Back to announcement
20240123_GOLD_Pengumuman RUPS_31570913_lamp4.pdf
RUPS notice Text extracted GOLDSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 73
Page 1 OCR 0.964
Laporan Studi Kelayakan Bisnis Penambahan Kegiatan Usaha PT Permata Karya Perdana yang merupakan Entitas Anak Terkendali dari PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk 16 Januari 2024
Page 2 OCR 0.913
MARTOKOESOEMO, PAKPAHAN & REK CERTIFiEp PRopERTyY & BusiNEss APPRAISERS Ijin Usaha KJPP No : 2.09.0070 Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia No.00001/0070-00/BS/06/00036/1/1/2024 Jakarta, 16 Januari 2024 PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk Menara Imperium, 18th floor Suite C Jl. H.R, Rasuna Said No. 1 Jakarta 12980, Indonesia Telp — :(t62) 218370 7370 Fax :(462)21797 5208 Email : corporatesecretary@ptvti.co.id Re: Ringkasan Studi Kelayakan Bisnis Penambahan Kegiatan Usaha PT Permata Karya Perdana yang merupakan entitas anak terkendali dari PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk Dengan hormat, Ringkasan Laporan Studi Kelayakan Bisnis PT Permata Karya Perdana ini merupakan bagian dari Laporan Studi Kelayakan Bisnis PT Permata Karya Perdana dalam bentuk Laporan Terinci yang merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan. Laporan ini disusun berdasarkan penugasan seperti yang telah tertuang dalam Surat Perikatan dan Penugasan penyusunan Studi Kelayakan Bisnis Penambahan Kegiatan Usaha PT Permata Karya Perdana dengan Engagement Letter (EL) No.EL-B/KJPP-MPR/2023/X11/14/001 tanggal 14 Desember 2023, sehubungan rencana penambahan kegiatan usaha PT Permata Karya Perdana (“PKP" atau 'Perseroan") yang merupakan entitas anak terkendali dari PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (“VTI" atau “Pemberi Tugas"). Selanjutnya rencana Perseroan melakukan penambahan kegiatan usaha sebagaimana definisi di atas disebut sebagai “Rencana Transaksi". Kami Kantor Jasa Penilai Publik Martokoesoemo, Pakpahan & Rekan (selanjutnya disebut "KJPP MPR") yang merupakan Kantor jasa penilai publik dan terdaftar dengan nomor izin usaha 2.09.0070 melalui Salinan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 440/KM.1/2019 Tanggal 12 Agustus 2019, dan memiliki pengalaman (track record) penilaian dengan klasifikasi A (Aset) dan B (Bisnis), bermaksud menyampaikan Laporan Terperinci Studi Kelayakan Bisnis, dengan Lingkup Penugasan sebagai berikut: Latar Belakang Rencana Transaksi Berdasarkan pasal 3 dari anggaran dasar, kegiatan usaha VTI adalah menjalankan usaha dalam bidang jasa penyediaan infrastruktur telekomunikasi, termasuk melakukan investasi atau penyertaan pada perusahaan lain yang bergerak di bidang kegiatan penunjang telekomunikasi dan berusaha dalam bidang jasa, khususnya jasa penunjang telekomunikasi, VTI merupakan entitas induk pengendali Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99994o dimana Perseroan juga bergerak dalam kegiatan usaha utamanya yaitu penyediaan infrastruktur telekomunikasi untuk penyewaan menara telekomunikasi (tower atau BTS). Menara Sudirman Lt. 12 IL Jend. Sudirman Kav. 60, Jakarta 12190 - Indonesia Phone: (62) (21) 522 6619 Fax: (62) (21) S22 6659
Page 3 OCR 0.921
Dalam kegiatan usaha utama Perseroan, manajemen seringkali mendapatkan kebutuhan pelanggan yang tidak hanya sewa menara, namun terdapat beberapa kebutuhan pendukung atau aksesori lain seperti jaringan fiber Optic antar site tower (intersite) di daerah tertentu yang dibutuhkan oleh operator seluler agar memiliki koneksi yang stabil dan kapasitas bandwidth yang lebih besar. Oleh karena itu dalam rencana bisnis jangka panjang, Perseroan bermaksud menambah kegiatan usaha penyewaan infrastruktur telekomunikasi jaringan fiber opfic yang masuk dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia: 61100 (“KBLI: 81100”) dengan melakukan investasi berupa pemasangan jaringan fiber optic menggunakan kabel fiber optic sehingga dapat menyambungkan antar tower Perseroan yang disewakan kepada pelanggan operator seluler eksisting (“Fiber To The Tower" atau Dengan rencana penambahan kegiatan usaha pada Perseroan, maka sesuai Pasal 32, POJK no. 17IPOJK.04/2020, di mana sesuai konfirmasi manajamen porsi pendapatan yang dihasilkan Perseroan sebagai entitas anak terkendali VTI secara konsolidasi laporan keuangan melebihi 2042 porsi pendapatan yang dihasilkan VTI, maka atas rencana tersebut VTI diharuskan memberikan Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang disusun dan diterbitkan oleh KJPP yang memiliki izin Penilai Bisnis. 11. Status Penilai Budi P. Martokoesoemo Penilai Publik dengan klasifikasi bidang jasa Penilaian Bisnis (selanjutnya disebut “Penilai”), merupakan Pimpinan Rekan di KJPP MPR, terdaftar di Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (selanjutnya disebut sebagai "PPPK") Departemen Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut sebagai “OJK"). Dalam Penugasan ini Penilai berada dalam posisi independen untuk melakukan penilaian profesional berupa kelayakan usaha atau proyek secara objektif tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Penilai juga tidak mempunyai kepentingan finansial atau kepentingan pribadi lainnya terhadap objek studi kelayakan bisnis berkaitan dengan penugasan ini. Dalam analisisnya, Penilai memiliki kompetensi dan KJPP MPR tidak memerlukan tambahan Tenaga Ahli. Seluruh tim yaitu Penilai berizin, Tenaga Penilai dan staf pelaksana dalam penugasan ini, adalah satu kesatuan tim penugasan di bawah koordinasi Penilai berizin. 1.2. Pemberi Tugas Pemberi Tugas 1 PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk Bidang usaha ! Jasa penyedia infrastruktur telekomunikasi Alamat 1 Menara Imperium, 18th floor Suite C Jl. H.R. Rasuna Said No. 1 Jakarta 12980, Indonesia Telepon 1 (62) 2183707370 Faksimili 1 (62) 217975208 Alamat Email 1 corporatesecretary@ptvti.co.id
Page 4 OCR 0.935
13, 14. 15. 1.6. 17, Pengguna Laporan Pengguna Laporan ! PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk Dengan alamat seperti tercantum pada Pemberi Tugas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Gedung Soemitro Djojohadikusumo Jalan Lapangan Banteng Timur No.2-4 Jakarta 10710 Terkait penugasan ini, Pemberi Tugas meyakini bahwa tidak terdapat penugasan yang dikerjakan secara bersamaan dengan KJPP lainnya untuk maksud dan tujuan penggunaan laporan dan Tanggal Studi Kelayakan Bisnis yang sama atau berdekatan (tidak lebih dari dua bulan) Objek Studi Kelayakan Bisnis Penambahan kegiatan usaha Perseroan yang merupakan entitas anak terkendali VTI berupa penyewaan jaringan fiber optic yang masuk dalam klasifikasi KBLI:61100. Jenis Mata Uang yang Digunakan Dinyatakan dalam Rupiah. Maksud dan Tujuan Penilaian Melakukan studi kelayakan bisnis terkait penambahan kegiatan usaha Perseroan yang merupakan entitas anak terkendali VTI berupa penyewaan jaringan fiber optic yang masuk dalam klasifikasi KBLI:81100 untuk memenuhi ketentuan POJK No.17/POJK.04/2020. Metodelogi Analisis Rencana Transaksi Analisis Studi Kelayakan Bisnis Rencana Transaksi meliputi beberapa aspek sebagai metodologi penyusunan laporan studi Kelayakan Bisnis meliputi antara lain: a. Analisis terhadap kelayakan pasar yang meliputi kondisi pasar, pesaing usaha dan strategi pemasaran, b. Analisis terhadap kelayakan teknis kualitatif dan kuantitatif yang meliputi kapasitas, ketersediaan dan kualitas sumber daya, dan proses produksi: Cc. Analisis terhadap kelayakan pola bisnis yang meliputi keunggulan kompetitif karena keunikan dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk, kemampuan untuk menciptakan nilai atas kewajaran nilai transaksi:
Page 5 OCR 0.940
d. Analisis terhadap model manajamen yang meliputi ketersediaan tenaga kerja, manajamen kekayaan intelektual, manajemen risiko, kapasitas dan kemampuan manajemen dan kesesuaian struktur organisasi dan manajemen: e. Analisis terhadap kelayakan keuangan yang meliputi biaya pendidikan, modal kerja, sumber pembiayaan, biaya operasional, biaya bahan baku mentah, proyeksi laporan keuangan, analisis titik impas, analisis profitabilitas dan tingkat imbal balik investasi. 1.8. Tanggal Penilaian 30 September 2023. 19. Tingkat Kedalaman Investigasi Dalam hal proses investigasi yang akan dilakukan sebagaimana alur pengerjaan di atas dan informasi terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis, terdapat beberapa batasan yang digunakan: Oo KJPP MPR tidak melakukan uji tuntas (penuh) atas Studi Kelayakan Bisnis, namun hanya uji kaji terbatas sesuai metodologi penyusunan Studi Kelayakan Bisnis, 0 Tidak melakukan analisis dampak pajak, Oo Tidak melakukan Penilaian Properti dan Aset Non Operasional VTI maupun entitas terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis: 0 Tidak melakukan penilaian saham VTI maupun entitas terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis, 0 Uji tuntas terbatas terhadap legalitas Perseroan: Pengumpulan informasi dan data Objek Studi Kelayakan Bisnis diperoleh dari Pemberi Tugas dan/atau Objek Studi Kelayakan Bisnis berdasarkan ketersediaan data dan kelengkapan informasi untuk penyusunan Studi Kelayakan Bisnis: & Seluruh data dan informasi yang digunakan dalam analisis kelayakan merupakan data sekunder dan bukan data primer, baik yang diperoleh dari Pemberi Tugas maupun sumber data lain yang diyakini keabsahannya serta merupakan data yang valid: Oo Review proyeksi keuangan Objek studi Kelayakan Bisnis didasarkan pada diskusi manajemen Pemberi Tugas dan informasi eksternal yang dipublikasi dan diyakini sebagai data yang valid. 1.10, Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan Selain informasi dari manajemen Pemberi Tugas, termasuk seluruh informasi yang diperoleh dari Objek Studi Kelayakan Bisnis, Penilai juga akan menggunakan sumber informasi eksternal yang tidak diperoleh dari internal manajemen atau bukan sebagai informasi manajemen. Sumber informasi yang digunakan antara lain: (I) Bank Indonesia: (ii) Data Ekonomi Pasar, (iii) data pasar dari sumber informasi yang dipublikasi (iv) data riset industri (jika ada).
Page 6 OCR 0.938
111. Asumsi dan Asumsi Khusus Asumsi @ Seluruh data dan informasi yang diperoleh dari manajemen Pemberi Tugas adalah benar, @& Penambahan kegiatan usaha Entitas Anak terkendali yaitu PKP merupakan kegiatan usaha yang sejalan dengan kegiatan usaha utama, O Kondisi makro ekonomi maupun industri didasarkan pada kondisi terkini sesuai data APBN tahun berjalan atau tahun yang akan datang disesuaikan dengan Tanggal Studi Kelayakan Bisnis yang telah mengakomodir kondisi terkini terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis: @ Bahwa Entitas dalam Objek Studi Kelayakan Bisnis diyakini tidak sedang tersangkut masalah hukum atau tuntutan hukum dari pihak ketiga, & Hasil uji kaji terbatas dengan maksud dan tujuan penugasan, sudah dapat memenuhi kebutuhan analisis secara kuantitatif, O Tidak ada dispute pajak dan seluruh kewajiban pajak dapat dipenuhi oleh Pemberi Tugas, baik sebagai bagian dari entitas bisnis maupun sebagai entitas bisnis secara keseluruhan: 0 Asumsi proyeksi keuangan jangka panjang diyakini dapat dipenuhi dan merupakan asumsi yang telah mempertimbangkan risiko dan manfaat bagi VTI dan PKP. Asumsi Khusus Oo Pada Tanggal Studi Kelayakan Bisnis tidak terdapat kejadian historis yang masih menjadi kejadian di periode setelah Tanggal Studi Kelayakan Bisnis, dimana kejadian tersebut dapat dikategorikan sebagai asumsi khusus yang menjadi bagian dari asumsi proyeksi dari Objek Studi Kelayakan Bisnis. 112. Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Studi Kelayakan Bisnis (subseguent events) dan Tanggal Laporan @ Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Studi Kelayakan Bisnis adalah kejadian-kejadian terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis yang diketahui maupun yang patut diketahui sampai dengan Tanggal Laporan. Dalam hal ditemukan kondisi subseguent events dari hasil investigasi dan pelaksanaan penugasan, maka akan dijabarkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis Terinci, sehingga tidak diperlukan perubahan atas Lingkup Penugasan ini: Oo Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan Bisnis, bukan merupakan kewajiban Penilai Bisnis untuk melakukan perubahan atau penyesuaian atas hasil yang dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis Terinci yang telah diterbitkan dan disampaikan kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat komentar OJK terkait evaluasi Laporan Studi Kelayakan Bisnis terkait maksud dan tujuan Studi Kelayakan Bisnis, maka KJPP MPR dapat menerbitkan revisi atas Laporan Studi Kelayakan Bisnis untuk memenuhi tanggapan dan jawaban kepada OJK dan tidak diperlukan perubahan terhadap Lingkup Penugasan ini, kecuali ditemukan adanya perubahan signifikan, maka akan dibuat dalam suatu Berita Acara yang ditandatangani Pemberi Tugas dan Penilai Bisnis.
Page 7 OCR 0.930
143. Persyaratan & Persetujuan untuk Publikasi 114, 145. 116. 9 Laporan Studi Kelayakan Bisnis hanya ditujukan kepada Pemberi Tugas dan Pihak-pihak yang tercantum sebagai Pengguna Laporan: O Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang dihasilkan tidak untuk dipublikasikan dan digandakan kepada pihak selain yang disebutkan sebagai Pengguna Laporan: 0 Dalam hal penggunaan Laporan Studi Kelayakan Bisnis ditujukan untuk pihak-pihak selain disebutkan dalam Pengguna Laporan, maka wajib memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penilai Bisnis dan Pemberi Tugas, 0 Pihak-pihak selain disebutkan sebagai Pengguna Laporan adalah pihak ketiga di luar Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan, termasuk untuk kepentingan referensi laporan keuangan perusahaan dan/atau laporan direksi/pimpinan perusahaan dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari Pemberi Tugas, Pengguna Laporan dan perusahaan dari Objek Studi Kelayakan Bisnis, kecuali pernyataan yang akan dituangkan dalam Keterbukaan Informasi sebagaimana maksud dan tujuan dari disusun dan diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan Bisnis. Dasar Peraturan POJK No.17/POJK.04/2020, POJK No.35!POJK.04/2020, SECJK No.17/SEOJK.04/2020, KEPI & SPI Edisi VII-2018 SPI 350. Laporan Studi Kelayakan Bisnis Laporan Studi Kelayakan Bisnis akan disampaikan kepada Pemberi Tugas sebanyak 3 buku, yaitu 1 buku asli dan 2 buku fotocopy. Batasan atau pengecualian atas tanggung jawab kepada pihak selain Pemberi Tugas (Pihak Ketiga) Oo Penilai tidak memiliki tanggungjawab kepada pihak ketiga maupun pihak lain yang tidak memiliki keterkaitan secara hukum dengan Pemberi Tugas Oo Dalam hal ditemukan adanya penyimpangan terkait hasil Studi Kelayakan Bisnis yang telah disampaikan, sehingga menjadi bentuk pelanggaran sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku, maka KJPP MPR dapat mempertanggungjawabkan hasil Penilai Bisnis tersebut berdasarkan permintaan dan keputusan yang diterbitkan oleh Kantor Pengadilan setempat. 17, Surat Representasi 0 Sesuai proses investigasi, dimana Penilal memperoleh informasi terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis berasal dari Pemberi Tugas atau manajemen Perseroan, maka Pemberi Tugas atau manajemen Perseroan meyakini bahwa seluruh informasi yang diberikan kepada Penilai adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan, vi
Page 8 OCR 0.928
& Pernyataan tersebut dan pernyataan lainnya yang mungkin muncul selama proses investigasi terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis akan dituangkan tersendiri dalam bentuk Surat Representasi secara lerpisah sebagai bagian syarat diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan Bisnis dan akan ditandatangani oleh Pemberi Tugas atau manajemen Perseroan, & Surat Representasi juga dapat berasal dari manajemen Objek Studi Kelayakan Bisnis, terutama jika ditemukan adanya pernyataan lain diluar pernyataan standar dalam Surat Representasi. 1.18. Kesimpulan Studi Kelayakan Bisnis Dengan demikian berdasarkan analisis aspek kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen, dan kelayakan keuangan dapat disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha sebagai jasa penyediaan infrastruktur telekomunikasi untuk penyewaaan jaringan fiber optic yaitu berupa aktivitas telekomunikasi dengan kabel (KBLI: 61100), sesuai dengan usaha yang dilakukan oleh Grup Perseroan sehingga berpotensi mendapatkan pengembalian lebih tinggi dari biaya pinjaman atau WACC dari Perseroan. Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan akses dari pangsa pasar yang kuat, pengalaman Grup dalam industri dan potensi tingkat pengembalian Penilai beropini bahwa penambahan kegiatan usaha penyewaan jaringan fiber optic adalah layak. KJPP Martokoesoemo, Pakpahan & Rekan mam & Rekan Pimpinan Rekan NIPP : B-1.11.00036 No. Register : RMK-2017,00030 STTD : STTD,PB-20/PJ-1/PM.02/2023 MAPPI : 06-5-01995 Klasifikasi Ijin — : Penilai Bisnis vii
Page 9 OCR 0.791
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana Daftar Isi Daftar Isi................ Daftar Gambar dan Grafik. Definisi dan Singkatai Bab 1 - Pendahuluai 14 aa 13 14 15 16 17 18 19 110 111 112 113 114 115 116 117 1.18 119 1.20 121 Bab 2 — Data dan Informasi Status Penilai Pemberi Tugas Pengguna Laporan Objek Studi Kelayakan Bisnis... Jenis Mata Uang yang Digunakan. Maksud dan Tujuan .. Metodologi Analisis Rencana Transaksi Tanggal Penilaian Bea Tingkat Kedalaman Ihvsoan n Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalks Asumsi dan Asumsi Khusus... an cak Kejadian-kejadian penting setalah Tango Studi Kelayakan Bisnis (bubssguenl 'ayanta) dan Tanggal Laporan... Persyaratan & Persetujuan untuk Publikasi Dasar Peraturan Laporan Studi Kelayakan Bisnis ... " en Batasan atau pengecualian atas tangyjung jae kariada pihak selain “Pemberi Tugas (Pihak Ketiga) Surat Representasi Kesimpulan Studi Kelayakan Bisnis Data, Informasi, dan Ws aa Pernyataan Penilai... angen Kondisi dan Syarat Pembatas 21. Uraian Tenaga Ahli 22. Uraian Hasil Penilaian Prope 23. Peraturan dan Perundang-undangan . 24. Informasi Keuangan dan Informasi Lainnya 25. Gambaran Perekonomian Indonesia......... 26. Gambaran Umum Industri Internet di Indonesia 2.1. Gambaran Umum Perseroan. 271. Profil Perseroan 2.72. Struktur Modal dan Susunan Pemegang Saham. 2.1.3. Susunan Manajemen dan Struktur Organisasi .... 274. Legalitas dan Perizinan . 215. Kinerja Keuangan...... PN GAN NS Pe PS TAN MIA AAA DA NG DA PPN NBA RI MA Laporan SKB PKP
Page 10 OCR 0.834
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana Laporan SKB PKP 2.7.7. Teknologi yang digunakan .36 Bab 3- Analisis Kelayakan .37 34 Aspek Pasar.. 37 311 Pangsa dan Kesinambungan (Sustainability) dari Pasar Penyewaan Jaringan Fiber Optic.. 31.2 Potensi Pasar, Sasaran dan Potensi Nilai Pasar..........i.cooo.wo.vocoooooWoo.Woo.mo. 3.1.3 Pesaing Usaha... 314 Strategi Pemasaran. 32 Aspek Teknis...... 321 Kapasitas, Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya... 322 Bahan Baku Mentah ..... 32.3 Pekerja dan Ahli Profesional. 3.2.4 Proses Produksi... 3.3 Aspek Pola Bisnis.. 331 Keunggulan Kompetitif... 33.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk 3.3.3 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai ........ 34 Aspek Model Manajemen 34A Ketersediaan Tenaga Kerja 34.2 Kekayaan Intelektual (Intellectual Property) 34.3 Manajemen Risiko 34.31 Risiko Internal. 3.4,3.2 Risiko Eksternal 344 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen 34.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen. 3.5 Aspek Keuangan: 3.51 Analisis Proyeksi Keuangan dan Asumsi. 35.2 Analisis Titik Impas (Break Even Point Analysis 3.5.3 Analisis Profitabilitas (Overall Profitability) 35.4 Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return On Invesment) 35.5 Analisis Kelayakan Keuangan Proyek ........voowooiro.wooooo... Bab 4 - Kesimpulan Pernyataan Penilai Lampiran .........
