 3B is designed with a length
dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dalam kerja of 7.32 kilometers. This project is carried out by PT Wijaya Karya
sama operasi (KSO) bersama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT (Persero) Tbk (WIKA) under a joint operation (JO) with PT Waskita
Jaya Konstruksi Manggala Pratama (Jakon), dan PT Pembangunan Karya (Persero) Tbk, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama (Jakon),
Perumahan (PP). Tidak hanya fokus pada konektivitas transportasi and PT Pembangunan Perumahan (PP). In addition to focusing on
menuju IKN dari arah Balikpapan, proyek ini juga mengedepankan transportation connectivity to IKN from the direction of Balikpapan,
keberlanjutan lingkungan dengan memfasilitasi perlintasan satwa the project also emphasizes environmental sustainability by
liar. facilitating wildlife crossings.
Ruas tol ini dirancang untuk menjadi akses utama menuju IKN dari This toll road section is designed to serve as the main access route
arah Balikpapan. Jembatan Satwa atau Wildlife Crossing adalah to IKN from Balikpapan. The Wildlife Bridge, or wildlife crossing, is
salah satu fitur paling inovatif dari seksi ini. Jembatan tersebut one of the most innovative features of this section. The bridge is
memiliki lebar 50 meter dan dirancang khusus agar satwa-satwa 50 meters wide and is specifically designed to allow wildlife such
seperti beruang madu, rusa, dan hewan endemik Kalimantan as sun bears, deer, and other endemic Kalimantan species to cross
lainnya dapat melintas dengan aman tanpa terganggu oleh lalu safely without being disturbed by vehicle traffic. The bridge design
lintas kendaraan. Desain jembatan ini menyerupai habitat alami resembles a natural habitat, with vegetation planted on top to
dengan penanaman vegetasi di atasnya, sehingga satwa tidak ensure that animals do not feel intimidated.
merasa terintimidasi. Hingga Mei 2025, progres pembangunan Tol As of May 2025, the construction progress of the IKN Toll Road
IKN Seksi 3B telah mencapai sekitar 85%. Section 3B had reached approximately 85%.
Pekerjaan konstruksi yang signifikan telah diselesaikan, termasuk Significant construction work has been completed, including
pengerjaan badan jalan, struktur jembatan, dan sebagian besar roadbed works, bridge structures, and most of asphalt paving. The
pengaspalan. Pembangunan Jembatan Satwa juga menunjukkan construction of the Wildlife Bridge has also progressed rapidly,
kemajuan yang pesat, dengan struktur utama telah terpasang dan with the main structure already installed and currently in the final
sedang dalam tahap akhir penataan lanskap. Kepala Otorita IKN stage of landscape arrangement. The Head of IKN Authority, Basuki
Basuki Hadimuljono menuturkan, pembangunan Tol IKN Seksi 3B, Hadimuljono, stated that the construction of the IKN Toll Road
dengan fitur utama Jembatan Satwa ini adalah wujud komitmen Section 3B, with its main feature of Wildlife Bridge, represents the
pemerintah terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan government’s commitment to sustainable and environmentally
berwawasan lingkungan di IKN. conscious development in IKN.
Sumber: https://ikn.kompas.com/read/2025/06/04/085031987/melihat- Source: https://ikn.kompas.com/read/2025/06/04/085031987/melihat-jembatan-
jembatan-satwa-tol-ikn-fitur-utama-menyerupai-habitat-alami. satwa-tol-ikn-fitur-utama-menyerupai-habitat-alami.
WIKASATRIAN UNTUK KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN WIKASATRIAN FOR ENVIRONMENTAL SUSTAINABILITY
Pelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati adalah tanggung The preservation of ecosystems and biodiversity is a shared
jawab bersama yang memerlukan perhatian khusus. Sayangnya, responsibility that requires special attention. Unfortunately,
kontribusi dalam menjaga keanekaragaman hayati di kawasan contributions to maintaining biodiversity in Indonesia’s forest
hutan Indonesia seringkali masih minim dari banyak perusahaan. areas are still relatively limited among many companies. In fact,
Padahal, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance the implementation of Environmental, Social, and Governance
(ESG) sangatlah penting, mengingat banyak kawasan hutan di (ESG) principles is essential, considering that many forest areas
Indonesia yang belum dikelola dengan baik. Kehilangan berbagai in Indonesia have not been properly managed. The loss of various
spesies tanaman, flora, fauna, dan keragaman hayati lainnya akan plant species, flora, fauna, and other forms of biodiversity would
berdampak besar, terutama dalam komitmen Indonesia terhadap have significant impacts, particularly on Indonesia’s commitment to
pengurangan emisi karbon di level global. reducing carbon emissions at the global level.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. menyadari pentingnya pelestarian PT Wijaya Karya (Persero) Tbk recognizes the importance of
ekosistem dan keanekaragaman hayati, sehingga meluncurkan ecosystem and biodiversity conservation, hence launched the
program Wikasatrian, atau Representation of Sustainable Wikasatrian program, or Representation of Sustainable Ecosystem
Ecosystem Development at the WIKA Leadership Center. Program Development at WIKA Leadership Center. The Wikasatrian program
Wikasatrian sebagai bukti komitmen WIKA dalam mendukung serves as evidence of WIKA’s commitment to supporting biodiversity
konservasi keanekaragaman hayati dan keberlanjutan lingkungan. conservation and environmental sustainability. Wikasatrian adopts
Wikasatrian menerapkan tiga nilai dasar yang menjadi warisan three fundamental values that reflect the leadership heritage of
kepemimpinan Nusantara dan jati diri bangsa, yaitu ketuhanan, the Nusantara and the identity of the nation: divinity, humanity,
kemanusiaan, dan harmoni dengan alam. Berlokasi di Gadog, and harmony with nature. Located in Gadog, Bogor Regency, West
Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pusat pelatihan kepemimpinan ini Java, this leadership training center is surrounded by flora and
dikelilingi oleh flora dan Fauna khas Jawa Barat, serta berada di fauna typical of West Java and lies between Mount Salak, Mount
antara Gunung Salak, Gunung Pangrango, dan Gunung Geulis. Pangrango, and Mount Geulis.
Lingkungan alamnya tidak hanya memukau tetapi juga berfungsi Its natural environment is not only visually remarkable but also
sebagai penyerapan karbon, sebagaimana yang telah dipublikasikan functions as a carbon sink, as published in the Journal of IOP
dalam Journal of IOP Series: Earth and Environmental Science. Series: Earth and Environmental Science. Through this project,
Melalui proyek ini, WIKA menjadi salah satu perusahaan yang WIKA has become one of the companies demonstrating a tangible
berkomitmen nyata terhadap pelestarian hutan dan ekosistem commitment to the preservation of Indonesia’s forests and
Indonesia. ecosystems.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 195
Page 196
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Perencanaan Program Program Planning
Program ini diawali dengan studi bertajuk “Kontribusi Ruang Hijau The program began with a study titled “Contribution of WIKA Green
WIKA dalam Melestarikan Keanekaragaman Hayati Tumbuhan dan Spaces in Preserving Plant Biodiversity and Its Potential Benefits.”
Potensi Manfaatnya". Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi The study aimed to identify various types of plants growing in
berbagai jenis tumbuhan yang tumbuh di hutan Wikasatrian, menilai the Wikasatrian forest, assess their populations, and explore their
populasinya, serta mengeksplorasi potensi pemanfaatannya dalam potential uses in landscaping and other needs. Various in-depth
lanskap dan kebutuhan lainnya. Berbagai kajian mendalam juga assessments were also conducted to support the program, including
dilakukan untuk mendukung program ini, termasuk Life Cycle Life Cycle Assessment (LCA), environmental impact analysis (RKL
Assessment (LCA), analisis dampak lingkungan (RKL & RPL), dan
& RPL), and economic valuation studies to protect ecosystem
kajian nilai ekonomi dalam upaya melindungi jasa ekosistem. Tidak
hanya itu, kajian mendalam (depth study) juga bertujuan untuk services. In addition, a depth study was conducted to identify
mengidentifikasi potensi dampak negatif terhadap keanekaragaman potential negative impacts on biodiversity and environmental
hayati dan jasa lingkungan, guna memastikan pengelolaan yang services, ensuring sustainable management that generates
berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar. Pusat positive impacts for the surrounding environment. The Wikasatrian
Kepemimpinan Wikasatrian di bawah manajemen PT Wijaya Karya Leadership Center, under the management of PT Wijaya Karya,
menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan lanskap. applies sustainability principles in landscape management. The
Hutan Wikasatrian adalah ruang terbuka hijau dengan berbagai Wikasatrian forest is a green open space with various plant species
jenis tumbuhan yang dibiarkan tumbuh dan berkembang secara allowed to grow and develop naturally, with the potential to reduce
alami, dengan potensi mengurangi emisi karbon sebesar 100-800% carbon emissions by approximately 100–800 tons of CO₂ per year.
ton CO2 per tahun. Kawasan Wikasatrian mampu menvediakan The Wikasatrian area provides protection, breeding grounds, and
perlindungan, tempat berkembang biak, dan sumber makanan food sources for various wildlife species. It also serves as a habitat
bagi berbagai jenis satwa liar. Kawasan Wikasatrian juga berfungsi for several rare and protected species.
sebagai habitat bagi beberapa spesies langka yang dilindungi.
Pelaksanaan Program Program Implementation
Pelaksanaan program dilakukan secara terintegrasi dengan The implementation of the program was carried out in an integrated
melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama manner involving the National Research and Innovation Agency
WIKA selama Desember 2023 hingga Juni 2024. Studi banding (BRIN) together with WIKA from December 2023 to June 2024. A
dilakukan dengan membuat Program "Satria Utama" dengan warga benchmarking initiative was conducted through the “Satria Utama”
lokal. Salah satu program yang menonjol di tingkat Satria Utama program with local communities. One of the prominent activities
adalah program studi banding pelestarian alam atau program in the Satria Utama program is a nature conservation study visit
tinggal bersama warga lokal. Dengan tinggal bersama penduduk combined with a homestay program with local residents. By living
setempat, peserta dapat belajar banyak tentang budaya dan cara with local communities, participants can learn directly about local
hidup masyarakat. Peserta juga dapat memahami kebutuhan culture and ways of life. Participants also gain a deeper understanding
warga setempat agar dapat berkontribusi dan menciptakan "surga of community needs so they can contribute to creating a “paradise
kehidupan" yang berbasis pada kebutuhan dan harapan warga lokal, of life” based on the needs and aspirations of the community rather
bukan berdasarkan keinginan atau hasrat. than personal intentions.
Berikut beberapa upaya kolaboratif yang dilakukan WIKA dengan Several collaborative initiatives carried out by WIKA and BRIN include
BRIN di antaranya: the following:
1. Konservasi Anggrek Phalaenopsis 1. Conservation of Phalaenopsis Orchids
Konservasi dilakukan dengan merancang/ membuat Conservation efforts were conducted by designing and
laboratorium kultur jaringan di wilayah Wikasatrian. Penelitian establishing a tissue culture laboratory in the Wikasatrian area.
inisiasi perbanyakan In Vitro Anggrek dilakukan dengan Research on the initiation of in vitro orchid propagation was
perkecambahan benih di laboratorium kultur jaringan. conducted through seed germination in the tissue culture
Reintroduksi bibit anggrek Phalaenopsis ke habitat asalnya juga laboratory. Reintroduction of Phalaenopsis orchid seedlings into
dilakukan di area Wikasatrian. their natural habitat was also carried out in the Wikasatrian area.
2. Keanekaragaman Pakis Pohon 2. Tree Fern Biodiversity
Inventarisasi dilakukan guna mengumpulkan dan An inventory was conducted to collect and characterize
mengkarakterisasi Spora Cyatheaceae dari area Wikasatrian. Cyatheaceae spores from the Wikasatrian area. Scientific
Penyusunan karya tulis juga dilaksanakan guna mendukung dan publications were also prepared to support and further develop
mengembangakan keanekaragaman pakis. research on fern biodiversity.
3. Lingkungan Hutan Layanan Terapi Kesehatan 3. Forest Environment for Therapeutic Health Services
Identifikasi Lokasi potensial di wilayah Wikasatrian dilakukan Potential locations within the Wikasatrian area were identified
guna pengembangan kegiatan Hutan Penyembuhan. Analisis for the development of healing forest activities. Vegetation
vegetasi di kawasan hutan Wikasatrian sebagai dasar dalam analysis within the Wikasatrian forest area was conducted as a
menentukan target pengu-tian tanaman aromaterapi dan basis for determining plant species suitable for aromatherapy
potensi penggunaan herbal/obat-obatan. and potential herbal or medicinal uses.
Program "Satria Utama bersama Warga Lokal" menghadirkan The “Satria Utama with Local Communities” program provides a
pengalaman unik melalui studi banding pelestarian alam dan unique experience through nature conservation benchmarking
tinggal bersama penduduk setempat. Dalam program ini, and living with local residents. Through this program, Satria
peserta Satria Utama mendapatkan kesempatan berharga Utama participants gain valuable opportunities to experience
untuk merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat lokal, the daily lives of local communities, understand their culture,
memahami budaya, dan mempelajari cara hidup mereka secara and learn their way of life in depth. This direct experience
mendalam. Pengalaman langsung ini memungkinkan peserta enables participants to understand the needs and expectations
untuk mengenali kebutuhan dan harapan warga, sehingga of the community so they can contribute to creating a “paradise
mereka dapat berkontribusi menciptakan "surga kehidupan" of life” that genuinely reflects the aspirations of local residents
yang benar-benar berakar dari keinginan masyarakat, bukan rather than the perspectives of Satria Utama participants
sekadar berdasarkan perspektif atau keinginan pribadi Satria themselves.
Utama.
196 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 197
Tidak hanya belajar, para peserta juga diajak untuk memberikan In addition to learning, participants are encouraged to
kontribusi nyata dalam setiap kunjungan dan studi banding contribute directly during each visit and conservation
pelestarian alam. Sebagai contoh, kunjungan ke Desa benchmarking activity. For example, a visit to Cihanjawar
Cihanjawar menginspirasi peserta Satria Utama untuk bekerja Village inspired Satria Utama participants to collaborate with
sama dengan warga setempat membangun jalan. Dalam local residents to build a road. In this project, they worked side
proyek ini, mereka bekerja berdampingan selama tiga bulan, by side with the community for three months, demonstrating
membuktikan komitmen dan kepedulian untuk memberikan their commitment and dedication to creating tangible impacts
dampak nyata bagi masyarakat. Program ini menjadi wujud for society. The program reflects a harmonious collaboration
nyata dari kerja sama yang harmonis antara Satria Utama between Satria Utama participants and local communities
dan warga lokal untuk mencapai tujuan bersama. Penganyaan in achieving shared goals. The development of facilities and
fasilitas dan kelengkapan in frastruktur member kemudahan supporting infrastructure also provides greater convenience
kepada maya-rakat untuk beraktivitas dan membangun for community activities while fostering the spirit of mutual
semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjamin cooperation and solidarity to ensure the sustainability of the
keberlanjutan program. program.
Monitoring dan Evaluasi
Monitoring and Evaluation
Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai efektivitasnya
Evaluations are conducted periodically to assess the effectiveness
pelaksanaan program yang dijalankan. Dalam setiap kunjungan
of program implementation. During each regional visit, Satria
ke daerah, peserta Satria Utama merancang dan melaksanakan
Utama participants design and implement community contribution
program kontribusi yang ditargetkan untuk masyarakat. Hasil
programs. Evaluation results indicate a 98% increase in research
evaluasi menunjukkan adanya peningkatan penelitian untuk
related to Phalaenopsis orchid conservation, along with the
Konservasi Anggrek Phalaenopsis sebesar 98 persen dan
preparation of scientific papers to support both academic and
makalah ilmiah juga dibuat untuk menunjang data akademis
public knowledge. Research on tree fern biodiversity around the
dan popular. Penelitian keanekaragaman pohon pakis di sekitar
Wikasatrian area increased by 66%. Research and development on
wilayah Wikasatrian meningkat sebesar 66 persen. Penelitian dan
forest environmental services for health therapy have also been
pengembangan jasa lingkungan hutan untuk terapi kesehatan
conducted, including international publications on the utilization of
juga dilakukan dengan melakukan publikasi internasional tentang
forest ecosystems and environmental services.
pemanfaatan hutan dan layanan lingkungan.
Program Sustainability
Keberlanjutan Program
Program sustainability has been designed through the development
Program keberlanjutan dirancang dengan menyusun roadmap yang
of a strategic roadmap to support long-term planning. PT Wijaya
strategis untuk mendukung rencana jangka panjang. PT Wijaya
Karya (Persero) Tbk, as the initiator of the program, continues to
Karya (Persero) Tbk, sebagai pelopor program ini, meningkatkan
strengthen its capacity through internal institutional approaches
kapasitasnya melalui pendekatan kelembagaan internal serta
while establishing strategic partnerships with various external
menjalin kemitraan strategis dengan berbagai lembaga eksternal.
institutions.
Sebagai perusahaan yang berkomitmen terhadap pelestarian
As a company committed to environmental preservation, WIKA has
lingkungan, WIKA telah memberikan kontribusi besar dalam
contributed significantly to reducing carbon emissions, reaching up
pengurangan emisi karbon, mencapai hingga 800 tonCO2 per
to 800 tons of CO₂ per year. This figure does not yet include the
tahun. Angka ini bahkan belum termasuk dampak dari perluasan
potential impact from the expansion of forest areas in Purisatrian,
area hutan di Purisatrian, yang berdekatan dengan kawasan
which is located near the Wikasatrian area and covers approximately
Wikasatrian dan memiliki luas sekitar 4 hektare. Selain berdampak
four hectares. In addition to its environmental benefits, the program
positif bagi lingkungan, program ini juga memiliki nilai sosial yang
also delivers social value aligned with ESG (Environmental, Social,
mendukung prinsip-prinsip ESG dalam pengelolaan Wikasatrian.
Governance) principles in the management of Wikasatrian. Through
Melalui program pendidikan berbasis kearifan lokal atau masyarakat
education programs based on local wisdom, communities around
di sekitar kawasan diajak untuk mengelola hutan secara bijaksana.
the area are encouraged to manage forests responsibly. The primary
Fokus utama pengelolaan hutan adalah pada pelestarian dan
focus of forest management is preservation and development
pengembangan, bukan eksploitasi. Program Wikasatrian berhasil
rather than exploitation. The Wikasatrian program has successfully
mengubah cara pandang masyarakat setempat dalam menjaga
transformed the mindset of local communities in maintaining forest
kelestarian hutan untuk masa depan yang lebih hijau dan asri.
sustainability for a greener and more sustainable future.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 197
Page 198
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
ASPEK EMISI EMISSION ASPECT
JUMLAH DAN INTENSITAS EMISI YANG DIHASILKAN TOTAL AND INTENSITY OF EMISSIONS PRODUCED
BERDASARKAN JENISNYA [OJK F.11, GRI 305-1, 305-2, BY TYPE [OJK F.11, GRI 305-1, 305-2, 305-3, 305-4, CRE3, CRE4]
305-3, 305-4, CRE3, CRE4]
Fenomena perubahan iklim yang kini dampaknya semakin The phenomenon of climate change, the impacts of which are
nyata dipicu oleh kenaikan suhu global akibat akumulasi emisi now increasingly apparent, is driven by rising global temperatures
Gas Rumah Kaca (GRK). Sumber emisi ini mayoritas berasal due to the accumulation of greenhouse gas (GHG) emissions.
dari penggunaan energi fosil, pengelolaan limbah, sektor These emissions are primarily derived from fossil fuel use,
transportasi, serta aktivitas industrialisasi yang masif. Sebagai waste management, transportation sector, and massive
pemain kunci dalam sektor jasa konstruksi, WIKA menyadari industrialization. As a key player in the construction services
sepenuhnya bahwa aktivitas operasional perusahaan memiliki sector, WIKA fully recognizes that its operational activities have
jejak karbon yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut. a carbon footprint that contributes to this situation.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian As a form of responsibility toward environmental preservation,
lingkungan, Perseroan tidak hanya sekadar menyadari, the Company not only acknowledges this issue but also
tetapi juga mengambil langkah konkret melalui pemantauan takes concrete actions through periodic monitoring and
dan pengendalian emisi secara berkala. Hal ini bertujuan control of emissions. This effort aims to minimize negative
untuk menekan dampak negatif terhadap ekosistem impacts on ecosystems through a comprehensive emissions
seminimal mungkin melalui sistem inventarisasi emisi yang inventory system, reflecting the Company’s commitment to
komprehensif, sebagai bentuk komitmen Perseroan dalam supporting climate change mitigation and reducing negative
mendukung penanggulangan perubahan iklim dan mengurangi environmental externalities. WIKA also remains committed
eksternalitas negatif terhadap lingkungan. WIKA juga terus to continuous improvement in the development of its GHG
berkomitmen untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dalam emission calculation and reporting systems.
pengembangan sistem perhitungan dan pelaporan emisi GRK.
Hal ini dibuktikan dengan pengembangan berkelanjutan yang This commitment is demonstrated through ongoing
dilakukan dalam manajemen dan pelaporan data emisi GRK. developments in the management and reporting of GHG
Secara historis, Perseroan terus mengembangkan lingkup emission data. Historically, the Company has continued to
batasan organisasi yang dilaporkan, dimana pelaporan emisi expand the organizational boundary scope being reported.
GRK Tahun 2023 meliputi emisi dari seluruh divisi operasional, In 2023, the Company’s GHG emissions reporting covered
yakni Divisi EPCC, INFRA 1 (Infrastructure 1), INFRA 2 emissions from all operational divisions, namely EPCC Division,
(Infrastructure 2), dan BD (Building). Kemudian di Tahun 2024 INFRA 1 (Infrastructure 1), INFRA 2 (Infrastructure 2), and BD
dan 2025, Perseroan melaporkan emisi GRK yang dihasilkan (Building). In 2024 and 2025, the Company reported GHG
oleh seluruh divisi operasional, yakni Divisi EPCC, INFRA 1, dan emissions generated by all operational divisions, namely EPCC
INBD (Infrastructure & Building, hasil merger divisi INFRA 2 Division, INFRA 1, and INBD (Infrastructure & Building, resulting
dan BD), ditambah dengan emisi GRK yang bersumber dari from the merger of INFRA 2 and BD divisions), along with
aktivitas Divisi AMD (Asset Management Div.), yakni emisi GRK GHG emissions originating from the activities of AMD Division
dari aktivitas aset non-proyek milik Perseroan, seperti kantor (Asset Management Division), namely GHG emissions from
dan aset lainnya yang disewakan kepada tenant. the Company’s non-project assets such as offices and other
assets leased to tenants.
Selain itu, pengembangan manajemen data emisi GRK juga In addition, the development of GHG emission data
dilakukan pada peningkatan kelengkapan dan kedetailan data management has also been carried out by improving the
untuk masing-masing proyek. Hal ini menyebabkan tren emisi completeness and level of detail of data for each project.
GRK Perseroan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. As a result, the Company’s GHG emission trend tends
Namun demikian, pendekatan konsolidasi emisi GRK dengan to increase from year to year. However, the approach to
entitas anak perusahaan di tahun 2025 belum dilakukan, consolidating GHG emissions with subsidiaries had not yet
dan masih fokus pada batasan operasional PT Wijaya Karya been implemented in 2025 and remains focused on the
(Persero) Tbk. sebagai holding operasional. operational boundary of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. as
the operational holding.
Pada penyesuaian strategi terbaru ini, WIKA menunjuk 2024 Under this latest strategic adjustment, WIKA has designated
sebagai tahun dasar (base year) yang baru. Penetapan ini 2024 as the new base year. This determination was made
dilatarbelakangi oleh tingkat kematangan data emisi di tahun because the emission data maturity level in that year is
198 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 199
tersebut yang dinilai lebih lengkap dan mampu mewakili considered more complete and representative of actual
kondisi aktual. Inventarisasi data pada tahun 2024 telah conditions. The 2024 data inventory has covered the entire
mencakup seluruh cakupan operasional, mulai dari kantor operational scope, including the head office, company assets,
pusat, aset perusahaan, hingga proyek konstruksi yang tengah and active construction projects. The accumulated Scope
aktif. Adapun akumulasi emisi Scope 1 dan 2 pada tahun dasar 1 and Scope 2 emissions in the base year were recorded at
tersebut tercatat di angka 37.891 tCO2eq. 37,891 tCO2eq.
Perhitungan dan pelaporan emisi GRK didasarkan pada The calculation and reporting of GHG emissions are based
standar dan metodologi yang diakui secara global, yakni on globally recognized standards and methodologies,
Greenhouse Gas Protocol, ISO 14064-1:2018, dan IPCC namely the Greenhouse Gas Protocol, ISO 14064-1:2018,
(Intergovernmental Panel on Climate Change) Guidelines and the IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change)
for National Greenhouse Gas Inventories. Jenis GRK yang Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories. The
dilaporkan antara lain adalah gas CO2 CH4, N2O, dan HFCs types of GHG reported include CO2, CH4, N2O, and HFCs
(Hydrofluorocarbons), yang dilaporkan dalam satuan tCO2eq (Hydrofluorocarbons), which are reported in units of tCO2eq
(ton karbon dioksida ekivalen). Penyetaraan masing-masing (tons of carbon dioxide equivalent). The conversion of each
GRK ke dalam satuan tCO2eq menggunakan nilai GWP (Global GHG into tCO2eq units uses the latest 100-year Global
Warming Potential) 100 tahun terbaru yang disampaikan pada Warming Potential (GWP) values presented in the IPCC 6th
IPCC 6th Assessment Report (AR6). Assessment Report (AR6).
Dalam upaya menjalankan fungsi monitoring dan evaluasi As part of its effort to ensure consistent monitoring and
yang konsisten, WIKA melaksanakan pemantauan rutin setiap evaluation, WIKA conducts routine monthly monitoring
bulan terhadap kadar emisi di seluruh wilayah operasionalnya. of emission levels across all its operational areas. During
Selama tahun pelaporan ini, WIKA telah melakukan pengukuran this reporting year, WIKA conducted comprehensive
menyeluruh terhadap emisi GRK Cakupan 1, yang bersumber measurements of Scope 1 GHG emissions, which originate
langsung dari penggunaan energi fosil dan bahan bakar hayati. directly from the use of fossil energy and biofuels.
Emisi GRK Cakupan 1 merupakan emisi langsung (direct Scope 1 GHG emissions are direct emissions originating from
emissions) yang berasal dari beberapa aktivitas sumber emisi, several emission-generating activities, including:
antara lain:
1. Penggunaan Bahan Bakar 1. Fuel Use
Penggunaan bahan bakar berupa Bensin (meliputi minyak Fuel use includes gasoline (covering gasoline with RON
bensin dengan RON 90 - 92) dan Solar (meliputi Biodiesel 90–92) and diesel fuel (including Biodiesel B30/B35/
B30/B35/B40 dan minyak solar konvensional dengan CN B40 and conventional diesel fuel with CN 48–53) used
48 - 53) untuk menjalankan peralatan yang dimiliki dan to operate equipment owned and controlled by the
dikontrol oleh Perseroan. Aktivitas penggunaan bahan Company. Fuel combustion activities contribute to the
bakar (combustion) berkontribusi dalam menghasilkan production of GHGs such as CO2, CH4 (GWP Value:
GRK berupa CO2 CH4 (Nilai GWP: 27 - 29,8), dan N2O 27–29.8), and N2O (GWP Value: 273). Since 2024, the
(Nilai GWP: 273). Sejak tahun 2024, Perseroan telah Company has separated the inventory of GHG emissions
melakukan pemisahan inventarisasi emisi GRK dari from fuel use activities conducted by the Company into
aktivitas penggunaan bahan bakar yang dilakukan oleh two categories:
Perseroan menjadi dua, yakni:
- Mobile Combustion - Mobile Combustion
Penggunaan bahan bakar yang dilakukan untuk Fuel use that supports the operation of the
mendukung operasi aset Perseroan yang sifatnya Company’s mobile assets. These assets consist of
bergerak. Aset bergerak Perseroan terbagi menjadi on-road transportation such as operational cars/
dua, yakni aset on-road transportation seperti mobil/ motorcycles at offices and project sites, and off-road
motor operasional di kantor maupun lokasi proyek, transportation such as heavy equipment operated
dan aset off-road transportation seperti alat berat without third parties (self-operated).
yang dioperasikan tanpa pihak ketiga (swakelola).
- Stationary Combustion - Stationary Combustion
Penggunaan bahan bakar yang dilakukan untuk Fuel use that supports the operation of the Company’s
mendukung operasi aset Perseroan yang sifatnya stationary assets. Stationary assets include generators,
stasioner atau diam. Aset stasioner Perseroan antara compressors, concrete mixers, and similar equipment.
lain adalah genset, kompresor, concrete mixer, dsb.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 199
Page 200
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Penggunaan bahan bakar Biodiesel B30/B35/B40 yang terdiri The use of Biodiesel B30/B35/B40, which consists of a
dari bauran solar fosil dengan biodiesel yang berasal dari blend of fossil diesel and biodiesel derived from vegetable
pengolahan minyak nabati, menghasilkan emisi GRK biogenik oil processing, produces anthropogenic biogenic GHG
antropogenik. ISO 14064-1:2018 menyatakan bahwa emisi emissions. ISO 14064-1:2018 states that anthropogenic
GRK biogenik antropogenik adalah emisi GRK yang muncul biogenic GHG emissions are GHG emissions arising from
dari pembakaran biomassa serta proses lainnya. Emisi GRK biomass combustion and other processes. Anthropogenic
biogenik antropogenik CO2 harus dilaporkan secara terpisah biogenic CO2 emissions must be reported separately from
dari emisi antropogenik yang berasal dari proses pembakaran anthropogenic emissions originating from conventional
bahan bakar fosil konvensional, sementara emisi GRK biogenik fossil fuel combustion processes, while other anthropogenic
antropogenik lainnya (CH4 dan N2O) harus dikuantifikasi dan biogenic GHG emissions (CH4 and N2O) must be quantified
dilaporkan sebagai emisi antropogenik. Maka dari itu, emisi and reported as anthropogenic emissions. Therefore,
GRK biogenik antropogenik CO2 dari biodiesel dilaporkan anthropogenic biogenic CO2 emissions from biodiesel are
secara terpisah dan tidak dimasukkan dalam inventarisasi reported separately and are not included in the Company’s
emisi GRK cakupan 1 Perseroan. Scope 1 GHG emissions inventory.
2.
Emisi Fugitif 2. Fugitive Emissions
Emisi fugitif merupakan emisi yang berasal dari lepasnya Fugitive emissions are emissions that result from the
GRK secara tidak sengaja atau tidak direncanakan, unintentional or unplanned release of GHGs, generally
umumnya berasal dari kebocoran sistem. Emisi fugitif originating from system leaks. The Company’s fugitive
Perseroan bersumber dari indikasi kebocoran sistem emissions originate from indications of air conditioning
pendingin udara kantor dan proyek, yang mengakibatkan system leaks in offices and projects, which result in the
lepasnya gas freon ke atmosfer. indikasi kebocoran sistem release of freon gas into the atmosphere. Indications of
pendingin udara diestimasi dengan melihat jumlah air conditioning system leaks are estimated by observing
pengisian freon yang dilakukan untuk masing-masing the amount of freon refilling conducted for each air
unit pendingin udara. GRK yang dilepas ke atmosfer dari conditioning unit. The GHGs released into the atmosphere
kebocoran sistem pendingin udara antara lain adalah gas from air conditioning system leaks include HFC gases such
HFCs seperti R-32 Nilai GWP: 771), R-410A (Nilai GWP: as R-32 (GWP Value: 771), R-410A (GWP Value: 2,255.5),
2.255,5), dan R-22 (Nilai GWP: 1.960). and R-22 (GWP Value: 1,960).
Tabel Emisi GRK Cakupan 1 (BBM Minyak Solar) yang dihasilkan
Scope 1 GHG emissions (diesel fuel) generated
(Dalam Ton CO2eq)
(in tons of CO2eq)
Wilayah Kerja
Work Area 2025 2024* 2023
Emisi GRK Cakupan 1 (BBM)
21.316,38 25.811,20 22.864,25
Scope 1 GHG Emissions (Fuel)
Emisi GRK Cakupan 1 (Freon)
176,80 112,35 15,42
Scope 1 GHG Emissions (Freon)
Total, emisi Cakupan 1
21.493,19 25.923,55 22.879,67
Total Scope 1 Emissions
Emisi Biogenik, dari BBM (Cakupan 1)
Biogenic Emissions from Fuel 4,473.70 5.484,99 9.798,97
(Scope 1)
Keterangan:
*) Disajikan Kembali
Terdapat restatement atas pengungkapan data emisi GRK cakupan 1 di tahun 2024, di mana pada tahun 2025 telah dilakukan inventarisasi dan perhitungan emisi GRK periode
2024 dengan perluasan cakupan inventarisasi dari seluruh proyek, baik yang bersifat Joint Operation (JO) maupun non-JO. Data diperoleh berdasarkan pencatatan internal dari
penanggungjawab masing-masing proyek, sehingga lebih menggambarkan profil emisi perseroan, terutama yang bersumber dari aktivitas operasional proyek.
Note:
*) Restated
There is a restatement of the disclosure of Scope 1 GHG emissions data in 2024. In 2025, an inventory and calculation of GHG emissions for the 2024 period was conducted,
expanding the inventory scope to include all projects, both Joint Operations (JO) and non-JO. Data was obtained based on internal records from the person in charge of each
project, thus better depicting the company's emissions profile, particularly those originating from project operational activities.
200 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 201
Secara tren, terdapat penurunan emisi GRK cakupan 1 Trendwise, the Company's Scope 1 GHG emissions decreased
Perseroan pada Tahun 2025 dibandingkan dengan periode in 2025 compared to the previous period. This was due to a
sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya jumlah reduction in the number of active projects compared to the
proyek aktif dibandingkan tahun sebelumnya, serta selesainya previous year and the completion of carryover projects from
proyek carry over dari periode sebelumnya, yang menyebabkan the previous period, which resulted in a significant reduction
aktivitas penggunaan bahan bakar berkurang dengan signifikan. in fuel consumption.
Emisi GRK Cakupan 2 merupakan emisi tidak langsung Scope 2 GHG emissions are indirect emissions derived from
(indirect emissions) yang berasal dari penggunaan listrik electricity purchased from the energy provider, PT PLN, to
yang menunjang aktivitas kantor dan proyek dibeli dari support office and project activities. The calculation of Scope
pihak penyedia energi, yakni PT PLN. Perhitungan emisi GRK 2 GHG emissions refers to the emission factors issued by the
cakupan 2 mengacu pada faktor emisi yang diterbitkan oleh Ministry of Energy and Mineral Resources in Decree of the
Kementerian ESDM dalam Keputusan Menteri Energi Dan Minister of Energy and Mineral Resources of the Republic of
Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor: 163. K/ Indonesia Number: 163.K/HK.02/MEM.S/2021 concerning
HK.02/MEM.S/2021 tentang Penetapan Faktor Emisi Gas Ruma the Determination of Household Gas Emission Factors for
Sistem Ketenagalistrikan. Nilai faktor emisi ketenagalistrikan Electricity Systems. The electricity emission factor values
yang digunakan disesuaikan dengan lokasi masing-masing used are adjusted based on the location of each office
kantor dan proyek. and project.
Secara tren, terdapat kenaikan emisi GRK cakupan 2 Perseroan Trendwise, the Company's Scope 2 GHG emissions increased
pada Tahun 2025 dibandingkan dengan periode sebelumnya. in 2025 compared to the previous period. This is due to more
Hal ini disebabkan oleh lingkup pelaporan data energi proyek comprehensive scope of project energy data reporting,
yang lebih komprehensif, didukung faktor lain seperti proyek supported by other factors such as more projects entering
memasuki fase commissioning lebih banyak dibandingkan the commissioning phase compared to the previous year,
dengan tahun sebelumnya, sehingga membutuhkan konsumsi thus requiring higher electricity consumption.
listrik yang lebih besar.
Tabel Emisi GRK Cakupan 2 (Listrik, Jaringan Interkoneksi PLN)
Scope 2 GHG Emissions (Electricity, PLN Interconnection Network
(Dalam Ton CO2eq)
(In Tons CO2eq)
Wilayah Kerja
Work Area 2025 2024* 2023
Emisi GRK Cakupan 2 (listrik PLN)
16.689,05 11.966,97 6.680,14
Scope 2 GHG Emissions (PLN electricity)
Keterangan:
*) Disajikan Kembali
Terdapat restatement atas pengungkapan data emisi GRK cakupan 1 di tahun 2024, di mana pada tahun 2025 telah dilakukan inventarisasi dan perhitungan emisi GRK periode
2024 dengan perluasan cakupan inventarisasi dari seluruh proyek, baik yang bersifat Joint Operation (JO) maupun non-JO. Data diperoleh berdasarkan pencatatan internal dari
penanggungjawab masing-masing proyek, sehingga lebih menggambarkan profil emisi perseroan, terutama yang bersumber dari aktivitas operasional proyek.
Note:
*) Restated
There is a restatement of the disclosure of Scope 1 GHG emissions data in 2024. In 2025, an inventory and calculation of GHG emissions for the 2024 period was conducted,
expanding the inventory coverage to include all projects, both Joint Operations (JO) and non-JO. The data was obtained based on internal records from the person in charge of
each project, thus better depicting the company's emissions profile, particularly those originating from project operational activities
Perseroan terus melakukan pengembangan yang kontinyu The Company carries on making continuous improvements
dalam melaporkan emisi GRK Cakupan 3 yang tergolong in reporting Scope 3 GHG emissions, which fall under
ke dalam emisi tidak langsung (indirect emissions) lainnya, other indirect emissions, as a form of more comprehensive
sebagai bentuk transparansi kinerja lingkungan Perseroan environmental performance transparency. This includes GHG
yang lebih menyeluruh, dengan mencakup emisi GRK yang emissions arising throughout the Company’s value chain. Since
timbul dalam rantai nilai (value chain) Perseroan. Sejak Tahun 2024, the Company has been able to report five Scope 3
2024, Perseroan dapat melaporkan lima kategori emisi GRK GHG emission categories that are relevant to the Company’s
cakupan 3 yang relevan terhadap aktivitas bisnis Perusahaan, business activities, including the following:
antara lain:
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 201
Page 202
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Emisi Kategori 1 - Pembelian Barang & Jasa Category 1 Emissions – Purchased Goods and Services
Merupakan emisi yang dihasilkan dari emisi sepanjang These emissions are generated from emissions throughout the
pemrosesan (cradle-to-gate) barang dan jasa yang digunakan processing lifecycle (cradle-to-gate) of goods and services
oleh Perseroan. Inventarisasi emisi cakupan 3 kategori 1 used by the Company. The Scope 3 Category 1 emissions
dilakukan dengan menggunakan spend-based method, atau inventory is conducted using the spend-based method, or
perhitungan emisi berdasarkan nilai keuangan yang dikeluarkan emission calculations based on the financial value spent
dalam pengadaan barang dan jasa, yang kemudian dikali on the procurement of goods and services, which is then
dengan faktor emisi spend-based yang diterbitkan oleh US multiplied by spend-based emission factors issued by the
EPA (United States Environmental Protection Agency), sesuai US EPA (United States Environmental Protection Agency),
dengan masing-masing jenis barang dan jasa yang digunakan. according to each type of goods and services used.
Secara tren, terdapat penurunan signifikan dalam emisi Trend-wise, there was a significant decrease in Scope 3
cakupan 3 kategori 1 Tahun 2025 dibandingkan dengan Category 1 emissions in 2025 compared to the previous year,
tahun sebelumnya, yang disebabkan oleh realisasi nominal caused by actual reduction in the value of expenditures for
pembelanjaan barang dan jasa yang secara riil berkurang goods and service
dari Tahun 2024. s compared to 2024.
Emisi Kategori 3 - Aktivitas yang Berkaitan dengan Bahan Category 3 Emissions – Fuel- and Energy-Related Activities
Bakar dan Energi
Merupakan emisi yang dihasilkan dari aktivitas yang muncul These emissions are generated from activities arising in the
dalam proses pengolahan dan distribusi bahan bakar dan processing and distribution of fuel and energy before they are
energi sebelum digunakan oleh Perseroan. Aktivitas yang used by the Company. Relevant activities include upstream
relevan antara lain adalah emisi hulu bahan bakar, emisi hulu fuel emissions, upstream energy emissions, and transmission
energi, dan emisi susut jaringan dan distribusi. and distribution losses.
Batasan aktivitas emisi hulu bahan bakar melingkupi The boundary of upstream fuel emission activities includes
transportasi bahan bakar dari pihak ketiga (supplier) menuju fuel transportation from third-party suppliers to WIKA project
lokasi proyek WIKA, dimana massa bahan bakar yang locations, where the mass of mobilized fuel is multiplied by
dimobilisasi dikali dengan faktor emisi DEFRA (Department the relevant DEFRA (Department for Environment, Food and
for Environment Food and Rural Affairs) yang relevan. Rural Affairs) emission factor.
Batasan aktivitas emisi hulu energi melingkupi emisi yang The boundary of upstream energy emission activities includes
muncul sebelum proses pembangkitan listrik yang digunakan emissions generated before the electricity generation
oleh Perseroan baik di kantor pusat maupun di proyek. process used by the Company at both the head office and
Perhitungan emisi dilakukan dengan mengalikan jumlah project locations. Emissions are calculated by multiplying
konsumsi listrik Perseroan dengan faktor emisi hulu di the Company’s electricity consumption by the upstream
Indonesia yang dikeluarkan oleh IEA (International Energy emission factor in Indonesia issued by the IEA (International
Agency). Energy Agency).
Batasan aktivitas susut jaringan dan distribusi melingkupi The boundary of transmission and distribution loss activities
emisi yang muncul akibat hilangnya sejumlah listrik dalam includes emissions arising from electricity losses during
proses transmisi dan distribusi sebelum digunakan oleh transmission and distribution before being used by the
Perseroan. Perhitungan emisi dilakukan dengan mengalikan Company. Emission calculations are performed by multiplying
emisi sepanjang daur hidup listrik yang digunakan (emisi hulu lifecycle emissions of the electricity used (upstream and
dan emisi pembangkitan), kemudian dikalikan dengan nilai generation emissions) by the transmission and distribution
susut transmisi dan distribusi jaringan yang disesuaikan dengan loss values adjusted to the location of each asset or project.
lokasi aset maupun proyek.
Secara tren, terdapat peningkatan signifikan dalam emisi Trend-wise, there was a significant increase in Scope 3
cakupan 3 kategori 3 Tahun 2025 dibandingkan dengan tahun Category 3 emissions in 2025 compared to the previous year.
sebelumnya, yang disebabkan oleh pendataan transportasi This was caused by more comprehensive data collection on
bahan bakar yang lebih komprehensif dibandingkan dengan fuel transportation compared to the previous year, supported
tahun sebelumnya, serta didukung oleh peningkatan by a real increase in the Company’s electricity consumption.
penggunaan listrik Perseroan yang secara riil meningkat.
Emisi Kategori 6 - Perjalanan Dinas Category 6 Emissions – Business Travel
Merupakan emisi yang dihasilkan dari perjalanan dinas insan These emissions are generated from business travel conducted
WIKA menggunakan moda transportasi yang dioperasikan oleh by WIKA People using transportation operated by third parties.
202 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 203
pihak ketiga. Inventarisasi emisi cakupan 3 kategori 6 yang The Scope 3 Category 6 emissions inventory currently covers
telah dilakukan saat ini melingkupi emisi dari perjalanan dinas emissions from business travel using air transportation
menggunakan moda transportasi pesawat yang dilakukan oleh conducted by members of Board of Directors (BoD). The
jajaran direksi (BoD). Inventarisasi emisi cakupan 3 kategori inventory is calculated using fuel-based method by entering
6 dilakukan menggunakan fuel-based method dengan the departure and arrival airports into the ICAO (International
memasukkan bandara keberangkatan dan kedatangan ke dalam Civil Aviation Organization) Carbon Calculator platform.
platform ICAO (International Civil Aviation Organization)
Carbon Calculator.
Secara tren, terdapat penurunan signifikan dalam emisi Trend-wise, there was a significant decrease in Scope 3
cakupan 3 kategori 6 Tahun 2025 dibandingkan dengan tahun Category 6 emissions in 2025 compared to the previous
sebelumnya, yang disebabkan oleh strategi Perseroan dalam year. This was due to the Company’s strategy to improve
melakukan efisiensi operasional Perusahaan, yang berimplikasi operational efficiency, which led to a reduction in business
kepada pengurangan perjalanan dinas, dan mengutamakan travel and prioritized online meetings whenever possible.
pertemuan secara daring, jika memungkinkan.
Emisi Kategori 7 - Perjalanan Pegawai Category 7 Emissions – Employee Commuting
Merupakan emisi yang dihasilkan dari perjalanan pegawai These emissions are generated from employee travel to
dalam mencapai dan pulang dari tempat bekerja. Inventarisasi and from the workplace. The Scope 3 Category 7 emissions
emisi cakupan 3 kategori 7 yang telah dilakukan saat ini inventory currently covers travel emissions from WIKA
melingkupi emisi perjalanan Insan WIKA yang bertugas di People working at the head office, namely WIKA Tower 2.
kantor pusat, yakni WIKA Tower 2. Inventarisasi emisi cakupan The inventory is calculated using distance-based method
3 kategori 7 dilakukan dengan menggunakan distance-based by determining the average daily commuting distance per
method, dengan mengetahui jarak rerata perjalanan harian mode of transportation, which is then multiplied by emission
pegawai (commuting) per jenis moda transportasi, yang factors issued by DEFRA and transportation service providers
kemudian dikalikan dengan nilai faktor emisi yang dikeluarkan for each transportation mode.
DEFRA dan penyedia jasa transportasi untuk masing-masing
moda transportasi.
Secara tren, terdapat penurunan signifikan dalam emisi Trend-wise, there was a significant decrease in Scope 3
cakupan 3 kategori 7 Tahun 2025 dibandingkan dengan tahun Category 7 emissions in 2025 compared to the previous
sebelumnya, dipengaruhi oleh reorganisasi struktur organisasi year. This was influenced by organizational restructuring and
serta dinamika ketenagakerjaan di internal Perseroan. Adanya workforce dynamics within the Company. Adjustments in
penyesuaian jumlah personil dan optimalisasi penempatan personnel numbers and optimization of employee placement,
pegawai, pengurangan hari pegawai untuk bekerja di kantor a reduction in the number of days employees are required
/ WFO (Work From Office) dan pemberlakuan sistem kerja to work from the office (WFO – Work From Office), and the
hybrid, dimana terdapat rotasi sistem kerja WFO dan WFA implementation of a hybrid work system—where employees
(Work From Anywhere) dalam satu minggu kerja berdampak alternate between WFO and WFA (Work From Anywhere)
langsung pada pengurangan frekuensi mobilitas harian, within a workweek, have directly reduced daily mobility
yang secara linier menurunkan emisi GRK dari aktivitas frequency, which in turn linearly reduced GHG emissions
perjalanan pegawai. from employee commuting activities.
Emisi Kategori 13 - Aset yang Disewakan Category 13 Emissions – Leased Assets
Merupakan emisi yang dihasilkan dari penggunaan aset WIKA These emissions are generated from the use of WIKA
yang disewakan kepada tenant. Emisi cakupan 3 kategori 13 assets leased to tenants. Scope 3 Category 13 emissions
dihitung menggunakan asset-specific method, yakni dengan are calculated using asset-specific method, by multiplying
mengalikan nilai konsumsi listrik tenant dengan faktor emisi tenant electricity consumption values by the applicable
grid ketenagalistrikan yang berlaku sesuai dengan dengan electricity grid emission factors according to the location of
lokasi masing-masing kantor dan proyek. each office and project.
Secara tren, terdapat penurunan yang cukup signifikan Trend-wise, there was a fairly significant decrease in Scope 3
dalam emisi cakupan 3 kategori 13 Tahun 2025 dibandingkan Category 13 emissions in 2025 compared to the previous year.
dengan tahun sebelumnya, yang disebabkan oleh penyesuaian This was due to adjustments in recording emission activity
pencatatan data aktivitas emisi dari tenant, ditambah dengan data from tenants, in addition to the termination of certain
terdapatnya pengakhiran kontrak aset, sehingga aset bersifat asset contracts, resulting in idle assets whose operations
idle dan dikembalikan operasionalnya kepada Perseroan. were returned to the Company.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 203
Page 204
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tabel Emisi GRK Total Cakupan 1 dan Cakupan 2 yang dihasilkan
Total GHG Emissions for Scope 1 and Scope 2
(Dalam Ton CO2eq)
(In Tons of CO2eq)
Emisi GRK pada Cakupan
2025 2024* 2023
GHG Emissions by Scope
Emisi GRK Cakupan 1
21.493,19 25.923,55 22.879,67
Scope 1 GHG Emissions
Emisi GRK Cakupan 2
16.689,05 11.966,97 6.680,14
Scope 2 GHG Emissions
Total, Emisi Cakupan 1 dan 2
38.182,24 37.890,52 29.571,58
Total, Scope 1 and 2 Emissions
Keterangan:
* Disajikan Kembali
Notes:
* Restated
Tabel Emisi Cakupan 3
Scope 3 Emissions
(Dalam Ton CO2eq)
(In Tons CO2eq)
Kategori Emisi Cakupan 3
2025 2024
Scope 3 Emission Categories
Kat. 1 - Pembelian Barang dan Jasa
56.380,86 177.747,99
Category 1 - Purchase of Goods and Services
Kat. 3 - Aktivitas yang Berkaitan dengan Bahan Bakar dan Energi
4.018,09 2.990,66
Category 3 - Activities Related to Fuel and Energy
Kat. 6 - Perjalanan Dinas
3,22 19,52
Category 6 - Business Travel
Kat. 7 - Perjalanan Pegawai
99,87 613,64
Category 7 - Employee Travel
Kat. 13 - Aset yang Disewakan
8.888,96 10.428,05
Category 13 - Leased Assets
Total
69.391 191.799,86
Total
Keterangan:
* Pelaporan emisi GRK cakupan 3 disampaikan berdasarkan kategorisasi kerangka pelaporan GHG Protocol, sementara dalam pelaporan sebelumnya disampaikan berdasarkan
kategorisasi kerangka ISO-14064-1:2018
** Inventarisasi emisi cakupan 3 kategori 6 menggunakan fuel-based method dengan platform ICAO (International Civil Aviation Organization) Carbon Calculator, sehingga terdapat
penurunan signifikan dalam emisi cakupan 3 kategori 6 Tahun 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan juga adanya strategi efisiensi operasional Perusahaan
Note:
* Scope 3 GHG emissions reporting is based on the GHG Protocol reporting framework categorization, while previous reporting was based on the ISO-14064-1:2018 framework categorization
** An inventory of Scope 3 Category 6 emissions was conducted using the fuel-based method via the ICAO (International Civil Aviation Organization) Carbon Calculator platform, resulting in a
significant reduction in Scope 3 Category 6 emissions in 2025 compared to the previous year, as well as the implementation of the Company’s operational efficiency strategies..
Tabel Emisi GRK Cakupan 3 (Perjalanan Dinas)
Scope 3 GHG Emissions (Business Travel)
(Dalam Ton CO2e)
(In Tons of CO2e)
Sumber Emisi GRK
Satuan 2023
GHG Emission Sources
Cakupan 3
Transportasi-hulu (material BBM) Kategori 3: (3.1)**
Ton CO2-eq 52,39
Scope 3
Upstream Transportation (Fuel Materials) Category 3: (3.1)**
Cakupan 3
(Perjalanan Dinas) Kategori 3: (3.5)**
Ton CO2-eq 71,73
Scope 3
(Business Travel) Category 3: (3.5)**
Total Emisi GRK Cakupan 3
Ton CO2-eq 124,12
Total GHG Emissions Scope 3
Keterangan:
* Kategorisasi emisi dalam ISO/SNI 14064-1
pada tahun 2023 data emisi GRK cakupan 3 meliputi transportasi – hulu, material BBM
** perhitungan emisi angkutan penumpang udara dengan faktor emisi transportasi udara, kategori DEFRA-UK
Note:
* Emission categorization in ISO/SNI 14064-1
In 2023, Scope 3 GHG emission data includes upstream transportation, fuel materials.
** Air passenger transport emission calculations using air transport emission factors, DEFRA-UK category.
204 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 205
WIKA menetapkan metrik finansial berupa nominal pendapatan WIKA has established a financial metric, nominal revenue, as a
sebagai pembagi dalam menghitung intensitas emisi GRK. divisor in calculating GHG emission intensity. This selection is
Pemilihan ini didasarkan pada karakteristik sektor jasa based on the characteristics of WIKA's construction services
konstruksi WIKA yang memiliki portofolio proyek sangat sector, which has a highly diverse project portfolio. Therefore,
beragam, sehingga penggunaan rasio pendapatan dinilai jauh the revenue ratio is considered a much more representative
lebih representatif untuk mengukur timbal balik antara dampak measure of the trade-off between environmental impact
lingkungan dan nilai ekonomi yang diciptakan perseroan. Metrik and economic value created by the company. The emission
intensitas emisi yang digunakan adalah tCO2e/miliar rupiah, intensity metric used is tCO2e/billion rupiah, which represents
yang merepresentasikan jumlah emisi yang ditimbulkan oleh the amount of emissions generated by the company's
aktivitas operasional perseroan per 1 miliar rupiah pendapatan operational activities per 1 billion rupiah of revenue received
yang diterima perseroan. by the company.
Tabel Intensitas Emisi GRK Cakupan 1, 2 dan 3
GHG Emission Intensity Scope 1, 2 and 3
Keterangan Satuan
Description 2025 2024 2023
Unit
Emisi GRK Cakupan 1
Ton CO2-eq 21.493,19 25.923,55 22.879,67
Scope 1 GHG Emissions
Emisi GRK Cakupan 2
Ton CO2-eq 16.689,05 11.966,97 6.680,14
Scope 2 GHG Emissions
Emisi GRK Cakupan 3
Ton CO2-eq 69.391 191.799,86 124,12
Scope 3 GHG Emissions
Total Emisi GRK 1 dan 2
Ton CO2-eq 38.182,24 37.890,52 29.571,58
Total GHG Emissions for 1 and 2
Total Emisi GRK
Ton CO2-eq 107.573,24 229.690,38 29.683,93
Total GHG Emissions
Pendapatan Dalam Miliar Rupiah
13.325,49 19.242,73 22.532
Revenue In Billions of Rupiah
Karyawan Orang
3.566 4.921 6.493
Employees Person
Intensitas Emisi GRK 1, 2/Pendapatan Ton CO2-eq/Miliar Rupiah
2,87 1,97 1,31
GHG Emission Intensity 1, 2/Revenue Tons of CO2-eq/Billion Rupiah
Intensitas Emisi GRK 1, 2, 3/Pendapatan Ton CO2-eq/Miliar Rupiah
8,07 11,94 1,32
GHG Emission Intensity 1, 2, 3/Revenue Tons of CO2-eq/Billion Rupiah
Intensitas Emisi GRK 1,2,3/Karyawan Intensitas Emisi GRK/Orang
30,17 46,68 4,57
GHG Emission Intensity 1, 2, and 3/Employee GHG Emission Intensity/Person
Tabel Intensitas Emisi GRK dan Cakupan 3
GHG Emission Intensity and Scope 3
Keterangan Satuan
Description 2025 2024 2023
Unit
Emisi GRK Cakupan 3 - Kategori 3: (3.5)**
Ton CO2-eq 3,22 19,52 71,73
Scope 3 GHG Emissions - Category 3: (3.5)
Jumlah Direksi Orang
6 6 7
Number of Directors Person
Intensitas Emisi GRK/Direksi Ton CO2-eq/Orang
0,53 3,25 10,25
GHG Emission Intensity/Director Tons CO2-eq/Person
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 205
Page 206
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
UPAYA DAN PENCAPAIAN PENGURANGAN EMISI EMISSION REDUCTION EFFORTS AND
YANG DILAKUKAN [OJK F.12, GRI 305-5] ACHIEVEMENTS [OJK F.12, GRI 305-5]
Pada tahun 2025, Perseroan melaksanakan berbagai program In 2025, the Company carried out a number of Greenhouse
pengurangan emisi Gas Rumah Kaca melalui berbagai inisiatif Gas emission reduction programs through various initiatives,
yang mencakup optimalisasi metode pelaksanaan konstruksi di including optimizing construction methods on the ground
lapangan serta peningkatan efisiensi pada fasilitas penunjang and increasing efficiency in operational support facilities.
operasional. Program-program tersebut merupakan bagian dari These programs are part of the Company's strategic steps
langkah strategis Perseroan dalam mendukung pencapaian to support the achievement of Net Zero Emissions target
target Net Zero Emission sekaligus menekan dampak while simultaneously reducing the impact of global warming
pemanasan global di sektor konstruksi. in the construction sector.
Perseroan menetapkan dua fokus utama dalam pelaksanaan The Company has established two main focuses in its emission
program penurunan emisi sebagai upaya mitigasi perubahan reduction program as an effort to mitigate climate change
iklim dan pencapaian target penurunan emisi yang telah and achieve the emission reduction targets set out in the
ditetapkan dalam Peta Jalan serta target reduksi emisi tahunan Net Zero Emissions Roadmap and the Company's annual
Perseroan, yaitu: emission reduction targets:
1. Inovasi pada Proses Konstruksi dan Engineering 1. Innovation in Construction and Engineering Processes
Perseroan memprioritaskan pengurangan emisi pada tahap The Company prioritizes emission reduction during the
pelaksanaan proyek melalui peningkatan efisiensi material project implementation phase by increasing material and
dan energi, antara lain dengan: energy efficiency, including:
a. Penerapan Building Information Modeling (BIM) level a. Implementation of 5D Building Information Modeling
5D untuk meningkatkan akurasi perencanaan material, (BIM) to improve the accuracy of material planning,
sehingga mampu mengurangi limbah konstruksi thereby reducing construction waste and rework,
(waste) dan meminimalkan pekerjaan ulang (rework), as well as reducing the carbon footprint in the
serta menurunkan jejak karbon pada rantai pasok; supply chain;
b. Pengalihan sebagian besar aktivitas konstruksi ke b. Shifting most construction activities to a more
lingkungan pabrik yang lebih terkendali melalui metode controlled factory environment using precast
precast, yang dinilai lebih efisien energi dibandingkan methods, which are considered more energy efficient
metode pengerjaan di lokasi (on-site cast insitu); than on-site casting methods;
c. Implementasi sistem pemantauan konsumsi bahan c. Implementing a fuel consumption monitoring
bakar pada alat berat serta penggunaan Biodiesel system for heavy equipment and using Biodiesel
(B35) guna menekan emisi Gas Rumah Kaca Cakupan (B35) to significantly reduce Scope 1 Greenhouse
1 secara signifikan. Gas emissions.
2. Efisiensi pada Fasilitas Penunjang 2. Efficiency in Supporting Facilities
Upaya pengurangan emisi juga dilakukan pada area non- Emission reduction efforts are also being carried out in
konstruksi untuk mendukung operasional yang lebih ramah non-construction areas to support more environmentally
lingkungan, antara lain melalui: friendly operations, including through:
a. Pengaturan sistem tata udara (HVAC) dan penggunaan a. Adjusting the air conditioning (HVAC) system and
sistem pencahayaan LED pada kantor lapangan () serta using LED lighting systems in the site office (direksi
barak pekerja; keet) and worker barracks;
b. Pemanfaatan unit panel surya portabel di lokasi proyek b. Utilizing portable solar panels at the project site to
untuk mengurangi ketergantungan terhadap genset reduce reliance on diesel-powered generators;
berbahan bakar diesel;
c. Penerapan program pengomposan limbah organik c. Implementing an organic waste composting program
di area karyawan serta daur ulang sisa material in the employee mess area and recycling construction
konstruksi, seperti baja sisa, yang berkontribusi pada waste materials, such as scrap steel, which contribute
pengurangan emisi tidak langsung pada kategori to reducing indirect emissions in the Scope 3 category
Cakupan 3 (limbah operasional). (operational waste).
Selain itu, upaya penurunan emisi Perseroan juga tercermin In addition, the Company's emission reduction efforts
melalui keberadaan kawasan WIKASATRIAN. Kinerja lingkungan are also reflected in the existence of WIKASATRIAN area.
WIKASATRIAN ditunjukkan melalui intensitas penurunan WIKASATRIAN's environmental performance is demonstrated
karbon indikatif sebesar 10–80 ton CO₂ per hektar per by an indicative carbon reduction intensity of 10–80 tons
206 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 207
tahun, yang berkontribusi terhadap penurunan emisi tahunan of CO₂ per hectare per year, contributing to an annual
sekitar 97–776 ton CO₂. Hal ini menegaskan peran strategis emission reduction of approximately 97–776 tons of CO₂.
kawasan tersebut dalam mendukung implementasi strategi This underscores the area's strategic role in supporting the
dekarbonisasi Perseroan. implementation of the Company's decarbonization strategy.
WIKA menunjuk 2024 sebagai tahun dasar (base year) yang WIKA designated 2024 as the new base year. This
baru. Penetapan ini dilatarbelakangi oleh tingkat kematangan determination was based on the maturity level of emissions
data emisi di tahun tersebut yang dinilai lebih lengkap dan data in that year, which was deemed more comprehensive
mampu mewakili kondisi aktual. Inventarisasi data pada tahun and more representative of actual conditions. The 2024 data
2024 telah mencakup seluruh cakupan operasional, mulai dari inventory covered the entire operational scope, from the head
kantor pusat, aset perusahaan, hingga proyek konstruksi yang office and company assets to ongoing construction projects.
tengah aktif. Adapun baseline akumulasi emisi Scope 1 dan The baseline accumulated Scope 1 and 2 emissions in that
2 pada tahun dasar tersebut tercatat di angka 37.891 tCO2e. base year were recorded at 37,891 tCO2e.
