Skip to content
Back to announcement

LK PJA 31 Maret 2026 (13 April 2026).pdf

Financial statement Text extracted PJAA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 74

Page 1
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk
DAN ENTITAS ANAK

Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan
31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
Page 2
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk
DAN ENTITAS ANAK




Daftar Isi                                             Halaman



Surat Pernyataan Direksi

Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan
31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)

 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim               1

 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain         3
 Konsolidasian Interim

 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim             4

 Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim                      5

 Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim         6
Page 3
13
Page 4
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                     Catatan     31 Maret 2026      31 Desember 2025
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas                                                   3, 39, 43            398.551                 278.521
Piutang Usaha
 Pihak Berelasi                                                      4, 39, 43                213                     220
 Pihak Ketiga                                                          4, 43               22.190                  61.542
Piutang Lain-lain
 Pihak Berelasi                                                       5, 43                   500                     500
 Pihak Ketiga                                                                               7.764                 180.617
Persediaan                                                              6                   7.103                   7.816
Aset Real Estat                                                         8                 280.781                 278.606
Uang Muka                                                               7                   2.368                   1.142
Pajak Dibayar di Muka                                                  9.a                 37.079                  36.317
Biaya Dibayar di Muka                                                  10                  12.311                   8.270
Aset Lain-lain                                                         19                   5.307                   5.307
Jumlah Aset Lancar                                                                        774.167                 858.858

ASET TIDAK LANCAR
Aset Pajak Tangguhan                                                   9.d                    783                   783
Investasi pada Ventura Bersama                                          12                  5.803                 5.803
Investasi pada Entitas Asosiasi                                         13                 27.132                26.761
Investasi Jangka Panjang Lainnya                                      14, 43               57.529                57.529
Properti Investasi                                                      15                188.538               191.570
Aset Tetap                                                              16              2.381.572             2.400.112
Aset Hak Guna                                                           17                 56.815                58.647
Aset Takberwujud                                                        18                 27.873                27.188
Aset Lain-lain                                                          19                  6.242                 6.403
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                                2.752.287             2.774.796
JUMLAH ASET                                                                             3.526.454             3.633.654




Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan


d1/April 14, 2026                                                1                                  paraf/sign:
Page 5
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                      Catatan     31 Maret 2026       31 Desember 2025
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha
 Pihak Berelasi                                                      19, 39, 43                840                      840
 Pihak Ketiga                                                            19                 14.026                    7.157
Utang Lain-lain - Pihak Ketiga                                           21                  8.290                    8.563
Utang Pajak                                                             9.b                 14.704                   22.287
Beban Akrual dan Provisi                                               22, 43              197.381                  173.604
Liabilitas Jangka Panjang yang
 Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
  Utang Bank                                                           23, 43               25.263                   25.263
  Liabilitas Sewa                                                        17                  6.703                    6.596
  Utang Obligasi                                                       24, 43                    --                  65.400
  Pendapatan Diterima di Muka dan Uang Muka Pelanggan                    25                 54.459                   76.732
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                            321.666                  386.442

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas Jangka Panjang Setelah Dikurangi
 Bagian yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
 Utang Bank                                                            23, 43              163.272                  169.660
 Utang Obligasi                                                        24, 43              501.227                  500.911
 Pendapatan Diterima di Muka dan Uang Muka Pelanggan                     25                274.239                  266.214
Liabilitas Sewa                                                          17                 76.186                   77.902
Liabilitas Pajak Tangguhan                                              8.d                159.740                  159.647
Jaminan Pelanggan dan Deposit Lainnya                                    26                 24.467                   26.239
Liabilitas Imbalan Kerja                                                 27                184.023                  186.575
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                         1.383.154              1.387.148
JUMLAH LIABILITAS                                                                        1.704.820              1.773.590

EKUITAS
EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
 PEMILIK ENTITAS INDUK
Modal Saham
 Modal Dasar sebesar 5.759.999.998
  saham terdiri dari 1 saham seri A, 1 saham seri B dengan nilai nominal
  masing-masing Rp500 (Rupiah penuh) per saham serta 5.759.999.996 saham
  seri C dengan nilai nominal Rp250 (Rupiah penuh) per saham
 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh sebesar
  1.599.999.998 saham terdiri dari 1 saham seri A, 1 saham seri B
  dan 1.599.999.996 saham seri C                                         28                400.000                  400.000
Tambahan Modal Disetor                                                   29                 40.404                   40.404
Saldo Laba
 Ditentukan Penggunaannya                                                                   46.588                 46.588
 Belum Ditentukan Penggunaannya                                                          1.521.257              1.560.061
Penghasilan Komprehensif Lain                                            14              (208.778)              (208.778)
Komponen Ekuitas Lainnya                                                                     2.427                  2.427
Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
 kepada Pemilik Entitas Induk                                                            1.801.898              1.840.702
Kepentingan Nonpengendali                                               30                  19.736                   19.362
JUMLAH EKUITAS                                                                           1.821.634              1.860.064
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                            3.526.454              3.633.654




Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan


d1/April 14, 2026                                                2                                    paraf/sign:
Page 6
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                                           31 Maret
                                                                     Catatan   2026                    2025
PENDAPATAN USAHA                                                     31, 39           207.575                   210.797

Beban Pokok Pendapatan                                                 32          (10.228)                   (6.915)
Beban Langsung                                                         32         (140.995)                 (129.703)
Beban Pokok Pendapatan dan Beban Langsung                                         (151.223)                 (136.618)
LABA BRUTO                                                                             56.352                    74.179
Penghasilan Bunga                                                                        2.945                     2.971
Penghasilan Lainnya                                                    34                4.893                    10.906
Beban Umum dan Administrasi                                            33             (64.716)                  (59.439)
Beban Penjualan                                                        33              (6.253)                   (6.247)
Kerugian Selisih Kurs - Bersih                                                              (6)                       (5)
Beban Lain-lain                                                        35              (7.605)                   (4.953)
Jumlah Beban Usaha                                                                    (70.742)                  (56.767)
LABA (RUGI) USAHA                                                                     (14.390)                   17.412
Bagian Laba Bersih Entitas Asosiasi                                    12                  374                       575
Bagian Laba Bersih Ventura Bersama                                     11                    --                        8
Beban Keuangan                                                         36             (16.898)                  (18.952)
Beban Pajak Final                                                      10              (5.859)                   (5.887)
RUGI SEBELUM PAJAK                                                                    (36.773)                   (6.844)
Beban Pajak Penghasilan                                                9.c             (1.657)                   (4.475)
RUGI BERSIH TAHUN BERJALAN                                                            (38.430)                  (11.319)

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN                                                                --                        --
JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                               (38.430)                  (11.319)
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN
 YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
 Pemilik Entitas Induk                                                                (38.804)                  (11.171)
 Kepentingan Nonpengendali                                             30                  374                     (148)
JUMLAH                                                                                (38.430)                  (11.319)
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN
 YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
 Pemilik Entitas Induk                                                                (38.804)                  (11.171)
 Kepentingan Nonpengendali                                             30                  374                     (148)
JUMLAH                                                                                (38.430)                  (11.319)

RUGI PER SAHAM DASAR (Rupiah Penuh)                                    37                 (24)                        (7)




Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan


d1/April 14, 2026                                                3                                paraf/sign:
Page 7
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                                    Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
                                                       Tambahan Modal Disetor                    Saldo Laba
                                                 Modal         Agio         Selisih antara       Ditentukan       Belum Ditentukan        Penghasilan      Komponen         Jumlah       Kepentingan      Jumlah
                                       Catatan   Disetor      Saham      Aset dan Liabilitas Penggunaannya        Penggunaannya *) Komprehensif Lain     Ekuitas Lainnya                Nonpengendali     Ekuitas
Saldo per 31 Desember 2024                         400.000        36.709               3.695           44.810           1.424.245            (197.586)             2.427    1.714.300          19.577     1.733.877

Rugi Bersih Periode Berjalan                             --            --                 --                --            (11.171)                  --                 --    (11.171)            (148)     (11.319)
Saldo per 31 Maret 2025                            400.000        36.709               3.695           44.810           1.413.074            (197.586)             2.427    1.703.129          19.429     1.722.558

Cadangan Umum                            38              --            --                 --            1.778              (1.778)                  --                 --          --                --          --
Dividen                                  38              --            --                 --                --            (38.400)                  --                 --    (38.400)                --    (38.400)
Laba Bersih Tahun Berjalan                               --            --                 --                --            180.194                   --                 --    180.194             (230)     179.964
Kerugian Komprehensif Tahun Berjalan                     --            --                 --                --             (4.200)            (11.192)                 --    (15.392)               15     (15.377)
Saldo per 31 Desember 2025                         400.000        36.709               3.695           46.588           1.560.061            (208.778)             2.427    1.840.702          19.362     1.860.064

Laba Bersih Tahun Berjalan                               --            --                 --                --            (38.804)                  --                 --    (38.804)             374      (38.430)
Saldo per 31 Maret 2026                            400.000        36.709               3.695           46.588           1.521.257            (208.778)             2.427    1.801.898          19.736     1.821.634




Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan


d1/April 14, 2026                                                                                  4                                                                                          paraf/sign:
Page 8
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                                      31 Maret
                                                                 Catatan   2026                       2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
 Penerimaan dari Pelanggan                                                      409.539                     244.473
 Pembayaran kepada Pemasok dan Pihak Ketiga                                   (131.325)                   (123.596)
 Pembayaran kepada Karyawan                                                    (63.784)                    (53.184)
 Kas Dihasilkan dari Operasi                                                      214.430                       67.693
 Pendapatan Bunga                                                                    2.945                        2.971
 Penerimaan Klaim Asuransi                                                             893                           49
 Pembayaran Pajak Penghasilan                                                      (6.700)                     (29.341)
 Pembayaran Beban Bunga dan Keuangan                                              (16.898)                     (18.952)
 Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                                      194.670                       22.420
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
 Perolehan Aset Tetap                                                16            (6.290)                     (22.212)
 Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                                    (6.290)                     (22.212)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
 Pembayaran Liabilitas Sewa                                          17            (2.950)                      (2.857)
 Pembayaran Utang Obligasi                                           24           (65.400)                           --
 Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                                   (68.350)                      (2.857)

PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                               120.030                       (2.649)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                                     278.521                      292.786
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                                    398.551                      290.137




Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan Keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan


d1/April 14, 2026                                                5                               paraf/sign:
Page 9
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

1.   Umum

     1.a.   Pendirian Perusahaan
            PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (‘’Perusahaan’’) didirikan berdasarkan Akta No. 33 tanggal 10 Juli
            1992 yang dibuat dihadapan Notaris pengganti Achmad Abid, S.H., Notaris di Jakarta, yang kemudian
            telah diperbaharui dengan Akta No. 98 tanggal 22 Agustus 1992 dan Akta No. 134 tanggal
            8 September 1992 yang dibuat dihadapan Notaris Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian
            dan perubahan ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat keputusannya
            No. C2-7514.HT.01.01. TH.92 tanggal 11 September 1992, serta diumumkan dalam Berita Negara
            Republik Indonesia No. 95, tanggal 27 Nopember 1992, Tambahan No. 6071. Anggaran Dasar
            tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan, sebagaimana perubahan terakhir dimuat dalam
            Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk.
            No. 56 tanggal 25 April 2025, dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta Selatan, akta
            mana telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
            Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
            Perseroan, Tbk. No. AHU-0030431.AH.01.02. tanggal 9 Mei 2025.

            Pada awalnya, dalam rangka pengembangan kawasan Ancol sebagai kawasan wisata terpadu, pada
            tahun 1966, Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Pemda DKI) menunjuk PT Pembangunan
            Ibu Kota Jakarta Raya (PT Pembangunan Jaya) sebagai Badan Pelaksana Pembangunan Proyek
            Ancol (BPP Ancol) berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta
            Raya No. 1b/3/1/26/1966 tanggal 19 Oktober 1966. Pada tahun 1966, Perusahaan memulai kegiatan
            operasinya secara komersial. Pada tanggal 10 Juli 1992, status BPP Ancol diubah menjadi suatu
            badan hukum, yaitu menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol, dengan komposisi kepemilikan sahamnya
            adalah Pemda DKI sebesar 80% dan PT Pembangunan Jaya sebesar 20%.

            Sesuai dengan pasal 3 (tiga) Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
            berusaha dalam bidang pembangunan dan jasa. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut,
            Perusahaan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
            • Menjalankan usaha-usaha di bidang pembangunan, antara lain dapat bertindak sebagai
               pengembang, pemborong pada umumnya, dan pengembang wilayah pemukiman;
            • Menjalankan usaha di bidang jasa, yaitu konsultasi bidang perencanaan dan pengawasan
               pembangunan.

            Pada saat ini Perusahaan dan Entitas Anak (“Grup”) berusaha dalam bidang:
            • Real estat, yaitu pembangunan, penjualan dan penyewaan bangunan dan penjualan tanah
              kaveling;
            • Pariwisata, termasuk mengelola taman bermain dan arena rekreasi, pasar seni dan dermaga.

            Perusahaan tergabung dalam Jaya Grup. PT Pembangunan Jaya merupakan pemegang saham
            dengan pengaruh signifikan atas Perusahaan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merupakan
            entitas induk utamanya.

            Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor pusat beralamat di Gedung Ecovention, Jl. Lodan
            Timur No. 7 Kel. Ancol Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

     1.b. Komisaris, Direksi dan Karyawan
          Berdasarkan Akta No. 41 tanggal 19 September 2025 dan Akta No. 36 tanggal 14 Desember 2024
          dari Notaris Aulia Taufani S.H., susunan pengurus Perusahaan masing-masing pada tanggal
          31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                            31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
            Komisaris Utama           :                              Irfan Setiaputra *)
            Komisaris                 :                               Suharini Eliawati
                                                                        Lies Hartono
                                                                          Sutiyoso
                                                                   Trisni Puspitaningtyas
                                                        6
Page 10
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                             31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
          Direktur Utama                   :                                                   Winarto
          Direktur                         :                                         Cahyo Satriyo Prakoso
                                                                                       Daniel Nainggolan
                                                                                         Eddy Prastiyo
                                                                                      Syahmudrian Lubis

          Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perusahaan nomor 001/KOM-PJA/V/2025 dan
          nomor 001/KOM-PJA/III/2023, susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan
          31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                             31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
            Ketua                              :                                          Irfan Setiaputra
            Anggota                            :                                          Teti Eko Pratiwi
                                                                                          Loso Judijanto
                                                                                              Buntoro

          Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                         31 Desember 2025 dan 31 Desember 2025
          Sekretaris Perusahaan            :                                            Agung Praptono



          Ketua Satuan Pengendalian Internal Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember
          2025 adalah sebagai berikut:

                                                                              31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
          Ketua                            :                                                  Dimas Fallony

          Jumlah karyawan per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing adalah 567 dan 547
          karyawan (tidak diaudit).

   1.c.   Entitas Anak
          Dalam laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan dan Entitas Anak secara bersama - sama
          disebut sebagai “Grup”.

          Perusahaan memiliki pengendalian atas entitas anak sebagai berikut:

                       Entitas        Domisili          Jenis Usaha          Tahun   Persentase        31 Maret 2026             31 Desember 2025
                        Anak                                               Operasi Kepemilikan     Jumlah      Jumlah Laba     Jumlah      Jumlah Laba
                                                                          Komersial    %            Aset       (Rugi) Bersih    Aset       (Rugi) Bersih
          PT Taman Impian             Jakarta      Pariwisata                 1972     99,99       2.785.909        (13.371)   2.778.313         89.551
          Jaya Ancol (PT TIJA)
          PT Seabreez                 Jakarta      Pariwisata,                1972     96,57         36.422          (1.801)     38.171          (4.716)
          Indonesia (PT SI)                        Perdagangan
                                                   dan Jasa
          PT Jaya Ancol (PT JA)       Jakarta      Pariwisata                 2009      100          13.339              65      12.751             362
          PT Sarana Tirta Utama       Jakarta      Jasa, Penjernihan          2010     65,00         29.328            1.066     27.078            (903)
           (PT STU)                                dan Pengelolaan
                                                   air bersih, Limbah,
                                                   Penyaluran dan
                                                   pendistribusian
                                                   air bersih
          PT Jaya Ancol Pratama Tol   Jakarta      Pembangunan Tol            2011     60,00         12.310              87      12.224             472
           (PT JAPT)                               dan Jasa




                                                                         7
Page 11
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


                    Entitas    Domisili        Jenis Usaha       Tahun   Persentase      31 Maret 2026           31 Desember 2025
                     Anak                                     Operasi Kepemilikan     Jumlah    Jumlah Laba     Jumlah    Jumlah Laba
                                                             Komersial    %            Aset     (Rugi) Bersih    Aset     (Rugi) Bersih
        PT Taman Impian (TI)   Jakarta    Pariwisata             2012       100        11.413             54     11.105             256
        PT Genggam Anugerah    Jakarta    Jasa Konsultan         2012       100           401            (10)       420            (44)
         Lumbung Kuliner


        Semua entitas anak berdomisili di Jakarta.

        PT Taman Impian Jaya Ancol (”PT TIJA”)
        PT TIJA mengelola pintu gerbang, taman dan pantai, dunia fantasi, kolam renang, pertunjukan
        binatang, penginapan wisata, dan penjualan merchandise.

        Berdasarkan Akta No. 53 tanggal 20 Agustus 2021 yang dibuat dihadapan Notaris Aulia Taufani, S.H.,
        Notaris di Jakarta Selatan, pemegang saham PT TIJA menyetujui untuk menerbitkan 1.179 lembar
        saham baru nilai nominal seluruhnya senilai Rp117.937, dan sehubungan dengan hal tersebut maka
        modal ditempatkan dan disetor akan berubah dari sebesar Rp5.721 menjadi Rp6.700. Akta
        perubahan ini telah disetujui oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
        dalam Surat Keputusan No. AHUAH. 01.03-0440151 Tahun 2021 tanggal 24 Agustus 2021.

        Modal dasar PT TIJA sebesar Rp689.998 ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 6.899 saham
        dengan nilai nominal sebesar Rp100 (Rupiah penuh) per saham, dengan komposisi sebagai berikut:
        - Perusahaan memiliki 99,9999976% atau sebanyak 6.899. saham dengan nilai sebesar
           Rp689.998.
        - PT Pembangunan Jaya memiliki 0,0000024% atau sebanyak 168 saham dengan nilai sebesar
           Rp16.800 (Rupiah penuh).

        PT Seabreez Indonesia (”PT SBI”)
        PT SBI mengelola penginapan wisata dan sarana transportasi di Kepulauan Seribu, restoran,
        pertunjukan binatang keliling dan penyewaan lahan.

        Berdasarkan Akta No. 28 tanggal 13 Januari 2022 dari Notaris Aulia Taufani, S.H., pemegang saham
        PT SI menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dengan menerbitkan 844.214 lembar
        saham baru dengan nominal seluruhnya sebesar Rp21.105, yang diambil bagian oleh:
        - Perusahaan sebesar Rp20.846;
        - Tn. Slamet Budisukrisno sebesar Rp9;
        - PT TIJA sebesar Rp68; dan
        - Tn. Wardiman sebesar Rp182.

        Akta perubahan di atas telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
        Indonesia melalui surat No. AHUAH. 01.03-0075810 tanggal 3 Februari 2022.

        Dengan demikian, persentase kepemilikan Perusahaan dan PT TIJA pada PT SI berubah menjadi
        masing-masing sebesar 97,81% dan 0,32%.

        PT Jaya Ancol (”PT JA”)
        PT JA bergerak di bidang pariwisata. Berdasarkan Akta No. 30 tanggal 15 Mei 2019 dari Notaris
        Aulia Taufani, S.H., mengenai perubahan anggaran dasar, pemegang saham menyetujui
        pengurangan modal dasar PT JA dari sebesar 520.000 lembar saham dengan nilai nominal
        seluruhnya sebesar Rp520.000 menjadi 1.000 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya
        sebesar Rp1.000, serta menyetujui pengurangan modal ditempatkan dan disetor PT JA dari
        155.600 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp155.600 menjadi 300 lembar
        saham dengan nilai seluruhnya sebesar Rp300 dengan bagian pemegang saham Perusahaan
        sebesar Rp297 dan PT TIJA sebesar Rp3. Perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapatkan
        persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat
        Keputusan No. AHU-0034059.AH.01.02. tahun 2019 tanggal 30 September 2019.




                                                             8
Page 12
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

        Berdasarkan Akta No.15 tanggal 11 November 2019 yang dibuat oleh Notaris Aulia Taufani, S.H.,
        mengenai perubahan anggaran dasar, pemegang saham menyetujui untuk meningkatkan modal
        dasar dari 1.000 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp1.000 menjadi 10.000
        lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp10.000 serta menyetujui peningkatan
        modal ditempatkan dan disetor dari 300 lembar saham dengan nilai seluruhnya sebesar Rp300
        menjadi 4.600 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp4.600 yang diambil
        bagian oleh Perusahaan sebesar Rp4.257 dan PT TIJA sebesar Rp43. Perubahan anggaran dasar
        tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
        Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0102020.AH.01.02 tahun 2019 tanggal
        6 Desember 2019.

        Dengan demikian, persentase kepemilikan Perusahaan dan TIJA pada JA berubah menjadi masing-
        masing sebesar 99% dan 1%.

        PT Jaya Ancol Pratama Tol (“PT JAPT”)
        Pada tahun 2011, PT JA bersama dengan PT Jaya Konstruksi Pratama Tol mendirikan PT Jaya
        Ancol Pratama Tol (JAPT) dengan persentase kepemilikan masing-masing sebesar 60% dan
        40%.Pada tahun 2019 PT JAPT berdasarkan Akta No. 29 tanggal 15 Mei 2019 dihadapan Notaris
        Aulia Taufani, S.H., tentang perubahan anggaran dasar, menyetujui pengurangan modal dasar
        dari sebesar 429.250 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp429.250 menjadi
        50 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp50, serta menyetujui pengurangan
        modal ditempatkan dan disetor dari 235.625 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya
        sebesar Rp235.625 menjadi 15 lembar saham dengan nilai seluruhnya sebesar Rp15 yang diambil
        bagian oleh PT JA sebesar Rp9 dan PT Jaya Konstruksi Pratama Tol (PT JKPT) sebesar Rp6.
        Perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
        Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0034060.AH.01.02. tahun
        2019 tanggal 29 September 2019.

        PT Sarana Tirta Utama (”PT STU”)
        PT STU bergerak di bidang jasa pengelolaan air bersih, khususnya menyelenggarakan penjernihan
        dan pengelolaan air bersih dan limbah, pengadaan dan penyaluran dan pendistribusian air bersih.
        Perusahaan bersama dengan PT Jaya Teknik Indonesia (PT JTI) mendirikan PT STU dengan
        kepemilikan masing-masing sebesar 65% dan 35%.

        PT Taman Impian (“PT TI”)
        PT TI bergerak di bidang pariwisata. Pada tahun 2012, PT TIJA bersama dengan PT JA mendirikan
        PT Taman Impian (PT TI) dengan persentase kepemilikan masing-masing sebesar 99% dan 1%.

        PT Genggam Anugerah Lumbung Kuliner (“PT GALK”)
        Berdasarkan akta No.1 dari Aulia Taufani, S.H., notaris di Jakarta 1 April 2021, ruang lingkup
        kegiatan PT GALK adalah jasa konsultasi manajemen. Pada tahun 2014, PT TI mengakuisisi 70%
        kepemilikan di PT GALK, sebelumnya entitas asosiasi, dan PT JA menambah kepemilikan 5% di
        PT GALK sehingga Perusahaan secara tidak langsung memiliki PT GALK 100%. Pada tahun 2021
        PT GALK berdasarkan Akta No. 21 tanggal 23 Februari 2021 dihadapan Notaris Aulia Taufani, S.H.,
        tentang perubahan anggaran dasar, menyetujui peningkatan modal dasar dari sebesar 3.000
        lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp3.000 menjadi 3.820 lembar saham
        dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp3.820, yang diambil bagian oleh PT TI sebesar
        Rp3.629 dan PT JA sebesar Rp191. Perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapatkan
        persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat
        Keputusan No. AHU-AH.01.03-0128568. tahun 2021 tanggal 26 Februari 2021.

   1.d. Penawaran Umum Saham Perusahaan
        Pada tanggal 22 September 2004, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
        Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. S-1915/PM/2004 untuk melakukan
        penawaran umum atas 800.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal 2 Juli
        2004 saham tersebut telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia).




                                                 9
Page 13
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

             Pada tanggal 30 September 2005, sejumlah saham Perusahaan seri C sejumlah 799.999.998
             lembar saham telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

             Pada tanggal 13 April 2006 para pemegang saham memutuskan pemecahan nilai nominal setiap
             saham seri C dari Rp500 menjadi Rp250 per saham. Sehingga jumlah saham seri C berubah
             menjadi 1.599.999.996 lembar saham.

     1.e.    Penawaran Umum Obligasi Perusahaan
             Perusahaan juga telah menerbitkan obligasi dengan jumlah nilai seluruhnya sebesar Rp503.060
             pada tahun 2024, Rp731.000 pada tahun 2021, Rp269.000 pada tahun 2019 serta Rp1.000.000
             pada tahun 2018 dan 2016 yang dibagi atas 5 (lima) seri obligasi, dengan rincian sebagai berikut:

             No.               Obligasi               Jumlah     Tingkat   Pemeringkat Peringkat    Tenor      Tanggal     Tanggal        Status
                                                     (Rp Juta)   Bunga                                        Penerbitan Jatuh Tempo
              1     Obligasi Berkelanjutan I Jaya
                     Ancol Tahap I Tahun 2016
                    Seri A                            250.000    8,10%      PEFINDO      id AA-    3 Tahun    20-Sep-16    29-Sep-19   Lunas
                    Seri B                             50.000    8,20%      PEFINDO      id AA-    5 Tahun    20-Sep-16    29-Sep-21   Lunas

              2     Obligasi Berkelanjutan I Jaya
                     Ancol Tahap II Tahun 2018
                    Seri A                            350.000    6,30%      PEFINDO      id AA-    370 Hari   18-Mei-18    23-Mei-19   Lunas
                    Seri B                            350.000    7,60%      PEFINDO      id AA-    3 Tahun    18-Mei-18    18-Mei-21   Lunas

              3     Obligasi Berkelanjutan II Jaya
                     Ancol Tahap I Tahun 2019
                                                      269.000    7,85%      PEFINDO      id A+     370 Hari   02-Jul-19    12-Jul-20   Lunas

              4    Obligasi Berkelanjutan II Jaya
                    Ancol Tahap II Tahun 2021
                   Seri A                             516.000    7,25%      PEFINDO       id A     370 Hari   10-Feb-21    20-Feb-22   Lunas
                   Seri B                             149.600    8,90%      PEFINDO       id A     3 Tahun    10-Feb-21    10-Feb-24   Lunas
                   Seri C                              65.400    9,60%      PEFINDO       id A     5 Tahun    10-Feb-21    10-Feb-26   Lunas

              5    Obligasi Berkelanjutan III Jaya
                    Ancol Tahap I Tahun 2024
                   Seri A                             446.030    8,50%      PEFINDO      id A+     3 Tahun    09-Juli-24    9-Jul-27   Belum Lunas
                   Seri B                              20.010    8,75%      PEFINDO      id A+     5 Tahun    09-Juli-24    9-Jul-29   Belum Lunas
                   Seri C                              37.020    9,00%      PEFINDO      id A+     7 Tahun    09-Juli-24    9-Jul-31   Belum Lunas


2.   Informasi Kebijakan Akuntansi Material

      2.a.   Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
             Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
             Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
             Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
             Keuangan- Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK–IAI), serta peraturan Pasar Modal yang berlaku
             antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
             Keuangan (OJK) No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten
             atau Perusahaan Publik.

      2.b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
           Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha
           serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian. Dasar pengukuran dalam
           penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali
           beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan
           akuntansi masing-masing akun tersebut. Biaya perolehan umumnya didasarkan pada nilai wajar
           imbalan yang diserahkan dalam pemerolehan aset.

             Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method)
             dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

             Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini
             adalah Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Grup.



                                                                           10
Page 14
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


    2.c.   Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif pada
           Periode Berjalan
           Berikut adalah amendemen dan penyesuaian atas standar akuntansi keuangan (SAK) yang
           berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2026, yaitu:
            Amandemen PSAK 109: Instrumen Keuangan dan PSAK 107 Instrumen Keuangan:
               Pengungkapan tentang Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan

           Implementasi standar-standar tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang
           dilaporkan di periode berjalan atau tahun sebelumnya.

    2.d. Prinsip-prinsip Konsolidasi
         Laporan keuangan konsolidasian mencakup laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas
         anak seperti disebutkan pada (Catatan 1.c).