Page 11 OCR 0.909
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana Laporan SKB PKP Daftar Gambar dan Grafik Gambar 2.1 - Perkembangan Ekanomi Global (96) 15 Gambar 2.2 - Perkembangan Inflasi Tahunan........ 16 Gambar 2.3 - Apresiasi/Depresiasi Nilai Peers (Desember 2023 vs Desember 2022). .16 Gambar 2.4 - Suku Bunga Kebijakan BI dan IndONIA Gambar 2.5 - Indikator Ekonomi Makro Grafik 2.1 — Pengguna Internet Terbesar 2023 (Juta Pengguna) Gambar 2.6 — Penduduk Pengguna TIK di Indonesia..... Grafik 2.2 - Indeks Literasi Digital Nasional (Skor Indeks) Grafik 2.3 — Jumlah Perusahaan dan Pelanggan Intemet Service Provider. Grafik 2.4 — Distribusi Perusahaan Telekomunikasi di Indonesia 2022.... Grafik 2.5 - Jumlah Subscriber Berdasarkan Operator (Juta Pelanggan) Grafik 2.6 — Jumlah BTS Perusahaan Pembanding Sejenis................. Grafik 2.7 — Rasio Kolokasi BTS Perusahaan Pembanding Sejenis Grafik 2.8 — Jumlah BTS Perusahaan Operator Seluler........... Grafik 2.9 - Pendapatan Perusahaan Telekomunikasi (Rp Juta) Grafik 2.10 — Pendapatan Perusahaan Penyedia Menara (Rp Miliai Grafik 2.11 — Panjang Kabel Optik Perusahaan Penyedia Menara (Km) Grafik 2.12 — Panjang Kabel Optik Perusahaan Operator Seluler & Perusahaan Telekomunikasi Lainnya Gambar 2.7 - Analisis Jaringan Telkom Indonesia... Gambar 2.8 — Jaringan Mora Telematika Indonesia Gambar 2,9 - Proyeksi Pertumbuhan Pendapatan Wholesale Fiber Opti Gambar 3.1 - Pendapatan Seluler dan Nirkabel di Indonesia . Gambar 3.2 - Jaringan Infrastruktur Telekomunikasi...........
Page 12 OCR 0.939
. Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana
Definisi dan Singkatan
APBN
Bisnis
Engagement Lsiter (“EL”)
Entitas Anak
Fiber Optic
Kantor Jasa Penilai Publik
("KJPP”)
Kegiatan Usaha Utama
KJPP MPR
Km
POJK No.17/POJK.04/2020
Rencana Transaksi
Studi Kelayakan Bisnis
Tanggal Penilaian
Laporan SKB PKP
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Dalam laporan ini dimaksudkan sama dengan “Usaha”.
Disingkat EL atau Surat Perikatan atau Surat Penugasan atau proposal penawaran
jasa penilaian yang berisi lingkup penugasan sesuai maksud dan tujuan penugasan
yang telah ditandatangani oleh Pemberi Tugas dan Penilai sebagai dasar
penugasan bagi KJPP MPR No. EL-B/KJPP-MPR/2023/XI1/14/001 tanggal 14
Desember 2023.
Perusahaan Anak, yaitu perusahaan yang dimiliki oleh Perseroan sebagai Entitas
Induk baik secara langsung maupun tidak langsung.
Atau disebut Serat Optik, yaitu jenis kabel yang terbuat dari serat plastik dan kaca
halus, yang berfungsi untuk menghubungkan antar perangkat maupun pengguna
dalam lingkup wilayah tertentu,
Badan usaha yang telah mendapat izin usaha dari Menteri Keuangan sebagai
wadah bagi Penilai Publik dalam menjalankan usaha di bidang penilaian dan jasa
— jasa lainnya.
Kegiatan usaha sesual dengan yang tercantum dalam anggaran dasar Perusahaan
dan telah dijalankan.
Kantor Jasa Penilai Publik Martokoesoemo, Pakpahan & Rekan yaitu perusahaan
jasa penilai yang terdaftar dengan nomor izin usaha 2.09.0070 melalui Salinan
Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 440/KM.1/2019 yang
memiliki pengalaman (track record) penilaian dengan klasifikasi A (Aset) dan B
(Bisnis).
Kilometer.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha.
Rencana penambahan kegiatan usaha PT Permata Karya Perdana (“PKP" atau
“Perseroan”) yang merupakan entitas anak terkendali dari PT Visi Telekomunikasi
Infrastruktur Tbk (“VTI" atau “Pemberi Tugas”)
Adalah suatu penugasan Penilaian Profesional yang diberikan oleh Penilai Bisnis
berupa pendapat untuk menyatakan kelayakan suatu usaha atau proyek.
Dalam laporan ini sama pengertiannya dengan Tanggal Studi Kelayakan, yaitu
tanggal dinyatakannya pendapat untuk menyatakan kelayakan suatu usaha atau
proyek.
si
Page 13 OCR 0.939
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana Bab 1 — Pendahuluan Sesuai penugasan yang telah dituangkan dalam Engagement Letter (EL) No. EL-B/KJPP-MPR/2023/X11/14/001 tanggal 14 Desember 2023 sehubungan rencana penambahan kegiatan usaha PT Permata Karya Perdana (“PKP” atau Perseroan”) yang merupakan entitas anak terkendali dari PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (“VTI" atau “Pemberi Tugas”), Selanjutnya rencana Perseroan melakukan penambahan kegiatan usaha sebagaimana definisi di atas disebut sebagai “Rencana Transaksi". Kami Kantor Jasa Penilai Publik Martokoesoemo, Pakpahan & Rekan (selanjutnya disebut "KJPP MPR") yang merupakan Kantor jasa penilai publik dan terdaftar dengan nomor izin usaha 2.09.0070 melalui Salinan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 440/KM.1/2019 Tanggal 12 Agustus 2019, dan memiliki pengalaman (track record) penilaian dengan klasifikasi A (Aset) dan B (Bisnis), bermaksud menyampaikan Laporan Terperinci Studi Kelayakan Bisnis, dengan Lingkup Penugasan sebagai berikut: Latar Belakang Rencana Transaksi Berdasarkan pasal 3 dari anggaran dasar, kegiatan usaha VTI adalah menjalankan usaha dalam bidang jasa penyediaan infrastruktur telekomunikasi, termasuk melakukan investasi atau penyertaan pada perusahaan lain yang bergerak di bidang kegiatan penunjang telekomunikasi dan berusaha dalam bidang jasa, khususnya jasa penunjang telekomunikasi. VTI merupakan entitas induk pengendali Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,99”c dimana Perseroan juga bergerak dalam kegiatan usaha utamanya yaitu penyediaan infrastruktur telekomunikasi untuk penyewaan menara telekomunikasi (tower atau BTS), Dalam kegiatan usaha utama Perseroan, manajemen seringkali mendapatkan kebutuhan pelanggan yang tidak hanya sewa menara, namun terdapat beberapa kebutuhan pendukung atau aksesori lain seperti jaringan fiber optic antar site tower (intersite) di daerah tertentu yang dibutuhkan oleh operator seluler agar memiliki koneksi yang stabil dan kapasitas bandwidth yang lebih besar. Oleh karena itu dalam rencana bisnis jangka panjang, Perseroan bermaksud menambah kegiatan usaha penyewaan infrastruktur telekomunikasi jaringan fiber optic yang masuk dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia: 61100 (“KBLI: 61100”) dengan melakukan investasi berupa pemasangan jaringan fiber optic menggunakan kabel fiber optic sehingga dapat menyambungkan antar tower Perseroan yang disewakan kepada pelanggan operator seluler eksisting (“Fiber To The Tower" atau "FTTT”). Dengan rencana penambahan kegiatan usaha pada Perseroan, maka sesuai Pasal 32, POJK no 17/POJK.04/2020, di mana sesuai konfirmasi manajamen porsi pendapatan yang dihasilkan Perseroan sebagai entitas anak terkendali VTI secara konsolidasi laporan keuangan melebihi 20”4 porsi pendapatan yang dihasilkan VTI, maka atas rencana tersebut VTI diharuskan memberikan Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang disusun dan diterbitkan oleh KJPP yang memiliki izin Penilai Bisnis. Laporan SKB PKP 7
Page 14 OCR 0.919
11 Status Penilai Budi P. Martokoesoemo Penilai Publik dengan klasifikasi bidang jasa Penilaian Bisnis (selanjutnya disebut "Penilai"), merupakan Pimpinan Rekan di KJPP MPR, terdaftar di Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (selanjutnya disebut sebagai "PPPK") Departemen Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut sebagai "OJK. Dalam Penugasan ini Penilai berada dalam posisi independen untuk melakukan penilaian profesional berupa kelayakan usaha atau proyek secara objektif tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas. Penilai juga tidak mempunyai kepentingan finansial atau kepentingan pribadi lainnya terhadap objek studi kelayakan bisnis berkaitan dengan penugasan ini. Dalam analisisnya, Penilai memiliki kompetensi dan KJPP MPR tidak memerlukan tambahan Tenaga Ahli, Seluruh tim yaitu Penilai berizin, Tenaga Penilai dan staf pelaksana dalam penugasan ini, adalah satu kesatuan tim penugasan di bawah koordinasi Penilai berizin. 1.2 Pemberi Tugas Pemberi Tugas 1 PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk Bidang usaha ! Jasa penyedia infrastruktur telekomunikasi Alamat : Menara Imperium, 18th floor Suite C Jl. H.R. Rasuna Said No. 1 Jakarta 12980, Indonesia Telepon » (62) 21 83707370 Faksimili 1 (62)21 7975208 Alamat email corporatesecretary@ptvti.co.id 13 Pengguna Laporan Pengguna Laporan 1 PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk Dengan alamat seperti tercantum pada Pemberi Tugas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Gedung Soemitro Djojohadikusumo Jalan Lapangan Banteng Timur No.2-4 Jakarta 10710 Terkait penugasan ini, Pemberi Tugas meyakini bahwa tidak terdapat penugasan yang dikerjakan secara bersamaan dengan KJPP lainnya untuk maksud dan tujuan penggunaan laporan dan Tanggal Penilaian yang sama atau berdekatan (tidak lebih dari dua bulan). Laporan SKB. PKP 1
Page 15 OCR 0.941
14 15 1.6 1.7 18 19 Laporan SKB PKP Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana Objek Studi Kelayakan Bisnis Penambahan kegiatan usaha Perseroan yang merupakan entitas anak terkendali VTI berupa penyewaan jaringan fiber optic yang masuk dalam klasifikasi KBLI:61100, Jenis Mata Uang yang Digunakan Dinyatakan dalam Rupiah. Maksud dan Tujuan Melakukan studi kelayakan bisnis terkait penambahan kegiatan usaha Perseroan yang merupakan entitas anak terkendali VTI berupa penyewaan jaringan fiber opfic yang masuk dalam klasifikasi KBLI:61100 untuk memenuhi ketentuan POJK No.17/POJK.04/2020. Metodologi Analisis Rencana Transaksi Analisis Studi Kelayakan Bisnis Rencana Transaksi meliputi beberapa aspek sebagai metodologi penyusunan laporan studi Kelayakan Bisnis meliputi antara lain: a. Analisis terhadap kelayakan pasar yang meliputi kondisi pasar, pesaing usaha dan strategi pemasaran: b. Analisis terhadap kelayakan teknis kualitatif dan kuantitatif yang meliputi kapasitas, ketersediaan dan kualitas sumber daya, dan proses produksi, Cc. Analisis terhadap kelayakan pola bisnis yang meliputi keunggulan kompetitif karena keunikan dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk, kemampuan untuk menciptakan nilai atas kewajaran nilai transaksi, d. Analisis terhadap model manajamen yang meliputi ketersediaan tenaga kerja, manajamen kekayaan intelektual, manajemen risiko, kapasitas dan kemampuan manajemen dan kesesuaian struktur organisasi dan manajemen: &. Analisis terhadap kelayakan keuangan yang meliputi biaya pendidikan, modal kerja, sumber pembiayaan, biaya operasional, biaya bahan baku mentah, proyeksi laporan keuangan, analisis titik impas, analisis profitabilitas dan tingkat imbal balik investasi, Tanggal Penilaian 30 September 2023. Tingkat Kedalaman Investigasi Dalam hal proses investigasi yang akan dilakukan sebagaimana alur pengerjaan di atas dan informasi terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis, terdapat beberapa batasan yang digunakan Oo KJPP MPR tidak melakukan uji tuntas (penuh) atas Studi Kelayakan Bisnis, namun hanya uji kaji terbatas sesuai metodologi penyusunan Studi Kelayakan Bisnis: 9 Tidak melakukan analisis dampak pajak:
Page 16 OCR 0.950
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana Tidak melakukan Penilaian Properti dan Aset Non Operasional VTI maupun entitas terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis: Tidak melakukan penilaian saham VTI maupun entitas terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis: Uji tuntas terbatas terhadap legalitas Perseroan: Pengumpulan informasi dan data Objek Studi Kelayakan Bisnis diperoleh dari Pemberi Tugas dan/atau Objek Studi Kelayakan Bisnis berdasarkan ketersediaan data dan kelengkapan informasi untuk penyusunan Studi Kelayakan Bisnis, Seluruh data dan informasi yang digunakan dalam analisis kelayakan merupakan data sekunder dan bukan data primer, baik yang diperoleh dari Pemberi Tugas maupun sumber data lain yang diyakini keabsahannya serta merupakan data yang valid, Review proyeksi keuangan Objek studi Kelayakan Bisnis didasarkan pada diskusi manajemen Pemberi Tugas dan informasi eksternal yang dipublikasi dan diyakini sebagai data yang valid 110 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan Selain informasi dari manajemen Pemberi Tugas, termasuk seluruh informasi yang diperoleh dari Objek Studi Kelayakan Bisnis, Penilai juga akan menggunakan sumber informasi eksternal yang tidak diperoleh dari internal manajemen atau bukan sebagai informasi manajemen. Sumber informasi yang digunakan antara lain: (i) Bank Indonesia: (ii) Data Ekonomi Pasar, (iii) data pasar dari sumber informasi yang dipublikasi (iv) data riset industri (jika ada). 111 Asumsi dan Asumsi Khusus Asumsi 0 kel Seluruh data dan informasi yang diperoleh dari manajamen Pemberi Tugas adalah benar: Penambahan kegiatan usaha Entitas Anak terkendali yaitu PKP merupakan kegiatan usaha yang sejalan dengan kegiatan usaha utama: Kondisi makro ekonomi maupun industri didasarkan pada kondisi terkini sesuai data APBN tahun berjalan atau tahun yang akan datang disesuaikan dengan Tanggal Studi Kelayakan Bisnis yang telah mengakomodir kondisi terkini terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis: Bahwa Entitas dalam Objek Studi Kelayakan Bisnis diyakini tidak sedang tersangkut masalah hukum atau tuntutan hukum dari pihak ketiga, Hasil uji kaji terbatas dengan maksud dan tujuan penugasan, sudah dapat memenuhi kebutuhan analisis secara kuantitatif, Tidak ada dispute pajak dan seluruh kewajiban pajak dapat dipenuhi oleh Pemberi Tugas, baik sebagai bagian dari entitas bisnis maupun sebagai entitas bisnis secara keseluruhan: Asumsi proyeksi keuangan jangka panjang diyakini dapat dipenuhi dan merupakan asumsi yang telah mempertimbangkan risiko dan manfaat bagi VTI dan PKP. Asumsi Khusus o Laporan SKB. PKP Pada Tanggal Studi Kelayakan Bisnis tidak terdapat kejadian historis yang masih menjadi kejadian di periode setelah Tanggal Studi Kelayakan Bisnis, dimana kejadian tersebut dapat dikategorikan sebagai asumsi khusus yang menjadi bagian dari asumsi proyeksi dari Objek Studi Kelayakan Bisnis.
Page 17 OCR 0.936
Studi Kelayakan Bisnis —- PT Permata Karya Perdana 112 113 114 115 Laporan SKB PKP Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Studi Kelayakan Bisnis (subseguent events) dan Tanggal Laporan @ Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Studi Kelayakan Bisnis adalah kejadian-kejadian terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis yang diketahui maupun yang patut diketahui sampai dengan Tanggal Laporan. Dalam hal ditemukan kondisi subseguent events dari hasil investigasi dan pelaksanaan penugasan, maka akan dijabarkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis Terinci, sehingga tidak diperlukan perubahan atas Lingkup Penugasan ini, Oo Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan Bisnis, bukan merupakan kewajiban Penilai Bisnis untuk melakukan perubahan atau penyesuaian atas hasil yang dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis Terinci yang telah diterbitkan dan disampaikan kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat komentar OJK terkait evaluasi Laporan Studi Kelayakan Bisnis terkait maksud dan tujuan Studi Kelayakan Bisnis, maka KJPP MPR dapat menerbitkan revisi atas Laporan Studi Kelayakan Bisnis untuk memenuhi tanggapan dan jawaban kepada OJK dan tidak diperlukan perubahan terhadap Lingkup Penugasan ini, kecuali ditemukan adanya perubahan signifikan, maka akan dibuat dalam suatu Berita Acara yang ditandatangani Pemberi Tugas dan Penilai Bisnis. Persyaratan & Persetujuan untuk Publikasi @ Laporan Studi Kelayakan Bisnis hanya ditujukan kepada Pemberi Tugas dan pihak-pihak yang tercantum sebagai Pengguna Laporan, @ Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang dihasilkan tidak untuk dipublikasikan dan digandakan kepada pihak selain yang disebutkan sebagai Pengguna Laporan, O Dalam hal penggunaan Laporan Studi Kelayakan Bisnis ditujukan untuk pihak-pihak selain disebutkan dalam Pengguna Laporan, maka wajib memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penilai Bisnis dan Pemberi Tugas, @ Pihak-pihak selain disebutkan sebagai Pengguna Laporan adalah pihak ketiga di luar Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan, termasuk untuk kepentingan referensi laporan keuangan perusahaan dan/atau laporan direksi/pimpinan perusahaan dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari Pemberi Tugas, Pengguna Laporan dan perusahaan dari Objek Studi Kelayakan Bisnis, kecuali pernyataan yang akan dituangkan dalam Keterbukaan Informasi sebagaimana maksud dan tujuan dari disusun dan diterbiikannya Laporan Studi Kelayakan Bisnis. Dasar Peraturan POJK No.17/POJK.04/2020, POJK No.35/POJK.04/2020, SEOJK No.17/SEOJK.04/2020, KEPI & SPI Edisi VII-2018 SPI 350, Laporan Studi Kelayakan Bisnis Laporan Studi Kelayakan Bisnis akan disampaikan kepada Pemberi Tugas sebanyak 3 buku, yaitu 1 buku asli dan 2 buku fotocopy.
