Back to announcement
20260413_TRJA_Laporan Informasi dan Fakta Material_32070430_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review TRJASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 50
Page 1
LAPORAN
No. ID&R/FS/IV/130426-01
STUDI KELAYAKAN ATAS
RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
KODE KBLI 49429, KBLI 49422 DAN KBLI 49229
PT TRANSKON JAYA Tbk
Page 2
Graha ROI Formula 3rd Floor Suite 302
Jl. Sultan Iskandar Muda No. 222
Jakarta 12240
Ph. +62 21 7245677 / 6611883
Fax. +62 21 7253689 / 6622016
Ref. No. ID&R/FS/IV/130426-01 Jakarta, 13 April 2026
Kepada Yth,
Direksi
PT TRANSKON JAYA Tbk
Jl. Mulawarman Kompleks Hidup Baru No. 21
Manggar, Kec. Balikpapan Timur
Kota Balikpapan
Kalimantan Timur 76116
Dengan hormat,
Dalam rangka pelaksanaan transaksi dan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan
OJK No. 17/POJK.04/2020, PT Transkon Jaya Tbk (“Perseroan”) telah menunjuk KJPP Ihot Dollar & Raymond
(“ID&R”), sebagai Penilai Independen berdasarkan Surat Izin Usaha dari Menteri Keuangan
No. 1408/KM.1/2012 tanggal 27 November 2012 untuk memberikan pendapat atas kelayakan Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan, sesuai dengan Surat Penugasan No. 041R2/III/FS/26/KJPPID&R
tertanggal 11 Maret 2026.
Identitas Pemberi Tugas
Nama : PT Transkon Jaya Tbk
Bidang usaha : Penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya
Alamat : Jl. Mulawarman Kompleks Hidup Baru No. 21, Manggar, Kec. Balikpapan Timur,
Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 76116
Telepon : (62) 542-770401
Faksimili : (62) 542-770403
Website : https://www.transkon-rent.com/
Identitas Pengguna Laporan
Pengguna laporan ini mencakup Perseroan, Instansi Pemerintah dan Masyarakat.
Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penilaian adalah untuk penyusunan studi kelayakan terkait penambahan kegiatan usaha angkutan
darat lainnya untuk penumpang (KBLI 49429), angkutan sewa (KBLI 49422), dan angkutan bus tidak dalam
trayek lainnya (KBLI 49229) oleh Perseroan. Tujuan penilaian adalah untuk memenuhi ketentuan yang diatur
dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 mengenai penambahan kegiatan usaha.
Objek Penilaian
Penambahan kegiatan usaha Perseroan dalam hal angkutan darat lainnya untuk penumpang (KBLI 49429),
angkutan sewa (KBLI 49422) dan angkutan bus tidak dalam trayek lainnya (KBLI 49229) per tanggal cut-off.
Tanggal Penilaian
Tanggal pisah batas (cut off date) penilaian adalah per 31 Desember 2025, dimana batas tersebut diambil
atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Page 3
Analisa Kelayakan Penambahan 3 Kode KBLI Baru
Dalam melaksanakan penugasan ini, ID&R melakukan analisa kelayakan penambahan kegiatan usaha
Perseroan yang didasarkan pada proyeksi keuangan Perseroan selama 5 tahun sehubungan dengan rencana
penambahan Kode KBLI 49429, 49422 dan 49229 (“Rencana Penambahan 3 Kode KBLI”).
Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Menjadi Perusahaan Induk digunakan 3 (tiga)
indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability Index (PI), yang
didasarkan pada nilai kini arus kas bersih yang diproyeksikan untuk periode tahun 2026-2030. Penggunaan
NPV berarti mengukur nilai kini dari pengeluaran investasi dan manfaat bisnis yang digambarkan oleh
proyeksi manfaat netto.
Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai investasi. Jika nilai
NPV positif maka investasi tersebut layak dilaksanakan sedangkan jika nilai NPV negatif, investasi tersebut
sebaiknya tidak dilaksanakan. Nilai IRR mencerminkan besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk
mendiskonto seluruh selisih kas masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi.
Jika IRR lebih besar dari WACC, maka Rencana ini layak dilaksanakan dan apabila IRR lebih kecil dari WACC
maka Rencana ini sebaiknya tidak dilaksanakan. PI merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai
tambah dari investasi yang dilakukan. Dalam menganalisis PI suatu investasi maka kelayakan dapat dinilai
apabila nilai PI lebih dari 1. Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi tersebut dapat disimpulkan layak untuk
dilaksanakan.
Analisa kelayakan dapat dilakukan berdasarkan perhitungan kelayakan investasi Perseroan dan
perbandingan antara rasio kinerja proyeksi keuangan dalam kondisi tanpa adanya Rencana Penambahan 3
Kode KBLI dan dengan adanya penambahan Rencana Penambahan 3 Kode KBLI tersebut. Kelayakan
rencana usaha Perseroan dihitung dengan menggunakan tiga indikator yaitu Net Present Value (NPV),
Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability Index (PI), dengan ringkasan sebagai berikut:
Keterangan NPV (Rp) IRR (%) PI
Penambahan Usaha
Baru - Kode KBLI 49429, 95.671.807.034 26,5% 3,16
49422 dan 49229
Berdasarkan tabel di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada WACC dan PI lebih dari
1, dengan demikian investasi tersebut layak.
Berdasarkan hasil kajian dan analisa yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait dalam rangka
menentukan kelayakan usaha, kami berpendapat bahwa Rencana Penambahan 3 Kode KBLI Baru yang akan
dilakukan oleh Perseroan dinilai “layak”.
Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini disusun dengan
pelaksanaan rencana usaha, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada perubahan yang memiliki
dampak yang signifikan terhadap nilai dan hubungan manajemen Perseroan dengan pelaksanaan rencana
usaha, yang meliputi kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, peraturan
Pemerintah Indonesia dan perubahan organisasi dan/atau manajemen Perseroan setelah tanggal laporan ini
dikeluarkan. Studi kelayakan atas Rencana Penambahan 3 Kode KBLI mungkin akan berbeda jika setelah
tanggal laporan dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas.
Laporan ini berdasarkan asumsi bahwa semua informasi keuangan dan informasi lain yang diberikan
Perseroan atau yang tersedia secara umum adalah lengkap dan akurat; tidak ada perubahan kondisi pasar
dan perekonomian, peraturan perpajakan, manajemen dan kebijakan akuntansi; serta terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat dalam Rencana Penambahan 3 Kode KBLI.
Page 4
Laporan ini disiapkan secara obyektif dan karenanya tidak sah di bawah kondisi lainnya, dan tidak dapat digunakan maupun dikutip untuk tujuan lainnya tanpa persetujuan tertulis dari ID&R. Kami tidak diwajibkan untuk memperbaharui laporan ini berdasarkan kejadian yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Hormat kami, KJPP Ihot Dollar & Raymond Raymond Yoranouw, MBT, MAPPI (Cert.) Senior Partner Ijin Penilai : B-1.09.00113 MAPPI : 03-S-01751 STTD OJK : STTD.PB-13/PM.2/2018
Page 5
PERNYATAAN PENILAI
Berdasarkan pengetahuan kami atas penugasan penilaian, dengan ini kami menyatakan bahwa:
▪ Seluruh pendapat yang kami nyatakan dalam laporan ini, baik mengenai perhitungan dan
analisis, kesimpulan atau pendapat, telah dilakukan dengan benar;
▪ Kami bertanggung jawab atas Laporan ini;
▪ Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada tanggal
penilaian (cut off date);
▪ Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
▪ Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku;
▪ Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
kesimpulan nilai;
▪ Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan;
▪ Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
▪ Data ekonomi dan data industri dalam Laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini
Penilai dapat dipertanggungjawabkan;
Pihak-pihak di bawah ini telah bekerja secara profesional untuk membantu pihak yang
menandatangani Laporan ini:
Supervisor:
Lena Wijaya ...........................................................
MAPPI No. 12-P-03872
Penilai:
Meiliana K. Dewi .............................................................
MAPPI No. 14-P-04735
Studi Kelayakan i
PT Transkon Jaya Tbk
Page 6
DAFTAR ISI
PERNYATAAN PENILAI.................................................................................................................... i
DAFTAR ISI ..................................................................................................................................... ii
1. RINGKASAN EKSEKUTIF ...................................................................................................... 1
1.1 IDENTITAS PEMBERI TUGAS .............................................................................................. 1
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN ..................................................................................................... 1
1.3 LINGKUP PENUGASAN ..................................................................................................... 1
1.4 ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ...................................................................................... 2
1.5 DATA DAN INFORMASI SERTA PROSEDUR YANG DIGUNAKAN .................................................. 3
1.6 TANGGAL PENILAIAN ....................................................................................................... 3
1.7 GAMBARAN UMUM .......................................................................................................... 4
1.8 RENCANA PENAMBAHAN 3 KODE KBLI BARU – 49429, 49422 DAN 49229 ............................... 7
1.9 ANALISA KELAYAKAN INVESTASI ........................................................................................ 8
1.10 KESIMPULAN .................................................................................................................. 9
2. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ..................................................................................... 10
2.1 PENDIRIAN DAN INFORMASI UMUM ................................................................................... 10
2.2 SUSUNAN PENGURUS DAN STRUKTUR MODAL ................................................................... 10
2.3 KEGIATAN USAHA ......................................................................................................... 11
2.4 POSISI KEUANGAN HISTORIS .......................................................................................... 12
2.5 ANALISA KELAYAKAN PASAR .......................................................................................... 13
2.6 ANALISA KELAYAKAN TEKNIS .......................................................................................... 17
2.7 ANALISA KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................................. 19
2.8 ANALISA KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ........................................................................ 20
2.10 ANALISA KEUANGAN MANAJEMEN.................................................................................... 24
3. TINJAUAN INDUSTRI DAN PROSPEK USAHA ....................................................................... 27
3.1 EKONOMI SECARA UMUM ............................................................................................... 27
3.2 PERKEMBANGAN PASAR ANGKUTAN DARAT LAINNYA UNTUK PENUMPANG (KODE KBLI 49429). 27
3.3 PERKEMBANGAN PASAR ANGKUTAN SEWA (KODE KBLI 49422)........................................... 28
3.4 PERKEMBANGAN PASAR ANGKUTAN BUS TIDAK DALAM TRAYEK LAINNYA (KBLI 49229) .......... 28
3.5 ANALISA SWOT ........................................................................................................... 29
4. RENCANA TRANSAKSI ....................................................................................................... 31
4.1 LATAR BELAKANG RENCANA PENAMBAHAN 3 KODE KBLI BARU ........................................... 31
4.2 TUJUAN DAN MANFAAT .................................................................................................. 31
4.3 TANGGAL PENILAIAN ..................................................................................................... 32
5. PROYEKSI KEUANGAN ...................................................................................................... 33
5.1 ASUMSI PROYEKSI KEUANGAN ........................................................................................ 33
5.2 PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN ........................................................................... 33
1.3 PROYEKSI LABA RUGI.................................................................................................... 36
5.4 PROYEKSI ARUS KAS .................................................................................................... 38
6. ANALISA KELAYAKAN INVESTASI ..................................................................................... 40
6.1 ANALISA INVESTASI ....................................................................................................... 40
6.2 KELAYAKAN INVESTASI .................................................................................................. 43
6.3 KESIMPULAN ................................................................................................................ 43
7. SYARAT PEMBATASAN ...................................................................................................... 44
Studi Kelayakan ii
PT Transkon Jaya Tbk
Page 7
1. RINGKASAN EKSEKUTIF
1.1 IDENTITAS PEMBERI TUGAS
Nama : PT Transkon Jaya Tbk
Bidang usaha : Penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mobil, bus, truk dan
sejenisnya
Alamat : Jl. Mulawarman Kompleks Hidup Baru No. 21, Manggar,
Kec. Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 76116
Telepon : (62) 542-770401
Faksimili : (62) 542-770403
Web site : https://www.transkon-rent.com/
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
KJPP Ihot Dollar & Raymond (“ID&R”) ditunjuk oleh PT Transkon Jaya Tbk (“Perseroan”)
berdasarkan Surat Penugasan No.041R2/III/FS/26/KJPPID&R tertanggal 11 Maret 2026,
dengan maksud melakukan penyusunan studi kelayakan terkait penambahan kegiatan usaha
angkutan darat lainnya untuk penumpang (KBLI 49429), angkutan sewa (KBLI 49422), dan
angkutan bus tidak dalam trayek lainnya (KBLI 49229) oleh Perseroan.
Laporan studi kelayakan ini telah disusun berdasarkan laporan keuangan Perseroan per
tanggal 31 Desember 2025 dan informasi lainnya berkaitan dengan rencana usaha
sebagaimana dijabarkan dalam proyeksi keuangan dan pembahasan dalam Bab 5.
Laporan ini disiapkan secara obyektif dan karenanya tidak sah di bawah kondisi lainnya, dan
tidak dapat digunakan maupun dikutip untuk tujuan lainnya tanpa persetujuan tertulis dari
ID&R.
1.3 LINGKUP PENUGASAN
Ruang lingkup penugasan meliputi:
➢ Tujuan penugasan
Memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan OJK No. 17 /POJK.04/2020 mengenai
penambahan kegiatan usaha.
➢ Asumsi dan kondisi pembatas
▪ Menghasilkan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.
▪ Kami telah melakukan penelaahan atas data dan informasi yang digunakan dalam
proses penilaian yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
▪ Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya.
▪ Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
▪ Kami bertanggungjawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan
yang telah disesuaikan dalam laporan studi kelayakan ini.
Studi Kelayakan 1
PT Transkon Jaya Tbk
Page 8
▪ Kami menghasilkan laporan studi kelayakan yang terbuka untuk publik, kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
▪ Kami bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan nilai dari
penilaian yang dilakukan.
▪ Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.
➢ Dasar nilai dan premis nilai
Untuk mengevaluasi kelayakan Rencana Penambahan 3 Kode KBLI oleh Perseroan
digunakan 3 (tiga) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR)
dan Profitability Index (PI), yang didasarkan pada nilai kini arus kas bersih yang
diproyeksikan hingga tahun 2030. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari
pengeluaran investasi dan manfaat bisnis yang digambarkan oleh proyeksi manfaat netto.
Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai
investasi. Jika nilai NPV positif maka investasi tersebut layak dilaksanakan sedangkan jika
nilai NPV negatif, investasi tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan. Nilai IRR mencerminkan
besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto seluruh selisih kas
masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi. Jika IRR lebih
besar dari WACC, maka Rencana ini layak dilaksanakan dan apabila IRR lebih kecil dari
WACC maka Rencana ini sebaiknya tidak dilaksanakan. PI merupakan rasio yang
digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari investasi yang dilakukan. Dalam
menganalisis PI suatu investasi maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1.
Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi tersebut dapat disimpulkan layak untuk
dilaksanakan.
1.4 ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
▪ Menghasilkan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.
▪ Kami telah melakukan penelaahan atas data dan informasi yang digunakan dalam proses
penilaian yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
▪ Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya.
▪ Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
▪ Kami bertanggungjawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan
yang telah disesuaikan dalam laporan studi kelayakan ini.
▪ Kami menghasilkan laporan studi kelayakan yang terbuka untuk publik, kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
▪ Kami bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan nilai dari penilaian
yang dilakukan.
▪ Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.
Studi Kelayakan 2
PT Transkon Jaya Tbk
Page 9
1.5 DATA DAN INFORMASI SERTA PROSEDUR YANG DIGUNAKAN
Laporan studi kelayakan usaha ini didasarkan pada analisa dan perhitungan atas kelayakan
rencana penambahan usaha Perseroan terkait 3 Kode KBLI yang dinilai sesuai dengan data
dan informasi internal maupun eksternal antara lain:
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 - 2025 diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan; untuk periode
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 diaudit oleh KAP Jamaludin, Ardi, Sukimto
& Rekan; dan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Desember 2022 dan 2021
diaudit oleh KAP Tjahjadi & Tamara; seluruhnya dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian;
• Rencana usaha dan proyeksi keuangan yang disusun oleh Perseroan untuk tahun 2026-
2030;
• Data legalitas Perseroan antara lain akta pendirian, akta perubahan terakhir, Nomor Induk
Berusaha (NIB), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Surat Keterangan Domisili Usaha
(SKDU), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan dokumen terkait lainnya;
• Data mengenai kegiatan Perseroan.
Laporan dan fakta yang terkandung di dalam Laporan adalah berdasarkan informasi dan
representasi yang disediakan oleh Perseroan dan dikompilasi oleh ID&R. Informasi yang
terkandung dalam Laporan ini adalah benar dan akurat dalam semua hal yang material, tidak
menyesatkan, dan bahwa tidak ada fakta lainnya, yang mana jika dihilangkan dapat membuat
Laporan ini dan informasi atau pernyataan di dalamnya menjadi menyesatkan. Selain itu
informasi lainnya seperti informasi pasar, industri, dan data lainnya yang diperoleh dari data
riset dari publik domain.
Dalam penyusunan laporan ini, telah dilakukan prosedur sebagai berikut : (i) Perseroan telah
diberikan kesempatan untuk meminta dan mereview, dan telah menerima semua informasi
yang diperlukan untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk melengkapi
informasi di dalamnya (ii) Perseroan tidak bergantung kepada Penilai atau seseorang yang
memiliki hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi dengan Penilai
sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi atau keputusan. Penyampaian dari
Laporan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan laporan ini, dalam kondisi apapun,
tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi yang terkandung adalah benar setelah tanggal
Laporan ini.