           Entitas anak adalah entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan, yakni Perusahaan terekspos, atau
           memiliki hak, atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki
           kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kemampuan kini untuk
           mengarahkan aktivitas relevan dari entitas (kekuasaan atas investee).

           Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial dimana Grup memiliki kemampuan praktis untuk
           melaksanakan (yakni hak substantif) dipertimbangkan saat menilai apakah Grup mengendalikan
           entitas lain.

           Laporan keuangan konsolidasian Grup mencakup hasil usaha, arus kas, aset dan liabilitas dari
           Perusahaan dan seluruh entitas anak yang, secara langsung dan tidak langsung, dikendalikan oleh
           Perusahaan. Entitas anak dikonsolidasikan sejak tanggal efektif akuisisi, yaitu tanggal dimana
           Grup secara efektif memperoleh pengendalian atas bisnis yang diakuisisi, sampai tanggal
           pengendalian berakhir.

           Entitas induk menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan menggunakan kebijakan
           akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. Seluruh
           transaksi, saldo, laba, beban, dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan transaksi
           antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh.

           Grup mengatribusikan laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain kepada
           pemilik entitas induk dan kepentingan nonpengendali meskipun hal tersebut mengakibatkan
           kepentingan nonpengendali memiliki saldo defisit. Grup menyajikan kepentingan nonpengendali di
           ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.

           Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
           hilangnya pengendalian adalah transaksi ekuitas (yaitu transaksi dengan pemilik dalam
           kapasitasnya sebagai pemilik). Ketika proporsi ekuitas yang dimiliki oleh kepentingan
           nonpengendali berubah, Grup menyesuaikan jumlah tercatat kepentingan pengendali dan
           kepentingan nonpengendali untuk mencerminkan perubahan kepemilikan relatifnya dalam entitas
           anak. Selisih antara jumlah dimana kepentingan nonpengendali disesuaikan dan nilai wajar dari
           jumlah yang diterima atau dibayarkan diakui langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada
           pemilik dari entitas induk.

           Jika Grup kehilangan pengendalian, maka Grup:
           (a) Menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas entitas anak pada jumlah
               tercatatnya ketika pengendalian hilang;
           (b) Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak
               terdahulu ketika pengendalian hilang (termasuk setiap komponen penghasilan komprehensif
               lain yang diatribusikan pada kepentingan nonpengendali);
           (c) Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa, atau
               keadaan yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;
           (d) Mengakui sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal
               hilangnya pengendalian

                                                    11
Page 15
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

           (e) Mereklasifikasi ke laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba jika disyaratkan
               oleh SAK lain, jumlah yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain dalam kaitan dengan
               entitas anak;
           (f) Mengakui perbedaan apapun yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba
               rugi yang diatribusikan kepada entitas induk.

    2.e.   Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi
           Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor:
           a) Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
              tersebut:
               i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
               ii. memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
               iii. merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas
                    pelapor.

           b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
              i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya
                    entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lain);
              ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
                    asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang
                    mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
              iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
              iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
                    entitas asosiasi dari entitas ketiga;
              v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah
                    satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor
                    adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga
                    berelasi dengan entitas pelapor;
              vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam
                    huruf (a); atau
              vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (ii) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
                    merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
              viii. Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok
                    tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas palapor atau kepada
                    entitas induk dari entitas pelapor.

           Entitas yang berelasi dengan Pemerintah dapat berupa entitas yang dikendalikan atau dipengaruhi
           secara signifikan oleh Pemerintah Daerah yang merupakan Pemegang Saham entitas, atau entitas
           yang dikendalikan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta sebagai entitas induk utama.

           Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan
           yang relevan.

    2.f.   Instrumen Keuangan
           Pengakuan dan Pengukuran Awal
           Grup mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan
           konsolidasian, jika dan hanya jika, Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak
           instrumen tersebut. Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Grup
           mengukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada
           nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi
           yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau
           liabilitas keuangan tersebut. Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset
           keuangan dan penerbitan liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba
           rugi dibebankan segera.




                                                       12
Page 16
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

         Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan
         Aset keuangan Grup diklasifikasikan sebagai berikut: aset keuangan yang diukur pada biaya
         perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
         komprehensif lain, aset keuanganyang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dengan
         menggunakan dua dasar yaitu: model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan dan
         karakteristik arus kas kontraktual dari asset keuangan.

        (i)    Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
               Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika kedua kondisi berikut
               terpenuhi:
               (1) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
                   dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan
               (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
                   tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of
                   principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.

               Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan
               pembayaran pokok, kemudian dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif
               atas perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat jatuh tempo, dan penurunan
               nilainya.

               Pendapatan bunga dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif dan diakui di
               laba rugi. Perubahan pada nilai wajar diakui di laba rugi ketika asset dihentikan atau
               direklasifikasi.

               Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
               diamortisasi dapat dijual ketika terdapat peningkatan risiko kredit. Pembuangan karena alasan
               lain diperbolehkan tetapi penjualan tersebut harus tidak signifikan nilainya atau jarang terjadi.

        (ii)   Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain
               (”FVTOCI”)
               Aset keuangan diukur pada FVTOCI ketika kedua kondisi berikut terpenuhi:
               (1) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
                   dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan
               (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
                   tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of
                   principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.

                  Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar, dimana keuntungan atau kerugian
                  diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai
                  dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui pada laba rugi. Ketika aset
                  keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan atau
                  kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
                  direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.

        (iii) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (“FVTPL”)
              Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria
              untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI.

               Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya.
               Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar asset keuangan diakui dalam
               laba rugi.

               Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria
               untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI,
               sehingga diukur pada FVTPL. Namun demikian, Grup dapat menetapkan pilihan yang tidak
               dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas yang bukan untuk


                                                      13
Page 17
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

            diperjualbelikan dalam waktu dekat (held for trading) untuk diukur pada FVTOCI. Penetapan ini
            menyebabkan semua keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan komprehensif lain,
            kecuali pendapatan dividen tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang
            sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke saldo laba tidak
            melalui laba rugi.

        Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan
        Grup mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal liabilitas
        keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, kecuali:
        (a) Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas dimaksud, termasuk derivatif
            yang merupakan liabilitas, selanjutnya akan diukur pada nilai wajar.
        (b) Liabilitas keuangan yang timbul ketika pengalihan aset keuangan yang tidak memenuhi
            kualifikasi penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan
            diterapkan.
        (c) Kontrak jaminan keuangan dan komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga
            dibawah pasar. Setelah pengakuan awal, penerbit kontrak dan penerbit komitmen selanjutnya
            mengukur kontrak tersebut sebesar jumlah yang lebih tinggi antara:
            (i) Jumlah penyisihan kerugian dan
            (ii) Jumlah yang pertama kali diakui dikurangi dengan, jika sesuai, jumlah kumulatif dari
                 penghasilan yang diakui sesuai dengan prinsip PSAK 115.
        (d) Imbalan kontijensi yang diakui oleh pihak pengakusisi dalam kombinasi bisnis ketika PSAK 103
            diterapkan. Imbalan kontijensi selanjutnya diukur pada nilai wajar dan selisihnya dalam laba
            rugi.

        Saat pengakuan awal Grup dapat membuat penetapan yang takterbatalkan untuk mengukur
        liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi, jika diizinkan oleh standar atau jika penetapan
        akan menghasilkan informasi yang lebih relevan, karena:
          (a) Mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkosistensi pengukuran atau pengakuan
               (kadang disebut sebagai “accounting mismatch”) yang dapat timbul dari pengukuran aset atau
               liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian atas aset atau liabilitas dengan dasar yang
               berbeda beda; atau
          (b) Sekelompok liabilitas keuangan atau aset keuangan dan liabilitas keuangan dikelola dan
               kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai manajemen risiko atau strategi investasi
               yang terdokumentasi, dan informasi dengan dasar nilai wajar dimaksud atas kelompok
               tersebut disediakan secara internal untuk personil manajemen kunci Grup.

        Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
        Grup menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas
        yang berasal dari aset keuangan berakhir atau Grup mengalihkan hak kontraktual untuk menerima
        kas yang berasal dari aset keuangan atau tetap memiliki hak kontraktual untuk menerima kas
        tetapi juga menanggung kewajiban kontraktual untuk membayar arus kas yang diterima tersebut
        kepada satu atau lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan. Jika Grup secara substansial
        mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka Grup
        menghentikan pengakuan aset keuangan dan mengakui secara terpisah sebagai aset atau
        liabilitas untuk setiap hak dan kewajiban yang timbul atau yang masih dimiliki dalam pengalihan
        tersebut. Jika Grup secara substansial tidak mengalihkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan
        manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut dan masih memiliki pengendalian, maka Grup
        mengakui aset keuangan sebesar keterlibatan berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut. Jika
        Grup secara substansial masih memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset
        keuangan, maka Grup tetap mengakui aset keuangan tersebut.

         Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas keuangan
         tersebut berakhir, yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan
         atau kadaluwarsa.




                                                    14
Page 18
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

        Penurunan Nilai Aset Keuangan
        Grup mengakui kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan yang diukur pada biaya
        perolehan diamortisasi dan aset keuangan yang diukur pada FVTOCI.

        Pada setiap tanggal pelaporan, Grup mengukur penyisihan kerugian instrument keuangan
        sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya jika risiko kredit atas instrumen
        keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Namun, jika risiko
        kredit instrumen keuangan tersebut tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, maka
        mengakui sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan.

        Grup menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
        tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan.

        Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pihak ketiga tidak mampu membayar
        kewajiban kreditnya kepada Grup secara penuh. Periode maksimum yang dipertimbangkan ketika
        memperkirakan kerugian kredit ekspektasian adalah periode maksimum kontrak dimana Grup
        terekspos terhadap risiko kredit.

        Penyisihan kerugian diakui sebagai pengurang jumlah tercatat aset keuangan kecuali untuk aset
        keuangan yang diukur pada FVTOCI yang penyisihan kerugiannya diakui dalam penghasilan
        komprehensif lain. Sedangkan jumlah kerugian kredit ekspektasian (atau pemulihan kerugian
        kredit) diakui dalam laba rugi, sebagai keuntungan atau kerugian penurunan nilai.

        Pengukuran kerugian kredit ekspektasian dari instrumen keuangan dilakukan dengan suatu cara
        yang mencerminkan:
        (i)   Jumlah yang tidak bias dan rata-rata probabilitas tertimbang yang ditentukan dengan
              mengevaluasi serangkaian kemungkinan yang dapat terjadi;
        (ii)  Nilai waktu uang; dan
        (iii) Informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan pada
              tanggal pelaporan mengenai peristiwa masa lalu, kondisi kini, dan perkiraan kondisi
              ekonomi masa depan.

        Aset keuangan dapat dianggap tidak mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak
        pengakuan awal jika aset keuangan memiliki risiko kredit yang rendah pada tanggal pelaporan.
        Risiko kredit pada instrument keuangan dianggap rendah ketika asset keuangan tersebut memiliki
        risiko gagal bayar yang rendah, peminjam memiliki kapasitas yang kuat untuk memenuhi
        kewajiban arus kas kontraktualnya dalam jangka waktu dekat dan memburuknya kondisi ekonomik
        dan bisnis dalam jangka waktu panjang mungkin, namun tidak selalu, menurunkan kemampuan
        peminjam untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya. Untuk menentukan apakah aset
        keuangan memiliki risiko kredit rendah, Grup dapat menggunakan peringkat risiko kredit internal
        atau penilaian eksternal. Misal, asset keuangan dengan peringkat “investment grade” berdasarkan
        penilaian eksternal merupakan instrumen yang memiliki risiko kredit yang rendah, sehingga tidak
        mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal.

        Grup menggunakan metode roll rate untuk mengukur penurunan nilai piutang usaha.

        Metode Suku Bunga Efektif
        Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
        diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas keuangan) dan
        metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang
        relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
        pembayaran atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen keuangan,
        atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh jumlah tercatat neto
        dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Grup
        mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam
        instrumen keuangan tersebut, seperti pelunasan dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain, tetapi
        tidak mempertimbangkan kerugian kredit masa depan. Perhitungan ini mencakup seluruh komisi

                                                 15
Page 19
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

        dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak dalam kontrak yang merupakan
        bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto
        lain.

        Reklasifikasi
        Grup mereklasifikasi aset keuangan ketika Grup mengubah tujuan model bisnis untuk pengelolaan
        aset keuangan sehingga penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat diterapkan.

        Jika Grup mereklasifikasi aset keuangan, maka diperlukan untuk menerapkan reklasifikasi secara
        prospektif sejak tanggal reklasifikasi. Keuntungan, kerugian (termasuk keuntungan atau kerugian
        penurunan nilai) atau bunga yang sebelumnya diakui tidak disajikan kembali.

        Ketika Grup mereklasifikasi aset keuangan dari biaya perolehan diamortisasi menjadi FVTPL,
        maka nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
        perbedaan antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan nilai wajarnya diakui dalam
        laporan laba rugi. Sebaliknya, jika Grup mereklasifikasi aset keuangannya dari FVTPL menjadi
        biaya perolehan diamortisasi, maka nilai wajarnya pada tanggal reklasifikasi menjadi nilai tercatat
        bruto baru.

        Ketika Grup mereklasifikasi aset keuangan dari biaya perolehan diamortisasi menjadi FVTOCI,
        nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih
        antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar diakui pada penghasilan
        komprehensif lain. Tingkat suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit yang diharapkan
        tidak disesuaikan sebagai hasil dari reklasifikasi. Sebaliknya, ketika Grup mereklasifikasi aset
        keuangannya dari FVTOCI menjadi biaya perolehan diamortisasi, asset keuangan tersebut
        direklasifikasi ke nilai wajarnya pada tanggal reklasifikasi. Akibatnya, pada tanggal reklasifikasi,
        aset keuangan diukur dengan cara yang sama seperti biaya perolehan diamortisasi. Penyesuaian
        ini memengaruhi penghasilan komprehensif lain tetapi tidak memengaruhi laba rugi, dan
        karenanya bukan merupakan penyesuaian reklasifikasi. Suku bunga efektif dan pengukuran
        kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi.

        Pada saat Grup mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran FVTPL menjadi
        kategori pengukuran FVTOCI, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Sama halnya,
        ketika Grup mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori FVTOCI menjadi kategori
        pengukuran FVTPL, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian
        kumulatif yang sebelumnya diakui di penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke
        laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi pada tanggal reklasifikasi.

        Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
        Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling dihapuskan, jika dan hanya jika, Grup saat ini
        memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah
        yang telah diakui tersebut; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk
        merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

        Pengukuran Nilai Wajar
        Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
        dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
        tanggal pengukuran.

        Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran
        atau untuk keperluan pengungkapan.

        Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan
        pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap
        keseluruhan pengukuran nilai wajar:
        (i) Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang
            dapat diakses pada tanggal pengukuran (Level 1).

                                                  16
Page 20
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

           (ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset
                 atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Level 2).
           (iii) Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3).

           Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Grup sebisa mungkin menggunakan data pasar
           yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara
           langsung, Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan
           memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan
           penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

           Perpindahan antara level hirarki wajar diakui oleh Grup pada akhir tahun pelaporan dimana
           perpindahan terjadi.

    2.g. Investasi pada Entitas Asosiasi
         Entitas asosiasi adalah entitas dimana Grup memiliki kekuasaan untuk berpartisipasi dalam
         keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau
         mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut (pengaruh signifikan).

           Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Dalam metode
           ekuitas, pengakuan awal investasi diakui sebesar biaya perolehan, dan jumlah tercatat ditambah
           atau dikurang untuk mengakui bagian atas laba rugi investee setelah tanggal perolehan. Bagian
           atas laba rugi investee diakui dalam laba rugi. Penerimaan distribusi dari investee mengurangi nilai
           tercatat investasi. Penyesuaian terhadap jumlah tercatat tersebut juga mungkin dibutuhkan untuk
           perubahan dalam proporsi bagian investor atas investee yang timbul dari penghasilan
           komprehensif lain, termasuk perubahan yang timbul dari revaluasi aset tetap dan selisih
           penjabaran valuta asing. Bagian investor atas perubahan tersebut diakui dalam penghasilan
           komprehensif lain.

           Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal ketika investasinya berhenti
           menjadi investasi pada entitas asosiasi sebagai berikut:
           (a) jika investasi menjadi entitas anak.
           (b) jika sisa kepentingan dalam entitas asosiasi merupakan aset keuangan, maka Grup mengukur
               sisa kepentingan tersebut pada nilai wajar.
           (c) ketika Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas, Grup mencatat seluruh jumlah yang
               sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan investasi
               tersebut menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika investee
               telah melepaskan secara langsung aset dan liabilitas terkait.

    2.h. Kas dan Setara Kas
         Kas dan setara kas termasuk kas tunai, kas di bank (rekening giro), dan deposito berjangka yang
         jatuh tempo dalam jangka waktu tiga bulan atau kurang pada saat penempatan yang tidak
         digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya.

    2.i.   Persediaan
           Persediaan dinyatakan berdasarkan jumlah terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi
           neto. Biaya perolehan terdiri dari seluruh biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lain yang
           timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Biaya perolehan ditentukan
           dengan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi neto merupakan taksiran harga jual dalam
           kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan
           untuk membuat penjualan.

           Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto dan
           seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau
           kerugian tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan
           kembali nilai realisasi neto, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada
           periode terjadinya pemulihan tersebut.



                                                     17
Page 21
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    2.j.   Aset Real Estat
           Aset real estat berupa tanah kosong, tanah hasil pengembangan, tanah reklamasi, rumah tinggal,
           rumah kantor, rumah toko dan apartemen dinilai berdasarkan biaya perolehan. Biaya perolehan
           ditentukan dengan metode rata-rata. Biaya perolehan rumah tinggal dan rumah tinggal dalam
           penyelesaian meliputi seluruh biaya konstruksi bangunan, diluar biaya perolehan tanah. Biaya
           perolehan tanah meliputi biaya pembelian tanah mentah, pematangan dan pengembangan tanah,
           perijinan dan jasa konsultasi. Biaya pinjaman atas pinjaman yang digunakan untuk membiayai
           perolehan aset dikapitalisasi dalam harga perolehan aset real estat selama masa konstruksi.

           Biaya yang tidak terhubung secara langsung dengan suatu proyek real estat, seperti biaya umum
           dan administrasi diakui sebagai beban pada saat terjadinya.

           Biaya yang telah dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat dialokasi ke setiap unit real
           estat dengan menggunakan metode identifikasi khusus yang diterapkan secara konsisten.

           Biaya pinjaman yang berhubungan dengan kegiatan pengembangan dikapitalisasi ke proyek
           pengembangan. Kapitalisasi dihentikan pada proyek pengembangan tersebut apabila secara
           substantial telah siap untuk digunakan sesuai dengan tujuannya atau aktivitas pembangunan
           ditunda atau ditangguhkan dalam suatu periode yang cukup lama.

    2.k.   Properti Investasi
           Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau
           kedua-duanya) yang dikuasai oleh pemilik atau penyewa melalui sewa pembiayaan untuk
           menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan
           dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau dijual dalam
           kegiatan usaha sehari-hari.

           Properti investasi diakui sebagai aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomik
           masa depan yang terkait dengan properti investasi akan mengalir ke entitas; dan biaya perolehan
           properti investasi dapat diukur dengan andal.

           Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan, meliputi harga harga pembelian
           dan setiap pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung (biaya jasa hukum, pajak
           pengalihan properti, dan biaya transaksi lain). Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal
           tersebut.

           Setelah pengakuan awal, Grup memilih menggunakan model biaya dan mengukur properti
           investasi sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan
           nilai aset. Hak atas tanah tidak disusutkan dan disajikan sebesar biaya perolehan. Bangunan serta
           sarana dan prasarana disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
           umur manfaat aset Properti Investasi.

                                                                                              Tahun
           Bangunan                                                                           20-50
           Sarana dan Prasarana                                                                5-30

           Grup mengalihkan properti ke, atau dari, properti investasi jika, dan hanya jika, ketika properti
           memenuhi, atau berhenti memenuhi, definisi properti investasi dan terdapat bukti atas perubahan
           penggunaan, mencakup:
           a. Dimulainya penggunaan oleh pemilik, atau pengembangan untuk pemilik, untuk pengalihan
              dari properti investasi menjadi properti yang digunakan sendiri;
           b. Dimulainya pengembangan untuk dijual, untuk pengalihan dari properti investasi menjadi
              persediaan;
           c. Berakhirnya pemakaian oleh pemilik, untuk pengalihan dari properti yang digunakan sendiri
              menjadi properti investasi; dan
           d. Insepsi sewa operasi kepada pihak lain, untuk pengalihan dari persediaan menjadi properti
              investasi.



                                                    18
Page 22
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

           Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi
           secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari
           pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan ditentukan
           dari selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada
           periode terjadinya penghentian atau pelepasan.

    2.l.   Aset Tetap
           Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan yang meliputi harga perolehannya dan
           setiap biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang
           diinginkan agar aset siap digunakan sesuai intensi manajemen.

           Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan
           pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap, kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap
           diperoleh atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode tertentu untuk tujuan
           selain untuk memproduksi persediaan selama periode tersebut.

           Setelah pengakuan awal aset tetap kecuali tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan setelah
           dikurangi akumulasi penyusutan dan estimasi kerugian penurunan nilai. Tanah diakui sebesar
           harga perolehannya dan tidak disusutkan.

           Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud
           penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi
           umur manfaat aset tetap, sebagai berikut:

                                                                             Tahun
           Kepemilikan Langsung
            Bangunan                                                         20 - 50
            Sarana dan Prasarana                                             5 - 30
            Mesin dan Peralatan                                              5 - 40
            Perabotan dan Perlengkapan Kantor                                   5
            Alat Transportasi (Kendaraan)                                       5
            Kapal                                                               8
            Binatang                                                          5-25

           Aset dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehannya. Semua biaya, termasuk biaya
           pinjaman, yang terjadi sehubungan dengan konstruksi aset tersebut dikapitalisasi sebagai bagian
           dari biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi. Biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi
           tidak termasuk setiap laba internal, jumlah tidak normal dari biaya pemborosan yang terjadi dalam
           pemakaian bahan baku, tenaga kerja atau sumber daya lain.

           Akumulasi biaya perolehan yang akan dipindahkan ke masing-masing pos aset tetap yang sesuai
           pada saat aset tersebut selesai dikerjakan atau siap digunakan dan disusutkan sejak beroperasi.

           Nilai tercatat dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika tidak
           terdapat lagi manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
           Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (yang ditentukan
           sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto, jika ada, dan jumlah tercatatnya) dimasukkan
           dalam laba rugi pada saat penghentian pengakuan tersebut dilakukan.

           Pada akhir tahun pelaporan, Grup melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat ekonomis,
           nilai residu dan metode penyusutan berdasarkan kondisi teknis dan pengaruh dari setiap perubahan
           estimasi tersebut berlaku prospektif.

    2.m. Aset Takberwujud
         Aset takberwujud diukur sebesar nilai perolehan pada pengakuan awal. Setelah pengakuan awal,
         aset takberwujud dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi
         penurunan nilai. Umur manfaat aset takberwujud dinilai apakah terbatas atau tidak terbatas.


                                                    19
Page 23
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

         Aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas
         Aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas diamortisasi selama umur manfaat ekonomi
         dengan metode garis lurus.

         Amortisasi dihitung sebagai penghapusan biaya perolehan aset, dikurangi nilai residunya, atas
         umur ekonomisnya sebagai berikut:
                                                                 Tahun
         Hak Atas Tanah                                           5-20
         Hak Kekayaan Intelektual                                  10
         Lisensi dan Royalti                                        5
         Perangkat Lunak Komputer                                  4-5
         Penelitian dan Pengengembangan                             5
         Lainnya                                                    5

         Periode dan metode amortisasi untuk aset takberwujud yang memiliki umur manfaat terbatas
         ditinjau setidaknya setiap akhir tahun buku, serta disesuaikan dengan masa manfaat berdasarkan
         dokumen kontraktual yang berlaku.

         Aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas
         Aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas tidak diamortisasi. Masa manfaat aset
         takberwujud dengan umur tak terbatas ditelaah setiap tahun untuk menentukan apakah peristiwa
         dan kedaan dapat terus mendukung penilaian bahwa umur manfaat tetap tidak terbatas. Jika tidak,
         perubahan masa manfaat dari tidak terbatas menjadi terbatas diterapkan secara prospektif.

         Aset takberwujud dengan umur tidak terbatas diuji untuk penurunan nilai setiap tahun dan
         kapanpun terdapat suatu indikasi bahwa aset takberwujud mungkin mengalami penurunan nilai.

    2.n. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
         Pada setiap akhir tahun pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami
         penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset
         tersebut. Jumlah terpulihkan ditentukan atas suatu aset individual, dan jika tidak memungkinkan,
         Grup menentukan jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas dari aset tersebut.

         Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan
         dengan nilai pakainya. Nilai pakai adalah nilai kini dari arus kas yang diharapkan akan diterima dari
         aset atau unit penghasil kas. Nilai kini dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum
         pajak yang mencerminkan nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset atau unit yang penurunan
         nilainya diukur.

         Jika, dan hanya jika, jumlah terpulihkan aset lebih kecil dari jumlah tercatatnya, maka jumlah
         tercatat aset diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Penurunan tersebut adalah rugi
         penurunan nilai dan segera diakui dalam laba rugi.

         Rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill
         dibalik jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
         terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Jika demikian, jumlah tercatat
         aset dinaikan ke jumlah terpulihkannya. Kenaikan ini merupakan suatu pembalikan rugi penurunan
         nilai.

    2.o. Pengakuan Pendapatan dan Beban
         Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Grup melakukan analisa transaksi melalui lima
         langkah analisa berikut:
         1. Kontrak telah disetujui oleh pihak-pihak terkait dalam kontrak
             - Perusahaan bisa mengidentifikasi hak dari pihak-pihak terkait dan jangka waktu
                 pembayaran dari barang atau jasa yang akan dialihkan;
             - Kontrak memiliki substansi komersial;
             - Besar kemungkinan entitas akan menerima imbalan atas barang atau jasa yang dialihkan.
         2. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak, untuk menyerahkan barang atau jasa
             yang memiliki karakteristik yang berbeda ke pelanggan.

                                                    20
Page 24
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

         3. Menentukan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan, pajak
            penjualan barang mewah, pajak pertambahan nilai dan pungutan ekspor, yang berhak
            diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
            dijanjikan ke pelanggan.
         4. Mengalokasikan harga transaksi kepada setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan
            dasar harga jual dari setiap barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
         5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (sepanjang waktu atau
            pada suatu waktu tertentu).

         Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
         - Suatu waktu tertentu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
         - Sepanjang waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
            pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang sesuai
            untuk penentuan jumlah pendapatan yang dapat diakui jumlah pendapatan yang dapat diakui
            pelaksanaan.

         Suatu kewajiban pelaksanaan dipenuhi pada suatu waktu tertentu kecuali jika memenuhi salah
         satu kriteria berikut, dalam hal ini dipenuhi sepanjang waktu:
         - Pelanggan secara bersamaan menerima dan menggunakan manfaat yang diberikan oleh
             pelaksanaan Grup sebagaimana yang dilakukan Grup;
         - Pelaksanaan Grup menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan saat
             aset itu dibuat atau ditingkatkan; dan
         - Pelaksanaan Grup tidak menciptakan asset dengan penggunaan alternatif untuk Grup dan
             Grup memiliki hak yang dapat diberlakukan atas pembayaran untuk pelaksanaan yang
             diselesaikan hingga saat ini.

         Pengakuan Beban
         Beban diakui pada saat terjadinya (metode akrual), kecuali merupakan aset yang terkait dengan
         aktivitas kontrak masa depan.

         Biaya yang secara langsung berhubungan dengan kontrak, menghasilkan sumber daya untuk
         memenuhi kontrak ("biaya untuk memenuhi") atau penambahan untuk mendapatkan kontrak
         ("biaya untuk memperoleh") dan diharapkan dapat dipulihkan. Beban tersebut dengan demikian
         memenuhi syarat kapitalisasi berdasarkan PSAK 115: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
         dan dicatat sebagai aset lancar lainnya. Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis
         sejalan dengan penyerahan barang atau jasa yang terkait dengan aset tersebut.

    2.p. Imbalan Kerja
         Imbalan Kerja Jangka Pendek
         Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya dalam suatu periode
         akuntansi, sebesar jumlah tidak terdiskonto dari imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan
         akan dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut.

         Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain upah, gaji, bonus dan insentif.

         Imbalan Pascakerja
         Imbalan pascakerja seperti pensiun, uang pisah dan uang penghargaan masa kerja dihitung
         berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku di Republik Indonesia.