Page 18 OCR 0.951
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana 116 147 118 119 1.20 1.21 Laporan SKB PKP Batasan atau pengecualian atas tanggung jawab kepada pihak selain Pemberi Tugas (Pihak Ketiga) o Penilai tidak memiliki tanggungjawab kepada pihak ketiga maupun pihak lain yang tidak memiliki keterkaitan secara hukum dengan Pemberi Tugas. Dalam hal ditemukan adanya penyimpangan terkait hasil Studi Kelayakan Bisnis yang telah disampaikan, sehingga menjadi bentuk pelanggaran sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku, maka KJPP MPR dapat mempertanggungjawabkan hasil Penilai Bisnis tersebut berdasarkan permintaan dan keputusan yang diterbitkan oleh Kantor Pengadilan setempat. Surat Representasi Sesuai proses investigasi, dimana Penilai memperoleh informasi terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis berasal dari Pemberi Tugas atau manajemen Perseroan, maka Pemberi Tugas atau manajemen Perseroan meyakini bahwa seluruh informasi yang diberikan kepada Penilai adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan, Pernyataan tersebut dan pernyataan lainnya yang mungkin muncul selama proses investigasi terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis akan dituangkan tersendiri dalam bentuk Surat Representasi secara terpisah sebagai bagian syarat diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan Bisnis dan akan ditandatangani oleh Pemberi Tugas atau manajemen Perseroan: Surat Representasi juga dapat berasal dari manajemen Objek Studi Kelayakan Bisnis, terutama jika ditemukan adanya pernyataan lain diluar pernyataan standar dalam Surat Representasi. Kesimpulan Studi Kelayakan Bisnis Secara rinci kesimpulan atas Studi Kelayakan Bisnis dijabarkan pada Bab 8 laporan ini. Data, Informasi, dan Prosedur yang digunakan Rincian data, informasi, dan prosedur yang digunakan termasuk analisis yang dilaksanakan dalam metodologi penyusunan laporan studi Kelayakan Bisnis dalam laporan ini dapat dilihat pada Bab 2 - 8. Pernyataan Penilai Dijabarkan secara khusus pada lembar Pernyataan Penilai. Kondisi dan Syarat Pembatas Kesimpulan dalam bentuk kelayakan atau ketidaklayakan yang dihasilkan didasarkan pada ketersediaan informasi dan data yang diperoleh dari Pemberi Tugas dan data/atau informasi eksternal terkini yang diyakini kebenarannya berdasarkan Tanggal Penilaian yang ditetapkan oleh Pemberi Tugas. Seluruh asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini diyakini telah memenuhi ketentuan sebagai berikut: a) Opini yang dicantumkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis hanya berlaku sesuai dengan maksud dan tujuan serta definisi Rencana Transaksi sebagai Objek Studi Kelayakan Bisnis. Opini yang |
Page 19 OCR 0.952
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana b) c) 9) 9) hn) digunakan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lain yang akan mengakibatkan terjadinya kesalahan. Penilai tidak bertanggung jawab atas penggunaan Studi Kelayakan Bisnis untuk tujuan lain tersebut. Kami telah melakukan penelaahaan atas dokumen dan informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas dan/atau dokumen dan informasi pendukung untuk kebutuhan penyusunan Kelayakan Bisnis atas Objek Studi Kelayakan Bisnis, namun demikian kami tidak berkewajiban melakukan pemeriksaan atas keabsahan dokumen atau informasi tersebut, sebagaimana yang kami yakini bahwa dokumen dan informasi tersebut adalah benar. Informasi yang diperoleh dari sumber dan pihak lain seperti yang disebutkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai tidak bertanggungjawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Informasi yang dinyatakan tanpa menyebutkan sumbernya merupakan hasil penalaahan kami terhadap data yang diperoleh atau digunakan, pemeriksaan atas dokumen ataupun keterangan dari instansi pemerintah yang berwenang, tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut sepenuhnya berada di pihak Pemberi Tugas. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disusun oleh Manajemen Perseroan dan telah melakukan kajian ataupun penyesuaian, sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan Perseroan sesuai kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Proses pelaksanaan penelaahan dan kajian telah mengikuti dasar peraturan yang digunakan terkait Lingkup Penugasan dan Implementasinya, meliputi proses Investigasi dan kertas kerja penilaian, sehingga Penilai meyakini pelaksanaan penyusunan Studi Kelayakan Bisnis telah sesuai dan dapat dipertanggungjawabkan. Kecuali diatur berbeda oleh peraturan dan perundangan yang ada, maka hasil studi kelayakan dan Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang diterbitkan bersifat rahasia dan hanya ditujukan terbatas untuk Pemberi Tugas yang dimaksud dan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan sesuai dengan yang dicantumkan pada Laporan Studi Kelayakan Bisnis. Penilai tidak bertanggung jawab kepada pihak lain selain Pemberi Tugas dimaksud. Pihak lain yang menggunakan laporan ini bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang kami terbitkan telah meyakini kesesuaiannya dengan dasar peraturan yang digunakan yaitu sesuai maksud dan tujuan, metodologi analisis, tanggal studi kelayakan bisnis yang digunakan, sehingga Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang disampaikan tersebut dapat kami pertanggungjawabkan, Semua dokumen bukti kepemilikan, legalitas dan perizinan serta dokumen hukum Perseroan yang ada didasarkan kepada informasi dan data yang diberikan Pemberi Tugas dan/atau Manajemen Perseroan. Oleh karena itu Penilai tidak melakukan verifikasi ulang kepada notaris, instansi atau lembaga terkait dokumen dan informasi tersebut. Hasil Studi Kelayakan Bisnis telah meyakini tidak adanya kasus hukum ataupun sengketa terkait Objek Studi Kelayakan Bisnis sebagaimana juga dinyatakan dalam Surat Pernyataan yang ditandatangani Manajemen Perseroan. Laporan SKB PKP f
Page 20 OCR 0.941
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana Bab 2 — Data dan Informasi 24, 2.2, 23, 2.4. Uraian Tenaga Ahli Penyusunan Studi Kelayakan Bisnis terkait Rencana Transaksi, Penilai tidak menambahkan Tenaga Ahli Luar, sebagaimana lingkup penugasan yang telah disepakati dengan Pemberi Tugas. Dalam hal ini Manajemen Perseroan menyediakan bantuan terkait kajian teknis pelaksanaan dan pemaparan atas rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh Perseroan. Uraian Hasil Penilaian Properti Dalam penyusunan Studi Kelayakan Bisnis terkait Rencana Transaksi sebagaimana definisi di atas, maka tidak diperlukan penilaian properti terkait Studi Kelayakan Bisnis penambahan kegiatan usaha Perseroan, Hal ini dikarenakan tidak ada keterlibatan properti yang memerlukan penilaian untuk mendukung kelayakan dari nilai investasi yang akan diimplementasikan Peraturan dan Perundang-undangan Sesuai kegiatan bisnis utama Perseroan, beberapa peraturan dan perundang-undangan yang menjadi rujukan antara lain: 1. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi, 2. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 03/PER/M.Kominfo/1/2007 tentang sewa jaringan. Informasi Keuangan dan Informasi Lainnya Dalam melakukan studi kelayakan bisnis terkait Rencana Transaksi di atas, KJPP MPR menggunakan dukungan data dan informasi yang diperoleh dari Perseroan, meliputi antara lain: 1. Data Keuangan Perseroan - Laporan Keuangan Audit PT Permata Karya Perdana periode 31 Desember 2018 dengan pendapat opini wajar dalam semua hal yang material oleh KAP Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan sesuai dengan laporan No: 00123/2.1051/AU.1/03/0929-1/1/111/2019 tanggal 30 Maret 2023, - Laporan Keuangan Audit PT Permata Karya Perdana periode 31 Desember 2019 dengan pendapat opini wajar dalam semua hal yang material oleh KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan sesuai dengan laporan No: 00281/2 1068/AU.1/06/0115-1/M/1II/2020 tanggal 24 Maret 2020: Laporan Keuangan Audit PT Permata Karya Perdana periode 31 Desember 2020 dengan pendapat opini wajar dalam semua hal yang material oleh KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan sesuai dengan laporan No: 00288/2.1068/AU.1/06/0007-2/1/1V/2021 tanggal 26 April 2021, Laporan SKB PKP 13 NX
Page 21 OCR 0.919
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana Laporan Keuangan Audit PT Permata Karya Perdana periode 31 Desember 2021 dengan pendapat opini wajar dalam semua hal yang material oleh KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan sesuai dengan laporan No: 00169/2.1068/AU.1/06/0007-2/1/111/2022 tanggal 17 Maret 2022: Laporan Keuangan Audit PT Permata Karya Perdana periode 31 Desember 2022 dengan pendapat opini wajar dalam semua hal yang material oleh KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan sesuai dengan laporan No: 00227/2.1068/AU,1/06/0117-1/1/111/2023 tanggal 30 Maret 2023, Laporan Keuangan inhouse PT Permata Karya Perdana periode 30 September 2023, disusun oleh Manajemen Perseroan. 2. Data dan Informasi Lainnya Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan penugasan studi kelayakan bisnis yang diwakili oleh: # Bapak Dimas Riswandono sebagai Controllership Dept. Head # Bapak Azhar Fajar Kharisma sebagai Salas & Marketing Division Head # Bapak Edi Sucipto sebagai Project Implementation Dept. Head www.bi.go.id, www.reufers/valueinvesting.io, Bloomberg untuk data perusahaan pembanding: www.BPS.go.id, World Economic Outlook 2023: Proyeksi keuangan terkait kegiatan usaha baru Oktober 2023 — 2033 yang disediakan oleh manajemen Perseroan, Surat Pernyataan Manajamen No. 003/VTI/15/01-2024 tanggal 15 Januari 2024 sehubungan dengan penugasan studi kelayakan bisnis terkait Rencana Transaksi. 2.5. Gambaran Perekonomian Indonesia Kondisi Pertumbi Perekonomian Dunia luhan ekonomi global pada tahun 2020 hingga 2023 mengalami penurunan akibat jangka panjang dari pandemi COVID-19, Invasi Rusia ke Ukraina, dan inflasi. Menurut IMF pertumbuhan ekonomi global ditahun Pertumbi 2022 sebesar 3,5Yo dan diperkirakan melambat 3,0Yc tahun 2023 dan 2.9” tahun 2024. uhan ekonomi negara maju ditahun 2022 sebesar 2,545 dan diperkirakan melambat 1,546 tahun 2023 dan 1,440 tahun 2024. Pertumbuhan ekonomi negara berkembang tahun 2022 sebesar 4,1Y5 dan diperkiral Laporan SKB PKP Ikan melambat sedikit di tahun 2023 sebesar 4,045. Ha 1
Page 22 OCR 0.598
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana Global (Y) Ditferunga tram July Dirtoranoe krom Apri Proreewonr 2023 WEO Opetate" To23 we 2022 Es 2025 2022 2023 En 38 20 2. aa ET 0 Sai 26 13 . 9 00 0.2 «0 2 2 1s Sa On as tri 33 oz 12 -—02 -03 —x 2 .. 5 aa 02 04 0. 0.2 28 10 1 02 oo 03 00 27 07 az —a 02 an -$ 3. 25 12 00 Tea 19 3 va z0 19 os 09 ag a 4 25 ag 1 -0a aa -. 3A 13 18 D4 02 -0.2 0. 26 1. 22 “0.2 1 0.0 a00 -. “0 «0 .. -. “0.2 25 a89 -0x -02 -01 203 30 20 “2 202 toa “02 aa 72 03 .3 0.2 00 0. 00 on 23 2 oo 20 12 2.3 2. 22 aa 07 “02 15 0.2 “8 23 23 ox 01 07 0.1 29 3 16 10 03 22 a0 38 3x 3 (33 ae 14 0.8 z6 z0 2. -—28 og 0 83 ar 08 20 55 “3 129 tai 40 33 «9 “2 01 D4 “2 33 20 31 Doa ox Tag 01 9 0.9 1 06 oa 08 «0 30 25 2 00 1 00 30 07 13 2s 22 o0 -oa 25 22 X3 La 20 -3 23 z0 20 aa as 58 @0 a09 20 a99 os 00 01 -03 s2 40 2. 08 1 —. 49.3 5. oo an - 02 “5 a0 'Auwancoa Econosuou .? 03 30 8 -—91 -7 03 Emoroing Markat ana Dawotocing Econocnias 32 " 28 32 295 5 -07 cma Kewanemd Econornos Pel 1. 3 -09 -1 12 oo #marging Markat and Levotoomg Econemios Eu 4 3 —a aa Hg an Comunoaity Prices (US domar) Pia 302 Gm -o7 “2 .8 70 Ps Wontuat tavurnya basad on wiki ComMadty mgoit pesen 8 3 7 5 PE -a5 -7 08 ti apa up al Beven (Canada, Franca, Germany. Italy, Japan, Unitod Kingdom, United Stntes) and cut arm coal en 14 torecant3 arm pemonted on a fiscal yua basis. and GDP Iron 2011 omward is busa an GDP at rnarket pirices wat Misal yo 2011/NZ A8 ndorusia. Matarsta. tw Prillobinen. Singapore. and Thailand Sumber: website IMF Perekonomian Indonesia Selanjutnya berdasarkan hasil kajian Bank Indonesia (BI) yang diterbitkan setiap bulannya, Data ini diperoleh dari website BI yaitu www.bi.go.id. Berikut ringkasan gambaran perekonomian Indonesia yang diperoleh dari publikasi BI untuk data per September 2023 Umum Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 September 2023 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,7596, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,007c, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50”4. Keputusan ini sebagai konsistensi kebijakan moneter untuk memastikan infiasi tetap rendah dan terkendali dalam kisaran sasaran 3,0z194 pada tahun 2023 dan 2,5t1”c pada 2024. Kebijakan moneter tetap difokuskan untuk mengendalikan stabilitas nilai tukar Rupiah sebagai langkah antisipasi dari dampak rambatan ketidakpastian pasar keuangan global. Sementara itu, kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial dengan fokus hilirisasi, perumahan, pariwisata, dan pembiayaan inklusif dan hijau, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Oktober 2023. Demikian pula, digitalisasi sistem pembayaran terus diakselerasi untuk Laporan SKB PKP 1 p
Page 23 OCR 0.852
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana memperluas inklusi ekonomi dan keuangan digital, termasuk digitalisasi transaksi keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. Ketidakpastian perekonomian global tetap tinggi. Pertumbuhan ekonomi global 2023 diprakirakan tetap sebesar 2,742 dengan kecenderungan ekonomi Tiongkok yang melambat dan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang semakin kuat. Perlambatan ekonomi Tiongkok disebabkan oleh pelemahan permintaan domestik karena keyakinan konsumen, utang bar22- P' bangan Inflasi Tahunz rumah tangga, dan permasalahan sektor SMUN SA TUNAI " properti, di tengah penurunan ekspor akibat perlambatan ekonomi global, Kuatnya ekonomi AS didukung oleh konsumsi rumah tangga seiring dengan kenaikan upah dan pemanfaatan ekses tabungan (excess savings). Disamping itu, inflasi di negara maju masih tetap tinggi karena berlanjutnya 4 tekanan inflasi jasa, keketatan pasar tenaga TATNONA 7014 71014 71014 710014710147 kerja, dan meningkatnya harga minyak. Perkembangan tersebut mendorong tetap tingginya suku bunga kebijakan moneter di negara maju, terutama Federal Funds Rate (FFR) AS, yang mengakibatkan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Akibatnya, tekanan aliran modal keluar dan pelemahan nilai tukar di negara berkembang semakin tinggi, sehingga memerlukan penguatan respons kebijakan untuk memitigasi dampak negatif rambatan global tersebut, termasuk di Indonesia 2017 | A18 | 2019 200 2021 | 2022 2083 Sumber: Bank Indonesia Inflasi Inflasi terkendali dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK Agustus 2023 tercatat 3,274 (yoy) sehingga tetap berada di dalam sasaran 3,0t194. Infiasi inti tercatat sebesar 2,187 m (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan Hi inflasi pada bulan sebelumnya sebesar an 2439 (yoy), sejalan dengan permintaan sa yang terkelola, ekspektasi inflasi yang | £ terjaga, serta imported inflation yang rendah. & “ Kelompok volatile food tetap terkendali | (Ex Da 23 sebesar 2424 (yoy) sejalan dengan | m0 m0 a01 ma s0 00 00m ma me kesuksesan GNPIP di berbagai daerah | Sumber : Bank Indonesia dalam mengendalikan harga pangan. Inflasi kelompok administered prices terus menurun menjadi 8,059 (yoy), lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 8,424 (yoy). Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan mempererat sinergi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan TPID dalam mengendalikan inflasi. Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia meyakini inflasi tetap terkendali dalam kisaran 3,0#14c pada sisa tahun 2023 dan 251146 pada 2024. Gambar 23 - Ap /Depresiasi Nilai Peers (Desember 2023 vs Desember 2022) Nilai Tukur Ruplah 2023 vs 2022 mpotnetopaint Laporan SKB PKP ef
Page 24 OCR 0.906
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana Laporan SKB PKP Nilai Tukar Rupiah Nilai tukar Rupiah tetap terjaga sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia. Peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global menyebabkan nilai tukar Rupiah pada September 2023 (sampai dengan 20 September 2023) secara point-to-point melemah sebesar 0,984 dibandingkan dengan level akhir Agustus 2023. Secara year-to-date, nilai tukar Rupiah menguat 1,226 dari level akhir Desember 2022, lebih baik dibandingkan dengan nilai tukar mata uang negara berkembang lainnya seperti Rupee India, Peso Filipina, dan Baht Thailand yang masing-masing mengalami depresiasi sebesar 0,426, 1,9256, dan 4,036. Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian Indonesia, inflasi yang rendah, dan imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi di pasar valas, meningkatkan efektivitas implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023, dan melanjutkan penerbitan SRBI. na ma | Gambar 24 — Suku Bunga Kebijakan BI dan IndONIA | " $ 8g Gambar 2.4 — Suku B Kebijakan BI dan IndONIA Bank Indonesia terus melakukan incvasi lag Sd eta iron RI : kebijakan moneter termasuk — untuk memastikan inflasi terkendali dan nilai tukar Rupiah tetap stabil. Dalam kaitan ini, kebijakan suku bunga diperkuat dengan penerbitan instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang pro- market dalam rangka memperkuat upaya pendalaman pasar uang, mendukung 2 upaya menarik porffolio inflows, serta untuk | sumber Bank Indonesia optimalisasi aset SBN yang dimiliki Bank Tn Indonesia sebagai underlying. Pasar menyambut baik penerbitan SRBI ini, seperti tecermin pada tingginya penawaran dibandingkan dengan target (oversubcribed) dalam dua kali lelang SRBI pada September 2023. Pada lelang perdana tanggal 15 September 2023, terdapat penawaran sebesar Rp29,9 triliun atau 4,2 kali dari target lelang Rp7 triliun. Selanjutnya pada lelang kedua pada tanggal 20 September 2023 dengan target Rp3 triliun terdapat penawaran yang masuk 3,12 kali Ilpat atau sebesar Rp15,6 triliun. Indikator Terkini Indikator ekonomi makro dimaksud merupakan indikator yang digunakan Pemerintah Republik Indonesia terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2023. APBN 2023 memperhatikan tingkat pertumbuhan industri, perkembangan perekonomian dan prospek serta risiko ke depan sehingga dapat menjadi indikator bagi investor dalam menentukan rencana investasinya. Tabel 2.1 Pertumbuhan PDB Pengeluaran dan Lapangan Usaha 2023 Lapangan Usaha | Pertumbuhan PDB Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan LI