Prosedur lain yang Penilai lakukan adalah memeriksa dan menganalisa seluruh Dokumen
yang diberikan, Laporan Keuangan, Proyeksi Keuangan dan tiap bagian dari Rencana Usaha
terkait Penambahan Kode KBLI 49429, 49422 dan 49229 dalam hal kewajarannya baik secara
individu maupun secara keseluruhan sebagai satu kesatuan Rencana Penambahan 3 Kode
KBLI.
1.6 TANGGAL PENILAIAN
Tanggal pisah batas (cut off date) penilaian adalah per 31 Desember 2025, dimana batas
tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Studi Kelayakan 3
PT Transkon Jaya Tbk
Page 10
1.7 GAMBARAN UMUM
PT Transkon Jaya Tbk (selanjutnya disebut "Perseroan" atau "TRJA") merupakan suatu
perseroan terbuka berkedudukan di Kota Balikpapan, yang didirikan secara sah berdasarkan
ketentuan hukum Negara Republik Indonesia pada tahun 2002 berdasarkan Akta Pendirian
No. 27 tanggal 14 Januari 2002, yang dibuat di hadapan Adi Gunawan, S.H., Notaris di
Balikpapan. Akta Pendirian Perseroan telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. C-05700
HT.01.01.TH.2002 tanggal 5 April 2002, telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan dengan
Nomor Tanda Daftar Perusahaan 170515102352 tanggal 15 April 2002, serta telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 94, Tambahan Berita Negara
Republik Indonesia No. 14198.
Dalam perjalanan korporasinya, Perseroan telah melakukan serangkaian perubahan anggaran
dasar. Perubahan anggaran dasar terakhir dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 63 tanggal 26 Juni 2024, yang dibuat di
hadapan Buchari Hanafi, S.H., Notaris di Kota Jakarta Selatan. Akta tersebut telah
memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat
Keputusan No. AHU-0038397.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 27 Juni 2024, sebagaimana
seluruhnya terdaftar pada Daftar Perseroan No. AHU-0128351.AH.01.11.TAHUN 2024 ("Akta
63/2024").
Perubahan terakhir yang memuat susunan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris dinyatakan
dalam Akta No. 54 Tanggal 23 Mei 2025, dibuat di hadapan Notaris Buchari Hanafi, S.H.,
Notaris di Kota Jakarta Selatan. Akta dimaksud telah memperoleh penerimaan pemberitahuan
perubahan data perseroan dari Menteri Hukum Republik Indonesia dengan surat No. AHU-
AH.01.09-0282549 tanggal 3 Juni 2025 dan terdaftar dalam Daftar Perseroan No. AHU-
0121334.AH.01.11.Tahun 2025 tanggal 3 Juni 2025 ("Akta 54/2025").
Sejak awal pendirian, Perseroan mengkhususkan diri dalam penyelenggaraan layanan
penyewaan kendaraan 4x4 dan 4x2 yang melayani industri pertambangan, minyak dan gas
bumi, konstruksi. Armada yang dikelola mencakup kendaraan ringan (light vehicle), truk ringan,
bus, manhaul, ambulans, service body, kendaraan penyelamat, hingga kendaraan berbasis
Electric Vehicle (EV). Perseroan telah memperoleh sertifikasi internasional yang meliputi ISO
9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2018, ISO 37001:2016, dan ISO 50001:2018, yang
secara keseluruhan mencerminkan komitmen Perseroan terhadap standar layanan berkelas
dunia.
Entitas induk langsung Perusahaan adalah PT Samindo Resources Tbk, yang didirikan di
Indonesia. Entitas induk utama Perusahaan adalah ST International Corporation (dahulu
Samtan Co., Ltd.), yang berdomisili di Korea Selatan.
Perusahaan berdomisili di Jalan Mulawarman No. 21, Balikpapan Timur, Balikpapan,
Kalimantan Timur.
Studi Kelayakan 4
PT Transkon Jaya Tbk
Page 11
Kondisi Pasar
Pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan yang mencapai 8,52% pada Triwulan II-
2025 (BPS, 2025) semakin memperkuat rencana pengembangan usaha Perseroan dari
perspektif makroekonomi. Penambahan KBLI 49429 selaras dengan agenda transformasi
Perseroan menjadi perusahaan penyedia solusi mobilitas korporat yang terpadu dalam
melayani pasar sektor transportasi. Dengan armada yang besar dan infrastruktur manajemen
armada yang telah teruji, Perseroan memiliki kapasitas nyata untuk segera mengoperasikan
layanan angkutan penumpang darat tanpa investasi modal yang signifikan.
Di samping itu, penambahan KBLI 49422 memiliki kesiapan pelaksanaan yang sangat kuat
karena Perseroan sudah memiliki armada light vehicle dalam jumlah besar, sistem manajemen
pengemudi yang terstruktur, serta rekam jejak keselamatan yang konsisten terjaga. Biaya
investasi tambahan yang diperlukan relatif minimal, terutama dalam aspek perizinan dan
penyesuaian prosedur operasional standar. Layanan angkutan sewa juga memiliki nilai kontrak
per unit yang lebih tinggi dibandingkan sewa kendaraan tanpa pengemudi, sehingga
berkontribusi positif pada peningkatan margin laba Perseroan.
Penambahan KBLI 49229 memiliki urgensi strategis yang tinggi mengingat adanya tren
perusahaan-perusahaan besar yang semakin ketat mensyaratkan vendor transportasinya untuk
memiliki izin usaha yang lengkap dan sesuai kategori. Ikatan Pengusaha Otobus Muda
Indonesia (IPOMI) memprediksi industri bus Indonesia memiliki prospek cerah pada tahun 2024
dan seterusnya, seiring dengan meningkatnya permintaan angkutan massal korporat dan
pembangunan infrastruktur berskala besar. Dari sisi kapasitas, Perseroan sudah memiliki
armada bus dalam jumlah memadai sehingga tidak diperlukan investasi aset baru yang
signifikan untuk memulai layanan ini.
Penambahan 3 Kode KBLI baru di atas secara keseluruhan ditujukan untuk melayani dan
menjangkau pasar yang lebih luas serta meningkatkan kinerja dan sinergi perusahaan.
Pola Bisnis
Penambahan tiga Kode KBLI baru yaitu 49429 (Angkutan Darat Lainnya untuk Penumpang),
49422 (Angkutan Sewa), dan 49229 (Angkutan Bus Tidak Dalam Trayek Lainnya) merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari strategi transformasi PT Transkon Jaya Tbk menjadi
perusahaan penyedia solusi mobilitas korporat yang terlengkap, terintegrasi, dan terpercaya
di Indonesia.
Ketiga penambahan KBLI ini tidak memerlukan perubahan model bisnis yang mendasar,
melainkan merupakan formalisasi dan perluasan yang terstruktur dari kapabilitas operasional
yang sudah dimiliki Perseroan. Dengan armada yang besar, sertifikasi internasional yang
lengkap, rekam jejak lebih dari dua dekade, serta jaringan klien korporat yang kuat, Perseroan
berada pada posisi yang sangat kondusif untuk mengeksekusi rencana pengembangan usaha
ini secara efektif dan efisien.
Didukung oleh peta ekspansi yang terstruktur - mencakup 25 entitas target di luar Kalimantan
dengan potensi nilai kontrak mencapai Rp 58,5 miliar - strategi bisnis yang berpijak pada
keunggulan kompetitif yang teridentifikasi, serta roadmap pertumbuhan 5 tahun ke depan yang
terukur, Perseroan meyakini bahwa nilai perusahaan akan terus meningkat, kontribusi kepada
pemegang saham akan semakin optimal, dan Perseroan akan terus memainkan peran
Studi Kelayakan 5
PT Transkon Jaya Tbk
Page 12
strategis dalam mendukung kemajuan industri dan pembangunan nasional khususnya sektor
transportasi untuk pertambangan dan industri terkaitnya.
Kebutuhan Operasi dan Investasi
Biaya Perseroan terkait penambahan bidang usaha utama terutama mencakup penambahan
armada lewat skema sewa guna usaha, beban material/ pemeliharaan dan perbaikan
kendaraan, dan beban penyusutan. Beban Pemasaran dan komponen beban usaha lainnya
diasumsikan telah turut tercakup dalam perhitungan Perseroan secara
keseluruhan/konsolidasian..
Ketersediaan Tenaga Kerja
Perseroan telah memiliki tenaga kerja dan ahli yang telah berpengalaman melaksanakan
kegiatan usahanya, termasuk penambahan bidang usaha angkutan penumpang dan sewa
kendaraan berikut operator (pengendaranya).
Manajemen Kekayaan Intelektual
Angkutan Darat Lainnya dan Sewa Kendaraan
Hak paten Transkon Rent ikut serta dalam hak paten Perseroan, hal ini dikarenakan Transkon
Rent merupakan unit usaha dengan kegiatan usaha yang beroperasi di bawah Perseroan.
Peraturan Perundang-undangan Terkait
Perseroan perlu memperhatikan dan menaati peraturan perundang-undangan yang terkait
dengan kegiatan usahanya agar dapat menghasilkan suatu kegiatan usaha yang terkendali
dan berkesinambungan. Berikut beberapa peraturan perundang-undangan terkait Rencana
Menjadi Perusahaan Induk:
• Undang-Undang No. 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas;
• Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;
• Kitab Undang-Undang Hukum Dagang;
• Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
Faktor Risiko Utama
Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, Perseroan tidak terlepas dari risiko. Risiko-risiko
dapat berdampak terhadap kinerja keuangan, kegiatan operasional dan prospek di masa
mendatang. Berikut adalah risiko usaha yang dimiliki oleh Perseroan:
1. Risiko Persaingan Usaha
2. Risiko Operasional
3. Risiko Sumber Daya Manusia
4. Risiko Kredit
5. Risiko Likuiditas
6. Risiko Suku Bunga
Persyaratan Modal dan Strategi Finansial
Studi Kelayakan 6
PT Transkon Jaya Tbk
Page 13
Biaya investasi terkait penambahan kegiatan usaha sesuai Kode KBLI 49429, 49422 dan
49229 adalah terutama dalam pengadaan armada kendaraan baru yang selama 5 tahun
periode proyeksi keuangan diperhitungkan akan berjumlah 665 unit kendaraan (berbagai tipe)
yang bernilai sebesar Rp 108,9 Milyar, dan kemudian selanjutnya di kisaran Rp 15-20 Milyar
per tahunnya. Biaya Jasa Operator Kendaraan terkaitnya diproyeksikan akan terpenuhi dari
pendapatan usaha 3 Kode KBLI baru melalui peroleh 508 orang Operator (Sopir/Driver)
Kendaraan selama 5 tahun (atau sekitar 10 orang per bulannya).
1.8 RENCANA PENAMBAHAN 3 KODE KBLI BARU – 49429, 49422 DAN 49229
Semakin berkembangnya usaha Perseroan merupakan dampak dari bertambahnya
permintaan pasar atas inovasi bisnis Perseroan dalam hal solusi mobilitas bagi industri
pertambangan nasional dan lainnya. Perseroan telah mempersiapkan strategi-strategi guna
memenuhi kebutuhan pasar dan demi terciptanya kepuasan pelanggan (customer) Perseroan
di antaranya dengan mempersiapkan Rencana Penambahan Usaha terkait Kode KBLI 49429,
49422 dan 49229..
Rencana Perseroan terkait Penambahan Usaha Kode KBLI 49429 bertujuan untuk:
• Memperluas ruang lingkup izin usaha Perseroan agar mencakup layanan angkutan antar-
jemput, angkutan karyawan, angkutan pemukiman, dan shuttle bus bandara.
• Memberikan kepastian hukum atas kegiatan operasional angkutan penumpang darat
yang sudah maupun yang akan dijalankan Perseroan.
• Mendukung ekspansi bisnis Perseroan ke segmen layanan mobilisasi tenaga kerja di
kawasan industri dan IKN.
• Meningkatkan nilai dan daya saing Perseroan di hadapan klien korporat yang
membutuhkan mitra angkutan penumpang terintegrasi.
Perseroan menawarkan layanan angkutan karyawan one-stop-solution yang mencakup
penyediaan armada, pengemudi terlatih bersertifikat, sistem pemantauan GPS real-time,
manajemen jadwal, perawatan kendaraan berkala, serta pelaporan safety HSSE yang
terintegrasi dengan standar operasional klien tambang.
Sedangkan Rencana terkait Penambahan Usaha Kode KBLI 49422 bertujuan untuk
• Melegalkan dan memformalkan layanan angkutan sewa dari pintu ke pintu yang selama
ini telah dijalankan Perseroan secara operasional.
• Membuka segmen bisnis angkutan sewa eksekutif bernilai tinggi untuk melayani direksi
dan tamu VIP perusahaan klien.
• Memperluas portofolio layanan Perseroan sehingga dapat memenuhi seluruh
kebutuhan transportasi klien korporat dalam satu kontrak terintegrasi.
• Memanfaatkan armada kendaraan ringan (light vehicle) yang sudah dimiliki Perseroan
untuk menghasilkan pendapatan tambahan melalui layanan sewa berpengemudi.
Penambahan KBLI 49422 memiliki kesiapan pelaksanaan yang sangat kuat karena Perseroan
sudah memiliki armada light vehicle dalam jumlah besar, sistem manajemen pengemudi yang
terstruktur, serta rekam jejak keselamatan yang konsisten terjaga. Biaya investasi tambahan
yang diperlukan relatif minimal, terutama dalam aspek perizinan dan penyesuaian prosedur
operasional standar. Layanan angkutan sewa juga memiliki nilai kontrak per unit yang lebih
Studi Kelayakan 7
PT Transkon Jaya Tbk
Page 14
tinggi dibandingkan sewa kendaraan tanpa pengemudi, sehingga berkontribusi positif pada
peningkatan margin laba Perseroan.
Di samping kedua rencana di atas, penambahan usaha Kode KBLI 49229 bertujuan untuk
mencakup angkutan bus carter, ekskursi, dan angkutan bus tidak dalam trayek lainnya yang
tidak termasuk dalam kategori bus pariwisata (KBLI 49221). Segmen ini sangat relevan bagi
Perseroan mengingat aktivitas transportasi massal karyawan dari dan menuju lokasi tambang,
dari dan menuju pelabuhan atau bandara, serta perpindahan antarlokasi proyek memerlukan
dasar perizinan yang tepat sebagaimana tercantum dalam KBLI 49229.
Secara terinci, tujuan penambahan Kode KBLI 49229 adalah:
• Melegalkan layanan bus carter dan angkutan ekskursi yang selama ini telah menjadi
bagian dari operasional Perseroan dalam melayani klien korporat.
• Memperkuat portofolio layanan transportasi massal Perseroan untuk memenangkan
tender angkutan bus berskala besar dari perusahaan-perusahaan tambang dan proyek
infrastruktur.
• Memberikan dasar hukum yang kuat dalam pengikatan kontrak dengan klien yang
mensyaratkan vendor transportasi memiliki izin usaha yang lengkap dan sesuai kategori.
• Mendukung strategi ekspansi Perseroan ke segmen transportasi massal bernilai tinggi
yang belum terlayani secara optimal oleh operator berstandar internasional.
Penambahan KBLI 49229 memiliki urgensi strategis yang tinggi mengingat adanya tren
perusahaan-perusahaan besar yang semakin ketat mensyaratkan vendor transportasinya
untuk memiliki izin usaha yang lengkap dan sesuai kategori. Ikatan Pengusaha Otobus Muda
Indonesia (IPOMI) memprediksi industri bus Indonesia memiliki prospek cerah pada tahun
2024 dan seterusnya, seiring dengan meningkatnya permintaan angkutan massal korporat dan
pembangunan infrastruktur berskala besar. Dari sisi kapasitas, Perseroan sudah memiliki
armada bus dalam jumlah memadai sehingga tidak diperlukan investasi aset baru yang
signifikan untuk memulai layanan ini.
1.9 ANALISA KELAYAKAN INVESTASI
Dalam melaksanakan penugasan ini, ID&R melakukan analisa kelayakan penambahan
kegiatan usaha Perseroan yang didasarkan pada proyeksi keuangan Perseroan selama 5
tahun sehubungan dengan rencana penambahan Kode KBLI 49429, 49422 dan 49229
(“Rencana Penambahan 3 Kode KBLI”).
Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Menjadi Perusahaan Induk digunakan
3 (tiga) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability
Index (PI), yang didasarkan pada nilai kini arus kas bersih yang diproyeksikan untuk periode
tahun 2026-2030. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari pengeluaran investasi dan
manfaat bisnis yang digambarkan oleh proyeksi manfaat netto.
Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai
investasi. Jika nilai NPV positif maka investasi tersebut layak dilaksanakan sedangkan jika
nilai NPV negatif, investasi tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan. Nilai IRR mencerminkan
besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto seluruh selisih kas masuk
akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi. Jika IRR lebih besar dari
Studi Kelayakan 8
PT Transkon Jaya Tbk
Page 15
WACC, maka Rencana ini layak dilaksanakan dan apabila IRR lebih kecil dari WACC maka
Rencana ini sebaiknya tidak dilaksanakan. PI merupakan rasio yang digunakan untuk
mengetahui nilai tambah dari investasi yang dilakukan. Dalam menganalisis PI suatu investasi
maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1. Jika PI lebih besar dari 1, maka
investasi tersebut dapat disimpulkan layak untuk dilaksanakan.