Sepanjang tahun 2025, terdapat penurunan total emisi GRK Throughout 2025, there was a decrease in total GHG
Cakupan 1, 2, dan 3 menjadi sebesar 107.573,24 ton co2- emissions from Scopes 1, 2, and 3 to 107,573.24 tons of
eq menurun dibandingkan dengan base year yaitu tahun CO2-eq, compared to the base year of 229,690.38 tons of
2024 sebesar 229.690,38 ton co2-eq. Perseroan juga berhasil CO2-eq in 2024. The Company also succeeded in reducing
menurunkan intensitas emisi GRK menjadi sebesar 8,07 Ton GHG emission intensity to 8.07 tons of CO2-eq/billion Rupiah,
CO2-eq/Miliar Rupiah menurun dibandingkan baseyear tahun down from the 2024 base year of 11.94 tons of CO2-eq/
2024 yang sebesar 11,94 Ton CO2-eq/Miliar Rupiah. billion Rupiah.
Selain itu, Perseroan juga telah mengukur pengurangan Furthermore, the Company has also measured the emission
emisi yang dihasilkan dari penggunaan Solar Photovoltaic, reductions resulting from the use of Solar Photovoltaic Energy,
sebagai berikut. as follows.
Program Pengurangan Emisi WIKA 2025
WIKA's 2025 Emission Reduction Program
Nilai Absolut Program Pengurangan Emisi
Nama Program Parameter Absolute Value of Emission Reduction Program Satuan
No
Program Name Parameter Unit
2025 2024 2023
Instalasi Solar Photovoltaic di Kantor Pusat WIKA Tower 2
1 CO2 19,94 21,38 21,76 ton CO2 equivalent
Solar Photovoltaic Installation at Head Office WIKA Tower 2
Instalasi Solar Photovoltaic di Lokasi Proyek
2 CO2 98,74 - - ton CO2 equivalent
Solar Photovoltaic Installation at Project Site
Instalasi PLTB di Lokasi Proyek
3 SO2 12,62 - -
PLTB Installation at Project Site
Catatan:
*Beberapa program baru dilakukan pada tahun 2025 sehingga nilai absolut program pengurangan emisi belum dapat dikuantifikasi.
Note:
*Some new programs will be implemented in 2025, so the absolute value of the emission reduction programs cannot yet be quantified.
Terdapat tren penurunan nilai absolut program pengurangan There is a downward trend in the absolute value of emissions
emisi pada Instalasi Solar Photovoltaic di Kantor Pusat WIKA reduction program for Solar Photovoltaic Installation at WIKA
Tower 2 selama periode 2023 hingga 2025. Penurunan Tower 2 Head Office from 2023 to 2025. This performance
performa ini terjadi karena dua faktor utama: decline was due to two main factors:
1. Faktor fluktuasi cuaca tahunan yang mengakibatkan tidak 1. Annual weather fluctuations, which result in less than
maksimalnya intensitas paparan radiasi matahari (solar optimal solar irradiation intensity, and
irradiation), serta
2. Terjadinya penurunan efisiensi alamiah (panel degradation 2. A natural decline in efficiency (panel degradation rate) as
rate) seiring bertambahnya usia pakai perangkat panel solar panels age in converting solar energy into electricity.
surya dalam mengkonversi energi surya menjadi energi
listrik
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 207
Page 208
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
STRATEGI PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM CLIMATE ACTION
Roadmap Dekarbonisasi Transformation & IT Division Decarbonization Roadmap
(ESG)
Sebagai bagian dari pengembangan strategi keberlanjutan As part of the Company's sustainability strategy development,
Perseroan, WIKA melakukan peninjauan komprehensif WIKA conducted a comprehensive review of the Net Zero
terhadap Peta Jalan Net Zero Emission (NZE) yang pertama Emission (NZE) Roadmap, first initiated in 2022. Based on
kali diinisiasi pada tahun 2022. Berdasarkan evaluasi kinerja the latest performance evaluation and operational dynamics,
dan dinamika operasional terkini, Perseroan menilai bahwa the Company assessed that the previous roadmap required
peta jalan sebelumnya memerlukan penyesuaian agar tetap adjustments to remain relevant and representative of the
relevan dan representatif terhadap kondisi eksisting Perseroan. Company's existing conditions. Therefore, in this reporting
Oleh karena itu, pada tahun pelaporan ini, WIKA secara resmi year, WIKA officially updated its Net Zero Emissions (NZE)
memperbarui Peta Jalan NZE, khususnya untuk cakupan Emisi Roadmap, specifically for Scope 1 and Scope 2 GHG emissions.
GRK Scope 1 dan Scope 2.
Dalam pembaruan strategi ini, WIKA menetapkan Tahun 2024 In this strategy update, WIKA designated 2024 as the
sebagai tahun dasar (base year) yang baru. Pemilihan tahun new base year. The selection of 2024 was based on the
2024 didasarkan pada pertimbangan maturitas data emisi yang maturity of emissions data, which is considered far more
dinilai jauh lebih komprehensif dan representatif, mencakup comprehensive and representative, encompassing the entire
seluruh inventarisasi emisi dari kantor pusat, aset, hingga emissions inventory from the head office, assets, and ongoing
proyek konstruksi yang sedang berjalan. Total emisi Scope 1 & construction projects. Total Scope 1 & 2 emissions in the base
2 pada tahun dasar (2024) tercatat sebesar 37.890,52 tCO2e. year (2024) were recorded at 37,890.52 tCO2e.
Peta Jalan Net Zero Emission (NZE) Perseroan pertama kali The Company's Net Zero Emissions (NZE) Roadmap was first
disusun pada Tahun 2022. Seiring berjalan waktu, Perseroan developed in 2022. Over time, the Company realized that the
menyadari bahwa peta jalan yang telah disusun sebelumnya previously developed roadmap was no longer representative
tidak lagi representatif dengan kondisi eksisting Perseroan saat of the Company's current conditions. Therefore, the Company
ini. Oleh karena itu, Perseroan berinisiatif untuk melakukan took the initiative to update the NZE Roadmap for Scope 1
pembaharuan Peta Jalan NZE untuk Emisi GRK Scope 1 & 2 GHG emissions this year. The Company's NZE Roadmap
& 2 di tahun ini. Pembaharuan Peta Jalan NZE Perseroan update was implemented by rebaselining its Scope 1 & 2 GHG
dilakukan dengan melakukan rebaselining emisi GRK Scope emissions, with 2024 serving as the baseline year, considering
1 & 2, dimana Tahun 2024 dijadikan acuan tahun baseline the maturity of emissions data to be more representative of
dengan pertimbangan maturitas data emisi lebih representatif all operational areas at the Company's head office, assets,
terhadap seluruh wilayah operasional di kantor pusat, aset, and ongoing projects.
dan proyek yang sedang dijalankan oleh Perseroan.
Peta jalan terbaru ini disusun dengan pendekatan yang This latest roadmap was developed with an approach that
menyeimbangkan komitmen penanggulangan perubahan balances commitments to climate change mitigation with
iklim dengan kontinuitas operasional bisnis. WIKA menerapkan business operational continuity. WIKA is implementing a
strategi reduksi dengan tingkat agresivitas bertahap reduction strategy with a gradual level of aggressiveness
(progressive aggressiveness), di mana intensitas penurunan (progressive aggressiveness), where the intensity of emission
emisi akan meningkat secara eksponensial mendekati tahun reductions will increase exponentially closer to the target
target. Secara transparan, Perseroan memproyeksikan adanya year. The Company transparently projects fluctuations in
fluktuasi emisi GRK pada periode jangka pendek (2026–2029). GHG emissions in the short term (2026–2029).
Hal ini dipengaruhi oleh penyesuaian strategi terhadap This is influenced by strategic adjustments to market
ketersediaan pasar dan risiko ketidakpastian sektor konstruksi availability and the risk of uncertainty in the construction
menjelang dan selama tahun politik 2029. Namun, strategi sector leading up to and during the 2029 political year.
jangka panjang tetap diarahkan untuk memastikan kurva However, the long-term strategy remains focused on ensuring
penurunan emisi kembali pada jalurnya pasca periode the emission reduction curve returns to its normal path after
tersebut. that period.
208 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 209
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Net Zero Emission Strategy
40.000,00
Scope 1&2 GHG Emission Baseline (2024)
37.891 tCO2e
9% Emission reduction from baseline year
34.480 tCO2e
30.000,00 30% Emission reduction from baseline year
26.523 tCO2e
85% Emission reduction from baseline year
5.684 tCO2e
20.000,00
NET
ZERO
2025
10.000,00
0,00
2024 2031 2035 2040 2045 2050 2055
Baseline Year: 2024 Supported by offset initiatives for residual emissions
GHG emission trend from 2026 to 2029 is expected to flucture due to
corporate strategic measures on market availabity based on the
presidential election year.
WIKA menetapkan target untuk mencapai Net Zero Emission WIKA has set a target to achieve Net Zero Emissions by 2055,
pada Tahun 2055, relatif ambisius terhadap baseline 2024. which is relatively ambitious compared to the 2024 baseline.
Target ini ditetapkan lebih awal dibandingkan komitmen This target is earlier than Indonesia’s national commitment
nasional Indonesia (2060) dan selaras dengan skenario global (2060) and is aligned with the global “Well Below 2°C” scenario.
‘Well Below 2°C’.
Berikut adalah tonggak capaian (milestones) pengurangan The following are the emission reduction milestones
emisi yang ditetapkan Perseroan: established by the Company:
• Jangka Pendek (2031): Target pengurangan emisi • Short Term (2031): Emission reduction target of 9%
sebesar 9% dari baseline, dengan batas emisi maksimal from the baseline, with a maximum emission limit of
34.480 tCO2e. 34,480 tCO2e.
• Jangka Menengah (2040): Target pengurangan emisi • Medium Term (2040): Emission reduction target of 30%
sebesar 30% dari baseline, dengan batas emisi maksimal from the baseline, with a maximum emission limit of
26.523 tCO2e. 26,523 tCO2e.
• Jangka Panjang (2050): Target pengurangan emisi • Long Term (2050): Emission reduction target of 85%
sebesar 85% dari baseline, dengan batas emisi maksimal from the baseline, with a maximum emission limit of
5.684 tCO2e. 5,684 tCO2e.
• Target Akhir (2055): Pencapaian Net Zero Emission, di • Final Target (2055): Achievement of Net Zero Emissions,
mana emisi residual akan dimitigasi melalui mekanisme where residual emissions will be mitigated through verified
offset karbon yang terverifikasi. carbon offset mechanisms.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 209
Page 210
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Saat ini pembaruan Peta Jalan dan Komitmen Net Zero Currently, the updated Net Zero Emission (NZE) Roadmap
Emission (NZE) untuk Emisi GRK Cakupan 1 & 2 difokuskan and Commitment for Scope 1 and Scope 2 GHG emissions
pada lingkup operasional entitas WIKA Induk (Holding). are focused on the operational scope of WIKA parent entity
Kendati demikian, sebagai satu kesatuan usaha, WIKA Group (Holding). Nevertheless, as an integrated business group,
memegang teguh komitmen kolektif dalam mendukung WIKA Group maintains a collective commitment to supporting
mitigasi perubahan iklim. climate change mitigation.
Sebagai langkah strategis, Perseroan telah mengamanatkan As a strategic step, the Company has mandated all subsidiaries,
kepada seluruh Entitas Anak, meliputi WIKA Beton, including WIKA Beton, WIKA Konstruksi, and WIKA Rekayasa
WIKA Konstruksi, dan WIKA Rekayasa Konstruksi, untuk Konstruksi, to align their decarbonization targets. These
menyelaraskan target dekarbonisasi mereka. Entitas Anak subsidiaries are encouraged to achieve Scope 1 and Scope
didorong untuk mencapai NZE Cakupan 1 & 2 pada tahun 2055, 2 NZE by 2055, or at the latest by 2060 (five years after
atau selambat-lambatnya pada tahun 2060 (lima tahun setelah the parent company’s target). This policy is established to
target Induk). Kebijakan ini ditetapkan untuk memastikan ensure that WIKA’s consolidated emission reduction trajectory
bahwa arah penurunan emisi WIKA secara konsolidasi tetap remains within the “Well Below 2°C” scenario corridor and
berada dalam koridor skenario ‘Well Below 2°C’ serta selaras aligns with the National NZE target.
dengan target NZE Nasional.
Aksi Dekarbonisasi WIKA WIKA Decarbonization Actions
Ketercapaian komitmen NZE Cakupan 1 & 2 Perseroan The achievement of the Company’s Scope 1 and Scope
bergantung pada langkah dan inisiatif strategis dekarbonisasi 2 NZE commitment depends on WIKA’s future strategic
WIKA kedepannya. Dalam menentukan inisiatif strategis, WIKA decarbonization initiatives. In determining these initiatives,
menyadari terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam WIKA recognizes several challenges faced in reducing
upaya reduksi emisi Perseroan sebagai Perusahaan yang emissions as a construction sector company in Indonesia,
bergerak di sektor konstruksi di Indonesia, yakni: namely:
1. Masih terbatasnya teknologi yang mendukung 1. The limited availability of technologies that support
dekarbonisasi secara menyeluruh, terutama untuk comprehensive decarbonization, particularly for the
proses bisnis Perseroan yang menggunakan alat stasioner Company’s business processes that utilize stationary
(stationary combustion); combustion equipment.
2. Masih terbatasnya akses Perseroan terhadap listrik 0/ 2. Limited access to fully zero/low-emission electricity,
rendah emisi secara penuh, sehingga penggunaan energi requiring the use of conventional electricity to be
listrik konvensional perlu diimbangi dengan pembelian balanced with the procurement of energy with
energi dengan atribut lingkungan. environmental attributes.
Kendala di atas menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam The challenges above are among the considerations in
penyusunan aksi dekarbonisasi yang akan ditempuh Perseroan formulating the decarbonization actions that the Company
kedepannya. Secara garis besar, aksi dekarbonisasi yang akan will implement in the future. In general, the decarbonization
ditempuh oleh Perseroan, antara lain: actions planned by the Company include the following:
1. Operasional Proyek Berbasis Energi Terbarukan 1. Renewable Energy-Based Project Operations
Penggunaan listrik konvensional di lokasi proyek akan The use of conventional electricity at project locations will
dikurangi dan diimbangi dengan penambahan bauran be reduced and balanced with the addition of renewable
energi terbarukan, untuk mengurangi emisi GRK cakupan energy in the energy mix to reduce Scope 2 GHG
2. Bauran energi terbarukan akan dihasilkan melalui dengan emissions. The renewable energy mix will be generated
energi yang diproduksi sendiri melalui pemasangan Solar through self-produced energy by installing Solar PV
PV (Photovoltaic) dan pemanfaatan teknologi AVAA (Photovoltaic) systems and utilizing AVAA (Automatic
(Automatic Voltage Ampere Adjustment) di lokasi proyek Voltage Ampere Adjustment) technology at project
ketika dimungkinkan. locations where feasible.
2. Elektrifikasi Armada Kendaraan Operasional Proyek 2. Electrification of Project Operational Vehicle Fleets
Aktivitas operasional kendaraan proyek menjadi Operational vehicle activities at project sites are the
kontributor emisi GRK cakupan 1 terbesar Perseroan. largest contributor to the Company’s Scope 1 GHG
Oleh karena itu, WIKA akan melakukan transisi energi untuk emissions. Therefore, WIKA will carry out an energy
kendaraan operasional, dimana kendaraan operasional transition for operational vehicles, where fossil fuel-based
berbasis bahan bakar fosil akan disubstitusi secara vehicles will be gradually replaced with electric vehicles
bertahap dengan kendaraan operasional berbasis listrik (EVs) that are more environmentally friendly and produce
(EV) yang lebih ramah lingkungan dan menghasilkan emisi lower direct emissions.
langsung yang lebih rendah.
210 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 211
3. Transisi BBM ke Alternative Biofuel 3. Transition from Fossil Fuel to Alternative Biofuels
Keterbatasan teknologi saat ini masih menjadi kendala di Current technological limitations remain a challenge in
sektor konstruksi. Situasi ini menyebabkan penggunaan the construction sector. This situation makes the use of
BBM tetap diperlukan dalam proses operasional Perseroan. fossil fuels still necessary in the Company’s operational
Oleh karena itu, Perseroan menanggapi isu tersebut processes. Therefore, the Company addresses this issue
dengan terus berkomitmen untuk melakukan transisi by committing to gradually transition from fossil fuels to
penuh dari BBM ke Biofuel alternatif yang tersedia, untuk available alternative biofuels in order to reduce Scope 1
menekan emisi GRK cakupan 1 yang muncul dari aktivitas GHG emissions generated from combustion activities.
pembakaran (combustion).
4. Pemanfaatan Renewable Energy Certificate 4. Utilization of Renewable Energy Certificates
Perseroan menyadari bahwa masih terdapat keterbatasan The Company recognizes that there are still limitations in
terhadap listrik nol /rendah emisi secara penuh. Di sisi accessing fully zero/low-emission electricity. On the other
lain, energi terbarukan yang diproduksi sendiri belum hand, renewable energy produced internally is not yet
mampu untuk menggantikan energi listrik konvensional capable of completely replacing conventional electricity.
secara menyeluruh. Atas dasar tersebut, Perseroan Based on this situation, the Company is committed to
berkomitmen untuk melakukan pengadaan Renewable procuring Renewable Energy Certificates (REC) as a
Energy Certificate (REC) sebagai solusi alternatif temporary alternative solution (time-limited alternative) to
sementara (time-limited alternative) untuk mengimbangi offset the use of remaining conventional electricity. In the
penggunaan sisa energi listrik konvensional. Kedepannya, future, when zero/low-emission electricity becomes more
ketika datang periode dimana listrik nol/rendah emisi accessible, the Company is committed to prioritizing the
lebih mudah diakses, Perseroan berkomitmen untuk utilization and purchase of zero/low-emission electricity
memprioritaskan pemanfaatan dan pembelian listrik nol/ as part of its emission reduction and sustainable energy
rendah emisi sebagai bagian dari upaya penurunan emisi transition efforts.
dan transisi energi berkelanjutan.
5. Upaya offsetting melalui Nature-Based Solutions (NbS) 5. Offsetting Efforts through Nature-Based Solutions (NbS)
dan Pembelian Kredit Karbon and Carbon Credit Purchases
Berbagai upaya pengurangan emisi yang telah dilaksanakan Various emission reduction efforts implemented by
oleh Perseroan tetap berpotensi menyisakan emisi residual. the Company may still leave residual emissions. In
Dalam rangka mengelola dan menurunkan emisi residual order to manage and reduce these residual emissions,
tersebut, Perseroan berkomitmen untuk melaksanakan the Company is committed to implementing offset
mekanisme offset melalui penerapan Nature-Based mechanisms through Nature-Based Solutions (NbS),
Solutions (NbS), antara lain melalui kegiatan penanaman including tree planting and other vegetation activities,
pohon dan vegetasi lainnya, serta melakukan pengadaan as well as procuring carbon credits as a complementary
kredit karbon sebagai upaya komplementer guna effort to support the achievement of the established
mendukung pencapaian target NZE yang telah ditentukan. NZE targets.
Usulan Target Entitas WIKA Proposed Target for WIKA Entity
Komitmen dan Peta Jalan NZE Emisi GRK Cakupan 1 & 2 The updated NZE commitment and roadmap for the
Perseroan yang telah diperbaharui saat ini masih melingkupi Company’s Scope 1 and Scope 2 GHG emissions currently
aktivitas operasional di tingkat entitas WIKA Holding. cover operational activities at WIKA Holding entity level.
Namun demikian, WIKA secara konsolidasi Grup senantiasa However, WIKA as a consolidated Group remains committed to
berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pencapaian continuously contributing to the achievement of sustainability
target berkelanjutan dan penanggulangan perubahan iklim. targets and climate change mitigation. Therefore, WIKA has
Oleh karena itu, WIKA memberikan instruksi strategis kepada issued strategic instructions to its subsidiaries, including PT
Anak Perusahaan, melingkupi PT Wijaya Karya Beton Tbk, PT Wijaya Karya Beton Tbk, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung
Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, dan PT WIKA Rekayasa Tbk, and PT WIKA Rekayasa Konstruksi, to achieve Net Zero
Konstruksi untuk mencapai Net Zero Emisi GRK Cakupan Scope 1 and Scope 2 GHG emissions by 2055, or at the latest
1 & 2 di Tahun 2055 atau selambat-lambatnya lima tahun five years after the Holding target, namely by 2060. This aims
dari target Holding, yakni di Tahun 2060, guna memastikan to ensure that WIKA’s consolidated commitment remains
bahwa komitmen WIKA secara konsolidasi masih sejalan aligned with the “Well Below 2°C Scenario” target and the
dengan target ‘Well Below 2°C Scenario’ dan komitmen NZE national NZE commitment.
di tingkat nasional.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 211
Page 212
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
PENGENDALIAN EMISI PENIPIS LAPISAN OZON [GRI CONTROL OF OZONE-DEPLETING EMISSIONS [GRI
305-6] 305-6]
Selama tahun 2025, Perseroan tidak memproduksi, mengimpor During 2025, the Company did not produce, import, or
maupun mengekspor ozon depleting substance (ODS). Hal export ozone-depleting substances (ODS). This is evidenced
ini dibuktikan dengan penggunaan Air Conditioner (AC) yang by the use of Air Conditioners (AC) that do not contain
tidak mengandung bahan yang dapat merusak lapisan ozon substances capable of damaging the ozone layer, such as
seperti CFC (Klorofluorokarbon). AC yang digunakan di seluruh CFC (Chlorofluorocarbon). The AC units used throughout
WIKA Tower II mengandung bahan yang ramah lingkungan WIKA Tower II contain environmentally friendly materials,
yaitu dengan menggunakan refrigerant R32 dan R40 yang utilizing refrigerants R32 and R40, which have no impact on
merupakan refrigerant yang sama sekali tidak memiliki ozone layer depletion and are considered environmentally
dampak terhadap penipisan lapisan ozon dan merupakan friendly refrigerant types.
tipe refrigerant yang ramah lingkungan.
BEBAN EMISI NON GRK [GRI 305-7] NON-GHG EMISSION LOAD [GRI 305-7]
Perhitungan emisi non GRK pada Laporan Keberlanjutan The calculation of non-GHG emissions in this Sustainability
ini lebih ditekankan pada lokasi Kantor Pusat yang memiliki Report focuses primarily on the Head Office location,
data yang lebih lengkap dan konsisten di setiap tahunnya. which has more complete and consistent data from year
Pengukuran emisi non GRK yang dilakukan mengacu to year. The measurement of non-GHG emissions refers
pada Emission Air Standard Quality Regulation, base on to the Emission Air Standard Quality Regulation based on
PERMEN LHK No. 11 tahun 2021 attachment I. Data emisi PERMEN LHK No. 11 of 2021 Attachment I. The non-GHG
non GRK disajikan sebagai berikut. emission data are presented as follows.
Tabel Emisi Non GRK di Kantor Pusat tahun 2025
Non-GHG Emissions at Head Office in 2025
Kategori Baku Mutu Hasil Analisis Terukur Metode
Category Quality Standard Measurable Analysis Results Method
Starlab Analitik Indonesia - IKM-SAI-03-7.2-
ESTB-03 (Elektrokimia)
NO2 2.300 Mg/m3 0,0023 Kg/m3 764 Mg/m3 0,00764 Kg/m3
Indonesian Analytical Starlab - IKM-SAI-03-7.2-
ESTB-03 (Electrochemistry)
Starlab Analitik Indonesia - IKM-SAI-03-7.2-
ESTB-04 (Elektrokimia)
SO2 150 Mg/m3 0,00015 Kg/m3 5 Mg/m3 0,000005 Kg/m3
Indonesian Analytical Starlab - IKM-SAI-03-7.2-
ESTB-04 (Electrochemistry)
Starlab Analitik Indonesia - IKM-SAI-03-7.2-
ESTB-02 (Elektrokimia)
Carbon Monoxide 168 Mg/m3 0,000168 Kg/m3 86 Mg/m3 0,000086 Kg/m3
Indonesian Analytical Starlab - IKM-SAI-03-7.2-
ESTB-02 (Electrochemistry)
Partikulat
90 Mg/m3 0,00090 Kg/m3 47 Mg/m3 0,000047 Kg/m3 SNI 7117.17.2009
Particulates
Starlab Analitik Indonesia - IKM-SAI-03-7.2-
Opasitas ESTB-07 (Elektrokimia)
-% -% 16 Mg/m 3
16%
Opacity Indonesian Analytical Starlab - IKM-SAI-03-7.2-
ESTB-07 (Electrochemistry)
Starlab Analitik Indonesia - IKM-SAI-03-7.2-
ESTB-01 (Elektrokimia)
O2 -% -% 16,2 Mg/m3 16,2%
Indonesian Analytical Starlab - IKM-SAI-03-7.2-
ESTB-01 (Electrochemistry)
Keterangan:
Mg/m3 converter using https://kg-m3.com/convert/mg-per-m3/kg-per-m3
Note:
Mg/m3 converter using https://kg-m3.com/convert/mg-per-m3/kg-per-m3
212 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 213
Tabel Emisi Non GRK di Kantor Pusat tahun 2024
Non-GHG Emissions at Head Office in 2024
Kategori Baku Mutu Hasil Analisis Terukur Metode
Category Quality Standard Measurable Analysis Results Method
HALQILAB-IK-7-2-1.06 (Elektrokimia)
NO2 2.300 Mg/m3 0,0023 KG/m3 410,48 Mg/m3 0,00041048 KG/m3
HALQILAB-IK-7-2-1.06 (Electrochemistry)
HALQILAB-IK-7-2-1.06 (Elektrokimia)
SO2 150 Mg/m3 0,00015 KG/m3 109.85 Mg/m3 0,00010985 KG/m3
HALQILAB-IK-7-2-1.06 (Electrochemistry)
HALQILAB-IK-7-2-1.06 (Elektrokimia)
Carbon Monoxide 168 Mg/m3 0,000168 KG/m3 35,70 Mg/m3 0,0000357 KG/m3
HALQILAB-IK-7-2-1.06 (Electrochemistry)
Partikulat
90 Mg/m3 0,00009 KG/m3 32,18 Mg/m3 0,00003218 KG/m3 SNI 7117.17.2009
Particulates
Opasitas
-% -% <20% <20% SNI 19-7117.11-2005
Opacity
HALQILAB-IK-7-2-1.06 (Elektrokimia)
O2 -% -% 16,1% 16,1%
HALQILAB-IK-7-2-1.06 (Electrochemistry)
Kecepatan Gas
Buang -% -% 21,39% 21,39% SNI 7117.17.2009
Exhaust Gas Velocity
Tabel Emisi Non GRK di Kantor Pusat tahun 2023
Non-GHG Emissions at Head Office in 2023
Kategori Baku Mutu Hasil Analisis Terukur Metode
Category Quality Standard Measurable Analysis Results Method
NO2 2.300 Mg/m3 0,0023 KG/m3 69 Mg/m3 0,000069 KG/m3 US EPA Method 7 E, 1990
SO2 150 Mg/m3 0,00015 KG/m3 71 Mg/m3 0,000071 KG/m3 US EPA Method 6C, 1996
Carbon Monoxide 168 Mg/m3 0,000168 KG/m3 160 Mg/m3 0,00016 KG/m3 Direct Reading
Particulate Dust 90 Mg/m3 0,00009 Kg/m3 51 Mg/m3 0,00051 Kg/m3 SNI 19-7117.17-2009
ASPEK LIMBAH DAN EFLUEN WASTE AND EFFLUENT ASPECT
JUMLAH LIMBAH DAN EFLUEN YANG DIHASILKAN AMOUNT OF WASTE AND EFFLUENT GENERATED BY
BERDASARKAN JENIS [OJK F.13, 306-1, 306-2, 306-3, 306-4, 306-5] TYPE [OJK F.13, 306-1, 306-2, 306-3, 306-4, 306-5]
Kegiatan operasional WIKA menghasilkan limbah sebagai WIKA's operational activities generate waste as an integral part
bagian tak terpisahkan dari proses konstruksi. Dampak of the construction process. Significant impacts, both actual
signifikan, baik yang nyata maupun potensial, timbul terutama and potential, arise primarily from the use of raw materials
dari penggunaan bahan baku dan material pendukung dalam and supporting materials in the Company's construction
aktivitas konstruksi Perseroan. Material dan bahan konstruksi activities. Construction materials and supplies generate
menghasilkan limbah B3 maupun non-B3 selama proses hazardous and non-hazardous waste during the work process.
pelaksanaan pekerjaan. Limbah dan efluen yang dihasilkan dari The waste and effluent generated from the Company's
kegiatan operasional Perseroan menjadi salah satu tantangan operational activities constitute one of the main challenges
utama dalam pengelolaan lingkungan. Limbah yang dihasilkan in environmental management. The waste generated includes
mencakup limbah B3 maupun limbah non-B3. Jika limbah ini both hazardous and non-hazardous waste. If not managed
tidak dikelola dengan baik, maka akan menimbulkan dampak properly, this waste will have adverse environmental impacts,
lingkungan yang merugikan, seperti pencemaran tanah dan such as soil and water pollution, as well as risks to employee
air, serta risiko terhadap kesehatan karyawan dan masyarakat. and community health.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 213
Page 214
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Selain dampak dari kegiatan operasional internal, potensi In addition to impacts from internal operational activities,
risiko limbah juga dapat muncul di sepanjang rantai nilai. potential waste risks can also arise throughout the value
Hal ini mencakup tahap hulu melalui aktivitas pemasok dan chain. This includes both upstream stages through supplier
kontraktor, serta tahap hilir yang melibatkan pengangkutan, and contractor activities, as well as downstream stages
pengolahan, dan pembuangan limbah oleh pihak ketiga. Oleh involving the transportation, processing, and disposal of
karena itu, pengelolaan limbah yang efektif dan bertanggung waste by third parties. Therefore, effective and responsible
jawab menjadi langkah penting bagi WIKA untuk meminimalkan waste management is a crucial step for WIKA to minimize
risiko lingkungan dan sosial. environmental and social risks.
WIKA berkomitmen untuk mengurangi timbulan limbah WIKA is committed to reducing waste generation while
sekaligus mengelola dampak signifikan yang dihasilkan dari managing the significant impacts resulting from its operational
kegiatan operasionalnya. Upaya ini dilaksanakan dengan activities. This effort is carried out by implementing waste
menerapkan prinsip pengelolaan limbah yang menekankan management principles that emphasize prevention, reduction,
pencegahan, pengurangan, pemanfaatan kembali, serta daur reuse, and recycling, as part of a circularity approach.
ulang, sebagai bagian dari pendekatan sirkularitas.
Limbah non-B3 yang berasal dari operasional kantor pusat Non-hazardous and toxic waste from head office operations
diserahkan kepada pihak ketiga atau vendor pengelola limbah. is handed over to third parties or waste management vendors.
Untuk pengelolaan limbah cair, Perseroan memanfaatkan For liquid waste management, the Company utilizes a
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), yang berfungsi untuk Wastewater Treatment Plant (WWTP), which processes
mengolah air limbah sehingga dapat digunakan kembali wastewater so that it can be reused for purposes that allow
untuk keperluan yang memungkinkan menggunakan air hasil the use of WWTP-treated water. A total of 10,229 megaliters
pengolahan IPAL. Sebanyak 10,229 megaliter volume air dari of third-party water was discharged, and 3,320 liters of third-
pihak ketiga yang dibuang dan 3,320 liter air dari pihak ketiga party water was recycled by the Company at its Head Office.
yang didaur ulang oleh Perseroan di Kantor Pusat. Khusus Specifically for hazardous and toxic waste (B3), the Company
untuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), Perseroan conducts its own treatment in collaboration with a registered
melakukan treatment sendiri dengan bekerja sama dengan and credible third party. This ensures that wastewater from
pihak ketiga yang sudah terdaftar dan teruji kredibilitasnya, company activities does not mix with B3 waste. Domestic
sehingga Perseroan dapat memastikan bahwa air limbah dari wastewater monitoring methods adhere to the obligations
aktivitas perusahaan tidak bercampur dengan limbah B3. stipulated in the Wastewater Management Plan (IPLC).
Metode pemantauan air limbah domestik mengacu pada
kewajiban yang tercantum dalam IPLC.
Untuk limbah cair yang berasal dari kantor pusat, Perseroan For liquid waste from the head office, the Company performs
melakukan dengan menggunakan cara 3R (reduce, reuse, the 3R (reduce, reuse, recycle) method and utilizes the
recycle) dan menggunakan fasilitas IPAL. Limbah air yang Wastewater Treatment Plant (WWTP) facility. Wastewater
dihasilkan dari penggunaan air wudhu, janitor, pantry, air hujan, generated from ablutions, janitors, pantries, rainwater,
dan air drain AC akan diolah kembali agar dapat digunakan and air conditioning drains will be reprocessed for use as
sebagai flushing toilet. Di samping itu, limbah cair dari toilet toilet flushing. Furthermore, liquid waste from toilets will be
akan diolah kembali sebelum dibuang ke saluran kota sesuai reprocessed before being discharged into the city sewer in
dengan standar baku mutu yang berlaku. accordance with applicable quality standards.
Perseroan senantiasa melakukan uji kualitas efluen pada setiap The Company consistently conducts monthly effluent quality
bulannya yang bertujuan untuk mengetahui status beban tests to determine the status of water pollution load from
pencemaran air dari kantor pusat ataupun proyek yang dikelola. the head office and the projects managed. These tests also
Pengujian ini juga bertujuan agar air yang akan dialirkan ke ensure that water discharged into the sewer does not pollute
saluran pembuangan tidak mencemari lingkungan sekitar. surrounding environment. The results of these wastewater
Hasilnya uji air limbah dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup tests are reported to the Environmental Agency in the form of a
dalam bentuk Laporan RKL-RPL setiap semester. semesterly Environmental Management Plan (RKL-RPL) Report.
Di samping itu, baik di lokasi Kantor Pusat dan wilayah proyek, In addition, the Company has conducted waste-related
Perseroan telah melakukan analisis risiko terkait limbah dari risk analysis for all operational activities at both its Head
seluruh aktivitas operasional Perseroaan. Cakupan dari analisis Office and project sites. The scope of this waste-related
risiko terkait limbah yaitu meliputi wilayah kantor pusat dan risk analysis includes both the head office and project sites.
lokasi proyek. Analisis risiko yang dilakukan telah tertuang di The risk analysis is outlined in the HIRARC-EAII document.
dalam dokumen HIRARC-EAII. Environmental Aspect and Environmental Aspect and Impact Identification (EAII) is
214 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 215
Impact Identification (EAII) merupakan suatu kegiatan untuk an activity to identify environmental aspects and impacts
mengidentifikasi aspek dan dampak lingkungan dari kegiatan of operational activities, products, and services, determine
operasional, produk dan jasa, menentukan risiko dan peluang risks and opportunities, and take action to address these risks
serta tindakan untuk menangani risiko dan peluang tersebut. and opportunities.
Proses pengumpulan dan pemantauan data terkait limbah The Company collects and monitors data related to both
yang dihasilkan baik B3 maupun Non B3, Perseroan melakukan hazardous and non-hazardous waste generated through waste
monitoring melalui surat jalan untuk pengangkutan limbah, transport permits and prepares waste balance reports at
serta membuat laporan neraca limbah di lokasi proyek. Adapun project sites. The Company's waste management methods
jumlah dan metode pengelolaan limbah yang dilakukan and volumes are as follows.
Perseroan, sebagai berikut.
Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah B3 2025
Total and Methods of Hazardous Waste Management 2025
(Limbah Padat = kg; Limbah Cair = Liter)
(Solid Waste = kg; Liquid Waste = liters)
Limbah B3
2025
Hazardous Waste
Proyek (Total) 47,54
Projects (Total)
I. Proyek Kecil
13,43
I. Small Projects
Padat
13,22
Solid
Baterai
0,02
Batteries
Cartridge 0,01
Cartridges
Infeksius
0,04
Infectious
Pasir Silika
-
Silica Sand
Kaleng Cat dan Thinner
0,30
Paint and Thinner Cans
Kawat Las
1,43
Welding Wire
Filter Bekas
0,00
Used Filters
Aki Bekas
0,10
Used Batteries
Packaging 0,01
Packaging
Limbah Pasir Sand Blasting
1,80
Sandblasting Waste
Tanah yang Terkontaminasi
8,20
Contaminated Soil
Kain Bekas
0,90
Used Cloth
Fiber Bekas
-
Used Fiber
Lampu Bekas
0,03
Used Lamps
Resin Bekas
-
Used Resin
Drum Bekas
-
Used Drums
Elektroda Bekas
0,16
Used Electrodes
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 215
Page 216
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah B3 2025
Total and Methods of Hazardous Waste Management 2025
(Limbah Padat = kg; Limbah Cair = Liter)
(Solid Waste = kg; Liquid Waste = liters)
Limbah B3
2025
Hazardous Waste
Cakram Pemotong Bekas
0,16
Used Cutting Discs
Amplas Bekas
-
Used Sandpaper
Jerigen Bekas
0,07
Used Jerry Cans
Cair
0,21
Liquids
Oli Bekas
0,15
Used Oil
Limbah Cat
0,00
Paint Waste
Limbah Aspal
0,05
Asphalt Waste
II. Proyek Menengah
6,11
II. Medium Projects
Padat
1,25
Solid
Baterai
0,05
Batteries
Cartridge 0,02
Cartridges
Infeksius
0,06
Infectious
Pasir Silika
-
Silica Sand
Kaleng Cat dan Thinner
0,15
Paint and Thinner Cans
Kawat Las
0,76
Welding Wire
Filter Bekas
0,01
Used Filters
Aki Bekas
0,04
Used Batteries
Packaging 0,02
Packaging
Limbah Pasir Sand Blasting
-
Sandblasting Waste
Tanah yang Terkontaminasi
-
Contaminated Soil
Kain Bekas
0,01
Used Rags
Fiber Bekas
0,00
Used Fiber
Lampu Bekas
0,06
Used Lamps
Resin Bekas
-
Used Resin
Drum Bekas
0,06
Used Drums
Elektroda Bekas
-
Used Electrodes
Cakram Pemotong Bekas
0,01
Used Cutting Discs
216 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 217
Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah B3 2025
Total and Methods of Hazardous Waste Management 2025
(Limbah Padat = kg; Limbah Cair = Liter)
(Solid Waste = kg; Liquid Waste = liters)
Limbah B3
2025
Hazardous Waste
Amplas Bekas
-
Used Sandpaper
Jerigen Bekas
0,02
Used Jerry Cans
Cair
4,85
Liquid
Oli Bekas
4,28
Used Oil
Limbah Cat
-
Paint Waste
Limbah Aspal
0,57
Asphalt Waste
III. Proyek Besar
27,20
III. Large Projects
Padat
3,77
Solid
Baterai
0,03
Batteries
Cartridge 0,00
Cartridges
Infeksius
0,02
Infectious
Pasir Silika
-
Silica Sand
Kaleng Cat dan Thinner
0,11
Paint and Thinner Cans
Kawat Las
0,18
Welding Wire
Filter Bekas
2,60
Used Filters
Aki Bekas
0,02
Used Batteries
Packaging 0,00
Packaging
Limbah Pasir Sand Blasting
-
Sandblasting Waste
Tanah yang Terkontaminasi
0,66
Contaminated Soil
Kain Bekas
-
Used Rags
Fiber Bekas
0,01
Used Fiber
Lampu Bekas
0,01
Used Lamps
Resin Bekas
0,01
Used Resin
Drum Bekas
0,11
Used Drums
Elektroda Bekas
-
Used Electrodes
Cakram Pemotong Bekas
0,00
Used Cutting Discs
Amplas Bekas
-
Used Sandpaper
Jerigen Bekas
0,01
Used Jerry Cans
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 217
Page 218
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah B3 2025
Total and Methods of Hazardous Waste Management 2025
(Limbah Padat = kg; Limbah Cair = Liter)
(Solid Waste = kg; Liquid Waste = liters)
Limbah B3
2025
Hazardous Waste
Cair
23,42
Liquid
Oli Bekas
23,42
Used Oil
Limbah Cat
0,00
Paint Waste
Limbah Aspal
0,00
Asphalt Waste
IV. Proyek Mega
0,81
IV. Mega Projects
Padat
0,76
Solid
Baterai
0,01
Batteries
Cartridge -
Cartridges
Infeksius
0,20
Infectious
Pasir Silika
0,05
Silica Sand
Kaleng Cat dan Thinner
0,38
Paint and Thinner Cans
Kawat Las
0,08
Welding Wire
Filter Bekas
-
Used Filters
Aki Bekas
-
Used Batteries
Packaging 0,02
Packaging
Limbah Pasir Sand Blasting
-
Sandblasting Waste
Tanah yang Terkontaminasi
-
Contaminated Soil
Kain Bekas
0,01
Used Rags
Fiber Bekas
-
Used Fiber
Lampu Bekas
0,00
Used Lamps
Resin Bekas
-
Used Resin
Drum Bekas
-
Used Drums
Elektroda Bekas
-
Used Electrodes
Cakram Pemotong Bekas
0,00
Used Cutting Discs
Amplas Bekas
-
Used Sandpaper
Jerigen Bekas
-
Used Jerry Cans
Cair
0,05
Liquids
Oli Bekas
0,03
Used Oil
Limbah Cat
0,02
Paint Waste
Limbah Aspal
-
Asphalt Waste
218 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 219
Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah Non B3 2025
Total and Methods of Non-B3 Waste Management 2025
Limbah Non-B3
Non-B3 Waste 2025
Proyek (Total)
26.273,54
Non-B3 Waste
I. Proyek Kecil
2.361,95
I. Small Projects
Recycle:
71,31
Recycle:
Kertas
59,21
Paper
Plastik
8,44
Plastic
Kaleng
1,16
Cans
Botol
2,49
Bottles
Compost: 44,86
Compost:
Sampah Organik
44,86
Organic Waste
Landfill: 2.097,14
Landfill:
Kayu
88,33
Wood
Besi
-
Iron
Beton
1.566,40
Concrete
Agregat
442,01
Aggregate
Aspal
-
Asphalt
Semen
0,40
Cement
Incineration (Pembakaran, baik dengan Energi maupun Tanpa Energi)
-
Incineration (Combustion, with or without Energy)
Dengan Energy Recovery
-
With Energy Recovery
Tanpa Energy Recovery
-
Without Energy Recovery
Dikelola Pihak Ketiga
148,65
Managed by Third Party
Kertas
59,19
Paper
Plastik
7,12
Plastic
Kaleng
1,23
Cans
Botol
3,81
Bottles
Kayu
1,75
Wood
Besi
0,05
Iron
Beton
-
Concrete
Agregat
-
Aggregate
Aspal
-
Asphalt
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 219
Page 220
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah Non B3 2025
Total and Methods of Non-B3 Waste Management 2025
Limbah Non-B3
Non-B3 Waste 2025
Semen
-
Cement
Sampah Organik
75,49
Organic Waste
II. Proyek Menengah
4.218,12
II. Medium Projects
Recycle:
207,89
Recycle:
Kertas
48,47
Paper
Plastik
84,32
Plastic
Kaleng
35,91
Cans
Botol
39,19
Bottles
Compost: 84,04
Compost:
Sampah Organik
84,04
Organic Waste
Landfill: 1.622,38
Landfill:
Kayu
76,56
Wood
Besi
220,37
Iron
Beton
505,23
Concrete
Agregat
426,30
Aggregate
Aspal
393,92
Asphalt
Semen
-
Cement
Incineration (Pembakaran, baik dengan Energi maupun Tanpa Energi)
-
Incineration (Combustion, with or without Energy)
Dengan Energy Recovery
-
With Energy Recovery
Tanpa Energy Recovery
-
Without Energy Recovery
Dikelola Pihak Ketiga
2.303,82
Managed by Third Party
Kertas
183,00
Paper
Plastik
139,05
Plastic
Kaleng
70,85
Cans
Botol
54,10
Bottles
Kayu
119,47
Wood
Besi
409,43
Iron
Beton
481,76
Concrete
Agregat
385,85
Aggregate
Aspal
343,94
Asphalt
Semen
-
Cement
220 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 221
Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah Non B3 2025
Total and Methods of Non-B3 Waste Management 2025
Limbah Non-B3
Non-B3 Waste 2025
Sampah Organik
116,36
Organic Waste
III. Proyek Besar
19.158,38
III. Large Projects
Recycle: 14,62
Recycle:
Kertas
2,48
Paper
Plastik
8,55
Plastic
Kaleng
1,83
Cans
Botol
1,76
Bottles
Compost: 613,34
Compost:
Sampah Organik
613,34
Organic Waste
Landfill: 17.177,38
Landfill:
Kayu
44,78
Wood
Besi
241,19
Iron
Beton
14.496,00
Concrete
Agregat
2.024,00
Aggregate
Aspal
-
Asphalt
Semen
371,41
Cement
Incineration (Pembakaran, baik dengan Energi maupun Tanpa Energi) 1,85
Incineration (Combustion, with or without Energy)
Dengan Energy Recovery
1,85
With Energy Recovery
Tanpa Energy Recovery
-
Without Energy Recovery
Dikelola Pihak Ketiga 1.351,18
Managed by Third Party
Kertas
1,49
Paper
Plastik
8,81
Plastic
Kaleng
1,06
Cans
Botol
2,31
Bottles
Kayu
908,53
Wood
Besi
1,30
Iron
Beton
364,11
Concrete
Agregat
-
Aggregate
Aspal
-
Asphalt
Semen -
Cement
Sampah Organik 63,58
Organic Waste
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 221
Page 222
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah Non B3 2025
Total and Methods of Non-B3 Waste Management 2025
Limbah Non-B3
Non-B3 Waste 2025
IV. Proyek Mega
535,09
IV. Mega Projects
Recycle: 2,31
Recycle:
Kertas 1,32
Paper
Plastik 0,75
Plastic
Kaleng 0,24
Cans
Botol -
Bottles
Compost: 1,15
Compost:
Sampah Organik 1,15
Organic Waste
Landfill: 10,10
Landfill:
Kayu 6,51
Wood
Besi -
Iron
Beton 3,59
Concrete
Agregat -
Aggregate
Aspal -
Asphalt
Semen -
Cement
Incineration (Pembakaran, baik dengan Energi maupun Tanpa Energi) -
Incineration (Combustion, with or without Energy)
Dengan Energy Recovery -
With Energy Recovery
Tanpa Energy Recovery -
Without Energy Recovery
Dikelola Pihak Ketiga 521,53
Managed by Third Party
Kertas 6,94
Paper
Plastik 0,75
Plastic
Kaleng 0,24
Cans
Botol 5,85
Bottles
Kayu -
Wood
Besi -
Iron
Beton -
Concrete
Agregat -
Aggregate
Aspal -
Asphalt
Semen -
Cement
Sampah Organik 507,75
Organic Waste
222 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 223
Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah B3 dan Non B3 2025
Total and Methods of Hazardous and Non-Hazardous Waste Management 2025
Metode Pengelolaan/
Limbah Jenis Tujuan Akhir Pembuangan Limbah Satuan
Waste Type Management Method/ Unit
2025
Final Destination of Waste Disposal
Oli bekas Pihak ketiga yang memiliki izin
B3 Ton -
Used oil Third party with permit
Lampu TL Pihak ketiga yang memiliki izin
B3 Ton 0,011
TL lamps Third party with permit
Baterai Pihak ketiga yang memiliki izin
B3 Ton 0,003
Batteries Third party with permit
Catridge Pihak ketiga yang memiliki izin
B3 Ton 0,031
Cartridges Third party with permit
Total Limbah B3
Ton 0,045
Total Hazardous Waste
Minyak pelumas bekas Pihak ketiga yang memiliki izin
B3 Ton -
Used lubricating oil Third party with permit
Kain majun bekas
(terkontaminasi pelumas) Pihak ketiga yang memiliki izin
B3 Ton -
Used rags Third party with permit
(contaminated with lubricants)
Kemasan bekas B3
(kaleng cat dan thinner) Pihak ketiga yang memiliki izin
B3 Ton -
Used hazardous and toxic packaging Third party with permit
(paint and thinner cans)
Infeksius Pihak ketiga yang memiliki izin
B3 Ton 0,0042
Infectious waste Third party with permit
Air Limbah Tujuan pembuangan saluran kota
Non B3 Ton 1.022,9
Wastewater Into city sewer disposal
Sampah Harian Rumah Tangga Sampah Dapur Rumah Tangga (Sampah Kering)
Non B3 Ton 21,529
Household waste Household Kitchen Waste (Dry Waste)
Total Limbah Non B3
Ton 1.044,43
Total non-hazardous waste
Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah 2024 dan 2023
Total and Waste Management Methods 2024 and 2023
Metode Pengelolaan/
Limbah Jenis Tujuan Akhir Pembuangan Limbah Satuan
Waste Type Management Method/ Unit
2024 2023
Final Destination of Waste Disposal
Lokasi Proyek
Project Location
Pasir Silika Pihak Ketiga PLKK
B3 Ton - 3,5
Silica Sand Third Party PLKK
Kaleng Cat dan Thinner Dikirim ke pihak ketiga
B3 Ton 1,5 1,04
Paint and Thinner Cans Sent to third party
Cake Non B3 TPA Ton - 1,2
Kawat Las Dikirim ke pihak ketiga
B3 Box 12,5 50
Welding Wire Sent to third party
Filter Bekas Dikirim ke pihak ketiga
B3 Ton 0,175 0,114
Used Filters Sent to third party
Sisa Makanan Dikirim ke pihak ketiga
Non B3 Ton - 3,5
Food Waste Sent to third party
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 223
Page 224
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah 2024 dan 2023
Total and Waste Management Methods 2024 and 2023
Metode Pengelolaan/
Limbah Jenis Tujuan Akhir Pembuangan Limbah Satuan
Waste Type Management Method/ Unit
2024 2023
Final Destination of Waste Disposal
Oli Bekas Dikirim ke pihak ketiga
B3 Ton 80,473 1,64
Used Oil Sent to third party
Aki Bekas Dikirim ke pihak ketiga
B3 Pcs 12,5 5
Used Batteries Sent to third party
Dikirim ke pihak ketiga
Packaging B3 Ton - 1,55
Sent to third party
Limbah Pasir Sand Blasting Dikirim ke pihak ketiga
B3 Ton - 0,138
Sandblasting Waste Sent to third party
Limbah cat Dikirim ke pihak ketiga
B3 Ton - 1,173
Paint Waste Sent to third party
Cat Dikirim ke pihak ketiga Kaleng
B3 2,163 -
Paint Sent to third party Cans
Limbah Aspal Dikirim ke pihak ketiga
B3 Ton - 0,155
Asphalt Waste Sent to third party
Tanah yang Terkontaminasi Dikirim ke pihak ketiga
B3 Ton - 0,317
Contaminated Soil Sent to third party
Kain Bekas Dikirim ke pihak ketiga
B3 Ton 0,252 0,150
Used Cloth Sent to third party
Fiber Bekas Dikirim ke pihak ketiga
B3 Ton - 1,344
Used Fiber Sent to third party
Lampu Bekas Dikirim ke pihak ketiga
B3 Ton - 0,002
Used Lamps Sent to third party
Resin Bekas Dikirim ke pihak ketiga
B3 Ton - 0,507
Used Resin Sent to third party
Drum Bekas Dikirim ke pihak ketiga
B3 Ton 0,7 1,893
Used Drums Sent to third party
Elektroda Bekas Dikirim ke pihak ketiga
B3 Ton - 1,700
Used Electrodes Sent to third party
Cakram Pemotong Bekas Dikirim ke pihak ketiga
B3 Ton - 0,571
Used Cutting Discs Sent to third party
Amplas Bekas Dikirim ke pihak ketiga
B3 Ton - 0,003
Used Sandpaper Sent to third party
Jerigen Bekas Dikirim ke pihak ketiga
B3 Ton - 0,004
Used Jerry Cans Sent to third party
%
Kertas
Non B3 TPA Penghematan 0,675 -
Paper
% Savings
Sampah Domestik Pihak Ketiga Pax Ocean
Non B3 Ton 3,84 -
Domestic Waste Pax Ocean Third Party
Sampah Harian Karung
Non B3 PT SMI2 30 -
Daily Waste Sacks
Kantor Pusat
Head Office
Oli bekas Pihak ketiga yang memiliki izin
B3 Ton 0,01 0,439
Used oil Third party with permit
Lampu TL Pihak ketiga yang memiliki izin
B3 Ton 0,035 0,093
TL lamps Third party with permit
Baterai Pihak ketiga yang memiliki izin
B3 Ton 0,003 0,008
Batteries Third party with permit
224 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 225
Tabel Total dan Metode Pengelolaan Limbah 2024 dan 2023
Total and Waste Management Methods 2024 and 2023
Metode Pengelolaan/
Limbah Jenis Tujuan Akhir Pembuangan Limbah Satuan
Waste Type Management Method/ Unit
2024 2023
Final Destination of Waste Disposal
Catridge Pihak ketiga yang memiliki izin
B3 Ton 0,203 0,023
Cartridges Third party with permit
Air Limbah Pihak ketiga yang memiliki izin
Non B3 Ton 4.364,8 4.759,71
Wastewater Third party with permit
Minyak pelumas bekas Pihak ketiga yang memiliki izin
B3 Ton 0,01 0,44
Used lubricating oil Third party with permit
Kain majun bekas
(terkontaminasi pelumas)
Pihak ketiga yang memiliki izin
Used rags B3 Ton 0,011 -
Third party with permit
(contaminated with
lubricants)
Kemasan bekas B3
(kaleng cat dan thinner)
Pihak ketiga yang memiliki izin
Used hazardous and B3 Ton 0,019 0,017
Third party with permit
toxic packaging
(paint and thinner cans)
Infeksius Pihak ketiga yang memiliki izin
B3 Ton 0,0072 0,005
Infectious waste Third party with permit
Sampah Harian Sampah Dapur Rumah Tangga
Rumah Tangga (Sampah Kering)
Non B3 Ton 34,096 10.841,96
Household Household Kitchen Waste
waste (Dry Waste)
Jumlah Limbah B3
Amount of Hazardous Waste
(Dalam Ton)
(In Tons)
Wilayah Kerja
2024 2023
Work Area
Kantor Pusat
0,298 0,585
Head Office
Lokasi Proyek
97,76 70,80
Project Location
Total 98,06 71,39
Jumlah Limbah Non-B3
Amount of Non-Hazardous Waste
(Dalam Ton)
(In Tons)
Wilayah Kerja
2024 2023
Work Area
Kantor Pusat
4.398,89 15.601,67
Head Office
Lokasi Proyek
34,515 4,7
Project Location
Total 4.433,41 15.606,37
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 225
Page 226
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
MEKANISME PENGELOLAAN LIMBAH DAN WASTE AND EFFLUENT MANAGEMENT
EFLUEN [OJK F.14] MECHANISM [OJK F.14]
Kegiatan pengelolaan limbah di Perseroan, diawali dengan The Company's waste management activities begin with the
melakukan pemisahan limbah berdasarkan jenisnya. Aktivitas separation of waste by type. Waste management activities are
pengelolaan limbah dilakukan dengan cara yang sama, baik carried out in the same manner both at the head office and
di kantor pusat maupun di seluruh lokasi proyek Perseroan. at all of the Company's project sites. The Company's project
Limbah proyek Perseroan berada di bawah tanggung jawab waste is under the responsibility of each of the Company's
masing-masing Manajer Proyek Perseroan. Project Managers.
Limbah yang dihasilkan dari aktivitas operasional Perseroan Waste generated from the Company's operational activities
di kantor pusat tergolong limbah domestik, yang berasal dari at the head office is classified as domestic waste, originating
berbagai sumber, antara lain dapur, toilet karyawan dan tamu, from various sources, including the kitchen, employee and
kegiatan kebersihan gedung, sistem pemadam kebakaran, guest restrooms, building cleaning activities, fire extinguishing
serta air yang digunakan untuk penyiraman taman. Perseroan systems, and water used for garden watering. The Company
telah melakukan pengolahan air limbah domestik gedung has treated domestic wastewater in its office buildings using
perkantoran dengan mengelola air limbah menggunakan a Biofilter Sewage Treatment Plant (STP) for Tower 1 with a
Sewage Treatment Plant (STP) Biofilter untuk Tower 1 dengan capacity of 40 m3/day. Tower 2, meanwhile, is divided into
kapasitas 40 m3/hari. Sedangkan untuk Tower 2, dibagi two wastewater treatment plants (STPs): a Greywater STP
menjadi 2 STP, yaitu STP Greywater dengan kapasitas 35 m3/ with a capacity of 35 m3/day and a Blackwater STP with a
hari dan Blackwater 45 m3/hari dengan kapasitas air limbah capacity of 45 m3/day. Kitchen wastewater is channeled
yang berasal dari dapur akan disalurkan ke perangkap lemak through a grease trap before being channeled to the STP,
(grease trap) sebelum disalurkan ke dalam STP, karena minyak as oil and grease can interfere with the STP's processing
dan lemak dapat mengganggu proses pengolahan dalam STP. process. Throughout 2025, the Company recorded the use
Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatat pemanfaatan air of recycled water from the head office wastewater treatment
daur ulang dari IPAL di kantor pusat sebesar 3,320 megaliter. plant (WWTP) of 3,320 megaliters.
Sehubungan dengan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Regarding the management of Hazardous and Toxic Materials
Beracun (B3) di Kantor Pusat, Perseroan telah menyediakan (B3) waste at the Head Office, the Company has provided a B3
Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) B3. Saat ini, Temporary Storage Area (TPS). Currently, waste management
pengelolaan limbah dilakukan dengan memisahkan jenis limbah is carried out by separating waste types by category: B3
berdasarkan kategori, yaitu limbah B3, limbah organik, dan waste, organic waste, and inorganic waste. Furthermore, B3
limbah anorganik. Selanjutnya, limbah B3 akan diangkut oleh waste will be transported by a third party that has obtained an
pihak ketiga yang telah memiliki izin resmi dari Kementerian official permit from the Ministry of Environment and Forestry
Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Pihak of the Republic of Indonesia. The selected third party has
ketiga yang dipilih memiliki transporter khusus yang bertugas a dedicated transporter tasked with ensuring that waste
untuk memastikan bahwa pengelolaan limbah dilakukan sesuai management is carried out in accordance with applicable
dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. regulations and provisions.
Perseroan menyadari bahwa limbah yang dihasilkan dari The Company recognizes that waste generated from its
aktivitas operasionalnya berpotensi menimbulkan dampak operational activities has the potential to negatively impact
negatif terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. the environment if not managed properly. Potential negative
Dampak negatif yang mungkin timbul meliputi peningkatan impacts include increased dust from building materials,
debu dari material bangunan, pencemaran tanah akibat soil contamination from construction waste disposal, and
pembuangan limbah konstruksi, serta pencemaran lingkungan environmental pollution from waste accumulation. To prevent
dari penumpukan sampah. Untuk mencegah dampak tersebut these impacts at project sites, the Company implements
di lokasi proyek, Perseroan menerapkan berbagai upaya, various measures, including sustainable housekeeping,
antara lain melakukan housekeeping secara berkelanjutan, providing trash bins and Temporary Storage Areas (TPS),
menyediakan tempat sampah dan Tempat Penyimpanan and implementing the principles of reuse, reduce, and recycle
Sementara (TPS), serta melaksanakan prinsip reuse, reduce, (3R). Hazardous and Toxic Materials (B3) waste, such as used
dan recycle (3R). Pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan oil and used or contaminated rags, is handed over to officially
Beracun (B3), seperti oli bekas dan kain majun bekas atau licensed third parties. Meanwhile, non-B3 solid waste, such as
terkontaminasi, diserahkan kepada pihak ketiga yang memiliki scrap metal, is reused as drainage channel covers, signboard
izin resmi. Sementara itu, limbah padatan non-B3, seperti frames, and smoking area facilities within the project area.
potongan besi, dimanfaatkan kembali sebagai penutup saluran Non-B3 waste that cannot be reused is managed by being
226 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 227
drainase, kerangka sign board, dan fasilitas smoking area di handed over directly to the Final Disposal Site (TPA), while B3
lingkungan proyek. Limbah non-B3 yang tidak dapat digunakan waste is sent to officially licensed third parties in accordance
kembali dikelola dengan diserahkan langsung ke Tempat with applicable regulations. Due to the Company's effective
Pembuangan Akhir (TPA), sedangkan limbah B3 dikirim ke waste management, throughout 2025, there were no negative
pihak ketiga yang memiliki izin resmi sesuai ketentuan yang impacts related to the waste generated by the Company,
berlaku. Atas pengelolaan limbah yang dilakukan dengan baik either at its head office or at project sites.
oleh Perseroan, maka sepanjang tahun 2025, tidak terdapat
dampak negatif terkait limbah yang dihasilkan oleh Perseroan,
baik di kantor pusat maupun di lokasi proyek.
Adapun proses yang digunakan Perseroan dalam menentukan The Company's process for determining a third-party
pihak ketiga pengelola limbah sesuai kewajiban atau kontrak waste manager, in accordance with legislative obligations
legislatif yaitu dengan melakukan monitoring atas surat jalan or contracts, involves monitoring issued delivery notes and
yang diterbitkan, serta melalui kontrak kerja sama antara establishing a cooperation contract between the Company
Perseroan dengan pihak ketiga yang memiliki Izin Resmi dari and a third party holding an official permit from the Ministry
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia.
Indonesia.
Oleh karena sepanjang tahun 2025, limbah B3 dan Non B3 Because hazardous and non-hazardous waste at project
di lokasi proyek dan kantor pusat diserahkan ke pihak ketiga, sites and headquarters were handed over to third parties
maka tidak terdapat limbah yang dipersiapkan untuk dilakukan throughout 2025, no waste was prepared for incineration with
pembakaran dengan dan tanpa pemulihan energi, serta or without energy recovery, or collection. The total amount of
penghimpunan. Sedangkan, terkait besarnya total limbah air recycled wastewater is presented in the Water Aspect section
yang didaur ulang, telah disampaikan pada bagian Aspek Air of this Sustainability Report. Waste management methods,
di Laporan Keberlanjutan ini. Adapun metode pengelolaan based on type, are as follows.
limbah berdasarkan jenisnya, sebagai berikut.