Page 25 OCR 0.937
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana 2.6. Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas, dan Air Bersih Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang Konstruksi Perdagangan besar dan eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Transportasi dan Pergudangan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Informasi dan Komunikasi — Jasa Keuangan Real Estate Jasa Perusahaan Administrasi pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib | Jasa Pendidikan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Jasa Lainnya Sumber: Bappenas 2023 mbar 2.5 - Indikator Ekonorni Makro Stmbar: www.kamenkeu.go.id Gambaran Umum Industri Internet di Indonesia Melansir Statista, di tahun 2023, jumlah pengguna internet di dunia telah mencapai 5 miliar pengguna China menjadi negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia. Sebanyak 1.05 miliar penduduknya dapat mengakses intemet. Hal tersebut setara dengan 7596 dari total penduduknya, mengingat jumlah penduduknya yang mencapai 14 miliar. Dalam sehari, penduduk China rata-rata menghabiskan 6 jam 25 menit menggunakan internel. Indonesia berada di urutan keempat negara pengguna internet terbesar di dunia, dengan jumlah pengguna sebesar 212,9 juta. BPS mengungkapkan Laporan SKB PKP
Page 26 OCR 0.836
Manrororsorwo, Parranan & Renan Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana jumlah penduduk Indonesia di tahun 2022 adalah sebesar 275 juta jiwa, yang berarti 7794 penduduk Indonesia telah menggunakan internet. Grafik 2.1 —- Pengguna Internet Terbesar 2023 (Juta Pengguna) aa NAANI Oh FE Pee 20 Amerika Serkal ANN 311,3 Indonesia MEN 2120 Brazil MANA 151,9 Rusia TT 127.6 Nigeria MANA 122,5 le) 200 400 600 390 1000 1200 Sumber: Statista Dalam lima tahun terakhir, penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia menunjukkan perkembangan yang pesat. Perkembangan indikator TIK yang paling pesat terlihat pada penggunaan internet dalam rumah tangga yang mencapai angka 86,54 persen di tahun 2022. Pertumbuhan penggunaan internet dalam rumah tangga ini diikuti pula oleh pertumbuhan penduduk yang memiliki telepon seluler, pada tahun 2022 mencapai 67,88 persen. Kepemilikan komputer dalam rumah tangga tahun 2022 mengalami sedikit penurunan menjadi 18,04 persen. Penduduk yang menggunakan internet mengalami peningkatan selama kurun waktu 2018 — 2022, yang ditunjukkan dari meningkatnya persentase penduduk yang mengakses internet pada tahun 2018 sekitar 39,90 persen menjadi 66,48 persen pada tahun 2022. Sebaliknya kepemilikan telepon kabel tetap dalam rumah tangga mengalami penurunan dari tahun ke tahun, pada tahun 2018 persentase rumah tangga yang memilikilmenguasai telepon kabel sekitar 2,61 persen, turun menjadi 1,34 persen pada tahun 2022. Gambar 2.6 - Penduduk Pengguna TIK di Indonesia 90 8: 9658 0. penduduk yang memiliki 20 73.75 telepon selular 66.22 67.28 1g 1 aah —e— Rumah tangga yang z5. mengakses internet 5 s0 —e— Penduduk yang mengakses Ss Internet “0 Rumah tangga yang memiliki 30 komputer Se 20,05 18,78 18,83 13,24 18,04 —8— Rumah tangga yang memiliki 10 "3 telepon tetap kabel Z 209 1,36 1.39 Fi »— - At “ 2018 2019 2020 2021 2022 Sumber: BPS - Statistik Telekomunikasi Indonesia 2022 Kominfo meluncurkan laporan Status Literasi Digital Indonesia 2022. Dari laporan tersebut Indeks Literasi Digital Nasional pada 2022 naik sebesar 0,05 poin menjadi 3,54 dari capaian indeks di tahun 2021. Ada Laporan SKB PKP 19 f L
Page 27 OCR 0.863
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana tiga pilar yang meningkat, yaitu Pilar 1 (Digital Skill) naik sebesar 0,08 poin, Pilar 2 (Digital Ethics) naik sebesar 0,15 poin, dan Pilar 3 (Digital Safety) naik 0,02 poin. Namun Pilar 4 (Digital Culture) menurun sebesar 0,08 poin, Grafik 2.2 - Indeks Literasi Digital Nasional 390 384 344 352 353 368 39 354 Total Pilar 1: Digital Skill Pilar 2: Digital Ethics Pilar 3: Digital Safely Pilar 4: Digital Culture #2021 m2022 Sumbar " Kominfo — Status Literasi Digital df Indonesia 2022 Perkembangan perusahaan ISP dan pelanggan ISP selama periode tahun 2018 — 2022. Jumlah perusahaan ISP mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sampai dengan tahun 2022, jumlah pelanggan ISP mencapai 13,20 juta pelanggan. Pelanggan ISP ini mencakup pelanggan Perusahaan dan personal, Grafik 2.3 — Jumlah Perusahaan dan Pelanggan Internet Service Provider 103 PU 8 600 1 3 0 1 8 8 @ 8 £ 3 4 2 2 ' 100 3 £ 0 0 ang 219 2020 201 2022 mem Jumiah Perusahaan “@— Jumlah Pelanggan (dalam juta) Sumber : BPS — Statistik Telekomunikasi Indonesia 2022 Pada tahun 2022, tercatat sebanyak 1.615 perusahaan yang telah mendapatkan izin untuk menyelenggarakan layanan telekomunikasi di Indonesia. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun 2021 yang hanya berjumlah 1.307 perusahaan. Peningkatan tersebut tidak lepas dari kebijakan persaingan bebas dan keterbukaan yang diterapkan pemerintah dalam metode penanaman modal pada industri telekomunikasi di Indonesia, khususnya telekomunikasi Seluler. « Laporan SKB. PKP si
Page 28 OCR 0.833
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana Grafik 2.4 - Distribusi Perusahaan Telekomunikasi di Indonesia 2022 talam Jumlah Perusahaan 1122 903 602 325 213 248 119 133 146 | 25 23 2 —— — — 2020 2021 2022 mJarngan Tetap. /omJaringan Bergerak — jasa Talakomunikasi — « Telekomunikasi Khusus | Sumber: BPS — Statistik Telekomunikasi Indonesia 2022 Jumlah pelanggan operator seluler tahun 2022 Telkomsel tetap menjadi market leader berdasarkan jumlah subscriber, selanjutnya disusul oleh XL-Axiata, Indosat, dan Smartfren. Indosat dan smartfren mengalami kenaikan subscriber karena peningkatan subscriber di prabayar Grafik 2.5 mlah Subscriber Berdasarkan Operator (Juta Pelanggan) MA 159,5 1760 2018 2019 2020 2021 222 —@-—Talkomsel —@—XI-Axiata —@indosat —@m Smartfren Sumber: Laporan Tahunan Perusahaan TLKM, EXCL, ISAT, FREN (Diolah) Penggunaan intemet yang semakin banyak setiap tahunnya dari berbagai kalangan serta teknologi 5G yang mulai diimplementasi, perusahaan penyedia tower juga ikut berkembang dengan jumlah tower yang meningkat tiap tahunnya, Laporan SKB PKP si
Page 29 OCR 0.658
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana - Ya ca 3 2 ker) 2 ng g Ss sg $ 2 s -— ai e ti $$ Ti ka 39 « r- 8 al & 3) 88 8 8 Ki 0 Kop R sc 2 ts rasta “As 203 » MA ss “ 8 S3 & par C3 Ka NI LN - ti 220 - 2021 # Sarana Menara Nusantara Solusi Tunas Pratama @ inti Bangun Sejahtera m Mitratel Tower Bersama Infrasiructura M Centratama Telekomunikasi m Bali Towei . Sumber : Laporan Tahunan Perusahaan (Diolah) Pertumbuhan jumlah menara dan penyewa tiap perusahaan menjaga pertumbuhan kolokasi tower. Tower Bersama Infrastructure memiliki rasio kolokasi tertinggi di 2022. Grafik 2. 'asio Kolokasi BT: sahaan Pembanding 185 190 186 un 1,87 li SA6 1,66 Bl 1.65 11 52 4 10,78 10,77 I 55| NI 0,53 i 0,55 f 2021 2122 m Sarana Menara wa # Solusi Tunas Pratama m Inti Bangun Sajahtara m Tower Bersama Infrastructure # Centratama Telekomunikasi Sumbar ' Laporan Tahunan Perusahaan TOWR, SUPR, IBST, MTEL, TBIG, GENT, BALI (Diolah) Perusahaan operator seluler dan juga menyediakan tower untuk disewakan. Jumlah menara di perusahaan operator seluler juga bertambah setiap tahun. Laporan SKB. PKP af
Page 30 OCR 0.780
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana Grafik 2.8 — Jumlah BTS Perusahaan Operator Seluler tag 24 3 s ti - s & & a 3 3 8 & 2 z 8 3g 8 2 2 g s g & £ 8 s 3 s Ka 3 2020 2021 2022 Telkom Indonesia @Smartfren MXL-Axiata mate Sumber : Laporan Tahunan Perusahaan TLKM, EXCL, ISAT, FREN (Diolah) Tahun 2022 pendapatan Telkom Indonesia meningkat sebesar 2,996 dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp143.210 miliar, peningkatan terjadi disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan IndiHome, data, internet dan jasa teknologi informasi, interkoneksi, dan jaringan, Selanjutanya pendapatan total Moratelindo naik sebesar 11,19Ys, kenaikan di segmen wholesale, enterprise dan retail mencapai 51,524 karena permintaan volume kapasitas bandwidih sehingga jaringan telekomunikasi backbone dan acces meningkat. Total pendapatan Link Net tahun 2022 turun sebesar -2,11Y6, tetapi pendaptan porsi layanan internet broadband dan jaringan meningkat 1,8795. Solusi Sinergi mengalami kenaikan pendapatan total di tahun 2022 sebesar 17,9846, untuk bagian fiber opticicore meningkat dari Rp1.075 miliar tahun 2021 menjadi Rp37.573 miliar di tahun 2022, Dilihat dari data tersebut disimpulkan kondisi pasar fiber optic membaik di tahun 2022 Grafik 2.9 - Pendapatan Perusahaan so s& 0 s5 8 8 £ 8 5 3 : S s 1 $ 8 3 5 3 3 Na" ai FT 8 8 $ |—. — Telkom Indonesia Link Net Moratelindo Triasmitra Solusi Sinergi "2021 m2022 Sumber : Laporan Tahunan Perusahaen TLKM, LINK, MORA, KETR, WIFI (Diolah) Laporan SKB. PKP af
Page 31 OCR 0.890
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana Tahun 2022 pendapatan total Sarana Menara Nusantara mencapai Rp11.035,7 miliar dengan kenaikan sebesar 27,86, dan pendapatan di luar Menara seperti Wiraline, VSAT, & IPLC mencapai Rp823.332 juta dengan kenaikan 3744 dari tahun 2021 yang sebesar Rp601.080. Tahun 2022 Solusi Tunas Pratama mengalami penurunan sebesar 996 dari Rp2.076 miliar tahun 2021 menjadi Rp1.883,3 miliar tahun 2022, penurunan karena Solusi Tunas Pratama berhenti mengkonsolidasi laba rugi dan komprehensif lainnya dari PT Platinum Teknologi dan entitas anaknya sehingga Solusi Tunas Pratama tidak memegang kabel fiber optic. Tahun 2022 pendapatan total Inti Bangun Sejahtera naik sebesar 11,696 dari tahun 2021 Rp975 miliar mencapai Rp1.088 miliar di tahun 2022, kenaikan ini dibantu oleh peningkatan pendapatan bagian Jaringan & bandwidth, dan peralatan & mesin dengan kenaikan masing-masing sebesar 133,895 dan 52,515. Centratama mengalami kenaikan pada tahun 2022 sebesar 32,84 karena peningkatan pendapatan sewa dan pemeliharaan menara, untuk pendapatan fiber optic naik sebesar 8,24 dari tahun 2021 Rp10.547 juta menjadi Rp10.547 juta, Bali Towerindo Sentra mengalami kenaikan di tahun 2022 sebesar 3,53”6, untuk segmen komunikasi data, intemet, dan televisi kabel naik sebesar 5,5296 dari tahun 2021 Rp398 miliar menjadi Rp420 miliar di tahun 2022. Jika dilihat segmen yang mempunyai fiber optic, bisa dikatakan bahwa perkembangan fiber optic cukup baik sama dengan perusahaan telekomunikasi lainnya yang menjalankan usaha fiber optic. Grafik 2.10 - Pendapatan Perusahaan Penyedia Menara (Rp Miliar) Fe 8 8 & Ss 2 — - $ 5 Ss Ts 8 g La AA » 8 — ss | Tn : - aa Sarana Menara — Solusi Tunas Pratama Inti Bangun Sejahtera Cantratama Sejahtera Bali Tower Sentra Nusantara m2021 m2022 Sumber: Laporan Tahunan Perusahaan TOWR, SUPR, IBST, CENT, BALI (Diolah) Untuk meningkatkan kualitas jaringan perusahaan penyedia menara melakukan fiberisasi antara menara telekomunikasi dengan menggunakan fiber optic. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan agar bisa berinternet dengan bebas hambatan, bebas buffering dan lag. Perusahaan penyedia menara telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia mempunyai data tentang kabel fiber optic yang digunakan perusahaan, dari situ bisa menggambarkan bagaimana kondisi fiber optic di Indonesia dan pengaruhnya terhadap tower, Dari tahun 2020 - 2022 panjang fiber optic meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah tower. Pada tanggal 14 Januari 2022 Solusi Tunas Pratama berhenti mengkonsolidasi laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya dari PT Platinum Teknologi dan entitas anaknya karena Perseroan telah kehilangan pengendalian sehingga sekarang tidak memiliki fiber optic. Laporan SKB PKP 4
Page 32 OCR 0.792
Manrororsoraa, Paxranan & Rr Laporan SKB PKP il Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana Grafik 2.11 — Panjang Kabel Optik Perusahaan Penyedia Menara (Km) 2 8 & Re Ss s s “ z « $ P3 rs s 82. 8 . & NK ki IX SS. 3 ta 2020 2021 2022 @ Sarana Menara Nusantara W Solusi Tunas Pratama m Inti Bangun Sejahtera @ Ceriratama Telekomunikasi Bali Tower Sumber : Laporan Tahunan Perusahaan TOWR, SUPR, IBST, CENT, BALI (Diolah) Jumlah kabel fiber optic juga bertambah tiap tahun sejalan dengan berkembangnya pengguna internet. Tahun 2022 Telkom tetap menjadi operator bisnis fixed broadband terbesar di Indonesia melalui brand IndiHome dengan 9,2 juta pelanggan. Link Net merupakan anak perusahaan PT XL Axiata Tbk sejak 22 Juni 2022, Per 31 Desember 2022, Perseroan telah memiliki jaringan lebih dari 3,12 juta homespassed. Pada tahun 2022 panjang kabel fibar optic Moratelindo mencapai 53.135 Km dari Indonesia, Singapura, dan Malaka termasuk jaringan terpencil, Triasmitra yang bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi Juga melakukan pemasangan kabel bawah laut dan darat. Grafik 2. Panjang Kabel Optik Perusahaan Operator Seluler & Perusahaan Telekomunikasi Lainnya ) 2 3 8 tee Lg 5 & z s Ts f-21 “ & » tag 1 R: ME F8 & xx 3 Kp Kai FR TN — -——... 2020 2021 2022 Telkom Indonasia @ Link Net m Moratelindo m Triasmira @ Solusi Sinergi Sumber: Laporan Tahunan Perusahaan TLKM, LINK, MORA ,KETR, WIF! (Diolah) Dari 173.266 Km jaringan fiber optic yang dimiliki Telkom Indonesia, Telkom Indonesia mempunyai 122 PoP (Point of Presence) yang terbagi dari 64 PoP di jaringan domestik. Serta Telkom Indonesia juga
Page 33 OCR 0.901
Laporan SKB PKP Akraatan dk Riracan Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana memiliki 2 satelit yaitu Satelit Merah Putih dan Satelit Telkom 3S. Acces Point Wi-Fi yang dimiliki Telkom Indonesia sebanyak 391.317. Gambar 2.7 - Analisis Jaringan Telkom Indonesia AA Sumber: Laporan Tahunan Perusahaan TLKM (Diolah) Dari 53.135 Km jaringan fiber optic yang dimiliki Moratelindo, Moratelindo mempunyai 382 PoP. Moratelindo memiliki 6 data center dengan rasio utilisasi sebesar 76Y4. Tahun 2022 Moratelindo mencapai 548.674 homepass dan 139.301 pelanggan. Gambar 2 aringan Mora Telematika Indonesia Sumber: Laporan Tahunan Perusahaan MORA (Diolah)
Page 34 OCR 0.940
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana 27. Data dari Analysys Mason berjudul Independent Telecoms Market Study menyatakan CAGR pendapatan kabel fiber optic sebesar - 17,846 dari tahun 2020 - 2026, hal ini karena permintaan kabel fiber optic yang linggi oleh costumer. Analysys Mason menyatakan pertumbuhan tersebut berdasarkan annual revenue growth rate dari pemain utama penyedia kabel utama dengan historical revenue dari 2018 — 2020. Gambar 2.9 - Proyeksi Pertumbuhan Pendapatan Wholesale Fiber Optic 10.7 84 2020 2021 2022 2023 2025 2026 Sumber : Aniysys Mason | Gambaran Umum Perseroan 274. Profil Perseroan Perseroan berdomisili di Jakarta Selatan, didirikan di Indonesia berdasarkan akta pendirian No. 149 tanggal 11 November 2013, dibuat dihadapan Jimmy Tanal, S.H, M.Kn., Notaris di Jakarta. Anggaran dasar PT Permata Karya Perdana telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., No. 40 tanggal 5 Agustus 2019, sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan modal dasar disetor. Perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03- 0310770 tertanggal 8 Agustus 2019 Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah dalam bidang jasa penyediaan infrastruktur telekomunikasi, termasuk melakukan investasi atau penyertaan pada perusahaan lain yang bergerak di bidang kegiatan penunjang telekomunikasi dan berusaha dalam bidang jasa, khususnya jasa penunjang telekomunikasi. Perseroan memiliki visi dan misi sebagai penyedia fasilitas infrastruktur telekomunikasi yang berkualitas dan termuka di Indonesia. Perseroan beralamat di Menara Imperium, Lt 18, Suite C, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan 12980. Laporan SKB. PKP Yi
Page 35 OCR 0.861
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana Laporan SKB PKP 2.7.2. Struktur Modal dan Susunan Pemegang Saham Susunan pemegang saham dan struktur kepemilikan Perseroan berdasarkan catatan pada informasi Laporan Keuangan per 30 September 2023, adalah sebagai berikut: Jumlah Lembar Kepemilikan Jumlah Pemegang Saham 2 SELEluI (ve) Rp PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk 275.821.000 99,999 275.821 PT Sukses Prima Sakti 1.000 0,001 1 Jumlah 275.822.000 100 275.822 Sumber: Laporan Keuangan Inhouse Perseroan psr 30 Septambar 2023, diolah Berdasarkan tingkat kepemilikan saham Perseroan, maka PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk merupakan pemegang saham dengan porsi terbesar yaitu 99,999”. 2.7.3. Susunan Manajemen dan Struktur Organisasi Susunan Komisaris dan Direksi Perseroan Susunan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan informasi manajemen per 30 September 2023 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris utama 1» Lie SiAn Komisaris 1 Glenardo Yopie Dewan Direksi Direktur utama : Sani Imanudin Direktur 1 Alexandra Yota Dinarwanti Direktur 1 Kukuh Saworo Berikut struktur organisasi sehubungan dengan kegiatan operasional Perseroan: Direktur Utama £ Technical Marketing Business Support Finance Owectorate Directorate Directorate Directorate It IIA hb —A it Projeet Operatlon Finance Implementation | | Maintenance wig Treasury | Sumber: Manajemen Perseroan
Page 36 OCR 0.890
