Skip to content
Back to announcement

20240123_GOLD_Pengumuman RUPS_31570913_lamp4.pdf

RUPS notice Text extracted GOLD

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 73

Page 1 OCR 0.964
Laporan Studi Kelayakan Bisnis
Penambahan Kegiatan Usaha PT Permata Karya Perdana
yang merupakan Entitas Anak Terkendali dari
PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk

16 Januari 2024

Page 2 OCR 0.913
MARTOKOESOEMO, PAKPAHAN & REK

CERTIFiEp PRopERTyY & BusiNEss APPRAISERS

Ijin Usaha KJPP No : 2.09.0070
Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia

No.00001/0070-00/BS/06/00036/1/1/2024
Jakarta, 16 Januari 2024

PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk
Menara Imperium, 18th floor Suite C

Jl. H.R, Rasuna Said No. 1

Jakarta 12980, Indonesia

Telp — :(t62) 218370 7370

Fax :(462)21797 5208

Email : corporatesecretary@ptvti.co.id

Re: Ringkasan Studi Kelayakan Bisnis Penambahan Kegiatan Usaha PT Permata Karya Perdana yang
merupakan entitas anak terkendali dari PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk

Dengan hormat,

Ringkasan Laporan Studi Kelayakan Bisnis PT Permata Karya Perdana ini merupakan bagian dari Laporan Studi
Kelayakan Bisnis PT Permata Karya Perdana dalam bentuk Laporan Terinci yang merupakan satu kesatuan dan
tidak dapat dipisahkan. Laporan ini disusun berdasarkan penugasan seperti yang telah tertuang dalam Surat
Perikatan dan Penugasan penyusunan Studi Kelayakan Bisnis Penambahan Kegiatan Usaha PT Permata Karya
Perdana dengan Engagement Letter (EL) No.EL-B/KJPP-MPR/2023/X11/14/001 tanggal 14 Desember 2023,
sehubungan rencana penambahan kegiatan usaha PT Permata Karya Perdana (“PKP" atau 'Perseroan") yang
merupakan entitas anak terkendali dari PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (“VTI" atau “Pemberi Tugas").

Selanjutnya rencana Perseroan melakukan penambahan kegiatan usaha sebagaimana definisi di atas disebut
sebagai “Rencana Transaksi".

Kami Kantor Jasa Penilai Publik Martokoesoemo, Pakpahan & Rekan (selanjutnya disebut "KJPP MPR") yang
merupakan Kantor jasa penilai publik dan terdaftar dengan nomor izin usaha 2.09.0070 melalui Salinan Keputusan
Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 440/KM.1/2019 Tanggal 12 Agustus 2019, dan memiliki
pengalaman (track record) penilaian dengan klasifikasi A (Aset) dan B (Bisnis), bermaksud menyampaikan
Laporan Terperinci Studi Kelayakan Bisnis, dengan Lingkup Penugasan sebagai berikut:

Latar Belakang Rencana Transaksi

Berdasarkan pasal 3 dari anggaran dasar, kegiatan usaha VTI adalah menjalankan usaha dalam bidang jasa
penyediaan infrastruktur telekomunikasi, termasuk melakukan investasi atau penyertaan pada perusahaan lain
yang bergerak di bidang kegiatan penunjang telekomunikasi dan berusaha dalam bidang jasa, khususnya jasa
penunjang telekomunikasi, VTI merupakan entitas induk pengendali Perseroan dengan kepemilikan sebesar
99994o dimana Perseroan juga bergerak dalam kegiatan usaha utamanya yaitu penyediaan infrastruktur
telekomunikasi untuk penyewaan menara telekomunikasi (tower atau BTS).

Menara Sudirman Lt. 12
IL Jend. Sudirman Kav. 60, Jakarta 12190 - Indonesia
Phone: (62) (21) 522 6619 Fax: (62) (21) S22 6659
Page 3 OCR 0.921
Dalam kegiatan usaha utama Perseroan, manajemen seringkali mendapatkan kebutuhan pelanggan yang tidak
hanya sewa menara, namun terdapat beberapa kebutuhan pendukung atau aksesori lain seperti jaringan fiber
Optic antar site tower (intersite) di daerah tertentu yang dibutuhkan oleh operator seluler agar memiliki koneksi
yang stabil dan kapasitas bandwidth yang lebih besar. Oleh karena itu dalam rencana bisnis jangka panjang,
Perseroan bermaksud menambah kegiatan usaha penyewaan infrastruktur telekomunikasi jaringan fiber opfic
yang masuk dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia: 61100 (“KBLI: 81100”) dengan melakukan
investasi berupa pemasangan jaringan fiber optic menggunakan kabel fiber optic sehingga dapat menyambungkan
antar tower Perseroan yang disewakan kepada pelanggan operator seluler eksisting (“Fiber To The Tower" atau

Dengan rencana penambahan kegiatan usaha pada Perseroan, maka sesuai Pasal 32, POJK no.
17IPOJK.04/2020, di mana sesuai konfirmasi manajamen porsi pendapatan yang dihasilkan Perseroan sebagai
entitas anak terkendali VTI secara konsolidasi laporan keuangan melebihi 2042 porsi pendapatan yang dihasilkan
VTI, maka atas rencana tersebut VTI diharuskan memberikan Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang disusun dan
diterbitkan oleh KJPP yang memiliki izin Penilai Bisnis.

11. Status Penilai

Budi P. Martokoesoemo

Penilai Publik dengan klasifikasi bidang jasa Penilaian Bisnis (selanjutnya disebut “Penilai”), merupakan
Pimpinan Rekan di KJPP MPR, terdaftar di Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (selanjutnya disebut
sebagai "PPPK") Departemen Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut sebagai “OJK").

Dalam Penugasan ini Penilai berada dalam posisi independen untuk melakukan penilaian profesional
berupa kelayakan usaha atau proyek secara objektif tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan
Pemberi Tugas ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Penilai juga tidak mempunyai
kepentingan finansial atau kepentingan pribadi lainnya terhadap objek studi kelayakan bisnis berkaitan
dengan penugasan ini.

Dalam analisisnya, Penilai memiliki kompetensi dan KJPP MPR tidak memerlukan tambahan Tenaga Ahli.

Seluruh tim yaitu Penilai berizin, Tenaga Penilai dan staf pelaksana dalam penugasan ini, adalah satu
kesatuan tim penugasan di bawah koordinasi Penilai berizin.

1.2. Pemberi Tugas

Pemberi Tugas 1 PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk
Bidang usaha ! Jasa penyedia infrastruktur telekomunikasi
Alamat 1 Menara Imperium, 18th floor Suite C

Jl. H.R. Rasuna Said No. 1
Jakarta 12980, Indonesia

Telepon 1 (62) 2183707370
Faksimili 1 (62) 217975208
Alamat Email 1 corporatesecretary@ptvti.co.id
Page 4 OCR 0.935
13,

14.

15.

1.6.

17,

Pengguna Laporan

Pengguna Laporan ! PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk
Dengan alamat seperti tercantum pada Pemberi Tugas.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Gedung Soemitro Djojohadikusumo
Jalan Lapangan Banteng Timur No.2-4
Jakarta 10710

Terkait penugasan ini, Pemberi Tugas meyakini bahwa tidak terdapat penugasan yang dikerjakan secara
bersamaan dengan KJPP lainnya untuk maksud dan tujuan penggunaan laporan dan Tanggal Studi
Kelayakan Bisnis yang sama atau berdekatan (tidak lebih dari dua bulan)

Objek Studi Kelayakan Bisnis

Penambahan kegiatan usaha Perseroan yang merupakan entitas anak terkendali VTI berupa penyewaan
jaringan fiber optic yang masuk dalam klasifikasi KBLI:61100.

Jenis Mata Uang yang Digunakan

Dinyatakan dalam Rupiah.

Maksud dan Tujuan Penilaian

Melakukan studi kelayakan bisnis terkait penambahan kegiatan usaha Perseroan yang merupakan entitas
anak terkendali VTI berupa penyewaan jaringan fiber optic yang masuk dalam klasifikasi KBLI:81100 untuk
memenuhi ketentuan POJK No.17/POJK.04/2020.

Metodelogi Analisis Rencana Transaksi

Analisis Studi Kelayakan Bisnis Rencana Transaksi meliputi beberapa aspek sebagai metodologi

penyusunan laporan studi Kelayakan Bisnis meliputi antara lain:

a. Analisis terhadap kelayakan pasar yang meliputi kondisi pasar, pesaing usaha dan strategi
pemasaran,

b. Analisis terhadap kelayakan teknis kualitatif dan kuantitatif yang meliputi kapasitas, ketersediaan dan
kualitas sumber daya, dan proses produksi:

Cc. Analisis terhadap kelayakan pola bisnis yang meliputi keunggulan kompetitif karena keunikan dari
pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk, kemampuan untuk menciptakan nilai atas
kewajaran nilai transaksi:
Page 5 OCR 0.940
d. Analisis terhadap model manajamen yang meliputi ketersediaan tenaga kerja, manajamen kekayaan
intelektual, manajemen risiko, kapasitas dan kemampuan manajemen dan kesesuaian struktur
organisasi dan manajemen:

e. Analisis terhadap kelayakan keuangan yang meliputi biaya pendidikan, modal kerja, sumber
pembiayaan, biaya operasional, biaya bahan baku mentah, proyeksi laporan keuangan, analisis titik
impas, analisis profitabilitas dan tingkat imbal balik investasi.

1.8. Tanggal Penilaian

30 September 2023.

19. Tingkat Kedalaman Investigasi

Dalam hal proses investigasi yang akan dilakukan sebagaimana alur pengerjaan di atas dan informasi
terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis, terdapat beberapa batasan yang digunakan:

Oo KJPP MPR tidak melakukan uji tuntas (penuh) atas Studi Kelayakan Bisnis, namun hanya uji kaji
terbatas sesuai metodologi penyusunan Studi Kelayakan Bisnis,

0 Tidak melakukan analisis dampak pajak,

Oo Tidak melakukan Penilaian Properti dan Aset Non Operasional VTI maupun entitas terkait Objek
Studi Kelayakan Bisnis:

0 Tidak melakukan penilaian saham VTI maupun entitas terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis,

0 Uji tuntas terbatas terhadap legalitas Perseroan:

Pengumpulan informasi dan data Objek Studi Kelayakan Bisnis diperoleh dari Pemberi Tugas
dan/atau Objek Studi Kelayakan Bisnis berdasarkan ketersediaan data dan kelengkapan informasi
untuk penyusunan Studi Kelayakan Bisnis:

& Seluruh data dan informasi yang digunakan dalam analisis kelayakan merupakan data sekunder dan
bukan data primer, baik yang diperoleh dari Pemberi Tugas maupun sumber data lain yang diyakini
keabsahannya serta merupakan data yang valid:

Oo Review proyeksi keuangan Objek studi Kelayakan Bisnis didasarkan pada diskusi manajemen
Pemberi Tugas dan informasi eksternal yang dipublikasi dan diyakini sebagai data yang valid.

1.10, Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Selain informasi dari manajemen Pemberi Tugas, termasuk seluruh informasi yang diperoleh dari Objek
Studi Kelayakan Bisnis, Penilai juga akan menggunakan sumber informasi eksternal yang tidak diperoleh
dari internal manajemen atau bukan sebagai informasi manajemen. Sumber informasi yang digunakan
antara lain: (I) Bank Indonesia: (ii) Data Ekonomi Pasar, (iii) data pasar dari sumber informasi yang
dipublikasi (iv) data riset industri (jika ada).
Page 6 OCR 0.938
111. Asumsi dan Asumsi Khusus

Asumsi

@ Seluruh data dan informasi yang diperoleh dari manajemen Pemberi Tugas adalah benar,

@& Penambahan kegiatan usaha Entitas Anak terkendali yaitu PKP merupakan kegiatan usaha yang
sejalan dengan kegiatan usaha utama,

O Kondisi makro ekonomi maupun industri didasarkan pada kondisi terkini sesuai data APBN tahun
berjalan atau tahun yang akan datang disesuaikan dengan Tanggal Studi Kelayakan Bisnis yang
telah mengakomodir kondisi terkini terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis:

@ Bahwa Entitas dalam Objek Studi Kelayakan Bisnis diyakini tidak sedang tersangkut masalah hukum
atau tuntutan hukum dari pihak ketiga,

& Hasil uji kaji terbatas dengan maksud dan tujuan penugasan, sudah dapat memenuhi kebutuhan
analisis secara kuantitatif,

O Tidak ada dispute pajak dan seluruh kewajiban pajak dapat dipenuhi oleh Pemberi Tugas, baik
sebagai bagian dari entitas bisnis maupun sebagai entitas bisnis secara keseluruhan:

0 Asumsi proyeksi keuangan jangka panjang diyakini dapat dipenuhi dan merupakan asumsi yang
telah mempertimbangkan risiko dan manfaat bagi VTI dan PKP.

Asumsi Khusus
Oo Pada Tanggal Studi Kelayakan Bisnis tidak terdapat kejadian historis yang masih menjadi kejadian
di periode setelah Tanggal Studi Kelayakan Bisnis, dimana kejadian tersebut dapat dikategorikan
sebagai asumsi khusus yang menjadi bagian dari asumsi proyeksi dari Objek Studi Kelayakan Bisnis.

112. Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Studi Kelayakan Bisnis (subseguent events) dan

Tanggal Laporan

@  Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Studi Kelayakan Bisnis adalah kejadian-kejadian terkait
Objek Studi Kelayakan Bisnis yang diketahui maupun yang patut diketahui sampai dengan Tanggal
Laporan. Dalam hal ditemukan kondisi subseguent events dari hasil investigasi dan pelaksanaan
penugasan, maka akan dijabarkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis Terinci, sehingga tidak
diperlukan perubahan atas Lingkup Penugasan ini:

Oo Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Studi
Kelayakan Bisnis, bukan merupakan kewajiban Penilai Bisnis untuk melakukan perubahan atau
penyesuaian atas hasil yang dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis Terinci yang telah
diterbitkan dan disampaikan kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat komentar OJK terkait
evaluasi Laporan Studi Kelayakan Bisnis terkait maksud dan tujuan Studi Kelayakan Bisnis, maka
KJPP MPR dapat menerbitkan revisi atas Laporan Studi Kelayakan Bisnis untuk memenuhi
tanggapan dan jawaban kepada OJK dan tidak diperlukan perubahan terhadap Lingkup Penugasan
ini, kecuali ditemukan adanya perubahan signifikan, maka akan dibuat dalam suatu Berita Acara yang
ditandatangani Pemberi Tugas dan Penilai Bisnis.
Page 7 OCR 0.930
143. Persyaratan & Persetujuan untuk Publikasi

114,

145.

116.

9 Laporan Studi Kelayakan Bisnis hanya ditujukan kepada Pemberi Tugas dan Pihak-pihak yang

tercantum sebagai Pengguna Laporan:

O Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang dihasilkan tidak untuk dipublikasikan dan digandakan kepada

pihak selain yang disebutkan sebagai Pengguna Laporan:

0 Dalam hal penggunaan Laporan Studi Kelayakan Bisnis ditujukan untuk pihak-pihak selain

disebutkan dalam Pengguna Laporan, maka wajib memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu
dari Penilai Bisnis dan Pemberi Tugas,

0  Pihak-pihak selain disebutkan sebagai Pengguna Laporan adalah pihak ketiga di luar Pemberi Tugas

dan Pengguna Laporan, termasuk untuk kepentingan referensi laporan keuangan perusahaan
dan/atau laporan direksi/pimpinan perusahaan dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau
pernyataan/edaran apapun dari Pemberi Tugas, Pengguna Laporan dan perusahaan dari Objek
Studi Kelayakan Bisnis, kecuali pernyataan yang akan dituangkan dalam Keterbukaan Informasi
sebagaimana maksud dan tujuan dari disusun dan diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan Bisnis.

Dasar Peraturan

POJK No.17/POJK.04/2020, POJK No.35!POJK.04/2020, SECJK No.17/SEOJK.04/2020, KEPI & SPI
Edisi VII-2018 SPI 350.

Laporan Studi Kelayakan Bisnis

Laporan Studi Kelayakan Bisnis akan disampaikan kepada Pemberi Tugas sebanyak 3 buku, yaitu 1 buku

asli dan 2 buku fotocopy.

Batasan atau pengecualian atas tanggung jawab kepada pihak selain Pemberi Tugas (Pihak Ketiga)

Oo Penilai tidak memiliki tanggungjawab kepada pihak ketiga maupun pihak lain yang tidak memiliki
keterkaitan secara hukum dengan Pemberi Tugas

Oo Dalam hal ditemukan adanya penyimpangan terkait hasil Studi Kelayakan Bisnis yang telah
disampaikan, sehingga menjadi bentuk pelanggaran sesuai peraturan dan undang-undang yang
berlaku, maka KJPP MPR dapat mempertanggungjawabkan hasil Penilai Bisnis tersebut berdasarkan
permintaan dan keputusan yang diterbitkan oleh Kantor Pengadilan setempat.

17, Surat Representasi

0 Sesuai proses investigasi, dimana Penilal memperoleh informasi terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis
berasal dari Pemberi Tugas atau manajemen Perseroan, maka Pemberi Tugas atau manajemen
Perseroan meyakini bahwa seluruh informasi yang diberikan kepada Penilai adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan,

vi
Page 8 OCR 0.928
& Pernyataan tersebut dan pernyataan lainnya yang mungkin muncul selama proses investigasi terkait
Objek Studi Kelayakan Bisnis akan dituangkan tersendiri dalam bentuk Surat Representasi secara
lerpisah sebagai bagian syarat diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan Bisnis dan akan
ditandatangani oleh Pemberi Tugas atau manajemen Perseroan,

& Surat Representasi juga dapat berasal dari manajemen Objek Studi Kelayakan Bisnis, terutama jika
ditemukan adanya pernyataan lain diluar pernyataan standar dalam Surat Representasi.

1.18. Kesimpulan Studi Kelayakan Bisnis

Dengan demikian berdasarkan analisis aspek kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis,
kelayakan model manajemen, dan kelayakan keuangan dapat disimpulkan bahwa penambahan kegiatan
usaha sebagai jasa penyediaan infrastruktur telekomunikasi untuk penyewaaan jaringan fiber optic yaitu
berupa aktivitas telekomunikasi dengan kabel (KBLI: 61100), sesuai dengan usaha yang dilakukan oleh
Grup Perseroan sehingga berpotensi mendapatkan pengembalian lebih tinggi dari biaya pinjaman atau
WACC dari Perseroan. Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan akses dari pangsa pasar yang kuat,
pengalaman Grup dalam industri dan potensi tingkat pengembalian Penilai beropini bahwa penambahan
kegiatan usaha penyewaan jaringan fiber optic adalah layak.

KJPP Martokoesoemo, Pakpahan & Rekan

mam & Rekan

Pimpinan Rekan

NIPP : B-1.11.00036

No. Register : RMK-2017,00030

STTD : STTD,PB-20/PJ-1/PM.02/2023
MAPPI : 06-5-01995

Klasifikasi Ijin — : Penilai Bisnis

vii
Page 9 OCR 0.791
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

Daftar Isi

Daftar Isi................
Daftar Gambar dan Grafik.
Definisi dan Singkatai
Bab 1 - Pendahuluai

14
aa
13
14
15
16
17
18
19
110
111
112

113
114
115
116

117
1.18
119
1.20
121

Bab 2 — Data dan Informasi

Status Penilai
Pemberi Tugas
Pengguna Laporan
Objek Studi Kelayakan Bisnis...
Jenis Mata Uang yang Digunakan.
Maksud dan Tujuan ..
Metodologi Analisis Rencana Transaksi
Tanggal Penilaian Bea
Tingkat Kedalaman Ihvsoan n
Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalks
Asumsi dan Asumsi Khusus... an cak
Kejadian-kejadian penting setalah Tango Studi Kelayakan Bisnis (bubssguenl 'ayanta) dan
Tanggal Laporan...
Persyaratan & Persetujuan untuk Publikasi
Dasar Peraturan
Laporan Studi Kelayakan Bisnis ... " en
Batasan atau pengecualian atas tangyjung jae kariada pihak selain “Pemberi Tugas (Pihak
Ketiga)
Surat Representasi
Kesimpulan Studi Kelayakan Bisnis
Data, Informasi, dan Ws aa
Pernyataan Penilai... angen
Kondisi dan Syarat Pembatas

21. Uraian Tenaga Ahli

22. Uraian Hasil Penilaian Prope

23. Peraturan dan Perundang-undangan .

24. Informasi Keuangan dan Informasi Lainnya

25. Gambaran Perekonomian Indonesia.........

26. Gambaran Umum Industri Internet di Indonesia

2.1. Gambaran Umum Perseroan.

271. Profil Perseroan

2.72. Struktur Modal dan Susunan Pemegang Saham.

2.1.3. Susunan Manajemen dan Struktur Organisasi ....

274. Legalitas dan Perizinan .

215. Kinerja Keuangan......

PN GAN NS Pe PS TAN MIA AAA DA NG DA PPN NBA RI MA
Laporan SKB PKP
Page 10 OCR 0.834
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

Laporan SKB PKP

2.7.7. Teknologi yang digunakan .36
Bab 3- Analisis Kelayakan .37
34 Aspek Pasar.. 37

311 Pangsa dan Kesinambungan (Sustainability) dari Pasar Penyewaan Jaringan Fiber Optic..
31.2 Potensi Pasar, Sasaran dan Potensi Nilai Pasar..........i.cooo.wo.vocoooooWoo.Woo.mo.
3.1.3 Pesaing Usaha...
314 Strategi Pemasaran.
32 Aspek Teknis......
321 Kapasitas, Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya...
322 Bahan Baku Mentah .....
32.3 Pekerja dan Ahli Profesional.
3.2.4 Proses Produksi...
3.3 Aspek Pola Bisnis..
331 Keunggulan Kompetitif...