Analisa kelayakan dapat dilakukan berdasarkan perhitungan kelayakan investasi Perseroan
dan perbandingan antara rasio kinerja proyeksi keuangan dalam kondisi tanpa adanya
Rencana Penambahan 3 Kode KBLI dan dengan adanya penambahan Rencana Penambahan
3 Kode KBLI tersebut. Kelayakan rencana usaha Perseroan dihitung dengan menggunakan
tiga indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability
Index (PI), dengan ringkasan sebagai berikut:
Keterangan NPV (Rp) IRR (%) PI
Penambahan Usaha
Baru - Kode KBLI
95.671.807.034 26,5% 3,16
49429, 49422 dan
49229
Berdasarkan tabel di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada WACC dan
PI lebih dari 1, dengan demikian rencana Perseroan tersebut dinilai layak.
1.10 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil kajian dan analisa yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait
dalam rangka menentukan kelayakan usaha, kami berpendapat bahwa Rencana
Penambahan 3 KBLI Baru yang akan dilakukan oleh Perseroan dinilai “layak”.
Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini
disusun dengan pelaksanaan rencana usaha, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada
perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dan hubungan manajemen
Perseroan dengan pelaksanaan rencana usaha, yang meliputi kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, peraturan Pemerintah Indonesia dan
perubahan organisasi dan/atau manajemen Perseroan setelah tanggal laporan ini dikeluarkan.
Studi Kelayakan atas rencana usaha mungkin akan berbeda jika setelah tanggal laporan
dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas.
Studi Kelayakan 9
PT Transkon Jaya Tbk
Page 16
2. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 PENDIRIAN DAN INFORMASI UMUM
PT Transkon Jaya Tbk (selanjutnya disebut "Perseroan" atau "TRJA") merupakan suatu
perseroan terbuka berkedudukan di Kota Balikpapan, yang didirikan secara sah berdasarkan
ketentuan hukum Negara Republik Indonesia pada tahun 2002 berdasarkan Akta Pendirian
No. 27 tanggal 14 Januari 2002, yang dibuat di hadapan Adi Gunawan, S.H., Notaris di
Balikpapan.
Akta Pendirian Perseroan telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. C-05700 HT.01.01.TH.2002
tanggal 5 April 2002, telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan dengan Nomor Tanda Daftar
Perusahaan 170515102352 tanggal 15 April 2002, serta telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 94, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 14198.
Dalam perjalanan korporasinya, Perseroan telah melakukan serangkaian perubahan
anggaran dasar. Perubahan anggaran dasar terakhir dinyatakan dalam Akta Pernyataan
Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 63 tanggal 26 Juni 2024, yang
dibuat di hadapan Buchari Hanafi, S.H., Notaris di Kota Jakarta Selatan. Akta tersebut telah
memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat
Keputusan No. AHU-0038397.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 27 Juni 2024, sebagaimana
seluruhnya terdaftar pada Daftar Perseroan No. AHU-0128351.AH.01.11.TAHUN 2024 ("Akta
63/2024").
Perubahan terakhir yang memuat susunan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris dinyatakan
dalam Akta No. 54 Tanggal 23 Mei 2025, dibuat di hadapan Notaris Buchari Hanafi, S.H.,
Notaris di Kota Jakarta Selatan. Akta dimaksud telah memperoleh penerimaan pemberitahuan
perubahan data perseroan dari Menteri Hukum Republik Indonesia dengan surat No. AHU-
AH.01.09-0282549 tanggal 3 Juni 2025 dan terdaftar dalam Daftar Perseroan No. AHU-
0121334.AH.01.11.Tahun 2025 tanggal 3 Juni 2025 ("Akta 54/2025").
Perseroan berdomisili di Jl. Mulawarman Kompleks Hidup Baru No. 21, Manggar, Kec.
Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Perseroan mulai beroperasi secara
komersial pada bulan Juli 2002.
2.2 SUSUNAN PENGURUS DAN STRUKTUR MODAL
Modal dasar Perseroan adalah sebesar Rp 400.000.000.000 yang terdiri dari 4.000.000.000
saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar
Rp 151.020.000.000 atau sebanyak 1.510.200.000 saham, dengan komposisi pemegang
saham Perseroan adalah sebagaimana yang termuat dalam Daftar Pemegang Saham
Perseroan yang dikeluarkan oleh PT Adimitra Jasa Korpora tanggal 31 Desember 2025, yaitu
sebagai berikut:
Studi Kelayakan 10
PT Transkon Jaya Tbk
Page 17
Keterangan Jumlah Saham Jumlah (Rp) %
Modal Dasar 4.000.000.000 400.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
PT Samindo Resources Tbk 1.265.646.400 126.564.640.000 83,81
PT Damai Investama Sukses 85.845.400 8.584.540.000 5,68
Publik (masing-masing kepemilikan kurang dari
158.708.200 15.870.820.000 10,51
5%)
Jumlah 1.510.200.000 151.020.000.000 100,00
Saham dalam Portepel 2.489.800.000 248.980.000.000
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Jeong Subok
Komisaris : Kim Hyoyeol
Komisaris Independen : R. Hesthi Sambodo
Dewan Direksi
Presiden Direktur : Kim Joonseok
Direktur : Park Jung Ook
Direktur : R. Alexander Joseph Syauta
Direktur : Kim Taejae
Dokumen dan data perijinan yang dimiliki oleh Perseroan antara lain:
• Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120118101393 yang diterbitkan tanggal
19 November 2018 dan perubahan ke-9 tanggal 18 September 2020 yang dikeluarkan
oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal;
• Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dengan NIB No. 8120118101393 tanggal terbit Izin
Usaha Proyek Pertama 19 November 2018 dan perubahan ke-9 tanggal
18 September 2020 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia;
• Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 002.133.597.1-725.000 yang dikeluarkan oleh
Direktorat Jenderal Pajak;
• Surat Keterangan Terdaftar Wajib Pajak No. S-03173/SKT-WP-CT/KPP.1405/2025
tanggal 9 Mei 2025 yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia
Direktorat Jenderal Pajak.
2.3 KEGIATAN USAHA
Perseroan merupakan perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (“BEI”)
pada tahun 2020. Sejak awal pendirian, Perseroan mengkhususkan diri dalam
penyelenggaraan layanan penyewaan kendaraan 4x4 dan 4x2 yang melayani industri
pertambangan, minyak dan gas bumi, konstruksi. Armada yang dikelola mencakup
kendaraan ringan (light vehicle), truk ringan, bus, manhaul, ambulans, service body,
kendaraan penyelamat, hingga kendaraan berbasis Electric Vehicle (EV).
Kendaraan-kendaraan yang disediakan Perseroan untuk kebutuhan industri pertambangan
antara lain:
Studi Kelayakan 11
PT Transkon Jaya Tbk
Page 18
• LV – Australian Approved ROPS 6 point Wagon & 4 point DC : perlengkapan peralatan
tambang untuk Double Cabin atau Wagon bisa dilengkapi dengan Roll Over Protection
System (ROPS) untuk menjaga keselamatan dan keamanan penumpang. ROPS terdiri
dari 2 jenis yaitu ROPS untuk kendaraan Wagon menggunakan ROPS 6 titik sedangkan
untuk kendaraan Double Cabin menggunakan ROPS 4 titik;
• Unit modifikasi Double dan Single Cabin : untuk service unit, palfinger crane, heavy duty
tray, drop side tray dan rescue unit;
• Rental bus kecil dan truk : untuk penggunaan di dalam kota dan area pertambangan.
Perseroan menjadi perusahaan penyedia LV di Indonesia yang memenuhi standar BHP
Billion Worldwide Fatal Risk Control Policy (FRCP). Saat ini, Perseroan menyediakan rental
kendaraan ke lebih dari 40 perusahaan tambang dan migas di seluruh Kalimantan.
Workshop utama Perseroan terletak di Balikpapan. Perseroan juga memberikan layanan
pendukung di Site Workshop yang tersebar di berbagai daerah di Kalimantan Timur,
Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Sumatera Utara, Nusa Tenggara
Barat, Sulawesi, Pulau Wetar dan Timika. Site Workshop pendukung Perseroan berada di
Sangatta, Berau, Melak, Puruk Cahu, Tuhup dan di site-site lain yang tersebar kurang lebih
di 44 daerah lainnya di seluruh Indonesia.
Perseroan telah memperoleh sertifikasi internasional yang meliputi ISO 9001:2015, ISO
14001:2015, ISO 45001:2018, ISO 37001:2016, dan ISO 50001:2018, yang secara
keseluruhan mencerminkan komitmen Perseroan terhadap standar layanan berkelas dunia.
Entitas induk langsung Perusahaan adalah PT Samindo Resources Tbk, yang didirikan di
Indonesia. Entitas induk utama Perusahaan adalah ST International Corporation (dahulu
Samtan Co., Ltd.), yang berdomisili di Korea Selatan.
2.4 POSISI KEUANGAN HISTORIS
Berikut ini merupakan tabel ikhtisar Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk
periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 - 2025 yang diaudit oleh KAP Rintis,
Jumadi, Rianto & Rekan; untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
diaudit oleh KAP Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan; dan untuk periode yang berakhir pada
tanggal 30 Desember 2022 dan 2021 yang diaudit oleh KAP Tjahjadi & Tamara; seluruhnya
dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, yang disajikan sebagai berikut:
Studi Kelayakan 12
PT Transkon Jaya Tbk
Page 19
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan Audited Audited Audited Audited Audited
2021 2022 2023 2024 2025
Operating Higlights
Pendapatan 402.584.918.991 483.001.336.110 606.369.668.837 595.272.511.189 508.455.142.119
Laba bruto 169.248.941.098 193.286.224.800 221.773.950.117 141.136.935.410 71.612.963.519
Laba Usaha 83.911.585.029 79.820.850.113 72.059.425.258 75.139.601.237 20.053.443.211
EBITDA 219.247.977.863 230.752.461.081 244.536.425.258 272.834.626.496 44.107.547.229
Laba Neto Tahun Berjalan 45.991.049.101 36.480.233.496 14.985.456.386 27.708.594.528 3.233.826.223
Total Laba Pomprehensif 46.023.426.901 35.122.494.516 14.997.118.946 30.443.416.488 2.446.123.183
Financial Position
Aset 646.357.408.099 873.443.134.370 1.106.269.051.722 871.496.582.591 769.510.027.627
Aset Lancar 171.971.969.945 294.978.631.072 267.732.961.190 213.221.398.955 183.058.143.161
Aset Tidak Lancar 474.385.438.154 578.464.503.298 838.536.090.531 658.275.183.636 586.451.884.466
Liabilitas 325.371.206.685 523.315.238.440 745.674.636.846 486.078.264.940 381.645.586.793
Liabilitas Jangka Pendek 192.617.916.688 301.893.099.648 479.315.082.139 271.024.838.932 212.361.834.202
Keterangan Audited Audited Audited Audited Audited
2021 2022 2023 2024 2025
Key Perfomance Ratio
Marjin Laba Bruto 42,0% 40,0% 36,6% 23,7% 14,1%
Marjin Laba Usaha 20,8% 16,5% 11,9% 12,6% 3,9%
Marjin Laba Tahun Berjalan 11,4% 7,6% 2,5% 4,7% 0,6%
Marjin Ebitda 54,5% 47,8% 40,3% 45,8% 8,7%
Return on Assets 7,1% 4,2% 1,4% 3,2% 0,4%
Return on Equity 14,3% 10,4% 5,6% 7,2% 0,8%
Current Ratio 89,3% 97,7% 55,9% 78,7% 86,2%
Debt to Asset Ratio 50,3% 59,9% 67,4% 55,8% 49,6%
Debt to Equity Ratio 101,4% 149,5% 280,0% 126,1% 98,4%
2.5 ANALISA KELAYAKAN PASAR
2.5.1 Kondisi Pasar
Semakin berkembangnya usaha Perseroan merupakan dampak dari bertambahnya
permintaan pasar atas inovasi bisnis Perseroan dalam hal solusi mobilitas bagi industri
pertambangan nasional dan lainnya. Perseroan telah mempersiapkan strategi-strategi guna
memenuhi kebutuhan pasar dan demi terciptanya kepuasan pelanggan (customer)
Perseroan di antaranya dengan mempersiapkan Rencana Penambahan Usaha terkait Kode
KBLI 49429, 49422 dan 49229.
Pangsa Pasar
Potensi pangsa pasar untuk layanan angkutan darat penumpang korporat di Indonesia
sangat signifikan. Sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan sebesar
8,52% pada Triwulan II-2025 (BPS), melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
Pangsa pasar Perseroan terkait industri Angkutan Darat/ Sewa kendaraan berikut operator
(driver) kendaraan adalah terutama wilayah Indonesia propinsi Kalimantan Timur,
Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumantera Utara,
Timika, Sulawesi).
Studi Kelayakan 13
PT Transkon Jaya Tbk
Page 20
Beberapa indikator pangsa pasar yang relevan terkait KBLI 49429 antara lain:
– Kawasan Pertambangan Kalimantan Timur: terdapat lebih dari 1.200 Izin Usaha
Pertambangan (IUP) aktif di Kalimantan Timur yang secara kolektif mempekerjakan ratusan
ribu tenaga kerja, sebagian besar membutuhkan layanan angkutan karyawan reguler.
– Proyek IKN: pembangunan Ibu Kota Nusantara diperkirakan akan mendatangkan 100.000
hingga 200.000 tenaga kerja konstruksi pada puncak pembangunan, menciptakan
kebutuhan angkutan karyawan yang sangat besar.
– Pertumbuhan industri nikel dan baterai EV: kawasan industri Morowali (Sulawesi Tengah)
dan IWIP (Halmahera) terus berkembang dan membutuhkan solusi angkutan karyawan
terintegrasi.
– Estimasi nilai pasar angkutan karyawan korporat di Kalimantan dan Sulawesi diperkirakan
mencapai Rp 8-12 triliun per tahun, dengan Perseroan berpotensi meraih pangsa awal
sebesar 5-8% dalam 3 tahun pertama ekspansi.
Dengan posisi kompetitif yang kuat, dukungan infrastruktur operasional yang telah
terbangun, serta reputasi yang terbukti selama lebih dari dua dekade, Perseroan memiliki
peluang nyata untuk menjadi pemain utama dalam segmen angkutan karyawan korporat di
wilayah Kalimantan dan Sulawesi.
Di samping itu, pasar KBLI 49422 (Angkutan Sewa Korporat) di Indonesia menunjukkan
pertumbuhan yang konsisten seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas profesional
di kawasan-kawasan industri yang berkembang pesat. Beberapa data pasar yang relevan
antara lain:
– Pasar sewa kendaraan dengan pengemudi (chauffeur-driven) di Indonesia diestimasi
tumbuh rata-rata 7-9% per tahun seiring dengan pertumbuhan sektor migas, tambang, dan
konstruksi.
– Kawasan Kalimantan Timur sebagai pusat industri migas dan calon ibu kota baru negara
menjadi magnet investasi yang mendorong permintaan mobilitas eksekutif yang tinggi.
– Perusahaan-perusahaan multinasional yang beroperasi di Kalimantan Timur umumnya
mengalokasikan anggaran transportasi korporat yang signifikan, dengan standar
keselamatan yang hanya dapat dipenuhi oleh operator berlisensi dan bersertifikasi.
– Nilai pasar angkutan sewa korporat di Kalimantan diperkirakan mencapai Rp 3-5 triliun per
tahun, dengan ruang pertumbuhan yang masih sangat besar mengingat rendahnya tingkat
formalisasi operator yang ada.
Dengan keunggulan kompetitif berupa sertifikasi internasional, armada yang terawat, dan
rekam jejak keselamatan yang terbukti, Perseroan berpotensi meraih pangsa pasar sebesar
10-15% dalam 3 tahun pertama pengembangan layanan angkutan sewa di wilayah
Kalimantan Timur.
Kemudian pasar Kode KBLI 49229 (Angkutan bus tidak dalam trayek - bus carter dan
ekskursi korporat) di Indonesia merupakan segmen yang sangat potensial namun masih
terfragmentasi. Gambaran pasar yang relevan adalah sebagai berikut:
– Industri bus Indonesia mencatat pertumbuhan positif pada 2024-2025, didukung oleh
pemulihan aktivitas ekonomi, pembangunan infrastruktur skala nasional, dan meningkatnya
jumlah kawasan industri baru.
Studi Kelayakan 14
PT Transkon Jaya Tbk
Page 21
– Permintaan bus carter korporat di sektor tambang: dengan lebih dari 200 perusahaan
tambang berskala besar yang beroperasi di Kalimantan dan Sulawesi, kebutuhan bus carter
karyawan diperkirakan mencapai 5.000-8.000 unit operasional per hari.
– Nilai pasar angkutan bus korporat di Kalimantan dan Sulawesi diestimasi berada di kisaran
Rp 6-10 triliun per tahun, dengan tingkat formalisasi yang masih rendah sehingga
memberikan ruang yang besar bagi operator berlisensi.