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana 2.7.4. Legalitas dan Perizinan Dalam menjalankan kegiatan operasional, Perseroan memiliki beberapa dokumen legalitas diantaranya adalah sebagai berikut: Akta Pendirian Perseroan Terbatas No.149 tanggal 28 Juni 2013 yang dibuat dan disampaikan oleh Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., sebagai Pengganti dari Notaris Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn., berkedudukan di Kotamadya Jakarta Selatan. Disahkan melalui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusan No. AHU-41882.AH.01.01 tanggal 1 Agustus 2013, “Akta Pernyataan Keputusan Edaran para Pemegang Saham Perseroan mengenai perubahan Direksi dan Komisaris No 41 tanggal 15 November 2019 yang dibuat dan disampaikan Notaris Darmawan Tjoa S.H., S.E., berkedudukan di Jakarta Selatan, Disahkan melalui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusan No. AHU-AH.01.03-0380550 tertanggal 16 November 2019: “Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 03.318.732.9-019.000, dan “Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120118150985. 27.5. Kinerja Keuangan Berikut gambaran mengenai perkembangan kinerja Historis Perseroan yang tergambar pada Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi dan Penghasilan, dan Laporan Arus Kas yang didasarkan pada laporan keuangan audit Perseroan 31 Desember 2018 — 2022 dan laporan keuangan inhouse Perseroan 30 September 2023. 1. Laporan Posisi Keuangan (dalam Juta Rupiah) Ana Audit Audit eterangan 2019 202 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2417 79.998 83.480 48.739 63.865 44.519 Hg near Da 14.112 10.272 2969 4.529 2780 4.105 Piutang lain-lain 1377 747 635 550 635 . Pendapatan yang masih Maris dering 1.868 1195 747 2.236 2.798 Uang muka dan beban dibayar ci muka 4.830 634 2833 720 689 2.379 Pajak dibayar di muka 7.541 6.486 5.183 4.767 4.433 6-398 Sewa Lahan Jangka Panjang - bagian lancar 100 . Jumlah Aset Lancar 30.277 104.341 96.296 100.252 74.638 60.199 ASET TIDAK LANCAR Aset pajak tangguhan - 487 516 860 . N . bersih Aset Tetap 184.835 194.298 198.597 216.244 272.921 291.140 Aset hak guna - - 28.515 31.941 39,967 51.898 Uang jaminan 176 1 17 17 17 Laporan SKB PKP
Page 37 OCR 0.857
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana Keterangan Audit 2018 Uang Muka dan beban 2 dibayar dimuka PEN . 2 . Sewa lahan jangka panjang - 20.848 - - - Jumlah Aset Tidak Lancar 208.160 215.837 227.988 248.202 312.905 343.054 JUMLAH ASET 238.437 320.178 324.284 348.454 387.543 403.253 LIABILITAS Liabilitas Lancar Utang usaha - pihak ketiga - 1.126 1.888 5.036 3158 947 Utang lain-lain 16.222 - 5 - 22 - Utang pajak 303 1138 530 1.836 439 1.746 Pal aatia 18.505 15:703 10.055 11.328 11640 15615 Beban masih harus dibayar 3.085 12.965 9.80 11.262 11.396 12818 Liabilitas sewa - - 821 1.256 1.406 “ Utang bank jangka panjang 9.314 - - - 2.547 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 47.429 30.932 22.480 30.768 28.061 33.673 Liabilitas Jangka Panjang Liabilitas sewa - - 493 479 479 - Provinsi jangka panjang - - - - 568 - “Hg ai 1.949 975 258 959 1288 1.399 Utang Bank” 31.710 £ & « Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 33.659 975 1151 1.448 2.335 1.399 JUMLAH LIABILITAS 81.088 31.907 23.831 32.216 30.396 35.071 EKUITAS Modal Saham 137.322 215.822 275.822 275.822 275.822 275.822 Penghasilan komprehensif ud 3.870 3.455 5481 31.283 2.068 Saldo Laba 1.419 8.780 21.376 34.935 50.042 62.336 Cadangan revaluasi aset letap 18.607 - - - : Selisih transaksi perubahan ekuitas . 20 JUMLAH EKUITAS 157.349 288.271 300.653 316.238 B5TAMT 368182 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 238.437 320.178 324.284 348.454 387.543 403.253 Sumber: Laporan Keuangan Perseroan Audit 2018 — 2022, dan Inhouse 30 September 2023, dioleh Aset “ Selama periode historis 2018 — 2022, total aset Perseroan mengalami peningkatan dengan CAGR 12,9196, Hal ini terjadi karena adanya peningkatan aset tetap menara telekomunikasi dan kenaikan kas yang dimiliki Perseroan setiap tahun historis disebabkan akumulasi kas yang diperoleh dari hasil kinerja operasional Perseroan. Laporan SKB PKP
Page 38 OCR 0.838
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana Liabilitas Y Total liabilitas Perseroan selama periode historis 2018 - 2022 menunjukan penurunan dengan CAGR sebesar -21,7596. Liabilitas Perseroan sebagian besar merupakan pendapatan yang diterima di muka dan beban yang masih harus dibayar terkait operasional Perseroan dalam menjalankan bisnis penyewaan menara telekomunikasi, Ekuitas “ Selama periode historis 2018 — 2022, ekuitas Perseroan mengalami peningkatan dengan CAGR 22,74". Hal ini terjadi karena adanya akumulasi kinerja laba bersih yang diperoleh selama periode historis. 2. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Audit Audit Audit Audit Keterangan £ ang 2019 2020 2021 Pendapatan 34.614 36.027 39.803 44.260 47422 35.809 Beban Pokok Pendapatan (8.129) (3.419) (4.322) (4.874) (5.545) (4141) LABA KOTOR 26.485 32.608 35.481 39.386 41.877 31.668 Beban usaha (12313) (12.309) (12275) (10.020) (10,458) (8.217) EBITDA 14173 20.299 23.206 29.367 31.422 23.451 Penyusutan aset hak guna 3 (4.187) (2124) (6.599) 3 Penyusutan Menara (Beban (4,361 2. . .933 4.63. 4. Pokok Pendapatan) (4.381) (2.292) (2.099) (3.933) (4.633) (4.298) Penyusutan (Beban Usaha) (308) (29) (220) (2g) (227) (203) /Amortisasi Perizinan si x (257) (388) (728) (387) Amortisasi Sewa Lahan - (4414) - " - (4.626) EBIT 9.504 12.644 15.425 17.701 19.235 13.937 “55.5. bas tag (5.809) 317) (11677) (12143) 297 (1.076) Pendapatan bunga 73 1.454 2.594 3.091 1.824 1071 Beban kerugian kredit - - j3) ekspektasian - aset keuangan R3 (60) (3) "2 Beban keuangan - liabilitas . . (300) (522 cg . sewa Beban keuangan - bunga (5.827) (3858) - (1818) (1.000) (638) Beban pajak final - (948) (1.987) (2214) & 210 Rugi penjualan aset tetap (50) - - - - (1.597) Lainnya - bersih (5) (514) (1.304) 140 (363) (78) LABA SEBELUM PAJAK 3.694 8.667 15.748 16.458 19.532 12.861 1 Beban Pajak Final (702) - - - (3430) (566) Kini 3 (1.541) (1.495) (2040) (994) - Tangguhan - 29 343 (860) - - Laporan SKB PKP
Page 39 OCR 0.882
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana Audit Audit Audit Audit Inhouse 2019 2020 2021 2022 30-Sep-23 LABA TAHUN BERJALAN 2.992 1455 12.596 13.559 15.107 12.294 PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN Pos-pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi Surplus (defisit) revaluasi (32.425) (16.117) (1.121) 2.141 28.015 - Keuntungan (Kerugian) aktuaria Penyesuaian keuntungan aktuaria Pengukuran kembali liabilitas 1.368 908 (119) (A3) : - 16 - - - - imbalan kerja karyawan Efek pajak terkait 12.742 - - - xx JUMLAH PENGHASILAN 19.619) | .. 5 KOMPREHENSIF LAIN (19.619) (14.733) (215) 2.026 25.802 Sumber: Laporan Keuangan Laba Rugi dan Penghasilan Perseroan Audit 2018 — 2022, dan Inhouse 39 September 2023, diolah Pendapatan “ Pendapatan Perseroan selama periode historis 2018 — 2022 mengalami peningkatan sebesar CAGR 81996. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pendapatan Perseroan pada penghasilan sewa menara telekomunikasi. Beban Pokok Pendapatan “ Beban pokok pendapatan Perseroan diluar depresiasi menunjukan penurunan dari tahun 2018 — 2022 dengan CAGR sebesar -9,1284. Hal ini dikarenakan adanya efisiensi pada beberapa beban seperti perbaikan dan pemeliharaan serta pembayaran listrik Beban Usaha “ Beban usaha Perseoran diluar depresiasi pada periode historis 2018 - 2022 mengalami penurunan dengan CAGR sebesar -4,0196. Hal ini dikarenakan adanya efisiensi pada beberapa pos seperti beban gaji dan tunjangan serta beban manfaat karyawan setelah tahun 2020 akibat dampak Covid19. Laba Tahun Berjalan “Perseroan mencatatkan laba tahun berjalan selama periode historis 2018 — 2022 dengan kenaikan CAGR sebesar 49,904. Hal ini disebabkan oleh peningkatan pada pendapatan Perseroan serta adanya efisiensi beban pokok pendapatan dan beban usaha Perseroan. 4 Laporan SKB PKP 3 If
Page 40 OCR 0.888
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana 3, Laporan Arus Kas (dalam Juta Rupiah) Keterangan Audit 2018 Audit 2021 Audit 2022 Inhouse 30-Sep- ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pemerimaan jasa giro dan bunga Pembayaran ke karyawan Pembayaran ke pemasok Pembayaran pajak penghasilan 36.070 92 (8.147) (260) 35.049 LAS 627 (i78st) (598) 42133 254 (12229 (6.299 (2752 44.332 1.272 (150) (1.445) (4.390) 48.083 324 (6.387) (6.599) (5.001) 39.662 197 (3.888) 8317) (3.089) Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi 27.155 12.987 22.547 39119 28.920 24.584 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penambahan aset tetap Penambahan aset hak guna Pembayaran sewa atas lahan Penjualan aset tetap Penambahan aset tetap dalam penyelesaian 8 (40.542) (17.422) (2031) (12259) (8.205) (23.770 (10.080) (39.278) (14515) (25.280) rare) Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi (40.534) (19.452) (19.084) (53.860) (63.794) (42.439) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan dari Penerbitan saham baru Penerimaan dari pihak berelasi Pencairan pinjaman bank Pembayaran atas beban bunga Pembayaran kepada pihak berelasi Pembayaran Pinjaman Bank Perolehan utang bank jangka panjang Pembayaran utank bank jangka panjang 17.649 (19 138.500 615 (3.368) (10.178) (a1.o24 Kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan 9.730 84.047 (1471) (1471) PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (8.050) 77.581 3.483 5.259 (24.874) (19.346) Laporan SKB PKP |
Page 41 OCR 0.881
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana Audit Audit Audit Audit Inhou Keterangan 2019 2020 2021 2022 30-Sep: aa SATA PADA 5.466 2417 79.998 83.480 88.739 63.865 AWAL TAHUN - ' ' ' » KAS DAN SETARA KAS PADA 241 73. . . . . AKHIR PERIODE 47 9.998 83.480 88.739 63.865 44.519 Sumber: Laporan Keuangan Laba Rugi dan Penghasilan Perseroan Audit 2018 — 2022, dan inhouse 30 Septambar 2023, dialah Arus Kas dari Aktivitas Operasi “Arus kas dari aktivitas operasi Perseroan selama periode historis tahun 2018 — 2022, mencatatkan arus kas positif dengan CAGR sebesar 1,0396, Hal ini dikarenakan adanya peningkatan penerimaan kas dari pelanggan selama periode historis, Arus Kas dari Aktivitas Investasi “ Krus kas investasi selama periode historis, mencatatkan kegiatan investasi yang terjadi selama periode hostoris 2018 sampai dengan periode September 2023 terkait penambahan aset tetap berupa menara telekomunikasi dan penambahan aset hak guna berupa sewa lahan. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan v Perseroan hanya mencatatkan adanya arus kas dari aktivitas pendanaan pada tahun 2018 dan 2019 yang merupakan kegiatan penerimaan dan pembayaran utang bank. Selain itu juga terdapat penerbitan saham baru di tahun 2019. 4. Kinerja Rasio Keuangan Kinerja Rasio Keuangan Perseroan selama per 31 Desember 2018 sampai dengan 30 September 2023 adalah sebagai berikut: Rasio Likuiditas Rasio Likuiditas EN 2018 2019 2020 2021 2022 30-Sep-23 Rasio Lancar 0,84 337 4,28 3,26 286 4,39 Rasio Cepat 0,35 292 3,85 3,03 2,38 144 “ Rasio lancar Perseroan pada tahun 2018 — 2022 rata-rata menunjukkan angka diatas 1, hal ini menunjukkan bahwa Perseroan memiliki kemampuan dalam melunasi liabilitas jangka pendeknya menggunakan aset lancar. Rasio Leverag Historis Rasio Leverage Yi 2020 2021 2022 30-Sep-23 Rasio Utang terhadap Ekuitas (DER) 0,26 - - - - 0,01 Rasio Utang terhadap Aset (DAR) 017 - - - - 901 Rasio Ekuitas terhadap Aset 0,86 0,90 0,93 og 0,92 0,91 Rasio Utang terhadap EBITDA 2,89 - - - - 011 Laporan SKB PKP 1g
Page 42 OCR 0.834
Martoxot Crmwa! Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana “Debt (pinjaman) dimaksud adalah pinjaman jangka panjang berupa pinjaman utang berbunga. Selama periode historis 2018 — 2022 dapat disimpulkan dari total aset Perseroan rata-rata sebagian besar didanai oleh kas internal Perseroan. Rasio Aktivitas Rasio Aktivitas Heo 2018 2019 2020 2021 2022 30-5ep-23 Perputaran Piutang 163 112 33 44 2 3 Perputaran Utang 728 120 160 377 209 62 Y Perputaran piutang dan utang memiliki angka rata-rata selama periode historis masing-masing adalah sebesar 76 hari sedangkan untuk perputaran utang rata-rata lebih dari 100 hari. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan memiliki kelebihan modal kerja dalam menjalankan operasional Perseroan. Rasio Profitabilitas Rasio Profitabilitas La 2018 2019 2020 2021 2022 30-Sep-23 Marjin Kotor 76,524 9051 B914h B89IK 8831Y 38, 4K Varjin EBITDA TOM 56,344 58,30M4 8635K 66,264 — 65,99M Marjin EBIT 2746h 3510 3BTSMO 39O9K. 40564 38,921 Marjin Laba Bersih Periode Berjalan 8,647 19864 316510 30,834 318619 24,33 “Selama periode historis margin keuntungan dari kegiatan operasional menunjukkan hasil yang postif. Hal ini menunjukan bahwa Perseroan memiliki kinerja yang baik sebagai perusahaan penyewaan menara telekomunikasi. Rasio Tingkat Pengembalian Historis Rasio Tingkat Pengembalian 2019 2020 20: Pengembalian Aset (ROA) 1254 22399 38869 3894 — I9OK 3,056 Pengembalian Ekuitas (ROE) 1,901 24876 AA9K 4296 423h 3,346 Y Tingkat pengembalian aset Perseroan selama periode historis 2018 — 2022 mengalami peningkatan. Hal ini menunjukan baiknya efektivitas terhadap utilisasi aset secara keseluruhan terhadap keuntungan yang dapat dihasilkan. Hal tersebut diikuti juga pada tingkat pengembalian ekuitas Perseroan yang menunjukan utilisasi ekuitas Perseroan yang baik terhadap laba tahun berjalan yang dihasilkan 2.7.6. Produk dan jasa Produk dan jasa atas kegiatan usaha Perseroan saat ini adalah bergerak dalam bidang penyewaan menara telekomunikasi. Perseroan akan menambahkan kegiatan usaha berupa penyewaan jaringan fiber optic dimana jaringan fiber optic tersebut akan menyambungkan setiap sites menara telekomunikasi Laporan SKB PKP "f
Page 43 OCR 0.941
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana (tower) Perseroan yang ditentukan berdasarkan target areanya. Berikut gambaran wilayah sebaran tower yang dimiliki oleh Perseroan per Tanggal Penilaian. No Daerah Jumlah Tower 1 Balinusra 24 2 Jabo Inner 81 3 Jabo Outer 50 4 Jawa Barat 48 5 Jawa Tengah 81 6 Jawa Timur 59 7 Kalimantan 23 8 Lampung 10. 9 Sulmapapua 50 10 Sumbagsel 25 1 Sumbagteng 18 12 Sumbagut 23 2.7.1. Teknologi yang digunakan Teknologi layanan konektivitas yang digunakan oleh Perseroan dalam penambahan kegiatan usaha penyewaan jaringan fiber optic adalah dengan menggunakan fiber optic untuk membangun jaringan Fiber To The Tower (FTTT) yang merupakan suatu format penghantaran sinyal optik dari tower ke tower dengan menggunakan serat optik sebagai media penghantaran. Laporan SKB PKP
Page 44 OCR 0.931
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana Bab 3 -— Analisis Kelayakan Analisis Kelayakan Bisnis pada bab ini didasarkan pada cakupan atau Lingkup Penugasan yang diberikan Entitas Induk Perseroan Tbk, yaitu VTI, di mana fokus utama pengembangan usaha terkait penyewaan infrastruktur jaringan fiber optic yang akan dilakukan Perseroan, terbatas pada pelanggan eksisling saat ini dengan cakupan area khususnya untuk wilayah Kabupaten atau Kotamadya, sehingga untuk area perkotaan tidak menjadi cakupan area pengembangan atau target pasar. Hal ini sesuai konfirmasi Persercan yang telah disesuaikan dengan rencana proyeksi keuangan terkait penyewaan jaringan fiber optic yang diberikan Manajemen Perseroan sebagai rencana bisnis jangka panjang. 3.1 Aspek Pasar Dalam analisis kelayakan pada Aspek Pasar, KJPP MPR melakukan evaluasi dan tinjauan beberapa variabel yang menjadi bagian dari Aspek Pasar, antara lain: 1. Pangsa Pasar di Indonesia untuk kegiatan bisnis penyewaan infrastruktur fiber optic dan sustainability dari pasar tersebut: 2. Potensi Pasar, Sasaran Pasar dan Potensi Nilai Pasar, 3. Kompetisi dan pelaku di industri yang sejenis, 4. Strategi pemasaran, 314 Pangsa dan Kesinambungan (Sustainability) dari Pasar Penyewaan Jaringan Fiber Optic Pangsa Pasar Pangsa pasar bisnis penyewaan infrastruktur jaringan fiber optic seperti telah di gambarkan pada sub bab 27 terkait industri internet di Indonesia, menunjukan potensi pasar yang'akan berkembang. Untuk pangsa pasar bisnis ini, selain terdapat beberapa perusahaan sejenis seperti Perseroan, juga perusahaan penyediaan layanan telekomunikasi itu sendiri (atau penyewa fasilitas jaringan fiber optic) ikul masuk dalam kegiatan usaha ini, khususnya untuk tujuan memberi layanan kepada pelanggan yang secara infrastruktur belum tersedia atau tidak tersedia. Pertumbuhan atas kegiatan usaha penyewaan jaringan fiber optic tidak terlepas dari pertumbuhan dari pengguna internet di Indonesia, Sesuai data APJII, dibanding tahun 2022 jumlah pengguna internet berjumlah 210 juta, dan di tahun 2023 meningkat menjadi 215 juta pengguna. Penetrasi pengguna internet pun meningkat hingga 1,1796 menjadi total 78,196 di tahun 2023. Berdasarkan data statistik Telekomunikasi Indonesia | tahun 2022, menunjukan bahwa 92,704 rumah tangga memiliki pengeluaran Telekomunikasi dengan rata-rata pengeluaran per bulan mencapai Rp191.477,89. Walaupun tingginya angka penetrasi dan peningkatan yang terjadi, sayangnya saat ini penetrasi pengguna internet tersebut masih dikuasai wilayah perkotaan, di mana fasilitas jaringan pendukung untuk layanan internet terbaik dan tercepat dapat diperoleh dan bahkan dalam beberapa kota sudah cukup padat. Laporan SKB PKP |
Page 45 OCR 0.784
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana Berdasarkan data Statistik Telekomunikasi Indonesia tahun 2022, tercatat bahwa secara persentase data penduduk yang mengakses internet dalam 3 bulan terakhir untuk wilayah perkotaan mencapai 741899, sedangkan untuk wilayah pedesaan baru mencapai 56,1196, Hal ini dikarenakan sarana pendukung dan infrastruktur akses internet di wilayah pedesaan masih belum mendukung sebagaimana wilayah perkotaan, Sebaran Penetrasi Pengguna Internet Tahun 2023 7 Ba Mi ME mg . - ".. Sumber: website APJI, 2023 Sementara dukungan infrastruktur internet tersebut juga dipengaruhi ketersediaan jaringan infrastruktur yang dapat memberikan akses lebih cepat seperti jaringan fiber optic. Untuk itu Perseroan melihat bahwa dari total Menara Telekomunikasi yang dimiliki sebagai sasaran pasar pelanggan dari jaringan fiber optic yang dapat dibangun, yaitu per Tanggal Penilaian sebanyak 492 tower, maka dengan pertimbangan wilayah yang masih berpotensi cukup besar adalah untuk tower yang berada di wilayah kabupaten. Total tower yang dimiliki Perseroan dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut karena terletak di wilayah Kabupaten adalah sebanyak 190 tower, Total ini yang menjadi acuan pangsa pasar Perseroan untuk eksisting pelanggan yang dimiliki dan berlokasi di wilayah Kabupaten, Berikut gambaran jumlah tower Perseroan berdasarkan wilayah yang akan dibangun jaringan fiber optic. Toner Kantata 8 Tewas ie KasTangrng 2 Tenan) Kanaan 2 Kabag Ta seng 8g Kadtuninan 3 Kao Garut " K2 Searg " Kab Maihenga 1 Kola Boga 9 Cingon 1 KadCamis 4 FO Km) Vit Bear & Flim) Kas Tangerang & Form) KasCireban 16 Han Bogor Lk” Seng Ag Kadtunngan Lan Kas Gan 20 Kd Serang 1 Kad Wa deruka e3 Koin Boo 1) Chap m KasCiamis 183 Kesinambungan (Sustainability) Sektor penyedia jaringan infrastruktur dalam perkembangan industri telekomunikasi diperkirakan memiliki porsi sebesar 21,996 dari 59,2 Trillun yang merupakan proyeksi pendapatan seluler dan nirkabel di tahun 2033. Laporan SKB PKP li