         Grup mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti neto sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada
         akhir tahun pelaporan dikurangi nilai wajar aset program yang dihitung oleh aktuaris independen
         dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan
         dengan mendiskontokan imbalan tersebut.

         Grup mencatat tidak hanya kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan
         pasti, tetapi juga kewajiban konstruktif yang timbul dari praktik informal entitas.


                                                  21
Page 25
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

         Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto
         atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui dalam laba rugi.

         Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang terdiri dari keuntungan dan
         kerugian aktuarial, imbal hasil atas aset program dan setiap perubahan dampak batas atas aset
         diakui sebagai penghasilan komprehensif lain.

         Pesangon
         Grup mengakui pesangon sebagai liabilitas dan beban pada tanggal yang lebih awal di antara:
         a) Ketika Grup tidak dapat lagi menarik tawaran atas imbalan tersebut; dan
         b) Ketika Grup mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam ruang lingkup PSAK
            No. 237 dan melibatkan pembayaran pesangon.

         Grup mengukur pesangon pada saat pengakuan awal, dan mengukur dan mengakui perubahan
         selanjutnya, sesuai dengan sifat imbalan kerja.

         Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
         Imbalan kerja jangka panjang lainnya dihitung dengan menggunakan metodologi yang sama
         dengan yang digunakan dalam perhitungan imbalan pascakerja program imbalan pasti, yaitu
         dengan menggunakan metode projected unit credit dan didiskontokan ke nilai kini, kecuali untuk
         pengukuran kembali yang diakui pada laba rugi.

    2.q. Pajak Penghasilan
         Beban pajak adalah jumlah gabungan pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam
         menentukan laba rugi pada suatu periode. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi,
         kecuali pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui dalam penghasilan
         komprehensif lain atau secara langsung di ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing
         diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.

         Manfaat terkait dengan rugi pajak yang dapat ditarik untuk memulihkan pajak kini dari periode
         sebelumnya diakui sebagai aset. Aset pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi pajak belum
         dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak
         masa depan akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak belum dikompensasi dan kredit
         pajak belum dimanfaatkan.

         Seluruh perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, kecuali
         perbedaan temporer kena pajak yang berasal dari:
         a) pengakuan awal goodwill; atau
         b) pengakuan awal aset atau liabilitas yang:
             (i) bukan kombinasi bisnis;
             (ii) pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak);
                   dan
             (iii) pada saat transaksi, tidak akan menimbulkan perbedaan temporer kena pajak dan
                   perbedaan temporer dapat dikurangkan dalam jumlah yang sama.

         Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan sepanjang
         kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat
         dimanfaatkan untuk mengurangi laba dimaksud, kecuali jika aset pajak tangguhan timbul dari
         pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang:
         a) bukan kombinasi bisnis;
         b) pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak); dan
         c) pada saat transaksi, tidak menimbulkan perbedaan temporer kena pajak dan perbedaan
            temporer dapat dikurangkan dalam jumlah yang sama.

          Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan
          berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan
          pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir tahun pelaporan.
          Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai


                                                   22
Page 26
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

           dengan cara Grup memperkirakan, pada akhir tahun pelaporan, untuk memulihkan atau
           menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya.

           Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir tahun pelaporan. Grup
           mengurangi jumlah tercatat aset pajak tangguhan jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak
           lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset
           pajak tangguhan tersebut. Setiap pengurangan tersebut dilakukan pembalikan atas aset pajak
           tangguhan hingga kemungkinan besar laba kena pajak yang tersedia jumlahnya memadai.

           Grup melakukan saling hapus aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya
           jika:
           a) Grup memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset
               pajak kini terhadap liabilitas pajak kini; dan
           b) Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang
               dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama atas:
               i. entitas kena pajak yang sama; atau
               ii. entitas kena pajak yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas
                   pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
                   bersamaan, pada setiap periode masa depan dimana jumlah signifikan atas aset atau
                   liabilitas pajak tangguhan diperkirakan untuk diselesaikan atau dipulihkan.

           Grup melakukan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas pajak kini jika dan hanya jika:
           a) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah
              yang diakui; dan
           b) bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto atau merealisasikan aset dan
              menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.

    2.r.   Sewa
           Grup Sebagai Penyewa (Lessee)
           Pada tanggal insepsi suatu kontrak, Grup menilai apakah suatu kontrak merupakan, atau
           mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung sewa jika kontrak tersebut
           memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan suatu aset identifikasian selama suatu jangka
           waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak
           untuk mengendalikan suatu aset identifikasian, Grup menilai apakah:

           (a) Kontrak melibatkan penggunaan suatu aset identifikasian – ini dapat ditentukan secara
               eksplisit atau implisit dan secara fisik dapat dibedakan atau mewakili secara substantial
               seluruh kapasitas aset yang secara fisik dapat dibedakan. Jika pemasok memiliki hak
               substitusi substantif, maka aset tersebut tidak teridentifikasi;
           (b) Grup memiliki hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari
               penggunaan aset selama periode penggunaan; dan
           (c) Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini
               ketika hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah bagaimana dan untuk
               tujuan apa aset tersebut digunakan. Dalam kondisi tertentu di mana semua keputusan tentang
               bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan aset digunakan telah
               ditentukan mengarahkan penggunaan aset tersebut jika:
               - Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset; atau
               - Grup mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan
                   apa aset akan digunakan.

           Pada tanggal insepsi atau pada saat penilaian kembali suatu kontrak yang mengandung suatu
           komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen
           sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa.

           Pembayaran sewa yang termasuk dalam indeks utang sewa meliputi: pembayaran sewa tetap,
           sewa variabel yang bergantung pada indeks, jumlah yang akan dibayarkan dalam jaminan nilai
           residu dan harga eksekusi opsi beli, opsi perpanjangan atau penalty penghentikan jika Grup cukup
           pasti akan mengeksekusi opsi tersebut.


                                                    23
Page 27
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

         Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak-guna
         awalnya diukur pada biaya perolehan, yang terdiri dari jumlah pengukuran awal dari liabilitas sewa
         disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan,
         ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan, dan estimasi biaya untuk membongkar
         dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar atau tempat di mana aset
         berada, dikurangi insentif sewa yang diterima.

         Setelah tanggal permulaan, Grup mengukur aset hak-guna dengan model biaya, yaitu biaya
         perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai, serta
         disesuaikan dengan pengukuran kembali liabilitas sewa. Aset hakguna disusutkan dengan
         menggunakan metode garis lurus.

         Jika sewa mengalihkan kepemilikan asset pendasar pada akhir masa sewa atau jika biaya
         perolehan aset hak-guna merefleksikan penyewa akan mengeksekusi opsi beli, maka penyewa
         menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar,
         yang mengacu pada ketentuan masa manfaat aset tetap. Jika tidak, maka aset hak-guna
         disusutkan dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset
         hak-guna atau akhir masa sewa.

         Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini atas pembayaran sewa yang belum dibayar pada
         tanggal permulaan, didiskontokan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau, jika suku
         bunga tersebut tidak dapat ditentukan, digunakan suku bunga pinjaman inkremental Perusahaan.
         Umumnya, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai suku bunga
         diskonto.

         Setelah tanggal permulaan, Perusahaan mengukur liablitas sewa dengan:
         (a) Meningkatkan jumlah tercatat untuk merefleksikan bunga atas liabilitas sewa;
         (b) Mengurangi jumlah tercatat untuk merefleksikan sewa yang telah dibayar;
         (c) Mengukur kembali jumlah tercatat untuk merefleksikan penilaian kembali atau modifikasi sewa
             atau untuk merefleksikan pembayaran sewa tetap secara substansi revision.

         Liabilitas sewa diukur kembali ketika ada perubahan pembayaran sewa masa depan yang timbul
         dari perubahan indeks atau suku bunga, jika ada perubahan estimasi Perusahaan atas jumlah
         yang diperkirakan akan dibayar dalam jaminan nilai residual, atau jika Perusahaan mengubah
         penilaiannya apakah akan mengeksekusi opsi beli, perpanjangan atau penghentian.

         Ketika liabilitas sewa diukur kembali dengan cara ini, penyesuaian terkait dilakukan terhadap
         jumlah tercatat aset hak-guna, atau dicatat dalam laba rugi jika jumlah tercatat aset hak-guna
         telah berkurang menjadi nol.

         Grup menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa bangunan (yaitu,
         sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang, dari tanggal permulaan dan tidak
         mengandung opsi beli). Hal ini juga berlaku untuk pengecualian pengakuan sewa aset bernilai
         rendah untuk sewa bangunan yang dianggap bernilai rendah. Pembayaran sewa untuk sewa
         jangka pendek dan sewa dari aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan metode garis
         lurus selama masa sewa.

         Grup Sebagai Lessor
         Grup mengakui asset berupa piutang sewa pembiayaan di laporan keuangan sebesar jumlah yang
         sama dengan investasi sewa neto. Penerimaan piutang sewa diperlakukan sebagai pembayaran
         pokok dan pendapatan keuangan. Pengakuan pendapatan keuangan didasarkan pada suatu pola
         yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodic yang konstan atas investasi neto Grup
         sebagai lessor dalam sewa pembiayaan.




                                                  24
Page 28
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


           Grup menyajikan aset sebagai sewa operasi di laporan posisi keuangan sesuai sifat asset
           tersebut. Biaya langsung awal sehubungan proses negosiasi dan pengaturan sewa operasi
           ditambahkan dalam jumlah tercatat dari asset sewaan dan diakui sebagai beban selama masa
           sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjen, apabila ada, diakui
           sebagai pendapatan pada periode terjadinya. Pendapatan sewa operasi diakui sebagai
           pendapatan atas dasar garis lurus selama masa sewa.

    2.s.   Laba per Saham
           Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih diatribusikan kepada pemegang
           saham biasa entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar dalam satu
           tahun.

           Untuk tujuan penghitungan laba per saham dilusian, Grup menyesuaikan laba atau rugi yang dapat
           diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang saham
           yang beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.

           Jumlah rata-rata tertimbang saham beredar untuk perhitungan laba per saham dasar adalah
           sebesar 1.599.999.998 untuk tahun 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.

    2.t.   Informasi Segmen
           Sebuah segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
             yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
               (termasuk pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari
               entitas yang sama);
             hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuatan
               keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
               kinerjanya; dan
             tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

           Grup menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang digunakan oleh
           pengambil keputusan operasional dalam mengevaluasi kinerja segmen dan menentukan alokasi
           sumber daya yang dimilikinya. Segmentasi berdasarkan aktivitas dari setiap kegiatan operasi
           entitas di dalam Grup.

    2.u. Sumber Ketidakpastian Estimasi dan Pertimbangan Akuntansi yang Penting
         Grup membuat estimasi dan asumsi mengenai masa depan. Estimasi dan pertimbangan yang
         digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian terus dievaluasi berdasarkan
         pengalaman historis dan faktor lainnya, termasuk ekspektasi dari peristiwa masa depan yang
         diyakini wajar. Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas
         kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang timbul mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi
         semula. Asumsi dan pertimbangan yang memiliki pengaruh signifikan terhadap jumlah tercatat aset
         dan liabilitas diungkapkan di bawah ini.

           Estimasi Umur Manfaat
           Grup melakukan penelaahan atas masa manfaat ekonomis aset tetap dan properti investasi
           berdasarkan faktor-faktor seperti kondisi teknis dan perkembangan teknologi di masa depan. Hasil
           operasi di masa depan akan dipengaruhi atas perubahan estimasi yang diakibatkan oleh
           perubahan faktor tersebut (lihat Catatan 15 untuk nilai tercatat properti investasi dan Catatan 16
           untuk nilai tercatat aset tetap).

           Imbalan Pascakerja
           Nilai kini liabilitas imbalan pascakerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan
           dasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya
           (penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi
           jumlah tercatat imbalan pascakerja.



                                                    25
Page 29
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


        Grup menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir pelaporan, dengan mempertimbangkan
        tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasi dalam mata uang imbalan yang akan
        dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas yang terkait
        (Catatan 27).

        Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan
        Grup menilai penurunan nilai pada aset keuangan dengan biaya perolehan yang diamortisasi pada
        setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi penurunan nilai harus dicatat dalam
        laba rugi, manajemen harus mempertimbangkan informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia
        tanpa biaya atau upaya berlebihan pada tanggal pelaporan mengenai peristiwa masa lalu, kondisi
        kini, dan perkiraan kondisi ekonomi masa depan. Grup menerapkan pendekatan yang
        disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan roll rate dan
        discounted cash flow untuk menilai kas dan setara kas, dana yang dibatasi penggunaannya,
        piutang usaha dan piutang lain-lain. Nilai tercatat aset keuangan telah diungkapkan dalam Catatan
        3, 4, 5, dan 19.

        Pajak Penghasilan
        Menentukan provisi atas pajak penghasilan badan mewajibkan pertimbangan signifikan oleh
        Manajemen. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah
        tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan
        badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan (Catatan
        9).

        Provisi dan Kontinjensi
        Provisi diakui bila Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif) sebagai
        akibat peristiwa masa lalu dan     besar kemungkinan Grup diharuskan menyelesaikan kewajiban
        serta jumlah kewajiban tersebut dapat diestimasi secara andal.

        Jumlah diakui sebagai provisi merupakan taksiran terbaik yang diharuskan menyelesaikan
        kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan memperhatikan unsure risiko dan
        ketidakpastian yang melekat pada kewajiban tersebut. Provisi diukur menggunakan estimasi arus
        kas untuk     menyelesaikan kewajiban kini dengan jumlah tercatatnya sebesar nilai kini dari arus
        kas tersebut.

        Bila beberapa atau keseluruhan dari manfaat ekonomis mengharuskan penyelesaian provisi
        diharapkan dapat dipulihkan dari pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila terdapat
        kepastian tagihan dapat diterima dan jumlah piutang dapat diukur secara andal.




                                                 26
Page 30
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

3.   Kas dan Setara Kas

                                                         31 Maret 2026           31 Desember 2025
     Kas                                                              1.075                     1.106
     Bank
      Rupiah
          Pihak
              Bank
                Berelasi (Catatan 39)                                 2.101                     4.420
        Pihak Ketiga
          PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                     43.897                    31.959
          PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                             31.779                    12.338
          PT Bank Danamon Indonesia Tbk                             11.487                    11.880
          PT Bank Central Asia Tbk                                   8.730                     3.023
          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                     7.454                     6.080
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                     4.109                    11.840
          PT Bank Maybank Indonesia Tbk                                209                       209
          PT Bank CIMB Niaga Tbk                                       201                        88
          PT Bank Permata Tbk                                           46                        46
      Dollar Amerika Serikat
        Pihak Ketiga
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                            32                        32
                                                                   110.045                    81.915
     Deposito Berjangka
      Rupiah
          Pihak Berelasi (Catatan 39)                               21.500                    21.500
        Pihak Ketiga
          PT Bank Mandiri Taspen                                    83.000                    10.000
          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                    24.450                         --
          PT Bank Central Asia Tbk                                   4.000                     4.000
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                     3.000                     3.000
          PT Bank Danamon Indonesia Tbk                                  --                  157.000
                                                                   287.431                   195.500
     Jumlah Kas dan Setara Kas                                     398.551                   278.521

     Tingkat Suku Bunga Kontraktual
     Deposito Berjangka Per Tahun (%)                    2,75% - 6,25%             2,50% - 5,00%
     Jangka Waktu                                       1 bulan - 3 Bulan         1 bulan - 3 Bulan




4.   Piutang Usaha

                                                         31 Maret 2026           31 Desember 2025

     Pihak Berelasi (Catatan 39)                                       213                       220
     Pihak Ketiga                                                  128.402                   162.257
     Dikurangi:
       Cadangan Kerugian Penurunan Nilai                         (106.212)                 (100.715)
     Jumlah Pihak Ketiga - Bersih                                   22.190                    61.542
     Jumlah Bersih                                                  22.403                    61.762




                                                   27
Page 31
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

     Jumlah piutang usaha berdasarkan umur (hari) adalah sebagai berikut:

                                                                        31 Maret 2026          31 Desember 2025
     Belum Jatuh Tempo                                                              8.872                 37.863
     Sudah Jatuh Tempo
      1 - 30 hari                                                                   6.577                 14.950
      31 - 60 hari                                                                  3.928                  9.394
      61 - 90 hari                                                                  2.581                  3.223
      91 - 120 hari                                                                 5.153                  2.071
      121 - 360 hari                                                               18.678                 16.887
      361 - 720 hari                                                               29.247                 25.932
      > 720 hari                                                                   53.576                 52.157
     Jumlah                                                                       128.614                162.477

     Dikurangi:
      Cadangan Kerugian Penurunan Nilai                                          (106.211)              (100.715)
     Jumlah Bersih                                                                 22.403                 61.762

     Piutang usaha didenominasi dalam mata uang Rupiah.

     Manajemen telah membentuk cadangan kerugian penurunan nilai piutang berdasarkan penilaian secara
     kelompok atas masing-masing debitur.

     Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut:

                                                                       31 Maret 2026           31 Desember 2025
     Saldo Awal                                                                   100.715                  94.347
     Penambahan (Catatan 35)                                                         6.961                 23.227
     Pemulihan (Catatan 34)                                                        (1.464)               (16.859)
     Saldo Akhir                                                                  106.212                100.715

     Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai piutang di atas cukup untuk menutupi
     kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.

     Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas
     piutang kepada pihak ketiga.


5.   Piutang Lain-lain

                                                                            31 Maret 2026      31 Desember 2025
     Pihak Berelasi (Catatan 39)                                                        500                  500

     Pihak Ketiga
      Penggantian Kerugian atas
        Proyek Pembangunan Jalan Tol                                                      --             175.917
      Lain - lain                                                                     7.764                4.700
     Sub Jumlah                                                                       7.764              180.617
     Jumlah                                                                           8.264              181.117

     Saldo piutang lain-lain pihak berelasi pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar
     Rp500, yang merupakan piutang pembagian dividen PT Jaya Kuliner Lestari (Catatan 13).

     Piutang lain-lain pihak ketiga terdiri dari piutang sponsor dan tenant yang belum ditagihkan, serta akrual
     pendapatan bunga.


                                                      28
Page 32
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

     Piutang Penggantian Kerugian atas Proyek Pembangunan Jalan Tol merupakan piutang ganti kerugian
     dalam rangka pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum pada Proyek Strategis
     Nasional Pengembangan Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono, M.Sc. Seksi Harbour Road II. Perusahaan telah
     menerima pembayaran kompensasi ini sebesar Rp175.917 pada tanggal 5 Januari 2026 (Catatan 41.f).

     Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih, sehingga Manajemen tidak
     membentuk cadangan penurunan nilai atas piutang ain-lain pada tanggal 31 Maret 2026 dan
     31 Desember 2025.

     Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas
     piutang lain-lain.


6.   Persediaan

                                                                      31 Maret 2026        31 Desember 2025
     Suku Cadang                                                                 3.509                    3.464
     Makanan dan Minuman                                                         1.717                    1.958
     Barang Dagangan                                                             1.654                    2.147
     House Keeping                                                                 630                      562
     Minyak Pelumas                                                                 33                      125
     Sub Jumlah                                                                  7.543                    8.256
                                                                                 (440)                    (440)
     Jumlah                                                                      7.103                    7.816


     Persediaan Grup terdiri dari persediaan dengan tingkat perputaran cepat (fast moving), antara lain
     persediaan makanan dan minuman, barang dagangan, House Keeping serta minyak pelumas.

     Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai persediaan cukup untuk menutup
     kemungkinan kerugian akibat penurunan nilai persediaan.


7.   Uang Muka

     Saldo uang muka pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp2.368
     dan Rp1.141 yang terdiri dari uang muka operasional atas pelaksanaan kegiatan usaha atau acara-acara
     yang diselenggarakan dan uang muka pesangon karyawan yang merupakan pembayaran di muka (satu
     tahun sebelum masa pensiun) kepada karyawan sebesar 50% dari jumlah pesangon yang akan diterima
     karyawan.


8.   Aset Real Estat

                                                                      31 Maret 2026        31 Desember 2025
     Tanah                                                                     227.801                  226.103
     Rumah dan Apartemen                                                        52.980                   52.503
     Jumlah                                                                    280.781                  278.606


     a. Mutasi tanah :

              Tahun         Saldo Awal      Penambahan         Penjualan       Reklasifikasi       Saldo Akhir

           31 Maret 2026          226.103                 --              --              1.698         227.801
         31 Desember 2025         225.962               782            (641)                  --        226.103




                                                   29
Page 33
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

          Lokasi, luas dan nilai perolehan atas tanah adalah sebagai berikut:

                                           31 Maret 2026                                 31 Desember 2025
                 Lokasi            Luas Tanah        Nilai Perolehan               Luas Tanah      Nilai Perolehan
                                                            Rp                                            Rp

          Ancol Timur                        210.058                 86.237               210.058                  85.523
          Ancol Barat                         77.838                121.822                77.838                 121.058
          Marunda                             26.957                 18.667                26.957                  18.447
          Tugu Permai                          5.582                    928                 5.582                     928
          Sunter                               1.585                    147                 1.585                     147
          Jumlah                             322.020                227.801               322.020                 226.103

          Tanah Perusahaan di Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara dengan HGB No. 649 luas sebesar
          1.585 m2 dan nilai perolehan sebesar Rp147 masing-masing pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember
          2025, tercatat atas nama PT Regional Engineering dan Alumunium Manufacturing & Co.

     b. Mutasi rumah dan apartemen :

                Tahun          Saldo Awal         Penambahan           Penjualan         Reklasifikasi        Saldo Akhir

             31 Maret 2026            52.503                   --                 --                 477            52.980
           31 Desember 2025           51.805                 848               (150)                   --           52.503


          Lokasi, jumlah dan nilai perolehan atas rumah dan apartemen adalah sebagai berikut:

                                               31 Maret 2026                             31 Desember 2025
                 Lokasi              Jumlah              Nilai Perolehan             Jumlah        Nilai Perolehan
                                      Unit                      Rp                    Unit                Rp

          Ancol Timur                             20                 37.499                     20                  36.902
          Pademangan                              22                 13.983                     22                  13.983
          Ancol Barat                              6                  1.498                      6                   1.618
          Jumlah                                  48                 52.980                     48                  52.503


          Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 Perusahaan telah mengasuransikan aset real
          estat kepada pihak ketiga yang tergabung dalam suatu polis asuransi gabungan bersama aset tetap
          (Catatan 16).


9.   Perpajakan

     a.    Pajak Dibayar di Muka
                                                                               31 Maret 2026             31 Desember 2025
            Perusahaan
             Pajak Pertambahan Nilai                                                          41                          --
             Pajak Penghasilan Pasal 4 (2)                                                12.049                     13.233
            Entitas Anak
             Pajak Penghasilan
               Pasal 4 (2)                                                                     44                           42
               Pasal 28A
                     Pajak Penghasilan Tahun 2024                                         18.964                     18.964
                     Pajak Penghasilan Tahun 2025                                          4.078                      4.078
                     Pajak Penghasilan Tahun 2026                                          1.903                          --
            Jumlah                                                                        37.079                     36.317


                                                           30
Page 34
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


   b.   Utang Pajak

                                                                31 Maret 2026        31 Desember 2025
        Perusahaan
         Pajak Pertambahan Nilai                                                --                2.292
         Pajak Penghasilan
           Pasal 4 (2)                                                     1.199                  1.545
           Pasal 21                                                        1.087                  3.660
           Pasal 23                                                             54                     84
         Sub Jumlah                                                        2.341                  7.581
        Entitas Anak
         Pajak Hiburan                                                     5.045                  7.113
         Pajak Pertambahan Nilai                                             963                  1.372
         Pajak Pembangunan                                                 1.447                  1.607
         Pajak Penghasilan
           Pasal 4 (2)                                                     3.458                  3.599
           Pasal 21                                                          259                    802
           Pasal 23                                                          129                    213
           Pasal 25                                                        1.062                      --
         Sub Jumlah                                                       12.363                 14.706

        Jumlah                                                            14.704                 22.287


   c.   Pajak Kini

                                                                31 Maret 2026          31 Maret 2025
        Entitas Anak
         Pajak Kini                                                       (1.561)                (2.911)
         Pajak Tangguhan                                                     (95)                (1.564)
          Jumlah                                                          (1.656)                (4.475)

        Konsolidasian
         Pajak Kini                                                       (1.561)                (2.911)
         Pajak Tangguhan                                                     (95)                (1.564)
        Jumlah                                                            (1.656)                (4.475)


        Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan
        komprehensif Iain konsolidasian dengan laba kena pajak adalah sebagai berikut:

                                                                31 Maret 2026          31 Maret 2025
        Rugi Sebelum Pajak Menurut Laporan Laba Rugi
          dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian                (36.773)                (6.844)
        Bagian Rugi Bersih Entitas Anak,
          Asosiasi dan Ventura Bersama                                     (374)                   (583)
        Eliminasi dan Penyesuaian                                          4.770                 (6.725)
        Rugi Sebelum Pajak Entitas Induk                                 (32.377)               (14.153)
        Bagian Laba dan Beban yang telah
         Dikenakan Pajak yang Bersifat Final                              21.662                 27.056
        Laba (Rugi) Sebelum Pajak                                        (10.715)                12.904




                                                     31
Page 35
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



                                                                    31 Maret 2026        31 Maret 2025
       Koreksi Fiskal
        Beban Penyusutan dan Amortisasi                                      (1.503)               (3.072)
        Manfaat Karyawan                                                     (3.695)                   (56)
        Jamuan Tamu dan Sumbangan                                              1.298                 1.589
        Penghargaan Karyawan                                                     124                   540
        Lain-lain                                                              4.668              (13.168)
       Jumlah Koreksi Fiskal                                                       891            (14.166)

       Rugi Fiskal                                                           (9.825)               (1.262)

       Pajak Kini
        Entitas Anak                                                         (1.561)               (2.911)
       Jumlah Beban Pajak Kini                                               (1.561)               (2.911)
       Dikurangi: Pajak Dibayar di Muka
        Entitas Anak
          PPh Pasal 22                                                            26                    9
          PPh Pasal 23                                                           253                   16
          PPh Pasal 25                                                         3.185               26.340
         Jumlah                                                                3.464               26.365
       Jumlah Bersih Lebih (Kurang) Bayar                                      1.903               23.454
       Terdiri dari:
        Entitas Anak
          Lebih Bayar (Pasal 28A) 2024                                        18.964               18.964
          Lebih Bayar (Pasal 28A) 2025                                         4.078               23.454
          Lebih Bayar (Pasal 28A) 2026                                         1.903                    --
       Jumlah Bersih                                                          24.945               42.418


       Penghasilan kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan.

       Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak
       yang berlaku adalah sebagai berikut:

                                                                   31 Maret 2026         31 Maret 2025
       Rugi Sebelum Pajak Menurut Laporan Laba Rugi
         dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian                    (36.773)               (6.844)
       Eliminasi dan Penyesuaian                                               4.770               (6.726)
       Bagian Laba dan Beban yang telah
         Dikenakan Pajak yang Bersifat Final                                  21.662               27.056
       Laba (Rugi) Sebelum Pajak Perusahaan                                 (10.341)               13.486
       Pajak yang Dihitung Sesuai Tarif yang Berlaku                         (2.275)                 2.967
       Koreksi Fiskal                                                            114               (3.245)
       Laba Fiskal Tidak Dimanfaatkan                                          2.161                   278
       Beban Pajak Kini Perusahaan                                                  --                   --




                                                       32
Page 36
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

     d. Pajak Tangguhan
        Rincian dari aset (liabilitas) pajak tangguhan adalah sebagai berikut:

                                           31 Desember 2025       Dibebankan         Dibebankan ke        31 Maret 2026
                                                                 ke Laba Rugi         Pendapatan
                                                                                     Komprehensif
                                                                                          Lain

         Aset Pajak Tangguhan
          PT SI                                            783                  --                  --                  783
         Jumlah Aset
          Pajak Tangguhan                                  783                  --                  --                  783

         Liabilitas Pajak Tangguhan
          PT TIJA                                   (157.782)              (95)                     --             (157.875)
          PT STU                                      (1.865)                --                     --               (1.865)
         Jumlah Liabilitas
          Pajak Tangguhan                           (159.647)              (95)                    --              (159.740)


                                           31 Desember 2024       Dibebankan         Dikreditkan ke      31 Desember 2025
                                                                 ke Laba Rugi         Penghasilan
                                                                                     Komprehensif
                                                                                          Lain

         Aset Pajak Tangguhan
          PT SI                                            845             160                 (222)                    783
         Jumlah Aset
          Pajak Tangguhan                                  845             160                 (222)                    783

         Liabilitas Pajak Tangguhan
          PT TIJA                                   (153.758)           (4.427)                   403              (157.782)
          PT STU                                      (1.970)               105                     --               (1.865)
         Jumlah Liabilitas
          Pajak Tangguhan                           (155.728)           (4.322)                   403              (159.647)


         Berdasarkan penilaian yang dibuat oleh manajemen, Perusahaan tidak mengakui pajak tangguhan
         yang timbul dari perbedaan temporer antara pajak dan komersial karena sebagian besar penghasilan
         Perusahaan telah dikenakan pajak final sehingga dampak pajak tangguhannya dipertimbangkan
         tidak material.

     e. Administrasi
        Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan Indonesia, perusahaan-perusahaan di dalam Grup yang
        berdomisili di Indonesia menghitung, menetapkan, membayar dan melaporkan sendiri jumlah pajak
        yang terutang. DJP dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu lima
        tahun sejak tanggal terutangnya pajak.