– Proyeksi pangsa pasar: dengan memanfaatkan posisi terdepan di industri dan sertifikasi
internasional yang dimiliki, Perseroan berpotensi meraih pangsa pasar sebesar 7-12% di
wilayah operasional utama dalam 3-5 tahun ke depan.
Secara keseluruhan, penambahan KBLI 49229 menempatkan PT Transkon Jaya Tbk pada
posisi yang sangat strategis untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan industri
transportasi massal korporat di kawasan Kalimantan dan Sulawesi yang tengah mengalami
transformasi industri yang signifikan.
Kesinambungan
Dengan dilakukannya penambahan usaha 3 Kode KBLI baru tersebut, Perseroan dapat
merencanakan, mengkoordinasikan, mengkonsolidasikan, mengembangkan dan
mengoperasikan integrasi jasa transportasi yang mempunyai landasan hukum kuat, efisien
dan memiliki daya saing serta dapat mengoptimalkan kinerja Perseroan secara keseluruhan
demi terciptanya keberlanjutan bisnis yang menguntungkan bagi Perseroan dan seluruh
pemangku kepentingan.
Potensi Pasar
Sejalan dengan pertumbuhan industri pertambangan dan area/kawasan terkaitnya (selain
berbagai sektor lain di kawasan target pasar yang turut membutuhkan jasa layanan
transportasi karyawan terpadu), maka sangat dibutuhkan dan ukungan mobilitas yang dapat
turut secara produktif memperkuat sistem operasional berbagai industri tersebut. Setelah
diperolehnya Kode KBLI 49429, 49422 dan 49229 nanti maka Perseroan akan dapat
menjalankan kegiatan usahanya secara optimal dengan landasan hukum yang tepat, akan
lebih mudah dalam memperoleh pendanaan serta meningkatkan kepercayaan dari para
pemangku kepentingan.
Potensi Nilai Pasar
Dengan adanya Rencana Penambahan Bidang Usaha melalui 3 KBLI Baru, Perseroan
diproyeksikan mencatatkan tambahan laba, yang kemudian menjadi potensi penambahan
pada nilai pasar bagi Perseroan.
2.5.2 Pesaing Usaha
Berdasarkan kajian internal dan masukan dari tim komersial Perseroan, kompetitor utama
yang saat ini beroperasi dalam segmen layanan yang sama dapat dikelompokkan ke dalam
dua kategori.
Pertama, pemain nasional berskala besar, yaitu TRAC (Astra Rent), ASSA Rent, dan
Indorent, yang memiliki jaringan luas, brand recognition tinggi, serta portofolio klien korporat
Studi Kelayakan 15
PT Transkon Jaya Tbk
Page 22
yang mapan.
Kedua, operator lokal dan regional di Kalimantan Timur yang bersaing secara agresif melalui
penawaran harga di bawah pasar dengan struktur biaya yang lebih ramping, meskipun belum
memiliki sertifikasi internasional yang sebanding dengan standar Perseroan.
Analisis komparatif terhadap para kompetitor mengidentifikasi beberapa keunggulan
struktural yang perlu diantisipasi secara proaktif oleh Perseroan, antara lain:
▪ Layanan pelanggan 24 jam penuh termasuk call center, penanganan komplain, dan
layanan derek darurat yang saat ini belum sepenuhnya tersedia di Perseroan.
▪ Tarif sewa unit MPV dan kendaraan non-pertambangan yang lebih kompetitif, dengan
selisih hingga Rp 2 juta per unit per bulan dibandingkan penawaran Perseroan.
▪ Fleksibilitas tenor kontrak: kompetitor menawarkan kontrak jangka pendek (bulanan)
termasuk untuk unit baru, sementara Perseroan masih mensyaratkan minimum kontrak
2-3 tahun untuk unit baru.
▪ Ketersediaan jaringan bengkel resmi (authorized dealer) yang lebih luas sehingga waktu
penanganan kerusakan lebih singkat.
▪ Kemudahan dan kecepatan proses onboarding klien baru tanpa prosedur administrasi
yang panjang.
2.5.3 Strategi Pemasaran
Perseroan merencanakan beberapa strategi pemasaran dan bisnis terkait Rencana
Penambahan 3 Kode KBLI barunya. Beberapa strategi pemasaran dan bisnis yang sedang
dijalankan dan yang akan dijalankan Perseroan antara lain:
1. Peningkatan Kualitas Layanan sebagai Fondasi Utama Daya Saing
Perseroan menetapkan peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh sebagai pilar
strategi kompetitif yang paling mendasar. Inisiatif konkret yang akan dijalankan
mencakup: pengadaan layanan Call Center dan Layanan Derek 24/7 yang beroperasi
setiap hari tanpa henti; penetapan Service Level Agreement (SLA) yang terukur di
setiap lini layanan mulai dari kecepatan respons penawaran harga (quotation), proses
pembaruan kontrak (renewal), penagihan (billing), hingga penanganan insiden di
lapangan; implementasi siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) yang terdokumentasi
sebagai mekanisme perbaikan mutu berkelanjutan; serta integrasi SLA ke dalam Key
Performance Indicator (KPI) individu seluruh karyawan lintas divisi.
2. Strategi Harga yang Kompetitif dan Fleksibel
Perseroan akan menerapkan pendekatan dual-pricing strategy: mempertahankan
premium pricing berbasis nilai (value-based) untuk unit pertambangan berspesifikasi
tinggi (4x4 mining spec, manhaul, dan kendaraan khusus lainnya) yang tidak mudah
direplikasi oleh kompetitor; sekaligus memperkenalkan flexible pricing dan paket
bundling untuk segmen unit non-pertambangan (MPV, city car) guna meningkatkan
daya saing di segmen tersebut. Perseroan juga akan mengkaji kebijakan terms of
payment menjadi 60-90 hari kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan kas klien
korporat besar.
Studi Kelayakan 16
PT Transkon Jaya Tbk
Page 23
3. Kesiapan dan Ketersediaan Unit (Fleet Availability)
Perseroan menetapkan target Physical Availability (PA) unit yang sedang disewakan
minimal sebesar 95% sebagai standar operasional yang tidak dapat dikompromikan.
Untuk mendukung hal ini, Perseroan akan menyiapkan unit ready-to-deploy untuk tipe-
tipe kendaraan fast-moving (minimal 2 unit per tipe: Hilux, Double Cabin, Fortuner GLS,
Hilux Single Cabin, Innova, dan Avanza) yang dapat segera diserahkan kepada klien.
Penanganan breakdown di lapangan akan dipercepat melalui penambahan stok suku
cadang kritis di lokasi-lokasi operasional utama dan penetapan waktu respons maksimal
untuk penugasan kendaraan pengganti.
4. Diversifikasi Segmen Pasar di Luar Tambang
Guna mengurangi ketergantungan pada satu segmen industri dan memperluas basis
pendapatan, Perseroan akan secara aktif menyasar segmen pasar di luar
pertambangan, meliputi: sektor minyak dan gas bumi yang memiliki standar HSSE
setara dengan tambang; kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang
tumbuh pesat; serta sektor konstruksi yang terus berkembang seiring pembangunan
IKN.
2.6 ANALISA KELAYAKAN TEKNIS
2.6.1 Penambahan Kegiatan Usaha
Perseroan bermaksud memperkuat rangkaian kegiatan usahanya melalui penambahan 3
Kode KBLI baru guna mengembangkan jasa layanan transportasinya di sektor industri
berikut ini:
• Pertambangan (Mining) - Segmen Paling Potensial
Segmen ini merupakan core business Perseroan dan memiliki potensi pengembangan
terbesar. Permintaan armada dari sektor pertambangan bersifat rutin, dalam volume
besar, dan mensyaratkan standar keselamatan tinggi yang menjadi keunggulan utama
Perseroan. Ekspansi ke lokasi-lokasi tambang baru di Berau, Bulungan, Morowali, dan
Pomalaa akan menjadi fokus utama tahun ke-1 hingga ke-3.
Minyak dan Gas Bumi (Oil & Gas)
Segmen ini memiliki standar HSSE yang sebanding dengan pertambangan, menjadikan
Perseroan sudah memiliki kompetensi dan sertifikasi yang relevan. Klien migas di
Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara akan menjadi target pengembangan yang
sejalan dengan ekspansi yang sudah berjalan.
2.6.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Perseroan telah memiliki tenaga kerja yang telah berpengalaman melaksanakan kegiatan
usahanya. Dalam rangka menjalankan Rencana Penambahan 3 Kode KBLI Baru, Perseroan
memiliki tenaga kerja serta tenaga ahli untuk kegiatan usahanya, antara lain sebagai berikut:
Studi Kelayakan 17
PT Transkon Jaya Tbk
Page 24
Angkutan Darat/ Sewa Kendaraan
Terkait kegiatan usaha angkutan darat/ sewa kendaraan, jumlah karyawan Perseroan
terhitung sebanyak 625 karyawan, yang terdiri dari Komisaris dan Direksi sebanyak 7 orang, Junior
Management sebanyak 18 orang, Supervisor sebanyak 139 orang dan Staff sebanyak 454 orang.
Ketersediaan Operator/ Pengemudi Kendaraan terkait penambahan 3 Kode KBLI Baru
Pada kegiatan usaha penyediaan pengemudi, Perseroan telah memiliki karyawan dan
pengemudi sebanyak 377 orang. Kegiatan usaha penyediaan pengemudi, dipimpin antara
lain oleh Dewan Komisaris dan Direksi yang memiliki pengalaman kurang lebih dari 5 tahun
di industri transportasi. Didukung oleh 3 Manajer (Manajer Finance Manajer sales, dan
Manager Commercial) lulusan S1 yang telah memiliki pengalaman dibidang masing-masing
kurang lebih sekitar 5 tahun.
Penambahan operator/ pengemudi kendaraan terkait usaha 3 Kode KBLI baru diproyeksikan
sebanyak 508 orang selama 5 tahun (atau sekitar 10 orang per bulannya).
2.6.3 Peraturan Perundang-undangan Terkait
Perseroan perlu memperhatikan dan menaati peraturan perundang-undangan yang terkait
dengan kegiatan usahanya agar dapat menghasilkan suatu kegiatan usaha yang terkendali
dan berkesinambungan. Berikut beberapa peraturan perundang-undangan terkait Rencana
Penambahan 3 Kode KBLI Baru:
Angkutan Darat/ Sewa Kendaraan
• Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen;
• Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan
Usaha Tidak Sehat;
• Undang-Undang No. 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian
Sengketa;
• Peraturan Pemerintah (PP) No 44 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Larangan Praktek
Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat;
• Kitab Undang-undang Hukum Perdata.
Penyediaan Pengemudi terkait Tambahan 3 Kode KBLI Baru
• Peraturan Pemerintah (PP) No. 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu,
Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja;
• Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. KEP-101/MEN/VI/2004 tentang
Tata Cara Perijinan Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh;
• Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. KEP-102/MEN/VI/2004 tentang
Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur;
• Undang-Undang (UU) No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
• UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja;
• UU No. 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum;
• UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
• UU No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/SerikatBuruh;
• UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen;
• UU No. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja;
• UU No. 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan;
Studi Kelayakan 18
PT Transkon Jaya Tbk
Page 25
• UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
2.6.4 Aspek Lingkungan
Perseroan melakukan tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/CSR) sebagai
wujud rasa terima kasih atas peran dan dukungan dari masyarakat sebagai salah satu
pemangku kepentingan atas tumbuh dan berkembangnya Perseroan selama ini. Selain itu,
untuk memenuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/
GCG), Perseroan melakukan berbagai program CSR dalam bidang ekonomi, lingkungan dan
sosial secara progressive dan berkelanjutan terutama selama masa pandemi Covid-19. Oleh
sebab itu, selama melakukan kegiatan operasinya, Perseroan telah melaksanakan berbagai
program CSR antara lain penyediaan fasilitas, sarana dan prasarana untuk pelaksanaan
mekanisme kerja sesuai protokol kesehatan demi terjaminnya kesehatan dan keselamatan
karyawan dan pelanggan; pembagian bantuan sembako dan hewan kurban selama masa
pandemi Covid-19, kegiatan peduli lingkungan dengan pemberdayaan kendaraan Perseroan
untuk Kawasan Peduli Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan (Konservasi Beruang Madu),
memberikan pengajaran di Sekolah Menengah dan Perguruan Tinggi di Balikpapan
diantaranya SMKN Negeri 5 Balikpapan, SMK Bina Prestasi Balikpapan, berkolaborasi
dengan Organisasi Nirlaba Internasional Global Reporting Initiative (GRI) untuk melatih
Dosen Perguruan Tinggi, sumbangan hari raya Idul Fitri serta vaksinasi keluarga karyawan
Perseroan dan masyarakat umum, kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota
Balikpapan untuk mengadakan penanaman pohon di Hutan Kota Rambai Balikpapan.
Penyelenggaraan berbagai CSR dalam 3 bidang tersebut diharapkan dapat memenuhi
kebutuhan dan harapan stakeholders sehubungan dengan isu-isu etika, sosial dan
lingkungan guna memudahkan pengembangan perusahaan di era globalisasi dan sekaligus
mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional secara berkelanjutan.
2.7 ANALISA KELAYAKAN POLA BISNIS
2.7.1 Keunggulan Kompetitif
Perseroan memiliki serangkaian keunggulan kompetitif yang melekat pada armadanya dan
menjadi pembeda kuat (distinctive differentiators) di hadapan para kompetitor,
sebagaimana diuraikan berikut ini:
• Spesifikasi Teknis Sesuai Standar Industri Berat. Armada TRJA - terutama unit 4x4
pertambangan (Hilux, Triton Double Cabin) - dirancang dan dipersiapkan sesuai
persyaratan teknis operasional di lingkungan tambang dan migas yang menuntut
kemampuan off-road, daya tahan terhadap kondisi ekstrem, dan pemenuhan standar
keselamatan HSSE. Kemampuan customisasi spesifikasi teknis (custom spec) sesuai
permintaan klien merupakan keunggulan yang tidak dapat dipenuhi oleh semua
kompetitor.
• Standar Pemeliharaan Terstruktur dan Terjadwal. Setiap unit armada menjalani inspeksi
ganda (double inspection) sebelum diserahkan kepada klien, serta program servis
berkala terjadwal pada interval 2.500 km dan 5.000 km. Sistem pemeliharaan preventif
ini menjamin kondisi unit yang prima sepanjang masa kontrak.
Studi Kelayakan 19
PT Transkon Jaya Tbk
Page 26
• Kapasitas Pemenuhan Kebutuhan Armada Skala Besar. Perseroan memiliki kapasitas
untuk memenuhi permintaan unit dalam jumlah besar dengan memanfaatkan jaringan
pengadaan yang terbangun dengan dealer-dealer prinsipal, memberikan keyakinan
kepada klien multinasional bahwa Perseroan dapat menjadi mitra armada tunggal (sole
vendor) yang andal.
• Dukungan Sertifikasi Internasional sebagai Jaminan Mutu. Perseroan adalah salah satu
perusahaan jasa transportasi korporat di Kalimantan yang telah memperoleh sertifikasi
ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2018, ISO 37001:2016, dan ISO
50001:2018 secara bersamaan. Portofolio sertifikasi ini merupakan persyaratan wajib
bagi perusahaan-perusahaan pertambangan dan migas multinasional dalam proses
kualifikasi vendor.
• Rekam Jejak Lebih dari Dua Dekade dalam Industri Berat. Reputasi yang terbangun
selama lebih dari 20 tahun melayani klien-klien pertambangan, migas, dan konstruksi
berskala besar merupakan aset tidak berwujud (intangible asset) yang sulit direplikasi
dalam waktu singkat.
• Sistem Monitoring dan Manajemen Armada Berbasis Teknologi. Seluruh armada
dilengkapi sistem pemantauan GPS real-time yang memungkinkan klien memantau
pergerakan, efisiensi bahan bakar, dan perilaku pengemudi secara langsung, mendukung
transparansi operasional yang menjadi tuntutan standar klien korporat modern.
2.7.2 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai
Perseroan merencanakan menjadi perusahaan induk untuk entitas anak yang menjalankan
kegiatan usaha penyediaan pengemudi dan penyediaan layanan internet. Perseroan dapat
menciptakan nilai dan keunggulan dari Rencana Menjadi Perusahaan Induk, karena
dilakukan untuk menambah dan mengembangkan kegiatan usaha Perseroan serta
memaksimalkan potensi bisnis Perseroan. Dengan dilaksanakannya Rencana Menjadi
Perusahaan Induk, Perseroan akan memiliki potensi nilai tambah dari sisi pendapatan dan
laba serta peluang untuk ekspansi usaha Perseroan. Pengalaman yang dimiliki Perseroan
membuat penerapan sistem dan operasional kerja menjadi relatif mudah diterapkan untuk
kegiatan usaha yang baru.
Dengan adanya Rencana Penambahan 3 Kode kbli baru, total pendapatan Perseroan
diproyeksikan akan mencapai sebesar Rp 655,8 Milyar pada tahun 2030 dengan total laba
neto sebesar Rp 120,6 Milyar.