33.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk
3.3.3 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai ........
34 Aspek Model Manajemen
34A Ketersediaan Tenaga Kerja
34.2 Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)
34.3 Manajemen Risiko
34.31 Risiko Internal.
3.4,3.2 Risiko Eksternal
344 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
34.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen.
3.5 Aspek Keuangan:
3.51 Analisis Proyeksi Keuangan dan Asumsi.
35.2 Analisis Titik Impas (Break Even Point Analysis
3.5.3 Analisis Profitabilitas (Overall Profitability)
35.4 Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return On Invesment)
35.5 Analisis Kelayakan Keuangan Proyek ........voowooiro.wooooo...
Bab 4 - Kesimpulan
Pernyataan Penilai
Lampiran .........

Page 11 OCR 0.909
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

Laporan SKB PKP

Daftar Gambar dan Grafik

Gambar 2.1 - Perkembangan Ekanomi Global (96) 15
Gambar 2.2 - Perkembangan Inflasi Tahunan........ 16
Gambar 2.3 - Apresiasi/Depresiasi Nilai Peers (Desember 2023 vs Desember 2022). .16

Gambar 2.4 - Suku Bunga Kebijakan BI dan IndONIA
Gambar 2.5 - Indikator Ekonomi Makro

Grafik 2.1 — Pengguna Internet Terbesar 2023 (Juta Pengguna)
Gambar 2.6 — Penduduk Pengguna TIK di Indonesia.....
Grafik 2.2 - Indeks Literasi Digital Nasional (Skor Indeks)
Grafik 2.3 — Jumlah Perusahaan dan Pelanggan Intemet Service Provider.
Grafik 2.4 — Distribusi Perusahaan Telekomunikasi di Indonesia 2022....
Grafik 2.5 - Jumlah Subscriber Berdasarkan Operator (Juta Pelanggan)
Grafik 2.6 — Jumlah BTS Perusahaan Pembanding Sejenis.................
Grafik 2.7 — Rasio Kolokasi BTS Perusahaan Pembanding Sejenis
Grafik 2.8 — Jumlah BTS Perusahaan Operator Seluler...........
Grafik 2.9 - Pendapatan Perusahaan Telekomunikasi (Rp Juta)
Grafik 2.10 — Pendapatan Perusahaan Penyedia Menara (Rp Miliai
Grafik 2.11 — Panjang Kabel Optik Perusahaan Penyedia Menara (Km)
Grafik 2.12 — Panjang Kabel Optik Perusahaan Operator Seluler & Perusahaan Telekomunikasi Lainnya
Gambar 2.7 - Analisis Jaringan Telkom Indonesia...

Gambar 2.8 — Jaringan Mora Telematika Indonesia
Gambar 2,9 - Proyeksi Pertumbuhan Pendapatan Wholesale Fiber Opti
Gambar 3.1 - Pendapatan Seluler dan Nirkabel di Indonesia .
Gambar 3.2 - Jaringan Infrastruktur Telekomunikasi...........

Page 12 OCR 0.939
. Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

Definisi dan Singkatan

APBN

Bisnis

Engagement Lsiter (“EL”)

Entitas Anak

Fiber Optic

Kantor Jasa Penilai Publik
("KJPP”)

Kegiatan Usaha Utama

KJPP MPR

Km

POJK No.17/POJK.04/2020

Rencana Transaksi

Studi Kelayakan Bisnis

Tanggal Penilaian

Laporan SKB PKP

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Dalam laporan ini dimaksudkan sama dengan “Usaha”.

Disingkat EL atau Surat Perikatan atau Surat Penugasan atau proposal penawaran
jasa penilaian yang berisi lingkup penugasan sesuai maksud dan tujuan penugasan
yang telah ditandatangani oleh Pemberi Tugas dan Penilai sebagai dasar
penugasan bagi KJPP MPR No. EL-B/KJPP-MPR/2023/XI1/14/001 tanggal 14
Desember 2023.

Perusahaan Anak, yaitu perusahaan yang dimiliki oleh Perseroan sebagai Entitas
Induk baik secara langsung maupun tidak langsung.

Atau disebut Serat Optik, yaitu jenis kabel yang terbuat dari serat plastik dan kaca
halus, yang berfungsi untuk menghubungkan antar perangkat maupun pengguna
dalam lingkup wilayah tertentu,

Badan usaha yang telah mendapat izin usaha dari Menteri Keuangan sebagai
wadah bagi Penilai Publik dalam menjalankan usaha di bidang penilaian dan jasa
— jasa lainnya.

Kegiatan usaha sesual dengan yang tercantum dalam anggaran dasar Perusahaan
dan telah dijalankan.

Kantor Jasa Penilai Publik Martokoesoemo, Pakpahan & Rekan yaitu perusahaan

jasa penilai yang terdaftar dengan nomor izin usaha 2.09.0070 melalui Salinan

Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 440/KM.1/2019 yang
memiliki pengalaman (track record) penilaian dengan klasifikasi A (Aset) dan B
(Bisnis).

Kilometer.

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha.

Rencana penambahan kegiatan usaha PT Permata Karya Perdana (“PKP" atau
“Perseroan”) yang merupakan entitas anak terkendali dari PT Visi Telekomunikasi
Infrastruktur Tbk (“VTI" atau “Pemberi Tugas”)

Adalah suatu penugasan Penilaian Profesional yang diberikan oleh Penilai Bisnis
berupa pendapat untuk menyatakan kelayakan suatu usaha atau proyek.

Dalam laporan ini sama pengertiannya dengan Tanggal Studi Kelayakan, yaitu
tanggal dinyatakannya pendapat untuk menyatakan kelayakan suatu usaha atau

proyek.
si
Page 13 OCR 0.939
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

Bab 1 — Pendahuluan

Sesuai penugasan yang telah dituangkan dalam Engagement Letter (EL) No. EL-B/KJPP-MPR/2023/X11/14/001
tanggal 14 Desember 2023 sehubungan rencana penambahan kegiatan usaha PT Permata Karya Perdana
(“PKP” atau Perseroan”) yang merupakan entitas anak terkendali dari PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur
Tbk (“VTI" atau “Pemberi Tugas”), Selanjutnya rencana Perseroan melakukan penambahan kegiatan usaha
sebagaimana definisi di atas disebut sebagai “Rencana Transaksi".

Kami Kantor Jasa Penilai Publik Martokoesoemo, Pakpahan & Rekan (selanjutnya disebut "KJPP MPR") yang
merupakan Kantor jasa penilai publik dan terdaftar dengan nomor izin usaha 2.09.0070 melalui Salinan Keputusan
Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 440/KM.1/2019 Tanggal 12 Agustus 2019, dan memiliki pengalaman
(track record) penilaian dengan klasifikasi A (Aset) dan B (Bisnis), bermaksud menyampaikan Laporan Terperinci
Studi Kelayakan Bisnis, dengan Lingkup Penugasan sebagai berikut:

Latar Belakang Rencana Transaksi

Berdasarkan pasal 3 dari anggaran dasar, kegiatan usaha VTI adalah menjalankan usaha dalam bidang jasa
penyediaan infrastruktur telekomunikasi, termasuk melakukan investasi atau penyertaan pada perusahaan lain
yang bergerak di bidang kegiatan penunjang telekomunikasi dan berusaha dalam bidang jasa, khususnya jasa
penunjang telekomunikasi. VTI merupakan entitas induk pengendali Perseroan dengan kepemilikan sebesar
99,99”c dimana Perseroan juga bergerak dalam kegiatan usaha utamanya yaitu penyediaan infrastruktur
telekomunikasi untuk penyewaan menara telekomunikasi (tower atau BTS),

Dalam kegiatan usaha utama Perseroan, manajemen seringkali mendapatkan kebutuhan pelanggan yang tidak
hanya sewa menara, namun terdapat beberapa kebutuhan pendukung atau aksesori lain seperti jaringan fiber optic
antar site tower (intersite) di daerah tertentu yang dibutuhkan oleh operator seluler agar memiliki koneksi yang stabil
dan kapasitas bandwidth yang lebih besar. Oleh karena itu dalam rencana bisnis jangka panjang, Perseroan
bermaksud menambah kegiatan usaha penyewaan infrastruktur telekomunikasi jaringan fiber optic yang masuk
dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia: 61100 (“KBLI: 61100”) dengan melakukan investasi berupa
pemasangan jaringan fiber optic menggunakan kabel fiber optic sehingga dapat menyambungkan antar tower
Perseroan yang disewakan kepada pelanggan operator seluler eksisting (“Fiber To The Tower" atau "FTTT”).

Dengan rencana penambahan kegiatan usaha pada Perseroan, maka sesuai Pasal 32, POJK no
17/POJK.04/2020, di mana sesuai konfirmasi manajamen porsi pendapatan yang dihasilkan Perseroan sebagai
entitas anak terkendali VTI secara konsolidasi laporan keuangan melebihi 20”4 porsi pendapatan yang dihasilkan
VTI, maka atas rencana tersebut VTI diharuskan memberikan Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang disusun dan
diterbitkan oleh KJPP yang memiliki izin Penilai Bisnis.

Laporan SKB PKP 7
Page 14 OCR 0.919
11 Status Penilai

Budi P. Martokoesoemo

Penilai Publik dengan klasifikasi bidang jasa Penilaian Bisnis (selanjutnya disebut "Penilai"), merupakan
Pimpinan Rekan di KJPP MPR, terdaftar di Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (selanjutnya disebut
sebagai "PPPK") Departemen Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut sebagai
"OJK.

Dalam Penugasan ini Penilai berada dalam posisi independen untuk melakukan penilaian profesional
berupa kelayakan usaha atau proyek secara objektif tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan
Pemberi Tugas ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas. Penilai juga tidak mempunyai
kepentingan finansial atau kepentingan pribadi lainnya terhadap objek studi kelayakan bisnis berkaitan
dengan penugasan ini.

Dalam analisisnya, Penilai memiliki kompetensi dan KJPP MPR tidak memerlukan tambahan Tenaga
Ahli, Seluruh tim yaitu Penilai berizin, Tenaga Penilai dan staf pelaksana dalam penugasan ini, adalah
satu kesatuan tim penugasan di bawah koordinasi Penilai berizin.

1.2 Pemberi Tugas

Pemberi Tugas 1 PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk
Bidang usaha ! Jasa penyedia infrastruktur telekomunikasi
Alamat : Menara Imperium, 18th floor Suite C

Jl. H.R. Rasuna Said No. 1
Jakarta 12980, Indonesia

Telepon » (62) 21 83707370
Faksimili 1 (62)21 7975208
Alamat email corporatesecretary@ptvti.co.id

13 Pengguna Laporan

Pengguna Laporan 1 PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk
Dengan alamat seperti tercantum pada Pemberi Tugas.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Gedung Soemitro Djojohadikusumo
Jalan Lapangan Banteng Timur No.2-4
Jakarta 10710

Terkait penugasan ini, Pemberi Tugas meyakini bahwa tidak terdapat penugasan yang dikerjakan secara

bersamaan dengan KJPP lainnya untuk maksud dan tujuan penggunaan laporan dan Tanggal Penilaian
yang sama atau berdekatan (tidak lebih dari dua bulan).

Laporan SKB. PKP 1
Page 15 OCR 0.941
14

15

1.6

1.7

18

19

Laporan SKB PKP

Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana
Objek Studi Kelayakan Bisnis

Penambahan kegiatan usaha Perseroan yang merupakan entitas anak terkendali VTI berupa penyewaan
jaringan fiber optic yang masuk dalam klasifikasi KBLI:61100,

Jenis Mata Uang yang Digunakan
Dinyatakan dalam Rupiah.
Maksud dan Tujuan

Melakukan studi kelayakan bisnis terkait penambahan kegiatan usaha Perseroan yang merupakan entitas
anak terkendali VTI berupa penyewaan jaringan fiber opfic yang masuk dalam klasifikasi KBLI:61100 untuk
memenuhi ketentuan POJK No.17/POJK.04/2020.

Metodologi Analisis Rencana Transaksi

Analisis Studi Kelayakan Bisnis Rencana Transaksi meliputi beberapa aspek sebagai metodologi

penyusunan laporan studi Kelayakan Bisnis meliputi antara lain:

a. Analisis terhadap kelayakan pasar yang meliputi kondisi pasar, pesaing usaha dan strategi
pemasaran:

b. Analisis terhadap kelayakan teknis kualitatif dan kuantitatif yang meliputi kapasitas, ketersediaan dan
kualitas sumber daya, dan proses produksi,

Cc. Analisis terhadap kelayakan pola bisnis yang meliputi keunggulan kompetitif karena keunikan dari
pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk, kemampuan untuk menciptakan nilai atas
kewajaran nilai transaksi,

d. Analisis terhadap model manajamen yang meliputi ketersediaan tenaga kerja, manajamen kekayaan
intelektual, manajemen risiko, kapasitas dan kemampuan manajemen dan kesesuaian struktur
organisasi dan manajemen:

&. Analisis terhadap kelayakan keuangan yang meliputi biaya pendidikan, modal kerja, sumber
pembiayaan, biaya operasional, biaya bahan baku mentah, proyeksi laporan keuangan, analisis titik
impas, analisis profitabilitas dan tingkat imbal balik investasi,

Tanggal Penilaian

30 September 2023.

Tingkat Kedalaman Investigasi

Dalam hal proses investigasi yang akan dilakukan sebagaimana alur pengerjaan di atas dan informasi
terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis, terdapat beberapa batasan yang digunakan

Oo KJPP MPR tidak melakukan uji tuntas (penuh) atas Studi Kelayakan Bisnis, namun hanya uji kaji

terbatas sesuai metodologi penyusunan Studi Kelayakan Bisnis:
9 Tidak melakukan analisis dampak pajak:
Page 16 OCR 0.950
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

Tidak melakukan Penilaian Properti dan Aset Non Operasional VTI maupun entitas terkait Objek
Studi Kelayakan Bisnis:

Tidak melakukan penilaian saham VTI maupun entitas terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis:

Uji tuntas terbatas terhadap legalitas Perseroan:

Pengumpulan informasi dan data Objek Studi Kelayakan Bisnis diperoleh dari Pemberi Tugas
dan/atau Objek Studi Kelayakan Bisnis berdasarkan ketersediaan data dan kelengkapan informasi
untuk penyusunan Studi Kelayakan Bisnis,

Seluruh data dan informasi yang digunakan dalam analisis kelayakan merupakan data sekunder dan
bukan data primer, baik yang diperoleh dari Pemberi Tugas maupun sumber data lain yang diyakini
keabsahannya serta merupakan data yang valid,

Review proyeksi keuangan Objek studi Kelayakan Bisnis didasarkan pada diskusi manajemen
Pemberi Tugas dan informasi eksternal yang dipublikasi dan diyakini sebagai data yang valid

110 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Selain informasi dari manajemen Pemberi Tugas, termasuk seluruh informasi yang diperoleh dari Objek
Studi Kelayakan Bisnis, Penilai juga akan menggunakan sumber informasi eksternal yang tidak diperoleh
dari internal manajemen atau bukan sebagai informasi manajemen. Sumber informasi yang digunakan
antara lain: (i) Bank Indonesia: (ii) Data Ekonomi Pasar, (iii) data pasar dari sumber informasi yang
dipublikasi (iv) data riset industri (jika ada).

111 Asumsi dan Asumsi Khusus

Asumsi

0
kel

Seluruh data dan informasi yang diperoleh dari manajamen Pemberi Tugas adalah benar:
Penambahan kegiatan usaha Entitas Anak terkendali yaitu PKP merupakan kegiatan usaha yang
sejalan dengan kegiatan usaha utama:

Kondisi makro ekonomi maupun industri didasarkan pada kondisi terkini sesuai data APBN tahun
berjalan atau tahun yang akan datang disesuaikan dengan Tanggal Studi Kelayakan Bisnis yang
telah mengakomodir kondisi terkini terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis:

Bahwa Entitas dalam Objek Studi Kelayakan Bisnis diyakini tidak sedang tersangkut masalah hukum
atau tuntutan hukum dari pihak ketiga,

Hasil uji kaji terbatas dengan maksud dan tujuan penugasan, sudah dapat memenuhi kebutuhan
analisis secara kuantitatif,

Tidak ada dispute pajak dan seluruh kewajiban pajak dapat dipenuhi oleh Pemberi Tugas, baik
sebagai bagian dari entitas bisnis maupun sebagai entitas bisnis secara keseluruhan:

Asumsi proyeksi keuangan jangka panjang diyakini dapat dipenuhi dan merupakan asumsi yang
telah mempertimbangkan risiko dan manfaat bagi VTI dan PKP.

Asumsi Khusus

o

Laporan SKB. PKP

Pada Tanggal Studi Kelayakan Bisnis tidak terdapat kejadian historis yang masih menjadi kejadian di
periode setelah Tanggal Studi Kelayakan Bisnis, dimana kejadian tersebut dapat dikategorikan
sebagai asumsi khusus yang menjadi bagian dari asumsi proyeksi dari Objek Studi Kelayakan Bisnis.
Page 17 OCR 0.936
Studi Kelayakan Bisnis —- PT Permata Karya Perdana

112

113

114

115

Laporan SKB PKP

Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Studi Kelayakan Bisnis
(subseguent events) dan Tanggal Laporan

@  Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Studi Kelayakan Bisnis adalah kejadian-kejadian terkait
Objek Studi Kelayakan Bisnis yang diketahui maupun yang patut diketahui sampai dengan Tanggal
Laporan. Dalam hal ditemukan kondisi subseguent events dari hasil investigasi dan pelaksanaan
penugasan, maka akan dijabarkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis Terinci, sehingga tidak
diperlukan perubahan atas Lingkup Penugasan ini,

Oo Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Studi
Kelayakan Bisnis, bukan merupakan kewajiban Penilai Bisnis untuk melakukan perubahan atau
penyesuaian atas hasil yang dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis Terinci yang telah
diterbitkan dan disampaikan kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat komentar OJK terkait
evaluasi Laporan Studi Kelayakan Bisnis terkait maksud dan tujuan Studi Kelayakan Bisnis, maka
KJPP MPR dapat menerbitkan revisi atas Laporan Studi Kelayakan Bisnis untuk memenuhi
tanggapan dan jawaban kepada OJK dan tidak diperlukan perubahan terhadap Lingkup Penugasan
ini, kecuali ditemukan adanya perubahan signifikan, maka akan dibuat dalam suatu Berita Acara yang
ditandatangani Pemberi Tugas dan Penilai Bisnis.

Persyaratan & Persetujuan untuk Publikasi

@ Laporan Studi Kelayakan Bisnis hanya ditujukan kepada Pemberi Tugas dan pihak-pihak yang
tercantum sebagai Pengguna Laporan,

@ Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang dihasilkan tidak untuk dipublikasikan dan digandakan kepada
pihak selain yang disebutkan sebagai Pengguna Laporan,

O Dalam hal penggunaan Laporan Studi Kelayakan Bisnis ditujukan untuk pihak-pihak selain
disebutkan dalam Pengguna Laporan, maka wajib memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu
dari Penilai Bisnis dan Pemberi Tugas,

@  Pihak-pihak selain disebutkan sebagai Pengguna Laporan adalah pihak ketiga di luar Pemberi Tugas
dan Pengguna Laporan, termasuk untuk kepentingan referensi laporan keuangan perusahaan
dan/atau laporan direksi/pimpinan perusahaan dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau
pernyataan/edaran apapun dari Pemberi Tugas, Pengguna Laporan dan perusahaan dari Objek
Studi Kelayakan Bisnis, kecuali pernyataan yang akan dituangkan dalam Keterbukaan Informasi
sebagaimana maksud dan tujuan dari disusun dan diterbiikannya Laporan Studi Kelayakan Bisnis.

Dasar Peraturan

POJK No.17/POJK.04/2020, POJK No.35/POJK.04/2020, SEOJK No.17/SEOJK.04/2020, KEPI & SPI
Edisi VII-2018 SPI 350,

Laporan Studi Kelayakan Bisnis

Laporan Studi Kelayakan Bisnis akan disampaikan kepada Pemberi Tugas sebanyak 3 buku, yaitu 1 buku
asli dan 2 buku fotocopy.
Page 18 OCR 0.951
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

116

147

118

119

1.20

1.21

Laporan SKB PKP

Batasan atau pengecualian atas tanggung jawab kepada pihak selain Pemberi
Tugas (Pihak Ketiga)

o

Penilai tidak memiliki tanggungjawab kepada pihak ketiga maupun pihak lain yang tidak memiliki
keterkaitan secara hukum dengan Pemberi Tugas.