Jenis Limbah Metode Pengelolaan
Types of Waste Management Method
Limbah B3 Padat Diserahkan ke Transporter yang sudah berijin
Solid Hazardous Waste Handed over to a licensed transporter
Limbah B3 Cair Diserahkan ke Transporter yang sudah berijin
Liquid Hazardous Waste Handed over to a licensed transporter
1. Reduce, reuce, recycle (3R)
2. Dikirim ke TPA
3. Diserahkan ke Pihak Ketiga dengan bekerjasama dengan dinas kebersihan
Limbah Non B3 Padat setempat
Solid Non-Hazardous Waste 1. Reduce, reuse, recycle (3R)
2. Sent to a landfill
3. Handed over to a third party in collaboration with the local sanitation
department
Limbah Non B3 Cair Diolah di IPAL
Liquid Non-Hazardous Waste Processed at a wastewater treatment plant
Besarnya limbah yang didaur ulang sebagai berikut:
The amount of waste recycled is as follows:
Keterangan Satuan
2025 2024
Description Unit
Limbah Non B3 Padat (Sampah Organik)
Kg 113 41,5
Solid Non-B3 Waste (Organic Waste)
Limbah Non B3 Cair (daur ulang air)
Megaliter 5,481 4,364
Liquid Non-B3 Waste (Water Recycling)
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 227
Page 228
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
TUMPAHAN YANG TERJADI [OJK F.15] SPILLS OCCURRED [OJK F.15]
Dalam upaya mencegah terjadinya tumpahan bahan kimia, In an effort to prevent chemical, oil, and fuel spills, the
minyak, dan bahan bakar, Perseroan secara konsisten Company consistently performs a number of preventative
melaksanakan berbagai langkah pencegahan. Langkah- measures. These measures include awareness campaigns
langkah tersebut meliputi kampanye kesadaran mengenai regarding the dangers of hazardous waste pollution, providing
bahaya pencemaran limbah B3, pemberian pelatihan dan training and awareness-raising regarding hazardous waste
peningkatan kesadaran (awareness) terkait penanganan management for warehouse personnel, and conducting
B3 kepada petugas gudang, serta pelaksanaan simulasi emergency simulations for handling hazardous waste spills.
keadaan darurat untuk menangani tumpahan B3. Selain In addition, the Company has developed Work Instructions
itu, Perseroan telah menyusun Instruksi Kerja dan Prosedur and Standard Procedures for liquid fuel storage at each project
Standar mengenai penyimpanan bahan bakar cair di setiap to ensure that the storage and management of hazardous
proyek, guna memastikan penyimpanan dan pengelolaan materials is carried out in accordance with applicable safety
bahan berbahaya dilakukan sesuai standar keselamatan dan standards and regulations. These standards contain the
peraturan yang berlaku. Dalam standar tersebut, memuat following rules:
aturan sebagai berikut:
1. Tangki penyimpanan bahan bakar cair harus selalu 1. Liquid fuel storage tanks must always be protected from
terlindungi dari cuaca the weather.
2. Tangki penyimpanan bahan bakar cair harus diberikan 2. Liquid fuel storage tanks must be secured.
pengaman
3. Tangki penyimpanan bahan bakar cair harus diletakkan 3. Liquid fuel storage tanks must be placed on reinforced
di atas landasan beton bertulang yang bertujuan untuk concrete platforms to prevent spills from contaminating
menghindari apabila terjadi tumpahan atas bahan bakar the soil.
tersebut agar tidak mencemari tanah
Atas komitmen penuh Perseroan dalam mencegah terjadinya Due to the Company's full commitment to preventing spills,
tumpahan, maka sepanjang tahun 2025, tidak terdapat kasus there were no oil spills throughout 2025.
tumpahan minyak.
ASPEK PENGADUAN TERKAIT LINGKUNGAN ENVIRONMENTAL COMPLAINTS ASPECT
HIDUP
JUMLAH DAN MATERI PENGADUAN LINGKUNGAN NUMBER AND MATERIAL OF ENVIRONMENTAL
HIDUP YANG DITERIMA DAN DISELESAIKAN [OJK F.16] COMPLAINTS RECEIVED AND RESOLVED [OJK F.16]
Selama periode pelaporan, tidak terdapat pengaduan During the reporting period, there were no public complaints
masyarakat terkait lingkungan hidup. related to the environment.
KINERJA SOSIAL SOCIAL PERFORMANCE
KOMITMEN UNTUK MEMBERIKAN LAYANAN COMMITMENT TO PROVIDE EQUAL SERVICES
ATAS PRODUK DAN/ATAU JASA YANG SETARA FOR PRODUCTS AND/OR SERVICES TO
KEPADA KONSUMEN [OJK F.17] CONSUMERS [OJK F.17]
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi, As a company engaged in construction services,
manufaktur, dan properti, Perseroan berkomitmen untuk manufacturing, and property, the Company is committed
memberikan layanan atas produk dan/atau jasa yang to providing equal services for products and/or services to
setara kepada konsumen tanpa membedakan gender, usia, consumers without discrimination based on gender, age, race,
ras, agama, maupun latar belakang sosial. Komitmen ini religion, or social background. This commitment reflects that
menunjukkan bahwa Perseroan harus menyediakan produk the Company must provide the same products and/or services
228 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 229
dan/atau jasa yang sama untuk semua konsumen, tanpa to all consumers without discrimination. The Company also
diskriminasi. Perseroan juga memberikan informasi yang jelas provides clear and transparent information about the products
dan transparan tentang produk dan jasa yang ditawarkan, and services offered and delivers customer service that is
serta memberikan layanan pelanggan yang baik dan responsif. responsive and of high quality. This commitment is stated
Komitmen ini telah tercantum dalam Pedoman Etika dan in the Code of Conduct.
Perilaku (Code of Conduct).
Dalam menerapkan komitmen tersebut, Perseroan senantiasa In implementing this commitment, the Company continuously
mengembangkan kebijakan dan prosedur untuk memastikan develops policies and procedures to ensure that every
bahwa setiap konsumen memperoleh perlakuan yang sama. consumer receives equal treatment. All employees are
Seluruh karyawan dibekali pelatihan terkait pentingnya provided with training related to the importance of equality
kesetaraan dalam layanan, pemahaman kebijakan non- in service, understanding non-discrimination policies, and
diskriminasi, serta keterampilan berkomunikasi secara etis developing ethical and professional communication skills.
dan profesional.
Dalam rangka memberikan pelayanan yang baik, Perseroan In order to provide excellent service, the Company consistently
senantiasa berupaya untuk responsif terhadap keluhan strives to be responsive to consumer complaints. The
konsumen. Perseroan memiliki mekanisme untuk menangani Company has established mechanisms to handle complaints
keluhan dan masukan dari konsumen, serta merespon dengan and feedback from consumers and to respond promptly
cepat dan tepat. Perseroan menghargai setiap masukan and appropriately. The Company values every input from
dari konsumen dan akan menindaklanjuti keluhan untuk consumers and follows up on complaints to improve services.
memperbaiki layanan. Evaluasi dan perbaikan layanan terus Continuous evaluation and service improvement are carried
menerus dilakukan guna meningkatkan mutu pelayanan yang out to enhance service quality, which ultimately contributes
berdampak pada kepuasan konsumen. to consumer satisfaction.
ASPEK KETENAGAKERJAAN EMPLOYMENT ASPECT
KESETARAAN KESEMPATAN BEKERJA [OJK F.18] EQUAL EMPLOYMENT OPPORTUNITY [OJK F.18]
Perseroan berkomitmen menerapkan praktik kesetaraan The Company is committed to apply gender, class, ethnicity,
gender, golongan, suku, dan ras dalam pengelolaan Sumber and racial equality practices in its Human Capital management.
Daya Manusia. Perseroan dalam pengelolaan Sumber Daya The Company rejects all forms of discrimination and injustice
Manusia. Perseroan menolak segala bentuk diskriminasi dan in its Human Capital business processes, including recruitment,
ketidakadilan dalam proses bisnis Human Capital, diantaranya promotions, transfers, performance appraisals, and employee
proses rekrutmen, promosi, mutasi, penilaian kinerja, dan development. The Company also provides equal opportunities
pengembangan karyawan. Perseroan juga memberikan to all prospective employees during the recruitment process.
kesempatan yang sama kepada seluruh calon karyawan dalam To achieve this commitment, the Company has developed a
proses rekrutmen. Dalam rangka mencapai komitmen tersebut, Human Capital Procedure, Document Number WIKA-HCE-
Perseroan menyusun Prosedur Human Capital Nomor PM-01.01 Rev. 00 Amd 04, which serves as a reference for
Dokumen WIKA-HCE-PM-01.01 Rev. 00 Amd 04 yang menjadi implementing Human Capital business processes.
acuan dalam pelaksanaan proses bisnis Human Capital.
Sebagai salah satu BUMN yang bergerak di bidang konstruksi As a state-owned enterprise engaged in the construction
dan EPC (Engineering, Procurement, and Construction), and EPC (Engineering, Procurement, and Construction)
mayoritas karyawan Perseroan berjenis kelamin laki-laki. sectors, the majority of the Company's employees are male.
Meski demikian, Perseroan terus mendorong peningkatan Nevertheless, the Company continues to encourage the
peran perempuan dalam bisnis, termasuk melalui upaya increasing role of women in business, including by increasing
menambah jumlah talenta perempuan yang menduduki posisi the number of female talents in managerial and strategic
manajerial dan strategis. Berikut ini adalah gambaran komposisi positions. The following is an overview of the Company's
keberagaman karyawan Perseroan pada tahun 2025. employee diversity composition by 2025.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 229
Page 230
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tabel Keberagaman Manajemen dan Karyawan 2025 [GRI 405-1]
Management and Employee Diversity 2025 [GRI 405-1]
Jenis Kelamin
Level Jabatan Gender
Job Level Pria Wanita
% % Total
Male Female
Direktur
5 0.14% 0 0% 5
Director
Senior Manajemen
55 1.54% 4 0.11& 59
Senior Management
Middle Manajemen
144 4.04% 14 0.39% 158
Middle Management
Junior Manajemen
237 6.65% 15 0.42% 252
Junior Management
Supervisor
860 24.12% 100 2.80% 960
Superviso
Officer/Staff
1.758 49.30% 374 10.49% 2.132
Officer/Staff
Jumlah
3.059 85.78% 507 14.22% 3.566
Total
Pada tahun 2025, Perseroan telah memberikan kesempatan By 2025, the Company has given job opportunities to 5 (five)
kerja kepada penyandang disabilitas sebanyak 5 (lima) orang. people with disabilities. The Company employs employees
Perseroan mempekerjakan karyawan penyandang disabilitas with disabilities who meet the qualifications and competencies
yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi yang diprasyaratkan required by the Company. Employees with disabilities are
oleh Perseroan. Karyawan penyandang disabilitas ditempatkan placed in the Investment, Project Control and Planning, and
pada bagian fungsi Investasi, Project Control and Planning, dan Corporate Affairs functions at the Head Office, as well as the
Corporate Affairs Kantor Pusat, serta fungsi Konstruksi Proyek. Project Construction function.
Komposisi Karyawan Penyandang Disabilitas 2025 [GRI 405-1]
Composition of Employees with Disabilities 2025 [GRI 405-1]
Jenis Kelamin
Jenis Penyandang Gender
Disabilitas
Types of Disabilities Pria Wanita
% % Total
Male Female
Tuna Daksa
5 100% 0 0 5
Physically Impaired
Tuna Netra
0 0 0 0 0
Blindly Impaired
Tuna Rungu
0 0 0 0 0
Deafness
Tuna Wicara
0 0 0 0 0
Speech Impaired
Jumlah
5 100% 0 0 5
Total
230 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 231
(Dalam Orang)
(In People)
Kelompok Usia
Age Group
<30 % 31-50 % >51 % Total
0 0% 1 0.03% 4 0.11% 5
0 0% 32 0.90% 27 0.76% 59
0 0% 124 3.48% 34 0.95% 158
1 0.03% 230 6.45% 21 0.59% 252
86 2.41% 853 23.92% 21 0.59% 960
645 18.09% 1.328 37.24% 159 4.46% 2.132
732 20.53% 2.568 72.01% 266 7.46% 3.566
(Dalam Orang)
(In People)
Kelompok Usia
Age Group
<30 % 30-50 % >51 % Total
0 0 5 100% 0 0 5
0 0 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 0 5
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 231
Page 232
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
REKRUTMEN DAN PERPUTARAN KARYAWAN EMPLOYEE RECRUITMENT AND TURNOVER
Dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis yang In order to support sustainable business growth and ensure
berkelanjutan serta memastikan ketersediaan Sumber Daya the availability of high-quality and competitive Human
Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing, Perseroan Capital (HC), the Company applies a structured, transparent,
menerapkan proses rekrutmen yang terstruktur, transparan, and competency-based recruitment process. Each stage
dan berbasis kompetensi. Setiap tahapan rekrutmen dirancang of recruitment is designed to ensure alignment between
untuk memastikan kesesuaian antara kebutuhan organisasi organizational needs and the competencies, character, and
dengan kompetensi, karakter, serta nilai-nilai yang dimiliki values possessed by prospective employees.
oleh calon Pegawai.
Perseroan memanfaatkan berbagai kanal rekrutmen yang The Company utilizes various credible and inclusive
kredibel dan inklusif, antara lain melalui publikasi iklan lowongan recruitment channels, including the publication of job
kerja, kerja sama dengan lembaga rekrutmen nasional seperti vacancy advertisements, collaboration with national
Forum Human Capital Indonesia (FHCI), partisipasi dalam recruitment institutions such as the Forum Human Capital
program Rekrutmen Bersama BUMN, serta pemanfaatan Indonesia (FHCI), participation in the Joint Recruitment
website resmi Perseroan. Selain itu, Perseroan secara konsisten Program for State-Owned Enterprises (SOEs), and the use
menyediakan program magang bagi mahasiswa sebagai bagian of the Company’s official website. In addition, the Company
dari upaya pengembangan talenta sejak dini, yang sekaligus consistently provides internship programs for university
membuka peluang bagi peserta magang berprestasi untuk students as part of its effort to develop talent from an early
berkarier dan berkontribusi secara berkelanjutan di Perseroan. stage, while also opening opportunities for outstanding interns
to pursue careers and contribute sustainably to the Company.
Seluruh proses rekrutmen dilaksanakan dengan menjunjung All recruitment processes are carried out by upholding the
tinggi prinsip inklusivitas, kesetaraan, dan non-diskriminasi. principles of inclusiveness, equality, and non-discrimination.
Perseroan memberikan kesempatan yang setara kepada The Company provides equal opportunities to all prospective
seluruh calon Pegawai di seluruh wilayah Indonesia tanpa employees throughout Indonesia without discrimination based
membedakan gender, suku, agama, ras, maupun latar belakang on gender, ethnicity, religion, race, or other social backgrounds.
sosial lainnya. Komitmen ini merupakan bagian integral This commitment forms an integral part of the implementation
dari penerapan praktik ketenagakerjaan yang bertanggung of responsible employment practices and the Company’s
jawab serta kontribusi Perseroan dalam mendukung tujuan contribution to supporting sustainable development goals.
pembangunan berkelanjutan.
Sepanjang tahun 2025, jumlah pegawai Perseroan mengalami Throughout 2025, the number of the Company’s employees
fluktuasi dengan adanya penambahan dan pengurangan experienced fluctuations due to both employee additions and
pegawai. Perseroan telah merekrut pegawai baru sebanyak reductions. The Company recruited 3 (three) new employees;
3 (tiga) orang, namun selain itu ada juga pengurangan pegawai however, there were also reductions due to employee
dengan dengan adanya pegawai mengundurkan diri, pensiun, resignations, retirement, and death. The following section
maupun meninggal dunia. Berikut merupakan komposisi presents the composition of employees hired through the
pegawai yang masuk melalui proses rekrutmen dan pegawai recruitment process and employees who left the Company
keluar berdasarkan gender, usia, dan wilayah kerja. based on gender, age, and work area.
232 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 233
Rekrutmen Karyawan Baru Berdasarkan Kelompok Usia
New Employee Recruitment by Age Group
(Dalam Orang)
(In Persons)
Kelompok Usia
2025 2024 2023
Age Group
21-30 Tahun
1 3 12
21-30 Years
31-40 Tahun
2 2 1
31-40 Years
40-50 Tahun
0 0 0
40-50 Years
> 50 Tahun
0 0 0
> 50 Years
Total 3 5 13
Komposisi Karyawan Baru Berdasarkan Jenis
Composition of New Employees by Gender
(Dalam Orang)
(In Persons)
Uraian
2025 2024 2023
Description
Pria
2 4 6
Male
Wanita
1 1 7
Female
Total 3 5 13
Rekrutmen Karyawan Baru Berdasarkan Wilayah Kerja
New Employee Recruitment Based on Work Area
(Dalam Orang)
(In Persons)
Wilayah
2025 2024 2023
Area
Indonesia 3 5 13
Luar Negeri
0 0 0
Overseas
Total 3 5 13
Komposisi Karyawan Berhenti Bekerja Berdasarkan Jenis Kelamin
Composition of Retired Employees by Gender
(Dalam Orang)
(In Persons)
Uraian
2025 2024 2023
Description
Pria
9 185 202
Male
Wanita
145 16 16
Female
Total 164 201 218
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 233
Page 234
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Komposisi Karyawan Berhenti Bekerja Berdasarkan Kelompok Usia
Composition of Retired Employees by Age Group
(Dalam Orang)
(In Persons)
Kelompok Usia
2025 2024 2023
Age Group
20-29 Tahun
15 24 22
20-29 Years
30-39 Tahun
63 63 58
30-39 Years
30-49
24 20 20
30-49 Years
> 50 Tahun
62 94 118
> 50 Years
Total 164 201 218
Komposisi Karyawan Berhenti Bekerja Berdasarkan Wilayah Kerja
Composition of Retired Employees Based on Work Area
(Dalam Orang)
(In Persons)
Wilayah
2025 2024 2023
Area
Indonesia 164 201 218
Luar Negeri
0 0 -
Overseas
Total 164 201 218
Latar Belakang Karyawan Berhenti Bekerja
Employee Background for Resignation
(Dalam Orang)
(In Persons)
Uraian
2025 2024 2023
Description
Mengundurkan Diri 73
88 92
Resignation
Pensiun 90
112 123
Retirement
Meninggal Dunia 1
1 3
Death
Total 164 201 218
Turnover Karyawan yang Berhenti Bekerja Karena Mengundurkan Diri Berdasarkan Usia
Employee Turnover Due to Resignation by Age
Keterangan
2025 2024 2023
Description
20-29 Tahun
15 22 22
20-29 Years
30-39 Tahun
51 55 57
30-39 Years
30-49
6 9 13
30-49 Years
> 50 Tahun
1 2 0
> 50 Years
234 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 235
Turnover Karyawan yang Berhenti Bekerja Karena Mengundurkan Diri Berdasarkan Jenis Kelamin
Employee Turnover Due to Resignation by Gender
Keterangan
2025 2024 2023
Description
Pria
65 81 81
Male
Wanita
8 7 11
Female
Turnover Karyawan yang Berhenti Bekerja Karena Mengundurkan Diri Berdasarkan Wilayah
Employee Turnover Due to Resignation by Area
Keterangan
2025 2024 2023
Description
Kantor Pusat
32 63 75
Head Office
Proyek
41 25 17
Project
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI TRAINING AND COMPETENCY DEVELOPMENT
[OJK F.22, GRI 404-1, GRI 404-2, GRI 404-3] [OJK F.22, GRI 404-1, GRI 404-2, GRI 404-3]
Perseroan memiliki komitmen yang berkelanjutan dalam The Company is committed to ongoing human capital
pengembangan Sumber Daya Manusia dengan memberikan development by providing equal opportunities for all
kesempatan yang setara kepada seluruh karyawan untuk employees to participate in various training and development
berpartisipasi dalam berbagai program pelatihan dan programs. Through these programs, employees are
pengembangan. Melalui program tersebut, karyawan didorong encouraged to improve their skills, not only supporting the
untuk meningkatkan keterampilan yang tidak hanya mendukung Company's business needs and strategies, but also fostering
kebutuhan dan strategi bisnis Perseroan, tetapi juga menunjang their personal development.
pengembangan kapasitas pribadi sebagai individu.
Program pengembangan karyawan dirancang secara Employee development programs are structured and
terstruktur dan sistematis, dengan materi pembelajaran yang systematic, with learning materials integrated into WIKA
terintegrasi dalam silabus serta kamus kompetensi WIKA. Dalam syllabus and competency dictionary. In implementing
pelaksanaan pengembangan SDM, Perseroan berpedoman pada HC development, the Company adheres to WIKA-HCE-
Prosedur Human Capital WIKA-HCE-PM-01.01 sebagai acuan PM-01.01 Human Capital Procedure as the official reference.
resmi. Berikut ini merupakan gambaran program pelatihan dan The following is an overview of the training and education
pendidikan yang telah dilaksanakan oleh WIKA. programs organized by WIKA.
Tabel Pelatihan dan Pendidikan
Education and Training
Jenis Pelatihan dan Pendidikan Jumlah Karyawan (orang) Penyelenggara
Type of Training and Education Number of Employees (persons) Organizer
Manajemen Bisnis
215 WIKASatrian
Business Management
Soft & Hard (Self Mastery-Kepemimpinan)
133 WIKASatrian
Soft & Hard (Self-Mastery-Leadership)
Masa Persiapan Purna Bakti
72 WIKASatrian
Preparation for Retirement
WIKA Project Management 40 WIKASatrian & WIKAPratama
WIKA Fundamental Project Management 45 WIKAPratama
Contract Management 92 WIKAPratama
Advance Practical 136 WIKASatrian & WIKAPratama
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 235
Page 236
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tabel Pelatihan dan Pendidikan
Education and Training
Jenis Pelatihan dan Pendidikan Jumlah Karyawan (orang) Penyelenggara
Type of Training and Education Number of Employees (persons) Organizer
Supervisory 77 WIKAPratama
QHSE Awareness 73 WIKAPratama
Practical Functional Workshop 3.506 WIKAPratama
Total 4.389
Jumlah karyawan yang telah menerima pelatihan dan The number of employees who received training and education
pendidikan pada tahun 2025 sebanyak 3.566 orang karyawan. in 2025 was 3,566 employees. The total number of training
Jumlah jam pelatihan adalah 90.900 jam. Rata-rata jam hours was 90,900 hours. The average training hours per
pelatihan setiap karyawan yaitu 17,48 jam. Adapun rincian employee were 17.48 hours. The details of average training
rata-rata jam pelatihan setiap karyawan adalah sebagai berikut. hours per employee are as follows.
Tabel Rata-Rata Jam Pelatihan Karyawan [OJK F.22, GRI 404-1]
Average Employee Training Hours [OJK F.22, GRI 404-1]
Jumlah Karyawan yang Memperoleh Pelatihan
(Orang)
Uraian Number of Employees Receiving Training
Description (Persons)
2025 2024 2023
Keseluruhan
3.566 2.085 2.731
Total
Berdasarkan Jenis Kelamin
Based on Gender
Pria
3.059 1.883 2.527
Male
Wanita
507 202 204
Female
Berdasarkan Kategori Jabatan yang Mengikuti Pelatihan
Based on Job Category Participating in the Training
Kepala Divisi/Ahli Utama 1
24 28 35
Division Head/Senior Expert 1
General Manager/Ahli Utama 2
67 70 29
General Manager/Senior Expert 2
Manajer/Ahli Madya 1
49 164 162
Manager/Associate Expert 1
Manajer Proyek
82 123 155
Project Manager
Manager Konstruksi/Ahli Madya 2/Manajer Bidang Proyek
154 375 78
Construction Manager/Associate Expert 2/Project Area Manager
Kepala Seksi/ Pelaksana Utama/Koordinator/Ahli Muda
726 420 1.088
Section Head/Senior Executive/Coordinator/Junior Expert
Staff/Pelaksana
2.068 907 1.184
Staff/Executor
236 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 237
Jam Pelatihan Rata-rata Jam Pelatihan Setiap Karyawan Persentase Karyawan yang Mengikuti
(Jam) (Jam/Orang) Pelatihan
Training Hours Average Training Hours per Employee Percentage of Employees Participated
(Hours) (Hours/Person) n the Training
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
90.900 40.996 64.466 17,48 19,66 24 100% 42% 42%
77.904 36.587 60.007 18,27 19,43 24 100% 38% 39%
12.996 4.409 4.459 18,97 21,83 22 100% 4% 3%
3.418 944 1.304 54,25 33,71 37 100% 1% 1%
3.738 1.592 488 26,51 22,74 17 100% 1% 0%
6.528 4.936 6.856 27,78 30,10 42 100% 3% 2%
7.394 3.688 4.984 23,63 30,48 32 100% 2% 2%
14.762 9.488 3.104 18,71 25,30 40 100% 8% 1%
32.906 14.576 22.382 16,64 34,70 21 100% 9% 17%
22.154 5.772 25.348 15,50 6,46 21 100% 18% 18%
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 237
Page 238
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, To improve the quality of its human capital, the Company
Perseroan senantiasa mendukung setiap karyawannya untuk consistently supports each of its employees in obtaining
mendapatkan sertifikasi terhadap bidang pekerjaannya certification in their respective fields. The Company's certified
masing-masing. Karyawan bersertifikasi yang dimiliki oleh employees are as follows.
Perseroan adalah sebagai berikut.
Tabel Karyawan Bersertifikasi
(Dalam Orang)
Kategori 2025 2024 2023
Internal
Teknik 52 97 41
Non Teknik 83 86 73
Total 135 183 114
Eksternal
Teknik Profesi 95 87 206
Teknik Tukang 73 98 28
Non Teknik 0 0 53
Total 168 185 287
Bagi karyawan yang akan memasuki masa purna tugas, For employees approaching retirement, the Company provides
Perseroan memberikan dukungan melalui penyelenggaraan support through the Pre-Retirement Preparation Program
program Masa Persiapan Pensiun (MPP). Program MPP (MPP). The MPP program provides guidance that includes an
merupakan pembekalan yang mencakup pemahaman understanding of retirement benefits, psychological readiness,
mengenai manfaat pensiun, kesiapan psikologis, aspek health aspects, and other relevant matters in preparing for
kesehatan, serta berbagai hal lain yang relevan dalam retirement. Through this program, employees are expected
menghadapi masa pensiun. Melalui pelaksanaan program ini, to be able to plan and prepare for their retirement period in
karyawan diharapkan dapat merencanakan dan mempersiapkan a more structured and well-prepared manner.
masa pensiun secara lebih matang dan terarah.
Pada tahun 2025, Perseroan menyelenggarakan Program In 2025, the Company organized the Pre-Retirement
Masa Persiapan Pensiun yang diikuti oleh 72 orang karyawan. Preparation Program attended by 72 employees. This program
Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, aims to provide knowledge, awareness, and skills to training
kesadaran dan keterampilan kepada peserta pelatihan agar participants so that they can prepare for their retirement
dapat mempersiapkan masa purnabakti dengan persiapan jauh period well in advance. In addition, participants are expected
lebih awal. Selain itu, diharapkan peserta dapat merencanakan to be able to plan psychological and financial aspects, as well
aspek-aspek psikologis, keuangan, serta kegiatan yang akan as activities that will be undertaken after retirement, and
dilakukan setelah masa purna bakti, dan dapat kontribusi positif continue to provide positive contributions to the Company’s
untuk kemajuan perusahaan. Materi pelatihan yang disediakan progress. The training materials provided in this program
dalam program ini adalah sebagai berikut: include the following:
1. Kebijakan Purnabakti, 1. Retirement Policy
2. Membangun Jiwa Wirausaha (Ide-Ide Bisnis & 2. Building an Entrepreneurial Mindset (Business Ideas &
Pengembangannya, Membangun Passive Income) Development, Building Passive Income)
3. Makna Warisan dalam Hidup & berkarya (Kematangan 3. The Meaning of Legacy in Life and Work (Behavioral
perilaku setelah pensiun) maturity after retirement)
4. Hidup Sehat di Masa Purnabakti 4. Healthy Living in Retirement
5. Independent Expert & Networking 5. Independent Expert & Networking
6. Aspek Psikologi di Masa Purnabakti 6. Psychological Aspects of Retirement
7. Mengelola Keuangan saat Masa Purnabakti Tiba 7. Financial Management During Retirement
8. Investasi dan Resikonya 8. Investment and Its Risks
238 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 239
Perseroan telah memiliki pusat pelatihan yang digunakan The Company has established training centers to support
untuk membantu para karyawan untuk mengembangkan employees in developing their competencies, namely WIKA
kompetensinya yaitu WIKA Pratama dan WIKASATRIAN. Pratama and WIKASATRIAN.
WIKA PRATAMA WIKA PRATAMA
Pada WIKA Pratama dilaksanakan berbagai pelatihan teknis At WIKA Pratama, various technical training programs are
untuk working level seperti: conducted for working-level employees, such as:
a. Practical Engineering Workshop (PEW) a. Practical Engineering Workshop (PEW)
b. Practical Construction Workshop (PCW) b. Practical Construction Workshop (PCW)
c. Practical Functional Workshop (PFW) c. Practical Functional Workshop (PFW)
d. WFPM d. WFPM
e. Pelatihan Bidang-bidang tertentu: (Safety Awareness, e. Training in specific fields (Safety Awareness, Basic Finance,
Basic Finance, Contract Management, Risk Management, Contract Management, Risk Management, and others).
dan lain-lain).
WIKASATRIAN WIKASATRIAN
WIKASATRIAN adalah center of excellence WIKA sebagai WIKASATRIAN is WIKA’s center of excellence, serving as
kawah candradimuka pemimpin-pemimpin WIKA dan Indonesia a training ground for WIKA and Indonesian leaders who are
yang diharapkan memiliki kapabilitas paripurna sehingga expected to possess comprehensive capabilities, hence
tempat pembelajaran didesain mencerminkan kebanggaan the learning environment is designed to reflect pride in
atas keragaman Nusantara. WIKASATRIAN merupakan the diversity of the Indonesian archipelago. WIKASATRIAN
wujud komitmen Perseroan untuk mengintegrasikan kearifan represents the Company’s commitment to integrating local
lokal ke dalam model kepemimpinan. Komitmen ini adalah wisdom into its leadership model. This commitment is an
langkah inovatif yang menampilkan nilai-nilai lokal dapat innovative step that demonstrates how local values can be
diterjemahkan dan diterapkan ke dalam praktik bisnis dan translated and applied into business practices and holistic
strategi keberlanjutan yang holistik. WIKASATRIAN, dengan sustainability strategies. By integrating environmental,
menyatukan lingkungan, sosial, dan budaya dalam sebuah social, and cultural aspects into a mutually supportive
ekosistem yang saling mendukung, menetapkan standar baru ecosystem, WIKASATRIAN establishes a new standard in
dalam praktik pembangunan berkelanjutan. Hal ini menjadi sustainable development practices. This initiative represents
wujud kontibusi Perseroan pada keberlanjutan global seraya the Company’s contribution to global sustainability while
memelihara identitas budaya dan meningkatkan kesejahteraan preserving cultural identity and improving the welfare of
komunitas lokal. Sejalan dengan filosofi "berusaha keras dalam local communities. In line with the philosophy of “striving to
menghimpun dan mentransformasi kearifan budaya lokal gather and transform local cultural wisdom of the Indonesian
nusantara", WIKASATRIAN mewakili sebuah pendekatan yang archipelago,” WIKASATRIAN represents an inclusive and
inklusif dan holistik terhadap pembangunan berkelanjutan. holistic approach to sustainable development.
WIKASATRIAN mengembangkan modul-modul kepemimpinan WIKASATRIAN develops leadership modules based on local
yang berlandaskan kearifan lokal pada 3 (tiga) aspek yaitu wisdom across three aspects: Divinity, Humanity, and Nature,
Ketuhanan, Kemanusiaan dan Alam, yang masing-masing each of which has specific objectives and expected outcomes
memiliki tujuan dan hasil yang diharapkan seperti yang as explained below:
dijelaskan berikut ini:
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 239
Page 240
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Konsep Kepemimpinan Berbasis Kearifan Lokal
Leadership Concept Based on Local Wisdom
Aspek Tujuan Harapan Hasil
Aspect Objective Expected Results
• Kesadaran dan penemuan Kembali nilai-nilai keutamaan (budi luhu) spiritual, potensi,
makna spiritual yang melandasi setiap pilihan hidup.
• Mengambil hikmah melalui syukur, Ikhlas dari setiap pengalaman hidup untuk semakin
menyempurnakan perjalanan kehidupannya.
Penghargaan pada
• Kesadaran untuk mengambil Tanggung jawab penuh bagi penentukan tujuan-tujuan
Tuhan Ketuhanan
sumber daya yang ada
berdasarkan misi dan visi hidup
God dalam diri
Deity • Awareness and rediscovery of the noble values of spiritual virtues, potentials, and
Appreciation for the
spiritual meanings underlying each life choice.
resources within ones
• Drawing wisdom through gratitude, sincerity from every life experience to further
Religiusitas
perfect one’s life journey.
Religiosity
• Awareness to take full responsibility for determining goals based on life missions and
visions.
TRANSFORMASI
TRANSFORMATION
• Sadar sepenuhnya terhadap keberadaan diri sebagai bagian hubungan dengann orang
lain dalam sebuah kelompok/tim/organisasi
budi luhur Kebahagiaan Bersama, • Keterlibatan dan peran dalam kehidupan Bersama secara harmonis
Noble character
Kontribusi dan • Saling terbuka dan berkembang Bersama sesuai dengan potensi, peran, tanggung
Kemanusiaan Pertumbuhan jawab dalam mewujudkan tujuan-tujuan mulia kehidupan
n
Pe rese
ity ta
P
le rva
gn ka
Humanity Shared happiness, • Fully aware of one’s existence as part of a relationship with others within a group/team/
st ti
Di har
LUWES
ar on
ng
ian
FLEXIBILITY
contribution, and organization.
Pe
growth • Engaging and taking role in collective life harmoniously.
• Being open and develop together according to potentials, roles, responsibilities in
achieving noble life goals.
• Sadar alam: Menyadari bahwa keberadaan diri merupakan bagian alam semesta
Manusia Alam
• Menyelaraskan perilaku, sikap dan pilihan yang menyelaraskan diri dengan hukum-
Human Nature M e n g h a r g a i ,
hukum sebab akibat.
Menyelaraskan
• Merasakan dan mengalami bagaimana menyelaraskan diri dengan irama, Tindakan, dan
dan melestarikan
Alam suasana sekitar dan terlibat aktif untuk mengembangkann pertumbuhannya
lingkungann hidup
Nature • Environmental awareness: Recognizing that one’s existence is part of the universe.
Appreciating, aligning,
• Aligning behavior: attitudes and choices that align oneself with the laws of cause and
and preserving
effect.
the nature
• Sensing and experiencing how to harmonize oneself with the rhythm, actions, and
atmosphere around and actively engaging in its development.
Pelatihan-pelatihan kepemimpinan yang dilaksanakan oleh The leadership training programs conducted by WIKASATRIAN
WIKASATRIAN yaitu: include the following:
1. Program Satria Luhur 1. Satria Luhur Program
Sebagai puncak dari perjalanan kepemimpinan di As the pinnacle of the leadership journey within the
Perusahaan, program ini bertujuan mencetak pemimpin Company, this program aims to develop wise leaders
bijaksana yang berfokus pada misi mewariskan (legacy) who focus on the mission of passing on (legacy) noble
nilai-nilai luhur kepada generasi penerus. Peserta values to future generations. Participants are invited to
diajak menyelami esensi menjadi "manusia paripurna" explore the essence of becoming a “complete human
(menungso tanpo tenger), yaitu pribadi yang telah selesai being” (menungso tanpo tenger), an individual who has
dengan ambisi egonya dan kini berdedikasi penuh pada transcended ego-driven ambitions and is fully dedicated
keberlanjutan organisasi serta kesejahteraan semesta, to organizational sustainability and universal well-being.
Melalui refleksi mendalam berbasis kearifan lokal dan Through deep reflection based on local wisdom and
nilai-nilai spiritual, program ini mempersiapkan pemimpin spiritual values, this program prepares leaders to leave
untuk mewariskan fondasi yang kuat, memastikan harmoni a strong legacy, ensuring that harmony between God,
antara Tuhan, manusia, dan alam tetap terjaga di masa humanity, and nature is preserved in the future.
depan.
2. Program Satria Pratama 2. Satria Pratama Program
Program ini bertujuan memberikan pengalaman This program aims to provide a profound learning
pembelajaran yang mendalam mengenai makna experience regarding the meaning of life enlightenment
pencerahan hidup, dengan menanamkan nilai-nilai by instilling the values of sincerity, gratitude, and self-
keikhlasan, rasa syukur, dan kesadaran diri sebagai fondasi awareness as the foundation of leadership behavior.
perilaku kepemimpinan. Peserta diajak untuk memahami Participants are encouraged to understand that leadership
bahwa kepemimpinan tidak hanya soal strategi dan hasil, is not only about strategy and results, but also about
namun juga tentang pelayanan tanpa pamrih, empati, dan selfless service, empathy, and meaningful contribution
kontribusi bermakna sebagai bagian dari ekosistem yang as part of a broader ecosystem. Through a reflective
lebih besar. Melalui pendekatan reflektif dan berbasis nilai- approach rooted in the noble values of the Indonesian
nilai luhur nusantara, program ini memperkuat kualitas archipelago, this program strengthens personal leadership
240 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 241
kepemimpinan personal, mendorong keselarasan antara qualities and encourages alignment between heart, mind,
hati, pikiran, dan tindakan dalam setiap aspek kehidupan and action in every aspect of life and work. This program is
dan pekerjaan. Program ini diharapkan menciptakan expected to produce leaders who are not only technically
pemimpin yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi competent but also emotionally and spiritually mature.
juga matang secara emosional dan spiritual.
3. Program Satria Muda 3. Satria Muda Program
Program ini dirancang sebagai tahap Discovery bagi This program is designed as a discovery stage for
para calon pemimpin, dengan inti utama "Memilih Jadi prospective leaders, with the core theme of “Choosing
Pemimpin". Fokus utama Program Satria Muda adalah to Become a Leader.” The primary focus of Satria Muda
pengembangan Self Management (Exploration), sebagai Program is the development of Self Management
fondasi untuk peran kepemimpinan masa depan. Peserta (Exploration) as the foundation for future leadership
diajak menyelami makna dipercaya dan mempercayai roles. Participants are invited to explore the meaning
(Understanding & Acceptance), membangun kesadaran of being trusted and trusting others (Understanding &
akan peran sebagai pemimpin, serta memantik dorongan Acceptance), develop awareness of their role as leaders,
berprestasi dan semangat Inisiatif/Proaktif. Melalui proses and cultivate a drive for achievement and a spirit of
reflektif dan nilai-nilai luhur kepemimpinan Nusantara, initiative and proactiveness. Through reflective processes
program ini bukan hanya menyiapkan pemimpin yang and the noble values of Nusantara leadership, this program
cekatan secara teknis, namun juga mematangkan sanubari prepares leaders who are not only technically capable but
dan budi pekerti. Tujuannya adalah menumbuhkan bibit- also possess refined character and strong moral values.
bibit pemimpin yang teguh pada nilai, berani mengambil The goal is to nurture future leaders who uphold strong
peran, serta mampu mengelola diri sebagai langkah awal values, are courageous in taking leadership roles, and are
untuk mengelola sebuah ekosistem yang lebih besar. capable of managing themselves as the first step toward
managing a broader ecosystem.
Management & Business Mastery (Internal) 2025: Management & Business Mastery (Internal) 2025:
1. Peningkatan Kapabilitas Manajer Madya (PKMM) (BOD-2) 1. Managerial Capability Enhancement Program (PKMM)
(BOD-2)
2. Corporate Finance (BOD-2) 2. Corporate Finance (BOD-2)
3. WIKA Project Management (BOD-3 & BOD-4) 3. WIKA Project Management (BOD-3 & BOD-4)
4. Managing Result - PDCA (BOD-3 & BOD-4) 4. Managing Result – PDCA (BOD-3 & BOD-4)
5. Leader as Coach (BOD-3 & BOD-4) 5. Leader as Coach (BOD-3 & BOD-4)
PENILAIAN KINERJA PERFORMANCE APPRAISAL
Secara rutin, Perseroan melakukan evaluasi kinerja kepada The Company routinely conducts performance evaluations
seluruh karyawan tetap yang dilakukan setiap tahunnya of all permanent employees annually through Competency
melalui Evaluasi Kompetensi dan Penilaian Karya (EK dan Evaluations and Performance Appraisals (EK and PK).
PK). Penilaian karya dilakukan dengan self-assessment Performance appraisals are conducted through self-
melalui Human Capital Information System. Melalui sistem assessment using the Human Capital Information System.
tersebut, manajemen dapat memantau dan melakukan review Through this system, management can monitor and review
performance terhadap kinerja karyawan secara keseluruhan. the overall performance of employees. The results of the
Hasil dari EK dan PK akan menjadi bahan pertimbangan EK and PK will be used to identify training needs relevant to
untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan yang relevan conditions in the field. In 2025, the Company conducted a
dengan kondisi di lapangan. Pada tahun 2025, Perseroan telah routine review of all (100%) permanent employees, with a
melakukan tinjauan rutin kepada seluruh (100%) karyawan total of 1,864 permanent employees consisting of 59 people
tetap dengan jumlah total karyawan tetap sebanyak 1.864 (3.17%) in senior management, 158 people (8.48%) in middle
orang dengan komposisi terdiri atas Senior Management management, 252 people (13.52%) in junior management,
terdiri dari 59 orang (3,17%), Middle Management sebanyak Supervisors 960 people (74.77%), and Staff 435 people
158 orang (8,48%), Junior Management sebanyak 252 orang (33.88%). The number of permanent employees consists of
(13,52%), Supervisor sebanyak 960 orang (74,77%), dan Staf 1,674 male employees and 190 female employees. Based on
435 orang (33,88%). Adapun jumlah karyawan tetap terdiri dari routine reviews, 217 employees or 11.6% received promotions,
1.674 karyawan pria dan 190 karyawan wanita. Atas peninjauan consisting of 185 male employees and 32 female employees.
rutin yang telah dilakukan, terdapat 217 orang karyawan atau
sebesar 11,6% yang mendapatkan promosi terdiri dari 185
karyawan pria dan 32 karyawan wanita.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 241
Page 242
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
KETERIKATAN PEGAWAI EMPLOYEE ENGAGEMENT
Mekanisme pengukuran keterikatan pegawai adalah dengan The mechanism used to measure employee engagement is
menggunakan metode survey untuk seluruh pegawai aktif through a survey conducted for all active employees with
perusahaan berstatus organik dan terampil. Alat ukur yang organic and skilled employment status. The measurement tool
digunakan untuk pelaksanaan pengukuran keterikatan pegawai used for employee engagement assessment applies the Aon
adalah dengan metodologi Aon Hewitt yang mengukur 3 Hewitt methodology, which measures three main pillars of
pilar utama keterikatan yaitu 3S (Say, Stay, Strive). Hasil dari engagement known as the 3S: Say, Stay, and Strive. The results
pengukuran keterikatan yang telah dilaksanakan pada tahun of employee engagement measurement conducted in 2025
2025 mengalami kenaikan sebesar 2% dari tahun 2024 menjadi showed an increase of 2% compared to 2024, reaching 80%.
sebesar 80%.
Uraian Satuan
Unit
2025 2024 2023
Description
Indeks Keterikatan Pegawai
% 80 78 80
Employee Engagement Index
KEBEBASAN BERSERIKAT [GRI 2-30] FREEDOM OF ASSOCIATION [GRI 2-30]
Perseroan menyadari pentingnya membangun dan The Company recognizes the importance of establishing and
memelihara hubungan industrial yang harmonis, adil, dan maintaining harmonious, fair, and dynamic industrial relations
dinamis antara karyawan dan perusahaan. Oleh karenanya, between employees and the Company. Therefore, the
Perseroan berkomitmen mewujudkan sistem kerja yang Company is committed to creating a healthy and harmonious
sehat dan harmonis, berlandaskan saling menghormati, guna working system based on mutual respect in order to balance
menyeimbangkan pemenuhan hak dan kewajiban. Sebagai the fulfillment of rights and obligations. As part of this effort,
bagian dari upaya ini, Perseroan mendorong komunikasi yang the Company encourages effective communication with
baik dengan karyawan, termasuk menyediakan wadah bagi employees, including providing a platform for employees to
karyawan untuk menyampaikan aspirasi melalui serikat pekerja. express their aspirations through labor unions.
Perseroan berkomitmen untuk memberikan kebebasan The Company is committed to providing freedom of association
berserikat bagi seluruh karyawan, sesuai dengan ketentuan for all employees in accordance with the 1945 Constitution
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 of the Republic of Indonesia and the International Labour
dan Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor Organization (ILO) Convention No. 87 of 1948 concerning
87 Tahun 1948 tentang Kebebasan Berserikat dan Perlindungan Freedom of Association and Protection of the Right to
Hak untuk Berorganisasi. Selain itu, Perseroan mendorong Organize. In addition, the Company promotes the creation of
terciptanya lingkungan kerja yang saling menghormati a work environment that fosters mutual respect and balances
dan menyeimbangkan pemenuhan hak serta pelaksanaan the fulfillment of rights and the implementation of obligations
kewajiban melalui komunikasi intensif dan keterlibatan seluruh through intensive communication and the involvement of all
pemangku kepentingan dalam pencapaian target perusahaan. stakeholders in achieving the Company’s targets.
Wujud nyata implementasi kebebasan berserikat, Perseroan As a tangible implementation of freedom of association, the
telah memiliki Serikat Pekerja atau yang biasa dikenal dengan Company has established labor unions, commonly referred
Serikat Karyawan, yaitu organisasi yang dibentuk oleh dan to as employee unions, which are organizations formed by
untuk karyawan. Serikat ini bersifat bebas, terbuka, mandiri, and for employees. These unions are independent, open,
demokratis, dan bertanggung jawab dalam memperjuangkan autonomous, democratic, and responsible in advocating and
serta melindungi hak dan kepentingan karyawan, serta protecting the rights and interests of employees, as well as
meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya, improving the welfare of employees and their families, as
sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun regulated in Law No. 21 of 2000 concerning Labor Unions/
2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh. Pada tahun 2025, Worker Unions. In 2025, the Company had two employee
Perseroan memiliki dua serikat karyawan yaitu SP KORPRI unions, namely SP KORPRI PRABU and SEKAR WIKA.
PRABU dan SEKAR WIKA.
242 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 243
Perseroan telah menyusun Perjanjian Kerja Bersama (PKB) The Company has also established a Collective Labor
dengan Serikat Karyawan. PKB menjadi pedoman kerja sama Agreement (CLA) with the employee unions. The CLA serves
antara karyawan dan Perseroan serta membantu kedua as a guideline for cooperation between employees and the
belah pihak untuk menyelesaikan masalah/perselisihan di Company and helps both parties resolve issues or disputes
lingkungan kerja. Melalui PKB, Perseroan bertujuan untuk within the workplace. Through the CLA, the Company aims
melindungi hak-hak dari seluruh Insan WIKA (100%), sehingga to protect the rights of all WIKA People (100%), ensuring that
dipastikan tidak ada pihak yang dirugikan. Perseroan juga terus no party is disadvantaged. The Company also continuously
melakukan monitoring terhadap insiden yang berkaitan pada monitors incidents related to its employees. The CLA also
karyawannya. PKB juga mengatur tentang pemberitahuan regulates notifications related to sudden operational changes,
terkait operasional mendadak yang harus disampaikan secara which must be communicated in writing or through other
tertulis atau melalui cara lain, minimal 30 hari kalender sebelum means at least 30 calendar days prior to implementation
pelaksanaan kepada karyawan. to employees.
TENAGA KERJA ANAK DAN TENAGA KERJA CHILD LABOR AND FORCED LABOR [OJK F.19]
PAKSA [OJK F.19]
Dalam pelaksanaan seluruh aktivitas operasionalnya, Perseroan In carrying out all of its operational activities, the Company
senantiasa berkomitmen untuk menaati dan mematuhi seluruh remains committed to complying with all applicable laws and
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan regulations. The Company firmly emphasizes its commitment
menegaskan komitmennya untuk tidak mempekerjakan tenaga not to employ workers below the legally established minimum
kerja yang masih berada di bawah usia yang ditetapkan serta age and does not implement or tolerate any form of forced
tidak menerapkan maupun mentoleransi segala bentuk praktik labor practices. The Company ensures that all provisions and
kerja paksa. Perseroan menjamin bahwa seluruh ketentuan requirements in the recruitment and employee hiring process
dan persyaratan dalam proses rekrutmen serta penerimaan are aligned with and carried out in accordance with applicable
karyawan telah disesuaikan dan dilaksanakan sesuai dengan regulations, including compliance with the minimum employee
peraturan yang berlaku, termasuk pemenuhan ketentuan age requirement of 19 years. The provisions and procedures
mengenai batas usia minimum karyawan, yaitu 19 tahun. governing the recruitment and employee hiring process are
Ketentuan dan tata cara yang mengatur proses rekrutmen formally stipulated in the Human Capital Procedure No. WIKA-
serta penerimaan karyawan tersebut secara resmi dituangkan HCE-PM-01.01.
dalam Prosedur Human Capital Nomor WIKA-HCE-PM-01.01.
Selain ketentuan tersebut, Perseroan juga telah menetapkan In addition, the Company has established regulations regarding
pengaturan mengenai jam kerja karyawan yang dituangkan employee working hours as outlined in the Collective Labor
dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB), yang ketentuan ini Agreement (CLA). These provisions apply not only to
tidak hanya berlaku bagi karyawan Perseroan tetapi juga employees of the Company but also to business partners
diberlakukan kepada mitra kerja atau kontraktor. Penerapan or contractors. The working hour system is differentiated
sistem jam kerja yang digunakan dibedakan antara kantor between operational offices and project areas. Working hours
operasional dan wilayah proyek. Jam kerja yang berlaku di at operational offices are set at 40 hours per week, carried out
kantor operasional ditetapkan sebanyak 40 jam dalam satu over 5 working days per week, with a 1-hour break for each
minggu, yang dilaksanakan selama 5 (lima) hari kerja dalam 8-hour work period. Meanwhile, working hours for project
satu minggu, dengan waktu istirahat selama 1 (satu) jam untuk areas follow the provisions regulated in the CLA.
setiap periode kerja selama 8 (delapan) jam. Sementara itu,
untuk pelaksanaan pekerjaan di wilayah proyek, jam kerja
yang diterapkan mengikuti ketentuan yang diatur dalam PKB.
K E B I J A K A N C UT I M E L A H I R K A N D A N MATERNITY LEAVE AND HAJJ PILGRIMAGE
PERJALANAN IBADAH HAJI LEAVE POLICY
Perseroan senantiasa berupaya memenuhi hak-hak karyawan, The Company continuously strives to fulfill employee rights,
termasuk pemberian hak cuti dan izin tidak masuk kerja untuk including the provision of leave and authorized absence for
perempuan yang melahirkan, suami yang istrinya melahirkan, female employees who give birth, male employees whose
dan ibadah haji, sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja wives give birth, and employees performing the Hajj pilgrimage,
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 243
Page 244
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Bersama (PKB) antara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan as regulated in the Collective Labor Agreement (CLA) between
Serikat Karyawan WIKA Tahun 2025–2026. Kebijakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk and WIKA Employee Union
ini merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam for 2025–2026. This policy forms part of the Company’s
menciptakan lingkungan kerja yang ramah keluarga (family commitment to creating a family-friendly workplace.
friendly workplace).
Perseroan memberikan hak cuti melahirkan kepada karyawan The Company provides maternity leave rights to female
perempuan selama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum employees for 1.5 (one and a half) months before childbirth
melahirkan dan 2 (dua) bulan setelah melahirkan tanpa and 2 (two) months after childbirth without reducing the rights
mengurangi hak-hak karyawan yang bersangkutan. Ketentuan of the respective employee. Provisions regarding maternity
mengenai cuti melahirkan tersebut diatur dalam Pasal 50 PKB leave are regulated in Article 50 of the WIKA CLA 2025–2026
WIKA Tahun 2025–2026 tentang Cuti dalam Rangka Istirahat concerning Leave for Maternity/ Miscarriage.
Melahirkan/Keguguran.
Selain itu, Perseroan juga memberikan hak Izin Penting kepada In addition, the Company provides Important Leave for male
karyawan laki-laki dalam rangka istri melahirkan selama 5 (lima) employees whose wives give birth for 5 (five) working days.
hari kerja. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 51 PKB WIKA Tahun This provision is regulated in Article 51 of the WIKA CLA
2025–2026 tentang Izin Penting. 2025–2026 concerning Important Leave.
Tabel Cuti Melahirkan
Maternity Leave
2025 2024 2023
Uraian
Description Wanita Pria Wanita Pria Wanita Pria
Female Male Female Male Female Male
Jumlah karyawan yang berhak cuti
12 7 6 31 12 8
Number of employees entitled to leave
Jumlah karyawan yang mengambil hak cuti
12 7 6 31 12 8
Number of employees who took leave
Jumlah karyawan yang kembali setelah cuti
12 7 6 31 12 8
Number of employees who returned after leave
Jumlah karyawan yang tetap bekerja hingga 12
bulan setelah mengambil cuti
12 7 6 31 12 8
Number of employees who remained employed
12 months after taking leave
Return to work rate 100 100 100 100 100 100
Retention rate 100 100 100 100 100 100
Perseroan senantiasa menghormati dan menjamin hak The Company respects and guarantees the rights of employees
karyawan untuk melaksanakan kewajiban ibadah sesuai dengan to carry out their religious obligations in accordance with their
keyakinannya. Dalam hal pelaksanaan Ibadah Haji, Perseroan beliefs. In the case of the Hajj pilgrimage, the Company grants
memberikan hak izin penting kepada karyawan selama 3 (tiga) important leave to employees for 3 (three) working days prior
hari kerja sebelum keberangkatan, selama waktu pelaksanaan to departure, during the period of pilgrimage, and an additional
ibadah, serta tambahan 5 (lima) hari kerja setelah kembali. 5 (five) working days after returning. The implementation of
Pelaksanaan izin penting tersebut tidak memengaruhi hak this important leave does not affect the employee’s rights
karyawan atas remunerasi dan tunjangan yang diterima. to remuneration and allowances.
Selain itu, bagi karyawan yang memeluk agama selain Islam, In addition, for employees who adhere to religions other than
Perseroan juga memberikan fasilitas izin penting untuk Islam, the Company also provides important leave facilities for
pelaksanaan ibadah keagamaan sesuai dengan ketentuan the performance of religious worship in accordance with the
yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. provisions established by the Ministry of Religious Affairs of
Ketentuan mengenai izin penting tersebut diatur dalam Pasal the Republic of Indonesia. Provisions regarding this important
51 Perjanjian Kerja Bersama (PKB) WIKA Tahun 2025–2026. leave are regulated in Article 51 of the WIKA Collective Labor
Agreement (CLA) 2025–2026.
244 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 245
UPAH MINIMUM REGIONAL [OJK F.20] REGIONAL MINIMUM WAGE [OJK F.20]
Perseroan senantiasa menjamin pemenuhan hak karyawan, The Company consistently ensures the fulfillment of employee
termasuk hak atas remunerasi yang adil dan layak sesuai rights, including the right to fair and appropriate remuneration
dengan kontribusi kinerja yang diberikan. Dalam penerapan in accordance with their performance contributions. In
kebijakan remunerasi, Perseroan menjunjung tinggi prinsip implementing its remuneration policy, the Company upholds
kesetaraan dengan tidak membedakan remunerasi antara the principle of equality by not differentiating remuneration
karyawan pria dan wanita. Oleh karena itu, rasio remunerasi between male and female employees. Therefore, the
antara karyawan pria dan wanita pada tingkat jabatan dan remuneration ratio between male and female employees
posisi yang setara tidak menunjukkan adanya perbedaan. at equivalent job levels and positions does not show
any differences.
Besaran remunerasi yang diterima oleh masing-masing The amount of remuneration received by each employee is
karyawan ditetapkan berdasarkan beberapa faktor, antara determined based on several factors, including job placement,
lain posisi penempatan kerja, tingkat jabatan, masa kerja, position level, length of service, and employment status. Each
serta status kepegawaian. Setiap karyawan memperoleh employee receives compensation that is proportional and
kompensasi yang proporsional dan sesuai dengan aligned with their contribution to the Company, as regulated
kontribusinya kepada Perseroan, sebagaimana diatur dalam in the Collective Labor Agreement (CLA).
Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Dalam pelaksanaannya, kebijakan remunerasi karyawan In practive, the employee remuneration policy refers
mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2023 to Government Regulation No. 51 of 2023 concerning
tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 36 Amendments to Government Regulation No. 36 of 2021 on
Tahun 2021 tentang Pengupahan. Perseroan memastikan Wages. The Company ensures that the remuneration provided
bahwa remunerasi yang diberikan kepada karyawan berada to employees is above the highest applicable Provincial
di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) tertinggi yang berlaku. Minimum Wage (UMP). All employees of the Company have
Seluruh karyawan Perseroan memiliki basis kerja utama their primary work base in Jakarta.
di Jakarta.
Imbal Jasa Karyawan
Upah Minimum Provinsi Tetap Tingkat Terendah Persentase
Unit Usaha Provinsi/ Daerah (Rp) (Rp) (%)
Business Unit Province/Region Provincial Minimum Wage Compensation for Percentage
(Rp Lowest-Level Permanent (%)
Employees (Rp)
WIKA INDUK
DKI Jakarta 5.396.761 5.396.761 100%
WIKA PARENT
Selain memberikan gaji pokok, Perseroan juga menyediakan In addition to the basic salary, the Company also provides
berbagai komponen remunerasi lainnya, antara lain tunjangan, other remuneration components, including allowances,
bonus, dan perlindungan asuransi. Pemberian bonus kepada bonuses, and insurance coverage. Bonuses are awarded
karyawan dilakukan berdasarkan penerapan sistem reward and to employees based on a reward and punishment system,
punishment, dengan besaran bonus yang ditentukan sesuai with the amount determined based on the employee's Key
dengan tingkat pencapaian Key Performance Indicator (KPI) Performance Indicator (KPI) achievement in their respective
karyawan pada unit kerja masing-masing. work units.
Perseroan memberikan tunjangan tertentu kepada Karyawan The Company provides certain benefits to Permanent
Tetap yang tidak diberikan kepada Karyawan Kontrak, antara Employees that are not provided to Contract Employees,
lain tunjangan grade, asuransi kesehatan komersial, asuransi including grade allowances, commercial health insurance,
jiwa komersial, tunjangan kelahiran, serta kesempatan untuk commercial life insurance, maternity benefits, and the
memiliki saham Perseroan. Rincian fasilitas dan manfaat yang opportunity to own Company shares. Details of the
diterima karyawan berdasarkan status kepegawaian disajikan facilities and benefits received by employees based on their
sebagai berikut. employment status are presented below.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 245
Page 246
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Bentuk Manfaat Karyawan Tetap Karyawan Kontrak
Forms of Benefits Permanent Employees Contract Employees
Gaji Pokok
Basic Salary
Tunjangan Grade
-
Grade Allowance
BPJS Kesehatan
BPJS Health Care
BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Employment Care
Asuransi Kesehatan Komersial
-
Commercial Health Insurance
Asuransi Jiwa Komersial
-
Commercial Life Insurance
Tunjangan Disabilitas
Disability Allowance
Tunjangan Kelahiran
-
Maternity Allowance
Tunjangan Kecelakaan Kerja
Work Accident Allowance
Tunjangan Pensiun
Pension Allowance
Kesempatan Memiliki Saham
-
Opportunity to Own Shares
Tunjangan Hari Raya
Holiday Allowance
Hak Cuti
Leave Entitlement
LINGKUNGAN BEKERJA YANG LAYAK DAN DECENT AND SAFE WORKING ENVIRONMENT
AMAN [OJK F.21, CRE6] [OJK F.21, CRE6]
Perseroan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan The Company is committed to creating a safe, comfortable,
kerja yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh karyawan and decent working environment for all employees and
maupun mitra kerja. Upaya ini berdampak positif terhadap business partners. These efforts contribute positively to
terciptanya hubungan industrial yang harmonis dan sehat, the establishment of harmonious and healthy industrial
sekaligus meningkatkan produktivitas karyawan yang pada relations, while also improving employee productivity, which
akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kinerja Perseroan. ultimately contributes to the Company’s overall performance.
Untuk menunjang kenyamanan kerja, Perseroan menyediakan To support workplace comfort, the Company provides
berbagai fasilitas yang memadai, antara lain toilet, ruang adequate facilities, including toilets, dining areas, health clinics,
makan, klinik kesehatan, ruang laktasi, fasilitas penitipan anak, lactation rooms, childcare facilities, smoke detectors, fire
alat deteksi asap, fasilitas pemadam kebakaran, tempat ibadah, extinguishing facilities, places of worship, parking areas, and
dan area parkir, serta fasilitas pendukung lainnya. Selain itu, other supporting facilities. In addition, the Company ensures
Perseroan juga memastikan kesehatan karyawan dengan employee health by enrolling all employees in the Health Social
melibatkan seluruh karyawan dalam program Jaminan Sosial Security program (BPJS Kesehatan) and providing Commercial
Kesehatan (BPJS Kesehatan) serta menyediakan Asuransi Health and Life Insurance for permanent employees.
Kesehatan dan Jiwa Komersial bagi karyawan tetap.