10. Pajak Final

    Perhitungan beban dan utang pajak penghasilan final untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                            31 Maret
                                                                                  2026                      2025
    Pendapatan Final
     Perusahaan
       Sewa                                                                               4.827                      2.978
       Pendapatan yang sudah dieleminasi dengan PT TIJA                                  32.500                     32.500
                                                                                         37.327                     35.478


                                                      33
Page 37
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                                                            31 Maret
                                                                                             2026                            2025
      Entitas Anak
       PT TIJA                                                                                          21.225                       23.368
       PT SI                                                                                                34                           34
        Jumlah                                                                                          58.585                       58.880
    Beban Pajak Final yang berasal dari
     Persewaaan                                                                                           5.859                          5.888
    Jumlah Beban Pajak Final                                                                              5.859                          5.888


                                                                                       31 Maret 2026                31 Desember 2025

    Beban Final Tahun Berjalan                                                                            5.859                       28.070
    Utang Pajak Tahun Sebelumnya                                                                          5.144                       22.184
     Biaya atas Jasa Kontruksi & Sewa Lahan (Terhutang)                                                     149                          118
     Biaya atas Jasa Kontruksi & Sewa Lahan                                                                 224                       14.573
     Pembayaran Jasa Kontruksi & Sewa Lahan                                                               (323)                     (27.938)
     Pembayaran Pajak atas Pendapatan                                                                   (6.395)                     (31.863)
    Utang Pajak Final                                                                                     4.657                          5.144


11. Biaya Dibayar di Muka

                                                                                       31 Maret 2026                31 Desember 2025
    Biaya Langganan                                                                                       1.658                          3.506
    Asuransi                                                                                              1.645                          3.229
    Lain-lain                                                                                             9.008                          1.535
    Jumlah                                                                                               12.311                          8.270


12. Investasi pada Ventura Bersama

                                                                                 31 Maret 2026
                                    Domisili   Persentase       Saldo               Pengembalian        Bagian Laba (Rugi)      Saldo
                                               Kepemilikan      Awal                  Investasi            Neto Tahun           Akhir
                                                                                                             Berjalan
                                                   %                Rp                  Rp                     Rp                   Rp

    KSO Pembangunan Jaya Property   Jakarta            65,00             3.781                     --                  --                 3.781
    KSO Ancol Batavia               Jakarta            50,00             2.022                     --                  --                 2.022
    Jumlah                                                               5.803                     --                  --                 5.803



                                                                            31 Desember 2025
                                    Domisili   Persentase       Saldo            Pengembalian           Bagian Laba (Rugi)      Saldo
                                               Kepemilikan      Awal               Investasi               Neto Tahun           Akhir
                                                                                                             Berjalan
                                                   %                Rp                  Rp                     Rp                   Rp

    KSO Pembangunan Jaya Property   Jakarta            65,00             4.777                     --               (996)                 3.781
    KSO Ancol Batavia               Jakarta            50,00             2.021                     --                   1                 2.022
    Jumlah                                                               6.798                     --               (995)                 5.803



    KSO Pembangunan Jaya Property
    Tanggal 21 Desember 2011 Perusahaan dan PT Jaya Real Property Tbk mengadakan Perjanjian Kerjasama
    Operasi (KSO) pembangunan apartemen double decker dan kondominium di kawasan Ancol Barat beserta
    sarana dan prasarananya, dengan komposisi bagi hasil Perusahaan dan PT Jaya Real Property Tbk
    masing-masing sebesar 65% dan 35%.


                                                               34
Page 38
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    Berdasarkan addendum II Perjanjian Kerjasama Operasi (KSO) tanggal 15 Desember 2014 para pihak
    sepakat untuk tidak melanjutkan kerjasama pada proyek kondominium di atas tanah seluas 12.162 m ,                                              2


    atas addendum ini proyek yang dijalankan hanya pembangunan apartemen Double Decker seluas 2.650
    m.2




    Berdasarkan Berita Acara Perhitungan Pembagian Keuntungan dan Pengembalian Sebagian Investasi
    KSO Pembangunan Jaya Property tanggal 12 September 2022, Perusahaan menerima pembagian
    keuntungan dan pengembalian sebagian investasi masing-masing sebesar Rp1.788 dan Rp1.820 dari
    total pengembalian sebagian investasi senilai Rp5.064.

    Berdasarkan Berita Acara Kesepakatan antara Perusahaan dengan PT Jaya Real Property Tbk No. PJA :
    001/DIR-PJA/VII/2020 No.JRP: 004/BAK/ JRP-PJA/VII/2020 tentang pengakhiran Perjanjian Kerjasama
    Operasi (KSO) Dalam Rangka Pembangunan Hunian dan Komersial di Kawasan Ancol Barat Beserta
    Dengan Sarana dan Prasarananya memutuskan bahwa Kedua belah pihak sepakat dan setuju untuk
    mengakiri Perjanjian Kerjasama yang akan dituangkan dalam Akta Notaris pengakhiran perjanjian yang
    ditunjuk dan/atau disepakati oleh kedua belah pihak. Sampai dengan tanggal laporan keuangan terbit,
    belum terdapat pengakhiran perjanjian tersebut.

    KSO Ancol Batavia
    Pada tanggal 20 April 2022 PT JA dan PT Batavia Pictures mengadakan Perjanjian Kerjasama Operasi
    (KSO) pembuatan dan pengembangan Intellectual Property (IP) dengan porsi kontribusi berupa penyertaan
    modal ke dalam KSO dengan komposisi PT JA dan PT Batavia Pictures masing-masing sebesar 50%.


13. Investasi pada Entitas Asosiasi

    Perusahaan memiliki penyertaan saham pada entitas asosiasi yang dipertanggungjawabkan dengan metode
    ekuitas sebagai berikut:

                                                                                               31 Maret 2026               31 Desember 2025

     PT Fauna Land Ancol (PT FLA)                                                                            13.930                        13.930
     PT Philindo Sporting Amusement
      and Tourism Corporation (PT PSATC)                                                                          9.281                      8.907
     PT Jaya Kuliner Lestari (PT JKL)                                                                             2.207                      2.207
     PT Kawasan Ekonomi Khusus Marunda Jakarta (PT KEKMJ)                                                         1.110                      1.110
     PT Jakarta Akses Tol Priok (PT JATP)                                                                          607                           607
     Jumlah                                                                                                  27.132                        26.761


    Rincian dan mutasi investasi pada entitas asosiasi pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
    adalah sebagai berikut:

                                                                                      31 Maret 2026
                                       Domisili   Persentase        Nilai      Penambahan       Penerimaan            Bagian Laba          Saldo
                                                  Kepemilikan      Tercatat    (Pelepasan)        Dividen              (Rugi) Neto         Akhir
                                                                  Awal Tahun     Investasi                           Tahun Berjalan
                                                      %              Rp             Rp              Rp                     Rp               Rp

    PT Fauna Land Ancol (FLA)          Jakarta            35,00       13.930              --                 --                       --     13.930
    PT Philindo Sporting Amusement
     and Tourism Corporation (PSATC)   Jakarta            50,00        8.907              --                 --                   374         9.281
    PT Jakarta Akses Tol
     Priok (JATP)                      Jakarta            50,00          607              --                 --                       --        607
    PT Jaya Kuliner Lestari (JKL)      Jakarta            25,00        2.207              --                 --                       --      2.207
    PT Kawasan Ekonomi Khusus
     Marunda Jakarta (KEKMJ)           Jakarta            25,00        1.110              --                 --                       --      1.110
    Jumlah                                                            26.761              --                 --                   374        27.132




                                                                       35
Page 39
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                                    31 Desember 2025
                                       Domisili   Persentase        Nilai      Penambahan     Penerimaan         Bagian Laba          Saldo
                                                  Kepemilikan      Tercatat    (Pelepasan)       Dividen          (Rugi) Neto         Akhir
                                                                  Awal Tahun     Investasi                      Tahun Berjalan
                                                      %              Rp             Rp             Rp                 Rp               Rp

    PT Fauna Land Ancol (FLA)          Jakarta            35,00       14.431             --                --               (501)       13.930
    PT Philindo Sporting Amusement
     and Tourism Corporation (PSATC)   Jakarta            50,00        7.223             --                --               1.684        8.907
    PT Jakarta Akses Tol
     Priok (JATP)                      Jakarta            50,00          607             --                --                  --          607
    PT Jaya Kuliner Lestari (JKL)      Jakarta            25,00        1.511           750                 --                (54)        2.207
    PT Kawasan Ekonomi Khusus
     Marunda Jakarta (KEKMJ)           Jakarta            25,00        1.078             --                --                    32      1.110
    Jumlah                                                            24.850           750                 --               1.161       26.761


    PT JATP
    Berdasarkan surat Pembagian Dividen No. 028/DIR-JAPT/IX/2024 tanggal 27 September 2024, menindak
    lanjuti hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Jakarta Akses Tol Priok pada tanggal
    30 Agustus 2024 yang memutuskan sebelum PT JATP dinyatakan non aktif pada Oktober 2024, PT JATP
    telah melaksanakan pengembalian kas dan setara kas dalam bentuk dividen kepada PT JAPT sebesar
    Rp4.091.

    PT JKL
    Berdasarkan Akta No.9 tanggal 21 Februari 2024, Komisaris, Direksi, dan Pemegang saham PT JKL
    menyetujui pembagian dividen sebesar Rp1.500 kepada PT TI yang telah dibayarkan sebesar Rp1.000
    pada tahun 2023.

    Berdasarkan Akta No. 29 tanggal 30 April 2025, para Komisaris, Direksi, dan Pemegang Saham PT JKL
    telah menyetujui penambahan modal ditempatkan dan disetor pada PT JKL yang berasal dari PT TI
    sebesar Rp750.

    Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat
    pembatasan dan risiko signifikan yang terkait dengan investasi pada entitas asosiasi.

    Berikut adalah informasi keuangan entitas asosiasi pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025:

                                                                                              31 Maret 2026           31 Desember 2025
    Jumlah Agregat Aset                                                                                    76.580                     75.314
    Jumlah Agregat Liabilitas                                                                               2.092                      2.146
    Jumlah Agregat Pendapatan                                                                                 886                      7.235
    Jumlah Agregat Laba Komprehensif                                                                          747                      1.846



14. Investasi Jangka Panjang Lainnya

                                                                                                   31 Maret 2026
                                    Tempat                                                         Perubahan
                                   Kedudukan                      %            Saldo Awal           Nilai Wajar              Saldo Akhir
    PT Jakarta Tollroad
     Development (JTD)                 Jakarta              5,89%                    56.891                            --             56.891
    PT Jaya Bowling
     Indonesia (JBI)                   Jakarta              16,75%                      638                            --                   638
    Jumlah                                                                           57.529                            --             57.529




                                                                       36
Page 40
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                               31 Desember 2025
                             Tempat                                               Perubahan
                            Kedudukan       %              Saldo Awal             Nilai Wajar                Saldo Akhir
    PT Jakarta Tollroad
     Development (JTD)       Jakarta      5,89%                 68.083                       (11.192)              56.891
    PT Jaya Bowling
     Indonesia (JBI)         Jakarta      16,75%                       638                         --                 638
    Jumlah                                                      68.721                       (11.192)              57.529


    PT JTD
    Nilai wajar investasi saham PT JTD pada tanggal 30 November 2025 dan 2024 sebesar Rp56.891 dan
    Rp68.083 didasarkan pada perhitungan penilai publik oleh Kantor Jasa Penilai Publik Rengganis, Hamid
    dan Rekan serta Asrori dan Rekan, penilai independen, dalam laporannya tanggal 28 Januari 2026.
    Perubahan nilai wajar masing-masing sebesar Rp11.192 diakui pada penghasilan komprehensif lain.

                                                                             31 Maret 2026        31 Desember 2025

    Saldo Awal                                                                     (208.778)                     (197.586)
    Penambahan                                                                            --                      (11.192)
    Saldo Akhir                                                                    (208.778)                     (208.778)


    Pengukuran nilai wajar menggunakan pendekatan aset dengan metode penyesuaian nilai buku aset.
    (Tingkat 3).


15. Properti Investasi

                                                                            2026
                                        1 Januari      Penambahan        Pengurangan       Penyesuaian          31 Maret
    Biaya Perolehan:
     Tanah                                    4.523                --                 --           (418)              4.105
     Bangunan                               280.028                --                 --           (757)            279.271
     Sarana dan Prasarana                    25.318                --                 --              --             25.318
    Jumlah                                  309.869               --                 --           (1.175)           308.694
    Akumulasi Penyusutan:
     Bangunan                                97.307            1.644                  --           (299)             98.652
     Sarana dan Prasarana                    20.992              512                  --              --             21.504
    Jumlah                                  118.299            2.156                  --           (299)            120.156
    Nilai Tercatat                          191.570                                                                 188.538




                                                                           2025
                                        1 Januari      Penambahan       Pengurangan        Penyesuaian        31 Desember
    Biaya Perolehan:
     Tanah                                    4.523                --                --                 --            4.523
     Bangunan                               280.028                --                --                 --          280.028
     Sarana dan Prasarana                    25.318                --                --                 --           25.318
    Jumlah                                  309.869                --                --                 --          309.869
    Akumulasi Penyusutan:
     Bangunan                                90.679            6.628                 --                 --           97.307
     Sarana dan Prasarana                    20.278              714                 --                 --           20.992
    Jumlah                                  110.957            7.342                 --                 --          118.299
    Nilai Tercatat                          198.912                                                                 191.570




                                                      37
Page 41
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan telah mengasuransikan properti
    investasi kepada pihak ketiga yang tergabung dalam suatu polis asuransi gabungan bersama aset tetap
    (Catatan 16).

    Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 tidak terdapat properti investasi milik Perusahaan
    yang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman kepada pihak ketiga.

    Pendapatan sewa yang diterima Perusahaan dari properti investasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 masing-masing sebesar Rp258 dan Rp224 (Catatan 31).

    Beban penyusutan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 dicatat
    sebagai bagian dari beban langsung masing-masing sebesar Rp2.156 dan Rp1.841 (Catatan 33).

    Beban operasi yang dikeluarkan untuk melakukan pemeliharaan properti investasi untuk tahun-tahun yang
    berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp13 dan Rp21
    (Catatan 32).

    Pengukuran nilai wajar properti investasi menggunakan pendekatan pendapatan dengan metode arus kas
    yang didiskontokan yang didasari oleh penilaian manajemen adalah sebesar Rp186.444.


16. Aset Tetap

                                                                            2026
                                                                                           Reklasifikasi dan
                                    1 Januari         Penambahan        Pengurangan                             31 Maret
                                                                                             Penyesuaian
    Biaya Perolehan:
     Tanah                                15.297                   --                 --                141          15.438
     Bangunan                          1.219.091                   --                 --             (4.225)      1.214.866
     Sarana dan Prasarana              1.204.802                 11                   --            (35.993)      1.168.820
     Mesin dan Perlengkapan            1.282.824               1.264                  --                406       1.284.494
     Peralatan                            68.394                 96                   --               (225)         68.265
     Kendaraan                             6.756                   --                 --               (275)          6.481
     Kapal                                 5.148                   --                 --                   --         5.148
     Binatang                             14.604                   --                 --                115          14.719
    Sub Jumlah                         3.816.916               1.371                  --            (40.056)      3.778.231
    Aset Dalam Pembangunan               774.103               4.787                  --               3.382        782.272
    Jumlah                             4.591.019               6.158                  --            (36.674)      4.560.503
    Akumulasi Penyusutan:
     Bangunan                            517.158               8.050                  --             (3.364)        521.844
     Sarana dan Prasarana                669.031               6.679                  --            (35.108)        640.602
     Mesin dan Perlengkapan              759.842            15.336                    --             (3.694)        771.484
     Peralatan                            66.498                176                   --               (225)         66.449
     Kendaraan                             5.327                107                   --               (275)          5.159
     Kapal                                 4.958                 21                   --                   --         4.979
     Binatang                              9.670                321                   --                   --         9.991
    Jumlah                             2.032.484            30.690                    --            (42.666)      2.020.508
    Beban Penurunan:
     Nilai Aset Tetap                           322                --                 --                   --              322
     Nilai Aset dalam Pembangunan        158.101                   --                 --                   --       158.101
    Nilai Tercatat                     2.400.112                                                                  2.381.572




                                                          38
Page 42
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                         2025
                                 1 Januari         Penambahan        Pengurangan         Reklasifikasi        31 Desember
   Biaya Perolehan
    Tanah                              15.297                   --                 --                    --           15.297
    Bangunan                        1.205.488                 253          (4.406)                17.756          1.219.091
    Sarana dan Prasarana            1.198.908                  66         (19.931)                25.759          1.204.802
    Mesin dan Perlengkapan          1.246.430               26.246        (20.413)                30.561          1.282.824
    Peralatan                          68.520                  45               (238)                    67           68.394
    Kendaraan                           6.756                   --                 --                    --            6.756
    Kapal                               5.148                   --                 --                    --            5.148
    Binatang                           13.669                  70                  --                865              14.604
    Sub Jumlah                      3.760.216               26.680        (44.988)                75.008          3.816.916
   Aset Dalam Pembangunan             816.912               59.205        (15.577)              (86.437)             774.103
   Jumlah                           4.577.128               85.885        (60.565)              (11.429)          4.591.019
   Akumulasi Penyusutan
    Bangunan                          487.304               32.058         (2.204)                       --          517.158
    Sarana dan Prasarana              653.269               26.485        (10.723)                       --          669.031
    Mesin dan Perlengkapan            708.635               58.115         (6.908)                       --          759.842
    Peralatan                          65.484                1.263              (249)                    --           66.498
    Kendaraan                           4.899                 428                  --                    --            5.327
    Kapal                               4.866                  92                  --                    --            4.958
    Binatang                            8.496                1.174                 --                    --            9.670
   Jumlah                           1.932.953           119.615           (20.084)                       --       2.032.484
   Beban Penurunan Nilai
    Aset Tetap                               322                --                 --                    --             322
    Aset dalam Pembangunan            122.674               35.427                 --                    --          158.101

   Nilai Tercatat                   2.521.180                                                                     2.400.112


   Beban penyusutan dialokasi sebagai berikut:
                                                                                             31 Maret
                                                                                  2025                        2024
   Beban Langsung (Catatan 32)                                                           29.253                      27.719
   Beban Umum dan Administrasi (Catatan 33)                                               1.437                       1.553
   Jumlah                                                                                30.690                      29.272


   Perusahaan memiliki tanah yang terletak di Jakarta Utara, dengan hak legal berupa Hak Pengelolaan
   Lahan (HPL) atas nama Pemda DKI, seluas 4.779.120 m2, juga memiliki beberapa bidang tanah yang
   terletak di Jakarta Utara dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan (HGB) yang berjangka waktu
   20 (dua puluh) tahun yang berakhir di tahun 2027. Untuk HPL, selama tanah tersebut dipergunakan untuk
   industri, perumahan dan rekreasi, Perusahaan akan tetap mempunyai hak untuk mengelolanya.

   Aset dalam pembangunan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 sebesar Rp782.272 dan
   Rp774.103 dengan kenaikan dan penurunan bersih masing-masing sebesar Rp25.645 dan Rp42.809.

   Penambahan aset tetap untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 berasal dari
   Renovasi Wahana dan Kawasan Dunia Fantasi, Ocean Dream Samudera, dan Area Taman Impian.

   Penambahan aset tetap untuk periode dua belas bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
   berasal dari Inovasi Robot Dunia Fantasi, Inovasi Area Taman Pantai, Renovasi Wahana dan Kawasan
   Dunia Fantasi, Ocean Dream Samudera, dan Area Taman Impian.



                                                       39
Page 43
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    Penambahan aset tetap yang berasal dari penambahan utang lain-lain dan uang muka pada tanggal
    31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp414 dan Rp1.051.

    Pada tanggal 31 Maret 2026, Perusahaan melakukan reklasifikasi aset tetap ke aset real estat dengan
    nilai buku sebesar Rp2.175 (Catatan 8) dan melakukan reklasifikasi aset tetap dalam pembangunan ke
    aset takberwujud sebesar Rp2.002 (Catatan 18).

    Aset dalam pembangunan untuk proyek perluasan kawasan pada tanggal 31 Maret 2026 dan
    31 Desember 2025 maing-masing sebesar Rp568.727 dan Rp561.001. Pada tanggal 24 Februari 2020,
    Gubernur DKI Jakarta secara resmi mengumumkan izin perluasan pengembangan kawasan seluas 155
    hektare. Izin tersebut dalam bentuk Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 237 tahun 2020 tentang
    Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi seluas ± 35 Hektare Dan Kawasan
    Rekreasi Taman Impian Ancol Timur Seluas ± 120 Hektar (Catatan 41.c).

    Nilai wajar aset dalam pembangunan untuk proyek perluasan kawasan pada tanggal 31 Desember 2022
    adalah sebesar Rp1.187.469 didasarkan pada perhitungan penilai publik oleh Kantor Jasa Penilai Publik
    Asrori dan Rekan, penilai independen, dalam laporannya No.00046/2.0126-00/PI/05/0338/1/III/2023
    tanggal 24 Maret 2023.

    Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 seluruh properti investasi, aset tetap kecuali tanah
    dan aset real estat telah diasuransikan kepada PT Great Eastern General Insurance, PT Asuransi MSIG
    Indonesia, PT Asuransi Central Asia, PT Sunday Insurance Indonesia, PT Asuransi Astra Buana, PT Tugu
    Pratama Indonesia, PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika, PT Asuransi Tokio Marine Indonesia, PT Axa
    Insurance Indonesia, PT Asuransi Artarindo dan PT Avrist General Insurance, pihak ketiga, terhadap risiko
    gempa bumi, kebakaran, pencurian dan risiko Iainnya dengan jumlah pertanggungan pada tanggal
    31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp6.035.723.

    Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan
    kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

17. Aset Hak Guna dan Liabilitas Sewa

                                                                         2026
                                      1 Januari             Penambahan          Pengurangan         31 Maret
    Biaya Perolehan
     Tanah                                  101.221                      --                   --          101.221
     Bangunan                                     --                     --                   --                --
     Jumlah                                 101.221                      --                   --          101.221

    Akumulasi Penyusutan
     Tanah                                   42.574                 1.832                     --           44.406
     Bangunan                                     --                    --                    --                --
     Jumlah                                  42.574                 1.832                     --           44.406

    Nilai Tercatat                           58.647                                                        56.815

                                                                         2025
                                      1 Januari             Penambahan          Pengurangan        31 Desember

    Biaya Perolehan
     Tanah                                  101.221                      --                 --            101.221
     Bangunan                                 3.027                      --            (3.027)                  --
     Jumlah                                 104.248                      --            (3.027)            101.221

    Akumulasi Penyusutan
     Tanah                                   35.243                 7.331                   --             42.574
     Bangunan                                 2.875                   152              (3.027)                  --
     Jumlah                                  38.118                 7.483              (3.027)             42.574

    Nilai Tercatat                           66.130                                                        58.647


                                                       40
Page 44
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

   Beban penyusutan dialokasi sebagai berikut:

                                                                                     31 Maret
                                                                         2026                   2025
   Beban Langsung (Catatan 32)                                                    1.832                  1.833
   Beban Umum dan Administrasi (Catatan 33)                                           --                   152
   Jumlah                                                                         1.832                  1.985

   Pada tanggal 22 Agustus 2023, berdasarkan Akta No. 45 tentang Perjanjian Kerjasama Pemerintah
   Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan Perusahaan tentang Pemanfaatan dan Pendayagunaan Barang
   Milik Daerah yang berlokasi di Kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jalan Lodan Timur, Kelurahan Ancol,
   Kecamatan Pademangan, Kota Administrasi Jakarta Utara, yang tercatat pada Daftar Barang Milik Daerah
   Badan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota dengan nilai sebesar Rp3.500 dengan
   jangka waktu sewa selama 5 tahun terhitung sejak tanggal 5 April 2020 dan berakhir pada tanggal 4 April
   2025. Selanjutnya, Perusahaan telah melakukan perpanjangan jangka waktu sewa selama 1 (satu) tahun
   hingga Mei 2026.

   Berikut ini ringkasan komponen liabilitas sewa berdasarkan jangka waktu:

                                                                     31 Maret 2026         31 Desember 2025

   Liabilitas Sewa
     Jatuh tempo dalam satu tahun                                                11.799                 11.799
     Jatuh tempo dalam lebih dari satu tahun                                     94.766                 97.716
   Jumlah                                                                       106.565                109.515
   Dikurangi bagian bunga                                                       (23.676)               (25.017)
   Nilai kini Pembayaran Sewa                                                    82.889                 84.498
     Dikurangi: bagian jatuh tempo satu tahun                                    (6.703)                (6.596)
   Bagian Jangka Panjang                                                         76.186                 77.902


   Berikut ini ringkasan komponen perubahan liabilitas yang timbul dari sewa:

                                                                     31 Maret 2026         31 Desember 2025

   Saldo Awal                                                                    84.498                  89.815
   Arus Kas                                                                      (2.950)               (10.901)
   Perubahan Nonkas
    Pengurangan Liabilitas Sewa                                                       --                     --
    Penambahan Bunga                                                              1.341                  5.584
   Saldo Akhir                                                                   82.889                 84.498


   Grup memiliki beberapa perjanjian sewa atas aset hak guna dengan jangka waktu sewa 12 bulan atau
   kurang, serta sewa yang diklasifikasikan sebagai bernilai rendah. Grup telah memilih untuk tidak
   mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk perjanjian tersebut. Biaya yang timbul terkait dengan
   sewa jangka pendek, dan sewa aset bernilai rendah adalah sebagai berikut:

                                                                                     31 Maret
                                                                         2026                   2025
   Beban terkait dengan aset
    bernilai rendah (Catatan 31)                                                 1.105                  1.289




                                                    41
Page 45
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

18. Aset Takberwujud

                                                                             2026
                                         1 Januari       Penambahan     Pengurangan      Reklasifikasi         31 Maret
    Biaya Perolehan
     Hak Atas Tanah                             7.140              --              --                  --             7.140
     Lisensi dan Royalti                       43.959              --              --              (437)             43.522
     Perangkat Lunak Komputer                  20.739              --              --                468             21.207
     Hak Kekayaan Intelektual                   4.345              --              --                  --             4.345
     Penelitian dan Pengembangan               14.538              --              --              1.971             16.509
     Aset Tidak Berwujud Lainnya                    --             --              --                  --                 --
     Jumlah                                    90.721              --              --              2.002             92.723
    Akumulasi Penyusutan
     Hak Atas Tanah                             7.140              --              --                    --           7.140
     Lisensi dan Royalti                       35.507             66               --                    --          35.573
     Perangkat Lunak Komputer                  14.755            418               --                    --          15.173
     Hak Kekayaan Intelektual                   1.023            109               --                    --           1.132
     Penelitian dan Pengembangan                5.108            718               --                    --           5.826
     Aset Tidak Berwujud Lainnya                    --             6               --                    --               6
     Jumlah                                    63.533          1.317               --                    --          64.850
    Nilai Tercatat                             27.188                                                                27.873


                                                                             2025
                                         1 Januari       Penambahan     Pengurangan      Reklasifikasi        31 Desember
    Biaya Perolehan:
     Hak Atas Tanah                             7.199              --            (59)                  --             7.140
     Lisensi dan Royalti                       51.428              --         (9.423)              1.954             43.959
     Perangkat Lunak Komputer                  18.794              --           (503)              2.448             20.739
     Hak Kekayaan Intelektual                   4.085              --              --                260              4.345
     Penelitian dan Pengembangan                9.615              --         (1.844)              6.767             14.538
     Jumlah                                    91.121              --        (11.829)             11.429             90.721
    Akumulasi Penyusutan
     Hak Atas Tanah                             7.199              --            (59)                    --           7.140
     Lisensi dan Royalti                       40.431          2.688          (7.612)                    --          35.507
     Perangkat Lunak Komputer                  13.829          1.423            (497)                    --          14.755
     Hak Kekayaan Intelektual                     591            432               --                    --           1.023
     Penelitian dan Pengembangan                4.057          2.489          (1.438)                    --           5.108
     Jumlah                                    66.107          7.032          (9.606)                                63.533
    Nilai Tercatat                             25.014                                                                27.188


   Beban amortisasi dialokasi sebagai berikut:
                                                                                            31 Maret
                                                                                  2026                        2025

    Beban Umum dan Administrasi (Catatan 33)                                                954                      1.371
    Beban Langsung (Catatan 32)                                                             363                        378
    Jumlah                                                                                1.317                      1.749


   Pada tahun 1994, PT SBI memperoleh Hak Pengelolaan atas pulau Bidadari di Kepulauan Seribu seluas
   38.220 m2 dari Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (Pemda DKI) Jakarta, sebagaimana tersebut dalam
   Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) No. 3280/1.711.5 tanggal 12 Oktober 1994, dengan
   jangka waktu 20 tahun. Pada tahun 2003, telah terjadi peningkatan status SIPPT tersebut menjadi Hak
   Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pakai sebagaimana tersebut dalam HGB No. 255 tanggal 31 Juli 2003
   dan Hak Pakai No. 19 tanggal 25 September 2003. Biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan
   pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama umur Hak Guna Bangunan/HGB.
   Sampai dengan laporan ini diterbitkan Grup masih dalam proses pengurusan perpanjangan Hak Guna
   Bangunan ini.