Dalam hal ditemukan adanya penyimpangan terkait hasil Studi Kelayakan Bisnis yang telah
disampaikan, sehingga menjadi bentuk pelanggaran sesuai peraturan dan undang-undang yang
berlaku, maka KJPP MPR dapat mempertanggungjawabkan hasil Penilai Bisnis tersebut berdasarkan
permintaan dan keputusan yang diterbitkan oleh Kantor Pengadilan setempat.

Surat Representasi

Sesuai proses investigasi, dimana Penilai memperoleh informasi terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis
berasal dari Pemberi Tugas atau manajemen Perseroan, maka Pemberi Tugas atau manajemen
Perseroan meyakini bahwa seluruh informasi yang diberikan kepada Penilai adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan,

Pernyataan tersebut dan pernyataan lainnya yang mungkin muncul selama proses investigasi terkait
Objek Studi Kelayakan Bisnis akan dituangkan tersendiri dalam bentuk Surat Representasi secara
terpisah sebagai bagian syarat diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan Bisnis dan akan
ditandatangani oleh Pemberi Tugas atau manajemen Perseroan:

Surat Representasi juga dapat berasal dari manajemen Objek Studi Kelayakan Bisnis, terutama jika
ditemukan adanya pernyataan lain diluar pernyataan standar dalam Surat Representasi.

Kesimpulan Studi Kelayakan Bisnis

Secara rinci kesimpulan atas Studi Kelayakan Bisnis dijabarkan pada Bab 8 laporan ini.

Data, Informasi, dan Prosedur yang digunakan

Rincian data, informasi, dan prosedur yang digunakan termasuk analisis yang dilaksanakan dalam
metodologi penyusunan laporan studi Kelayakan Bisnis dalam laporan ini dapat dilihat pada Bab 2 - 8.

Pernyataan Penilai

Dijabarkan secara khusus pada lembar Pernyataan Penilai.

Kondisi dan Syarat Pembatas

Kesimpulan dalam bentuk kelayakan atau ketidaklayakan yang dihasilkan didasarkan pada ketersediaan
informasi dan data yang diperoleh dari Pemberi Tugas dan data/atau informasi eksternal terkini yang
diyakini kebenarannya berdasarkan Tanggal Penilaian yang ditetapkan oleh Pemberi Tugas. Seluruh
asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini
diyakini telah memenuhi ketentuan sebagai berikut:

a) Opini yang dicantumkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis hanya berlaku sesuai dengan maksud

dan tujuan serta definisi Rencana Transaksi sebagai Objek Studi Kelayakan Bisnis. Opini yang

|
Page 19 OCR 0.952
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

b)

c)

9)

9)

hn)

digunakan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan
lain yang akan mengakibatkan terjadinya kesalahan. Penilai tidak bertanggung jawab atas
penggunaan Studi Kelayakan Bisnis untuk tujuan lain tersebut.

Kami telah melakukan penelaahaan atas dokumen dan informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas
dan/atau dokumen dan informasi pendukung untuk kebutuhan penyusunan Kelayakan Bisnis atas
Objek Studi Kelayakan Bisnis, namun demikian kami tidak berkewajiban melakukan pemeriksaan atas
keabsahan dokumen atau informasi tersebut, sebagaimana yang kami yakini bahwa dokumen dan
informasi tersebut adalah benar.

Informasi yang diperoleh dari sumber dan pihak lain seperti yang disebutkan dalam Laporan Studi
Kelayakan Bisnis dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai tidak bertanggungjawab jika ternyata
informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Informasi yang
dinyatakan tanpa menyebutkan sumbernya merupakan hasil penalaahan kami terhadap data yang
diperoleh atau digunakan, pemeriksaan atas dokumen ataupun keterangan dari instansi pemerintah
yang berwenang, tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut
sepenuhnya berada di pihak Pemberi Tugas.

Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disusun oleh Manajemen Perseroan dan telah
melakukan kajian ataupun penyesuaian, sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan
Perseroan sesuai kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).

Proses pelaksanaan penelaahan dan kajian telah mengikuti dasar peraturan yang digunakan terkait
Lingkup Penugasan dan Implementasinya, meliputi proses Investigasi dan kertas kerja penilaian,
sehingga Penilai meyakini pelaksanaan penyusunan Studi Kelayakan Bisnis telah sesuai dan dapat
dipertanggungjawabkan.

Kecuali diatur berbeda oleh peraturan dan perundangan yang ada, maka hasil studi kelayakan dan
Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang diterbitkan bersifat rahasia dan hanya ditujukan terbatas untuk
Pemberi Tugas yang dimaksud dan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan sesuai dengan yang
dicantumkan pada Laporan Studi Kelayakan Bisnis. Penilai tidak bertanggung jawab kepada pihak
lain selain Pemberi Tugas dimaksud. Pihak lain yang menggunakan laporan ini bertanggung jawab
atas segala resiko yang timbul

Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang kami terbitkan telah meyakini kesesuaiannya dengan dasar
peraturan yang digunakan yaitu sesuai maksud dan tujuan, metodologi analisis, tanggal studi
kelayakan bisnis yang digunakan, sehingga Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang disampaikan
tersebut dapat kami pertanggungjawabkan,

Semua dokumen bukti kepemilikan, legalitas dan perizinan serta dokumen hukum Perseroan yang
ada didasarkan kepada informasi dan data yang diberikan Pemberi Tugas dan/atau Manajemen
Perseroan. Oleh karena itu Penilai tidak melakukan verifikasi ulang kepada notaris, instansi atau
lembaga terkait dokumen dan informasi tersebut. Hasil Studi Kelayakan Bisnis telah meyakini tidak
adanya kasus hukum ataupun sengketa terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis sebagaimana juga
dinyatakan dalam Surat Pernyataan yang ditandatangani Manajemen Perseroan.

Laporan SKB PKP f
Page 20 OCR 0.941
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

Bab 2 — Data dan Informasi

24,

2.2,

23,

2.4.

Uraian Tenaga Ahli

Penyusunan Studi Kelayakan Bisnis terkait Rencana Transaksi, Penilai tidak menambahkan Tenaga Ahli
Luar, sebagaimana lingkup penugasan yang telah disepakati dengan Pemberi Tugas. Dalam hal ini
Manajemen Perseroan menyediakan bantuan terkait kajian teknis pelaksanaan dan pemaparan atas
rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh Perseroan.

Uraian Hasil Penilaian Properti

Dalam penyusunan Studi Kelayakan Bisnis terkait Rencana Transaksi sebagaimana definisi di atas, maka
tidak diperlukan penilaian properti terkait Studi Kelayakan Bisnis penambahan kegiatan usaha Perseroan,
Hal ini dikarenakan tidak ada keterlibatan properti yang memerlukan penilaian untuk mendukung
kelayakan dari nilai investasi yang akan diimplementasikan

Peraturan dan Perundang-undangan

Sesuai kegiatan bisnis utama Perseroan, beberapa peraturan dan perundang-undangan yang menjadi
rujukan antara lain:
1. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan
Telekomunikasi,
2. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 03/PER/M.Kominfo/1/2007 tentang sewa
jaringan.

Informasi Keuangan dan Informasi Lainnya

Dalam melakukan studi kelayakan bisnis terkait Rencana Transaksi di atas, KJPP MPR menggunakan
dukungan data dan informasi yang diperoleh dari Perseroan, meliputi antara lain:

1. Data Keuangan Perseroan

- Laporan Keuangan Audit PT Permata Karya Perdana periode 31 Desember 2018 dengan
pendapat opini wajar dalam semua hal yang material oleh KAP Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi,
Tjahjo & Rekan sesuai dengan laporan No: 00123/2.1051/AU.1/03/0929-1/1/111/2019 tanggal 30
Maret 2023,

- Laporan Keuangan Audit PT Permata Karya Perdana periode 31 Desember 2019 dengan

pendapat opini wajar dalam semua hal yang material oleh KAP Tanubrata Sutanto Fahmi
Bambang & Rekan sesuai dengan laporan No: 00281/2 1068/AU.1/06/0115-1/M/1II/2020 tanggal
24 Maret 2020:
Laporan Keuangan Audit PT Permata Karya Perdana periode 31 Desember 2020 dengan
pendapat opini wajar dalam semua hal yang material oleh KAP Tanubrata Sutanto Fahmi
Bambang & Rekan sesuai dengan laporan No: 00288/2.1068/AU.1/06/0007-2/1/1V/2021 tanggal
26 April 2021,

Laporan SKB PKP 13

NX
Page 21 OCR 0.919
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

Laporan Keuangan Audit PT Permata Karya Perdana periode 31 Desember 2021 dengan
pendapat opini wajar dalam semua hal yang material oleh KAP Tanubrata Sutanto Fahmi
Bambang & Rekan sesuai dengan laporan No: 00169/2.1068/AU.1/06/0007-2/1/111/2022 tanggal
17 Maret 2022:

Laporan Keuangan Audit PT Permata Karya Perdana periode 31 Desember 2022 dengan
pendapat opini wajar dalam semua hal yang material oleh KAP Tanubrata Sutanto Fahmi
Bambang & Rekan sesuai dengan laporan No: 00227/2.1068/AU,1/06/0117-1/1/111/2023 tanggal
30 Maret 2023,

Laporan Keuangan inhouse PT Permata Karya Perdana periode 30 September 2023, disusun
oleh Manajemen Perseroan.

2. Data dan Informasi Lainnya

Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan penugasan studi
kelayakan bisnis yang diwakili oleh:

# Bapak Dimas Riswandono sebagai Controllership Dept. Head

# Bapak Azhar Fajar Kharisma sebagai Salas & Marketing Division Head

# Bapak Edi Sucipto sebagai Project Implementation Dept. Head

www.bi.go.id,

www.reufers/valueinvesting.io,

Bloomberg untuk data perusahaan pembanding:

www.BPS.go.id,

World Economic Outlook 2023:

Proyeksi keuangan terkait kegiatan usaha baru Oktober 2023 — 2033 yang disediakan oleh
manajemen Perseroan,

Surat Pernyataan Manajamen No. 003/VTI/15/01-2024 tanggal 15 Januari 2024 sehubungan
dengan penugasan studi kelayakan bisnis terkait Rencana Transaksi.

2.5. Gambaran Perekonomian Indonesia

Kondisi
Pertumbi

Perekonomian Dunia
luhan ekonomi global pada tahun 2020 hingga 2023 mengalami penurunan akibat jangka panjang

dari pandemi COVID-19, Invasi Rusia ke Ukraina, dan inflasi. Menurut IMF pertumbuhan ekonomi global

ditahun
Pertumbi

2022 sebesar 3,5Yo dan diperkirakan melambat 3,0Yc tahun 2023 dan 2.9” tahun 2024.
uhan ekonomi negara maju ditahun 2022 sebesar 2,545 dan diperkirakan melambat 1,546 tahun

2023 dan 1,440 tahun 2024. Pertumbuhan ekonomi negara berkembang tahun 2022 sebesar 4,1Y5 dan

diperkiral

Laporan SKB PKP

Ikan melambat sedikit di tahun 2023 sebesar 4,045.

Ha 1
Page 22 OCR 0.598
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

Global (Y)
Ditferunga tram July Dirtoranoe krom Apri
Proreewonr 2023 WEO Opetate" To23 we
2022 Es 2025 2022 2023 En
38 20 2. aa ET 0 Sai
26 13 . 9 00 0.2 «0
2 2 1s Sa On as tri
33 oz 12 -—02 -03 —x 2
.. 5 aa 02 04 0. 0.2
28 10 1 02 oo 03 00
27 07 az —a 02 an -$
3. 25 12 00 Tea 19 3
va z0 19 os 09 ag a
4 25 ag 1 -0a aa -.
3A 13 18 D4 02 -0.2 0.
26 1. 22 “0.2 1 0.0 a00
-. “0 «0 .. -. “0.2
25 a89 -0x -02 -01 203
30 20 “2 202 toa “02 aa
72 03 .3 0.2 00 0. 00
on 23 2 oo 20 12 2.3
2. 22 aa 07 “02 15 0.2
“8 23 23 ox 01 07 0.1
29 3 16 10 03 22 a0
38 3x 3 (33 ae 14 0.8
z6 z0 2. -—28 og 0 83
ar 08 20 55 “3 129 tai
40 33 «9 “2 01 D4 “2
33 20 31 Doa ox Tag 01
9 0.9 1 06 oa 08 «0
30 25 2 00 1 00
30 07 13 2s 22 o0 -oa
25 22 X3 La 20 -3 23
z0 20 aa as 58 @0
a09 20 a99 os 00 01 -03
s2 40 2. 08 1 —. 49.3
5. oo an - 02 “5 a0
'Auwancoa Econosuou .? 03 30 8 -—91 -7 03
Emoroing Markat ana Dawotocing Econocnias 32 " 28 32 295 5 -07
cma
Kewanemd Econornos Pel 1. 3 -09 -1 12 oo
#marging Markat and Levotoomg Econemios Eu 4 3 —a aa Hg an
Comunoaity Prices (US domar)
Pia 302 Gm -o7 “2 .8 70 Ps
Wontuat tavurnya basad on wiki ComMadty mgoit
pesen 8 3 7 5 PE -a5 -7
08
ti

apa
up al Beven (Canada, Franca, Germany. Italy, Japan, Unitod Kingdom, United Stntes) and cut arm coal en
14 torecant3 arm pemonted on a fiscal yua basis. and GDP Iron 2011 omward is busa an GDP at rnarket pirices wat Misal yo 2011/NZ A8

ndorusia. Matarsta. tw Prillobinen. Singapore. and Thailand

Sumber: website IMF

Perekonomian Indonesia

Selanjutnya berdasarkan hasil kajian Bank Indonesia (BI) yang diterbitkan setiap bulannya, Data ini
diperoleh dari website BI yaitu www.bi.go.id. Berikut ringkasan gambaran perekonomian Indonesia yang
diperoleh dari publikasi BI untuk data per September 2023

Umum

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 September 2023 memutuskan untuk
mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,7596, suku bunga Deposit Facility
sebesar 5,007c, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50”4. Keputusan ini sebagai konsistensi
kebijakan moneter untuk memastikan infiasi tetap rendah dan terkendali dalam kisaran sasaran 3,0z194
pada tahun 2023 dan 2,5t1”c pada 2024. Kebijakan moneter tetap difokuskan untuk mengendalikan
stabilitas nilai tukar Rupiah sebagai langkah antisipasi dari dampak rambatan ketidakpastian pasar
keuangan global. Sementara itu, kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong
kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial
dengan fokus hilirisasi, perumahan, pariwisata, dan pembiayaan inklusif dan hijau, yang berlaku efektif
sejak tanggal 1 Oktober 2023. Demikian pula, digitalisasi sistem pembayaran terus diakselerasi untuk

Laporan SKB PKP 1 p
Page 23 OCR 0.852
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

memperluas inklusi ekonomi dan keuangan digital, termasuk digitalisasi transaksi keuangan Pemerintah
Pusat dan Daerah.

Ketidakpastian perekonomian global tetap tinggi. Pertumbuhan ekonomi global 2023 diprakirakan tetap
sebesar 2,742 dengan kecenderungan ekonomi Tiongkok yang melambat dan ekonomi Amerika Serikat
(AS) yang semakin kuat. Perlambatan ekonomi Tiongkok disebabkan oleh pelemahan permintaan

domestik karena keyakinan konsumen, utang bar22- P' bangan Inflasi Tahunz
rumah tangga, dan permasalahan sektor SMUN SA TUNAI "

properti, di tengah penurunan ekspor akibat
perlambatan ekonomi global, Kuatnya
ekonomi AS didukung oleh konsumsi rumah
tangga seiring dengan kenaikan upah dan
pemanfaatan ekses tabungan (excess
savings). Disamping itu, inflasi di negara maju
masih tetap tinggi karena berlanjutnya 4
tekanan inflasi jasa, keketatan pasar tenaga TATNONA 7014 71014 71014 710014710147
kerja, dan meningkatnya harga minyak.
Perkembangan tersebut mendorong tetap
tingginya suku bunga kebijakan moneter di negara maju, terutama Federal Funds Rate (FFR) AS, yang
mengakibatkan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Akibatnya, tekanan aliran modal
keluar dan pelemahan nilai tukar di negara berkembang semakin tinggi, sehingga memerlukan penguatan
respons kebijakan untuk memitigasi dampak negatif rambatan global tersebut, termasuk di Indonesia

2017 | A18 | 2019 200 2021 | 2022 2083
Sumber: Bank Indonesia

Inflasi

Inflasi terkendali dalam kisaran sasaran.
Inflasi IHK Agustus 2023 tercatat 3,274 (yoy)
sehingga tetap berada di dalam sasaran
3,0t194. Infiasi inti tercatat sebesar 2,187 m

(yoy), lebih rendah dibandingkan dengan Hi
inflasi pada bulan sebelumnya sebesar an
2439 (yoy), sejalan dengan permintaan sa
yang terkelola, ekspektasi inflasi yang | £
terjaga, serta imported inflation yang rendah. & “

Kelompok volatile food tetap terkendali | (Ex Da 23

sebesar 2424 (yoy) sejalan dengan | m0 m0 a01 ma s0 00 00m ma me
kesuksesan GNPIP di berbagai daerah | Sumber : Bank Indonesia

dalam mengendalikan harga pangan. Inflasi kelompok administered prices terus menurun menjadi 8,059
(yoy), lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 8,424 (yoy). Bank Indonesia akan terus
memperkuat bauran kebijakan moneter dan mempererat sinergi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah)
dalam TPIP dan TPID dalam mengendalikan inflasi. Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia
meyakini inflasi tetap terkendali dalam kisaran 3,0#14c pada sisa tahun 2023 dan 251146 pada 2024.

Gambar 23 - Ap /Depresiasi Nilai Peers
(Desember 2023 vs Desember 2022)

Nilai Tukur Ruplah 2023 vs 2022
mpotnetopaint

Laporan SKB PKP ef
Page 24 OCR 0.906
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

Laporan SKB PKP

Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar Rupiah tetap terjaga sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia.
Peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global menyebabkan nilai tukar Rupiah pada September
2023 (sampai dengan 20 September 2023) secara point-to-point melemah sebesar 0,984 dibandingkan
dengan level akhir Agustus 2023. Secara year-to-date, nilai tukar Rupiah menguat 1,226 dari level akhir
Desember 2022, lebih baik dibandingkan dengan nilai tukar mata uang negara berkembang lainnya seperti
Rupee India, Peso Filipina, dan Baht Thailand yang masing-masing mengalami depresiasi sebesar 0,426,
1,9256, dan 4,036. Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga
sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian Indonesia, inflasi yang rendah,
dan imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan
stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi di pasar valas, meningkatkan efektivitas implementasi
instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP
Nomor 36 Tahun 2023, dan melanjutkan penerbitan SRBI.

na ma | Gambar 24 — Suku Bunga Kebijakan BI dan IndONIA |
" $ 8g Gambar 2.4 — Suku B Kebijakan BI dan IndONIA
Bank Indonesia terus melakukan incvasi lag Sd eta iron RI :

kebijakan moneter termasuk — untuk
memastikan inflasi terkendali dan nilai tukar
Rupiah tetap stabil. Dalam kaitan ini,
kebijakan suku bunga diperkuat dengan
penerbitan instrumen moneter Sekuritas
Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang pro-
market dalam rangka memperkuat upaya
pendalaman pasar uang, mendukung 2
upaya menarik porffolio inflows, serta untuk | sumber Bank Indonesia
optimalisasi aset SBN yang dimiliki Bank Tn
Indonesia sebagai underlying. Pasar menyambut baik penerbitan SRBI ini, seperti tecermin pada tingginya
penawaran dibandingkan dengan target (oversubcribed) dalam dua kali lelang SRBI pada September
2023. Pada lelang perdana tanggal 15 September 2023, terdapat penawaran sebesar Rp29,9 triliun atau
4,2 kali dari target lelang Rp7 triliun. Selanjutnya pada lelang kedua pada tanggal 20 September 2023
dengan target Rp3 triliun terdapat penawaran yang masuk 3,12 kali Ilpat atau sebesar Rp15,6 triliun.

Indikator Terkini

Indikator ekonomi makro dimaksud merupakan indikator yang digunakan Pemerintah Republik Indonesia
terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2023. APBN 2023 memperhatikan tingkat
pertumbuhan industri, perkembangan perekonomian dan prospek serta risiko ke depan sehingga dapat
menjadi indikator bagi investor dalam menentukan rencana investasinya.

Tabel 2.1 Pertumbuhan PDB Pengeluaran dan Lapangan Usaha 2023

Lapangan Usaha

| Pertumbuhan PDB

Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
Pertambangan dan Penggalian
Industri Pengolahan

LI
Page 25 OCR 0.937
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

2.6.