Perseroan telah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan The Company has applied an Occupational Health, Safety, and
dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (SMK3L) yang selaras Environmental Management System (SMK3L) in accordance
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Semua with applicable laws and regulations. All equipment used in the
peralatan yang digunakan dalam operasional Perseroan wajib Company’s operations must comply with established safety
memenuhi standar kelayakan yang telah ditetapkan. Untuk standards. To maintain safety and operational performance,
menjaga keselamatan dan kinerja, Perseroan secara rutin the Company routinely conducts maintenance and inspections
melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan terhadap alat of heavy equipment and project tools. The use of heavy
berat serta peralatan proyek. Penggunaan alat berat harus equipment must always comply with applicable operational
selalu sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Selain standards. Furthermore, the Company ensures that each
itu, Perseroan memastikan bahwa setiap alat berat maupun piece of heavy equipment and its operator possesses the
operatornya memiliki sertifikasi yang diperlukan. Setiap alat required certifications. Every heavy equipment unit must be
berat wajib dilengkapi dengan Surat Izin Alat (SIA), sedangkan equipped with a Equipment Permit (SIA), while operators must
operatornya harus memiliki Surat Izin Operasi (SIO), di mana hold an Operation Permit (SIO), both of which are issued by
246 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 247
kedua sertifikasi tersebut diterbitkan oleh Kementerian the Ministry of Manpower and apply to projects managed
Tenaga Kerja dan berlaku untuk proyek-proyek yang dikelola by the Company.
oleh Perseroan.
Selain itu, Perseroan berkomitmen untuk menghilangkan In addition, the Company is committed to eliminating
potensi bahaya dan meminimalkan risiko terkait Keselamatan, potential hazards and minimizing risks related to Occupational
Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) guna mencapai tujuan Health, Safety, and Environment (HSE) in order to achieve the
zero fatality, bebas dari penyakit akibat kerja, dan mencegah objective of zero fatalities, prevent occupational diseases, and
kerusakan lingkungan, sesuai dengan Kebijakan K3L yang avoid environmental damage, in accordance with the applied
diterapkan. Langkah-langkah yang diambil meliputi: HSE Policy. The measures taken include:
1. Mengimplementasikan Sistem Manajemen Keselamatan, 1. Implementing an Occupational Health, Safety, and
Kesehatan Kerja dan Lingkungan yang sesuai dengan Environmental Management System in accordance with
peraturan perundang-undangan, persyaratan serta standar prevailing laws and regulations, as well as national and
nasional maupun internasional yang berlaku; international standards and requirements;
2. Meningkatkan keterampilan dan kompetensi 2. Enhancing employee skills and competencies in the field
karyawan dalam bidang Keselamatan, Kesehatan Kerja of Occupational Health, Safety, and Environment;
dan Lingkungan;
3. Mendorong keterlibatan dan partisipasi aktif karyawan, 3. Encouraging the involvement and active participation
perwakilan karyawan, serta mitra kerja dalam penerapan of employees, employee representatives, and business
Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan partners in the implementation of the Occupational Health,
Lingkungan; serta Safety, and Environmental Management System; and
4. Meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dengan 4. Improving resource efficiency by implementing the 3R
menerapkan Konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Concept (Reduce, Reuse, Recycle).
Perseroan secara konsisten melakukan perbaikan berkelanjutan The Company consistently carries out continuous
terhadap Sistem Manajemen K3L melalui pembelajaran improvement of the HSE Management System through
dan penerapan praktik terbaik di tingkat nasional maupun learning and the adoption of best practices at both national
internasional, serta selalu mengikuti perkembangan and international levels, while continuously keeping up with
pengetahuan terbaru di bidang K3L. the latest developments and knowledge in the HSE field.
KESELAMATAN KERJA WORK SAFETY
KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI [GRI 403-1, 403-2, 403- POLICY AND IMPLEMENTATION [GRI 403-1, 403-2,
7, 403-8] 403-7, 403-8]
Penerapan sistem manajemen Health, Safety, and The implementation of the Health, Safety, and Environment
Environment (HSE) di Perseroan dilaksanakan berdasarkan (HSE) management system within the Company is based
Kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) on the Occupational Health, Safety, and Environment (HSE)
Nomor WIKA-HSE-KP-01.01 Revisi 01. Kebijakan tersebut Policy No. WIKA-HSE-KP-01.01 Revision 01. The policy is an
merupakan kebijakan terintegrasi yang menggabungkan integrated policy that combines occupational health and
aspek keselamatan dan kesehatan kerja dengan pengelolaan safety aspects with environmental management within the
lingkungan hidup di lingkungan Perseroan. Kebijakan K3L ini Company. The HSE policy is prepared with reference to the
disusun dengan mengacu pada standar internasional ISO international standard ISO 45001:2018 on Occupational
45001:2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Health and Safety Management Systems, ISO 14001:2015 on
Kesehatan Kerja, ISO 14001:2015 tentang Sistem Manajemen Environmental Management Systems, as well as Government
Lingkungan, serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Regulation of the Republic of Indonesia No. 50 of 2012
Nomor 50 Tahun 2012 mengenai Penerapan Sistem concerning the Implementation of Occupational Health and
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Seluruh insan Safety Management Systems. All personnel of PT Wijaya Karya
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, tanpa terkecuali, termasuk (Persero) Tbk, without exception, including business partners
mitra kerja yang beroperasi di kantor pusat maupun di seluruh operating at the head office and across all project areas, are
wilayah proyek, diwajibkan untuk mematuhi dan menerapkan required to comply with and implement the Occupational
kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Health, Safety, and Environment policy. In addition, the
tersebut. Selain itu, Perseroan telah menetapkan peta jalan Company has established a roadmap as a guideline for the
sebagai pedoman penerapan dan pengembangan sistem implementation and development of the management system
manajemen yang akan dijalankan secara berkelanjutan. that will be carried out continuously.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 247
Page 248
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
VISI | VISION SMART
GENERATION
ADVANCE IN
INFRASTRUCTURE
WIKA ON TOP
INDONESIA
THE MOST TRUSTED
COMPANY
LEADING IN
THEIR FIELD
“Terdepan dalam Investasi
dan EPC berkelanjutan untuk
MAIN DRIVER MAIN DRIVER MAIN DRIVER MAIN DRIVER MAIN DRIVER
Kualitas Kehidupan yang
Semua level insan wika Aspek QHSE menjadi Aspek QHSE menjadi Kualitas QHSE sejalan Kinerja perusahaan
Lebih Baik” memiliki nilai terhadap nilai utama bisnis nilai utama bisnis dengan pertumbuhan tumbuh sesuai dengan
mutu produk dan
WIKA WIKA perusahaan kualitas QHSE
penerapan SHE
MISI | MISSION MAIN INDICATOR MAIN INDICATOR MAIN INDICATOR MAIN INDICATOR
MAIN INDICATOR
1. Menyediakan jasa dan • Kurikulum modul QAQC. • Networking bertambah • Standar QHSE WIKA • Implementasi sistem
produk EPC yang terintegrasi • Sertifikasi Internasional • Pengembangan QHSE yang QHSE TC untuk Eksternal. menjadi benchmark bagi dan standar QHSE sudah
personal QHSE WIKA. mendukung green project • Standar QHSE WIKA perusahaan lain di Indonesia. konsisten.
berlandaskan pada prinsip • Kurikulum HSE TC & LSP. di IKN. menjadi benchmark bagi • Menjadi pusat monitoring
kualitas, keselamatan, • Digitalisasi proses penilaian • Penerapan HSE perusahaan lain di Indonesia.
• Menjadi pusat monitoring
BIM dan digital konstruksi.
kesehatan dan lingkungan. mutu produk, RCA, HSE BIM dan digital konstruksi.
Management System. • Implementasi BIM mampu
Level sehingga mendukung
2. Memastikan pertumbuhan ERP WIKA.
• Personel proyek memberikan optimasi.
berkelanjutan dengan m e n g i m p l e m e n t a s i ka n
• Peningkatan kompetensi manajemen BIM level.
Portofolio Investasi Strategis. personel proyek untuk
3. Melakukan pengembangan mengimplemen-tasikan BIM.
kawasan terpadu demi
kehidupan yang lebih baik bagi
masyarakat.
2022 2023 2024 2025 2026
4. Memberikan pelayanan
kolaboratif yang melampaui
ekspektasi/harapan pemangku
kepentingan.
5. Menciptakan rekam jejak di
kancah global melalui inovasi
dan teknologi termutakhir.
6. Mengimplementasikan budaya
belajar dan berinovasi untuk
memenuhi kompetensi global.
7. Menumbuhkembangkan
kearifan lokal melalui praktik
kepemimpinan untuk Quality & HSE QHSE Deliver QHSE WIKA on QHSE WIKA on QHSE WIKA
membangun kesejahteraan Competency Business Value Top Indonesia Top Asia World Class
yang menyeluruh.
Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE) merupakan Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE) is a crucial
aspek penting yang ingin dicapai dalam operasional serta aspect to be achieved in operations and is part of the
menjadi bagian dari strategi keberlanjutan Perseroan. Company's sustainability strategy. QHSE management has
Pengelolaan QHSE telah menjadi bagian dari operasi dan budaya become an integral part of operations and a culture applied by
yang diterapkan oleh karyawan serta semua pihak yang terlibat employees and all parties involved in the Company's project
di lokasi proyek perusahaan. Perseroan menetapkan target sites. The Company sets targets annually and conducts
setiap tahun dan melakukan evaluasi untuk membandingkan evaluations to compare targets with year-end achievements.
antara target dan pencapaian di akhir tahun. Berikut target dan The following are the QHSE targets and actual assessments
realisasi penilaian QHSE pada tahun 2025 yaitu: for 2025:
Tabel Target Realisasi Penilaian Sistem Manajemen terkait QHSE
Realization Target of Management System Assessment related to QHSE
Pengukuran Sistem Manajemen WIKA Target Realisasi
WIKA Management System Measurement Target Realization
K3
a. HSE Level ≥ 820 877
b. Frequency Rate (FR)
• Total Recordable Incident (TRI) ≤ 0,24 0,01
• Lost Time Injury (LTI) ≤1 0
c. Severity Rate (SR) ≤2 0
d. Jumlah pelaksanaan Risk Containment Audit (RCA) per bulan ≥ 22 kali 24 kali
Number of Risk Containment Audits (RCAs) conducted per month ≥ 22 times 24 times
e. Jumlah Penyakit Akibat Kerja (PAK)
0 0
Number of Occupational Diseases (PAK)
Lingkungan
Environmental
a. Efisiensi Penggunaan Kertas
≥ 20% 44,74%
Paper Usage Efficiency
b. Kasus Tumpahan Minyak (luas tumpahan ≥ 1 m ) 2
0 0
Oil Spill Cases (spill area ≥ 1 m2)
c. Intensitas Konsumsi Energi Listrik (kWh/m2/bulan)
≤ 15 8,73
Electricity Consumption Intensity (kWh/m2/month)
d. Efisiensi Penggunaan BBM (% dari anggaran penggunaan BBM di RKP)
≥ 20% 38,86%
Fuel Usage Efficiency (% of fuel usage budget in the Work Plan and Budget)
e. Penggunaan Air Tanah untuk Perkantoran (liter/orang/bulan)
≤ 1500 842,89
Groundwater Use for Offices (liters/person/month)
248 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 249
Quality Product Assesment (QPASS)
a. QPASS Pekerjaan Struktur
80% 95,41%
Structural Work QPASS
b. QPASS Pekerjaan Finishing
90% 95,31%
Finishing Work QPASS
c. QPASS Pekerjaan MEP
90% 96,23%
MEP Work QPASS
Dalam menjalankan kegiatan bisnisnya, Perseroan senantiasa In carrying out its business activities, the Company consistently
juga memperhatikan aspek keamanan dalam setiap proses pays close attention to security aspects in every construction
konstruksi. Keamanan dalam pelaksanaan proyek merupakan process. Security in project implementation is the responsibility
tanggung jawab Perseroan. Proses keamanan dimulai sejak of the Company. The security process begins from the planning
tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian stage, continues through implementation, and extends until the
konstruksi. Selain itu, penerapan QHSE dan keberadaan completion of construction. In addition, the implementation
operator yang bersertifikat juga berperan dalam menjaga of QHSE and the presence of certified operators also play an
keamanan proses. Semua ini merupakan bagian dari kualitas important role in maintaining process security. All of these
dan integritas pekerjaan Perseroan. Keamanan proses elements form part of the quality and integrity of the Company’s
memperhatikan beberapa hal berikut ini: work. Process security takes into account the following aspects:
1. Kelengkapan dokumen perizinan; 1. Completeness of permit documentation;
2. Prosedur Konstruksi dan Commissioning WIKA- 2. WIKA Construction and Commissioning Procedure WIKA-
KON-PM-01.01 tentang Prosedur Proses KON-PM-01.01 regarding Construction Implementation
Pelaksanaan Konstruksi; Process Procedures;
3. Perencanaan Mutu (Quality Plan) dan perencanaan K3 3. Quality Planning (Quality Plan) and HSE Planning (HSE
(HSE Plan); Plan);
4. Penerapan program K3L di antaranya Safety Patrol, 4. Implementation of HSE programs including Safety Patrols,
Komite HSE Tematis HSE, pengecekan perlengkapan Thematic HSE Committees, inspection of HSE equipment,
K3, pemeriksaan kelayakan alat-alat berat, dan kondisi feasibility checks of heavy equipment, and inspection of
material yang digunakan; the condition of materials used;
5. Monitoring dan evaluasi efektivitas sistem manajemen K3L; 5. Monitoring and evaluation of the effectiveness of HSE
management system;
6. Uji kelayakan pada proyek yang terselesaikan. 6. Feasibility testing of completed projects.
Dalam menangani situasi bahaya, pelaporan dapat dilakukan In handling dangerous situations, reports can be made through
melalui berbagai saluran, antara lain kepada atasan langsung, various channels, including to immediate supervisors, officers
petugas yang bertanggung jawab di bidang keselamatan responsible for occupational safety and health (OSH), OSH
dan kesehatan kerja (K3), forum komunikasi K3, Tool Box communication forums, Tool Box Meetings, or through the
Meeting, maupun melalui sistem pelaporan internal yang internal reporting system available at the Company. Workers
tersedia di Perseroan. Pekerja yang melaporkan potensi bahaya who report potential hazards or dangerous situations are
atau situasi berbahaya dilindungi dari segala bentuk tindakan protected from any form of retaliation, discrimination, or
pembalasan, diskriminasi, maupun perlakuan yang merugikan. prejudicial treatment.
Perseroan secara berkelanjutan melaksanakan proses evaluasi The Company continuously conducts evaluation processes on
terhadap berbagai risiko yang berpotensi muncul dalam setiap various risks that may potentially arise in every work activity.
aktivitas pekerjaan. Evaluasi ini bertujuan untuk mengantisipasi This evaluation aims to anticipate and prevent unwanted
serta mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diharapkan. occupational accidents. As part of its protection efforts for
Sebagai upaya perlindungan bagi karyawan dan mitra kerja, Perseroan employees and business partners, the Company has applied
telah menerapkan Kebijakan Stop Work Action (SWA). Kebijakan the Stop Work Action (SWA) Policy. This policy is carried out by
ini dilaksanakan dengan cara menghentikan sementara kegiatan temporarily halting work activities if unsafe actions, hazardous
pekerjaan apabila ditemukan tindakan tidak aman, kondisi kerja yang working conditions, or work execution that does not comply
berbahaya, atau pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan with applicable provisions and regulations are identified. In
ketentuan dan peraturan yang berlaku. Selain itu, pengalaman dan addition, experiences and lessons learned related to the Stop
pembelajaran terkait pelaksanaan Stop Work Action dibagikan dan Work Action are shared and discussed in occupational safety
dibahas dalam forum atau rapat keselamatan kerja. Perseroan juga forums or meetings. The Company has also identified types
telah melakukan identifikasi terhadap jenis-jenis pekerjaan yang of work that carry a high level of risk, both for employees and
memiliki tingkat risiko tinggi, baik yang dilakukan oleh karyawan contractors within the project environment. High-risk work
maupun kontraktor di lingkungan proyek. Jenis pekerjaan dengan includes activities carried out at height and work related to
risiko tinggi tersebut antara lain mencakup pekerjaan yang dilakukan electrical installation and usage. To minimize the potential
di ketinggian serta pekerjaan yang berkaitan dengan instalasi occurrence of workplace accidents, the Company also
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 249
Page 250
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
dan penggunaan listrik. Untuk meminimalkan potensi terjadinya provides various supporting equipment that is appropriate
kecelakaan kerja, Perseroan turut menyediakan berbagai peralatan for the characteristics of each high-risk task.
pendukung yang sesuai dengan karakteristik setiap pekerjaan berisiko.
Perseroan telah melakukan berbagai upaya dalam melakukan The Company has undertaken various efforts to manage
pengelolaan potensi dan bahaya kecelakaan kerja secara potential hazards and workplace accident risks in an integrated
terintegrasi. Upaya Perseroan meliputi 3 (tiga) hal sebagai berikut: manner. These efforts include the following:
1. Sosialisasi Kesadaran terhadap HSE 1. HSE Awareness Socialization
Sosialisasi ini direalisasikan melalui safety induction, This initiative is realized through safety induction, safety
safety morning talk, HSE meeting, serta melakukan morning talks, HSE meetings, and HSE campaigns using
kampanye HSE melalui berbagai papan peringatan untuk various warning boards to increase HSE awareness.
meningkatkan kesadaran HSE.
2. Risk Containment Audit (RCA) 2. Risk Containment Audit (RCA)
Upaya ini merupakan proses audit lapangan atau penilaian This effort involves field audits or direct assessments of
langsung terhadap aspek HSE di lokasi kerja, fasilitas kantor, HSE aspects at work locations, office facilities, and other
dan fasilitas lainnya untuk mengeliminasi potensi bahaya dan facilities to eliminate potential hazards and minimize
meminimalkan risiko QHSE. Tujuannya yaitu untuk mengukur QHSE risks. The objective is to measure the level of risk
seberapa bahaya yang mungkin terjadi dalam satu area. that may occur in a particular area.
3. Cepat Tanggap Darurat di Lokasi Kerja 3. Emergency Response at Work Sites
Perseroan telah menerapkan prosedur pelaporan insiden The Company has applied incident reporting procedures at
kecelakaan di lokasi kerja sesuai dengan Prosedur work sites in accordance with the Procedure for Implementing
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan the Occupational Health, Safety, and Environmental
Kerja dan Lingkungan (SMK3L) No. WIKA-HSE-PM-01.01. Management System (SMK3L) No. WIKA-HSE-PM-01.01.
4. Safety Enforcement 4. Safety Enforcement
inisiatif dan strategi perusahaan untuk mencapai target This refers to the Company’s initiatives and strategies to
zero accident melalui perlindungan terhadap karyawan, achieve the zero accident target by protecting employees,
pengunjung, dan lingkungan kerja dari potensi bahaya visitors, and the work environment from potential hazards
dan risiko kecelakaan, dengan mengacu pada Sistem and accident risks, in accordance with the WIKA HSE
Manajemen K3L WIKA. Management System.
Keamanan dan keselamatan kerja merupakan salah satu aspek Workplace security and safety are strategic aspects that
strategis yang mendukung kelangsungan dan keberlanjutan support the continuity and sustainability of the Company’s
operasional Perseroan. Penerapan sistem Keselamatan dan operations. Consistent implementation of the Occupational
Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten telah memberikan Health and Safety (OHS) system has produced positive
dampak positif, antara lain dengan meningkatnya tingkat impacts, including increased customer trust in the services
kepercayaan pelanggan terhadap layanan yang disediakan provided by the Company. The Company ensures the safety
Perseroan. Perseroan menjamin keselamatan seluruh pekerja of all project workers (100%), including internal employees,
proyek (100%), termasuk karyawan internal, kontraktor, contractors, subcontractors, and business partners, through
subkontraktor, dan mitra kerja, melalui penempatan petugas the deployment of Safety Officers at a ratio of one officer
Safety Officer dengan rasio satu petugas untuk setiap 50 for every 50 project workers. In addition, the implementation
pekerja proyek. Selain itu, penerapan K3 juga menjadi bagian of OHS is also an integral part of vendor management.
yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan vendor. Perseroan The Company conducts strict selection and performance
melakukan seleksi dan evaluasi kinerja vendor secara ketat, evaluations of vendors, particularly regarding compliance
khususnya terkait pemenuhan standar K3. Hasil evaluasi kinerja with OHS standards. The results of vendor OHS performance
K3 vendor ini dilaporkan ke kantor pusat dan digunakan sebagai evaluations are reported to the head office and used as one
salah satu persyaratan dalam proses pembayaran kontrak of the requirements in the work contract payment process,
pekerjaan, dengan ketentuan bahwa pembayaran dapat ditunda where payments may be postponed for vendors whose OHS
bagi vendor yang memperoleh nilai kinerja K3 di bawah 800. performance score is below 800.
Komitmen Perseroan terhadap penerapan Health, Safety, and The Company’s commitment to the implementation of
Environment (HSE) diwujudkan melalui kewajiban seluruh Health, Safety, and Environment (HSE) is realized through the
karyawan, baik karyawan tetap maupun tenaga terampil, untuk requirement for all employees, both permanent employees and
menyetujui Pakta Integritas secara daring melalui sistem skilled workers, to approve the Integrity Pact online through the
WZone. Pakta Integritas tersebut memuat klausul penerapan WZone system. The Integrity Pact contains clauses related to the
HSE sebagai bentuk kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan. implementation of HSE as a form of compliance with company
Selain itu, pekerja kontraktor dan mitra kerja juga diwajibkan policies. In addition, contractor workers and business partners are
menandatangani pernyataan komitmen untuk mematuhi also required to sign a statement of commitment to comply with
seluruh peraturan HSE yang berlaku di lingkungan Perseroan. all HSE regulations applicable within the Company’s environment.
250 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 251
INSIDEN [GRI 403-9, IF-EN-320a.1] INCIDENTS [GRI 403-9, IF-EN-320a.1]
Perusahaan menetapkan potensi bahaya melalui proses The company determines potential hazards through a hazard
identifikasi bahaya dan penilaian risiko yang merupakan bagian identification and risk assessment process that is part of
dari penerapan Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, the implementation of the Occupational Safety, Health, and
dan Lingkungan (SMK3L). Proses tersebut dilaksanakan secara Environmental Management System (SMK3L). This process is
sistematis melalui metode Hazard Identification, Risk Assessment, carried out systematically using the Hazard Identification, Risk
and Risk Control (HIRARC). Dalam proses tersebut, setiap potensi Assessment, and Risk Control (HIRARC) method. In this process,
bahaya diidentifikasi berdasarkan jenis aktivitas pekerjaan, kondisi each potential hazard is identified based on the type of work
lingkungan kerja, penggunaan peralatan, serta faktor manusia. activity, working environment conditions, use of equipment,
Bahaya yang teridentifikasi kemudian dinilai tingkat risikonya and human factors. The identified hazards are then assessed
dengan mempertimbangkan kemungkinan terjadinya kejadian for their level of risk by considering the likelihood of occurrence
serta tingkat dampak atau konsekuensi yang dapat ditimbulkan. and the level of impact or consequences that may arise. During
Selama periode pelaporan, potensi bahaya yang menyebabkan the reporting period, potential hazards that caused or resulted
atau mengakibatkan kecelakaan kerja dengan konsekuensi tinggi in occupational accidents with high consequences during the
selama periode pelaporan antara lain pekerjaan dengan pesawat reporting period included work with lifting and transport aircraft,
angkat angkut, bekerja di ketinggian dan instalasi listrik sementara. working at heights, and temporary electrical installations.
Untuk menghilangkan atau meminimalkan risiko dari bahaya-bahaya To eliminate or minimize the risks of these hazards, the
tersebut, Perusahaan menerapkan pengendalian risiko yang meliputi Company implements risk controls that include hazard
eliminasi bahaya, substitusi, pengendalian teknis (engineering elimination, substitution, engineering controls, administrative
control), pengendalian administratif, pelaksanaan pelatihan K3 controls, occupational health and safety training for workers,
bagi pekerja, pengawasan rutin di lapangan serta penggunaan alat routine field supervision, and the use of personal protective
pelindung diri (APD). Selain itu, Perusahaan menerapkan Sistem equipment (PPE). In addition, the Company implements a
Manajemen K3L secara menyeluruh serta mendorong peningkatan comprehensive K3L Management System and encourages
kesadaran budaya K3L untuk mengendalikan sumber bahaya utama increased awareness of K3L culture to control major hazards
maupun bahaya lainnya, sekaligus membangun ketangguhan and other hazards, while building organizational resilience in
organisasi dalam menghadapi potensi bahaya baru yang muncul facing new potential hazards arising from changes in field
akibat perubahan kondisi operasional di lapangan. operational conditions.
Sesuai dengan Permenaker RI No. PER-03/MEN/1998, In accordance with the Regulation of the Minister of Manpower
Perseroan telah melaporkan perhitungan jam kerja selamat, of the Republic of Indonesia No. PER-03/MEN/1998, the
rasio frekuensi kecelakaan, dan rasio keparahan. Pelaporan Company has reported the calculation of safe working hours,
capaian HSE mencakup data dari seluruh karyawan organik accident frequency rate, and severity rate. The reporting of
dan terampil, karyawan kontrak, pekerja subkontraktor, dan HSE achievements includes data from all organic and skilled
mitra kerja. employees, contract employees, subcontractor workers, and
business partners.
Tabel Jam Kerja Selamat
Safe Working Hours
Negara
2025 2024 2023
Country
Indonesia 49.966.851 68.168.818 84.024.088
Luar Negeri
0 0 0
Overseas
Tabel Jumlah Kecelakaan Kerja
Number of Work Accidents
Kategori
2025 2024 2023
Category
Indonesia
Nearmiss 592 590 911
Non-Lost Time Injury (NLTI) 32 28 67
Ringan
0 0 0
Mild
Sementara Tidak Mampu Bekerja
0 1 4
Temporarily Unable to Work
Berat
0 0 0
Severe
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 251
Page 252
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tabel Rate, NLTI Rate, dan LTI Rate
Rate, NLTI Rate, and LTI Rate
Kategori
2025 2024 2023
Category
Indonesia
Severity Rate 0 0,22 0,63
NLTI Rate 0,13 0,41 1,03
LTI Rate 0 0,01 0,05
TRI Rate 0,01 - -
KESEHATAN HEALTH
KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI [GRI 403-3, 403-6, POLICY AND IMPLEMENTATION [GRI 403-3, 403-6,
403-10] 403-10]
Perseroan telah menyediakan fasilitas kesehatan yang tersebar di The Company has provided health facilities distributed across
seluruh wilayah operasionalnya. Setiap fasilitas dilengkapi dengan all of its operational areas. Each facility is equipped with a
kotak P3K untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan first aid kit (P3K) to provide first aid for minor accidents. For
ringan. Bagi pegawai yang memerlukan perawatan lebih serius, klinik employees who require more serious medical treatment,
kesehatan Perseroan akan merujuk mereka ke rumah sakit yang the Company’s health clinic will refer them to hospitals that
telah menjalin kerja sama dengan Perseroan. Selain itu, fasilitas have established cooperation with the Company. In addition,
klinik kesehatan ini dapat diakses tidak hanya oleh seluruh pegawai these health clinic facilities can be accessed not only by all
Perseroan, tetapi juga oleh pekerja dari kontraktor yang terlibat Company employees but also by contractor workers involved
dalam proyek-proyek Perseroan. Dalam rangka meminimalisir in the Company’s projects. In order to minimize employee
risiko kesehatan karyawan. Perseroan mewajibkan kepada seluruh health risks, the Company requires all employees to undergo
pegawai untuk melakukan Medical Check Up (MCU) sesuai dengan Medical Check-Ups (MCU) in accordance with the Human
Prosedur Human Capital Nomor WIKA-HCE-PM.01.01 Rev 00 Amd Capital Procedure No. WIKA-HCE-PM.01.01 Rev 00 Amd 04
04 dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) tahun 2025 – 2026 Pasal and the Collective Labor Agreement (CLA) 2025–2026 Article
95 tentang Penyelenggaraan Keselamatan Kesehatan Kerja dan 95 concerning the Implementation of Occupational Health,
Lingkungan (K3L) dengan ketentuan sebagai berikut: Safety, and Environment (HSE), with the following provisions:
1. Pelaksanaan MCU dilakukan setiap 2 (dua) tahun sekali; 1. MCU is conducted every 2 (two) years;
2. Peserta yang wajib mengikuti MCU yaitu: 2. Participants required to undergo MCU include:
a. Calon Pegawai; a. Prospective Employees;
b. Pegawai; b. Employees;
3. Pemeriksaan MCU terbagi menjadi: 3. MCU examinations are divided into:
a. Umum (mandatory); a. General (mandatory);
b. Khusus; Tenaga Proyek/Pabrik (mandatory); b. Special; Project/Factory Personnel (mandatory);
c. Spesifik: Drug test, PCR & Antibodi, HIV test, dan c. Specific: Drug test, PCR & Antibody test, HIV test,
lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. and others in accordance with applicable regulations.
4. Pemeriksaan MCU Umum dan Khusus meliputi 4. General and Special MCU examinations include physical
pemeriksaan fisik serta pemeriksaan lain yang examinations and other examinations deemed necessary.
dianggap perlu.
5. Pemeriksaan MCU Spesifik diadakan apabila terdapat 5. Specific MCU examinations are conducted if there are
keluhan/laporan dengan suatu kondisi yang dapat complaints or reports regarding conditions that may
membahayakan kesehatan pegawai. endanger employee health.
6. Dalam hal ditemukan kelainan/gangguan kesehatan dan 6. If abnormalities or health issues are found and follow-
diperlukan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan MCU pada up actions are required from the MCU results during
pegawai dalam pemeriksaan berkala untuk menjamin periodic examinations, appropriate measures will be taken
terselenggaranya keselamatan dan Kesehatan kerja. to ensure the implementation of occupational health
and safety.
252 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 253
Selain pemeriksaan kesehatan secara fisik, Perseroan juga In addition to physical health examinations, the Company
menyediakan fasilitas kesehatan psikis (psikiater dan psikolog) also provides psychological health facilities (psychiatrists
untuk mendukung mental health setiap karyawan. Adapun and psychologists) to support employees’ mental health.
fasilitas kesehatan psikis yang dilaksanakan yaitu Employee The psychological health facility provided is the Employee
Assistance Program (EAP). Assistance Program (EAP).
INSIDEN [GRI 403-10] INCIDENTS [GRI 403-10]
Sampai dengan 31 Desember 2025, tidak terdapat kasus As of December 31, 2025, the Company has identified that
penyakit akibat kerja yang dilaporkan kepada Perseroan there were no reported cases of occupational diseases or
dan kasus kematian akibat kerja pada pegawai Perseroan, work-related fatalities involving the Company’s employees,
kontraktor, subkontraktor, dan mitra kerja. contractors, subcontractors, or business partners.
P E L I B ATA N K A R Y AWA N D A N P R OT O K O L EMPLOYEE ENGAGEMENT AND OHS
KOMUNIKASI K3 [GRI 403-4, 403-5] COMMUNICATION PROTOCOLS [GRI 403-4, 403-5]
Perseroan secara konsisten membangun komunikasi yang The Company consistently establishes effective and
efektif dan harmonis antara manajemen dan karyawan harmonious communication between management and
guna meningkatkan sinergi serta menumbuhkan kesadaran employees in order to enhance synergy and foster awareness
terhadap aspek Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan regarding Health, Safety, and Environment (HSE) aspects. HSE
(HSE). Pelaksanaan komunikasi HSE dilakukan melalui berbagai communication is carried out through a number of activities,
kegiatan, antara lain safety induction, HSE Morning Talk, including safety induction, HSE Morning Talk, Toolbox
Toolbox Meeting, dan HSE Meeting. Selain itu, Perseroan Meetings, and HSE Meetings. In addition, the Company
menyediakan sarana komunikasi HSE berbasis digital melalui provides a digital HSE communication platform through the
platform QHSE yang dapat diakses oleh seluruh karyawan. QHSE system that can be accessed by all employees. Through
Melalui komunikasi yang dilakukan secara berkelanjutan dan continuous and active communication, it is expected that
aktif, diharapkan setiap isu dan potensi permasalahan HSE every HSE issue and potential problem can be identified,
dapat diidentifikasi, ditindaklanjuti, serta dimitigasi secara followed up, and mitigated effectively and in a timely manner.
efektif dan tepat waktu.
Perseroan telah membentuk Panitia Pembina Keselamatan, The Company has established the Occupational Health, Safety,
Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (P2K3L) berdasarkan and Environment Committee (P2K3L) based on the Board of
Surat Tugas Direksi No. Surat Tugas Direksi No. ST. 02.01/A. Directors Assignment Letter No. ST. 02.01/A.DIR.00067/2024,
DIR.00067/2024 yang ditempatkan di setiap kantor pusat which is assigned at each head office and project location. P2K3L
dan lokasi proyek. Struktur organisasi P2K3L di kantor pusat organizational structure at head office is chaired by the President
diketuai oleh Direktur Utama dan dibantu sekretaris yang Director and supported by a secretary who holds a General OHS
mempunyai sertifikat Ahli K3 Umum, dengan anggota Kepala Expert certificate, with members consisting of Division Heads,
Divisi, seluruh divisi dan perwakilan SEKAR WIKA. Sedangkan, representatives from all divisions, and representatives from
Struktur P2K3L di proyek, diketuai oleh Manajer Proyek, dibantu SEKAR WIKA. Meanwhile, the P2K3L structure at project level
oleh sekretaris yang memiliki sertifikat Ahli K3 Umum, dan is chaired by the Project Manager, assisted by a secretary who
beranggotakan Kasie dari seluruh fungsi serta perwakilan holds a General OHS Expert certificate, with members consisting
subkontraktor. P2K3L senantiasa melakukan pertemuan yang of section heads from all functions and representatives from
dilaksanakan setiap bulan untuk menentukan program dan subcontractors. P2K3L regularly holds meetings every month to
target K3L, serta menyelesaikan permasalahan K3L. Kinerja determine HSE programs and targets and to resolve HSE-related
P2K3L dilaporkan kepada Dinas Ketenagakerjaan pada setiap issues. The performance of P2K3L is reported to the Manpower
3 (tiga) bulan sekali. Office every 3 (three) months.
Pemahaman terkait K3 senantiasa dilakukan kepada Understanding related to OHS is continuously provided to
karyawan untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja. Oleh employees to minimize the risk of workplace accidents.
karenanya, seluruh karyawan senantiasa dibekali pengetahuan Therefore, all employees are consistently equipped with
terkait dengan kesehatan dan keselamatan kerja termasuk knowledge related to occupational health and safety, including
pemahaman terkait aturan-aturan yang berlaku. Pelatihan an understanding of applicable regulations. Training is attended
diikuti oleh seluruh karyawan termasuk pekerja proyek. by all employees, including project workers. Occupational
Pelatihan Kesehatan dan keselamatan kerja diadakan rutin pada health and safety training is conducted regularly every year.
setiap tahunnya. Adapun pelatihan terkait K3 yang diberikan The OHS-related training provided includes the following.
sebagai berikut.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 253
Page 254
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Nama Pelatihan Jumlah Peserta Pelaksanaan
Training Name Number of
Implementation
Participants
17 – 21 Feb 2025
28 Apr – 02 May 2025
04 - 10 Agustus 2025
QHSE Awareness 73 February 17–21, 2025
April 28–May 2, 2025
August 4–10, 2025
29 – 30 April 2025
HSE for Non HSE 28
April 29–30, 2025
Ahli Muda K3 Juli 2025
4
Junior OHS Expert July 2025
Dalam meningkatkan keahlian para pekerja, sejak tahun 2019 To improve the skills of its workers, since 2019, the Company
Perseroan telah bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi has collaborated with WIKA Professional Certification
Profesi WIKA, LPJK, Astekindo, dan BNSP menyelenggarakan Institute, LPJK, Astekindo, and BNSP to conduct training
pelatihan dan sertifikasi bagi pekerja proyek yaitu pekerja and certification for project workers, specifically construction
mitra binaan jasa konstruksi. Pelatihan dan sertifikasi ditujukan service partner workers. The training and certification are
untuk meningkatkan sertifikasi kompetensi pekerja lapangan aimed at improving the competency certification of field
untuk mendukung kelancaran pekerjaan, serta meminimalkan workers to support smooth work and minimize errors and
kesalahan dan kecelakaan kerja. Jumlah karyawan yang telah workplace accidents. The number of certified employees
tersertifikasi tahun 2024 sebanyak 206 orang karyawan. in 2024 is 206 employees. The following is the number of
Berikut jumlah karyawan yang tersertifikasi adalah sebagai certified employees:
berikut
Uraian
2025 2024 2023
Description
Karyawan yang Tersertifikasi
877 206 77
Certified Employees
ASPEK MASYARAKAT COMMUNITY ASPECT
DAMPAK OPERASI TERHADAP MASYARAKAT IMPACTS OF OPERATIONS ON SURROUNDING
SEKITAR [OJK F.23, CRE7] COMMUNITIES [OJK F.23, CRE7]
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Perseroan In carrying out its operational activities, the Company
senantiasa berupaya memberikan dampak positif kepada consistently strives to create positive impacts for
masyarakat sekitar wilayah operasional. Dampak positif yang communities surrounding its operational areas. These positive
diberikan meliputi terbukanya kesempatan kerja, peningkatan impacts include the creation of employment opportunities,
pemberdayaan masyarakat sekitar, serta peningkatan increased empowerment of local communities, and the
pendapatan asli daerah. Pemberdayaan masyarakat growth of regional revenue. Community empowerment is
dilaksanakan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan implemented through the Corporate Social Responsibility
Lingkungan (TJSL). Perseroan telah melakukan berbagai (CSR) program. The Company has carried out various
program TJSL yang berorientasi pada pencapaian Tujuan CSR initiatives oriented toward achieving the Sustainable
Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Program TJSL diwujudkan Development Goals (SDGs). The CSR program is realized
dalam 4 (empat) pilar yaitu pilar ekonomi, pilar lingkungan, through four pillars, namely the economic pillar, environmental
pilar sosial, dan pilar hukum dan tata kelola. Pada tahun 2025, pillar, social pillar, and legal and governance pillar. In 2025,
Perseroan telah melakukan berbagai program pengembangan the Company carried out several community development
masyarakat di antaranya Program Kolaborasi BUMN Peternakan programs, including the SOE Collaboration Program
Sapi Komunal Jombang, Program Pemberdayaan Masyarakat for Communal Cattle Farming in Jombang, WIKA Layer
Peternakan Ayam petelur WIKA di Caringin Jawa Barat dan Chicken Farming Community Empowerment Program in
Program Pelatihan Ecoprint bagi komunitas ibu-ibu PKK Desa Caringin, West Java, and Ecoprint Training Program for PKK
254 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 255
Pasir Angin.Program pemberdayaan masyarakat memberikan women’s community in Pasir Angin Village. These community
dampak peningkatan kompetensi dan peningkatan penghasilan empowerment initiatives contribute to improving community
masyarakat yang nantinya akan meningkatkan kesejahteraan competencies and increasing income levels, which in
masyarakat. Selain itu, Perseroan juga telah terlibat dalam turn enhance overall community welfare. In addition, the
program pemerintah atas pembangunan infrastruktur, Company has participated in government programs related to
pengerjaan proyek yang ramah lingkungan, proyek infrastruktur infrastructure development, environmentally friendly project
dan hunian, serta melakukan pengadaan infrastruktur sampai implementation, infrastructure and housing projects, as well
ke daerah terdepan, tertinggal, terluar (3T). as infrastructure development in frontier, disadvantaged, and
outermost (3T) regions.
Selain memberikan dampak positif, kegiatan operasional In addition to generating positive impacts, the Company’s
Perseroan juga juga dapat membawa dampak negatif operational activities may also create negative impacts on the
terhadap lingkungan sekitar, meliputi peningkatan polusi surrounding environment. These include increased air pollution
udara dari emisi genset dan mobilisasi kendaraan; peningkatan from generator emissions and vehicle mobilization; increased
kebisingan; peningkatan pencemaran air dari limbah domestik noise levels; increased water pollution from domestic
yang dihasilkan; peningkatan volume sampah organik dan wastewater; increased volumes of organic and inorganic
anorganik, timbulnya kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi waste; traffic congestion around operational locations; and
operasional; serta memberikan gangguan estetika. Atas aesthetic disturbances. In response to these negative impacts,
dampak negatif yang timbul, Perseroan berupaya untuk the Company strives to manage them properly so that they do
mengelola dampak dengan baik sehingga dampak tersebut not result in adverse environmental or social changes arising
tidak membawa perubahan negatif dengan adanya kegiatan from its operational activities.
operasional Perseroan.
Dampak negatif yang timbul akibat kegiatan operasional telah The Company has mitigated potential negative impacts
dimitigasi oleh Perseroan. Upaya mitigasi dari peningkatan arising from its operational activities. Mitigation efforts for
polusi udara yang dihasilkan dari emisi genset dan mobilisasi increased air pollution from generator emissions and vehicle
kendaraan dilakukan dengan merawat dan mempertahankan mobilization include maintaining and preserving green open
ruang terbuka hijau dari luas seluruh lahan yang dapat spaces within the total land area to help neutralize pollutants
menetralisir polutan yang berasal dari gas buang dengan tidak originating from exhaust gases while maintaining aesthetic
mengesampingkan fungsi estetis, serta terus melakukan uji value, as well as conducting periodic generator emission tests
emisi genset secara berkala setiap 6 (enam) bulan sekali. Upaya every six months. To mitigate noise generated by operational
mitigasi yang dilakukan oleh Perseroan dalam menangani activities at project locations, the Company conducts internal
kebisingan yang diakibatkan oleh kegiatan operasional di lokasi measurements to ensure that noise levels at project sites
proyek yaitu dengan melakukan pengukuran internal yang do not exceed the established Threshold Limit Values (TLV).
memperhatikan bahwa tingkat kebisingan di lokasi proyek tidak
melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) yang telah ditetapkan.
Dalam memitigasi dampak air dari limbah domestik yang To mitigate water pollution from domestic wastewater, the
dihasilkan, Perseroan telah melakukan pengelolaan air limbah Company manages wastewater using a Wastewater Treatment
dengan menggunakan IPAL sebelum dibuang ke saluran kota. Plant (WWTP) before being discharged into the municipal
Selanjutnya, atas dampak dari operasional yang menyebabkan drainage system. Furthermore, to address operational
kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi operasional telah impacts that may cause traffic congestion around operational
dilakukan penerapan akses pintu masuk dan pintu keluar locations, the Company has made separate entry and exit
kendaraan pada tempat yang berbeda, memasang rambu- points for vehicles, installed traffic signs, and deployed traffic
rambu lalu lintas serta menempatkan petugas pengatur control personnel.
lalu lintas.
Namun demikian, Perseroan berupaya untuk mengurangi Nevertheless, the Company continuously seeks to reduce
dampak negatif terhadap masyarakat termasuk penggusuran negative impacts on communities, including the displacement
pemukiman. Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat masyarakat of residential areas. Throughout 2025, there were no
yang terkena penggusuran akibat adanya proyek yang community members displaced due to projects carried out
dikerjakan oleh Perseroan. Selain itu, tidak terdapat orang by the Company. Additionally, no individuals were resettled
yang dimukimkan kembali yang ditimbulkan dari kegiatan as a result of the Company’s operational activities.
operasional Perseroan.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 255
Page 256
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
KEPATUHAN TERHADAP HUKUM DAN PERATURAN COMPLIANCE WITH LAWS AND REGULATIONS [GRI
[GRI 2-27, IF-EN-160a.1] 2-27, IF-EN-160a.1]
Perseroan senantiasa berpedoman pada hukum dan peraturan The Company consistently adheres to applicable laws and
yang berlaku. Atas komitmen tersebut, sepanjang tahun 2025, regulations. As part of this commitment, throughout 2025
tidak terdapat kasus ketidakpatuhan terhadap undang-undang there were no cases of non-compliance with laws and
dan peraturan yang menyebabkan denda dikeluarkan dan regulations that resulted in fines or non-monetary sanctions.
sanksi non moneter dikenakan.
PENGADUAN MASYARAKAT [OJK F.24, GRI 2-16, GRI 2-26] PUBLIC COMPLAINTS [OJK F.24, GRI 2-16, GRI 2-26]
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Perseroan In carrying out its operational activities, the Company
senantiasa berupaya meminimalkan potensi dampak negatif consistently strives to minimize potential negative impacts
terhadap masyarakat dan lingkungan. Sejalan dengan on communities and the environment. In line with this
komitmen tersebut, Perseroan terbuka terhadap penyampaian commitment, the Company remains open to receiving
pengaduan dari masyarakat yang terdampak oleh aktivitas complaints from communities affected by its operational
operasional. Perseroan menyediakan mekanisme pengaduan activities. The Company provides a complaint mechanism
bagi pemangku kepentingan untuk melaporkan setiap kegiatan for stakeholders to report operational activities that may
operasional yang berpotensi mengganggu keberlangsungan potentially disrupt livelihoods, cause losses to other parties,
kehidupan, menimbulkan kerugian bagi pihak lain, atau or trigger conflicts. Stakeholders are given access to directly
memicu konflik. Pemangku kepentingan diberikan akses report negative impacts arising from the Company’s projects.
untuk menyampaikan laporan secara langsung terkait dampak Every complaint received will be followed up responsibly in
negatif yang ditimbulkan oleh proyek-proyek Perseroan. accordance with applicable laws and regulations and will serve
Setiap pengaduan yang diterima akan ditindaklanjuti secara as a basis for the Company to perform preventive measures
bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan in order to avoid similar incidents in the future.
perundang-undangan yang berlaku, serta menjadi dasar bagi
Perseroan dalam melakukan langkah-langkah pencegahan guna
menghindari terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Selain itu, pemangku kepentingan dapat menyampaikan In addition, stakeholders may submit complaints regarding
pengaduan atas tindakan yang tidak sejalan dengan prinsip actions that are inconsistent with ethical principles, integrity,
etika, integritas, norma yang berlaku, maupun dugaan prevailing norms, or suspected violations of laws and
pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundang- regulations. To support this mechanism, the Company provides
undangan. Untuk mendukung hal tersebut, Perseroan a reporting channel through the Whistleblowing System (WBS)
menyediakan saluran pengaduan melalui Sistem Pelaporan as part of the implementation of Good Corporate Governance
Pelanggaran (Whistleblowing System/WBS) sebagai bagian (GCG) principles. This system serves as a mechanism for
dari penerapan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik preventing, detecting, and disclosing violations or indications
(GCG). Sistem ini berperan sebagai mekanisme pencegahan, of fraud within the Company. Complaints can be submitted
pendeteksian, serta pengungkapan pelanggaran atau indikasi through the official website wbs.wika.co.id. The Company
kecurangan di lingkungan Perseroan. Pengaduan dapat is committed to maintaining confidentiality and providing
disampaikan melalui situs resmi wbs.wika.co.id. Perseroan protection for whistleblowers. Every report received will
berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan dan memberikan be managed and followed up by the Compliance Team, the
perlindungan kepada pelapor. Setiap laporan yang diterima Anti-Bribery Compliance Function (FKAP), the Fact-Finding
akan dikelola dan ditindaklanjuti oleh Tim Kepatuhan, Fungsi Team, and the Employee Honor Council in accordance with
Kepatuhan Anti Penyuapan (FKAP), Tim Pencari Fakta, serta applicable provisions.
Majelis Kehormatan Pegawai sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
Terkait dengan penanganan pengaduan, Tim Kepatuhan Regarding the handling of complaints, the Compliance
telah melakukan seleksi, konfirmasi (dari aspek kategori Team conducts screening, confirmation (in terms of
jenis pelanggaran, siapa yang melakukan dan kelengkapan violation category, responsible parties, and completeness of
dokumennya) dan verifikasi, serta memutuskan apakah laporan documentation), and verification, and determines whether the
akan ditindaklanjuti atau diarsip untuk pelanggaran yang report will be followed up or archived for violations committed
dilakukan oleh Pegawai Perseroan. Seluruh pengaduan atau by Company employees. All complaints or critical issues
masalah kritis dan tindak lanjutnya senantiasa disampaikan and their follow-up actions are consistently reported to the
kepada Direksi. Selanjutnya, berdasarkan Peraturan Menteri Board of Directors. Furthermore, based on the Regulation
256 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 257
BUMN Nomor PER-2/MBU/03 tahun 2023, setiap pengaduan of Minister of SOEs No. PER-2/MBU/03 of 2023, any
dugaan pelanggaran untuk anggota Dewan Komisaris dan complaint involving alleged violations by members of Board
Direksi Perseroan yang masuk melalui aplikasi WBS maka wajib of Commissioners or Board of Directors submitted through
langsung diteruskan kepada WBS BP BUMN. Dewan Komisaris the WBS application must be forwarded directly to the SOE
sebagai Dewan Pengarah dan Direksi sebagai manajemen WBS Oversight Body. Board of Commissioners, acting as the
puncak memberikan arahan agar efektivitas pelaksanaan WBS Steering Board, and Board of Directors as top management
terus ditingkatkan, khususnya terkait dengan evaluasi frekuensi provide direction to continuously improve the effectiveness of
pelaporan WBS. Penanganan Pengaduan Pelanggaran diatur WBS implementation, particularly in evaluating the frequency
dalam Instruksi Kerja Nomor WIKA-GCG-IK-02.01 tentang of WBS reporting. The handling of violation complaints is
Instruksi Kerja Pengaduan Pelanggaran Terhadap Code of regulated under Work Instruction No. WIKA-GCG-IK-02.01 on
Conduct (Whistle Blowing System) tanggal 21 Mei 2025. Work Instruction for Reporting Violations Against the Code
of Conduct (Whistleblowing System) dated 21 May 2025.
Sepanjang tahun 2025, mekanisme Whistleblowing System Throughout 2025, the Whistleblowing System mechanism
(wbs.wika.co.id) menerima 11 (sebelas) laporan pelanggaran, (wbs.wika.co.id) received 11 (eleven) reports of violations,
mencerminkan fungsi sistem ini sebagai sarana pengawasan reflecting the system’s role as an effective internal
internal yang efektif. Sedangkan jumlah pengaduan yang monitoring mechanism. The reports were categorized into
diterima terbagi ke dalam 3 (tiga) kategori yaitu Penyuapan three categories: bribery, with no complaints reported;
dimana tidak terdapat pengaduan laporan, Penyalahgunaan abuse of authority, with 6 (six) reports; and Code of Ethics
Wewenang 6 (Enam) laporan dan Kode Etik & Harassment & Harassment, with 5 (five) reports. The complaints received
sebanyak 5 (lima) laporan. Pengaduan yang masuk kemudian were then submitted to the Board of Directors and/or
disampaikan kepada Direksi Perseroan dan/atau diketahui oleh acknowledged by the Steering Board, after which decisions
Dewan Pengarah yang kemudian diputuskan oleh Direktur were made by the President Director in accordance with
Utama sesuai dengan peraturan yang berlaku. applicable regulations.
Selain WBS, Perseroan juga menyediakan sarana pengaduan In addition to the WBS, the Company also provides a public
masyarakat melalui email adwijaya@wika.co.id. Selama tahun complaint channel via email at adwijaya@wika.co.id. During
2025, Perseroan telah menerima 259 pengaduan melalui email 2025, the Company received 259 complaints through email,
dan seluruhnya telah selesai ditindaklanjuti. all of which have been fully followed up and resolved.
Tabel Jumlah Pengaduan WIKA Group Melalui Email
Number of WIKA Group Complaints Via Email
Jenis Pengaduan Jumlah Pengaduan Status
Type of Complaints Number of Complaints Status
Keluhan Vendor Selesai
23
Vendor Complaints Completed
Keluhan Terkait Proyek Selesai
2
Project-Related Complaints Completed
Keterbukaan Informasi Publik Selesai
234
Public Information Disclosure Completed
Jumlah Selesai
259
Total Completed
KEGIATAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL ENVIRONMENTAL AND SOCIAL RESPONSIBILITY
LINGKUNGAN (TJSL) [OJK F.25] ACTIVITIES (CSR) [OJK F.25]
Perseroan memiliki komitmen yang tinggi dalam melaksanakan The Company demonstrates a strong commitment to
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bagian Corporate Social Responsibility (CSR) as part of its efforts
dari upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan to achieve the Sustainable Development Goals (SDGs). CSR
(TPB). Kegiatan TJSL dilakukan dengan mengacu pada aksi activities are carried out with reference to the sustainability
keberlanjutan yang telah ditetapkan. Perseroan berprinsip initiatives that have been established. The Company adopts
pada 4 P ( Prosperity,People,Planet dan Profit) dengan the 4P principles (Prosperity, People, Planet, and Profit),
berpandangan do good pada profit dan do well pada embracing the perspective of doing good in profit while also
penyelesaian masalah sosial serta lingkungan yang berkaitan doing well in addressing social and environmental issues
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 257
Page 258
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
langsung dengan core business. Aksi keberlanjutan perusahaan that are directly related to its core business. The Company’s
mempertimbangkan beberapa faktor, yakni: sustainability initiatives take into consideration several key
factors, as follows:
1. Fokus pada peningkatan Citra Perusahaan 1. Focus on Enhancing Corporate Image
Manfaat dari implementasi konsep sustainable business One of the key benefits of implementing the sustainable
adalah untuk menaikkan citra dan reputasi perusahaan. business concept is the enhancement of the Company’s
Perusahaan selalu berusaha menghadirkan program TJSL image and reputation. The Company consistently endeavors
yang berlandaskan konsep Four Bottom Line, 17 SDGs, dan to develop CSR programs based on the Four Bottom Line
ISO 26000 berprinsip kepada keberlanjutan dan strategis. concept, the 17 SDGs, and ISO 26000, with principles that
Semakin baik kualitas program dan dampak program emphasize sustainability and strategic value. With higher
yang dirasakan oleh masyarakat dan lingkungan sekitar quality of the programs and greater impact experienced
dari program yang dirancang, makin meningkatkan citra by the community and the surrounding environment, the
dan reputasi perusahaan. Citra dan reputasi tersebut akan stronger the Company’s image and reputation will become.
hadir seiring dengan pelaksanaan program TJSL yang Such image and reputation are strengthened through CSR
berdampak baik bagi sektor sosial maupun lingkungan. initiatives that generate positive impacts in both social and
Pada segi ekonomi, citra yang baik dari masyarakat berarti environmental sectors. From an economic perspective, a
berdampak baik bagi nilai perusahaan di mata stakeholder positive perception from the community also enhances
dan shareholder, sehingga perusahaan mendapatkan the Company’s value in the eyes of stakeholders and
kepercayaan dari investor, penjualan produk dan jasa shareholders, thereby strengthening investor confidence
yang baik dan meningkat. and supporting improved performance in the Company’s
products and services.
2. Fokus pada peningkatan Kesejahteraan Masyarakat 2. Focus on Improving Community Welfare
Selanjutnya adalah bagaimana mengimplementasikan Another key focus is the implementation of the Five
konsep Five Bottom Line, SDGs 3 dan 8 (good health and Bottom Line concept, particularly in alignment with
well-being, dan decent work and economic growth) dalam SDG 3 (Good Health and Well-being) and SDG 8 (Decent
program TJSL diikuti dengan peningkatan kesejahteraan Work and Economic Growth), through CSR programs that
masyarakat. Tak bisa dihindari bahwa salah satu tujuan contribute to improving community welfare. One of the
penting dari TJSL adalah bertanggung jawab secara primary objectives of CSR is to uphold social responsibility
sosial kepada masyarakat – terutama masyarakat yang toward the community, particularly those residing in areas
tinggal di dekat lokasi sekitar area bisnis Perseroan. surrounding the Company’s operational locations. One of
Salah satu elemen Five Bottom Line adalah people, the elements of the Five Bottom Line is People, which
yang berarti berkaitan dengan SDM atau masyarakat. relates to human resources and society. Therefore, the
Program yang dirancang harus memiliki dampak positif programs developed by the Company are expected to
terhadap masyarakat sesuai dengan asas Kebutuhan generate positive impacts for communities in accordance
Masyarakat. Masalah yang muncul di masyarakat juga with the principle of addressing community needs. Issues
harus diselesaikan salah satunya adalah melalui program arising within the community should also be addressed,
TJSL yang akomodatif dari perusahaan. including through CSR programs that are inclusive and
responsive to community conditions.
3. Fokus pada Kelestarian Lingkungan Hidup 3. Focus on Environmental Sustainability
Perseroan selalu memberikan perhatian pada besarnya The Company consistently places significant emphasis on
partisipasi perusahaan terhadap kelestarian lingkungan its participation in environmental preservation in alignment
hidup sesuai dengan sasaran SDGs Perusahaan di Tahun with the Company’s SDG targets for 2025, including SDG
2025 yaitu SDGs 6 ( Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDGs 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 11 (Sustainable Cities
11 ( Kota dan Permukiman yang berkelanjutan), SDGs 12 ( and Communities), SDG 12 (Responsible Consumption and
Konsumsi dan Produksi yang bertanggungjawab),SDGs Production), SDG 13 (Climate Action), SDG 14 (Life Below
13 ( Penanganan Perubahan Iklim), SDGs 14 ( Ekosistem Water), and SDG 15 (Life on Land). The Company remains
lautan) dan SDGs 15 (Ekosistem daratan). Perseroan committed to CSR initiatives based on the Four Bottom
wajib untuk mengimplementasikan program TJSL dengan Line principle as part of its responsibility in addressing
asas Four Bottom Line sebagai solusi dari kerusakan environmental degradation and climate change. Through
lingkungan hidup dan penanganan perubahan iklim yang concrete and sustainable programs, such as Nature
bertanggungjawab. Dengan program-program nyata dan Conservation Programs, Environmental Management and
berkelanjutan, seperti Program Pelestarian Alam, Program Greenhouse Gas (GHG) Emission Reduction Programs, as
Pengelolaan Lingkungan dan Pengurangan Emisi GRK, well as the adoption of Green Office and Green Lifestyle
dan implementasi Green Office maupun Green Lifestyle initiatives, the Company contributes to solutions for these
dapat menjadi solusi menyelesaikan permasalahan ini. environmental challenges.
258 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 259
4. Fokus pada Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas 4. Focus on Customer Satisfaction and Stakeholder Loyalty
Stakeholder The Company recognizes that customer satisfaction
Terkait kepuasan pelanggan dan loyalitas stakeholder and stakeholder loyalty are closely associated with its
kepada perusahaan, juga sangat disadari oleh Perseroan commitment to sustainable business practices. Certain
bahwa beberapa stakeholder yang dapat membatalkan stakeholders may decide not to purchase products
untuk membeli suatu produk berupa barang atau jasa or services from companies that fail to address social
dari perusahaan yang karena permasalahan sosial dan and environmental issues, which may result in negative
lingkungannya, menjadi dampak negatif dari tidak impacts when sustainability commitments are not fulfilled.
berjalannya komitmen dalam melaksanakan sustainable By integrating sustainability principles into every CSR
business. Konsep berkelanjutan dalam setiap program program, the Company seeks to continuously enhance
TJSL, akan berkesinambungan dengan meningkatkan customer satisfaction and stakeholder loyalty in line with
kepuasan pelanggan serta loyalitas stakeholder kepada SDG 12 (Responsible Consumption and Production).
perusahaan sesuai dengan SDGs 12 ( responsible In addition, employees may also experience greater
consumption and production). Tak hanya itu, para pegawai satisfaction and demonstrate stronger loyalty toward
yang juga akan merasakan kepuasan dan akan bersikap the Company. From a sociological perspective, employees
loyal bekerja di dalam perusahaan. Karena dari aspek tend to feel a sense of pride when the Company’s
sosiologis, pegawai merasa jika tindakan yang dilakukan CSR initiatives contribute positively to social and
oleh Perseroan dalam mengimplementasikan program environmental development.
TJSL berdampak baik terhadap sosial dan lingkungan.
5. Fokus Mendukung Sustainable Development 5. Focus on Supporting Sustainable Development
Perseroan telah berkomitmen ikut serta dalam mendukung The Company has committed to supporting sustainable
pembangunan berkelanjutan (sustainable development) development by optimizing the utilization of natural and
dengan mengoptimalkan manfaat dari sumber daya human resources. Sustainable development has been
alam dan manusia. Pembangunan berkelanjutan ini juga conceptualized through the Sustainable Development
dikonseptualisasikan menjadi Sustainable Development Goals (SDGs) initiated by the United Nations and agreed
Goals (SDGs) yang telah dicanangkan oleh PBB dan upon by 193 countries, which are built upon four main
disepakati dengan 193 negara, melalui 4 pilar utama pillars: economic, environmental, social, and legal and
tujuan pembangunan nya yakni ekonomi, lingkungan, governance aspects. Based on this commitment, the
sosial, hukum dan tata kelola. Atas dasar ini, Perseroan akan Company continues to participate actively in supporting
berpartisipasi untuk mengambil peran dalam terwujudkan the realization of sustainable development.
pembangunan berkelanjutan.
6. Fokus pada Peningkatan Nilai Keberlanjutan 6. Focus on Enhancing Sustainability Value
Perseroan berfokus pada peningkatan nilai keberlanjutan The Company focuses on enhancing sustainability value
melalui kinerja dan kontribusi nyata terhadap pencapaian through improved performance and tangible contributions
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan( TPB) dengan toward achieving the Sustainable Development Goals
program-program TJSL yang memberikan nilai lebih bagi (SDGs) through CSR programs that provide added value
masyarakat dan lingkungan sekitar. to communities and the surrounding environment.