                                                          42
Page 46
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    Lisensi dan Royalti merupakan lisensi atas musik dan wahana yang terdapat pada Kawasan Taman
    Impian Jaya Ancol.

    Perangkat lunak komputer merupakan biaya atas pembelian piranti lunak yang bersifat spesifik
    berdasarkan proses bisnis Grup.

    Penambahan aset takberwujud untuk tahun 2026 berasal dari penelitian dan pengembangan Properti di
    kawasan Ancol.

    Penambahan aset takberwujud untuk tahun 2025 berasal dari penyusunan dokumen rencana jangka
    panjang Perusahan, dan perpanjangan Hak Paten Logo Ancol.


19. Aset Lain-lain

a. Aset Lain-lain Lancar
                                                                  31 Maret 2026         31 Desember 2025
    Dana Dibatasi penggunaannya
     Pihak Ketiga
       PT Bank Danamon Indonesia Tbk                                         5.307                  5.307
    Jumlah                                                                   5.307                  5.307

b. Aset Lain-lain Tidak Lancar
                                                                  31 Maret 2026         31 Desember 2025
    Dana Dibatasi penggunaannya
     Pihak Ketiga
       PT Bank Maybank Indonesia Tbk                                         1.127                  1.127
       PT Bank Negara Indonesia
       (Persero) Tbk                                                              166                 166
    Sub Jumlah                                                               1.293                  1.293
    Lain-lain                                                                4.949                  5.110
    Jumlah                                                                   6.242                  6.403

    Deposito berjangka pada PT Bank DKI dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memiliki tingkat
    suku bunga per tahun sebesar 5,25% untuk PT Bank DKI, dan 3,25% untuk PT Bank Negara Indonesia
    (Persero) Tbk. Tipe dari deposito ini adalah Automatic Roll Over (ARO) dengan jangka waktu 1 tahun.


20. Utang Usaha

                                                                  31 Maret 2026         31 Desember 2025
     Pihak Berelasi (Catatan 39)                                                  840                 840
     Pihak Ketiga
      Careguard Jasa Indonesia                                               1.221                      --
      PT Media Prima Hr Solutions                                            1.059                  1.059
      Empat Sekawan Marine                                                     654                      --
      PT Bumi Daya Plaza                                                       644                    644
      Koperasi Konsumen Pembangunan Jaya Ancol                                 628                    406
      CV Istana Timur Tehnik                                                   620                      --
      PT Global Integrasi Telematika                                           576                    576
      PT Sukses Sata Mandiri                                                   504                    504
      Lain-lain (Masing-masing dibawah Rp500 Juta)                           8.120                  3.968
      Sub Jumlah                                                            14.026                  7.157
     Jumlah                                                                 14.866                  7.997



                                                     43
Page 47
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


    Jumlah utang usaha berdasarkan umur (hari) adalah sebagai berikut:

                                                                    31 Maret 2026       31 Desember 2025
    Belum Jatuh Tempo                                                          8.272                1.390
    Sudah Jatuh Tempo
     1-30 hari                                                                     --                   1
     31-60 hari                                                                    --                  12
     61-90 hari                                                                    --                   --
     >90 hari                                                                  6.594                6.594
    Jumlah                                                                    14.866                7.997



21. Utang Lain-lain

                                                                    31 Maret 2026       31 Desember 2025

    Pihak Ketiga
     PT Emtu Karya Sentosa                                                     1.182                1.167
     PT Deka Buana Swastamas                                                     926                  926
     PT Etis Jaya Sakti                                                          744                  744
     PT Citra Gentari Indonesia                                                  593                  593
     PT Citra Mutia Mandiri                                                      520                  520
     PT Indo Mega Perkasa                                                        399                    --
     PT Jakarta Development Consulting                                           303                  303
     Lain-lain (masing-masing di bawah Rp500 Juta)                             3.623                4.310
      Sub Jumlah                                                               8.290                8.563
    Jumlah                                                                     8.290                8.563



22. Beban Akrual dan Provisi

                                                                    31 Maret 2026       31 Desember 2025
    Bonus dan Tantiem                                                         33.902               33.902
    Operasional                                                               29.372               23.476
    Pajak Bumi dan Bangunan                                                   19.034                    --
    Bunga                                                                     11.120               11.795
    Alih Daya                                                                  9.794               13.945
    Gaji                                                                       5.287                1.841
    Logistik                                                                   3.817                3.551
    Pemeliharaan                                                               1.514                1.514
    Lain-lain                                                                     17                   56
    Jumlah Beban Akrual                                                      113.857               90.080
    Provisi                                                                   83.524               83.524
    Jumlah                                                                   197.381              173.604

    Beban akrual operasional adalah utang kepada pihak ketiga dan pihak berelasi sehubungan dengan
    kegiatan operasional Perusahaan dan PT TIJA meliputi kegiatan penjualan, pemasaran, iklan, perbaikan,
    penyewaan, pemeliharaan dan beban utilitas.

    Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan membentuk provisi sehubungan dengan kewajiban
    Perusahaan atas pemenuhan Surat Ijin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT).




                                                     44
Page 48
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


23. Utang Bank

                                                                  31 Maret 2026       31 Desember 2025
    Pihak Ketiga
      PT Bank Danamon Indonesia Tbk                                        190.351              196.842
    Biaya Provisi                                                           (1.816)              (1.919)
    Jumlah                                                                 188.535              194.923
    Dikurangi:Bagian Jatuh
      Tempo Dalam Satu Tahun                                               (25.263)             (25.263)
    Bagian Jangka Panjang                                                  163.272              169.660



   PT Bank Danamon Indonesia Tbk
   Berdasarkan Akta No. 32 tanggal 18 September 2025, tentang Perjanjian Kredit, yang dibuat dihadapan
   Notaris DR. Anriz Nazaruddin Halim, S.H., M.H., M.Kn, Perusahaan memperoleh Kredit Angsuran
   Berjangka dengan fasilitas sebesar Rp200.000 dengan jangka waktu 60 bulan sejak tanggal penarikan
   pertama. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 8,5% per tahun. Perjanjian kredit ini dijaminkan
   denga hal-hal sebagai berikut:
   1. Fidusia atas wahana entitas anak Perusahaan (PT Taman Impian Jaya Ancol) yang terdapat di Areal
        Ancol dengan Market Value sebesar minimal Rp300.000 atau 150% (seratus lima puluh persen) dari
        jumlah fasilitas wahana yang akan dijaminkan harus mendapatkan persetujuan Bank.
   2. Trade Cash Margin sebesar 100 dari outstanding fasilitas S/U LC.

   Adapun affirmative covenants yang dipersyaratkan adalah sebagai berikut:
   1. Menjalankan usahanya secara layak dan efisien serta sesuai dengan ketentuan hukum dan
       peraturan perundang-undangan yang berlaku;
   2. Menggunakan Fasilitas Kredit semata-mata untuk keperluan sebagaimana ditetapkan dalam
       Perjanjian ini;
   3. Menyerahkan kepada Bank:
       a. Laporan keuangan tahunan (Audited) segera, selambat-lambatnya 180 hari kalender sejak
           tanggal akhir periode laporan keuangan.
       b. Laporan keuangan tahunan (Unaudited), termasuk neraca dan perhitungan laba rugi segera,
           selambat-lambatnya 90 hari sejak tanggal akhir periode laporan keuangan, yang ditandatangani
           oleh Debitur.
       c. Dokumen-dokumen yang relevan dengan perolehan Fasilitas Kredit sebagaimana dimintakan
           oleh Bank sewaktu-waktu.
   4. Debitur dan Co-Debitur (PT Taman Impian Jaya Ancol) dan Anak Perusahaan wajib menyalurkan
       arus kas operasional minimal sebesar Rp30.000 per bulan dari aliran pendapatan setiap dua minggu.
   5. Debitur dan Co-Debitur wajib membuka rekening operasional di Bank.
   6. Debitur dan Co-Debitur tidak diperbolehkan adanya pengikatan aset selain peralatan yang telah
       dijaminkan (negative pledge).
   7. Penyampaian realisasi jumlah pengunjung bulanan dan pendapatan bulanan (oleh Debitur dan Anak
       Perusahaannya).
   8. Penyampaian laporan penilaian aset atas aset yang akan dijaminkan sebelum tanggan pencairan.
   9. Apabila pengunjung tahunan kurang dari 7,5 juta atau pendapatan konsolidasi di bawah
       Rp1.000.000, maka akan memicu pembayaran kewajiban lebih awal atas pinjaman di Bank.
   10. Penempatan Debt Service Reserve Account (DSRA) sebesar 3x (pokok + bunga) selama jangka
       waktu fasilitas.
   11. Debitur dan Co-Debitur wajib memertahankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemegang
       saham mayoritas secara langsung maupun tidak langsung selama jangka waktu fasilitas.
   12. Rekening operasional dan transaksi cash management Debitur dan Co-Debitur dan/atau Anak
       Perusahaan harus memindahkan 30% dari total pendapatan konsolidasi atau Rp30.000 per bulan
       secara langsung atau tidak langsung melalui cash sweep setiap 2 minggu ke Bank, serta harus
       menempatkan Dana Utama sebesar 10% dari total konsolidasi kas Debitur di Bank.


                                                  45
Page 49
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    13. Selama jangka waktu fasilitas kredit dan masih terdapat jumlah yang terhutang pada Bank, Debitur
        dan Co-Debitur wajib menjaga rasio keuangan sebagai berikut:
        a. Debt Service Coverage Ratio (DSCR) from Operating EBITDA minimal sebesar 1 (satu) kali.
        b. Gearing Ratio maksimal sebesar 2 (dua) kali

    Perusahaan telah memenuhi pembatasan-pembatasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman.

    Pada tahun 2025, Perusahaan menerima fasilitas Kredit Angsuran Berjangka dari Bank Danamon dan
    melakukan pencairan sebesar Rp200.000. Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, saldo
    pinjaman Bank Danamon sebesar Rp188.535 dan Rp194.923.


24. Utang Obligasi

                                                                   31 Maret 2026        31 Desember 2025
    Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol
      Tahap II Tahun 2021                                                          --              65.400
    Obligasi Berkelanjutan III Jaya Ancol
      Tahap I Tahun 2024                                                    503.060               503.060
    Biaya Emisi Obligasi                                                     (2.149)               (3.480)
    Akumulasi Amortisasi                                                         316                 1.331
    Jumlah                                                                  501.227               566.311
    Dikurangi: Bagian Jatuh
      Tempo Dalam Satu Tahun                                                       --             (65.400)
    Bagian Jangka Panjang                                                   501.227               500.911



    Obligasi Berkelanjutan III Jaya Ancol Tahap I Tahun 2024
    Pada tanggal 9 Juli 2024, Perusahaan telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
    (OJK) atas penerbitan Obligasi Berkelanjutan III Jaya Ancol Tahap I Tahun 2024 yaitu:
    a. Seri A senilai Rp446.030 dengan suku bunga 8,50% per tahun, akan jatuh tempo tanggal 9 Juli 2027.
    b. Seri B senilai Rp20.010 dengan suku bunga 8,75% per tahun, akan jatuh tempo tanggal 9 Juli 2029.
    c. Seri C senilai Rp37.020 dengan suku bunga 9,00% per tahun, akan jatuh tempo tanggal 9 Juli 2031.

    Total dana yang diterima Perusahaan pada tanggal 9 Juli 2023, dari hasil penerbitan Obligasi
    Berkelanjutan III Jaya Ancol Tahap I Tahun 2024 adalah sebesar Rp503.060. Sesuai perjanjian dengan
    PT Bank Permata Tbk selaku Wali Amanat dan prospektus utang obligasi Perusahaan.

    Obligasi ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan.
    Obligasi Berkelanjutan III Jaya Ancol Tahap I Tahun 2024 mendapatkan peringkat idA+ (Single A plus)
    untuk penerbitan obligasi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Peringkat tersebut memiliki
    sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan dan kemampuan Obligor untuk memenuhi
    komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan obligor lainnya di
    Indonesia adalah sangat kuat.
    a. Perbandingan Total Pinjaman terhadap Total Ekuitas tidak lebih dari 2:1.
    b. Perbandingan Profit sebelum Beban Pajak Penghasilan dan Penyusutan dan Amortisasi terhadap
       Beban Bunga Pinjaman tidak kurang dari 2:1.

    Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021
    Pada tanggal 10 Februari 2021, Perusahaan telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa
    Keuangan (OJK) atas penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 yaitu:
    a. Seri A senilai Rp516.000 dengan suku bunga 7,25% per tahun, akan jatuh tempo tanggal
       20 Februari 2022.
    b. Seri B senilai Rp149.600 dengan suku bunga 8,90% per tahun, akan jatuh tempo tanggal
       10 Februari 2024.
    c. Seri C senilai Rp65.400 dengan suku bunga 9,60% per tahun, akan jatuh tempo tanggal
       10 Februari 2026.


                                                   46
Page 50
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    Total dana yang diterima Perusahaan pada tanggal 10 Februari 2021, dari hasil penerbitan Obligasi
    Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 adalah sebesar Rp731.000. Sesuai perjanjian dengan
    PT Bank Permata Tbk selaku Wali Amanat dan prospektus utang obligasi Perusahaan.

    Obligasi ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan.
    Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 mendapatkan peringkat idA (Single A) untuk
    penerbitan obligasi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Peringkat tersebut memiliki sedikit
    perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan dan kemampuan Obligor untuk memenuhi komitmen
    keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan obligor lainnya di Indonesia
    adalah sangat kuat.

    a. Perbandingan Total Pinjaman terhadap Total Ekuitas tidak lebih dari 2:1.
    b. Perbandingan Profit sebelum Beban Pajak Penghasilan dan Penyusutan dan Amortisasi terhadap
       Beban Bunga Pinjaman tidak kurang dari 2:1.

    Pada tanggal 8 Februari 2022, Perusahaan telah melunasi Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II
    Tahun 2021 Seri A senilai Rp516.000, pada tanggal 10 Februari 2024, Perusahaan telah melunasi
    Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 Seri B senilai Rp149.600 dan pada tanggal 10
    Februari 2026, Perusahaan telah melunasi Obligasi Berkelanjutan II JayaAncol Tahap II Tahun 2021 Seri
    C senilai Rp65.400.


25. Pendapatan Diterima di Muka dan Uang Muka Pelanggan

                                                                   31 Maret 2026         31 Desember 2025
    Pendapatan Diterima di Muka
     Sewa                                                                   194.115                198.059
     Proyek Ancol Beach City                                                113.751                116.118
     Sponsor                                                                  5.068                  6.696
     Uang Titipan                                                             4.743                  4.732
     Uang Muka E-Commerce                                                     4.676                  9.040
     Uang Muka Rombongan                                                      2.467                  2.467
     Lain-lain                                                                3.526                  5.482
      Sub Jumlah                                                            328.346                342.594
    Uang Muka Pelanggan Penjualan Tanah dan Bangunan                               352                 352
    Jumlah                                                                  328.698                342.946
    Dikurangi : Bagian Jatuh Tempo dalam Satu Tahun                         (54.459)               (76.732)
    Bagian Jangka Panjang                                                   274.239                266.214

    Pendapatan sewa diterima di muka terutama merupakan penyewaan lahan Perusahaan untuk
    pengembangan jaringan di pipa gas bumi milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PT PGN)
    (Catatan 41.d) dan jaringan di pipa gas bumi milik PT Pertamina Gas (PT Pertagas) (Catatan 41.d).

    Pendapatan diterima di muka atas proyek Ancol Beach City berdasarkan Berita Acara Serah Terima
    Pengoperasian Bangunan Music Stadium No. 021/DIRPJA/XII/2012 tanggal 20 Desember 2012 dan
    31 Juli 2013, Perusahaan sepakat dan setuju untuk menyerahkan bangunan tersebut untuk dioperasikan
    oleh PT Wahana Agung Indonesia Propertindo (WAIP) selama 25 (dua puluh lima) tahun.


26. Jaminan Pelanggan dan Deposit Lainnya

                                                                   31 Maret 2026         31 Desember 2025
    Jaminan Penyewa                                                          13.877                 13.734
    Jaminan Pengunjung                                                       10.590                 12.505
    Jumlah                                                                   24.467                 26.239




                                                      47
Page 51
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    Uang Jaminan yang diterima merupakan uang yang dibayarkan tenant kepada PT TIJA sebagai jaminan
    usaha di kawasan Ancol.

    Jaminan Pengunjung sebagian besar merupakan uang deposit pengunjung Putri Duyung yang belum
    terealisasi.

27. Liabilitas Imbalan Kerja

    Grup membukukan manfaat karyawan sesuai dengan peraturan Grup dan peraturan perundang-undangan
    yang berlaku. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan manfaat karyawan tersebut adalah masing-
    masing sebanyak 527 pada 31 Desember 2025. Liabilitas imbalan kerja karyawan terdiri dari liabilitas
    imbalan pascakerja sesuai undang-undang tenaga kerja dan liabilitas imbalan kerja lainnya berupa
    manfaat cuti besar dan penghargaan masa kerja.

    Program Imbalan Pasti
    Pada 31 Desember 2025, Perusahaan dan PT TIJA telah menempatkan dana sebesar Rp12.314 pada
    Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) AXA Mandiri untuk kompensasi pesangon pegawai.

    Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
    Imbalan kerja jangka panjang lainnya terdiri dari:
     Imbalan Penghargaan Masa Kerja dalam bentuk cincin pengabdian terbuat dari 10 (sepuluh) gram
       emas. Penghargaan diberikan kepada karyawan yang telah menjalani masa kerja 10 (sepuluh) tahun
       secara terus-menerus tanpa terputus sejak diangkat menjadi karyawan tetap;
     Imbalan Cuti Panjang berupa tunjangan cuti panjang sebesar 1 (satu) kali gaji bulanan diberikan
       kepada karyawan yang telah menjalani setiap kelipatan 5 (lima) tahun masa kerja.

    Total liabilitas imbalan pascakerja pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai
    berikut:

                                                                       31 Maret 2026        31 Desember 2025
    Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti                                          184.023               187.872
    Nilai Wajar Aset Program                                                          --               (1.297)
    Liabilitas Imbalan Kerja                                                    184.023               186.575

    Mutasi liabilitas imbalan pascakerja bersih di laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:

                                                                       31 Maret 2026        31 Desember 2025
    Liabilitas Imbalan Pasti Neto Awal Periode                                  186.575               162.273
    Biaya yang diakui pada Laporan Laba/Rugi (Catatan 33)                          7.059               27.707
    Kontribusi Pemberi Kerja Periode Berjalan                                    (9.611)               (6.200)
    Pembayaran Imbalan oleh Perusahaan                                                 --              (1.571)
    Pendapatan yang diakui pada
      Penghasilan Komprehensif Lain                                                    --               4.366
    Liabilitas Imbalan Pasti Neto Akhir Periode                                 184.023               186.575

    Mutasi Kerugian Komprehensif Lain adalah sebagai berikut:

                                                                       31 Maret 2026        31 Desember 2025
    Penghasilan Komprehensif Lain Awal Periode                                  197.730               157.708
    Penghasilan Komprehensif Lain Periode Berjalan                                    --                4.366
    Akumulasi Pajak Penghasilan Terkait                                               --               35.656
    Beban Komprehensif Lain Akhir Periode Setelah Pajak                         197.730               197.730

    Saldo liabilitas imbalan kerja dan imbalan lainnya pada 31 Desember 2025 didasarkan pada perhitungan
    aktuaria oleh Kantor Konsultan Aktuaria Steven & Mourits, aktuaris independen, dalam laporannya
    tertanggal 27 Januari 2026 menggunakan asumsi sebagai berikut:

                                                       48
Page 52
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                      31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025

    Tingkat Kematian                           Mengikuti Tabel Mortalita Indonesia VI Tahun 2019
    Umur Pensiun Normal                                            55 tahun
    Tingkat Cacat                                               10% per tahun
    Kenaikan Gaji                                                8% per tahun
    Tingkat Diskonto                                            6,5% per tahun
    Tingkat Pengunduran Diri      1% pada usia 20 tahun dan menurun secara linier sampai dengan usia 55 tahun

   Program liabilitas imbalan pasti memberikan eksposur Grup terhadap risiko aktuarial seperti risiko tingkat
   bunga, dan risiko gaji.

   Risiko Investasi
   Nilai kini kewajiban imbalan pasti pensiun kesehatan dihitung menggunakan tingkat diskonto yang
   ditetapkan dengan mengacu pada imbal hasil obligasi korporasi berkualitas tinggi; jika pengembalian aset
   program di bawah tingkat tersebut, hal itu akan mengakibatkan defisit program.

   Risiko Tingkat Bunga
   Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto yang ditetapkan dengan
   mengacu pada imbal pasti hasil obligasi korporasi berkualitas tinggi. Penurunan suku bunga obligasi akan
   meningkatkan liabilitas program.

   Risiko Gaji
   Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program.
   Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu.

   Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan liabilitas imbalan pasti adalah tingkat diskonto dan
   kenaikan gaji yang diharapkan. Sensitivitas analisis dibawah ini ditentukan berdasarkan masing-masing
   perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir tahun pelaporan, dengan semua asumsi yang lain
   konstan.


28. Modal Saham

                                                              31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                                          Jumlah         Persentase       Jumlah Modal
                Nama Pemegang Saham                       Saham           Pemillikan         Disetor
    Pemerintah DKI Jakarta
     Saham Seri A                                                    1      0,0000001%                0,00050
     Saham Seri C                                        1.151.999.998     71,9999999%                288.000
    Jumlah                                               1.151.999.999     72,0000000%                288.000
    PT Pembangunan Jaya
     Saham Seri B                                                   1       0,0000001%                0,00050
     Saham Seri C                                         288.099.998      18,0099999%                 72.025
    Jumlah                                                288.099.999      18,0100000%                 72.025
    Masyarakat
     (masing-masing dibawah 5%, Saham Seri C)              159.900.000      9,9900000%                 39.975
    Jumlah                                               1.599.999.998    100,0000000%                400.000

   Perusahaan mengeluarkan saham Seri A, Seri B, dan Seri C dengan keterangan sebagai berikut:
   1. Saham Seri A
      Merupakan saham yang memberikan hak istimewa kepada Pemerintah DKI Jakarta untuk
      mencalonkan sebanyak-banyaknya 2 orang direktur dan 4 orang komisaris (termasuk 1 orang
      komisaris utama). Pencalonan tersebut mengikat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
   2. Saham Seri B
      Merupakan saham yang memberikan hak istimewa kepada PT Pembangunan Jaya untuk
      mencalonkan direktur utama dan sebanyak-banyaknya 2 orang direktur serta 1 orang komisaris.
      Pencalonan tersebut mengikat RUPS.


                                                    49
Page 53
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

   3. Saham Seri C
      Saham Seri C memiliki hak yang sama dengan hak yang dimiliki saham Seri A dan Seri B, kecuali hak-
      hak istimewa yang dimiliki saham Seri A dan Seri B sebagaimana dijelaskan.

29. Tambahan Modal Disetor

                                                                                        31 Maret 2026             31 Desember 2025
    Pengeluaran 80.000.000 Saham melalui Penawaran Umum
     Tahun 2004:
       Agio Saham                                                                                    42.000                             42.000
       Biaya Emisi Saham                                                                             (5.291)                            (5.291)
    Tambahan Modal Disetor dari Selisih antara Aset dan
     Liabilitas Pengampunan Pajak                                                                     3.695                               3.695
    Jumlah                                                                                           40.404                             40.404

   Pada tahun 2017 perusahaan telah melaporkan aset Pengampunan Pajak atas Perseroan sebesar
   Rp3.695 sesuai Surat Keterangan Pengampunan Pajak Nomor KET-643/PP/WPJ.07/2017 yang dicatat
   sebagai tambahan modal disetor.

