Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 573
Page 1
Laporan Tahunan 2025 PT Bank UOB Indonesia Membangun Masa Depan ASEAN
Page 2
Tentang Laporan Ini Sejak berdiri pada tahun 1956, PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia atau Bank) senantiasa berupaya memberikan nilai berkelanjutan bagi nasabah, karyawan, dan masyarakat. Bank terus berfokus menyediakan produk serta layanan yang unggul, sekaligus berperan dalam mendorong perkembangan dunia usaha, memperkuat perekonomian, dan menghasilkan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan. Penyusunan laporan ini mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan selaras dengan standar pelaporan yang diterapkan oleh Grup UOB. Laporan ini, beserta informasi tambahan mengenai UOB Indonesia, dapat diakses melalui www.uob.co.id. Untuk melihat informasi terkait, silakan pindai kode QR berikut: https://www.uob.co.id/about-us/investor-relations/laporan-keuangan/annual-report.page
Page 3
Sampul Laporan Tahunan tahun ini menampilkan visual yang diambil dari “UNITY”, sebuah
pertunjukan projection mapping berdurasi enam menit yang ditampilkan di gedung UOB Plaza
1 di Singapura. Pertunjukan ini diselenggarakan untuk memperingati 90 tahun perjalanan UOB
sekaligus merayakan Hari Nasional Singapura yang ke-60 pada bulan Agustus. Berbagai proyeksi
visual dikembangkan oleh talenta lokal untuk menggambarkan perjalanan Singapura, warisan
UOB, serta semangat inovasi dan ketangguhan yang membersamai perjalanan kita. Pertunjukan
ini juga menampilkan karya para seniman Singapura berbakat yang merupakan pemenang UOB
Painting of the Year, kompetisi seni rupa paling lama berlangsung di Asia Tenggara.
Pertunjukan tersebut berhasil meraih tiga rekor Guinness World Records, yaitu:
• Largest Light Output in a Projected Image
• Longest Architectural Projection-Mapped Display (Temporary)
• Highest Projection Image on a Building
Layaknya cahaya yang menari di langit kota, projection mapping ini melambangkan harapan,
kreativitas, dan kemajuan. Mengingatkan bahwa setiap gagasan besar selalu berawal dari
percikan kecil yang, ketika terus dikembangkan, mampu menerangi cakrawala yang lebih luas.
Memasuki usia ke-90, UOB terus melangkah dengan komitmen yang teguh untuk membangun
masa depan ASEAN. Dengan fondasi ketangguhan dan dorongan inovasi, UOB menatap masa
depan yang penuh peluang, di mana gagasan berkembang, masyarakat bertumbuh, dan potensi
kawasan terus terbuka luas.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 01
Page 4
Daftar Isi
Tentang Laporan Ini 63 Struktur Grup Perusahaan
01 Tema 64 Kronologi Pencatatan Saham
65 Kronologi Pencatatan Obligasi
66 Institusi dan/atau Profesi Pendukung
Ikhtisar 66 Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik
07 Grafik Keuangan Penting 66 Informasi di Situs Web Perusahaan
09 Ikhtisar Keuangan Lima Tahunan 67 Penghargaan dan Sertifikasi
13 Peristiwa Penting 2025 68 Wilayah Operasional dan Pasar yang Dilayani
Laporan Manajemen Analisis dan Pembahasan Manajemen
24 Laporan Dewan Komisaris 78 Tinjauan Makroekonomi
27 Laporan Direksi 81 Tinjauan Bisnis
81 Consumer Banking
92 Wholesale Banking
Profil Perusahaan
97 Global Markets
36 Identitas Perusahaan
99 Nasabah
38 Sekilas UOB Indonesia
101 Sumber Daya Manusia
40 Jejak Transformasi
108 Teknologi Informasi dan Operasional
42 Visi, Misi, Tujuan Keberlanjutan, dan Nilai
111 Tinjauan Keuangan
43 Kegiatan Usaha
46 Struktur Organisasi
48 Profil Dewan Komisaris Tata Kelola Perusahaan
Informasi Perubahan Anggota Dewan 128 Penerapan Tata Kelola Perusahaan
51
Komisaris
129 Penilaian Mandiri Good Corporate Governance
52 Profil Direksi
130 Aspek Pemegang Saham
57 Informasi Perubahan Anggota Direksi
131 Struktur Tata Kelola Perusahaan
57 Demografi Karyawan
131 Rapat Umum Pemegang Saham
United Overseas Bank Limited sebagai
58
Pemegang Saham Pengendali 137 Dewan Komisaris
59 Dimana Kami Beroperasi 144 Direksi
Ringkasan Keuangan Lima Tahun United Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite-
60 156
Overseas Bank Limited Komite
61 Struktur dan Komposisi Pemegang Saham 197 Sekretaris Perusahaan
02 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 5
198 Corporate Communications 222 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Penerapan Fungsi Kepatuhan, Audit Intern, dan 223 Pelindungan Nasabah
200
Audit Eksternal
224 Manajemen Risiko
Penerapan Manajemen Risiko Termasuk
204 265 Tabel Eksposur Risiko
Sistem Pengendalian Internal
Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait dan
204
Penyediaan Dana Besar
Integritas Pelaporan dan Sistem Teknologi Laporan Keberlanjutan
205
Informasi
306 Tentang Laporan Keberlanjutan Ini
206 Rencana Strategis Bank
307 Ikhtisar Keberlanjutan
Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris
309 Pendekatan Kami
Serta Hubungan Keuangan dan Hubungan
207 Keluarga Anggota Dewan Komisaris dengan 322 Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan
Anggota Dewan Komisaris Lain, Anggota Direksi
dan/atau Pemegang Saham Pengendali Bank 327 Mengutamakan Nasabah
209 Pengungkapan Kebijakan Remunerasi Mengembangkan Individu Profesional dan
336
Berprinsip
Paket/Kebijakan Remunerasi dan Fasilitas Lain
211 343 Mengusung Tanggung Jawab Perusahaan
Bagi Dewan Komisaris Serta Direksi
214 Anti-Fraud, Anti Penyuapan dan Anti Korupsi 358 Indeks dan Formulir Umpan Balik
Jumlah Penyimpangan (Internal Fraud) Yang 363 Lampiran
215
Terjadi dan Upaya Penyelesaian oleh Bank
Jumlah Permasalahan Hukum dan Upaya
215
Penyelesaian oleh Bank
Pernyataan Anggota Dewan Komisaris
Permasalahan Hukum yang sedang Dihadapi dan Direksi Mengenai Tanggung Jawab
215 367
Dewan Komisaris dan Direksi Atas Laporan Tahunan 2025 PT Bank UOB
Indonesia
216 Sanksi Administratif
368 Laporan Keuangan
Transaksi yang mengandung Benturan
216
Kepentingan
Transaksi dengan Pihak yang Memiliki Hubungan
216
Istimewa
217 Buy Back Saham dan Buy Back Obligasi Bank
Pemberian Dana untuk Kegiatan Sosial dan
217
Kegiatan Politik
218 Kode Etik
219 Whistleblowing
Penerapan Pencegahan Praktik Korupsi,
220 Balas Jasa (Kickbacks), Fraud, Suap dan/atau
Gratifikasi
221 Komunikasi Internal
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 03
Page 6
Ikhtisar
07 Grafik Keuangan Penting
09 Ikhtisar Keuangan Lima Tahunan
13 Peristiwa Penting 2025
04 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 7
Membangun
Masa Depan ASEAN
Di seluruh kawasan ASEAN, baik bagi komunitas maupun
pelaku usaha yang saling terhubung di dalamnya.
Pernyataan Tujuan kami menegaskan komitmen UOB untuk
senantiasa bertindak demi kepentingan para pemangku
kepentingan, mulai dari nasabah, karyawan, hingga masyarakat
luas. Pernyataan ini mencerminkan arah jangka panjang Bank,
yang menegaskan komitmen kami untuk terus memperkuat
investasi di kawasan demi membuka peluang bagi masyarakat
dan dunia usaha di ASEAN. Selain itu, pernyataan tersebut
meneguhkan peran UOB dalam mendorong kelancaran arus
kegiatan ekonomi, baik di dalam kawasan maupun lintas
negara, guna mendukung pertumbuhan usaha lintas generasi.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 05
Page 8
Ikhtisar
Ikhtisar Keuangan UOB Indonesia 2025
Laba Bersih Pinjaman Nasabah - Rasio Kredit Bermasalah –
Rp1.529
bruto neto
miliar Rp111.782 1,02%
276,60% miliar 0,09% pt
11,32%
Rasio Kredit Laba Operasional Simpanan Nasabah
Rp1.888 Rp133.313
Bermasalah – bruto
1,80% miliar miliar
0,25% pt
210,53% 14,03%
Total Aset Rasio Pendanaan Stabil Kredit Bermasalah
Rp170.499 Rp2.012
neto
miliar 121,05% miliar
9,19% 5,82% pt 2,09%
06 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 9
Grafik Keuangan Penting
Kredit yang Diberikan - neto Simpanan Nasabah Total Aset
(dalam Miliar Rupiah) (dalam Miliar Rupiah) (dalam Miliar Rupiah)
71.198 81.298 79.912 96.452 107.957 100.034 113.917 119.283 116.912 133.313 121.395 138.276 162.546 156.142 170.499
2021 2022 2023 2024 2025 2021 2022 2023 2024 2025 2021 2022 2023 2024 2025
Total Ekuitas Pendapatan Bunga Bersih Laba Tahun Berjalan
(dalam Miliar Rupiah) (dalam Miliar Rupiah) (dalam Miliar Rupiah)
14.678 15.361 17.601 17.826 20.124 4.433 5.140 5.357 5.844 6.013 655 951 675 406 1.529
2021 2022 2023 2024 2025 2021 2022 2023 2024 2025 2021 2022 2023 2024 2025
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 07
Page 10
Ikhtisar
Rasio kredit yang diberikan Rasio Kewajiban Penyediaan Imbal Balik atas Aset (ROA)
terhadap simpanan nasabah Modal Minimum (dalam Persentase)
(dalam Persentase) (dalam Persentase)
74,78 73,18 69,92 85,89 83,85 17,98 16,57 18,32 16,51 19,15 0,71 0,84 0,61 0,35 1,17
2021 2022 2023 2024 2025 2021 2022 2023 2024 2025 2021 2022 2023 2024 2025
Imbal Balik atas Ekuitas (ROE) Margin Bunga Bersih (NIM) Rasio Kredit Bermasalah -
(dalam Persentase) (dalam Persentase) bruto
(dalam Persentase)
4,68 6,70 4,44 2,55 8,67 3,81 3,98 3,85 3,92 3,81 3,51 2,98 2,58 2,05 1,80
2021 2022 2023 2024 2025 2021 2022 2023 2024 2025 2021 2022 2023 2024 2025
08 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 11
Ikhtisar Keuangan Lima Tahunan
Laporan Posisi Keuangan
(dalam Miliar Rupiah)
per 31 Desember
Uraian
2021 2022 2023 2024 2025
Aset
Kas 632 717 604 682 643
Giro pada Bank Indonesia 4.315 8.870 9.901 5.799 7.116
Giro pada bank lain - neto 1.879 1.094 982 822 1.000
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain - neto 2.995 5.856 2.136 3.657 408
Efek-efek yang diperdagangkan dan investasi keuangan
18.054 28.547 35.795 34.760 41.027
– neto
Tagihan derivatif 727 1.321 841 2.062 1.605
Kredit yang diberikan – neto 71.198 81.298 79.912 96.452 107.957
Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji
15.540 2.870 22.678 1.653 1.704
dijual kembali
Tagihan akseptasi - neto 2.753 3.683 2.499 2.418 2.590
Aset pajak tangguhan - neto 553 747 734 642 100
Aset tetap dan aset hak guna - nilai buku 1.233 1.408 2.685 2.940 2.537
Aset tak berwujud - neto - - 1.130 1.097 1.065
Aset lain-lain - neto 1.516 1.865 2.649 3.158 2.747
Total Aset 121.395 138.276 162.546 156.142 170.499
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas segera 176 193 475 504 441
Giro 21.583 24.166 23.702 32.135 39.079
Tabungan 31.727 38.648 37.486 35.076 40.600
Deposito berjangka 46.724 51.103 58.095 49.701 53.634
Simpanan dari nasabah 100.034 113.917 119.283 116.912 133.313
Simpanan dari bank lain 74 206 1.399 4.440 3.795
Bunga yang masih harus dibayar 126 132 199 196 189
Utang pajak 241 196 171 105 141
Liabilitas derivatif 725 1.401 1.223 2.226 1.462
Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan janji
13 - 13.296 5.576 3.525
dibeli kembali
Liabilitas akseptasi 2.311 3.252 2.412 2.307 2.005
Liabilitas atas imbalan kerja 279 258 344 439 359
Efek utang yang diterbitkan – neto 1.498 1.596 1.443 1.042 945
Liabilitas lain-lain 1.240 1.764 4.700 4.569 4.200
Total Liabilitas 106.717 122.915 144.945 138.316 150.375
Total Ekuitas 14.678 15.361 17.601 17.826 20.124
Total Liabilitas dan Ekuitas 121.395 138.276 162.546 156.142 170.499
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 09
Page 12
Ikhtisar
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lainnya
(dalam Miliar Rupiah)
untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember
Uraian
2021 2022 2023 2024 2025
Pendapatan bunga 6.941 7.571 9.945 11.496 11.367
Beban bunga (2.508) (2.431) (4.588) (5.652) (5.354)
Pendapatan bunga - neto 4.433 5.140 5.357 5.844 6.013
Total pendapatan operasional lainnya - neto 1.339 1.396 1.374 1.653 1.868
Total pembentukan penyisihan kerugian penurunan
(1.478) (1.599) (797) (1.077) (768)
nilai
Total beban operasional lainnya (3.464) (3.801) (5.017) (5.812) (5.225)
Laba operasional 830 1.136 917 608 1.888
Total pendapatan/(beban) non-operasional 19 12 (5) (43) 70
Laba sebelum beban pajak 849 1.148 912 565 1.958
Beban pajak (194) (197) (237) (159) (429)
Laba tahun berjalan 655 951 675 406 1.529
(Beban)/penghasilan komprehensif lainnya tahun
(113) (268) 65 (181) 768
berjalan - setelah pajak
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan 542 683 740 225 2.297
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada:
Ekuitas pemilik 655 951 675 406 1.529
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 542 683 740 225 2.297
Laba per saham (dalam Rupiah, nilai penuh) 59 85 60 33 125
Laporan Arus Kas
(dalam Miliar Rupiah)
untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember
Uraian
2021 2022 2023 2024 2025
Kas dan setara kas di awal tahun 13.308 9.826 16.543 13.946 15.464
Kas bersih (digunakan untuk)/diperoleh dari aktivitas
(1.044) 18.585 (730) (1.718) 2.649
operasi
Kas bersih diperoleh dari/(digunakan untuk) aktivitas
704 (12.223) (3.121) 3.640 (3.932)
investasi
Kas bersih (digunakan untuk)/diperoleh dari aktivitas
(3.164) 29 1.285 (511) (192)
pembiayaan
Pengaruh neto perubahan kurs pada kas dan setara kas 22 326 (31) 107 121
Kas dan setara kas di akhir tahun 9.826 16.543 13.946 15.464 14.110
10 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 13
Rasio Keuangan
(dalam persentase, kecuali dinyatakan lain)
per 31 Desember
Uraian
2021 2022 2023 2024 2025
Modal
Rasio Kewajiban Penyediaan Modal
17,98 16,57 18,32 16,51 19,15
Minimum (KPMM)
Rasio Tier 1 15,88 14,74 16,73 15,11 17,78
Rasio Tier 2 2,10 1,83 1,58 1,41 1,37
Aset tetap bruto terhadap modal 19,88 20,42 28,55 32,38 28,28
Kualitas Aset
Aset produktif bermasalah terhadap
1,28 1,01 0,73 0,64 0,64
total aset produktif
Kredit bermasalah (NPL) – bruto 3,51 2,98 2,58 2,05 1,80
Kredit bermasalah (NPL) – neto 2,22 1,73 1,39 1,11 1,02
Profitabilitas
Imbal balik atas Aset (ROA) 0,71 0,84 0,61 0,35 1,17
Imbal balik atas Ekuitas (ROE) 4,68 6,70 4,44 2,55 8,67
Margin bunga bersih (NIM) 3,81 3,98 3,85 3,92 3,81
Biaya operasional terhadap
90,19 87,74 92,31 95,64 86,39
pendapatan operasional (BOPO)
Likuiditas
Rasio pinjaman terhadap simpanan
74,78 73,18 69,92 85,89 83,85
(LDR)
Rasio dana murah (CASA) 53,29 55,14 51,30 57,49 59,77
Kepatuhan
Pelanggaran atas Batas Maksimum
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Pemberian Kredit (BMPK)
Pinjaman Melebihi Batas Maksimum
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Pemberian Kredit (BMPK)
Giro Wajib Minimum (GWM): Rupiah
- harian 3,92 9,47 9,42 7,52 9,07
- rata-rata 4,24 10,57 10,34 9,11 10,06
Giro Wajib Minimum (GWM): Mata
uang asing
- harian 4,13 4,10 4,67 4,17 4,16
- rata-rata 4,12 4,12 4,22 4,14 4,12
Agregat Posisi Devisa Neto (PDN) 0,97 1,52 4,16 5,36 3,95
Lain-lain
Rasio liabilitas terhadap ekuitas 727,05 800,18 823,50 775,92 747,24
Rasio liabilitas terhadap aset 87,91 88,89 89,17 88,58 88,20
Total modal saham ditempatkan dan
disetor penuh (dalam Rupiah, nilai 11.186.644.888 11.186.644.888 12.227.591.633 12.227.591.633 12.227.591.633
penuh)
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 11
Page 14
Ikhtisar
Ikhtisar Saham dalam Dua Tahun Terakhir
Sepanjang periode 2024 sampai dengan 2025, UOB Indonesia tidak memiliki saham yang dicatatkan maupun
diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia ataupun bursa efek di negara lain. Dengan demikian, Bank tidak menyajikan
informasi mengenai aktivitas saham dalam laporan ini.
Informasi Aksi Korporasi dalam Dua Tahun Terakhir
Sepanjang tahun 2025 dan 2024, tidak terdapat aksi korporasi yang berdampak pada struktur modal saham Bank.
Pada tahun 2024, Bank menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Bank UOB Indonesia Tahap I 2024 sebesar Rp100
miliar dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV Bank UOB Indonesia Tahap I 2024 sebesar Rp100 miliar melalui
penawaran umum.
Informasi Peringkat Perusahaan
No. Lembaga Pemeringkat Peringkat Penjelasan Peringkat Masa Berlaku
1. Fitch Ratings Indonesia AAA(idn) Obligasi 2026
2. Fitch Ratings Indonesia AA(idn) Obligasi Subordinasi 2026
12 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 15
Peristiwa Penting Tahun 2025
Membangun budaya berlandaskan care, growth, dan trust
Sepanjang tahun 2025, UOB Indonesia senantiasa membangun budaya perusahaan yang berfokus pada kepedulian,
perkembangan pribadi dan profesional karyawan, dan kepercayaan. Berlandaskan nilai-nilai perusahaan, UOB
Indonesia senantiasa merayakan keberagaman dan memberikan apresiasi bagi seluruh karyawan.
UOB Indonesia CEO Awards 2025
UOB Indonesia menganugerahkan penghargaan tertinggi CEO Awards
sebagai bentuk apresiasi atas kinerja kolega yang berkontribusi
terhadap pencapaian Bank kepada Samuel Alexander Surjana,
Business Banking Credit Portfolio and Policy Head. Penghargaan
diberikan oleh Bapak Wee Ee Cheong, Deputy Chairman and Chief
Executive Officer, UOB, Bapak Hendra Gunawan, President Director,
UOB Indonesia, dan Ibu Cristina Teh Tan, Consumer Banking Director,
21 Februari 2025 - Jakarta UOB Indonesia.
UOB Indonesia juga melaksanakan rangkaian Start of the Year
(SOTY) yang mengangkat tema ‘Supercharged Growth.’ Rangkaian
acara SOTY terdiri dari SOTY Workshop, Service Convention, Sales
Convention, dan Sales and Service Award.
Merayakan ‘Inspirasi Ramadan 2025’ bersama karyawan
UOB Indonesia
UOB Indonesia menyelenggarakan rangkaian acara ‘Inspirasi
Ramadan 2025’ sepanjang bulan Maret dan April untuk menyambut
Idul Fitri. Rangkaian acara terdiri dari pembagian takjil bagi kolega,
pemberian donasi untuk Rumah Piatu Muslimin, kajian Ramadan,
mudik bersama, dan Halal Bihalal.
Maret-April 2025 – Jakarta
Menanamkan gaya hidup berkelanjutan untuk generasi
muda melalui Kids@Work
Sebagai bagian dari upaya UOB Indonesia dalam mendidik generasi
masa depan, 60 anak-anak dari karyawan mengikuti lokakarya
membuat pouch ramah lingkungan dari bahan daur ulang.
7 Juli 2025 – Jakarta
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 13
Page 16
Ikhtisar
Perayaan Natal UOB Indonesia
Mengakhiri tahun 2025, kolega UOB Indonesia merayakan Natal
melalui beberapa rangkaian acara. Perayaan Natal ini dilengkapi
dengan penggalangan dana karyawan yang diberikan untuk Panti
Asuhan Putera Maranatha di Bandung, serta ibadah Natal bersama.
Desember 2025 - Jakarta
Menghadirkan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap nasabah
Nasabah adalah fokus utama dari layanan kami. UOB Indonesia terus memperkuat layanan beyond-banking
melalui solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan finansial, gaya hidup, dan tujuan jangka panjang nasabah.
Melalui kemitraan strategis, inovasi digital, serta beragam keistimewaan berbasis gaya hidup, kami menghadirkan
pengalaman layanan yang lebih personal bagi seluruh nasabah.
Media Gathering: Financial Strategy Amid Economic
Challenges
UOB Indonesia mengundang media dalam sesi bertema ‘Strategi
Keuangan di Tengah Tantangan Ekonomi.’ Acara ini menghadirkan
Deposit and Wealth Management Head, UOB Indonesia, dan Bapak
Samuel Ray, Penulis dan Pendidik Keuangan di Indonesia, yang
menekankan pentingnya pengeluaran bijak untuk mencegah inflasi
gaya hidup, pentingnya perencanaan keuangan, dan menumbuhkan
24 Januari 2025 – Jakarta kebiasaan menabung secara jangka panjang.
Garuda Indonesia UOB Card (GIUC) Brand Livery
UOB Indonesia dan Garuda Indonesia meluncurkan desain khusus
pesawat Boeing 737-800 NG bertema Garuda Indonesia UOB
Card (GIUC) dengan slogan ‘From Shops to Skies’. Peluncuran ini
didukung oleh program ‘Spend & Fly’ yang memberikan percepatan
pengumpulan GarudaMiles serta penawaran eksklusif bagi para
nasabah GIUC.
28 Februari 2025 – Jakarta
14 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 17
UOB Media Literacy Circle: Strategi Kelas Menengah di
Tengah Biaya Hidup dan Gejolak Pasar
Sebagai upaya konsisten Bank dalam meningkatkan literasi finansial,
UOB Indonesia menggelar Media Literacy Circle bertema ‘Investasi via
Digital: Strategi Kelas Menengah di Tengah Biaya Hidup dan Gejolak
Pasar.’ Diskusi panel ini mengundang Bapak Enrico Tanuwidjaja,
ASEAN Economist, UOB, dan UOB Indonesia, Deposit and Wealth
Management Head, yang berbagi cara untuk menciptakan budaya
11 Maret 2025 – Jakarta disiplin keuangan yang sehat dengan menabung, mengurangi
pembelian impulsif, dan membangun kebiasaan untuk berinvestasi.
UOB Media Editors Circle: How Tech Innovations
Transform Financial Services
UOB Indonesia mengadakan Media Editors Circle bertema ‘How Tech
Innovations Transform Financial Services.’ Acara ini menghadirkan
Bapak Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan
Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik
Indonesia, Bapak Nailul Huda, Direktur Digital Ekonomi, CELIOS,
dan Bapak Glenn Natamihardja, TMRW Head UOB Indonesia, yang
17 April 2025 – Jakarta membahas langkah lembaga keuangan dan regulator dapat
berkolaborasi untuk membangun sistem yang inklusif dan aman di
tengah perubahan perilaku keuangan yang terus berkembang.
Market Outlook 2025 - Policy Waves and Capital Flows:
Sailing Through Tides of Risk and Seas of Opportunity
UOB Indonesia mengusung acara Market Outlook 2025 bertajuk
‘Policy Waves and Capital Flows: Sailing Through Tides of Risk and
Seas of Opportunity’ bagi nasabah Privilege Banking. Acara ini
menghadirkan pandangan ahli ekonomi, Bapak Enrico Tanuwidjaja
selaku ASEAN Economist UOB dan Ibu Aviliani, Senior Economist
INDEF, mengenai kondisi ekonomi global yang dinamis, serta strategi
24 April 2025 – Jakarta investasi oleh Bapak Albert Z Budiman, Chief Investment Officer UOB
Asset Management, dalam merancang langkah keuangan di masa
depan.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 15
Page 18
Ikhtisar
UOB Indonesia memenangkan penghargaan Best Data
Analytics Technology Implementation in Indonesia oleh
The Asian Banker
UOB Indonesia meraih penghargaan ‘Best Data Analytics Technology
Implementation in Indonesia’ pada ajang The Asian Banker Indonesia
Excellence in Retail Finance and Financial Technology Awards 2025.
Bank diakui atas keberhasilan implementasi platform Enterprise
Data Architecture and Governance (EDAG) yang meningkatkan
22 Mei 2025 – Jakarta pengalaman nasabah dan mendorong kinerja bisnis melalui analisis
dan wawasan berbasis artificial intelligence (AI).
UOB Media Editors Circle: Navigating Regulation Shifts
and Market Uncertainties in Indonesia and ASEAN
Sebagai bagian dari seri Media Editors Circle, UOB Indonesia
mengadakan acara bertema ‘Navigating Regulation Shifts and
Market Uncertainties in Indonesia and ASEAN.’ Panel ini mengundang
Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian, Ibu Aviliani, Wakil Ketua Umum Bidang Analisis
Kebijakan Makro-Mikro KADIN, dan Edwin Kadir, Head of Corporate
22 Juli 2025 – Jakarta Banking UOB Indonesia, menyoroti tanggapan strategis Indonesia
terhadap perkembangan perdagangan internasional, termasuk
rencana pemberlakuan tarif AS dan ketegangan geopolitik antara
Tiongkok dan negara-negara Barat.
UOB Indonesia raih penghargaan Digital Banking Awards
2025
UOB Indonesia raih penghargaan pada kategori Dimensi Data
KBMI 3 di Digital Banking Awards 2025, yang diselenggarakan
oleh Intellectual Business Community (IBC) bersama InvestorTrust.
Penghargaan ini menegaskan komitmen Bank dalam mendorong
transformasi digital yang sukses untuk memberikan layanan terbaik
kepada nasabah.
9 September 2025 – Jakarta
16 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 19
Mid-Year Market Outlook: Threading Clear Line in the
Midst of Tariff and Tension
UOB Indonesia Privilege Banking menyelenggarakan Mid-Year
Market Outlook bertema ‘Threading Clear Line in the Midst of
Tariff and Tension.’ Bapak Emil Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur,
menyampaikan keynote address yang menekankan pentingnya
memahami dinamika ekonomi global dan domestik untuk membuat
keputusan investasi yang tepat. Acara eksklusif ini memberikan
18 September 2025 – Surabaya wawasan dan strategi bagi nasabah yang disampaikan oleh Bapak
Enrico Tanuwidjaja, ASEAN Economist, UOB, Ibu Aviliani, Ekonom
Senior, INDEF, dan Ibu Emillya Soesanto, Wealth Advisory, Business
Performance and Training Head UOB Indonesia.
Peluncuran PRUInfinity bersama Prudential Indonesia
UOB Indonesia bersama Prudential Indonesia meluncurkan
PRUInfinity, solusi perlindungan jiwa tradisional yang dirancang
untuk perencanaan warisan dan perlindungan jangka panjang.
Produk ini menawarkan manfaat pertanggungan yang meningkat
serta fleksibilitas masa pembayaran premi, memberikan pilihan yang
lebih personal bagi nasabah dalam menjaga kesehatan keuangan
keluarga.
29 September 2025 – Jakarta
UOB Media Editors Circle: How New Economic Policies
Affect Everyday Consumers
UOB Indonesia menggelar UOB Media Editors Circle bertema
“How New Economic Policies Affect Everyday Consumers” yang
menghadirkan wawasan dari Bapak Hendriyono Rachman, Kepala
Divisi Surveillance Industri Jasa Keuangan, OJK, Ibu Pauline Suharno,
Chairman Astindo, Bapak Ferry Malvinas, Partner dari BCG, dan Bapak
Herman Soesetyo, Cards and Payment Head UOB Indonesia, bagi
2 Desember 2025 – Jakarta lebih dari 25 media lokal. Sesi ini membahas temuan dari UOB ASEAN
Consumer Sentiment Study (ACSS) 2025 (Indonesia), di mana perilaku
konsumen kelas menengah saat ini lebih bijak berbelanja dan tetap
optimis terhadap perekonomian.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 17
Page 20
Ikhtisar
Menghubungkan bisnis di kawasan ASEAN dan sekitarnya
Dengan jaringan yang kuat di kawasan ASEAN, UOB Indonesia berkomitmen untuk membantu pelaku usaha
berkembang melampaui batas negara. Kami mendukung nasabah melalui solusi pembiayaan terintegrasi, layanan
advisory lintas negara, serta platform bagi generasi penerus pemimpin bisnis. Inisiatif ini mencerminkan peran Bank
sebagai mitra jangka panjang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan.
Menavigasi masa depan ekonomi Indonesia dan
Singapura
UOB Indonesia berkolaborasi dengan Singapore Chambers of
Commerce Indonesia (SCCI) menggelar diskusi panel bertajuk
‘Navigating the Economic Future of Indonesia and Singapore’. Diskusi
ini mengangkat membahas bagaimana Singapura dan Indonesia
dapat menavigasi tantangan dan peluang di masa depan berfokus
pada sektor seperti perdagangan, teknologi, dan kolaborasi regional.
12 Februari 2025 – Jakarta
UOB Indonesia menyalurkan fasilitas Supplier Financing
untuk LOTTE Mart dan LOTTE Shopping Indonesia
Melalui penandatanganan MoU dengan LOTTE Mart dan LOTTE
Shopping Indonesia, UOB Indonesia meluncurkan solusi pembiayaan
pemasok terintegrasi melalui UOB Infinity dan konektivitas host-to-
host (H2H). Solusi ini mendukung likuiditas lebih stabil bagi sekitar
1.400 pemasok di ekosistem ritel LOTTE.
18 Februari 2025 – Jakarta
Enhanced DHE Policy: Investment Reforms for Stronger
Indonesia
Dalam membantu pelaku bisnis eksportir menavigasi PP No. 8 terkait
Devisa Hasil Ekspor (DHE), UOB Indonesia menggelar sosialisasi bagi
400 nasabah Wholesale Banking dan Global Markets. Sosialisasi ini
menghadirkan pemaparan terkait DHE yang dibawakan oleh Bapak
Reza Yamora Siregar, Staf Khusus Menteri Koordinator Perekonomian;
Bapak Arief Rachman, Direktur Departemen Pengelolaan Moneter,
7 July 2025 - Jakarta Bank Indonesia, serta Bapak Enrico Tanuwidjaja, ASEAN Economist,
10 Maret 2025 - Jakarta
UOB.
18 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 21
Pendanaan Green Club Loan untuk Data Centre Princeton
Digital Group
UOB Indonesia dan Bank DBS Indonesia memberikan green club
loan sebesar Rp1,7 triliun kepada Princeton Digital Group untuk
pengembangan pusat data JC2 berkapasitas 22MW. Fasilitas
pembiayaan ini mengikuti Green Loan Principles dan mendukung
pertumbuhan infrastruktur digital yang ramah lingkungan.
13 Maret 2025
UOB Media Editors Circle: Driving a responsible growth
for palm oil industry
UOB Indonesia menggelar UOB Media Editors Circle yang
mengangkat tema “Driving a Responsible Growth for Palm Oil Industry”.
Dihadiri oleh 13 editor media lokal, panel diskusi ini menghadirkan
pandangan mengenai langkah akselerasi industri kelapa sawit yang
berkelanjutan. Panel terdiri dari Ibu Fajarini Puntodewi, Direktur
Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan
22 April 2025 - Jakarta Republik Indonesia, Bapak Mukti Sardjono, Direktur Eksekutif,
Gabungan Asosiasi Pengusahan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dan
Bapak Ernest Tan, Head of Consumer Goods and Healthcare – Sector
Solutions Group, UOB.
Fasilitas Pembiayaan Pusat Data INA–DayOne di Batam
UOB Indonesia dan Bank DBS Indonesia menyediakan fasilitas
pinjaman senilai Rp6,7 triliun untuk pembangunan tiga pusat data
terbaru di Nongsa Digital Park yang dikembangkan oleh DayOne
dan Indonesia Investment Authority (INA). Proyek ini memperkuat
posisi Batam sebagai penghubung digital Indonesia–Singapura
dan mencerminkan dukungan Bank terhadap infrastruktur digital
berkelanjutan.
5 Juni 2025
Peluncuran The Business Circle di Indonesia
UOB Indonesia memperkenalkan The Business Circle, program yang
dirancang bagi generasi penerus bisnis keluarga untuk memperluas
wawasan, mencapai peluang baru, dan mengembangkan jaringan
lintas negara. Program ini mencakup forum diskusi, kunjungan pasar,
serta berbagi pandangan mengenai perencanaan suksesi, teknologi
AI, dan keberlanjutan.
24 Juli 2025 – Jakarta
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 19
Page 22
Ikhtisar
Menempa masa depan berkelanjutan di seluruh ASEAN
Keberlanjutan menjadi landasan dalam kami menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan kami.
Sepanjang tahun 2025, UOB Indonesia menjalankan berbagai inisiatif yang mendukung pelestarian lingkungan,
inklusi digital, serta pengembangan seni dan pendidikan. Program-program tersebut mencerminkan komitmen Bank
untuk menghadirkan dampak positif bagi masyarakat di Indonesia maupun di kawasan.
Penyaluran fasilitas Green Term Loan untuk Xurya Group
of Companies
UOB Indonesia menjalin kerja sama dengan Xurya Group of
Companies melalui fasilitas green term loan senilai Rp350 miliar.
Pembiayaan melalui program U-Solar ini turut mendukung adopsi
energi surya bagi lebih dari 50 perusahaan komersial dan industri
dari berbagai sektor, serta memperkuat ekosistem energi terbarukan
di Indonesia.
16 Juni 2025 – Jakarta
UOB Heartbeat Run 2025
Lebih dari 1.600 karyawan UOB Indonesia berkumpul di UOB
Heartbeat Run 2025 yang diselenggarakan serentak di Jakarta dan
Surabaya. Program tahunan ini berhasil menggalang lebih dari Rp225
juta untuk mendukung pendidikan inklusif di seluruh Indonesia, di
mana dana disalurkan melalui kolaborasi dengan Daya Pelita Kasih
Centre (DPK Centre) dan Yayasan Ruangguru, yang berfokus kepada
anak-anak berkebutuhan khusus dan komunitas kurang beruntung.
2 Agustus 2025 – Tangerang
Peluncuran program UOB My Digital Space berkolaborasi
dengan Ruangguru
UOB Indonesia dan Ruangguru meluncurkan program beasiswa
jangka panjang UOB My Digital Space untuk menyediakan akses
pembelajaran coding dan keterampilan digital bagi 90.000 pelajar
di Indonesia. Program ini bertujuan memperkecil kesenjangan digital
dan mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan
berbasis AI.
20 Agustus 2025 – Jakarta
20 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 23
UOB Painting of the Year 2025 (Indonesia)
UOB Indonesia menyelenggarakan kompetisi UOB Painting of the Year
(POY) ke-15, menobatkan Eddy Susanto sebagai pemenang kategori
Profesional melalui karya “Kuasa dalam Setara” dan Muhammad
Shodik sebagai Most Promising Artist of the Year. Kompetisi ini
menegaskan komitmen Bank dalam mendukung perkembangan seni
kontemporer di Indonesia dan kawasan ASEAN.
16 Oktober 2025 - Jakarta
UOB Indonesia bermitra dengan DHL Express Indonesia
untuk layanan GoGreen Plus
UOB Indonesia bekerja sama dengan DHL Express Indonesia dalam
penggunaan layanan GoGreen Plus untuk mengurangi hingga 80
persen emisi gas rumah kaca dari pengiriman udara internasional
melalui penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan.
23 Oktober 2025 – Jakarta
UOB Indonesia dan Prudential Indonesia bersihkan
Pantai Muara Angke
Sebagai upaya dalam melindungi ekosistem pesisir, UOB Indonesia
dan Prudential Indonesia berkolaborasi untuk membersihkan pantai
Muara Angke. Dalam kegiatan, karyawan berpartisipasi dalam
memilah sampah dan mendonasikan 72 tempat sampah untuk
mendukung keberlanjutan laut.
13 Desember 2025 – Jakarta
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 21
Page 24
Laporan Manajemen
24 Laporan Dewan Komisaris
27 Laporan Direksi
22 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 25
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 23
Page 26
Laporan Manajemen
Laporan Dewan Komisaris
UOB Indonesia tetap berada pada posisi yang baik
untuk memanfaatkan peluang jangka panjang di
ASEAN, memperkuat peran Bank sebagai mitra
keuangan tepercaya yang berkontribusi terhadap
pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional
dan regional.
Wee Ee Cheong
Komisaris Utama
Para Pemegang Saham yang Terhormat, Keunggulan ASEAN dalam Lanskap Global
Sampul Laporan Tahunan tahun ini menampilkan UOB yang Kompleks
Plaza 1 di Singapura yang bertransformasi sebagai Seiring perekonomian global menjadi semakin
kanvas dinamis melalui “UNITY”, sebuah projection multipolar dan penataan ulang rantai pasok yang terus
mapping yang dihadirkan untuk memperingati 90 tahun berlangsung, ASEAN terus menguat sebagai kawasan
perjalanan UOB. Lebih dari sekadar visual, rangkaian pertumbuhan utama. Integrasi regional yang semakin
proyeksi ini merefleksikan kreativitas, resiliensi, serta dalam di bidang perdagangan, ekonomi digital, dan
semangat inovasi yang terus menjadi fondasi perjalanan ketahanan energi memperkokoh peran ASEAN sebagai
Grup lintas generasi dan pasar. destinasi utama investasi asing, dengan realisasi
investasi melampaui US$225 miliar pada tahun 2024.
Seperti cahaya yang menerangi cakrawala, hal ini
mengingatkan bahwa kemajuan berawal dari gagasan Di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya
yang, ketika dipupuk dengan disiplin dan tujuan yang tensi geopolitik, ASEAN tetap menjadi salah satu
jelas, mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan. kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Hal
Berawal dari kantor cabang di Singapura, UOB telah ini didukung oleh permintaan domestik yang kuat,
berkembang menjadi bank regional terkemuka melalui peningkatan investasi infrastruktur, serta populasi
pertumbuhan yang stabil dan disiplin, ditopang oleh visi muda yang mobilitas ekonominya terus meningkat, dan
jangka panjang yang jelas serta konektivitas regional mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi digital
yang mendalam, sehingga mampu menciptakan nilai di dan hijau. Kelas menengah yang terus tumbuh juga
seluruh kawasan ASEAN. memperkuat konsumsi, sehingga menempatkan ASEAN
menjadi salah satu blok ekonomi terbesar di dunia
Menatap ke depan, Grup tetap fokus pada investasi dalam beberapa tahun ke depan.
di kapabilitas yang paling relevan bagi nasabah,
karyawan, dan masyarakat. Didukung oleh fondasi Dengan latar belakang tersebut, peluang semakin
Grup yang kuat serta perspektif jangka panjang, terkonsentrasi di kawasan ini. Melalui akuisisi strategis
UOB Indonesia berada pada posisi yang solid untuk dan ekspansi yang disiplin, UOB telah membangun skala
mendukung nasabah maupun pelaku usaha dalam bisnis yang signifikan di Asia Tenggara dan Tiongkok
menangkap peluang yang terus berkembang. Kami Raya, sehingga semakin memperkuat kehadiran
tetap berkomitmen untuk menjadi bank pilihan di regionalnya.
Indonesia, sekaligus berkontribusi terhadap tujuan Grup
dalam membangun masa depan ASEAN. Seiring Vietnam yang semakin berkembang sebagai
pasar penting, UOB terus memperdalam jejak regional,
termasuk melalui pengembangan kantor pusat baru di
Ho Chi Minh City. Konektivitas regional tetap menjadi
24 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 27
diferensiasi utama bagi Grup. Melalui jaringan yang luas, mencatat fokus pada penciptaan nilai jangka panjang
kehadiran jangka panjang, serta platform operasional melalui pendekatan One Bank, penguatan konektivitas
regional yang terintegrasi, UOB menghadirkan wawasan ASEAN, serta kolaborasi lintas segmen.
dan keahlian lokal yang mendalam, guna mendukung
nasabah di berbagai segmen dan market, melalui siklus Strategi penyaluran kredit yang berfokus pada
ekonomi dan pada setiap tahap pertumbuhan mereka. sektor serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam
underwriting kredit berkontribusi terhadap pertumbuhan
Sebagai ekonomi terbesar di ASEAN, Indonesia memiliki yang seimbang dan kualitas aset yang tetap terjaga.
posisi yang strategis. Pertumbuhan kelas menengah, Pada saat yang sama, otomasi dan penyempurnaan
kinerja ekspor komoditas yang kuat, percepatan proses turut meningkatkan efisiensi operasional serta
transformasi digital, serta kelanjutan pengembangan memperkuat pengalaman nasabah.
hilirisasi industri menjadi landasan fundamental ekonomi
yang tetap tangguh. UOB Indonesia siap mendukung Kinerja Keuangan dan Resiliensi
nasabah dalam memanfaatkan peluang pertumbuhan Eksekusi strategi yang disiplin, didukung oleh
tersebut. manajemen risiko dan pengelolaan biaya yang
pruden, berkontribusi terhadap kinerja keuangan UOB
Didukung oleh platform regional dan skala Grup, Indonesia yang solid pada tahun 2025. Laba sebelum
UOB Indonesia berada pada posisi yang baik untuk pajak meningkat sebesar 246,6 persen secara tahunan
menangkap pertumbuhan jangka panjang ASEAN serta menjadi Rp1,9 triliun, mencerminkan ketahanan dan
tetap menjadi mitra keuangan tepercaya di Indonesia peningkatan profitabilitas di tengah lingkungan global
dan di seluruh kawasan. yang menantang.
Inisiatif Strategis dan Pencapaian Tahun 2025 Kinerja tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit
Sejalan dengan semakin dalamnya integrasi ekonomi yang sehat, perbaikan kualitas aset, serta manajemen
ASEAN, UOB Indonesia memperkuat posisinya sebagai risiko yang disiplin. Penyaluran kredit meningkat sebesar
penghubung regional. Melalui inovasi dan solusi 11,3 persen menjadi Rp111,8 triliun, sementara rasio
keuangan terintegrasi, nasabah semakin dimudahkan kredit bermasalah bruto (Non-Performing Loan/NPL)
dalam melakukan transaksi lintas negara, pembiayaan, tetap terjaga rendah pada 1,8 persen, jauh di bawah
dan perdagangan. Bank juga terus mengembangkan ambang batas maksimum regulator sebesar 5,0 persen.
transformasi digital untuk menjawab kebutuhan Peningkatan rasio Current Account Savings Account
transaksi yang terus berkembang serta meningkatkan (CASA) 59,8 persen turut menurunkan biaya pendanaan.
efisiensi operasional.
Permodalan dan likuiditas tetap kuat, dengan Loan-to-
Dewan Komisaris mencatat adanya progres lebih lanjut Deposit Ratio (LDR) sebesar 83,8 persen dan Capital
dalam kapabilitas perbankan digital, yang didukung Adequacy Ratio (CAR) sebesar 19,2 persen, sehingga
oleh penguatan tata kelola data, infrastruktur digital memungkinkan Bank untuk mendukung pertumbuhan
yang tangguh, serta perluasan ekosistem aplikasi untuk yang berkelanjutan serta pembangunan ekonomi
mendukung daya saing jangka panjang. Indonesia.
Peningkatan aplikasi UOB TMRW serta penyempurnaan Penguatan Budaya Sumber Daya Manusia
program Rewards+ turut meningkatkan pengalaman Dewan Komisaris terus mendukung Direksi dan
nasabah ritel. Perluasan kapabilitas UOB Infinity dan Manajemen dalam membangun budaya kerja yang kuat
UOB BizSmart semakin mendukung kebutuhan transaksi melalui The UOB Way. Penerapan manajemen talenta
nasabah korporasi. Transformasi kantor cabang menjadi yang terstruktur, program reskilling dan upskilling, serta
pusat layanan advisory juga terus berjalan, diperkuat berbagai inisiatif keterlibatan karyawan, termasuk
dengan integrasi regional yang semakin solid seiring program Professional Bankers and Future Bankers,
keberhasilan integrasi bisnis konsumer Citigroup. Internship NextGen, dan Trainers Mileage, memperkuat
pipeline talenta serta budaya kerja berbasis kinerja
UOB Indonesia terus mengembangkan agenda untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
keberlanjutan melalui kemitraan strategis untuk
memperluas pembiayaan hijau serta mendukung
inisiatif penurunan emisi karbon. Dewan Komisaris juga
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 25
Page 28
Laporan Manajemen
Komitmen Terhadap Tata Kelola dan memastikan keselarasan dengan tujuan Bank, sementara
Keberlanjutan penelaahan atas rencana strategis tiga tahunan
UOB Indonesia menjaga penerapan tata kelola Bank menegaskan kembali fokus pada personalisasi,
perusahaan yang kuat sepanjang tahun 2025. Dewan konektivitas, dan keberlanjutan.
Komisaris menjalankan fungsi pengawasan dan
pemberian arahan secara aktif, memperkuat praktik Berdasarkan asesmen tersebut, Dewan Komisaris
manajemen risiko dan tata kelola, sebagaimana menilai bahwa Direksi telah menjalankan pengelolaan
tercermin dalam peringkat self-assessment Good usaha Bank secara efektif serta mendorong peningkatan
Corporate Governance sebesar “2” (Baik). Struktur kontribusi ekonomi, penciptaan nilai sosial, dan
pengawasan dari komite turut memperkuat fungsi dukungan terhadap pembangunan nasional.
pemantauan serta mendukung pengambilan keputusan
yang pruden. Penilaian Kinerja Komite di Bawah Dewan
Komisaris
Dewan Komisaris mengawasi penguatan kerangka Dewan Komisaris didukung oleh Komite Audit, Komite
manajemen risiko yang mencakup risiko kredit, likuiditas, Pemantau Risiko, Komite Remunerasi dan Nominasi,
suku bunga, nilai tukar, keamanan siber, perlindungan serta Komite Tata Kelola Terintegrasi. Melalui mandat
data, serta risiko teknologi yang berkembang, termasuk masing-masing, komite-komite tersebut berkontribusi
Artificial Intelligence (AI) dan Generative AI. Efektivitas dalam memperkuat kualitas tata kelola, manajemen
kepatuhan serta ketaatan terhadap regulasi, termasuk risiko, serta praktik remunerasi dan nominasi di UOB
pengendalian anti pencucian uang, tetap menjadi area Indonesia. Dewan Komisaris menerima rekomendasi
fokus utama. dari komite-komite tersebut dan menilai bahwa seluruh
komite telah menjalankan perannya secara efektif dalam
Keberlanjutan tetap tertanam dalam strategi jangka mendukung fungsi pengawasan sepanjang tahun 2025.
panjang Bank, mendukung aksi iklim serta transisi
nasabah menuju model bisnis yang lebih berkelanjutan, Komposisi Dewan Komisaris
dengan tetap menjaga keseimbangan antara Sepanjang tahun 2025, komposisi Dewan Komisaris
pertumbuhan, ketahanan, dan kepentingan para tetap tidak berubah, mencerminkan kesinambungan
pemangku kepentingan. dan stabilitas kepemimpinan.
Pelaksanaan Peran Pengawasan Apresiasi
Dewan Komisaris menjalankan peran penting dalam Atas nama Dewan Komisaris, saya menyampaikan
memastikan kepatuhan terhadap regulasi sekaligus apresiasi yang tulus kepada Direksi, Manajemen, dan
memberikan arahan strategis kepada UOB Indonesia. seluruh karyawan atas dedikasi dan profesionalismenya.
Kami melakukan pengawasan yang erat terhadap Kami juga menyampaikan terima kasih kepada para
kinerja keuangan, manajemen risiko, dan praktik tata pemegang saham, nasabah, mitra, dan seluruh
kelola, serta menilai kinerja Direksi dalam mengelola pemangku kepentingan atas kepercayaan dan
Bank dan menjalankan strategi. dukungan yang terus diberikan.
Melalui sesi internal secara berkala serta rapat Dengan fondasi yang kuat dan komitmen bersama,
bersama Direksi, kami memberikan arahan, menelaah UOB Indonesia berada pada posisi yang baik
perumusan dan pelaksanaan inisiatif strategis Bank, untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan
serta memastikan keselarasan dengan prioritas utama. serta memberikan kontribusi yang berarti terhadap
Dewan Komisaris juga menyampaikan pandangan pertumbuhan berkelanjutan Indonesia dan ASEAN.
terkait prospek usaha Bank dan efektivitas praktik tata
kelola, guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan
dan penciptaan nilai jangka panjang.
Penilaian Kinerja Direksi
Dewan Komisaris melakukan penilaian secara Wee Ee Cheong
komprehensif terhadap kinerja Direksi sepanjang Komisaris Utama
tahun 2025, berdasarkan pencapaian kinerja usaha PT Bank UOB Indonesia
serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. April 2026
Rapat berkala setiap triwulan diselenggarakan untuk
26 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 29
Laporan Direksi
Kami tetap berada pada jalur yang tepat dalam
mengeksekusi strategi jangka panjang. Melalui
pendekatan One Bank dan pemanfaatan konektivitas
ASEAN UOB, kami mengintegrasikan keahlian
sektoral, kapabilitas digital, serta tata kelola yang
kuat untuk membangun platform yang resilien, yang
menghasilkan nilai berkelanjutan bagi nasabah
serta mendukung pertumbuhan ekonomi jangka
panjang Indonesia.
Hendra Gunawan
Direktur Utama
Para Pemegang Saham dan Pemangku investasi yang resilien. Perdagangan luar negeri juga
Kepentingan yang Terhormat, tetap terjaga di tengah tantangan yang timbul akibat
Direksi meyakini bahwa UOB Indonesia tetap berada kebijakan tarif Amerika Serikat.
pada jalur yang tepat untuk mencapai tujuan strategis
jangka panjangnya. Kinerja tahun 2025 mencerminkan Ketahanan tersebut semakin diperkuat oleh bauran
eksekusi yang disiplin, pertumbuhan yang berkelanjutan, kebijakan yang suportif. Pemerintah menerapkan
keunggulan operasional, serta manajemen risiko yang kebijakan fiskal yang ekspansif, sementara Bank
pruden, sehingga memungkinkan Bank menghadapi Indonesia menurunkan suku bunga kebijakan menjadi
dinamika lingkungan usaha dengan ketahanan dan 4,75 persen, atau turun sebesar 125 basis poin, disertai
arah yang jelas. instrumen makroprudensial untuk memitigasi volatilitas
global.
Sepanjang tahun, Bank menjaga keseimbangan
portofolio aset, didukung standar underwriting yang Kondisi kebijakan moneter berubah sepanjang
kuat serta pengelolaan portofolio yang aktif. Disiplin tahun. Setelah pelonggaran kebijakan pada periode
dalam pengendalian biaya, seiring dengan investasi sebelumnya, Bank Indonesia mengadopsi pendekatan
strategis yang terarah, turut memperkuat fondasi yang lebih seimbang pada paruh kedua tahun,
operasional sekaligus menjaga fleksibilitas untuk mempertahankan 7-Day Reverse Repo Rate pada level
berinvestasi dalam pertumbuhan di masa depan. 4,75 persen guna menjaga stabilitas makroekonomi dan
sistem keuangan.
Atas nama Direksi, kami menyampaikan Laporan
Tahunan PT Bank UOB Indonesia untuk tahun buku Dengan latar belakang tersebut, UOB Indonesia
yang berakhir pada 31 Desember 2025, bersama merespons secara terukur. Bank memanfaatkan
dengan Laporan Keberlanjutan. Kedua laporan tersebut kapabilitas pengelolaan kas yang kuat serta wawasan
menegaskan komitmen Bank dalam menciptakan nilai yang mendalam terhadap nasabah untuk menghadirkan
jangka panjang yang berkelanjutan di tengah dinamika solusi keuangan yang terarah. Solusi cash management
kondisi pasar yang terus berkembang. dan trade yang semakin baik memungkinkan nasabah
mengoptimalkan modal kerja, memperkuat ketahanan
Tinjauan Ekonomi dan Pasar Tahun 2025 likuiditas, dan menghadapi lingkungan usaha yang
Meskipun pasar global mengalami moderasi pada tahun lebih berhati-hati.
2025 akibat meningkatnya hambatan perdagangan
dan tensi geopolitik, Indonesia tetap mempertahankan Bank mendukung nasabah dalam mengelola volatilitas
fundamental ekonomi yang kuat. Pertumbuhan Produk nilai tukar melalui strategi lindung nilai yang disesuaikan
Domestik Bruto tahunan sebesar 5,11 persen didukung serta solusi likuiditas multi-mata uang. Mengantisipasi
oleh konsumsi rumah tangga yang stabil serta aktivitas kondisi suku bunga rendah yang berkepanjangan,
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 27
Page 30
Laporan Manajemen
UOB Indonesia memperkuat konektivitas ASEAN dan sehingga semakin memperkuat perannya sebagai mitra
kapabilitas Local Currency Settlement (LCS) untuk jangka panjang yang tepercaya bagi nasabah.
membuka peluang lintas negara sekaligus mengurangi
risiko mata uang. Selain itu, Bank terus memperkuat Peningkatan kualitas aset dan profitabilitas didukung
perannya sebagai mitra strategis dalam mendorong oleh disiplin kredit yang berkelanjutan, bukan langkah
ketahanan dan pertumbuhan yang berkelanjutan. jangka pendek. Standar underwriting yang kuat,
komposisi portofolio yang seimbang, serta konsistensi
Ke depan, perekonomian Indonesia berada pada dalam pemilihan nasabah telah terbangun secara
jalur pertumbuhan yang berkelanjutan, didukung berkesinambungan, sehingga memperkuat ketahanan
oleh berbagai inisiatif pemerintah, arus masuk modal, dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
serta kemajuan teknologi. Asta Cita menjadi kerangka
strategis Pemerintah dalam konsep Indonesia Fokus Strategis dan Inisiatif Utama Tahun
Incorporated, yang menyelaraskan peran negara, 2025
BUMN, dan sektor swasta untuk meningkatkan daya Pada tahun 2025, Bank menjalankan strategi
saing global dan kesejahteraan nasional. Agenda ini pertumbuhan yang disiplin dan berbasis sektor , yang
diharapkan dapat mendorong belanja pemerintah, selaras dengan prioritas jangka panjang Indonesia.
investasi swasta, serta konsumsi domestik. UOB Dengan berfokus pada sektor industri yang kuat/
Indonesia siap mendukung sektor-sektor prioritas dan tangguh, Bank memperdalam keahlian sektoral,
berbagai inisiatif pertumbuhan nasional. mengelola risiko secara proaktif, serta mendukung
penggerak utama pertumbuhan dengan tetap menjaga
Kinerja Keuangan dan Profitabilitas kualitas aset. Melalui pendekatan selektif dalam
Sepanjang tahun 2025, UOB Indonesia mencatat kinerja penyaluran kredit dan standar underwriting yang kuat,
yang stabil dan solid di tengah ketidakpastian global. Bank berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit yang
Laba bersih setelah pajak meningkat sebesar 276,6 seimbang sebesar 11,5 persen secara tahunan, dengan
persen menjadi Rp1,5 triliun, didukung oleh pertumbuhan rasio NPL yang tetap terjaga sehat sebesar 1,8 persen.
kredit sebesar 11,3 persen menjadi Rp111,8 triliun serta
pertumbuhan dana pihak ketiga, sehingga memperkuat Kolaborasi di segmen retail, wholesale, dan global
kontribusi Bank terhadap perekonomian nasional. markets semakin diperkuat. Bank juga melanjutkan
transformasi menuju “One Bank”, dengan memahami
Likuiditas dan kualitas aset tetap terjaga dengan baik. bahwa solusi yang terintegrasi mampu menciptakan
Current Account Savings Account tumbuh 18,6 persen nilai yang lebih besar bagi nasabah serta keunggulan
secara tahunan menjadi Rp79,7 triliun, sementara rasio kompetitif yang berkelanjutan.
kredit bermasalah (NPL) membaik menjadi 1,8 persen.
Disiplin biaya juga terjaga, dengan Cost-to-Income Budaya kolaborasi di seluruh Bank terus diperkuat,
Ratio menurun sebesar 10,6 poin persentase secara didukung oleh penyelarasan insentif, perencanaan
tahunan menjadi 69,7 persen. Kinerja ini mencerminkan nasabah secara bersama, serta penugasan lintas
konsistensi dalam pelaksanaan strategi yang berfokus segmen. Inisiatif-inisiatif ini memperdalam hubungan
pada pertumbuhan berkelanjutan, keunggulan dengan nasabah, memperkuat ketahanan, serta
operasional, serta manajemen risiko yang pruden. menegaskan akuntabilitas bersama.
Selain kinerja keuangan, Bank juga mendorong berbagai Bank mempercepat penguatan konektivitas ASEAN
prioritas strategis. UOB Indonesia memperluas ekosistem dan kapabilitas lintas negara untuk mendukung
digital untuk memperdalam keterlibatan nasabah di perdagangan dan investasi regional. Bagi nasabah
berbagai segmen, serta memperkuat kehadiran di korporasi dan komersial, UOB Infinity berperan sebagai
Transaction Banking dan Wealth Management, guna platform keuangan terintegrasi yang memungkinkan
mempercepat pertumbuhan pada fokus area. pengelolaan kas secara seamless, visibilitas likuiditas
secara real-time, serta optimalisasi modal kerja.
Bank juga semakin mempertajam fokus pada arus
perdagangan, origination kredit berkualitas tinggi, Fondasi operasional semakin diperkuat untuk mendukung
efisiensi operasional, serta penyelarasan produk Bank yang lebih adaptif dan siap menghadapi
dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang, masa depan. Otomatisasi dan digitalisasi proses
meningkatkan efisiensi dan produktivitas, sementara
28 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 31
pemantauan layanan secara proaktif serta analisis Melalui investasi berkelanjutan dalam pengembangan
umpan balik yang sistematis semakin mempertajam human capital, Bank memastikan tetap agile, relevan,
fokus pada nasabah. Investasi berkesinambungan dan berada pada posisi yang baik untuk mendukung
dalam arsitektur data dan tata kelola juga memperkuat nasabah serta memberikan kontribusi nyata terhadap
kapabilitas Bank dalam mendukung pertumbuhan yang kemajuan ekonomi Indonesia.
terukur dan berbasis inovasi.
Komitmen Terhadap Tata Kelola dan
Inovasi dan Transformasi Digital Manajemen Risiko
Pada tahun 2025, Bank terus mempercepat transformasi Sepanjang tahun 2025, Bank mempertahankan
digital dengan fokus kuat pada customer-centricity. kepatuhan penuh terhadap seluruh peraturan
Insight nasabah diintegrasikan ke dalam platform digital perundang-undangan yang berlaku, sekaligus
untuk menghadirkan solusi yang intuitif, relevan, dan memperkuat pengendalian anti pencucian uang. Melalui
berdampak, baik bagi nasabah ritel maupun korporasi. fungsi Kepatuhan, Bank meningkatkan Risk-Based Bank
Rating, sehingga memperkuat penerapan tata kelola
Bagi nasabah ritel, berbagai peningkatan dilakukan, perusahaan yang baik di seluruh organisasi.
termasuk pengelolaan keuangan pribadi yang lebih
optimal melalui fitur tabungan berbasis gamifikasi, Kerangka manajemen risiko juga semakin diperkuat
insight keuangan yang dipersonalisasi, serta transaksi melalui integrasi berbagai pertimbangan risiko utama
wealth secara mandiri. Program Reward+ juga diperluas dalam pengambilan keputusan strategis, termasuk
dengan lebih banyak opsi penukaran di seluruh kualitas aset, sensitivitas suku bunga, likuiditas,
ASEAN, sehingga meningkatkan engagement sekaligus eksposur nilai tukar, serta risiko yang berkembang
memberikan nilai tambah dalam aktivitas sehari-hari. seperti keamanan siber, fraud, dan perlindungan data.
Bagi nasabah korporasi dan komersial, UOB Infinity Direksi menjalankan pengawasan aktif terhadap profil
semakin memperkuat perannya sebagai platform risiko Bank melalui keterlibatan yang terstruktur dan
keuangan terintegrasi dengan menghadirkan visibilitas dukungan komite-komite terkait, sehingga memastikan
likuiditas secara real-time, solusi cash management manajemen risiko tetap bersifat proaktif dan terintegrasi
dan trade yang seamless, autentikasi yang aman, serta dalam pelaksanaan strategi.
konektivitas host-to-host untuk memungkinkan proses
transaksi yang efisien dan straight-through processing. Komite Manajemen Risiko secara ketat menelaah
kualitas portofolio, hasil stress testing, serta indikator
Dengan menjawab kebutuhan nasabah, mulai dari peringatan dini. Komite Aset-Liabilitas, yang didukung
tabungan pribadi hingga pengelolaan treasury yang oleh Interest Rate Working Group, memantau dampak
kompleks, Bank menghadirkan pengalaman digital yang perubahan suku bunga, rasio regulasi, serta rencana
aman dan terintegrasi, yang memperdalam engagemnt pendanaan kontinjensi untuk menjaga stabilitas.
nasabah serta mendukung hubungan jangka panjang.
Melalui tata kelola berbasis komite yang disiplin, Bank
Penguatan Budaya Sumber Daya Manusia menilai risiko secara menyeluruh dan menerapkan
UOB Indonesia memperkuat kapabilitas sumber daya batasan yang pruden, guna melindungi kekuatan
manusia melalui program reskilling dan upskilling permodalan, stabilitas keuangan, serta reputasi Bank.
yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan dan
pengalaman nasabah. Berlandaskan komitmen Kontribusi Kepada Masyarakat
terhadap keberagaman, kesetaraan, dan inklusi, UOB Bank berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat
Indonesia terus memberdayakan karyawan sebagai di wilayah operasionalnya, dengan fokus pada anak-
fondasi untuk menciptakan nilai jangka panjang. anak, seni, dan pendidikan.
Pengembangan talenta dan keterlibatan karyawan Dalam momentum 90 tahun UOB, Bank semakin
diperkuat melalui berbagai inisiatif seperti Professional memperkuat komitmen jangka panjangnya terhadap
Bankers, Future Bankers, Internship NextGen, dan pemberdayaan masyarakat. Di Indonesia, komitmen ini
Trainers Mileage. Program-program ini meningkatkan diwujudkan melalui program UOB My Digital Space yang
kapabilitas, memperkuat keahlian internal, serta bertujuan membekali 90.000 anak kurang mampu di 60
membangun budaya kerja yang kolaboratif dan kota dan 38 provinsi dengan perangkat pembelajaran
berorientasi pada kinerja. digital selama lima tahun.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 29
Page 32
Laporan Manajemen
Kompetisi UOB Painting of the Year (POY) tetap menjadi keputusan, serta operasional sehari-hari. Pendekatan ini
platform penting dalam mengembangkan talenta seni mencerminkan komitmen Bank terhadap pembangunan
di Indonesia. Bank secara konsisten menyelenggarakan berkelanjutan yang memenuhi kebutuhan generasi saat
berbagai lokakarya untuk menampilkan para pemenang ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang
serta mendorong pengembangan seni rupa, pendidikan, untuk memenuhi kebutuhannya.
literasi digital, dan kesadaran lingkungan.
Melalui Sustainability Framework, Environmental Risk
UOB Indonesia juga menyelenggarakan UOB Heartbeat Management Framework, kebijakan Responsible
Run 2025 yang diikuti oleh lebih dari 1.600 karyawan, Financing, serta Sustainable Finance Framework,
serta berhasil menghimpun lebih dari Rp225 juta Bank mengintegrasikan pertimbangan ESG dalam
untuk Daya Pelita Kasih Centre guna mendukung pengembangan bisnis dan penilaian risiko. Tata kelola
pengembangan sarana pembelajaran bagi anak-anak keberlanjutan dijalankan melalui Sustainability Spokes
neurodivergen. Forum dan Sustainability Working Group, dengan isu-
isu material disampaikan kepada Dewan secara tepat
Perubahan Komposisi Direksi waktu.
Sepanjang tahun 2025, terdapat perubahan dalam
komposisi Direksi. Saya menyambut dengan hangat Bank telah mencatat pembiayaan Kegiatan Usaha
pengangkatan W. Kartyono sebagai Direktur, Berkelanjutan sebesar Rp15,26 triliun serta mencatat
sebagaimana telah disetujui dalam Rapat Umum subscription baru sebesar Rp1,17 triliun pada produk
Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada 29 April 2025, investasi berkelanjutan (ESG).
serta menyampaikan apresiasi kepada Teh Han Yi yang
telah mengakhiri masa jabatannya sebagai Direktur Keberlanjutan operasional juga semakin diperkuat,
setelah memperoleh persetujuan dalam RUPS Luar Biasa dengan kantor pusat Bank, UOB Plaza Jakarta,
pada 9 Desember 2025. Masa jabatannya berakhir memperoleh sertifikasi Gold dari Greenship Building
pada 31 Desember 2025. Council Indonesia pada tahun 2025. Intensitas emisi
Cakupan 1 dan 2 (tidak termasuk data centre) berhasil
Kinerja Komite di bawah Direksi diturunkan sebesar 18 persen secara tahunan.
Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,
Direksi didukung oleh komite yang berfungsi sebagai Inisiatif dampak sosial juga mencakup penyaluran
forum pengambilan keputusan dan pengawasan. dana tanggung jawab sosial perusahaan sebesar
Komite-komite tersebut meliputi Komite Eksekutif, Rp3,25 miliar, yang memberikan manfaat bagi bidang
Komite Manajemen Risiko (termasuk Komite Anti- anak-anak, seni, dan pendidikan, serta melibatkan
Financial Crime dan Komite Manajemen Keberlanjutan 3.000 siswa dan 235 seniman. Peluncuran UOB My
Bisnis), Komite Kredit, Komite Aset dan Liabilitas, Komite Digital Space semakin memperkuat komitmen jangka
Teknologi Informasi, Komite Sumber Daya Manusia, panjang Bank terhadap pertumbuhan yang inklusif dan
Komite Kebijakan Kredit, serta Komite Manajemen Risiko ketahanan digital.
Terintegrasi.
Seiring dengan perkembangan isu keberlanjutan,
Melalui mandat masing-masing, komite-komite tersebut Bank terus memperkuat kapabilitas organisasi melalui
memberikan dukungan yang efektif dalam pengelolaan program e-learning keberlanjutan yang terstruktur
operasional, penguatan tata kelola dan manajemen serta pelatihan spesifik di berbagai fungsi bisnis dan
risiko, serta memfasilitasi pengambilan keputusan pendukung. Inisiatif ini meningkatkan kemampuan Bank
strategis, sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan dalam mendukung nasabah untuk mengadopsi praktik
berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang. yang lebih berkelanjutan.
Inisiatif ESG dan Pengembangan Masyarakat Prospek dan Strategi 2026
Bank membangun keberhasilan jangka panjang dengan Prospek Indonesia pada tahun 2026 tetap terjaga
senantiasa mengutamakan kepentingan nasabah dan dengan baik, didukung oleh reformasi struktural serta
para pemangku kepentingan. Kepercayaan dijaga berbagai program pemerintah yang mendorong hilirisasi
melalui integrasi yang konsisten atas aspek lingkungan, dan industrialisasi. Inflasi yang stabil, permintaan yang
sosial, dan tata kelola (ESG) dalam strategi, pengambilan kuat, stabilitas politik, serta penegakan hukum yang
30 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 33
semakin kuat diharapkan dapat menjaga kepercayaan Bank akan terus melayani nasabah melalui advisory
dunia usaha dan memperkuat daya tarik Indonesia yang forward-looking serta standar layanan yang tinggi,
sebagai tujuan investasi. dengan memanfaatkan jaringan ASEAN UOB untuk
memfasilitasi investasi asing strategis ke sektor-sektor
Dengan latar belakang tersebut, Bank akan terus prioritas. Di balik ambisi ini, Bank terus berinvestas pada
mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui pengembangan sumber daya manusia dan budaya
pendekatan One Bank, dengan mengintegrasikan kerja, dengan membangun budaya yang berlandaskan
kekuatan di seluruh segmen untuk menghadirkan nilai Care, Growth, dan Trust.
yang konsisten dan berkelanjutan untuk jangka panjang.
Bank juga tetap berkomitmen mendukung prioritas Apresiasi
pembangunan nasional serta menjalin kolaborasi yang Atas nama Direksi, saya menyampaikan apresiasi kepada
erat dengan regulator dalam mendukung agenda Dewan Komisaris atas arahan dan pengawasan yang
ekonomi Indonesia. diberikan sepanjang tahun. Kami juga mengucapkan
terima kasih kepada para pemegang saham dan
Bank akan terus memperkuat kapabilitas yang agile dan nasabah atas kepercayaan yang terus diberikan,
efisiensi operasional melalui otomasi, penyempurnaan serta kepada seluruh karyawan atas dedikasi dan
proses, pemantauan layanan secara proaktif, serta komitmennya. Dengan dukungan seluruh pemangku
pengembangan fondasi data yang kuat guna kepentingan, kami tetap berkomitmen untuk mencapai
mendukung inovasi dan pertumbuhan yang terukur. pertumbuhan jangka panjang, keunggulan operasional,
serta berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi
Keberlanjutan tetap tertanam dalam strategi Bank. Indonesia.
Melalui implementasi kebijakan Responsible Financing
yang disiplin, solusi berkelanjutan yang berfokus pada
nasabah, serta praktik operasional yang bertanggung
jawab, tujuan pertumbuhan diselaraskan dengan
dampak lingkungan dan sosial jangka panjang.
Hendra Gunawan
Direktur Utama
PT Bank UOB Indonesia
April 2026
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 31
Page 34
Laporan Manajemen
Direksi UOB Indonesia
Dari kiri ke kanan: W. Kartyono, Paul Rafiuly, Hendra Gunawan, Cristina Teh Tan
32 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 35
Dari kiri ke kanan: Harapman Kasan, Sonny Samuel, Henry Santoso, Ardhi Wibowo
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 33
Page 36
Profil Perusahaan
36 Identitas Perusahaan
38 Sekilas UOB Indonesia
40 Jejak Transformasi
42 Visi, Misi, Tujuan Keberlanjutan, dan Nilai
43 Kegiatan Usaha
46 Struktur Organisasi
48 Profil Dewan Komisaris
Informasi Perubahan Anggota Dewan
51
Komisaris
52 Profil Direksi
57 Informasi Perubahan Anggota Direksi
57 Demografi Karyawan
United Overseas Bank Limited sebagai
58
Pemegang Saham Pengendali
59 Dimana Kami Beroperasi
Ringkasan Keuangan Lima Tahun United
60
Overseas Bank Limited
61 Struktur dan Komposisi Pemegang Saham
63 Struktur Grup Perusahaan
64 Kronologi Pencatatan Saham
65 Kronologi Pencatatan Obligasi
66 Institusi dan/atau Profesi Pendukung
66 Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik
66 Informasi di Situs Web Perusahaan
67 Penghargaan dan Sertifikasi
Wilayah Operasional dan Pasar yang
68
Dilayani
34 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 37
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 35
Page 38
Profil Perusahaan
Identitas Perusahaan
Nama Perusahaan Status Entitas
PT Bank UOB Indonesia Perseroan Terbatas
Nama Komersial Tanggal Pendirian
UOB Indonesia (UOBI) 24 24 Oktober 1956
Bidang Usaha Tanggal Beroperasi
Industri Perbankan 1 November 1956
Dasar Hukum Pendirian Kepemilikan Saham
• Akta Pendirian Perusahaan No. 150 yang • UOB International Investment Private
dibuat oleh Eliza Pondaag S.H., Notaris di Limited, Singapura (68,943%)
Jakarta, tanggal 31 Agustus 1956 • United Overseas Bank Limited, Singapura
• Keputusan Menteri Kehakiman Republik (30,056%)
Indonesia (sekarang Menteri Hukum • Yayasan Kesejahteraan Nusantara (1,000%)
Republik Indonesia) No. J.A.5/78/4 tanggal • Lainnya (0,001%)
24 Oktober 1956
• Lembaran Negara No. 96 tanggal 30
November 1956
• Tambahan Lembaran Negara No. 1234/1956
Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor penuh
Rp9.000.000.000.000, terdiri dari 12.227.591.633 lembar saham atau
36.000.000.000 saham dengan setara dengan Rp3.056.897.908.250
nilai nominal Rp250 per saham
Laba Operasional Bank Tahun 2025 Pendapatan Bunga – Neto Tahun 2025
Rp1.888 miliar Rp6.013 miliar
Jumlah Aset Tahun 2025 Jumlah Liabilitas Tahun 2025 Jumlah Ekuitas Tahun 2025
Rp170.499 miliar Rp150.375 miliar Rp20.124 miliar
36 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 39
Skala Usaha Jaringan ATM
108 ATM
Jumlah Kantor
1 Kantor Pusat
4 Kantor Wilayah Wilayah Operasional
41 Kantor Cabang 41 kota di 16 provinsi di Indonesia
50 Kantor Cabang Pembantu
3 Kantor Fungsional
Alamat Kantor Pusat Jumlah Produk dan Layanan yang Ditawarkan
UOB Plaza Jl. M.H. Thamrin No. 10 • 5 (lima) produk utama, terdiri dari Produk
DKI Jakarta 10230, Indonesia Pembiayaan, Produk Pendanaan, Produk
Investasi, Produk Asuransi dan Produk
Nomor Telepon Treasuri
+62 21 2350 6000 (hunting) • 21 (dua puluh satu) jenis layanan
perbankan
Nomor Faksimile
+62 21 2993 6632
Call Centre
14008 & +62 21 2355 900
Jumlah Pekerja per 31 Desember 2025
3.597 pekerja
Email
uobcare@uob.co.id
Website
www.uob.co.id
Media Sosial Keanggotaan Asosiasi
• Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS)
UOB Indonesia, TMRW Indonesia • Perhimpunan Bank-Bank Internasional
Indonesia (PERBINA)
uob.id, uobcards.id, • Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia
TMRWIndonesia (ASPI)
• Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan
UOB Indonesia, TMRW Indonesia Perbankans (FKDKP)
• Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI)
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 37
Page 40
Profil Perusahaan
Sekilas UOB Indonesia
Sejak memulai operasinya pada 31 Agustus 1956 dengan nama PT Bank Buana Indonesia, Bank telah melalui
berbagai tahap perkembangan hingga akhirnya resmi menggunakan nama PT Bank UOB Indonesia pada Mei 2011.
Saat ini, jaringan layanan UOB Indonesia mencakup 41 kantor cabang utama, 50 kantor cabang pembantu, serta
108 ATM yang berlokasi di 41 kota pada 16 provinsi di seluruh Indonesia. Nasabah juga dapat mengakses layanan
perbankan melalui jaringan ATM regional, serta jaringan ATM Prima, Bersama, dan Visa.
Sejarah Nama UOB Indonesia
1956 2007 2011
PT Bank Buana Indonesia PT Bank UOB Buana Tbk PT Bank UOB Indonesia
UOB Indonesia mempertahankan peringkat kredit Didukung oleh jaringan yang luas, teknologi informasi
AAA(idn) dari Fitch Ratings Indonesia, lembaga yang handal, struktur permodalan yang sehat, dan
pemeringkat independen. Selain itu, Bank menerima kualitas SDM yang unggul, UOB Indonesia berkomitmen
Platinum Award for Exceptional Financial Performance untuk menciptakan nilai jangka panjang yang
dari Majalah Infobank selama sepuluh tahun berturut- berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan. Bank
turut. tetap berfokus pada transformasi menjadi institusi yang
semakin signifikan melalui pertumbuhan yang disiplin
Bank memiliki fondasi bisnis yang kuat, khususnya dan stabil.
dalam melayani segmen usaha kecil dan menengah
dengan basis nasabah ritel yang solid. UOB Indonesia
juga terus mengembangkan bisnis perbankan konsumer
dan korporasi yang menyediakan rangkaian layanan
treasury serta cash management.
38 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 41
Logo Perusahaan
Logo UOB terdiri dari lima garis merah yang ikonik disertai tulisan
“UOB” yang memberikan kesan elegan dan sederhana. Logo
ini terinspirasi dari filosofi Tiongkok “Gerbang Lima Bar” yang
melambangkan keamanan dan persatuan. Logo sederhana
turut mencerminkan fokus dan kejelasan UOB.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 39
Page 42
Profil Perusahaan
Jejak Transformasi
• 2007 Banking (PIB) untuk meningkatkan
1950 - 1990s - Perubahan nama dari PT Bank daya dan customer service quality.
Buana Indonesia Tbk menjadi PT
Bank UOB Buana Tbk. • 2020
• 1956 - United Overseas Bank Limited - Peluncuran TMRW, bank digital
Didirikan dengan nama PT Bank (UOB), melalui UOB, menjadi pertama bagi generasi digital
Buana Indonesia, Bank berdiri dan pemegang saham mayoritas Bank. ASEAN.
mulai beroperasi secara komersial. - Penawaran Umum Terbatas
1.632.759.084 saham dengan nilai
• 2008
• 1972 nominal Rp250 per saham yang
- Rapat Umum Pemegang Saham
Melakukan akuisisi terhadap PT ditawarkan dengan harga Rp1.225
Luar Biasa menyetujui perubahan
Bank Pembinaan Nasional, Bandung. per saham.
status Bank menjadi perusahaan
tertutup. • 2021
• 1974 - Kepemilikan saham UOB Menyelenggarakan Economic Outlook
Melakukan akuisisi terhadap PT meningkat menjadi 98,997 persen 2022 yang dihadiri secara virtual oleh
Bank Kesejahteraan Masyarakat, melalui tender offer terhadap Presiden Republik Indonesia.
Semarang. saham-saham publik.
- Penghapusan pencatatan saham • 2022
• 1975 Bank dari Bursa Efek Indonesia - Penandatanganan Perjanjian Jual
Melakukan akuisisi terhadap PT (delisting). Beli Aset dan Liabilitas antara
Bank Aman Makmur, Jakarta. Citibank, N.A cabang Indonesia.
• 2009 - Peluncuran TMRW Pay, pinjaman
• 1976 Pelunasan awal (call option) seluruh e-commerce yang memungkinkan
Mendapatkan izin sebagai Bank pokok Obligasi Subordinasi I. konsumen untuk mengelola
Devisa. kebutuhan anggaran mereka
dengan mudah.
• 1998 2010 – 2020s - Peluncuran U-Energy, platform
pembiayaan terintegrasi pertama
Meraih peringkat sebagai bank
kategori “A” dari Bank Indonesia. di Asia untuk mendorong efisiensi
• 2010 energi.
Eks PT Bank UOB Indonesia - UOB bermitra dengan PT Chandra
melakukan penggabungan usaha ke
2000s dalam PT Bank UOB Buana.
Asri Petrochemical Tbk. untuk
meluncurkan fasilitas pembiayaan
Sustainability-Linked Trade yang
• 2011 pertama di Indonesia.
• 2000
Perubahan nama Bank menjadi PT - UOB Indonesia mengumumkan
Penawaran Umum Perdana dan
Bank UOB Indonesia. kerja sama dengan PT Sompo
pencatatan saham Bank pada
Insurance Indonesia untuk
Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek • 2012 menawarkan Asuransi UKM Digital,
Surabaya. Bersama dengan Grup UOB, Bank sebuah perlindungan asuransi
meluncurkan seragam baru secara komprehensif bagi para pelaku
• 2003 regional untuk para lini depan, yang usaha kecil dan menengah (UKM)
Bergabungnya International mencerminkan profesionalisme, di Indonesia.
Finance Corporation (IFC) sebagai kepercayaan diri, dan representasi - UOB Indonesia menggandeng PT
pemegang saham asing pertama atas Grup UOB. Prudential Life Assurance untuk
melalui Penawaran Umum Terbatas meluncurkan PRUTect Care, produk
II. • 2013 asuransi jiwa yang sesuai dengan
Implementasi proyek Core prinsip-prinsip syariah, melalui
• 2004 Banking Standardisation untuk platform TMRW.
- UOB International Investment mengembangkan sistem infrastruktur, - UOB Indonesia menyelenggarakan
Private Limited (UOBII) menjadi sehingga dapat meningkatkan UOB Economic Outlook 2023
pemegang saham terbesar kedua layanan Bank. dengan tema “Emerging Stronger
setelah PT Sari Dasa Karsa. in Unity and Sustainably”. Bapak
- Penerbitan Obligasi Subordinasi I. • 2016 Joko Widodo, Presiden Republik
- Penerbitan Obligasi Berkelanjutan Indonesia, membuka acara dengan
I dan Obligasi Subordinasi memberikan sambutan khusus.
• 2005
Berkelanjutan I Bank UOB Indonesia Dilanjutkan dengan penyampaian
- IFC melepaskan seluruh
Tahap I Tahun 2016. pidato utama dari Ibu Sri Mulyani,
kepemilikan saham pada Bank.
- Peluncuran Business Internet Menteri Keuangan Republik
- UOBII menjadi pemegang saham Banking (BIB) dan Personal Internet Indonesia.
mayoritas dengan kepemilikan
saham sebesar 61,11 persen.
40 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 43
- UOB mengumumkan • 2024
komitmennya untuk mencapai - UOB Indonesia dan Garuda
net zero pada tahun 2050. Hal Indonesia meluncurkan kartu kredit
2025
ini menggarisbawahi tujuan UOB co-branded Garuda Indonesia
untuk mendukung transisi yang UOB Credit Card menawarkan - UOB Indonesia dan Garuda
adil memajukan pembangunan keistimewaan dan keuntungan Indonesia meluncurkan livery
sosial ekonomi berkelanjutan yang eksklusif bagi pemegang kartu eksklusif yang menampilkan
beriringan dengan dekarbonisasi di dengan slogan “From Shops to
desain Garuda Indonesia UOB
Asia Tenggara. Skies” untuk memenuhi kebutuhan
wisatawan yang terus berkembang. Card (GIUC) pada salah satu
• 2023 - UOB Indonesia memperbarui pesawat Boeing 737-800 NG
- Peluncuran UOB Infinity, platform tampilan UOB Lady’s Card, Garuda Indonesia.
digital yang memungkinkan bisnis menegaskan kembali komitmen - UOB Indonesia dan Bank
mengelola sendiri kebutuhan dalam mendorong kemajuan dan DBS Indonesia bersinergi
perbankan dengan cara yang lebih kesuksesan kaum perempuan di
memfasilitasi pendanaan hijau
sederhana, cerdas dan personal. mana pun mereka berada dengan
- UOB Indonesia, Visa, dan Volopay tagline ‘Unstoppable Together’. senilai Rp1,7 triliun berskema
meluncurkan solusi berupa kartu - UOB Indonesia meluncurkan club loan kepada Princeton
kredit perusahaan untuk membantu UOB Zenith Card, yang dirancang Digital Group untuk mendukung
bisnis mengelola pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pusat data JC2
secara efisien. dan preferensi masyarakat
di Cibitung.
- Peluncuran UOB FinLab, akselelator berpenghasilan tinggi, khususnya
inovasi unggulan UOB untuk untuk bepergian dan berwisata.
- UOB Indonesia dan Bank
membantu bisnis lokal bertumbuh - UOB Indonesia dan Telkomsel DBS Indonesia menyediakan
dan bertransformasi secara digital. meluncurkan kartu kredit co- fasilitas pinjaman sebesar
Di Indonesia, program digitalisasi branded UOB Telkomsel, memaknai Rp6,7 triliun untuk membiayai
perdana dibuka dengan program esensi ‘Lifestyle Connected’ untuk pembangunan tiga pusat
UKM SUKSES (Sistem Usaha Kreatif nasabah menikmati gaya hidup
data baru untuk DayOne dan
dan Solusi Ekonomi Sejahtera). digital tanpa batas yang lebih
- UOB Indonesia meluncurkan terhubung dengan pengalaman Indonesia Investment Authority
kapabilitas financial supply chain seamless dan menguntungkan. (INA) di Nongsa Digital Park,
management (FSCM) di UOB - UOB Indonesia menyelenggarakan Batam.
Infinity untuk memungkinkan UOB Economic Outlook 2025 - UOB Indonesia meluncurkan
nasabah melakukan digitalisasi dengan tema ‘Ushering a New The Business Circle, sebuah
pembiayaan supply chain mereka. Dawn for Remarkable Indonesia’.
Kemampuan FSCM memungkinkan Acara ini membahasa wawasan
program khusus yang
klien menghubungkan pembeli, dan strategi untuk memperkuat dirancang untuk generasi
pemasok, dan distributor dalam ekonomi Indonesia, menarik penerus perusahaan keluarga
ekosistem supply chain mereka investasi asing, dan mencapai di Indonesia dan ASEAN.
di Indonesia, seluruh ASEAN, dan pertumbuhan berkelanjutan jangka - UOB Indonesia bermitra
Tiongkok Raya. panjang bagi Indonesia.
dengan Ruangguru dan
- UOB Indonesia menyelenggarakan - UOB berperan sebagai Joint
UOB Gateaway to ASEAN Coordinator dalam menyediakan meluncurkan UOB My Digital
Conference 2023 di luar Singapura. kredit sindikasi terbesar di Space, program regional yang
Acara tersebut mempertemukan Indonesia selama tahun 2024 bertujuan menyediakan akses
para pemimpin bisnis, klien, dan senilai US$1,5 miliar untuk MIND pembelajaran digital kepada
mitra dari Indonesia, ASEAN dan ID. Transaksi ini mendukung 90.000 pelajar di 60 kota dan
Tiongkok, termasuk dengan para strategi pemerintah Indonesia
pejabat pemerintah. untuk mendorong pengembangan
38 provinsi di Indonesia.
- UOB menyelesaikan akuisisi dan industri pertambangan nasional. - UOB Indonesia dan DHL
integrasi atas bisnis perbankan - UOB Indonesia pertama kali Express bersinergi kurangi
konsumer Citigroup di Indonesia. meluncurkan program Savings emisi gas rumah kaca melalui
Seluruh akuisisi berhasil Weeks untuk menumbuhkan layanan GoGreen Plus untuk
diselesaikan di empat pasar ASEAN budaya menabung yang proaktif
mengurangi sekitar 80% emisi
– Indonesia, Malaysia, Thailand, dan mendorong keuangan yang
dan Vietnam. aman untuk nasabah. gas rumah kaca dari pengiriman
- Penawaran Umum Terbatas - UOB Indonesia mengumumkan udara internasional melalui
1.040.946.745 saham dengan nilai pembaruan UOB PRIVIMiles Card penggunaan Sustainable
nominal Rp250 per saham yang yang menawarkan perolehan miles Aviation Fuel (SAF).
ditawarkan dengan harga Rp1.441 lebih cepat untuk tujuan wisata
per saham. ternama di ASEAN.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 41
Page 44
Profil Perusahaan
Visi, Misi, Tujuan Berkelanjutan dan Nilai
UOB Indonesia menetapkan visi, misi, tujuan keberlanjutan, dan nilai-nilai yang menjadi dasar arah dan komitmen
Bank sebagai berikut:
Visi Misi Tujuan
Berkelanjutan
Menjadi bank terkemuka di Menciptakan nilai ekonomi Kami percaya bahwa sebagai
Indonesia, menjadi bagian yang berkelanjutan bagi seluruh bagian dari industri jasa
penting dari Grup UOB, pemangku kepentingan melalui keuangan di Indonesia, kami
dihargai oleh para nasabah, tim yang loyal, berdedikasi, dan mempunyai tugas untuk
kolega, pemegang saham profesional, serta berkomitmen berkontribusi dan untuk
dan regulator, dikagumi oleh untuk memenuhi bahkan menjamin kesejahteraan
masyarakat, sebagai lembaga melampaui kebutuhan dan ekonomi, sosial, dan lingkungan
perbankan jangka panjang ekspektasi para pemangku hidup negara secara jangka
yang terpercaya. kepentingan, dengan produk panjang. Kami menyadari
dan layanan berkualitas tinggi bahwa tata kelola perusahaan
bagi target nasabah di segmen yang baik sangatlah penting
perbankan retail dan wholesale untuk menanamkan praktik
dengan hasil kinerja keuangan kerja berkelanjutan di Bank.
dan hasil penilaian kehati-
hatian yang unggul bagi para
karyawan, pemegang saham
dan regulator.
Nilai-Nilai Kami
Honourable United
Kami bertindak dengan hati-hati untuk Kami bekerja sebagai sebuah tim untuk
mendorong kesuksesan nasabah kami, mencapai tujuan individu dan perusahaan
dengan mempertahankan standar profesional dengan kerja sama, saling menghormati dan
dan moral tertinggi. Kami melakukan apa loyalitas.
yang benar bagi nasabah kami melalui
disiplin, keterbukaan dan keberanian.
Enterprising Committed
Kami diciptakan dengan semangat Kami berkomitmen untuk membangun hari
enterprising, yang didemonstrasikan melalui esok yang lebih baik dan bertanggung jawab
kepemimpinan, wawasan yang tajam dan untuk memastikan UOB merupakan sumber
pola pikir yang berwawasan ke depan. stabilitas, keamanan dan kekuatan yang
terpercaya.
42 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 45
Kegiatan Usaha
Kegiatan Usaha untuk kepentingan nasabah; Indonesia dan Otoritas Jasa
f. menempatkan dana pada, Keuangan;
Berdasarkan Anggaran meminjam dana dari, atau o. melakukan kegiatan
Dasar Perusahaan meminjamkan dana kepada penyertaan modal sementara
Mengacu pada Pasal 3 Anggaran bank lain, baik dengan untuk mengatasi akibat
Dasar Bank, maksud dan tujuan menggunakan surat, sarana kegagalan kredit atau
Bank adalah melakukan usaha telekomunikasi maupun dengan kegagalan pembiayaan
dalam bidang Bank Umum sesuai wesel unjuk, cek atau sarana berdasarkan Prinsip Syariah,
dengan peraturan perundang- lainnya; dengan syarat harus menarik
undangan yang berlaku. g. menerima pembayaran dari kembali penyertaannya,
tagihan atas surat berharga dan dengan memenuhi ketentuan
Untuk mencapai maksud dan melakukan perhitungan dengan yang ditetapkan Bank Indonesia
tujuan tersebut, Bank dapat atau antar pihak ketiga; dan Otoritas Jasa Keuangan;
melaksanakan kegiatan usaha h. menyediakan tempat untuk p. bertindak sebagai pendiri
antara lain sebagai berikut: menyimpan barang dan surat Dana Pensiun dan Pengurus
berharga; Dana Pensiun sesuai dengan
a. menghimpun dana dari i. melakukan kegiatan penitipan peraturan perundangan yang
masyarakat dalam bentuk untuk kepentingan pihak lain berlaku;
simpanan berupa giro, deposito berdasarkan suatu kontrak; q. Menyelenggarakan usaha
berjangka, sertifikat deposito, j. melakukan penempatan dana lainnya yang lazim dilakukan
tabungan, dan/atau bentuk dari nasabah kepada nasabah oleh suatu Bank Umum baik
lainnya yang dipersamakan lainnya dalam bentuk surat secara konvensional maupun
dengan itu; berharga yang tidak tercatat di berdasarkan Prinsip Syariah baik
b. memberikan kredit; bursa efek; di dalam maupun di luar negeri.
c. menerbitkan surat pengakuan k. menyediakan pembiayaan
hutang; dan/atau melakukan kegiatan Kegiatan Usaha
d. membeli, menjual atau lain berdasarkan prinsip syariah,
menjaminkan atas risiko sendiri sesuai dengan ketentuan yang
maupun untuk kepentingan dan ditetapkan oleh Bank Indonesia, Memasuki akhir tahun 2025, UOB
atas perintah nasabahnya: Otoritas Jasa Keuangan dan Indonesia tetap menjalankan
1. surat-surat wesel termasuk Dewan Syariah Nasional; kegiatan usaha sebagaimana
wesel yang diakseptasi l. melakukan kegiatan anjak diuraikan sebelumnya. Pada
oleh bank yang masa piutang, usaha kartu kredit dan tingkat global, UOB mengelola
berlakunya tidak lebih lama kegiatan Wali Amanat; tiga segmen bisnis utama, yaitu
daripada kebiasaan dalam m. melakukan kegiatan dalam retail banking, wholesale banking,
perdagangan surat-surat Valuta Asing sesuai dengan dan global markets. Di Indonesia,
dimaksud; ketentuan yang ditetapkan oleh operasional perbankan UOB
2. surat pengakuan hutang Bank Indonesia dan Otoritas Indonesia mencakup commercial
dan kertas dagang lainnya Jasa Keuangan; banking, corporate banking,
yang masa berlakunya tidak n. melakukan kegiatan personal financial services, business
lebih lama dari kebiasaan penyertaan modal pada banking, serta financial institution.
dalam perdagangan surat- bank atau perusahaan lain di
surat dimaksud; bidang keuangan seperti sewa
3. kertas perbendaharaan guna usaha, modal ventura,
Negara dan surat jaminan perusahaan efek, asuransi,
Pemerintah; lembaga kliring dan penjaminan
4. Sertifikat Bank Indonesia (SBI); serta lembaga penyimpanan
5. obligasi; dan penyelesaian, sesuai
6. Surat Dagang; dan dengan peraturan perundang-
7. instrumen surat berharga lain. undangan yang berlaku dan
e. memindahkan uang baik untuk dengan memenuhi ketentuan
kepentingan sendiri maupun yang ditetapkan oleh Bank
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 43
Page 46
Profil Perusahaan
Produk dan Layanan • PRUTech Care • Supplier Finance
• PRUProteksi Griya • Account Receivable
Beragam produk dan layanan yang • Credit Life Insurance - Finance
disediakan Bank disajikan dalam Sequis • Secured Back to Back
tabel berikut: • AvaGriya Proteksiku - • Home Loan
Astra b. Produk Kartu dan
1. Produk Investasi dan Produk • Mortgage Redemption Pembayaran
Asuransi Insurance MSIG • UOB Zenith Card
a. Produk Investasi • Credit Life Insurance - (Mastercard & Visa)
• Reksa Dana MNC • UOB PRIVIMiles Card
• Primary Retail Bonds • Fire Insurance from (Mastercard & Visa)
(E-SBN) general insurance • Garuda Indonesia UOB
b. Produk Asuransi companies, such as ABDA, Card (Mastercard & Visa)
UOB Indonesia bekerja ABI, Zurich, ACA, dan • UOB Preferred Card
sama dengan perusahaan ASWATA (Mastercard & Visa)
asuransi untuk memberikan • Prudential Employee • UOB Lady’s Card
solusi keuangan bagi Benefit (Mastercard)
nasabah berupa penawaran • PRUCorporate Personal • UOB ONE Card
produk perlindungan jiwa Accident (Mastercard & Visa)
dan kesehatan melalui • Zurich U-Travel • UOB YOLO Card
pembayaran premi tunggal (Mastercard & Visa)
atau premi berkala. 2. Produk Pembiayaan • UOB Telkomsel Card
• PRUCinta a. Produk Pembiayaan (Visa)
• Usave PRUStar • Overdraft Loan (Rupiah) • TMRW Card (MasterCard)
• PRUHospital Protection • Revolving Credit Facility • UOB Debit Card
Optima • Fixed Loan • TMRW Debit Card
• PRULife Harvest Plan • Fixed Asset Investment • Commercial Card
• PRUWealth Prime Account Loan (Mastercard & Visa)
• PRUInvestor Ultima • Business Vehicle • UOB CashPlus
Account Financing
• PRUCritical Benefit 88 • Construction Investment 3. Produk Simpanan
• PRUAnugerah Syariah Loan a. Saving Account
• PRUIncome Guard • Heavy Equipment • Privilege Account
• PRUIncome Protection Financing • One Account
• PRUIncome Maxima • Commercial Property Loan • Stash Account
• PRUInfinity • Installment Loan (Rupiah • Lady’s Account
• Lady’s Account Critical and FX) • Rekening Valas Produktif
Cover • Import-Export Credit • U-Save
• Smart Level Term • Letter of Credit (LC) • U-Plan
• PRU Life Extra Return • Shipping Guarantee • Tabungan Biz88
• PRULevel Term • Bank Guarantee – • U-BIZZ88 Tabungan
• PRUcorporate Life Standby Letter of Credit • Tabunganku
• PRUcorporate Medical • Import Invoice Finance • Simpanan Pelajar
• PRUCredit Protection • Export Invoice Finance • TMRW Everyday Account
• PRULindungi Syariah • Trust Receipt • TMRW Savings Account
• PRU Accident Guard Plus • Pre Shipment Finance • Tabungan Non Interest
• PRUHospital Advantage • Early Payment Discount b. Giro
• Credit Protection Regular • Credit Bills Purchased • Giro Rupiah
• Credit Protection • Bill of Exchange Purchase • Giro Valas
Maximum • Distributor/Dealer • Giro 88
• PRULife Extra Return Finance • U-Biz88
• PRUGuard • Giro Threshold
44 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 47
• Giro Non Interest • Bills Payment Autodebit
c. Deposito • Cash Pick-up and delivery
• Deposito Rupiah • Liquidity Management
• Deposito Valas Solution (Domestic & Global
• TMRW Power Saver LMS)
• UOB Virtual Account
4. Produk Tresuri • eTax Payment/State
a. Produk Valuta Asing Acceptance
Value Today, Value Tomorrow • Domestic payment (SKN/LLG,
dan Value Spot, Forward, RTGS, transfer online/RTOL,
Swap, Par Forward, Domestic BI-FAST)
Non-Deliverable Forward • Remittance (Telegraphic
(DNDF) Transfer)
b. Produk Derivatif: • Business E-Channels:
Interest Rate Swap (IRS), - UOB Infinity (new
Cross Currency Swap (CCS), business internet banking
Plain Vanilla FX Options, web including Trade
Interest Rate Caps and Floors and FSCM and mobile
c. Produk Pasar Uang: Products platform)
Placement, Borrowing - H2H File Transfer (FTS/
d. Structured Products RFTS)
Premium Forward Deposit - Application Programming
(PFD), Principal Guaranteed Interface (API)
Deposit (PGD) Premium
Growth, UOB MaxiYield, Bond
Linked Investment, dan Call
Spread Option (CSO)
e. Instrumen Efek
Obligasi Pemerintah
Indonesia/Obligasi Ritel
(Transaksi Pasar Perdana
dan Pasar Sekunder),
Obligasi Korporasi Indonesia,
Repo dan Reverse Repo
5. Layanan
• Safe Deposit Box
• Telegraphic Transfer and
Demand Draft
• Bills Collection Facility (FX)
• Bank Draft (FX)
• Inward and Outward
Transfer (Rupiah and Foreign
Currency)
• Inward and Outward
Collection
• Transfer LC
• Documentary Collections
• Kliring
• UOB Bill Pay: PLN, Telkom,
Telkomsel, Indosat, XL and
Indovision
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 45
Page 48
Profil Perusahaan
Struktur Organisasi
per 31 Desember 2025
DIREKSI
Komite Audit
• Komite Eksekutif
• Komite Manajemen Risiko:
- Komite Anti-Financial Crime Komite Pemantau
- Komite Manajemen Kontinuitas Bisnis Risiko
- Komite Manajemen Risiko Operasional
• Komite Kredit
• Komite Aset dan Liabilitas Komite Remunerasi dan
• Komite Informasi Teknologi Nominasi
• Komite Sumber Daya Manusia
• Komite Kebijakan Kredit
• Komite Manajemen Risiko Terintegrasi
Komite Tata Kelola
Terintegrasi
Direktur Consumer Direktur Wholesale Direktur Global Direktur Teknologi
Banking Banking Markets dan Operasional
Cristina Teh Tan Harapman Kasan Sonny Samuel Paul Rafiuly
Head of Strategic
Head of Channels Head of Human Special Asset Communications &
& Digitalisation Resources Management Head Brands
*(Pjs) Ritaria Gevy Q Wulandari Jenny Lukito Maya Saraswati
Tjokromulio Makagiansar
Sales & Deputy Head Head of Corporate HR Services & Head of WB,
Distribution Head of Channels & Industrial Relation Trading Head Markets and
Banking
Digitalisation Head Enterprise T&O
Neneng Dewi Welly Soewandono
Edwin Kadir
Mulyasari Ritaria Tjokromulio Lily Johan Indra Gunawan
Deposit, Wealth Regional General Portfolio Head of Retail-
Head of FIG & Talent &
Management & Manager & Liquidity Banking and
Structured Finance Development Head
Training Head Regional 1 Management Head Channel T&O
Jenny Lesmana Triagung W
Emillya Soesanto Vacant Suhendar Monique Sagita
Secured Product & Regional General Head of Commercial GM Corporate Shared
Sales Head Manager Banking Rewards Head Banking & FI Sales Infrastructure
Regional 2 Head Services Head
Inge Kartikasari Fenny Natalya Vacant
Hendro Patrick
Wonoadi Vacant Wiratama Yusar
Wisely
Organization
Cards & Payment Regional General Business
Head of Business Development & People Global Markets
Head Manager - Technology
Banking Analytics Head Structuring Head
Regional 3 Services Head
Y. Herman Soesetyo Dewi Tuegeh Septine Marida Steive Yoshika Putra
Grace Rifatunisa Jieni
HRBP (Consumer GM Commercial,
Regional General Wholesale T&O Risk
TMRW Head Banking and Consumer &
Manager - Banking Business Governance and
Channels & Business Banking
Regional 4 Management Head Assurance Head
Glenn Natamihardja Digitalisation) Head Sales Head
Mei Sumiati Ferdy Djojo Vera Hasan Handi Mulia
Endoflint Gedeo
Wholesale Global Markets
PFS Marketing HRBP (WB, TB, GM, T&O Planning &
Banking Business
Head T&O) Head Procurement
Acquisition Head Management Head
Head
Arief Tjakraamidjaja Farida Holil
Evelyn Yuvania Gerry Hasang
Roberto Sutedja
PFS Business Risk Dedicated HRBP (Corporate Information
Head FDI Unit Function) Head Security Head
Francisca Mulyanto Samuel Houten Devi Siswojo Farina Mutia
Business Analytics Dedicated
Talent Acquisition
Head FDI Unit (China
Head
Desk)
Sekar Saraswita
Vacant
Pradani Kelvin
Chinese
Consumer Business
Corporate
Risk & Control Head
Relationship
Jessy Catharina Head
Sigar Yuan Deyan
Customer Franchise
& Transformation
Head
Anne Budihardja
46 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 49
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
DEWAN KOMISARIS
Direktur Utama
Hendra Gunawan
Direktur Keuangan Direktur Kepatuhan, Direktur Manajemen Direktur Transaction
dan Layanan Legal, dan Sekretaris Risiko Banking
Korporasi Perusahaan
Henry Santoso W. Kartyono
Teh Han Yi Ardhi Wibowo
Customer Head of Internal
CEO Office Head Sustainability
Advocacy Head Audit
Head
Tan Fransiska H Imbang P.erdana
Amelia Ragamulu Chelsea Monacella
Satryawan
AFC Head Credit Risk Head of Strategic
Finance Head Cash Management
Management Head Stakeholders
Sales Head
Henry Kusumajaya Development
Fonita Tatang
Budiman Yanuar Maulana Defi Xu
Bontor Sitio
Performance Market & Balance
Management & GM, Legal Head Sheet Risk Trade Sales Head
Channels Business Management Head
Finance Head Erawati Esther Daniel Prabawa
Ajeng Naya Anindita Ivan Pidyananda
Compliance Operational Risk
Wholesale Business Trade Product &
Strategy and Management Head
Finance Head Marketing Head
Governance Head
Brahmantya Nimas Mahati
Setiawan Gunardi H Josephine
Paramajati Danayanti
Kathrine P. P.
Reg. Compl. WB
Consumer Business & Global Markets Head of Retail
Cash Product Head
Finance Head Advisory Head Credit
Thomas Grace Manuela
Nuco Yotoho Rudy
Bangun A.
Regulatory Head of Commercial
CTU & Financial Compliance – FSCM Coordinator
Consumer & FI Credit 1
Strategy Head & MNC
Advisory Head
Siswo Soebianto
Stanly Gunawan Pjs. Devita Darjong Tungadi
Hayuningtyas Iksan
Corporate Real Compliamce Head of Programme
Estate Services Assurance Head Commercial & FI Manager
Head Credit 2
Praisy Pramesa A Yohanes Darmawan
Stella Damayanti FX Yanto Edy Umar
Compliance
Country Data Head of Corporate
Analytics &
Officer Credit
Insights Head
Fajar Septandri Pjs. Josephine Ratnasari
Maharjaya Kathrine P. P. Kartawiria
Corporate Business Banking
Secretary Head Credit Head
Susilowati Soelaiman Reza
Poernomo
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 47
Page 50
Profil Perusahaan
Profil Dewan Komisaris
WEE EE CHEONG CHIN VOON FAT (FREDERICK CHIN)
Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama
Umur : 73 tahun Umur : 65 tahun
Kewarganegaraan : Singapura Kewarganegaraan : Singapura
Domisili : Singapura Domisili : Singapura
Dasar Hukum Pengangkatan Dasar Hukum Pengangkatan
• Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) • Keputusan RUPST tanggal 29 April 2019 sebagai Komisaris
tanggal 22 Juni 2007 sebagai Komisaris dan Wakil Komisaris Utama
• Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa • Pengangkatan kembali terakhir berdasarkan Keputusan
(RUPSLB) tanggal 18 Januari 2011 sebagai Wakil Komisaris RUPST tanggal 29 April 2025
Utama
• Keputusan RUPST tanggal 29 April 2019 sebagai Komisaris Pengalaman Kerja
Utama • Country Executive untuk Tiongkok Raya, Thailand, Indonesia
• Pengangkatan kembali terakhir berdasarkan Keputusan dan Malaysia
RUPST tanggal 29 April 2025 • Executive Asia Pacific Committee Bank of America Merrill
Lynch (2010-2013)
Pengalaman Kerja • Bank of America Merrill Lynch (1984-2013)
Bergabung dengan United Overseas Bank Limited (UOBS)
pada tahun 1979 dan diangkat sebagai Direktur UOBS pada Riwayat Pendidikan
tahun 1990. Bachelor of Commerce (Akuntansi dan Ekonometrik) dari
University of Melbourne, Australia
Riwayat Pendidikan
Bachelor of Science (Administrasi Bisnis) dan Master of Arts Rangkap Jabatan
(Applied Economics) dari American University, Washington, DC, Kepala Grup Wholesale Banking and Markets, UOBS
Amerika Serikat
Hubungan Afiliasi
Rangkap Jabatan Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan sesama
• Deputy Chairman and Chief Executive Officer di UOBS anggota Dewan Komisaris atau Direksi. Namun, beliau memiliki
• Chairman di United Overseas Insurance afiliasi dengan Pemegang Saham Pengendali.
• Chairman di United Overseas Bank (China)
• Chairman di United Overseas Bank (Thai)
• Director di United Overseas Bank (Malaysia)
• Anggota dewan The Association of Banks di Singapura
• Anggota dewan The Institute of Banking & Finance
• Anggota Dewan Gubernur di Singapore-China Foundation
• Anggota Dewan Kehormatan di Singapore-Chinese Chamber
of Commerce & Industry
Hubungan Afiliasi
Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan sesama
anggota Dewan Komisaris atau Direksi. Namun, beliau memiliki
afiliasi dengan Pemegang Saham Pengendali.
48 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 51
CHAN KOK SEONG WAYAN ALIT ANTARA
Komisaris Komisaris Independen
Usia : 63 tahun Usia : 77 years old
Kewarganegaraan : Singapura Kewarganegaraan : Indonesian
Domisili : Singapura Domisili : Jakarta
Dasar Hukum Pengangkatan Dasar Hukum Pengangkatan
• Keputusan RUPST tanggal 29 April 2019 • Keputusan RUPST tanggal 20 Juni 2008
• Pengangkatan kembali terakhir berdasarkan Keputusan • Pengangkatan kembali terakhir berdasarkan Keputusan
RUPST tanggal 29 April 2025 RUPST tanggal 29 April 2025
Pengalaman Kerja Pengalaman Kerja
• UOB Malaysia (1998-2012) dengan jabatan terakhir sebagai • Komisaris di PT Sumber Abadi Tirtasentosa (2008-2015)
Chief Executive Officer • Komisaris Independen di PT Bhakti Securities (2007-2008)
• Head of Risk Management di Arab-Malaysian Merchant • Perjalanan karir di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Bank (1995-1998) (BRI) yang dimulai sejak tahun 1976, dengan menjabat
• Assistant Manager di Central Bank of Malaysia (1986-1995) berbagai posisi kepemimpinan penting, antara lain Direktur
Kredit Mikro dan UKM (2000-2003), Direktur Treasury dan
Riwayat Pendidikan Keuangan (CFO) serta Ketua Tim IPO BRI (2003-2005), dan
Bachelor Degree in Accounting dari University of Malaya, Wakil Direktur Utama (2005-2006).
Malaysia
Riwayat Pendidikan
Rangkap Jabatan Sarjana Ekonomi Pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas
Grup Chief Risk Officer di UOBS Gadjah Mada, Yogyakarta
Hubungan Afiliasi Rangkap Jabatan
Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan sesama -
anggota Dewan Komisaris atau Direksi. Namun, beliau memiliki
afiliasi dengan Pemegang Saham Pengendali. Pernyataan Independensi
Beliau telah menyatakan pernyataan independensi pada
tanggal 30 Desember 2024.
Hubungan Afiliasi
Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan sesama
anggota Dewan Komisaris, Direksi, atau dengan Pemegang
Saham Pengendali.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 49
Page 52
Profil Perusahaan
VJH BOENTARAN LESMANA JOHANES SUSILO
Komisaris Independen Komisaris Independen
Usia : 69 tahun
Usia : 78 tahun
Kewarganegaraan : Indonesia
Kewarganegaraan : Indonesia Domisili : Jakarta
Domisili : Jakarta
Dasar Hukum Pengangkatan
Dasar Hukum Pengangkatan • Keputusan RUPSLB tanggal 26 Oktober 2023, dengan masa
jabatan efektif sejak tanggal 30 Januari 2024
• Keputusan RUPST tanggal 9 Mei 2018
• Pengangkatan kembali terakhir berdasarkan Keputusan RUPST
• Pengangkatan kembali terakhir berdasarkan Keputusan tanggal 29 April 2025
RUPST tanggal 29 April 2025
Pengalaman Kerja
Pengalaman Kerja • Komisaris Utama di PT Sucorinvest Asset Management (2013–
Beliau memulai kariernya di Kantor Akuntan Publik (KAP) Januari 2024)
• Komisaris Independen di PT Trias Sentosa Tbk (2022–2023;
Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan (dahulu KAP Drs
2003–2017)
Hadi Sutanto dan Rekan) PricewaterhouseCoopers Indonesia • Komisaris Independen di PT Colorpak Indonesia Tbk (2013–2023)
pada tahun 1972 dan dipromosikan sebagai Partner sejak 1 • Presiden Direktur di PT Jayatama Prima Distribusi (2018–2023)
Juli 1990 ssampai dengan pensiun pada 1 Januari 2010. • Komisaris di PT Gulf Mangan Grup (2018–2023)
• Komisaris di PT JMP Indonesia (2015-2023)
• Komisaris Independen di PT Sucor Sekuritas (d/h PT Sucorinvest
Riwayat Pendidikan
Central Gani) (2000–2013)
Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas • Direktur Utama di PT Asia Kapitalindo Securities Tbk (1994–2000)
Indonesia, Jakarta • Direktur Utama di PT Asia Kapitalindo Finance (1994–1999)
• Direktur Utama di PT Danamon GT Management (d/h PT Jakarta
Rangkap Jabatan Assetama Management) (1990–1994)
- • Direktur Utama di PT Danamon Securities (1990–1994)
• Komisaris Utama di PT Prima Alloy Steel Universal Tbk (1989–
2012)
Pernyataan Independensi • Senior Vice President – Sekretaris Perusahaan di PT Bank
Beliau telah menyatakan pernyataan independensi pada Danamon Indonesia Tbk (1989–1994)
tanggal 30 Desember 2024. • Vice President di Chase Manhattan Bank, Jakarta (1986–1989)
• Assistant Vice President di PT Chase Leasing Indonesia (1982–
1986)
Hubungan Afiliasi
Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan sesama Riwayat Pendidikan
anggota Dewan Komisaris, Direksi, atau dengan Pemegang • Sarjana Akuntansi dari Universitas Advent Indonesia, Bandung,
Saham Pengendali. Indonesia
• Master of Business Administration dari Andrews University,
Berrien Springs, Michigan, Amerika Serikat
Rangkap Jabatan
-
Pernyataan Independensi
Beliau telah menyatakan pernyataan independensi pada tanggal
30 Desember 2024.
Hubungan Afiliasi
Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan sesama anggota
Dewan Komisaris, Direksi, atau dengan Pemegang Saham
Pengendali.
50 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 53
Informasi Perubahan Anggota Dewan Komisaris
Pada tahun 2025, tidak terdapat perubahan dalam susunan
anggota Dewan Komisaris. Komposisi Dewan Komisaris tetap
sebagaimana ditetapkan dan berlaku sepanjang tahun berjalan.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 51
Page 54
Profil Perusahaan
Profil Direksi
HENDRA GUNAWAN PAUL RAFIULY
Direktur Utama Direktur Teknologi dan Operasional
Usia : 55 tahun Usia : 49 tahun
Kewarganegaraan : Indonesia Kewarganegaraan : Indonesia
Domisili : Jakarta Domisili : Jakarta
Dasar Hukum Pengangkatan Dasar Hukum Pengangkatan
• Keputusan RUPST tanggal 28 April 2019 sebagai Wakil • Keputusan RUPSLB tanggal 11 Oktober 2018
Direktur Utama
• Pengangkatan kembali terakhir berdasarkan Keputusan
• Keputusan RUPSLB tanggal 21 Oktober 2020 sebagai
RUPST tanggal 29 April 2025
Direktur Utama
• Pengangkatan kembali terakhir berdasarkan Keputusan
Pengalaman Kerja
RUPST tanggal 29 April 2025
• Chief Operating Officer di PT Trimegah Securities Tbk,
Pengalaman Kerja Indonesia (2014-2018)
• Wakil Direktur Utama di UOB Indonesia (2019-2020) • Head of Enterprise Technology Architecture (posisi terakhir)
• Deputy Chief Executive Officer di UOB Malaysia (2017-2019) di OCBC Bank, Singapura (2010-2014)
• Managing Director Centre of Excellence, Head of Agribusiness • Engagement Manager di McKinsey & Company, Singapura
and Consumer Goods (2011-2017) (2006-2010)
• PT Bank DBS Indonesia dengan posisi terakhir sebagai
Direktur Utama (2003-2011) Riwayat Pendidikan
• Senior Vice President, Corporate Planning di DBS Bank Pte • Master of Science in Electrical Engineering and Computer
Ltd, Singapura (2003) Science, dan Master of Science in Building Technology dari
• Vice President di Deutche Bank Global Corporate Finance, the Massachusetts Institute of Technology di Cambridge,
Singapura (2000-2002) Amerika Serikat
• Investment Analyst and Head of Indonesia Investment • Bachelor of Architecture and Diploma in Business
Research di Schroders Investment Management Pte Ltd, Administration dari University of Texas di Austin, Amerika
Singapura (1999-2000) Serikat
• Head of Investment Research di PT Schroders Investment • Chartered Financial Analyst (CFA)
Management Indonesia (1995-1999) • Financial Risk Manager (FRM)
• Information System Security Professional (CISSP)
Riwayat Pendidikan
• Certified Ethical Hacker (CEH)
• Sarjana Keuangan dari The Wharton School of Finance
• Certified Information Security Manager (CISM)
and Commerce, University of Pennsylvania di Philadelphia,
Amerika Serikat
Rangkap Jabatan
• Sarjana Teknik Elektro dari The Moore School of Electrical
Engineering, University of Pennsylvania di Philadelphia, -
Amerika Serikat
Hubungan Afiliasi
Rangkap Jabatan Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan sesama
- anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris, atau dengan
Pemegang Saham Pengendali.
Hubungan Afiliasi
Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan sesama
anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris, atau dengan
Pemegang Saham Pengendali.
52 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 55
TEH HAN YI* HARAPMAN KASAN
Direktur Keuangan dan Layanan Korporasi Direktur Wholesale Banking
Usia : 55 tahun Usia : 57 tahun
Kewarganegaraan : Singapura Kewarganegaraan : Indonesia
Domisili : Jakarta Domisili : Jakarta
Dasar Hukum Pengangkatan Dasar Hukum Pengangkatan
• Keputusan RUPSLB tanggal 21 Juni 2019 • Keputusan RUPSLB tanggal 21 Juni 2019
• Pengangkatan kembali terakhir berdasarkan Keputusan • Pengangkatan kembali terakhir berdasarkan Keputusan
RUPST tanggal 29 April 2025 RUPST tanggal 29 April 2025
Pengalaman Kerja Pengalaman Kerja
• Executive Director Grup Human Resources di UOB Singapura • Citibank, N.A. Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai
(2017-2019) Managing Director, Head di Citi Commercial Bank (2015-
• Chief Financial Officer di UOB China (2012-2017) 2018)
• Pemimpin Financial Management Solution di IBM China • PT Bank Danamon, Tbk dengan jabatan terakhir sebagai
(2009-2012) EVP Wholesale Business Head (2010-2015)
• Head Financial Planning & Analysis, AsiaPasific di Citi Global • Citibank, N.A. Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai
Wealth Management Asia Pasific (2007-2008) Head Commercial Bank (2001-2010)
• UOB Singapura dengan jabatan terakhir sebagai Head of • PT Bank Niaga, Tbk dengan jabatan terakhir sebagai
Group Financial Reporting (1999-2007) Regional Marketing Head (1990-1997)
• Assistance Vice President di Overseas Union Bank Limited,
Singapura (1995-1999) Riwayat Pendidikan
• Auditor di Auditor-General’s Office of Singapore (1992-1995) • Magister Administrasi Bisnis dari Kennedy Western -
Lembaga Manajemen Internasional Indonesia
Riwayat Pendidikan • Sarjana Akuntansi dari Universitas HKBP Nommensen,
Bachelor of Accounting (Akuntansi) dari Nanyang Technological Medan
University, Singapura, dan memiliki sertifikat Certified Public
Accountant (CPA) Rangkap Jabatan
-
Rangkap Jabatan
- Hubungan Afiliasi
Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan sesama
Hubungan Afiliasi anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris, atau dengan
Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan sesama Pemegang Saham Pengendali.
anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris, atau dengan
Pemegang Saham Pengendali.
*) Masa tugas Ibu Teh Han Yi sebagai Direktur Keuangan dan Layanan
Korporasi berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 53
Page 56
Profil Perusahaan
SONNY SAMUEL ARDHI WIBOWO
Direktur Global Markets Direktur Kepatuhan, Legal, dan Sekretaris Perusahaan
Usia : 56 tahun Usia : 50 tahun
Kewarganegaraan : Indonesia Kewarganegaraan : Indonesia
Domisili : Jakarta Domisili : Jakarta
Dasar Hukum Pengangkatan Dasar Hukum Pengangkatan
• Keputusan RUPST tanggal 30 April 2020 • Keputusan RUPST tanggal 30 April 2020
• Pengangkatan kembali terakhir berdasarkan Keputusan • Pengangkatan kembali terakhir berdasarkan Keputusan
RUPST tanggal 29 April 2025 RUPST tanggal 29 April 2025
Pengalaman Kerja Pengalaman Kerja
• Direktur Head of Global Markets di PT Bank ANZ Indonesia • Citibank, N.A. Indonesia dengan posisi terakhir sebagai
(2014-2018) Direktur Kepatuhan (2012-2020)
• Kepala Sales dan Marketing di PT Standard • Wholesale, Auto dan Ketua Audit Anak Perusahaan di
Chartered Bank dan Head of Global Marketing di PT Bank CIMB Niaga, Tbk (2010 -2012)
PT Bank CIMB Niaga Tbk (2011-2014) • Audit Internal Manager di The Royal Bank of Scotland (2006-
• Treasury Director di The Royal Bank of Scotland dan 2009) dan Barclays Indonesia (2009-2010)
PT Rabobank International Indonesia (2009-2011) • Kepala Unit Restructuring and Revitalization di
• Associate Director di Barclays Capital Singapura (1997-1998) PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (2009-2009)
• Head of Treasury Marketing di Bank of America Corporation • Expense Analyst di Citibank, N.A. Indonesia (2006-2006)
(1994-1997) • Associate Manager di Ernst & Young Indonesia (2002-2006)
• Treasury Dealer di Deutsche Bank AG (1990-1994) • Program Coordinator di PT GE Finance Indonesia (2000-
2001)
Riwayat Pendidikan
Magister Manajemen Strategis dari BINUS Business School, Riwayat Pendidikan
Jakarta • Master of Business Administration degree dari University of
Birmingham, Inggris
Rangkap Jabatan • Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas
- Indonesia, Jakarta
Hubungan Afiliasi Rangkap Jabatan
Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan sesama -
anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris, atau dengan
Pemegang Saham Pengendali. Hubungan Afiliasi
Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan sesama
anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris, atau dengan
Pemegang Saham Pengendali.
54 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 57
HENRY SANTOSO CRISTINA TEH TAN (BEA)
Direktur Manajemen Risiko Direktur Consumer Banking
Usia : 56 tahun
Kewarganegaraan : Indonesia Usia : 54 tahun
Domisili : Jakarta Kewarganegaraan : Filipina
Domisili : Jakarta
Dasar Hukum Pengangkatan
• Keputusan RUPSLB tanggal 29 Noveber 2022 Dasar Hukum Pengangkatan
• Pengangkatan kembali terakhir berdasarkan Keputusan
• Keputusan RUPST tanggal 30 April 2024
RUPST tanggal 29 April 2025
• Pengangkatan kembali terakhir berdasarkan Keputusan
Pengalaman Kerja RUPST tanggal 29 April 2025
• Regional Credit Officer, Priority Countries ASP WPB Risk di
HSBC, Hong Kong (2018 -Agustus 2022) Pengalaman Kerja
• Komisaris di PT Astra Sedaya Finance, Indonesia (2014-2017)
• Head of Consumer Banking di UOB Indonesia (November
• Executive Vice President, Head of Risk Retail & SME Banking
di PT Bank Permata Tbk, Indonesia (2013-2017) 2023-Mei 2024)
• Direktur Kredit Konsumer, Senior Credit Officer di Citibank, • Head of Consumer Banking di Citibank N.A. Indonesia (2017-
Russian Federation (2012-2013) 2023)
• Direktur Kredit Konsumer, Republik Ceko dan Cluster Credit • Consumer Business Manager di Citibank N.A. Filipina (2013-
Head di Citibank, Republik Ceko dan Romania (2010-2012)
2017)
• Senior Vice President, Country Consumer Credit Head, Senior
Credit Officer di Citibank, Romania (2008-2010) • Cards & Credit Products Payment Director di Citibank N.A.
• Senior Vice President, Deputy Country Risk Manager, Filipina (2006-2013)
Unsecured Products & Citi Business di Citibank, Singapura • Card Acquisitions & Strategic Development Head di Citibank
(2006-2008). N.A. Filipina (2003-2006)
• Vice President, Risk Management Head, Secured Products &
• Cards Category Manager, VP di Citibank N.A Filipina (2000-
Citi Business di Citibank, Singapura (2003-2006)
• Senior Risk Analyst di Citibank, Singapura (2000-2003) 2003)
• Senior Consultant di Ernst & Young FSI, Singapura (1999- • Cards Category Manager, AVP di Citibank N.A Filipina (1998-
2000) 2000)
• Senior Product Manager di PT Bank BII Commonwealth, • Product Manager di Unilever Filipina (1993-1998)
Indonesia (1997-1999)
• Wakil Kepala Divisi Kredit, Perdana Multi Finance, Indonesia
(1997-1997) Riwayat Pendidikan
• Management Associate to Risk Analyst di Citibank, N.A. • Bachelor Degree in Applied Economics dari De La Salle
Indonesia (1994-1997) University, Filipina
• Bachelor Degree in Commerce dari De La Salle University,
Riwayat Pendidikan
Filipina
• Master of Business Administration (MBA) dari University of
Illinois Urbana-Champaign, Amerika Serikat
• Bachelor of Business Administration (BBA) dari Iowa State Rangkap Jabatan
University, Amerika Serikat -
Rangkap Jabatan
Hubungan Afiliasi
-
Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan sesama
Hubungan Afiliasi anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris, atau dengan
Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan sesama Pemegang Saham Pengendali.
anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris, atau dengan
Pemegang Saham Pengendali.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 55
Page 58
Profil Perusahaan
W. Kartyono
Direktur Transaction Banking
Usia : 47 tahun
Kewarganegaraan : Indonesia
Domisili : Jakarta
Dasar Hukum Pengangkatan
Keputusan RUPST tanggal 29 April 2025
Pengalaman Kerja
• Head of Transaction Banking di UOB Indonesia (2012-2025)
• Trade Sales Head di UOB Indonesia (2010-2011)
• Head of Trade & Supply Chain Sales (SVP) di ANZ Panin Bank
(2010–2010)
• Head of Trade Finance Sales di Bank DBS Indonesia (2005-
2010)
• Trade & Payment Specialist di International Banking Divison
at Bank Central Asia (1999 – 2005)
Riwayat Pendidikan
Sarjana Teknis Sipil dari Universitas Tarumanagara, Jakarta
Rangkap Jabatan
-
Hubungan Afiliasi
Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan sesama
anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris, atau dengan
Pemegang Saham Pengendali.
56 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 59
Informasi Perubahan Susunan Anggota Direksi
Pada tahun 2025, terjadi perubahan dalam susunan Direksi Perseroan. Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan pada 29 April 2025 menyetujui pengangkatan Bapak W. Kartyono sebagai
Direktur, yang setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selanjutnya, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 9 Desember 2025 menyetujui
pengunduran diri Ibu Teh Han Yi sebagai Direktur, yang efektif pada akhir masa jabatannya
pada 31 Desember 2025.
Demografi Karyawan
3.597
Hingga 31 Desember 2025, jumlah karyawan
UOB Indonesia tercatat sebanyak karyawan.
Informasi lebih rinci mengenai profil dan demografi karyawan dapat dilihat pada bab Analisis
dan Pembahasan Manajemen – Sumber Daya Manusia di halaman 106-107.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 57
Page 60
Profil Perusahaan
United Overseas Bank Limited Sebagai
Pemegang Saham Pengendali
UOB adalah bank terkemuka di Asia dengan jaringan UOB juga berkomitmen untuk mendukung usaha untuk
global di Asia Tenggara, Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika dapat membentuk masa depan yang berkelanjutan,
Utara. Beroperasi melalui kantor pusat di Singapura dan dengan mendorong inklusivitas sosial, menciptakan
anak perusahaan perbankan di Tiongkok, Indonesia, dampak lingkungan yang positif, serta memacu
Malaysia, Thailand, dan Vietnam. UOB memiliki jaringan kemajuan ekonomi. UOB meyakini telah menjadi
global yang meliputi sekitar 500 kantor di 19 negara dan penyedia layanan keuangan yang bertanggung jawab
wilayah di Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika Utara. dan teguh dalam mendukung pendidikan, anak-
anak dan seni, dan melakukan yang benar dengan
Sejak berdiri pada tahun 1935, UOB telah tumbuh secara masyarakat dan pemangku kepentingan.
organik dan melalui serangkaian akuisisi strategis. Saat
ini, UOB memiliki rating yang sejajar dengan bank-bank Apa yang Kami Lakukan
ternama di dunia: Aa1 dari Moody’s Investors Service UOB menyediakan berbagai layanan keuangan secara
dan AA- dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings. global melalui tiga segmen bisnis inti kami – Group
Retail, Group Wholesale Banking dan Global Markets.
Selama hampir sembilan dekade, UOB telah mengadopsi Layanan perbankan kami meliputi consumer banking,
pendekatan yang berpusat pada nasabah untuk perbankan swasta, perbankan komersial, perbankan
menciptakan nilai jangka panjang dengan tetap fokus transaksi, perbankan investasi dan layanan treasuri.
melalui semangat kewirausahaan dan upaya melakukan Melalui anak perusahaan, kami juga menyediakan
yang benar bagi para nasabahnya. UOB berfokus untuk layanan pengelolaan aset, pengelolaan dana ekuitas
membangun masa depan ASEAN – untuk masyarakat swasta dan layanan asuransi.
dan bisnis di dalamnya, dan yang terhubung dengan
ASEAN.
Bank menghubungkan bisnis dengan peluang yang
ada di kawasan Asia Tenggara dengan dengan
memanfaatkan jejak kuatnya pada kawasan ini, serta
diperkuat oleh data dan wawasan yang mumpuni untuk
berinovasi dan menciptakan layanan sekaligus solusi
perbankan yang dipersonalisasi agar dapat memenuhi
kebutuhan dan preferensi unik masing-masing nasabah
yang dinamis.
58 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 61
Dimana Kami Beroperasi
~430 cabang dan kantor di Asia Pasifik, Eropa
dan Amerika Utara.
Brunei 2 Australia 1
Hong Kong 2 Kanada 3
India 2 Perancis 1
Indonesia 91 Inggris 1
Jepang 2 Amerika Serikat 2
Tiongkok 17
Malaysia 58
Myanmar 2
Filipina 1
Singapura 52
Korea Selatan 1
Taiwan 1
Thailand 180
Vietnam 7
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 59
Page 62
Profil Perusahaan
Ikhtisar Keuangan United Overseas Bank Limited dalam
Lima Tahun Terakhir
Uraian 2021 2022 2023 2024 2025
Akun Laba Rugi Tertentu (Juta $)
Total pendapatan 9.789 11.575 13.932 14.294 13.808
Total biaya 4.313 5.281 6.217 6.310 6.157
Laba operasional 5.476 6.294 7.715 7.984 7.651
Laba setelah pajak – netoa 4.075 4.573 5.711 6.045 4.682
Akun neraca tertentu (miliar $)
Pinjaman nasabah – bruto 311 320 321 338 352
Deposito nasabah 353 369 385 404 426
Total aset 459 504 524 538 572
Ekuitas pemegang sahama 43 43 46 50 51
Indikator keuangan (%)
Rasio biaya/pendapatan 44,1 45,6 44,6 44,1 44,6
Rasio kredit bermasalah 1,6 1,6 1,5 1,5 1,5
Pengembalian atas rata-rata ekuitas 9,6
10,2 11,2 13,4 13,3
pemegang saham biasab
Pengembalian atas rata-rata total aset 0,92 0,94 1,12 1,16 0,86
Pengembalian atas aset risiko tertimbang 1,68 1,74 2,16 2,27 1,75
Rasio kecukupan modal (%)
Common equity tier 1 13,5 13,3 13,4 15,5 15,1
Tier 1 14,4 14,4 14,4 16,6 16,1
Total 16,6 16,7 16,6 18,2 17,7
Per saham dasar
Laba dasar ($)b 2,39 2,69 3,34 3,56 2,76
Nilai aset neto ($) 24,08 24,24 26,00 28,11 29,36
Dividen neto (sen)c 120 135 170 180 156
a. Berkaitan dengan jumlah yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham Bank.
b. Dihitung berdasarkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham Bank setelah dikurangi
distribusi perpetual capital securities.
c. Tidak termasuk dividen khusus.
60 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 63
Struktur dan Komposisi Pemegang Saham
Komposisi Kepemilikan Saham
per 1 Januari 2025 per 31 Desember 2025
Jumlah Modal
Pemegang Ditempatkan Ditempatkan
saham Persentase Persentase
Jumlah dan Disetor Jumlah dan Disetor
Kepemilikan Kepemilikan
Saham Penuh (dalam Saham Penuh
(%) (%)
jutaan Rupiah) (dalam jutaan
Rupiah)
UOB International
Investment Private 8.430.031.879 68,943 2.107.508 8.430.031.879 68,943 2.107.508
Limited, Singapura
United Overseas
Bank Limited, 3.675.134.661 30,056 918.784 3.675.134.661 30,056 918.784
Singapura
Yayasan
Kesejahteraan 122.308.897 1,000 30.577 122.308.897 1,000 30.577
Nusantara
Pemegang saham
116.196 0,001 29 116.196 0,001 29
lainnya
Total 12.227.591.633 100,000 3.056.898 12.227.591.633 100,000 3.056.898
Komposisi Kepemilikan Saham dengan Kepemilikan 5% atau Lebih
per 1 Januari 2025 dan 31 Desember 2025
Jumlah Modal
Persentase Ditempatkan dan
Pemegang saham Jumlah Saham
Kepemilikan (%) Disetor Penuh
(dalam jutaan Rupiah)
UOB International Investment
8.430.031.879 68,943 2.107.508
Private Limited, Singapura
United Overseas Bank Limited,
3.675.134.661 30,056 918.784
Singapura
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 61
Page 64
Profil Perusahaan
Klasifikasi Kepemilikan Saham berdasarkan Status Kepemilikan
per 1 Januari 2025 dan 31 Desember 2025
Persentase
Pemegang saham Status Jumlah Saham
Kepemilikan (%)
UOB International Investment Kepemilikan Institusi
8.430.031.879 68,943
Private Limited, Singapura Asing
United Overseas Bank Limited, Kepemilikan Institusi
3.675.134.661 30,056
Singapura Asing
Yayasan Kesejahteraan Kepemilikan Institusi
122.308.897 1,000
Nusantara Lokal
Kepemilikan Institusi
Pemegang saham lainnya 116.196 0,001
Asing dan Lokal
Total 12.227.591.633 100,000
Klasifikasi Pemegang Saham Lokal dan Asing
per 31 Desember 2025
Jumlah Pemegang Persentase
Kelompok Pemegang Saham Jumlah Saham
Saham Kepemilikan (%)
Institusi
Lokal 3 122.309.280 1,000
Asing 6 12.105.166.978 98,999
Individu
Lokal 20 114.145 0,001
Asing 1 1.230 0,000
Total 30 12.227.591.633 100,000
Kepemilikan Saham anggota Dewan Komisaris Perubahan yang Bersifat Signifikan
dan Direksi Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat perubahan yang
Pada tahun 2025, tidak terdapat anggota Dewan bersifat signifikan pada struktur kepemilikan, komposisi
Komisaris maupun Direksi yang memiliki saham di pemegang saham, maupun aksi korporasi lainnya.
Perseroan. Struktur kepemilikan Perseroan tetap Seluruh kegiatan korporasi berjalan sesuai struktur yang
sepenuhnya berada pada pemegang saham pengendali telah ditetapkan pada tahun sebelumnya.
tanpa kepemilikan individual oleh anggota Dewan
Komisaris dan Direksi.
62 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 65
Struktur Grup Perusahaan
per 31 Desember 2025
Citibank Nominees
19,04%
Singapore Pte Ltd.
HSBC (Singapore)
9,25%
Nominees Pte Ltd
Wee Investments
8,07%
Private Ltd
DBSN Services Pte.
Ordinary Shares
Ltd. 7,61%
United Overseas
100%
Bank Limited
Raffles Nominees 30,056%
7,40%
(Pte.) Limited
UOB International
DBS Nominees Others Investment Private
5,93% Limited
(Private) Limited
1,001% 68,943%
Wah Hin and
Company Private 5,25%
Limited PT Bank UOB Indonesia
Other Shareholders
(Ownership below 37,45%
5% each)
Informasi:
Berdasarkan struktur kepemilikan tersebut, United Overseas Bank Limited ditetapkan sebagai Pemegang Saham Pengendali Bank. United
Overseas Bank Limited merupakan perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Singapura (SGX) dan tidak memiliki pemilik manfaat perorangan.
Entitas Anak dan Afiliasi
Hingga 31 Desember 2025, UOB Indonesia tidak memiliki entitas anak maupun entitas afiliasi, sebagaimana
tercantum dalam struktur grup yang disajikan sebelumnya.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 63
Page 66
Profil Perusahaan
Kronologi Penerbitan Saham
Tambahan/
Nilai nominal Pengurangan Total Saham
Aksi Korporasi Tanggal Distribusi
(Rp) dalam Total Tercatat (lembar)
Saham (lembar)
Penawaran Umum Perdana
20 Juli 2000 500 194.000.000 970.000.000
Saham
Dividen Saham 17 Mei 2002 500 223.689.754 1.193.689.754
Saham Bonus 17 Mei 2002 500 47.133.917 1.240.823.671
Penawaran Umum Terbatas I 20-27 September 2002 500 248.164.734 1.488.988.405
Nilai Nominal Saham 23 Desember 2002 250 1.488.988.405 2.977.976.810
Penawaran Umum Terbatas II 28 Mei-5 Juni 2003 250 744.494.202 3.722.471.012
Dividen Saham 4 November 2003 250 306.091.338 4.028.562.350
Saham Bonus 4 November 2003 250 959.549.650 4.988.112.000
Dividen Saham 12 Mei 2005 250 410.821.132 5.398.922.132
Saham Bonus 12 Mei 2005 250 367.309.605 5.766.242.737
Penawaran Umum Terbatas III 9-19 Juni 2006 250 887.114.267 6.653.357.004
22 September-
Penawaran Tender 250 - 6.653.357.004
21 Oktober 2008
Delisting Saham di Bursa Efek 20 November 2008 250 - 6.653.357.004
Merger 30 Juni 2010 250 2.900.528.800 9.553.885.804
Penawaran Umum Terbatas 27 Mei 2020 250 1.632.759.084 11.186.644.888
Penawaran Umum Terbatas 20 November 2023 250 1.040.946.745 12.227.591.633
64 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 67
Kronologi Pencatatan Obligasi
Pada akhir tahun 2025, nilai Obligasi dan Obligasi Subordinasi Perseroan yang belum jatuh tempo berjumlah Rp950
miliar. Instrumen tersebut memperoleh peringkat dari Fitch Ratings Indonesia, yaitu AAA(idn) untuk Obligasi dan
AA(idn) untuk Obligasi Subordinasi. Pada tahun 2025, total Obligasi yang telah jatuh tempo sebesar Rp100 miliar.
Tabel berikut menyajikan rincian Obligasi yang masih beredar serta yang telah jatuh tempo:
Nilai
Tanggal Jangka Jatuh Suku
Seri Obligasi Nominal Peringkat Pencatatan
Penerbitan Waktu Tempo Bunga
(Rp)
Obligasi Belum Jatuh Tempo
Obligasi Subordinasi
AA (idn)
Berkelanjutan II Bank 5 Juli Bursa Efek
5 Juli 2019 7 tahun 100 miliar 9,85% p.a. Fitch
UOB Indonesia Tahap I 2026 Indonesia
Ratings
Tahun 2019
Obligasi Subordinasi
13 13 AA (idn)
Berkelanjutan II Bank Bursa Efek
November 7 tahun 650 miliar November 9,25% p.a. Fitch
UOB Indonesia Tahap Indonesia
2019 2026 Ratings
II Tahun 2019
Obligasi Subordinasi
AA (idn)
Berkelanjutan III Bank 8 Maret 8 Maret Bursa Efek
7 tahun 100 miliar 8,00% p.a. Fitch
UOB Indonesia Tahap I 2022 2029 Indonesia
Ratings
Tahun 2022
Obligasi Subordinasi
AA (idn)
Berkelanjutan IV Bank 26 Juni 26 Juni Bursa Efek
7 tahun 100 miliar 7,50% p.a. Fitch
UOB Indonesia Tahap I 2024 2031 Indonesia
Ratings
Tahun 2024
Obligasi Jatuh Tempo
Obligasi Berkelanjutan AAA (idn)
26 Juni 6 Juli Bursa Efek
IV Bank UOB Indonesia 370 hari 100 miliar 6,70% p.a. Fitch
2024 2025 Indonesia
Tahap I Tahun 2024 Ratings
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 65
Page 68
Profil Perusahaan
Lembaga dan/atau Profesi Penunjang
Kantor Akuntan Publik Wali Amanat Konsultan Hukum
Purwanto Susanti dan Surja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hiswara Bunjamin & Tandjung
(Ernst & Young Indonesia) Wisma Danantara Indonesia, Sudirman 7.8, Tower 1, Lantai 18
Indonesia Stock Exchange Lantai 22 Jl. Jenderal Sudirman Kav. 7-8
Tower 2, Lt.7 Jl. Jenderal Gatot Subroto Jakarta Selatan,
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53 Kav. 36-38, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 10220 - Indonesia
Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12190 - Indonesia Telp. (021) 39738000
DKI Jakarta 12190 - Indonesia Telp. (021) 5245161, 5268216 Faks. (021) 39736110
Telp. (021) 52895000 Faks. (021) 5268201
Faks. (021) 52894100
Biro Administrasi Notaris Lembaga Pemeringkat
PT Raya Saham Registra Kantor Notaris Aulia Taufani S.H PT Fitch Ratings Indonesia
Gedung Plaza Sentral Lantai 2 Menara Sudirman Lantai 17D DBS Bank Tower, Lantai 24
Jl. Jendral Sudirman Kav. 47-48 Jl. Jenderal Sudirman Kav. 60 Jl. Prof Dr. Satrio Kav 3-5
Jakarta 12930 Jakarta Selatan 12190 Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12940
Telp. (021) 2525666 Telp. (021) 52892366 Indonesia
Faks. (021) 2525028 Faks. (021) 5204780 Telp. (021) 29886800
Faks. (021) 29886822
Akuntan Publik (AP) Dan Kantor Akuntan Publik (KAP)
Tipe Profesi Jasa Biaya Periode Penugasan
Jasa audit Laporan Keuangan Tahun
2025
Kantor Akuntan Publik Rp5 miliar Tahun buku 2025
Tidak ada jasa non-audit yang
diberikan oleh Kantor Akuntan Publik
untuk Bank.
Informasi Pada Situs Perusahaan
Bank menyediakan akses yang mudah bagi seluruh Pemangku Kepentingan melalui situs resmi www.uob.co.id, di
mana berbagai informasi publik yang dipersyaratkan oleh Regulator tersedia secara lengkap. Informasi tersebut
mencakup hal-hal berikut:
• Informasi mengenai pemegang saham;
• Kode etik;
• Ringkasan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa serta semua pemberitahuan dan
undangan terkait;
• Laporan tahunan Perusahaan, laporan keuangan, dan laporan keuangan triwulanan;
• Profil Dewan Komisaris dan Direksi; dan
• Piagam Dewan Komisaris, Direksi, Komite dan Satuan Kerja Audit Intern.
66 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 69
Penghargaan dan Sertifikasi
Maret 2025 Mei 2025 Mei 2025
Instansi Penerbit Instansi Penerbit Instansi Penerbit
The Digital Banker Forbes and Statista The Asian Banker Indonesia
Nama Penghargaan Nama Penghargaan Nama Penghargaan
Digital CX Awards 2025 The World’s Best Banks 2025 The Asian Banker Indonesia
Unit Bisnis Unit Bisnis Excellence in Retail Finance and
Financial Technology Awards
Digital Banking Bank-wide
Unit Bisnis
Jenis Penghargaan Jenis Penghargaan
Data Management Office
Outstanding Digital CX - Mobile Peringkat 3 di Indonesia
Banking - Indonesia Jenis Penghargaan
Best Data Analytics Technology
Implementation in Indonesia
Mei 2025 Juli 2025 Juli 2025
Instansi Penerbit Instansi Penerbit Instansi Penerbit
The Asian Banker Indonesia Charlton Media Charlton Media
Nama Penghargaan Nama Penghargaan Nama Penghargaan
The Asian Banker Global Asian Banking & Finance Retail Asian Banking & Finance Retail
Transaction Finance Awards 2025 Banking Awards 2025 Banking Awards 2025
Unit Bisnis Unit Bisnis Unit Bisnis
Transaction Banking Digital Banking Brand and Marketing
Jenis Penghargaan Jenis Penghargaan Communication
The Asian Banker Global Digital Consumer Banking Jenis Penghargaan
Transaction Finance Awards 2025 Initiative of the Year – Indonesia Marketing & Brand Initiative of
the Year – Indonesia
Agustus 2025 September 2025 September 2025
Instansi Penerbit Instansi Penerbit Instansi Penerbit
Euromoney London Stock Exchange Group London Stock Exchange Group
Nama Penghargaan (LSEG) (LSEG)
Euromoney Awards for Excellence Nama Penghargaan Nama Penghargaan
2025 LSEG (London Stock Exchange LSEG (London Stock Exchange
Unit Bisnis Group) FX Awards 2025 Group) FX Awards 2025
Digital Banking Unit Bisnis Unit Bisnis
Jenis Penghargaan Global Markets Global Markets
Indonesia’s Best Digital Bank for Jenis Penghargaan Jenis Penghargaan
Consumers Best Market Maker – Second Most Active Bank – Second
Runner Up Runner Up
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 67
Page 70
Profil Perusahaan
September 2025 Desember 2025
Instansi Penerbit Instansi Penerbit
London Stock Exchange Group Majalah SWA
(LSEG) Nama Penghargaan
Nama Penghargaan Indonesia Best Company in
LSEG (London Stock Exchange Creating Leaders from Within
Group) FX Awards 2025 2025
Unit Bisnis Unit Bisnis
Global Markets Human Resources
Jenis Penghargaan Jenis Penghargaan
Most Volume Trade – Second Indonesia Best Company in
Runner Up Creating Leaders from Within
2025 - Excellent predicate
Wilayah Operasional dan Pasar yang Dilayani
Per 31 Desember 2025, jaringan layanan Perusahaan terdiri dari 41 kantor cabang utama, 50 kantor cabang
pembantu, dan 108 ATM yang tersebar di 41 kota di 16 provinsi di Indonesia. Layanan perbankan Perusahaan dapat
diakses melalui jaringan ATM regional, jaringan ATM Prima dan Bersama serta jaringan Visa.
Nama Cabang
No. Alamat Dati II Telepon Faksimili
Kantor Utama
KANTOR PUSAT
Jl. M.H. Thamrin No. 10,
0391 -
1. Kantor Pusat - Kel. Kebon Melati, (021) 23506000 (021) 29936632
Jakarta Pusat
Kec. Tanah Abang 10230
KANTOR WILAYAH
Gedung UOB Plaza
Kantor Kantor Jl. M.H. Thamrin No. 10, 0391 -
1. (021) 23506000 (021) 29936647
Wilayah 1 Wilayah 1 Kel. Kebon Melati, Jakarta Pusat
Kec. Tanah Abang 10230
Gedung UOB Plaza
Kantor Kantor Jl. M.H. Thamrin No. 10, 0391 -
2. (021) 23506000 (021) 29936632
Wilayah 2 Wilayah 2 Kel. Kebon Melati, Jakarta Pusat
Kec. Tanah Abang 10230
Jl. Palang Merah No. 30, Lantai 3, (061) 4148556,
Kantor Kantor 3396 -
3. Kel. Kesawan, Kec. Medan Barat, (061) 4156574 (061) 4154793,
Wilayah 3 Wilayah 3 Kota Medan
Medan 20231 (061) 4560116
Jl. Panglima Sudirman
(031) 5345026,
Kantor Kantor No. 53, Lantai 3, 1291 - (031) 5471772,
4. (031) 5345136,
Wilayah 4 Wilayah 4 Kel. Embong Kaliasan, Kec. Genteng Kota Surabaya (031) 5481888
(031) 5345146
Surabaya 60271
68 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 71
Nama Cabang
No. Alamat Dati II Telepon Faksimili
Kantor Utama
KANTOR FUNGSIONAL
South Jl. R.A Kartini Kav. 8, Cilandak Barat, 0394 -
1. Head Office (021) 50954300
Quarter Jakarta Selatan 12430 Jakarta Selatan
Jl. Jend. Achmad Yani No. 235,
0191 -
2. Achmad Yani Bandung Kel. Merdeka, Kec. Sumur Bandung, (022) 7204952
Kota Bandung
Kota Bandung 40113
Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 89,
Wahid 0391 - (021) 29276200
3. Head Office Kel. Gondangdia, Kec. Menteng,
Hasyim Jakarta Pusat (021) 29276400
Jakarta Pusat 10350
KANTOR CABANG
Jl. Ir. H. Juanda No. 15,
0391 - (021) 22035056
1. Juanda Juanda Kel. Kebon Kelapa, (021) 22035055
Jakarta Pusat – 58
Kec. Gambir 10120
Jl. M.H. Thamrin No. 10,
0391 - (021) 29936680
2. UOB Plaza UOB Plaza Kel. Kebon Melati, (021) 23506000
Jakarta Pusat - 82
Kec. Tanah Abang 10230
Jl. Raya Barat Boulevard
Kelapa Kelapa 0392 -
3. Blok LC 7 No. 1-2, (021) 4529171 (021) 4529179
Gading Gading Jakarta Utara
Kelapa Gading Permai 14240
Komplek Perumahan Green Garden,
Green Green Blok A.7 No. 47-50, 0393 - (021) 5819005,
4. (021) 5802776
Garden Garden Kel. Kedoya Utara, Jakarta Barat (021) 5802814
Kec. Kebon Jeruk 11520
(021) 6329696,
Gajah Mada
Jl. Gajah Mada No.87-87A, Kel. Krukut, 0393 - (021) 6329766,
5. Gajah Mada (d/h: (021) 6329779
Kec. Taman Sari, Jakarta Barat 11140 Jakarta Barat (021) 6329966,
(Asemka)
(021) 6329906
Jl. Radio Dalam No. 9 A,
0394 -
6. Radio Dalam Radio Dalam Kel. Gandaria Utara, (021) 7252647 (021) 7252648
Jakarta Selatan
Kec. Kebayoran Baru 12140
Pacific Pacific Pacific Century Place SCBD lot 10
0394 -
7. Century Century Jl. Jend. Sudirman kav 52-53 (021) 72888788
Jakarta Selatan
Place Place Jakarta Selatan 12190
Pantai Indah Kapuk Metro Broadway
The Gallery No.8 Unit ES, ET, & FA
Pantai Indah Pantai Indah 0392 -
8. Jl. Pantai Indah Utara II, (021) 30010566
Kapuk Metro Kapuk Metro Jakarta Utara
Pantai Indah Kapuk
Jakarta Utara 14460
AKR Gallery West
Kebon Jeruk Kebon Jeruk 0393 -
9. Jl. Panjang No. 5, Kebon Jeruk, (021) 38782033
AKR AKR Jakarta Barat
Jakarta Barat 11530
Jl. M. Hasanuddin,
0203 - (0254) 200153,
10. Serang Serang Serang Plaza Blok II No. 3-7, (0254) 200692
Kota Serang (0254) 201566
Serang, Banten 42112
Jl. Ikan Tenggiri No. 17/A,
Bandar Bandar 3991 - Kota
11. Teluk Betung, (0721) 482982 (0721) 482951
Lampung Lampung Bandar Lampung
Bandar Lampung 35223
Jl. Raya Pajajaran No. 84,
0192 -
12. Bogor Bogor Kel. Baranangsiang, Kec. Bogor Timur, (0251) 8306699 (0251) 8306690
Kota Bogor
Kota Bogor 16143
Jl. Palang Merah No. 30, (061) 4148556,
3396 -
13. Medan Medan Kel. Kesawan, Kec. Medan Barat, (061) 4156574 (061) 4154793,
Kota Medan
Medan 20231 (061) 4560116
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 69
Page 72
Profil Perusahaan
Nama Cabang
No. Alamat Dati II Telepon Faksimili
Kantor Utama
Jl. Jend. Gatot Subroto, Kompleks
(061) 8455405,
Tomang Elok Blok A No. 55, 3396 -
14. Tomang Elok Tomang Elok (061) 8455785, (061) 8455656
Kel. Sei Sikambing B, Kota Medan
(061) 8455635
Kec. Medan Sunggal, Medan 20122
Jl. Mayor HM. Rasyad Nawawi,
Ruko Blok A1 No. 500 dan Blok A2 3691 -
15. Palembang Palembang (0711) 5734695 (0711)369657
No. 501, Kel. 9 Ilir Kec. Ilir Timur 3, Kota Palembang
Kota Palembang 30113
(0761) 21168,
Jl. Jend. Sudirman No. 442,
3591 - (0761) 21116
16. Pekanbaru Pekanbaru Kel. Tanah Datar, Kec. Pekanbaru (0761) 848052
Kota Pekanbaru (0761) 20879
Kota, Kota Pekanbaru Riau 28115
(0761) 848053
Komplek Batam Plaza Blok E No. 1-3,
3892 -
17. Batam Batam Jl. Imam Bonjol, Kel. Sungai Jodoh (0778) 459691 (0778) 458601
Kota Batam
Kec. Batu Ampar, Kota Batam 29453
Komplek Mahkota Raya Blok D No. 7
& No. 8,
Batam Batam 3892 -
18. Jl. Engku Putri, Kel. Teluk Tering, (0778) 7486000 (0778) 7486025
Centre Centre Kota Batam
Kec. Batam Kota, Kota Batam,
Kepulauan Riau 29461
Jl. Jend. Urip Sumoharjo (0271) 668758,
0996 - Kota
19. Solo Solo No. 13- 17, Kepatihan Wetan, (0271) 646348 (0271) 630620,
Surakarta/Solo
Jebres, Kota Surakarta, 57129 (0271) 646947
Jl. Jend. Sudirman No. 55 A,
0191 -
20. Bandung Bandung Kel. Karanganyar Kec. Astana Anyar, (022) 4204491 (022) 4238906
Kota Bandung
Kota Bandung 40241
Jl. Abdul Rivai No. 2 A, Tamansari,
Bandung Bandung 0191 - Kota
21. Bandung Wetan, Kota Bandung, (022) 4209980 (022) 4209970
Rivai Rivai Bandung
Jawa Barat 40116
Menara Suara Merdeka (Ground
Floor, Mezzanine Floor, Lantai 2)
0991 -
22. Semarang Semarang Jl. Pandanaran No.30, (024) 86448000 (024) 86446066
Kota Semarang
Kel. Pekunden, Kec. Semarang Tengah,
Semarang 50241
(0231) 205040,
Jl. Yos Sudarso No. 29,
0194 - (0231) 206959, (0231) 201989,
23. Cirebon Cirebon Lemahwungkuk,
Kota Cirebon (0231) 206396, (0231) 248340
Kota Cirebon, Jawa Barat 45111
(0231) 221541
Jl. Jend. Sudirman No. 732,
Kel. Purwokerto Kulon, 0914 -
24. Purwokerto Purwokerto (0281) 2958100 (0281) 2958089
Kec. Purwokerto Selatan, Kab. Banyumas
Kab. Banyumas 53141
(0293) 362181,
Jl. Tidar No. 17, Kel. Magersari,
0995 - (0293) 364344,
25. Magelang Magelang Kec. Magelang Selatan, (0293) 364271
Kota Magelang (0293) 365261,
Kota Magelang 56126
(0293) 364405-06
Jl. Jend. Sudirman No. 62, Kotabaru,
0591 - (0274) 562000,
26. Yogyakarta Yogyakarta Gondokusuman, Kota Yogyakarta, (0274) 563433
Kota Yogyakarta (0274) 517410
Daerah Istimewa Yogyakarta 55224
Jl. Kolonel Sugiono No. 56, RT.003/
0994 - (0283) 325001,
27. Tegal Tegal RW.05, Kel. Pekauman, (0283) 325008
Kota Tegal (0283) 325005
Kec. Tegal Barat, Tegal 52113
Jl. Panglima Sudirman (031) 5345026,
1291 - (031) 5471772,
28. Surabaya Surabaya No. 53, Embong Kaliasin, Genteng, (031) 5345136,
Kota Surabaya (031) 5481888
Kota Surabaya 60271 (031) 5345146
70 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 73
Nama Cabang
No. Alamat Dati II Telepon Faksimili
Kantor Utama
(031) 7343949
(Hunting),
Jl. Raya Bukit Darmo Golf, (031) 7326000
Surabaya Surabaya Blok R No. 28 – 30, 1291 – (Privilege
29. (031) 7343910
Bukit Darmo Bukit Darmo Kel. Pradah Kalikendal, Kota Surabaya Banking),
Kec. Dukuh Pakis 60226 (031) 5486008
(Call Centre
24 hours)
Surabaya Surabaya Jl. Manyar Kertoarjo No. 50,
1291 – (031) 5991168 (031) 5991411
30. Manyar Manyar Kel. Manyar Sabrangan,
Kota Surabaya (031) 5991428 (031) 5991412
Kertoarjo Kertoarjo Kec. Sukolilo, Surabaya 60116
Jl. Gajah Mada No. 68, (0331) 484545,
1212 -
31. Jember Jember Kel. Jember Kidul, Kec. Kaliwates, (0331) 424759, (0331) 484980
Kab. Jember
Kabupaten Jember 68131 (0331) 424859
Jl. Dr. Wahidin No. 39,
7291 -
32. Denpasar Denpasar Kel. Pemecutan, Kec. Denpasar Barat, (0361) 433014 (0361) 424245
Kota Denpasar
Kota Denpasar 80111
Jl. Raya Puputan Komplek Pertokoan
Niti Mandala Raya No.17 Renon, 7291 -
33. Bali Renon Bali Renon (0361) 241888 (0361) 245978
Kel. Dangin Puri Klod, Kota Denpasar
Kec. Denpasar Timur, Denpasar 80234
(0333) 426500
Jl. Jend. Sudirman No. 16, (0333) 424705
1211 -
34. Banyuwangi Banyuwangi Kel. Penganjuran, Kec. Banyuwangi, (0333) 423061-62 (0333) 424260
Kab. Banyuwangi
Kabupaten Banyuwangi 68416 (0333) 422270-71
(0333) 424070
Jl. Gus Dur (d/h. Jl Merdeka) No. 133, (0321) 862500-01
1204 -
35. Jombang Jombang Candi Mulyo, Kec. Jombang, (0321) 862337 (0321) 862171
Kab. Jombang
Kabupaten Jombang 61419 (0321) 874857-58
Jl. Basuki Rahmat No. 63, 1293 -
36. Malang Malang (0341) 342333 (0341) 342572
Kauman, Klojen, Kota Malang 65119 Kota Malang
Jl. Sulawesi No. 83,
6191 - (0411) 315702
37. Makassar Makassar Pattunuang, Wajo, (0411) 321421
Kota Makassar (0411) 319457
Kota Makassar 90174
Jl. HOS Cokroaminoto No. 266/A,
5391 - (0561) 732600
38. Pontianak Pontianak Darat Sekip, Pontianak Kota, (0561) 736282
Kota Pontianak (0561) 734656
Kota Pontianak 78117
Kavling 8 Square Blok A6 & A7,
RT 28 Jl. M.T. Haryono, 5492 - (0542) 7208888
39. Balikpapan Balikpapan (0542) 765477
Kel. Damai, Kota Balikpapan (0542) 7209999
Kec. Balikpapan Selatan 76114
Jl. Pangeran Diponegoro (0541) 732492-
No. 68-70, Pelabuhan, 5491 - 95-97
40. Samarinda Samarinda (0541) 732490
Samarinda Kota, Kota Samarinda (0541) 749516-
Kota Samarinda 75112 17-18
Jl. Lambung Mangkurat
No. 17, Banjarmasin, 5191 - (0511) 3357172
41. Banjarmasin Banjarmasin Kertak Baru Ulu, Kota (0511) 3353754 (0511) 3353305
Banjarmasin Tengah, Banjarmasin (0551) 3365312
Kota Banjarmasin 70111
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 71
Page 74
Profil Perusahaan
Nama Cabang
No. Alamat Dati II Telepon Faksimili
Kantor Utama
KANTOR CABANG PEMBANTU
Komp. Glodok Plaza Blok F No. 1-2, (021) 6595026
Glodok 0393 -
1. Gajah Mada Jl. Pinangsia Raya, Pinangsia, (021) 6596745 (021) 6280944
Plaza Jakarta Barat
Tamansari, Kota Jakarta Barat 11110 (021) 6280943-44
Jl. Pluit Kencana Raya No. 76,
0392 -
2. Pluit Gajah Mada Pluit, Penjaringan, (021) 6611770–71 (021) 6691163
Jakarta Utara
Kota Jakarta Utara 14450
(021) 6922115
(021) 6922432
Jl. Petak Baru No. 25-26,
Petak 0393 - (021) 6912224
3. Gajah Mada Roa Malaka, (021) 6928086
Baru Jakarta Barat (021) 6924069
Tambora, Kota Jakarta 11230
(021) 6901756-57
(021) 6917410-11
Mangga Dua Plaza Blok F No. 5
(021) 6120086
Jl. Mangga Dua Raya,
Mangga Dua 0392 - (021) 6120912
4. Gajah Mada Kel. Mangga Dua Selatan, (021) 6129130
Plaza Jakarta Utara (021) 6129128
Kec. Sawah Besar,
(021) 6129129
Jakarta Barat 10730
Sopo del Office Tower & Lifestyle -
Tower B, Ground Floor, Unit GF-20,
Sopo Del 0394 -
5. Gajah Mada Jl. Mega Kuningan Barat III, lot 10.1-6, (021) 30007979 (021) 30007977
Jakarta Selatan
Kuningan Timur, Setiabudi,
Jakarta Selatan 12950
Jl. Muara Karang No. 1, RT. 019/RW.
Muara 02, Kav. Blok Y3 Barat No. 10, 0392 - (021) 6625967-69
6. Gajah Mada (021) 6606171
Karang Kel. Pluit, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara (021) 6601048
Kota Jakarta Utara 14450
(021) 3853677
Jl. Sukarjo Wiryopranoto (021) 231368
0391 -
7. Sawah Besar Juanda No. 26, Kebon Kelapa, Gambir, (021) 2313479 (021) 3860602
Jakarta Pusat
Jakarta Utara 10120 (021) 3453336
(021) 3453337
Jl. Mangga Besar No. 68 – 68 A, (021) 6594677
Mangga 0393 -
8. Juanda Kel. Taman Sari, Kec. Taman Sari, (021) 6292150 (021) 6293113
Besar Jakarta Barat
Jakarta Barat 11150 (021) 6292349
Jl. Pangeran Jayakarta (021) 62201905
Pangeran No. 126-129 Blok A/5, 0391 – (021) 62201906
9. Juanda (021) 62201904
Jayakarta Kel. Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat (021) 62201907
Kec. Sawah Besar 10730 (021) 6016574
Pusat Grosir Metro Tanah Abang
Banking Center Lantai 7 Unit No.1, (021) 30036023
Metro Tanah 0391 -
10. UOB Plaza Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 187-189, (021) 30036024 (021) 30036026
Abang Jakarta Pusat
Kel. Kampung Bali Kec. Tanah Abang, (021) 30036025
Jakarta Pusat 10250
Setiabudi Atrium Building 1st Floor
Suite 101 AA, Jl. H.R. Rasuna Said 0394 -
11. Setiabudi JKT UOB Plaza (021) 5210035 (021) 521 0036
Kav.62, Kel. Karet, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan
Jakarta Selatan 12920
Wisma Indochem, Lantai Basement &
Lantai Dasar, Jl. Pantai Indah Kapuk
PIK Kelapa 0392 -
12. Boulevard Kav. SSB/E, (021) 29210600 (021) 29210601
Boulevard Gading Jakarta Utara
Kel. Kamal Muara, Kec. Penjaringan,
Jakarta Utara 14470
72 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 75
Nama Cabang
No. Alamat Dati II Telepon Faksimili
Kantor Utama
Jl. Danau Sunter Agung Utara Blok D 1
Kelapa 0392 - (021) 6451120-21
13. Sunter Agung No. 6 B, Sunter Agung, (021) 6453821
Gading Jakarta Utara (021) 65833281-82
Jakarta Utara 14350
Jl. Achmad Yani Kav. A4 No. 7, (021) 88965891-
Bekasi Kelapa
14. Ruko Kalimalang Commercial Centre, Bekasi 93 (021) 88965890
Selatan Gading
Desa Kayuringin, Bekasi 17144 (021) 8853521
Ruko Podium Blok B22
Kelapa
Jl. Mataram Lippo Cikarang, 0198 -
15. Cikarang Gading (021) 38735018 (021) 38735019
Kel. Cibatu Kec. Cikarang Kota Bekasi
Kab. Bekasi 17530
Kelapa
Jl. Boulevard Raya Blok DG No. 2,
Gading Kelapa 0392 -
16. Kel. Kelapa Gading Timur, (021) 4527582 (021) 4527583
Boulevard Gading Jakarta Utara
Kelapa Gading 14240
Raya
Komplek Pertokoan Green Ville (021) 56957883-
Green Blok BG No. 14-15, Kel. Duri Kepa, 0393 - 84
17. Green Ville (021) 56957902
Garden Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat (021) 56957895
Jakarta Barat 11510 (021) 56957897
Komplek Taman Palem Lestari (021) 55957447
Green 0393 - Jakarta
18. Cengkareng Blok D 10 No.1, Cengkareng Barat, (021) 55957448 (021) 55957446
Garden Barat
Jakarta Barat 11730 (021) 55957449
(021) 5523081-
Jl. Ki Asnawi No. 64 C-D,
Green 0292 - 83-84
19. Tangerang Kel. Sukarasa, Kec. Tangerang, (021) 5523082
Garden Kota Tangerang (021) 55799082-
Kota Tangerang 15111
83
Komplek Perumahan Taman Duta
Green Mas, Blok D8 No. 1, Kel. Wijaya 0393 - (021) 5648262
20. Duta Mas (021) 5649464
Garden Kusuma, Kec. Grogol Petamburan, Jakarta Barat (021) 5649550
Jakarta Barat 11460
Ruko BSD Golden Boulevard, (021) 53160680
0292 -
Green Blok C No. 6, Jl. Pahlawan Seribu, (021) 53160681
21. BSD Golden Tangerang (021) 53153087
Garden Kel. Lengkong Karya, Kec. Serpong (021) 53153168
Selatan
Utara, Kota Tangerang Selatan 15320 (021) 53153169
Jl. Tanjung Duren Raya
(021) 5642027
Tanjung Green Blok N No. 352 RT.007/RW.03, 0393 -
22. (021) 5673950 (021) 5685079
Duren Garden Kel. Tanjung Duren Utara, Kec. Grogol Jakarta Barat
(021) 56969082
Petamburan 11470
Grand Puri Kencana,
(021) 5823602
Jl. Puri Kencana Blok K7/2A, Kel.
Green 0393 - (021) 5823603
23. Puri Kencana Kembangan Selatan, (021) 5819222
Garden Jakarta Barat (021) 5823604
Kec. Kembangan,
(021) 5823605
Jakarta Barat 11610
Taman Kebon Jeruk Interco
Kebon Jeruk Green 0393 -
24. Blok F No. 04, Kel Srengseng (021) 38777028 (021) 38777009
Intercon Garden Jakarta Barat
Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11630
Ruko Graha Boulevard
Blok GBVC / 002,
Gading Green 0292 -
25. Jl. Boulevard Gading Serpong, (021) 29001081 (021) 29001071
Serpong Garden Kota Tangerang
Kel. Curug, Kec. Kelapa Dua,
Tangerang, Banten 15810
Jl. Metro Pondok Indah Sektor II,
Pondok 0394 - (021) 75906165
26. Radio Dalam Blok UA Kav.46-47, (021) 75900185
Indah Jakarta Selatan (021) 75900178
Jakarta Selatan 12310
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 73
Page 76
Profil Perusahaan
Nama Cabang
No. Alamat Dati II Telepon Faksimili
Kantor Utama
Jl. Metro Pondok Indah
Pondok 0394 -
27. Radio Dalam Kav. II/BA No.1 Pondok Indah (021) 7662933
Indah 2 Jakarta Selatan
Jakarta Selatan 12310
Jl. Panglima Polim Raya No. 18A, B, C, (021) 7251603
Panglima 0394 -
28. Radio Dalam Kel. Pulo, Kec. Kebayoran Baru, (021) 7202668 (021) 7222187
Polim Jakarta Selatan
Jakarta Selatan 12160 (021) 7251655
Gedung Plaza Oleos,
Lantai Dasar Unit B1 & B2,
0394 -
29. Plaza Oleos Radio Dalam Jl. TB. Simatupang Kav. 53 A, (021) 22780125 (021) 22780117
Jakarta Selatan
Kel. Kebagusan, Kec. Pasar Minggu
Jakarta Selatan 12520
Jl. Asia No. 132/172, Medan,
3396 - (061) 7368623
30. Asia Medan Kel. Sei Rengas I, Kec. Medan Kota, (061) 7368932
Kota Medan (061) 7368653
Kota Medan 20214
Jl. Cemara Asri Boulevard,
Blok A No.58, 3396 -
31. Cemara Asri Medan (061) 66936911 (061) 66933132
Kec. Percut Sei Tuan, Kota Medan
Kab. Deli Serdang 20371
Jl. Ir. H. Djuanda No. 20i,
Medan Kel. Sukadamai, 3396 -
32. Medan (061) 88815959 (061) 42003822
Djuanda Kec. Medan Polonia, Kota Medan
Medan, 20157
Menara Aria Harbour Bay,
Lantai Dasar,
3892 -
33. Bayfront Batam Jl. Duyung, Kel. Sungai Jodoh, (0778) 4883120 (0778) 4883379
Kota Batam
Kec. Batu Ampar,
Kota Batam 29453
Komplek Grand Niaga Mas
Grand Niaga Blok A No. 3, Batam Centre, 3892 -
34. Batam (0778) 4161676 (0778) 4170105
Mas Kelurahan Belian, Kec. Batam Kota, Kota Batam
Kota Batam 29464
Jl. Diponegoro No 9, Kel. Citarum,
0191 -
35. Dago Bandung Kec. Bandung Wetan, (022) 86032800 (022) 86032808
Kota Bandung
Kota Bandung 40115
Jl. Brigjend. Sudiarto 106,
0991 -
36. Majapahit Semarang Kel. Pandean Lamper, Kec. Gayamsari, (024) 6723762 (024) 6723761
Kota Semarang
Kota Semarang 50167
Jl. Jend. Sudirman No.188,
0992 -
37. Salatiga Semarang Kel. Kalicacing, Kec. Sidomukti, (0298) 322027 (0298) 326032
Kota Salatiga
Kota Salatiga 50724
Jl. Gang Tengah No. 16-22,
0991 -
38. Gang Tengah Semarang Kranggan, Semarang Tengah, (024) 3561800 (024) 3561700
Kota Semarang
Kota Semarang 50139
Jl. Pahlawan No. 5, Kel. Mugassari,
0991 -
39. Pahlawan Semarang Kec. Semarang Selatan, Kota (024) 35318000
Kota Semarang
Semarang 50249
JL. KS. Tubun No. 1, Kel. Temanggung 0919 -
40. Temanggung Magelang I, Kec. Temanggung, Kabupaten Kab. (0293) 491555 (0293) 491155
Temanggung 56212 Temanggung
Jl. Coklat No. 12 – 14, Kel. Bongkaran, 1291 - (031) 3526784
41. Coklat Surabaya (031) 3523332
Kec. Pabean Cantian, Surabaya 60161 Kota Surabaya (031) 3530966
74 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 77
Nama Cabang
No. Alamat Dati II Telepon Faksimili
Kantor Utama
Ruko Tanjung Perak,
Jl. Perak Timur No. 42, 1291 -
42. Perak Timur Surabaya (031) 3550318 (031) 3550314
Kel. Perak Timur, Kec. Pabean Cantian, Kota Surabaya
Surabaya 60164
Jl. Kapas Krampung 55 B, (031) 3727910
Kapas 1291 -
43. Surabaya Kel. Rangkah, Kec. Tambaksari, (031) 3718281 (031) 3715633
Krampung Kota Surabaya
Surabaya 60135 (031) 3769292
Jl. Rungkut Kidul Industri No. 62,
1291 - (031) 8418271
44. Rungkut Surabaya Kel. Rungkut Kidul, Kec. Rungkut, (031) 8414517
Kota Surabaya (031) 8419272
Surabaya 60293
Jl. Raya Margorejo Indah A-802
Kav. 01, RT 001 RW 008 , 1291 -
45. Margorejo Surabaya (031) 99847388 (031) 99847393
Kel. Margorejo, Kec. Wonocolo, Kota Surabaya
Surabaya 60238
Jl. Mojopahit 55-57 Mergelo,
1292 - (0321) 322291
46. Mojokerto Jombang Kel. Sentanan, Kec. Kranggan, (0321) 322719
Kota Mojokerto (0321) 322816
Kota Mojokerto 61312
Jl. Jend. Achmad Yani 40 J,
Surabaya 1202 - (031) 8941836
47. Sidoarjo Kel. Sidokumpul, Kec. Sidoarjo, (031) 8941047
Bukit Darmo Kab. Sidoarjo (031) 8941046
Kab. Sidoarjo 61212
Jl. Mayjend. Sungkono No. 142-143,
Mayjend. Surabaya 1291 -
48. Blok A16, Kel. Gunungsari, Kec. Dukuh (031) 99531299 (031) 99535250
Sungkono Bukit Darmo Kota Surabaya
Pakis, Surabaya 60224
Jl. Usman Sadar No. 84, Sukorame,
Surabaya 1201 - (031) 3990053
49. Gresik Kemuteran, Kec. Gresik, (031) 3990054
Bukit Darmo Kab. Gresik (031) 3972145
Kabupaten Gresik 61115
Jl. Pakuwon Boulevard II, East Coast
(031) 5957279
Surabaya Ruko Patoz AA2 No. 52,
1291 - (031) 59175614
50. Pakuwon City Manyar Pakuwon City, Kel. Kejawan Putih (031) 59175371
Kota Surabaya (031) 59175179
Kertoarjo Tambak, Kec. Mulyorejo, Kota
(031) 59172654
Surabaya 60112
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 75
Page 78
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Analisis dan
Pembahasan Manajemen
78 Tinjauan Makroekonomi
81 Tinjauan Bisnis
81 Consumer Banking
92 Wholesale Banking
97 Global Markets
99 Nasabah
101 Sumber Daya Manusia
108 Teknologi Informasi dan Operasional
111 Tinjauan Keuangan
76 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 79
Analisis dan Pembahasan Manajemen
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 77
Page 80
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Tinjauan Makroekonomi
Ekonomi Global 2,92 persen (yoy), sejalan dengan target Bank Indonesia
International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan sebesar 2,5 persen ± 1 persen. Kontributor utama inflasi
pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,2 persen pada tahunan berasal dari kelompok makanan, minuman, dan
tahun 2025, sedikit lebih tinggi dibandingkan estimasi tembakau, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang
sebelumnya sebesar 3,1 persen. Meskipun demikian, secara bersama-sama menyumbang sekitar 71 persen
pertumbuhan ini masih menghadapi tekanan akibat dari total inflasi.
gangguan rantai pasok global yang dipicu oleh penerapan
tarif resiprokal oleh Amerika Serikat serta meningkatnya Di tengah tekanan eksternal, Anggaran Pendapatan dan
ketegangan geopolitik. Tahun 2025 ditandai oleh tingkat Belanja Negara (APBN) tahun 2025 tetap menunjukkan
ketidakpastian yang tinggi, terutama dipengaruhi oleh kinerja yang disiplin dan terukur. Realisasi pendapatan
dinamika dan perubahan arah kebijakan di berbagai negara mencapai 92 persen dari target sebesar Rp3.005
negara dalam merespons kondisi global yang volatil. triliun, yang terutama didukung oleh penerimaan pajak
(~80 persen dari total pendapatan). Sementara itu,
Tahun 2025 diawali dengan kondisi yang kurang kondusif, realisasi belanja negara mencapai 95 persen dari target
seiring pengumuman tarif resiprokal oleh Amerika Serikat sebesar Rp3.621 triliun, dengan belanja pemerintah pusat
yang mengganggu arus perdagangan global. Ketegangan mencakup 75 persen dari total belanja. Dengan demikian,
ini tidak hanya terbatas pada rivalitas Amerika Serikat defisit anggaran tercatat sebesar Rp695 triliun atau 2,92
dan Tiongkok, tetapi juga meluas ke berbagai konflik persen terhadap PDB, sedikit lebih tinggi dari proyeksi
regional lainnya. Situasi ini mendorong sikap kehati-hatian awal sebesar 2,78 persen namun tetap berada di bawah
di pasar, di mana konsumen cenderung meningkatkan batas maksimal 3 persen sesuai ketentuan.
tabungan dibandingkan konsumsi, sehingga berdampak
pada kinerja dunia usaha. Di sisi lain, tren penurunan Sektor eksternal tetap stabil, ditandai dengan pertumbuhan
suku bunga global secara bertahap, meskipun masih ekspor riil barang dan jasa sebesar 7 persen (yoy).
dibayangi ketidakpastian, memberikan ruang likuiditas Komoditas utama seperti minyak dan lemak hewani/nabati,
yang cukup bagi sektor swasta untuk menjaga momentum besi dan baja, serta mesin dan peralatan elektronik menjadi
pertumbuhan. penopang utama, didukung oleh pemulihan sektor jasa
seiring meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara.
Di tengah tantangan tersebut, tahun 2025 juga ditandai oleh Impor riil tumbuh sebesar 4,7 persen untuk memenuhi
optimisme terhadap perkembangan Artificial Intelligence kebutuhan bahan baku dan barang modal. Surplus neraca
(AI). Lonjakan adopsi AI mendorong peningkatan investasi perdagangan yang berkelanjutan turut mendorong
pada sektor barang modal, sekaligus memicu persaingan peningkatan cadangan devisa menjadi US$156,5 miliar
antarnegara untuk mengamankan pasokan mineral langka pada Desember 2025, sehingga memperkuat stabilitas
dan memperkuat hilirisasi guna memperoleh nilai tambah makroekonomi dan sistem keuangan.
yang lebih tinggi. Selain itu, AI semakin terintegrasi dalam
kehidupan sehari-hari dan berperan penting dalam Aktivitas investasi terus menunjukkan penguatan, dengan
mendorong produktivitas tenaga kerja. Digitalisasi juga realisasi investasi mencapai Rp1.931,2 triliun atau meningkat
berkembang semakin pesat, memungkinkan pelaku usaha 12,7 persen (yoy), melampaui target nasional. Pertumbuhan
untuk melakukan ekspansi lebih cepat, serta memperluas ini didorong oleh percepatan program hilirisasi industri
jangkauan ke pasar. yang turut berkontribusi terhadap penciptaan lapangan
kerja. Komposisi investasi terdiri dari Penanaman Modal
Ekonomi Indonesia Asing (PMA) sebesar Rp900,9 triliun (46,6 persen) dan
Perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar
kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Rp1.030,3 triliun (53,4 persen).
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sepanjang
tahun 2025 mencapai 5,11 persen (yoy), melampaui Ekonomi digital Indonesia juga terus menunjukkan
ekspektasi pasar. Kinerja ini didorong oleh kuatnya momentum yang kuat dan tetap menjadi yang terbesar di
permintaan domestik, peningkatan investasi, kebijakan Asia Tenggara. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025,
fiskal yang ekspansif, serta kinerja ekspor yang solid. nilai Gross Merchandise Value (GMV) diperkirakan mencapai
Pertumbuhan positif di seluruh sektor mencerminkan sekitar US$100 miliar pada tahun 2025, mencerminkan
momentum ekonomi yang luas dan terdiversifikasi. Dari pertumbuhan sebesar 14 persen dibandingkan tahun
sisi moneter, inflasi pada akhir tahun tercatat sebesar sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan
78 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 81
Analisis dan Pembahasan Manajemen
aktivitas e-commerce, perkembangan pesat layanan persen, sementara indikator risiko lainnya tetap terkelola
keuangan digital, serta adopsi teknologi digital yang dengan baik.
semakin luas.
Kinerja intermediasi juga didukung oleh pertumbuhan Dana
Secara keseluruhan, ketahanan ekonomi Indonesia, Pihak Ketiga yang kuat, meningkat 13,8 persen menjadi
inflasi yang terjaga, kebijakan moneter dan fiskal yang Rp10.059 triliun. Dana Pihak Ketiga yang terdiri dari giro,
mendukung, serta pertumbuhan investasi dan ekonomi tabungan, dan deposito masing-masing tumbuh sebesar
digital yang berkelanjutan memberikan fondasi yang kuat 19,1 persen, 8,2 persen, dan 14,3 persen year-on-year.
bagi stabilitas makroekonomi dan pertumbuhan ekonomi
yang berkelanjutan. Strategi penghimpunan dana terus difokuskan pada
efisiensi melalui digitalisasi deposito serta peningkatan
Tinjauan Industri Perbankan pengalaman nasabah. Upaya ini mendukung retensi
Pada tahun 2025, industri perbankan Indonesia nasabah sekaligus menjaga likuiditas industri tetap solid.
mencatatkan kinerja yang stabil, didukung oleh ketahanan
makroekonomi. Fungsi intermediasi tetap kuat, dengan Fundamental perbankan tetap kuat, dengan Capital
penyaluran kredit tumbuh 9,6 persen year-on-year menjadi Adequacy Ratio sebesar 25,8 persen serta kondisi likuiditas
Rp8.585 triliun, yang terutama diarahkan ke sektor-sektor yang terjaga, tercermin dari Loan-to-Deposit Ratio sebesar
produktif. 85,3 persen pada tahun 2025.
Berdasarkan jenis kredit, pertumbuhan didorong oleh Adopsi digital semakin meningkat melalui perluasan
kredit investasi yang meningkat 20,8 persen, diikuti oleh penggunaan sistem pembayaran digital, termasuk QRIS,
kredit konsumsi sebesar 6,6 persen, serta kredit modal yang telah menjangkau hampir 60 juta pengguna. Sekitar
kerja sebesar 4,5 persen. Hal ini mencerminkan fokus 93 persen pengguna berasal dari segmen usaha mikro,
perbankan pada sektor-sektor yang resilien dan memiliki kecil, dan menengah, mencerminkan percepatan inklusi
prospek jangka panjang yang kuat, termasuk hilirisasi, dan digitalisasi keuangan.
energi, dan utilitas.
Industri perbankan juga memperkuat komitmennya
Sejalan dengan praktik manajemen risiko yang cermat, terhadap keberlanjutan melalui pengembangan portofolio
perbankan memperkuat proses underwriting kredit dengan pembiayaan yang sejalan dengan prinsip Environmental,
menitikberatkan pada struktur keuangan debitur, integritas Social, and Governance. Inisiatif ini mendukung daya saing
data, serta ketahanan terhadap volatilitas pasar. Hal ini sekaligus mengurangi eksposur terhadap risiko transisi.
tercermin pada kualitas aset yang tetap terjaga, dengan
rasio Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 2,05
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 79
Page 82
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Secara keseluruhan, industri perbankan nasional Sejalan dengan prospek tersebut, Otoritas Jasa Keuangan
menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan fundamental memperkirakan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.
yang kuat pada tahun 2025, serta terus berperan dalam Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan sebesar
mendukung aktivitas ekonomi dan menjaga stabilitas 10–12 persen, didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak
sistem keuangan. Ketiga sebesar 7–9 persen pada tahun 2026. Perbankan
diharapkan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam
Prospek 2026 penyaluran kredit dengan mengutamakan kualitas aset.
Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 Pertumbuhan kredit akan difokuskan pada segmen ritel
diproyeksikan oleh International Monetary Fund dan dan korporasi dengan arus kas yang resilien, sementara
World Bank tetap moderat. Hal ini dipengaruhi oleh penghimpunan dana akan terus didorong oleh inisiatif
melemahnya perdagangan global, permintaan yang tidak digitalisasi.
sekuat sebelumnya, serta meningkatnya ketegangan
geopolitik. Tekanan dari dinamika perdagangan global Industri perbankan diperkirakan terus diuntungkan dari
juga diperkirakan masih berlanjut, sehingga kinerja antar penurunan cost of funds serta diversifikasi aset yang lebih
ekonomi negara-negara utama menjadi tidak merata. baik untuk menjaga profitabilitas. Seiring dengan potensi
Di sisi lain, Amerika Serikat diproyeksikan mencatatkan penurunan suku bunga acuan, kinerja pendapatan akan
pertumbuhan yang solid seiring dengan meredanya inlasi. didukung oleh peningkatan non-interest income melalui
Namun, percepatan adopsi AI berpotensi menahan laju pengembangan produk dan layanan digital. Perbankan
penyerapan tenaga kerja. Sementara itu, Federal Reserve juga diperkirakan tetap menjaga komposisi aset yang
diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan seimbang antara surat berharga dan kredit.
setidaknya hingga pertengahan 2026.
UOB Indonesia akan terus mendukung program prioritas
Di kawasan Asia, Tiongkok diproyeksikan mencatat pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
pertumbuhan sekitar 4,4 persen, sejalan dengan target yang berkelanjutan. Bank akan memperkuat peran dalam
pemerintah, didukung oleh surplus neraca perdagangan memfasilitasi penanaman modal asing melalui solusi
dan diversifikasi ekspor. India menargetkan pertumbuhan permodalan dan pemanfaatan jaringan regional UOB.
sebesar 6,8–7,2 persen pada tahun 2026, lebih tinggi Selain itu, Bank akan terus mendorong konektivitas ASEAN,
dibandingkan proyeksi International Monetary Fund mempercepat transformasi digital, serta memprioritaskan
sebesar 6,4 persen. Pertumbuhan ekonomi ASEAN pembiayaan hijau pada sektor-sektor yang mendukung
diperkirakan tetap stabil, ditopang oleh konsumsi dan transisi energi bersih, sebagai wujud komitmen menjadi
investasi. Dari sisi moneter, suku bunga global diperkirakan mitra jangka panjang bagi nasabah dan masyarakat.
masih mendukung likuiditas. Meski demikian, risiko
tetap perlu diwaspadai, terutama yang bersumber dari
ketidakpastian geopolitik serta tingginya imbal hasil
obligasi jangka panjang.
Perekonomian Indonesia diproyeksikan tetap resilien pada
tahun 2026. Pemerintah menargetkan pertumbuhan sebesar
5,4 persen, didukung oleh kuatnya permintaan domestik,
konsumsi yang stabil, investasi yang berkelanjutan, serta
peningkatan belanja pemerintah melalui program Asta
Cita. Inflasi ditargetkan berada pada kisaran 2,5±1 persen
untuk menjaga momentum pertumbuhan, dengan ruang
bagi penurunan suku bunga lanjutan. Nilai tukar Rupiah
diperkirakan tetap stabil, mencerminkan fundamental
ekonomi yang kuat.
80 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 83
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Tinjauan Bisnis
Consumer Banking
UOB Indonesia berkomitmen untuk mendukung nasabah ritel dalam mencapai tujuan
keuangan mereka di berbagai tahap kehidupan. Bank menyediakan rangkaian solusi yang
komprehensif dan disesuaikan dengan beragam kebutuhan serta gaya hidup, yang mencakup
produk simpanan, asuransi, pembiayaan dengan agunan dan tanpa agunan, produk tresuri
dan investasi, serta layanan advisory wealth.
Pada tahun 2025, segmen Consumer Banking mencatat kinerja yang stabil didukung oleh fokus
yang disiplin dalam mendorong pertumbuhan simpanan, kredit, kartu kredit, serta aktivitas
wealth advisory. Bank juga terus memperkuat kapabilitas personalisasi untuk menghadirkan
solusi dan pengalaman finansial yang selaras dengan kebutuhan masing-masing nasabah.
Personal Financial Services lebih mudah, sekaligus memperluas akses investasi di
Personal Financial Services, yang mencakup Wealth berbagai segmen nasabah.
Management dan produk simpanan, berfokus pada 2. Meluncurkan dua Capital Protected Funds (CPF) sebagai
penyediaan solusi inovatif serta pengalaman digital respons terhadap kondisi pasar, menghadirkan opsi
yang mulus. Pada saat yang sama, berbagai inisiatif juga investasi yang lebih defensif dengan imbal hasil yang
diarahkan untuk memperkuat literasi keuangan, khususnya menarik dengan profil risiko yang terukur.
dalam hal menabung dan berinvestasi, sehingga nasabah 3. Memperluas ragam produk reksa dana melalui
semakin percaya diri dan mampu mengambil keputusan penambahan portofolio baru, termasuk Batavia
keuangan yang tepat dan terinformasi dengan baik. Technology Sharia Equity USD (BTSEU), guna
meningkatkan variasi dan peluang diversifikasi
Melalui penyediaan wawasan pasar yang tepat waktu investasi.
serta panduan pengelolaan portofolio, nasabah didukung 4. Secara berkelanjutan menyempurnakan pricing,
untuk lebih adaptif dalam menghadapi dinamika pasar kebijakan, kemitraan, serta penawaran produk untuk
sekaligus mengoptimalkan hasil keuangan. Bank juga tetap kompetitif di tengah dinamika industri wealth
terus memperbarui dan memperluas ragam produk agar yang terus berkembang.
selaras dengan dinamika pasar, sehingga nasabah tetap 5. Mengembangkan bisnis Structured Deposit seiring
mendapatkan akses terhadap solusi keuangan yang dengan tingginya permintaan akan imbal hasil yang
relevan dan efektif. terpesonalisasi dan terkelola risikonya, disertai
peluncuran produk Bond-Linked Investment sebagai
Wealth Management Solutions alternatif peningkatan imbal hasil.
Pada tahun 2025, bisnis Wealth Management UOB 6. Memperkuat kerangka dan prosedur tata kelola untuk
Indonesia memperkuat pendekatan holistik melalui menjaga penerapan manajemen risiko yang pruden,
penyediaan solusi yang komprehensif, mencakup reksa kepatuhan terhadap regulasi, serta pertumbuhan
dana, produk tresuri, dan asuransi. Melalui integrasi bisnis yang berkelanjutan.
kapabilitas digital, perluasan ragam produk, penerapan 7. Melaksanakan inisiatif cross-sell lintas lini bisnis dan
tata kelola yang kuat, serta layanan advisory berkualitas, segmen nasabah guna memperdalam hubungan serta
Bank semakin mempertegas perannya sebagai mitra meningkatkan wallet share.
wealth jangka panjang yang tepercaya. 8. Meluncurkan solusi asuransi baru bagi nasabah High
Net-Worth dan Emerging Affluent, termasuk produk
Pencapaian utama pada tahun 2025 meliputi: dengan imbal hasil yang terjamin.
1. Meluncurkan transaksi reksa dana pada aplikasi UOB
TMRW, yang memungkinkan nasabah untuk melakukan
pembelian, penjualan kembali (redeem), switching,
serta pengaturan rencana investasi berkala dengan
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 81
Page 84
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Portfolio Counselor (PC) terus memainkan peran penting Produk Simpanan
dalam mendukung tim penjualan dan jaringan cabang Pada tahun 2025, Bank terus memperkuat proposisi produk
melalui penyediaan kajian portofolio yang komprehensif, simpanan melalui kampanye yang fokus dan terarah. Inisiatif
penguatan pengetahuan produk, serta penyampaian ini menjadi semakin penting di tengah tren penurunan suku
update pasar yang tepat waktu untuk meningkatkan bunga serta persaingan yang semakin ketat, sehingga
engagement nasabah. memungkinkan Bank untuk menjaga profitabilitas sekaligus
mendorong pertumbuhan dana.
PC juga mengoptimalkan pemanfaatan berbagai tools
dalam ekosistem Bank, termasuk Portfolio Advisory Bank menawarkan rangkaian produk simpanan unggulan
Tools (PAT), Single Portfolio View (SPV), serta platform yang disesuaikan dengan beragam kebutuhan nasabah:
digital lainnya, guna meningkatkan kualitas advisory dan • One Account: Produk tabungan yang memberikan bunga
pengalaman nasabah. Untuk memperkuat kualitas diskusi bonus berdasarkan transaksi kartu debit dan kartu kredit.
investasi, berbagai insight rutin disampaikan melalui • Stash Account: Produk tabungan yang memberikan bunga
kolaborasi dengan fund houses, yang dilengkapi dengan bonus dengan mempertahankan atau meningkatkan
kegiatan micro-gathering guna memberikan perspektif saldo bulanan.
yang relevan dan terkini kepada nasabah. • PVA Account: Produk tabungan untuk nasabah Privilege
Banking dengan suku bunga menarik, yang dikaitkan
Sepanjang tahun, Bank juga menjalankan berbagai dengan total dana simpanan serta kemudahan transaksi.
kampanye yang terarah, termasuk inisiatif Digital Wealth, • Lady’s Account: Produk tabungan yang dirancang
program New-to-Wealth Branch, serta kampanye IPO Retail khusus untuk nasabah perempuan, dilengkapi dengan
Bond Cashback. Upaya literasi keuangan juga diperkuat perlindungan asuransi.
melalui sesi edukasi dan kegiatan market outlook. Selain • Valas Produktif: Produk tabungan valuta asing yang
itu, Bank menyelenggarakan roadshow literasi keuangan tersedia dalam 11 mata uang utama dunia.
untuk memperluas jangkauan serta memperkuat visibilitas
brand di berbagai lokasi strategis. Partisipasi dalam Dengan memanfaatkan platform digital UOB TMRW, Bank
program edukasi keuangan wajib yang diselenggarakan meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan penggunaan
oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian produk simpanan:
Keuangan semakin menegaskan komitmen Bank dalam • TMRW Everyday Account: Dirancang untuk kebutuhan
mendorong literasi dan inklusi keuangan. pembayaran dan transaksi sehari-hari.
• TMRW Savings Account: Menawarkan suku bunga yang
Prioritas Utama pada Tahun 2026 kompetitif untuk mendukung pertumbuhan tabungan.
1. Menyediakan solusi wealth yang lebih terpesonalisasi
bagi segmen Affluent dan Emerging Affluent, untuk Selain produk tabungan konvensional, berbagai fitur baru
mendukung kebutuhan nasabah dalam Protect, Build, diperkenalkan untuk mendorong perilaku menabung yang
dan Enhance. lebih efektif:
2. Terus meningkatkan produk dan proses guna • Fitur Auto Save: Secara otomatis memindahkan kelebihan
mendorong produktivitas serta meningkatkan dana dari TMRW EverydayAccount ke TMRW Savings Account
pengalaman nasabah. untuk mendorong kebiasaan menabung yang konsisten.
3. Memperluas penawaran investasi berkelanjutan untuk • Gamified Savings melalui City of TMRW: Pengalaman
membantu nasabah menyelaraskan portofolio dengan interaktif di mana nasabah membangun kota virtual
prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) seiring dengan pertumbuhan tabungan, menggabungkan
jangka panjang. pengelolaan keuangan dengan keterlibatan digital.
4. Memperkuat kapabilitas digital dan advisory untuk
memastikan integrasi yang seamless antara layanan Bank terus memperkuat posisinya di produk simpanan
mandiri (self-service) dan pengalaman berbasis dengan menyesuaikan fitur rekening berdasarkan kebutuhan
relationship. dan tujuan keuangan masing-masing nasabah. Integrasi
5. Berinvestasi dalam pengembangan talenta serta yang semakin erat antara solusi simpanan dan investasi
peningkatan standar tata kelola untuk mendukung memungkinkan perencanaan keuangan yang lebih holistik,
pertumbuhan berkelanjutan, manajemen risiko yang sementara pengembangan berkelanjutan pada UOB TMRW
sehat, dan kepatuhan terhadap regulasi. memastikan pengalaman menabung digital yang sederhana,
intuitif, dan efektif.
82 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 85
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Home Ownership Credit and Loans With e. Perluasan dan optimalisasi layanan perbankan digital
Collateral or Secured Product & Sales (SPS) UOB untuk menjangkau basis nasabah yang lebih luas.
UOB Indonesia mendukung nasabah dalam mewujudkan f. Peluncuran kampanye taktis dan musiman untuk
kepemilikan rumah melalui solusi Kredit Pemilikan Rumah menarik nasabah baru, termasuk penawaran suku
yang komprehensif. Bank menyediakan pembiayaan bunga khusus dan program cashback.
untuk pembelian rumah tinggal, apartemen bertingkat, g. Peningkatan cross-selling produk Kredit Pemilikan
ruko, dan rukan, yang didukung oleh struktur pinjaman Rumah kepada nasabah eksisting melalui kanal digital
yang fleksibel, serta layanan refinancing dan pengalihan maupun konvensional.
kredit (loan takeover). Seluruh penawaran ini dirancang h. Implementasi program retensi dan pre-emptive untuk
untuk memberikan solusi yang tepat dalam mewujudkan menjaga hubungan jangka panjang dengan nasabah
kepemilikan hunian sekaligus mendukung pengelolaan dalam produk UOB Housing Loans.
keuangan jangka panjang. i. Peningkatan produktivitas penjualan melalui pelatihan
peningkatan kapasitas, penguatan manajemen kinerja,
Fokus Strategi pada Tahun 2025 serta program motivasi.
Pada tahun 2025, Bank terus memprioritaskan pertumbuhan
penyaluran kredit baru dengan tetap menjaga kualitas Prioritas Utama pada Tahun 2026
portofolio yang sehat dan seimbang. Untuk mencapai Ke depan, di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi,
tujuan tersebut, kualitas portofolio: Bank telah menetapkan sejumlah prioritas untuk Kredit
1. Memperkuat kualitas portofolio dengan menyasar Pemilikan Rumah dan Secured Loans, dengan tetap
segmen nasabah high-net-worth dan affluent. berfokus pada solusi yang berorientasi pada nasabah,
2. Meningkatkan kepemilikan produk (product holding) kemitraan strategis, serta ketahanan portofolio:
melalui cross-selling produk perbankan yang relevan
kepada nasabah Kredit Pemilikan Rumah. 1. Meningkatkan pengalaman nasabah dengan
3. Mempertahankan fokus pada segmen berkualitas menyederhanakan akses terhadap informasi dan
baik di pasar primer maupun sekunder, khususnya di pengajuan Kredit Pemilikan Rumah melalui situs Bank
kawasan Well-Established Residential Areas (WERA) dan platform digital banking.
serta segmen nasabah berpenghasilan tetap (salaried 2. Meningkatkan efisiensi proses dan kepuasan nasabah
customers). melalui prosedur yang lebih cepat dan sederhana,
dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian kredit.