Page 46 OCR 0.752
Sludi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana Gambar 3.1 - Pendapatan Seluler dan Nirkabel di Indonesia Indonesia Mobile & Wireless Revenue, and Associnted Infrastructure Spend: Forecast to grow from IDR I0t (USS 1.6b) In 2022 to IDR 50 2| (USS3.b) in 2033 2022 2033 Pn Pn (Mobile d valen TER 30.0A3DT Yaar OR Ba aaan year Networka Infrastructure Umsi.a90m usgaa2im Spond 17.0 01 Mobile & 21.01 ot Mobile & Wuotasa Revenue Nurotnsn Revanua Sumber: Hardiman Telecomunications Lid 2023 Perseroan akan berfokus pada sektor jaringan Infrastruktur telekomunikasi yang menjadi tumpuan bagi para penyedia layanan atau operator seluler, di mana kategori jaringan infrastruktur telekomunikasi secara umum dibagi menjadi menjadi penyedia tower, penyedia jaringan fiber optic dan penyedia data center. a La... P3 sereal UN BU Kg Sumber: Hardiman Telecomunications Ltd 2023 Dengan tetap mempertahankan kegiatan usaha Perseroan sesuai visi yang dimiliki, dan potensi pertumbuhan pangsa pasar untuk wilayah kabupaten (termasuk pedesaan), maka potensi peningkatan pertumbuhan pengguna internet akan meningkat dan dampaknya kebutuhan penyewaan jaringan fiber optic oleh penyedia layanan internet juga akan bertambah, hal ini yang diyakini sebagai proses yang akan berkesinambungan. Laporan SKB PKP “f
Page 47 OCR 0.932
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana 31.2 Potensi Pasar, Sasaran dan Potensi Nilai Pasar Secara keseluruhan jumlah menara telekomunikasi (tower atau BTS) di Indonesia menurut informasi manajemen Perseroan adalah sejumlah 667.448 menara telekomunikasi yang terbagi sebanyak 207.068 tower dengan teknologi 2G dan 3G dan sisanya sebanyak 450.380 tower menggunakan teknologi 4G. Potensi pasar nantinya juga akan berkembang linier seiring dengan banyaknya jumlah BTS yang akan dilakukan pengerjaan penyambungan jaringan infrastruktur menggunakan kabel fiber optic (fiberisasi) antar BTS teknologi 4G menggunakan Fiber To The Tower (“FTTT") yang dapat mencapai 661.084 Km dengan asumsi panjang pemasangan adalah 5 kilometer kabel fiber optic untuk menyambungkan masing-masing tower tersebut. Saat ini Perseroan menargetkan fiberisasi atas 190 tower Perseroan dengan estimasi fiber optic terpasang adalah sepanjang 2.275 Km sampai tahun 2026, yang akan ditawarkan kepada pelanggan eksisting Perseroan yaitu Indosat Ooredo Hutchison, XL dan Smartfren sebagai penyewa jaringan fiber optic tersebut. 31.3 Pesaing Usaha Dalam melakukan rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan sebagai jasa penyediaan infrastruktur telekomunikasi khususnya untuk penyewaaan jaringan fiber optic yaitu berupa aktivitas telekomunikasi Gengan kabel (KBLI: 61100) tentunya tidak terlepas dari kompetitor. Oleh karena itu berdasarkan informasi Gari manajemen untuk saat ini perusahaan sejenis di Indonesia yang dapat dijadikan referensi secara umum bergerak di industri yang sama dan memiliki kegiatan usaha yang sebanding, diantaranya: 1. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 2. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk 3. PT Bali Tower Sentra Tbk 4. PT Sarana Menara Nusantara Tbk 5. PT Inti Bangun Sejahtera Tbk 6. PT Unicom Muda Tama 7. PT Sokka Tama Fiber 8. PT Alita Praya Mitra 9. PT Era Bangun Jaya 10. PT Kencana Mandiri Sejahtera Telecom 314 Strategi Pemasaran Strategi pemasaran awal untuk layanan penyewaan fiber optic yang akan dilakukan Perseroan diantaranya adalah: “ Perseroan akan melakukan mapping site dan area atas tower yang mempunyai potensi menghasilkan pendapatan untuk dilakukan fiberisasi berdasarkan kebutuhan operator seluler sesuai tingkat penetrasi pengguna internet pada masing-masing wilayah agar memiliki kapasitas (bandwidih) yang lebih besar sehingga membuat proses transmisi data berlangsung lebih cepat. Sesuai hasil statistik telekomunikasi Laporan SKB PKP |
Page 48 OCR 0.931
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana 3.2 Indonesia wilayah pedesaan atau kabupaten baru mencapai sebesar 561196, sehingga Perseroan menjadikan wilayah pedesaan atau kabupaten sebagai sasaran wilayah utama yang merupakan strategi terkait pengembangan bisnis baru tersebut. “ Perseroan akan melakukan penawaran khusus seperti special project kepada pelanggan eksisting operator selular baik secara langsung maupun tidak langsung. Pendekatan secara langsung dilakukan dengan menyampaikan informasi melalui bagian marketing yang dapat memberikan sosialisasi kepada pengguna layanan eksisting mengenai produk baru yaitu penyediaan penyewaan jaringan fiber optic dan nantinya akan berpengaruh kepada jaringan yang lebih stabil dan memiliki kapasitas yang besar dalam melakukan transmisi data. Sedangkan pemasaran tidak langsung dilakukan dengan menyediakan informasi-informasi yang relevan di website ataupun media yang dapat di akses oleh pengguna layanan eksisting. Aspek Teknis Dalam analisis kelayakan pada Aspek Pasar, KJPP MPR melakukan evaluasi dan tinjauan beberapa variabel yang menjadi bagian dari Aspek Pasar, antara lain: 321 Kapasitas, Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Perseroan memiliki kapasitas untuk membangun jaringan fiber optic antar site tower yang telah memiliki teknologi 4G pada kawasan rural (intersite) berdasarkan pengalaman yang dimiliki oleh Grup perusahaan yaitu PT Tower Bersama Group Tbk (TBIG). Pembangunan jaringan fiber optic akan dimonitoring oleh seorang Project Manager dan akan dibantu oleh Supervisor yang keduanya merupakan tenaga kerja eksisting Perseroan dan memiliki kemampuan dalam mengerjakan proyek pemasangan jaringan fiber optic. Selanjutnya Perseroan akan menggunakan 10 mitra atau vendor terbesar yang telah melakukan proyek pemasangan Jaringan fiber optic di TBIG dengan mengambil porsi penyelesaian intersite sebesar 106 setiap tahunnya dari yang telah dilakukan oleh TBIG di tahun 2023. Sehingga asumsi kapasitas fiberisasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan untuk setiap intersite dengan menggunakan 10 mitra terbesar TBIG adalah rata- rata sepanjang 900 kilometer setiap tahunnya, Rencana Pembangunan Capacity Tahun Jumlah Mitra / Vendor Jaringan Fiber Optic (Km) (Km) 2024 712 900 10 | 2025 750 900 10 2026 813 900 10 Sumber: Informasi Manajemen Laporan SKB PKP 4 f
Page 49 OCR 0.883
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana. 3.22 Bahan Baku Mentah Berikut merupakan beberapa bahan baku standar utama untuk proyek pemasangan jaringan fiber optic yang akan dijalankan Perseroan. No Mati Keterangan 4 ore Digunakan dua unit untuk seliap sambungan fiber optic intersite 5 Dop Digunakan dua unit untuk setiap sambungan fiber optic intersite 3 | kaseLro Digunakan berdasarkan panjang yang dibutuhkan untuk setiap intersite. Jarak pole terpasang antara 60 - 100 meter namun | 4 POLE tergantung pada kondisi jalannya jika melengkung, maka akan mengikuti lengkungan jalan SUSPENSION — E PA » | AKSESORI BEN Jambi Digunakan satu unit untuk setiap pole dan menempel di KABEL DEAD END alas pole yang berada dekat site tower. —m—— 01 HELICAL Laporan SKB PKP
Page 50 OCR 0.892
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana No Material Keterangan Digunakan setiap 400 meter dan di pasang di kabel fiber 6 | suport “ optic 3.2.3 Pekerja dan Ahli Profesional Tenaga kerja yang digunakan untuk proyek pemasangan jaringan fiber optic dibagi menjadi dua bagian yaitu tenaga kerja eksisting Perseroan yang terdiri masing-masing 1 arang Project Manager dan 1 orang Supervisor, selanjutnya tenaga kerja dari mitra atau vendor untuk setiap timnya secara umum rata-rata berjumlah 5 orang yang terbagi menjadi 1 orang drafter sekaligus menjadi surveyor, 3 orang pekerja lapangan yang biasa mengerjakan pemasangan, pengecoran tiang dan penarikan pole dan 1 orang Project Manager yang bertugas melakukan pengawasan dan pengecekan kembali sebelum mitra menyerahkan hasil perkerjaan kepada kepada Perseroan dan sekaligus menjadi ahli professional yang bertanggung jawab dalam pengerjaan proyek pemasangan jaringan fiber optic tersebut. Berikut struktur organisasi yang dibutuhkan agar implementasi proyek pemasangan jaringan fiber optic tersebut dapat dijalankan: Chiet Technology Officer Project Manager Supervisor ena jora kerna founfeun fee en ena Sumber. Manajemen Perseroan 3.24 Proses Produksi Proses produksi yang dilakukan oleh mitra Perseroan untuk mengerjakan proyek pemasangan jaringan fiber optic membutuhkan jangka waktu rata-rata selama 2 minggu untuk setiap pemasangan 3,5 Km jaringan fiber optic, Berikut rangkuman beberapa tahapan untuk melakukan pengerjaan proyek pemasangan jaringan fiber @ptic. Laporan SKB. PKP 48 f
Page 51 OCR 0.905
3.3 Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana Waktu aktu — Jumlah orang Pengerjaan 1 | Survey Surveyor Mitra 1d " £ 2 | Desain Drafter Mitra 1d Tong Mia ha 3 | Approval Desain Perseroan 1d 1 orang 2hari 4 | Permit Perseroan 1d Perseroan 5 | Pemasangan tiang Mitra 1d 6 | Pengecorantiang Mitra 3d 7 | Tarik kabel Mitra 1d 3 orang Mitra 8 hari | 8 | Pemasanganaksesoris | Mitra 2d 9 | Terminasi OTB Mitra | 1d 10 | Test OTDR Mitra 1d 41 Tatp Mitra 1g 1 orang Mitra 2 hari Aspek Pola Bisnis 3.31 Keunggulan Kompetitif Berikut merupakan keunggulan kompetitif atas project ini guna menghadapi persaingan dalam bisnis. 1 Perseroan memiliki kerjasama eksklusif dengan Alfamart, sehingga dapat menyambungkan jaringan fiber optic antar Microcell Pole (MCP) milik Perseroan yang sudah terpasang pada toko Alfamart. Kerjasama eksklusif antara Perseroan dengan Alfamart untuk proyek pemasangan jaringan fiber optic di sekitar toko Alfamart dapat menjadi strategi yang menguntungkan untuk kedua belah pihak. Karena VTI yang merupakan entitas induk dari Perseroan, cimiliki sebagian sahamnya cleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk melalui PT Amanda Cipta Persada. Dengan melakukan fiberisasi antar site MCP milik Perseroan yang terpasang pada toko Alfamart, dapat memberikan manfaat bagi operator seluler yang menyewa jaringan fiber optic pada area tersebul berupa kecepatan dan kapasitas transmisi data yang lebih besar sehingga berdampak pada potensi penambahan pendapatan untuk para pemagang saham Perseroan berupa penyewaan jaringan fiber optic. Membantu operator seluler untuk meningkatkan market share pada suatu area tertentu. Prospek peluang usaha di bidang bisnis fiber optic ke depan juga masih sangat besar mengingat kehadiran fiber optic di tengah masyarakat sudah menjadi suatu kebutuhan di era 4G khususnya untuk kebutuhan perusahaan yang bergerak bidang usaha operator seluler. Perkembangan digital yang pesat tentunya membutuhkan bandwidth besar, untuk itu dibutuhkan Infrastruktur fiber optic yang mumpuni dan memiliki jangkauan yang luas. Oleh karena itu dangan melihat kondisi tersebut, Perseroan memiliki peluang besar untuk meningkatkan keuntungan dengan menjalankan lini bisnis penyewean jaringan fiber optis sebagai solusi penawaran yang baik untuk operator seluler dalam meningkatkan market share pada suatu area tertentu seiring dengan kebutuhan pasar di era 4G ini, Laporan SKB. PKP “p
Page 52 OCR 0.924
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana 3.4 Laporan SKB. PKP “f 3. Fiberisasi pada site MCP Perseroan di sekitar toko Alfamart dapat mensupport penetrasi pasar Fiber To The Home (FTTH). Dengan dilakukannya fiberisasi antar site MCP yang dimiliki Perseroan di area sekitar toko Alfamart dapat memberikan peluang terciptanya penetrasi pasar baru untuk pengembangan proyek FTTH yang menjadi potensi pendapatan baru bagi Perseroan, dimana layanan penyediaan infrastruktur FTTH dibutuhkan untuk pelanggan yang bergerak dalam bidang usaha internet service provider (ISP) dan korporasi dari segala segmen mulsi dari banking, asuransi, keuangan, universitas, hotel sampai dengan rumah sakit. 3.3.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk Adanya kerjasama eksklusif antara Perseroan dengan perusahaan pemilik Alfamart dapat menjadikan kekuatan utama bagi Perseroan untuk menjalankan bisnis penyewaan fiber optic menjadi lebih strategis dalam hal sinergi mengintegrasikan keseluruhan site MCP Perseroan yang berada pada toko-toko Alfamart di seluruh Indonesia dengan cara fiberisasi. Sehingga terciptanya potensi penambahan pendapatan yang diperoleh dari operator seluler ataupun ISP dan korporasi lainnya yang membutuhkan penyewaan jaringan fiber optic di sekitar area site MCP Perseroan yang berada di Alfamart. Hal tersebut membuat pesaing baru lainnya harus memiliki biaya yang besar dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengembangkan area jalur pemasangan fiber optic yang optimal dalam hal utilisasi penyewaannya oleh pelanggan dikarenakan tidak memiliki target mapping area pembangunan yang strategis seperti kelebihan yang dimiliki Perseroan. Oleh karena itu kerjasama eksklusif dengan perusahaan pemilik Alfamart yang memiliki jaringan nasional bisa menjadi keuntungan kompetitif bagi Perseroan untuk dapat memanfaatkan peluang dan memperkuat posisinya di pasar sebagai perusahaan penyedia infrastruktur jaringan telekomunikasi. 3.3.3 — Kemampuan untuk Menciptakan Nilai Bisnis yang dijalankan oleh Perseroan saat ini adalah penyewaan menara telekomunikasi kepada operator selular, meliputi bentuk Nano Cell Pole, Micro Cell Pole maupun Macro Site (SST). Dengan penambahan bisnis baru Perseroan berupa pemasangan jaringan 'iber optic dapat memperkuat signal, memperbesar bandwidth dan kesempatan untuk memperluas cakupan area dari eksisting tower. Selanjutnya dengan adanya kerjasama eksklusif dangan Afamart, maka atas penambahan jaringan fiber optic tersebut dapat memberikan nilai tambah terhadap eksisting bisnis dan juga kesempatan memperluas cakupan ke area residensial. Aspek Model Manajemen 3.41 Ketersediaan Tenaga Kerja Untuk penambahan kegiatan usaha berupa penyewaan jaringan fiber optic, maka terkait kebutuhan tenaga kerja berdasarkan evaluasi dengan Manajemen Perseroan disampaikan bahwa: - Terkait kebutuhan proyek pemasangan jaringan fiber optic, dibutuhkan 2 orang tenaga kerja dari eksisting Perseroan,
Page 53 OCR 0.928
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana - Terkait vendor atau mitra usaha yang akan digunakan telah memliki pengalaman pemasangan jaringan fiber optic sebagaimana yang sudah dijalankan oleh Grup Perseroan yailu PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, - Terkait tenaga umum dan administrasi maupun penjualan, tidak diperlukan tambahan tenaga kerja atau menggunakan tenaga kerja eksisting. 34.2 Kekayaan Intelektual (Intellectual Property) Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, Hak Atas Kekayaaan Intelektual adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial (commercial reputation) dan tindakanijasa dalam bidang komersial (goodwil/, Rencana penambahan bisnis sebagai objek kelayakan dalam laporan ini, tidak ada aset tak berwujud yang terlibat di dalamnya dani dikategorikan sebagai Kekayaan Intelektual, karena merupakan teknologi yang sudah berjalan dan umum atau pekerjaan biasa yang sudah banyak dikerjakan juga oleh Perusahaan lainnya, sehingga tidak ada cara/teknik/formula yang baru. Tools yang digunakan juga sudah banyak dijual di pasaran. 343 Manajemen Risiko Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyedia infrastruktur telekomunikasi. Kegiatan usaha Parseroan tidak luput dari risiko atau ketidakpastian dalam proses dan pelaksanaan operasionalnya. Unsur ketidakpastian dan risiko usaha dapat berasal dari lingkungan internal maupun eksternal. Unsur ketidakpastian tersebut dapat menjadi semakin besar akibat perubahan iklim bisnis yang semakin cepat dan kompleks, sehingga menjadi risiko bisnis yang tidak mungkin dihindari, namun wajib dikelola melalui mekanisme Manajemen Risiko, Risiko bisnis Perseroan terdiri atas risiko internal dan risiko eksternal. Risiko Internal merupakan risiko yang muncul dari aktivitas internal Perseroan, dan umumnya masih dapat dikontrol oleh manajemen Perseroan. Sebaliknya, risiko eksternal merupakan risiko yang disebabkan faktor-faktor diluar Perseroan, namun dapat berdampak pada aktivitas dan kegiatan bisnis Perseroan, sehingga seringkali, risiko ini tidak dapat dikontrol secara langsung oleh manajemen Perseroan. 3431 Risiko Internal Risiko Likuiditas Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Perseroan tidak memiliki arus kas yang cukup unluk memenuhi liabilitasnya. Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen menjaga kecukupan arus kas dengan terus memonitor arus kas perkiraan dan aktual. Perseroan juga menerapkan manajemen risiko likuiditas dengan menetapkan saldo kas yang memadai yang berasal dari piutang usaha atau sumber lainnya. Risiko Sumber Daya Manusia Perseroan melaksanakan berbagai inisiatif untuk menarik, mengembangkan dan mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas. Perseroan senantiasa berupaya untuk dapat menampung aspirasi dan Laporan SKB PKP SA
Page 54 OCR 0.944