30. Kepentingan Nonpengendali

   Akun ini merupakan kepentingan nonpengendali atas aset bersih dan laba bersih Entitas Anak sebagai
   berikut:
                                                                                31 Maret 2026
                                Kepemilikan   Nilai Tercatat         Bagian Laba        Tambahan Setoran        Dampak            Nilai Tercatat
                                               Awal Tahun        (Rugi) Komprehensif        Modal pada       Dilusi Saham         Akhir Periode
                                                                   Periode Berjalan        Entitas Anak
                                    %              Rp                     Rp                    Rp                Rp                    Rp
    PT Jaya Ancol Pratama Tol     40,00%                11.868                     35                  --                   --            11.903
    PT Sarana Tirta Utama         35,00%                 7.147                   373                   --                   --             7.520
    PT Seabreez Indonesia          1,87%                   347                   (34)                  --                   --               313
    Jumlah                                              19.362                   374                   --                   --            19.736


                                                                             31 Desember 2025
                                Kepemilikan   Nilai Tercatat         Bagian Laba      Tambahan Setoran          Dampak            Nilai Tercatat
                                               Awal Tahun        (Rugi) Komprehensif      Modal pada         Dilusi Saham         Akhir Tahun
                                                                   Tahun Berjalan        Entitas Anak
                                    %              Rp                     Rp                  Rp                  Rp                    Rp
    PT Jaya Ancol Pratama Tol     40,00%              11.679                      189                  --               --                11.868
    PT Sarana Tirta Utama         35,00%               7.463                    (316)                  --               --                 7.147
    PT Seabreez Indonesia          1,87%                 435                     (88)                  --               --                   347
    Jumlah                                            19.577                    (215)                  --               --                19.362




31. Pendapatan Usaha

                                                                                                            31 Maret
                                                                                              2026                               2025
    Pendapatan Real Estat
     Tanah dan Bangunan                                                                                      --                               --
    Pendapatan Tiket
     Wahana Wisata                                                                                    77.403                             83.507
     Pintu Gerbang                                                                                    48.733                             53.402
      Sub Jumlah                                                                                     126.136                            136.909
    Pendapatan Hotel dan Restoran
     Restoran                                                                                          9.883                              9.621
     Kamar                                                                                             5.968                              4.661
      Sub Jumlah                                                                                      15.851                             14.282


                                                                   50
Page 54
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                           31 Maret
                                                                 2026                 2025
    Pendapatan Usaha Lainnya
     Penyewaan Kios, Lahan, dan Gedung                                   27.148               30.303
     Pengelolaan Perumahan                                               18.913                8.948
     Sponsor                                                              7.793                7.562
     Barang Dagangan                                                      6.669                5.419
     Logistik Acara                                                       1.820                3.299
     Loker dan Permainan                                                  1.102                1.002
     Uang Sandar dan Iuran                                                  577                1.562
     Bagi Hasil                                                             341                  417
     Lain-lain (masing-masing dibawah Rp300 Juta)                         1.863                1.375
     Sub Jumlah                                                          66.226               59.887
    Jumlah                                                              208.213              211.078
     Dikurangi: Potongan Penjualan                                        (638)                (281)
    Bersih                                                              207.575              210.797



32. Beban Pokok Pendapatan dan Beban Langsung

                                                                           31 Maret
                                                                 2026                 2025
    Beban Pokok Pendapatan
     Makanan dan Minuman                                                  6.722                3.792
     Barang Dagangan                                                      2.846                2.243
     Logistik Acara                                                         660                  880
     Sub Jumlah                                                          10.228                6.915
    Beban Langsung
     Penyusutan dan Amortisasi (Catatan 15, 16, 17, 18 dan 19)           33.604               31.771
     Gaji dan Tunjangan                                                  28.651               21.211
     Telepon, Listrik dan Air                                            23.183               12.728
     Perjanjian Tingkat Layanan                                          13.757                6.161
     Pajak Hiburan                                                       12.916               13.952
     Penyelenggaraan Pertunjukan                                          8.968                8.750
     Pemeliharaan                                                         7.837                6.514
     Alat Kerja dan Operasi                                               5.069                3.382
     Alih Daya                                                            4.588               21.980
     Sewa                                                                 1.105                1.289
     Perjalanan dan Survei                                                  591                1.031
     Jasa Layanan Aplikasi                                                  352                  433
     Lain-lain (masing-masing dibawah Rp300 Juta)                           374                  501
     Sub Jumlah                                                         140.995              129.703
    Jumlah                                                              151.223              136.618




                                                        51
Page 55
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

33. Beban Penjualan dan Umum dan Administrasi

                                                                             31 Maret
                                                                    2026                2025
    Beban Penjualan
     Promosi dan Penjualan                                                  6.253               6.247
    Beban Umum dan Administrasi
     Gaji dan Tunjangan                                                    28.074              23.792
     Pajak Bumi dan Bangunan                                               19.419              18.140
     Imbalan Kerja (Catatan 27)                                             7.059               5.242
     Penyusutan dan Amortisasi (Catatan 15, 16, 17, 18 dan 19)              2.982               3.077
     Humas dan Jamuan Tamu                                                  2.314               2.188
     Asuransi                                                               1.585               1.732
     Jasa Profesional                                                         897               2.111
     Telepon, Listrik dan Air                                                 755                 476
     Pemeliharaan                                                             472               1.001
     Administrasi Bank                                                        443                 362
     Fasilitas Karyawan                                                       359                 664
     Alih Daya                                                                 65                 377
     Perjalanan dan Survei                                                     60                 190
     Lain-lain (masing-masing dibawah Rp50 Juta)                              232                  87
      Sub Jumlah                                                           64.716              59.439
    Jumlah                                                                 70.969              65.686



34. Penghasilan Lainnya

                                                                             31 Maret
                                                                    2026                2025
    Amortisasi Pendapatan Diterima
      di Muka Ancol Beach City (Catatan 41.b)                               2.367               2.367
    Pemulihan atas Cadangan Kerugian Penurunan Nilai
      Piutang Usaha (Catatan 4)                                             1.464               1.618
    Klaim Asuransi                                                            893                  49
    Penggantian Pembayaran Pajak Bumi
      dan Bangunan oleh Tenant                                                29                6.801
    Lain-lain (Masing-masing di bawah Rp20 juta)                             140                   71
    Jumlah                                                                  4.893              10.906


35. Beban Lain - Lain

                                                                             31 Maret
                                                                    2026                2025
    Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha (Catatan 4)          6.961               4.105
    Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 Miliar)                             644                 848
    Jumlah                                                                 7.605               4.953


36. Beban Keuangan
                                                                             31 Maret
                                                                    2026                2025
    Bunga Obligasi                                                         11.272              12.318
    Bunga Bank                                                              4.183               4.219
    Bunga Liabilitas Sewa                                                   1.340               1.428
    Amortisasi Biaya Emisi                                                    103                 987
    Jumlah                                                                 16.898              18.952


                                                        52
Page 56
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

37. Laba Per Saham

    Berikut ini adalah data yang digunakan untuk perhitungan laba per saham dasar:

                                                                                                         31 Maret
                                                                                            2026                        2025

    Laba yang Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk                                           (38.804)                    (11.171)
    Rata-rata Tertimbang Jumlah Saham Biasa yang
     Beredar (Catatan 2.ab)                                                                1.599.999.996               1.599.999.996
    Laba per Saham Dasar (Rupiah Penuh)                                                              (24)                         (7)

    Perusahaan tidak memiliki efek berpotensi saham yang bersifat dilutif sehingga tidak ada dampak dilusian
    pada perhitungan laba per saham.

38. Dividen dan Cadangan Umum

    Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 25 April 2025 sebagaimana tercantum
    dalam Akta No. 53 tanggal 25 April 2025 dari Notaris Aulia Taufani, S.H., pemegang saham menyetujui
    pembagian dividen untuk tahun buku 2024 sebesar 21,60% dari laba bersih tahun buku 2024 atau
    sebesar Rp24 (dalam rupiah penuh) per lembar saham atau seluruhnya sebesar Rp38.400 yang telah
    dibayarkan di tahun 2025 dan menetapkan tambahan cadangan umum sebesar Rp1.778.

39. Sifat Transaksi dan Hubungan Pihak-pihak Berelasi

    Hubungan dengan Pihak-pihak Berelasi

          Pihak-pihak Berelasi                       Sifat Hubungan                                  Jenis Transaksi
    PT Bank Jakarta                       Entitas yang pemegang sahamnya sama            Penyimpanan Uang dan Pinjaman Bank
                                          dengan pemegang saham Perusahaan,
                                          yaitu Pemda DKI
    PT Jakarta Propertindo                Entitas yang pemegang sahamnya sama            Pemanfaatan Lahan
    (Perseroda)                           dengan pemegang saham Perusahaan,
                                          yaitu Pemda DKI
    PT Jaya Kuliner Lestari               Entitas Asosiasi                               Piutang Usaha
    PT Arkonin                            Entitas yang pemegang sahamnya sama            Penagihan Jasa Konstruksi
                                          dengan pemegang saham Perusahaan,
                                          yaitu PT Pembangunan Jaya
    Manajemen Kunci                       Pengendali Kegiatan Perusahaan                 Tantiem dan Bonus


   Saldo dan transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi adalah sebagai berikut :
                                                                                               Persentase Terhadap Jumlah Aset,
                                                                                               Liabilitas, Pendapatan dan Beban

                                                31 Maret 2026         31 Desember 2025        31 Maret 2026          31 Desember 2025
                                                     Rp                      Rp                    %                        %
    Kas dan Setara Kas (Catatan 3)
     Bank
      PT Bank Jakarta                                      2.101                  4.420                       0,00                 0,00
     Deposito Berjangka
      PT Bank Jakarta                                     21.500                 21.500                       0,01                 0,01
    Jumlah                                                23.601                 25.920                       0,01                 0,01

    Piutang Usaha (Catatan 4)
     PT Jakarta Propertindo (Perseroda)                         154                 161                       0,00                 0,00
     PT Bank Jakarta                                             59                  59                       0,00                 0,00
     Sub Jumlah                                                 213                 220                       0,00                 0,00




                                                                53
Page 57
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                                         Persentase Terhadap Jumlah Aset,
                                                                                         Liabilitas, Pendapatan dan Beban

                                         31 Maret 2026         31 Desember 2025         31 Maret 2026        31 Desember 2025
                                              Rp                      Rp                     %                      %
    Utang Usaha (Catatan 20)
     PT Arkonin                                          840                 840                    0,00                    0,00
    Jumlah                                               840                 840                    0,00                    0,00
    Pendapatan (Catatan 31)
     PT Bank DKI                                         349                 203                    0,00                    0,00
    Jumlah                                               349                 203                    0,00                    0,00


   Transaksi dengan pihak berelasi terutama merupakan pengadaan atau penyediaan jasa supplier.
   Pengadaan ini diselenggarakan oleh Perusahaan dengan mengadakan tender yang pesertanya adalah
   pihak ketiga dan pihak berelasi yang terdaftar dalam daftar rekanan Perusahaan. Mekanisme pengadaan
   sesuai dengan standar pengadaan yang ditetapkan oleh Perusahaan.

   Jumlah remunerasi jangka pendek yang diterima oleh Dewan Komisaris pada 31 Maret 2026 dan 2025,
   masing-masing sebesar Rp1.855 dan Rp962.

   Jumlah remunerasi jangka pendek yang diterima oleh Direksi pada pada 31 Maret 2026 dan 2025, masing-
   masing sebesar Rp3.949 dan Rp3.384.

   Seluruh transaksi dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan ini.


40. Segmen Operasi

   Untuk tujuan pelaporan manajemen, saat ini membagi segmen operasi sesuai dengan produk dan jasa
   kegiatan usahanya yaitu: pariwisata, real estat serta perdagangan dan jasa. Kelompok-kelompok tersebut
   menjadi dasar pelaporan segmen informasi.

   Kegiatan utama kelompok tersebut terdiri dari:

    Pariwisata                 :   Mengelola kawasan wisata, pertunjukan keliling dan penginapan wisata
    Real Estat                 :   Pembangunan, penjualan dan penyewaan properti
    Perdagangan dan Jasa       :   Penjualan barang dagangan, jasa sarana transportasi laut dan
                                   pengelolaan restoran dan air bersih


    Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen operasi:

                                                                                    31 Maret 2026
                                                   Pariwisata        Real Estat     Perdagangan     Eliminasi        Jumlah
                                                                                      dan Jasa
                                                         Rp             Rp              Rp              Rp             Rp
    Pendapatan dari
     Pelanggan Eksternal                                  134.619        59.914          51.580         (38.538)       207.575

    Hasil
     Hasil Segmen                                        (112.433)       (23.618)        (30.866)          31.880    (135.037)
     Beban Langsung tidak
      dapat Dialokasikan                                                                                              (16.186)
    Laba Bruto                                                                                                          56.352




                                                         54
Page 58
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                        31 Maret 2026
                                             Pariwisata   Real Estat    Perdagangan     Eliminasi      Jumlah
                                                                          dan Jasa
                                                Rp           Rp             Rp             Rp           Rp
     Penghasilan Bunga                                                                                     2.945
     Penghasilan Lainnya                                                                                   4.893
     Beban Umum dan Administrasi                                                                        (64.716)
     Beban Penjualan                                                                                     (6.253)
     Kerugian Selisih Kurs                                                                                    (6)
     Beban Lain-lain                                                                                     (7.605)
     Jumlah Beban Usaha                                                                                 (70.742)
    Rugi Sebelum Pajak
     dan Beban Keuangan                                                                                 (14.390)
     Beban Pajak Final                                                                                   (5.859)
     Beban Keuangan                                                                                     (16.898)
     Bagian Laba Bersih
      Investasi Ventura Bersama                                                                                 --
     Bagian Rugi Bersih
      Entitas Asosiasi                                                                                       374
    Rugi Sebelum Pajak                                                                                  (36.773)
     Beban Pajak Penghasilan                                                                             (1.657)
    Rugi Bersih Tahun Berjalan                                                                          (38.430)
     Penghasilan Komprehensif
      Lain Setelah Pajak                                                                                        --
    Jumlah Rugi Komprehensif
     Tahun Berjalan                                                                                     (38.430)
     Kepentingan Non-pengendali                                                                              374
    Aset
     Aset Segmen                              7.608.036     3.843.929     1.764.595     (12.896.114)     320.446
     Aset yang Tidak Dapat Dialokasi                                                                   3.206.008
    Total Aset                                                                                         3.526.454
    Liabilitas
     Liabilitas Segmen                        6.991.931     2.905.233     2.116.600     (11.856.125)    157.639
     Liabilitas yang Tidak Dapat Dialokasi                                                             1.547.181
    Total Liabilitas                                                                                   1.704.820
     Pengeluaran Modal                                                                                    6.158
     Penyusutan dan Amortisasi                                                                           34.174
     Beban Nonkas selain Penyusutan dan
      Amortisasi Tidak Dapat
      Dialokasikan                                                                                        7.059




                                                55
Page 59
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                         31 Desember 2025
                                              Pariwisata    Real Estat      Perdagangan   Eliminasi      Jumlah
                                                                              dan Jasa
                                                 Rp            Rp               Rp           Rp           Rp
    Pendapatan dari
     Pelanggan Eksternal                          778.336      259.993         227.502       (144.622)   1.121.209

    Hasil
     Hasil Segmen                               (475.153)       (85.000)      (116.645)       118.722    (558.076)
     Beban Langsung tidak
      dapat Dialokasikan                                                                                  (51.470)
    Laba Bruto                                                                                            511.663
     Penghasilan Bunga                                                                                       9.364
     Penghasilan Lainnya                                                                                   224.658
     Keuntungan Penjualan Aset Tetap                                                                         (428)
     Kerugian Selisih Kurs - Bersih                                                                             (2)
     Beban Penjualan                                                                                      (31.506)
     Beban Umum dan Administrasi                                                                         (274.159)
     Beban Lain-lain                                                                                     (114.738)
     Jumlah Beban Usaha                                                                                  (186.811)
    Laba Sebelum Pajak
     dan Beban Keuangan                                                                                   324.852

     Beban Pajak Final                                                                                    (28.070)
     Beban Keuangan                                                                                       (72.066)
     Bagian Rugi Bersih
      Investasi Ventura Bersama                                                                              (995)
     Bagian Rugi Bersih
      Entitas Asosiasi                                                                                       1.161
    Laba Sebelum Pajak                                                                                    224.882
     Beban Pajak Penghasilan                                                                              (44.918)
    Laba Bersih Tahun Berjalan                                                                            179.964
     Kerugian Komprehensif
      Lain Setelah Pajak                                                                                  (15.377)
    Jumlah Laba Komprehensif
     Tahun Berjalan                                                                                       164.587
     Kepentingan Non-pengendali                                                                                215
    Aset
     Aset Segmen                               2.052.303      1.288.982         89.379     (2.596.964)     833.700
     Aset yang Tidak Dapat Dialokasi                                                                     2.799.954
    Total Aset                                                                                           3.633.654
    Liabilitas
     Liabilitas Segmen                           427.750       500.630          21.618       (559.593)    390.405
     Liabilitas yang Tidak Dapat Dialokasi                                                               1.383.185
    Total Liabilitas                                                                                     1.773.590
     Pengeluaran Modal                                                                                     85.885
     Penyusutan dan Amortisasi                                                                             92.306
     Beban Nonkas selain Penyusutan
      dan Amortisasi Tidak Dapat
      Dialokasikan                                                                                         22.946


   Grup tidak menyajikan segmen geografis karena seluruh usaha Grup terkonsentrasi pada satu lokasi di
   Ancol, Jakarta Utara.




                                                 56
Page 60
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


41. Perjanjian dan Informasi Penting Lainnya

   a. Berdasarkan Ketetapan Walikotamadya Jakarta Utara selaku Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T)
      Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum Wilayah Kotamadya Jakarta Utara No.
      02/PPT/JU/111/95 tanggal 16 Maret 1995, tanah yang digunakan untuk jalan tol yang termasuk dalam
      HPL No. 1 milik Perusahaan adalah seluas 143.574 m2 dengan nilai ganti rugi sebesar Rp92.842.
      Selisih perhitungan nilai antara Ketetapan Walikotamadya Jakarta Utara tersebut dengan dana ganti
      rugi yang diterima Perusahaan yaitu sebesar Rp16.582 belum dicatat sebagai pendapatan
      Perusahaan, karena menurut manajemen Perusahaan:
      1. Secara yuridis formal, sisa tagihan belum dapat dikategorikan sebagai piutang Perusahaan karena
           penentuan jumlah nilai seluruh ganti rugi dilakukan secara sepihak oleh Panitia Pengadaan Tanah
           untuk Kepentingan Umum Jalan Tol Pluit - Cilincing (Harbour Road) Kotamadya Jakarta Utara.
           Tidak ada perjanjian kesepakatan jumlah ganti rugi yang melibatkan Perusahaan selaku entitas
           usaha berbadan hukum, sehingga secara validitas, tidak ada dasar bagi Perusahaan untuk
           mengakui sisa tagihan ganti rugi sebagai piutang maupun pendapatan;
      2. Ditjen Binamarga dengan suratnya No. T.10.100.06.06/729 tanggal 22 September 1999 yang
           ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta, memohon untuk mempertimbangkan agar sisa
           kekurangan pembayaran ganti rugi dapat diselesaikan tanpa ganti rugi, mengingat hal-hal berikut:
                Kondisi keuangan negara saat ini dan ketersediaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja
                 Negara (APBN) yang cenderung semakin terbatas, dan
                Prasarana publik yang dibangun di atas tanah Perusahaan juga memberikan manfaat yang
                 sangat besar terhadap pengembangan proyek Perusahaan.

       Berdasarkan surat Perusahaan No. 048/DIR-PJA/II/2002 tanggal 5 Februari 2002 kepada Menteri
       Pemukiman dan Prasarana Wilayah, Perusahaan telah meminta realisasi atas kekurangan ganti rugi
       yang belum diterima. Sampai dengan tanggal laporan ini, penyelesaian selisih tersebut masih dalam
       proses.

   b. Pada tanggal 10 Agustus 2004, Perusahaan mengadakan perjanjian kerja sama dengan PT Paramitha
      Bangun Cipta Sarana (PBCS) untuk membangun, mengalihkan serta mengelola hak atas sarana music
      stadium di area Perusahaan seluas 39.000 m². PBCS memiliki hak pengelolaan atas proyek tersebut
      selama 25 tahun. Setelah masa perjanjian berakhir, PBCS akan mengembalikan pengelolaan kepada
      Perusahaan. PBCS memiliki hak opsi untuk memperpanjang masa pengelolaan maksimal
      25 tahun atas persetujuan tertulis Perusahaan. Atas kerjasama tersebut, Perusahaan berhak
      mendapatkan imbalan sebesar 5% dari sewa jangka panjang dan 6% dari sewa jangka pendek yang
      merupakan bagian dari pendapatan kotor setiap tahunnya. Apabila PBCS terlambat melaksanakan
      penyerahan atas pembagian hasil transaksi penjualan maka dikenakan denda keterlambatan yang
      besarnya denda ditentukan berdasarkan rata-rata bunga deposito 1 (satu) tahun dari 3 (tiga) bank
      pemerintah terkemuka.

       Pada tanggal 26 April 2007, melalui Akta Notaris No. 208 dari Sutjipto S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta,
       Perusahaan telah memberikan persetujuan kepada PBCS untuk mengalihkan kerjasama kepada
       PT Wahana Agung Indonesia (WAI), sebagai perusahaan afiliasi PBCS, yang berlaku sejak tanggal
       ditandatanganinya perjanjian pengalihan.

       Pembagian pendapatan yang disetujui berdasarkan perjanjian adalah:
         Pendapatan yang bersumber dari sewa jangka panjang pihak ketiga yaitu sebesar 5% (lima
          persen) dari pendapatan bruto;
         Pendapatan yang bersumber dari sewa jangka pendek dari pihak ketiga yaitu 6% (enam persen)
          dari pendapatan bruto, dan
         WAI wajib melakukan pembayaran minimal ke Perusahaan sebesar Rp3.250 pada tahun pertama
          pengoperasian dan untuk tahun berikutnya dengan kenaikan minimal 5% (lima persen) per tahun,
          pembayaran tahun pertama sudah diterima.




                                                     57
Page 61
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


       Sehubungan keterlambatan pembangunan fisik sehingga mundurnya pelaksanaan pengoperasian
       proyek secara keseluruhan, maka dengan itikad baik Perusahaan, WAI dan PT Wahana Agung
       Indonesia Propertindo (WAIP) sepakat membuat Perjanjian Pengalihan Kerjasama Pembangunan,
       Pengalihan dan Pengoperasian “Music Stadium“ dari WAI ke WAIP yang tertuang dalam perjanjian
       tertanggal 28 Agustus 2009, selanjutnya proyek tersebut akan dilakukan oleh WAIP dan dijadwalkan
       dapat diselesaikan tanggal 30 Nopember 2010 untuk proyek sisi utara dan 31 Juli 2011 untuk proyek
       sisi selatan. Pada tanggal 29 Agustus 2011 dilakukan addendum I (pertama) mengenai penyelesaian
       proyek di sisi Utara yang semula tanggal 30 Nopember 2010 menjadi 29 Agustus 2011 dan dari 31 Juli
       2011 menjadi 29 Desember 2011 untuk sisi selatan. Pada tanggal 18 Desember 2012 dilakukan
       addendum II (kedua) mengenai penyelesaian proyek dari 29 Agustus 2011 untuk sisi utara dan 28
       Desember 2011 untuk sisi selatan, menjadi 20 Desember 2012 untuk pengalihan proyek secara parsial
       dan 31 Juli 2013 untuk pengalihan proyek secara keseluruhan.

       Kemudian Perusahaan melakukan berita acara serah terima secara parsial Pengalihan dan
       Pengoperasian Bangunan Music Stadium masing-masing melalui Berita Acara (BA) No.
       021/DIRPJA/XII/2012 - 001/BA/DIR-WAIP/ XII/2012 dan No. 020/DIR-PJA/XII/2012 - No.
       002/BA/DIRWAIP/XII/2012 tanggal 20 Desember 2012 dan secara keseluruhan Pengalihan dan
       Pengoperasian Bangunan Music Stadium masing-masing melalui Berita Acara (BA) No. 003/DIR-
       PJA/VII/2013 - No. 003/BA/DIR-WAIP/VII/2013 dan No. 004/DIR-PJA/VII/2013 - 004/BA/DIR-
       WAIP/VII/2013 tanggal 31 Juli 2013, dengan ini perusahaan sepakat dan setuju untuk menyerahkan
       bangunan tersebut untuk dioperasikan oleh WAIP selama 25 tahun terhitung sejak tanggal berita acara
       serah terima pengalihan dan pengoperasian bangunan Music Stadium secara parsial tanggal 20
       Desember 2012 sebagaimana dimaksud di atas.

  c.   Kelanjutan proyek reklamasi Pantai Utara Jakarta yang berada di kawasan Ancol mengalami
       penyesuaian dengan adanya perencanaan ulang penataan ruang kawasan reklamasi Pantai Utara
       Jakarta yang diatur melalui Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 121 Tahun 2012 tentang
       Penataan Ruang Kawasan Reklamasi Pantai Utara Jakarta dan peraturan perundang-undangan terkait
       lainnya, sehingga kemudian dilakukan penyesuaian terhadap izin-izin reklamasi yang sebelumnya
       telah diterbitkan dan diperoleh Perusahaan. Izin-izin reklamasi baru yang diperoleh Perusahaan
       setelah dilakukan penyesuaian sebagaimana dimaksud di atas menjadi sebagai berikut:
         - Izin Prinsip Reklamasi Pulau I dengan Surat Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 1275/-1.794.2
           tanggal 21 September 2012 dengan luas 202,5 Ha, yang kemudian diperpanjang dengan Surat
           Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 994/-1/794.2 tanggal 7 September 2015.
         - Izin Prinsip Reklamasi Pulau J dengan Surat Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 1276/-1.794.2
           tanggal 21 September 2012 dengan luas 316 Ha, yang kemudian diperpanjang dengan Surat
           Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 995/-1.794.2 tanggal 7 September 2015.
         - Izin Prinsip Reklamasi Pulau K dengan Surat Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 1295/-1.794.2
           tanggal 21 September 2012 dengan luas 32 Ha, yang kemudian diperpanjang dengan Surat
           Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 540/-1.794.2 tanggal 10 September 2014. Bahwa kemudian
           terhadap izin prinsip Pulau K tersebut telah terbit Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta
           No. 2485 Tahun 2015 tentang Pemberian Izin Pelaksanaan Reklamasi Pulau K kepada Perusahaan
           pada tanggal 17 November 2015.
         - Izin Prinsip Reklamasi Pulau L dengan Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 1296/-1.794.2
           tanggal 21 September 2012 dengan luas 481 Ha.

       Bahwa pada tanggal 26 September 2018 Gubernur Provinsi DKI Jakarta melalui jumpa pers di
       Balaikota Jakarta secara resmi mengumumkan pemberhentian proyek reklamasi Pantai Utara Jakarta,
       yang kemudian diikuti dengan pencabutan izin-izin reklamasi yang telah diterbitkan sebelumnya,
       termasuk izin-izin reklamasi yang diperoleh Perusahaan sebagaimana dimaksud di atas. Terhadap
       keputusan pemberhentian tersebut, kemudian Perusahaan menerima surat keputusan pencabutan
       terhadap izin-izin reklamasi yang dimiliki Perusahaan sebagai berikut:
       1. Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 1041/-1.794.2 tanggal 6 September 2018 Perihal
          Pencabutan:
          a) Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta tanggal 21 September 2012 No. 1276/-1.794.2 (Pulau J);
          b) Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta tanggal 21 September 2012 No. 1296/-1.794.2 (Pulau L);

                                                    58
Page 62
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

        c) Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta tanggal 21 September 2012 No. 1275/-1.794.2 (Pulau I).
     2. Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 1410 Tahun 2018 Tentang Pencabutan Keputusan
        Gubernur No. 2485 Tahun 2015 Tentang Pemberian Izin Pelaksanaan Reklamasi Pulau K Kepada
        Perusahaan.

     Bahwa Perusahaan kemudian melakukan koordinasi intensif kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta
     dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membahas
     rencana kerja Perusahaan kedepannya. Rencana kerja tersebut kemudian disampaikan oleh
     Perusahaan kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta melalui Surat No. 011/DIR-PJA/EXT/XI/2018
     tanggal 27 November 2018 tentang rencana pengembangan ikon Dunia Fantasi dengan melakukan
     perluasan kawasan rekreasi Dunia Fantasi melalui pembangunan wahana Ocean Fantasi yang
     terintegrasi dengan wahana Dunia Fantasi eksisting dan rencana perluasan kawasan rekreasi kawasan
     Taman Impian pada area Ancol Timur. Melalui surat yang sama, terhadap rencana kerja tersebut
     kemudian Perusahaan mengajukan permohonan kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk dapat
     menerbitkan izin prinsip perluasan kawasan rekreasi Dunia Fantasi seluas ± 35 Ha dan Kawasan
     Rekreasi Taman Impian pada area Ancol Timur seluas ± 120 Ha.

     Bahwa berdasarkan persetujuan prinsip perluasan kawasan rekreasi Dunia Fantasi (DUFAN) seluas ±
     35 Ha dan kawasan rekreasi Taman Impian Ancol Timur seluas ± 120 Ha berdasarkan surat Gubernur
     DKI Jakarta tanggal 24 Mei 2019 Nomor 462/-1.711.511 dan berdasarkan surat Perusahaan Nomor
     010/DIR-PJA/EXT/II/2020 tanggal 13 Februari 2020 perihal Permohonan Penerbitan Izin Pelaksanaan
     Perluasan Kawasan, pada tanggal 24 Februari 2020 diterbitkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta
     Nomor 237 Tahun 2020 tentang Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi
     (DUFAN) seluas ± 35 Ha dan Kawasan Rekreasi Taman Impian Ancol Timur seluas ± 120 Ha, yang
     pada intinya memberikan Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi (DUFAN)
     seluas ± 35 Ha dan Kawasan Rekreasi Taman Impian Ancol Timur seluas ± 120 Ha kepada
     Perusahaan untuk jangka waktu yang berlaku selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal ditetapka
     dengan ketentuan-ketentuan yang wajib dipenuhi oleh Perusahaan sebelum pelaksanaannya dan
     dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Bahwa berdasarkan ketentuan
     Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 237 Tahun 2020 tentang Izin Pelaksanaan Perluasan
     Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi (DUFAN) seluas ± 35 Ha dan Kawasan Rekreasi Taman Impian
     Ancol Timur seluas ± 120 Ha, Perusahaan telah melakukan pemenuhan kewajiban penyerahan kepada
     Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupa kontribusi lahan hasil perluasan kawasan sebesar 5% (lima
     persen) dari luasan ± 120 Ha lahan perluasan kawasan Rekreasi Taman Impian Ancol Timur yaitu ± 6
     Ha yang telah terbentuk dari total luas lahan yang telah terbentuk seluas ± 20 Ha yang telah
     disertifikatkan Hak Pengelolaan (HPL) No. 48/Ancol Tahun 2020, berdasarkan Berita Acara Serah
     Terima Kontribusi Berupa Lahan Sebesar Lima Persen Dari Perluasan Kawasan Rekreasi Taman
     Impian Ancol Timur Dari PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
     Nomor 446/-1.792.12 pada tanggal 26 Februari 2020. Bahwa terhadap sisa luas lahan yang terbentuk
     dari total luas lahan ± 20 Ha, seluas ± 14 Ha dikuasai oleh Perusahaan. Bahwa kemudian sehubungan
     dengan jangka waktu berlakunya izin pelaksanaan perluasan kawasan sebagaimana dimaksud di atas,
     Perusahaan telah menerbitkan surat kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk dapat memberikan
     perpanjangan jangka waktu izin pelaksanaan masing-masing melalui surat nomor 001/DIR-
     PJA/EXT/X/2022 tanggal 4 Oktober 2022 dan surat nomor 007/DIR-PJA/EXT/III/2023 tanggal 6 Maret
     2023, namun demikian sampai dengan berakhirnya jangka waktu izin pelaksanaan sebagaimana
     dimaksud surat-surat Perusahaan belum dapat ditindaklanjuti.