2.8 ANALISA KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
2.8.1 Ketersediaan Tenaga Kerja
Studi Kelayakan 20
PT Transkon Jaya Tbk
Page 27
Dengan dilakukannya Rencana Penambahan 3 Kode KBLI baru, Perseroan harus
menyediakan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas untuk menjalankan
kegiatan usaha yang baru. Saat ini, Perseroan memiliki struktur manajemen yang cukup
memadai untuk menjalankan kegiatan usaha saat ini dan kegiatan usaha yang baru.
Perseroan memerlukan manajemen yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan
usahanya. Pendidikan dan pengalaman menjadi salah satu faktor penting untuk
menghasilkan manajemen yang kompeten dan berkualitas. Penerapan sistem manajemen
yang baik akan menghasilkan pelaksanaan operasional usaha yang efektif, efisien dan
terarah. Struktur organisasi Perseroan memerlukan SDM yang berpengalaman di bidangnya
seperti tenaga ahli untuk mengembangkan pasar baru dan tambahan karyawan yang sesuai
kualifikasi untuk menunjang operasional kegiatan usaha.
2.8.2 Manajemen Kekayaan Intelektual
Angkutan Darat Lainnya dan Sewa Kendaraan
Hak paten Transkon Rent ikut serta dalam hak paten Perseroan, hal ini dikarenakan
Transkon Rent merupakan unit usaha dengan kegiatan usaha yang beroperasi di bawah
Perseroan.
2.8.3 Manajemen Risiko
Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, Perseroan tidak terlepas dari risiko. Risiko-risiko
dapat berdampak terhadap kinerja keuangan, kegiatan operasional dan prospek di masa
mendatang. Berikut adalah risiko usaha yang dimiliki oleh Perseroan:
1. Risiko Persaingan Usaha
Persaingan usaha di bidang layanan angkutan darat untuk penumpang, sewa kendaraan
berikut operator/pengemudinya cukup ketat, dimana beberapa perusahaan-perusahaan
memiliki usaha sejenis dengan menargetkan segmen pasar yang sama maupun berbeda.
Persaingan yang cukup ketat membuat jasa yang diberikan harus memiliki daya saing
baik dari segi harga maupun pelayanan. Untuk mencapai keberhasilan penambahan
kegiatan usaha yang akan dilaksanakan, Perseroan berupaya melakukan berbagai
pengembangan pada setiap kegiatan usaha yang dimilikinya agar terus memiliki daya
saing dengan perusahaan lain yang sejenis. Perseroan juga memastikan prosedur
operasional dan layanan berjalan secara optimal dan menghasilkan kualitas pelayanan
yang baik. Perseroan juga melakukan pemantauan secara berkala untuk menjaga
kualitas pelayanan sehingga mampu memenuhi kebutuhan dari konsumen.
2. Risiko Operasional
Industri angkutan darat dan sewa kendaraan berikut operator/pengemudi melibatkan
pengelolaan kendaraan, SDM maupun sistem, dimana sistem operasional dan SDM
saling berkaitan untuk menghasilkan kualitas pelayanan dan jasa yang baik dan bernilai
tambah. Perseroan melakukan evaluasi secara rutin terhadap kondisi kendaraan, sistem,
prosedur kerja dan SDM agar risiko penurunan kualitas pelayanan dapat dihindari.
3. Risiko Sumber Daya Manusia
Studi Kelayakan 21
PT Transkon Jaya Tbk
Page 28
Dalam pengelolaan SDM terdapat risiko tertentu, seperti kurangnya tenaga kerja yang
berkualitas. Kurangnya tenaga kerja yang handal dapat berakibat pada kelalaian dalam
pelaksanaan pekerjaan dan meningkatnya biaya. Perseroan memberikan gaji/upah,
fasilitas, dan tunjangan kepada karyawan berdasarkan tugas dan tanggung jawab yang
diterima karyawan dengan mempertimbangkan kinerja serta kesesuaiannya dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4. Risiko Kredit
Risiko kredit mengacu pada aset keuangan yang menyebabkan Perseroan berpotensi
menanggung risiko kredit terutama terdiri dari kas dan bank serta piutang pelanggan.
Perseroan mempunyai kebijakan dan prosedur kredit untuk memastikan evaluasi kredit
dan piutang berjalan dengan baik dan melakukan pemantauan saldo utang maupun
piutang secara aktif. Perseroan juga meminimalisasi risiko kredit dengan menyimpan
dana hanya pada bank yang memiliki reputasi baik.
5. Risiko Likuiditas
Risiko menghadapi kesulitan dalam memenuhi kewajiban keuangannya karena
kekurangan dana. Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati termasuk mengatur kas dan
pendanaan yang cukup dapat menunjang aktivitas usaha secara optimal.
6. Risiko Suku Bunga
Perubahan suku bunga adalah sesuatu hal yang tidak dapat dihindari dalam hal pinjaman
yang dilakukan Perseroan. Untuk mengatasi hal tersebut, Perseroan dapat melakukan
metode pembayaran bertahap dengan jangka waktu yang lebih panjang ataupun
pinjaman dengan bunga tetap.
Berdasarkan berbagai risiko yang dimiliki, perlu adanya hal dalam mengidentifikasi,
mengevaluasi dan meminimalkan risiko-risiko dalam seluruh lingkup kegiatan usaha, serta
memastikan semua temuan dan rekomendasi manajemen telah ditindaklanjuti.
2.8.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Berikut adalah profil Komisaris dan Direksi Perseroan:
➢ Jeong Subok, Presiden Komisaris
Beliau merupakan warga Negara Korea Selatan, beliau telah memperoleh gelar Sarjana dari
Kyonggi University. Beliau diangkat sebagai Presiden Komisaris pada Rapat Umum
Pemegang Saham tanggal 21 Juni 2024. Beliau merupakan anggota Dewan Komisaris
yang terafiliasi dengan ST International Corporation. Beliau mengawali karir pada tahun
2007 – 2012 sebagai Finance Manager di PT Kideco Jaya Agung , pada tahun 2014 –
2016 sebagai Direktur Keuangan di PT Perta – Samtan Gas, pada tahun 206 -2019
sebagai Direktur Utama di PT Samindo Utama Kaltim, pada tahun 2019 – 2021 sebagai
Direktur Utama di PT Cotrans Asia, dan pada tahun 2023 – 2024 sebagai Direktur Utama
PT Transkon Jaya Tbk. Beliau juga bergabung dengan PT Sea Bridge Shipping pada
tahun 2019 sebagai Presiden Direktur. Beliau merangkap jabatan sebagai Presiden
Komisaris di PT Tata Hamparan Eka Persada, sebagai Komisaris PT Griya Pancaloka,
sebagai Presiden Direktur di PT Samindo Resources Tbk & PT STI Indonesia, sebagai
Direktur di PT SIMS Jaya Kaltim, PT Samindo Utama Kaltim, PT Trasindo Murni Perkasa,
& PT Mintec Abadi.
Studi Kelayakan 22
PT Transkon Jaya Tbk
Page 29
➢ Kim Hyoyeol, Komisaris
Beliau merupakan warga Negara Korea Selatan yang telah memperoleh gelar Sarjana
dari Universitas Negeri Kangwon. Beliau diangkat sebagai Komisaris pada Rapat Umum
Pemegang Saham tanggal 23 Mei 2025. Beliau merupakan anggota Dewan Komisaris yang
terafiliasi dengan ST International Corporation. Beliau mengawali karir pada tahun 2013 – 2017
sebagai Presiden Direktur di PT PT Mintec Abadi , pada tahun 2017 – 2019 sebagai Senior
Manager di ST International, pada tahun 2019 -2020 sebagai Presiden Direktur di PT Mintec
Abadi, pada saat ini tahun 2020 sebagai Presiden Direktur PT SIMS Jaya Kaltim, dan Beliau
merangkap Jabatan sebagai Direktur di PT Samindo Resources Tbk pada tahun 2022 – sekarang.
➢ R. Hesthi Sambodo, Komisaris Independen
Beliau merupakan warga Negara Indonesia, beliau telah memperoleh gelar Sarjana, dari
Akuntansi di STIE YAI Jakarta pada tahun 1994. Beliau diangkat kembali sebagai Presiden
Komisaris pada Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 21 Juni 2024. Beliau juga saat ini
menjabat sebagai Ketua Komite Audit dan Ketua Komite Nominasi & Remunerasi. Beliau
mengawali karir sebagai Senior Auditor di Badan Pengawasan Keuangan & Pembangunan
selama tahun 1986 – 1992, lalu sebagai Cost Accountant & GA Supervisor di PT Rhone Poulenc
Agrocarb pada tahun 1992 – 1996 dan pada tahun 1996 – 1999 menjabat sebagai Management
Accounting Manager di PT TNT Logistics Indonesia. Lalu pada tahun 1999 – 2001 menjabat
sebagai F&A Manager di PT Gitaswara Indonesia (Guiness) dan PT Gubah Bumi Selaras. Pada
tahun 2001 – 2005 menjabat sebagai Financial Controller di PT Linfox Logistics Indonesia lalu
menjadi Business Controller di PT Atlas Copco Nusantara (PT Epiroc Indonesia) pada tahun 2005
– 2012. Lalu pada tahun 2012 – 2014 menjabat sebagai Country F&A Head di PT Havi Indonesia
dan menjabat sebagai Senior Manager F&A di PT LF Services Indonesia pada tahun 2015 – 2016.
Pada tahun 2016 beliau dipercaya menjadi Finance Director, CFO & CCO di PT DHL Supply
Chain Indonesia sampai dengan tahun 2019. Beliau bergabung dengan Perseroan dengan
menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan sejak tahun 2020 sampai dengan saat ini.
➢ Kim Joonseok, Presiden Direktur
Beliau merupakan warga Negara Korea Selatan, beliau telah memperoleh gelar Sarjana
dari Hankuk University of Foreign Study pada tahun 2001. Beliau diangkat sebagai
Presiden Direktur pada Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 21 Juni 2024. Beliau
mengawali karir pada tahun 2001 – 2006 Amore Pacific Corporation, pada tahun 2006 –
2011 di Mirae Asset Financial Group, pada tahun 2011 – 2014 sebagai Deputy Senior
Manager di ST International Corporation, pada tahun 2014 – 2016 sebagai Project
Manager di PT Sims Jaya Kaltim, pada tahun 2016 – 2018 sebagai Deputy Senior
Manager ST International Corporation, pada tahun 2018 – 2020 sebagai General
Manager di PT Cotrans Asia, dan pada tahun 2020 – 2024 sebagai Presiden Direktur di
PT Tata Hamparan Eka Persada..
➢ Park Jung Ook, Direktur
Beliau merupakan warga Negara Korea Selatan, beliau telah memperoleh gelar Sarjana
dari Seoul, Republik pada tahun 2005. Beliau diangkat kembali sebagai Direktur pada
Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 21 Juni 2024. Beliau adalah anggota Direksi
yang terafiliasi dengan ST International Corporation. Beliau mengawali karir pada tahun
2006 – 2010 sebagai Manager di Samtan Group, pada tahun 2014 – 2017 sebagai
Manager di PT. Cotrans Asia, pada tahun 2017 – 2019 sebagai Senior Manager di PT.
Sims Jaya Kaltim, pada tahun 2019 – 2023 sebagai Senior Manager of Strategic Planning
& Management di ST International Corporation, pada tahun 2023 – 2024 sebagai Wakil
Studi Kelayakan 23
PT Transkon Jaya Tbk
Page 30
Direktur Utama di PT Transkon Jaya Tbk. Beliau juga merangkap jabatan saat ini sebagai
Direktur di PT Samindo Resources Tbk..
➢ Rex Alexander Joseph Syauta, Direktur
Beliau merupakan warga Negara Indonesia, beliau telah memperoleh gelar Sarjana
Universitas Surabaya pada tahun 2000, dan Magister dari Universitas Balikpapan pada
tahun 2022. Beliau diangkat sebagai Direktur pada Rapat Umum Pemegang Saham
tanggal 21 Juni 2024. Beliau juga merangkap jabatan sebagai Sekretaris Perusahaan
sejak tahun 2020 – Sekarang. Beliau mengawali karir pada tahun 2001 – 2006 sebagai
Staff di PT Bank Artha Graha International Tbk, pada tahun 2006 – 2011 sebagai
Operational Manager di PT Bank Artha Graha International Tbk, pada tahun 2011 – 2012
sebagai Group Chief Financial Officer di PT Dianbatara Group, pada tahun 2013 – 2023
sebagai Chief Financial Officer di PT Transkon Jaya Tbk, 2024 – Juni 2024 sebagai
Deputy Chief Financial Officer di PT Transkon Jaya Tbk.
➢ Kim, Tae Jae, Direktur
Beliau merupakan warga Negara Korea Selatan, beliau telah memperoleh gelar Sarjana
dari Hankuk University of Foreign Study pada tahun 2010. Beliau diangkat sebagai
Direktur pada Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 23 Mei 2025. Beliau mengawali
karir pada tahun 2010 – 2014 PAN Ocean, pada tahun 2014 – 2020 di H-Line Shipping,
pada tahun 2020 – sekarang sebagai Business Development Manager di ST International
Corporation.
Berdasarkan uraian di atas, saat ini Perseroan telah memiliki Komisaris dan Direksi yang
cukup memadai untuk mendukung operasional kerja perusahaan dan terlaksananya
Rencana Penambahan 3 Kode KBLI baru.
2.8.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
Kemampuan untuk mengelola suatu perusahaan memerlukan manajemen dan SDM yang
profesional agar kegiatan operasional Perseroan berjalan efektif dan efisien. Struktur
organisasi dan manajemen yang baik berkaitan dengan koordinasi kerja yang terpadu dan
terarah. Berikut adalah struktur organisasi Perseroan:
Sumber: Manajemen
2.10 ANALISA KEUANGAN MANAJEMEN
2.10.1 Biaya Investasi
Studi Kelayakan 24
PT Transkon Jaya Tbk
Page 31
Biaya investasi terkait penambahan kegiatan usaha sesuai Kode KBLI 49429, 49422 dan
49229 adalah terutama dalam pengadaan armada kendaraan baru yang selama 5 tahun
periode proyeksi keuangan diperhitungkan akan berjumlah 665 unit kendaraan (berbagai
tipe) yang bernilai sebesar Rp 108,9 Milyar, dan kemudian selanjutnya di kisaran Rp 15-20
Milyar per tahunnya.
2.10.2 Modal Kerja
Biaya Jasa Operator Kendaraan terkaitnya diproyeksikan akan terpenuhi dari pendapatan
usaha 3 Kode KBLI baru melalui peroleh 508 orang Operator (Sopir/Driver) Kendaraan
selama 5 tahun (atau sekitar 10 orang per bulannya).
2.10.3 Sumber Pembiayaan
Sehubungan dengan Rencana Penambahan 3 Kode KBLI baru, sumber pembiayaannya
diperhitungkan dari kas dan setara kas Perseroan, dan selanjutnya demikian selama tahun-
tahun berikutnya.
2.10.4 Biaya Operasional
Biaya operasional Perseroan atas Rencana Menjadi Perusahaan Induk hanya meliputi beban
material (pemeliharaan dan perbaikan kendaraan), beban penyediaan pengemudi serta
beban penyusutan kendaraan.
2.10.5 Proyeksi Laporan Keuangan
Asumsi dan proyeksi Rencana Penambahan 3 KBLI Baru Perseroan selama periode
proyeksi adalah sebagai berikut:
1 2 3 4 5
PROYEKSI (dalam Rp)
Pendapatan 7.531.913.784 72.572.261.872 123.430.529.073 152.695.292.931 174.225.777.473
Beban Pokok Pendapatan (5.129.654.175) (40.034.927.693) (59.231.569.319) (71.316.616.386) (82.383.223.188)
Total Laba Sebelum Pph 2.402.259.609 32.537.334.179 64.198.959.754 81.378.676.545 91.842.554.285
2.10.6 Analisis Titik Impas (Break Even Analysis)
Titik impas (Break Even Point/ BEP) adalah sebuah titik dimana biaya atau pengeluaran dan
pendapatan adalah seimbang, sehingga tidak terdapat keuntungan atau kerugian. BEP nilai
penjualan dapat diformulasikan sebagai berikut:
BEP = Biaya Tetap : (1- (Biaya Variabel : Penjualan))
Berikut adalah analisis titik impas :
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Studi Kelayakan 25
PT Transkon Jaya Tbk
Page 32
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Pendapatan 7.531.913.784 72.572.261.872 123.430.529.073 152.695.292.931 174.225.777.473
Biaya variabel 2.981.572.577 25.460.630.818 41.125.006.819 50.158.213.608 59.117.580.827
Biaya tetap 2.148.081.597 14.574.296.875 18.106.562.500 21.158.402.778 23.265.642.361
Marjin Kontribusi 4.550.341.206 47.111.631.054 82.305.522.254 102.537.079.323 115.108.196.646
Marjin Kontribusi terhadap Pendapatan 60,41% 64,92% 66,68% 67,15% 66,07%
Titik Impas Pendapatan 3.555.593.890 22.450.712.611 27.153.738.022 31.508.489.723 35.214.474.267
% Titik Impas Pendapatan 47,21% 30,94% 22,00% 20,63% 20,21%
Berdasarkan tabel diatas, BEP rata-rata tercapai pada tingkat pendapatan sebesar 20,21%
- 47,21% selama periode proyeksi.