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana meningkatkan kepuasan karyawan. Perseroan juga memastikan bahwa Perseroan memahami dan memenuhi seluruh persyaratan yang diberlakukan berdasarkan hukum dan peraturan yang berlaku, dan mengikuti perkembangan terkini terkait panduan dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Risiko Operasional Risiko operasional untuk Perseroan umumnya disebabkan karena penerapan sistim dan prosedur yang tidak sesuai oleh pelaksana (sumber daya manusia) dan juga dapat disebabkan olsh keterbatasan sarana dan prasarana penunjang operasional perusahaan, sehingga menyebabkan disfungsi atau malfungsi kegiatan operasional perusahaan. Salah satu bentuk dampak dari risiko operasional bagi Perseroan adalah tidak efisiennya beban atau biaya operasional, sehingga menurunkan marjin operasional secara keseluruhan. Penerapan sistim dan prosedur pelaksanaan kerja yang sesuai serta perawatan terhadap peralatan dan perangkat secara kontinyu dapat menghindari kemungkinan munculnya risiko ini atau memperkecil kemungkinan risiko yang lebih besar, 34.32 Risiko Eksternal Risiko Kebijakan dan Peraturan Pemerintah Salah satu risiko eksternal yang tidak dapat dikontrol adalah risiko kebijakan “atau terkait peraturan pemerintah, dimana secara bisnis operasional, Perseroan seringkali harus mencari solusinya untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan dari penerapan kebijakan atau peraturan pemerintah tersebut. Risiko ini juga menyebabkan terbatasnya rencana ekspansi maupun penyesuaian terhadap rencana jangka panjang Perseroan. Salah satu bentuk untuk meminimalisir risiko ini adalah dengan melakukan perencanaan tahunan yang juga membahas kemungkinan kebijakan atau peraturan pemerintah terkait kegiatan usaha Perseroan. Risiko Hukum Risiko yang terjadi ketika Perseroan gagal mengelola kegiatan usahanya sehingga dapat berujung pada permasalahan hukum. Hal ini dapat berakibat Perseroan merugi karena harus membayar sejumlah denda atau kehilangan kepercayaan dari masyarakat. Selain harus tunduk dan patuh terhadap aturan yang berlaku Gi negara Indonesia, Perseroan juga harus dapat mengelola risiko yang timbul dari kerja sama dengan pihak ketiga. Kerja sama yang diatur dalam perjanjian yang mengikat dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, Risiko Kebakaran dan Bencana Alam Risiko kebakaran terhadap bangunan pusat perbelanjaan, perkantoran maupun bangunan lainnya, serta Tisiko kerusakan akibat bencana alam dapat mempengaruhi penghasilan Perseroan secara negatif apabila merusakkan sebagian besar aset perusahaan. Oleh karenanya untuk mengantisipasi hal tersebut, Perseroan mengasuransikan seluruh aset — aset penting Perseroan. Risiko Persaingan Usaha Dengan masih boomingnya bisnis infrastruktur telekomunikasi khususnya di Indonesia, maka bisnis terkait jasa penunjang telekomunikasi termasuk penyewaan fiber optic yang masih sangat diminati oleh para investor. Hal ini menyebabkan beberapa pengusaha atau perusahaan mencoba untuk masuk di bisnis yang Laporan SKB PKP 47 f
Page 55 OCR 0.948
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana sama, Selain munculnya pendatang baru dalam bisnisinfrastruktur telekomunikasi, persaingan bisnis juga muncul dari eksisting perusahaan penyewaan fiber optic. Perusahaan yang telah memiliki track record umumnya juga memiliki rencana untuk pengembangan bisnisnya yang seringkali memperebutkan porsi target yang sama. Mengingat rencana perusahaan pesaing seringkali tidak dapat diketahui oleh Perseroan alau memang bukan merupakan rencana yang memang untuk dipublikasikan untuk umum, maka risiko ini terrnasuk yang sulit untuk dikendalikan oleh Perseroan, Salah satu bentuk mitigasi yang dapat diterapkan oleh Perseroan adalah dengan membuat perencanaan secara matang, melakukan antisipasi terhadap kemungkinan kendala yang dapat mempengaruhi realisasi rencana serta melakukan persiapan dan pelaksanaan rencana secara baik. Perbaikan sistim dan prosedur serta peningkatan kualias manajemen maupun sumber daya manusia juga menjadi salah satu kunci untuk menghadapi risiko persaingan usaha. Risiko Perubahan Teknologi Keglatan usaha Perseroan sangat bergantung pada teknologi yang sangat cepat berubah. Dalam dunia yang teknologinya sudah semakin maju saat ini, Perseroan harus selalu cepat tanggap dan menyesuaikannya dengan teknologi yang digunakan, Ketidakmampuan Perseroan dalam mengikuti perkembangan teknologi Gapat menyebabkan produk/layanan dari Perseroan menjadi kurang inovatif dan tidak mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan dari pelanggan dan dapat berakibat tidak diminati oleh para pelanggan atau kalah bersaing dengan perusahaan sejanis dan selanjutnya dapat berdampak negatif terhadap kinerja keuangan Perseroan. Perseroan akan menetapkan beberapa langkah seperti melakukan update dan upgrade knowledge bagi personil yang terlibat dalam teknologi maupun operasional agar dapat mengidentifikasi perkembangan dan perubahan teknologi, mengelola partner atau vendor dengan baik agar Gapat bekerjasama memberikan insight pada setiap perubahan teknologi. Pada umumnya vendor lebih cepat menerima informasi setiap perubahan teknologi yang terjadi: membeli produk versi terbaru sehingga mempunyai lifetime yang lebih panjang. Risiko Layanan Pihak Ketiga Keterlambatan dalam instalasi infrastruktur di lokasi dapat mengakibatkan penundaan dalam penyediaan layanan kepada pelanggan dan penyerapan layanan. Keterlambatan dapat diakibatkan oleh berbagai penyebab, termasuk keterlambatan pengiriman material-material terkait atau kegagalan jadwal vendor pihak ketiga dalam penyediaan layanan sesuai kontrak. Keterlambatan penyediaan layanan jasa dapat mengakibatkan adanya keluhan dari pelanggan yang dapat berdampak negatif pada kredibilitas Perseroan khususnya komitmen Perseroan untuk memenuhi janji atas produk dan layanan yang dijanjikan (memenuhi service level agreement). Apabila Perseroan gagal dalam menangani keluhan pelanggan tersebut dan reputasi atas Perseroan memburuk, maka hal ini dapat berdampak negatif pada tingkat layanan yang diberikan kepada pelanggan. Selain itu, dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, Perseroan juga melakukan kerjasama dengan pihak ketiga (sub-kontraktor), seperti dalam menyediakan jasa telekomunikasi. Kinerja dari pihak-pihak ketiga yang bekerjasama dengan Perseroan akan dapat berpengaruh pada reputasi Perseroan. Kegagalan pihak ketiga dalam memberikan layanan jasa dengan kualitas yang sama seperti Perseroan akan dapat berakibat pada keluhan dari pelanggan, yang bila terjadi terus menerus akan berpengaruh juga terhadap kredibilitas Perseroan, dan selanjutnya dapat berdampak pada kegiatan usaha dan kinerja keuangan Perseroan, Perseroan akan menetapkan beberapa langkah dengan melakukan manajemen yang baik melalui personil Perseroan eksisting yaitu Project Manager dan Supervisor untuk Laporan SKB PKP 48 f
Page 56 OCR 0.933
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana 3.5 mengatur dan mengawasi vendor atau mitra yang dikontrak oleh Perseroan sebagai pihak ketiga dengan lugas melakukan perawatan atas jaringan infrastruktur telekomunikasi yang ada berupa tower ataupun jaringan fiber optic yang akan dijalankan nantinya. 3.44 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perseroan telah memiliki kapasitas dan kemampuan dalam pengelolaan rencana penambahan bisnis baru berupa penyewaan jaringan fiber optic, dikarenakan secara proses dan bisnis modelnya serupa dimana Perseroan telah memiliki pengalaman terkait kegiatan penyewaan infrastruktur menara telekomunikasi. Disamping itu dengan adanya penambahan bisnis baru penyewaan jaringan fiber optic, tidak memerlukan tenaga ahli khusus ataupun sertifikasi tertentu dikarenakan industri yang dijalankan masih dalam kelompok usaha sejenis yaitu di bidang informasi dan komunikasi. 3.4.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen Sesuai kegiatan bisnis eksisting, maka struktur organisasi dan manajamen yang telah ada tidak diperlukan perubahan signifikan terkait penambahan kegiatan usaha Perseroan, Dan secara struktur maupun jumlah personel juga tidak diperlukan penambahan baru maupun perubahan terhadap masing-masing divisi atau dengan kata lain struktur organisasi sama seperti yang dijelaskan pada subbab 2.7.3. Aspek Keuangan 354 Analisis Proyeksi Keuangan dan Asumsi Kajian aspek keuangan menganalisis besaran investasi dan arus kas bersih pertahunnya sehingga didapatkan suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana kegiatan usaha baru layak dilaksanakan ataupun tidak. Dalam studi kelayakan ini dilakukan proses kajian atau review terhadap asumsi, variabel proyeksi dan penghitungannya, Penilai melakukan metode review dengan melakukan penyesuaian kembali proyeksi keuangan proyek atau rencana kegiatan usaha baru yang akan dijalankan Perseroan, Asumsi dan prospektif keuangan yang terbentuk merupakan proyeksi keuangan dengan dasar asumsi yang realistis dengan pertimbangan telah dilakukannya analisa penyesuaian proyeksi keuangan yang digunakan berdasarkan koncisi dan informasi terkini atas operasional Perseroan, kajian eksternal seperti ekonomi dan industri dimana asumsi dan prospektif keuangan tersebut telah didiskusikan dan disetujui oleh manajemen Perseroan. 1. Asumsi Umum Berikut ini adalah asumsi keuangan yang digunakan unluk prospektif proyeksi keuangan proyek atau rencana kegiatan usaha baru penyewaan jaringan fiber optic yang akan dijalankan Perseroan dalam bentuk Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi Komprehensif dan Laporan Arus Kas Perseroan, untuk jangka waktu tahun Oktober 2023 — 2033, Laporan SKB PKP li
Page 57 OCR 0.925
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana Asumsi umum adalah asumsi yang bersumber dari data pasar yang diyakini valid sebagai standar dasar penyesuaian dalam review proyeksi keuangan sualu untuk diterapkan selama periode proyeksi yaitu: Keterangan Asumsi Sumber Digunakan Tingkat Inflasi 3,804 APBN 2023 Pertumbuhan Ekonomi 5,306 APBN 2023 Pertumbuhan Industri 19 Bappenas 2023 Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat 2 Pajak Final dari pendapatan bruto 109 tertuang dalam Undang-Undang | Nomor 36 Tahun 2008 2. Asumsi Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk penyusunan proyeksi Laporan Posisi Keuangan atas proyek atau rencana kegiatan usaha baru penyewaan jaringan fiber optic yang akan dijalankan Perseroan untuk periode Oktober 2023 - 2033: A. Asumsi Belanja Modal Asumsi ON Dasar “II Alasan Ni “v Laporan SKB PKP Belanja modal merupakan investasi awal yang dikeluarkan Perseroan terkait dengan kegiatan bisnis baru penyewaan jaringan fiber optic yang dianggarkan untuk biaya pembelian material, biaya perizinan, biaya jasa mitra atau vendor dan biaya transportasi pemasangan jaringan fiber optic. Belanja modal yang dikeluarkan untuk pembangunan jaringan fiber optic sampai dengan tahun 2026 yaitu sepanjang 2.275 Km. Anggaran yang dikeluarkan untuk setiap Km jaringan fiber optic adalah sebesar Rp48 juta dengan kenaikan inflasi setiap tahunnya. Proyeksi keuangan manajemen Perseroan periode Oktober 2023 - 2033, Diskusi dan wawancara dengan manajemen Persercan. Merupakan rencana yang telah disetujui manajemen Perseroan dengan mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan saat ini: Diskusi manajemen Perseroan merupakan pemaparan hasil kajian proyeksi keuangan Perseroan yang telah dikonfirmasi dan dapat diterima sebagai asumsi yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan operasional Perseroan.
Page 58 OCR 0.891
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana B. Asumsi Depresiasi Aset Tetap Asumsi Tn Dasar 1. v Alasan 9 v C. Asumsi Modal Kerja Asumsi 1. v Dasar " “ Alasan Me v Depresiasi Garis Lurus untuk fiber optic: 25 tahun, Proyeksi keuangan manajemen Perseroan periode Oktober 2023 - 2033, Diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan. Diskusi manajemen Perseroan merupakan pemaparan hasil kajian proyeksi keuangan Perseroan yang telah dikonfirmasi dan dapat diterima sebagai asumsi yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan operasional Perseroan, Sebagai basis yang jelas dan konsisten dalam menentukan periode periode penyusutan dan telah disetujui oleh manajemen Perseroan dalam penerapan pencatatan atas urnur gkonomis aset tetap. Perputaran Piutang 130 hari: Perputaran Utang 145 hari, Proyeksi keuangan manajemen Perseroan periode Oktober 2023 — 2033: Diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan. Merupakan rencana yang telah disetujui manajemen Perseroan dengan mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan saat ini: Diskusi manajemen Perseroan merupakan pemaparan hasil kajian proyeksi keuangan Perseroan yang telah dikonfirmasi dan dapat diterima sebagai asumsi yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan operasional Perseroan. D. Asumsi Pendanaan, Pinjaman, Pembayaran, Beban Bunga Asumsi Na v Dasar | “ w Alasan “ Laporan SKB. PKP Pendanaan untuk membiayai proyek pemasangan jaringan fiber optic dibagi menjadi dana internal Perseroan yang diambil dari kas Persercan sebesar Rp20.800.000.000 dan sisanya menggunakan fasilitas utang bank: Utang berbunga merupakan fasilitas utang pinjaman bank dalam bentuk Revolving Credit Facilty (“Fasilitas RCF") yang dimiliki Perseroan untuk kebutuhan modal kerja berupa pemasangan jaringan fiber optic dimana cicilan pembayarannya — disesuaikan — kemampuan — Perseroan — dengan mempertimbangkan minimum kas yang dijaga oleh Perseroan. Proyeksi keuangan Perseroan periode Oktober 2023 - 2033: Diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan: Salinan perjanjian yang disepakati antara Perseroan dengan Bank. Merupakan rencana yang telah disetujui manajemen Perseroan dengan mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan saat ini:
Page 59 OCR 0.886
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana “ Diskusi manajemen Perseroan merupakan pemaparan hasil kajian proyeksi keuangan Perseroan yang telah dikonfirmasi dan dapat diterima sebagai asumsi yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan operasional Perseroan. E. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Berdasarkan asumsi yang mendasari penyusunan atas raviaw proyeksi Laporan Posisi Keuangan, prospektif Laporan Posisi Keuangan periode Oktober 2023 — 2033 adalah sebagai berikut: ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 20.738 3.260 3.091 3.861 3128 3151 Piutang usaha : 418 1.027 1710 2.314 2.360 Jumlah Aset Lancar 20.738 3.708 4113 5.571 5.443 5.511 ASET TIDAK LANCAR Aset Tetap : 33492 68,676 108.863 102.329 97.795 Jumlah Aset Tidak Lancar To 33492 68.676 108.863 102.329 97.195 JUMLAH ASET 20.738 37.201 72,794 112.434 107.772 103.306 LIABILITAS Liabilitas Lancar Utang usaha - 4398 4.949 5.708 512 531 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 4.398 4.949 5.708 512 531 Liabilitas Jangka Panjang Utang Bank - 11.d00 44.000 80.000 73.000 58.000 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 11.000 44.000 80.000 73.000 58.000 JUMLAH LIABILITAS ' 15.398 48.949 85.708 73.512 58.531 EKUITAS Modal Saham 20.800 20.800 20.890 20.800 20.800 20.800 Saldo Laba (62) 1.003 3.045 5.926 13.480 23.975 JUMLAH EKUITAS 20.738 21803 23.845 26.726 34280 44715 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 20.738 37.201 72.794 112.434 107.772 103.306 Keterangan ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 3479 3.840 4195 27.332 53,181 Piutang usaha 2.360 2.624 2624 2.624 2.918 Jumlah Aset Lancar 5.839 6.464 6,819 29.956 56,078 Laporan SKB PKP
Page 60 OCR 0.907
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana Ket ASET TIDAK LANCAR Aset Tetap 93.261 83.726 84.192 79.658 75.123 Jumlah Aset Tidak Lancar 93.261 88.726 84.192 79.658 75.123 JUMLAH ASET 99.100 AM 91.011 109.614 131.202 LIABILITAS Liabilitas Lancar Utang usaha 550 570 590 611 633 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 550 570 590 611 633 Liabilitas Jangka Panjang Utang Bank 42.000 22.000 - - - Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 42.000 22.000 . . 3 JUMLAH LIABILITAS 42.550 22.570 590 611 633 EKUITAS Modal Saham 20.800 20.800 20.800 20.800 20.800 Saldo Laba 35.750 51821 69621 88.203 109.769 JUMLAH EKUITAS 56.550 72.621 90.421 109.003 130.569 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 99.100 9591 91.011 109.614 131.202 3. Asumsi Laporan Laba Rugi Komprehensif Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk penyusunan proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif atas proyek atau rencana kegiatan usaha baru penyewaan jaringan fiber optic yang akan dijalankan Perseroan untuk periode Oktober 2023 - 2033: A. Asumsi Pendapatan # Pendapatan pada proyeksi keuangan didasarkan pada asumsi panjang jaringan fiber optic yang akan dibangun oleh Perseroan dengan totalan sepanjang 2.275 Km selama 3 tahun secara bertahap sampai dengan 2028. Tingkat ulilisasi penggunaan jaringan fiber optic ditargetkan sampai dengan 1,58x di tahun 2027 Asumsi Dasar Alasan Laporan SKB PKP dengan pertimbangan pertumbuhan industri informasi dan komunikasi. Y Harga yang diajukan untuk penyewaan fiber optic adalah sebesar Rp500.000 dengan kenaikan sebesar inflasi untuk setiap 3 tahun berikutnya, “Proyeksi keuangan Perseroan periode Oktober 2023 - 2033, “ Diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan. “ Merupakan rencana yang telah disetujui manajemen Perseroan dengan mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan saat ini: |
Page 61 OCR 0.852
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana “ Diskusi manajemen Perseroan merupakan pemaparan hasil kajian proyeksi keuangan Perseroan yang telah dikonfirmasi dan dapat diterima sebagai asumsi yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan operasional Perseroan. B. Asumsi Beban Operasional Asumsi Dasar Alasan “ Beban operasional terdiri dari beban tetap dan beban variabel. Beban tetap merupakan anggaran tetap seliap bulannya untuk pembayaran sewa kantor, tambahan benefit gaji dan listrik. Beban variabel merupakan anggaran variabel terkait beban perawatan setiap Km jaringan fiber optic yang menggunakan pihak vendor untuk melakukannya. Beban operasional tersebut mengalami kenaikan Inflasi setiap tahunnya “Proyeksi keuangan Perseroan periode Oktober 2023 - 2033: v Diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan. W Merupakan rencana yang telah disetujui manajemen Persercan dengan mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan dana dan personil saat ini, W Diskusi manajemen Perseroan merupakan pemaparan hasil kajian proyeksi keuangan Perseroan yang telah dikonfirmasi dan dapat diterima sebagai asumsi yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan operasional Perseroan. C, Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif Berdasarkan asumsi yang mendasari penyusunan atas review proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif, prospektif Laporan Laba Rugi Komprehensif periode Oktober 2023 — 2033 adalah sebagai berikut: Keterangan 2026 Pendapatan 2 3.073 9.630 17.388 26147 28.317 Biaya Operasional 62 (828) (2082) (2516) (4370) 4533) EBITDA 62 2.246 7.598 13.872 2.772 28.784 Penyusutan (634) Ma se07) (4.534) 53) “LABA USAHA 62) 1.563 5485 10176 17.238 19.250 Pendapatan (beban) lain-lain & (190) (2475) (6553) (7.090) (5.02) Bunga 2 (190) (2475) (6:555) (7.090) (502) LABA SEBELUM PAJAK 62) 1372 3.010 4.820 10.148 13347 Pajak (lermasuk pajak final) : (207) (968) (1.739) (2615) (2830) LABA TAHUN BERJALAN 62) 1.065 2042 2.882 7.533 10.516 Laporan SKB PKP 4
Page 62 OCR 0.853