Ringkasan Kinerja dan Inisiatif Utama pada Tahun 3. Meningkatkan Kredit Pemilikan Rumah primer melalui
2025 kerja sama dan kemitraan dengan pengembang,
Portofolio Kredit Pemilikan Rumah dan Secured Loans khususnya untuk proyek di kawasan hunian premium.
mempertahankan komposisi kualitas yang kuat, dengan 4. Mengembangkan kanal akuisisi digital melalui
Kredit Pemilikan Rumah primer berkontribusi sebesar kemitraan dengan pelaku digital di sektor properti.
50 persen dari total portofolio dan segmen nasabah 5. M e m p e r l u a s j a n g ka u a n ke p a d a n a s a b a h
berpenghasilan tetap sebesar 65 persen, sehingga berpenghasilan tetap melalui kemitraan Workplace
mendukung pengembangan aset yang resilien dan Banking dengan perusahaan-perusahaan mapan,
berkualitas baik secara berkelanjutan. didukung oleh proses Employee Home Loans yang
lebih sederhana.
Kinerja ini didukung oleh berbagai inisiatif utama sebagai 6. Menurunkan rasio Non-Performing Loan (NPL) melalui
berikut: strategi end-to-end yang mencakup akuisisi kredit baru,
a. Fokus pada Kredit Pemilikan Rumah primer melalui underwriting kredit, pemantauan portofolio, penjualan
kerja sama dengan pengembang dengan menawarkan aset NPL, serta pengelolaan dan penyelesaian NPL
proses yang lebih sederhana, dengan tetap menjunjung secara terstruktur.
prinsip kehati-hatian kredit Bank.
b. Perluasan kerja sama dengan pengembang properti
dan agen di kota-kota yang menjadi target.
c. Memperkuat hubungan dengan pengembang dan agen
melalui program serta kampanye pemasaran bersama.
d. Menawarkan pilihan suku bunga yang kompetitif dan
transparan, disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 83
Page 86
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Kartu Kredit dan Pembayaran
Pada tahun 2025, bisnis Kartu Kredit dan Pembayaran berfokus pada penguatan daya saing produk, percepatan
pertumbuhan nasabah, pendalaman engagement, serta peningkatan profitabilitas melalui pengelolaan pendapatan
dan biaya yang disiplin. Bank memperkuat proposisi nilai dengan menghadirkan manfaat baru dan komplementer
untuk kartu UOB PRIVIMiles dan UOB Zenith, guna mendukung penetrasi yang lebih dalam pada segmen affluent
serta memperluas pangsa pasar secara keseluruhan.
Akuisisi nasabah didorong oleh kolaborasi yang kuat dengan mitra co-brand, khususnya Garuda Indonesia dan Telkomsel.
Kemitraan ini didukung oleh proposisi kartu kredit co-brand yang menarik serta proses onboarding yang seamless.
Untuk meningkatkan aktivitas transaksi dan memperkuat loyalitas nasabah, Bank menghadirkan berbagai program
menarik untuk transaksi domestik maupun internasional, mendorong penggunaan pembayaran tagihan, serta
mengimplementasikan inisiatif untuk mengurangi attrition. Pada saat yang sama, Bank tetap fokus pada pertumbuhan
pendapatan bersih melalui optimalisasi pendapatan dan pengelolaan biaya yang disiplin.
Ragam Produk Kartu Kredit
Bank menawarkan beragam pilihan kartu kredit dengan manfaat dan program reward yang dipersonalisasi sesuai
dengan gaya hidup dan preferensi nasabah, sehingga menyediakan opsi yang tepat untuk berbagai segmen nasabah.
UOB Zenith Card
Discover the Pinnacle of Privilege
High Net Worth Individuals
• Satu airline miles untuk setiap transaksi sebesar Rp8.800
(pembelanjaan lokal dan luar negeri).
• Komplemen satu malam untuk reservasi empat malam hingga lima kali
pertahun.
• Gratis antar-jemput bandara hingga lima kali per tahun.
• Akses lounge bandara gratis hingga lima kali per tahun.
• Asuransi perjalanan hingga Rp25 miliar.
UOB PRIVIMiles Card
With Faster Miles Earned, Every Trip Leads To Another
Affluent Travelers
• Satu airline miles untuk setiap pembelanjaan di dalam negeri sebesar
Rp12.000 atau pembelanjaan di luar negeri sebesar Rp4.500 untuk
Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, dan Rp7.500 dengan mata
uang asing lainnya.
• Layanan akses lounge bandara tanpa biaya sebanyak dua kali per
tahun.
• Manfaat asuransi perjalanan hingga Rp25 miliar.
84 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 87
Analisis dan Pembahasan Manajemen
UOB Preferred Card
Your Preferred Rewards, Unlocked
Mass Affluent
• Satu UOB Points untuk setiap pembelanjaan ritel senilai Rp1.000.
• Tiga UOB Points untuk setiap pembelanjaan ritel senilai Rp1.000 di
kategori fesyen, department store, restoran dan transaksi di luar negeri.
• Manfaat perlindungan ketidaknyamanan perjalanan hingga Rp10 juta.
• Manfaat perlindungan biaya medis di luar negeri hingga Rp150 juta.
UOB Lady’s Card
Unstoppable Together
Perempuan
• Lady’s Day: Diskon hingga 50% di berbagai salon pilihan (pada hari
Rabu).
• Lady’s Reward: Tiga UOB Points untuk pembelanjaan Rp1.000 di
supermarket, belanja online, department store, dan butik mode.
• 0% Luxe Pay: Cicilan 0% hingga enam bulan untuk pembelanjaan di
kategori fesyen dan department store.
• Lady’s Moment: Akses eksklusif ke acara yang diadakan khusus untuk
nasabah Lady’s Card.
UOB One Card
It takes ONE for your loved ones
Young Families
• Cashback hingga 5% untuk semua kategori pembelanjaan, dengan
maksimum Rp200.000 per bulan.
• Cicilan pendidikan 0% hingga enam bulan.
• Gratis perlindungan Asuransi Kecelakaan Diri hingga Rp600 juta untuk
nasabah dan keluarga (pasangan dan dua anak).
UOB TMRW Credit Card
Make TMRW yours
The Digital Generation
• Cashback hingga 6% untuk kategori tertentu, dengan maksimum
Rp200.000 per bulan.
• Pembayaran angsuran fleksibel.
• Kontrol batas kartu kredit.
• Layanan kartu online.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 85
Page 88
Analisis dan Pembahasan Manajemen
UOB YOLO Card
Better YOLO than LATER
Millennials
• YOLOyalty: Dapatkan YOLOyalty balance sebesar Rp20.000, yang dapat
ditukarkan untuk berbagai e-voucher dan saldo e-wallet atau e-money.
• YOLO Traveling: Cicilan 0% hingga 6 bulan untuk transaksi hotel dan
travel.
• Gratis iuran tahunan setiap tahun dengan melakukan pembelanjaan
ritel minimum senilai Rp100.000 per bulan selama 12 bulan berturut-turut
sejak tanggal kartu disetujui.
Garuda Indonesia UOB Card
From Shops to Skies
Affluent Travellers
• Accelerated Miles Earning
»» Transaksi Garuda Indonesia: Tiga GarudaMiles untuk setiap transaksi
sebesar Rp20.000 di website atau aplikasi Garuda Indonesia. Efektif
10 Maret 2026, tingkat perolehan akan dinaikan menjadi Rp5.000 per
mile untuk setiap Rp24.000 transaksi tersebut.
»» Transaksi Retail Lainnya: Dua GarudaMiles untuk setiap transaksi
sebesar Rp20.000 pada transaksi retail. Efektif 10 Maret 2026,
transaksi perjalanan, hotel, dan transaksi valuta asing di luar negeri
akan memperoleh tingkat yang lebih baik yaitu Rp8.000 per mile,
sementara transaksi retail lainnya akan disesuaikan menjadi Rp12.000
per mile untuk setiap Rp24.000 transaksi.
• Exclusive Travel Benefits
»» Tambahan bagasi sebesar 20kg untuk penerbangan domestik
maupun internasional Garuda Indonesia.
»» Diskon 10% saat melakukan penukaran GarudaMiles untuk tiket
award di kantor penjualan Garuda Indonesia.
»» Akses ke konter check-in khusus di Bandara Internasional Soekarno-
Hatta (Terminal 3) dan Bandara Internasional Ngurah Rai (Bali).
»» Perlindungan asuransi perjalanan gratis hingga Rp25 miliar.
UOB Telkomsel Card
Lifestyle Connected
Mass Market
• Triple Rewards Points: Mendapatkan tiga UOB Points untuk pembayaran
tagihan Telkomsel Halo, transaksi valuta asing, serta transaksi pada
kategori gaya hidup (Fesyen, Dining, Department Store, dan Cinema XXI).
• Beli satu gratis dua tiket Cinema XXI setiap hari Sabtu.
• Bonus paket roaming untuk kawasan Asia Tenggara, Asia, Australia,
Amerika, dan Eropa.
• Perlindungan ketidaknyamanan perjalanan hingga Rp10 juta.
• Perlindungan biaya medis di luar negeri hingga Rp150 juta.
• Penawaran khusus Telkomsel Halo serta cashback untuk pembayaran
tagihan Halo.
86 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 89
Analisis dan Pembahasan Manajemen
UOB GPN Debit Card
Mass Market
Mass Market
• Tarik tunai di seluruh Automated Teller Machines (ATM) berlogo Visa/Plus,
Prima, ATM Bersama di seluruh dunia.
• Transaksi ritel di merchant lokal.
UOB VISA Debit Card Reguler
Mass Market
Mass Market
• Tarik tunai di seluruh ATM berlogo Visa/Plus, Prima, ATM Bersama di
seluruh dunia.
• Tarik tunai di ATM UOB di seluruh wilayah.
• Pembayaran tagihan kartu kredit, tagihan listrik, dan keperluan lainnya
melalui ATM UOB.
• Transaksi aman dan mudah dengan fitur contactless di seluruh dunia.
UOB VISA Debit Card Wealth
Wealth Banking
Nasabah Wealth Banking
• Tarik tunai di seluruh ATM berlogo Visa/Plus, Prima, ATM Bersama di
seluruh dunia.
• Tarik tunai di ATM UOB di seluruh wilayah.
• Pembayaran tagihan kartu kredit, tagihan listrik, dan keperluan lainnya
melalui ATM UOB.
• Transaksi aman dan mudah dengan fitur contactless di seluruh dunia.
UOB VISA Debit Card Privilege Banking
Nasabah Privilege Banking
• Tarik tunai di seluruh ATM berlogo Visa/Plus, Prima, ATM Bersama di
seluruh dunia.
• Tarik tunai di ATM UOB di seluruh wilayah.
• Pembayaran tagihan kartu kredit, tagihan listrik, dan keperluan lainnya
melalui ATM UOB.
• Transaksi aman dan mudah dengan fitur contactless di seluruh dunia.
• Akses ke Privilege Banking Centres dengan layanan eksekutif.
• Parkir reservasi gratis di cabang UOB Indonesia.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 87
Page 90
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Prioritas Utama pada Tahun 2026 Wealth Banking dan Privilege Banking
Segmen Kartu Kredit dan Pembayaran akan berfokus
pada prioritas berikut: Wealth Banking dan Privilege Banking berfokus untuk
1. Pengembangan Produk Kartu Kredit mendukung kepada nasabah emerging dan affluent
• Melanjutkan ekspansi Kartu UOB Zenith dan UOB dalam mengelola keuangan dengan percaya diri dan
PRIVIMiles untuk meningkatkan basis nasabah terarah. Melalui pendampingan yang personal dalam
affluent melalui penetrasi cross-sell yang lebih luas. perencanaan, menabung, bertransaksi, dan berinvestasi
• Memperkuat posisi Kartu Garuda Indonesia UOB – yang didukung oleh Relationship Managers (RM) dan
sebagai pilihan pembayaran utama yang paling Client Advisors (CA) – Bank hadir sebagai mitra di setiap
bernilai untuk transaksi dengan Garuda Indonesia. tahap perjalanan finansial nasabah.
• Melakukan rasionalisasi produk serta penyegaran
Customer Value Proposition (CVP) untuk Kartu UOB Penawaran Bank mencakup produk tabungan dan giro,
Preferred, Kartu UOB YOLO, dan Kartu UOB One. deposito berjangka, serta solusi asuransi yang dirancang
2. Prioritas Penggunaan Kartu Kredit untuk melindungi dan mengembangkan wealth. Dengan
Secara strategis mendorong peningkatan transaksi pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-
bernilai tinggi pada kategori belanja, perjalanan, dan masing nasabah, Wealth Banking dan Privilege Banking
hiburan melalui penawaran yang menarik, premium, menghadirkan solusi keuangan yang jelas, efektif, dan
serta berkelanjutan secara komersial. relevan di setiap tahap kehidupan.
Cashplus Wealth Banking
Strategi Fokus pada Tahun 2025 Pada tahun 2025, Wealth Banking memprioritaskan
Pada tahun 2025, Bank mempercepat akuisisi nasabah penguatan kualitas portofolio dan peningkatan loyalitas
melalui strategi bundling CashPlus dengan kartu kredit. nasabah melalui pendalaman penetrasi produk. Kajian
Pendekatan ini memungkinkan jangkauan yang lebih luas portofolio dilakukan secara berkala, termasuk penyesuaian
ke nasabah baru, sekaligus memberikan kemudahan dan segmen nasabah secara proaktif (upgrade maupun
nilai tambah melalui solusi pinjaman tanpa agunan yang downgrade) guna memastikan setiap nasabah dilayani
terintegrasi. sesuai dengan kebutuhannya. Pada saat yang sama,
upaya cross-selling ke produk investasi dan asuransi
Kinerja dan Inisiatif Utama pada Tahun 2025 semakin ditingkatkan guna memperkuat hubungan serta
Portofolio CashPlus menunjukkan stabilitas sepanjang membangun Assets Under Management (AUM) yang lebih
tahun dan kembali mencatatkan pertumbuhan pada berkelanjutan.
kuartal keempat. Ketahanan portofolio tetap menjadi fokus
utama, didukung oleh penawaran pinjaman angsuran Kinerja dan Inisiatif Utama pada Tahun 2025
yang kompetitif serta strategi cross-selling CashPlus Sejumlah inisiatif dijalankan untuk memperdalam
kepada nasabah kartu kredit eksisting untuk meningkatkan keterlibatan nasabah. Nasabah Personal Banking yang
penetrasi dan memperdalam hubungan nasabah. Kinerja memenuhi kriteria, termasuk yang memiliki total AUM
bisnis pinjaman tanpa agunan juga terus diperkuat melalui minimal Rp100 juta atau yang telah memenuhi kriteria
bundling dengan kartu kredit, yang berkontribusi pada Wealth Banking, diidentifikasi dan ditingkatkan statusnya
pertumbuhan akuisisi nasabah secara berkelanjutan. melalui inisiatif mass upgrade yang terarah.
Prioritas Utama pada Tahun 2026 Untuk mendorong diversifikasi portofolio, Bank meluncurkan
• Memperluas basis nasabah melalui cross-selling dan program cross-sell investasi dan top-up, guna memberikan
bundling CashPlus dengan kartu kredit. tambahan peluang bagi nasabah untuk menyelaraskan
• Melakukan cross-selling CashPlus dengan produk portofolio dengan tujuan keuangan mereka.
perbankan lainnya, termasuk Kredit Pemilikan
Rumah, layanan payroll, serta solusi pendanaan, Akuisisi nasabah juga tetap menjadi fokus utama. Program
guna menghadirkan penawaran bundling yang lebih welcome reward diperkenalkan bagi nasabah Wealth
komprehensif. Banking yang baru bergabung (new-to-bank/NTB), serta
• Meningkatkan keterlibatan nasabah dan efektivitas program Member-Get-Member (MGM) melalui UOB TMRW
penjualan, dengan fokus lebih besar pada produk untuk memperluas jangkauan dengan memanfaatkan
cicilan dengan tenor yang lebih panjang. advokasi nasabah.
• Meningkatkan awareness pasar terhadap UOB
CashPlus sebagai solusi pinjaman tunai.
88 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 91
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Selain itu, Bank juga mengoptimalkan basis nasabah Privilege Banking
Personal Financial Services (PFS) dengan mengidentifikasi Pada tahun 2025, Privilege Banking memperkuat franchise
nasabah kredit pemilikan rumah dan kartu kredit sebagai melalui pembentukan portofolio yang lebih berkualitas,
peluang cross-sell. peningkatan penetrasi produk, serta penurunan tingkat
attrition. Kualitas portofolio ditingkatkan melalui upgrade
Prioritas Utama pada Tahun 2026 nasabah dari segmen Personal dan Wealth Banking,
• Pendekatan risk-first: Menjadikan pendekatan “Risk- akuisisi nasabah baru (NTB), serta pemanfaatan program
First” sebagai proposisi nilai utama Wealth Banking referral dan top-up.
UOB.
• Pertumbuhan basis nasabah dan akuisisi NTB: Memperdalam hubungan dengan nasabah tetap menjadi
Mendorong pertumbuhan melalui tim akuisisi Wealth prioritas. Upaya difokuskan pada perluasan ragam
Banking yang dedicated, program akuisisi yang terarah, produk yang dimiliki setiap nasabah untuk mendorong
cross-selling dengan kartu kredit, serta upgrade engagement serta didukung oleh layanan bernilai tambah
terstruktur dari segmen Personal Banking. yang dirancang untuk membangun hubungan jangka
• Peluncuran program yang relevan: Mengimplementasikan panjang yang berkelanjutan.
inisiatif pemasaran yang disesuaikan dengan segmen
Wealth Banking dan selaras dengan dinamika pasar. Kinerja dan Inisiatif Utama pada Tahun 2025
• Program portofolio: Menghadirkan program pengelolaan Akuisisi nasabah menjadi salah satu pendorong utama
portofolio yang tailored untuk memperdalam hubungan pertumbuhan Privilege Banking. Program akuisisi diperkuat
dan keterlibatan nasabah. melalui peningkatan welcome rewards serta integrasi
• Komunikasi aktif: Memperkuat komunikasi proposisi program Member-Get-Member (MGM) melalui UOB TMRW,
nilai dan layanan Wealth Banking kepada karyawan sehingga memperluas jangkauan melalui kanal digital
maupun nasabah melalui berbagai touchpoints. sekaligus memanfaatkan advokasi nasabah untuk menarik
nasabah baru, baik dari segmen mapan maupun generasi
berikutnya.
Kualitas portofolio diperkuat melalui proses kajian
yang terstruktur untuk penyesuaian segmen nasabah
berdasarkan ambang batas AUM. Selain itu, Bank juga
memperkenalkan membership fee bagi nasabah dengan
AUM di bawah Rp1 miliar guna mendukung basis nasabah
yang lebih berkelanjutan.
Privilege Banking juga mempercepat adopsi digital melalui
penguatan onboarding digital serta integrasi manfaat
loyalitas melalui platform digital untuk meningkatkan
kemudahan dan keterlibatan nasabah. Berbagai proposisi
eksklusif Privilege Banking turut dikembangkan, termasuk
penambahan layanan travel concierge untuk melengkapi
layanan pendidikan dan medical concierge yang telah
tersedia.
Prioritas Utama pada Tahun 2026
1. Pertumbuhan nasabah yang kuat dan berkelanjutan:
Mendorong percepatan pertumbuhan melalui berbagai
akuisisi, termasuk pembaruan program NTB, penerapan
Client Acquisition Team (CAT), upgrade nasabah, akuisisi
berbasis kemitraan, pemanfaatan basis nasabah
Corporate Employee Program (CEP) dan kartu kredit,
serta kanal referral strategis.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 89
Page 92
Analisis dan Pembahasan Manajemen
2. Penyempurnaan manfaat loyalitas dan kemitraan: Inisiatif Utama dan Pengembangan pada Tahun 2025
Menyederhanakan mitra manfaat loyalitas serta UOB TMRW terus meningkatkan kemudahan dan
menyempurnakan program loyalitas Privilege Banking memberdayakan nasabah untuk memiliki kendali yang
melalui kolaborasi dengan program kartu kredit UOB lebih besar atas keuangan mereka. Salah satu pencapaian
Zenith, guna memastikan keselarasan dengan nasabah utama adalah peluncuran fitur Self-Serve Unit Trust (SSUT),
bernilai tinggi dan keberlanjutan jangka panjang. yang memungkinkan investasi digital dengan minimum
3. Peningkatan loyalitas nasabah melalui solusi investasi: investasi mulai dari Rp100.000, sehingga memperluas
Memperkuat retensi, engagement dan akuisisi nasabah akses terhadap solusi investasi.
dengan menjadikan solusi berbasis investasi sebagai
pendorong utama loyalitas hubungan jangka panjang. Keamanan nasabah tetap menjadi prioritas utama. Platform
4. Komunikasi aktif: Memperkuat penyampaian proposisi kerangka keamanan diperkuat melalui pengecekan ganda
nilai dan layanan Privilege Banking kepada karyawan terhadap data penting seperti alamat email dan nomor
dan nasabah melalui berbagai touchpoints. ponsel, serta penerapan fitur Anti-Remote Access Detection
5. Pendekatan Risk-First: Memperkuat pendekatan “Risk- untuk memitigasi risiko ancaman siber yang terus berkembang.
First” sebagai proposisi nilai utama UOB Privilege
Banking. Keterlibatan nasabah juga semakin ditingkatkan melalui
6. Konektivitas regional: Memanfaatkan jaringan ASEAN perluasan jaringan biller, peningkatan fungsi pembayaran
UOB untuk memperkuat konektivitas lintas negara, QRIS, serta pengembangan fitur Smart Insights dan
menyediakan dukungan perbankan yang seamless program loyalitas Rewards+. Penyempurnaan chatbot
bagi nasabah dengan kebutuhan transaksi dan gaya Tomorrow Intelligent Assistant (TIA) serta peluncuran
hidup regional, didukung oleh peningkatan manfaat fitur penilaian dalam aplikasi memungkinkan nasabah
perjalanan dan gaya hidup di berbagai pasar utama memberikan umpan balik secara real-time, sehingga
ASEAN. mendukung penyelesaian masalah yang lebih cepat dan
peningkatan layanan secara berkelanjutan.
UOB TMRW Digital Bank Inisiatif utama yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025
meliputi:
Tinjauan Strategis: Platform Digital Banking UOB TMRW 1. Perluasan Layanan Keuangan dan Engagement
Pada tahun 2025, UOB TMRW berfokus pada akuisisi • Manajemen Kredit Instan: Meluncurkan fitur Digital
nasabah berkualitas tinggi, optimalisasi efisiensi biaya, Permanent Limit Increase yang memungkinkan
serta pendalaman keterlibatan nasabah. Pilar-pilar pemegang kartu kredit untuk mengelola dan
strategis ini menjadi landasan dalam pengembangan memperoleh peningkatan limit secara instan.
platform secara berkelanjutan, sehingga memungkinkan • Unit Trust Investment: Memperkenalkan Self-Serve
Bank untuk mendukung nasabah dalam perjalanan Unit Trust (SSUT), yang memungkinkan nasabah
keuangan mereka – mulai dari transaksi sehari-hari hingga untuk membeli, menjual, dan melakukan switching
pengelolaan wealth jangka panjang. investasi unit trust secara digital melalui UOB TMRW.
• Pengembangan Ekosistem: Memperluas penawaran
Sepanjang tahun, proposisi terus diperkuat untuk rewards serta memperkuat kemitraan dengan biller
menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih dan merchant untuk meningkatkan kemudahan
sederhana dan intuitif, sekaligus mempertajam positioning transaksi.
di pasar. Integrasi solusi wealth management, tabungan,
dan asuransi dari divisi Personal Financial Services ke 2. Peningkatan Pengalaman Pengguna
dalam aplikasi UOB TMRW semakin mempertegas peran • Navigasi yang Intuitif: Mendesain ulang tampilan
platform sebagai pusat keuangan yang tepercaya, serta layar transfer dana untuk menyederhanakan
mendorong hubungan digital yang lebih dalam dan aktif pengelolaan rekening dan meningkatkan
dengan nasabah. kemudahan penggunaan.
• Asistensi Cerdas: Mengoptimalkan chatbot TIA
untuk memberikan penyelesaian yang lebih cepat
atas pertanyaan umum, dengan eskalasi yang
seamless ke agen layanan untuk kebutuhan yang
lebih kompleks.
90 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 93
Analisis dan Pembahasan Manajemen
• Kanal Umpan Balik Langsung: Mengintegrasikan Hasil ini mencerminkan efektivitas platform dalam
sistem penilaian dalam aplikasi untuk menangkap menarik nasabah baru sekaligus memperdalam hubungan
umpan balik nasabah dan mendukung simpanan dan dana nasabah. Kepuasan nasabah tetap
pengembangan platform secara berkelanjutan. menjadi fokus utama, yang didukung oleh Net Promoter
Score (NPS) sebesar +66, mencerminkan umpan balik
3. Penguatan Keamanan dan Engagement positif atas interface yang intuitif, fitur keamanan yang
• Verifikasi yang Lebih Kuat: Menerapkan pengecekan kuat, serta kanal layanan yang responsif.
ganda untuk alamat email dan nomor ponsel guna
memperkuat keamanan identitas digital. Prioritas Utama pada Tahun 2026
• Ketahanan Siber: Mengimplementasikan Anti- Melanjutkan capaian pada tahun 2025, UOB TMRW telah
Remote Access Detection serta meningkatkan menetapkan roadmap yang jelas untuk tahun 2026 guna
perlindungan terhadap malware untuk mencegah semakin memperkuat kapabilitas digital banking. Salah
aplikasi tidak sah dan menjaga keamanan data satu prioritas utama adalah pengembangan kapabilitas
nasabah. digital wealth, sehingga memastikan akses yang lebih
luas terhadap produk wealth management bagi berbagai
Pencapaian Kinerja Tahun 2025 segmen nasabah.
UOB TMRW mencatatkan pencapaian kinerja yang kuat
pada tahun 2025, yang semakin mempertegas posisinya Fitur transaksi akan terus dikembangkan seiring dengan
sebagai platform digital banking yang berorientasi pada perubahan perilaku pembayaran, dengan tetap selaras
nasabah. Berbagai metrik utama menunjukkan momentum dengan roadmap regulasi. Platform juga akan memperluas
yang berkelanjutan: kapabilitas self-service digital untuk produk perbankan
• Pertumbuhan 47 persen pada rata-rata saldo nasabah ritel, yang didukung oleh desain UI/UX yang lebih intuitif
baru guna menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih
• Peningkatan 8 persen pada total saldo simpanan cepat, lancar, dan seamless. Melalui kolaborasi yang
TMRW berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan
• Pertumbuhan 4 persen pada jumlah pengguna aktif strategis, UOB TMRW berada pada posisi yang kuat
dan metrik digital CASA (Current Account Savings untuk semakin mempertegas perannya sebagai salah satu
Account) dibandingkan tahun 2024 platform digital banking terdepan di kawasan ASEAN.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 91
Page 94
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Wholesale Banking
Wholesale Banking mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan menghubungkan
pelaku usaha di seluruh kawasan serta memfasilitasi arus investasi, termasuk foreign
direct investment ke Indonesia. Melalui produk dan layanan yang disesuaikan, Bank
memungkinkan perusahaan dan institusi untuk mengelola operasional, likuiditas, ekspansi,
serta kebutuhan permodalan, sekaligus menyediakan solusi untuk memitigasi risiko
perdagangan dan komoditas. Para tahun 2025, Wholesale Banking mencatatkan kinerja
yang resilien, didukung oleh fokus berkelanjutan pada engagement nasabah, penerapan
manajemen risiko yang pruden, serta penyediaan solusi keuangan yang relevan dan selaras
dengan kebutuhan bisnis yang terus berkembang.
Corporate Banking 2. Barang Konsumsi dan Kesehatan, mencakup makanan
dan pertanian, produk rumah tangga dan perawatan
Corporate Banking menyediakan solusi keuangan pribadi, kosmetik, farmasi, alat kesehatan, serta
terintegrasi bagi perusahaan multinasional, korporasi lokal penyedia layanan kesehatan.
berskala besar, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 3. Energi dan Kimia, meliputi minyak dan gas, bahan
Dengan memanfaatkan konektivitas regional UOB serta kimia, batu bara, ketenagalistrikan, serta penyedia
keahlian industri yang mendalam, Bank menghadirkan jasa industri.
solusi trade finance, cash management, dan pembiayaan 4. Konstruksi dan Infrastruktur, termasuk kontraktor,
terstruktur untuk mendukung pertumbuhan dan ekspansi pemasok bahan bangunan, transportasi dan
korporasi. Pendekatan Bank menekankan kemitraan jangka infrastruktur, serta utilitas dan energi.
panjang, inovasi, serta kapabilitas ekosistem yang kuat 5. Telekomunikasi, Media, dan Teknologi.
di kawasan industrial, pembiayaan berkelanjutan, dan 6. Properti dan Perhotelan, dengan fokus pada peluang
industri berbasis ekspor. yang selektif.
Fokus Strategi dan Kinerja Tahun 2025 Kami juga memperkuat bisnis Foreign Direct Investment
Tahun 2025 ditandai dengan fokus yang semakin tajam (FDI) dengan fokus yang jelas dalam mendukung nasabah
pada perluasan basis nasabah baru (new-to-bank/NTB), asal Tiongkok serta menangkap peluang di pasar ASEAN
khususnya di kawasan industrial dan ekosistem hilirisasi yang lebih luas.
pertambangan. Penyaluran pembiayaan hijau, pembiayaan
berbasis keberlanjutan (sustainability-linked financing), Di tengah tantangan kondisi global, Corporate Banking
serta pembiayaan transisi terus menunjukkan peningkatan mencatatkan pertumbuhan yang kuat pada portofolio
sejalan dengan komitmen keberlanjutan UOB. Bank juga pinjaman dan saldo CASA. Kinerja ini didukung oleh
memanfaatkan jaringan regional untuk meningkatkan peningkatan utilisasi kredit, pipeline yang semakin kuat,
konektivitas lintas negara serta memperdalam arus perluasan ekosistem, serta keberhasilan penyelesaian
perdagangan. Kolaborasi yang erat dengan mitra produk sejumlah transaksi strategis. Kualitas aset tetap terjaga
dan tim Corporate Credit turut memperkuat kecepatan, dengan baik, tercermin dari rasio non-performing loan
disiplin, dan kualitas eksekusi dalam setiap transaksi. (NPL) sebesar 0 persen per Desember 2025, yang
menunjukkan penerapan manajemen risiko yang disiplin
Bank berfokus pada enam sektor utama: serta pengelolaan portofolio yang aktif.
1. Industri, meliputi otomotif serta machinery, equipment
and components (MEC), logam dan pertambangan, Ke depan, Corporate Banking menargetkan perluasan
serta industri terdiversifikasi. basis NTB, dengan fokus pada nasabah yang memiliki
potensi CASA yang berkelanjutan. Unit ini juga akan
memprioritaskan sektor industri yang sedang berkembang
92 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 95
Analisis dan Pembahasan Manajemen
serta memperdalam hubungan dengan nasabah eksisting Fokus Strategi pada Tahun 2025
melalui penyediaan solusi yang lebih terintegrasi dan end- Pada tahun 2025, Commercial Banking mempercepat
to-end, yang menghubungkan nasabah dengan berbagai momentum pada solusi perdagangan, sekaligus
peluang di seluruh kawasan. memperdalam pertumbuhan dana murah (CASA). Upaya
juga diperkuat untuk meningkatkan fee-based income
Prioritas Utama pada Tahun 2026 melalui perluasan adopsi produk Global Markets, disertai
Untuk tahun 2026, prioritas Bank meliputi: dengan pengembangan berkelanjutan atas efisiensi rantai
• Memperdalam wallet share: Meningkatkan penetrasi pasok melalui program FSCM. Ekspansi ke klaster industri
multi-produk dengan memanfaatkan hubungan yang yang menjadi target juga diprioritaskan untuk menangkap
telah ada di seluruh entitas dan grup perusahaan, peluang pertumbuhan baru.
serta menangkap peluang pembiayaan terbundel.
• Memperluas basis nasabah: Mendorong pertumbuhan Keberlanjutan tetap menjadi pilar utama dalam
pada segmen NTB maupun New-to-Product (NTP). pendekatan Bank, dengan solusi pembiayaan hijau yang
• Memanfaatkan konektivitas regional: Mengoptimalkan mendukung nasabah dalam mendorong agenda transisi
jaringan ASEAN UOB untuk menangkap arus FDI, dan keberlanjutan mereka.
meningkatkan perolehan devisa ekspor, serta
memperkuat layanan pengelolaan kas, khususnya di Inisiatif Utama Tahun 2025
sektor pertambangan dan perkebunan. Bank memperkuat strategi New-to-Bank (NTB) dengan
• Memanfaatkan tren yang berkembang: Mengarahkan meningkatkan konektivitas lintas negara. Di Indonesia,
fokus pada peluang di industri yang sedang bertumbuh, Bank memperkuat kehadiran dengan, Bank mempertajam
termasuk Smart Manufacturing, Consumer Infrastructure, kehadirannya dengan meningkatkan fokus pada kota-
dan Downstream Metals. kota besar.
• Menjaga kualitas aset yang kuat: Mempertahankan
standar underwriting kredit dan due diligence Kolaborasi dengan pelaku industri diperkuat untuk
yang ketat, pemantauan kredit yang proaktif, serta memperdalam penetrasi pasar serta menghadirkan solusi
keterlibatan dini ketika terdapat indikator peringatan keuangan yang terintegrasi. Upaya perolehan nasabah
awal. (lead generation) ditingkatkan melalui pemanfaatan insight
berbasis data, sehingga memungkinkan pendekatan
yang lebih terarah di berbagai ekosistem industri,
Commercial Banking termasuk jaringan pembeli dan pemasok. Bank juga terus
memanfaatkan hubungan dengan nasabah eksisting serta
Commercial Banking menyediakan solusi keuangan yang
referensi untuk mendukung pertumbuhan bisnis, disertai
disesuaikan untuk mendukung perusahaan menengah
dengan insiatif seletif untuk menjalin kembali hubungan
dalam mengembangkan usaha, mengelola likuiditas,
dengan nasabah melalui solusi yang disesuaikan.
serta berekspansi di pasar domestik dan regional. Melalui
kemitraan yang erat dengan Transaction Banking dan
Pendalaman hubungan dengan nasabah eksisting tetap
Global Markets, Commercial Banking menghadirkan solusi
menjadi prioritas. Kajian portofolio bulanan bersama
pengelolaan kas, Financial Supply Chain Management
Credit Approval Group (CAG) mendukung pertumbuhan
(FSCM), pembiayaan, serta kapabilitas perbankan investasi
yang disiplin, memungkinkan persetujuan tepat waktu
yang mengoptimalkan modal kerja dan memfasilitasi
serta penambahan limit bagi nasabah berkualitas dengan
perdagangan.
utilisasi perdagangan yang kuat. Berbagai kampanye
produk pada valuta asing, CASA, dan solusi perdagangan
Melayani perusahaan terkonsolidasi, perusahaan
juga dilaksanakan, yang didukung peningkatan intensitas
keluarga, perusahaan multinasional, serta klien publik
dan struktur keterlibatan oleh Relationship Managers dan
tertentu, Bank membedakan diri melalui pendekatan
Senior Management.
berbasis hubungan yang kuat. Penyaluran kredit tetap
berfokus pada sektor-sektor utama seperti otomotif, kimia,
Untuk mendorong utilisasi yang lebih tinggi, portofolio
konstruksi, minyak kelapa sawit mentah, petrokimia, pulp
nasabah ditinjau dan disusun secara sistematis ke dalam
dan kertas, makanan dan minuman, serta farmasi. Bank
10 lead waves, sehingga memberikan arah tindak lanjut
juga mempertahankan fokus yang jelas pada sembilan
yang lebih jelas bagi Relationship Managers dalam
industri prioritas, sekaligus secara selektif mendukung
meningkatkan share of wallet. Interaksi rutin dengan
bisnis yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan
memperkuat ketahanan rantai pasok.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 93
Page 96
Analisis dan Pembahasan Manajemen
CAG juga difokuskan untuk mengidentifikasi peluang pada Fokus Strategi pada Tahun 2025
nasabah dengan tingkat utilisasi yang masih rendah, Pada tahun 2025, FIG berfokus pada perluasan
sementara kampanye yang terarah mempercepat adopsi penghimpunan dana pihak ketiga, penguatan hubungan
produk serta momentum cross-selling. kredit, serta pendalaman keterlibatan treasury dengan
nasabah institusi keuangan prioritas.
Prioritas Utama pada Tahun 2026
• Memperkuat rekening operasional (dana murah) serta Penghimpunan dana pihak ketiga dalam bentuk giro dan
menghadirkan solusi keuangan yang komprehensif. deposito berjangka diperluas melalui kolaborasi yang
• Mengelola portofolio nasabah secara aktif melalui lebih erat dengan perusahaan sekuritas, perusahaan
kajian berkala terhadap nasabah yang tidak aktif, pembiayaan terkemuka, manajer aset, perusahaan
termasuk rekening dormant. asuransi, serta dana pensiun. Pertumbuhan rekening giro
• Membangun ekosistem supplier–buyer untuk dan tabungan (CASA) juga didukung oleh pengembangan
memperdalam hubungan dengan nasabah eksisting fitur internet banking serta penawaran imbal hasil yang
serta mendukung pertumbuhan bisnis yang kompetitif.
berkelanjutan.
• Meningkatkan cross-selling dan loyalitas nasabah Hubungan prioritas semakin diperkuat melalui penyaluran
melalui kolaborasi yang lebih erat dengan Global kredit yang cermat, termasuk pembentukan fasilitas baru
Markets, Trade, Bancassurance, serta mitra produk dan peningkatan limit. Bank mendukung perusahaan
lainnya. pembiayaan terkemuka, perbankan melalui skema cross-
• Memperluas kolaborasi Foreign Direct Investment (FDI) border booking, perusahaan sekuritas, serta entitas GFFS
dengan bekerja sama secara erat dengan unit FDI untuk mendorong pertumbuhan kredit yang stabil dengan
untuk mendukung nasabah asing yang berinvestasi tetap menjaga kualitas aset.
di Indonesia.
Kinerja dan Inisiatif Utama pada Tahun 2025
FIG mencatatkan pertumbuhan kuat pada saldo
pendanaan, yang didorong oleh peningkatan arus masuk
Financial Institutions Group
deposito berjangka. Total penyaluran kredit mengalami
koreksi, mencerminkan pendekatan yang lebih selektif
Financial Institutions Group (FIG) menyediakan solusi
dalam penyaluran kredit.
perbankan yang disesuaikan bagi bank, lembaga keuangan
non-bank (NBFI), serta global funds and financial sponsors
Total pendapatan meningkat sekitar 10 persen year-
(GFFS) di pasar domestik maupun internasional. Dengan
on-year, didukung oleh peningkatan utilisasi kredit dari
memanfaatkan jaringan regional dan keahlian UOB, FIG
nasabah multifinance, perusahaan sekuritas, dan entitas
menghadirkan solusi lintas negara yang disesuaikan dan
GFFS. Kualitas aset yang tetap terjaga serta profil kredit
selaras dengan tujuan strategis serta kebutuhan bisnis
nasabah yang kuat berkontribusi pada penurunan biaya
nasabah.
pencadangan, yang sebagian mengimbangi dampak dari
beberapa penyesuaian suku bunga oleh Bank Indonesia.
Kolaborasi menjadi inti dari model operasional FIG.
Melalui kerja sama yang erat dengan Global Markets dan
Prioritas Utama pada Tahun 2026
Transaction Banking, FIG menghadirkan solusi terintegrasi
Ke depan, FIG akan berfokus pada penguatan kualitas
yang mencakup pendanaan alternatif, pembiayaan
pendapatan, perluasan sumber pendanaan yang stabil,
terstruktur, serta produk treasury yang inovatif.
serta pendalaman hubungan dengan nasabah dengan
tetap menjaga penerapan manajemen risiko yang pruden..
Melalui keterlibatan proaktif dan inovasi yang
Prioritas utama meliputi:
berkelanjutan, FIG membangun kemitraan jangka panjang
• Menjaga disiplin pricing untuk meningkatkan
yang dilandasi oleh kepercayaan dan pertumbuhan
pendapatan sekaligus mempertahankan Net Interest
bersama. Tim juga memperkuat hubungan koresponden
Margin yang sehat pada portofolio pendanaan maupun
bank untuk mendukung perdagangan, valuta asing, dan
kredit.
pengelolaan kas, sekaligus memperkuat konektivitas
• Memperluas portofolio pendanaan dengan membangun
regional di kawasan ASEAN.
sumber dana yang stabil, memperkuat kemitraan
dengan perusahaan sekuritas, perusahaan asuransi,
manajer aset, institusi sektor publik, entitas GFFS, serta
94 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 97
Analisis dan Pembahasan Manajemen
dana pensiun, serta menurunkan cost of funds melalui Strategi utama tahun 2026 meliputi:
peningkatan saldo CASA. 1. Pemanfaatan digitalisasi dan data untuk mendukung
• Memperdalam hubungan dengan nasabah melalui pertumbuhan yang dapat diukur serta meningkatkan
inisiatif cross-selling yang terarah serta eksplorasi efisiensi layanan di segmen Emerging Enterprise.
peluang baru dengan nasabah eksisting. 2. Pengembangan kemitraan ekosistem strategis untuk
• Mengembangkan portofolio kredit secara selektif menghadirkan solusi UKM end-to-end, termasuk
melalui ekspansi pembiayaan jangka pendek dan platform pembayaran, sistem sumber daya manusia,
jangka panjang kepada perusahaan pembiayaan, dan tools pengelolaan akuntansi.
perusahaan sekuritas, serta nasabah GFFS yang 3. Mendorong pertumbuhan CASA yang berkelanjutan
bereputasi baik melalui skema pinjaman bilateral melalui peningkatan penetrasi solusi pengelolaan
dan sindikasi kredit. kas, termasuk layanan payroll dan pembayaran dalam
operasional UKM.
4. Peningkatan kapabilitas dan kualitas layanan melalui
Business Banking relationship manager yang mampu memberikan
advisory bisnis secara komprehensif sesuai kebutuhan
UOB bertujuan menjadi mitra keuangan terpercaya bagi nasabah.
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Kami
menyediakan solusi yang disesuaikan dan komprehensif Melalui prioritas ini, Emerging Enterprise Banking bertujuan
untuk mendukung pelaku usaha dalam menyederhanakan memperkuat posisi Bank sebagai mitra terpercaya bagi
operasional serta mengelola likuiditas dengan percaya diri, UKM dengan menghadirkan nilai berkelanjutan melalui
sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan solusi terintegrasi, pertumbuhan yang disiplin, serta
di berbagai sektor industri. eksekusi yang berbasis inovasi.
Fokus Strategi Tahun 2025
Pada tahun 2025, Bank memperluas proposisi nilai bagi
segmen UKM dengan melampaui layanan perbankan Transaction Banking
tradisional, melalui penyediaan solusi yang lebih holistis
dan terintegrasi. Penguatan kapabilitas digital, yang Transaction Banking memungkinkan nasabah korporasi
dipadukan dengan solusi keuangan yang disesuaikan, untuk mengoptimalkan modal kerja dan memperkuat arus
dihadirkan untuk menyederhanakan operasional usaha kas melalui solusi terintegrasi yang mencakup pengelolaan
serta membuka peluang pertumbuhan baru. kas, trade finance, dan financial supply chain management
(FSCM). Dengan memanfaatkan jaringan dan kapabilitas
Kinerja dan Inisiatif Utama Tahun 2025 regional UOB, kami menghubungkan nasabah dengan
Bank mempercepat integrasi berbagai perangkat digital aspirasi, kapabilitas, dan ekosistem unggulan yang
canggih, produk pembiayaan yang disesuaikan, serta mendukung operasional mereka serta memperkuat rantai
platform manajemen bisnis yang komprehensif. Inisiatif ini nilai pemasok dan nasabah yang terlibat.
memungkinkan pelaku UKM untuk beroperasi lebih efisien,
memperoleh visibilitas keuangan yang lebih baik, serta Cash Management
mengembangkan skala usaha dengan tingkat kepercayaan UOB menyediakan rangkaian produk dan layanan
yang lebih tinggi. Cash Management yang komprehensif bagi nasabah di
Indonesia, termasuk rekening giro dan tabungan dalam
Prioritas Tahun 2026 mata uang lokal maupun valuta asing, serta solusi likuiditas
Ke depan Business Banking akan bertransformasi menjadi yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.
Emerging Enterprise Banking, yang merupakan bagian
integral dari Commercial Banking Group. Fokus diarahkan Untuk layanan pembayaran, Bank menawarkan berbagai
pada penguatan akuisisi nasabah serta pendalaman opsi transaksi domestik maupun lintas negara. Pada tahun
hubungan dengan UKM eksisting melalui solusi yang 2025, peningkatan infrastruktur dilakukan sejalan dengan
mendorong kualitas portofolio dan pertumbuhan inisiatif nasional Pemerintah Republik Indonesia. Nasabah
berkelanjutan. Emerging Enterprise Banking juga akan kini dapat melakukan transaksi Bank Indonesia Fast
menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha emerging affluent Payment (BI-FAST), baik secara individual maupun bulk,
yang ingin mengembangkan perjalanan bisnisnya bersama secara seamless melalui berbagai kanal digital, termasuk
UOB. UOB Infinity (internet banking korporasi), layanan Host-to-
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 95
Page 98
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Host (H2H), serta kanal Application Programming Interface pada Intrabank API. Bank juga mengembangkan RTGS
(API) melalui Standar Nasional Open API Pembayaran Transfer API yang memungkinkan nasabah berbasis API
(SNAP). Bank juga telah memperoleh sertifikasi resmi dari untuk melakukan transfer dana bernilai besar secara
Kementerian Keuangan untuk layanan penerimaan negara, aman dan efisien.
sehingga nasabah dapat melakukan pembayaran pajak
dan bea cukai secara lebih efisien dalam alur kerja yang Trade Finance
terintegrasi. Peningkatan ini turut mendorong pertumbuhan Pada tahun 2025, rangkaian solusi Trade Finance yang
volume transaksi digital secara berkelanjutan. komprehensif terus diperkuat, mencakup documentary
trade, open account, serta FSCM. Melalui kombinasi
Secara regional, kesiapan transaksi lintas negara semakin kemampuan produk dan kapabilitas eksekusi yang
diperkuat melalui adopsi SWIFT MX (standar pesan ISO kuat, Bank mendukung nasabah dalam mengelola arus
20022) dalam kerangka Cross-Border Payments and pengadaan dan penjualan, baik di pasar domestik maupun
Reporting Plus (CBPR+). Peningkatan ini meningkatkan internasional.
efisiensi komunikasi antar bank sekaligus mempersiapkan Peningkatan pada aspek digital delivery, integrasi sistem,
nasabah dalam menghadapi perkembangan lanskap dan ketahanan layanan semakin memperkuat kemampuan
pembayaran global. Bank untuk tumbuh seiring dengan perkembangan bisnis
nasabah. Layanan Trade dan FSCM juga didukung oleh
UOB Infinity berbagai inisiatif digital utama, termasuk implementasi
UOB Infinity merupakan platform digital banking Bank konektivitas H2H serta autentikasi soft token untuk transaksi
yang dirancang untuk nasabah bisnis dalam mengelola FSCM dan open account trade. Inisiatif ini meningkatkan
arus kas dan transaksi secara lebih efisien. Platform ini keamanan, otomasi, serta konektivitas dengan nasabah.
menyediakan visibilitas informasi rekening secara real-
time serta mendukung berbagai fungsi pembayaran yang UOB Infinity Financial Supply Chain Management
komprehensif. UOB Infinity tersedia dalam bentuk platform (FSCM)
berbasis web dan aplikasi mobile untuk meningkatkan UOB Infinity FSCM, sebagai kanal digital khusus Bank
aksesibilitas dan kenyamanan. UOB Infinity mendukung untuk aktivitas financial supply chain, terus ditingkatkan
transaksi pembayaran domestik maupun lintas negara untuk mendukung transaksi FSCM maupun open account
(baik single maupun bulk), layanan trade finance, serta trade. Platform ini menghadirkan integrasi front-to-back
FSCM melalui akses single sign-on. Platform ini juga yang seamless, memberikan transparansi, kontrol, dan
dilengkapi dengan laporan dan advice yang rinci untuk visibilitas yang lebih baik atas aktivitas trade dan arus
memudahkan proses rekonsiliasi. Keamanan diperkuat kas. Selain itu, Bank memperkenalkan portal onboarding
melalui multi-factor authentication menggunakan hard berbasis spoke yang baru untuk mendigitalisasi proses
token dan soft token. pendaftaran pemasok serta menyederhanakan proses
onboarding, sehingga meningkatkan kecepatan dan
Pada tahun 2025, berbagai peningkatan telah dilakukan, pengalaman nasabah secara keseluruhan.
termasuk pembaruan tampilan aplikasi, penguatan fitur
keamanan, peningkatan fitur pembuatan Billing ID untuk Green Trade Finance/Sustainable Trade Finance
pembayaran pajak, perluasan kapasitas beneficiary Bank juga memperluas penawaran solusi pembiayaan
advice, serta optimalisasi cut-off time pada front-end trade yang berwawasan hijau, berkelanjutan, dan transisi
untuk transaksi real-time gross settlement (RTGS) dan untuk mendukung nasabah pada berbagai tahapan
remittance. perjalanan keberlanjutan mereka. Pada tahun 2025,
Bank mengembangkan kode produk khusus untuk green
Layanan API UOB trade financing guna meningkatkan akurasi dalam proses
Layanan API UOB memungkinkan nasabah korporasi untuk pencatatan sistem, pemantauan, serta pelaporan transaksi
mengakses layanan perbankan secara real-time langsung trade dan FSCM yang berkelanjutan.
dari sistem internal mereka, termasuk memperoleh informasi
rekening maupun melakukan pembayaran instan secara
aman, tanpa perlu masuk ke platform online banking.
Pada tahun 2025, Layanan API UOB ditingkatkan untuk
mendukung transaksi online real-time melalui Interbank
API serta memungkinkan jenis rekening penerima baru
96 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 99
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Global Markets Pada tahun 2025, fokus tersebut tetap dijalankan, dengan
upaya berkelanjutan untuk memperkuat kehadiran di
Global Markets menyediakan solusi yang disesuaikan
pasar dan mendorong pertumbuhan pendapatan melalui
pada produk valuta asing (FX), suku bunga, dan investasi,
pendekatan yang disiplin dan strategis. Prioritas utama
termasuk derivatif, produk investasi terstruktur, sekuritas,
meliputi:
serta layanan pasar uang. Melalui solusi lindung nilai,
• Menyediakan layanan advisory, produk, dan strategi
konversi mata uang, dan investasi yang canggih, segmen
pricing yang kompetitif untuk mendorong pertumbuhan
ini mendukung nasabah dalam mengoptimalkan strategi
pada produk valuta asing (FX), obligasi, dan produk
keuangan sekaligus memperkuat disiplin likuiditas dan
investasi, yang dilengkapi dengan solusi lindung nilai
manajemen risiko Bank. Beroperasi dalam kerangka
yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.
terintegrasi yang menggabungkan market-making,
• Memperluas basis nasabah melalui intensifikasi aktivitas
pengelolaan portofolio dan likuiditas, structuring, serta
cross-selling dan cross-referral, guna meningkatkan
manajemen bisnis, Global Markets melayani Corporate
efisiensi biaya serta mendorong peningkatan fee-
Banking, Financial Institutions Group (FIG), Commercial
based income.
Banking, Business Banking, serta nasabah ritel dengan
• Mengelola eksposur risiko nasabah secara aktif di
solusi keuangan yang personal dan efektif.
tengah volatilitas pasar melalui lindung nilai portofolio,
sekaligus secara cermat menangkap peluang bisnis
Fokus Strategi pada Tahun 2025
dalam kerangka manajemen risiko yang kuat.
Selama beberapa tahun terakhir, Global Markets secara
• Mendukung pengelolaan likuiditas Bank untuk
konsisten berfokus pada penguatan posisinya sebagai
memastikan stabilitas pendanaan serta menjaga
mitra terpercaya dengan membantu nasabah mencapai
kekuatan neraca.
imbal hasil investasi yang optimal, melakukan diversifikasi
• Meningkatkan produk dan kapabilitas dengan
portofolio, serta mengelola risiko melalui produk inovatif
memanfaatkan sistem treasury.
dan strategi lindung nilai.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 97
Page 100
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Kinerja dan Inisiatif Utama pada Tahun 2025 Prioritas Utama pada Tahun 2026
Pada tahun 2025, Global Markets mencatatkan kinerja Pada tahun 2026, Global Markets akan terus berfokus pada
yang kuat dari sisi hasil keuangan, pengembangan perluasan basis nasabah dan pertumbuhan pendapatan,
kapabilitas, ekspansi penjualan, keunggulan trading, dengan tetap mempertahankan posisi yang kuat di pasar.
serta tata kelola, sehingga semakin memperkuat franchise Segmen akan memanfaatkan peluang dari volatilitas
dan memposisikan segmen ini untuk pertumbuhan yang pasar yang berkelanjutan melalui penerapan manajemen
berkelanjutan. risiko yang cermat, dengan fokus pada pertumbuhan
berkelanjutan, inovasi, serta relevansi di tengah dinamika
Secara finansial, kontribusi Global Markets terhadap industri keuangan. Prioritas tersebut akan diwujudkan
fee-based income Bank meningkat menjadi 65,9 persen melalui:
dibandingkan 45,5 persen pada tahun sebelumnya. Total 1. Penyediaan produk dan strategi pricing yang kompetitif
pendapatan tumbuh sebesar 75,5 persen, didukung untuk mendorong pertumbuhan serta memenuhi
oleh kinerja yang lebih kuat pada Portfolio and Liquidity kebutuhan nasabah.
Management, serta desk Trading, disamping pertumbuhan 2. Pengembangan produk terstruktur yang inovatif dengan
penjualan yang sehat. imbal hasil lebih tinggi serta mendukung pengelolaan
risiko nasabah secara efektif.
Di sisi trading, tim memperkuat kehadiran di pasar dengan 3. Dukungan terhadap pertumbuhan neraca Bank melalui
meraih sejumlah penghargaan dari London Stock Exchange optimalisasi pengelolaan likuiditas dan peningkatan
Group (LSEG) pada tahun 2025, termasuk Best Market net interest margin.
Maker (Second Runner Up), Most Active Bank (Second 4. Peningkatan kapabilitas market-making untuk
Runner Up), dan Most Volume Traded (Second Runner Up). memenuhi kebutuhan lindung nilai dan investasi
nasabah.
Dari perspektif tata kelola dan manajemen risiko, Global 5. Peningkatan sistem treasury MUREX guna memperkuat
Markets mencatatkan hasil yang kuat dalam penilaian
kapabilitas produk, mendukung peluncuran produk baru,
tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan, yang
meningkatkan manajemen risiko, serta memperbaiki
mencerminkan pengawasan yang disiplin, budaya risiko
stabilitas dan fungsi sistem secara keseluruhan.
yang solid, serta komitmen yang kuat terhadap kepatuhan
6. Dukungan terhadap inisiatif regulasi serta penguatan
regulasi.
kolaborasi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa
Keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam memperluas franchise penjualan, segmen ini terus
mengembangkan basis nasabah yang kuat sekaligus
meningkatkan pengetahuan terhadap cross-sell dan cross-
referral di seluruh Bank. Global Markets tetap menjadi mitra
yang andal dalam mendukung aktivitas investasi nasabah
di berbagai siklus pasar, serta secara proaktif membantu
nasabah dalam mengelola eksposur risiko melalui lindung
nilai portofolio untuk memitigasi volatilitas pasar.
1. Untuk mendukung peningkatan kebutuhan bisnis dan
volume transaksi, serta inisiatif regulasi dari Bank
Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, Global Markets
memperkuat kapabilitas produk dan memperluas ragam
instrumen yang ditawarkan, antara lain:
2. Keberhasilan peluncuran produk investasi terstruktur
baru, yaitu Bond Linked Investment (kombinasi antara
opsi obligasi dan penempatan dana), yang menawarkan
potensi imbal hasil lebih tinggi dibandingkan deposito
berjangka konvensional.
3. Memperkuat perannya sebagai Primary Dealer Bank
Indonesia serta mendukung berbagai inisiatif baru,
termasuk Bank Indonesia Floating Rate Notes, Repo
dengan obligasi korporasi sebagai underlying asset,
serta Overnight Index Swap (OIS) Matchmaking.
98 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 101
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Nasabah
Nasabah tetap menjadi fokus dari tujuan dan operasional Bank. Melalui solusi yang
disesuaikan, yang disampaikan dengan mengedepankan keamanan, keandalan, serta
sentuhan personal, Bank mendukung aspirasi finansial, bisnis, dan gaya hidup nasabah.
Pada tahun 2025, Bank semakin memperdalam pendekatan
yang berfokus pada nasabah, dengan berlandaskan pada
kepercayaan, keamanan, dan relevansi. Berpedoman pada
UOB Customer Commitments, solusi disampaikan sesuai
dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang,
didukung oleh proses keterlibatan dan advisory yang lebih
jelas untuk memastikan komunikasi yang akurat, tepat
waktu, dan transparan. Kanal digital dan fisik juga terus
diperkuat guna menghadirkan akses layanan perbankan
yang seamless dan andal, sementara umpan balik serta
aspirasi nasabah secara sistematis diaplikasikan untuk
peningkatan layanan, sehingga memperkuat hubungan
jangka panjang yang dilandasi kepercayaan.
Menjadikan Nasabah sebagai Fokus Utama
Pemahaman yang lebih mendalam atas beragam prioritas
nasabah di setiap segmen terus menjadi pedoman
dalam penyampaian layanan. Fokus diarahkan pada
pemberdayaan nasabah melalui personalisasi yang lebih
kuat, konektivitas yang lebih luas, serta komitmen terhadap
keberlanjutan.
Kanal layanan digital dan fisik terus ditingkatkan untuk
menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih intuitif, dalam menghadapi tantangan keuangan. Net Promoter
mudah diakses, dan konsisten. Didukung oleh kapabilitas Score (NPS) tetap menjadi indikator utama dalam mengukur
digital yang semakin kuat serta kolaborasi regional yang efektivitas layanan di berbagai touchpoints, sekaligus
terkoordinasi di seluruh pasar ASEAN, nasabah dapat menjadi dasar dalam mendorong perbaikan berkelanjutan.
bertransaksi dan mengelola keuangan dengan percaya
diri dan nyaman. Untuk memperkuat pencapaian tersebut, Bank:
• Meningkatkan kecepatan penyelesaian isu melalui
Pendekatan Bank didasarkan pada tiga pilar utama: alur eskalasi yang lebih jelas serta kolaborasi lintas
1. Customer Experience: Memperkuat model omnichannel fungsi yang lebih kuat.
untuk memastikan dukungan yang terpersonalisasi di • Meningkatkan keandalan dan kemudahan penggunaan
seluruh cabang, contact centre, dan platform digital. platform digital untuk menghadirkan interaksi yang
2. Customer Insights: Secara aktif mengumpulkan dan lebih lancar.
menindaklanjuti umpan balik serta insight perilaku • Memperluas kapabilitas layanan nasabah sekaligus
untuk menyempurnakan produk dan layanan sesuai memperkuat pelatihan bagi tim frontline dan fungsi
kebutuhan nasabah. pendukung.
3. Regional Connectivity: Memanfaatkan jaringan ASEAN
untuk mendukung nasabah menangkap peluang Aspirasi dari NPS diintegrasikan ke dalam scorecard
pertumbuhan serta melakukan transaksi lintas negara internal guna memastikan akuntabilitas dan tindak lanjut
secara seamless. yang konsisten. Umpan balik dari detractors ditindaklanjuti
secara cepat, sementara aspirasi dari nasabah pasif dan
Kepercayaan nasabah semakin diperkuat melalui promoter dimanfaatkan untuk penyempurnaan pada aspek
pengelolaan isu secara proaktif, dijaganya keandalan proses, sumber daya manusia, dan penyampaian layanan.
layanan, serta dukungan berkelanjutan bagi nasabah
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 99
Page 102
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Perlakuan yang Setara untuk Nasabah Kami NPS terus digunakan sebagai tolok ukur utama di berbagai
Bank tetap berkomitmen untuk melayani nasabah secara touchpoints, termasuk penyelesaian isu, pengalaman produk
adil dan konsisten, dengan menyediakan solusi yang dan brand, pricing, kualitas layanan, serta efisiensi interaksi.
sesuai, transparan, dan bertanggung jawab.
Service Excellence Council (SEC) yang dipimpin oleh Direktur
Penilaian kesesuaian dan keterjangkauan terus diperkuat Utama tetap menjadi forum utama dalam pengelolaan
untuk memastikan bahwa saran yang diberikan selaras layanan. SEC memperkuat budaya yang berfokus pada
dengan kebutuhan, tujuan keuangan, serta profil risiko nasabah, memantau metrik layanan utama, serta
nasabah. Kajian berkala, pelatihan karyawan, dan memastikan isu yang muncul ditangani secara tepat waktu.
mekanisme pemantauan turut memperkuat penerapan
perlakuan yang setara, mengurangi risiko mis-selling, Daily branch huddles dan sesi dua mingguan di kantor
serta menjaga standar layanan yang konsisten di seluruh pusat turut mendukung penyelarasan, memastikan
segmen nasabah. karyawan selalu terinformasi dengan kebijakan terkini serta
mampu merespons kebutuhan nasabah dengan cepat.
Survei NPS Fair Dealing terus dilaksanakan di segmen
Consumer Banking, Business Banking, Commercial Banking, Menetapkan Standar Layanan untuk
dan Global Markets guna memastikan kebutuhan nasabah Pengalaman Nasabah yang Unggul
yang beragam dapat terpenuhi secara optimal. Standar layanan terus ditingkatkan di seluruh touchpoints
melalui penilaian berkala terhadap cabang dan kanal
Tanggapan Efektif terhadap Kebutuhan layanan untuk memastikan prosedur dijalankan secara
Nasabah konsisten dan efektif.
Masukan dari nasabah terus menjadi perhatian utama,
dengan tindak lanjut yang cepat untuk menyelesaikan Penilaian ini dilengkapi dengan program mystery shopping
setiap permasalahan yang muncul. yang memberikan aspirasi independen terhadap pengalaman
nasabah. Temuan yang diperoleh digunakan untuk
Sepanjang tahun, kecepatan, kualitas, dan efektivitas menyempurnakan standar prosedur operasional, sehingga
penyelesaian isu ditingkatkan melalui penyederhanaan meningkatkan konsistensi, efisiensi, dan kualitas interaksi.
proses serta penguatan koordinasi lintas fungsi.
Pengurangan waktu tunggu nasabah di cabang menjadi fokus
Inisiatif utama meliputi: utama. Aspirasi dari mystery shopping mendorong berbagai
• Pelatihan refresher bagi staf cabang, Relationship perbaikan, termasuk pemasangan sistem antrean otomatis di
Manager, dan agen Contact Centre yang dipandu cabang utama dan cabang pembantu untuk meningkatkan
oleh subject-matter expert internal untuk memperkuat kelancaran layanan dan meminimalkan waktu tunggu.
kapabilitas penyelesaian masalah.
• Kajian lintas fungsi secara berkala untuk menangani isu Budaya layanan yang unggul terus diapresiasi dan
yang berulang serta mempercepat waktu penyelesaian. dirayakan. UOB Customer Commitments Awards tahunan
memberikan penghargaan kepada individu dan tim yang
Program Service Excellence terus diberikan kepada tim menunjukkan komitmen luar biasa terhadap nasabah.
frontline dengan pemahaman yang lebih mendalam Pada tahun 2025, empat karyawan dan tiga tim menerima
t e r h a d a p ke b u t u h a n n a s a b a h , a g a r m a m p u penghargaan atas kinerja layanan yang unggul.
merekomendasikan solusi yang selaras dengan tujuan
keuangan nasabah. Pelatihan juga diberikan kepada Signature Experience Competition juga mendorong unit
petugas keamanan untuk memastikan keselarasan dengan bisnis dan cabang untuk menghadirkan inovasi praktis
standar layanan, termasuk pemahaman dasar produk dan dalam menjawab pain points nasabah serta meningkatkan
penanganan situasi di cabang secara tepat. kualitas layanan. Tiga tim menerima penghargaan atas
inisiatif ini dalam ajang Service and Sales Awards 2025.
Kepuasan nasabah tetap menjadi fondasi hubungan
jangka panjang. Survei berkala dilakukan untuk Melalui standar yang disiplin, pengukuran yang
mengidentifikasi area prioritas perbaikan, yang menjadi berkelanjutan, serta apresiasi terhadap keunggulan, Bank
dasar penyempurnaan produk dan layanan. terus menghadirkan pengalaman nasabah yang konsisten,
responsif, dan berfokus pada kebutuhan nasabah.
100 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 103
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Sumber Daya Manusia
Untuk meningkatkan efektivitas organisasi, strategi Sumber Daya Manusia (SDM) Bank
berfokus pada tiga pilar strategis: Culture, Capabilities, and Size and Shape. Ketiga pilar ini
didukung oleh budaya risiko, guna mengembangkan tenaga kerja yang siap menghadapi
masa depan dan selaras dengan prioritas strategis Bank.
Pilar Culture mendukung aspirasi Bank untuk menjadi didukung oleh pelatih bersertifikat serta alat pemantauan
organisasi yang produktif, berfokus pada nasabah, perkembangan latihan.
kolaboratif, serta konstruktif dalam berinteraksi dengan
regulator dan komunitas. Produktivitas tidak hanya Kesejahteraan mental diperkuat melalui implementasi
didorong oleh efisiensi proses dan teknologi, tetapi juga berkelanjutan Employee Assistance Programme (EAP) yang
oleh nilai-nilai yang tertanam dalam perilaku sehari- diluncurkan pada tahun 2024. Program ini memberikan
hari. Budaya sadar risiko yang tinggi memperkuat tata akses rahasia kepada konselor profesional berlisensi,
kelola, kualitas pengambilan keputusan, dan kepatuhan serta didukung oleh komunikasi internal dan rangkaian
terhadap regulasi. webinar kesehatan mental untuk meningkatkan kesadaran
dan pemanfaatan.
Pilar Capabilities memperkuat pengembangan kapabilitas
SDM secara berkelanjutan sebagai komitmen utama Upaya kesejahteraan finansial dilakukan melalui inisiatif
kepada para pemangku kepentingan. Berpedoman pada literasi keuangan yang berkelanjutan, termasuk webinar
Nilai dan Filosofi SDM Bank, pengembangan dilakukan Financial Planning yang membekali karyawan dengan
melalui model 70:20:10, yaitu 70 persen pembelajaran pengetahuan praktis dalam mengelola keuangan pribadi
melalui pengalaman dan penugasan nyata, 20 persen dan perencanaan jangka panjang. Skema Flexible
melalui interaksi dan mentoring, serta 10 persen melalui Pension Contribution tetap diterapkan untuk memberikan
program terstruktur yang disampaikan melalui kelas fleksibilitas dalam perencanaan pensiun.
maupun platform digital.
Kesejahteraan sosial diperkuat melalui partisipasi dalam
Pilar Shape and Size menjaga efektivitas organisasi berbagai inisiatif yang memiliki tujuan sosial. UOB
dengan memastikan jumlah tenaga kerja yang tepat, Heartbeat Run 2025 menjadi platform untuk kegiatan
kompetensi yang sesuai pada peran yang tepat, serta kegiatan kesukarelawanan dan penggalangan dana,
struktur organisasi yang optimal yang didukung oleh yang mendukung program pendidikan inklusif, termasuk
infrastruktur teknologi yang memadai. Pendekatan ini bagi anak-anak berkebutuhan khusus serta penyediaan
memastikan organisasi tetap siap menghadapi masa fasilitas pembelajaran digital.
depan dan selaras dengan aspirasi SDM Bank menuju
tahun 2035. Melalui pendekatan yang terintegrasi ini, Bank terus
menempatkan kesejahteraan karyawan sebagai fondasi
Kolega dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, inklusif,
Pada tahun 2025, UOB Indonesia terus menerapkan dan berkelanjutan guna mendukung kinerja jangka
pendekatan yang holistik terhadap kesejahteraan dan panjang.
keterlibatan kolega, yang mencakup aspek fisik, mental,
finansial, dan sosial. Inisiatif ini semakin diperkuat
serta diintegrasikan dalam budaya kerja dan kerangka
keterlibatan karyawan Bank.
Kesejahteraan fisik didukung melalui penyediaan asuransi
kesehatan yang komprehensif bagi karyawan dan
keluarganya, serta fasilitas kebugaran di UOB Plaza Jakarta.
Partisipasi dalam aktivitas olahraga juga diperluas melalui
UOB Heartbeat Run 2025 yang mendorong kebersamaan
dan tujuan sosial. Bank juga mensponsori 100 karyawan
dalam program diet dan kesehatan terstruktur yang
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 101
Page 104
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Strategi SDM Tahun 2025 • Penyediaan remunerasi dan manfaat yang kompetitif,
Sepanjang tahun, efektivitas organisasi ditinjau untuk didukung oleh benchmarking pasar secara berkala.
memastikan keselarasan dengan kebutuhan bisnis saat ini • Penguatan berkelanjutan terhadap budaya perusahaan
sekaligus mempersiapkan tuntutan di masa depan. Inisiatif dan budaya sadar risiko yang kuat.
perbaikan proses secara berkelanjutan serta otomatisasi • Komunikasi terbuka melalui berbagai kanal, termasuk
dipercepat untuk meningkatkan efisiensi operasional. Townhall, Employee Engagement Survey, serta platform
interaksi lainnya.
Bank juga melakukan penilaian terhadap ukuran organisasi • Hubungan industrial yang konstruktif melalui penguatan
dan produktivitas, termasuk optimalisasi cabang, guna kolaborasi antara Manajemen dan Serikat Pekerja.
menjaga struktur yang efektif serta mengoptimalkan alokasi
sumber daya. Mobilitas internal semakin dimanfaatkan Keunggulan pengelolaan SDM Bank juga memperoleh
untuk mendukung pengembangan karier, memungkinkan pengakuan melalui penghargaan “Indonesia Best
karyawan untuk meningkatkan upskill dan reskill sejalan Companies in Creating Leaders from Within 2025” dengan
dengan kebutuhan bisnis yang terus berkembang, sekaligus predikat “Excellent” dari Majalah SWA.
memperkuat ketangkasan tenaga kerja.
Doing What Is Right – Memelihara Tempat
Filosofi Karyawan Kami: Care, Growth, dan Kerja yang Beragam dan Inklusif
Trust Keberagaman, kesetaraan, dan inklusi tetap menjadi
Filosofi People di UOB - Care, Growth, dan Trust diwujudkan elemen inti dalam strategi SDM Bank. Budaya yang
melalui berbagai program utama, antara lain: kolaboratif dan inklusif menciptakan lingkungan kerja
yang menghargai perbedaan dan keberagaman perspektif,
• Perencanaan tenaga kerja yang selaras dengan sehingga mendorong inovasi serta meningkatkan
kebutuhan pertumbuhan bisnis, dengan prioritas pada kemampuan Bank dalam menghadapi tantangan bisnis
pengembangan karier internal dan peluang re-skilling. dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
• Pengembangan kapabilitas melalui inisiatif jangka
panjang dalam program Grow Our Own Timber, Bank berkomitmen untuk menjaga lingkungan kerja yang
termasuk penugasan dan rotasi regional untuk bebas dari diskriminasi, intimidasi, dan pelecehan. Kode Etik
memperluas eksposur serta mempersiapkan pemimpin yang jelas menetapkan standar profesional dan perilaku
masa depan. etis yang diharapkan, sehingga mendukung terciptanya
• Penerapan manajemen kinerja yang adil dan objektif, lingkungan kerja yang aman, saling menghormati, dan
yang menilai baik hasil kinerja maupun konsistensi produktif.
dalam menerapkan nilai-nilai UOB.
102 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 105
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Sejalan dengan pentingnya kesehatan mental, karyawan Menempatkan Talenta yang Tepat Pada
tetap memiliki akses terhadap layanan konseling Pekerjaan yang Tepat
profesional yang disediakan oleh psikolog dan psikiater, Perencanaan tenaga kerja tetap selaras dengan prioritas
baik melalui kanal online maupun tatap muka. pertumbuhan bisnis untuk memastikan peran-peran
strategis didukung oleh talenta yang tepat. Mobilitas
Mempertahankan Budaya Organisasi yang internal melalui job posting memungkinkan karyawan
Berfokus Pada Risiko memperluas pengalaman, memperoleh keterampilan baru,
SDM terus memperkuat budaya sadar risiko untuk serta mengembangkan karier.
memastikan tata kelola, kualitas pengambilan keputusan,
dan kepatuhan tertanam dalam setiap proses. Forum Penilaian terhadap karyawan berpotensi tinggi dilakukan
Komunikasi Budaya Risiko diselenggarakan secara secara seimbang, mencakup kapabilitas teknis, nilai,
triwulanan untuk meningkatkan kesadaran, didukung serta keselarasan budaya. People Development Council
oleh e-learning kepatuhan yang bersifat wajib serta melakukan pengawasan untuk memastikan hasil yang
komunikasi internal secara berkala. Kesadaran risiko juga holistik dan objektif.
diintegrasikan ke dalam kerangka manajemen kinerja.
Membina Pemimpin Masa Depan
Menjamin Kebebasan Berserikat Bank terus memperkuat pipeline kepemimpinan untuk
Komunikasi terbuka antara Manajemen dan karyawan mendukung pertumbuhan berkelanjutan di tengah
tetap menjadi prioritas, didukung melalui Electronic Direct dinamika lingkungan global. Dengan menyadari pentingnya
Mail (EDM), kanal digital, serta leadership townhall untuk membangun tenaga kerja yang kompetitif, berlandaskan
mendorong dialog yang terbuka dan partisipasi karyawan. budaya yang kuat dan tingkat keterlibatan yang tinggi,
inisiatif pengembangan kepemimpinan diarahkan oleh
Employee Engagement Survey (EES) tetap menjadi platform Filosofi SDM Bank yaitu Care, Growth, dan Trust.
utama bagi karyawan untuk memberikan umpan balik
serta menyampaikan ide dalam menciptakan lingkungan Dengan menggunakan model pembelajaran dan
kerja yang lebih baik. pengembangan 70:20:10, program dirancang untuk
meningkatkan kapabilitas People Manager dalam
Salah satu pencapaian penting pada tahun ini adalah tiga aspek utama: managing self (kesadaran diri dan
pembaruan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) pada Mei 2025, kepemimpinan personal), managing teams (efektivitas
yang berlaku untuk periode dua tahun berikutnya. Perjanjian tim dan keterlibatan), serta managing stakeholders
ini mencerminkan kolaborasi yang konstruktif antara (membangun kemitraan internal dan eksternal).
Manajemen dan Serikat Pekerja, sekaligus memperkuat
komitmen bersama terhadap praktik ketenagakerjaan
yang adil, peningkatan produktivitas, dan kesejahteraan
karyawan.
Ke depan, Bank akan terus mendorong keterlibatan yang
proaktif dengan karyawan dan mitra serikat pekerja untuk
memastikan bahwa setiap inisiatif perubahan, pembaruan
kebijakan, dan transformasi dapat dikomunikasikan
dengan jelas, dipahami dengan baik, serta didukung
secara efektif.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 103
Page 106
Analisis dan Pembahasan Manajemen
70% 20% 10%
Pembelajaran melalui Pembelajaran melalui Interaksi Pembelajaran melalui
Pengalaman Nyata dengan Orang Lain Pendidikan Formal
• Penugasan dalam peran yang • Coaching dan mentoring • Leadership Academy
lebih tinggi atau diperluas • Job shadowing serta program • Program Leadership Acceleration
• Partisipasi dalam proyek strategis, mentoring lanjutan • Materi kepemimpinan melalui
baik domestik maupun melalui • Eksposur dan partisipasi dalam platform Go-1
penugasan di Kantor Regional, pertemuan dengan manajemen • Program Better Leaders
seperti Program Leadership senior, Direksi, serta pemangku • UOB Way
Acceleration kepentingan tingkat senior atau • Dan lainnya
• Keterlibatan dalam komite Bank, eksekutif
baik formal maupun informal • Leadership series serta sesi
• Leadership Academy berbagi pengalaman dan
• UOB Way pengetahuan yang dipimpin oleh
• Dan lainnya pimpinan senior
• UOB Way
• Dan lainnya
Inisiatif pengembangan disusun dalam dua alur strategis: Membangun Talenta Muda Melalui Professional
1. Program Inti untuk menanamkan budaya UOB and Future Bankers Academy
Way, memperkuat fundamental perbankan, serta Model pembelajaran dan pengembangan 70:20:10 tetap
membangun budaya sadar risiko yang kuat. menjadi kerangka utama dalam memperkuat kapabilitas
2. Program Korporat dan Fungsional yang berfokus SDM Bank serta membangun pipeline talenta yang
pada upskilling, reskilling, serta pengembangan berkelanjutan.
kepemimpinan secara terarah.
• Program Management Associate
Selain inisiatif peningkatan kapabilitas, perencanaan Program akselerasi ini ditujukan bagi lulusan sarjana
suksesi tetap menjadi prioritas untuk memastikan kesiapan dan pascasarjana berkualitas tinggi yang diseleksi
kepemimpinan dan keberlangsungan bisnis. melalui proses asesmen yang ketat dan dipersiapkan
Untuk semakin memperkuat kesiapan kepemimpinan, sebagai calon pemimpin masa depan. Peserta
Bank berinvestasi dalam beberapa program unggulan, mengikuti rotasi penugasan yang terstruktur serta
antara lain: terlibat dalam proyek strategis, sehingga mampu
a. Leadership Acceleration, yaitu program komprehensif membangun pemahaman bisnis yang komprehensif,
bagi talenta berpotensi tinggi yang mengombinasikan mengidentifikasi peluang perbaikan, serta mengasah
penugasan internasional dan rotasi lintas negara. kapabilitas analitis dan kepemimpinan.
Program ini dirancang untuk memperluas eksposur,
meningkatkan kapabilitas kepemimpinan lintas budaya, • Program Professional and Future Bankers
serta memberikan kesempatan untuk terlibat dalam Untuk mendukung pengembangan pipeline talenta
proyek strategis. yang berkelanjutan, Program Professional and Future
b. Leadership Academy, yaitu program selama tiga Bankers dirancang bagi lulusan yang ingin membangun
bulan bagi karyawan berprestasi dari level Manager karier jangka panjang di industri perbankan. Program
hingga Executive Director. Program ini membekali ini menawarkan dua jalur pengembangan karier:
peserta dengan pengetahuan, tools, dan kapabilitas »» Frontliner Path, yaitu peran yang berhadapan
kepemimpinan untuk mendorong pertumbuhan langsung dengan nasabah dengan fokus pada
dan inovasi, dengan penekanan pada kolaborasi, penjualan dan/atau layanan, yang dijalankan
keselarasan dengan nilai dan strategi Bank, serta melalui program trainee selama 6 hingga 12 bulan
kemitraan dengan institusi pendidikan bisnis global berbasis kerangka 70:20:10. Peserta memperoleh
terkemuka. pengetahuan perbankan dari tingkat dasar
hingga menengah, termasuk layanan, operasional
perbankan, produk, pemasaran, dan penjualan.
Pada tahun 2025, sembilan peserta bergabung
dalam jalur frontliner Consumer Banking.
104 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 107
Analisis dan Pembahasan Manajemen
»» Professional Path, yaitu jalur pengembangan khusus
untuk peran profesional seperti Internal Audit dan
Data Management Office. Pada tahun 2025, tujuh
peserta bergabung dalam jalur pengembangan
profesional ini.
Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia
Pada tahun 2025, Bank terus berinvestasi dalam
pengembangan dan modernisasi teknologi untuk
meningkatkan efisiensi proses, mendorong lingkungan
kerja berbasis self-service bagi karyawan dan manajer,
serta meningkatkan pengalaman karyawan. Hal ini juga
menjadi penting untuk memastikan relevansi Bank di tengah
percepatan digitalisasi. Teknologi berperan sebagai
enabler dalam meningkatkan produktivitas karyawan, di
mana otomatisasi membantu mengurangi proses manual
dan repetitif. Melalui optimalisasi sistem digital, proses
akuisisi bisnis dan retensi nasabah menjadi lebih cepat,
lebih terukur, mudah ditelusuri, serta lebih efisien.
Keterlibatan Karyawan
Bank terus mendorong komunikasi yang terbuka
untuk memastikan karyawan merasa nyaman dalam
menyampaikan umpan balik serta berkontribusi dengan
ide-ide guna mendukung peningkatan organisasi. Employee Bank tetap berkomitmen untuk berinvestasi dalam
Engagement Survey (EES) tetap menjadi platform utama pengembangan sumber daya manusia serta membangun
bagi suara karyawan, dengan pelaksanaan tahunan yang tenaga kerja yang siap menghadapi masa depan. Karyawan
disesuaikan dengan bulan anniversary kerja karyawan. akan diberdayakan melalui prioritas upskilling, reskilling,
serta praktik manajemen talenta yang inovatif agar tetap
Pendekatan keterlibatan yang berkelanjutan ini resilien di tengah perubahan kebutuhan kompetensi.
memungkinkan Bank memperoleh gambaran yang
komprehensif mengenai sentimen karyawan serta Inisiatif pengembangan akan terus mengoptimalkan
menindaklanjuti berbagai isu secara cepat dan efektif. sumber daya internal sekaligus memperkuat kemitraan
strategis dengan universitas terkemuka, baik di dalam
Prioritas Strategis 2026 negeri maupun internasional.
Ke depan pada tahun 2026, Bank akan terus berfokus
pada peninjauan efektivitas organisasi, penguatan
perencanaan tenaga kerja strategis, optimalisasi cabang,
pengembangan proses bisnis re-engineering, serta
peningkatan otomatisasi melalui pembaruan teknologi.
Inisiatif ini bertujuan membangun organisasi yang lebih
lean, agile, dan future-ready, sejalan dengan visi UOB
Indonesia 2035.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 105
Page 108
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Demografi Karyawan - Keragaman Rekan Kami
Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin 2023 2024 2025
Laki-laki 1.990 1.854 1.666
Perempuan 2.262 2.148 1.931
Jumlah 4.252 4.002 3.597
Karyawan Berdasarkan Usia
Usia 2023 2024 2025
< 25 tahun 110 102 73
25-29 tahun 488 425 312
30-34 tahun 782 694 561
35-39 tahun 879 825 720
40-45 tahun 907 1.046 986
> 45 tahun 1.086 910 945
Jumlah 4.252 4.002 3.597
Karyawan Berdasarkan Tingkat Jabatan
Tingkat Jabatan 2023 2024 2025
Senior Management 237 252 246
Middle Management 536 537 535
Junior Management 1.910 1.805 1.667
Staf 1.569 1.408 1.149
Jumlah 4.252 4.002 3.597
Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tingkat Pendidikan 2023 2024 2025
S2 dan S3 349 343 333
S1 3.283 3.111 2.820
Diploma 367 342 288
Lain-lain 253 206 156
Jumlah 4.252 4.002 3.597
106 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 109
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Karyawan Berdasarkan Masa Kerja
Masa Kerja 2023 2024 2025
< 1 tahun 1.444 235 181
1-4 tahun 849 1.240 1.073
5-9 tahun 774 1.083 933
10-14 tahun 414 626 588
15-19 tahun 291 342 382
> 20 tahun 480 476 440
Jumlah 4.252 4.002 3.597
Karyawan Berdasarkan Fungsi Tugas
Fungsi Tugas 2023 2024 2025
Channels 925 899 782
Corporate Support 739 666 628
Global Markets 48 46 44
Retail Segment 1.123 1.034 845
Technology and Operations 814 794 769
Wholesale Segment 603 563 470
Transaction Banking - - 59
Jumlah 4.252 4.002 3.597
Karyawan Berdasarkan Status Ketenagakerjaan
Status Ketenagakerjaan 2023 2024 2025
Permanen 3.954 3.791 3.543
Kontrak 298 211 54
Jumlah 4.252 4.002 3.597
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 107
Page 110
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Teknologi Informasi dan Operasional
Teknologi Informasi dan Operasional terus memainkan peran penting dalam mendukung
prioritas bisnis Bank serta skala inovasi, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi digital
Indonesia. Investasi yang berkelanjutan difokuskan pada penguatan kapabilitas teknologi
dan operasional, serta menjadikan teknologi sebagai enabler utama dalam pertumbuhan
bisnis dan peningkatan pengalaman nasabah.
Untuk mendukung pilar tersebut, Bank menerapkan strategi
utama sebagai berikut:
1. Memperkuat tata kelola proyek melalui praktik
manajemen proyek yang kokoh untuk memastikan
penyelesaian tepat waktu, disiplin biaya, dan hasil
berkualitas tinggi.
2. Meningkatkan keandalan dan resiliensi operasional
“Run the Bank” melalui peningkatan stabilitas sistem,
ketersediaan layanan, pemulihan insiden, serta
kepatuhan terhadap service level agreement (SLA)
Teknologi Informasi dan Operasional.
3. Memperkuat manajemen risiko dan budaya sadar
risiko, yang tercermin dari peningkatan hasil audit,
peningkatan kesadaran risiko, penurunan kerugian
operasional, serta pelaksanaan program assurance
secara berkelanjutan.
4. Meningkatkan produktivitas melalui adopsi solusi
lokal (in-country) serta perbaikan proses secara
berkelanjutan.
5. Menjaga keterlibatan yang kuat dengan pemangku
kepentingan dan karyawan, serta melanjutkan inisiatif
upskilling dan reskilling untuk memperkuat kapabilitas
teknis.
Penyampaian dengan Kualitas dan Keunggulan
Seluruh proyek diawali dengan analisis bisnis yang
komprehensif dan disampaikan kepada Komite Bank
terkait untuk memperoleh persetujuan. Analisis tersebut
Investasi tersebut diprioritaskan pada pengembangan mencakup tujuan proyek, manfaat yang diharapkan,
sistem teknologi yang aman dan resilien, perluasan tingkat pengembalian investasi, biaya implementasi
otomatisasi pada proses bisnis inti, serta peningkatan dan operasional, kebutuhan sumber daya, serta rencana
kapabilitas produk dan layanan untuk mendukung realisasi manfaat.
pertumbuhan basis nasabah.
Kerangka manajemen proyek yang terstruktur diterapkan
Strategi dan Pengembangan 2025 pada seluruh inisiatif, mulai dari tahap inisiasi, pelaksanaan
Pada tahun 2025, strategi Teknologi Informasi dan dengan pengendalian dan pengawasan, hingga
Operasional diselaraskan dengan visi dan misi UOB penyelesaian dan masa warranty. Pendekatan yang disiplin
Indonesia serta dijalankan melalui lima pilar strategis: ini memastikan proyek memenuhi kebutuhan fungsional
1. Penyampaian dengan kualitas dan keunggulan dan operasional, serta tetap berada dalam anggaran
2. Keandalan dan resiliensi operasional “Run the Bank” dan jadwal yang telah disetujui. Setiap perbedaan harus
3. Manajemen risiko dan budaya sadar risiko dikomunikasikan untuk memperoleh persetujuan ulangi.
4. Produktivitas dan efisiensi operasional
5. Keterlibatan karyawan
108 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 111
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Inovasi dalam Infrastruktur Teknologi Informasi dan Risiko dan Pengendalian
Keamanan Informasi Manajemen risiko tetap menjadi prioritas utama, didukung
Inisiatif inovasi teknologi difokuskan pada peningkatan oleh penguatan tata kelola, peningkatan kontrol teknologi,
produktivitas bisnis, penguatan resiliensi operasional, serta penguatan perlindungan keamanan siber. Langkah-
serta peningkatan efisiensi sistem. Inisiatif utama meliputi: langkah utama yang dilakukan antara lain:
1. Peningkatan arsitektur data enterprise dan tata kelola 1. Penyelesaian lebih dari 30 kegiatan audit
data 2. Identifikasi dan asesmen berkelanjutan atas gap
2. Peningkatan konektivitas sistem pembayaran Information Security (IS) dan infrastruktur TI melalui
3. Modernisasi sistem Anti Pencucian Uang (APU) vulnerability assessment, scanning, penetration testing,
4. Peningkatan resiliensi digital banking untuk nasabah serta program assurance
ritel dan korporasi 3. Peningkatan inisiatif kesadaran risiko di tingkat
5. Peningkatan kapabilitas sistem Sumber Daya Manusia manajemen
(SDM) 4. Penguatan komunikasi kesadaran keamanan serta
6. Modernisasi sistem cabang pelaksanaan uji kesadaran secara berkala kepada
karyawan
Upaya inovasi juga mencakup pemenuhan kebutuhan 5. Pembaruan teknologi yang telah usang untuk
berbasis regulasi serta kebutuhan bisnis melalui berbagai meningkatkan resiliensi sistem
inisiatif pembaruan teknologi. 6. Implementasi alat pemantauan aplikasi, termasuk
Geneos
Inisiatif Infrastruktur Teknologi Informasi dan 7. Peningkatan kualitas pelaporan kepada regulator
Keamanan Informasi
Inisiatif infrastruktur Teknologi Informasi dan Keamanan Produktivitas dan Efisiensi
Informasi terus dikembangkan untuk mendukung Produktivitas staf operasional meningkat lebih dari 15
kebutuhan bisnis yang semakin dinamis. Seluruh inisiatif persen, sejalan dengan peningkatan volume transaksi
yang direncanakan telah direalisasikan sesuai jadwal, dan pipeline proyek yang semakin besar. Peningkatan
antara lain: produktivitas dicapai melalui pengurangan proses
1. Cyber Maturity Assessment oleh Otoritas Jasa Keuangan manual, otomatisasi pelaporan, serta reviu proses secara
(OJK) serta Asesmen Ketahanan dan Keamanan Siber berkala untuk meningkatkan efisiensi, skalabilitas, dan
dari Bank Indonesia (BI) pengendalian risiko.
2. Inisiatif Cyber Patrol untuk penanganan ancaman
perjudian online Otomatisasi proses pelaporan terus mengurangi intervensi
3. Sertifikasi ISO 27001:2022 diperluas dengan cakupan manual dan meningkatkan akurasi laporan. Inisiatif ini juga
tambahan untuk keamanan fisik pusat data pada memperkuat kesiapan operasional dalam mendukung
tahun 2025 peluncuran dan pengelolaan produk konsumer baru,
4. Implementasi Automated Breach and Attack Simulation termasuk personal loan dan kartu kredit co-brand.
5. Ekspansi Data Center
6. Implementasi Microsoft 365 Rekayasa ulang proses secara berkelanjutan pada
7. Perluasan cakupan monitoring aplikasi kritikal Wholesale Operations menghasilkan berbagai pencapaian
8. Otomatisasi kepatuhan Security Baseline penting sepanjang 2025, antara lain sentralisasi proses
9. Pembaruan teknologi pada infrastruktur dan keamanan administrasi kredit, otomatisasi input data agunan,
informasi peningkatan sistem pelaporan regulator, e-matching untuk
laporan nasabah, Telegraphic Transfer Straight-Through
Infrastruktur TI dan “Run The Bank” Processing (STP), rekapitulasi dokumen onboarding, serta
Stabilitas operasional tetap terjaga dengan baik, tercermin RTGS e-advice pada Trade Operations.
dari tingkat ketersediaan sistem yang secara konsisten
melampaui 99,9 persen. Kinerja pemulihan insiden juga Untuk semakin memperkuat resiliensi operasional, Bank
tetap kuat, dengan pencapaian Total Resolution Objective menerapkan operasional split-site dan menjalankan
(TRO) untuk insiden sistem mendekati 100 persen. Business Continuity Plan (BCP). Disiplin biaya juga tetap
terjaga sepanjang tahun, dengan realisasi biaya Teknologi
Informasi berada di bawah anggaran TI tahun 2025 yang
telah ditetapkan.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 109
Page 112
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Manajemen Sumber Daya Manusia Penghargaan dan Pengakuan
Pada tahun 2025, Bank terus memprioritaskan Pengakuan eksternal utama yang diperoleh:
pengembangan kapabilitas dan keterlibatan dalam 1. Dua penghargaan dari JP Morgan untuk US Dollar
fungsi Teknologi Informasi dan Operasional guna Clearing Elite Quality Recognition 2025 (Outstanding
memperkuat keahlian teknis serta mendukung kinerja Achievement)
yang berkelanjutan. Tingkat keterlibatan tetap tinggi 2. Tingkat STP MT103 sebesar 99,77
melalui komunikasi yang frekuen dan terstruktur, yang 3. Tingkat STP MT202 sebesar 99,98
berkontribusi pada penurunan tingkat attrisi. 4. Penghargaan Bank of New York Service Review & STP
Award untuk “Outstanding International TT” (tingkat
Karyawan didorong untuk berpartisipasi aktif dalam STP sebesar 96,43 persen)
berbagai kegiatan dan kompetisi UOB, guna memperkuat 5. Dua penghargaan dari Indonesia Operations Banking
budaya organisasi yang solid. Pola pikir layanan yang Summit untuk “Well Implementation Control”
unggul juga terus ditanamkan di seluruh fungsi, yang 6. Penghargaan Gold dari Indonesia Contact Center
tercermin dari tingginya internal Net Promoter Score (NPS). Association (ICCA)
7. Penghargaan Tradepass “Cyber Practitioner of the
Pencapaian Tahun 2025 Year 2025”
1. Seluruh proyek dan Change Requests (CR) diselesaikan 8. Penghargaan InfoBank Magazine “Top 200 The Next
tepat waktu dan sesuai anggaran yang disetujui Leaders 2025”
2. Stabilitas sistem kritikal tetap terjaga dengan 9. Peringkat Best Among Peers oleh survei Net Promoter
penurunan frekuensi insiden Score (NPS) Bain & Company untuk Contact Center
3. Pencapaian tingkat ketersediaan sistem kritikal sebesar Net Promoter Score
99,9 persen
4. Pemenuhan 100 persen SLA Operasional dan Teknologi Fokus Utama 2026
5. Peningkatan hasil audit tanpa adanya temuan gagal Selaras dengan prioritas strategi Bank, fungsi Teknologi
audit Informasi dan Operasional akan terus berfokus pada
6. Penurunan risiko obsolescence teknologi sebesar 20 keunggulan layanan, disiplin manajemen risiko, optimalisasi
persen year-on-year melalui penerapan roadmap proses, serta pengembangan sumber daya manusia. Area
7. Peningkatan produktivitas sebesar 15 persen dengan fokus utama meliputi:
tetap menjaga biaya operasional yang lebih rendah 1. Menjaga disiplin pengelolaan biaya melalui berbagai
8. Berbagai inisiatif digitalisasi berjalan sesuai rencana inisiatif untuk menurunkan biaya operasional, termasuk
atau telah diselesaikan untuk meningkatkan efisiensi reviu dan perbaikan proses, sentralisasi proses
operasional operasional yang serupa, serta peningkatan adopsi
9. Internal Net Promoter Score (NPS) tetap terjaga di atas layanan self-service oleh nasabah.
95 persen 2. Mempercepat digitalisasi melalui otomatisasi,
10. Skor Employee Engagement Survey (EES) dipertahankan simplifikasi, dan eliminasi proses yang tidak memberikan
di atas 90 persen selama lima tahun berturut-turut nilai tambah.
11. Perolehan berbagai penghargaan bank-wide (Customer 3. Menjaga keunggulan operasional dengan kinerja SLA
Commitments Award, Step Up Pledge Contest, Ideathon, yang konsisten tinggi.
E-Thanks, dan Customer Protection Unit Awards) 4. Meningkatkan manajemen risiko melalui penguatan
12. Pelaksanaan Business Continuity, Disaster Recovery, first line of defence serta kolaborasi yang lebih erat
dan Call Tree berjalan dengan sukses dengan second line of defence.
5. Meningkatkan keterlibatan dan kapabilitas karyawan
melalui pembelajaran berkelanjutan.
6. Menjaga ketersediaan sistem dan kualitas layanan.
7. Mendukung implementasi bisnis melalui pelaksanaan
proyek yang tepat waktu, efisien biaya, dan berkualitas
tinggi.
8. Mengelola risiko teknologi secara aktif melalui
peremajaan sistem dan komponen yang telah usang
secara sistematis.
9. Meningkatkan edukasi nasabah terkait fitur self-service
melalui UOB TMRW.
110 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 113
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Tinjauan Keuangan
Analisis Komprehensif Kinerja Keuangan
Tinjauan keuangan ini disusun berdasarkan laporan keuangan UOB Indonesia yang telah disusun dan disajikan
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
(DSAK). Seluruh informasi dalam laporan keuangan telah disajikan secara lengkap dan benar.
Laporan keuangan UOB Indonesia telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti, dan Surja (firma anggota
dari Ernst & Young Global Limited), dengan opini wajar tanpa modifikasian, yang menyatakan bahwa laporan keuangan
disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lainnya
(disajikan dalam miliar Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2025 2024 Naik/(Turun)
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lainnya Miliar Miliar Miliar
Persentase (%)
Rupiah Rupiah Rupiah
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga 11.367 11.496 (129) (1,12)
Beban bunga (5.354) (5.652) 298 (5,27)
PENDAPATAN BUNGA - NETO 6.013 5.844 169 2,89
Pendapatan operasional lainnya
Komisi dan jasa administrasi - neto 300 330 (30) (9,09)
Keuntungan yang telah direalisasi dan belum direalisasi atas
efek yang dijual dan perubahan nilai wajar efek-efek yang 562 396 166 41,92
diperdagangkan - neto
Keuntungan transaksi mata uang asing 258 198 60 30,30
Lain-lain - neto 748 729 19 2,61
Total pendapatan operasional lainnya- neto 1.868 1.653 215 13,01
Pembentukan penyisihan kerugian penurunan nilai
Aset keuangan (769) (1.071) 302 (28,20)
Agunan yang diambil alih 1 (6) 7 (116,67)
Total pembentukan penyisihan kerugian penurunan nilai (768) (1.077) 309 (28,69)
Beban operasional lainnya
Gaji dan kesejahteraan karyawan (2.549) (2.867) 318 (11,09)
Beban umum dan administrasi (2.676) (2.945) 269 (9,13)
Total beban operasional lainnya (5.225) (5.812) 587 (10,10)
LABA OPERASIONAL 1.888 608 1.280 210,53
Pendapatan Non-Operasional
Kerugian penjualan aset tetap, agunan yang diambil alih dan
70 (43) 113 (262,79)
properti terbengkalai - neto
Total beban non-operasional 70 (43) 113 (262,79)
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 1.958 565 1.393 246,55
Beban pajak (429) (159) (270) 169,81
LABA TAHUN BERJALAN 1.529 406 1.123 276,60
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAINNYA
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja 6 (44) 50 (113,64)
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 111
Page 114
Analisis dan Pembahasan Manajemen
2025 2024 Naik/(Turun)
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lainnya Miliar Miliar Miliar
Persentase (%)
Rupiah Rupiah Rupiah
Pajak penghasilan terkait dengan komponen pendapatan
(1) 10 (11) (110,00)
komprehensif lainnya
5 (34) 39 (114,71)
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Mutasi sehubungan dengan perubahan nilai wajar investasi
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan 978 (189) 1.167 n.m.
komprehensif lainnya
Pajak penghasilan terkait komponen pendapatan komprehensif
(215) 42 (257) n.m.
lainnya
763 (147) 910 n.m.
Keuntungan/(kerugian) komprehensif lainnya tahun berjalan
768 (181) 949 n.m.
- setelah pajak
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 2.297 225 2.072 920,89
LABA PER SAHAM DASAR (nilai penuh) 125 33 92 278,79
Pendapatan Bunga
Pendapatan bunga diperoleh dari kredit yang diberikan, investasi keuangan dan efek-efek diperdagangkan, piutang
atas surat berharga yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain,
serta rekening giro pada Bank Indonesia dan bank lain.
2025 2024 Naik/(Turun)
Pendapatan Bunga Miliar Miliar Miliar
Persentase (%)
Rupiah Rupiah Rupiah
Kredit yang diberikan 8.192 7.944 248 3,12
Investasi keuangan dan efek-efek yang diperdagangkan 2.722 2.773 (51) (1,84)
Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali 229 178 51 28,65
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain 123 119 4 3,36
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain 101 482 (381) (79,05)
Total Pendapatan Bunga 11.367 11.496 (129) (1,12)
Pendapatan bunga pada tahun 2025 sebesar Rp11.367 miliar, menurun sebesar 1,1 persen atau Rp129 miliar
dibandingkan tahun 2024.
Penurunan pendapatan bunga terutama disebabkan oleh:
a. Pendapatan bunga dari piutang atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali menurun sebesar
Rp381 miliar atau 79,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya;
b. Pendapatan bunga dari investasi keuangan dan efek-efek yang diperdagangkan menurun sebesar Rp51 miliar
atau 1,8 persen; dan
c. Penurunan tersebut diimbangi oleh pendapatan bunga dari kredit yang meningkat sebesar Rp248 miliar atau 3,1
persen sebagai dampak dari peningkatan saldo rata-rata pada tahun 2025.
112 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 115
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Beban Bunga
Beban bunga diperoleh dari deposito berjangka, giro, tabungan, premi atas penjaminan Pemerintah, surat utang
yang diterbitkan, simpanan dan pinjaman dari bank lain, kewajiban atas surat berharga yang dijual dengan janji
dibeli kembali, dan setoran jaminan.
2025 2024 Naik/(Turun)
Beban Bunga Miliar Miliar Miliar
Persentase (%)
Rupiah Rupiah Rupiah
Deposito berjangka 2.421 2.700 (279) (10,33)
Giro 1.129 1.028 101 9,82
Tabungan 926 823 103 12,52
Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli
323 470 (147) (31,28)
kembali
Premi penjaminan Pemerintah 259 246 13 5,28
Simpanan dan pinjaman dari bank lain 179 196 (17) (8,67)
Efek utang yang diterbitkan 89 126 (37) (29,37)
Setoran jaminan 28 63 (35) (55,56)
Total Beban Bunga 5.354 5.652 (298) (5,27)
Beban bunga pada tahun 2025 sebesar Rp5.354 miliar, menurun sebesar 5,3 persen atau Rp298 miliar dibandingkan
tahun 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh lebih rendahnya beban bunga atas liabilitas dari surat berharga
yang dijual dengan janji dibeli kembali sebesar Rp147 miliar serta penurunan beban bunga dari dana pihak ketiga
(deposito berjangka) sejalan dengan biaya dana yang lebih rendah pada tahun 2025.
Pendapatan Operasional Lainnya
2025 2024 Naik/(Turun)
Pendapatan Operasional Lainnya Miliar Miliar Miliar
Persentase (%)
Rupiah Rupiah Rupiah
Komisi dan jasa administrasi - neto 300 330 (30) (9,09)
Keuntungan yang telah direalisasi dan belum direalisasi atas
efek-efek yang dijual dan perubahan nilai wajar efek- efek yang 562 396 166 41,92
diperdagangkan - neto
Keuntungan transaksi mata uang asing 258 198 60 30,30
Lain-lain - neto 748 729 19 2,61
Total Pendapatan Operasional Lainnya - neto 1.868 1.653 215 13,01
Pendapatan operasional lainnya pada tahun 2025 sebesar Rp1.868 miliar, meningkat sebesar Rp215 miliar atau 13,0
persen dibandingkan tahun 2024. Peningkatan ini terutama berasal dari kenaikan keuntungan realisasi dan belum
terealisasi atas penjualan efek serta perubahan nilai wajar efek yang diperdagangkan – neto, dari Rp396 miliar pada
tahun 2024 menjadi Rp562 miliar pada tahun 2025, serta peningkatan keuntungan dari transaksi valuta asing dari
Rp198 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp258 miliar pada tahun 2025.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 113
Page 116
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Beban Operasional
Beban operasional terdiri dari pembentukan penyisihan kerugian penurunan nilai, gaji dan kesejahteraan karyawan,
serta biaya umum dan administrasi.
2025 2024 Naik/(Turun)
Beban Operasional
Miliar Miliar Miliar
Persentase (%)
Rupiah Rupiah Rupiah
Pembentukan penyisihan kerugian penurunan nilai
Aset keuangan (769) (1.071) 302 (28,20)
Agunan yang diambil alih 1 (6) 7 (116,67)
Total pembentukan penyisihan kerugian penurunan nilai (768) (1.077) 309 (28,69)
Beban operasional lainnya
Gaji dan kesejahteraan karyawan (2.549) (2.867) 318 (11,09)
Beban umum dan administrasi (2.676) (2.945) 269 (9,13)
Total beban operasional lainnya (5.225) (5.812) 587 (10,10)
Total beban operasional (5.993) (6.889) 896 (13,01)
Beban operasional pada tahun 2025 sebesar Rp5.993 miliar, menurun sebesar Rp896 miliar atau 13,0 persen
dibandingkan tahun 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh:
a. Penurunan beban gaji dan kesejahteraan karyawan sebesar Rp318 miliar;
b. Penurunan beban pencadangan atas kredit sebesar Rp302 miliar sejalan dengan perbaikan kualitas aset; dan
c. Penurunan beban umum dan administrasi sebesar Rp269 miliar.
Laba Sebelum Pajak
Pada tahun 2025, laba sebelum pajak sebesar Rp1.958 miliar, meningkat sebesar 246,6 persen atau Rp1.393 miliar
dari Rp565 miliar pada tahun 2024.
Beban Pajak
Beban pajak pada tahun 2025 sebesar Rp429 miliar, meningkat sebesar 169,8 persen atau Rp270 miliar dari Rp159
miliar pada tahun 2024.
2025 2024 Naik/(Turun)
Beban Pajak Miliar Miliar Miliar
Persentase (%)
Rupiah Rupiah Rupiah
Pajak Lancar (104) (16) (88) 550,00
Pajak Tangguhan (325) (143) (182) 127,27
Total (429) (159) (270) 169,81
Laba Tahun Berjalan
Laba tahun berjalan UOB Indonesia pada tahun 2025 sebesar Rp1.529 miliar, meningkat sebesar 276,6 persen atau
Rp1.123 miliar dibandingkan Rp406 miliar pada tahun 2024.
Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan
Laba komprehensif tahun berjalan pada tahun 2025 sebesar Rp2.297 miliar, meningkat sebesar 920,9 persen atau
Rp2.072 miliar dari Rp225 miliar pada tahun 2024.
114 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 117
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Laporan Posisi Keuangan
Total aset UOB Indonesia pada tahun 2025 sebesar Rp170.499 miliar, meningkat sebesar 9,2 persen atau Rp14.357
miliar dibandingkan tahun 2024. Peningkatan ini terutama berasal dari kenaikan kredit – neto sebesar Rp11.505 miliar.
2025 2024 Naik/(Turun)
Aset Miliar Miliar Miliar
Persentase (%)
Rupiah Rupiah Rupiah
Kas 643 682 (39) (5,72)
Giro pada Bank Indonesia 7.116 5.799 1.317 22,71
Giro pada bank lain - neto 1.000 822 178 21,65
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain - neto 408 3.657 (3.249) (88,84)
Efek-efek yang diperdagangkan 3.753 2.307 1.446 62,68
Investasi keuangan - neto 37.274 32.453 4.821 14,86
Tagihan derivatif 1.605 2.062 (457) (22,16)
Kredit yang Diberikan - neto 107.957 96.452 11.505 11,93
Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji
1.704 1.653 51 3,09
dijual kembali - neto
Tagihan akseptasi - neto 2.590 2.418 172 7,11
Aset pajak tangguhan - neto 100 642 (542) (84,42)
Aset tetap dan aset hak guna – Nilai buku 2.537 2.940 (403) (13,71)
Aset tidak berwujud - neto 1.065 1.097 (32) (2,92)
Aset lain-lain - neto 2.747 3.158 (411) (13,01)
Total Aset 170.499 156.142 14.357 9,19
Aset Lancar
Aset lancar terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain – neto, penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain – neto, efek-efek yang diperdagangkan, investasi keuangan – neto, tagihan derivatif, kredit – neto,
tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali – neto, serta tagihan akseptasi – neto.
Aset lancar meningkat dari Rp148.305 miliar menjadi Rp164.050 miliar pada tahun 2025 atau meningkat sebesar 10,6
persen. Peningkatan kredit menjadi faktor utama kenaikan aset lancar tersebut.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 115
Page 118
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Efek-Efek
Berdasarkan jenisnya, efek-efek bruto terdiri dari efek yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain, dan biaya perolehan diamortisasi. Pada akhir tahun 2025, masing-masing tercatat
sebesar Rp3.753 miliar, Rp29.753 miliar, dan Rp7.541 miliar, dengan komposisi masing-masing sebesar 9,1 persen, 72,5
persen, dan 18,4 persen terhadap total efek-efek bruto. Komposisi kepemilikan efek-efek tersebut merupakan bagian
dari strategi Bank dalam mengelola kelebihan likuiditas.
2025 2024 Naik/(Turun)
Efek-Efek Miliar Miliar
Miliar Rupiah Persentase (%)
Rupiah Rupiah
Efek-efek yang Diperdagangkan
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 2.633 1.395 1.238 88,75
Obligasi Pemerintah 848 326 522 160,12
Sukuk 244 331 (87) (26,28)
Obligasi Korporasi 28 255 (227) (89,02)
3.753 2.307 1.446 62,68
Investasi Keuangan
Pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lainnya
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 3.105 7.853 (4.748) (60,46)
Obligasi Pemerintah 25.257 13.704 11.553 84,30
Obligasi Korporasi 767 638 129 20,22
Sukuk 574 729 (155) (21,26)
Bank Indonesia Floating Rate Note 50 - 50 100,00
29.753 22.924 6.829 29,79
Diukur pada biaya perolehan yang diamortisas
Obligasi Pemerintah 6.379 7.094 (715) (10,08)
Wesel ekspor berjangka 1.137 2.230 (1.093) (49,01)
Sukuk 25 221 (196) (88,69)
7.541 9.545 -2.004 (21,00)
Total 41.047 34.776 6.271 18,03
Cadangan kerugian penurunan nilai (20) (16) (4) 25,00
Total - neto 41.027 34.760 6.267 18,03
Kredit yang Diberikan
Kredit neto UOB Indonesia pada tahun 2025 sebesar Rp107.957 miliar dengan total kredit bruto sebesar Rp111.782
miliar. UOB Indonesia menjalankan kegiatan usaha dengan menerapkan prinsip kehati-hatian secara ketat dalam
penyaluran kredit sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakpastian global.
116 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 119
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Kredit yang Diberikan berdasarkan Mata Uang
Mayoritas kredit berasal dari kredit dalam Rupiah yang berkontribusi sebesar 65,9 persen dari total portofolio kredit
pada tahun 2025 atau sebesar Rp73.641 miliar. Sementara itu, kredit dalam mata uang asing mencakup 34,1 persen
dari total kredit atau sebesar Rp38.141 miliar pada tahun 2025.
2025 2024 Naik/(Turun)
Kredit yang Diberikan berdasarkan Mata Uang Miliar Miliar
Miliar Rupiah Persentase (%)
Rupiah Rupiah
Rupiah 73.641 70.821 2.820 3.98
Mata uang asing 38.141 29.591 8.550 28.89
Total Kredit yang Diberikan 111.782 100.412 11.370 11.32
Suku bunga kontrak rata-rata
Rupiah 8,37% 9,09%
Mata uang asing 5,15% 6,17%
Kredit yang Diberikan berdasarkan Jenis
Berdasarkan jenisnya, kontributor terbesar terhadap total kredit adalah kredit modal kerja yang mencakup 79,0 persen
dari total kredit, diikuti oleh kartu kredit, kredit investasi, dan kredit pemilikan rumah. Kredit modal kerja berkontribusi
sebesar 79,0 persen atau Rp88.284 miliar, meningkat sebesar 15,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
2025 2024 Naik/(Turun)
Kredit yang Diberikan berdasarkan Jenis Miliar Miliar Miliar Persentase
Rupiah Rupiah Rupiah (%)
Modal kerja 88.284 76.148 12.136 15,94
Kartu kredit 8.752 9.260 (508) (5,49)
Investasi 7.893 7.683 210 2,73
Kepemilikan rumah 6.087 6.415 (328) (5,11)
Multiguna 701 835 (134) (16,05)
Kendaraan bermotor 65 71 (6) (8,45)
Total Kredit yang Diberikan 111.782 100.412 11.370 11,32
Kredit yang Diberikan berdasarkan Segmentasi Bisnis
Segmen Wholesale Banking berkontribusi sebesar 86,0 persen terhadap total kredit UOB Indonesia pada tahun
2025, sedangkan segmen Consumer Banking berkontribusi sebesar 14,0 persen dari total kredit. Per 31 Desember
2025, saldo kredit dari segmen Wholesale Banking dan Consumer Banking masing-masing sebesar Rp96.177 miliar
dan Rp15.605 miliar.
2025 2024 Naik/(Turun)
Kredit yang Diberikan berdasarkan Segmentasi Bisnis Miliar Miliar Miliar Persentase
Rupiah Rupiah Rupiah (%)
Wholesale Banking 96.177 83.828 12.349 14,73
Consumer Banking 15.605 16.584 (979) (5,90)
Total Kredit yang Diberikan 111.782 100.412 11.370 11,32
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 117
Page 120
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Kredit yang Diberikan berdasarkan Sektor Ekonomi
Berdasarkan total kredit menurut sektor ekonomi, industri pengolahan menjadi kontributor terbesar terhadap total
kredit dengan porsi sebesar 26,2 persen atau setara dengan Rp29.319 miliar. Sektor perdagangan besar dan eceran
menempati posisi kedua dengan porsi sebesar 23,7 persen atau setara dengan Rp26.461 miliar.
Cadangan kerugian penurunan nilai atas kredit pada tahun 2025 sebesar Rp3.825 miliar, menurun sebesar 3,4 persen
atau Rp135 miliar dibandingkan Rp3.960 miliar pada tahun 2024.
2025 2024 Naik/(Turun)
Kredit yang Diberikan berdasarkan Sektor Ekonomi Miliar Miliar Miliar Persentase
Rupiah Rupiah Rupiah (%)
Industri pengolahan 29.319 24.247 5.072 20.92
Perdagangan besar dan eceran 26.461 20.201 6.260 30.99
Rumah tangga 15.605 16.583 (978) (5.90)
Penambangan dan penggalian 9.210 11.541 (2.331) (20.20)
Kegiatan keuangan dan asuransi 6.821 7.500 (679) (9.05)
Informasi dan komunikasi 5.996 2.197 3.799 172.92
Pertanian, kehutanan, dan perikanan 4.616 4.544 72 1.58
Transportasi dan pergudangan 4.060 3.751 309 8.24
Perumahan 3.327 2.980 347 11.64
Penyedia akomodasi dan makanan dan minuman 1.859 1.944 (85) (4.37)
Pengadaan listrik, gas, dan air 1.636 373 1.263 338.61
Konstruksi bangunan 1.281 3.182 (1.901) (59.74)
Lain-lain 1.591 1.369 222 16.22
Total Kredit yang Diberikan 111.782 100.412 11.370 11.32
Cadangan kerugian penurunan nilai (3.825) (3.960) (135) (3.41)
Total Kredit yang Diberikan - neto 107.957 96.452 11.505 11.93
Kredit Bermasalah
Kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) masing-masing tercatat sebesar Rp2.012 miliar dan Rp2.055 miliar
pada tahun 2025 dan 2024. Penurunan NPL merupakan hasil dari strategi Bank dalam mengelola risk appetite kredit
serta penerapan prinsip kehati-hatian. Kredit berdasarkan kolektibilitas per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
2025 2024 Naik/(Turun)
Kredit yang Diberikan berdasarkan Kolektibilitas Miliar Miliar Miliar Persentase
Rupiah Rupiah Rupiah (%)
Lancar 106.398 94.448 11,950 12.65
Dalam perhatian Khusus 3.372 3.909 (537) (13.74)
Kurang Lancar 147 295 (148) (50.17)
Diragukan 177 445 (268) (60.22)
Macet 1.688 1.315 373 28.37
Total Kredit yang Diberikan 111.782 100.412 11,370 11.32
Kredit Bermasalah 2.012 2.055 (43) (2.09)
NPL Bruto 1.80% 2.05%
NPL Neto 1.02% 1.11%
118 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 121
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Pada tahun 2025, rasio NPL bruto menurun sebesar 0,3 persen poin, dari 2,1 persen pada tahun 2024 menjadi 1,8
persen pada tahun 2025. Rasio NPL neto juga menurun sebesar 0,1 persen poin, dari 1,1 persen pada tahun 2024
menjadi 1,0 persen pada tahun 2025. Bank mampu menjaga kualitas aset dengan baik, sebagaimana tercermin dari
rasio NPL yang berada jauh di bawah batas maksimum sebesar 5,00 persen yang ditetapkan oleh Regulator.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai atas Kredit
Cadangan kerugian penurunan nilai atas kredit pada tahun 2025 sebesar Rp3.825 miliar, menurun sebesar 3,4 persen
atau Rp135 miliar dibandingkan Rp3.960 miliar pada tahun 2024. Cadangan yang dibentuk dinilai memadai untuk
menutup potensi kerugian yang timbul dari kredit yang tidak tertagih.
Aset Tidak Lancar
Aset tidak lancar terdiri dari aset pajak tangguhan, aset tetap dan aset hak-guna, aset tidak berwujud, dan aset
lainnya.
Pada tahun 2025, aset tidak lancar menurun sebesar Rp1.388 miliar atau 17,7 persen.
Aset Tidak Berwujud
Per tahun 2025, UOB Indonesia memiliki saldo aset tidak berwujud – neto sebesar Rp1.065 miliar. Aset tidak berwujud
tersebut timbul dari akuisisi bisnis konsumer dari Citi pada tahun 2023. Aset tidak berwujud tersebut terdiri dari
goodwill dan aset tidak berwujud lainnya yang terkait dengan transaksi tersebut.
Liabilitas
Mayoritas liabilitas UOB Indonesia berasal dari simpanan nasabah non-bank yang berkontribusi sebesar 88,7 persen
terhadap total liabilitas pada tahun 2025.
Total liabilitas UOB Indonesia meningkat dari Rp138.316 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp150.375 miliar, atau
meningkat sebesar 8,7 persen atau Rp12.059 miliar. Peningkatan ini terutama berasal dari kenaikan simpanan nasabah
sebesar Rp16.401 miliar.
2025 2024 Naik/(Turun)
Liabilitas Miliar Miliar Miliar Persentase
Rupiah Rupiah Rupiah (%)
Liabilitas segera 441 504 (63) (12,50)
Simpanan nasabah 133.313 116.912 16.401 14,03
Simpanan bank lain 3.795 4.440 (645) (14,53)
Bunga yang masih harus dibayar 189 196 (7) (3,57)
Utang pajak 141 105 36 34,29
Derivatif yang masih harus dibayar 1.462 2.226 (764) (34,32)
Akseptasi yang masih harus dibayar 2.005 2.307 (302) (13,09)
Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan janji 3.525 5.576 (2.051) (36,78)
dibeli kembali
Liabilitas atas imbalan kerja 359 439 (80) (18,22)
Efek utang yang diterbitkan - neto 945 1.042 (97) (9,31)
Liabilitas lain-lain 4.200 4.569 (369) (8,08)
Total Liabilitas 150.375 138.316 12.059 8,72
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 119
Page 122
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Simpanan Nasabah
Simpanan nasabah terdiri dari giro, tabungan, dan deposito berjangka. Pada tahun 2025, simpanan dari nasabah
sebesar Rp133.313 miliar, meningkat sebesar 14,0 persen dari Rp116.912 miliar pada tahun 2024. Giro, tabungan, dan
deposito berjangka masing-masing meningkat sebesar Rp6.944 miliar atau 21,6 persen, Rp5.524 miliar atau 15,8
persen, dan Rp3.933 miliar atau 7,9 persen. Peningkatan simpanan dari nasabah sejalan dengan strategi Bank dalam
menangkap konektivitas di kawasan ASEAN.
2025 2024 Naik/(Turun)
Simpanan Nasabah Miliar Miliar Miliar Persentase
Rupiah Rupiah Rupiah (%)
Giro 39.079 32.135 6.944 21,61
Tabungan 40.600 35.076 5.524 15,75
Deposito berjangka 53.634 49.701 3.933 7,91
Total Simpanan Nasabah 133.313 116.912 16.401 14,03
Simpanan Nasabah berdasarkan Mata Uang
Komposisi simpanan nasabah dalam Rupiah dan mata uang asing pada tahun 2025 masing-masing sebesar 65,3
persen dan 34,7 persen. Simpanan nasabah dalam Rupiah tercatat sebesar Rp87.057 miliar pada tahun 2025, meningkat
sebesar 8,7 persen dibandingkan posisi tahun 2024. Dana pihak ketiga dalam mata uang asing meningkat sebesar
25,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
2025 2024 Naik/(Turun)
Simpanan Nasabah berdasarkan Mata Uang Miliar Miliar Miliar Persentase
Rupiah Rupiah Rupiah (%)
Rupiah 87.057 80.102 6.955 8,68
Mata uang asing 46.256 36.810 9.446 25,66
Total 133.313 116.912 16.401 14,03
Simpanan dari Bank Lain
Simpanan dari bank lain sebesar Rp3.795 miliar, menurun sebesar 14,5 persen atau Rp645 miliar dari Rp4.440 miliar
pada tahun 2024. Penurunan simpanan dari bank lain terutama disebabkan oleh penurunan call money sebesar
Rp616 miliar.
2025 2024 Naik/(Turun)
Simpanan dari Bank Lain Miliar Miliar Miliar Persentase
Rupiah Rupiah Rupiah (%)
Call Money 3.738 4.354 (616) (14,15)
Giro 45 56 (11) (19,64)
Tabungan 2 11 (9) (81,82)
Deposito berjangka 10 19 (9) (47,37)
Total 3.795 4.440 (645) (14,53)
120 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 123
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Simpanan dari Bank Lain berdasarkan Mata Uang
Simpanan dari bank lain dalam Rupiah meningkat sebesar 46,3 persen atau Rp936 miliar menjadi Rp2.960 miliar
pada tahun 2025. Komposisi simpanan dalam Rupiah dan mata uang asing masing-masing sebesar 78,0 persen
dan 22,0 persen pada tahun 2025.
2025 2024 Naik/(Turun)
Simpanan dari Bank Lain Berdasarkan Mata Uang Miliar Miliar Miliar Persentase
Rupiah Rupiah Rupiah (%)
Rupiah 2.960 2.024 936 46,25
Mata uang asing 835 2.416 (1.581) (65,44)
Total 3.795 4.440 (645) (14,53)
Efek Utang yang Diterbitkan
Efek utang yang diterbitkan sebesar Rp945 miliar, menurun sebesar 9,3 persen atau Rp97 miliar dari Rp1.042 miliar pada
tahun 2024. Penurunan tersebut disebabkan oleh pelunasan pokok Efek Utang Berkelanjutan Bank UOB Indonesia
IV Tahap I Tahun 2024 sebesar Rp100.000.000.000 (nilai penuh) yang jatuh tempo pada 6 Juli 2025.
Ekuitas
Total ekuitas UOB Indonesia pada tahun 2025 sebesar Rp20.124 miliar, meningkat sebesar 12,9 persen atau Rp2.298
miliar dari Rp17.826 miliar pada tahun 2024. Peningkatan ekuitas tersebut berasal dari laba ditahan tahun 2025.
2025 2024 Naik/(Turun)
Ekuitas Miliar Miliar Miliar Persentase
Rupiah Rupiah Rupiah (%)
Modal saham 3.057 3.057 - 0,00
Tambahan modal disetor - neto 4.939 4.939 - 0,00
Penghasilan komprehensif lainnya 479 (289) 768 (265,74)
Laba ditahan
Telah ditentukan penggunanya 156 152 4 2,63
Belum ditentikan penggunanya 11.493 9.967 1.526 15,31
Total Ekuitas 20.124 17.826 2.298 12,89
Pada tahun 2025, tidak terdapat pembayaran dividen.
Kebijakan Bank adalah menjaga struktur permodalan yang memadai dan efisien untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 121
Page 124
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan.
Kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, serta penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain dengan jangka waktu jatuh tempo 3 bulan atau kurang sejak tanggal perolehan, sepanjang
tidak dijaminkan untuk pinjaman maupun dibatasi penggunaannya.
2025 2024 Naik/(Turun)
Arus Kas Miliar Miliar Miliar Persentase
Rupiah Rupiah Rupiah (%)
Kas neto diperoleh dari/(digunakan untuk) aktivitas 2.649 (1.718) 4.367 (254,19)
operasi
Kas neto (digunakan untuk)/diperoleh dari aktivitas (3.932) 3.640 (7.572) (208,02)
investasi
Kas neto (digunakan untuk) aktivitas pendanaan (192) (511) 319 (62,43)
Kenaikan/(penurunan) neto Kas dan Setara Kas (1.475) 1.411 (2.886) (204,54)
Pengaruh neto perubahan kurs pada Kas dan Setara Kas 121 107 14 13,08
Kas dan Setara Kas awal tahun 15.464 13.946 1.518 10,88
Kas dan Setara Kas akhir tahun 14.110 15.464 (1.354) (8,76)
Arus Kas Bersih dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi
Arus kas bersih dari aktivitas operasional meningkat sebesar Rp4.367 miliar, dari (Rp1.718) miliar pada tahun 2024
menjadi Rp2.649 miliar pada tahun 2025. Peningkatan ini terutama berasal dari kenaikan pergerakan tabungan dan
deposito berjangka.
Arus Kas Bersih (Digunakan untuk)/dari Aktivitas Investasi
Arus kas bersih dari aktivitas investasi meningkat sebesar Rp7.572 miliar, dari Rp3.640 miliar pada tahun 2024 menjadi
(Rp3.932) miliar pada tahun 2025.
Peningkatan ini terutama disebabkan oleh pembelian investasi keuangan dari Rp4.504 miliar pada tahun 2024
menjadi (Rp3.477) miliar pada tahun 2025.
Arus Kas Bersih (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan menurun sebesar Rp319 miliar, dari (Rp511) miliar pada tahun 2024 menjadi
(Rp192) miliar pada tahun 2025.
Penurunan penggunaan kas dalam aktivitas pendanaan disebabkan oleh lebih rendahnya pelunasan efek utang
yang jatuh tempo pada tahun 2025 serta tidak adanya penerbitan efek baru oleh Bank pada tahun 2025.
122 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 125
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Rasio Keuangan
(dalam Persentase, kecuali dinyatakan lain)
Rasio Keuangan 2025 2024
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) 19,15 16,51
Kredit bermasalah (NPL) - Bruto 1,80 2,05
Kredit bermasalah (NPL) - Neto 1,02 1,11
Return on Assets (ROA) 1,17 0,35
Return on Equity (ROE) 8,67 2,55
Net Interest Margin (NIM) 3,81 3,92
Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) 86,39 95,64
Loans to Deposit Ratio (LDR) 83,85 85,89
Giro Wajib Minimum (GWM):
GWM Rupiah
GWM harian 9,07 7,52
GWM rata-rata 10,06 9,11
Penyangga Likuiditas Makroprudensial 41,86 37,98
Rasio Intermediasi Makroprudensial 78,83 88,83
GWM Mata uang asing
GWM harian 4,16 4,17
GWM rata-rata 4,12 4,14
Posisi Devisa Neto (PDN) 3,95 5,36
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Return on Equity (ROE)
Pada tahun 2025, rasio KPMM meningkat sebesar 2,7 Pada tahun 2025, imbal hasil atas ekuitas (ROE) meningkat
persen poin, dari 16,5 persen pada tahun 2024 menjadi sebesar 6,1 persen poin, dari 2,6 persen pada tahun 2024
19,2 persen pada tahun 2025, terutama disebabkan oleh menjadi 8,7 persen pada tahun 2025.
peningkatan modal inti.
Peningkatan ROE didorong oleh kenaikan laba tahun
Pada tahun 2025 dan 2024, Bank telah memenuhi berjalan sebesar 276,6 persen atau Rp1.123 miliar.
ketentuan regulator terkait rasio kecukupan modal.
Net Interest Margin (NIM)
Rasio Kredit Bermasalah (NPL) NIM pada tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar
Pada tahun 2025, rasio NPL bruto menurun sebesar 0,3 3,8 persen dan 3,9 persen, menurun sebesar 0,1 persen poin.
persen poin, dari 2,1 persen pada tahun 2024 menjadi 1,8
persen pada tahun 2025. Rasio Beban Operasional terhadap
Pendapatan Operasional (BOPO)
Rasio NPL neto juga menurun sebesar 0,1 persen poin, dari 1,1
persen pada tahun 2024 menjadi 1,0 persen pada tahun 2025. Rasio BOPO menurun sebesar 9,2 persen poin menjadi
86,4 persen pada tahun 2025 dibandingkan 95,6 persen
Kredit bermasalah tercatat sebesar Rp2.012 miliar dan pada tahun 2024.
Rp2.055 miliar masing-masing pada tahun 2025 dan 2024.
Loan to Deposit Ratio (LDR)
Return on Assets (ROA) LDR yang digunakan untuk mengidentifikasi sejauh mana
Pada tahun 2025, ROA meningkat sebesar 0,8 persen penyaluran kredit Bank didanai oleh simpanan nasabah,
poin, dari 0,4 persen pada tahun 2024 menjadi 1,2 persen tercatat sebesar 83,9 persen pada tahun 2025, menurun
pada tahun 2025. sebesar 2,0 persen poin dibandingkan 85,9 persen pada
tahun 2024.
Peningkatan ROA didorong oleh kenaikan laba sebelum
pajak sebesar 246,6 persen atau Rp1.393 miliar.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 123
Page 126
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Giro Wajib Minimum (GWM)
Bank diwajibkan untuk memenuhi Giro Wajib Minimum (GWM) dalam Rupiah untuk perbankan konvensional serta
GWM dalam mata uang asing untuk transaksi valuta asing.
Pada tahun 2025 dan 2024, Bank telah memenuhi ketentuan regulator terkait GWM.
Posisi Devisa Neto (PDN)
Pada tahun 2025 dan 2024, Bank telah memenuhi ketentuan regulator terkait Posisi Devisa Neto (PDN) dan tidak
terdapat pelanggaran.
Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)
Pada tahun 2025 dan 2024, Bank telah memenuhi ketentuan regulator terkait Batas Maksimum Pemberian Kredit
(BMPK), baik kepada pihak terkait maupun pihak tidak terkait.
Belanja Modal
Perikatan Material dan Investasi Barang Modal
Total belanja modal menurun sebesar 0,1 persen atau Rp1 miliar, dari Rp951 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp950
miliar pada tahun 2025.
Investasi belanja modal digunakan untuk pengembangan infrastruktur teknologi informasi, serta pengadaan peralatan
kantor guna mendukung kebutuhan operasional Bank.
2025 2024 Naik/(Turun)
Belanja Modal Miliar Miliar Miliar Persentase
Rupiah Rupiah Rupiah (%)
Penambahan melalui pembelian aset tetap 551 866 (315) -36,37
Penambahan aset tetap melalui reklasifikasi aset dalam 348 43 305 709,30
proses pembangunan
Penambahan aset hak guna 51 42 9 21,43
Total 950 951 (1) -0,11
Kebijakan Permodalan
Struktur Permodalan
Bank berupaya untuk menjaga tingkat permodalan yang memadai guna mendukung kegiatan usaha dan pertumbuhan,
memenuhi ketentuan permodalan regulator setiap saat, serta mempertahankan peringkat kredit yang baik.
Bank juga berupaya untuk menjaga struktur permodalan yang efisien, mengoptimalkan biaya permodalan secara
keseluruhan, serta memberikan imbal hasil dividen yang berkelanjutan kepada pemegang saham.
Tujuan tersebut dicapai melalui Kerangka Manajemen Permodalan Bank yang menetapkan target permodalan dan risk
appetite, termasuk melalui Internal Capital Adequacy Assessment Process (ICAAP). Batasan risk appetite permodalan
tahunan disahkan oleh Risk Management Committee (RMC) dan disetujui oleh Dewan Komisaris.
Per akhir tahun 2025, total modal Bank sebesar Rp20.314 miliar dengan CAR sebesar 19,2 persen. Modal inti (Tier 1)
Bank mencakup 92,9 persen dari total modal Bank dengan rasio kecukupan modal inti (Tier 1) sebesar 17,8 persen.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan merujuk pada “GCG – Tabel Eksposur Risiko #4 Komposisi Permodalan”.
124 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 127
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Komitmen Material atas Investasi Informasi Keuangan atas Kejadian
Belanja Modal Luar Biasa
Bank memiliki sejumlah komitmen material terkait UOB Indonesia tidak mengalami kejadian luar biasa yang
investasi barang modal, yang terutama ditujukan untuk berdampak material terhadap kinerja keuangan pada
pengembangan infrastruktur teknologi informasi guna tahun 2025.
mendukung pengembangan bisnis Perseroan. Biaya atas
komitmen material tersebut menggunakan dana internal Informasi Material atas Transaksi yang
Bank. Tagihan dan pembayaran atas investasi barang
modal sebagian besar menggunakan mata uang Rupiah Mengandung Benturan Kepentingan
untuk meminimalkan risiko nilai tukar. dan/atau Transaksi Material dengan
Pihak Berelasi
Dampak Perubahan Peraturan
terhadap Kinerja Bank Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat transaksi yang
dapat dikategorikan sebagai transaksi yang mengandung
Perubahan peraturan tidak memberikan dampak yang benturan kepentingan.
signifikan terhadap kinerja Bank.
Pada tahun 2025, dalam menjalankan kegiatan usahanya,
UOB Indonesia melakukan sejumlah transaksi dengan pihak
Standar Akuntansi yang Telah berelasi, termasuk penyaluran kredit dan penghimpunan
Diterbitkan namun Belum Berlaku simpanan dari nasabah. Untuk informasi lebih lanjut,
Efektif silakan merujuk pada Catatan No. 37 dalam Catatan atas
Laporan Keuangan.
Standar dan interpretasi yang telah diterbitkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), namun belum Kebijakan Dividen dan Penggunaan
berlaku efektif untuk laporan keuangan tahun berjalan, Laba Bersih
diungkapkan sebagai berikut.
Pembagian dividen dilakukan berdasarkan keputusan
Berlaku efektif pada atau setelah 1 Januari 2026 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dengan
• PSAK 107: “Instrumen Keuangan: Pengungkapan atas mempertimbangkan kondisi keuangan serta kebutuhan
Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan”; dan permodalan dan pengembangan usaha UOB Indonesia,
• PSAK 109: “Instrumen Keuangan” khususnya pertumbuhan kredit, serta memperhatikan
faktor-faktor relevan lainnya bagi pemegang saham.
Standar tersebut akan berlaku efektif pada 1 Januari
2026 dan penerapan dini diperkenankan.
Berlaku efektif pada atau setelah 1 Januari 2027
• Amandemen PSAK 118: “Penyajian dan Pengungkapan
dalam Laporan Keuangan”.
Standar tersebut akan berlaku efektif pada 1 Januari
2027 dan penerapan dini diperkenankan.
Pada tanggal pengesahan laporan keuangan ini, Bank
masih melakukan evaluasi atas dampak potensial dari
standar akuntansi baru dan revisi tersebut terhadap
laporan keuangan Bank.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 125
Page 128
Tata Kelola Perusahaan
Tata Kelola
Perusahaan
128 Penerapan Tata Kelola Perusahaan
129 Penilaian Mandiri Good Corporate Governance
130 Aspek Pemegang Saham
131 Struktur Tata Kelola Perusahaan
131 Rapat Umum Pemegang Saham
137 Dewan Komisaris
144 Direksi
Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite-
156
Komite
197 Sekretaris Perusahaan
198 Corporate Communications
Penerapan Fungsi Kepatuhan, Audit Intern, dan
200
Audit Eksternal
Penerapan Manajemen Risiko Termasuk
204
Sistem Pengendalian Internal
Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait dan
204
Penyediaan Dana Besar
Integritas Pelaporan dan Sistem Teknologi
205
Informasi
206 Rencana Strategis Bank
Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris
Serta Hubungan Keuangan dan Hubungan
Keluarga Anggota Dewan Komisaris dengan
207
Anggota Dewan Komisaris Lain, Anggota
Direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali
Bank
209 Pengungkapan Kebijakan Remunerasi
Paket/Kebijakan Remunerasi dan Fasilitas Lain
211
Bagi Dewan Komisaris Serta Direksi
214 Anti-Fraud, Anti Penyuapan dan Anti Korupsi
Jumlah Penyimpangan (Internal Fraud) Yang
215
Terjadi dan Upaya Penyelesaian oleh Bank
Jumlah Permasalahan Hukum dan Upaya
215
Penyelesaian oleh Bank
Permasalahan Hukum yang sedang Dihadapi
215
Dewan Komisaris dan Direksi
216 Sanksi Administratif
Transaksi yang mengandung Benturan
216
Kepentingan
Transaksi dengan Pihak yang Memiliki
216
Hubungan Istimewa
217 Buy Back Saham dan Buy Back Obligasi Bank
Pemberian Dana untuk Kegiatan Sosial dan
217
Kegiatan Politik
218 Kode Etik
219 Whistleblowing
Penerapan Pencegahan Praktik Korupsi,
220 Balas Jasa (Kickbacks), Fraud, Suap dan/atau
Gratifikasi
221 Komunikasi Internal
222 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
223 Pelindungan Nasabah
224 Manajemen Risiko
265 Tabel Eksposur Risiko
126 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 129
Tata Kelola Perusahaan
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 127
Page 130
Tata Kelola Perusahaan
Tata Kelola Perusahaan
Tata kelola yang kuat menjadi dasar bagi operasional sehingga menghasilkan outcome yang sesuai dengan
perbankan yang prudent dan penciptaan nilai jangka harapan pemangku kepentingan Bank.
panjang. Sebagai lembaga keuangan yang teregulasi c. Governance Outcome, yaitu aspek yang mencerminkan
dan beroperasi dalam lingkungan yang semakin hasil penerapan prinsip-prinsip GCG yang memenuhi
kompleks, PT Bank UOB Indonesia (Bank atau Perseroan) harapan pemangku kepentingan Bank dengan
mengintegrasikan Tata Kelola Perusahaan yang Baik dukungan kecukupan struktur dan infrastruktur tata
(Good Corporate Governance/GCG) ke dalam strategi, kelola Bank.
proses pengambilan keputusan, serta aktivitas operasional
sehari-hari guna mendukung manajemen risiko yang Penerapan prinsip GCG ini dievaluasi secara berkala
efektif, melindungi kepentingan pemangku kepentingan, melalui Self-Assessment GCG dan disampaikan kepada
serta memastikan pelaksanaan usaha yang bertanggung Regulator dan Manajemen Bank sebagai bagian dari
jawab dan beretika. Penerapan GCG didukung oleh Laporan Tingkat Kesehatan Bank (Risk Based Bank Rating/
struktur tata kelola yang kuat dengan pembagian peran RBBR).
dan tanggung jawab yang jelas antara Dewan Komisaris,
Direksi, dan manajemen, serta mekanisme pengawasan Satuan Kerja Kepatuhan juga telah melakukan kajian
dan pengendalian yang memadai. Berlandaskan prinsip dan penyesuaian atas Piagam Kepatuhan dari versi
Etika, Akuntabilitas, Transparansi, dan Keberlanjutan, sebelumnya yang merupakan kebijakan payung dalam
Bank terus meninjau dan menyempurnakan kerangka penerapan Fungsi Kepatuhan di Bank melalui Surat
tata kelolanya untuk menjaga kepatuhan, ketahanan, Keputusan Direksi No. 25/SKDIR/0129 tanggal 15 Desember
dan kepercayaan, sekaligus mendukung pertumbuhan 2025.
usaha yang berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka
panjang bagi para pemangku kepentingan. Selain itu, sejalan dengan peraturan OJK perihal
penerapan Tata Kelola Terintegrasi bagi Konglomerasi
Penerapan Tata Kelola Perusahaan Keuangan yang telah diatur dalam Peraturan OJK No. 18/
Ketentuan terkait Pelaksanaan Penerapan Tata Kelola POJK.03/2014 dan Surat Edaran OJK No.15/SEOJK.03/2015,
Perusahaan yang Baik bagi Bank Umum mengacu pada Satuan Kerja Kepatuhan telah menerbitkan ketentuan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 17 Tahun internal berikut:
2023 tanggal 14 September 2023 tentang Penerapan 1. Piagam Kepatuhan Terintegrasi bagi Entitas dalam
Tata Kelola bagi Bank Umum (Peraturan OJK 17/2023) Konglomerasi Keuangan UOB Grup di Indonesia
dan Surat Edaran OJK No. 14/SEOJK.03/2025 tanggal sebagai kebijakan payung dalam pelaksanaan fungsi
24 Juni 2025 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank kepatuhan terintegrasi, sebagaimana telah dikinikan
Umum (SEOJK 14/2025). melalui Surat Keputusan Direksi No. 25/SKDIR/0123
tanggal 11 Desember 2025.
Bank senantiasa memastikan bahwa prinsip-prinsip 2. Kebijakan Tata Kelola Terintegrasi sebagai pedoman
GCG yaitu Perilaku Beretika, Akuntabilitas, Transparansi, utama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab
dan Keberlanjutan diterapkan pada setiap aspek bisnis setiap Entitas dalam Konglomerasi Keuangan melalui
dan di seluruh jajaran Bank. Pelaksanaan Prinsip GCG Surat Keputusan Direksi No. 24/SKDIR/0129 tanggal
tersebut diterapkan sekurang-kurangnya pada 15 (lima 29 November 2024.
belas) Faktor Pelaksanaan GCG, dimana setiap faktor
harus dapat dinilai efektivitasnya dari 3 (tiga) aspek Berdasarkan Peraturan OJK No. 30 Tahun 2024 tentang
governance sebagai suatu proses berkesinambungan. Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk
Konglomerasi Keuangan, PT Bank UOB Indonesia sebagai
Ketiga aspek governance dimaksud adalah: Entitas Utama dalam Konglomerasi Keuangan telah
a. Governance Structure, yaitu aspek yang mengandung menyusun Piagam Korporasi. Piagam ini merupakan
kecukupan struktur dan infrastruktur tata kelola Bank perjanjian antara Entitas Utama dan Entitas Anggota
agar proses pelaksanaan prinsip GCG menghasilkan didalam Konglomerasi Keuangan UOB untuk memastikan
outcome yang sesuai dengan harapan pemangku bahwa proses pemantauan, pelaporan, komunikasi dan
kepentingan Bank. pertukaran informasi dalam rangka penerapan Tata
b. Governance Process, yaitu aspek yang mengandung Kelola Terintegrasi, Manajemen Risiko Terintegrasi dan
proses pelaksanaan prinsip GCG, yang didukung oleh Kewajiban Penyediaan Modal Minimum dapat berjalan
kecukupan struktur dan infrastruktur tata kelola Bank lancar.
128 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 131
Tata Kelola Perusahaan
Penilaian Mandiri Good Corporate • pelaksanaan pemeriksaan secara periodik oleh
Governance Satuan Kerja Audit Intern dan Audit Eksternal untuk
memastikan efektivitas proses pelaksanaan seluruh
Kesimpulan Umum Hasil Penilaian Mandiri kebijakan, prosedur dan sistem informasi manajemen
Pelaksanaan Good Corporate Governance PT Bank Bank.
UOB Indonesia
Pada aspek Governance Outcome, secara umum Bank
Bank melakukan penilaian mandiri untuk pelaksanaan telah mencapai hasil yang baik pada tahun 2025, terutama
prinsip GCG per posisi Desember 2025. dalam aspek:
• kecukupan transparansi laporan;
Pemeringkatan dari seluruh aspek di atas dilakukan • kepatuhan terhadap peraturan perundang-
dengan membandingkan antara kinerja pelaksanaan undangan, termasuk upaya berkesinambungan dalam
GCG dan kriteria minimum yang telah ditetapkan oleh OJK. meningkatkan budaya kepatuhan Bank;
• pelindungan konsumen, termasuk antara lain
Manajemen sepenuhnya menyadari bahwa penerapan penerapan prinsip pelindungan data pribadi; dan
Tata Kelola Perusahaan yang baik sangat penting untuk • objektivitas dalam melakukan penilaian/audit;
mendapatkan kepercayaan dari nasabah maupun • kinerja Bank .
pemegang saham.
Dari sisi rencana strategis, berikut adalah kinerja Bank
Bank meyakini bahwa standar GCG yang tinggi harus pada akhir tahun 2025 yang tercermin dari:
dicapai guna mendukung bisnis (untuk pertumbuhan bisnis, • Pencapaian laba bersih sebelum pajak sebesar Rp1.958
profitabilitas, dan nilai tambah bagi seluruh pemangku miliar;
kepentingan) serta untuk meningkatkan kemampuannya • Penyaluran kredit mencapai Rp111,96 triliun atau 99,38
sehingga keberlanjutan bisnis jangka panjang dapat persen dari target;
tercapai. • Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai
Rp132,85 triliun atau 103,05 persen dari target;
Bank telah melakukan penilaian mandiri (self-assessment) • Rasio kecukupan modal (Kewajiban Penyediaan Modal
terhadap penerapan prinsip-prinsip GCG selama periode Minimum/KPMM) sebesar 19,20 persen yang masih di
Januari s.d. Desember 2025. Berdasarkan penilaian mandiri atas ketentuan yang berlaku; dan
GCG tahun 2025, Bank berada pada peringkat komposit • Rasio modal inti terhadap Aktiva Tertimbang menurut
2 (dua) yang berarti Manajemen Bank secara umum Risiko (ATMR) sebesar 17,83 persen.
telah melakukan penerapan GCG yang berpredikat ’Baik’,
sebagaimana tercermin melalui prinsip-prinsip GCG yang Berdasarkan hasil penilaian terhadap aspek-aspek
memadai. governance tersebut, masih terdapat area yang dapat
diperbaiki dan ditingkatkan, antara lain:
Berdasarkan penilaian terhadap aspek Governance 1. Sistem pengendalian internal Bank, yaitu terkait
Structure, struktur tata kelola Bank terdiri dari Dewan dengan masih adanya pengenaan sanksi administratif
Komisaris, Direksi, dan Komite-Komite, serta fungsi kerja dari regulator, yang secara umum disebabkan oleh
yang dibentuk sesuai dengan kebutuhan Bank, dan faktor human error, fungsi kontrol dari supervisor, dan
yang telah mematuhi ketentuan regulator. Struktur ini proses internal yang masih dapat ditingkatkan. Hal ini
didukung oleh serangkaian kebijakan dan prosedur yang juga sejalan dengan hasil pemeriksaan Satuan Kerja
komprehensif, sistem informasi manajemen, serta ketentuan Audit Intern terkait dengan kewajiban pelaporan ke
yang mengatur tugas-tugas pokok dan fungsinya. regulator.
Aspek Governance Process telah berjalan dengan baik Sebagai bentuk langkah perbaikan dan upaya untuk
yang tercermin dari: meminimalisir timbulnya sanksi dari regulator, Bank
• pemenuhan tugas dan tanggung jawab Dewan telah melakukan hal-hal antara lain sebagai berikut:
Komisaris, Direksi dan Komite; a. menerapkan tindakan disipliner bagi yang
• memiliki mekanisme 3 lini yang meliputi unit risk taker melakukan pelanggaran atas peraturan
(unit bisnis/pendukung) sebagai lini pertama, Satuan perundangan yang berlaku termasuk kesalahan
Kerja Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Kepatuhan pelaporan yang menyebabkan pengenaan sanksi;
sebagai lini kedua, dan Satuan Kerja Audit Intern
sebagai lini ketiga; dan
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 129
Page 132
Tata Kelola Perusahaan
b. m e m b e nt u k P ro j e c t Ste e r i n g Co m m i t te e b. Bank terus berupaya untuk menjaga konsistensi
Regulatory Reporting (PSC Regulatory Reporting) pelaksanaan kontrol sesuai kebijakan-kebijakan
pada bulan Maret 2025 sebagai upaya untuk pengelolaan risiko fraud dan prosedur operasional
melakukan peningkatan kualitas pelaporan secara terkait. Bank secara berkelanjutan melakukan
berkesinambungan melalui kajian perbaikan program edukasi bagi nasabah dan Pekerja
secara komprehensif atas kewajiban pelaporan guna membangun kesadaran anti-fraud serta
ke regulator. PSC Regulatory Reporting ini diketuai memperkuat sistem pengendalian intern seiring
secara langsung oleh Direktur Utama; dan dengan perkembangan strategi bisnis, perubahan
c. melakukan sosialisasi kepada unit terkait atas faktor internal dan eksternal, masih terdapatnya
perubahan peraturan / peraturan baru yang beberapa insiden fraud, serta menindaklanjuti
diterbitkan oleh regulator. sanksi administratif yang diterima Bank pada
semester I tahun 2025 untuk periode pelaporan
2. Bank terus berupaya untuk menjaga konsistensi Strategi Anti-Fraud pada periode pelaporan
pelaksanaan kontrol sesuai kebijakan-kebijakan semester II tahun 2024 sebagai bagian dari proses
pengelolaan risiko dan prosedur operasional. perbaikan.
Sosialisasi atas kebijakan-kebijakan pengelolaan risiko
terus dilakukan seiring dengan perkembangan strategi Bank berkomitmen untuk terus meningkatkan efektivitas
bisnis, perubahan faktor internal dan eksternal, dan pilar penerapan strategi Anti-Fraud yang mencakup
insiden terutama terkait faktor manusia dan proses deteksi, respons, investigasi, pelaporan dan sanksi serta
yang masih terjadi. pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut.
3. Bank telah mengintegrasikan persyaratan yang Aspek Pemegang Saham
dinyatakan dalam SEOJK 14/2025 mengenai Benturan Pemegang saham memiliki peran penting dalam
Kepentingan khususnya terkait perngaturan atas Pihak mendukung kesehatan dan keberlanjutan PT Bank UOB
Istimewa, ke dalam Pedoman Pelaksanaan Good Indonesia. Peran tersebut tercermin melalui komitmen
Corporate Governance PT Bank UOB Indonesia. Bank terhadap perencanaan dan persetujuan permodalan
memahami masih diperlukan penyelarasan lebih lanjut yang memadai guna mendukung kesinambungan usaha
secara komprehensif atas semua kebijakan internal dan Bank, termasuk dalam memenuhi kebutuhan permodalan
prosedur operasional yang relevan. Oleh karena itu dan likuiditas apabila diperlukan. Pemegang saham
sebagai langkah penguatan, Bank tengah melakukan menjalankan haknya melalui Rapat Umum Pemegang
peninjauan terhadap proses, kebijakan internal dan Saham (RUPS) tanpa melakukan intervensi terhadap
prosedur operasional terkait guna memastikan kegiatan operasional sehari-hari Bank, sehingga
kepatuhan di seluruh aktivitas Bank. independensi pengelolaan dan penerapan prinsip kehati-
hatian tetap terjaga.
4. Sehubungan dengan penerapan Strategi Anti-Fraud
termasuk Anti Penyuapan, terdapat beberapa hal Bank memiliki kebijakan dividen yang ditinjau secara
yang akan secara terus menerus ditingkatkan antara berkala dan dikomunikasikan kepada pemegang saham
lain sebagai berikut: melalui saluran yang sesuai, dengan memperhatikan
a. Bank telah mengatur tata kelola sistem manajemen ketentuan peraturan perundang-undangan dan
Anti Penyuapan dan Korupsi (Anti-Bribery and kewenangan regulator. Bank juga menjunjung tinggi
Corruption) sebagai bagian dari penerapan hak pemegang saham, termasuk pemegang saham
kerangka kerja Anti-Financial Crime (AFC). Bank minoritas, untuk memperoleh informasi secara tepat
memahami perlu dilakukan peninjauan mendalam waktu, berpartisipasi dan memberikan suara dalam
terhadap strategi anti penyuapan yang nantinya RUPS, serta menerima dividen sesuai dengan keputusan
akan diatur dalam kebijakan tersendiri secara lebih RUPS. Untuk mendukung pelindungan pemegang saham,
komprehensif, yang bertujuan agar penerapan Bank menyediakan sarana komunikasi yang memfasilitasi
standar dan prosedur anti penyuapan berjalan keterlibatan dan konsultasi terkait hak pemegang saham
secara konsisten di seluruh lini organisasi. serta keberlanjutan usaha Bank.
130 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 133
Tata Kelola Perusahaan
Struktur Tata Kelola Perusahaan
Struktur tata kelola PT Bank UOB Indonesia dirancang untuk mendukung operasional perbankan yang pruden,
pengawasan yang efektif, serta akuntabilitas yang jelas. Struktur ini terdiri atas tiga organ utama, yaitu Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, dan Direksi, yang masing-masing memiliki peran dan tanggung jawab
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
RUPS merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi, yang mana pemegang saham menjalankan haknya atas
hal-hal mendasar. Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan atas pengelolaan Bank. Dalam menjalankan
tugasnya, Dewan Komisaris didukung oleh komite-komite, antara lain Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, Komite
Nominasi dan Remunerasi, serta komite lainnya sesuai kebutuhan. Direksi bertanggung jawab atas pengelolaan
kegiatan operasional Bank sehari-hari dan pelaksanaan strategi sesuai dengan tujuan, serta ketentuan regulator.
Direksi didukung oleh komite manajemen dan unit kerja untuk memastikan pelaksanaan kegiatan operasional,
keberlangsungan manajemen risiko, dan disiplin operasional yang efektif.
Rapat Umum Pemegang Saham
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi Perseroan, di mana para
pemegang saham menjalankan haknya atas berbagai hal yang berkaitan dengan tata kelola dan arah strategis
Bank. Melalui RUPS, pemegang saham melakukan penilaian atas kinerja Dewan Komisaris dan Direksi, menyetujui
laporan tahunan, mengangkat dan memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi, menetapkan struktur serta
besaran remunerasi dan fasilitas lainnya, serta menunjuk Akuntan Publik. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
(RUPST) diselenggarakan 1 (satu) kali dalam setahun, sedangkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)
dapat diselenggarakan sewaktu-waktu untuk membahas hal-hal tertentu.
Rapat Umum Pemegang Saham 2025
Pada tahun 2025, Bank telah menyelenggarakan 2 (dua) kali RUPS, yaitu 1 (satu) kali RUPST dan 1 (satu) kali RUPSLB.
RUPST 2025
Tanggal Rapat:
Kuorum:
29 April 2025
Tempat:
RUPST dihadiri oleh Pemegang Saham/kuasa yang hadir sejumlah 12.105.166.540
UOB Plaza Lantai 45,
saham (98,9988%) dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh
Jalan M. H. Thamrin No.
hingga saat Rapat yaitu sebanyak 12.227.591.633 saham.
10, Jakarta Pusat 10230
Pemenuhan Prosedur Hukum Untuk Penyelenggaraan Rapat
Penyelenggaraan rapat telah sesuai dengan ketentuan Pasal 10 ayat (2) dan ayat (3) Anggaran Dasar Perseroan,
panggilan tentang penyelenggaraan Rapat telah diiklankan dalam satu surat kabar harian berbahasa Indonesia,
yaitu harian Investor Daily tanggal 14 April 2025.
Kehadiran Dewan Komisaris: Kehadiran Direksi:
Nama Jabatan Nama Jabatan
Wayan Alit Antara Komisaris Independen Hendra Gunawan Direktur Utama
VJH Boentaran Lesmana Komisaris Independen Teh Han Yi Direktur
Johanes Susilo Komisaris Independen Paul Rafiuly Direktur
Harapman Kasan Direktur
Undangan Sonny Samuel Direktur
Ardhi Wibowo Direktur Kepatuhan
Nama Jabatan
Henry Santoso Direktur
W. Kartyono Kandidat Direktur
Cristina Teh Tan Direktur
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 131
Page 134
Tata Kelola Perusahaan
Ringkasan Keputusan
Keputusan RUPST Mata 1. Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31
Acara Pertama Desember 2024 termasuk Laporan Direksi dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan
Persetujuan Laporan Komisaris Perseroan, serta mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun
Tahunan Perseroan buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
untuk Tahun Buku yang Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, dengan memberikan pendapat
Berakhir pada Tanggal 31 wajar tanpa modifikasian sebagaimana dinyatakan dalam laporannya tertanggal
Desember 2024 termasuk 26 Februari 2025.
Laporan Keuangan 2. Menyetujui untuk memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab
Perseroan, Laporan sepenuhnya (acquit et decharge) kepada anggota Direksi atas tindakan kepengurusan
Direksi dan Laporan Tugas dan kepada anggota Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengawasan
Pengawasan Dewan yang telah mereka jalankan selama tahun buku 2024, sepanjang tindakan tersebut
Komisaris. tercantum dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun
buku 2024.
Keputusan RUPST Mata Menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku yang berakhir 31 Desember 2024
Acara Kedua sebagai berikut:
Penetapan Penggunaan 1. Sebesar Rp4.062.397.667,- (empat miliar enam puluh dua juta tiga ratus sembilan
Laba Bersih Perseroan puluh tujuh ribu enam ratus enam puluh tujuh Rupiah) dibukukan sebagai cadangan
untuk Tahun Buku yang wajib guna memenuhi ketentuan Pasal 70 Undang- Undang Perseroan Terbatas
Berakhir pada tanggal 31 dan Pasal 20 Anggaran Dasar Perseroan.
Desember 2024. 2. Membukukan seluruh laba bersih yang diperoleh di tahun 2024 setelah dikurangi
cadangan wajib sebagai Laba Ditahan sebesar Rp402.177.369.008,- (empat ratus
dua miliar seratus tujuh puluh tujuh juta tiga ratus enam puluh sembilan ribu delapan
Rupiah) untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan. Untuk tahun buku 2024,
Perseroan tidak membagikan dividen.
Keputusan RUPST Mata 1. Menyetujui memberikan kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan
Acara Ketiga dengan memperhatikan rekomendasi dari Komite Audit untuk menunjuk Akuntan
Penunjukan Akuntan Publik Publik dan Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan untuk
dan Kantor Akuntan Publik mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2025, dan menetapkan
yang akan Mengaudit biaya jasa audit dan persyaratan lainnya berkenaan dengan penunjukan tersebut,
Buku Perseroan untuk dengan kriteria dan batasan sesuai peraturan yang berlaku.
Tahun Buku 2025 dan 2. Menyetujui memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk
Penetapan Honorarium menandatangani perjanjian dan persyaratan lainnya berkenaan dengan
maupun Persyaratan penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik tersebut.
Lainnya berkenaan dengan
Penunjukan tersebut.
Keputusan RUPST Mata 1. Menyetujui pengangkatan kembali anggota Dewan Komisaris Perseroan dengan
Acara Keempat susunan sebagai berikut:
Perubahan Susunan a. Bapak Wee Ee Cheong sebagai Komisaris Utama Perseroan;
Pengurus Perseroan b. Bapak Chin Voon Fat sebagai Wakil Komisaris Utama Perseroan;
c. Bapak Chan Kok Seong sebagai Komisaris Perseroan; dan
d. Bapak Wayan Alit Antara, Bapak VJH Boentaran Lesmana, dan Bapak Johanes
Susilo, masing-masing sebagai Komisaris Independen Perseroan,
Masing-masing terhitung sejak ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
tahun 2025 sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
Perseroan yang akan diadakan pada tahun 2027.
132 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 135
Tata Kelola Perusahaan
2. Menyetujui pengangkatan kembali anggota Direksi Perseroan dengan susunan
sebagai berikut:
a. Bapak Hendra Gunawan sebagai Direktur Utama;
b. Ibu Teh Han Yi, Bapak Paul Rafiuly, Bapak Harapman Kasan, Bapak Sonny
Samuel, Bapak Henry Santoso, Ibu Cristina Teh Tan, masing-masing sebagai
Direktur Perseroan;
c. Bapak Ardhi Wibowo sebagai Direktur Kepatuhan.
Masing-masing terhitung sejak ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan tahun 2025 sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan Perseroan yang akan diadakan pada tahun 2029.
3. Menyetujui pengangkatan Bapak W. Kartyono sebagai Direktur Perseroan yang
berlaku efektif sejak ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun
2025 sampai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang
akan diadakan pada tahun 2029.
Dengan demikian susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi setelah ditutupnya
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun 2025 adalah sebagai berikut:
DEWAN KOMISARIS
• Komisaris Utama : Bapak Wee Ee Cheong
• Wakil Komisaris Utama : Bapak Chin Voon Fat
• Komisaris : Bapak Chan Kok Seong
• Komisaris Independen : Bapak Wayan Alit Antara
• Komisaris Independen : Bapak VJH Boentaran Lesmana
• Komisaris Independen : Bapak Johanes Susilo
Sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang
akan diadakan pada tahun 2027.
DIREKSI
• Direktur Utama : Bapak Hendra Gunawan
• Direktur : Ibu Teh Han Yi
• Direktur : Bapak Paul Rafiuly
• Direktur : Bapak Harapman Kasan
• Direktur : Bapak Sonny Samuel
• Direktur Kepatuhan : Bapak Ardhi Wibowo
• Direktur : Bapak Henry Santoso
• Direktur : Ibu Cristina Teh Tan
• Direktur : Bapak W. Kartyono
Sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan
yang akan diadakan pada tahun 2029.
4. Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menyatakan perubahan
susunan Pengurus Perseroan dalam suatu akta tersendiri di hadapan Notaris dan
mengurus pemberitahuan kepada Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Keputusan RUPST Mata 1. Menyetujui Rencana Aksi Pemulihan Perseroan Tahun 2024 dalam rangka memenuhi
Acara Kelima Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 5 Tahun 2024 tentang Penetapan Status
Persetujuan Rencana Aksi Pengawasan dan Penanganan Permasalahan Bank Umum seperti yang telah
Pemulihan (Recovery Plan) disampaikan; dan
Perseroan. 2. Memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris dan/atau Direksi Perseroan
untuk menjalankan seluruh tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan
Rencana Aksi Pemulihan sesuai ketentuan yang berlaku.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 133
Page 136
Tata Kelola Perusahaan
RUPSLB 2025
Tanggal Rapat:
Kuorum:
9 Desember 2025
Tempat:
RUPST dihadiri oleh Pemegang Saham/kuasa yang hadir sejumlah 12.105.166.540 saham
UOB Plaza Lantai 45,
(98,9988%) dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh hingga saat
Jalan M. H. Thamrin No.
Rapat yaitu sebanyak 12.227.591.633 saham.
10, Jakarta Pusat 10230
Pemenuhan Prosedur Hukum Untuk Penyelenggaraan Rapat
Penyelenggaraan rapat telah sesuai dengan ketentuan Pasal 10 ayat (2) dan ayat (3) Anggaran Dasar Perseroan,
panggilan tentang penyelenggaraan rapat telah diiklankan dalam satu surat kabar harian berbahasa Indonesia,
yaitu harian Investor Daily tanggal 24 November 2025.
Kehadiran Dewan Komisaris: Kehadiran Direksi:
Nama Jabatan Nama Jabatan
Wayan Alit Antara Komisaris Independen Hendra Gunawan Direktur Utama
VJH Boentaran Lesmana Komisaris Independen Teh Han Yi Direktur
Johanes Susilo Komisaris Independen Harapman Kasan Direktur
Sonny Samuel Direktur
Undangan Ardhi Wibowo Direktur Kepatuhan
Henry Santoso Direktur
Nama Jabatan
Cristina Teh Tan Direktur
W. Kartyono Kandidat Direktur
W. Kartyono Direktur
Ringkasan Keputusan
Keputusan RUPST Mata 1. Menyetujui pengunduran diri Ibu Teh Han Yi sebagai Direktur Perseroan terhitung
Acara Pertama sejak berakhirnya masa tugas pada tanggal 31 Desember 2025.
Perubahan Susunan
Direksi Perseroan. Dengan demikian susunan anggota Direksi terhitung sejak tanggal 1 Januari 2026
adalah sebagai berikut:
DIREKSI
• Direktur Utama : Bapak Hendra Gunawan
• Direktur : Bapak Paul Rafiuly
• Direktur : Bapak Harapman Kasan
• Direktur : Bapak Sonny Samuel
• Direktur Kepatuhan : Bapak Ardhi Wibowo
• Direktur : Bapak Henry Santoso
• Direktur : Ibu Cristina Teh Tan
• Direktur : Bapak W. Kartyono
Sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan
yang akan diadakan pada tahun 2029.
2. Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menyatakan perubahan susunan
Direksi Perseroan dalam suatu akta tersendiri di hadapan Notaris dan mengurus
pemberitahuan kepada Kementerian Hukum Republik Indonesia.
134 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 137
Tata Kelola Perusahaan
Rapat Umum Pemegang Saham 2024
Pada tahun 2024, Bank telah menyelenggarakan 1 (satu) kali RUPST.
RUPST 2024
Tanggal Rapat:
Kuorum:
30 April 2024
Tempat:
RUPST dihadiri oleh Pemegang Saham/kuasa yang hadir sejumlah 12.105.166.540 saham
UOB Plaza Lantai 45,
(98,999%) dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh hingga saat
Jalan M. H. Thamrin No.
Rapat yaitu sebanyak 12.227.591.633 saham.
10, Jakarta Pusat 10230
Pemenuhan Prosedur Hukum Untuk Penyelenggaraan Rapat
Penyelenggaraan rapat telah sesuai dengan ketentuan Pasal 10 ayat (2) dan ayat (3) Anggaran Dasar Perseroan,
panggilan tentang penyelenggaraan rapat telah diiklankan dalam satu surat kabar harian berbahasa Indonesia,
yaitu harian Investor Daily tanggal 14 April 2025.
Kehadiran Dewan Komisaris: Kehadiran Direksi:
Nama Jabatan Nama Jabatan
Wayan Alit Antara Komisaris Independen Hendra Gunawan Direktur Utama
VJH Boentaran Lesmana Komisaris Independen Teh Han Yi Direktur
Johanes Susilo Komisaris Independen Paul Rafiuly Direktur
Harapman Kasan Direktur
Undangan Sonny Samuel Direktur
Ardhi Wibowo Direktur Kepatuhan
Nama Jabatan
Choi Yau Chi Direktur
Cristina Teh Tan Kandidat Direktur
Henry Santoso Direktur
Ringkasan Keputusan
Keputusan RUPST Mata 1. Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31
Acara Pertama Desember 2023 termasuk Laporan Direksi dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan
Persetujuan Laporan Tahunan Komisaris Perseroan, serta mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun
Perseroan untuk Tahun Buku buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor
yang Berakhir pada Tanggal Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, dengan memberikan pendapat
31 Desember 2023 termasuk wajar tanpa modifikasian sebagaimana dinyatakan dalam laporannya tertanggal
LaporanKeuanganPerseroan, 28 Februari 2024.
Laporan Direksi dan Laporan 2. Menyetujui untuk memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab
Tugas Pengawasan Dewan sepenuhnya (acquit et decharge) kepada anggota Direksi atas tindakan kepengurusan
Komisaris. dan kepada anggota Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengawasan
yang telah mereka jalankan selama tahun buku 2023, sepanjang tindakan tersebut
tercantum dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun
buku 2023.
Keputusan RUPST Mata 1. Sebesar Rp6.749.630.300,- (enam miliar tujuh ratus empat puluh sembilan juta enam
Acara Kedua ratus tiga puluh ribu tiga ratus Rupiah) dibukukan sebagai cadangan wajib guna
Penetapan Penggunaan memenuhi ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas dan Pasal 20
Laba Bersih Perseroan Anggaran Dasar Perseroan.
untuk Tahun Buku yang 2. Membukukan seluruh laba bersih yang diperoleh di tahun 2023 setelah dikurangi
Berakhir pada tanggal 31 cadangan wajib sebagai Laba Ditahan sebesar Rp668.213.399.733,- (enam ratus enam
Desember 2023. puluh delapan miliar dua ratus tiga belas juta tiga ratus sembilan puluh sembilan
ribu tujuh ratus tiga puluh tiga Rupiah) untuk memperkuat struktur permodalan
Perseroan. Untuk tahun buku 2023, Perseroan tidak membagikan dividen.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 135
Page 138
Tata Kelola Perusahaan
Keputusan RUPST Mata 1. Menyetujui memberikan kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan
Acara Ketiga dengan memperhatikan rekomendasi dari Komite Audit untuk menunjuk Akuntan
Penunjukan Akuntan Publik Publik dan Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan untuk
dan Kantor Akuntan Publik mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2024, dan menetapkan
yang akan Mengaudit biaya jasa audit dan persyaratan lainnya berkenaan dengan penunjukan tersebut,
Buku Perseroan untuk dengan kriteria dan batasan sesuai peraturan yang berlaku.
Tahun Buku 2024 dan 2. Menyetujui memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk
Penetapan Honorarium menandatangani perjanjian dan persyaratan lainnya berkenaan dengan penunjukan
maupun Persyaratan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik tersebut.
Lainnya berkenaan dengan
Penunjukan tersebut.
Keputusan RUPST Mata 1. Menerima permohonan pengunduran diri Bapak Choi Yau Chi sebagai Direktur
Acara Keempat Perseroan sesuai dengan surat permohonan pengunduran dirinya tertanggal 5 April
Perubahan Susunan 2024 yang berlaku efektif pada tanggal 30 Juni 2024 (Tanggal Efektif); selanjutnya
Pengurus Perseroan. memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab kepada Bapak Choi
Yau Chi dalam menjalankan pengurusan Perseroan dalam jabatan selaku Direktur
Perseroan sejak tanggal 1 Januari 2024 sampai dengan tanggal 30 Juni 2024; sejauh
tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun
Buku 2024 yang akan disetujui dan disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan Perseroan Tahun Buku 2024, sesuai ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.
2. Menyetujui pengangkatan Ibu Cristina Teh Tan sebagai Direktur Perseroan yang
berlaku efektif sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan Perseroan yang akan diadakan pada tahun 2025.
Susunan Direksi Perseroan sebelum Tanggal Efektif adalah sebagai berikut:
DIREKSI
• Direktur Utama : Bapak Hendra Gunawan
• Direktur : Ibu Teh Han Yi
• Direktur : Bapak Paul Rafiuly
• Direktur : Bapak Harapman Kasan
• Direktur : Bapak Sonny Samuel
• Direktur Kepatuhan : Bapak Ardhi Wibowo
• Direktur : Bapak Choi Yau Chi*)
• Direktur : Bapak Henry Santoso
• Direktur : Ibu Cristina Teh Tan
*) Pengunduran diri Bapak Choi Yau Chi tersebut berlaku efektif pada 30 Juni 2024.
Sehingga dengan demikian, maka susunan Direksi setelah Tanggal Efektif sampai
dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang
diadakan pada tahun 2025 menjadi sebagai berikut:
DIREKSI
• Direktur Utama : Bapak Hendra Gunawan
• Direktur : Ibu Teh Han Yi
• Direktur : Bapak Paul Rafiuly
• Direktur : Bapak Harapman Kasan
• Direktur : Bapak Sonny Samuel
• Direktur Kepatuhan : Bapak Ardhi Wibowo
• Direktur : Bapak Henry Santoso
• Direktur : Ibu Cristina Teh Tan
136 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 139
Tata Kelola Perusahaan
3. Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menyatakan perubahan susunan
Pengurus Perseroan dalam suatu akta tersendiri dihadapan Notaris apabila
diperlukan dan mengurus pemberitahuan kepada Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia.
Keputusan RUPST Mata Oleh karena keputusan pada Mata Acara Kelima telah diputuskan pada Rapat
Acara Kelima Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 3 Mei 2023
Penetapan Remunerasi dan tidak ada perubahan terhadap keputusan yang telah ditetapkan tersebut, maka
bagi Anggota Dewan terhadap Mata Acara Kelima Rapat tidak dilakukan pembahasan dan tidak dilakukan
Komisaris dan Anggota pengambilan keputusan.
Direksi Perseroan.
Pernyataan Terkait Keputusan RUPS 2025 yang Belum Tertib dan Pedoman Kerja Dewan Komisaris PT Bank
Terealisasi UOB Indonesia (Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan
Seluruh Keputusan RUPST dan RUPSLB 2025 telah Komisaris).
terealisasi dan tidak ada keputusan yang tidak terealisasi
atau tertunda realisasinya. Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris
Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris berdasarkan
Pernyataan Terkait Keputusan RUPS 2024 yang Belum Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris adalah
Terealisasi sebagai berikut:
Seluruh Keputusan RUPST 2024 telah terealisasi dan a. Melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara
tidak ada keputusan yang tidak terealisasi atau tertunda independen berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar
realisasinya. Bank.
b. Memastikan terselenggaranya penerapan Tata Kelola
Perusahaan yang Baik dalam setiap kegiatan usaha
Dewan Komisaris Bank pada seluruh tingkatan dan jenjang organisasi.
Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan atas c. Melakukan pengawasan untuk kepentingan Bank
pengelolaan dan kegiatan usaha Bank agar dilaksanakan atas kebijakan dan jalannya pengurusan oleh
secara prudent dan bertanggung jawab. Dewan Komisaris Direksi, memberikan nasihat kepada Direksi, dan
memantau pelaksanaan strategi Bank, penerapan bertanggung jawab atas pengawasan tersebut,
manajemen risiko dan sistem pengendalian internal, serta peraturan perundang-undangan, anggaran dasar dan
kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan keputusan RUPS, dengan itikad baik, penuh tanggung
yang berlaku. Melalui pengawasan dan komunikasi yang jawab dan prinsip kehati-hatian.
dilakukan secara berkala dengan Direksi, Dewan Komisaris d. Mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi
memberikan arahan dan masukan atas berbagai hal pelaksanaan tata kelola, manajemen risiko, dan
yang mempengaruhi kegiatan Bank. Dewan Komisaris kepatuhan secara terintegrasi serta kebijakan strategis
menjalankan tugasnya secara kolektif guna mendukung Bank, sesuai dengan ketentuan peraturan-perundang-
akuntabilitas dan pengawasan yang efektif dalam undangan yang berlaku, anggaran dasar Bank, dan/
kerangka tata kelola Bank. atau keputusan RUPS.
e. Menyetujui dan/atau melakukan pengawasan, baik
Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris secara langsung maupun melalui komite di bawah
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Dewan Komisaris, atas pelaksanaan Rencana Bisnis,
anggota Dewan Komisaris mengacu pada Pedoman mengkaji dan menyetujui Laporan Tahunan, mengkaji
dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris yang telah dan menyetujui Rencana Korporasi, Rencana Aksi
disesuaikan dengan peraturan Bank Indonesia dan OJK. Keuangan Berkelanjutan, Rencana Aksi Pemulihan,
Pedoman ini ditinjau secara berkala untuk memastikan dan menyetujui beberapa kebijakan Bank sesuai
kesesuaiannya dengan ketentuan peraturan terbaru. ketentuan yang berlaku.
Pembaruan terakhir dilakukan pada tahun 2025 untuk f. Menyetujui dan/atau melakukan pengawasan, baik
menyesuaikan pedoman dengan peraturan OJK dan secara langsung maupun melalui komite di bawah
Surat Edaran OJK terbaru tentang Penerapan Tata Kelola Dewan Komisaris, atas pelaksanaan Rencana Bisnis,
pada Bank Umum. Pembaruan ini telah diresmikan melalui mengkaji dan menyetujui Laporan Tahunan, mengkaji
Keputusan Dewan Komisaris PT Bank UOB Indonesia No. dan menyetujui Rencana Korporasi, Rencana Aksi
25/COM/0010 tanggal 9 Desember 2025 tentang Tata Keuangan Berkelanjutan, Rencana Aksi Pemulihan,
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 137
Page 140
Tata Kelola Perusahaan
dan menyetujui beberapa kebijakan Bank sesuai Sesuai dengan ketentuan SEOJK No. 14/2025, dalam
ketentuan yang berlaku. melaksanakan fungsi pengawasan, Dewan Komisaris
g. Melakukan pengawasan terhadap tindak lanjut Direksi dilarang terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan
atas temuan audit atau pemeriksaan dan rekomendasi operasional Bank. Ketentuan tersebut tidak berlaku
dari satuan kerja audit intern Bank, auditor ekstern, terhadap keputusan yang berkaitan dengan:
hasil pengawasan OJK, dan/atau hasil pengawasan a. penyediaan dana kepada pihak terkait sesuai dengan
otoritas dan lembaga lainnya. ketentuan mengenai batas maksimum pemberian kredit
h. Melaporkan kepada OJK paling lambat 5 (lima) hari dan penyediaan dana besar bagi bank umum; serta
kerja sejak ditemukannya: b. hal-hal lain yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar
• Pelanggaran ketentuan pertauran perundang- Bank atau ketentuan peraturan perundang-undangan
undangan di bidang keuangan, perbankan dan yang berlaku.
yang terkait dengan kegiatan usaha Bank; dan/atau
• Keadaan atau perkiraan situasi yang dapat Nominasi dan Kriteria Kandidat Dewan Komisaris
membahayakan kelangsungan bisnis Bank. Bank telah menetapkan Kebijakan dan Prosedur untuk
i. Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan Nominasi, Penggantian, dan/atau Pemberhentian Anggota
tugas dan tanggung jawabnya, Dewan Komisaris Dewan Komisaris, Direksi, Pejabat Eksekutif Senior, serta
wajib membentuk paling kurang: Komite yang Bertanggung Jawab kepada Dewan Komisaris
• Komite Audit; PT Bank UOB Indonesia. Kebijakan ini tercantum dalam
• Komite Pemantau Risiko; Keputusan Direksi No. 25/SKDIR/0134, yang mengatur
• Komite Remunerasi dan Nominasi; dan proses nominasi dan kriteria anggota Dewan Komisaris,
• Komite Tata Kelola Terintegrasi, untuk mendukung sebagai berikut:
pelaksanaan tata kelola terintegrasi. 1. Anggota Direksi, Dewan Komisaris dan/atau Pemegang
dan memastikan bahwa Komite-Komite yang telah Saham Mayoritas Bank dapat menyampaikan usulan
dibentuk menjalankan tugasnya secara efektif. kandidat anggota Dewan Komisaris, jika diperlukan.
j. Memantau Tingkat Kesehatan Bank dan mengambil 2. Usulan kandidat atas penunjukan anggota Dewan
langkah-langkah yang diperlukan untuk memelihara Komisaris disampaikan kepada Komite Remunerasi
dan/atau meningkatkan Tingkat Kesehatan Bank. dan Nominasi Bank.
k. Melakukan pengawasan aktif terhadap pelaksanaan 3. Kandidat yang diusulkan, paling kurang harus
Fungsi Kepatuhan. memenuhi kriteria sebagai berikut:
l. Melakukan pengawasan atas penerapan Tata Kelola a. Warga Negara Indonesia dan/atau Warga Negara
Terintegrasi. Asing yang memenuhi persyaratan yang ditentukan
m. Menyelenggarakan rapat Dewan Komisaris secara peraturan perundang-undangan yang berlaku.
berkala paling kurang 1 (satu) kali dalam 2 (dua) b. Memiliki integritas, kompetensi dan reputasi
bulan, dan apabila dianggap perlu oleh salah satu keuangan yang baik sebagaimana dipersyaratkan
anggota Komisaris atau atas permintaan tertulis dalam peraturan perundang-undangan yang
Direksi atau atas permintaan 1 (satu) pemegang berlaku.
saham atau lebih yang bersama-sama mewakili 1/10 c. Kandidat Independen juga wajib memenuhi
(satu persepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham persyaratan yang ditentukan peraturan perundang-
yang telah ditempatkan oleh Bank dengan hak suara undangan.
yang sah. 4. Setiap usulan pengangkatan Anggota Dewan
n. Menyelenggarakan rapat bersama Direksi secara Komisaris kepada Rapat Umum Pemegang Saham
berkala paling kurang 1 (satu) kali dalam 4 (empat) harus memperhatikan rekomendasi Komite Remunerasi
bulan. dan Nominasi. Dalam hal anggota Remunerasi dan
o. Pelaksanaan rapat Dewan Komisaris wajib dihadiri Nominasi memiliki benturan kepentingan (conflict of
oleh seluruh anggota Dewan Komisaris secara fisik interest) dengan kandidat yang direkomendasikan,
paling kurang 2 (dua) kali dalam setahun, diutamakan maka dalam usulan tersebut wajib diungkapkan.
dalam rangka evaluasi atau penetapan kebijakan 5. Mantan anggota Direksi Bank atau mantan Pejabat
strategis dan evaluasi realisasi Rencana Bisnis Bank Eksekutif Bank atau pihak yang mempunyai hubungan
(RBB). Dalam hal Komisaris Non Independen tidak dengan Bank yang dapat mempengaruhi kemampuan
dapat menghadiri rapat Dewan Komisaris secara untuk bertindak independen, dapat menjadi Komisaris
fisik maka dapat menghadiri rapat Dewan Komisaris Independen pada Bank yang bersangkutan, setelah
dengan ggunakan sarana teknologi telekonferensi. menjalani masa tunggu (cooling off) paling singkat
138 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 141
Tata Kelola Perusahaan
1 (satu) tahun. Cooling off juga dapat diterapkan a. Hasil penilaian kinerja Komisaris Independen;
untuk calon Komisaris Independen yang berasal dari b. Hasil penilaian rapat Dewan Komisaris yang
pihak yang memiliki benturan kepentingan dengan menyatakan bahwa Komisaris Independen tetap
Bank sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan OJK dapat bertindak independen;
tentang Tata Kelola Bank Umum. c. Hasil penilaian oleh Kepala Audit Intern dan Pejabat
6. Mantan Direktur Utama, mantan anggota Direksi yang Eksekutif yang membawahkan fungsi sumber daya
membawahkan fungsi pengawasan atau Pejabat manusia yang menyatakan bahwa Komisaris
Eksekutif yang melakukan fungsi pengawasan pada Independen tetap dapat bertindak independen;
Bank yang bersangkutan dapat menjadi Komisaris d. Komisaris Independen menyatakan dalam RUPS
Independen pada Bank yang bersangkutan setelah mengenai independensi yang bersangkutan.
menjalani masa tunggu (cooling off) paling singkat 9. Komisaris Non Independen dapat beralih menjadi
6 (enam) bulan dengan masa kerja pada jabatan Komisaris Independen di Bank atau kelompok usaha
dimaksud paling sedikit 1 (satu) tahun sebelum selesai Bank dengan memenuhi persyaratan sebagai Komisaris
bekerja. Independen dan wajib menjalani masa tunggu
7. Komisaris Non lndependen dapat beralih menjadi (cooling off) paling singkat 1 (satu) tahun serta telah
Komisaris lndependen setelah memenuhi persyaratan mendapatkan persetujuan dari OJK.
sebagai Komisaris lndependen dan wajib menjalani 10. Rekomendasi Komite Remunerasi dan Nominasi, paling
masa tunggu (cooling off) paling singkat 1 (satu) tahun kurang berdasarkan persyaratan pada kriteria anggota
serta telah mendapatkan persetujuan dari OJK. Dewan Komisaris sebagaimana ditetapkan dalam
8. Komisaris Independen yang telah menjabat selama 2 peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(dua) periode masa jabatan dapat diangkat kembali
pada periode selanjutnya, dengan mempertimbangkan:
Komposisi, Kriteria dan Independensi Dewan Komisaris
Komposisi anggota Dewan Komisaris Bank per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Nama Jabatan Dasar Pengangkatan Pengangkatan Masa
Persetujuan Regulator RUPS Kembali Jabatan
Wee Ee Cheong Komisaris Utama 22 Oktober 2019 29 April 2019
Wakil Komisaris
Chin Voon Fat 20 September 2019 29 April 2019
Utama
Chan Kok Seong Komisaris 20 September 2019 29 April 2019
Komisaris 2025 –
Wayan Alit Antara 8 Januari 2009 20 Juni 2008 29 April 2025
Independen 2027
VJH Boentaran Komisaris
22 Desember 2017 9 Mei 2018
Lesmana Independen
Komisaris 26 Oktober
Johanes Susilo 20 September 2023
Independen 2023
Anggota Dewan Komisaris memiliki masa jabatan selama 2 (dua) tahun. Masa jabatan anggota Dewan Komisaris
yang saat ini menjabat akan berakhir pada penutupan RUPST Bank yang dijadwalkan pada tahun 2027.
Pasal 2 ayat (5) Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris Bank berbunyi sebagai berikut: ”Paling kurang 50%
dari jumlah anggota Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen”. Per 31 Desember 2025, Bank telah memenuhi
ketentuan tersebut dengan memiliki komposisi jumlah 3 (tiga) anggota dari total 6 (enam) anggota Dewan Komisaris
merupakan Komisaris Independen.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 139
Page 142
Tata Kelola Perusahaan
Independensi Dewan Komisaris (c) anggota Dewan Komisaris menduduki jabatan pada
Sebagaimana diatur dalam SEOJK 14/2025 dan Pasal 9 organisasi atau lembaga nirlaba.
ayat (5) Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris
Bank bahwa ”Lebih dari 51% (lima puluh satu persen) Selain itu, Komisaris Independen juga dilarang merangkap
anggota Dewan Komisaris dilarang saling memiliki jabatan sebagai pejabat publik di lembaga eksekutif,
hubungan keluarga sampai derajat kedua dengan legislatif, yudikatif, dan badan lainnya yang fungsi dan
anggota Dewan Komisaris lainnya dan/atau anggota tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan
Direksi”. Semua anggota Dewan Komisaris Bank tidak Negara.
saling memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat
kedua dengan sesama anggota Dewan Komisaris dan/ Dengan demikian, seluruh anggota Dewan Komisaris Bank
atau Direksi. telah memenuhi ketentuan sebagaimana disebutkan di
atas.
Semua Komisaris Independen Bank:
1. tidak mempunyai saham baik langsung maupun tidak Masa Jabatan Komisaris Independen
langsung pada Bank; Masa jabatan Komisaris Independen mengikuti masa
2. tidak mempunyai hubungan afiliasi, hubungan jabatan Dewan Komisaris secara umum yang mana
keuangan, dan.atau hubungan kepengurusan dengan Komisaris Independen yang telah menjabat selama 2
Bank, anggota Dewan Komisaris Bank, anggota Direksi (dua) periode masa jabatan berturut-turut dapat diangkat
Bank atau Pemegang Saham Pengendali Bank; kembali pada periode selanjutnya sebagai Komisaris
3. tidak mempunyai hubungan usaha baik langsung Independen dengan mempertimbangkan:
maupun tidak langsung yang berkaitan dengan • Hasil penilaian kinerja Komisaris Independen;
kegiatan utama Bank; dan • Hasil penilaian rapat Dewan Komisaris yang
4. tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan menyatakan bahwa Komisaris Independen tetap
derajat kedua dengan anggota Dewan Komisaris dapat bertindak independen;
lain, Direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali • Hasil penilaian oleh Kepala Audit Intern dan Pejabat
Bank, yang dapat mempengaruhi kemampuannya Eksekutif yang membawahkan fungsi sumber
untuk bertindak independen. daya manusia yang menyatakan bahwa Komisaris
Independen tetap dapat bertindak independen; dan
Rangkap Jabatan Dewan Komisaris • Komisaris Independen menyatakan dalam RUPS
Sesuai dengan Peraturan OJK 17/2023 dan SEOJK 14/2025, mengenai independensi yang bersangkutan.
anggota Dewan Komisaris dilarang melakukan rangkap
jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris, Direksi, Sesuai dengan SEOJK 14/2025 dan Pedoman dan
anggota dewan pengawas syariah, atau Pejabat Eksekutif Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris, pemberhentian
(a) pada lembaga keuangan atau perusahaan keuangan, atau penggantian anggota Dewan Komisaris Bank
baik bank maupun bukan bank; (b) pada lebih dari 1 sebelum berakhirnya masa jabatan dilakukan dengan
(satu) lembaga bukan keuangan atau perusahaan bukan mengutamakan kepentingan terbaik Bank. Pemberhentian
keuangan, baik yang berkedudukan di dalam maupun di termasuk pemberhentian sementara Dewan Komisaris oleh
luar negeri; (c) pada bidang tugas fungsional Bank dan/ RUPS dengan memperhatikan pembatasan kewenangan
atau lembaga keuangan bukan bank; (d) pada jabatan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
yang dapat menimbulkan benturan kepentingan dalam Pemberhentian sementara anggota Dewan Komisaris Bank
pelaksanaan tugas sebagai anggota Dewan Komisaris; dapat berdasarkan atas alasan pribadi dan alasan lain.
dan/atau (e) pada jabatan lain sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan. Pemberhentian atau penggantian Komisaris Independen
sebelum periode masa jabatannya berakhir, wajib
Namun, tidak termasuk rangkap jabatan dalam hal (a) mendapatkan persetujuan OJK sebelum diputuskan
anggota Dewan Komisaris menjabat sebagai anggota dalam RUPS. Dalam hal pemberhentian atau penggantian
Direksi, anggota Dewan Komisaris atau Pejabat Eksekutif Komisaris Independen sebelum periode masa jabatan
yang melaksanakan fungsi pengawasan pada 1 (satu) berakhir karena sedang menjalani konsekuensi hasil akhir
perusahaan anak bukan bank yang dikendalikan oleh dari penilaian kembali pihak utama dengan predikat tidak
Bank; (b) Komisaris Non Independen menjalankan tugas lulus, hal dimaksud dipersamakan dengan persetujuan
fungsional dari pemegang saham Bank yang berbentuk pemberhentian atau penggantian dari OJK.
badan hukum pada kelompok usaha Bank; dan/atau
140 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 143
Tata Kelola Perusahaan
Rekomendasi Dewan Komisaris • Menyetujui Rencana Strategis Teknologi Informasi
Sepanjang tahun 2025, dalam melaksanakan fungsi (RSTI) 2026-2030.
pengawasan, Dewan Komisaris telah memberikan • Menyetujui Rencana dan Anggaran Internal Audit
beberapa rekomendasi kepada Direksi, antara lain: tahun 2026.
• Menyetujui Rencana Aksi Pemulihan dan Rencana
I. Terkait Rencana Bisnis Bank: Resolusi.
• Menyetujui revisi Rencana Bisnis Bank tahun 2025- • Menyetujui Kebijakan Tata Kelola Terintegrasi atas
2027. Konglomerasi Keuangan UOB.
• Menyetujui Rencana Bisnis Bank tahun 2026-2028. • Menyetujui pengkinian pada Kebijakan dan Prosedur
• Menyetujui Laporan Pengawasan Rencana Bisnis APU/PPT.
Bank Semester II Tahun 2024 dan Semester I Tahun • Menyetujui Kerangka Manajemen Permodalan.
2025. • Menyetujui Laporan Manajemen Hasil Pengawasan
Dewan Komisaris Penyelenggara Jasa Sistem
II. Rekomendasi dari Komite Audit, Komite Pemantau Pembayaran Tahun 2024.
Risiko, dan Komite Remunerasi dan Nominasi:
• Menyetujui penunjukan Purwanto, Susanti dan Surja Pengungkapan Informasi Fit and Proper Test
(d/h Purwantono, Sungkoro & Surja) (EY Indonesia) Seluruh pengangkatan anggota Dewan Komisaris
sebagai Kantor Akuntan Publik dan Yovita sebagai oleh RUPS telah memperhatikan kriteria utama yaitu
Akuntan Publik, untuk melakukan audit untuk tahun dengan mempertimbangkan integritas, kompetensi,
buku 2025. profesionalisme dan reputasi keuangan yang memadai
• Menyetujui rekomendasi terkait besaran remunerasi sesuai dengan persyaratan penilaian kemampuan dan
bagi Direksi dan total remunerasi untuk Pejabat kepatutan (fit and proper test) yang telah ditetapkan
Eksekutif Senior dan staf. oleh Regulator.
• Menyetujui pengangkatan dan pengangkatan
kembali Anggota Direksi; Kebijakan Rapat Dewan Komisaris
• Menyetujui pengangkatan anggota Komite di Dengan mengacu pada SEOJK 14/2025, Dewan Komisaris
bawah Dewan Komisaris. menyelenggarakan rapat sesuai dengan Pedoman dan
• Menyetujui rekomendasi pengangkatan dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris dengan ketentuan
perpanjangan masa jabatan Pejabat Eksekutif sebagai berikut:
Senior (Anggota Senior Management Group/SMG). a. Diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam
2 (dua) bulan dan apabila dianggap perlu oleh
III. Kerangka kerja, kebijakan Manajemen Risiko dan Risk salah seorang anggota Dewan Komisaris atau atas
Appetite Statement: permintaan tertulis oleh Direksi atau atas permintaan
• Menyetujui tinjauan tahunan pada: Kerangka 1 (satu) pemegang saham atau lebih bersama-sama
Kerja Manajemen Risiko; dan Kerangka Kerja Risiko memiliki 1/10 (satu persepuluh) bagian dari jumlah
Balance Sheet. seluruh saham yang telah ditempatkan oleh Perseroan
• Menyetujui Risk Apetite Framework and Statement dengan hak suara yang sah.
tahun 2026. b. Mengadakan rapat bersama Direksi secara berkala
paling kurang 1 (satu) kali dalam 4 (empat) bulan.
IV. Lain-lain: c. Rapat Dewan Komisaris wajib dihadiri oleh seluruh
• Menyetujui Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan anggota Dewan Komisaris secara fisik paling kurang
Bank tahun 2026-2030. 2 (dua) kali dalam setahun, diutamakan dalam rangka
• Menyetujui Laporan Tahunan Bank termasuk evaluasi atau penetapan kebijakan strategis dan
Laporan Keuangan Bank, Laporan Direksi dan evaluasi realisasi Rencana Bisnis Bank (RBB). Dalam
Laporan Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun hal Komisaris Non Independen tidak dapat menghadiri
buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024. Rapat Dewan Komisaris secara fisik maka dapat
• Menyetujui jadwal dan agenda Rapat Umum menghadiri rapat melalui teknologi telekonferensi.
Pemegang Saham Tahunan tanggal 29 April 2025. d. Dewan Komisaris menjadwalkan rapat Dewan
• Menyetujui proposal atas proyek-proyek yang Komisaris untuk tahun berikutnya sebelum berakhirnya
diajukan oleh Manajemen termasuk transaksi tahun buku.
dengan pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 141
Page 144
Tata Kelola Perusahaan
Frekuensi Rapat Dewan Komisaris Hasil rapat, termasuk perbedaan pendapat (jika ada),
Pada tahun 2025, Dewan Komisaris mengadakan rapat telah didokumentasikan dengan baik dalam risalah rapat
setiap dua bulan sekali. Dalam rapat tersebut, Dewan yang dikelola secara baik oleh Sekretaris Perusahaan.
Komisaris menerima penjelasan dari Direksi terkait tugas
dan tanggung jawab Direksi dalam dua bulan sebelumnya Berdasarkan hal-hal di atas, Bank telah sepenuhnya
serta membahas kinerja Bank secara umum. memenuhi peraturan yang berlaku terkait rapat Dewan
Komisaris.
Hingga 31 Desember 2025, Dewan Komisaris telah
mengadakan 6 (enam) rapat Dewan Komisaris dan 4
(empat) Rapat Gabungan dengan Direksi. Frekuensi ini
telah sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan OJK
terkait kewajiban rapat Dewan Komisaris.
Berikut adalah kehadiran anggota Dewan Komisaris pada Rapat Dewan Komisaris sepanjang tahun 2025:
Nama Jabatan Jumlah Frekuensi Persentase (%)
Rapat Kehadiran
Wee Ee Cheong Komisaris Utama 6 6 100
Chin Voon Fat Wakil Komisaris Utama 6 6 100
Chan Kok Seong Komisaris 6 6 100
Wayan Alit Antara Komisaris Independen 6 6 100
VJH Boentaran Lesmana Komisaris Independen 6 6 100
Johanes Susilo Komisaris Independen 6 6 100
Tabel di bawah ini merupakan frekuensi dan daftar kehadiran Rapat Dewan Komisaris bersama Direksi selama tahun 2025:
Nama Jabatan Jumlah Frekuensi Persentase (%)
Rapat Kehadiran
Wee Ee Cheong Komisaris Utama 4 4 100
Chin Voon Fat Wakil Komisaris Utama 4 4 100
Chan Kok Seong Komisaris 4 4 100
Wayan Alit Antara Komisaris Independen 4 4 100
VJH Boentaran Lesmana Komisaris Independen 4 4 100
Johanes Susilo Komisaris Independen 4 4 100
Hendra Gunawan Direktur Utama 4 4 100
Teh Han Yi Direktur Keuangan dan Layanan 4 4 100
Korporasi
Harapman Kasan Direktur Wholesale Banking 4 4 100
Paul Rafiuly Direktur Teknologi dan 4 4 100
Operasional
Sonny Samuel Direktur Global Markets 4 4 100
Ardhi Wibowo Direktur Kepatuhan, Legal, dan 4 4 100
Sekretaris Perusahaan
Henry Santoso Direktur Manajemen Risiko 4 4 100
Cristina Teh Tan Direktur Consumer Banking 4 3 75
W. Kartyono* Direktur Transaction Banking 2 2 100
*) Bapak W. Kartyono efektif menjabat sejak tanggal 29 April 2025.
142 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 145
Tata Kelola Perusahaan
Penilaian Kinerja Dewan Komisaris
Prosedur Penilaian Kinerja
Bank telah menetapkan ketentuan mengenai evaluasi kinerja Dewan Komisaris yang diatur dalam Pedoman dan Tata
Tertib Kerja Dewan Komisaris. Ketentuan tersebut memberikan panduan teknis yang jelas bagi Dewan Komisaris dalam
melaksanakan penilaian serta memastikan standarisasi kriteria kinerja yang diterapkan. Kebijakan ini mencakup
hal-hal berikut:
Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja anggota Dewan Komisaris dilakukan 1 (satu) kali dalam setahun dengan metode penilaian mandiri
(self-assessment) atau dengan metode lainnya yang ditentukan oleh Bank.
Kriteria Penilaian
Kriteria penilaian kinerja anggota Dewan Komisaris antara lain sebagai berikut:
i. Independensi Dewan Komisaris;
ii. Kepatutan dan Kelayakan, yang terdiri dari kejujuran, integritas, reputasi, kompetensi, kemampuan, dan kesehatan
keuangan; dan
iii. Kinerja Komisaris.
Hasil Penilaian
Hasil penilaian mandiri selanjutnya telah dilaporkan kepada Komite Remunerasi dan Nominasi. Selama tahun 2025,
Dewan Komisaris telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, memastikan pencapaian kinerja
Bank yang dapat memenuhi harapan para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
Program Orientasi Bagi Anggota Komisaris Baru
Anggota Dewan Komisaris yang baru diangkat diwajibkan mengikuti program orientasi yang dirancang untuk
memberikan pemahaman yang menyeluruh mengenai kegiatan usaha, tata kelola, dan lingkungan regulasi Bank.