Lapangan Usaha

Pengadaan Listrik dan Gas, dan Air Bersih

Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang
Konstruksi
Perdagangan besar dan eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

Transportasi dan Pergudangan

Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum

Informasi dan Komunikasi —
Jasa Keuangan

Real Estate

Jasa Perusahaan

Administrasi pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib

| Jasa Pendidikan

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
Jasa Lainnya

Sumber: Bappenas 2023

mbar 2.5 - Indikator Ekonorni Makro

Stmbar: www.kamenkeu.go.id

Gambaran Umum Industri Internet di Indonesia

Melansir Statista, di tahun 2023, jumlah pengguna internet di dunia telah mencapai 5 miliar pengguna
China menjadi negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia. Sebanyak 1.05 miliar
penduduknya dapat mengakses intemet. Hal tersebut setara dengan 7596 dari total penduduknya,
mengingat jumlah penduduknya yang mencapai 14 miliar. Dalam sehari, penduduk China rata-rata
menghabiskan 6 jam 25 menit menggunakan internel. Indonesia berada di urutan keempat negara
pengguna internet terbesar di dunia, dengan jumlah pengguna sebesar 212,9 juta. BPS mengungkapkan

Laporan SKB PKP
Page 26 OCR 0.836
Manrororsorwo, Parranan & Renan

Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

jumlah penduduk Indonesia di tahun 2022 adalah sebesar 275 juta jiwa, yang berarti 7794 penduduk
Indonesia telah menggunakan internet.

Grafik 2.1 —- Pengguna Internet Terbesar 2023 (Juta Pengguna)

aa NAANI

Oh FE Pee 20

Amerika Serkal ANN 311,3

Indonesia MEN 2120

Brazil MANA 151,9

Rusia TT 127.6

Nigeria MANA 122,5

le) 200 400 600 390 1000 1200

Sumber: Statista

Dalam lima tahun terakhir, penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia
menunjukkan perkembangan yang pesat. Perkembangan indikator TIK yang paling pesat terlihat pada
penggunaan internet dalam rumah tangga yang mencapai angka 86,54 persen di tahun 2022.
Pertumbuhan penggunaan internet dalam rumah tangga ini diikuti pula oleh pertumbuhan penduduk yang
memiliki telepon seluler, pada tahun 2022 mencapai 67,88 persen. Kepemilikan komputer dalam rumah
tangga tahun 2022 mengalami sedikit penurunan menjadi 18,04 persen. Penduduk yang menggunakan
internet mengalami peningkatan selama kurun waktu 2018 — 2022, yang ditunjukkan dari meningkatnya
persentase penduduk yang mengakses internet pada tahun 2018 sekitar 39,90 persen menjadi 66,48
persen pada tahun 2022. Sebaliknya kepemilikan telepon kabel tetap dalam rumah tangga mengalami
penurunan dari tahun ke tahun, pada tahun 2018 persentase rumah tangga yang memilikilmenguasai
telepon kabel sekitar 2,61 persen, turun menjadi 1,34 persen pada tahun 2022.

Gambar 2.6 - Penduduk Pengguna TIK di Indonesia

90
8: 9658 0. penduduk yang memiliki
20 73.75 telepon selular
66.22 67.28
1g 1 aah —e— Rumah tangga yang
z5. mengakses internet
5 s0 —e— Penduduk yang mengakses
Ss Internet
“0
Rumah tangga yang memiliki
30 komputer
Se 20,05 18,78 18,83 13,24 18,04
—8— Rumah tangga yang memiliki
10 "3 telepon tetap kabel
Z 209 1,36 1.39
Fi »— - At “
2018 2019 2020 2021 2022

Sumber: BPS - Statistik Telekomunikasi Indonesia 2022

Kominfo meluncurkan laporan Status Literasi Digital Indonesia 2022. Dari laporan tersebut Indeks Literasi
Digital Nasional pada 2022 naik sebesar 0,05 poin menjadi 3,54 dari capaian indeks di tahun 2021. Ada

Laporan SKB PKP 19 f
L
Page 27 OCR 0.863
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

tiga pilar yang meningkat, yaitu Pilar 1 (Digital Skill) naik sebesar 0,08 poin, Pilar 2 (Digital Ethics) naik
sebesar 0,15 poin, dan Pilar 3 (Digital Safety) naik 0,02 poin. Namun Pilar 4 (Digital Culture) menurun
sebesar 0,08 poin,

Grafik 2.2 - Indeks Literasi Digital Nasional

390 384

344 352 353 368 39 354
Total

Pilar 1: Digital Skill Pilar 2: Digital Ethics Pilar 3: Digital Safely Pilar 4: Digital Culture
#2021 m2022

Sumbar " Kominfo — Status Literasi Digital df Indonesia 2022

Perkembangan perusahaan ISP dan pelanggan ISP selama periode tahun 2018 — 2022. Jumlah
perusahaan ISP mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sampai dengan tahun 2022, jumlah
pelanggan ISP mencapai 13,20 juta pelanggan. Pelanggan ISP ini mencakup pelanggan Perusahaan dan
personal,

Grafik 2.3 — Jumlah Perusahaan dan Pelanggan Internet Service Provider

103

PU

8 600 1
3 0 1 8
8 @ 8
£ 3 4
2 2 '
100 3 £
0 0
ang 219 2020 201 2022
mem Jumiah Perusahaan “@— Jumlah Pelanggan (dalam juta)

Sumber : BPS — Statistik Telekomunikasi Indonesia 2022

Pada tahun 2022, tercatat sebanyak 1.615 perusahaan yang telah mendapatkan izin untuk
menyelenggarakan layanan telekomunikasi di Indonesia. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun
2021 yang hanya berjumlah 1.307 perusahaan. Peningkatan tersebut tidak lepas dari kebijakan
persaingan bebas dan keterbukaan yang diterapkan pemerintah dalam metode penanaman modal pada
industri telekomunikasi di Indonesia, khususnya telekomunikasi Seluler.

«
Laporan SKB. PKP si
Page 28 OCR 0.833
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

Grafik 2.4 - Distribusi Perusahaan Telekomunikasi di Indonesia 2022

talam Jumlah Perusahaan

1122
903
602
325
213 248
119 133 146
| 25 23 2
—— — —
2020

2021 2022

mJarngan Tetap. /omJaringan Bergerak — jasa Talakomunikasi — « Telekomunikasi Khusus

| Sumber: BPS — Statistik Telekomunikasi Indonesia 2022

Jumlah pelanggan operator seluler tahun 2022 Telkomsel tetap menjadi market leader berdasarkan jumlah
subscriber, selanjutnya disusul oleh XL-Axiata, Indosat, dan Smartfren. Indosat dan smartfren mengalami
kenaikan subscriber karena peningkatan subscriber di prabayar

Grafik 2.5 mlah Subscriber Berdasarkan Operator (Juta Pelanggan)

MA 159,5 1760

2018 2019 2020 2021 222

—@-—Talkomsel —@—XI-Axiata —@indosat —@m Smartfren

Sumber: Laporan Tahunan Perusahaan TLKM, EXCL, ISAT, FREN (Diolah)

Penggunaan intemet yang semakin banyak setiap tahunnya dari berbagai kalangan serta teknologi 5G
yang mulai diimplementasi, perusahaan penyedia tower juga ikut berkembang dengan jumlah tower yang
meningkat tiap tahunnya,

Laporan SKB PKP si
Page 29 OCR 0.658
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

-
Ya
ca 3 2
ker) 2 ng
g Ss
sg $ 2
s
-— ai e
ti
$$ Ti ka
39
«
r-
8
al & 3)
88 8 8 Ki
0 Kop R
sc 2
ts rasta “As 203 »
MA ss “ 8
S3 & par C3 Ka
NI LN - ti
220 - 2021
# Sarana Menara Nusantara Solusi Tunas Pratama @ inti Bangun Sejahtera
m Mitratel Tower Bersama Infrasiructura M Centratama Telekomunikasi
m Bali Towei
. Sumber : Laporan Tahunan Perusahaan (Diolah)

Pertumbuhan jumlah menara dan penyewa tiap perusahaan menjaga pertumbuhan kolokasi tower. Tower
Bersama Infrastructure memiliki rasio kolokasi tertinggi di 2022.

Grafik 2. 'asio Kolokasi BT: sahaan Pembanding

185 190 186 un 1,87
li SA6 1,66 Bl 1.65
11 52 4
10,78 10,77
I 55| NI 0,53 i 0,55 f
2021 2122
m Sarana Menara wa # Solusi Tunas Pratama m Inti Bangun Sajahtara

m Tower Bersama Infrastructure # Centratama Telekomunikasi

Sumbar ' Laporan Tahunan Perusahaan TOWR, SUPR, IBST, MTEL, TBIG, GENT, BALI (Diolah)

Perusahaan operator seluler dan juga menyediakan tower untuk disewakan. Jumlah menara di
perusahaan operator seluler juga bertambah setiap tahun.

Laporan SKB. PKP af
Page 30 OCR 0.780
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

Grafik 2.8 — Jumlah BTS Perusahaan Operator Seluler

tag 24 3
s ti
- s
&
& a 3
3 8 &
2
z 8 3g 8 2
2 g s g & £
8 s 3 s Ka 3
2020 2021 2022
Telkom Indonesia @Smartfren MXL-Axiata mate
Sumber : Laporan Tahunan Perusahaan TLKM, EXCL, ISAT, FREN (Diolah)

Tahun 2022 pendapatan Telkom Indonesia meningkat sebesar 2,996 dibandingkan tahun 2021 sebesar
Rp143.210 miliar, peningkatan terjadi disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan IndiHome, data, internet
dan jasa teknologi informasi, interkoneksi, dan jaringan, Selanjutanya pendapatan total Moratelindo naik
sebesar 11,19Ys, kenaikan di segmen wholesale, enterprise dan retail mencapai 51,524 karena
permintaan volume kapasitas bandwidih sehingga jaringan telekomunikasi backbone dan acces
meningkat. Total pendapatan Link Net tahun 2022 turun sebesar -2,11Y6, tetapi pendaptan porsi layanan
internet broadband dan jaringan meningkat 1,8795. Solusi Sinergi mengalami kenaikan pendapatan total
di tahun 2022 sebesar 17,9846, untuk bagian fiber opticicore meningkat dari Rp1.075 miliar tahun 2021
menjadi Rp37.573 miliar di tahun 2022, Dilihat dari data tersebut disimpulkan kondisi pasar fiber optic
membaik di tahun 2022

Grafik 2.9 - Pendapatan Perusahaan

so s& 0 s5
8 8 £ 8 5 3 :
S s
1 $ 8 3 5 3 3
Na" ai FT 8 8 $
|—. —
Telkom Indonesia Link Net Moratelindo Triasmitra Solusi Sinergi
"2021 m2022

Sumber : Laporan Tahunan Perusahaen TLKM, LINK, MORA, KETR, WIFI (Diolah)

Laporan SKB. PKP af
Page 31 OCR 0.890
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

Tahun 2022 pendapatan total Sarana Menara Nusantara mencapai Rp11.035,7 miliar dengan kenaikan
sebesar 27,86, dan pendapatan di luar Menara seperti Wiraline, VSAT, & IPLC mencapai Rp823.332 juta
dengan kenaikan 3744 dari tahun 2021 yang sebesar Rp601.080. Tahun 2022 Solusi Tunas Pratama
mengalami penurunan sebesar 996 dari Rp2.076 miliar tahun 2021 menjadi Rp1.883,3 miliar tahun 2022,
penurunan karena Solusi Tunas Pratama berhenti mengkonsolidasi laba rugi dan komprehensif lainnya
dari PT Platinum Teknologi dan entitas anaknya sehingga Solusi Tunas Pratama tidak memegang kabel
fiber optic. Tahun 2022 pendapatan total Inti Bangun Sejahtera naik sebesar 11,696 dari tahun 2021 Rp975
miliar mencapai Rp1.088 miliar di tahun 2022, kenaikan ini dibantu oleh peningkatan pendapatan bagian
Jaringan & bandwidth, dan peralatan & mesin dengan kenaikan masing-masing sebesar 133,895 dan
52,515. Centratama mengalami kenaikan pada tahun 2022 sebesar 32,84 karena peningkatan
pendapatan sewa dan pemeliharaan menara, untuk pendapatan fiber optic naik sebesar 8,24 dari tahun
2021 Rp10.547 juta menjadi Rp10.547 juta, Bali Towerindo Sentra mengalami kenaikan di tahun 2022
sebesar 3,53”6, untuk segmen komunikasi data, intemet, dan televisi kabel naik sebesar 5,5296 dari tahun
2021 Rp398 miliar menjadi Rp420 miliar di tahun 2022. Jika dilihat segmen yang mempunyai fiber optic,
bisa dikatakan bahwa perkembangan fiber optic cukup baik sama dengan perusahaan telekomunikasi
lainnya yang menjalankan usaha fiber optic.

Grafik 2.10 - Pendapatan Perusahaan Penyedia Menara (Rp Miliar)

Fe
8
8
&
Ss
2 — - $
5 Ss Ts
8 g La
AA » 8 —
ss
| Tn

: -

aa

Sarana Menara — Solusi Tunas Pratama Inti Bangun Sejahtera Cantratama Sejahtera Bali Tower Sentra
Nusantara

m2021 m2022

Sumber: Laporan Tahunan Perusahaan TOWR, SUPR, IBST, CENT, BALI (Diolah)

Untuk meningkatkan kualitas jaringan perusahaan penyedia menara melakukan fiberisasi antara menara
telekomunikasi dengan menggunakan fiber optic. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan pengalaman
pelanggan agar bisa berinternet dengan bebas hambatan, bebas buffering dan lag.

Perusahaan penyedia menara telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia mempunyai data
tentang kabel fiber optic yang digunakan perusahaan, dari situ bisa menggambarkan bagaimana kondisi
fiber optic di Indonesia dan pengaruhnya terhadap tower, Dari tahun 2020 - 2022 panjang fiber optic
meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah tower. Pada tanggal 14 Januari 2022 Solusi Tunas
Pratama berhenti mengkonsolidasi laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya dari PT Platinum
Teknologi dan entitas anaknya karena Perseroan telah kehilangan pengendalian sehingga sekarang tidak
memiliki fiber optic.

Laporan SKB PKP 4
Page 32 OCR 0.792
Manrororsoraa, Paxranan & Rr

Laporan SKB PKP il

Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

Grafik 2.11 — Panjang Kabel Optik Perusahaan Penyedia Menara (Km)

2
8
&
Re
Ss
s
s
“
z « $ P3
rs s 82. 8 . &
NK ki IX SS. 3 ta
2020 2021 2022
@ Sarana Menara Nusantara W Solusi Tunas Pratama m Inti Bangun Sejahtera
@ Ceriratama Telekomunikasi Bali Tower

Sumber : Laporan Tahunan Perusahaan TOWR, SUPR, IBST, CENT, BALI (Diolah)

Jumlah kabel fiber optic juga bertambah tiap tahun sejalan dengan berkembangnya pengguna internet.
Tahun 2022 Telkom tetap menjadi operator bisnis fixed broadband terbesar di Indonesia melalui brand
IndiHome dengan 9,2 juta pelanggan. Link Net merupakan anak perusahaan PT XL Axiata Tbk sejak 22
Juni 2022, Per 31 Desember 2022, Perseroan telah memiliki jaringan lebih dari 3,12 juta homespassed.
Pada tahun 2022 panjang kabel fibar optic Moratelindo mencapai 53.135 Km dari Indonesia, Singapura,
dan Malaka termasuk jaringan terpencil, Triasmitra yang bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi
Juga melakukan pemasangan kabel bawah laut dan darat.

Grafik 2. Panjang Kabel Optik Perusahaan Operator Seluler & Perusahaan Telekomunikasi

Lainnya )

2 3 8

tee Lg 5

& z s

Ts f-21 “

& » tag
1 R: ME F8

& xx 3 Kp
Kai FR TN — -——...

2020 2021 2022

Telkom Indonasia @ Link Net m Moratelindo m Triasmira @ Solusi Sinergi

Sumber: Laporan Tahunan Perusahaan TLKM, LINK, MORA ,KETR, WIF! (Diolah)

Dari 173.266 Km jaringan fiber optic yang dimiliki Telkom Indonesia, Telkom Indonesia mempunyai 122
PoP (Point of Presence) yang terbagi dari 64 PoP di jaringan domestik. Serta Telkom Indonesia juga
Page 33 OCR 0.901
Laporan SKB PKP

Akraatan dk Riracan

Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

memiliki 2 satelit yaitu Satelit Merah Putih dan Satelit Telkom 3S. Acces Point Wi-Fi yang dimiliki Telkom
Indonesia sebanyak 391.317.

Gambar 2.7 - Analisis Jaringan Telkom Indonesia

AA

Sumber: Laporan Tahunan Perusahaan TLKM (Diolah)

Dari 53.135 Km jaringan fiber optic yang dimiliki Moratelindo, Moratelindo mempunyai 382 PoP.
Moratelindo memiliki 6 data center dengan rasio utilisasi sebesar 76Y4. Tahun 2022 Moratelindo mencapai

548.674 homepass dan 139.301 pelanggan.

Gambar 2 aringan Mora Telematika Indonesia

Sumber: Laporan Tahunan Perusahaan MORA (Diolah)

Page 34 OCR 0.940
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

27.

Data dari Analysys Mason berjudul Independent Telecoms Market Study menyatakan CAGR pendapatan
kabel fiber optic sebesar - 17,846 dari tahun 2020 - 2026, hal ini karena permintaan kabel fiber optic yang
linggi oleh costumer. Analysys Mason menyatakan pertumbuhan tersebut berdasarkan annual revenue
growth rate dari pemain utama penyedia kabel utama dengan historical revenue dari 2018 — 2020.

Gambar 2.9 - Proyeksi Pertumbuhan Pendapatan Wholesale Fiber Optic

10.7
84

2020 2021 2022 2023 2025 2026

Sumber : Aniysys Mason |

Gambaran Umum Perseroan
274. Profil Perseroan

Perseroan berdomisili di Jakarta Selatan, didirikan di Indonesia berdasarkan akta pendirian No. 149
tanggal 11 November 2013, dibuat dihadapan Jimmy Tanal, S.H, M.Kn., Notaris di Jakarta. Anggaran
dasar PT Permata Karya Perdana telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta
Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., No. 40 tanggal 5 Agustus 2019, sehubungan dengan peningkatan modal
ditempatkan dan modal dasar disetor. Perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan oleh
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-
0310770 tertanggal 8 Agustus 2019

Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah dalam bidang
jasa penyediaan infrastruktur telekomunikasi, termasuk melakukan investasi atau penyertaan pada
perusahaan lain yang bergerak di bidang kegiatan penunjang telekomunikasi dan berusaha dalam bidang
jasa, khususnya jasa penunjang telekomunikasi. Perseroan memiliki visi dan misi sebagai penyedia
fasilitas infrastruktur telekomunikasi yang berkualitas dan termuka di Indonesia.

Perseroan beralamat di Menara Imperium, Lt 18, Suite C, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Guntur, Setiabudi,
Jakarta Selatan 12980.

Laporan SKB. PKP Yi
Page 35 OCR 0.861
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

Laporan SKB PKP

2.7.2. Struktur Modal dan Susunan Pemegang Saham

Susunan pemegang saham dan struktur kepemilikan Perseroan berdasarkan catatan pada informasi
Laporan Keuangan per 30 September 2023, adalah sebagai berikut:

Jumlah Lembar Kepemilikan Jumlah
Pemegang Saham 2
SELEluI (ve) Rp
PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk 275.821.000 99,999 275.821
PT Sukses Prima Sakti 1.000 0,001 1
Jumlah 275.822.000 100 275.822

Sumber: Laporan Keuangan Inhouse Perseroan psr 30 Septambar 2023, diolah

Berdasarkan tingkat kepemilikan saham Perseroan, maka PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk
merupakan pemegang saham dengan porsi terbesar yaitu 99,999”.

2.7.3. Susunan Manajemen dan Struktur Organisasi

Susunan Komisaris dan Direksi Perseroan
Susunan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan informasi manajemen per 30 September 2023
adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris utama 1» Lie SiAn
Komisaris 1 Glenardo Yopie
Dewan Direksi
Direktur utama : Sani Imanudin
Direktur 1 Alexandra Yota Dinarwanti
Direktur 1 Kukuh Saworo

Berikut struktur organisasi sehubungan dengan kegiatan operasional Perseroan:

Direktur Utama
£
Technical Marketing Business Support Finance
Owectorate Directorate Directorate Directorate

It IIA hb —A it

Projeet Operatlon Finance
Implementation | | Maintenance wig Treasury

|

Sumber: Manajemen Perseroan

Page 36 OCR 0.890
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

2.7.4. Legalitas dan Perizinan

Dalam menjalankan kegiatan operasional, Perseroan memiliki beberapa dokumen legalitas diantaranya

adalah sebagai berikut:

Akta Pendirian Perseroan Terbatas No.149 tanggal 28 Juni 2013 yang dibuat dan disampaikan oleh
Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., sebagai Pengganti dari Notaris Hasbullah Abdul Rasyid, S.H.,
M.Kn., berkedudukan di Kotamadya Jakarta Selatan. Disahkan melalui Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusan No. AHU-41882.AH.01.01 tanggal 1 Agustus
2013,

“Akta Pernyataan Keputusan Edaran para Pemegang Saham Perseroan mengenai perubahan Direksi
dan Komisaris No 41 tanggal 15 November 2019 yang dibuat dan disampaikan Notaris Darmawan
Tjoa S.H., S.E., berkedudukan di Jakarta Selatan, Disahkan melalui Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusan No. AHU-AH.01.03-0380550 tertanggal 16
November 2019:

“Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 03.318.732.9-019.000, dan

“Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120118150985.

27.5. Kinerja Keuangan

Berikut gambaran mengenai perkembangan kinerja Historis Perseroan yang tergambar pada Laporan
Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi dan Penghasilan, dan Laporan Arus Kas yang didasarkan pada
laporan keuangan audit Perseroan 31 Desember 2018 — 2022 dan laporan keuangan inhouse Perseroan
30 September 2023.