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana Keterangan 2029 2030 2031 2032 2033 Pendapatan 28.317 31.487 31.487 31.487 35.011 Biaya Operasional (4.598) (4.385) (5.041) (5.222) (5.410) EBITDA 28621 . 26621 26.446 26.265 29.601 Penyusutan (4.534) (4.534) 14.534) (4.534) (4534) LABA USAHA — 19.086 22.087 21.912 21.730 25.067 —. (beban) lain- (s0) (267) 083 : " Bunga (4.480) (2.867) (983) LABA SEBELUM PAJAK 14,606 19.220 20.949 21.730 25,067 Pajak (termasuk pajak final) (2832) (3.149) (8148) (3.149) (3501) — LABATAHUN BERJALAN 11775 16.071 17.800 18.582 21.566 D. Proyeksi Laporan Arus Kas Dengan hasil proyeksi Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Komprehensif, maka diperoleh gambaran proyeksi Laporan Arus Kas periode Oktober 2023 - 2033 sebagai berikut: Okt - Des Keterangan « 2023 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan - 3,073 9.680 17.388 26147 28.317 Kas yang dibayarkan kepada - 1.823 3.248 4 42 pemasok (577) (1323) (3248) (4.098) (4226) Kas yang dibayarkan kepada 2 7 Beban umum dan Administrasi (62 Ken) (259) (288) (218) (288) Pajak Perusahaan - (307) (988) (1.739) (2.615) (2.832) Utang Usaha 4.398 551 759 (5.196) 18 Piutang Usaha (448) (579) (683) (604) (45) Kas bersih diperoleh (digunakan) dari aktivitas (62) 5,889 6.602 12.209 13.357 20.925 operasi Na ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Belanja modal (34176) (37.296) (41884) Laporan SKB PKP 55 p
Page 63 OCR 0.818
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana Keterangan Kas bersih diperoleh Okt - Des 2023 (digunakan) dari aktivitas - (34.176) (37.298) (91.884) - - invetasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penarikan Pinjaman Bank - 11.000 33.000 36.000 3.000 - Pembayaran Pinjaman Bank - - - (10.000) (15000) ini Panaaan (EU: Pena - (180 (2575) (61555) (7.000) 6902 Bank Modal 20.800 - - - - Kas bersih diperoleh (digunakan) dari aktivitas 10.810 30,525 30.445 (14.090) (20.902) pendanaan Arus Kas Bersih - Net 20.738 (17.477) (169) 770 (732) 23 KAS DAN SETARA KAS PADA” - . . 3.091 3.861 & AWAL TAHUN 20.738 3.260 1) 128 KAS DAN SETARA KAS PADA . .. 3.091 3.861 3 3 AKHIR PERIODE 20.738 3.280 6: 3.128 3.151 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan 28317 Kas yang dibayarkan kepada petak (4.398) Kas yang dibayarkan kepada (oogj Beban umum dan Administrasi Pajak Perusahaan (2.832) Utang Usaha 19 Piutang Usaha Kas bersih diperoleh (digunakan) dari aktivitas 20,308 operasi 31.487 (4.557) (309) (tag) 20 (264) 23.228 31.487 (4.721) (320) 819) “ 23.318 31.487 (4.891) 831 (8.149) 2 23.37 35.011 (5.057) (343) (3501) 22 (294) 25.828 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Belanja modal Laporan SKB PKP af
Page 64 OCR 0.893
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana. Kas bersih diperoleh (digunakan) dari aktivitas investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penarikan Pinjaman Bank - - 2 a z Pembayaran Pinjaman Bank (18.000) (20.000) (22.000) - - Pe Pi 'embayaran Bunga Pinjaman 4.480) sen (963 . : Bank Modal x 5 Pa Kas bersih diperoleh (digunakan) dari aktivitas (20.480) (22.867) (22.963) - - pendanaan Arus Kas Bersih - Net 328 381 355 23137 25.828 KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 3.151 3.479 3.840 4.195 kiss KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE 3.479 3.840 4195 27.332 53.161 E. Tingkat Diskonto Pada penentuan Tingkat Diskonto yang sesuai untuk digunakan pada proyeksi arus kas, Penilai mempertimbangkan nilai imbal balik hipotesis yang investor harapkan dari suatu investasi sebelum dilakukan penyesuaian terhadap faktor risiko yang relevan terkait dengan investasi tersebut Untuk penentuan Tingkat Diskonto yang sesuai, telah dipertimbangkan faktor-faktor seperti karakteristik bisnis, risiko & ketidakpastian untuk mencapai arus kas proyeksi dan risiko ekonomi & politik di Indonesia (country risk). Penentuan Tingkat Diskonto per tahun sebagai nilai diskonto arus kas menggunakan WACC (Weighted Average Cost of Capital), dimana penghitungan untuk menentukan besaran Ke menggunakan Model Penetapan Harga Aset Modal (Capital Asset Pricing Model atau CAPM) dengan formula sebagai berikut: dimana Laporan SKB. PKP Ke Rm Kes RftBx (Rm-Rf) #a Biaya Ekuitas, sesual formula penghitungan di atas. Tingkat bebas risiko di Tanggal Penilaian Beta, kecenderungan imbal hasil sekuntas untuk merespons pergerakan pasar disesuaikan di Tanggal Penilalan Ekspektasi tingkat pengembalian pasar untuk negara Indonesia, di Tanggal Penilaian 5 f
Page 65 OCR 0.839
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana Rp 1 Risk Premium (Rm — Rp, formula penghitungan sesuai negara Indonesia a 1 Risiko spesifik Berdasarkan formula di atas, maka berdasarkan data variabel yang digunakan dalam perhitungan Biaya Ekuitas, maka diperoleh Biaya Ekuitas sebagai tingkat diskonto yang digunakan dalam penghitungan indikasi nilai ekuitas Perseroan adalah sebagai berikut: Keterangan Rate a) Tingkat Bebas Risiko 699 b) Industri Beta 0,713 C) Risk Premium 437 d) Specific Risk Premium 0 Ke 10,094 | Keterangan Rate a) Tingkat Bunga - Bank Persero per 30 September 2023 GA b) Pajak Perusahaan Final Ado Pendapatan Kotor Kd 9,400 DMC (debt to market 0,88 capitalization) Menghasilkan bobot komposisi Ke- 10,091 Kd - 84014 Weighted Keterangan Proporsi 53,281 46,724 WACC Kd Keterangan (sumber diperoleh sesuai dengan Tanggal Penilaian): V Tingkat Bebas Risiko jatuh tempo tahun 2051 menggunakan Indonesia Govemment Bond Curve yang diperoleh dari Bloomberg per Tanggal Penilaian. V Beta merupakan rata-rata Beta perusahaan pembanding pada industri sejenis yang diolah dan bersumber dari Bloomberg. Risk Premium bersumber dari Bloomberg untuk negara Indonesia, Alpha tidak diterapkan sehubungan dengan tidak tersedianya referensi mengenai penentuan besarnya risiko spesifik. «XX Laporan SKB PKP “f
Page 66 OCR 0.873
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana
3.52 Analisis Titik Impas (Break Even Point Analysis)
Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh laba dan tidak
menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah pendapatan (revenue) sama
dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.
BEP dapat diformulasikan sebagai berikut:
Total Biaya Tetap
—. (Total Biaya Variabel.
Ga ( Penjualan »
BEP —
Nilai BEP mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP Perhilungan BEP pada
proyeksi atas adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1 Analisis break even point (Juta Rupiah
Proyeksi
2026
Keterangan
Break Even Point, BEP
Penjualan : 3073 9680 17.388 26147 28.317
Variable cost : (677) n828) ta248) yao9g) (4246)
Fixed cost (62) (250) (250) — (268) — (278) (288)
BEP Rp Juta NA 307 319 329 329 338
Keterangan
Break Even Point, BEP
Penjualan 28.317 31487 31487 31487 — 35.011
Variable cost (4.398) (4557) 4721) (4891) (5.067)
Fixed cosi (298) (309) (320) (311) (343)
BEP Rp Juta 353 381 376 392 401
BEP Rp Rata-rata 351
BEP Rata-rata ("2) 1,487
BEP selama periode proyeksi akan dicapai rata-rata pada pendapatan sebesar Rp351 juta, atau 7,489 dari
rata-rata penjualan diluar dari perhitungan pajak dan bunga.
Laporan SKB PKP 59
Page 67 OCR 0.795
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana 3.5.3 Analisis Profitabilitas (Overall Profitability) Analisis profitabilitas atas penambahan kegiatan usaha penunjang ditampilkan pada tabel berikut ini: Okt - Des Proyeksi Keterangan 2023 2026 2027 2028 Margin EBITDA NA I3MIK TBAIK T9TBK 83274 — 8399h Margin EBIT NA 44684 IOK 26578 38816 4714P Margin Laba Bersih Periode Berjalan NA 324656 MMOK 16578 28816 37 14P Pengembalian Aset (ROA) 0,304 286 281 2,561 699 10184 Pengembalian Ekuitas (ROE) 0,304 4894 8568 10786 21994 23494 Proyeksi Keterangan 2031 Margin EBITDA 834286 84554 83994 83424 845596 Margin EBIT 51,589 61044 6653K 6901 7160K Margin Laba Bersih Periode Berjalan 11,584 S10AN 55634 SIO1K — 61,60M Pengembalian Aset (ROA) 11884 16,884 19,56W 16,958 16,447 Pengembalian Ekuitas (ROE) 20,824 221386 19694 T705W 16,526 Analisis profitabilitias ini bertujuan untuk kemampuan yang dimiliki Perusahaan untuk menghasilkan sebuah laba. Berdasarkan proyeksi keuangan penambahan kegiatan usaha baru, selama periode proyeksi rata-rata margin laba bersih periode berjalan adalah sebesar 40,809c. Sedangkan rata-rata pengembalian aset (ROA) dari rencana penambahan kegiatan usaha baru yang dilakukan oleh Perseroan adalah sebesar 10,7196. 3,54 Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return On Invesment) Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan akliva untuk kegiatan operasional dan dapat memberikan informasi ukuran profitabiltas Perseroan. Formula dalam perhitungan ROI adalah: Net Return on Investment ROL — —————— 4 1008 Cost of Invesment Net Return on Investment dimaksud adalah total arus kas bersih yang diperoleh selama periode proyeksi. Cost of Investment dimaksud adalah total investasi (CAPEX) yang dikeluarkan selama periode proyeksi Berdasarkan perhitungan terhadal total arus kas bersih terhadap CAPEX selama periode proyeksi, maka dihasilkan rata-rata ROI dari rencana penambahan kegiatan usaha baru yang dilakukan oleh Perseroan Laporan SKB PKP Lah
Page 68 OCR 0.834
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana sebesar 28,554. Dengan demikian, tingkat imbal balik investasi Perseroan masih lebih tinggi dari bunga bank dan WACC Perseroan. 3.5.5 Analisis Kelayakan Keuangan Proyek Berdasarkan proyeksi Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Komprehensif untuk periode Oktober 2023 - 2033, dihasilkan Arus Kas Bebas (Free Cash Flow) proyek kegiatan usaha baru yang selanjutnya dengan menggunakan tingkat diskonto berdasarkan perhitungan WACC ditambah dengan Terminal Value (Nilai Kekal) dengan menggunakan pertumbuhan inflasi sebesar 3,6Yo maka diperoleh hasil perhitungan IRR di atas WACC dan PI di atas 1 sebagaimana ditunjukan pada tabel berikut: Free Cash Flow Net Income (t) Depreciation (3 Change in NWC (-) CAPEX Free Cash Flow Multiplikator DCF Free Cash Flow Unit Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta (62) 98K (61) 2024 1.085 684 3.950 (34,178) (28.477) 8916 (25345) 2030 2025 2026 2027 2042 2882 7533 2113 3.697 4534 (23) 76 (5.800) (87206) (41.884) " (83.169) (35.230) 6.288 B1 74th 6796 (28894) — (25023) 4217 Net Income (t) Depreciation (-) Change in NWC () CAPEX Free Cash Flow Multiplikator DCF NPV4#Terminal Value Project IRR FCF PI (Profitability Index) PP Laporan SKB PKP Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta Rp Juta 11.775 4.534 15.328 564 9119 151.479 25,22h 265 8,64 16.071 4534 (za) 20.361 51 10.359 17.800 18.582 21.566 4534 4.534 4534 2 Pl (272) 22.355 23.137 25328 4614 429k 20 10.361 9.788 9.935 f 20. 10.516 4534 (en 15.023 5116 5.209
Page 69 OCR 0.936
Studi Kelayakan Bisnis — PT Permata Karya Perdana Bab 4 — Kesimpulan Dengan demikian berdasarkan analisis aspek kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen, dan kelayakan keuangan dapat disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha sebagai jasa penyediaan infrastruktur telekomunikasi untuk penyewaaan jaringan fiber optic yaitu berupa aktivitas telekomunikasi dengan kabel (KBLI: 61100), sesuai dengan usaha yang dilakukan oleh Grup Perseroan dan berpotensi mendapatkan pengembalian lebih tinggi dari biaya pinjaman atau WACC dari Perseroan. Sehingga, mempertimbangkan akses dari pangsa pasar yang kuat, pengalaman Grup dalam industri dan potensi tingkat pengembalian Penilai beropini bahwa penambahan kegiatan usaha penyewaan jaringan fiber optic adalah layak. Laporan SKB PKP “
Page 70 OCR 0.905
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana Pernyataan Penilai Yang bertanda tangan dibawah ini, kami sebagai Penilai, dengan keyakinan dan keterbatasan yang Penilai miliki menyatakan bahwa: a) Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai yang diakui Pemerintah: b) Laporan Studi Kelayakan Bisnis terhadap Objek Kelayakan Bisnis yang disusun dan diterbitkan untuk Tanggal Kelayakan Bisnis yang digunakan adalah benar sesuai penugasan Studi Kelayakan Bisnis dan pemahaman terbaik dari Penilai, c) Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap Objek Kelayakan Bisnis dan pendapat yang dihasilkan dalam penugasan Penilai Independen telah disajikan dalam bab Kesimpulan Laporan Studi Kelayakan Bisnis, d) Imbalan jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil Studi Kelayakan Bisnis yang dilaporkan: e) Penilai memiliki pemahaman atas Objek Kelayakan Bisnis dan dapat mempertanggung jawabkan atas Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang diterbitkan, 1) Analisis dan kesimpulan Kelayakan Bisnis yang disajikan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang sesuai tujuan penugasan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis, 9) Penugasan Kelayakan Bisnis telah dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku: h) Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini telah dibuat sesuai dengan POJK No.17/POJK.04/2020, POJK No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No.17/SEOJK.04/2020, KEPI & SPI Edisi VII-2018 SPI 350, i) Lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan kecuali dinyatakan manajemen Perseroan sebagai dokumen rahasia yang dapat membahayakan operasional Perseroan: ih) Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis telah menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan Bisnis: k) Data ekonomi dan industri dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan Penilai alifikasi di hlian Tanda Tangan Budi P. 1 8 - Penilai Bisnis Pimpinan Rekan NIPP :B-1,08.00036 STTD : STTD,PB-20/PJ1/PM.02/2023 Nomor Register : RMK-2017.00030 MAPPI 1 06-5-01995 (- 2 Eduardo Juantareno, MAPPI (Cert.) - Penilai Bisnis Rekan Pendamping & NIPP : B-1.11.00313 STTD : STTD.PB-34/PJ-1/PM.02/2023 Nomor Register : RMK-2017.00274 MAPPI :00-5-01328 Laporan SKB PKP 63
Page 71 OCR 0.838
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana Lembar ini merupakan satu kesatuan dengan lembar Pernyataan Penilai Penilai Kualifikasi dan Keahlian Tanda Tangan 3 Kristiardjo - Penilai Manajer Proyek MAPPI 1 10-T-02498 Nomor Register : RMK-2017.00596 4 Ikhlas Lukman - Penitai Manajer MAPPI : 14-P-04810 Nomor Register : RMK-2017.01850 5 Anjasmoro Angkasa Putra - Penilai Analis MAPPI 122-PA1715 Nomor Register : RMK-2022.04516 Laporan SKB. PKP
Page 72 OCR 0.896
Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana Laporan SKB PKP Lampiran
Page 73 OCR 0.783
Suku Bunga Bebas Risiko Studi Kelayakan Bisnis - PT Permata Karya Perdana Sumber: Bicomberg Tingkat Bunga — Bank Persero KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN Sid 1 Bank Persero 2 Prrjaman Modal Kerja Yang Diberikan &9o 3 Pejaman Investasi Yang Diberikan 240 Sumber: www.bi.go.id Laporan SKB PKP
Names mentioned 80 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana
p.1 ×52
unresolved
org
KJPP
p.2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Martokoesoemo
p.2 ×3
unresolved
org
Pakpahan & Rekan
p.2 ×4
unresolved
org
KJPP MPR
p.2 ×15
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×3
unresolved
org
Departemen Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan
p.3 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.5 ×14
unresolved
org
KJPP Martokoesoemo
p.8
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana Daftar Isi Daftar Isi.
p.9
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana Definisi
p.12
unresolved
org
KJPP MPR Km
p.12
unresolved
org
KJPP MPR No. EL-B
p.12
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.12
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana Bab
p.13 ×4
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana Objek Studi Kelayakan Bisnis
p.15
unresolved
org
Menteri Komunikasi dan Informatika
p.20 ×2
unresolved
org
Tjahjo & Rekan
p.20
unresolved
org
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
p.20 ×4
unresolved
org
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang
p.20 ×4
unresolved
person
Dimas Riswandono
p.21
unresolved
person
Azhar Fajar Kharisma
p.21
unresolved
person
Edi Sucipto
p.21
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana Global
p.22
unresolved
org
Bank Indonesia Inflasi Inflasi
p.23
unresolved
org
Bank Tn Indonesia
p.24
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana Grafik
p.28 ×3
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana Tahun
p.31
unresolved
org
PT Platinum Teknologi
p.31 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Jimmy Tanal
· Notaris
p.34 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.34
unresolved
org
PT Sukses Prima Sakti
p.35
unresolved
person
Hasbullah Abdul Rasyid
p.36
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.36 ×2
unresolved
person
Darmawan Tjoa S.H.
p.36
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana Keterangan Audit
p.37
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana Liabilitas Y Total
p.38
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana Audit Audit Audit Audit
p.39 ×2
unresolved
org
Entitas Induk Perseroan Tbk
p.44
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana Gambar
p.46
unresolved
org
Hardiman Telecomunications Ltd
p.46
unresolved
org
Telekomunikasi Indonesia Tbk
p.47 ×2
unresolved
org
Bali Tower Sentra Tbk
p.47 ×2
unresolved
org
PT Unicom Muda Tama
p.47
unresolved
org
PT Sokka Tama Fiber
p.47
unresolved
org
PT Alita Praya Mitra
p.47
unresolved
org
PT Era Bangun Jaya
p.47
unresolved
org
PT Kencana Mandiri Sejahtera Telecom
p.47
unresolved
org
Tower Bersama Group Tbk
p.48 ×2
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana No Material Keterangan Digunakan
p.50
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana Waktu
p.51
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana Asumsi
p.57
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana B. Asumsi Depresiasi Aset
p.58
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana Ket ASET TIDAK LANCAR
p.60
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana Keterangan Kas
p.63
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana. Kas
p.64
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana Rp
p.65
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana Pernyataan Penilai
p.70
unresolved
person
Eduardo Juantareno
p.70
unresolved
org
PT Permata Karya Perdana Sumber
p.73
unresolved
org
Bank Persero KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN Sid
p.73
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.