Program ini bertujuan untuk membekali anggota Dewan Komisaris dengan pengetahuan yang diperlukan agar
dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara efektif dan efisien. Pada tahun 2025, tidak terdapat
pengangkatan anggota Dewan Komisaris baru, sehingga program orientasi tidak diselenggarakan.
Pelatihan yang Diikuti oleh Dewan Komisaris
No. Nama Jabatan Pelatihan
1 Wee Ee Cheong Komisaris Utama • Refresher SMR Jenjang Kualifikasi 6
• Key Trends in the Energy Transition Journey
• NextGen Tech Architecture
• Overview of Cybersecurity Threat Landscape
• Sustainable Finance Analysis
2 Chin Voon Fat Wakil Komisaris • Refresher SMR Jenjang Kualifikasi 6
Utama • Key Tends in the Energy Transition Journey
• Navigating Global Trade Tensions - Outlook and Opportunities
for ASEAN Economies and Markets
• NextGen Tech Architecture
• Overview of Cybersecurity Threat Landscape
3 Chan Kok Seong Komisaris • Refresher SMR Jenjang Kualifikasi 6
• Key Tends in the Energy Transition Journey
• Navigating Global Trade Tensions - Outlook and Opportunities
for ASEAN Economies and Markets
• NextGen Tech Architecture
• Overview of Cybersecurity Threat Landscape
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 143
Page 146
Tata Kelola Perusahaan
No. Nama Jabatan Pelatihan
4 Wayan Alit Komisaris • Refresher SMR Jenjang Kualifikasi 6
Antara Independen • Leadership Breakthrough Series #3 - The Art of Diplomacy in Action
• Sustainability Training untuk Anggota Dewan Komisaris PT Bank
UOB Indonesia
5 VJH Boentaran Komisaris • Refresher SMR Jenjang Kualifikasi 6
Lesmana Independen • Sustainability Training untuk Anggota Dewan Komisaris PT Bank
UOB Indonesia
6 Johanes Susilo Komisaris • Refresher SMR Jenjang Kualifikasi 6
Independen • Leadership Breakthrough Series #3 - The Art of Diplomacy in Action
• Sustainability Training untuk Anggota Dewan Komisaris PT Bank
UOB Indonesia
Direksi Tugas dan Tanggung Jawab Direksi
Direksi merupakan organ eksekutif yang bertanggung Merujuk pada SEOJK 14/2025 dan Pedoman dan Tata
jawab atas pengelolaan kegiatan operasional Bank sehari- Tertib Kerja Direksi, tugas-tugas pokok Direksi Bank,
hari. Dalam menjalankan tugasnya, Direksi mengarahkan antara lain:
dan mengendalikan kegiatan usaha Bank sesuai dengan a. Mengelola Bank sesuai kewenangan dan tanggung
strategi yang telah disetujui, risk appetite, serta ketentuan jawabnya sebagaimana dinyatakan dalam Anggaran
regulator, serta mewakili Bank di dalam dan di luar Dasar dan peraturan perundang-undangan yang
pengadilan sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar. berlaku;
Setiap anggota Direksi melaksanakan tugasnya secara b. Bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan
profesional, prudent, dan bertanggung jawab dengan kepengurusan Bank;
mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan c. Melaksanakan prinsip-prinsip GCG dalam setiap
yang berlaku guna mendukung operasional Bank yang kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan dan
sehat dan keberlanjutan usaha jangka panjang. jenjang organisasi;
d. Direksi dilarang memberikan kuasa umum kepada
Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi pihak lain yang mengakibatkan pengalihan tugas
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, dan fungsi Direksi;
Direksi berpedoman pada Pedoman dan Tata Tertib e. Menerapkan strategi usaha dengan supervisi dari
Kerja Direksi yang telah disusun sesuai dengan peraturan Dewan Komisaris;
perundang-undangan yang berlaku. Pedoman ini ditinjau f. Menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi
secara berkala untuk memastikan kesesuaiannya dengan yang diberikan oleh fungsi kerja Audit Intern, Auditor
ketentuan terkini. Pembaruan terakhir telah disahkan Eksternal, hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan
melalui Surat Keputusan Direksi PT Bank UOB Indonesia serta instansi-instansi yang berwenang lainnya;
No.25/SKDIR/0133 tanggal 17 Desember 2025 tentang g. Melakukan pengawasan internal secara efektif dan
Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi PT Bank UOB efisien;
Indonesia (Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi). h. Melakukan pemantauan pengelolaan risiko yang
dihadapi oleh Bank;
i. Menjaga iklim kerja yang kondusif sehingga
meningkatkan produktivitas dan profesionalisme;
j. Mengelola dan melakukan pengembangan karyawan
serta menjaga keberlangsungan organisasi;
k. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya
kepada Pemegang Saham melalui RUPS;
l. Mengungkapkan kepada karyawan kebijakan Bank
yang bersifat strategis di bidang kepegawaian,
sepanjang kebijakan tersebut tidak bersifat rahasia;
144 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 147
Tata Kelola Perusahaan
m. Menyediakan data dan informasi yang akurat, relevan Direktur Kepatuhan, Legal, dan Sekretaris Perusahaan
dan tepat waktu kepada Dewan Komisaris, serta a. Merumuskan strategi guna mendorong terciptanya
melaksanakan pengelolaan data dan informasi sesuai Budaya Kepatuhan Bank.
dengan GCG pada Bank dan ketentuan peraturan b. Mengusulkan kebijakan kepatuhan atau prinsip-prinsip
perundang-undangan yang berlaku; dan kepatuhan yang akan ditetapkan oleh Direksi.
n. Dalam rangka penerapan Integritas Pelaporan c. Menetapkan sistem dan prosedur kepatuhan yang
Keuangan Bank, Direksi bertanggung jawab atas: akan digunakan untuk menyusun ketentuan dan
i. penyusunan dan penyajian informasi keuangan pedoman internal Bank.
dan laporan keuangan; d. Memastikan bahwa seluruh kebijakan, ketentuan,
ii. kesesuaian penyusunan dan penyajian laporan sistem, dan prosedur, serta kegiatan usaha yang
keuangan dengan standar akuntansi keuangan dilakukan Bank telah sesuai dengan ketentuan-
dan ketentuan OJK mengenai pencatatan transaksi ketentuan regulator dan peraturan perundang-
keuangan; undangan yang berlaku.
iii. kelengkapan dan kebenaran isi laporan keuangan; e. Melakukan pengawasan atas Anti-Financial Crime
dan yang mencakup Anti Pencucian Uang, Pencegahan
iv. penerapan pengendalian internal dalam proses Pendanaan Terorisme, Pencegahan Pendanaan
pelaporan keuangan Bank. Proliferasi Senjata Pemusnah Massal, Sanctions, dan
Anti-Fraud.
Selanjutnya, dalam melaksanakan tugas dan tanggung f. Meminimalisasikan risiko kepatuhan Bank serta
jawabnya, masing-masing anggota Direksi berpedoman memberikan rekomendasi atas permasalahan terkait
pada pembagian pekerjaan, tanggung jawab dan kepatuhan.
wewenang anggota Direksi yang didasarkan pada Surat g. Melakukan tindakan pencegahan agar kebijakan
Keputusan Direksi No. 25/SKDIR/0039 tentang Tugas dan dan/atau keputusan yang diambil Direksi Bank tidak
Wewenang Anggota Direksi, dengan rincian sebagai menyimpang dari ketentuan regulator, serta peraturan
berikut: perundang-undangan yang berlaku.
h. Melakukan pengawasan dan memberikan arahan bagi
Direktur Utama Pejabat-Pejabat yang masing-masing membawahi Unit
a. Berhak dan berwenang untuk bertindak atas nama Legal, Unit Litigasi dan Unit Sekretaris Perusahaan
Direksi dan mewakili Bank. dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
b. Mengoordinasikan pelaksanaan kepengurusan Bank.
c. Menetapkan strategi Bank. Direktur Teknologi dan Operasional
d. Memastikan pelaksanaan fungsi kepatuhan, a. Bertanggung jawab untuk merumuskan Blueprint
pelaksanaan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan Technology and Operation secara jangka panjang.
yang baik serta praktik prudential banking. b. Bertanggung jawab untuk merumuskan, mengevaluasi serta
e. Mengembangkan strategi dan memberikan arahan menentukan strategi operasional terhadap infrastruktur,
kepada Regional General Manager. sistem serta keamanan Teknologi Informasi agar kegiatan
operasional dapat berjalan efektif dan efisien.
Direktur Keuangan dan Layanan Korporasi c. Bertanggung jawab untuk merumuskan, mengevaluasi
a. Bertanggung jawab atas laporan keuangan Bank serta menentukan strategi Operasional Bank yang
serta merumuskan strategi pengelolaan keuangan dapat mendorong unit kerja bisnis mencapai profit.
Bank guna mendukung pencapaian kinerja Bank. d. Memastikan pengembangan aplikasi, beserta
b. Memastikan integritas data keuangan Bank dan jaringan infrastruktur teknologi dan komunikasi untuk
menyediakan analisa keuangan atas kinerja Bank untuk mendukung keamanan dan kerahasiaan yang tinggi
mendukung pengambilan keputusan oleh manajemen terhadap data bank dan nasabah.
Bank. e. Memastikan mekanisme identifikasi dan mitigasi risiko
c. Mengembangkan sistem dan prosedur keuangan serta terhadap sistem infrastruktur, keamanan teknologi dan
memimpin, mengarahkan dan memonitor pelaksanaan proses operasional telah tersedia dan dilaksanakan
aksi korporasi yang dilakukan oleh Bank. sesuai dengan ketentuan.
f. Bekerja sama dengan unit kerja terkait untuk memastikan
cost effectiveness teknologi dan menentukan skala
prioritas sesuai dengan kemampuan Bank.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 145
Page 148
Tata Kelola Perusahaan
Direktur Wholesale Banking penerimaan nasabah, pemantauan aktivitas bisnis
a. Merumuskan, menjalankan strategi dan rencana bisnis dan operasional, pemantauan kepatuhan terhadap
untuk mendorong pertumbuhan bisnis Wholesale kebijakan internal maupun regulasi eksternal serta
Banking secara keseluruhan dengan optimal dan pelaksanaan kegiatan middle office.
berkelanjutan. d. Bertanggung jawab membangun decision management
b. Bertanggung jawab dalam memastikan pelaksanaan yang berfokus pada memberikan dukungan dan
fungsi kepatuhan, pelaksanaan prinsip tata kelola pandangan untuk membangun bisnis ritel yang sehat
perusahaan yang baik, praktik kehati-hatian perbankan melalui pembentukan, pemeliharaan dan peningkatan
dengan efektif, serta mengimplementasikan arahan model retail risk scorecards, marketing, predictive dan
dari regulator mengenai manajemen risiko Bank pada IFRS9. Membangun segmentasi/profil dari portofolio,
segmen Wholesale Banking. serta membantu dalam membangun, memelihara dan
c. Bertanggung jawab atas rencana, pelaksanaan, meningkatkan kinerja infrastruktur untuk manajemen
dan pemantauan anggaran di lini bisnis Wholesale portofolio yang efektif.
Banking dengan efektif. e. Bertanggung jawab mendukung pencapaian
d. Melaksanakan pengembangan dan perbaikan inisiatif Consumer Banking dan Channels di bawah
proses bisnis secara kesinambungan dalam rangka Transformation Office dan Accelerated Build Program.
peningkatan efisiensi serta guna mendukung kepuasan f. Bertanggung jawab untuk mengatasi konflik prioritas
nasabah di lini bisnis Wholesale Banking. dan saling ketergantungan program serta prioritas dan
risiko organisasi lainnya termasuk penyampaian laporan
Direktur Global Markets kemajuan kepada pihak yang relevan, jika diperlukan.
a. Mengoordinasikan, memberikan arahan strategis g. Bekerja sama dengan pemangku kepentingan utama
dan memantau kegiatan di Global Markets, serta untuk mendukung kolaborasi yang erat dengan seluruh
bertanggung jawab atas pencapaian pendapatan tim bisnis dan teknologi untuk melaksanakan proyek
yang berasal dari transaksi dan kegiatan di Global integrasi dan transformasi. Bekerja sama dengan
Markets secara keseluruhan. para pimpinan lintas fungsi untuk memimpin dan
b. Bertanggung jawab atas proses peluncuran produk/ mendapatkan dukungan organisasi.
aktivitas baru yang ditangani oleh Global Markets h. Bertanggung jawab untuk memenuhi target waktu
dan memberikan arahan serta masukan untuk proyek, serta secara proaktif mengidentifikasi
mempersingkat proses dan meningkatkan kualitas hambatan, dan memitigasi risiko sehingga dapat
produk/aktivitas. ditangani secara tepat waktu untuk mencapai tujuan
c. Memberikan informasi kepada Anggota Direksi dan bisnis dan mendukung pertumbuhan bisnis.
Dewan Komisaris mengenai kondisi pasar keuangan
yang mencakup perkembangan pasar valuta asing, Direktur Manajemen Risiko
pasar keuangan, lembaga keuangan dan pasar sekuritas. a. Memberikan arahan strategis dalam manajemen risiko
d. Bertanggung jawab atas tata kelola yang baik dalam dengan senantiasa menerapkan pendekatan kehati-
manajemen risiko dan memastikan kepatuhan terhadap hatian dalam melaksanakan arahan regulator terkait
kebijakan dan prosedur. manajemen risiko Bank.
e. Bertanggung jawab atas limit yang diberikan kepada b. Mengembangkan dan mengevaluasi sistem dan proses
Global Markets baik Limit Risiko Pasar atau Limit manajemen risiko untuk mengidentifikasi, mengukur,
Counterparty. memonitor, memitigasi, dan melaporkan risiko.
c. Memfasilitasi Manajemen Senior Bank memahami
Direktur Consumer Banking berbagai jenis risiko termasuk secara bersama-sama
a. Bertanggung jawab dalam memberikan arahan mengembangkan kontrol dan mitigasi risiko serta
strategis untuk pertumbuhan Consumer Banking dalam meningkatkan budaya kesadaran risiko.
mendukung pertumbuhan bisnis Bank. d. Memberikan pengawasan dan rekomendasi terkait
b. Bertanggung jawab dalam pengembangan produk pengelolaan manajemen risiko Bank yang meliputi risiko
dan jasa Consumer Banking dan perbankan digital operasional (termasuk teknologi), pasar, likuiditas, dan
yang kompetitif dan inovatif sesuai dengan kebutuhan kredit.
nasabah, perkembangan pasar dan tuntutan teknologi e. Memastikan pengelolaan dan pengembangan sumber
guna mencapai target pasar dan target bisnis. daya manusia pada fungsi-fungsi yang terkait dengan
c. Bertanggung jawab mendukung bisnis dan cabang manajemen risiko.
dalam penerapan prinsip kehati-hatian dengan
melakukan uji kelayakan (due diligence) dalam
146 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 149
Tata Kelola Perusahaan
Direktur Transaction Banking usulan yang direkomendasikan, maka dalam usulan
a. Merumuskan, menjalankan strategi dan rencana tersebut wajib diungkapkan.
Transaction Banking untuk mendorong pertumbuhan 5. Rekomendasi yang diberikan oleh Komite Remunerasi
bisnis Bank dengan optimal dan berkelanjutan. dan Nominasi berdasarkan persyaratan pada kriteria
b. Bertanggung jawab memastikan tingkat efektivitas, anggota Direksi.
profitabilitas, investasi, pengembangan dan
implementasi produk/solusi/layanan Transaction Sesuai SEOJK 14/2025 dan Kebijakan Nominasi Bank,
Banking termasuk Cash Management, Trade Finance pengangkatan, pemberhentian, atau penggantian Direktur
dan Financial Supply Chain Management. Utama dan/atau Direktur yang membawahkan Fungsi
c. Melakukan perencanaan, pengembangan, dan Kepatuhan sebelum berakhirnya masa jabatan dilakukan
pelaksanaan layanan pembayaran UOB Indonesia dengan mengutamakan kepentingan Bank dan wajib
agar selaras dengan Cetak Biru Sistem Pembayaran memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari OJK sebelum
Indonesia 2030 (BSPI 2030). diputuskan dalam RUPS. Dalam hal pemberhentian atau
d. Bekerja sama dengan para pemangku kepentingan penggantian Direktur Utama dan/atau Direktur yang
dalam merumuskan, melakukan kajian dan membawahkan Fungsi Kepatuhan sebelum periode masa
mengembangkan strategi bisnis jangka panjang, jabatan berakhir karena sedang menjalani konsekuensi
rencana bisnis tahunan dalam rangka mendukung hasil akhir dari penilaian kembali pihak utama dengan
bisnis Bank dengan mempertimbangkan analisa pasar, predikat tidak lulus, hal dimaksud dipersamakan dengan
pertumbuhan ekonomi, target sektor industri, peta persetujuan pemberhentian atau penggantian dari OJK.
persaingan pasar serta proyeksi keuangan. Pemberhentian sementara dilakukan dengan pembatasan
kewenangan sesuai ketentuan peraturan perundang-
Nominasi dan Kriteria Kandidat Direksi undangan. Bank memastikan keberlanjutan kepengurusan
Bank telah menetapkan Kebijakan dan Prosedur untuk sesuai ketentuan regulator, termasuk pemenuhan jumlah
Nominasi, Penggantian, dan/atau Pemberhentian minimal Direksi, serta tunduk pada evaluasi OJK atas
Anggota Dewan Komisaris, Direksi, Pejabat Eksekutif setiap pemberhentian atau pengunduran diri Direksi
Senior, serta Komite yang Bertanggung Jawab kepada sebelum masa jabatan berakhir.
Dewan Komisaris PT Bank UOB Indonesia. Kebijakan
ini tercantum dalam Keputusan Direksi PT Bank UOB Pengangkatan Direktur Pengganti
Berdasarkan SEOJK 14/2025 dan Kebijakan Nominasi Bank,
Indonesia No. 25/SKDIR/0134 tanggal 17 Desember 2025
Bank menetapkan direktur pengganti (pelaksana tugas/
(Kebijakan Nominasi), yang mengatur proses nominasi
plt) untuk setiap pembidangan Direksi sesuai dengan
dan kriteria anggota Direksi, sebagai berikut:
ketentuan yang berlaku, dengan mempertimbangkan
1. Anggota Direksi, Dewan Komisaris dan/atau Pemegang
kebutuhan fungsi, potensi benturan kepentingan, serta
Saham Mayoritas Bank dapat menyampaikan usulan
sistem pengendalian internal Bank termasuk penerapan
kandidat anggota Direksi, jika diperlukan.
tiga lini pertahanan. Direktur pengganti ditetapkan dari
2. Usulan kandidat anggota Direksi disampaikan kepada
internal Bank dan dapat berasal dari anggota Direksi
Komite Remunerasi dan Nominasi Bank.
yang sedang menjabat. Dalam kondisi tertentu yang
3. Kandidat anggota Direksi yang diusulkan, paling
diperkenankan oleh peraturan, anggota Dewan Komisaris
kurang harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
dapat menjalankan tugas sebagai direktur pengganti
a. Warga Negara Indonesia dan/atau Warga Negara
dengan tetap menerapkan prinsip Tata Kelola Perusahaan
Asing yang memenuhi persyaratan yang ditentukan
yang Baik, termasuk pengungkapan dan pengelolaan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
benturan kepentingan. Bank tidak mengangkat direktur
b. Wajib berpengalaman paling kurang 5 (lima) tahun
pengganti dari pihak eksternal maupun dari jabatan di
di bidang operasional sebagai Pejabat Eksekutif
bawah Direksi.
pada bank umum.
c. Memiliki integritas, kompetensi dan reputasi Masa tugas direktur pengganti ditetapkan paling lama 6
keuangan yang baik sebagaimana dipersyaratkan (enam) bulan dan dapat diperpanjang dengan persetujuan
dalam peraturan perundang-undangan yang OJK berdasarkan kebutuhan Bank. Permohonan
berlaku. perpanjangan disampaikan paling lambat 1 (satu) bulan
4. Setiap usulan pengangkatan Anggota Direksi kepada sebelum berakhirnya masa tugas dan memuat alasan
Rapat Umum Pemegang Saham harus memperhatikan perpanjangan serta perkiraan waktu pemenuhan jabatan
rekomendasi Komite Remunerasi dan Nominasi. Dalam Direktur definitif.
hal anggota Remunerasi dan Nominasi memiliki
benturan kepentingan (conflict of interest) dengan
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 147
Page 150
Tata Kelola Perusahaan
Komposisi, Kriteria dan Independensi Direksi
Komposisi anggota Direksi Bank per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Nama Jabatan Dasar Pengangkatan Pengangkatan Masa Jabatan
Persetujuan RUPS Kembali
Regulator
Hendra Gunawan Direktur Utama 17 September 21 Oktober 2020
2025 – 2029
2020
Teh Han Yi* Direktur Keuangan dan 22 Agustus 2019 21 Juni 2019 29 April 2025
Layanan Korporasi – 31 Desember
2025
Paul Rafiuly Direktur Teknologi dan 27 Agustus 2018 11 Oktober 2018
Operasional
Harapman Kasan Direktur Wholesale 22 Agustus 2019 21 Juni 2019
Banking 29 April 2025
Sonny Samuel Direktur Global 14 Mei 2020 30 April 2020
Markets
Ardhi Wibowo Direktur Kepatuhan, 14 Mei 2020 30 April 2020
Legal, dan Sekretaris 2025 – 2029
Perusahaan
Henry Santoso Direktur Manajemen 8 Desember 2022 29 November 2022
Risiko
Cristina Teh Tan Direktur Consumer 15 Februari 2024 30 April 2024
Banking
W. Kartyono Direktur Transaction 26 Februari 2025 29 April 2025
-
Banking
*) Masa tugas Ibu Teh Han Yi sebagai Direktur Keuangan dan Layanan Korporasi berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
Sesuai dengan Anggaran Dasar Bank, masa jabatan anggota Direksi adalah selama 4 (empat) tahun. Masa jabatan anggota
yang disebutkan di atas berlaku efektif hingga penutupan RUPST Bank yang akan diselenggarakan pada tahun 2029.
Bank dapat menetapkan ketentuan tertentu terkait komposisi dan keberlanjutan keanggotaan Direksi. Dalam hal
masa jabatan anggota Direksi telah berakhir dan penggantinya belum ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang
Saham, anggota Direksi yang bersangkutan tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sampai dengan
ditetapkannya pengganti yang baru. Ketentuan ini diatur dalam Anggaran Dasar Bank.
Independensi Direksi
Dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya, Direksi Bank menjunjung tinggi prinsip independensi sebagaimana
telah diatur dalam SEOJK 14/2025 dan Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi, sebagai berikut:
a. Seluruh anggota Direksi Bank tidak saling memiliki hubungan keuangan, hubungan kepengurusan, hubungan
kepemilikan saham, dan/atau hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua dengan sesama anggota Direksi
dan/atau dengan anggota Dewan Komisaris pemegang saham pengendali.
b. Anggota Direksi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama tidak memiliki saham melebihi 25 persen dari
modal disetor pada Bank atau pada suatu perusahaan lain.
c. Seluruh anggota Direksi tidak merangkap jabatan sebagai anggota Direksi, Dewan Komisaris, anggota Dewan
Pengawas Syariah, atau Pejabat Eksekutif pada bank, perusahaan, dan/atau lembaga lain.
148 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 151
Tata Kelola Perusahaan
d. Direktur Utama Bank berasal dari pihak yang Kebijakan Rapat Direksi
independen terhadap Pemegang saham Pengendali Kebijakan Rapat Direksi diatur dalam Anggaran Dasar
Bank. Direktur Utama Bank tidak memiliki hubungan dan Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi. Ketentuan
keuangan, hubungan kepengurusan, hubungan mengenai rapat Direksi mencakup antara lain:
kepemilikan saham, dan/atau hubungan keluarga a. Rapat Direksi dapat diadakan sekurang-kurangnya 1
dengan Pemegang Saham Pengendali Bank. (satu) kali setiap bulannya kecuali apabila dianggap
perlu oleh salah satu anggota Direksi atau atas
Penilaian Fit and Proper Test permintaan tertulis dari seorang atau lebih anggota
Seluruh pengangkatan anggota Direksi oleh RUPS Dewan Komisaris atau atas permintaan tertulis 1 (satu)
sebagaimana tercantum pada tabel di atas telah pemegang saham atau lebih yang bersama-sama
memperhatikan kriteria utama yang disetujui oleh Dewan mewakili 1/10 (satu persepuluh) bagian dari jumlah
Komisaris yaitu dengan mempertimbangkan integritas, seluruh saham yang telah ditempatkan oleh Perseroan
kompetensi, profesionalisme dan reputasi keuangan dengan hak suara yang sah.
yang memadai sesuai dengan persyaratan penilaian b. Direksi mengadakan Rapat Direksi bersama dengan
kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) yang Dewan Komisaris secara berkala sekurang-kurangnya
telah ditetapkan oleh Regulator. 1 (satu) kali dalam 4 (empat) bulan.
c. Direksi menjadwalkan Rapat Direksi untuk tahun
Rangkap Jabatan Direksi berikutnya sebelum berakhirnya tahun buku.
Sesuai dengan Peraturan OJK 17/2023, SEOJK 14/2025, dan d. Rapat Direksi adalah sah dan berhak mengambil
Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi, anggota Direksi keputusan yang mengikat apabila lebih dari ½ (satu
dilarang melakukan rangkap jabatan sebagai berikut: per dua) bagian dari jumlah anggota Direksi hadir
a. anggota direksi, anggota dewan komisaris, anggota dalam rapat.
dewan pengawas syariah, atau pejabat eksekutif pada e. Keputusan rapat Direksi harus diambil berdasarkan
bank, perusahaan, dan/atau lembaga lain; musyawarah untuk mufakat. Dalam hal keputusan
b. jabatan fungsional pada lembaga keuangan Bank berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai,
dan/atau lembaga keuangan bukan Bank yang maka keputusan diambil dengan pemungutan suara
berkedudukan di dalam maupun di luar negeri; berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (satu perdua)
c. jabatan lain yang dapat menimbulkan benturan bagian dari jumlah suara bagian dari jumlah suara
kepentingan dalam pelaksanaan tugas sebagai yang dikeluarkan dengan sah dalam rapat tersebut.
anggota Direksi; dan/atau f. Apabila suara yang tidak setuju dan suara yang
d. jabatan lain yang dilarang berdasarkan ketentuan setuju sama banyaknya, maka ketua rapat Direksi
peraturan perundang-undangan. yang memutuskan.
g. Setiap keputusan Direksi diambil berdasarkan
Adapun jabatan berikut tidak termasuk sebagai rangkap pedoman dan tata tertib kerja yang berlaku dan
jabatan sepanjang tidak mengganggu pelaksanaan tugas menjadi tanggung jawab seluruh anggota Direksi.
dan tanggung jawab sebagai anggota Direksi: Jika terdapat perbedaan pendapat (dissenting
a. tanggung jawab pengawasan atas penyertaan Bank opinion), pandangan tersebut harus dicatat secara
pada perusahaan anak; jelas dalam risalah rapat Direksi beserta alasan yang
b. pelaksanaan tugas sebagai anggota Dewan Komisaris mendasarinya.
pada perusahaan anak bukan Bank yang dikendalikan h. Hasil rapat Direksi dan rapat Direksi bersama Dewan
oleh Bank; Komisaris wajib dituangkan dalam risalah rapat,
c. tanggung jawab pengawasan dana pensiun atau ditandatangani oleh seluruh anggota Direksi dan/atau
pelaksanaan tugas sebagai dewan pengawas dana Dewan Komisaris yang hadir dan disampaikan kepada
pensiun yang dimiliki oleh Bank; seluruh anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris,
d. pelaksanaan tugas sebagai direktur pengganti; dan/ serta didokumentasikan dengan baik.
atau
e. jabatan pada organisasi atau lembaga nirlaba.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 149
Page 152
Tata Kelola Perusahaan
Pelaksanaan dan tingkat kehadiran Direksi dalam Rapat Direksi dan Rapat Gabungan Direksi dengan Dewan
Komisaris
Sepanjang tahun 2025, pelaksanaan dan tingkat kehadiran Direksi dalam Rapat Direksi dan Rapat Gabungan Direksi
dan Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:
Nama Rapat Direksi Rapat Gabungan Direksi dan Dewan Komisaris
Jumlah Frekuensi Persentase Jumlah Rapat Frekuensi Persentase (%)
Rapat Kehadiran (%) Kehadiran
Hendra Gunawan 12 12 100 4 4 100
Teh Han Yi 12 12 100 4 4 100
Paul Rafiuly 12 11 92 4 4 100
Harapman Kasan 12 12 100 4 4 100
Sonny Samuel 12 10 83 4 4 100
Ardhi Wibowo 12 11 92 4 4 100
Henry Santoso 12 12 100 4 4 100
Cristina Teh Tan 12 11 92 4 3 75
W. Kartyono* 8 7 88 2 2 100
*) Bapak W. Kartyono efektif menjabat sejak tanggal 29 April 2025.
Penilaian Kinerja Direksi Selama tahun 2025, Direksi telah menjalankan tugas dan
Prosedur Penilaian Kinerja tanggung jawabnya dengan baik, memastikan pencapaian
Bank telah menetapkan ketentuan mengenai Evaluasi kinerja Bank yang dapat memenuhi harapan para
Kinerja Direksi yang diatur dalam Pedoman dan Tata Tertib pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
Kerja Direksi. Ketentuan tersebut memberikan panduan
yang jelas kepada anggota Direksi dalam melaksanakan Program Orientasi Bagi Anggota Direksi Baru
evaluasi kriteria kinerja dan memastikan standarisasi Anggota Direksi yang baru diangkat wajib mengikuti
penerapan ketentuan kebijakan tersebut. Kebijakan ini program orientasi yang bertujuan untuk memberikan
mencakup hal-hal berikut: pengetahuan dan informasi penting mengenai Bank.
Program ini memastikan pemahaman yang menyeluruh
Penilaian Kinerja mengenai operasional Bank, sehingga tugas Direksi
Penilaian kinerja anggota Direksi dilakukan 1 (satu) kali dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pada
dalam setahun dengan melakukan penilaian mandiri tahun 2025, anggota baru Direksi, Bapak W. Kartyono,
(self-assessment). telah mengikuti program orientasi.
Kriteria Penilaian Program orientasi untuk Direksi baru, yang disiapkan oleh
Kriteria penilaian kinerja anggota Direksi antara lain Unit Kerja Sekretaris Perusahaan, mencakup dokumen-
sebagai berikut: dokumen berikut:
1. Sasaran Kinerja dan Proses Pencapaian; a. Visi dan Misi;
2. Kompetensi Strategic, Engage, Execute and Develop b. Kode Etik;
(SEED); dan c. Struktur Organisasi;
3. Teladan atas nilai-nilai Perusahaan yaitu Honourable, d. Anggaran Dasar;
Enterprising, United dan Committed. e. Pedoman Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang
Baik;
Hasil Penilaian f. Pedoman Kerja dan Peraturan Dewan Komisaris/Direksi;
Hasil penilaian mandiri disampaikan kepada fungsi g. Piagam Komite Terkait;
pengawasan untuk dilaporkan kepada Dewan Komisaris h. Peraturan terkait Perbankan dan Pasar Modal;
berdasarkan rekomendasi Komite Remunerasi dan i. Laporan Keuangan dan Laporan Tahunan; dan
Nominasi. Selanjutnya, hasil akhir penilaian akan j. Rencana Bisnis
disampaikan kepada masing-masing anggota Direksi.
150 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 153
Tata Kelola Perusahaan
Data Lokakarya/Pelatihan/Seminar/Sosialisasi yang Diikuti oleh Direksi
Selain mengikuti program pelatihan internal Bank, anggota Direksi telah berpartisipasi dalam lokakarya, pelatihan,
seminar, dan program sosialisasi untuk dapat meningkatkan pengetahuan tentang perbankan dan perkembangan
terkini terkait bidang keuangan dan bidang lainnya, sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung
jawabnya.
Selama tahun 2025, anggota Direksi Bank telah berpartisipasi dalam berbagai lokakarya, pelatihan, seminar, dan
program sosialisasi, antara lain:
No. Nama Posisi Lokakarya/Pelatihan/Seminar/Sosialisasi
1. Hendra Direktur DC People Strategy 2035
Gunawan Utama Kompas Collaboration Forum (KCF)
Singapore Management University (SMU) Panel: Asian Financial Leaders
Programme (AFLP) 2025
FPCI CEO Forum - Breakfast Meeting with Minister of Home Affairs of Indonesia
Start of the Year Workshop 2025
UOB Indonesia Business Manager Review 2025
2025 Supervisory College
Workshop “UOB of Future”
UOB Leadership Masterclass - The Art of Mindful Leadership: Insights from Bhutan
UOB Leadership Masterclass ASEAN Series: The United States and Southeast
Asia - Trump 2.0 and Its Implications for ASEAN and Regional Economies
Business Banking Townhall - Big Start
UOB Indonesia Wealth Cross-Border Collaboration Workshop
Indonesia Service Workshop with Group Strategy & Transformation (GSAT)
IBC Business Competitiveness Outlook 2025
Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2025
UOB Private Bank Investment Outlook 2025
Privilege Conversation: Market Outlook 2025 “Capital Flows and Policy Waves:
Sailing through Tides of Risk and Seas of Opportunity”
Undangan Pertemuan Koordinasi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi
Keuangan (PPATK) Tahun 2025
SingCham Event 2025: “Shared Prosperity: Navigating the Economic Future of
Indonesia and Singapore”
Leadership Breakthrough Series #3 - The Art of Diplomacy in Action
Refresher Sertifikasi Manajemen Risiko (SMR) Jenjang Kualifikasi 7
Sustainability Training untuk Anggota Direksi PT Bank UOB Indonesia
UOB Indonesia x Deloitte: Sharing of AML Remediation Work
UOB Leadership Masterclass: Navigating Energy Transition Trends - Strategic
Implications for Business and Banking
UOB Leadership Masterclass ASEAN Series: Navigating Global Trade Tensions -
Outlook and Opportunities for ASEAN Economies and Markets
CEO Townhall Series
ASEAN Night Networking Dinner
Exclusive Dinner Reception bersama Danantara Indonesia
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025
GSAT Development Council
UOB Gateway to ASEAN Conference 2025
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 151
Page 154
Tata Kelola Perusahaan
No. Nama Posisi Lokakarya/Pelatihan/Seminar/Sosialisasi
UOB Leadership Townhall 2025
Focus Group Discussion (FGD): Peluang dan Tantangan Intermediasi serta
Strategi Pengelolaan Likuiditas Perbankan
High Level Meeting Bank Indonesia dengan Asosiasi Pasar Uang dan Pasar
Valuta Asing Indonesia (APUVINDO)
ASEAN Conference 2025
Business Circle/Next Generations Launch – Press Conference
Ideathon – Brand Progressive Idea Competition (Final Judging Event)
Dialog Akhir Tahun antara Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan
dan Industri Jasa Keuangan Tahun 2025
Group Channels & Digitalisation (GCD) Mid-of-Year 2025
Group Investment Management (GIM) x Group Wholesale Banking (GWB) Offsite
2025
UOB Singapura Annual Strategy Refresh 2025
UOB Indonesia Strategy Refresh Workshop
2. Teh Han Yi Direktur Start of the Year Workshop 2025
Keuangan Compliance, Legal and Corporate Secretary (CLCS) Star of the Year 2025 –
dan Layanan “Reliable Gatekeeper, Accountability Start with Us”
Korporasi UOB Indonesia Business Manager Review 2025
Leadership Breakthrough Series #3 - The Art of Diplomacy in Action
UOB Leadership Masterclass: Smart and Sustainable Growth - Balancing AI
Innovation with Environmental Responsibility
TalentPlus Session
3. Harapman Direktur Business Banking Townhall – Big Start
Kasan Wholesale Start of the Year Workshop 2025
Banking UOB Indonesia Wholesale Banking Sustainable Finance
Enhanced DHE Policy, Investment Reforms for Stronger Indonesia
Sharing Session – Commercial Banking and Corporate Banking on US Tariff
Updates
Driving Sustainability in Oil Palm Industry through Shared Responsibility
Conference
European Investment Talk with RODL
Identify Emerging Risks and Opportunities amid Tariff (with Wholesale Banking
UOB Indonesia)
UOB Indonesia Business Manager Review 2025
Business Banking Mid-Year Townhall
EGN Executive Leadership – 180 Days Indonesia’s New Government Direction
Commercial Banking Midyear Business Review 2025
Leadership Breakthrough Series #3 - The Art of Diplomacy in Action
Refresher SMR Jenjang Kualifikasi 7
Sustainability Training untuk Anggota Direksi PT Bank UOB Indonesia
UOB Private Bank Investment Outlook 2025
Undangan Petemuan Koordinasi PPATK Tahun 2025
CEO Townhall Series
UOB Gateway to ASEAN Conference 2025
UOB Leadership Townhall 2025
UOB Indonesia Strategy Refresh Workshop
152 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 155
Tata Kelola Perusahaan
No. Nama Posisi Lokakarya/Pelatihan/Seminar/Sosialisasi
4. Paul Rafiuly Direktur Refreshment: Kebijakan Operasional PT Bank UOB Indonesia
Teknologi UOB Leadership Masterclass ASEAN Series: The United States and Southeast
dan Asia - Trump 2.0 and Its Implications for ASEAN and Regional Economies
Operasional Start of the Year Workshop 2025
UOB Indonesia Business Manager Review 2025
Narasumber Utama untuk “OJK institute: The Future of Cybersecurity (Threats,
Challenges, and Innovations)”
Leadership Breakthrough Series #3 - The Art of Diplomacy in Action
Refresher SMR Jenjang Kualifikasi 7
UOB Leadership Masterclass: Smart and Sustainable Growth - Balancing AI
Innovation with Environmental Responsibility
Training for Certified Information Security Manager (CISM)
5. Sonny Direktur Perpanjangan Sertifikasi Wakil Perantara Pedagang Efek Pemasaran (WPPEP)
Samuel Global Market Code of Conduct
Markets Start of the Year Workshop 2025
Sharing Session Leadership - 7 Habits of Highly Effective People
UOB Indonesia Business Manager Review 2025
Sosialisasi “Enhanced DHE Policy: Investment Reforms for Stronger Indonesia”
Global Markets Product Refresher I Tahun 2025
Refresher SMR Jenjang Kualifikasi 7
Electrical Energy Storage (EES) Global Markets
UOB-UPG-From 3.1.40: Front Office Upgrade Strategy
Rapat Umum Anggota Perhimpunan Pedagang Surat Utang (HIMDASUN)
Rapat Kerja HIMDASUN
Sustainability Training untuk Anggota Direksi PT Bank UOB Indonesia
FX Code of Conduct: Global Edition
Code of Conduct for Singapore Wholesale Financial Markets
Seminar Nasional “Pendalaman Pasar Keuangan dan Penguatan Stabilitas
Sistem Keuangan Indonesia Melalui Peningkatan Pemanfaatan Central
Counterparty (CCP) di Pasar Uang dan Valuta Asing (PUVA)”
UOB Leadership Masterclass: Navigating Energy Transition Trends – Strategic
Implications for Business and Banking
6. Ardhi Direktur Start of the Year Workshop 2025
Wibowo Kepatuhan, Leadership Acceleration Programme (LAP) Induction 2025 - Programme Overview
Legal, dan UOB Leadership Masterclass - The Art of Mindful Leadership: Insights from
Sekretaris Bhutan
Perusahaan Sales & Distribution Townhall 2025
2025 Start of The Year - Risk Management & Compliance “Reliable Gatekeeper”
2025 CLCS Start of The Year “Reliable Gatekeeper, Accountability Start with Us”
Sosialisasi “Enhanced DHE Policy: Investment Reforms for Stronger Indonesia”
Training Financial Crime Risk
AML Uplift 2.0 Program – (Session 1) Working Level Briefing for Organisational
Business Engine (OBE) Phase 2 Self-Assessment
AML Uplift 2.0 Program – (Session 2) Working Level Briefing for Assessment &
Remediation of OBE
Leadership Breakthrough Series #3 - The Art of Diplomacy in Action
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 153
Page 156
Tata Kelola Perusahaan
No. Nama Posisi Lokakarya/Pelatihan/Seminar/Sosialisasi
Refresher SMR Jenjang Kualifikasi 7
Pembekalan Sertifikasi Kompetensi Kepatuhan Jenjang 7 Tahun 2025
Pembekalan Sertifikasi Kompetensi Anti Pencucian Uang dan Pencegahan
Pendanaan Terorisme (APU PPT) dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata
Pemusnah Massal (PPPSPM)
Uji Sertifikasi Kepatuhan Jenjang 7 Direktur
Training on Group AML/CFT Guidelines on Source of Wealth Due Diligence
Sustainability Training untuk Anggota Direksi PT Bank UOB Indonesia
Sosialisasi Teknis Brankas Elektronik dan Layanan Hak Tanggungan Elektronik
CEO Townhall Series
AML Uplift 2.0 – Regional Rollout Workshop
General Counsel Leadership Council
2025 General Counsel Regional Meeting for Overseas Banking Subsidiaries and
Hong Kong Branch
Work-Life Harmony
Webinar Batch 3: “ESG - Inovasi Produk dan Layanan Keuangan Berkelanjutan
Skema Hijau untuk Menangkap Peluang Pendanaan dan lnvestasi”
Diseminasi Hasil Penilaian Financial Integrity Rating on Money Laundering and
Terrorist Financing (FIR on ML/TF)
C-Suite Forum: Exclusive Closed-Door Economic Outlook Discussion, FPCI in
partnership with UOB Indonesia
Seminar: The Future of Payments – Innovate, Trusted, and Global
Sosialisasi Peraturan OJK Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening
pada Bank Umum dan Permohonan Penerusan Undangan Sosialisasi kepada
Anggota Asosiasi
UOB Leadership Masterclass: Navigating Energy Transition Trends – Strategic
Implications for Business and Banking
UOB Leadership Masterclass: Smart and Sustainable Growth – Balancing AI
Innovation with Environmental Responsibility
7. Henry Direktur Start of the Year Workshop 2025
Santoso Manajemen 2025 Start of The Year (SOTY) - Risk Management & Compliance “Reliable
Risiko Gatekeeper”
UOB Business Manager Review 2025
Business Banking Mid-Year Townhall
The Unveiling of the Garuda Indonesia UOB Card Livery
Privilege Conversation: Market Outlook 2025 “Capital Flows and Policy Waves:
Sailing through Tides of Risk and Seas of Opportunity”
Leadership Breakthrough Series #3 - The Art of Diplomacy in Action
Refresher SMR Jenjang Kualifikasi 7
Group Risk Management Leadership Team
UOB Leadership Townhall 2025
CEO Townhall Series
PERBANAS Review of Indonesia’s Mid-Year Economy (PRIME) 2025
Sustainability Training untuk Anggota Direksi PT Bank UOB Indonesia
UOB Leadership Masterclass: Smart and Sustainable Growth – Balancing AI
Innovation with Environmental Responsibility
Start of the Year Risk Management 2025
154 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 157
Tata Kelola Perusahaan
No. Nama Posisi Lokakarya/Pelatihan/Seminar/Sosialisasi
8. Cristina Teh Direktur Start of the Year Workshop 2025
Tan Consumer Personal Financial Services (PFS) & Channels – CEP & CASA Workshop
Banking UOB Indonesia CPP Workshop
PFS Unsecured – T&O Workshop
Indonesia Service Workshop with GSAT
Wholesale - PFS Synergy Workshop
UOB Indonesia Strategy Workshop
Leadership Breakthrough Series #3 - The Art of Diplomacy in Action
Refresher SMR Jenjang Kualifikasi 7
Understanding the UOB Brand
9. W. Kartyono Direktur Start of the Year Workshop 2025
Transaction UOB Business Manager Review 2025
Banking Refresher SMR Jenjang Kualifikasi 7
Sosialisasi: Information Security Awareness
Silaturahmi Badan Pengurus PERBANAS
Rapat Pengurus Bidang Pengembangan Produk Perbanas - Pembahasan
Program Kerja Tahun 2025
Central Banking Services Festival 2025 (Bank Indonesia Event) - International Seminar
Customer Commitment Awards Ceremony 2025
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Executive Gathering 2025
Penilaian Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris
Dewan Komisaris melakukan penilaian terhadap komite-komite sekali dalam setahun, dengan fokus pada struktur
dan komposisi masing-masing komite, efektivitas dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan,
serta efisiensi rapat komite.
Pada tahun 2025, komite-komite di bawah Dewan Komisaris telah melaksanakan penilaian kinerja secara mandiri.
Seluruh komite telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan dengan baik, serta memberikan
rekomendasi yang mendukung efektivitas keseluruhan pelaksanaan fungsi Dewan Komisaris.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 155
Page 158
Tata Kelola Perusahaan
Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite- Profil Komite Audit
Komite VJH Boentaran Lesmana
Ketua Komite Audit
A. Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris (Komisaris Independen)
1. KOMITE AUDIT
Tujuan Pembentukan Profil beliau dapat dilihat di bagian Profil Dewan
Komite Audit dibentuk untuk membantu dan Komisaris dalam Laporan Tahunan pada halaman
mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung 50.
jawab Dewan Komisaris dalam melakukan
pengawasan atas integritas pelaporan keuangan
Bank, efektivitas sistem pengendalian internal dan
manajemen risiko, kepatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan, serta pelaksanaan fungsi
audit internal dan eksternal. Melalui pengawasan
yang independen dan objektif, Komite Audit
berperan dalam memperkuat penerapan tata
kelola dan akuntabilitas di Bank.
Komposisi Komite Audit
Komite Audit seluruhnya terdiri dari anggota yang
independen. Komite Audit paling sedikit terdiri Saguh Pangaribowo
dari: (a) satu orang Komisaris Independen yang Anggota (Pihak Independen)
merangkap sebagai Ketua; (b) satu orang Pihak
Independen yang memiliki keahlian di bidang Usia: 57 tahun
keuangan atau bidang akuntansi; dan (c) satu Kewarganegaraan: Indonesia
orang Pihak Independen yang memiliki keahlian
di bidang hukum atau perbankan. Dasar Hukum Pengangkatan
Keputusan Direksi No. 25/SKDIR/0035 tanggal
Anggota Komite Audit dari Pihak Independen 29 April 2025
wajib memiliki kompetensi dan pengalaman yang
relevan. Keahlian di bidang keuangan atau akuntansi Riwayat Pendidikan
maupun di bidang hukum atau perbankan didukung • Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia
oleh sertifikasi yang diakui serta pengalaman kerja • Master of Business Administration dari The
paling sedikit lima tahun. Komposisi ini ditetapkan International University of Japan – Scholarship
untuk memastikan pengawasan yang efektif, objektif, from Overseas Training Office Bappenas
dan sesuai dengan ketentuan regulator yang berlaku.
Riwayat Pekerjaan
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Bank • Komite Manajemen Risiko PT PLN (Persero)
UOB Indonesia No. 25/SKDIR/0035 tanggal 29 (2021-2025)
April 2025 tentang Pengangkatan Anggota Komite • Project Director untuk proyek-proyek Internal
Audit, anggota Komite Bank terdiri dari 3 (tiga) Control over Financial Reporting (ICoFR) di
orang, sebagai berikut: PT Semen Indonesia Tbk, Perumnas, dan PT
Susunan Anggota Komite Audit Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) (2022-2025)
per tanggal 31 Desember 2025 • Retainer Konsultan untuk Internal Audit Lippo
Nama Komposisi Group (2021-2022)
VJH Boentaran Ketua (Komisaris • Konsultan di EY Indonesia (2005-2020)
Lesmana Independen) • Tenaga Ahli Badan Pengawasan Keuangan
Saguh Anggota (Pihak dan Pembangunan (BPKP) untuk Proyek Audit
Pangaribowo Independen) Kinerja Kementerian Keuangan (2002-2004)
Indyastuti Anggota (Pihak • Auditor BPKP (1990-2024)
Independen)
156 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 159
Tata Kelola Perusahaan
Pelatihan Riwayat Pekerjaan
• Pelatihan program sertifikasi Certification in • Advisor di Super Bank Indonesia (2022-2024)
Audit Committee Practices • Pengajar/Fasilitator di Efektifpro Knowledge
• Pelatihan program sertifikasi Qualified Risk Source (2020-2021)
Oversight Professional • Head of Professional Practices – Internal Audit
• Pembicara pada ICoFR Workshop yang di PT Bank CIMB Niaga Tbk (2010-2020)
diselenggarakan oleh PT Semen Tonasa • Head of Quality Assurance & Audit Methodology
• Pembicara pada ICoFR Workshop yang – Internal Audit di PT Bank Danamon Indonesia
diselenggarakan oleh PTPN IV Tbk (2006-2010)
• Head of Mass Market Audit – Internal Audit di
Sertifikasi Profesional PT Bank Danamon Indonesia Tbk (2004-2006)
• Certification in Audit Committee Practices • Head of Corporate Banking Audit – Internal Audit
• Qualified Risk Oversight Professional di PT Bank Danamon Indonesia Tbk (2003-2004)
• Qualified Risk Goverannce Professional • Branch Audit – Internal Audit di PT Bank
• Certified Internal Auditor Danamon Indonesia Tbk (1990-2002)
• Certification in Risk Management Assurance • Program Pendidikan Kader Perbankan
• Certified Sustainability Reporting Specialist (Management Trainee) (1990)
Rangkap Jabatan Pelatihan
Anggota Komite Manajemen Risiko PT PLN (Persero) • Pembekalan Sertifikasi Manajemen Risiko
jenjang 5 dan Jenjang 6
• Risk Appetite dan Risk Culture: Pilar Utama dalam
Penguatan Manajemen Risiko di Sektor Keuangan
Sertifikasi Profesional
• Sertifikasi Manajemen Risiko, Jenjang 6
• Qualified Internal Auditor
Rangkap Jabatan
-
Indyastuti
Anggota (Pihak Independen)
Usia: 60 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Dasar Hukum Pengangkatan
Keputusan Direksi No. 25/SKDIR/0035 tanggal
29 April 2025.
Riwayat Pendidikan
Sarjana Ekonomi dari Universitas Pembangunan
Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta, Yogyakarta
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 157
Page 160
Tata Kelola Perusahaan
Periode Masa Tugas b. Melakukan penelaahan atas ketaatan
Masa jabatan anggota Komite Audit tidak terhadap peraturan perundang-undangan
boleh melebihi masa jabatan Dewan Komisaris, yang berhubungan dengan kegiatan Bank.
sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Bank. c. Memberikan pendapat independen dalam hal
Anggota Komite Audit dapat diangkat kembali terjadi perbedaan pendapat antara manajemen
hanya untuk satu periode berikutnya. dan Akuntan Publik atas jasa yang diberikannya.
d. Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan
Komisaris Independen yang menjabat sebagai pemberian jasa audit atas informasi keuangan
anggota Komite Audit juga hanya dapat diangkat historis tahunan oleh Akuntan Publik (AP) dan/
kembali untuk satu periode berikutnya. Masa atau Kantor Akuntan Publik (KAP) di tahun
jabatan Komite Audit saat ini akan berakhir pada sebelumnya, dengan menilai:
tahun 2027. i. Kesesuaian pelaksanaan audit oleh AP
dan/atau KAP dengan standar audit yang
Periode Peninjauan Pedoman dan Tata Tertib berlaku;
Kerja Komite Audit Secara Berkala ii. Kecukupan waktu pekerjaan lapangan;
Bank telah menetapkan Piagam Komite Audit iii. Pengkajian kecukupan ruang lingkup audit
yang disahkan berdasarkan Surat Keputusan dan kecukupan uji petik; dan
Dewan Komisaris PT Bank UOB Indonesia No. 25/ iv. Rekomendasi perbaikan yang diberikan
COM/0011 tanggal 18 Desember 2025 (Piagam oleh AP dan/atau KAP.
Komite Audit). Bank melakukan reviu berkala e. Memberikan rekomendasi kepada Dewan
terhadap Piagam Komite Audit, yaitu 1 (satu) kali Komisaris mengenai penunjukan AP dan KAP
dalam setahun. yang didasarkan pada beberapa pertimbangan
sebagai berikut:
Independensi Anggota Komite Audit i. Independensi AP, KAP, dan orang dalam KAP;
Seluruh anggota Komite telah memenuhi ketentuan ii. Ruang lingkup audit;
yang berlaku terkait dengan persyaratan iii. Imbalan jasa audit;
independensi anggota Komite Audit, dengan iv. Keahlian dan pengalaman AP, KAP, dan Tim
memperhatikan integritas, akhlak, dan moral Audit dari KAP;
masing-masing anggota Komite Audit. v. Metodologi, teknik, dan sarana audit yang
digunakan KAP;
Untuk menjaga independensi dan objektivitas, vi. Manfaat fresh eye perspectives yang akan
anggota Komite Audit merupakan Komisaris diperoleh melalui penggantian AP, KAP, dan
Independen dan Pihak Independen. Direksi tidak Tim Audit dari KAP;
diperkenankan untuk duduk dalam keanggotaan vii. Potensi risiko atas penggunaan jasa audit
Komite Audit. oleh KAP yang sama secara berturut-turut
untuk kurun waktu yang cukup panjang;
Seluruh anggota Komite Audit memiliki dan/atau
integritas, akhlak dan moral yang baik, hal mana viii. Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan
merupakan persyaratan bagi anggota Komite pemberian jasa audit atas informasi
Audit sebagaimana dimaksud dalam Kebijakan keuangan historis tahunan oleh AP dan
Nominasi Bank serta telah memenuhi kriteria yang KAP pada periode sebelumnya, apabila ada.
dipersyaratkan oleh Regulator. f. Melakukan pemantauan, penelaahan dan
evaluasi atas perencanaan dan pelaksanaan
Tugas dan Tanggung Jawab audit serta pemantauan atas tindak lanjut hasil
Komite Audit menjalankan tugas, tanggung jawab audit intern dalam rangka menilai kecukupan
dan kewenangannya berdasarkan Piagam Komite pengendalian internal termasuk kecukupan
Audit yang antara lain meliputi: proses pelaporan keuangan, dan memastikan
a. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan Direksi mengambil tindakan perbaikan yang
yang akan dikeluarkan oleh Bank kepada publik diperlukan secara cepat untuk mengatasi
dan/atau pihak otoritas lain, laporan keuangan, kelemahan pengendalian, fraud, masalah
proyeksi dan laporan lainnya terkait dengan kepatuhan terhadap kebijakan, undang-
informasi keuangan Bank. undang dan peraturan, atau masalah lain yang
158 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 161
Tata Kelola Perusahaan
diidentifikasi dan dilaporkan oleh Audit Intern. perubahan yang dirasa perlu kepada Dewan
g. Komite paling sedikit melakukan pemantauan Komisaris.
dan evaluasi atas: j. Menelaah pengaduan yang diterima Komite
i. Pelaksanaan tugas dari Audit Intern; Audit, yang berkaitan dengan proses akuntansi
ii. Kesesuaian pelaksanaan audit yang dan pelaporan keuangan Bank, serta
dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik menindaklanjutinya.
dengan standar audit yang berlaku; k. Menelaah dan memberikan saran kepada
iii. Kesesuaian laporan keuangan dengan Dewan Komisaris terkait dengan adanya potensi
standar akuntansi yang berlaku; benturan kepentingan Bank.
iv. Pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas l. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan
hasil temuan Internal Audit, Akuntan Publik, informasi Bank.
dan hasil pengawasan Bank Indonesia m. Melakukan evaluasi dan memberikan
dan/atau Otoritas Jasa Keuangan, sebagai rekomendasi kepada Dewan Komisaris atas:
rekomendasi kepada Dewan Komisaris; dan i. Penetapan (Revisi) Piagam Audit Intern;
v. penerapan kebijakan dan prosedur ii. Penyusunan Rencana Audit Tahunan, ruang
pengendalian internal dalam proses lingkup dan alokasi anggaran Audit Intern;
pelaporan keuangan Bank untuk memberikan iii. Penunjukan Pengendali Mutu Independen
rekomendasi kepada Dewan Komisaris guna dari pihak eksternal untuk melakukan kaji
meyakini integritas dari proses pelaporan ulang terhadap kinerja Audit Intern (setiap
keuangan Bank. 3 tahun);
h. Memberikan rekomendasi atas penunjukan, iv. Pemberian remunerasi tahunan Audit Intern
pengunduran diri atau pemberhentian Kepala secara keseluruhan serta penghargaan
Audit Intern dan memberikan masukan terhadap kinerja; dan
penilaian tahunan atas kinerja dan remunerasi v. Efektivitas dan efisiensi pelaksanaan sistem
yang bersangkutan. pengendalian intern.
i. Menyiapkan Program Kerja Tahunan dan n. Memastikan Audit Intern melakukan komunikasi
melakukan penelaahan tahunan atas Cakupan dengan Direksi, Dewan Komisaris, auditor
Fungsi Komite dan efektivitas kerjanya serta eksternal dan Otoritas Jasa Keuangan.
memberikan rekomendasi atas berbagai
Rapat Komite Audit
Rapat Komite Audit telah dilaksanakan sesuai kebutuhan Bank. Selama periode tahun 2025, Rapat Komite
Audit diselenggarakan sebanyak 25 (dua puluh lima) kali, dengan dihadiri oleh seluruh anggota Komite Audit.
Kehadiran anggota Komite Audit pada rapat yang dilaksanakan selama tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase (%)
VJH Boentaran Lesmana 25 25 100
Burlita* 10 10 100
Humbul Kristiawan* 10 10 100
Saguh Pangaribowo** 15 15 100
Indyastuti** 15 15 100
*) Masa jabatan Ibu Burlita dan Bapak Humbul Kristiawan telah berakhir pada tanggal 29 April 2025.
**) Bapak Saguh Pangaribowo dan Ibu Indyastuti efektif diangkat sejak tanggal 29 April 2025.
Keputusan rapat diambil melalui musyawarah untuk mencapai mufakat atau berdasarkan suara mayoritas
jika terjadi perbedaan pendapat. Semua keputusan dicatat dalam risalah rapat yang ditandatangani oleh
seluruh anggota Komite yang hadir dan didokumentasikan dengan baik termasuk perbedaan pendapat yang
terjadi dalam rapat.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 159
Page 162
Tata Kelola Perusahaan
Hasil rapat Komite Audit merupakan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Dewan
Komisaris untuk mengambil keputusan-keputusan.
Mekanisme Evaluasi Kinerja
Bank telah menetapkan menetapkan ketentuan mengenai evaluasi kinerja Komite Audit yang diatur dalam
Piagam Komite Audit. Ketentuan tersebut memberikan panduan teknis yang jelas bagi Dewan Komisaris dalam
melaksanakan penilaian serta memastikan standarisasi kriteria kinerja yang diterapkan.
Berdasarkan Piagam Komite Audit, evaluasi kinerja anggota Komite Audit dilakukan oleh Dewan Komisaris
paling sedikit setiap akhir tahun buku. Evaluasi kinerja Komite Audit meliputi struktur dan komposisi komite,
efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Komite Audit dan efektivitas pelaksanaan rapat Komite
Audit.
Program kerja Komite Audit dan realisasinya selama tahun 2025 meliputi tetapi tidak terbatas pada:
No. Program Kerja Realisasi
1. Pemantauan dan evaluasi atas Selama tahun 2025, Komite Audit melaksanakan rapat dengan
perencanaan dan pelaksanaan mengundang perwakilan dari Fungsi Kerja Audit Intern sebanyak 6
audit serta pemantauan atas (enam) kali untuk memantau dan mengevaluasi perencanaan dan
tindak lanjut hasil audit dalam pelaksanaan audit serta pemantauan tindak lanjut temuan audit
rangka menilai kecukupan untuk menilai kecukupan pengendalian internal.
pengendalian internal.
2. Evaluasi terhadap pelaksanaan Telah dilaksanakan rapat dengan mengundang perwakilan dari
tugas Audit Intern. Fungsi Kerja Audit Intern sebagai undangan untuk membahas
pelaksanaan tugas Audit Intern selama 2025 yaitu terkait
pelaksanaan audit selama tahun 2025 dan isu audit yang signifikan.
3. Evaluasi terhadap kesesuaian • Telah dilaksanakan rapat dengan mengundang Divisi Finance dan
laporan keuangan dengan Auditor Eksternal Bank untuk melakukan penelaahan terhadap
standar akuntansi yang draft laporan audit Bank.
berlaku. • Telah dilaksanakan rapat dengan mengundang Divisi Finance
untuk membahas laporan publikasi keuangan bulanan dan
triwulanan dan mengevaluasi kesesuaian dengan standar
akuntansi yang berlaku.
4. Melakukan evaluasi terhadap Telah dilaksanakan rapat dengan mengundang perwakilan dari
pelaksanaan pemberian jasa Divisi Finance dan Fungsi Kerja Audit Intern untuk melakukan evaluasi
audit atas informasi keuangan atas pelaksanaan jasa audit atas laporan keuangan periode 31
historis tahunan oleh AP dan/ Desember 2024, yang dilakukan oleh KAP Purwantono, Sungkoro
atau KAP. & Surja (EY Indonesia) dan Yovita sebagai Akuntan Publik. Rapat
diadakan pada tanggal 9 April 2025.
5. Pemantauan atas rencana Telah dilaksanakan rapat dengan mengundang perwakilan dari
pelaksanaan audit oleh auditor Divisi Finance dan Auditor Eksternal Bank untuk membahas progress
eksternal. pelaksanaan audit oleh auditor eksternal.
6. Evaluasi terhadap pelaksanaan Telah dilaksanakan rapat dengan mengundang perwakilan dari
tindak lanjut oleh Direksi atas Fungsi Kerja Audit Intern dan Fungsi Kepatuhan untuk memastikan
hasil temuan Audit Intern, bahwa Direksi telah menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi
auditor eksternal dan hasil dari Audit Intern termasuk perbaikan terhadap hasil temuan
pengawasan OJK. pemeriksaan auditor eksternal maupun OJK.
160 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 163
Tata Kelola Perusahaan
No. Program Kerja Realisasi
7. Melakukan penelaahan atas Telah dilaksanakan rapat dengan mengundang perwakilan dari
kepatuhan terhadap peraturan Fungsi Kepatuhan untuk menelaah kepatuhan Bank terhadap
perundang-undangan yang peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
berhubungan dengan kegiatan
Bank.
8. Rekomendasi penunjukan Telah dilaksanakan rapat dengan mengundang perwakilan dari
Akuntan Publik dan KAP sesuai Divisi Finance, Audit Intern, dan KAP Purwanto, Susanti dan Surja
ketentuan yang berlaku. (d/h KAP Purwantono, Sungkoro & Surja) (EY Indonesia) untuk
membahas proposal penawaran dari EY Indonesia terkait dengan
jasa audit laporan keuangan tahun buku 2025. Komite Audit
memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris atas penunjukan
KAP Purwanto, Susanti dan Surja (d/h KAP Purwantono, Sungkoro &
Surja) (EY Indonesia) dan Yovita sebagai Akuntan Publik untuk audit
tahun buku 2025, yang didasarkan pada beberapa pertimbangan
sesuai dengan peraturan OJK yang berlaku dan hasil evaluasi atas
pelaksanaan jasa audit atas laporan keuangan periode tahun
sebelumnya.
9. Evaluasi terhadap pelaksanaan Telah dilaksanakan rapat dengan perwakilan dari Divisi Finance,
audit yang dilakukan oleh KAP Audit Intern, dan Auditor Eksternal untuk membahas hal-hal sebagai
sesuai dengan standar audit berikut:
yang berlaku. • Hasil akhir audit Laporan Keuangan tahun buku 2024 beserta
Management Letter yang dibahas dalam rapat dengan Komite
Audit tanggal 25 Februari 2025.
• Program audit dan metodologi audit dan progress pelaksanaan
audit laporan keuangan tahun 2025 yang dibahas dalam rapat
dengan Komite Audit pada tanggal 11 September 2025.
10. Menyiapkan Program Kerja Komite Audit telah menyiapkan Program Kerja Tahunan dan
Tahunan dan melakukan melakukan penelaahan tahunan atas cakupan fungsi Komite dan
penelaahan tahunan atas efektivitas kerjanya serta memberikan rekomendasi atas berbagai
cakupan Fungsi Komite dan perubahan yang dirasa perlu kepada Dewan Komisaris.
efektivitas kerjanya serta
memberikan rekomendasi atas
berbagai perubahan yang
dirasa perlu kepada Dewan
Komisaris.
11. Diskusi dengan Fungsi Telah dilaksanakan Rapat dengan perwakilan dari Fungsi Kepatuhan
Kepatuhan tentang Laporan untuk membahas Laporan Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan Semester-
Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan II 2024 dan Semester I-2025, yang meliputi manajemen risiko
di Bank. kepatuhan, pemantauan Prinsip Kehati-hatian Bank, pemenuhan
Komitmen kepada Regulator, implementasi budaya kepatuhan, dan
implementasi tugas kepatuhan lainnya.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 161
Page 164
Tata Kelola Perusahaan
2. KOMITE REMUNERASI DAN NOMINASI Profil Komite Remunerasi dan Nominasi
Tujuan Pembentukan Johanes Susilo
Komite Remunerasi dan Nominasi dibentuk untuk Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi
membantu Dewan Komisaris dalam menyusun dan (Komisaris Independen)
mengevaluasi kebijakan remunerasi, nominasi,
serta perencanaan suksesi bagi anggota Dewan Profil beliau dapat dilihat di bagian Profil Dewan
Komisaris, Direksi, dan pejabat eksekutif. Komite Komisaris dalam Laporan Tahunan pada halaman
mendukung penerapan sistem remunerasi yang adil, 50.
transparan, dan berbasis kinerja serta memastikan
proses nominasi selaras dengan strategi jangka Chin Voon Fat
panjang Bank, prinsip tata kelola, dan ketentuan Anggota
peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Wakil Komisaris Utama)
Komposisi Komite Remunerasi dan Nominasi Profil beliau dapat dilihat di bagian Profil Dewan
Komite Remunerasi dan Nominasi Bank terdiri Komisaris dalam Laporan Tahunan pada halaman
dari (a) satu orang Komisaris Independen yang 48.
merangkap sebagai Ketua, (b) satu orang Komisaris
Non Independen, dan (c) satu orang Pejabat
Eksekutif yang membawahkan fungsi sumber daya
manusia atau satu orang perwakilan Pekerja Bank.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Bank
UOB Indonesia No. 25/SKDIR/0037 tanggal 29
April 2025 tentang Pengangkatan Anggota Komite
Remunerasi dan Nominasi, anggota Komite Bank
terdiri dari 3 (tiga) orang, sebagai berikut:
Susunan Anggota Komite Remunerasi dan
Nominasi per tanggal 31 Desember 2025
Nama Komposisi Gevy Q Wulandari
Johanes Susilo Ketua (Komisaris Anggota
Independen) (Head of Human Resources)
Chin Voon Fat Anggota (Wakil Komisaris
Usia: 57 tahun
Utama)
Kewarganegaraan: Indonesia
Gevy Q Wulandari Anggota (Pejabat
Eksekutif yang
Dasar Hukum Pengangkatan
membidangi Sumber Daya
Keputusan Direksi No. 25/SKDIR/0037 tanggal
Manusia)
29 April 2025.
Riwayat Pendidikan
Beliau menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi,
Extension Program, Jurusan Sumber Daya Manusia,
Universitas Indonesia pada tahun 1995.
Riwayat Pekerjaan
• Head of Human Resources, UOB Indonesia
(2023-sekarang)
• Head of HR for VIP Cluster (Vietnam, Indonesia,
Philippines), AIG Insurance (2018-2023)
• Direktur Human Capital, AIG Indonesia (2012-
2023)
162 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 165
Tata Kelola Perusahaan
• Head of HRBP Retail Banking, PT Permata Bank Komite Remunerasi dan Nominasi yang antara
(2009-2012) lain meliputi:
• Direktur HR, Microsoft Indonesia (2006-2009) a. Terkait dengan Fungsi Remunerasi:
• Head of Staffing & Talent Management, Citibank • Melakukan evaluasi terhadap kebijakan
N.A., Indonesia (1997-2006) remunerasi yang didasarkan atas kinerja,
• Human Resources Manager, GE Capital risiko, kewajaran dengan peer group,
Indonesia (1994-1997) sasaran, dan strategi jangka panjang Bank,
pemenuhan cadangan sebagaimana diatur
Pelatihan dalam peraturan perundang-undangan dan
• Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 5 potensi pendapatan Bank di masa yang
• 10x Breakthrough Coaching akan datang; dan
• HR Certification General Manager • M e nya m p a i ka n h a s i l eva l u a s i d a n
• The UOB Way Workshop rekomendasi kepada Dewan Komisaris
• Pengenalan Pelindungan Data Pribadi mengenai:
• Sustainability 101 i. Kebijakan remunerasi bagi anggota
• UOB Group-wide Mandatory Learning for Dewan Komisaris dan anggota Direksi
Existing Employees - Mission Compliance untuk disampaikan kepada Rapat Umum
Pemegang Saham;
Rangkap Jabatan ii. Kebijakan remunerasi bagi Pejabat
- Eksekutif Senior, Pejabat Eksekutif, dan
pegawai secara keseluruhan untuk
Periode Masa Tugas disampaikan kepada Direksi;
Masa jabatan anggota Komite Remunerasi dan iii. Struktur remunerasi anggota Dewan
Nominasi adalah selama 2 (dua) tahun dan akan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif
berakhir pada tahun 2025. Anggota yang masa Senior;
jabatannya telah berakhir dapat diangkat kembali. iv. Besaran remunerasi anggota Dewan
Komisaris dan anggota Direksi; dan
Pedoman Komite Remunerasi dan Nominasi v. Membantu Dewan Komisaris melakukan
Bank telah menetapkan Pedoman dan Tata penilaian kinerja dengan kesesuaian
Tertib Kerja Komite Remunerasi dan Nominasi remunerasi yang diterima masing-masing
yang disahkan berdasarkan Surat Keputusan anggota Direksi dan anggota Dewan
Dewan Komisaris PT Bank UOB Indonesia No. 25/ Komisaris.
COM/0012 tanggal 18 Desember 2025 (Pedoman • Menyampaikan hasil evaluasi dan rekomendasi
dan Tata Tertib Kerja Komite Remunerasi dan kepada Direksi mengenai besaran total
Nominasi). Bank melakukan reviu berkala terhadap framework remunerasi Pejabat Eksekutif Senior.
Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Remunerasi • Memastikan bahwa Kebijakan Remunerasi
dan Nominasi, yaitu 1 (satu) kali dalam setahun. telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Independensi Anggota Komite Remunerasi dan b. Terkait dengan Fungsi Nominasi:
Nominasi • Menyusun dan memberikan rekomendasi
Seluruh anggota Komite Remunerasi dan Nominasi mengenai sistem serta prosedur pemilihan
memiliki integritas, akhlak dan moral yang baik, dan/atau penggantian:
hal mana merupakan persyaratan bagi anggota i. Anggota Dewan Komisaris dan anggota
Komite Remunerasi dan Nominasi sebagaimana Direksi kepada Dewan Komisaris untuk
dimaksud dalam Kebijakan Nominasi serta telah disampaikan kepada RUPS; dan
memenuhi kriteria yang dipersyaratkan oleh ii. Pejabat Eksekutif Senior untuk disampaikan
Regulator. kepada Dewan Komisaris.
• Menelaah dan memberikan rekomendasi
Tugas dan Tanggung Jawab mengenai calon anggota Dewan Komisaris
Komite Remunerasi dan Nominasi menjalankan dan/atau Direksi yang memenuhi syarat
tugas, tanggung jawab dan kewenangannya kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan
berdasarkan Tata Tertib dan Pedoman Kerja kepada RUPST.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 163
Page 166
Tata Kelola Perusahaan
• Anggota komite yang memiliki benturan kepentingan (conflict of interests) dengan usulan yang
direkomendasikan mengungkapkan keadaan tersebut dalam usulan yang direkomendasikan.
• Memberikan rekomendasi mengenai calon Pejabat Eksekutif Senior termasuk perpanjangan masa kerja
bagi Pejabat Eksekutif Senior yang telah melewati batas usia pensiun untuk disampaikan kepada Dewan
Komisaris.
• Memberikan rekomendasi mengenai Pihak Independen yang akan menjadi anggota Komite Audit, Komite
Remunerasi dan Nominasi dan Komite Pemantau Risiko kepada Dewan Komisaris
• Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai:
i. Komposisi jabatan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris;
ii. Kebijakan dan kriteria yang dibutuhkan dalam proses Nominasi anggota Direksi, anggota Dewan
Komisaris dan Pejabat Eksekutif Senior; dan
iii. Kebijakan dan evaluasi kinerja bagi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris dan Pejabat Eksekutif
Senior.
iv. Membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja anggota Direksi dan/atau anggota Dewan
Komisaris berdasarkan tolok ukur yang telah disusun sebagai bahan evaluasi.
v. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai program pengembangan kemampuan
anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris.
Rapat Komite Remunerasi dan Nominasi
Rapat Komite diselenggarakan secara berkala paling kurang 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan.
Selama periode tahun 2025, Rapat Komite Remunerasi dan Nominasi diselenggarakan sebanyak 4 (empat)
kali, di antaranya melalui teleconference dan dihadiri oleh lebih dari 51 persen anggota termasuk seorang
Komisaris Independen dan pejabat eksekutif yang membawahi Sumber Daya Manusia.
Kehadiran anggota Komite Remunerasi dan Nominasi pada rapat yang dilaksanakan selama tahun 2025
adalah sebagai berikut:
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase (%)
Johanes Susilo 4 4 100
Chin Voon Fat 4 4 100
Gevy Q Wulandari 4 4 100
Keputusan rapat diambil melalui musyawarah untuk mencapai mufakat atau berdasarkan suara mayoritas
jika terjadi perbedaan pendapat. Semua keputusan dicatat dalam risalah rapat yang ditandatangani oleh
seluruh anggota Komite yang hadir dan didokumentasikan dengan baik termasuk perbedaan pendapat yang
terjadi dalam rapat.
Hasil rapat Komite Remunerasi dan Nominasi merupakan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan secara
optimal oleh Dewan Komisaris.
Mekanisme Evaluasi Kinerja
Bank memiliki ketentuan mengenai evaluasi kinerja Komite Remunerasi dan Nominasi yang diatur dalam
Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Remunerasi dan Nominasi. Ketentuan tersebut memberikan panduan
teknis yang jelas bagi Dewan Komisaris dalam melaksanakan penilaian serta memastikan standarisasi kriteria
kinerja yang diterapkan.
Berdasarkan Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Remunerasi dan Nominasi, evaluasi kinerja anggota
Komite Remunerasi dan Nominasi dilakukan oleh Dewan Komisaris paling sedikit setiap akhir tahun buku.
Evaluasi kinerja Komite meliputi struktur dan komposisi komite, efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung
jawab Komite Remunerasi dan Nominasi, dan efektivitas pelaksanaan rapat Komite Remunerasi dan Nominasi.
164 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 167
Tata Kelola Perusahaan
Program kerja Komite Remunerasi dan Nominasi dan realisasinya selama tahun 2025 meliputi tetapi tidak
terbatas pada:
No. Program Kerja Realisasi
1. Terkait a. Menelaah evaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan
Remunerasi kepada Dewan Komisaris.
b. Memberikan rekomendasi remunerasi bagi anggota Direksi untuk disetujui oleh
Dewan Komisaris dan bagi anggota Komisaris untuk disetujui oleh pemegang
saham utama yaitu UOB International Investment Private Limited.
c. Menelaah dan memberikan rekomendasi atas Kebijakan Remunerasi.
2. Terkait a. Memberikan rekomendasi pengangkatan kembali anggota Dewan Komisaris.
Nominasi b. Memberikan rekomendasi pengangkatan dan pengangkatan kembali anggota
Direksi.
c. Memberikan rekomendasi pengangkatan dan pengangkatan kembali Anggota
Komite di bawah Dewan Komisaris.
d. Memberikan rekomendasi pengangkatan dan perpanjangan masa jabatan
Pejabat Eksekutif Senior.
e. Menelaah dan memberikan rekomendasi atas Kebijakan Nominasi.
3. Lainnya a. Menyusun dan membahas realisasi rencana kerja Komite Remunerasi dan
Nominasi.
b. Menelaah dan memberikan rekomendasi atas penelaahan berkala Pedoman dan
Tata Tertib Kerja.
c. Membahas dan memberikan masukan terhadap laporan yang disampaikan
Fungsi Sumber Daya Manusia.
3. KOMITE PEMANTAU RISIKO Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 25/
Tujuan Pembentukan SKDIR/0036 tanggal 29 April 2025 tentang
Komite Pemantau Risiko dibentuk oleh Dewan Pengangkatan Anggota Komite Pemantau Risiko,
Komisaris dan bertanggungjawab kepada anggota Komite Bank terdiri dari 3 (tiga) orang,
Dewan Komisaris untuk melaksanakan evaluasi sebagai berikut:
kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko Susunan Anggota Komite Pemantau Risiko per
dan pelaksanaan kebijakan Bank dan melakukan tanggal 31 Desember 2025
pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas Nama Komposisi
komite manajemen risiko dan satuan kerja Wayan Alit Antara Ketua (Komisaris
manajemen risiko. Independen)
Hendry Patria Rosa Anggota (Pihak
Komposisi Komite Pemantau Risiko Independen)
Komite Pemantau Risiko Bank terdiri dari (a) satu Nina Diyanti Anwar Anggota (Pihak
orang Komisaris Independen yang merangkap Independen)
sebagai Ketua, (b) satu orang Pihak Independen
yang memiliki keahlian di bidang manajemen Profil Komite Pemantau Risiko
risiko, dan (c) satu orang Pihak Independen yang
Wayan Alit Antara
memiliki keahlian di bidang keuangan.
Ketua Komite Pemantau Risiko
(Komisaris Independen)
Anggota Komite yang berasal dari Pihak
Independen memiliki sertifikasi dan pengalaman
Profil beliau dapat dilihat di bagian Profil Dewan
kerja yang relevan di bidang manajemen risiko dan
Komisaris dalam Laporan Tahunan pada halaman
keuangan, sehingga memastikan pengawasan
49.
yang efektif, objektif, dan independen atas profil
dan tata kelola risiko Bank.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 165
Page 168
Tata Kelola Perusahaan
Hendry Patria Rosa Nina Diyanti Anwar
Anggota Anggota
(Pihak Independen) (Pihak Independen)
Usia: 60 tahun Usia: 65 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia Kewarganegaraan: Indonesia
Dasar Hukum Pengangkatan Dasar Hukum Pengangkatan
Keputusan Direksi No. 25/SKDIR/0036 tanggal Keputusan Direksi No. 25/SKDIR/0036 tanggal
29 April 2025. 29 April 2025.
Riwayat Pendidikan Riwayat Pendidikan
Sarjana Teknik Geodesi dari Universitas Gadjah Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Universitas
Mada, Yogyakarta Indonesia, Jakarta
Riwayat Pekerjaan Riwayat Pekerjaan
• Anggota Komite Pemantau Risiko di PT Bank • Anggota Komite Audit di PT Bank UOB Indonesia
UOB Indonesia (2015-sekarang) (2018 – 28 April 2021)
• Banking Risk Management trainer di PT Orbit • Anggota Komite Audit di PT Maybank Indonesia
Risk Management (2007-sekarang) Tbk (2012-2018)
• PT Bank Artha Graha dengan posisi terakhir • Anggota Komite Audit di PT GMF Aerosia dari
sebagai Branch Manager di PT Bank Artha (2006-2015)
Graha Internasional (1994-2007) • Anggota Komite Audit di PT Semen Gresik Tbk
• Credit Auditor di PT Bank Bintang Manunggal (2004-2011)
(1993-1994) • Group Head/Vice President Investor Relations
Division/Treasury Group/Assets Management
Pelatihan Divison di the Indonesian Bank Restructuring
• Sertifikasi Training on Trainer Materi Kualifikasi Agency (IBRA) (2000-2004)
4 Bidang Manajemen Risiko Perbankan. • Account Officer/AVP di ABN Amro Bank (1999-
• Persiapan SMR Perbankan Kualifikasi Jenjang 2000)
4, 5, 6, dan 7 • Senior Credit Analyst (1994-1995) dan Account
• UOB Economic Outlook: Ushering A New Dawn Manager/Assistant Vice President (AVP) (1995-
for Remarkable Indonesia 1999) di Rabobank
• Refresher SMR Jenjang Kualifikasi 7 • Account Manager di Bank Indovest (1989-1994)
• OJK Webinar “Risk Appetite and Risk Culture • Financial analyst di USAID, Jakarta (1988-1989)
– Pilar Utama dalam Penguatan Manajemen • Auditor di PricewaterhouseCoopers (1985-1988)
Risiko di Sektor Keuangan”
Rangkap Jabatan
Anggota Komite Tata Kelola Terintegrasi, PT Bank
UOB Indonesia, Jakarta (2015-sekarang)
166 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 169
Tata Kelola Perusahaan
Pelatihan Independensi Anggota Komite Pemantau Risiko
• Persiapan Sertifikasi Manajemen Risiko Seluruh anggota Komite telah memenuhi ketentuan
Perbankan Kualifikasi Jenjang 4, 5, 6, dan 7 yang berlaku terkait dengan persyaratan
• Seminar “Program Peningkatan Profesionalisme i n d e p e n d e n s i a n g g ota Ko m i te , d e n g a n
Chartered Accountant” memperhatikan integritas, akhlak, dan moral
• Refresher SMR Jenjang Kualifikasi 7 masing-masing anggota Komite.
• OJK Webinar “Risk Appetite and Risk Culture
– Pilar Utama dalam Penguatan Manajemen Untuk menjaga independensi dan objektivitas,
Risiko di Sektor Keuangan” anggota Komite Pemantau Risiko merupakan
Komisaris Independen dan pihak independen.
Sertifikasi Profesional Direksi tidak diperkenankan untuk duduk dalam
• Sertifikat Kompetensi Kualifikasi Jenjang 4, keanggotaan Komite Pemantau Risiko.
Jenjang 5, Jenjang 6, dan Jenjang 7 Bidang
Manajemen Risiko Perbankan Seluruh anggota Komite Pemantau Risiko memiliki
• Sertifikat Chartered Accountant integritas, akhlak dan moral yang baik, hal mana
• Piagam Register Negara Akuntan merupakan persyaratan bagi anggota Komite
Pemantau Risiko sebagaimana dimaksud dalam
Rangkap Jabatan Kebijakan Nominasi Bank serta telah memenuhi
- kriteria yang dipersyaratkan oleh Regulator.
Periode Masa Tugas Tugas dan Tanggung Jawab
Masa jabatan anggota Komite Pemantau Risiko Komite Pemantau Risiko menjalankan tugas,
adalah selama 2 (dua) tahun dan akan berakhir tanggung jawab dan kewenangannya berdasarkan
pada tahun 2027. Anggota yang masa jabatannya Tata Tertib dan Pedoman Kerja Komite Pemantau
telah berakhir, dapat diangkat kembali. Risiko yang antara lain meliputi:
a. Melakukan evaluasi tentang kesesuaian
Periode Reviu Pedoman dan Tata Tertib Kerja antara kebijakan manajemen risiko dengan
Komite Pemantau Risiko Secara Berkala pelaksanaan kebijakan manajemen risiko;
Bank telah menetapkan Pedoman dan Tata Tertib Kerja b. Melakukan pemantauan dan evaluasi
Komite Pemantau Risiko yang disahkan berdasarkan pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko;
Surat Keputusan Dewan Komisaris PT Bank UOB c. Melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan
Indonesia No. 25/COM/0013 tanggal 18 Desember tugas Satuan Kerja Manajemen Risiko; dan
2025 (Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Pemantau d. Memberikan pemantauan tata kelola atas risiko
Risiko). Bank melakukan reviu berkala terhadap fraud pada Bank.
Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Pemantau
Risiko, yaitu 1 (satu) kali dalam setahun.
Rapat Komite Pemantau Risiko
Rapat Komite Pemantau Risiko telah dilaksanakan sesuai kebutuhan Bank dan dihadiri oleh seluruh anggota
Komite dan mengundang Fungsi Kerja Manajemen Risiko jika diperlukan. Selama tahun 2025, Rapat Komite
Pemantau Risiko diselenggarakan sebanyak 16 (enam belas) kali, dengan dihadiri 100 persen anggota Komite.
Kehadiran anggota Komite Pemantau Risiko dalam rapat-rapat yang diselenggarakan pada tahun 2025
adalah sebagai berikut:
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase (%)
Wayan Alit Antara 16 16 100
Hendry Patria Rosa 16 16 100
Nina Diyanti Anwar 16 16 100
Keputusan rapat diambil melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. Semua keputusan dicatat dalam risalah
rapat dan didokumentasikan dengan baik termasuk jika ada perbedaan pendapat yang terjadi dalam rapat Komite.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 167
Page 170
Tata Kelola Perusahaan
Mekanisme Evaluasi Kinerja
Bank telah menetapkan menetapkan ketentuan mengenai evaluasi kinerja anggota Komite Pemantau Risiko
yang diatur dalam Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Pemantau Risiko. Ketentuan tersebut memberikan
panduan teknis yang jelas bagi Dewan Komisaris dalam melaksanakan penilaian serta memastikan standarisasi
kriteria kinerja yang diterapkan.
Berdasarkan Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Pemantau Risiko, evaluasi kinerja anggota Komite Pemantau
Risiko dilakukan oleh Dewan Komisaris paling sedikit setiap akhir tahun buku. Evaluasi kinerja Komite meliputi
struktur dan komposisi komite, efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Komite Pemantau Risiko,
dan efektivitas pelaksanaan rapat Komite Pemantau Risiko.
Program kerja Komite Pemantau Risiko dan realisasinya selama tahun 2025 meliputi tetapi tidak terbatas pada:
No. Program Kerja Realisasi
1. Melakukan evaluasi Telah diselenggarakan rapat berkala untuk melakukan evaluasi tentang
tentang kesesuaian kesesuaian antara kebijakan dan strategi manajemen risiko yang
antara kebijakan dikembangkan oleh manajemen dengan pelaksanaan kebijakan manajemen
manajemen risiko risiko serta membahas profil risiko Bank secara triwulanan.
dengan pelaksanaan
kebijakan manajemen Komite Pemantau Risiko juga melakukan review berkala terhadap Tingkat
risiko. Kesehatan Berdasarkan Risiko (RBBR), menelaah kepatuhan terhadap
parameter Risk Appetite Statements (RAS) yang telah ditetapkan, dan
melakukan review bulanan atas profil risiko khususnya risiko kredit, risiko
operasional, risiko pasar dan risiko likuiditas.
2. Memantau dan Telah dilaksanakan rapat berkala untuk membahas pelaksanaan tugas
mengevaluasi Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR).
pelaksanaan tugas Pemantauan pelaksanaan tugas dilakukan melalui evaluasi dan review
Komite Manajemen atas kerangka kerja manajemen risiko. Selain itu, Komite Pemantau Risiko
Risiko dan Satuan melakukan pemantauan melalui rapat dengan SKMR untuk membahas
Kerja Manajemen manajemen risiko terkait permodalan, indikator-indikator risiko dalam rangka
Risiko (SKMR). memastikan kesesuaian dengan risk appetite Bank.
3. Menjalankan Telah dilaksanakan rapat berkala untuk membahas pelaksanaan tugas
pengawasan atas Anti Financial Crime Investigation and Intelligence (dahulu Integrated Fraud
tata kelola risiko Management), melakukan evaluasi atas Kerangka Kerja Manajemen Risiko
fraud untuk Bank. Fraud, memantau efektivitas penerapan strategi anti-fraud dan memantau
kejadian fraud yang terjadi di Bank dan tindak lanjutnya.
Penilaian terhadap Komite di Bawah Direksi
Direksi melakukan penilaian tahunan terhadap komite-komitenya, dengan fokus pada area utama seperti
struktur dan komposisi masing-masing komite, efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab, serta
efisiensi rapat komite.
Pada tahun 2025, komite-komite di bawah Direksi telah melaksanakan penilaian mandiri (self-assessment)
untuk mengevaluasi kinerjanya. Seluruh komite telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik
serta memberikan rekomendasi yang mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi.
168 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 171
Tata Kelola Perusahaan
B. Komite-komite di bawah Direksi c. Kegiatan Treasuri dan Investasi
1. KOMITE EKSEKUTIF (EXCO) Menetapkan kebijakan dan pedoman yang
berhubungan untuk semua dealer, pejabat
Pedoman Tugas dan Tanggung Jawab EXCO dan komite yang berhubungan, yang terlibat
Pedoman yang mendukung pelaksanaan tugas dalam kegiatan Treasuri dan Investasi Bank.
dan tanggung jawab EXCO tercantum dalam Surat
Keputusan Direksi No. 20/SKDIR/0100 tanggal 16 d. Keputusan Kredit
Desember 2020 tentang Komite Eksekutif (EXCO). Memberikan keputusan kredit sesuai dengan
Komposisi serta tugas dan tanggung jawab EXCO batas kewenangannya, yang meliputi
adalah sebagai berikut: semua tipe-tipe eksposur, langsung dan/
atau kontijensi, seperti eksposur terhadap
a. Kebijakan Strategis counterparty dan nasabah yang berasal dari
ii. Mengusulkan dan merekomendasikan pinjaman/ pendanaan, underwriting/sindikasi,
tujuan jangka menengah dan panjang, surat berharga, instrumen derivatif, risiko
arah strategis, sasaran dan prioritas Bank penyelesaian, interbank limit, End Financing
kepada Dewan Komisaris. (EF) limit mortgages dan produk program
iii. Merumuskan dan mengulas masalah lainnya.
kebijakan dengan mempertimbangkan
keseluruhan perencanaan dan pelaksanaan e. Lainnya
strategi untuk mencapai tujuan jangka i. Mengambil keputusan mengenai bisnis
menengah dan panjang Bank. penting bersifat rahasia atau yang
membutuhkan keputusan cepat dan/atau
b. Pengeluaran untuk Pembelian Properti/ seksama, tapi untuk pendelegasian hal ini
Pengeluaran Modal Lainnya kepada EXCO membutuhkan perhatian
Menelaah dan memutuskan atau menyetujui dan keputusan Direksi.
usulan-usulan atau permohonan mengenai: ii. Mengambil keputusan mengenai masalah
i. Pembelian atau penjualan Aktiva Tetap bisnis yang bersifat tidak biasa atau
Bank. memiliki pengaruh strategis atau signifikan
ii. Pembelian atau penjualan Inventaris (secara keuangan atau lainnya) pada
Bank, termasuk perangkat keras dan lunak Bank.
komputer. iii. Melaksanakan fungsi lain yang mungkin,
iii. Pengadaan barang dan jasa lainnya sesuai dari waktu ke waktu, didelegasikan oleh
ketentuan yang berlaku. Direksi.
Persetujuan EXCO diberikan sesuai limit yang EXCO bertanggung jawab melaporkan
berlaku. kepada Rapat Direksi dan Pejabat Eksekutif
Senior secara periodik, mengenai keputusan
besar yang telah dibuat.
Susunan Anggota Komite Eksekutif (EXCO) per tanggal 31 Desember 2025
Ketua merangkap anggota tetap Direktur Utama
Wakil Ketua merangkap anggota tetap Direktur Keuangan dan Layanan Korporasi*
Anggota tetap • Direktur Teknologi dan Operasional*
• Direktur Wholesale Banking atau Direktur Consumer Banking**
• Direktur Manajemen Risiko**
• Kepala Kredit Terkait**
Sekretaris • Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan*
• Divisi Penyetuju Kredit Terkait**
* terkait non-kredit
** terkait kredit
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 169
Page 172
Tata Kelola Perusahaan
Rapat EXCO
Komite EXCO mengadakan pertemuan sewaktu-waktu bila diperlukan tergantung pada volume dan mendesaknya
suatu masalah untuk ditindaklanjuti. Rapat EXCO dapat dihadiri oleh anggota EXCO secara langsung atau
melalui konferensi telepon/video. Kuorum harus mencakup sekurangnya anggota mayoritas EXCO (lebih dari
50 persen), termasuk Ketua EXCO atau Ketua Sementara EXCO apabila Ketua Komite berhalangan.
Kehadiran anggota Komite Eksekutif pada rapat terkait non-kredit yang dilaksanakan selama tahun 2025
adalah sebagai berikut:
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase (%)
Hendra Gunawan 4 4 100
Teh Han Yi 4 4 100
Paul Rafiuly 4 4 100
Pengambilan Keputusan
Keputusan rapat EXCO diambil berdasarkan musyawarah mufakat. Bila keputusan tidak dapat dicapai melalui
musyawarah, Ketua Komite atau Ketua Sementara Komite memiliki hak final untuk mengambil keputusan.
Keputusan EXCO juga dapat diambil secara sirkulasi, dengan ketentuan anggota EXCO diberitahukan secara
tertulis tentang usulan yang diajukan. Persetujuan dari anggota EXCO disampaikan dalam usulan tertulis
tersebut. Keputusan yang diambil dengan cara demikian mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan
yang diambil dengan sah dalam Rapat EXCO.
Seluruh hasil keputusan rapat dituangkan dalam suatu risalah rapat yang ditandatangani oleh seluruh
anggota Komite yang hadir dan didokumentasikan secara baik termasuk perbedaan pendapat yang terjadi
dalam rapat Komite.
Program kerja EXCO dan realisasinya selama tahun 2025 meliputi tetapi tidak terbatas pada:
No. Program Kerja Realisasi
1 Merumuskan dan mengulas masalah kebijakan Anggota EXCO telah mengulas masalah kebijakan
dengan mempertimbangkan keseluruhan dengan mempertimbangkan keseluruhan
perencanaan dan pelaksanaan strategi untuk perencanaan dan pelaksanaan strategi untuk
mencapai tujuan jangka menengah dan panjang mencapai tujuan jangka menengah dan panjang
Bank. Bank.
2 Menelaah dan memutuskan usulan-usulan EXCO memberikan arahan strategik dalam proyek-
atau permohonan mengenai properti dan proyek besar seperti rencana properti jangka
pengeluaran modal lainnya sesuai ketentuan panjang, transformasi tempat kerja, divestasi aset
yang berlaku. non-operasi, inisiatif keberlanjutan, pengadaan TI
dan laporan kemajuan pada proyek-proyek besar
yang sedang berjalan.
3 Memberikan keputusan kredit sesuai dengan EXCO telah memberikan keputusan-keputusan
batas kewenangannya, yang meliputi semua kredit sesuai dengan batas kewenangannya.
tipe-tipe eksposur, langsung dan/atau kontingensi,
seperti eksposur terhadap counterparty dan
nasabah yang berasal dari pinjaman/
pendanaan, underwriting/sindikasi, sekuritas
(pengganti pinjaman), instrumen derivatif, risiko
penyelesaian, interbank limit, End Financing
limit mortgages, dan produk program lainnya.
170 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 173
Tata Kelola Perusahaan
2. KOMITE AKTIVA DAN PASIVA (ALCO)
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 25/SKDIR/0078 tanggal 22 Agustus 2025, komposisi Komite Manajemen
Aktiva dan Pasiva adalah sebagai berikut:
Susunan Anggota Aktiva dan Pasiva (ALCO) per tanggal 31 Desember 2025
Ketua Direktur Utama
Wakil Ketua Direktur Keuangan dan Layanan Korporasi
Sekretaris Kepala Divisi Market & Balance Sheet Risk Management
Anggota tetap • Direktur Manajemen Risiko
• Direktur Wholesale Banking
• Direktur Consumer Banking
• Direktur Global Markets
• Kepala Fungsi Kerja Transaction Banking
• Central Treasury Unit Head
• Deposit & Wealth Management Head
Rapat ALCO diadakan sesuai dengan kebutuhan Bank, atau sekurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan.
Kehadiran anggota Komite Aktiva dan Pasiva pada rapat yang dilaksanakan selama tahun 2025 adalah
sebagai berikut:
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase (%)
Hendra Gunawan 15 14 93
Teh Han Yi 15 15 100
Henry Santoso 15 13 87
Harapman Kasan 15 11 73
Cristina Teh Tan 15 13 87
Sonny Samuel 15 14 93
W. Kartyono 15 13 87
Stanly Gunawan 15 15 100
Emillya Soesanto 10 9 90
Tugas dan tanggung jawab dari ALCO adalah:
a. Memberikan persetujuan atas:
• Kebijakan Manajemen Risiko Pasar, Kebijakan Manajemen Risiko Suku Bunga pada Banking Book,
Kebijakan Manajemen Risiko Likuiditas dan Kebijakan Fund Transfer Pricing serta hal yang terkait
permodelan/metodologi dan asumsi-asumsi yang diterapkan dalam manajemen Aktiva & Pasiva.
• Pendelegasian risk appetite limit, risk control limit dan limit risiko lainnya terkait Risiko Pasar, Risiko Suku
Bunga pada Banking Book dan Risiko Likuiditas;
• Ratifikasi pelampauan limit oleh bisnis;
• Memberikan limit sementara kepada bisnis;
• Limit minimal 1 (satu) kali dalam setahun;
• Strategic Pricing, FTP, dan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK); dan
• Strategi Funding (Target Balance Sheet Mix, penerbitan surat hutang) dan market risk valuation adjustment.
b. Memberikan pengesahan atas:
• Kerangka kerja terkait pengelolaan Risiko Neraca (Risiko Suku Bunga pada Banking Book dan Risiko
Likuiditas); dan
• Mengkaji ulang dan merekomendasikan inisiatif terkait Model Internal (apabila sudah siap) digunakan
dalam pelaporan ke regulator.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 171
Page 174
Tata Kelola Perusahaan
c. Pemantauan dan Pelaporan:
• Memantau dan menyoroti pelampauan limit dari risk appetite limits, risk control limits, dan limit risiko
lainnya terkait risiko pasar, risiko suku bunga pada banking book dan risiko likuiditas untuk dieskalasi
ke Komite Manajemen Risiko dan Direksi;
• Memantau, menilai, dan mengkaji critical market, profil dan eksposur risiko pasar, risiko suku bunga
pada banking book dan risiko likuiditas, kerentanan, laba/rugi, isu-isu material dan transaksi utama;
• Memantau product pricing, earning spread, distribusi dan jatuh tempo aktiva/pasiva, risiko likuiditas,
risiko pasar, dan alokasi modal untuk risiko pasar;
• Menyediakan forum diskusi dan keputusan terkait semua aspek risiko pasar, risiko suku bunga pada
banking book, dan risiko likuiditas;
• Memastikan kepatuhan terhadap ketentuan Regulator yang relevan dengan manajemen risiko pasar,
risiko suku bunga pada banking book dan risiko likuiditas;
• Mengkaji ulang posisi likuiditas yang ada dan yang mungkin terjadi serta memantau alternatif sumber
pendanaan; dan
• Memantau dan memastikan kecukupan likuiditas di saat kondisi darurat yang tidak dapat diantisipasi.
Program Kerja ALCO dan realisasinya selama tahun 2025 meliputi tetapi tidak terbatas pada:
No. Program Kerja Realisasi
1 Mengadakan rapat ALCO Selama tahun 2025, ALCO telah mengadakan rapat sebanyak
sekurang-kurangnya 1 (satu) 15 (lima belas) kali. Beberapa proposal yang disetujui oleh ALCO
kali dalam 1 (satu) bulan, atau adalah sebagai berikut:
mengikuti kebutuhan Bank • Kajian tahunan Kebijakan Manajemen Risiko Likuiditas dan
sehubungan dengan adanya Kebijakan Manajemen Risiko Suku Bunga Banking Book;
perubahan kondisi ekonomi • Kajian tahunan Kebijakan Manajemen Risiko Pasar;
nasional, kondisi Bank dan • Limit dan Mandat Manajemen Risiko Pasar 2026;
profil risiko, terutama risiko • Limit dan Mandat Balance Sheet Risk Management 2026;
pasar dan risiko likuiditas. • Kalibrasi Liquidity Premium dan Liquidity Charge;
• Penerbitan obligasi sub ordinasi; dan
• Publikasi Suku Bunga Dasar Kredit bulanan.
3. KOMITE MANAJEMEN RISIKO
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Kredit. 25/SKDIR/0045 tanggal 14 Mei 2025, komposisi Komite Manajemen
Risiko (RMC) adalah sebagai berikut:
Susunan Anggota Komite Manajemen Risiko per tanggal 31 Desember 2025
Ketua Direktur Management Risiko
Wakil Ketua Direktur Keuangan dan Layanan Korporasi
Sekretaris Enterprise Risk Management Head
Anggota tetap • Direktur Utama
• Direktur Wholesale Banking
• Direktur Teknologi dan Operasional
• Direktur Kepatuhan, Legal, dan Sekretaris Perusahaan
• Direktur Global Markets
• Direktur Consumer Banking
• Direktur Transaction Banking
• Head of Internal Audit
• Head of Human Resources
• Credit Risk Management Head
• Legal Head
• CEO Office Head
• Head of Channels dan Digitalisation
172 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 175
Tata Kelola Perusahaan
Rapat RMC diselenggarakan secara berkala, dengan minimum rapat 10 (sepuluh) kali dalam satu tahun.
Kehadiran anggota Komite Manajemen Risiko pada rapat yang dilaksanakan selama tahun 2025 adalah
sebagai berikut:
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase (%)
Henry Santoso 17 16 94
Teh Han Yi 17 16 94
Hendra Gunawan 17 16 94
Paul Rafiuly 17 16 94
Harapman Kasan 17 14 82
Sonny Samuel 17 15 88
Ardhi Wibowo 17 14 82
Cristina Teh Tan 17 14 82
Gevy Q. Wulandari 17 16 94
Yanuar Maulana Yusuf 17 17 100
Imbang Perdana Satryawan 17 16 94
Edisono Limin* 9 9 100
Irvan Gunardwi 3 3 100
Tan Fransiska Hendra 17 16 94
W. Kartyono** 10 9 90
Erawati Esther*** 9 8 89
Ritaria Tjokromulio* 5 3 60
*) Bapak Edisono Limin menjabat sampai dengan Agustus 2025 dan digantikan oleh Ibu Ritaria Tjokromulio
**) Bapak W. Kartyono efektif menjabat sebagai anggota RMC sejak Juni 2025
***) Ibu Erawati Esther efektif menjabat sebagai anggota RMC sejak July 2025
Tugas, wewenang dan tanggung jawab RMC Bank Rating), termasuk penilaian mandiri atas
adalah sebagai berikut: peringkat profil risiko Bank.
a. Merekomendasikan atau menyetujui strategi, g. Menilai dan mengevaluasi kecukupan modal
model dan metodologi, kebijakan, kerangka internal Bank, untuk memastikan Bank memiliki
kerja, dan pedoman manajemen risiko secara kecukupan modal berdasarkan profil risiko
Bank-wide. yang dimiliki.
b. Mendukung atau menyetujui rencana h. Menyediakan forum diskusi dan pengambilan
p e nye m p u r n a a n d a n p e n g e m b a n g a n keputusan terkait isu-isu, permasalahan,
manajemen risiko Bank berdasarkan hasil dan perubahan peraturan yang berdampak
evaluasi pelaksanaan manajemen risiko. pada risiko dan permodalan Bank, termasuk
c. Memastikan pelaksanaan manajemen risiko menetapkan hal-hal yang terkait dengan
berjalan secara efektif melalui metodologi keputusan bisnis yang menyimpang dari
pengukuran risiko yang tepat. kebijakan dan prosedur manajemen risiko,
d. Merekomendasikan dan/atau menyetujui Risk diantaranya pengambilan posisi atau eksposur
Appetite dan batasan risiko yang ditoleransi, risiko yang menyimpang dari limit yang telah
serta memantau dan mengelola portofolio risiko ditetapkan.
Bank agar berada dalam batasan tingkat risiko i. Melakukan kaji ulang dan menyetujui Bank-wide
yang telah ditentukan. stress test atas skenario, asumsi, metodologi,
e. Pengawasan dan peninjauan Budaya Risiko dan hasil, dan tindak lanjut mitigasi risiko yang akan
Risiko Perilaku, diantaranya melalui peninjauan dilakukan, serta rencana kontinjensi apabila
Risk Culture Dashboard, yang memaparkan metrik diperlukan.
untuk mengawasi Budaya Risiko dan Perilaku. j. Mengembangkan budaya sadar risiko dan
f. Melakukan evaluasi dan menyetujui hasil menumbuhkan komitmen dalam mengelola
penilaian mandiri atas tingkat kesehatan Bank risiko secara Bank-wide, termasuk di dalamnya
dengan pendekatan berbasis risiko (Risk Based
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 173
Page 176
Tata Kelola Perusahaan
penegakkan manajemen konsekuensi dengan adanya penilaian kinerja dan sanksi, apabila diperlukan.
k. Memantau dan mengevaluasi laporan investigasi fraud, termasuk tindak lanjutnya.
l. Mengkaji dan memutuskan permasalahan yang belum disepakati dalam proses kaji produk dan aktivitas
baru yang dieskalasi melalui Divisi Operational Risk Management oleh pihak-pihak yang melakukan analisa
atas produk dan aktivitas baru.
m. Mengkaji dan menyetujui aktivitas alih daya baru, pengajuan jenis Bank-wide insurance baru, dan
perpanjangan tahunan Bank-wide insurance.
n. Mengkaji dan menyetujui Product Programme baru serta peninjauan secara berkala.
Program Kerja RMC dan realisasinya selama tahun 2025 meliputi tetapi tidak terbatas pada:
No. Program Kerja Realisasi
1. Rapat RMC diselenggarakan Pada tahun 2025, pertemuan RMC dilaksanakan sebanyak 17
secara berkala, dengan (tujuh belas) kali.
minimum rapat sebanyak 10
(sepuluh) kali dalam satu tahun.
2. Cakupan atau topik yang Profil Risiko Bank dibahas dan disetujui setiap triwulan dan setiap
dibahas dalam rapat RMC semester untuk Tingkat Kesehatan Bank.
termasuk tetapi tidak terbatas • Pada tahun 2025, kerangka kerja, kebijakan, dan pedoman
pada: yang direkomendasikan dan disetujui melalui RMC adalah
a. Risk Appetite; Kebijakan Anti-Fraud, Review Tahunan Kebijakan Pengelolaan
b. Profil Risiko; Risiko Hukum, Review Tahunan Kebijakan Manajemen Risiko
c. Tingkat Kesehatan Bank; Pihak Ketiga dan Alih Daya, Kerangka Kerja Manajemen
d. Penilaian kecukupan modal Risiko Kejahatan Keuangan, Review Tahunan Kerangka Kerja
berdasarkan profil risiko Manajemen Risiko Teknologi, Review Tahunan Kebijakan
yang dimiliki; Manajemen Risiko Teknologi, Review Tahunan Kebijakan
e. Stress Test; Manajemen Keamanan TI dan Resiliensi Siber, Review Tahunan
f. Kebijakan, pedoman dan Kebijakan Manajemen Asuransi, Review Tahunan Kerangka
prosedur; Kerja Manajemen Risiko Operasional, Review Ad-hoc Kerangka
g. Kerugian Operasional, Key Kerja Manajemen Risiko Kejahatan Keuangan, Review Tahunan
Operational Risk Indicators Kebijakan Operasional Perbankan, Review Tahunan Kebijakan
(KORI) serta potensi Program Produk / Layanan, Review Tahunan Kebijakan
atau kejadian atas Risiko Layanan Penasihat Keuangan & Penjualan Produk Investasi,
Operasional yang dinilai Review Tahunan Kebijakan Transaksi Efek oleh Karyawan,
signifikan terhadap profil Review Tahunan Kebijakan Manajemen Risiko Operasional,
risiko Bank; Review Tahunan Kebijakan BCM, Review Tahunan Kerangka
h. Masalah-masalah terkait Kerja Manajemen Permodalan, Review Tahunan Pernyataan
fraud; dan Kerangka Kerja Selera Risiko 2026, Review Tahunan
i. Masalah-masalah yang Panduan KPI Berbasis Risiko, Review Tahunan Kerangka Kerja
bersifat signifikan terhadap Tata Kelola Data dan AI, Review Tahunan Panduan Tata Kelola
posisi Bank; dan Perusahaan yang Baik (GCG) Bank, Review Tahunan Kebijakan
j. Hal-hal lainnya, termasuk Manajemen Risiko Reputasi, Pemutakhiran Kebijakan dan
pembahasan mengenai Prosedur Manajemen Risiko Pihak Ketiga dan Alih Daya, Review
risiko utama Bank yang Tahunan Kerangka Kerja Manajemen Risiko, Review Tahunan
belum tercakup dalam Kerangka Kerja Manajemen Risiko Lingkungan, Review Tahunan
Komite lainnya seperti Risiko Kebijakan Perlindungan Data Pribadi (PDP) dan Kebijakan Tata
Stratejik, Kepatuhan, Hukum Kelola Data.
dan Reputasi.
174 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 177
Tata Kelola Perusahaan
No. Program Kerja Realisasi
• RMC juga telah mengkaji dan menyetujui beberapa Product
Programme (PP), antara lain: Produk Program Baru (PP):
Borrowing Base Trade Finance, Receivables Loan, Review
Ad-Hoc Produk Program FX Bundle Umbrella, Review Berkala
Produk Program Bond Option, Review Berkala Produk Program
Global Markets: Bond Futures, Interest Rate Futures, Callable
Government Bond, FX Options (dengan Discontinuous Payoffs),
Review Berkala Produk Program Supplier Finance, Review
Tahunan Kebijakan Program Produk/ Layanan, Review Tahunan
Kebijakan Advisory Services & Sale of Investment Products,
Inisiatif Baru Bancassurance - Straight Through Processing
untuk Produk Guaranteed Issuance Offer, dan Atestasi Matured
Banking Product.
• Update terkait isu-isu signifikan terhadap eksposur risiko
Bank, seperti risiko Operasional dan Teknologi yang signifikan
dibahas setiap bulan di RMC.
4. KOMITE ANTI-FINANCIAL CRIME
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 25/SKDIR/0041 tanggal 30 April 2025 perihal Komite Anti-Financial
Crime (AFCC), komposisi Komite adalah sebagai berikut:
Susunan Anggota Komite Anti-Financial Crime per tanggal 31 Desember 2025
Ketua Direktur Kepatuhan, Legal, dan Sekretaris Perusahaan
Wakil Ketua Direktur Risk Management
Anggota tetap • Direktur Wholesale Banking
• Direktur Consumer Banking
• Direktur Teknologi dan Operasional
• Kepala Fungsi Kerja Channels & Digitalisation
Rapat AFCC diselenggarakan setiap dua bulan sekali atau saat Ketua memutuskan untuk mengadakan rapat.
Ketua (atau Wakil Ketua, apabila sedang berhalangan) memiliki wewenang untuk membatalkan rapat. Rapat
dapat dihadiri secara langsung atau melalui media telekonferensi. Selain itu, hal-hal yang mendesak dapat
disetujui melalui sirkulasi/edaran. Hasil keputusan dari sirkulasi/edaran harus dipresentasikan pada rapat
berikutnya sebagai catatan.
Kehadiran anggota AFCC pada rapat yang dilaksanakan selama tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase (%)
Ardhi Wibowo 6 6 100
Henry Santoso 6 6 100
Harapman Kasan 6 6 100
Cristina Teh Tan 6 4 67
Paul Rafiuly 6 5 83
Edisono Limin 3
6 83
Ritaria Tjokromulio (PJs Channels & Digitalization)* 2
* Sehubungan dengan pengunduran diri Bapak Edisono Limin, posisi Deputy Head of Channel & Digitalisation dijalankan oleh Ibu Ritaria
Tjokromulio, efektif mulai 1 November 2025.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 175
Page 178
Tata Kelola Perusahaan
Untuk permasalahan Anti – Financial Crime 1. Penyampaian Laporan Bulanan yang mencakup:
(mencakup Anti-Pencucian Uang (APU), Pencegahan b. Risk Appetite Statement (RAS) Metrics
Pendanaan Terorisme (PPT), Pendanaan Proliferasi c. Effectiveness Metrics
Senjata Pemusnah Massal (PPSPM), Sanksi, Anti- d. Operational Metrics
Fraud, serta Anti-Suap dan Korupsi) yang mendesak 2. Penyampaian ringkasan Laporan Hasil
dan membutuhkan perhatian khusus, maka rapat Pemeriksaan dari AFC Compliance Assurance.
dapat dilakukan secara ad-hoc. 3. Penyampaian update terkait Fraud dan Scam
beserta Fraud Metrics.
Tugas, wewenang dan tanggung jawab AFCC 4. Permintaan persetujuan terkait Financial Crime
adalah: Risk Management Framework & Business
a. Menyetujui batas toleransi Manajemen Bisnis Management Tolerance (BMT).
AFC Bank dan memantau profil risiko Bank 5. Permintaan persetujuan terkait KITAS.
terhadap batas toleransi tersebut (termasuk 6. Permintaan persetujuan Terms of Reference
pengawasan terhadap pelaksanaan rencana (TOR) untuk Fraud Risk Management Committee
pengembalian (keputusan) ke manajemen. (FRMC).
b. Menyetujui kerangka kerja dan kebijakan risiko 7. Penyampaian informasi insiden Business Banking
dan kontrol atas AFC. 8. Penyampaian informasi projek Standar Nasional
c. Memantau risiko yang material dan risiko AFC Open Application Programming Interface (SNAP).
yang muncul serta mengawasi rencana tindak 9. Penyampaian update terkait Cash Pick Up and
lanjutnya. Delivery (CPUD).
d. Mengawasi inisiatif strategis terkait AFC (namun 10. Permintaan persetujuan terkait perubahan
tidak terbatas pada Projek AFC Uplift). Transactions Monitoring Threshold (Tuning)
e. Pengawasan atas pemenuhan komitmen ke 2025.
regulator terkait AFC yang material bagi Bank 11. Permintaan persetujuan terkait aturan
dan kecukupan tanggapannya. Transactions Monitoring Loan Threshold.
f. Melakukan pengawasan atas isu-isu AFC yang 12. Permintaan persetujuan terkait Policy &
material, baik dari internal maupun eksternal, Procedure.
termasuk kesiapan keberlangsungan bisnis 13. Permintaan persetujuan terkait perpanjangan
dan diberitahukan atas persetujuan deviasi waktu untuk pembaharuan dan implementasi
dari kebijakan dan prosedur. UOB AML/CFT and Sanctions Policy 6.0.
g. Mengawasi efektivitas implementasi AFC dan 14. Permintaan persetujuan Terms of Reference
kondisi kerangka kontrol AFC secara keseluruhan (TOR) untuk Komite Anti-Financial Crime (AFCC).
termasuk hasil pengkajian dan audit. 15. Penyampaian informasi terkait Glosarium untuk
h. Mengawasi hasil dan rencana tindak lanjut dari AML/CFT Policy, Procedure dan Guidelines.
penilaian Enterprise-wide AFC Risk Assessment 16. Penyampaian informasi terkait Terms of
(“EWRA”). Reference (TOR) untuk Forum Anti-Financial
i. Mengambil keputusan atas kasus nasabah yang Crime Risk (AFCRF).
dieskalasi sesuai dengan kebijakan/prosedur. 17. Penyampaian informasi terkait daftar AML
j. Melakukan pengawasan atas FRMC, Business Representatif - Wholesale Banking & Channels
Unit’s (BU) AFC Forums and AFC Forum. & Digitalization
18. Penyampaian informasi dan asesmen terkait
Selama tahun 2025, AFCC mengadakan rapat isu dorman (rekening pasif)
sebanyak 6 (enam) kali dan 12 (dua belas) kali 19. Penyampaian informasi terkait Regulatory
permintaan persetujuan kepada anggota AFCC Reporting Project Steering Committee.
melalui sirkulasi e-mail. Dalam rapat AFCC ini 20. Penyampaian update terkait Tingkat Defisiensi
dilaporkan pelaksanaan program APU/PPT/ UOB
PPSPM/Sanksi, Anti-Fraud, serta Anti-Suap dan
Korupsi mencakup antara lain yaitu:
176 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 179
Tata Kelola Perusahaan
21. Penyampaian update terkait keterlambatan 42. Permohonan persetujuan terkait retensi APEX
name screening. PEP.
22. Penyampaian informasi terkait ML/TF Risk 43. Reklasifikasi 2 Insiden menjadi Internal Fraud.
Assessment Survey 2025. 44. Penyampaian update terkait dormant
23. Penyampaian informasi terkait “WINA”. assessment oleh tim Channels.
24. Penyampaian update informasi terkait kasus 45. Penyampaian update terkait risiko yang muncul
penipuan/fraud internal. pada Transaksi Pembayaran Lokal BI-FAST - PT
25. Penyampaian update informasi terkait kasus PG.
fraud eksternal. 46. Penyampaian update terkait penyelarasan
26. Permintaan persetujuan/endorse terkait loan threshold untuk subsegment Commercial
Kerangka Manajemen Risiko Kejahatan Banking dan Financial Insititution.
Keuangan Versi 1.1. 47. Permohonan persetujuan terkait review tahunan
27. Permintaan persetujuan terkait pengajuan atas Anti-Fraud Policy.
deviasi sehubungan dengan sumber dana untuk 48. Permohonan persetujuan terkait update AML/
nasabah baru TMRW (Source of Fund (SOF) for CFT/CPF and Sanctions Procedure for Corporate
TMRW NTB). Ver5.0
28. Permintaan persetujuan/endorse terkait 49. Permohonan persetujuan terkait Peninjauan
Prosedur Pengendalian Trade Based Money Definisi Risiko Tinggi: Solusi Interim untuk PV,
Laundering Ver1.0. SPVNO and Frekuensi Transaksi.
29. Penyampaian update terkait hasil asesmen FMF 50. Penyampaian update terkait Kasus Pemalsuan
Whitelist Removal. Dokumen oleh Staf Penjualan di Cabang Kelapa
30. Penyampaian penjelasan Tingkat Jatuh Tempo Gading
Name Screening dan KYC – OGR dan ICDD 51. Penyampaian update terkait Progres Pembaruan
dari PFS. Kebijakan & Prosedur.
31. Permohonan persetujuan atas addendum - AML/ 52. Penyampaian terkait AFC Assurance Plan 2026.
CFT/CPF and Sanctions Procedure for Corporate 53. Penyampaian update terkait Penyelesaian
& Individual Ver5.0. Pembelajaran AML/CFT/CPF dan Sanksi untuk
32. Penyampaian implementasi batas harian pada Penyegaran (Refresher) & Karyawan Baru.
Infinity untuk nasabah BB Non – Individual.
33. Permohonan persetujuan terkait GoAML –
Transaksi tunai.
34. Penyampaian update terkait rekening dorman
(PPATK Hensem).
35. Penyampaian update Terms of Reference (TOR)
untuk WB AFC Forum.
36. Penyampaian material adverse news.
37. Penyampaian update terkait skema identitas
palsu.
38. Penyampaian update terkait temuan AML
Assurance.
39. Penyampaian update terkait pencabutan MRA
implementasi batas harian pada Infinity untuk
nasabah BB Non – Individual.
40. Permohonan persetujuan terkait AML CSA Result
41. Permohonan persetujuan terkait update AML/
CFT/CPF and Sanctions Procedure for Corporate
& Individual Ver5.0.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 177
Page 180
Tata Kelola Perusahaan
5. KOMITE MANAJEMEN KONTINUITAS BISNIS
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 25/SKDIR/0074 tanggal 21 Agustus 2025, komposisi Komite Manajemen
Kontinuitas Bisnis (BCMC) adalah sebagai berikut:
Susunan Anggota Komite Manajemen Kontinuitas Bisnis per tanggal 31 Desember 2025
Ketua (Direktur Direktur Teknologi dan Operasional
Pemulihan)
Wakil Ketua (Alternatif Direktur Keuangan dan Layanan Korporasi
Direktur Pemulihan)
Director)
Anggota tetap • Direktur Kepatuhan, Legal, dan Sekretaris Perusahaan
• Direktur Global Markets
• Kepala Fungsi Kerja Human Resources
• Kepala Divisi Manajemen Risiko Operasional
• Kepala Fungsi Kerja Strategic Communications and Brand
• Kepala Fungsi Kerja CEO Office
• Kepala Fungsi WB, Markets and Enterprise T&O
• Kepala Fungsi Kerja Channels & Digitalisation
• Kepala Divisi Corporate Real Estate Services
• Kepala Fungsi Kerja Retail-Banking and Channel T&O
• Kepala Divisi Wholesale Banking & Global Markets Ops
• Kepala Divisi Consumer Banking Business Risk & Control
• Kepala Divisi CAC & Insurance Appraisal
• Kepala Fungsi Kerja Customer Advocacy
Sekretaris Business Continuity Management - T&O Risk Governance and Assurance
Rapat BCMC diselenggarakan minimal 2 (dua) kali dalam setahun.
Kehadiran anggota BCMC pada rapat yang dilaksanakan selama tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase (%)
Paul Rafiuly 2 2 100
Teh Han Yi 2 2 100
Sonny Samuel 2 2 100
Ardhi Wibowo 2 2 100
Gevy Q Wulandari 2 2 100
Edisono Limin 2 2 100
Maya Rizano 2 2 100
Amelia Ragamulu 2 2 100
Indra Gunawan 2 2 100
Tan Fransiska Hendra 2 2 100
Monique Sagita 2 2 100
Ali Budiman 2 2 100
Alexander Husin 2 2 100
Brahmantya Paramajati 2 2 100
Jessy Catharina Sigar 2 2 100
Stella Damayanti 2 2 100
178 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 181
Tata Kelola Perusahaan
Tugas dan tanggung jawab BCMC meliputi hal-hal sebagai berikut:
a. Memastikan BCM Bank efektif dan komprehensif.
b. Memastikan potensi gangguan kelangsungan bisnis telah dikelola untuk memenuhi kebutuhan dan kewajiban
bisnis Bank.
c. Mengesahkan (endorse) strategi BCM.
d. Menyetujui daftar fungsi bisnis kritikal dan daftar system kritikal di Bank.
e. Menyetujui rencana BCM Task Force (BCMT) Crisis Management di Bank, serta menetapkan otoritas
pengambilan keputusan yang jelas jika terjadi krisis.
f. Menyediakan arahan untuk resolusi terkait isu BCM di UOBI.
g. Memastikan adanya tata kelola yang tepat di UOBI untuk mengevaluai risiko, mengidentifikasi inisiatif
mitigasi dan menjalankan kelangsungan bisnis / IT Disaster Recovery Plan.
h. Mengesahkan pengecualian dari BCM Policy sebelum mendapat persetujuan dari RMC.
i. Menyetujui Business continuity risk assessment di Bank.
j. Mengkaji laporan berkala terkait status dari program BCM di Bank.
k. Mengkaji BCM attestation tahunan di Bank.
Program Kerja BCMC dan realisasinya selama tahun 2025 meliputi tetapi tidak terbatas pada:
No. Program Kerja Realisasi
1 Memastikan BCM Bank efektif dan Pembaruan visibilitas dan status program BCM dilaporkan
komprehensif. kepada Komite BCM dua kali setahun termasuk komite
BCM adhoc yang dilakukan pada tahun 2025.
2 Memastikan potensi gangguan Business Continuity Risk Assessment telah dikaji setiap
kelangsungan bisnis telah dikelola untuk tahunnya dan dilaporkan kepada Komite BCM.
memenuhi kebutuhan dan kewajiban
bisnis Bank.
3 Mengesahkan (endorse) strategi BCM Komite BCM telah menyetujui daftar layanan bisnis penting
(CBS) yang diperbarui untuk tahun 2025.
4 Menyetujui daftar Fungsi Bisnis Kritis Dijadwalkan dan akan disetujui di BCMC pada 27 Januari
dan Sistem Kritis di Bank. 2026.
5 Menyetujui rencana BCM Task Force Kerangka Acuan Komite BCM, anggota Gugus Tugas BCM,
(BCMT) Crisis Management di Bank, dan Buku Panduan ditinjau dan disetujui selama Komite
serta menetapkan otoritas pengambilan BCM pertama pada tanggal 31 Juli 2025.
keputusan yang jelas jika terjadi krisis.
6 Menyediakan arahan untuk resolusi Program BCM diperbarui secara berkala kepada Komite
terkait isu BCM di UOBI BCM.
7 Memastikan adanya tata kelola yang Komite BCM telah menyetujui laporan berkala tentang
tepat di UOBI untuk mengevaluai risiko, kegiatan program BCM, termasuk cakupan dan hasil
mengidentifikasi inisiatif mitigasi dan latihan pemulihan bencana.
menjalankan kelangsungan bisnis / IT
Disaster Recovery Plan.
8 Mengesahkan pengecualian dari BCM Komite BCM akan memberikan persetujuan jika terjadi
Policy sebelum mendapat persetujuan penyimpangan dari Kebijakan BCM.
dari RMC.
9 Menyetujui Business continuity risk Dijadwalkan dan akan disetujui di BCMC pada 27 Januari
assessment di Bank 2026.
10 Mengkaji laporan berkala terkait status Dijadwalkan dan akan disetujui di BCMC pada 27 Januari
dari program BCM di Bank 2026.
11 Mengkaji BCM attestation tahunan di Dijadwalkan dan akan disetujui di BCMC pada 27 Januari
Bank 2026.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 179
Page 182
Tata Kelola Perusahaan
6. KOMITE MANAJEMEN RISIKO OPERASIONAL
Berdasarkan keputusan direksi No. 25/SKDIR/0084 tanggal 15 September 2025 perihal Komite Manajemen
Risiko Operasional, komposisi Komite Manajemen Risiko Operasional (ORMC) adalah sebagai berikut:
Susunan Anggota Komite Manajemen Risiko Operasional per tanggal 31 Desember 2025
Ketua Direktur Manajemen Risiko
Wakil Ketua Direktur Teknologi dan Operasional
Sekretaris Kepala Divisi Manajemen Risiko Operasional
Anggota tetap • Direktur Kepatuhan, Legal, dan Sekretaris Perusahaan
• Kepala Fungsi Kerja Retail Credit
• Kepala Fungsi Kerja Channels & Digitalisation
• Kepala Divisi Consumer Business Risk & Control Head
• Kepala Divisi Wholesale Banking Business Management
• Kepala Divisi Global Markets Business Management
• Kepala Divisi Channels Risk & Assurance
• Kepala Divisi T&O Risk Governance & Assurance
• Kepala Divisi Anti-Financial Crime
• Kepala Divisi HR Services & Industrial Relation
Undangan Tetap Kepala Fungsi Kerja Audit Internal
Rapat ORMC diselenggarakan secara berkala, setiap satu bulan sekali dan/atau jika terdapat hal-hal yang
mendesak untuk ditindaklanjuti.
Kehadiran anggota ORMC pada rapat yang dilaksanakan selama tahun 2025 sebagai berikut:
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase (%)
Henry Santoso 13 10 77
Paul Rafiuly 13 12 92
Ardhi Wibowo 13 9 69
Rudy Widjaja* 12 12 100
Ritaria Tjokromulio** 4 3 75
Jessy Catharina Sigar 13 13 100
Ferdy Djojo 13 11 85
Gerry Hasang 13 13 100
Elly Sandora 13 10 77
Handi Mulia 13 12 92
Henry Kusumajaya Budiman 13 11 85
Lily Johan 13 11 85
Edisono Limin** 8 8 100
*) Bapak Rudy Widjaja efektif menjabat sebagai anggota ORMC sejak Febuari 2025
**) Bapak Edisono Limin menjabat sampai dengan Agustus 2025 dan digantikan oleh Ibu Ritaria Tjokromulio
Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab dari ORMC adalah sebagai berikut:
a. Membantu RMC dan Manajemen Senior dalam menjaga efektivitas pengawasan dan tata kelola manajemen
risiko operasional.
b. Mengkaji dan merekomendasikan risk appetite statements terkait risiko operasional dan batasan risiko
yang ditoleransi terhadap risiko-risiko utama yang berada dalam lingkupnya dan melakukan pengawasan
terhadap operasionalisasinya.
c. Melaporkan/mengeskalasikan kepada RMC mengenai permasalahan/hal-hal signifikan terkait risiko
180 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 183
Tata Kelola Perusahaan
operasional dan risiko reputasi termasuk persetujuan pengecualian dan/atau penyimpangan, atau jika
terdapat perubahan peraturan yang berdampak pada permodalan dan risk appetite operasional.
d. Mengkaji dan merekomendasikan Business Unit/Support Unit atas hal-hal umum seperti (namun tidak terbatas
pada) risiko operasional yang muncul, perubahan peraturan, pihak ketiga, alih daya, dan program produk.
e. Mengkaji dan mendukung rencana perbaikan dan peningkatan manajemen risiko operasional Bank
berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan manajemen risiko operasional.
f. Mengkaji dashboard profil risiko operasional unit bisnis/pendukung (misalnya kerugian risiko operasional,
penilaian/indikator risiko, insiden atau isu) dan mengawasi kecukupan pengelolaan risiko operasional yang
bersifat signifikan/material.
g. Mengkaji dan memutuskan atribusi kerugian operasional ≥ Rp 300 juta yang tidak memenuhi kriteria yang
telah ditentukan dalam Prosedur dan Pedoman Pelaporan Insiden UOBI atau di antara Unit Bisnis/Pendukung
(BSU) yang terkena dampak jika lebih dari satu BSU terlibat, jika diperlukan. Kerugian operasional ini terjadi
dan dilaporkan oleh BSU melalui program Pelaporan Insiden.
h. Melakukan pengawasan terhadap tata kelola dan risiko pihak ketiga dan alih daya, termasuk mengkaji
dan mendukung pengaturan alih daya pihak ketiga baru.
Program kerja ORMC dan realisasinya selama tahun 2025 meliputi namun tidak terbatas pada:
No. Program Kerja RealisasiRealisation
1 Rapat ORMC diselenggarakan secara berkala, setiap Selama tahun 2025, pertemuan ORMC
satu bulan sekali dan/atau jika terdapat hal-hal risiko dilaksanakan sebanyak 13 (tiga belas) kali,
oprerasional yang mendesak untuk ditindaklanjuti termasuk 1 (satu) kali pertemun Ad-hoc.
2 Topik yang dibahas dalam rapat ORMC antara lain, • Highlights bulanan terkait Manajemen
namun tidak terbatas pada, update isu terkait risiko Risiko Operasional dan Manajemen Risiko
Operasional dan Teknologi yang dibahas setiap bulan, Teknologi;
juga terkait risiko Hukum, Kepatuhan, Fraud, dan • Update triwulanan terkait Manajemen
Information Security yang dibahas setiap triwulan. Risiko Fraud, Litigasi, Kepatuhan & AML,
dan Information Security; dan
ORMC melaporkan/mengeskalasikan kepada RMC • Insiden-insiden signifikan (dengan
mengenai permasalahan/hal-hal yang signifikan peringkat Major dan di atasnya) dan isu/
terkait risiko operasional termasuk persetujuan permasalahan risiko operasional lainnya
pengecualian dan/atau deviasi. dieskalasikan/dilaporkan ke RMC.
7. KOMITE KEBIJAKAN KREDIT
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 25/SKDIR/0012 tanggal 24 Februari 2025, komposisi Komite Kebijakan
Kredit (Credit Policy Committee/CPC) adalah sebagai berikut:
Susunan Anggota Komite Kebijakan Kredit per tanggal 31 Desember 2025
Ketua Direktur Manajemen Risiko
Wakil Ketua Direktur Kepatuhan, Legal, dan Sekretaris Perusahaan
Sekretaris Kepala Divisi Manajemen Risiko Kredit
Anggota tetap • Direktur Wholesale Banking
• Direktur Consumer Banking
• Direktur Consumer Banking
• Direktur Teknologi dan Operasional
• Head of Internal Audit
• Head of Retail Credit
• Head of Corporate Credit
• Head of Commercial & FI Credit 1
• Head of Commercial & FI Credit 2
• Credit Risk Management Head
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 181
Page 184
Tata Kelola Perusahaan
Rapat CPC diselenggarakan berdasarkan kebutuhan Bank.
Kehadiran anggota CPC pada rapat yang dilaksanakan selama tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase (%)
Henry Santoso 20 17 85
Ardhi Wibowo 20 15 75
Harapman Kasan 20 17 85
Cristina Teh Tan 20 11 55
Paul Rafiuly 20 18 90
Imbang Perdana Satryawan 20 18 90
Ratnasari Kartawiria 20 18 90
Siswo Soebianto Iksan 20 17 85
FX Yanto Edy Umar 20 19 95
Rudy Widjaja 20 18 90
Yanuar Maulana Yusuf 20 18 90
Soelaiman Reza Poernomo* 18 17 94
*) Bapak Soelaiman Reza Poernomo efektif menjabat sebagai anggota CPC sejak Februari 2025
Tugas dan tanggung jawab CPC meliputi hal-hal j. Memantau dan mengevaluasi kebenaran
sebagai berikut: proses pemberian, perkembangan dan kualitas
Tugas penyediaan dana yang diberikan kepada pihak-
a. Memberikan masukan dan persetujuan pihak yang terkait dengan Bank dan debitur-
terhadap Kebijakan Kredit yang akan disetujui debitur besar tertentu.
dan diberlakukan oleh Direksi Bank. k. Memantau dan mengevaluasi kebenaran
b. Mengawasi agar Kebijakan Kredit Bank dapat pelaksanaan ketentuan Batas Maksimum
diterapkan dan dilaksanakan dengan sebaik- Pemberian Kredit (BMPK).
baiknya. l. Memantau dan mengevaluasi penyelesaian
c. Merumuskan pemecahan apabila terdapat kredit bermasalah sesuai dengan yang
hambatan/kendala dalam penerapan Kebijakan ditetapkan dalam Kebijakan Kredit Bank.
Kredit Bank. m. Memantau dan mengevaluasi upaya Bank
d. Melakukan kajian berkala terhadap Kebijakan dalam memenuhi kecukupan jumlah penyisihan
Kredit Bank dan memberikan saran kepada penghapusan kredit.
Direksi Bank apabila diperlukan perubahan n. Memantau dan mengevaluasi kecukupan
atau perbaikannya. infrastruktur perkreditan yang dimiliki oleh Bank.
e. Memantau dan mengevaluasi perkembangan o. Menyetujui, memantau dan mengevaluasi
dan kualitas portofolio kredit secara keseluruhan penerapan dan pelaksanaan parameter risiko
(termasuk distribusi peringkat rating, migrasi kredit, model dan scorecard Internal Rating
dan pelaporan eksposur). Based (IRB).
f. Memantau dan mengevaluasi ketaatan
terhadap Kebijakan Kredit, ketentuan Tanggung jawab
perundang-undangan dan peraturan lainnya a. Menyampaikan laporan tertulis secara berkala
dalam pelaksanaan penyediaan dana. (minimum setahun sekali) kepada Direksi dengan
g. Memantau dan mengevaluasi efektivitas struktur tembusan kepada Komisaris, mengenai:
pengelolaan risiko kredit. • Hasil pengawasan atas penerapan dan
h. Memantau dan mengevaluasi kebenaran pelaksanaan Kebijakan Kredit; dan
pelaksanaan kewenangan memutuskan • Hasil pemantauan dan evaluasi mengenai
penyediaan dana. hal-hal yang dimaksud dalam tugas-tugas
i. Memberikan masukan kepada Direksi Bank CPC.
dalam rangka penetapan batas wewenang b. Memberikan saran langkah-langkah perbaikan
pemberian penyediaan dana. kepada Direksi dengan tembusan kepada
Dewan Komisaris mengenai hal-hal yang terkait
dengan tanggung jawab CPC bagian (a) di atas.
182 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 185
Tata Kelola Perusahaan
Program Kerja CPC dan realisasinya selama tahun 2025 meliputi tetapi tidak terbatas pada:
No. Program Kerja Realisasi
1. Melakukan pemantauan CPC mengadakan pertemuan sejumlah 20 (dua puluh) kali sepanjang
dan evaluasi tahun 2025.
perkembangan kualitas
portofolio kredit, stress- CPC secara berkala memantau:
test dan hal-hal signifikan • Portofolio kredit Bank. Eksposur kredit Bank dipantau untuk setiap
lain yang terkait dengan segmen bisnis yaitu, Corporate Banking, Commercial Banking,
perkreditan. Financial Institutions, Business Banking, Housing Loan and Secured
Lending (HLS) dan Unsecured Business.
• Batas konsentrasi untuk regulasi maupun batas internal seperti
konsentrasi industri, konsentrasi pinjaman valas, batas negara, LLL
dan provisi yang dibuat oleh Bank melalui pembaruan Credit Risk
Highlight. Tindakan ini telah mendukung CPC dalam memberikan
arah yang tepat untuk portofolio kredit Bank.
• Pembaruan peminjam dengan eksposur besar.
• Pemenuhan covenant Wholesale Banking yaitu, Monitoring Breach
Letters, Pembaruan TBO, dll termasuk peningkatan proses bisnis
terkait.
Selama tahun 2025, CPC juga telah meninjau dan menyetujui/menyetujui
antara lain, termasuk:
Credit Policy & Governance Oversight dan Retail Risk Appetite (RRA)
Monitoring, PFS Credit Quality Review, UOBI Steel and Textile Portfolio
review 2025, Preliminary and Post Assessment on Trump’s Tariff Impact
& Foreign Currency Weakening, CBK CMB Credit Portfolio Dashboard,
BB Credit Transformation, UOBI CMB Automotive Portfolio Review,
Restructure Portfolio Stress Test/Scenario Analysis, EF Monitoring, Stress
Test for SPS Panel Developer, BB AYDA Ownership & Assets Condition
Update, Industry Risk Rating Review 2025, Real Estate & Hospitality
Stress Test 2025 dan BB Real Estate Stress Test 2025.
2. Melakukan pengkajian dan Selama tahun 2025, CPC meninjau, menyetujui, dan memberikan
pemberian rekomendasi rekomendasi mengenai kebijakan/ program kredit baru dan yang
terhadap kebijakan kredit diperbarui, termasuk:
dan juga penerapan batas • Kebijakan kredit payung Bank dan kerangka manajemen risiko kredit
wewenang pemberian seperti yang diuraikan dalam Kebijakan Manajemen Risiko Kredit.
persetujuan penyediaan • Kebijakan Kredit Inti yang memberikan prinsip-prinsip pemberian
dana. pinjaman umum, proses, dan persyaratan kontrol minimum yang
berlaku untuk segmen bisnis tertentu seperti General Credit Policy
for Corporates and Financial Institutions, serta Retail Credit Policy &
Process Standard (RCPPS) untuk Credit Risk Management dari Retail
Portfolios.
• Kebijakan kredit spesifik dan/atau panduan produk yang diturunkan
dari kebijakan kredit inti yang memberikan panduan lebih rinci untuk
diterapkan sesuai dengan segmen bisnis terkait antara lain termasuk:
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 183
Page 186
Tata Kelola Perusahaan
No. Program Kerja Realisasi
1. CC Past Due Transactions Allowing Transactions for Block P/X days,
PFS Credit Card-Policy Alignment to New A-Score Models, BB Country
Lending Program (CLP) Renewal, BB Focus, Sustain & Satellite City
Review, PRD Periodic Review for Account Receivable Purchase and
Dealer/Distributor Financing, Approval for PRD Receivables Loan,
Delegation of Approval to Business Unit for Trade Transaction,
Sandbox Framework for Partner Onboarding in Business Banking, PRD
Renewal for Secured Loans, 2024 UOBI PFS Credit Card Behavioral
Scorecard Model Review, 2024 UOBI BB Credit Underwriting Engine
(CUE) Model Review, PRD Periodic Review for Supplier Finance,
Sandbox Program Framework in Business Banking, 2024 UOBI PFS
Credit Card Re-Score Gen3 Model Review, 2024 UOBI TMRW Credit
Card A-Score Model Review, UOBI Non-Centrally Cleared Derivatives
(NCCD) Implementation Approach, SBLC for LLL Guideline Update,
BB Watchlist Policy Review, BB Risk Monitoring Framework Review
2025, BB Maximum One Obligor Exposure (OOE) Limit Update,
PRD Renewal for PFS Credit Card & Cash Plus, Credit Concentration
Risk Management Policy, Trade & Cash Program Leveraging on
UOB Infinity FSCM, General Insurance Partner Annual Review 2025,
BizSolution Takeover Test & Learn Program (TLP) Update, Update
of Credit Discretionary Limit (CDL) Transactional Authority for NPL
Accounts, Stress Testing Policy Annual Review 2025, Country and
Transfer Risk Stress Test, dan PFS Risk Readiness Plan.
2. Meninjau dan memperbarui Term of Reference yang terkait dengan
CPC, CMWG, EXCO, dan CC, serta meninjau kehadiran CPC & CMWG.
8. KOMITE SUMBER DAYA MANUSIA
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 24/SKDIR/0079 tanggal 8 Juli 2024 perihal Komite Sumber Daya
Manusia (Komite SDM) Kantor Pusat, Komposisi Komite SDM adalah sebagai berikut:
Susunan Anggota Komite Sumber Daya Manusia per tanggal 31 Desember 2025
Ketua Direktur Utama
Sekretaris Kepala Divisi HR atau Kepala Departemen HR Business Partner
Anggota tetap • Direktur Keuangan dan Layanan Korporasi
• Direktur Wholesale Banking
• Direktur Consumer Banking
• Kepala Fungsi Kerja Sumber Daya Manusia
Rapat Komite SDM diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan minimal 1 (satu) kali dalam setiap 3 (tiga) bulan.
Kehadiran anggota Komite Sumber Daya Manusia pada rapat yang dilaksanakan selama tahun 2025 adalah
sebagai berikut:
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase (%)
Hendra Gunawan 12 12 100
Teh Han Yi 12 12 100
Harapman Kasan 11 11 100
Gevy Q Wulandari 12 12 100
Cristina Teh Tan 11 10 91
184 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 187
Tata Kelola Perusahaan
Tugas dan wewenang Komite SDM adalah:
Tugas
a. Mengkaji dan menyetujui strategi dan kebijakan SDM dalam rangka menunjang pencapaian sasaran kerja
Perusahaan.
b. Mengkaji dan menyetujui kebijakan SDM dalam berbagai bidang meliputi:
• Rekrutmen dan assessment
• Pengembangan organisasi dan budaya kerja
• Pelatihan dan pengembangan
• Pengelolaan Pekerja bertalenta
• Pengelolaan kinerja Pekerja
• Imbal Jasa dan Penghargaan Pekerja untuk perubahan yang tidak material, pengkajian dan persetujuan
diberikan oleh Head of Human Resources.
• Memantau pelaksanaan strategi dan kebijakan-kebijakan di bidang SDM.
Wewenang
a. Meninjau dan menyetujui kebijakan dan program kunci di bidang SDM.
b. Meninjau strategi SDM termasuk rekrutmen, remunerasi, manajemen kinerja, program keterlibatan Pekerja,
dan pelatihan serta pengembangan Pekerja/kepemimpinan.
c. Meninjau dan menyetujui kebijakan dan program SDM termasuk manajemen talenta dan rencana suksesi.
d. Meninjau dan menyetujui talenta yang telah diidentifikasi di tingkat Bank dan Regional.
e. Meninjau dan menyetujui penyebaran kinerja Pekerja secara keseluruhan, rekomendasi kompensasi dan
distribusi bonus kinerja.
f. Meninjau dan menyetujui pedoman promosi Pekerja.
g. Memberi rekomendasi Komite Remunerasi dan Nominasi akan pengangkatan dan/atau penggantian
Pejabat Eksekutif Senior berdasarkan pengalaman relevan, kompetensi serta. Komite SDM dapat memberi
rekomendasi remunerasi.
Program Kerja Komite SDM dan realisasinya selama tahun 2025 meliputi tetapi tidak terbatas pada:
No. Program Kerja Realisasi
1 Rapat Komite SDM Komite Sumber Daya Manusia telah memenuhi program kerja dalam
diselenggarakan sesuai minimal satu kali rapat setiap triwulan dan hal ini direalisasikan
dengan kebutuhan minimal selama tahun 2025, komite melakukan rapat sebanyak 12 (dua
1 (satu) kali dalam setiap 3 belas) kali dalam setahun.
(tiga) bulan.
2 Cakupan atau topik yang Rapat Komite SDM membahas dan memutuskan beberapa agenda
dibahas dalam rapat Komite sebagai berikut:
SDM termasuk tetapi tidak • Usulan dan pembayaran Kenaikan Gaji 2025 dan Bonus Kinerja 2024
terbatas pada: • Usulan Harmonisasi manfaat dan dan konsolidasi asuransi kesehatan
a. Meninjau Strategi SDM • Usulan posisi Pengambil Risiko Material (MRT) yang diperbarui
tentang Penghargaan & • Rekomendasi untuk memasukkan Pekerja dengan masa kerja 35 tahun
Pengakuan dalam penghargaan Pekerja dengan masa kerja panjang
b. Meninjau strategi • Identifikasi talenta kunci, perencanaan suksesi untuk posisi-posisi penting.
SDM tentang Bakat, • Dimensi Kinerja yang Terstandarisasi bagi Pekerja
Pembelajaran dan • Penambahan kriteria baru untuk Penghargaan Pendidikan mulai
Pengembangan, dan tahun 2025 dan seterusnya.
Manajemen Kinerja; • Perbaikan proses pada Beasiswa Pekerja dan pengesahan penerima
c. Survei Keterlibatan beasiswa Pekerja untuk tahun 2025
Pekerja 2024; • Seleksi bagi penerima penghargaan Pekerja Berkinerja Tinggi
d. Meninjau kebijakan SDM; • Peninjauan kinerja dan kalibrasi promosi untuk Pekerja
e. Anggota Panel Etik • Pendekatan baru dalam implementasi EES yang diluncurkan
Pekerja berdasarkan tanggal ulang tahun staf.
• Perombakan Prosedur & Praktik Tindakan Disiplin Saat Ini
• Perpanjangan Perjanjian Kerja Kolektif (PKB) 2025-2027
• Perubahan anggota Panel Etik
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 185
Page 188
Tata Kelola Perusahaan
9. KOMITE KREDIT
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 24/SKDIR/0002 tanggal 23 Januari 2024 perihal Komite Eksekutif –
Kredit (EXCO) dan Komite Kredit (KK), komposisi Komite Kredit adalah sebagai berikut:
Susunan Anggota Komite Kredit per tanggal 31 Desember 2025
Ketua Direktur Utama
Sekretaris Divisi Kredit Terkait
Anggota tetap • Direktur Manajemen Risiko
• Direktur Wholesale Banking atau Direktur Consumer Banking
• Head of Related Credit:
»» Head of Corporate Credit
»» Head of Commercial & FI Credit 1a
»» Head of Commercial & FI Credit 2a
»» Head of Retail Creditb
»» Business Banking Credit Headc
a
Untuk proposal kredit Commercial Banking & FI.
b
Untuk proposal kredit PFS.
c
Untuk proposal kredit Business Banking.
Batas Kewenangan
1. Memberikan keputusan kredit sesuai dengan batas kewenangannya, yang meliputi semua tipe – tipe eksposur,
langsung dan/atau kontinjensi, seperti eksposur terhadap counterparty dan nasabah yang berasal dari
pinjaman/pendanaan, underwriting/sindikasi, sekuritas (pengganti pinjaman), instrument derivative, risiko
penyelesaian, interbank limit, End Financing (EF) limit properti dan produk program lainnya.
2. Melakukan koordinasi dengan Assets and Liabilities Committee (ALCO) dalam aspek pendanaan kredit
atau pembiayaan.
Selama tahun 2025, terdapat 500 proposal kredit yang diajukan kepada Komite Kredit, yaitu 8 proposal dari
segmen Business Banking, 108 proposal dari segmen Corporate Banking, 339 proposal dari segmen Commercial
Banking, 24 proposal dari segmen Financial Institution, 18 proposal dari Special Asset Management, 2 proposal
dari segmen PFS Unsecured Credit dan 1 proposal dari segmen PFS Secured Credit.
10. KOMITE TEKNOLOGI INFORMASI
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.23/SKDIR/0062 tanggal 4 Mei 2023 perihal Komite Teknologi
Informasi PT Bank UOB Indonesia (Komite TI), komposisi Komite TI adalah sebagai berikut:
Susunan Anggota Komite Teknologi Informasi per tanggal 31 Desember 2025
Ketua Direktur Utama
Sekretaris Direktur Teknologi dan Operasional
Anggota tetap • Direktur Keuangan dan Layanan Korporasi
• Direktur Manajemen Risiko
• Direktur Kepatuhan, Legal, dan Sekretaris Perusahaan
• Kepala Fungsi Kerja CEO Office
Rapat Komite TI diselenggarakan secara rutin minimal 4 (empat) kali dalam setahun.
186 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 189
Tata Kelola Perusahaan
Kehadiran anggota Komite TI pada rapat yang dilaksanakan selama tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase (%)
Hendra Gunawan 16 16 100
Paul Rafiuly 16 16 100
Teh Han Yi 16 14 88
Henry Santoso 16 12 75
Ardhi Wibowo 16 11 69
Tan Fransiska Hendra 16 14 88
Tugas, wewenang dan tanggung jawab dari Komite TI adalah sebagai berikut:
Tugas dan Tanggung Jawab
• Membantu Bank dalam menetapkan dan mengawasi investasi Bank di TI, dan juga bertanggung jawab
dalam pengembangan infrastruktur, keamanan TI dan rencana strategis teknologi informasi, dan
memastikan agar semua sejalan dengan strategi bisnis Bank.
• Melakukan pembahasan secara khusus mengenai rencana perkembangan teknologi informasi, baik yang
sedang dipergunakan oleh Bank saat ini maupun teknologi yang baru.
• Melakukan pembahasan suatu kebijakan dalam kaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi yang
bersifat mendasar seperti pemanfaatan perangkat lunak, perangkat keras, dan jasa profesional yang
akan dipergunakan.
• Membantu Bank dalam mengarahkan, mengawasi dan mengelola risiko keamanan teknologi informasi
sesuai dengan kebijakan keamanan teknologi.
• Meninjau secara berkala mengenai kemajuan kegiatan utama TI, kecukupan sumber daya yang dimiliki
Bank untuk menunjang kegiatan utama TI tersebut dan mengupayakan penyelesaian berbagai masalah
terkait dengan kegiatan utama TI.
• Bertanggung jawab atas tugas dan wewenang yang telah dilimpahkan sebagaimana yang ditetapkan
dalam Surat Keputusan Direksi No. 23/SKDIR/0062 tanggal 4 Mei 2023.
Wewenang
• Menyetujui mengenai rencana pengembangan teknologi informasi, baik yang sedang dipergunakan oleh
Bank saat ini maupun teknologi yang baru;
Catatan:
Untuk pengeluaran biaya akan tetap mengacu pada SOP Permintaan, Pengadaan dan Pembayaran
Biaya Melalui Procurement and Expense Management System (PEMS).
• Menyetujui suatu kebijakan dalam kaitan dengan strategi atau pemanfaatan teknologi informasi, seperti
pemanfaatan software, hardware, dan jasa profesional yang akan dipergunakan.
• Menentukan prioritas atas pengembangan TI yang bersifat strategis, patuh, bisnis/pelayanan pada
nasabah.
• Menyetujui semua deviasi terhadap kebijakan standar pada penggunaan teknologi sebagai hasil laporan
dari penilaian risiko keamanan (security risk assessment).
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 187
Page 190
Tata Kelola Perusahaan
Program Kerja Komite TI dan realisasinya selama tahun 2025 meliputi tetapi tidak terbatas pada:
No. Program Kerja Realisasi
1. Mengadakan rapat Pada tahun 2025, Komite TI mengadakan 16 (enam belas) kali pertemuan
secara rutin untuk untuk meninjau dan menyetujui investasi TI. Investasi-investasi tersebut
menetapkan dan diselaraskan dengan tujuan strategis Bank dan mencakup area-area
mengawasi investasi sebagai berikut:
Bank di bidang TI
(dalam hal pembelian • Memastikan Pengembangan Infrastruktur TI – Komite TI secara
perangkat dan konsisten mengoordinasikan inisiatif TI yang diusulkan agar selaras
implementasi proyek dengan rencana jangka panjang (RSTI), jangka menengah (RBB), dan
TI), memantau jangka pendek (ITDP) Bank, sebagaimana diuraikan dalam strategic
kemajuan proyek roadmap. Hal ini dicapai melalui inisiatif berikut:
strategis TI, dan 1. Pengembangan dan implementasi sistem-sistem utama seperti:
menentukan kebijakan UOBI EDAG Phase 2, Visa/MasterCard Compliance, Voyager FSCM
strategis di bidang TI. Spoke Onboarding ph. 2, Voyager Trade API, AML Tech Roadmap,
Digital Employee Card (e-biz Card), Workday Recruitment, Infinity
Global soft token ID rollout, API Tier 1 Uplift and Capacity Increase,
CMC Field and Report Enhancement for Cards Statement Balance,
peningkatan sistem iBranch dan CTR serta RIMS Switch Fee Logic,
juga implementasi Search Capability di UOBI Website.
2. Peningkatan infrastruktur digital banking, termasuk: Digital Bank
Releases dan pembaruan pada sistem aplikasi. Seperti TMRW
Boatsize 2025.
3. Penguatan sistem pendukung melalui peningkatan dan pembaruan.
Peningkatan PLCE, pembaruan sistem (seperti Murex, NTR ke NTRX,
Pefindo ke Eagle), penyegaran aplikasi (seperti WRM, CRS, Arbor, dan
CAS ATP).
• Memastikan Manajemen Risiko Keamanan TI – Komite TI telah
memprioritaskan investasi Keamanan TI dan Manajemen Risiko
dengan mengakomodasi inisiatif yang berfokus pada mitigasi risiko
utama dan strategi peningkatan keamanan, termasuk: Vulnerability
Scanning Uplift for Server and Extension to Endpoint and API yang
meningkatkan perlindungan Bank dan kapabilitas respons insiden siber
melalui identifikasi dan tindakan yang lebih cepat untuk menangani
kerentanan; serta, Sensitive Data Discovery (implementasi Microsoft
Purview) sebagai alat perlindungan untuk berkas kantor yang berada di
OneDrive, SharePoint Online, dan pengguna NAS on-premises.
188 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 191
Tata Kelola Perusahaan
No. Program Kerja Realisasi
• Memastikan Aktivitas Utama TI – Memastikan pelaksanaan aktivitas
utama TI yang efektif melalui tata kelola dan mekanisme kontrol
yang tepat. Semua inisiatif yang dipaparkan wajib menunjukkan latar
belakang dan konteks, justifikasi bisnis, investasi biaya dan business
case, jadwal pengerjaan, serta keselarasan dengan anggaran dan
Rencana Strategis Teknologi Informasi. Komite TI telah menjalankan
peran dan tanggung jawab sebagaimana diatur dalam Peraturan
OJK terkait, misalnya kebijakan dan prosedur TI, evaluasi biaya TI,
penyelesaian masalah terkait TI, dan lain-lain.
• BSC (Balance Score Card) – Komite TI telah memastikan keselarasan
antara rencana strategis bisnis Bank dan Balance Score Card melalui
prioritasi pada Obsolescence dan Run The Bank (RTB) yang bertujuan
untuk menjaga keamanan aplikasi dan data kritikal, mengurangi
kemungkinan gangguan sistem yang tidak terencana, meningkatkan
pemulihan dari gangguan (recoverability), memastikan kepatuhan
terhadap persyaratan regulasi, serta menjaga stabilitas operasional.
Pendekatan terstruktur ini menunjukkan komitmen Bank untuk
mempertahankan investasi TI yang tangguh, aman, dan efisien, yang
selaras dengan ekspektasi regulator serta strategi Bank.
Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Surat Edaran OJK No. 16/SEOJK.04/2021 tanggal 29 Juni 2021
tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik, berikut adalah informasi mengenai
anggota komite di bawah Direksi per 31 Desember 2025.
Profil Direksi dan Pejabat Eksekutif Senior yang menjadi anggota komite dapat dilihat pada bagian “Profil
Direksi dan Pejabat Eksekutif Senior” dalam bagian Profil Perusahaan di Laporan Tahunan ini.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 189
Page 192
Tata Kelola Perusahaan
Profil Pejabat Eksekutif Senior yang menjadi Rudy Widjaja
anggota komite disajikan di bawah ini. Kepala Fungsi Kerja Retail Credit
FX Yanto Edy Umar Warga Negara Indonesia, 54 tahun
Kepala Fungsi Kerja Commercial & FI Credit 2
Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan terakhir)
Warga Negara Indonesia, 53 tahun • 2016-sekarang, PT Bank UOB Indonesia sebagai
Head of Retail Credit
Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan terakhir) • 2014-2016, Citibank Indonesia sebagai Credit
• 2017-sekarang, PT Bank UOB Indonesia sebagai Operations Director
Head of Commercial & FI Credit 2 • 2008-2014, Citibank Phillipines & Guam sebagai
• 2016-2017, PT Bank Permata Tbk., sebagai Head Credit Operations Director
of Business Credit Analyst & Portfolio Mgt • 2006-2008, Citifinancial Japan sebagai
• 2009-2016, PT Bank Danamon Indonesia sebagai Collections Head
Wholesale Business Head • 1996-2006, Citibank Indonesia sebagai Country
• 2007-2009, PT Fitch Ratings Indonesia sebagai Collections Head
Associate Director • 1995-1996, PT Indo Airo Sugih Indonesia sebagai
• 2006-2007, PT Bank OCBC Indonesia sebagai Business Development Manager
AVP Credit & Marketing Dept. • 1992-1995, Seagate Technology Singapore
• 2001-2004, PT Bank Mizuho Indonesia sebagai sebagai Industrial Engineer
Officer Business Development
• 1999-2001, PT Bank Fuji Internasional Indonesia Memiliki lebih dari 25 tahun pengalaman di
sebagai Business Plan Supervisor industri perbankan.
Memiliki lebih dari 22 tahun pengalaman di bidang Riwayat Pendidikan
kredit pada industri perbankan. 1992, Sarjana, Iowa State University, Amerika Serikat.
Riwayat Pendidikan Siswo Soebianto Iksan
1996, Sarjana, Institut Teknologi Bandung, Bandung Kepala Fungsi Kerja Commercial & FI Credit 1
Ratnasari Kartawiria Warga Negara Indonesia, 59 tahun
Kepala Fungsi Kerja Corporate Credit
Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan terakhir)
Warga Negara Indonesia, 60 tahun • 2017-sekarang, PT Bank UOB Indonesia
sebagai Head of Commercial & FI Credit 1
Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan terakhir) • 2010-2017, PT Bank Danamon Indonesia
• 2011-sekarang, PT Bank UOB Indonesia sebagai sebagai Senior Credit Officer
Head of Corporate Credit • 2000-2010, PT Bank Internasional Indonesia
• 2008-2011, The Royal Bank of Scotland sebagai sebagai Corporate Credit Portfolio Head
Head of Transactional & Portfolio • 1994-2000, PT Bank Tiara Asia sebagai Head
• 1991-2008, ABN Amro Bank sebagai Head of of Treasury & Internal Division
Credit Portfolio Mgt • 1990-1994, PT Bank Danamon Indonesia
• 1990, PT Nikko Securities sebagai Corporate sebagai Account Officer
Finance Officer • 1988-1990, Universitas Kristen Satya Wacana
sebagai Lecturer
Memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman di
industri perbankan. Memiliki lebih dari 32 tahun pengalaman di
industri perbankan.
Riwayat Pendidikan
1989, Sarjana, California State University, Amerika Riwayat Pendidikan
Serikat 1990, Sarjana, Universitas Kristen Satya Wacana,
Salatiga
190 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 193
Tata Kelola Perusahaan
Imbang Perdana Satryawan Monique Sagita
Kepala Fungsi Kerja Internal Audit Kepala Fungsi Kerja Retail-Banking and
Channel T&O
Indonesian, 47 years old
Warga Negara Indonesia, 50 tahun
Profil beliau dapat dilihat di bagian Profil Fungsi
Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan
Kerja Audit Intern dalam Laporan Tahunan pada
terakhir)
halaman 201.
• 2023 – sekarang, PT Bank UOB Indonesia
sebagai Head of Retail-Banking and Channel
T&O
Gevy Q Wulandari
• 2004 – 2023, PT Bank HSBC Indonesia sebagai
Kepala Fungsi Kerja Human Resources
Head of Business Services (Operations)
• 1999 – 2004 Capital One Financial sebagai
Warga Negara Indonesia, 57 tahun Senior Operations Analyst
Profil beliau dapat dilihat di bagian Komite Memiliki lebih dari 26 tahun pengalaman di
Remunerasi dan Nominasi dalam Laporan Tahunan bidang perbankan dan industri lain.
pada halaman 162.
Riwayat Pendidikan
1999, Sarjana, Purdue University, Amerika Serikat.
Indra Gunawan
Kepala Fungsi Kerja WB, Markets and Ritaria Tjokromulio
Enterprise T&O Kepala Fungsi Kerja Channels dan Digitalisation
Warga Negara Indonesia, 46 tahun
Warga Negara Indonesia, 57 tahun
Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan terakhir)
Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan
• 2023 – sekarang, PT Bank UOB Indonesia sebagai
terakhir)
Head of WB, Markets and Enterprise T&O
• 2005 – sekarang, PT Bank UOB Indonesia
• 2021 – 2023, Canadia Bank Plc sebagai Chief
sebagai Head of Channels & Digitalisation
Technology Officer
• 1997 – 2005, PT Bank DBS sebagai Corporate
• 2015 – 2021, Novus Technologies sebagai Chief
Banking
Executive Officer
• 1991 – 1997 PT Mitsubishi Buana Bank sebagai
• 2013 - 2015, Hitachi sebagai Senior Project
Account Manager
Manager
• 2011 – 2013, Accenture sebagai System Integration
Memiliki lebih dari 34 tahun pengalaman di
Lead, Technology Consulting Workforce
bidang perbankan dan industri lain.
• 2004 – 2011, PT Bank Mandiri sebagai Technical
Specialist, Prepaid Card Solutions Team
Riwayat Pendidikan
• 2003 – 2004, Schlumberger sebagai Engineer
1993, Sarjana, Universitas Katolik Indonesia Atma
• 2003, Elnusa Rentrakom sebagai
Jaya, Jakarta.
Telecommunication Engineer
Memiliki lebih dari 21 tahun pengalaman di
bidang perbankan dan industri lainnya.
Riwayat Pendidikan
• 2008, Magister, Universitas Indonesia, Jakarta.
• 2003, Sarjana, Institut Teknologi Bandung,
Bandung.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 191
Page 194
Tata Kelola Perusahaan
Berikut adalah profil Pejabat Bank sebagai Amelia Ragamulu
anggota komite. Kepala Fungsi Kerja Customer Advocacy
Alexander Husin Warga Negara Indonesia, 55 tahun
Kepala Divisi Credit Administration & Control
and Insurance Appraisal Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan
terakhir)
Warga Negara Indonesia, 48 tahun • 2016 – sekarang, PT Bank UOB Indonesia
sebagai Customer Experience and Advocacy
Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan Head
terakhir) • 2010 – 2016, PT Bank Maybank Indonesia
• 2021 – sekarang, PT Bank UOB Indonesia sebagai Head of Centralized Customer Care
sebagai Credit Administration & Control Head • 2009 – 2010, ABN Amro Bank sebagai Head
• 2015 – 2021, PT Bank HSBC Indonesia sebagai of Client Loyalty for Branch Banking, Wealth
Senior Vice President Wholesale Operation Management, Private Client and Credit
Lead Credit Operations Retention Unit
• 2011 – 2014, PT Bank Permata Tbk., sebagai • 2004 – 2007, Standard Chartered Bank sebagai
Vice President - Head Unit Operational Risk & Head Customer Contact Center
Quality Assurance • 1994 – 2004, Citibank, N.A. sebagai Service
• 2004 – 2011, Citibank, N. A., sebagai Assistant Manager
Vice President - Control Unit - Credit Operations
Consumer Banking Memiliki lebih dari 28 tahun pengalaman di
• 2000 – 2002, PT Mitrais (Mincom) sebagai bidang perbankan.
Software Engineer
• 1999 – 2000, PT Multipolar sebagai Programmer Riwayat Pendidikan
1993, Sarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Memiliki lebih dari 24 tahun pengalaman di
bidang perbankan dan industri lainnya.
Ferdy Djojo
Kepala Divisi Wholesale Banking Business
Riwayat Pendidikan
Management
• 2003, Magister, The University of New South
Wales, Australia Warga Negara Indonesia, 45 tahun
• 1998, Sarjana, Universitas Pelita Harapan,
Jakarta Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan
terakhir)
• 2017 – sekarang, PT Bank UOB Indonesia
sebagai Wholesale Banking Business
Management Head
• 2016 – 2017, Citibank sebagai Relationship
Manager Financial Institutions, Corporate and
Investment Banking
• 2010 – 2016, Standard Chartered Bank sebagai
Director, Relationship Manager
• 2007 – 2010, PT Bank DBS Indonesia sebagai
Relationship Manager (Origination)
Memiliki lebih dari 18 tahun pengalaman di
bidang perbankan dan industri lainya.
Riwayat Pendidikan
• 2003, Magister, Monash University, Australia.
• 2002, Sarjana, Monash University, Australia.
192 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 195
Tata Kelola Perusahaan
Stanly Gunawan Ali Budiman
Kepala Divisi Central Treasury Unit dan Financial Kepala Divisi Wholesale Banking and Global
Strategy Markets Operations
Warga Negara Indonesia, 41 tahun Warga Negara Indonesia, 51 tahun
Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan terakhir) Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan terakhir)
• 2018 – sekarang, PT Bank UOB Indonesia • 2022 – sekarang, PT Bank UOB Indonesia
sebagai Central Treasury Unit Head sebagai Wholesale Operations Head
• 2016 – 2018, PT Bank Commonwealth sebagai • 2016 – 2022, PT Bank ANZ Indonesia sebagai
VP, Head of ALM & Portfolio Management Head of Institutional Operations
• 2014 – 2016, PT Bank ANZ Indonesia sebagai • 2002 – 2016, Citibank sebagai Head of Treasury
AVP, ALM Financial & Governance (Finance) Trade Solutions Operations
• 2011 – 2014, PT Bank Commonwealth sebagai • 2001 – 2002, Westpac sebagai Global Securities
Senior Manager, ALCO & Treasury Analytics Investigation
(Global Market, Treasury) • 1999 – 2001, PT Trinunggal Komara sebagai
• 2007 – 2011, Standard Chartered Bank sebagai Senior Marketing/Merchandising Manager
Asistant Manager, ALCO Support (Country Finance) • 1996 – 1999, PT Bank UOB Indonesia sebagai
• 2006 – 2007, Lufthansa Systems sebagai Treasury Dealer
Software/System Developer
Memiliki lebih dari 29 tahun pengalaman di
Memiliki lebih dari 18 tahun pengalaman di bidang bidang perbankan dan industri lainnya.
perbankan.
Riwayat Pendidikan
Riwayat Pendidikan 1995, Magister, University of Notre Dame Australia.
2006, Bachelor of Science in Business Administration 1995, Sarjana, Curtin University, Australia.
MIS & Finance, The University of Arizona, Amerika
Serikat Brahmantya Paramajati
Kepala Divisi Operational Risk Management
Stella Damayanti
Kepala Divisi Corporate Real Estate Services Warga Negara Indonesia, 44 tahun
Warga Negara Indonesia, 50 tahun Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan terakhir)
• 2023 – sekarang, PT Bank UOB Indonesia
Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan terakhir) sebagai Operational Risk Management Head
• 2018 – sekarang, PT Bank UOB Indonesia sebagai • 2021 – 2022, Commonwealth Bank sebagai
Corporate Real Estate Services Head Line-1 Business Risk & Control Dept Head
• 2016 – 2018, PT Bank HSBC Indonesia sebagai • 2015 – 2021 Citibank Indonesia sebagai
SVP, Head of Corporate Real Estate Compliance Business Control Officer
• 2007 – 2016, PTBankDBS Indonesia sebagaiVP, Capex, • 2014 – 2015 PTPermata BankTbk sebagai Operational
Portfolio and Lease/Transaction Head (CRE Dept) Excellence (OPEX) Leader - Retail Banking
• 2005 – 2007, Jones Lang Salle Indonesia sebagai • 2007 – 2014 Bank DBS Indonesia sebagai
Senior Project Manager Head, Service and Process Improvement
• 2002 – 2005, PT. Ahara Prima Design sebagai • 2004 – 2007 Citibank Indonesia sebagai BI
Project Coordinator Reporting Officer
Memiliki lebih dari 22 tahun pengalaman di bidang Memiliki lebih dari 21 tahun pengalaman di
perbankan dan industri lainnya. bidang perbankan.
Riwayat Pendidikan Riwayat Pendidikan
1999, Sarjana, Universitas Katolik Parahyangan, 2004, Sarjana, Institut Teknologi Bandung,
Bandung. Bandung.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 193
Page 196
Tata Kelola Perusahaan
Jessy Catharina Sigar Tan Fransiska Hendra
Kepala Divisi Consumer Business Risk & Control Kepala Divisi CEO Office
Warga Negara Indonesia, 52 tahun Warga Negara Indonesia, 41 tahun
Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan terakhir) Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan terakhir)
• 2023 – sekarang, PT Bank UOB Indonesia • 2019 – sekarang, PT Bank UOB Indonesia
sebagai Consumer Business Risk & Control sebagai CEO Office Head
Head • 2007 – 2018, PT Bank HSBC Indonesia sebagai
• 2017 – 2023, Citibank Indonesia sebagai Liability & FX Coordinator, Business Banking
Consumer Risk And Control Grou Commercial Banking
• 2010 – 2017 PT Bank Danamon Indonesia • 2006 – 2007 Standard Chartered Bank sebagai
Tbk sebagai Consumer & Subject Matter Business Development Credit Card & Personal
Expertise Operational Risk Management & Loan
Quality Assurance
• 2004 – 2010 General Electric Finance Indonesia Memiliki lebih dari 19 tahun pengalaman di
sebagai Country Compliance & Control H bidang perbankan.
• 1999 – 2004 Citibank N.A Singapore sebagai
Country Quality Assurance Management Riwayat Pendidikan
• 1997 – 1999, Citibank Indonesia sebagai Risk 2005, Sarjana, University of Sydney, Australia.
Analyst - Credit Policy
Emillya Soesanto
Memiliki lebih dari 28 tahun pengalaman di Kepala Divisi Deposit, Wealth Management &
bidang perbankan dan industri lainnya Training
Riwayat Pendidikan Warga Negara Indonesia, 44 tahun
1997, Sarjana, University of Wollongong, Australia.
Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan terakhir)
• 2023 – sekarang, PT Bank UOB Indonesia
sebagai Deposit, Wealth Management &
Training Head
• 2004 – 2023 Citibank sebagai Sales &
Distribution Head, Interim Retail Bank Head
Memiliki lebih dari 21 tahun pengalaman di
bidang perbankan.
Riwayat Pendidikan
2003, Sarjana, Monash University, Australia.
194 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 197
Tata Kelola Perusahaan
Yanuar Maulana Yusuf Gerry Hasang
Kepala Divisi Manajemen Risiko Kredit Kepala Divisi Global Markets Business Management
Warga Negara Indonesia, 44 tahun Warga Negara Indonesia, 42 tahun
Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan terakhir) Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan terakhir)
• 2018 – sekarang, PT Bank UOB Indonesia • 2022 – sekarang, PT Bank UOB Indonesia
sebagai Credit Risk Management Head sebagai Global Markets Business Management
• 2005 – 2018, PT Bank Permata sebagai Head Head
MIS - Special Asset Management • 2020 – 2022, PT Spotgue Aplikasi Pratama
• 2004 – 2005, PT AT Indonesia sebagai sebagai Komisaris Utama
Purchassing Staff • 2018 – 2020, PT Bank UOB Indonesia sebagai
Murex Project Manager
Memiliki lebih dari 21 tahun pengalaman di • 2007 – 2018, PT Bank OCBC NISP sebagai Cash
bidang perbankan dan industri lainnya. Management Product Specialist
• 2005 – 2007, PT Jati Piranti Solusindo sebagai
Riwayat Pendidikan Various Role
2017, Magister, Universitas Bina Nusantara.
2004, Sarjana, Institut Teknologi Bandung, Memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman di
Bandung. bidang perbankan dan industri lainnya.
Erawati Esther Riwayat Pendidikan
Kepala Fungsi Kerja Legal 2005, Sarjana, Universitas Tarumanegara, Jakarta.
Warga Negara Indonesia, 54 tahun Handi Mulia
Kepala Divisi Technology & Operations Risk
Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan terakhir) Governance and Assurance
• 2023 – sekarang, PT Bank UOB Indonesia
sebagai Legal Head Warga Negara Indonesia, 57 tahun
• 2020 – 2020, PT Bank Interim Indonesia
sebagai Head of Legal, Corporate Secretary Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan terakhir)
and Corporate Communication • 2017 – sekarang, PT Bank UOB Indonesia
• 2018 – 2020, PT Bank Rabobank International sebagai T&O Risk Governance and Assurance
Indonesia sebagai Head of Legal, Corporate Head
Secretary and Corporate Communication • 2012 – 2017, PT Permata Bank sebagai Internal
• 2015 – 2018, William Hendrik Esther Law Office Audit Head
sebagai Partner • 2002 – 2011, PT Smart Tbk sebagai IT Compliance
• 2014 – 2015, Deutsche Bank sebagai Compliance Sub Division Head
Director • 1999 – 2002, Prasetio Utomo & Co sebagai
• 2009 – 2014, Royal Bank of Scotland sebagai Technology Risk Consulting, Supervisor
Country Head of Legal and Compliance,
• 1996 – 1998, PT Bank Modern sebagai Head
Director
of IT Audit
• 2005 – 2009, ABN Amro Bank NV sebagai
• 1993 – 1996, PT Bank Umum Nasional sebagai
Country Head of Legal
IT Audit Staff
• 1995 – 2005, Hanafiah Ponggawa & Partners
Law Firm sebagai Paralegal, Junior Associate,
Associate, and Senior Associate Memiliki lebih dari 32 tahun pengalaman di
bidang perbankan dan industri lainnya.
Memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman di
bidang perbankan dan industri lainnya. Riwayat Pendidikan
1997, Sarjana, Universitas Bunda Mulia, Jakarta.
Riwayat Pendidikan
1996, Sarjana, Universitas Indonesia, Jakarta.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 195
Page 198
Tata Kelola Perusahaan
Henry Kusumajaya Budiman Soelaiman Reza Poernomo
Kepala Fungsi Kerja Anti Financial Crime Kepala Divisi Business Banking Credit
Warga Negara Indonesia, 46 tahun Warga Negara Indonesia, 45 tahun
Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan terakhir) Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan terakhir)
• 2023 – sekarang, PT Bank UOB Indonesia • 2022 – sekarang, PT Bank UOB Indonesia
sebagai Anti Financial Crime Head sebagai Business Banking Credit Head
• 2021 – 2023, PT Bank HSBC sebagai Head • 2021-2022, Pintek sebagai Head of Risk
Fraud Credit Control and Services Management
• 2020 – 2021, Standard Chartered Bank sebagai • 2015 – 2021, PT Bank UOB Indonesia sebagai
Country Head of Collections and Recovery Portfolio Management Head
• 2019 – 2020, Tokopedia sebagai Head of • 2014 – 2015, PT Bank DBS sebagai Strategic
Collection and Fraud Project
• 2008 – 2019, PT Bank HSBC sebagai Head of • 2005 – 2014, PT Bank Maybank sebagai Credit
Cards, Portfolio, Personal Loan, and Acquisition Reviewer
• 2004 – 2008, PT GE Finance Indonesia sebagai
Collection Front End Leader – Collection Memiliki lebih dari 21 tahun pengalaman di
Department bidang perbankan.
Memiliki lebih dari 21 tahun pengalaman di Riwayat Pendidikan
bidang perbankan. 2005, Magister, Universitas Indonesia, Jakarta.
2003, Sarjana, Universitas Padjajaran, Bandung.
Riwayat Pendidikan
1997, Sarjana, Purdue University, Amerika Serikat.
Lily Johan
Kepala Divisi Human Resources Services &
Industrial Relation
Warga Negara Indonesia, 56 tahun
Pengalaman Kerja (dengan posisi jabatan terakhir)
• 2023 – sekarang, PT Bank UOB Indonesia
sebagai HR Services & Industrial Relation Head
• 1996 – 2023, PT Bank OCBC NISP sebagai
Human Resources Services Division Head
Memiliki lebih dari 27 tahun pengalaman di
bidang perbankan.
Riwayat Pendidikan
2013, Magister, PPM School of Management,
Jakarta.
2010, Sarjana, PPM School of Management,
Jakarta.
196 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 199
Tata Kelola Perusahaan
Sekretaris Perusahaan
Sekretaris Perusahaan merupakan unit yang bertanggung jawab langsung kepada Direksi, dan bertindak sebagai
penghubung antara Bank dengan pihak internal Bank, instansi-instansi berwenang yang terkait, Pihak Eksternal,
dan Investor. Penunjukan Sekretaris Perusahaan bertujuan untuk mendukung Dewan Komisaris dan Direksi dalam
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, dengan fokus khusus pada memastikan implementasi GCG. Sekretaris
Perusahaan juga bertugas mengelola komunikasi yang efektif dengan pemangku kepentingan internal maupun
eksternal.
Pengangkatan Sekretaris Perusahaan
Sekretaris Perusahaan diangkat berdasarkan keputusan Direksi. Saat ini Sekretaris Perusahaan dijabat oleh Susilowati,
yang menjabat sejak tanggal 25 Juni 2015 berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 15/DIR/0021. Dalam struktur
organisasi Bank, Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab secara langsung kepada Direktur Kepatuhan, Legal,
dan Sekretaris Perusahaan.
Profil Sekretaris Perusahaan
Susilowati berdomisili di Jakarta dan meraih gelar Sarjana
Ekonomi dari Universitas Tarumanagara, Jakarta dan
meraih gelar Master jurusan Akuntansi dari Universitas
Trisakti, Jakarta. Susilowati memulai kariernya di PT Bank
Victoria International Tbk sejak tahun 2004 dengan
jabatan terakhir sebagai Kepala Divisi Sekretaris
Perusahaan.
Pengembangan Kompetensi Sekretaris Perusahaan
Pengembangan kompetensi yang telah diikuti oleh
Susilowati Susilowati antara lain Sertifikasi Manajemen Risiko
Perbankan Jenjang 5 dari Lembaga Sertifikasi Profesi
(LSP) Lembaga Sertifikasi Profesional Perbankan.
Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas, Sekretaris Perusahaan telah mengikuti program pengembangan
kompetensi dan pelatihan sepanjang tahun 2025, sebagai berikut:
No. Nama Lokakarya/Pelatihan/Seminar dan Penyelenggara
1 Sosialisasi Aplikasi Pelaporan Online (APOLO) OJK Modul Laporan Insidental Perbankan (BUK, BUS, UUS)
2 Sosialisasi Peraturan OJK Nomor 45 Tahun 2024 tentang Pengembangan dan Penguatan Emiten dan
Perusahaan Publik
3 Refresher Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 5
4 Dengar Pendapat Rancangan Peraturan OJK tentang Penerapan Tata Kelola Terintegrasi bagi Perusahaan
Induk Konglomerasi Keuangan
5 Better U, Better Negotiation Skill
6 Sosialisasi Ketentuan Perbankan tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum
7 Risk Management Refresher: Module Governance, Risk, Compliance, Audit
8 Better U Festival 2025 Kickoff
9 Leadership Breakthrough Series, The Art of Diplomacy in Action with Ibu Retno Marsudi
10 Training “Work-Life Harmony” by Anisha Arwan S.Psi., M.Psi., Psikolog
11 Sosialisasi Ketentuan Perbankan OJK
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 197
Page 200
Tata Kelola Perusahaan
Tugas dan Tanggung Jawab Sekretaris Perusahaan 6. Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam
Fungsi Sekretaris Perusahaan mengacu pada Pasal 5 POJK pelaksanaan tata kelola perusahaan antara lain
No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan dengan memastikan kelancaran komunikasi antara
Emiten atau Perusahaan Publik, antara lain: perusahaan dengan pemangku kepentingan,
1. Mengikuti perkembangan Pasar Modal khususnya memastikan tersedianya informasi yang dapat diakses
peraturan perundang-undangan yang berlaku di oleh pemangku kepentingan sesuai dengan kebutuhan
bidang Pasar Modal; yang wajar dari pemangku kepentingan serta dengan
2. Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan melakukan penyampaian informasi terkait aksi korporasi
Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik untuk kepada regulator yang berkepentingan.
mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan 7. Berkoordinasi dengan Fungsi Kerja Compliance
di bidang Pasar Modal; dalam mempersiapkan laporan Self-Assessment dan
3. Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam Pelaksanaan Good Corporate Governance terkait
pelaksanaan tata kelola perusahaan yang meliputi: dengan Direksi, Dewan Komisaris dan Komite-Komite
i. Keterbukaan informasi kepada masyarakat, termasuk yang bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris.
ketersediaan informasi pada Situs Web Emiten atau
Perusahaan Publik; Corporate Communications
ii. Penyampaian laporan kepada Otoritas Jasa
Keuangan tepat waktu; Fungsi Strategic Communications and Brand memiliki peran
iii. Penyelenggaraan dan dokumentasi Rapat Umum penting dalam menjaga citra positif perusahaan. Strategi
Pemegang Saham; komunikasi yang dirancang dengan baik bertujuan untuk
iv. Penyelenggaraan dan dokumentasi rapat Direksi membangun kepercayaan publik dan mempertahankan
dan/atau Dewan Komisaris; dan reputasi yang baik melalui kegiatan komunikasi internal dan
v. Pelaksanaan program orientasi terhadap eksternal yang konsisten sepanjang tahun. Selain itu, fungsi
perusahaan bagi Direksi dan/ atau Dewan Komisaris. ini juga berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan
4. Sebagai penghubung antara Bank dengan pemegang bisnis yang berkelanjutan dengan menyelaraskan upaya
saham Emiten atau Perusahaan Publik, Otoritas Jasa komunikasi dengan tujuan strategis.
Keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Laporan Tahunan
Realisasi Tugas dan Tanggung Jawab Sekretaris Sejak 2016, Strategic Communications and Brand,
Perusahaan dengan bekerja sama dengan unit Sekretaris Perusahaan
Sepanjang tahun 2025, Sekretaris Perusahaan telah bertanggung jawab dan mempersiapkan pembuatan serta
melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: menerbitkan Laporan Tahunan yang memuat informasi
1. Menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham terkait kinerja Bank.
Tahunan dan Luar Biasa.
2. Mengoordinasikan dan menyampaikan Laporan
Tahunan 2024 kepada pemangku kepentingan terkait.
3. Menghadiri dan mempersiapkan notulen Rapat Dewan
Komisaris, Rapat Direksi serta Rapat Komite-Komite
yang bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris.
4. Menyiapkan dokumentasi untuk proses Penilaian
Kemampuan dan Kepatutan calon anggota Direksi.
5. Melakukan pengkinian terhadap Peraturan Internal
terkait dengan Dewan Komisaris dan Direksi serta
Komite-Komite yang bertanggung jawab kepada
Dewan Komisaris untuk disesuaikan dengan peraturan
yang berlaku.
198 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 201
Tata Kelola Perusahaan
Siaran Pers • 8 Mei 2025
Bank menyadari pentingnya keterlibatan dengan publik UOB Indonesia membuka pendaftaran kompetisi 15th
dan bertujuan untuk meningkatkan profilnya serta berbagi UOB Painting of the Year
informasi penting mengenai kegiatannya. Tujuan ini • 8 April 2025
dicapai melalui aktivitas media dalam bentuk distribusi UOB Luncurkan Program Beasiswa FutureGen untuk
siaran pers, konferensi pers, media gathering, serta Dukung 90 Siswa dari Kawasan ASEAN
wawancara langsung. • 13 Maret 2025
Bank DBS Indonesia dan UOB Indonesia Bersinergi
Pada tahun 2025, Bank mendistribusikan siaran pers Salurkan Rp1,7 Triliun Pendanaan Hijau untuk Kampus
dengan berbagai topik, seperti: produk dan layanan Pusat Data Princeton Digital Group
baru, program tanggung jawab sosial perusahaan, dan • 27 Februari 2025
tinjauan ekonomi Indonesia. UOB Indonesia dan Garuda Indonesia luncurkan livery
eksklusif menampilkan Garuda Indonesia UOB Card
Berikut adalah daftar siaran pers UOB Indonesia tahun
2025: Siaran pers Bank dipublikasikan oleh media-media utama
• 2 Desember 2025 Indonesia, seperti: Kompas, Bisnis Indonesia, Media
Semakin banyak konsumen Indonesia memilih bijak Indonesia, Metrotvnews.com, Koran Kontan, Jawa Pos,
berbelanja dan tetap optimis terhadap perekonomian: Antara, Detik.com, Infobank.com, Koran dan Okezone.com.
UOB ASEAN Consumer Sentiment Study 2025
• 23 Oktober 2025
DHL Express dan UOB Indonesia bersinergi kurangi
emisi gas rumah kaca melalui layanan GoGreen Plus
• 15 Oktober 2025
Karya seni yang menggambarkan pembentukan
identitas gender melalui sejarah dan budaya
memenangkan penghargaan 15 th UOB Painting of
the Year (Indonesia)
• 20 Agustus 2025
UOB bermitra dengan Ruangguru untuk membekali
90.000 pelajar Indonesia dengan keterampilan digital
melalui program UOB My Digital Space
• 2 Agustus 2025
UOB Indonesia bersatu untuk mewujudkan pendidikan
inklusif melalui UOB Heartbeat Run 2025
• 24 Juli 2025
UOB luncurkan Business Circle di Indonesia untuk
dukung pemimpin bisnis generasi penerus
• 13 Juni 2025
UOB Business Outlook Study 2025: Separuh pelaku
usaha di Indonesia tetap optimis di tengah dinamika
global
• 5 Juni 2025
Bank DBS Indonesia dan UOB Indonesia Kucurkan
Rp6,7 Triliun, Pinjaman Terbesar untuk Pusat Data oleh
DayOne dan Indonesia Investment Authority
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 199
Page 202
Tata Kelola Perusahaan
Penerapan Fungsi Kepatuhan, Audit Intern, dan Audit Eksternal
A. Fungsi Kepatuhan h. Memberikan saran dan update perkembangan
1. Peran Fungsi Kerja Kepatuhan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan
Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan Bank mengacu peraturan Regulator dan peraturan lainnya yang
pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 46/ berlaku kepada unit bisnis/pendukung termasuk
POJK.03/2017 dan Piagam Kepatuhan Bank. kepada Direksi dan Pejabat Eksekutif Senior;
i. Membantu unit bisnis/pendukung dalam
Tugas dan tanggung jawab Fungsi Kerja Kepatuhan mengembangkan prosedur dan pedoman
antara lain: Kepatuhan yang berisi ketentuan Regulator
a. Membuat langkah-langkah dalam rangka yang berlaku, peraturan lain dan key business
mendukung terciptanya budaya kepatuhan pada conduct untuk digunakan oleh seluruh Pejabat
seluruh kegiatan usaha Bank di setiap jenjang dan staf Bank, bila diperlukan;
organisasi; j. Mengidentifikasi dan memelihara daftar dari
b. Melakukan identifikasi, pengukuran, pemantauan seluruh ketentuan Regulator dan peraturan
dan pengendalian terhadap risiko kepatuhan lainnya yang berlaku dengan dukungan dari
dengan mengacu pada peraturan Regulator penasihat hukum internal/eksternal apabila
mengenai Penerapan Manajemen Risiko bagi dibutuhkan;
Bank Umum; k. Membantu Direksi dan Pejabat Eksekutif Senior
c. Menilai dan mengevaluasi secara ketat melalui dalam mendidik staf terkait, mengenai hal-hal
kerja sama dengan unit bisnis/ pendukung yang berhubungan dengan kepatuhan;
terhadap efektivitas, kecukupan, dan kesesuaian l. Memberikan saran, bimbingan dan pelatihan
kebijakan, ketentuan, sistem maupun prosedur secara berkesinambungan kepada staf-staf
yang dimiliki oleh Bank dengan peraturan mengenai penerapan kerangka kepatuhan yang
perundang-undangan yang berlaku; baik, meliputi kebijakan dan prosedur seperti
d. Melakukan review dan/atau merekomendasikan yang tercantum dalam Pedoman Kepatuhan
pengkinian dan penyempurnaan kebijakan, Bank, Kode Etik dan pedoman internal Bank;
ketentuan, sistem maupun prosedur yang m. Memberikan saran kepada unit bisnis/pendukung
dimiliki oleh Bank agar sesuai dengan ketentuan di Bank dan/atau Direksi dan Pejabat Eksekutif
Regulator dan perundang-undangan yang Senior terkait dengan Regulatory Obligation (RO)
berlaku; yang tercantum dalam penilaian risiko regulasi
e. Melakukan upaya-upaya untuk memastikan Bank termasuk pemberian saran tentang implikasi
bahwa kebijakan, ketentuan, sistem dan prosedur, perubahan peraturan;
serta kegiatan usaha Bank telah sesuai dengan n. M e m a n t a u , m e n g u j i d a n m e l a p o r ka n
ketentuan Regulator dan peraturan perundang- pelaksanaan fungsi kepatuhan sesuai dengan
undangan yang berlaku; kerangka manajemen risiko kepatuhan dan
f. Melakukan fungsi anti pencucian uang kebijakan/prosedur internal kepada Pejabat
dengan memastikan penerapan seluruh sistem Eksekutif Senior dan Dewan Komisaris/Direksi
pemantauan transaksi yang dilakukan oleh dan, bila dipertimbangkan perlu, kepada
nasabah sesuai pedoman, kebijakan dan Regulator. Namun demikian, tanggung jawab
prosedur yang telah ditetapkan sehingga untuk memastikan kepatuhan tetap berada
pelaksanaan Program Anti Pencucian Uang, pada masing-masing unit bisnis/pendukung;
Pencegahan Pendanaan Terorisme, Pencegahan o. Melakukan investigasi pada insiden dan keluhan
Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal terkait peraturan kepatuhan, serta melaksanakan
dan Sanctions (APU, PPT, PPPSPM dan Sanctions) penyelidikan lebih lanjut yang diperlukan;
serta Pencegahan Penyuapan, Korupsi, dan p. Bertindak sebagai contact person dengan
Penghindaran Pajak dapat berjalan dengan baik pihak internal dan eksternal terkait, termasuk
dan menjaga Bank terhindar dari pengenaan Regulator, mengenai hal-hal yang berkaitan
sanksi; dengan kepatuhan Bank; dan
g. Mengidentifikasi, menilai dan mendokumentasikan q. Melaksanakan tanggung jawabnya sesuai
risiko kepatuhan terkait dengan kegiatan usaha dengan rencana kepatuhan yang dibuat sesuai
Bank termasuk produk baru, layanan, praktik dengan kerangka manajemen risiko kepatuhan,
bisnis dan perubahan materi untuk bisnis yang termasuk melakukan pengkajian kepatuhan
ada dan hubungan dengan nasabah; dengan pendekatan berbasis risiko.
200 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 203
Tata Kelola Perusahaan
2. Langkah-Langkah Pencegahan Penyimpangan B. Pelaksanaan Fungsi Audit Intern
terhadap Ketentuan yang Berlaku Merujuk pada Peraturan OJK No.1/POJK.03/2019
Direktur Kepatuhan, Legal, dan Sekretaris tanggal 29 Januari 2019 tentang Penerapan Fungsi
Perusahaan melalui Fungsi Kerja Kepatuhan Audit Intern pada Bank Umum, Bank telah menerapkan
senantiasa mengawasi kepatuhan Bank dengan fungsi Audit Intern yang bertujuan untuk mendukung
memantau dan mengendalikan aktivitas bisnis, manajemen Bank dalam mendukung manajemen
memastikan kepatuhan terhadap peraturan, Bank dalam melaksanakan kewajibannya dengan
ketentuan, dan perundang-undangan yang berlaku. memberikan assurance yang independen untuk
mengevaluasi kecukupan, kualitas dan efektivitas tata
Hal ini tercermin dalam berbagai langkah yang kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal.
telah diterapkan, antara lain: Dalam kerangka kerja manajemen risiko Bank, Audit
a. Mendukung terciptanya budaya kepatuhan Intern berfungsi sebagai lini ketiga dan bekerja sama
dalam seluruh kegiatan usaha Bank pada setiap dengan lini pertama (unit Bisnis dan Pendukung) dan
jenjang organisasi melalui penerbitan: lini kedua (fungsi Kepatuhan dan Manajemen Risiko).
• Struktur Organisasi Kepatuhan;
• Piagam Kepatuhan; Audit Intern telah menetapkan visi dan misi dalam
• Pedoman Kepatuhan; dan Piagam Audit Intern yang juga menjelaskan ruang
• Standar Operasional dan Prosedur lingkup, tujuan, etika, wewenang, dan akuntabilitas
Kepatuhan. Audit Intern. Untuk mendukung peran Audit Intern
b. Melakukan proses identifikasi, pengukuran, yang independen dan objektif, Audit Intern memiliki
monitoring Risiko Kepatuhan dan menerapkan akses penuh dan tak terbatas untuk meninjau seluruh
proses kontrol melalui: fungsi, catatan, informasi, properti fisik, personel, dan
• Prosedur Pengkajian Kepatuhan; dan untuk bekerja secara bebas tanpa hambatan serta
• Pengawasan pengenaan sanksi oleh dapat langsung berkomunikasi dengan Direksi, Dewan
Regulator. Komisaris, dan Komite Audit. Dalam menjalankan
c. Melakukan pengelolaan Risiko Kepatuhan kegiatan operasionalnya, Audit Intern berpedoman
melalui Program Pengkajian Kepatuhan pada Kebijakan, Prosedur, dan Metodologi Audit Intern.
(Compliance Review Program) sehingga
dapat memastikan kesesuaian dan kelayakan Struktur Fungsi Audit Intern
kebijakan, pedoman, sistem dan prosedur yang Struktur organisasi Audit Intern UOB Indonesia dipimpin
dimiliki Bank terhadap peraturan perundang- oleh Kepala Audit Intern yang membawahi 4 (empat)
undangan yang berlaku melalui: Divisi, yaitu Wholesale Banking, Consumer Banking, Global
• Laporan Penilaian Regulatory Risk; dan Markets and Channels Audit; Corporate Support Functions
• Laporan Hasil Pengkajian Kepatuhan. Audit; Technology Audit and Innovation; dan Professional
d. Memberikan Opini Kepatuhan. Practices Audit. Kepala Audit Intern melapor langsung
e. Memantau dan melaporkan Tindak Lanjut Hasil kepada Direktur Utama dan secara fungsional kepada
Pemeriksaan Regulator. Dewan Komisaris melalui Komite Audit.
f. Menyosialisasikan ketentuan-ketentuan
Regulator, baik melalui kegiatan sosialisasi Kepala Audit Intern
langsung maupun melalui media Compliance Imbang Perdana Satryawan, berusia 47 tahun, warga
News, email dan memberikan informasi untuk negara Indonesia, ditunjuk sebagai Kepala Audit Intern
hal-hal yang terkait dengan kepatuhan sejak Januari 2022 berdasarkan surat penunjukan No.
terhadap peraturan Regulator. 22/SKDIR/0007 tanggal 27 Januari 2022. Beliau memiliki
g. Mengevaluasi Checklist Materi Pemasaran. pengalaman lebih dari 21 tahun di industri keuangan.
h. Pemantauan tindak lanjut perbaikan Risk Based Sebelum bergabung dengan UOB Indonesia, beliau
Bank Rating-Good Corporate Governance (RBBR- pernah bekerja di PT Bank BTPN sebagai Deputy Internal
GCG) melalui Working Group RBBR-GCG. Audit Head dan di PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia
i. Bertindak sebagai liaison officer untuk sebagai Head of Internal Audit. Beliau meraih gelar
permasalahan kepatuhan antara Bank dengan Master of Business Administration dari Institut Teknologi
Regulator maupun internal Bank. Bandung, gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas
Padjadjaran. Beliau memiliki kualifikasi dan serfitifasi
yang relevan seperti Certified Internal Auditor (CIA),
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 201
Page 204
Tata Kelola Perusahaan
Chartered Accountant (CA), Sustainability and Climate 1. Teknologi dan Analisa Data:
Risk (SCR), Certified Financial Crime Specialists (CFCS) • Cybersecurity and Information Technology
dan Sertifikasi Manajemen Risiko. Governance
• SAS Data Analytics
Tugas dan Tanggung Jawab Fungsi Kerja Audit Intern • Digital Forensics
Audit Intern bertanggung jawab untuk melakukan audit • Artificial Intelligence and Generative AI
berbasis risiko yang mencakup semua aspek di lini pertama • Phyton programming and Technical Skills
dan lini kedua termasuk namun tidak terbatas pada 2. Bisnis dan Operasional:
struktur, kebijakan, kerangka kerja, proses, sistem, produk, • Sustainability and Climate Change
dan dokumentasi, untuk memberikan assurance yang • Islamic and Sustainable Finance
independen kepada Direktur Utama, Dewan Komisaris, • Financial Crime, AML/CFT, and Fraud Prevention
dan Komite Audit atas efektivitas pengawasan tata • Customer Protection and Data Privacy
kelola, manajemen risiko, dan penerapan pengendalian • Credit Risk and Banking Operations
internal di bank. • Capital Markets, Macroeconomics and Policy
• Commodities and Energy Markets
Audit Intern menerapkan Pendekatan Berbasis Risiko • Blockchain and Digital Assets
dalam memproyeksikan rencana audit tahunan dan 3. Audit dan Manajemen Risiko
menentukan ruang lingkup audit untuk memprioritaskan • Governance, Risk, and Compliance
area yang menjadi perhatian utama. Secara berkala, • Pembekalan Sertifikasi Manajemen Risiko
Kepala Audit Intern bertemu dengan Komite Audit, dan 4. Soft skill:
berdiskusi terkait temuan audit yang signifikan, audit • Leadership, Management, and Strategic Thinking
project progress, status temuan audit, dan hal penting • UOB culture and values
lainnya. Untuk menjaga kualitas hasil kerja agar tetap • P e r s o n a l We l l - B e i n g , P h y s i c a l H e a l t h ,
sesuai dengan metodologi audit dan standar internasional Communication, and Negotiation
untuk praktik profesional bagi auditor intern, dilakukan 5. Mandatory e-learning terkait Compliance dan
penilaian kualitas oleh Fungsi Internal Audit Quality Sustainability
Assurance dan independent quality assurance review
oleh pihak ekstern setiap 3 (tiga) tahun sekali. Piagam Audit Intern
Merujuk kepada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan No.