Dalam kegiatan TJSL yang telah dilakukan, Perseroan telah Through the CSR activities carried out, the Company realized
merealisasikan dana sebesar Rp4.195.693.686,- a total fund allocation of Rp4,195,693,686.-
Pilar Keberlanjutan Dana yang Terealisasi (Dalam Rupiah Penuh)
Sustainability Pillar Funds Realized (In Rupiah)
Pilar Sosial
2.351.232.006
Social Pillar
Pilar Ekonomi
813.991.500
Economic Pillar
Pilar Lingkungan
896.070.180
Environmental Pillar
Pilar Hukum & Tata Kelola
134.400.000
Legal & Governance Pillar
Jumlah
4.195.693.686
Total
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 259
Page 260
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tabel Kegiatan TJSL dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
CSR Activities and Sustainable Development Goals
Tujuan
Pembangunan
Jenis Kegiatan TJSL Berkelanjutan Penjelasan Capaian
No
Type of CSR Activities Sustainable Explanation Achievement
Development
Goals
PILAR SOSIAL
SOCIAL PILLAR
Selama tahun 2025 Perseroan telah
Perseroan memberikan bantuan bahan pokok memberikan sebanyak lebih dari 1.690 paket
bagi masyarakat yang membutuhkan di sembako bagi masyarakat pra sejahtera
beberapa wilayah di Indonesia, bantuan alat beserta program-program sosial lainya yang
kesehatan kepada kaum disabilitas dan lansia berdampak bagi masyarakat dengan nilai
Program sosial serta Panti Asuhan, juga mendukung dalam dana yang terealisasi
kemasyarakatan TPB 1 dan TPB program ketahanan pangan. Rp887.351.000,-
1.
Community Social SDG 1 and SDG 2 The Company provides basic food assistance During 2025, the Company provided
Program to communities in need in several regions more than 1,690 basic food packages to
across Indonesia, medical equipment to the underprivileged communities, along with
disabled and elderly, and orphanages. It also other social programs that impacted the
supports food security programs. community, with a realized fund value of
Rp887,351,000.
Pada tahun 2025, telah melaksanakan
Dalam mendukung program peningkatan program donor darah selama 4x dalam satu
pelayanan kesehatan bagi masyarakat tahun dengan melibatkan kurang lebih 800
kurang mampu, Perseroan telah menyalurkan peserta, program khitanan massal dengan
program TJSL dalam bentuk kegiatan donor jumlah 65 anak-anak kurang mampu dan
darah, khitanan massal bagi Dhuafa dan bantuan alat-alat kesehatan bagi posyandu
Program peningkatan pemberian bantuan alat-alat kesehatan ke dan puskesmas di beberapa wilayah area
kesehatan bagi posyandu dan puskesmas. operasi WIKA di Jakarta.
masyarakat dan To support programs to improve healthcare Dana yang terealisasi sejumlah Rp411.161.000
kehidupan sejahtera TPB 3
2. services for underprivileged communities, In 2025, blood donation program held for four
Community Health SDG 3
the Company has distributed its Corporate times in one year involving approximately
Improvement and Well- Social Responsibility (csr) program through 800 participants, a mass circumcision
being Program blood donation drives, mass circumcisions program for 65 underprivileged children, and
for the poor, and the provision of medical medical equipment assistance for integrated
equipment to integrated health posts health posts (Posyandu) and community
(Posyandu) and community health centers health centers (Puskesmas) in several WIKA
(Puskesmas). operational areas in Jakarta.
The realized fund amounted to Rp411,161,000.
Dalam mendukung program pendidikan
• Program Bantuan Perseroan telah membantu menyalurkan
Beasiswa bagi anak- beasiswa sebanyak 161 anak-anak pegawai
anak berprestasi Perseroan telah membantu anak-anak berprestasi
• (SD-SMP-SMA- pegawai berprestasi Perseroan di tahun 2025 Program kolaborasi dengan WIKASATRIAN
Perguruan Tinggi) dari tingkat SD-SMP-SMA-Perguruan Tinggi) dalam meningkatkan edukasi bagi pelajar
• Bantuan Workshop SMA di daerah Pasir Angin-Caringin Jawa
Edukasi Pelajar SMA Program bantuan workshop edukasi bagi Barat
di WIKASATRIAN pelajar SMA di WIKASATRIAN Dana yang terealisasi untuk program
• Scholarship TPB 4 pendidikan sejumlah Rp1.052.720.000
3. The Company has assisted the high-
Program for High- SDG 4 To support educational programs, the
Achieving Students achieving children of employees in 2025, Company has granted scholarships to 161
• (Elementary, from elementary school to junior high school high-achieving children of employees.
Middle, High, and to high school to university. Collaborative program with WIKASATRIAN to
College)
improve education for high school students
• Educational Educational workshop assistance program
Workshop for High in Pasir Angin-Caringin area of West Java.
for high school students at WIKASATRIAN Realized funds for educational programs
School Students at
WIKASATRIAN amounted to Rp1,052,720,000.
PILAR EKONOMI
ECONOMIC PILLAR
Selama tahun 2025, telah dilaksanakan
program bazar Ramadhan, partisipasi pada
INACRAFT 2025 kepada mitra UMK WIKA
dan workshop pelatihan Batik Ecoprint dan
Penguatan pada pilar ekonomi dengan Aromaterapi untuk komunitas Ibu-Ibu PKK
Program Peningkatan
meningkatkan daya saing ekonomi, Desa Pasir Angin-Jawa Barat
Usaha Mikro Kecil
mendorong inovasi produk lokal, dan Dana yang terealisasi sebesar Rp570.000.000
(UMK)
TPB 8 mendukung pertumbuhan ekonomi Nasional During 2025, the Company carried out a
1. Micro, Small, and
SDG 8 Strengthening the economic pillars by Ramadan bazaar program, participated
Medium Enterprises
increasing economic competitiveness, in INACRAFT 2025 for WIKA's MSME
(MSE) Development
encouraging local product innovation, and partners, and provided Batik Ecoprint and
Program
supporting national economic growth. Aromatherapy training workshops for the
Family Welfare Movement (PKK) community
in Pasir Angin Village, West Java.
Realized funds amounted to Rp570,000,000.
260 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 261
Tabel Kegiatan TJSL dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
CSR Activities and Sustainable Development Goals
Tujuan
Pembangunan
Jenis Kegiatan TJSL Berkelanjutan Penjelasan Capaian
No
Type of CSR Activities Sustainable Explanation Achievement
Development
Goals
Perseroan sebagai Perusahaan konstruksi
mendukung mitra kolaborasi dalam Perseroan telah melaksanakan pelatihan
Program Pelatihan dan peningkatan kompetensi yang berkaitan mitra jasa konstruksi sebanyak 22 peserta,
Sertifikasi Mitra Jasa dengan bisnis utama yang memberikan nilai bekerjasama dengan LSP WIKA
WIKA TPB 8 tambah dan kekuatan Perseroan Dana yang terealisasi sebesar Rp46.200.000
2. Training and As a construction company, the Company The Company conducted training for 22
SDG 8
Certification Program supports collaborative partners in improving construction service partners in collaboration
for WIKA Partners competencies related to its core business, with WIKA's LSP.
which provides added value and strengthens Realized funds amounted to Rp46,200,000.
the Company.
Program bantuan
Sebagai bentuk komitmen dan wujud nyata
renovasi dan Pada tahun 2025, Perseroan telah
Perseroan dalam mendukung pembangunan
sarana prasarana menyalurkan bantuan renovasi sarana
nasional khususnya kepada masyarakat di
masyarakat,yayasan dan prasarana kepada beberapa yayasan
wilayah operasi Perseroan ( DKI Jakarta, Jawa
disabilitas dan rumah disabilitas dan panti sosial serta rumah ibadah.
Tengah dan Jawa Barat)
ibadah TPB 9 Dana yang terealisasi sebesar Rp243.000.000
3. As a manifestation of the Company's
Renovation and SDG 9 In 2025, the Company assisted the renovation
commitment and concrete manifestation
infrastructure of facilities and infrastructure to several
of its support for national development,
assistance program for disability foundations, social institutions, and
particularly for the communities in its
community facilities, places of worship.
operational areas (Jakarta, Central Java, and
disability foundations, Realized funds amounted to Rp243,000,000.
West Java).
and places of worship
PILAR LINGKUNGAN
ENVIRONMENTAL PILLAR
Perseroan telah melaksanakan program
mudik bersama yang ditujukan bagi seluruh
Keluarga besar Perseroan di tahun 2025,
selaras dengan komitmen Pemerintah untuk Pada tahun 2025, Program mudik bersama
bisa mendorong transportasi aman,nyaman Perseroan diikuti oleh 400 dengan dana yang
Program Mudik Bersama dan berkelanjutan di Hari Raya Idul Fitri direalisasikan sebesar Rp389.655.645
Mudik Bersama TPB 11 In 2025, the Company organized a Mudik In 2025, the Company’s Mudik Bersama
1.
( c o l l e c t i v e SDG 11 Bersama (collective homecoming) program (collective homecoming) program was
homecoming) program for the entire extended family of the participated in by 400 participants,
Company, in line with the Government’s with a total realized fund allocation of
commitment to promoting safe, comfortable, Rp389,655,645.
and sustainable transportation during the Eid
al-Fitr holiday period.
Perseroan meningkatkan komitmen dalam
mewujudkan kawasan wisata pesisir yang
bersih dan aman, serta mengedukasi
masyarakat sekitar tentang pengelolaan
Dalam rangka menyelamatkan kelestarian limbah yang baik, melalui pemberian bantuan
pesisir pantai dan mendorong perilaku 2 mesin pengelolaan sampah kepada Bank
pengurangan sampah plastik, Perseroan Sampah Gen Z di Kabupaten Serang.
Program bersama dengan Entitas Anak Perusahaan Dana yang direalisasikan sejumlah
kolaborasi Beach ikut berkontribusi dalam program Beach Rp24.730.275
Cleaning WIKA Group TPB 12 Cleaning di Kabupaten Serang-Banten The company is strengthening its
2.
WIKA Group's Beach SDG 12 In an effort to preserve coastal ecosystems commitment to creating clean and safe
Cleaning collaboration and encourage the reduction of plastic waste, coastal tourism areas and educating the local
program the Company together with its Subsidiaries community about proper waste management
contributed to a beach cleaning program in by donating two waste management
Serang Regency, Banten. machines to the Gen Z Waste Bank in Serang
Regency.
The realized funds amounted to
Rp24,730,275.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 261
Page 262
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tabel Kegiatan TJSL dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
CSR Activities and Sustainable Development Goals
Tujuan
Pembangunan
Jenis Kegiatan TJSL Berkelanjutan Penjelasan Capaian
No
Type of CSR Activities Sustainable Explanation Achievement
Development
Goals
Program penanaman pohon yang
dilaksanakan oleh Perseroan sejalan
dengan Pilar Lingkungan khususnya TPB
Pada tahun 2025, Perseroan mendukung salah 13- Penanganan Perubahan Iklim, dengan
satu program lingkungan dengan penanaman penanaman di berbagai lokasi dengan jumlah
Program Penghijauan pohon di berbagai wilayah operasi Perseroan 6.500 bibit pohon, 220 bibit pohon alpukat
dengan Penanaman yang bertujuan untuk penanganan perubahan produktif, 3500 bibit mangrove.
Pohon di berbagai iklim,rehabilitasi lahan kritis dan penghutanan Dana yang direalisasikan sejumlah
wilayah operasi kembali serta penyerapan CO2. Rp243.693.000,-
Perseroan TPB 13 The tree planting program carried out by the
3. In 2025, the Company supported
Greening Program by SDG 13 Company is aligned with the Environmental
environmental initiatives through tree
Planting Trees in various Pillar, particularly SDG 13 – Climate Action.
planting activities across several of its
operational areas of the The program was conducted across various
operational areas, aimed at addressing
Company locations with the planting of 6,500 tree
climate change, rehabilitating degraded land,
promoting reforestation, and increasing CO2 seedlings, 220 productive avocado tree
absorption. seedlings, and 3,500 mangrove seedlings.
The total realized fund allocation amounted
to Rp243,693,000.
Perseroan pada tahun 2025 bersama 8 BUMN
melaksanakan program TJSL dalam upaya
menjaga kelestarian alam dengan program Program yang digagas oleh BUMN Kolaborator
konservasi terumbu karang di Kabupaten PT Adhi Karya (Persero)Tbk. bersama 7
Banyuwangi-Jawa Timur dengan tujuan untuk BUMN lainnya memberikan manfaat bagi
memperbaiki ekosistem laut,melindungi kelompok nelayan dan masyarakat sekitar di
pesisir dan abrasi, mengurangi emisi karbon, pesisir pantai Desa Bangsring dengan jumlah
Program Pemberdayaan edukasi dan pemberdayaan masyarakat 2500 bibit terumbu karang ditanam di area
Masyarakat kolaborasi dengan mendukung peningkatan ekonomi 200meter persegi.
BUMN untuk konservasi kelompok nelayan di pesisir pantai Desa Dana yang direalisasikan sejumlah
ekosistem laut Bangsring. Rp25.000.000
C o m m u n i t y TPB 14
4. In 2025, the Company, together with eight The program initiated by the collaborating
Empowerment Program SDG 14
State-Owned Enterprises (SOEs), carried out a SOE, PT Adhi Karya (Persero) Tbk., together
in collaboration with CSR program to preserve natural ecosystems with seven other SOEs, provided benefits
SOEs for marine through coral reef conservation initiative to fisher groups and communities along the
ecosystem conservation in Banyuwangi Regency, East Java. This coastal area of Bangsring Village. As part of
program aims to restore marine ecosystems, the program, 2,500 coral seedlings were
protect coastal areas from erosion, reduce planted across an area of 200 square meters.
carbon emissions, and provide education and The total realized fund allocation amounted
community empowerment by supporting the to Rp25,000,000.
economic development of fisher groups in
the coastal area of Bangsring Village.
Program TJSL yang dijalankan oleh Perseroan
di Tahun 20205 untuk mendukung pelestarian
Di tahun 2025, Perseroan telah menjalankan satwa dilindungi dengan tujuan mencegah
program perlindungan satwa langka dengan kepunahan,menjaga ekosistem dan
program pelestarian Elang Jawa berkolaborasi keberlanjutan lingkungan serta meningkatkan
bersama BRIN (Badan Riset dan Inovasi kemitraan dengan stakeholder terkait.
Program Konservasi Nasional) yang berlokasi di Taman Nasional Dana yang terealisasi sebesar Rp30.000.000
Ekosistem Daratan TPB 15 Gunung Halimun- Jawa Barat
5. The Company's 2025 CSR program that
Terrestrial Ecosystem SDG 15 In 2025, the Company also carried out a
supported the conservation of protected
Conservation Program wildlife protection initiative through the
wildlife, with the goal of preventing extinction,
conservation of the Javan Hawk-Eagle in
maintaining ecosystems and environmental
collaboration with BRIN (National Research
sustainability, and enhancing partnerships
and Innovation Agency), located in Gunung
with relevant stakeholders.
Halimun National Park, West Java.
The realized funds amounted to
Rp30,000,000.
PILAR HUKUM & TATA KELOLA
LEGAL AND GOVERNANCE PILLAR
Perseroan meningkatkan tata kelola dalam
evaluasi dan monitoring dari kualitas program
TJSL melalui metode pengukuran SROI
Pengukuran Dampak (Social Return on Investment)-ISO 26000 Program Pengukuran SROI mencapai nilai
SROI TPB 16 pada 4 program keberlanjutan. Rp134.400.000
1. The Company has improved its governance
SROI Impact SDG 16 The SROI measurement program achieved a
Measurement in evaluating and monitoring the quality of its value of Rp134,400,000.
CSR programs through the ISO 26000 Social
Return on Investment (SROI) measurement
method for four sustainability programs.
262 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 263
KOLABORASI WIKA DENGAN STAKEHOLDER DAN WIKA COLLABORATION WITH STAKEHOLDERS
LOCAL HERO AND LOCAL HEROES
Perseroan telah mewujudkan komitmen dan program The Company has demonstrated its commitment through a
nyata dengan fokus utama pada ketahanan pangan dengan concrete initiative focusing on food security by developing
pengembangan komunitas-pemberdayaan masyarakat community empowerment programs (Community
(Community Development) bersama dengan local hero di Development) together with local heroes in Grogol Village,
Desa Grogol- Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta. Program Gunungkidul Regency, Yogyakarta. The Agriculture Food Self-
Agriculture Swasembada Pangan merupakan kolaborasi antara Sufficiency Program represents a collaboration between the
Perseroan dengan Fakultas Teknik Sipil-Universitas Gadjah Company and the Faculty of Civil Engineering at Universitas
Mada (UGM) yang merupakan inisiatif strategis dengan tujuan Gadjah Mada (UGM). This program serves as a strategic
untuk penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kapasitas initiative aimed at strengthening food security and enhancing
ekonomi masyarakat lokal. the economic capacity of local communities.
Tujuan Program Ketahan Pangan Objectives of the Food Security Program
Program Agriculture Swasembada Pangan di Desa Grogol, The Agriculture Food Self-Sufficiency Program in Grogol
Kabupaten Gunungkidul yang dilaksanakan oleh Perseroan Village, Gunungkidul Regency, carried out by the Company as
sebagai wujud dari komitmen Tanggung Jawab Sosial part of its Corporate Social Responsibility (CSR) commitment,
Lingkungan (TJSL) bertujuan untuk: aims to:
1. Menyediakan akses air bersih bagi masyarakat Desa 1. Provide access to clean water for the residents of Grogol
Grogol, Kabupaten Gunungkidul untuk kebutuhan sehari- Village, Gunungkidul Regency, to support daily needs and
hari dan mendukung budidaya tanaman padi dan pangan facilitate rice and food crop cultivation in dryland areas.
di lahan kering
2. Meningkatkan produktivitas pertanian lahan kering dengan 2. Improve the productivity of dryland agriculture through
penerapan teknologi sederhana the application of simple and appropriate technologies.
3. Memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan 3. Strengthen food security and enhance the economic
kapasitas ekonomi masyarakat di Desa Grogol, Kabupaten capacity of communities in Grogol Village, Gunungkidul
Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Regency, Special Region of Yogyakarta.
4. Memberdayakan petani lokal melalui pendampingan teknis 4. Empower local farmers through technical assistance
penerapan praktik pertanian cerdas di lahan in the application of smart agricultural practices in
dryland farming.
Perseroan telah menetapkan Desa Garogol - Gn. Kidul yang The Company has designated Grogol Village, Gunungkidul, as
menjadi Program Pengembangan Komunitas–Pemberdayaan a Community Development program area in collaboration with
Masyarakat (Community Development) bersama dengan Local Heroes and the Village-Owned Enterprise (BUMDes)
Local Hero dan BumDes Kelurahan Garogol, dimana of Grogol Village. One of the main challenges faced by
tantangan terbesar yang dihadapi masyarakat Garogol adalah local people is the limited availability of water resources,
keterbatasan sumber daya air yang berakibat pada risiko gagal which increases the risk of crop failure and restricts the
panen dan keterbatasan masa tanam. planting season.
Proses perencanaan dan pengembangan program ketahanan The planning and development of food security program were
pangan bersama peneliti UGM dan Local Hero melalui carried out in collaboration with UGM researchers and Local
pendekatan kearifan lokal sehingga disesuaikan dengan Heroes through a local wisdom-based approach, ensuring
kebutuhan dan budaya komunitas masyarakat setempat. that the program is aligned with the needs and cultural
Perseroan dan peneliti beserta pendamping ( local hero) characteristics of local people. Through this collaborative
dapat berhasil mengukur dampak dari program pemberdayaan effort, the Company, researchers, and facilitators (local
masyarakat dengan nilai SROI 5,02 yang mana dampak heroes) were able to measure the impact of the community
manfaatnya dapat dirasakan oleh warga Desa Garogol-Gn. development program, achieving a Social Return on
Kidul, dengan besaran outcomes sebagai berikut: Investment (SROI) value of 5.02. The program benefits
have been experienced by the residents of Grogol Village,
Gunungkidul, with outcomes as follows:
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 263
Page 264
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Rp100.000.000 Rp525.410.000 5,02
Nilai Investasi Desember 2024 - Total Nilai Outcome Desember 2024 - Nilai SROI Program
September 2025 September 2025 Program SROI Value
Investment Value December 2024 - Total Outcome Value December 2024 –
September 2025 September 2025
Jumlah Penerima Manfaat:
Number of Beneficiaries:
Pemasangan Sumur Bor
Installation of a Drilled Well
22
Rumah/KK (Masyarakat
7
Pekerja Lokal
BUMDes
Kalurahan Grogol
Village-Owned
Pemerintah Desa
Kalurahan Grogol
V i l l a g e
Desa Grogol) Local Workers
Household (Residents Enterprise Grogol Government
of Grogol Village)
Village Grogol Village
Program Pertanian Cerdas untuk budidaya tanaman padi dan pangan di lahan kering
Smart Agriculture Program for Rice and Food Crop Cultivation on Dryland
20 Warga Lokal
Local Residents 1 Sekolah
School 1 Tim Akademisi
Academic Team
Jumlah dan Jenis Bantuan yang di dapatkan :
Amount and Type of Assistance Received:
Pembangunan Sarana Pendampingan
1 3
Air Bersih (Sumur Bor) Pertanian Lahan Kering
Membran Pertanian
Construction of Agricultural Assistance
Membrane Agriculture
Clean Water Facilities Dryland Farming
(Drilled Wells)
Dan sasaran SDG’s terletak pada SDG’s 4,6,8,9 dan 17 And the SDG's targets lie in SDG's 4, 6, 8, 9 and 17 where
dimana Perseroan dalam merancang program ketahanan the Company in designing this food security program is
pangan ini berkomitmen pada prinsip Prosperity, Planet, committed to the principles of Prosperity, Planet, People,
People,dan Partnership. and Partnership.
264 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 265
PROGRAM PENDANAAN USAHA MIKRO MICRO AND SMALL ENTERPRISE
DAN USAHA KECIL FUNDING PROGRAM
WIKA menyadari pentingnya pelaksanaan program WIKA recognizes the importance of Micro, Small, and
Pendanaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PUMK) Medium Enterprise Funding (PUMK) program as a strategic
sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan step in encouraging people’s economic growth. Through the
ekonomi masyarakat. Melalui Program PUMK, WIKA berupaya PUMK program, WIKA strives to increase the capacity of
meningkatkan kapasitas usaha kecil agar mampu berkembang small businesses to develop into resilient and independent
menjadi tangguh dan mandiri. Komitmen untuk tumbuh dan businesses. This commitment to growing and progressing
berkembang bersama masyarakat mencerminkan kepedulian alongside the community reflects WIKA's concern and social
dan tanggung jawab sosial WIKA dalam membangun responsibility in building shared prosperity. As a State-Owned
kesejahteraan bersama. Sebagai salah satu Badan Usaha Enterprise (SOE), WIKA understands that the Company's
Milik Negara (BUMN), WIKA memahami bahwa keberhasilan operational success is inseparable from the support and active
operasional perusahaan tidak terlepas dari dukungan serta participation of the community.
partisipasi aktif masyarakat.
Melalui pelaksanaan program PUMK, WIKA berkomitmen Through the PUMK program, WIKA is committed to supporting
mendukung para pelaku usaha mikro dan kecil dalam micro and small businesses in facing various challenges
menghadapi berbagai tantangan sekaligus memanfaatkan while capitalizing on existing market opportunities. With
peluang pasar yang ada. Dengan pendekatan yang terpadu an integrated and empowerment-oriented approach, WIKA
dan berorientasi pada pemberdayaan, WIKA tidak hanya not only seeks to create a positive impact on MSMEs but
berupaya menciptakan dampak positif bagi UMKM, tetapi juga also contributes to sustainable economic growth and
berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan improved community welfare. This program is a concrete
dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program ini manifestation of WIKA's vision of building a better quality
menjadi wujud nyata visi WIKA dalam membangun kualitas of life by strengthening local economy.
hidup yang lebih baik melalui penguatan ekonomi lokal.
Program PUMK merupakan inisiatif yang bertujuan untuk The PUMK program is an initiative aimed at increasing the
meningkatkan kapasitas usaha kecil agar mampu berkembang capacity of small businesses to develop into resilient and
menjadi tangguh dan mandiri, melalui pemanfaatan dana independent businesses, through the utilization of funds
yang bersumber dari BUMN dalam bentuk dana bergulir atau sourced from SOEs in the form of revolving funds or business
pinjaman modal usaha serta penyediaan sarana produksi. capital loans, as well as the provision of production facilities.
Pelaku UMKM yang ingin memperoleh dukungan dari program MSMEs wishing to receive support from the Company's micro
pendanaan usaha mikro dan kecil yang diselenggarakan oleh and small business funding program are required to meet the
Perseroan diwajibkan memenuhi sejumlah kriteria berikut: following criteria:
1. dimiliki oleh warga negara Indonesia; 1. owned by Indonesian citizens;
2. belum memenuhi kriteria atau memiliki akses pinjaman 2. not yet meeting the criteria for or having access to loans
kepada lembaga pendanaan atau perbankan; from funding institutions or banks;
3. diutamakan usaha mikro dan usaha kecil dengan jenis 3. priority is given to micro and small businesses with
usaha yang sejalan dengan bidang dan/atau mendukung business types that align with and/or support the business
bisnis BUMN; of SOE;
4. diutamakan usaha mikro dan usaha kecil yang berlokasi 4. priority is given to micro and small businesses located
di wilayah kerja BUMN; within the SOE's operational area;
5. berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau 5. independent, not a subsidiary or branch of a company
cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi owned, controlled, or affiliated, directly or indirectly, with
secara langsung maupun tidak langsung, dengan usaha a medium-sized or large business;
menengah atau usaha besar;
6. berbentuk usaha orang perseorangan dan/atau 6. business owned by an individual and/or a group of
sekelompok orang, badan usaha yang tidak berbadan individuals, an unincorporated business entity, or a legally
hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum; dan incorporated business entity; and
7. m e m p u n y a i p o t e n s i d a n p r o s p e k u s a h a 7. business potential and prospects for development.
untuk dikembangkan.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 265
Page 266
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Bentuk penyaluran dana program PUMK adalah: The distribution of funds under the PUMK program is as follows:
1. Pinjaman modal kerja atau pembelian aset dalam rangka 1. Working capital loans or asset purchases to increase
peningkatan produksi dan penjualan dengan jangka waktu production and sales with a term of 2-3 years.
2-3 tahun.
2. Pinjaman dengan jangka waktu 1 tahun untuk memenuhi 2. A one-year loan to fulfill orders from fostered partners,
pesanan rekanan mitra binaan dengan perjanjian pinjaman under a loan agreement between WIKA, the Fostered
antara WIKA, Mitra Binaan dan Rekanan Mitra Binaan Partner, and their Partners, with conditions determined
dengan kondisi yang ditetapkan oleh WIKA. by WIKA.
Realisasi penyaluran dana program PUMK pada tahun 2025 The actual disbursement of PUMK program funds in 2025
mencapai Rp6.000.000.000,- atau setara dengan 300% dari reached Rp6,000,000,000, or equivalent to 300% of the
total anggaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja total budget stipulated in the 2025 Work Plan and Budget
dan Anggaran (RKA) tahun 2025 sebesar Rp2.000.000.000,-. (RKA) of Rp2,000,000,000.
Selama tahun 2025, penyaluran program PUMK dapat Throughout 2025, the PUMK program disbursements can be
dikategorikan berdasarkan sektor usaha serta wilayah categorized by business sector and distribution area, with
penyaluran, dengan rincian sebagai berikut: the following details:
Penyaluran Program PUMK dan Jumlah Mitra Binaan Berdasarkan Sektor Usaha Tahun 2025
Distribution of PUMK Programs and Number of Fostered Partners by Business Sector in 2025
Realisasi 2025
2025 Realization
Sektor Usaha
Business Sector
Jumlah Mitra Binaan Nilai (Rp)
Number of Fostered Partners Value (Rp)
Perdagangan
34 1.419.000.000,-
Trade
Industri
14 556.000.000,-
Industry
Pertanian
11 407.000.000,-
Agriculture
Jasa
4 124.000.000,-
Services
Perternakan
1 20.000.000,-
Livestock
Perkebunan
1 25.000.000,-
Plantations
Lainya
17 581.000.000,-
Others
Penyaluran Program PUMK dan Jumlah Mitra Binaan Berdasarkan Wilayah Penyaluran Tahun 2025
Distribution of PUMK Programs and Number of Fostered Partners Based on Distribution Areas in 2025
Realisasi 2025
2025 Realization
Wilayah
Area
Jumlah Mitra Binaan Nilai (Rp)
Number of Fostered Partners Value (Rp)
Penyaluran Langsung
0 0
Direct Distribution
Penyaluran melalui BRI
82 3.132.000.000,-
Distribution through BRI
266 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 267
TANGGUNG JAWAB PENGEMBANGAN RESPONSIBILITY FOR THE DEVELOPMENT
PRODUK DAN/ATAU JASA OF SUSTAINABLE PRODUCTS AND/OR
KEBERLANJUTAN SERVICES
INOVASI DAN PENGEMBANGAN PRODUK/JASA INNOVATION AND DEVELOPMENT OF
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN [OJK F.26, IF-EN- SUSTAINABLE CONSTRUCTION PRODUCTS/
410b.1, IF-EN-410b.2, IF-EN-410b.3] SERVICES [OJK F.26, IF-EN-410b.1, IF-EN-410b.2, IF-EN-410b.3]
Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan As part of its commitment to sustainable development,
berkelanjutan, WIKA bersama entitas anak perusahaannya WIKA, together with its subsidiaries, consistently introduces
secara konsisten menghadirkan inovasi yang mendukung innovations that support energy efficiency, carbon emission
efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, serta penguatan reduction, and the strengthening of local industries. Various
industri lokal. Beragam produk, layanan, dan proyek telah products, services, and projects have been designed to
dirancang untuk menjawab tantangan lingkungan global serta address global environmental challenges while promoting
mendorong adopsi teknologi ramah lingkungan di berbagai the adoption of environmentally friendly technologies
sektor. Dari inovasi material konstruksi hingga sistem energi across multiple sectors. From innovations in construction
terbarukan, WIKA Group terus berkontribusi pada pencapaian materials to renewable energy systems, WIKA Group
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia. continues to contribute to the achievement of the Sustainable
Namun demikian, tidak terdapat proyek yang berkaitan Development Goals (SDGs) in Indonesia. Nevertheless, there
dengan hidrokarbon. Berikut ini adalah kontribusi berbagai are no projects related to hydrocarbons. The following outlines
WIKA dan unit usaha WIKA Group dalam mendukung transisi the contributions of WIKA and its business units within WIKA
menuju keberlanjutan: Group in supporting the transition toward sustainability:
Inovasi Digital untuk Efisiensi dan Tata Kelola Digital Innovation for Efficiency and Governance
Sistem eProc (WISE-Wika Integrated Smart e-Proc) kini The eProc system (WISE – WIKA Integrated Smart e-Proc)
telah mengakomodasi seluruh jenis pengadaan, mencakup now accommodates all types of procurement, covering all
semua tipe proyek (JO dan Non-JO), serta kebutuhan Non- project categories (JO and Non-JO) as well as non-project
Proyek. Semua proses, dari perencanaan hingga pelaksanaan, requirements. All processes, from planning to execution,
sepenuhnya terdigitalisasi, menjamin transparansi dan are fully digitized, ensuring transparency and accountability.
akuntabilitas. Inisiatif ini diperkuat dengan Integrasi penuh This initiative is further strengthened through full integration
antara Vendor Management System (VMS) dengan WISE/ between Vendor Management System (VMS) and WISE/
eProc, menciptakan ekosistem pengadaan terpadu. eProc, creating an integrated procurement ecosystem.
Selanjutnya, dalam rangka meningkatkan sinergi dan efisiensi Furthermore, to enhance synergy and efficiency across all
di seluruh entitas grup, WIKA telah menginisiasi adopsi serta group entities, WIKA has initiated the adoption and integration
integrasi sistem WISE dan VMS pada seluruh anak perusahaan of WISE and VMS systems across all subsidiaries within WIKA
dalam WIKA Group. Inisiatif ini merupakan bagian penting Group. This initiative forms an important part of implementing
dari penerapan tata kelola terintegrasi yang bertujuan integrated governance aimed at standardizing business
untuk menyeragamkan proses bisnis serta mengoptimalkan processes and optimizing the shared use of resources.
pemanfaatan sumber daya bersama.
Sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif tersebut, aplikasi To support this initiative, the e-Catalog application, which
e-Catalog yang berfungsi sebagai basis data sumber daya functions as a resource database, has now been optimally
kini telah dimanfaatkan secara optimal oleh anak perusahaan. utilized by subsidiaries. In addition, to strengthen analytical
Selain itu, untuk memperkuat kapabilitas analitik, Perseroan capabilities, the Company has developed additional features
mengembangkan fitur tambahan berupa database vendor in the form of a vendor database that enables comprehensive
yang memungkinkan analisis dan pemetaan profil vendor vendor profile analysis and mapping within a single platform,
secara menyeluruh dalam satu platform, sehingga mendukung thereby supporting faster, more accurate, and data-driven
pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan decision-making.
berbasis data.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 267
Page 268
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Penguatan Aspek ESG dalam Rantai Pasok Strengthening ESG Aspects in the Supply Chain
Perseroan telah mengintegrasikan Kebijakan ESG melalui The Company has integrated ESG Policy requirements
penambahan persyaratan dokumen serta pernyataan through the addition of documentation requirements and ESG
komitmen ESG pada platform registrasi VMS. Langkah ini commitment statements on the VMS registration platform.
bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh mitra vendor This step aims to ensure that all vendor partners understand
memahami dan berkomitmen terhadap penerapan standar and commit to implementing WIKA’s sustainability standards
keberlanjutan WIKA sejak tahap awal pendaftaran. from the initial registration stage.
Penguatan tata kelola juga diwujudkan melalui pelaksanaan Governance strengthening is also demonstrated through
Audit Internal Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) the implementation of Internal Audits of Anti-Bribery
di Divisi SCM, yang mencerminkan komitmen Perseroan Management System (SMAP) within the SCM Division,
terhadap kepatuhan dan integritas dalam proses pengadaan. reflecting the Company’s commitment to compliance and
Sejalan dengan prinsip perbaikan berkelanjutan, Divisi SCM integrity in procurement processes. In line with the principle
telah melakukan pembaruan prosedur SCM sebanyak tiga of continuous improvement, the SCM Division has updated
kali guna menjaga relevansi, kepatuhan terhadap ketentuan, SCM procedures three times to maintain relevance, regulatory
serta efektivitas operasional. compliance, and operational effectiveness.
Selain itu, pelaksanaan evaluasi CQSMS (Contractor & Quality In addition, the implementation of CQSMS (Contractor &
Safety Management System) terus ditingkatkan, dengan Quality Safety Management System) evaluations continues
penekanan pada proses evaluasi registrasi vendor, sehingga to be enhanced, with emphasis on the vendor registration
hanya mitra kerja yang memenuhi standar kualitas dan evaluation process. This ensures that only partners meeting
keselamatan tertinggi yang dapat menjadi bagian dari rantai the highest quality and safety standards become part of
pasok WIKA. WIKA supply chain.
Proyek Infrastruktur Berkelanjutan
Sustainable Infrastructure Projects
Nama Proyek Tujuan Pembangunan Proyek Durasi Proyek Nilai Proyek
Project Name Project Development Objective Owner
Project Duration Project Value
BIDANG INFRASTRUKTUR 1
INFRASTRUCTURE 1 DIVISION
PPK Sanitasi II, Satuan
Kerja Pelaksanaan Cipta
Karya Wilayah II Jakarta
Metropolitan, Balai
Penataan Bangunan,
Prasarana dan Kawasan
Jakarta Metropolitan,
Directorate General of
Paket 1 Sistem Human Settlements,
Untuk meningkatkan kualitas lingkungan Ministry of Public Works
Pembuangan
perairan dan akses sanitasi di DKI Jakarta serta April 2023 - Rp3.232.508.152.940 Directorate General of
Limbah Jakarta
mendukung program NCICD Oktober 2027 (Exclude PPN 11%) Human Settlements,
Jakarta
To improve the quality of aquatic environment April 2023 - Rp3,232,508,152,940 Ministry of Public Works
Sewerage
and access to sanitation in Jakarta and support October 2027 (Excludes 11% VAT) Sanitation PPK II,
System
the NCICD program Jakarta Metropolitan
Package 1
Region II Public Works
Implementation Work
Unit, Jakarta Metropolitan
Building, Infrastructure,
and Area Planning Center,
Directorate General of
Human Settlements,
Ministry of Public Works
Direktorat Jenderal
Sumber Daya Air
• Suplai Air Irigasi : 6.950 Ha ; Potensi 158 ribu SNVT Pembangunan
Ha Bendungan BBWS
• Air Baku (Kab. Ngawi, Blora, Bojonegoro, Bengawan Solo
Bendungan Tuban) : 1,15 m3/det September 2023 - Rp730.023.438.536 PPK Pembangunan
Karangnongko • PLTMH : 1 MWatt Desember 2026 (Incl. PPN) Bendungan II
Karangnongko • Irrigation Water Supply: 6,950 Ha; Potential: September 2023 - Rp730,023,438,536 Directorate General of
Dam 158,000 Ha December 2026 (Incl. VAT) Water Resources
• Raw Water (Ngawi, Blora, Bojonegoro, Tuban
SNVT, Bengawan Solo
Regencies): 1.15 m3/sec
• Micro Hydro Power Plant: 1 MW Dam Development Center
PPK, Dam II Development
268 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 269
Proyek Infrastruktur Berkelanjutan
Sustainable Infrastructure Projects
Nama Proyek Tujuan Pembangunan Proyek Durasi Proyek Nilai Proyek
Project Name Project Development Objective Owner
Project Duration Project Value
• Tersedianya suplai air baku secara kontinyu
untuk kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat (Desember 2017
Wilayah Kota Medan - Desember
• Pengendalian Banjir Kota Medan 2025) akan di
• Untuk menambah suplai listrik sebesar 2.8 MW perpanjang sampai
Bendungan • Mendukung perkembangan Pariwisata di dengan April 2026 Kementerian PU, Direktorat
Lausimeme Kabupaten Deli Serdang (Dalam tahap Jenderal Sumber Daya Air,
Paket 1 Kab. • Kesempatan untuk pengembangan perikanan perizinan MYC di Rop886.819.685.000 Balai Besar Wilayah Sungai
Deli Serdang darat bagi masyarakat dihilir waduk. Kementerian) (Inc. PPn) Sumatera II
(MYC) • Availability of a continuous supply of raw (December 2017 Rup886,819,685,000 Ministry of Public Works,
Lausimeme water for the daily needs of Medan City - December (Inc. VAT) Directorate General of
Dam, Package community 2025) will be
• Flood Control in Medan City Water Resources, Sumatra
1, Deli Serdang extended until April
• To increase the electricity supply by 2.8 MW II River Basin Center
Regency (MYC 2026 (currently
• Support tourism development in Deli Serdang
Regency undergoing MYC
• Opportunities for inland fisheries licensing at the
development for communities downstream Ministry)
of the reservoir.
• Modernisasi struktur saluran irigasi dan
mengalirkan air kembali yang berada pada
sistem jaringan irigasi
• Menghidupkan kembali saluran sekunder Kementerian PU, Balai
Rentang yang sudah lebih dari 20 tahun tidak Besar Wilayah Sungai
berfungsi dan menormalisasi saluran drainase Cimanuk - Cisanggarung,
pembuang SNVT PJPA Cimanuk
Irigasi Rentang • Meningkatkan kapasitas dan kecukupan Cisanggarung, Pejabat
Package LSS- kebutuhan air untuk pertanian sehingga Februari 2023 – Rp501.632.017.756 (Exc. Pembuat Komitmen Irigasi
07 produksi dan hasil pertanian meningkat di Januari 2026 PPN) dan Rawa VI
R e n t a n g daerah Indramayu Ministry of Public Works,
February 2023 – Rp501,632,017,756 (Exc.
• Modernization of irrigation canal structures Cimanuk-Cisanggarung
Irrigation LSS- January 2026 VAT)
and re-channeling of water within the River Basin Center,
07 Package irrigation network system.
SNVT PJPA Cimanuk-
• Reactivation of Rentang secondary canal,
which has been inactive for over 20 years, and Cisanggarung, Irrigation
normalization of drainage channels. and Swamp Commitment
• Increase the capacity and adequacy of water Making Officer VI
needs for agriculture, thereby increasing
agricultural production and yields in
Indramayu area.
Kementrian PU,
Direktorat Sumber Daya
• Reduksi banjir di Kabupaten Karawang dan Air, Balai Besar Wilayah
Bekasi sebesar 59,33% Sungai Citarum, SNVT
• Penyediaan Air baku di Kabupaten Bogor Pembangunan Bendungan
sebesar 0,71 m3/detik II BBWS Citarum, PPK
• Suplai air untuk Irigasi sebesar 2.047 Hektare Bendungan Cijurey II
Agustus 2023 - Rp1.149.248.545.592,- Ministry of Public
Bendungan • Penyediaan listrik PLTMH 2x0,5 MWatt Oktober 2028 (Incl. PPN) Works, Directorate
Cijurey • Reduction of flooding in Karawang and Bekasi
August 2023 - Rp1,149,248,545,592 of Water Resources,
Cijurey Dam Regencies by 59.33%.
• Provision of raw water in Bogor Regency by October 2028 (Incl. VAT) Citarum River Basin
0.71 m3/second. Center, SNVT for Dam
• Water supply for irrigation of 2,047 hectares. II Construction, Citarum
• Provision of electricity from 2 x 0.5 MW River Basin Management
micro-hydro power plants. Agency, Cijurey II Dam
Development Planning
Agency
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 269
Page 270
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Proyek Infrastruktur Berkelanjutan
Sustainable Infrastructure Projects
Nama Proyek Tujuan Pembangunan Proyek Durasi Proyek Nilai Proyek
Project Name Project Development Objective Owner
Project Duration Project Value
BIDANG INFRASTRUKTUR 2 & BANGUNAN
INFRASTRUCTURE 2 & BUILDING DIVISION
Menyediakan pelayanan jaringan perpipaan air
limbah domestik di KIPP IKN. Tujuan dari kegiatan
ini adalah memenuhi Key Performance Indicator
(KPI) pembangunan KIPP IKN yaitu 100% air
limbah akan diolah melalui sistem pengolahan
pada tahun 2035 serta 100% konektivitas digital
dan ICT untuk semua penduduk dan bisnis.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk
melindungi lingkungan dengan menyediakan
sarana dan prasarana pengolahan air limbah
yang dihasilkan dari kegiatan perkotaan di
KIPP sesuai dengan baku mutu air limbah Satker Pelaksanaan
yang berlaku berdasarkan Peraturan Menteri Prasarana Permukiman
Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.68/2016 Wilayah Ii Kaltim, Dirjen
15 November 2023 Cipta Karya, Kementerian
Jaringan IPAL 1 dan sasaran yang ditetapkan terkait visi IKN dan - 17 November Rp435.459.441.000
visi pengembangan KIPP-IKN. Pekerjaan Umum
& 3 KIPP IKN 2025 (Include PPN 11%)
Providing domestic wastewater piping network Settlement Infrastructure
IPAL 1 & 3 KIPP November 15, Rp435,459,441,000
services in KIPP IKN. The purpose of this activity Implementation Work Unit,
IKN Network 2023 - November (Includes 11% VAT)
is to fulfill the Key Performance Indicator (KPI) Region II, East Kalimantan,
17, 2025
for the development of KIPP IKN, namely 100% Directorate General of
of wastewater will be processed through a Human Settlements,
treatment system by 2035 and 100% digital Ministry of Public Works
and ICT connectivity for all residents and
businesses. In addition, this activity also aims to
protect the environment by providing facilities
and infrastructure for processing wastewater
generated from urban activities in KIPP in
accordance with applicable wastewater quality
standards based on the Regulation of the
Minister of Environment and Forestry No. P.68
/ 2016 and the targets set regarding IKN vision
and KIPP-IKN development vision.
• Menjamin ketersediaan air minum yang andal
untuk IKN, khususnya Kawasan Inti Pusat
Pemerintahan (KIPP), melalui pengaliran air
minum dari IPA Sepaku Semoi ke IPA Sepaku
sebagai satu sistem SPAM yang terintegrasi.
• Memenuhi kebutuhan air minum sesuai kriteria
4K (Kualitas, Kuantitas, Kontinuitas, dan
Keterjangkauan) guna mendukung aktivitas
penduduk dan fungsi pemerintahan di KIPP IKN.
• Meningkatkan keandalan sistem penyediaan air
minum, dengan menyediakan suplai (backup)
dari IPA Sepaku Semoi untuk melapisi kapasitas
IPA Sepaku, sehingga pelayanan air tetap
terjaga saat kondisi darurat atau pemeliharaan.
• Mendukung target pembangunan IKN Pelaksanaan Prasarana
berkelanjutan, dengan sistem air minum Permukiman Wilayah II
terintegrasi yang memperhatikan aspek sosial, Kalimantan Timur, Dirjen
Jaringan ekonomi, dan lingkungan sesuai KPI IKN menuju Cipta Karya, Kementerian
Interkoneksi tahun 2045. 25 Juli 2024 - 31 Rp445.470.972.000 Pekerjaan Umum
IPA Sepaku • Ensure reliable drinking water availability for Desember 2025 (Incd. PPN) Implementation of
IPA Sepaku IKN, particularly the Core Government Center Settlement Infrastructure
July 25, 2024 - Rp445,470,972,000
Area (KIPP), by channeling drinking water from for Region II, East
Interconnection December 31, 2025 (Inc. VAT)
Sepaku Semoi Water Treatment Plant (TPA) to
Network Kalimantan, Directorate
Sepaku Water Treatment Plant (TPA) as part of
an integrated SPAM system. General of Human
• Meet drinking water needs according to the Settlements, Ministry of
4K criteria (Quality, Quantity, Continuity, and Public Works
Affordability) to support resident activities and
government functions in IKN KIPP.
• Improve the reliability of drinking water
supply system by providing a backup supply
from Sepaku Semoi Water Treatment Plant
to supplement the capacity of Sepaku
Water Treatment Plant, ensuring water
service is maintained during emergencies or
maintenance.
• Supporting the sustainable development target
of the new capital city (IKN), with an integrated
drinking water system that considers social,
economic, and environmental aspects in
accordance with IKN's KPI towards 2045.
270 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 271
Proyek Infrastruktur Berkelanjutan
Sustainable Infrastructure Projects
Nama Proyek Tujuan Pembangunan Proyek Durasi Proyek Nilai Proyek
Project Name Project Development Objective Owner
Project Duration Project Value
Pengendalian banjir Sungai Jenelata, mengairi D.I
Bili-bili, Bissua, dan Kampili, penyediaan air baku
untuk Kota Makassar dan kebutuhan industri
Takalar, potensi pembangkit listrik tenaga air
7 MW dan pengembangan daerah pariwisata,
maka Manfaat yang bisa diharapkan adalah:
• Menaikan cadangan air 223.6 juta m3
• Peningkatan luas tanam menjadi 26.773 ha,
meliputi D.I Bili-bili (2.400 Ha), D.I Bissua
(13.916 Ha), dan D.I Kampili (10.457 Ha)
• Peningkatan penyediaan air baku kota
Makassar dan Takalar sebesar 6,05 m3 per detik BBWS Pompengan
• Peningkatan intensitas tanam dari 100% Jeneberang, Dirjen SDA
Pembangunan menjadi 300% (padi - padi – palawija). Kementerian Pekerjaan
• Peningkatan taraf hidup masyarakat. 16 Oktober 2023 - Umum
Bendungan
Flood control of Jenelata River, irrigation of 17 Juni 2028 Rp4.151.961.418.652 BBWS Pompengan
Jenelata
Bili-bili, Bissua, and Kampili Special Regions, October 16, 2023 - Rp4,151,961,418,652 Jeneberang, Director
Jenelata Dam
provision of raw water for Makassar City and June 17, 2028 General of Water
Construction
Takalar's industrial needs, potential for a 7 MW Resources, Ministry of
hydroelectric power plant, and development of Public Works
tourism areas. The expected benefits are:
• Increased water reserves by 223.6 million m3
• Increased planted area to 26,773 ha, including
Bili-bili Special Region (2,400 ha), Bissua
Special Region (13,916 ha), and Kampili
Special Region (10,457 ha).
• Increased raw water supply for the cities of
Makassar and Takalar by 6.05 m3 per second.
• Increased cropping intensity from 100% to
300% (rice, rice, and secondary crops).
• Improved community living standards.
Pembangunan
Satuan Kerja Pelaksanaan
Jalan Tol
Pembangunan IKN 2,
IKN Seksi • Mendukung dan meningkatkan konektivitas Balai Besar Pelaksanaan
1B Segmen wilayah Kalimantan Timur. Khususnya dari dan Jalan Nasional Kalimantan
B a n d a r a menuju Kawasan Ibu Kota Negara Nusantara. Timur, Dirjen Bina Marga,
Sepinggan - Tol • Menghubungkan Bandara Sepinggan 01 November 2024 Rp3.748.844.064.000,- Kementerian PUPR
Balsam Balikpapan Timur dengan ruas jalan Tol – 26 Maret 2026 (Inc. PPN 11%) IKN 2 Development
Construction menuju Ibu Kota Negara Nusantara.
November 1, 2024 Rp3,748,844,064,000 Implementation Work Unit,
of IKN Toll • Support and improve connectivity in East
– March 26, 2026 (Inc. 11% VAT) East Kalimantan National
Road Section Kalimantan, particularly to and from the
Road Implementation
1B, Sepinggan Indonesian Capital Region.
• Connect Sepinggan Airport in East Balikpapan Center, Directorate
A i r p o r t
with the toll road to the Indonesian Capital. General of Highways,
Segment -
Ministry of Public Works
Balsam Toll
and Public Housing
Road
• Suplai Air Baku 700 liter/detik untuk 403.200
orang (±100.800 KK), untuk suplai Kabupaten
Kupang, khususnya Kecamatan Kupang
Tengah (47% kebutuhan terpenuhi, yaitu
untuk Desa Mata Air, Noelbaki, Oebelo, Penfui
Timur, Tanah Merah dan Tarus), untuk suplai
Kota Kupang (31% kebutuhan terpenuhi)
• Irigasi Premium ±652 Ha (1 Tahun : 3 kali panen)
• Pengendalian Banjir 125,21 m3/detik, persentase Kementerian Pekerjaan
reduksi 32,22% di kota dan Kab. Kupang Umum Direktorat Jenderal
• Sebagai PLTMH dengan potensi listrik 0,125 Sumber Daya Air, Balai
Mw dan debit PLTMH 0,40 M3/detik untuk Besar Wilayah Sungai
Pembangunan Kota dan Kab. Kupang Nusa Tenggara Ii, Snvt
15 Januari 2019 - 31 Rp1.061.071.520.000,00 Pembangunan Bendungan I
Bendungan • Raw water supply of 700 liters/second for Desember 2026 (inc. PPN) Ministry of Public Works,
Manikin 403,200 people (approximately 100,800
January 15, 2019 - Rp1,061,071,520,000.00 Directorate General of
Construction of households), to supply Kupang Regency,
particularly Kupang Tengah District (47% of December 31, 2026 (inc. VAT) Water Resources, Nusa
Manikin Dam
the need met, namely for the villages of Mata Tenggara II River Basin
Air, Noelbaki, Oebelo, Penfui Timur, Tanah Center, Dam Construction
Merah, and Tarus), and to supply Kupang City SNVT I
(31% of the need met).
• Premium irrigation covering approximately
652 hectares (1 year: 3 harvests).
• Flood control of 125.21 m3/second, with a 32.22%
reduction in the city and Kupang Regency.
• As a micro-hydro power plant with an
electricity potential of 0.125 MW and a micro-
hydro power plant discharge of 0.40 M3/
second for Kupang City and Regency
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 271
Page 272
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Proyek Infrastruktur Berkelanjutan
Sustainable Infrastructure Projects
Nama Proyek Tujuan Pembangunan Proyek Durasi Proyek Nilai Proyek
Project Name Project Development Objective Owner
Project Duration Project Value
• Mendukung dan Meningkatkan pelayanan
kesehatan Ibu dan Anak RS Persahabatan
• Pembangunan bertujuan untuk Sustainable
Development Goals (SDGs) 2030 untuk
menurunkan rasio kematian ibu (AKI)
menjadi kurang dari 70 per 100 ribu
kelahiran, mengakhiri kematian yang dapat 30 November
RS 2024 - 22 Juli 2024
Persahabatan dicegah pada bayi baru lahir dan balita. Rp449.873.290.579 Kementerian Kesehatan
• Supporting and improving maternal and November 30,
Pe r s a h a b a t a n Rp449,873,290,579 Ministry of Health
child health services at Persahabatan 2024 - July 22,
Hopsital Hospital 2024
• Development aims to achieve the 2030
Sustainable Development Goals (SDGs) to
reduce the maternal mortality ratio (MMR)
to less than 70 per 100,000 live births and
end preventable deaths in newborns and
toddlers.
DIVISI EPCC
EPCC DIVISION
• Sebagai alternatif untuk mengurangi
volume sampah ke TPA
• Mendukung ekonomi sirkular dengan
mengolah sampah menjadi sumber daya
bernilai tambah
• Meningkatkan sistem pengelolaan sampah Dinas Lingkungan Hidup
di Provinsi Jakarta Prov. DKI Jakarta, Unit
Pabrik RDF • Mendukung kebijakan nasional dan daerah, Maret 2024 - Rp1.284.554.975.462 Pengelolaan sampah
Rorotan yaitu pengurangan sampah, net zero November 2025 (Include PPN) Terpadu
emission, serta kebijakan Waste to Energi. Jakarta Provincial
RDF Plant March 2024 - Rp1,284,554,975,462
• s an alternative to reducing the volume of
Rorotan November 2025 (Including VAT) Environmental Agency,
waste going to landfills
• Supporting a circular economy by processing Integrated Waste
waste into value-added resources Management Unit
• Improving the waste management system
in Jakarta Province
• Supporting national and regional policies,
namely waste reduction, net zero emissions,
and Waste to Energy policies.
272 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 273
Departemen Strategic Project Management Strategic Project Management Department
Departemen Strategic Project Manajemen sebagai salah satu Strategic Project Management Department, as one of
pusat inovasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk melalui program the innovation centers of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk,
kerja tahunan yang dilaksanakan turut berpartisipasi dalam contributes to supporting the implementation of Environment,
mendukung implementasi bisnis berbasis Environment, Social Social, and Governance (ESG)-based business practices within
dan Governance dilingkungan perseroan. Terdapat dua program the Company through its annual work programs. Two work
kerja yang berkontribusi pada upaya-upaya Implementasi ESG, programs contribute to ESG implementation efforts, namely
yaitu Implementasi platform Manpower Monitoring Centre Manpower Monitoring Centre platform and Optimization
dan Implementasi platform Optimization Technology. Technology platform.
Tujuan utama platform Manpower Monitoring Centre atau The primary objective of the Manpower Monitoring Centre
MMC yaitu sebagai sarana untuk mengelola tenaga kerja (MMC) platform is to manage workforce activities through
melalui absensi dan logging jam kerja harian. Namun, konsep attendance tracking and daily working-hour logging. However,
sederhana tersebut memiliki implikasi tambahkan yang this simple concept carries additional implications that
berkontribusi terhadap upaya Implementasi ESG perseroan, contribute to the Company’s ESG implementation efforts,
yaitu fatigue management serta logging pemakaian energi namely fatigue management and logging of energy and
dan air. water usage.
Fitur fatigue management pada platform MMC bermanfaat The fatigue management feature on MMC platform helps
untuk menjaga jam kerja pekerja agar sesuai dengan peraturan ensure that workers’ working hours comply with applicable
yang berlaku sehingga pekerja memiliki waktu istirahat yang regulations so that workers have adequate rest time. Proper
cukup. Pengelolaan jam kerja dan waktu istirahat yang cukup management of working hours and sufficient rest time is
sangat penting dalam menjaga produktivitas dan keselamatan essential to maintaining worker productivity and safety. The
pekerja. Adanya fitur fatigue management ini juga dapat fatigue management feature can also serve as a tool to prevent
menjadi alat yang dapat mencegah terjadinya praktik labor exploitation practices caused by excessive working hours.
ekploitasi tenaga kerja dengan jam kerja yang berlebihan. In addition to fatigue management, the platform also includes
Selain adanya fitur fatigue management, terdapat pula fitur features for logging energy and water usage. These features
logging pemakaian energi dan air. Adapun fitur tersebut are calculated using a mathematical approach based on the
dihitung dengan pendekatan matematis dari jumlah pekerja number of workers present each day relative to the standard
yang bekerja tiap harinya terhadap standar pemakaian air dan per capita consumption of water and electricity.
listrik per kapita.
Program kerja kedua yang berkontribusi terhadap upaya The second work program contributing to the Company’s ESG
Implementasi ESG Perseroan adalah Optimization Technology implementation efforts is Optimization Technology, known as
atau yang dikenal sebagai OPIT. Platform OPIT merupakan OPIT. The OPIT platform assists engineers in optimizing cutting
platform yang membantu engineer untuk melakukan optimisasi patterns for one-dimensional materials such as reinforcing
pola potong benda satu dimensi seperti reinforce bar (rebar) bars (rebar) or pipes. Rebar or pipes are generally available
atau pipa. Rebar atau pipa umumnya tersedia dengan panjang in standard lengths from manufacturers and are then cut or
standar dari pabrikan. Rebar atau pipa tersebut kemudian akan connected according to design requirements.
dipotong atau disambung sesuai dengan desain.
Secara praktis, terdapat ribuan kombinasi jumlah potong In practice, there can be thousands of cutting pattern
pada proyek yang sangat sulit dilakukan secara optimal combinations within a project, which are extremely difficult
tanpa bantuan program komputer. Kehadiran platform to optimize without the assistance of computer programs.
inilah yang membantu engineer untuk menyusun kombinasi The OPIT platform helps engineers determine optimal cutting
pola potong optimal benda satu dimensi sehingga proyek pattern combinations for one-dimensional materials so that
dapat meminimalisir timbulnya limbah potong yang tidak projects can minimize inefficient cutting waste. Reducing
efisien. Minimnya limba potong tidak hanya berimplikasi pada cutting waste not only lowers the volume of construction
penurunan jumlah limbah konstruksi, namun juga menurunkan waste but also decreases the procurement of rebar and
jumlah pengadaan rebar dan pipa yang merupakan salah satu pipes, which are among the products with relatively high
produk yang memiliki jejak karbon yang tinggi. carbon footprints.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 273
Page 274
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Inovasi Material dan Proses Produksi Berkelanjutan Innovation in Sustainable Materials and Production
di WIKA Beton Processes at WIKA Beton
WIKA Beton secara konsisten mendukung prinsip WIKA Beton consistently supports the principles of
pembangunan berkelanjutan melalui berbagai inovasi dalam sustainable development through various innovations
material, proses, produk, operasional, dan pengembangan in materials, processes, products, operations, and
teknologi. Dalam aspek material, WIKA Beton memanfaatkan technological development. In terms of materials, WIKA
bahan alternatif seperti fly ash, GGBFS (Ground Granulated Beton utilizes alternative materials such as fly ash, GGBFS
Blast Furnace Slag), abu batu, dan silica fume. Material-material (Ground Granulated Blast Furnace Slag), stone dust, and
tersebut mampu mengurangi penggunaan semen dalam silica fume. These materials help reduce the use of cement
campuran beton dengan memanfaatkan limbah industri, in concrete mixtures by utilizing industrial by-products,
sehingga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan thereby contributing to reduced carbon emissions and waste
limbah yang dihasilkan. Pemanfaatan bahan ini juga sejalan generation. The use of these materials also aligns with the
dengan strategi ekonomi sirkular yang bertujuan untuk circular economy strategy aimed at maximizing the value of
memaksimalkan nilai dari sumber daya yang ada. available resources.
Pada proses produksi, WIKA Beton menerapkan metode In the production process, WIKA Beton applies methods
yang mendukung efisiensi energi dan pengurangan limbah, that support energy efficiency and waste reduction, such
seperti curing produk tanpa menggunakan steam dan as curing products without using steam and implementing
implementasi konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Selain itu, the 3R concept (Reduce, Reuse, Recycle). In addition, WIKA
sistem operasional WIKA Beton dilengkapi dengan teknologi Beton’s operational system is equipped with dust filtration
filtrasi debu seperti dust collector untuk menjaga kebersihan technology such as dust collectors to maintain air quality
udara di lingkungan kerja. Pengelolaan Instalasi Pengolahan within the working environment. Wastewater Treatment Plant
Air Limbah (IPAL) juga dilakukan secara terpadu sesuai (WWTP) management is also carried out in an integrated
dokumen UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup manner in accordance with the UKL-UPL (Environmental
dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup), yang merupakan Management Efforts and Environmental Monitoring Efforts)
kewajiban bagi perusahaan untuk memantau dan mengelola documents, which are mandatory for companies to monitor
dampak lingkungan dari kegiatan produksinya. Pengelolaan and manage the environmental impacts of their production
limbah cair dilakukan untuk memastikan bahwa limbah yang activities. Wastewater management ensures that generated
dihasilkan tidak mencemari lingkungan, sekaligus memenuhi waste does not pollute the environment while complying
standar lingkungan yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, with government environmental standards. Furthermore, the
pemasangan solar cell pada fasilitas produksi menunjukkan installation of solar cells at production facilities demonstrates
langkah proaktif WIKA Beton dalam mengintegrasikan sumber WIKA Beton’s proactive efforts to integrate renewable energy
energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada sources in order to reduce dependence on fossil energy.
energi fosil.
WIKA Beton juga menghadirkan berbagai produk inovatif WIKA Beton also offers a range of innovative products that
yang mendukung infrastruktur berkelanjutan. Produk seperti support sustainable infrastructure. Products such as Sumur
Sumur Resapan, Aquapond, Sabodam Modular, U-Ditch, dan Resapan, Aquapond, Sabodam Modular, U-Ditch, and Box
Box Culvert yang dirancang untuk mendukung pengendalian Culvert are designed to support flood control and wastewater
banjir dan manajemen air limbah. Selain itu, pengembangan management. In addition, the development of Self-
Self-Compacting Concrete (SCC) dan beton porous menjadi Compacting Concrete (SCC) and porous concrete provides
solusi praktis yang mendukung kelestarian lingkungan. practical solutions that support environmental sustainability.