1. Laporan Posisi Keuangan

(dalam Juta Rupiah)
Ana Audit Audit
eterangan 2019 202
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2417 79.998 83.480 48.739 63.865 44.519
Hg near Da 14.112 10.272 2969 4.529 2780 4.105
Piutang lain-lain 1377 747 635 550 635 .
Pendapatan yang masih
Maris dering 1.868 1195 747 2.236 2.798
Uang muka dan beban
dibayar ci muka 4.830 634 2833 720 689 2.379
Pajak dibayar di muka 7.541 6.486 5.183 4.767 4.433 6-398
Sewa Lahan Jangka
Panjang - bagian lancar 100 .
Jumlah Aset Lancar 30.277 104.341 96.296 100.252 74.638 60.199
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan - 487 516 860 . N .
bersih
Aset Tetap 184.835 194.298 198.597 216.244 272.921 291.140
Aset hak guna - - 28.515 31.941 39,967 51.898
Uang jaminan 176 1 17 17 17
Laporan SKB PKP
Page 37 OCR 0.857
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

Keterangan

Audit

2018

Uang Muka dan beban 2
dibayar dimuka PEN . 2 .

Sewa lahan jangka panjang - 20.848 - - -

Jumlah Aset Tidak Lancar 208.160 215.837 227.988 248.202 312.905 343.054
JUMLAH ASET 238.437 320.178 324.284 348.454 387.543 403.253
LIABILITAS

Liabilitas Lancar

Utang usaha - pihak ketiga - 1.126 1.888 5.036 3158 947
Utang lain-lain 16.222 - 5 - 22 -
Utang pajak 303 1138 530 1.836 439 1.746
Pal aatia 18.505 15:703 10.055 11.328 11640 15615
Beban masih harus dibayar 3.085 12.965 9.80 11.262 11.396 12818
Liabilitas sewa - - 821 1.256 1.406 “
Utang bank jangka panjang 9.314 - - - 2.547
Jumlah Liabilitas Jangka

Pendek 47.429 30.932 22.480 30.768 28.061 33.673
Liabilitas Jangka Panjang

Liabilitas sewa - - 493 479 479 -
Provinsi jangka panjang - - - - 568 -
“Hg ai 1.949 975 258 959 1288 1.399
Utang Bank” 31.710 £ & «

Jumlah Liabilitas Jangka

Panjang 33.659 975 1151 1.448 2.335 1.399
JUMLAH LIABILITAS 81.088 31.907 23.831 32.216 30.396 35.071
EKUITAS

Modal Saham 137.322 215.822 275.822 275.822 275.822 275.822
Penghasilan komprehensif ud 3.870 3.455 5481 31.283 2.068
Saldo Laba 1.419 8.780 21.376 34.935 50.042 62.336
Cadangan revaluasi aset

letap 18.607 - - - :
Selisih transaksi perubahan

ekuitas . 20
JUMLAH EKUITAS 157.349 288.271 300.653 316.238 B5TAMT 368182
JUMLAH LIABILITAS DAN

EKUITAS 238.437 320.178 324.284 348.454 387.543 403.253

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan Audit 2018 — 2022, dan Inhouse 30 September 2023, dioleh

Aset

“ Selama periode historis 2018 — 2022, total aset Perseroan mengalami peningkatan dengan CAGR
12,9196, Hal ini terjadi karena adanya peningkatan aset tetap menara telekomunikasi dan kenaikan
kas yang dimiliki Perseroan setiap tahun historis disebabkan akumulasi kas yang diperoleh dari hasil

kinerja operasional Perseroan.

Laporan SKB PKP
Page 38 OCR 0.838
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

Liabilitas

Y Total liabilitas Perseroan selama periode historis 2018 - 2022 menunjukan penurunan dengan CAGR
sebesar -21,7596. Liabilitas Perseroan sebagian besar merupakan pendapatan yang diterima di muka
dan beban yang masih harus dibayar terkait operasional Perseroan dalam menjalankan bisnis

penyewaan menara telekomunikasi,

Ekuitas

“ Selama periode historis 2018 — 2022, ekuitas Perseroan mengalami peningkatan dengan CAGR
22,74". Hal ini terjadi karena adanya akumulasi kinerja laba bersih yang diperoleh selama periode

historis.

2. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan

Audit Audit Audit Audit
Keterangan £ ang
2019 2020 2021
Pendapatan 34.614 36.027 39.803 44.260 47422 35.809
Beban Pokok Pendapatan (8.129) (3.419) (4.322) (4.874) (5.545) (4141)
LABA KOTOR 26.485 32.608 35.481 39.386 41.877 31.668
Beban usaha (12313) (12.309) (12275) (10.020) (10,458) (8.217)
EBITDA 14173 20.299 23.206 29.367 31.422 23.451
Penyusutan aset hak guna 3 (4.187) (2124) (6.599) 3
Penyusutan Menara (Beban
(4,361 2. . .933 4.63. 4.
Pokok Pendapatan) (4.381) (2.292) (2.099) (3.933) (4.633) (4.298)
Penyusutan (Beban Usaha) (308) (29) (220) (2g) (227) (203)
/Amortisasi Perizinan si x (257) (388) (728) (387)
Amortisasi Sewa Lahan - (4414) - " - (4.626)
EBIT 9.504 12.644 15.425 17.701 19.235 13.937
“55.5. bas tag (5.809) 317) (11677) (12143) 297 (1.076)
Pendapatan bunga 73 1.454 2.594 3.091 1.824 1071
Beban kerugian kredit
- - j3)
ekspektasian - aset keuangan R3 (60) (3) "2
Beban keuangan - liabilitas . . (300) (522 cg .
sewa
Beban keuangan - bunga (5.827) (3858) - (1818) (1.000) (638)
Beban pajak final - (948) (1.987) (2214) & 210
Rugi penjualan aset tetap (50) - - - - (1.597)
Lainnya - bersih (5) (514) (1.304) 140 (363) (78)
LABA SEBELUM PAJAK 3.694 8.667 15.748 16.458 19.532 12.861 1
Beban Pajak Final (702) - - - (3430) (566)
Kini 3 (1.541) (1.495) (2040) (994) -
Tangguhan - 29 343 (860) - -

Laporan SKB PKP
Page 39 OCR 0.882
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

Audit Audit Audit Audit Inhouse

2019 2020 2021 2022 30-Sep-23

LABA TAHUN BERJALAN 2.992 1455 12.596 13.559 15.107 12.294

PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan
direklasifikasikan ke laba
rugi

Surplus (defisit) revaluasi (32.425) (16.117) (1.121) 2.141 28.015 -
Keuntungan (Kerugian)
aktuaria

Penyesuaian keuntungan
aktuaria

Pengukuran kembali liabilitas

1.368 908 (119) (A3) :

- 16 - - - -

imbalan kerja karyawan
Efek pajak terkait 12.742 - - - xx
JUMLAH PENGHASILAN
19.619) | .. 5
KOMPREHENSIF LAIN (19.619) (14.733) (215) 2.026 25.802

Sumber: Laporan Keuangan Laba Rugi dan Penghasilan Perseroan Audit 2018 — 2022, dan Inhouse 39 September 2023, diolah

Pendapatan
“ Pendapatan Perseroan selama periode historis 2018 — 2022 mengalami peningkatan sebesar CAGR
81996. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pendapatan Perseroan pada penghasilan sewa
menara telekomunikasi.

Beban Pokok Pendapatan

“ Beban pokok pendapatan Perseroan diluar depresiasi menunjukan penurunan dari tahun 2018 — 2022
dengan CAGR sebesar -9,1284. Hal ini dikarenakan adanya efisiensi pada beberapa beban seperti
perbaikan dan pemeliharaan serta pembayaran listrik

Beban Usaha

“ Beban usaha Perseoran diluar depresiasi pada periode historis 2018 - 2022 mengalami penurunan
dengan CAGR sebesar -4,0196. Hal ini dikarenakan adanya efisiensi pada beberapa pos seperti
beban gaji dan tunjangan serta beban manfaat karyawan setelah tahun 2020 akibat dampak Covid19.

Laba Tahun Berjalan

“Perseroan mencatatkan laba tahun berjalan selama periode historis 2018 — 2022 dengan kenaikan
CAGR sebesar 49,904. Hal ini disebabkan oleh peningkatan pada pendapatan Perseroan serta
adanya efisiensi beban pokok pendapatan dan beban usaha Perseroan.

4
Laporan SKB PKP 3 If
Page 40 OCR 0.888
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

3, Laporan Arus Kas

(dalam Juta Rupiah)

Keterangan

Audit
2018

Audit
2021

Audit
2022

Inhouse

30-Sep-

ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan
Pemerimaan jasa giro dan bunga
Pembayaran ke karyawan
Pembayaran ke pemasok
Pembayaran pajak penghasilan

36.070
92
(8.147)
(260)

35.049
LAS
627
(i78st)
(598)

42133
254
(12229
(6.299
(2752

44.332
1.272
(150)

(1.445)

(4.390)

48.083

324
(6.387)
(6.599)
(5.001)

39.662

197
(3.888)
8317)
(3.089)

Kas bersih diperoleh dari
aktivitas operasi

27.155

12.987

22.547

39119

28.920

24.584

ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI

Penambahan aset tetap
Penambahan aset hak guna
Pembayaran sewa atas lahan
Penjualan aset tetap
Penambahan aset tetap dalam
penyelesaian

8
(40.542)

(17.422)

(2031)

(12259)
(8.205)

(23.770
(10.080)

(39.278)
(14515)

(25.280)
rare)

Kas bersih digunakan untuk
aktivitas investasi

(40.534)

(19.452)

(19.084)

(53.860)

(63.794)

(42.439)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN

Penerimaan dari Penerbitan
saham baru

Penerimaan dari pihak berelasi
Pencairan pinjaman bank
Pembayaran atas beban bunga
Pembayaran kepada pihak
berelasi

Pembayaran Pinjaman Bank
Perolehan utang bank jangka
panjang

Pembayaran utank bank jangka
panjang

17.649

(19

138.500

615

(3.368)
(10.178)
(a1.o24

Kas bersih digunakan untuk
aktivitas pendanaan

9.730

84.047

(1471)

(1471)

PENURUNAN BERSIH KAS
DAN SETARA KAS

(8.050)

77.581

3.483

5.259

(24.874)

(19.346)

Laporan SKB PKP

|
Page 41 OCR 0.881
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

Audit Audit Audit Audit Inhou
Keterangan

2019 2020 2021 2022 30-Sep:
aa SATA PADA 5.466 2417 79.998 83.480 88.739 63.865
AWAL TAHUN - ' ' ' »
KAS DAN SETARA KAS PADA

241 73. . . . .

AKHIR PERIODE 47 9.998 83.480 88.739 63.865 44.519

Sumber: Laporan Keuangan Laba Rugi dan Penghasilan Perseroan Audit 2018 — 2022, dan inhouse 30 Septambar 2023, dialah

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

“Arus kas dari aktivitas operasi Perseroan selama periode historis tahun 2018 — 2022, mencatatkan
arus kas positif dengan CAGR sebesar 1,0396, Hal ini dikarenakan adanya peningkatan penerimaan
kas dari pelanggan selama periode historis,

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

“ Krus kas investasi selama periode historis, mencatatkan kegiatan investasi yang terjadi selama
periode hostoris 2018 sampai dengan periode September 2023 terkait penambahan aset tetap berupa
menara telekomunikasi dan penambahan aset hak guna berupa sewa lahan.

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

v Perseroan hanya mencatatkan adanya arus kas dari aktivitas pendanaan pada tahun 2018 dan 2019
yang merupakan kegiatan penerimaan dan pembayaran utang bank. Selain itu juga terdapat
penerbitan saham baru di tahun 2019.

4. Kinerja Rasio Keuangan

Kinerja Rasio Keuangan Perseroan selama per 31 Desember 2018 sampai dengan 30 September 2023
adalah sebagai berikut:

Rasio Likuiditas
Rasio Likuiditas EN
2018 2019 2020 2021 2022 30-Sep-23
Rasio Lancar 0,84 337 4,28 3,26 286 4,39
Rasio Cepat 0,35 292 3,85 3,03 2,38 144

“ Rasio lancar Perseroan pada tahun 2018 — 2022 rata-rata menunjukkan angka diatas 1, hal ini
menunjukkan bahwa Perseroan memiliki kemampuan dalam melunasi liabilitas jangka pendeknya
menggunakan aset lancar.

Rasio Leverag
Historis
Rasio Leverage
Yi 2020 2021 2022 30-Sep-23
Rasio Utang terhadap Ekuitas (DER) 0,26 - - - - 0,01
Rasio Utang terhadap Aset (DAR) 017 - - - - 901
Rasio Ekuitas terhadap Aset 0,86 0,90 0,93 og 0,92 0,91
Rasio Utang terhadap EBITDA 2,89 - - - - 011

Laporan SKB PKP 1g
Page 42 OCR 0.834
Martoxot

Crmwa! Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

“Debt (pinjaman) dimaksud adalah pinjaman jangka panjang berupa pinjaman utang berbunga. Selama
periode historis 2018 — 2022 dapat disimpulkan dari total aset Perseroan rata-rata sebagian besar
didanai oleh kas internal Perseroan.

Rasio Aktivitas

Rasio Aktivitas Heo
2018 2019 2020 2021 2022 30-5ep-23
Perputaran Piutang 163 112 33 44 2 3
Perputaran Utang 728 120 160 377 209 62

Y Perputaran piutang dan utang memiliki angka rata-rata selama periode historis masing-masing adalah
sebesar 76 hari sedangkan untuk perputaran utang rata-rata lebih dari 100 hari. Hal ini menunjukkan
bahwa Perseroan memiliki kelebihan modal kerja dalam menjalankan operasional Perseroan.

Rasio Profitabilitas
Rasio Profitabilitas La
2018 2019 2020 2021 2022 30-Sep-23
Marjin Kotor 76,524 9051 B914h B89IK 8831Y 38, 4K
Varjin EBITDA TOM 56,344  58,30M4 8635K 66,264 — 65,99M
Marjin EBIT 2746h 3510 3BTSMO 39O9K. 40564 38,921

Marjin Laba Bersih Periode Berjalan 8,647 19864 316510 30,834 318619 24,33

“Selama periode historis margin keuntungan dari kegiatan operasional menunjukkan hasil yang postif.
Hal ini menunjukan bahwa Perseroan memiliki kinerja yang baik sebagai perusahaan penyewaan
menara telekomunikasi.

Rasio Tingkat Pengembalian

Historis
Rasio Tingkat Pengembalian
2019 2020 20:
Pengembalian Aset (ROA) 1254 22399 38869 3894 — I9OK 3,056
Pengembalian Ekuitas (ROE) 1,901 24876 AA9K 4296 423h 3,346

Y Tingkat pengembalian aset Perseroan selama periode historis 2018 — 2022 mengalami peningkatan.
Hal ini menunjukan baiknya efektivitas terhadap utilisasi aset secara keseluruhan terhadap
keuntungan yang dapat dihasilkan. Hal tersebut diikuti juga pada tingkat pengembalian ekuitas
Perseroan yang menunjukan utilisasi ekuitas Perseroan yang baik terhadap laba tahun berjalan yang
dihasilkan

2.7.6. Produk dan jasa
Produk dan jasa atas kegiatan usaha Perseroan saat ini adalah bergerak dalam bidang penyewaan

menara telekomunikasi. Perseroan akan menambahkan kegiatan usaha berupa penyewaan jaringan fiber
optic dimana jaringan fiber optic tersebut akan menyambungkan setiap sites menara telekomunikasi

Laporan SKB PKP "f
Page 43 OCR 0.941
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

(tower) Perseroan yang ditentukan berdasarkan target areanya. Berikut gambaran wilayah sebaran tower
yang dimiliki oleh Perseroan per Tanggal Penilaian.

No Daerah Jumlah Tower
1 Balinusra 24
2 Jabo Inner 81
3 Jabo Outer 50
4 Jawa Barat 48
5 Jawa Tengah 81
6 Jawa Timur 59
7 Kalimantan 23
8 Lampung 10.
9 Sulmapapua 50
10 Sumbagsel 25
1 Sumbagteng 18
12 Sumbagut 23

2.7.1. Teknologi yang digunakan

Teknologi layanan konektivitas yang digunakan oleh Perseroan dalam penambahan kegiatan usaha
penyewaan jaringan fiber optic adalah dengan menggunakan fiber optic untuk membangun jaringan Fiber
To The Tower (FTTT) yang merupakan suatu format penghantaran sinyal optik dari tower ke tower dengan
menggunakan serat optik sebagai media penghantaran.

Laporan SKB PKP
Page 44 OCR 0.931
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

Bab 3 -— Analisis Kelayakan

Analisis Kelayakan Bisnis pada bab ini didasarkan pada cakupan atau Lingkup Penugasan yang diberikan Entitas
Induk Perseroan Tbk, yaitu VTI, di mana fokus utama pengembangan usaha terkait penyewaan infrastruktur jaringan
fiber optic yang akan dilakukan Perseroan, terbatas pada pelanggan eksisling saat ini dengan cakupan area khususnya
untuk wilayah Kabupaten atau Kotamadya, sehingga untuk area perkotaan tidak menjadi cakupan area
pengembangan atau target pasar. Hal ini sesuai konfirmasi Persercan yang telah disesuaikan dengan rencana
proyeksi keuangan terkait penyewaan jaringan fiber optic yang diberikan Manajemen Perseroan sebagai rencana
bisnis jangka panjang.

3.1

Aspek Pasar

Dalam analisis kelayakan pada Aspek Pasar, KJPP MPR melakukan evaluasi dan tinjauan beberapa variabel
yang menjadi bagian dari Aspek Pasar, antara lain:

1. Pangsa Pasar di Indonesia untuk kegiatan bisnis penyewaan infrastruktur fiber optic dan sustainability
dari pasar tersebut:

2. Potensi Pasar, Sasaran Pasar dan Potensi Nilai Pasar,

3. Kompetisi dan pelaku di industri yang sejenis,

4. Strategi pemasaran,

314 Pangsa dan Kesinambungan (Sustainability) dari Pasar Penyewaan Jaringan Fiber Optic

Pangsa Pasar

Pangsa pasar bisnis penyewaan infrastruktur jaringan fiber optic seperti telah di gambarkan pada sub bab
27 terkait industri internet di Indonesia, menunjukan potensi pasar yang'akan berkembang. Untuk pangsa
pasar bisnis ini, selain terdapat beberapa perusahaan sejenis seperti Perseroan, juga perusahaan
penyediaan layanan telekomunikasi itu sendiri (atau penyewa fasilitas jaringan fiber optic) ikul masuk dalam
kegiatan usaha ini, khususnya untuk tujuan memberi layanan kepada pelanggan yang secara infrastruktur
belum tersedia atau tidak tersedia. Pertumbuhan atas kegiatan usaha penyewaan jaringan fiber optic tidak
terlepas dari pertumbuhan dari pengguna internet di Indonesia, Sesuai data APJII, dibanding tahun 2022
jumlah pengguna internet berjumlah 210 juta, dan di tahun 2023 meningkat menjadi 215 juta pengguna.
Penetrasi pengguna internet pun meningkat hingga 1,1796 menjadi total 78,196 di tahun 2023. Berdasarkan
data statistik Telekomunikasi Indonesia | tahun 2022, menunjukan bahwa 92,704 rumah tangga memiliki
pengeluaran Telekomunikasi dengan rata-rata pengeluaran per bulan mencapai Rp191.477,89.

Walaupun tingginya angka penetrasi dan peningkatan yang terjadi, sayangnya saat ini penetrasi pengguna
internet tersebut masih dikuasai wilayah perkotaan, di mana fasilitas jaringan pendukung untuk layanan
internet terbaik dan tercepat dapat diperoleh dan bahkan dalam beberapa kota sudah cukup padat.

Laporan SKB PKP |
Page 45 OCR 0.784
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

Berdasarkan data Statistik Telekomunikasi Indonesia tahun 2022, tercatat bahwa secara persentase data
penduduk yang mengakses internet dalam 3 bulan terakhir untuk wilayah perkotaan mencapai 741899,
sedangkan untuk wilayah pedesaan baru mencapai 56,1196, Hal ini dikarenakan sarana pendukung dan
infrastruktur akses internet di wilayah pedesaan masih belum mendukung sebagaimana wilayah perkotaan,

Sebaran Penetrasi Pengguna Internet Tahun 2023

7

Ba Mi
ME mg .
- "..

Sumber: website APJI, 2023

Sementara dukungan infrastruktur internet tersebut juga dipengaruhi ketersediaan jaringan infrastruktur yang
dapat memberikan akses lebih cepat seperti jaringan fiber optic. Untuk itu Perseroan melihat bahwa dari total
Menara Telekomunikasi yang dimiliki sebagai sasaran pasar pelanggan dari jaringan fiber optic yang dapat
dibangun, yaitu per Tanggal Penilaian sebanyak 492 tower, maka dengan pertimbangan wilayah yang masih
berpotensi cukup besar adalah untuk tower yang berada di wilayah kabupaten. Total tower yang dimiliki
Perseroan dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut karena terletak di wilayah Kabupaten adalah
sebanyak 190 tower, Total ini yang menjadi acuan pangsa pasar Perseroan untuk eksisting pelanggan yang
dimiliki dan berlokasi di wilayah Kabupaten, Berikut gambaran jumlah tower Perseroan berdasarkan wilayah

yang akan dibangun jaringan fiber optic.