Kualifikasi/Sertifikasi Profesi Audit Intern 1/POJK.03/2019 tentang Penerapan Fungsi Audit Intern
Per Desember 2025, Tim Audit Intern memiliki 40 auditor pada Bank Umum dan IPPF (International Professional
dengan berbagai latar belakang pendidikan, antara lain Practices Framework) Standard, Bank telah memiliki Piagam
bergelar Sarjana dan Pasca Sarjana jurusan Ekonomi, Audit Intern No.25/SKDIR/0031 yang memuat tujuan audit
Manajemen, Akuntansi, Teknologi Informasi, dan lain-lain. intern, mandat audit intern mencakup ruang lingkup audit
intern, struktur dan kedudukan, tugas dan tanggung jawab,
Mayoritas staf Audit Intern juga memiliki kualifikasi dan wewenang, etik dan profesionalisme. Piagam Audit Intern
sertifikasi profesi Audit Intern, antara lain: juga mengatur persyaratan auditor, tanggung jawab dan
akuntabilitas kepala audit intern, penggunaan jasa pihak
1. Sertifikasi internasional di antaranya, Certified Internal ekstern, pembatasan audit intern dan Quality Assurance
Auditor (CIA), Certified Information Systems Auditor and improvement program. Pembaruan terhadap Piagam
(CISA), Qualified Internal Auditor (QIA), Chartered Audit Intern terakhir dilakukan pada 24 April 2025 dan
Accountant (CA), Certified Financial Crime Specialists disetujui oleh Direktur Utama dan Dewan Komisaris dengan
(CFCS), Certified in Cybersecurity (CC), ISO 27001, dan mempertimbangkan rekomendasi dari Komite Audit.
Sustainability and Climate Risk (SCR).
2. Sertifikasi lokal diantaranya: Sertifikasi Audit Intern Pengungkapan Hasil Kerja Audit Intern di Tahun 2025
Bank dan Manajemen Risiko dari LSPP Pada tahun 2025, Audit Intern telah melakukan peran
dan inisiatif yang ditugaskan, antara lain:
Pelatihan Audit Intern a. Audit Intern telah menjaga independensi, objektivitas,
Selama tahun 2025, Audit Intern telah menginisiasi dan profesionalisme dengan sebaiknya selama
berbagai program untuk mengembangkan kompetensi pelaksanaan rencana audit.
profesional auditor di area-area yang relevan. Program b. Audit Intern telah menyelesaikan 30 proyek audit
pengembangan staf ini meliputi pelatihan dan seminar dengan efektif sesuai rencana strategis tahunan,
terkait topik-topik di bawah ini:
202 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 205
Tata Kelola Perusahaan
yang mencakup Wholesale Banking, Consumer Etik, dan Standards dari The Institute of Internal
Banking, Global Markets (aktivitas treasuri), Channels Auditors (IIA).
(kantor cabang), Operations (aktivitas Operasional), g. Fungsi Professional Practices Audit melakukan Quality
Information Technology (IT), dan fungsi/departemen Assurance pada beberapa proyek Audit Intern yang
pendukung lainnya. Audit Intern telah menggunakan menjadi sampel, untuk memastikan bahwa proses
pendekatan Behaviourally-Informed (BI) Audit dalam audit dilakukan sesuai dengan kebijakan, prosedur,
beberapa penugasan Audit. Metodologi audit BI dan metodologi audit yang ditetapkan, juga untuk
mengintegrasikan konsep kultur untuk menilai perilaku memastikan dokumen-dokumen terkait diarsipkan
dan kultur dalam audit. Audit Intern juga melakukan dengan baik dan didukung dengan bukti pendukung
evaluasi atas enam kasus whistleblowing yang yang memadai.
dilaporkan melalui whistleblowing hotline. h. Audit Intern menerapkan Kerangka Kompetensi bagi
c. A u d i t I n t e r n s e c a r a b e r k e s i n a m b u n g a n Audit Intern untuk mengidentifikasi kesenjangan
mengimplementasikan rencana transformasi digital keterampilan dalam tim audit dan akan terus
melalui penyempurnaan skrip dan Advanced Data menfokuskan pada program pelatihan di bidang
Analytics (DA) untuk mengotomatisasi beberapa proses keterampilan IT dan digitalisasi, Data Analytics,
audit dan membentuk dashboards risiko. Penggunaan keterampilan teknik audit, keterampilan kepemimpinan,
DA mengotomatisasi identifikasi kelemahan kontrol dan soft skill terkait lainnya.
dengan sampel yang lebih besar dalam waktu yang i. Audit Intern menginisiasi Professional Bankers
lebih singkat. Hal ini membantu pelaksanaan Continuous Programme dengan tujuan membantu new
Auditing oleh Audit Intern dan melakukan audit reguler graduates untuk mendapatkan kemampuan audit
dengan lebih efektif. Oleh karena itu, DA meningkatkan yang mendalam melalui rotasi pada divisi audit yang
kemampuan Audit Intern dalam memberikan nilai berbeda, serta membantu dalam mengidentifikasi
tambah kepada manajemen dan key stakeholders untuk dan mengembangkan talenta di dalam Fungsi Kerja
membantu dalam penerapan manajemen risiko. Audit Intern.
d. Audit Intern telah menetapkan proses pemantauan
penyelesaian temuan audit menggunakan sistem C. Pelaksanaan Fungsi Audit Eksternal
GRC. Semua temuan Audit Intern telah diinformasikan Dengan persetujuan RUPS dan berdasarkan
kepada manajemen terkait dan tindakan perbaikan rekomendasi dari Komite Audit melalui Dewan
diselesaikan tepat waktu serta disampaikan kepada Komisaris, Bank telah menunjuk Kantor Akuntan Publik
Direksi dan Komite Audit melalui laporan audit dan rapat yang terdaftar di OJK, yaitu KAP Purwanto, Susanti &
rutin. Sepanjang tahun 2025, Audit Intern menghadiri Surja, dimana KAP tersebut merupakan KAP “BIG 4”
rapat bulanan dengan direksi dan menyampaikan isu dan berpengalaman dalam melakukan pemeriksaan
signifikan yang ditemukan selama proses audit serta terhadap bank-bank besar di Indonesia. Penunjukan
progres tindakan perbaikan setiap kuartal. Selain itu, serta legalitas perjanjian kerja telah sesuai peraturan
Audit Intern mengadakan pertemuan dengan Komite perundang-undangan yang berlaku.
Audit sebanyak 5 (lima) kali pada tahun 2025 untuk
membahas implementasi fungsi Audit Intern antara Dalam melaksanakan tugasnya, KAP Purwanto, Susanti
lain terkait sumber daya, proses audit, dan hasil & Surjatelah memenuhi aspek-aspek yang ditentukan
pelaksanaan audit, serta temuan Regulator. dan telah bekerja secara independen serta memenuhi
e. Audit Intern meninjau dan memperbarui prosedur Audit Standar Profesional Akuntan Publik serta ruang lingkup
Intern secara berkala untuk meningkatkan efisiensi audit yang ditetapkan dalam peraturan perundang-
dan proses audit. undangan yang berlaku, sebagaimana tertuang dalam
f. Pada tahun 2025, peninjauan fungsi audit internal Perjanjian Kerja (Engagement Letter) KAP dengan Bank.
telah dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Rintis,
Jumadi, Rianto, & Rekan (PricewaterhouseCoopers/ KAP Purwanto, Susanti & Surja, sesuai dengan
PwC) sebagai pihak eksternal independen atas inisiasi Peraturan OJK No.9 Tahun 2023 tentang Penggunaan
dari Grup Internal Audit UOB Singapura. Tinjauan Jasa Akuntan Publik Dan Kantor Akuntan Publik Dalam
ini dilakukan untuk periode 1 Januari 2024 – 31 Kegiatan Jasa Keuangan, telah melakukan komunikasi
Desember 2024 terhadap standar profesional audit dengan Otoritas Jasa Keuangan untuk meminta
intern termasuk International Professional Practices informasi mengenai kondisi Bank, serta memberikan
Framework (IPPF) dengan hasil “Generally Conforms”, informasi mengenai pelaksanaan audit dari awal
yaitu secara keseluruhan aktivitas SKAI UOB Indonesia dimulai proses audit hingga proses audit berakhir.
telah sesuai dengan definisi Internal Auditing, Kode
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 203
Page 206
Tata Kelola Perusahaan
Penerapan Manajemen Risiko Termasuk
Sistem Pengendalian Internal
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Penerapan Manajemen Risiko termasuk Sistem Pengendalian Internal dapat
dilihat pada halaman 227.
Mengenai Pernyataan Direksi dan/atau Dewan Komisaris atas Kecukupan Sistem Pengendalian Internal dapat dilihat
pada bagian Sistem Pengendalian Internal di halaman 227 serta Pernyataan Direksi dan/atau Dewan Komisaris atas
Kecukupan Sistem Manajemen Risiko dapat dilihat pada bagian Pelaksanaan Sistem Manajemen Risiko di halaman 245.
Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait dan Penyediaan
Dana Besar
Bank telah memiliki kebijakan dan prosedur untuk Batas Maksimum Pemberian Kredit serta penyediaan dana kepada
pihak terkait dan penyediaan dana besar sebagai bagian dari prinsip kehati-hatian Bank.
Penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar sampai dengan posisi 31 Desember 2025
diuraikan dalam tabel berikut:
dalam Jutaan Rupiah
No. Penyediaan Dana Total
Debitur Nominal
1 Secara Individu
(1) Pihak Terkait 149 2.618.493
(2) 20 (dua puluh) Peminjam selain Pihak Terkait 20 57.906.036
2 Dana Besar
a) Individu - -
b) Grup *) 14 48.453.426
*) sesudah menerapkan Teknik MRK
1. Penyediaan Dana secara Individu :
Seluruh Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait (baik diperhitungkan maupun dikecualikan dalam perhitungan
BMPK. Penyediaan Dana kepada 20 Grup (dua puluh) Peminjam selain Pihak Terkait yang memperoleh jumlah
Penyediaan Dana terbesar dengan tidak memperhatikan persentase jumlah Penyediaan Dana terhadap Modal
Inti (tier 1) Bank.
2. Penyediaan Dana Besar:
Penyediaan Dana sebesar 10% (sepuluh persen) atau lebih dari Modal Inti (tier 1) Bank kepada selain Pihak Terkait,
sebelum dan sesudah menerapkan Teknik MRK.
204 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 207
Tata Kelola Perusahaan
Integritas Pelaporan dan Sistem Teknologi Informasi
PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) berkomitmen untuk menjaga integritas Laporan Keuangan sesuai dengan
ketentuan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.15 Tahun 2024 tanggal 2 Oktober 2024 tentang Integritas
Pelaporan Keuangan Bank. Untuk itu Direksi telah:
• Menerbitkan Surat Keputusan No. 25/SKDIR/0002 tentang Integritas Pelaporan Keuangan Bank PT Bank UOB
Indonesia.
• Menetapkan Kelompok Kerja Pengendalian Internal atas Pelaporan Keuangan (Internal Control over Financial
Reporting/ICoFR) PT Bank UOB Indonesia melalui Surat Keputusan Direksi No.25/SKDIR/0029 tentang Kelompok
Kerja Pengendalian Internal atas Pelaporan Keuangan (ICoFR) PT Bank UOB Indonesia.
• Dalam upaya untuk menerapkan pelaksanaan ICoFR, Bank melakukan tinjauan atas pengendalian internal atas
proses yang berdampak material terhadap pelaporan keuangan.
Direksi telah terlibat secara aktif dalam implementasi pengendalian internal dalam pelaporan keuangan Bank UOB
seperti fokus pada cakupan kontrol yang komprehensif, standar yang tinggi untuk kelengkapan dan keandalan
pengendalian internal dalam proses pelaporan keuangan, dokumentasi yang lengkap, remediasi yang tepat waktu
dan perbaikan yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Direksi telah menelaah dan melakukan penilaian bahwa pengendalian internal atas proses pelaporan
keuangan telah diterapkan secara efektif, wajar dan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam surat Edaran
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/SEOJK.03/2017 tentang Pedoman Standar Sistem pengendalian Intern bagi Bank
Umum dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Pencatatan Transaksi Keuangan.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 205
Page 208
Tata Kelola Perusahaan
Rencana Strategis Bank
Untuk meningkatkan GCG dan mematuhi ketentuan 4. Mengembangkan ragam solusi di bidang tresuri
regulator, Bank menyusun Rencana Bisnis yang untuk menjawab kebutuhan nasabah ritel yang terus
menggambarkan aktivitas bisnis Bank dalam jangka meningkat.
pendek, menengah, dan panjang. Rencana ini memastikan 5. Menumbuhkan aset secara berkelanjutan dengan
bahwa kebijakan dan tujuan strategis Bank terarah mempertahankan kualitas aset melalui penetrasi
dengan baik, hati-hati, dan sesuai dengan prinsip mendalam pada industri tertentu yang dipilih.
perbankan yang sehat. 6. Pengembangan berkelanjutan untuk Center of
Excellence untuk rupiah Indonesia.
Rencana Bisnis Bank mempertimbangkan perkembangan 7. Memanfaatkan ekosistem megatren Indonesia di
ekonomi global dan domestik serta visi dan nilai-nilai sektor Nikel, Kelapa Sawit, dan Aluminium.
Bank. Bank menjabarkan rencana strategisnya ke dalam 8. Melakukan ekstraksi sinergi pasca akuisisi untuk
rencana jangka panjang, menengah dan pendek dengan mempercepat bisnis Retail Banking menuju profitabilitas
seluruh aspirasi untuk mencapai pertumbuhan yang positif dengan fokus pada nilai proposisi, peningkatan
berkelanjutan. CASA, dan penguatan portofolio pinjaman tanpa
agunan.
Bank telah menetapkan fokus strategis jangka panjang 9. Mengembangkan kemampuan dasar untuk memberikan
sebagai berikut: pengalaman nasabah yang sangat baik untuk segmen
nasabah yang berbeda: Mass Market, Wealth Banking,
1. Personalisation dan Privilege Banking.
Penawaran solusi yang disesuaikan untuk setiap 10. Pengembangan rangkaian produk dan layanan
segment ritel, aplikasi yang dibangun sesuai dengan seputar demografi fokus utama Upwardly Mobile,
kebutuhan nasabah serta pemberian advisory yang Young Demographic secara berkelanjutan.
tepat. 11. Memperkuat pengawasan manajemen risiko, kedisiplian
2. Connectivity proses dan kejelasan prosedur termasuk risiko yang
Konektivitas yang kuat untuk berbisnis dengan dan muncul seiring perubahan lanskap risiko seperti
dari ASEAN dengan menjadi “One Bank” untuk ASEAN, pencegahan kejahatan keuangan (Anti-Financial
serta mendapatkan akses untuk peluang pertumbuhan Crime) dan Risiko yang Berkembang (Emerging Risk).
di kawasan ASEAN. 12. Memperkuat pengelolaan neraca dan permodalan
3. Sustainability Bank melalui berbagai aksi korporasi.
Membangun masa depan yang berkelanjutan dan 13. Manajemen biaya yang terkendali dan peningkatan
nilai ekonomi bagi semua pemangku kepentingan efisiensi Bank.
Bank dengan pendekatan pragmatis dan progresif 14. Tetap berada di jalur menuju nilai-nilai Environment,
yang selaras dengan realitas pasar dan daya saing. Social, and Governance (ESG) melalui promosi
pembiayaan berkelanjutan dan praktik perusahaan
Rencana Jangka Panjang Bank akan difokuskan pada lainnya.
pengembangan dan penyempurnaan keunggulan 15. Menjelajah berbagai peluang potensial untuk sinergi
kompetitif utamanya di kawasan, sebagai berikut: kemitraan komersial.
1. Pengembangan berkelanjutan dari Key Cash, 16. Mengembangkan talenta dengan pola pikir berorientasi
Trade Finance, dan kemampuan Treasuries untuk pada nasabah serta kemampuan dengan wawasan
meningkatkan kualitas pendapatan dengan memenuhi masa depan untuk pertumbuhan yang berkelanjutan
kebutuhan nasabah institusi. 17. Mengembangkan talenta yang siap masa depan
2. Mendorong perdagangan dan konektivitas dengan melalui pembelajaran silang dan transfer pengetahuan,
menarik lebih banyak penanaman modal asing untuk dengan memanfaatkan jejak regional UOB.
berinvestasi ke Indonesia melalui UOB FDI Advisory, 18. Merevitalisasi posisi merek di ruang nasional dan
terutama pada sektor-sektor yang selaras dengan regional, diikuti dengan peningkatan komprehensif
kriteria Bank Dunia. dalam proposisi nilai nasabah di seluruh Bank.
3. Kembangkan pemahaman yang mendalam dan 19. Mendorong integrasi praktik keberlanjutan ke dalam
hubungan rantai pasokan keuangan dalam setiap operasi bisnis Bank melalui transformasi. Kami
ekosistem industri yang unik untuk memberikan solusi bertujuan untuk mengoperasionalkan komitmen kami
dan layanan terbaik bagi nasabah. untuk mendukung masa depan menuju net-zero melalui:
206 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 209
Tata Kelola Perusahaan
• Pertumbuhan bisnis keberlanjutan, baik dalam • Membangun kemampuan organisasi (budaya,
pembiayaan maupun investasi. keahlian, dan infrastruktur) untuk beroperasi
• Mempertahankan strategi netralitas karbon sebagai bank yang berkelanjutan.
dengan terus memperbaiki intensitas emisi dan 20. Mendorong budaya kolaborasi satu bank secara lintas
mengembangkan bisnis. unit bisnis dan fungsi kerja bank.
Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris serta Hubungan
Keuangan dan Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris
dengan Anggota Dewan Komisaris lain, Anggota Direksi dan/
atau Pemegang Saham Pengendali Bank
A. Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris dan Direksi
No. Nama Jabatan di PT Bank UOB Nama Bank dan/atau Perusahaan Persentase Kepemilikan
Indonesia lain (di dalam dan luar negeri) per 31 Desember 2025
(%)
Dewan Komisaris
1 Wee Ee Komisaris Utama C Y Wee & Company Pte Ltd 33,75
Cheong E.C. Wee Pte Ltd 98,00
Kheng Leong Company Pte Ltd 23,67
Phoebus Singapore Holdings Pte 27,67
Ltd
Portfolio Nominees Ltd 26,01
Supreme Island Corporation 26,00
UIP Holdings Ltd 10,00
Wee Investments (Pte) Ltd 26,22
2 Chin Voon Fat Wakil Komisaris Utama NIL
3 Chan Kok Komisaris
NIL
Seong
4 Wayan Alit Komisaris Independen
NIL
Antara
5 VJH Komisaris Independen
Boentaran NIL
Lesmana
6 Johanes Komisaris Independen PT Tiga Permata Logistik 40,00
Susilo PT Tiga Permata Ekspres 30,00
PT Jujur Memang Penting 40,00
PT Jayatama Prima Distribusi 40,00
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 207
Page 210
Tata Kelola Perusahaan
No. Nama Jabatan di PT Bank UOB Nama Bank dan/atau Perusahaan Persentase Kepemilikan
Indonesia lain (di dalam dan luar negeri) per 31 Desember 2025
(%)
Direksi
1 Hendra Direktur Utama NIL
Gunawan
2 Teh Han Yi Direktur Keuangan dan NIL
Layanan Korporasi
3 Paul Rafiuly Direktur Teknologi dan NIL
Operasional
4 Harapman Direktur Wholesale Banking NIL
Kasan
5 Sonny Samuel Direktur Global Markets NIL
6 Ardhi Wibowo Direktur Kepatuhan, Legal, NIL
dan Sekretaris Perusahaan
7 Henry Direktur Manajemen Risiko NIL
Santoso
8 Cristina Teh Tan Direktur Consumer Banking NIL
9 W. Kartyono Direktur Transaction Banking NIL
B. Hubungan Keuangan dan Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris dan Direksi dengan Anggota Dewan
Komisaris Lain, Direksi Lain dan/atau Pemegang Saham Pengendali Bank
Hubungan Keluarga Dengan Hubungan Keuangan Dengan
Dewan Komisaris dan Pemegang Pemegang
Dewan Dewan Keterangan
Direksi Direksi Saham Direksi Saham
Komisaris Komisaris
Pengendali Pengendali
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
Wee Ee Cheong - - - - √ - - - - - √ - Deputy Chairman
dan CEO United
Overseas Bank
Limited, Singapura
Chin Voon Fat - - - - - - - - - - √ - Head of Group
Wholesale Banking
and Markets di
United Overseas
Bank Limited,
Singapura
Chan Kok Seong - - - - - - - - - - √ - Group Chief Risk
Officer di United
Overseas Bank
Limited, Singapura
Wayan Alit - - - - - - - - - - - - Tidak ada
Antara
VJH Boentaran - - - - - - - - - - - - Tidak ada
Lesmana
Johanes Susilo - - - - - - - - - - - - Tidak ada
Hendra Gunawan - - - - - - - - - - - - Tidak ada
Teh Han Yi - - - - - - - - - - - - Tidak ada
Paul Rafiuly - - - - - - - - - - - - Tidak ada
208 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 211
Tata Kelola Perusahaan
Hubungan Keluarga Dengan Hubungan Keuangan Dengan
Dewan Komisaris dan Pemegang Pemegang
Dewan Dewan Keterangan
Direksi Direksi Saham Direksi Saham
Komisaris Komisaris
Pengendali Pengendali
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
Harapman Kasan - - - - - - - - - - - - Tidak ada
Sonny Samuel - - - - - - - - - - - - Tidak ada
Ardhi Wibowo - - - - - - - - - - - - Tidak ada
Henry Santoso - - - - - - - - - - - - Tidak ada
Cristina Teh Tan - - - - - - - - - - - - Tidak ada
W. Kartyono - - - - - - - - - - - - Tidak ada
Pengungkapan Kebijakan Remunerasi
Kebijakan Remunerasi Pengukuran Kinerja dikaitkan dengan Remunerasi
Kebijakan dan Struktur Remunerasi Bank (Kebijakan Kepala unit bisnis memberikan penghargaan kepada
Remunerasi) ditinjau dan disetujui oleh Dewan Komisaris, Pekerja atas kinerja pribadinya. Pekerja dinilai berdasarkan
sebagaimana dituangkan dalam Surat Keputusan Direksi tujuan kinerja Pekerja, perilaku kompetensi, dan perilaku
No. 25/SKDIR/0135 tanggal 18 Desember 2025. Kebijakan sehubungan dengan nilai-nilai UOB. Ini menyeimbangkan
Remunerasi dirancang dengan mempertimbangkan daya pencapaian kuantitatif dari indikator kinerja utama dengan
saing pasar, mendukung keberlanjutan jangka panjang perilaku yang diharapkan pegawai tegakkan dalam
serta peningkatan produktivitas dalam mengembangkan mencapai tujuan mereka. Secara umum, Pekerja yang telah
kemampuan organisasi dan memupuk budaya risiko melampaui ekspektasi kinerja akan diberikan Kompensasi
yang tepat serta memberikan fleksibilitas menanggapi Total yang relatif lebih tinggi. Sebaliknya, Pekerja yang
dinamika kebutuhan usaha. tidak memenuhi harapan kinerja untuk tahun tersebut
mungkin tidak menerima pembayaran variabel. Peringkat
Cakupan Kebijakan Remunerasi kinerja keseluruhan dan penghargaan Kompensasi Total
Kebijakan remunerasi di atas berlaku dan telah juga ditinjau oleh Panel Komite SDM.
diimplementasikan pada setiap unit bisnis dan wilayah
di Indonesia. Penyesuaian Remunerasi dikaitkan dengan Kinerja
dan Risiko
Penentuan Variabel Remunerasi Penundaan pembayaran variabel Bank berlaku untuk
Dalam menentukan variable remunerasi, perlu Pekerja senior dan Pengambil Risiko Material (MRT).
mempertimbangkan tingkat produktivitas dan kondisi MRT saat ini terdiri dari Pekerja dengan tanggung jawab
kinerja Negara yang didasarkan pada faktor finansial organisasi yang signifikan yang memiliki dampak material
dan non-finansial serta risiko utama yang dapat pada kinerja Bank dan profil risiko, serta Pekerja yang
berdampak secara material terhadap kegiatan usaha yang diberikan mandate dengan risiko tinggi dalam bentuk
diselaraskan dengan Peraturan OJK terkait penerapan aset tertimbang menurut risiko, batas perdagangan,
manajemen risiko bagi bank umum. Terdapat 8 delapan) dan anggaran penjualan perdagangan serta Pekerja
risiko utama - yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, yang menerima Penghasilan tidak tetap dalam jumlah
risiko operasional, risiko hukum, risiko reputasi, risiko tertentu. Pada Tahun Keuangan 2025, terdapat 24 Pekerja
strategis, dan risiko kepatuhan. yang termasuk dalam kategori MRT , terdiri dari Direksi
Bank serta beberapa posisi kunci yang sesuai dengan
Pekerja dalam fungsi kontrol yang saat ini terdiri dari kriteria MRT.
Manajemen Risiko, Audit, Kredit dan Kepatuhan, diberi
kompensasi secara independen dari kinerja setiap lini
bisnis atau unit bisnis yang mereka awasi. Hal ini untuk
menghindari potensi konflik kepentingan.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 209
Page 212
Tata Kelola Perusahaan
Tujuan kebijakan penangguhan adalah untuk: • pelanggaran material terhadap batasan risiko;
• menyelaraskan jadwal pembayaran kompensasi • kerugian keuangan atau perubahan negatif pada
dengan horizon waktu risiko; profil risiko;
• menyelaraskan kepentingan Pekerja dengan • penyajian kembali material atas hasil keuangan; atau
kepentingan jangka panjang pemegang saham dan • kesalahan, penyimpangan atau penipuan.
Bank;
• mempertahankan Pekerja Bank yang kontribusinya Pekerja dilarang menggunakan strategi lindung nilai
sangat penting bagi pertumbuhan jangka panjang pribadi atau asuransi terkait kompensasi dan kewajiban
dan profitabilitas Bank; dan untuk melindungi, dan/atau untuk mengompensasi:
• memberikan kompensasi untuk dapat mendorong • setiap penyesuaian, pengurangan atau kerugian dalam
kinerja jangka panjang Bank yang baik. pembayaran variabel.
• penyitaan pemberian pembayaran variabel yang
Maksimum 40 persen pembayaran variabel dapat ditangguhkan dan/atau belum diberikan.
dilakukan penangguhan, dengan proporsi penangguhan • potensi clawback atas penghargaan yang diberikan.
meningkat seiring dengan jumlah pembayaran variabel
yang diterima. Pemberian penangguhan akan dilakukan Konsultan Eksternal
dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun. Dalam penyusunan kebijakan remunerasi, dan memastikan
daya saing, Bank berpartisipasi dalam survei pasar tentang
Pemberian kompensasi yang ditangguhkan dapat remunerasi dan manfaat kesejahteraan yang difasilitasi
dilakukan malus dan clawback. Malus atas kompensasi oleh konsultan eksternal independen.
yang belum diberikan dan clawback atas kompensasi yang
dibayarkan dapat dipicu oleh tindakan yang merupakan,
menyebabkan atau berkontribusi pada, antara lain:
210 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 213
Tata Kelola Perusahaan
Paket/Kebijakan Remunerasi dan Fasilitas Lain bagi Dewan
Komisaris Serta Direksi
A. Tipe Remunerasi dan Fasilitas Lain untuk Dewan Komisaris dan Direksi
(dalam jutaan Rupiah)
Jenis Remunerasi dan Fasilitas Lain Jumlah Diterima Dalam 1 (Satu) Tahun
Dewan Komisaris Direksi
Orang Jumlah Orang Jumlah
Remunerasi (gaji, bonus, tunjangan rutin, tantiem, dan fasilitas 6 7.145 9 42.245
lainnya dalam bentuk non-natura)
Fasilitas lain dalam bentuk natura (perumahan, transportasi, - - - -
asuransi kesehatan dan sebagainya) yang:
Dapat dimiliki - - - -
Tidak dapat dimiliki - - 9 2.074
*) Diterima Secara Tunai
B. Perincian Kelompok Penerima Paket Remunerasi
(dalam jutaan Rupiah)
Jumlah Remunerasi per Orang Dalam 1 (Satu) Tahun*) Dewan Komisaris Direksi
Di atas Rp2 Miliar 1 9
Di atas Rp1 Miliar sampai dengan Rp2 Miliar 2 -
Di atas Rp500 Juta sampai dengan Rp1 Miliar - -
Rp500 Juta ke bawah 3 -
*) Diterima Secara Tunai
C. Remunerasi yang Bersifat Variabel
Sesuai dengan Kebijakan dan Struktur Remunerasi yang telah selesai disusun, remunerasi variabel untuk Dewan
Komisaris dan Direksi meliputi bonus dalam bentuk tunai. Jumlah Direksi, Dewan Komisaris dan Pekerja yang
menerima Remunerasi yang bersifat variabel selama 1 (satu) tahun, dan total nominalnya dapat dilihat pada
tabel di bawah ini.
(dalam jutaan Rupiah)
Remunerasi yang Bersifat Variabel Jumlah Diterima Dalam 1 (Satu) Tahun
Dewan Komisaris Direksi Pegawai
Orang Jumlah Orang Jumlah Orang Jumlah
Jumlah 3 1.800 9 45.495 3.225 229.667
D. Jabatan dan Jumlah Pihak yang menjadi Material Risk Takers
No. Jabatan Jumlah Orang
1 Dewan Komisaris -
2 Direksi 9
3 Pekerja 15
E. Share Options
Selama tahun 2025, PT Bank UOB Indonesia tidak memberikan saham baik kepada Komisaris, Direksi maupun
kepada Pekerja.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 211
Page 214
Tata Kelola Perusahaan
F. Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah
Keterangan Rasio
2024 2025
Rasio gaji Pekerja tertinggi & terendah 1 : 133 1 : 119
Rasio gaji direksi tertinggi & terendah 1 : 1.53 1 : 1.71
Rasio gaji komisaris tertinggi & terendah 1:1 1:1
Rasio gaji direksi tertinggi & Pekerja tertinggi 1 : 1.38 1 : 1.38
G. Jumlah Penerima dan Total Nominal Remunerasi yang bersifat Variabel yang dijamin tanpa syarat akan
diberikan oleh Bank kepada Calon Direksi, Calon Dewan Komisaris, dan/atau Calon Pekerja selama 1 (satu)
tahun pertama bekerja
(dalam jutaan Rupiah)
Remunerasi yang Bersifat Variabel yang Jumlah Diterima Dalam 1 (Satu) Tahun
Diterima Tanpa Syarat Dewan Komisaris Direksi Pegawai
Orang Jumlah Orang Jumlah Orang Jumlah
Jumlah - - - - - -
H. Jumlah Pekerja yang Terkena Pemutusan Hubungan Kerja dan Total Nominal Pesangon yang Dibayarkan
Pesangon yang dibayarkan per Orang dalam 1 (satu) Tahun Jumlah Pegawai
Di atas Rp1 Miliar 3
Di atas Rp500 juta sampai dengan Rp1 Miliar 2
Rp500 juta ke bawah 44
Nihil -
I. Jumlah Total Remunerasi yang Bersifat Variabel yang Ditangguhkan yang Terdiri dari Tunai
(dalam jutaan Rupiah)
Remunerasi yang Bersifat Variabel yang Jumlah Diterima Dalam 1 (Satu) Tahun
Diterima Tanpa Syarat Dewan Komisaris Direksi Pegawai
Orang Jumlah Orang Jumlah Orang Jumlah
Jumlah - - 9 18.198 15 8.738
J. Jumlah Penerima dan Total Nominal Remunerasi bersifat Variabel yang ditangguhkan yang dibayarkan selama
1 (satu) Tahun)
(dalam jutaan Rupiah)
Remunerasi yang Bersifat Variabel yang Jumlah Diterima Dalam 1 (Satu) Tahun
Diterima Tanpa Syarat Dewan Komisaris Direksi Pegawai
Orang Jumlah Orang Jumlah Orang Jumlah
Jumlah - - 7 18.290 12 9.611
212 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 215
Tata Kelola Perusahaan
K. Rincian Jumlah Remunerasi yang Diberikan dalam
1 (satu) Tahun
(dalam jutaan Rupiah)
Remunerasi yang Bersifat Tetap*)
Tunai 85.854
Saham/Instrumen yang berbasis saham yang diterbitkan Bank -
Remunerasi yang bersifat Variabel*)
Tidak Ditangguhkan
Ditangguhkan
Tunai 40.978 26.936
Saham/Instrumen yang berbasis saham yang diterbitkan Bank - -
L. Informasi Kuantatif
Jenis Remunerasi yang bersifat Sisa yang Masih Jumlah Deduksi Selama Periode Laporan
Variabel*) Ditangguhkan Akibat Penyesuaian Akibat Jumlah
Eksplisit (A) Penyesuaian (A)+(B)
Implisit (B)
Tunai 83.681 - - -
Saham/Instrumen yang berbasis - - - -
saham yang diterbitkan Bank
*) Hanya untuk MRT dalam jutaan Rupiah.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 213
Page 216
Tata Kelola Perusahaan
Anti-Fraud, Anti Penyuapan dan Anti Korupsi
UOB Indonesia menegakkan standar integritas yang tinggi Seluruh Pegawai Bank diwajibkan menandatangani
dengan menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap Kode Etik Pegawai, Pakta Integritas dan Deklarasi
segala bentuk fraud, penyuapan dan korupsi dan semua Anti-Fraud serta Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini
transaksi ilegal atau tidak etis lainnya. sebagai penegasan atas komitmen untuk tidak terlibat
dalam praktik fraud, suap atau korupsi.
Pengelolaan dan pengendalian atas risiko fraud,
penyuapan dan korupsi dilakukan secara proaktif dengan B. Kesadaran Risiko Anti-Fraud, Suap, dan Korupsi
kerangka kerja Model Tiga Lini yang menyediakan struktur Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk
dalam menetapkan peran, tanggung jawab, dan aktivitas menanamkan kesadaran anti-fraud, penyuapan dan
di antara berbagai lini di UOB guna mengidentifikasi, korupsi di seluruh organisasi, UOB Indonesia secara
menilai, dan memitigasi risiko Fraud. aktif melaksanakan berbagai program pembelajaran
dan komunikasi yang berfokus pada pencegahan dan
a. Lini Pertama berada di Segmen Bisnis dan Fungsi deteksi fraud. Inisiatif-inisiatif tersebut mencakup:
Pendukung yang memiliki dan mengelola risiko-risiko • Pelatihan wajib atas materi anti-fraud penyuapan
yang berhubungan dengan aktivitas bisnis mereka dan korupsi diselenggarakan setiap tahun untuk
sehari-hari. meningkatkan kesadaran atas risiko. Pada tahun
b. Lini Kedua di Fungsi Kerja Kepatuhan - Anti-Financial 2025, pelatihan wajib “Mission Compliance- Internal
Crime (AFC) yang mendukung dan mengawasi Bisnis Threat” telah diikuti seluruh pegawai termasuk
dan Fungsi Pendukung dalam praktik penerapan tenaga alih daya;
manajemen risiko fraud yang efektif, menyediakan • Pelaksanaan pelatihan anti-fraud bagi karyawan
bimbingan dan memonitor kepatuhan atas prosedur melalui sesi daring maupun tatap muka di seluruh
dan kebijakan. jaringan kantor UOB Indonesia;
c. Lini Ketiga adalah Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) • Penyampaian materi edukasi secara berkala kepada
yang) melakukan kajian independen untuk menilai seluruh pegawai melalui Email Blast;
keandalan, kecukupan dan efektifitas sistem Bank • Pencantuman klausul tentang kepatuhan terhadap
atas pengendalian interen, proses manajemen risiko hukum anti-korupsi dalam kontrak kerja sama
dan tatakelola. dengan pihak eksternal.
Semua Pegawai dan Rekan Bisnis di Bank diharapkan C. Saluran Pelaporan dugaan fraud, penyuapan, korupsi
mematuhi komitmen ini dan secara berkesinambungan Saluran Pelaporan Whistleblowing disediakan UOB
menjaga tingkat integritas yang tinggi. sebagai sarana untuk menyampaikan pengaduan atas
kecurigaan, dugaan atas aktivitas fraud, penyuapan,
A. Penerapan Strategi Anti-Fraud, Anti Penyuapan korupsi atau tindakan pelanggaran lainnya yang
dan Korupsi dilakukan baik oleh pihak internal maupun pihak
Kebijakan Anti-Fraud mengatur strategi anti-fraud eksternal. Pelaporan yang diterima akan dijaga
Bank yang mencakup Pencegahan, Deteksi, Respon kerahasiaannya dan diinvestigasi secara independen.
atau Investigasi, Resolusi, Optimasi, serta Pelaporan
dan menjadi pedoman Bank dalam pengelolaan
risiko Fraud.
Penerapan strategi atas pencegahan praktik korupsi,
balas jasa (kickbacks), fraud, suap dan/atau gratifikasi
dalam Bank, juga diatur dalam Pedoman Perilaku dan
Kode Etik Pegawai Bank. Selain kedua kebijakan ini,
larangan atas fraud, anti penyuapan dan korupsi
serta sanksi atas pelanggaran juga tertuang dalam
Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
214 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 217
Tata Kelola Perusahaan
Jumlah Penyimpangan (Internal Fraud) yang Terjadi dan
Upaya Penyelesaian oleh Bank
Kasus fraud internal di tahun 2025 dengan dampak finansial lebih dari Rp100.000.000 (seratus juta Rupiah) ditunjukkan
pada tabel di bawah ini:
Jumlah kasus yang dilakukan oleh
Anggota Direksi dan Pegawai Tidak Tetap dan
Pegawai Tetap
Anggota Dewan Komisaris Tenaga Kerja Alih Daya
Internal fraud dalam 1 (satu) tahun
Tahun Tahun Tahun Tahun
Tahun lalu Tahun lalu
berjalan lalu berjalan berjalan
(2024) (2024)
(2025) (2024) (2025) (2025)
Jumlah kasus fraud 0 0 1 2 0 0
Telah diselesaikan 0 0 1 2 0 0
Belum diupayakan penyelesaian 0 0 0 0 0 0
Belum diupayakan penyelesaian 0 0 0 0 0 0
Telah ditindaklanjuti melalui proses hukum 0 0 1 2 0 0
Jumlah Permasalahan Hukum dan Upaya Penyelesaian
oleh Bank
Kasus hukum yang melibatkan Bank per posisi 31 Desember 2025 tercantum pada tabel di bawah ini:
Jumlah Permasalahan Hukum
Perdata
Permasalahan hukum
Bank UOB Indonesia Bank UOB Indonesia Pidana
sebagai penggugat sebagai tergugat
Telah selesai (berkekuatan hukum tetap) 0 31 2
Dalam proses penyelesaian 3 78 10
Jumlah 3 109 12
Permasalahan Hukum yang Sedang Dihadapi Dewan
Komisaris dan Direksi
Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat perkara penting yang dihadapi Bank yang melibatkan anggota Dewan
Komisaris dan Direksi.
Selain itu, tidak terdapat perkara hukum yang berdampak material terhadap Bank selama tahun 2025.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 215
Page 218
Tata Kelola Perusahaan
Sanksi Administratif
Pada tahun 2025, tidak terdapat sanksi administratif yang signifikan. Sebagian besar sanksi yang dibebankan kepada
Bank merupakan kesalahan yang bersifat administratif. Bank telah menindaklanjuti perbaikan laporan, serta tindak
lanjut mitigasi risiko antara lain dengan melakukan pelatihan, perbaikan sistem dan peningkatan kontrol.
Transaksi yang Mengandung Benturan Kepentingan
Selama tahun 2025, tidak terdapat transaksi benturan kepentingan yang berpotensi merugikan atau mengurangi
keuntungan Bank.
Kebijakan Benturan Kepentingan
Berdasarkan SEOJK 14/2025, Bank memiliki dan menerapkan Kebijakan Benturan Kepentingan untuk memastikan
bahwa setiap pengambilan keputusan dilakukan secara objektif dan mengutamakan kepentingan terbaik Bank.
Anggota Dewan Komisaris, Direksi, komite, Pejabat Eksekutif, serta Pekerja Bank wajib menghindari setiap bentuk
benturan kepentingan, baik yang bersifat aktual maupun potensial, dalam pelaksanaan tugas dan tanggung
jawabnya. Kebijakan ini mengatur secara jelas mekanisme identifikasi, pengungkapan, mitigasi, dan pengelolaan
benturan kepentingan, termasuk tata cara pengambilan keputusan dan pendokumentasiannya.
Setiap benturan kepentingan wajib diungkapkan dan dicatat dalam risalah rapat atau dokumen keputusan terkait,
serta pihak yang memiliki benturan kepentingan dilarang mempengaruhi atau terlibat dalam proses pengambilan
keputusan tersebut. Bank juga memastikan bahwa setiap transaksi dengan pihak terkait atau pihak yang memiliki
hubungan istimewa dilaksanakan secara wajar (arm’s length) dan tidak lebih menguntungkan dibandingkan dengan
transaksi dengan pihak lain dalam kondisi yang serupa, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
Transaksi dengan Pihak yang Memiliki Hubungan Istimewa
Berdasarkan SEOJK 14/2025, Bank mengatur dan mengelola transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan
istimewa untuk memastikan bahwa transaksi tersebut dilaksanakan secara pruden, transparan, dan mengutamakan
kepentingan terbaik PT Bank UOB Indonesia. Transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa mencakup
antara lain eksposur kredit atau pembiayaan, jasa, transaksi aset, sewa, derivatif, penjaminan, penyediaan dana,
serta pembentukan usaha patungan.
Bank memiliki kebijakan dan prosedur transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa yang mencakup
definisi yang jelas, cakupan transaksi, proses identifikasi dan pemantauan eksposur, serta penerapan prinsip kewajaran
(arm’s length). Seluruh transaksi dilakukan dengan ketentuan yang tidak lebih menguntungkan dibandingkan dengan
transaksi dengan pihak lain dalam kondisi yang serupa. Direksi dan Dewan Komisaris secara berkala memantau
transaksi tersebut, sementara potensi benturan kepentingan diidentifikasi, diungkapkan, dan dikelola secara
memadai. Bank juga menerapkan batasan eksposur serta mekanisme peninjauan dan pelaporan yang independen
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
216 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 219
Tata Kelola Perusahaan
Buy Back Saham dan Buy Back Obligasi Bank
Selama tahun 2025, Bank tidak melakukan buy back saham dan buy back obligasi Bank.
Pemberian Dana untuk Kegiatan Sosial dan Kegiatan Politik
Bank tidak memberikan dana untuk kegiatan politik. Sejalan dengan visi dan misinya, Bank konsisten memberikan
kontribusi optimal pada kegiatan sosial dalam penerapan tanggung jawab sosial perusahaan.
Pada tahun 2025, Bank mengalokasikan dana donasi untuk kegiatan Tanggung Jawab Sosial (Corporate Social
Responsibility/CSR) sejumlah Rp27,5 miliar. Adapun tiga pilar utama CSR Bank adalah:
1. Edukasi
2. Anak-anak
3. Seni
Informasi kegiatan CSR Bank disajikan pada Laporan Keberlanjutan pada halaman 308.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 217
Page 220
Tata Kelola Perusahaan
Kode Etik
A. Kode Etik menerima uang dari pihak luar manapun, melakukan
Kode etik Bank merupakan dasar dari kerangka tata penilaian bisnis yang tepat pada saat menyeleksi
kelola perusahaan yang mencerminkan komitmen pihak ketiga yang akan melakukan kerja sama
Bank untuk bertindak secara adil, benar dan tidak dengan Bank termasuk asosiasi bisnis atau vendor.
melanggar hukum. Manajemen dan Pekerja, tanpa
terkecuali, berkomitmen untuk terus melanjutkan dan Pekerja dapat berpartisipasi dalam kegiatan
menyempurnakan penerapan praktik-praktik GCG politik sepanjang telah mendapatkan persetujuan
yang mengedepankan prinsip moral dan etika sesuai dari Kepala Fungsi Kerja terkait dan Fungsi Kerja
kode etik Bank. Sumber Daya Manusia sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
B. Cakupan Penerapan Kode Etik
Seluruh pihak yang mencakup Dewan Komisaris, Direksi, 3. Tanggung Jawab kepada Waralaba Perusahaan
Pekerja Tetap baik yang bekerja penuh waktu atau Pejerja dilarang untuk menarik Pekerja lainnya
paruh waktu, Pekerja Tidak Tetap seperti Pekerja untuk mengakhiri hubungan kerja dengan Bank,
kontrak, serta para trainee dan peserta magang dan atau menarik nasabah dan/atau bisnis dari Bank
jika relevan kontraktor independen pihak ketiga, para (non-solicitation).
agen, staf keagenan, konsultan, vendor dan pemasok
barang dan jasa wajib memahami, menaati, dan Bank juga melarang praktik perdagangan orang
melaksanakan Kode Etik. dalam (insider trading), menghindari keterlibatan
dalam transaksi yang mengandung benturan
C. Pokok-pokok Kode Etik kepentingan dan larangan melakukan aktivitas
Bank secara berkala mengkaji kembali isi pedoman di luar Bank yang secara langsung maupun tidak
perilaku dan kode etik serta mensosialisasikan pada langsung yang dapat mengganggu kinerja Pekerja
seluruh Pekerja dan Manajemen, guna memastikan dan/atau kepentingan Bank.
pedoman dan kode etik tersebut dipahami dan
dijalankan. Kode Etik Bank dijabarkan dalam komponen Selain itu, Bank melarang segala bentuk pelanggaran
sebagai berikut: terhadap ketentuan perundang-undang persaingan
usaha, termasuk praktik monopoli dan persaingan
1. Tanggung Jawab di Tempat Kerja usaha tidak sehat, serta mewajibkan kepatuhan
Bank berkomitmen untuk menciptakan lingkungan terhadap seluruh peraturan perundang-undangan
kerja yang kondusif, sehat dan tidak diskriminasi. yang berlaku.
Bank juga memberikan pelatihan secara berkala
kepada seluruh Pekerja dan menilai efektivitas 4. Tanggung Jawab kepada Aset Perusahaan
dari kegiatan pelatihan tersebut secara berkala. Pekerja berkewajiban untuk bekerja sama dengan
Selanjutnya, Bank juga mengelola data pribadi tim penyelidik internal maupun eksternal yang
Pekerja sesuai dengan Undang-Undang yang berwenang dalam rangka melindungi kepentingan
berlaku dan sesuai dengan Pemberitahuan Privasi Bank, termasuk terkait hak atas kekayaan intelektual
Pekerja. dan penggunaan aset teknologi informasi,
memastikan pencatatan yang akurat, pengelolaan
2. Tanggung Jawab kepada Nasabah dan Pihak arsip yang baik, serta penanganan dan pemusnahan
Eksternal Lain dokumen sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kode Etik mengatur kewajiban Pekerja untuk
bertindak secara profesional, independen, dan Seluruh Pekerja berkewajiban untuk menjaga
objektif, memperlakukan nasabah secara adil, kerahasiaan, privasi dan keamanan data nasabah.
serta melarang Pekerja untuk menerima hadiah,
hiburan atau bentuk pemberian lainnya yang dapat
mempengaruhi atau dianggap mempengaruhi
independensi dan objektivitas dalam pengambilan
keputusan bisnis atau terdapat benturan kepentingan
dengan pekerjaan Pekerja, melarang Pekerja untuk
218 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 221
Tata Kelola Perusahaan
D. Penyebarluasan Upaya Penegakan dan Sanksi Sebagai upaya penegakan, Bank melakukan
Pelanggaran Kode Etik pemantauan terhadap transaksi rekening Pekerja,
Sosialisasi Kode Etik Bank dilakukan sejak Pekerja memantau perubahan perilaku Pekerja, serta
bergabung dengan Bank dengan mewajibkan Pekerja menggunakan jasa pihak ketiga untuk melakukan
untuk membaca, memahami serta menyampaikan screening data dan profil calon Pekerja. Bank juga
deklarasi kepatuhan terhadap Kode Etik Bank. Sebagai melakukan pengecekan melalui Sistem Layanan
langkah Bank untuk memastikan setiap Pekerja memiliki Informasi Keuangan (SLIK) sesuai dengan ketentuan
pemahaman dan kepatuhan yang berkelanjutan yang berlaku.
terhadap Kode Etik Bank, maka Bank mewajibkan
seluruh Pekerja untuk menjalankan e-Learning dan Seluruh Pekerja diharapkan untuk menjunjung tinggi
menyampaikan deklarasi melalui platform HR sebagai Kode Etik Bank dan menerapkan prinsip-prinsipnya
salah satu bentuk refreshment. Bank memperbarui dalam setiap tindakan dan pengambilan keputusan
Kode Etik secara berkala dan dapat diakses melalui sehari-hari.
platform internal yang disediakan oleh HR.
Whistleblowing
Sejalan dengan komitmen yang tinggi untuk menerapkan Pelaporan Pelanggaran dapat disampaikan kepada
GCG, terutama prinsip keterbukaan yang dilaksanakan Kepala Audit Intern, Direktur Utama, atau Ketua Komite
secara penuh tanggung jawab oleh Direksi Bank, Audit melalui Whistleblowing Hotline, seperti: email
manajemen mengharapkan seluruh jajaran Pekerja dan telepon.
Bank dan pihak eksternal yang bekerja sama dengan
Bank untuk berperan aktif dalam menerapkan Kebijakan B. Perlindungan bagi Pelapor dan Terlapor
Whistleblowing dengan melaporkan ketidaksesuaian atau • Keamanan: Seluruh karyawan (termasuk yang
wrongdoing atau pelanggaran terhadap ketentuan yang membantu pada saat investigasi) akan dilindungi
berlaku, baik internal maupun regulator yang dilakukan dari tindakan balasan atau penganiayaan selama
oleh semua staf di seluruh lini bisnis, termasuk Direksi membuat laporan dengan itikad baik. Karyawan
maupun pihak eksternal tanpa keraguan dan rasa takut. yang memperlakukan whistleblower secara tidak
adil akan menghadapi tindakan disipliner. Di sisi
Bank mengambil langkah preventif untuk memerangi lain, Bank dapat mengambil tindakan disipliner
praktik-praktik yang menentang good corporate terhadap karyawan yang membuat laporan tidak
governance dengan menindaklanjuti pelanggaran yang benar sebagai bentuk pembalasan dendam atau
dilaporkan melalui sistem Whistleblowing. Sistem ini untuk keuntungan pribadi.
diharapkan dapat meningkatkan partisipasi semua Pekerja • Kerahasiaan: Meskipun whistleblower memiliki hak
dan pihak eksternal untuk melaporkan pelanggaran untuk merahasiakan identitasnya, Bank mendorong
yang terjadi. karyawan untuk mengungkapkan identitasnya ketika
menyampaikan kekhawatiran atau memberikan
A. Prosedur Laporan Pelanggaran informasi. Identitas whistleblower dan informasi
Pelaporan pelanggaran harus dibuat dengan keyakinan yang diberikan oleh whistleblower akan dijaga
murni bahwa apa yang dilaporkan memang benar dan kerahasiaannya.
whistleblower harus dapat memberikan cukup informasi
dan bukti yang dapat ditelusuri dan ditindaklanjuti. Kondisi khusus dimana identitas atau informasi
yang diberikan oleh whistleblower tidak dapat atau
tidak akan diperlakukan sebagai rahasia, termasuk:
a) Ketika Bank berada di bawah kewajiban hukum
untuk mengungkapkan informasi yang diberikan;
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 219
Page 222
Tata Kelola Perusahaan
b) Ketika informasi sudah beredar di publik; Namun, jika Bank dihadapkan pada suatu keadaan
c) Ketika informasi diberikan, atas dasar kerahasiaan yang tidak tercakup oleh kondisi khusus di atas, dan
yang ketat kepada unit Legal atau pihak identitas dari whistleblower harus diungkapkan,
eksternal yang ditunjuk untuk mendapatkan investigasi tidak akan dilanjutkan tanpa persetujuan
saran profesional; dan whistleblower.
d) Ketika informasi diberikan kepada polisi untuk
investigasi kriminal. C. Hasil dari Penanganan Pengaduan
Selama tahun 2025, terdapat 6 (enam) kasus
Jika Bank dihadapkan pada kondisi khusus diatas whistleblowing. Seluruh kasus telah ditindaklanjuti. 4
dan telah mengungkapkan identitas whistleblower (empat) kasus telah ditutup, sementara 2 (dua) kasus
atau informasi apapun yang dapat mengungkapkan lainnya sedang dalam proses investigasi.
identitas whistleblower, Bank akan melakukan
segala upaya yang wajar untuk menginformasikan
pengungkapan tersebut kepada whistleblower.
Penerapan Pencegahan Praktik Korupsi, Balas Jasa
(Kickbacks), Fraud, Suap dan/atau Gratifikasi
Fungsi Kerja Legal, Divisi AML/CFT and Sanctions, Anti Bribery and Corruption, Anti-Tax Evasion dan Divisi Anti Financial
Crime Investigation & Intelligence, memberikan dukungan nasihat (advisory) untuk kepatuhan terhadap anti-korupsi.
Untuk mencegah praktik suap, korupsi, tindakan fraud, balas jasa (kickbacks), dan/atau gratifikasi dalam Bank, maka
kebijakan anti-korupsi sudah dimasukkan sebagai bagian dari Pedoman Perilaku dan Kode Etik Pegawai, dimana
seluruh pegawai Bank diwajibkan menandatangani kode etik serta Pakta Integritas dan Deklarasi Anti Fraud agar
tidak terlibat dalam praktik dan tindakan tersebut. Bank juga melakukan upaya komunikasi dan pelatihan melalui
program E-Learning Mission Compliance dan terkait dengan pihak eksternal, dalam perjanjian kerja sama dengan
pihak eksternal telah dicantumkan klausul tentang kepatuhan terhadap hukum anti-korupsi.
220 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 223
Tata Kelola Perusahaan
Komunikasi Internal
Bank menggunakan berbagai saluran komunikasi • PFS News
internal untuk mengedukasi karyawan mengenai industri Berisikan informasi terkait kegiatan promosi yang
perbankan serta memberikan informasi terkait aktivitas dilakukan oleh Fungsi Kerja Personal Financial Services
bisnis, kebijakan, dan rencana strategis Bank. Jaringan dalam hal layanan privilege banking, tabungan,
komunikasi internal tersebut mencakup: deposito, kartu kredit, kredit kepemilikan rumah dan
• UOB Intranet Portal acara internal lainnya yang diselenggarakan oleh PFS.
Portal intranet berisikan informasi penting untuk • Transaction Banking (TSB) News
mendukung layanan Bank serta operasional sehari-hari. Berisikan informasi kegiatan yang dilakukan oleh Fungsi
• CEO Message Kerja Transaction Banking (TSB).
Berisikan informasi mengenai rencana strategis dan • Customer Advocacy (CA) News
pencapaian Bank, juga ucapan selamat atas perayaan Berisikan publikasi rutin mengenai informasi terkait
kegiatan agama maupun budaya yang disampaikan kualitas layanan nasabah.
oleh Direktur Utama. • IT News
• E-Learning Berisikan informasi terkait kebijakan-kebijakan yang
Dilakukan sebagai Refresher akan penerapan informasi diterapkan dalam penggunaan sistem Informasi dan
kebijakan Bank yang wajib dilakukan oleh seluruh staf Teknologi di lingkungan Bank.
UOB. Informasi kebijakan tersebut antara lain kebijakan • Risk Management
Know Your Customer, Anti-Money Laundering, IT Security Berisikan informasi mengenai kebijakan manajemen
Awareness, Fair Dealing, Insider Trading dan kebijakan risiko di Bank.
lainnya yang terkait dengan operasional perbankan. • Poster
• Daily News Bank membuat poster yang ditempatkan di ruang
Dikirimkan setiap hari kepada staf yang berisikan kerja staf, baik di kantor pusat maupun kantor-kantor
rangkuman pemberitaan terkait lembaga keuangan cabang yang berisikan informasi terkait kebijakan Bank.
dan juga peliputan UOB Indonesia di berbagai media • Screen Saver
cetak dan online. Bank memanfaatkan penggunaan screen saver di
• HR News komputer karyawan untuk memberikan informasi
Dikirimkan kepada seluruh staf yang berisikan informasi terbaru mengenai program yang terkait pengembangan
kebijakan-kebijakan terkait dengan sumber daya diri karyawan.
manusia di lingkungan Bank. • Weekly Recap
Berisikan rangkuman informasi atau kegiatan yang
dilakukan oleh bank selama satu minggu.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 221
Page 224
Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
UOB Indonesia berkomitmen dalam membantu nasabah mengelola keuangan pribadi dan
bisnis pribadi mereka. Selain menjalankan kegiatan bisnis, Bank juga berkomitmen untuk
memberdayakan komunitas di mana kami beroperasi melalui partisipasi aktif dalam inisiatif
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).
Program CSR kami yang berada dibawah naungan UOB Heartbeat berfokus pada seni, anak-
anak, dan pendidikan terus memberikan dampak bagi masyarakat. Selama lebih dari 10 tahun di
Indonesia, kami telah menggelar berbagai program yang mencakup kegiatan untuk komunitas
mulai dari pendidikan kepada anak-anak melalui pembelajaran ilmu perbankan, memberikan
literasi keuangan kepada komunitas, serta apresiasi terhadap seni melalui perhelatan UOB
Painting the Year, yang telah bergulir selama lebih dari 40 tahun di Asia dan lebih dari 10 tahun
di Indonesia. Kontribusi UOB di pentas seni mendorong semangat dan pemikiran kreatif para
seniman, tidak hanya di Indonesia namun hingga Asia Tenggara seiring dengan memberdayakan
generasi penerus seniman Indonesia berbakat.
Aktivitas penggalangan dana tahunan kami, UOB Heartbeat Run/Walk, digelar secara virtual
diikuti lebih dari 2.500 kolega. Secara kolektif kami mengumpulkan lebih dari Rp250 juta guna
mendukung 4 SLB Tuna Rungu di 4 wilayah dan Rosa Foundation.
222 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 225
Tata Kelola Perusahaan
Pelindungan Nasabah
UOB Indonesia menjalankan usahanya dengan penuh tanggung jawab. Kami menyediakan layanan berkualitas
kepada nasabah kami serta memastikan kebutuhan keuangan mereka terpenuhi.
Bank telah melakukan pengkinian kebijakan Pelindungan Nasabah untuk mendukung penerapan Pelindungan Nasabah
di Bank dengan mengeluarkan Surat Keputusan Direksi PT Bank UOB Indonesia No. 24/SKDIR/0064 tanggal 7 Juni
2024 perihal Kebijakan Pelindungan Konsumen guna menyesuaikan dengan kebijakan terbaru yang diterbitkan oleh
OJK dan Bank Indonesia.
Petugas Customer Service dan Contact Center kami selalu mendukung setiap kebutuhan transaksi nasabah dan untuk
memastikan bahwa keluhan dan keperluan nasabah ditanggapi dengan baik, Bank telah menerapkan kebijakan
penanganan keluhan dan menyelesaikan perselisihan dengan nasabah. Prosedur penerimaan keluhan nasabah
di kantor cabang atau unit usaha kami termasuk penyelesaian perselisihan, dilakukan sesuai dengan peraturan
Bank Indonesia dan peraturan lainnya melalui Surat Edaran No. 25/CAD/0005 tanggal 24 November 2025 perihal
Pedoman Penerimaan dan Penyelesaian Pengaduan Nasabah. Nasabah yang ingin memberi tanggapan atas
layanan Bank dapat mengisi formulir yang disediakan oleh Petugas Customer Service di kantor cabang kami. Selain
itu, Bank juga menyediakan informasi kepada nasabah tentang mediasi perbankan melalui poster yang dipasang
pada cabang-cabang kami dan website UOB Indonesia (www.uob.co.id). Contact Center Bank dilengkapi dengan
mesin penjawab otomatis dan layanan call agent 24 jam. Contact Center menangani pertanyaan nasabah mengenai
kartu kredit, tabungan dan pinjaman. Kami senantiasa berusaha memperbaiki kualitas layanan, untuk itu Bank secara
rutin mengadakan program pengembangan khusus untuk call agent guna meningkatkan pengetahuan mereka dan
memastikan bahwa informasi telah disampaikan secara akurat kepada nasabah.
Tabel Keluhan Nasabah Selama 2025
Selesai* Dalam Proses* Tidak Selesai*
Jumlah
No. Jenis Transaksi Keuangan Persentase Persentase Persentase Pengaduan
Jumlah Jumlah Jumlah
(%) (%) (%)
1 Giro 11 100 0 0 0 0 11
2 Tabungan 153 99 2 1 0 0 155
3 Deposito 5 100 0 0 0 0 5
Kredit/Pembiayaan Modal
4 7 100 0 0 0 0 7
Kerja
Kredit/Pembiayaan
5 Pemilikan Rumah/ 7 88 1 13 0 0 8
Apartemen
6 ATM/Kartu Debit 488 99 5 1 0 0 493
7 Kartu Kredit 11.976 89 1.415 11 0 0 13.391
8 Cashplus 1 100 0 0 0 0 1
9 Loan 2 100 0 0 0 0 2
10 Electronic Banking 3.195 97 109 3 0 0 3.304
11 Reksa Dana 2 100 0 0 0 0 2
12 Remittance 1 100 0 0 0 0 1
13 Wealth Management 1 100 0 0 0 0 1
14 Derivatif 1 100 0 0 0 0 1
Jumlah 15.850 91 1.532 9 0 0 17.382
*) Per 31 Desember 2025
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 223
Page 226
Tata Kelola Perusahaan
Manajemen Risiko
Di UOB Indonesia, manajemen risiko menjadi fondasi eksternal maupun dari aktivitas usaha Bank, serta untuk
dalam pelaksanaan kegiatan usaha dan penerapan memastikan penggunaan modal yang efisien dalam
strategi Bank. Bank menerapkan pendekatan manajemen menghadapi risiko tersebut. Risiko dikelola dalam
risiko yang bertujuan menjaga ketahanan keuangan serta batasan yang ditetapkan oleh Direksi dan disetujui oleh
melindungi kepentingan pemangku kepentingan, sekaligus Dewan Komisaris. Bank telah menerapkan kerangka
memastikan agility dalam menangkap peluang usaha kerja, kebijakan, metodologi, perangkat, dan proses
yang menciptakan nilai di tengah dinamika lingkungan yang komprehensif untuk mengidentifikasi, mengukur,
bisnis. Praktik manajemen risiko senantiasa ditingkatkan memantau, dan mengelola risiko-risiko material yang
agar tetap selaras dengan arah strategis Bank. Dengan dihadapi Bank. Hal ini memungkinkan Bank untuk tetap
menanamkan kesadaran risiko ke dalam budaya berfokus pada fundamental perbankan serta menciptakan
organisasi, Bank mendukung pertumbuhan usaha yang nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
berkelanjutan, andal, dan sehat. Bank terus berkomitmen
untuk menerapkan standar tata kelola perusahaan yang Manajemen Risiko adalah tanggung jawab setiap karyawan
kuat, prinsip manajemen risiko yang disiplin, serta praktik di lingkungan Bank. Kesadaran dan akuntabilitas atas
bisnis yang kokoh guna mencapai pertumbuhan jangka risiko tertanam dalam budaya Bank melalui kerangka kerja
panjang yang berkelanjutan. yang kuat yang menjamin pengawasan dan akuntabilitas
yang tepat dalam pengelolaan risiko yang efektif di
Bagi UOB Indonesia, penguatan budaya risiko merupakan seluruh tingkat di dalam Bank dan untuk seluruh jenis
salah satu pilar penting dalam mendukung keberlanjutan risiko. Hal Ini dilakukan melalui struktur kontrol organisasi
usaha Bank dalam jangka panjang. Budaya risiko berdasarkan “Three Lines Model” sebagai berikut:
mencakup norma, sikap, dan perilaku bersama yang
membentuk kesadaran risiko, pengambilan risiko, 1. Lini Pertama – Pemilik Risiko. Fungsi bisnis dan
pengelolaan risiko, serta efektivitas pengendalian dalam pendukung memiliki dan memegang tanggung
mengarahkan pengambilan keputusan terkait risiko. Di jawab utama untuk menerapkan dan melaksanakan
UOB Indonesia, budaya tersebut berakar pada nilai-nilai pengendalian yang efektif atas pengelolaan risiko
perusahaan. Budaya risiko yang terbangun dengan baik yang timbul dari aktivitas bisnis mereka. Hal tersebut
membantu memastikan bahwa setiap keputusan dan termasuk membangun sistem kontrol dan pengawasan
tindakan tetap selaras dengan kepentingan stakeholder yang memadai untuk memastikan kepatuhan terhadap
serta tidak terpengaruh oleh pencapaian jangka pendek. kebijakan, risk appetite, limit, dan kontrol yang disetujui
dan untuk dapat menangani gangguan kontrol,
Budaya risiko Bank bertumpu pada 4 (empat) prinsip ketidakcukupan proses dan kejadian risiko yang tak
utama, yaitu penegakan tata kelola risiko yang kuat; terduga.
menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan
stabilitas; memastikan akuntabilitas atas seluruh 2. Lini Kedua – Pengawas Risiko. Fungsi pengawasan dan
keputusan dan tindakan berbasis risiko; serta mendorong pengendalian risiko (Risk Management dan Compliance)
kesadaran, keterlibatan, dan perilaku yang konsisten di mendukung strategi Bank untuk menyeimbangkan
seluruh karyawan. Setiap prinsip tersebut berlandaskan pertumbuhan bisnis dengan stabilitas melalui kerangka
pada nilai-nilai khas Bank yang menjadi pedoman kerja, kebijakan, appetite, dan limit-limit risiko yang
dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil. harus dipatuhi oleh fungsi bisnis dalam beroperasi.
Dalam memperkuat internalisasi budaya risiko, Bank Fungsi pengawasan dan pengendalian risiko juga
menegaskan komitmennya terhadap keamanan dan bertanggung jawab untuk memantau dan meninjau
kesehatan keuangan, penyediaan hasil yang adil serta secara independen profil risiko Bank serta melaporkan
dukungan yang tepat bagi nasabah, serta penerapan kerentanan dan masalah risiko yang signifikan ke
pendekatan dan kinerja usaha yang berkelanjutan dan komite-komite manajemen yang relevan. Independensi
prudent, yang didasarkan pada integritas, etika, dan fungsi pengawasan kontrol dan risiko dari fungsi
disiplin. bisnis memastikan adanya checks and balances yang
diperlukan.
Budaya risiko terintegrasi secara menyeluruh ke dalam
strategi manajemen risiko Bank guna mendukung 3. Lini Ketiga – Audit yang independen. Auditor internal
proses identifikasi, pengelolaan, dan mitigasi risiko Bank melakukan audit berbasis risiko yang mencakup
secara berkelanjutan, baik yang berasal dari faktor semua aspek Lini Pertama dan Kedua untuk memberikan
224 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 UOB ANNUAL REPORT 2025 224
Page 227
Tata Kelola Perusahaan
assurance yang independen kepada Direksi dan Dewan Untuk itu, UOB Indonesia secara menyeluruh berupaya
Komisaris melalui Komite Audit atas kecukupan dan menciptakan budaya manajemen risiko yang kuat melalui
efektivitas sistem manajemen risiko dan pengendalian pelaksanaan berbagai kampanye sadar risiko yang
internal Bank. dikoordinasikan oleh Fungsi Kerja Manajemen Risiko.
Sesuai dengan peraturan regulator, UOB Indonesia telah Manajemen Risiko berperan dalam meningkatkan
memiliki Fungsi Kerja Manajemen Risiko yang bersifat kualitas pengelolaan Bank melalui dua aspek, yaitu
independen dan bertanggung jawab langsung kepada mempertahankan tingkat permodalan dan mengoptimalkan
Direktur Manajemen Risiko. pendapatan sesuai dengan batasan risiko yang akan
diambil (risk appetite). Dengan skala operasi yang luas dan
Fungsi Kerja Manajemen Risiko, aktif mengkaji keseluruhan volume usaha yang terus meningkat, maka Bank secara
risk appetite dan limit risiko untuk setiap jenis risiko, berkelanjutan meningkatkan kualitas pengelolaan risiko
mengembangkan berbagai kebijakan dan prosedur secara terpadu dan terintegrasi (Enterprise-Wide Risk
Manajemen Risiko sesuai dengan strategi bisnis Bank, Management) melalui langkah identifikasi, pengukuran,
serta menegaskan bahwa pengelolaan risiko juga harus pemantauan, dan pengendalian eksposur risiko di seluruh
melibatkan seluruh jajaran terkait pada setiap lini. lini organisasi dengan tepat waktu dan akurat.
Bagan Manajemen Risiko
• Komite Pemantau Risiko
Komite
Tier 1
• Komite Audit
Dewan Komisaris • Komite Remunerasi dan Nominasi
• Komite Tata Kelola Terintegrasi
Legend
First Line
• Komite Eksekutif
• Komite Kredit
• Komite Kebijakan Kredit Second Line
• Komite Manajemen Risiko
Komite Tier 2
»» Komite Anti Kejahatan Keuangan
»» Komite Manajemen Kontinuitas Bisnis Third Line
Direksi
»» Komite Manajemen Risiko Operasional
»» Komite Data dan Artificial Intelligence
• Komite Aktiva dan Pasiva
• Komite Informasi Teknologi
• Komite Sumber Daya Manusia
• Komite Manajemen Risiko Terintegrasi
Fungsi Kontrol Risiko
Segmen Bisnis Fungsi Pendukung • Manajemen Risiko Audit Internal*
• Compliance
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 225
Page 228
Tata Kelola Perusahaan
A. Penerapan Manajemen Risiko Untuk mendukung penerapan Manajemen Risiko,
Direksi juga menetapkan kualifikasi yang jelas
Secara Umum bagi Sumber Daya Manusia (SDM) yang terkait
dengan penerapan Manajemen Risiko dan
UOB Indonesia menerapkan Kerangka Manajemen
memastikan kompetensi SDM yang memadai
Risiko yang meliputi penerapan empat pilar
melalui rekrutmen dan program lainnya yang
pengelolaan risiko sesuai Peraturan OJK No. 18/
mencakup pelatihan secara berkala, rencana
POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko
suksesi, dan rotasi pekerjaan. Hal-hal ini untuk
bagi Bank Umum, yang terdiri dari:
memastikan para pejabat dan staf terkait dapat
1. Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi;
memahami dan mengelola risiko yang sesuai
2. Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan
dengan Kerangka Kerja Manajemen Risiko.
limit;
3. Proses Manajemen Risiko dan sistem informasi
A.2. Kecukupan Kebijakan, Prosedur, dan
Manajemen Risiko; dan
Penetapan Limit
4. Sistem pengendalian internal.
UOB Indonesia menetapkan berbagai Kerangka
Kerja, Kebijakan, dan Prosedur Manajemen Risiko
Penjelasan secara ringkas sebagai berikut:
secara komprehensif untuk mengidentifikasi,
mengukur, memantau, dan mengendalikan
A.1. Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi
seluruh risiko Bank. Fungsi Kerja Manajemen
Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung
Risiko secara berkala menyusun dan melakukan
jawab untuk memastikan kecukupan penerapan
pengkinian atas berbagai kerangka kerja,
Manajemen Risiko yang disesuaikan dengan
kebijakan, dan prosedur yang disesuaikan
karakteristik, kompleksitas, dan profil risiko Bank,
dengan perkembangan kegiatan usaha UOB
serta memiliki pemahaman yang baik pada jenis
Indonesia dan perubahan peraturan perundang-
dan tingkat risiko yang melekat pada kegiatan
undangan. Bank juga menetapkan Kode Etik
usaha.
untuk menyampaikan kepada para karyawan
mengenai standar perilaku profesional dan etika
UOB Indonesia memiliki beberapa komite pada
yang diharapkan, serta implikasi dari perilaku
tingkat Dewan Komisaris yang terdiri dari Komite
yang buruk.
Pemantau Risiko, Komite Remunerasi dan Nominasi,
Komite Audit dan Komite Tata Kelola Terintegrasi.
UOB Indonesia mengkaji ulang risk appetite
Dalam hal proses pengawasan, Komite Pemantau
secara berkala agar terdapat kesesuaian dengan
Risiko secara berkala mengadakan rapat dengan
perubahan kondisi internal dan eksternal Bank,
Fungsi Kerja Manajemen Risiko guna mengawasi
ekspektasi dari manajemen, serta persyaratan
pelaksanaan Kerangka Kerja Manajemen Risiko.
peraturan yang berlaku. Limit risiko juga telah
ditetapkan untuk berbagai jenis risiko dan
Selain itu, UOB Indonesia juga memiliki beberapa
disesuaikan dengan risk appetite Bank. Seluruh
komite pada tingkat Direksi seperti Komite
kejadian pelampauan limit dan perubahan
Manajemen Risiko/Risk Management Committee
yang signifikan dilaporkan kepada Direktur dan
(RMC), Komite Aktiva dan Pasiva/Asset and
pejabat terkait untuk dilakukan perencanaan
Liability Committee (ALCO), Komite Kebijakan
tindak lanjut.
Kredit/Credit Policy Committee (CPC), Komite
Manajemen Risiko Operasional/Operational Risk
A.3. Proses Manajemen Risiko dan Sistem
Management Committee (ORMC), Komite Data
Informasi Manajemen Risiko
dan Artificial Intelligence (DAIC), dan lainnya.
UOB Indonesia menerapkan pengelolaan risiko
Tugas dan tanggung jawab dari komite-komite
dalam 4 (empat) tahap yang terdiri dari:
tersebut adalah untuk mengkaji kecukupan
1. Proses identifikasi risiko dilakukan secara
metodologi, kebijakan, prosedur, dan penetapan
proaktif, dengan menganalisis seluruh sumber
limit Manajemen Risiko. Tugas dan tanggung
risiko pada produk dan aktivitas bisnis Bank
jawab tersebut didokumentasikan dalam Term
termasuk memastikan bahwa risiko pada
of Reference (TOR) dari setiap komite tersebut.
produk dan aktivitas baru telah dimitigasi
secara memadai sebelum dijalankan;
226 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 229
Tata Kelola Perusahaan
2. Proses pengukuran risiko dilakukan secara Risiko dan limit risiko, menyusun metodologi
berkala untuk mengukur faktor dan eksposur pengukuran risiko dan melakukan validasi
risiko secara keseluruhan maupun setiap data/model;
jenis risiko pada seluruh produk dan aktivitas 3. Menugaskan Fungsi Kerja Audit Intern,
Bank. Stress testing dilakukan secara berkala sebagai fungsi kerja independen, yang
terhadap keseluruhan portofolio Bank untuk bertugas melakukan audit secara berkala,
melengkapi sistem pengukuran risiko melalui mendokumentasikan temuan audit dan
estimasi potensi kerugian Bank dalam kondisi tanggapan manajemen atas hasil audit, serta
tekanan dengan menggunakan skenario melakukan kaji ulang terhadap tindak lanjut
tertentu yang dapat berdampak negatif temuan audit; dan
terhadap eksposur Bank; 4. Melakukan kaji ulang dan memantau setiap
3. Proses pemantauan risiko mencakup transaksi dan aktivitas fungsional yang
pemantauan terhadap besarnya eksposur mempunyai eksposur risiko sesuai kebutuhan,
risiko, toleransi risiko, kepatuhan limit yang dilaksanakan oleh masing-masing unit
internal, hasil stress testing, dan konsistensi kerja.
pelaksanaan dengan kebijakan dan prosedur
yang ditetapkan; dan Pernyataan Direksi dan/atau Dewan Komisaris
4. Proses pengendalian risiko dilakukan melalui atas Kecukupan Sistem Pengendalian Internal
kerangka kebijakan, proses, dan prosedur Direksi dan/atau Dewan Komisaris menyatakan
yang meliputi perumusan limit eksposur dan bahwa sistem pengendalian internal Bank telah
konsentrasi, pemisahan tugas yang memadai, memadai dan telah berjalan secara efektif
peningkatan kontrol, mekanisme hedging, dalam semua aspek material untuk tahun
dan metode mitigasi risiko lainnya seperti keuangan yang berakhir pada 31 Desember
pemberian jaminan, sekuritisasi aset, dan 2025 dan bahwa sistem tersebut juga memadai
derivatif kredit, serta penambahan modal dan efektif untuk mencapai tujuan bisnis Bank
Bank untuk menahan potensi kerugian. dalam mematuhi undang-undang yang relevan
tanpa mengorbankan kinerja keuangan dan
Untuk mendukung keseluruhan proses pengelolaan reputasi. Direksi dan/atau Dewan Komisaris
risiko, UOB Indonesia mengimplementasikan dan juga mengonfirmasi bahwa dalam peninjauan
mengembangkan sistem informasi Manajemen sepanjang tahun ini, kelemahan yang tercatat
Risiko yang memadai dalam proses identifikasi, dalam sistem pengendalian internal telah
pengukuran, pemantauan, dan pengendalian diperbaiki dan dikelola dengan tepat. Selain itu,
risiko. Dalam hal ini, Fungsi Kerja Manajemen Direksi dan/atau Dewan Komisaris menegaskan
Risiko menyediakan laporan atas penerapan tanggung jawabnya dan komitmen untuk terus
Manajemen Risiko UOB Indonesia kepada Direksi menjaga dan meninjau kecukupan, efektivitas,
dan Pejabat Eksekutif Senior, serta regulator. dan integritas sistem pengendalian internal Bank.
A.4. Sistem Pengendalian Internal A.5. Manajemen Risiko Terintegrasi
Sistem pengendalian internal diterapkan secara Sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No.
efektif terhadap pelaksanaan kegiatan bisnis 17/POJK.03/2014 tentang Penerapan Manajemen
dan operasional pada seluruh jenjang organisasi Risiko Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan
dalam rangka menerapkan Manajemen Risiko dan Peraturan OJK No. 30 Tahun 2024 tentang
dengan mengacu pada kebijakan dan prosedur Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk
yang telah ditetapkan, diantaranya melalui: Konglomerasi Keuangan, Bank melakukan
1. Melakukan pemisahan fungsi secara jelas pengawasan terintegrasi berbasis risiko terhadap
antara fungsi kerja operasional dengan fungsi Konglomerasi Keuangan UOB. United Overseas
kerja yang melaksanakan pengendalian risiko; Bank Limited (UOB) telah menunjuk Bank sebagai
2. Menugaskan Fungsi Kerja Manajemen Risiko, Entitas Utama Konglomerasi Keuangan UOB,
sebagai fungsi kerja independen, yang yang terdiri dari PT Bank UOB Indonesia, PT UOB
bertugas dan bertanggung jawab dalam Asset Management Indonesia, dan PT Kay Hian
menyusun berbagai kebijakan Manajemen Sekuritas (d/h PT UOB Kay Hian Sekuritas). Oleh
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 227
Page 230
Tata Kelola Perusahaan
karena itu, selain penerapan manajemen risiko terkait pinjaman lainnya kepada peminjam ritel,
bagi Bank, Bank juga akan melakukan manajemen korporasi dan institusi. Operasional treasury dan
risiko terintegrasi bagi konglomerasi keuangan. pasar modal, dan investasi juga terekspos risiko
Penerapan manajemen risiko terintegrasi meliputi: kredit counterparty dan penerbit. UOB Indonesia
1. Pengawasan Direksi dan Dewan Komisaris mengadopsi pendekatan holistik dalam menilai
Entitas Utama; risiko kredit dan memastikan bahwa pengelolaan
2. Kecukupan Kebijakan, Prosedur, dan Penetapan risiko kredit merupakan bagian dari pendekatan
Limit Manajemen Risiko Terintegrasi; terintegrasi untuk manajemen risiko perusahaan.
3. Kecukupan Proses Manajemen Risiko Kerangka kerja yang secara jelas mendefinisikan
Terintegrasi dan Sistem Informasi Manajemen kebijakan dan proses yang berkaitan dengan
Risiko Terintegrasi; dan identifikasi, pengukuran dan pengelolaan risiko
4. Sistem Pengendalian Internal bagi Penerapan kredit adalah bagian yang tidak terpisahkan dari
Manajemen Risiko Terintegrasi. manajemen risiko kredit.
Bank secara terintegrasi mengelola 9 (sembilan) Bank terus memantau lingkungan operasional
jenis risiko, yaitu risiko kredit, pasar, likuiditas, untuk mengidentifikasi risiko yang muncul dan
operasional, hukum, kepatuhan, stratejik, reputasi, merumuskan tindakan mitigasi yang tepat.
dan transaksi intra-grup. Manajemen risiko
terintegrasi Bank tidak termasuk risiko asuransi Struktur Tata Kelola Manajemen Risiko Kredit
karena tidak terdapat perusahaan asuransi Dewan Komisaris, Direksi, dan Pejabat Eksekutif
dalam konglomerasi keuangan. Senior bertanggung jawab untuk memastikan
aktivitas tata kelola Bank sebagai berikut:
D a l a m ra n g ka m e n d u k u n g e fe k t i f i t a s 1. Memastikan kecukupan sumber daya
pengawasan Dewan Komisaris dan Direksi atas Manajemen Risiko;
penerapan manajemen risiko terintegrasi, Bank 2. Mengkaji keseluruhan profil, limit, dan toleransi
juga membentuk Komite Tata Kelola Terintegrasi risiko;
sebagai komite pada tingkat Dewan Komisaris 3. Mengkaji dan menyetujui model dan
dan Komite Manajemen Risiko Terintegrasi pendekatan perhitungan risiko; dan
sebagai Komite pada tingkat Direksi. 4. Menyetujui kebijakan, batasan dan metodologi
kredit Bank.
Terkait Peraturan OJK No. 30 Tahun 2024, Bank
telah memperoleh persetujuan pembentukan Untuk mendukung tanggung jawab di atas terkait
Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan pengelolaan Risiko Kredit, UOB Indonesia memiliki
(PIKK) pada tanggal 24 Juni 2025 dan PT. Bank beberapa komite di tingkat Direksi seperti Komite
UOB Indonesia (UOBI) sebagai Entitas Utama Kredit (CC) untuk memberikan persetujuan atas
terus berkomitmen untuk menjalankan tugasnya proposal kredit dan Komite Kebijakan Kredit (CPC)
dengan tetap meningkatkan kerjasama dengan untuk memberikan persetujuan atas kebijakan-
anggota konglomerasi dalam aspek Pengelolaan kebijakan kredit bank serta memonitor isu kredit
Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, terkait dengan implementasi kebijakan.
Internal Audit, dan Permodalan.
Divisi Credit Risk Management (CRM)
Divisi CRM menetapkan berbagai kebijakan
B.1. Risiko Kredit atau pedoman utama terkait aktivitas kredit
dan bertanggung jawab untuk melaporkan dan
Risiko Kredit didefinisikan sebagai risiko kerugian melakukan analisis terhadap semua elemen risiko
yang timbul dari kegagalan debitur atau kredit, serta memantau dan mengelola risiko
pihak lawan (counterparty) dalam memenuhi kredit sesuai dengan kerangka kerja yang telah
kewajiban keuangannya pada saat kewajiban ditetapkan. Divisi CRM berperan aktif bersama
tersebut sudah jatuh tempo. Ini merupakan risiko dengan fungsi kerja bisnis dan kredit dalam
tunggal terbesar yang dihadapi Bank dalam menangani masalah-masalah kredit, dengan
bisnis intinya sebagai bank komersial, yang fokus memfasilitasi perkembangan bisnis yang
terutama timbul dari pinjaman dan komitmen prudent, konsisten, dan sesuai dengan Kerangka
228 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 231
Tata Kelola Perusahaan
Kerja Manajemen Risiko Kredit. Hal ini bertujuan 2. Risiko Kredit Pihak Lawan (Counterparty)
untuk menciptakan nilai tambah bagi Bank melalui Berbeda dengan risiko kredit biasanya dimana
implementasi metode dan kebijakan risiko kredit jumlah notional dari risiko dapat ditentukan
secara konsisten. dengan tingkat keyakinan yang lebih tinggi
selama periode perjanjian, eksposur terhadap
Kebijakan & Proses Manajemen Risiko Kredit risiko kredit counterparty berfluktuasi seiring
Bank telah menetapkan kebijakan dan proses dengan variabel pasar. Pengukuran risiko
untuk mengelola Risiko Kredit dalam aktivitas kredit counterparty adalah dengan jumlah
perkreditan. Sejalan dengan peraturan nilai mark-to-market saat ini dan suatu faktor
OJ K t e n t a n g p e n e ra p a n P e m b i a ya a n tambahan untuk Potential Future Exposure
Berkelanjutan, Bank akan terus menerapkan dan (PFE). Faktor PFE adalah estimasi eksposur
menyempurnakan kebijakan terkait Lingkungan, kredit maksimum selama masa tersisa dari
Sosial, dan Tata Kelola (LST) dalam kegiatan transaksi mata uang asing/derivatif terkait
penyaluran kredit. Bank telah memiliki kebijakan dan digunakan untuk menetapkan limit serta
pembiayaan yang bertanggung jawab dan yang manajemen risiko internal.
berlaku untuk kegiatan perkreditan debitur di
segmen Wholesale Banking, dan ditujukan Bank juga telah menetapkan kebijakan dan
kepada nasabah agar dalam menjalankan praktik proses untuk mengelola wrong-way risk,
bisnisnya sejalan dengan upaya-upaya menjaga yaitu, di mana eksposur kredit pihak lawan
lingkungan dan mendukung pembangunan berkorelasi positif dengan risiko gagal
berkelanjutan yang jangka panjang. bayarnya. Transaksi yang menunjukkan
karakteristik tersebut harus diidentifikasi dan
Area utama dari kebijakan and proses perkreditan dilaporkan kepada manajemen senior. Secara
Bank meliputi: terpisah, transaksi dengan specific wrong-way
risk ditolak pada tahap underwriting.
1. Penilaian dan Persetujuan Kredit
Dalam rangka menjaga independensi dan 3. Risiko Konsentrasi Kredit
integritas proses persetujuan kredit, Fungsi Risiko konsentrasi kredit dapat timbul dari
Kredit dipisahkan secara jelas dari fungsi satu eksposur yang cukup besar atau dari
Bisnis. Persetujuan fasilitas kredit dan beberapa eksposur yang berkorelasi. Bank
penyediaan dana kepada debitur dan/atau mengelola risiko ini dengan menetapkan
pihak lawan disesuaikan dengan kerangka limit eksposur country dan cross border, grup
kerja batas wewenang persetujuan kredit obligor, portofolio, debitur industri dan negara,
yang disetujui oleh Dewan Komisaris. UOB yang secara umum diukur sebagai persentase
Indonesia telah menetapkan struktur delegasi dari modal Bank.
Batas Wewenang Persetujuan Kredit (Credit
Discretionary Limit/CDL), yang melalui proses Bank mengelola eksposur dari risiko kredit
yang ketat dengan mempertimbangkan melalui proses underwriting, struktur fasilitas,
pengalaman, senioritas, dan rekam jejak dari dan proses pengawasan kredit yang kuat.
petugas penyetuju kredit. Divisi Credit Risk Sebagai contoh, risiko eksposur negara
Management bertindak sebagai pengelola dikelola dalam kerangka kerja yang telah
Batas Wewenang Persetujuan Kredit dan juga ditetapkan yang melibatkan penetapan limit
memastikan hal ini telah diadministrasikan negara. Batasan tersebut didasarkan pada
dan dikaji dengan baik. Semua pejabat yang total modal Bank dan peringkat risiko negara
terlibat dalam penyaluran kredit dipandu oleh tersebut.
kebijakan dan pedoman kredit yang ditinjau
secara berkala untuk memastikan relevansinya 4. Stress Test Kredit
dengan strategi bisnis Bank dan lingkungan Stress test kredit adalah komponen dasar
bisnis. dari proses manajemen portofolio kredit Bank.
Bank melaksanakan stress test untuk menilai
apakah modal Bank dapat bertahan dari
kerugian yang berasal dari portofolio kredit
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 229
Page 232
Tata Kelola Perusahaan
pada suatu skenario stress, dan dampaknya 6. Pengawasan Risiko Kredit & Manajemen
terhadap profitabilitas, kualitas neraca, modal Remedial
dan leverage. Stress test juga membantu Pengawasan risiko kredit yang baik dan kuat
Bank untuk mengidentifikasikan kerentanan sangat penting untuk memastikan investasi
berbagai unit bisnis sehingga Bank dapat atau pinjaman yang diberikan Bank terlindungi
memformulasikan langkah mitigasi yang tepat. sehingga memenuhi dan sesuai dengan
persyaratan regulator. Bank telah memiliki
Di 2025, Bank telah melakukan stress test kerangka kerja pengawasan pinjaman yang
untuk menilai tingkat ketahanan kecukupan kuat, termasuk di antaranya Deteksi Dini,
modal dan likuiditas Bank dalam menanggapi pedoman Watchlist, pengawasan persyaratan
perubahan dan goncangan di kondisi perjanjian, dan review secara berkala.
makroekonomi. Terkait dengan portofolio
kredit yang direstrukturisasi, Bank juga terus 7. Pemantauan Tunggakan
melakukan stress test/analisis skenario UOB Indonesia memantau dengan ketat
dampaknya terhadap kualitas aset, likuiditas, tunggakan dari akun para peminjam karena
dan permodalan Bank. Bank melakukan stress ini merupakan indikator utama kualitas kredit.
test secara berkala sebagai bagian dari proses Sebuah akun dianggap menunggak jika
manajemen risiko Bank. pembayaran belum diterima pada tanggal
jatuh tempo pembayaran. Setiap akun yang
5. Mitigasi Risiko Kredit menunggak, termasuk fasilitas kredit yang
Potensi kerugian kredit Bank dimitigasi bersifat revolving (seperti overdraft) dengan
melalui berbagai instrumen seperti agunan, pelampauan limit, dipantau dan dikelola
derivatif, dan penjaminan. Sebagai prinsip secara ketat melalui proses yang disiplin oleh
dasar perkreditan, Bank tidak memberikan petugas dari unit bisnis dan fungsi kredit dan
fasilitas kredit hanya berdasarkan agunan fungsi manajemen risiko. Jika dirasa perlu, akun
yang diberikan. Semua fasilitas kredit yang semacam itu juga akan lebih sering dilakukan
diajukan dinilai berdasarkan posisi kredit, tinjauan kredit.
sumber pembayaran kembali, dan kemampuan
pembayaran hutang dari peminjam. 8. Klasifikasi dan Penurunan Nilai Pinjaman
UOB Indonesia mengklasifikasikan portofolio
Bank mengambil Agunan untuk memitigasi kreditnya sesuai dengan kemampuan peminjam
risiko kredit apabila diperlukan dan nilai dari untuk membayar kembali fasilitas kredit dari
jaminan tersebut akan dipantau secara berkala. sumber pendapatan normalnya. Semua akun
Frekuensi penilaian jaminan berdasarkan peminjaman dikategorikan menjadi Lancar,
pada tipe, likuiditas, dan pergerakan dari nilai Dalam Perhatian Khusus, atau Non-Performing
jaminan. Jenis utama jaminan yang diakui oleh (Kurang Lancar, Diragukan, atau Macet) sesuai
Bank adalah kas, surat berharga, properti, dan dengan ketentuan regulator. Pemeringkatan
kendaraan. Agunan dan persyaratan penjamin akun harus didukung oleh penilaian kredit
diatur dalam kebijakan kredit. yang didasarkan pada 3 (tiga) pilar OJK yaitu
kemampuan membayar kembali, prospek
Teknik Mitigasi Risiko Kredit sesuai dengan usaha, dan kinerja debitur.
Pedoman OJK dalam menghitung Aset
Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dengan Setiap akun yang menunggak atau lewat jatuh
menggunakan Pendekatan Standar termasuk tempo (atau melebihi batas persetujuan untuk
Mitigasi Risiko Kredit berupa agunan instrumen fasilitas kredit revolving seperti overdraft)
keuangan yang memenuhi syarat, penjaminan selama lebih dari 90 (Sembilan puluh) hari
dan asuransi kredit. Saat ini, Bank hanya akan secara otomatis dikategorikan sebagai
menggunakan agunan instrumen keuangan “Non-Performing’. Selain itu, setiap akun yang
yang memenuhi syarat dalam perhitungan menunjukkan pelemahan yang kemungkinan
ATMR. akan berdampak buruk pada pembayaran
dengan persyaratan yang ada seperti yang
didukung dengan analisis 3 (tiga) pilar OJK
230 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 233
Tata Kelola Perusahaan
dapat juga dikategorikan sebagai ‘Non- Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan
Performing’. Kategori dan Peringkat Portofolio dapat dilihat
pada publikasi laporan tahunan Bank.
Bank menetapkan Penurunan Nilai Kredit
sesuai dengan ketentuan PSAK 71 dimana B.2. Risiko Pasar
pinjaman dikategorikan menjadi 3 (tiga) tahap. Risiko Pasar adalah risiko kerugian yang timbul
Tahap 1 mewakili pinjaman yang baik, Tahap 2 dari pergerakan variabel pasar pada posisi yang
mewakili pinjaman dengan peningkatan risiko dimiliki oleh Bank yang dapat menimbulkan
kredit yang signifikan dan Tahap 3 mewakili kerugian bagi Bank. Variabel pasar yang
Pinjaman yang mengalami penurunan nilai memengaruhi posisi Bank adalah suku bunga
atau Non-Performing. dan nilai tukar termasuk perubahan harga option.
9. Retail Credit Management, Business Banking Struktur Tata Kelola Manajemen Risiko Pasar
Credit Management dan Special Asset Pengelolaan risiko pasar dijalankan melalui
Management Komite Aset dan Liabilitas (ALCO), yang bertemu
Divisi Retail Credit Management, Business setiap bulan untuk meninjau dan memberikan
Banking Credit Management dan Special arahan mengenai permasalahan risiko pasar.
Asset Management melakukan pemantauan
atas kredit yang lemah dan mengelola aset ALCO didukung oleh Unit Market Risk dan
bermasalah di Retail Banking dan Wholesale Product Control (MRPC). MRPC merupakan
Banking. Unit-unit tersebut terpisah dari unit independen yang bertanggung jawab
fungsi originasi pinjaman untuk memastikan mengembangkan dan memelihara tata kelola
independensi dan objektivitas dalam risiko pasar melalui Kebijakan Manajemen Risiko
mengelola kredit bermasalah. Pasar untuk mendukung pertumbuhan bisnis serta
memastikan pengendalian dan pengawasan
10. Kebijakan Write off risiko yang memadai.
Akun bermasalah dihapuskan jika prospek
untuk pemulihan sangat kecil atau jika semua Tugas dan tanggung jawab pada setiap tingkat
cara pemulihan yang layak tidak berhasil. pada posisi yang terkait pelaksanaan Manajemen
Risiko Pasar ditetapkan dan disesuaikan dengan
11. Eksposur Kredit Berdasarkan Basel tujuan, kebijakan, ukuran dan kompleksitas bisnis
Saat ini, UOB Indonesia menggunakan Bank. Tugas dan tanggung jawab ini terdapat
Pendekatan Standar dalam mengukur ATMR dalam Kebijakan Manajemen Risiko Pasar.
untuk Risiko Kredit.
Kebijakan Manajemen Risiko Pasar
Dalam menghitung ATMR untuk risiko kredit, Bank telah menetapkan Kebijakan Manajemen
Bank mengacu Surat Edaran OJK No. 48/ Risiko Pasar sebagai pedoman dalam penerapan
SEOJK.03/2017, Surat Edaran OJK No. 11/ Manajemen Risiko Pasar. Kebijakan Manajemen
SEOJK.03/2018, dan Surat Edaran OJK No. Risiko Pasar dikaji ulang minimal satu tahun
24/SEOJK.03/2021 dalam menerapkan bobot sekali untuk disesuaikan dengan strategi bisnis,
risiko untuk setiap klasifikasi aset atau kategori arahan manajemen dan persyaratan peraturan,
portofolio tertentu. yang disetujui oleh ALCO.
Dalam hal terdapat klaim yang memerlukan Manajemen Risiko Pasar
pemeringkatan, Bank menggunakan lembaga Tanggung jawab utama unit Manajemen
pemeringkat yang diakui oleh regulator sesuai Risiko Pasar dan Product Control adalah untuk
dengan ketentuan dari lembaga pemeringkat mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan
yang diakui sebagaimana diatur dalam Surat memitigasi Risiko Pasar, serta mengeskalasi setiap
Edaran OJK No. 37/SEOJK.03/2016 tentang pelanggaran terhadap batasan dan mandat
“Lembaga Pemeringkat dan Peringkat yang risiko pasar.
Diakui Otoritas Jasa Keuangan”.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 231
Page 234
Tata Kelola Perusahaan
Bank menerapkan metodologi penilaian yang Sheet Risk Management (BSRM) mendukung
sejalan dengan praktik pasar yang sehat. Selain ALCO dalam memantau profil risiko suku bunga
itu, proses Produk Baru memastikan bahwa risiko pada banking book. IRRBB dikelola utamanya
pasar terkait dapat diidentifikasi. diukur dan dengan membentuk eksposur risiko repricing,
dikelola secara memadai sebelum peluncuran. dengan mempertimbangkan posisi neraca
secara keseluruhan dan pandangan pasar.
Appetite risiko pasar secara keseluruhan Model perilaku yang digunakan divalidasi secara
seimbang dengan target pendapatan Bank dan independen dan diatur oleh kebijakan yang telah
juga mempertimbangkan posisi permodalan. disetujui. Manajemen dan mitigasi IRRBB melalui
Hal ini memastikan bahwa Bank tetap memiliki lindung nilai dikelola melalui mandat produk yang
permodalan yang baik, bahkan dalam kondisi disetujui oleh ALCO, dengan mata uang, tenor,
stres. Appetite risiko diterjemahkan ke dalam dan batasan tertentu, untuk memastikan bahwa
batasan risiko yang didelegasikan kepada unit aktivitas manajemen risiko dan lindung nilai
bisnis. Batasan risiko ini ditetapkan berdasarkan beroperasi dalam struktur delegasi wewenang
ekspektasi imbal hasil yang sepadan dengan yang telah disetujui.
risiko yang diambil.
Kerangka Kerja Manajemen Risiko Suku Bunga
Untuk kepentingan pemantauan dan pelaporan Tujuan utama Bank dalam mengelola IRRBB
internal, risiko pasar secara portofolio diukur dan (Interest Rate Risk in the Banking Book) adalah
dikontrol menggunakan model internal. Bank untuk melindungi dan meningkatkan modal
mengadopsi Expected Shortfall (ES) dengan atau nilai ekonomi bersih melalui pertumbuhan
menggunakan pendekatan simulasi historis pendapatan bunga bersih yang memadai, stabil,
untuk mengukur potensi kerugian pada tingkat dan andal di berbagai kondisi ekonomi yang
kepercayaan 97,5 persen dengan menggunakan mungkin terjadi.
data historis 250 hari. Perkiraan ES diuji kembali
(backtesting) dengan menggunakan data laba Eksposur risiko suku bunga banking book dihitung
dan rugi pada trading book (baik itu laba rugi setiap bulan menggunakan teknik simulasi. Bank
aktual maupun laba rugi hipotesis) sebagai suatu menggunakan pendekatan holistik terhadap
proses verifikasi keakuratan & ketangguhan Manajemen Risiko Neraca. Risiko tingkat
metodologi tersebut. Proses pengujian kembali bunga bervariasi dengan periode penetapan
ini dilakukan guna menganalisis apakah harga yang berbeda, mata uang, opsi yang
penyimpangan yang terjadi disebabkan oleh melekat dan dasar tingkat bunga. Opsi yang
kelemahan pada model perhitungan atau karena digunakan dapat dalam bentuk pembayaran
pergerakan pasar. di muka pinjaman dan penarikan awal deposito
berjangka. Dalam simulasi sensitivitas Nilai
Untuk melengkapi perhitungan ES, Bank Ekonomi Ekuitas (Economic Value of Equity/EVE),
melakukan stress test untuk mengidentifikasi Bank menghitung nilai sekarang untuk menyusun
kerentanan Bank terhadap peristiwa krisis. Tes ulang arus kas, dengan fokus pada perubahan
ini berfungsi untuk memberikan peringatan dini EVE di bawah skenario tingkat suku bunga
akan kemungkinan terjadinya kerugian ekstrim. yang berbeda. Perspektif ekonomi ini mengukur
risiko tingkat bunga di seluruh profil Repricing
Risiko Suku Bunga pada Banking Book Neraca (on-balance sheet), termasuk item di luar
Risiko Suku Bunga pada Banking Book (IRRBB) neraca (off-balance sheet). Bank memperkirakan
didefinisikan sebagai risiko potensi kerugian dampak potensial dari perubahan suku bunga
modal atau penurunan pada pendapatan akibat terhadap Pendapatan Bunga Bersih (NII) dengan
perubahan dari suku bunga. menyimulasikan kemungkinan tingkat suku bunga
di masa mendatang dari waktu ke waktu.
Struktur Tata Kelola Manajemen Risiko Suku
Bunga Skenario tingkat bunga yang digunakan dalam
ALCO mengawasi efektivitas struktur manajemen simulasi mencakup 6 (enam) skenario stress yang
risiko suku bunga, termasuk persetujuan ditentukan oleh OJK. Bank juga melakukan simulasi
kebijakan, kontrol, dan batasan. Unit Balance secara berkala untuk menentukan dampak dari
232 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 235
Tata Kelola Perusahaan
pergerakan suku bunga terhadap modal Bank. oleh Unit Balance Sheet Risk Management, yang
Pengujian semacam itu juga dilakukan untuk bertanggung jawab dalam memonitor, mengukur,
memberikan peringatan dini tentang potensi dan melaporkan Manajemen Risiko likuiditas dan
kerugian ekstrem, memfasilitasi pengelolaan risiko IRRBB. UOB Indonesia telah menetapkan tugas
suku bunga secara proaktif dalam lingkungan dan tanggung jawab pada setiap tingkat pada
perubahan pasar keuangan yang cepat. posisi yang terkait pelaksanaan Manajemen
Risiko Likuiditas dan disesuaikan dengan tujuan,
Kebijakan Risiko Suku Bunga pada Banking Book kebijakan bisnis, ukuran, dan kompleksitas Bank.
Bank telah menetapkan Kebijakan Risiko Suku Tugas dan tanggung jawab ini terdapat pada
Bunga pada Banking Book sebagai panduan Kebijakan Manajemen Risiko Likuiditas.
dalam menerapkan pengelolaan risiko suku
bunga pada banking book. Kebijakan ini dikaji Kerangka Kerja Manajemen Risiko Likuiditas
ulang minimal setahun sekali yang disesuaikan Risiko Likuiditas timbul karena adanya
dengan strategi bisnis, arahan manajemen, dan ketidaksesuaian antara periode pendanaan
persyaratan regulator yang disetujui oleh Komite dan penyaluran dana pada kegiatan bisnis UOB
Aktiva dan Pasiva (ALCO). Indonesia.
Eksposur Risiko Pasar berdasarkan Basel Untuk memitigasi Risiko Likuiditas, Bank telah
Bank saat ini menerapkan Pendekatan Standar menetapkan Kebijakan Manajemen Risiko
berdasarkan Peraturan OJK untuk mengukur Likuiditas, termasuk penetapan strategi dan
ATMR untuk Risiko Pasar. Di mana perhitungan limit yang sesuai dengan tingkat risiko yang
menggabungkan semua eksposur risiko pasar akan diambil Bank.
Bank untuk on and off balance sheet, termasuk
derivatif dan risiko perubahan harga pada Strategi UOB Indonesia berfokus pada
instrument opsi, dikonsolidasikan di bawah risiko pengembangan usaha dalam kerangka Manajemen
suku bunga (umum dan khusus) dan risiko nilai Risiko Likuiditas yang dilakukan secara hati-hati,
tukar mata uang asing. konsisten, dan efisien dalam menyeimbangkan
tingkat risiko dan tingkat keuntungan.
B.3. Risiko Likuiditas
Risiko Likuiditas didefinisikan sebagai risiko akibat Risiko likuiditas Bank selaras dengan kerangka
ketidakmampuan Bank untuk memenuhi kewajiban manajemen risiko likuiditas yang diatur oleh
yang jatuh tempo, atau mendanai peningkatan regulator dan diukur serta dikelola berdasarkan
aset saat jatuh tempo. Bank menjaga likuiditas proyeksi arus kas. Bank dipantau dalam skenario
yang memadai untuk mendukung operasi operasional normal (business-as-usual) dan
sehari-hari, memenuhi penarikan simpanan dan stres. Batas ketidaksesuaian arus kas ditetapkan
penyaluran kredit, berpartisipasi dalam investasi untuk membatasi eksposur likuiditas Bank. Bank
baru, serta melunasi pinjaman. Oleh karena juga menggunakan indikator peringatan dini
itu, likuiditas dikelola sedemikian rupa untuk likuiditas dan titik pemicu untuk mendeteksi situasi
memenuhi kebutuhan pendanaan kas yang telah kontingensi yang mungkin terjadi. Di samping
diketahui maupun yang tidak terduga. itu, UOB Indonesia juga melakukan pemantauan
Tata Kelola Manajemen Risiko Likuiditas secara berkala terhadap stabilitas pendanaan inti
ALCO membantu Direksi dalam mengawasi (core deposits) yang terdiri dari dana-dana stabil
pengelolaan Risiko Likuiditas Bank. Risiko bukan Bank seperti giro, tabungan, dan deposito
likuiditas secara konsisten dilaporkan dan melalui analisis terhadap volatilitasnya. Unit
dibahas di dalam rapat ALCO, yang dilakukan Balance Sheet Risk Management bertanggung
secara reguler minimal setiap satu bulan sekali. jawab untuk mengembangkan, menyempurnakan,
menerapkan, memonitor, dan mengkaji ulang,
Selain itu, perkembangan posisi likuiditas juga asumsi, metodologi, sumber data, delegasi
disampaikan dalam rapat Komite Manajemen wewenang, stress testing, dan prosedur yang
Risiko (RMC) dan kepada Dewan Komisaris digunakan untuk mengukur Risiko Likuiditas.
melalui rapat Komite Pemantau Risiko. Analisis Langkah-langkah yang berkelanjutan dilakukan
dan kontrol terhadap Risiko Likuiditas dilakukan dalam mengelola Risiko Likuiditas. Di sisi
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 233
Page 236
Tata Kelola Perusahaan
pendanaan, Bank melakukan evaluasi secara UOB Indonesia melakukan perhitungan dan
mendalam terhadap kapasitas pendanaan pemantauan terhadap Liquidity Coverage Ratio
yang berfokus pada sumber dan konsentrasi (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR). Kedua
pendanaan, jangka waktu, dan juga akses rasio tersebut berada di atas ambang batas
terhadap sumber pendanaan lain di pasar. yang ditetapkan Regulator.
Sementara dari sisi aset dilakukan analisis
mengenai jenis dan komposisi aset seperti kredit, Kebijakan Manajemen Risiko Likuiditas
aset likuid, dan ketentuan pembelian instrumen Kebijakan Manajemen Risiko Likuiditas disusun
keuangan yang mencakup jenis-jenis aset yang oleh Unit Balance Sheet Risk Management
dapat dibeli baik untuk diperdagangkan maupun yang menyediakan rincian tentang bagaimana
investasi. Pengkinian informasi terkait kondisi Risiko Likuiditas dikelola secara efektif oleh
pasar dan ekonomi juga penting dilakukan UOB Indonesia. Kebijakan ini bertujuan untuk
untuk mengetahui jumlah dana yang tersedia mengelola Risiko Likuiditas yang mungkin timbul
di pasar, baik dalam kondisi normal ataupun terutama dari aktivitas bisnis Bank dalam
krisis. Selanjutnya produk/transaksi/aktivitas memberikan pinjaman, melakukan investasi,
baru yang memiliki eksposur Risiko Likuiditas menerima deposito, dan pendanaan lainnya
harus melalui proses kaji ulang dan persetujuan dalam aktivitas perdagangan. Kebijakan ini dikaji
sebelum produk/transaksi/aktivitas baru tersebut ulang minimal setahun sekali yang disesuaikan
dijalankan. dengan perubahan bisnis yang signifikan, arahan
manajemen, dan persyaratan regulator yang
Analisis mengenai kebutuhan pendanaan disetujui oleh ALCO.
bersih melibatkan penyusunan laporan arus
kas berdasarkan jatuh tempo (kontraktual) aktual Rencana Pendanaan Kontijensi
dari arus kas tersebut. Profil arus kas kontraktual Rencana Pendanaan Kontijensi menjadi
mengalokasikan aset, kewajiban, dan rekening komponen penting dalam kerangka kerja
administratif ke dalam jangka waktu berdasarkan manajemen likuiditas dan berfungsi sebagai
sisa jatuh tempo. Selain itu, UOB Indonesia juga perpanjangan atas kebijakan operasional
membuat laporan ketidaksesuaian arus kas atau manajemen likuiditas Bank sehari-hari.
berdasarkan asumsi behavioral, terkait dengan Rencana Pendanaan Kontijensi menguraikan
pola perilaku dari aset, kewajiban, dan rekening tindakan yang harus diambil oleh Bank pada
administratif yang dimiliki serta memproyeksikan saat terjadi krisis likuiditas, baik yang terjadi
potensi arus kas berdasarkan asumsi-asumsi pada Bank secara spesifik (bank specific) atau
yang didapat dari pola perilaku tersebut. Dari pasar secara keseluruhan (general market).
analisis arus kas secara behavior ini, diperoleh Rencana Pendanaan Kontijensi mencakup proses
Net Cumulative Outflow (NCO) yang diperkirakan identifikasi krisis likuiditas, penetapan tanggung
akan dihadapi Bank. jawab dan tindakan manajemen terkait pada
saat krisis, memperbaiki area yang menjadi
Laporan arus kas harian dan bulanan disusun perhatian, serta memastikan bahwa informasi
dan dipantau oleh Unit Balance Sheet Risk dapat diperoleh tepat waktu sehingga dapat
Management dengan melakukan perbandingan memfasilitasi pengambilan keputusan secara
atas posisi harian dengan limit NCO. Selain cepat, tepat, dan efektif. Tingkat kerumitan dan
itu, Unit Balance Sheet Risk Management juga rincian dari rencana tersebut disesuaikan dengan
memastikan agar Bank tidak terekspos oleh kompleksitas, eksposur risiko, aktivitas, produk,
Risiko Likuiditas dan memberikan laporan kepada dan struktur organisasi Bank untuk menentukan
manajemen senior mengenai tindakan yang indikator yang paling relevan untuk digunakan
dilakukan untuk memitigasi dan mengelola Risiko dalam mengelola likuiditas dan pendanaan.
Likuiditas tersebut. Selain itu, UOB Indonesia juga telah menetapkan
Liquidity Task Force (LTF) yang bertanggung
jawab untuk mengevaluasi posisi likuiditas dan
menentukan tindakan yang akan diambil pada
saat terjadi krisis.
234 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 237
Tata Kelola Perusahaan
B.4. Risiko Operasional kerja, kebijakan, prosedur, program dan sistem
Risiko Operasional didefinisikan sebagai risiko yang relevan. Divisi ORM juga memantau dan
kerugian yang timbul dari ketidakcukupan atau melaporkan hal-hal terkait risiko operasional
kegagalan proses internal, manusia, dan sistem yang signifikan kepada komite manajemen senior
atau kejadian eksternal. Kerugian dapat dalam yang relevan dan Dewan Komisaris.
bentuk kerugian finansial ataupun kerugian
lainnya, seperti, kerugian dalam hal reputasi Sebagai bagian dari upaya mempromosikan
dan kepercayaan publik yang akan berdampak budaya risiko, Divisi ORM memfasilitasi pelatihan
bagi kredibilitas dan kemampuan Bank untuk kepada Lini Pertama dalam mengelola dan
bertransaksi, menjaga likuiditas dan/ atau menjalankan program risiko operasional serta
memperoleh bisnis baru. Risiko operasional meningkatkan kesadaran akan risiko operasional
mencakup risiko operasional bank, risiko perilaku, yang lebih besar di Bank.
risiko fraud, risiko hukum, risiko kepatuhan
terhadap peraturan, risiko reputasi, risiko pihak Audit Intern bertindak sebagai Lini Ketiga
ketiga dan alih daya, serta risiko teknologi. Tujuan memberikan penilaian independen dan objektif
utama pengelolaan risiko operasional adalah terhadap keseluruhan efektivitas kerangka kerja
untuk mengembangkan reputasi dan lingkungan dan pengendalian tata kelola risiko melalui
operasional yang baik. tinjauan audit berkala.
Tata Kelola, Kerangka Kerja, dan Program Kerangka Kerja dan Kebijakan Manajemen Risiko
Manajemen Risiko Operasional dalam mengelola risiko operasional yang telah
Risiko operasional dikelola melalui serangkaian ditetapkan meliputi Kerangka Kerja dan Kebijakan
kebijakan dan prosedur dimana unit bisnis dan Manajemen Risiko Operasional, Kerangka Kerja
pendukung mengidentifikasi, menilai, memantau, dan Kebijakan Manajemen Risiko Teknologi,
memitigasi, dan melaporkan risikonya. Komite Kebijakan Manajemen Risiko Pihak Ketiga dan
Manajemen Risiko Operasional (ORMC) juga Alih Daya, Kebijakan Program Produk/Layanan,
dibentuk dengan tujuan utama untuk membantu Kebijakan Manajemen Asuransi, Kebijakan
Direksi dalam menjaga efektivitas pengawasan Manajemen Risiko Reputasi, dan Kebijakan
dan tata kelola manajemen risiko operasional. Manajemen Kontinuitas Bisnis. Komponen
utama dari Kerangka Kerja Manajemen Risiko
Tata Kelola Risiko Operasional mengadopsi Operasional adalah identifikasi, penilaian, dan
Three Lines Model. Unit bisnis dan pendukung mitigasi risiko. Hal ini dicapai melalui penerapan
sebagai Lini Pertama, bertanggung jawab serangkaian program risiko operasional di seluruh
untuk membangun lingkungan pengendalian Bank, seperti: Key Risk and Control Self-Assessment
yang kuat sebagai bagian dari operasional (KRCSA), Key Operational Risk Indicator (KORI),
sehari-hari. Setiap unit bisnis atau pendukung self-identified operational risks atau Management
bertanggung jawab untuk menerapkan kerangka Risk Awareness (MRA), incident reporting (IRF),
kerja dan kebijakan risiko operasional, serta manajemen risiko pihak ketiga dan alih daya,
mengintegrasikan pengendalian internal yang serta product programme.
sesuai ke dalam setiap proses dan menjaga
ketahanan bisnis untuk aktivitas utama. Bank juga Risiko Teknologi
membentuk Business Risk and Control Manager Risiko teknologi didefinisikan sebagai setiap
(BRCM) pada beberapa unit kerja utama yang potensi dari hasil yang merugikan, kerusakan,
merupakan fungsi khusus yang berperan sebagai kehilangan, pelanggaran, kegagalan atau
pihak penghubung serta membantu unit bisnis gangguan yang timbul dari penggunaan atau
dan pendukung untuk aktivitas-aktivitas terkait ketergantungan pada teknologi informasi dan
pengelolaan risiko operasional sebagai lini komunikasi. Tata kelola risiko teknologi berada
pertama. pada Komite Manajemen Risiko Operasional
(ORMC), yang memfasilitasi pengawasan secara
Divisi Manajemen Risiko Operasional (ORM), holistik terhadap permasalahan risiko operasional
sebagai Lini Kedua, memberikan tata kelola risiko di seluruh Bank. Kerangka kerja manajemen risiko
operasional secara menyeluruh melalui kerangka teknologi Bank memastikan bahwa risiko teknologi
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 235
Page 238
Tata Kelola Perusahaan
dan risiko siber dikelola secara sistematis dan Untuk mendukung dan meningkatkan kesiapan
konsisten. Ruang lingkup manajemen risiko BCM, beberapa latihan dilakukan secara rutin
teknologi mencakup banyak aspek, termasuk antara lain BCP Exercises, Disaster Recovery
manajemen aset teknologi, ketahanan teknologi Exercise untuk sistem IT dan Management Call
dan aspek kelangsungan layanan manajemen Tree Exercises.
kelangsungan bisnis, manajemen keamanan siber,
dan manajemen keamanan informasi. Risiko Kejahatan Keuangan
UOB Indonesia mendefinisikan fraud sebagai:
Risiko Pihak Ketiga dan Alih Daya 1. Tindakan atau usaha yang disengaja
Risiko Pihak Ketiga dan Alih Daya dapat timbul dari untuk memberikan gambaran yang salah,
penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan mengelabui atau menyembunyikan, yang
kepada perusahaan penyedia jasa melalui kerja dilakukan oleh individu atau entitas, untuk
sama pihak ketiga dan/atau alih daya, dimana keuntungan pribadi atau bisnis, atau untuk
perusahaan penyedia jasa menyediakan produk menghindari kerugian. Fraud tidak terbatas
atau layanan kepada Bank atau nasabah Bank. pada keuntungan moneter atau material;
Risiko ini dapat mengakibatkan dampak buruk dan mencakup segala bentuk penipuan yang
secara finansial, operasional, reputasi, hukum, dilakukan, dicoba, atau diduga dilakukan
dan kepatuhan yang timbul dari kegagalan pihak oleh Pegawai (Fraud Internal) atau bukan
ketiga dalam menyediakan produk atau layanan oleh Pegawai (Fraud Eksternal) terhadap
yang telah disepakati. UOB dan nasabahnya.
2. T i n d a ka n p e ny i m p a n g a n d a n /a ta u
Dalam hal kemitraan dan/atau kerja sama pembiaran yang sengaja dilakukan untuk
dengan pihak di luar Bank berkaitan dengan mengelabui, menipu, atau memanipulasi
kegiatan usaha Bank, UOBI menerapkan prinsip Lembaga Jasa Keuangan (LJK), Konsumen
kehati-hatian dan manajemen risiko yang kuat atau pihak lain, yang terjadi di lingkungan
sebagaimana ketentuan peraturan perundang- LJK dan/atau menggunakan sarana LJK
undangan. Bank telah menetapkan Kebijakan dan sehingga mengakibatkan LJK, Konsumen,
Prosedur & Pedoman Manajemen Risiko Pihak atau pihak lain menderita kerugian dan/
Ketiga dan Alih Daya sebagai prinsip-prinsip, atau pelaku Fraud dan/atau pihak lain
persyaratan, dan tata kelola yang kuat dalam memperoleh keuntungan secara langsung
mengelola risiko pihak ketiga dan alih daya, maupun tidak langsung.
yang mencakup antara lain proses identifikasi
dan penilaian risiko pada saat inisiasi atau Definisi ini sesuai dengan Peraturan OJK No. 12
perencanaan, pemantauan berkelanjutan, dan Tahun 2024. Definisi di atas saling melengkapi
mitigasi risiko atas implementasi kerja sama satu sama lain. UOB Indonesia secara aktif
dengan pihak ketiga dan alih daya. mengelola risiko fraud. Tata kelola atas risiko
fraud disediakan oleh Komite Pemantau Risiko
Manajemen Kontinuitas Bisnis pada tingkat Dewan Komisaris, dan oleh Komite
UOB Indonesia telah menetapkan dan secara Manajemen Risiko Fraud serta Komite Anti
berkala melakukan kaji ulang secara berkala atas Financial Crime pada tingkat Manajemen. Divisi
Kebijakan dan Pedoman Manajemen Kontiunitas Anti-Financial Crime Investigation and Intelligence
Bisnis (BCM) yang mencakup Business Impact Bank, sebagai Lini Kedua, menggerakkan strategi
Analysis (BIA), penilaian Risiko Operasional, dan tata kelola serta mengawasi kerangka kerja
strategi pemulihan yang dilakukan oleh Bank dan kebijakan terkait manajemen risiko fraud di
pada setiap jenis gangguan, dokumentasi seluruh Bank.
pemulihan bencana dan rencana kontijensi, dan
evaluasi efektivitas dari program BCM. Hal ini Setiap karyawan diwajibkan untuk menjunjung
guna memastikan pemulihan yang cepat pada tinggi Kode Etik UOB, yang mencakup ketentuan
unit-unit bisnis dan pendukung serta layanan anti-penyuapan dan anti-korupsi. Whistleblowing
yang kritikal jika terjadi peristiwa yang tidak dan Fraud Hotline Bank menyediakan kanal
terduga. aman untuk melaporkan dugaan fraud dan
memastikan investigasi fraud dilaksanakan secara
236 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 239
Tata Kelola Perusahaan
independen. Anti-Financial Crime Investigation kepercayaan nasabah pada sistem Bank UOB
and Intelligence bekerja erat dengan unit bisnis Indonesia dimana dana yang ditempatkan di
dan unit pendukung untuk memperkuat praktik Bank tidak tercampur dengan sumber dana
yang ada saat ini terhadap 6 (enam) pilar Strategi ilegal dan kepercayaan Regulator terhadap
Anti-Fraud, yaitu; pencegahan, deteksi, respons, integritas Bank dalam mengendalikan APU,
resolusi, optimasi, dan pelaporan. PPT, PPPSPM dan Sanctions serta Pencegahan
Penyuapan, Korupsi, dan Penghindaran Pajak.
B.5. Risiko Kepatuhan • Sesuai dengan Peraturan OJK No. 46/
POJK.03/2017 terkait Pelaksanaan Fungsi
Risiko Kepatuhan sebagaimana disebutkan dalam Kepatuhan Bank Umum, Bank wajib memastikan
ketentuan OJK adalah risiko yang timbul akibat terlaksananya fungsi kepatuhan dengan
kegagalan Bank dalam mematuhi dan/atau mewujudkan budaya kepatuhan pada seluruh
melaksanakan peraturan perundang-undangan jenjang organisasi serta memastikan bahwa
dan ketentuan yang berlaku. seluruh ketentuan Bank dan aktivitas usaha
telah sesuai dengan peraturan perundang-
Untuk keperluan internal Bank, Risiko Kepatuhan undangan yang berlaku.
didefinisikan sebagai:
1. Risiko pengenaan sanksi dari Regulator, Struktur Tata Kelola Manajemen Risiko
kerugian keuangan, atau kerusakan reputasi Kepatuhan
Bank yang mungkin timbul apabila Bank Pemangku kepentingan yang terlibat dalam
tidak mematuhi peraturan perundang- pengelolaan Risiko Kepatuhan adalah sebagai
undangan, ketentuan, standar atau kode berikut:
etik (yang ditetapkan oleh asosiasi industri) 1. Dewan Komisaris
yang berlaku dalam aktivitas bisnis dan a. Mengevaluasi pelaksanaan Fungsi
operasional Bank; Kepatuhan Bank paling kurang 2 (dua)
2. Risiko yang berasal dari perubahan dalam kali dalam 1 (satu) tahun;
peraturan perundang-undangan yang b. Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan
dapat meningkatkan biaya operasional dan Fungsi Kepatuhan, Dewan Komisaris
permodalan Bank yang berdampak pada menyampaikan saran-saran dalam
pendapatan atau laba Bank. rangka peningkatan kualitas pelaksanaan
Fungsi Kepatuhan kepada Direktur Utama
Selain itu, aspek utama dari Risiko Kepatuhan dengan tembusan kepada Direktur yang
juga terdapat pada Risiko Anti-Pencucian Uang membawahkan Fungsi Kepatuhan.
(APU), Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT),
Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata 2. Direksi
Pemusnah Massal (PPPSPM), dan Sanctions a. Bertanggung jawab untuk menetapkan
serta Pencegahan Penyuapan, Korupsi, dan kerangka kerja manajemen risiko
Penghindaran Pajak yang didefinisikan Bank kepatuhan yang berisi prinsip-prinsip
sebagai: dasar yang harus disetujui oleh Dewan
• Risiko pelanggaran regulasi APU, PPT, PPPSPM Komisaris dan menjelaskan proses
dan Sanctions (termasuk pelanggaran sanksi utama dimana risiko kepatuhan harus
internasional) serta Pencegahan Penyuapan, diidentifikasi dan dikelola melalui semua
Korupsi, dan Penghindaran Pajak yang akan tingkatan organisasi;
merusak reputasi Bank sebagai organisasi b. Menyetujui Piagam Kepatuhan sebagai
yang menegakkan APU, PPT, PPPSPM dan dasar bagi Bank untuk menerapkan
Sactions serta Pencegahan Penyuapan, prinsip kepatuhan;
Korupsi, dan Penghindaran Pajak. Sebagai c. Wajib menumbuhkan dan mewujudkan
risiko tambahan termasuk diputusnya hubungan terlaksananya Budaya Kepatuhan pada
sebagai Bank koresponden dan diputusnya dari semua tingkatan organisasi dan kegiatan
jaringan sistem kliring AS karena pelanggaran usaha Bank;
terhadap peraturan/sanksi yang berdampak d. Wajib memastikan terlaksananya Fungsi
pada pendapatan dan peluang bisnis Bank, Kepatuhan Bank; dan
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 237
Page 240
Tata Kelola Perusahaan
e. B e r ta n g g u n g j a wa b m e n g a wa s i secara tepat pada BU/SU dan/atau
manajemen risiko kepatuhan Bank. kantor cabang terkait atas potensi
atau adanya pelanggaran-pelanggaran
3. Pejabat Eksekutif Senior terhadap peraturan dan/atau ketentuan
a. Bertanggung jawab atas penyusunan yang berlaku.
kerangka kerja manajemen risiko
kepatuhan yang mencakup prinsip- 6. Direktur yang Membawahi Fungsi Kepatuhan
prinsip dasar yang harus disetujui oleh a. Merumuskan strategi guna mendorong
Dewan Komisaris dan menjelaskan terciptanya Budaya Kepatuhan Bank;
proses utama untuk mengidentifikasi dan b. Mengusulkan kebijakan kepatuhan atau
mengelola risiko kepatuhan di seluruh prinsip-prinsip kepatuhan yang akan
tingkatan organisasi; ditetapkan oleh Direksi;
b. Memimpin fungsi strategis di tingkat c. Menetapkan sistem dan prosedur
manajemen; kepatuhan yang akan digunakan untuk
c. Menumbuhkan kesadaran terhadap menyusun ketentuan dan pedoman
aspek-aspek utama dari risiko kepatuhan internal Bank;
Bank yang harus dikelola dengan baik; d. Memastikan bahwa seluruh kebijakan,
d. Memastikan bahwa Bank dapat ketentuan, sistem, dan prosedur, serta
mengandalkan Fungsi Kepatuhan Bank kegiatan usaha yang dilakukan Bank
yang permanen dan efektif serta memiliki telah sesuai dengan ketentuan Regulator
sumber daya yang memadai untuk dan peraturan perundang-undangan
menjalankan tugasnya; yang berlaku;
e. Memastikan pelaksanaan fungsi e. Mengidentifikasi, mengelola dan
kepatuhan Bank; mengoordinasikan risiko kepatuhan serta
f. Memastikan dilaksanakannya tindakan melakukan pengawasan dan memimpin
perbaikan atau tindakan disipliner jika kepatuhan secara fungsional dalam
terjadi pelanggaran; dan usaha untuk mengelola/meminimalkan
g. Memastikan bahwa Piagam Kepatuhan, risiko kepatuhan Bank;
Pedoman Kepatuhan dan kerangka f. Melakukan tindakan pencegahan agar
kerja/kebijakan dan pedoman/ prosedur kebijakan dan/atau keputusan yang
lainnya yang relevan telah dijalankan. diambil Direksi Bank tidak menyimpang
dari ketentuan Regulator dan peraturan
4. Komite Direksi perundang-undangan yang berlaku;
Komite-komite ini dibentuk untuk membantu g. Menyampaikan laporan kepada OJK,
Direktur Utama dan Direksi dalam membuat Direktur Utama dan Direksi tentang
keputusan bisnis serta menyeimbangkan pelaksanaan tugasnya dengan tembusan
antara risiko dan keuntungan. Komite-komite kepada Dewan Komisaris; dan
ini bertanggung jawab untuk menelaah h. Melaksanakan tugas lain yang terkait
dan merekomendasikan arahan strategis dengan Fungsi Kepatuhan, termasuk
Bank, menyetujui kebijakan manajemen menginformasikan kepada Direksi dan
risiko kepatuhan, mengawasi keseluruhan Pejabat Eksekutif Senior atas isu-isu
profil risiko dan memantau kinerja Bank kepatuhan yang signifikan serta rencana
secara keseluruhan sesuai dengan tugas penyelesaiannya.
dan tanggung jawab masing-masing komite.
7. Fungsi Kerja Compliance
5. Pejabat Eksekutif Fungsi Kerja Compliance adalah fungsi
a. M e m a s t i ka n p e n e ra p a n B u d a ya independen yang memiliki beberapa
Kepatuhan dalam seluruh aktivitas dari tanggung jawab khusus, sebagai berikut:
masing-masing fungsi kerja dan/atau a. Membuat langkah-langkah dalam
kantor cabang; rangka mendukung terciptanya Budaya
b. M e m a s t i k a n b a h w a t i n d a k a n Kepatuhan pada seluruh kegiatan usaha
pencegahan dan perbaikan dilakukan Bank di setiap jenjang organisasi;
238 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 241
Tata Kelola Perusahaan
b. Melakukan identifikasi, pengukuran, i. Membantu Unit Bisnis dan Pendukung
pemantauan, dan pengendalian dalam mengembangkan prosedur
terhadap Risiko Kepatuhan dengan dan pedoman Kepatuhan yang berisi
mengacu pada Peraturan Regulator ketentuan Regulator yang berlaku,
mengenai Penerapan Manajemen Risiko peraturan lain dan key business conduct
bagi Bank Umum; untuk digunakan oleh seluruh Pejabat
c. Menilai dan mengevaluasi secara ketat dan staf Bank, bila diperlukan;
melalui kerja sama dengan BU/SU j. Mengidentifikasi dan memelihara daftar
terhadap efektivitas, kecukupan, dan dari seluruh ketentuan Regulator dan
kesesuaian kebijakan, ketentuan, sistem peraturan lainnya yang berlaku, dengan
maupun prosedur yang dimiliki oleh Bank dukungan dari penasihat hukum internal/
dengan peraturan perundang-undangan eksternal apabila dibutuhkan;
yang berlaku; k. Membantu Direksi dan Pejabat Eksekutif
d. M e l a k u k a n r e v i e w d a n / a t a u Senior dalam mengedukasi staf-
merekomendasikan pengkinian dan staf terkait, mengenai hal-hal yang
penyempurnaan kebijakan, ketentuan, berhubungan dengan kepatuhan;
sistem maupun prosedur yang dimiliki l. Memberikan saran, bimbingan dan
oleh Bank agar sesuai dengan ketentuan pelatihan secara berkesinambungan
Regulator dan peraturan perundang- kepada staf-staf mengenai penerapan
undangan yang berlaku; kerangka kepatuhan yang baik, meliputi
e. M e l a k u ka n u p a y a - u p a y a u n t u k kebijakan dan prosedur seperti yang
memastikan bahwa kebijakan, ketentuan, tercantum dalam Pedoman Kepatuhan
sistem dan prosedur, serta kegiatan usaha Bank, kode etik dan pedoman internal
Bank telah sesuai dengan ketentuan Bank;
Regulator dan peraturan perundang- m. Memberikan saran kepada Unit Bisnis
undangan yang berlaku; dan Pendukung di Bank dan/atau Direksi
f. Melakukan fungsi anti pencucian dan Pejabat Eksekutif Senior terkait
uang dengan memastikan penerapan dengan Regulatory Obligation (RO) yang
seluruh sistem pemantauan transaksi tercantum dalam penilaian risiko regulasi
yang dilakukan oleh nasabah sesuai Bank termasuk pemberian saran tentang
pedoman, kebijakan dan prosedur yang implikasi perubahan peraturan;
telah ditetapkan sehingga pelaksanaan n. Memantau, menguji dan melaporkan
Program APU, PPT, PPPSPM dan Sanctions pelaksanaan fungsi kepatuhan sesuai
serta Pencegahan Penyuapan, Korupsi, dengan kerangka manajemen risiko
dan Penghindaran Pajak dapat berjalan kepatuhan dan kebijakan/prosedur
dengan baik dan menjaga agar Bank internal kepada Pejabat Eksekutif
terhindar dari pengenaan sanksi; Senior dan Dewan Komisaris/Direksi
g. M e n g i d e n t i f i k a s i , m e n i l a i d a n dan, bila diperlukan, kepada Regulator.
mendokumentasikan risiko kepatuhan Namun demikian, tanggung jawab untuk
yang terkait dengan kegiatan usaha memastikan kepatuhan dalam kegiatan
Bank termasuk produk baru, layanan, operasional harian tetap berada
praktik bisnis dan perubahan material pada masing-masing Unit Bisnis dan
untuk bisnis yang telah berjalan saat ini Pendukung;
dan hubungan dengan nasabah; o. Melakukan investigasi dalam hal terjadi
h. Memberikan saran dan menginformasikan insiden kepatuhan dan keluhan, serta
perkembangan terhadap hal-hal yang melaksanakan penyelidikan lebih lanjut
berkaitan dengan peraturan Regulator yang diperlukan;
dan peraturan lainnya yang berlaku p. Bertindak sebagai contact person dengan
kepada Unit Bisnis dan Pendukung pihak internal dan eksternal terkait,
termasuk kepada Direksi dan Pejabat termasuk Regulator, mengenai hal-hal
Eksekutif Senior; yang berkaitan dengan kepatuhan Bank;
dan
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 239
Page 242
Tata Kelola Perusahaan
q. Melaksanakan tanggung jawabnya 10. Fungsi Kerja Legal
sesuai dengan rencana kepatuhan Bertanggung jawab untuk memberikan dan
yang dibuat sesuai dengan kerangka memfasilitasi pemberian opini hukum dengan
manajemen risiko kepatuhan termasuk mengacu pada peraturan perundang-
melakukan kajian kepatuhan dengan undangan yang berlaku. Fungsi Kerja Legal
pendekatan berbasis risiko. juga bertanggung jawab dalam pembuatan
kebijakan hukum, prosedur, pedoman dan
8. Fungsi Kerja Manajemen Risiko standar dokumen kredit yang terkait dengan
Fungsi Kerja Manajemen Risiko, sebagaimana risiko hukum dari produk dan aktivitas Bank.
ditetapkan dalam Kerangka Manajemen Risiko,
mengidentifikasi, menilai, mengukur, memantau, 11. Jajaran Pejabat dan Staf
mengontrol dan melaporkan hal-hal terkait a. Pejabat dan staf memegang tanggung
risiko-risiko Bank dan bertanggung jawab untuk jawab akhir atas akuntabilitas risiko
mengembangkan dan mengimplementasikan kepatuhan, termasuk memastikan bahwa
kerangka kerja/infrastruktur, strategi, kebijakan semua kegiatan bisnis sesuai dengan
dan proses manajemen risiko untuk mengelola peraturan Regulator serta perundang-
risiko-risiko tersebut. undangan dan kebijakan Bank yang
berlaku;
9. Fungsi Kerja Audit Intern b. Pejabat dan staf harus memahami
a. Fungsi Kerja Audit Intern sebagai lini ketentuan ini dan bertanggung jawab
ketiga memperoleh kewenangan untuk memastikan kepatuhan terhadap
dari Dewan Komisaris dan Direktur peraturan Regulator serta perundang-
Utama untuk membantu Manajemen undangan yang berlaku, yang meliputi:
dalam melaksanakan kewajibannya 1. Mengatur dan mengelola Unit
dengan memperkuat kemampuan Bisnis dan Pendukung masing-
Bank untuk menciptakan, melindungi, masing dengan cara yang tepat dan
dan mempertahankan nilai dengan profesional sesuai dengan peraturan
memberikan jaminan, saran, wawasan, Regulator dan perundang-undangan,
dan pandangan ke depan yang serta kebijakan Bank;
independen, berbasis risiko, dan objektif, 2. Melaksanakan prinsip kepatuhan
yang dirancang guna memberikan nilai di bisnis dan wilayah operasional
tambah bagi kegiatan operasional Bank. masing-masing; dan
b. Audit Intern membantu Bank mencapai 3. Segera melaporkan semua kasus
tujuannya melalui pendekatan yang ketidakpatuhan, baik aktual maupun
disiplin, inovatif, dan sistematis, untuk potensial, kepada Fungsi Kerja
menilai kecukupan serta meningkatkan Compliance.
efektivitas proses tata kelola, manajemen
risiko, dan pengendalian intern, serta Kerangka Kerja Manajemen Risiko Kepatuhan
untuk mendukung tujuan Bank menjadi Dalam upaya untuk memperkuat kerangka kerja
bank yang signifikan di Indonesia dan sistem pengendalian internal Bank, terutama
dihargai oleh pemangku kepentingan Fungsi Kerja Compliance sebagai lini kedua,
sebagai lembaga perbankan yang dapat Bank membentuk struktur organisasi di bawah
diandalkan dalam jangka panjang. Fungsi Kerja Compliance menjadi 6 (enam) unit
c. Fungsi Kerja Audit Intern melakukan kerja yakni Regulatory Compliance – Wholesale
pemeriksaan dan menyampaikan laporan Banking & Global Markets Advisory; Regulatory
hasil audit kepada Direktur Utama, Dewan Compliance – Consumer Advisory; Compliance
Komisaris, Komite Audit, dan Manajemen Strategy and Governance; Compliance Assurance,
terkait dengan tembusan kepada Direktur Anti-Financial Crime; dan Compliance Analytics
yang membawahkan Fungsi Kepatuhan & Insights. Strategi dalam melaksanakan fungsi
dan Direktur Manajemen Risiko. Seluruh kepatuhan Bank dilakukan melalui aspek-aspek
korespondensi dengan Regulator juga tata kelola fungsi kepatuhan, pengelolaan risiko
telah diteruskan kepada Direktur yang kepatuhan, serta penerapan budaya kepatuhan.
membawahkan Fungsi Kepatuhan.
240 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 243
Tata Kelola Perusahaan
Kerangka kerja pelaksanaan Fungsi Kepatuhan Piagam Kepatuhan dan Pedoman Kepatuhan
Bank pada aspek tata kelola fungsi kepatuhan dikaji ulang untuk diperbarui secara tahunan untuk
tercermin pada struktur organisasi Fungsi Kerja memastikan implementasi fungsi kepatuhan yang
Compliance yang independen dari unit bisnis dan memadai dan tepat waktu pada setiap tingkat
unit pendukung lainnya, di mana Direktur yang organisasi dan dengan demikian membantu Bank
membawahkan Fungsi Kepatuhan bertanggung untuk lebih baik dalam menyelaraskan antara
jawab secara langsung kepada Direktur Utama. kepentingan komersial Bank degan kepatuhan
Dengan demikian, Fungsi Kerja Compliance dapat atas peraturan yang berlaku. Agar kebijakan
dikelola secara independen. dan prosedur tersebut dapat diimplementasikan
secara efektif, aspek mendasar yang harus ada
Pada aspek Pengelolaan Risiko Kepatuhan, Fungsi adalah Budaya Kepatuhan, yaitu nilai, perilaku
Kerja Compliance berperan untuk memberikan dan tindakan yang mendukung kepatuhan Bank
pandangan/arahan terhadap pemenuhan atas hukum dan peraturan yang berlaku.
dan/atau penerapan perundang-undangan,
kebijakan, peraturan, standar atau kode etik, B.6. Risiko Stratejik
melakukan pemantauan atas kepatuhan Risiko Stratejik adalah risiko akibat ketidaktepatan
terhadap pemenuhan komitmen Bank dan dalam pengambilan dan/atau pelaksanaan
penyelesaian rencana tindakan perbaikan suatu keputusan stratejik yang berdampak
atas Hasil Pemeriksaan Regulator dan Audit pada profitabilitas Bank, dan kegagalan dalam
Intern Bank, pengelolaan pengenaan sanksi/ mengantisipasi perubahan dalam lingkungan
denda pelanggaran, dan melakukan Pengkajian bisnis, seperti perubahan dalam industri
Kepatuhan, dan lainnya. perbankan, gejolak perekonomian nasional, dan
gangguan teknologi.
Kemudian pada aspek penerapan budaya
kepatuhan, Fungsi Kerja Compliance telah Struktur Tata Kelola Manajemen Risiko Stratejik
menetapkan dan mengedukasi Kode Etik Pihak-pihak terkait yang terlibat dalam
Kepatuhan sebagai dasar acuan seluruh pegawai pengelolaan Risiko Stratejik adalah sebagai
dalam menerapkan nilai, tindakan, perilaku, dan berikut:
aktualisasi dari prinsip-prinsip kepatuhan. 1. Dewan Komisaris dan Direksi merumuskan
dan menyetujui rencana stratejik dan rencana
Fungsi Kerja Compliance dan Divisi Operational bisnis yang telah disesuaikan dengan visi
Risk Management juga melakukan pemantauan dan tujuan strategis Bank, melakukan
dan pelaporan atas kejadian-kejadian operasional pengarahan, pemantauan dan evaluasi
yang terkait dengan Risiko Kepatuhan dan Risiko pelaksanaan kebijakan strategis Bank,
Operasional. termasuk mengkomunikasikan kepada seluruh
karyawan di semua tingkat organisasi;
Kebijakan Manajemen Risiko Kepatuhan 2. Komite Manajemen Risiko mendukung Direksi
Salah satu strategi dalam Manajemen Risiko dalam memantau proses pengelolaan Risiko
Kepatuhan adalah adanya Piagam Kepatuhan Stratejik di Bank, serta memberikan informasi
dan Pedoman Kepatuhan sebagai dua kebijakan terkait eksposur, masalah, dan tindak lanjut
dan prosedur utama dalam mengelola Risiko atas risiko yang material;
Kepatuhan. Kedua kebijakan tersebut mengatur: 3. Fungsi kerja bisnis dan pendukung memantau
1. Kerangka Kerja Kepatuhan dan mengelola Risiko Stratejik pada areanya,
2. Kode Etik Kepatuhan dan memastikan seluruh risiko yang bersifat
3. Prosedur Pengkajian dan Pengujian material yang timbul pada kegiatan usaha
Kepatuhan dan pelaksanaan strategi dilaporkan secara
4. Regulatory Risk Assessment (RRA) tepat waktu kepada Direktur atau Pejabat
5. Prosedur Pemantauan Komitmen Bank dan Senior Eksekutif terkait. Masing-masing
Tindak Lanjut atas Permintaan Regulator fungsi kerja juga bertanggung jawab untuk
Terkait Prosedur memastikan bahwa sasaran yang dituju untuk
6. Eskalasi dan Pelaporan Insiden Risiko fungsi kerjanya dapat tercapai dengan baik
Kepatuhan dan juga sejalan dengan target Bank secara
keseluruhan;
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 241
Page 244
Tata Kelola Perusahaan
4. Divisi Finance dan fungsi kerja bisnis serta Secara berkelanjutan, Bank melakukan kaji ulang
fungsi kerja pendukung melakukan proses berkala atas pencapaian target keuangan dan
evaluasi atas realisasi Rencana Bisnis Bank realisasi strategi. Cakupan kaji ulang dan evaluasi
bersama dengan Fungsi Kerja Manajemen disesuaikan berdasarkan perkembangan eksposur
Risiko yang mendukung dalam pengawasan risiko Bank, perubahan pasar, dan metode
kecukupan sistem informasi manajemen risiko pengukuran dan pengelolaan risiko. Direksi dan
melalui Komite Manajemen Risiko; dan Dewan Komisaris juga melakukan tinjauan secara
5. Fungsi Kerja CEO Office mendukung periodik terhadap tingkat pencapaian target
pengelolaan risiko stratejik dan bertanggung keuangan dan realisasi strategi melalui berbagai
jawab dalam menerjemahkan strategi Bank forum dan rapat koordinasi, seperti Rapat Direksi.
menjadi rencana operasional, memantau Setiap fungsi kerja bertanggung jawab untuk
eksekusi dari rencana operasional, melakukan memantau Risiko Stratejik pada areanya dan
evaluasi progress dari Balance Score Card melaporkan secara tepat waktu kepada Direktur
yang telah ditetapkan, serta memberikan dan/atau Pejabat Eksekutif Senior terkait apabila
highlight atas area yang perlu diperhatikan terdapat isu potensial atau masalah yang memiliki
oleh pihak Manajemen. implikasi stratejik terhadap Bank. Seluruh hasil
kaji ulang dan laporan terkait berfungsi sebagai
Kerangka Kerja Manajemen Risiko Stratejik masukan dalam rangka penyempurnaan kerangka
UOB Indonesia berpegang teguh pada prinsip dan proses manajemen risiko secara keseluruhan.
kehati-hatian dalam setiap keputusan bisnis
sehingga dapat meminimalkan dan memitigasi Kebijakan Manajemen Risiko Stratejik
risiko. Dalam mengelola Risiko Stratejik, Bank Penerapan Manajemen Risiko Stratejik yang efektif
secara berkala memantau lingkungan dimana didukung oleh kecukupan kebijakan dan prosedur
Bank beroperasi, menganalisis kinerja Bank terkait Manajemen Risiko Stratejik serta limit
dibandingkan dengan pesaingnya, termasuk risiko yang sejalan dengan visi, misi, dan strategi
analisis pada semua alternatif strategis yang bisnis Bank. Penyusunan kebijakan dan prosedur
tersedia setelah mempertimbangkan rencana tersebut dilakukan dengan memperhatikan jenis,
strategis dan toleransi risiko Bank, mengamati kompleksitas kegiatan usaha, profil risiko, dan
dinamika ekonomi yang dapat berdampak pada limit risiko yang sesuai dengan peraturan yang
industri perbankan, serta perubahan lanskap ditetapkan regulator dan/atau praktik perbankan
bisnis yang didorong oleh perkembangan yang sehat. Selain itu, penerapan kebijakan
teknologi, dan mengambil tindakan korektif untuk dan prosedur terkait Manajemen Risiko Stratejik
menyesuaikan strategi dan rencana. Pelaksanaan juga didukung oleh kecukupan permodalan dan
keputusan stratejik dan antisipasi perubahan kualitas sumber daya manusia.
lingkungan bisnis dilakukan melalui siklus
Manajemen Risiko stratejik dengan elemen utama Dalam rangka menerapkan Manajemen Risiko
berupa penerapan visi dan misi; penetapan tujuan Stratejik, sistem pengendalian internal diterapkan
dan rencana stratejik; penetapan target dan secara efektif terhadap pelaksanaan kegiatan
rencana bisnis; serta implementasi, pemantauan usaha dan operasional ada seluruh jenjang
dan evaluasi kinerja. organisasi dengan mengacu pada kebijakan dan
prosedur yang telah ditetapkan. Pelaksanaan
Bank menyusun rencana stratejik secara matang sistem pengendalian internal juga dilakukan
dan realistis, serta senantiasa memperhatikan guna memastikan Bank dapat secara tepat waktu
prinsip kehati-hatian dan penerapan Manajemen mendeteksi kelemahan dan penyimpangan yang
Risiko. Rencana stratejik Bank tersebut disiapkan terjadi dalam proses implementasi pengelolaan
oleh Direksi dan setelah memperoleh persetujuan manajemen strategis.
dari Dewan Komisaris, dikomunikasikan kepada
pejabat dan/atau pegawai Bank pada setiap
jenjang organisasi. Setiap Kepala Fungsi
Kerja bertanggung jawab untuk memastikan
keselarasan rencana kerja tahunan di masing-
masing fungsi kerjanya dengan rencana kerja
yang telah ditetapkan oleh Direksi.
242 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 245
Tata Kelola Perusahaan
B.7. Risiko Hukum pengawasan dan peninjauan secara berkala
Risiko Hukum adalah risiko terhadap posisi atas:
keuangan, operasi atau reputasi Bank, yang • seluruh kontrak/perjanjian standar;
timbul dari: • seluruh perjanjian kredit standar antara Bank
1. adanya tuntutan hukum yang melibatkan dan pihak lain.
Bank;
2. tidak adanya dukungan atau perkembangan Fungsi Kerja Legal juga bertanggung jawab
peraturan perundang-undangan; dalam menginformasikan Risiko Hukum yang
3. kontrak yang lemah seperti kontrak yang tidak tergolong baru maupun bersifat potensial.
dapat dilaksanakan/ tidak menguntungkan/
tidak sempurna/ tidak diinginkan; atau Kebijakan Manajemen Risiko Hukum
4. ketidakpatuhan terhadap hukum yang Bank memiliki Kebijakan Manajemen Risiko Hukum
berlaku. yang mengatur Struktur Tata Kelola Manajemen
Risiko Hukum dan menetapkan tugas dan
Tata Kelola Manajemen Risiko Hukum tanggung jawab masing-masing pihak dalam
Pihak-pihak terkait yang terlibat dalam menerapkan Manajemen Risiko Hukum.
pengelolaan Risiko Hukum adalah sebagai
berikut: Fungsi Kerja Legal telah menetapkan berbagai
1. Dewan Komisaris dan Direksi (melalui Komite pedoman terkait Manajemen Risiko Hukum,
Manajemen Risiko dan Komite Pemantau diantaranya adalah Pedoman Pengelolaan
Risiko) bertanggung jawab untuk mengawasi Risiko Kekayaan Intelektual, Pedoman Penunjukan
dan mengelola Risiko Hukum yang timbul Pengacara Eksternal, dan Pedoman Pengelolaan
dari kegiatan usaha Bank; Risiko Kontraktual.
2. Komite Manajemen Risiko mendukung Direksi
dalam memantau proses pengelolaan Risiko B.8. Risiko Reputasi
di Bank, memberikan informasi terkait Risiko Reputasi adalah risiko yang muncul dari
eksposur, masalah, dan tindak lanjut atas persepsi negatif dari key stakeholders (termasuk
risiko yang material; karyawan, nasabah, rekan, pemegang saham,
3. Fungsi kerja bisnis dan pendukung investor, debitur, analis pasar, pihak terkait lainnya
bertanggung jawab untuk memantau dan atau Regulator) yang berdampak merugikan
mengelola Risiko Hukum dan dampaknya terhadap kemampuan Bank untuk menjaga,
pada masing-masing fungsi kerja; dan atau membuat hubungan bisnis baru dan akses
4. Spesialis bidang seperti Fungsi Kerja lanjutan terhadap sumber dana (misalnya melalui
Compliance, Fungsi Kerja Legal, Human antar bank atau sekuritisasi pasar).
Resources, Technology and Operations,
Corporate Real Estate Service, dan Struktur Tata Kelola Manajemen Risiko Reputasi
Corporate Secretary bertanggung jawab Pihak-pihak terkait yang terlibat dalam
untuk memberikan petunjuk terkait dengan pengelolaan Risiko Reputasi adalah sebagai
keahliannya. berikut:
1. Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung
Kerangka Kerja Manajemen Risiko Hukum jawab untuk mengawasi dan mengelola
Pengukuran Risiko Hukum dilakukan dengan Risiko Reputasi Bank melalui penetapan
menggunakan indikator seperti potensi kerugian arah bisnis yang strategis, budaya, dan nilai;
akibat litigasi, pembatalan kontrak akibat 2. Komite Manajemen Risiko (RMC) dan Komite
perjanjian yang tidak dapat dilaksanakan dan Manajemen Risiko Operasional (ORMC)
perubahan peraturan. Setiap insiden Risiko membantu Direksi dalam pengawasan
Hukum dan potensi jumlah kerugiannya wajib pengelolaan Risiko Reputasi di Bank,
didokumentasi dan dilaporkan. memastikan Direksi mengetahui eksposur,
masalah, dan rencana penyelesaian atas
Fungsi Kerja Legal memberikan pendapat hukum risiko yang material;
(legal advice) dan bimbingan kepada seluruh unit
kerja Bank, ketika diperlukan. Hal ini termasuk
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 243
Page 246
Tata Kelola Perusahaan
3. Fungsi kerja bisnis dan pendukung (BU/ dapat dilakukan secara preventif sebelum rencana
SU) memiliki tanggung jawab utama aksi pemulihan tersebut diaktifkan sebagai langkah
untuk menerapkan dan melaksanakan pencegahan. Opsi pemulihan yang dipilih telah
pengendalian yang efektif untuk mengelola disesuaikan dengan kondisi spesifik Bank dan
risiko (termasuk risiko reputasi) yang timbul berdasarkan kredibilitas dan kelayakan masing-
dari aktivitas bisnis/pendukungnya; dan masing opsi. Opsi pemulihan yang telah ditetapkan
4. Para Subject Matter Experts (SMEs) terkait oleh Bank akan dilaksanakan untuk merespon tekanan
memberikan konsultasi untuk menilai dampak keuangan (financial stress) yang dialami dalam
risiko reputasi yang terkait dengan suatu mencegah, memulihkan maupun memperbaiki kondisi
kejadian, yaitu Strategic Communications keuangan serta kelangsungan usaha Bank (viability).
and Brand, Customer Advocacy, Compliance,
Legal, Technology & Operations, Operational Bank melakukan analisis skenario stress test terhadap
Risk Management (ORM), Line Data Protection dampak perubahan kondisi Bank yaitu market-wide
Officer/Country Data Protection Officer, dan idiosyncratic stress test yang mencakup analisis
Business Continuity Management, Corporate perubahan dampak terhadap kondisi permodalan,
Real Estate Services, Human Resources, likuiditas, rentabilitas dan kualitas aset. Stress test
Sustainability, dan Corporate Secretary. dilakukan setidaknya sekali dalam setahun atau
ketika kondisi tertentu yang dapat memiliki dampak
Kebijakan Manajemen Risiko Reputasi signifikan terhadap Bank untuk menentukan kelayakan
Divisi Operational Risk Management (ORM) Rencana Aksi Pemulihan, dimana hasil stress test
telah menetapkan Kebijakan Manajemen Risiko tersebut dilaporkan kepada Dewan Komisaris.
Reputasi yang mengatur Struktur Tata Kelola
dan proses manajemen risiko Reputasi, termasuk Bank juga telah menetapkan tata kelola untuk
event dan trigger risiko reputasi, komunikasi dan Rencana Aksi Pemulihan, di mana Direksi berperan
keterlibatan dengan key stakeholders, struktur dalam mengawasi dan mengaktifkan Rencana Aksi
tata kelola manajemen krisis dan protokol eskalasi Pemulihan selama periode pemulihan. Hal ini didukung
terkait Risiko Reputasi, serta pemulihan reputasi. oleh komite-komite seperti Crisis Management Team
(CMT) dan Task Force, bersama dengan unit pendukung
lainnya. Kerangka dan tata kelola dari Rencana
C. Rencana Aksi Pemulihan (RAP) Aksi Pemulihan telah didokumentasikan dengan
baik, termasuk langkah-langkah untuk mengaktifkan
Bank telah menyusun Rencana Aksi Pemulihan (RAP) Rencana Aksi Pemulihan serta proses komunikasi
sebagai panduan pemulihan dari kondisi yang sangat internal dan eksternal selama fase pemulihan. Bank
buruk yang dapat menyebabkan kegagalan. Rencana telah mengembangkan Crisis Level Matrix untuk
Aksi Pemulihan yang disusun telah disesuaikan dengan memberikan persyaratan eskalasi untuk berbagai
kondisi Bank dan mengacu kepada Peraturan OJK No. tingkat keparahan krisis. Matriks ini menentukan
5 Tahun 2024 tentang Penetapan Status Pengawasan kriteria kapan berbagai Task Force dan CMT perlu
dan Penanganan Permasalahan Bank. diaktifkan. Bank telah mengintegrasikan struktur dan
proses tata kelola Rencana Aksi Pemulihan dengan
Bank menentukan indikator-indikator Rencana Aksi struktur tata kelola Bank. Hal ini untuk memastikan
Pemulihan yang mencakup antara lain Permodalan, koherensi dan keterkaitan antara Rencana Aksi
Likuiditas, Rentabilitas, dan Kualitas Aset serta Pemulihan, proses penilaian kecukupan modal
menetapkan trigger level dari setiap indikator internal (ICAAP), rencana pendanaan darurat (CFP)
tersebut untuk mengaktivasi Rencana Aksi Pemulihan dan rencana kesinambungan bisnis (BCP).
dan melaksanakan opsi pemulihan untuk tujuan
pencegahan, pemulihan, dan perbaikan. Proses komunikasi Rencana Aksi Pemulihan
diselaraskan dengan rencana dukungan krisis dari
Bank telah menetapkan opsi pemulihan untuk Strategic Communication and Brand yang telah
mempertahankan kelangsungan usahanya dalam ditetapkan oleh Bank, di mana Crisis Management
menghadapi tekanan keuangan. Opsi pemulihan ini Team (CMT) bertanggung jawab atas komunikasi
akan dieksekusi jika indikator Rencana Aksi Pemulihan internal dan eksternal (sebagai pemangku
telah terlampaui, namun beberapa tindakan juga kepentingan) selama fase pemulihan. Dalam
244 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 247
Tata Kelola Perusahaan
proses komunikasi tersebut, CMT bertugas memilih Sehat, sehingga mampu menghadapi pengaruh negatif
strategi komunikasi dan mengelola alur komunikasi. yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor
Sebagai bagian dari pengungkapan internal, Bank eksternal lainnya tercermin dari peringkat faktor-faktor
mengkomunikasikan pengungkapan Rencana Aksi penilaian antara lain Profil Risiko, Penerapan Tata Kelola,
Pemulihan kepada seluruh unit kerja dan semua Rentabilitas, dan Permodalan. Adapun kelemahan-
karyawan, terutama mereka yang akan terlibat kelemahan yang terdapat pada faktor-faktor penilaian
dalam pelaksanaan Rencana Aksi Pemulihan. Bank dinilai Bank kurang signifikan dalam mempengaruhi
melakukan pengujian Rencana Aksi Pemulihan secara Tingkat Kesehatan Bank.
tahunan yang dihadiri oleh Direksi dan manajemen
senior untuk mempersiapkan dan membiasakan
manajemen senior serta fungsi pendukung dalam E. Pelaksanaan Sistem Manajemen
merespon berbagai skenario krisis yang muncul secara
sesuai dan tepat waktu. Risiko
Pengkinian dokumen Rencana Aksi Pemulihan Sistem manajemen risiko bertujuan untuk memampukan
dilakukan melalui tinjauan tahunan yang harus Bank melakukan analisis terhadap risiko saat ini
mendapat rekomendasi dari Komite Manajemen atau yang akan datang dan/atau potensi risiko
Risiko dan persetujuan dari Dewan Komisaris dan yang dihadapi Bank serta menentukan langkah-
Pemegang Saham Pengendali dalam Rapat Umum langkah mitigasi atas risiko tersebut. Sistem ini
Pemegang Saham (RUPS). menetapkan risiko dan mendukung kontrol internal
yang kuat. Sistem ini dievaluasi secara berkala untuk
UOBI telah menyampaikan Rencana Aksi Pemulihan mengukur tingkat efektivitasnya. Melalui evaluasi
secara tahunan kepada OJK dalam rangka memenuhi ini, Bank diharapkan dapat menganalisis kembali
peraturan OJK No. 5 Tahun 2024 tentang Penetapan apakah strategi-strategi tersebut telah sesuai
Status Pengawasan dan Penanganan Permasalahan dengan target yang telah ditetapkan. Bank terus
Bank. menyempurnakan sistem Manajemen Risiko untuk
mendukung pengendalian internal yang kuat. Bank
secara progresif meningkatkan sistem pengelolaan
risiko operasional dan risiko pasar.
D. Tingkat Kesehatan Bank
Pernyataan Direksi dan/atau Dewan Komisaris atas
Bank secara berkala melakukan penilaian terhadap Kecukupan Sistem Manajemen Risiko
Tingkat Kesehatan Bank sesuai dengan Peraturan Direksi dan/atau Dewan Komisaris menyatakan bahwa
OJK No. 4/POJK.03/2016 dan Surat Edaran OJK sistem manajemen risiko Bank telah memadai dan
No. 14/SEOJK.03/2017 mengenai Penilaian Tingkat telah beroperasi secara efektif dalam semua aspek
Kesehatan Bank Umum. Penilaian Tingkat Kesehatan material untuk tahun keuangan yang berakhir pada
Bank dilakukan terhadap 4 (empat) faktor yakni Profil 31 Desember 2025 dan juga memadai dan efektif
Risiko, Tata Kelola Perusahaan yang baik, Rentabilitas, untuk mencapai tujuan bisnis Bank dalam mematuhi
dan Permodalan. undang-undang yang relevan. Direksi dan/atau Dewan
Komisaris juga mengonfirmasi bahwa terdapat proses
Hasil Self-Assessment Tingkat Kesehatan Bank berkelanjutan dalam mengidentifikasi, menganalisis,
Semester II tahun 2025: mengevaluasi, memantau, dan mengelola risiko
No Faktor Penilaian Peringkat signifikan yang dihadapi oleh Bank, dan bahwa seluruh
1 Profil Risiko 2 risiko dapat dikelola dalam batasan risk appetite yang
2 Tata Kelola (GCG) 2 ditetapkan dalam peninjauan sepanjang tahun ini.
3 Rentabilitas 2 Bank telah menerapkan Kebijakan dan Kerangka Kerja
4 Permodalan 2 Manajemen Risiko secara memadai dan efektif serta
Peringkat TKB 2 meninjau setiap kebijakan dan prosedur secara rutin.
Selain itu, Direksi dan/atau Dewan Komisaris juga
Secara self-assessment, UOB Indonesia menilai bahwa menegaskan tanggung jawab dan komitmennya untuk
Tingkat Kesehatan Bank pada Semester II tahun 2025 terus menjaga dan meninjau kecukupan, efektivitas,
berada pada peringkat ”2” atau berada pada kondisi dan integritas sistem manajemen risiko Bank.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 245
Page 248
Tata Kelola Perusahaan
F. Penerapan Basel UOB Indonesia juga telah melakukan penerapan
Basel II Pilar 2 “Internal Capital Adequacy Assessment
Sejalan dengan pelaksanaan ketentuan regulator,
Process” (ICAAP) untuk menilai kecukupan modal
Bank telah mengadopsi Pendekatan Standar
secara keseluruhan yang dikaitkan dengan profil
(Standardised Approach) untuk Risiko Kredit, Risiko
risiko dan strategi untuk mempertahankan tingkat
Pasar, dan Risiko Operasional. Selain itu, UOB
permodalan Bank. Selain itu, Bank juga telah
Indonesia telah menggunakan Credit Valuation
melakukan pengukuran Risiko Suku Bunga pada
Adjustment (CVA) sebagai beban modal untuk Risiko
Banking Book (IRRBB) mengacu pada Peraturan OJK
Pasar akibat kegagalan pihak lawan, pada transaksi
No. 12/SEOJK.03/2018.
derivatif OTC (Over-the-Counter).
Secara berkelanjutan, Bank juga melakukan
Bank telah melakukan pelaporan Rasio Kecukupan
penerapan Pilar 3 “Disiplin Pasar” untuk memastikan
Likuiditas (LCR) sesuai peraturan OJK No. 42/
transparansi informasi keuangan maupun non-
POJK.03/2015 secara bulanan sejak bulan Juni
keuangan Bank.
2016 kepada regulator dan mempublikasikan secara
triwulanan sejak bulan September 2016 melalui situs
Bank. Pelaporan dan publikasi Rasio Pendanaan
Stabil Bersih (NSFR) sesuai peraturan OJK No. 50/
POJK.03/2017 telah dilakukan secara triwulanan
sejak bulan Maret 2018.
246 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 249
Tata Kelola Perusahaan
Penerapan Keuangan Berkelanjutan
Penerapan Keuangan Berkelanjutan SEOJK14/2025 – XVIII.1.2.3.4.5.6.7.8.9
1. Bank menerapkan keuangan berkelanjutan 1. Sesuai dengan POJK 51/2016, Bank telah menyusun dan
dalam kegiatan usaha Bank dan menyusun menyerahkan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB)
rencana aksi keuangan berkelanjutan bagi setiap tahunnya pada bulan November, sesuai dengan ketentuan
Bank dengan berpedoman pada Peraturan Regulator. RAKB disiapkan oleh Sustainability Working Group
Otoritas Jasa Keuangan mengenai (SWG) dan disetujui oleh Direksi serta Dewan Komisaris.
penerapan keuangan berkelanjutan
bagi lembaga jasa keuangan, emiten, Dalam memantau perkembangannya, Sustainability Spokes
dan perusahaan publik. Forum membahas kemajuan dari setiap inisiatif untuk memastikan
semuanya tetap sesuai jalur. Setiap masalah terkait kemajuan
disorot dalam Sustainability Working Group (SWG) yang dihadiri
oleh Kepala Fungsi/ Direktur dan dilaksanakan 4 kali dalam setahun.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Tata Kelola Keberlanjutan,
silakan merujuk pada bagian Tata Kelola Keberlanjutan dalam
Laporan Tahunan/ Laporan Keberlanjutan Bank.
2. Bank memiliki dan mengalokasikan 2. Kegiatan dan dana TJSL dilaksanakan secara aktif dan terintegrasi
sebagian dananya sebagai dana dalam kerangka program CSR Bank yang lebih luas. Rencana
tanggung jawab sosial dan lingkungan kegiatan ini juga telah disampaikan secara naratif dalam Rencana
dalam mendukung kegiatan penerapan Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank saat ini sebagai bagian
keuangan berkelanjutan. Alokasi dan dari rencana strategis Bank. Bank telah menerapkan strategi
penggunaan dana tanggung jawab sosial tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang fokus pada Seni,
dan lingkungan Bank tersebut hanya Anak-anak, dan Pendidikan. Untuk pembahasan lebih rinci tentang
digunakan untuk mendukung kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan Bank, silakan merujuk pada
penerapan keuangan berkelanjutan, GCG – Laporan CSR dan Keberlanjutan – bagian Pengelolaan
serta dapat memberikan nilai tambah Komunitas.
bagi Bank baik secara langsung maupun
tidak langsung.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 247
Page 250
Tata Kelola Perusahaan
Penerapan Keuangan Berkelanjutan SEOJK14/2025 – XVIII.1.2.3.4.5.6.7.8.9
3. Dalam penerapan keuangan 3. Bank telah menerapkan praktik bisnis dan strategi investasi yang
berkelanjutan, Bank melaksanakan mengintegrasikan nilai ESG dalam kegiatannya, antara lain:
praktik bisnis dan strategi investasi a. Ekosistem: Bank secara aktif menyelenggarakan pertemuan
dengan memperhatikan, menerapkan, dengan pelanggan untuk memberikan edukasi kepada
dan mengintegrasikan nilai lingkungan, pelanggan tentang Kerangka Pembiayaan Hijau UOB dan
sosial, dan tata kelola dalam mendukung Produk Investasi ESG yang tersedia di UOB.
paling sedikit: b. Pengembangan Produk: Bank secara berkala memperbarui
a. ekosistem bisnis berkelanjutan; Kerangka Produk Berkelanjutan internalnya, sejalan dengan
b. pengembangan produk; perkembangan pasar terkini.
c. transaksi; c. Transaksi: Seiring dengan Tinjauan Tahunan pelanggan, Bank
d. j a s a p e m b i a y a a n k e g i a t a n secara aktif melakukan peninjauan terhadap pelanggan
berkelanjutan dan pembiayaan transisi dengan risiko ESG Tinggi.
menuju pertumbuhan ekonomi yang d. Pembiayaan Berkelanjutan dan Pembiayaan Transisi: Bank
berkelanjutan; mengakui kebutuhan akan transisi yang adil di Asia Tenggara
e. pengembangan program keuangan dan menyediakan Kerangka Pembiayaan Transisi sebagai
berkelanjutan serta pelaksanaan bagian dari Kerangka Pembiayaan Hijau UOB. Kerangka
aktivitas operasional bank yang Pembiayaan Transisi kami menyediakan jalur bagi klien kami
berwawasan lingkungan; dan di sektor yang intensif energi, intensif karbon, dan sulit diubah
f. pemberdayaan sosial dan masyarakat. untuk beralih ke praktik yang lebih ramah lingkungan.
e. Operasional: Bank terus mencari langkah-langkah untuk
mengurangi emisi langsung kami seperti dengan mengganti
pencahayaan dan pendingin ruangan dengan solusi hemat
energi.
f. Pengelolaan Komunitas: Bank secara aktif terlibat dalam
pengelolaan komunitas melalui Program Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan Bank.
Untuk pembahasan yang lebih rinci, silakan merujuk pada Laporan
Keberlanjutan Bank.
4. RISIKO TERKAIT IKLIM 4. Dalam mempertimbangkan risiko terkait iklim yang dapat
Bank mempertimbangkan risiko terkait berdampak jangka pendek, menengah, dan panjang pada bisnis
iklim yang dapat berdampak jangka Bank, Bank menggunakan Uji Ketahanan Risiko Iklim (CRST)
pendek, jangka menengah, dan jangka sebagai alat atau masukan dalam melakukan analisis. Hasil CRST
panjang terhadap bisnis Bank dan Bank menunjukkan bahwa rasio kecukupan modal Bank tetap
memperhitungkan risiko tersebut pada sehat dan berada dalam batasan Risk Appetite Bank.
strategi bisnis dan kerangka manajemen
risiko.
Penentuan jangka waktu yang digunakan
Bank dalam menganalisis dampak
risiko terkait iklim mempertimbangkan
antara lain RBB dan target pemerintah
sebagaimana tertuang dalam dokumen
Nationally Determined Contribution
(NDC) dan komitmen pencapaian net
zero emission, dan/atau dokumen lain
terkini yang ditetapkan atau dipersamakan
oleh kementerian dan/atau instansi yang
berwenang.
248 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 251
Tata Kelola Perusahaan
Penerapan Keuangan Berkelanjutan SEOJK14/2025 – XVIII.1.2.3.4.5.6.7.8.9
5. Dalam pengelolaan risiko terkait iklim, 5. Direksi, Dewan Komisaris, dan unit kerja Bank masing-masing
Bank menetapkan peran dan tanggung memiliki peran dan tanggung jawab dalam mengelola risiko
jawab Direksi, Dewan Komisaris, dan terkait perubahan iklim. Setiap risiko material terkait perubahan
unit kerja pada Bank sesuai dengan iklim dilaporkan kepada Direksi dan/atau Dewan Komisaris.
struktur organisasi, mekanisme koordinasi Selain itu, Bank telah membentuk Kelompok Kerja Keberlanjutan,
dalam pengelolaan risiko terkait iklim, yang dikelola oleh Kantor Keberlanjutan, yang terdiri dari
dan pelaksanaan pengawasan secara anggota Direksi dan pimpinan fungsi terkait dari unit kerja
efektif. terkait.
6. Bank memiliki kebijakan, prosedur, 6-7 Bank telah menerapkan Kerangka Manajemen Risiko Lingkungan
dan pengendalian yang tepat untuk dan Kerangka Keberlanjutan, yang disetujui oleh Dewan
manajemen risiko terkait iklim yang Komisaris, dan berperan sebagai panduan utama dalam upaya
efektif. Kebijakan dan prosedur Bank untuk mengelola risiko lingkungannya, termasuk risiko
dimaksud merupakan bagian dari iklim. Prinsip-prinsip ini diterapkan dalam Pedoman Pembiayaan
kebijakan penerapan manajemen risiko Bertanggung Jawab kami, di mana Bank menerapkan prinsip
sesuai dengan Peraturan Otoritas kehati-hatian dan secara bertahap mengintegrasikan aspek
Jasa Keuangan mengenai penerapan ESG, termasuk risiko iklim, ke dalam proses penilaian kreditnya.
manajemen risiko bagi bank umum. Bank juga berkomitmen untuk mengurangi eksposurnya dan
7. Bank memperhitungkan risiko terkait keluar dari sektor-sektor industri tertentu, sejalan dengan
iklim dalam kerangka pengendalian komitmen Grup kami.
internal melalui 3 (tiga) lini pertahanan
(three lines of defence) yang mencakup
lini manajemen bisnis, lini manajemen
risiko dan kepatuhan, dan lini audit
intern untuk memastikan identifikasi,
pengukuran, dan mitigasi risiko
terkait iklim dilakukan dengan tepat,
komprehensif, dan efektif.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 249
Page 252
Tata Kelola Perusahaan
Penerapan Keuangan Berkelanjutan SEOJK14/2025 – XVIII.1.2.3.4.5.6.7.8.9
8. Bank mengidentifikasi, memonitor 8. Manajemen risiko terkait perubahan iklim saat ini terintegrasi
dan mengelola risiko terkait iklim yang dengan titik berat dalam proses manajemen risiko kredit
dapat mempengaruhi kondisi finansial, sebagai bagian dari analisis dan pemantauan kredit yang saat
termasuk permodalan dan likuiditas. ini diatur di bawah Kebijakan Kredit Umum untuk delapan sektor
Bank harus memastikan risk appetite yang sensitif terhadap ESG, di mana penilaiannya bersifat lebih
dan kerangka manajemen risiko telah kualitatif. Untuk memantau dan mengelola eksposur Risiko ESG
memadai untuk mengatasi risiko terkait dalam portofolio Bank, semua peminjam dinilai dan diberikan
iklim dan menentukan pendekatan dalam Peringkat Risiko ESG. Pemantauan Risiko ESG dilaporkan kepada
mengidentifikasi, mengukur, memonitor Direksi melalui forum dan komite terkait seperti Komite Kebijakan
dan mengelola risiko tersebut. Kredit dan Pertemuan Kualitas Portofolio Kredit (CPQM), yang
dihadiri oleh Direksi dan/atau anggota Manajemen Senior.
Untuk sektor-sektor tertentu yang dianggap memiliki risiko ESG
tinggi, Bank memiliki komitmen yang sejalan dengan komitmen
Grup UOB dalam kebijakan pembiayaan yang bertanggung
jawab untuk mengurangi atau keluar dari sektor tertentu dalam
jangka waktu yang ditentukan. Secara tahunan, Bank juga
melakukan penilaian dampak risiko iklim terhadap risiko kredit,
risiko likuiditas, risiko pasar sesuai panduan OJK. Untuk risiko
ESG yang signifikan yang muncul dari aktivitas non-Kredit, risiko
tersebut dikelola melalui protokol dan tata kelola/komite dari
risiko yang bersangkutan.
9. Bank memastikan pembagian peran, 9. Bank memiliki struktur tata kelola yang memadai untuk
tanggung jawab, maupun transparansi mendukung penerapan manajemen risiko, termasuk risiko
pada masing-masing lapisan lingkungan, dimana struktur tata kelola risiko lingkungan telah
pertahanan pada penerapan 3 (tiga) dinyatakan dalam Kerangka Manajemen Risiko Lingkungan.
lini pertahanan (three lines of defence) Struktur tata kelola ini sejalan dengan Three Lines Model. Unit
dalam pengelolaan risiko terkait dampak Bisnis dan Unit Pendukung berperan sebagai Lini Pertama
perubahan iklim. (Risk Owner) dan bertanggung jawab untuk menerapkan dan
melaksanakan manajemen risiko yang efektif sesuai dengan
kerangka kerja dan kebijakan yang berlaku. Manajemen
Risiko berperan sebagai Lini Kedua (Risk Monitoring) dan
independen dari Lini Pertama untuk membantu memantau
Lini Pertama, merumuskan kerangka kerja dan toleransi risiko
untuk Persetujuan Dewan Komisaris, yang harus dijalankan oleh
fungsi bisnis. Audit Internal berperan sebagai Lini Ketiga untuk
memberikan audit independen terhadap efektivitas Lini Pertama
dan Lini Kedua, serta memberikan jaminan independen kepada
Direktur Utama, Komite Audit, dan Direksi mengenai efektivitas
manajemen risiko lingkungan, struktur tata kelola, kebijakan,
kerangka kerja, sistem, dan proses implementasinya.
250 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 253
Tata Kelola Perusahaan
Key Matrics
(dalam jutaan rupiah)
No. Deskripsi 31 Des 2025 30 Sep 2025 30 Jun 2025 31 Mar 2025 31 Des 2024
Modal yang Tersedia (nilai)
1 Modal Inti Utama (CET1) 18.865.052 18.534.464 17.429.082 16.553.746 16.000.044
2 Modal Inti (Tier 1) 18.865.052 18.534.464 17.429.082 16.553.746 16.000.044
3 Total Modal 20.313.884 20.026.507 18.953.410 18.071.623 17.491.372
Aset Tertimbang Menurut Risiko (Nilai)
Total Aset Tertimbang Menurut
4 106.100.850 114.810.804 113.328.323 117.601.077 105.917.731
Risiko (ATMR)
Rasio Modal berbasis Risiko dalam bentuk persentase dari ATMR
5 Rasio CET1 (%) 17,78% 16,14% 15,38% 14,08% 15,11%
6 Rasio Tier 1 (%) 17,78% 16,14% 15,38% 14,08% 15,11%
7 Rasio Total Modal (%) 19,15% 17,44% 16,72% 15,37% 16,51%
Tambahan CET1 yang berfungsi sebagai buffer dalam bentuk persentase dari ATMR
Capital conservation buffer (2,5%
8 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
dari ATMR)
Countercyclical Buffer (0 - 2,5% dari
9 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
ATMR)
Capital Surcharge untuk Bank
10 1,00% 1,00% 1,00% 1,00% 1,00%
Sistemik (1% - 2,5%)
Total CET1 sebagai buffer (Baris 8 +
11 3,50% 3,50% 3,50% 3,50% 3,50%
Baris 9 + Baris 10)
12 Komponen CET1 untuk buffer 10,15% 8,44% 7,72% 6,37% 7,51%
Rasio pengungkit sesuai Basel III
13 Total Eksposur 190.579.660 188.421.204 186.091.157 186.215.208 172.719.986
Nilai Rasio Pengungkit, termasuk
dampak dari penyesuaian terhadap
pengecualian sementara atas
14 9,90% 9,84% 9,37% 8,89% 9,26%
penempatan giro pada Bank
Indonesia dalam rangka memenuhi
ketentuan GWM (jika ada)
Nilai Rasio Pengungkit, tidak
termasuk dampak dari penyesuaian
terhadap pengecualian sementara
14b 9,90% 9,84% 9,37% 8,89% 9,26%
atas penempatan giro pada Bank
Indonesia dalam rangka memenuhi
ketentuan GWM (jika ada)
Nilai Rasio Pengungkit, termasuk
dampak dari penyesuaian terhadap
pengecualian sementara atas
penempatan giro pada Bank
14c Indonesia dalam rangka memenuhi 9,75% 9,53% 9,32% 9,03% 8,92%
ketentuan GWM (jika ada), yang telah
memasukkan nilai rata-rata dari nilai
tercatat aset Securities Financing
Transaction (SFT) secara gross
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 251
Page 254
Tata Kelola Perusahaan
No. Deskripsi 31 Des 2025 30 Sep 2025 30 Jun 2025 31 Mar 2025 31 Des 2024
Nilai Rasio Pengungkit, tidak
termasuk dampak dari penyesuaian
terhadap pengecualian sementara
atas penempatan giro pada Bank
14d Indonesia dalam rangka memenuhi 9,75% 9,53% 9,32% 9,03% 8,92%
ketentuan GWM (jika ada), yang
telah memasukkan nilai rata-rata
dari nilai tercatat aset SFT secara
gross
Rasio Kecukupan Likuiditas (LCR)
Total Aset Likuid Berkualitas Tinggi
15 53.231.268 41.075.432 40.167.947 43.556.763 37.233.900
(HQLA)
Total Arus Kas Keluar Bersih (net
16 17.715.759 16.097.540 15.823.007 10.918.891 8.734.045
cash outflow)
17 LCR (%) 300,47% 255,17% 253,86% 398,91% 426,31%
Rasio Pendanaan Stabil Bersih (NSFR)
Total Pendanaan Stabil yang Tersedia
18 95.763.674 95.802.668 92.232.905 85.756.131 85.169.516
(ASF)
Total Pendanaan Stabil yang
19 79.111.697 80.601.855 80.002.195 79.241.649 73.912.071
Diperlukan (RSF)
20 NSFR (%) 121,05% 118,86% 115,29% 108,22% 115,23%
Permodalan - Komposisi Permodalan (CC1)
(dalam jutaan rupiah)
No Komponen Jumlah
Modal Inti Utama (Common Equity Tier 1) /CET1 : Instrumen dan Tambahan Modal Disetor
1 Saham Biasa (termasuk stock surplus) 7.990.848
2 Laba Ditahan 11.492.748
3 Akumulasi penghasilan komprehensif lain (dan cadangan lain) 679.640
4 Modal yang termasuk phase out dari CET1 -
5 Kepentingan Non Pengendali yang dapat diperhitungkan -
6 CET1 sebelum regulatory adjustment 20.163.236
CET1 : Faktor Pengurang (Regulatory Adjustment)
7 Selisih kurang jumlah penyesuaian nilai wajar dari instrumen keuangan dalam trading book -
8 Goodwill (813.973)
9 Aset tidak berwujud lain (selain Mortgage Servicing Rights) (250.667)
10 Aset pajak tangguhan yang berasal dari future profitability -
11 Cash-flow hedge reserve -
12 Shortfall of provisions to expected losses -
13 Keuntungan penjualan aset dalam transaksi sekuritisasi -
14 Peningkatan/penurunan nilai wajar atas kewajiban keuangan (DVA) -
252 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 255
Tata Kelola Perusahaan
No Komponen Jumlah
15 Aset pensiun manfaat pasti -
16 Investasi pada saham sendiri (jika belum di net dalam modal di Laporan Posisi Keuangan) -
17 Kepemilikan silang pada instrumen CET 1 pada entitas lain -
Investasi pada modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar cakupan konsolidasi
18 secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana Bank tidak memiliki -
lebih dari 10% modal saham yang diterbitkan (jumlah diatas batasan 10%)
Investasi signifikan pada saham biasa Bank, entitas keuangan dan asuransi di luar
19 cakupan konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan (jumlah -
diatas batasan 10%)
20 Mortgage servicing rights -
Aset pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer (jumlah diatas batasan
21 -
10%, net dari kewajiban pajak)
22 Jumlah melebihi batasan 15% dari : -
23 Investasi signifikan pada saham biasa financials -
24 Mortgage servicing rights -
25 Pajak tangguhan dari perbedaan temporer -
26 Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional : (233.544)
27 Penyesuaian pada CET 1 akibat AT 1 dan Tier 2 lebih kecil daripada faktor pengurangnya -
28 Jumlah pengurang (regulatory adjustment) terhadap CET1 (1.298.184)
29 Jumlah CET1 setelah faktor pengurang 18.865.052
Modal Inti Tambahan (AT1) : Instrumen
30 Instrumen AT1 yang diterbitkan oleh bank (termasuk stock surplus) -
31 Yang diklasifikasikan sebagai ekuitas berdasarkan standar akuntansi -
32 Yang diklasifikasikan sebagai liabilitas berdasarkan standar akuntansi -
33 Modal yang termasuk phase out dari AT1 -
Instrumen AT 1 yang diterbitkan oleh Entitas Anak yang diakui dalam perhitungan KPMM
34 -
secara konsolidasi
35 Instrumen yang diterbitkan Entitas Anak yang termasuk phase out -
36 Jumlah AT1 sebelum regulatory adjusment -
Modal Inti Tambahan : Faktor Pengurang (regulatory adjustment)
37 Investasi pada instrumen AT1 sendiri -
38 Kepemilikan silang pada instrumen AT1 pada entitas lain -
Investasi pada modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar cakupan konsolidasi
39 secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana Bank tidak memiliki -
lebih dari 10% modal saham yang diterbitkan (jumlah diatas batasan 10%)
Investasi signifikan pada modal bank, entitas keuangan dan asuransi di luar cakupan
40 -
konsolidasi secara ketentuan (net posisi short yang diperkenankan)
41 Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional -
41a Penempatan dana pada instrumen AT 1 pada Bank lain -
42 Penyesuaian pada AT 1 akibat Tier 2 lebih kecil daripada faktor pengurangnya -
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 253
Page 256
Tata Kelola Perusahaan
No Komponen Jumlah
43 Jumlah faktor pengurang (regulatory adjusment) terhadap AT 1 -
44 Jumlah AT 1 setelah faktor pengurang -
45 Jumlah Modal Inti (Tier 1) (CET 1 + AT 1) 18.865.052
Modal Pelengkap (Tier 2) : Instrumen dan cadangan
46 Instrumen Tier 2 yang diterbitkan oleh Bank ( termasuk stock surplus) 290.823
47 Modal yang termasuk phase out dari Tier 2 -
Instrumen Tier 2 yang diterbitkan oleh Entitas Anak yang diakui dalam perhitungan
48 -
KPMM secara konsolidasi
49 Modal yang diterbitkan Entitas Anak yang termasuk phase out -
Cadangan umum PPKA atas aset produktif yang wajib dihitung dengan jumlah paling
50 1.158.009
tinggi sebesar 1,25% dari ATMR untuk Risiko Kredit
51 Jumlah Modal Pelengkap (Tier 2) sebelum faktor pengurang 1.448.832
Modal Pelengkap (Tier 2) : Faktor Pengurang (Regulatory Adjustment)
52 Investasi pada instrumen Tier 2 sendiri -
53 Kepemilikan silang instrumen Tier 2 pada entitas lain -
Investasi pada kewajiban TLAC modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar cakupan
konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana Bank tidak
54 -
memiliki lebih dari 10% modal saham yang diterbitkan; nilai sebelumnya ditetapkan dengan
threshold 5% namun tidak lagi memenuhi kriteria (untuk bank Sistemik)
Investasi signifikan pada modal atau instrumen TLAC Bank, entitas keuangan dan asuransi
55 -
di luar cakupan konsolidasi secara ketentuan (net posisi short yang diperkenankan)
56 Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional -
56a Sinking fund -
56b Penempatan dana pada instrumen Tier 2 pada Bank lain -
57 Jumlah faktor pengurang (regulatory adjustment) Modal Pelengkap -
58 Jumlah Modal Pelengkap (Tier 2) setelah regulatory adjustment 1.448.832
59 Total Modal (Modal Inti + Modal Pelengkap) 20.313.884
60 Total Aset Tertimbang Menurut Resiko (ATMR) 106.100.850
Rasio Kecukupan Pemenuhan Modal Minimum (KPMM) dan Tambahan Modal (Capital Buffer)
61 Rasio (CET 1) - persentase terhadap ATMR 17,78%
62 Rasio Modal Inti (Tier 1) - persentase terhadap ATMR 17,78%
63 Rasio Total Modal - persentase terhadap ATMR 19,15%
64 Tambahan Modal (Buffer) - persentase terhadap ATMR 3,50%
65 Capital Conservation Buffer 2,50%
66 Countercyclical Buffer 0,00%
67 Capital Surcharge untuk Bank Sistemik 1,00%
Modal Inti Utama (CET 1) yang tersedia untuk memenuhi Tambahan Modal
68 10,15%
(Buffer) - persentase terhadap ATMR
National minima (jika berbeda dari Basel 3)
69 Rasio terendah CET 1 nasional (jika berbeda dengan Basel 3) -
254 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 257
Tata Kelola Perusahaan
No Komponen Jumlah
70 Rasio terendah Tier 1 nasional (jika berbeda dengan Basel 3) -
71 Rasio terendah total modal nasional (jika berbeda dengan Basel 3) -
Jumlah dibawah batasan pengurangan (sebelum pembobotan risiko) -
72 Investasi non signifikan pada modal entitas keuangan lain -
73 Investasi signikan pada saham biasa entitas keuangan -
74 Mortgage servicing rights (net dari kewajiban pajak) -
75 Aset pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer (net dari kewajiban pajak) -
Cap yang dikenakan untuk provisi pada Tier 2 -
Provisi yang dapat diakui sebagai Tier 2 sesuai dengan eksposur berdasarkan
76 -
pendekatan standar (sebelum dikenakan cap)
77 Cap atas provisi yang diakui sebagai Tier 2 berdasarkan pendekatan standar -
Provisi yang dapat diakui sebagai Tier 2 sesuai dengan eksposur berdasarkan pendekatan
78 -
IRB (sebelum dikenakan cap)
79 Cap atas provisi yang diakui sebagai Tier 2 berdasarkan pendekatan IRB -
Instrumen Modal yang termasuk phase out (hanya berlaku antara 1 Jan 2018 s.d 1 Jan 2022) -
80 Cap pada CET1 yang termasuk phase out -
Jumlah yang dikecualikan dari CET1 karena adanya cap (kelebihan diatas cap setelah
81 -
redemptions dan maturities)
82 Cap pada AT1 yang termasuk phase out -
Jumlah yang dikecualikan dari AT1 karena adanya cap (kelebihan diatas cap setelah
83 -
redemptions dan maturities)
84 Cap pada Tier 2 yang termasuk phase out -
Jumlah yang dikecualikan dari Tier 2 karena adanya cap (kelebihan diatas cap setelah
85 -
redemptions dan maturities)
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 255
Page 258
Tata Kelola Perusahaan
Permodalan - Rekonsiliasi Permodalan (CC2)
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2025
No. POS - POS
(Diaudit)
ASET
1 Kas 642.704
2 Penempatan pada Bank Indonesia 7.115.892
3 Penempatan pada bank lain 1.410.495
4 Tagihan spot dan derivatif/forward 1.607.242
5 Surat berharga yang dimiliki 37.435.496
6 Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) 3.611.757
7 Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) 1.703.647
8 Tagihan akseptasi 2.594.758
9 Kredit yang diberikan 111.782.340
10 Pembiayaan syariah
11 Penyertaan modal 26
12 Aset keuangan lainnya 1.286.858
13 Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/-
a. Surat berharga yang dimiliki (19.661)
b. Kredit yang diberikan dan pembiayaan syariah (3.825.446)
c. Lainnya (7.172)
14 Aset tidak berwujud 1.133.973
Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/- (69.333)
15 Aset tetap dan inventaris 5.743.634
Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/- (3.206.730)
16 Aset non produktif
a. Properti terbengkalai 28.849
b. Agunan yang diambil alih 135.313
c. Rekening tunda 751
d. Aset antarkantor -
17 Aset lainnya 1.393.810
TOTAL ASET 170.499.203
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
1 Giro 39.079.248
2 Tabungan 40.599.341
3 Deposito 53.634.093
4 Uang elektronik -
5 Liabilitas kepada Bank Indonesia -
256 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 259
Tata Kelola Perusahaan
31 Desember 2025
No. POS - POS
(Diaudit)
6 Liabilitas kepada bank lain 5.283.822
7 Liabilitas spot dan derivatif/forward 1.471.098
8 Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) 3.524.684
9 Liabilitas akseptasi 2.005.479
10 Surat berharga yang diterbitkan 944.990
11 Pinjaman/pembiayaan yang diterima -
12 Setoran jaminan 546.741
13 Liabilitas antarkantor -
14 Liabilitas lainnya 3.286.064
15 Kepentingan minoritas (minority interest) -
TOTAL LIABILITAS 150.375.560
EKUITAS
16 Modal disetor
a. Modal dasar 9.000.000
b. Modal yang belum disetor -/- (5.943.102)
c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/- -
17 Tambahan modal disetor
a. Agio 4.933.950
b. Disagio -/- -
c. Dana setoran modal -
d. Lainnya 4.576
18 Penghasilan komprehensif lain
a. Keuntungan 479.434
b. Kerugian -/- -
19 Cadangan
a. Cadangan umum 156.037
b. Cadangan tujuan -
20 Laba/rugi
a. Tahun-tahun lalu 9.963.671
b. Tahun berjalan 1.529.077
c. Dividen yang dibayarkan -/- -
TOTAL EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK 20.123.643
TOTAL EKUITAS 20.123.643
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 170.499.203
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 257
Page 260
Tata Kelola Perusahaan
Permodalan - Fitur Utama Instrumen Permodalan
dan Instrumen Tlac - Eligible (CCA)
INFORMASI KUANTITATIF/KUALITATIF
1 Penerbit PT Bank UOB Indonesia
2 Nomor Identifikasi BBIA02SBCN1, BBIA02SBCN2, BBIA03SBCN1 and BBIA04SBCN1
3 Hukum yang digunakan Hukum Indonesia
"Sarana yang memungkinkan
kewajiban pelaksanwaan pada
Bagian 13 dari Lembar Istilah TLAC
3a N/A
tercapai (untuk instrumen TLAC sah
lainnya yang diatur oleh hukum
asing)"
Perlakuan Instrumen berdasarkan ketentuan KPMM
4 Pada saat masa transisi N/A
5 Setelah masa transisi Tier 2
Apakah instrumen eligible untuk
6 Individu/Konsolidasi atau Konsolidasi Konsolidasi dan Individu
dan Individu
7 Jenis Instrumen Surat berharga subordinasi
Jumlah yang diakui dalam
8 Rp290.823juta
perhitungan KPMM
9 Nilai Par dari instrumen Rp950.000 juta
Klasifikasi sesuai standar akuntansi
10 Liabilitas - Biaya perolehan amortisasi
keuangan
11 Tanggal Penerbitan 5 Juli 2019, 13 November 2019, 08 Maret 2022 dan 26 Juni 2024
Tidak ada jatuh tempo (perpetual)
12 Dengan Jatuh Tempo
atau dengan jatuh tempo
13 Tanggal jatuh tempo 5 Juli 2026, 13 November 2026, 08 Maret 2029 dan 26 Juni 2031
Eksekusi call option atas persetujuan
14 N/A
Pengawas Bank
Tanggal call option, jumlah penarikan
15 dan persyaratan call option lainnya N/A
(bila ada)
16 Subsequent call option N/A
Kupon/dividen
Dividen/ kupon dengan bunga tetap
17 Fixed
atau floating
Tingkat dari coupon rate atau index
18 9,85%; 9,25%; 8,00% dan 7,50%
lain yang menjadi acuan
19 Ada atau tidaknya dividend stopper Tidak
Full discretionary, partial atau
20 Mandatori
mandatory
Apakah terdapat fitur step up atau
21 Tidak
insentif lain
258 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 261
Tata Kelola Perusahaan
INFORMASI KUANTITATIF/KUALITATIF
22 Non-kumulatif atau kumulatif Non - kumulatif
Dapat dikonversi atau tidak dapat
23 Tidak
dikonversi
Jika dapat dikonversi, sebutkan trigger
24 N/A
point-nya
Jika dapat dikonversi, apakah seluruh
25 N/A
atau sebagian
Jika dapat dikonversi, bagaimana
26 N/A
rate konversinya
Jika dapat dikonversi; apakah
27 N/A
mandatory atau optional
Jika dapat dikonversi, sebutkan jenis
28 N/A
instrumen konversinya
Jika dapat dikonversi, sebutkan issuer
29 N/A
of instrument it converts into
30 Fitur write-down Ya
Ketika Perseroan berpotensi terganggu kelangsungan usahanya
(point of non-viability) dan memiliki jangka waktu 5 (lima) tahun atau
lebih serta hanya dapat dilunasi setelah memperoleh persetujuan
OJK. Berdasarkan SE OJK No. 20/SEOJK.03/2016 tanggal 21 Juni
2016, Obligasi Subordinasi dapat dikonversi menjadi saham biasa
atau dilakukan write down apabila :
i. rasio modal inti utama (Common Equity Tier 1/CET 1) lebih rendah
31 Jika write-down, sebutkan trigger-nya atau sama dengan 5,125% (lima koma seratus dua puluh lima
persen) dari aset tertimbang menurut risiko (ATMR) baik secara
individu maupun konsolidasi dengan anak perusahaan; dan/atau
ii. terdapat rencana dari otoritas yang berwenang untuk melakukan
penyertaan modal kepada Bank yang dinilai berpotensi terganggu
kelangsungan usahanya;
iii. dan terdapat perintah dari OJK untuk melakukan konversi menjadi
saham biasa dan/atau write down
Jika terjadi write-down, apakah
32 Proporsional, parsial atau keseluruhan dengan persetujuan OJK
penuh atau sebagian
Jika terjadi write-down; permanen
33 Permanen
atau temporer
Jika terjadi write-down temporer,
34 N/A
jelaskan mekanisme write-up
34a Tipe subordinasi Obligasi Subordinasi
1. Pertama-tama Kreditur Preferen berhak menerima pembayaran
penuh atas seluruh tagihan piutangnya sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan yang berlaku;
35 Hierarki instrumen pada saat likuidasi 2. Selanjutnya, Nasabah penyimpanan dan kreditur Hutang Senior
berhak menerima pembayaran penuh atas seluruh tagihan
piutangnya sesuai dengan perjanjian hutang masing-masing,
dengan memperhatikan jaminan khusus yang diberikan;
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 259
Page 262
Tata Kelola Perusahaan
INFORMASI KUANTITATIF/KUALITATIF
3. Setelah para Kreditur Preferen, Nasabah Penyimpan dan para
kreditur Hutang Senior, menerima pembayaran penuh seluruh
tagihan hutang sesuai ketentuan dalam perjanjian hutang masing-
masing maka Pemegang Obligasi Subordinasi (termasuk pemegang
Obligasi Subordinasi atau kreditur pinjaman subordinasi lain yang
kedudukannya pari passu dengan Pemegang Obligasi Subordinasi
apabila ada) berhak menerima pembayaran penuh atas seluruh
tagihan piutangnya sesuai dengan ketentuan perjanjian hutang
masing-masing;
4. Dalam hal kreditur preferen, nasabah penyimpan dan kreditur
hutang senior, belum menerima pembayaran secara penuh atas
piutangnya dan jika wali amanat menerima pembayaran atau
pembagian dari kurator, likuidator atau wali yang mengurus harta
benda dan aset perseroan dalam proses likuidasi, maka :
a. Wali Amanat tidak boleh membagikan uang yang telah
diterima oleh Wali Amanat dari kurator, likuidator atau wali
yang mengurus harta benda dan aset Perseroan dalam proses
likuidasi, kepada Pemegang Obligasi Subordinasi kecuali Wali
Amanat telah menerima:
i. penegasan tertulis dari kurator, likuidator atau wali yang
mengurus aset Perseroan dalam proses likuidasi tersebut
bahwa semua kreditur preferen, nasabah penyimpan dan
para kreditur hutang senior, telah dibayar lunas; atau
ii. perintah pengadilan yang berwenang dalam jurisdiksi
yang bersangkutan yang memerintahkan atau memberikan
wewenang kepada Wali Amanat untuk melakukan
pembayaran kepada Pemegang Obligasi Subordinasi karena
semua kreditur preferen, nasabah penyimpan, para kreditur
hutang senior dan telah dibayar lunas.
b. Dalam hal Wali Amanat tidak menerima penegasan tertulis
sebagaimana tersebut dalam 4.a.i. atau perintah pengadilan
sebagaimana tersebut dalam 4.a.ii. tersebut dalam ayat ini maka
Wali Amanat harus segera mengembalikan pembayaran yang telah
diterima Wali Amanat tersebut kepada kurator, likuidator atau wali
yang mengurus harta benda dan aset Perseroan dalam proses
likuidasi, untuk pembayaran semua kreditur preferen, nasabah
penyimpan, dan para kreditur hutang senior yang masih belum di
bayar. Apabila kurator, likuidator atau wali yang mengurus harta
benda dan aset Perseroan dalam proses likuidasi tidak menerima
uang yang dikembalikan oleh Wali Amanat, maka Wali Amanat
harus membuka rekening bank terpisah dan menyetor uang yang
telah diterima tersebut kedalam rekening tersebut sampai Wali
Amanat menerima surat/dokumen yang disebut dalam butir 4.a.i.
atau butir 4.a.ii. tersebut diatas.