     Bahwa kemudian sebagai tindak lanjut atas pengembangan kawasan ancol tersebut di atas dan
     dengan berdasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, pada tanggal 13
     September 2023 Perusahaan telah memperoleh Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan
     Ruang Laut Nomor 13092310513100010 seluas 202.95 Ha yang diterbitkan melalui sistem Perizinan
     Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission yang ditandatangani secara
     elektronik oleh Menteri Investasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atas nama Menteri
     Kelautan dan Perikanan. Izin sebagaimana dimaksud menjadi dasar bagi Perusahaan untuk
     melanjutkan pengurusan izin pengembangan kawasan ancol selanjutnya sesuai ketentuan peraturan
     perundang-undangan yang berlaku.




                                                59
Page 63
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

      Pada tanggal 6 Februari 2025, berdasarkan permohonan yang telah diajukan oleh Perusahaan
      sebelumnya sehubungan dengan perubahan kegiatan perluasan kawasan Ancol Barat seluas 35 Ha
      menjadi 65 Ha, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi DKI
      Jakarta     menerbitkan    Keputusan     Kepala   DPM-PTSP      Provinsi  DKI    JKT      No.
      1/K.1/31.72.05.1003.12.W.h/1/TM.14.00/e/2025 tentang Kelayakan Lingkungan Hidup Kegiatan
      Perluasan Kawasan Ancol Barat Seluas 35 Ha Menjadi 65 Ha di Ancol, Pademangan, Kota Jakarta
      Utara, DKI Jakarta Kode Pos 14430 oleh PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

      Pada tanggal 11 Juni 2025, telah ditandatangani Perjanjian Antara Direktorat Jenderal Pengelolaan
      Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan Dengan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk tentang
      Pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Pada Izin Pelaksanaan Reklamasi
      PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Para Pihak menyepakati waktu dan jumlah pembayaran
      Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku yang
      kemudian disepakati termin pembayaran dilakukan secara bertahap dalam 9 (sembilan) termin
      pembayaran sebagaimana termin pembayaran pertama dibayarkan sebelum Izin Pelaksanaan
      Reklamasi diterbitkan sampai dengan termin pembayaran kesembilan pada tanggal 31 Desember
      2026.

      Pada tanggal 1 Juli 2025, setelah Perusahaan melakukan pemenuhan Pembayaran Penerimaan
      Negara Bukan Pajak (PNBP) Pada Izin Pelaksanaan Reklamasi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk
      untuk termin pembayaran pertama, Menteri Investasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal
      atas nama Menteri Kelautan dan Perikanan melalui sistem Online Single Submission (OSS)
      menerbitkan Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Izin Pelaksanaan Reklamasi PB-
      UMKU: 912011502298100020002 kepada PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dengan luasan izin
      pelaksanaan reklamasi sebesar 66,99 Ha yang berlaku 5 (lima) tahun sejak diterbitkan oleh sistem
      Online Single Submission (OSS).

      Selanjutnya, Perusahaan telah memenuhi pembayaran PNBP termin kedua sampai dengan keempat
      sesuai dengan jadwal pembayaran yang telah disepakati berdasarkan Perjanjian Antara Direktorat
      Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan Dengan PT Pembangunan Jaya
      Ancol Tbk tentang Pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Pada Izin Pelaksanaan
      Reklamasi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

  d. Berikut ini adalah pihak yang signifikan terkait dengan perjanjian sewa dan sponsorship:

       Entitas                   Pihak           Periode Kontrak             Bagi Hasil              Nilai Kontrak   Pendapatan
                                                                                                                        2026
        PJA      PT Pertamina Gas                  2014 - 2039     Penyewaan Lahan                         76.977         3.079
        PJA      PT Pertamina Gas                  2016 - 2041     Penyewaan Lahan                         72.418         2.897
        PJA      PT Perusahaan Gas Negara          2015 - 2040     Penyewaan Lahan                         72.418         2.897
        PJA      PT Inti Bangun Sejahtera Tbk      2019 - 2029     Penyewaan Lahan                         41.500         4.500
        PJA      PT Perusahaan Gas Negara          2013 - 2038     Penyewaan Lahan                         40.325         1.613
        PJA      PT Indosat Tbk                    2025 - 2030     Penyewaan Lahan                         21.724         4.344
        PJA      PT Perusahaan Gas Negara          2016- 2040      Penyewaan Lahan                          7.228           301
        PJA      PT Perusahaan Gas Negara          2024 - 2027     Penyewaan Lahan                          4.435         1.478
        PJA      PT Charoen Pokphand Indonesia     2026 - 2027     Kerjasama Promosi dan Penjualan          2.682         1.341



  e. Berikut ini adalah pihak yang signifikan terkait dengan perjanjian sewa berdasarkan persentase bagi
     hasil:

      Entitas                      Pihak                 Periode Kontrak                  Presentase
                                                                                           Bagi Hasil           Pendapatan
                                                                                          Pendapatan               2026
        TIJA     PT Djamanmas Pangan Nusa                    2025 - 2030                     7%                           1.937
        TIJA     PT Rekso Nasional Food                      2015 - 2026                     15%                          1.305
        TIJA     PT Arif Cipta Mandiri                       2023 - 2026                     20%                          1.096
        TIJA     PT Jimbaran Jaya                            2024 - 2033                     20%                            977
        TIJA     PT Seribu Satu Rasa                         2022 - 2027                     10%                            931
        TIJA     PT Multirasa Nusantara                      2025 - 2030                     16%                            881
        TIJA     PT Nusa Prima Pangan                        2023 - 2028                     15%                            757
        TIJA     PT Kalaha Tan                               2020 - 2026                     25%                            366
        TIJA     PT Lancar Wiguna Sejahtera                  2023 - 2026                     16%                            331


                                                        60
Page 64
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


  f.   Pada Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Proyek Strategis Nasional Pengembangan Jalan Tol Ir.
       Wiyoto Wiyono, M.Sc. Seksi Harbour Road II Sehubungan dengan pelaksanaan pembangunan untuk
       kepentingan umum Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangunan Pengembangan Jalan Tol Ir.
       Wiyoto Wiyono, M.Sc Section Harbour Road II (“Proyek HBR II”) yang dilaksanakan sesuai ketentuan
       peraturan perundang-undangan Republik Indonesia yang berlaku, Gubernur DKI Jakarta telah
       menetapkan lokasi rencana pembangunan untuk kepentingan umum Proyek HBR II seluas ± 454.460
       m2 melalui penerbitan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 648 Tahun 2022 tentang Penetapan
       Lokasi Pembangunan Pengembangan Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono, M.Sc. Section Harbour Road II
       tanggal 19 Juli 2022 sebagaimana diubah terakhir melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor
       564 Tahun 2025 tentang Perpanjangan Penetapan Lokasi Pembangunan Pengembangan Jalan Tol Ir.
       Wiyoto Wiyono, M.Sc. Section Harbour Road II tanggal 31 Juli 2025.

       Berdasarkan Keputusan Gubernur tentang penetapan lokasi rencana pembangunan untuk kepentingan
       umum Proyek HBR II tersebut, diperoleh informasi bahwa pelaksanaan pembangunan akan meliputi
       area di 3 (tiga) Kecamatan dan 8 (delapan) Kelurahan di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara,
       salah satunya termasuk area di Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan seluas ±176.386 m 2 yang
       di dalamnya terdapat aset milik Perusahaan yang terdampak dan menjadi objek pengadaan tanah
       sehubungan dengan pelaksanaan pembangunan Proyek HBR II dimaksud yang proses pengadaan
       tanahnya dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (d/h Kementerian Pekerjaan Umum dan
       Perumahan Rakyat) selaku instansi yang memerlukan tanah melalui Tim Pengadaan Tanah Bersama
       dengan instansi/lembaga terkait lainnya sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

       Pelaksanaan pengadaan tanah Proyek HBR II yang berlokasi di area Kelurahan Ancol, Kecamatan
       Pademangan dalam pelaksanaannya dibagi dalam 2 (dua) segmen, yaitu: i) Sisi Utara Segmen Timur/
       Area PT Pembangunan Jaya Ancol; dan ii) Sisi Utara Segmen Barat.

       Sehubungan dengan aset terdampak milik Perusahaan yang berlokasi di Kelurahan Ancol, Kecamatan
       Pademangan yang menjadi objek pengadaan tanah Proyek HBR II dimaksud dan sesuai dengan
       ketentuan peraturan perundanganyang berlaku, Perusahaan dalam hal ini merupakan pihak yang
       berhak menerima ganti kerugian, dan oleh karenanya Perusahaan tunduk dan patuh terhadap segala
       proses pengadaan tanah yang berlangsung sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku
       yang dilakukan oleh Tim Pengadaan Tanah dan Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara
       selaku Pelaksana Pengadaan Tanah.

       Pada tanggal 22 Mei 2025, berdasarkan notulen hasil Rapat Kejaksaan Agung Republik Indonesia
       perihal Rapat Koordinasi Pembahasan Percepatan Progres Pembangunan Akses Jalan Tol Ir. Wiyoto
       Wiyono M.Sc Section Harbour Road II, pada pokoknya menyimpulkan bahwa Pemerintah Daerah DKI
       Jakarta melalui Badan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi DKI Jakarta akan menerbitkan surat yang
       menerangkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 1991 telah menyerahkan/inbreng
       bidang tanah HPL No. 1/Ancol kepada Perusahaan dan atas inbreng tersebut Pemerintah DKI Jakarta
       telah mendapatkan penggantian berupa kepemilikan 80% saham dari Perusahaan. Sebagai tindak
       lanjut dari hasil rapat tersebut, Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi DKI Jakarta telah
       menerbitkan surat tertanggal 7 Agustus 2025 dan 6 Oktober 2025 kepada Kepala Kantor Pertanahan
       Kota Admnistrasi Jakarta Utara selaku Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah Proyek HBR II yang
       ditembuskan kepada Gubernur DKI Jakarta dan pihak-pihak terkait lainnya, yang pada pokoknya
       memberikan konfirmasi dan keterangan bahwa terhadap objek ganti kerugian berupa tanah dengan
       status kepemilikan tanah Hak Pengelolaan (HPL) Nomor 1/Ancol merupakan tanah yang telah
       diserahkan kepada Perusahaan sebagai penyertaan modal daerah yang dipisahkan dan tidak tercatat
       sebagai aset tetap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sehubungan dengan hal tersebut, pada tanggal 8
       Agustus 2025, Gubernur DKI Jakarta telah menerbitkan surat kuasa kepada Direktur Utama
       Perusahaan untuk melakukan musyawarah, menerima ganti kerugian, dan menandatangani dokumen
       yang diperlukan terkait pengadaan tanah atas HPL dimaksud.

       Bahwa pelaksanaan pengadaan tanah Proyek HBR II yang berlokasi di Kelurahan Ancol, Kecamatan
       Pademangan atas aset Perusahaan yang terdampak dalam perkembangannya dapat disampaikan
       sebagai berikut:

                                                   61
Page 65
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


     1. Sisi Utara Segmen Timur / Area PT Pembangunan Jaya Ancol, telah melalui tahapan musyawarah
        penetapan bentuk ganti kerugian atas aset Perusahaan yang terdampak yang telah diumumkan
        hasil penilaiannya berdasarkan hasil penilaian Penilai Pertanahan yang telah ditetapkan oleh
        Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara Selaku Ketua Pelaksana Pengadaan
        Tanah sebelumnya dengan uraian sebagai berikut:
        a. Pada tanggal Pada tanggal 26 Juni 2025, Perusahaan telah menandatangani Berita Acara
             Kesepakatan Bentuk Ganti Kerugian atas objek berupa bangunan dan/atau pagar panel beton
             serta benda lain yang berkaitan dengan tanah, dan menyetujui pemberian ganti kerugian
             dalam bentuk uang.
        b. Pada tanggal 11 November 2025, Perusahaan telah menandatangani Berita Acara
             Kesepakatan Bentuk Ganti Kerugian atas 8 (delapan) bidang tanah yang terletak di dalam HPL
             Nomor 1/Ancol dan menyetujui pemberian ganti kerugian dalam bentuk uang.
        c. Pada tanggal 27 November 2025, Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah menerbitkan surat
             kepada Ketua Tim Pengadaan Tanah Proyek HBR II perihal Validasi Pemberian Ganti
             Kerugian Dalam Bentuk Uang. Surat validasi tersebut pada pokoknya mentapkan pemberiah
             ganti kerugian dalam bentuk uang kepada Perusahaan atas kompensasi terhadap 6 (enam)
             bidang tanah seluas 7.185 m² (Catatan 8) dari 8 (delapan) bidang tanah serta atas objek
             bangunan, pagar, dan/atau tanaman yang terdampak dengan nilai total sebesar Rp175.917,
             sehingga masih terdapat 2 (dua) bidang tanah yang belum dilakukan validasi dan belum
             memperoleh penjelasan lebih lanjut secara resmi dari Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah,
             sehubungan dengan hal tersebut Perusahaan telah melakukan tindak lanjut berupa
             korespondensi dan koordinasi kepada Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah, Tim Pengadaan
             Tanah, dan pejabat instansi berwenang terkait lainnya, yang kemudian ditindaklanjuti melalui
             pembahasan dalam rapat-rapat koordinasi yang diselanggarakan oleh instansi yang
             berwenang yang sampai dengan laporan ini disampaikan proses pembahasannya masih
             berlangsung.
        d. Bahwa berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, sejak tanggal validasi tersebut
             hak Perusahaan atas ganti kerugian telah bersifat pasti, final, dan mengikat secara hukum.
             Selanjutnya segala tahapan lanjutan setelah validasi bersifat administratif, yaitu Pelepasan
             Hak Objek Pengadaan Tanah dan Pemberian Ganti Kerugian yang masing-masingnya
             kemudian dituangkan dalam suatu Berita Acara tertanggal 6 Januari 2026 yang ditandatangani
             oleh dan antara Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah, Ketua Tim Pengadaan Tanah dan
             Direksi berwenang terkait Perusahaan, dengan demikian proses pengadaan tanah dan
             pemberian ganti kerugian atas aset Perusahaan pada Sisi Utara Segmen Timur / Area PT
             Pembangunan Jaya Ancol yang terdampak Proyek HBR II telah dilaksanakan sesuai dengan
             ketentuan hukum yang berlaku sesuai laporan resmi secara tertulis yang telah sampaikan oleh
             Direktur Utama Perseroan kepada Gubernur DKI Jakarta melalui surat Perusahaan nomor
             003/DIR-PJA/EXT/II/2026 tanggal 9 Februari 2026 perihal Laporan Pelaksanaan Surat Kuasa
             Terkait Ganti Kerugian Pembangunan Pengembangan Jalan Tol Harbour Road II Pada HPL
             1/Ancol.

     2. Sisi Utara Segmen Barat, sampai dengan laporan ini disampaikan, proses pengadaan tanah dan
        pemberian ganti kerugian atas aset Perusahaan untuk Sisi Utara Segmen Barat berada pada
        tahapan pelaksanaan pengadaan tanah, dengan uraian sebagai berikut:
        a. Pada tanggal 17 Juli 2025, telah diterbitkan pengumuman hasil Inventarisasi dan Identifikasi
             oleh Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah yang memuat Peta Bidang Tanah dan Daftar
             Nominatif hasil Inventarisasi dan Identifikasi tertanggal 15 Juli 2025. Bahwa terhadap hasil
             Inventarisasi dan Identifikasi yang telah diumumkan tersebut, terdapat sanggahan/keberatan
             yang diajukan oleh Perseroan dan telah disampaikan kepada Ketua Pelaksana Pengadaan
             Tanah melalui surat resmi secara tertulis sesuai dengan prosedur dan ketentuan perundang-
             undangan yang berlaku. Bahwa terhadap sanggahan/keberatan oleh Perseroan tersebut
             kemudian telah dilakukan korespondensi antara Perseroan dan Ketua Pelaksana Pengadaan
             Tanah, serta pembahasan melalui rapat-rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh instansi
             yang berwenang yang sampai dengan laporan ini disampaikan proses pembahasannya masih
             berlangsung.



                                                  62
Page 66
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

42. Perkara Hukum

   a. Pada tanggal 23 Januari 2025, Monang Christmanto Sagala selaku Penggugat mendaftarkan gugatan
      perbuatan melawan hukum tertanggal 21 Januari 2025 terhadap Perusahaan selaku Tergugat di
      Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan permohonan perbaikan gugatan pada tanggal 17 Maret 2025.

      Berdasarkan dokumen gugatan diperoleh informasi bahwa Penggugat meminta Perusahaan selaku
      Tergugat untuk membuka akses publik agar Penggugat dapat masuk ke dalam Kawasan Pantai Ancol
      melakukan kegiatan olahraga dan menghirup udara segar secara gratis.

      Nilai Gugatan :
      Nilai gugatan berdasarkan dokumen gugatan Penggugat tertanggal 23 Januari 2025 semula sebagai
      berikut:
      a. Ganti kerugian Materil sebesar Rp1.400.000 (satu juta empat ratus ribu rupiah) (Nilai Penuh)
      b. Ganti kerugian Immateril sebesar Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah) (Nilai Penuh)

      Nilai gugatan berdasarkan surat permohonan perbaikan gugatan yang diajukan oleh Penggugat pada
      tanggal 17 Maret 2025 menjadi sebagai berikut:
      a. Ganti kerugian Materil sebesar Rp1.400.000 (satu juta empat ratus ribu rupiah) (Nilai Penuh)
      b. Ganti kerugian Immateril sebesar Rp1 (satu rupiah) (Nilai Penuh)

      Bahwa kemudian gugatan telah diterima oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada tanggal
      23 Januari 2025 dan tercatat dengan nomor register perkara No. 54/Pdt.G/2025/PN Jkt.Utr.

      Pada tanggal 01 Oktober 2025, Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutus perkara perkara No.
      54/Pdt.G/2025/PN Jkt.Utr. yang diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum yang amar putusannya
      sebagai berikut:

      Dalam Eksepsi
      Mengabulkan eksepsi Tergugat;

      Dalam Pokok Perkara
       Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard);
       Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara yang hingga saat ini ditetapkan sejumlah
         Rp.296.000 (dua ratus sembilan puluh enam ribu rupiah);

      Bahwa pada tanggal 01 Oktober 2025, melalui e-court, kuasa hukum Perusahaan telah menerima scan
      putusan perkara nomor 54/Pdt.G/2025/PN Jkt.Utr. tanggal 01 Oktober 2025, yang kemudian pada
      tanggal 13 Oktober 2025, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Sistem Infomasi Penelusuran
      Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta dan berdasarkan informasi melalui e-court kuasa hukum
      Perusahaan, Monang Christmanto Sagala telah mengajukan pernyataan per mohonan upaya hukum
      banding terhadap putusan perkara 54/Pdt.G/2025/PN Jkt.Utr. tanggal 01 Oktober 2025 kepada
      Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang kemudian diikuti dengan pemberitahuan memori banding dan
      berkas memori banding yang diajukan oleh Monang Christmanto Sagala selaku Pembanding (d/h
      Penggugat) pada tanggal 17 Oktober 2025, yang kemudian telah ditindaklanjuti dengan penyerahan
      kontra memori banding oleh Perusahaan selaku Terbanding (d/h Tergugat) pada tanggal 24 Oktober
      2025. Bahwa pada tanggal 31 Oktober 2025, kuasa hukum Perusahaan menerima relaas
      pemberitahuan penyerahan tambahan memori Banding (Surat Tercatat) No. 54/Pdt.G/2025/PN Jkt.Utr.
      dari Jurusita Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang pada pokoknya menyampaikan bahwa pada
      tanggal 28 Oktober 2025 Monang Christmanto Sagala selaku Pembanding (d/h Penggugat) telah
      mengajukan Memori Banding Tambahan, yang kemudian telah ditindaklanjuti dengan penyerahan
      kontra memori banding tambahan oleh Perusahaan selaku Terbanding (d/h Tergugat) pada tanggal 6
      November 2025. Bahwa terhadap upaya hukum banding tersebut kemudian tercatat dengan nomor
      register 1288/PDT/2025/PT DKI.




                                                63
Page 67
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

     Pada tanggal 9 Desember 2025, melalui e-court, kuasa hukum Perusahaan telah menerima relaas
     pemberitahuan putusan terhadap putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta nomor 1288/PDT/2025/PT
     DKI. Tanggal 9 Desember 2025 yang amar putusannya sebagai berikut:
     1. Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 54/Pdt.G/2025/PN Jkt.Utr tanggal 1
         Oktober 2025, yang dimohonkan banding tersebut;
     2. Menghukum Pembanding semula Penggugat untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat
         peradilan, yang dalam tingkat banding ditetapkan sejumlah Rp.150.000,00 (seratus lima puluh ribu
         rupiah);

     Sampai dengan laporan ini disampaikan, sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan
     perundang-undangan, Pembanding (d/h Pengguggat) tidak menggunakan haknya untuk mengajukan
     upaya hukum selanjutnya yaitu upaya hukum Kasasi, maka perkara ini telah memperoleh putusan
     yang berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).

     Pendapat Hukum
     Gugatan Penggugat (Monang Christmanto Sagala) dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Ontvankelike
     Veerklaard) pada putusan pemeriksaan tingkat Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang kemudian
     terhadap putusan tersebut dikuatkan dalam putusan tingkat banding pada Pengadilan Tinggi DKI
     Jakarta, sehingga Perusahaan menjadi pihak yang dimenangkan dalam pemeriksaan pada dua tingkat
     putusan pengadilan sebelumnya tersebut dengan tetap memperhatikan ketentuan bahwa Penggugat
     diberikan waktu sesuai ketentuan perundangan untuk mengajukan upaya hukum kasasi atas putusan
     Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tersebut, dalam hal Penggugat tidak menggunakan haknya untuk
     mengajukan upaya hukum sebagaimana dimaksud sampai dengan batas waktu yang ditentukan
     sesuai ketentuan perundangan, maka terhadap putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tersebut akan
     menjadi putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde). Sampai dengan laporan ini
     disampaikan, Perusahaan maupun kuasa hukum Perusahaan tidak menerima pemberitahuan dari
     Pengadilan Negeri Jakarta Utara sehubungan dengan upaya hukum lanjutan dari Penggugat.

     Dampak Keuangan
     Sampai dengan laporan ini disampaikan, tidak terdapat dampak keuangan apapun bagi laporan
     keuangan Perusahaan atau Grup mengingat perkara ini sebelumnya telah diputus pada tanggal
     1 Oktober 2025 oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang pada pokoknya diputuskan bahwa
     Gugatan Penggugat (Monang Christmanto Sagala) dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Ontvankelike
     Veerklaard), yang untuk kemudian Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah memutuskan upaya hukum
     banding Pembanding (d/h Penggugat) pada tanggal 9 Desember 2025 yang amar putusannya pada
     pokoknya menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 54/Pdt.G/2025/PN Jkt.Utr.
     tanggal 1 Oktober 2025 sebelumnya, dalam hal ini memiliki pengertian bahwa Perusahaan selaku
     Tergugat sebagai pihak yang dimenangkan dalam 2 (dua) tingkat pemeriksaan dalam perkara gugatan
     ini dengan tetap memperhatikan ketentuan bahwa Penggugat diberikan waktu sesuai ketentuan
     perundangan untuk mengajukan upaya hukum kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta
     tersebut, dalam hal Penggugat tidak menggunakan haknya untuk mengajukan upaya hukum
     sebagaimana dimaksud sampai dengan batas waktu yang ditentukan sesuai ketentuan perundangan,
     maka terhadap putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tersebut akan menjadi putusan yang
     berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde). Sampai dengan laporan ini disampaikan,
     Perusahaan maupun kuasa hukum Perusahaan tidak menerima pemberitahuan dari Pengadilan Negeri
     Jakarta Utara sehubungan dengan upaya hukum lanjutan dari Penggugat.

   b. Pada tanggal 5 April 2023, PT Mata Elang Internasional Stadium (PT MEIS) (selaku Penggugat)
      mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap
      PT Wahana Agung Indonesia Propertindo (PT WAIP) (selaku Tergugat) dan Perusahaan (selaku Turut
      Tergugat). Berdasarkan dokumen gugatan diperoleh informasi bahwa gugatan didasarkan pada
      perjanjian sewa menyewa antara PT WAIP (pihak menyewakan) dan PT MEIS (pihak penyewa)
      sebagaimana yang dinyatakan dalam akta Notaris Edison Jingga, SH. No. 78 tanggal 21 Maret 2012
      tentang Perjanjian Sewa Menyewa yang telah dibatalkan melalui putusan Pengadilan Negeri Jakarta
      Selatan nomor 297/Pdt.G/2014/PN.Jkt.Utr. tanggal 18 Agustus 2015 juncto putusan Pengadilan Tinggi
      DKI Jakarta nomor 629/PDT/2016/PT.DKI tanggal 16 Desember 2016 juncto Putusan Mahkamah


                                                  64
Page 68
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

     Agung Republik Indonesia nomor 2430 K/Pdt/2018 tanggal 30 Oktober 2018 juncto Putusan
     Peninjauan Kembali nomor 547 PK/Pdt/2018 tanggal 24 Agustus 2020.

     Bahwa kedudukan Perusahaan dalam gugatan ini adalah karena adanya perjanjian Build Transfer
     Operate (BTO) antara Perusahaan dengan PT WAIP, dimana setelah selesai masa pembangunan
     proyek BTO, PT WAIP memiliki hak mengoperasikan proyek BTO tersebut, termasuk menyewakan
     kepada pihak ketiga, dalam perkara ini pihak ketiga dimaksud adalah PT MEIS.

     Nilai Gugatan :
     Dalam perkara ini tidak ada nilai gugatan yang ditujukan oleh Penggugat kepada Perusahaan selaku
     Turut Tergugat, nilai gugatan hanya ditujukan oleh Penggugat kepada PT WAIP selaku Tergugat.

     Bahwa kemudian gugatan telah diterima oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada tanggal
     6 April 2023 dan tercatat dengan nomor register perkara 225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr. Relaas panggilan
     sidang diterima oleh Perusahaan dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara Kelas I A Khusus pada tanggal
     13 April 2023.

     Pada tanggal 20 September 2023, Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutus perkara
     225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr. yang diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum yang amar putusannya
     sebagai berikut:

     Dalam Eksepsi
     Menolak eksepsi Tergugat dan Turut untuk seluruhnya.

     Dalam Pokok Perkara
     1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian;
     2. Menyatakan segala bentuk perbuatan Tergugat yang dilakukan terhadap Penggugat sehingga
        Penggugat mengalami kerugian materiel dalam perkara aquo adalah merupakan perbuatan
        melawan hukum;
     3. Menghukum Tergugat untuk membayar dan mengembalikan kerugian materiel dengan cara tunai
        dan sekaligus kepada Penggugat sebesar Rp45.000.000.000 (empat puluh lima miliar Rupiah);
     4. Menghukum Turut Tergugat untuk tunduk pada putusan atas perkara ini;
     5. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara ini sebesar Rp595.000 (lima ratus sembilan
        puluh lima ribu rupiah);
     6. Menolak gugatan Penggugat untuk selain dan selebihnya;
     7. Pada tanggal 29 September 2023, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Sistem Infomasi
        Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta, PT WAIP telah mengajukan pernyataan
        permohonan upaya hukum banding terhadap putusan perkara 225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr. tanggal
        20 September 2023 kepada Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Bahwa kemudian pada tanggal
        18 Oktober 2023, melalui e-court, kuasa hukum Perusahaan telah menerima scan putusan perkara
        nomor 225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr. tanggal 20 September 2023 yang kemudian diikuti dengan
        pemberitahuan memori banding dan berkas memori banding yang diajukan oleh PT WAIP selaku
        Pembanding (d/h Tergugat I) pada tanggal 19 Oktober 2023 yang kemudian telah ditindaklanjuti
        dengan penyerahan kontra memori banding oleh Perusahaan selaku Turut Terbanding (d/h Turut
        Tergugat) pada tanggal 26 Oktober 2023. Bahwa terhadap upaya hukum banding tersebut
        kemudian tercatat dengan nomor register 1195/PDT/2023/PT DKI.

     Pada tanggal 4 Januari 2024, kuasa hukum Perusahaan telah menerima Putusan Pengadilan Tinggi
     DKI Jakarta nomor 1195/PDT/2023/PT DKI tanggal 20 Desember 2023 melalui e-court yang pada
     pokoknya menginformasikan bahwa Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah memutus perkara nomor
     1195/PDT/2023/PT DKI yang amar putusannya sebagai berikut:
     1. Menerima permohonan banding dari Pembanding semula Tergugat;
     2. Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr. tanggal
        20 September 2023;
     3. Menghukum Pembanding semula Tergugat untuk membayar biaya perkara dalam kedua Tingkat
        pengadilan, yang dalam tingkat banding ditetapkan sejumlah Rp150.000 (Nilai Penuh)


                                                 65
Page 69
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

     Bahwa kemudian berdasarkan informasi yang diperoleh dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara
     (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Utara diperoleh informasi bahwa PT WAIP telah mengajukan
     pernyataan permohonan upaya hukum kasasi terhadap putusan nomor 1195/PDT/2023/PT DKI juncto
     nomor 225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr. pada tanggal 10 Januari 2023.