Toner Kantata 8 Tewas ie KasTangrng 2 Tenan) Kanaan 2
Kabag Ta seng 8g Kadtuninan 3
Kao Garut " K2 Searg " Kab Maihenga 1
Kola Boga 9 Cingon 1 KadCamis 4

FO Km) Vit Bear & Flim) Kas Tangerang & Form) KasCireban 16
Han Bogor Lk” Seng Ag Kadtunngan Lan
Kas Gan 20 Kd Serang 1 Kad Wa deruka e3
Koin Boo 1) Chap m KasCiamis 183

Kesinambungan (Sustainability)

Sektor penyedia jaringan infrastruktur dalam perkembangan industri telekomunikasi diperkirakan memiliki
porsi sebesar 21,996 dari 59,2 Trillun yang merupakan proyeksi pendapatan seluler dan nirkabel di tahun
2033.

Laporan SKB PKP li
Page 46 OCR 0.752
Sludi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

Gambar 3.1 - Pendapatan Seluler dan Nirkabel di Indonesia

Indonesia Mobile & Wireless Revenue, and Associnted Infrastructure Spend:
Forecast to grow from IDR I0t (USS 1.6b) In 2022 to IDR 50 2| (USS3.b) in 2033

2022 2033
Pn Pn
(Mobile d valen

TER 30.0A3DT Yaar OR Ba aaan year

Networka Infrastructure Umsi.a90m usgaa2im
Spond 17.0 01 Mobile & 21.01 ot Mobile &
Wuotasa Revenue Nurotnsn Revanua

Sumber: Hardiman Telecomunications Lid 2023

Perseroan akan berfokus pada sektor jaringan Infrastruktur telekomunikasi yang menjadi tumpuan bagi para
penyedia layanan atau operator seluler, di mana kategori jaringan infrastruktur telekomunikasi secara umum
dibagi menjadi menjadi penyedia tower, penyedia jaringan fiber optic dan penyedia data center.

a La... P3
sereal UN BU Kg

Sumber: Hardiman Telecomunications Ltd 2023

Dengan tetap mempertahankan kegiatan usaha Perseroan sesuai visi yang dimiliki, dan potensi pertumbuhan
pangsa pasar untuk wilayah kabupaten (termasuk pedesaan), maka potensi peningkatan pertumbuhan
pengguna internet akan meningkat dan dampaknya kebutuhan penyewaan jaringan fiber optic oleh penyedia
layanan internet juga akan bertambah, hal ini yang diyakini sebagai proses yang akan berkesinambungan.

Laporan SKB PKP “f
Page 47 OCR 0.932
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

31.2 Potensi Pasar, Sasaran dan Potensi Nilai Pasar

Secara keseluruhan jumlah menara telekomunikasi (tower atau BTS) di Indonesia menurut informasi
manajemen Perseroan adalah sejumlah 667.448 menara telekomunikasi yang terbagi sebanyak 207.068
tower dengan teknologi 2G dan 3G dan sisanya sebanyak 450.380 tower menggunakan teknologi 4G. Potensi
pasar nantinya juga akan berkembang linier seiring dengan banyaknya jumlah BTS yang akan dilakukan
pengerjaan penyambungan jaringan infrastruktur menggunakan kabel fiber optic (fiberisasi) antar BTS
teknologi 4G menggunakan Fiber To The Tower (“FTTT") yang dapat mencapai 661.084 Km dengan asumsi
panjang pemasangan adalah 5 kilometer kabel fiber optic untuk menyambungkan masing-masing tower
tersebut. Saat ini Perseroan menargetkan fiberisasi atas 190 tower Perseroan dengan estimasi fiber optic
terpasang adalah sepanjang 2.275 Km sampai tahun 2026, yang akan ditawarkan kepada pelanggan
eksisting Perseroan yaitu Indosat Ooredo Hutchison, XL dan Smartfren sebagai penyewa jaringan fiber optic
tersebut.

31.3 Pesaing Usaha

Dalam melakukan rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan sebagai jasa penyediaan infrastruktur
telekomunikasi khususnya untuk penyewaaan jaringan fiber optic yaitu berupa aktivitas telekomunikasi
Gengan kabel (KBLI: 61100) tentunya tidak terlepas dari kompetitor. Oleh karena itu berdasarkan informasi
Gari manajemen untuk saat ini perusahaan sejenis di Indonesia yang dapat dijadikan referensi secara umum
bergerak di industri yang sama dan memiliki kegiatan usaha yang sebanding, diantaranya:

1. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
2. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk
3. PT Bali Tower Sentra Tbk
4. PT Sarana Menara Nusantara Tbk

5. PT Inti Bangun Sejahtera Tbk

6. PT Unicom Muda Tama

7. PT Sokka Tama Fiber

8. PT Alita Praya Mitra

9. PT Era Bangun Jaya

10. PT Kencana Mandiri Sejahtera Telecom

314 Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran awal untuk layanan penyewaan fiber optic yang akan dilakukan Perseroan diantaranya
adalah:

“ Perseroan akan melakukan mapping site dan area atas tower yang mempunyai potensi menghasilkan
pendapatan untuk dilakukan fiberisasi berdasarkan kebutuhan operator seluler sesuai tingkat penetrasi
pengguna internet pada masing-masing wilayah agar memiliki kapasitas (bandwidih) yang lebih besar
sehingga membuat proses transmisi data berlangsung lebih cepat. Sesuai hasil statistik telekomunikasi

Laporan SKB PKP |
Page 48 OCR 0.931
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

3.2

Indonesia wilayah pedesaan atau kabupaten baru mencapai sebesar 561196, sehingga Perseroan
menjadikan wilayah pedesaan atau kabupaten sebagai sasaran wilayah utama yang merupakan strategi
terkait pengembangan bisnis baru tersebut.

“ Perseroan akan melakukan penawaran khusus seperti special project kepada pelanggan eksisting
operator selular baik secara langsung maupun tidak langsung. Pendekatan secara langsung dilakukan
dengan menyampaikan informasi melalui bagian marketing yang dapat memberikan sosialisasi kepada
pengguna layanan eksisting mengenai produk baru yaitu penyediaan penyewaan jaringan fiber optic
dan nantinya akan berpengaruh kepada jaringan yang lebih stabil dan memiliki kapasitas yang besar
dalam melakukan transmisi data. Sedangkan pemasaran tidak langsung dilakukan dengan
menyediakan informasi-informasi yang relevan di website ataupun media yang dapat di akses oleh
pengguna layanan eksisting.

Aspek Teknis

Dalam analisis kelayakan pada Aspek Pasar, KJPP MPR melakukan evaluasi dan tinjauan beberapa variabel
yang menjadi bagian dari Aspek Pasar, antara lain:

321 Kapasitas, Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

Perseroan memiliki kapasitas untuk membangun jaringan fiber optic antar site tower yang telah memiliki
teknologi 4G pada kawasan rural (intersite) berdasarkan pengalaman yang dimiliki oleh Grup perusahaan
yaitu PT Tower Bersama Group Tbk (TBIG). Pembangunan jaringan fiber optic akan dimonitoring oleh
seorang Project Manager dan akan dibantu oleh Supervisor yang keduanya merupakan tenaga kerja eksisting
Perseroan dan memiliki kemampuan dalam mengerjakan proyek pemasangan jaringan fiber optic.
Selanjutnya Perseroan akan menggunakan 10 mitra atau vendor terbesar yang telah melakukan proyek
pemasangan Jaringan fiber optic di TBIG dengan mengambil porsi penyelesaian intersite sebesar 106 setiap
tahunnya dari yang telah dilakukan oleh TBIG di tahun 2023. Sehingga asumsi kapasitas fiberisasi yang dapat
dilakukan oleh Perseroan untuk setiap intersite dengan menggunakan 10 mitra terbesar TBIG adalah rata-
rata sepanjang 900 kilometer setiap tahunnya,

Rencana
Pembangunan Capacity

Tahun Jumlah Mitra / Vendor

Jaringan Fiber Optic (Km)
(Km)

2024 712 900 10 |
2025 750 900 10
2026 813 900 10

Sumber: Informasi Manajemen

Laporan SKB PKP 4 f
Page 49 OCR 0.883
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana.

3.22 Bahan Baku Mentah

Berikut merupakan beberapa bahan baku standar utama untuk proyek pemasangan jaringan fiber optic yang
akan dijalankan Perseroan.

No Mati Keterangan
4 ore Digunakan dua unit untuk seliap sambungan fiber optic
intersite
5 Dop Digunakan dua unit untuk setiap sambungan fiber optic
intersite
3 | kaseLro Digunakan berdasarkan panjang yang dibutuhkan untuk
setiap intersite.
Jarak pole terpasang antara 60 - 100 meter namun |
4 POLE tergantung pada kondisi jalannya jika melengkung, maka
akan mengikuti lengkungan jalan
SUSPENSION
— E PA
» | AKSESORI BEN Jambi Digunakan satu unit untuk setiap pole dan menempel di
KABEL DEAD END alas pole yang berada dekat site tower.
—m——
01 HELICAL

Laporan SKB PKP
Page 50 OCR 0.892
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

No Material Keterangan

Digunakan setiap 400 meter dan di pasang di kabel fiber

6 | suport “ optic

3.2.3 Pekerja dan Ahli Profesional

Tenaga kerja yang digunakan untuk proyek pemasangan jaringan fiber optic dibagi menjadi dua bagian yaitu
tenaga kerja eksisting Perseroan yang terdiri masing-masing 1 arang Project Manager dan 1 orang
Supervisor, selanjutnya tenaga kerja dari mitra atau vendor untuk setiap timnya secara umum rata-rata
berjumlah 5 orang yang terbagi menjadi 1 orang drafter sekaligus menjadi surveyor, 3 orang pekerja lapangan
yang biasa mengerjakan pemasangan, pengecoran tiang dan penarikan pole dan 1 orang Project Manager
yang bertugas melakukan pengawasan dan pengecekan kembali sebelum mitra menyerahkan hasil
perkerjaan kepada kepada Perseroan dan sekaligus menjadi ahli professional yang bertanggung jawab dalam
pengerjaan proyek pemasangan jaringan fiber optic tersebut. Berikut struktur organisasi yang dibutuhkan
agar implementasi proyek pemasangan jaringan fiber optic tersebut dapat dijalankan:

Chiet Technology
Officer

Project Manager

Supervisor

ena jora kerna founfeun fee en ena

Sumber. Manajemen Perseroan
3.24 Proses Produksi
Proses produksi yang dilakukan oleh mitra Perseroan untuk mengerjakan proyek pemasangan jaringan fiber
optic membutuhkan jangka waktu rata-rata selama 2 minggu untuk setiap pemasangan 3,5 Km jaringan fiber

optic, Berikut rangkuman beberapa tahapan untuk melakukan pengerjaan proyek pemasangan jaringan fiber
@ptic.

Laporan SKB. PKP 48 f
Page 51 OCR 0.905
3.3

Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

Waktu

aktu — Jumlah orang

Pengerjaan

1 | Survey Surveyor Mitra 1d " £

2 | Desain Drafter Mitra 1d Tong Mia ha

3 | Approval Desain Perseroan 1d 1 orang 2hari

4 | Permit Perseroan 1d Perseroan

5 | Pemasangan tiang Mitra 1d
6 | Pengecorantiang Mitra 3d

7 | Tarik kabel Mitra 1d 3 orang Mitra 8 hari
| 8 | Pemasanganaksesoris | Mitra 2d

9 | Terminasi OTB Mitra | 1d

10 | Test OTDR Mitra 1d

41 Tatp Mitra 1g 1 orang Mitra 2 hari
Aspek Pola Bisnis

3.31 Keunggulan Kompetitif

Berikut merupakan keunggulan kompetitif atas project ini guna menghadapi persaingan dalam bisnis.

1

Perseroan memiliki kerjasama eksklusif dengan Alfamart, sehingga dapat menyambungkan
jaringan fiber optic antar Microcell Pole (MCP) milik Perseroan yang sudah terpasang pada toko
Alfamart.

Kerjasama eksklusif antara Perseroan dengan Alfamart untuk proyek pemasangan jaringan fiber optic di
sekitar toko Alfamart dapat menjadi strategi yang menguntungkan untuk kedua belah pihak. Karena VTI
yang merupakan entitas induk dari Perseroan, cimiliki sebagian sahamnya cleh PT Sumber Alfaria
Trijaya Tbk melalui PT Amanda Cipta Persada. Dengan melakukan fiberisasi antar site MCP milik
Perseroan yang terpasang pada toko Alfamart, dapat memberikan manfaat bagi operator seluler yang
menyewa jaringan fiber optic pada area tersebul berupa kecepatan dan kapasitas transmisi data yang
lebih besar sehingga berdampak pada potensi penambahan pendapatan untuk para pemagang saham
Perseroan berupa penyewaan jaringan fiber optic.

Membantu operator seluler untuk meningkatkan market share pada suatu area tertentu.

Prospek peluang usaha di bidang bisnis fiber optic ke depan juga masih sangat besar mengingat
kehadiran fiber optic di tengah masyarakat sudah menjadi suatu kebutuhan di era 4G khususnya untuk
kebutuhan perusahaan yang bergerak bidang usaha operator seluler. Perkembangan digital yang pesat
tentunya membutuhkan bandwidth besar, untuk itu dibutuhkan Infrastruktur fiber optic yang mumpuni dan
memiliki jangkauan yang luas. Oleh karena itu dangan melihat kondisi tersebut, Perseroan memiliki
peluang besar untuk meningkatkan keuntungan dengan menjalankan lini bisnis penyewean jaringan fiber
optis sebagai solusi penawaran yang baik untuk operator seluler dalam meningkatkan market share pada
suatu area tertentu seiring dengan kebutuhan pasar di era 4G ini,

Laporan SKB. PKP “p
Page 52 OCR 0.924
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

3.4

Laporan SKB. PKP “f

3. Fiberisasi pada site MCP Perseroan di sekitar toko Alfamart dapat mensupport penetrasi pasar
Fiber To The Home (FTTH).
Dengan dilakukannya fiberisasi antar site MCP yang dimiliki Perseroan di area sekitar toko Alfamart dapat
memberikan peluang terciptanya penetrasi pasar baru untuk pengembangan proyek FTTH yang menjadi
potensi pendapatan baru bagi Perseroan, dimana layanan penyediaan infrastruktur FTTH dibutuhkan
untuk pelanggan yang bergerak dalam bidang usaha internet service provider (ISP) dan korporasi dari
segala segmen mulsi dari banking, asuransi, keuangan, universitas, hotel sampai dengan rumah sakit.

3.3.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk

Adanya kerjasama eksklusif antara Perseroan dengan perusahaan pemilik Alfamart dapat menjadikan
kekuatan utama bagi Perseroan untuk menjalankan bisnis penyewaan fiber optic menjadi lebih strategis
dalam hal sinergi mengintegrasikan keseluruhan site MCP Perseroan yang berada pada toko-toko Alfamart
di seluruh Indonesia dengan cara fiberisasi. Sehingga terciptanya potensi penambahan pendapatan yang
diperoleh dari operator seluler ataupun ISP dan korporasi lainnya yang membutuhkan penyewaan jaringan
fiber optic di sekitar area site MCP Perseroan yang berada di Alfamart. Hal tersebut membuat pesaing baru
lainnya harus memiliki biaya yang besar dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengembangkan
area jalur pemasangan fiber optic yang optimal dalam hal utilisasi penyewaannya oleh pelanggan
dikarenakan tidak memiliki target mapping area pembangunan yang strategis seperti kelebihan yang dimiliki
Perseroan. Oleh karena itu kerjasama eksklusif dengan perusahaan pemilik Alfamart yang memiliki jaringan
nasional bisa menjadi keuntungan kompetitif bagi Perseroan untuk dapat memanfaatkan peluang dan
memperkuat posisinya di pasar sebagai perusahaan penyedia infrastruktur jaringan telekomunikasi.

3.3.3 — Kemampuan untuk Menciptakan Nilai

Bisnis yang dijalankan oleh Perseroan saat ini adalah penyewaan menara telekomunikasi kepada operator
selular, meliputi bentuk Nano Cell Pole, Micro Cell Pole maupun Macro Site (SST). Dengan penambahan
bisnis baru Perseroan berupa pemasangan jaringan 'iber optic dapat memperkuat signal, memperbesar
bandwidth dan kesempatan untuk memperluas cakupan area dari eksisting tower. Selanjutnya dengan
adanya kerjasama eksklusif dangan Afamart, maka atas penambahan jaringan fiber optic tersebut dapat
memberikan nilai tambah terhadap eksisting bisnis dan juga kesempatan memperluas cakupan ke area
residensial.

Aspek Model Manajemen

3.41 Ketersediaan Tenaga Kerja

Untuk penambahan kegiatan usaha berupa penyewaan jaringan fiber optic, maka terkait kebutuhan tenaga
kerja berdasarkan evaluasi dengan Manajemen Perseroan disampaikan bahwa:

- Terkait kebutuhan proyek pemasangan jaringan fiber optic, dibutuhkan 2 orang tenaga kerja dari
eksisting Perseroan,
Page 53 OCR 0.928
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

- Terkait vendor atau mitra usaha yang akan digunakan telah memliki pengalaman pemasangan jaringan
fiber optic sebagaimana yang sudah dijalankan oleh Grup Perseroan yailu PT Tower Bersama
Infrastructure Tbk,

- Terkait tenaga umum dan administrasi maupun penjualan, tidak diperlukan tambahan tenaga kerja atau
menggunakan tenaga kerja eksisting.

34.2 Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)

Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, Hak Atas Kekayaaan Intelektual
adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan permasalahan hasil penemuan dan kreativitas
seseorang atau beberapa orang yang berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam
bidang komersial (commercial reputation) dan tindakanijasa dalam bidang komersial (goodwil/,

Rencana penambahan bisnis sebagai objek kelayakan dalam laporan ini, tidak ada aset tak berwujud yang
terlibat di dalamnya dani dikategorikan sebagai Kekayaan Intelektual, karena merupakan teknologi yang
sudah berjalan dan umum atau pekerjaan biasa yang sudah banyak dikerjakan juga oleh Perusahaan lainnya,
sehingga tidak ada cara/teknik/formula yang baru. Tools yang digunakan juga sudah banyak dijual di pasaran.

343 Manajemen Risiko

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyedia infrastruktur telekomunikasi. Kegiatan usaha
Parseroan tidak luput dari risiko atau ketidakpastian dalam proses dan pelaksanaan operasionalnya. Unsur
ketidakpastian dan risiko usaha dapat berasal dari lingkungan internal maupun eksternal. Unsur
ketidakpastian tersebut dapat menjadi semakin besar akibat perubahan iklim bisnis yang semakin cepat dan
kompleks, sehingga menjadi risiko bisnis yang tidak mungkin dihindari, namun wajib dikelola melalui
mekanisme Manajemen Risiko, Risiko bisnis Perseroan terdiri atas risiko internal dan risiko eksternal. Risiko
Internal merupakan risiko yang muncul dari aktivitas internal Perseroan, dan umumnya masih dapat dikontrol
oleh manajemen Perseroan. Sebaliknya, risiko eksternal merupakan risiko yang disebabkan faktor-faktor
diluar Perseroan, namun dapat berdampak pada aktivitas dan kegiatan bisnis Perseroan, sehingga seringkali,
risiko ini tidak dapat dikontrol secara langsung oleh manajemen Perseroan.

3431 Risiko Internal

Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Perseroan tidak memiliki arus kas yang cukup
unluk memenuhi liabilitasnya. Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen menjaga kecukupan arus kas
dengan terus memonitor arus kas perkiraan dan aktual. Perseroan juga menerapkan manajemen risiko
likuiditas dengan menetapkan saldo kas yang memadai yang berasal dari piutang usaha atau sumber lainnya.

Risiko Sumber Daya Manusia
Perseroan melaksanakan berbagai inisiatif untuk menarik, mengembangkan dan mempertahankan sumber
daya manusia yang berkualitas. Perseroan senantiasa berupaya untuk dapat menampung aspirasi dan

Laporan SKB PKP SA
Page 54 OCR 0.944
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

meningkatkan kepuasan karyawan. Perseroan juga memastikan bahwa Perseroan memahami dan
memenuhi seluruh persyaratan yang diberlakukan berdasarkan hukum dan peraturan yang berlaku, dan
mengikuti perkembangan terkini terkait panduan dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

Risiko Operasional

Risiko operasional untuk Perseroan umumnya disebabkan karena penerapan sistim dan prosedur yang tidak
sesuai oleh pelaksana (sumber daya manusia) dan juga dapat disebabkan olsh keterbatasan sarana dan
prasarana penunjang operasional perusahaan, sehingga menyebabkan disfungsi atau malfungsi kegiatan
operasional perusahaan. Salah satu bentuk dampak dari risiko operasional bagi Perseroan adalah tidak
efisiennya beban atau biaya operasional, sehingga menurunkan marjin operasional secara keseluruhan.
Penerapan sistim dan prosedur pelaksanaan kerja yang sesuai serta perawatan terhadap peralatan dan
perangkat secara kontinyu dapat menghindari kemungkinan munculnya risiko ini atau memperkecil
kemungkinan risiko yang lebih besar,

34.32 Risiko Eksternal

Risiko Kebijakan dan Peraturan Pemerintah

Salah satu risiko eksternal yang tidak dapat dikontrol adalah risiko kebijakan “atau terkait peraturan
pemerintah, dimana secara bisnis operasional, Perseroan seringkali harus mencari solusinya untuk
mengurangi dampak yang ditimbulkan dari penerapan kebijakan atau peraturan pemerintah tersebut. Risiko
ini juga menyebabkan terbatasnya rencana ekspansi maupun penyesuaian terhadap rencana jangka panjang
Perseroan. Salah satu bentuk untuk meminimalisir risiko ini adalah dengan melakukan perencanaan tahunan
yang juga membahas kemungkinan kebijakan atau peraturan pemerintah terkait kegiatan usaha Perseroan.