260 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 263
Tata Kelola Perusahaan
INFORMASI KUANTITATIF/KUALITATIF
5. kecuali dalam hal para kreditur preferen, nasabah penyimpan,
dan kreditur hutang senior telah menerima pembayaran
secara penuh dalam proses likuidasi dan dengan tidak
mengesampingkan ketentuan perlakuan sebagai modal
pelengkap (Tier 2) perseroan sebagaimana dimaksud dalam
POJK No.11/POJK.03/2016 dan peraturan pelaksanaan dan
peraturan penggantinya, Pemegang Obligasi Subordinasi yang
secara langsung menerima pembayaran dengan cara lain dari,
atau pembagian aset dari Perseroan, apapun jenis atau sifatnya,
baik dalam bentuk uang tunai, harta benda atau efek, maka
Pemegang Obligasi Subordinasi tersebut wajib menyerahkan
pembayaran atau pembagian aset tersebut kepada Wali
Amanat atau kurator dalam kepailitan, atau likuidator atau wali
yang mengurus harta benda dan aset Perseroan dalam proses
likuidasi untuk pembagian aset Perseroan sesuai dengan
ketentuan butir 1.,2. dan 3 diatas.
6. Jika sisa hasil likuidasi Perseroan setelah pemenuhan tagihan
kreditur preferen, nasabah penyimpan dan kreditur hutang
senior tidak cukup untuk membayar jumlah yang harus dibayar
berkenaan dengan Obligasi Subordinasi dan setiap hak
tagih yang menempati peringkat paripassu dengan Obligasi
Subordinasi, maka Pemegang Obligasi Subordinasi dan
pemegang hak tagih yang menempati peringkat pari passu
dengan Obligasi Subordinasi akan berbagi terhutang, masing-
masing yang merupakan hak mereka.
Apakah transisi untuk fitur yang non-
36 Tidak
compliant
37 Jika Ya, jelaskan fitur non-complaint N/A
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 261
Page 264
Tata Kelola Perusahaan
Laporan Total Eksposur dalam Rasio Pengungkit
(dalam jutaan rupiah)
No Keterangan Jumlah
Total aset di laporan posisi keuangan pada laporan keuangan publikasi. (nilai gross
1 173.875.431.00
sebelum dikurangi CKPN)
Penyesuaian untuk nilai penyertaan pada Bank, lembaga keuangan, perusahaan
asuransi, dan/atau entitas lain yang berdasarkan standar akuntansi keuangan harus
2 -
dikonsolidasikan namun di luar cakupan konsolidasi berdasarkan ketentuan Otoritas
Jasa Keuangan
Penyesuaian untuk nilai kumpulan aset keuangan yang mendasari yang telah dialihkan
dalam sekuritisasi aset yang memenuhi persyaratan jual putus sebagaimana diatur
dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai prinsip kehati-hatian dalam
3 -
aktivitas sekuritisasi aset bagi bank umum. Dalam hal aset keuangan yang mendasari
dimaksud telah dikurangkan dari total aset pada laporan posisi keuangan maka angka
pada baris ini adalah 0 (nol)
Penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank
4 -
Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada)
Penyesuaian untuk aset fidusia yang diakui sebagai komponen laporan posisi keuangan
5 berdasarkan standar akuntansi keuangan namun dikeluarkan dari perhitungan total -
eksposur dalam Rasio Pengungkit
Penyesuaian untuk nilai pembelian atau penjualan aset keuangan secara reguler
6 -
dengan menggunakan metode akuntansi tanggal perdagangan
Penyesuaian untuk nilai transaksi cash pooling yang memenuhi persyaratan
7 -
sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini
8 Penyesuaian untuk nilai eksposur transaksi derivatif 4.050.092.00
9 Penyesuaian untuk nilai eksposur SFT sebagai contoh transaksi reverse repo 136.670.00
10 Penyesuaian untuk nilai eksposur TRA yang telah dikalikan dengan FKK 17.534.376.00
11 Penyesuaian penilaian prudensial berupa faktor pengurang modal dan CKPN (5.016.909.00)
12 Penyesuaian lainnya -
13 Total Eksposur dalam perhitungan Rasio Pengungkit 190.579.660,00
Analisis Kualitatif
Total Eksposur dalam perhitungan Rasio Pengungkit merupakan penjumlahan dari eksposur aset dalam laporan
posisi keuangan, eksposur transaksi derivatif, eksposur transaksi pembiayaan surat berharga (Securities Financing
Transactions/SFT), eksposur TRA dalam laporan komitmen dan kontinjensi yang mencakup posisi trading book dan
banking book posisi Desember 2025. Perhitungan Eksposur ini diperlukan untuk memantau agar Modal Inti terhadap
Total eksposur berada diatas rasio minimum yang ditetapkan oleh OJK yaitu 3%.
262 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 265
Tata Kelola Perusahaan
Laporan Perhitungan Rasio Pengungkit
(dalam jutaan rupiah)
Periode
Keterangan
Des 25 Sep 25
Eksposur Aset dalam Laporan Posisi Keuangan
Eksposur aset dalam laporan posisi keuangan termasuk aset jaminan,
1 namun tidak termasuk eksposur transaksi derivatif dan eksposur SFT (Nilai 166.944.280 166.496.961
gross sebelum dikurangi CKPN)
Nilai penambahan kembali untuk agunan derivatif yang diserahkan kepada
2 pihak lawan yang mengakibatkan penurunan total eksposur aset dalam - -
neraca karena adanya penerapan standar akuntansi keuangan
3 (Pengurangan atas piutang terkait CVM yang diberikan dalam transaksi derivatif) - -
(Penyesuaian untuk nilai tercatat surat berharga yang diterima dalam
4 - -
eksposur SFT yang diakui sebagai aset)
5 (CKPN atas aset tersebut sesuai standar akuntansi keuangan) (3.852.279) (3.766.392)
(Aset yang telah diperhitungkan sebagai faktor pengurang Modal Inti
6 sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (1.164.630) (1.384.904)
mengenai kewajiban penyediaan modal minimum bagi bank umum)
7 Total Eksposur aset dalam laporan posisi keuangan 161.927.371 161.345.665
Penjumlahan dari baris 1 sampai dengan baris 6
Eksposur Transaksi Derivatif
Nilai RC untuk seluruh transaksi derivatif baik dalam hal terdapat variation
8 margin yang memenuhi syarat ataupun terdapat perjanjian saling hapus 1.970.206 2.598.096
yang memenuhi persyaratan tertentu
9 Nilai penambahan yang merupakan PFE untuk seluruh transaksi derivatif 3.695.634 4.542.949
(Pengecualian atas eksposur transaksi derivatif yang diselesaikan melalui
10
central counterparty (CCP))
11 Penyesuaian untuk nilai nosional efektif dari derivatif kredit - -
(Penyesuaian untuk nilai nosional efektif yang dilakukan saling hapus dan
12 - -
pengurangan add-on untuk transaksi penjualan derivatif kredit)
13 Total Eksposur Transaksi Derivatif 5.665.840 7.141.045
Penjumlahan dari baris 8 sampai dengan baris 12
Eksposur Securities Financing Transaction (SFT)
14 Nilai tercatat aset SFT secara gross 5.315.404 3.623.689
15 (Nilai bersih antara liabilitas kas dan tagihan kas) - -
Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan terkait aset SFT yang mengacu
16 pada perhitungan current exposure sebagaimana diatur dalam Lampiran 136.670 74.192
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini
17 Eksposur sebagai agen SFT - -
18 Total Eksposur SFT 5.452.074 3.697.881
Penjumlahan baris 14 sampai dengan baris 17
Eksposur Transaksi Rekening Administratif (TRA)
19 Nilai seluruh kewajiban komitmen atau kewajiban kontinjensi 105.631.578 94.603.439
Nilai gross sebelum dikurangi CKPN
(Penyesuaian terhadap hasil perkalian antara nilai kewajiban komitmen
20 (87.779.224) (78.039.856)
atau kewajiban kontinjensi dan FKK kemudian dikurangi CKPN)
21 (CKPN atas TRA sesuai standar akuntansi keuangan) (317.979) (326.970)
22 Total Eksposur TRA 17.534.375 16.236.613
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 263
Page 266
Tata Kelola Perusahaan
Periode
Keterangan
Des 25 Sep 25
Penjumlahan dari baris 19 sampai dengan baris 21
Modal dan Total Eksposur
23 Modal Inti 18.865.506 18.534.464
24 Total Eksposur 190.579.660 188.421.204
Penjumlahan baris 7, baris 13, baris 18, dan baris 22
Rasio Pengungkit (Leverage)
Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap
25 pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia 9,90% 9,84%
dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada)
Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap
25a pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia 9,90% 9,84%
dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada)
26 Nilai Minimum Rasio Pengungkit 3% 3%
27 Bantalan terhadap nilai Rasio Pengungkit
Pengungkapan Nilai Rata-Rata
Nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross, setelah penyesuaian
untuk transaksi akuntansi penjualan (sale accounting transaction) yang
28 8.229.018 9.751.979
dihitung secara bersih (net) dengan liabilitas kas dalam SFT dan tagihan kas
dalam SFT
Nilai akhir triwulan laporan dari nilai tercatat aset SFT secara gross,
setelah penyesuaian untuk transaksi akuntansi penjualan (sale accounting
29 5.315.404 3.623.689
transaction) yang dihitung secara bersih (net) dengan liabilitas kas dalam
SFT dan tagihan kas dalam SFT
Total Eksposur, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian
sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka
30 memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada), yang telah memasukkan 193.493.274 194.549.494
nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross sebagaimana
dimaksud dalam baris 28
Total Eksposur, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap
pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia
30a dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada), yang 193.493.274 194.549.494
telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross
sebagaimana dimaksud dalam baris 28
Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap
pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia
31 dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada), yang telah 9,75% 9,53%
memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross sebagaimana
dimaksud dalam baris 28
Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap
pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia
31a dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada), yang 9,75% 9,53%
telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross
sebagaimana dimaksud dalam baris 28
Analisis Kualitatif
Rasio Pengungkit per Desember 2025 adalah sebesar 9,90% yang merupakan hasil perbandingan antara Modal Inti
sebesar Rp18,87 Triliun dengan Total Eksposur sebesar Rp190,58 Triliun. Bila dibandingkan dengan periode September
2025, Rasio Pengungkit periode Desember 2025 mengalami peningkatan sebesar 0,06%. Peningkatan ini dikarenakan
adanya peningkatan modal inti sebesar Rp0,33 Triliun. Bank akan tetap menjaga permodalan (khususnya Modal Inti)
agar Rasio Pengungkit tetap berada diatas rasio minimum sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.31/
POJK.03/2019 tanggal 2 Desember 2019.
264 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 267
Tata Kelola Perusahaan
Tabel Eksposur Risiko
1. Pengungkapan Kualitas Kredit atas Aset (CR1)
(dalam jutaan rupiah)
Nilai Tercatat Bruto CKPN
CKPN
Tagihan yang Tagihan Nilai Bersih
CKPN (Pendekatan
Telah Jatuh yang Belum Stage 2 & 3 Stage 1 (a+b+c)
IRB)
Tempo Jatuh Tempo
a b c d e f g
Surat
1 - 33.681.610 (19.661) (6.456) (13.205) 33.661.949
Berharga
2 Kredit 1.872.732 109.909.608 (3.825.446) (3.328.338) (497.108) 107.956.894
Transaksi
3 Rekening - 8.783.803 (2.290) 0 (2.290) 8.781.513
Administratif
Total 1.872.732 152.375.021 (3.847.397) (3.334.794) (512.603) 150.400.356
2. Pengungkapan Mutasi Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo (CR2)
(dalam jutaan rupiah)
No a
1 Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo pada periode pelaporan terakhir 1.915.737
2 Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo sejak periode pelaporan terakhir 91.538
3 Kredit dan Surat Berharga yang kembali menjadi tagihan yang belum jatuh tempo (24.965)
4 Nilai hapus buku (80.487)
5 Perubahan lain (29.091)
6 Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo pada akhir periode pelaporan (1+2-3-4+5) 1.872.732
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 265
Page 268
Tata Kelola Perusahaan
3. Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasakan Wilayah
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2025
Tagihan bersih berdasarkan wilayah
No Kategori Portofolio Jawa
Jawa Jawa
Jakarta Timur & Sumatera
Barat Tengah
Bali
a b c d e f g
1 Tagihan kepada Pemerintah 44.862.664 - - - -
2 Tagihan kepada Entitas Sektor Publik 9.706.767 - - - -
Tagihan kepada Bank Pembangunan
3 - - - - -
Multilateral dan Lembaga Internasional
4 Tagihan kepada Bank 2.263.706 15.138 605 23.163 -
5 Tagihan berupa Covered Bond - - - - -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan
6 6.038.340 - - - -
Lembaga Jasa Keuangan Lainnya
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang
7 Subordinasi, Ekuitas, dan Instrumen Modal 26 - - - -
Lainnya
8 Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal 6.191.309 564.869 373.509 1.578.985 609.417
9 Kredit Beragun Properti Komersial 24.395.338 1.162.699 1.438.883 3.495.328 2.204.671
Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengolahan
10 668.944 200 31.847 69.257 167.075
Tanah, dan Konstruksi
11 Kredit Pegawai atau Pensiunan - - - - -
Tagihan kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil,
12 12.508.553 54.242 60.408 422.147 103.731
dan Portofolio Ritel
13 Tagihan kepada Korporasi 44.621.145 1.113.063 550.148 3.301.975 4.564.291
14 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 449.716 62.695 116.276 305.898 53.650
15 Aset Lainnya 4.668.228 64.760 145.091 109.932 70.326
Total 156.374.736 3.037.666 2.716.768 9.306.685 7.773.161
266 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 269
Tata Kelola Perusahaan
31 Desember 2024
Tagihan bersih berdasarkan wilayah
Kalimantan Jawa Jawa Jawa Timur Kalimantan
Total Jakarta Sumatera total
& Makassar Barat Tengah & Bali & Makassar
h i j k l m n o p
- 44.862.664 39.174.684 - - - - - 39.174.684
- 9.706.767 3.052.941 - - - - - 3.052.941
- - - - - - - - -
339 2.302.951 4.666.311 26.819 - 41.201 - 455 4.734.786
- - - - - - - - -
- 6.038.340 5.670.636 - - - - - 5.670.636
- 26 26 - - - - - 26
285.126 9.603.216 6.255.382 607.194 415.774 1.648.294 764.348 282.910 9.973.902
1.171.941 33.868.861 17.529.396 1.389.965 1.695.818 3.737.506 2.354.336 1.259.970 27.966.991
25.324 962.646 2.602.884 17.169 35.251 63.901 217.378 27.279 2.963.862
- - - - - - - - -
80.381 13.229.462 13.403.335 92.560 177.835 221.147 102.608 41.954 14.039.439
270.058 54.420.680 38.531.215 992.292 422.977 4.275.349 4.355.787 321.846 48.899.466
40.170 1.028.404 416.975 98.161 107.864 286.077 41.806 30.665 981.548
54.375 5.112.712 4.266.814 82.282 171.800 144.134 82.789 65.888 4.813.707
1.927.713 181.136.729 135.570.599 3.306.442 3.027.319 10.417.609 7.919.052 2.030.967 162.271.988
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 267
Page 270
Tata Kelola Perusahaan
4. Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasakan Sektor Ekonomi
(dalam jutaan rupiah)
Tagihan
Tagihan kepada
Tagihan
kepada Bank Tagihan Perusahaan
Tagihan kepada Tagihan
Pembangunan berupa Efek dan
No. Sektor Ekonomi kepada Entitas kepada
Multilateral Covered Lembaga
Pemerintah Sektor Bank
dan Lembaga Bond Jasa
Publik
Internasional Keuangan
Lainnya
a b c d e f g h
31 Desember 2025
Pertanian, Kehutanan dan
1 - - - - - -
Perikanan
2 Pertambangan dan Penggalian - 768.048 - - - -
3 Industri Pengolahan - - - 38.887 - -
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air
4 - 1.000.413 - - - -
Panas dan Udara Dingin
Pengelolaan Air, Pengelolaan Air
Limbah, Pengelolaan dan Daur
5 - - - - - -
Ulang Sampah, dan Aktivitas
Remediasi
6 Konstruksi - 0 - - - -
Perdagangan Besar dan Eceran;
7 Reparasi dan Perawatan Mobil - 7.938.306 - - - -
dan Sepeda Motor
8 Pengangkutan dan Pergudangan - - - - - -
Penyediaan Akomodasi dan
9 - - - - - -
Penyediaan Makan Minum
10 Informasi dan Komunikasi - - - - - -
11 Aktivitas Keuangan dan Asuransi 8.557.595 - - 2.263.629 - 6.037.057
12 Real Estat - - - - - -
Aktivitas Profesional, Ilmiah dan
13 - - - - - -
Teknis
Aktivitas Penyewaan dan
Sewa Guna Usaha Tanpa Hak
14 Opsi, Ketenagakerjaan, Agen - - - - - -
Perjalanan dan Penunjang
Usaha Lainnya
Administrasi Pemerintahan,
15 Pertahanan dan Jaminan Sosial - - - - - -
Wajib
16 Pendidikan - - - - - -
Aktivitas Kesehatan Manusia
17 - - - - - -
dan Aktivitas Sosial
18 Kesenian, Hiburan dan Rekreasi - - - - - -
19 Aktivitas Jasa Lainnya - - - - - -
268 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 271
Tata Kelola Perusahaan
Tagihan
Tagihan
berupa Surat Kredit untuk
Kredit kepada
Berharga/ Kredit Pengadaan Kredit
Beragun Usaha Tagihan Tagihan
Piutang Beragun Tanah, Pegawai Aset
Properti Mikro, Usaha kepada yang Telah
Subordinasi, Properti Pengolahan atau Lainnya
Rumah Kecil, dan Korporasi Jatuh Tempo
Ekuitas, dan Komersial Tanah, dan Pensiunan
Tinggal Portofolio
Instrumen Konstruksi
Ritel
Modal lainnya
i j k l m n o p q
- 31.586 311.768 - - 12.144 4.857.931 - -
- 1.292 174.484 - - 1.916 9.633.780 - -
- 705.174 11.752.803 - - 404.534 26.619.142 125.812 -
- - 250.742 - - - 406.980 - -
- 2.750 34.747 - - 998 10.692 - -
- 75.719 56.635 962.646 - 37.567 492.260 51.134 -
- 2.107.536 8.963.264 - - 1.360.964 6.953.162 320.182 -
- 149.243 3.203.146 - - 45.228 750.145 12.567 -
- 20.294 1.648.991 - - 60.420 3.208 0 -
- 158.992 3.420.724 - - 21.533 4.123.155 - -
- - - - - - 48.335 - -
- 34.207 2.730.005 - - 72.662 146.254 198.164 -
- 18.282 149.952 - - 31.229 71.710 - -
- 69.227 530.985 - - 54.803 241.153 - -
- - - - - - - - -
- - 16.931 - - 4.178 - - -
- 3.336 8.000 - - 12.706 - - -
- 433 4.514 - - 1.503 425 - -
- 80.300 247.000 - - 39.062 20.372 940 -
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 269
Page 272
Tata Kelola Perusahaan
Tagihan
Tagihan kepada
Tagihan
kepada Bank Tagihan Perusahaan
Tagihan kepada Tagihan
Pembangunan berupa Efek dan
No. Sektor Ekonomi kepada Entitas kepada
Multilateral Covered Lembaga
Pemerintah Sektor Bank
dan Lembaga Bond Jasa
Publik
Internasional Keuangan
Lainnya
a b c d e f g h
Aktivitas Rumah Tangga sebagai
Pemberi Kerja; Aktivitas yang
Menghasilkan Barang dan
20 - - - - - -
Jasa oleh Rumah Tangga yang
Digunakan untuk Memenuhi
Kebutuhan Sendiri
Aktivitas Badan Internasional
21 dan Badan Ekstra Internasional - - - - - -
Lainnya
22 Rumah Tangga - - - - - -
23 Bukan Lapangan Usaha Lainnya 29.189.177 - - 435 - 1.283
24 Lainnya 7.115.892 - - - - -
Total 44.862.664 9.706.767 - 2.302.951 - 6.038.340
31 Desember 2024
Pertanian, Kehutanan dan
1 - - - - - -
Perikanan
2 Pertambangan dan Penggalian - 736.863 - - - -
3 Industri Pengolahan - - - 657.520 - -
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air
4 - 110.048 - - - -
Panas dan Udara Dingin
Pengelolaan Air, Pengelolaan Air
Limbah, Pengelolaan dan Daur
5 - - - - - -
Ulang Sampah, dan Aktivitas
Remediasi
6 Konstruksi - - - - - -
Perdagangan Besar dan Eceran;
7 Reparasi dan Perawatan Mobil - 2.206.030 - - - -
dan Sepeda Motor
8 Pengangkutan dan Pergudangan - - - - - -
Penyediaan Akomodasi dan
9 - - - - - -
Penyediaan Makan Minum
10 Informasi dan Komunikasi - - - - - -
11 Aktivitas Keuangan dan Asuransi 22.902.530 - - 4.076.749 - 5.663.525
12 Real Estat - - - - - -
Aktivitas Profesional, Ilmiah dan
13 - - - - - -
Teknis
270 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 273
Tata Kelola Perusahaan
Tagihan
Tagihan
berupa Surat Kredit untuk
Kredit kepada
Berharga/ Kredit Pengadaan Kredit
Beragun Usaha Tagihan Tagihan
Piutang Beragun Tanah, Pegawai Aset
Properti Mikro, Usaha kepada yang Telah
Subordinasi, Properti Pengolahan atau Lainnya
Rumah Kecil, dan Korporasi Jatuh Tempo
Ekuitas, dan Komersial Tanah, dan Pensiunan
Tinggal Portofolio
Instrumen Konstruksi
Ritel
Modal lainnya
i j k l m n o p q
- - - - - - - - -
- - - - - - - - -
- 6.144.846 364.171 - - 158.253 - 294.046 -
- - - - - 10.909.736 41.702 25.557 -
- - - - - 25 275 - 5.112.712
- 9.603.216 33.868.861 962.646 - 13.229.462 54.420.680 1.028.404 5.112.712
- 33.305 325.281 - - 4.379 4.401.833 - -
- 1.975 210.574 - - 8.952 11.462.143 - -
- 724.203 11.283.359 - - 387.740 19.528.617 135.345 -
- 2.923 243.758 - - 491 138.152 - -
- 4.157 7.436 - - - - - -
- 68.694 75.676 2.963.862 - 28.270 12.252 31.004 -
- 2.236.251 9.011.730 - - 1.057.208 6.709.497 297.746 -
- 152.555 2.334.299 - - 75.366 1.330.298 16.535 -
- 43.227 1.642.950 - - 69.210 55.529 16.296 -
25 144.811 751.398 - - 19.774 1.768.441 - -
1 1.112 - - - - 1.187.048 - -
- 23.338 744.752 - - 24.827 1.976.680 201.486 -
- 35.606 43.528 - - 14.981 42.709 - -
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 271
Page 274
Tata Kelola Perusahaan
Tagihan
Tagihan kepada
Tagihan
kepada Bank Tagihan Perusahaan
Tagihan kepada Tagihan
Pembangunan berupa Efek dan
No. Sektor Ekonomi kepada Entitas kepada
Multilateral Covered Lembaga
Pemerintah Sektor Bank
dan Lembaga Bond Jasa
Publik
Internasional Keuangan
Lainnya
a b c d e f g h
Aktivitas Penyewaan dan
Sewa Guna Usaha Tanpa Hak
14 Opsi, Ketenagakerjaan, Agen - - - - - -
Perjalanan dan Penunjang
Usaha Lainnya
Administrasi Pemerintahan,
15 Pertahanan dan Jaminan Sosial - - - - - -
Wajib
16 Pendidikan - - - - - -
Aktivitas Kesehatan Manusia
17 - - - - - -
dan Aktivitas Sosial
18 Kesenian, Hiburan dan Rekreasi - - - - - -
19 Aktivitas Jasa Lainnya - - - - - 6.000
Aktivitas Rumah Tangga sebagai
Pemberi Kerja; Aktivitas yang
Menghasilkan Barang dan
20 - - - - - -
Jasa oleh Rumah Tangga yang
Digunakan untuk Memenuhi
Kebutuhan Sendiri
Aktivitas Badan Internasional
21 dan Badan Ekstra Internasional - - - - - -
Lainnya
22 Rumah Tangga - - - - - -
23 Bukan Lapangan Usaha Lainnya 16.272.154 - - 517 - 1.111
24 Lainnya - - - - - -
Total 39.174.684 3.052.941 - 4.734.786 - 5.670.636
272 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 275
Tata Kelola Perusahaan
Tagihan
Tagihan
berupa Surat Kredit untuk
Kredit kepada
Berharga/ Kredit Pengadaan Kredit
Beragun Usaha Tagihan Tagihan
Piutang Beragun Tanah, Pegawai Aset
Properti Mikro, Usaha kepada yang Telah
Subordinasi, Properti Pengolahan atau Lainnya
Rumah Kecil, dan Korporasi Jatuh Tempo
Ekuitas, dan Komersial Tanah, dan Pensiunan
Tinggal Portofolio
Instrumen Konstruksi
Ritel
Modal lainnya
i j k l m n o p q
- 48.623 203.565 - - 15.549 113.394 - -
- - - - - - - - -
- - 22.060 - - 3.093 - - -
- 3.152 13.220 - - 14.262 1.000 - -
- 806 7.789 - - 100 1.493 - -
- 66.594 616.066 - - 23.097 129.033 2.069 -
- - - - - - - - -
- - - - - - - - -
- 6.382.570 429.550 - - 173.205 - 267.198 -
- - - - - 12.118.935 40.635 13.869 -
- - - - - - 712 - 4.813.707
26 9.973.902 27.966.991 2.963.862 - 14.039.439 48.899.466 981.548 4.813.707
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 273
Page 276
Tata Kelola Perusahaan
5. Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasakan Sisa Jangka Waktu Kontrak
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2025
Tagihan Bersih Berdasakan Sisa Jangka Waktu Kontrak
No. Kategori Portfolio
>1 thn s.d. 3 > 3 thn s.d. 5
<=1 tahun >5 thn
thn thn
a b c d e f
1 Tagihan kepada Pemerintah 10.926.232 3.460.601 13.806.912 9.553.028
2 Tagihan kepada Entitas Sektor Publik 8.972.459 734.308 - 0
Tagihan kepada Bank Pembangunan
3 - - - -
Multilateral dan Lembaga Internasional
4 Tagihan kepada Bank 908.500 369.342 27 -
5 Tagihan berupa Covered Bond - - - -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan
6 5.680.317 356.272 1.750 -
Lembaga Jasa Keuangan Lainnya
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang
7 Subordinasi, Ekuitas, dan Instrumen Modal - - - -
Lainnya
8 Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal 3.147.160 320.520 626.071 5.506.476
9 Kredit Beragun Properti Komersial 19.971.563 4.109.840 5.436.265 4.325.096
Kredit untuk Pengadaan Tanah,
10 748.506 61.360 36.393 116.387
Pengolahan Tanah, dan Konstruksi
11 Kredit Pegawai atau Pensiunan - - - -
Tagihan kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil,
12 2.611.645 1.512.159 7.435.587 1.668.377
dan Portofolio Ritel
13 Tagihan kepada Korporasi 39.704.661 3.200.738 9.272.173 2.104.781
14 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 438.387 213.187 88.553 285.368
15 Aset Lainnya - - - -
Total 93.109.429 14.338.327 36.703.732 23.559.513
274 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 277
Tata Kelola Perusahaan
31 Desember 2024
Tagihan Bersih Berdasakan Sisa Jangka Waktu Kontrak
Non >1 thn s.d. 3 > 3 thn s.d. 5 Non
Total <=1 tahun >5 thn Total
Kontraktual thn thn Kontraktual
g h i j k l m n
7.115.892 44.862.664 19.592.776 1.850.154 5.068.596 6.862.031 5.801.127 39.174.684
- 9.706.767 2.343.513 - 709.428 - - 3.052.941
- - - - - - - -
1.025.082 2.302.951 2.037.074 256.923 37 - 2.440.752 4.734.786
- - - - - - - -
- 6.038.340 4.352.294 989.943 328.399 - - 5.670.636
26 26 - - - - 26 26
2.990 9.603.216 3.004.890 361.955 746.949 5.854.017 6.091 9.973.902
26.096 33.868.861 19.701.374 1.638.350 4.515.109 2.073.433 38.725 27.966.991
- 962.646 1.908.080 967.818 53.248 34.716 - 2.963.862
- - - - - - - -
1.694 13.229.462 2.090.157 1.315.800 5.192.133 5.436.175 5.174 14.039.439
138.327 54.420.680 37.473.429 3.186.963 7.335.577 719.320 184.177 48.899.466
2.909 1.028.404 420.263 84.347 202.816 267.789 6.333 981.548
5.112.712 5.112.712 - - - - 4.813.707 4.813.707
13.425.728 181.136.729 92.923.850 10.652.253 24.152.292 21.247.481 13.296.112 162.271.988
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 275
Page 278
Tata Kelola Perusahaan
6. Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Wilayah
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2025
Wilayah
No Keterangan Kalimantan
Jawa Jawa Timur
Jakarta Jawa Barat Sumatera &
Tengah & Bali
Makassar
a b c d e f g h
1 Tagihan 232.940.232 4.674.478 4.322.269 14.682.508 12.655.106 2.824.462
Tagihan yang Mengalami
2 9.270.883 641.720 938.053 696.155 161.677 358.315
Penurunan Nilai
a. Belum Jatuh Tempo 8.396.084 577.040 563.817 270.744 75.585 310.802
b. Telah Jatuh Tempo 874.798 64.681 374.237 425.410 86.092 47.513
3 CKPN - Stage 1 441.103 16.591 7.243 22.677 20.618 4.815
4 CKPN - Stage 2 1.359.914 328.221 194.599 40.174 15.853 39.908
5 CKPN - Stage 3 444.934 1.986 258.203 120.356 32.442 7.343
6 Tagihan yang Dihapus Buku 757.655 55.438 46.199 36.959 18.479 9.240
7. Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Sektor Ekonomi
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2025
Tagihan yang Mengalami
Penurunan Nilai
No Sektor Ekonomi CKPN CKPN CKPN
Tagihan Telah
Belum Jatuh Stage 1 Stage 2 Stage 3
Jatuh
Tempo
Tempo
a b c d e f g h
Pertanian, Kehutanan dan
1 10.393.501 29.078 - 11.525 2.611 -
Perikanan
2 Pertambangan dan Penggalian 14.231.934 - - 19.149 - -
3 Industri Pengolahan 67.589.077 2.158.080 467.280 86.002 817.484 344.927
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air
4 1.842.152 - - 4.508 - -
Panas dan Udara Dingin
Pengelolaan Air, Pengelolaan Air
Limbah, Pengelolaan dan Daur
5 77.221 - - 156 - -
Ulang Sampah, dan Aktivitas
Remediasi
6 Konstruksi 3.577.829 296.753 53.862 2.816 255.353 2.728
Perdagangan Besar dan Eceran;
7 Reparasi dan Perawatan Mobil 42.309.072 1.133.724 614.921 74.293 191.733 299.941
dan Sepeda Motor
Pengangkutan dan
8 5.030.027 50.374 13.054 10.438 5.930 487
Pergudangan
276 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 279
Tata Kelola Perusahaan
31 Desember 2024
Wilayah
Jawa Jawa Timur Kalimantan
Total Jakarta Jawa Barat Sumatera Total
Tengah & Bali & Makassar
i j k l m n o p
272.099.055 206.632.113 4.966.547 4.420.846 15.376.137 10.549.585 2.916.282 244.861.510
12.066.803 8.674.030 805.547 1.002.035 804.605 271.160 360.421 11.917.798
10.194.073 7.824.435 696.223 638.543 398.221 211.578 319.319 10.088.319
1.872.730 849.595 109.324 363.492 406.384 59.582 41.102 1.829.479
513.048 703.912 21.274 9.321 35.555 26.242 7.529 803.833
1.978.669 1.834.752 356.258 214.222 68.356 51.954 56.088 2.581.630
865.263 500.955 11.421 256.077 121.654 35.854 13.214 939.175
923.970 895.828 70.120 58.480 38.644 22.126 6.161 1.091.359
31 Desember 2024
Tagihan yang Mengalami
Tagihan Penurunan Nilai Tagihan
yang CKPN Stage CKPN Stage CKPN Stage yang
Tagihan
Dihapus Belum Jatuh Telah Jatuh 1 2 3 Dihapus
Buku Tempo Tempo Buku
i c d e f g h i
- 6.590.173 16.886 - 10.085 2.504 - -
- 15.904.534 11.879 - 22.341 1.755 - -
- 52.033.889 2.562.890 508.714 67.653 1.290.021 397.747 -
- 1.498.606 4.545 - 1.121 653 - -
- 22.999 3.931 - 28 646 - -
- 5.725.910 381.900 34.550 6.278 287.410 3.547 -
- 37.105.008 1.232.484 410.788 52.477 317.546 164.824 -
- 5.084.298 65.071 16.535 8.809 12.970 - -
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 277
Page 280
Tata Kelola Perusahaan
31 Desember 2025
Tagihan yang Mengalami
Penurunan Nilai
No Sektor Ekonomi CKPN CKPN CKPN
Tagihan Telah
Belum Jatuh Stage 1 Stage 2 Stage 3
Jatuh
Tempo
Tempo
a b c d e f g h
Penyediaan Akomodasi dan
9 2.275.811 1.612.249 0 959 366.464 -
Penyediaan Makan Minum
10 Informasi dan Komunikasi 15.065.891 15.015 - 15.133 2.508 -
11 Aktivitas Keuangan dan Asuransi 22.831.990 - - 20.202 - -
12 Real Estat 4.173.276 1.860.894 254.289 3.889 184.051 56.125
Aktivitas Profesional, Ilmiah dan
13 393.965 6.962 - 855 1.176 -
Teknis
Aktivitas Penyewaan dan
Sewa Guna Usaha Tanpa Hak
14 Opsi, Ketenagakerjaan, Agen 1.254.401 74.076 - 2.628 4.714 -
Perjalanan dan Penunjang
Usaha Lainnya
Administrasi Pemerintahan,
15 Pertahanan dan Jaminan Sosial - - - - - -
Wajib
16 Pendidikan 25.521 847 - 56 141 -
Aktivitas Kesehatan Manusia
17 25.890 - - 106 - -
dan Aktivitas Sosial
18 Kesenian, Hiburan dan Rekreasi 9.322 945 - 19 125 -
19 Aktivitas Jasa Lainnya 477.467 683 1.346 1.766 135 405
Aktivitas Rumah Tangga sebagai
Pemberi Kerja; Aktivitas yang
Menghasilkan Barang dan
20 - - - - - -
Jasa oleh Rumah Tangga yang
Digunakan untuk Memenuhi
Kebutuhan Sendiri
Aktivitas Badan Internasional
21 dan Badan Ekstra Internasional - - - - - -
Lainnya
22 Rumah Tangga 7.055.558 143.571 318.756 28.599 70.056 24.185
23 Bukan Lapangan Usaha Lainnya 61.196.649 2.652.467 149.221 229.899 76.188 136.465
24 Lainnya 12.262.500 158.353 - 47 - -
Total 272.099.055 10.194.073 1.872.730 513.048 1.978.669 865.263
278 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 281
Tata Kelola Perusahaan
31 Desember 2024
Tagihan yang Mengalami
Tagihan Penurunan Nilai Tagihan
yang CKPN Stage CKPN Stage CKPN Stage yang
Tagihan
Dihapus Belum Jatuh Telah Jatuh 1 2 3 Dihapus
Buku Tempo Tempo Buku
i c d e f g h i
- 2.464.053 1.613.868 29.121 861 393.067 12.824 -
- 5.876.428 11.124 138.800 4.486 1.663 138.800 -
- 38.446.385 1.287 - 23.257 180 - -
- 3.596.197 284.054 257.072 7.329 20.136 55.587 -
- 199.235 8.603 - 400 1.256 - -
- 613.731 15.155 - 1.736 2.082 - -
- - - - - - - -
- 30.646 11.844 - 44 1.350 - -
- 36.839 - - 134 - - -
- 11.272 - - 32 - - -
- 1.195.265 18.428 2.260 2.986 2.614 191 -
- - - - - - - -
- - - - - - - -
- 7.348.445 225.022 289.821 36.174 72.669 23.253 -
923.970 56.228.488 3.619.348 141.818 557.545 173.108 142.402 1.091.359
- 4.849.109 - - 57 - - -
923.970 244.861.510 10.088.319 1.829.479 803.833 2.581.630 939.175 1.091.359
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 279
Page 282
Tata Kelola Perusahaan
8. Pengungkapan Tagihan Berdasarkan Hari Tunggakan
(dalam jutaan rupiah)
No Jenis Eksposur
a b
1 Kredit yang termasuk dalam Tagihan yang Telah Jatuh Tempo
2 Surat Berharga yang termasuk dalam Tagihan yang Telah Jatuh Tempo
Total
9. Pengungkapan Aset Performing dan Non Performing
(dalam jutaan rupiah)
Performing
(Kualitas L dan DPK)
No.
Nilai Tercatat Bruto CKPN
a b
1 Surat Berharga 33.681.610 (19.661)
2 Kredit 109.770.132 (2.960.182)
a. Korporasi 85.555.071 (2.397.963)
b. Ritel 24.215.061 (562.219)
3 Transaksi Rekening Administratif 8.783.803 (2.290)
10. Pengungkapan Aset Restrukturisasi Performing dan Non Performing
(dalam jutaan rupiah)
Performing (Kualitas L dan DPK)
No.
Nilai Tercatat Bruto CKPN
a b
1 Surat Berharga - -
2 Kredit 3.809.598 (1.288.645)
a. Korporasi 2.866.985 (1.199.862)
b. Ritel 942.613 (88.783)
3 Transaksi Rekening Administratif - -
280 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 283
Tata Kelola Perusahaan
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Tagihan Berdasarkan Hari Tunggakan Tagihan Berdasarkan Hari Tunggakan
> 90 hari s.d. > 120 hari > 90 hari s.d. > 120 hari
> 180 hari Total > 180 hari Total
120 hari s.d. 180 hari 120 hari s.d. 180 hari
c d e f g h i j
110.458 140.702 1.621.570 1.872.730 139.711 469.352 1.220.416 1.829.479
- - - - - - - -
110.458 140.702 1.621.570 1.872.730 139.711 469.352 1.220.416 1.829.479
Non Performing (Kualitas KL, D, M)
Tagihan yang Mengalami Penurunan Tagihan yang Tidak Mengalami Penurunan Nilai
Nilai Memiliki Tunggakan > 90 Hari Memiliki Tunggakan ≤ 90 Hari
Nilai Tercatat Nilai Tercatat Nilai Tercatat
CKPN CKPN CKPN
Bruto Bruto Bruto
c d e f g h
- - - - - -
2.012.208 (865.264) - - - -
961.593 (622.601) - - - -
1.050.615 (242.663) - - - -
- - - - - -
Non Performing
Stage 1 Stage 2 Stage 3
(Kualitas KL, D, M)
Nilai Nilai Nilai Nilai
Tercatat CKPN Tercatat CKPN Tercatat CKPN Tercatat CKPN
Bruto Bruto Bruto Bruto
c d e f g h i j
- - - - - - - -
1.114.099 (508.412) 708.139 (5.738) 3.101.457 (1.282.909) 818.200 (508.410)
688.488 (465.382) 206.400 (670) 2.660.583 (1.199.194) 663.385 (465.380)
425.611 (43.030) 501.739 (5.068) 440.874 (83.715) 154.815 (43.030)
- - - - - - - -
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 281
Page 284
Tata Kelola Perusahaan
11. Pengungkapan Kuantitatif terkait Teknik MRK (CR3)
(dalam jutaan rupiah)
Tagihan yang Tagihan
Tagihan yang Tagihan Tagihan
Dijamin dengan yang Dijamin
Tidak Dijamin yang Dijamin yang Dijamin
Garansi, Penjaminan dengan
dengan Teknik dengan Teknik dengan
dan/atau Asuransi Derivatif
MRK MRK Agunan
Kredit Kredit
a b c d e
1 Surat Berharga 33.661.949 - - -
2 Kredit 98.725.833 8.202.655 8.202.655 -
3 Total 132.387.782 8.202.655 8.202.655 -
Kredit dan Surat
4 Berharga yang Telah 1.028.406 - - -
Jatuh Tempo
12. Pengungkapan Eksposur Risiko Kredit dan Dampak Teknik MRK (CR4)
(dalam jutaan rupiah)
Tagihan Bersih Sebelum Tagihan Bersih Setelah
ATMR dan Rata-Rata
penerapan FKK dan Teknik penerapan FKK dan
Bobot Risiko
MRK Teknik MRK
Kategori Portofolio Laporan Laporan Rata-Rata
Posisi TRA Posisi TRA ATMR Bobot Risiko
Keuangan Keuangan (e/(c+d))
a b c d e f
Tagihan kepada
1 44.775.064 876.000 44.775.064 87.600 - 0,00%
Pemerintah
Tagihan kepada Entitas
2 9.413.737 1.338.504 3.035.118 251.775 2.927.422 89,06%
Sektor Publik
Tagihan kepada
Bank Pembangunan
3 - - - - - 0,00%
Multilateral dan
Lembaga Internasional
4 Tagihan kepada Bank 1.773.205 891.485 1.773.205 544.962 1.122.809 48,44%
Tagihan kepada
Perusahaan Efek
5.551.906 4.986.777 5.531.963 497.178 2.379.176 39,46%
dan Lembaga Jasa
Keuangan Lain1)
Tagihan berupa Covered
5 - - - - - 0,00%
Bond
Tagihan kepada
6 Korporasi - Eksposur 42.831.990 54.622.005 30.672.207 7.966.452 39.900.553 103,27%
Korporasi Umum2)
Tagihan kepada
perusahaan efek dan
458 1.641 458 164 622 100,00%
lembaga jasa keuangan
lain3)
282 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 285
Tata Kelola Perusahaan
Tagihan Bersih Sebelum Tagihan Bersih Setelah
ATMR dan Rata-Rata
penerapan FKK dan Teknik penerapan FKK dan
Bobot Risiko
MRK Teknik MRK
Kategori Portofolio Laporan Laporan Rata-Rata
Posisi TRA Posisi TRA ATMR Bobot Risiko
Keuangan Keuangan (e/(c+d))
a b c d e f
Eksposur Pembiayaan
- - - - - 0,00%
Khusus4)
Tagihan berupa Surat
Berharga/Piutang
7 26 - 26 - 39 150,00%
Subordinasi, Ekuitas, dan
Instrumen Modal Lainnya
Tagihan kepada Usaha
8 Mikro, Usaha Kecil, dan 10.696.037 24.214.918 8.904.749 2.513.598 6.043.217 52,93%
Portofolio Ritel
9 Kredit Beragun Properti 0,00%
Kredit Beragun Properti
Rumah Tinggal yang
Pembayarannya Tidak
9.084.981 2.099.700 9.049.677 209.970 3.729.391 40,28%
Bergantung Secara
Material pada Arus Kas
Properti
Kredit Beragun Properti
Rumah Tinggal yang
Pembayarannya
138.883 - 126.095 - 58.815 46,64%
Bergantung Secara
Material pada Arus Kas
Properti
Kredit Beragun Properti
Komersial yang
Pembayarannya Tidak
22.451.989 6.417.428 21.928.059 1.325.714 16.794.695 72,22%
Bergantung Secara
Material pada Arus Kas
Properti
Kredit Beragun
Properti Komersial
yang Pembayarannya
9.194.686 8.892.200 9.193.597 889.220 11.788.487 116,92%
Bergantung Secara
Material pada Arus Kas
Properti
Kredit Pengadaan Tanah,
Pengolahan Tanah, dan 833.554 1.290.921 672.189 129.092 1.198.465 149,57%
Konstruksi 5)
Tagihan yang Telah
10 1.028.405 - 1.028.405 - 1.180.113 114,75%
Jatuh Tempo
11 Aset Lainnya 4.761.642 - 4.761.642 - 4.186.595 87,92%
Total 162.536.563 105.631.579 141.452.454 14.415.725 91.310.398
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 283
Page 286
Tata Kelola Perusahaan
13. Pengungkapan Eksposur berdasarkan Kelas Aset dan Bobot Risiko (CR5)
(dalam jutaan rupiah)
Kategori Portofolio 0% 20% 50%
1 Tagihan kepada Pemerintah 44.862.664 - -
Kategori Portofolio 20% 50%
2 Tagihan kepada Entitas Sektor Publik - 3.286.893
Kategori Portofolio 0% 20% 30%
Tagihan kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga
3 - - -
Internasional
Kategori Portofolio 20% 30%
4 Tagihan kepada Bank 595.862 39.478
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Jasa Keuangan Lain1) 1.971.542 1.257.239
Kategori Portofolio 10% 15% 20% 25% 35%
5 Tagihan berupa Covered Bond - - - - -
Kategori Portofolio 20% 50% 65%
6 Tagihan kepada Korporasi Umum 210.200 639.530
Tagihan kepada perusahaan efek dan lembaga jasa keuangan lain - - -
Eksposur Pembiayaan Khusus - -
Kategori Portofolio 100% 150% 250%
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi, Ekuitas, dan
7 - 26 -
Instrumen Modal Lainnya
Kategori Portofolio 45% 75%
8 Tagihan kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel 8.784.832 2.167.363
Kategori Portofolio 0% 20% 25% 30% 35% 40% 45% 50%
9 Kredit Beragun Properti - - - - - - - -
Kredit Beragun Properti
Rumah Tinggal yang
Pembayarannya Tidak - 2.747.781 991.321 1.991.291 - 753.728 - 344.057
Bergantung Secara Material
pada Arus Kas Properti
Kredit Beragun Properti
Rumah Tinggal yang
Pembayarannya Bergantung - - - 87.015 9.555 - 3.682 -
Secara Material pada Arus
Kas Properti
284 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 287
Tata Kelola Perusahaan
100% 150% Lainnya Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik MRK
- - - 44.862.664
100% 150% Lainnya Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik MRK
- - - 3.286.893
50% 100% 150% Lainnya Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik MRK
- - - - -
40% 50% 75% 100% 150% Lainnya Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik MRK
- 1.107.988 574.839 - - - 2.318.167
- 1.970.295 830.065 - - - 6.029.141
50% 100% Lainnya Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik MRK
- - -
75% 80% 85% 100% 130% 150% Lainnya Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik MRK
350.773 - 30.895 37.399.106 8.155 38.638.659
- - - 622 - - - 622
- - - - - - - -
400% Lainnya Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik MRK
- - 26
85% 100% Lainnya Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik MRK
10.876 455.276 11.418.347
Tagihan
Bersih Setelah
60% 65% 70% 75% 85% 90% 100% 105% 110% 150% Lainnya
FKK dan
Teknik MRK
- - - - - - - - - - - -
- - 346.700 1.536.460 548.309 - - - - - - 9.259.647
12.283,00 - - - - - - - - 13.560,00 - 126.095
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 285
Page 288
Tata Kelola Perusahaan
Kategori Portofolio 0% 20% 25% 30% 35% 40% 45% 50%
Kredit Beragun Properti
Komersial yang
Pembayarannya Tidak - - - - - - -
Bergantung Secara Material
pada Arus Kas Properti
Kredit Beragun Properti
Komersial yang
Pembayarannya Bergantung
Secara Material pada Arus
Kas Properti
Kredit Pengadaan Tanah,
Pengolahan Tanah, dan
Konstruksi5)
Kategori Portofolio 50% 100%
10 Tagihan yang Telah Jatuh tempo 44.156 636.678
Kategori Portofolio 0% 20%
11 Aset Lainnya 642.704 -
Tagihan
Tagihan Bersih Tagihan Bersih
Bersih (Setelah
No Bobot Risiko Laporan Posisi TRA (sebelum Rata-Rata FKK
pengenaan FKK
Keuangan pengenaan FKK)
dan Teknik MRK)
1 <40% 50.326.970 5.862.777 9,97% 50.891.805
2 40%-70% 21.693.106 27.206.103 12,01% 23.122.256
3 75% 22.451.989 6.417.428 20,66% 23.253.773
4 85% 4.761.642 - 0,00% 4.761.642
5 90%-100% 9.414.195 1.340.145 18,80% 3.287.515
6 105%-130% 53.055.081 63.514.205 13,94% 49.749.881
7 150% 833.580 1.290.921 10,00% 801.307
8 250% - - 0,00% -
9 400% - - 0,00% -
10 1250% - - 0,00% -
11 Total Tagihan Bersih 162.536.563 105.631.579 - 155.868.179
286 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 289
Tata Kelola Perusahaan
Tagihan
Bersih Setelah
60% 65% 70% 75% 85% 90% 100% 105% 110% 150% Lainnya
FKK dan
Teknik MRK
11.850.895 - - 983.246 10.419.632 - - - - - - 23.253.773
- - 3.915.393 - - 225.494 - - 170.319 5.771.611 - 10.082.817
6.914 794.367 - 801.281
150% Lainnya Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik MRK
347.571 - 1.028.405
100% 150% 1250% Lainnya Tagihan Bersih Setelah FKK dan Teknik MRK
3.983.625 135.313 - - 4.761.642
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 287
Page 290
Tata Kelola Perusahaan
Risiko Kredit
14. Analisis Eksposur Counterparty Credit Risk (CCR1)
(dalam jutaan rupiah)
Potential Alpha
Replacement Future digunakan untuk Tagihan
EEPE ATMR
No Cost (RC) Exposure perhitungan Bersih
(PFE) regulatory (EAD)
a b c d e f
31 Desember 2025
1. SA-CCR (untuk derivatif) 1.407.289 2.254.932 1,4 5.127.110 3.497.230
Metode Internal Model
2. N/A N/A
(untuk derivatif dan SFT)
Pendekatan sederhana
3. untuk mitigasi risiko kredit N/A N/A
(untuk SFT)
Pendekatan komprehensif
4. untuk mitigasi risiko kredit N/A N/A
(untuk SFT)
5. VaR untuk SFT N/A N/A
6. Total 3.497.230
31 Desember 2024
1. SA-CCR (untuk derivatif) 1.768.580 2.056.481 1,4 5.355.083 4.116.732
Metode Internal Model
2. N/A N/A
(untuk derivatif dan SFT)
Pendekatan sederhana
3. untuk mitigasi risiko kredit N/A N/A
(untuk SFT)
Pendekatan komprehensif
4. untuk mitigasi risiko kredit N/A N/A
(untuk SFT)
5. VaR untuk SFT N/A N/A
6. Total 4.116.732
15. Capital Charge untuk Credit Valuation Adjustment (CCR2)
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Tagihan Tagihan
No ATMR ATMR
Bersih Bersih
a b a b
Total portofolio berdasarkan Advanced CVA Capital Charge N/A N/A N/A N/A
1 Komponen VaR (termasuk 3x multiplier) N/A N/A
2 Komponen Stressed VaR (termasuk 3x multiplier) N/A N/A
3 Semua portofolio sesuai Standardised CVA Capital Charge 5.127.110 1.860.627 5.355.083 1.761.311
4 Total sesuai CVA Capital Charge 5.127.110 1.860.627 5.355.083 1.761.311
288 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 291
Tata Kelola Perusahaan
16. Eksposur CCR berdasarkan Kategori Portofolio dan Bobot Risiko (CCR3)
(dalam jutaan rupiah)
Bobot Risiko
Total
Kategori Portofolio 0% 10% 20% 50% 75% 100% 150% Lainnya Tagihan
Bersih
a b c d e f g h i
31 Desember 2025
Tagihan kepada Pemerintah
373.434 - - - - - - - 373.434
dan Bank Sentral
Tagihan kepada Entitas Sektor
- - - - - - - - -
Publik
Tagihan kepada Bank
Pembangunan Multilateral dan - - - - - - - - -
Lembaga Internasional
Tagihan kepada Bank Lain - - - 69.204 1.318.002 - - - 1.387.206
Tagihan kepada Perusahaan
Efek dan Lembaga Jasa - - - 1.384 0 - - - 1.384
Keuangan Lain
Tagihan kepada Perusahaan
- - - - - - - - -
Sekuritas
Tagihan kepada Korporasi - - - - - - - - -
Tagihan kepada Usaha Mikro,
- - - - - 1.460.139 - - 1.460.139
Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Aset Lainnya - - - - - - - - -
Jumlah 373.434 - - 70.588 1.318.002 1.460.139 - - 3.222.163
31 Desember 2024
Tagihan kepada Pemerintah
456.818 - - - - - - - 456.818
dan Bank Sentral
Tagihan kepada Entitas Sektor
- - - - - - - - -
Publik
Tagihan kepada Bank
Pembangunan Multilateral dan - - - - - - - - -
Lembaga Internasional
Tagihan kepada Bank Lain - - - 258.298 2.507.588 - - - 2.765.886
Tagihan kepada Perusahaan
Efek dan Lembaga Jasa - - - 3.903 94.144 - - - 98.047
Keuangan Lain
Tagihan kepada Perusahaan
- - - - - - - - -
Sekuritas
Tagihan kepada Korporasi - - - - - 156 - - 156
Tagihan kepada Usaha Mikro,
- - - - - 2.034.176 - - 2.034.176
Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
Aset Lainnya - - - - - - - - -
Jumlah 456.818 - - 262.201 2.601.732 2.034.332 - - 5.355.083
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 289
Page 292
Tata Kelola Perusahaan
17. RISIKO KREDIT - Tagihan Bersih Derivatif Kredit (CCR6)
Pada tanggal 31 Desember 2025 & 2024 Bank tidak memiliki Tagihan Bersih Derivatif Kredit.
18. RISIKO KREDIT - Eksposur sekuritisasi pada Banking Book (SEC1)
Pada tanggal 31 Desember 2025 & 2024 Bank tidak memiliki Eksposur sekuritisasi pada Banking Book.
19. RISIKO KREDIT - Eksposur sekuritisasi pada Trading Book (SEC2)
Pada tanggal 31 Desember 2025 & 2024 Bank tidak memiliki Eksposur sekuritisasi pada Trading Book.
20. RISIKO KREDIT - Eksposur sekuritisasi pada Banking Book dan terkait Persyaratan Modalnya - Bank yang
bertindak sebagai Originator atau Sponsor (SEC3)
Pada tanggal 31 Desember 2025 & 2024 Bank tidak memiliki Eksposur sekuritisasi pada Banking Book dan
terkait Persyaratan Modalnya - Bank yang bertindak sebagai Originator atau Sponsor.
21. Eksposur sekuritisasi pada Banking Book dan Persyaratan Modalnya - Bank yang bertindak sebagai Investor (SEC4)
Pada tanggal 31 Desember 2025 & 2024 Bank tidak memiliki Eksposur sekuritisasi pada Banking Book dan
Persyaratan Modalnya - Bank yang bertindak sebagai Investor.
22. Eksposur sekuritisasi pada Banking Book dan Persyaratan Modalnya - Bank yang bertindak sebagai Investor (SEC4)
Pada tanggal 31 Desember 2025 & 2024 Bank tidak memiliki Eksposur sekuritisasi pada Banking Book dan
Persyaratan Modalnya - Bank yang bertindak sebagai Investor.
Risiko Pasar
22. Perhitungan ATMR untuk Risiko Pasar dengan Menggunakan Pendekatan Standar
(dalam jutaan rupiah)
Risiko Beban Modal Pendekatan Standar Beban Modal Pendekatan Standar
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Risiko GIRR 43.143 31.206
Risiko CSR nonsekuritisasi 20.259 17.892
Risiko CSR sekuritisasi nonCTP - -
Risiko CSR sekuritisasi CTP - -
Risiko Ekuitas - -
Risiko Komoditas - -
Risiko Nilai Tukar 11.302 48.004
DRC – nonsekuritisasi 1.256 20.827
DRC – sekuritisasi nonCTP - -
DRC – sekuritisasi CTP - -
RRAO - -
Total 75.960 117.929
Pengungkapan Tambahan
• Per Desember 2025, total beban modal Risiko Pasar adalah sebesar Rp75,96 Miliar atau turun sebesar Rp41,97
Miliar dibandingkan posisi Desember 2024.
• Penurunan terbesar berasal dari beban modal Risiko Nilai Tukar yang turun sebesar Rp36,7 Miliar. Hal ini
dikontribusi dari Posisi Devisa Neto (PDN) Bank yang turun sebesar eq. Rp754,64 Miliar. Beban modal DRC -
nonsekuritisasi juga turun sebesar Rp19,57 Miliar yang disebabkan turunnya posisi Surat Berharga Korporasi
sebesar Rp227,35 Miliar.
290 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 293
Tata Kelola Perusahaan
Laporan Penerapan Manajemen Risiko untuk IRRBB
23. Laporan Penerapan Manajemen Risiko untuk Risiko Suku Bunga dalam Banking Book
Bank : Bank UOB Indonesia
Posisi Laporan : Desember / 2025
Analisis Kualitatif
1 Bank melakukan pengukuran interest rate risk berdasarkan dua perspektif yaitu perspektif rentabilitas (earning)
dan perspektif nilai ekonomis (economic value). Perspektif rentabilitas (earning) mengukur dampak jangka
pendek (sampai dengan 1 tahun) dari perubahan suku bunga terhadap net interest income Bank. Sedangkan
prespektif nilai ekonomis (economic value) mengukur sensitifitas perubahan suku bunga terhadap nilai bersih
(net worth) dari modal Bank (tier 1) dalam jangka panjang. Nilai bersih yang dimaksud merupakan nilai saat
ini (present value) dari ekspektasi arus kas aset di masa mendatang dikurangi dengan arus kas kewajiban
ditambah posisi off-balance sheet. Untuk mengakomodasi kedua hal tersebut, Bank menggunakan metode
NII yang mengukur perubahan pada pendapatan bunga bersih (net interest income) dan metode EVE yang
mengukur perubahan pada nilai ekonomis dari ekuitas (economic value of equity).
2 Sebagai bagian dari manajemen risiko IRRBB, Bank menetapkan Risk Appetite Statement (RAS) dan limit internal
untuk IRRBB. Setiap bulan, hasil pengukuran IRRBB dan pemantauan terhadap limit internal diinformasikan
kepada Assets and Liabilities Committee (ALCO) untuk selanjutnya menyesuaikan strategi dengan kondisi Bank
ataupun kondisi pasar jika diperlukan.
3 Bank melakukan perhitungan IRRBB (EVE dan NII) setiap bulan dengan menggunakan posisi akhir bulan. Untuk
menghitung IRRBB, Bank terlebih dahulu mengkategorikan instrumen atau posisi Banking Book yang sensitif
terhadap suku bunga baik pada neraca maupun komitmen kontijensi, kemudian Bank melakukan proyeksi
arus kas yang mengalami penyesuaian suku bunga pada masa mendatang dari instrumen tersebut dengan
berdasar kepada jatuh tempo penyesuaian suku bunga (repricing maturities). Dalam menentukan repricing
maturities, Bank turut memperhatikan intrumen atau posisi dengan opsi perilaku seperti Non-Maturity Deposit
(NMD), pinjaman suku bunga tetap dengan risiko pelunasan dipercepat, dan deposito dengan risiko penarikan
dipercepat. Posisi saldo dan arus kas untuk NMD mengikuti hasil perhitungan model internal Bank terhadap
Core dan Non-Core deposit, dengan memperhatikan cap terhadap rasio dan jangka waktu seperti diatur
dalam SEOJK No.12/SEOJK.03/2018. Sedangkan untuk pinjaman suku bunga tetap dengan risiko pelunasan
dipercepat, dan deposito dengan risiko penarikan dipercepat Bank menghitung nilai baseline yang dibutuhkan
dalam perhitungan prepayment rate dan early withdrawal rate seperti yang dijelaskan poin 7 di bawah.
Pengukuran berdasarkan EVE menggunakan asumsi run-off balance sheet yaitu asumsi bahwa seluruh
instrumen Banking Book dalam neraca akan sepenuhnya diamortisasi dan tidak akan diganti dengan instrumen
baru kecuali jika terdapat kebutuhan untuk melakukan pendanaan terhadap komponen neraca yang tersisa.
Pengukuran berdasarkan NII menggunakan asumsi ukuran neraca yang konstan (constant balance sheet), yaitu
asumsi bahwa besaran dan komposisi neraca akan dipertahankan sesuai kondisi pada saat awal perhitungan
dengan melakukan penggantian instrumen yang serupa (like-for-like replacement) atas aset dan liabilitas yang
mengalami jatuh tempo.
4 Bank menggunakan 6 skenario shock bunga untuk EVE sesuai dengan yang diatur dalam SEOJK No.12/
SEOJK.03/2018. Keenam skenario tersebut adalah
1. Parallel up
2. Parallel down
3. Steepener
4. Flattener
5. Short Rate up
6. Short Rate down
Sedangkan untuk perhitungan NII, Bank menggunakan 2 skenario shock suku bunga yaitu parallel up dan
parallel down.
5 Bank tidak menggunakan asumsi yang berbeda dari asumsi pemodelan yang digunakan dalam laporan
perhitungan IRRBB dengan pendekatan standar.
6 Saat ini Bank belum melakukan lindung nilai (hedging) terhadap IRRBB, mengingat posisi atau paparan risiko
masih dalam internal limit.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 291
Page 294
Tata Kelola Perusahaan
7 a. Bank turut memperhitungkan margin komersial dan spread components lainnya dalam pembuatan arus
kas masa mendatang dan dalam tingkat suku bunga diskonto yang digunakan dalam perhitungan dengan
metode EVE.
b. Berdasarkan karakteristiknya yang kurang stabil atau relatif sensitif terhadap perubahan suku bunga
di pasar, non-core deposit diasumsikan memiliki jangka tempo penilaian ulang suku bunga overnight.
Sedangkan untuk core deposit, Bank menggunakan kajian historis internal dalam penentuan jatuh tempo
penilailan ulang dengan tetap memperhitungkan caps yang diatur dalam SEOJK No.12/SEOJK.03/2018.
c. Bank menggunakan metode rata-rata akhir bulan selama 1 tahun terakhir dalam menghitung estimasi
parameter baseline atas produk pinjaman suku bunga tetap dengan opsi pelunasan dipercepat
(prepayment). Estimasi parameter baseline untuk produk deposito dengan opsi penarikan dipercepat (early
redemption) juga dilakukan dengan metode/pendekatan yang sama, yaitu rata-rata akhir bulan selama 1
tahun terakhir.
d. Saat ini Bank tidak memiliki asumsi tambahan lain untuk instrumen dengan opsi perilaku (behavioral option)
yang telah dikeluarkan dari perhitungan, yang memiliki dampak material terhadap EVE dan NII.
e. Dalam perhitungan IRRBB, Bank mempertimbangkan mata uang yang dinilai signifikan terhadap neraca
Bank, yaitu Rupiah (IDR) dan US Dollar (USD). Sedangkan mata uang lainnya dihitung secara konsolidasi
(tidak dihitung secara terpisah). Dalam hal pemantauan limit IRRBB internal Bank, Bank melakukan agregasi
mata uang dengan cara menjumlahkan eksposur risiko suku bunga dari semua mata uang baik Rupiah, US
Dollar, dan mata uang lainnya untuk setiap skenario shock suku bunga.
8 Berdasarkan hasil perhitungan IRRBB posisi akhir bulan Desember 2025, Bank melihat bahwa paparan risiko
suku bunga dari sisi nilai ekonomis (economic value) masih berada dalam limit yang ditentukan, yaitu di bawah
15% dari modal inti Bank. Hal ini terlihat dari rasio ΔEVE (total seluruh mata uang) terhadap modal inti sebesar
9,98%. Rasio ini mengalami kenaikan sebesar 2,40% dibandingkan posisi akhir Juni 2025 yang sebesar 7,58%.
Sedangkan Rasio ΔNII terhadap Projected Income terhitung sebesar 27,76%, mengalami penurunan dibanding
posisi akhir Juni 2025 yang sebesar 42,10%. ALCO senantiasa melakukan pemantauan terhadap kedua
parameter tersebut secara rutin dalam meeting bulanan ALCO.
Analisis Kuantitatif
1 Rata-rata jangka waktu penyesuaian suku bunga (repricing maturity) yang diterapkan untuk NMD adalah
sebagai berikut.
Produk Rata-rata jangka waktu penyesuaian suku bunga (dalam tahun)
Retail Rp 3,29
Retail US$ 0,83
Wholesale Rp 1,74
Wholesale US$ 1,19
2 Jangka waktu penyesuaian suku bunga (repricing maturity) terlama yang diterapkan untuk NMD adalah 4,5
tahun.
292 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 295
Tata Kelola Perusahaan
24. Laporan Perhitungan IRRBB
(dalam jutaan rupiah)
Periode ΔEVE ΔNII
(Dalam Juta Rupiah) Des 2025 Jun 2025 Des 2025 Jun 2025
Parallel up (1.881.993) (1.320.373) (567.858) (732.562)
Parallel down 2.350.019 1.766.229 (524.981) (166.197)
Steepener (1.018.693) (713.801) - -
Flattener 1.052.937 726.384 - -
Short rate up 3.000 (199.759) - -
Short rate down (333.415) (30.886) - -
Nilai Maksimum Negatif (absolut) (1.881.993) (1.320.373) (567.858) (732.562)
Modal Tier 1 (untuk ΔEVE) atau Projected Income (untuk ΔNII) 18.865.506 17.429.082 2.045.427 1.739.997
Nilai Maksimum dibagi Modal Tier 1 (untuk ΔEVE) atau
9,98% 7,58% 27,76% 42,0%
Projected Income (untuk ΔNII)
Mata Uang : Rupiah
Periode ΔEVE ΔNII
(Dalam Juta Rupiah) Des 2025 Jun 2025 Des 2025 Jun 2025
Parallel up (2.337.840) (1.715.580) (104.638) (470.888)
Parallel down 2.851.430 2.201.481 (653.859) (148.246)
Steepener (1.201.796) (869.698) - -
Flattener 1.249.169 893.421 - -
Short rate up (227.926) (302.025) - -
Short rate down (247.987) (21.595) - -
Nilai Maksimum Negatif (absolut) (2.337.840) (1.715.580) (653.859) (470.888)
Modal Tier 1 (untuk ΔEVE) atau Projected Income (untuk ΔNII) 18.865.506 17.429.082 2.045.427 1.739.997
Nilai Maksimum dibagi Modal Tier 1 (untuk ΔEVE) atau
12,39% 9,84% 31,97% 27,06%
Projected Income (untuk ΔNII)
Mata Uang : US$
Periode ΔEVE ΔNII
(Dalam Juta Rupiah) Des 2025 Jun 2025 Des 2025 Jun 2025
Parallel up 464.499 401.465 (468.916) (292.663)
Parallel down (510.094) (441.529) 184.303 46.466
Steepener 195.516 164.957 - -
Flattener (208.705) (176.134) - -
Short rate up 223.204 96.503 - -
Short rate down (75.742) (2.136) - -
Nilai Maksimum Negatif (absolut) (510.094) (441.529) (468.916) (292.663)
Modal Tier 1 (untuk ΔEVE) atau Projected Income (untuk ΔNII) 18.865.506 17.429.082 2.045.427 1.739.997
Nilai Maksimum dibagi Modal Tier 1 (untuk ΔEVE) atau
2,70% 2,53% 22,93% 16,82%
Projected Income (untuk ΔNII)
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 293
Page 296
Tata Kelola Perusahaan
25. Laporan Perhitungan Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas
(Liquidity Coverage Ratio) Triwulanan
(dalam jutaan rupiah)
INDIVIDUAL
Desember 2025
Nilai HQLA setelah
pengurangan
nilai (haircut) atau
Nilai outstanding
No Komponen Nilai outstanding Outstanding kewajiban
kewajiban dan
kewajiban dan dan komitmen dikalikan
komitmen/
komitmen/nilai tingkat penarikan
nilai tagihan
tagihan kontraktual (run-off rate) atau Nilai
kontraktual
tagihan kontraktual
dikalikan tingkat
penerimaan (inflow rate)
Jumlah data poin yang digunakan
1 - 64 Hari -
dalam perhitungan LCR
HIGH QUALITY LIQUID ASSET (HQLA)
2 Total High Quality Liquid Asset (HQLA) - 53.231.268 -
ARUS KAS KELUAR (CASH OUTFLOWS)
Simpanan nasabah perorangan
dan Pendanaan yang berasal dari
3 29.681.641 2.193.055 32.207.258
nasabah Usaha Mikro dan Usaha
Kecil, terdiri dari :
a. Simpanan/Pendanaan stabil 15.502.178 775.109 16.073.671
b. Simpanan/Pendanaan kurang stabil 14.179.463 1.417.946 16.133.587
Pendanaan yang berasal dari
4 79.654.742 30.075.937 72.199.634
nasabah korporasi, terdiri atas :
a. Simpanan Operasional 36.429.469 8.795.531 33.237.857
b. Simpanan non-operasional dan/
atau kewajiban lainnya yang 43.218.214 21.273.346 38.949.939
bersifat non-operasional
c. Surat berharga berupa surat
utang yang diterbitkan oleh bank 7.060 7.060 11.838
(unsecured debt)
Pendanaan dengan Agunan (secured
5 -
funding)
Arus kas keluar lainnya (additional
6 18.963.186 3.345.148 17.070.649
requirement) terdiri dari :
a. arus kas keluar atas transaksi
51.424 51.424 72.487
derivatif
b. arus kas keluar atas peningkatan
- - -
kebutuhan likuiditas
c. arus kas keluar atas kehilangan
- - -
pendanaan
d. arus kas keluar atas penarikan
komitmen fasilitas kredit dan 8.566.524 1.009.877 6.046.069
fasilitas likuiditas
e. arus kas keluar atas kewajiban
kontraktual lainnya terkait - - -
penyaluran dana
f. arus kas keluar atas kewajiban
8.333.612 272.220 8.404.683
kontijensi pendanaan lainnya
g. arus kas keluar kontraktual lainnya 2.011.626 2.011.626 2.547.410
294 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 297
Tata Kelola Perusahaan
KONSOLIDASIAN
September 2025 Desember 2025 September 2025
Nilai HQLA setelah Nilai HQLA setelah Nilai HQLA setelah
pengurangan pengurangan pengurangan
Nilai
nilai (haircut) atau nilai (haircut) atau nilai (haircut) atau
outstanding
Outstanding kewajiban Nilai outstanding Outstanding kewajiban Outstanding kewajiban
kewajiban
dan komitmen dikalikan kewajiban dan dan komitmen dikalikan dan komitmen dikalikan
dan
tingkat penarikan (run-off komitmen/nilai tingkat penarikan tingkat penarikan
komitmen/
rate) atau Nilai tagihan tagihan kontraktual (run-off rate) atau Nilai (run-off rate) atau Nilai
nilai tagihan
kontraktual dikalikan tagihan kontraktual tagihan kontraktual
kontraktual
tingkat penerimaan dikalikan tingkat dikalikan tingkat
(inflow rate) penerimaan (inflow rate) penerimaan (inflow rate)
64 Hari - 64 Hari - 64 Hari
41.075.432 - 53.231.268 - 41.075.432
2.417.042 29.681.641 2.193.055 32.207.258 2.417.042
803.684 15.502.178 775.109 16.073.671 803.684
1.613.359 14.179.463 1.417.946 16.133.587 1.613.359
27.582.118 79.654.742 30.075.937 72.199.634 27.582.118
8.004.951 36.429.469 8.795.531 33.237.857 8.004.951
19.565.328 43.218.214 21.273.346 38.949.939 19.565.328
11.838 7.060 7.060 11.838 11.838
- - -
3.593.348 18.963.186 3.345.148 17.070.649 3.593.348
72.487 51.424 51.424 72.487 72.487
- - - - -
- - - - -
698.676 8.566.524 1.009.877 6.046.069 698.676
- - - - -
274.776 8.333.612 272.220 8.404.683 274.776
2.547.410 2.011.626 2.011.626 2.547.410 2.547.410
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 295
Page 298
Tata Kelola Perusahaan
INDIVIDUAL
Desember 2025
Nilai HQLA setelah
pengurangan
nilai (haircut) atau
Nilai outstanding
No Komponen Nilai outstanding Outstanding kewajiban
kewajiban dan
kewajiban dan dan komitmen dikalikan
komitmen/
komitmen/nilai tingkat penarikan
nilai tagihan
tagihan kontraktual (run-off rate) atau Nilai
kontraktual
tagihan kontraktual
dikalikan tingkat
penerimaan (inflow rate)
TOTAL ARUS KAS KELUAR (CASH
7 35.614.140
OUTFLOWS)
ARUS KAS MASUK (CASH INFLOWS)
Pinjaman dengan agunan Secured
8 502.782 - 178.700
Lending
Tagihan berasal dari pihak lawan
9 (counterparty) yang bersifat lancar 30.079.848 17.828.208 29.959.399
(inflows from fully performing exposures)
10 Arus kas masuk lainnya 70.173 70.173 43.612
11 TOTAL ARUS KAS MASUK (CASH INFLOWS) 30.652.803 17.898.381 30.181.711
TOTAL ADJUSTED VALUE 1
12 TOTAL HQLA 53.231.268
TOTAL ARUS KAS KELUAR BERSIH (NET
13 17.715.759
CASH OUTLOWS)
14 LCR (%) 300%
Keterangan:
¹ Adjusted value dihitung setelah pengenaan pengurangan nilai (haircut), tingkat penarikan (run-off rate), dan tingkat
penerimaan (inflow rate) serta batas maksimum komponen HQLA, misalnya batas maksimum HQLA Level 2B dan
HQLA Level 2 serta batas maksimum arus kas masuk yang dapat diperhitungkan dalam LCR.
Laporan Perhitungan Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio) Triwulanan
Analisis Secara Individu
Kondisi Likuiditas :
• Perhitungan Liquidity Coverage Ratio (LCR) periode Triwulan IV 2025 menggunakan data rata-rata posisi harian
selama bulan Oktober 2025 s.d Desember 2025.
• Pemenuhan LCR rata-rata harian sepanjang Triwulan IV 2025 adalah sebesar 300,47%, di atas batas minimum
100% yang ditetapkan oleh OJK. Posisi LCR Triwulan IV 2025 mengalami kenaikan dibandingkan posisi Triwulan
III 2025 yang adalah sebesar 255,17% yang sebagian besar disebabkan oleh peningkatan High Quality Liquid
Asset (HQLA) sebesar 29,59%.
• Berdasarkan perspektif aset liquid, komposisi HQLA pada Triwulan IV 2025 terdiri dari HQLA Level 1 sebesar
99,96% dan HQLA Level 2B sebesar 0,04%. Komposisi HQLA Level 1 didominasi oleh Surat Berharga yang
diterbitkan oleh Pemerintah Pusat dan Bank Indonesia sebesar 74,82% dan penempatan pada Bank Indonesia
sebesar 23,93%, sedangkan sisanya dalam bentuk Kas.
• Berdasarkan perspektif arus kas keluar, komposisi pada Triwulan IV 2025 terdiri dari nasabah korporasi sebesar
84,45% serta nasabah perorangan dan UMKM sebesar 6,16% dari total arus kas keluar sedangkan sisanya dari
arus kas keluar lainnya.
• Berdasarkan perspektif arus kas masuk, komposisi pada Triwulan IV 2025 berasal dari pembayaran tagihan
pinjaman dengan agunan (secured lending) berdasarkan pihak lawan (counterparty) dari nasabah korporasi
non-keuangan sebesar 64,44% serta dari lembaga jasa keuangan sebesar 30,99% dari total arus kas masuk
sedangkan sisanya dari arus kas masuk lainnya.
296 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 299
Tata Kelola Perusahaan
KONSOLIDASIAN
September 2025 Desember 2025 September 2025
Nilai HQLA setelah Nilai HQLA setelah Nilai HQLA setelah
pengurangan pengurangan pengurangan
Nilai
nilai (haircut) atau nilai (haircut) atau nilai (haircut) atau
outstanding
Outstanding kewajiban Nilai outstanding Outstanding kewajiban Outstanding kewajiban
kewajiban
dan komitmen dikalikan kewajiban dan dan komitmen dikalikan dan komitmen dikalikan
dan
tingkat penarikan (run-off komitmen/nilai tingkat penarikan tingkat penarikan
komitmen/
rate) atau Nilai tagihan tagihan kontraktual (run-off rate) atau Nilai (run-off rate) atau Nilai
nilai tagihan
kontraktual dikalikan tagihan kontraktual tagihan kontraktual
kontraktual
tingkat penerimaan dikalikan tingkat dikalikan tingkat
(inflow rate) penerimaan (inflow rate) penerimaan (inflow rate)
33.592.508 35.614.140 33.592.508
- 502.782 - 178.700 -
17.451.357 30.079.848 17.828.208 29.959.399 17.451.357
43.612 70.173 70.173 43.612 43.612
17.494.969 30.652.803 17.898.381 30.181.711 17.494.969
TOTAL ADJUSTED VALUE 1
TOTAL ADJUSTED VALUE 1
TOTAL ADJUSTED VALUE1
41.075.432 53.231.268 41.075.432
16.097.540 17.715.759 16.097.540
255% 300% 255%
• Pengelolaan aset dan liabilitas serta likuiditas ditetapkan melalui rapat Komite Aset dan Liabilitas (ALCO) dan
secara sinergi dilaksanakan oleh unit bisnis dengan didukung oleh satuan kerja manajemen risiko.
• Bank juga memantau dan mengelola risiko likuiditas melalui beberapa rasio yang dimonitor secara harian, yaitu
rasio penurunan simpanan bukan bank, Loan to Deposit Ratio (LDR), Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM),
rasio 50 dan 20 deposan terbesar bukan bank, limit deposan tunggal terbesar bank dan bukan bank, rasio
pendanaan melalui swap, dan rasio undrawn facility. Selain itu, Bank juga melakukan stress test risiko likuiditas
dalam menilai kecukupan likuiditas bank, baik berdasarkan ’bank-specific crisis’ maupun ’general market crisis'.
• Proyeksi arus kas menggunakan behavioral modelling untuk memastikan arus kas telah mencerminkan perilaku
kegiatan bisnis dalam kondisi normal. Dari analisa arus kas secara behaviour, dapat diperoleh gap Net Cumulative
Outflow (NCO) yang diperkirakan akan dihadapi Bank. Di samping itu Bank juga melakukan pemantauan secara
berkala terhadap stabilitas pendanaan inti (core deposits) yang terdiri dari dana-dana stabil bukan bank seperti
giro, tabungan, dan deposito berjangka melalui analisa terhadap volatilitasnya.
• Selanjutnya, Rencana Pendanaan Kontijensi (Contingency Funding Plan-CFP) menjadi komponen penting
dalam kerangka kerja manajemen likuiditas dan berfungsi sebagai perpanjangan atas kebijakan operasional
atau manajemen likuiditas Bank sehari-hari. Rencana Pendanaan Kontijensi menguraikan tindakan yang harus
diambil oleh Bank pada saat terjadi krisis likuiditas, baik yang terjadi pada bank secara spesifik (bank-specific)
atau pasar secara keseluruhan (general market). Rencana Pendanaan Kontijensi mencakup proses identifikasi
krisis likuiditas, penetapan tanggung jawab dan tindakan manajemen bank pada saat krisis, memperbaiki area
yang menjadi perhatian, serta memastikan bahwa informasi dapat diperoleh secara akurat dan tepat waktu
sehingga dapat memfasilitasi pengambilan keputusan secara cepat, tepat, dan efektif. Selain itu, Bank juga
telah membentuk Liquidity Task Force (LTF) yang bertanggung jawab untuk mengevaluasi posisi likuiditas dan
menentukan tindakan yang akan diambil pada saat terjadi krisis.
Keterangan: angka LCR disajikan setelah pembobotan
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 297
Page 300
Tata Kelola Perusahaan
26. Perhitungan NSFR
(dalam jutaan rupiah)
September 2025
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu
Tanpa
≥ 6 bulan - <1
Jangka < 6 bulan ≥ 1 tahun
tahun
Waktu¹
Komponen ASF
1 Modal : 19.919.368 - - 1.492.043
2 Modal sesuai POJK KPMM 19.919.368 - - 1.492.043
3 Instrumen modal lainnya - - - -
Simpanan yang berasal dari nasabah
4 perorangan dan pendanaan yang berasal 20.604.797 26.886.706 1.753.465 117.507
dari nasabah usaha mikro dan usaha kecil:
5 Simpanan dan pendanaan stabil 14.802.617 1.674.611 68.191 2.403
6 Simpanan dan pendanaan kurang stabil 5.802.179 25.212.095 1.685.275 115.104
7 Pendanaan yang berasal dari nasabah korporasi: 55.987.443 32.386.601 615.118 25
8 Simpanan operasional 33.313.399 - - -
Pendanaan lainnya yang berasal dari
9 22.674.045 32.386.601 615.118 25
nasabah korporasi
Liabilitas yang memiliki pasangan aset yang
10 - - - -
saling bergantung
11 Liabilitas dan ekuitas lainnya : - - - -
12 NSFR liabilitas derivatif - -
ekuitas dan liabilitas lainnya yang tidak
13 - 9.911.361 243.918 136.310
masuk dalam kategori diatas
14 Total ASF - - - -
Komponen RSF
15 Total HQLA dalam rangka perhitungan NSFR - - - -
Simpanan pada lembaga keuangan lain
16 - - - -
untuk tujuan operasional
Pinjaman dengan kategori Lancar dan Dalam
17 Perhatian Khusus (performing) dan surat - 68.185.881 4.631.948 40.541.185
berharga
kepada lembaga keuangan yang dijamin
18 - 151.296 1.666.491 -
dengan HQLA Level 1
kepada lembaga keuangan yang dijamin
19 bukan dengan HQLA Level 1 dan pinjaman - 6.686.829 434.721 554.368
kepada lembaga keuangan tanpa jaminan
kepada perusahaan non-keuangan, nasabah
perorangan dan nasabah usaha mikro dan
20 kecil, pemerintah Indonesia, pemerintah negara - 61.299.135 2.283.978 33.808.055
lain, Bank Indonesia, bank sentral negara lain
dan entitas sektor publik, yang diantaranya:
memenuhi kualifikasi untuk mendapat bobot
21 risiko 35% atau kurang, sesuai SE OJK ATMR - - - -
untuk Risiko Kredit"
298 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 301
Tata Kelola Perusahaan
Desember 2025
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu
Total Nilai Total Nilai
Tertimbang Tanpa Jangka ≥ 6 bulan - <1 Tertimbang
< 6 bulan ≥ 1 tahun
Waktu¹ tahun
21.411.411 20.030.136 - - 1.444.688 21.474.824
21.411.411 20.030.136 - - 1.444.688 21.474.824
- - - - - -
45.265.249 21.139.409 25.170.588 2.657.201 52.564 44.913.593
15.720.551 14.316.233 1.425.620 69.176 55 15.020.532
29.544.697 6.823.176 23.744.968 2.588.025 52.509 29.893.061
28.867.740 57.970.863 33.162.886 1.130.482 - 28.869.623
16.656.699 33.680.635 - - - 16.840.318
12.211.040 24.290.228 33.162.886 1.130.482 - 12.029.305
- - - - - -
- - - - - -
- - 1.469.719 -
258.269 - 4.752.174 875.905 67.681 505.634
95.802.668 - - - - 95.763.674
1.882.175 - - - - 1.916.582
- - - - - -
67.045.568 - 64.961.962 5.114.937 42.084.238 67.523.704
848.375 - - 1.667.490 - 833.745
1.774.752 - 6.228.768 139.092 142.914 1.146.775
60.170.107 - 58.350.325 2.763.791 35.804.922 60.991.242
- - - - - -
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 299
Page 302
Tata Kelola Perusahaan
September 2025
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu
Tanpa
≥ 6 bulan - <1
Jangka < 6 bulan ≥ 1 tahun
tahun
Waktu¹
Kredit beragun rumah tinggal yang tidak
22 - - - -
sedang dijaminkan, yang diantaranya :
memenuhi kualifikasi untuk mendapat
23 bobot risiko 35% atau kurang, sesuai SE - 43.693 39.654 5.736.521
OJK ATMR untuk Risiko Kredit"
Surat Berharga yang tidak sedang
dijaminkan, tidak gagal bayar , dan tidak
24 - 4.927 207.104 442.242
masuk sebagai HQLA, termasuk saham yang
diperdagangkan di bursa
Aset yang memiliki pasangan liabilitas yang
25 - - - -
saling bergantung
26 Aset lainnya : - 3.289.732 22.872 7.607.396
Komoditas fisik yang yang diperdagangkan,
27 - - - -
termasuk emas
Kas, surat berharga dan aset lainnya yang
dicatat sebagai initial margin untuk kontrak -
28 derivatif dan kas atau aset lain yang - -
diserahkan sebagai default fund pada central -
counterparty (CCP)
29 NSFR aset derivatif - 224.119
NSFR liabilitas derivatif sebelum dikurangi
30 - 96.326
dengan variation margin
Seluruh aset lainnya yang tidak masuk dalam
31 - 3.289.732 22.872 7.286.952
kategori diatas
32 Rekening Administratif - 94.764.367
33 Total RSF
Rasio Pendanaan Stabil Bersih (Net Stable
34
Funding Ratio (%))
¹ Komponen yang dilaporkan dalam kategori tanpa jangka waktu adalah komponen yang tidak memiliki
jangka waktu kontraktual, antara lain: instrumen modal yang bersifat permanen (perpetual), short positions,
open maturity positions, giro, ekuitas yang tidak masuk dalam kategori HQLA dan komoditas
Analisis Secara Individu
• Perhitungan rasio NSFR Bank posisi Desember 2025 adalah 121,05% dengan jumlah pendanaan stabil yang
tersedia (ASF) sebesar Rp95,76 triliun dan jumlah pendanaan stabil yang diperlukan (RSF) sebesar Rp79,11 triliun.
Angka NSFR tersebut di atas batas minimum 100% yang ditetapkan oleh OJK.
• Jumlah pendanaan stabil yang tersedia (ASF) sebagian besar berasal dari nilai tertimbang simpanan ritel yang secara
total mencapai 46,90% dari total ASF, kemudian berturut-turut pendanaan yang berasal dari nasabah korporasi
(30,15%) dan modal (22,42%). Sedangkan jumlah pendanaan stabil yang diperlukan (RSF) sebagian besar berasal dari
nilai tertimbang pinjaman dengan kategori lancar dan dalam perhatian khusus (performing) dan surat berharga yang
secara total mencapai 85,35% dari total RSF.
300 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 303
Tata Kelola Perusahaan
Desember 2025
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu
Total Nilai Total Nilai
Tertimbang Tanpa Jangka ≥ 6 bulan - <1 Tertimbang
< 6 bulan ≥ 1 tahun
Waktu¹ tahun
- - - - - -
3.770.412 - 300.030 285.055 5.638.584 3.957.622
481.921 - 82.839 259.508 497.819 594.319
- - - - - -
10.920.001 - 1.923.893 13.906 6.960.278 8.898.077
- - - - - -
-
- - - -
-
224.119 - 158.884 158.884
96.326 - 73.486 73.486
10.599.557 - 1.923.893 13.906 6.727.908 8.665.707
754.111 - 105.644.090 773.334
80.601.855 - - - - 79.111.697
118,86% - - - - 121,05%
• Jika dibandingkan dengan posisi September 2025 yang sebesar 118,86%, nilai rasio NSFR posisi Desember 2025
mengalami kenaikan sebesar 2,19%. Kenaikan ini antara lain disebabkan penurunan jumlah RSF sebesar Rp1,49 triliun
atau 1,85% sedangkan ASF cenderung stabil.
• Dengan hasil perhitungan NSFR di atas, maka Bank memiliki pendanaan stabil yang memadai untuk mendanai
aset Bank dalam upaya mengelola risiko likuiditas jangka panjang.
• Pengelolaan aset dan liabilitas serta likuiditas ditetapkan melalui rapat Komite Aset dan Liabilitas (ALCO) dan
secara sinergi dilaksanakan oleh unit bisnis dengan didukung oleh satuan kerja manajemen risiko.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 301
Page 304
Tata Kelola Perusahaan
27. Risiko Likuiditas - Aset Terikat (Encumbrance) (ENC)
(dalam jutaan Rupiah)
a b c d
Aset yang disimpan
atau diperjanjikan Aset Tidak
Aset Terikat
dengan bank sentral Terikat Total
(Encumbered)
namun belum (Unencumbered)
menghasilkan likuiditas
Kas dan Setara Kas - - 642.704 642.704
Penempatan pada Bank Indonesia - 7.115.892 - 7.115.892
Surat Berharga (HQLA Level 1) 3.713.419 - 37.521.770 41.235.189
Surat Berharga Korporasi (HQLA
- - 2.167 2.167
Level 2a dan 2b)
Jumlah HQLA 3.713.419 7.115.892 38.166.641 48.995.952
Analisis Kualitatif
a) Aset terikat (encumbered assets) adalah aset bank yang tidak dapat digunakan untuk kebutuhan likuiditas,
secara legal dan kontraktual oleh Bank pada saat terjadi kondisi stres. Per 31 Desember 2025, jumlah aset terikat
Bank UOBI adalah sebesar IDR 3,7 triliun.
b) Aset yang disimpan atau diperjanjikan dengan bank sentral namun belum bisa digunakan untuk menghasilkan
likuiditas merupakan penempatan pada Bank Indonesia sebesar Rp 7,1 triliun (posisi 31 Desember 2025).
c) Aset tidak terikat terdiri dari Kas dan Setara Kas sebesar Rp 642 milyar dan Surat Berharga (setelah pembobotan)
sebesar Rp 37,5 triliun (posisi 31 Desember 2025).
d) Poin b) dan c) merupakan HQLA.
28. Perhitungan ATMR untuk Risiko Operasional
Laporan Rincian Indikator Bisnis
(dalam jutaan rupiah)
Indikator Bisnis (IB) dan 31 Desember 2025 31 Desember 2024
Subkomponen IB T T-1 T-2 T T-1 T-2
Komponen Bunga, Sewa, dan
3.386.716 3.155.648
Dividen (KBSD)
Pendapatan Bunga 11.107.365 9.538.923 7.157.180 9.538.923 7.157.180 6.540.535
Beban Bunga 5.445.145 4.357.609 2.222.596 4.357.609 2.222.596 2.326.742
Aset Produktif 152.766.128 159.885.113 138.895.089 159.885.113 138.895.089 121.956.156
Pendapatan Dividen 22 282 52 282 52 43
Komponen Jasa (KJ) 1.352.491 1.173.872
Pendapatan Jasa dan Komisi 1.716.174 1.148.992 1.184.318 1.148.992 1.184.318 1.185.801
Beban Jasa dan Komisi 258.042 182.754 185.894 182.754 185.894 142.983
Pendapatan operasional lainnya - - - - - -
Beban operasional lainnya 5.787 2.103 100 2.103 100 301
Komponen Keuangan (KK) 759.502 764.694
302 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 305
Tata Kelola Perusahaan
Indikator Bisnis (IB) dan 31 Desember 2025 31 Desember 2024
Subkomponen IB T T-1 T-2 T T-1 T-2
Laba Rugi Bersih Trading Book 240.114 248.135 38.642 248.135 38.642 379.848
Laba Rugi Bersih Banking Book 461.202 770.390 520.022 770.390 520.022 337.045
Indikator Bisnis (IB) 5.498.709 5.094.214
Komponen Indikator Bisnis (KIB) 659.845 611.306
Pengungkapan IB
IB total termasuk aktivitas yang
5.498.709 5.094.214
didivestasi
Pengurangan IB dikarenakan
pengecualian atas aktivitas yang - -
didivestasi
Keterangan Tambahan -
29. Perhitungan ATMR Untuk Risiko Operasional Dengan Menggunakan Pendekatan Standar
31 Desember 2025 31 Desember 2024
No. RINCIAN
Jumlah Jumlah
1 Komponen Indikator Bisnis (KIB) 659.845 611.306
2 Faktor Pengali Kerugian Intern (FPKI) 1 1
3 Modal Minimum Risiko Operasional (MMRO) 659.845 611.306
4 ATMR untuk Risiko Operasional 8.248.064 7.641.321
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 303
Page 306
Laporan Keberlanjutan
306 Tentang Laporan Keberlanjutan
307 Ikhtisar Keberlanjutan
309 Pendekatan Kami
322 Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan
327 Mengutamakan Nasabah
Mengembangkan Individu Profesional dan
336
Berprinsip
343 Mengusung Tanggung Jawab Perusahaan
358 Indeks dan Formulir Umpan Balik
363 Lampiran
304 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 307
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 305
Page 308
Tentang Laporan Keberlanjutan
Tentang Laporan Keberlanjutan
Laporan ini telah disetujui oleh Direksi dan disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan
Perusahaan Publik.
Laporan ini perlu dibaca bersama dengan Laporan Tahunan UOB 2025 serta pengungkapan terkait lainnya. Tautan
ke sumber informasi yang relevan, yang akurat pada saat publikasi, disediakan di seluruh laporan ini.
Laporan ini diterbitkan pada April 2026 dan tersedia secara daring di www.uob.co.id. Tidak terdapat versi cetak
yang diterbitkan.
Seluruh angka dalam laporan ini disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain. Beberapa angka mungkin tidak
menjumlah secara tepat akibat pembulatan.
Kami menyambut masukan dan saran Anda melalui sustainability@uob.co.id
306 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 309
Tentang
Ikhtisar Keberlanjutan
Laporan Keberlanjutan
Ikhtisar Keberlanjutan
Kami terus menerapkan pendekatan terintegrasi dalam menanamkan
keberlanjutan ke dalam strategi bisnis dan operasional kami, yang didukung
oleh berbagai inisiatif seperti pembiayaan transisi, penguatan kapabilitas
internal, serta program sosial yang memberikan dampak yang bermakna.
Tata Kelola dan Kapasitas Internal
• Kami memperkuat kebijakan serta proses tata kelola dan manajemen risiko terkait keuangan berkelanjutan.
• Kami mempertahankan lebih dari 3.500 karyawan dengan komposisi 54% karyawan perempuan.
• Kami memperdalam kapabilitas karyawan melalui serangkaian e-learning dan workshop dengan total
172.732 jam pelatihan, atau rata-rata 5,3 jam pelatihan per karyawan.
• Kami memperkuat kapabilitas internal di bidang keberlanjutan melalui peluncuran rangkaian modul e-learning
Sustainability 200, dengan tingkat penyelesaian mencapai 100% dalam jangka waktu yang ditetapkan.
Dampak Ekonomi
• Pendapatan operasional kami pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp1.888 miliar, dengan laba bersih setelah
pajak sebesar Rp1.529 miliar, meningkat 276,6% dibandingkan tahun 2024. Nilai ekonomi yang dihasilkan
didistribusikan kepada para pemangku kepentingan melalui pembayaran kepada karyawan dan pemasok
sebesar Rp5.225 miliar, serta pemenuhan kewajiban kepada pemerintah melalui beban pajak sebesar
Rp429 miliar.
• Kami menyediakan berbagai produk dan layanan perbankan, termasuk pembiayaan konvensional dan
berkelanjutan, dengan total penyaluran pembiayaan dan layanan keuangan selama tahun berjalan
mencapai Rp111,8 triliun.
• Kami menyalurkan pembiayaan berkelanjutan sesuai dengan kriteria POJK 51 sebesar Rp15,26 triliun.
Transaksi fasilitas hijau yang signifikan antara lain sebesar Rp350 miliar kepada Xurya Group Companies
dan Rp128 miliar kepada PT Alam Energy Renewables (bagian dari Shizen Energy Group) untuk mendukung
adopsi energi surya di sektor komersial dan industri di seluruh Indonesia.
Dampak Lingkungan
• Kami memperoleh sertifikasi Green Building peringkat Gold untuk kategori bangunan eksisting dari Green
Building Council Indonesia atas kantor pusat kami, UOB Plaza di Jakarta, yang mencerminkan komitmen
kami dalam menyediakan lingkungan kerja yang berkelanjutan dan lebih sehat.
• Kami mempertahankan status karbon netral melalui inisiatif efisiensi energi, serta pemanfaatan 18.377
Renewable Energy Certificates (REC) dan 1.574 kredit karbon yang berkualitas tinggi untuk mengimbangi
emisi yang sulit dikurangi.
• Total emisi gas rumah kaca dari Cakupan 1, Cakupan 2, serta Cakupan 3 (perjalanan udara dan limbah)
tercatat sebesar 15.408 tCO2e. Intensitas emisi gabungan Cakupan 1 dan Cakupan 2 (tidak termasuk pusat
data) menurun sebesar 16% dibanding tahun sebelumnya.
• Kami terus melanjutkan inisiatif untuk mengurangi limbah anorganik yang dikirim ke tempat pembuangan
akhir, dengan hasil 59% limbah berhasil dialihkan dari tempat pembuangan akhir sepanjang tahun 2025.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 307
Page 310
Tentang
Ikhtisar Keberlanjutan
Laporan Keberlanjutan
Dampak Sosial
• Kami menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan sebesar Rp30,01 miliar dengan fokus pada
seni, anak-anak, dan pendidikan, serta melibatkan 3.000 siswa dan 235 seniman sebagai bagian dari
komitmen kami dalam menciptakan dampak sosial yang positif dan mendukung pertumbuhan ekonomi
yang inklusif.
• Kami, bekerja sama dengan Ruangguru, meluncurkan program UOB My Digital Space. Program ini diluncurkan
dengan target untuk menjangkau 90.000 siswa sekolah dasar dan menengah dalam lima tahun ke depan
untuk membekali mereka dengan ilmu dan keahlian digital yang relevan di tengah perkembangan teknologi
yang semakin pesat.
• Kami mendonasikan 30 unit laptop kepada 10 sekolah di seluruh Indonesia untuk mendukung pemerataan
akses pembelajaran.
• Kami menyelenggarakan kegiatan tahunan UOB Heartbeat Run/Walk sebagai bagian dari aktivitas
penggalangan dana yang juga memperkuat semangat kesukarelawanan di kalangan karyawan. Kegiatan ini
turut menjadi platform untuk menampilkan dan melelang karya seni yang dibuat oleh 33 anak neurodivergen
dari Yayasan DPK Center. Dana yang terkumpul dari kegiatan UOB Heartbeat Run/Walk 2025 disalurkan
kepada Yayasan DPK Center.
• Kami menyalurkan dana sebesar Rp1 miliar, bekerja sama dengan BNP Paribas Asset Management, untuk
mendukung program sosial dan lingkungan yang dijalankan oleh Kopernik dan Seven Clean Seas.
• Kami melibatkan hampir 1.600 karyawan dengan rata-rata kontribusi waktu sukarela sebesar 1,5 jam per
orang, yang memberikan manfaat kepada lebih dari 5.500 penerima manfaat.
• Kami juga menyelenggarakan serangkaian sesi diskusi melalui UOB FinLab dalam program “Digitalization
Innovation Programme” bersama mitra bisnis untuk membekali UKM dengan wawasan mengenai
perkembangan pasar terkini serta pemanfaatan digitalisasi dalam pengembangan usaha.
• Kami menyelenggarakan kegiatan bersama DHL Indonesia yang membahas bagaimana UKM Indonesia
dapat bersaing secara lebih efektif di pasar global, serta beberapa kegiatan bersama asosiasi bisnis dan
penyewa/penghuni ruang komersial terkait pengelolaan perpajakan guna mendorong pertumbuhan usaha.
Meluncurkan UOB My Pendapatan Usaha
Rp1.888
Digital Space untuk
membekali
>90.000 miliar
siswa dengan perangkat
pembelajaran digital
Mempertahankan
netralitas karbon
>5.500
penerima manfaat
dalam operasional terdampak oleh
kami. program tanggung
jawab sosial kami
Menyalurkan
Rp15,26 UOB Plaza Jakarta
memperoleh
sertifikasi Green
triliun Building peringkat
untuk pembiayaan
Gold
berkelanjutan
308 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 311
Pendekatan Kami
Strategi Keberlanjutan 310
Tata Kelola Keberlanjutan 314
Faktor LST Yang Material 318
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 312
Pendekatan Kami
Strategi Keberlanjutan
Di UOB Indonesia, strategi keberlanjutan kami didasarkan pada tujuan
korporasi dan mencerminkan pendekatan bisnis kami dalam menyeimbangkan
pertumbuhan dengan tanggung jawab. Strategi ini mempertimbangkan
pengaruh dan dampak dari setiap keputusan serta tindakan kami terhadap
para pemangku kepentingan dan lingkungan. Strategi ini juga memastikan
bahwa kami tetap pragmatis dan progresif melalui pengelolaan risiko dan
peluang lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) secara tepat dan selaras
dengan kondisi pasar.
Visi, Misi, dan Tujuan Korporasi Pendekatan Kami
Di UOB Indonesia, strategi keberlanjutan kami berlandaskan Strategi keberlanjutan kami berakar pada nilai-nilai
pada visi dan misi kami sebagai bank. korporasi yang telah teruji oleh waktu, yaitu Honourable,
Enterprising, United, dan Committed. Kami percaya pada
Visi kami adalah menjadi bank yang signifikan di Indonesia, pembangunan berkelanjutan yang mampu memenuhi
sebagai bagian penting dari UOB Group, yang dihargai oleh kebutuhan generasi saat ini tanpa mengurangi kemampuan
nasabah, karyawan, pemegang saham, dan regulator, serta generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya.
dikagumi oleh masyarakat sebagai institusi perbankan Hal ini memerlukan pendekatan yang seimbang dengan
jangka panjang yang tepercaya. mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi, inklusi sosial,
dan perlindungan lingkungan untuk menciptakan nilai
Misi kami adalah menciptakan nilai ekonomi yang jangka panjang yang berkelanjutan serta ketahanan.
berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan melalui Dalam melaksanakan program dan inisiatif keberlanjutan,
tim perbankan yang loyal, berdedikasi, dan profesional, kami mematuhi peraturan perundang-undangan terkait
yang berkomitmen untuk memenuhi dan melampaui LST yang berlaku.
kebutuhan serta harapan para pemangku kepentingan;
dengan menyediakan produk dan layanan berkualitas Kami telah menyelaraskan strategi dan inisiatif kami
tinggi bagi segmen nasabah ritel dan wholesale banking dalam Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan sesuai
yang menjadi fokus kami, serta menghasilkan kinerja dengan POJK 51. Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan
keuangan dan prudensial yang unggul bagi karyawan, Bank (RAKB) merupakan strategi untuk mencapai tujuan
pemegang saham, dan regulator. keberlanjutan yang senantiasa dievaluasi dan disesuaikan
secara berkala agar tetap selaras dengan kondisi terkini,
Visi dan misi kami mencerminkan pendekatan kami dalam dengan fokus utama sebagai berikut:
menjalankan bisnis secara bertanggung jawab untuk • Kami memprioritaskan pengembangan produk
melanjutkan warisan kuat UOB dalam menciptakan nilai pembiayaan berkelanjutan serta peningkatan
jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan Bank. kualitas portofolio;
• Kami mengembangkan kapabilitas internal dan
meningkatkan kesadaran terkait perbankan
berkelanjutan; dan
• Kami terus memberikan kontribusi positif kepada
masyarakat.
310 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 313
Pendekatan Kami
Kerangka
Pengelolaan risiko terkait keberlanjutan dan peluang dalam mendukung pengambilan keputusan
Keberlanjutan
Menciptakan nilai keberlanjutan bagi para pemangku kepentingan
Mendorong Pertumbuhan Mengembangkan Individu Mengusung Tanggung
Mengutamakan Nasabah
Berkelanjutan Profesional dan Berprinsip Jawab Perusahaan
• Memberikan kontribusi • Melindungi data dan • Membangun tim • Memelihara standar tata
ekonomi untuk memajukan privasi nasabah dengan berkinerja tinggi dan kelola dan budaya risiko
komunitas sistem dan praktik yang individu yang berfokus terbaik
• Mengintegrasikan risiko aman dan kuat pada masa depan • Memastikan kepatuhan
lingkungan, sosial, • Memastikan transaksi • Mendukung harmoni terhadap regulasi
dan tata kelola dalam yang adil (Fair Dealing) antara kehidupan dan • Melindungi sistem
manajemen risiko • Merancang customer pekerjaan keuangan dari
• Mengintegrasikan experience yang intuitif • Mendorong kesukarelaan penyalahgunaan
Pilar dan pertimbangan sosial dan • Menjadikan transaksi dan advokasi mengenai • Melindungi prinsip-
Tujuan lingkungan ke dalam bank lebih sederhana, isu sosial dan lingkungan prinsip keberlanjutan
Strategi proses evaluasi dan cerdas, dan aman melalui • Memastikan keterlibatan dalam praktik
persetujuan kredit penggunaan teknologi dan kepuasan karyawan pengadaan kami
• Mengadopsi dan dan data secara etis • Memastikan kesehatan, • Mengelola dampak
mempromosikan • Menjadikan perbankan keamanan, dan langsung dan mendorong
praktik-praktik menjaga lebih mudah diakses dan kesejahteraan di tempat kepedulian lingkungan
keseimbangan iklim untuk inklusif kerja • Mendukung
mendukung nasabah kami • Mendukung bisnis • Terbuka terhadap perkembangan sosial
dalam transisi mereka ke di semua tahap beragam kemampuan dan pada anak-anak,
ekonomi rendah karbon pertumbuhan kekuatan pendidikan, dan seni
• Mengembangkan dan
menyediakan pembiayaan
serta solusi investasi
berkelanjutan
Mempertajam strategi keberlanjutan melalui pendekatan kepada para pemangku
kepentingan secara terus menerus
Membangun Sejalan dengan
masa depan yang strategi bisnis dan Pragmatik dan Didasari peraturan Didorong
berkelanjutan para pemangku progresif regulatior nilai-nilai
dengan nasabah kepentingan
Melibatkan dan Menjaga relevansi Menerapkan Menyelaraskan Menyelenggarakan
Prinsip- mendukung ekonomi melalui program dan prinsip pendekatan layanan dan proses
prinsip nasabah dalam penerapan strategi keberlanjutan dalam keberlanjutan kami perbankan sesuai
Panduan menerapkan praktik pertumbuhan kegiatan usaha untuk dengan kebijakan dengan nilai-nilai
keberlanjutan berkelanjutan serta mengelola risiko dan dan pedoman LST kami yang menjadi
guna memperkuat mengintegrasikan peluang LST secara yang ditetapkan landasan Perseroan
ketahanan jangka prinsip keberlanjutan bijaksana, sejalan oleh pemerintah di
panjang dalam praktik dengan dinamika Indonesia
perbankan kami pasar dan persaingan
Tertanam dalam nilai yang telah diuji waktu
Nilai-nilai
Honourable Enterprising United Committed
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 311
Page 314
Pendekatan Kami
Kerangka Keberlanjutan Strategi Iklim Kami
Diadopsi dari Kerangka Keberlanjutan Grup UOB, Kerangka Sejalan dengan arah strategis UOB Group menuju masa
Keberlanjutan kami mendukung pengambilan keputusan depan rendah karbon, kami terus memperkuat manajemen
di seluruh tingkatan dengan memberikan panduan dalam risiko iklim dengan menanamkan pertimbangan risiko
mengelola risiko dan peluang bisnis terkait keberlanjutan, transisi dan risiko fisik ke dalam kerangka manajemen
dalam konteks dampak langsung maupun tidak langsung risiko serta keputusan pembiayaan kami.
terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Pada tahun 2025, UOB Indonesia berpartisipasi dalam
Kerangka ini didukung oleh berbagai kebijakan yang program pilot terkait manajemen risiko iklim dan analisis
relevan yang menetapkan komitmen kami serta menjadi skenario perbankan yang dipandu oleh Otoritas Jasa
pedoman dalam menjalankan kegiatan usaha secara Keuangan (OJK). Pelaksanaan ini mengacu pada Nationally
bertanggung jawab dan berkelanjutan. Determined Contribution (NDC) Indonesia, termasuk
kebijakan transisi seperti potensi penerapan harga karbon,
Pilar Strategi dan Tujuan serta meningkatnya frekuensi dan tingkat keparahan
Pilar strategi dan tujuan kami mencerminkan fokus kami dampak risiko fisik akibat perubahan iklim.
dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemangku
kepentingan serta bagaimana kami menyelaraskan Kerangka uji ketahanan iklim mendukung bank dalam
strategi bisnis jangka panjang dengan kepentingan menilai bagaimana risiko iklim dapat memengaruhi kinerja
mereka. Pendekatan ini menjadi panduan dalam interaksi keuangan pada tingkat makro maupun mikro. Pada tingkat
kami dengan para pemangku kepentingan serta dalam makro, analisis ini mempertimbangkan perkembangan
mendukung praktik mereka untuk menghasilkan dampak kebijakan, serta pergeseran harga energi dan komoditas
positif dalam jangka panjang. yang didorong oleh upaya dekarbonisasi. Pada tingkat
mikro, analisis ini mengevaluasi paparan risiko yang
Prinsip Panduan spesifik berdampak pada masing-masing debitur, termasuk
P r i n s i p p a n d u a n ka m i m e n j a d i a c u a n d a l a m penurunan nilai aset akibat peristiwa fisik terkait iklim
mengidentifikasi dan mengelola risiko serta peluang serta peningkatan biaya operasional yang timbul dari
material terkait keberlanjutan yang dapat memengaruhi langkah-langkah transisi, yang dapat memengaruhi profil
nasabah, karyawan, investor, pemasok, serta masyarakat risiko kredit.
di wilayah operasional kami.
Pada tingkat portofolio, risiko iklim dinilai bersama dengan
Keterlibatan Pemangku Kepentingan risiko pasar, operasional, dan likuiditas, mengingat potensi
Keterlibatan pemangku kepentingan memungkinkan implikasinya terhadap kecukupan modal Bank. Meskipun
kami untuk terus menyempurnakan strategi keberlanjutan kami menyadari keterbatasan data yang masih menjadi
dengan mempertimbangkan isu global, ekspektasi tantangan utama dalam pengukuran risiko iklim, hasil awal
pemangku kepentingan, serta isu material yang relevan uji ketahanan iklim tidak menunjukkan adanya dampak
bagi mereka. Kami secara aktif berpartisipasi dalam kerugian yang material terhadap portofolio kami.
kegiatan asosiasi industri seperti Perbanas sebagai
sarana pertukaran yang kolaboratif. Ini memungkinkan Ke depan, kami akan terus menyempurnakan metodologi
kami untuk terus memperdalam pemahaman kami perhitungan, meningkatkan kualitas data, serta
terhadap kebutuhan pemangku kepentingan serta memperdalam keterlibatan dengan nasabah dan
penyusunan strategi keberlanjutan kami. Pendekatan ini pemangku kepentingan untuk mendukung transisi yang
juga mempertimbangkan konteks ekonomi, sosial, dan tertib dan berkeadilan menuju ekonomi rendah karbon,
regulasi di wilayah operasional kami, sehingga mendukung sejalan dengan ambisi net zero UOB Group dan agenda
pengambilan keputusan yang tepat dan seimbang. pembangunan berkelanjutan Indonesia.
312 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 315
Pendekatan Kami
UJI KETAHANAN RISIKO IKLIM UNTUK UOB INDONESIA
Cakupan dan pendekatan Skenario (NGFS Tahap 4)
Transmisi risiko
Net Zero 2050
Net Zero 2050 membatasi pemanasan global hingga 1,5°C melalui
kebijakan iklim yang ketat dan inovasi, dengan mencapai emisi CO2
global net zero sekitar tahun 2050. Skenario ini mengasumsikan
bahwa kebijakan iklim yang ambisius diterapkan segera.
Dampak jangka
panjang
Delayed Transition
Risiko Risiko kredit Risiko pasar Delayed Transition mengasumsikan bahwa emisi tahunan global
Transisi tidak menurun hingga tahun 2030. Skenario ini mengasumsikan
bahwa kebijakan iklim yang baru tidak diperkenalkan hingga tahun
2030, serta tingkat aksi yang berbeda antar negara dan wilayah
berdasarkan kebijakan yang saat ini diterapkan. Hal ini menyebabkan
Dampak risiko transisi dan risiko fisik yang lebih tinggi dibandingkan dengan
jangka pendek skenario Net Zero 2050.
Current Policies
Risiko fisik Risiko Risiko Kebijakan yang saat ini diterapkan tetap dipertahankan, sehingga
likuiditas operasional menghasilkan risiko fisik yang tinggi. Emisi terus meningkat hingga
tahun 2080, yang mengarah pada pemanasan sekitar 3°C dan
Sektor-Sektor risiko fisik yang signifikan. Hal ini mencakup perubahan yang tidak
dapat dipulihkan, seperti kenaikan permukaan laut yang lebih tinggi.
100% Wawasan
• Berdasarkan skenario stress yang diterapkan, risiko iklim tidak
memberikan dampak yang signifikan terhadap keseluruhan
eksposur UOBI pada
portofolio UOB Indonesia yang diuji.
sektor-sektor berikut: Pertanian Tambang Kelistrikan • Pengujian ini mempertimbangkan berbagai faktor secara
komprehensif, dengan mengevaluasi risiko transisi dan risiko
fisik terkait iklim pada empat jenis risiko keuangan utama, yaitu
risiko kredit, pasar, likuiditas, dan operasional. Kami menyadari
bahwa metodologi risiko iklim terus berkembang dengan cepat,
serta keterbatasan ketersediaan dan kualitas data masih
menjadi tantangan di pasar Indonesia, baik bagi UMKM maupun
Konstruksi Transportasi dan Manufaktur Kredit korporasi besar. Sebagai respons, kami akan terus memperkuat
Logistik Properti keterlibatan dan kolaborasi dengan pelaku industri serta regulator
untuk mengatasi keterbatasan tersebut dan secara bertahap
meningkatkan pendekatan analisis kami.
• Penilaian ini akan terus menjadi proses pembelajaran yang
berkelanjutan bagi UOB Indonesia.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 313
Page 316
Pendekatan Kami
Tata Kelola Keberlanjutan
Di UOB Indonesia, keberlanjutan merupakan tanggung jawab bersama di seluruh
organisasi. Sebagai bagian dari komitmen kami terhadap pertumbuhan yang
berkelanjutan dan bertanggung jawab, kami mengidentifikasi, menilai, dan
mengelola risiko, tantangan, dampak, serta peluang lingkungan dan sosial di
seluruh rantai nilai kami. Upaya ini dilaksanakan dalam kerangka tata kelola
yang kuat, yang didukung oleh kebijakan dan pedoman yang menetapkan
komitmen kami serta mengarahkan pelaksanaan kegiatan usaha kami.
Peran dan Tanggung Jawab Direksi didukung oleh Komite Manajemen Risiko dalam
Sebagai bagian dari tata kelola keberlanjutan, kami telah menjalankan tanggung jawab atas strategi manajemen
menetapkan peran dan tanggung jawab yang jelas untuk risiko di tingkat Bank, termasuk pelaksanaan stress testing.
memastikan bahwa isu-isu terkait LST dikelola secara
efektif dan terintegrasi di seluruh organisasi. Sustainability Working Group
Sustainability Working Group mendukung Direksi dalam
mengidentifikasi risiko dan peluang terkait keberlanjutan.
Menilai isu-isu keberlanjutan yang berkembang serta
Dewan Komisaris bertanggung jawab dalam mendukung implementasi strategi
keberlanjutan Bank melalui koordinasi dengan fungsi-fungsi
terkait di seluruh organisasi.
Sustainability Working Group juga memastikan bahwa
Direksi
risiko dan peluang terkait LST yang berkembang, baik
yang diidentifikasi secara internal maupun melalui
nasabah, organisasi non-pemerintah (NGO), regulator,
atau pemangku kepentingan lainnya, diintegrasikan ke
Sustainability dalam proses pengambilan keputusan Bank, serta dinilai
Working Group dan dikelola secara tepat pada tingkat tata kelola yang
relevan.
Sustainability Working Group diketuai oleh Corporate
Sustainability Spokes
Sustainability Office dan bekerja sama secara erat dengan
Forum
para anggotanya. Anggota Sustainability Working Group
terdiri dari perwakilan unit bisnis dan fungsi pendukung
yang kegiatannya berdampak terhadap lingkungan,
Dewan Komisaris
sosial, dan ekonomi, yaitu Wholesale Banking, Consumer
Dewan Komisaris melakukan pengawasan atas kebijakan
Banking, Corporate Real Estate Services, Channels &
manajemen serta memberikan arahan dan nasihat strategis
Digitalization, Technology and Operations, Credit and
kepada Direksi dalam memastikan keselarasan dengan
Risk Management, Legal, Compliance, dan Corporate
Kerangka Keberlanjutan Bank. Dewan Komisaris juga
Secretary. Apabila diperlukan, unit lain dapat diundang
menelaah dan menyetujui kerangka kerja Bank, pernyataan
untuk memberikan masukan.
risk appetite dan pengungkapan.
Sustainability Working Group menyelenggarakan rapat
Direksi
sebanyak tiga kali pada tahun 2025.
Direksi memberikan arahan dalam pengembangan dan
implementasi kebijakan serta program terkait keberlanjutan.
Sustainability Spokes Forum
Direksi bertanggung jawab dalam mengelola dan
Sustainability Spokes Forum yang dilaksanakan setiap
memantau risiko dan peluang, serta mengawasi kemajuan,
bulan memfasilitasi implementasi kebijakan, arahan, dan
kinerja, dan pelaporan terkait aspek keberlanjutan.
strategi yang telah disetujui oleh Dewan Komisaris dan
Direksi. Forum ini memastikan bahwa setiap isu diangkat
secara tepat serta persetujuan diperoleh untuk setiap hal/
usulan yang memerlukan keputusan.
314 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 317
Pendekatan Kami
Prinsip Tata Kelola Pengembangan Kapasitas
Kami menyadari bahwa keberlanjutan merupakan topik
Struktur tata kelola keberlanjutan kami memberikan yang terus berkembang, baik bagi karyawan maupun
pengawasan serta mendukung kepatuhan terhadap nasabah kami. Tingkat pemahaman, kesadaran, dan
regulasi, ketentuan sektoral, dan ekspektasi pemangku praktik keberlanjutan di antara individu dan pelaku
kepentingan terkait strategi keberlanjutan Bank. Struktur ini usaha masih beragam, sehingga diperlukan edukasi yang
memastikan bahwa isu-isu material terkait keberlanjutan berkelanjutan untuk memastikan upaya bersama yang
memperoleh perhatian dan pengawasan yang memadai terkoordinasi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
dari Direksi dan Dewan Komisaris. Keterlibatan berbagai
fungsi di dalam Bank memastikan adanya keterhubungan Kami telah mengimplementasikan berbagai program
lintas fungsi dan akuntabilitas dalam pengelolaan strategi pelatihan keberlanjutan yang bersifat umum maupun
keberlanjutan kami. spesifik sesuai bidang, bagi karyawan di seluruh fungsi
bisnis dan pendukung. Hal ini memastikan bahwa karyawan
Untuk menjaga pemahaman terhadap perkembangan memahami keberlanjutan serta peran mereka dalam
utama serta memperkuat kemampuan Bank dalam strategi keberlanjutan Bank secara keseluruhan, termasuk
mengelola risiko dan peluang terkait keberlanjutan, Direksi, bagaimana mereka dapat mendukung nasabah dalam
Sustainability Working Group, dan para eksekutif senior menerapkan praktik yang lebih berkelanjutan.
terkait mengikuti pelatihan secara berkala mengenai
topik keberlanjutan, termasuk perubahan iklim dan isu Pertimbangan keberlanjutan juga tertanam dalam program
lingkungan. pengembangan kepemimpinan Bank, sehingga mendukung
keselarasan pemahaman dan penerapan di seluruh tingkat
Selain itu, komite manajemen senior, termasuk Komite organisasi.
Manajemen Risiko dan Komite Kebijakan Kredit,
bertanggung jawab untuk menelaah dan menyetujui Program-program ini melengkapi pelatihan berkelanjutan di
kebijakan serta program terkait risiko dan peluang bidang tata kelola dan manajemen risiko utama, termasuk
perubahan iklim sesuai dengan mandat masing-masing. budaya risiko, keamanan informasi, anti pencucian uang
Risiko terkait iklim diidentifikasi, dinilai, dikelola, dan dan pencegahan pendanaan terorisme serta sanksi, serta
dipantau melalui Kerangka Manajemen Risiko Lingkungan anti kecurangan, anti-penyuapan, dan anti-korupsi.
dan Responsible Financing Policy, yang keduanya telah
disetujui oleh Komite Kebijakan Kredit. Manajemen Risiko Keberlanjutan
Kami mengimplementasikan berbagai program
untuk memperkuat budaya keberlanjutan, termasuk
p e nye m p u r n a a n ke b i j a ka n d a n p ro s e s , s e r ta
mengintegrasikannya ke dalam kegiatan bisnis, manajemen
risiko, dan proses persetujuan.
Kami akan terus memantau perkembangan pasar dan
industri serta menelaah kerangka dan kebijakan LST yang
relevan untuk memastikan tetap bersifat pragmatis. Seluruh
peninjauan kerangka dan kebijakan dilakukan melalui
proses tata kelola yang sesuai, termasuk memperoleh
persetujuan yang diperlukan serta pengawasan yang
terus menerus.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 315
Page 318
Pendekatan Kami
Pencapaian Tahun 2025
Dewan Komisaris dan Direksi telah menelaah serta menyetujui penyempurnaan Kerangka
Keberlanjutan UOB Indonesia dan Kerangka Manajemen Risiko Lingkungan, yang
mencerminkan penanaman faktor LST yang material ke dalam strategi bisnis Bank,
manajemen risiko, dan proses pengambilan keputusan, sejalan dengan penguatan tata
kelola keberlanjutan pada tahun 2025.
Dewan Komisaris dan Direksi telah menyetujui Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB)
2026–2030, yang menjadi kerangka panduan dalam pelaksanaan inisiatif keberlanjutan
UOB Indonesia serta dukungan kami terhadap agenda pembangunan berkelanjutan
nasional Indonesia.
Dewan Komisaris dan Direksi menunjukkan dukungan tone-from-the-top terhadap
keberlanjutan, dengan Bank mencapai tingkat penyelesaian 100% atas modul pelatihan
keberlanjutan yang wajib dalam jangka waktu yang ditetapkan. Pelatihan khusus juga
diberikan kepada karyawan pada peran frontline yang relevan, termasuk tenaga penjual
dan karyawan cabang.
Dewan Komisaris dan Direksi telah menyetujui pengungkapan keberlanjutan UOB Indonesia
untuk tahun pelaporan 2025, dengan mengacu pada POJK 51/2017 serta praktik pelaporan
keberlanjutan yang relevan.
Manajemen dan sejumlah pejabat eksekutif terlibat dalam berbagai sesi untuk memperkuat
pemahaman dan kapabilitas terkait keberlanjutan, termasuk melalui diskusi internal,
pembelajaran mengenai kebijakan dan praktik keberlanjutan regional, serta peningkatan
pemahaman terhadap risiko iklim dan transisi menuju ekonomi rendah karbon.
UOB Indonesia berpartisipasi dalam program pilot terkait manajemen risiko iklim dan
analisis skenario perbankan yang mencakup penilaian risiko transisi dan risiko fisik terhadap
kinerja keuangan dan portofolio Bank; serta implementasi taksonomi yang dipandu oleh
Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
316 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 319
Pendekatan Kami
Keterlibatan Pemangku Kepentingan [OJK E.4]
Kami secara berkala memperoleh pandangan dan ekspektasi para pemangku
kepentingan melalui dialog, kolaborasi, dan riset. Kami berupaya agar mereka
memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai tujuan, praktik, dan
kinerja kami, sekaligus mempertimbangkan secara cermat masukan mereka
atas faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) yang material bagi Bank.
Pemangku Kepentingan Pelibatan Bank
• Interaksi fisik seperti interaksi di cabang, pertemuan tatap muka, dan lainnya
• Contact Centre (telepon dan email)
• Survei pelanggan pasca transaksi
Nasabah
• Kampanye pemasaran dan/atau acara
• Situs web dan kanal media sosial
• Acara dan seminar
• Komunikasi internal
• Sesi one-on-one dengan atasan
• Portal karyawan online
• Penilaian kinerja
Kolega • Survei Keterlibatan Karyawan
• Townhall Meeting
• Pelatihan dan workshop
• Inisiatif ‘Speak Up’ bagi karyawan untuk menyampaikan isu guna ditindaklanjuti
dan diselesaikan
• Kegiatan tahunan seperti kegiatan penggalangan dana, kompetisi seni, dan lainnya
• Program edukasi bagi anak-anak melalui UOB My Digital Space
Komunitas
• Kegiatan sukarela karyawan
(termasuk NGO)
• Donasi dalam bentuk tunai maupun non-tunai untuk mendukung kegiatan terkait
seni, anak-anak, dan pendidikan
• Pertemuan dan keterlibatan seperti survei, focus group discussion, atau seminar
• Konsultasi dengan regulator
Pemerintah & Regulator
• Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan
• Laporan audit
Investor Laporan Keuangan dan Laporan Tahunan
• Permintaan penawaran dan proposal
• Sesi briefing vendor
Pemasok
• Penilaian kinerja
• Pernyataan pengakuan atas UOB Supplier Sustainability Principles
• Partisipasi dalam asosiasi industri
Industri & Mitra Ekosistem • Kelompok kerja dan pertemuan tingkat industri
• Forum dan konferensi
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 317
Page 320
Pendekatan Kami
Faktor LST yang Material
Kami melakukan identifikasi faktor-faktor lingkungan, sosial, dan tata
kelola (LST) yang material dalam memahami dampak yang timbul dari UOB
Indonesia terhadap ekonomi, lingkungan, dan masyarakat. Kami melakukan
penilaian materialitas serta konsultasi dengan pemangku kepentingan secara
berkelanjutan untuk memastikan bahwa faktor-faktor material tersebut tetap
relevan dengan lingkungan operasional, kegiatan usaha, dan operasional
kami, serta selaras dengan ketentuan regulasi yang berlaku dan harapan
pemangku kepentingan.
Penilaian Materialitas
Kami secara terus-menerus melakukan penilaian materialitas dan tinjauan internal untuk mengidentifikasi, meninjau,
serta memprioritaskan topik-topik yang mendukung keberhasilan bisnis kami dalam jangka pendek, menengah, dan
panjang, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Kami mendasarkan analisa kami pada sebuah penilaian komprehensif yang kami laksanakan setiap dua tahun.
Proses penilaian tersebut menggabungkan riset secara kuantitatif dan kualitatif untuk memberikan gambaran yang
holistik atas harapan pemangku kepentingan. Hasil penilaian tersebut digunakan sebagai dasar dari pengambilan
keputusan strategis dan kerangka pelaporan kami. Penilaian terakhir kami lakukan pada tahun 2024 dengan
melibatkan pemangku kepentingan internal dan eksternal kami. Berdasarkan tinjauan internal kami di tahun 2025,
tidak ada perubahan terhadap matriks materialitas kami.
Peninjauan dan Pelibatan dan
Identifikasi Prioritas Validasi
Riset pihak ketiga Keterlibatan pemangku kepentingan Persetujuan pimpinan
Menelaah faktor-faktor LST yang Mengintegrasikan masukan dari pemangku Sustainability Working Group
material yang diungkapkan dalam kepentingan internal dan eksternal untuk dan Direksi menelaah serta
Laporan Keberlanjutan dengan memperoleh input kuantitatif (jika ada) dan menyetujui faktor-faktor LST
membandingkannya terhadap kualitatif atas daftar faktor LST yang material yang yang material dan matriks
pelaporan para Bank sejenis, telah diidentifikasi. materialitas UOB Indonesia.
tren dan perkembangan industri,
serta ketentuan regulasi terkait Pengembangan matriks
keberlanjutan guna memastikan Mengintegrasikan hasil riset desktop dan
relevansinya tetap terjaga. keterlibatan pemangku kepentingan untuk
mengembangkan/menyempurnakan matriks
materialitas.
318 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 321
Pendekatan Kami
Penting Sangat Penting Kritis
Tata Kelola
Perusahaan dan
Budaya Risiko
Perbankan
Berkelanjutan
Keamanan
Privasi Data
Informasi
Fair
Dealing
Kepatuhan
Perspektif dampak (pemangku kepentingan)
Pengembangan
terhadap
dan Inklusi Talenta
Keselamatan, Peraturan
Kesehatan, dan
Kesejahteraan di
tempat kerja
Kontribusi
Ekonomi
Inklusi
Pengadaan Keuangan
Berkelanjutan
Dampak Lingkungan
Langsung
Penatalayanan
Komunitas
Perspektif bisnis (UOB)
Mendorong Mengutamakan Mengembangkan Mengusung Tanggung
Pertumbuhan Nasabah Individu Profesional Jawab Perusahaan
Berkelanjutan dan Berprinsip
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 319
Page 322
Pendekatan Kami
Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan Mengembangkan Individu Profesional dan Berprinsip
Kontribusi Ekonomi Pengembangan Talenta dan Inklusi
• Mendistribusikan nilai ekonomi sebesar Rp5.225 miliar • Mencapai skor keterlibatan karyawan sebesar
kepada karyawan dan pemasok. 87%, yang mencerminkan komitmen Bank dalam
• Mencatat beban pajak sebesar Rp429 miliar. membangun lingkungan kerja yang positif dan inklusif.
• Menyelenggarakan program magang selama tiga
Perbankan Berkelanjutan bulan bagi penyandang disabilitas melalui Program
• Menyalurkan pembiayaan berkelanjutan sebesar ‘Magang BISA’. Satu lulusan SMA dari Sekolah Luar
Rp15.257 miliar sejalan dengan klasifikasi OJK. Biasa mengikuti program ini pada tahun 2025.
• Mengelola pembelian baru investasi berbasis LST • Mendukung pengembangan kepemimpinan dan
sebesar Rp1.170 miliar. karier melalui Leadership Academy dan Leadership
Acceleration Programme, yang dirancang untuk
Mengutamakan Nasabah memperkuat kapabilitas kepemimpinan di berbagai
Fair Dealing jenjang.
• Mempertahankan penerapan prinsip perlakuan • Memberikan dukungan pendidikan melalui program
yang adil (Fair Dealing) melalui program pelatihan beasiswa yang mencakup studi sarjana dan
penyegaran. pascasarjana, kualifikasi profesional, serta sertifikasi
• Menjaga praktik perlakuan yang adil yang positif, yang relevan.
dengan Net Promoter Score sebesar 92. • Mengembangkan pipeline talenta muda melalui
• Meningkatkan efektivitas penanganan keluhan Professional dan Future Bankers Academy untuk
nasabah melalui penyelesaian yang tepat waktu dan mendukung suksesi kepemimpinan jangka panjang.
responsif.
Keselamatan, Kesehatan, dan Kesejahteraan Kerja
Privasi Data • Mendukung kesejahteraan fisik karyawan dengan
• Menjaga kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur menyediakan perlindungan asuransi kesehatan bagi
privasi data nasabah sebagai bagian dari kerangka karyawan dan tanggungannya, serta akses ke fasilitas
tata kelola data Bank. kebugaran di lokasi kerja di UOB Plaza Jakarta.
• Membentuk Data and Artificial Intelligence Committee • Menyediakan Employee Assistance Programme yang
untuk memberikan arahan strategis dalam memastikan memberikan akses konfidensial ke layanan konseling
tata kelola yang kuat dan efektif atas penggunaan profesional oleh terapis berlisensi untuk mendukung
data dan kecerdasan buatan (AI). kesehatan mental karyawan.
• Menetapkan Kerangka Tata Kelola Data dan Artificial • Menyelenggarakan program kesejahteraan
Intelligence sebagai panduan bagi Bank dalam komprehensif bagi 100 karyawan dengan dukungan
memastikan tata kelola data yang kokoh serta menjadi ahli gizi bersertifikat dan pelatih kebugaran untuk
landasan bagi penggunaan AI yang bertanggung meningkatkan kesejahteraan mereka.
jawab. • Mendorong kesejahteraan finansial melalui webinar
perencanaan keuangan dan komunikasi internal guna
Inklusi Keuangan meningkatkan literasi keuangan karyawan.
• Menyelenggarakan kegiatan dan workshop literasi • Membangun budaya tanggung jawab sosial melalui
keuangan, bekerja sama dengan regulator dan kegiatan sukarela karyawan dan partisipasi dalam
institusi pendidikan. program tanggung jawab sosial perusahaan.
• Mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan usaha
kecil dan menengah (UKM) melalui UOB BizSmart
dan UOB FinLab, yang menyediakan akses ke sumber
pembelajaran, mentorship, dan jaringan bisnis.
• Berkolaborasi dengan DHL Express Indonesia dalam
menyelenggarakan GoTrade Event pertama di
Indonesia, “Empowering Business Beyond Borders”,
yang mendiskusikan bagaimana UKM Indonesia
dapat bersaing dengan lebih efektif di pasar global.
320 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 323
Pendekatan Kami
Mengusung Tanggung Jawab Perusahaan • Melaksanakan Cyber Security Maturity Assessments
Tata Kelola Perusahaan dan Budaya Risiko (CSMA) dan Digital Maturity Assessments (DMA) untuk
• Terus mengembangkan dan memelihara fungsi mengevaluasi kesiapan dan ketahanan Bank terhadap
Business Risk and Control Management pada unit risiko siber.
bisnis utama dan unit pendukung untuk mendukung
pengelolaan risiko operasional. Dampak Lingkungan Langsung
• Melanjutkan UOB Indonesia Risk Culture Award 2025 • Mempertahankan netralitas karbon operasional untuk
untuk memberikan apresiasi kepada karyawan yang emisi Cakupan 1, Cakupan 2, dan Cakupan 3 tertentu
menunjukkan perilaku berorientasi risiko yang kuat (perjalanan dinas udara dan limbah).
dalam tanggung jawab sehari-hari. • Melanjutkan inisiatif untuk meningkatkan efisiensi
• Menanamkan kesadaran risiko di seluruh organisasi sumber daya dan mengurangi dampak lingkungan
melalui kampanye internal guna membangun pola yang timbul dari operasional sehari-hari.
pikir yang berorientasi pada risiko. • Memperoleh sertifikasi Greenship Gold pada kategori
• Memperketat pengelolaan konsekuensi atas insiden bangunan eksisting untuk UOB Plaza Jakarta, sebagai
yang berkaitan dengan perilaku. wujud komitmen UOB Indonesia dalam menciptakan
lingkungan kerja yang berkelanjutan dan lebih sehat
Kepatuhan terhadap Regulasi bagi karyawan.
• Memperkuat budaya kepatuhan dengan mewajibkan
seluruh karyawan, baik yang baru maupun yang sudah Pengadaan Berkelanjutan
ada, untuk mengikuti pelatihan kepatuhan dan anti • Memperluas pengakuan atas Prinsip Keberlanjutan
kecurangan serta program penyegaran. Pemasok kepada kelompok pemasok yang lebih luas,
• Menerapkan strategi anti kecurangan yang didukung dengan peningkatan partisipasi dari 32 pemasok
oleh Komite Fraud Risk Management. pada tahun 2024 menjadi 85 pemasok pada tahun
• Melakukan diseminasi materi edukasi dan kesadaran 2025.
kecurangan secara berkala kepada seluruh karyawan
untuk meningkatkan pemahaman atas tren penipuan Penatalayanan Komunitas
dan kecurangan terkini. • Memperkuat partisipasi karyawan dalam inisiatif
• Secara aktif mendukung inisiatif Indonesia Anti-Scam komunitas dengan lebih dari 1.600 karyawan sebagai
Centre (IASC) yang dikoordinasikan oleh Otoritas relawan dan rata-rata 1,5 jam kegiatan sukarela per
Jasa Keuangan (OJK), sebagai bagian dari upaya karyawan.
perlindungan konsumen dan pencegahan kejahatan • Memperluas dampak sosial melalui peluncuran inisiatif
keuangan yang lebih luas. baru, UOB My Digital Space, yang dirancang untuk
membekali siswa dengan keterampilan yang relevan
Keamanan Informasi dalam lingkungan yang semakin digital dan berbasis
• Memperluas program kesadaran keamanan informasi teknologi.
melalui berbagai kanal komunikasi untuk meningkatkan • Menyalurkan Rp1 miliar, bekerja sama dengan BNP
pemahaman karyawan. Paribas Asset Management, untuk mendukung
• Meningkatkan infrastruktur keamanan guna memperkuat program sosial dan lingkungan yang dijalankan oleh
perlindungan data, termasuk peningkatan perangkat Kopernik dan Seven Clean Seas.
lunak pencegahan kehilangan data email, solusi
perlindungan malware email, implementasi pemantauan
akses tidak biasa, serta solusi pengelolaan external
attack surface.
• Mempertahankan tingkat penyelesaian 100% untuk
pelatihan wajib tahunan keamanan informasi oleh
seluruh karyawan.
• Mempertahankan sertifikasi ISO 27001:2022 untuk Sistem
Manajemen Keamanan Informasi, yang mencerminkan
kepatuhan terhadap standar keamanan informasi yang
diakui secara internasional.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 321
Page 324
Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan
Mendorong Pertumbuhan
Berkelanjutan
Kontribusi Ekonomi 323
Perbankan Berkelanjutan 324
322 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 325
Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan
Kontribusi Ekonomi
Kami berupaya menghasilkan kontribusi ekonomi yang positif bagi masyarakat
di wilayah operasional kami melalui penciptaan lapangan kerja, pengadaan
dari pemasok lokal, dukungan terhadap komunitas setempat, mempromosikan
inklusi keuangan, serta pembayaran pajak kepada pemerintah.
Pendekatan Kami
Untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, kami telah menetapkan kerangka kerja,
kebijakan, pedoman, dan prosedur guna memastikan bahwa pertumbuhan dijalankan secara bertanggung jawab
dan disiplin. Kami mematuhi ketentuan perpajakan dan peraturan yang berlaku di Indonesia.
Pencapaian 2025
Selama tahun pelaporan, UOB Indonesia membukukan laba bersih setelah pajak sebesar
Rp1.529 miliar, meningkat 276,6% atau sebesar Rp1.123 miliar dibandingkan tahun 2024.
Bank mendistribusikan nilai ekonomi kepada para pemangku kepentingan melalui pembayaran
kepada karyawan dan pemasok sebesar Rp5.225 miliar serta memenuhi kewajiban kepada
pemerintah dengan beban pajak sebesar Rp429 miliar.
Per 31 Desember 2025, total kredit yang disalurkan UOB Indonesia tercatat sebesar Rp111.782
miliar, sementara total simpanan nasabah mencapai Rp133.313 miliar.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 323
Page 326
Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan
Perbankan Berkelanjutan
Kami mengintegrasikan pertimbangan LST ke dalam produk dan layanan
keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang serta
kesejahteraan lingkungan dan sosial. Kami menyediakan solusi perbankan
berkelanjutan serta mengelola risiko dan peluang terkait LST di seluruh kegiatan
usaha, termasuk yang berkaitan dengan perubahan iklim, modal alam dan
keanekaragaman hayati, serta hak asasi manusia.
Pendekatan Kami Selain itu, klausul terkait LST dievaluasi sebagai bagian
Kami menyediakan berbagai produk perbankan dari proses persetujuan kredit dan diintegrasikan ke dalam
berkelanjutan yang mencakup solusi pembiayaan perjanjian fasilitas kredit untuk mendukung kepatuhan
dan investasi. Kami mengintegrasikan pertimbangan terhadap komitmen keberlanjutan.
keberlanjutan ke dalam strategi bisnis jangka panjang,
selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Pada tahun 2025, kami terus mendukung inisiatif pilot OJK
Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN SDGs), Paris Agreement, terkait Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia.
serta tujuan pembangunan nasional Indonesia. Kami melakukan penilaian taksonomi dan menyampaikan
laporan yang dipersyaratkan atas nasabah yang memenuhi
Pembiayaan yang Bertanggung Jawab kriteria pada sektor-sektor tertentu kepada regulator
Kebijakan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab kami setiap kuartal.
memastikan bahwa pertimbangan LST terintegrasi
dalam proses evaluasi dan persetujuan kredit. Kebijakan Pembiayaan Pertumbuhan Bisnis yang
ini berlaku bagi seluruh nasabah pembiayaan dalam Berkelanjutan
segmen Wholesale Banking (tidak termasuk Business Kami mendukung pelaku usaha dalam transisi menuju
Banking) serta mencakup aktivitas penjaminan emisi efek ekonomi rendah karbon dengan memfasilitasi akses
di pasar modal. Pemantauan portofolio dilakukan secara terhadap solusi pembiayaan berkelanjutan yang mendukung
berkelanjutan untuk menilai profil risiko LST debitur dan ketahanan jangka panjang. Untuk memastikan pembiayaan
mendukung kepatuhan terhadap standar pembiayaan berkelanjutan yang konsisten dan kredibel, kami telah
berkelanjutan. Setiap calon debitur melalui proses penilaian memiliki kerangka payung pembiayaan berkelanjutan
kelayakan untuk memastikan keselarasan dengan prinsip yang selaras dengan standar, prinsip, dan pedoman yang
keberlanjutan serta mengidentifikasi dan memitigasi risiko diakui secara nasional maupun internasional, termasuk
terkait LST. Kerangka kerja dan penilaian ini selaras dengan Green Loan Principles dan Sustainability-Linked Loan
standar dan prinsip yang diakui secara internasional, Principles dari Loan Market Association dan Asia Pacific
serta dirancang untuk mendukung agenda pembangunan Loan Market Association.
berkelanjutan nasional Indonesia.
Kerangka kerja ini, yang telah memperoleh pendapat pihak
Kebijakan sektor pembiayaan bertanggung jawab kami kedua yang independen, menetapkan kriteria kelayakan
juga menetapkan persyaratan wajib dan rekomendasi bagi proyek dan kegiatan yang memenuhi syarat untuk
dalam pengelolaan risiko LST di seluruh portofolio pembiayaan hijau dan sustainability-linked loans, trade
pembiayaan. Kebijakan ini mencakup area utama, termasuk finance, serta produk perbankan lainnya yang relevan.
hak asasi manusia, kondisi ketenagakerjaan, pencegahan Kerangka ini ditinjau dan disempurnakan secara berkala
polusi, efisiensi sumber daya, kesehatan dan keselamatan untuk memastikan relevansinya tetap terjaga.
masyarakat, serta konservasi keanekaragaman hayati,
dan diterapkan sepanjang siklus pembiayaan.
Eksposur risiko LST ditinjau secara berkala. Per 31
Desember 2025, seluruh debitur yang masuk dalam kriteria
telah melalui penilaian risiko LST, dengan risiko yang
teridentifikasi telah dikelola dan dimitigasi sesuai dengan
kebijakan Bank.
324 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 327
Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan
Green Building
Mendukung pengembang dan pemilik bangunan hijau di berbagai kelas
Developers and Owners
aset.
Framework
Mendukung aset hijau, proyek, dan aktivitas yang berkaitan dengan
Smart City Framework
penciptaan kota berkelanjutan dan smart city.
Circular Economy Mendukung aset hijau, proyek, dan aktivitas yang berkaitan dengan
Framework ekonomi sirkular.
Sustainable Food and Mendukung perusahaan di sektor pangan dan agribisnis serta seluruh
Agribusiness Framework rangkaian aktivitas produksi pangan mereka.
Sustainable Trade Mendukung trade financing untuk produk hijau yang diakui dan sertifikasi
Finance Framework industri.
Transition Finance Mendukung transisi sektor padat energi, bahan bakar fosil/penghasil
Framework karbon tinggi, dan sektor yang sulit untuk di-dekarbonisasi.
Sustainability-linked Mendukung perusahaan melalui insentif finansial yang dikaitkan dengan
Finance Framework pencapaian target-target keberlanjutan.
Berdasarkan kerangka tersebut, kami menyediakan berbagai solusi pembiayaan berkelanjutan, termasuk solusi berbasis
ekosistem yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan end-to-end pada sektor-sektor tertentu, serta mendukung
nasabah dalam upaya menuju dan/atau bertransisi ke model bisnis yang lebih berkelanjutan.
U-Solar U-Energy
Platform pembiayaan tenaga surya end-to- Platform pembiayaan terintegrasi pertama di
end pertama di ASEAN bagi pengembang Asia yang memberikan solusi pembiayaan untuk
proyek tenaga surya, kontraktor engineering, mendukung agenda hijau pemerintah, komersial,
procurement, construction (EPC), penyedia dan rumah tangga.
U-Series
alat dan perangkat, dan pengguna akhir.
Pengembang Kontraktor Penyedia Alat Pengguna Pengguna Perusahaan Kontraktor Penyedia
proyek tenaga EPC dan Perangkat Akhir (Pemilik Akhir (Pemilik Energy Service Mekanik dan Alat dan
surya Bangunan Bangunan
dan Rumah Elektrik Perangkat
dan Rumah
Tangga) Tangga)
Kami juga mematuhi POJK 51 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan dengan melakukan penilaian serta
memastikan bahwa pembiayaan yang kami berikan selaras dengan Kerangka Keuangan Berkelanjutan POJK 51.
Kami secara aktif mendorong dan mempromosikan pembiayaan berkelanjutan kepada nasabah melalui berbagai
kesempatan, seperti pertemuan dan kegiatan.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 325
Page 328
Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan
Kami mendukung agenda nasional Indonesia menuju Mendorong Investasi Berkelanjutan Individu
masa depan yang berkelanjutan dengan berpartisipasi Kami menyediakan berbagai solusi investasi yang
aktif dalam program pilot, meningkatkan proses bisnis, mengintegrasikan pertimbangan LST dalam proses
serta berbagi wawasan terkait keuangan berkelanjutan pemilihan dan klasifikasi produk di berbagai kelas aset,
dan praktik terbaik keberlanjutan kepada para nasabah. seperti reksa dana dan obligasi.
Pada tahun 2025, kami mencatat peningkatan yang Untuk reksa dana, pertimbangan tersebut mencakup
signifikan dalam pembiayaan berkelanjutan, khususnya keahlian manajer investasi dalam pengelolaan portofolio,
untuk proyek yang mengurangi penggunaan sumber integrasi faktor LST dalam proses investasi, serta penilaian
daya dan polusi, bangunan bersertifikasi hijau, serta kinerja. Produk investasi kemudian dikategorikan
pembiayaan energi terbarukan. Selama tahun tersebut, berdasarkan tingkat materialitas faktor LST dalam
kami juga menyelaraskan kriteria klasifikasi nasabah, yang instrumen atau portofolio yang mendasarinya.
berdampak pada penyajian kembali kontribusi UMKM
dalam aktivitas pembiayaan berkelanjutan kami. Langkah Pada tahun 2025, kami mencatat pembelian baru
ini mencerminkan komitmen kami dalam memperkuat sebesar Rp1,17 triliun pada produk investasi berbasis LST
proses internal serta mengembangkan portofolio keuangan (reksa dana dan obligasi), melampaui target sebesar
berkelanjutan secara konsisten. Total pembiayaan Rp296 miliar. Kami juga telah mengirimkan email terkait
berkelanjutan kami telah melampaui target yang telah investasi berkelanjutan kepada nasabah terpilih serta
disajikan kembali, yaitu sebesar Rp12 triliun. menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan
kesadaran dan pemahaman nasabah individu terhadap
investasi berkelanjutan.
Pencapaian Tahun 2025
Pertumbuhan Pembiayaan Berkelanjutan yang Berkesinambungan
Kami tetap konsisten dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan dengan secara aktif mengajak nasabah
untuk mengadopsinya sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan berkelanjutan mereka.
Pada April 2025, kami menyelenggarakan konferensi di Jakarta bertajuk “Driving Responsible Growth for
the Oil Palm Industry through Shared Responsibility”. Bersama para pelaku industri dan asosiasi, kami
membahas bagaimana kolaborasi ekosistem dapat mempercepat penerapan keberlanjutan dalam rantai
pasok industri kelapa sawit.
Pembiayaan Solar PV dengan Xurya Group of Companies dan PT Alam Energy Renewables
Kami terus mendukung nasabah dalam mendorong adopsi energi terbarukan. Pada tahun 2025, dalam
mendukung pengembangan penggunaan energi surya di sektor komersial dan industri, kami:
• menyalurkan pinjaman berjangka hijau sebesar Rp350 miliar melalui program U-Solar kepada Xurya
Group of Companies; dan
• menyediakan fasilitas pembiayaan sebesar Rp128 miliar untuk proyek instalasi solar photovoltaic milik
PT Alam Energy Renewables.
326 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 329
Mengutamakan Nasabah Fair Dealing 328 Privasi Data 331 Inklusi Keuangan 333 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 327
Page 330
Mengutamakan Nasabah
Fair Dealing
Di UOB Indonesia, prinsip perlakuan yang adil merupakan dasar dalam
melayani nasabah serta mendukung tujuan keuangan mereka. Kami berupaya
menyediakan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah,
didukung oleh saran yang berkualitas dan rekomendasi yang tepat dari
karyawan. Kami berkomitmen untuk menyampaikan informasi yang jelas,
relevan, dan tepat waktu, serta menindaklanjuti umpan balik nasabah secara
independen, efektif, dan tepat waktu, dengan tujuan membangun kepercayaan
dan memberikan pengalaman nasabah yang konsisten.
Pendekatan Kami untuk memantau kepatuhan terhadap standar internal
Kami menempatkan nasabah sebagai pusat dari dan ketentuan regulasi yang berlaku, termasuk melalui
kegiatan usaha kami. Prinsip ini menjadi landasan dalam peninjauan berkala, audit, dan penilaian risiko.
pelaksanaan aktivitas serta pengambilan keputusan di
seluruh aspek pengembangan produk, penyampaian Menciptakan Pengalaman Positif bagi
layanan, dan keterlibatan dengan nasabah. Kami meyakini Nasabah
bahwa apa yang tidak tepat bagi nasabah juga tidak Untuk mendukung pengalaman nasabah yang positif dan
tepat bagi kami. memperkuat kepercayaan, kami secara aktif mendengarkan
nasabah sepanjang siklus produk dan layanan, serta
Kami berkomitmen untuk menyediakan standar layanan menindaklanjuti umpan balik melalui mekanisme yang
yang adil dan setara di seluruh segmen nasabah dan terstruktur, antara lain:
produk. Komitmen ini diimplementasikan melalui kebijakan • Konsolidasi wawasan nasabah yang diperoleh dari
dan prosedur yang terdefinisi dengan jelas, serta kerangka berbagai sumber internal dan eksternal;
pengendalian internal yang mendorong konsistensi, • Penelaahan serta analisis akar permasalahan atas
transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap interaksi pengaduan dan masukan nasabah;
dengan nasabah. • Program Voice of Customer dan berbagai kegiatan
terkait untuk mengelola wawasan nasabah serta
Pendekatan terhadap prinsip perlakuan yang adil melakukan pengujian yang bertujuan meningkatkan
berlandaskan nilai inti kami yang telah teruji waktu, yaitu kepuasan nasabah; dan
Honourable, Enterprising, United, dan Committed, yang • Kolaborasi lintas fungsi untuk mengembangkan,
menjadi panduan dalam perilaku etis dan pengambilan menyempurnakan, dan mengimplementasikan inisiatif
keputusan yang bertanggung jawab di seluruh organisasi. perbaikan.
Nilai-nilai ini diperkuat melalui UOB Customer Commitments,
yang berfokus pada perlakuan yang adil terhadap Upaya perbaikan berkelanjutan dipandu oleh indikator
nasabah, penyediaan solusi yang tepat, pemahaman pengalaman nasabah, termasuk Net Promoter Score (NPS),
atas kebutuhan nasabah, serta respons yang cepat ketika yang dipantau sepanjang tahun. Selain itu, kegiatan
dukungan diperlukan. mystery shopping dan studi benchmarking eksternal
memberikan referensi independen untuk menilai tingkat
Kode Etik UOB Indonesia menjadi kerangka utama yang kepuasan nasabah serta perkembangan kebutuhan
mengatur prinsip perlakuan yang adil dan perilaku etis. nasabah. Wawasan ini digunakan sebagai dasar dalam
Kode ini berlaku bagi seluruh karyawan serta menetapkan peningkatan pengalaman nasabah serta pengembangan
ekspektasi yang jelas terkait integritas, profesionalisme, produk dan layanan.
transparansi, dan pengelolaan benturan kepentingan
dalam interaksi dengan nasabah. Tim Customer Advocacy kami, yang melapor kepada
Direktur Utama UOB Indonesia, bertanggung jawab dalam
Untuk mendukung penerapan prinsip perlakuan yang mendorong orientasi pada nasabah di seluruh organisasi.
adil, kami berinvestasi dalam pelatihan berkelanjutan dan Hal ini mencakup pemantauan indikator kinerja utama dan
pengembangan kompetensi karyawan. Selain itu, kami metrik terkait pengalaman nasabah baik pada tingkat
menerapkan mekanisme tata kelola dan pengawasan strategis maupun operasional.
328 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 331
Mengutamakan Nasabah
Fair Dealing dalam Digital Banking
Kanal digital banking kami dirancang dengan mengedepankan kejelasan, kesederhanaan, dan pemberdayaan
nasabah. Dalam memperkuat prinsip perlakuan yang adil, nasabah tetap memiliki kendali atas pilihan mereka,
dengan informasi utama yang disajikan secara jelas sejak awal, layanan berbasis persetujuan (opt-in) secara
desain, serta dukungan yang mudah diakses setiap saat.
Seiring komitmen kami dalam menghadirkan interaksi digital yang adil dan terpercaya, proses desain dan
peninjauan kami secara aktif memitigasi risiko dari desain yang menyesatkan yang dapat mengarahkan
pengguna secara tidak tepat melalui:
Tata Kelola dan Pemantauan Berkesinambungan
• Audit pengalaman pengguna secara berkala untuk mengidentifikasi dan menghilangkan elemen desain
yang berpotensi menyesatkan.
• Pemeriksaan kepatuhan terhadap pedoman regulator dan praktik terbaik global.
• Siklus umpan balik nasabah untuk menyempurnakan transparansi dan kemudahan penggunaan.
Transparent design
• Tidak menggunakan tombol yang menyesatkan atau kata-kata yang ambigu.
• Pengungkapan yang jelas atas biaya, suku bunga, dan risiko produk.
Easy opt-out
• Pilihan yang sederhana dan mudah terlihat untuk berhenti berlangganan notifikasi atau layanan.
• Tidak ada proses pembatalan yang sulit dicari.
Honest defaults
• Tidak ada opsi pre-selected untuk layanan tambahan atau persetujuan pemasaran.
• Nasabah harus secara eksplisit memilih untuk mengikuti promosi atau membeli sebuah produk.
Ethical personalization
• Kami memanfaatkan insight berbasis data untuk memahami kebutuhan nasabah, dan menawarkan
informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, bukan penawaran yang bersifat menekan .
• Tidak menggunakan elemen urgensi yang manipulatif (misalnya “Tersisa 1 lagi!”) untuk produk keuangan.
Mekanisme Pengaduan Nasabah
Kepuasan nasabah merupakan hal yang utama bagi kemajuan dan pertumbuhan jangka panjang bisnis. Oleh karena
itu, kami berupaya untuk mendengarkan serta memenuhi kebutuhan dan ekspektasi nasabah, termasuk dalam
menangani keluhan dan meningkatkan kepuasan nasabah sebagai bagian dari proses perbaikan berkelanjutan
dan evaluasi kinerja.
Kami menangani keluhan nasabah secara pruden dengan menggunakan prosedur penanganan yang tepat untuk
memastikan penyelesaian yang cepat dan akurat. Sebagai lembaga keuangan yang andal dan terpercaya, kami
menyediakan berbagai saluran penanganan keluhan nasabah, antara lain:
• Layanan nasabah di kantor cabang
• UOB Contact Center 14008
• Email: UOBcare@uob.co.id
• Situs web resmi UOB Indonesia
• UOB TMRW, aplikasi perbankan digital kami
• Media sosial resmi UOB Indonesia (Instagram, Facebook, Youtube)
• Saluran pengaduan regulator (OJK dan BI)
• LAPS SJK, yang dapat membantu nasabah apabila diperlukan proses mediasi.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 329
Page 332
Mengutamakan Nasabah
Pengaduan Nasabah dan Penyelesaiannya 2024 2025
Jumlah pengaduan/keluhan 13.805 17.382
Pengaduan dalam proses penyelesaian 1.014 1.532
Pengaduan yang telah diselesaikan 12.791 15.850
Penyelesaian sesuai Service Level Agreement (SLA) (%) 97,9% 99,2%
Kami mencatat peningkatan jumlah keluhan, seiring dengan meningkatnya keterlibatan nasabah dan perluasan
aktivitas bisnis. Meskipun terjadi peningkatan volume, kami tetap mempertahankan kinerja penyelesaian yang kuat,
dengan berhasil menyelesaikan 99,2% keluhan dalam standar waktu penyelesaian yang telah ditetapkan, yang
mencerminkan komitmen kami dalam pengelolaan keluhan yang tepat waktu dan efektif.
Pencapaian Tahun 2025
Selama tahun pelaporan, kami terus mempertahankan praktik perlakuan yang adil yang positif, sebagaimana
tercermin dalam skor NPS sebesar 92 pada tahun 2025. Hal ini diperkuat melalui pelatihan penyegaran
terkait standar perilaku bagi relationship manager Wholesale Banking dan Global Markets, yang bertujuan
untuk memperkuat penerapan prinsip perlakuan yang adil sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis
yang berkelanjutan.
Kami terus mempertahankan tingkat penyelesaian keluhan yang tinggi, yang mencerminkan efektivitas
dalam menangani isu dan umpan balik nasabah.
330 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 333
Mengutamakan Nasabah
Privasi Data dan Tata Kelola
Kami berkomitmen untuk melindungi informasi nasabah melalui pengelolaan
dan perlindungan data yang tepat, serta praktik tata kelola yang kuat
dengan mengintegrasikan pertimbangan privasi data ke dalam penyampaian
layanan dan proses operasional. Kami menghormati hak setiap individu atas
keamanan, perlindungan, serta pencegahan penyalahgunaan data pribadi
dari akses tidak sah, pengungkapan tanpa izin, perubahan yang tidak sah,
serta penghancuran dan penghapusan informasi pribadi dan kepemilikan.
Pendekatan Kami perlindungan data pribadi ini didukung oleh pelatihan
Kami mematuhi kebijakan dan kerangka kerja yang telah wajib bagi karyawan untuk memperkuat kesadaran dan
ditetapkan serta selaras dengan ketentuan perlindungan kepatuhan terhadap praktik perlindungan data.
data yang berlaku dalam menjaga keamanan informasi
nasabah. Kami berkomitmen terhadap transparansi dan Penyedia jasa pihak ketiga yang bekerja sama dengan
perlindungan hak nasabah dengan menyediakan berbagai Bank wajib menerapkan pengamanan yang memadai untuk
saluran untuk umpan balik dan permintaan, termasuk menjaga keamanan, kerahasiaan, dan integritas informasi
email, formulir kontak online, dan hotline telepon, guna yang mereka kelola. Informasi nasabah hanya diungkapkan
memfasilitasi pelaksanaan hak Subjek Data Pribadi. kepada pihak tersebut berdasarkan kebutuhan dan dengan
persetujuan nasabah.
Privasi Data
Kami telah menerapkan tata kelola perlindungan data di Prosedur Data Leakage Incident Management kami
seluruh organisasi, termasuk pembentukan struktur tata menjadi pedoman dalam penanganan pelanggaran
kelola perlindungan data pribadi dengan penunjukan data. Operational Risk Management dan Data Protection
country data protection officer serta data protection officer Officer menelaah insiden kebocoran data, mengawasi
pada masing-masing fungsi/segmen yang bertanggung kewajiban pelaporan, serta memastikan pemberitahuan
jawab atas implementasi perlindungan data pribadi di kepada pihak terdampak sesuai ketentuan. Protokol
unitnya. Mereka juga bertanggung jawab atas kebijakan eskalasi dan pelaporan ditetapkan secara jelas untuk
dan pedoman Bank secara menyeluruh, pencatatan mendukung penanganan insiden yang tepat waktu dan
aktivitas pemrosesan data, penilaian dampak perlindungan mitigasi dampak terhadap subjek data. Tindak lanjut pasca
data, prosedur pengelolaan arsip, serta pengendalian insiden dilaksanakan dan dipantau hingga tuntas untuk
untuk memastikan pengelolaan, penyimpanan, dan menutup kelemahan pengendalian yang teridentifikasi.
pemusnahan data dilakukan secara aman. Penerapan Setiap pelanggaran kerahasiaan dikenakan tindakan
disiplin yang sesuai.
Prinsip Perlindungan Data Pribadi UOB Indonesia
Kami menerapkan prinsip-prinsip berikut dalam melindungi data pribadi:
• Data pribadi dikumpulkan secara • Kegagalan dalam melindungi data • Data pribadi yang tidak lagi diperlukan
terbatas, spesifik, sah, adil, dan pribadi wajib diberitahukan kepada untuk tujuan hukum atau bisnis
transparan serta hanya digunakan untuk nasabah yang terdampak. dianonimkan atau dimusnahkan
tujuan yang telah disetujui oleh nasabah • Akses dan pengungkapan data pribadi secara aman sesuai dengan kebijakan
atau sebagaimana diperbolehkan oleh tunduk pada mekanisme pengendalian retensi arsip Bank. Data pribadi akan
peraturan perundang-undangan yang yang ketat. dimusnahkan dan/atau dihapus
berlaku. • Data pribadi diproses secara akurat, setelah berakhirnya masa retensi
• Data pribadi dikelola secara lengkap, tidak menyesatkan, mutakhir, atau atas permintaan subjek data,
bertanggung jawab sesuai dengan dan dapat dipertanggungjawabkan. kecuali ditentukan lain oleh peraturan
standar etika dan nilai-nilai perusahaan • Keamanan data pribadi dari akses perundang-undangan yang berlaku.
Bank. tidak sah, pengungkapan tanpa
• Nasabah diberitahukan mengenai izin, perubahan yang tidak sah, Pemberitahuan Privasi, serta praktik privasi
tujuan dan aktivitas pemrosesan data penyalahgunaan, penghancuran, dan/ dan keamanan data UOB Indonesia tersedia
pribadi mereka. atau penghapusan dijaga sebagai secara publik di situs web kami.
prioritas utama.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 331
Page 334
Mengutamakan Nasabah
Tata Kelola Data Sejalan dengan upaya kami dalam mengeksplorasi
Kami menempatkan kualitas data nasabah dan penggunaan kecerdasan buatan secara bertanggung
p e n g g u n a a n d a t a ya n g b e r t a n g g u n g j a wa b jawab untuk mendukung tujuan bisnis dan efisiensi
sebagai hal yang penting dalam proses bisnis untuk operasional, kami melakukan pembaruan Data
memberikan layanan yang andal kepada nasabah. Data Management Working Group menjadi Data and Artificial
Management Office mengelola siklus hidup data mulai Intelligence Committee (DAIC) pada tahun 2025. Komite
dari pengumpulan hingga penghentian penggunaan. ini terdiri dari pimpinan senior dari berbagai fungsi
Fungsi ini mendukung Bank dalam mengelola data dan memberikan arahan strategis untuk memastikan
sebagai aset perusahaan sepanjang siklus hidupnya tata kelola yang efektif atas penggunaan data dan
melalui penetapan dan penerapan tata kelola yang kecerdasan buatan di seluruh organisasi. Komite ini
kuat. Selain itu, fungsi ini juga membantu Bank dalam melapor kepada Direksi.
meningkatkan kualitas data, memenuhi ketentuan
regulasi, serta mendukung inisiatif inovasi. Pada tahun 2025, Dewan Komisaris telah menelaah dan
menyetujui Kerangka Tata Kelola Data dan Artificial Intelligence
yang terus menjadi pedoman bagi Bank dalam memastikan
tata kelola data yang kuat serta menjadi landasan bagi
penggunaan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab.
Pencapaian Tahun 2025 pengelolaan data dan efisiensi operasional Bank
Pada tahun 2025, kami terus memperkuat kapabilitas melalui konsolidasi data dari berbagai sistem sumber
pengelolaan dan tata kelola data. Upaya ini mendapat ke dalam platform yang terpusat.
pengakuan melalui penghargaan industri yang
mencerminkan kemajuan kami dalam meningkatkan Pencapaian ini semakin diperkuat dengan diraihnya
praktik pengelolaan data, sekaligus mendukung inovasi penghargaan Data Governance & Fabric Excellence
yang bertanggung jawab dan perlindungan informasi oleh UOB Indonesia pada ajang Cloudera EVOLVE25
nasabah. APAC Data Impact Awards. Penghargaan ini mengakui
implementasi arsitektur data terintegrasi yang
UOB Indonesia, bersama Cloudera, memperoleh mendukung pemanfaatan data secara menyeluruh
penghargaan Best Data Analytics Technology di tingkat perusahaan, penetapan kebijakan tata
Implementation in Indonesia pada ajang The Asian kelola data yang komprehensif, serta pengembangan
Banker Global Financial Technology Innovation Awards roadmap data untuk mendukung inisiatif AI dan
2025. Pengakuan ini mencerminkan peningkatan analitik di masa depan.
332 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 335
Mengutamakan Nasabah
Inklusi Keuangan
Kami berkomitmen untuk mendorong inklusi keuangan dengan mendukung
individu dan pelaku usaha yang belum terlayani dan kurang terlayani melalui
penyediaan produk dan layanan keuangan yang bermanfaat dan terjangkau,
yang disampaikan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kami juga
berupaya meningkatkan akses terhadap layanan keuangan melalui inovasi
digital dan inisiatif edukasi nasabah.
Pendekatan Kami
Kami mendorong inklusi keuangan dengan menyediakan layanan perbankan yang mudah diakses dan terjangkau
bagi nasabah individu dan pelaku usaha. Layanan ini disampaikan melalui 41 kantor cabang dan 50 kantor cabang
pembantu di seluruh Indonesia, jaringan 108 anjungan tunai mandiri (ATM), serta kanal digital banking, untuk
mendukung akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal.
Mendorong Pengelolaan Keuangan yang Sehat
Kami menyediakan berbagai produk perbankan untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah, termasuk produk
perbankan dasar seperti TabunganKu dan Simpanan Pelajar (SimPel). Produk-produk ini menawarkan setoran awal
yang terjangkau dan tanpa biaya bulanan untuk memastikan akses layanan perbankan di wilayah operasional
kami. Hal ini didukung oleh kegiatan literasi keuangan di cabang untuk meningkatkan kesadaran akan kebiasaan
keuangan yang baik.
Kami juga menyadari pentingnya edukasi nasabah dalam membangun praktik pengelolaan keuangan yang sehat.
Pada tahun 2025, Bank menyelenggarakan berbagai kegiatan dan workshop literasi keuangan, bekerja sama dengan
regulator dan institusi pendidikan, di berbagai kota. Kegiatan ini meliputi:
Nama Kegiatan Periode
Financial Strategies Amid Economic Challenges Januari 2025
Digital Investment: Middle-Class Strategies Amid High Living Costs and Market Volatility Maret 2025
Financial Literacy & Inclusion For Children With Special Needs: Learn To Manage Your Finances From An Maret 2025
Early Age (Bandung – With OJK )
Financial Literacy & Inclusion For Children With Special Needs: Learn To Manage Your Finances From An Mei 2025
Early Age (Banyuwangi – With OJK )
Smart Money, Safe Future: Navigating Finances in the Digital Age Juli 2025
Understanding Financial Literacy Before Investing (ITB – Bandung) Agustus 2025
Selain kegiatan literasi keuangan, kami memanfaatkan teknologi untuk membantu nasabah menjadi lebih sadar
terhadap kebiasaan dan tujuan keuangan mereka. Aplikasi perbankan digital kami, UOB TMRW, dilengkapi dengan
analitik data otomatis yang mengolah riwayat transaksi nasabah menjadi insight yang praktis. Dengan penggunaan
aplikasi UOB TMRW secara lebih rutin, nasabah dapat memperoleh insight terkait pola pengeluaran, pengingat
tagihan, serta penetapan tujuan keuangan untuk membantu mereka tetap disiplin dan membangun kebiasaan
keuangan yang baik.
Pada tahun 2025, kami menghadirkan fitur Digital Wealth Services di UOB TMRW untuk membantu nasabah berinvestasi
sesuai dengan tujuan keuangan mereka. Fitur ini menyediakan kanal self-service bagi nasabah untuk membuka
rekening investasi, mengisi kuesioner profil risiko, serta berinvestasi pada reksa dana secara mudah melalui ponsel.
Sejalan dengan komitmen kami terhadap prinsip perlakuan yang adil, fitur ini dirancang dengan mengedepankan
kesederhanaan dan transparansi guna memastikan nasabah memperoleh rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan
mereka. Untuk informasi lebih lanjut mengenai komitmen Fair Dealing kami, silakan merujuk pada bab ‘Fair Dealing’
dalam Laporan Keberlanjutan kami.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 333
Page 336
Mengutamakan Nasabah
Mendukung UKM dalam Akses Pembiayaan UOB BizSmart
dan Digitalisasi UOB BizSmart menyediakan akses ke berbagai sistem
Kami berkomitmen untuk mendukung usaha kecil dan dengan harga yang terjangkau untuk mendukung UKM
menengah (UKM) dalam mengatasi tantangan terkait dalam mengelola operasional inti bisnis secara lebih
akses terhadap layanan perbankan dan pembiayaan. efisien. Pelaku usaha dapat memanfaatkan berbagai
Melalui berbagai solusi, kami membantu menjembatani tools penting yang membantu menyederhanakan dan
kesenjangan pendanaan sekaligus mendorong adopsi meningkatkan efisiensi proses operasional sehari-hari.
layanan perbankan yang lebih luas. Nasabah UKM di
Indonesia dapat dengan mudah mengakses layanan Seiring pertumbuhan bisnis, UKM sering menghadapi
UOB Indonesia melalui jaringan cabang maupun kanal tantangan yang semakin kompleks dalam pengelolaan
perbankan digital. Sebagai One Bank for ASEAN, kami operasional. UOB BizSmart hadir untuk menjawab
juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk tantangan tersebut dengan menyediakan rangkaian solusi
mengembangkan bisnisnya ke kawasan ASEAN dan lebih yang mendukung pengelolaan bisnis yang lebih efektif.
luas lagi.
Rangkaian solusi UOB BizSmart mencakup perangkat
Sebagai bagian dari tinjauan strategis atas portofolio, kami akuntansi, sumber daya manusia, payment gateway,
melakukan reklasifikasi portofolio UKM secara retrospektif dan sistem point-of-sale untuk menyederhanakan proses
untuk mencerminkan keselarasan yang lebih baik dengan bisnis. Perangkat akuntansi membantu mengotomatisasi
pedoman pembiayaan berkelanjutan. Hal ini mencerminkan pencatatan dan pelaporan penjualan, sehingga
komitmen kami dalam mendukung pelaku usaha untuk menghemat waktu dan mengurangi kesalahan. Fitur
mengembangkan operasionalnya menuju pertumbuhan sumber daya manusia mempermudah pengelolaan
yang berkelanjutan melalui rangkaian produk perbankan penggajian dan kehadiran, sehingga mengurangi beban
dan beyond banking yang kami sediakan. administratif. Selain itu, payment gateway memungkinkan
transaksi non-tunai yang lebih praktis, mendukung arus
Kredit Usaha UOB kas yang lebih sehat serta meningkatkan kenyamanan
Mengelola usaha kecil dan menengah seringkali pelanggan. Melalui sistem point-of-sale, pelaku usaha
membutuhkan pengelolaan arus kas yang cermat seiring dapat memantau penjualan dan persediaan secara real-
dengan ambisi pertumbuhan. Untuk mendukung kebutuhan time, sehingga mendukung pengelolaan yang lebih baik
tersebut, kami menyediakan berbagai solusi keuangan dan pengambilan keputusan yang lebih tepat. Secara
yang dirancang untuk meringankan tekanan finansial dan keseluruhan, UOB BizSmart membantu UKM meningkatkan
memastikan keberlangsungan usaha. Melalui layanan trade efisiensi operasional, mengurangi pekerjaan manual, serta
finance, kami menawarkan struktur loan-to-value yang lebih lebih fokus pada pengembangan dan pertumbuhan bisnis.
tinggi, sehingga pelaku usaha dapat memperoleh akses
pembiayaan yang lebih besar untuk transaksi domestik
maupun lintas negara.
Selain itu, fasilitas pinjaman modal kerja ditawarkan
dengan suku bunga yang kompetitif untuk mendukung
kebutuhan operasional sehari-hari, sementara penggunaan
obligasi sebagai agunan dapat membantu meningkatkan
persyaratan pembiayaan. Bagi UKM yang ingin berinvestasi
atau melakukan ekspansi, tersedia pula opsi pembiayaan
properti yang fleksibel. Secara keseluruhan, solusi ini
mendukung UKM dalam mengelola keuangan secara
lebih efektif, menjaga stabilitas usaha, serta berfokus
pada pertumbuhan yang berkelanjutan.
334 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 337
Mengutamakan Nasabah
Program UOB FinLab
UOB FinLab merupakan inisiator komunitas strategis Bank yang dibentuk untuk mendukung UKM dan start-up dalam
meningkatkan daya saing usaha. Melalui berbagai program transformasi bisnis, UOB FinLab membantu pelaku usaha
memanfaatkan teknologi, e-commerce, dan digital marketing untuk meningkatkan kinerja bisnis serta memperluas pasar.
Program yang ditawarkan oleh UOB FinLab dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan pengembangan usaha,
antara lain:
• Sustainability Innovation Programme, yang berfokus pada membantu UKM memahami dan mengadopsi praktik
bisnis berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang; dan
• Digitalisation Innovation Programme, yang bertujuan untuk memperkuat kapabilitas pengelolaan keuangan UKM
serta mendorong adopsi tools dan teknologi digital dalam operasional bisnis.
Pencapaian Tahun 2025
Kolaborasi dengan DHL Express Indonesia
Pada tahun 2025, UOB Indonesia bekerja sama dengan DHL Express Indonesia untuk meluncurkan GoTrade
event pertama bertajuk “Empowering Business Beyond Borders”, yang bertujuan untuk membahas bagaimana
UKM Indonesia dapat bersaing lebih efektif di pasar global.
Dengan menggabungkan keahlian logistik global DHL dan jaringan luas UOB, kolaborasi ini juga bertujuan
untuk memberdayakan pelaku usaha dalam mengeksplorasi pasar baru, meningkatkan daya saing, serta
berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif di kawasan.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 335
Page 338
Mengembangkan Individu Profesional dan Berprinsip
Mengembangkan Individu
Profesional dan Berprinsip
Pengembangan Talenta dan Inklusi 337
Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan
341
Kesejahteraan Tempat Kerja
336 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 339
Mengembangkan Individu Profesional dan Berprinsip
Pengembangan Talenta dan Inklusi
Kami berfokus pada menarik dan mempertahankan talenta dengan keterampilan
dan nilai yang tepat untuk mendukung organisasi yang berorientasi pada
nasabah dan siap menghadapi masa depan. Kami berupaya membangun
lingkungan kerja yang beragam dan inklusif serta mendukung pengembangan
profesional dan personal karyawan secara terstruktur dan bertanggung jawab.
Pendekatan Kami sosial ekonomi, maupun karakteristik lain yang dilindungi
Di UOB Indonesia, karyawan dipandang sebagai fondasi oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.
keberhasilan utama dalam mendorong kinerja yang Peninjauan berkala atas praktik operasional dilakukan
berkelanjutan. Kami berpedoman pada The UOB Way, untuk mengidentifikasi potensi risiko, serta disediakan
yang mendefinisikan tujuan, nilai, serta komitmen kami saluran yang aman dan rahasia bagi karyawan untuk
terhadap kesejahteraan karyawan. Budaya ini didukung menyampaikan keluhan atau kekhawatiran.
oleh filosofi SDM kami yang berlandaskan care, growth,
dan trust, yang diharapkan dapat diwujudkan oleh seluruh Kebijakan dan prosedur rekrutmen kami mematuhi peraturan
karyawan dengan tetap berpegang pada Kode Etik UOB pemerintah, khususnya Undang-Undang Ketenagakerjaan
Indonesia. (Undang-Undang Cipta Kerja), yang antara lain mengatur
larangan terhadap pekerja anak dan praktik kerja paksa.
Berdasarkan Kebijakan Sumber Daya Manusia, kami
berkomitmen untuk: Kode Etik UOB Indonesia berlaku bagi seluruh individu yang
• Membangun lingkungan kerja yang inklusif di mana bekerja untuk atau terkait dengan Bank. Jika relevan, mitra
setiap individu merasa dihargai, didengar, dan usaha, termasuk kontraktor pihak ketiga, agen, konsultan,
diberdayakan; vendor, dan pemasok, juga tunduk pada Kode Etik tersebut.
• Menyediakan akses yang setara terhadap peluang
pengembangan, jalur kepemimpinan, serta mobilitas Melalui pelatihan wajib Kode Etik, karyawan diberikan
internal; pemahaman mengenai perilaku di tempat kerja, termasuk
• Menerapkan praktik rekrutmen yang adil dan tidak pencegahan diskriminasi dan pelecehan. Setiap pelanggaran
diskriminatif, dengan keputusan perekrutan yang ditangani melalui tindakan korektif atau disiplin yang sesuai.
didasarkan pada merit, keterampilan, serta kesesuaian
dengan peran, selaras dengan prioritas bisnis dan Kebebasan Berserikat dan Perjanjian Kerja
persyaratan jabatan; Bersama
• Mendukung pengembangan karier yang bermakna Kami menghormati hak karyawan untuk berserikat dan
serta pertumbuhan pribadi; melakukan perundingan bersama sesuai ketentuan
• Memperkuat pengembangan talenta dan mobilitas yang berlaku, serta mengharapkan pemasok kami untuk
internal; dan menjunjung prinsip yang sama. Kami menjaga hubungan
• Melibatkan serta mengembangkan talenta muda. yang konstruktif dan saling menghormati dengan serikat
pekerja, serta melakukan dialog secara berkala dengan
Efektivitas inisiatif talenta dan inklusi dipantau melalui perwakilan serikat untuk membahas kepentingan bersama,
survei keterlibatan karyawan yang dilakukan setiap isu, dan ekspektasi.
tahun berdasarkan tanggal ulang tahun kerja karyawan.
Pendekatan ini memungkinkan kami memperoleh umpan Di UOB Indonesia, Perjanjian Kerja Bersama (PKB) mengatur
balik yang tepat waktu dan komprehensif untuk mendukung hak dan kewajiban masing-masing antara karyawan dan
identifikasi dan penyelesaian isu. Bank sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku. Perjanjian ini menjadi landasan
Kami secara tegas melarang diskriminasi, perundungan, hubungan kerja serta bertujuan untuk menciptakan
atau pelecehan dalam bentuk apa pun, termasuk hubungan industrial yang harmonis, adil, dan berkelanjutan.
berdasarkan ras, etnis, jenis kelamin, identitas atau ekspresi
gender, agama, kewarganegaraan, usia, disabilitas,
status pernikahan, orientasi seksual, latar belakang
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 337
Page 340
Mengembangkan Individu Profesional dan Berprinsip
Ketentuan dalam PKB disusun dengan mengacu pada remunerasi yang menarik, efektif, dan kompetitif untuk
peraturan ketenagakerjaan yang berlaku, antara lain: menarik dan mempertahankan karyawan serta mendukung
• Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 23 Tahun 2021 pencapaian tujuan jangka panjang kami.
tentang Pencabutan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan
sebagai dampak dari berlakunya Undang-Undang No. Remunerasi ditetapkan dengan mempertimbangkan kondisi
11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. UOB Indonesia dan industri sejenis, serta ketentuan
• Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Seluruh karyawan
Ketenagakerjaan, sebagaimana telah diubah dengan UOB Indonesia di Indonesia menerima remunerasi di atas
Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Upah Minimum Provinsi (UMP), yang menjadi acuan standar
kebutuhan hidup layak di setiap wilayah sesuai dengan
Mendorong Keberagaman dan Inklusi Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 7
Kami berkomitmen untuk membangun lingkungan kerja Tahun 2013 tentang Upah Minimum.
yang aman dan inklusif, di mana karyawan diperlakukan
dengan hormat dan bermartabat. Kami menjunjung prinsip Kami tidak membedakan remunerasi berdasarkan gender.
hak asasi manusia yang diakui secara internasional serta Besaran remunerasi ditentukan berdasarkan kinerja
mematuhi peraturan yang berlaku di Indonesia, dengan masing-masing karyawan.
memastikan lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi.
Pengembangan Karier dan Kepemimpinan
Sebagai bagian dari komitmen untuk mendorong Untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan,
kesetaraan kesempatan dan lingkungan kerja yang inklusif, kami menyadari pentingnya membangun tenaga kerja
kami menyelenggarakan program magang selama tiga yang relevan dan kompetitif di tengah dinamika pasar,
bulan bagi penyandang disabilitas melalui program dengan budaya dan keterlibatan yang kuat. Oleh karena
‘Magang BISA – Berkarya, Inklusif, Setara, dan Aktif’. itu, kami secara proaktif menyelenggarakan program
Seorang lulusan SMA dari SLB Santi Rama mengikuti pengembangan kapabilitas yang berfokus pada
program ini pada November 2025 dan berperan sebagai keterampilan masa depan, dengan berlandaskan filosofi
campaign support pada salah satu fungsi dalam Bank. SDM kami, yaitu Care, Growth, dan Trust.
Kami meyakini bahwa keberagaman dan kesetaraan Kami menerapkan strategi pengembangan terstruktur
kesempatan mendukung pengembangan karyawan, 70-20-10:
produktivitas, dan keterlibatan, yang pada akhirnya • 70% Experiential Learning: Kami memprioritaskan
berkontribusi terhadap terciptanya budaya organisasi pengembangan melalui pengalaman kerja langsung
yang tangguh dan inklusif. dengan melibatkan talenta dalam tantangan bisnis
nyata.
Manajemen Kinerja Karyawan • 20% Learning through Others: Kami mendorong budaya
UOB Indonesia menerapkan manajemen kinerja karyawan berbagi pengetahuan melalui mentoring, coaching,
melalui kerangka PEAK (Plan, Engage, Appraise, Keep dan kolaborasi lintas fungsi.
Track). Proses ini didukung oleh mekanisme tata kelola, • 10% Formal Education: Kami melengkapi pengalaman
antara lain: praktis dengan program pembelajaran formal.
• Performance and Development Council, di mana
manajemen senior menelaah kinerja karyawan dan Inisiatif pengembangan kami dikategorikan ke dalam
kebutuhan pengembangan secara terstruktur dan dua alur strategis:
transparan; dan 1. Core Programmes: Berfokus pada program fundamental
• Umpan balik 360 derajat, yang memungkinkan bawahan untuk menanamkan The UOB Way, pengetahuan
langsung, rekan kerja, dan pemangku kepentingan perbankan esensial, serta penguatan budaya risiko
internal memberikan masukan secara anonim terhadap yang kuat.
perilaku utama seperti kolaborasi dan pengembangan 2. Corporate and Functional Programmes: Dirancang untuk
karyawan. mendukung upskilling, reskilling, dan pengembangan
kepemimpinan yang terarah sesuai dengan kebutuhan
Remunerasi dan Tunjangan yang Kompetitif fungsi masing-masing.
Remunerasi merupakan elemen penting dalam
mempertahankan talenta sekaligus meningkatkan daya Selain inisiatif peningkatan kompetensi, kami juga berupaya
saing UOB Indonesia di tengah dinamika kebutuhan bisnis menempatkan talenta yang tepat pada posisi-posisi
dan persaingan industri. UOB Indonesia menyediakan kritis untuk mengidentifikasi suksesor serta memastikan
338 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 341
Mengembangkan Individu Profesional dan Berprinsip
keberlangsungan bisnis. Untuk memperdalam kompetensi • Peran Front liners, yaitu peran yang berinteraksi
dan kapabilitas kepemimpinan talenta kunci tersebut, kami langsung dengan nasabah dengan fokus pada
berinvestasi dalam berbagai inisiatif pengembangan, penjualan dan/atau layanan, melalui program
antara lain: traineeship selama enam hingga dua belas bulan
a) Leadership Acceleration Program yang membekali talenta dengan pengetahuan
Program pengembangan kepemimpinan yang perbankan dasar hingga menengah, termasuk
komprehensif yang berfokus pada penguatan kapabilitas layanan, operasional perbankan, produk, pemasaran,
kepemimpinan melalui eksposur internasional, forum dan penjualan.
kepemimpinan, serta keterlibatan dalam proyek-proyek • Peran spesialis pada bidang seperti internal audit
strategis. dan data management, yang dilengkapi dengan
pelatihan teknis yang lebih spesifik.
b) Leadership Academy
Program selama tiga bulan yang dirancang bagi Untuk mendorong pembelajaran berkelanjutan, kami
karyawan berprestasi tinggi pada level Manager memberikan dukungan kepada karyawan yang menempuh
hingga Executive Director. Melalui kolaborasi dengan pendidikan sarjana dan pascasarjana, kualifikasi
sekolah bisnis global terkemuka, program ini bertujuan profesional, serta sertifikasi, sesuai dengan kebijakan
membekali talenta dengan pengetahuan, tools, dan yang berlaku.
teknik untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi,
dengan menekankan kolaborasi yang mencerminkan UOB Indonesia telah diakui sebagai salah satu Best
nilai-nilai kami. Companies in Creating Leaders from Within oleh Majalah
SWA. Dengan predikat “Excellent”, penghargaan ini menjadi
Leadership Academy terdiri dari tiga tingkat bukti kuat atas komitmen kami dalam membangun
pengembangan: pemimpin dari dalam, mengembangkan talenta, serta
1. Breakthrough Innovation; memperkuat pipeline kepemimpinan yang berkelanjutan
2. Leadership in The Age of Disruption; and di seluruh organisasi.
3. Driving Strategic Innovation: Leading Complete
Initiatives for Impact. Apresiasi terhadap Karyawan
Kami terus membangun budaya apresiasi dan keterlibatan
c) Professional dan Future Bankers Program karyawan, dengan menyadari bahwa karyawan merupakan
Dalam upaya membangun pipeline talenta, kami bagian penting dari kinerja berkelanjutan Bank. Pada
menyediakan Professional Bankers Programme dan tahun 2025, Bank menyelenggarakan acara 90-days
Future Bankers Programme untuk membantu lulusan Appreciation yang terdiri dari serangkaian kegiatan dalam
mengembangkan karier di industri perbankan. Terdapat rangka perayaan 90th Anniversary UOB Group. Beberapa
dua jalur karier yang ditawarkan: kegiatan utama antara lain:
Pencapaian Tahun 2025
21 Karyawan yang
Mengikuti Program
Leadership Academy
4 Karyawan
yang menerima
beasiswa
Leadership Breakthrough Series
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 339
Page 342
Mengembangkan Individu Profesional dan Berprinsip
• Webinar perencanaan keuangan yang diikuti oleh lebih dari 200 karyawan, yang membahas dasar-dasar
perencanaan keuangan serta panduan praktis untuk memulai perjalanan keuangan mereka.
• Program vaksinasi gratis dan/atau injeksi Vitamin C bagi sekitar 3.600 karyawan di seluruh Bank.
• Apresiasi Bulan bagi pimpinan dan people manager untuk menyampaikan penghargaan kepada rekan kerja dan
anggota tim.
• Workshop hybrid mengenai kesehatan mental yang dipandu oleh profesional bekerja sama dengan penyedia
asuransi kesehatan.
Perayaan selama 90 hari ditutup dengan Better U Festival yang dihadiri sekitar 300 karyawan, yang berpartisipasi
dalam berbagai pengalaman keberlanjutan secara langsung, menerima pemeriksaan kesehatan mini, vaksin gratis,
serta konsultasi asuransi kesehatan. Karyawan juga memperoleh pemahaman lebih lanjut mengenai program tanggung
jawab sosial perusahaan Bank, inisiatif teknologi dalam kecerdasan buatan dan robotic process automation, serta
didorong untuk bergabung dalam komunitas relawan Bank.
Selain itu, kami menyelenggarakan program kesejahteraan komprehensif bagi 100 karyawan, di mana mereka
memperoleh pendampingan dari ahli gizi bersertifikat dan pelatih kebugaran, panduan terstruktur, serta sarana
praktis selama enam bulan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Cuplikan Kegiatan Unggulan Tahun 2025
Webinar Perencanaan Literasi Keuangan Kegiatan Kids at Work
Rangkaian Appreciation Month dan Better U Festival
340 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 343
Mengembangkan Individu Profesional dan Berprinsip
Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Kesejahteraan
di Tempat Kerja
Kami berkomitmen untuk menyediakan lingkungan kerja yang aman, terlindungi,
sehat, dan kondusif bagi karyawan dan kontraktor. Kami memprioritaskan
kesejahteraan karyawan mencakup aspek fisik, finansial, mental, dan sosial,
serta menerapkan berbagai langkah untuk melindungi fasilitas dan operasional
dari risiko fisik dan operasional.
Pendekatan Kami Kode Etik ini berlaku bagi seluruh individu yang bekerja
Di UOB Indonesia, keselamatan, kesehatan, dan untuk atau terkait dengan Bank. Jika relevan, mitra usaha,
kesejahteraan karyawan, nasabah, serta kontraktor termasuk kontraktor pihak ketiga, agen, konsultan, vendor,
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari nilai dan dan pemasok, juga diwajibkan untuk mematuhi Kode Etik
operasional bisnis kami. Kami mendorong keseimbangan tersebut.
kehidupan kerja serta menjalankan kegiatan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, Keamanan Fisik dan Keselamatan dan
dengan tetap menjunjung standar profesional dan etika. Kesehatan Kerja (K3)
Kami menerapkan berbagai langkah untuk menyediakan
Kami telah menetapkan kebijakan keselamatan dan lingkungan yang aman dan terlindungi bagi karyawan,
kesejahteraan kerja serta pedoman operasional untuk nasabah, kontraktor, dan pengunjung. Langkah-langkah
memenuhi beragam kebutuhan tenaga kerja kami. tersebut meliputi:
Fungsi Human Resources bertanggung jawab dalam • Mengantisipasi, mengidentifikasi, menilai, memitigasi,
mengimplementasikan filosofi sumber daya manusia dan mengendalikan risiko di tempat kerja yang
(SDM) kami, yaitu Care, Growth, dan Trust, sementara dapat mempengaruhi keselamatan, kesehatan, dan
Corporate Real Estate Services mengawasi keselamatan kesejahteraan;
dan keamanan fisik fasilitas kami. • Melakukan penilaian risiko keselamatan dan kesehatan
kerja untuk mencegah terjadinya insiden;
Kebijakan Sumber Daya Manusia • Mengelola fasilitas tempat kerja melalui program
Kebijakan Sumber Daya Manusia UOB Indonesia pemeliharaan preventif, reaktif, dan terencana; serta
mencerminkan komitmen kami dalam menyediakan • Menerapkan langkah-langkah untuk menangani risiko
pengaturan kerja yang inklusif dan fleksibel untuk pandemi dan penyakit menular.
mendukung keseimbangan kebutuhan kerja dan kehidupan
karyawan. Kode Etik UOB Indonesia juga memuat Dalam kerangka Operational Risk Management, unit
ketentuan yang jelas terkait anti-diskriminasi, dan kami bisnis dan pendukung diwajibkan untuk melaporkan
tidak mentolerir segala bentuk diskriminasi, perundungan, insiden serta melakukan analisis akar penyebab. Rencana
maupun pelecehan. tindakan perbaikan disusun dan diimplementasikan untuk
mencegah terulangnya insiden. Unit yang mengidentifikasi
Melalui pelatihan wajib Kode Etik, karyawan diberikan K3 sebagai risiko operasional utama wajib menilai
pemahaman mengenai pencegahan diskriminasi dan efektivitas pengendalian terkait melalui proses tahunan
pelecehan di tempat kerja. Karyawan dapat melaporkan Key Risk and Control Self-Assessment (KRCSA). Pemanfaatan
potensi kekhawatiran atau insiden melalui kanal Speak Up terpadu antara pelaporan insiden dan KRCSA mendukung
atau whistleblowing tanpa rasa takut akan pembalasan. identifikasi serta perbaikan pengendalian K3 yang tidak
Setiap perilaku diskriminatif atau pelecehan akan dikenakan efektif secara tepat waktu.
tindakan korektif atau disiplin yang sesuai.
Kami juga menerapkan langkah-langkah praktis untuk
Kode Etik juga mewajibkan karyawan untuk mematuhi mengurangi risiko serta menjaga kesehatan dan
seluruh peraturan dan pedoman terkait kesehatan dan keselamatan di fasilitas milik dan yang dikelola oleh
keselamatan kerja yang berlaku, serta segera melaporkan Bank. Langkah-langkah tersebut meliputi:
kondisi di tempat kerja yang berpotensi menimbulkan • Menyampaikan prosedur kesehatan dan keselamatan
risiko terhadap kesehatan, keselamatan, atau lingkungan. yang relevan kepada karyawan dan penghuni lainnya;
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 341
Page 344
Mengembangkan Individu Profesional dan Berprinsip
• Meninjau rencana tanggap darurat gedung, termasuk prosedur perlindungan dan evakuasi penghuni dalam
berbagai skenario darurat;
• Melakukan penilaian risiko terhadap kontraktor untuk mengidentifikasi dan memitigasi potensi bahaya;
• Meninjau pemanfaatan ruang dan pola penggunaan untuk mendukung lingkungan kerja yang aman dan fleksibel;
serta
• Menetapkan persyaratan K3 bagi vendor, pemasok, dan kontraktor yang beroperasi di fasilitas atau lokasi proyek
kami, termasuk kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, penilaian risiko, serta pelatihan wajib.
Penerapan K3 tercermin dalam desain dan pengelolaan ruang kantor yang memenuhi standar kelayakan tempat kerja
serta didukung oleh infrastruktur keamanan yang memadai. Fasilitas Bank dilengkapi dengan sarana keselamatan
seperti alat pemadam api ringan, sistem deteksi kebakaran, dan sistem alarm sebagai mekanisme peringatan dini.
Simulasi kebakaran dan bencana alam dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kesadaran.
Fasilitas keselamatan dasar, termasuk perlengkapan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dan alat pemadam
api ringan (APAR), disediakan dan diperiksa secara rutin untuk memastikan kesiapan operasional. Seluruh fasilitas
kami memiliki petugas lantai dan petugas lokasi yang telah dilatih untuk menangani situasi darurat dan prosedur
evakuasi. Kegiatan sosialisasi dan simulasi darurat dilakukan secara berkala sesuai dengan ketentuan pemerintah
yang berlaku untuk memastikan karyawan memahami protokol keselamatan dan prosedur evakuasi.
Pencapaian Tahun 2025
Membangun Lingkungan Kerja yang Kondusif dan Berkinerja Tinggi
Kami terus meningkatkan kualitas lingkungan kerja untuk mendukung keselamatan dan produktivitas
karyawan yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Bank melakukan peningkatan infrastruktur
keamanan di kantor pusat Jakarta untuk memperkuat sistem keamanan, meningkatkan pengendalian akses,
serta memastikan verifikasi personel yang berwenang dilakukan secara aman dan efisien.
Mendukung Kesejahteraan Karyawan
Kami terus menerapkan pendekatan yang holistik dalam mendukung kesejahteraan karyawan, yang
mencakup aspek fisik, mental, finansial, dan sosial. Pada tahun 2025, inisiatif kesejahteraan ini semakin
diperkuat dan terintegrasi lebih dalam ke dalam budaya kerja serta upaya keterlibatan karyawan.
Kesejahteraan Fisik: Kami menyediakan perlindungan asuransi kesehatan yang komprehensif
bagi karyawan dan keluarga mereka. Untuk mendorong gaya hidup aktif, fasilitas kebugaran
tetap tersedia di UOB Plaza Jakarta. Partisipasi karyawan dalam kegiatan olahraga juga
diperluas melalui UOB Heartbeat Run/Walk 2025, yang menggabungkan aktivitas fisik dengan
kebersamaan dan tujuan sosial, serta melalui klub karyawan di berbagai wilayah yang
menyediakan kegiatan kebugaran. Selain itu, kami memberikan program diet dan kesejahteraan
yang komprehensif kepada 100 peserta, didukung oleh pelatih bersertifikat dan tools praktis
untuk memantau perkembangan mereka.
Kesejahteraan Mental: Program Employee Assistance yang diluncurkan pada tahun 2024
semakin diperkuat pada tahun 2025 sebagai bagian dari komitmen kami dalam mendukung
kesehatan mental karyawan. Program ini menyediakan akses rahasia ke layanan konseling
profesional yang diberikan oleh terapis berlisensi.
Kesejahteraan Finansial: Kami melaksanakan berbagai komunikasi internal dan webinar
perencanaan keuangan untuk meningkatkan literasi keuangan karyawan. Selain itu, skema
Flexible Pension Contribution terus memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi karyawan
dalam mengelola perencanaan pensiun jangka panjang mereka.
Kesejahteraan Sosial: Kesejahteraan sosial karyawan semakin ditingkatkan melalui partisipasi
aktif dalam berbagai inisiatif yang berorientasi pada tujuan. Pada tahun 2025, UOB Heartbeat
Run/Walk juga menjadi wadah bagi kegiatan sukarela karyawan serta penggalangan dana
untuk mendukung berbagai kegiatan sosial yang bermakna.
Melalui pendekatan yang terintegrasi ini, kami menempatkan kesejahteraan karyawan sebagai fondasi
utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung
kinerja jangka panjang kami.
342 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 345
Mengembangkan Individu Profesional dan Berprinsip
Mengusung Tanggung Jawab Perusahaan
Tata Kelola Perusahaan dan Budaya 344
Risiko
Kepatuhan Terhadap Regulasi 347
Keamanan Informasi 350
Dampak Lingkungan Langsung 352
Pengadaan Berkelanjutan 354
Penatalayanan Komunitas 355
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 343
Page 346
Mengusung Tanggung Jawab Perusahaan
Tata Kelola Perusahaan dan Budaya Risiko
Di UOB Indonesia, tata kelola perusahaan yang kuat dan budaya risiko yang
kokoh menjadi landasan dalam menjalankan bisnis secara bertanggung jawab.
Kami berkomitmen untuk menjunjung tinggi akuntabilitas, integritas, dan
transparansi dalam setiap interaksi dengan pemangku kepentingan. Dengan
menerapkan standar etika dan tata kelola yang tinggi, didukung oleh kesadaran
risiko yang memadai, pengambilan risiko yang disiplin, serta manajemen risiko
yang efektif, kami memastikan setiap keputusan dan tindakan di seluruh
organisasi berlandaskan prinsip yang tepat, guna melindungi kepentingan
jangka panjang pemangku kepentingan serta reputasi Perseroan.
Pendekatan Kami
Kerangka tata kelola perusahaan dan budaya
risiko UOB Indonesia berlandaskan nilai inti
Honourable, Enterprising, United, dan Committed.