     Bahwa kemudian pada tanggal 6 Februari 2024, kuasa hukum Perusahaan telah menerima
     pemberitahuan pernyataan kasasi dan memori kasasi tertanggal 24 Januari 2024 terhadap putusan
     nomor 1195/PDT/2023/PT DKI tanggal 20 Desember 2023 juncto nomor 225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr.
     tanggal 20 September 2023 yang diajukan oleh PT WAIP selaku Pemohon Kasasi (d/h Pembanding /
     Tergugat) yang kemudian telah ditindaklanjuti dengan penyerahan kontra memori kasasi oleh
     Perusahaan selaku Turut Termohon Kasasi (d/h Turut Terbanding / Turut Tergugat) pada tanggal 20
     Februari 2024 kepada Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Bahwa terhadap upaya hukum kasasi tersebut
     kemudian tercatat dengan nomor register 2706K/PDT/2024.

     Bahwa pada tanggal 9 Agustus 2024, kuasa hukum Perusahaan telah mendapatkan informasi melalui
     situs Perkara Mahkamah Agung, dimana Majelis Hakim perkara kasasi nomor 2706 K/PDT/2024 telah
     menjatuhkan putusan pada tanggal 8 Agustus 2024 dengan amar Kabul. Bahwa pada tanggal 24
     Januari 2025, kuasa hukum Perusahaan menerima Salinan putusan perkara kasasi nomor 2706
     K/PDT/2024 yang amar putusannya sebagai berikut:

     Mengadili:
     1. Mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon kasasi PT Wahana Agung Indonesia Propertindo
        tersebut;
     2. Membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta Nomor 1195/PDT/2023/PT DKI., tanggal 20
        Desember 2023 yang menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor
        225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr. tanggal 20 September 2023;

        Mengadili Sendiri:

        Dalam Eksepsi
        Mengabulkan eksepsi Tergugat dan Turut Tergugat untuk seluruhnya;

        Dalam Pokok Perkara
        Menolak gugatan Penggugat seluruhnya;

     3. Menghukum Termohon Kasasi untuk membayar biaya perkara dalam semua tingkat peradilan, yang
        dalam tingkat kasasi sebesar Rp500.000 (lima ratus ribu Rupiah);

     Pada tanggal 24 April 2025, Perusahaan menerima relaas pernyataan permohonan Peninjauan
     Kembali & Penyerahan Memori Peninjauan Kembali (Surat Tercatat) No. 2706 K/Pdt/2024. Jo., No.
     1195/Pdt./2023/PT.DKI.Jo., dan No. 225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr. yang diterbitkan oleh Pengadilan
     Negeri Jakarta Utara yang pada pokoknya menyampaikan bahwa PT MEIS pada tanggal 15 April 2025
     telah mengajukan pernyataan permohonan upaya hukum Peninjauan Kembali terhadap putusan
     Mahkamah Agung RI tanggal 8 Agustus 2024 nomor No. 2706 K/Pdt/2024. Jo. No.
     1195/Pdt./2023/PT.DKI. Jo. No. 225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr. yang telah diberitahukan sebelumnya pada
     tanggal 15 November 2024, dengan disertai alasan-alasan adanya kekhilafan Hakim sebagaimana
     diuraikan dalam Memori Peninjauan Kembali tertanggal 14 April 2025 dari PT MEIS selaku Pemohon
     Peninjauan Kembali, yang untuk selanjutnya Perusahaan telah menanggapi memori Peninjauan
     Kembali PT MEIS tersebut melalui kontra memori Peninjauan Kembali tanggal 22 Mei 2025 yang
     disampaikan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Bahwa terhadap upaya hukum Peninjauan
     Kembali tersebut kemudian tercatat dengan nomor register 1071 PK/PDT/2025.

     Pada tanggal 19 November 2025, berdasarkan informasi yang diperoleh dari situs Perkara Mahkamah
     Agung RI, Majelis Hakim Perkara nomor 1071 PK/PDT/2025 telah menjatuhkan putusan dengan amar
     Tolak PK pada tanggal 18 November 2025. Pada tanggal 2 Februari 2026, kuasa hukum Perusahaan
     telah menerima relaas Pemberitahuan Isi Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung RI (Surat
     Tercatat) No. 1071 PK/Pdt/2025 jo. No. 2706 K/PDT/2024 Jo. No. 1195/PDT/2023/PT DKI Jo. No.
     225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr tanggal 30 Januari 2026 dengan amar putusan sebagai berikut:


                                                 66
Page 70
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

       1. Menolak permohonan peninjauan kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali PT Mata Elang
          International Stadium tersebut;
       2. Menghukum Pemohon Peninjauan Kembali untuk membayar biaya perkara pada pemeriksaan
          peninjauan kembali sejumlah Rp2.500.000 (dua juta lima ratus ribu Rupiah).

       Pada tanggal 6 Maret 2026, kuasa hukum Perusahaan telah menerima salinan putusan perkara nomor
       1071 PK/PDT/2025 pada tingkat Peninjauan Kembali melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu
       Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

       Pendapat Hukum
       Dengan telah diputusnya perkara pada tingkat pemeriksaan Peninjauan Kembali dengan pokok amar
       putusan menolak permohonan peninjauan kembali dari pemohon peninjauan kembali PT MEIS,
       sehingga permohonan peninjauan kembali yang dimohonkan PT MEIS terhadap putusan perkara yang
       dimenangkan PT WAIP pada tingkat pemeriksaan Kasasi sebelumnya ditolak oleh Majelis Hakim, atau
       dalam hal ini memiliki pengertian bahwa putusan pada tingkat pemeriksaan Kasasi yang dimenangkan
       PT WAIP sebelumnya yang telah memperoleh putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht van
       gewijsde) tetap berlaku dan PT WAIP menjadi pihak yang dimenangkan dalam perkara ini.

       Dampak Keuangan
       Tidak terdapat dampak keuangan apapun bagi laporan keuangan Perusahaan atau Grup terhadap
       putusan perkara ini mengingat tidak ada nilai tuntutan atau gugatan yang ditujukan oleh Penggugat (PT
       MEIS) kepada Perusahaan dalam gugatan perkara ini, terlebih perkara telah diputus pada tingkat
       Peninjauan Kembali dengan pokok amar putusan menolak permohonan peninjauan kembali dari
       pemohon peninjauan kembali PT MEIS, sehingga permohonan peninjauan kembali yang dimohonkan
       PT MEIS terhadap putusan perkara yang dimenangkan PT WAIP pada tingkat pemeriksaan Kasasi
       sebelumnya ditolak oleh Majelis Hakim, atau dalam hal ini memiliki pengertian bahwa putusan pada
       tingkat pemeriksaan Kasasi yang dimenangkan PT WAIP sebelumnya yang telah memperoleh putusan
       yang berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) tetap berlaku dan PT WAIP menjadi pihak yang
       dimenangkan dalam perkara ini.

43. Nilai Wajar Instrumen Keuangan

    Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan, beserta nilai tercatatnya, adalah sebagai berikut:

                                                        31 Maret 2026                    31 Desember 2025
                                               Nilai Tercatat     Nilai Wajar     Nilai Tercatat   Nilai Wajar
       Aset Keuangan
       Kas dan Bank                                   398.551          398.551           278.521         278.521
       Piutang Usaha                                   22.403           22.403            61.762          61.762
       Piutang Lain-lain                                8.264            8.264           181.117         181.117
       Investasi Jangka Panjang Lainnya                57.529           57.529            57.529          57.529
       Aset Lain-lain                                  11.549           11.549            11.710          11.710
       Total                                          498.296          498.296           590.639         590.639

       Liabilitas Keuangan
       Utang Usaha                                     14.866           14.866             7.997           7.997
       Utang Lain-lain                                  8.290            8.290             8.563           8.563
       Beban Akrual dan Provisi                       197.381          197.381           173.604         173.604
       Utang Bank                                     188.535          188.535           194.923         194.923
       Utang Obligasi                                 501.227          501.227           566.311         566.311
       Jaminan Pelanggan
         dan Deposit Lainnya                           24.467            24.467           26.239          26.239
       Liabilitas Sewa                                 82.889            82.889           84.498          84.498
       Total                                          220.537          220.537           190.164         190.164



                                                       67
Page 71
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

   Manajemen berpendapat bahwa nilai buku dari aset dan liabilitas keuangannya mendekati nilai wajar dari
   aset dan liabilitas keuangan tersebut pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 karena dampak
   pendiskontoan yang tidak signifikan.

   Investasi jangka panjang lainnya merupakan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar (Tingkat 3), atas
   investasi dalam saham PT Jakarta Tollroad Development dan PT Jaya Bowling Indonesia.


44. Manajemen Risiko Keuangan

    Manajemen risiko Grup adalah suatu proses yang dilaksanakan oleh personil Grup sebagai salah satu
    dasar dalam penentuan strategi, dirancang untuk mengidentifikasi peristiwa atau keadaan yang
    berpotensi negatif terhadap pencapaian tujuan korporasi dan mengelola risiko tersebut agar masuk dalam
    risk appetite (risiko yang dapat diterima) Grup untuk menjamin secara rasional pencapaian tujuan Grup.

    Dalam melaksanakan manajemen risiko, Grup melakukan identifikasi, penaksiran, respon, pengendalian,
    informasi dan komunikasi serta pemantauan atas risiko Perusahaan.

   1. Risiko keuangan utama yang harus dikelola adalah risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko suku bunga.
      i. Risiko Kredit
          Risiko kredit adalah kerugian yang timbul dari kegagalan pelanggan memenuhi kewajiban
          kontraktual mereka. Instrumen keuangan Grup yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri
          dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain. Jumlah eksposur risiko kredit
          maksimum sama dengan nilai tercatat atas akun-akun tersebut (rincian umur piutang usaha). Pada
          tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 piutang usaha Grup tidak terkonsentrasi pada
          pelanggan tertentu.

           Grup mengelola risiko kredit dengan cara melakukan seleksi pelanggan, bank dan institusi
           keuangan serta penetapan kebijakan cara pembayaran penjualan dan pengalihan risiko dengan
           penutupan asuransi, mengusahakan penyandang dana untuk pelanggan.
           Tabel berikut menyajikan eksposur maksimum risiko kredit Grup atas instrument keuangan pada
           laporan posisi keuangan konsolidasian:

                                                          31 Maret 2026                       31 Desember 2025
                                              Nilai Tercatat     Exposure Maksimum   Nilai Tercatat   Exposure Maksimum
           Aset Keuangan
           Kas dan Setara Kas                         398.551              398.551          278.521             278.521
           Piutang Usaha                               22.403               22.403           61.762              61.762
           Piutang Lain-lain                            8.264                8.264          181.117             181.117
           Investasi Jangka Panjang Lainnya            57.529               57.529           57.529              57.529
           Aset Lain-lain                              11.549               11.549           11.710              11.710
           Jumlah Aset Keuangan                       498.296              498.296          590.639             590.639


           Grup mengelola risiko kredit yang terkait dengan rekening bank dan piutang dengan memonitor
           reputasi, peringkat kredit, dan membatasi risiko agregat dari masing-masing pihak dalam kontrak.

           Kualitas kredit dari aset keuangan baik yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan
           nilai dapat dinilai dengan mengacu pada peringkat kredit eksternal (jika tersedia) atau mengacu
           pada informasi historis mengenai tingkat gagal bayar debitur.

           Grup telah mencatat penyisihan penurunan nilai atas penurunan piutang usaha yang telah jatuh
           tempo (Catatan 4).

           Aset keuangan yang belum jatuh tempo yang terindikasi risiko kredit terutama dari kas dan setara
           kas dan piutang usaha.

           Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko kredit yang signifikan atas penempatan dana
           di bank, karena penempatan dana hanya ditempatkan pada bank-bank yang berpredikat baik.


                                                          68
Page 72
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

           Manajemen berpendapat bahwa piutang usaha yang belum jatuh tempo tidak memiliki risiko kredit
           yang signifikan, karena piutang usaha atas penjualan unit properti, dijamin dengan properti yang
           sama, dimana jumlah eksposur risikonya lebih rendah dari nilai jaminannya, sedangkan piutang
           usaha nonproperti berasal dari pelangganpelanggan yang memiliki rekam jejak yang baik.

     ii.   Risiko Likuiditas
           Eksposur risiko likuiditas berupa kesulitan Grup dalam memenuhi liabilitas keuangan yang harus
           dibayar dengan kas atau aset keuangan lainnya. Grup diharapkan dapat membayar seluruh
           liabilitasnya sesuai dengan jatuh tempo kontraktual. Agar dapat memenuhi liabilitas tersebut, Grup
           harus menghasilkan arus kas masuk yang cukup.

           Grup mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan setara kas yang mencukupi
           dalam memenuhi komitmen Grup untuk operasi normal dan secara rutin mengevaluasi proyeksi
           arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan kewajiban keuangan.

           Tabel berikut dkum liabilitas keuangan Grup pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
           pada saat jatuh tempo berdasarkan kontrak pembayaran yang tidak didiskontokan:

                                                                                   31 Maret 2026
           Liabilitas                    Tidak ditentukan         < 1 tahun          > 1 - 5 tahun      Biaya Emisi        Nilai Tercatat

             Utang Usaha dan Lain-lain                  --              23.156                     --                 --           23.156
             Beban Akrual                         197.381                     --                   --                 --          197.381
             Utang Bank                                 --              25.263             165.088            (1.816)             188.535
             Utang Obligasi                             --                    --           503.060            (1.833)             501.227
             Jaminan Pelanggan
               dan Deposit lainnya                 24.467                     --                   --                 --           24.467
             Liabilitas Sewa                            --               6.703              76.186                    --           82.889
           Jumlah                                 221.848               55.122             744.334            (3.649)           1.017.655


                                                                              31 Desember 2025
           Liabilitas                    Tidak ditentukan         < 1 tahun          > 1 - 5 tahun      Biaya Emisi        Nilai Tercatat

             Utang Usaha dan Lain-lain                  --              16.560                     --                 --           16.560
             Beban Akrual                         173.604                     --                   --                 --          173.604
             Utang Bank                                 --              25.263             171.579            (1.919)             194.923
             Utang Obligasi                             --              65.400             503.060            (2.149)             566.311
             Jaminan Pelanggan
               dan Deposit lainnya                 26.239                     --                   --                 --           26.239
             Liabilitas Sewa                            --               6.596              77.902                    --           84.498

           Jumlah                                 199.843              113.819             752.541            (4.068)           1.062.135


     iii. Risiko Suku Bunga
          Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar arus kas masa depan dari suatu instrumen
          keuangan akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar.

           Tabel berikut menganalisis rincian liabilitas keuangan berdasarkan sifat bunga:

                                                                                    31 Maret 2026
                                                    Saldo Awal                Arus Kas        Perubahan                    Saldo Akhir
                                                                                                Non Kas

           Utang Bank Jangka Pendek                           25.263                       --                    --                25.263
           Utang Bank Jangka Panjang                         169.660                  (6.491)                  103                163.272
           Utang Obligasi                                    566.311                 (65.400)                  316                501.227
           Liabilitas Sewa                                    84.498                  (2.950)                1.341                 82.889




                                                             69
Page 73
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                    31 Desember 2025
                                                Saldo Awal      Arus Kas       Perubahan          Saldo Akhir
                                                                                 Non Kas

          Utang Bank Jangka Pendek                   244.775       (224.737)              5.225          25.263
          Utang Bank Jangka Panjang                        --        169.523                137         169.660
          Utang Obligasi                             564.980               --             1.331         566.311
          Liabilitas Sewa                             89.815        (10.901)              5.584          84.498

         Grup menunjukan sensitivitas terhadap perubahan yang mungkin terjadi pada suku bunga, di
         mana semua variabel lainnya dianggap tetap, terhadap laba Grup untuk tahun-tahun yang berakhir
         31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.

         Analisis sensitivitas di bawah ini telah ditentukan berdasarkan eksposur suku bunga untuk non
         derivatif pada akhir tahun pelaporan. Untuk liabilitas tingkat bunga mengambang, analisis tersebut
         disusun dengan asumsi jumlah liabilitas terutang pada akhir tahun pelaporan itu terutang
         sepanjang tahun. Kenaikan atau penurunan sebesar 1% digunakan ketika melaporkan risiko suku
         bunga secara internal kepada manajemen kunci dan merupakan penilaian manajemen terhadap
         perubahan yang mungkin terjadi pada suku bunga.

  2. Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah, Kondisi Ekonomi dan Sosial Politik.
     Kebijakan Pemerintah baik yang menyangkut ekonomi dan moneter, serta kondisi sosial dan politik
     yang kurang kondusif akan berakibat menurunnya investasi dan pembangunan. Hal ini dapat
     mengakibatkan tertundanya proyek-proyek yang telah maupun akan diperoleh Grup. Risiko ini
     merupakan risiko yang bersifat sistemik (systematic risk) dimana bila risiko ini terjadi maka akan
     mempengaruhi secara negatif seluruh variable yang terlibat, sehingga membuat kinerja menurun,
     bahkan diversifikasi pun belum mampu menghilangkan risiko ini.

  3. Manajemen Permodalan
     Tujuan dari Grup dalam mengelola permodalan adalah untuk melindungi kemampuan entitas dalam
     mempertahankan kelangsungan usaha, sehingga entitas dapat tetap memberikan hasil bagi pemegang
     saham dan manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya, dan untuk memberikan imbal hasil yang
     memadai kepada pemegang saham dengan menentukan harga produk dan jasa yang sepadan
     dengan tingkat risiko.

     Grup menetapkan sejumlah modal sesuai proporsi terhadap risiko. Grup mengelola struktur modal dan
     membuat penyesuaian dengan memperhatikan perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik risiko
     aset yang mendasari. Konsisten dengan perusahaan lain dalam industri, Grup memonitor modal
     dengan dasar rasio utang terhadap modal yang disesuaikan. Rasio ini dihitung sebagai berikut:
     Liabilitas neto dibagi modal yang disesuaikan. Liabilitas neto merupakan total liabilitas (sebagaimana
     jumlah dalam laporan posisi keuangan) dikurangi kas dan setara kas. Modal yang disesuaikan terdiri
     dari seluruh komponen ekuitas (meliputi modal saham dan saldo laba).

     Rasio liabilitas terhadap total ekuitas pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai
     berikut:

                                                                          31 Maret 2026       31 Desember 2024
      Jumlah Liabilitas                                                          1.704.820            1.773.590
      Dikurangi Kas dan Setara Kas                                               (398.551)            (278.521)
      Liabilitas Bersih                                                          1.306.269            1.495.069
      Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
        kepada Pemilik Entitas Induk                                             1.801.898            1.840.702
      Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                                            72,49%               81,22%




                                                      70
Page 74
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

45. Informasi Tambahan untuk Arus Kas

    Grup memiliki transaksi non kas pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 sebagai berikut:

                                                                         31 Maret 2026         31 Desember 2025
    Penambahan Aset Tetap Melalui Utang Lain-lain                                        273               9.454
    Penambahan Investasi Jangka
     Panjang Lainnya Melalui Reklasifikasi
     Investasi pada Entitas Asosiasi                                                      --             265.669
    Jumlah                                                                               273             275.123


    Tabel dibawah ini menunjukan rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan untuk tahun-
    tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, sebagai berikut:

                                                                     31 Maret 2026
                                           Saldo Awal          Arus Kas        Perubahan           Saldo Akhir
                                                                                 Non Kas

    Utang Bank Jangka Pendek                         25.263              --                   --          25.263
    Utang Bank Jangka Panjang                       169.660         (6.491)                 103          163.272
    Utang Obligasi                                  566.311        (65.400)                 316          501.227
    Liabilitas Sewa                                  84.498         (2.950)               1.341           82.889


                                                                   31 Desember 2025
                                           Saldo Awal          Arus Kas       Perubahan            Saldo Akhir
                                                                                Non Kas

    Utang Bank Jangka Pendek                        244.775       (224.737)               5.225           25.263
    Utang Bank Jangka Panjang                             --        169.523                 137          169.660
    Utang Obligasi                                  564.980               --              1.331          566.311
    Liabilitas Sewa                                  89.815        (10.901)               5.584           84.498



46. Tanggung Jawab dan Kewenangan Manajemen atas Laporan Keuangan Konsolidasian

    Manajemen Perusahaan bertanggung jawab terhadap penyusunan dan penyajian laporan keuangan
    konsolidasian. Laporan keuangan konsolidasian telah diotorisasi untuk terbit oleh Direksi pada tanggal
    13 April 2026.




                                                         71

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.39 MB
Published15 Apr 2026
Pages74
Characters319,987
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 161 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk p.1 ×257
linked org Pemerintah Provinsi p.9 ×7
linked — Irfan Setiaputra p.9 ×2
linked person Trisni Puspitaningtyas p.9
linked person Cahyo Satriyo Prakoso p.10
linked person Daniel Nainggolan p.10
linked person Eddy Prastiyo p.10
linked person Teti Eko Pratiwi p.10
linked person Loso Judijanto p.10
linked person Dimas Fallony p.10
linked org Pemerintah Daerah DKI p.15 ×2
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.30 ×3
linked org Bank Danamon Indonesia Tbk p.30 ×14
linked org Bank Central Asia Tbk p.30 ×5
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk p.30 ×4
linked org Bank CIMB Niaga Tbk p.30 ×2
linked org Bank Permata Tbk p.30 ×8
linked org Jaya Real Property Tbk p.37 ×8
linked org PT Jakarta Tollroad Development p.39 ×5
linked org PT Asuransi Central Asia p.43
linked org Bank Danamon p.49 ×3
linked org Dana Pensiun p.51
linked org Inti Bangun Sejahtera Tbk p.63 ×2
linked org PT Lancar Wiguna Sejahtera p.63
possible org Negara Republik Indonesia p.9
possible — Pemda DKI p.9 ×6
possible person Wardiman p.11
possible org Bursa Efek Indonesia p.12 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.13 ×3
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.30 ×5
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.30 ×12
possible org Indosat Tbk p.63 ×2
possible — Kejaksaan Agung p.64
unresolved person Achmad Abid p.9
unresolved person Sutjipto · Notaris p.9 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.9
unresolved person Aulia Taufani · Notaris p.9 ×10
unresolved org Kementerian p.9
unresolved org PT Pembangunan Ibu Kota Jakarta Raya p.9
unresolved org PT Pembangunan Jaya p.9 ×5
unresolved org Pelaksana Pembangunan Proyek Ancol p.9
unresolved org Pemerintah Provinsi DKI p.9 ×6
unresolved org PT TIJA p.10 ×17
unresolved org PT Seabreez p.10
unresolved org PT SI p.10 ×6
unresolved org PT Jaya Ancol p.10 ×2
unresolved org PT JA p.10 ×12
unresolved org PT Sarana Tirta Utama p.10 ×4
unresolved org PT STU p.10 ×6
unresolved org PT Jaya Ancol Pratama Tol p.10 ×5
unresolved org PT JAPT p.10 ×4
unresolved org PT Genggam Anugerah p.11
unresolved org PT Seabreez Indonesia p.11 ×3
unresolved org PT SBI p.11 ×3
unresolved person Slamet Budisukrisno p.11
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.11 ×5
unresolved org PT Jaya Konstruksi Pratama Tol p.12 ×2
unresolved org PT JKPT p.12
unresolved org PT Jaya Teknik Indonesia p.12
unresolved org PT JTI p.12
unresolved org PT TI p.12 ×7
unresolved org PT Genggam Anugerah Lumbung Kuliner p.12
unresolved org PT GALK p.12 ×6
unresolved org Pengawas Pasar Modal p.12
unresolved org Bapepam p.12 ×2
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.13
unresolved org PT Bank Mandiri Taspen p.30
unresolved org PT Jaya Kuliner Lestari p.31 ×5
unresolved org PT Batavia Pictures p.38 ×2
unresolved org PT Fauna Land Ancol p.38 ×3
unresolved org PT FLA p.38
unresolved org PT Philindo Sporting Amusement p.38 ×3
unresolved org Tourism Corporation p.38 ×3
unresolved org PT PSATC p.38
unresolved org PT JKL p.38 ×4
unresolved org PT Kawasan Ekonomi Khusus Marunda p.38 ×3
unresolved org PT KEKMJ p.38
unresolved org PT Jakarta Akses Tol Priok p.38 ×4
unresolved org PT JATP p.38 ×4
unresolved org PT JKL Berdasarkan Akta p.39
unresolved org PT Jaya Bowling Indonesia p.39 ×3
unresolved org PT JTD Nilai p.40
unresolved org PT JTD p.40
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Rengganis p.40
unresolved org Hamid dan Rekan p.40
unresolved org Asrori dan Rekan p.40
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Asrori dan Rekan p.43
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Asrori p.43
unresolved org PT Great Eastern General Insurance p.43
unresolved org PT Asuransi MSIG Indonesia p.43
unresolved org PT Sunday Insurance Indonesia p.43
unresolved org PT Asuransi Astra Buana p.43
unresolved org PT Tugu Pratama Indonesia p.43
unresolved org PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika p.43
unresolved org PT Asuransi Tokio Marine Indonesia p.43
unresolved org PT Axa Insurance Indonesia p.43
unresolved org PT Asuransi Artarindo p.43
unresolved org PT Avrist General Insurance p.43
unresolved org Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota p.44
unresolved org PT Bank DKI p.46 ×3
unresolved org PT Media Prima Hr Solutions p.46
unresolved org Koperasi Konsumen Pembangunan Jaya Ancol p.46
unresolved org PT Global Integrasi Telematika p.46
unresolved org PT Sukses Sata Mandiri p.46
unresolved org PT Emtu Karya Sentosa p.47
unresolved org PT Deka Buana Swastamas p.47
unresolved org PT Etis Jaya Sakti p.47
unresolved org PT Citra Gentari Indonesia p.47
unresolved org PT Citra Mutia Mandiri p.47
unresolved org PT Indo Mega Perkasa p.47
unresolved org PT Jakarta Development Consulting p.47
unresolved person DR. Anriz Nazaruddin Halim p.48 ×2
unresolved org PT Pemeringkat Efek Indonesia p.49 ×2
unresolved org PT PGN p.50
unresolved org PT Pertamina Gas p.50 ×3
unresolved org PT Pertagas p.50
unresolved org PT Wahana Agung Indonesia Propertindo p.50 ×4
unresolved org Dana Pensiun Lembaga Keuangan p.51
unresolved org PT Pembangunan Jaya Saham Seri B p.52
unresolved person (masing-masing dibawah 5%, Saham Seri C) p.52
unresolved org PT Jakarta Propertindo p.56 ×2
unresolved org PT Arkonin p.56 ×2
unresolved org PT Pembangunan Jaya Manajemen Kunci p.56
unresolved — Ketetapan Walikotamadya Jakarta Utara · Ketua p.60
unresolved org Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah p.60
unresolved org PT Paramitha Bangun Cipta Sarana p.60
unresolved org PT Wahana Agung Indonesia p.60
unresolved org Menteri Investasi p.62 ×2
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.62 ×2
unresolved org Menteri Kelautan dan Perikanan. Izin p.62
unresolved org Menteri Kelautan dan Perikanan p.63
unresolved org PT Djamanmas Pangan Nusa p.63
unresolved org PT Rekso Nasional Food p.63
unresolved org PT Arif Cipta Mandiri p.63
unresolved org PT Jimbaran Jaya p.63
unresolved org PT Seribu Satu Rasa p.63
unresolved org PT Multirasa Nusantara p.63
unresolved org PT Nusa Prima Pangan p.63
unresolved org PT Kalaha Tan p.63
unresolved org Kementerian Pekerjaan Umum p.64 ×2
unresolved person Ir. Wiyoto Wiyono M. p.64 ×6
unresolved org Pengelolaan Aset Daerah Provinsi DKI p.64 ×2
unresolved org Kantor Pertanahan Kota Admnistrasi Jakarta Utara · Ketua p.64
unresolved org Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sehubungan p.64
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Utara p.66 ×17
unresolved org Pengadilan Negeri p.66 ×2
unresolved org PT DKI. p.66 ×8
unresolved org PT Mata Elang Internasional Stadium p.67
unresolved org PT MEIS p.67 ×10
unresolved org PT WAIP p.67 ×15
unresolved person Edison Jingga p.67
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Selatan p.67
unresolved org PT MEIS. Nilai Gugatan p.68
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Bahwa p.68 ×3
unresolved org Mahkamah Agung p.69 ×4
unresolved org PT DKI Jo. p.69
unresolved org PT Mata Elang International Stadium p.70
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Pendapat p.70

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

FinancialStatement-2026-I-PJAA.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result