Sebagai bagian dari inovasi produk berkelanjutan, WIKA As part of sustainable product innovation, WIKA Beton
Beton menggunakan jenis semen ramah lingkungan yang uses environmentally friendly cement that supports carbon
mendukung pengurangan emisi karbon. Semen Portland emission reduction. Portland Composite Cement (PCC – SNI
Komposit (PCC - SNI 7064:2014), yang digunakan untuk beton 7064:2014), which is used for general concrete applications
umum seperti jalan dan drainase, menghasilkan emisi karbon such as roads and drainage, produces carbon emissions of
274 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 275
573 kg/ton atau lebih rendah 209 kg/ton dibandingkan OPC 573 kg/ton or 209 kg/ton lower than OPC (Ordinary Portland
(Ordinary Portland Cement) tipe I. Keunggulan produk-produk Cement) Type I. The advantages of WIKA Beton’s products
WIKA Beton diperkuat dengan tingkat TKDN yang tinggi, are further strengthened by a high Domestic Component
berkisar dari 89,98% hingga 96,99%, yang mencerminkan Level (TKDN), ranging from 89.98% to 96.99%, reflecting the
optimalisasi penggunaan bahan baku lokal, mengurangi optimization of local raw materials, reducing dependence on
ketergantungan pada material impor, serta mendukung imported materials, and supporting the strengthening of the
penguatan ekonomi nasional. national economy.
Dalam aspek pengembangan, WIKA Beton berfokus pada In terms of development, WIKA Beton focuses on innovations
inovasi material baru seperti Beton Geopolimer, yang in new materials such as Geopolymer Concrete, which uses
menggunakan bahan pengikat alternatif dari limbah industri alternative binding materials derived from industrial by-
seperti fly ash dan slag. Beton ini memiliki potensi besar dalam products such as fly ash and slag. This type of concrete has
mengurangi emisi karbon dibandingkan beton konvensional. significant potential to reduce carbon emissions compared
to conventional concrete.
Sebagai wujud nyata komitmen keberlanjutan, di tahun As a tangible manifestation of its sustainability commitment,
2024, WIKA Beton menjadi produsen beton pertama di in 2024 WIKA Beton became the first concrete producer in
Indonesia yang memperoleh Sertifikat Environmental Product Indonesia to obtain an Environmental Product Declaration
Declaration (EPD) untuk produk unggulannya PC Spun Pile (EPD) certificate for its flagship product PC Spun Pile (Piles).
(Tiang Pancang). EPD adalah deklarasi yang mengungkap The EPD is a declaration that discloses the environmental
dampak lingkungan produk berdasarkan analisis daur hidup impact of a product based on Life Cycle Assessment (LCA)
(Life Cycle Assessment/LCA), sesuai standar internasional analysis, in accordance with international standards ISO 14025
ISO 14025 dan ISO 14040. and ISO 14040.
Melalui sertifikasi EPD ini, WIKA Beton mampu mengungkapkan Through this EPD certification, WIKA Beton is able to
jejak karbon dan potensi pemanasan global produk Tiang transparently disclose the carbon footprint and global warming
Pancang secara transparan kepada publik. WIKA Beton terus potential of its Piling products to the public. WIKA Beton
melakukan perbaikan demi memperkuat langkah kami menuju continues to make improvements to strengthen its path
net zero emission. Sejauh ini, perbaikan yang dilakukan telah towards net-zero emissions. To date, these improvements
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 275
Page 276
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
berkontribusi pada reduksi emisi karbon hingga mencapai have contributed to a 26.4% reduction in carbon emissions.
26,4%. Langkah ini memberikan kepercayaan lebih kepada This step provides greater confidence to customers
pelanggan yang mengedepankan produk ramah lingkungan who prioritize environmentally friendly products in their
dalam proyek konstruksi mereka. construction projects.
Selain EPD, WIKA Beton juga berhasil meraih Sertifikat In addition to the EPD, WIKA Beton has also successfully
Greenship Solution Endorsement (GSE) dengan predikat achieved the Greenship Solution Endorsement (GSE)
Platinum, yang menegaskan posisi perusahaan sebagai Certificate with Platinum status, confirming the company's
pelopor dalam penyediaan produk beton ramah lingkungan di position as a pioneer in providing environmentally friendly
Indonesi. Di tahun 2024, WIKA Beton Memperoleh pendapatan concrete products in Indonesia. In 2024, WIKA Beton
produk yang tersertifikasi EPD dan green product mencapai generated revenue from EPD-certified and green products
Rp881,86 miliar atau 15,35% dari total pendapatan penjualan reaching Rp881.86 billion, or 15.35% of the Company's total
produk Perseroan. product sales revenue.
Melalui pendekatan yang komprehensif, mulai dari pengelolaan Through a comprehensive approach, from material
material, efisiensi proses produksi, inovasi produk, hingga management and production process efficiency to product
pengembangan teknologi baru, WIKA Beton secara aktif innovation and new technology development, WIKA Beton
mendukung target pembangunan berkelanjutan di tingkat actively supports national sustainable development targets.
nasional. Dengan inovasi ini, WIKA Beton memperkuat posisi With this innovation, WIKA Beton strengthens its position
sebagai pelopor dalam solusi konstruksi berbasis keberlanjutan. as a pioneer in sustainability-based construction solutions.
Sejalan dengan visi kami “untuk menjadi perusahaan global In line with our vision of "to become a trusted and sustainable
yang terpercaya dan berkelanjutan yang menyediakan solusi global company providing solutions in the concrete industry,"
di industri beton,” WIKA Beton terus mengintegrasikan WIKA Beton continues to integrate technological innovation
inovasi teknologi dengan tanggung jawab lingkungan. with environmental responsibility. Through this program,
Melalui program ini, WIKA Beton berkontribusi pada inisiatif WIKA Beton contributes to national initiatives focused on
nasional yang berfokus pada: pemulihan ekosistem pesisir restoring Indonesia's coastal ecosystems, supporting marine
Indonesia, mendukung konservasi laut dan terumbu karang, and coral reef conservation, and supporting the sustainability
dan mendukung keberlanjutan lingkungan darat. WIKA Beton of terrestrial environments. WIKA Beton is committed to
berkomitmen untuk mengembangkan produk yang berdampak developing products that have a positive environmental
positif terhadap lingkungan. Melalui solusi inovatifnya, seperti impact. Through its innovative solutions, such as Reef Cube
produk Reef Cube (Kubus Terumbu Karang Beton Berongga) (Hollow Concrete Coral Reef Cube) for marine ecosystem
untuk restorasi ekosistem laut untuk meminimalkan gangguan restoration, it minimizes ecological disruption while supporting
ekologis sekaligus mendukung keanekaragaman hayati biodiversity and conservation efforts. This strategy reflects
dan upaya konservasi. Strategi ini mencerminkan dedikasi the company's dedication to sustainability and its role in
perusahaan terhadap keberlanjutan dan perannya dalam contributing to a healthier planet.
berkontribusi pada planet yang lebih sehat.
276 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 277
Sebagai wujud nyata komitmen kami terhadap konservasi laut, As a concrete manifestation of our commitment to marine
WIKA Beton memproduksi dan mendistribusikan produk Reef conservation, WIKA Beton produces and distributes Reef
Cube (Kubus Terumbu Karang Beton Berongga) di Gili Meno, Cubes (Hollow Concrete Coral Reef Cubes) in Gili Meno,
Lombok Utara. Inovasi ini berfungsi sebagai terumbu buatan North Lombok. This innovation functions as an artificial reef
yang menyediakan tempat berlindung bagi ikan, mendukung that provides shelter for fish, supports coral growth, and
pertumbuhan karang, dan meningkatkan keanekaragaman enhances marine biodiversity. This solution, successfully
hayati laut. Solusi ini, yang berhasil diimplementasikan di Gili implemented in Gili Meno, is part of WIKA Beton's
Meno, merupakan bagian dari komitmen WIKA Beton terhadap commitment to environmental sustainability through
keberlanjutan lingkungan melalui konstruksi ramah lingkungan. eco-friendly construction.
Selain itu, langkah nyata dalam mendukung Program Strategis Apart from that, as a concrete step in supporting the 3 Million
Nasional 3 Juta Rumah, WIKA Beton memperkenalkan produk Homes National Strategic Program, WIKA Beton introduced its
inovatif terbaru dalam industri konstruksi perumahan Indonesia latest innovative product in Indonesian housing construction
melalui peluncuran WIKA Beton Home (W-HOME). Produk industry through the launch of WIKA Beton Home (W-HOME).
ini dirancang untuk memberikan solusi perumahan yang This product is designed to provide an economical, efficient,
ekonomis, efisien, dan ramah pengguna dalam mendukung and user-friendly housing solution to support the national
program pembangunan nasional. development program.
WHOME merupakan sistem rumah pracetak sederhana WHOME is a simple earthquake-resistant prefabricated
tahan gempa yang dikembangkan menggunakan teknologi housing system developed using modular precast concrete
beton pracetak modular. Desain rumah tipe 36 ini dilengkapi technology. The Type 36 house design includes a living
dengan ruang tamu, dua kamar tidur, kamar mandi, dan dapur room, two bedrooms, a bathroom, and a kitchen, meeting
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 277
Page 278
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
yang memenuhi standar rumah layak huni dengan tampilan the standards of livable housing while featuring an attractive
arsitektur modern yang menarik. WHOME dikembangkan oleh modern architectural design. WHOME was developed by PT
PT Wijaya Karya Beton Tbk melalui Divisi Business & Research Wijaya Karya Beton Tbk through the Business & Research
Development sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk Development Division as part of the Company’s commitment
mendukung Program Strategis Nasional (PSN) pembangunan to supporting the National Strategic Program (PSN) for the
3 juta rumah. Proses pengembangan melibatkan uji siklik construction of 3 million houses. The development process
struktur yang dilakukan di Laboratorium Balai Besar Struktur involved cyclic structural testing conducted at the Laboratory
Bangunan dan Geoteknik (BBSBG) Kementerian Pekerjaan of Center for Building Structures and Geotechnics (BBSBG)
Umum di Bandung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa of the Ministry of Public Works in Bandung. The test results
sistem struktur WHOME dapat diterapkan untuk bangunan indicate that WHOME structural system can be applied to
rumah sederhana dengan Kategori Desain Seismik (KDS) D di simple residential buildings with Seismic Design Category
wilayah yang memiliki nilai SDS ≤ 0,710g, meliputi 21 wilayah (SDC) D in areas with SDS values ≤ 0.710g, covering 21 regions
Indonesia seperti Merauke, Palangka Raya, Tanjungpinang, in Indonesia such as Merauke, Palangka Raya, Tanjungpinang,
Banjarbaru, Samarinda, Pangkalpinang, Pontianak, Makassar, Banjarbaru, Samarinda, Pangkalpinang, Pontianak, Makassar,
Palembang, Tanjung Selor, dan kota-kota besar lainnya. Palembang, Tanjung Selor, and other major cities.
Keunggulan utama WHOME terletak pada sistem konstruksi The main advantage of WHOME lies in its modular construction
modular yang memungkinkan pemasangan komponen system, which allows the installation of precast components
pracetak menggunakan tenaga manusia tanpa memerlukan alat using manual labor without requiring heavy equipment. The
berat. Proses pemasangan struktur pracetak dapat diselesaikan installation process for the precast structural system can be
dalam waktu 2 hari. Rumah contoh WHOME tipe 36 telah completed within two days. A WHOME Type 36 prototype
dibangun di Pabrik Precast Bogor (PPB Bogor) pada tanggal 10- house was constructed at Bogor Precast Plant (PPB Bogor)
29 Juni 2025 sebagai showcase untuk memperlihatkan kualitas from June 10 to June 29, 2025, serving as a showcase to
dan kemudahan instalasi sistem kepada calon pengguna demonstrate the system’s quality and ease of installation to
dan mitra bisnis. WHOME diperkenalkan melalui sosialisasi potential users and business partners. WHOME was officially
pengembangan produk yang dilaksanakan pada tanggal introduced through a product development socialization
11 Juli 2025 di Jakarta. Perlindungan kekayaan intelektual event held on July 11, 2025, in Jakarta. The intellectual
WHOME telah didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan property protection for WHOME has been registered with
Intelektual dengan nomor paten P00202506104 dengan the Directorate General of Intellectual Property under patent
judul “Rumah dengan Konstruksi Beton Pracetak dan Proses number P00202506104, titled “House with Precast Concrete
Pembangunannya”. Construction and Its Construction Process.”
Desain WHOME mengacu pada standar nasional Indonesia, WHOME design refers to Indonesian National Standards,
meliputi SNI 1727-2020 untuk beban minimum, SNI 1726:2019 including SNI 1727-2020 for minimum loads, SNI 1726:2019
untuk ketahanan gempa, SNI 2847-2019 untuk persyaratan for seismic resistance, SNI 2847-2019 for structural concrete
beton struktural, dan SNI 7833:2012 untuk perancangan requirements, and SNI 7833:2012 for precast concrete design.
beton pracetak.
Komitmen untuk Masa Depan Perumahan Indonesia. WHOME Commitment to the Future of Housing in Indonesia. WHOME
menawarkan keunggulan kompetitif yang signifikan, yaitu offers significant competitive advantages, including an
struktur rumah tahan gempa, mudah dan cepat dalam earthquake-resistant structure, ease and speed of installation,
instalasi, serta mutu produk yang terjamin sesuai standar and assured product quality in accordance with national
nasional. Sistem ini dirancang khusus untuk mendukung standards. This system is specifically designed to support
program pemerintah dalam penyediaan rumah layak huni the government’s program to provide livable housing while
sekaligus memberikan alternatif konstruksi yang modern offering a modern and sustainable construction alternative.
dan berkelanjutan.
278 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 279
Sistem Konstruksi Modular di WIKA Gedung Modular Construction System at WIKA Gedung
WIKA Gedung, melalui Unit Bisnis Sistem Konstruksi WIKA Gedung, through its Modular Construction System
Modular, berkomitmen untuk menghadirkan inovasi produk Business Unit, is committed to delivering sustainable product
berkelanjutan guna mendukung pengurangan emisi karbon, innovations to support carbon emission reduction, in line
selaras dengan target Net Zero Emission. Sistem konstruksi with the Net Zero Emission target. The modular construction
modular atau PPVC (Prefabricated Prefinished Volumetric system, also known as PPVC (Prefabricated Prefinished
Construction) menjadi salah satu inovasi unggulan. Dengan Volumetric Construction), is one of its flagship innovations.
metode ini, komponen bangunan dirakit di luar lokasi proyek Through this method, building components are assembled
sebelum dipasang di lokasi utama. Metode konstruksi modular off-site before being installed at the main project location.
memberikan solusi efisien dalam aspek waktu dan biaya, Modular construction provides an efficient solution in terms
sekaligus mengurangi limbah konstruksi dan emisi karbon. of time and cost while reducing construction waste and
Dengan keunggulan tersebut, sistem ini menjadi bagian carbon emissions. With these advantages, the system has
dari inovasi strategis dalam pembangunan berkelanjutan di become part of a strategic innovation supporting sustainable
industri konstruksi. development in the construction industry.
Modular WIKA Gedung telah mengembangkan tiga sistem WIKA Gedung Modular has developed three main systems
utama dalam konstruksi modular, yaitu MOLI (Modular Lite), in modular construction, namely MOLI (Modular Lite), WG
WG Flatpack, dan Volumetrik. MOLI dirancang untuk bangunan Flatpack, and Volumetric. MOLI is designed for buildings of
hingga dua lantai dengan keunggulan proses perakitan yang up to two floors, with the advantage that assembly does
tidak memerlukan alat berat, menjadikannya ideal untuk proyek not require heavy equipment, making it ideal for small-scale
skala kecil. WG Flatpack menghadirkan solusi cepat dan praktis projects. WG Flatpack offers a fast and practical solution for
untuk bangunan hingga empat lantai, dengan keunggulan buildings of up to four floors, with advantages in transportation
pada efisiensi transportasi dan pemasangan. Volumetrik and installation efficiency. The Volumetric system enables
memungkinkan prefabrikasi hingga 90% untuk bangunan up to 90% prefabrication for high-rise buildings and has
bertingkat tinggi dan kini telah dikembangkan hingga 14 lantai. now been developed for structures of up to 14 floors. These
Ketiga sistem ini telah diterapkan dalam berbagai proyek three systems have been applied in various strategic projects
strategis seperti Rumah Sakit Covid-19, Paddock Mandalika, such as the COVID-19 Hospital, Mandalika Paddock, and 22
serta 22 Tower Hunian Pekerja di Ibu Kota Nusantara (IKN), Worker Residential Towers in the Nusantara Capital City (IKN),
yang membuktikan keberhasilan teknologi modular sebagai demonstrating the success of modular technology as a leading
inovasi unggulan karya anak bangsa. innovation developed by Indonesian expertise.
Proses produksi sistem modular WIKA Gedung telah The production process of WIKA Gedung’s modular systems
memenuhi standar internasional yang ketat, termasuk complies with stringent international standards, including ISO
sertifikasi ISO 50001:2018 untuk manajemen energi, ISO 50001:2018 for energy management, ISO 14001:2015 for
14001:2015 untuk manajemen lingkungan, serta ISO 9001:2015 environmental management, and ISO 9001:2015 for quality
untuk manajemen mutu. Standar ini memastikan bahwa setiap management. These standards ensure that every stage of
tahap produksi dilakukan secara efisien, ramah lingkungan, dan production is conducted efficiently, in an environmentally
menghasilkan produk berkualitas tinggi. Hasil penilaian Tingkat responsible manner, and produces high-quality products.
Komponen Dalam Negeri (TKDN) menunjukkan angka 59%, The Domestic Component Level (TKDN) assessment shows
mencerminkan komitmen WIKA Gedung dalam menggunakan a value of 59%, reflecting WIKA Gedung’s commitment to
bahan baku lokal berkualitas, mendukung industri dalam negeri, utilizing high-quality local raw materials, supporting domestic
serta mengurangi ketergantungan pada material impor. industries, and reducing dependence on imported materials.
WIKA Gedung juga mengintegrasikan pendekatan Modular WIKA Gedung also integrates a Modular Circular approach
Circular yang berbasis pada prinsip ekonomi sirkular. based on circular economy principles. This approach includes
Pendekatan ini mencakup penggunaan kembali dan daur ulang the reuse and recycling of materials, remanufacturing to extend
material, remanufaktur untuk memperpanjang siklus hidup the lifecycle of materials, and improved production efficiency
bahan, serta efisiensi proses produksi untuk memaksimalkan to maximize resource utilization while minimizing waste.
sumber daya dan mengurangi limbah.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 279
Page 280
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Sebagai bagian dari upaya pengembangan yang berkelanjutan, As part of its continuous development efforts, WIKA Gedung
WIKA Gedung terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, collaborates with various stakeholders, including research
termasuk institusi riset dan penyedia material ramah institutions and environmentally friendly material providers.
lingkungan. Salah satu kolaborasi menghadirkan Netro, One such collaboration resulted in Netro, an innovation in
inovasi sistem hunian modular cerdas berkonsep smart smart modular housing with a smart net-zero and growing
net zero dan growing modular pertama di Indonesia. Netro modular concept, the first of its kind in Indonesia. Netro is
dirancang untuk menjawab kebutuhan akan tempat tinggal designed to address the need for sustainable housing that
yang berkelanjutan, dapat beroperasi efisien, hemat energi, operates efficiently, saves energy, and reduces carbon
dan menekan emisi karbon dengan cara cerdas (smart system) emissions through smart systems, and has also been applied
yang sudah diaplikasikan juga sebagai hunian dosen pada as housing for lecturers at educational institutions.
institusi Pendidikan.
Kampanye dan publikasi secara rutin dilakukan untuk Campaigns and publications are regularly conducted to raise
meningkatkan kesadaran tentang konstruksi sirkular dan ramah awareness of circular and environmentally friendly construction
lingkungan di kalangan industri. Dengan penerapan teknologi within the industry. Through this modular technology, WIKA
modular ini, WIKA Gedung telah memenuhi kebutuhan industri Gedung has met industry needs and delivered tangible
dan memberikan kontribusi nyata melalui inovasi sebagai contributions through innovation as an integral part of the
bagian integral dari masa depan konstruksi berkelanjutan future of sustainable construction in Indonesia.
di Indonesia.
Proyek Hijau oleh WIKA Rekayasa Konstruksi Green Projects by WIKA Rekayasa Konstruksi
Perusahaan kami merupakan entitas yang terus bertumbuh Our Company is an entity that continues to grow and develop
dan berkembang dengan fokus utama pada penyediaan Jasa with a primary focus on providing Construction Services,
Konstruksi, Operation & Maintenance (O&M), serta investasi Operation & Maintenance (O&M), and strategic investments
strategis pada perusahaan yang bergerak di bidang energi in companies engaged in renewable energy. With a strong
terbarukan. Dengan komitmen kuat terhadap pembangunan commitment to sustainable development, the Company
berkelanjutan, perusahaan telah membangun portofolio proyek has developed a portfolio of green projects that include the
hijau yang mencakup pembangunan pabrik biodiesel, pabrik construction of biodiesel plants, catalyst plants, cooking oil
katalis, pabrik minyak goreng, serta pabrik kelapa sawit yang plants, and palm oil mills designed with a focus on efficiency,
dirancang dengan mengedepankan efisiensi, keselamatan, safety, and environmental responsibility. Supported by strong
dan kepedulian terhadap lingkungan. Didukung oleh experience and technical capabilities, the Company also
pengalaman dan kapabilitas teknis yang andal, perusahaan synergizes with subsidiaries engaged in the production of
juga bersinergi dengan anak perusahaan yang bergerak di water heaters and their derivative products as part of efforts
bidang produksi Water Heater beserta produk turunannya, to provide innovative, environmentally friendly, and high-value
sebagai bagian dari upaya menghadirkan solusi energi yang energy solutions for stakeholders. The following describes
inovatif, ramah lingkungan, dan bernilai tambah tinggi bagi these projects:
para pemangku kepentingan. Berikut adalah penjelasan dari
proyek-proyek tersebut:
1. Proyek Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 1. Solar Power Plant (PLTS) and Water Heater Installation
dan Water Heater di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) Project in the Nusantara Capital City (IKN)
Proyek ini berlokasi di Rusun Paspampres, bertujuan This project is located at Paspampres Apartment Complex
untuk mendukung pemanfaatan energi terbarukan and aims to support the utilization of renewable energy
serta meningkatkan efisiensi dan kenyamanan fasilitas while improving the efficiency and comfort of residential
hunian melalui penyediaan listrik ramah lingkungan facilities through the provision of environmentally friendly
dan air panas. Pada proyek ini diinstal PLTS 297 KWp electricity and hot water. The project includes the
dan Electric Water Heater sejumlah 540 unit. Seluruh installation of a 297 kWp Solar Power Plant (PLTS) and
pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan 540 units of Electric Water Heaters. All work was carried
teknis dan standar keselamatan yang berlaku, dengan out in accordance with technical planning and applicable
koordinasi bersama pihak terkait di lapangan. Sistem yang safety standards, in coordination with relevant parties on
280 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 281
terpasang diharapkan dapat beroperasi secara optimal site. The installed system is expected to operate optimally
dan berkelanjutan dalam mendukung aktivitas penghuni. and sustainably in supporting residents’ daily activities.
2. PLTS Apung Randu Gunting (66 KWp) 2. Floating Solar Power Plant (PLTS) Randu Gunting (66 kWp)
Proyek ini berlokasi di Bendungan Randugunting, Desa This project is located at Randugunting Dam in Kalinanas
Kalinanas, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Jawa Village, Japah District, Blora Regency, Central Java. It
Tengah. Proyek ini memanfaatkan teknologi pembangkit utilizes floating solar power technology with a capacity
listrik tenaga surya terapung di Randu Gunting dengan of 66 kWp. The system uses the water surface area to
kapasitas 66 KWp. Sistem ini memanfaatkan area perairan install solar panels to support electricity needs while
untuk memasang panel surya untuk menopang kebutuhan harnessing renewable energy potential from the reservoir
listrik dan memanfaatkan potensi energi terbarukan dari area. This approach optimizes previously unused space
area bendungan, mengoptimalkan ruang yang sebelumnya while improving energy efficiency without disturbing
tidak dimanfaatkan sekaligus meningkatkan efisiensi land areas. The project supports the diversification of
energi tanpa merusak lahan daratan. Proyek ini mendukung renewable energy sources and the reduction of carbon
diversifikasi sumber energi terbarukan dan pengurangan emissions. Randugunting Dam itself was inaugurated and
emisi karbon. Bendungan Randugunting sendiri telah began operations (impounding) in early 2022, while the
diresmikan dan mulai beroperasi (impounding) pada floating solar power project forms part of energy potential
awal tahun 2022, sementara proyek PLTS apung ini development at the site.
merupakan bagian dari pengembangan potensi energi
di lokasi tersebut.
3. PLTS 501.3 KW ITN Malang 3. 501.3 kWp Solar Power Plant at ITN Malang
PLTS ini dipasang di Institut Teknologi Nasional (ITN), This solar power plant is installed at the National Institute
Jalan Raya Karanglo Tasikmadu, Kota Malang, menempati of Technology (ITN) on Jalan Raya Karanglo Tasikmadu,
area seluas setengah hektare dengan kapasitas 501.3 Malang City, occupying an area of approximately half
KWp. Selain untuk memenuhi kebutuhan listrik kampus, a hectare with a capacity of 501.3 kWp. In addition to
PLTS ini juga berfungsi sebagai pusat riset energi baru meeting the campus’s electricity needs, the solar power
terbarukan dan menjadi objek pembelajaran berwawasan plant also functions as a renewable energy research
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 281
Page 282
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
energi bersih dan terbarukan bagi masyarakat umum dan center and serves as an educational facility for clean
perguruan tinggi lainnya. and renewable energy studies for the public and
other universities.
4. PLTS Roof Top 367 KW Jakarta International Stadium 4. 367 kWp Rooftop Solar Power Plant at Jakarta
Instalasi PLTS ini menggunakan atap stadion Jakarta International Stadium
International Stadium (JIS) dengan kapasitas 367 KW yang This solar installation utilizes the rooftop area of Jakarta
mampu menghasilkan listrik untuk kebutuhan operasional International Stadium (JIS) with a capacity of 367 kWp,
harian. Dengan memanfaatkan area atap sebagai lokasi generating electricity for daily operational needs. By
panel surya, proyek ini mendukung pengurangan emisi utilizing the stadium’s roof as the solar panel installation
karbon di fasilitas olahraga modern, sejalan dengan prinsip area, the project contributes to carbon emission reduction
pembangunan infrastruktur berkelanjutan. in modern sports facilities, in line with sustainable
infrastructure development principles.
5. Energy Tree 5 KWP Elephant Park Bandar Lampung 5. Energy Tree 5 kWp at Elephant Park Bandar Lampung
Proyek ini menghadirkan konsep inovatif Energy Tree, yaitu This project introduces an innovative Energy Tree concept,
sistem panel surya berbentuk pohon dengan kapasitas 5 a tree-shaped solar panel system with a capacity of 5
KWp. Dipasang di Elephant Park Bandar Lampung, proyek kWp. Installed at Elephant Park in Bandar Lampung, the
ini mendukung edukasi publik mengenai energi terbarukan project supports public education on renewable energy
sembari menyediakan energi bersih untuk kebutuhan while providing clean energy for park facilities.
fasilitas taman.
6. PLTS On Grid ITERA 1 MWP 6. MWp On-Grid Solar Power Plant at ITERA
PLTS On Grid ini dipasang di Institut Teknologi Sumatera This on-grid solar power plant is installed at Sumatra
(ITERA) dengan kapasitas 1 MWp yang menjadi Institute of Technology (ITERA) with a capacity of 1
laboratorium energi terbarukan terbesar di Indonesia. MWp, making it the largest renewable energy laboratory
Proyek ini mendukung kemandirian energi kampus, in Indonesia. The project supports campus energy
berfungsi sebagai fasilitas riset praktikum mahasiswa, independence and functions as a student research and
pusat inovasi energi surya, dan etalase teknologi energi practicum facility, a solar energy innovation center, and a
terbarukan dengan sistem terhubung PLN (on-grid) tanpa showcase for renewable energy technology. The system is
baterai besar untuk ekspor-impor energi, mengurangi connected to the PLN grid (on-grid) without large battery
emisi karbon secara signifikan, dan menjadi percontohan storage for energy export-import, significantly reducing
kampus mandiri energi nasional. Dengan skala besar, carbon emissions and serving as a national model for
sistem ini berkontribusi pada transisi energi terbarukan energy-independent campuses. Inaugurated on January 7,
dalam dunia pendidikan. Proyek yang diresmikan pada 2021, the project is capable of reducing carbon emissions
tanggal 7 Januari 2021 ini dapat Menurunkan emisi karbon by up to 5,600 tons of CO₂ per year and contributes to
hingga 5.600 ton CO2 per tahun dan berkontribusi pada greenhouse gas reduction.
pengurangan gas rumah kaca.
7. PLTS On Grid 75 KWP Cold Storage Dinas Perikanan 7. 75 kWp On-Grid Solar Power Plant for Cold Storage at
Sumenep Madura Sumenep Fisheries Office, Madura
Proyek ini mendukung fasilitas penyimpanan dingin This project supports cold storage facilities at the Fisheries
(cold storage) di Dinas Perikanan Sumenep, Madura, Office in Sumenep, Madura, with a capacity of 75 kWp.
dengan kapasitas 75 KWp. Energi surya yang dihasilkan The solar energy generated ensures that fish storage
memastikan operasional penyimpanan ikan tetap efisien operations remain efficient and environmentally friendly,
dan ramah lingkungan, mendukung keberlanjutan di supporting sustainability in the fisheries sector.
sektor perikanan.
8. PLTS On Grid 50 KWP Kantor Sekda Kabupaten Mojokerto 8. 50 kWp On-Grid Solar Power Plant at Mojokerto Regional
PLTS On Grid ini dipasang di Kantor Sekretariat Daerah Secretariat Office
Kabupaten Mojokerto dengan kapasitas 50 KWp. Proyek This on-grid solar power plant is installed at Mojokerto
ini mendukung efisiensi energi di sektor pemerintahan, Regency Regional Secretariat Office with a capacity
sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah of 50 kWp. The project supports energy efficiency in
terhadap adopsi energi terbarukan. the government sector while demonstrating the local
government’s commitment to adopting renewable energy.
282 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 283
9. PJUTS IND II 9. PJUTS IND II Solar Street Lighting Project
Proyek Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) The Solar-Powered Street Lighting Project (PJUTS) IND
IND II menghadirkan solusi penerangan jalan berbasis II provides environmentally friendly solar-powered street
energi surya yang ramah lingkungan di berbagai daerah lighting solutions in various regions, including Indramayu,
seperti Indramayu, menggunakan teknologi panel surya using solar panel technology and lithium batteries to
dan baterai lithium untuk penerangan yang lebih aman ensure safer and greener lighting.
dan ramah lingkungan.
Sistem ini mendukung pengurangan konsumsi energi This system supports the reduction of fossil fuel energy
dari sumber fosil untuk kebutuhan infrastruktur publik. consumption for public infrastructure.
10. PLTS On Grid PLN Batam 1 MWP 10. 1 MWp On-Grid Solar Power Plant for PLN Batam
Proyek ini dibangun di wilayah Tanjung Uma Kecamatan This project is built in Tanjung Uma area, Lubuk Baja
Lubuk Bajo, Kota Batam. PLTS ini mampu menghasilkan District, Batam City. The solar power plant can generate
sekitar 4.500 kWh dan bertujuan menghasilkan & approximately 4,500 kWh and aims to increase electricity
meningkatkan pasokan listrik dengan biaya lebih murah supply at a lower cost compared to diesel or fuel-based
dibanding diesel ataupun bahan bakar minyak serta power generation while reducing carbon emissions and
menurunkan emisi karbon, dan mendukung transisi supporting the clean energy transition.
energi bersih.
11. Solar Powered Water Pump 200 KWP & PJUTS Food 11. 200 kWp Solar-Powered Water Pump and PJUTS for
Estate Kuala Kapuas Kuala Kapuas Food Estate
Pada proyek ini tenaga panel surya dimanfaatkan untuk In this project, solar panel energy is used to power
pompa yang mengaliri air pada area food estate (area water pumps that supply irrigation to the food estate
persawahan dan perkebunan). Dan PJUTS dibuat untuk area (rice fields and plantations). Solar-powered street
penerangan diarea proyek Food Estate di wilayah Kuala lighting (PJUTS) is also installed to provide lighting
Kapuas, Kalimantan Timur. Proyek ini memiliki manfaart within the Food Estate project area in Kuala Kapuas, East
yang signifikan seperti hemat biaya operasional (tanpa Kalimantan. The project provides significant benefits such
listrik grid/bahan bakar), ramah lingkungan (nol emisi), as reduced operational costs (without grid electricity
kemandirian energi, dan solusi air bersih. or fuel), environmental friendliness (zero emissions),
energy independence, and improved access to clean
water solutions.
12. Proyek Solar Water Heater Type 130 Liter Citra Raya 12. Solar Water Heater Project (130-Liter Type) at Citra
Cikupa Raya Cikupa
Proyek ini melibatkan pemasangan pemanas air tenaga This project involves the installation of solar-powered
surya dengan kapasitas 130 liter di perumahan Citra Raya water heaters with a capacity of 130 liters in Citra
Cikupa. Dengan memanfaatkan energi matahari, proyek Raya Cikupa residential area. By utilizing solar energy,
ini mendukung efisiensi energi di sektor perumahan dan the project supports energy efficiency in the housing
mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan di sector and promotes the use of environmentally friendly
kawasan pemukiman. technology in residential communities.
13. Proyek Solar Water Heater Type 130 Liter Citra Raya 13. Solar Water Heater Project (130-Liter Type) at Citra
Sentul Bogor Raya Sentul, Bogor
Pemasanan pemanas air tenaga surya kapasitas 130 liter This project involves the installation of 61 units of 130-liter
sejumlah 61 unit di area pemukiman perumahan Citra Raya solar water heaters in Citra Raya Sentul residential area
Sentul Bogor. Selain mampu meghemat biaya listrik jangka in Bogor. In addition to reducing long-term electricity
panjang, pemasangannya juga bersifat ramah lingkungan costs, the installation is environmentally friendly by
dengan mengurangi emisi karbon, serta memberikan lowering carbon emissions while providing a stable and
pasokan air panas stabil dan konsisten untuk kebutuhan consistent hot water supply for daily needs. The system
harian, dengan sistem yang tahan lama (10-25 tahun) dan is also durable, with a lifespan of 10–25 years and minimal
perawatan yang minimal. maintenance requirements.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 283
Page 284
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
14. Pemasangan Solar Water Heater Aktif 6.000 Liter di 14. Installation of a 6,000-Liter Active Solar Water Heater
RSUD Koja Jakarta at Koja Regional General Hospital, Jakarta
Pemanas air tenaga surya ini diperuntukan untuk This solar water heater system is intended to provide hot
penggunaan kebutuhan air hangat pasien dan kegiatan water for patient needs and hospital operations.
rumah sakit.
15. Heat Pump Taman Ismail Marzuki 15. Heat Pump Installation at Taman Ismail Marzuki
Pemasangan Heat Pump tipe 19 kW sebanyak 2 unit dan This project includes the installation of two 19 kW heat
tangki air kapasitas 1000 liter 2 unit ini untuk mendukung pump units and two water tanks with a capacity of 1,000
penggunaan air hangat di gedung teater Taman Ismail liters each. The system supports hot water supply for the
Marzuki theater building at Taman Ismail Marzuki.
16. Heat Pump Jakarta International Stadium 16. Heat Pump Installation at Jakarta International Stadium
Pemasangan Heat Pump 36 kW 2 unit dan tangki air This project involves the installation of two 36 kW heat
kapasitas 1000 liter 2 unit. Heat Pump ini digunakan untuk pump units and two water tanks with a capacity of 1,000
penggunaan air hangat para atlit. liters each. The heat pump system is used to provide hot
water for athletes.
17. Heat Pump Plataran Puncak Venue & Dining 17. Heat Pump Installation at Plataran Puncak Venue & Dining
Pemasangan LTSHE sejumlah 143.000 boxes dilakukan di This project involved the installation of 143,000 units
wilayah terluar Indonesia Timur (Papua dan Papua Barat) of LTSHE in remote areas of Eastern Indonesia (Papua
yang tidak terakses listrik. Dengan telah terpasangnya and West Papua) that do not have access to electricity.
LTSHE ini dapat memberikan manfaat signifikan, terutama The installation of LTSHE provides significant benefits,
dalam meningkatkan akses listrik yang ramah lingkungan particularly in improving environmentally friendly electricity
di daerah terpencil dan terisolir, yang berdampak positif access in remote and isolated areas, which positively
pada keamanan, pendidikan, dan ekonomi lokal. impacts safety, education, and the local economy.
284 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 285
18. Heat Pump Royak Ambarukmo, Yogyakarta 18. Heat Pump Royak Ambarukmo, Yogyakarta
Pemasangan Heat Pump 36kW sejumlah 9 unit. Selain This project involves the installation of nine 36 kW heat
hemat energi, pemasangannya sangat ramah lingkungan pump units. In addition to being energy-efficient, the
karena mengurangi emisi karbon dengan memanfaatkan system is environmentally friendly as it reduces carbon
energi alam. emissions by utilizing natural energy sources.
19. Solar Home System - Lampu Tenaga Surya Hemat Energi 19. Solar Home System – Solar Energy Efficient Lamps
(LTSHE) (LTSHE)
Pemasangan LTSHE sejumlah 143.000 boxes di wilayah A total of 143,000 LTSHE units were installed in the
terluar Indonesia Timur Indonesia (Papua dan Papua Barat) outermost regions of Eastern Indonesia (Papua and
yang tidak terakses listrik. Dengan telah terpasangnya West Papua) that do not have access to electricity. The
LTSHE ini memberikan manfaat penerangan desa untuk installation of these systems provides village lighting that
digunakan masyarakat setempat. can be utilized by local communities for daily activities.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 285
Page 286
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
20. Development Pilot Project PLTD 5 MW CPO Fueled 20. Development Pilot Project of 5 MW CPO-Fueled Diesel
Belitung Power Plant in Belitung
Proyek ini merupakan proyek pembangkit Listrik dengan This project is a power plant with a capacity of 5 MW
kapasitas 5 MW, dengan menggunakan bahan bakar B100 using B100 fuel (100% plant-based/renewable). Based
(100% nabati/renewable). Berdasarkan perhitungan, on calculations, operating a diesel power plant with a
untuk pengoperasian PLTD berkapasitas hingga 1000 KW capacity of up to 1,000 kW using pure biofuel (B100),
dengan Bahan Bakar Nabati murni (B100), seperti CPO, such as CPO, can reduce CO₂ emissions by approximately
dapat menghemat CO2 mencapai sekitar 4 juta ton per 4 million tons per year. With a capacity of 5 MW, CO₂
tahun. Dengan kapasitas 5MW, penghematan CO2 dapat emission reductions could reach up to 20 million tons
mencapai 20 juta ton per tahun untuk pengoperasian per year through the operation of a B100-fueled diesel
PLTD B100. power plant.
21. Biodiesel Plant Cap 1500 TPD 21. Biodiesel Plant with Capacity of 1,500 TPD
Proyek yang berlokasi di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan This project, located in Tanah Bumbu, South Kalimantan,
ini merupakan salah satu wujud nyata dari upaya hilirisasi represents a concrete effort to support the downstream
dan industrialisasi komoditas minyak sawit mentah guna development and industrialization of crude palm oil
mendukung ketahanan energi nasional melalui produksi commodities in order to strengthen national energy
Biodiesel 30 (B30). Proyek ini dibangun oleh WIKA REKON security through the production of Biodiesel 30 (B30). The
dengan lingkup kerja mencakup Detail Engineering, project was developed by WIKA Rekayasa Konstruksi with
Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC). a scope of work covering Detail Engineering, Procurement,
Pabrik ini dirancang dengan kapasitas produksi sebesar Construction, and Commissioning (EPCC). The plant
60 ton biodiesel per jam, yang memerlukan sekitar 1.500 is designed with a production capacity of 60 tons of
ton tandan buah segar (TBS) per hari sebagai bahan baku biodiesel per hour, requiring approximately 1,500 tons of
utama. Keberadaan pabrik ini tidak hanya meningkatkan fresh fruit bunches (FFB) per day as the main raw material.
nilai tambah dari hasil perkebunan sawit lokal, teta=pi juga The presence of this facility not only increases the added
membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar value of local palm oil plantation products but also creates
melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan new economic opportunities for surrounding communities
petani sawit, serta turut berkontribusi dalam upaya through job creation and the empowerment of palm oil
pengurangan emisi karbon melalui penyediaan energi farmers. In addition, it contributes to carbon emission
terbarukan berbasis nabati. reduction efforts by providing plant-based renewable energy.
22. Proyek Pembangunan Pabrik Katalis 22. Catalyst Plant Construction Project
Proyek yang berlokasi di Kawasan Industri Kujang This project, located in Kujang Cikampek Industrial Area,
Cikampek, Jawa Barat iini merupakan salah satu West Java, is one of the National Strategic Projects (PSN)
Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirancang untuk designed to produce approximately 800 tons of catalyst
menghasilkan sekitar 800 Ton katalis pertahun melalui per year through two production lines. The project is
dua lini produksi. Keberadaan proyek ini diharapkan dapat expected to strengthen the downstream industry, reduce
memperkuat industri hilir, mengurangi ketergantungan dependence on imported catalysts, and support the
286 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 287
impor katalis, serta mendukung pengembangan industri development of environmentally friendly and sustainable
ramah lingkungan dan berkelanjutan di Indonesia. industries in Indonesia.
23. Proyek Pembangunan Pabrik Minyak Goreng 250 TPD 23. Cooking Oil Plant Construction Project (250 TPD)
Proyek pembangunan pabrik minyak goreng dengan This project involves the construction of a cooking oil plant
kapasitas produksi 250 ton per hari (TPD) ini dirancang with a production capacity of 250 tons per day (TPD),
untuk mendukung pemanfaatan sumber daya alam secara designed to support the optimal utilization of natural
optimal melalui proses pemisahan komponen stearin dan resources through the separation of stearin and olein
olein menggunakan tenologi filter press yang efisien dan components using efficient and environmentally friendly
ramah lingkungan. Dengan menghadapi proses pemurnian filter press technology. By a cleaner and more energy-
yang lebih bersih dan hemat energi, proyek ini tidak efficient refining process, the project not only improves
hanya meningkatkan kualitas produk akhir, tetapi juga the quality of the final product but also reduces waste and
mengurangi limbah dan emisi yang berpotensi mencemari emissions that could potentially harm the environment.
lingkungan.
24. Proyek HSD Tank 6x5.000 m³ Batulicin 24. HSD Tank Project 6 × 5,000 m³ Batulicin
Proyek pembangunan tangki penyimpanan HSD (High This project involves the construction of High Speed
Speed Diesel) berkapasitas 6x5.000 m³ ini berlokasi Diesel (HSD) storage tanks with a capacity of 6 × 5,000
di Batulicin, Kalimantan Selatan. Proyek ini dirancang m³, located in Batulicin, South Kalimantan. The facility is
khusus untuk menyimpan bahan bakar B40 (Campuran specifically designed to store B40 fuel (a blend containing
40% biodiesel), sebagai bagian dari inisiatif energi 40% biodiesel) as part of an environmentally friendly
ramah lingkungan. Dengan kapasitas optimal dan sistem energy initiative. With optimal capacity and high safety
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 287
Page 288
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
keamanan tinggi, tangki ini membantu mendukung standards, these storage tanks support national energy
ketahanan energi nasional dan pengurangan emisi karbon. security while contributing to carbon emission reduction.
25. Operation & Maintenance – PLTMG Paket 3 25. Operation & Maintenance – PLTMG Package 3
Proyek PLTMG Paket 3 yang tersebar di lima lokasi (Biak, PLTMG Package 3 project is spread across five locations
Merauke, Tanjung Selor, Langgur dan Seram) dengan (Biak, Merauke, Tanjung Selor, Langgur, and Seram) with
total kapasitas terpasang 90 MW. Proyek ini mampu a total installed capacity of 90 MW. This project has
meningkatkan rasio elektrifikasi signifikan dari rata-rata significantly increased the electrification ratio from an
85–90% menjadi >95% dan penggunaan B40 Reduksi average of 85–90% to more than 95% and the use of B40
emisi ± 25–30% lebih efisien dibanding PLTD konvensional fuel contributes to emission reductions of approximately
25–30% compared to conventional PLTD, making it
more efficient.
Lokasi Kontribusi
Pembangkit Kapasitas Elektrifikasi Wilayah Layanan Kontribusi Utama Elektrifikasi
No Power Plant Capacity Contribution of Service Area Main Contributions of Electrification
Location Electrification
• Menjadi sumber utama pasokan daya untuk sistem Tanjung Selor dan
sekitarnya.
• Menyediakan listrik 24 jam untuk Kawasan pertumbuhan ekonomi
Kabupaten perbatasan RI-Malaysia.
PLTMG
56% B u l u n g a n , • Mendukung operasional Kawasan industri dan pemerintahan provinsi
Tanjung Selor
dari 27 MW Kalimantan Utara baru Kalimantan Utara.
1 Tanjung Selor 15 MW
56% B u l u n g a n • Serving as the primary source of power supply for the Tanjung Selor
Hydroelectric
of 27 MW Regency, North system and surrounding areas.
Power Plant • Providing 24-hour electricity to the Indonesia-Malaysia border
Kalimantan
economic growth area.
• Supporting the operations of the industrial area and the new provincial
government of North Kalimantan.
• Meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Biak yang sebelumnya
bergantung pada PLTD kecil.
PLTMG 52% • Menjamin pasokan listrik bagi bandara, rumah sakit, dan fasilitas publik.
Kabupaten Biak
Biak dari 29,8 MW • Meningkatkan rasio elektrifikasi Papua bagian utara.
Numfor, Papua
2 Biak 15 MW 52% • Improving the reliability of Biak's electricity system, which previously
Biak Numfor
Hydroelectric of 29.8 MW relied on small diesel power plants.
Regency, Papua • Guaranteeing electricity supply for airports, hospitals and public
Power Plant
facilities.
• Increasing the electrification ratio in northern Papua.
• Menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Merauke.
Kabupaten • Menyediakan pasokan stabil untuk pertanian, perikanan, dan fasilitas
PLTMG 51%
Merauke, Papua pemerintahan perbatasan RI-PNG
Merauke dari 39 MW
Selatan • Memungkinkan ekspansi jaringan listrik hingga ke distrik pedalaman.
3 Merauke 20 MW 51%
M e r a u k e • Serving as the backbone of Merauke's electrical system.
Hydroelectric of 39 MW
Regency, South • Providing a stable supply for agriculture, fisheries, and Indonesian-PNG
Power Plant border government facilities.
Papua
• Enabling the expansion of the electricity network to remote districts.
288 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 289
Kabupaten • Menjamin keandalan sistem listrik Pulai Kei.
Maluku Tenggara • Mendukung pengembangann pariwisata dan industri kelautan di Maluku
PLTMG 100% (Kei Besar & Kei Tenggara.
Langgur dari 20 MW Kecil) • Menyediakan listrik 24 jam untuk Masyarakat dan fasilitas publik.
4 Langgur 20 MW 100% S o u t h e a s t • Ensuring the reliability of the Pulai Kei electricity system.
Hydroelectric of 20 MW Maluku Regency • Supporting the development of tourism and the marine industry in
Power Plant Southeast Maluku.
(Kei Besar & Kei
Kecil) • Providing 24-hour electricity for the community and public facilities.
• Mengatasi deficit daya di Pulau Seram.
• Meningkatkan kontinuitas suplai listrik pada jaringan isolated
Kabupaten Maluku.
PLTMG 100% Seram Bagian • Menjadi basis pengembangan sistem hybrid berbasis gas-
Seram dari 20 MW Barat & Tengah biodiesel di masa depan.
5 Seram 20 MW 100% • Addressing the power deficit on Seram Island.
Hydroelectric of 20 MW Kabupaten
Seram Bagian • Improving the continuity of electricity supply in the isolated
Power Plant Maluku network.
Barat & Tengah
• Becoming the basis for the future development of a gas-
biodiesel hybrid system.
Proyek ini awal pembangunannya dirancang menggunakan This project was initially designed to operate using B0
bahan bakar diesel B0, untuk mengakomodir transisi energi diesel fuel. To accommodate the transition to clean energy,
bersih, pembangunan pembangkit ini diredesain dengan the power plant was redesigned to adopt B30 fuel and
mengadopsi B30 dan teknologi dual fuel berbasis CNG. dual-fuel technology based on Compressed Natural Gas
Penyesuaian ini membantu mengurangi emisi karbon, (CNG). This adjustment helps reduce carbon emissions,
meningkatkan efisiensi energi, memperkuat ketahanan energi improve energy efficiency, strengthen national energy
nasional, serta memberikan manfaat lingkungan dan kesehatan security, and provide environmental and health benefits for
bagi masyarakat sekitar. surrounding communities.
PLTMG Tj. Selor PLTMG Biak PLTMG Langgur PLTMG Merauke PLTMG Seram Peaker
15MW 15MW 20MW 20MW 20MW
Project’s Owner KSO WIKA - WRK
Year 2020-2025 2020-2025 2020-2024 2020-2025 2020-2024
Capacity (MW) 15 15 20 20 20
Contribution to CO2 Emission Reduction (per-year)
B0 CO2e (ton/year) 4.209,70 4.200,63 4.193,57 4.248,50 4.193,57
B35 CO2e (ton/year) 2.618,82 2.613,18 2.608,79 2.642,97 2.608,79
Resume Kontribusi Penurunan CO2 Proyek WRK Summary of CO2 Reduction Contributions from the WRK Project
Jika menggunakan BBM Solar B0 = 21.045,97 ton.CO2e When using B0 diesel fuel = 21,045.97 tons of CO2e
Saat ini menggunakan BBM Solar B30 = 13.092,55 ton.CO2e Currently using B30 diesel fuel = 13,092.55 tons of CO2e
Selisih penurunan emisi = 7.953,42 ton.CO2e Emissions reduction difference = 7,953.42 tons of CO2e
• PLTMG Tanjung Selor 15 MW
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 289
Page 290
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
• PLTMG Biak 15 MW
• PLTMG Merauke 20 MW
• PLTMG Langgur20 MW
• PLTMG Seram Peaker20 MW
Melalui proyek-proyek ini, PT WIKA Rekayasa Konstruksi Through these projects, PT WIKA Rekayasa Konstruksi
memperkuat kontribusinya dalam mendukung transisi menuju strengthens its contribution to supporting the transition
energi bersih, pengurangan emisi karbon, dan pembangunan toward clean energy, carbon emission reduction, and
berkelanjutan di berbagai sektor. sustainable development across various sectors.
290 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 291
WIKA REALTY WIKA REALTY
Inovasi Produk Berkelanjutan pada Proyek PT Wijaya Sustainable Product Innovation in PT Wijaya Karya
Karya Realty Realty Projects
PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) secara konsisten PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) consistently applies
menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan melalui sustainable development principles through various
berbagai inovasi dalam pengembangan produk properti, innovations in property product development, planning and
proses perencanaan dan konstruksi, operasional kawasan, serta construction processes, area operations, and the utilization
pemanfaatan teknologi bangunan. Dalam aspek perencanaan of building technologies. In the planning and design aspects,
dan desain, WIKA Realty mengintegrasikan konsep green WIKA Realty integrates green building and eco-living concepts
building dan eco-living dengan mempertimbangkan efisiensi by considering energy efficiency, optimization of natural
energi, optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami, lighting and ventilation, building heat control, and green
pengendalian panas bangunan, serta peningkatan kualitas open spaces enhancement. This sustainable design aims
ruang terbuka hijau. Penerapan desain berkelanjutan ini to create residential and commercial environments that are
bertujuan untuk menciptakan lingkungan hunian dan komersial comfortable, healthy, and environmentally friendly.
yang nyaman, sehat, serta ramah terhadap lingkungan.
PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) menerapkan inovasi PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) applies sustainable
desain arsitektural berkelanjutan pada produk desain architectural design innovation in its housing products through
rumah melalui penggunaan konsep skylight pada sebagian the use of skylight concepts on certain roof sections and
atap bangunan serta elemen roster pada fasad bangunan. roster elements on building façades. These two elements aims
Penerapan kedua elemen ini bertujuan untuk mengoptimalkan to optimize natural lighting and ventilation, thereby improving
pencahayaan dan penghawaan alami, sehingga dapat indoor comfort while reducing the need for artificial energy.
meningkatkan kenyamanan ruang sekaligus menekan
kebutuhan energi buatan.
Penggunaan skylight memungkinkan masuknya cahaya alami The use of skylights allows natural light to enter interior spaces
secara optimal ke dalam ruang-ruang interior, terutama pada optimally, especially in areas with limited side openings. By
area yang memiliki keterbatasan bukaan samping. Dengan utilizing natural lighting during the daytime, the need for
pemanfaatan pencahayaan alami di siang hari, kebutuhan electric lighting can be reduced, thereby contributing to
penggunaan lampu listrik dapat dikurangi, sehingga building energy efficiency. In addition, skylights help create
berkontribusi pada efisiensi energi bangunan. Selain itu, healthier and more comfortable indoor environments
skylight juga membantu menciptakan kualitas ruang yang for occupants.
lebih sehat dan nyaman bagi penghuni.
Sementara itu, penerapan roster pada fasad bangunan berfungsi Meanwhile, the application of roster elements on building
sebagai elemen ventilasi pasif yang memungkinkan sirkulasi façades functions as passive ventilation that allows natural
udara alami tetap berlangsung tanpa mengorbankan privasi air circulation without compromising privacy and security.
dan keamanan. Roster juga berperan dalam mengurangi panas Roster elements also help reduce direct heat entering the
langsung yang masuk ke dalam bangunan, serta menciptakan building while creating an aesthetic façade character with
karakter fasad yang estetis dan beridentitas. Penggunaan a distinct architectural identity. The use of roster elements
roster mendukung penghawaan silang (cross ventilation) yang supports cross ventilation, which helps naturally lower
membantu menurunkan suhu ruang secara alami. indoor temperatures.
PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) juga menerapkan prinsip PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) also applies sustainable
pembangunan berkelanjutan pada produk desain rumah development principles in its housing design products
melalui pemilihan material bangunan yang ramah lingkungan through the selection of environmentally friendly building
dan berorientasi pada pengurangan limbah. Salah satu bentuk materials oriented toward waste reduction. One example of
penerapan tersebut adalah penggunaan material olahan limbah this implementation is the use of processed waste materials
dan material terbarukan, seperti semen fiber dan Wood Plastic and renewable materials, such as fiber cement and Wood
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 291
Page 292
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Composite (WPC), sebagai bagian dari elemen arsitektural Plastic Composite (WPC), as part of architectural elements
bangunan rumah yang telah diterapkan diseluruh kawasan in residential buildings across WIKA Realty project areas.
proyek Wika Realty.
Penggunaan semen fiber dimanfaatkan sebagai material Fiber cement is used as a cladding and façade material due
pelapis dan elemen fasad karena memiliki daya tahan tinggi, to its high durability, relatively light weight, and long service
bobot relatif ringan, serta umur pakai yang panjang. Material ini life. This material is produced using fibers and additives that
diproduksi dengan memanfaatkan serat dan bahan tambahan help reduce reliance on conventional materials, thereby
yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap material minimizing construction waste and carbon emissions. In
konvensional, sehingga membantu menekan timbulan addition, fiber cement offers advantages in maintenance
limbah konstruksi dan emisi karbon. Selain itu, semen fiber efficiency and weather resistance, supporting long-term
juga memiliki keunggulan dalam efisiensi perawatan serta building sustainability.
ketahanan terhadap cuaca, yang mendukung keberlanjutan
bangunan dalam jangka Panjang.
Sementara itu, penerapan Wood Plastic Composite (WPC) Meanwhile, Wood Plastic Composite (WPC) is used to provide
digunakan untuk menghadirkan kesan estetika kayu alami pada the aesthetic appearance of natural wood in residential
bangunan rumah tanpa mengeksploitasi kayu solid dari hutan buildings without exploiting solid wood from natural forests.
alam. Material WPC merupakan hasil olahan campuran serat WPC is made from a mixture of recycled wood fibers and
kayu daur ulang dan plastik daur ulang, sehingga berkontribusi recycled plastics, directly contributing to waste reduction
langsung pada pengurangan limbah sekaligus mendukung prinsip while supporting circular economy principles. The use of WPC
ekonomi sirkular. Penggunaan WPC memberikan nilai tambah adds visual value, offers resistance to termites and moisture,
dari sisi visual, ketahanan terhadap rayap dan kelembapan, serta and requires less maintenance compared to conventional
kemudahan perawatan dibandingkan material kayu konvensional. wood materials.
Melalui pemanfaatan material semen fiber dan WPC pada Through the use of fiber cement and WPC materials in
produk desain rumah, WIKA Realty tidak hanya meningkatkan housing design products, WIKA Realty not only improves
kualitas estetika dan performa bangunan, tetapi juga building aesthetics and performance but also demonstrates a
menunjukkan komitmen nyata dalam mengurangi dampak strong commitment to reducing the environmental impact of
lingkungan dari kegiatan pembangunan. Inovasi material ini construction activities. These material innovations align with
sejalan dengan upaya WIKA Realty dalam menghadirkan hunian WIKA Realty’s efforts to deliver sustainable, resource-efficient
yang berkelanjutan, efisien sumber daya, serta bertanggung housing that is environmentally responsible.
jawab terhadap lingkungan hidup.
Dalam pengembangan di seluruh kawasan dan bangunan In the development of all project areas and completed
yang telah terbangun, WIKA Realty juga menghadirkan buildings, WIKA Realty also introduces utility system
inovasi sistem utilitas yang mendukung keberlanjutan, seperti innovations that support sustainability, such as rainwater
pengelolaan air hujan melalui sumur resapan dan kolam retensi, management through infiltration wells and retention ponds,
sistem pengolahan air limbah terpadu, serta penggunaan integrated wastewater treatment systems, and the use of
perangkat sanitasi hemat air. Dalam pengelolaan air hujan, water-saving sanitary fixtures. In rainwater management,
WIKA Realty mengimplementasikan sumur resapan dan kolam WIKA Realty implements infiltration wells and retention ponds
retensi pada kawasan perumahan. Sistem ini berfungsi untuk within residential areas. This system functions to retain and
menahan dan meresapkan air hujan ke dalam tanah secara gradually absorb rainwater into the ground, thereby reducing
bertahap, sehingga dapat mengurangi limpasan permukaan surface runoff, minimizing the potential for flooding and
(runoff), meminimalkan potensi genangan dan banjir, serta waterlogging, and helping maintain groundwater balance. The
membantu menjaga keseimbangan air tanah. Penerapan implementation of this system also supports water resource
sistem ini juga mendukung konservasi sumber daya air dan conservation and enhances the environmental carrying
meningkatkan daya dukung lingkungan kawasan hunian. capacity of residential areas.
Selain itu, pada sistem sanitasi, WIKA Realty menggunakan In addition, within the sanitation system, WIKA Realty uses
biotank sebagai pengganti septic tank konvensional. Biotank biotanks as a replacement for conventional septic tanks. A
merupakan sistem pengolahan limbah domestik yang bekerja biotank is a domestic wastewater treatment system that works
secara biologis dengan proses penyaringan dan penguraian biologically through gradual filtration and decomposition
bertahap, sehingga menghasilkan air buangan yang lebih aman processes, producing wastewater that is safer for the
bagi lingkungan. Sistem ini lebih efisien, minim perawatan, environment. This system is more efficient, requires minimal
serta mampu mengurangi risiko pencemaran tanah dan air maintenance, and reduces the risk of soil and groundwater
tanah dibandingkan sistem septic tank tradisional. contamination compared to traditional septic tank systems.
292 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 293
Melalui penerapan sumur resapan, kolam retensi, dan Through the infiltration wells, retention ponds, and biotanks
biotank pada produk desain rumah, WIKA Realty tidak in residential design products, WIKA Realty not only improves
hanya meningkatkan kualitas utilitas kawasan, tetapi juga the quality of area utilities but also provides housing that is
menghadirkan hunian yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan. healthier, safer, and more sustainable. These utility system
Inovasi sistem utilitas ini mencerminkan komitmen WIKA Realty innovations reflect WIKA Realty’s commitment to delivering
dalam menghadirkan produk properti yang selaras dengan property products aligned with resource efficiency and
prinsip efisiensi sumber daya dan perlindungan lingkungan hidup. environmental protection principles.
Untuk efisiensi energi, WIKA Realty mulai mengintegrasikan To enhance energy efficiency, WIKA Realty has begun
penggunaan lampu hemat energi, sistem manajemen integrating the use of energy-efficient lighting, Building
bangunan (Building Management System/BMS), serta Management Systems (BMS), and renewable energy
pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya pada utilization such as solar panels in shared facility areas across
area fasilitas bersama di beberapa proyek. several projects.
Proyek Tamansari Cyber merupakan salah satu dari 5 proyek The Tamansari Cyber project is one of five flagship area
kawasan unggulan yang telah menerapkan inovasi efisiensi projects that have implemented renewable energy efficiency
energi terbarukan dengan penggunaan Lampu Penerangan innovations through the use of Solar-Powered Street Lighting
Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) sebagai bagian dari sistem (PJUTS) as part of the area’s utility system. The PJUTS
utilitas kawasan. Penerapan PJUTS ini merupakan langkah represents a concrete step by WIKA Realty in supporting
nyata WIKA Realty dalam mendukung pengurangan konsumsi the reduction of conventional electricity consumption while
energi listrik konvensional serta pemanfaatan sumber energi promoting the use of environmentally friendly renewable
terbarukan yang ramah lingkungan. energy sources.