Tata kelola dijalankan melalui kemitraan yang
erat antara Dewan Komisaris dan Direksi, yang Kepemimpinan
didukung oleh kerangka manajemen risiko yang Direksi dan Dewan
Komisaris
komprehensif, mencakup kebijakan, metodologi,
perangkat, dan proses untuk mengidentifikasi,
mengukur, memantau, serta mengelola risiko Kerangka Kerja,
Komite
dan peluang yang material. Kebijakan, Pedoman,
dan Prosedur
Kami secara berkala meninjau dan menyempurnakan
praktik tata kelola serta kerangka risiko untuk Tata Kelola
memastikan tetap mutakhir, relevan, dan selaras Perusahaan
dengan praktik terbaik. Hal ini memungkinkan
kami untuk:
• Menjunjung tinggi praktik bisnis yang etis dan
bertanggung jawab; Peraturan Perundang-
Risk appetite
undangan dan
• M e m b a n g u n d a n m e m p e r t a h a n ka n Pedoman dan
pengendalian
kepercayaan investor; Regulator
intern
• Menarik dan mempertahankan talenta;
• Mengelola sumber daya secara efektif;
• Mematuhi peraturan perundang-undangan Audit
yang berlaku; dan Eksternal
• Menjaga hubungan yang konstruktif dengan
pemangku kepentingan dalam mendukung
kinerja berkelanjutan jangka panjang.
Kerangka tata kelola perusahaan kami
mengatur hubungan antara Dewan Komisaris,
Direksi, pemegang saham, dan pemangku
kepentingan lainnya. Kerangka ini menyediakan
struktur dan proses yang diperlukan untuk
mendukung pencapaian tujuan Perseroan serta
memungkinkan pengawasan kinerja yang efektif.
344 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 347
Mengusung Tanggung Jawab Perusahaan
Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Hasil Tata Kelola
Corporate Governance-GCG) di UOB Indonesia dilakukan Pada tahun 2025, kami mencatat hasil tata kelola yang
melalui kerangka terintegrasi yang mencakup struktur, secara umum positif, mencerminkan komitmen berkelanjutan
proses, dan hasil tata kelola. Kerangka ini terdiri dari 15 terhadap penerapan praktik tata kelola yang baik.
elemen tata kelola perusahaan yang menetapkan peran Pencapaian utama meliputi:
dan tanggung jawab Dewan Komisaris, Direksi, serta Komite 1. Peningkatan transparansi dalam pengungkapan dan
pendukung, termasuk dalam pengawasan perencanaan pelaporan;
strategis Bank. Komite utama yang mendukung kerangka 2. Kepatuhan yang kuat terhadap peraturan perundang-
tata kelola ini meliputi Komite Audit, Komite Pemantau undangan yang berlaku, didukung oleh upaya
Risiko, serta Komite Remunerasi dan Nominasi. berkelanjutan dalam memperkuat budaya kepatuhan;
3. Perlindungan nasabah yang komprehensif, termasuk
Struktur Organisasi kepatuhan terhadap prinsip perlindungan data pribadi;
Struktur organisasi kami terdiri dari Dewan Komisaris, 4. Objektivitas dan independensi dalam proses penilaian
Direksi, Komite, serta fungsi bisnis dan pendukung, dan audit; serta
yang diselaraskan dengan kebutuhan operasional dan 5. Kinerja Bank yang baik.
ketentuan regulasi yang berlaku. Struktur ini didukung oleh
kebijakan dan prosedur yang komprehensif, sistem informasi Kami menyadari bahwa manajemen risiko yang efektif dan
manajemen yang andal, serta pembagian peran dan komprehensif merupakan faktor penting dalam menjaga
tanggung jawab yang jelas untuk mendukung pengambilan ketahanan dan keberlanjutan jangka panjang. Oleh karena
keputusan yang efektif dan akuntabilitas. itu, budaya dan perilaku risiko dikelola dalam Kerangka
Manajemen Risiko UOB Indonesia, yang memberikan
Proses Tata Kelola panduan terstruktur untuk memastikan bahwa budaya dan
Efektivitas tata kelola dinilai melalui pelaksanaan tugas perilaku risiko dimonitor, dinilai, dan ditindaklanjuti secara
dan tanggung jawab oleh Dewan Komisaris, Direksi, dan sistematis dan proaktif. Informasi lebih lanjut mengenai
Komite. Sebagai bagian dari sistem pengendalian internal, kerangka tata kelola dan kinerja kami dapat dilihat pada
kami menerapkan model tiga lini (three lines model), yang bagian Tata Kelola Perusahaan dalam Laporan Tahunan.
terdiri dari:
1. Lini pertama – unit pemilik risiko, yaitu fungsi bisnis Selain itu, melalui kanal Speak Up dan Kebijakan
dan pendukung; Whistle-blowing UOB, karyawan diberikan sarana yang
2. Lini kedua – fungsi pengawasan risiko, yaitu Manajemen aman dan rahasia untuk menyampaikan kekhawatiran
Risiko dan Kepatuhan; dan atau melaporkan potensi pelanggaran tanpa rasa
3. Lini ketiga – fungsi penjaminan risiko independen, yaitu takut terhadap tindakan pembalasan. Informasi lebih
Audit Internal. lanjut mengenai kebijakan Whistle-blowing serta hasil
pelaksanaannya pada tahun 2025 tersedia pada bagian
Selain itu, audit berkala yang dilakukan oleh Unit Audit Tata Kelola Perusahaan dalam Laporan Tahunan.
Internal dan Auditor Eksternal memberikan keyakinan
bahwa kebijakan, prosedur, serta sistem informasi
manajemen Bank telah diimplementasikan secara efektif
dan sesuai dengan standar yang berlaku.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 345
Page 348
Mengusung Tanggung Jawab Perusahaan
Pencapaian Tahun 2025
Melalui penilaian mandiri atas praktik tata kelola perusahaan yang baik, kami secara
umum telah mencapai hasil yang positif. Sebagai bagian dari komitmen terhadap
perbaikan berkelanjutan, kami terus mengidentifikasi area strategis untuk penguatan
tata kelola. Inisiatif tersebut mencakup peningkatan efektivitas sistem pengendalian
internal, penyempurnaan pelaporan kepada regulator, serta penguatan pilar strategi
anti kecurangan dan anti-suap. Kami juga memastikan bahwa seluruh implementasi
kebijakan, termasuk transaksi dengan pihak berelasi, dilaksanakan dengan mematuhi
secara penuh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Inisiatif Penguatan Budaya Risiko Tahun 2025
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menanamkan dan memperkuat budaya risiko yang kuat di
seluruh organisasi, kami memperkenalkan berbagai inisiatif pada tahun 2025 yang bertujuan meningkatkan
kesadaran, perilaku, dan akuntabilitas terkait risiko di seluruh Bank.
• Memperkuat fungsi Business Risk and Control Management (BRCM) pada unit bisnis dan pendukung
utama. Fungsi ini berperan dalam pengelolaan risiko operasional di masing-masing unit serta menjadi
penghubung utama untuk aktivitas manajemen risiko operasional;
• Melanjutkan penyelenggaraan UOB Indonesia Risk Culture Award 2025 untuk memberikan apresiasi
kepada karyawan yang menunjukkan perilaku berorientasi risiko dalam pelaksanaan tugas sehari-hari;
• Melanjutkan publikasi komunikasi melalui email yang menampilkan pandangan pimpinan senior
mengenai pentingnya membangun budaya risiko yang kuat;
• Mengintegrasikan kampanye kesadaran risiko dalam berbagai forum (seperti Start of the Year, CEO
Town Hall, dan forum BRCM) guna mendorong pola pikir yang sadar risiko serta praktik risiko yang
tangguh untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan ketahanan operasional;
• Melakukan berbagi pembelajaran secara berkala dari insiden risiko operasional untuk meningkatkan
kesadaran karyawan;
• Memperketat pengelolaan konsekuensi atas pelanggaran perilaku, termasuk penyempurnaan pelaporan
insiden untuk meningkatkan keterkaitan dengan catatan disiplin karyawan; serta
• Meluncurkan Risk Culture Dashboard di UOB Indonesia sebagai alat pemantauan budaya risiko secara
lebih terstruktur.
346 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 349
Mengusung Tanggung Jawab Perusahaan
Kepatuhan Terhadap Regulasi
Di UOB Indonesia, integritas dan perilaku etis merupakan landasan utama
dalam menjalankan kegiatan usaha. Kami berkomitmen untuk mematuhi seluruh
peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik di tingkat internasional
maupun nasional, serta mencegah kejahatan keuangan seperti insider trading,
pencucian uang, penyuapan, korupsi, dan kecurangan. Komitmen ini memperkuat
peran kami sebagai lembaga keuangan yang tepercaya dan bertanggung
jawab, sekaligus berkontribusi terhadap integritas dan kepercayaan dalam
sistem keuangan.
Pendekatan Kami • Common Reporting Standard (CRS);
Kami menempatkan kepatuhan terhadap regulasi serta • Anti-money laundering and counter-terrorism financing
perlindungan kepentingan pemangku kepentingan, (AML/CFT) and sanctions;
termasuk regulator, sebagai prioritas utama. Kami • Anti-bribery and anti-corruption (including the UK
memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional Bribery Act 2010); dan
dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang- • Fraud awareness.
undangan yang berlaku. Untuk itu, kami secara aktif
memantau perkembangan regulasi dan industri serta Anggota Direksi dan komite terkait juga menerima pelatihan
menjaga keterlibatan yang erat dengan regulator, pembuat secara berkala pada area utama, termasuk APU/PPT dan
kebijakan, aparat penegak hukum, dan pemangku sanksi, anti penyuapan dan anti korupsi, serta pencegahan
kepentingan internal, termasuk Dewan Komisaris dan kecurangan.
Direksi.
Karyawan, mitra usaha, dan masyarakat dapat melaporkan
Dalam menghadapi lanskap regulasi yang terus setiap dugaan atau indikasi pelanggaran secara rahasia,
berkembang, kami telah membangun kerangka kerja aman, dan tanpa rasa takut terhadap tindakan pembalasan,
yang kuat untuk mengidentifikasi, menilai, memantau, melalui surat atau email kepada Head of Internal Audit,
dan mengelola risiko kepatuhan. Kebijakan, proses, dan Direktur Utama, atau Ketua Komite Audit. Laporan tersebut
sistem kami secara berkala ditinjau dan diperkuat guna dapat mencakup dugaan korupsi, kecurangan, atau
meningkatkan kemampuan dalam memitigasi risiko potensi pelanggaran terhadap hukum, peraturan, maupun
kejahatan keuangan serta menjaga integritas sistem kebijakan internal Bank yang mengindikasikan pelanggaran
keuangan dan para penggunanya. terhadap Kode Etik UOB Indonesia. Seluruh laporan yang
diterima dijaga kerahasiaannya dan akan ditindaklanjuti
Kode Etik UOB Indonesia menetapkan standar perilaku melalui proses investigasi yang independen oleh fungsi
pribadi dan profesional yang diharapkan dari seluruh terkait. Informasi lebih lanjut mengenai kebijakan whistle-
karyawan. Ketentuan ini juga berlaku, apabila relevan, blowing serta kinerjanya dapat dilihat pada bagian Tata
bagi mitra usaha, termasuk kontraktor pihak ketiga, Kelola Perusahaan dalam Laporan Tahunan kami.
agen, konsultan, vendor, dan pemasok, sesuai dengan
kebijakan internal dan ketentuan hukum yang berlaku. Larangan Insider Trading
Kami menerapkan prinsip tanpa toleransi terhadap setiap Kami menerapkan pengendalian yang kuat untuk menjaga
pelanggaran atas Kode Etik tersebut. integritas pasar dan mencegah praktik insider trading.
Seluruh karyawan wajib mematuhi UOB Indonesia Staff
Seluruh karyawan, termasuk manajemen dan tenaga Dealing Policy, yang secara tegas melarang transaksi
kontrak, wajib mengikuti modul e-learning, asesmen, serta berdasarkan informasi material yang belum dipublikasikan.
pelatihan penyegaran tahunan yang mencakup topik-topik Setiap pelanggaran terhadap kebijakan ini akan dikenakan
utama sebagai berikut: tindakan disipliner sesuai dengan ketentuan internal dan
• The UOB Indonesia Code of Conduct; peraturan yang berlaku.
• Insider trading and market misconduct;
• Foreign Account Tax Compliance Act (FATCA);
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 347
Page 350
Mengusung Tanggung Jawab Perusahaan
Sebagai bagian dari kerangka Anti-Financial Crime analitik data tingkat lanjut semakin diintegrasikan dalam
(AFC) dan perilaku pasar, kami menerapkan mekanisme kapabilitas pemantauan untuk meningkatkan deteksi,
persetujuan pra-transaksi (pre-trade clearance) bagi pencegahan, dan pengelolaan risiko pencucian uang,
karyawan yang memiliki akses terhadap informasi sensitif. pendanaan terorisme, serta penghindaran sanksi.
Fungsi Kepatuhan melakukan pemantauan dan penelaahan
secara berkala atas transaksi efek untuk mengidentifikasi Anti Penyuapan dan Anti Korupsi
potensi pelanggaran secara tepat waktu, sejalan dengan Kami menjunjung tinggi komitmen yang kuat terhadap
ekspektasi regulator dan praktik terbaik industri. pencegahan penyuapan dan korupsi, yang didukung oleh
kebijakan tanpa toleransi sebagaimana diatur dalam
Transparansi Pajak Global dan Kepatuhan Kode Etik UOB Indonesia. Seluruh karyawan, kontraktor,
Kami berkomitmen terhadap transparansi pajak global vendor, dan pemangku kepentingan terkait wajib mematuhi
melalui kepatuhan terhadap Common Reporting Standard ketentuan anti penyuapan dan anti korupsi dengan
(CRS). CRS merupakan kerangka kerja yang disepakati menjunjung tinggi integritas dan akuntabilitas.
secara internasional untuk pertukaran otomatis informasi
rekening keuangan antar yurisdiksi guna mencegah Berdasarkan Kebijakan Manajemen Risiko Hukum, unit bisnis
penghindaran pajak dan meningkatkan kepatuhan dan pendukung diwajibkan untuk mengidentifikasi, menilai,
perpajakan. memantau, dan melaporkan risiko hukum, termasuk risiko
korupsi, dalam lingkup tanggung jawab masing-masing.
Di Indonesia, implementasi CRS diatur melalui POJK Unit-unit tersebut juga diharapkan berkoordinasi dengan
No. 25/POJK.03/2019. Kami melakukan uji tuntas untuk fungsi Legal untuk memastikan kepatuhan terhadap
mengidentifikasi status domisili pajak nasabah serta peraturan anti penyuapan dan anti korupsi yang berlaku
memastikan pelaporan yang akurat kepada otoritas yang serta mengelola risiko yang teridentifikasi secara tepat.
berwenang.
Kami secara berkala meninjau dan mengomunikasikan
Penguatan Standar APU/PPT dan Sanksi kebijakan dan prosedur anti penyuapan dan anti korupsi,
Kami menerapkan kerangka kerja APU/PPT dan sanksi termasuk memastikan bahwa ketentuan yang relevan
yang komprehensif untuk menjaga integritas sistem diintegrasikan dalam perjanjian kontraktual apabila
keuangan serta memitigasi risiko terkait pencucian uang, diperlukan.
pendanaan terorisme, dan pelanggaran sanksi. Kerangka
ini selaras dengan POJK No. 8 Tahun 2023 dan SEOJK No. Pencegahan Kecurangan
32/SEOJK.03/2019, serta mencakup program utama seperti Kami mengelola risiko kecurangan secara proaktif melalui
penilaian risiko, pelatihan karyawan, uji tuntas nasabah kerangka tata kelola yang komprehensif. Kebijakan Anti-
(Customer Due Diligence/CDD), pemantauan transaksi, Fraud menetapkan peran dan tanggung jawab dalam
investigasi, dan pelaporan transaksi mencurigakan kepada model tiga lini (Three Lines Model), yang mencakup lini
otoritas yang berwenang. pertama, lini kedua, dan lini ketiga pertahanan. Kebijakan
ini berfokus pada enam pilar utama:
Untuk memastikan ketahanan dan keselarasan dengan • Pencegahan;
ketentuan regulator, kami secara berkala meninjau • Deteksi;
kebijakan, prosedur, pedoman, dan sistem APU/PPT. Selain • Respons;
itu, audit internal dan eksternal juga dilakukan untuk • Penyelesaian;
memberikan keyakinan atas efektivitas kerangka kerja • Optimalisasi; dan
dan program terkait. • Pelaporan.
Kami memiliki pejabat khusus Country Money Laundering Seluruh unit bisnis dan pendukung pada lini pertama
Reporting Officer yang bertanggung jawab dalam memperoleh pelatihan kesadaran risiko kecurangan
mengawasi kepatuhan terhadap ketentuan APU/PPT. secara terstruktur untuk memperkuat kemampuan
Seluruh karyawan wajib mematuhi Kebijakan APU/PPT dalam mengidentifikasi, mencegah, dan merespons risiko
dan Sanksi, serta peraturan perundang-undangan yang kecurangan, baik internal maupun eksternal. Dalam lini
berlaku. Setiap pelanggaran terhadap ketentuan ini pertama, tim Business Risk and Control Management
dapat dikenakan tindakan disipliner yang tegas, termasuk (Line 1.5) memberikan dukungan dan saranan dalam
pemutusan hubungan kerja. perancangan dan implementasi pengendalian internal,
melakukan penilaian risiko kecurangan, serta menyajikan
Sebagai bagian dari upaya penguatan berkelanjutan, informasi manajemen terkait risiko kecurangan guna
kami terus berinvestasi pada sumber daya manusia, memastikan mitigasi yang tepat waktu.
sistem, proses, dan perangkat pendukung. Pemanfaatan
348 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 351
Mengusung Tanggung Jawab Perusahaan
Sebagai Lini Kedua Pertahanan, fungsi Manajemen Risiko dan Kepatuhan menetapkan kerangka kerja, kebijakan,
dan metodologi manajemen risiko kecurangan, memberikan pengawasan dan tantangan independen kepada Lini
Pertama, memantau kepatuhan terhadap ketentuan regulator, serta mengawasi implementasi langkah mitigasi risiko
kecurangan di seluruh organisasi.
Sebagai Lini Ketiga Pertahanan, Audit Internal melakukan penilaian yang independen dan objektif atas kecukupan
serta efektivitas pengendalian internal, manajemen risiko, dan proses tata kelola dalam mengelola risiko kejahatan
keuangan, serta memberikan assurance kepada Dewan dan manajemen senior.
Kami terus berinvestasi dalam kapabilitas pemantauan dan deteksi kecurangan melalui penguatan sumber daya
manusia, proses, dan teknologi. Risiko kecurangan juga dinilai sebagai bagian dari proses tahunan Key Risk and
Control Self-Assessment (KRCSA).
Untuk semakin memitigasi risiko kecurangan, kami secara aktif meningkatkan kesadaran nasabah melalui komunikasi
berkala, termasuk melalui email, kanal media sosial resmi, aplikasi mobile banking, media di kantor cabang, serta
platform digital lainnya. Komunikasi ini mencakup peringatan terkait kecurangan dan materi edukasi yang bertujuan
membantu nasabah mengenali dan menghindari potensi penipuan.
Pencapaian Tahun 2025
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kesadaran anti-kecurangan di seluruh
organisasi, kami secara aktif melaksanakan berbagai inisiatif pembelajaran dan komunikasi yang berfokus
pada pencegahan dan deteksi kecurangan. Inisiatif tersebut meliputi:
Pelaksanaan e-learning wajib, termasuk topik kesadaran anti-kecurangan, yang dilakukan
setiap tahun untuk memperdalam pemahaman karyawan. Pada tahun 2025, sebanyak 4.944
karyawan dan tenaga kerja kontrak telah menyelesaikan pembelajaran wajib tersebut;
Pelaksanaan pelatihan anti-kecurangan bagi karyawan melalui sesi daring dan tatap muka
di seluruh jaringan cabang, yang mencakup praktik pencegahan kecurangan, pembelajaran
dari kasus sebelumnya, indikator peringatan dini (red flags), serta tren kecurangan yang
berkembang;
Implementasi strategi anti-kecurangan yang didukung oleh Fraud Risk Management Committee,
untuk memberikan pengawasan atas strategi, kerangka kerja, kebijakan, program, dan struktur
pengelolaan risiko kecurangan internal dan eksternal yang mencakup aspek sumber daya
manusia, proses, dan sistem;
Penyebaran materi edukasi dan kesadaran anti-kecurangan secara berkala kepada seluruh
karyawan melalui email, guna memastikan pemahaman terhadap tren penipuan dan kecurangan
terbaru;
Dukungan berkelanjutan terhadap Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), termasuk partisipasi
aktif sebagai anggota dalam upaya kolektif untuk mencegah dan mengurangi kecurangan
di industri jasa keuangan; serta
Partisipasi dalam kolaborasi industri untuk menangani risiko kecurangan melalui keanggotaan
dalam Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), serta kontribusi dalam inisiatif regulator
terkait penanganan transaksi transfer dana yang terindikasi kecurangan.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 349
Page 352
Mengusung Tanggung Jawab Perusahaan
Keamanan Informasi
Kami menempatkan perhatian yang tinggi terhadap perlindungan data
dan aset di tengah lanskap ancaman siber yang semakin kompleks. Kami
menerapkan pendekatan terintegrasi yang menggabungkan pemantauan
berkelanjutan, deteksi dini terhadap ancaman, serta respons insiden yang
tepat waktu untuk mencegah, mengidentifikasi, dan menangani ancaman
keamanan siber eksternal. Upaya ini didukung oleh penguatan berkelanjutan
pada kapabilitas organisasi dan teknis, guna menjaga standar tinggi atas
integritas operasional dan ketahanan sistem.
Pendekatan Kami Kami mematuhi berbagai ketentuan regulator yang relevan
Komitmen kami terhadap perlindungan data dan keamanan terkait keamanan informasi, antara lain:
siber yang kuat didasarkan pada prinsip-prinsip utama • POJK No. 11/POJK.03/2022 tentang Penyelenggaraan
sebagai berikut: Teknologi Informasi oleh Bank Umum;
• Memastikan pengelolaan data yang bertanggung jawab • SEOJK No. 29/2022 tentang Ketahanan dan Keamanan
- Kami menerapkan pedoman yang ketat serta program Siber bagi Bank Umum;
peningkatan kesadaran untuk menjaga kerahasiaan dan • Peraturan Bank Indonesia No. 2 Tahun 2024 tentang
privasi data. Pendekatan ini selaras dengan peraturan Keamanan Sistem Informasi dan Ketahanan Siber bagi
perlindungan data yang berlaku, sensitivitas bisnis Penyelenggara Sistem Pembayaran, Pelaku Pasar Uang
internal, serta perkembangan regulasi; dan Pasar Valuta Asing;
• Memperkuat pengendalian keamanan siber - Kami • PADG No. 24 Tahun 2024 tentang Keamanan Sistem
secara berkelanjutan meningkatkan kapabilitas Informasi dan Ketahanan Siber bagi Penyelenggara
keamanan siber untuk menghadapi ancaman yang terus Sistem Pembayaran, Pelaku Pasar Uang dan Pasar
berkembang, beradaptasi dengan perubahan profil Valuta Asing, serta Pihak Terkait Lainnya yang Diatur
risiko, serta melindungi data dan informasi nasabah; dan dan Diawasi oleh Bank Indonesia; serta
• Mendorong budaya “Information Security is everyone’s • Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang
responsibility” - Kami menanamkan prinsip bahwa Perlindungan Data Pribadi.
keamanan siber merupakan tanggung jawab bersama
di seluruh organisasi. Pelatihan wajib diberikan kepada Kami terus meningkatkan Kebijakan Manajemen Keamanan
seluruh karyawan untuk membekali pengetahuan Teknologi Informasi dan Ketahanan Siber untuk memperkuat
dan keterampilan yang diperlukan, dengan tingkat kesiapan dalam mengelola risiko teknologi serta menghadapi
penyelesaian pelatihan yang secara konsisten mencapai ancaman siber yang terus berkembang. Kami juga senantiasa
100%. mematuhi Kebijakan Perlindungan Data Pribadi sesuai
dengan ketentuan yang berlaku. Kebijakan ini menetapkan
Sistem informasi yang tangguh dan aman merupakan prinsip yang jelas dalam pengelolaan, pengamanan, dan
bagian integral dari keberhasilan strategi dan operasional pengendalian data pribadi di seluruh aktivitas operasional,
bisnis kami. Hal ini didukung oleh tenaga profesional sekaligus memperkuat komitmen kami dalam melindungi
yang memiliki keahlian dalam mengelola dan melindungi privasi data dan menjaga kepercayaan pemangku
infrastruktur digital Perseroan. kepentingan.
350 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 353
Mengusung Tanggung Jawab Perusahaan
Pencapaian Tahun 2025
Sertifikasi Keamanan Siber dan Mitigasi Risiko
Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk menjaga standar tinggi dalam keamanan informasi, kami
terus mempertahankan sertifikasi ISO 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi. Sertifikasi
ini mencakup pengembangan, operasional, dan basis data nasabah untuk aplikasi UOB TMRW, Personal
Internet Banking, UOB Infinity, serta keamanan fisik pusat data Bank. Pada tahun pelaporan, audit eksternal
independen kembali menegaskan validitas sertifikasi tersebut melalui proses resertifikasi, tanpa temuan isu
material.
Untuk memitigasi risiko akses data yang tidak sah dan potensi kebocoran data, kami telah menerapkan
pendekatan berlapis dalam Data Loss Prevention (DLP). Pengendalian ini dirancang untuk memantau, mencegah,
dan merespons potensi pelanggaran data di berbagai lapisan sistem dan proses.
Penilaian Ketahanan Siber dan Peningkatan Kesadaran Karyawan
Untuk semakin memperkuat kerangka keamanan siber, kami melakukan Cyber Security Maturity Assessment
pada tahun 2025 guna mengevaluasi ketahanan siber, serta Digital Maturity Assessment untuk menilai kemajuan
transformasi digital. Hasil dari penilaian ini mendukung identifikasi area perbaikan dan memastikan bahwa
strategi keamanan siber kami tetap efektif serta mampu merespons risiko yang terus berkembang.
Peningkatan kesadaran keamanan informasi di kalangan karyawan juga tetap menjadi prioritas utama. Pada
tahun 2025, kami memperluas Program Information Security Awareness melalui berbagai kanal komunikasi,
termasuk email, poster, podcast langsung, simulasi vishing (voice-phishing), serta simulasi phishing. Inisiatif ini
mencakup topik penting seperti perlindungan dan kerahasiaan data, tren ancaman siber terkini, cara mengenali
dan menghindari upaya penipuan, serta risiko yang terkait dengan kemitraan eksternal.
Peningkatan Infrastruktur Keamanan
Kami terus memprioritaskan penguatan infrastruktur keamanan teknologi sebagai bagian dari komitmen dalam
melindungi data dan sistem. Sepanjang tahun 2025, kami memperkenalkan berbagai inisiatif tambahan untuk
meningkatkan perlindungan data, antara lain:
• penyediaan fitur tombol pelaporan phishing;
• peningkatan solusi perlindungan email terhadap malware;
• pemantauan akses tidak wajar yang melakukan analisis perilaku pengguna secara otomatis; serta
• solusi external attack surface management untuk mengidentifikasi dan mengamankan potensi titik masuk
yang tidak terdeteksi.
Sebagai pelengkap inisiatif strategis yang diluncurkan pada tahun 2025, kami juga mempertahankan komitmen
terhadap keamanan operasional melalui pembaruan teknologi (technology refresh) secara berkala pada
infrastruktur keamanan. Hal ini memastikan bahwa sistem perlindungan, deteksi, dan pemantauan tetap berada
pada standar yang tinggi dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang, baik internal maupun eksternal.
Penguatan sistem, kampanye peningkatan kesadaran, serta pelatihan wajib secara keseluruhan telah
meningkatkan dan memperkokoh infrastruktur keamanan kami dalam menghadapi ancaman digital yang
semakin kompleks.
Komitmen terhadap Kepatuhan dan Ketahanan Siber
Untuk memperkuat kerangka ketahanan siber, kami mewajibkan seluruh karyawan untuk mengikuti pelatihan
keamanan informasi setiap tahun. Pada tahun 2025, kami mencapai tingkat penyelesaian sebesar 100.
Selama periode pelaporan, kami tidak menghadapi tuntutan hukum yang timbul dari insiden siber maupun
pelanggaran data pribadi. Strategi keamanan siber yang proaktif, didukung oleh penguatan berkelanjutan
pada kapabilitas pertahanan dan model operasional, terbukti efektif dalam memitigasi risiko siber. Inisiatif
ini tidak hanya memperkuat keamanan internal kami, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas sistem
keuangan secara lebih luas serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap sektor perbankan.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 351
Page 354
Mengusung Tanggung Jawab Perusahaan
Dampak Lingkungan Langsung
Kami berkomitmen untuk mengelola dan mengurangi dampak lingkungan
yang timbul dari operasional kami. Kami meyakini bahwa dengan mengurangi
dampak lingkungan secara langsung, kami turut berkontribusi dalam melindungi
lingkungan serta memitigasi perubahan iklim. Kami berupaya untuk menghemat
sumber daya, meminimalkan limbah, dan menurunkan emisi karbon melalui
operasional yang lebih efisien dalam penggunaan energi dan sumber daya,
serta mendorong kepedulian terhadap lingkungan di tempat kerja.
Pendekatan Kami
Dampak lingkungan utama dari operasional kami berasal dari penggunaan sumber daya, termasuk listrik, air, dan
bahan bakar, serta timbulan limbah. Untuk mengelola dampak tersebut, kami berfokus pada konservasi energi dan
pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab melalui program efisiensi energi dan pengelolaan limbah.
Upaya ini membantu meminimalkan penggunaan sumber daya, mengurangi secara signifikan limbah yang dikirim
ke tempat pembuangan akhir, serta mendukung tujuan lingkungan kami dalam berkontribusi terhadap masa depan
yang lebih berkelanjutan.
EFISIENSI ENERGI ENERGI TERBARUKAN PENEBUSAN KARBON
Kami menerapkan fitur Kami menggunakan sumber Kami menggunakan penebusan
keberlanjutan, apabila energi bersih melalui karbon berkualitas tinggi
memungkinkan, di seluruh pengadaan Renewable Energy yang terdaftar pada standar
bangunan kami, antara lain: Certificate (REC) berkualitas internasional seperti Gold
• sistem pencahayaan LED tinggi dari proyek energi Standard dan Verified Carbon
yang lebih hemat energi; terbarukan yang terdaftar
Standard untuk mengimbangi
• optimalisasi dan pada registri internasional
sisa emisi karbon kami.
peningkatan sistem seperti International Renewable
pendingin udara untuk Energy Certificate (I-REC) atau
meningkatkan efisiensi Tradeable Instrument for Global
energi. Renewables (TIGR).
Efisiensi Energi
Kami menyadari bahwa konsumsi listrik merupakan salah satu kontributor utama terhadap emisi gas rumah kaca
(GRK) Cakupan 1 dan Cakupan 2. Oleh karena itu, kami berfokus pada pengurangan jejak karbon operasional dengan
mendorong efisiensi energi di seluruh lokasi operasional.
Karyawan didorong untuk menerapkan praktik penghematan energi secara sederhana, seperti mematikan pencahayaan
yang tidak diperlukan, mengoptimalkan penggunaan pendingin udara selama jam operasional, serta menggunakan
peralatan yang hemat energi apabila memungkinkan. Langkah-langkah ini mendukung pembentukan budaya kerja
yang berorientasi pada penggunaan sumber daya secara bertanggung jawab.
Pada tahun 2025, kami melanjutkan penggantian bertahap sistem pencahayaan konvensional dengan lampu light-
emitting diode (LED) di berbagai lokasi kantor, dengan sekitar 40% area operasional telah menggunakan pencahayaan
LED. Kantor cabang yang direnovasi juga telah dilengkapi dengan sistem pendingin udara yang lebih efisien energi.
352 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 355
Mengusung Tanggung Jawab Perusahaan
Energi Terbarukan Tempat sampah terpilah telah disediakan di UOB Plaza
Pendekatan kami terhadap energi terbarukan mencakup Jakarta dan beberapa kantor cabang untuk mendukung
pemanfaatan pembangkit energi terbarukan di lokasi pemilahan limbah secara lebih efektif. Proses pengelolaan
operasional (on-site) serta pengadaan REC. dan pengolahan limbah di lokasi tersebut dilakukan bekerja
sama dengan mitra pengelolaan limbah yang mendorong
Sistem panel fotovoltaik (PV) yang dioperasikan sejak penerapan konsep ekonomi sirkular.
tahun 2024 tetap berfungsi sepanjang tahun 2025 dan
menghasilkan listrik sebesar 51,56 MWh selama periode Meskipun penggunaan material daur ulang belum
tersebut. sepenuhnya terintegrasi dalam operasional inti, kami
memprioritaskan penggunaan produk yang lebih ramah
Pengadaan REC tetap menjadi bagian penting dari lingkungan apabila memungkinkan. Hal ini mencakup
strategi kami dalam mencapai target penggunaan energi penggunaan kertas kantor yang telah memiliki sertifikasi
terbarukan dan mengelola emisi Cakupan 2, sesuai dengan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dan/atau
standar pelaporan yang diakui secara internasional. Pada Programme for the Endorsement of Forest Certification –
tahun 2025, kami melakukan pembelian dan penebusan Indonesia Forest Certification Cooperation (PEFC-IFCC),
sebanyak 18.377 REC yang bersumber dari pembangkit guna memastikan bahwa bahan baku berasal dari hutan
listrik panas bumi di Indonesia. yang dikelola secara berkelanjutan.
Penebusan Karbon Konservasi Air
Meskipun kami memprioritaskan pengurangan konsumsi Kami memperoleh pasokan air bersih untuk kebutuhan
energi dan peningkatan penggunaan energi terbarukan, operasional kantor terutama dari Perusahaan Daerah Air
kami menyadari bahwa beberapa emisi, khususnya emisi Minum (PDAM). Pendekatan ini mendukung ketersediaan
Cakupan 1 dan Cakupan 3 non-pembiayaan, sulit untuk pasokan air yang andal dengan tetap mempertimbangkan
dieliminasi sepenuhnya. kondisi sumber daya air di wilayah setempat.
Emisi Cakupan 1 terutama berasal dari penggunaan Untuk mendorong penggunaan air secara bertanggung
bahan bakar pada kendaraan operasional, generator jawab, kami melakukan pemeliharaan infrastruktur
listrik, serta penggunaan refrigeran, sementara emisi air secara berkala, memasang perangkat hemat air
Cakupan 3 mencakup perjalanan dinas udara dan limbah apabila memungkinkan, serta menyelenggarakan inisiatif
yang dihasilkan dari operasional. Untuk mengelola emisi peningkatan kesadaran karyawan terkait konservasi air.
residu tersebut, kami berinvestasi pada proyek tebus
karbon tersertifikasi yang memenuhi standar sertifikasi Keanekaragaman Hayati
yang diakui secara internasional. Pada tahun 2025, kami Fasilitas dan aset yang kami kelola tidak berada di dalam
melakukan pembelian dan penebusan sebanyak 1.574 maupun berdekatan dengan kawasan lindung atau area
kredit karbon untuk mengimbangi emisi residu Cakupan sensitif secara lingkungan, sehingga meminimalkan risiko
1 serta Cakupan 3 (perjalanan dinas udara dan limbah dampak negatif terhadap keanekaragaman hayati.
operasional).
Pengelolaan Limbah
Sejak tahun 2019, kami telah menjalankan berbagai inisiatif
untuk mengurangi volume limbah anorganik yang dikirim
ke tempat pembuangan akhir.
Pencapaian Tahun 2025
Sertifikasi Bangunan Hijau Efisiensi Energi
UOB Plaza Jakarta memperoleh sertifikasi Sebanyak 40% lokasi operasional kami telah
Greenship Gold-level Green Building dari Green menggunakan pencahayaan LED dengan
Building Council Indonesia (GBCI). estimasi penghematan energi hingga 145
MWh.
Penurunan Intensitas Emisi Pengelolaan Limbah
Dengan mengecualikan pusat data, intensitas Sebanyak 59% limbah berhasil dialihkan
gabungan emisi Cakupan 1 dan Cakupan 2 dari tempat pembuangan akhir, yang
(kgCO2e/m²) menurun sebesar 16% dibanding mencerminkan komitmen kami terhadap
tahun sebelumnya. pengelolaan limbah yang bertanggung jawab
dan penerapan prinsip ekonomi sirkular.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 353
Page 356
Mengusung Tanggung Jawab Perusahaan
Pengadaan Berkelanjutan
Kami berupaya menyelaraskan aktivitas pengadaan dengan tujuan LST untuk
mendukung perlindungan lingkungan dan kesejahteraan sosial, termasuk
penghormatan terhadap hak asasi manusia. Pendekatan ini merupakan bagian
integral dari praktik bisnis kami yang bertanggung jawab.
Pendekatan Kami
Pendekatan kami dalam mengelola risiko dan dampak LST Kami menyadari bahwa risiko LST yang terkait dengan
juga mencakup proses pengadaan barang dan jasa dari pemasok dapat bervariasi tergantung pada faktor seperti
pemasok, termasuk pihak ketiga, perusahaan, maupun sektor industri, skala usaha, dan lokasi geografis. Supplier
individu yang menyediakan barang atau jasa kepada kami. Sustainability Principle kami menetapkan ekspektasi
Kami berupaya untuk bekerja sama dengan pemasok yang kepada pemasok dalam aspek tata kelola dan kepatuhan,
menunjukkan komitmen terhadap tata kelola perusahaan ketenagakerjaan dan hak asasi manusia, serta lingkungan,
yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, penghormatan kesehatan, dan keselamatan.
terhadap hak asasi manusia, praktik ketenagakerjaan yang
etis, kepedulian terhadap lingkungan, serta penyediaan
lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Pencapaian Tahun 2025
Memperluas implementasi pilot Supplier Sustainability Principle, dengan jumlah pemasok
material yang menyatakan komitmen terhadap prinsip tersebut meningkat dari 32 pada tahun
2024 menjadi 85 pada tahun 2025.
354 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 357
Mengusung Tanggung Jawab Perusahaan
Penatalayanan Komunitas
Kami berkomitmen untuk berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat
di wilayah operasional melalui dukungan terhadap berbagai inisiatif
pengembangan sosial dengan fokus pada seni, anak-anak, dan pendidikan.
Fokus ini mencerminkan pendekatan jangka panjang kami dalam membangun
keterlibatan dengan masyarakat serta keyakinan kami dalam mendorong
terciptanya masyarakat yang inklusif dan siap menghadapi masa depan.
Melalui inisiatif ini, kami mendukung komunitas kurang mampu, individu dengan
kebutuhan khusus, serta mereka yang memiliki potensi yang belum tergali.
Pendekatan Kami
Melalui Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) UOB Indonesia Heartbeat, kami berupaya untuk memperkaya
kehidupan masyarakat dan memperkuat hubungan dengan komunitas secara berkelanjutan.
Program ini dilaksanakan melalui kerangka 3P yang mencakup:
1. Filantropi Perusahaan (Corporate Philanthropy);
2. Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan (Stakeholder Partnerships); dan
3. Partisipasi Karyawan (Employee Participation).
Kerangka ini memberikan pendekatan yang terstruktur untuk memastikan bahwa kegiatan CSR direncanakan dan
dilaksanakan secara strategis dan terkoordinasi, sehingga mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan
serta tetap selaras dengan arah bisnis kami.
Mendorong Seni Asia Tenggara melalui UOB
Painting of the Year Award
Kami percaya peran seni dalam mendorong terciptanya
masyarakat yang inklusif serta meningkatkan apresiasi
budaya. Kompetisi UOB Painting of the Year (POY) telah
diselenggarakan selama 15 tahun di Indonesia dan dikenal
sebagai wadah berkelanjutan yang mendukung seniman,
baik yang telah mapan maupun yang sedang berkembang.
Pada tahun 2025, kami memperluas keterlibatan dalam
program POY melalui penyelenggaraan rangkaian Art Talks
di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi
wadah bagi para seniman untuk berbagi perjalanan kreatif,
bertukar perspektif, serta berinteraksi dengan generasi muda.
Untuk pertama kalinya, kami juga menghadirkan pameran
UOB Indonesia POY di ruang publik bergaya lifestyle melalui
kemitraan dengan Art Jakarta. Inisiatif ini menjadi tonggak
penting dalam memperluas akses terhadap seni dengan
menghadirkan pameran di luar ruang galeri konvensional,
sehingga dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan
beragam. Beberapa kegiatan juga mengintegrasikan elemen
literasi keuangan guna memberikan pengetahuan praktis
terkait pengelolaan keuangan pribadi kepada pelajar dan
peserta komunitas.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 355
Page 358
Mengusung Tanggung Jawab Perusahaan
Menjembatani Kesenjangan Digital dan
Berbagi dengan Komunitas
Kami mendukung berbagai program yang berkontribusi
terhadap pengembangan kognitif anak serta peningkatan
akses terhadap pendidikan, khususnya di komunitas yang
kurang terlayani. Melalui kemitraan dengan berbagai
pemangku kepentingan yang kredibel, kami berupaya
mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih inklusif
dan tangguh.
Pada Agustus 2025, kami bekerja sama dengan Ruangguru
untuk meluncurkan program UOB My Digital Space. Program
ini memberikan akses kepada pelajar terhadap ilmu
dan keahlian digital yang berfokus pada keterampilan
pemrograman, pemikiran kritis, dan komputasional, guna
membekali mereka dengan kemampuan dasar yang
dibutuhkan di era digital dan kecerdasan buatan. Program
ini terbuka bagi pelajar berusia 6 hingga 17 tahun dan
menargetkan 90.000 pelajar di 60 kota yang tersebar di
seluruh 38 provinsi di Indonesia.
Selain pengembangan keterampilan digital, kami juga
memperluas keterlibatan dengan pelajar melalui sesi
literasi keuangan dan widyawisata perbankan di sekolah-
sekolah serta kantor cabang UOB terpilih. Kegiatan ini
memperkenalkan konsep dasar keuangan, pengelolaan
keuangan yang bertanggung jawab, serta peran perbankan
dalam perekonomian, sehingga melengkapi pembelajaran
digital dengan pengalaman praktis di dunia nyata. Sebagai
bagian dari upaya meningkatkan akses pembelajaran yang
setara, kami juga menyalurkan 30 unit laptop kepada 10
sekolah di berbagai wilayah.
Melalui inisiatif ini, kami terus mendukung peningkatan
akses pendidikan dan pengembangan masyarakat sejalan
dengan fokus program CSR kami.
Membangun Masyarakat yang Inklusif
Kami berkomitmen untuk mendorong terbentuknya
masyarakat yang inklusif dengan mendukung berbagai
inisiatif yang mempromosikan kesetaraan kesempatan
bagi anak-anak, termasuk anak dengan kebutuhan khusus.
Kami bekerja sama dengan organisasi sosial terpilih untuk
mendukung penyediaan infrastruktur pembelajaran bagi
anak penyandang disabilitas.
Pada Agustus 2025, kami menyelenggarakan UOB Heartbeat
Run ke-15, yang merupakan kegiatan tahunan unggulan
untuk keterlibatan karyawan sekaligus penggalangan dana,
yang juga dilaksanakan bersama entitas UOB Group lainnya
secara global. Kegiatan ini melengkapi program donasi
tahunan kami yang dilakukan pada periode Ramadhan
dan Natal.
356 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 359
Mengusung Tanggung Jawab Perusahaan
UOB Heartbeat Run diikuti oleh lebih dari 1.600 karyawan sekaligus mendorong praktik yang ramah lingkungan.
UOB Indonesia di Jakarta dan Surabaya, serta berhasil Inisiatif ini meningkatkan kapasitas produksi melalui
menghimpun dana lebih dari Rp225 juta untuk mendukung penggunaan teknik budidaya modern dan kultur
upaya pendidikan inklusif di Indonesia. jaringan unggul. Nilai tambah produk rumput laut juga
ditingkatkan melalui teknologi penyimpanan inovatif
Dana yang terkumpul disalurkan kepada Daya Pelita Kasih yang memperpanjang masa simpan hasil panen serta
Centre (DPK Centre), sebuah pusat pembelajaran bagi pengembangan produk turunan seperti garam rumput laut.
anak-anak dengan kebutuhan khusus, untuk mendukung Tahap pertama program ini telah memberikan manfaat
penyediaan infrastruktur pembelajaran bagi anak kepada lebih dari 5.564 penerima manfaat.
neurodivergen. Kegiatan ini juga menghadirkan pameran
serta lelang amal karya seni yang dibuat oleh 33 anak Kami juga bekerja sama dengan BNP Paribas Asset
dari DPK Centre, dengan seluruh hasilnya digunakan Management dan Seven Clean Seas untuk memberikan
untuk mendukung pembelajaran inklusif di pusat tersebut. edukasi mengenai pengelolaan sampah plastik kepada
pelajar di Tanjung Uma, Sekupang. Lebih dari 153 siswa
Selain kontribusi finansial, inisiatif ini juga bertujuan untuk sekolah dasar menerima edukasi mengenai sampah plastik,
mendorong ekspresi diri, meningkatkan kepercayaan diri, konsep ekonomi sirkular, serta cara mengolah sampah
serta memperkuat inklusi sosial bagi anak-anak yang plastik menjadi produk kerajinan. Selain itu, kolaborasi ini
terlibat, sejalan dengan komitmen kami dalam membangun juga melaksanakan kegiatan bersih-bersih pesisir yang
komunitas yang inklusif dan berdaya. berhasil mengumpulkan lebih dari 74.825 kg sampah
plastik. Sebanyak lebih dari 1.048 kg sampah plastik yang
Mendorong Kepedulian Lingkungan dan terkumpul didaur ulang menjadi genting plastik untuk
Membangun Komunitas Berkelanjutan menggantikan atap asbes pada tiga rumah warga.
Kami mendorong penerapan praktik ramah lingkungan di
kalangan karyawan maupun masyarakat luas. Kami juga berkolaborasi dengan Prudential dan
LangitBiru dalam menyelenggarakan kegiatan bersih
Pada tahun 2025, kami bekerja sama dengan BNP Paribas pantai oleh relawan karyawan di Muara Angke, wilayah
Asset Management dan Kopernik untuk mendukung yang terdampak pencemaran sampah. Sebagai tindak
ketahanan ekonomi masyarakat pesisir melalui budidaya lanjut, sebanyak 72 unit tempat sampah disalurkan untuk
rumput laut berkelanjutan serta inisiatif inovasi. Program mendukung pengelolaan sampah secara berkelanjutan
ini dilaksanakan di Desa Patas, Kabupaten Buleleng, Bali, di komunitas setempat.
dengan tujuan memperkuat mata pencaharian petani
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 357
Page 360
Indeks dan Formulir Umpan Balik
Indeks dan Lempar Umpan Balik
Indeks POJK 51/2017 359
Tanggapan terhadap Umpan Balik dari Laporan
361
Tahun Sebelumnya
Lembar Umpan Balik 362
358 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 361
Indeks dan Formulir Umpan Balik
Indeks POJK 51/2017 [OJK G.5]
INDEKS NO. NAMA INDEKS HALAMAN
STRATEGI KEBERLANJUTAN
A.1 Penjelasan Strategi Keberlanjutan 310
IKHTISAR KINERJA KEBERLANJUTAN
B.1 Ikhtisar Kinerja Ekonomi 307
B.2 Ikhtisar Kinerja Lingkungan Hidup 307
B.3 Ikhtisar Kinerja Sosial 308
PROFIL PERUSAHAAN
C.1 Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan 310
C.2 Alamat Perusahaan 37, 68
C.3 Skala Perusahaan 37
C.4 Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan 44
C.5 Keanggotaan Pada Asosiasi 37
C.6 Perubahan Organisasi Bersifat Signifikan 51, 57, 62
LAPORAN DIREKSI
D.1 Laporan Direksi 27
TATA KELOLA KEBERLANJUTAN
E.1 Penanggungjawab Penerapan Keuangan berkelanjutan 314
E.2 Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan berkelanjutan 315
E.3 Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan berkelanjutan 314
E.4 Hubungan Dengan Pemangku Kepentingan 317
E.5 Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan berkelanjutan 315
KINERJA KEBERLANJUTAN
F.1 Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan 310
KINERJA EKONOMI
F.2 Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, 129
Pendapatan dan Laba Rugi
F.3 Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi Pada Instrumen 326
Keuangan atau Proyek yang Sejalan
KINERJA LINGKUNGAN
Umum
F.4 Biaya Lingkungan Hidup
Aspek Material
F.5 Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan 353
Aspek Energi
F.6 Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan 353
F.7 Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan 353
Aspek Air
F.8 Penggunaan Air 353
Aspek Keanekaragaman Hayati
F.9 Dampak Dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada Di Daerah Konservasi atau 353
Memiliki Keanekaragaman Hayati
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 359
Page 362
Indeks dan Formulir Umpan Balik
INDEKS NO. NAMA INDEKS HALAMAN
F.10 Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati 357
Aspek Emisi
F.11 Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya 366
F.12 Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan 352
Aspek Limbah dan Efluen
F.13 Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis 353
F.14 Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen 353
F.15 Tumpahan yang Terjadi (Jika Ada)
Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
F.16 Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan
KINERJA SOSIAL
F.17 Komitmen LJK, Emiten, atau Perusahaan Publik Untuk Memberikan Layanan Atas Produk dan/ 328, 333
atau Jasa yang Setara Kepada Konsumen
Aspek Ketenagakerjaan
F.18 Kesetaraan Kesempatan Bekerja 338
F.19 Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa 337
F.20 Upah Minimum Regional 338
F.21 Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman 341
F.22 Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai 338
Aspek Masyarakat
F.23 Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar
F.24 Pengaduan Masyarakat 223, 330
F.25 Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) 357
Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan
F.26 Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan berkelanjutan 324
F.27 Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya Bagi Pelanggan 328
F.28 Dampak Produk/Jasa 328
F.29 Jumlah Produk yang Ditarik Kembali
F.30 Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan 330
LAIN-LAIN
G.1 Verifikasi Tertulis Dari Pihak Independen, Jika Ada
G.2 Lembar Umpan Balik 362
G.3 Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya 361
G.5 Daftar Pengungkapan Sesuai POJK 51/2017 364
360 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 363
Indeks dan Formulir Umpan Balik
Tanggapan terhadap Umpan Balik dari Laporan Tahun
Sebelumnya
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelaporan, kami menyambut masukan dari
para pemangku kepentingan atas Laporan Keberlanjutan ini, karena masukan tersebut berperan penting dalam
meningkatkan kualitas dan relevansi informasi yang diungkapkan. Masukan yang diterima telah ditindaklanjuti dan
diintegrasikan dalam laporan ini. Perseroan tetap berkomitmen terhadap perbaikan berkelanjutan dan terbuka
terhadap berbagai pandangan serta masukan.
Sehubungan dengan hal tersebut, kami mendorong para pemangku kepentingan untuk menyampaikan umpan
balik dengan mengisi formulir yang tersedia dalam laporan ini. Pandangan dan saran yang diterima akan menjadi
pertimbangan penting dalam pengembangan dan penyempurnaan pengungkapan keberlanjutan kami ke depan.
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 361
Page 364
Indeks dan Formulir Umpan Balik
Lembar Umpan Balik
Tanggapan Anda terhadap pertanyaan di bawah ini sangat berharga bagi kami dan kami menyambut umpan balik
Anda.
No. Pertanyaan Ya Tidak
1. Laporan ini memberi informasi yang bermanfaat. { } { }
2. Laporan ini mudah dimengerti. { } { }
3. Laporan ini telah mendorong saudara untuk berkontribusi dalam keberlanjutan. { } { }
Seberapa penting/menarik kinerja di bawah ini: (Skala 1-10)
4. Kinerja Ekonomi
5. Kinerja Sosial
6. Kinerja Lingkungan
7. Materi apa yang dirasa perlu ditambahkan?
8. Kontribusi apa yang dirasa perlu ditingkatkan Perseroan?
9. Saran dan masukan lain:
Profil Pemangku Kepentingan
( ) Pemegang saham/Investor ( ) Karyawan ( ) Konsumen ( ) Masyarakat Umum ( ) Pemerintah
( ) Mitra bisnis ( ) Media ( ) LSM ( ) Lain-lain
Hubungi Kami
Pertanyaan, saran, atau umpan balik atas laporan keberlanjutan ini dapat ditujukan kepada:
PT Bank UOBIndonesia
sustainability@uob.co.id
UOB Plaza www.uob.co.id
Jl. M.H Thamrin No. 10
DKI Jakarta 10230 Indonesia
@uob.id | @tmrwindonesia
Phone: +62 21 2350 6000 (hunting)
Fax : +62 21 2993 6632 UOB Indonesia | TMRW Indonesia
14008 UOB Indonesia
362 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 365
Indeks dan Formulir Umpan Balik
Lampiran
Ringkasan Data Keberlanjutan 364
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 363
Page 366
Laporan Keberlanjutan
Ringkasan Data Keberlanjutan
Kinerja Ekonomi
Uraian Satuan 2023 2024 2025
Laba Usaha Rp miliar 917 608 1.888
Laba Tahun Berjalan Rp miliar 675 406 1.529
Pembiayaan untuk Kegiatan Usaha Berkelanjutan
Rp miliar 11.016 13.322 15.257
(Kerangka POJK 51)
Pajak Pendapatan Perusahaan Rp miliar 237 159 429
Uraian Satuan 2023 2024 2025
Total Aset Rp miliar 162.546 156.142 170.499
Portofolio Kredit dari Nasabah Pihak Ketiga Rp miliar 83.971 100.338 111.723
Simpanan dari Nasabah Pihak Ketiga Rp miliar 118.830 116.463 132.668
Laba Bersih Rp miliar 675 406 1.529
Kinerja Rasio
Capital Adequacy Ratio % 18,3 16,5 19,2
Non-Performing Loan - gross % 2,6 2,1 1,80
Non-Performing Loan - net % 1,4 1,1 1,02
Return on Asset (ROA) % 0,6 0,4 1,2
Return on Equity (ROE) % 4,4 2,6 8,7
Net Interest Margin (NIM) % 3,9 3,9 3,8
Beban Operasional terhadap Pendapatan %
92,3 95,6 86,4
Operasional
Loan to Deposit Ratio (LDR) % 69,9 85,9 83,9
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan
Uraian Satuan 2023 2024 2025
Pendapatan Bunga – Bersih Rp miliar 5.357 5.844 6.013
Pendapatan Operasional Lainnya – Bersih Rp miliar 1.374 1.653 1.868
Pendapatan Non-Operasional – Bersih Rp miliar (5) (43) 70
Gaji dan Tunjangan Rp miliar 2.386 2.868 2.549
Pendapatan Bunga – Bersih Rp miliar 237 159 429
Pembiayaan terhadap Kegiatan Usaha Berkelanjutan
Uraian Satuan 2023 2024 2025
Energi Terbarukan Rp miliar 242 202 655
Efisiensi Energi Rp miliar - -* -
Pengelolaan Sumber Daya dan Penggunaan Lahan
Rp miliar 2.159* 4.699* 4.773
Berkelanjutan
Transportasi Ramah Lingkungan Rp miliar - 36* 9
Produk yang dapat Mengurangi Penggunaan Sumber
Rp miliar 1.504* 1.403* 3.209
Daya dan Polusi (Eco-Efficient)
364 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 367
Laporan Keberlanjutan
Uraian Satuan 2023 2024 2025
Bangunan Ramah Lingkungan yang Memenuhi
Standar atau Sertifikasi yang Diakui Secara Nasional, Rp miliar 717 1.575* 1.953
Regional, atau Internasional
Kegiatan Usaha dan/atau Kegiatan Lain dari Kegiatan
Rp miliar 1.089 1.138 423
Usaha Ramah Lingkungan Lainnya
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Rp miliar 5.304** 4.269** 4.233
Klasifikasi Keuangan Berkelanjutan POJK 51 Rp miliar 11.016 13.322 15.257
*Klasifikasi Ulang Aktivitas
**Pernyataan Ulang UMKM
Keterkaitan Portofolio
Uraian Satuan 2023 2024 2025
Total Pinjaman Rp miliar 83.971 100.338 111.723
Pembiayaan Berkelanjutan Terhadap Total Kredit % 13,1% 13,3% 13,7%
*Pinjaman kepada Nasabah Pihak Ketiga
Kinerja Sosial
Komposisi Karyawan berdasarkan Jenis Kelamin
Gender Satuan 2023 2024 2025
Perempuan % 47 46 54
Laki-laki % 53 54 46
Total Karyawan Orang 4.252 4.002 3.597
Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi Berdasarkan Jenis Kelamin
Gender Satuan 2023 2024 2025
Perempuan % 7 14 13
Laki-laki % 93 86 87
Pelatihan Karyawan
Uraian Satuan 2023 2024 2025
Total Peserta Untuk Semua Pelatihan (Dihitung Dua
Kali Lipat jika Peserta Pelatihan Menghadiri Beberapa Satuan 100.836 82.563 91.586
Kursus)
Total Jam Pelatihan Hour 188.973 194.344 172.732
Jumlah Total Karyawan yang Menghadiri Pelatihan Unit 4.590 4.412 4.066
Rata-rata Hari Pelatihan (Man-Days) per Headcount Man-days 5,2 5,5 5,3
Tingkat Penyelesaian E-Learning Wajib % 100 100 100
Tingkat Penyelesaian Karyawan Baru % 100 100 87.7
Tingkat Penyelesaian Refresher % 100 100 100
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 365
Page 368
Laporan Keberlanjutan
Kinerja Lingkungan
Konsumsi Energi
Uraian Satuan 2023 2024 2025
Gigajoule 18.674 19.541 8.691
Pemakaian Bahan Bakar*
Liter 551.916 586.230 261.879
Pemakaian Listrik** GWh 18.1 20.1 18.4
Pemakaian Air Ribu m 3
93.9 99.3 92.7
Kertas tersertifikasi PEFC-IFCC*** Metric Ton 44.8 52.9 42.8
*) Penggunaan bahan bakar untuk generator diesel dan transportasi.
**) Penggunaan listrik untuk kantor, cabang, dan pusat data.
***) Kertas bersertifikasi PEFC-IFCC adalah kertas kantor seperti kertas fotokopi/HVS.
Transisi Energi & Energi Terbarukan
Inisiatif Satuan 2023 2024 2025
On-site Solar Generation MWh – 62,46 51,56
Emisi Gas Rumah Kaca
Uraian Satuan 2023 2024 2025
Emisi Gas Rumah Kaca Cakupan 1 Ton CO2 Eq 1.583 1.634 984
Emisi Gas Rumah Kaca Cakupan 2 Ton CO2 Eq 14.074 15.808 13.834
Emisi Gas Rumah Kaca Lingkup 3 (Perjalanan Udara
Ton CO2 Eq 1.480 817 589
Bisnis dan Limbah yang Dihasilkan dalam Operasi)
Total Emisi Ton CO2 Eq 17.137 18.259 15.408
Catatan:
• Emisi Scope 1, Scope 2, dan Scope 3 non-pembiayaan kami dihitung sesuai dengan GHG Protocol Corporate Standard.
• Emisi Scope 1 mencakup emisi karbon langsung yang berasal dari konsumsi solar dan bensin untuk armada kendaraan, penggunaan generator
diesel, serta emisi fugitive dari refrigeran.
• Perhitungan emisi GRK Scope 1 menggunakan data dari United Kingdom (UK) Government GHG Conversion Factors for Company Reporting versi
1 – 2025 (dengan penerapan AR5) untuk emisi bahan bakar stasioner dan gas fugitive.
• Perhitungan emisi GRK Scope 2 menggunakan data dari International Energy Agency (IEA) 2025 untuk emisi listrik dari jaringan (grid electricity)
di Indonesia.
• Perhitungan emisi GRK Scope 3 menggunakan data dari United Kingdom (UK) Government GHG Conversion Factors for Company Reporting versi
1 – 2025. Pada tahun 2025, kami memperluas cakupan emisi Scope 3 non-pembiayaan dengan memasukkan limbah operasional. Data tahun
sebelumnya tidak disajikan kembali untuk memasukkan emisi limbah tersebut. Faktor emisi yang digunakan telah disesuaikan dengan jenis limbah
dan metode pengelolaannya.
366 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 369
Tata Kelola Perusahaan
Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi
tentang Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan 2025
PT Bank UOB Indonesia
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan
PT Bank UOB Indonesia tahun 2025 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran
isi Laporan Tahunan perusahaan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, April 2026
Anggota Dewan Komisaris
Wee Ee Cheong Chin Voon Fat Chan Kok Seong
Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Komisaris
Wayan Alit Antara VJH Boentaran Lesmana Johanes Susilo
Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen
Anggota Direksi
Hendra Gunawan Paul Rafiuly Harapman Kasan
Direktur Utama Direktur Direktur
Sonny Samuel Ardhi Wibowo Henry Santoso
Direktur Direktur Kepatuhan Direktur
Cristina Teh Tan W. Kartyono
Direktur Direktur
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 305
Page 370
Tata Kelola Perusahaan
Laporan
Keuangan
368 P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5
Page 371
Tata Kelola Perusahaan
WdĂŶŬhK/ŶĚŽŶĞƐŝĂ
>ĂƉŽƌĂŶŬĞƵĂŶŐĂŶƚĂŶŐŐĂůϯϭĞƐĞŵďĞƌϮϬϮϱ
ĚĂŶƵŶƚƵŬƚĂŚƵŶLJĂŶŐďĞƌĂŬŚŝƌƉĂĚĂƚĂŶŐŐĂůƚĞƌƐĞďƵƚ
ďĞƐĞƌƚĂůĂƉŽƌĂŶĂƵĚŝƚŽƌŝŶĚĞƉĞŶĚĞŶͬ
&ŝŶĂŶĐŝĂůƐƚĂƚĞŵĞŶƚƐĂƐŽĨϯϭĞĐĞŵďĞƌϮϬϮϱ
ĂŶĚĨŽƌƚŚĞLJĞĂƌƚŚĞŶĞŶĚĞĚǁŝƚŚŝŶĚĞƉĞŶĚĞŶƚĂƵĚŝƚŽƌ’sƌĞƉŽƌƚ
P T B A N K U O B I N D O N E S I A | L A P O R A N TA H U N A N 2 0 2 5 369
Page 372
Page 373
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
LAPORAN KEUANGAN FINANCIAL STATEMENTS
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 AS OF 31 DECEMBER 2025
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEAR
PADA TANGGAL TERSEBUT THEN ENDED
BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN WITH INDEPENDENT AUDITOR’S REPORT
Daftar Isi Table of Contents
Halaman/
Pages
Laporan Auditor Independen .................................... ............................................. Independent Auditor’s Report
Laporan Posisi Keuangan ......................................... 1-4 .......................................... Statement of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Statement of Profit or Loss and
Komprehensif Lain.............................................. 5-6 ....................................Other Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas ..................................... 7 ......................................... Statement of Changes in Equity
Laporan Arus Kas ..................................................... 8-9 .................................................... Statement of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan .............................. 10-188 ...................................... Notes to the Financial Statements
Page 374
Page 375
A member firm of Ernst & Young Global Limited
Page 376
A member firm of Ernst & Young Global Limited
Page 377
A member firm of Ernst & Young Global Limited
Page 378
A member firm of Ernst & Young Global Limited
Page 379
A member firm of Ernst & Young Global Limited
Page 380
A member firm of Ernst & Young Global Limited
Page 381
A member firm of Ernst & Young Global Limited
Page 382
A member firm of Ernst & Young Global Limited
Page 383
A member firm of Ernst & Young Global Limited
Page 384
A member firm of Ernst & Young Global Limited
Page 385
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
LAPORAN POSISI KEUANGAN STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
31 Desember/ Catatan/ 31 Desember/
31 December 2025 Notes 31 December 2024
ASET ASSETS
2d,2y
Kas 642.704 4,38,40 681.840 Cash
2d,2e,2y Current accounts with
Giro pada Bank Indonesia 7.115.892 5,38,39,40 5.798.664 Bank Indonesia
2d,2e,2l,2y
Giro pada bank lain 6,38,39,40 Current accounts with other banks
Pihak ketiga 968.417 791.456 Third parties
Pihak berelasi 34.374 2c,37 35.593 Related parties
1.002.791 827.049
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.642) (5.536) Allowance for impairment losses
Neto 1.000.149 821.513 Net
Penempatan pada Bank Indonesia 2d,2f,2p,2y Placements with Bank Indonesia
dan bank lain 407.704 7,38,39,40 3.657.057 and other banks
Cadangan kerugian penurunan nilai - - Allowance for impairment losses
Neto 407.704 3.657.057 Net
2d,2g,2y,8
Efek-efek yang diperdagangkan 3.753.885 38,39,40 2.306.993 Trading securities
2c,2d,2h,2l
Investasi keuangan 37.293.368 2y,9,37 32.468.862 Financial investments
Cadangan kerugian penurunan nilai (19.661) (16.036) Allowance for impairment losses
Neto 37.273.707 32.452.826 Net
2d,2i,2y,10
Tagihan derivatif 38,39,40 Derivative receivables
Pihak ketiga 1.155.932 1.516.939 Third parties
Pihak berelasi 448.994 2c,37 545.254 Related parties
1.604.926 2.062.193
2d,2j,2l,2y
11,17,18,19
Kredit yang diberikan 38,39,40 Loans
Pihak ketiga 111.722.886 100.337.504 Third parties
Pihak berelasi 59.454 2c,37 74.305 Related parties
111.782.340 100.411.809
Cadangan kerugian penurunan nilai (3.825.446) (3.959.553) Allowance for impairment losses
Neto 107.956.894 96.452.256 Net
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian The accompanying notes to the financial statements form an
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara integral part of these financial statements taken as a whole.
keseluruhan.
1
Page 386
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued)
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
31 Desember/ Catatan/ 31 Desember/
31 December 2025 Notes 31 December 2024
ASET (lanjutan) ASSETS (continued)
Tagihan atas surat berharga 2d,2l,2n Receivables on securities
yang dibeli dengan janji 2y,12,38 purchased with
dijual kembali 1.703.647 39,40 1.653.008 agreements to resell
2d,2k,2l
2x,13,38
Tagihan akseptasi 2.594.758 39,40 2.422.663 Acceptance receivables
Cadangan kerugian penurunan nilai (4.482) (4.782) Allowance for impairment losses
Neto 2.590.276 2.417.881 Net
Aset pajak tangguhan - neto 100.444 2aa,21,38 641.832 Deferred tax assets - net
2o,2p,14
Aset tetap dan aset hak guna 30,38 Fixed assets and right-of-use assets
Biaya perolehan 5.743.634 5.663.666 Cost
Akumulasi penyusutan (3.206.730) (2.724.050) Accumulated depreciation
Nilai buku 2.536.904 2.939.616 Book value
Aset tak berwujud 2b,2q,3 Intangible assets
Aset tak berwujud 320.000 320.000 Intangible assets
Akumulasi amortisasi (69.333) (37.333) Accumulated amortization
Nilai buku 250.667 282.667 Book value
Goodwill 813.973 813.973 Goodwill
Neto 1.064.640 1.096.640 Net
2c,2d,2m,2r
2s,2y,2w,15
Aset lain-lain - neto 2.747.431 37,38,39,40 3.159.463 Other assets - net
TOTAL ASET 170.499.203 156.141.782 TOTAL ASSETS
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian The accompanying notes to the financial statements form an
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara integral part of these financial statements taken as a whole.
keseluruhan.
2
Page 387
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued)
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
31 Desember/ Catatan/ 31 Desember/
31 December 2025 Notes 31 December 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS LIABILITIES
2d,2y,16
Liabilitas segera 441.003 30,40 504.053 Current liabilities
Simpanan dari nasabah 2d,2t,2y Deposits from customers
Giro 11,17,38,40 Demand deposits
Pihak ketiga 38.680.341 31.963.545 Third parties
Pihak berelasi 398.907 2c,37 170.905 Related parties
39.079.248 32.134.450
Tabungan 18 Saving deposits
Pihak ketiga 40.477.293 34.943.776 Third parties
Pihak berelasi 122.048 2c,37 132.128 Related parties
40.599.341 35.075.904
Deposito berjangka 19 Time deposits
Pihak ketiga 53.509.990 49.555.911 Third parties
Pihak berelasi 124.103 2c,37 145.485 Related parties
53.634.093 49.701.396
Total simpanan dari nasabah 133.312.682 116.911.750 Total deposits from customers
2c,2d
2u,2y,20
Simpanan dari bank lain 3.795.269 37,38,40 4.440.259 Deposits from other banks
2d,2y
Bunga yang masih harus dibayar 189.091 38,40 195.817 Interest payables
Utang pajak 141.245 2aa,21,38 105.211 Tax payables
2d,2y,10
Liabilitas derivatif 38,40 Derivative payables
Pihak ketiga 560.419 1.049.196 Third parties
Pihak berelasi 901.166 2c,37 1.176.694 Related parties
1.461.585 2.225.890
2d,2y,13
Liabilitas akseptasi 2.005.479 37,38,40 2.306.951 Acceptance payables
Liabilitas atas surat berharga Liabilities on securities
yang dijual dengan janji 2d,2n,2y sold under repurchase
dibeli kembali 3.524.684 22,38,40 5.576.054 agreements
Liabilitas atas imbalan kerja 359.289 2z,35,38 438.894 Liabilities for employee’s benefits
Efek utang yang diterbitkan - neto 944.990 2c,2d,2v,23 1.041.910 Debt securities issued - net
2c,2d,2y,24
Liabilitas lain-lain 4.200.243 37,38,40 4.568.826 Other liabilities
TOTAL LIABILITAS 150.375.560 138.315.615 TOTAL LIABILITIES
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian The accompanying notes to the financial statements form an
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara integral part of these financial statements taken as a whole.
keseluruhan.
3
Page 388
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued)
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
31 Desember/ Catatan/ 31 Desember/
31 December 2025 Notes 31 December 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
(lanjutan) (continued)
EKUITAS EQUITY
Modal saham - nilai nominal Rp250 25 Share capital - par value Rp250
(nilai penuh) per lembar saham (full amount) per share
Modal dasar - Authorized -
36.000.000.000 lembar saham 36,000,000,000 shares
Modal ditempatkan dan disetor Issued and fully paid capital -
penuh (2025 dan 2024: (2025 and 2024:
12.227.591.633 lembar saham) 3.056.898 3.056.898 12,227,591,633 shares)
Tambahan modal disetor - neto 4.938.526 26 4.938.526 Additional paid-in capital - net
Penghasilan komprehensif lain 479.434 (288.965) Other comprehensive income
Saldo laba Retained earnings
Telah ditentukan penggunaannya 156.037 151.975 Appropriated
Belum ditentukan penggunaannya 11.492.748 9.967.733 Unappropriated
TOTAL EKUITAS 20.123.643 17.826.167 TOTAL EQUITY
TOTAL LIABILITAS DAN TOTAL LIABILITIES AND
EKUITAS 170.499.203 156.141.782 EQUITY
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian The accompanying notes to the financial statements form an
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara integral part of these financial statements taken as a whole.
keseluruhan.
4
Page 389
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
LAPORAN LABA RUGI DAN STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME
Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal For the Year Ended
31 Desember 2025 31 December 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember/
Years Ended 31 December
Catatan/
2025 Notes 2024
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERATING INCOME AND
OPERASIONAL EXPENSES
Pendapatan dan beban bunga Interest income and expenses
Pendapatan bunga 11.367.636 2c,2w,28 11.496.066 Interest income
Beban bunga (5.354.292) 2c,2aw,29 (5.651.691) Interest expenses
PENDAPATAN BUNGA - NETO 6.013.344 5.844.375 INTEREST INCOME - NET
Pendapatan operasional lainnya Other operating income
Administration fees and
Komisi dan jasa administrasi - neto 299.664 330.110 commissions - net
Keuntungan yang telah direalisasi
dan belum direalisasi atas Realized and unrealized gain
efek-efek yang dijual dan on securities sold and from
perubahan nilai wajar efek-efek changes in fair value of
yang diperdagangkan - neto 562.272 396.275 trading securities - net
Keuntungan transaksi mata Gain from foreign currency
uang asing 258.429 197.723 transactions
Lain-lain - neto 747.819 728.754 Others - net
Total pendapatan operasional Total other operating
lainnya - neto 1.868.184 1.652.862 income - net
Pembentukan penyisihan Provision for
kerugian penurunan nilai: impairment losses:
6,7,9,11
Aset keuangan (768.966) 12,13,34 (1.071.370) Financial assets
Agunan yang diambil alih 883 15 (5.488) Foreclosed assets
Total pembentukan
penyisihan kerugian Total provision for
penurunan nilai (768.083) (1.076.858) impairment losses
Beban operasional lainnya Other operating expenses
Gaji dan kesejahteraan Salaries and employees’
karyawan (2.549.143) 31 (2.867.734) benefits
General and administrative
Beban umum dan administrasi (2.676.148) 2c,30,37 (2.944.829) expenses
Total beban operasional lainnya (5.225.291) (5.812.563) Total other operating expenses
LABA OPERASIONAL 1.888.154 607.816 OPERATING INCOME
Pendapatan/(beban) non-operasional Non-operating income/(expense)
Keuntungan/(kerugian) penjualan Gain/(loss) on sale of fixed
penjualan aset tetap, assets, foreclosed assets,
agunan yang diambil alih dan and abandoned
properti terbengkalai - neto 69.774 (42.754) property - net
Lain-lain - neto - (22) Others - net
Total pendapatan/(beban) Total non-operating
non-operasional 69.774 (42.776) income/(expense)
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 1.957.928 565.040 INCOME BEFORE TAX EXPENSE
Beban pajak (428.851) 2aa,21 (158.800) Tax expense
LABA TAHUN BERJALAN 1.529.077 406.240 INCOME FOR THE YEAR
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian The accompanying notes to the financial statements form an
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara integral part of these financial statements taken as a whole.
keseluruhan.
5
Page 390
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
LAPORAN LABA RUGI DAN STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN (lanjutan) OTHER COMPREHENSIVE INCOME (continued)
Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal For the Year Ended
31 Desember 2025 31 December 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember/
Years Ended 31 December
Catatan/
2025 Notes 2024
LABA TAHUN BERJALAN 1.529.077 406.240 INCOME FOR THE YEAR
PENGHASILAN KOMPREHENSIF OTHER COMPREHENSIVE
LAIN INCOME
Pos-pos yang tidak akan Items that will not be
direklasifikasi ke laba rugi: reclassified to profit or loss:
Pengukuran kembali liabilitas Remeasurement of
imbalan kerja 6.491 35 (43.480) post-employment benefits
Pajak penghasilan terkait dengan Income tax related
komponen pendapatan to components of other
komprehensif lainnya (1.428) 9.566 comprehensive income
5.063 (33.914)
Pos-pos yang akan direklasifikasi Items that will be reclassified
ke laba rugi: to profit or loss:
Mutasi sehubungan dengan
perubahan nilai wajar
investasi keuangan yang Movement in respect of fair value
diukur pada nilai wajar changes of financial investment
melalui penghasilan at fair value through other
komprehensif lain 978.636 9 (189.215) comprehensive income
Pajak penghasilan terkait dengan Income tax related
komponen pendapatan to component of other
komprehensif lainnya (215.300) 41.627 comprehensive income
763.336 (147.588)
Keuntungan/(kerugian) Other comprehensive
komprehensif lainnya income/(loss) for the year-
tahun berjalan - setelah pajak 768.399 (181.502) net of tax
TOTAL PENGHASILAN
KOMPREHENSIF TAHUN TOTAL COMPREHENSIVE
BERJALAN 2.297.476 224.738 INCOME FOR THE YEAR
LABA PER SAHAM BASIC EARNINGS
DASAR (nilai penuh) 125 2ab,32 33 PER SHARE (full amount)
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian The accompanying notes to the financial statements form an
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara integral part of these financial statements taken as a whole.
keseluruhan.
6
Page 391
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2025 For the Year Ended 31 December 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
Penghasilan komprehensif lain/
Other comprehensive income
Keuntungan/
(kerugian) yang
belum direalisasi
atas efek-efek yang
diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan Pengukuran
komprehensif lain - neto/ kembali
Modal saham Tambahan Unrealized gain/(loss) atas liabilitas
ditempatkan dan modal disetor - on securities imbalan kerja - Saldo laba/Retained earnings
disetor penuh/ neto/ at fair value neto/
Issued and Additional through other Remeasurement Telah ditentukan Belum ditentukan
Catatan/ fully paid - paid-in comprehensive of post-employment penggunaannya/ penggunaannya/ Total ekuitas/
Notes share capital capital - net income - net benefits - net Appropriated Unappropriated Total equity
Saldo pada tanggal 31 Desember 2023 3.056.898 4.938.526 (91.872) (15.591 ) 145.225 9.568.243 17.601.429 Balance as of 31 December 2023
Penghasilan komprehensif tahun berjalan Comprehensive income for the year
Laba tahun berjalan - - - - - 406.240 406.240 Income for the year
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja Remeasurement of post-employment
- neto - - - (33.914 ) - - (33.914) benefits - net
Keuntungan yang belum direalisasi atas Unrealized gain on securities
efek-efek yang diukur pada nilai wajar at fair value through other
melalui penghasilan komprehensif lain - neto 9 - - (147.588) - - - (147.588) comprehensive income - net
Total penghasilan komprehensif untuk Total comprehensive income
tahun berjalan 2024 - - (147.588) (33.914 ) - 406.240 224.738 for the year of 2024
Pembentukan cadangan umum 27 - - - - 6.750 (6.750) - Appropriation for general reserve
Saldo pada tanggal 31 Desember 2024 3.056.898 4.938.526 (239.460) (49.505 ) 151.975 9.967.733 17.826.167 Balance as of 31 December 2024
Penghasilan komprehensif tahun berjalan Comprehensive income for the year
Laba tahun berjalan - - - - - 1.529.077 1.529.077 Income for the year
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja Remeasurement of post-employment
- neto - - - 5.063 - - 5.063 benefits - net
Keuntungan yang belum direalisasi atas Unrealized gain on securities
efek-efek yang diukur pada nilai wajar at fair value through other
melalui penghasilan komprehensif lain - neto 9 - - 763.336 - - - 763.336 comprehensive income - net
Total penghasilan komprehensif untuk Total comprehensive income
tahun berjalan 2025 - - 763.336 5.063 - 1.529.077 2.297.476 for the year of 2025
Pembentukan cadangan umum 27 - - - - 4.062 (4.062) - Appropriation for general reserve
Saldo pada tanggal 31 Desember 2025 3.056.898 4.938.526 523.876 (44.442 ) 156.037 11.492.748 20.123.643 Balance as of 31 December 2025
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara The accompanying notes to the financial statement form an integral part of these financial statements taken as a
keseluruhan. whole.
7
Page 392
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
LAPORAN ARUS KAS STATEMENT OF CASH FLOWS
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal For the Year Ended
31 Desember 2025 31 December 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember/
Years Ended 31 December
Catatan/
2025 Notes 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM
OPERASI OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan pendapatan bunga 11.231.237 11.337.449 Receipts from interest income
Penerimaan pendapatan Receipts from
operasional lainnya 1.183.082 1.400.295 other operating income
Penerimaan dari penjualan agunan Receipts from sale of foreclosed
yang diambil alih 8.350 3.800 assets
Pemulihan dari kredit Recovery from loans previously
yang telah dihapusbukukan 345.849 11 332.513 written-off
Penerimaan atas penjualan kredit 12.080 176.000 Receipts from sale of loans
Pembayaran beban bunga (5.355.429) (5.651.571) Payment of interest expenses
Pembayaran beban operasional (4.790.882) (5.348.956) Payment of operating expenses
Pembayaran pajak penghasilan (130.218) 21 (171.066) Payment of income tax
Pembayaran transaksi non-operasional Payments of non-operating
- bersih - (21) transaction - net
Perubahan dalam aset dan Changes in operating assets and
liabilitas operasi: liabilities:
Decrease/(increase) in
Penurunan/(kenaikan) aset operasi: operating assets:
Efek-efek yang diperdagangkan (1.372.440) 519.315 Trading securities
Kredit yang diberikan (12.652.429) (18.163.958) Loans
Tagihan akseptasi (172.095) 13 85.451 Acceptance receivables
Surat berharga yang dibeli Securities purchased
dengan janji dijual kembali (50.639) 12 21.025.245 with agreements to resell
Aset lain-lain 668.622 (172.757) Other assets
Kenaikan/(penurunan) liabilitas Increase/(decrease) in
operasi: operating liabilities:
Liabilitas segera (63.050) 16 28.698 Current liabilities
Simpanan dari nasabah: Deposits from customers:
Giro 6.944.798 17 8.432.948 Demand deposits
Tabungan 5.523.437 18 (2.410.472) Saving deposits
Deposito berjangka 3.932.697 19 (8.393.267) Time deposits
Simpanan dari bank lain (644.990) 20 3.041.500 Deposits from other banks
Utang pajak 13.003 89.549 Tax payables
Liabilitas akseptasi (301.472) 13 (105.230) Acceptance payables
Surat berharga yang dijual Securities sold under
dengan janji dibeli kembali (2.055.194) (7.748.669) repurchase agreements
Liabilitas lain-lain 375.094 (24.625) Other liabilities
Kas neto diperoleh dari Net cash provided by
(digunakan untuk) (used in)
aktivitas operasi 2.649.411 (1.717.829) operating activities
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian The accompanying notes to the financial statements form an
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara integral part of these financial statements taken as a whole.
keseluruhan.
8
Page 393
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
LAPORAN ARUS KAS (lanjutan) STATEMENT OF CASH FLOWS (continued)
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal For the Year Ended
31 Desember 2025 31 December 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember/
Years Ended 31 December
Catatan/
2025 Notes 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM
INVESTASI INVESTING ACTIVITIES
Hasil penjualan Proceeds from sales of
aset tetap dan properti fixed assets and
terbengkalai 95.319 14 1.647 abandoned property
(Pembelian)/penjualan (Purchase)/sale of financial
investasi keuangan (3.477.069) 4.504.288 investments
Perolehan aset tetap (550.708) 14 (865.552) Acquisitions of fixed assets
Kas neto (digunakan untuk) Net cash (used in)
diperoleh dari provided by
aktivitas investasi (3.932.458) 3.640.383 investing activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM
PENDANAAN FINANCING ACTIVITIES
Pembayaran atas efek utang Payment of debt securities
yang jatuh tempo (100.000) 23,42 (600.000) issued that have matured
Penerimaan atas efek utang Proceeds from debt
yang diterbitkan - 23,42 200.000 securities issued
Pembayaran biaya transaksi Payment of debt transaction
utang - (4.953) costs
Liabilitas sewa (92.538) 42 (106.246) Lease liabilities
Kas neto digunakan untuk Net cash used in
aktivitas pendanaan (192.538) (511.199) financing activities
(Penurunan)/kenaikan neto Net (decrease)/increase in Cash
Kas dan Setara Kas (1.475.585) 1.411.355 and Cash Equivalents
Pengaruh neto perubahan kurs Net effect on exchange rate on
pada Kas dan Setara Kas 121.495 106.851 Cash and Cash Equivalents
Kas dan Setara Kas Cash and Cash Equivalents
awal tahun 15.464.306 13.946.100 at beginning of year
Kas dan Setara Kas Cash and Cash Equivalents
akhir tahun 14.110.216 15.464.306 at the end of year
Components of Cash and Cash
Komponen Kas dan Setara Kas Equivalents
Kas 642.704 4 681.840 Cash
Current accounts with
Giro pada Bank Indonesia 7.115.892 5 5.798.664 Bank Indonesia
Giro pada bank lain 1.002.791 6 827.049 Current accounts with other banks
Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia
dan bank lain, efek-efek yang and other banks, trading securities
diperdagangkan dan investasi and financial investment
keuangan - jatuh tempo dalam - maturing within 3 months
3 bulan sejak tanggal perolehan 5.348.829 8.156.753 from the date of acquisition
Total 14.110.216 15.464.306 Total
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian The accompanying notes to the financial statements form an
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara integral part of these financial statements taken as a whole.
keseluruhan.
9
Page 394
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
1. Umum 1. General
a. Pendirian Bank dan Informasi Umum a. Establishment of the Bank and General
Information
PT Bank UOB Indonesia (dahulu PT Bank PT Bank UOB Indonesia (formerly PT Bank
UOB Buana) (“Bank”) didirikan di Indonesia UOB Buana) (the “Bank”) was established in
berdasarkan Akta Pendirian No. 150 tanggal Indonesia based on the Deed of Establishment
31 Agustus 1956 yang dibuat di hadapan No. 150 dated 31 August 1956 drawn up
Notaris Eliza Pondaag, S.H. Akta pendirian before Eliza Pondaag, S.H. The Deed of
ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Establishment was approved by the Minister of
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan Justice of the Republic of Indonesia in Decree
No. J.A 5/78/4 tanggal 24 Oktober 1956, Letter No. J.A 5/78/4 dated 24 October 1956,
didaftarkan pada Pengadilan Negeri Jakarta as recorded at the Jakarta Court of Justice
dengan No. 1811 tanggal 27 Oktober 1956 under registration No. 1811 dated 27 October
dan telah diumumkan dalam Berita Negara 1956 and was published in State Gazette of
Republik Indonesia No. 96, Tambahan the Republic of Indonesia No. 96, Supplement
No.1243 tanggal 30 November 1956. No. 1243 dated 30 November 1956.
Bank memulai aktivitas perbankan secara The Bank's commercial banking activities
komersial pada tanggal 1 November 1956 began on 1 November 1956 based on the
berdasarkan Surat Keputusan Menteri Decision Letter of The Ministry of Finance of
Keuangan Republik Indonesia No. the Republic of Indonesia No. 203443/U.M.II
203443/U.M.II tanggal 15 Oktober 1956 dated 15 October 1956 about Granting
tentang Pemberian Izin Usaha PT Bank Business License of PT Bank Buana
Buana Indonesia berkedudukan di Jakarta. Indonesia located in Jakarta. Based on Article
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar 3 of the Bank’s Articles of Association, the
Bank, ruang lingkup kegiatan usaha Bank scope of the Bank’s business is to engage in
adalah menjalankan kegiatan umum general banking activities. The Bank also
perbankan. Bank telah memperoleh izin obtained a license to run the activities as a
untuk menjalankan aktivitas sebagai bank foreign bank based on Bank Indonesia (BI)
devisa berdasarkan Surat Keputusan Governor Decree No. 9/39/KEP/DIR/UD dated
Gubernur Bank Indonesia (BI) 22 July 1976.
No. 9/39/KEP/DIR/UD tanggal 22 Juli 1976.
Pada tahun 2000, Bank mengubah status In 2000, the Bank changed the status of the
Perseroan menjadi perusahaan terbuka Company into a public company with the initial
dengan melakukan penawaran umum public offering of as many as 194 million
perdana kepada masyarakat sebanyak 194 shares to the public. The status change of the
juta saham. Perubahan status Bank menjadi Bank into a public company has been
perusahaan terbuka telah disetujui oleh approved by Bapepam-LK based on the Letter
Bapepam-LK berdasarkan Surat Ketua from the Chairman of the Capital Market
Badan Pengawas Pasar Modal Supervisory Board No. S-1544/PM/2000,
No. S-1544/PM/2000, tanggal 27 Juni 2000. dated 27 June 2000. Furthermore, in 2002,
Selanjutnya pada tahun 2002, 2003 dan 2003 and 2006, the Bank conducted Limited
2006, Bank melakukan Penawaran Umum Public Offering I, II and III.
Terbatas I, II dan III.
10
Page 395
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
1. Umum (lanjutan) 1. General (continued)
a. Pendirian Bank dan Informasi Umum a. Establishment of the Bank and General
(lanjutan) Information (continued)
Pada tahun 2008, Rapat Umum Pemegang In 2008, the General Meeting of Shareholders
Saham (RUPS) Bank telah menyetujui of the Bank has approved the change in the
perubahan status Bank dari perusahaan Bank’s status from publicly listed to private
terbuka menjadi perusahaan tertutup dan company and delisted the Bank’s shares at
menghapuskan pencatatan (delisting) saham Indonesian Stock Exchange (BEI). The
Bank di Bursa Efek Indonesia (BEI). change in status, including the delisting
Perubahan status termasuk delisting tersebut process, had been conducted in compliance to
telah dilakukan sesuai dengan persyaratan the requirements determined by Financial
yang ditentukan oleh Otoritas Jasa Service Authority (formerly Capital Market and
Keuangan (dahulu Bapepam dan LK) dan Financial Institution Supervisory Agency) and
BEI, dan Bank telah menyelesaikan hak-hak BEI, and the Bank had settled the rights of
pemegang saham minoritas melalui proses minority shareholders through tender offer
penawaran tender sesuai dengan ketentuan process in accordance with applicable
yang berlaku. Berdasarkan Akta Pernyataan regulations. Pursuant to the Deed of
Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Statement of Resolutions of Extraordinary
Luar Biasa No. 16 tanggal 16 Januari 2009, Meeting of Shareholders No. 16 dated
dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., 16 January 2009, drawn up before Fathiah
Notaris di Jakarta dan telah disetujui oleh Helmi, S.H., Notary in Jakarta and approved
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia by the Minister of Laws and Human Rights
berdasarkan Surat Persetujuan No. AHU- through Letter of Approval No. AHU-
26687.AH.01.02. Tahun 2009 tanggal 26687.AH.01.02. Year 2009 dated 17 June
17 Juni 2009, Anggaran Dasar Bank telah 2009, the Articles of Association of the Bank
diubah sehubungan dengan perubahan have been amended in relation to the change
status Bank dari perusahaan terbuka (publik) in the Bank’s status from a publicly listed to a
menjadi perusahaan tertutup. private company.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan By virtue of Deed of Resolutions Statement of
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Extraordinary General Meeting of
No. 12 tanggal 15 April 2010, dibuat di Shareholders No. 12 dated 15 April 2010,
hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di drawn up before Fathiah Helmi, S.H., Notary in
Jakarta dan telah diberitahukan kepada Jakarta and as notified to the Minister of Laws
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia and Human Rights through Letter of
berdasarkan Surat Penerimaan Notification Receipt No. AHU-AH.01.10-14548
Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-14548 dated 14 June 2010, the shareholders of the
tanggal 14 Juni 2010, para pemegang saham Bank (whose name at the time was PT Bank
Bank (yang pada saat itu bernama PT Bank UOB Buana) agreed to merge its business
UOB Buana) setuju untuk melakukan with a bank whose name at the time was
penggabungan usaha dengan suatu bank PT Bank UOB Indonesia.
yang pada saat itu bernama PT Bank UOB
Indonesia.
Pada tanggal 30 Juni 2010, Bank (yang pada On 30 June 2010, the Bank (whose name at
saat itu bernama PT Bank UOB Buana) the time was PT Bank UOB Buana) effectively
secara efektif menerima penggabungan accepted the business merger of PT Bank
usaha PT Bank UOB Indonesia. UOB Indonesia. This merger had obtained the
Penggabungan tersebut telah memperoleh approval of Bank Indonesia (BI) under Decree
persetujuan dari Bank Indonesia (BI) of BI Governor No. 12/45/KEP.GBI/2010 dated
berdasarkan Surat Keputusan Gubernur BI 10 June 2010 regarding Granting of Merger
No. 12/45/KEP.GBI/2010 tanggal 10 Juni Permit of PT Bank UOB Indonesia into
2010 tentang Pemberian Izin Penggabungan PT Bank UOB Buana. The permit still applies
Usaha (Merger) PT Bank UOB Indonesia ke as the business permit of the Bank as the
dalam PT Bank UOB Buana. Izin tersebut surviving bank.
tetap berlaku sebagai izin usaha Bank
sebagai perusahaan hasil penggabungan.
11
Page 396
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
1. Umum (lanjutan) 1. General (continued)
a. Pendirian Bank dan Informasi Umum a. Establishment of the Bank and General
(lanjutan) Information (continued)
Pada bulan Mei 2011, Bank melakukan In May 2011, the Bank changed its name from
perubahan nama dari PT Bank UOB Buana PT Bank UOB Buana into PT Bank UOB
menjadi PT Bank UOB Indonesia dan telah Indonesia and has obtained approval from BI
memperoleh persetujuan dari BI berdasarkan by virtue of BI Governor Decree No.
Surat Keputusan Gubernur BI 13/34/KEP.GBI/2011 dated 19 May 2011
No. 13/34/KEP.GBI/2011 tanggal 19 Mei regarding the Change of Business Permit Use
2011 tentang Perubahan Penggunaan Izin on Behalf of PT Bank UOB Buana into a
Usaha Atas Nama PT Bank UOB Buana Business License Under Name of PT Bank
menjadi Izin Usaha Atas Nama PT Bank UOB UOB Indonesia.
Indonesia.
Setelah pendiriannya, Anggaran Dasar Bank After its establishment, the Bank’s Articles of
telah mengalami beberapa kali perubahan, Association have been amended several
perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan times, the latest amendment was stated on the
dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Deed of State Resolutions of the Amendment
Perubahan Anggaran Dasar No. 38 tanggal of Articles of Association No. 38 dated
20 November 2023 mengenai perubahan 20 November 2023 change of Article 4
Pasal 4 ayat (2), yang dibuat di hadapan paragraph (2), drawn up before Aulia Taufani,
Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta. S.H., Notary in Jakarta. The amendment of the
Perubahan Anggaran Dasar Bank tersebut Bank’s Articles of Association has been
telah diterima dan dicatat dalam Sistem received and recorded by Ministry of Laws and
Administrasi Badan Hukum Kementerian Human Rights of the Republic of Indonesia as
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik stated in the Letter No. AHU-AH.01.03-
Indonesia No. AHU-AH.01.03-0145724 0145724 dated 23 November 2023.
tanggal 23 November 2023.
Kantor pusat Bank berlokasi di The Bank’s head office is located at Jl. M.H.
Jl. M.H. Thamrin No. 10, Jakarta. Pada Thamrin No. 10, Jakarta. As of
tanggal 31 Desember 2025, jaringan layanan 31 December 2025, the Bank’s service
Bank mencakup 41 kantor cabang, 50 kantor network covers 41 branches, 50 sub-branches
cabang pembantu dan 108 ATM yang and 108 ATMs across 41 cities/regencies in 16
tersebar di 41 kota/kabupaten di 16 provinsi provinces which collaborate with ATM Prima
yang bekerja sama dengan jaringan ATM and ATM Bersama networks, VISA global
Prima dan ATM Bersama, dan jaringan VISA network and regional ATM network of the
di seluruh dunia, serta jaringan regional ATM United Overseas Bank Limited business
grup usaha United Overseas Bank Limited. group.
Pada tanggal 26 Oktober 2023, Bank On 26 October 2023, the Bank has received
mendapatkan persetujuan Rapat Umum approval from the Extraordinary General
Pemegang Saham Luar Biasa untuk Meeting of Shareholders to increase the
meningkatkan modal ditempatkan dan Bank’s issued and paid-up capital by issuing
disetor Bank dengan cara mengeluarkan new shares of 1,040,946,745 shares with
saham baru sebanyak 1.040.946.745 lembar nominal amount of Rp250 (full amount) per
saham dengan nilai nominal masing-masing share with offering price of Rp1,441 (full
Rp250 (nilai penuh) per lembar saham amount) per share.
dengan harga penawaran Rp1.441 (nilai
penuh) per lembar saham.
12
Page 397
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
1. Umum (lanjutan) 1. General (continued)
a. Pendirian Bank dan Informasi Umum a. Establishment of the Bank and General
(lanjutan) Information (continued)
Bank dimiliki sebesar 68,943% oleh UOB The Bank is 68.943% owned by UOB
International Investment Private Limited International Investment Private Limited
(UOBII), anak perusahaan dari United (UOBII), a subsidiary of United Overseas Bank
Overseas Bank Limited, Singapura (UOB), Limited, Singapore (UOB), 30.056% is owned
30,056% dimiliki oleh UOB, 1,000% dimiliki by UOB, 1.000% is owned by Yayasan
oleh Yayasan Kesejahteraan Nusantara dan Kesejahteraan Nusantara and 0.001% is
sebesar 0,001% dimiliki oleh lain-lain owned by others (Note 25).
(Catatan 25).
Penawaran Umum Obligasi Public Offering of Bonds
Tanggal Jumlah pokok Tanggal Tingkat
penerbitan/ (nilai penuh)/ Jangka jatuh suku
Instrumen/ Issuance Nominal value waktu/ tempo/ bunga/ Wali amanat/
Instrument date (full amount) Tenor Due date Interest rate Trustee
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan
IV Bank UOB Indonesia Tahap I
Tahun 2024/
Bank UOB Indonesia Subordinated PT Bank
Debt Shelf Offering IV Phase I 26 Jun/ 7 tahun/ 26 Jun/ Mandiri
Year 2024 Jun 2024 100.000.000.000 years Jun 2031 7,50% (Persero) Tbk
Obligasi Berkelanjutan IV Bank
UOB Indonesia Tahap I Tahun
2024/
Bank UOB Indonesia Senior Debt PT Bank
Shelf Offering IV Phase I Year 26 Jun/ 1 tahun/ 6 Jul/ Mandiri
2024 Jun 2024 100.000.000.000 year Jul 2025 6,70% (Persero) Tbk
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan
III Bank UOB Indonesia Tahap I
Tahun 2022/
Bank UOB Indonesia Subordinated PT Bank
Debt Shelf Offering III Phase I 8 Mar/ 7 tahun/ 8 Mar/ Mandiri
Year 2022 Mar 2022 100.000.000.000 years Mar 2029 8,00% (Persero) Tbk
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan
II Bank UOB Indonesia Tahap II
Tahun 2019/
Bank UOB Indonesia Subordinated PT Bank
Debt Shelf Offering II Phase II 13 Nov/ 7 tahun/ 13 Nov/ Mandiri
Year 2019 Nov 2019 650.000.000.000 years Nov 2026 9,25% (Persero) Tbk
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan
II Bank UOB Indonesia Tahap I
Tahun 2019/
Bank UOB Indonesia Subordinated PT Bank
Debt Shelf Offering II Phase I 5 Jul/ 7 tahun/ 5 Jul/ Mandiri
Year 2019 Jul 2019 100.000.000.000 years Jul 2026 9,85% (Persero) Tbk
13
Page 398
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
1. Umum (lanjutan) 1. General (continued)
b. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan b. The Board of Commissioners, the Board of
Directors and Employees
Susunan Dewan Komisaris pada tanggal The composition of the Bank’s Board of
31 Desember 2025 dan 2024 adalah Commissioners as of 31 December 2025 and
sebagai berikut: 2024 are as follows:
Komisaris Utama Wee Ee Cheong President Commissioner
Wakil Komisaris Utama Chin Voon Fat Deputy President Commissioner
Komisaris Chan Kok Seong Commissioner
Komisaris Independen Wayan Alit Antara Independent Commissioner
Komisaris Independen VJH Boentaran Lesmana Independent Commissioner
Komisaris Independen Johanes Susilo Independent Commissioner
Susunan Direksi Bank pada tanggal The composition of the Bank’s Board of
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai Directors as of 31 December 2025 and 2024
berikut: are as follows:
31 Desember/
31 December 2025
Direktur Utama Hendra Gunawan President Director
Direktur Keuangan dan Finance and Corporate
Layanan Korporasi Teh Han Yi1) Services Director
Direktur Kepatuhan, Legal Compliance, Legal and
dan Sekretaris Perusahaan Ardhi Wibowo Corporate Secretary Director
Direktur Teknologi dan Operasional Paul Rafiuly Technology and Operations Director
Direktur Wholesale Banking Harapman Kasan Wholesale Banking Director
Direktur Global Markets Sonny Samuel Global Markets Director
Direktur Manajemen Risiko Henry Santoso Risk Management Director
Direktur Consumer Banking Cristina Teh Tan Consumer Banking Director
Direktur Transaction Banking W. Kartyono2) Transaction Banking Director
1)
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 9 Desember 2025, masa tugas Teh Han Yi sebagai Direktur Keuangan dan
Layanan Korporasi berakhir pada tanggal 31 Desember 2025. / Based on the resolution of the Extraordinary General Meeting of Shareholders dated 9 December
2025 Teh Han Yi's term as Finance and Corporate Services Director is ended on 31 December 2025.
2)
Pengangkatan W. Kartyono sebagai Direktur Transaction Banking efektif sejak 29 April 2025 / The appointment of W. Kartyono as Transaction Banking Director
is effective as of 29 April 2025.
31 Desember/
31 December 2024
Direktur Utama Hendra Gunawan President Director
Direktur Keuangan dan Finance and Corporate
Layanan Korporasi Teh Han Yi Services Director
Direktur Kepatuhan, Legal Compliance, Legal and
dan Sekretaris Perusahaan Ardhi Wibowo Corporate Secretary Director
Direktur Teknologi dan Operasional Paul Rafiuly Technology and Operations Director
Direktur Wholesale Banking Harapman Kasan Wholesale Banking Director
Direktur Global Markets Sonny Samuel Global Markets Director
Direktur Manajemen Risiko Henry Santoso Risk Management Director
Direktur Consumer Banking Cristina Teh Tan Consumer Banking Director
14
Page 399
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
1. Umum (lanjutan) 1. General (continued)
b. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan b. The Board of Commissioners, the Board
(lanjutan) of Directors and Employees (continued)
Susunan Komite Audit pada tanggal The composition of the Audit Committee as of
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai 31 December 2025 and 2024 are as follows:
berikut:
31 Desember/
31 December 2025
Ketua Komite Audit VJH Boentaran Lesmana Chairman of Audit Committee
Anggota Saguh Pangaribowo Member
Anggota Indyastuti Member
31 Desember/
31 December 2024
Ketua Komite Audit VJH Boentaran Lesmana Chairman of Audit Committee
Anggota Humbul Kristiawan Member
Anggota Burlita Member
Pada tanggal tanggal 31 Desember 2025, As of 31 December 2025, the composition of
susunan Komite Audit diputuskan melalui the Audit Committee was appointed based on
Rapat Dewan Komisaris tanggal 24 April the Resolution of the Board of Commissioners
2025 dan ditetapkan berdasarkan Surat Meeting on 24 April 2025 and established by
Keputusan Direksi No. 25/SKDIR/0035 Decree of the Board of Directors
tanggal 29 April 2025. No.25/SKDIR/0035 dated 29 April 2025.
Pada tanggal 31 Desember 2024, susunan As of 31 December 2024, the composition of
Komite Audit diputuskan melalui Rapat Dewan the Audit Committee was appointed based on
Komisaris tanggal 4 April 2023 dan ditetapkan the Resolution of the Board of Commissioners
berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. Meeting on 4 April 2023 and established by
23/SKDIR/0057 tanggal 3 Mei 2023. Decree of the Board of Directors No.
23/SKDIR/0057 dated 3 May 2023.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, As of 31 December 2025 and 2024, Corporate
Kepala Sekretaris Perusahaan adalah Secretary Head is Susilowati based on
Susilowati berdasarkan Surat Keputusan the Board of Directors’ Decree
Direksi No. 15/SKDIR/0021 tanggal No. 15/SKDIR/0021 dated 25 June 2015.
25 Juni 2015.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, As of 31 December 2025 and 2024, Internal
Kepala Satuan Kerja Audit Intern (Kepala Audit Unit Head is Imbang Perdana Satryawan
SKAI) adalah Imbang Perdana Satryawan based on the Board of Directors’ Decree
berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 22/SKDIR/0007 dated 27 January 2022.
No. 22/SKDIR/0007 tanggal 27 Januari 2022.
Imbalan kerja jangka pendek yang diterima Short-term employee benefits received by the
oleh Dewan Komisaris dan Direksi Bank Bank’s Board of Commissioners and the Board
untuk tahun yang berakhir pada tanggal of Directors for the years period ended
31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing 31 December 2025 and 2024 amounting to
sebesar Rp113.997 dan Rp122.296 Rp113,997 and Rp122,296, respectively
(Catatan 37g). (Note 37g).
15
Page 400
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
1. Umum (lanjutan) 1. General (continued)
b. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan b. The Board of Commissioners, the Board of
(lanjutan) Directors and Employees (continued)
Imbalan kerja jangka panjang yang diterima Long-term employee benefits received by the
oleh Dewan Komisaris dan Direksi Bank Bank’s Board of Commissioners and the Board
untuk tahun yang berakhir pada tanggal of Directors for the years ended
31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing 31 December 2025 and 2024 amounting to
sebesar Rp20.730 dan Rp15.793. Biaya Rp20,730 and Rp15,793, respectively.
yang dikeluarkan oleh Bank terkait program Expenses incurred by the Bank relating to post-
imbalan pasca kerja Dewan Komisaris dan employment benefits of the Bank’s Board of
Direksi Bank dengan jumlah masing-masing Commissioners and the Board of Directors
sebesar Rp2.058 dan Rp1.786 untuk tahun amounting to Rp2,058 and Rp1,786 for the
yang berakhir pada tanggal years ended 31 December 2025 and 2024,
31 Desember 2025 dan 2024 (Catatan 37g). respectively (Note 37g).
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, As of 31 December 2025 and 2024, the Bank
Bank memiliki total karyawan masing-masing had 3,597 and 4,002 employees, respectively
sebanyak 3.597 dan 4.002 orang (tidak (unaudited).
diaudit).
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material Information
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: set out below:
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan a. Basis of Preparation of the Financial
Statements
Laporan keuangan disusun dan disajikan The financial statements have been prepared
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan and presented in accordance with Indonesian
di Indonesia dan Peraturan Bapepam dan LK Financial Accounting Standards and Bapepam
No. VIII.G.7 Lampiran Keputusan Ketua and LK regulation No. VIII.G.7 Attachment of
Bapepam dan LK No. KEP-347/BL/2012 the Chairman of Bapepam and LK’s decree
tanggal 25 Juni 2012 tentang “Pedoman No. KEP-347/BL/2012 dated 25 June 2012
Penyajian dan Pengungkapan Laporan regarding “Guidelines for Financial Statements
Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”. Presentation and Disclosure for Issuer or
Public Companies”.
Laporan keuangan kecuali laporan arus kas, The financial statements, except for the
disusun dengan dasar akrual dan statement of cash flows, are prepared using
berdasarkan konsep biaya historis, kecuali the accrual basis and based on historical cost
beberapa akun tertentu yang disusun concept, except for certain accounts which are
berdasarkan pengukuran lain sebagaimana measured on the bases described in the
diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing- related accounting policies for those accounts.
masing akun tersebut.
16
Page 401
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan a. Basis of Preparation of the Financial
(lanjutan) Statements (continued)
Laporan arus kas disusun menggunakan The statement of cash flows have been
metode langsung yang dimodifikasi dan arus prepared using the modified direct method and
kas dikelompokkan atas dasar aktivitas the cash flows have been classified on the
operasi, investasi dan pendanaan. Kas dan basis of operating, investing and financing
setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank activities. Cash and cash equivalents consist
Indonesia dan giro pada bank lain, of cash, current accounts with Bank Indonesia
penempatan pada Bank Indonesia dan bank and current accounts with other banks,
lain, dan investasi keuangan yang jatuh placements with Bank Indonesia and other
tempo dalam waktu 3 bulan sejak tanggal banks, and financial investments, maturing
perolehan, sepanjang tidak digunakan within 3 months or less from the acquisition
sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima date provided they are not used as collateral
serta tidak dibatasi penggunaannya. for borrowings nor restricted.
Pos-pos dalam Penghasilan Komprehensif The items under Other Comprehensive
Lainnya disajikan terpisah antara akun-akun Income (OCI) are presented separately
yang akan direklasifikasikan ke laba rugi dan between items to be reclassified to profit or
akun-akun yang tidak akan direklasifikasikan loss and those items not to be reclassified to
ke laba rugi. profit or loss.
Dalam penyusunan laporan keuangan sesuai The preparation of financial statements in
dengan Standar Akuntansi Keuangan di conformity with Indonesian Financial
Indonesia, dibutuhkan estimasi dan asumsi Accounting Standards requires the use of
yang mempengaruhi: estimates and assumptions that affect:
- Nilai aset dan liabilitas yang dilaporkan, - The reported amounts of assets and
dan pengungkapan atas aset dan liabilitas liabilities and disclosure of contingent
kontinjensi pada tanggal laporan assets and liabilities at the date of financial
keuangan. statements.
- Jumlah pendapatan dan beban selama - The reported amounts of revenues and
periode pelaporan. expenses during the reporting period.
Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan Although these estimates are based on
pengetahuan terbaik Manajemen atas Management’s best knowledge of current
kejadian dan aktivitas saat ini, hasil akhir events and activities, actual results may differ
mungkin berbeda dengan jumlah yang from those estimates.
diestimasi.
Mata uang penyajian yang digunakan dalam The presentation currency used in the financial
laporan keuangan adalah mata uang Rupiah, statement is Indonesian Rupiah, which is the
yang merupakan mata uang fungsional Bank. functional currency of the Bank. Figures in the
Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, financial statements are rounded to and stated
kecuali dinyatakan secara khusus, dibulatkan in millions of Rupiah unless otherwise stated.
menjadi jutaan Rupiah.
17
Page 402
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
b. Kombinasi Bisnis b. Business Combination
Bank menerapkan metode akuntansi akuisisi The Bank applies the acquisition accounting
untuk mencatat akuisisi bisnis konsumen method in acquiring of the consumer business
Citibank, N.A., Indonesia (Citi), yang of Citibank, N.A., Indonesia (Citi), which is
dianggap sebagai kombinasi bisnis considered as business combinations
(Catatan 3). Imbalan yang dialihkan untuk (Note 3). The consideration transferred for the
akuisisi adalah sebesar nilai wajar aset yang acquisition of a subsidiary is the fair value of
dialihkan dan liabilitas yang diakui pada the assets transferred, the liabilities incurred at
tanggal akuisisi. Aset teridentifikasi yang the date of acquisition. Identifiable assets
diperoleh dan liabilitas yang diambil alih acquired and liabilities in a business
dalam suatu kombinasi bisnis pada awalnya combination are measured initially at their fair
diukur sebesar nilai wajar pada tanggal values at the acquisition date.
akuisisi.
Selisih lebih imbalan yang dialihkan dan nilai The excess of the consideration transferred
wajar aset bersih teridentifikasi pada saat and the fair value of the net identifiable assets
akuisisi yang diperoleh dicatat sebagai acquired at acquisition date is recorded as
goodwill (Catatan 2q). Biaya yang terkait goodwill (Note 2q). Acquisition-related costs
dengan akuisisi dibebankan pada saat are expensed as incurred.
terjadinya.
Bank menentukan bahwa mereka telah The Bank determines that it has acquired a
mengakuisisi bisnis ketika rangkaian aktivitas business when the acquired set of activities
dan aset yang diakuisisi mencakup input dan and assets include an input and a substantive
proses substantif yang bersama-sama process that together significantly contribute to
secara signifikan berkontribusi pada the ability to create outputs.
kemampuan untuk menghasilkan output.
Proses yang diperoleh adalah substantif jika The acquired process is considered
penting bagi kemampuan untuk terus substantive if it is critical to the ability to
menghasilkan output dan input yang continue producing outputs and the inputs
diperoleh mencakup tenaga kerja yang acquired include an organized workforce with
terorganisir dengan keterampilan, the necessary skills, knowledge, or experience
pengetahuan, atau pengalaman yang to perform that process or it significantly
diperlukan untuk melakukan proses itu atau contributes to the ability to continue producing
secara signifikan berkontribusi pada outputs and is considered unique or scarce or
kemampuan untuk terus menghasilkan cannot be replaced without significant cost,
output dan dianggap unik atau langka atau effort, or delay in the ability to continue
tidak dapat diganti tanpa biaya, usaha, atau producing outputs.
penundaan yang signifikan dalam
kemampuan untuk terus menghasilkan
output.
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah When the Bank acquires a business, it
bisnis, Bank mengklasifikasikan dan assesses the financial assets acquired and
menentukan aset keuangan yang diperoleh liabilities assumed for appropriate
dan liabilitas keuangan yang diambil alih classification and designation in accordance
berdasarkan pada persyaratan kontraktual, with the contractual terms, economic
kondisi ekonomi dan kondisi terkait lain yang circumstances and pertinent conditions as at
ada pada tanggal akuisisi. the acquisition date.
18
Page 403
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
b. Kombinasi Bisnis (lanjutan) b. Business Combination (continued)
Periode pengukuran adalah periode setelah The measurement period is the period after
tanggal akuisisi yang didalamnya Bank dapat the acquisition date during which the Bank
melakukan penyesuaian atas jumlah may adjust the provisional amounts
sementara yang diakui dalam kombinasi recognized for a business combination. During
bisnis tersebut. Selama periode pengukuran, the measurement period, the Bank recognizes
Bank mengakui penambahan aset atau additional assets or liabilities if new
liabilitas bila terdapat informasi terbaru yang information is obtained about facts and
diperoleh mengenai fakta dan keadaan pada circumstances that existed as of the
tanggal akuisisi. acquisition date.
Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya At acquisition date, goodwill is initially
diukur pada harga perolehan yang measured at cost being the excess of the
merupakan selisih lebih nilai agregat dari aggregate of the consideration transferred and
imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap the amount recognized for non-controlling
kepentingan non-pengendali atas selisih interest over the net identifiable assets
jumlah dari aset teridentifikasi yang diperoleh acquired and liabilities assumed.
dan liabilitas yang diambil alih.
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur After initial recognition, goodwill is measured
pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi at cost less any accumulated impairment
kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan losses. For the purpose of impairment testing,
pengujian penurunan nilai, goodwill yang goodwill acquired in a business combination
diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak is, from the acquisition date, allocated to each
tanggal akuisisi dialokasikan kepada setiap of the Bank’s Cash-generating Units (“CGU”)
Unit Penghasil Kas (“UPK”) dari Bank yang that are expected to benefit from the
diharapkan akan menerima manfaat dari combination, irrespective of whether other
sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari assets or liabilities of the acquiree are
apakah aset atau liabilitas lain dari pihak allocated to those CGUs.
yang diakuisisi dialokasikan kepada UPK
tersebut.
Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu Where goodwill forms part of a CGU and part
UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut of the operations within that CGU is disposed
dihentikan, maka goodwill yang of, the goodwill associated with the operation
diasosiasikan dengan operasi yang disposed of is included in the carrying amount
dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah of the operation when determining the gain or
tercatat operasi tersebut ketika menentukan loss on disposal of the operation. Goodwill
keuntungan atau kerugian dari pelepasan. disposed of in this circumstance is measured
Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur based on the relative values of the operation
berdasarkan nilai relatif operasi yang disposed of and the portion of the CGU
dihentikan terhadap bagian dari UPK yang retained.
ditahan.
19
Page 404
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
c. Transaksi dengan Pihak Berelasi c. Transactions with Related Parties
Dalam menjalankan usahanya, Bank In the normal course of its business, the Bank
melakukan transaksi dengan pihak berelasi enters into transactions with related parties
seperti yang didefinisikan dalam Pernyataan which are defined under Statement of
Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 224 Financial Accounting Standard (SFAS) 224
tentang “Pengungkapan Pihak-pihak regarding “Related Party Disclosures”.
Berelasi”.
Seluruh transaksi yang signifikan dengan All significant transactions with related parties
pihak berelasi telah diungkapkan dalam are disclosed in the notes to the financial
catatan atas laporan keuangan. statements.
Pihak berelasi adalah orang atau entitas A related party is a person or entity that is
yang terkait dengan entitas yang menyiapkan related to the entity that is preparing its
laporan keuangannya (entitas pelapor). Yang financial statements (reporting entity). The
termasuk pihak berelasi adalah sebagai related parties are as follows:
berikut:
1. Orang atau anggota keluarga terdekat 1. A person or a close member of that
mempunyai relasi dengan entitas person’s family is related to a reporting
pelapor jika orang tersebut: entity if that person:
a. Memiliki pengendalian atau a. Has control or joint control of the
pengendalian bersama atas entitas reporting entity;
pelapor;
b. Memiliki pengaruh signifikan atas b. Has significant influence over the
entitas pelapor; atau reporting entity; or
c. Merupakan personil manajemen c. Is a member of the key management
kunci entitas pelapor atau entitas personnel of the reporting entity or of
induk pelapor. a parent of the reporting entity.
2. Suatu entitas berelasi dengan entitas 2. An entity is related to a reporting entity if
pelapor jika memenuhi salah satu hal any of the following condition applies:
sebagai berikut:
a. Entitas dan entitas pelapor adalah a. The entity and the reporting entity are
anggota dari kelompok usaha yang members of the same group (which
sama (artinya entitas induk, entitas means that each parent, subsidiary
anak, dan entitas anak berikutnya and fellow subsidiary is related to the
terkait dengan entitas lain); others);
b. Suatu entitas adalah entitas b. One entity is an associate or joint
asosiasi atau ventura bersama dari venture of the other entity (or an
entitas lain (atau entitas asosiasi associate or joint venture of a
atau ventura bersama yang member of a group of which the other
merupakan anggota suatu entity is a member);
kelompok usaha, yang mana entitas
lain adalah anggotanya);
c. Kedua entitas tersebut adalah c. Both entities are joint ventures of the
ventura bersama dari pihak ketiga same third party;
yang sama;
20
Page 405
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
c. Transaksi dengan Pihak Berelasi (lanjutan) c. Transactions with Related Parties
(continued)
Pihak berelasi adalah orang atau entitas A related party is a person or entity that is
yang terkait dengan entitas yang menyiapkan related to the entity that is preparing its
laporan keuangannya (entitas pelapor). Yang financial statements (reporting entity). The
termasuk pihak berelasi adalah sebagai related parties are as follows: (continued)
berikut: (lanjutan)
2. Suatu entitas berelasi dengan entitas 2. An entity is related to a reporting entity if
pelapor jika memenuhi salah satu hal any of the following condition applies:
sebagai berikut: (lanjutan) (continued)
d. Suatu entitas adalah ventura d. One entity is a joint venture of a third
bersama dari entitas ketiga dan party and the other entity is an
entitas yang lain adalah entitas associate of the third entity;
asosiasi dari entitas ketiga;
e. Entitas tersebut adalah sebuah e. The entity is a post-employment
program imbalan pasca kerja untuk benefit plan for the benefits of
imbalan kerja dari salah satu entitas employees of either the reporting
pelapor atau entitas yang terkait entity or an entity related to the
dengan entitas pelapor; reporting entity;
f. Entitas yang dikendalikan atau f. The entity is controlled or jointly
dikendalikan bersama oleh orang controlled by a person identified in
yang diidentifikasi sebagaimana (1); or
dimaksud dalam angka (1); atau
g. Orang yang diidentifikasi g. A person identified in (1) (a) has
sebagaimana dimaksud dalam significant influence over the entity or
angka (1) huruf (a) memiliki is a member of the key management
pengaruh signifikan atas entitas personnel of the entity (or of a parent
atau merupakan manajemen kunci of the entity).
entitas (atau entitas induk dari
entitas).
h. Entitas, atau anggota dari h. The entity, or any member of a group
kelompok, yang dalam hal ini, of which it is a part provides key
entitas merupakan bagian dari management personnel services to
kelompok tersebut menyediakan the reporting entity or to the parent of
jasa personil manajemen kunci the reporting entity.
kepada entitas pelapor atau kepada
entitas induk dari entitas pelapor.
d. Aset dan Liabilitas Keuangan d. Financial Assets and Liabilities
1) Klasifikasi 1) Classification
Bank mengklasifikasikan aset The Bank classifies its financial assets
keuangannya berdasarkan kategori according to the following categories at
sebagai berikut pada saat pengakuan initial recognition:
awal:
- Aset keuangan yang diukur pada • - Financial assets measured at fair
nilai wajar melalui laba rugi; value through profit or loss;
- Aset keuangan yang diukur pada b. - Financial assets that are measured at
nilai wajar melalui penghasilan fair value through other
komprehensif lain; comprehensive income;
21
Page 406
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
d. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) d. Financial Assets and Liabilities (continued)
1) Klasifikasi (lanjutan) 1) Classification (continued)
Bank mengklasifikasikan aset The Bank classifies its financial assets
keuangannya berdasarkan kategori according to the following categories at
sebagai berikut pada saat pengakuan initial recognition: (continued)
awal: (lanjutan)
- Aset keuangan yang diukur pada - Financial assets measured at
biaya perolehan diamortisasi. amortized cost.
Aset keuangan diukur pada biaya Financial assets are measured at
perolehan diamortisasi jika memenuhi amortized cost if they meet the following
kondisi sebagai berikut: conditions:
- Aset keuangan dikelola dalam c. - Financial assets are managed in a
model bisnis yang bertujuan untuk business model that aims to have
memiliki aset keuangan dalam financial assets in order to obtain
rangka mendapatkan arus kas contractual cash flow (“hold to
kontraktual (“hold to collect”); dan collect”); and
- Persyaratan kontraktual dari aset d. - The contractual terms of the financial
keuangan tersebut memberikan hak assets provide rights on a certain date
pada tanggal tertentu atas arus kas for cash flow obtained solely from
yang diperoleh semata dari payment of principal and interest
pembayaran pokok dan bunga (SPPI) on the principal amount owed
(SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan diukur pada nilai wajar Financial assets are measured at fair
melalui penghasilan komprehensif lain value through other comprehensive
jika memenuhi kondisi sebagai berikut: income if they meet the following
conditions:
- Aset keuangan dikelola dalam • - Financial assets are managed in a
model bisnis yang bertujuan untuk business model that aims to obtain
mendapatkan arus kas kontraktual contractual cash flow and sell financial
dan menjual aset keuangan (“hold assets (“hold to collect and sell”); and
to collect and sell”); dan
- Persyaratan kontraktual dari aset e. - The contractual requirements of the
keuangan tersebut memenuhi financial assets meet the SPPI criteria.
kriteria SPPI.
Pada saat pengakuan awal, Bank dapat At initial recognition, the Bank may make
membuat pilihan yang tidak dapat an irrevocable choice to present equity
dibatalkan untuk menyajikan instrumen instruments that are not held for trading at
ekuitas yang bukan dimiliki untuk fair value through other comprehensive
diperdagangkan pada nilai wajar melalui income.
penghasilan komprehensif lain.
22
Page 407
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
d. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) d. Financial Assets and Liabilities (continued)
1) Klasifikasi (lanjutan) 1) Classification (continued)
Aset keuangan lainnya yang tidak Other financial assets that do not meet the
memenuhi persyaratan untuk requirements to be classified as financial
diklasifikasikan sebagai aset keuangan assets measured at amortized cost or fair
diukur pada biaya perolehan value through other comprehensive
diamortisasi atau nilai wajar melalui income are classified as measured at fair
penghasilan komprehensif lain value through profit or loss.
diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi.
Saat pengakuan awal, Bank dapat At initial recognition, the Bank can make
membuat penetapan yang tidak dapat an irrevocable determination to measure
dibatalkan untuk mengukur aset yang assets that meet the requirements to be
memenuhi persyaratan untuk diukur measured at amortized cost or fair value
pada biaya perolehan diamortisasi atau through other comprehensive income at
nilai wajar melalui penghasilan fair value through profit or loss, if the
komprehensif lain pada nilai wajar determination eliminates or significantly
melalui laba rugi, apabila penetapan reduces the measurement or recognition
tersebut mengeliminasi atau secara inconsistencies (sometimes referred to as
signifikan mengurangi inkonsistensi "accounting mismatch").
pengukuran atau pengakuan (kadang
disebut sebagai “accounting mismatch”).
Penilaian model bisnis Business models valuation
Model bisnis ditentukan pada level yang The business model is determined at a
mencerminkan bagaimana kelompok level that reflects how groups of financial
aset keuangan dikelola bersama-sama assets are managed together to achieve
untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. certain business objectives.
Penilaian model bisnis dilakukan dengan The evaluation of the business model is
mempertimbangkan, tetapi tidak carried out by considering, but not limited
terbatas pada hal-hal berikut: to the following:
- Bagaimana kinerja dari model bisnis • - How the performance of the business
dan aset keuangan yang dimiliki model and financial assets held in the
dalam model bisnis dievaluasi dan business model are evaluated and
dilaporkan kepada personil reported to the Bank's key
manajemen kunci Bank; management personnel;
- Apakah risiko yang memengaruhi f. - What risks affect the performance of
kinerja dari model bisnis (termasuk the business model (including financial
aset keuangan yang dimiliki dalam assets held in the business model) and
model bisnis) dan khususnya specifically how the financial assets are
bagaimana cara aset keuangan managed; and
tersebut dikelola; dan
- Bagaimana penilaian kinerja g. - How to evaluate the performance of
pengelola aset keuangan (sebagai managers of financial assets (for
contoh, apakah penilaian kinerja example, whether performance
berdasarkan nilai wajar dari aset appraisals are based on the fair value
yang dikelola atau arus kas of the assets being managed or the
kontraktual yang diperoleh). contractual cash flows obtained).
23
Page 408
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
d. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) d. Financial Assets and Liabilities (continued)
1) Klasifikasi (lanjutan) 1) Classification (continued)
Penilaian model bisnis (lanjutan) Business models valuation (lanjutan)
Aset keuangan yang dimiliki untuk Financial assets held for trading or
diperdagangkan atau dikelola dan managing and which performance
penilaian kinerja berdasarkan nilai wajar appraisals based on fair value are
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. measured at fair value through profit or
loss.
Derivatif juga dikategorikan dalam Derivatives are also categorized under
kelompok ini, kecuali derivatif yang this classification, unless they are
ditetapkan sebagai instrumen lindung designated as effective hedging
nilai efektif. instruments.
Penilaian mengenai arus kas Evaluation of contractual cash flows
kontraktual yang diperoleh semata- obtained solely from payment of
mata dari pembayaran pokok dan principal and interest (SPPI)
bunga (SPPI)
Untuk tujuan penilaian ini, pokok For the purpose of this valuation, principal
didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset is defined as the fair value of financial
keuangan pada saat pengakuan awal. assets at initial recognition. Interest is
Bunga didefinisikan sebagai imbalan defined as compensation for the time
untuk nilai waktu atas uang dan risiko value of money and credit risk in relation
kredit terkait jumlah pokok terutang pada to the principal amount owed over
periode waktu tertentu dan juga risiko a certain period of time and also the risk
dan biaya peminjaman standar, serta and standard borrowing costs, as well as
marjin laba. profit margins.
Penilaian mengenai arus kas kontraktual An assessment of contractual cash flows
yang diperoleh semata-mata dari obtained solely from principal and interest
pembayaran pokok dan bunga dilakukan payments is made by considering
dengan mempertimbangkan persyaratan contractual terms, including whether
kontraktual, termasuk apakah aset financial assets contain contractual terms
keuangan mengandung persyaratan that can change the timing or amount of
kontraktual yang dapat mengubah waktu contractual cash flows. In assessing, the
atau jumlah arus kas kontraktual. Dalam Bank considers:
melakukan penilaian, Bank
mempertimbangkan:
- Peristiwa kontinjensi yang akan • - Contingency events that will change
mengubah waktu atau jumlah arus the timing or amount of contractual
kas kontraktual; cash flow;
- Fitur leverage; h. - Leverage feature;
- Persyaratan pembayaran di muka i. - Terms of advance payment and
dan perpanjangan kontraktual; contractual extension;
- Persyaratan mengenai klaim yang j. - Requirements regarding limited claims
terbatas atas arus kas yang berasal for cash flows from specific assets; and
dari aset spesifik; dan
- Fitur yang dapat mengubah nilai k. - Features that can change the time
waktu dari elemen uang. value of the money element.
24
Page 409
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
d. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) d. Financial Assets and Liabilities (continued)
1) Klasifikasi (lanjutan) 1) Classification (continued)
Penilaian mengenai arus kas Evaluation of contractual cash flows
kontraktual yang diperoleh semata- obtained solely from payment of
mata dari pembayaran pokok dan principal and interest (SPPI) (continued)
bunga (SPPI) (lanjutan)
Liabilitas keuangan diklasifikasikan ke Financial liabilities are classified into the
dalam kategori sebagai berikut pada following categories at initial recognition:
saat pengakuan awal:
- Liabilitas keuangan yang diukur pada • - Financial liabilities at fair value through
nilai wajar melalui laporan laba rugi, profit or loss, which has 2 (two) sub-
yang memiliki 2 (dua) sub-klasifikasi, classifications, i.e., those designated
yaitu liabilitas keuangan yang as such upon initial recognition and
ditetapkan demikian pada saat those classified as held for trading;
pengakuan awal dan liabilitas
keuangan yang telah diklasifikasikan
dalam kelompok diperdagangkan;
- Liabilitas keuangan lain yang tidak 2) - Other financial liabilities that are not
diklasifikasikan sebagai liabilitas classified as financial liabilities at fair
keuangan yang diukur pada nilai value through profit or loss are
wajar melalui laba rugi dikategorikan categorized and measured at
dan diukur dengan biaya perolehan amortized cost.
diamortisasi.
Berikut klasifikasi instrumen keuangan Below are financial instruments
Bank berdasarkan PSAK 109: classification of the Bank based on SFAS
109:
Instrumen keuangan/ Kategori yang didefinisikan oleh PSAK 109/
Financial instruments Category as defined by SFAS 109
Kas/ Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
Cash yang diamortisasi/Financial assets at amortized cost
Giro pada Bank Indonesia/
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
Current accounts with Bank
yang diamortisasi/Financial assets at amortized cost
Indonesia
Aset Giro pada bank lain/ Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
keuangan/ Current accounts with other banks yang diamortisasi/Financial assets at amortized cost
Financial Penempatan pada Bank Indonesia
assets dan bank lain/ Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
Placements with Bank Indonesia and yang diamortisasi/Financial assets at amortized cost
other banks
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
Efek-efek yang diperdagangkan/
laba rugi/Financial assets at fair value through profit or
Trading securities
loss
25
Page 410
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
d. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) d. Financial Assets and Liabilities (continued)
1) Klasifikasi (lanjutan) 1) Classification (continued)
Berikut klasifikasi instrumen keuangan Below are financial instruments
Bank berdasarkan PSAK 109: (lanjutan) classification of the Bank based on
SFAS 109: (continued)
Instrumen keuangan/ Kategori yang didefinisikan oleh PSAK 109/
Financial instruments Category as defined by SFAS 109
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain/Financial assets at fair
Investasi keuangan/ value through other comprehensive income
Financial investments
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang
diamortisasi/Financial assets at amortized cost
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
Tagihan derivatif/
laba rugi/Financial assets at fair value through profit or
Aset Derivative receivables
loss
keuangan/
Kredit yang diberikan/ Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang
Financial
Loans diamortisasi/Financial assets at amortized cost
assets
Tagihan atas surat berharga yang
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
dibeli dengan janji dijual kembali/
laba rugi/Financial assets at fair value through profit or
Receivables on securities
loss
purchased with agreements to resell
Tagihan akseptasi/ Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang
Acceptance receivables diamortisasi/Financial assets at amortized cost
Aset lain-lain/ Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang
Other assets diamortisasi/Financial assets at amortized cost
Liabilitas segera/ Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan
Current liabilities yang diamortisasi/Financial liabilities at amortized cost
Simpanan dari nasabah/ Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan
Deposits from customers yang diamortisasi/Financial liabilities at amortized cost
Simpanan dari bank lain/ Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan
Deposits from other banks yang diamortisasi/Financial liabilities at amortized cost
Bunga yang masih harus dibayar/ Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan
Interest payables yang diamortisasi/Financial liabilities at amortized cost
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
Liabilitas Liabilitas derivatif/
laba rugi/Financial liabilities at fair value through profit
keuangan/ Derivative payables
or loss
Financial
Liabilitas akseptasi/ Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan
liabilities
Acceptance payables yang diamortisasi/Financial liabilities at amortized cost
Liabilitas atas surat berharga yang
dijual dengan janji dibeli kembali/ Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan
Liabilities on securities sold under yang diamortisasi/Financial liabilities at amortized cost
repurchase agreements
Efek utang yang diterbitkan/ Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan
Debt securities issued yang diamortisasi/Financial liabilities at amortized cost
Liabilitas lain-lain/ Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan
Other liabilities yang diamortisasi/Financial liabilities at amortized cost
26
Page 411
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
d. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) d. Financial Assets and Liabilities (continued)
2) Pengakuan awal 2) Initial recognition
Aset dan liabilitas keuangan pada Financial assets and liabilities are initially
awalnya diukur pada nilai wajarnya. recognized at fair value. For those
Dalam hal aset atau liabilitas keuangan financial assets or liabilities not classified
tidak diklasifikasikan sebagai nilai wajar as fair value through profit or loss, the fair
melalui laba rugi, nilai wajar tersebut value is added/deducted with directly
ditambah/dikurangi biaya transaksi yang attributable transaction costs to the
dapat diatribusikan secara langsung issuance of financial assets or liabilities.
dengan perolehan atau penerbitan aset
atau liabilitas keuangan.
Bank pada pengakuan awal dapat The Bank upon initial recognition may
menetapkan aset dan keuangan liabilitas designate certain financial assets and
tertentu sebagai nilai wajar melalui laba liabilities at fair value through profit or loss
rugi (opsi nilai wajar). Opsi nilai wajar (fair value option). The fair value option is
dapat digunakan hanya bila memenuhi only applied when the following conditions
ketetapan sebagai berikut: are met:
- Penetapan sebagai opsi nilai wajar 3) - The application of the fair value option
mengurangi atau mengeliminasi reduces or eliminates an accounting
inkonsistensi pengukuran dan mismatch that would otherwise arise;
pengakuan (accounting mismatch) or
yang dapat timbul; atau
- Aset dan liabilitas keuangan 4) - The financial assets and liabilities are
merupakan bagian dari portofolio part of a portfolio of financial
instrumen keuangan yang risikonya instruments, the risks of which are
dikelola dan dilaporkan kepada managed and reported to key
manajemen kunci berdasarkan nilai management on a fair value basis; or
wajar; atau
- Aset dan liabilitas keuangan terdiri 5) - The financial assets and liabilities
dari kontrak utama dan derivatif consist of a host contract and an
melekat yang harus dipisahkan tetapi embedded derivative that must be
tidak dapat mengukur derivatif bifurcated but are unable to measure
melekat secara terpisah. the embedded derivative separately.
3) Pengukuran setelah pengukuran awal 3) Subsequent measurement
Aset keuangan dalam kelompok aset Financial assets at fair value through other
keuangan yang diukur pada nilai wajar comprehensive income and financial
melalui penghasilan komprehensif lain assets and liabilities at fair value through
dan aset dan liabilitas keuangan yang profit or loss are measured at fair value.
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
diukur pada nilai wajarnya.
Aset keuangan kelompok biaya Financial assets classified as amortized
perolehan diamortisasi dan liabilitas cost and other financial liabilities are
keuangan lainnya diukur pada biaya measured at amortized cost using the
perolehan diamortisasi dengan effective interest rate method.
menggunakan metode suku bunga
efektif.
27
Page 412
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
d. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) d. Financial Assets and Liabilities (continued)
4) Penghentian pengakuan 4) Derecognition
a. Aset keuangan dihentikan b. a. Financial assets are derecognized
pengakuannya jika: when:
- Hak kontraktual atas arus kas - The contractual rights to receive
yang berasal dari aset keuangan cash flows from the financial
tersebut berakhir; atau assets have expired; or
- Bank telah mentransfer haknya - The Bank has transferred its rights
untuk menerima arus kas yang to receive cash flows from the
berasal dari aset keuangan atau financial assets or has assumed
menanggung kewajiban untuk an obligation to pay the received
membayarkan arus kas yang cash flows in full without material
diterima tersebut secara penuh delay to a third party under a
tanpa penundaan berarti kepada ‘pass-through’ arrangement; and
pihak ketiga di bawah either (a) the Bank has transferred
kesepakatan pelepasan; dan substantially all the risks and
antara (a) Bank telah rewards of the asset, or (b) the
mentransfer secara substansial Bank has neither transferred nor
seluruh risiko dan manfaat atas retained substantially all the risks
aset, atau (b) Bank tidak and rewards of the asset but has
mentransfer maupun tidak transferred control of the asset.
memiliki secara substansial
seluruh risiko dan manfaat atas
aset namun telah mentransfer
pengendalian atas aset.
Ketika Bank telah mentransfer hak When the Bank has transferred its
untuk menerima arus kas dari aset rights to receive cash flows from an
atau telah memasuki kesepakatan asset or has entered into a ’pass-
pelepasan dan tidak mentransfer through’ arrangement and has
serta tidak memiliki secara neither transferred nor retained
substansial seluruh risiko dan substantially all the risks and rewards
manfaat atas aset atau tidak of the asset nor transferred control of
mentransfer kendali atas aset, aset the asset, the asset is recognized to
diakui sebesar keterlibatan Bank the extent of the Bank’s continuing
yang berkelanjutan atas aset involvement on the asset.
tersebut.
Kredit yang diberikan Loans are written-off when there is no
dihapusbukukan ketika tidak realistic prospect of collection in the
terdapat prospek yang realistis near future or the normal relationship
mengenai pengembalian kredit between the Bank and the borrowers
dalam waktu dekat atau hubungan have ceased to exist. When a loan is
normal antara Bank dan debitur deemed uncollectible, it is written-off
telah berakhir. Kredit yang tidak against the related allowance for
dapat dilunasi dihapusbukukan impairment losses.
dengan mendebit cadangan
kerugian penurunan nilai.
28
Page 413
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
d. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) d. Financial Assets and Liabilities (continued)
4) Penghentian pengakuan (lanjutan) 4) Derecognition (continued)
b. Liabilitas keuangan dihentikan b. Financial liabilities are derecognized
pengakuannya jika liabilitas when they are extinguished, i.e.,
keuangan tersebut berakhir, yaitu liabilities stated in the contract are
ketika liabilitas yang ditetapkan discharged, cancelled or has expired.
dalam kontrak dilepaskan atau
dibatalkan atau kadaluwarsa.
Jika suatu liabilitas keuangan yang Where an existing financial liability is
ada digantikan dengan yang lain replaced by another from the same
oleh pemberi pinjaman yang sama lender on substantially different terms
pada keadaan yang secara or the terms of an existing liability are
substansial berbeda atau substantially modified, such an
berdasarkan suatu liabilitas yang exchange or modification is treated
ada yang secara substansial telah as derecognition of the original
diubah, seperti pertukaran atau liability and the recognition of a new
modifikasi yang diperlakukan liability, and the difference in the
sebagai penghentian pengakuan respective carrying amounts is
liabilitas awal dan pengakuan recognized in the statement of profit
liabilitas baru dan perbedaan nilai or loss and other comprehensive
tercatat masing-masing diakui income.
dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
5) Pengakuan pendapatan dan beban 5) Income and expense recognition
a. Pendapatan dan beban bunga atas a. Interest income and expense on
aset keuangan yang diukur pada financial assets measured at fair
nilai wajar melalui penghasilan value through other comprehensive
komprehensif lain, serta aset dan income, as well as financial assets
liabilitas keuangan yang dicatat and liabilities measured at amortized
berdasarkan biaya perolehan cost are recognized in the statement
diamortisasi diakui pada laporan of profit or loss using the effective
laba rugi dengan menggunakan interest rate method.
metode suku bunga efektif.
Jumlah tercatat bruto aset The gross carrying amount of a
keuangan adalah biaya perolehan financial asset is the amortized cost
diamortisasi aset keuangan of a financial asset before adjusting
sebelum disesuaikan dengan for allowance for impairment.
cadangan penurunan nilai.
Dalam menghitung pendapatan dan In calculating interest income and
beban bunga, tingkat suku bunga expenses, the effective interest rate is
efektif diterapkan pada jumlah applied to the gross carrying amount
tercatat bruto aset (ketika aset of an asset (when the asset is not a
tersebut bukan aset keuangan yang deteriorated financial asset) or to the
memburuk) atau terhadap biaya amortized cost of a liability.
perolehan diamortisasi dari
liabilitas.
29
Page 414
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
d. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) d. Financial Assets and Liabilities (continued)
5) Pengakuan pendapatan dan beban 5) Income and expense recognition
(lanjutan) (continued)
Untuk aset keuangan yang For financial assets that deteriorated
memburuk setelah pengakuan awal, after initial recognition, interest
pendapatan bunga dihitung dengan income is calculated by applying an
menerapkan tingkat suku bunga effective interest rate to the amortized
efektif terhadap biaya perolehan cost of the financial assets. If the
diamortisasi dari aset keuangan asset is no longer deteriorating, the
tersebut. Jika aset tersebut tidak lagi calculation of interest income will be
memburuk, maka perhitungan calculated by applying an effective
pendapatan bunga akan dihitung interest rate to the gross carrying
dengan menerapkan tingkat suku amount of the financial asset.
bunga efektif terhadap nilai tercatat
bruto dari aset keuangan tersebut.
b. Keuntungan dan kerugian yang b. Gains and losses arising from
timbul dari perubahan nilai wajar changes in the fair value of financial
aset keuangan yang diukur pada asset measured at fair value through
nilai wajar melalui pendapatan other comprehensive income other
komprehensif lain selain than foreign exchange gains or
keuntungan atau kerugian selisih losses on debt instruments are
kurs atas instrumen utang diakui recognized directly in other
secara langsung dalam pendapatan comprehensive income (as part of
komprehensif lain (sebagai bagian equity) until the financial asset is
dari ekuitas) hingga aset keuangan derecognized or impaired.
tersebut dihentikan pengakuannya
atau terdapat penurunan nilai.
Pada saat aset keuangan When a financial asset is
dihentikan pengakuannya atau derecognized or impaired, the
mengalami penurunan nilai, cummulative gains or losses
keuntungan atau kerugian kumulatif previously recognized in equity are
yang sebelumnya diakui dalam recognized in statement of profit or
ekuitas harus diakui pada laporan loss.
laba rugi.
6) Reklasifikasi instrumen keuangan 6) Reclassification financial instruments
Bank mereklasifikasi aset keuangan jika The Bank reclassifies financial assets if
dan hanya jika, model bisnis untuk and only if, the business model for
pengelolaan aset keuangan berubah. managing financial assets changes.
Tidak terdapat reklasifikasi untuk There is no reclassification of financial
liabilitas keuangan. liabilities.
30
Page 415
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
d. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) d. Financial Assets and Liabilities (continued)
6) Reklasifikasi instrumen keuangan 6) Reclassification financial instruments
(lanjutan) (continued)
Reklasifikasi aset keuangan dari Reclassifications of financial assets from
klasifikasi biaya perolehan yang amortized cost classifications to fair value
diamortisasi ke klasifikasi nilai wajar through profit or loss are recorded at fair
melalui laba rugi dicatat sebesar nilai value. The difference between the
wajarnya. Selisih antara nilai tercatat recorded value and fair value is
dengan nilai wajar diakui sebagai recognized in profit or loss on the
keuntungan atau kerugian pada laba rugi statement of profit or loss and other
dalam laporan laba rugi dan pendapatan comprehensive income.
komprehensif lainnya.
Reklasifikasi aset keuangan dari Reclassifications of financial assets from
klasifikasi biaya perolehan yang amortized cost classifications to fair value
diamortisasi ke klasifikasi nilai wajar classifications through other
melalui penghasilan komprehensif lain comprehensive are recorded at their fair
dicatat sebesar nilai wajarnya. values.
Reklasifikasi aset keuangan dari Reclassification of financial assets from
klasifikasi nilai wajar melalui penghasilan fair value classification through other
komprehensif lain ke klasifikasi nilai comprehensive income to fair value
wajar melalui laba rugi dicatat pada nilai classification through profit or loss is
wajar. Keuntungan atau kerugian yang recorded at fair value. Unrealized gains or
belum direalisasi direklasifikasi ke laba losses are reclassified to profit or loss.
rugi.
Reklasifikasi aset keuangan dari Reclassification of financial assets from
klasifikasi nilai wajar melalui penghasilan fair value classifications through other
komprehensif lain ke klasifikasi biaya comprehensive income to the amortized
perolehan yang diamortisasi dicatat cost classification is recorded at carrying
pada nilai tercatat. Keuntungan atau value. Unrealized gains or losses are
kerugian yang belum direalisasi dihapus removed from equity and adjusted agains
dari ekuitas dan disesuaikan terhadap the fair value.
nilai wajar.
Reklasifikasi aset keuangan dari Reclassifications on financial assets from
klasifikasi nilai wajar melalui laba rugi ke fair value classification through profit or
klasifikasi nilai wajar melalui penghasilan loss to fair value classification through
komprehensif lain dicatat pada nilai other comprehensive income are
wajar. recorded at fair value.
Reklasifikasi aset keuangan dari Reclassification of financial assets from
klasifikasi nilai wajar melalui laba rugi ke fair value classification through profit or
klasifikasi biaya perolehan yang loss to amortized cost classification is
diamortisasi dicatat pada nilai wajar. recorded at fair value.
31
Page 416
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
d. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) d. Financial Assets and Liabilities (continued)
7) Saling Hapus 7) Offsetting
Aset dan liabilitas keuangan saling Financial assets and liabilities are offset
hapus dan nilai netonya dilaporkan pada and the net amount is reported in the
laporan posisi keuangan jika dan hanya statement of financial position if and only
jika, saat ini terdapat hak yang if, there is currently an enforceable legal
berkekuatan hukum untuk saling hapus rights to offset the recognized amounts
jumlah keduanya dan terdapat intensi and there is an intention to settle on a net
untuk diselesaikan secara neto atau basis or to realize the assets and settle the
untuk merealisasikan aset dan liabilities simultaneously.
menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan.
Hak yang berkekuatan hukum berarti: Enforceable right means:
a. Tidak terdapat kontinjensi di masa a. There are no contingencies in the
yang akan datang; dan future; and
b. Hak yang berkekuatan hukum pada b. Enforceable right to the following
kondisi-kondisi berikut ini: conditions:
- Kegiatan bisnis normal; - Deploying normal activities;
- Kondisi kegagalan usaha; dan - Conditions of business failures; and
- Kondisi gagal bayar atau - Conditions of default or bankruptcy.
bangkrut.
Pendapatan dan beban disajikan dalam Income and expenses are presented on a
jumlah bersih hanya jika diperkenankan net basis only when permitted by
oleh standar akuntansi. accounting standards.
8) Pengukuran biaya diamortisasi 8) Amortized cost measurement
Biaya perolehan diamortisasi dari aset The amortized cost of a financial assets or
atau liabilitas keuangan adalah jumlah liabilities are the amount at which the
aset atau liabilitas keuangan yang diukur financial assets or liabilities are measured
pada saat pengakuan awal dikurangi at initial recognition, minus principal
pembayaran pokok pinjaman, ditambah repayments, plus or minus the
atau dikurangi amortisasi kumulatif cummulative amortization using the
menggunakan metode suku bunga effective interest rate method of any
efektif yang dihitung dari selisih antara difference between the initial amount
nilai pengakuan awal dan nilai jatuh recognized and the maturity amount,
temponya dan dikurangi penurunan nilai. minus any reduction for impairment.
9) Nilai wajar 9) Fair value
Nilai wajar adalah harga yang akan Fair value is the price that would be
diterima untuk menjual suatu aset atau received to sell an asset or paid to transfer
harga yang akan dibayar untuk a liability in an orderly transaction between
mengalihkan suatu liabilitas dalam market participants at the measurement
transaksi teratur antara pelaku pasar date.
pada tanggal pengukuran.
32
Page 417
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
d. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) d. Financial Assets and Liabilities (continued)
9) Nilai wajar (lanjutan) 9) Fair value (continued)
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan The fair value measurement is based on
bahwa transaksi untuk menjual aset atau the presumption that the transaction to sell
mengalihkan liabilitas terjadi: the asset or transfer the liability takes
place either:
- Di pasar utama untuk aset dan - In the principal market for the asset or
liabilitas tersebut; atau liability; or
- Jika tidak terdapat pasar utama, di - In the absence of a principal market,
pasar yang paling menguntungkan in the most advantageous market for
untuk aset atau liabilitas tersebut. the asset or liability.
Nilai wajar suatu aset atau liabilitas The fair value of an asset or a liability is
diukur menggunakan asumsi yang akan measured using the assumptions that
digunakan pelaku pasar ketika market participants would use when
menentukan harga aset dan liabilitas pricing the asset or liability, assuming that
tersebut dengan asumsi bahwa pelaku market participants act in their economic
pasar bertindak dalam kepentingan best interest.
ekonomis terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset non- A fair value measurement of a non-
keuangan memperhitungkan financial asset takes into account a market
kemampuan pelaku pasar untuk participant's ability to generate economic
menghasilkan manfaat ekonomi dengan benefits by using the asset in its highest
menggunakan aset dalam penggunaan and best use or by selling it to another
tertinggi dan terbaiknya atau dengan market participant that would use the
menjualnya kepada pelaku pasar lain asset in its highest and best use.
yang akan menggunakan aset tersebut
dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya.
Bank menggunakan teknik penilaian The Bank uses valuation techniques that
yang sesuai dalam keadaan dan bila are appropriate in the circumstances and
data yang memadai tersedia untuk for which sufficient data are available to
mengukur nilai wajar, memaksimalkan measure fair value, maximizing the use of
penggunaan input yang dapat relevant observable inputs and minimizing
diobservasi yang relevan dan the use of unobservable inputs.
meminimalkan penggunaan input yang
tidak dapat diobservasi.
Semua aset dan liabilitas yang nilai All assets and liabilities for which fair value
wajarnya diukur atau diungkapkan is measured or disclosed in the financial
dalam laporan keuangan dapat statements are categorized within the fair
dikategorikan pada tingkat hierarki nilai value hierarchy, described as follows,
wajar, berdasarkan tingkatan input based on the lowest level input that is
terendah yang signifikan atas significant to the fair value measurement
pengukuran nilai wajar secara as a whole:
keseluruhan:
- Tingkat 1 - Level 1
Harga kuotasian (tidak disesuaikan) Quoted prices (unadjusted) in active
dalam pasar aktif untuk aset atau markets for identical assets or
liabilitas yang identik; liabilities;
33
Page 418
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
d. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) d. Financial Assets and Liabilities (continued)
9) Nilai wajar (lanjutan) 9) Fair value (continued)
Semua aset dan liabilitas yang nilai All assets and liabilities for which fair value
wajarnya diukur atau diungkapkan is measured or disclosed in the financial
dalam laporan keuangan dapat statements are categorized within the fair
dikategorikan pada tingkat hierarki nilai value hierarchy, described as follows,
wajar, berdasarkan tingkatan input based on the lowest level input that is
terendah yang signifikan atas significant to the fair value measurement
pengukuran nilai wajar secara as a whole: (continued)
keseluruhan: (lanjutan)
- Tingkat 2 - Level 2
Input selain harga kuotasian yang Inputs other than quoted prices
termasuk dalam Tingkat 1 yang dapat included within Level 1 that are
diobservasi untuk aset dan liabilitas observable for the asset or liability
baik secara langsung (misalnya, either directly (example, price) or
harga) atau secara tidak langsung; indirectly;
- Tingkat 3 - Level 3
Input untuk aset dan liabilitas yang Inputs for the asset and liability that are
bukan berdasarkan data pasar yang not based on observable market data
dapat diobservasi (input yang tidak (unobservable inputs).
dapat diobservasi).
Untuk aset dan liabilitas yang diakui For assets and liabilities that are
pada laporan keuangan secara recognized in the financial statements on
berulang, Bank menentukan apakah a recurring basis, the Bank determines
terjadi transfer antar tingkat di dalam whether transfers have occurred between
hierarki dengan cara mengevaluasi levels in the hierarchy by re-assessing
kategori (berdasarkan input tingkat categorization (based on the lowest level
terendah yang signifikan dalam input that is significant to the fair value
pengukuran nilai wajar) setiap akhir measurement as a whole) at the end of
periode pelaporan. each reporting period.
Investasi pada sukuk Investment in sukuk
Efek-efek dan obligasi pemerintah syariah, Sharia securities and government bonds,
kecuali reksadana diklasifikasikan except for reksadana are classified based on
berdasarkan model usaha yang ditentukan business model determined by the Bank at the
oleh Bank pada saat pembelian surat date of purchase in accordance with SFAS 410
berharga tersebut didasarkan atas klasifikasi on "Accounting for Sukuk” as follows:
yang sesuai dengan PSAK 410 tentang
“Akuntansi Sukuk” sebagai berikut:
a. Surat berharga diukur pada biaya a. At cost securities are stated at cost
perolehan disajikan sebesar biaya (including transaction costs) adjusted by
perolehan (termasuk biaya transaksi) unamortised premium and/or discount.
yang disesuaikan dengan premi dan/atau Premium and discount are amortized over
diskonto yang belum diamortisasi. Premi the period until maturity.
dan diskonto diamortisasi selama
periode hingga jatuh tempo.
34
Page 419
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
d. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) d. Financial Assets and Liabilities (continued)
Investasi pada sukuk (lanjutan) Investment in sukuk (continued)
Efek-efek dan obligasi pemerintah syariah, Sharia securities and government bonds,
kecuali reksadana diklasifikasikan except for reksadana are classified based on
berdasarkan model usaha yang ditentukan business model determined by the Bank at the
oleh Bank pada saat pembelian surat date of purchase in accordance with SFAS 410
berharga tersebut didasarkan atas klasifikasi on "Accounting for Sukuk” as follows:
yang sesuai dengan PSAK 410 tentang (continued)
“Akuntansi Sukuk” sebagai berikut: (lanjutan)
b. Surat berharga diukur pada nilai wajar b. At fair value securities are stated at fair
melalui laba rugi yang dinyatakan value through profit or loss. Unrealized
sebesar nilai wajar. Keuntungan atau gains or losses from the increase or
kerugian yang belum direalisasi akibat decrease in fair values are presented in
kenaikan atau penurunan nilai wajarnya current year profit or loss.
disajikan dalam laporan laba rugi tahun
yang bersangkutan.
c. Surat berharga yang diukur pada nilai c. At fair value through other comprehensive
wajar melalui penghasilan komprehensif income securities are measured at fair
lainnya. Surat berharga disajikan value. Unrealized gains or losses from the
sebesar nilai wajar. Keuntungan atau increase or decrease in fair value are
kerugian yang belum direalisasi akibat presented in other comprehensive income.
kenaikan atau penurunan nilai wajarnya Premium and discount are amortized over
disajikan dalam penghasilan the period until maturity.
komprehensif lain. Premi dan diskonto
diamortisasi selama periode hingga
jatuh tempo.
e. Giro pada Bank Indonesia dan bank lain e. Current accounts with Bank Indonesia and
other banks
Giro pada bank lain diklasifikasikan sebagai Current accounts with other banks are
biaya perolehan yang diamortisasi. Giro pada classified as amortized cost. Current accounts
bank lain dinyatakan sebesar biaya with other banks are stated at amortized cost
perolehan diamortisasi menggunakan using the effective interest rate (EIR) method
metode suku bunga efektif dikurangi less allowance for impairment losses as
cadangan kerugian penurunan nilai disclosed in Note 2l.
sebagaimana diungkapkan dalam
Catatan 2l.
Giro pada Bank Indonesia diklasifikasikan Current accounts with Bank Indonesia is
sebagai biaya perolehan yang diamortisasi. classified as amortized cost. Current account
Giro pada Bank Indonesia dinyatakan with Bank Indonesia is stated in outstanding
sebesar saldo penempatan. balances.
35
Page 420
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
f. Penempatan pada Bank Indonesia dan f. Placements with Bank Indonesia and other
bank lain banks
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank Placements with Bank Indonesia and other
lain merupakan penempatan dana dalam banks consist of Term Deposits of Bank
bentuk Term Deposit Bank Indonesia, Indonesia, Deposit Facilities of Bank Indonesia,
Fasilitas Simpanan Bank Indonesia, dan call and call money.
money.
Penempatan pada bank lain diklasifikasikan Placements with other banks are classified as
sebagai biaya perolehan yang diamortisasi. amortized cost. Placements with other banks
Penempatan pada bank lain dinyatakan are stated at amortized cost using the
sebesar biaya perolehan diamortisasi effective interest rate method less allowance
menggunakan metode suku bunga efektif for impairment losses as disclosed in Note 2l.
dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai
sebagaimana diungkapkan dalam
Catatan 2l.
Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia is classified
diklasifikasikan sebagai biaya perolehan as amortized cost. Placement with Bank
yang diamortisasi. Penempatan pada Bank Indonesia is stated in outstanding balances.
Indonesia dinyatakan sebesar saldo
penempatan.
g. Efek-efek yang diperdagangkan g. Trading securities
Efek-efek yang diperdagangkan terdiri dari Trading securities comprise of Government
Obligasi Pemerintah, Obligasi Korporasi, Bonds, Corporate Bonds, Sukuk and Bank
Sukuk dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia Indonesia Rupiah Securities that are classified
yang dikategorikan sebagai dimiliki untuk as held for trading and are recorded at fair
diperdagangkan dan dicatat di laporan posisi value in the statement of financial position.
keuangan sebesar nilai wajar.
Keuntungan atau kerugian yang belum Unrealized gains or losses resulting from the
direalisasi akibat kenaikan atau penurunan increase or decrease in fair value are
nilai wajar disajikan dalam laporan laba rugi recognized in the current year statement of
dan penghasilan komprehensif lain tahun profit or loss and other comprehensive income.
berjalan. Pendapatan bunga dari efek utang The interest income from debt securities is
dicatat dalam laporan laba rugi dan recorded in the statement of profit or loss and
penghasilan komprehensif lain sesuai other comprehensive income according to the
dengan persyaratan dalam kontrak. Pada terms of the contract. At the time of sale of
saat penjualan portofolio efek yang trading securities portfolio, the difference
diperdagangkan, selisih antara harga jual between the selling price and the purchase
dengan harga perolehan diakui sebagai price is recognized as a gain or loss in the year
keuntungan atau kerugian penjualan pada when the securities are sold.
tahun ketika efek tersebut dijual.
36
Page 421
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
h. Investasi keuangan h. Financial investments
Investasi keuangan terdiri dari Obligasi Financial investments comprise of Government
Pemerintah, Sukuk, Negotiable Certificate of Bonds, Sukuk, Negotiable Certificate of
Deposit, Obligasi Korporasi, Sekuritas Deposit, Corporate Bonds, Bank Indonesia
Rupiah dan Valas Indonesia dan Wesel Rupiah and Foreign Currencies securities and
Ekspor Berjangka. Export Bills.
Obligasi Pemerintah, Sukuk, Negotiable Government Bonds, Sukuk, Negotiable
Certificate of Deposit, Sekuritas Rupiah dan Certificate of Deposit, Bank Indonesia rupiah
Valas Indonesia dan Obligasi Korporasi and valas securities and Corporate Bonds are
diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui classified as fair value through other
penghasilan komprehensif lain. comprehensive income.
Obligasi Pemerintah dan Wesel Ekspor Government Bonds and Export Bills are
Berjangka diklasifikasikan sebagai biaya classified as amortized cost.
perolehan yang diamortisasi.
Investasi keuangan diklasifikasikan sebagai Financial investments are classified as follows:
berikut:
Investasi keuangan yang diukur pada nilai Financial investments measured at fair value
wajar melalui penghasilan komprehensif lain through other comprehensive income
Investasi keuangan yang diukur pada nilai Financial investments measured at fair value
wajar melalui penghasilan komprehensif lain through other comprehensive income is
diakui dan diukur sebesar nilai wajar dengan recognized and measured at fair value by
memperhitungkan pendapatan dan/atau calculating income and/or expenses directly
beban yang dapat diatribusikan langsung attributable to the purchase of securities. After
pada pembelian efek-efek. Setelah initial recognition, gains and losses from
pengakuan awal, keuntungan dan kerugian changes in fair value of securities, net of tax,
yang belum direalisasikan dari kenaikan atau are recognized directly to equity.
penurunan nilai wajar, setelah pajak, diakui
dan disajikan sebagai komponen ekuitas.
Ketika investasi tersebut dihapus, When the investment is disposed the
keuntungan atau kerugian kumulatif setelah cumulative gain or loss, net of tax, previously
pajak, yang sebelumnya diakui di recognized in other comprehensive income is
penghasilan komprehensif lainnya, diakui recognized in the statement of profit or loss and
dalam laporan laba rugi dan penghasilan other comprehensive income. The losses
komprehensif lain. Kerugian yang timbul dari arising from impairment of such investments
penurunan nilai pada investasi tersebut are recognized in the statement of profit or loss
diakui dalam laporan laba rugi dan and other comprehensive income and removed
penghasilan komprehensif lain dan from other comprehensive income.
dikeluarkan dari penghasilan komprehensif
lainnya.
Premi dan/atau diskonto diamortisasi Premium and/or discount is amortized and
sebagai pendapatan bunga dengan reported as interest income using the EIR.
menggunakan suku bunga efektif.
37
Page 422
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
h. Investasi keuangan (lanjutan) h. Financial investments (continued)
Investasi keuangan diklasifikasikan sebagai Financial investments are classified as follows:
berikut: (lanjutan) (continued)
Investasi keuangan yang diklasifikasikan Financial investments classified as amortized
sebagai biaya perolehan yang diamortisasi cost
Investasi keuangan yang diklasifikasikan Financial investments classified as amortized
sebagai biaya perolehan yang diamortisasi cost is recognized and measured at fair value
diakui dan diukur sebesar nilai wajar dengan by calculating income and/or expenses directly
memperhitungkan pendapatan dan/atau attributable to the purchase of securities. After
beban yang dapat diatribusikan langsung initial recognition, securities are measured at
pada pembelian efek-efek. Setelah amortized acquisition cost using EIR.
pengakuan awal, efek-efek diukur pada biaya
perolehan diamortisasi menggunakan suku
bunga efektif.
i. Instrumen keuangan derivatif i. Derivative financial instruments
Seluruh instrumen derivatif dicatat dalam All derivative instruments are recognized in
laporan posisi keuangan berdasarkan nilai statement of financial position at fair value. The
wajarnya. Nilai wajar tersebut ditentukan fair value is based on the market rate, Reuters
berdasarkan harga pasar, kurs Reuters pada exchange rate at statement of financial position
tanggal pelaporan laporan posisi keuangan, date, discounted cash flows and price valuation
diskonto arus kas, model penentu harga atau or broker quoted price on other instruments
harga yang diberikan oleh broker (quoted with similar characteristics or price model.
price) atas instrumen lain yang memiliki
karakteristik atau model penentuan harga
serupa.
Keuntungan atau kerugian dari kontrak Gain or loss on a derivative contract not
derivatif yang tidak ditujukan untuk lindung designated as a hedging instrument (or does
nilai (atau tidak memenuhi kriteria untuk not qualify as a hedging instrument) is
dapat diklasifikasikan sebagai lindung nilai) recognized in the current year statement of
diakui pada laporan laba rugi dan profit or loss and comprehensive income.
penghasilan komprehensif lain tahun
berjalan.
Instrumen derivatif melekat dipisahkan dari Embedded derivative instruments are
kontrak utama non-derivatif dan diperlakukan separated from their host non-derivative
sebagai instrumen derivatif jika seluruh contract and accounted for as a derivative
kriteria berikut terpenuhi: instrument if all of the following criteria are met:
1. Risiko dan karakteristik ekonomi dari 1. The risks and economic characteristics of
derivatif melekat tidak secara erat the embedded derivative are not closely
berhubungan dengan karakteristik dan related to those of the host contract;
risiko kontrak utama;
38
Page 423
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
i. Instrumen keuangan derivatif (lanjutan) i. Derivative financial instruments (continued)
Instrumen derivatif melekat dipisahkan dari Embedded derivative instruments are
kontrak utama non-derivatif dan diperlakukan separated from their host non-derivative
sebagai instrumen derivatif jika seluruh contract and accounted for as a derivative
kriteria berikut terpenuhi: (lanjutan) instrument if all of the following criteria are met:
(continued)
2. Instrumen terpisah dengan kondisi yang 2. A separate instrument with the same terms
sama dengan instrumen derivatif as the embedded derivative would meet the
melekat memenuhi definisi dari derivatif; definition of a derivative; and
dan
3. Instrumen hibrid (kombinasi) tidak diukur 3. The hybrid (combined) instrument is not
pada harga wajar dengan perubahan measured at fair value with changes in fair
nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi value recognized in statement of profit or
dan penghasilan komprehensif lain loss and other comprehensive income (i.e.,
(yaitu derivatif melekat dalam aset a derivative that is embedded in a financial
keuangan atau liabilitas keuangan yang asset or financial liability at fair value
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi through profit or loss is not separated).
tidak dipisahkan).
j. Kredit yang diberikan j. Loans
Kredit yang diberikan diklasifikasikan Loans are classified as amortized cost.
sebagai biaya perolehan yang diamortisasi.
Kredit yang diberikan diklasifikasikan Loans are classified as amortized cost. Loans
sebagai biaya perolehan yang diamortisasi. are measured at amortized cost using the EIR
Kredit yang diberikan diukur pada biaya less allowance for impairment losses. The
perolehan diamortisasi menggunakan suku amortized cost of loan is the amount at which
bunga efektif dikurangi cadangan kerugian the loan is measured at initial recognition minus
penurunan nilai. Biaya perolehan principal repayments, plus or minus the
diamortisasi dihitung dengan cumulative amortization using EIR method of
memperhitungkan nilai kredit pada saat any difference between that initial amount and
pengakuan awal dikurangi pembayaran the maturity amount, and minus any reduction
pokok, ditambah atau dikurangi dengan for impairment or uncollectability. The
amortisasi kumulatif menggunakan metode amortization is recognized in the statement of
suku bunga efektif yang dihitung dari selisih profit or loss and other comprehensive income.
antara nilai awal dan nilai jatuh temponya,
dikurangi penurunan untuk penurunan nilai
atau nilai yang tidak dapat ditagih. Amortisasi
tersebut diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
39
Page 424
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
j. Kredit yang diberikan (lanjutan) j. Loans (continued)
Restrukturisasi kredit Loan restructuring
Kerugian yang timbul dari restrukturisasi Losses on loan restructuring in respect of
kredit yang berkaitan dengan modifikasi modification of the terms of the loans are
persyaratan kredit hanya diakui bila nilai recognized only if the cash value of total future
tunai penerimaan kas masa depan yang cash receipts specified in the new terms of the
telah ditentukan dalam persyaratan kredit loans, including both receipts designated as
yang baru, termasuk penerimaan yang interest and those designated as loan principal
diperuntukkan sebagai bunga maupun pokok are less than the recorded amounts of loans
adalah lebih kecil dari nilai kredit yang before restructuring.
diberikan yang tercatat sebelum
restrukturisasi.
Untuk restrukturisasi kredit bermasalah For loan restructuring which involves a
dengan cara konversi kredit yang diberikan conversion of loans into equity or other financial
menjadi saham atau instrumen keuangan instruments, a loss on loan restructuring is
lainnya, kerugian dari restrukturisasi kredit recognized only if the fair value of the equity or
diakui hanya apabila nilai wajar penyertaan other financial instruments received, reduced
saham atau instrumen keuangan yang by estimated costs to sell the equity or other
diterima dikurangi estimasi biaya untuk financial instruments is less than the carrying
menjualnya adalah kurang dari nilai tercatat value of loan.
kredit yang diberikan.
Saat ini hanya terdapat restrukturisasi kredit Currently, there is only loan restructuring using
dengan menggunakan metode perpanjangan extension of terms of loans and decrease of
jangka waktu kredit dan penurunan suku loan interest method.
bunga kredit.
k. Tagihan dan liabilitas akseptasi k. Acceptance receivables and payables
Tagihan akseptasi diklasifikasikan sebagai Acceptance receivables are classified as
biaya perolehan yang diamortisasi. amortized cost.
Tagihan akseptasi diukur pada biaya Acceptance receivables are measured at
perolehan diamortisasi menggunakan amortized cost using the EIR method, less
metode suku bunga efektif, dikurangi dengan allowance for impairment losses. Acceptance
cadangan kerugian penurunan nilai. Liabilitas liabilities are measured at amortized cost by
akseptasi diukur pada biaya perolehan using the EIR method.
diamortisasi menggunakan metode suku
bunga efektif.
Cadangan kerugian penurunan nilai The allowance for impairment losses is
dilakukan bila terdapat bukti yang obyektif assessed if there is an objective evidence of
mengenai penurunan nilai dengan impairment by using the impairment
menggunakan metodologi penurunan nilai methodology as disclosed in Note 2l.
sebagaimana diungkapkan dalam
Catatan 2l.
40
Page 425
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
l. Penurunan nilai aset keuangan l. Impairment of financial assets
Bank mengakui penyisihan kerugian kredit The Bank recognizes the allowance for
ekskpektasian pada instrumen keuangan expected credit losses on financial instruments
yang tidak diukur pada nilai wajar melalui that are not measured at fair value through
laba rugi. profit or loss.
Tidak ada penyisihan kerugian kredit There is no allowance for expected credit
ekskpektasian pada investasi instrumen losses on investment in equity instruments.
ekuitas.
Bank mengukur cadangan kerugian sejumlah The Bank measures the allowance for losses
kerugian kredit ekspektasian sepanjang for the lifetime of an expected credit losses,
umurnya, kecuali untuk hal berikut diukur except for the following which are measured
sejumlah kerugian kredit ekspektasian according to 12 months expected credit losses:
12 bulan:
- Instrumen utang yang memiliki risiko kredit - Debt instruments that have low credit risk at
rendah pada tanggal pelaporan; dan the reporting date; and
- Instrumen keuangan lainnya yang risiko - Other financial instruments for which credit
kreditnya tidak meningkat secara risk has not increased significantly since
signifikan sejak pengakuan awal. initial recognition.
Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan The 12-month expected credit loss is part of
adalah bagian dari kerugian kredit the expected credit loss throughout its lifetime
ekspektasian sepanjang umurnya yang that represents an expected credit loss arising
merepresentasikan kerugian kredit from a default on financial instruments that
ekspektasian yang timbul dari peristiwa gagal might occur in 12 months after reporting date.
bayar instrumen keuangan yang mungkin
terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal
pelaporan.
Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian Measurement of Expected Credit Losses
Kerugian Kredit Ekspektasian adalah Expected Credit Losses are the estimate of the
estimasi probabilitas tertimbang dari weighted probability of a credit loss measured
kerugian kredit yang diukur sebagai berikut: as follows:
- Aset keuangan yang tidak memburuk - Financial assets that do not deteriorate at
pada tanggal pelaporan, kerugian kredit the reporting date, the expected credit loss
ekspektasian diukur sebesar selisih is measured at the difference between the
antara nilai kini dari seluruh kekurangan present value of all cash shortages i.e., the
kas yaitu selisih antara arus kas yang difference between the cash flows owed to
terutang kepada Bank sesuai dengan the Bank in accordance with the contract
kontrak dan arus kas yang diperkirakan and the cash flows expected to be received
akan diterima oleh Bank; by the Bank;
- Aset keuangan yang memburuk pada - Financial assets that deteriorate at the
tanggal pelaporan, kerugian kredit reporting date, the expected credit loss is
ekspektasian diukur sebesar selisih measured at the difference between the
antara jumlah tercatat bruto dan nilai kini gross carrying amount and the present
arus kas masa depan yang diestimasi; value of estimated future cash flows;
41
Page 426
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
l. Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) l. Impairment of financial assets (continued)
Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian Measurement of Expected Credit Losses
(lanjutan) (continued)
Kerugian Kredit Ekspektasian adalah Expected Credit Losses are the estimate of the
estimasi probabilitas tertimbang dari weighted probability of a credit loss measured
kerugian kredit yang diukur sebagai berikut: as follows:
- Komitmen pinjaman yang belum ditarik, - For undisbursed loan commitments,
kerugian kredit ekspektasian diukur expected credit losses are measured at the
sebesar selisih antara nilai kini jumlah difference between the present value of the
arus kas jika komitmen ditarik dan arus amount of cash flow if the commitments is
kas yang diperkirakan akan diterima oleh withdrawn and the cash flow expected to be
Bank; received by the Bank;
- Kontrak jaminan keuangan, kerugian - For financial guarantee contracts, expected
kredit ekspektasian diukur sebesar selisih credit losses are measured at the difference
antara pembayaran yang diperkirakan between the estimated payments to replace
untuk mengganti pemegang atas the holder for the credit losses incurred less
kerugian kredit yang terjadi dikurangi the amount estimated to be recoverable.
jumlah yang diperkirakan dapat
dipulihkan.
Aset keuangan yang direstrukturisasi Restructured financial assets
Jika ketentuan aset keuangan If the terms of the financial assets are
dinegosiasikan ulang atau dimodifikasi atau renegotiated or modified or the existing
aset keuangan yang ada diganti dengan financial assets are replaced with new ones
yang baru karena kesulitan keuangan due to the borrower’s financial difficulties, an
peminjam, maka dilakukan penilaian apakah assessment is made whether recognition of
aset keuangan yang ada harus dihentikan existing financial assets must be derecognized
pengakuannya dan kerugian kredit and expected credit losses measured as
ekspektasian diukur sebagai berikut: follows:
- Jika restrukturisasi tidak mengakibatkan - If the restructuring does not result in the
penghentian pengakuan aset yang ada, termination of recognition of existing
maka arus kas yang diperkirakan yang assets, then the estimated cash flows
timbul dari aset keuangan yang arising from the modified financial assets
dimodifikasi dimasukkan dalam are included in the calculation of cash
perhitungan kekurangan kas dari aset shortages of existing assets.
yang ada.
- Jika restrukturisasi akan menghasilkan - If the restructuring will result in a
penghentian pengakuan aset yang ada, derecognition of the existing assets, the fair
maka nilai wajar aset baru diperlakukan value of the new asset is treated as the final
sebagai arus kas akhir dari aset cash flow of the existing financial assets at
keuangan yang ada pada saat the time of derecognition. This amount is
penghentian pengakuannya. Jumlah ini included in the calculation of cash
dimasukkan dalam perhitungan shortages from existing financial assets
kekurangan kas dari aset keuangan yang which are discounted from the date of
ada yang didiskontokan dari tanggal derecognition to the reporting date using
penghentian pengakuan ke tanggal the initial effective interest rate of the
pelaporan menggunakan suku bunga existing financial assets.
efektif awal dari aset keuangan yang
ada.
42
Page 427
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
l. Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) l. Impairment of financial assets (continued)
Aset keuangan yang memburuk Credit impaired financial assets
Pada setiap tanggal pelaporan, Bank menilai At each reporting date, the Bank assesses
apakah aset keuangan yang dicatat pada whether the financial assets recorded at
biaya perolehan diamortisasi dan aset amortized cost and the financial assets of debt
keuangan instrumen utang yang dicatat pada instruments which are recorded at fair value
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif through other comprehensive income are
lain mengalami penurunan nilai kredit credit-impaired (worsening). Financial assets
(memburuk). Aset keuangan memburuk deteriorate when one or more events that have
ketika satu atau lebih peristiwa yang memiliki an adverse effect on the estimated future cash
dampak yang merugikan terhadap estimasi flows of the financial assets have occurred.
arus kas masa depan dari aset keuangan
telah terjadi.
Bukti bahwa aset keuangan mengalami Evidence that financial assets become credit
penurunan nilai kredit (memburuk) termasuk impaired (worsening) including observable
data yang dapat diobservasi mengenai data regarding the following events:
peristiwa berikut ini:
- Kesulitan keuangan signifikan yang - Significant financial difficulties experienced
dialami penerbit atau pihak peminjam; by the issuer or the borrower;
- Pelanggaran kontrak, seperti peristiwa - Breach of contract, such as a default or
gagal bayar atau peristiwa tunggakan; arrears;
- Pihak pemberi pinjaman, untuk alasan - The lender, for economic or contractual
ekonomis atau kontraktual sehubungan reasons in relation to the financial difficulties
dengan kesulitan keuangan yang dialami experienced by the borrower, the lender has
pihak peminjam, pihak pemberi pinjaman given concession which is not possible if the
telah memberikan konsesi yang tidak borrower does not experience such
mungkin diberikan jika pihak peminjam difficulties;
tidak mengalami kesulitan tersebut;
- Terjadi kemungkinan bahwa pihak - It is probable that the borrower will enter
peminjam akan dinyatakan pailit atau bankruptcy or the other financial
melakukan reorganisasi keuangan reorganization;
lainnya;
- Hilangnya pasar aktif dari aset keuangan - Loss of an active market for financial assets
akibat kesulitan keuangan; atau due to financial difficulties; or
- Pembelian atau penerbitan aset keuangan - Purchase or issuance of financial asset at
dengan diskon sangat besar yang significant discount which reflects the credit
mencerminkan kerugian kredit yang loss that occurs.
terjadi.
43
Page 428
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
l. Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) l. Impairment of financial assets (continued)
Aset keuangan yang memburuk (lanjutan) Credit-impaired financial assets (continued)
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian Allowance for expected credit losses is
disajikan dalam laporan posisi keuangan presented in the statement of financial
sebagai berikut: positions as follows:
- Aset keuangan yang diukur pada biaya - Financial assets measured at amortized
perolehan diamortisasi, penyisihan cost, allowance for expected credit losses is
kerugian kredit ekspektasian disajikan presented as a deduction from the gross
sebagai pengurang dari jumlah tercatat carrying amount of the asset;
bruto aset;
- Komitmen pinjaman dan kontrak jaminan - Loan commitments and financial guarantee
keuangan, penyisihan kerugian kredit contracts, allowance for expected credit
ekspektasian disajikan sebagai provisi; losses is presented as a provision;
- Instrumen utang yang diukur pada nilai - Debt instruments measured at fair value
wajar melalui penghasilan komprehensif through other comprehensive income,
lain, penyisihan kerugian kredit allowance for expected credit losses is not
ekspektasian tidak diakui dalam laporan recognized in the statement of financial
posisi keuangan karena jumlah tercatat position because the carrying amounts of
dari aset-aset ini adalah nilai wajarnya. these assets are at their fair values.
Namun demikian, penyisihan kerugian However, allowance for expected credit
kredit ekspektasian diungkapkan dan losses is disclosed and recognized in other
diakui dalam penghasilan komprehensif comprehensive income.
lain.
Perhitungan penurunan nilai secara Individual impairment calculation
individual
Bank menetapkan pinjaman yang diberikan The Bank determines that impairment of loans
harus dievaluasi penurunan nilainya secara shall be evaluated individually, if one of the
individual, jika memenuhi salah satu kriteria following criteria is met:
di bawah ini:
- Pinjaman yang diberikan secara individual - Loans which individually have significant
memiliki nilai signifikan; atau value; or
- Pinjaman diberikan yang direstrukturisasi - Restructured loans which individually have
secara individual memiliki nilai signifikan. significant value.
44
Page 429
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
l. Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) l. Impairment of financial assets (continued)
Perhitungan penurunan nilai secara Collective impairment calculation
kolektif
Bank menetapkan pinjaman yang diberikan The Bank determines that impairment of loans
harus dievaluasi penurunan nilainya secara shall be evaluated collectively, if one of the
kolektif, jika memenuhi salah satu kriteria di following criteria is met:
bawah ini:
- Pinjaman yang diberikan secara individual - Loans which individually have insignificant
memiliki nilai tidak signifikan; atau value; or
- Pinjaman diberikan yang direstrukturisasi - Restructured loans which individually have
secara individual memiliki nilai tidak insignificant value.
signifikan.
Penerimaan kembali atas aset keuangan Recoveries of written-off financial assets
yang telah dihapusbukukan
Ketika pinjaman yang diberikan tidak When a loan is uncollectible, it is written-off
tertagih, pinjaman yang diberikan tersebut against the related allowance for impairment
dihapusbukukan dengan menjurnal balik loss. Such loans are written-off after all the
cadangan kerugian penurunan nilai. necessary procedures have been completed
Pinjaman yang diberikan tersebut dapat and the amount of the loss has been
dihapusbukukan setelah semua prosedur determined.
yang diperlukan telah dilakukan dan jumlah
kerugian telah ditentukan.
Penerimaan kembali atas aset keuangan The recoveries of written-off financial assets in
yang telah dihapusbukukan pada tahun the current year and previous years are
berjalan dan pada tahun sebelumnya dicatat recorded as operational income other than
sebagai pendapatan operasional selain interest income.
pendapatan bunga.
m. Penurunan nilai aset non-keuangan m. Impairment of non-financial assets
Pada setiap tanggal pelaporan, Bank At each reporting date, the Bank assesses
melakukan penilaian apakah terdapat whether there is any indication that its non-
indikasi bahwa aset non-keuangan mungkin financial assets may be impaired in accordance
mengalami penurunan nilai sesuai dengan with SFAS 236 regarding “Impairment of Asset
PSAK 236 tentang “Penurunan Nilai Aset”. Value”. When an indicator of impairment exists
Ketika suatu indikator penurunan nilai terjadi or when an annual impairment testing for an
atau ketika pengujian penurunan nilai asset is required, the Bank makes a formal
tahunan untuk aset diperlukan, maka Bank estimation of the recoverable amount.
membuat estimasi resmi atas jumlah yang
terpulihkan.
45
Page 430
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
m. Penurunan nilai aset non-keuangan m. Impairment of non-financial assets
(lanjutan) (continued)
Nilai yang dapat dipulihkan adalah nominal Recoverable amount is the higher of an asset’s
yang lebih tinggi antara dari nilai wajar aset (or cash-generating unit) fair value less costs to
(atau unit penghasil kas) dikurangi besarnya sell and its value in use and is determined for
biaya untuk menjual dengan nilai pakai yang an individual asset, unless the asset does not
ditentukan untuk aset individu, kecuali jika generate cash inflows that are largely
aset tersebut tidak menghasilkan sebagian independent of those from other assets or
besar arus kas masuk dibandingkan groups of assets, in which case the recoverable
sejumlah aset lain atau kelompok aset, maka amount is assessed as part of the cash
nilai terpulihkan dinilai sebagai bagian dari generating unit to which it belongs. When the
unit penghasil kas. Apabila nilai tercatat carrying amount of an asset (or cash-
suatu aset (atau unit penghasil kas) lebih generating unit) exceeds its recoverable
besar daripada nilai terpulihkannya, maka amount, then the asset (or cash-generating
aset (atau unit penghasil kas) tersebut unit) is considered impaired and is written down
dianggap mengalami penurunan nilai dan to its recoverable amount. For assessing value
dicatat sebesar nilai terpulihkannya. Dalam in use, the estimated future cash flows are
menilai nilai pakai, estimasi arus kas masa discounted to their present value using a pre-
depan didiskontokan ke nilai kini tax discount rate that reflects current market
menggunakan tingkat suku bunga diskonto assessments of the time value of money and
sebelum pajak yang mencerminkan penilaian the risks specific to the asset (or cash-
pasar terkini mengenai nilai waktu dari uang generating unit).
dan risiko khusus terkait aset (atau unit
penghasil kas) tersebut.
Kerugian penurunan nilai akan dibebankan An impairment loss is charged to operations on
pada periode yang bersangkutan, kecuali the period in which it arises, unless the asset is
apabila aset tersebut telah dicatat sebesar carried at a revalued amount, in which case the
jumlah yang direvaluasi, maka kerugian impairment loss is charged to the revaluation
penurunan nilai tersebut akan dibebankan increment of the said asset.
pada selisih penilaian kembali aset tersebut.
Bank melakukan evaluasi pada setiap The Bank assesses at each reporting date as
tanggal pelaporan apakah terdapat indikasi to whether there is any indication that
bahwa pengakuan kerugian penurunan nilai previously recognized impairment losses may
sebelumnya mungkin tidak lagi ada atau no longer exist or may have decreased. If such
telah menurun. Bila terdapat indikasi indications exist, then the recoverable amounts
tersebut, maka nilai terpulihkan akan shall be estimated. A previously recognized
diestimasi. Kerugian penurunan nilai yang impairment loss is reversed only if there has
sebelumnya telah diakui akan dibalik hanya been a change in the estimates used to
jika telah terjadi perubahan dalam estimasi determine the asset’s recoverable amount
yang digunakan untuk menentukan nilai since the last impairment loss was recognized.
terpulihkan aset sejak kerugian penurunan If that is the case, the carrying amount of the
nilai terakhir diakui. Jika demikian, nilai asset will be increased to its recoverable
tercatat aset akan ditingkatkan sebesar nilai amount.
terpulihkannya.
46
Page 431
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
m. Penurunan nilai aset non-keuangan m. Impairment of non-financial assets
(lanjutan) (continued)
Peningkatan nilai aset tersebut tidak dapat The increased amount cannot exceed the
melebihi nilai tercatat yang seharusnya carrying amount that would have been
diakui, setelah dikurangi penyusutan jika determined, net of depreciation, assuming that
diasumsikan tidak terdapat penurunan nilai there has no impairment loss been recognized
pada tahun sebelumnya. Pembalikan for the asset in prior years. Such reversal is
tersebut diakui di dalam laporan laba rugi dan recognized in the statement of profit or loss and
penghasilan komprehensif lain, kecuali jika other comprehensive income, unless the asset
aset tersebut dicatat pada nilai revaluasi, is carried at a revalued amount, in which case
yang pembalikannya akan diakui sebagai the reversal is treated as a revaluation
peningkatan revaluasi. increase.
Setelah pembalikan tersebut dicatat, beban After such reversal is recorded, the
penyusutan akan disesuaikan ke tahun- depreciation expense shall be adjusted in
tahun mendatang untuk mengalokasikan nilai future years to allocate the asset’s revised
tercatat aset yang telah direvaluasi, setelah carrying amount, minus any residual value on a
dikurangi nilai sisa yang diperhitungkan systematic basis over its remaining life.
secara sistematis sepanjang masa manfaat
aset tersebut.
n. Efek-efek yang dibeli/dijual dengan janji n. Securities purchased/sold under
dijual/dibeli kembali agreements to resell/repurchase
Efek-efek yang dibeli dengan janji untuk Securities purchased under agreements to
dijual kembali pada kelompok biaya resell at amortized cost are measured at
perolehan diamortisasi, diukur pada biaya amortized cost by using the effective interest
perolehan diamortisasi dengan rate method.
menggunakan metode suku bunga efektif.
Efek-efek yang dibeli dengan janji untuk Securities purchased under agreements to
dijual kembali diukur pada nilai wajar melalui resell are measured at fair value through profit
laba rugi dicatat di laporan posisi keuangan or loss are recorded at fair value in the
sebesar nilai wajar. statement of financial position.
Efek-efek yang dibeli dengan janji untuk Securities purchased under agreements to
dijual kembali disajikan sebagai aset dalam resell are presented as asset in the statement
laporan posisi keuangan sebesar harga of financial position, at the resale price net of
penjualan kembali dikurangi dengan unamortized interest income and allowance for
pendapatan bunga yang belum diamortisasi impairment losses. The difference between the
dan cadangan kerugian penurunan nilai. purchase price and the resale price is treated
Selisih antara harga beli dan harga jual as unearned interest income, and recognized
kembali diperlakukan sebagai pendapatan as income over the period starting from when
bunga yang ditangguhkan dan diakui sebagai those securities are purchased until they are
pendapatan selama periode sejak efek-efek sold by using effective interest rate method.
tersebut dibeli hingga dijual menggunakan
suku bunga efektif.
47
Page 432
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
n. Efek-efek yang dibeli/dijual dengan janji n. Securities purchased/sold under
dijual/dibeli kembali (lanjutan) agreements to resell/repurchase (continued)
Efek-efek yang dijual dengan janji untuk Securities sold under agreements to
dibeli kembali disajikan sebagai liabilitas repurchase are presented as liabilities in the
dalam laporan posisi keuangan sebesar statement of financial position at the
harga pembelian kembali, dikurangi dengan repurchase price, net of unamortized prepaid
bunga dibayar di muka yang belum interest. The difference between the selling
diamortisasi. Selisih antara harga jual dan price and the repurchase price is treated as
harga beli kembali diperlakukan sebagai prepaid interest and recognized as interest
bunga dibayar di muka dan diakui sebagai expense over the period starting from when
beban bunga selama jangka waktu sejak those securities are sold until they are
efek-efek tersebut dijual hingga dibeli repurchased by using effective interest rate
kembali menggunakan metode suku bunga method.
efektif.
Efek-efek yang dijual dengan janji untuk Securities sold under agreements to
dibeli kembali diukur pada nilai wajar melalui repurchase are measured at fair value through
laba rugi dicatat di laporan posisi keuangan profit or loss are recorded at fair value in the
sebesar nilai wajar. statement of financial position.
Keuntungan atau kerugian yang belum Unrealized gains or losses resulting from the
direalisasi akibat kenaikan atau penurunan increase or decrease in fair value are
nilai wajar disajikan dalam laporan laba rugi recognized in the current year statement of
tahun berjalan. profit or loss.
o. Aset tetap o. Fixed assets
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya Fixed assets are stated at cost minus
perolehan dikurangi akumulasi penyusutan accumulated depreciation and impairment
dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan losses. Such cost includes the cost of
termasuk biaya penggantian bagian aset replacing part of the fixed assets when that
tetap saat biaya tersebut terjadi, jika cost is incurred, if the recognition criteria are
memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, met. Likewise, when a major inspection is
pada saat pemeriksaan yang signifikan performed, its cost is recognized in the
dilakukan, biaya pemeriksaan itu diakui pada carrying amount of the fixed assets as a
nilai tercatat aset tetap sebagai suatu replacement, if the recognition criterias are
penggantian, jika memenuhi kriteria satisfied. All repairs and maintenance costs
pengakuan. Semua biaya perbaikan dan that do not meet the recognition criterias are
pemeliharaan yang tidak memenuhi kriteria recognized in the statement of profit or loss
pengakuan diakui pada laporan laba rugi dan and other comprehensive income as incurred.
penghasilan komprehensif lain pada saat
terjadinya.
48
Page 433
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
o. Aset tetap (lanjutan) o. Fixed assets (continued)
Penyusutan dihitung dengan menggunakan Depreciation is calculated on a straight-line
metode garis lurus selama umur manfaat method over the estimated useful lives of the
aset tetap yang diestimasi sebagai berikut: assets as follows:
Tahun/
Years
Bangunan dan prasarana bangunan 10-20 Buildings and building improvements
Perabot kantor, peralatan kantor dan Furniture and fixtures, office equipment
kendaraan 3-10 and vehicles
Persentase/
Percentage
Bangunan dan prasarana bangunan 5-10 Buildings and building improvements
Perabot kantor, peralatan kantor dan Furniture and fixtures, office equipment
kendaraan 10-33 and vehicles
Biaya pengurusan hak legal atas tanah Legal cost of land rights in the form of Building
dalam bentuk Hak Guna Bangunan ketika Rights Title when the land was acquired
tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai initially is recognized as part of the cost of the
bagian dari biaya perolehan tanah pada akun land under the “Fixed assets” account and are
“Aset tetap” dan tidak diamortisasi. not amortized.
Sementara itu, biaya pengurusan atas Meanwhile, the extension or the legal renewal
perpanjangan atau pembaruan hak legal atas costs of land rights in the form of Cultivation
tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha, Hak Rights Title, Building Rights Title and Rights to
Guna Bangunan dan Hak Pakai dibebankan Use Title are charged to the statement of profit
pada laporan laba rugi dan penghasilan or loss and other comprehensive income as
komprehensif lain pada saat terjadinya incurred because its value is insignificant.
karena nilainya tidak signifikan.
Nilai residu, umur manfaat dan metode The residual values, useful lives and
penyusutan ditelaah dan jika sesuai dengan depreciation methods are reviewed and
keadaan, maka akan disesuaikan secara adjusted prospectively when appropriate at
prospektif pada setiap akhir periode. each period end.
Bank melakukan penelaahan untuk The Bank evaluates any indication of asset
menentukan adanya indikasi terjadinya impairment on a quarterly basis. The Bank
penurunan nilai aset setiap kuartalan. Bank determines the estimated realizable amount of
menentukan taksiran jumlah yang dapat its assets if there is an event or condition which
direalisasi kembali atas semua asetnya jika indicates impairment of the asset.
terdapat suatu peristiwa atau kondisi yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai
aset.
49
Page 434
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
o. Aset tetap (lanjutan) o. Fixed assets (continued)
Bank mengakui aset hak guna untuk sewa The Bank recognizes the right-of-use assets
yang memenuhi kriteria PSAK 116 sebagai for lease that meet the criterias of
berikut: SFAS 116 as follows:
- Terdapat aset identifikasian; - There are identifying assets;
- Bank secara substansial menikmati - The Bank substantially enjoy the economic
manfaat ekonomis dari penggunaan aset benefits of using identifying assets;
identifikasian;
- Bank memiliki hak untuk mengendalikan - The Bank has the right to control the
aset identifikasian dimaksud. identifying assets.
Bank menerapkan pengecualian atas sewa The Bank applies exceptions to the lease as
sebagai berikut: follows:
- Dengan jangka waktu kurang atau sama - With a term less than or equal to 12 months
dengan 12 bulan dan tidak terdapat opsi and no purchase options;
beli;
- Dengan nilai pendasar rendah, yaitu - With low base value, i.e., less or equal to
kurang atau sama dengan Rp75.000.000 Rp75,000,000 (full amount).
(nilai penuh);
Untuk sewa yang tidak memenuhi kriteria For lease that does not meet the criterias of
PSAK 116, maka diperlakukan sebagai sewa SFAS 116, then it is treated as a regular
operasi biasa. operating lease.
Bank mengakui liabilitas sewa sebesar The Bank recognizes lease liabilities at the
jumlah pembayaran sewa yang masih harus amount of lease payments accrued to the end
dibayar hingga akhir masa sewa yang of the lease term which discounted using the
didiskontokan dengan menggunakan suku incremental borrowing rate. While the right-of-
bunga pinjaman inkremental. Sedangkan use assets includes the amount of lease
aset hak guna mencakup jumlah liabilitas liabilities recognized, initial direct costs paid,
sewa yang diakui, biaya langsung awal yang restoration costs and lease payments on or
dibayarkan, biaya pemulihan dan before the start date of the lease, less lease
pembayaran sewa yang dilakukan pada atau incentives received. Right-of-use assets are
sebelum tanggal mulai sewa, dikurangi depreciated using the straight-line method
insentif sewa yang diterima. Aset hak guna over the shorter period between the lease term
disusutkan dengan metode garis lurus and the estimated useful life of the asset.
selama jangka waktu yang lebih pendek
antara masa sewa dengan estimasi masa
manfaat aset.
p. Aset hak guna dan liabilitas sewa p. Right-of-use assets and lease liabilities
Jika kepemilikan aset sewa dialihkan ke If the ownership of lease asset is transferred
Bank pada akhir masa sewa atau to the Bank at the end of the lease term or the
pembayaran sewa mencerminkan lease payments reflect the exercise of the
pelaksanaan opsi pembelian, maka purchase option, then depreciation is
penyusutan dihitung menggunakan estimasi calculated using the estimated useful life of the
masa manfaat ekonomis aset. Aset hak guna assets. Right-of-use assets are tested for
diuji penurunan nilainya sesuai dengan impairment in accordance with SFAS 236
PSAK 236 tentang “Penurunan Nilai Aset”. regarding “Impairment”.
50
Page 435
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
p. Aset hak guna dan liabilitas sewa p. Right-of-use assets and lease liabilities
(lanjutan) (continued)
Pada tanggal dimulainya sewa, Bank On the initial of lease date, the Bank
mengakui liabilitas sewa yang diukur pada recognizes lease liabilities which measured at
nilai kini dari pembayaran sewa masa depan the present value of future lease payments
yang akan dibayarkan selama masa sewa. that will be paid over the lease term. Lease
Pembayaran sewa termasuk pembayaran payments include fixed payments (including
tetap (termasuk pembayaran tetap secara substantially fixed payments), less lease
substansi) dikurangi piutang insentif sewa, incentive receivables, variable lease
pembayaran sewa variabel yang bergantung payments that depends on index or interest
pada indeks atau suku bunga dan jumlah rate and the expected amount to be paid in a
yang diharapkan akan dibayar dalam residual value guarantee. Lease payments
jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga also include the reasonable exercise price for
termasuk harga eksekusi opsi pembelian the purchase option if it is determined to be
yang wajar jika dipastikan akan dilakukan made by the Bank and the payment of a
oleh Bank dan pembayaran penalti untuk penalty to terminate the lease, if the lease term
mengakhiri sewa, jika jangka waktu sewa reflects the Bank exercising the lease
mencerminkan Bank mengeksekusi opsi termination option.
penghentian sewa.
Pembayaran sewa variabel yang tidak Variable lease payments that are not depends
bergantung pada indeks atau suku bunga on an index or interest rate are recognized as
diakui sebagai beban pada periode di mana an expense in the period in which the event or
peristiwa atau kondisi yang memicu condition that triggers the payment occurs.
pembayaran terjadi.
Dalam menghitung nilai kini dari pembayaran In calculating the present value of lease
sewa, Bank menggunakan suku bunga payments, the Bank uses the lessee
pinjaman inkremental penyewa pada tanggal incremental borrowing rate at the inception
dimulainya sewa karena suku bunga implisit date of the lease since the interest rate implicit
dalam sewa tidak dapat ditentukan. Setelah in the lease cannot be determined. After the
tanggal dimulainya sewa, jumlah liabilitas inception date of the lease, the amount of the
sewa ditingkatkan untuk mencerminkan lease liability is increased to reflect the interest
pertambahan bunga dan dikurangi increase and less lease payments made.
pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, Furthermore, the lease liabilities carrying
jumlah tercatat liabilitas sewa diukur kembali amount is remeasured if there are
jika terdapat modifikasi, perubahan jangka modifications, changes in term of the lease,
waktu sewa, perubahan pembayaran sewa, lease payments, or the valuation of the option
atau perubahan dalam penilaian opsi untuk to purchase the underlying asset.
membeli aset pendasar.
51
Page 436
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
p. Aset hak guna dan liabilitas sewa p. Right-of-use assets and lease liabilities
(lanjutan) (continued)
Sewa jangka pendek dengan jangka waktu Short-term leases with term of less or equal to
kurang atau sama dengan 12 bulan dan 12 months and leases of low-value assets,
sewa aset bernilai rendah, serta elemen- and elements of those leases, partially or
elemen sewa tersebut, sebagian atau entirely not applying the recognition principles
seluruhnya tidak menerapkan prinsip-prinsip stipulated by SFAS 116. The Bank will
pengakuan yang ditentukan oleh PSAK 116. recognize these lease payments on a straight-
Bank akan mengakui pembayaran sewa line basis during the lease period on the
tersebut dengan dasar garis lurus selama statement of profit or loss and other
masa sewa dalam laporan laba rugi dan comprehensive income. This expense is
penghasilan komprehensif lain. Beban ini recorded under general and administrative
dicatat pada beban umum dan administrasi expenses in profit or loss.
dalam laporan laba rugi.
q. Aset tak berwujud q. Intangible assets
Aset tak berwujud diukur sebesar nilai Intangible assets is measured on initial
perolehan pada pengakuan awal, kemudian recognition at cost, then will be carried at cost
dicatat pada biaya perolehan dikurangi less any accumulated amortization and any
akumulasi amortisasi dan akumulasi accumulated impairment loss. The useful life
kerugian penurunan nilai. Umur manfaat aset of intangible assets is assessed to be either
tak berwujud dinilai apakah terbatas atau finite of indefinite.
tidak terbatas.