Risiko Hukum

Risiko yang terjadi ketika Perseroan gagal mengelola kegiatan usahanya sehingga dapat berujung pada
permasalahan hukum. Hal ini dapat berakibat Perseroan merugi karena harus membayar sejumlah denda
atau kehilangan kepercayaan dari masyarakat. Selain harus tunduk dan patuh terhadap aturan yang berlaku
Gi negara Indonesia, Perseroan juga harus dapat mengelola risiko yang timbul dari kerja sama dengan pihak
ketiga. Kerja sama yang diatur dalam perjanjian yang mengikat dan sesuai dengan aturan hukum yang
berlaku,

Risiko Kebakaran dan Bencana Alam

Risiko kebakaran terhadap bangunan pusat perbelanjaan, perkantoran maupun bangunan lainnya, serta
Tisiko kerusakan akibat bencana alam dapat mempengaruhi penghasilan Perseroan secara negatif apabila
merusakkan sebagian besar aset perusahaan. Oleh karenanya untuk mengantisipasi hal tersebut, Perseroan
mengasuransikan seluruh aset — aset penting Perseroan.

Risiko Persaingan Usaha

Dengan masih boomingnya bisnis infrastruktur telekomunikasi khususnya di Indonesia, maka bisnis terkait
jasa penunjang telekomunikasi termasuk penyewaan fiber optic yang masih sangat diminati oleh para
investor. Hal ini menyebabkan beberapa pengusaha atau perusahaan mencoba untuk masuk di bisnis yang

Laporan SKB PKP 47 f
Page 55 OCR 0.948
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

sama, Selain munculnya pendatang baru dalam bisnisinfrastruktur telekomunikasi, persaingan bisnis juga
muncul dari eksisting perusahaan penyewaan fiber optic. Perusahaan yang telah memiliki track record
umumnya juga memiliki rencana untuk pengembangan bisnisnya yang seringkali memperebutkan porsi
target yang sama. Mengingat rencana perusahaan pesaing seringkali tidak dapat diketahui oleh Perseroan
alau memang bukan merupakan rencana yang memang untuk dipublikasikan untuk umum, maka risiko ini
terrnasuk yang sulit untuk dikendalikan oleh Perseroan, Salah satu bentuk mitigasi yang dapat diterapkan
oleh Perseroan adalah dengan membuat perencanaan secara matang, melakukan antisipasi terhadap
kemungkinan kendala yang dapat mempengaruhi realisasi rencana serta melakukan persiapan dan
pelaksanaan rencana secara baik. Perbaikan sistim dan prosedur serta peningkatan kualias manajemen
maupun sumber daya manusia juga menjadi salah satu kunci untuk menghadapi risiko persaingan usaha.

Risiko Perubahan Teknologi

Keglatan usaha Perseroan sangat bergantung pada teknologi yang sangat cepat berubah. Dalam dunia yang
teknologinya sudah semakin maju saat ini, Perseroan harus selalu cepat tanggap dan menyesuaikannya
dengan teknologi yang digunakan, Ketidakmampuan Perseroan dalam mengikuti perkembangan teknologi
Gapat menyebabkan produk/layanan dari Perseroan menjadi kurang inovatif dan tidak mengikuti
perkembangan teknologi dan kebutuhan dari pelanggan dan dapat berakibat tidak diminati oleh para
pelanggan atau kalah bersaing dengan perusahaan sejanis dan selanjutnya dapat berdampak negatif
terhadap kinerja keuangan Perseroan. Perseroan akan menetapkan beberapa langkah seperti melakukan
update dan upgrade knowledge bagi personil yang terlibat dalam teknologi maupun operasional agar dapat
mengidentifikasi perkembangan dan perubahan teknologi, mengelola partner atau vendor dengan baik agar
Gapat bekerjasama memberikan insight pada setiap perubahan teknologi. Pada umumnya vendor lebih cepat
menerima informasi setiap perubahan teknologi yang terjadi: membeli produk versi terbaru sehingga
mempunyai lifetime yang lebih panjang.

Risiko Layanan Pihak Ketiga

Keterlambatan dalam instalasi infrastruktur di lokasi dapat mengakibatkan penundaan dalam penyediaan
layanan kepada pelanggan dan penyerapan layanan. Keterlambatan dapat diakibatkan oleh berbagai
penyebab, termasuk keterlambatan pengiriman material-material terkait atau kegagalan jadwal vendor pihak
ketiga dalam penyediaan layanan sesuai kontrak. Keterlambatan penyediaan layanan jasa dapat
mengakibatkan adanya keluhan dari pelanggan yang dapat berdampak negatif pada kredibilitas Perseroan
khususnya komitmen Perseroan untuk memenuhi janji atas produk dan layanan yang dijanjikan (memenuhi
service level agreement). Apabila Perseroan gagal dalam menangani keluhan pelanggan tersebut dan
reputasi atas Perseroan memburuk, maka hal ini dapat berdampak negatif pada tingkat layanan yang
diberikan kepada pelanggan. Selain itu, dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, Perseroan juga
melakukan kerjasama dengan pihak ketiga (sub-kontraktor), seperti dalam menyediakan jasa telekomunikasi.
Kinerja dari pihak-pihak ketiga yang bekerjasama dengan Perseroan akan dapat berpengaruh pada reputasi
Perseroan. Kegagalan pihak ketiga dalam memberikan layanan jasa dengan kualitas yang sama seperti
Perseroan akan dapat berakibat pada keluhan dari pelanggan, yang bila terjadi terus menerus akan
berpengaruh juga terhadap kredibilitas Perseroan, dan selanjutnya dapat berdampak pada kegiatan usaha
dan kinerja keuangan Perseroan, Perseroan akan menetapkan beberapa langkah dengan melakukan
manajemen yang baik melalui personil Perseroan eksisting yaitu Project Manager dan Supervisor untuk

Laporan SKB PKP 48 f
Page 56 OCR 0.933
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

3.5

mengatur dan mengawasi vendor atau mitra yang dikontrak oleh Perseroan sebagai pihak ketiga dengan
lugas melakukan perawatan atas jaringan infrastruktur telekomunikasi yang ada berupa tower ataupun
jaringan fiber optic yang akan dijalankan nantinya.

3.44 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

Perseroan telah memiliki kapasitas dan kemampuan dalam pengelolaan rencana penambahan bisnis baru
berupa penyewaan jaringan fiber optic, dikarenakan secara proses dan bisnis modelnya serupa dimana
Perseroan telah memiliki pengalaman terkait kegiatan penyewaan infrastruktur menara telekomunikasi.
Disamping itu dengan adanya penambahan bisnis baru penyewaan jaringan fiber optic, tidak memerlukan
tenaga ahli khusus ataupun sertifikasi tertentu dikarenakan industri yang dijalankan masih dalam kelompok
usaha sejenis yaitu di bidang informasi dan komunikasi.

3.4.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen

Sesuai kegiatan bisnis eksisting, maka struktur organisasi dan manajamen yang telah ada tidak diperlukan
perubahan signifikan terkait penambahan kegiatan usaha Perseroan, Dan secara struktur maupun jumlah
personel juga tidak diperlukan penambahan baru maupun perubahan terhadap masing-masing divisi atau
dengan kata lain struktur organisasi sama seperti yang dijelaskan pada subbab 2.7.3.

Aspek Keuangan

354 Analisis Proyeksi Keuangan dan Asumsi

Kajian aspek keuangan menganalisis besaran investasi dan arus kas bersih pertahunnya sehingga
didapatkan suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana kegiatan usaha baru layak dilaksanakan ataupun
tidak.

Dalam studi kelayakan ini dilakukan proses kajian atau review terhadap asumsi, variabel proyeksi dan
penghitungannya, Penilai melakukan metode review dengan melakukan penyesuaian kembali proyeksi
keuangan proyek atau rencana kegiatan usaha baru yang akan dijalankan Perseroan, Asumsi dan prospektif
keuangan yang terbentuk merupakan proyeksi keuangan dengan dasar asumsi yang realistis dengan
pertimbangan telah dilakukannya analisa penyesuaian proyeksi keuangan yang digunakan berdasarkan
koncisi dan informasi terkini atas operasional Perseroan, kajian eksternal seperti ekonomi dan industri dimana
asumsi dan prospektif keuangan tersebut telah didiskusikan dan disetujui oleh manajemen Perseroan.

1. Asumsi Umum

Berikut ini adalah asumsi keuangan yang digunakan unluk prospektif proyeksi keuangan proyek atau rencana
kegiatan usaha baru penyewaan jaringan fiber optic yang akan dijalankan Perseroan dalam bentuk Laporan
Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi Komprehensif dan Laporan Arus Kas Perseroan, untuk jangka waktu
tahun Oktober 2023 — 2033,

Laporan SKB PKP li
Page 57 OCR 0.925
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

Asumsi umum adalah asumsi yang bersumber dari data pasar yang diyakini valid sebagai standar dasar
penyesuaian dalam review proyeksi keuangan sualu untuk diterapkan selama periode proyeksi yaitu:

Keterangan Asumsi Sumber Digunakan
Tingkat Inflasi 3,804 APBN 2023
Pertumbuhan Ekonomi 5,306 APBN 2023
Pertumbuhan Industri 19 Bappenas 2023
Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat 2

Pajak Final dari pendapatan bruto 109 tertuang dalam Undang-Undang |

Nomor 36 Tahun 2008

2. Asumsi Proyeksi Laporan Posisi Keuangan

Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk penyusunan proyeksi Laporan Posisi Keuangan atas proyek
atau rencana kegiatan usaha baru penyewaan jaringan fiber optic yang akan dijalankan Perseroan untuk
periode Oktober 2023 - 2033:

A. Asumsi Belanja Modal

Asumsi ON

Dasar “II

Alasan Ni “v

Laporan SKB PKP

Belanja modal merupakan investasi awal yang dikeluarkan Perseroan terkait
dengan kegiatan bisnis baru penyewaan jaringan fiber optic yang dianggarkan
untuk biaya pembelian material, biaya perizinan, biaya jasa mitra atau vendor
dan biaya transportasi pemasangan jaringan fiber optic.

Belanja modal yang dikeluarkan untuk pembangunan jaringan fiber optic sampai
dengan tahun 2026 yaitu sepanjang 2.275 Km. Anggaran yang dikeluarkan untuk
setiap Km jaringan fiber optic adalah sebesar Rp48 juta dengan kenaikan inflasi
setiap tahunnya.

Proyeksi keuangan manajemen Perseroan periode Oktober 2023 - 2033,
Diskusi dan wawancara dengan manajemen Persercan.

Merupakan rencana yang telah disetujui manajemen Perseroan dengan
mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan saat ini:

Diskusi manajemen Perseroan merupakan pemaparan hasil kajian proyeksi
keuangan Perseroan yang telah dikonfirmasi dan dapat diterima sebagai asumsi
yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan operasional Perseroan.
Page 58 OCR 0.891
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

B. Asumsi Depresiasi Aset Tetap

Asumsi Tn
Dasar 1.
v
Alasan 9
v

C. Asumsi Modal Kerja

Asumsi 1.
v
Dasar "
“
Alasan Me
v

Depresiasi Garis Lurus untuk fiber optic: 25 tahun,

Proyeksi keuangan manajemen Perseroan periode Oktober 2023 - 2033,
Diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan.

Diskusi manajemen Perseroan merupakan pemaparan hasil kajian proyeksi
keuangan Perseroan yang telah dikonfirmasi dan dapat diterima sebagai asumsi
yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan operasional Perseroan,

Sebagai basis yang jelas dan konsisten dalam menentukan periode periode
penyusutan dan telah disetujui oleh manajemen Perseroan dalam penerapan
pencatatan atas urnur gkonomis aset tetap.

Perputaran Piutang 130 hari:
Perputaran Utang 145 hari,

Proyeksi keuangan manajemen Perseroan periode Oktober 2023 — 2033:
Diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan.

Merupakan rencana yang telah disetujui manajemen Perseroan dengan
mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan saat ini:

Diskusi manajemen Perseroan merupakan pemaparan hasil kajian proyeksi
keuangan Perseroan yang telah dikonfirmasi dan dapat diterima sebagai asumsi
yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan operasional Perseroan.

D. Asumsi Pendanaan, Pinjaman, Pembayaran, Beban Bunga

Asumsi Na
v
Dasar |
“
w
Alasan “
Laporan SKB. PKP

Pendanaan untuk membiayai proyek pemasangan jaringan fiber optic dibagi
menjadi dana internal Perseroan yang diambil dari kas Persercan sebesar
Rp20.800.000.000 dan sisanya menggunakan fasilitas utang bank:

Utang berbunga merupakan fasilitas utang pinjaman bank dalam bentuk
Revolving Credit Facilty (“Fasilitas RCF") yang dimiliki Perseroan untuk
kebutuhan modal kerja berupa pemasangan jaringan fiber optic dimana cicilan
pembayarannya — disesuaikan — kemampuan — Perseroan — dengan
mempertimbangkan minimum kas yang dijaga oleh Perseroan.

Proyeksi keuangan Perseroan periode Oktober 2023 - 2033:
Diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan:
Salinan perjanjian yang disepakati antara Perseroan dengan Bank.

Merupakan rencana yang telah disetujui manajemen Perseroan dengan
mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan saat ini:
Page 59 OCR 0.886
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

“ Diskusi manajemen Perseroan merupakan pemaparan hasil kajian proyeksi
keuangan Perseroan yang telah dikonfirmasi dan dapat diterima sebagai asumsi
yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan operasional Perseroan.

E. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Berdasarkan asumsi yang mendasari penyusunan atas raviaw proyeksi Laporan Posisi Keuangan,
prospektif Laporan Posisi Keuangan periode Oktober 2023 — 2033 adalah sebagai berikut:

ASET

ASET LANCAR

Kas dan setara kas 20.738 3.260 3.091 3.861 3128 3151

Piutang usaha : 418 1.027 1710 2.314 2.360

Jumlah Aset Lancar 20.738 3.708 4113 5.571 5.443 5.511

ASET TIDAK LANCAR

Aset Tetap : 33492 68,676 108.863 102.329 97.795

Jumlah Aset Tidak Lancar To 33492 68.676 108.863 102.329 97.195

JUMLAH ASET 20.738 37.201 72,794 112.434 107.772 103.306

LIABILITAS

Liabilitas Lancar

Utang usaha - 4398 4.949 5.708 512 531

Jumlah Liabilitas Jangka

Pendek 4.398 4.949 5.708 512 531

Liabilitas Jangka Panjang

Utang Bank - 11.d00 44.000 80.000 73.000 58.000

Jumlah Liabilitas Jangka

Panjang 11.000 44.000 80.000 73.000 58.000
JUMLAH LIABILITAS ' 15.398 48.949 85.708 73.512 58.531

EKUITAS

Modal Saham 20.800 20.800 20.890 20.800 20.800 20.800

Saldo Laba (62) 1.003 3.045 5.926 13.480 23.975

JUMLAH EKUITAS 20.738 21803 23.845 26.726 34280 44715

JUMLAH LIABILITAS DAN

EKUITAS 20.738 37.201 72.794 112.434 107.772 103.306

Keterangan

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 3479 3.840 4195 27.332 53,181
Piutang usaha 2.360 2.624 2624 2.624 2.918
Jumlah Aset Lancar 5.839 6.464 6,819 29.956 56,078
Laporan SKB PKP
Page 60 OCR 0.907
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

Ket

ASET TIDAK LANCAR
Aset Tetap 93.261 83.726 84.192 79.658 75.123
Jumlah Aset Tidak Lancar 93.261 88.726 84.192 79.658 75.123
JUMLAH ASET 99.100 AM 91.011 109.614 131.202
LIABILITAS
Liabilitas Lancar
Utang usaha 550 570 590 611 633
Jumlah Liabilitas Jangka
Pendek 550 570 590 611 633
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Bank 42.000 22.000 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka
Panjang 42.000 22.000 . . 3
JUMLAH LIABILITAS 42.550 22.570 590 611 633
EKUITAS
Modal Saham 20.800 20.800 20.800 20.800 20.800
Saldo Laba 35.750 51821 69621 88.203 109.769
JUMLAH EKUITAS 56.550 72.621 90.421 109.003 130.569
JUMLAH LIABILITAS DAN

EKUITAS 99.100 9591 91.011 109.614 131.202

3. Asumsi Laporan Laba Rugi Komprehensif

Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk penyusunan proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif atas
proyek atau rencana kegiatan usaha baru penyewaan jaringan fiber optic yang akan dijalankan Perseroan

untuk periode Oktober 2023 - 2033:

A. Asumsi Pendapatan
# Pendapatan pada proyeksi keuangan didasarkan pada asumsi panjang jaringan
fiber optic yang akan dibangun oleh Perseroan dengan totalan sepanjang 2.275
Km selama 3 tahun secara bertahap sampai dengan 2028. Tingkat ulilisasi
penggunaan jaringan fiber optic ditargetkan sampai dengan 1,58x di tahun 2027

Asumsi

Dasar

Alasan

Laporan SKB PKP

dengan pertimbangan pertumbuhan industri informasi dan komunikasi.

Y Harga yang diajukan untuk penyewaan fiber optic adalah sebesar Rp500.000
dengan kenaikan sebesar inflasi untuk setiap 3 tahun berikutnya,

“Proyeksi keuangan Perseroan periode Oktober 2023 - 2033,

“ Diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan.

“ Merupakan rencana yang telah disetujui manajemen Perseroan dengan

mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan saat ini:

|
Page 61 OCR 0.852
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

“ Diskusi manajemen Perseroan merupakan pemaparan hasil kajian proyeksi
keuangan Perseroan yang telah dikonfirmasi dan dapat diterima sebagai asumsi
yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan operasional Perseroan.

B. Asumsi Beban Operasional

Asumsi

Dasar

Alasan

“ Beban operasional terdiri dari beban tetap dan beban variabel. Beban tetap
merupakan anggaran tetap seliap bulannya untuk pembayaran sewa kantor,
tambahan benefit gaji dan listrik. Beban variabel merupakan anggaran variabel
terkait beban perawatan setiap Km jaringan fiber optic yang menggunakan pihak
vendor untuk melakukannya. Beban operasional tersebut mengalami kenaikan
Inflasi setiap tahunnya

“Proyeksi keuangan Perseroan periode Oktober 2023 - 2033:
v Diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan.

W Merupakan rencana yang telah disetujui manajemen Persercan dengan
mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan dana dan personil saat ini,

W Diskusi manajemen Perseroan merupakan pemaparan hasil kajian proyeksi
keuangan Perseroan yang telah dikonfirmasi dan dapat diterima sebagai asumsi
yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan operasional Perseroan.

C, Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Berdasarkan asumsi yang mendasari penyusunan atas review proyeksi Laporan Laba Rugi
Komprehensif, prospektif Laporan Laba Rugi Komprehensif periode Oktober 2023 — 2033 adalah sebagai
berikut:

Keterangan 2026

Pendapatan 2 3.073 9.630 17.388 26147 28.317
Biaya Operasional 62 (828) (2082) (2516) (4370) 4533)
EBITDA 62 2.246 7.598 13.872 2.772 28.784
Penyusutan (634) Ma se07) (4.534) 53)
“LABA USAHA 62) 1.563 5485 10176 17.238 19.250
Pendapatan (beban) lain-lain & (190) (2475) (6553) (7.090) (5.02)
Bunga 2 (190) (2475) (6:555) (7.090) (502)
LABA SEBELUM PAJAK 62) 1372 3.010 4.820 10.148 13347
Pajak (lermasuk pajak final) : (207) (968) (1.739) (2615) (2830)
LABA TAHUN BERJALAN 62) 1.065 2042 2.882 7.533 10.516

Laporan SKB PKP

4
Page 62 OCR 0.853
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

Keterangan 2029 2030 2031 2032 2033
Pendapatan 28.317 31.487 31.487 31.487 35.011
Biaya Operasional (4.598) (4.385) (5.041) (5.222) (5.410)
EBITDA 28621 . 26621 26.446 26.265 29.601
Penyusutan (4.534) (4.534) 14.534) (4.534) (4534)
LABA USAHA — 19.086 22.087 21.912 21.730 25.067
—. (beban) lain- (s0) (267) 083 : "
Bunga (4.480) (2.867) (983)
LABA SEBELUM PAJAK 14,606 19.220 20.949 21.730 25,067
Pajak (termasuk pajak final) (2832) (3.149) (8148) (3.149) (3501)
— LABATAHUN BERJALAN 11775 16.071 17.800 18.582 21.566

D. Proyeksi Laporan Arus Kas

Dengan hasil proyeksi Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Komprehensif, maka diperoleh
gambaran proyeksi Laporan Arus Kas periode Oktober 2023 - 2033 sebagai berikut:

Okt - Des
Keterangan
« 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan - 3,073 9.680 17.388 26147 28.317
Kas yang dibayarkan kepada
- 1.823 3.248 4 42
pemasok (577) (1323) (3248) (4.098) (4226)
Kas yang dibayarkan kepada
2 7
Beban umum dan Administrasi (62 Ken) (259) (288) (218) (288)
Pajak Perusahaan - (307) (988) (1.739) (2.615) (2.832)
Utang Usaha 4.398 551 759 (5.196) 18
Piutang Usaha (448) (579) (683) (604) (45)
Kas bersih diperoleh
(digunakan) dari aktivitas (62) 5,889 6.602 12.209 13.357 20.925
operasi Na
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Belanja modal (34176) (37.296) (41884)
Laporan SKB PKP 55 p
Page 63 OCR 0.818
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

Keterangan

Kas bersih diperoleh

Okt - Des
2023

(digunakan) dari aktivitas - (34.176) (37.298) (91.884) - -
invetasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penarikan Pinjaman Bank - 11.000 33.000 36.000 3.000 -
Pembayaran Pinjaman Bank - - - (10.000) (15000)
ini
Panaaan (EU: Pena - (180 (2575) (61555) (7.000) 6902
Bank
Modal 20.800 - - - -
Kas bersih diperoleh
(digunakan) dari aktivitas 10.810 30,525 30.445 (14.090) (20.902)
pendanaan
Arus Kas Bersih - Net 20.738 (17.477) (169) 770 (732) 23
KAS DAN SETARA KAS PADA”
- . . 3.091 3.861 &
AWAL TAHUN 20.738 3.260 1) 128
KAS DAN SETARA KAS PADA
. .. 3.091 3.861 3 3
AKHIR PERIODE 20.738 3.280 6: 3.128 3.151

ARUS KAS DARI AKTIVITAS

OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan 28317
Kas yang dibayarkan kepada

petak (4.398)
Kas yang dibayarkan kepada (oogj
Beban umum dan Administrasi

Pajak Perusahaan (2.832)
Utang Usaha 19
Piutang Usaha

Kas bersih diperoleh

(digunakan) dari aktivitas 20,308

operasi

31.487

(4.557)

(309)

(tag)
20
(264)

23.228

31.487

(4.721)

(320)

819)
“

23.318

31.487
(4.891)

831

(8.149)
2

23.37

35.011
(5.057)

(343)

(3501)
22
(294)

25.828

ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Belanja modal

Laporan SKB PKP

af
Page 64 OCR 0.893
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana.

Kas bersih diperoleh
(digunakan) dari aktivitas
investasi

ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN

Penarikan Pinjaman Bank - - 2 a z
Pembayaran Pinjaman Bank (18.000) (20.000) (22.000) - -
Pe Pi

'embayaran Bunga Pinjaman 4.480) sen (963 . :
Bank
Modal x 5 Pa
Kas bersih diperoleh
(digunakan) dari aktivitas (20.480) (22.867) (22.963) - -
pendanaan
Arus Kas Bersih - Net 328 381 355 23137 25.828
KAS DAN SETARA KAS PADA
AWAL TAHUN 3.151 3.479 3.840 4.195 kiss
KAS DAN SETARA KAS PADA
AKHIR PERIODE 3.479 3.840 4195 27.332 53.161

E. Tingkat Diskonto

Pada penentuan Tingkat Diskonto yang sesuai untuk digunakan pada proyeksi arus kas, Penilai
mempertimbangkan nilai imbal balik hipotesis yang investor harapkan dari suatu investasi sebelum
dilakukan penyesuaian terhadap faktor risiko yang relevan terkait dengan investasi tersebut

Untuk penentuan Tingkat Diskonto yang sesuai, telah dipertimbangkan faktor-faktor seperti karakteristik
bisnis, risiko & ketidakpastian untuk mencapai arus kas proyeksi dan risiko ekonomi & politik di Indonesia
(country risk). Penentuan Tingkat Diskonto per tahun sebagai nilai diskonto arus kas menggunakan
WACC (Weighted Average Cost of Capital), dimana penghitungan untuk menentukan besaran Ke
menggunakan Model Penetapan Harga Aset Modal (Capital Asset Pricing Model atau CAPM) dengan
formula sebagai berikut:

dimana

Laporan SKB. PKP

Ke

Rm

Kes RftBx (Rm-Rf) #a

Biaya Ekuitas, sesual formula penghitungan di atas.

Tingkat bebas risiko di Tanggal Penilaian

Beta, kecenderungan imbal hasil sekuntas untuk merespons
pergerakan pasar disesuaikan di Tanggal Penilalan

Ekspektasi tingkat pengembalian pasar untuk negara Indonesia, di
Tanggal Penilaian

5 f
Page 65 OCR 0.839
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

Rp 1 Risk Premium (Rm — Rp, formula penghitungan sesuai negara
Indonesia
a 1 Risiko spesifik

Berdasarkan formula di atas, maka berdasarkan data variabel yang digunakan dalam perhitungan Biaya
Ekuitas, maka diperoleh Biaya Ekuitas sebagai tingkat diskonto yang digunakan dalam penghitungan
indikasi nilai ekuitas Perseroan adalah sebagai berikut:

Keterangan Rate

a) Tingkat Bebas Risiko 699
b) Industri Beta 0,713
C) Risk Premium 437
d)  Specific Risk Premium 0
Ke 10,094 |
Keterangan Rate
a) Tingkat Bunga - Bank Persero
per 30 September 2023 GA
b) Pajak Perusahaan Final Ado
Pendapatan Kotor
Kd 9,400
DMC (debt to market 0,88
capitalization) Menghasilkan
bobot komposisi
Ke- 10,091
Kd - 84014

Weighted

Keterangan Proporsi
53,281
46,724

WACC

Kd

Keterangan (sumber diperoleh sesuai dengan Tanggal Penilaian):

V Tingkat Bebas Risiko jatuh tempo tahun 2051 menggunakan Indonesia Govemment Bond Curve

yang diperoleh dari Bloomberg per Tanggal Penilaian.

V Beta merupakan rata-rata Beta perusahaan pembanding pada industri sejenis yang diolah dan
bersumber dari Bloomberg.
Risk Premium bersumber dari Bloomberg untuk negara Indonesia,
Alpha tidak diterapkan sehubungan dengan tidak tersedianya referensi mengenai penentuan
besarnya risiko spesifik.

«XX

Laporan SKB PKP “f
Page 66 OCR 0.873
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

3.52 Analisis Titik Impas (Break Even Point Analysis)

Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh laba dan tidak
menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah pendapatan (revenue) sama
dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.
BEP dapat diformulasikan sebagai berikut:

Total Biaya Tetap
—. (Total Biaya Variabel.
Ga ( Penjualan »

BEP —

Nilai BEP mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP Perhilungan BEP pada
proyeksi atas adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1 Analisis break even point (Juta Rupiah

Proyeksi
2026

Keterangan

Break Even Point, BEP

Penjualan : 3073 9680 17.388 26147 28.317

Variable cost : (677) n828) ta248)  yao9g) (4246)

Fixed cost (62) (250) (250) — (268) — (278) (288)
BEP Rp Juta NA 307 319 329 329 338

Keterangan

Break Even Point, BEP

Penjualan 28.317 31487 31487 31487 — 35.011
Variable cost (4.398) (4557) 4721) (4891) (5.067)
Fixed cosi (298) (309) (320) (311) (343)
BEP Rp Juta 353 381 376 392 401
BEP Rp Rata-rata 351
BEP Rata-rata ("2) 1,487

BEP selama periode proyeksi akan dicapai rata-rata pada pendapatan sebesar Rp351 juta, atau 7,489 dari
rata-rata penjualan diluar dari perhitungan pajak dan bunga.

Laporan SKB PKP 59
Page 67 OCR 0.795
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

3.5.3 Analisis Profitabilitas (Overall Profitability)

Analisis profitabilitas atas penambahan kegiatan usaha penunjang ditampilkan pada tabel berikut ini:

Okt - Des Proyeksi
Keterangan
2023 2026 2027 2028
Margin EBITDA NA I3MIK  TBAIK T9TBK 83274 — 8399h
Margin EBIT NA 44684 IOK 26578 38816 4714P
Margin Laba Bersih Periode Berjalan NA 324656 MMOK 16578 28816 37 14P
Pengembalian Aset (ROA) 0,304 286 281 2,561 699 10184
Pengembalian Ekuitas (ROE) 0,304 4894 8568 10786 21994 23494
Proyeksi
Keterangan
2031

Margin EBITDA 834286 84554 83994 83424 845596
Margin EBIT 51,589 61044 6653K 6901 7160K
Margin Laba Bersih Periode Berjalan 11,584 S10AN 55634 SIO1K — 61,60M
Pengembalian Aset (ROA) 11884 16,884 19,56W 16,958 16,447
Pengembalian Ekuitas (ROE) 20,824 221386 19694  T705W 16,526

Analisis profitabilitias ini bertujuan untuk kemampuan yang dimiliki Perusahaan untuk menghasilkan sebuah
laba.

Berdasarkan proyeksi keuangan penambahan kegiatan usaha baru, selama periode proyeksi rata-rata margin
laba bersih periode berjalan adalah sebesar 40,809c. Sedangkan rata-rata pengembalian aset (ROA) dari
rencana penambahan kegiatan usaha baru yang dilakukan oleh Perseroan adalah sebesar 10,7196.

3,54 Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return On Invesment)
Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan akliva untuk
kegiatan operasional dan dapat memberikan informasi ukuran profitabiltas Perseroan. Formula dalam

perhitungan ROI adalah:

Net Return on Investment
ROL — —————— 4 1008
Cost of Invesment

Net Return on Investment dimaksud adalah total arus kas bersih yang diperoleh selama periode proyeksi.
Cost of Investment dimaksud adalah total investasi (CAPEX) yang dikeluarkan selama periode proyeksi

Berdasarkan perhitungan terhadal total arus kas bersih terhadap CAPEX selama periode proyeksi, maka
dihasilkan rata-rata ROI dari rencana penambahan kegiatan usaha baru yang dilakukan oleh Perseroan

Laporan SKB PKP Lah
Page 68 OCR 0.834
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

sebesar 28,554. Dengan demikian, tingkat imbal balik investasi Perseroan masih lebih tinggi dari bunga bank

dan WACC Perseroan.

3.5.5 Analisis Kelayakan Keuangan Proyek

Berdasarkan proyeksi Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Komprehensif untuk periode Oktober
2023 - 2033, dihasilkan Arus Kas Bebas (Free Cash Flow) proyek kegiatan usaha baru yang selanjutnya
dengan menggunakan tingkat diskonto berdasarkan perhitungan WACC ditambah dengan Terminal Value
(Nilai Kekal) dengan menggunakan pertumbuhan inflasi sebesar 3,6Yo maka diperoleh hasil perhitungan IRR
di atas WACC dan PI di atas 1 sebagaimana ditunjukan pada tabel berikut:

Free Cash Flow

Net Income
(t) Depreciation
(3 Change in NWC
(-) CAPEX
Free Cash Flow

Multiplikator
DCF

Free Cash Flow

Unit

Rp Juta
Rp Juta
Rp Juta
Rp Juta
Rp Juta

(62)
98K
(61)

2024

1.085
684
3.950
(34,178)
(28.477)

8916
(25345)

2030

2025 2026 2027
2042 2882 7533
2113 3.697 4534
(23) 76 (5.800)

(87206) (41.884) "

(83.169) (35.230) 6.288
B1 74th 6796

(28894) — (25023) 4217

Net Income
(t) Depreciation
(-) Change in NWC
() CAPEX
Free Cash Flow

Multiplikator
DCF
NPV4#Terminal Value

Project IRR FCF

PI (Profitability
Index)

PP

Laporan SKB PKP

Rp Juta
Rp Juta
Rp Juta
Rp Juta
Rp Juta

11.775
4.534

15.328

564
9119
151.479

25,22h

265

8,64

16.071
4534
(za)

20.361

51
10.359

17.800 18.582 21.566
4534 4.534 4534
2 Pl (272)
22.355 23.137 25328
4614 429k 20
10.361 9.788 9.935

f

20.

10.516
4534
(en

15.023

5116
5.209
Page 69 OCR 0.936
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana

Bab 4 — Kesimpulan

Dengan demikian berdasarkan analisis aspek kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan
model manajemen, dan kelayakan keuangan dapat disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha sebagai jasa
penyediaan infrastruktur telekomunikasi untuk penyewaaan jaringan fiber optic yaitu berupa aktivitas telekomunikasi
dengan kabel (KBLI: 61100), sesuai dengan usaha yang dilakukan oleh Grup Perseroan dan berpotensi mendapatkan
pengembalian lebih tinggi dari biaya pinjaman atau WACC dari Perseroan. Sehingga, mempertimbangkan akses dari
pangsa pasar yang kuat, pengalaman Grup dalam industri dan potensi tingkat pengembalian Penilai beropini bahwa
penambahan kegiatan usaha penyewaan jaringan fiber optic adalah layak.

Laporan SKB PKP “
Page 70 OCR 0.905
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

Pernyataan Penilai

Yang bertanda tangan dibawah ini, kami sebagai Penilai, dengan keyakinan dan keterbatasan yang Penilai miliki
menyatakan bahwa:

a) Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh
Asosiasi Profesi Penilai yang diakui Pemerintah:

b) Laporan Studi Kelayakan Bisnis terhadap Objek Kelayakan Bisnis yang disusun dan diterbitkan untuk Tanggal
Kelayakan Bisnis yang digunakan adalah benar sesuai penugasan Studi Kelayakan Bisnis dan pemahaman
terbaik dari Penilai,

c) Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap Objek Kelayakan Bisnis dan pendapat yang dihasilkan dalam
penugasan Penilai Independen telah disajikan dalam bab Kesimpulan Laporan Studi Kelayakan Bisnis,

d) Imbalan jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil Studi Kelayakan Bisnis yang dilaporkan:

e) Penilai memiliki pemahaman atas Objek Kelayakan Bisnis dan dapat mempertanggung jawabkan atas Laporan
Studi Kelayakan Bisnis yang diterbitkan,

1) Analisis dan kesimpulan Kelayakan Bisnis yang disajikan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang sesuai
tujuan penugasan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis,

9) Penugasan Kelayakan Bisnis telah dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku:

h) Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini telah dibuat sesuai dengan POJK No.17/POJK.04/2020, POJK No.
35/POJK.04/2020, SEOJK No.17/SEOJK.04/2020, KEPI & SPI Edisi VII-2018 SPI 350,

i) Lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan kecuali dinyatakan manajemen Perseroan
sebagai dokumen rahasia yang dapat membahayakan operasional Perseroan:

ih) Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis telah menyediakan bantuan
profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan Bisnis:

k) Data ekonomi dan industri dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini diperoleh dari berbagai sumber yang
diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan

Penilai alifikasi di hlian Tanda Tangan
Budi P. 1 8 - Penilai Bisnis
Pimpinan Rekan
NIPP :B-1,08.00036
STTD : STTD,PB-20/PJ1/PM.02/2023
Nomor Register : RMK-2017.00030
MAPPI 1 06-5-01995

(-

2 Eduardo Juantareno, MAPPI (Cert.) - Penilai Bisnis

Rekan Pendamping &
NIPP : B-1.11.00313

STTD : STTD.PB-34/PJ-1/PM.02/2023
Nomor Register : RMK-2017.00274
MAPPI :00-5-01328

Laporan SKB PKP 63
Page 71 OCR 0.838
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

Lembar ini merupakan satu kesatuan dengan lembar Pernyataan Penilai

Penilai Kualifikasi dan Keahlian Tanda Tangan
3 Kristiardjo - Penilai
Manajer Proyek
MAPPI 1 10-T-02498

Nomor Register : RMK-2017.00596

4 Ikhlas Lukman -  Penitai
Manajer

MAPPI : 14-P-04810

Nomor Register : RMK-2017.01850

5  Anjasmoro Angkasa Putra - Penilai
Analis
MAPPI 122-PA1715

Nomor Register : RMK-2022.04516

Laporan SKB. PKP
Page 72 OCR 0.896
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

Laporan SKB PKP

Lampiran
Page 73 OCR 0.783
Suku Bunga Bebas Risiko

Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana

Sumber: Bicomberg

Tingkat Bunga — Bank Persero

KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN Sid
1 Bank Persero
2 Prrjaman Modal Kerja Yang Diberikan &9o
3 Pejaman Investasi Yang Diberikan 240

Sumber: www.bi.go.id

Laporan SKB PKP

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.34 MB
Published23 Jan 2024
Pages73
Characters141,202
Text sourceOCR
OCR confidence0.883

Names mentioned 80 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Mora Telematika Indonesia p.11 ×2
linked org Sarana Menara Nusantara p.29 ×5
linked org Solusi Tunas Pratama p.29 ×7
linked org Inti Bangun Sejahtera p.31 ×5
linked org Bali Towerindo Sentra p.31
linked org XL Axiata Tbk p.32 ×2
linked person Alexandra Yota Dinarwanti p.35
linked org Dayamitra Telekomunikasi Tbk p.47 ×2
linked org Mandiri Sejahtera p.47
linked org Sumber Alfaria Trijaya Tbk p.51 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×5
possible org Telkom Indonesia. p.11 ×9
possible org Kosasih p.20
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.24
possible org Bursa Efek Indonesia p.31
possible org PT Amanda Cipta Persada. p.51
possible org Tower Bersama Infrastructure Tbk p.53 ×2
possible org Bank Persero p.65 ×2
unresolved org PT Permata Karya Perdana p.1 ×52
unresolved org KJPP p.2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Martokoesoemo p.2 ×3
unresolved org Pakpahan & Rekan p.2 ×4
unresolved org KJPP MPR p.2 ×15
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2 ×3
unresolved org Departemen Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.5 ×14
unresolved org KJPP Martokoesoemo p.8
unresolved org PT Permata Karya Perdana Daftar Isi Daftar Isi. p.9
unresolved org PT Permata Karya Perdana Definisi p.12
unresolved org KJPP MPR Km p.12
unresolved org KJPP MPR No. EL-B p.12
unresolved org Menteri Keuangan p.12
unresolved org PT Permata Karya Perdana Bab p.13 ×4
unresolved org PT Permata Karya Perdana Objek Studi Kelayakan Bisnis p.15
unresolved org Menteri Komunikasi dan Informatika p.20 ×2
unresolved org Tjahjo & Rekan p.20
unresolved org Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan p.20 ×4
unresolved org Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang p.20 ×4
unresolved person Dimas Riswandono p.21
unresolved person Azhar Fajar Kharisma p.21
unresolved person Edi Sucipto p.21
unresolved org PT Permata Karya Perdana Global p.22
unresolved org Bank Indonesia Inflasi Inflasi p.23
unresolved org Bank Tn Indonesia p.24
unresolved org PT Permata Karya Perdana Grafik p.28 ×3
unresolved org PT Permata Karya Perdana Tahun p.31
unresolved org PT Platinum Teknologi p.31 ×2
unresolved person Akta Notaris Jimmy Tanal · Notaris p.34 ×3
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.34
unresolved org PT Sukses Prima Sakti p.35
unresolved person Hasbullah Abdul Rasyid p.36
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.36 ×2
unresolved person Darmawan Tjoa S.H. p.36
unresolved org PT Permata Karya Perdana Keterangan Audit p.37
unresolved org PT Permata Karya Perdana Liabilitas Y Total p.38
unresolved org PT Permata Karya Perdana Audit Audit Audit Audit p.39 ×2
unresolved org Entitas Induk Perseroan Tbk p.44
unresolved org PT Permata Karya Perdana Gambar p.46
unresolved org Hardiman Telecomunications Ltd p.46
unresolved org Telekomunikasi Indonesia Tbk p.47 ×2
unresolved org Bali Tower Sentra Tbk p.47 ×2
unresolved org PT Unicom Muda Tama p.47
unresolved org PT Sokka Tama Fiber p.47
unresolved org PT Alita Praya Mitra p.47
unresolved org PT Era Bangun Jaya p.47
unresolved org PT Kencana Mandiri Sejahtera Telecom p.47
unresolved org Tower Bersama Group Tbk p.48 ×2
unresolved org PT Permata Karya Perdana No Material Keterangan Digunakan p.50
unresolved org PT Permata Karya Perdana Waktu p.51
unresolved org PT Permata Karya Perdana Asumsi p.57
unresolved org PT Permata Karya Perdana B. Asumsi Depresiasi Aset p.58
unresolved org PT Permata Karya Perdana Ket ASET TIDAK LANCAR p.60
unresolved org PT Permata Karya Perdana Keterangan Kas p.63
unresolved org PT Permata Karya Perdana. Kas p.64
unresolved org PT Permata Karya Perdana Rp p.65
unresolved org PT Permata Karya Perdana Pernyataan Penilai p.70
unresolved person Eduardo Juantareno p.70
unresolved org PT Permata Karya Perdana Sumber p.73
unresolved org Bank Persero KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN Sid p.73

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result