Studi Kelayakan 26
PT Transkon Jaya Tbk
Page 33
3. TINJAUAN INDUSTRI DAN PROSPEK USAHA
3.1 EKONOMI SECARA UMUM
Ekonomi dunia pada akhir tahun 2025 berada dalam kondisi stabil namun penuh kehati-
hatian dengan pertumbuhan yang melambat (stagnan) di kisaran 2,8% - 3,0%, didorong oleh
perdagangan global yang menunjukkan ketahanan di atas $35 triliun. Meskipun inflasi global
mulai menurun, risiko geopolitik, proteksionisme, dan utang tinggi menahan laju pertumbuhan,
menciptakan ketidakpastian tinggi.
Berikut adalah poin-poin penting perkembangan ekonomi global per Desember 2025:
• Perdagangan Global Berdaya Tahan: Perdagangan barang dan jasa diproyeksikan
mencatat rekor di atas $35 triliun, tumbuh sekitar 7% dibandingkan 2024, didukung oleh
penyesuaian rantai pasok global.
• Inflasi dan Kebijakan Moneter: Inflasi global cenderung moderat, namun risiko tekanan
harga masih ada. Bank sentral utama mempertahankan suku bunga relatif tinggi, dengan
kebijakan moneter yang difokuskan pada stabilisasi.
• Pertumbuhan Stagnan: Pertumbuhan ekonomi global di 2025 diproyeksikan tetap lesu
sekitar 2,8% hingga 3,0%, di bawah rata-rata pra-pandemi, dipengaruhi oleh investasi yang
lemah dan produktivitas rendah.
• Ketegangan Geopolitik: Ketidakpastian kebijakan dagang dan ketegangan geopolitik
menjadi risiko utama yang menghambat ekspansi ekonomi yang lebih luas.
• Kinerja Ekonomi Indonesia: Indonesia menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan
ekonomi yang tetap kuat (di atas 5%) dan masuk dalam jajaran 10 besar ekonomi dunia
berdasarkan PDB PPP, didorong oleh konsumsi domestik dan realisasi investasi.
• Tekanan di Negara Berkembang: Negara-negara berkembang menghadapi tantangan
ganda dari perlambatan permintaan global dan risiko volatilitas pasar keuangan.
3.2 PERKEMBANGAN PASAR ANGKUTAN DARAT LAINNYA UNTUK PENUMPANG (KODE KBLI 49429)
Potensi pangsa pasar untuk layanan angkutan darat penumpang korporat di Indonesia sangat
signifikan. Sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan sebesar 8,52% pada
Triwulan II-2025 (BPS), melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Pangsa pasar
Perseroan terkait industri Angkutan Darat/ Sewa kendaraan berikut operator (driver)
kendaraan adalah terutama wilayah Indonesia propinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah,
Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumantera Utara, Timika, Sulawesi).
Beberapa indikator pangsa pasar yang relevan terkait KBLI 49429 antara lain:
▪ Kawasan Pertambangan Kalimantan Timur: terdapat lebih dari 1.200 Izin Usaha
Pertambangan (IUP) aktif di Kalimantan Timur yang secara kolektif mempekerjakan
ratusan ribu tenaga kerja, sebagian besar membutuhkan layanan angkutan karyawan
reguler.
Studi Kelayakan 27
PT Transkon Jaya Tbk
Page 34
▪ Proyek IKN: pembangunan Ibu Kota Nusantara diperkirakan akan mendatangkan 100.000
hingga 200.000 tenaga kerja konstruksi pada puncak pembangunan, menciptakan
kebutuhan angkutan karyawan yang sangat besar.
▪ Pertumbuhan industri nikel dan baterai EV: kawasan industri Morowali (Sulawesi Tengah)
dan IWIP (Halmahera) terus berkembang dan membutuhkan solusi angkutan karyawan
terintegrasi.
▪ Estimasi nilai pasar angkutan karyawan korporat di Kalimantan dan Sulawesi diperkirakan
mencapai Rp 8-12 triliun per tahun, dengan Perseroan berpotensi meraih pangsa awal
sebesar 5-8% dalam 3 tahun pertama ekspansi.
Dengan posisi kompetitif yang kuat, dukungan infrastruktur operasional yang telah terbangun,
serta reputasi yang terbukti selama lebih dari dua dekade, Perseroan memiliki peluang nyata
untuk menjadi pemain utama dalam segmen angkutan karyawan korporat di wilayah Kalimantan
dan Sulawesi.
3.3 PERKEMBANGAN PASAR ANGKUTAN SEWA (KODE KBLI 49422)
Kondisi pasar KBLI 49422 (Angkutan Sewa Korporat) di Indonesia menunjukkan pertumbuhan
yang konsisten seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas profesional di kawasan-
kawasan industri yang berkembang pesat. Beberapa data pasar yang relevan antara lain:
▪ Pasar sewa kendaraan dengan pengemudi (chauffeur-driven) di Indonesia diestimasi
tumbuh rata-rata 7-9% per tahun seiring dengan pertumbuhan sektor migas, tambang, dan
konstruksi.
▪ Kawasan Kalimantan Timur sebagai pusat industri migas dan calon ibu kota baru negara
menjadi magnet investasi yang mendorong permintaan mobilitas eksekutif yang tinggi.
▪ Perusahaan-perusahaan multinasional yang beroperasi di Kalimantan Timur umumnya
mengalokasikan anggaran transportasi korporat yang signifikan, dengan standar
keselamatan yang hanya dapat dipenuhi oleh operator berlisensi dan bersertifikasi.
▪ Nilai pasar angkutan sewa korporat di Kalimantan diperkirakan mencapai Rp 3-5 triliun per
tahun, dengan ruang pertumbuhan yang masih sangat besar mengingat rendahnya tingkat
formalisasi operator yang ada.
Dengan keunggulan kompetitif berupa sertifikasi internasional, armada yang terawat, dan
rekam jejak keselamatan yang terbukti, Perseroan berpotensi meraih pangsa pasar sebesar
10-15% dalam 3 tahun pertama pengembangan layanan angkutan sewa di wilayah Kalimantan
Timur.
3.4 PERKEMBANGAN PASAR ANGKUTAN BUS TIDAK DALAM TRAYEK LAINNYA (KBLI 49229)
Perkembangan pasar Kode KBLI 49229 (Angkutan bus tidak dalam trayek - bus carter dan
ekskursi korporat) di Indonesia merupakan segmen yang sangat potensial namun masih
terfragmentasi. Gambaran pasar yang relevan adalah sebagai berikut:
Studi Kelayakan 28
PT Transkon Jaya Tbk
Page 35
▪ Industri bus Indonesia mencatat pertumbuhan positif pada 2024-2025, didukung oleh
pemulihan aktivitas ekonomi, pembangunan infrastruktur skala nasional, dan
meningkatnya jumlah kawasan industri baru.
▪ Permintaan bus carter korporat di sektor tambang: dengan lebih dari 200 perusahaan
tambang berskala besar yang beroperasi di Kalimantan dan Sulawesi, kebutuhan bus
carter karyawan diperkirakan mencapai 5.000-8.000 unit operasional per hari.
▪ Nilai pasar angkutan bus korporat di Kalimantan dan Sulawesi diestimasi berada di kisaran
Rp 6-10 triliun per tahun, dengan tingkat formalisasi yang masih rendah sehingga
memberikan ruang yang besar bagi operator berlisensi.
▪ Proyeksi pangsa pasar: dengan memanfaatkan posisi terdepan di industri dan sertifikasi
internasional yang dimiliki, Perseroan berpotensi meraih pangsa pasar sebesar 7-12% di
wilayah operasional utama dalam 3-5 tahun ke depan.
Secara keseluruhan, penambahan KBLI 49229 menempatkan PT Transkon Jaya Tbk pada
posisi yang sangat strategis untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan industri
transportasi massal korporat di kawasan Kalimantan dan Sulawesi yang tengah mengalami
transformasi industri yang signifikan.
3.5 ANALISA SWOT
Kondisi industri yang positif dan negatif merefleksikan peluang dan ancaman yang dihadapi
oleh Perseroan. Mempertimbangkan hal-hal tersebut, maka Perseroan perlu menentukan
strategi yang dapat diimplementasikan atau digunakan. Untuk melanjutkan kelangsungan
usaha dan meningkatkan persaingan pasar, maka Perseroan mengindentifikasi kekuatan,
kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki, sebagai berikut:
Kekuatan (Strengths)
• Sinergi armada eksisting: Perseroan tidak perlu investasi armada baru secara masif karena
bus dan kendaraan angkutan yang sudah dimiliki dapat langsung dialihfungsikan untuk
layanan ini, selain tersedianya dana segar yang dapat digunakan untuk menambah armada
kendaraan baru terkait penambahan kodeKBLI baru
• Rekam jejak dan reputasi: lebih dari 20 tahun pengalaman melayani industri berat menjadi
diferensiasi kuat di hadapan calon klien baru.
• Sertifikasi internasional (ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001) memperkuat kepercayaan klien
tambang dan migas yang mensyaratkan standar HSSE ketat.
• Jaringan operasional yang luas di Kalimantan dan Sulawesi mempermudah ekspansi
layanan ke lokasi-lokasi tambang terpencil.
• Model bisnis B2B dengan kontrak jangka panjang menghasilkan pendapatan yang lebih
stabil dibandingkan model angkutan publik konvensional.
Kelemahan (Weaknesses)
▪ Ketersediaan pengemudi terlatih bagi perkembangan armada layanan transportasi
Perseroan memerlukan rekrutmen pengemudi bersertifikat di wilayah terpencil Kalimantan
Studi Kelayakan 29
PT Transkon Jaya Tbk
Page 36
yang mana masih menjadi tantangan operasional yang perlu diselesaikan secara
sistematis.
▪ Perluasan wilayah di luar Kalimantan memerlukan waktu dan investasi tambahan untuk
membangun jaringan operasional dan bengkel perawatan yang memadai.
Kesempatan (Opportunities)
• Perkembangan industri pertambangan, dan sektor kawasan terkaitnya membutuhkan
dukungan sektor transportasi bagi para pekerja (karyawan dan pihak manajemen) berbagai
industri tersebut di berbagai propinsi Indonesia ke depannya.
Ancaman (Threats)
▪ Ketergantungan siklus komoditas: pendapatan klien tambang sangat dipengaruhi oleh
harga komoditas global; penurunan situasi industry dan dampak harga batubara atau
nikel dapat menekan permintaan layanan jasa transportasi terkaitnya oleh pihak ketiga;
▪ Persaingan harga dari perusahaan angkutan lokal yang beroperasi dengan struktur biaya
lebih rendah namun belum memiliki sertifikasi setara.
Studi Kelayakan 30
PT Transkon Jaya Tbk
Page 37
4. RENCANA TRANSAKSI
4.1 LATAR BELAKANG RENCANA PENAMBAHAN 3 KODE KBLI BARU
Semakin berkembangnya usaha Perseroan merupakan dampak dari bertambahnya
permintaan pasar atas inovasi-inovasi bisnis Perseroan. Perseroan telah mempersiapkan
strategi-strategi guna memenuhi kebutuhan pasar dan demi terciptanya kepuasan pelanggan
(customer) Perseroan di antaranya dengan melakukan penambahan bidang usaha terkait
Kode KBLI 49429, 49422 dan 49229.
PT Transkon Jaya Tbk selama ini telah mengoperasikan armada kendaraan yang secara
fungsional mencakup layanan angkutan karyawan dan antar-jemput bagi klien-klien di industri
pertambangan, minyak dan gas bumi, serta konstruksi. Meskipun demikian, kegiatan
operasional tersebut belum didukung oleh landasan perizinan berupa Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang secara eksplisit mencakup angkutan darat lainnya
untuk penumpang. Penambahan tiga Kode KBLI baru bertujuan menyelaraskan dasar hukum
usaha dengan aktivitas nyata di lapangan, sehingga seluruh layanan yang telah berjalan
memiliki fondasi perizinan yang sah, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan secara
hukum.
Selain itu, secara khususnya, pertumbuhan kawasan industri dan kawasan tambang di wilayah
Kalimantan Timur - termasuk dalam konteks pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) -
menciptakan lonjakan permintaan layanan angkutan karyawan, shuttle bus, dan angkutan
pemukiman yang tidak dapat dipenuhi oleh cakupan KBLI yang telah ada. Dengan
penambahan kode KBLI baru, Perseroan memiliki kapasitas untuk merespons kebutuhan
pasar tersebut secara legal, terstruktur, dan berkelanjutan.
4.2 TUJUAN DAN MANFAAT
Tujuan dan manfaat dari adanya penambahan 3 Kode KBLI baru tersebut, antara lain:
▪ Meningkatkan Prospek Usaha Perseroan
Dengan dilaksanakannya penambahan kegiatan usaha diharapkan dapat memperluas
potensi pangsa pasar Perseroan, meningkatkan pendapatan dan keunggulan bersaing
Perseroan untuk dimanfaatkan secara optimal bagi perkembangan Perseroan secara
terarah dan berkesinambungan.
▪ Meningkatkan Pendapatan Perseroan
Dengan dilaksanakannya penambahan kode KBLI baru, diharapkan dapat meningkatkan
pendapatan dan laba Perseroan melalui perkuatan portfolio usaha Perseroan dan
membuka aliran pendapatan baru dari kontrak angkutan karyawan jangka panjang bersama
perusahaan-perusahaan tambang dan konstruksi berskala besar.
▪ Meningkatkan Kepercayaan
Meningkatnya prospek usaha Perseroan karena menurunnya tingkat risiko usaha dan
bertambahnya potensi untuk meningkatkan kinerja keuangan, diharapkan dapat
meningkatkan kepercayaan pihak ketiga kepada Perseroan baik kepada pihak mitra usaha
dan pemegang saham.
Studi Kelayakan 31
PT Transkon Jaya Tbk
Page 38
▪ Memberikan Nilai Tambah
Memberikan suatu nilai tambah bagi semua pemegang saham, manajemen, karyawan,
melalui peningkatan good corporate governance dalam hal akuntabilitas, tanggung jawab,
transparansi dari masing-masing lini usaha yang dapat berdiri sendiri secara independen.
Perseroan juga dapat meningkatkan nilai untuk jangka panjang dengan adanya
pertumbuhan pendapatan dan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan, yang pada
akhirnya dapat menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan dan
pemangku kepentingan, sekaligus memberikan kesempatan untuk menghasilkan dividen
yang berkesinambungan.
Nilai tambah bagi klien Perseroan adalah memberikan kepastian dan kenyamanan layanan
mobilisasi tenaga kerja yang terstandarisasi, berlisensi resmi, dan dapat diandalkan. Di
samping itu manfaat bagi negara kita Adalah meningkatkan kontribusi perpajakan dan
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari kegiatan usaha yang kini tercatat secara
resmi dalam KBLI yang tepat. Secara khusus Perseroan turut menargetkan manfaat bagi
Masyarakat umum dengan membuka lapangan kerja baru di sektor pengemudi, mekanik,
dan tenaga operasional angkutan.
4.3 TANGGAL PENILAIAN
Tanggal pisah batas Tanggal pisah batas (cut off date) penilaian adalah per 31 Desember
2025, dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
penilaian.
Studi Kelayakan 32
PT Transkon Jaya Tbk
Page 39
5. PROYEKSI KEUANGAN
5.1 ASUMSI PROYEKSI KEUANGAN
Proyeksi keuangan digunakan asumsi yang merefleksikan rencana bisnis manajemen untuk
masa mendatang. Sebagai tambahan, informasi dan saran yang relevan dari manajemen
sehubungan dengan pergerakan di setiap variabel dalam kerangka kerja yang sudah
ditentukan, juga digunakan sebagai pertimbangan.
Selama periode proyeksi, diasumsikan tidak ada perubahan pada peraturan perpajakan dan
peraturan perbankan. Selain itu juga diasumsikan tidak ada perubahan pada manajemen dan
kebijakan akuntansi. Asumsi proyeksi keuangan dibuat untuk 5 tahun (2026 – 2030) yang
mencakup proyeksi pendapatan dari jasa angkutan penumpang dan sewa kendaraan untuk
tiap kode KBLI baru (49429, 49422 dan 49229), serta proyeksi beban operator/pengemudi
terkaitnya, beban material (pemeliharaan dan perbaikan kendaraan, dan beban penyusutan).
Tiap tahun juga dijadwalkan terjadi Capital Expenditure berupa penambahan armada
kendaraan baru sesuai tipe dalam masing-masing kode KBLI baru. Piutang usaha
diasumsikan 45 hari Rincian seluruh asumsi, perhitungan selama periode 5 tahun proyeksi
terlampir.
Rangkuman tambahan pendapatan dan biaya sesuai 3 kode KBLI baru selama periode
proyeksi adalah sebagai berikut:
1 2 3 4 5
PROYEKSI (dalam Rp)
Pendapatan 7.531.913.784 72.572.261.872 123.430.529.073 152.695.292.931 174.225.777.473
Beban Pokok Pendapatan (5.129.654.175) (40.034.927.693) (59.231.569.319) (71.316.616.386) (82.383.223.188)
Total Laba Sebelum Pph 2.402.259.609 32.537.334.179 64.198.959.754 81.378.676.545 91.842.554.285
5.2 PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN
Selama periode proyeksi, diasumsikan tidak ada perubahan pada peraturan perpajakan.
Selain itu juga diasumsikan tidak ada perubahan pada manajemen dan kebijakan akuntansi.
Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasi Perseroan tanpa penambahan kegiatan usaha selama
tahun 2026-2030 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
Studi Kelayakan 33
PT Transkon Jaya Tbk
Page 40
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2026 2027 2028 2029 2030
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 27.581.862.625 28.965.742.306 54.334.375.500 62.090.799.042 54.981.807.869
Pihak ketiga 183.879.361.026 197.310.171.679 187.317.467.114 208.514.302.504 275.915.280.014
Piutang lain-lain 8.549.519.484 8.549.519.484 8.549.519.484 8.549.519.484 8.549.519.484
Persediaan 23.088.067.278 24.078.862.866 25.121.395.887 26.193.885.055 27.298.261.928
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 3.535.014.009 2.753.385.660 1.914.670.802 1.154.490.022 668.041.413
Pajak dibayar dimuka,Bagian lancar
- Pajak lainnya 459.271.280 688.459.901 1.098.232.556 1.832.246.082 3.148.485.391
Aset Lancar Lainnya 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000
Jumlah aset lancar 249.093.095.702 264.346.141.896 280.335.661.343 310.335.242.189 372.561.396.099
ASET TIDAK LANCAR
Pihak ketiga 1.743.358.947 1.743.358.947 1.743.358.945 1.743.358.946 1.743.358.943
Aset tetap 488.653.264.150 529.756.798.902 552.836.109.586 563.617.867.170 517.327.674.445
Aset hak guna 59.352.492.069 39.309.029.973 28.931.012.623 566.930.466 (3.324.280.084)
Aset pajak tangguhan 22.721.569.389 22.721.569.389 22.721.569.389 22.721.569.389 22.721.569.389
- Pajak penghasilan badan 7.930.666.515 7.930.666.515 7.930.666.515 7.930.666.515 7.930.666.515
Aset lain-lain 20.000.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000
Jumlah aset tidak lancar 580.421.351.070 601.481.423.726 614.182.717.058 596.600.392.486 546.418.989.208
JUMLAH ASET 829.514.446.772 865.827.565.622 894.518.378.401 906.935.634.675 918.980.385.307
2026 2027 2028 2029 2030
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKAPENDEK
Utang usaha 17.596.406.580 13.266.249.906 18.795.593.452 28.543.124.203 12.194.725.977
Utang lain-lain 6.540.341.666 5.088.075.540 4.916.196.824 4.246.402.678 3.545.530.149
Beban yang masih harus dibayar 12.803.168.685 13.730.890.720 14.686.444.416 15.670.664.723 16.684.411.640
Utang pajak
- Pajak penghasilan badan 47.716.707 47.716.707 47.716.707 47.716.707 47.716.707
- Pajak lainnya 1.249.850.265 794.814.134 862.097.692 974.783.345 1.168.730.675
Uang muka dari pelanggan 464.765.349 499.988.333 536.268.006 573.636.069 612.125.174
Utang pembiayaan konsumen,
bagian jangka pendek 142.577.942.216 170.948.302.249 189.655.848.655 171.117.116.018 146.428.299.752
Liabilitas sewa, bagian
jangka pendek 8.789.960.918 5.583.498.595 5.583.498.595 5.583.498.595 5.583.498.595
Pinjaman dari pemegang saham,
bagian jangka pendek 18.333.333.329 18.333.333.329 4.027.777.796 - -
Jumlah liabilitas jangka pendek 208.403.485.716 228.292.869.514 239.111.442.144 226.756.942.339 186.265.038.669
LIABILITAS JANGKA
PANJANG
Utang pembiayaan konsumen,bagian jangka panjang 144.256.206.243 145.892.666.411 122.177.995.171 96.840.733.233 94.805.587.728
Liabilitas sewa,bagian jangka panjang 13.294.916.740 13.294.916.740 13.294.916.740 13.294.916.740 13.294.916.740
Pinjaman dari pemegang saham,bagian jangka panjang 22.361.111.126 4.027.777.796 - - -
Kewajiban imbalan pascakerja,
bagian jangka panjang 17.380.664.236 17.496.648.420 17.724.464.782 17.844.417.260 18.072.364.438
Jumlah liabilitas jangka panjang 197.292.898.345 180.712.009.367 153.197.376.693 127.980.067.233 126.172.868.907
JUMLAH LIABILITAS 405.696.384.060 409.004.878.881 392.308.818.837 354.737.009.572 312.437.907.575
EKUITAS
Modal Ditempatkan dan Disetor 151.020.000.000 151.020.000.000 151.020.000.000 151.020.000.000 151.020.000.000
Tambahan modal disetor 55.024.051.952 55.024.051.952 55.024.051.952 55.024.051.952 55.024.051.952
Selisih kurs atas penjabaran laporan
keuangan dalam mata
uang asing 6.002.226.150 6.002.226.150 6.002.226.150 6.002.226.150 6.002.226.150
Saldo laba:
- Dicadangkan 30.204.000.000 30.204.000.000 30.204.000.000 30.204.000.000 30.204.000.000
- Belum dicadangkan 181.567.784.610 214.572.408.639 259.959.281.462 309.948.347.001 364.292.199.630
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk 423.818.062.712 456.822.686.741 502.209.559.564 552.198.625.103 606.542.477.732
Kepentingan nonpengendali - - - - -
JUMLAH EKUITAS 423.818.062.712 456.822.686.741 502.209.559.564 552.198.625.103 606.542.477.732
Studi Kelayakan 34
PT Transkon Jaya Tbk
Page 41
Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasi Perseroan dengan penambahan kegiatan usaha
selama tahun 2026-2030 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2026 2027 2028 2029 2030
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 44.843.429.491 52.320.010.962 61.837.642.090 73.289.690.466 81.396.474.668
Piutang usaha:
Pihak ketiga 173.299.317.698 153.307.048.172 130.284.232.719 149.678.671.954 193.818.993.098
Piutang lain-lain 8.549.519.484 8.549.519.484 8.549.519.484 8.549.519.484 8.549.519.484
Persediaan 23.095.055.928 24.148.187.716 25.294.810.847 26.482.328.573 27.755.499.114
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 3.535.014.009 2.753.385.660 1.914.670.802 1.154.490.022 668.041.413
Pajak dibayar dimuka,Bagian lancar
- Pajak lainnya 459.271.280 688.459.901 1.098.232.556 1.832.246.082 3.148.485.391
Aset Lancar Lainnya 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000
Jumlah aset lancar 255.781.607.890 243.766.611.895 230.979.108.498 262.986.946.581 317.337.013.168
ASET TIDAK LANCAR
Biaya dibayar dimuka dan uang muka
Pihak ketiga 1.743.358.948 1.743.358.948 1.743.358.948 1.743.358.948 1.743.358.948
Aset tetap 513.791.901.303 622.248.393.362 701.302.174.908 752.421.697.725 784.806.029.671
Aset hak guna 59.352.492.069 39.309.029.973 28.931.012.623 566.930.466 (3.324.280.084)
Aset pajak tangguhan 22.721.569.389 22.721.569.389 22.721.569.389 22.721.569.389 22.721.569.389
- Pajak penghasilan badan 7.930.666.515 7.930.666.515 7.930.666.515 7.930.666.515 7.930.666.515
Aset lain-lain 20.000.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000
Jumlah aset tidak lancar 605.559.988.224 693.973.018.187 762.648.782.383 785.404.223.043 813.897.344.439
JUMLAH ASET 861.341.596.114 937.739.630.082 993.627.890.881 1.048.391.169.624 1.131.234.357.607
Studi Kelayakan 35
PT Transkon Jaya Tbk
Page 42
2026 2027 2028 2029 2030
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKAPENDEK
Utang usaha 20.414.179.456 23.302.485.508 19.634.859.976 22.954.402.540 17.634.988.332
Utang lain-lain 6.540.341.666 5.088.075.540 4.916.196.824 4.246.402.678 3.545.530.149
Beban yang masih harus dibayar 12.803.168.685 13.730.890.720 14.686.444.416 15.670.664.723 16.684.411.640
Utang pajak
- Pajak penghasilan badan 47.716.707 47.716.707 47.716.707 47.716.707 47.716.707
- Pajak lainnya 1.249.850.265 794.814.134 862.097.692 974.783.345 1.168.730.675
Uang muka dari pelanggan 464.765.349 499.988.333 536.268.006 573.636.069 612.125.174
Utang pembiayaan konsumen,
bagian jangka pendek 152.160.228.278 189.513.280.777 211.646.711.551 190.064.603.774 160.895.429.034
Liabilitas sewa, bagian
jangka pendek 8.789.960.918 5.583.498.595 5.583.498.595 5.583.498.595 5.583.498.595
Pinjaman dari pemegang saham,
bagian jangka pendek 18.333.333.329 18.333.333.329 4.027.777.796 - -
Jumlah liabilitas jangka pendek 220.803.544.654 256.894.083.643 261.941.571.565 240.115.708.432 206.172.430.306
LIABILITAS JANGKA
PANJANG
Utang pembiayaan konsumen,bagian jangka panjang 161.791.427.026 165.676.438.426 130.275.903.903 105.889.855.893 108.751.257.076
Liabilitas sewa,bagian jangka panjang 13.294.916.740 13.294.916.740 13.294.916.740 13.294.916.740 13.294.916.740
Pinjaman dari pemegang saham,bagian jangka panjang 22.361.111.126 4.027.777.796 - - -
Kewajiban imbalan pascakerja,
bagian jangka panjang 17.380.664.236 17.496.648.420 17.724.464.782 17.844.417.260 18.072.364.438
Jumlah liabilitas jangka panjang 214.828.119.128 200.495.781.382 161.295.285.425 137.029.189.893 140.118.538.254
JUMLAH LIABILITAS 435.631.663.782 457.389.865.025 423.236.856.990 377.144.898.324 346.290.968.560
EKUITAS
Modal ditempatkan dan disetor 151.020.000.000 151.020.000.000 151.020.000.000 151.020.000.000 151.020.000.000
Tambahan modal disetor 55.024.051.952 55.024.051.952 55.024.051.952 55.024.051.952 55.024.051.952
Selisih kurs atas penjabaran laporan
keuangan dalam mata
uang asing 6.002.226.150 6.002.226.150 6.002.226.150 6.002.226.150 6.002.226.150
Saldo laba:
- Dicadangkan 30.204.000.000 30.204.000.000 30.204.000.000 30.204.000.000 30.204.000.000
- Belum dicadangkan 183.459.654.230 238.099.486.951 328.140.755.784 428.995.993.195 542.693.110.938
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk 425.709.932.332 480.349.765.053 570.391.033.886 671.246.271.297 784.943.389.040
Kepentingan nonpengendali - - - - -
JUMLAH EKUITAS 425.709.932.332 480.349.765.053 570.391.033.886 671.246.271.297 784.943.389.040
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 861.341.596.113 937.739.630.078 993.627.890.876 1.048.391.169.622 1.131.234.357.600
1.3 PROYEKSI LABA RUGI
Proyeksi Laba Rugi khusus terkait penambahan 3 kode KBLI baru selama tahun 2026-2030
adalah sebagai berikut:
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
1 2 3 4 5
Pendapatan dari KBLI Baru
Pendapatan Angkutan dan Sewa Kendaraan 5.339.589.933 52.333.303.193 91.097.901.868 113.268.600.537 129.764.499.556
Pendapatan Jasa Operator Kendaraan 2.192.323.851 20.238.958.679 32.332.627.205 39.426.692.394 44.461.277.917
Total Pendapatan KBLI Baru 7.531.913.784 72.572.261.872 123.430.529.073 152.695.292.931 174.225.777.473
Beban Pokok Pendapatan
Materials/Repairs & Maintenance (898.864.919) (6.233.620.074) (10.409.010.975) (12.702.855.834) (16.879.366.806)
Operator/Driver Kendaraan (2.082.707.658) (19.227.010.745) (30.715.995.844) (37.455.357.774) (42.238.214.021)
Beban Penyusutan Kendaraan (2.148.081.597) (14.574.296.875) (18.106.562.500) (21.158.402.778) (23.265.642.361)
Total Beban Pokok Pendapatan KBLI Baru (5.129.654.175) (40.034.927.693) (59.231.569.319) (71.316.616.386) (82.383.223.188)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 2.402.259.609 32.537.334.179 64.198.959.754 81.378.676.545 91.842.554.285
Pajak Penghasilan (528.497.114) (7.158.213.519) (14.123.771.146) (17.903.308.840) (20.205.361.943)
Laba Bersih 1.873.762.495 25.379.120.659 50.075.188.608 63.475.367.705 71.637.192.342
Studi Kelayakan 36
PT Transkon Jaya Tbk
Page 43
Proyeksi Laba Rugi Konsolidasi tanpa penambahan kegiatan usaha selama tahun 2026-2030
ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
2026 2027 2028 2029 2030
PENDAPATAN 528.833.365.550 554.724.046.721 575.422.022.904 596.283.098.633 621.890.153.899
BEBAN POKOK PENDAPATAN (432.700.627.993) (436.026.673.468) (441.049.626.223) (454.517.776.494) (470.310.985.913)
LABA KOTOR 96.132.737.557 118.697.373.253 134.372.396.681 141.765.322.139 151.579.167.986
Beban umum dan administrasi (58.258.197.569) (62.711.918.272) (64.962.676.995) (67.321.733.778) (69.855.878.666)
Pendapatan keuangan 896.157.970 (10.231.175) (10.199.089) (10.165.719) (10.131.015)
Beban keuangan (25.250.100.461) (24.135.582.049) (24.590.261.273) (26.010.101.632) (24.191.752.488)
Penghasilan lain-lain, bersih 23.837.453.106 20.248.258.217 22.566.774.605 24.619.732.881 21.437.533.940
LABA SEBELUM
PAJAK
PENGHASILAN 37.358.050.603 52.087.899.974 67.376.033.929 73.043.053.891 78.958.939.757
Beban pajak penghasilan (8.195.374.902) (12.157.793.126) (15.063.678.287) (16.128.505.533) (17.689.604.309)
(RUGI)/LABA BERSIH 29.162.675.701 39.930.106.848 52.312.355.642 56.914.548.358 61.269.335.448
Proyeksi Laba Rugi Konsolidasi dengan penambahan kegiatan usaha selama tahun 2026-
2030 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
2026 2027 2028 2029 2030
PENDAPATAN 536.958.657.645 627.296.308.592 698.852.551.977 748.978.391.564 796.115.931.372
BEBAN POKOK PENDAPATAN (437.717.890.124) (479.989.430.454) (512.506.138.617) (540.769.706.942) (572.166.448.762)
LABA KOTOR 99.240.767.521 147.306.878.138 186.346.413.360 208.208.684.622 223.949.482.610
Beban umum dan administrasi (58.260.354.088) (62.730.963.413) (64.993.120.455) (67.361.296.844) (69.906.711.825)
Pendapatan keuangan 896.157.970 (10.231.175) (10.199.089) (10.165.719) (10.131.015)
Beban keuangan (25.317.977.046) (24.800.931.955) (25.446.337.030) (26.938.893.306) (24.719.784.550)
Penghasilan lain-lain, bersih 23.837.453.106 20.248.258.217 27.561.259.262 24.619.732.881 24.909.635.573
LABA SEBELUM
PAJAK
PENGHASILAN 40.396.047.463 80.013.009.813 123.458.016.048 138.518.061.635 154.222.490.793
Beban pajak penghasilan (8.878.667.062) (18.447.694.271) (26.491.264.397) (30.737.341.405) (33.599.890.232)
(RUGI)/ LABA BERSIH 31.517.380.401 61.565.315.542 96.966.751.651 107.780.720.230 120.622.600.561
Studi Kelayakan 37
PT Transkon Jaya Tbk
Page 44
5.4 PROYEKSI ARUS KAS
Proyeksi Arus Kas Konsolidasi tanpa penambahan kegiatan usaha selama tahun 2026-2030
ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan Konsolidasi
2026 2027 2028 2029 2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 587.782.813.439 629.931.408.021 648.681.331.101 665.480.794.679 739.155.955.908
Pembayaran kepada pemasok dan lainnya (209.099.828.894) (239.469.899.337) (262.163.909.596) (300.770.687.266) (387.163.221.500)
Pembayaran kepada karyawan (113.205.831.189) (120.201.834.911) (125.385.192.508) (130.808.241.241) (136.482.389.050)
Pembayaran pajak penghasilan badan (5.881.097.769) (5.881.097.769) (5.881.097.769) (5.881.097.769) (5.881.097.769)
Penerimaan penghasilan keuangan 532.679.336 532.679.336 532.679.336 532.679.336 532.679.336
Pembayaran biaya keuangan (31.909.235.309) (31.497.972.514) (34.522.820.362) (36.855.438.469) (38.992.242.666)
Arus kas bersih yang diperoleh
dari aktivitas operasi 228.219.499.614 233.413.282.826 221.260.990.201 191.698.009.271 171.169.684.258
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penjualan aset tetap 73.729.761.063 70.865.542.968 75.821.487.791 71.909.344.736 64.410.242.976
Perolehan aset tetap (83.567.654.637) (90.284.200.359) (71.504.356.867) (55.769.189.890) (58.234.643.012)
Arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas investasi (9.837.893.574) (19.418.657.391) 4.317.130.924 16.140.154.846 6.175.599.964
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran atas utang Payment of consumer
(170.472.653.708) (190.771.309.137) (215.736.479.000) (203.072.692.746) (173.422.779.252)
pembiayaan konsumen
Pembayaran kembali liabilitas sewa (32.149.268.526) (3.272.501.090) - - -
Pembayaran kembali atas
(13.192.184.465) (11.348.472.802) (10.669.978.010) (3.437.036.018) -
pinjaman pemegang saham
Penerimaan dari pinjaman pemegang saham 1.000.000.000 - - - -
Arus kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas pendanaan (214.814.106.699) (205.392.283.029) (226.406.457.011) (206.509.728.763) (173.422.779.252)
(PENURUNAN)/KENAIKAN BERSIH 3.567.499.342 8.602.342.406 (828.335.886) 1.328.435.354 3.922.504.970
KAS DAN SETARA KAS
KAS DAN SETARA KAS
PADA AWAL TAHUN 26.014.363.283 22.363.399.900 57.162.711.385 62.762.363.688 53.059.302.899
KAS DAN SETARA KAS
PADA AKHIR TAHUN 29.581.862.625 30.965.742.306 56.334.375.500 64.090.799.042 56.981.807.869
Studi Kelayakan 38
PT Transkon Jaya Tbk
Page 45
Proyeksi Arus Kas Konsolidasi dengan penambahan kegiatan usaha selama tahun 2026-2030
ditunjukkan pada tabel berikut ini:
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan Konsolidasi
2026 2027 2028 2029 2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 612.937.008.538 693.066.603.120 716.803.526.199 757.617.989.778 828.465.151.006
Pembayaran kepada pemasok dan lainnya (211.059.947.178) (265.129.607.985) (305.075.869.427) (352.583.845.695) (449.806.462.989)
Pembayaran kepada karyawan (113.205.831.189) (120.201.834.911) (125.385.192.508) (130.808.241.241) (136.482.389.050)
Pembayaran pajak penghasilan badan (5.881.097.769) (5.881.097.769) (5.881.097.769) (5.881.097.769) (5.881.097.769)
Penerimaan penghasilan keuangan 532.679.336 532.679.336 532.679.336 532.679.336 532.679.336
Pembayaran biaya keuangan (32.281.860.142) (36.357.586.294) (42.757.529.498) (47.603.174.801) (51.297.798.041)
Arus kas bersih yang diperoleh
dari aktivitas operasi 251.040.951.596 266.029.155.496 238.236.516.332 221.274.309.608 185.530.082.493
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penjualan aset tetap 73.729.761.063 70.865.542.968 96.391.487.791 83.349.344.736 78.710.242.976
Perolehan aset tetap (90.887.954.637) (106.016.650.359) (75.969.856.867) (60.351.539.890) (64.928.693.012)
Arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas investasi (17.158.193.574) (35.151.107.391) 20.421.630.924 22.997.804.846 13.781.549.964
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran atas utang Payment of consumer
(172.169.881.634) (208.953.492.743) (238.559.538.118) (229.504.030.060) (191.202.336.131)
pembiayaan konsumen
Pembayaran kembali liabilitas sewa (32.149.268.526) (3.272.501.090) - - -
Pembayaran kembali atas
(13.192.184.465) (11.348.472.802) (10.669.978.010) (3.437.036.018) -
pinjaman pemegang saham
Penerimaan dari pinjaman pemegang saham 1.000.000.000 - - - -
Arus kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas pendanaan (216.511.334.625) (223.574.466.634) (249.229.516.128) (232.941.066.077) (191.202.336.131)
(PENURUNAN)/KENAIKAN BERSIH 17.371.423.397 7.303.581.471 9.428.631.129 11.331.048.377 8.109.296.326
KAS DAN SETARA KAS
KAS DAN SETARA KAS
PADA AWAL TAHUN 26.014.363.283 22.363.399.900 57.162.711.385 62.762.363.688 53.059.302.899
KAS DAN SETARA KAS
PADA AKHIR TAHUN 43.385.786.681 29.666.981.371 66.591.342.514 74.093.412.066 61.168.599.225
Studi Kelayakan 39
PT Transkon Jaya Tbk
Page 46
6. ANALISA KELAYAKAN INVESTASI
6.1 ANALISA INVESTASI
Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Menjadi Perusahaan Induk digunakan
3 (tiga) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability
Index (PI), yang didasarkan pada nilai kini arus kas bersih yang diproyeksikan hingga tahun
2026. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari pengeluaran investasi dan manfaat
bisnis yang digambarkan oleh proyeksi manfaat netto.
Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai
investasi. Dengan membandingkan antara total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
dan total arus kas yang akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui nilai NPV yang
dihasilkan oleh proyek tersebut. Jika nilai NPV positif maka investasi tersebut layak
dilaksanakan sedangkan jika nilai NPV negatif, investasi tersebut sebaiknya tidak
dilaksanakan.
Nilai IRR mencerminkan besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto
seluruh selisih kas masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi.
IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan sama dengan
0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi pada saat ini adalah sama
dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar. Sehingga apabila IRR lebih besar dari WACC,
maka investasi ini layak dilaksanakan dan apabila IRR lebih kecil dari WACC maka investasi
ini sebaiknya tidak dilaksanakan.
Untuk menganalisis keseluruhan profitabilitas dapat menggunakan Profitability Index (PI),
dimana PI merupakan teknik penilaian investasi yang dihitung dengan membagi nilai sekarang
dari arus kas bersih yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal yang
dibutuhkan untuk proyek tersebut. Apabila PI yang dihasilkan dari suatu proyek sama dengan
1 maka arus kas dari proyek tidak menghasilkan nilai tambah, apabila PI lebih besar dari 1,
maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan,
sedangkan apabila PI lebih kecil dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek tidak
menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI suatu proyek maka
kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1. Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi
tersebut dapat disimpulkan layak untuk dilaksanakan.
6.1.1 Penentuan Tingkat Diskonto
Dalam menghitung tingkat diskonto (discount factor) untuk AKB digunakan tingkat diskonto
berdasarkan Biaya Modal Rata-rata Tertimbang (Weighted Average Cost of Capital/ WACC)
dengan formula sebagai berikut:
WACC = [ ke x We ] + [ kd (1-t) x Wd ]
Dimana :
ke = biaya modal untuk ekuitas
kd = biaya modal untuk hutang
Studi Kelayakan 40
PT Transkon Jaya Tbk
Page 47
We = bobot ekuitas dalam struktur kapital
Wd = bobot hutang dalam struktur kapital
t = tarif pajak
Tingkat diskonto (discount rate) yang digunakan adalah biaya modal rata-rata tertimbang
(weighted average cost of capital), yang diperoleh dari biaya modal untuk hutang berbunga
dan biaya modal untuk ekuitas.
Sedangkan perhitungan biaya modal untuk ekuitas ditentukan dengan mengaplikasikan model
Capital Asset Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah
bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistimatis dari sekuritas saham,
dengan formula sebagai berikut :
Ke = Rf + ß (Rm-Rf) - CDS
Ke = Rf + ß . Rp - CDS
Dimana :
Rf = tingkat pengembalian untuk investasi bebas risiko
Rm = tingkat pengembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp = selisih antara Rm dengan Rf
CDS = country default spread
ß = sensitivitas antara tingkat pengembalian investasi dengan pasar
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk penilaian ini, instrumen bebas risiko yang digunakan
adalah tingkat suku bunga Surat Utang Negara (SUN) yang jatuh tempo hingga 30 tahun, yaitu
sebesar 6,725% per tanggal 31 Desember 2025.
Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan
mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-
perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas di pasar negara berkembang (emerging
market).
Untuk memperoleh gambaran mengenai ERP, digunakan pendekatan sebagai berikut :
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Aswath Damodaran mengenai “Country Default Spreads
and Risk Premiums” yang diterbitkan pada bulan Januari 2026 menyatakan bahwa pasar pada
negara dengan emerging market umumnya 1,5 hingga 2 kali lebih volatil dibandingkan dengan
Amerika Serikat. Dengan menerapkan rasio volatilitas pasar Indonesia ke pasar Amerika
Serikat dengan cara mengalikannya, maka diperoleh tingkat premi risiko untuk pasar
Indonesia adalah sebesar 6,69%.
CDS (Country Default Spread), adalah tingkat (rating) gagal bayar obligasi yang dikeluarkan
pemerintah yang dalam penilaian ini diaplikasikan 1,62% berdasarkan Damodaran yang
bersumber dari rating Indonesia Baa2 oleh lembaga independen Moody’s.
ß (Beta), adalah pengukur tingkat sensitivitas pengembalian investasi terhadap pengembalian
pasar saham secara keseluruhan. Beta Perseroan akan dihitung dengan mengacu kepada
Studi Kelayakan 41
PT Transkon Jaya Tbk
Page 48
(unlevered) beta Damodaran dari Business & Consumer Services sebesar 0,98 yang
kemudian disesuaikan (relevered) dengan struktur kapital atau tingkat leverage pasar untuk
memperoleh beta yang sesuai, dengan formula sebagai berikut:
ßL = ßU x [ 1 + (1 – t) x DER]
Dimana :
ßL = beta levered, yaitu beta yang mengacu pada portfolio pasar dengan
pengaruh hutang
ßU = beta unlevered, yaitu beta yang mengacu pada portfolio pasar tanpa
pengaruh hutang
t = tingkat pajak
DER = rasio hutang terhadap ekuitas
Dengan menggunakan formula di atas, maka beta unlevered akan dijadikan levered dengan
menggunakan struktur hutang terhadap ekuitas yaitu 87:13 untuk industri Business &
Consumer Services, sehingga diperoleh beta untuk Perseroan sebesar 1,1.
Perhitungan Cost of Equity
Keterangan
Rf 6,725%
Rm-Rf 6,69%
ß 1,1
CDS 1,62%
Total 12,44%
6.1.2 Penentuan Biaya Modal Untuk Hutang
Karena perhitungan nilai ekuitas dilakukan dengan mendiskonto tingkat balikan terhadap
keseluruhan modal (Free Cash Flow to the Firm/ Invested Capital), maka tingkat diskonto yang
digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik
yang berasal dari hutang berbunga (interest bearing debt) maupun yang berasal dari ekuitas.
Dalam penilaian ini, biaya modal untuk hutang digunakan tingkat bunga pinjaman investasi
rata-rata Bank Persero dalam mata uang Rupiah yang berlaku di pasar pada bulan Desember
2025 yaitu sebesar 8,44% (sumber: http://www.bi.go.id).
6.1.3 Kesimpulan
Sebagaimana telah diuraikan di atas, diperoleh biaya modal untuk ekuitas sebesar 10,47%
dan biaya modal untuk hutang sebesar 8,67%, maka diperoleh WACC sebesar 7,50% selama
periode proyeksi sebagai berikut:
Jenis Modal Biaya Modal Bobot Tertimbang
Cost of Debt 6,58% 13,3% 0,87%
Cost of Equity 12,44% 86,7% 10,79%
WACC 11,67%
Studi Kelayakan 42
PT Transkon Jaya Tbk
Page 49
6.2 KELAYAKAN INVESTASI
Analisa kelayakan investasi dapat dilakukan berdasarkan perhitungan kelayakan investasi
Perseroan dan perbandingan antara rasio kinerja proyeksi keuangan dalam kondisi tanpa
adanya Rencana Menjadi Perusahaan Induk dan dengan adanya penambahan Rencana
Menjadi Perusahaan Induk. Kelayakan investasi Perseroan dihitung dengan menggunakan
tiga indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability
Index (PI). Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap penambahan
kegiatan usaha Perseroan, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan 2026 2023 2024 2025 2026
1 2 3 4 5
Investasi awal # - - - - -
Kas masuk dari pendapatan 6.590.424.561 64.442.218.361 117.073.245.673 149.037.197.449 171.534.466.905
Kas keluar untuk pembayaran:
CAPEX - Investasi Kendaraan (31.786.718.750) (29.835.156.250) (11.392.187.500) (14.546.875.000) (21.396.484.375)
Material/ Pemeliharaan & Perbaikan Kendaraan (898.864.919) (6.233.620.074) (10.409.010.975) (12.702.855.834) (16.879.366.806)
Beban Operator/ Driver Kendaraan (2.082.707.658) (19.227.010.745) (30.715.995.844) (37.455.357.774) (42.238.214.021)
Pajak penghasilan (528.497.114) (7.158.213.519) (14.123.771.146) (17.903.308.840) (20.205.361.943)
Kas bersih (28.706.363.881) 1.988.217.773 50.432.280.208 66.428.800.001 70.815.039.761
Faktor Diskonto 11,67% 0,8955 0,8020 0,7182 0,6432 0,5760
Nilai kini dari Kas Masuk 5.901.910.479 57.709.818.288 104.842.382.929 133.467.000.387 153.613.937.679
Nilai kini dari Kas Keluar (25.707.355.914) 1.780.504.913 45.163.524.793 59.488.857.998 63.416.859.019
Nilai kini dari Arus Kas Bersih (25.707.355.914) 1.594.492.208 36.219.819.232 42.724.137.677 40.786.987.206
NPV 95.618.080.409 Rp
IRR 26,5%
Payback Period (PP) 2,67 tahun
PI 3,16
Berdasarkan tabel di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada WACC dan
PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak.
6.3 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil kajian dan analisa yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait
dalam rangka menentukan kelayakan usaha, kami berpendapat bahwa Rencana Menjadi
Perusahaan Induk yang akan dilakukan oleh Perseroan dinilai “layak”.
Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini
disusun dengan pelaksanaan rencana usaha, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada
perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dan hubungan manajemen
Perseroan dengan pelaksanaan rencana usaha, yang meliputi kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, peraturan Pemerintah Indonesia dan
perubahan organisasi dan/atau manajemen Perseroan setelah tanggal laporan ini dikeluarkan.
Studi Kelayakan atas rencana usaha mungkin akan berbeda jika setelah tanggal laporan
dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas.
Studi Kelayakan 43
PT Transkon Jaya Tbk
Page 50
7. SYARAT PEMBATASAN
1. Menghasilkan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.
2. Kami telah melakukan penelaahan atas data dan informasi yang digunakan dalam proses
penilaian yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
4. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Kami bertanggungjawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang
telah disesuaikan dalam laporan studi kelayakan ini.
6. Kami menghasilkan laporan studi kelayakan yang terbuka untuk publik, kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7. Kami bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan nilai dari penilaian yang
dilakukan.
8. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.
Studi Kelayakan 44
PT Transkon Jaya Tbk
Names mentioned 69 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ihot Dollar
p.2 ×3
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2
unresolved
person
Raymond Yoranouw, MBT, MAPPI (Cert.)
· Senior Partner
p.4
unresolved
person
MBT
p.4
unresolved
—
Web site
p.7
unresolved
org
Rintis
p.9 ×2
unresolved
org
Rianto & Rekan
p.9 ×2
unresolved
org
Sukimto & Rekan
p.9 ×2
unresolved
person
Adi Gunawan
· Notaris
p.10 ×3
unresolved
org
Menteri
p.10
unresolved
person
Buchari Hanafi
· Notaris
p.10 ×7
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.10 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.10 ×2
unresolved
org
ST International Corporation
p.10 ×8
unresolved
org
Samtan Co., Ltd.
p.10 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.16
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.16
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.17
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.17
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak.
p.17
unresolved
org
Kota Nusantara
p.20 ×3
unresolved
org
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
p.24 ×2
unresolved
org
PT Kideco Jaya Agung
p.28
unresolved
org
PT Perta
p.28
unresolved
org
PT Samindo Utama Kaltim
p.28 ×2
unresolved
org
PT Cotrans Asia
p.28 ×3
unresolved
org
PT Sea Bridge Shipping
p.28
unresolved
org
PT Tata Hamparan Eka Persada
· Komisaris
p.28 ×2
unresolved
org
PT Griya Pancaloka
· Presiden Direktur
p.28
unresolved
org
PT STI
· Direktur
p.28
unresolved
org
PT STI Indonesia
p.28
unresolved
org
PT SIMS Jaya Kaltim
p.28 ×4
unresolved
org
PT Trasindo Murni Perkasa
p.28
unresolved
org
PT Mintec Abadi. Studi Kelayakan
p.28
unresolved
org
PT Mintec Abadi
p.29 ×2
unresolved
org
Pengawasan Keuangan & Pembangunan
p.29
unresolved
org
PT Rhone Poulenc Agrocarb
p.29
unresolved
org
PT TNT Logistics Indonesia. Lalu
p.29
unresolved
org
PT Gitaswara Indonesia
p.29
unresolved
org
PT Gubah Bumi Selaras.
p.29
unresolved
org
PT Linfox Logistics Indonesia
p.29
unresolved
org
PT Atlas Copco Nusantara
p.29
unresolved
org
PT Epiroc Indonesia
p.29
unresolved
org
PT Havi Indonesia
p.29
unresolved
org
PT LF Services Indonesia
p.29
unresolved
org
PT DHL Supply Chain Indonesia
p.29
unresolved
org
Amore Pacific Corporation
p.29
unresolved
org
Deputy Senior Manager ST International Corporation
p.29
unresolved
org
Bank Artha Graha International Tbk
p.30 ×4
unresolved
org
PT Dianbatara Group
p.30
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
5317 ms
12 Sep 2026 22:29
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}