Aset tak berwujud dengan umur manfaat Intangible asset with finite useful life
terbatas
Aset tak berwujud dengan umur manfaat Intangible assets with finite useful life is
terbatas diamortisasi selama umur manfaat amortized over the economic useful life by
ekonomi dengan metode garis lurus (atau using a straight-line method (or other method
metode lain sepanjang mencerminkan pola as it reflects the pattern in which the asset’s
manfaat ekonomis masa depan yang future economic benefits are expected to be
diperkirakan dikonsumsi oleh entitas). consumed by the entity).
Amortisasi dihitung sebagai penghapusan Amortization is calculated to write-off the cost
biaya perolehan aset, dikurangi nilai of the assets, less its estimated residual value,
residunya, atas umur ekonomisnya sebagai over its useful economic life as follows:
berikut:
Tahun/
Years
Hubungan dengan nasabah 10 Customer relationship
Core deposits 10 Core deposits
Periode amortisasi dan metode amortisasi The amortization period and the amortization
untuk aset tak berwujud dengan umur method for an intangible asset with finite useful
manfaat terbatas ditelaah setidaknya setiap life are reviewed at least at each financial year-
akhir tahun buku. end.
52
Page 437
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
q. Aset tak berwujud (lanjutan) q. Intangible assets (continued)
Aset tak berwujud dengan umur manfaat Intangible asset with indefinite useful life
tidak terbatas
Aset tak berwujud dengan umur manfaat Intangible assets with indefinite useful life is
tidak terbatas tidak diamortisasi. Masa not amortized. The useful life of this type of
manfaat jenis aset ini ditelaah setiap tahun asset that is not being amortized is reviewed
untuk menentukan apakah peristiwa dan annually to determine whether events and
keadaan dapat terus mendukung penilaian cisrcumstances continue to support an
bahwa umur manfaat tetap tidak terbatas. indefinite useful life assessment for that asset.
Jika tidak, perubahan masa manfaat dari If not, the change in the useful life assessment
tidak terbatas menjadi terbatas diterapkan from indefinite to finite is accounted for an
secara prospektif. prospective basis.
Aset tak berwujud dengan umur manfaat Intangible assets with indefinite useful life is
tidak terbatas diuji untuk penurunan nilai tested for impairment annually and whenever
setiap tahun dan kapanpun terdapat suatu there is an indication that the intangible asset
indikasi bahwa aset tak berwujud mungkin may be impaired.
mengalami penurunan nilai.
Aset tak berwujud dihentikan pengakuannya An intangible asset is derecognized upon
pada saat pelepasan (yaitu, pada tanggal disposal (i.e., at the date the recipient obtains
penerima memperoleh kendali) atau ketika control) or when no future economic benefits
tidak ada manfaat ekonomi masa depan are expected from its use or disposal. Any gain
yang diharapkan dari penggunaan atau or loss arising upon derecognition of the asset
pelepasannya. Keuntungan atau kerugian (calculated as the difference between the net
yang timbul dari penghentian pengakuan disposal proceeds and the carrying amount of
aset (dihitung sebagai perbedaan antara the asset) is included in the statement of profit
hasil pelepasan neto dan jumlah tercatat or loss.
aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi.
r. Agunan yang diambil alih r. Foreclosed assets
Agunan yang diambil alih sehubungan Collaterals acquired through foreclosures
dengan penyelesaian pinjaman yang related to the loans settlement are presented
diberikan disajikan sebagai bagian dari akun as part of “Other assets” account.
“Aset lain-lain”.
Pada saat pengakuan awal, agunan yang At initial recognition, foreclosed assets are
diambil alih dibukukan pada nilai wajar stated at fair value, net of estimated costs to
setelah dikurangi perkiraan biaya untuk sell at the maximum of the borrower’s liabilities
menjualnya, maksimum sebesar liabilitas as stated in the statement of financial position.
debitur di laporan posisi keuangan. Setelah After initial recognition, foreclosed assets are
pengakuan awal, agunan yang diambil alih recorded at the amount whichever is lower of
dibukukan sebesar nilai yang lebih rendah the carrying amount and fair value, net of
antara nilai tercatat dengan nilai wajarnya estimated costs to sell. The excess of the
setelah dikurangi dengan biaya untuk uncollectible loan balance over the value of the
menjualnya. Selisih lebih saldo kredit di atas collateral is charged to allowance for
nilai realisasi bersih dari agunan yang diambil impairment losses.
alih dibebankan ke dalam akun cadangan
kerugian penurunan nilai.
53
Page 438
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
r. Agunan yang diambil alih (lanjutan) r. Foreclosed assets (continued)
Beban-beban yang berkaitan dengan Maintenance expenses of foreclosed assets
pemeliharaan agunan yang diambil alih are charged to the statement of profit or loss
dibebankan pada laporan laba rugi dan and other comprehensive income as incurred.
penghasilan komprehensif lain pada saat
terjadinya.
Laba atau rugi yang diperoleh atau berasal Gains or losses earned or incurred from the
dari penjualan agunan yang diambil alih sale of foreclosed assets are presented as part
disajikan sebagai bagian dari “Pendapatan/ of “Non-operating income/(expense) - net” in
(beban) non-operasional - neto” pada the statement of profit or loss and other
laporan laba rugi dan penghasilan comprehensive income for the current year.
komprehensif lain tahun berjalan.
s. Biaya dibayar di muka s. Prepaid expenses
Biaya dibayar di muka dibebankan pada Prepaid expenses are charged to operations
usaha sesuai dengan masa manfaatnya dan over the period benefited and presented as
disajikan sebagai bagian dari akun “Aset lain- part of “Other assets” account.
lain”.
t. Simpanan dari nasabah t. Deposits from customers
Simpanan dari nasabah adalah dana yang Deposits from customers are the funds
dipercayakan oleh nasabah (di luar bank lain) entrusted by customers (excluding other
kepada Bank berdasarkan perjanjian banks) to the Bank based on deposit
penyimpanan dana. Simpanan dari nasabah agreements. Deposits from customers consist
terdiri dari giro, tabungan dan deposito of demand deposits, saving deposits and time
berjangka. deposits.
Giro, tabungan dan deposito berjangka Demand deposits, saving deposits and time
diakui sebesar nilai wajar pada awalnya dan deposits are initially recognized at fair value
selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan and subsequently measured at amortized
diamortisasi. Biaya perolehan diamortisasi cost. Amortized cost is calculated by taking
dihitung dengan memperhitungkan adanya into account any discount or premium related
diskonto atau premi terkait dengan to the initial recognition of deposits and
pengakuan awal simpanan dan biaya transaction costs that are an integral part of the
transaksi yang merupakan bagian yang tak EIR.
terpisahkan dari suku bunga efektif.
u. Simpanan dari bank lain u. Deposits from other banks
Simpanan dari bank lain merepresentasikan Deposits from other banks represent liabilities
liabilitas terhadap bank lain, baik di dalam to other domestic and overseas banks in the
maupun di luar negeri berupa giro, tabungan, form of demand deposits, saving deposits,
interbank call money dengan periode jatuh interbank call money with maturity period
tempo berdasarkan perjanjian kurang dari under agreement is less than or equal to
atau sama dengan 90 hari dan deposito 90 days and time deposits.
berjangka.
54
Page 439
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
u. Simpanan dari bank lain (lanjutan) u. Deposits from other banks (continued)
Simpanan dari bank lain diakui sebesar nilai Deposits from other banks are initially
wajar pada awalnya dan selanjutnya recognized at fair value and subsequently
diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi measured at amortized cost using the EIR.
dengan menggunakan suku bunga efektif. Amortized cost is calculated by taking into
Biaya perolehan diamortisasi dihitung account any discount or premium related to
dengan memperhitungkan diskonto atau the initial recognition of deposits from other
premi yang terkait dengan pengakuan awal bank and transaction costs that are integral
simpanan dari bank lain dan biaya transaksi part of the EIR.
yang merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari suku bunga efektif.
v. Efek utang yang diterbitkan v. Debt securities issued
Efek utang yang diterbitkan diakui sebesar Debt securities issued are initially recognized
nilai wajar pada awalnya dan selanjutnya at fair value and subsequently measured at
diukur sebesar nilai biaya perolehan amortized cost using EIR method. Amortized
diamortisasi dengan menggunakan metode cost is calculated by taking into account any
suku bunga efektif. Biaya perolehan discount or premium related to the initial
diamortisasi dihitung dengan recognition of debt securities issued and
memperhitungkan adanya diskonto atau transaction costs that are an integral part of
premi terkait dengan pengakuan awal efek EIR.
utang yang diterbitkan dan biaya transaksi
yang merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari suku bunga efektif.
w. Pendapatan dan beban bunga w. Interest income and expenses
Instrumen keuangan yang diukur pada biaya For financial instruments measured at
perolehan diamortisasi, aset dan liabilitas amortized cost, financial assets and liabilities
keuangan yang diklasifikasikan sebagai nilai classified as fair value through other
wajar melalui pendapatan komprehensif lain, comprehensive income, interest income and
pendapatan maupun beban bunganya diakui expenses are recognized using the EIR, which
dengan menggunakan suku bunga efektif is the rate that exactly discounts the estimated
yaitu suku bunga yang akan mendiskonto future cash payments or receipts through the
secara tepat estimasi pembayaran atau expected life of the financial instrument or a
penerimaan kas di masa depan sepanjang shorter period, where appropriate, to the net
perkiraan umur instrumen keuangan tersebut carrying amount of the financial asset or
atau jika lebih tepat untuk masa yang lebih financial liability. The calculation takes into
singkat sebagai nilai tercatat bersih dari account all contractual terms of the financial
aset atau liabilitas keuangan tersebut. instrument and includes any fees or
Perhitungan dilakukan dengan incremental costs that are directly attributable
mempertimbangkan seluruh syarat dan to the instrument and are an integral part of the
ketentuan kontraktual instrumen keuangan EIR.
termasuk fee atau biaya tambahan yang
terkait secara langsung dengan instrumen
tersebut yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari suku bunga efektif.
55
Page 440
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
w. Pendapatan dan beban bunga (lanjutan) w. Interest income and expenses (continued)
Nilai tercatat aset atau liabilitas keuangan The carrying amount of the financial asset or
disesuaikan jika Bank merevisi estimasi liability is adjusted if the Bank revises its
pembayaran atau penerimaan. Nilai tercatat estimates of payments or receipts. The adjusted
yang disesuaikan tersebut dihitung dengan carrying amount is calculated using the initial
menggunakan suku bunga efektif awal dan EIR and the change in carrying amount is
perubahan nilai tercatat dibukukan pada recorded in the statement of profit or loss and
laporan laba rugi dan pendapatan other comprehensive income. However, for a
komprehensif lainnya. Tetapi untuk aset reclassified financial asset for which the Bank
keuangan yang telah direklasifikasi, pada subsequently increases its estimates of future
tahun berikutnya Bank meningkatkan cash receipts as a result of increased
estimasi pemulihan kas sebagai hasil dari recoverability of those cash receipts, the effect
peningkatan pengembalian penerimaan kas, of that increase is recognized as an adjustment
dampak peningkatan pemulihan tersebut to the EIR from the date of the change in
diakui sebagai penyesuaian suku bunga estimate.
efektif sejak tanggal perubahan estimasi.
Ketika nilai tercatat aset keuangan atau Once the recorded value of a financial asset or
kelompok aset keuangan serupa telah a group of similar financial assets has been
diturunkan akibat kerugian penurunan nilai, reduced due to an impairment loss, accordingly
maka pendapatan bunga tetap diakui pada interest income continues to be recognized
tingkat suku bunga yang digunakan untuk using the rate of interest used to discount the
mendiskontokan arus kas masa depan dalam future cash flows for the purpose of measuring
pengukuran kerugian penurunan nilai. the impairment loss.
x. Pendapatan dan beban provisi dan komisi x. Fees and commissions income and
expenses
Pendapatan dan beban provisi dan komisi Fees and commissions that have material
yang jumlahnya material yang berkaitan amount directly related with the acquisition of
langsung dengan kegiatan pemberian aset financial assets are recognized as addition or
keuangan diakui sebagai bagian penambah deduction part of acquisition cost of related
atau pengurang dari biaya perolehan aset financial assets and will be recognized as
keuangan yang bersangkutan dan akan income and amortized using the EIR during the
diakui sebagai pendapatan dengan cara expected life of financial assets or liabilities.
diamortisasi berdasarkan suku bunga efektif
sepanjang perkiraan umur aset atau liabilitas
keuangan.
Saldo beban yang ditangguhkan dan The outstanding balances of deferred fees and
pendapatan komisi atas pinjaman yang commission income on loans that are
diberikan yang diakhiri atau diselesaikan terminated or settled prior to maturity are
sebelum jatuh tempo diakui sebagai recognized as income on settlement.
pendapatan dari penyelesaian.
56
Page 441
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
y. Transaksi dan saldo dalam mata uang y. Foreign currencies transactions and
asing balances
Transaksi dalam mata uang asing dicatat Transactions involving foreign currencies are
berdasarkan kurs yang berlaku pada saat recorded at the rates of exchange prevailing at
transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan the time the transactions are made. At
posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter statement of financial position dates, monetary
dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam assets and liabilities denominated in foreign
mata uang Rupiah berdasarkan kurs spot currencies are translated into Rupiah based on
Reuters pada tanggal tersebut pukul 16.00 Reuters’ spot rates at 16.00 WIB (West
WIB (Waktu Indonesia Barat). Indonesian local time) on that date.
Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan The resulting gains or losses are credited or
atau dibebankan pada laporan laba rugi dan charged to the statement of profit or loss and
penghasilan komprehensif lain tahun other comprehensive income for the current
berjalan. year.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, As of 31 December 2025 and 2024, the middle
kurs tengah mata uang asing adalah sebagai rates of the foreign currencies are as follows:
berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Pound Sterling Inggris 22.439,55 20.218,54 Great Britain Pound Sterling
Franc Swiss 21.026,42 17.815,04 Swiss Franc
Euro Eropa 19.571,45 16.758,12 European Euro
Dolar Amerika Serikat 16.675,00 16.095,00 United States Dollar
Dolar Singapura 12.965,05 11.844,58 Singapore Dollar
Dolar Kanada 12.167,54 11.201,59 Canadian Dollar
Dolar Australia 11.152,24 10.013,51 Australian Dollar
Dolar Selandia Baru 9.625,65 9.067,93 New Zealand Dollar
Ringgit Malaysia 4.108,16 3.597,86 Malaysian Ringgit
Yuan China (CNY) 2.384,72 2.204,99 (CNY) Chinese Yuan
Yuan China (CNH) 2.385,00 2.198,50 (CNH) Chinese Yuan
Dolar Hong Kong 2.142,30 2.073,11 Hong Kong Dollar
Krona Swedia 1.809,27 1.463,26 Swedish Krona
Baht Thailand 529,20 469,79 Thailand Baht
Yen Jepang 106,50 103,03 Japanese Yen
z. Imbalan kerja z. Employee benefits
Beban pensiun berdasarkan program dana Pension costs under defined benefit pension
pensiun manfaat pasti ditentukan melalui plans are determined by periodic actuarial
perhitungan aktuaria secara periodik dengan calculation using the projected-unit-credit
menggunakan metode projected-unit-credit method and applying the assumptions on
dan menerapkan asumsi atas tingkat discount rate, expected return on plan assets
diskonto, hasil yang diharapkan atas aset and annual rate of increase in compensations.
dana pensiun dan tingkat kenaikan manfaat
pasti pensiun tahunan.
57
Page 442
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
z. Imbalan kerja (lanjutan) z. Employee benefits (continued)
Seluruh pengukuran kembali yang terdiri atas All remeasurements comprises of actuarial
keuntungan dan kerugian aktuarial dan hasil gains and losses and the return of plan assets
atas aset dana pensiun (tidak termasuk (excluding net interest) are recognized
bunga bersih) diakui langsung melalui immediately through other comprehensive
penghasilan komprehensif lainnya dengan income in order for the net pension asset or
tujuan agar aset atau kewajiban pensiun liability recognized in the statement of financial
bersih diakui dalam laporan posisi keuangan position to reflect the full value of the plan
untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit deficit and surplus. Remeasurements are not
dan surplus dana pensiun. Pengukuran reclassified to profit or loss in the subsequent
kembali tidak direklasifikasikan ke laba atau periods.
rugi pada periode berikutnya.
Seluruh biaya jasa lalu diakui di awal pada All past service costs are recognized at the
saat amendemen/kurtailmen terjadi atau earlier of when the amendment/curtailment
ketika biaya restrukturisasi atau pemutusan occurs and when the restructuring costs or
hubungan kerja diakui. Sebagai akibatnya, termination costs are recognized. As a result,
biaya jasa lalu yang belum vested tidak lagi unvested past service costs can no longer be
dapat ditangguhkan dan diakui selama deferred and recognized over the future
periode vesting masa depan. vesting period.
Beban bunga dan pengembalian aset dana The interest costs and expected return on plan
pensiun yang diharapkan sebagaimana assets used in the previous version of SFAS
digunakan dalam PSAK 219 digantikan 219 are replaced with a net-interest amount,
dengan beban bunga - bersih yang dihitung which are calculated by applying the discount
dengan menggunakan tingkat diskonto untuk rate to the net defined benefit liability or asset
mengukur kewajiban manfaat pasti-bersih at the start of each annual reporting period.
atau aset pada saat awal dari tiap periode
pelaporan tahunan.
Bank memiliki program pensiun iuran pasti. The Bank has a defined contribution plan. The
Imbalan yang akan diterima karyawan benefit to be received by employees is
ditentukan berdasarkan jumlah iuran yang determined based on the amount of
dibayarkan pemberi kerja dan karyawan contribution paid by the employer and
ditambah dengan hasil investasi iuran employee and the investment earnings of the
tersebut. fund.
aa. Pajak penghasilan aa. Income tax
Bank menerapkan PSAK 212 mengenai The Bank has applied SFAS 212 regarding
“Pajak Penghasilan” yang mengharuskan “Accounting for Income Tax” which requires
Perusahaan untuk memperhitungkan the Company to account for the current and
konsekuensi pajak kini dan pajak masa future tax consequences of the future recovery
depan atas pemulihan di masa depan (settlement) of the carrying amount of assets
(penyelesaian) dari jumlah tercatat aset (liabilities) that are recognized in the
(liabilitas) yang diakui dalam laporan posisi statements of financial position and
keuangan dan transaksi-transaksi serta transactions and other events of the current
peristiwa lain yang terjadi dalam periode period.
berjalan.
58
Page 443
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
aa. Pajak penghasilan (lanjutan) aa. Income tax (continued)
Bank menerapkan metode posisi keuangan The Bank adopts the financial position method
dalam menghitung beban pajak in determining its deferred tax. Under this
tangguhannya. Dengan metode ini, aset dan method, deferred tax assets and liabilities are
liabilitas pajak tangguhan diakui pada setiap recognized at each reporting date for
tanggal pelaporan sebesar perbedaan temporary differences between the financial
temporer aset dan liabilitas untuk tujuan and tax bases of assets and liabilities. This
akuntansi dan tujuan pajak. Metode ini juga method also requires the recognition of future
mengharuskan pengakuan manfaat pajak di tax benefits, to the extent that realization of
masa akan datang, jika kemungkinan such benefits is probable. Currently enacted or
realisasi manfaat tersebut di masa substantively enacted tax rates are used in the
mendatang cukup besar. Tarif pajak yang determination of deferred income tax.
berlaku atau yang secara substansial telah
berlaku digunakan dalam menentukan pajak
penghasilan tangguhan.
Aset pajak tangguhan diakui apabila terdapat Deferred tax assets are recognized to the
kemungkinan besar bahwa jumlah laba fiskal extent that it is probable that future taxable
pada masa datang akan memadai untuk profit will be available to compensate the
mengkompensasi perbedaan temporer yang temporary differences which result in such
menimbulkan aset pajak tangguhan tersebut. deferred tax assets.
Aset dan liabilitas pajak penghasilan Deferred income tax assets and liabilities are
tangguhan dapat saling hapus apabila offset when there is a legally enforceable right
terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk to offset current tax assets against current tax
melakukan saling hapus antara aset pajak liabilities and when the deferred income tax
kini dengan liabilitas pajak kini dan apabila assets and liabilities relate to income taxes
aset dan liabilitas tangguhan terkait pajak levied by the same taxation authority on either
penghasilan yang dikenakan oleh otoritas the same taxable entity or different taxable
perpajakan yang sama, baik atas entitas entities where there is an intention to settle the
kena pajak yang sama ataupun berbeda dan balances on a net basis.
adanya niat untuk melakukan penyelesaian
saldo-saldo tersebut secara neto.
Perubahan terhadap kewajiban perpajakan Amendments to taxation obligations are
dicatat pada saat diterimanya surat ketetapan recorded when an assessment is received or if
atau apabila dilakukan banding ketika hasil an appeal is applied when the results of the
banding diterima. appeal are received.
ab. Laba per saham ab. Earning per share
Laba per saham dasar dihitung dengan Basic earnings per share is computed by
membagi laba tahun berjalan yang dapat dividing income for the year attributable to
diatribusikan kepada pemegang saham equity holders by weighted average number of
dengan jumlah rata-rata tertimbang saham issued and fully paid shares outstanding
yang ditempatkan dan disetor penuh pada during the year.
tahun bersangkutan.
59
Page 444
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
ac. Transaksi restrukturisasi antara entitas ac. Restructuring transactions among entities
sepengendali under common control
Bank menerapkan PSAK 338 tentang The Bank prospectively adopted SFAS 338
“Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” regarding “Business Combinations of Entities
yang menggantikan PSAK 338 mengenai Under Common Control” which supersedes
“Akuntansi Restrukturisasi Entitas SFAS 338, regarding “Accounting for
Sepengendali” kecuali atas saldo selisih nilai Restructuring of Entities Under Common
transaksi restrukturisasi entitas sepengendali Control” except for the previously recognized
yang diakui sebelumnya, disajikan sebagai difference in value of restructuring
bagian dari “Tambahan Modal Disetor” dalam transactions of entities under common control
bagian ekuitas. PSAK ini mengatur tentang are presented as “Additional Paid-in Capital” in
akuntansi kombinasi bisnis entitas the equity section. This SFAS prescribes the
sepengendali, baik untuk entitas yang accounting for business combinations of
menerima bisnis maupun untuk entitas yang entities under common control for both the
melepas bisnis. entity which receiving the business and the
entity which disposing the business.
Dalam PSAK 338, pengalihan bisnis antara Under SFAS 338, transfer of business within
entitas sepengendali tidak mengakibatkan entities under common control does not result
perubahan substansi ekonomi kepemilikan in a change of the economic substance of
atas bisnis yang dialihkan dan tidak dapat ownership of the business being transferred
menimbulkan laba atau rugi bagi Bank and would not result in a gain or loss to the
secara keseluruhan ataupun bagi entitas Bank or to the individual entity within the Bank.
individual dalam Bank tersebut. Karena Since the transfer of business of entities under
pengalihan bisnis antara entitas common control does not result in a change of
sepengendali tidak mengakibatkan the economic substance, then the business
perubahan substansi ekonomi, maka bisnis being exchanged is recorded at book value as
yang dipertukarkan dicatat pada nilai buku a business combination using the pooling-of-
sebagai kombinasi bisnis dengan interests method.
menggunakan metode penyatuan
kepemilikan.
Dalam menerapkan metode penyatuan In applying the pooling-of-interests method,
kepemilikan, komponen laporan keuangan the components of the financial statements for
bila terjadi kombinasi bisnis dan untuk the period during which the business
periode lain yang disajikan untuk tujuan combination occurred and for other periods
perbandingan disajikan sedemikian rupa presented for comparison purposes are
seolah-olah kombinasi bisnis telah terjadi presented in such a manner as if the business
sejak awal periode terjadi sepengendalian. combination has already happened since the
Selisih antara nilai tercatat transaksi beginning of the periods during which the
kombinasi bisnis dan jumlah imbalan yang entities were under common control. The
dialihkan diakui dalam akun “Tambahan difference between the carrying amounts of
modal disetor - neto”. the business combination transaction and the
consideration transferred is recognized under
the account “Additional paid-in capital - net”.
60
Page 445
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
ad. Informasi segmen ad. Segment information
Segmen operasi adalah komponen Bank An operating segment is the Bank’s
yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang component that is involved in business
memperoleh pendapatan dan menimbulkan activities which derives income and incurs
beban, yang hasil operasinya dikaji ulang expenses, in which the operating result is
secara regular oleh pengambil keputusan reviewed regularly by operational decision
operasional untuk membuat keputusan maker for making decisions related to
tentang sumber daya yang dialokasikan pada resources that are allocated to the segment
segmen tersebut dan menilai kinerjanya and evaluates the performance and provides
serta menyediakan informasi keuangan yang separable financial information. The operating
dapat dipisahkan. Segmen operasi terbagi segment has been determined to be
dalam kelompok wholesale, retail dan wholesale, retail and others.
lainnya.
ae. Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi ae. Changes to Statements of Financial
Keuangan dan Interpretasi Standar Accounting Standards and Interpretations
Akuntansi Keuangan of Statements of Financial Accounting
Standards
Penerapan dan penyesuaian dari PSAK dan The adoption and the adjustment of new SFAS
amandemen baru berikut sejak tanggal and amendment since 1 January 2025 did not
1 Januari 2025, tidak menimbulkan cause any substantial changes to the Bank’s
perubahan substansial terhadap kebijakan accounting policies and did not have any
akuntansi Bank dan tidak berdampak significant impact on the amounts reported for
signifikan terhadap jumlah yang dilaporkan current years or prior years:
pada tahun berjalan atau tahun sebelumnya:
Amendemen PSAK 221 “Pengaruh Amendment of SFAS 221 “The Effect of
Perubahan Kurs Valuta Asing tentang Changes in Foreign Exchange Rates on the
Kekurangan Ketertukaran”. Lack of Convertibility”.
Amandemen tersebut mengharuskan The amendments require disclosure of
pengungkapan informasi yang information that enables users of financial
memungkinkan pengguna laporan keuangan statements to understand the impact of a
memahami dampak mata uang yang tidak currency not being exchangeable into the
dapat dipertukarkan dengan mata uang lain other currency affects, or is expected to affect,
yang memengaruhi, atau diperkirakan akan the entity’s financial performance, financial
memengaruhi, kinerja keuangan, posisi position and cash flows. The amendments
keuangan, dan arus kas entitas. Amandemen apply for annual reporting periods beginning
berlaku untuk periode pelaporan tahunan on or after 1 January 2025. Earlier application
yang dimulai pada atau setelah is permitted which an entity is required to
1 Januari 2025. Penerapan dini disclose that fact.
diperkenankan dan bila dilakukan maka
entitas mengungkapkan fakta tersebut.
61
Page 446
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
af. Pertimbangan dan estimasi akuntansi af. Judgments and significant accounting
yang signifikan estimates
Dalam proses penerapan kebijakan In the process of applying the Bank’s
akuntansi Bank, Manajemen telah accounting policies, Management has
melakukan pertimbangan dan estimasi exercised professional judgments and made
profesional dalam menentukan jumlah yang estimates in determining the amounts
diakui dalam laporan keuangan. recognized in the financial statements. The
Pertimbangan dan estimasi profesional yang most significant uses of the professional
signifikan adalah sebagai berikut: judgments and estimates are as follows:
Usaha yang berkelanjutan Going concern
Manajemen Bank telah melakukan penilaian The Bank’s management has made an
atas kemampuan Bank untuk melanjutkan assessment of the Bank’s ability to continue as
kelangsungan usahanya dan berkeyakinan a going concern and is satisfied that the Bank
bahwa Bank memiliki sumber daya untuk has the resources to continue in business for
melanjutkan usahanya di masa mendatang. the foreseeable future.
Selain itu, Manajemen menyadari bahwa Furthermore, the Management realized that
tidak ada ketidakpastian material yang dapat there are no material uncertainties that may
menimbulkan keraguan yang signifikan cast significant doubt upon the Bank’s ability to
terhadap kemampuan Bank untuk continue as a going concern. Therefore, the
melanjutkan kelangsungan usahanya. Oleh financial statements continue to be prepared
karena itu, laporan keuangan telah disusun on a going concern basis.
atas dasar usaha yang berkelanjutan.
Nilai wajar atas instrumen keuangan Fair value of financial instruments
Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas When the fair values of financial assets and
keuangan yang tercatat pada laporan posisi financial liabilities recorded on the statement
keuangan tidak tersedia di pasar aktif, of financial position cannot be derived from
nilainya ditentukan dengan menggunakan active markets, they are determined using a
berbagai teknik penilaian termasuk variety of valuation techniques that include the
penggunaan model matematika. Input untuk use of mathematical models. The inputs to
model ini berasal dari data pasar yang bisa these models are derived from observable
diamati sepanjang data tersebut tersedia, market data where possible, but where
namun bila data pasar yang bisa diamati observable market data are not available,
tersebut tidak tersedia, maka digunakan management judgment is required to establish
pertimbangan manajemen untuk fair values.
menentukan nilai wajar.
62
Page 447
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
af. Pertimbangan dan estimasi akuntansi af. Judgments and significant accounting
yang signifikan (lanjutan) estimates (continued)
Dalam proses penerapan kebijakan In the process of applying the Bank’s
akuntansi Bank, Manajemen telah accounting policies, Management has
melakukan pertimbangan dan estimasi exercised professional judgments and made
profesional dalam menentukan jumlah yang estimates in determining the amounts
diakui dalam laporan keuangan. recognized in the financial statements. The
Pertimbangan dan estimasi profesional yang most significant uses of the professional
signifikan adalah sebagai berikut: (lanjutan) judgments and estimates are as follows:
(continued)
Nilai wajar atas instrumen keuangan Fair value of financial instruments (continued)
(lanjutan)
Pertimbangan manajemen tersebut Management judgments include
mencakup pertimbangan likuiditas dan considerations of liquidity and model inputs
masukan model seperti volatilitas untuk such as volatility for long term derivatives and
transaksi derivatif yang berjangka panjang discount rates, early payment rates and
dan tingkat diskonto, tingkat pelunasan default rate assumptions.
dipercepat dan asumsi tingkat gagal bayar.
Bank menampilkan nilai wajar atas instrumen The Bank presents fair value of financial
keuangan berdasarkan hierarki nilai wajar instruments based on the following fair value
sebagai berikut: hierarchy:
- Tingkat 1 - Level 1
Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam Quoted prices (unadjusted) in active markets
pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang for identical assets or liabilities;
identik;
- Tingkat 2 - Level 2
Input selain harga kuotasian yang Inputs other than quoted prices included
termasuk dalam Tingkat 1 yang dapat within Level 1 that are observable for the
diobservasi untuk aset dan liabilitas baik asset or liability either directly (example,
secara langsung (misalnya harga) atau price) or indirectly; and
secara tidak langsung; dan
- Tingkat 3 - Level 3
Input untuk aset dan liabilitas yang bukan Inputs for the asset and liability that are not
berdasarkan pada pasar yang dapat based on observable market data
diobservasi (input yang tidak dapat (unobservable inputs).
diobservasi).
Nilai wajar atas instrumen derivatif yang The fair values of derivative instruments
dinilai menggunakan teknik penilaian dengan valued by valuation techniques using
menggunakan komponen yang dapat diamati components which can be observed in the
di pasar terutama adalah swap suku bunga, market, primarily are interest rate swaps,
swap mata uang dan kontrak pertukaran currency swaps and currency exchange
mata uang. Teknik penilaian yang paling contracts. Most widely used valuation
banyak digunakan meliputi model penilaian techniques include forward and swap
forward dan swap yang menggunakan valuation models which use the present value
perhitungan nilai kini. Model tersebut calculation. The models incorporate various
menggabungkan berbagai komponen yang components which include the credit quality of
meliputi kualitas kredit dari counterparty, nilai the counterparty, spot value and future
spot dan kontrak berjangka serta kurva contracts and interest rate curve.
tingkat suku bunga.
63
Page 448
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
af. Pertimbangan dan estimasi akuntansi af. Judgments and significant accounting
yang signifikan (lanjutan) estimates (continued)
Dalam proses penerapan kebijakan In the process of applying the Bank’s
akuntansi Bank, Manajemen telah accounting policies, Management has
melakukan pertimbangan dan estimasi exercised professional judgments and made
profesional dalam menentukan jumlah yang estimates in determining the amounts
diakui dalam laporan keuangan. recognized in the financial statements. The
Pertimbangan dan estimasi profesional yang most significant uses of the professional
signifikan adalah sebagai berikut: (lanjutan) judgments and estimates are as follows:
(continued)
Nilai wajar atas instrumen keuangan Fair value of financial instruments (continued)
(lanjutan)
Teknik penilaian termasuk model nilai tunai Valuation techniques include net present value
dan arus kas yang didiskontokan dan and discounted cash flow models and
perbandingan dengan instrumen yang comparison to similar instruments for which
sejenis bila terdapat harga pasar yang dapat market observable prices exist. Assumptions
diobservasi. Asumsi dan input yang and inputs used in valuation techniques
digunakan dalam teknik penilaian termasuk include risk-free and benchmark interest rates,
suku bunga bebas risiko dan suku bunga credit spreads and other variables used in
acuan, credit spread dan variabel lainnya estimating discount rates, bond prices, foreign
yang digunakan dalam mengestimasi tingkat currency exchange rates, and expected price
diskonto, harga obligasi, kurs valuta asing, volatilities and correlations. The objective of
serta tingkat kerentanan dan korelasi harga valuation technique is to arrive at a fair value
yang diharapkan. Tujuan dari teknik penilaian determination that reflects the price of the
adalah penentuan nilai wajar yang financial instrument at the reporting date that
mencerminkan harga dari instrumen would have been determined by market
keuangan pada tanggal pelaporan yang akan participants acting at arms length.
ditentukan oleh para partisipan di pasar
dalam suatu transaksi yang wajar.
Penurunan nilai kredit yang diberikan Impairment losses on loans
Bank melakukan penelaahan pada setiap The Bank reviews its loans at each statement
tanggal laporan posisi keuangan untuk of financial position date to assess whether an
menilai apakah penurunan nilai harus dicatat impairment loss should be recorded in the
dalam laporan laba rugi dan penghasilan statement of profit or loss and other
komprehensif lain. Secara khusus, comprehensive income. In particular,
pertimbangan manajemen diperlukan dalam judgment by management is required in the
estimasi jumlah dan waktu arus kas di masa estimation of the amount and timing of future
mendatang ketika menentukan penurunan cash flows when determining the impairment
nilai. loss.
64
Page 449
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
af. Pertimbangan dan estimasi akuntansi af. Judgments and significant accounting
yang signifikan (lanjutan) estimates (continued)
Dalam proses penerapan kebijakan In the process of applying the Bank’s
akuntansi Bank, Manajemen telah accounting policies, Management has
melakukan pertimbangan dan estimasi exercised professional judgments and made
profesional dalam menentukan jumlah yang estimates in determining the amounts
diakui dalam laporan keuangan. recognized in the financial statements. The
Pertimbangan dan estimasi profesional yang most significant uses of the professional
signifikan adalah sebagai berikut: (lanjutan) judgments and estimates are as follows:
(continued)
Penurunan nilai kredit yang diberikan Impairment losses on loans (continued)
(lanjutan)
Dalam mengestimasi arus kas tersebut, Bank In estimating these cash flows, the Bank
melakukan penilaian atas kondisi keuangan makes judgment about the borrower’s financial
peminjam dan nilai realisasi bersih agunan. situation and the net realizable value of
Estimasi tersebut didasarkan pada asumsi collateral. These estimates are based on the
dari sejumlah faktor dan hasil aktual mungkin assumptions about number of factors and
berbeda, sehingga mengakibatkan actual results may differ that cause changes to
perubahan penyisihan di masa depan. the allowance in the future.
Penurunan nilai aset yang diukur pada nilai Impairment in value of fair value through other
wajar melalui pendapatan komprehensif lain comprehensive income and acceptance
dan tagihan akseptasi receivables
Bank menelaah aset yang diklasifikasikan The Bank reviews assets which are classified
sebagai nilai wajar melalui pendapatan as fair value through other comprehensive
komprehensif lain dan tagihan akseptasi income and acceptance receivables at each
pada setiap tanggal laporan posisi keuangan financial position date to assess whether
untuk menilai apakah telah terjadi penurunan impairment has occurred. The assessment
nilai. Penilaian tersebut menggunakan uses the same considerations as applied to
pertimbangan yang sama seperti yang individual assessment on loans.
diterapkan pada penilaian secara individual
atas kredit yang diberikan.
65
Page 450
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
af. Pertimbangan dan estimasi akuntansi af. Judgments and significant accounting
yang signifikan (lanjutan) estimates (continued)
Dalam proses penerapan kebijakan In the process of applying the Bank’s
akuntansi Bank, Manajemen telah accounting policies, Management has
melakukan pertimbangan dan estimasi exercised professional judgments and made
profesional dalam menentukan jumlah yang estimates in determining the amounts
diakui dalam laporan keuangan. recognized in the financial statements. The
Pertimbangan dan estimasi profesional yang most significant uses of the professional
signifikan adalah sebagai berikut: (lanjutan) judgments and estimates are as follows:
(continued)
Cadangan kerugian penurunan nilai aset Allowances for impairment losses of financial
keuangan assets
Kondisi spesifik counterparty yang In the calculation of allowance for impairment
mengalami penurunan nilai dalam losses of financial assets, the specific
pembentukan cadangan kerugian atas aset condition of impaired counterparty is
keuangan dievaluasi secara individu individually evaluated based on management's
berdasarkan estimasi terbaik manajemen best estimate of the present value of the
atas nilai kini arus kas yang diharapkan expected cash flows to be received. In
akan diterima. Dalam mengestimasi arus estimating these cash flows, management
kas tersebut, manajemen membuat makes judgements about the counterparty's
pertimbangan tentang situasi keuangan financial situation and the net realizable value
counterparty dan nilai realisasi bersih dari of any underlying collateral. Each impaired
setiap agunan. Setiap aset yang mengalami asset is assessed on its merits, the completion
penurunan nilai harus dinilai sesuai dengan strategy and estimated cash flows which are
manfaat yang ada, strategi penyelesaian considered recoverable.
dan estimasi arus kas yang diperkirakan
dapat diterima.
Perhitungan cadangan penurunan nilai Collectively assessed impairment allowances
kolektif meliputi kerugian kredit yang cover credit losses inherent in portfolios of
melekat dalam portofolio aset keuangan financial assets with similar economic
dengan karakteristik ekonomi yang sama characteristics when there is objective
ketika terdapat bukti objektif penurunan nilai evidence to suggest that they contain impaired
terganggu, tetapi penurunan nilai secara financial assets, but the individual impaired
individu belum dapat diidentifikasi. Dalam items cannot yet be identified. In assessing the
menilai kebutuhan untuk cadangan kolektif, need for collective allowances, management
manajemen mempertimbangkan faktor- considers factors such as credit quality and
faktor seperti kualitas kredit dan jenis type of product. In order to estimate the
produk. Guna membuat estimasi cadangan required allowance, assumptions are made to
yang diperlukan, manajemen membuat define the way inherent losses are modelled
asumsi untuk menentukan kerugian yang and to determine the required input
melekat, dan untuk menentukan parameter parameters, based on historical experiences,
input yang diperlukan, berdasarkan current economic conditions and future
pengalaman masa lalu, kondisi ekonomi economic condition as well since 1 January
saat ini dan juga kondisi ekonomi masa 2020.
depan sejak tanggal 1 Januari 2020.
66
Page 451
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
af. Pertimbangan dan estimasi akuntansi af. Judgments and significant accounting
yang signifikan (lanjutan) estimates (continued)
Dalam proses penerapan kebijakan In the process of applying the Bank’s
akuntansi Bank, Manajemen telah accounting policies, Management has
melakukan pertimbangan dan estimasi exercised professional judgments and made
profesional dalam menentukan jumlah yang estimates in determining the amounts
diakui dalam laporan keuangan. recognized in the financial statements. The
Pertimbangan dan estimasi profesional yang most significant uses of the professional
signifikan adalah sebagai berikut: (lanjutan) judgments and estimates are as follows:
(continued)
Cadangan kerugian penurunan nilai aset Allowances for impairment losses of financial
keuangan (lanjutan) assets (continued)
Keakuratan penyisihan tergantung pada The accuracy of the allowances depends on
seberapa baik estimasi arus kas masa how well the estimated future cash flows for
depan untuk cadangan counterparty specific counterparty allowances and the
tertentu dan asumsi model dan parameter model assumptions and parameters are used
yang digunakan dalam menentukan in determining collective allowances.
cadangan kolektif.
Penurunan nilai aset non-keuangan Impairment of non-financial assets
Bank mengevaluasi penurunan nilai aset The Bank assesses impairment of assets
apabila terdapat kejadian atau perubahan whenever events or changes in circumstances
keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai that would indicates that the carrying amount
tercatat aset tak dapat dipulihkan kembali. of an asset may not be recoverable. The
Faktor-faktor penting yang dapat factors that the Bank considers important
menyebabkan penelaahan penurunan nilai which could trigger an impairment review
adalah sebagai berikut: include the following:
a) Performa yang tidak tercapai secara a) Significant underperformance relative to
signifikan terhadap ekspektasi historis expected historical or projected future
atau proyeksi hasil operasi di masa yang operating results;
akan datang;
b) Perubahan yang signifikan dalam cara b) Significant changes in the manner of use of
penggunaan aset atau strategi bisnis the acquired assets or the strategy for
secara keseluruhan; dan overall business; and
c) Industri atau tren ekonomi yang secara c) Significant negative industry or economic
signifikan bernilai negatif. trends.
Bank mengakui kerugian penurunan nilai The Bank recognizes an impairment loss
apabila nilai tercatat aset melebihi nilai yang whenever the carrying amount of an asset
dapat dipulihkan. Nilai terpulihkan adalah exceeds its recoverable amount. The
nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar recoverable amount is the whichever higher of
dikurang biaya untuk menjual dengan nilai an asset’s (or cash-generating units) fair value
pakai aset (atau unit penghasil kas). Nilai less costs to sell and its value in use.
terpulihkan diestimasi untuk aset individual Recoverable amounts are estimated for
atau jika tidak memungkinkan, untuk unit individual assets or if it is not possible, for the
penghasil kas yang mana aset tersebut cash-generating unit to which the asset
merupakan bagian daripada unit tersebut. belongs.
67
Page 452
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
af. Pertimbangan dan estimasi akuntansi af. Judgments and significant accounting
yang signifikan (lanjutan) estimates (continued)
Dalam proses penerapan kebijakan In the process of applying the Bank’s
akuntansi Bank, Manajemen telah accounting policies, Management has
melakukan pertimbangan dan estimasi exercised professional judgments and made
profesional dalam menentukan jumlah yang estimates in determining the amounts
diakui dalam laporan keuangan. recognized in the financial statements. The
Pertimbangan dan estimasi profesional yang most significant uses of the professional
signifikan adalah sebagai berikut: (lanjutan) judgments and estimates are as follows:
(continued)
Metode Suku Bunga Efektif (EIR) Effective Interest Rate (EIR) Method
Manajemen menggunakan estimasi Management applied the estimated expected
ekspektasi umur kredit perumahan dengan life of mortgage loan using behavior life
pendekatan umur behavior dan akan approach and will reassess the behavior life to
melakukan penilaian kembali perilaku umur determine the best estimated life of housing
behavior untuk menentukan estimasi umur loans, regularly.
terbaik kredit perumahan secara berkala.
Aset pajak tangguhan Deferred tax assets
Aset pajak tangguhan diakui atas jumlah Deferred tax assets are recognized for the
pajak penghasilan terpulihkan pada periode future recoverable taxable income arising from
mendatang sebagai akibat dari perbedaan temporary difference. Management’s
temporer. Justifikasi manajemen diperlukan judgment is required to determine the amount
untuk menentukan jumlah aset pajak of deferred tax assets that can be recognized
tangguhan yang dapat diakui sesuai dengan based upon the likely timing and level of future
perkiraan waktu dan tingkat laba fiskal di taxable profits together with future tax
masa mendatang sejalan dengan strategi strategy.
rencana perpajakan ke depan.
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan Classification of financial assets and liabilities
Bank menetapkan klasifikasi aset dan The Bank determines the classifications of
liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan certain assets and liabilities as financial assets
liabilitas keuangan dengan and financial liabilities by judging if they meet
mempertimbangkan apakah definisi yang the definition set forth in SFAS 109.
ditetapkan PSAK 109 terpenuhi. Dengan Accordingly, the financial assets and financial
demikian, aset keuangan dan liabilitas liabilities are accounted for in accordance with
keuangan diakui sesuai dengan kebijakan the Bank’s accounting policies disclosed in
akuntansi Bank seperti diungkapkan pada Note 2d.
Catatan 2d.
68
Page 453
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
2. Ikhtisar Informasi Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Material Accounting Policies
Material (lanjutan) Information (continued)
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan The principal accounting policies adopted in
dalam penyusunan laporan keuangan Bank preparing the financial statements of the Bank are
adalah seperti dijabarkan di bawah ini: (lanjutan) set out below: (continued)
af. Pertimbangan dan estimasi akuntansi af. Judgments and significant accounting
yang signifikan (lanjutan) estimates (continued)
Dalam proses penerapan kebijakan In the process of applying the Bank’s
akuntansi Bank, Manajemen telah accounting policies, Management has
melakukan pertimbangan dan estimasi exercised professional judgments and made
profesional dalam menentukan jumlah yang estimates in determining the amounts
diakui dalam laporan keuangan. recognized in the financial statements. The
Pertimbangan dan estimasi profesional yang most significant uses of the professional
signifikan adalah sebagai berikut: (lanjutan) judgments and estimates are as follows:
(continued)
Imbalan kerja Employee benefits
Penentuan liabilitas imbalan kerja Bank The Bank’s employee benefit liabilities are
bergantung pada pemilihan asumsi yang determined depend on the selection of certain
digunakan oleh aktuaris independen dan assumptions used by the independent
manajemen Bank dalam menghitung jumlah- actuaries and the Bank’s management in
jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk calculating such amounts. Those assumptions
antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan include among others, discount rates, future
gaji tahunan, tingkat pengunduran diri annual salary increase, annual employee
karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur turnover rate, disability rate, retirement age
pensiun dan tingkat kematian. and mortality rate.
Pajak penghasilan Income tax
Bank mengakui liabilitas atas pajak The Bank recognizes liabilities for corporate
penghasilan badan berdasarkan estimasi income tax based on estimation of whether
apakah akan terdapat tambahan pajak additional corporate income tax will be due.
penghasilan badan.
3. Kombinasi Bisnis 3. Business Combination
Bank telah menyelesaikan Penjualan dan The Bank has completed the Sale and Purchase of
Pembelian Aset dan Liabilitas atas bisnis Assets and Liabilities for the consumer business
konsumer dari Citibank N.A., Indonesia pada from Citibank N/A., Indonesia on 18 November
tanggal 18 November 2023. Alokasi harga 2023. The purchase price allocation was finalized
pembelian difinalisasi di laporan keuangan untuk in the Financial Statements for the year ended
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 31 December 2024. The final goodwill amount of
2024. Nilai goodwill akhir menjadi sebesar Rp813,973 has been adjusted in the Financial
Rp813.973 telah disesuaikan di Laporan Statements for the year ended
Keuangan untuk tahun yang berakhir pada 31 31 December 2024. Based on finalized purchase
Desember 2024. Berdasarkan alokasi harga price allocation, other intangible assets related to
pembelian yang telah difinalisasi, aset tak consumer business relationships and core deposits
berwujud lainnya berkaitan dengan hubungan amounting to Rp320,000 has been adjusted in the
pelanggan dari bisnis konsumer dan core Financial Statements for the year ended 31
deposits senilai Rp320.000 telah disesuaikan di December 2024.
Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024.
69
Page 454
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
3. Kombinasi Bisnis (lanjutan) 3. Business Combination (continued)
Berikut adalah mutasi dari saldo aset tidak The followings are movement of intangible assets
berwujud termasuk goodwill: including goodwill:
Aset tak berwujud/
Intangible assets
Hubungan
dengan
nasabah/
Customer
31 Desember 2025 relationship Core deposits Goodwill Total 31 December 2025
Biaya perolehan Cost
Saldo awal 140.000 180.000 813.973 1.133.973 Beginning balance
Total biaya perolehan 140.000 180.000 813.973 1.133.973 Total cost
Akumulasi amortisasi Accumulated amortization
Saldo awal 16.333 21.000 - 37.333 Beginning balance
Amortisasi tahun berjalan 14.000 18.000 - 32.000 Current year amortization
Total akumulasi amortisasi 30.333 39.000 - 69.333 Total accumulated amortization
Nilai buku - neto 109.667 141.000 813.973 1.064.640 Book value - net
Aset tak berwujud/
Intangible assets
Hubungan
dengan
nasabah/
Customer
31 Desember 2024 relationship Core deposits Goodwill Total 31 December 2024
Biaya perolehan Cost
Saldo awal 140.000 80.000 913.973 1.133.973 Beginning balance
Penyesuaian - 100.000 (100.000) - Adjustments
Total biaya perolehan 140.000 180.000 813.973 1.133.973 Total cost
Akumulasi amortisasi Accumulated amortization
Saldo awal 2.334 1.333 - 3.667 Beginning balance
Amortisasi tahun berjalan 13.999 19.667 - 33.666 Current year amortization
Total akumulasi amortisasi 16.333 21.000 - 37.333 Total accumulated amortization
Nilai buku - neto 123.667 159.000 813.973 1.096.640 Book value - net
Aset tidak berwujud hubungan dengan nasabah Customer relationship and core deposits intangible
dan core deposits masing-masing di amortisasi assets are amortized over 10 years, respectively.
selama 10 tahun.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bank As of 31 December 2025 and 2024, the Bank has
telah melakukan uji penurunan nilai tahunan atas performed its annual impairment test as on goodwill
goodwill dan berkesimpulan tidak terdapat and conclude no impairment of goodwill.
penurunan nilai goodwill.
70
Page 455
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
4. Kas 4. Cash
Akun ini terdiri dari: This account consists of:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah 553.759 612.437 Rupiah
Mata uang asing Foreign currencies
Dolar Amerika Serikat 60.994 43.621 United States Dollar
Dolar Singapura 27.951 25.782 Singapore Dollar
Total 642.704 681.840 Total
Kas dalam Rupiah termasuk uang pada mesin Cash in Rupiah includes cash in Automatic Teller
Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sejumlah Machines (ATM) amounting to Rp8,097 and
Rp8.097 dan Rp9.460 masing-masing pada Rp9,460 as of 31 December 2025 and 2024,
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024. respectively.
5. Giro pada Bank Indonesia 5. Current Accounts with Bank Indonesia
Akun ini terdiri dari: This account consists of:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah 4.872.754 4.087.662 Rupiah
Dolar Amerika Serikat United States Dollar
(USD134.521.018 dan USD106.306.455 (USD134,521,018 and USD106,306,455
masing-masing pada tanggal as of 31 December 2025 and
31 Desember 2025 dan 2024) 2.243.138 1.711.002 2024, respectively)
Total 7.115.892 5.798.664 Total
Giro Wajib Minimum (GWM) Bank sesuai dengan Minimum Statutory Reserves (GWM) in
Peraturan Bank Indonesia (PBI) dan Peraturan accordance with Bank Indonesia Regulation (PBI)
Anggota Dewan Gubernur (PADG) diungkapkan and Regulation of the Members of The Board of
pada Catatan 45. Governors (PADG) are disclosed in Note 45.
71
Page 456
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
6. Giro pada Bank Lain 6. Current Accounts with Other Banks
Akun ini terdiri dari: This account consists of:
31 Desember/ 31 Desember/ Types of current accounts
Jenis giro pada bank lain 31 December 2025 31 December 2024 with other banks
Pihak ketiga Third parties
Rupiah: Rupiah:
PT Bank Central Asia Tbk 3.148 2.150 PT Bank Central Asia Tbk
Lain-lain (masing-masing Indonesia
di bawah Rp2.000) 1.553 2.117 Others (below Rp2,000 each)
Subtotal - Pihak ketiga - Rupiah 4.701 4.267 Subtotal - Third parties - Rupiah
Yuan China Renminbi: Chinese Yuan Renminbi:
PT Bank ICBC Indonesia 315.494 96.983 PT Bank ICBC Indonesia
Dolar Amerika Serikat: United States Dollar:
JP Morgan Chase Bank, JP Morgan Chase Bank,
Amerika Serikat 253.768 272.120 United States of America
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 15.502 22.887 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 11.247 10.538 PT Bank Central Asia Tbk
Deutsche Bank AG, Deutsche Bank AG,
Amerika Serikat 7.370 10.594 United States of America
Dolar Singapura: Singapore Dollar:
DBS Bank, Singapura 128.123 77.095 DBS Bank Singapore
Dolar Australia: Australian Dollar:
ANZ Bank Ltd., Australia 50.183 36.395 ANZ Bank Ltd., Australia
National Australia Bank, Australia 13.619 18.197 National Australia Bank, Australia
Yen Jepang: Japanese Yen:
Bank of Tokyo - Mitsubishi UFJ, Bank of Tokyo - Mitsubishi UFJ,
Jepang 50.055 74.643 Japan
Pound Sterling Inggris: Great Britain Pound Sterling:
Barclays Bank, London 44.936 36.361 Barclays Bank, London
Franc Swiss: Swiss Franc:
UBS AG, Zurich 25.972 37.003 UBS AG, Zurich
Euro Eropa: European Euro:
Deutsche Bank, Frankfurt 19.736 45.965 Deutsche Bank, Frankfurt
Dolar Kanada: Canadian Dollar:
Canadian Imperial Bank of Commerce, Canadian Imperial Bank of Commerce,
Toronto 13.329 19.151 Toronto
Dolar Selandia Baru: New Zealand Dollar:
ANZ National Bank, Selandia Baru 10.215 26.133 ANZ National Bank, New Zealand
Krona Swedia: Swedish Krona:
Danske Bank A/S, Swedia 3.194 2.796 Danske Bank A/S, Sweden
Lain-lain (masing-masing
di bawah Rp2.000) 973 328 Others (below Rp2,000 each)
Subtotal - Pihak ketiga - Subtotal - Third parties -
Mata uang asing 963.716 787.189 Foreign currencies
Total - Pihak ketiga 968.417 791.456 Total - Third parties
72
Page 457
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
6. Giro pada Bank Lain (lanjutan) 6. Current Accounts with Other Banks (continued)
Akun ini terdiri dari: (lanjutan) This account consists of: (continued)
31 Desember/ 31 Desember/ Types of current accounts
Jenis giro pada bank lain 31 December 2025 31 December 2024 with other banks
Pihak berelasi (Catatan 37) Related parties (Note 37)
Dolar Singapura: Singapore Dollar:
United Overseas Bank Ltd., Singapura 15.815 15.925 United Overseas Bank Ltd., Singapore
Dolar Amerika Serikat: United States Dollar:
United Overseas Bank Ltd., Singapura 6.699 5.821 United Overseas Bank Ltd., Singapore
Dolar Hong Kong: Hong Kong Dollar:
United Overseas Bank Ltd., Hong Kon g 6.220 6.050 United Overseas Bank Ltd., Hong Kong
United Overseas Bank Ltd., Singapura 107 31 United Overseas Bank Ltd., Singapore
Yen Jepang: Japanese Yen:
United Overseas Bank Ltd., Tokyo 1.887 4.020 United Overseas Bank Ltd., Tokyo
Dolar Australia: Australian Dollar:
United Overseas Bank Ltd., Sydney 1.170 759 United Overseas Bank Ltd., Sydney
Yuan China: Chinese Yuan:
United Overseas Bank Ltd., Shanghai 890 1.829 United Overseas Bank Ltd., Shanghai
Euro Eropa: European Euro:
United Overseas Bank Ltd., Singapura 780 634 United Overseas Bank Ltd., Singapore
Yuan China Renminbi: Chinese Yuan Renminbi:
United Overseas Bank Ltd., Shanghai 463 187 United Overseas Bank Ltd., Shanghai
United Overseas Bank Ltd., Singapura 132 121 United Overseas Bank Ltd., Singapore
Baht Thailand: Thailand Baht:
United Overseas Bank Ltd., Thailand 136 142 United Overseas Bank Ltd., Thailand
Ringgit Malaysia: Malaysian Ringgit:
United Overseas Bank Ltd., Malaysia 75 74 United Overseas Bank Ltd., Malaysia
Total - Pihak berelasi 34.374 35.593 Total - Related parties
Total 1.002.791 827.049 Total
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.642) (5.536) Allowance for impairment losses
Neto 1.000.149 821.513 Net
Kisaran suku bunga rata-rata untuk giro pada The range of average interest rate for current
bank lain adalah sebagai berikut: accounts with other banks are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah 0,00% - 0,02% 0,00% - 0,03% Rupiah
Mata uang asing 0,00% - 5,20% 0,00% - 6,49% Foreign currency
Tidak terdapat giro pada bank lain yang diblokir There were no current accounts with other banks
dan dijadikan jaminan pada tanggal blocked and pledged as collateral as of
31 Desember 2025 dan 2024. 31 December 2025 and 2024.
Perubahan nilai tercatat bruto adalah sebagai Movements in the gross carrying amount are as
berikut: follows:
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
31 Desember 2023 984.482 - - 984.482 31 December 2023
Mutasi neto (157.433) - - (157.433) Net movement
31 Desember 2024 827.049 - - 827.049 31 December 2024
Mutasi neto 175.742 - - 175.742 Net movement
31 Desember 2025 1.002.791 - - 1.002.791 31 December 2025
73
Page 458
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
6. Giro pada Bank Lain (lanjutan) 6. Current Accounts with Other Banks (continued)
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai The movements in the allowance for impairment
adalah sebagai berikut: losses are as follows:
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
31 Desember 2023 2.706 - - 2.706 31 December 2023
Aset dihentikan
pengakuannya atau Assets derecognized or
dilunasi (kecuali hapus buku) (38) - - (38) repaid (excluding write-offs)
Pengukuran kembali 2.868 - - 2.868 Remeasurement
31 Desember 2024 5.536 - - 5.536 31 December 2024
Pengukuran Kembali (2.894) - - (2.894) Remeasurement
31 Desember 2025 2.642 - - 2.642 31 December 2025
Manajemen Bank berkeyakinan bahwa jumlah The Bank’s management believes that the
cadangan kerugian penurunan nilai adalah cukup allowance for impairment losses is adequate to
untuk menutup kemungkinan kerugian penurunan cover possible impairment losses from
nilai atas tidak tertagihnya giro pada bank lain. uncollectible current accounts with other banks.
7. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank 7. Placements with Bank Indonesia and Other
Lain Banks
Akun ini terdiri dari: This account consists of:
31 Desember/ 31 Desember/
Jenis penempatan 31 December 2025 31 December 2024 Types of placements
Pihak ketiga Third parties
Rupiah: Rupiah:
Fasilitas Simpanan Bank Indonesia - 149.956 Deposit Facilities of Bank Indonesia
Subtotal - Pihak ketiga - Rupiah - 149.956 Subtotal - Third parties - Rupiah
Mata uang asing: Foreign currencies:
Call Money: Call Money:
Bank of New York, Bank of New York,
Amerika Serikat 407.704 1.736.651 United States of America
Term Deposit Bank Indonesia - 1.770.450 Term Deposits of Bank Indonesia
Subtotal - Pihak ketiga - Subtotal - Third parties -
Mata uang asing 407.704 3.507.101 Foreign currencies
Total 407.704 3.657.057 Total
74
Page 459
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
7. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank 7. Placements with Bank Indonesia and Other
Lain (lanjutan) Banks (continued)
Kisaran suku bunga rata-rata untuk penempatan The range of average interest rates for placement
pada Bank Indonesia dan bank lain adalah with Bank Indonesia and other banks are as
sebagai berikut: follows:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah 4,52% - 4,87% 5,46% - 6,02% Rupiah
Mata uang asing 4,24% - 4,31% 5,23% - 5,25% Foreign currencies
Rincian penempatan pada Bank Indonesia dan The details of placements with Bank Indonesia and
bank lain berdasarkan jenis penempatan dan sisa other banks based on the type of placements and
umur sampai dengan jatuh tempo adalah sebagai remaining maturities are as follows:
berikut:
31 Desember/31 December 2025
Penempatan/ Call
Placements Money Total
Rupiah Rupiah
< 1 bulan - - - < 1 month
Mata uang asing Foreign currencies
< 1 bulan - 407.704 407.704 < 1 month
Total - 407.704 407.704 Total
31 Desember/31 December 2024
Penempatan/ Call
Placements Money Total
Rupiah Rupiah
< 1 bulan 149.956 - 149.956 < 1 month
Mata uang asing Foreign currencies
< 1 bulan 1.770.450 1.736.651 3.507.101 < 1 month
Total 1.920.406 1.736.651 3.657.057 Total
Tidak terdapat penempatan pada bank lain yang There were no placements with other banks
diblokir dan dijadikan jaminan pada tanggal blocked and pledged as collateral as of
31 Desember 2025 dan 2024. 31 December 2025 and 2024.
Rincian penempatan pada Bank Indonesia dan The details of placements with Bank Indonesia and
bank lain berdasarkan sisa umur sampai dengan other banks based on remaining maturities are
jatuh tempo terdapat pada Catatan 38. shown in Note 38.
75
Page 460
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
7. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank 7. Placements with Bank Indonesia and Other
Lain (lanjutan) Banks (continued)
Perubahan nilai tercatat bruto adalah sebagai Movements in the gross carrying amount are as
berikut: follows:
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
31 Desember 2023 2.135.930 - - 2.135.930 31 December 2023
Aset baru 3.657.057 - - 3.657.057 New assets originated
Aset dihentikan
pengakuannya atau Assets derecognized or
dilunasi (kecuali hapus buku) (2.135.930) - - (2.135.930) repaid (excluding write-offs)
31 Desember 2024 3.657.057 - - 3.657.057 31 December 2024
Aset baru 407.704 407.704 New assets originated
Aset dihentikan
pengakuannya atau Assets derecognized or
dilunasi (kecuali hapus buku) (3.657.057) - - (3.657.057) repaid (excluding write-offs)
31 Desember 2025 407.704 - - 407.704 31 December 2025
Manajemen Bank berkeyakinan bahwa tidak The Bank’s management believes that there was
terdapat penempatan pada Bank Indonesia dan no impaired placement with Bank Indonesia and
bank lain yang mengalami penurunan nilai pada other banks as of 31 December 2025 and 2024.
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
8. Efek-efek yang Diperdagangkan 8. Trading Securities
Akun ini terdiri dari: This account consists of:
31 Desember/31 December 2025
Mata uang asing/
Rupiah Foreign currencies Total
Efek-efek yang diperdagangkan Trading securities
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia
Bank Indonesia 2.632.976 - 2.632.976 Rupiah Securities
Obligasi Pemerintah 745.208 103.195 848.403 Goverment Bonds
Sukuk 184.891 59.299 244.190 Sukuk
Obligasi Korporasi 28.316 - 28.316 Corporate Bonds
Total 3.591.391 162.494 3.753.885 Total
76
Page 461
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
8. Efek-efek yang Diperdagangkan (lanjutan) 8. Trading Securities (continued)
Akun ini terdiri dari: (lanjutan) This account consists of: (continued)
31 Desember/31 December 2024
Mata uang asing/
Rupiah Foreign currencies Total
Efek-efek yang diperdagangkan Trading securities
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia
Bank Indonesia 1.395.092 - 1.395.092 Rupiah Securities
Obligasi Korporasi 255.088 - 255.088 Corporate Bonds
Sukuk 196.065 134.852 330.917 Sukuk
Obligasi Pemerintah 125.727 200.169 325.896 Goverment Bonds
Total 1.971.972 335.021 2.306.993 Total
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, efek- As of 31 December 2025 and 2024, trading
efek yang diperdagangkan adalah efek-efek yang securities are the securities issued by the
diterbitkan oleh pemerintah dan korporasi dan government and corporation and categorized as
dikategorikan tanpa peringkat berupa obligasi non-rated in the form of government bonds,
pemerintah, obligasi korporasi, sekuritas rupiah corporate bonds, Bank Indonesia rupiah securities
Bank Indonesia dan sukuk. and sukuk.
Rincian obligasi korporasi berdasarkan peringkat The details of corporate bonds based on rating are
adalah sebagai berikut: as follows:
31 Desember/31 December
Pemeringkat/
Ranked by 2025 2024 2025 2024
PT Merdeka Battery Materials Tbk Pefindo idA idA 20.003 100.007 PT Merdeka Battery Materials Tbk
PT Merdeka Copper Gold Tbk Pefindo idA+ idA+ 4.323 59.976 PT Merdeka Copper Gold Tbk
PT Astra Sedaya Finance Pefindo idAAA idAAA 3.990 37.865 PT Astra Sedaya Finance
PT Tower Bersama PT Tower Bersama
Infrastructure Tbk Fitch Rating - AA+ - 51.065 Infrastructure Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk Pefindo - idAAA - 6.175 (Persero) Tbk
Total 28.316 255.088 Total
Rincian efek-efek diperdagangkan berdasarkan The details of trading securities based on
sisa umur sampai dengan jatuh tempo terdapat remaining maturities are shown in Note 38.
pada Catatan 38.
Suku bunga efektif rata-rata efek-efek yang The average effective interest rates of trading
diperdagangkan adalah sebagai berikut: securities are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah Rupiah
Obligasi Pemerintah 5,14% - 10,50% 4,90% - 10,75% Government Bonds
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 5,77% - 7,40% 6,75% - 7,35% Bank Indonesia Rupiah Securities
Obligasi Korporasi 6,46% - 8,93% 6,16% - 8,93% Corporate Bonds
Sukuk 5,74% - 6,49% 4,98% - 6,27% Sukuk
Mata uang asing Foreign currency
Obligasi Pemerintah 1,55% - 8,44% 2,48% - 8,21% Government Bonds
Sukuk 1,50% - 5,65% 1,50% - 5,56% Sukuk
77
Page 462
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
9. Investasi Keuangan 9. Financial Investments
Akun ini terdiri dari: This account consists of:
31 Desember/31 December 2025
Mata uang asing/
Rupiah Foreign currencies Total
Diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan At fair value through other
komprehensif lain comprehensive income
Obligasi Pemerintah 25.028.685 228.519 25.257.204 Government Bonds
Sekuritas Rupiah Rupiah Securities
Bank Indonesia 3.104.568 - 3.104.568 Bank Indonesia
Obligasi Korporasi 766.554 - 766.554 Corporate Bonds
Sukuk 474.022 100.224 574.246 Sukuk
Bank Indonesia Bank Indonesia
Floating Rate Note 49.892 - 49.892 Floating Rate Note
Total 29.423.721 328.743 29.752.464 Total
Diukur pada biaya perolehan
yang diamortisasi At amortized cost
Obligasi Pemerintah 6.379.020 - 6.379.020 Government Bonds
Wesel ekspor berjangka Export bills
Pihak ketiga 953.840 119.351 1.073.191 Third parties
Pihak berelasi (Catatan 37) - 63.352 63.352 Related parties (Note 37)
Sukuk 25.341 - 25.341 Sukuk
Total 7.358.201 182.703 7.540.904 Total
Total investasi keuangan 36.781.922 511.446 37.293.368 Total financial investments
Cadangan kerugian
penurunan nilai (8.653) (11.008) (19.661) Allowance for impairment losses
Neto 36.773.269 500.438 37.273.707 Net
31 Desember/31 December 2024
Mata uang asing/
Rupiah Foreign currencies Total
Diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan At fair value through other
komprehensif lain comprehensive income
Obligasi Pemerintah 13.703.877 - 13.703.877 Government Bonds
Sekuritas Rupiah Rupiah Securities
Bank Indonesia 7.852.673 - 7.852.673 Bank Indonesia
Sukuk 729.519 - 729.519 Sukuk
Obligasi Korporasi 637.817 - 637.817 Corporate Bonds
Total 22.923.886 - 22.923.886 Total
Diukur pada biaya perolehan
yang diamortisasi At amortized cost
Obligasi Pemerintah 7.094.157 - 7.094.157 Government Bonds
Wesel ekspor berjangka Export bills
Pihak ketiga 965.818 1.245.306 2.211.124 Third parties
Pihak berelasi (Catatan 37) - 19.183 19.183 Related parties (Note 37)
Sukuk 220.512 - 220.512 Sukuk
Total 8.280.487 1.264.489 9.544.976 Total
Total investasi keuangan 31.204.373 1.264.489 32.468.862 Total financial investments
Cadangan kerugian
penurunan nilai (2.146) (13.890) (16.036) Allowance for impairment losses
Neto 31.202.227 1.250.599 32.452.826 Net
78
Page 463
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
9. Investasi Keuangan (lanjutan) 9. Financial Investments (continued)
a. Investasi keuangan yang diukur pada nilai a. The financial investments at fair value through
wajar melalui penghasilan komprehensif lain other comprehensive income as of
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 31 December 2025 and 2024 are as follows:
2024 adalah sebagai berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Nilai wajar Fair value
Rupiah Rupiah
Obligasi Pemerintah 25.028.685 13.703.877 Government Bonds
Sekuritas Rupiah Rupiah Securities
Bank Indonesia 3.104.568 7.852.673 Bank Indonesia
Obligasi Korporasi 766.554 637.817 Corporate Bonds
Sukuk 474.022 729.519 Sukuk
Bank Indonesia Bank Indonesia
Floating Rate Note 49.892 - Floating Rate Note
Subtotal 29.423.721 22.923.886 Subtotal
Mata Uang Asing Foreign Currencies
Obligasi Pemerintah 228.519 - Government Bonds
Sukuk 100.224 - Sukuk
Subtotal 328.743 - Subtotal
Total 29.752.464 22.923.886 Total
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Nilai nominal 28.754.107 23.221.160 Nominal value
Saldo yang belum diamortisasi 322.725 7.552 Unamortized amount
Keuntungan/(Kerugian) yang
belum direalisasi 675.632 (304.826) Unrealized gain/(loss)
Total 29.752.464 22.923.886 Total
Rekonsiliasi atas perubahan kerugian yang Reconciliations of movement in unrealized loss
belum direalisasi atas efek-efek yang diukur on securities at fair value through other
pada nilai wajar melalui penghasilan comprehensive income - net are as follows:
komprehensif lain - neto adalah sebagai
berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Saldo awal tahun (239.460) (91.872) Balance at beginning of year
Keuntungan/(kerugian) yang belum Unrealized gain/(loss)
direalisasi diakui di ekuitas 978.569 (188.874) recognized in equity
Pemulihan/(penyisihan) kerugian
penurunan nilai selama tahun Reversal/(provision) for impairment
berjalan 67 (341) losses during the year
Efek pajak (215.300) 41.627 Tax effect
Saldo akhir tahun 523.876 (239.460) Balance at end of year
79
Page 464
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
9. Investasi Keuangan (lanjutan) 9. Financial Investments (continued)
b. Klasifikasi investasi keuangan yang diukur b. The classification of financial investments at
pada biaya perolehan yang diamortisasi amortized cost based on the remaining
berdasarkan sisa umur sebelum cadangan maturities before allowance for impairment
kerugian penurunan nilai adalah sebagai losses are as follows:
berikut:
31 Desember/31 December 2025
Mata uang
asing/
Foreign
Rupiah currencies Total
< 1 bulan 1.695.710 64.133 1.759.843 < 1 month
≥ 1 bulan ≤ 3 bulan 460.659 107.411 568.070 ≥ 1 month ≤ 3 months
> 3 bulan ≤ 12 bulan 1.420.045 11.159 1.431.204 > 3 months ≤ 12 months
> 12 bulan 3.781.787 - 3.781.787 > 12 months
Total 7.358.201 182.703 7.540.904 Total
31 Desember/31 December 2024
Mata uang
asing/
Foreign
Rupiah currencies Total
< 1 bulan 3.749.978 652.413 4.402.391 < 1 month
≥ 1 bulan ≤ 3 bulan 1.330.668 318.526 1.649.194 ≥ 1 month ≤ 3 months
> 3 bulan ≤ 12 bulan 613.998 293.550 907.548 > 3 months ≤ 12 months
> 12 bulan 2.585.843 - 2.585.843 > 12 months
Total 8.280.487 1.264.489 9.544.976 Total
Rincian investasi keuangan berdasarkan sisa The details of financial investment based on
umur sampai dengan jatuh tempo terdapat remaining maturities are shown in Note 38.
pada Catatan 38.
c. Rincian obligasi korporasi berdasarkan c. The details of corporate bonds based on rating
peringkat adalah sebagai berikut: are as follows:
31 Desember/31 December
Pemeringkat/
Ranked by 2025 2024 2025 2024
PT Bank Mandiri PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk Pefindo idAAA idAAA 182.899 49.266 (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk Pefindo idAAA idAAA 154.077 159.816 (Persero) Tbk
PT Sarana Multi PT Sarana Multi
Infrastruktur Pefindo idAAA idAAA 147.424 85.201 Infrastruktur
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk Pefindo idAAA idAAA 102.514 139.271 (Persero) Tbk
PT Astra Sedaya PT Astra Sedaya
Finance Pefindo idAAA idAAA 90.848 68.928 Finance
PT Federal PT Federal
International Finance Pefindo idAAA idAAA 55.180 82.493 International Finance
PT Sarana Multigriya PT Sarana Multigriya Finansial
Finansial (Persero) Pefindo idAAA idAAA 23.616 27.895 (Persero)
PT Adira Dinamika Multi PT Adira Dinamika Multi
Finance Tbk Pefindo idAAA - 9.996 - Finance Tbk
PT Bank Maybank PT Bank Maybank
Indonesia Tbk Pefindo - idAAA - 14.942 Indonesia Tbk
PT PLN (Persero) Pefindo - idAAA - 10.005 PT PLN (Persero)
Total 766.554 637.817 Total
80
Page 465
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
9. Investasi Keuangan (lanjutan) 9. Financial Investments (continued)
d. Perubahan nilai tercatat bruto atas investasi d. Movements in the gross carrying amount of
keuangan yang diukur pada nilai wajar financial investments at fair value through
melalui penghasilan komprehensif lainnya other comprehensive income and at amortized
dan yang diukur pada biaya perolehan yang cost are as follows:
diamortisasi adalah sebagai berikut:
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
31 Desember 2023 33.042.534 8.691 - 33.051.225 31 December 2023
Aset baru 12.758.028 - - 12.758.028 New assets originated
Aset dihentikan
pengakuannya Assets derecognized
atau dilunasi or repaid
(kecuali hapus buku) (16.091.857) (8.691) - (16.100.548) (excluding write-offs)
Pengukuran kembali 2.760.157 - - 2.760.157 Remeasurement
31 Desember 2024 32.468.862 - - 32.468.862 31 December 2024
Aset baru 10.053.845 52.591 - 10.106.436 New assets originated
Aset dihentikan
pengakuannya Assets derecognized
atau dilunasi or repaid
(kecuali hapus buku) (15.795.595) - - (15.795.595) (excluding write-offs)
Pengukuran kembali 10.513.665 - - 10.513.665 Remeasurement
31 Desember 2025 37.240.777 52.591 - 37.293.368 31 December 2025
e. Perubahan cadangan kerugian penurunan e. The movements in the allowance for
nilai atas investasi keuangan yang diukur impairment losses of financial investments at
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif fair value through other comprehensive
lainnya dan yang diukur pada biaya income and at amortized cost are as follows:
perolehan yang diamortisasi adalah sebagai
berikut:
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
31 Desember 2023 12.802 1.046 - 13.848 31 December 2023
Aset baru 16.036 - - 16.036 New assets originated
Aset dihentikan
pengakuannya Assets derecognized
atau dilunasi or repaid
(kecuali hapus buku) (12.802) (1.046) - (13.848) (excluding write-offs)
31 Desember 2024 16.036 - - 16.036 31 December 2024
Aset baru 13.205 6.456 - 19.661 New assets originated
Aset dihentikan
pengakuannya Assets derecognized
atau dilunasi or repaid
(kecuali hapus buku) (16.036) - - (16.036) (excluding write-offs)
31 Desember 2025 13.205 6.456 - 19.661 31 December 2025
Manajemen Bank berkeyakinan bahwa The Bank’s management believes that the
jumlah cadangan kerugian penurunan nilai allowance for impairment losses is adequate
adalah cukup untuk menutup kemungkinan to cover possible impairment losses from
kerugian penurunan nilai atas tidak uncollectible export bills and corporate bonds.
tertagihnya wesel ekspor berjangka dan
obligasi korporasi.
81
Page 466
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
9. Investasi Keuangan (lanjutan) 9. Financial Investments (continued)
f. Kisaran suku bunga efektif rata-rata investasi f. The range of average effective interest rates of
keuangan adalah sebagai berikut: financial investments are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah 3,88% - 10,19% 4,90% - 11,00% Rupiah
Mata uang asing 4,04% - 7,66% 3,88% - 7,75% Foreign currency
10. Tagihan dan Liabilitas Derivatif 10. Derivative Receivables and Payables
Ikhtisar tagihan dan liabilitas derivatif adalah The summary of derivative receivables and
sebagai berikut: payables are as follows:
31 Desember/31 December 2025
Nilai nosional
(kontrak)
(ekuivalen
rupiah)/
Notional value Tagihan Liabilitas
(contract) derivatif/ derivatif/
(rupiah Derivative Derivative
Jenis equivalent) receivables payables Type
Swap pertukaran valas dan Cross currency interest rate
suku bunga swap
Rupiah 17.757.636 848.620 28.731 Indonesian Rupiah
Valas 20.008.360 61.797 830.342 Foreign Currencies
Forward beli Forward bought
Rupiah 29.750.225 202.940 41.078 Indonesian Rupiah
Valas 2.316.098 1.811 6.690 Foreign Currencies
Forward jual Forward sold
Valas 31.822.583 92.550 119.310 Foreign Currencies
Option 18.534.826 368.534 369.277 Option
Swap suku bunga Interest rate swap
Rupiah 80.000 4 3 Indonesian Rupiah
Valas 12.372.944 28.670 66.154 Foreign Currencies
Total 1.604.926 1.461.585 Total
82
Page 467
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
10. Tagihan dan Liabilitas Derivatif (lanjutan) 10. Derivative Receivables and Payables
(continued)
Ikhtisar tagihan dan liabilitas derivatif adalah The summary of derivative receivables and
sebagai berikut: (lanjutan) payables are as follows: (continued)
31 Desember/31 December 2024
Nilai nosional
(kontrak)
(ekuivalen
rupiah)/
Notional value Tagihan Liabilitas
(contract) derivatif/ derivatif/
(rupiah Derivative Derivative
Jenis equivalent) receivables payables Type
Swap pertukaran valas dan Cross currency interest rate
suku bunga swap
Rupiah 19.871.782 1.109.794 4.098 Indonesian Rupiah
Valas 21.149.872 7.873 1.092.442 Foreign Currencies
Forward beli Forward bought
Rupiah 31.262.813 383.623 79.923 Indonesian Rupiah
Valas 2.042.395 2.769 5.365 Foreign Currencies
Forward jual Forward sold
Valas 37.339.886 74.110 464.740 Foreign Currencies
Option 19.748.454 452.790 457.719 Option
Swap suku bunga Interest rate swap
Valas 14.374.849 31.209 120.657 Foreign Currencies
Futures 804.750 25 946 Futures
Total 2.062.193 2.225.890 Total
Rincian tagihan dan liabilitas derivatif The details of derivative receivables and payables
berdasarkan sisa umur sampai dengan jatuh based on remaining maturities are shown in
tempo terdapat pada Catatan 38. Note 38.
Dalam kegiatan normal bisnis, Bank melakukan In the normal course of the business, the Bank
transaksi derivatif tertentu untuk memenuhi enters into some derivative transactions to meet the
kebutuhan spesifik nasabahnya dan dalam specific needs of its customers as well as to
rangka pengelolaan likuiditas dan posisi lindung manage its liquidity and hedging position. The Bank
nilai. Bank memiliki kebijakan pengelolaan risiko has its own risk management policy and the risk
dan limit yang ditentukan untuk mengendalikan amount limit for controlling the foreign exchange
risiko nilai tukar dan suku bunga. Perubahan and interest rate risks. The changes in variable
variabel risiko pasar dimonitor secara aktif dalam market risk are actively monitored in the ALCO
rapat ALCO (Asset and Liability Committee) yang (Asset and Liability Committee) meeting, whereby
dijadikan acuan dalam menentukan strategi the changes serve as the benchmark in determining
Bank. the Bank’s strategies.
83
Page 468
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
10. Tagihan dan Liabilitas Derivatif (lanjutan) 10. Derivative Receivables and Payables
(continued)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bank As of 31 December 2025 and 2024, the Bank has
memiliki beberapa tipe instrumen derivatif the following types of derivative instruments:
sebagai berikut:
Pertukaran forward Forward exchange
Kontrak forward pertukaran valuta asing adalah Forward foreign exchange contracts are contractual
perjanjian untuk membeli atau menjual suatu agreements to buy or sell a foreign currency at
mata uang asing pada kurs dan tanggal tertentu. specified rates and on certain dates. These
Transaksi tersebut dilakukan di over-the-counter transactions are conducted in the over-the-counter
market. Secara spesifik, Bank mengadakan market. Specifically, the Bank enters into this
transaksi ini dengan tujuan untuk mengendalikan transaction with the objective to control the
risiko nilai tukar. Jangka waktu perjanjian untuk exchange rate risk. The period of contract for
transaksi forward pertukaran mata uang asing forward foreign exchange transactions undertaken
yang dilakukan oleh Bank berkisar antara 2 hari by the Bank ranged between 2 days to 2 years.
hingga 2 tahun.
Options Options
Options merupakan perjanjian kontraktual antara Options are a contractual agreements between two
dua pihak yang merupakan suatu kontrak yang parties which is a contract granting rights (instead
memberikan hak (bukan kewajiban) kepada of liabilities) to the option buyer to purchase or sell
pembeli option untuk untuk membeli atau menjual a currency against another currency at a
mata uang terhadap mata uang lainnya dengan predetermined price (strike price) for a certain
harga yang telah ditentukan (strike price) untuk period by paying significant amount of premium to
suatu periode tertentu dengan membayar the option seller. The contract period for the option
sejumlah premi kepada penjual option. Periode transacted by the Bank ranged between 14 days to
perjanjian untuk option yang dilakukan oleh Bank 5 years.
berkisar antara 14 hari hingga 5 tahun.
Swap suku bunga Interest rate swap
Perjanjian swap suku bunga merupakan Interest rate swap contracts are contractual
perjanjian kontraktual antara dua pihak untuk agreements between two parties to exchange
menukarkan pergerakan tingkat suku bunga dan movements of interest rates and to make payments
untuk melakukan suatu pembayaran yang with respect to defined credit events based on
didasarkan pada suatu situasi tertentu dan specified notional amount.
jumlah nosional tertentu.
Secara spesifik, Bank mengadakan transaksi Specifically, the Bank has entered into these
tersebut dengan tujuan untuk melindungi nilai contracts to hedge its future interest cash flows on
pergerakan arus kas di masa depan, terkait its interest income from Indonesian Rupiah loan
dengan pendapatan bunga atas pinjaman yang receivables from customers (corporate and
diberikan kepada debitur (debitur perusahaan individual at a pool basis) and its interest income
dan debitur perorangan yang telah digabungkan) from United States Dollar denominated available-
dalam Rupiah dan pendapatan bunga dari efek for-sale securities. The contract period for the
tersedia untuk dijual dalam mata uang Dolar interest rate swap transacted by the Bank is
Amerika Serikat. Periode perjanjian untuk swap between 1 months to 8 years.
suku bunga yang dilakukan oleh Bank berkisar
antara 1 bulan hingga 8 tahun.
84
Page 469
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
10. Tagihan dan Liabilitas Derivatif (lanjutan) 10. Derivative Receivables and Payables
(continued)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bank As of 31 December 2025 and 2024, the Bank has
memiliki beberapa tipe instrumen derivatif the following types of derivative instruments:
sebagai berikut: (lanjutan) (continued)
Swap suku bunga lintas mata uang Cross currency interest rate swap
Swap suku bunga lintas mata uang merupakan Cross currency interest rate swap are contractual
perjanjian kontraktual antara dua pihak untuk agreements between two parties to exchange cash
menukarkan arus kas dari pokok kredit dan flows from loan principal and interest payments
pembayaran bunga dengan denominasi yang which are in different denominations. The contract
berbeda. Periode kontrak untuk swap suku bunga period for the cross currency interest rate swap
lintas mata uang yang dilakukan oleh Bank transacted by the Bank ranged between 4 months
berkisar antara 4 bulan hingga 7 tahun. to 7 years.
Transaksi-transaksi tersebut di atas tidak The above transactions are not treated as an
diperlakukan sebagai transaksi lindung nilai yang effective hedging relationships for accounting
efektif untuk tujuan akuntansi. Perubahan nilai purposes. The changes in the fair value of the
wajar dari instrumen derivatif tersebut dikreditkan derivative instruments are credited or charged to
atau dibebankan dalam laporan laba rugi dan the statements of profit or loss and other
penghasilan komprehensif lain tahun berjalan. comprehensive income in the current year.
11. Kredit yang Diberikan 11. Loans
1) Jenis kredit yang diberikan 1) By type of loan
31 Desember/31 December 2025
Pihak Pihak berelasi
ketiga/ (Catatan 37)/
Third Related parties
parties (Note 37) Total
Rupiah Rupiah
Promes 20.022.505 - 20.022.505 Promissory notes
Trade loans 11.243.036 - 11.243.036 Trade loans
Kartu kredit 8.741.041 10.681 8.751.722 Credit card
Sindikasi 7.396.363 - 7.396.363 Syndicated
Investasi 7.331.923 - 7.331.923 Investment
Rekening koran 7.229.727 - 7.229.727 Overdraft
Pemilikan rumah 6.052.156 35.096 6.087.252 Housing
Angsuran 4.797.064 - 4.797.064 Installment
Multiguna 697.903 2.923 700.826 Multi-purpose
Kendaraan bermotor 54.279 10.754 65.033 Motor vehicles
Tetap 15.610 15.610 Fixed
73.581.607 59.454 73.641.061
Mata uang asing Foreign currencies
Trade loans 24.320.270 - 24.320.270 Trade loans
Sindikasi 7.068.705 - 7.068.705 Syndicated
Promes 6.147.691 - 6.147.691 Promissory notes
Investasi 561.360 - 561.360 Investment
Angsuran 43.253 - 43.253 Installment
38.141.279 - 38.141.279
Total 111.722.886 59.454 111.782.340 Total
Cadangan kerugian
penurunan nilai (3.824.791) (655) (3.825.446) Allowance for impairment losses
Neto 107.898.095 58.799 107.956.894 Net
85
Page 470
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
11. Kredit yang Diberikan (lanjutan) 11. Loans (continued)
1) Jenis kredit yang diberikan (lanjutan) 1) By type of loan (continued)
31 Desember/31 December 2024
Pihak Pihak berelasi
ketiga/ (Catatan 37)/
Third Related parties
parties (Note 37) Total
Rupiah Rupiah
Promes 18.686.666 - 18.686.666 Promissory notes
Trade loans 13.229.276 - 13.229.276 Trade loans
Kartu kredit 9.249.557 10.191 9.259.748 Credit card
Rekening koran 8.004.412 - 8.004.412 Overdraft
Investasi 6.610.786 - 6.610.786 Investment
Pemilikan rumah 6.368.111 47.070 6.415.181 Housing
Angsuran 4.721.470 - 4.721.470 Installment
Sindikasi 2.971.801 - 2.971.801 Syndicated
Multiguna 831.255 3.547 834.802 Multi-purpose
Kendaraan bermotor 57.807 13.497 71.304 Motor vehicles
Tetap 15.720 - 15.720 Fixed
70.746.861 74.305 70.821.166
Mata uang asing Foreign currencies
Trade loans 14.733.201 - 14.733.201 Trade loans
Sindikasi 7.983.693 - 7.983.693 Syndicated
Promes 5.747.887 - 5.747.887 Promissory notes
Investasi 1.071.756 - 1.071.756 Investment
Angsuran 54.106 - 54.106 Installment
29.590.643 - 29.590.643
Total 100.337.504 74.305 100.411.809 Total
Cadangan kerugian
penurunan nilai (3.958.861) (692) (3.959.553) Allowance for impairment losses
Neto 96.378.643 73.613 96.452.256 Net
2) Sektor ekonomi 2) By economic sector
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Industri pengolahan 29.318.787 24.247.358 Processing industry
Perdagangan besar dan eceran 26.461.314 20.200.588 Wholesale and retail trading
Rumah tangga 15.605.428 16.582.987 Household
Pertambangan dan penggalian 9.210.379 11.540.589 Mining and excavation
Aktivitas keuangan dan asuransi 6.820.913 7.500.227 Financial and insurance activities
Informasi dan komunikasi 5.996.446 2.197.093 Information and communication
Pertanian, kehutanan dan perikanan 4.616.313 4.544.252 Agriculture, forestry and fisheries
Pengangkutan dan pergudangan 4.059.656 3.750.994 Transportation and warehousing
Real estate 3.326.532 2.980.475 Real estate
Penyedia akomodasi dan Accommodation and
penyedia makanan dan minuman 1.858.581 1.943.693 food and beverages provider
Pengadaan listrik, gas dan udara 1.635.691 373.318 Electricity, gas and air procurement
Konstruksi gedung 1.281.472 3.181.682 Building construction
Lainnya 1.590.828 1.368.553 Others
Total 111.782.340 100.411.809 Total
Cadangan kerugian
penurunan nilai (3.825.446) (3.959.553) Allowance for impairment losses
Neto 107.956.894 96.452.256 Net
86
Page 471
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
11. Kredit yang Diberikan (lanjutan) 11. Loans (continued)
3) Jangka waktu 3) By terms
a. Berdasarkan perjanjian kredit a. Based on loan agreement
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah Rupiah
≤ 1 tahun 45.515.358 42.893.453 ≤ 1 year
> 1 tahun ≤ 2 tahun 1.747.289 5.731.662 > 1 year ≤ 2 years
> 2 tahun ≤ 5 tahun 6.235.775 5.087.792 > 2 years ≤ 5 years
> 5 tahun 20.142.639 17.108.259 > 5 years
73.641.061 70.821.166
Mata uang asing Foreign currencies
≤ 1 tahun 29.529.926 18.188.241 ≤ 1 year
> 1 tahun ≤ 2 tahun 1.196.498 2.453.798 > 1 year ≤ 2 years
> 2 tahun ≤ 5 tahun 4.265.959 4.439.377 > 2 years ≤ 5 years
> 5 tahun 3.148.896 4.509.227 > 5 years
38.141.279 29.590.643
Total 111.782.340 100.411.809 Total
Cadangan kerugian
penurunan nilai (3.825.446) (3.959.553) Allowance for impairment losses
Neto 107.956.894 96.452.256 Net
b. Berdasarkan sisa umur jatuh tempo b. Based on remaining maturities
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah Rupiah
≤ 1 tahun 47.831.662 50.216.081 ≤ 1 year
> 1 tahun ≤ 2 tahun 1.395.678 2.013.599 > 1 year ≤ 2 years
> 2 tahun ≤ 5 tahun 12.756.626 9.537.322 > 2 years ≤ 5 years
> 5 tahun 11.657.095 9.054.164 > 5 years
73.641.061 70.821.166
Mata uang asing Foreign currencies
≤ 1 tahun 30.755.300 21.822.300 ≤ 1 year
> 1 tahun ≤ 2 tahun 226.597 368.638 > 1 year ≤ 2 years
> 2 tahun ≤ 5 tahun 7.150.153 7.386.422 > 2 years ≤ 5 years
> 5 tahun 9.229 13.283 > 5 years
38.141.279 29.590.643
Total 111.782.340 100.411.809 Total
Cadangan kerugian
penurunan nilai (3.825.446) (3.959.553) Allowance for impairment losses
Neto 107.956.894 96.452.256 Net
87
Page 472
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
11. Kredit yang Diberikan (lanjutan) 11. Loans (continued)
Berikut ini adalah informasi signifikan lainnya The other significant information relating to loans
sehubungan dengan kredit yang diberikan: are as follows:
a. Kredit yang diberikan dijamin dengan a. Loans are secured with time deposits,
deposito, agunan yang diikat dengan hak registered mortgages over collateral or power
tanggungan atau surat kuasa untuk menjual of attorney to sell or to liquidate and with other
atau mencairkan dan jaminan lain yang guarantees generally acceptable to the Bank.
umumnya dapat diterima oleh Bank.
b. Giro sejumlah Rp868.675 dan Rp885.018 b. Demand deposits amounting to Rp868,675
masing-masing pada tanggal 31 Desember and Rp885,018 as of 31 December 2025 and
2025 dan 2024 digunakan sebagai jaminan 2024, respectively are pledged as collateral for
atas kredit yang diberikan dan fasilitas bank loans and other bank facilities (Note 17).
lainnya (Catatan 17).
c. Tabungan sejumlah Rp222.972 dan c. Saving deposits amounting to Rp222,972 and
Rp296.619 masing-masing pada tanggal Rp296,619 as of 31 December 2025 and
31 Desember 2025 dan 2024 digunakan 2024, respectively are pledged as collateral for
sebagai jaminan atas kredit yang diberikan loans (Note 18).
(Catatan 18).
d. Deposito berjangka sejumlah Rp10.408.658 d. Time deposits amounting to Rp10,408,658
dan Rp9.688.236 masing-masing pada and Rp9,688,236 as of 31 December 2025
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 and 2024, respectively are pledged as
digunakan sebagai jaminan atas kredit yang collateral for loans (Note 19).
diberikan (Catatan 19).
e. Suku bunga kontraktual rata-rata untuk kredit e. The average contractual interest rates for
adalah sebagai berikut: loans are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah 8,37% 9,09% Rupiah
Mata uang asing 5,15% 6,17% Foreign currencies
f. Kredit yang diberikan kepada karyawan f. Loans to employees represent, among others,
antara lain merupakan kredit untuk housing, multipurpose and car loans. These
pembelian rumah, multiguna dan kendaraan. loans granted to employees that bear a lower
Kredit kepada karyawan tersebut dikenakan interest rates than interest rates charged to
bunga sesuai ketentuan Bank yang lebih non-employee amounting to Rp322,358 and
rendah dari suku bunga kredit yang diberikan Rp359,176 as of 31 December 2025 and 2024,
Bank kepada nasabah bukan karyawan respectively.
dengan jumlah masing-masing sebesar
Rp322.358 dan Rp359.176 pada tanggal
31 Desember 2025 dan 2024.
88
Page 473
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
11. Kredit yang Diberikan (lanjutan) 11. Loans (continued)
Berikut ini adalah informasi signifikan lainnya The other significant information relating to loans
sehubungan dengan kredit yang diberikan: are as follows: (continued)
(lanjutan)
g. Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, g. As of 31 December 2025 and 2024, total
jumlah kredit yang direstrukturisasi masing- restructured loans amounting to Rp4,923,697
masing sebesar Rp4.923.697 dan and Rp5,287,286, respectively, are provided
Rp5.287.286, dengan cadangan kerugian with allowance for impairment losses of
penurunan nilai yang dibentuk masing- Rp1,797,054 and Rp1,933,488, respectively.
masing sebesar Rp1.797.054 dan The restructuring of loans represents
Rp1.933.488. Bentuk restrukturisasi kredit extension of maturity dates and reduction of
meliputi antara lain kredit dengan interest rates. There are no losses resulted
perpanjangan jatuh tempo dan perubahan from those loans restructuring and the Bank
tingkat suku bunga. Tidak ada kerugian yang does not have any commitments to grant
timbul dari restrukturisasi kredit tersebut dan additional loans to these customers.
Bank tidak memiliki komitmen untuk
memberikan tambahan kredit kepada
nasabah-nasabah tersebut.
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah The Bank’s management believes that the
cadangan penurunan nilai yang dibentuk allowance for impairment losses is adequate.
telah memadai.
Restrukturisasi kredit berdasarkan jenis kredit Restructured loan by type of loan as follows:
yang diberikan sebagai berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah Rupiah
Investasi 1.394.945 923.913 Investment
Angsuran 1.125.329 1.334.130 Installment
Promes 402.749 333.342 Promissory notes
Pemilikan rumah 290.942 341.840 Housing
Rekening koran 218.977 295.075 Overdraft
Multiguna 130.772 170.014 Multi-purpose
Trade loans 127.538 132.432 Trade loans
Kartu kredit 22.571 13.792 Credit card
3.713.823 3.544.538
Mata uang asing Foreign currencies
Investasi 528.850 1.020.924 Investment
Promes 430.782 472.445 Promissory notes
Trade loans 232.736 230.230 Trade loans
Angsuran 17.506 19.149 Installment
1.209.874 1.742.748
Total 4.923.697 5.287.286 Total
Cadangan kerugian
penurunan nilai (1.797.054) (1.933.488) Allowance for impairment losses
Neto 3.126.643 3.353.798 Net
89
Page 474
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
11. Kredit yang Diberikan (lanjutan) 11. Loans (continued)
Berikut ini adalah informasi signifikan lainnya The other significant information relating to loans
sehubungan dengan kredit yang diberikan: are as follows: (continued)
(lanjutan)
h. Pada tanggal 8 Oktober 2025, Bank h. On 8 October 2025, the Bank sold its written
melakukan penjualan atas kredit yang telah off loan. Payment for the selling prices of
dihapusbukukan. Pembayaran dari harga USD800,000 (full amount) has been fully
jual atas kredit tersebut sebesar received by the Bank and recovery of the
USD800.000 (nilai penuh) telah diterima written-off loans was presented as part of
seluruhnya oleh Bank dan pemulihan atas “Other operating income - Others-net” in
kredit yang telah dihapusbukukan tersebut current year statement of profit or loss and
dicatat sebagai bagian dari “Pendapatan other comprehensive income.
operasional lainnya - Lain-lain-neto” pada
laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain di tahun berjalan.
Kredit tersebut dijual dengan skema jual The loans were sold with true sales scheme
putus dengan pengalihan hak atas kredit with the transfer of rights on the sold loans
yang dijual berlaku efektif pada tanggal become effective on 8 October 2025.
8 Oktober 2025.
Pada tanggal 13 September 2024 dan On 13 September 2024 and 15 October 2024,
15 Oktober 2024, Bank melakukan penjualan the Bank sold its written off loan. Payment for
atas kredit yang telah dihapusbukukan. the selling prices of Rp176,000 has been fully
Pembayaran dari harga jual atas kredit received by the Bank and recovery of the
tersebut sebesar Rp176.000 telah diterima written-off loans was presented as part of
seluruhnya oleh Bank dan pemulihan atas “Gain on sales of financial assets” and “Other
kredit yang telah dihapusbukukan tersebut operating income - Others-net” in current year
dicatat sebagai bagian dari “Keuntungan atas statement of profit or loss and other
penjualan aset keuangan” dan “Pendapatan comprehensive income.
operasional lainnya - Lain-lain-neto” pada
laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain di tahun berjalan.
Kredit tersebut dijual dengan skema jual The loans were sold with true sales scheme
putus dengan pengalihan hak atas kredit with the transfer of rights on the sold loans
yang dijual berlaku efektif pada tanggal become effective on 13 September 2024 and
13 September 2024 dan 15 Oktober 2024. 15 October 2024.
i. Perubahan nilai tercatat bruto atas kredit i. Movements in the gross carrying amount of
yang diberikan adalah sebagai berikut: loans are as follows:
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
31 Desember 2023 75.039.587 6.833.992 2.149.026 84.022.605 31 December 2023
Aset baru 36.309.264 2.070.434 46.761 38.426.459 New assets originated
Aset dihentikan
pengakuannya Assets derecognized
atau dilunasi or repaid
(kecuali hapus buku) (19.529.977) (1.933.000) (368.288) (21.831.265) (excluding write-offs)
Transfer ke Tahap 1 1.141.135 (1.085.716) (55.419) - Transfers to Stage 1
Transfer ke Tahap 2 (1.843.728) 1.869.567 (25.839) - Transfers to Stage 2
Transfer ke Tahap 3 (296.850) (635.241) 932.091 - Transfers to Stage 3
Pengukuran kembali 1.201.157 (278.391) (37.397) 885.369 Remeasurement
Penghapusbukuan - - (1.091.359) (1.091.359) Bad debts written-off
31 Desember 2024 92.020.588 6.841.645 1.549.576 100.411.809 31 December 2024
90
Page 475
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
11. Kredit yang Diberikan (lanjutan) 11. Loans (continued)
Berikut ini adalah informasi signifikan lainnya The other significant information relating to loans
sehubungan dengan kredit yang diberikan: are as follows: (continued)
(lanjutan)
i. Perubahan nilai tercatat bruto atas kredit i. Movements in the gross carrying amount of
yang diberikan adalah sebagai berikut: loans are as follows: (continued)
(lanjutan)
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
31 Desember 2024 92.020.588 6.841.645 1.549.576 100.411.809 31 December 2024
Aset baru 29.045.854 1.028.292 26.874 30.101.020 New assets originated
Aset dihentikan
pengakuannya Assets derecognized
atau dilunasi or repaid
(kecuali hapus buku) (20.378.515) (1.381.609) 395.160 (21.364.964) (excluding write-offs)
Transfer ke Tahap 1 1.459.284 (1.404.049) (55.235) - Transfers to Stage 1
Transfer ke Tahap 2 (3.564.387) 3.580.761 (16.374) - Transfers to Stage 2
Transfer ke Tahap 3 (243.703) (233.644) 477.347 - Transfers to Stage 3
Pengukuran kembali 4.159.195 (586.296) (14.454) 3.558.445 Remeasurement
Penghapusbukuan - - (923.970) (923.970) Bad debts written-off
31 Desember 2025 102.498.316 7.845.100 1.438.924 111.782.340 31 December 2025
j. Perubahan cadangan kerugian penurunan j. The movements in the allowance for
nilai atas kredit yang diberikan adalah impairment losses of loans are as follows:
sebagai berikut:
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
31 Desember 2023 546.671 2.574.810 989.282 4.110.763 31 December 2023
Aset baru 138.904 678.803 26.911 844.618 New assets originated
Aset dihentikan
pengakuan Assets derecognized
atau dilunasi or repaid
(kecuali hapus buku) (135.397) (780.751) 557.864 (358.284) (excluding write-offs)
Transfer ke Tahap 1 192.420 (182.833) (9.587) - Transfers to Stage 1
Transfer ke Tahap 2 (14.813) 21.629 (6.816) - Transfers to Stage 2
Transfer ke Tahap 3 (8.400) (139.304) 147.704 - Transfers to Stage 3
Pengukuran kembali (193.078) 321.717 (7.948) 120.691 Remeasurement
Penghapusbukuan - - (1.091.359) (1.091.359) Bad debts written-off
Penerimaan kembali atas
aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - 332.513 332.513 Bad debts recoveries
Perubahan di: Changes in:
- Valuta asing - - 611 611 - Foreign exchange
-
31 Desember 2024 526.307 2.494.071 939.175 3.959.553 31 December 2024
Aset baru 117.531 178.720 18.438 314.689 New assets originated
Aset dihentikan
pengakuan Assets derecognized
atau dilunasi or repaid
(kecuali hapus buku) (113.823) (219.502) 528.256 194.931 (excluding write-offs)
Transfer ke Tahap 1 206.075 (198.141) (7.934 ) - Transfers to Stage 1
Transfer ke Tahap 2 (17.411) 21.387 (3.976 ) - Transfers to Stage 2
Transfer ke Tahap 3 (6.701) (158.946) 165.647 - Transfers to Stage 3
Pengukuran kembali (214.867) 345.487 (196.396 ) (65.776) Remeasurement
Penghapusbukuan - - (923.970) (923.970) Bad debts written-off
Penerimaan kembali atas
aset keuangan yang
telah dihapusbukukan 345.849 345.849 Bad debts recoveries
Perubahan di: - - - - Changes in:
- Valuta asing - - 170 170 - Foreign exchange
-
31 Desember 2025 497.111 2.463.076 865.259 3.825.446 31 December 2025
91
Page 476
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
11. Kredit yang Diberikan (lanjutan) 11. Loans (continued)
Berikut ini adalah informasi signifikan lainnya The other significant information relating to
sehubungan dengan kredit yang diberikan: loans are as follows: (continued)
(lanjutan)
Manajemen Bank berkeyakinan bahwa The Bank’s management believes that the
jumlah cadangan kerugian penurunan nilai allowance for impairment losses of loans is
adalah cukup untuk menutup kemungkinan adequate to cover any possible losses on
kerugian atas tidak tertagihnya kredit yang uncollectible loans.
diberikan.
k. Keikutsertaan Bank sebagai anggota k. The participation of the Bank as a member of
sindikasi terhadap jumlah seluruh kredit a syndicated loans in the total syndicated
sindikasi yang diberikan berkisar antara loans ranged from 2.50% to 75.00% as of
2,50% sampai dengan 75,00% pada tanggal 31 December 2025 and 2024.
31 Desember 2025 dan 2024.
l. Pinjaman yang diberikan dinyatakan tidak l. Loans is declared uncollectible so that it will be
tertagih sehingga akan dihapusbukukan written-off if there is a prolonged legal case,
apabila terdapat kasus hukum yang thus preventing the Bank from collecting,
berkepanjangan, sehingga menghalangi and/or making other alternative legal remedies
Bank untuk melakukan penagihan, dan/atau to the debtor and/or its assets.
melakukan upaya hukum alternatif lainnya
kepada debitur dan/atau aset-asetnya.
Dalam hal ini, Bank telah melakukan upaya- In this case, the Bank has performed
upaya penagihan secara maksimal, tetapi maximum effort to collect, but has no
tidak terdapat kemungkinan pengembalian possibility of collection from debtors.
kredit dari debitur.
12. Tagihan atas Surat Berharga yang Dibeli 12. Receivables on Securities Purchased with
dengan Janji Dijual Kembali Agreements to Resell
Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan Receivables on securities purchased with
janji dijual kembali pada tanggal 31 Desember agreements to resell as of 31 December 2025
2025 terdiri dari: consist of:
Jenis obligasi
Nilai Nilai Nilai
pemerintah/ Tanggal Jatuh Nilai beli/
Nasabah/ nominal/ penjualan/ tercatat/
Type of dimulai/ tempo/ Purchase
Counterparty Nominal Resale Carrying
government Start date Due date amount
amount amount value
bonds
Diukur pada nilai wajar At fair value through
melalui laba rugi profit or loss
PT Bank Mandiri 5 Sep 23/ 4 Sep 26/
(Persero) Tbk FR0091 1.654.050 5 Sep 23 4 Sep 26 1.667.491 1.704.654 1.703.647
Total 1.654.050 1.667.491 1.704.654 1.703.647
Pada tanggal 31 Desember 2025, suku bunga As of 31 December 2025, the effective interest rate
efektif untuk tagihan atas surat berharga yang for receivables on securities purchased with
dibeli dengan janji dijual kembali adalah 6,29% agreements to resell is 6.29% for foreign
untuk mata uang asing. currencies.
92
Page 477
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
12. Tagihan atas Surat Berharga yang Dibeli 12. Receivables on Securities Purchased with
dengan Janji Dijual Kembali Agreements to Resell
Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan Receivables on securities purchased with
janji dijual kembali pada tanggal 31 Desember agreements to resell as of 31 December 2024
2024 terdiri dari: consist of:
Jenis obligasi
Nilai Nilai Nilai
pemerintah/ Tanggal Jatuh Nilai beli/
Nasabah/ nominal/ penjualan/ tercatat/
Type of dimulai/ tempo/ Purchase
Counterparty Nominal Resale Carrying
government Start date Due date amount
amount amount value
bonds
Diukur pada nilai wajar At fair value through
melalui laba rugi profit or loss
PT Bank Mandiri 5 Sep 23/ 4 Sep 26/
(Persero) Tbk FR0091 1.654.050 5 Sep 23 4 Sep 26 1.609.491 1.649.089 1.653.008
Total 1.654.050 1.609.491 1.649.089 1.653.008
Pada tanggal 31 Desember 2024, suku bunga As of 31 December 2024, the effective interest
efektif untuk tagihan atas surat berharga yang rate for receivables on securities purchased with
dibeli dengan janji dijual kembali adalah 6,29% agreements to resell is 6.29% for foreign
untuk mata uang asing. currencies.
Perubahan nilai tercatat bruto adalah sebagai Movements in the gross carrying amount are as
berikut: follows:
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
31 Desember 2023 22.678.253 - - 22.678.253 31 December 2023
Aset baru - - - - New assets originated
Aset dihentikan
pengakuannya atau Assets derecognized or
dilunasi (kecuali hapus buku) (21.096.176) - - (21.096.176) repaid (excluding write-offs)
Pengukuran kembali 70.931 - - 70.931 Remeasurement
31 Desember 2024 1.653.008 - - 1.653.008 31 December 2024
Aset baru - - - - New assets originated
Aset dihentikan
pengakuannya atau Assets derecognized or
dilunasi (kecuali hapus buku) - - - - repaid (excluding write-offs)
Pengukuran kembali 50.639 50.639 Remeasurement
31 Desember 2025 1.703.647 - - 1.703.647 31 December 2025
93
Page 478
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
13. Tagihan dan Liabilitas Akseptasi 13. Acceptance Receivables and Payables
Tagihan dan liabilitas akseptasi merupakan Acceptance receivables and payables represent
akseptasi wesel impor atas dasar letters of credit acceptances arising from import bills, supported by
berjangka yang berasal dari nasabah pihak ketiga letters of credit, which are received from third party
dengan rincian berdasarkan: customers, with details as follows:
1. Mata uang 1. Type of currency
a. Tagihan akseptasi a. Acceptance receivables
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Dolar Amerika Serikat 2.223.011 1.876.030 United States Dollar
Rupiah 210.006 274.162 Indonesian Rupiah
Euro Eropa 71.453 36.347 European Euro
Yen Jepang 56.057 20.183 Japanese Yen
Yuan China 24.576 153.924 Chinese Yuan
Dolar Singapura 7.930 10.081 Singapore Dollar
Yuan China Renminbi 1.725 51.936 Chinese Yuan Renminbi
Total 2.594.758 2.422.663 Total
Cadangan kerugian
penurunan nilai (4.482) (4.782) Allowance for impairment losses
Neto 2.590.276 2.417.881 Net
b. Liabilitas akseptasi b. Acceptance Payables
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Dolar Amerika Serikat 1.721.718 1.822.554 United States Dollar
Rupiah 132.287 211.926 Rupiah
Euro Eropa 71.453 36.347 European Euro
Yen Jepang 56.057 20.183 JapaneseYen
Yuan China 14.309 153.924 Chinese Yuan
Dolar Singapura 7.930 10.081 Singapore Dollar
Yuan China Renminbi 1.725 51.936 Chinese Yuan Renminbi
Total 2.005.479 2.306.951 Total
94
Page 479
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
13. Tagihan dan Liabilitas Akseptasi (lanjutan) 13. Acceptance Receivables and Payables
(continued)
Tagihan dan liabilitas akseptasi merupakan Acceptance receivables and payables represent
akseptasi wesel impor atas dasar letters of credit acceptances arising from import bills, supported by
berjangka yang berasal dari nasabah pihak ketiga letters of credit, which are received from third party
dengan rincian berdasarkan: (lanjutan) customers, with details as follows: (continued)
2. Jangka waktu 2. Period
a. Tagihan akseptasi a. Acceptance receivables
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah Rupiah
≤ 1 bulan 90.136 51.680 ≤ 1 month
> 1 bulan ≤ 3 bulan 110.073 175.662 > 1 month ≤ 3 months
> 3 bulan ≤ 6 bulan 9.797 46.086 > 3 months ≤ 6 months
> 6 bulan - 734 > 6 months
210.006 274.162
Mata uang asing Foreign currencies
≤ 1 bulan 38.216 74.379 ≤ 1 month
> 1 bulan ≤ 3 bulan 185.639 174.154 > 1 month ≤ 3 months
> 3 bulan ≤ 6 bulan 1.730.648 1.800.533 > 3 months ≤ 6 months
> 6 bulan 430.249 99.435 > 6 months
2.384.752 2.148.501
Total 2.594.758 2.422.663 Total
Cadangan kerugian
penurunan nilai (4.482) (4.782) Allowance for impairment losses
Neto 2.590.276 2.417.881 Net
95
Page 480
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
13. Tagihan dan Liabilitas Akseptasi (lanjutan) 13. Acceptance Receivables and Payables
(continued)
Tagihan dan liabilitas akseptasi merupakan Acceptance receivables and payables represent
akseptasi wesel impor atas dasar letters of credit acceptances arising from import bills, supported by
berjangka yang berasal dari nasabah pihak ketiga letters of credit, which are received from third party
dengan rincian berdasarkan: (lanjutan) customers, with details as follows: (continued)
2. Jangka waktu (lanjutan) 2. Period (continued)
b. Liabilitas akseptasi b. Acceptance payables
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah Rupiah
≤ 1 bulan 20.746 3.027 ≤ 1 month
> 1 bulan ≤ 3 bulan 105.882 175.662 > 1 month ≤ 3 months
> 3 bulan ≤ 6 bulan 5.659 33.237 > 3 months ≤ 6 months
> 6 bulan - - > 6 months
132.287 211.926
Mata uang asing Foreign currencies
≤ 1 bulan 38.217 74.380 ≤ 1 month
> 1 bulan ≤ 3 bulan 144.843 154.084 > 1 month ≤ 3 months
> 3 bulan ≤ 6 bulan 1.274.913 1.768.278 > 3 months ≤ 6 months
> 6 bulan 415.219 98.283 > 6 months
1.873.192 2.095.025
Total 2.005.479 2.306.951 Total
Perubahan nilai tercatat bruto adalah sebagai Movements in the gross carrying are as follows:
berikut:
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
31 Desember 2023 2.426.911 81.203 - 2.508.114 31 December 2023
Aset baru 2.347.944 68.044 - 2.415.988 New assets originated
Aset dihentikan
pengakuannya atau Assets derecognized or
dilunasi (kecuali hapus buku) (2.419.857) (81.203) - (2.501.060) repaid (excluding write-offs)
Pengukuran kembali (379) - - (379) Remeasurement
31 Desember 2024 2.354.619 68.044 - 2.422.663 31 December 2024
Aset baru 2.443.544 65.680 - 2.509.224 New assets originated
Aset dihentikan
pengakuannya atau Assets derecognized or
dilunasi (kecuali hapus buku) (2.274.405) (68.044) - (2.342.449) repaid (excluding write-offs)
Pengukuran kembali 5.320 - - 5.320 Remeasurement
31 Desember 2025 2.529.078 65.680 - 2.594.758 31 December 2025
96
Page 481
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
13. Tagihan dan Liabilitas Akseptasi (lanjutan) 13. Acceptance Receivables and Payables
(continued)
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai The movements in the allowance for impairment
adalah sebagai berikut: losses are as follows:
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
31 Desember 2023 98 9.350 - 9.448 31 December 2023
Aset baru 71 4.711 - 4.782 New assets originated
Aset dihentikan
pengakuannya atau Assets derecognized or
dilunasi (kecuali hapus buku) (98) (9.350) - (9.448) repaid (excluding write-offs)
Pengukuran kembali - - - - Remeasurement
31 Desember 2024 71 4.711 - 4.782 31 December 2024
Aset baru 95 4.387 - 4.482 New assets originated
Aset dihentikan
pengakuannya atau Assets derecognized or
dilunasi (kecuali hapus buku) (71) (4.711) - (4.782) repaid (excluding write-offs)
Pengukuran kembali - - - - Remeasurement
31 Desember 2025 95 4.387 - 4.482 31 December 2025
Manajemen Bank berkeyakinan bahwa jumlah The Bank’s management believes that the
cadangan kerugian penurunan nilai yang allowance for impairment losses as of
dibentuk pada tanggal 31 Desember 2025 dan 31 December 2025 and 2024 is adequate to cover
2024, adalah cukup untuk menutup kemungkinan any possible losses on uncollectible acceptance
kerugian atas tidak tertagihnya tagihan akseptasi. receivables.
14. Aset Tetap dan Aset Hak Guna 14. Fixed Assets and Right-of-Use Assets
Akun ini terdiri dari: This account consists of:
Perubahan selama satu tahun/
Changes during the year
Penambahan Pengurangan
Saldo awal/ dan reklasifikasi/ dan reklasifikasi/ Saldo akhir/
Beginning Additions Deductions Ending
31 Desember 2025 balance and reclassification and reclassification balance 31 December 2025
Biaya perolehan Cost
Tanah 115.360 - 11.955 103.405 Land
Bangunan 562.691 - 12.256 550.435 Buildings
Prasarana dan Infrastructure and
peralatan kantor 3.847.622 710.264 133.910 4.423.976 office equipments
Kendaraan 8.226 - 4.006 4.220 Vehicles
Aset dalam proses
pembangunan 807.384 188.509 645.496 350.397 Construction in progress
Total biaya perolehan Total cost of
aset tetap 5.341.283 898.773 807.623 5.432.433 fixed assets
Aset hak guna 322.383 51.505 62.687 311.201 Right-of-use assets
Total biaya perolehan Total cost of
aset tetap dan fixed assets and
aset hak guna 5.663.666 950.278 870.310 5.743.634 right-of-use assets
97
Page 482
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
14. Aset Tetap dan Aset Hak Guna (lanjutan) 14. Fixed Assets and Right-of-Use Assets
(continued)
Akun ini terdiri dari: (lanjutan) This account consists of: (continued)
Perubahan selama satu tahun/
Changes during the year
Penambahan Pengurangan
Saldo awal/ dan reklasifikasi/ dan reklasifikasi/ Saldo akhir/
Beginning Additions Deductions Ending
31 Desember 2025 balance and reclassification and reclassification balance 31 December 2025
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Bangunan 432.079 24.031 11.733 444.377 Buildings
Prasarana dan Infrastructure and
peralatan kantor 2.130.924 547.368 126.768 2.551.524 office equipments
Kendaraan 8.226 - 4.006 4.220 Vehicles
2.571.229 571.399 142.507 3.000.121
Aset hak guna 152.821 89.543 35.755 206.609 Right-of-use assets
Total akumulasi penyusutan 2.724.050 660.942 178.262 3.206.730 Total accumulated depreciation
Nilai buku - neto 2.939.616 2.536.904 Book value - net
Perubahan selama satu tahun/
Changes during the year
Penambahan Pengurangan
Saldo awal/ dan reklasifikasi/ dan reklasifikasi/ Saldo akhir/
Beginning Additions Deductions Ending
31 Desember 2024 balance and reclassification and reclassification balance 31 December 2024
Biaya perolehan Cost
Tanah 115.360 - - 115.360 Land
Bangunan 533.489 29.202 - 562.691 Buildings
Prasarana dan Infrastructure and
peralatan kantor 3.293.183 648.438 93.999 3.847.622 office equipments
Kendaraan 8.800 - 574 8.226 Vehicles
Aset dalam proses
pembangunan 619.472 231.443 43.531 807.384 Construction in progress
Total biaya perolehan Total cost of
aset tetap 4.570.304 909.083 138.104 5.341.283 fixed assets
Aset hak guna 317.020 41.565 36.202 322.383 Right-of-use assets
Total biaya perolehan Total cost of
aset tetap dan fixed assets and
aset hak guna 4.887.324 950.648 174.306 5.663.666 right-of-use assets
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Bangunan 407.473 24.606 - 432.079 Buildings
Prasarana dan Infrastructure and
peralatan kantor 1.699.687 480.341 49.104 2.130.924 office equipments
Kendaraan 8.800 - 574 8.226 Vehicles
2.115.960 504.947 49.678 2.571.229
Aset hak guna 86.592 96.579 30.350 152.821 Right-of-use assets
Total akumulasi penyusutan 2.202.552 601.526 80.028 2.724.050 Total accumulated depreciation
Nilai buku - neto 2.684.772 2.939.616 Book value - net
98
Page 483
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
14. Aset Tetap dan Aset Hak Guna (lanjutan) 14. Fixed Assets and Right-of-Use Assets
(continued)
Rincian aset dalam proses pembangunan beserta The details of the construction in progress with the
persentase penyelesaian terhadap nilai kontrak percentage of completion of the contract values are
adalah sebagai berikut: as follows:
31 Desember/31 December 2025
Persentase Akumulasi Estimasi
penyelesaian/ biaya/ penyelesaian/
Percentage of Accumulated Estimated of
completion cost completion
Prasarana 47% 12.426 2026 Infrastructure
Peralatan kantor 92% 337.971 2026 Office equipment
350.397
31 Desember/31 December 2024
Persentase Akumulasi Estimasi
penyelesaian/ biaya/ penyelesaian/
Percentage of Accumulated Estimated of
completion cost completion
Prasarana 34% 5.901 2025 Infrastructure
Peralatan kantor 37% 801.483 2025 Office equipment
807.384
Seluruh aset tetap yang dimiliki oleh Bank berasal All fixed assets owned by the Bank are from direct
dari kepemilikan langsung. ownership.
Nilai tercatat bruto dari aset tetap yang telah Gross carrying amount of fixed assets which were
disusutkan penuh dan masih digunakan adalah fully depreciated and still used are as follows:
sebagai berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Bangunan 84.745 80.081 Buildings
Prasarana dan peralatan kantor 1.220.660 1.098.831 Infrastructure and office equipment
Kendaraan 4.220 8.226 Vehicles
Total 1.309.625 1.187.138 Total
Rekonsiliasi penambahan aset tetap yang Reconciliations of addition to fixed assets which
berasal dari pembelian dan reklasifikasi adalah comes from purchase and reclassification are as
sebagai berikut: follows:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Penambahan melalui pembelian Addition through purchase of
aset tetap 550.708 865.552 fixed assets
Penambahan aset tetap melalui Addition of fixed assets
reklasifikasi aset dalam through reclassification of
proses pembangunan 348.065 43.531 construction in progress
Penambahan aset hak guna 51.505 41.565 Addition of right-of-use assets
Total 950.278 950.648 Total
99
Page 484
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
14. Aset Tetap dan Aset Hak Guna (lanjutan) 14. Fixed Assets and Right-of-Use Assets
(continued)
Rekonsiliasi pengurangan aset tetap yang Reconciliations of deduction to fixed assets which
berasal dari penjualan dan reklasifikasi adalah comes from disposal and reclassification are as
sebagai berikut: follows:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Pengurangan melalui penjualan Deduction through sale of
aset tetap 84.731 28.108 fixed assets
Penghapusan aset tetap 350.616 66.465 Write-off of fixed assets
Pengurangan aset dalam proses
pembangunan melalui Deduction of construction in progress
reklasifikasi aset tetap 348.065 43.531 through reclassification
Pengurangan aset hak guna 62.687 36.202 Deduction of right-of-use assets
Reklasifikasi ke properti terbengkalai 24.211 - Reclassification to abandoned property
Total 870.310 174.306 Total
Penyusutan yang dibebankan pada laporan laba Depreciation charged to statement of profit or loss
rugi dan penghasilan komprehensif lain masing- and other comprehensive income amounting to
masing sebesar Rp660.942 dan Rp601.526 untuk Rp660,942 and Rp601,526 for the years ended
tahun yang berakhir pada tanggal 31 December 2025 and 2024, respectively
31 Desember 2025 dan 2024 (Catatan 30). (Note 30).
Manajemen Bank juga berpendapat bahwa tidak The Bank’s management believes that there is no
terdapat penurunan nilai atas aset tetap tersebut impairment that should be recorded in value of the
yang harus dicatat masing-masing pada tanggal aforementioned fixed assets as of
31 Desember 2025 dan 2024. 31 December 2025 and 2024, respectively.
Seluruh aset tetap (kecuali tanah) diasuransikan All fixed assets (except land) are covered by
terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya insurance against fire and other risks under blanket
berdasarkan paket polis tertentu kepada policies with the Bank’s third party insurance
perusahaan asuransi pihak ketiga Bank yaitu company which is PT Zurich Asuransi
PT Zurich Asuransi Indonesia, Tbk dengan nilai Indonesia, Tbk. with sum insured amounting to
pertanggungan sebesar Rp3.546.878 ditambah Rp3,546,878 added with USD37,607,983 (full
dengan USD37.607.983 (nilai penuh) dan amount) and Rp3,248,574 added with
Rp3.248.574 ditambah dengan USD29.390.801 USD29,390,801 (full amount) as of 31 December
(nilai penuh) masing-masing pada tanggal 31 2025 and 2024, respectively. The Bank’s
Desember 2025 dan 2024. Manajemen Bank management believes that insurance coverage is
berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan adequate to cover possible losses arising from
asuransi telah mencukupi untuk menutupi such risks.
kemungkinan kerugian dari risiko yang ada.
Hasil penjualan aset tetap adalah masing-masing The proceeds from the sale of fixed assets
sebesar Rp95.319 dan Rp1.647 untuk tahun yang amounting to Rp95,319 and Rp1,647 for the years
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan ended 31 December 2025 dan 2024, respectively.
2024.
Nilai buku aset tetap yang dijual adalah masing- Book value from the sale of fixed assets amounting
masing sebesar Rp13.087 dan Rp812 untuk to Rp13,087 and Rp812 for the years ended
tahun yang berakhir pada tanggal 31 December 2025 and 2024, respectively.
31 Desember 2025 dan 2024.
100
Page 485
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
14. Aset Tetap dan Aset Hak Guna (lanjutan) 14. Fixed Assets and Right-of-Use Assets
(continued)
Keuntungan atas penjualan aset tetap masing- The related profit on sales of fixed assets of
masing sebesar Rp82.232 dan Rp835 untuk Rp82,232 and Rp835 for the years ended
tahun yang berakhir pada tanggal 31 December 2025 and 2024, respectively are
31 Desember 2025 dan 2024 dibukukan sebagai presented as part of “Non-operating income - gain
bagian dari “Pendapatan non-operasional - on sale of fixed assets, foreclosed assets and
keuntungan penjualan aset tetap, agunan yang abandoned properties - net” during the year.
diambil alih dan properti terbengkalai - neto”
selama tahun berjalan.
Aset hak guna pada tanggal 31 Desember 2025 Right-of-use assets as of 31 December 2025 as
adalah sebagai berikut: follows:
Penambahan Pengurangan
Saldo awal/ dan reklasifikasi/ dan reklasifikasi/ Saldo akhir/
Beginning Additions Deductions Ending
balance and reclassification and reclassification balance
Biaya perolehan Cost
Bangunan 307.598 44.940 59.255 293.283 Buildings
Kendaraan 14.785 6.565 3.432 17.918 Vehicles
Total biaya perolehan 322.383 51.505 62.687 311.201 Total cost
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Bangunan 144.913 83.854 32.419 196.348 Buildings
Kendaraan 7.908 5.689 3.336 10.261 Vehicles
Total akumulasi penyusutan 152.821 89.543 35.755 206.609 Total accumulated depreciation
Nilai buku - neto 169.562 104.592 Book value - net
Aset hak guna pada tanggal 31 Desember 2024 Right-of-use assets as of 31 December 2024 as
adalah sebagai berikut: follows:
Penambahan Pengurangan
Saldo awal/ dan reklasifikasi/ dan reklasifikasi/ Saldo akhir/
Beginning Additions Deductions Ending
balance and reclassification and reclassification balance
Biaya perolehan Cost
Bangunan 303.123 40.358 35.883 307.598 Buildings
Kendaraan 13.897 1.207 319 14.785 Vehicles
Total biaya perolehan 317.020 41.565 36.202 322.383 Total cost
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Bangunan 82.463 92.550 30.100 144.913 Buildings
Kendaraan 4.129 4.029 250 7.908 Vehicles
Total akumulasi penyusutan 86.592 96.579 30.350 152.821 Total accumulated depreciation
Nilai buku - neto 230.428 169.562 Book value - net
Bank menyewa beberapa aset termasuk gedung The Bank had rent a number of assets including
kantor, rumah dinas, kendaraan dan lain-lain. offices, official houses, vehicles and others.
Bank menyewa beberapa aset termasuk The Bank leases several assets including buildings
bangunan dengan jangka waktu sewa 2-10 tahun with lease term of 2-10 years and car with lease
dan kendaraan mobil dengan jangka waktu sewa terms of 2-4 years.
2-4 tahun.
Bank mempunyai sewa tertentu dengan masa The Bank also has certain leases with lease terms
sewa 12 bulan atau kurang dan sewa bernilai of 12 months or less and low value assets.
rendah. Bank menerapkan pengecualian The Bank applies the recognition exemptions of
pengakuan sewa jangka pendek dan sewa short-term leases and low-value assets for these
bernilai rendah untuk sewa tersebut. leases.
101
Page 486
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
15. Aset Lain-lain 15. Other Assets
Akun ini terdiri dari: This account consists of:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Piutang bunga 1.275.560 1.139.161 Interest receivables
Biaya dibayar di muka 390.039 253.678 Prepaid expense
Uang muka PPh pasal 28 (Catatan 21) Prepaid income tax art 28 (Notes 21)
2025 49.057 - 2025
2024 166.741 166.741 2024
Agunan yang diambil alih Foreclosed assets
(setelah dikurangi cadangan (net of allowance for declining
penurunan nilai masing-masing sebesar in value of Rp33,296 and Rp34,179
Rp33.296 dan Rp34.179 pada tanggal as of 31 December 2025 and
31 Desember 2025 dan 2024) 135.313 149.034 2024, respectively)
ATM bersama 82.576 80.035 ATM Bersama
Uang muka 48.216 84.953 Advances
Properti terbengkalai 28.849 28.534 Abandoned property
Setoran jaminan 2.680 2.708 Security deposits
Term Deposit Valas hasil ekspor Term Deposit with Bank Indonesia
(TD Valas DHE SDA) Bank Indonesia - 812.798 in foreign currency from DHE SDA
Lain-lain 568.400 441.821 Others
Neto 2.747.431 3.159.463 Net
Ikhtisar perubahan cadangan kerugian The changes in the allowance for the decline in
penurunan nilai agunan yang diambil alih adalah value of foreclosed assets are as follows:
sebagai berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Saldo awal tahun 34.179 28.691 Beginning balance
(Pemulihan)/Penambahan (reversal)/Additional
selama tahun berjalan (883) 5.488 during the year
Saldo akhir tahun 33.296 34.179 Ending balance
Manajemen Bank berkeyakinan bahwa jumlah The Bank’s management believes that the
cadangan kerugian penurunan nilai atas agunan allowance for the decline in value of foreclosed
yang diambil alih telah memadai dan nilai tercatat assets is adequate and the carrying value of
agunan yang diambil alih tersebut merupakan foreclosed assets is stated at net realizable value.
nilai bersih yang dapat direalisasi.
Manajemen Bank berkeyakinan bahwa jumlah The Bank’s management believes that no
cadangan kerugian penurunan nilai atas properti allowance for the decline in value of abandoned
terbengkalai tidak diperlukan. property is necessary.
Term Deposit Valas Devisa Hasil Ekspor Term Deposits of Foreign Exchange from Export
merupakan suatu instrumen dimana dana devisa Proceeds is an instrument where foreign
hasil ekspor dari rekening khusus eksportir exchange from export proceeds from exporters’
ditempatkan pada Bank Indonesia melalui special account are placed in Bank Indonesia
rekening Bank sesuai mekanisme pasar. through Bank’s accounts in accordance with
market mechanisms.
102
Page 487
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
16. Liabilitas Segera 16. Current Liabilities
Akun ini adalah sebesar Rp441.003 dan This account amounting to Rp441,003 and
Rp504.053 masing-masing pada tanggal Rp504,053 as of 31 December 2025 and 2024,
31 Desember 2025 dan 2024 terdiri dari kiriman respectively represents cash remittances/draft
uang/wesel akan dibayar, titipan dana nasabah, payables, customers’ funds, unsettled
transaksi kliring/transfer yang belum diselesaikan clearing/transfer transactions and other short-term
dan liabilitas-liabilitas jangka pendek lainnya. liabilities.
17. Giro 17. Demand Deposits
Akun ini terdiri dari: This account consists of:
31 Desember/31 December 2025
Mata uang
asing/
Foreign
Rupiah currencies Total
Pihak ketiga 35.407.992 3.272.349 38.680.341 Third parties
Pihak berelasi (Catatan 37) 398.907 - 398.907 Related parties (Note 37)
Total 35.806.899 3.272.349 39.079.248 Total
31 Desember/31 December 2024
Mata uang
asing/
Foreign
Rupiah currencies Total
Pihak ketiga 29.015.196 2.948.349 31.963.545 Third parties
Pihak berelasi (Catatan 37) 170.905 - 170.905 Related parties (Note 37)
Total 29.186.101 2.948.349 32.134.450 Total
Giro dalam mata uang asing terdiri dari Dolar Demand deposits in foreign currencies consist of
Singapura, Dolar Amerika Serikat dan Yuan Singapore Dollar, United States Dollar and Chinese
China Renminbi. Yuan Renminbi.
Suku bunga rata-rata untuk giro adalah sebagai The average interest rates for demand deposits are
berikut: as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah 3,27% 3,69% Rupiah
Mata uang asing 1,75% 2,58% Foreign currencies
Giro sejumlah Rp868.675 dan Rp885.018 Demand deposits amounting to Rp868,675 and
masing-masing pada tanggal 31 Desember 2025 Rp885,018 as of 31 December 2025 and 2024,
dan 2024 digunakan sebagai jaminan atas kredit respectively are pledged as collateral for loans and
yang diberikan dan fasilitas bank lainnya other bank facilities (Note 11).
(Catatan 11).
Tidak terdapat kredit kepada pihak berelasi yang There are no loan facilities to related parties which
dijaminkan dengan giro. are secured with demand deposits as collateral.
103
Page 488
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
18. Tabungan 18. Saving Deposits
Akun ini terdiri dari: This account consists of:
31 Desember/31 December 2025
Mata uang
asing/
Foreign
Rupiah currencies Total
Pihak ketiga 11.953.136 28.524.157 40.477.293 Third parties
Pihak berelasi (Catatan 37) 96.091 25.957 122.048 Related parties (Note 37)
Total 12.049.227 28.550.114 40.599.341 Total
31 Desember/31 December 2024
Mata uang
asing/
Foreign
Rupiah currencies Total
Pihak ketiga 11.454.070 23.489.706 34.943.776 Third parties
Pihak berelasi (Catatan 37) 103.869 28.259 132.128 Related parties (Note 37)
Total 11.557.939 23.517.965 35.075.904 Total
Tabungan dalam mata uang asing terdiri dari Saving deposits in foreign currencies consist of
Pound Sterling Inggris, Euro Eropa, Franc Swiss, Great Britain Pound Sterling, European Euro,
Dolar Australia, Dolar Amerika, Dolar Kanada, Swiss Franc, Australian Dollar, United States
Dolar Selandia Baru, Dolar Singapura, Dolar Dollar, Canadian Dollar, New Zealand Dollar,
Hong Kong, Yen Jepang dan Krona Swedia. Singapore Dollar, Hong Kong Dollar, Japanese Yen
and Swedish Krona.
Suku bunga rata-rata untuk tabungan adalah The average interest rates for saving deposits are
sebagai berikut: as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah 2,11% 1,52% Rupiah
Mata uang asing 2,46% 2,54% Foreign currencies
Tabungan sejumlah Rp222.972 dan Rp296.619 Saving deposits amounting to Rp222,972 and
masing-masing pada tanggal 31 Desember 2025 Rp296,619 as of 31 December 2025 and 2024,
dan 2024 digunakan sebagai jaminan atas kredit respectively are pledged as collateral for loans
yang diberikan (Catatan 11). (Note 11).
Tidak terdapat kredit kepada pihak berelasi yang There are no loan facilities to related parties which
dijaminkan dengan tabungan. are secured with saving deposits as collateral.
104
Page 489
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
19. Deposito Berjangka 19. Time Deposits
Akun ini terdiri dari: This account consists of:
31 Desember/31 December 2025
Mata uang
asing/
Foreign
Rupiah currencies Total
Pihak ketiga 39.134.537 14.375.453 53.509.990 Third parties
Pihak berelasi (Catatan 37) 66.141 57.962 124.103 Related parties (Note 37)
Total 39.200.678 14.433.415 53.634.093 Total
31 Desember/31 December 2024
Mata uang
asing/
Foreign
Rupiah currencies Total
Pihak ketiga 39.262.874 10.293.037 49.555.911 Third parties
Pihak berelasi (Catatan 37) 94.880 50.605 145.485 Related parties (Note 37)
Total 39.357.754 10.343.642 49.701.396 Total
Rincian deposito berjangka berdasarkan jangka The details of time deposits based on contractual
waktu kontrak adalah sebagai berikut: maturities are as follows:
31 Desember/31 December 2025
Mata uang
asing/
Foreign
Rupiah currencies Total
≤ 1 bulan 317.093 83.295 400.388 ≤ 1 bulan
> 1 bulan ≤ 3 bulan 10.317.407 4.720.911 15.038.318 > 1 month ≤ 3 months
> 3 bulan ≤ 6 bulan 13.176.429 7.473.130 20.649.559 > 3 months ≤ 6 months
> 6 bulan 15.389.749 2.156.079 17.545.828 > 6 months
Total 39.200.678 14.433.415 53.634.093 Total
31 Desember/31 December 2024
Mata uang
asing/
Foreign
Rupiah currencies Total
≤ 1 bulan 402.053 69.343 471.396 ≤ 1 bulan
> 1 bulan ≤ 3 bulan 12.761.028 4.944.104 17.705.132 > 1 month ≤ 3 months
> 3 bulan ≤ 6 bulan 12.686.305 3.922.396 16.608.701 > 3 months ≤ 6 months
> 6 bulan 13.508.368 1.407.799 14.916.167 > 6 months
Total 39.357.754 10.343.642 49.701.396 Total
105
Page 490
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
19. Deposito Berjangka (lanjutan) 19. Time Deposits (continued)
Rincian deposito berjangka berdasarkan sisa The details of time deposits based on remaining
umur sampai tanggal jatuh tempo adalah sebagai maturities are as follows:
berikut:
31 Desember/31 December 2025
Mata uang
asing/
Foreign
Rupiah currencies Total
≤ 1 bulan 16.304.622 7.590.087 23.894.709 ≤ 1 month
> 1 bulan ≤ 3 bulan 12.141.912 5.623.729 17.765.641 > 1 month ≤ 3 months
> 3 bulan ≤ 6 bulan 7.084.076 1.059.944 8.144.020 > 3 months ≤ 6 months
> 6 bulan ≤ 12 bulan 3.550.722 158.340 3.709.062 > 6 months ≤ 12 months
> 12 bulan 119.346 1.315 120.661 > 12 Months
Total 39.200.678 14.433.415 53.634.093 Total
31 Desember/31 December 2024
Mata uang
asing/
Foreign
Rupiah currencies Total
≤ 1 bulan 16.858.407 4.870.310 21.728.717 ≤ 1 month
> 1 bulan ≤ 3 bulan 13.403.973 4.664.161 18.068.134 > 1 month ≤ 3 months
> 3 bulan ≤ 6 bulan 6.623.333 580.237 7.203.570 > 3 months ≤ 6 months
> 6 bulan ≤ 12 bulan 2.380.420 219.617 2.600.037 > 6 months ≤ 12 months
> 12 bulan 91.621 9.317 100.938 > 12 months
Total 39.357.754 10.343.642 49.701.396 Total
Deposito berjangka dalam mata uang asing terdiri Time deposits in foreign currencies consist of Great
dari Pound Sterling Inggris, Euro Eropa, Franc Britain Pound Sterling, European Euro, Swiss
Swiss, Dolar Australia, Dolar Amerika, Dolar Franc, Australian Dollar, United States Dollar,
Singapura, Yen Jepang dan Dolar Hong Kong. Singapore Dollar, Japanese Yen and Hong Kong
Dollar.
Deposito berjangka sejumlah Rp10.408.658 dan Time deposits amounting to Rp10,408,658 and
Rp9.688.236 masing-masing pada tanggal Rp9,688,236 as of 31 December 2025 and 2024,
31 Desember 2025 dan 2024 digunakan sebagai respectively are pledged as collateral for loans
jaminan atas kredit yang diberikan (Catatan 11). (Note 11).
Suku bunga rata-rata untuk deposito berjangka The average interest rates for time deposits are as
adalah sebagai berikut: follows:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah 4,74% 4,98% Rupiah
Mata uang asing 3,89% 4,02% Foreign currencies
106
Page 491
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
20. Simpanan dari Bank Lain 20. Deposits from Other Banks
Simpanan dari bank lain berdasarkan jenis dan Deposits from other banks based on type and
mata uang terdiri dari: currency consist of:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah Rupiah
Call Money 2.905.000 1.940.000 Call Money
Giro 44.750 55.729 Demand deposits
Deposito berjangka 10.000 19.500 Time deposits
Tabungan 244 9.367 Saving deposits
2.959.994 2.024.596
Mata uang asing Foreign currency
Call Money 833.750 2.414.250 Call Money
Tabungan 1.525 1.413 Saving deposits
835.275 2.415.663
Total 3.795.269 4.440.259 Total
Simpanan dari bank lain berdasarkan hubungan Deposits from other banks based on their
transaksi dengan Bank terdiri dari: relationship transaction with the Bank consist of:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah Rupiah
Pihak ketiga 2.932.554 2.014.865 Third parties
Pihak berelasi (Catatan 37) 27.440 9.731 Related parties (Note 37)
2.959.994 2.024.596
Mata uang asing Foreign currency
Pihak ketiga 1.525 1.413 Third parties
Pihak berelasi (Catatan 37) 833.750 2.414.250 Related parties (Note 37)
835.275 2.415.663
Total 3.795.269 4.440.259 Total
Jangka waktu simpanan dari bank lain dalam The terms of deposits from other banks in time
deposito berjangka dan call money adalah kurang deposits and call money are less than one year.
dari satu tahun.
Tidak terdapat simpanan dari bank lain yang There are no deposits from other banks which are
diblokir atau dijaminkan pada tanggal blocked or collateralized as of 31 December 2025
31 Desember 2025 dan 2024. and 2024, respectively.
Kisaran suku bunga rata-rata tahunan untuk The range of average annual interest rates for
simpanan dari bank lain adalah sebagai berikut: deposits from other banks are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah 0,00 - 5,72% 0,00% - 6,87% Rupiah
Mata uang asing 0,00 - 3,48% 0,00% - 3,19% Foreign currency
107
Page 492
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
21. Perpajakan 21. Taxation
Utang pajak terdiri dari: Tax payables consists of:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Utang pajak penghasilan Income tax payables
Pasal 4 (2) 83.829 73.077 Article 4 (2)
Pasal 21 18.868 20.725 Article 21
Pasal 23 dan 26 4.768 2.881 Article 23 and 26
Pasal 25 23.031 - Article 25
Pajak Pertambahan Nilai 10.749 8.528 Value Added Taxes
Total utang pajak 141.245 105.211 Total tax payables
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak The reconciliations between income before tax
menurut laporan laba rugi dan penghasilan expense, as shown in the statement of profit or loss
komprehensif lain dengan penghasilan kena and other comprehensive income, and taxable
pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal income for the years ended 31 December 2025 and
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai 2024 are as follows:
berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Laba sebelum beban pajak Income before tax expense
sebagaimana disajikan dalam as stated in the statement of
laporan laba rugi dan penghasilan profit or loss and
komprehensif lain 1.957.928 565.040 other comprehensive income
Beda temporer: Temporary differences:
Penyusutan aset tetap (85.377) (178.103) Depreciation of fixed assets
Cadangan atas imbalan kerja (73.114) 51.042 Provision for employees’ benefits
Pembentukan cadangan Provision for allowance for
atas kerugian penurunan nilai impairment losses on earning
aset produktif dan non-produktif (289.310) (2.168.756) assets and non-earning assets
Pembentukan cadangan atas Provision for credit card
point rewards kartu kredit 24.389 28.453 reward points
Kerugian/(keuntungan) yang belum
direalisasi atas efek-efek yang Unrealized loss/(gain) on trading
diperdagangkan - neto (12.732) 20.023 securities – net
Amortisasi aset tak berwujud (31.490) (19.458) Amortization of intangible assets
Penyusutan aset hak guna (191) 2.271 Depreciation of right-of-use assets
Keuntungan penjualan Gain on sale
aset tetap - neto (1.895) (33.364) of fixed assets - net
Pembentukan atas cadangan penurunan Provision for decline in value
nilai agunan yang diambil alih (883) 5.488 of foreclosed assets
Lain-lain (26) (12.573) Others
Beda tetap: Permanent differences:
Keuntungan penjualan aset tetap dan Gain on sale of fixed assets
properti terbengkalai - neto (82.140) (516) and abandoned properties - net
Lain-lain - neto 65.555 85.120 Others - net
Penghasilan (kerugian) kena pajak - Bank 1.470.714 (1.655.333) Taxable income (loss) - Bank
Prior year’s accumulated
Akumulasi rugi fiskal tahun sebelumnya (1.470.714) - tax loss carry forward
Beban pajak penghasilan - - Income tax expenses
Pembayaran pajak penghasilan di muka (49.057) (166.741) Pre-payments of income taxes
Uang muka pajak penghasilan (49.057) (166.741) Prepaid taxes
Saldo akhir akumulasi rugi fiskal 182.087 1.655.333 Accumulated tax loss - ending balance
108
Page 493
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
21. Perpajakan (lanjutan) 21. Taxation (continued)
Perhitungan beban pajak tahun berjalan dan The computation of current tax expense and
beban pajak tangguhan - neto untuk tahun yang deferred tax expense - net for the year ended
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 31 December 2025 dan 2024 are as follows:
2024 adalah sebagai berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Penghasilan (kerugian) kena pajak 1.470.714 (1.655.333) Taxable income (loss)
Beban pajak penghasilan
- tahun berjalan 323.557 - Income tax expense - current
Beban pajak penghasilan - tangguhan: Income tax expense - deferred:
Penyusutan aset tetap 18.783 39.183 Depreciation of fixed assets
Cadangan atas imbalan kerja - neto 16.085 (11.229) Provision for employees’ benefits - net
Pembentukan cadangan atas Provision for impairment
kerugian penurunan nilai losses on earning assets
aset produktif dan non-produktif 63.648 477.126 and non-earning assets
Pembentukan cadangan atas Provision for credit card
reward points kartu kredit (5.366) (6.260) reward points
(Keuntungan)/kerugian yang belum
direalisasi atas efek-efek yang Unrealized (gain)/loss on trading
diperdagangkan - neto 2.801 (4.405) securities - net
Amortisasi aset tak berwujud 6.928 4.281 Amortization of intangible assets
Penyusutan aset hak guna 42 (500) Depreciation of right-of-use assets
Keuntungan penjualan
aset tetap - neto 417 7.340 Gain on sale of fixed assets - net
Pembentukan atas penurunan Provision for decline
nilai agunan yang diambil alih 194 (1.207) in value of foreclosed assets
Kerugian pajak tahun 2024 - (364.173) Tax loss for year 2024
Lain-lain 6 2.766 Others
Manfaat pajak tangguhan Deferred tax
- neto 103.538 142.922 income - net
Beban pajak kini - periode lalu dari Current income tax expenses -
hasil pemeriksaan pajak: prior period from tax assessment:
- Tahun 2020 dan 2021 104.191 - For years 2020 dan 2021 -
- Tahun 2019 - 15.878 For years 2019 -
Pajak tangguhan - periode lalu dari Deferred tax expenses - prior period from
hasil pemeriksaan pajak tahun 2020 (103.782) - tax assessment for year 2020
Penyesuaian 1.347 - Adjustment
Beban pajak - neto 428.851 158.800 Tax expense - net
Rekonsiliasi antara beban pajak yang dihitung The reconciliations between tax expense
dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku calculated by using the applicable tax rate from
dari laba sebelum beban pajak, dengan beban income before tax expense, and tax expense
pajak seperti yang disajikan dalam laporan laba presented in the statement of profit or loss and
rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk other comprehensive income for the years ended
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 31 December 2025 and 2024 are as follows:
2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Laba sebelum beban pajak 1.957.928 565.040 Income before tax expense
Beban pajak penghasilan berdasarkan
tarif pajak yang berlaku 430.744 124.309 Income tax expense at applicable tax rate
109
Page 494
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
21. Perpajakan (lanjutan) 21. Taxation (continued)
Rekonsiliasi antara beban pajak yang dihitung The reconciliations between tax expense
dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku calculated by using the applicable tax rate from
dari laba sebelum beban pajak, dengan beban income before tax expense, and tax expense
pajak seperti yang disajikan dalam laporan laba presented in the statement of profit or loss and
rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk other comprehensive income for the years ended
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 31 December 2025 and 2024 are as follows:
2025 dan 2024 adalah sebagai berikut: (lanjutan) (continued)
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Pengaruh beda tetap atas beban Effects of permanent differences on
pajak penghasilan: income tax expense:
Keuntungan penjualan aset tetap Gain on sale of fixed assets
dan properti terbengkalai - neto (18.071) (114) and abandoned properties - net
Lain-lain - neto 14.422 18.727 Others - net
427.095 142.922
Beban pajak kini - periode lalu dari Current income tax expenses -
hasil pemeriksaan pajak: prior period from tax assessment:
- Tahun 2020 dan 2021 104.191 - For years 2020 dan 2021 -
- Tahun 2019 - 15.878 For years 2019 -
Pajak tangguhan - periode lalu dari Deferred tax expenses - prior period from
hasil pemeriksaan pajak tahun 2020 (103.782) - tax assessment for year 2020
Penyesuaian 1.347 - Adjustment
Beban pajak - neto 428.851 158.800 Tax expense - net
Menteri Keuangan Republik Indonesia The Minister of Finance of the Republic of
menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Indonesia ussed Minister of Finance Regulation
No. 74 pada tanggal 10 Oktober 2024. (PMK) No. 74 on 10 October 2024. Based on this
Berdasarkan peraturan tersebut, Bank harus regulation, the Bank must calculate reserves for
menghitung cadangan piutang tak tertagih sesuai bad debts in accordance with certain limits
dengan batasan tertentu yang diatur di dalam regulated in PMK 74 starting 1 January 2024. On
PMK 74 mulai tanggal 1 Januari 2024. Pada January 1, 2024, there is a short value of reserves
tanggal 1 Januari 2024, terdapat selisih kurang per fiscal amounting to Rp2,045,100. In
nilai cadangan per fiskal sebesar Rp2.045.100. accordance with the provisions in PMK 74, the
Sesuai dengan ketentuan di dalam PMK 74, Bank Bank decided to charge the excess in the 2024
memutuskan untuk membebankan selisih lebih income tax calculation.
tersebut di dalam pajak penghasilan tahun 2024.
Dampak Penerapan Pilar 2 Organization for The Impact of Pillar 2 of Organization for
Economic Co-operation dan Development Economic Co-operation and Development
(”OECD”) (“OECD”)
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Based on the Regulation of the Minister of Finance
Republik Indonesia Nomor 136 Tahun 2024 of the Republic of Indonesia Number 136 Year
(”PMK-136”) tentang Pengenaan Pajak Minimum 2024 (“PMK-136”) concerning the Imposition of
Global Berdasarkan Kesepakatan Internasional, Global Minimum Tax Based on International
ketentuan pengenaan pajak minimum global akan Agreements, the provisions for the impositon of
mulai berlaku di Indonesia, yurisdiksi di mana global minimum tax will come into force in
Bank didirikan, pada tanggal 1 Januari 2025. Indonesia, the jurisdiction where the Bank is
PMK-136 dihitung untuk periode fiskal tahunan incorporated, on 1 January 2025. PMK-136 is
yang berakhir di 31 Desember 2025, berdasarkan calculated fo the annual fiscal period ending on 31
penilaian yang telah dilakukan menyeluruh secara December 2025, based on the assessment that
Grup Bank, Bank diestimasikan tidak memiliki has been carried out comprehensively as a Bank
tambahan pajak penghasilan Pilar Dua. Group, the Bank is not expected to have Pillar Two
Income taxes exposure.
110
Page 495
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
21. Perpajakan (lanjutan) 21. Taxation (continued)
Rincian aset pajak tangguhan adalah sebagai The details of deferred tax assets are as follows:
berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Cadangan kerugian penurunan Allowance for impairment losses on
nilai aset produktif dan non-produktif 120.843 184.498 earning assets and non-earning assets
Liabilitas atas imbalan kerja 79.043 96.557 Liability for employees’ benefits
Penyusutan aset tetap (119.801) (101.018) Depreciation of fixed assets
Kerugian/(keuntungan) yang belum
direalisasi atas efek-efek yang Unrealized loss/(gain) on
diukur pada nilai wajar melalui measured at fair value through
penghasilan komprehensif lain (147.760) 67.540 other comprehensive income
Pembentukan cadangan atas Provision for credit card
reward points kartu kredit 34.181 28.816 reward points
Cadangan penurunan nilai agunan Allowance for decline in value of
yang diambil alih 7.455 7.650 foreclosed assets
Kerugian/(keuntungan) yang belum
direalisasi atas efek-efek Unrealized loss/(gain) on trading
yang diperdagangkan - neto (1.092) 1.708 securities - net
Penyusutan aset hak guna 2.473 2.515 Depreciation of right-of-use assets
Amortisasi aset tak berwujud (12.418) (5.491) Amortization of intangible assets
Keuntungan penjualan aset tetap (8.233) (7.817) Gain on sale of fixed assets - net
Lain-lain 1.912 2.701 Others
Kerugian pajak 143.841 364.173 Tax loss
Total 100.444 641.832 Total
Perhitungan Pajak Penghasilan Badan untuk The calculations of Corporate Income Tax for the
tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2025 year ended 31 December 2025 are estimated
adalah estimasi untuk pengisian SPT Tahunan numbers for 2025 Annual Tax Return and 2024
2025 dan perhitungan Pajak Penghasilan Badan Corporate Income Tax which conform to the Bank’s
2024 adalah sesuai dengan SPT Tahunan Bank. Annual Tax Return.
Hasil Pemeriksaan Pajak Tax Audit Result
Pada tanggal 28 November 2024, Bank menerima On 28 November 2024, the Bank received a Tax
Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (“SKPKB”) Underpayment Assessment Letter (“SKPKB”) in
terkait pemeriksaan tahun fiskal 2019 atas Pajak relation to tax audit for fiscal year 2019 for Income
Penghasilan (”PPh”) Pasal 29 (PPh Badan), Pasal Tax (“PPh”) Article 29 (Corporate Income Tax),
26, dan Pajak Pertambahan Nilai (”PPN”) sebesar Article 26, and Value Added Tax (“VAT”)
Rp23.637 (termasuk sanksi administrasi). Pada amounting to Rp23,637 (including administrative
tanggal 23 Desember 2024, Bank telah sanctions). On December 23, 2024, the Bank has
membayar sebesar Rp23.637 dan tidak paid amounting to Rp23,637 and did not file any
mengajukan keberatan. objections.
111
Page 496
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
21. Perpajakan (lanjutan) 21. Taxation (continued)
Hasil Pemeriksaan Pajak (lanjutan) Tax Audit Result (continued)
Pada tanggal 26 Maret 2025, Bank menerima On 26 March 2025, the Bank received an SKPKB
SKPKB terkait pemeriksaan tahun fiskal 2020 related to tax audit for fiscal year 2020 for Income
atas PPh Pasal 29 (PPh Badan), Pasal 23, dan Tax Article 29 (Corporate Income Tax), Article 23,
PPN sebesar Rp106.931 termasuk sanksi and VAT amounting to Rp106,931 (including
administrasi). Pada tanggal 23 Juni 2025, Bank administrative sanctions). On June 23, 2025, the
telah membayar sebesar Rp106.931 dan Bank has paid amounting Rp106,931 and filed a
mengajukan Keberatan Pajak sebesar Tax Objection amounting to the DGT for the
kepada DJP atas SKPKB PPh Pasal 29 (PPh SKPKB for Income Tax Article 29 (Corporate
Badan) dan PPN pada 4 Juli 2025. Bank masih Income Tax) and VAT on 4 July 2025. The Bank is
menjalani proses Keberatan Pajak sampai saat still undergoing the Tax Objection process until the
laporan keuangan ini diterbitkan. Atas issuance of this financial statements. The payment
pembayaran tersebut, Rp103.782 dicatat sebagai of Rp103,782 was recorded as tax expense from
beban pajak dari periode lalu dan Rp3.149 dicatat prior period and Rp3,149 was recorded as general
pada beban umum dan administrasi di laporan and administrative expenses in the statement of
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. profit or loss and other comprehensive income.
Bank juga mencatat aset pajak tangguhan Bank also recorded deferred tax asset amounting
sebesar Rp103.782 di tahun 2025 sebagai to Rp103,782 in 2025 resulted from tax audit result
dampak dari hasil pemeriksaan pajak tahun 2020. for year 2020.
Pada tanggal 19 Februari 2025, Direktorat On 19 February 2025, the Directorate General of
Jenderal Pajak (”DJP”) menerbitkan surat Taxes (“DGT”) issued an Audit Notification Letter
Pemberitahuan Pemeriksaan (”SP2”) untuk tahun (“SP2”) related to tax audit for fiscal year 2021 and
fiskal 2021 dan atas SP2 tersebut, pada tanggal based on the SP2, on 25 November 2025, the Bank
25 November 2025, Bank telah menerima SKPKB has received an SKPKB related to tax audit for
terkait pemeriksaan tahun fiskal 2021 dengan fiscal year 2021 with the result there were an
hasil terdapat kurang bayar PPh Pasal 29 (PPh underpayment for Income Tax Article 29
Badan) sebesar Rp409 (dan sanksi administrasi (Corporate Income Tax) amounting to Rp409 (and
sebesar Rp173) dan kurang bayar PPh Pasal 21, administrative sanctions amounting to Rp173) and
Pasal 23, dan PPN sebesar Rp5.668 (termasuk an underpayment of Article 21, Article 23, and VAT
sanksi administrasi). Pada tanggal 18 Desember amounting to Rp5,668 (including administrative
2025, Bank telah membayar sebesar total sanctions). On 18 December 2025, the Bank has
Rp6.250 atas kurang bayar tersebut dan tidak paid amounting Rp6,250 for the underpayment and
mengajukan keberatan dan mencatat kurang did not file any objections and recorded the
bayar PPh pasal 29 tersebut sebagai beban pajak underpayment of Income Tax Article 29 as a tax
dari periode lalu di tahun 2025 dan kurang bayar expense from prior period in 2025 and the
PPh Pasal 21, Pasal 23, PPN dan sanksi underpayment of Article 21, Article 23, VAT and
administrasi PPh pasal 29 sebagai beban umum administrative sanctions of Icnome Tax Article 29
dan administrasi di tahun 2025. as general and administrative expenses in 2025.
Adapun tahun fiskal 2022 dan 2024 saat ini masih The 2022 and 2024 fiscal years are currently under
dalam proses pemeriksaan pajak dan sampai tax audits and until the date of this financial
tanggal laporan keuangan ini, hasil pemeriksaan statements, the result of the tax audits are still
pajak belum diketahui. unknown.
112
Page 497
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
22. Liabilitas atas Surat Berharga yang Dijual 22. Liabilities on Securities Sold under Repurchase
dengan Janji Dibeli Kembali Agreements
Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan Liabilities on securities sold under repurchase
janji dibeli kembali pada tanggal 31 Desember agreements as of 31 December 2025 consists of:
2025 terdiri dari:
Jenis obligasi Nilai
Nilai Nilai
pemerintah/ Tanggal Jatuh pembelian
Nasabah/ nominal/ tercatat/
Type of dimulai/ tempo/ kembali/
Counterparty Nominal Carrying
government Start date Due date Repurchase
amount value
bonds amount
Diukur pada biaya perolehan
At amortized cost
yang diamortisasi
31 Des 25/ 7 Jan 26/
Bank Indonesia FR0095 900.000 902.079 901.351
31 Dec 25 7 Jan 26
30 Des 25/ 6 Jan 26/
Bank Indonesia PBS030 800.000 782.450 781.924
30 Dec 25 6 Jan 26
30 Des 25/ 6 Jan 26/
Bank Indonesia FR0086 500.000 497.065 496.731
30 Dec 25 6 Jan 26
29 Des 25/ 5 Jan 26/
Bank Indonesia PBS003 450.000 437.843 437.607
29 Dec 25 5 Jan 26
29 Des 25/ 5 Jan 26/
Bank Indonesia FR0059 250.000 246.309 246.176
29 Dec 25 5 Jan 26
19 Des 25/ 2 Jan 26/
PT Bank HSBC Indonesia FR0100 200.000 196.526 196.501
19 Dec 25 2 Jan 26
PT Bank SMBC 30 Des 25/ 13 Jan 26/
FR0056 200.000 206.216 205.884
Indonesia Tbk 30 Dec 25 13 Jan 26
31 Des 25/ 7 Jan 26/
Bank Indonesia FR0078 100.000 104.721 104.636
31 Dec 25 7 Jan 26
29 Des 25/ 12 Jan 26/
PT Bank HSBC Indonesia FR0104 60.000 61.055 60.968
29 Dec 25 12 Jan 26
PT Bank SMBC 18 Des 25/ 5 Jan 26/
FR0064 10.000 9.776 9.771
Indonesia Tbk 18 Dec 25 5 Jan 26
PT Bank SMBC 22 Des 25/ 5 Jan 26/
FR0064 10.000 9.793 9.788
Indonesia Tbk 22 Dec 25 5 Jan 26
PT Bank SMBC 30 Des 25/ 13 Jan 26/
FR0064 10.000 9.787 9.772
Indonesia Tbk 30 Dec 25 13 Jan 26
PT Bank SMBC 31 Des 25/ 14 Jan 26/
FR0064 10.000 9.794 9.777
Indonesia Tbk 31 Dec 25 14 Jan 26
PT Bank SMBC 23 Des 25/ 6 Jan 26/
FR0064 10.000 9.793 9.786
Indonesia Tbk 23 Dec 25 6 Jan 26
PT Bank Central 31 Des 25/ 14 Jan 26/
FR0064 5.000 4.897 4.889
Asia Tbk 31 Dec 25 14 Jan 26
PT Bank CIMB 22 Des 25/ 5 Jan 26/
FR0064 5.000 4.897 4.894
Niaga Tbk 22 Dec 25 5 Jan26
PT Bank CIMB 19 Des 25/ 2 Jan 26/
FR0064 5.000 4.893 4.892
Niaga Tbk 19 Dec 25 2 Jan26
PT Bank CIMB 18 Des 25/ 2 Jan 26/
FR0064 5.000 4.886 4.885
Niaga Tbk 18 Dec 25 2 Jan26
PT Bank Rakyat Indonesia 24 Des 25/ 7 Jan 26/
FR0064 5.000 4.899 4.895
(Persero) Tbk 24 Dec 25 7 Jan 26
PT Bank Rakyat Indonesia 30 Des 25/ 13 Jan 26/
FR0064 5.000 4.894 4.886
(Persero) Tbk 30 Dec 25 13 Jan 26
PT Bank Rakyat Indonesia 22 Des 25/ 5 Jan 26/
FR0064 5.000 4.897 4.894
(Persero) Tbk 22 Dec 25 5 Jan 26
PT Bank Rakyat Indonesia 18 Des 25/ 2 Jan 26/
FR0064 5.000 4.886 4.885
(Persero) Tbk 18 Dec 25 2 Jan 26
PT Bank Rakyat Indonesia 19 Des 25/ 2 Jan 26/
FR0064 5.000 4.893 4.892
(Persero) Tbk 19 Dec 25 2 Jan 26
Total/Total 3.555.000 3.527.249 3.524.684
113
Page 498
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
22. Liabilitas atas Surat Berharga yang Dijual 22. Liabilities on Securities Sold under Repurchase
dengan Janji Dibeli Kembali Agreements
Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan Liabilities on securities sold under repurchase
janji dibeli kembali pada tanggal 31 Desember agreements as of 31 December 2024 consists of:
2024 terdiri dari:
Jenis obligasi Nilai
Nilai Nilai
pemerintah/ Tanggal Jatuh pembelian
Nasabah/ nominal/ tercatat/
Type of dimulai/ tempo/ kembali/
Counterparty Nominal Carrying
government Start date Due date Repurchase
amount value
bonds amount
Diukur pada biaya perolehan
At amortized cost
yang diamortisasi
27 Des 24/ 3 Jan 25/
Bank Indonesia FR0056 1.850.000 1.843.745 1.843.105
27 Dec 24 3 Jan 25
30 Des 24/ 6 Jan 25/
Bank Indonesia FR0081 1.500.000 1.471.154 1.469.879
30 Dec 24 6 Jan 25
31 Des 24/ 7 Jan 25/
Bank Indonesia FR0087 1.100.000 1.014.315 1.013.259
31 Dec 24 7 Jan 25
30 Des 24/ 6 Jan 25/
Bank Indonesia FR0096 500.000 474.080 473.669
30 Dec 24 6 Jan 25
27 Des 24/ 3 Jan 25/
Bank Indonesia SR016 550.000 538.406 538.219
27 Dec 24 3 Jan 25
24 Des 24/ 7 Jan 25/
PT Bank ICBC Indonesia FR0081 200.000 196.501 196.290
24 Dec 24 7 Jan 25
PT Bank Rakyat 18 Des 24/ 2 Jan 25/
FR0040 5.000 5.208 5.207
Indonesia (Persero) Tbk 18 Dec 224 2 Jan 25
PT Bank Rakyat 19 Des 24/ 2 Jan 25/
FR0040 5.000 5.206 5.205
Indonesia (Persero) Tbk 19 Dec 24 2 Jan 25
PT Bank Rakyat 20 Des 24/ 3 Jan 25/
FR0040 5.000 5.206 5.204
Indonesia (Persero) Tbk 20 Dec 24 3 Jan 25
PT Bank Rakyat 23 Des 24/ 6 Jan 25/
FR0040 5.000 5.208 5.204
Indonesia (Persero) Tbk 23 Dec 24 6 Jan 25
PT Bank Rakyat 24 Des 24/ 7 Jan 25/
FR0040 5.000 5.208 5.202
Indonesia (Persero) Tbk 24 Dec 24 7 Jan 25
PT Bank Rakyat 27 Des 24/ 10 Jan 25/
FR0040 5.000 5.211 5.203
Indonesia (Persero) Tbk 27 Dec 24 10 Jan 25
PT Bank Rakyat 30 Des 24/ 13 Jan 25/
FR0040 5.000 5.215 5.204
Indonesia (Persero) Tbk 30 Dec 24 13 Jan 25
PT Bank Rakyat 31 Des 24/ 14 Jan 25/
FR0040 5.000 5.216 5.204
Indonesia (Persero) Tbk 31 Dec 24 14 Jan 25
Total/Total 5.740.000 5.579.879 5.576.054
114
Page 499
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
23. Efek Utang yang Diterbitkan 23. Debt Securities Issued
Efek utang yang diterbitkan pada tanggal Debt securities issued as of 31 December 2025
31 Desember 2025 dan 2024 terdiri dari: and 2024 consist of:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV Bank UOB Indonesia Subordinated Debt
Bank UOB Indonesia Tahap I Shelf Offering IV Phase I
Tahun 2024 Year 2024
Pihak ketiga Third parties
Obligasi 100.000 100.000 Bonds
Total nominal Obligasi Subordinasi Total nominal Bank UOB Indonesia
Berkelanjutan IV Bank UOB Indonesia Subordinated Debt Shelf Offering IV
Tahap I Tahun 2024 100.000 100.000 Phase I Year 2024
Beban emisi obligasi yang belum
diamortisasi (2.040) (2.481) Unamortized bonds issuance cost
Total Obligasi Subordinasi Total Bank UOB Indonesia
Berkelanjutan IV Bank UOB Indonesia 97.960 97.519 Subordinated Debt Shelf Offering IV
Tahap I Tahun 2024 Phase I Year 2024
Obligasi Berkelanjutan IV Bank UOB Indonesia Senior Debt
Bank UOB Indonesia Tahap I Shelf Offering IV Phase I
Tahun 2024 Year 2024
Pihak ketiga Third parties
Obligasi - 100.000 Bonds
Total nominal Obligasi Berkelanjutan IV Total nominal Bank UOB Indonesia
Bank UOB Indonesia Tahap I Senior Debt Shelf Offering IV
Tahun 2024 - 100.000 Phase I Year 2024
Beban emisi obligasi yang belum
diamortisasi - (1.240) Unamortized bonds issuance cost
Total Obligasi Berkelanjutan IV Total Bank UOB Indonesia
Bank UOB Indonesia Tahap I - 98.760 Senior Debt Shelf Offering IV
Tahun 2024 Phase I Year 2024
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan III Bank UOB Indonesia Subordinated Debt
Bank UOB Indonesia Tahap I Shelf Offering III Phase I
Tahun 2022 Year 2022
Pihak ketiga Third parties
Obligasi 100.000 100.000 Bonds
Total nominal Obligasi Subordinasi Total Nominal Bank UOB Indonesia
Berkelanjutan III Bank UOB Indonesia Sub Debt Shelf Offering III
Tahap I Tahun 2022 100.000 100.000 Phase I Year 2022
Beban emisi obligasi yang belum
diamortisasi (2.495) (3.251) Unamortized bonds issuance cost
Total Obligasi Subordinasi Total Bank UOB Indonesia
Berkelanjutan III Bank UOB Indonesia Sub Debt Shelf Offering III
Tahap I Tahun 2022 97.505 96.749 Tranche I Year 2022
115
Page 500
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
23. Efek Utang yang Diterbitkan (lanjutan) 23. Debt Securities Issued (continued)
Efek utang yang diterbitkan pada tanggal Debt securities issued as of 31 December 2025
31 Desember 2025 dan 2024 terdiri dari: and 2024 consist of: (continued)
(lanjutan)
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank UOB Indonesia Subordinated Debt
Bank UOB Indonesia Tahap II Shelf Offering II Phase II
Tahun 2019 Year 2019
Pihak ketiga Third Parties
Obligasi 650.000 650.000 Bonds
Total nominal Obligasi Subordinasi Total nominal Bank UOB Indonesia
Berkelanjutan II Bank UOB Indonesia Subordinated Debt Shelf Offering II
Tahap II Tahun 2019 650.000 650.000 Phase II Year 2019
Beban emisi obligasi yang belum
diamortisasi (275) (576) Unamortized bonds issuance cost
Total Obligasi Subordinasi Total Bank UOB Indonesia
Berkelanjutan II Bank UOB Indonesia Subordinated Debt Shelf Offering II
Tahap II Tahun 2019 649.725 649.424 Phase II Year 2019
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank UOB Indonesia Subordinated Debt
Bank UOB Indonesia Tahap I Shelf Offering II Phase I
Tahun 2019 Year 2019
Pihak ketiga Third Parties
Obligasi 100.000 100.000 Bonds
Total nominal Obligasi Subordinasi Total nominal Bank UOB Indonesia
Berkelanjutan II Bank UOB Indonesia Subordinated Debt Shelf Offering II
Tahap I Tahun 2019 100.000 100.000 Phase I Year 2019
Beban emisi obligasi yang belum
diamortisasi (200) (542) Unamortized bonds issuance cost
Total Obligasi Subordinasi Total nominal Bank UOB Indonesia
Berkelanjutan II Bank UOB Indonesia 99.800 99.458 Subordinated Debt Shelf Offering II
Tahap I Tahun 2019 Phase I Year 2019
Total 944.990 1.041.910 Total
1. Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV Bank 1. Bank UOB Indonesia Subordinated Debt Shelf
UOB Indonesia Tahap I Tahun 2024 pada Offering IV Phase I Year 2024 on 26 June 2024
tanggal 26 Juni 2024 dengan jangka waktu with tenor of 7 years since issuance date and
selama 7 tahun dan jumlah pokok sebesar totalling to Rp100,000,000,000 (full amount)
Rp100.000.000.000 (nilai penuh) dengan with fixed interest rate of 7.50%.
tingkat bunga tetap sebesar 7,50%.
Pada tanggal 31 Desember 2025, peringkat As of 31 December 2025, the rating of Bank
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV Bank UOB Indonesia Subordinated Debt Shelf
UOB Indonesia Tahap I Tahun 2024 menurut Offering IV Phase I Year 2024 based on Fitch
Fitch Ratings adalah idAA. Ratings was idAA.
Bank memperhitungkan obligasi tersebut The Bank calculates its bond as part of Lower
sebagai Komponen Modal Pelengkap Level Supplementary Capital (Lower Tier 2) based
Bawah (Lower Tier 2) berdasarkan Surat on Approval Letter from Financial Service
Persetujuan Otoritas Jasa Keuangan Authority No. S-159/PB.31/2024 dated
No. S-159/PB.31/2024 pada tanggal 9 August 2024.
9 Agustus 2024.
116
Page 501
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
23. Efek Utang yang Diterbitkan (lanjutan) 23. Debt Securities Issued (continued)
Efek utang yang diterbitkan pada tanggal Debt securities issued as of 31 December 2025
31 Desember 2025 dan 2024 terdiri dari: and 2024 consist of: (continued)
(lanjutan)
2. Obligasi Berkelanjutan IV Bank UOB 2. Bank UOB Indonesia Senior Debt Shelf
Indonesia Tahap I Tahun 2024 dengan Offering IV Phase I Year 2024 with total
jumlah pokok sebesar Rp100.000.000.000 amount of Rp100,000,000,000 (full amount)
(nilai penuh) dikarenakan suku bunga tetap that was subject to fixed interest rate of 6.70%
sebesar 6,70% per tahun yang dibayarkan per annum which is payable every three
setiap tiga bulan dan jangka waktu selama months with a one-year term has matured on
satu tahun yang telah jatuh tempo pada 6 July 2025. The Bond was listed on the
tanggal 6 Juli 2025. Obligasi tersebut Indonesia Stock Exchange at 26 June 2024.
dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada
tanggal 26 Juni 2024.
Bank telah melakukan pelunasan pokok atas The Bank has paid the principal of Bank UOB
Obligasi Berkelanjutan IV Bank UOB Indonesia Senior Debt Shelf Offering IV Phase
Indonesia Tahap I Tahun 2024 dengan nilai I Year 2024 with nominal value of
nominal Rp100.000.000.000 (nilai penuh) Rp100,000,000,000 (full amount) which
yang telah jatuh tempo pada tanggal matured on 6 July 2025.
6 Juli 2025.
3. Obligasi Subordinasi Berkelanjutan III Bank 3. Bank UOB Indonesia Subordinated Debt Shelf
UOB Indonesia Tahap I Tahun 2022 pada Offering III Phase I Year 2022 on 8 March 2022
tanggal 8 Maret 2022 dengan jangka waktu with tenor of 7 years since issuance date and
selama 7 tahun dan jumlah pokok sebesar totalling to Rp100,000,000,000 (full amount)
Rp100.000.000.000 (nilai penuh) dengan with fixed interest rate of 8%.
tingkat bunga tetap sebesar 8%.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan As of 31 December 2025 and 2024, the rating
2024, peringkat Obligasi Subordinasi of Bank UOB Indonesia Subordinated Debt
Berkelanjutan III Bank UOB Indonesia Tahap Shelf Offering III Phase I Year 2022 based on
I Tahun 2022 menurut Fitch Ratings adalah Fitch Ratings was idAA.
idAA.
Bank memperhitungkan obligasi tersebut The Bank calculates its bond as part of Lower
sebagai Komponen Modal Pelengkap Level Supplementary Capital (Lower Tier 2) based
Bawah (Lower Tier 2) berdasarkan Surat on Approval Letter from Financial Service
Persetujuan Otoritas Jasa Keuangan Authority No. SR-46/PB.32/2022 dated
No. SR-46/PB.32/2022 pada tanggal 19 April 2022.
19 April 2022.
4. Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank 4. Bank UOB Indonesia Subordinated Debt Shelf
UOB Indonesia Tahap II Tahun 2019 pada Offering II Phase II Year 2019 on
tanggal 13 November 2019 dengan jangka 13 November 2019 with tenor of 7 years since
waktu selama 7 tahun dan jumlah pokok issuance date totalling to Rp650,000,000,000
sebesar Rp650.000.000.000 (nilai penuh) (full amount) with fixed interest rate of 9.25%.
dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,25%.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, As of 31 December 2025 and 2024, the rating
peringkat Obligasi Subordinasi Berkelanjutan of Bank UOB Indonesia Subordinated Debt
II Bank UOB Indonesia Tahap II Tahun 2019 Shelf Offering II Phase II 2019 based on Fitch
menurut Fitch Ratings adalah idAA. Ratings was idAA.
117
Page 502
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
23. Efek Utang yang Diterbitkan (lanjutan) 23. Debt Securities Issued (continued)
Efek utang yang diterbitkan pada tanggal Debt securities issued as of 31 December 2025
31 Desember 2025 dan 2024 terdiri dari: and 2024 consist of: (continued)
(lanjutan)
Bank memperhitungkan obligasi tersebut The Bank calculates its bond as part of Lower
sebagai Komponen Modal Pelengkap Level Supplementary Capital (Lower Tier 2) based
Bawah (Lower Tier 2) berdasarkan Surat on Approval Letter from Financial Service
Persetujuan Otoritas Jasa Keuangan Authority No. S-92/PB.32/2019 dated 20
No. S-92/PB.32/2019 pada tanggal December 2019.
20 Desember 2019.
5. Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank 5. Bank UOB Indonesia Subordinated Debt Shelf
UOB Indonesia Tahap I Tahun 2019 pada Offering II Phase I Year 2019 on 4 July 2019
tanggal 5 Juli 2019 dengan jangka waktu with tenor of 7 years since issuance date
selama 7 tahun dan jumlah pokok sebesar totalling to Rp100,000,000,000 (full amount)
Rp100.000.000.000 (nilai penuh) dengan with fixed interest rate of 9.85%.
tingkat bunga tetap sebesar 9,85%.
Bank memperhitungkan obligasi tersebut The Bank calculates its bond as part of Lower
sebagai Komponen Modal Pelengkap Level Supplementary Capital (Lower Tier 2) based
Bawah (Lower Tier 2) berdasarkan Surat on Approval Letter from Financial Service
Persetujuan Otoritas Jasa Keuangan Authority No. S-92/PB.32/2019 dated
No. S-92/PB.32/2019 pada tanggal 20 December 2019.
20 Desember 2019.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan As of 31 December 2025 and 2024, the rating
2024, peringkat Obligasi Subordinasi of Bank UOB Indonesia Subordinated Debt
Berkelanjutan II Bank UOB Indonesia Tahap Shelf Offering II Phase I Year 2019 based on
I Tahun 2019 menurut Fitch Ratings adalah Fitch Ratings is idAA.
idAA.
Obligasi-obligasi Subordinasi tersebut di atas The said subordinated bonds are not secured
tidak dijamin dengan jaminan khusus tetapi by specific collateral but are secured by all
dijamin dengan seluruh harta kekayaan assets of the Bank.
Bank.
Wali amanat dari penerbitan Obligasi The trustee for issuance of Bank UOB
Subordinasi Berkelanjutan IV Bank UOB Indonesia Subordinated Debt Shelf Offering IV
Indonesia Tahap I Tahun 2024, Obligasi Phase I Year 2024, Bank UOB Indonesia
Berkelanjutan IV Bank UOB Indonesia Tahap Senior Debt Shelf Offering IV Phase I Year
I Tahun 2024, Obligasi Subordinasi 2024, Bank UOB Indonesia Subordinated
Berkelanjutan III Bank UOB Indonesia Tahap Debt Shelf Offering III Phase I Year 2022,
I Tahun 2022, Obligasi Subordinasi Bank UOB Indonesia Subordinated Debt Shelf
Berkelanjutan II Bank UOB Indonesia Tahap Offering II Phase II Year 2019, Bank UOB
II Tahun 2019, Obligasi Subordinasi Indonesia Subordinated Debt Shelf Offering II
Berkelanjutan II Bank UOB Indonesia Tahap Phase I Year 2019 are PT Bank Mandiri
I Tahun 2019 adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
(Persero) Tbk.
118
Page 503
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
23. Efek Utang yang Diterbitkan (lanjutan) 23. Debt Securities Issued (continued)
Efek utang yang diterbitkan pada tanggal Debt securities issued as of 31 December 2025
31 Desember 2025 dan 2024 terdiri dari: and 2024 consist of: (continued)
(lanjutan)
Tidak terdapat keterkaitan usaha antara wali There is no business relationship between the
amanat dengan Bank. trustees and the Bank.
Selama jangka waktu obligasi tersebut di atas, During the term of above mentioned bonds, without
tanpa izin tertulis dari wali amanat, Bank tidak written permission from trustee, the Bank is not
diperkenankan untuk: allowed to:
1) Mengagunkan sebagian maupun seluruh 1) Secure part or all of the income or asset of the
pendapatan atau harta kekayaan Bank yang Bank that exists in the present or in the future,
ada pada saat ini maupun di masa yang akan other than for the Bank’s business activity;
datang di luar kegiatan usaha Bank;
2) Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan 2) Reduce the authorized capital, issued capital
dan modal disetor, kecuali pengurangan and paid-up capital, unless the reduction is
tersebut dilakukan berdasarkan permintaan carried out based on the request and/or order
dan/atau perintah dari otoritas berwenang of the authorized regulator (including but not
(termasuk tetapi tidak terbatas pada OJK); limited to OJK);
3) Melakukan penggabungan dan/atau 3) Perform any merger and/or acquisition which
peleburan yang menyebabkan bubarnya causes the liquidation of the Bank or would
Bank atau yang akan mempunyai akibat have a material adverse impact on the
negatif secara material terhadap continuation of the Bank's businesses;
kelangsungan usaha Perseroan;
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan As of 31 December 2025 and 2024, the Bank has
2024, Bank telah mengamortisasi biaya emisi amortized the bonds issuance cost amounting to
obligasi masing-masing sebesar Rp2.985 dan Rp2,985 and Rp3,440, respectively, which is
Rp3.440 yang dicatat dalam laporan laba rugi dan recorded in the statement of profit or loss and other
penghasilan komprehensif lain. comprehensive income.
Selama tahun 2025 dan 2024, Bank telah During 2025 and 2024, the Bank has complied with
memenuhi persyaratan-persyaratan dalam covenants of the debt securities issued above.
penerbitan efek utang tersebut.
119
Page 504
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
24. Liabilitas Lain-lain 24. Other Liabilities
Akun ini terdiri dari: This account consists of:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Setoran jaminan (Catatan 37) 2.035.293 1.629.608 Margin deposits (Note 37)
Biaya yang masih harus dibayar
(Catatan 37) 804.268 1.153.235 Accrued expenses (Note 37)
Cadangan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses of
atas komitmen dan kontinjensi commitments and contingencies
(Catatan 34) 317.980 338.674 (Note 34)
Liabilitas sewa 77.404 133.551 Lease liabilities
Pendapatan diterima di muka 5.408 10.185 Unearned income
Term deposit Valas hasil ekspor Term deposit with Bank Indonesia
(TD Valas DHE SDA) Bank Indonesia in foreign currency from DHE SDA
(Catatan 15) - 812.798 (Note 15)
Lain-lain 959.890 490.775 Others
Total 4.200.243 4.568.826 Total
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, As of 31 December 2025 and 2024, included in the
termasuk dalam biaya yang masih harus dibayar accrued expenses is deferred bonus granted to the
adalah bonus yang diberikan kepada Direksi yang Board of Directors amounting to Rp18,197 and
ditangguhkan masing-masing sebesar Rp18.197 Rp18,922, respectively, in accordance with POJK
dan Rp18.922 sesuai dengan POJK No. 45/POJK.03/2015 dated 23 December 2015
No. 45/POJK.03/2015 tanggal 23 Desember 2015 concerning the Implementation of Governance for
tentang Penerapan Tata Kelola dalam Pemberian Commercial Banks in the Provision of
Remunerasi bagi Bank Umum. Remunerations.
Setoran jaminan terutama merupakan perjanjian Margin deposits mainly represent operational
kerjasama operasional dengan United Overseas cooperation agreements with United Overseas
Bank Limited, Singapura dan PT Bank Mandiri Bank Limited, Singapore and PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk. (Persero) Tbk.
United Overseas Bank Limited, Singapura United Overseas Bank Limited, Singapore
(“UOBS”) (“UOBS”)
Pada tanggal 25 Agustus 2022, Bank dan UOBS On 25 August 2022, the Bank and UOBS has
menandatangani Perjanjian Jaminan Uang Tunai signed Cash Collateral Agreement that UOBS
yang dalam hal ini UOBS menyediakan jaminan provides cash collateral on derivative transactions
uang tunai atas transaksi derivatif mencakup FX including FX Derivative and Interest Rate
Derivative dan Interest Rate Derivative yang Derivative stipulated in International Swaps and
diatur dalam Perjanjian Induk International Swaps Derivative Transactions (ISDA) 2022 Master
and Derivative Transactions (ISDA) 2022 tanggal Agreement on 20 August 2007. Cash collateral is
20 Agustus 2007. Jaminan uang tunai diberikan provided in USD with minimal transfer nominal
dalam mata uang USD dengan jumlah transfer amounting to USD2,000,000 (full amount). The
minimal sebesar USD2.000.000 (angka penuh). Bank is obliged to pay interest on the cash
Bank memiliki kewajiban untuk membayar bunga collateral placement which is determined and
atas penempatan jaminan ini yang ditentukan dan calculated using Secured Overnight Financing
dihitung dengan menggunakan suku bunga Rate (SOFR).
Secured Overnight Financing Rate (SOFR).
120
Page 505
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
24. Liabilitas Lain-lain (lanjutan) 24. Other Liabilities (continued)
United Overseas Bank Limited, Singapura United Overseas Bank Limited, Singapore
(“UOBS”) (lanjutan) (“UOBS”) (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, nilai As of 31 December 2025 and 2024, the cash
jaminan uang tunai masing-masing sebesar collateral amounting to JPY10,185,860,000 and
JPY10.185.860.000 (nilai penuh) dan JPY8,679,000,000 (full amount), respectively (Note
JPY8.679.000.000 (nilai penuh) (angka penuh) 37).
(Catatan 37).
Bunga yang masih harus dibayar atas jaminan Interest payables on the cash collateral amounting
uang tunai tersebut sebesar JPY5.288.347 (nilai to JPY5,288,347 (full amount) and JPY1,772,388
penuh) dan JPY1.772.388 (nilai penuh) pada (full amount) as of 31 December 2025 and 2024,
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 (Catatan respectively (Note 37).
37).
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Bank PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Bank
Mandiri”) Mandiri”)
Pada tanggal 22 April 2016, Bank dan Bank On 22 April 2016, the Bank and Bank Mandiri has
Mandiri menandatangani Perjanjian Induk Global signed the Global Master Repurchase Agreement
Pembelian Kembali (GMRA) (GMRA) No.FTS.TRS/IRT.204/2016,
No.FTS.TRS/IRT.204/2016, No.16/GMG/0008 No.16/GMG/0008 which is amended with GMRA
yang diamandemen dengan GMRA No.TIB.TRS/TLA.91/2023, No.23/GMG/0042 that
No.TIB.TRS/TLA.91/2023, No.23/GMG/042 yang one of the parties will provide cash margin on
dalam hal ini salah satu pihak akan menyediakan securities sold under repurchase agreements
marjin tunai atas transaksi pembelian kembali which will be paid to the party who has net
efek yang akan dibayarkan kepada salah satu eksposure againts other party. The party who
pihak yang memiliki eksposur bersih terhadap receive cash margin is obliged to pay interest on
pihak lainnya. Pihak yang menerima marjin tunai the cash margin placement which is determined
memiliki kewajiban untuk membayar bunga atas and calculated using Money Market Reference
penempatan jaminan ini yang ditentukan dan Interest Rate as provided by Bank Indonesia.
dihitung dengan menggunakan Suku Bunga
Acuan Pasar Uang yang ditetapkan Bank
Indonesia.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, nilai As of 31 December 2025 and 2024, the cash
jaminan uang tunai sebesar Rp403.758 dan collateral amounting to Rp403,758 and Rp440,848,
Rp440.848. respectively.
Bunga yang masih harus dibayar atas jaminan Interest payables on the cash collateral amounting
uang tunai tersebut sebesar Rp1.536 dan to Rp1,536 and Rp2,107 as of 31 December 2025
Rp2.107 dan pada tanggal 31 Desember 2025 and 2024, respectively.
dan 2024.
121
Page 506
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
25. Modal Saham 25. Share Capital
Pada tanggal 26 Oktober 2023, Bank On 26 October 2023, the Bank has received
mendapatkan persetujuan Rapat Umum approval from the Extraordinary General Meeting
Pemegang Saham Luar Biasa sebagaimana of Shareholders as stated in Deed of Minutes of
termuat dalam Akta Berita Acara Rapat Umum Extraordinary General Meeting of Shareholders
Pemegang saham Luar Biasa No. 89 tanggal No. 89 dated 26 October 2023 made before Notary
26 Oktober 2023 yang dibuat di hadapan Notaris Aulia Taufani, S.H., Notary in Jakarta, which
Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta yang approved to increase the Bank’s issued and paid-
menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan up capital by issuing new shares of 1,040,946,745
disetor Bank dengan cara mengeluarkan saham shares with nominal amount of Rp250 (full amount)
baru sebanyak 1.040.946.745 lembar saham per share with offering price of Rp1,441 (full
dengan nilai nominal masing-masing sebesar amount) per share.
Rp250 (nilai penuh) per saham dengan harga
penawaran sebesar Rp1.441 (nilai penuh) per
lembar saham.
Hasil penerbitan saham tersebut telah diterima The result of shares issues has been received by
oleh Bank sehingga dengan demikian jumlah the Bank so therefore the total number of issued
seluruh saham ditempatkan dan disetor penuh and fully paid-up shares of the Bank increases to
Bank meningkat menjadi sebanyak 12,227,591,633 shares or Rp3,056,897,908,250
12.227.591.633 lembar saham atau sebesar (full amount) as stated in Deed of Statement
Rp3.056.897.908.250 (nilai penuh) sebagaimana Resolutions No. 38 dated 20 November 2023 made
termuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat before Notary Aulia Taufani, S.H., Notary in
No. 38 tanggal 20 November 2023 yang dibuat di Jakarta, which the notice of amendment has been
hadapan Notaris Aulia Taufani, S.H., Notaris di received and recorded by Legal Entity
Jakarta, yang pemberitahuan perubahan Administration System of the Ministry of Laws and
anggaran dasarnya telah diterima dan dicatat Human Rights of the Republic of Indonesia as
dalam Sistem Administrasi Badan Hukum stated in the letter No. AHU-AH.01.03-0145724
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dated 23 November 2023. On 30 November 2023,
sebagaimana tercantum dalam surat No. AHU- based on letter from the Financial Services
AH.01.03-0145724 tanggal 23 November 2023. Authority No. SR-123/PB.31/2023, the Bank has
Pada tanggal 30 November 2023, melalui surat obtained approval from Financial Services
dari Otoritas Jasa Keuangan No. SR- Authority to book the additional paid-in capital as
123/PB.31/2023, Bank telah memperoleh Paid-in Capital.
persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan untuk
mencatatkan tambahan modal disetor tersebut
sebagai Modal Disetor.
Susunan pemegang saham Bank dan persentase The Bank's shareholders and percentage of
kepemilikannya pada tanggal 31 Desember 2025 ownership as of 31 December 2025 and 2024 are
dan 2024 adalah sebagai berikut: (Catatan 1a) as follows: (Note 1a)
31 Desember 2025 dan 2024/
31 December 2025 and 2024
Jumlah saham
ditempatkan dan
disetor penuh/ Persentase
Issued and kepemilikan/
fully paid Percentage Total modal/
Pemegang saham shares of ownership Total capital Shareholders
UOB International UOB International
Investment Private Limited, Investment Private Limited,
Singapura 8.430.031.879 68,943% 2.107.508 Singapore
United Overseas Bank Limited, United Overseas Bank Limited,
Singapura 3.675.134.661 30,056% 918.784 Singapore
Yayasan Kesejahteraan Nusantara 122.308.897 1,000% 30.577 Yayasan Kesejahteraan Nusantara
Lain-lain (masing-masing di bawah 1%) 116.196 0,001% 29 Others (below 1% each)
Total 12.227.591.633 100,00% 3.056.898 Total
122
Page 507
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
25. Modal Saham (lanjutan) 25. Share Capital (continued)
Tujuan utama pengelolaan modal Bank adalah The primary objective of the Bank’s capital
untuk memastikan pemeliharaan rasio modal management is to ensure that it maintains healthy
yang sehat untuk mendukung usaha dan capital ratios in order to support its business and
memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham. maximize shareholders value.
Selain itu, Bank dipersyaratkan oleh Undang- In addition, the Bank is also required by the
Undang Perseroan Terbatas efektif tanggal Corporate Law effective on 16 August 2007 to
16 Agustus 2007 untuk mengkontribusikan contribute and maintain a non-distributable reserve
sampai dengan 20% dari modal saham fund until the said reserve reaches 20% of the
ditempatkan dan disetor penuh dalam bentuk issued and fully paid up share capital. This capital
dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. requirements are considered by the Bank at the
Persyaratan permodalan tersebut Annual General Shareholders’ Meeting (“AGM”).
dipertimbangkan oleh Bank pada Rapat Umum
Pemegang Saham (“RUPS”).
Bank mengelola struktur permodalan dan The Bank manages its capital structure and makes
melakukan penyesuaian terhadap perubahan adjustments to it in light of changes in economic
kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan conditions. In order to maintain or adjust the capital
menyesuaikan struktur permodalan, Bank dapat structure, the Bank may adjust the dividend
menyesuaikan pembayaran dividen kepada payment to shareholders, issue new shares or
pemegang saham, menerbitkan saham baru atau raise debt financing. There were no changes made
mengusahakan pendanaan melalui pinjaman. in the objectives, policies or processes as of
Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan 31 December 2025 and 2024.
maupun proses pada tanggal 31 Desember 2025
dan 2024.
Kebijakan Bank adalah mempertahankan struktur The Bank’s policy is to maintain a healthy capital
permodalan yang sehat untuk mengamankan structure in order to secure access to finance at a
akses terhadap pendanaan pada biaya yang reasonable cost.
wajar.
26. Tambahan Modal Disetor 26. Additional Paid-in Capital
Akun ini terdiri dari: This account consists of:
31 Desember 2025 dan 2024/
31 December 2025 and 2024
Agio saham Paid-in capital
Penawaran Umum Terbatas III tahun 2006 576.625 Limited Public Offering III year 2006
Penerbitan saham tahun 2020 1.591.941 Right issue year 2020
Penerbitan saham tahun 2023 1.239.767 Right issue year 2023
Dividen saham 238.276 Stock dividend
Biaya emisi efek ekuitas Paid-in capital
Penawaran Umum Terbatas III tahun 2006 (2.306) Limited Public Offering III year 2006
Difference in the value of
Selisih nilai transaksi restrukturisasi restructuring transactions of
entitas sepengendali 1.289.647 entities under common control
Adjustment on
Penyesuaian tambahan modal disetor 4.576 additional paid-in capital
Total 4.938.526 Total
123
Page 508
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
27. Saldo Laba 27. Retained Earnings
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan At the Annual General Meeting of Shareholders
yang diselenggarakan pada tanggal 29 April 2025 held on 29 April 2025, the minutes of which were
yang berita acaranya diaktakan dengan Akta notarized under Deed No. 69 of Notary Aulia
Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 69 pada tanggal Taufani, S.H., on the same date, the shareholders
yang sama, para pemegang saham setuju untuk agreed to increase the amount appropriated for
menambah dana cadangan umum sebesar general reserve amounting to Rp4,062 to comply
Rp4.062 guna memenuhi ketentuan Pasal 70 with Article 70 of the Corporation Law and Article
Undang-undang Perseroan Terbatas dan Pasal 20 of the Bank’s Articles of Association and
20 Anggaran Dasar Bank serta membukukan registered the entire net profit earned in 2024 after
seluruh laba bersih yang diperoleh di tahun 2024 deduction against reserve as retained earnings.
setelah dikurangi cadangan wajib sebagai laba
ditahan.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan At the Annual General Meeting of Shareholders
yang diselenggarakan pada tanggal 30 April 2024 held on 30 April 2024, the minutes of which were
yang berita acaranya diaktakan dengan Akta notarized under Deed No. 73 of Notary Aulia
Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 73 pada tanggal Taufani, S.H., on the same date, the shareholders
yang sama, para pemegang saham setuju untuk agreed to increase the amount appropriated for
menambah dana cadangan umum sebesar general reserve amounting to Rp6,750 to comply
Rp6.750 guna memenuhi ketentuan Pasal 70 with Article 70 of the Corporation Law and Article
Undang-undang Perseroan Terbatas dan Pasal 20 of the Bank’s Articles of Association and
20 Anggaran Dasar Bank serta membukukan registered the entire net profit earned in 2023 after
seluruh laba bersih yang diperoleh di tahun 2023 deduction against reserve as retained earnings.
setelah dikurangi cadangan wajib sebagai laba
ditahan.
28. Pendapatan Bunga 28. Interest Income
Akun ini diperoleh dari: This account is derived from the following:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Kredit yang diberikan 8.191.538 7.943.685 Loans
Investasi keuangan dan Financial investments and
efek-efek yang diperdagangkan 2.722.304 2.773.263 trading securities
Penempatan pada Bank Indonesia Placements with Bank Indonesia
dan bank lain 229.474 177.852 and other banks
Giro pada Bank Indonesia dan Current accounts with
bank lain 122.744 118.833 Bank Indonesia and other banks
Tagihan atas surat berharga Receivables on securities
yang dibeli dengan janji purchased with
dijual kembali 101.576 482.433 agreements to resell
Total 11.367.636 11.496.066 Total
Provisi dan komisi yang diamortisasi dan diakui Provision and commission which are amortized and
sebagai pendapatan bunga untuk tahun yang recognized as interest income for the years ended
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 31 December 2025 and 2024 amounting to
2024 masing-masing sebesar Rp466.057 dan Rp466,057 and Rp388,701, respectively.
Rp388.701.
Informasi mengenai pendapatan bunga yang Interest income earned from related parties of loan
diperoleh dari pihak-pihak yang berelasi are disclosed in Note 37.
diungkapkan pada Catatan 37.