Wika Realty juga menerapkan inovasi pada efisiensi air pada WIKA Realty also applies water efficiency innovations in
produk desain rumah melalui penggunaan sanitair closet its housing design products through the use of dual-flush
dengan sistem dual flush. Sistem ini dirancang untuk mengatur sanitary closet systems. This system is designed to regulate
volume air yang digunakan saat pembilasan, dengan dua pilihan the volume of water used during flushing, offering two water
debit air yang disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga dapat flow options depending on the need, thereby significantly
mengurangi konsumsi air bersih secara signifikan dibandingkan reducing clean water consumption compared to conventional
dengan sistem pembilasan konvensional. flushing systems.
Penerapan closet dual flush memungkinkan penghuni untuk The dual-flush system allows occupants to use smaller
menggunakan volume air yang lebih kecil untuk limbah cair volumes of water for liquid waste and larger volumes for
dan volume yang lebih besar untuk limbah padat. Dengan solid waste. With this mechanism, water use becomes more
mekanisme tersebut, penggunaan air menjadi lebih efisien efficient without reducing sanitation hygiene and comfort.
tanpa mengurangi fungsi kebersihan dan kenyamanan sanitasi. This innovation directly contributes to household water
Inovasi ini berkontribusi langsung pada penghematan air rumah savings and supports water resource conservation efforts.
tangga serta mendukung upaya konservasi sumber daya air.
Selain manfaat lingkungan, penggunaan sanitair dengan sistem In addition to environmental benefits, the use of dual-flush
dual flush juga memberikan nilai tambah dari sisi operasional sanitary systems also provides operational advantages.
bangunan. Pengurangan konsumsi air berdampak pada efisiensi Reduced water consumption leads to long-term cost
biaya pemakaian air jangka panjang bagi penghuni, serta efficiency for occupants while supporting more sustainable
mendukung sistem utilitas kawasan yang lebih berkelanjutan. utility systems within residential areas.
Dalam aspek operasional diseluruh kawasan proyek, WIKA Realty In operational aspects across all project areas, WIKA Realty
menerapkan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan applies sustainable environmental management through
melalui pemeliharaan ruang hijau, pengelolaan sampah berbasis green space maintenance, waste management based on
pemilahan, serta penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). sorting, and the application of 3R principles (Reduce, Reuse,
Upaya ini didukung dengan penyusunan dan pelaksanaan Recycle). These efforts are supported by the preparation and
dokumen lingkungan seperti UKL-UPL atau AMDAL sesuai implementation of environmental documents such as UKL-
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, guna UPL or AMDAL in accordance with regulatory requirements
memastikan seluruh aktivitas pengelolaan kawasan tetap to ensure that all area management activities comply with
memenuhi standar lingkungan yang berlaku. applicable environmental standards.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 293
Page 294
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Begitupula dalam operasional kawasan perumahan, penerapan Similarly, in residential area operations, the implementation
aplikasi warga pintar sebagai media forum warga interaktif of a smart resident application as an interactive community
dan fitur pembayaran IPL akan dikembangkan lebih lanjut. forum and IPL (environmental maintenance fee) payment
Pembuatan aplikasi ini dilatarbelakangi kebutuhan atas feature will continue to be developed. The development of
transparansi pengelolaan keuangan iuran warga dan this application is driven by the need for transparency in the
kemudahan pembayaran digital. Aplikasi ini memudahkan management of residents’ maintenance funds and convenience
warga dan pengelola pada kolektivitas pembayaran IPL, in digital payments. The application facilitates residents and
transparansi laporan dan penyampaian informasi, komunikasi management in improving payment collectivity, ensuring
serta interaksi warga transparency of reports and information dissemination, as well
as enhancing communication and interaction among residents.
Pengadaan gate system sebagai sarana keamanan lingkungan The procurement of an integrated gate system as an
yang terpadu dapat diintegrasikan dengan aplikasi warga environmental security facility can also be integrated with
pintar untuk mengingatkan warga pada kewajiban IPL yang the smart resident application to remind residents of IPL
perlu dibayarkan. payment obligations.
Dalam rangka penyesuaian target market untuk menyasar In order to adjust the target market toward middle-to-lower
konsumen pada kelas menengah kebawah, konsep desain income consumers, the concept of a growing house design is
rumah tumbuh sedang dalam kajian untuk dapat diaplikasikan currently under study for potential implementation in suitable
pada lokasi yang sesuai. Karena cukup banyaknya permintaan locations. Given the significant demand in this segment,
pada segmentasi ini kajian material ekonomis pun juga sedang studies on cost-efficient materials are also being conducted,
dilakukan karena sensivitas harga sangat berpengaruh pada as price sensitivity greatly influences housing demand in the
hunian kelas menengah (entry level) middle (entry-level) segment.
Melalui pendekatan yang menyeluruh, mulai dari perencanaan, Through a comprehensive approach, starting from planning,
konstruksi, pengembangan produk properti, hingga construction, and property product development to post-
pengelolaan kawasan pasca-terbangun, WIKA Realty secara construction area management, WIKA Realty actively supports
aktif mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional. the national sustainable development agenda. The innovations
Inovasi dan pengembangan produk/jasa yang diterapkan and product/service developments implemented strengthen
memperkuat posisi WIKA Realty sebagai pengembang properti WIKA Realty’s position as a property developer committed
yang berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, nilai to environmental sustainability, social value, and long-term
sosial, dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. economic growth.
294 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 295
Penggunaan skylight memungkinkan masuknya cahaya alami The use of skylights allows natural light to enter interior spaces
secara optimal ke dalam ruang-ruang interior, terutama pada optimally, particularly in areas with limited side openings.
area yang memiliki keterbatasan bukaan samping. Dengan By utilizing natural lighting during the daytime, the need
pemanfaatan pencahayaan alami di siang hari, kebutuhan for electric lighting can be reduced, thereby contributing
penggunaan lampu listrik dapat dikurangi, sehingga to building energy efficiency. In addition, skylights help
berkontribusi pada efisiensi energi bangunan. Selain itu, create healthier and more comfortable indoor environments
skylight juga membantu menciptakan kualitas ruang yang for occupants.
lebih sehat dan nyaman bagi penghuni.
Sementara itu, penerapan roster pada fasad bangunan berfungsi Meanwhile, the application of roster elements on building
sebagai elemen ventilasi pasif yang memungkinkan sirkulasi façades functions as a passive ventilation feature that
udara alami tetap berlangsung tanpa mengorbankan privasi allows natural air circulation without compromising privacy
dan keamanan. Roster juga berperan dalam mengurangi panas and security. Roster elements also help reduce direct heat
langsung yang masuk ke dalam bangunan, serta menciptakan entering the building while creating an aesthetic façade with a
karakter fasad yang estetis dan beridentitas. Penggunaan distinct architectural identity. The use of roster supports cross
roster mendukung penghawaan silang (cross ventilation) yang ventilation, which helps naturally lower indoor temperatures.
membantu menurunkan suhu ruang secara alami.
PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) juga menerapkan prinsip PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) also applies sustainable
pembangunan berkelanjutan pada produk desain rumah development principles in its residential design products
melalui pemilihan material bangunan yang ramah lingkungan through the selection of environmentally friendly building
dan berorientasi pada pengurangan limbah. Salah satu bentuk materials and a focus on waste reduction. One form of
penerapan tersebut adalah penggunaan material olahan limbah this implementation is the use of recycled and renewable
dan material terbarukan, seperti semen fiber dan Wood Plastic materials, such as fiber cement and Wood Plastic Composite
Composite (WPC), sebagai bagian dari elemen arsitektural (WPC), as part of the architectural elements of houses across
bangunan rumah yang telah diterapkan diseluruh kawasan WIKA Realty project areas.
proyek Wika Realty.
Penggunaan semen fiber dimanfaatkan sebagai material The use of fiber cement serves as cladding and façade
pelapis dan elemen fasad karena memiliki daya tahan tinggi, elements due to its high durability, relatively light weight,
bobot relatif ringan, serta umur pakai yang panjang. Material ini and long service life. This material is produced using fibers
diproduksi dengan memanfaatkan serat dan bahan tambahan and additional components that help reduce dependence
yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap material on conventional materials, thereby helping to minimize
konvensional, sehingga membantu menekan timbulan construction waste and carbon emissions. In addition, fiber
limbah konstruksi dan emisi karbon. Selain itu, semen fiber cement offers advantages in maintenance efficiency and
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 295
Page 296
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
juga memiliki keunggulan dalam efisiensi perawatan serta weather resistance, supporting the long-term sustainability
ketahanan terhadap cuaca, yang mendukung keberlanjutan of the building.
bangunan dalam jangka panjang.
Sementara itu, penerapan Wood Plastic Composite (WPC) Meanwhile, Wood Plastic Composite (WPC) is applied to
digunakan untuk menghadirkan kesan estetika kayu alami pada create the aesthetic appearance of natural wood in residential
bangunan rumah tanpa mengeksploitasi kayu solid dari hutan buildings without exploiting solid wood from natural forests.
alam. Material WPC merupakan hasil olahan campuran serat WPC is manufactured from a blend of recycled wood fibers
kayu daur ulang dan plastik daur ulang, sehingga berkontribusi and recycled plastics, directly contributing to waste reduction
langsung pada pengurangan limbah sekaligus mendukung while supporting circular economy principles. The use of WPC
prinsip ekonomi sirkular. Penggunaan WPC memberikan provides added value in terms of visual appeal, resistance to
nilai tambah dari sisi visual, ketahanan terhadap rayap dan termites and moisture, and easier maintenance compared to
kelembapan, serta kemudahan perawatan dibandingkan conventional wood materials.
material kayu konvensional.
Melalui pemanfaatan material semen fiber dan WPC pada Through the use of fiber cement and WPC materials in
produk desain rumah, WIKA Realty tidak hanya meningkatkan housing design products, WIKA Realty not only improves
kualitas estetika dan performa bangunan, tetapi juga building aesthetics and performance but also demonstrates a
menunjukkan komitmen nyata dalam mengurangi dampak strong commitment to reducing the environmental impact of
lingkungan dari kegiatan pembangunan. Inovasi material ini construction activities. These material innovations align with
sejalan dengan upaya WIKA Realty dalam menghadirkan hunian WIKA Realty’s efforts to deliver sustainable, resource-efficient
yang berkelanjutan, efisien sumber daya, serta bertanggung housing that is environmentally responsible.
jawab terhadap lingkungan hidup.
Dalam pengembangan di seluruh kawasan dan bangunan In the development of all project areas and completed
yang telah terbangun, WIKA Realty juga menghadirkan buildings, WIKA Realty also introduces utility system
inovasi sistem utilitas yang mendukung keberlanjutan, seperti innovations that support sustainability, such as rainwater
pengelolaan air hujan melalui sumur resapan dan kolam retensi, management through infiltration wells and retention ponds,
sistem pengolahan air limbah terpadu, serta penggunaan integrated wastewater treatment systems, and the use of
perangkat sanitasi hemat air. Dalam pengelolaan air hujan, water-saving sanitary fixtures. In rainwater management,
WIKA Realty mengimplementasikan sumur resapan dan kolam WIKA Realty implements infiltration wells and retention ponds
296 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 297
retensi pada kawasan perumahan. Sistem ini berfungsi untuk within residential areas. This system functions to retain and
menahan dan meresapkan air hujan ke dalam tanah secara gradually absorb rainwater into the ground, thereby reducing
bertahap, sehingga dapat mengurangi limpasan permukaan surface runoff, minimizing the potential for flooding and
(runoff), meminimalkan potensi genangan dan banjir, serta waterlogging, and helping maintain groundwater balance. The
membantu menjaga keseimbangan air tanah. Penerapan implementation of this system also supports water resource
sistem ini juga mendukung konservasi sumber daya air dan conservation and enhances the environmental carrying
meningkatkan daya dukung lingkungan kawasan hunian. capacity of residential areas.
Selain itu, pada sistem sanitasi, WIKA Realty menggunakan In addition, within the sanitation system, WIKA Realty uses
biotank sebagai pengganti septic tank konvensional. Biotank biotanks as a replacement for conventional septic tanks. A
merupakan sistem pengolahan limbah domestik yang bekerja biotank is a domestic wastewater treatment system that works
secara biologis dengan proses penyaringan dan penguraian biologically through gradual filtration and decomposition
bertahap, sehingga menghasilkan air buangan yang lebih aman processes, producing wastewater that is safer for the
bagi lingkungan. Sistem ini lebih efisien, minim perawatan, environment. This system is more efficient, requires minimal
serta mampu mengurangi risiko pencemaran tanah dan air maintenance, and reduces the risk of soil and groundwater
tanah dibandingkan sistem septic tank tradisional. contamination compared to traditional septic tank systems.
Melalui penerapan sumur resapan, kolam retensi, dan Through the infiltration wells, retention ponds, and biotanks
biotank pada produk desain rumah, WIKA Realty tidak in residential design products, WIKA Realty not only improves
hanya meningkatkan kualitas utilitas kawasan, tetapi the quality of area utilities but also provides housing that is
juga menghadirkan hunian yang lebih sehat, aman, dan healthier, safer, and more sustainable. These utility system
berkelanjutan. Inovasi sistem utilitas ini mencerminkan innovations reflect WIKA Realty’s commitment to delivering
komitmen WIKA Realty dalam menghadirkan produk properti property products aligned with resource efficiency and
yang selaras dengan prinsip efisiensi sumber daya dan environmental protection principles.
perlindungan lingkungan hidup.
Untuk efisiensi energi, WIKA Realty mulai mengintegrasikan To enhance energy efficiency, WIKA Realty has begun
penggunaan lampu hemat energi, sistem manajemen integrating the use of energy-efficient lighting, Building
bangunan (Building Management System/BMS), serta Management Systems (BMS), and renewable energy
pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya pada utilization such as solar panels in shared facility areas across
area fasilitas bersama di beberapa proyek. several projects.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 297
Page 298
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Wika Realty juga menerapkan inovasi pada efisiensi air pada WIKA Realty also applies innovations in water efficiency in
produk desain rumah melalui penggunaan sanitair closet its residential design products through the use of sanitary
dengan sistem dual flush. Sistem ini dirancang untuk mengatur closets with a dual flush system. This system is designed to
volume air yang digunakan saat pembilasan, dengan dua pilihan regulate the volume of water used during flushing, offering
debit air yang disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga dapat two water flow options adjusted to different needs, thereby
mengurangi konsumsi air bersih secara signifikan dibandingkan significantly reducing clean water consumption compared
dengan sistem pembilasan konvensional. to conventional flushing systems.
Penerapan closet dual flush memungkinkan penghuni untuk The application of dual flush closets allows residents
menggunakan volume air yang lebih kecil untuk limbah cair to use a smaller volume of water for liquid waste and a
dan volume yang lebih besar untuk limbah padat. Dengan larger volume for solid waste. With this mechanism, water
mekanisme tersebut, penggunaan air menjadi lebih efisien usage becomes more efficient without reducing sanitation
tanpa mengurangi fungsi kebersihan dan kenyamanan sanitasi. cleanliness and comfort. This innovation directly contributes
Inovasi ini berkontribusi langsung pada penghematan air rumah to household water savings and supports efforts toward
tangga serta mendukung upaya konservasi sumber daya air. water resource conservation.
Selain manfaat lingkungan, penggunaan sanitair dengan In addition to environmental benefits, the use of sanitary
sistem dual flush juga memberikan nilai tambah dari sisi fixtures with a dual flush system also provides added value
operasional bangunan. Pengurangan konsumsi air berdampak from the operational aspect of the building. Reduced water
pada efisiensi biaya pemakaian air jangka panjang bagi consumption leads to long-term cost efficiency for residents
penghuni, serta mendukung sistem utilitas kawasan yang while supporting more sustainable utility systems within
lebih berkelanjutan. residential areas.
Dalam aspek operasional diseluruh kawasan proyek, In the operational aspect across all project areas, WIKA
WIKA Realty menerapkan pengelolaan lingkungan secara Realty applies sustainable environmental management
berkelanjutan melalui pemeliharaan ruang hijau, pengelolaan through maintaining green open spaces, waste management
sampah berbasis pemilahan, serta penerapan prinsip 3R based on waste separation, and applying the 3R principles
(Reduce, Reuse, Recycle). Upaya ini didukung dengan (Reduce, Reuse, Recycle). These efforts are supported by the
penyusunan dan pelaksanaan dokumen lingkungan seperti preparation and implementation of environmental documents
UKL-UPL atau AMDAL sesuai dengan ketentuan peraturan such as UKL-UPL or AMDAL in accordance with regulatory
perundang-undangan, guna memastikan seluruh aktivitas requirements, ensuring that all area management activities
pengelolaan kawasan tetap memenuhi standar lingkungan comply with applicable environmental standards.
yang berlaku.
Begitupula dalam operasional kawasan perumahan, penerapan Likewise, in the operation of residential areas, the development
aplikasi warga pintar sebagai media forum warga interaktif of a smart resident application as an interactive community
dan fitur pembayaran IPL akan dikembangkan lebih lanjut. forum and IPL payment feature will continue to be enhanced.
Pembuatan aplikasi ini dilatarbelakangi kebutuhan atas The development of this application is driven by the need for
transparansi pengelolaan keuangan iuran warga dan transparency in managing community contribution funds
kemudahan pembayaran digital. Aplikasi ini memudahkan and the convenience of digital payments. The application
warga dan pengelola pada kolektivitas pembayaran IPL, facilitates residents and managers in collective IPL payments,
transparansi laporan dan penyampaian informasi, komunikasi transparency of reports and information dissemination, as
serta interaksi warga. well as communication and interaction among residents.
Proyek Tamansari Cyber merupakan salah satu dari 5 proyek Tamansari Cyber Project is one of the five flagship area
kawasan unggulan yang telah menerapkan inovasi efisiensi developments that has applied renewable energy efficiency
energi terbarukan dengan penggunaan Lampu Penerangan innovations through the use of Solar-Powered Public Street
Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) sebagai bagian dari sistem Lighting (PJUTS) as part of the area’s utility system. The PJUTS
utilitas kawasan. Penerapan PJUTS ini merupakan langkah represents a concrete step by WIKA Realty in supporting
nyata WIKA Realty dalam mendukung pengurangan konsumsi the reduction of conventional electricity consumption and
energi listrik konvensional serta pemanfaatan sumber energi promoting the use of environmentally friendly renewable
terbarukan yang ramah lingkungan. energy sources.
298 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 299
Pengadaan gate system sebagai sarana keamanan lingkungan The procurement of a gate system as an integrated
yang terpadu dapat diintegrasikan dengan aplikasi warga neighborhood security facility can also be connected with
pintar untuk mengingatkan warga pada kewajiban IPL yang a smart resident application to remind residents of their IPL
perlu dibayarkan. (environmental maintenance fee) payment obligations.
Dalam rangka penyesuaian target market untuk menyasar In order to adjust the target market toward middle-to-lower
konsumen pada kelas menengah kebawah, konsep desain income consumers, the concept of a growing house design is
rumah tumbuh sedang dalam kajian untuk dapat diaplikasikan currently under study for potential implementation in suitable
pada lokasi yang sesuai. Karena cukup banyaknya permintaan locations. Given the significant demand in this segment,
pada segmentasi ini kajian material ekonomis pun juga sedang studies on cost-efficient materials are also being conducted,
dilakukan karena sensivitas harga sangat berpengaruh pada as price sensitivity greatly influences housing demand in the
hunian kelas menengah (entry level) . middle (entry-level) segment.
Melalui pendekatan yang menyeluruh, mulai dari perencanaan, Through a comprehensive approach, starting from planning,
konstruksi, pengembangan produk properti, hingga construction, and property product development to post-
pengelolaan kawasan pasca-terbangun, WIKA Realty secara construction area management, WIKA Realty actively supports
aktif mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional. the national sustainable development agenda. The innovations
Inovasi dan pengembangan produk/jasa yang diterapkan and product/service developments implemented strengthen
memperkuat posisi WIKA Realty sebagai pengembang properti WIKA Realty’s position as a property developer committed
yang berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, nilai to environmental sustainability, social value, and long-term
sosial, dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. economic growth.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 299
Page 300
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR PT WIKA TIRTA JAYA JATILUHUR
PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) terus memperkuat PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) continues to strengthen
perannya sebagai mitra nasional utama dalam memastikan its role as a key national partner in ensuring the availability and
ketersediaan dan keberlanjutan pasokan air bersih bagi sustainability of clean water supply for urban populations. This
penduduk perkotaan. Tidak hanya pencapaian operasional reflects not only the company’s operational achievements but
perusahaan tetapi juga komitmennya yang semakin besar also its growing commitment to environmental management,
terhadap pengelolaan lingkungan, tanggung jawab sosial, social responsibility, and good corporate governance. Through
dan tata kelola perusahaan yang baik. Melalui pengoperasian the commercial operation of Jatiluhur I Regional Water Supply
komersial Sistem Penyediaan Air Regional Jatiluhur I (SPAM), System (SPAM), WTJJ demonstrates tangible progress
WTJJ menunjukkan kemajuan nyata dalam menyediakan in providing safe drinking water, reducing environmental
air minum yang aman, mengurangi dampak lingkungan, impacts, engaging communities, and upholding strong
melibatkan masyarakat, dan menjunjung tinggi standar tata governance standards.
kelola yang kuat.
Jakarta, Bekasi dan Karawang saat ini menghadapi defisit Jakarta, Bekasi, and Karawang are currently facing a deficit in
pasokan air bersih. Kehadiran Perseroan memberikan kontribusi clean water supply. The presence of the Company contributes
signifikan dalam mengatasi defisit ini, dengan menyediakan significantly to addressing this deficit by providing an
tambahan pasokan air sebanyak 4.750 liter per detik. Melayani/ additional water supply of 4,750 liters per second. WTJJ
menyalurkan air minum curah kepada offtaker PDAM. Air supplies bulk drinking water to offtaker PDAMs. Raw water is
baku diolah dan diproses menjadi air minum curah di dua treated and processed into bulk drinking water at two Water
Lokasi IPA, yakni IPA Bekasi dan IPA Cibeet, untuk disalurkan Treatment Plants (WTP), namely Bekasi WTP and Cibeet WTP,
kepada tiap PDAM. IPA Bekasi memiliki kapasitas produksi before being distributed to each PDAM. Bekasi WTP has a
lebih besar yakni 4.400 Liter per detik dan akan melayani larger production capacity of 4,400 liters per second and will
PAM Jaya (DKI Jakarta), PDAM Tirta Patriot (Kota Bekasi), serve PAM Jaya (DKI Jakarta), PDAM Tirta Patriot (Bekasi City),
dan PDAM Tirta Bagasasi (Kabupaten Karawang). IPA Cibeet and PDAM Tirta Bagasasi (Karawang Regency). Meanwhile,
memiliki kapasitas produksi 350 Liter per detik dan hanya akan Cibeet WTP has a production capacity of 350 liters per second
melayani PDAM Tirta Tarum (Kabupaten Karawang). and will only serve PDAM Tirta Tarum (Karawang Regency).
Dengan kapasitas terpasang mendekati 4.750 liter per detik, With an installed capacity of nearly 4,750 liters per second,
WTJJ secara signifikan berkontribusi dalam memenuhi WTJJ significantly contributes to meeting the growing
meningkatnya permintaan akses air bersih di wilayah Jakarta, demand for clean water access in Jakarta, Bekasi, and
Bekasi, dan Karawang—saat ini melayani sekitar 1,9 juta Karawang areas—currently serving approximately 1.9 million
orang, sehingga meningkatkan keamanan air nasional dan people. This strengthens national water security and supports
mendukung tujuan pembangunan jangka panjang Indonesia. Indonesia’s long-term development goals. WTJJ views its
WTJJ memandang perannya bukan hanya sebagai penyedia role not only as a clean water provider but also as an agent
air bersih tetapi sebagai agen kemajuan berkelanjutan yang of sustainable progress that encompasses environmental
mencakup pengelolaan lingkungan, inisiatif sosial, praktik management, social initiatives, innovative empowerment
inovasi pemberdayaan, dan penerapan tata kelola yang efektif. practices, and effective governance implementation. By
Dengan mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam semua integrating sustainability into all operational dimensions,
dimensi operasional, WTJJ memastikan bahwa penyediaan WTJJ ensures that today’s water provision aligns with climate
air saat ini selaras dengan upaya ketahanan iklim sekaligus resilience efforts while encouraging inclusive growth and
mendorong pertumbuhan inklusif dan meningkatkan standar improving living standards in the future.
hidup di masa depan.
300 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 301
Desain Green IPA (Supernatan) Green WTP Design (Supernatant)
PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) menerapkan konsep PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) applies the Green Water
Green Instalasi Pengolahan Air (Green IPA) sebagai bagian Treatment Plant (Green WTP) concept as part of its sustainable
dari strategi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan environmental management strategy and the company’s
dan komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, commitment to Environmental, Social, and Governance (ESG)
Social, and Governance (ESG). Penerapan konsep ini bertujuan principles. This concept aims to ensure that all clean water
untuk memastikan bahwa seluruh proses pengolahan air treatment processes are carried out efficiently, responsibly,
bersih dilakukan secara efisien, bertanggung jawab, serta and with minimal environmental impact.
meminimalkan dampak terhadap lingkungan.
Dalam operasionalnya, sistem Green IPA di WTJJ dirancang In its operations, Green WTP system at WTJJ is designed to
untuk tidak menghasilkan limbah cair yang dibuang ke produce no liquid waste discharged into the environment. All
lingkungan. Seluruh air sisa proses pengolahan, termasuk residual water from the treatment process, including filter
air hasil pencucian filter (backwash) dan residu pengolahan backwash water and other treatment residues, is managed
lainnya, dikelola melalui sistem pengolahan dan pemulihan through an internal recovery system. This water is reprocessed
internal (internal recovery system). Air tersebut diproses and reused within the treatment cycle, ensuring that no
kembali dan dimanfaatkan ulang ke dalam siklus pengolahan, wastewater is discharged into receiving water bodies. This
sehingga tidak terdapat pembuangan air limbah ke badan air approach reflects the principle of circular water management
penerima. Pendekatan ini mencerminkan prinsip circular water in water resource management.
management dalam pengelolaan sumber daya air.
Penerapan sistem pengolahan tertutup (closed-loop system) This closed-loop treatment system has a significant impact
tersebut memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan on improving the efficiency of raw water utilization. During
efisiensi pemanfaatan air baku. Sepanjang periode pelaporan, the reporting period, WTJJ recorded a very low level of
WTJJ mencatat tingkat kehilangan air (water losses) yang water losses, ranging from less than 3–5%. This achievement
sangat rendah, yaitu berada pada kisaran kurang dari 3–5%. demonstrates the optimization of clean water production
Capaian ini menunjukkan optimalisasi proses produksi air processes as well as the effectiveness of operational controls
bersih serta efektivitas pengendalian operasional dalam in maintaining balance between treatment capacity and
menjaga keseimbangan antara kapasitas pengolahan dan production output.
hasil produksi.
Selain meningkatkan efisiensi operasional, implementasi Green In addition to improving operational efficiency, the
IPA juga berkontribusi langsung terhadap upaya perlindungan implementation of Green WTP concept also contributes
lingkungan. Tidak adanya pembuangan limbah cair membantu directly to environmental protection efforts. The absence
mencegah potensi pencemaran air dan degradasi kualitas of liquid waste discharge helps prevent potential water
lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan. Dengan pollution and environmental degradation in areas surrounding
demikian, WTJJ turut mendukung konservasi sumber daya the company’s operations. Through this approach, WTJJ
air, menjaga keberlanjutan ekosistem, serta mengurangi jejak supports water resource conservation, maintains ecosystem
lingkungan dari aktivitas operasional perusahaan. sustainability, and reduces the environmental footprint of its
operational activities.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 301
Page 302
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Melalui penerapan Green IPA, PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur By applying the Green WTP concept, PT WIKA Tirta
menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan Jaya Jatiluhur reaffirms its commitment to integrating
aspek lingkungan ke dalam proses bisnis inti. Inisiatif ini environmental aspects into its core business processes.
sejalan dengan upaya pencapaian tujuan pembangunan This initiative aligns with efforts to achieve the Sustainable
berkelanjutan, khususnya SDGs 6 (Clean Water and Sanitation) Development Goals, particularly SDG 6 (Clean Water and
dan SDGs 12 (Responsible Consumption and Production), Sanitation) and SDG 12 (Responsible Consumption and
serta menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam Production), and forms part of the company’s contribution
menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi to creating long-term sustainable value for stakeholders.
para pemangku kepentingan.
Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Pembangunan Innovation and Development of Sustainable
Berkelanjutan melalui Implementasi SCADA System Construction Products/Services through the
Implementation of SCADA System.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan As a company engaged in the management and development
dan pengembangan infrastruktur sumber daya air, PT WIKA of water resource infrastructure, PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur
Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) menyadari bahwa tantangan (WTJJ) recognizes that sustainable development challenges
pembangunan berkelanjutan di sektor air dan utilitas tidak in the water and utility sector require not only reliable
hanya menuntut keandalan infrastruktur fisik, tetapi juga physical infrastructure but also strengthened technology-
penguatan sistem pengelolaan berbasis teknologi yang based management systems that are adaptive, efficient,
adaptif, efisien, dan ramah lingkungan. Sejalan dengan and environmentally friendly. In line with the Company’s
komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, commitment to Environmental, Social, and Governance
Social, and Governance (ESG), WTJJ secara berkelanjutan (ESG) principles, WTJJ continuously develops innovations
mengembangkan inovasi produk dan jasa melalui pemanfaatan in products and services through the utilization of the
Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) System Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) System
sebagai tulang punggung transformasi digital operasional. as the backbone of its operational digital transformation.
Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan keandalan To improve operational efficiency and reliability, SCADA
operasional, sistem SCADA diimplementasikan sebagai system is implemented as an innovative solution for
solusi inovatif dalam pemantauan dan pengendalian proses monitoring and controlling water treatment processes. SCADA
pengolahan air. Sistem SCADA memungkinkan pemantauan system enables real-time monitoring, process automation, and
real-time, otomatisasi proses, serta analisis data untuk data analysis to support faster and more accurate decision-
pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat. making. With this technology, operators can optimize resource
Dengan teknologi ini, pengelola dapat mengoptimalkan utilization, minimize operational disruptions, and enhance the
penggunaan sumber daya, meminimalkan gangguan quality of drinking water services.
operasional, serta meningkatkan kualitas layanan air minum.
SCADA System merupakan sistem terintegrasi yang SCADA System is an integrated system that allows real-
memungkinkan pemantauan, pengendalian, dan pengumpulan time monitoring, control, and collection of operational data
data operasional secara real-time pada berbagai fasilitas across various water treatment and distribution facilities. In
pengolahan dan distribusi air. Dalam konteks pembangunan the context of sustainable development, the implementation
berkelanjutan, implementasi SCADA tidak hanya berfungsi of SCADA functions not only as a technical control tool but
302 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 303
sebagai alat pengendalian teknis, namun juga sebagai also as a strategic instrument to improve resource efficiency,
instrumen strategis dalam meningkatkan efisiensi sumber reduce environmental impacts, and enhance service quality
daya, menurunkan dampak lingkungan, serta meningkatkan for the community.
kualitas layanan kepada masyarakat.
Melalui pemanfaatan SCADA System, WTJJ mampu Through the use of SCADA System, WTJJ is able to conduct
melakukan pemantauan menyeluruh terhadap parameter comprehensive monitoring of key operational parameters such
operasional utama seperti debit air, tekanan jaringan, as water flow rate, network pressure, water quality, energy
kualitas air, konsumsi energi, serta kinerja peralatan secara consumption, and equipment performance on a continuous
berkelanjutan. Data yang diperoleh secara real-time dan basis. The real-time and historical data obtained serve as the
historis menjadi dasar pengambilan keputusan berbasis data foundation for data-driven decision making, enabling the
(data-driven decision making), sehingga perusahaan dapat Company to manage operations more precisely, avoid energy
melakukan pengaturan operasi yang lebih presisi, menghindari waste, and minimize potential water losses (non-revenue
pemborosan energi, serta meminimalkan potensi kehilangan water). These efforts are aligned with WTJJ’s commitment
air (non-revenue water). Upaya ini sejalan dengan komitmen to improving natural resource efficiency and reducing the
WTJJ dalam mendukung efisiensi pemanfaatan sumber environmental footprint of its operational activities.
daya alam serta pengurangan jejak lingkungan dari aktivitas
operasional perusahaan.
Dalam aspek inovasi dan pengembangan produk/jasa, In terms of innovation and product/service development,
SCADA System dikembangkan tidak hanya sebagai sistem SCADA System is developed not only as an internal support
pendukung internal, tetapi juga sebagai nilai tambah layanan system but also as a value-added service offered by WTJJ to
yang ditawarkan WTJJ kepada para pemangku kepentingan. its stakeholders. The development of SCADA at WTJJ is also
Pengembangan SCADA System di WTJJ juga diarahkan untuk directed toward supporting predictive maintenance practices.
mendukung penerapan pemeliharaan prediktif (predictive Through operational data trend analysis and early anomaly
maintenance). Melalui analisis tren data operasional dan deteksi detection, the Company can identify potential disturbances
dini anomali sistem, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi before equipment failure occurs. This approach not only
gangguan sebelum terjadi kegagalan peralatan. Pendekatan increases system reliability but also reduces emergency
ini tidak hanya meningkatkan keandalan sistem, tetapi juga repair needs, lowers material consumption, and extends the
mengurangi kebutuhan perbaikan darurat, menekan konsumsi service life of infrastructure assets. Consequently, SCADA
material, serta memperpanjang umur aset infrastruktur. Dengan directly contributes to operational cost efficiency while
demikian, SCADA berkontribusi langsung terhadap efisiensi supporting circular economy principles in asset management.
biaya operasional sekaligus mendukung prinsip ekonomi sirkular From an environmental perspective, the implementation
dalam pengelolaan aset perusahaan.Dari perspektif lingkungan, of SCADA System provides significant impacts on energy
penerapan SCADA System memberikan dampak signifikan consumption control and reduction of indirect emissions.
dalam pengendalian konsumsi energi dan pengurangan emisi Optimization of pump operations, demand-based scheduling,
tidak langsung. Optimalisasi pengoperasian pompa, penjadwalan and automated network pressure control help reduce overall
operasi berbasis kebutuhan aktual, serta pengendalian tekanan electricity consumption. In addition, the system’s capability
jaringan secara otomatis membantu menurunkan konsumsi to detect leaks and inefficiencies in the distribution network
energi listrik secara keseluruhan. Selain itu, kemampuan sistem contributes to water resource conservation, which is a crucial
dalam mendeteksi kebocoran dan ketidakefisienan jaringan aspect of ensuring the sustainability of clean water supply
distribusi berkontribusi terhadap konservasi sumber daya air, for communities.
yang merupakan aspek krusial dalam menjaga keberlanjutan
pasokan air bersih bagi masyarakat.
WTJJ juga memandang SCADA System sebagai bagian WTJJ also views the SCADA System as an important element
dari penguatan aspek sosial dan tata kelola perusahaan. in strengthening social and governance aspects of the
Transparansi data operasional yang dihasilkan oleh sistem ini Company. The transparency of operational data generated
mendukung peningkatan akuntabilitas, baik dalam pelaporan by the system supports improved accountability in both
kinerja internal maupun dalam komunikasi dengan pemangku internal performance reporting and communication with
kepentingan eksternal. Keandalan sistem distribusi air yang external stakeholders. The reliability of water distribution
didukung oleh SCADA turut meningkatkan kualitas layanan systems supported by SCADA also enhances service quality
kepada pelanggan, mengurangi gangguan suplai, serta for customers, reduces supply disruptions, and supports
mendukung keberlanjutan layanan publik yang berdampak sustainable public services that directly impact community
langsung pada kesejahteraan masyarakat. Dalam kerangka welfare. Within its long-term development framework, WTJJ
pengembangan jangka panjang, WTJJ terus mengkaji integrasi continues to explore the integration of SCADA with other
SCADA dengan teknologi pendukung lainnya seperti Internet supporting technologies such as the Internet of Things (IoT),
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 303
Page 304
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
of Things (IoT), analitik data lanjutan, serta platform digital advanced data analytics, and cloud-based digital platforms.
berbasis cloud. Integrasi ini diharapkan dapat meningkatkan This integration is expected to enhance the system’s capability
kapabilitas sistem dalam melakukan analisis prediktif, simulasi in predictive analysis, operational scenario simulations, and
skenario operasional, serta perencanaan pengembangan infrastructure development planning that is more adaptive to
infrastruktur yang lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan changing needs and environmental risks. This approach reflects
dan risiko lingkungan. Pendekatan ini mencerminkan komitmen WTJJ’s commitment to continuous innovation in delivering
WTJJ untuk terus berinovasi dalam menghadirkan solusi resilient and sustainable water infrastructure solutions.
infrastruktur air yang tangguh dan berkelanjutan.
Implementasi SCADA pada SPAM Jatiluhur I merupakan bagian The implementation of SCADA in SPAM Jatiluhur I system
dari upaya PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur dalam meningkatkan: forms part of PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur’s efforts to improve
1. Peningkatan Efisiensi Operasional the following aspects:
Implementasi SCADA di SPAM Jatiluhur 1 memungkinkan 1. Operational Efficiency Improvement
pemantauan dan pengendalian proses pengolahan air The implementation of SCADA in SPAM Jatiluhur I enables
secara real-time. Sistem ini membantu mengoptimalkan real-time monitoring and control of water treatment
penggunaan energi dan bahan kimia dalam proses produksi processes. The system helps optimize the use of energy
air minum. and chemicals in drinking water production.
2. Meningkatkan Keandalan dan Kualitas Layanan 2. Improved Reliability and Service Quality
SCADA memungkinkan deteksi dini terhadap gangguan SCADA enables early detection of operational
operasional, sehingga dapat dilakukan tindakan disturbances, allowing preventive actions to be taken
pencegahan lebih cepat. Parameter kualitas air baku dan air more quickly. Raw water and bulk drinking water quality
minum curah dapat dimonitor secara berkelanjutan untuk parameters can be monitored continuously to ensure
memastikan kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan. compliance with established standards.
3. Optimasi Pemeliharaan dan Pengurangan Kesalahan 3. Maintenance Optimization and Reduction of Human Error
Manusia Historical data from SCADA can be used for predictive
Data historis dari SCADA dapat digunakan untuk analisis analysis in equipment maintenance. System alarms help
prediktif dalam pemeliharaan peralatan. Alarm sistem operators avoid operational errors that could affect water
membantu operator dalam menghindari kesalahan quality and equipment lifespan.
operasional yang dapat berdampak pada kualitas air dan
umur peralatan.
4. Tantangan dalam Implementasi SCADA 4. Challenges in SCADA Implementation
Integrasi SCADA dengan infrastruktur yang sudah ada Integration of SCADA with existing infrastructure still faces
masih menghadapi beberapa kendala teknis. Dibutuhkan several technical challenges. Skilled personnel are required
tenaga kerja terampil dalam pengoperasian dan to operate and maintain the SCADA system effectively.
pemeliharaan sistem SCADA agar dapat berjalan optimal.
5. Estimasi Efisiensi Terhadap Operation Cost 5. Estimated Efficiency in Operational Costs
Dengan Menggunakan Sistem Pengoperasian dengan Sistem By implementing SCADA-based operations, PT WIKA Tirta
SCADA maka PT. Wika Tirta Jaya Jatiluhur di estimasikan Jaya Jatiluhur is estimated to achieve operational cost
dapat menghemat (Efisiensi) Biaya Pengoperasian savings of approximately Rp 16 billion per year.
(Operation Cost) sebesar kurang lebih Rp 16 miliar per tahun.
Implementasi dan pengembangan SCADA System di WTJJ The implementation and development of SCADA System at
secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan WTJJ directly support the achievement of the Sustainable
Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), Development Goals (SDGs), particularly SDG 6 (Clean Water
khususnya SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui and Sanitation) through improved efficiency and reliability of
peningkatan efisiensi dan keandalan pengelolaan air, SDG 7 water management, SDG 7 (Affordable and Clean Energy)
(Affordable and Clean Energy) melalui optimalisasi konsumsi through optimized energy consumption, SDG 9 (Industry,
energi, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui Innovation and Infrastructure) through the application of
penerapan teknologi digital dalam infrastruktur, serta SDG 13 digital technology in infrastructure, and SDG 13 (Climate
(Climate Action) melalui kontribusi terhadap pengurangan Action) through contributions to emission reduction and
emisi dan efisiensi sumber daya. resource efficiency.
Melalui kajian inovasi dan pengembangan produk/jasa Through the study of innovation and product/service
berbasis SCADA System ini, PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur development based on SCADA System, PT WIKA Tirta Jaya
menegaskan komitmennya untuk menjadikan teknologi Jatiluhur reaffirms its commitment to positioning technology
sebagai enabler utama dalam pembangunan berkelanjutan. as a key enabler of sustainable development. SCADA is not
SCADA tidak hanya menjadi solusi operasional, tetapi only an operational solution but also a strategic foundation
304 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 305
juga fondasi strategis dalam membangun infrastruktur air for building efficient, reliable, and environmentally responsible
yang efisien, andal, dan berwawasan lingkungan, sekaligus water infrastructure, while strengthening the Company’s
memperkuat daya saing perusahaan dalam jangka panjang long-term competitiveness and delivering sustainable added
serta memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh value for all stakeholders.
pemangku kepentingan.
PRODUK/JASA YANG SUDAH DIEVALUASI PRODUCTS/SERVICES EVALUATED FOR
KEAMANANNYA BAGI PELANGGAN [OJK F.27, CUSTOMER SAFETY [OJK F.27, GRI 416-1, 416-2, CRE8,
GRI 416-1, 416-2, CRE8, IF-EN-250a.1, IF-EN-250a.2, IF-EN-410a.1] IF-EN-250a.1, IF-EN-250a.2, IF-EN-410a.1]
Perseroan senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan The Company consistently remains committed to delivering
produk yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan regulasi products that are safe, high-quality, and compliant with
serta persyaratan keselamatan yang berlaku. Untuk menjamin applicable regulations and safety requirements. To ensure
hal tersebut, Perseroan telah menerapkan sistem manajemen this, the Company has implemented a quality management
mutu yang dirancang untuk mencapai sasaran strategis serta system designed to achieve strategic objectives and meet
memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan, sekaligus seluruh the expectations and satisfaction of customers as well as all
pemangku kepentingan Perseroan. Pengawasan mutu produk stakeholders. Product quality control at WIKA is carried out
di WIKA dilakukan melalui proses penilaian produk akhir, yang through a final product assessment process, which is divided
dibedakan berdasarkan aspek desain dan commissioning. into design and commissioning aspects. Before products are
Sebelum produk diserahkan kepada pemberi kerja, manajemen handed over to the client, WIKA management must ensure
WIKA wajib memastikan bahwa seluruh bagian produk (100%) that all parts of the product (100%) have been evaluated and
telah dievaluasi dan dipastikan keamanannya. Sampai dengan confirmed to be safe. As of the end of 2025, the Company
akhir tahun 2025 Perseroan memiliki bangunan bersertifikat has buildings certified under sustainable building standards,
Green Building diantaranya Gedung RSJPD Harapan Kita – including RSJPD Harapan Kita – Tokushukai Building with a
Tokushukai dengan jenis sertifikasi BGH Madya dan Gedung BGH Madya certification and Financial Center Mandiri Building
Financial Center Mandiri di Pantai Indah Kapuk 2 dengan jenis in Pantai Indah Kapuk 2 with a GBCI Platinum certification.
sertifikasi GBCI PLATINUM.
Penilaian produk akhir melalui beberapa tahap, yaitu quality Final product assessments are conducted through several
dan inspeksi. Hal ini tercakup di dalam dokumen Rencana stages, namely quality checks and inspections, as outlined
Kerja Proyek BAB Quality Plan. Penilaian akhir produk in the Project Work Plan document, Chapter Quality Plan.
tersebut bertujuan untuk memastikan produk sesuai dengan These final product evaluations aim to ensure that the product
spesifikasinya. Di samping itu, WIKA juga melakukan proses meets its specifications. In addition, WIKA conducts a project
pengendalian penyelesaian proyek melibatkan serangkaian completion control process involving several key stages to
tahapan penting untuk memastikan bahwa proyek selesai ensure that projects are completed efficiently and according
secara efisien dan sesuai dengan persyaratan yang telah to established requirements. The following explains the stages
ditetapkan. Berikut penjelasan tahapan dalam pengendalian in project completion control:
penyelesaian proyek:
1. Construction Completion 1. Construction Completion
penyelesaian semua pekerjaan konstruksi yang mencakup Completion of all construction work including installation
pemasangan peralatan dan struktur, Pemeriksaan dan of equipment and structures, along with inspection and
verifikasi bahwa semua komponen fisik dari proyek verification that all physical components of the project
telah terpasang, diuji dan berfungsi dengan baik sesuai have been installed, tested, and are functioning properly
spesifikasi teknis yang ditetapkan according to technical specifications.
2. Pre-Commissioning 2. Pre-Commissioning
Mengidentifikasi urutan aktivitas, batasan-batasan dari Identification of activity sequences and equipment
peralatan yang akan diuji dan dikeluarkan, memastikan testing boundaries, ensuring that the installed equipment
performa dan equipment yang di-install sudah sesuai dengan performance meets planned requirements and that no
requirement yang direncanakan dan tidak terdapat masalah. issues are present.
3. Commissioning 3. Commissioning
Proses penggunaan product dan pengujian operasional dari The operational testing and activation process of all
semua system atau peralatan proyek. Selama Commisioning, project systems or equipment under actual operating
system dan peralatan dijalankan dalam kondisi operasional conditions to ensure proper functionality according to
sebenarnya untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi specifications. Any detected issues are resolved before
dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. proceeding to the next stage.
Jika ada masalah yang terdeteksi, akan dilakukan perbaikan
sebelum melanjutkan ke Langkah selanjutnya
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 305
Page 306
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
4. Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan 4. Work Completion Report
Dokumen resmi yang menandai penyelesaikan seluruh An official document marking the completion of the
proyek. Dokumen ini mencatat semua tahap penyelesaian entire project. This document records all stages of project
proyek, pengujian, dan verifikasi yang telah dilakukan completion, testing, and verification conducted according
sesuai dengan spesifikasi dan bahwa proyek siap untuk to specifications, confirming that the project is ready to
diterima oleh klien atau PERUSAHAAN. Dokumen ini be accepted by the client or company.
juga dapat mencakup detail tentang tes akhir, verifikasi
keselamatan dan penyelesaian administrasi lainnya
Jaminan pemeliharaan mengacu pada Prosedur Keuangan, Maintenance guarantees refer to the Financial, Accounting,
Akuntansi dan Perpajakan nomor WIKA-KEU-OM-01.01 tanggal and Tax Procedures document number WIKA-KEU-OM-01.01
30 Juni 2023. Dalam pelaksanaan proyek selalu disertai dengan dated June 30, 2023. During project implementation,
asuransi Contractors All Risk (CAR)/Erection All Risks (EAR). Contractors All Risk (CAR) / Erection All Risks (EAR) insurance
Asuransi tersebut bertujuan untuk memberikan perlindungan is always provided. This insurance aims to provide protection
atas berbagai risiko selama konstruksi masih termasuk di dalam against various risks during the construction period covered
periode kontrak. Risiko yang dimaksudkan yaitu adanya kerugian by the contract, including building damage, third-party injury
atas kerusakan bangunan, tuntutan pihak ketiga akibat cedera claims, building losses due to contractual discrepancies, and
tubuh, dan kerugian bangunan akibat ketidaksesuaian kondisi project delays. As a result of these efforts, in 2025 there
berdasarkan kontrak perjanjian awal, serta penundaan pengerjaan were no incidents or penalties related to non-compliance
proyek. Atas berbagai upaya yang telah dilakukan, pada tahun with occupational health and safety requirements associated
2025 tidak terdapat insiden ataupun denda akibat ketidakpatuhan with products and services that could endanger customers
pada K3 terkait produk dan jasa, yang dapat membahayakan or end users, and no costs were incurred as a result of legal
pelanggan maupun pengguna akhir, serta tidak ada biaya yang proceedings related to customer safety incidents.
dikeluarkan sebagai akibat proses hukum yang terkait dengan
insiden yang berhubungan dengan keselamatan pelanggan.
DAMPAK PRODUK/JASA [OJK F.28] PRODUCT/SERVICE IMPACTS [OJK F.28]
Sebagai perusahaan jasa konstruksi dan EPC, Perseroan As a construction and EPC service company, the Company
senantiasa berupaya menciptakan produk dan jasa yang strives to create products and services that offer positive
memberikan dampak positif bagi masyarakat. Produk dan jasa impacts for society. The Company’s products and services
Perseroan berupa infrastruktur seperti jalan, jembatan, waduk, in the form of infrastructure such as roads, bridges, dams,
bangunan gedung, dan fasilitas pendukung lainnya berkontribusi buildings, and supporting facilities contribute to improving
dalam meningkatkan interkoneksi penduduk, memperlancar connectivity, facilitating the flow of goods and services,
arus barang dan jasa, memperkuat ketahanan air dan energi, strengthening water and energy resilience, and supporting
serta mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. the fulfillment of basic community needs.
Di sisi lain, Perseroan menyadari bahwa kegiatan operasional However, the Company also recognizes that construction
konstruksi tidak terlepas dari potensi dampak negatif terhadap activities carry potential negative environmental and social
lingkungan dan sosial, antara lain: impacts, including:
1. Dampak fisik dan kimia, antara lain peningkatan kebisingan, 1. Physical and chemical impacts, such as increased noise,
getaran, perubahan dan pengotoran permukaan jalan, serta vibration, road surface contamination, and potential
potensi polusi tanah, air, dan udara. pollution of soil, water, and air.
2. Dampak biologis, berupa gangguan terhadap flora dan 2. Biological impacts, including disturbances to flora
fauna di sekitar area kerja, termasuk potensi penurunan and fauna around project areas, potentially affecting
keanekaragaman hayati apabila tidak dikelola dengan baik. biodiversity if not properly managed.
3. Dampak sosial, ekonomi, dan budaya, antara lain 3. Social, economic, and cultural impacts, including social
ketegangan sosial, terganggunya mobilitas masyarakat tensions, disruptions to community mobility (such as
(misalnya kemacetan di sekitar proyek), hilangnya atau traffic congestion), potential loss or disruption of certain
terganggunya mata pencaharian tertentu, potensi livelihoods, increased health costs, and changes in
penambahan biaya kesehatan, serta perubahan tingkat community income levels and activities.
pendapatan dan pola aktivitas masyarakat.
Dalam mengantisipasi dan mengendalikan dampak negatif To anticipate and control these negative impacts, the
tersebut, Perseroan melalui fungsi QHSE dan Manajemen Company through its QHSE and Risk Management functions
Risiko senantiasa melakukan berbagai langkah mitigasi, conducts mitigation measures, including:
di antaranya:
306 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 307
1. Melaksanakan pengukuran dan pemantauan parameter 1. Conduct periodic measurement and monitoring of
lingkungan (kebisingan, kualitas udara, kualitas air, dan environmental parameters (noise, air quality, water quality,
lain-lain) secara berkala sesuai dengan prosedur Penerapan etc.) in accordance with the Occupational Health and
Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Safety Management System (SMK3L) Implementation
Lingkungan (SMK3L) nomor WIKA-HSE-PM-01.01 dan procedure number WIKA-HSE-PM-01.01 and applicable
peraturan perundangan yang berlaku. laws and regulations.
2. Mengintegrasikan identifikasi bahaya, penilaian risiko, 2. Integrate hazard identification, risk assessment,
dan penetapan pengendalian ke dalam perencanaan and control determination into project planning and
dan pelaksanaan proyek, termasuk pencatatan risiko implementation, including recording environmental
lingkungan dan sosial dalam risk register proyek untuk and social risks in the project risk register for regular
dimonitor secara berkala sesuai dengan prosedur Sistem monitoring in accordance with the Risk Management
Manajemen Risiko nomor WIKA-SMR-PM-01.01. System procedure number WIKA-SMR-PM-01.01.
3. Melakukan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan 3. Conduct outreach to stakeholders in the project
di lingkungan proyek, serta menyelenggarakan aktivitas environment, and organize social, economic, and cultural
sosial, ekonomi, dan budaya untuk mengurangi dampak activities to mitigate negative impacts on the community,
negatif yang timbul di masyarakat, termasuk mekanisme including a grievance mechanism.
penanganan keluhan (grievance mechanism).
Selain upaya pengendalian dampak negatif tersebut, WIKA juga In addition to mitigating negative impacts, WIKA also develops
mengembangkan produk inovasi berkelanjutan yang bertujuan sustainable innovation products aimed at maximizing positive
memperbesar dampak positif dan menekan jejak lingkungan, impacts and reducing environmental footprints, including
antara lain Green Concrete Product, Modular System, Solar Green Concrete Products, Modular Systems, Solar Water
Water Heater and Water Resource Management (WTJJ). Heater, and Water Resource Management (WTJJ).
JUMLAH PRODUK YANG DITARIK KEMBALI [OJK F.29] NUMBER OF PRODUCTS RECALLED [OJK F.29]
Sampai dengan akhir tahun 2025, tidak terdapat produk yang As of the end of 2025, there were no product recalled.
ditarik kembali.
SURVEI KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP Customer Satisfaction Survey on Products and
PRODUK DAN/ATAU JASA [OJK F.30] Services [OJK F.30]
Perseroan senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan The Company regularly conducts customer satisfaction
produk yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan regulasi surveys to determine the level of customer satisfaction with
serta persyaratan keselamatan yang berlaku. Untuk menjamin the quality of service and the fulfillment of customer needs.
hal tersebut, Perseroan telah menerapkan sistem manajemen The customer satisfaction index is one of the factors that
mutu yang dirancang untuk mencapai sasaran strategis serta can be used as a benchmark for the Company to determine
memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan, sekaligus seluruh the success of its projects. Customer satisfaction surveys
pemangku kepentingan Perseroan. Pengawasan mutu produk can provide information that the products/services have
di WIKA dilakukan melalui proses penilaian produk akhir, yang met customer needs and satisfaction with the service. This
dibedakan berdasarkan aspek desain dan commissioning. survey can increase customer trust and satisfaction, as well
Sebelum produk diserahkan kepada pemberi kerja, manajemen as enhance the company's reputation. Customer satisfaction
WIKA wajib memastikan bahwa seluruh bagian produk (100%) is also an investment for the Company because it allows
telah dievaluasi dan dipastikan keamanannya. Sampai dengan for re-establishing cooperation in the future. Therefore, the
akhir tahun 2025 Perseroan memiliki bangunan bersertifikat Company is always committed to providing the best service
Green Building diantaranya Gedung RSJPD Harapan Kita – to each of its customers by delivering quality results and not
Tokushukai dengan jenis sertifikasi BGH Madya dan Gedung disappointing customers.
Financial Center Mandiri di Pantai Indah Kapuk 2 dengan jenis
sertifikasi GBCI PLATINUM..
Pada tahun 2025, Perseroan telah melakukan survei kepuasan In 2025, the Company conducted a customer satisfaction
pelanggan tingkat PPU yang menunjukkan hasil indeks survey at PPU level, which resulted in a satisfaction index
kepuasan pelanggan sebesar 4,67 (dari skala 5) atau 93,52% score of 4.67 out of 5, equivalent to 93.52%, categorized as
dengan kategori “Sangat Puas”. “Very Satisfied.”
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 307
Page 308
Lain-Lain Others
Page 309
Page 310
Lain-lain
Others
Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen [OJK G.1, GRI 2-5]
Written Verification by an Independent Party [OJK G.1, GRI 2-5]
Laporan Keberlanjutan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk tahun 2025 telah diverifikasi oleh pihak independen yang kompeten di
bidangnya. Perseroan menunjuk PT Kharisma Integrasi Manajemen untuk melakukan verifikasi laporan ini. Penunjukan terhadap
pihak independen dipilih atas dasar hasil keputusan manajemen. Di samping itu, Perseroan memastikan bahwa tidak terdapat
benturan kepentingan dalam proses verifikasi laporan. Proses verifikasi dilakukan dengan menggunakan tipe 2 berdasarkan
standar AA1000 Assurance Standard v.3. Adapun ruang lingkup verifikasi yaitu kesesuaian pada prinsip-prinsip pelaporan dan
ketentuan indikator pelaporan.
Independent Assurance Statement
No. 064/EXT/WIKA-ASR/KIM/III/2026
To the management and stakeholders of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
We, PT Kharisma Integrasi Manajemen, have been assigned by PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
(WIKA) to conduct independent assurance regarding the sustainability data and information in
the Sustainability Report (“Report”) for the year ended December 31, 2025.
Competence and Independence
The assurance assignment is carried out by our assurance team, which has extensive professional
and technical competence and experience. The assurance team consists of certified sustainability
reporting specialists and certified sustainability reporting assurers to ensure a high-level of
competence and professional qualification in conducting the assignment. We conduct all
assurance work independently and without bias, with no conflicts of interest, as we were not
involved in drafting any key parts of the Report.
Responsibilities
The management of WIKA is responsible for the presentation of all information, statements in
the Report, and all data contained therein including targets, management policies, sustainability
performance achievements, and other company actions. Our responsibility is to carry out
assurance assignments and issue assurance statements on statements related to sustainability
performance in the report in accordance with the agreed terms of reference. This statement
represents our independent opinion.
Assurance Standards and Criteria
The assurance implementation process refers to the AA1000 Assurance Standard (AA1000 AS v3)
standards and criteria issued by AccountAbility. We have designed and implemented an
assignment to evaluate WIKA for compliance with the principles of accountability according to
the AA1000AP (2018) criteria including inclusivity, materiality, responsiveness, and its impact in
drafting of report. The assignment was carried out by reviewing the disclosed performance
evaluation and data collection process relevant to the Reporting Principles in the GRI Standards
including stakeholder inclusivity, sustainability context, materiality, completeness, balances,
comparability, accuracy, timeliness, clarity, and reliability.
310 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 311
The 2025 Sustainability Report of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk has been verified by an independent party with relevant
expertise. The Company appointed PT Kharisma Integrasi Manajemen to carry out the verification of this report. The selection
of the independent party was based on management’s decision. In addition, the Company ensured that there was no conflict
of interest in the report verification process. The verification process was conducted using Type 2 assurance based on
the AA1000 Assurance Standard v.3. The scope of the verification includes compliance with reporting principles and the
requirements of reporting indicators.
Scope of Assurance
The assignment was designed and carried out with procedures for gathering and verifying
evidence to obtain assurance according to agreed terms of reference. Engagements performed
at moderate and type 2 assurance levels under AA1000AS v3 include:
1) Assessment of WIKA’s compliance with AA1000 AP (2018); and
2) Assessment of the accuracy and quality of the sustainability performance information that is
in accordance with GRI Standards in the Report, namely (1) Economic topics include:
Procurement Practices (GRI 204); and (2) Social topics include: Training and Education (GRI
404).
Limitations
Assurance is performed at a moderate (or limited) level with management/responsible or data
owner level data review and verification. The scope of the engagement covers the Report and
focuses on disclosures, statements, and claims related to sustainability performance information
during the reporting period from January 2025 to December 2025. The engagement did not
assess historical information, financial data, technical descriptions of production equipment and
processes, or other information that is not related to the scope or that is already supported by
existing documents, and annual reports or third-party audited financial statements.
Methodology
The assignment is carried out through a series of procedures to assess the accuracy of certain
specific statements and certain data sets presented in the report, as well as the systems and
processes for managing and reporting them, as follows:
1) Identifying statements and data sets that are classified by relevant data ownership and the
type of evidence required for the verification process.
2) Conducting interviews using Video Conference with management/the person in charge and
data owners. The data verification process includes:
- Ask questions regarding quantitative and qualitative aspects of the Report disclosures,
including performance information, policies, procedures and underlying management
systems.
- Request evidence of data sources and explanations of relevant data collection and
calculation methods to support figures and claims.
- Verify claims made in the Report and confirming the evidence presented including
calculation methods, criteria and assumptions with several data owners and other
documentation from internal sources.
- Cross-referencing between previous Sustainability Reports and the latest Report.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 311
Page 312
Lain-lain
Others
3) Reviewing the information that are collected and submitted feedback for immediate
corrections, and as well as provide recommendations as necessary or for improving the
content of future Reports.
Evaluation of Compliance with the AccountAbility Principle (AA1000AP)
The conclusion related to compliance with AA1000AP (2018) on Inclusivity, Materiality,
Responsiveness, and Impact includes the following findings:
- Inclusivity
WIKA has demonstrated internal engagement in the process of determining material issues,
such as the involvement of the Finance Division, Legal Division, Corporate Marketing Division,
WEGE Division, WITON Division, SCM Division, TFIT Division, and Risk Management Division.
There have also been efforts to confirm or obtain feedback from external stakeholders on the
prioritized material topics. However, the Report has not fully linked and aligned the issues and
concerns raised in stakeholder engagement with the identified material topics.
- Materiality
WIKA has stated that the materiality process includes the identification of actual and potential
impacts as well as the assessment of the significance of the topics. However, the report does
not include a materiality matrix, explanations of actual and potential impacts, or information
regarding quantitative assessment methods and the financial impacts of the selected topics.
- Responsiveness
WIKA’s responsiveness is reflected in its compliance with technical standards and
management systems. WIKA has addressed sustainability issues such as: 1) occupational
safety through the K3L Policy (Occupational Safety, Health, and Environment Policy) No. WIKA
HSE-KP-01.01 and ISO 45001:2018 and ISO 14001:2015 certifications; 2) emissions reduction
through a decarbonization roadmap for net-zero emissions by 2055; 3) anti-corruption
through the Anti-Bribery Management System Policy No. WIKA-SMW-KP-01.01, the
Whistleblowing System, and ISO 37001:2016 certification. However, the report has not
explicitly explained how stakeholder input directly contributes to changes in policies or
programs related to material issues.
- Impact
WIKA has demonstrated a commitment to monitoring and taking responsibility for its
operational activities, such as emission reduction efforts at the headquarters and project sites,
as well as successes in occupational health and safety (OHS) with a reduction in the severity
rate to 0% from 0.22% the previous year and a decrease in the NLTI rate to 0.13% from 0.41%
the previous year. However, the Company needs to provide a more transparent perspective
312 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 313
on the impacts for stakeholders, in addition to internal risks, in its disclosure of sustainability
issues.
Evaluation of the Accuracy and Quality of the Specified Sustainability Information
The report has presented information relating to sustainability issues and key stakeholders. We
carefully observed that the accuracy and reliability of the information disclosed is reasonably
supported by adequate sources and management processes.
Conclusion
Based on limited assurance, we concluded that the Report presents fair information and no
material errors were found in the data within the agreed scope. All findings are included here,
while recommendations are submitted to management in a separate report.
Jakarta, March 23, 2026
Assurance Leader
Ismaya Aji, S.E, M.Ec, M.Ak, ACSAP, CSP, CSEP, CSRA, CISP, GRCA, CIAS.
Associate Certified Sustainability Assurance Practitioner No. A11102407
Certified Sustainability Practitioner No. 270924S07
Certified Stakeholder Engagement Practitioner No. 130924SE07
Certified Sustainability Reporting Assurer No. A.1208044
Certified Integrated and Sustainability Reporting Professional No. SRAsia-Indo.2022.003.258483
Certified Governance Risk Compliance Audit No. GRCA-38595356
Certificate of Public Accountant Registration Training for Auditor Level - The Audit Board of The Republic of Indonesia
(BPK-RI) No.1366/DPK/KAP/JKT/09/2020
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 313
Page 314
Lain-lain
Others
PT Kharisma Integrasi Manajemen
(KIM Consult) Kantor Operasional
Epicentrum Walk, 5th floor, Suites South Soho Pancoran
529, Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Splendor Tower Unit-2512
Selatan 12940, Jl. Letjen M.T Haryono Kav 2-3 Tebet
www.kimconsulting.co.id Barat, Jakarta Selatan 12810.
E-mail: info@kimconsulting.co.id
kimconsult.09@gmail.com
314 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 315
Lembar Umpan Balik [OJK G.2 GRI 2-26]
Feedback Form [OJK G.2 GRI 2-26]
Setelah membaca Laporan Keberlanjutan PT Wijaya Karya After reading the 2025 Sustainability Report of PT Wijaya
(Persero) Tbk Tahun 2025, kami mohon kesediaan para Karya (Persero) Tbk, we kindly invite stakeholders to provide
pemangku kepentingan untuk memberikan umpan balik feedback by sending an email or submitting this form via
dengan mengirim email atau mengirim formulir ini melalui fax/mail.
fax/pos.
1. Mohon beri tanda ceklis () pada kolom setuju atau tidak 1. Please tick (√) in the agree or disagree column
setuju
1
(Sangat Tidak 2 3 4
Pertanyaan Setuju) (Sangat Setuju)
(Tidak Setuju) (Setuju)
Question
(Strongly (Disagree) (Agree) (Strongly Agree)
Disagree)
Laporan ini telah memberikan informasi yang bermanfaat mengenai
kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan Perusahaan.
This report provides useful information regarding the Company's
economic, social, and environmental performance.
Data dan informasi yang diungkapkan mudah dipahami, lengkap,
transparan, dan berimbang.
The data and information disclosed are easy to understand, complete,
transparent, and balanced.
Data dan informasi yang disajikan berguna dalam pengambilan keputusan.
The data and information presented are useful for decision-making.
Laporan ini menarik dan mudah dibaca.
This report is engaging and easy to read.
2. Mohon berikan nilai mengenai topik material yang terdapat 2. Please rate the material topics contained in this
dalam laporan Keberlanjutan ini (nilai 1 = paling penting, Sustainability report (1 = most important, 2 = important,
2 = penting, 3 = tidak penting, 4 = sangat tidak penting) 3 = not important, 4 = very unimportant).
Kinerja Ekonomi
(…..)
Economic Performance
Praktik Pengadaan
(…..)
Procurement Practices
Anti Korupsi
(…..)
Anti-Corruption
Emisi
(…..)
Emissions
Pelatihan dan Pendidikan
(…..)
Training and Education
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
(…..)
Occupational Health and Safety (OHS)
3. Mohon berikan komentar/saran/usulan bagi laporan ini. 3. Please provide comments/suggestions/proposals for
this report.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 315
Page 316
Lain-lain
Others
Identitas Pemangku Kepentingan Stakeholder Identity
Nama : Institusi/Perusahaan :
Name Institution/Company
Pekerjaan : Kontak (telepon, email) :
Occupation Contact (telephone, email)
Kategori Pemangku Kepentingan Stakeholder Categories
Pemegang Saham Masyarakat
Shareholders Community
Karyawan Regulator
Employees Regulators
Pemberi Kerja Media
Owners Media
Mitra Kerja Lainnya
Partners Others
Kreditur
Creditors
Saran dan tanggapan yang Anda berikan atas informasi yang Please send your suggestions and responses to the information
disajikan dalam laporan ini mohon dikirimkan kepada: presented in this report to:
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Kantor Pusat Head Office
Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9-10 Jakarta 13340 – Indonesia Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9-10 Jakarta 13340 – Indonesia
Telepon: +6221-80679200 Telephone: +6221-80679200
Fax :+6221-22893830 Fax: +6221-22893830
Email: tjslwika@wika.co.id Email: tjslwika@wika.co.id
Situs web http://www.wika.co.id Website: http://www.wika.co.id
Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan
Keberlanjutan Tahun 2024 [OJK G.3]
Response to Feedback on The 2024 Sustainability Report [OJK G.3]
Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak menerima Throughout 2025, the Company did not receive any feedback
umpan balik atas Laporan Keberlanjutan tahun 2024 dari from stakeholders on the 2024 Sustainability Report.
pemangku kepentingan.
316 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 317
Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 [Ojk G.4]
List of Disclosures in Accordance with Financial Services
Authority Regulation Number 51/POJK.03/2017 [Ojk G.4]
No Indeks Nama Indeks Halaman
Index No Index Name Page
STRATEGI KEBERLANJUTAN
A
SUSTAINABILITY STRATEGY
Penjelasan Strategi Keberlanjutan
A.1 24-32
Sustainability Strategy Explanation
IKHTISAR KINERJA ASPEK KEBERLANJUTAN
B
SUSTAINABILITY PERFORMANCE HIGHLIGHTS
Aspek Ekonomi
B.1 60
Economic Aspects
Aspek Lingkungan Hidup
B.2 61
Environmental Aspects
Aspek Sosial
B.3 62
Social Aspects
PROFIL PERUSAHAAN
C
COMPANY PROFILE
Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan
C.1 66-68
Vision, Mission, and Sustainability Values
Alamat Perusahaan
C.2 69
Company Address
Skala Usaha
C.3 70, 81
Business Scale
Produk, Layanan dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan
C.4 82
Products, Services, and Business Activities
Keanggotaan Asosiasi
C.5 89
Association Membership
Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan
C.6 88
Significant Changes in Issuers and Public Companies
PENJELASAN DIREKSI
D
BOARD OF DIRECTORS' STATEMENT
Penjelasan Direksi
D.1 92-101
Board of Directors' Statement
TATA KELOLA KEBERLANJUTAN
E
SUSTAINABLE GOVERNANCE
Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan
E.1 133-138
Unit in Charge of Sustainable Finance Implementation
Pengembangan Kompetensi terkait Keuangan Berkelanjutan
E.2 133-138
Competency Development Related to Sustainable Finance
Penilaian Risiko atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan
E.3 138-152
Risk Assessment of Sustainable Finance Implementation
Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
E.4 153-156
Stakeholder Relations
Permasalahan terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan
E.5 157-159
Issues in the Implementation of Sustainable Finance
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 317
Page 318
Lain-lain
Others
No Indeks Nama Indeks Halaman
Index No Index Name Page
KINERJA KEBERLANJUTAN
F
SUSTAINABILITY PERFORMANCE
Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan
F.1 162-164
Activities to Build a Culture of Sustainability
KINERJA EKONOMI
ECONOMIC PERFORMANCE
Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi
F.2 Comparison of Targets and Performance of Production, Portfolio, Financing Targets, or Investments, Revenue, and 164-165
Profit and Loss
Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau
Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan
F.3 165
Comparison of Targets and Performance of Portfolio, Financing Targets, or Investments in Financial Instruments or
Projects Aligned with Sustainable Finance
KINERJA LINGKUNGAN HIDUP
ENVIRONMENTAL PERFORMANCE
Aspek Umum
General Aspect
Biaya Lingkungan Hidup
F.4 184
Environmental Costs
Aspek Material
Material Aspect
Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan
F.5 185-186
Use of Environmentally Friendly Materials
Aspek Energi
Energy Aspect
Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan
F.6 186-188
Amount and Intensity of Energy Used
Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan
F.7 188
Efforts and Achievements of Energy Efficiency and Use of Renewable Energy
Aspek Air
Water Aspect
Penggunaan Air
F.8 190-193
Water Use
Aspek Keanekaragaman Hayati
Biodiversity Aspect
Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki Keanekaragaman Hayati
F.9 194-197
Impacts of Operational Areas Near or Located in Conservation Areas or Biodiversity-Based Areas
Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati
F.10 194-197
Biodiversity Conservation Efforts
Aspek Emisi
Emissions Aspect
Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya
F.11 198-205
Amount and Intensity of Emissions Generated by Type
Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan 188,
F.12
Emission Reduction Efforts and Achievements 206-207
Aspek Limbah dan Efluen
Waste and Effluent Aspect
Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis
F.13 213-225
Amount of Waste and Effluent Generated by Type
Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen
F.14 226-227
Waste and Effluent Management Mechanisms
Tumpahan yang Terjadi (jika ada)
F.15 228
Spills (if any)
318 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 319
No Indeks Nama Indeks Halaman
Index No Index Name Page
Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
Environmental Complaints Aspect
Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan
F.16 228
Number and Content of Environmental Complaints Received and Resolved
KINERJA SOSIAL
SOCIAL PERFORMANCE
Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen
F.17 228-229
Commitment to Providing Equitable Products and/or Services to Consumers
Aspek Ketenagakerjaan
Labor Aspect
Kesetaraan Kesempatan Bekerja
F.18 229-235
Equal Employment Opportunity
Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa
F.19 243
Child Labor and Forced Labor
Upah Minimum Regional
F.20 245-246
Regional Minimum Wage
Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman
F.21 246-247
A Decent and Safe Working Environment
Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai
F.22 235-242
Employee Training and Skill Development
Aspek Masyarakat
Community Aspects
Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar
F.23 254-255
Impact of Operations on the Surrounding Community
Pengaduan Masyarakat
F.24 256-257
Public Complaints
Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)
F.25 257-266
Social and Environmental Responsibility (CSR) Activities
TANGGUNG JAWAB PENGEMBANGAN PRODUK/JASA BERKELANJUTAN
RESPONSIBILITY FOR SUSTAINABLE PRODUCT/SERVICE DEVELOPMENT
Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan
F.26 267-305
Innovation and Development of Sustainable Financial Products/Services
Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan
F.27 305-306
Products/Services Evaluated for Customer Safety
Dampak Produk/Jasa
F.28 306-307
Product/Service Impact
Jumlah Produk yang Ditarik Kembali
F.29 307
Number of Recalled Products
Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan
F.30 307
Customer Satisfaction Survey for Sustainable Financial Products and/or Services
LAIN-LAIN:
G
OTHERS
Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada)
G.1 310-314
Written Verification from an Independent Party (if any)
Lembar Umpan Balik
G.2 315-316
Tanggapan Terhada Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya
G.3 316
Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan
Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.
G.4 317-328
List of Disclosures in Accordance with Financial Services Authority Regulation Number 51/POJK.03/2017 concerning
the Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies.
*) N/A : Not Applicable
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 319
Page 320
Lain-lain
Others
Indeks Isi Consolidated Set of GRI Standard
Consolidated Contents Index Set of GRI Standard
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO.
NOT LISTED RUJUKAN
INDEKS ISI STANDAR
STANDAR GRI PENGUNGKAPAN SEKTOR
GRI STANDARD HAL PERSYARATAN GRI
DISCLOSURE
CONTENTS PAGE YANG TIDAK GRI
INDEX ALASAN PENJELASAN SECTOR
DICANTUMKAN
REASON EXPLAINANCE STANDARD
REQUIREMENTS
NOT LISTED REFERENCE
NO.
Pernyataan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk telah melaporkan informasi yang dikutip dalam indeks konten GRI untuk periode 1 Januari
Penggunaan 2024 hingga 31 Desember 2025 sesuai (“in accordance”) dengan Consolidated GRI Standard.
Statement for PT Wijaya Karya (Persero) Tbk has reported the information cited in the GRI content index for the period January 1, 2024, to
Use December 31, 2025, in accordance with the Consolidated GRI Standard.
GRI 1: LANDASAN 2021
GRI
GRI 1: FOUNDATION 2021
Standar Sektor
GRI yang berlaku G4 SUPLEMEN SEKTOR KONSTRUKSI DAN REAL ESTATE
Applicable GRI G4 CONSTRUCTION AND REAL ESTATE SECTOR SUPPLEMENT
Sector Standards
Organisasi dan Praktik Pelaporan
Reporting Organization and Practices
Detail organisasi
GRI 2-1
Details of organization
Entitas yang termasuk dalam
pelaporan keberlanjutan 8-9, 69,
GRI 2-2
Entities included in sustainability 81
reporting
Periode pelaporan, frekuensi dan
titik kontak
GRI 2-3 8-9
Reporting period, frequency, and
contact points
Informasi tentang penyajian
GRI 2-4 kembali 8-9
Information on restatements
Jaminan Eksternal
GRI 2-5 310-314
External Assurance
GRI 2: Aktivitas dan Pekerja
PENGUNGKAPAN Activities and Employees
UMUM 2021
GRI 2: GENERAL Aktivitas, rantai pasok, dan relasi
DISCLOSURES bisnis lainnya
GRI 2-6 69, 82-88
2021 Activities, Supply Chain, and Other
Business Relationships
Karyawan
GRI 2-7 70-80
Employees
Pekerja yang bukan karyawan
GRI 2-8 70-80
Non-employee Workers
Tata Kelola
Struktur dan komposisi tata kelola
109-110,
GRI 2-9 Governance Structure and
133-135
Composition
Nominasi dan pemilihan badan
tata kelola tertinggi
GRI 2-10 117-121
Nomination and Election of the
Highest Governance Body
Ketua badan tata kelola tertinggi
GRI 2-11 Chair of the Highest Governance 109-110
Body
320 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 321
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO.
NOT LISTED RUJUKAN
INDEKS ISI STANDAR
STANDAR GRI PENGUNGKAPAN SEKTOR
GRI STANDARD HAL PERSYARATAN GRI
DISCLOSURE
CONTENTS PAGE YANG TIDAK GRI
INDEX ALASAN PENJELASAN SECTOR
DICANTUMKAN
REASON EXPLAINANCE STANDARD
REQUIREMENTS
NOT LISTED REFERENCE
NO.
Peran badan tata kelola tertinggi
dalam mengawasi pengelolaan
dampak
GRI 2-12 133
Role of the Highest Governance
Body in Oversight of Impact
Management
Pendelegasian tanggung jawab
untuk mengelola dampak
GRI 2-13 135-138
Delegation of Responsibility for
Impact Management
Peran badan tata kelola tertinggi
dalan pelaporan keberlanjutan 102-103,
GRI 2-14
Role of the Highest Governance 133-135
Body in Sustainability Reporting
Benturan kepentingan
GRI 2-15 111-116
Conflicts of Interest
Komunikasi hal-hal penting
GRI 2-16 Communication of Important 256-257
Matters
Pengetahuan kolektif dari badan
tata kelola tertinggi
GRI 2-17 138-147
Collective Knowledge of the
Highest Governance Body
Evaluasi kinerja badan tata kelola
tertinggi
GRI 2-18 122-124
Evaluation of the Highest
GRI 2: Governance Body's Performance
PENGUNGKAPAN
UMUM 2021 Kebijakan remunerasi
GRI 2-19 125-132
GRI 2: GENERAL Remuneration Policy
DISCLOSURES
2021 Proses untuk menentukan
remunerasi
GRI 2-20 125-132
Process for Determining
Remuneration
Rasio kompensasi total tahunan
GRI 2-21 125-132
Annual Total Compensation Ratio
Strategi, Kebijakan dan Praktik
Strategy, Policies, and Practices
Pernyataan tentang strategi
pembangunan berkelanjutan
GRI 2-22 93-96
Statement of Sustainable
Development Strategy
Komitmen kebijakan
GRI 2-23 44-53
Policy Commitments
Menanamkan komitmen kebijakan
GRI 2-24 44-53
Embodying Policy Commitments
Proses untuk memulihkan dampak
negatif
GRI 2-25 54-57
Process for Remediating Negative
Impacts
Mekanisme pemberian umpan
balik/saran dan menyampaikan
57,
kekhawatiran
GRI 2-26 256-257,
Mechanisms for Providing
315-316
Feedback and Addressing
Concerns
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 321
Page 322
Lain-lain
Others
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO.
NOT LISTED RUJUKAN
INDEKS ISI STANDAR
STANDAR GRI PENGUNGKAPAN SEKTOR
GRI STANDARD HAL PERSYARATAN GRI
DISCLOSURE
CONTENTS PAGE YANG TIDAK GRI
INDEX ALASAN PENJELASAN SECTOR
DICANTUMKAN
REASON EXPLAINANCE STANDARD
REQUIREMENTS
NOT LISTED REFERENCE
NO.
Kepatuhan terhadap hukum dan
peraturan
GRI 2-27 256
Compliance with Laws and
Regulations
Keanggotaan asosiasi
GRI 2: GRI 2-28 89
Association Membership
PENGUNGKAPAN
UMUM 2021 Keterlibatan Pemangku Kepentingan
GRI 2: GENERAL Stakeholder Engagement
DISCLOSURES
2021 Pendekatan keterlibatan
pemangku kepentingan
GRI 2-29 153-156
Approach to Stakeholder
Engagement
Perjanjian kerja bersama
GRI 2-30 242-243
Collective Labor Agreements
Proses menentukan topik material
GRI 3-1 Process for Determining Material 10-14
GRI 3: TOPIK Topics
MATERIAL 2021
Daftar topik material
GRI 3: MATERIAL GRI 3-2 10-14
List of Topics Material
TOPIC 2021
Manajemen topik material
GRI 3-3 15-21
Material topic management
TOPIK EKONOMI
ECONOMIC TOPICS
KINERJA EKONOMI
ECONOMIC PERFORMANCE
Nilai ekonomi langsung yang
dihasilkan dan didistribusikan
GRI 201-1 169
Direct economic value generated
and distributed
Implikasi finansial serta risiko dan
peluang lain akibat perubahan iklim
GRI 201-2 Financial implications and other
GRI 201: Kinerja risks and opportunities resulting
Ekonomi 2016 from climate change
GRI 201:
Economic Kewajiban program pensiun
Performance 2016 manfaat pasti dan program
pensiun lainnya
GRI 201-3 169-170
Obligations under defined benefit
pension plans and other retirement
plans
Bantuan finansial yang diberikan
dari pemerintah
GRI 201-4 170
Financial assistance provided by
the government
PRAKTIK PENGADAAN
PROCUREMENT PRACTICES
GRI 204: Praktik
Proporsi pengeluaran untuk
Pengadaan 2016
pemasok lokal
GRI 204: GRI 204-1 173-180
Proportion of expenditure on local
Procurement
suppliers
Practices 2016
322 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 323
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO.
NOT LISTED RUJUKAN
INDEKS ISI STANDAR
STANDAR GRI PENGUNGKAPAN SEKTOR
GRI STANDARD HAL PERSYARATAN GRI
DISCLOSURE
CONTENTS PAGE YANG TIDAK GRI
INDEX ALASAN PENJELASAN SECTOR
DICANTUMKAN
REASON EXPLAINANCE STANDARD
REQUIREMENTS
NOT LISTED REFERENCE
NO.
ANTI KORUPSI
ANTI-CORRUPTION
Operasi-operasi yang dinilai
memiliki risiko terkait korupsi
GRI 205-1 181
Operations assessed as having
risks related to corruption
Komunikasi dan pelatihan tentang
GRI 205: Anti
kebijakan dan prosedur anti korupsi
Korupsi 2016
GRI 205-2 Communication and training 182-183
GRI 205: Anti-
on anti-corruption policies and
Corruption 2016
procedures
Insiden korupsi yang terbukti dan
tindakan yang diambil
GRI 205-3 183
Proven corruption incidents and
actions taken
TOPIK LINGKUNGAN
ENVIRONMENTAL TOPIC
ENERGI
ENERGY
Konsumsi energi di dalam
organisasi
GRI 302-1 186-188
Energy consumption within the
organization
Konsumsi energi di luar organisasi
GRI 302-2 Energy consumption outside the 186-188
GRI 302: Energi organization
2016
Intensitas energi
GRI 302: Energy GRI 302-3 186-188
Energy intensity
2016
Reduksi konsumsi energi
GRI 302-4 188-189
Energy consumption reduction
Pengurangan kebutuhan energi
dari produk dan jasa
GRI 302-5 188-189
Reduction in energy requirements
for products and services
EMISI
EMISSIONS
Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
GRI 305-1 198-205
Direct GHG Emissions (Scope 1)
Energi tidak langsung (Cakupan 2)
Emisi GRK
GRI 305-2 198-205
Indirect Energy (Scope 2) GHG
Emissions
Emisi GRK (Cakupan 3) tidak
GRI 305: Emisi langsung lainnya
2016 GRI 305-3 198-205
Other Indirect GHG Emissions
GRI 305: 2016 (Scope 3)
Emissions
Intensitas Emisi GRK
GRI 305-4 198-205
GHG Emission Intensity
Pengurangan emisi GRK
GRI 305-5 206-207
GHG Emission Reductions
Emisi zat perusak ozon (BPO)
GRI 305-6 Ozone-Depleting Substances 212
(ODS) Emissions
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 323
Page 324
Lain-lain
Others
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO.
NOT LISTED RUJUKAN
INDEKS ISI STANDAR
STANDAR GRI PENGUNGKAPAN SEKTOR
GRI STANDARD HAL PERSYARATAN GRI
DISCLOSURE
CONTENTS PAGE YANG TIDAK GRI
INDEX ALASAN PENJELASAN SECTOR
DICANTUMKAN
REASON EXPLAINANCE STANDARD
REQUIREMENTS
NOT LISTED REFERENCE
NO.
Nitrogen oksida (NOx), sulfur
GRI 305: Emisi oksida (SOx), dan emisi udara
2016 signifikan lainnya
GRI 305-7 212-213
GRI 305: 2016 Nitrogen oxides (NOx), sulfur
Emissions oxides (SOx), and other significant
air emissions
TOPIK SOSIAL
SOCIAL TOPICS
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY
Sistem manajemen kesehatan dan
keselamatan kerja
GRI 403-1 247-250
Occupational health and safety
management system
Identifikasi bahaya, penilaian risiko,
dan investigasi insiden
GRI 403-2 Hazard identification, risk 247-250
assessment, and incident
investigation
Layanan kesehatan kerja
GRI 403-3 252-253
Occupational health services
Partisipasi pekerja, konsultasi, dan
komunikasi tentang kesehatan dan
keselamatan kerja
GRI 403-4 253-254
Worker participation, consultation,
and communication on
occupational health and safety
Pelatihan pekerja tentang
kesehatan dan keselamatan kerja
GRI 403-5 253-254
Worker training on occupational
health and safety
GRI 403:
Kesehatan dan Peningkatan kualitas kesehatan
Keselamatan Kerja kerja
2018 GRI 403-6 252-253
Occupational health quality
GRI 403: improvement
Occupational
Health and Safety Pencegahan dan mitigasi
2018 dampak-dampak keselamatan
dan kesehatan kerja yang secara
langsung terkait dengan hubungan
GRI 403-7 bisnis 247-250
Prevention and mitigation of
occupational health and safety
impacts directly related to
business relationships
Pekerja yang tercakup dalam
sistem manajemen keselamatan
dan kesehatan kerja
GRI 403-8 247-250
Workers covered by the
occupational health and safety
management system
Kecelakaan kerja
GRI 403-9 251-252
Workplace accidents
Penyakit akibat kerja
GRI 403-10 252-253
Occupational diseases
324 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 325
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO.
NOT LISTED RUJUKAN
INDEKS ISI STANDAR
STANDAR GRI PENGUNGKAPAN SEKTOR
GRI STANDARD HAL PERSYARATAN GRI
DISCLOSURE
CONTENTS PAGE YANG TIDAK GRI
INDEX ALASAN PENJELASAN SECTOR
DICANTUMKAN
REASON EXPLAINANCE STANDARD
REQUIREMENTS
NOT LISTED REFERENCE
NO.
PELATIHAN DAN PENDIDIKAN
TRAINING AND EDUCATION
Rata-rata jam pelatihan per tahun
per karyawan
GRI 404-1 235-237
Average hours of training per year
per employee
Program untuk meningkatkan
GRI 404:
keterampilan karyawan dan
Pelatihan dan
GRI 404-2 program bantuan peralihan 235-241
Pendidikan 2016
Employee upskilling and transition
GRI 404: Training
assistance programs
and Education
2016 Persentase karyawan yang
menerima tinjauan rutin terhadap
kinerja dan pengembangan karir
GRI 404-3 241-242
Percentage of employees
receiving regular performance and
career development reviews
G4 SUPLEMEN SEKTOR KONSTRUKSI DAN REAL ESTATE
G4 CONSTRUCTION AND REAL ESTATE SECTOR SUPPLEMENT
Intensitas energi bangunan
CRE1 186-188
Building energy intensity
Intensitas air bangunan
CRE2 190-193
Building water intensity
Intensitas emisi GRK dari
CRE3 bangunan 198-205
Building GHG emission intensity
Intensitas emisi GRK dari
konstruksi baru dan kegiatan
pengembangan ulang
CRE4 198-205
Building GHG emission intensity
from new construction and
redevelopment activities
Remediasi tanah dan atau
G4 Suplemen remediasi lahan yang sudah ada
CRE5 194-197
Sektor Konstruksi Soil remediation and/or
dan Real Estate remediation of existing land
G4 Construction Verifikasi kepatuhan operasional
and Real perusahaan
Estate Sector CRE6 246-247
Verification of company
Supplement operational compliance
Jumlah orang yang terkena
penggusuran dan/atau
dimukimkan kembali karena
CRE7 dampak dari pembangunan 254-255
Number of people evicted and/
or resettled due to development
impacts
Sertifikasi keberlanjutan, tingkat
dan skema labeling untuk
konstruksi baru, manajemen,
pekerjaan dan redevelopment
CRE8 305-306
Sustainability certification, levels,
and labeling schemes for new
construction, management, works,
and redevelopment
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 325
Page 326
Lain-lain
Others
Sustainability Accounting Standard Board (SASB)
Standards Engineering & Construction Services
Sustainability Accounting Standard Board (SASB)
Standards Engineering & Construction Services
JAWABAN HALAMAN
TOPIC METRIC INDEX
ANSWER PAGE
Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat kasus
ketidakpatuhan terhadap undang-undang
Number of incidents of non-compliance dan peraturan yang menyebabkan denda
with environmental permits, standards and IF-EN-160a.1 dikeluarkan dan sanksi non moneter dikenakan. 256
regulations Throughout 2025, there were no cases of non-
compliance with laws and regulations resulting
Environmental in fines or non-monetary sanctions
Impacts of Project
Development
Telah disampaikan secara lengkap pada
bagian Manajemen Risiko atas Penerapan
Discussion of processes to assess and Pembangunan Berkelanjutan.
manage environmental risks associated IF-EN-160a.2 147-152
with design, siting and construction This has been fully discussed in the Risk
Management section for the Implementation
of Sustainable Development.
Pada tahun 2025 tidak terdapat insiden
ataupun denda akibat ketidakpatuhan pada
K3 terkait produk dan jasa, yang dapat
membahayakan pelanggan maupun pengguna
akhir, serta tidak ada biaya yang dikeluarkan
sebagai akibat proses hukum yang terkait
Amount of defect- and safety-related dengan insiden yang berhubungan dengan
IF-EN-250a.1 keselamatan pelanggan. 305-306
rework costs
In 2025, there were no incidents or fines
resulting from non-compliance with OHS
related to products and services that could
endanger customers or end users, and no costs
were incurred as a result of legal proceedings
related to incidents related to customer safety.
Structural Integrity
& Safety
Pada tahun 2025 tidak terdapat insiden
ataupun denda akibat ketidakpatuhan pada
K3 terkait produk dan jasa, yang dapat
membahayakan pelanggan maupun pengguna
akhir, serta tidak ada biaya yang dikeluarkan
sebagai akibat proses hukum yang terkait
Total amount of monetary losses as a dengan insiden yang berhubungan dengan
result of legal proceedings associated with IF-EN-250a.2 keselamatan pelanggan. 305-306
defect- and safety-related incidents
In 2025, there were no incidents or fines
resulting from non-compliance with OHS
related to products and services that could
endanger customers or end users, and no costs
were incurred as a result of legal proceedings
related to incidents related to customer safety.
TRIR: 0,01
(1) Total recordable incident rate (TRIR) and
Workforce Health Fatality Rate
(2) fatality rate for (a) direct employees and IF-EN-320a.1 251-252
& Safety (a) direct employees: 0
(b) contract employees
(b) contract employees: 0
326 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 327
Sampai dengan akhir tahun 2025 Perseroan
memiliki bangunan bersertifikat Green Building
diantaranya Gedung RSJPD Harapan Kita –
Tokushukai dengan jenis sertifikasi BGH Madya
dan Gedung Financial Center Mandiri di Pantai
Number of (1) commissioned projects Indah Kapuk 2 dengan jenis sertifikasi GBCI
certified to a third-party multi-attribute PLATINUM.
IF-EN-410a.1 305-306
sustainability standard and (2) active
projects seeking such certification By the end of 2025, the Company already had
Building-certified buildings, including RSJPD
Harapan Kita – Tokushukai Building with BGH
Madya certification and Mandiri Financial
Lifecycle Impacts
Center Building in Pantai Indah Kapuk 2 with
of Buildings &
GBCI PLATINUM certification.
Infrastructure
Telah disampaikan secara rinci pada bagian
Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio,
Target Pembiayaan, atau Investasi pada
Discussion of process to incorporate Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan
operational-phase energy and water dengan Pembangunan Berkelanjutan.
IF-EN-410a.2 165-168
efficiency considerations into project This has been detailed in the Comparison
planning and design of Portfolio Targets and Performance,
Financing Targets, or Investments in Financial
Instruments or Projects Aligned with
Sustainable Development sections.
hydrocarbonrelated projects: Tidak ada
Renewable energy projects: Telah disampaikan
secara rinci pada bagian Inovasi dan
Pengembangan Produk/Jasa Pembangunan
Amount of backlog for (1) Berkelanjutan.
hydrocarbonrelated projects and (2) IF-EN-410b.1 267-305
renewable energy projects Hydrocarbon-related projects: None
Renewable energy projects: This has been
detailed in the Innovation and Development of
Sustainable Development Products/Services
section.
Climate Impacts of
Business Mix Tidak terdapat proyek yang berkaitan dengan
Amount of backlog cancellations
associated with hydrocarbon-related IF-EN-410b.2 hidrokarbon. 267-305
projects There are no hydrocarbon-related projects.
Telah disampaikan secara rinci pada bagian
Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa
Amount of backlog for non-energy projects Pembangunan Berkelanjutan.
IF-EN-410b.3 267-305
associated with climate change mitigation This has been detailed in the Innovation and
Development of Sustainable Development
Products/Services section.
Selama tahun 2025, tidak terdapat wilayah
operasional Perseroan yang berada di negara
dengan risiko korupsi tinggi sesuai peringkat 20
(1) Number of active projects and terendah dalam Transparency International’s
(2) backlog in countries that have the Corruption Perception Index (CPI).
IF-EN-510a.1 -
20 lowest rankings in Transparency During 2025, none of the Company's
International’s Corruption Perception Index operational areas were located in countries
with a high corruption risk, ranked among
the 20 lowest in Transparency International's
Corruption Perception Index (CPI).
Sampai dengan akhir tahun 2025, tidak terdapat
Business Ethics Insiden korupsi yang terbukti. Oleh karenanya,
tidak terdapat karyawan yang diberhentikan,
kontrak dengan mitra yang diakhiri, dan kasus
hukum terkait korupsi, sehingga tidak terdapat
Total amount of monetary losses as a kerugian finansial sebagai akibat dari proses
result of legal proceedings associated with hukum terkait korupsi.
IF-EN-510a.2 183
charges of (1) bribery or corruption and (2) As of the end of 2025, there were no proven
anti-competitive practices corruption incidents. Consequently, no
employee layoffs, no partner contracts
terminated, and no corruption-related legal
cases. Consequently, there were no financial
losses resulting from corruption-related legal
proceedings.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 327
Page 328
Lain-lain
Others
Perseroan secara konsisten menindaklanjuti
setiap indikasi risiko korupsi melalui
pemantauan implementasi dan sosialisasi
Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)
kepada calon pemasok dan mitra kerja.
Perseroan juga mewajibkan penandatanganan
Komitmen Anti Penyuapan dan/atau Pakta
Integritas bagi seluruh calon pemasok serta
menerapkan Larangan Benturan Kepentingan
sebagaimana diatur dalam Kebijakan Benturan
Kepentingan dan Insider Trading No. Dok.
Description of policies and practices for WIKA-GCG-KP.01.01 No. Rev. 00 tanggal 29
prevention of (1) bribery and corruption, Agustus 2025.
Business Ethics IF-EN-510a.3 181
and (2) anti-competitive behaviour in the
project bidding processes The Company consistently follows up on any
indications of corruption risks by monitoring
the implementation and disseminating the
Anti-Bribery Management System (SMAP)
to prospective suppliers and partners. The
Company also requires all prospective suppliers
to sign an Anti-Bribery Commitment and/or
Integrity Pact and implements a Prohibition
on Conflicts of Interest as stipulated in the
Conflict of Interest and Insider Trading Policy
No. Doc. WIKA-GCG-KP.01.01 No. Rev. 00
dated August 29, 2025.
2025: 85
Number of active projects IF-EN-000.A 2024: 74 60
2023: 134
Activity Metric 2025: 50
Number of commissioned projects IF-EN-000.B 2024: 52 60
2023: 44
Total backlog IF-EN-000.C - -
328 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 329
Tautan Standar GRI Dengan TPB
Link of The GRI Standard with The SDGs
WIKA senantiasa berkomitmen untuk memberikan kontribusi WIKA senantiasa berkomitmen untuk memberikan kontribusi
dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/ dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/
Sustainable Development Goals (SDGs). Dukungan dilakukan Sustainable Development Goals (SDGs). Dukungan dilakukan
oleh WIKA tercermin pada tautan tautan antara program/ oleh WIKA tercermin pada tautan tautan antara program/
kegiatan yang dilakukan dengan GRI Standard dan SDGs, kegiatan yang dilakukan dengan GRI Standard dan SDGs,
sesuai panduan SDG Compass yang diterbitkan oleh GRI, sesuai panduan SDG Compass yang diterbitkan oleh GRI,
United Nations Global Compact, dan World Business Council United Nations Global Compact, dan World Business Council
for Sustainable Development (WBCSD), sebagai berikut: for Sustainable Development (WBCSD), sebagai berikut:
Logo Tujuan Relevansi GRI Standard
Disclosure Judul Indikator
Logo Goal Relevance of GRI Standard
Jumlah orang yang terkena
penggusuran dan/atau
Mengakhiri kemiskinan dalam segala G4 Suplemen Sektor Konstruksi
dimukimkan kembali karena
bentuk di mana pun. dan Real Estate
CRE7 dampak dari pembangunan
End poverty in all its forms G4 Construction and Real
Number of people evicted and/
everywhere. Estate Sector Supplement
or resettled due to the impact of
development
Mengakhiri kelaparan, mencapai Jumlah orang yang terkena
ketahanan pangan, memperbaiki penggusuran dan/atau
G4 Suplemen Sektor Konstruksi
nutrisi dan mempromosikan dimukimkan kembali karena
dan Real Estate
pertanian yang berkelanjutan. CRE7 dampak dari pembangunan
G4 Construction and Real
End hunger, achieve food security, Number of people evicted and/
Estate Sector Supplement
improve nutrition, and promote or resettled due to the impact of
sustainable agriculture. development
Peningkatan kualitas kesehatan
kerja
403-6
Improving occupational health
GRI 403: Kesehatan dan
and safety
Keselamatan Kerja 2018
GRI 403: Occupational Health Kecelakaan kerja
403-9
and Safety 2018 Workplace accidents
Penyakit akibat kerja
403-10
Occupational diseases
Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
305-1
Direct GHG emissions (Scope 1)
Energi tidak langsung (Cakupan
2) Emisi GRK
305-2
Indirect energy (Scope 2) GHG
Menjamin kehidupan yang sehat emissions
dan mendorong kesejahteraan bagi
Emisi GRK (Cakupan 3) tidak
semua orang di segala usia.
langsung lainnya
Ensure healthy lives and promote 305-3
Other indirect GHG emissions
well-being for all at all ages. GRI 305: Emisi 2016
(Scope 3)
GRI 305: Emissions 2016
Emisi zat perusak ozon (BPO)
305-6 Ozone-depleting substances
(ODS) emissions
Nitrogen oksida (NOx), sulfur
oksida (SOx), dan emisi udara
signifikan lainnya
305-7
Nitrogen oxides (NOx), sulfur
oxides (SOx), and other
significant air emissions
G4 Suplemen Sektor Konstruksi Remediasi tanah dan atau
dan Real Estate remediasi lahan yang sudah ada
CRE5
G4 Construction and Real Soil remediation and/or
Estate Sector Supplement remediation of existing land
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 329
Page 330
Lain-lain
Others
Logo Tujuan Relevansi GRI Standard
Disclosure Judul Indikator
Logo Goal Relevance of GRI Standard
GRI 404: Pelatihan dan Rata-rata jam pelatihan per tahun
Pendidikan 2016 per karyawan
Menjamin kualitas pendidikan 404-1
GRI 404: Training and Average training hours per year
yang inklusif dan merata serta Education 2016 per employee
meningkatkan kesempatan belajar
sepanjang hayat untuk semua pada Sertifikasi keberlanjutan, tingkat
tahun 2030. dan skema labeling untuk
Ensure inclusive and equitable G4 Suplemen Sektor Konstruksi konstruksi baru, manajemen,
quality education and promote dan Real Estate pekerjaan dan redevelopment
CRE8
lifelong learning opportunities for all G4 Construction and Real Sustainability certification, levels,
by 2030. Estate Sector Supplement and labeling schemes for new
construction, management,
works, and redevelopment
Struktur dan komposisi tata
kelola
2-9
Governance structure and
GRI 2: Pengungkapan Umum composition
2021
GRI 2: General Disclosures 2021 Nominasi dan pemilihan badan
tata kelola tertinggi
2-10
Mencapai kesetaraan gender dan Nomination and election of the
memberdayakan semua perempuan highest governance body
dan anak perempuan. Persentase karyawan yang
Achieve gender equality and GRI 404: Pelatihan dan menerima tinjauan rutin terhadap
empower all women and girls. Pendidikan 2016 kinerja dan pengembangan karir
404-3
GRI 404: Training and Percentage of employees
Education 2016 receiving regular performance
and career development reviews
G4 Suplemen Sektor Konstruksi Remediasi tanah dan atau
dan Real Estate remediasi lahan yang sudah ada
CRE5
G4 Construction and Real Land remediation and/or
Estate Sector Supplement remediation of existing lan
Intensitas air bangunan
CRE2
Building water intensity
Remediasi tanah dan atau
remediasi lahan yang sudah ada
CRE5
Soil remediation and/or
Memastikan masyarakat mencapai
G4 Suplemen Sektor Konstruksi remediation of existing land
akses universal air bersih dan
dan Real Estate
sanitasi. Sertifikasi keberlanjutan, tingkat
G4 Construction and Real
Ensure universal access to clean dan skema labeling untuk
Estate Sector Supplement
water and sanitation. konstruksi baru, manajemen,
pekerjaan dan redevelopment
CRE8
Sustainability certification, levels,
and labeling schemes for new
construction, management,
works, and redevelopment
Konsumsi energi di dalam
organisasi
302-1
Energy consumption within the
organization
Konsumsi energi di luar organisasi
Menjamin akses energi yang 302-2 Energy consumption outside the
terjangkau, andal, berkelanjutan, organization
dan modern untuk semua lapisan
GRI 302: Energi 2016
masyarakat. Intensitas energi
GRI 302: Energy 2016 302-3
Ensure access to affordable, Energy intensity
reliable, sustainable, and modern
energy for all. Reduksi konsumsi energi
302-4
Energy consumption reduction
Pengurangan kebutuhan energi
dari produk dan jasa
302-5 Reduction of energy
requirements for products and
services
330 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 331
Logo Tujuan Relevansi GRI Standard
Disclosure Judul Indikator
Logo Goal Relevance of GRI Standard
Intensitas energi bangunan
CRE1
Building energy intensity
Menjamin akses energi yang
terjangkau, andal, berkelanjutan, G4 Suplemen Sektor Konstruksi Sertifikasi keberlanjutan, tingkat
dan modern untuk semua lapisan dan Real Estate dan skema labeling untuk
masyarakat. G4 Construction and Real konstruksi baru, manajemen,
Ensure access to affordable, Estate Sector Supplement pekerjaan dan redevelopment
CRE8
reliable, sustainable, and modern Sustainability certification, levels,
energy for all. and labeling schemes for new
construction, management,
employment, and redevelopment
Karyawan
GRI 2: Pengungkapan Umum 2-7
Employees
2021
GRI 2: General Disclosures 2021 Perjanjian kerja bersama
2-30
Collective Labor Agreements
Nilai ekonomi langsung yang
GRI 201: Kinerja Ekonomi 2016
dihasilkan dan didistribusikan
GRI 201: Economic 201-1
Direct economic value generated
Performance 2016
and distributed
Rata-rata jam pelatihan per tahun
per karyawan
404-1
Average training hours per year
per employee
Program untuk meningkatkan
keterampilan karyawan dan
GRI 404: Pelatihan dan
404-2 program bantuan peralihan
Pendidikan 2016
Employee upskilling and
GRI 404: Training and
transition assistance programs
Education 2016
Persentase karyawan yang
menerima tinjauan rutin terhadap
kinerja dan pengembangan karir
404-3
Percentage of employees
receiving regular performance
and career development reviews
Berusaha meningkatkan
pertumbuhan ekonomi yang inklusif GRI 204: Praktik Pengadaan Proporsi pengeluaran untuk
dan berkelanjutan, kesempatan 2016 pemasok lokal
204-1
kerja yang produktif dan GRI 204: Procurement Proportion of spending on local
menyeluruh serta pekerjaan yang Practices 2016 supplier
layak untuk semua.
Konsumsi energi di dalam
Strive to promote inclusive and
organisasi
sustainable economic growth, full 302-1
Energy consumption within the
and productive employment, and
organization
decent work for all.
Konsumsi energi di luar organisasi
302-2 Energy consumption outside the
organization
GRI 302: Energi 2016
Intensitas energi
GRI 302: Energy 2016 302-3
Energy intensity
Reduksi konsumsi energi
302-4
Energy consumption reduction
Pengurangan kebutuhan energi
dari produk dan jasa
302-5
Reduction of energy requirements
for products and services
Sistem manajemen kesehatan
dan keselamatan kerja
403-1
Occupational health and safety
management systems
GRI 403: Kesehatan dan
Identifikasi bahaya, penilaian
Keselamatan Kerja 2018
risiko, dan investigasi insiden
GRI 403: Occupational Health
403-2 Hazard identification, risk
and Safety 2018
assessment, and incident
investigation
Layanan kesehatan kerja
403-3
Occupational health services
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 331
Page 332
Lain-lain
Others
Logo Tujuan Relevansi GRI Standard
Disclosure Judul Indikator
Logo Goal Relevance of GRI Standard
Partisipasi pekerja, konsultasi, dan
komunikasi tentang kesehatan
dan keselamatan kerja
403-4
Worker participation, consultation,
and communication on
occupational health and safety
Pelatihan pekerja tentang
kesehatan dan keselamatan kerja
403-5
Worker training on occupational
health and safety
Pencegahan dan mitigasi
dampak-dampak keselamatan
dan kesehatan kerja yang
GRI 403: Kesehatan dan secara langsung terkait dengan
Keselamatan Kerja 2018 403-7 hubungan bisnis
GRI 403: Occupational Health Prevention and mitigation of
and Safety 2018 occupational health and safety
impacts directly related to
business relationships
Berusaha meningkatkan Pekerja yang tercakup dalam
pertumbuhan ekonomi yang inklusif sistem manajemen keselamatan
dan berkelanjutan, kesempatan dan kesehatan kerja
kerja yang produktif dan 403-8
Workers covered by the
menyeluruh serta pekerjaan yang occupational health and safety
layak untuk semua. management system
Strive to promote inclusive and
sustainable economic growth, full Kecelakaan kerja
and productive employment, and 403-9
Workplace accidents
decent work for all.
Penyakit akibat kerja
403-10
Occupational diseases
Intensitas energi bangunan
CRE1
Building energy intensity
Intensitas air bangunan
CRE2
Building water intensity
Verifikasi kepatuhan operasional
perusahaan
G4 Suplemen Sektor Konstruksi CRE6
Verification of company
dan Real Estate operational compliance
G4 Construction and Real
Estate Sector Supplement Sertifikasi keberlanjutan, tingkat
dan skema labeling untuk
konstruksi baru, manajemen,
pekerjaan dan redevelopment
CRE8
Sustainability certification, levels,
and labeling schemes for new
construction, management,
occupation, and redevelopment
Membangun infrastruktur yang
tangguh, meningkatkan industri
Nilai ekonomi langsung yang
inklusif dan berkelanjutan, serta GRI 201: Kinerja Ekonomi 2016
dihasilkan dan didistribusikan
mendorong inovasi. GRI 201: Economic 201-1
Direct economic value generated
Building resilient infrastructure, Performance 2016
and distributed
promoting inclusive and sustainable
industries, and fostering innovation.
Mengurangi Kesenjangan Intra dan
GRI 2: Pengungkapan Umum
Antar Negara Karyawan
2021 2-7
Reducing Intra- and Inter-Country Employees
GRI 2: General Disclosures 2021
Disparities
332 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 333
Logo Tujuan Relevansi GRI Standard
Disclosure Judul Indikator
Logo Goal Relevance of GRI Standard
Rata-rata jam pelatihan per tahun
per karyawan
404-1
Average hours of training per
GRI 404: Pelatihan dan year per employee
Pendidikan 2016 Persentase karyawan yang
GRI 404: Training and menerima tinjauan rutin terhadap
Education 2016 kinerja dan pengembangan karir
404-3
Mengurangi Kesenjangan Intra dan Percentage of employees who
Antar Negara receive regular performance and
Reducing Intra- and Inter-Country career development reviews
Disparities
Sertifikasi keberlanjutan, tingkat
dan skema labeling untuk
G4 Suplemen Sektor Konstruksi konstruksi baru, manajemen,
dan Real Estate pekerjaan dan redevelopment
CRE8
G4 Suplemen Sektor Konstruksi Sustainability certification, levels,
dan Real Estate and labeling schemes for new
construction, management,
works, and redevelopment
Sertifikasi keberlanjutan, tingkat
Menjadikan kota dan pemukiman dan skema labeling untuk
inklusif, aman, tangguh dan G4 Suplemen Sektor Konstruksi konstruksi baru, manajemen,
berkelanjutan dan Real Estate pekerjaan dan redevelopment
CRE8
Making cities and human G4 Suplemen Sektor Konstruksi Sustainability certification, levels,
settlements inclusive, safe, resilient, dan Real Estate and labeling schemes for new
and sustainable construction, management,
works, and redevelopment
Konsumsi energi di dalam
organisasi
302-1
Energy consumption within the
organization
Konsumsi energi di luar organisasi
302-2 Energy consumption outside the
organization
GRI 302: Energi 2016 Intensitas energi
302-3
GRI 302: Energy 2016 Energy intensity
Reduksi konsumsi energi
302-4
Energy consumption reduction
Pengurangan kebutuhan energi
dari produk dan jasa
302-5 Reduction in energy
requirements of products and
services
Menjamin pola produksi dan
konsumsi yang bertanggungjawab Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
305-1
Ensuring responsible production Direct GHG Emissions (Scope 1)
and consumption patterns
Energi tidak langsung (Cakupan
2) Emisi GRK
305-2
Indirect Energy (Scope 2) GHG
Emissions
Emisi GRK (Cakupan 3) tidak
langsung lainnya
305-3
Other Indirect GHG Emissions
GRI 305: Emisi 2016
(Scope 3)
GRI 305: Emissions 2016
Emisi zat perusak ozon (BPO)
305-6 Ozone-depleting substances
(ODS) Emissions
Nitrogen oksida (NOx), sulfur
oksida (SOx), dan emisi udara
signifikan lainnya
305-7
Nitrogen oxides (NOx), sulfur
oxides (SOx), and other
significant air emissions
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 333
Page 334
Lain-lain
Others
Logo Tujuan Relevansi GRI Standard
Disclosure Judul Indikator
Logo Goal Relevance of GRI Standard
Intensitas energi bangunan
CRE1
Building energy intensity
Intensitas air bangunan
CRE2
Water intensity of the structure
Remediasi tanah dan atau
remediasi lahan yang sudah ada
Menjamin pola produksi dan G4 Suplemen Sektor Konstruksi CRE5
Soil remediation and/or
konsumsi yang bertanggungjawab dan Real Estate remediation of existing land
Ensuring responsible production G4 Construction and Real
and consumption patterns Estate Sector Supplement Sertifikasi keberlanjutan, tingkat
dan skema labeling untuk
konstruksi baru, manajemen,
pekerjaan dan redevelopment
CRE8
Sustainability certification, levels,
and labeling schemes for new
construction, management,
works, and redevelopment
Implikasi finansial serta risiko dan
peluang lain akibat perubahan
GRI 201: Kinerja Ekonomi 2016
iklim
GRI 201: Economic 201-2
Financial implications and other
Performance 2016
risks and opportunities due to
climate change
Konsumsi energi di dalam
organisasi
302-1
Energy consumption within the
organization
Konsumsi energi di luar organisasi
302-2 Energy consumption outside the
organization
GRI 302: Energi 2016
GRI 302: Energy 2016 Intensitas energi
302-3
Energy intensity
Mengambil aksi segera untuk
memerangi perubahan iklim dan Reduksi konsumsi energi
dampaknya karena perubahan 302-4
Energy consumption reduction
iklim adalah tantangan global yang
memengaruhi setiap orang. Pengurangan kebutuhan energi
Taking urgent action to combat dari produk dan jasa
302-5
climate change and its impacts Reduction in energy demand for
is a global challenge that affects products and services
everyone.
Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
305-1
Direct GHG emissions (Scope 1)
Energi tidak langsung (Cakupan
2) Emisi GRK
305-2
Indirect energy (Scope 2) GHG
emissions
GRI 305: Emisi 2016 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak
GRI 305: Emissions 2016 langsung lainnya
305-3
Other indirect (Scope 3) GHG
emissions
Intensitas Emisi GRK
305-4
GHG Emission Intensity
Pengurangan emisi GRK
305-5
GHG emission reduction
334 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 335
Logo Tujuan Relevansi GRI Standard
Disclosure Judul Indikator
Logo Goal Relevance of GRI Standard
Intensitas energi bangunan
CRE1
Energy intensity of buildings
Intensitas emisi GRK dari
bangunan
CRE3
GHG emission intensity of
buildings
Mengambil aksi segera untuk
memerangi perubahan iklim dan Intensitas emisi GRK dari
dampaknya karena perubahan G4 Suplemen Sektor Konstruksi konstruksi baru dan kegiatan
iklim adalah tantangan global yang dan Real Estate pengembangan ulang
CRE4
memengaruhi setiap orang. G4 Construction and Real GHG emission intensity of new
Taking urgent action to combat Estate Sector Supplement construction and redevelopment
climate change and its impacts activities
is a global challenge that affects
everyone. Sertifikasi keberlanjutan, tingkat
dan skema labeling untuk
konstruksi baru, manajemen,
pekerjaan dan redevelopment
CRE8
Sustainability certification, levels,
and labeling schemes for new
construction, management,
works, and redevelopment
Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
305-1
Direct GHG emissions (Scope 1)
Energi tidak langsung (Cakupan
2) Emisi GRK
305-2
Indirect energy (Scope 2) GHG
emissions
Emisi GRK (Cakupan 3) tidak
langsung lainnya
305-3
Other indirect (Scope 3) GHG
GRI 305: Emisi 2016 emissions
GRI 305: Emissions 2016 Intensitas Emisi GRK
305-4
GHG Emission Intensity
Pengurangan emisi GRK
305-5
GHG emission reduction
Melestarikan dan memanfaatkan
secara berkelanjutan sumber daya Nitrogen oksida (NOx), sulfur
kelautan dan samudera untuk oksida (SOx), dan emisi udara
pembangunan berkelanjutan signifikan lainnya
Conserve and sustainably utilize 305-7
Nitrogen oxides (NOx), sulfur
marine and ocean resources for oxides (SOx), and other
sustainable development significant air emissions
Intensitas emisi GRK dari
bangunan
CRE3
Emission intensity GHG from
buildings
Intensitas emisi GRK dari
G4 Suplemen Sektor Konstruksi konstruksi baru dan kegiatan
dan Real Estate pengembangan ulang
CRE4
G4 Construction and Real GHG emission intensity
Estate Sector Supplement from new construction and
redevelopment activities
Remediasi tanah dan atau
remediasi lahan yang sudah ada
CRE5
Soil remediation and/or
remediation of existing land
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 335
Page 336
Lain-lain
Others
Logo Tujuan Relevansi GRI Standard
Disclosure Judul Indikator
Logo Goal Relevance of GRI Standard
Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
305-1
Direct GHG emissions (Scope 1)
Energi tidak langsung (Cakupan
2) Emisi GRK
305-2
Indirect energy (Scope 2) GHG
emissions
Emisi GRK (Cakupan 3) tidak
langsung lainnya
305-3
Other indirect GHG emissions
GRI 305: Emisi 2016 (Scope 3)
GRI 305: Emissions 2016 Intensitas Emisi GRK
Melindungi, Merestorasi dan 305-4
GHG emission intensity
Meningkatkan Pemanfaatan
Berkelanjutan Ekosistem Daratan, Pengurangan emisi GRK
305-5
Mengelola Hutan Secara Lestari, GHG emission reduction
Menghentikan Penggurunan,
Memulihkan Degradasi lahan, Nitrogen oksida (NOx), sulfur
serta Menghentikan Kehilangan oksida (SOx), dan emisi udara
Keanekaragaman Hayati signifikan lainnya
305-7
Protect, restore, and promote Nitrogen oxides (NOx), sulfur
sustainable use of terrestrial oxides (SOx), and other
ecosystems, sustainably manage significant air emissions
forests, combat desertification,
reverse land degradation, and halt Intensitas emisi GRK dari
biodiversity loss bangunan
CRE3
GHG emission intensity from
buildings
Intensitas emisi GRK dari
G4 Suplemen Sektor Konstruksi konstruksi baru dan kegiatan
dan Real Estate pengembangan ulang
CRE4
G4 Construction and Real GHG emission intensity
Estate Sector Supplement from new construction and
redevelopment activities
Remediasi tanah dan atau
remediasi lahan yang sudah ada
CRE5
Soil remediation and/or
remediation of existing land
Nominasi dan pemilihan badan
tata kelola tertinggi
2-10
Nomination and election of the
highest governance body
Menguatkan Masyarakat yang Ketua badan tata kelola tertinggi
Inklusif dan Damai untuk 2-11
Chair of the highest governance
Pembangunan Berkelanjutan, body
Menyediakan Akses Keadilan
untuk Semua, dan Membangun Benturan kepentingan
Kelembagaan yang Efektif, 2-15
GRI 2: Pengungkapan Umum Conflict of interest
Akuntabel, dan Inklusif di Semua
2021 Komunikasi hal-hal penting
Tingkatan 2-16
GRI 2: General Disclosures 2021 Communication of key matters
Strengthening Inclusive and
Peaceful Societies for Sustainable
Development, Providing Access Proses untuk memulihkan
to Justice for All, and Building dampak negatif
2-25
Effective, Accountable, and Process for remediating negative
Inclusive Institutions at All Levels impacts
Pendekatan keterlibatan
pemangku kepentingan
2-29
Stakeholder engagement
approach
336 Laporan Keberlanjutan 2025 | Sustainability Report 2025
Page 337
Logo Tujuan Relevansi GRI Standard
Disclosure Judul Indikator
Logo Goal Relevance of GRI Standard
Partisipasi pekerja, konsultasi, dan
komunikasi tentang kesehatan
dan keselamatan kerja
403-4 Worker participation,
GRI 403: Kesehatan dan consultation, and communication
Keselamatan Kerja 2018 on occupational health and
GRI 403: Occupational Health safety
Menguatkan Masyarakat yang and Safety 2018
Kecelakaan kerja
Inklusif dan Damai untuk 403-9
Workplace accidents
Pembangunan Berkelanjutan,
Menyediakan Akses Keadilan Penyakit akibat kerja
untuk Semua, dan Membangun 403-10
Occupational diseases
Kelembagaan yang Efektif,
Akuntabel, dan Inklusif di Semua Operasi-operasi yang dinilai
Tingkatan memiliki risiko terkait korupsi
205-1
Strengthening Inclusive and Operations assessed as having
Peaceful Societies for Sustainable risks related to corruption
Development, Providing Access
to Justice for All, and Building Komunikasi dan pelatihan
Effective, Accountable, and tentang kebijakan dan prosedur
Inclusive Institutions at All Levels GRI 205: Anti Korupsi 2016 anti korupsi
205-2
GRI 205: Anti-Corruption 2016 Communication and training
on anti-corruption policies and
procedures
Insiden korupsi yang terbukti dan
tindakan yang diambil
205-3
Proven corruption incidents and
actions taken
Menguatkan Sarana Pelaksanaan
dan Merevitalisasi Kemitraan Global
untuk Pembangunan Berkelanjutan
Strengthening Means of
Implementation and Revitalizing the
Global Partnership for Sustainable
Development
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 337
Page 338
Page 339
Page 340
20 Laporan Keberlanjutan 25 Sustainability Report Building Resilience, Strengthening Sustainability Transformation Membangun Ketangguhan, Memperkuat Transformasi Keberlanjutan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Kantor Pusat WIKA Tower 1 & 2 Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9–10 Jakarta 13340 - Indonesia Online Email: adwijaya@wika.co.id Website: www.wika.co.id Phone & Fax Phone: 021 - 806 79200 Fax: 021 - 228 93830 wika.co.id
Names mentioned 62 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Financial Services Authority
p.5 ×17
unresolved
org
Wijaya Karya Bangunan
p.9 ×3
unresolved
org
PT Wijaya Karya Industri
p.9 ×2
unresolved
org
PT Wijaya
p.9 ×4
unresolved
org
PT Wijaya Karya Serang
p.9
unresolved
org
PT Wijaya Karya Serang Panimbang
p.9
unresolved
org
PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur. Pendekatan
p.9
unresolved
org
PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur.
p.9
unresolved
—
Regulators
p.11
unresolved
org
Milik Negara
p.12 ×15
unresolved
org
Kementerian Badan Usaha Milik Negara
p.16
unresolved
org
Ministry of State-Owned Enterprises
p.16
unresolved
org
Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik
p.16
unresolved
org
Minister of State-Owned Enterprises
p.16
unresolved
org
Milik
p.16 ×3
unresolved
org
Menteri BUMN Nomor PER-
p.17 ×4
unresolved
org
Minister of SOEs No. PER-
p.17
unresolved
org
Milik Negara Dan Perseroan Terbatas
p.45
unresolved
org
Minister of SOEs Number PER-
p.46 ×3
unresolved
org
Menteri Badan Usaha Milik Negara
p.46 ×2
unresolved
org
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
p.46
unresolved
org
Minister of Public Works and Public
p.46
unresolved
org
Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan
p.46
unresolved
org
Minister of Environment and Forestry
p.46
unresolved
org
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
p.47
unresolved
org
Minister of Energy and Mineral
p.47
unresolved
org
Milik Daerah
p.52
unresolved
org
Ministry of Manpower. Selanjutnya
p.57
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.69 ×2
unresolved
org
PT Danantara As
p.69 ×4
unresolved
person
Kartini Muljadi
· Notaris
p.69 ×3
unresolved
org
Minister of Justice
p.69
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA Investor Relations
p.69
unresolved
person
PEMBINA
· DIREKTUR
p.107
unresolved
org
Karya Tbk
p.107
unresolved
person
Framework Komite Tata Kelola Terintegrasi
· Komisaris
p.108 ×2
unresolved
org
Minister of State-Owned Enterprises Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-
p.111
unresolved
org
Kementerian Badan Usaha Milik
p.117
unresolved
org
Ministry of State-Owned Enterprises Negara
p.117
unresolved
org
Ministry of State-Owned Badan Usaha Milik Negara
p.117
unresolved
org
Kementerian BUMN
p.117
unresolved
org
Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-
p.117
unresolved
org
Minister of State-Owned Enterprises MBU
p.117
unresolved
org
Milik Negara. Calon
p.117
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.