124
Page 509
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
29. Beban Bunga 29. Interest Expenses
Akun ini merupakan beban bunga yang timbul This account represents interest expenses incurred
atas: on the following:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Deposito berjangka 2.421.157 2.699.782 Time deposits
Giro 1.129.146 1.027.756 Demand deposits
Tabungan 926.447 823.038 Saving deposits
Liabilitas atas surat berharga Liabilities on securities
yang dijual dengan janji sold under repurchase
dibeli kembali 322.595 469.977 agreements
Premi penjaminan Premium on Government
Pemerintah (Catatan 36) 259.272 245.565 guarantee (Note 36)
Simpanan dan pinjaman Deposits and borrowings
dari bank lain 179.045 196.089 from other banks
Efek utang yang diterbitkan 88.918 125.798 Debt securities issued
Setoran jaminan 27.712 52.556 Margin deposits
Lain-lain - 11.130 Others
Total 5.354.292 5.651.691 Total
Informasi mengenai beban bunga atas transaksi Interest expense on transactions with related
dengan pihak-pihak yang berelasi diungkapkan parties are disclosed in Note 37.
pada Catatan 37.
30. Beban Umum dan Administrasi 30. General and Administrative Expenses
Akun ini terdiri dari: This account consists of:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Penyusutan aset tetap dan Depreciation of fixed assets and
aset hak guna (Catatan 14) 660.942 601.526 right-of-use assets (Note 14)
Telekomunikasi, listrik dan air 659.502 654.384 Telecommunication, electricity, and water
Pemeliharaan dan perbaikan 579.877 548.682 Repairs and maintenance
Jasa outsourcing 292.421 387.397 Outsourcing service
Iklan dan promosi 181.659 237.900 Advertising and promotion
Jasa tenaga ahli 77.291 215.270 Professional fees
Pungutan OJK 67.382 84.067 OJK levy
Amortisasi aset tak berwujud Amortization of intangible assets
(Catatan 3) 32.000 33.666 (Note 3)
Barang cetakan dan keperluan Printed materials and office
kantor 30.974 67.364 supplies
Sewa 20.410 39.139 Rental
Asuransi 11.379 12.661 Insurance
Keamanan 10.571 12.095 Security
Biaya emisi obligasi 3.080 3.697 Bond issuance cost
Beban jasa manajemen - 2.530 Management fee
Lain-lain 48.660 44.451 Others
Total 2.676.148 2.944.829 Total
125
Page 510
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
31. Beban Gaji dan Kesejahteraan Karyawan 31. Salaries and Employee Benefits Expenses
Akun ini terdiri dari: This account consists of:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Gaji, upah dan tunjangan hari raya 1.874.243 1.996.167 Salaries, wages and lebaran bonus
Pengobatan 139.241 130.508 Medical
Makan, transportasi dan Meals, transportation and
tunjangan lainnya 132.828 133.984 other allowance
Manfaat pensiun 109.270 167.450 Gratuity
BPJS ketenagakerjaan 84.145 87.677 Insurance and social security
Tunjangan pajak PPh 21 66.739 62.060 Taxable allowance PPh 21
Insentif 59.153 104.968 Incentive
Pendidikan dan pelatihan 31.862 51.840 Education and training
Lembur 8.121 8.900 Overtime
Imbalan kerja (Catatan 35) 189 80.836 Employee benefits (Note 35)
Lain-lain 43.352 43.344 Others
Total 2.549.143 2.867.734 Total
32. Laba Per Saham Dasar 32. Basic Earnings Per Share
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi Basic earnings per share is calculated by dividing
laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada the income for the year attributable to the equity
pemegang saham dengan jumlah saham pada holders by the number of shares outstanding
tahun bersangkutan. during the year.
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Laba tahun berjalan diatribusikan Income for the year
kepada pemegang saham 1.529.077 406.240 attributable to equity holders
Rata-rata tertimbang jumlah Weighted average number
lembar saham yang beredar 12.227.591.633 12.227.591.633 of shares outstanding
Laba per saham dasar* (nilai penuh) 125 33 Basic earnings per share* (full amount)
* Bank tidak mempunyai laba per saham dasar yang bersifat dilutif untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2025 dan 2024./The bank has no dilutive
earning per share for the year ended 31 December 2025 and 2024.
126
Page 511
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
33. Transaksi Pembelian dan Penjualan Tunai 33. Spot Foreign Currency Bought and Sold
Mata Uang Asing
Rincian nilai nominal atas pembelian dan The details of the notional values of spot foreign
penjualan tunai mata uang asing (spot) pada currencies bought and sold as of
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah 31 December 2025 and 2024 are as follows:
sebagai berikut:
31 Desember/31 December 2025
Mata uang asing
(nilai penuh)/
Foreign currencies
(full amount) Rupiah
Pembelian tunai mata uang asing Spot foreign currency bought
Pihak ketiga USD 119.040.000 1.984.992 Third parties
Pembelian tunai mata uang asing Spot foreign currency bought
Pihak berelasi USD 6.878.776 114.704 Related parties
2.099.696
Penjualan tunai mata uang asing Spot foreign currency sold
Pihak ketiga USD 19.067.500 317.951 Third parties
Penjualan tunai mata uang asing Spot foreign currency sold
Pihak berelasi USD 8.130.381 135.574 Related parties
EUR 165.000 3.229
138.803
456.754
31 Desember/31 December 2024
Mata uang asing
(nilai penuh)/
Foreign currencies
(full amount) Rupiah
Pembelian tunai mata uang asing Spot foreign currency bought
Pihak ketiga USD 102.304.618 1.646.593 Third parties
Pembelian tunai mata uang asing Spot foreign currency bought
Pihak berelasi USD 1.132.614 18.229 Related parties
AUD 160.000 1.602
19.831
1.666.424
Penjualan tunai mata uang asing Spot foreign currency sold
Pihak ketiga USD 11.329.940 182.355 Third parties
Penjualan tunai mata uang asing Spot foreign currency sold
Pihak berelasi USD 469.614 7.558 Related parties
EUR 665.000 11.144
18.702
201.057
127
Page 512
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
34. Komitmen dan Kontinjensi 34. Commitments and Contingencies
Bank memiliki tagihan dan liabilitas komitmen dan The Bank’s commitments and contingencies are as
kontinjensi sebagai berikut: follows:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Komitmen Commitments
Tagihan komitmen 125.193 131.655 Commitment receivables
Liabilitas komitmen Commitment liabilities
Fasilitas kredit yang belum
digunakan (96.847.776) (86.823.557) Unused loan facilities granted
Irrevocable letters of credit Outstanding irrevocable
yang masih berjalan (2.367.682) (1.491.969) letters of credit
Liabilitas komitmen - neto (99.090.265) (88.183.871) Commitment liabilities - net
Kontinjensi Contingencies
Liabilitas kontinjensi Contingent liabilities
Bank garansi (4.224.446) (2.837.700) Bank guarantees
Standby letters of credit (2.191.675) (2.130.793) Standby letters of credit
Liabilities kontinjensi - neto (6.416.121) (4.968.493) Contingent liabilities - net
Liabilitas komitmen dan Commitments and contingent
kontinjensi - neto (105.506.386) (93.152.364) liabilities - net
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai The movements in the allowance for impairment
adalah sebagai berikut: losses are as follows:
Tahap 1/ Tahap 2/ Tahap 3/
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
31 Desember 2023 278.752 101.108 - 379.860 31 December 2023
Aset baru 49.558 27.278 - 76.836 New assets originated
Aset dihentikan
pengakuannya atau Assets derecognized or
dilunasi (kecuali hapus buku) (68.397) (57.394) - (125.791) repaid (excluding write-offs)
Transfer ke Tahap 1 35.849 (35.849) - - Transfers to Stage 1
Transfer ke Tahap 2 (1.477) 1.477 - - Transfers to Stage 2
Transfer ke Tahap 3 (2) 2 - - Transfers to Stage 3
Pengukuran kembali (38.457) 46.226 - 7.769 Remeasurement
-
31 Desember 2024 255.826 82.848 - 338.674 31 December 2024
Aset baru 55.589 6.518 - 62.107 New assets originated
Aset dihentikan
pengakuannya atau Assets derecognized or
dilunasi (kecuali hapus buku) (50.100) (29.603) - (79.703) repaid (excluding write-offs)
Transfer ke Tahap 1 35.334 (35.334) - Transfers to Stage 1
Transfer ke Tahap 2 (427) 427 - Transfers to Stage 2
Transfer ke Tahap 3 - - - Transfers to Stage 3
Pengukuran kembali (42.491) 39.393 - (3.098) Remeasurement
-
31 Desember 2025 253.731 64.249 - 317.980 31 December 2025
128
Page 513
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
35. Liabilitas atas Imbalan Kerja 35. Liability for Employee Benefits
Bank memiliki program pensiun iuran pasti dan The Bank has defined contribution retirement plan
juga mencatat liabilitas estimasi imbalan kerja and also recognized estimated liability for
atas uang pesangon, uang penghargaan masa termination, gratuity and compensation benefits to
kerja dan ganti kerugian kepada karyawan untuk cover any deficiency as provided, which the
menutupi kemungkinan kekurangan, yang untuk calculation as of 31 December 2025 and 2024 in
perhitungan pada tanggal 31 Desember 2025 dan accordance with Law No. 6 of 2023 on
2024 sesuai dengan Undang-Undang No. 6 Employment, Government Regulation No. 35 of
Tahun 2023 tentang Ketenagakerjaan, PP No. 35 2021 and the Bank’s labor agreement.
Tahun 2021 dan perjanjian ketenagakerjaan
Bank.
Program pensiun iuran pasti Bank dikelola oleh The Bank’s defined contribution retirement plan is
Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) managed by Dana Pensiun Lembaga Keuangan
Manulife Indonesia (pihak ketiga). Iuran yang (DPLK) Manulife Indonesia (a third party). The
dibayarkan kepada DPLK pada tahun yang contribution retirement paid to DPLK for the years
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan ended 31 Desember 2025 and 2024 amounting to
2024 masing-masing sebesar Rp165.876 dan Rp165,876 and Rp164,004, respectively.
Rp164.004.
Iuran pensiun ditetapkan sebesar 16% dari gaji The pension contribution is determined at 16% of
karyawan peserta dana pensiun, dimana sebesar the employees’ salary who joined the pension plan,
10% ditanggung oleh Bank dan sisanya 6% of which 10% is contributed by the Bank and the
ditanggung oleh karyawan. Sejak tanggal remaining 6% is contributed by the employees.
1 Juni 2023, Bank merubah ketentuan, yaitu iuran Since 1 June 2023, the Bank has changed the
pensiun ditetapkan dengan minimal 10% dari gaji provisions, namely pension contribution is
karyawan peserta dana pensiun, dan bisa determined at a minimum of 10% of the employees’
ditambahkan dari karyawan secara sukarela salary who participating in the pension fund, and
sesuai dengan pilihan yang ditentukan Bank. can be added from employees voluntarily
Beban pensiun Bank pada tahun yang berakhir according to the options determined by the Bank.
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 The Bank’s pension expense for the years ended
masing-masing berjumlah sebesar Rp118.186 31 December 2025 and 2024 amounting to
dan Rp116.409. Rp118,186 and Rp116,409, respectively.
Estimasi liabilitas imbalan kerja karyawan pada The estimated liabilities for employee benefits as of
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 dicatat 31 December 2025 and 2024 were determined
berdasarkan penilaian aktuaria yang masing- based on the actuarial valuations performed by
masing dilakukan oleh Kantor Konsultan Aktuaria Kantor Konsultan Aktuaria Santhi Devi dan
Santhi Devi dan Ardianto Handoyo, aktuaris Ardianto Handoyo, independent actuary, in their
independen, berdasarkan laporannya bertanggal reports dated 4 February 2026 and
4 Februari 2026 dan 16 Januari 2025, dengan 16 January 2025, using the “Projected Unit Credit”
menggunakan metode “Projected Unit Credit”. method.
129
Page 514
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
35. Liabilitas atas Imbalan Kerja (lanjutan) 35. Liability for Employee Benefits (continued)
Asumsi-asumsi penting yang digunakan dalam The principal assumptions used in the valuations
penilaian tersebut adalah sebagai berikut: are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Tingkat bunga diskonto 5,50% 6,60% Discount interest rate
Tingkat proyeksi kenaikan gaji 4,50% 4,50% Salary increase projection rate
Tabel kematian TMI 2019 TMI 2019 Mortality table
Tingkat cacat 1% of mortality rate 1% of mortality rate Disability rate
Usia pensiun (tahun) 55 55 Retirement age (years old)
Tingkat pengunduran diri Turnover rate
Umur 25-29 12,50% 12,50% Age 25-29
Umur 30-34 10,00% 10,00% Age 30-34
Umur 35-39 7,50% 7,50% Age 35-39
Umur 40-44 5,00% 5,00% Age 40-44
Umur 45-49 2,50% 2,50% Age 45-49
Umur 50-54 2,00% 2,00% Age 50-54
Umur >54 0,00% 0,00% Age >54
Beban imbalan kerja Employee benefits expenses
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Beban jasa kini 54.052 55.108 Current service cost
(Pendapatan)/Biaya jasa lalu Past service (income)/cost -
amendemen program (83.908) - benefit changes
Beban bunga 25.236 20.368 Interest cost
Pengakuan kerugian aktuaria 4.809 5.360 Recognition of actuarial loss
Beban imbalan kerja 189 80.836 Employee benefits expense
Nilai kini liabilitas imbalan kerja Present value of benefit obligations
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Nilai kini liabilitas imbalan kerja, Present value of benefit obligation,
awal tahun 438.894 344.372 beginning of the year
Beban jasa kini 54.052 55.108 Current service cost
(Pendapatan)/Biaya jasa lalu Past service (income)/cost -
amendemen program (83.908) - benefit changes
Beban bunga 25.236 20.368 Interest cost
Pembayaran manfaat (73.303) (29.794) Payments of benefits
Pengukuran kembali aktuarial (6.491) 43.480 Remeasurement of defined benefit plan
Pengakuan kerugian aktuaria 4.809 5.360 Recognition of actuarial loss
Nilai kini liabilitas imbalan kerja, Present value of benefit obligations,
akhir tahun 359.289 438.894 end of year
130
Page 515
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
35. Liabilitas atas Imbalan Kerja (lanjutan) 35. Liability for Employee Benefits (continued)
Jumlah penyesuaian yang timbul pada liabilitas The amounts of experience adjustments arising
program untuk tahun yang berakhir pada tanggal on the plan liabilities for the year ended
31 Desember 2025 dan posisi empat tahun 31 December 2025 and previous four years are as
sebelumnya adalah sebagai berikut (tidak follows (unaudited):
diaudit):
31 Desember/31 December
2025 2024 2023 2022 2021
Present value of benefit
Nilai kini liabilitas 359.289 438.894 344.372 258.405 278.566 obligation
Experience adjustment on
Penyesuaian liabilitas (24.913) 39.354 (7.336) 4.323 (19.604) liability
Perubahan liabilitas atas imbalan kerja untuk The movements of employee benefits liability for
tahun yang berakhir pada tanggal the years ended 31 December 2025 and 2024 are
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai as follows:
berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Saldo awal tahun 438.894 344.372 Beginning balance
Beban imbalan kerja Employee benefits expense
tahun berjalan 189 80.836 during the year
Total yang diakui di penghasilan Total amount recognized in
komprehensif lainnya (6.491) 43.480 other comprehensive income
Pembayaran manfaat (73.303) (29.794) Payments of benefits
Saldo akhir tahun 359.289 438.894 Ending balance
Tabel berikut menunjukkan analisa sensitivitas The tables below show the sensitivity analysis of
nilai kini liabilitas imbalan kerja diasumsikan the present value of employee benefit obligation in
terdapat perubahan atas tingkat diskonto dan the assumed changes in the discount rate and
tingkat kenaikan upah (tidak diaudit): salary increment rate (unaudited):
Tingkat Diskonto Discount Rate
Nilai kini liabilitas/
Present value of employee
Perubahan benefit obligation
persentase/
Percentage 31 Desember/ 31 Desember/
change 31 December 2025 31 December 2024
+1% (347.410) (422.379)
-1% 372.195 456.930
Tingkat Kenaikan Upah Salary Increment Rate
Nilai kini liabilitas/
Present value of employee
Perubahan benefit obligation
persentase/
Percentage 31 Desember/ 31 Desember/
change 31 December 2025 31 December 2024
+1% 397.386 465.435
-1% (329.348) (414.693)
131
Page 516
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
35. Liabilitas atas Imbalan Kerja (lanjutan) 35. Liability for Employee Benefits (continued)
Jatuh tempo dari liabilitas imbalan kerja pada The maturity of the benefits obligation as of
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah 31 December 2025 and 2024 are as follows
sebagai berikut (tidak diaudit): (unaudited):
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Dalam waktu 12 bulan berikutnya 98.973 113.407 Within the next 12 months
Antara 1 dan 2 tahun 62.915 68.064 Between 1 and 2 years
Antara 2 dan 5 tahun 156.406 200.011 Between 2 and 5 years
Antara 5 dan 10 tahun 241.438 333.114 Between 5 and 10 years
Total 559.732 714.596 Total
Durasi rata-rata liabilitas imbalan kerja pada The average duration of employees’ benefits
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah liability as of 31 December 2025 and 2024 are 3.6
masing-masing selama 3,6 tahun dan 4,9 tahun years and 4.9 years, respectively (unaudited).
(tidak diaudit).
36. Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas 36. The Government Guarantee for The Payment of
Pembayaran Bank Umum Obligations of Commercial Banks
Berdasarkan Undang-Undang No. 24 tentang Based on Law No. 24 regarding the Indonesia
Lembaga Penjaminan Simpanan (“LPS”) tanggal Deposit Insurance Agency (“LPS”) dated
22 September 2004, efektif sejak tanggal 22 September 2004, effective on
22 September 2005, sebagaimana diubah 22 September 2005, which was amended by the
dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 2009 Law No. 7 Year 2009 dated 13 January 2009
tanggal 13 Januari 2009 tentang Penetapan regarding the Stipulation of Government
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Regulation No. 3 Year 2008, LPS was formed to
Undang No. 3 Tahun 2008, LPS dibentuk untuk guarantee certain obligations of commercial banks
menjamin liabilitas tertentu bank-bank umum under the applicable guarantee program, in which
berdasarkan program penjaminan yang berlaku, the amount of guarantee can vary if it meets the
yang besaran nilai jaminannya dapat berubah jika applicable criteria.
memenuhi kriteria tertentu yang berlaku.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.66 Tahun Based on Government Regulation No. 66 year
2008 tanggal 13 Oktober 2008 tentang Besaran 2008 dated 13 October 2008 regarding the Amount
Nilai Simpanan yang Dijamin Lembaga Penjamin of Deposit Guaranteed by LPS, which was
Simpanan, yang disempurnakan melalui enhanced by LPS Regulation No. 1/PLPS/2023
Peraturan LPS No. 1/PLPS/2023 tanggal dated 22 May 2023 regarding the Deposit
22 Mei 2023 tentang Program Penjaminan Insurance Program, that the balance guaranteed
Simpanan bahwa saldo yang dijamin untuk setiap for each customer at one Bank is a maximum of
nasabah pada satu Bank adalah paling tinggi Rp2,000,000,000 (full amount).
sebesar Rp2.000.000.000 (nilai penuh).
Pada tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025 based on the LPS
berdasarkan Pengumuman LPS Announcement No.PENG-7/DSPS/2025 dated
No.PENG-7/DSPS/2025 tanggal 22 September 2025, customer deposits are only
22 September 2025, simpanan nasabah dijamin covered if the interest rate is equal to or below
hanya jika suku bunganya sama dengan atau 3.50% for deposits denominated in Rupiah and
dibawah 3,50% untuk simpanan dalam Rupiah equal to or below 2.00% for deposits denominated
dan sama dengan atau dibawah 2,00% untuk in foreign currency.
simpanan dalam valuta asing.
132
Page 517
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
36. Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas 36. The Government Guarantee for The Payment of
Pembayaran Bank Umum (lanjutan) Obligations of Commercial Banks (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2024 As of 31 December 2024 based on the LPS
berdasarkan Pengumuman LPS No.Peng- Announcement No.Peng-3/DSPS/2024 dated
3/DSPS/2024 tanggal 28 Mei 2024, simpanan 28 May 2024, customer deposits are only covered
nasabah dijamin hanya jika suku bunganya sama if the interest rate is equal to or below 4.25% for
dengan atau dibawah 4,25% untuk simpanan deposits denominated in Rupiah and equal to or
dalam Rupiah dan sama dengan atau dibawah below 2.25% for deposits denominated in foreign
2,25% untuk simpanan dalam valuta asing. currency.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bank As of 31 December 2025 and 2024, the Bank is a
adalah peserta dari program penjaminan participant of that guarantee program.
tersebut.
37. Sifat dan Transaksi dengan Pihak Berelasi 37. Nature and Transaction Balances with Related
Parties
Pihak berelasi/ Sifat dari hubungan/ Sifat dari transaksi/
Related parties Nature of relationship Nature of transaction
Kredit yang diberikan, Simpanan dari nasabah,
Dewan Komisaris dan Direksi/
Karyawan kunci dan pengurus/ Pendapatan dan beban bunga/
The Board of Commissioners and
Key employees and management Loans, Deposits from customers, Interest income
the Directors
and expense
Giro pada bank lain, Tagihan dan liabilitas derivatif,
Simpanan dari bank lain, Aset lain-lain: tagihan
spot, Liabilitas akseptasi, Liabilitas lain-lain: biaya
yang masih harus dibayar dan liabilitas spot,
Arrangement fee, Pendapatan dan beban dari
transaksi derivatif dan spot, Beban bunga, Biaya
United Overseas Bank Ltd., outsourcing, Counter guarantee, Setoran jaminan,
Singapura/ Pemegang saham akhir/ Investasi keuangan/
United Overseas Bank Ltd., Ultimate shareholder Current accounts with other banks, Derivative
Singapore receivables and payables, Deposits from other
banks, Other assets: spot receivables, acceptance
liabilities, Other liabilities: accrued expenses and
spot payable, Arrangement fee, Income and
expense from derivative and spot transaction,
Interest expense, Outsourcing cost, Counter
guarantee, Margin deposits, Financial investments
United Overseas Bank Ltd., Tokyo/ Mempunyai induk yang sama/ Giro pada bank lain/
United Overseas Bank Ltd., Tokyo Owned by the same shareholder Current accounts with other banks
Giro pada bank lain, Tagihan Derivatif, Liabilitas
United Overseas Bank Ltd., Hong lain-lain: liabilitas spot, Pendapatan dan beban dari
Kong/ Mempunyai induk yang sama/ transaksi derivatif dan spot/
United Overseas Bank Ltd., Hong Owned by the same shareholder Current accounts with other banks, Derivative
Kong Receivable, Other liabilities: spot payable, Income
and expense from derivative and spot transaction
United Overseas Bank Ltd.,
Sydney/ Mempunyai induk yang sama/ Giro pada bank lain/
United Overseas Bank Ltd., Owned by the same shareholder Current accounts with other banks
Sydney
133
Page 518
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
37. Sifat dan Transaksi dengan Pihak Berelasi 37. Nature and Transaction Balances with Related
(lanjutan) Parties (continued)
Pihak berelasi/ Sifat dari hubungan/ Sifat dari transaksi/
Related parties Nature of relationship Nature of transaction
____________________________________________ ___________________________________________ _________________________________________________________________
Giro pada bank lain, Simpanan dari bank lain,
United Overseas Bank Ltd.,
Liabilitas akseptasi, Counter guarantee/
Malaysia/ Mempunyai induk yang sama/
Current accounts with other banks, Deposits from
United Overseas Bank Ltd., Owned by the same shareholder
other banks, acceptance liabilities, Counter
Malaysia
guarantee
United Overseas Bank Ltd.,
Shanghai/ Mempunyai induk yang sama/ Giro pada bank lain/
United Overseas Bank Ltd., Owned by the same shareholder Current accounts with other banks
Shanghai
United Overseas Bank Ltd.,
Giro pada bank lain, Simpanan dari bank lain/
Thailand/ Mempunyai induk yang sama/
Current accounts with other banks, Deposits from
United Overseas Bank Ltd., Owned by the same shareholder
other banks
Thailand
Simpanan dari bank lain, Tagihan derivatif, Aset
lain-lain: tagihan spot, Liabilitas derivatif, Beban dari
transaksi derivatif dan spot, Arrangement fee/
United Overseas Bank Ltd., China/ Mempunyai induk yang sama/
Deposits from other banks, Derivative receivables,
United Overseas Bank Ltd., China Owned by the same shareholder
Other assets: spot receivables, Derivative payables,
Expense from derivative and spot transaction,
Arrangement fee
Tagihan dan liabilitas derivatif, Simpanan dari
nasabah, Pendapatan komisi, Pendapatan dan
beban dari transaksi derivatif dan spot, Beban
UOB Kay Hian Credit Pte., Ltd./ Mempunyai induk yang sama/
bunga/
UOB Kay Hian Credit Pte., Ltd. Owned by the same shareholder
Derivative receivables and payables, Deposit from
customer, Fee income, Income and expense from
derivative and spot transaction, Interest expense
Beban bunga, Pendapatan komisi, Bank Garansi,
PT Kay Hian Sekuritas/ Mempunyai induk yang sama/ Simpanan dari nasabah/
PT Kay Hian Sekuritas Owned by the same shareholder Interest expense, Fee income, Bank Guarantee,
Deposit from customer
Simpanan dari nasabah, Pendapatan dari transaksi
derivatif dan spot, Beban bunga, Beban sewa,
PT UOB Property/ Mempunyai induk yang sama/ pemeliharaan dan lainnya, Pendapatan bunga/
PT UOB Property Owned by the same shareholder Deposit from customer, Income from derivative and
spot transaction, Interest expense, Rental expense,
Maintenance and other cost, Interest income
Liabilitas lain-lain: Liabilitas spot, Pendapatan dan
beban dari transaksi derivatif dan spot, Beban
bunga, Tagihan dan liabilitas derivatif, Simpanan
UOB Kay Hian Pte., Ltd./ Mempunyai induk yang sama/ dari nasabah, Pendapatan komisi/
UOB Kay Hian Pte., Ltd. Owned by the same shareholder Other liabilities: Spot payable, Income and
expense from derivative and spot transaction,
Interest expense, Derivative receivables and
payables, Deposit from customer, Commission Fee
Simpanan dari nasabah, Beban bunga, Beban
PT Avatec Services Indonesia/ Mempunyai induk yang sama/
pemeliharaan/Deposits from customers, Interest
PT Avatec Services Indonesia Owned by the same shareholder
expense, Maintenance fee
134
Page 519
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
37. Sifat dan Transaksi dengan Pihak Berelasi 37. Nature and Transaction Balances with Related
(lanjutan) Parties (continued)
Pihak berelasi/ Sifat dari hubungan/ Sifat dari transaksi/
Related parties Nature of relationship Nature of transaction
____________________________________________ ___________________________________________ _________________________________________________________________
UIC Asian Computer Services
Pte., Ltd/ Mempunyai induk yang sama/ Beban pemeliharaan dan lainnya/
UIC Asian Computer Services Owned by the same shareholder Maintenance fee and others
Pte., Ltd
UOB Travel Planner Pte., Ltd./ Mempunyai induk yang sama/ Beban pemeliharaan dan lainnya/
UOB Travel Planner Pte., Ltd. Owned by the same shareholder Maintenance fee and others
Junipa Pte., Ltd./ Mempunyai induk yang sama/
Security agent fee
Junipa Pte., Ltd. Owned by the same shareholder
UOB Asset Management Simpanan dari nasabah, Beban bunga, Selling
Indonesia/ Mempunyai induk yang sama/ agent fee, Support service fee/
UOB Asset Management Owned by the same shareholder Deposits from customers, Interest expense, Selling
Indonesia agent fee, Support service fee
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Bank In the normal course of business, the Bank enters
melakukan transaksi-transaksi tertentu dengan into certain transactions with related parties under
pihak berelasi dengan persyaratan dan kondisi similar terms and conditions as those with third
yang sama dengan yang berlaku bagi pihak parties, except for loans to its employees.
ketiga, kecuali kredit yang diberikan kepada
karyawan.
Rincian dari transaksi dengan pihak berelasi The details of transactions with related parties are
adalah sebagai berikut: as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Aset Assets
Current accounts with other banks
Giro pada bank lain (Catatan 6) (Note 6)
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
Singapura 23.533 22.532 Singapore
United Overseas Bank Ltd., Hong Kong 6.220 6.050 United Overseas Bank Ltd., Hong Kong
United Overseas Bank Ltd., Tokyo 1.887 4.020 United Overseas Bank Ltd., Tokyo
United Overseas Bank Ltd., Shanghai 1.353 2.016 United Overseas Bank Ltd., Shanghai
United Overseas Bank Ltd., Sydney 1.170 759 United Overseas Bank Ltd., Sydney
United Overseas Bank Ltd., Thailand 136 142 United Overseas Bank Ltd., Thailand
United Overseas Bank Ltd., Malaysia 75 74 United Overseas Bank Ltd., Malaysia
34.374 35.593
Persentase terhadap jumlah aset 0,02% 0,02% Percentage to total assets
Investasi keuangan (Catatan 9) Financial investments (Note 9)
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
Singapura 63.352 19.183 Singapore
Persentase terhadap jumlah aset 0,04% 0,01% Percentage to total assets
Tagihan derivatif Derivative receivables
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
Singapura 448.677 544.832 Singapore
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
China 317 422 China
448.994 545.254
Persentase terhadap jumlah aset 0,26% 0,35% Percentage to total assets
135
Page 520
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
37. Sifat dan Transaksi dengan Pihak Berelasi 37. Nature and Transaction Balances with Related
(lanjutan) Parties (continued)
Rincian dari transaksi dengan pihak berelasi The details of transactions with related parties are
adalah sebagai berikut: (lanjutan) as follows: (continued)
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Aset (lanjutan) Assets (continued)
Kredit yang diberikan (Catatan 11) 59.454 74.305 Loans (Note 11)
Persentase terhadap jumlah aset 0,03% 0,05% Percentage to total assets
Aset lain-lain Other Assets
Tagihan spot Spot receivable
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
China 321 - China
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
Singapura 17 49 Singapore
338 49
Persentase terhadap jumlah aset 0,00% 0,00% Percentage to total assets
Liabilitas Liabilities
Simpanan dari nasabah Deposits from customers
Giro (Catatan 17) 398.907 170.905 Demand deposits (Note 17)
Tabungan (Catatan 18) 122.048 132.128 Saving deposits (Note 18)
Deposito berjangka (Catatan 19) 124.103 145.485 Time deposits (Note 19)
645.058 448.518
Persentase terhadap jumlah liabilitas 0,43% 0,32% Percentage to total liabilities
Simpanan dari bank lain Deposits from other banks
(Catatan 20) (Note 20)
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
Singapura 853.055 2.420.311 Singapore
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
China 6.169 1.944 China
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
Malaysia 1.706 986 Malaysia
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
Thailand 260 740 Thailand
861.190 2.423.981
Persentase terhadap jumlah liabilitas 0.57% 1,75% Percentage to total liabilities
Liabilitas derivatif Derivative payables
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
Singapura 900.917 1.172.211 Singapore
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
China 249 4.483 China
901.166 1.176.694
Persentase terhadap jumlah liabilitas 0,60% 0,85% Percentage to total liabilities
136
Page 521
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
37. Sifat dan Transaksi dengan Pihak Berelasi 37. Nature and Transaction Balances with Related
(lanjutan) Parties (continued)
Rincian dari transaksi dengan pihak berelasi The details of transactions with related parties are
adalah sebagai berikut: (lanjutan) as follows: (continued)
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Liabilitas (lanjutan) Liabilities (continued)
Liabilitas akseptasi Acceptance payables
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
Singapura 19.456 5.736 Singapore
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
Malaysia - 4.270 Malaysia
19.456 10.006
Persentase terhadap jumlah liabilitas 0,01% 0,01% Percentage to total liabilities
Liabilitas spot Spot payable
UOB Kay Hian Pte., Ltd. 483 - UOB Kay Hian Pte., Ltd.
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
Singapura 72 29 Singapore
555 29
Persentase terhadap jumlah liabilitas 0,00% 0,00% Percentage to total liabilities
Liabilitas lain-lain Other liabilities
Biaya yang masih harus dibayar Accrued expenses
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
Singapura 168.620 244.696 Singapore
Persentase terhadap jumlah liabilitas 0,11% 0,18% Percentage to total liabilities
Setoran Jaminan Margin deposits
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
Singapura 1.084.794 894.197 Singapore
Persentase terhadap jumlah liabilitas 0,72% 0,65% Percentage to total liabilities
Pendapatan Income
Pendapatan bunga (Catatan 28) Interest income (Note 28)
Kredit yang diberikan 3.591 4.255 Loans
Persentase terhadap Percentage to
jumlah pendapatan bunga 0,03% 0,04% total interest income
Security agent fee Security agent fee
Junipa Pte., Ltd. 360 360 Junipa Pte., Ltd.
Arrangement fee Arrangement fee
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
Singapura 22.129 27.689 Singapore
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
China - 3.288 China
Pendapatan Komisi Fee Income
PT Kay Hian Sekuritas 3.635 3.713 PT Kay Hian Sekuritas
UOB Kay Hian Credit Pte., Ltd. - 354 UOB Kay Hian Credit Pte., Ltd.
Selling Fee Agent Selling Fee Agent
UOB Aset Management Indonesia 5.608 6.714 UOB Aset Management Indonesia
Support Service Fee Support Service Fee
UOB Aset Management Indonesia 1.693 1.525 UOB Aset Management Indonesia
137
Page 522
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
37. Sifat dan Transaksi dengan Pihak Berelasi 37. Nature and Transaction Balances with Related
(lanjutan) Parties (continued)
Rincian dari transaksi dengan pihak berelasi The details of transactions with related parties are
adalah sebagai berikut: (lanjutan) as follows: (continued)
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Pendapatan (lanjutan) Income (continued)
Counter Guarantee Counter Guarantee
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
Singapura 748 1.235 Singapore
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
Malaysia - 183 Malaysia
34.173 45.061
Persentase terhadap jumlah Percentage to administration fees
komisi dan jasa administrasi - neto 11,40% 13,65% and commissions - net
Pendapatan (beban) dari transaksi Income (expense) from derivative
derivatif dan spot 653.997 (30.492) and spot transaction
Beban Expense
Beban bunga (Catatan 29) Interest expense (Note 29)
Simpanan dari bank lain Deposits from other banks
Call Money 46.952 - Call Money
Deposito berjangka 7.500 7.428 Time deposits
Giro 4.422 3.056 Demand deposits
Tabungan 3.724 3.688 Saving deposits
Pinjaman yang diterima - 9.627 Borrowings
Setoran Jaminan Margin deposits
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
Singapura 6.981 29.136 Singapore
69.579 52.935
Persentase terhadap Percentage to
jumlah beban bunga 1,30% 0,94% total interest expense
Biaya outsourcing (Catatan 30) Outsourcing cost (Note 30)
United Overseas Bank Ltd., United Overseas Bank Ltd.,
Singapura Singapore
Dikapitalisasi ke aset tetap Capitalized to fixed assets
peralatan kantor 134.001 190.529 office equipment
Dibebankan atas aplikasi 309.262 291.047 Charged for software
Beban sewa, pemeliharaan dan lainnya Rental, maintenance fee and others
UIC Asian Computer Services 76.256 156.403 UIC Asian Computer Services
PT UOB Property 48.733 29.812 PT UOB Property
PT Avatec Services Indonesia - 2.530 PT Avatec Services Indonesia
UOB Travel Planner Pte., Ltd. 523 2.022 UOB Travel Planner Pte., Ltd.
568.775 672.343
Persentase terhadap jumlah Percentage to general
beban umum dan administrasi 21,25% 22,83% and administrative expenses
Gaji dan kesejahteraan karyawan Salaries and employees’ benefits
Imbalan kerja jangka pendek 113.997 122.296 Short-term employee benefits
Imbalan kerja jangka panjang 20.730 15.793 Long-term employee benefits
Imbalan pasca kerja 2.058 1.786 Post-employment benefits
136.785 139.875
Persentase terhadap jumlah Percentage to salaries
gaji dan kesejahteraan karyawan 5,37% 4,88% and employees’ benefits
138
Page 523
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
37. Sifat dan Transaksi dengan Pihak Berelasi 37. Nature and Transaction Balances with Related
(lanjutan) Parties (continued)
Keterangan: Notes:
a. Persentase dari giro pada bank lain, investasi a. The percentages of current accounts with
keuangan, tagihan derivatif, kredit yang other banks, financial investments, derivative
diberikan dan aset lain-lain dihitung terhadap receivables, loans and other assets are
total aset pada masing-masing tanggal computed based on the total assets at
laporan posisi keuangan. statement of financial position dates.
b. Persentase dari giro, tabungan, deposito b. The percentages of demand deposits, saving
berjangka, simpanan dari bank lain, liabilitas deposits, time deposits, deposits from other
derivatif, liabilitas atas surat berharga yang banks, derivative payables, liabilities on
dijual dengan janji dibeli kembali, efek utang securities sold under repurchase agreements,
yang diterbitkan, biaya yang masih harus debt securities issued, accrued expenses and
dibayar dan liabilitas lain-lain dihitung other liabilities are computed based on the
terhadap total liabilitas pada masing-masing total liabilities at statement of financial position
tanggal laporan posisi keuangan. dates.
c. Persentase dari beban pemeliharaan gedung c. The percentages of building maintenance
dihitung terhadap total beban umum dan expenses are computed based on the total
administrasi untuk masing-masing tahun general and administrative expenses in each
yang bersangkutan. Beban pemeliharaan related year. The building maintenance
gedung merupakan beban pemeliharaan expense represents the maintenance
atas gedung UOB Plaza - Thamrin Nine yang expenses of UOB Plaza - Thamrin Nine which
dibayarkan ke PT UOB Property. was paid to PT UOB Property.
d. Persentase dari beban umum dan d. The percentage of other general and
administrasi lainnya dihitung terhadap total administrative expenses is computed based
beban umum dan administrasi untuk masing- on the total general and administrative
masing tahun yang bersangkutan. expenses for each year.
e. Biaya Outsourcing merupakan biaya yang e. Outsourcing costs represent costs charged by
dibebankan oleh United Overseas Bank United Overseas Bank Limited (UOB) to the
Limited (UOB) kepada Bank sehubungan Bank in connection with the Master
dengan Master Technology and Operations Technology and Operations Services
Services Agreement (MTOSA), dalam ini Agreement (MTOSA), whereby UOB renders
UOB memberikan peningkatan sistem dan system enhancement and information
layanan terkait teknologi informasi pada kartu technology related services on credit card,
kredit, treasury dan aplikasi sistem umum di treasury and common system application in
Bank. Sebagai kompensasi atas layanan, the Bank. As compensation to the services the
Bank wajib membayar biaya satu kali dan Bank is obliged to pay one-time cost and
biaya berulang seperti biaya pengembangan recurring costs such as development and
dan peningkatan atas aplikasi yang enhancement costs on the application stated
tercantum dalam perjanjian. Persentase in the agreement. Certain percentage of these
tertentu dari biaya outsourcing ini outsourcing costs were capitalized to fixed
dikapitalisasi ke aktiva tetap sebagai modal assets as start-up and inseparable part of fixed
awal dan bagian yang tidak terpisahkan dari assets and a certain percentage were charged
aktiva tetap dan persentase tertentu to operations based on agreed calculations.
dibebankan pada operasi berdasarkan
perhitungan yang disepakati.
Sebagai imbalan atas jasa ini, Bank wajib As compensation to the services, the Bank is
membayar one time cost atas beban aktual obliged to pay one time cost and recurring
dan recurring cost atas beban pemeliharaan costs such as development and enhancement
serta biaya peningkatan sistem dan aplikasi costs on the application stated in the
teknologi informasi (enhancement cost) agreement.
seperti yang diungkapkan dalam perjanjian
tersebut.
139
Page 524
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan Untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
37. Sifat dan Transaksi dengan Pihak Berelasi 37. Nature and Transaction Balances with Related
(lanjutan) Parties (continued)
Keterangan: (lanjutan) Notes: (continued)
f. Pendapatan dan beban bunga dari/kepada f. Interest income and expenses from/to related
pihak-pihak berelasi, yang dihasilkan/ parties, which are received/incurred by the
menjadi beban Bank berjumlah kurang dari Bank is less than 10% of the Bank’s total
10% dari jumlah pendapatan dan beban interest income and expenses, respectively,
bunga Bank untuk masing-masing tahun for each related year.
yang bersangkutan.
g. Imbalan kerja jangka pendek yang diterima g. Short-term employee benefits received by
oleh Dewan Komisaris dan Direksi Bank the Bank’s Board of Commissieoners and the
pada tahun yang berakhir pada tanggal Board of Directors for the year ended
31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing 31 December 2025 and 2024 amounting to
sebesar Rp113.997 dan Rp122.296. Rp113,997 and Rp122,296, respectively.
Imbalan kerja jangka panjang yang diterima Long-term employee benefits received by the
oleh Dewan Komisaris dan Direksi untuk Bank’s Board of Commissioners and the
tahun yang berakhir pada tanggal Board of Directors for the years ended
31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing 31 Desember 2025 and 2024 amounting to
sebesar Rp20.730 dan Rp15.793. Biaya Rp20,730 and Rp15,793, respectively.
yang dikeluarkan oleh Bank terkait program Expenses incurred by the Bank relating to
imbalan pasca kerja Dewan Komisaris dan post-employment benefits of the Bank’s Board
Direksi Bank dengan jumlah masing-masing of Commissioners and the Board of Directors
sebesar Rp2.058 dan Rp1.786, untuk tahun amounting to Rp2,058 and Rp1,786 for the
yang berakhir pada tanggal years ended 31 December 2025 and 2024,
31 Desember 2025 dan 2024 dan seperti respectively and which are disclosed in Note
yang diungkapkan pada Catatan 1b. 1b.
140
Page 525
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk As of 31 December 2025
Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
38. Jatuh Tempo Aset dan Liabilitas Bank 38. Remaining Maturity Periods of the Bank’s Assets and Liabilities
Aset dan liabilitas Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 berdasarkan waktu yang As of 31 December 2025 and 2024, the Bank’s assets and liabilities based on the
tersisa sampai dengan tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut: remaining period of maturities are as follows:
31 Desember/31 December 2025
Lebih dari Lebih dari Lebih dari
1 bulan 3 bulan 1 tahun
sampai dengan sampai dengan sampai dengan
Tanpa Sampai 3 bulan/ 12 bulan/ 5 tahun/ Lebih dari
jangka waktu/ dengan More than More than More than 5 tahun/
No contractual 1 bulan/ 1 month up to 3 months up to 1 year up to More than
Keterangan maturity up to 1 month 3 months 12 months 5 years 5 years Total Description
Aset Assets
Kas 642.704 - - - - - 642.704 Cash
Giro pada Bank Indonesia 7.115.892 - - - - - 7.115.892 Current accounts with Bank Indonesia
Giro pada bank lain - neto 1.000.149 - - - - - 1.000.149 Current accounts with other banks - net
Penempatan pada Bank Placements with Bank
Indonesia dan bank lain - neto - 407.704 - - - - 407.704 Indonesia and other banks - net
Efek-efek yang
diperdagangkan - 20.689 130.115 2.507.841 765.809 329.431 3.753.885 Trading securities
Investasi keuangan - neto - 5.884.714 1.234.227 3.314.152 17.504.903 9.335.711 37.273.707 Financial investments - net
Tagihan atas surat berharga Receivables on securities
yang dibeli dengan janji purchased with
dijual kembali - - - 1.703.647 - - 1.703.647 agreements to resell
Tagihan derivatif - 220.086 121.831 247.220 980.711 35.078 1.604.926 Derivative receivables
Kredit yang diberikan - neto - 11.072.553 21.018.359 43.814.074 20.794.764 11.257.144 107.956.894 Loans - net
Tagihan akseptasi - neto - 995.861 1.051.773 474.962 67.680 - 2.590.276 Acceptance receivables - net
Aset pajak tangguhan - neto 100.444 - - - - - 100.444 Deferred tax assets - net
Aset tetap dan aset hak guna 2.536.904 - - - - - 2.536.904 Fixed assets and right-of-use assets
Aset tidak berwujud 813.973 - - - - 250.667 1.064.640 Intangible assets
Aset lain-lain - neto 182.383 1.888.037 604.777 69.554 2.680 - 2.747.431 Other assets - net
Total Aset 12.392.449 20.489.644 24.161.082 52.131.450 40.116.547 21.208.031 170.499.203 Total Assets
141
Page 526
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk As of 31 December 2025
Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
38. Jatuh Tempo Aset dan Liabilitas Bank (lanjutan) 38. Remaining Maturity Periods of the Bank’s Assets and Liabilities (continued)
Aset dan liabilitas Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 berdasarkan waktu yang As of 31 December 2025 and 2024, the Bank’s assets and liabilities based on the
tersisa sampai dengan tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut: (lanjutan) remaining period of maturities are as follows: (continued)
31 Desember/31 December 2025
Lebih dari Lebih dari Lebih dari
1 bulan 3 bulan 1 tahun
sampai dengan sampai dengan sampai dengan
Tanpa Sampai 3 bulan/ 12 bulan/ 5 tahun/ Lebih dari
jangka waktu/ dengan More than More than More than 5 tahun/
No contractual 1 bulan/ 1 month up to 3 months up to 1 year up to More than
Keterangan maturity up to 1 month 3 months 12 months 5 years 5 years Total Description
Liabilitas Liabilities
Liabilitas segera - 441.003 - - - - 441.003 Current liabilities
Simpanan dari nasabah 79.656.725 23.896.620 17.771.461 8.149.867 3.716.627 121.382 133.312.682 Deposits from customers
Simpanan dari bank lain 46.519 2.905.000 838.750 5.000 - - 3.795.269 Deposits from other banks
Bunga yang masih harus
dibayar - 189.091 - - - - 189.091 Interest payables
Utang pajak - 141.245 - - - - 141.245 Tax payables
Liabilitas derivatif - 184.534 66.906 237.286 906.506 66.353 1.461.585 Derivative payables
Liabilitas akseptasi - 917.985 755.278 264.535 67.681 - 2.005.479 Acceptance liabilities
Liabilitas atas surat berharga Liabilities on securities
yang dijual dengan janji sold under
dibeli kembali - 3.524.684 - - - - 3.524.684 repurchase agreements
Liabilitas atas
imbalan kerja - - - 98.973 62.915 197.401 359.289 Liabilities for employee benefit
Efek utang yang
diterbitkan - 97.505 - 749.524 - 97.961 944.990 Debt securities issued
Liabilitas lain-lain 1.825.120 924.290 383.523 948.952 118.358 - 4.200.243 Other liabilities
Total Liabilitas 81.528.364 33.221.957 19.815.918 10.454.137 4.872.087 483.097 150.375.560 Total Liabilities
Neto (69.135.915) (12.732.313) 4.345.164 41.677.313 35.244.460 20.724.934 20.123.643 Net
.
142
Page 527
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk As of 31 December 2025
Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
38. Jatuh Tempo Aset dan Liabilitas Bank (lanjutan) 38. Remaining Maturity Periods of the Bank’s Assets and Liabilities (continued)
Aset dan liabilitas Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 berdasarkan waktu yang As of 31 December 2025 and 2024, the Bank’s assets and liabilities based on the
tersisa sampai dengan tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut: (lanjutan) remaining period of maturities are as follows: (continued)
31 Desember/31 December 2024
Lebih dari Lebih dari Lebih dari
1 bulan 3 bulan 1 tahun
sampai dengan sampai dengan sampai dengan
Tanpa Sampai 3 bulan/ 12 bulan/ 5 tahun/ Lebih dari
jangka waktu/ dengan More than More than More than 5 tahun/
No contractual 1 bulan/ 1 month up to 3 months up to 1 year up to More than
Keterangan maturity up to 1 month 3 months 12 months 5 years 5 years Total Description
Aset Assets
Kas 681.840 - - - - - 681.840 Cash
Giro pada Bank Indonesia 5.798.664 - - - - - 5.798.664 Current accounts with Bank Indonesia
Giro pada bank lain - neto 821.513 - - - - - 821.513 Current accounts with other banks - net
Penempatan pada Bank Placements with Bank
Indonesia dan bank lain - neto - 3.657.057 - - - - 3.657.057 Indonesia and other banks - net
Efek-efek yang
diperdagangkan - 169.847 116.823 1.452.137 450.761 117.425 2.306.993 Trading securities
Investasi keuangan - neto - 1.117.164 7.002.022 7.032.873 9.018.309 8.282.458 32.452.826 Financial investments - net
Tagihan atas surat berharga Receivables on securities
yang dibeli dengan janji purchased with
dijual kembali - - - - 1.653.008 - 1.653.008 agreements to resell
Tagihan derivatif - 317.333 293.008 398.806 1.033.439 19.607 2.062.193 Derivative receivables
Kredit yang diberikan - neto - 17.571.660 15.158.107 36.594.966 18.377.179 8.750.344 96.452.256 Loans - net
Tagihan akseptasi - neto - 648.275 793.491 895.902 80.213 - 2.417.881 Acceptance receivables - net
Aset pajak tangguhan - neto 641.832 - - - - - 641.832 Deferred tax assets - net
Aset tetap dan aset hak guna 2.939.616 - - - - - 2.939.616 Fixed assets and right-of-use assets
Aset tidak berwujud 813.973 - - - - 282.667 1.096.640 Intangible assets
Aset lain-lain - neto 397.512 2.097.658 553.203 84.953 26.137 - 3.159.463 Other assets - net
Total Aset 12.094.950 25.578.994 23.916.654 46.459.637 30.639.046 17.452.501 156.141.782 Total Assets
143
Page 528
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk As of 31 December 2025
Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
38. Jatuh Tempo Aset dan Liabilitas Bank (lanjutan) 38. Remaining Maturity Periods of the Bank’s Assets and Liabilities (continued)
Aset dan liabilitas Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 berdasarkan waktu yang As of 31 December 2025 and 2024, the Bank’s assets and liabilities based on the
tersisa sampai dengan tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut: (lanjutan) remaining period of maturities are as follows: (continued)
31 Desember/31 December 2024
Lebih dari Lebih dari Lebih dari
1 bulan 3 bulan 1 tahun
sampai dengan sampai dengan sampai dengan
Tanpa Sampai 3 bulan/ 12 bulan/ 5 tahun/ Lebih dari
jangka waktu/ dengan More than More than More than 5 tahun/
No contractual 1 bulan/ 1 month up to 3 months up to 1 year up to More than
Keterangan maturity up to 1 month 3 months 12 months 5 years 5 years Total Description
Liabilitas Liabilities
Liabilitas segera - 504.053 - - - - 504.053 Current liabilities
Simpanan dari nasabah 67.150.561 21.734.599 18.082.211 7.228.162 2.613.821 102.396 116.911.750 Deposits from customers
Simpanan dari bank lain 66.509 2.759.250 326.900 1.287.600 - - 4.440.259 Deposits from other banks
Bunga yang masih harus
dibayar - 195.817 - - - - 195.817 Interest payables
Utang pajak - 105.211 - - - - 105.211 Tax payables
Liabilitas derivatif - 431.538 322.056 389.507 1.019.459 63.330 2.225.890 Derivative payables
Liabilitas akseptasi - 590.746 765.830 870.161 80.214 - 2.306.951 Acceptance liabilities
Liabilitas atas surat berharga Liabilities on securities
yang dijual dengan janji sold under
dibeli kembali - 5.576.054 - - - - 5.576.054 repurchase agreements
Liabilitas atas
Imbalan kerja - - 110.745 176.604 151.545 438.894 Liabilities for employee benefit
Efek utang yang
diterbitkan - - - 98.684 845.632 97.594 1.041.910 Debt securities issued
Liabilitas lain-lain 1.989.897 1.400.832 351.007 663.329 163.761 - 4.568.826 Other liabilities
Total Liabilitas 69.206.967 33.298.100 19.848.004 10.648.188 4.899.491 414.865 138.315.615 Total Liabilities
Neto (57.112.017) (7.719.105) 4.068.650 35.811.449 25.739.555 17.037.635 17.826.167 Net
.
144
Page 529
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk As of 31 December 2025
Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
38. Jatuh Tempo Aset dan Liabilitas Bank (lanjutan) 38. Remaining Maturity Periods of the Bank’s Assets and Liabilities (continued)
Tabel di bawah ini menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual dari liabilitas keuangan Bank The table below shows the remaining contractual maturities of the Bank’s financial
berdasarkan pada arus kas yang tidak didiskonto: liabilities based on undiscounted cash flow:
31 Desember/31 December 2025
Lebih dari Lebih dari Lebih dari
1 bulan 3 bulan 1 tahun
sampai dengan sampai dengan sampai dengan
Tanpa Sampai 3 bulan/ 12 bulan/ 5 tahun/ Lebih dari
jangka waktu/ dengan More than More than More than 5 tahun/
No contractual 1 bulan/ 1 month up to 3 months up to 1 year up to More than
Keterangan maturity up to 1 month 3 months 12 months 5 years 5 years Total Description
Liabilitas segera - 441.003 - - - - 441.003 Current liabilities
Simpanan dari nasabah 79.656.725 24.056.829 17.897.129 8.308.847 3.717.102 121.435 133.758.067 Deposits from customers
Simpanan dari bank lain 46.519 2.912.883 838.750 5.000 - - 3.803.152 Deposits from other banks
Bunga yang masih harus
dibayar - 189.091 - - - - 189.091 Interest payables
Liabilitas derivatif - 184.534 66.906 237.286 906.506 66.353 1.461.585 Derivative payables
Liabilitas akseptasi - 917.985 755.278 264.535 67.681 - 2.005.479 Acceptance liabilities
Liabilitas atas surat berharga Liabilities on securities
yang dijual dengan janji sold under
dibeli kembali - 3.531.081 - - - - 3.531.081 repurchase agreements
Liabilitas atas imbalan kerja - - - 98.973 62.915 197.401 359.289 Liabilities for employee benefit
Efek utang yang
diterbitkan - 7.123 14.246 802.164 152.074 100.000 1.075.607 Debt securities issued
Liabilitas lain-lain 1.825.120 924.290 383.523 948.952 118.358 - 4.200.243 Other liabilities
Total Liabilitas 81.528.364 33.164.819 19.955.832 10.665.757 5.024.636 485.189 150.824.597 Total Liabilities
145
Page 530
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan untuk As of 31 December 2025
Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
38. Jatuh Tempo Aset dan Liabilitas Bank (lanjutan) 38. Remaining Maturity Periods of the Bank’s Assets and Liabilities (continued)
Tabel di bawah ini menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual dari liabilitas keuangan Bank The table below shows the remaining contractual maturities of the Bank’s financial
berdasarkan pada arus kas yang tidak didiskonto: (lanjutan) liabilities based on undiscounted cash flow: (continued)
31 Desember/31 December 2024
Lebih dari Lebih dari Lebih dari
1 bulan 3 bulan 1 tahun
sampai dengan sampai dengan sampai dengan
Tanpa Sampai 3 bulan/ 12 bulan/ 5 tahun/ Lebih dari
jangka waktu/ dengan More than More than More than 5 tahun/
No contractual 1 bulan/ 1 month up to 3 months up to 1 year up to More than
Keterangan maturity up to 1 month 3 months 12 months 5 years 5 years Total Description
Liabilitas segera - 504.053 - - - - 504.053 Current liabilities
Simpanan dari nasabah 67.150.561 21.904.030 18.237.965 7.340.858 2.615.327 102.626 117.351.367 Deposits from customers
Simpanan dari bank lain 66.509 2.765.125 330.208 1.327.959 - - 4.489.801 Deposits from other banks
Bunga yang masih harus
dibayar - 195.817 - - - - 195.817 Interest payables
Liabilitas derivatif - 431.538 322.056 389.507 1.019.459 63.330 2.225.890 Derivative payables
Liabilitas akseptasi - 590.746 765.830 870.161 80.214 - 2.306.951 Acceptance liabilities
Liabilitas atas surat berharga Liabilities on securities
yang dijual dengan janji sold under
dibeli kembali - 5.579.879 - - - - 5.579.879 repurchase agreements
Liabilitas atas imbalan kerja - - - 110.745 176.604 151.545 438.894 Liabilities for employee benefit
Efek utang yang
diterbitkan - 7.678 15.358 165.888 964.943 111.833 1.265.700 Debt securities issued
Liabilitas lain-lain 1.989.897 1.400.832 351.007 663.329 163.761 - 4.568.826 Other liabilities
Total Liabilitas 69.206.967 33.379.698 20.022.424 10.868.447 5.020.308 429.334 138.927.178 Total Liabilities
146
Page 531
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
39. Kebijakan Manajemen Risiko 39. Risk Management Policies
Pelaksanaan fungsi manajemen risiko meliputi Implementation of risk management function
hal-hal terkait dengan upaya identifikasi, includes identification, assessment, measurement,
penilaian, pengukuran, evaluasi, pemantauan evaluation, monitoring and risk controls, including
dan pengendalian risiko termasuk the development of technology and management
pengembangan teknologi dan sistem informasi information system in each risk faced by the Bank,
manajemen di setiap jenis risiko yang dihadapi as well as the improvement of human resource
oleh Bank, serta peningkatan kualitas sumber quality in order to manage the risks.
daya manusia dalam pengelolaan risiko tersebut.
Secara garis besar, Kebijakan Manajemen Risiko Generally, the Risk Management Policy refers to
mengacu pada peraturan regulator, yang the regulatory provision of which the
penerapannya mencakup empat pilar manajemen implementation includes the four pillars of risk
risiko yang ditetapkan dalam POJK management as stipulated in OJK Regulation
No. 18/POJK.03/2016 tentang Penerapan No. 18/POJK.03/2016 concerning Risk
Manajemen Risiko Bagi Bank Umum sebagai Management Implementation for Commercial
berikut: Banks as follows:
1. Pengawasan aktif dari Dewan Komisaris dan 1. Active supervision of the Board of
Direksi; Commissioners and the Board of Directors;
2. Kecukupan kebijakan dan prosedur 2. Adequacy of risk management policies,
manajemen risiko serta penetapan limit procedures and risk limit stipulation;
risiko;
3. Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, 3. Adequacy of risk identification, measurement,
pemantauan, dan pengendalian risiko, serta monitoring and controlling process, as well as
sistem informasi manajemen risiko; dan risk management information system; and
4. Sistem pengendalian internal yang 4. A comprehensive internal control system.
menyeluruh.
Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung jawab The Board of Commissioners and the Board of
untuk memastikan bahwa penerapan manajemen Directors are responsible to ensure the adequacy
risiko telah memadai sesuai dengan karakteristik, of risk management implementation tailored with
kompleksitas dan profil risiko Bank, serta the characteristic, complexity, and risk profile of the
memahami dengan baik jenis dan tingkat risiko Bank, and have a good understanding on the type
yang melekat pada kegiatan bisnis Bank. Untuk and level of risks inherent in the Bank’s business
mendukung hal tersebut, dibentuk komite-komite activities. To support this, committees are formed
untuk mengkaji masalah terkait manajemen to assess issues related to risk management,
risiko, termasuk rencana perbaikan jika including the improvement plan if necessary, to
dibutuhkan, memberikan persetujuan atas give approval for various risk management policies,
berbagai kebijakan manajemen risiko, mengkaji to assess the risk profile reports and to evaluate the
laporan profil risiko, dan mengevaluasi implementation of the Bank’s risk control system.
pelaksanaan sistem pengendalian Bank. Komite One of the committees at the commissioner level is
yang dibentuk pada level komisaris salah satunya the Risk Monitoring Committee (ROC), whereas at
yaitu Komite Independen Pemantau Risiko the director level are the Risk Management
(KIPER), sedangkan pada level direksi antara lain Committee (RMC), Asset and Liability Committee
Komite Manajemen Risiko (RMC), Komite Aktiva (ALCO), Credit Policy Committee (CPC) and
dan Pasiva (ALCO), Komite Kebijakan Kredit others.
(CPC) dan lainnya.
Penetapan kebijakan manajemen risiko sesuai Risk management policies are determined in
dengan profil risiko Bank yaitu mencakup 8 tipe accordance with the Bank's risk profile which
risiko yang terdiri dari risiko kredit, risiko pasar, includes 8 types of risks consists of credit risk,
risiko likuiditas, risiko operasional, risiko market risk, liquidity risk, operational risk,
kepatuhan, risiko stratejik, risiko hukum dan risiko compliance risk, strategic risk, legal risk and
reputasi. reputation risk.
147
Page 532
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
39. Kebijakan Manajemen Risiko (lanjutan) 39. Risk Management Policies (continued)
Risiko kredit Credit risk
Risiko kredit didefinisikan sebagai risiko kerugian Credit risk is defined as the risk of loss arising from
yang timbul dari kegagalan debitur atau any failure by a debtor or a counterparty to fulfill its
counterparty dalam memenuhi kewajiban financial obligations as and when they fall due.
keuangannya pada saat jatuh tempo.
Dalam mengelola eksposur risiko kredit, Bank In managing credit risk exposure, the Bank applies
menerapkan beberapa prinsip dasar sebagai several basic principles as follows:
berikut:
1. Pemisahan tugas antara berbagai fungsi 1. Segregation of duties among functions in
dalam pemberian kredit granting credit
Terdapat pemisahan tugas antara fungsi kerja There is segregation of duties between
originasi (bisnis), fungsi kerja administrasi origination function (business), credit
kredit, fungsi kerja kredit, dan fungsi kerja administration function, credit function, and risk
manajemen risiko untuk menjaga management function to maintain
independensi dan integritas dari berbagai independence and integrity of the various credit
fungsi kredit tersebut. functions.
Bank menetapkan struktur delegasi Batas The Bank established a structure for the
Wewenang Persetujuan Kredit (CDL) yang delegation of Credit Discretionary Limits (CDL)
juga meliputi proses eskalasi persetujuan atas which is also including the escalation process
penyimpangan, pelampauan, dan for the approval of exception, excesses and
perpanjangan kredit di luar pagu yang telah credit extension beyond prescribed limits. The
ditetapkan. Pemberian delegasi Batas delegation of CDL to certain individual is
Wewenang Persetujuan Kredit yang diberikan performed through a stringent process that
kepada individu tertentu dilakukan melalui takes into consideration the experience,
proses yang ketat dengan mempertimbangkan seniority and track record of the officer. Credit
pengalaman, senioritas dan rekam jejak dari Risk Management Division acts as the
pejabat tersebut. Divisi Credit Risk custodian of the CDL structure to ensure that
Management bertindak sebagai pengelola the CDLs are properly administered.
Batas Wewenang Persetujuan Kredit dan juga
memastikan bahwa hal ini telah
diadministrasikan secara baik.
Divisi Credit Risk Management secara Credit Risk Management Division provides
independen melakukan pengawasan terhadap independent oversight of credit risk and is
risiko kredit dan bertanggung jawab untuk responsible to report and analyse all elements
melaporkan dan menganalisa semua elemen of credit risk.
risiko kredit.
2. Kebijakan dan prosedur risiko kredit 2. Credit risk policies and procedures
Bank telah menerbitkan beberapa kebijakan The Bank has issued several policies related to
terkait pengelolaan risiko kredit antara lain managing credit risk including the following:
sebagai berikut:
a. Kebijakan Manajemen Risiko Kredit yang a. Credit Risk Management Policy that
mengatur prinsip-prinsip utama dalam governs core principals in lending, credit
pemberian, pengelolaan dan risk management and monitoring.
pemantauan risiko kredit.
148
Page 533
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
39. Kebijakan Manajemen Risiko (lanjutan) 39. Risk Management Policies (continued)
Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued)
Dalam mengelola eksposur risiko kredit, Bank In managing credit risk exposure, the Bank applies
menerapkan beberapa prinsip dasar sebagai several basic principles as follows: (continued)
berikut: (lanjutan)
2. Kebijakan dan prosedur risiko kredit (lanjutan) 2. Credit risk policies and procedures (continued)
Bank telah menerbitkan beberapa kebijakan The Bank has issued several policies related to
terkait pengelolaan risiko kredit antara lain managing credit risk including the following:
sebagai berikut: (lanjutan) (continued)
b. Kebijakan Kredit Umum untuk segmen b. General Credit Policy for Wholesale
Wholesale Banking serta Kebijakan Banking segments and Consumer Credit
Kredit Konsumsi yang mengatur tata cara Policy that govern the principles of
pemberian kredit konsumsi dan berbagai consumer credit extension, and various
prinsip dan standar kredit guna mengelola credit principles and standards by which
risiko kredit Bank pada segmen Retail the Bank undertakes and manages the
Banking. credit risk in the Retail Banking segments.
c. Kebijakan Manajemen Risiko Konsentrasi c. Credit Concentration Risk Management
Kredit untuk mengelola risiko konsentrasi Policy to manage credit concentration risk.
kredit.
d. Pedoman Klasifikasi Aset Basel yang d. Basel Asset Classification Guideline that
memberikan pedoman atas gives the guidelines for classifying
pengelompokkan eksposur ke dalam exposures into the Basel Asset Classes
Kelas Aset Basel untuk perhitungan for Risk Weighted Asset calculation.
Aktiva Tertimbang Menurut Risiko.
3. Pengelolaan dan pemantauan portofolio 3. Management and monitoring of credit portfolios
kredit
Divisi Credit Risk Management menjadi Credit Risk Management Division acts as
pengawas independen dan melakukan independent overseer and performs portfolio
pemantauan portofolio dengan melakukan kaji monitoring by conducting regular reviews of
ulang secara berkala atas risiko internal dan internal and external risk environment and credit
eksternal dan parameter-parameter risiko risk parameters i.e., delinquency trend, special
kredit seperti tren delinquency, Dalam mention, watchlist accounts, concentration risk,
Perhatian Khusus (DPK), watchlist accounts, loan quality movement and others.
risiko konsentrasi, pergerakan kualitas kredit
dan lainnya.
Hasil pemantauan portofolio kredit Outcomes of credit portfolio monitoring is
disampaikan kepada Manajemen Senior dan reported to Senior Management and Board of
Direksi melalui Laporan Credit Risk Highlight. Directors through the Credit Risk Highlight.
Divisi Credit Risk Management juga secara Credit Risk Management Division also
independen melakukan reviu terhadap akun- independently review the watchlist accounts
akun watchlist dan memastikan bahwa akun- and ensure that the accounts are proactively
akun tersebut dikelola secara proaktif untuk managed to minimize the losses of the Bank
meminimalkan kerugian Bank serta memiliki and has an appropriate collectability in
kolektibilitas sesuai dengan ketentuan internal accordance with the Bank's internal regulations
Bank dan ketentuan regulator. and regulatory provisions.
149
Page 534
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
39. Kebijakan Manajemen Risiko (lanjutan) 39. Risk Management Policies (continued)
Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued)
Dalam mengelola eksposur risiko kredit, Bank In managing credit risk exposure, the Bank applies
menerapkan beberapa prinsip dasar sebagai several basic principles as follows: (continued)
berikut: (lanjutan)
3. Pengelolaan dan pemantauan portofolio 3. Management and monitoring of credit portfolios
kredit (continued)
Bank juga telah membentuk Credit The Bank formed a Credit Management
Management Working Group (CMWG) dan Working Group (CMWG) and Credit Portfolio
Credit Portfolio Quality Management (CPQM) Quality Management (CPQM) which are
yaitu kelompok kerja yang dibentuk dengan working groups with key objective to monitor
tujuan utama untuk melakukan pemantauan credit quality of the Bank, implement
atas kualitas kredit yang dimiliki oleh Bank, restructuring strategy, monitor portfolio
menerapkan strategi restrukturisasi, performance and discuss account strategies for
melakukan pemantauan portofolio dan vulnerable accounts.
membahas langkah penyelesaian terhadap
kredit yang dianggap rentan.
Pengelolaan risiko konsentrasi kredit Credit concentration risk management
Risiko konsentrasi kredit didefinisikan sebagai Credit concentration risk is defined as any
eksposur tunggal atau kelompok atau single or group or portfolio exposures with the
portofolio yang berpotensi menghasilkan potential to generate substantial losses (relative
kerugian yang cukup besar (relatif terhadap to the Bank’s capital, total assets or overall risk
modal Bank, total aktiva atau tingkat risiko level) which may threaten the Bank’s health or
secara keseluruhan) yang mungkin ability to maintain its core operations. As lending
mengancam kesehatan Bank atau is the Bank’s primary activity, therefore credit
kemampuan Bank untuk mempertahankan concentration risk is concerned as material risk.
operasi intinya. Oleh karena kredit adalah
aktivitas utama Bank, maka risiko konsentrasi
kredit termasuk risiko yang material.
Konsentrasi risiko kredit berdasarkan jenis Concentration of credit risk by type of debtors
debitur adalah sebagai berikut: are as follows:
31 Desember/31 December 2025
Pemerintah
dan Bank
Indonesia/
Government
and Bank Ritel/
Wholesale Indonesia Bank Retail Total
Current accounts with
Giro pada Bank Indonesia - 7.115.892 - - 7.115.892 Bank Indonesia
Current accounts with
Giro pada bank lain - neto - - 1.000.149 - 1.000.149 other banks - net
Penempatan pada Bank Placements with
Indonesia dan Bank Indonesia
bank lain - neto - - 407.704 - 407.704 and other banks - net
Efek-efek yang
diperdagangkan 28.316 3.725.569 - - 3.753.885 Trading securities
Investasi keuangan - neto 1.129.720 753.716 35.390.271 - 37.273.707 Financial investments - net
Tagihan derivatif 627.149 71.217 906.560 - 1.604.926 Derivative receivables
Kredit yang
diberikan - neto 55.003.972 1.619.990 93 51.332.839 107.956.894 Loans - net
Tagihan atas surat Receivables on securities
berharga yang dibeli purchased with
dengan janji dijual agreements to
kembali - neto - 1.703.647 - - 1.703.647 resell - net
Tagihan akseptasi - neto 2.590.276 - - - 2.590.276 Acceptance receivables - net
Aset lain-lain* 1.256.624 - - 23.933 1.280.557 Other assets*
Total 60.636.057 14.990.031 37.704.777 51.356.772 164.687.637 Total
Persentase 36.82% 9.10% 22.90% 31.18% 100% Percentage
* Aset lain-lain terdiri dari piutang bunga, setoran jaminan dan transaksi spot. Other assets consist of interest receivables, security deposits and spot
transaction.
150
Page 535
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
39. Kebijakan Manajemen Risiko (lanjutan) 39. Risk Management Policies (continued)
Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued)
Dalam mengelola eksposur risiko kredit, Bank In managing credit risk exposure, the Bank applies
menerapkan beberapa prinsip dasar sebagai several basic principles as follows: (continued)
berikut: (lanjutan)
3. Pengelolaan dan pemantauan portofolio kredit 3. Management and monitoring of credit portfolios
(lanjutan) (continued)
Pengelolaan risiko konsentrasi kredit Credit concentration risk management
(lanjutan) (continued)
Konsentrasi risiko kredit berdasarkan jenis Concentration of credit risk by type of debtors
debitur adalah sebagai berikut: (lanjutan) are as follows: (continued)
31 Desember/31 December 2024
Pemerintah
dan Bank
Indonesia/
Government
and Bank Ritel/
Wholesale Indonesia Bank Retail Total
Current accounts with
Giro pada Bank Indonesia - 5.798.664 - - 5.798.664 Bank Indonesia
Current accounts with
Giro pada bank lain - neto - - 821.513 - 821.513 other banks - net
Penempatan pada Bank Placements with
Indonesia dan Bank Indonesia
bank lain - neto - 1.920.406 1.736.651 - 3.657.057 and other banks - net
Efek-efek yang
diperdagangkan 248.913 2.051.905 6.175 - 2.306.993 Trading securities
Investasi keuangan - neto 1.159.506 29.600.732 1.692.588 - 32.452.826 Financial investments - net
Tagihan derivatif 2.614 - 2.059.579 - 2.062.193 Derivative receivables
Kredit yang
diberikan - neto 48.627.541 1.312.735 182 46.511.798 96.452.256 Loans - net
Tagihan atas surat Receivables on securities
berharga yang dibeli purchased with
dengan janji dijual agreements to
kembali - neto - - 1.653.008 - 1.653.008 resell - net
Tagihan akseptasi - neto 2.392.389 - - 25.492 2.417.881 Acceptance receivables - net
Aset lain-lain* 972.186 - 123.431 47.176 1.142.793 Other assets*
Total 53.403.149 40.684.442 8.093.127 46.584.466 148.765.184 Total
Persentase 35,90% 27,35% 5,44% 31,31% 100,00% Percentage
* Aset lain-lain terdiri dari piutang bunga, setoran jaminan dan transaksi spot. Other assets consist of interest receivables, security deposits and spot
transaction.
Eksposur maksimum risiko kredit Maximum exposure to credit risk
Bank menetapkan limit eksposur untuk The Bank sets the exposure limit for
individual/grup, sektor industri, jangka waktu single/group, industry sector, tenor and foreign
dan nilai tukar asing, yang telah disesuaikan exchange, which is in line with the Bank’s risk
dengan risk appetite dan risk tolerance appetite and risk tolerance as one of the tools
sebagai salah satu alat bagi Bank untuk for the Bank to monitor and mitigate credit
memonitor dan memitigasi risiko konsentrasi concentration risk.
kredit.
Eksposur maksimum aset keuangan Bank The Bank’s financial asset’s maximum
untuk risiko kredit sebelum exposure to credit risk before taking into
memperhitungkan agunan dan jaminan kredit account any collateral and other credit
lainnya adalah sebesar nilai tercatatnya enhancements is its carrying value (Note 40).
(Catatan 40).
151
Page 536
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
39. Kebijakan Manajemen Risiko (lanjutan) 39. Risk Management Policies (continued)
Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued)
Dalam mengelola eksposur risiko kredit, Bank In managing credit risk exposure, the Bank applies
menerapkan beberapa prinsip dasar sebagai several basic principles as follows: (continued)
berikut: (lanjutan)
3. Pengelolaan dan pemantauan portofolio 3. Management and monitoring of credit portfolios
kredit (lanjutan) (continued)
Eksposur maksimum risiko kredit (lanjutan) Maximum exposure to credit risk (continued)
Eksposur maksimum dari aset keuangan The maximum exposure of the Bank's financial
Bank setelah mempertimbangkan dampak asset after considering the impact of collateral
dari jaminan dan pengaturan tambahan lain and other enhancement arrangement other
selain dari kredit yang diberikan dan tagihan than loan and receivable and securities
atas surat berharga yang dibeli dengan janji purchased with agreement to resell are equal
dijual kembali sama dengan nilai tercatat. to its carrying value.
Untuk aset keuangan yang diakui pada For financial assets recognized in the
laporan posisi keuangan, eksposur statement of financial position, the carrying
maksimum terhadap risiko kredit sama amounts of the financial assets best represent
dengan nilai tercatat. Untuk Bank Garansi the maximum exposure to credit risk. For Bank
dan Irrevocable Letters of Credit, eksposur Guarantees and Irrevocable Letters of Credit,
maksimum terhadap risiko kredit adalah nilai the maximum exposure to credit risk is the
maksimum yang harus dibayarkan oleh Bank maximum amount that the Bank would has to
jika liabilitas atas Bank Garansi dan pay if the obligations of the Bank Guarantees
Irrevocable Letters of Credit tersebut terjadi. and Irrevocable Letters of Credit issued are
called upon.
Analisis eksposur maksimum risiko kredit Analysis of maximum exposure to credit risk
setelah memperhitungkan dampak agunan after taking into account the impact of
dan mitigasi risiko kredit lainnya adalah collaterals and other credit risk mitigations are
sebagai berikut: as follows:
a. Nilai tercatat aset keuangan Bank selain a. The carrying amount of the Bank’s financial
pinjaman mewakili eksposur maksimum assets other than loans represent the
risiko kredit. maximum exposure of credit risk.
b. Untuk kredit yang diberikan, Bank b. For the loans, the Bank uses the collateral
menggunakan agunan untuk to minimize the credit risk. Loans and
meminimalkan risiko kredit. Pinjaman receivables are classified into two major
yang diberikan dan piutang categories as follows:
diklasifikasikan menjadi dua kelompok
besar yaitu:
1. Secured loans. 1. Secured loans.
2. Unsecured loans. 2. Unsecured loans.
Untuk secured loans, Bank menetapkan jenis For secured loans, the Bank determines the
dan nilai agunan yang dijaminkan sesuai type and value of collateral according to the
dengan skema kredit. Jenis agunan terdiri loan scheme. Types of collateral are as
dari: follows:
a. Physical collateral, antara lain tanah, a. Physical collateral, such as land, buildings
bangunan dan BPKB kendaraan and proof of vehicle ownership.
bermotor.
b. Financial collateral, antara lain b. Financial collateral, such as deposits
simpanan (tabungan, giro dan deposito (saving deposits, demand deposits and
berjangka), surat berharga dan emas. time deposits), securities, and gold.
c. Lainnya, antara lain garansi, jaminan c. Others, such as guarantees, Government
dari Pemerintah dan jaminan dari guarantees and guarantee institution.
lembaga penjamin.
152
Page 537
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
39. Kebijakan Manajemen Risiko (lanjutan) 39. Risk Management Policies (continued)
Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued)
Dalam mengelola eksposur risiko kredit, Bank In managing credit risk exposure, the Bank applies
menerapkan beberapa prinsip dasar sebagai several basic principles as follows: (continued)
berikut: (lanjutan)
3. Pengelolaan dan pemantauan portofolio 3. Management and monitoring of credit portfolios
kredit (lanjutan) (continued)
Eksposur maksimum risiko kredit (lanjutan) Maximum exposure to credit risk (continued)
Apabila terjadi gagal bayar, Bank akan In times of default, the Bank will use the
menggunakan agunan tersebut sebagai collateral as the last resort in recovering the
pilihan terakhir untuk pemenuhan kewajiban obligation of the counterparty.
counterparty.
Unsecured loan adalah ketika fasilitas Unsecured loan is when the facility is granted
diberikan tanpa agunan (termasuk pinjaman without any collateral (including fully
tanpa jaminan penuh dan pinjaman dengan unsecured loan and partially secured loan).
jaminan sebagian). Bank memberikan The Bank grants loan mainly based on debtor
pinjaman utamanya berdasarkan arus kas cash flow whilst collateral are used as credit
dari debitur sedangkan agunan merupakan risk mitigant. The Bank exercises prudence at
langkah mitigasi risiko kredit. Bank all times in the granting of such credit. Credit
senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian decisions including maximum credit exposure
dalam pemberian kredit. Keputusan kredit are made based on thorough assessment of
termasuk maksimum eksposur kredit dibuat the debtor's prospect and performance as well
berdasarkan penilaian menyeluruh atas as their cash flow or repayment capability
prospek dan kinerja debitur termasuk arus (such as considering on debtor internal credit
kas atau kemampuan membayarnya rating, past credit behavior from credit bureau
(misalnya mempertimbangkan internal credit and other external sources).
rating, perilaku kredit masa lalu debitur dari
biro kredit dan sumber eksternal lainnya).
Kredit yang diberikan menurut sektor industri Loans based on industrial sector as of
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 31 December 2025 and 2024 are as follows:
adalah sebagai berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Industri pengolahan 29.318.787 24.247.358 Processing industry
Perdagangan besar dan eceran 26.461.314 20.200.588 Wholesale and retail trading
Rumah tangga 15.605.428 16.582.987 Household
Pertambangan dan penggalian 9.210.379 11.540.589 Mining and excavation
Aktivitas keuangan dan asuransi 6.820.913 7.500.227 Financial and insurance activities
Informasi dan komunikasi 5.996.446 2.197.093 Information and communication
Pertanian, kehutanan dan perikanan 4.616.313 4.544.252 Agriculture, forestry and fisheries
Pengangkutan dan pergudangan 4.059.656 3.750.994 Transportation and warehousing
Real estate 3.326.532 2.980.475 Real estate
Penyedia akomodasi dan Accommodation and
penyedia makanan dan minuman 1.858.581 1.943.693 food and beverages provider
Pengadaan listrik, gas dan udara 1.635.691 373.318 Electricity, gas and air procurement
Konstruksi gedung 1.281.472 3.181.682 Building construction
Lainnya 1.590.828 1.368.553 Others
Total 111.782.340 100.411.809 Total
Cadangan kerugian
penurunan nilai (3.825.446) (3.959.553) Allowance for impairment losses
Neto 107.956.894 96.452.256 Net
153
Page 538
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
39. Kebijakan Manajemen Risiko (lanjutan) 39. Risk Management Policies (continued)
Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued)
Dalam mengelola eksposur risiko kredit, Bank In managing credit risk exposure, the Bank applies
menerapkan beberapa prinsip dasar sebagai several basic principles as follows: (continued)
berikut: (lanjutan)
3. Pengelolaan dan pemantauan portofolio 3. Management and monitoring of credit
kredit (lanjutan) portfolios (continued)
Eksposur maksimum risiko kredit (lanjutan) Maximum exposure to credit risk (continued)
Eksposur terbesar Bank pada tanggal The biggest Bank’s exposure on
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sektor 31 December 2025 and 2024 is processing
industri pengolahan dengan proporsi masing- industry with proportion of around 26.23% and
masing sebesar 26,23% dan 24,15% dari 24.15%, respectively from total loan which
total kredit Bank yang terdiversifikasi ke diversified into various sub industry type and it
dalam berbagi jenis sub industri dan hal is still within the Bank’s risk appetite and risk
tersebut masih sesuai dengan risk appetite tolerance.
dan risk tolerance yang dimiliki oleh Bank.
Kredit yang diberikan berdasarkan sisa umur Loans based on remaining maturities as of
jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2025 31 December 2025 are as follows:
adalah sebagai berikut:
Baki debet kredit/ Persentase (%)/
Loan outstanding Percentage (%)
≤ 1 tahun 78.586.962 70,30% ≤ 1 year
> 1 tahun ≤ 2 tahun 1.622.275 1,45% > 1 year ≤ 2 years
> 2 tahun ≤ 5 tahun 19.906.779 17,81% >2 years ≤ 5 years
> 5 tahun 11.666.324 10,44% > 5 years
Total 111.782.340 100,00% Total
Kredit yang diberikan berdasarkan sisa umur Loans based on remaining maturities as of
jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2024 31 December 2024 are as follows:
adalah sebagai berikut:
Baki debet kredit/ Persentase (%)/
Loan outstanding Percentage (%)
≤ 1 tahun 72.038.381 71,75% ≤ 1 year
> 1 tahun ≤ 2 tahun 2.382.237 2,37% > 1 year ≤ 2 years
> 2 tahun ≤ 5 tahun 16.923.744 16,85% >2 years ≤ 5 years
> 5 tahun 9.067.447 9,03% > 5 years
Total 100.411.809 100,00% Total
Sebagian besar jangka waktu kredit atau Most of the loan tenor or 70.30% is within less
sebesar 70,30% jatuh tempo dalam kurun than one year and loan with tenor of more than
waktu kurang dari satu tahun, sedangkan five years is 10.44% and it is within the Bank’s
untuk kredit dengan jangka waktu lebih besar risk appetite and risk tolerance.
dari lima tahun memiliki porsi sebesar
10,44% dan hal ini masih sesuai dengan risk
appetite dan risk tolerance yang dimiliki oleh
Bank.
154
Page 539
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
39. Kebijakan Manajemen Risiko (lanjutan) 39. Risk Management Policies (continued)
Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued)
Dalam mengelola eksposur risiko kredit, Bank In managing credit risk exposure, the Bank applies
menerapkan beberapa prinsip dasar sebagai several basic principles as follows: (continued)
berikut: (lanjutan)
3. Pengelolaan dan pemantauan portofolio 3. Management and monitoring of credit
kredit (lanjutan) portfolios (continued)
Eksposur maksimum risiko kredit (lanjutan) Maximum exposure to credit risk (continued)
Tabel di bawah ini menunjukkan The table below shows the net maximum
eksposur maksimum neto (setelah exposure (after considering collateral) to credit
memperhitungkan agunan) atas risiko kredit risk of receivable on securities purchased with
untuk tagihan atas surat berharga yang dibeli agreement to resell as of 31 December 2025
dengan janji dijual kembali pada tanggal and 2024:
31 Desember 2025 dan 2024:
Eksposur maksimum/ Agunan/ Eksposur - neto/
Maximum exposure Collateral Exposure - net
31 Desember 2025 31 December 2025
Tagihan atas surat berharga Receivable on securities
yang dibeli dengan janji purchased with
dijual kembali 1.703.647 1.944.107 0% agreements to resell
31 Desember 2024 31 December 2024
Tagihan atas surat berharga Receivable on securities
yang dibeli dengan janji purchased with
dijual kembali 1.653.008 1.654.050 0% agreements to resell
Manajemen kredit bermasalah Managing non-performing loans
Kredit bermasalah dikelola secara terpusat Non-performing loans are centrally managed
oleh divisi independen yaitu Special Asset by independent units that are Special Asset
Management (SAM) untuk segmen Management (SAM) for Corporate and
Corporate dan Commercial Banking, Commercial Banking segment, Business
Business Banking Credit Management Banking Credit Management (BBCM) for
(BBCM) untuk segmen Business Banking Business Banking segment and Retail Credit
dan Retail Credit Management (RCM) untuk Management (RCM) for Retail Banking
segmen Retail Banking. Divisi-divisi tersebut segment. Those divisions have two main
memiliki dua fungsi utama sebagai berikut: functions as follows:
1. Fungsi Restrukturisasi yang secara 1. Restructuring Function which proactively
proaktif mengelola kredit bermasalah. manages the non-performing loans. Its
Tujuan utamanya adalah untuk main objective is to handle non-performing
menangani kredit bermasalah agar loans back to performing so that these
kembali lancar sehingga akun tersebut accounts can be transferred back to the
dapat ditransfer kembali ke fungsi kerja Business Units; and
bisnis; dan
2. Fungsi Recovery yang mengelola kredit 3. 2. Recovery Function which manages non-
bermasalah dengan tujuan utama untuk performing loans with the main objective
memaksimalkan pemulihan utang. to maximize debt recovery.
155
Page 540
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
39. Kebijakan Manajemen Risiko (lanjutan) 39. Risk Management Policies (continued)
Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued)
Dalam mengelola eksposur risiko kredit, Bank In managing credit risk exposure, the Bank applies
menerapkan beberapa prinsip dasar sebagai several basic principles as follows: (continued)
berikut: (lanjutan)
3. Pengelolaan dan pemantauan portofolio 3. Management and monitoring of credit
kredit (lanjutan) portfolios (continued)
Eksposur kredit berdasarkan Basel Credit exposures under Basel
Saat ini Bank menggunakan Pendekatan The Bank currently uses the Standardized
Standar berdasarkan Basel mengikuti Approach under Basel according to regulatory
pedoman dari regulator dalam mengukur guidelines to measure the Risk Weighted
Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Asset (RWA) for credit risk. The information
untuk risiko kredit. Informasi dan pedoman and guidelines of rating for RWA for credit risk
peringkat ATMR untuk risiko kredit diatur is regulated in the Asset Classification Policy.
dalam Kebijakan Klasifikasi Aset.
Berdasarkan Pendekatan Standar, eksposur Under the Standardized Approach, the Bank’s
Bank dibagi menjadi 15 klasifikasi aset dan exposures are classified into 15 assets
portofolio sebagai berikut: classification and portfolios as follows:
a. Pemerintah a. Sovereigns
b. Entitas sektor publik bukan pemerintah b. Non-central government public sector
pusat entities
c. Bank pembangunan multilateral dan c. Multilateral development bank and other
Lembaga internasional lainnya international institutions
d. Bank d. Banks
e. Korporasi e. Corporate
f. Karyawan/pensiunan f. Employee/retiree
g. Klaim beragunan rumah tinggal g. Claim secured by residential property
h. Klaim beragunan real estate komersial h. Claim secured by commercial real estate
i. Klaim yang telah jatuh tempo i. Overdue claims
j. Aset lainnya j. Other assets
k. Surat berharga/piutang subordinasi, k. Subordinated receivables, equity and
ekuitas dan instrumen model lainnya other capital instruments
l. Pengadaan tanah, pengelolaan tanah l. Land procurement, soil processing and/or
dan konstruksi construction
m. Mikro, usaha kecil dan Retail m. Micro business, small business & retail
n. Covered bond n. Covered bond
o. Perusahaan efek & jasa keuangan lain o. Securities companies and other financial
services
Untuk tujuan manajemen risiko internal, Bank For the purpose of internal risk management,
telah menerapkan penggunaan model the Bank has implemented Internal Rating
Internal Rating pada segmen Wholesale model on the Wholesale Banking segment and
Banking dan senantiasa mengembangkan continuously enhances the Bank’s risk
perangkat tambahan, sistem dan proses management systems and processes to
untuk mendukung penerapan praktik support the Bank in the implementation of a
manajemen risiko yang hati-hati. prudent risk management.
156
Page 541
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
39. Kebijakan Manajemen Risiko (lanjutan) 39. Risk Management Policies (continued)
Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued)
Dalam mengelola eksposur risiko kredit, Bank In managing credit risk exposure, the Bank applies
menerapkan beberapa prinsip dasar sebagai several basic principles as follows: (continued)
berikut: (lanjutan)
3. Pengelolaan dan pemantauan portofolio 3. Management and monitoring of credit
kredit (lanjutan) portfolios (continued)
Informasi kualitas kredit atas aset keuangan The information on the credit quality of
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 financial assets as of 31 December 2025 and
adalah sebagai berikut: 2024 are as follows:
31 Desember/31 December 2025
Belum jatuh
tempo dan Jatuh tempo dan
tidak mengalami tidak mengalami
penurunan nilai/ penurunan nilai/ Mengalami
Neither past due Past-due penurunan nilai/
not impaired but not impaired Impaired Total
Giro pada Bank Indonesia 7.115.892 - - 7.115.892 Current account with Bank Indonesia
Giro pada bank lain 1.002.791 - - 1.002.791 Current accounts with other banks
Penempatan pada Placements with
Bank Indonesia dan bank lain 407.704 - - 407.704 Bank Indonesia and other banks
Efek-efek yang diperdagangkan 3.753.885 - - 3.753.885 Trading securities
Investasi keuangan 37.293.368 - - 37.293.368 Financial investment
Tagihan derivatif 1.604.926 - - 1.604.926 Derivative receivables
Kredit yang diberikan 106.398.543 3.371.585 2.012.212 111.782.340 Loans
Tagihan atas surat berharga Receivables on securities
yang dibeli dengan janji purchased with
dijual kembali 1.703.647 - - 1.703.647 agreements to resell
Tagihan akseptasi 2.594.758 - - 2.594.758 Acceptance receivables
Aset lain-lain* 1.280.557 - - 1.280.557 Other assets*
Total 163.156.071 3.371.585 2.012.212 168.539.868 Total
Cadangan kerugian
penurunan nilai (1.313.498) (1.673.470) (865.263) (3.852.231) Allowance for impairment losses
Neto 161.842.573 1.698.115 1.146.949 164.687.637 Net
Aset lain-lain terdiri dari piutang bunga, setoran jaminan dan transaksi spot. Other assets consist of interest receivables, security deposits and spot
transaction.
31 Desember/31 December 2024
Belum jatuh
tempo dan Jatuh tempo dan
tidak mengalami tidak mengalami
penurunan nilai/ penurunan nilai/ Mengalami
Neither past due Past-due penurunan nilai/
not impaired but not impaired Impaired Total
Giro pada Bank Indonesia 5.798.664 - - 5.798.664 Current account with Bank Indonesia
Giro pada bank lain 827.049 - - 827.049 Current accounts with other banks
Penempatan pada Placements with
Bank Indonesia dan bank lain 3.657.057 - - 3.657.057 Bank Indonesia and other banks
Efek-efek yang diperdagangkan 2.306.993 - - 2.306.993 Trading securities
Investasi keuangan 32.468.862 - - 32.468.862 Financial investment
Tagihan derivatif 2.113.608 - - 2.113.608 Derivative receivables
Kredit yang diberikan 94.447.691 3.909.270 2.054.848 100.411.809 Loans
Tagihan atas surat berharga Receivables on securities
yang dibeli dengan janji purchased with
dijual kembali 1.653.008 - - 1.653.008 agreements to resell
Tagihan akseptasi 2.422.663 - - 2.422.663 Acceptance receivables
Aset lain-lain* 1.142.793 - - 1.142.793 Other assets*
Total 146.838.388 3.909.270 2.054.848 152.802.506 Total
Cadangan kerugian
penurunan nilai (1.696.042) (1.402.103) (939.177) (4.037.322) Allowance for impairment losses
Neto 145.142.346 2.507.167 1.115.671 148.765.184 Net
Aset lain-lain terdiri dari piutang bunga, setoran jaminan dan transaksi spot. Other assets consist of interest receivables, security deposits and spot
transaction.
157
Page 542
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
39. Kebijakan Manajemen Risiko (lanjutan) 39. Risk Management Policies (continued)
Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued)
Dalam mengelola eksposur risiko kredit, Bank In managing credit risk exposure, the Bank applies
menerapkan beberapa prinsip dasar sebagai several basic principles as follows: (continued)
berikut: (lanjutan)
3. Pengelolaan dan pemantauan portofolio 3. Management and monitoring of credit
kredit (lanjutan) portfolios (continued)
Analisis umur kredit yang diberikan yang The aging analysis of loans that are past due
jatuh tempo tetapi tidak mengalami but not impaired as of 31 December 2025 and
penurunan nilai pada tanggal 2024 are as follows:
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai
berikut:
31 Desember/31 December 2025
1 sampai 31 sampai 61 sampai
30 hari/ 60 hari/ 90 hari/
1 to 30 days 31 to 60 days 61 to 90 days Total
Investasi 1.490.404 - - 1.490.404 Investment
Modal kerja 1.008.026 182 3.166 1.011.374 Working capital
Konsumen 869.177 40 590 869.807 Consumer
Total 3.367.607 222 3.756 3.371.585 Total
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai (1.672.637) (51) (782) (1.673.470) impairment losses
Neto 1.694.970 171 2.974 1.698.115 Net
31 Desember/31 December 2024
1 sampai 31 sampai 61 sampai
30 hari/ 60 hari/ 90 hari/
1 to 30 days 31 to 60 days 61 to 90 days Total
Investasi 1.486.024 - - 1.486.024 Investment
Modal kerja 1.302.433 39 2.426 1.304.898 Working capital
Konsumen 1.115.809 151 2.388 1.118.348 Consumer
Total 3.904.266 190 4.814 3.909.270 Total
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai (1.400.826) (70) (1.207) (1.402.103) impairment losses
Neto 2.503.440 120 3.607 2.507.167 Net
Bank melakukan penilaian terhadap tiga pilar The Bank uses three pillars approach in
dalam menilai aset keuangan yang jatuh assessing financial assets that are past due or
tempo atau mengalami penurunan. Ketiga impaired. Those three pillars are business
pilar tersebut adalah prospek bisnis, kinerja prospect, performance of the borrower and
debitur dan kemampuan bayar debitur sesuai repayment capability which are in line with the
dengan kebijakan regulator. regulatory provision.
Bank memperhitungkan agunan yang layak The Bank takes into account the eligible
dalam menghitung cadangan kerugian collaterals in calculating the allowance for
penurunan nilai. Agunan yang layak yang impairment losses. The eligible collaterals
diperhitungkan oleh Bank adalah kas/setara recognized by the Bank are cash/cash
kas, tanah dan bangunan. equivalents, land and buildings.
158
Page 543
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
39. Kebijakan Manajemen Risiko (lanjutan) 39. Risk Management Policies (continued)
Risiko pasar Market risk
Risiko pasar adalah risiko yang timbul dari Market risk is the risk arising from movements in
pergerakan variabel pasar pada posisi yang market variables on the position held by the Bank
dimiliki oleh Bank yang dapat menimbulkan which can result in losses for the Bank. Market
kerugian bagi Bank. Variabel pasar yang variables that influence the position of the Bank are
mempengaruhi posisi Bank adalah suku bunga interest rates and exchange rates, including
dan nilai tukar termasuk perubahan harga option. changes in the price of the option.
Kerangka kerja risiko pasar Bank terdiri dari The Bank’s market risk framework comprises
kebijakan dan praktek risiko pasar, market risk policies and practices, delegation of
pendelegasian wewenang, limit risiko pasar, authority, market risk limits, valuation and risk
penilaian dan model risiko. Kerangka kerja ini models. This framework also encompasses the
juga meliputi proses produk/aktivitas baru untuk new product/service program process to ensure
memastikan isu-isu risiko pasar telah diidentifikasi the market risk issues are adequately identified
secara memadai sebelum diluncurkan. prior to its launch.
Direksi mendelegasikan wewenang kepada The Board of Directors delegates authority to the
Komite Aktiva dan Pasiva (ALCO) untuk Assets and Liabilities Committee (ALCO) to
melakukan pengawasan aktif terhadap conduct active monitoring on market risk
manajemen risiko pasar. ALCO melakukan kajian management. ALCO reviews and provides
dan memberikan arahan atas seluruh hal terkait direction on all market risk related matters.
risiko pasar.
Bank menggunakan Pendekatan Standar untuk The Bank adopts the Standardized Approach to
menghitung modal risiko pasar sesuai dengan calculate the regulatory market risk capital in
ketentuan OJK Nomor 23/SEOJK.03/2022 compliance with OJK’s regulation no
tentang Perhitungan Aset Tertimbang Menurut 23/SEOJK.03/2022 on Calculation of Risk
Risiko Untuk Risiko Pasar Bagi Bank Umum. Weighted Assets for Market Risk for Commercial
Bank memiliki modal yang kuat pada tanggal Bank. The Bank has a strong capital base as of
31 Desember 2025 dan 2024. Modal Bank lebih 31 December 2025 and 2024, respectively. The
dari cukup untuk menutup potensi kerugian yang Bank’s capital is more than sufficient to cover any
mungkin timbul dari fluktuasi tingkat bunga dan potential losses that might arise from interest rate
nilai tukar. and exchange rate fluctuations.
Untuk kepentingan pemantauan dan pelaporan For the purposes of internal monitoring and
internal, risiko pasar secara portofolio diukur dan reporting, market risk on a portfolio basis is
dikontrol menggunakan model internal. Bank measured and controlled based on internal models.
mengadopsi Expected Shortfall (ES) dengan The Bank adopts the Expected Shortfall (ES) using
menggunakan pendekatan simulasi historis untuk historical simulation approach to measure the
mengukur potensi kerugian pada tingkat potential loss at a 97.5 percent confidence level
kepercayaan sebesar 97,5 persen dengan based on 250 days historical price changes. ES
menggunakan data historis selama 250 hari. estimation are back tested (backtesting) against
Perkiraan ES diuji kembali (back-testing) dengan profit or loss of trading book (actual or hypothetical
menggunakan data laba rugi pada trading book profit & loss) as a verification process of the
(baik itu laba rugi aktual maupun laba rugi accuracy & robustness of the methodology. The
hipotesis) sebagai suatu proses verifikasi backtesting process analyses whether the
keakuratan & ketangguhan metodologi tersebut. exceptions are due to model deficiencies or market
Proses pengujian kembali ini dilakukan guna volatility.
menganalisa apakah penyimpangan yang terjadi
disebabkan oleh kelemahan pada model
perhitungan atau karena volatilitas pasar.
159
Page 544
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
39. Kebijakan Manajemen Risiko (lanjutan) 39. Risk Management Policies (continued)
Risiko pasar (lanjutan) Market risk (continued)
Berdasarkan hasil model back-testing, Based on back-testing result, the ES forecast
pengukuran ES telah memadai terhadap kerugian model was adequate to the hypothetical and actual
hipotesis dan aktual yang terjadi untuk periode loss for the whole year result. To complement the
satu tahun. Untuk melengkapi pengukuran ES ES measurement, stress-test is performed on the
tersebut, stress-test dilakukan pada portofolio trading portfolio in order to identify the Bank’s
trading untuk mengidentifikasi ketahanan Bank vulnerability in the event of crisis.
dalam kondisi krisis.
Perhitungan ES telah memperhitungkan faktor ES calculation already includes correlation factors
korelasi antar instrumen pada seluruh posisi across instruments in trading book portfolios of the
trading book Bank (tidak diaudit). Bank (unaudited).
31 Desember/31 December 2025
Akhir tahun/ Tinggi/ Rendah/ Rata-rata/
Year end High Low Average
Total ES 9.005 10.468 7.107 8.801 Total ES
a. Risiko nilai tukar a. Foreign exchange risk
Risiko nilai tukar adalah risiko pada Foreign exchange risk is the risk to earnings
pendapatan dan nilai ekonomis dari aset, and economic value of foreign currency
kewajiban, dan derivatif keuangan dalam assets, liabilities and financial derivatives
mata uang asing yang disebabkan oleh caused by fluctuation in foreign exchange
fluktuasi nilai tukar. rates.
Risiko nilai tukar dikelola melalui kebijakan Foreign exchange risk is managed through
dan limit risiko yang disetujui oleh ALCO. policies and risk limits approved by the Asset
Limit yang memiliki komponen risiko nilai and Liability Committee (ALCO). The limits
tukar diantaranya limit Expected Shortfall dan that has foreign exchange risk component
FX NOP berdasarkan mata uang asing. include Expected Shorfall and FX NOP by
Market Risk Management & Product Control currencies. Market Risk Management &
secara harian memantau aktivitas risiko Product Control on a daily basis monitors
pasar dan/atau ekposur terhadap limit yang market risk activities and/or exposures against
telah disetujui oleh ALCO, dan melaporkan the approved ALCO limits, and escalates any
kejadian pelampauan limit kepada pejabat excesses to appropriate officers for
terkait untuk mendapatkan persetujuan/ approval/ratification.
pengesahan.
Risiko nilai tukar Bank dinilai relatif rendah Foreign exchange risk is assessed at relatively
dikarenakan Posisi Devisa Neto (PDN) Bank low as Bank’s Net Open Position (NOP)
tercatat sangat rendah dan masih di bawah recorded very low and still below regulator
ketentuan regulator. Berdasarkan simulasi, requirement. Based on simulation, any
setiap pelemahan mata uang Rupiah weakening of IDR currency around 100 pips
terhadap Dolar Amerika Serikat sebesar 100 against USD would result in potential profit of
pips akan menimbulkan potensi keuntungan Rp0.1 billion.
sebesar Rp0,1 milyar.
160
Page 545
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
39. Kebijakan Manajemen Risiko (lanjutan) 39. Risk Management Policies (continued)
Risiko pasar (lanjutan) Market risk (continued)
b. Risiko suku bunga pada banking book b. Interest rate risk in the banking book
Risiko suku bunga pada banking book Interest rate risk in the banking book is defined
didefinisikan sebagai risiko potensi as the risk of potential reduction in or loss of
penurunan atau kerugian pada rentabilitas earnings (net interest income) and capital (the
(pendapatan bunga bersih) dan modal (nilai economic value of the Bank) due to changes
ekonomis Bank) akibat perubahan dari suku in interest rates.
bunga.
Eksposur dinilai secara bulanan Exposure is quantified on a monthly basis
menggunakan perangkat analisa statis dan using static and simulation analysis tools such
simulasi seperti jadwal repricing dan analisa as repricing schedules and sensitivity analysis.
sensitivitas. Perangkat tersebut dapat They provide indications of the potential
memberikan indikasi atas dampak potensial impact of interest rate changes on interest
perubahan suku bunga pada pendapatan income and price value through analysis of the
bunga dan harga melalui analisa sensitivitas sensitivity of assets and liabilities from any
pada aktiva dan pasiva ketika suku bunga changes in interest rates. Mismatches in the
mengalami perubahan. Kesenjangan pada longer tenor will experience greater change in
tenor yang lebih panjang akan mengalami the price-value of interest rate positions than
perubahan price-value yang lebih besar similar positions in the shorter tenor.
dibandingkan dengan posisi serupa pada
tenor yang lebih pendek.
Nilai Ekonomis pada Ekuitas (EVE) Economic Value of Equity (EVE) is applied to
diterapkan untuk mengukur risiko suku measure the interest rate risk from any
bunga dari perubahan suku bunga changes of interest rate using a variety of
menggunakan berbagai macam skenario interest rate scenarios such as changes in
suku bunga seperti perubahan bentuk pada shape of the curve of interest rates which
kurva suku bunga yang meliputi skenario include extreme changes in the interest rate
perubahan suku bunga yang ekstrim. scenario.
Delta EVE banking book pada tanggal Delta EVE banking book as of
31 Desember 2025 tercatat sebesar 31 December 2025 was recorded at
Rp1,88 triliun atau sebesar 9,98% dari modal Rp1.88 trillion or 9.98% of Tier 1 capital,
inti, sedangkan PV01 banking book sebesar meanwhile PV01 banking book was recorded
Rp3,65 milyar. Hal ini berarti, setiap kenaikan at Rp3.65 billion. That means every increase
1 bps pada suku bunga pasar akan of 1 bps on market interest rate is expected to
memberikan dampak potensial kerugian have an impact on the Bank's potential losses
pada Bank sebesar Rp3,65 milyar. amounting to Rp3.65 billion. While delta NII
Sedangkan perhitungan Delta NII calculation shows a potential loss of
menunjukkan adanya potensi kerugian Rp567.86 billion.
sebesar Rp567,86 milyar.
161
Page 546
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
39. Kebijakan Manajemen Risiko (lanjutan) 39. Risk Management Policies (continued)
Risiko likuiditas Liquidity risk
Risiko likuiditas didefinisikan sebagai risiko yang Liquidity risk is defined as the risk that arises from
muncul akibat ketidakmampuan Bank untuk its inability to meet its obligations to customer and
memenuhi kewajiban keuangannya baik terhadap regulator without incurring significant costs or
nasabah maupun regulator, tanpa menimbulkan losses.
biaya atau kerugian yang signifikan.
Pengukuran utama yang digunakan oleh Bank The key measures used by the Bank for managing
dalam mengelola risiko likuiditas adalah dengan liquidity risk with measuring and monitoring
mengukur dan memantau Liquidity Coverage Liquidity Coverage Ratio (LCR), Net Stable
Ratio (LCR), Net Stable Funding Ratio (NSFR) Funding Ratio (NSFR) and Net Cumulative Outflow
dan Net Cumulative Outflow (NCO) dengan (NCO) with using cash ‘business as usual’ scenario
menggunakan skenario ’business as usual’ serta also by monitoring the other liquidity ratios as early
memantau rasio-rasio likuiditas lainnya sebagai warning indicator i.e., percentage decreased in
indikator peringatan dini seperti rasio penurunan non-bank deposits, top 50 and 20 non-bank
simpanan bukan bank, rasio 50 dan 20 nasabah depositors’ ratios, swap funding ratio, undrawn
terbesar bukan bank, rasio pendanaan melalui facility ratio and top single bank depositor. Cash
swap, rasio undrawn facility dan nasabah flow projection is using behavioral modelling to
terbesar bank. Proyeksi arus kas menggunakan ensure that the cash flow reflects the business-as-
behavioral modelling untuk memastikan arus kas usual behavior.
telah mencerminkan perilaku kegiatan bisnis
dalam kondisi normal.
Di samping itu, Bank juga melakukan Besides, the Bank also monitors the stability of its
pemantauan secara berkala terhadap stabilitas core deposits on a regular basis which consists of
pendanaan inti yang terdiri dari dana-dana stabil stable non-bank deposits such as demand
bukan bank seperti giro, tabungan, dan deposito deposits, saving accounts, and time deposits by
berjangka melalui analisa terhadap volatilitasnya. analyzing their volatility overtime.
Bank juga memantau stress-testing limit dengan The Bank also monitors stress-test limit using
skenario ‘Bank Specific Crisis’ dan ‘General ‘Bank Specific Crisis’ and ‘General Market Crisis’
Market Crisis’. scenarios.
Pada tanggal 31 Desember 2025, Bank telah As of 31 December 2025, the Bank has recorded
mencatat simpanan nasabah sebesar Rp133.3 trillion of customer’s deposits which
Rp133,3 triliun atau naik sebesar 14,03% increased by 14.03% compared to
dibandingkan dengan simpanan nasabah pada 31 December 2024, contributed by demand
tanggal 31 Desember 2024, dalam hal ini giro naik deposits which increased by 21.61% to Rp39.1
sebesar 21,61% menjadi Rp39,1 triliun, tabungan trillion, saving deposits which increased by 15.75%
naik sebesar 15,75% menjadi Rp40,6 triliun, dan to Rp40.6 trillion, and time deposits which
deposito berjangka naik sebesar 7,91% menjadi increased by 7.91% to Rp53.6 trillion.
Rp53,6 triliun.
LCR dan NSFR pada tanggal 31 Desember 2025 LCR and NSFR as of 31 December 2025 were
masing-masing berada pada level 300% dan maintained at level of 300% and 121% respectively
121% (tidak diaudit) yang kedua rasio ini jauh (unaudited) which these two ratios were above
berada di atas ketentuan regulator sebesar 100%. regulatory minimum requirement level of 100%.
Bank secara berkesinambungan akan terus The Bank will continuously maintain the LCR and
menjaga tingkat LCR dan NSFR agar berada NSFR in a sound range.
dalam kisaran yang sehat.
162
Page 547
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
39. Kebijakan Manajemen Risiko (lanjutan) 39. Risk Management Policies (continued)
Risiko likuiditas (lanjutan) Liquidity risk (continued)
Disamping itu pengukuran dan pemantauan In addition to the above measurement and
terhadap analisa gap, limit-limit yang ditetapkan, monitoring of the gap analysis, defined limits, stress
stress-testing, dan Rencana Pendanaan Darurat testing, and Contingency Funding Plan are
dilaksanakan secara konsisten. consistently implemented.
Rencana Pendanaan Darurat menjadi komponen The Contingency Funding Plan (CFP) is a critical
penting dalam kerangka kerja manajemen component of the liquidity management framework
likuiditas dan berfungsi sebagai perpanjangan and serves as an extension of the Bank’s
atas kebijakan operasional atau manajemen operational or daily liquidity management policy.
likuiditas sehari-hari. Walaupun Bank memantau Although the Bank periodically monitors liquidity
kebutuhan likuiditas dan pendanaan secara and funding requirements, it is important to
berkala, penting juga untuk mengetahui kejadian recognize the unexpected events, economic or
yang tak terduga, kondisi ekonomi dan pasar, market conditions, earnings problems or situations
masalah pendapatan atau situasi di luar kendali beyond its control that could cause a liquidity crisis.
yang dapat menyebabkan krisis likuiditas. The CFP outlines the actions to be taken by the
Rencana Pendanaan Darurat menguraikan Bank in the event of a liquidity crisis and would be
tindakan yang harus diambil oleh Bank pada saat activated in the event of a liquidity stress situation.
terjadi krisis likuiditas dan akan diaktifkan jika
terjadi krisis atau liquidity stress.
Hal ini berfungsi untuk mengidentifikasi dan It serves to identify and recognize a liquidity crisis,
mengetahui potensi krisis likuiditas, menentukan define the appropriate management
tanggung jawab dan tindakan manajemen yang responsibilities and responses during a crisis,
terkait pada saat krisis, memperbaiki area yang rectify areas of concern and ensure that information
menjadi perhatian dan memastikan bahwa arus flows remain timely and uninterrupted so it can
informasi tepat waktu sehingga dapat facilitate quick and effective decision-making.
memfasilitasi pengambilan keputusan secara
cepat dan efektif.
Tingkat kerumitan dan detail dari rencana The level of sophistication and detail of the plan
tersebut disesuaikan dengan kompleksitas, would commensurate with the complexity, risk
eksposur risiko, aktivitas, produk, dan struktur exposure, activities, products and organization
organisasi Bank untuk menentukan indikator yang structure of the Bank to identify the indicators that
paling relevan untuk digunakan dalam mengelola are most relevant to its management of liquidity and
likuiditas dan pendanaan. Selain itu, Bank juga funding. In addition, the Bank also has established
telah menetapkan Liquidity Crisis Management a Liquidity Crisis Management Team which is
Team yang bertanggung jawab untuk responsible to evaluate the liquidity position and
mengevaluasi posisi likuiditas dan menentukan decide the actions to be taken when crisis occurs.
tindakan yang akan diambil pada saat terjadi
krisis.
Analisa arus kas mengenai kebutuhan The cash flow analysis of net funding requirement
pendanaan bersih melibatkan penyusunan involves the preparation of cash flow mismatch
laporan arus kas berdasarkan jatuh tempo based on actual contractual and behavioral
(kontraktual) aktual dari arus kas tersebut maturity. Contractual cash flow profiles allocate the
maupun secara behavioral. Profil arus kas assets, liabilities and off-balance sheet items into
kontraktual mengalokasikan aset-aset, liabilitas- time band by remaining maturity of the assets,
liabilitas dan rekening administratif ke dalam liabilities and off balance sheet items. While
jangka waktu berdasarkan sisa jatuh tempo aset, behavioral cash flow is based on Business As
liabilitas, dan rekening administratif tersebut. Usual (BAU). In behavioral cash flow, core non-
Sedangkan arus kas secara behavioral core measurement is conducted.
berdasarkan perilaku arus kas secara bisnis pada
umumnya. Dalam arus kas secara perilaku bisnis
pada umumnya, dilakukan pengukuran arus kas
yang menetap (Core) maupun tidak menetap
(Non Core).
163
Page 548
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
39. Kebijakan Manajemen Risiko (lanjutan) 39. Risk Management Policies (continued)
Risiko likuiditas (lanjutan) Liquidity risk (continued)
Dari analisa arus kas secara perilaku bisnis pada From the behaviour or Business As Usual (BAU)
umumnya, diperoleh gap Net Cumulative Outflow cash flow analysis, it is obtained the expected Net
(NCO) yang diperkirakan akan dihadapi Bank dan Cumulative Outflow (NCO) gap that will be
dilakukan pengawasan secara harian. encountered by the Bank and is monitored in daily
basis.
Tabel jatuh tempo aset dan liabilitas Bank Maturity table of the Bank’s asset and liabilities
berdasarkan jangka waktu kontraktual yang based on contractual can be seen in Note 38.
tersisa dapat dilihat pada Catatan 38.
40. Nilai Wajar Instrumen Keuangan 40. Fair Value of Financial Instruments
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan The tables below present the comparison between
antara nilai tercatat, seperti yang dilaporkan the carrying values as reported in the statement of
dalam laporan posisi keuangan dengan nilai wajar financial position and the fair values of all financial
semua aset keuangan dan liabilitas keuangan. assets and liabilities.
31 Desember/
31 December 2025
Nilai tercatat/ Nilai wajar/
Carrying value Fair value
Aset Keuangan Financial Assets
Biaya perolehan yang diamortisasi Amortised cost
Kas 642.704 642.704 Cash
Giro pada Bank Indonesia 7.115.892 7.115.892 Currents accounts with Bank Indonesia
Giro pada bank lain - neto 1.000.149 1.000.149 Current accounts with other banks - net
Penempatan pada Bank Indonesia Placement with Bank Indonesia
dan bank lain - neto 407.704 407.704 and other banks - net
Investasi keuangan - neto 7.521.243 7.521.243 Financial investments - net
Kredit yang diberikan - neto 107.956.894 107.956.894 Loans - net
Tagihan akseptasi - neto 2.590.276 2.590.276 Acceptance receivables - net
Aset lain-lain* 1.280.557 1.280.557 Other assets*
Diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi Fair value through profit or loss
Efek-efek yang diperdagangkan 3.753.885 3.753.885 Trading securities
Tagihan derivatif 1.604.926 1.604.926 Derivative receivables
Tagihan atas surat berharga Receivables on securities
yang dibeli dengan janji purchased with
dijual kembali - neto 1.703.647 1.703.647 agreements to resell - net
Diukur pada nilai wajar Fair value through
melalui penghasilan komprehensif lain other comprehensive income
Investasi keuangan 29.752.464 29.752.464 Financial investments
Total 165.330.341 165.330.341 Total
* Aset lain-lain terdiri dari piutang bunga, setoran jaminan dan * Other assets consists of interest receivables, security deposits and
transaksi spot. spot transactions.
** Liabilitas lain-lain terdiri dari biaya yang masih harus dibayar, ** Other liabilities consists of accrued expenses, security deposits and
setoran jaminan dan transaksi spot. spot transactions.
164
Page 549
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
40. Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan) 40. Fair Value of Financial Instruments (continued)
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan The tables below present the comparison between
antara nilai tercatat, seperti yang dilaporkan the carrying values as reported in the statement of
dalam laporan posisi keuangan dengan nilai wajar financial position and the fair values of all financial
semua aset keuangan dan liabilitas keuangan. assets and liabilities. (continued)
(lanjutan)
31 Desember/
31 December 2025
Nilai tercatat/ Nilai wajar/
Carrying value Fair value
Liabilitas Keuangan Financial Liabilities
Diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi Fair value through profit or loss
Liabilitas derivatif 1.461.585 1.461.585 Derivative payables
Liabilitas atas surat berharga yang dijual Liabilities on securities sold under
dengan janji dibeli kembali 3.524.684 3.524.684 repurchase agreement
Liabilitas Lain-lain Other Liabilities
Liabilitas segera 441.003 441.003 Current liabilities
Simpanan dari nasabah 133.312.682 133.312.682 Deposits from customers
Simpanan dari bank lain 3.795.269 3.795.269 Deposits from other banks
Bunga yang masih harus dibayar 189.091 189.091 Interest payables
Liabilitas akseptasi 2.005.479 2.005.479 Acceptance payables
Efek utang yang diterbitkan - neto 944.990 992.267 Debt securities issued - net
Liabilitas lain-lain** 2.849.074 2.849.074 Other liabilities**
Total 148.523.857 148.571.134 Total
31 Desember/
31 December 2024
Nilai tercatat/ Nilai wajar/
Carrying value Fair value
Aset Keuangan Financial Assets
Biaya perolehan yang diamortisasi Amortised cost
Kas 681.840 681.840 Cash
Giro pada Bank Indonesia 5.798.664 5.798.664 Currents accounts with Bank Indonesia
Giro pada bank lain - neto 821.513 821.513 Current accounts with other banks - net
Penempatan pada Bank Indonesia Placement with Bank Indonesia
dan bank lain - neto 3.657.057 3.657.057 and other banks - net
Investasi keuangan - neto 9.528.940 9.528.940 Financial investments - net
Kredit yang diberikan - neto 96.452.256 96.452.256 Loans - net
Tagihan akseptasi - neto 2.417.881 2.417.881 Acceptance receivables - net
Aset lain-lain* 1.142.793 1.142.793 Other assets*
Diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi Fair value through profit or loss
Efek-efek yang diperdagangkan 2.306.993 2.306.993 Trading securities
Tagihan derivatif 2.062.193 2.062.193 Derivative receivables
Tagihan atas surat berharga Receivables on securities
yang dibeli dengan janji purchased with
dijual kembali - neto 1.653.008 1.653.008 agreements to resell - net
Diukur pada nilai wajar Fair value through
melalui penghasilan komprehensif lain other comprehensive income
Investasi keuangan 22.923.886 22.923.886 Financial investments
Total 149.447.024 149.447.024 Total
* Aset lain-lain terdiri dari piutang bunga, setoran jaminan dan * Other assets consists of interest receivables, security deposits and
transaksi spot. spot transactions.
** Liabilitas lain-lain terdiri dari biaya yang masih harus dibayar, ** Other liabilities consists of accrued expenses, security deposits and
setoran jaminan dan transaksi spot. spot transactions.
165
Page 550
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
40. Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan) 40. Fair Value of Financial Instruments (continued)
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan The tables below present the comparison between
antara nilai tercatat, seperti yang dilaporkan the carrying values as reported in the statement of
dalam laporan posisi keuangan dengan nilai wajar financial position and the fair values of all financial
semua aset keuangan dan liabilitas keuangan. assets and liabilities. (continued)
(lanjutan)
31 Desember/
31 December 2024
Nilai tercatat/ Nilai wajar/
Carrying value Fair value
Liabilitas Keuangan Financial Liabilities
Diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi Fair value through profit or loss
Liabilitas derivatif 2.225.890 2.225.890 Derivative payables
Liabilitas atas surat berharga yang dijual Liabilities on securities sold under
dengan janji dibeli kembali 5.576.054 5.576.054 repurchase agreement
Liabilitas Lain-lain Other Liabilities
Liabilitas segera 504.053 504.053 Current liabilities
Simpanan dari nasabah 116.911.750 116.911.750 Deposits from customers
Simpanan dari bank lain 4.440.259 4.440.259 Deposits from other banks
Bunga yang masih harus dibayar 195.817 195.817 Interest payables
Liabilitas akseptasi 2.306.951 2.306.951 Acceptance payables
Efek utang yang diterbitkan - neto 1.041.910 956.551 Debt securities issued - net
Liabilitas lain-lain** 2.789.648 2.789.648 Other liabilities**
Total 135.992.332 135.906.973 Total
* Aset lain-lain terdiri dari piutang bunga, setoran jaminan dan * Other assets consists of interest receivables, security deposits and
transaksi spot. spot transactions.
** Liabilitas lain-lain terdiri dari biaya yang masih harus dibayar, ** Other liabilities consists of accrued expenses, security deposits and
setoran jaminan dan transaksi spot. spot transactions.
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan, kecuali The fair value of financial assets and liabilities,
efek-efek yang diperdagangkan, tagihan dan except for trading securities, derivative receivables
liabilitas derivatif, investasi keuangan yang and liabilities, financial investments available-for-
tersedia untuk dijual dan efek utang yang sale and debt securities issued, approximate its
diterbitkan, mendekati nilai tercatatnya karena carrying values because financial assets and
aset dan liabilitas keuangan dalam jumlah liabilities in significant amount have short-term
signifikan memiliki jangka waktu yang pendek period and/or the interest rate is frequently
dan/atau suku bunganya sering ditinjau ulang. reviewed. The fair value of derivative receivables
Tagihan dan liabilitas derivatif nilai wajarnya and liabilities are based on valuation technique.
dihitung berdasarkan teknik penilaian. Efek-efek Trading securities and financial investment at fair
yang diperdagangkan dan investasi keuangan value through other comprehensive income, its fair
yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan value is based on quoted or observable prices. The
komprehensif lain, nilai wajarnya berdasarkan fair value of debt securities issued are calculated
harga yang dapat diperoleh atau dapat using discounted cash flows using market interest
diobservasi. Nilai wajar dari efek utang yang rate.
diterbitkan dihitung menggunakan diskonto arus
kas berdasarkan tingkat suku bunga pasar.
Penilaian atas nilai wajar instrumen keuangan Valuation for the fair value of financial instruments
berdasarkan hierarki nilai wajar dapat dilihat pada based on the fair value hierarchy refer to Note 2af.
Catatan 2af.
166
Page 551
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
40. Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan) 40. Fair Value of Financial Instruments (continued)
Tabel di bawah ini menyajikan aset dan liabilitas The tables below show the asset and liabilities
yang diakui pada nilai wajar berdasarkan hierarki recognized at fair value based on the hierarchy
yang digunakan oleh Bank untuk menentukan used by the Bank in determining and disclosing the
dan mengungkapkan nilai wajar dari aset dan fair value of asset and liabilities:
liabilitas:
31 Desember/
31 December 2025
Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/
Level 1 Level 2 Level 3 Total
Aset yang diukur pada
nilai wajar Assets measured at fair value
Investasi keuangan 29.752.464 - - 29.752.464 Financial investments
Efek-efek yang
diperdagangkan 3.753.885 - - 3.753.885 Trading securities
Tagihan derivatif - 1.604.926 - 1.604.926 Derivative receivables
Tagihan atas surat berharga Receivables on securities
yang dibeli dengan janji purchased with
dijual kembali - 1.703.647 - 1.703.647 agreements to resell
Total aset yang diukur Total assets measured
pada nilai wajar 33.506.349 3.308.573 - 36.814.922 at fair value
Aset yang nilai wajarnya Assets for which
diungkapkan fair value are disclosed
Kredit yang diberikan - neto - - 111.782.340 111.782.340 Loans - net
Investasi keuangan - neto - 7.521.243 - 7.521.243 Financial investments - net
Agunan yang diambil alih - neto - - 135.313 135.313 Foreclosed assets - net
Properti terbengkalai - - 28.849 28.849 Abandoned property
Total aset yang nilai Total assets for which
wajarnya diungkapkan - 7.521.243 111.946.502 119.467.745 fair value are disclosed
Total 33.506.349 10.829.816 111.946.502 156.282.667 Total
Liabilitas yang diukur pada
nilai wajar Liabilities measured at fair value
Liabilitas derivatif - 1.461.585 - 1.461.585 Derivative liabilities
Liabilitas atas surat berharga Receivables on securities
yang dijual dengan janji purchased with
dibeli kembali - 3.524.684 - 3.524.684 agreements to resell
Total liabilitas yang diukur Total liabilities measured
pada nilai wajar - 4.986.269 - 4.986.269 at fair value
Liabilitas yang nilai wajarnya Liabilities for which
diungkapkan fair value are disclosed
Efek utang yang diterbitkan
- neto - 992.267 - 992.267 Debt securities issued - net
Total liabilitas yang nilai Total liabilities for which
wajarnya diungkapkan - 992.267 - 992.267 fair value are disclosed
Total - 5.978.536 - 5.978.536 Total
167
Page 552
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
40. Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan) 40. Fair Value of Financial Instruments (continued)
Tabel di bawah ini menyajikan aset dan liabilitas The tables below show the asset and liabilities
yang diakui pada nilai wajar berdasarkan hierarki recognized at fair value based on the hierarchy
yang digunakan oleh Bank untuk menentukan used by the Bank in determining and disclosing the
dan mengungkapkan nilai wajar dari aset dan fair value of asset and liabilities: (continued)
liabilitas: (lanjutan)
31 Desember/
31 December 2024
Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/
Level 1 Level 2 Level 3 Total
Aset yang diukur pada
nilai wajar Assets measured at fair value
Investasi keuangan 22.923.886 - - 22.923.886 Financial investments
Efek-efek yang
diperdagangkan 2.306.993 - - 2.306.993 Trading securities
Tagihan derivatif - 2.062.193 - 2.062.193 Derivative receivables
Tagihan atas surat berharga Receivables on securities
yang dibeli dengan janji purchased with
dijual kembali - 1.653.008 - 1.653.008 agreements to resell
Total aset yang diukur Total assets measured
pada nilai wajar 25.230.879 3.715.201 - 28.946.080 at fair value
Aset yang nilai wajarnya Assets for which
diungkapkan fair value are disclosed
Kredit yang diberikan - neto - - 96.452.256 96.452.256 Loans - net
Investasi keuangan - neto - 9.528.940 - 9.528.940 Financial investments - net
Agunan yang diambil alih - neto - - 149.034 149.034 Foreclosed assets - net
Properti terbengkalai - - 28.534 28.534 Abandoned property
Total aset yang nilai Total assets for which
wajarnya diungkapkan - 9.528.940 96.629.824 106.158.764 fair value are disclosed
Total 25.230.879 13.244.141 96.629.824 135.104.844 Total
Liabilitas yang diukur pada
nilai wajar Liabilities measured at fair value
Liabilitas derivatif - 2.225.890 - 2.225.890 Derivative liabilities
Liabilitas atas surat berharga Receivables on securities
yang dijual dengan janji purchased with
dibeli kembali - 5.576.054 - 5.576.054 agreements to resell
Total liabilitas yang diukur Total liabilities measured
pada nilai wajar - 7.801.944 - 7.801.944 at fair value
Liabilitas yang nilai wajarnya Liabilities for which
diungkapkan fair value are disclosed
Efek utang yang diterbitkan
- neto - 956.551 - 956.551 Debt securities issued - net
Total liabilitas yang nilai Total liabilities for which
wajarnya diungkapkan - 956.551 - 956.551 fair value are disclosed
Total - 8.758.495 - 8.758.495 Total
168
Page 553
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
41. Informasi Segmen Operasi 41. Operating Segment Information
Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan Operating segments are reported in accordance
laporan internal Bank yang disiapkan untuk with the internal reporting provided to determine
mengambil keputusan operasional, yaitu Direksi operational decision, which is the Board of
yang bertanggung jawab untuk mengalokasikan Directors who are responsible for allocating
sumber daya ke segmen tertentu dan penilaian resources to certain segments and performance
atas performanya. assessments.
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal For the year ended 31 December 2025 and 2024,
31 Desember 2025 dan 2024, Bank memiliki tiga the Bank has three operating segments classified
segmen operasi yang diklasifikasikan based on products and services as follows:
berdasarkan produk dan jasa sebagai berikut:
- Wholesale yang terdiri segmen commercial - Wholesale consists of commercial banking,
banking, corporate banking, financial institution corporate banking, financial institution group,
group, multi national companies, treasury dan multi national companies, treasury and
investment banking. investment banking segment.
- Retail yang terdiri dari segmen personal - Retail consists of personal financial services,
financial services, kartu kredit, privillage credit card, privillage banking and digital banking
banking dan digital banking. segments.
- Lain-lain yang terdiri dari segmen yang tidak - Other comprises segments that cannot be
dapat dialokasikan ke segmen wholesale atau allocated to the wholesale or retail.
retail.
Tabel berikut menyajikan informasi segmen bisnis The tables below show the business segment
Bank berdasarkan segmen operasi: information of the Bank based on operating
segment:
31 Desember/31 December 2025
Lainnya/
Wholesale Retail Others Total
Laporan laba rugi Statement of profit or loss
dan penghasilan and other comprehensive
komprehensif lain income
Pendapatan* 3.678.133 1.892.571 2.380.598 7.951.302 Income*
Beban** (1.054.417 ) (1.849.647 ) (2.321.227 ) (5.225.291) Expenses**
Cadangan kerugian penurunan Allowance for impairment
nilai (291.912 ) (422.248 ) (53.923 ) (768.083) losses
Laba sebelum beban pajak 2.331.804 (379.324 ) 5.448 1.957.928 Income before tax expense
Beban pajak (428.851) Tax expense
Laba tahun berjalan 1.529.077 Income for the year
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
Jumlah aset 147.761.656 15.545.958 7.191.589 170.499.203 Total assets
Jumlah liabilitas 106.443.259 39.516.807 4.415.494 150.375.560 Total liabilities
* Pendapatan terdiri dari Pendapatan bunga neto, Pendapatan operasional lainnya, dan * Income consists of Interest income-net, Other operating income, and Non-operating income.
Pendapatan non-operasional.
** Beban terdiri dari Gaji dan kesejahteraan karyawan dan Beban umum dan administrasi. ** Expense consists of Salaries and employee’s benefits and General and administrative expenses.
169
Page 554
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
41. Informasi Segmen Operasi (lanjutan) 41. Operating Segment Information (continued)
Tabel berikut menyajikan informasi segmen bisnis The tables below show the business segment
Bank berdasarkan segmen operasi: (lanjutan) information of the Bank based on operating
segment: (continued)
31 Desember/31 December 2024
Lainnya/
Wholesale Retail Others Total
Laporan laba rugi Statement of profit or loss
dan penghasilan and other comprehensive
komprehensif lain income
Pendapatan* 3.661.217 2.781.687 1.011.557 7.454.461 Income*
Beban** (1.750.640 ) (2.754.818 ) (1.307.105 ) (5.812.563) Expenses**
Cadangan kerugian penurunan Allowance for impairment
nilai (474.341 ) (604.595 ) 2.078 (1.076.858) losses
Laba sebelum beban pajak 1.436.236 (577.726 ) (293.470 ) 565.040 Income before tax expense
Beban pajak (158.800) Tax expense
Laba tahun berjalan 406.240 Income for the year
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
Jumlah aset 132.104.591 16.376.467 7.660.724 156.141.782 Total assets
Jumlah liabilitas 92.165.445 36.498.952 9.651.218 138.315.615 Total liabilities
* Pendapatan terdiri dari Pendapatan bunga neto, Pendapatan operasional lainnya, dan * Income consists of Interest income-net, Other operating income, and Non-operating income.
Pendapatan non-operasional.
** Beban terdiri dari Gaji dan kesejahteraan karyawan dan Beban umum dan administrasi. ** Expense consists of Salaries and employee’s benefits and General and administrative expenses.
Informasi yang berkaitan dengan segmen Information concerning the geographical segments
geografis Bank disajikan dalam tabel di bawah ini: of the Bank are set out in the tables below:
31 Desember/31 December 2025
Jawa Timur
Jakarta/ Sumatera/ dan Bali/ Total
Jakarta Sumatera East Java
and Bali
Laporan laba rugi Statement of profit or loss
dan penghasilan and other comprehensive
komprehensif lain income
Pendapatan* 6.787.768 570.540 592.994 7.951.302 Income*
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
Jumlah aset 131.967.123 20.425.882 18.106.198 170.499.203 Total assets
31 Desember/31 December 2024
Jawa Timur
Jakarta/ Sumatera/ dan Bali/ Total
Jakarta Sumatera East Java
and Bali
Laporan laba rugi Statement of profit or loss
dan penghasilan and other comprehensive
komprehensif lain income
Pendapatan* 6.305.306 579.714 569.441 7.454.461 Income*
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
Jumlah aset 136.470.625 8.301.791 11.369.366 156.141.782 Total assets
* Pendapatan terdiri dari Pendapatan bunga neto, Pendapatan operasional lainnya, dan * Income consists of Interest income-net, Other operating income, and Non-operating income.
Pendapatan non-operasional.
** Beban terdiri dari Gaji dan kesejahteraan karyawan dan Beban umum dan administrasi. ** Expense consists of Salaries and employee’s benefits and General and administrative expenses.
170
Page 555
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
42. Tambahan Informasi Arus Kas 42. Supplementary Cash Flow Information
Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas Changes in liabilities arising from financing
pendanaan pada laporan arus kas adalah sebagai activities in the cash flow statement are as follows:
berikut:
Arus kas/Cash flows Perubahan
1 Januari/ non-kas/ Selisih kurs/ 31 Desember/
1 January Penerimaan/ Pembayaran/ Non-cash Foreign 31 December
2025 Proceeds Payment changes exchange 2025
Efek utang yang
diterbitkan 1.050.000 - (100.000) - - 950.000 Debt securities issued
Beban terkait efek Cost of
utang yang diterbitkan (8.090) - - 3.080 - (5.010) debt securities issued
Efek utang yang
diterbitkan neto 1.041.910 - (100.000) 3.080 - 944.990 Debt securities issued - net
Liabilitas sewa 133.551 - (92.538) 36.391 - 77.404 Lease liabilities
Total 1.175.461 - (192.538) 39.471 - 1.022.394 Total
Arus kas/Cash flows Perubahan
1 Januari/ non-kas/ Selisih kurs/ 31 Desember/
1 January Penerimaan/ Pembayaran/ Non-cash Foreign 31 December
2024 Proceeds Payment changes exchange 2024
Efek utang yang
diterbitkan 1.450.000 200.000 (600.000) - - 1.050.000 Debt securities issued
Beban terkait efek Cost of
utang yang diterbitkan (6.577) - (4.953) 3.440 - (8.090) debt securities issued
Efek utang yang
diterbitkan neto 1.443.423 200.000 (604.953) 3.440 - 1.041.910 Debt securities issued - net
Liabilitas sewa 187.538 - (106.246) 52.259 - 133.551 Lease liabilities
Total 1.630.961 200.000 (711.199) 55.699 - 1.175.461 Total
43. Standar Akuntansi yang Telah Disahkan 43. Accounting Standards Issued but not yet
Namun Belum Berlaku Efektif Effective
Standar akuntansi yang telah diterbitkan sampai The accounting standards that have been issued
tanggal penerbitan laporan keuangan Bank up to the date of issuance of the Bank’s financial
namun belum berlaku efektif diungkapkan berikut statements, but not yet effective are disclosed
ini. Manajemen bermaksud untuk menerapkan below. The management intends to adopt these
standar-standar tersebut yang dipertimbangkan standards that are considered relevant to the Bank
relevan terhadap Bank pada saat efektif, dan when they become effective, and the impact to the
dampaknya terhadap posisi dan kinerja keuangan financial position and performance of the Bank is
Bank masih diestimasi pada tanggal penerbitan still being estimated as at the authorization date of
laporan keuangan ini. this financial statements.
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal Effective on or after 1 January 2026
1 Januari 2026
Standar tersebut akan berlaku efektif pada The above standards will be effective on 1 January
tanggal 1 Januari 2026 dan penerapan dini 2026 and early adoption is permitted.
diperbolehkan.
171
Page 556
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
43. Standar Akuntansi yang Telah Disahkan 43. Accounting Standards Issued but not yet
Namun Belum Berlaku Efektif (lanjutan) Effective (continued)
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal Effective on or after 1 January 2026 (continued)
1 Januari 2026 (lanjutan)
PSAK 107 “Instrumen Keuangan Pengungkapan SFAS 107: "Financial Instruments: Disclosures
tentang Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen about the Classification and Measurement of
Keuangan. Financial Instruments."
Amendemen ini mengubah ketentuan dalam The amendments also revise the statement in SFAS
PSAK 107 terkait persyaratan pengungkapan 107 regarding the disclosure requirements for
investasi pada instrumen ekuitas yang diukur investments in equity instruments measured at fair
pada nilai wajar melalui penghasilan value through other comprehensive income and
komprehensif lain dan menambah ketentuan adding statament related to financial instruments
terkait instrumen keuangan dengan persyaratan with contractual terms that alter the timing or amount
kontraktual yang mengubah waktu atau jumlah of contractual cash flows
arus kas kontraktual.
PSAK 109 “Instrumen Keuangan” SFAS 109 "Financial Instruments"
Amendemen ini menambahkan dan These amendments adding and clarify statement in
mengklarifikasi ketentuan dalam PSAK 109 SFAS 109 regarding derecognition of financial
terkait penghentian pengakuan liabilitas liabilities, as well as clarify the assessment of cash
keuangan, serta mengklarifikasi penilaian flow characteristics for financial assets with ESG-
karakteristik arus kas untuk aset keuangan linked features, financial assets with non-recourse
dengan fitur ESG-linked, aset keuangan dengan features, and contractually bound instruments such
fitur non-recourse, dan instrumen yang terikat as tranches.
secara kontraktual seperti tranche.
Pada saat penerbitan laporan keuangan, Bank As at the authorization date of this financial
masih mempelajari dampak yang mungkin timbul statements, the Bank is still evaluating the potential
dari penerapan standar akuntansi baru dan revisi impact of these new and revised accounting
tersebut serta pengaruhnya pada laporan standards to the financial statements of the Bank.
keuangan Bank.
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal Effective on or after 1 January 2027
1 Januari 2027
Standar tersebut akan berlaku efektif pada The above standards will be effective on 1 January
tanggal 1 Januari 2027 dan penerapan dini 2027 and early adoption is permitted.
diperbolehkan.
Amandemen PSAK No. 118: Penyajian dan Amandments SFAS No. 118: Presentation and
Pengungkapan dalam Laporan Keuangan. Disclosure in Financial Statements.
Standar akuntansi baru yang mengatur A new accounting standard that establishes
persyaratan untuk penyajian dan pengungkapan requirements for the presentation and disclosure of
informasi dalam laporan keuangan bertujuan information in general-purpose financial statements
umum untuk membantu memastikan laporan to help ensure that financial statements provide
keuangan menyediakan informasi relevan yang relevant information that faithfully represents assets,
merepresentasikan secara tepat aset, liabilitas, liabilities, equity, income, and expenses. SFAS No.
ekuitas, penghasilan dan beban. PSAK No. 118 118 will replace SFAS No. 201: Presentation of
akan menggantikan PSAK No. 201: Penyajian Financial Statements.
Laporan Keuangan.
172
Page 557
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
44. Analisis Kualitas Kredit 44. Credit Quality Analysis
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian Measurement of expected credit losses
Peningkatan risiko kredit secara signifikan Significant increase in credit risk
Ketika menentukan apakah risiko gagal bayar When determining whether the risk of default on
pada instrumen keuangan telah meningkat financial instruments has increased significantly
secara signifikan sejak pengakuan awal, Bank since initial recognition, the Bank considers
memperbangkan informasi yang wajar dan reasonable and supported relevant information that
relevan yang mendukung dan tersedia tanpa is available without excessive costs or efforts. This
biaya atau upaya yang berlebihan. Hal tersebut includes quantitative and qualitative information
mencakup informasi dan analisa kuantitatif dan and analysis, based on historical experience and
kualitatif, berdasarkan pada pengalaman historis credit expert assessments and including forward-
dan penilaian pakar kredit dan termasuk looking estimates.
perkiraan masa depan.
Tujuan dari penilaian ini adalah untuk The purpose of this assessment is to identify
mengidentifikasi apakah peningkatan risiko kredit whether a significant increase in credit risk of
secara signifikan atas eksposur telah terjadi exposure has occurred by comparing:
dengan membandingkan:
• Probability of default (PD) atas umur tersisa • Probability of default (PD) for the remaining
pada tanggal pelaporan; dengan tenor at the reporting date; with
• Probability of default (PD) atas umur tersisa • Probability of default (PD) for the estimated
yang di estimasi pada saat pengakuan awal remaining tenor at initial recognition of the
eksposur (jika relevan, disesuaikan dengan exposure (if relevant, adjusted for change in
perubahan ekspektasi pembayaran di muka). expectations of prepayment).
Bank menggunakan kriteria berikut dalam The Bank uses these criterias for determining
menentukan apakah peningkatan risiko kredit whether there has been a significant increase in
secara signifikan atas eksposur tersebut telah credit:
terjadi:
• Tertunggak lebih dari 30 hari; • Days past due above 30 days;
• Dalam Perhatian Khusus (DPK) berdasarkan • Special Mention based on OJK 3 pillars;
OJK 3 pilar;
• Kredit yang direstrukturisasi; dan • Loan restructure; and
• Termasuk dalam kategori Watchlist (with • Included as part of Watchlist (with High Risk).
High Risk).
Penentuan struktur probability of default Determination of the probability of default
structure
Bank menggunakan model statistik untuk The Bank uses a statistical model to analyze the
menganalisa data yang dikumpulkan dan collected data and produce an estimate of the
menghasilkan perkiraan probability of default probability of default (PD) for the remaining life and
(PD) atas umur tersisa dan bagaimana hal ini how this is expected to change as a result of the
diperkirakan akan berubah sebagai akibat dari passage of time.
berlalunya waktu.
Penentuan terjadinya peningkatan risiko Determination of significant increase in credit
kredit secara signifikan risk
Bank menggunakan sejumlah kriteria untuk The Bank uses several criterias for determining
menentukan telah terjadi peningkatan risiko kredit that credit risk has increased significantly.
secara signifikan.
173
Page 558
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
44. Analisis Kualitas Kredit (lanjutan) 44. Credit Quality Analysis (continued)
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian Measurement of expected credit losses
(lanjutan) (continued)
Penentuan terjadinya peningkatan risiko Determination of significant increase in credit
kredit secara signifikan (lanjutan) risk (continued)
Kriteria tersebut ditetapkan menggunakan faktor The criterias are determined using qualitative and
kuantitatif dan kualitatif termasuk penentuan quantitative factors including determination based
berdasarkan status hari tunggakan yang dapat on arrear day status that can indicate significant
mengindikasikan telah terjadi peningkatan risiko increase in credit risk since initial recognition.
kredit yang signifikan terhadap saat awal
diberikan.
Bank menggunakan penilaian dari analis kredit The Bank also uses the judgment of credit analysts
dan pengalaman historis yang relevan, dalam and, if possible, relevant historical experience, in
menentukan bahwa eksposur mungkin saja telah determining that the exposure may have
mengalami peningkatan risiko kredit yang experienced a significant increase in credit risk
signifikan berdasarkan indikator kualitatif tertentu based on certain qualitative indicators that are
yang dianggap dapat mengindikasikan hal considered to indicate this and their effects may not
tersebut yang pengaruhnya mungkin belum be fully reflected in quantitative analysis in a
sepenuhnya tercermin pada saat dilakukan comprehensive manner on a timely manner.
analisis kuantitatif.
Bank menentukan bahwa peningkatan risiko The Bank determines that a significant increase in
kredit secara signifikan belum terjadi apabila credit risk has not occurred if it is still less than 30
masih kurang dari 30 hari tunggakan. Hari days in arrears. Arrear days are determined by
tunggakan ditentukan dengan menghitung jumlah counting the number of days from the initial due
hari sejak tanggal jatuh tempo awal bila date where full payment has not been received.
pembayaran penuh belum diterima. Tanggal jatuh The due date is determined without considering the
tempo ditentukan tanpa mempertimbangkan grace period that might be available to the
masa tenggang yang mungkin tersedia bagi borrower.
peminjam.
Bank memantau efektivitas kriteria yang The Bank monitors the effectiveness of the criteria
digunakan dalam mengidentifikasi peningkatan used in identifying significant increases in credit
risiko kredit yang signifikan dengan cara reviu risk by periodic review.
berkala.
Modifikasi aset keuangan Modification of financial assets
Ketentuan kontraktual pinjaman dapat Loan contractual terms can be modified for a
dimodifikasi untuk beberapa alasan, termasuk number of reasons, including changes in market
perubahan kondisi pasar, retensi pelanggan dan conditions, customer retention and other factors
faktor-faktor lain yang tidak terkait dengan not related to the current credit decline. Loans with
penurunan kredit. Pinjaman yang ketentuan modified contractual terms can cause the initial
kontraktualnya dimodifikasi dapat menyebabkan loan to be derecognized and recognized the
pinjaman awal dihentikan pengakuannya dan modified loan as a new loan at fair value.
pinjaman hasil modifikasi diakui sebagai pinjaman
baru pada nilai wajar.
174
Page 559
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
44. Analisis Kualitas Kredit (lanjutan) 44. Credit Quality Analysis (continued)
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian Measurement of expected credit losses
(lanjutan) (continued)
Definisi gagal bayar (default) Definition of failed payment (default)
Bank menganggap aset keuangan dalam The Bank considers financial assets as default
keadaan default/gagal bayar ketika: when:
• Debitur tidak mungkin membayar kewajiban • The debtor is unlikely to pay its credit
kreditnya secara penuh, tanpa bantuan obligation in full, without assistance (recourse)
(recourse) dari Bank; atau from the Bank; or
• Debitur telah melewati jatuh tempo lebih dari • The debtor has past due more than 90 days for
90 hari atas kewajiban kredit material apa any material credit obligations to the Bank.
pun kepada Bank.
• Kualitatif seperti pelanggaran persyaratan • Qualitative such as violations of the terms of
perjanjian (kovenan); dan the agreement (covenants); and
• Kuantitatif seperti status tunggakan. • Quantitative such as arrears status.
Input, asumsi, dan teknik yang digunakan Inputs, assumptions, and techniques used in
dalam mengestimasi penurunan nilai estimating impairment
Penggunaan informasi perkiraan masa depan Use of forward-looking information
(forward-looking)
Bank menggunakan informasi forward-looking The Bank uses forward-looking information in
dalam menilai apakah telah terjadi peningkatan assessing whether there has been a significant
risiko kredit secara signifikan dan pengukuran increase in credit risk and measurement of
kerugian kredit ekspektasian. Berdasarkan saran expected credit losses. Based on advice from
dari pakar ekonomi dan pertimbangan berbagai economists and consideration of various actual
informasi aktual dan perkiraan eksternal, Bank information and external forecast, the Bank
merumuskan pandangan dasar (base case) formulated a base case for the movement of
tentang pergerakan variabel ekonomi yang relevant economic variables in future as well as
relevan di masa depan serta perkiraan skenario forecasts of other possible scenarios. This process
lain yang mungkin terjadi. Proses ini meliputi involves developing two or more additional
pengembangan dua atau lebih skenario ekonomi economic scenarios and considering the relative
tambahan dan mempertimbangkan probabilitas probabilities of the possible outputs. External
relatif dari keluaran (output) yang mungkin. information includes economic data and estimation
Informasi eksternal mencakup data ekonomi dan published by, such as government agencies and
perkiraan yang diterbitkan oleh, seperti badan selected private sector analysts and academics.
pemerintah dan analis sektor swasta dan
akademisi terpilih.
Pandangan dasar (base case) mencerminkan The base case reflects the output with the highest
keluaran dengan probabilitas yang paling tinggi probability and is used in strategic planning and
dan digunakan dalam perencanaan strategis dan budgeting. Another scenario, reflects more
anggaran. Skenario yang lain, mencerminkan optimistic outputs and/or more pessimistic outputs.
keluaran yang lebih optimis dan keluaran yang
lebih pesimis.
Bank menggunakan berbagai variabel makro The Bank uses various macro-economic variables
ekonomi (MEV) untuk memperkirakan masa (MEV) to estimate the forward-looking, such as
depan (forward-looking), antara lain pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) growth,
Produk Domestik Bruto (PDB), tingkat unemployment rate, and inflation rate.
pengangguran, dan tingkat inflasi.
Input utama dalam pengukuran kerugian kredit The main inputs in measuring expected credit loss
ekspektasian adalah variabel berikut : are the following variables:
- Probability of default (PD). - Probability of default (PD).
- Loss of given default (LGD). - Loss of given default (LGD).
- Exposure at default (EAD). - Exposure at default (EAD).
175
Page 560
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
44. Analisis Kualitas Kredit (lanjutan) 44. Credit Quality Analysis (continued)
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian Measurement of expected credit losses
(lanjutan) (continued)
Input, asumsi, dan teknik yang digunakan Inputs, assumptions, and techniques used in
dalam mengestimasi penurunan nilai (lanjutan) estimating impairment (continued)
Penggunaan informasi perkiraan masa depan Use of forward-looking information (continued)
(forward-looking) (lanjutan)
Parameter ini umumnya berasal dari model These parameters generally come from statistical
statistik yang dikembangkan secara internal dan models that are developed internally and other
data historis lainnya. historical data.
PD adalah tingkat kemungkinan kegagalan PD is the probability of debtor failure to fulfill the
debitur memenuhi kewajiban. obligations.
LGD adalah besarnya tingkat kerugian yang LGD is the amount of loss caused by the debtor's
diakibatkan kegagalan debitur memenuhi failure to meet the obligations which can be
kewajiban yang dapat diukur berdasarkan measured based on several approaches including
beberapa pendekatan antara lain Expected Expected Recoveries, Collateral Shortfalls, and
Recoveries, Collateral Shortfall, dan Loss on Loss on Disposal.
Disposal.
EAD dipandang sebagai estimasi atas sejauh EAD is seen as an estimation of the extent to which
mana suatu bank dapat terpapar oleh suatu a bank may be exposed to a counterparty in the
counterparty ketika counterparty tersebut event of, and at the time of, that counterparty’s
mengalami gagal bayar. EAD sama dengan default. EAD is equal to the current amount
jumlah saat ini yang belum dilunasi dalam hal outstanding in case of fixed exposures such as
eksposur tetap seperti pinjaman berjangka. Untuk term loans. For revolving exposures like lines of
eksposur berulang seperti kredit, EAD dapat credit, EAD can be divided into drawn and undrawn
dibagi menjadi drawn dan undrawn commitments, commitments; typically the drawn commitment is
biasanya drawn commitments diketahui known whereas the undrawn commitment needs to
sedangkan undrawn commitments perlu be estimated to arrive at a value of EAD.
diperkirakan sampai pada nilai EAD.
Ketika pemodelan parameter dilakukan secara When parameter modeling is done collectively,
kolektif, instrumen keuangan dikelompokkan financial instruments are grouped according to:
berdasarkan:
- Aset dapat dikelompokkan berdasarkan - Assets may be grouped based on shared risk
karakteristik risiko bersama; dan characteristics; and
- Hasil evaluasi harus konsisten terlepas dari - The outcome of the evaluation shall be
apakah aset dievaluasi secara individual atau consistent regardless of whether the asset is
sebagai bagian dari grup. evaluated individually or as part of a group.
176
Page 561
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
45. Informasi Tambahan 45. Additional Information
Informasi tambahan berikut merupakan informasi The following additional informations are required
yang dipersyaratkan untuk diungkapkan oleh for disclosure by Financial Service Authorities
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai informasi (OJK), which is in addition to the Indonesian
tambahan atas Standar Akuntansi Keuangan di Accounting Standards:
Indonesia:
a. Giro Wajib Minimum (GWM) a. Minimum Reserve Requirements (GWM)
Bank dipersyaratkan untuk memiliki Giro The Bank is required to maintain Minimum
Wajib Minimum (GWM) dalam mata uang Statutory Reserves (GWM) in Rupiah for
Rupiah dalam kegiatannya sebagai bank conventional banking and statutory reserves in
umum, serta GWM dalam mata uang asing foreign currencies for foreign exchange
dalam kegiatannya melakukan transaksi transactions.
mata uang asing.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, As of 31 December 2025 and 2024, GWM in
GWM dalam Rupiah dan mata uang asing Rupiah and foreign currencies are as follows:
masing-masing adalah sebagai berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah Rupiah
GWM Harian 9,07% 7,52% Daily GWM
GWM Rata-rata 10,06% 9,11% Average GWM
Penyangga Likuiditas Macroprudential Liquidity
Makroprudensial 41,86% 37,98% Buffer
Rasio Intermediasi Macroprudential
Makroprudensial 78,83% 88,83% Intermediation Ratio
Valuta asing Foreign currencies
GWM Harian 4,16% 4,17% Daily GWM
GWM Rata-rata 4,12% 4,14% Average GWM
GWM adalah simpanan minimum yang wajib GWM is a minimum reserve that should be
dipelihara oleh Bank dalam bentuk saldo maintained by the Bank in the current account
rekening giro pada Bank Indonesia yang with Bank Indonesia, the amount of which is
besarnya ditetapkan oleh Bank Indonesia determined by Bank Indonesia at a certain
sebesar persentase tertentu dari dana pihak percentage of third party fund in rupiah and
ketiga dalam rupiah dan valuta asing. foreign currency.
Penyangga Likuiditas Makroprudensial Macroprudential Liquidity Buffer (PLM) is the
(PLM) adalah cadangan likuiditas minimum minimum liquidity reserve in Rupiah that the
dalam Rupiah yang wajib dipelihara oleh Bank is required to maintain in form of the
Bank dalam bentuk surat berharga yang percentage of treasury bonds over third party
besarnya ditetapkan oleh Bank Indonesia funds in Rupiah.
sebesar persentase tertentu dari dana pihak
ketiga dalam Rupiah.
177
Page 562
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
45. Informasi Tambahan (lanjutan) 45. Additional Information (continued)
Informasi tambahan berikut merupakan informasi The following additional informations are required
yang dipersyaratkan untuk diungkapkan oleh for disclosure by Financial Service Authorities
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai informasi (OJK), which is in addition to the Indonesian
tambahan atas Standar Akuntansi Keuangan di Accounting Standards: (continued)
Indonesia: (lanjutan)
a. Giro Wajib Minimum (GWM) (lanjutan) a. Minimum Reserve Requirements (GWM)
(continued)
Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) Macroprudential Intermediation Ratio (RIM) is
adalah rasio hasil perbandingan pinjaman resulted from comparison of loan and
yang diberikan dan surat berharga korporasi corporate bonds owned by the Bank towards
yang dimiliki oleh Bank terhadap dana pihak third party funds in form of demand deposits,
ketiga dalam bentuk giro, tabungan dan saving deposits and time deposits (excluded
simpanan berjangka (tidak termasuk dana deposits from other banks) and bonds issued
antarbank), surat berharga yang diterbitkan by the Bank to non-bank third parties and
oleh Bank kepada pihak ketiga bukan bank borrowings in the form of bilateral and
dan pinjaman yang diterima dalam bentuk syndicated loans with remaining term of more
pinjaman bilateral dan sindikasi dengan sisa than 1 year and are not domestic interbank
jangka waktu lebih dari 1 tahun dan bukan loans and overdraft.
merupakan pinjaman antarbank dalam negeri
dan overdraft.
Rasio GWM Bank pada tanggal The Bank’s GWM ratios as of
31 Desember 2025 dan 2024 telah sesuai 31 December 2025 and 2024 have already
dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) complied with Bank Indonesia Regulation
No. 11 tahun 2024 tanggal 31 Desember No. 11 Year 2024 dated 31 December 2024
2024 tentang Pengdenalian Moneter yang regarding Monetary Control which repeals
mencabut PBI No.20/3/PBI/2018 tanggal 29 PBI No. 20/3/PBI/2018 dated 29 March 2018
Maret 2018 tentang Giro Wajib Minimum concerning Regulations for the Fulfillment of
Bank Umum dalam Rupiah dan Valuta Asing Minimum Statutory Current Accounts in
bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Rupiah and Foreign Currencies for
Syariah, dan Unit Usaha Syariah. PBI Conventional Commercial Banks, Sharia
tersebut dijelaskan lebih lanjut melalui Commercial Banks, and Sharia Business
Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Units. This PBI elaborates on the regulation
No. 24/8/PADG/2022 tanggal 30 Juni 2022 through the Board of Governors Regulation
tentang Peraturan Pelaksanaan Pemenuhan (PADG) No. 24/8/PADG/2022 dated
Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan 30 June 2022, concerning the Implementation
Valuta Asing bagi Bank Umum Konvensional, Regulation for Meeting the Minimum
Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah Mandatory Reserve in Rupiah and Foreign
sebagaimana telah diubah sebanyak Currency for Conventional Commercial
4 (empat) kali melalui PADG No. 2 tahun 2023 Banks, Sharia Commercial Banks, and Sharia
tanggal 24 Maret 2023, PADG No. 12 tahun Business Units, as amended 4 (four) times
2023 tanggal 27 September 2023, PADG through PADG No. 2 year 2023 dated
No. 8 tahun 2025 tanggal 27 Maret 2025, dan 24 March 2023, PADG
PADG No. 31 tahun 2025 tanggal No. 12 year 2023 dated 27 September 2023,
23 Desember 2025. Parameter pemenuhan PADG No. 8 year 2025 dated 27 March 2025,
GWM Rupiah ditetapkan sebesar 0% untuk dan PADG No. 31 year 2025 dated
GWM harian dan bertahap untuk pemenuhan 23 December 2025. The parameter of
GWM secara rata-rata yaitu sebesar 7,5% required GWM Rupiah is determined at 0%
mulai tanggal 1 Juli hingga 31 Agustus 2022 which is fulfilled on a daily basis and gradually
dan sebesar 9,0% mulai tanggal for the average basis, at 7.5% from 1 July to
1 September 2022. 31 August 2022 and at 9.0% from
1 September 2022.
178
Page 563
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
45. Informasi Tambahan (lanjutan) 45. Additional Information (continued)
Informasi tambahan berikut merupakan informasi The following additional informations are required
yang dipersyaratkan untuk diungkapkan oleh for disclosure by Financial Service Authorities
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai informasi (OJK), which is in addition to the Indonesian
tambahan atas Standar Akuntansi Keuangan di Accounting Standards: (continued)
Indonesia: (lanjutan)
a. Giro Wajib Minimum (GWM) (lanjutan) a. Minimum Reserve Requirements (GWM)
(continued)
Bank Indonesia melakukan penguatan Bank Indonesia has strengthened incentive
kebijakan insentif untuk mendorong peranan policy to stimulate the role of banks in
perbankan dalam pembiayaan kepada sektor financing priority sectors in accordance with
prioritas sesuai Peraturan Bank Indonesia Bank Indonesia Regulation (PBI)
(PBI) No. 24/5/PBI/2022 tentang Insentif bagi No. 24/5/PBI/2022 regarding Incentives for
Bank yang Memberikan Penyediaan Dana Banks Providing Funds for Certain and
untuk Kegiatan Ekonomi Tertentu dan Inclusive Economic Activities dated
Inklusif tanggal 25 Februari 2022, 25 February 2022, as further regulated
sebagaimana diatur lebih lanjut melalui through PADG No. 24/4/PADG/2022 dated
PADG No. 24/4/PADG/2022 tanggal 1 March 2022 as amended by the latest
1 Maret 2022 sebagaimana telah diubah amendment of PADG No. 1 of 2023 dated
dengan perubahan terakhir PADG No. 1 15 February, 2023, which then amended by
Tahun 2023 tanggal 15 Februari 2023, yang PADG No. 11 year of 2023 dated
selanjutnya diubah melalui PADG No. 11 27 September 2023 and the latest amendment
tahun 2023 tanggal 27 September 2023 dan by PADG No. 11 year 2024 dated 22 May 2024
perubahan terakhir melalui PADG No. 4 regarding “Regulations for Implementing
Tahun 2024 tanggal 22 Mei 2024 tentang Macroprudential Liquidity Incentive Policy”
“Peraturan Pelaksanaan Kebijakan Insentif Bank Indonesia provides incentives in the form
Likuiditas Makroprudensial” Bank Indonesia of leniency on the obligation to fulfill the
memberikan insentif berupa kelonggaran statutory reserve in rupiah which must be
atas kewajiban pemenuhan GWM dalam fulfilled on a daily basis of 3.20% and the
rupiah yang wajib dipenuhi secara harian obligation to fulfill the statutory reserve in
sebesar 3,20% dan kewajiban pemenuhan rupiah based on sharia principles is 2.50%.
GWM dalam rupiah berdasarkan prinsip
syariah sebesar 2,50%.
Insentif bagi Bank yang melakukan This incentive is given to Banks that provide
penyediaan dana untuk kegiatan ekonomi funds for certain and inclusive economic
tertentu dan inklusif ditetapkan oleh Bank activities as stipulated by Bank Indonesia and
Indonesia dan berlaku mulai tanggal are valid from 1 December 2023 to
1 Desember 2023 sampai dengan tanggal 29 February 2024.
29 Februari 2024.
Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) The Bank’s Macroprudential Intermediation
dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial Ratio (RIM) and Macroprudential Liquidity
(PLM) Bank pada tanggal 31 Desember 2024 Buffer (PLM) as of 31 December 2024 and
dan 2023 mengacu pada PADG 2023 refers to PADG No.24/14/PADG/2022
No.24/14/PADG/2022 tanggal 1 November dated 1 November 2022 regarding the fifth
2022 tentang perubahan kelima atas PADG amendment of PADG No.21/22/PADG/2019
No.21/22/PADG/2019 tanggal 28 November dated 28 November 2019 and PBI
2019 dan PBI No.23/17/PBI/2021 tanggal 17 No.23/17/PBI/2021 dated 17 December 2021
Desember 2021 tentang perubahan ketiga regarding the third amendment of PBI
atas PBI No.20/4/PBI/2018 tanggal 29 Maret No.20/4/PBI/2018 dated 29 March 2018
2018 tentang Rasio Intermediasi regarding Macroprudential Intermediation
Makroprudensial dan Penyangga Likuiditas Ratio and Macroprudential Liquidity Buffer for
Makroprudensial bagi Bank Umum Conventional Bank which the limit parameter
Konvensional yang parameter pemenuhan lower RIM are implemented from
batas bawah RIM diberlakukan sejak tanggal 1 January 2022 the RIM limit is less than 84%.
1 Januari 2022 batasan RIM adalah kurang
dari 84%.
179
Page 564
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
45. Informasi Tambahan (lanjutan) 45. Additional Information (continued)
Informasi tambahan berikut merupakan informasi The following additional informations are required
yang dipersyaratkan untuk diungkapkan oleh for disclosure by Financial Service Authorities
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai informasi (OJK), which is in addition to the Indonesian
tambahan atas Standar Akuntansi Keuangan di Accounting Standards: (continued)
Indonesia: (lanjutan)
a. Giro Wajib Minimum (GWM) (lanjutan) a. Minimum Reserve Requirements (GWM)
(continued)
Untuk batas atas RIM tetap sebesar 94% dan The upper limit for RIM is fixed at 94% and
PLM sebesar 4%. Pada tanggal PLM at 4%. As of 31 December 2025 and
31 Desember 2025 dan 2024 rasio RIM 2024, the RIM ratio are 74.73% and 88.83%.
adalah sebesar 74,73% dan 88,83%. Bank The Bank has calculated Giro RIM in
telah memperhitungkan Giro RIM sesuai accordance with applicable regulations.
dengan ketentuan yang berlaku.
b. Klasifikasi Berdasarkan Kolektibilitas b. Classification Based on OJK Collectability
OJK
1) Giro Pada Bank Lain 1) Current Accounts with Other Banks
Berdasarkan kolektibilitas, seluruh giro By collectability, all current accounts with
pada bank lain pada tanggal other banks as of 31 December 2025 and
31 Desember 2025 dan 2024 2024 are classified as current.
diklasifikasikan lancar.
2) Penempatan pada Bank Indonesia 2) Placement with Bank Indonesia and
dan Bank Lain other banks
Berdasarkan kolektibilitas, seluruh By collectability, all placements with Bank
penempatan pada Bank Indonesia dan Indonesia and other banks as of
bank lain pada tanggal 31 December 2025 and 2024 are
31 Desember 2025 dan 2024 classified as current.
diklasifikasikan lancar.
3) Efek-efek yang Diperdagangkan 3) Trading Securities
Manajemen Bank berkeyakinan bahwa The Bank’s management believes that as
pada tanggal 31 Desember 2025 dan of 31 December 2025 and 2024, all
2024, seluruh efek-efek yang trading securities are classified as current
diperdagangkan digolongkan lancar dan and not impaired.
tidak mengalami penurunan nilai.
4) Investasi Keuangan 4) Financial Investments
Berdasarkan kolektibilitas, seluruh By collectability, all financial investments
investasi keuangan pada tanggal as of 31 December 2025 and 2024 are
31 Desember 2025 dan 2024 classified as current.
diklasifikasikan lancar.
180
Page 565
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
45. Informasi Tambahan (lanjutan) 45. Additional Information (continued)
Informasi tambahan berikut merupakan informasi The following additional informations are required
yang dipersyaratkan untuk diungkapkan oleh for disclosure by Financial Service Authorities
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai informasi (OJK), which is in addition to the Indonesian
tambahan atas Standar Akuntansi Keuangan di Accounting Standards: (continued)
Indonesia: (lanjutan)
b. Klasifikasi Berdasarkan Kolektibilitas b. Classification Based on OJK Collectability
OJK (lanjutan) (continued)
5) Kredit yang Diberikan 5) Loans
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah Rupiah
Lancar 69.163.868 66.286.914 Current
Dalam perhatian khusus 2.474.050 2.512.770 Special mention
Kurang lancar 147.228 286.143 Sub-standard
Diragukan 176.641 444.839 Doubtful
Macet 1.679.274 1.290.500 Loss
73.641.061 70.821.166
Mata uang asing Foreign currencies
Lancar 37.234.676 28.161.183 Current
Dalam perhatian khusus 897.534 1.396.099 Special mention
Kurang lancar - 8.513 Sub-standard
Diragukan - - Doubtful
Macet 9.069 24.848 Loss
38.141.279 29.590.643
Total 111.782.340 100.411.809 Total
Cadangan kerugian
penurunan nilai (3.825.446) (3.959.553) Allowance for impairment losses
Neto 107.956.894 96.452.256 Net
Restrukturisasi kredit berdasarkan Restructured loan by collectability as
kolektibilitas adalah sebagai berikut: follows:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah Rupiah
Lancar` 994.086 1.207.017 Current
Dalam perhatian khusus 1.609.807 1.302.644 Special mention
Kurang lancar 56.219 66.556 Sub-standard
Diragukan 41.438 283.875 Doubtful
Macet 1.012.273 684.446 Loss
3.713.823 3.544.538
Mata uang asing Foreign currencies
Lancar 308.171 334.112 Current
Dalam perhatian khusus 897.534 1.396.099 Special mention
Kurang lancar - 8.513 Sub-standard
Macet 4.169 4.024 Loss
1.209.874 1.742.748
Total 4.923.697 5.287.286 Total
Cadangan kerugian
penurunan nilai (1.797.054) (1.933.488) Allowance for impairment losses
Neto 3.126.643 3.353.798 Net
181
Page 566
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
45. Informasi Tambahan (lanjutan) 45. Additional Information (continued)
Informasi tambahan berikut merupakan informasi The following additional informations are required
yang dipersyaratkan untuk diungkapkan oleh for disclosure by Financial Service Authorities
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai informasi (OJK), which is in addition to the Indonesian
tambahan atas Standar Akuntansi Keuangan di Accounting Standards: (continued)
Indonesia: (lanjutan)
b. Klasifikasi Berdasarkan Kolektibilitas b. Classification Based on OJK Collectability
OJK (lanjutan) (continued)
5) Kredit yang Diberikan (lanjutan) 5) Loans (continued)
Berikut ini adalah informasi signifikan The other significant information relating
lainnya sehubungan dengan kredit yang to loans are as follows: (continued)
diberikan:
a. Kredit bermasalah (NPL) pada a. Non-Performing Loans (NPL)
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 amounting to Rp2,012,212 and
masing-masing sebesar Rp2.012.212 Rp2,054,843 as of 31 December 2025
dan Rp2.054.843. and 2024, respectively.
Rasio NPL kotor pada tanggal Gross NPL ratio as of 31 December
31 Desember 2025 dan 2024 masing- 2025 and 2024 represents 1.80% and
masing sebesar 1,80% dan 2,05% 2.05% of the total loans, respectively,
dari total kredit yang diberikan, whereas net NPL ratio represents
sedangkan rasio NPL neto masing- 1.02% and 1.11% of the total loans,
masing sebesar 1,02% dan 1,11% respectively. Net NPL ratio is
dari jumlah kredit yang diberikan. calculated in accordance with Bank
Rasio NPL neto dihitung sesuai Indonesia Regulation No.
dengan peraturan Bank Indonesia 15/2/PBI/2013 dated 20 May 2013, that
No. 15/2/PBI/2013 tanggal the maximum net NPL ratio is 5% of the
20 Mei 2013, yang rasio kredit commercial bank’s total loans.
bermasalah bank umum secara neto
adalah maksimal sebesar 5% dari
jumlah kredit yang diberikan.
b. Rasio kredit usaha kecil terhadap b. The ratio of loans to small businesses to
jumlah kredit yang diberikan adalah the total loans is 0.05% and 0.69% as of
sebesar 0,05% dan 0,69% masing- 31 December 2025 and 2024,
masing pada tanggal respectively.
31 Desember 2025 dan 2024.
c. Pada tanggal 31 Desember 2025 dan c. As of 31 December 2025 and 2024,
2024, Bank telah mematuhi ketentuan the Bank is in compliance with the
Batas Maksimum Pemberian Kredit legal lending limit (BMPK) regulations,
(BMPK), baik terhadap pihak-pihak both for the related and non-related
berelasi maupun kepada pihak yang party borrowers.
tidak berelasi.
182
Page 567
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
45. Informasi Tambahan (lanjutan) 45. Additional Information (continued)
Informasi tambahan berikut merupakan informasi The following additional informations are required
yang dipersyaratkan untuk diungkapkan oleh for disclosure by Financial Service Authorities
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai informasi (OJK), which is in addition to the Indonesian
tambahan atas Standar Akuntansi Keuangan di Accounting Standards: (continued)
Indonesia: (lanjutan)
b. Klasifikasi Berdasarkan Kolektibilitas b. Classification Based on OJK Collectability
OJK (lanjutan) (continued)
6) Tagihan atas Surat Berharga yang 6) Receivables on Securities Purchased
Dibeli dengan Janji Dijual Kembali with Agreements to Resell
Berdasarkan kolektibilitas, seluruh By collectability, all receivables on
tagihan atas surat berharga yang dibeli securities purchased with agreements to
dengan janji dijual kembali pada tanggal resell as of 31 December 2025 and 2024
31 Desember 2025 dan 2024 are classified as current.
diklasifikasikan lancar.
7) Tagihan dan Liabilitas Akseptasi 7) Acceptance Receivables and Payables
Berdasarkan kolektibilitas, seluruh By collectability, all receivables on
tagihan atas surat berharga yang dibeli securities purchased with agreements to
dengan janji dijual kembali pada tanggal resell as of 31 December 2025 and 2024
31 Desember 2025 dan 2024 are classified as current.
diklasifikasikan lancar.
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Rupiah Rupiah
Lancar 210.006 274.162 Current
Mata uang asing Foreign currencies
Lancar 2.384.752 2.148.501 Current
Total 2.594.758 2.422.663 Total
Cadangan kerugian
penurunan nilai (4.482) (4.782) Allowance for impairment losses
Neto 2.590.276 2.417.881 Net
183
Page 568
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
45. Informasi Tambahan (lanjutan) 45. Additional Information (continued)
Informasi tambahan berikut merupakan informasi The following additional informations are required
yang dipersyaratkan untuk diungkapkan oleh for disclosure by Financial Service Authorities
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai informasi (OJK), which is in addition to the Indonesian
tambahan atas Standar Akuntansi Keuangan di Accounting Standards: (continued)
Indonesia: (lanjutan)
c. Posisi Devisa Neto c. Net Open Position
Posisi Devisa Neto (PDN) pada tanggal The Net Open Positions (NOP) as of
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai 31 Desember 2025 dan 2024 are as follows:
berikut:
31 Desember/31 December 2025
Mata uang asing
(nilai penuh)/
Foreign currencies Ekuivalen rupiah/
(full amount) Rupiah equivalent
Posisi Devisa
Neto/
Aset/ Liabilitas/ Aset/ Liabilitas/ Net Open
Assets Liabilities Assets Liabilities Position
Keseluruhan (laporan Aggregate (statement of
posisi keuangan dan financial position and
rekening administratif) and administrative accounts)
Yen Jepang 26.867.257.281 26.778.861.684 2.861.363 2.851.949 9.414 Japanese Yen
Dolar Amerika Serikat 9.578.782.763 9.570.704.184 159.726.203 159.591.492 134.711 United States Dollar
Krona Swedia 2.629.937 1.729.294 4.758 3.129 1.629 Swedish Krona
Dolar Singapura 412.934.024 412.637.068 5.353.710 5.349.860 3.850 Singapore Dollar
Yuan Cina (CNH) 2.691.419.162 2.821.912.771 6.419.035 6.730.262 311.227 (CNH) Chinese Yuan
Dolar Australia 90.901.013 88.348.566 1.013.750 985.284 28.466 Australian Dollar
Euro Eropa 275.912.320 275.957.285 5.400.003 5.400.883 880 European Euro
Yuan Cina (CNY) 151.662.850 22.044.608 361.673 52.570 309.103 (CNY) Chinese Yuan
Dolar Hong Kong 5.527.118 5.148.063 11.841 11.029 812 Hong Kong Dollar
Pound Sterling Inggris 5.973.856 5.998.618 134.051 134.606 555 Great Britain Pound Sterling
Dolar Selandia Baru 2.313.594 2.262.758 22.270 21.781 489 New Zealand Dollar
Dolar Kanada 2.193.827 2.202.220 26.693 26.796 103 Canadian Dollar
Franc Swiss 22.374.130 22.387.358 470.448 470.726 278 Swiss Franc
Baht Thailand 257.684 - 136 - 136 Thailand Baht
Ringgit Malaysia 18.335 - 75 - 75 Malaysian Ringgit
Total 40.110.157.894 40.010.194.477 181.806.009 181.630.367 801.728 Total
Total modal Desember 2025 20.313.884 Total capital December 2025
Rasio PDN atas modal Percentage of NOP to
Desember 2025 (keseluruhan) 3,95% December 2025 capital (aggregate)
Total modal November 2025 Total capital November 2025
(tidak diaudit) 20.072.111 (unaudited)
Rasio PDN atas modal Percentage of NOP to
November 2025 (keseluruhan) November 2025 capital
(tidak diaudit) 3,99% (aggregate) (unaudited)
184
Page 569
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
45. Informasi Tambahan (lanjutan) 45. Additional Information (continued)
Informasi tambahan berikut merupakan informasi The following additional informations are required
yang dipersyaratkan untuk diungkapkan oleh for disclosure by Financial Service Authorities
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai informasi (OJK), which is in addition to the Indonesian
tambahan atas Standar Akuntansi Keuangan di Accounting Standards: (continued)
Indonesia: (lanjutan)
c. Posisi Devisa Neto (lanjutan) c. Net Open Position (continued)
Posisi Devisa Neto (PDN) pada tanggal The Net Open Positions (NOP) as of
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai 31 Desember 2025 dan 2024 are as follows:
berikut: (lanjutan) (continued)
31 Desember/31 December 2024
Mata uang asing
(nilai penuh)/
Foreign currencies Ekuivalen rupiah/
(full amount) Rupiah equivalent
Posisi Devisa
Neto/
Aset/ Liabilitas/ Aset/ Liabilitas/ Net Open
Assets Liabilities Assets Liabilities Position
Keseluruhan (laporan Aggregate (statement of
posisi keuangan dan financial position and
rekening administratif) and administrative accounts)
Yen Jepang 24.260.533.527 24.217.550.197 2.499.562 2.495.134 4.428 Japanese Yen
Dolar Amerika Serikat 9.340.656.877 9.397.027.204 150.337.872 151.245.152 907.280 United States Dollar
Krona Swedia 94.335.683 93.349.215 138.037 136.595 1.442 Swedish Krona
Dolar Singapura 422.618.786 424.453.937 5.005.740 5.027.477 21.737 Singapore Dollar
Yuan Cina (CNH) 4.596.091.726 4.595.827.477 10.104.507 10.103.927 580 (CNH) Chinese Yuan
Dolar Australia 81.260.844 81.427.870 813.706 815.378 1.672 Australian Dollar
Euro Eropa 68.961.819 68.825.554 1.155.669 1.153.387 2.282 European Euro
Yuan Cina (CNY) 70.705.370 69.937.291 155.904 154.211 1.693 (CNY) Chinese Yuan
Dolar Hong Kong 5.631.080 5.395.204 11.674 11.185 489 Hong Kong Dollar
Pound Sterling Inggris 3.921.148 3.899.674 79.280 78.845 435 Great Britain Pound Sterling
Dolar Selandia Baru 6.374.937 6.397.692 57.808 58.014 206 New Zealand Dollar
Dolar Kanada 3.339.478 3.265.035 37.407 36.574 833 Canadian Dollar
Franc Swiss 4.148.533 4.142.963 73.907 73.807 100 Swiss Franc
Baht Thailand 301.608 - 142 - 142 Thailand Baht
Ringgit Malaysia 20.435 - 74 - 74 Malaysian Ringgit
Total 38.958.901.851 38.971.499.313 170.471.289 171.389.686 943.393 Total
Total modal Desember 2024 17.491.372 Total capital December 2024
Rasio PDN atas modal Percentage of NOP to
Desember 2024 (keseluruhan) 5,39% December 2024 capital (aggregate)
Total modal November 2024 Total capital November 2024
(tidak diaudit) 17.594.380 (unaudited)
Rasio PDN atas modal Percentage of NOP to
November 2024 (keseluruhan) November 2024 capital
(tidak diaudit) 5,36% (aggregate) (unaudited)
185
Page 570
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
45. Informasi Tambahan (lanjutan) 45. Additional Information (continued)
Informasi tambahan berikut merupakan informasi The following additional informations are required
yang dipersyaratkan untuk diungkapkan oleh for disclosure by Financial Service Authorities
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai informasi (OJK), which is in addition to the Indonesian
tambahan atas Standar Akuntansi Keuangan di Accounting Standards: (continued)
Indonesia: (lanjutan)
c. Posisi Devisa Neto (lanjutan) c. Net Open Position (continued)
Posisi Devisa Neto (PDN) pada tanggal The Net Open Positions (NOP) as of
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai 31 Desember 2025 dan 2024 are as follows:
berikut: (lanjutan) (continued)
Sesuai dengan PBI No. 17/5/PBI/2015 In accordance with PBI No. 17/5/PBI/2015
tanggal 29 Mei 2015 tentang perubahan dated 29 May 2015 regarding the fourth
keempat atas PBI No. 5/13/PBI/2003 tanggal amendment of PBI No. 5/13/PBI/2003 dated
17 Juli 2003 tentang Posisi Devisa Neto, 17 July 2003 regarding Net Open Position,
bank diwajibkan untuk memelihara PDN banks are required to maintain overall NOP at
secara keseluruhan setinggi-tingginya a maximum of 20% of capital.
adalah sebesar 20% dari modal.
PDN secara keseluruhan merupakan jumlah Overall NOP is the absolute amount of the
absolut dari selisih antara aset dan liabilitas difference between assets and liabilities
dalam mata uang asing yang disajikan dalam denominated in foreign currencies which is
Rupiah ditambah dengan selisih bersih dari presented in Rupiah plus the net difference
tagihan dan liabilitas komitmen dan from claims and liabilities on commitments and
kontinjensi yang dicatat dalam rekening contingencies recorded in administrative
administratif untuk setiap mata uang asing accounts for each foreign currency which is
yang disajikan dalam Rupiah. presented in Rupiah.
PDN Bank pada tanggal 31 Desember 2025 The NOP of the Bank as of 31 December 2025
dan 2024 telah memenuhi ketentuan BI. and 2024 are in compliance with BI
regulations.
186
Page 571
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
45. Informasi Tambahan (lanjutan) 45. Additional Information (continued)
Informasi tambahan berikut merupakan informasi The following additional informations are required
yang dipersyaratkan untuk diungkapkan oleh for disclosure by Financial Service Authorities
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai informasi (OJK), which is in addition to the Indonesian
tambahan atas Standar Akuntansi Keuangan di Accounting Standards: (continued)
Indonesia: (lanjutan)
d. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal d. Minimum Required Capital Adequacy
Minimum (KPMM) (CAR)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 As of 31 December 2025 and 2024, the
rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank’s Capital Adequacy Ratio (CAR) is
(KPMM) Bank dihitung berdasarkan POJK computed in accordance with POJK No. 27
No. 27 tahun 2022 tanggal year 2022 dated 26 December 2022 in
26 Desember 2022 tentang Perubahan accordance with Second Ammendment of
Kedua atas POJK No. 11/POJK.03/2016 POJK No. 11/POJK.03/2016 regarding
tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Capital Requirement with calculation
Minimum dengan perhitungan sebagai as follows:
berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
31 December 2025 31 December 2024
Modal inti 18.865.052 16.000.044 Core capital
Modal pelengkap 1.448.832 1.491.328 Supplementary capital
Total modal 20.313.884 17.491.372 Total capital
Aset Tertimbang Menurut
Risiko Kredit 95.042.657 95.081.237 Credit Risk Weighted Assets
Aset Tertimbang Menurut
Risiko Pasar 2.810.129 3.195.173 Market Risk Weighted Assets
Aset Tertimbang Menurut
Risiko Operasional 8.248.064 7.641.321 Operational Risk Weighted Assets
Rasio CET1 17,78% 15,11% CET1 ratio
Rasio Tier 1 17,78% 15,11% Tier 1 ratio
Rasio Tier 2 1,37% 1,41% Tier 2 ratio
Rasio total 19,15% 16,51% Total ratio
Rasio KPMM yang diwajibkan Required Capital Adequacy Ratio
sesuai dengan profil risiko 9,00% 9,00% in accordance with risk profile
Capital conservation buffer 2,50% 2,50% Capital conservation buffer
Countercyclical buffer 0,00% 0,00% Countercyclical buffer
Capital surcharge
untuk Bank Sistemik 1,00% 1,00% Capital surcharge for D-SIB
Persentase buffer yang wajib Buffer which must be fulfilled
dipenuhi oleh Bank 3,50% 3,50% by the Bank
CET1 untuk buffer 10,15% 7,51% CET1 for buffer
Bank juga diwajibkan untuk membentuk The Bank also required to establish additional
tambahan modal sebagai penyangga dengan capital as a buffer with explanation as follows:
penjelasan sebagai berikut:
a. Capital Conservation Buffer adalah a. Capital Conservation Buffer is additional
tambahan modal yang berfungsi sebagai capital which serves as a buffer in the
penyangga apabila terjadi kerugian pada event of a loss in the period of crisis;
periode krisis;
187
Page 572
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BANK UOB INDONESIA PT BANK UOB INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
dan untuk Tahun yang Berakhir and For the Year Then Ended
pada Tanggal Tersebut (Expressed in millions of Rupiah,
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, unless otherwise stated)
kecuali dinyatakan lain)
45. Informasi Tambahan (lanjutan) 45. Additional Information (continued)
Informasi tambahan berikut merupakan informasi The following additional informations are required
yang dipersyaratkan untuk diungkapkan oleh for disclosure by Financial Service Authorities
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai informasi (OJK), which is in addition to the Indonesian
tambahan atas Standar Akuntansi Keuangan di Accounting Standards: (continued)
Indonesia: (lanjutan)
d. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal d. Minimum Required Capital Adequacy
Minimum (KPMM) (lanjutan) (CAR) (continued)
Bank juga diwajibkan untuk membentuk The Bank also required to establish additional
tambahan modal sebagai penyangga dengan capital as a buffer with explanation as follows:
penjelasan sebagai berikut: (lanjutan) (continued)
b. Countercyclical Buffer adalah tambahan b. Countercyclical Buffer is an additional
modal yang berfungsi untuk capital which serves to anticipate losses in
mengantisipasi kerugian apabila terjadi the event of excessive credit growth and
pertumbuhan kredit perbankan yang thus, potentially disrupt the stability of the
berlebihan sehingga berpotensi financial system;
mengganggu stabilitas sistem
keuangan;
c. Capital Surcharge untuk Domestic c. Capital Surcharge for Domestic
Systemically Important Bank (D-SIB) Systemically Important Banks (D-SIB) is
adalah tambahan modal yang berfungsi additional capital which serves to reduce
untuk mengurangi dampak negatif the negative impact on the stability of the
terhadap stabilitas sistem keuangan dan financial system and economy in the
perekonomian apabila terjadi kegagalan event of the Bank’s failure which has a
Bank yang berdampak sistemik melalui systemic effect through an increase in the
peningkatan kemampuan Bank dalam Bank's ability to absorb losses.
menyerap kerugian.
Pemenuhan modal sebagai penyangga Fulfillment of capital as a buffer should be met
harus dipenuhi dengan menggunakan by using components of Common Equity
komponen Modal Inti Utama (Common Tier 1.
Equity Tier 1).
e. Penitipan Harta e. Custodianship
Bank juga memberikan jasa penitipan harta. The Bank engages in the provision of custodial
Pada tanggal 6 Juli 2010, Bank telah services. On 6 July 2010, the Bank has
memperoleh Surat Keputusan Badan obtained a Decree of the Capital Market and
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Financial Institutions Supervisory Agency No.
Keuangan No. KEP-287/BL/2010 tentang KEP-287/BL/2010 about The Stipulation of
Penetapan Penggunaan Persetujuan Use of Approval of Commercial Bank as
Bank Umum Sebagai Kustodian atas nama Custodian on behalf of PT Bank UOB
PT Bank UOB Indonesia. Indonesia.
46. Penyelesaian Laporan Keuangan 46. Completion of the Financial Statements
Manajemen bertanggung jawab atas penyajian The management is responsible for the preparation
laporan keuangan yang telah diselesaikan dan of financial statements which were completed and
diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Bank pada authorized for issuance by the Bank’s Board of
tanggal 25 Februari 2026. Directors on 25 February 2026.
188
Page 573
PT Bank UOB Indonesia Kantor Pusat UOB Plaza Jl. M.H. Thamrin No. 10 Jakarta 10230 Tel. (62) 21 2350 6000 Fax. (62) 21 2993 6632 www.uob.co.id UOB Indonesia uob.id UOB Indonesia
Names mentioned 250 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bank UOB Indonesia Membangun Masa Depan ASEAN
p.1
unresolved
org
Umum Pemegang Saham United Overseas Bank Limited
p.4
unresolved
org
Overseas Bank Limited
p.4 ×2
unresolved
org
Bank Pemberian Dana
p.5 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.11 ×17
unresolved
org
Bank UOB Indonesia Tahap I
p.14 ×2
unresolved
person
Samuel Ray
p.16
unresolved
person
Enrico Tanuwidjaja
p.17 ×4
unresolved
person
Sonny Hendra Sudaryana
p.17
unresolved
org
Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia
p.17
unresolved
person
Nailul Huda
p.17
unresolved
person
Glenn Natamihardja
p.17
unresolved
person
Albert Z Budiman
p.17
unresolved
org
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
p.18
unresolved
person
Emil Dardak
p.19
unresolved
person
Emillya Soesanto
p.19
unresolved
person
Hendriyono Rachman
p.19
unresolved
person
Pauline Suharno
p.19
unresolved
person
Ferry Malvinas
p.19
unresolved
person
Herman Soesetyo
p.19
unresolved
person
Reza Yamora Siregar
p.20
unresolved
org
Menteri Koordinator Perekonomian
p.20
unresolved
person
Arief Rachman
p.20
unresolved
org
Departemen Pengelolaan Moneter
p.20
unresolved
person
Fajarini Puntodewi
p.21
unresolved
org
Kementerian Perdagangan
p.21
unresolved
person
Mukti Sardjono
p.21
unresolved
person
Ernest Tan
p.21
unresolved
org
Yayasan Ruangguru
p.22
unresolved
org
Bank Penguatan Budaya Sumber Daya Manusia
p.31
unresolved
org
Demografi Karyawan United Overseas Bank Limited
p.36
unresolved
org
United
60
Overseas Bank
p.36
unresolved
person
Eliza Pondaag S.H.
· Notaris
p.38
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik
p.38
unresolved
org
Menteri
p.38
unresolved
org
Yayasan Kesejahteraan Nusantara
p.38
unresolved
person
H. Thamrin
p.39 ×8
unresolved
org
Bank Internasional Indonesia
p.39
unresolved
org
PT Bank Buana Indonesia
p.40 ×2
unresolved
org
Bank UOB Buana Tbk
p.40 ×4
unresolved
org
Buana Indonesia Tbk
p.42
unresolved
org
Bank Pembinaan Nasional
p.42
unresolved
org
Bank Aman Makmur
p.42
unresolved
org
Bank UOB Buana. Asri Petrochemical Tbk.
p.42 ×2
unresolved
org
PT Sompo
p.42
unresolved
org
Indonesia. Finance Corporation
p.42
unresolved
org
Private Limited
p.42 ×3
unresolved
org
Bank Draft
p.47
unresolved
person
Consumer
· Direktur
p.48
unresolved
person
RUPST
· Komisaris
p.50 ×3
unresolved
org
PT Sumber Abadi Tirtasentosa
p.51
unresolved
org
PT Bhakti Securities
p.51
unresolved
org
PT Sucorinvest Asset Management
p.52
unresolved
org
Rintis dan Rekan
p.52
unresolved
org
Hadi Sutanto dan Rekan
p.52
unresolved
org
PT Jayatama Prima Distribusi
p.52
unresolved
org
PT Gulf Mangan Grup
p.52
unresolved
org
PT JMP Indonesia
p.52
unresolved
org
PT Sucor Sekuritas
p.52
unresolved
org
PT Sucorinvest Riwayat Pendidikan Central Gani
p.52
unresolved
org
Asia Kapitalindo Securities Tbk
p.52 ×2
unresolved
org
PT Asia Kapitalindo Finance
p.52
unresolved
org
PT Danamon GT Management
p.52
unresolved
org
PT Jakarta Rangkap
p.52
unresolved
org
PT Danamon Securities
p.52
unresolved
org
PT Bank Beliau
p.52
unresolved
org
Danamon Indonesia Tbk
p.52
unresolved
org
PT Chase Leasing Indonesia
p.52
unresolved
org
Trimegah Securities Tbk
p.54 ×2
unresolved
org
Computer Ltd
p.54
unresolved
org
Schroders Investment Management Pte Ltd
p.54
unresolved
org
PT Schroders Investment
p.54
unresolved
org
PT Bank Niaga
p.55
unresolved
org
Overseas Union Bank Limited
p.55
unresolved
org
Global Markets
· Direktur
p.56
unresolved
org
PT Bank ANZ Indonesia
p.56
unresolved
org
PT Standard
p.56
unresolved
org
PT Rabobank International Indonesia
p.56
unresolved
org
America Corporation
p.56
unresolved
org
PT GE Finance Indonesia
p.56
unresolved
org
PT Bank BII Commonwealth
p.57
unresolved
org
Profil Perusahaan United Overseas Bank Limited
p.60
unresolved
org
Profil Perusahaan Ikhtisar Keuangan United Overseas Bank Limited
p.62
unresolved
org
Singapura United Overseas Bank Limited
p.63 ×2
unresolved
org
Singapore Pte Ltd.
p.65
unresolved
—
HSBC (Singapore
p.65
unresolved
org
Nominees Pte Ltd
p.65
unresolved
org
Private Ltd DBSN Services Pte. Ordinary Shares Ltd.
p.65
unresolved
org
United Overseas
100%
Bank
p.65
unresolved
org
PT Bank UOB Indonesia Other Shareholders
p.65
unresolved
org
Pemegang Saham Pengendali Bank. United Overseas Bank Limited
p.65
unresolved
—
Wali Amanat
· Kantor Akuntan Publik
p.68
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.68
unresolved
person
Lembaga Pemeringkat
· Notaris
p.68
unresolved
org
PT Raya Saham Registra
p.68
unresolved
org
Kantor Notaris Aulia Taufani S.
p.68
unresolved
org
PT Fitch Ratings Indonesia
p.68
unresolved
—
Rp5 miliar
· Kantor Akuntan Publik
p.68
unresolved
person
Palang Merah No. 30, Lantai 3,
p.70
unresolved
—
Medan 20231
p.70
unresolved
person
K.H. Wahid Hasyim
p.71 ×2
unresolved
person
Ir. H. Juanda
p.71 ×2
unresolved
org
Kota Serang
p.71
unresolved
—
Tomang Elok
p.72
unresolved
—
Sei Sikambing B,
p.72
unresolved
—
Ruko
p.72
unresolved
person
501, Kel. 9 Ilir Kec. Ilir Timur 3,
p.72
unresolved
org
Kota Pekanbaru
p.72
unresolved
—
Urip Sumoharjo
p.72
unresolved
org
Jebres, Kota Surakarta, 57129
p.72
unresolved
—
Purwokerto Kulon,
p.72
unresolved
—
Purwokerto Selatan,
p.72
unresolved
org
Kota Magelang
p.72
unresolved
org
Kota Yogyakarta
p.72
unresolved
—
Raya Bukit Darmo Golf,
p.73
unresolved
—
Dukuh Pakis 60226
p.73
unresolved
—
Gajah Mada No. 68,
p.73
unresolved
org
Kabupaten Jember 68131
p.73
unresolved
person
Dr. Wahidin
p.73
unresolved
—
Niti Mandala Raya No.17 Renon,
p.73
unresolved
—
Dangin Puri Klod,
p.73
unresolved
—
Sudirman No. 16,
p.73
unresolved
org
Kabupaten Banyuwangi 68416
p.73
unresolved
—
Gus Dur (d/h.
p.73
unresolved
org
Kabupaten Jombang 61419
p.73
unresolved
—
Basuki Rahmat No. 63,
p.73
unresolved
org
Kauman, Klojen, Kota Malang 65119
p.73
unresolved
org
Kota Makassar
p.73
unresolved
org
Kota Pontianak
p.73
unresolved
—
Pangeran Diponegoro
p.73
unresolved
org
Kota Samarinda 75112
p.73
unresolved
—
Komp. Glodok
p.74
unresolved
—
Glodok
p.74
unresolved
org
Tamansari, Kota Jakarta Barat 11110
p.74
unresolved
—
Sopo Del
p.74
unresolved
—
Sukarjo Wiryopranoto
p.74
unresolved
—
Mangga Besar No. 68 – 68 A,
p.74
unresolved
—
Mangga
p.74
unresolved
—
Pangeran Jayakarta
p.74
unresolved
—
Sawah Besar 10730
p.74
unresolved
—
Banking Center Lantai 7 Unit No.1,
p.74
unresolved
—
Metro Tanah
p.74
unresolved
—
Abang
p.74
unresolved
—
Kampung Bali Kec. Tanah Abang,
p.74
unresolved
—
Suite 101 AA,
p.74
unresolved
—
Kav.62, Kel. Karet, Kec. Setiabudi,
p.74
unresolved
—
Bekasi
p.75
unresolved
—
Desa Kayuringin, Bekasi 17144
p.75
unresolved
—
Mataram Lippo Cikarang,
p.75
unresolved
—
Cibatu Kec. Cikarang
p.75
unresolved
—
Komplek Pertokoan Green Ville
p.75
unresolved
—
Komplek
p.75
unresolved
—
Garden
p.75
unresolved
—
Ruko BSD Golden Boulevard,
p.75
unresolved
org
Utara, Kota Tangerang Selatan 15320
p.75
unresolved
—
Pondok
p.76
unresolved
person
Panglima Polim Raya No. 18A, B, C,
p.76
unresolved
—
Panglima
p.76
unresolved
—
Polim
p.76
unresolved
org
Kota Medan
p.76
unresolved
—
Blok A No.58,
p.76
unresolved
—
Percut Sei Tuan,
p.76
unresolved
—
KS. Tubun No. 1, Kel. Temanggung
p.76
unresolved
—
Temanggung 56212
p.76
unresolved
—
Perak Timur No. 42,
p.77
unresolved
—
Perak Timur, Kec. Pabean Cantian,
p.77
unresolved
—
Kapas Krampung 55 B,
p.77
unresolved
—
Kapas
p.77
unresolved
—
Krampung
p.77
unresolved
—
Surabaya 60135
p.77 ×2
unresolved
org
Kota Surabaya
p.77 ×2
unresolved
—
Margorejo, Kec. Wonocolo,
p.77
unresolved
org
Kota Mojokerto
p.77
unresolved
—
Kertoarjo
p.77
unresolved
org
Bank Indonesia International Monetary Fund
p.80
unresolved
org
Milik Negara
p.94
unresolved
org
Bank Indonesia Fast
p.97
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.98
unresolved
org
Bank Indonesia Floating Rate Notes
p.100
unresolved
—
Entit
· Anggota
p.130
unresolved
person
Kandidat
· Direktur
p.133 ×3
unresolved
person
Johanes Susilo Sampai
· Komisaris Independen
p.135 ×21
unresolved
person
W. Kartyono Sampai
· Direktur
p.135 ×22
unresolved
org
Kementerian Hukum Republik Indonesia. Keputusan RUPST
p.135
unresolved
org
Kementerian Hukum Republik Indonesia.
p.136
unresolved
—
LaporanKeuanganPerseroan,
· 28 Februari 2024.
p.137
unresolved
—
Berakhir pada tanggal 31
· cadangan wajib sebagai Laba Ditahan sebesar Rp668.213.399.733,- (enam ratus enam
p.137
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Keputusan RUPST
p.139
unresolved
org
PT Bank Terealisasi
p.139
unresolved
org
Bank Umum. Pembaruan
p.139
unresolved
org
PT Bank UOB Indonesia. Kebijakan
p.140
unresolved
person
Independensi
· Komisaris
p.142
unresolved
person
Rangkap
· Komisaris
p.142
unresolved
org
Bank Semester II Tahun
p.143
unresolved
person
Frekuensi
· Komisaris
p.144
unresolved
person
Program Orientasi Bagi
· Komisaris
p.145
unresolved
org
PT Bank UOB Indonesia Direksi
p.146
unresolved
org
PT Bank UOB
p.146
unresolved
person
Pejabat-Pejabat
· Direktur Utama
p.147
unresolved
org
Young Global Limited
p.375
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.