Back to announcement
20240102_ADMR_Informasi Transaksi Afiliasi_31563889_lamp4.pdf
Asset transaction Needs review ADMRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 63
Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADARO MINERALS INDONESIA TBK
No. 00015/2.0120-04/BS/02/0627/1/XII/2023
Tanggal: 27 Desember 2023
Tanggal Pendapat Kewajaran 30 Juni 2023
Page 2
Kantor Cabang Jakarta Selatan
Gedung Menara 165 Lt.12A Unit A2
Jl. T.B. Simatupang Kav.1 Cilandak Timur, Jakarta Selatan
Telp. : +62 21 78343013 | Wilayah Kerja Seluruh Indonesia
No. Laporan: 00015/2.0120-04/BS/02/0627/1/XII/2023 Jakarta, 27 Desember 2023
Kepada Yth.
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk
Gedung Cyber 2, Lantai 34
Jl. H. R. Rasuna Said Blok X-5 No. 13
Jakarta Selatan, 12950
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk
Sesuai penugasan dari PT Adaro Minerals Indonesia Tbk kepada Kantor Jasa Penilai Publik Herman
Meirizki dan Rekan (”HMR” atau ”Penilai” atau ”kami”) untuk keperluan Pendapat Kewajaran atas
rencana transaksi pengambilan saham-saham baru yang akan diterbitkan/dikeluarkan PT Alam Tri
Cakra Indonesia (”ATCI”) oleh PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (”Perseroan”) sebagaimana tertuang
dalam Surat Penawaran No. 074/SP/HMR-JKSL/B/XII/2023 tanggal 04 Desember 2023 yang telah
disetujui oleh manajemen Perseroan, maka dengan ini kami telah melakukan pendapat kewajaran
secara independen dengan tanggal pendapat kewajaran 30 Juni 2023.
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan pendapat kewajaran ini adalah:
Nama : PT Adaro Minerals Indonesia Tbk
Bidang Usaha : Aktivitas konsultasi manajemen, aktivitas penunjang pertambangan dan
penggalian lainnya, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
opsi mesin pertambangan dan energi serta peralatannya, reparasi mesin
untuk keperluan khusus, serta investasi.
Alamat : Gedung Cyber 2, Lantai 34, Jl. H. R. Rasuna Said Blok X-5 No. 13,
Jakarta Selatan, 12950
Telepon dan Faks. : (021) 2553 3060
E-mail : corsec@adarominerals.id
Status Penilai
Penilai Publik Willyams merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di
KJPP Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan
dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi
yang telah mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan
Menteri Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai
kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah terdaftar sebagai
Profesi Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal No. STTD.PB‐57/PM.02/2023. Penugasan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia
(SPI) Edisi VII-2018 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”), Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK
17/2020”), dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | i
Page 3
Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen,
tidak ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi (sebagaimana didefinisikan di bawah). Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau
keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak
ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak
mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang terdapat dalam laporan ini.
Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana
Transaksi. Laporan pendapat kewajaran ini dipergunakan sebagai salah satu dokumen pendukung
penyampaian keterbukaan informasi yang akan dilakukan Perseroan sebagaimana diatur dalam POJK
42/2020.
Objek Pendapat Kewajaran
Objek pendapat kewajaran adalah rencana transaksi pengambilan saham-saham baru yang akan
diterbitkan/dikeluarkan ATCI oleh Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).
Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal pendapat kewajaran dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per tanggal 30 Juni 2023.
Ruang Lingkup Penugasan
Ruang lingkup penugasan meliputi:
• Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi;
• Analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis inkremental, dan analisis atas
kewajaran transaksi;
• Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan;
• Penulisan laporan pendapat kewajaran.
Para Pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
1. Perseroan sebagai pihak yang akan mengambil saham-saham baru yang akan
dikeluarkan/diterbikan ATCI;
2. ATCI sebagai penerbit saham-saham baru yang akan diambil oleh Perseroan.
Materialitas atas Rencana Transaksi
Jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan limited review konsolidasi per 30 Juni 2023
oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan
No. N20230818022/DC2/DKO/2023 tanggal 18 Agustus 2023 tercatat sebesar USD758.668.477
sedangkan nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp376.687.000.000 atau sebesar AS$25.069.014
dengan kurs Rp15.026 per Dolar Amerika Serikat sehingga nilai Rencana Transaksi ekuivalen dengan
3,3% ekuitas Perseroan per 30 Juni 2023. Dengan demikian Rencana Transaksi ini tidak termasuk
transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | ii
Page 4
Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Alasan dan latar belakang dilakukannya Rencana Transaksi ini merupakan strategi Perseroan dalam
mengembangkan struktur perusahaan melalui entitas anak dan mendukung rencana ekspansi di masa
depan. Rencana Transaksi ini berkaitan dengan langkah restrukturisasi Grup dan upaya Perseroan
melakukan pengembangan usaha secara jangka panjang melalui entitas anak usaha. Dengan adanya
kepemilikan saham Perseroan pada ATCI, ke depannya, Perseroan dapat memperoleh kontribusi
tambahan ketika telah dilakukan pengembangan terhadap entitas anak.
Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi
dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Proyeksi laporan keuangan berasal dari manajemen Perseroan dan telah disesuaikan untuk
mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini dalam laporan pendapat
kewajaran;
• HMR mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan pendapat kewajaran ini tidak
terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi;
• Dalam melakukan analisis, HMR bergantung pada data-data dari pihak manajemen atau pemberi
tugas baik dari data keuangan, legalitas, informasi dalam draft perjanjian terkait Rencana
Transaksi, dan sebagainya;
• HMR telah melakukan penelaahan yang diperlukan atas data-data yang diterima dari pihak
manajemen untuk analisis Rencana Transaksi ini. Kebenaran, keandalan, dan keakuratan atas
data-data tersebut adalah tanggung jawab pihak manajemen;
• Setiap perubahan atas data dan informasi yang baru diketahui setelah tanggal laporan pendapat
kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara material bukan
merupakan tanggung jawab kami. Jika terdapat fakta atau informasi lainnya yang baru diketahui
setelah diterbitkannya laporan pendapat kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat
kewajaran secara material, maka Penilai tidak bertanggungjawab untuk memperbarui hasil
pendapat kewajaran ini dikemudian hari;
• Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran
ini;
• Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan
dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat
kewajaran ini;
• Dalam melakukan analisis terhadap industri terkait dengan kegiatan usaha Perseroan, kami telah
menggunakan data dari sumber-sumber eksternal yang menurut pertimbangan kami dapat
dipercaya;
• Data keuangan historis Perseroan kami peroleh dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh
Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, oleh karena itu kami tidak
melakukan konfirmasi dan verifikasi atas kebenaran data yang disajikan pada laporan keuangan
tersebut;
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | iii
Page 5
• Kami tidak melakukan due diligence atas perpajakan Perseroan ataupun implikasinya atas
dilakukannya Rencana Transaksi;
• Proyeksi keuangan beserta asumsi perhitungannya kami peroleh dari pemberi tugas, dan telah
dilakukan beberapa penyesuaian sesuai dengan kebutuhan pemberian pendapat kewajaran;
• Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang bersifat
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
• Pekerjaan kami tidak dapat ditafsirkan atau dimaksudkan sebagai suatu penelaahan audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu dan juga tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, dan/atau pelanggaran hukum.
Pendekatan dan Prosedur Pekerjaan
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis sebagai berikut:
1. Analisis transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis kewajaran transaksi;
4. Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan.
Sumber Data dan Informasi
Dalam memberikan pendapat kewajaran ini kami menggunakan data dan informasi berikut:
1. Laporan keuangan audit PT Jasapower Indonesia (“JPI”) untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan
Nomor 00864/2.1025/AU.1/10/1130-1/1/V/2021 tanggal 6 Mei 2021;
2. Laporan keuangan audit konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan
Nomor 00223/2.1025/AU.1/02/1130-2/1/II/2022 tanggal 24 Februari 2022;
3. Laporan keuangan audit konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan
Nomor 00203/2.1025/AU.1/02/1130-3/1/II/2023 tanggal 27 Februari 2023;
4. Laporan keuangan limited review Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni
2023 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis, dan Rekan dengan Nomor
N20230818022/DC2/DKO/2023 tanggal 18 Agustus 2023;
5. Proyeksi keuangan Perseroan tahun 2023-2028 tanpa dan dengan Rencana Transaksi, yang
disusun oleh manajemen Perseroan;
6. Proforma laporan keuangan Perseroan sesudah dilakukannya transaksi dan penjelasan atas
proforma laporan keuangan per 30 Juni 2023;
7. Laporan penilaian saham ATCI per 30 Juni 2023 oleh KJPP Herman Meirizki dan Rekan dengan
Nomor 00014/2.0120-04/BS/10/0627/1/XII/2023 tanggal 27 Desember 2023;
8. Salinan draft Keputusan Para Pemegang Saham Di Luar Rapat ATCI;
9. Akta Pendirian Perseroan Terbatas Perseroan oleh Humberg Lie, S.H.,S.E., M.Kn Akta No. 81
tanggal 26 April 2022;
10. Akta Pendirian Perseroan Terbatas ATCI oleh Humberg Lie, S.H.,S.E., M.Kn Akta No. 30 tertanggal
18 Maret 2022;
11. Legalitas lainnya yang terkait dengan Perseroan;
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | iv
Page 6
12. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang, dan hal-
hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi;
13. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan.
Subsequent Event
Dari tanggal pendapat kewajaran yaitu tanggal 30 Juni 2023 sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil
pendapat kewajaran secara signifikan.
Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran
Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik, kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia
yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan pendapat
kewajaran ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan dalam
laporan ini. Laporan pendapat kewajaran hanya untuk digunakan oleh pengguna laporan yang
dinyatakan dalam laporan. HMR tidak bertanggung jawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa
depan terkait dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan sebagian atau keseluruhan informasi
dalam laporan pendapat kewajaran ini oleh pihak selain dari pengguna laporan dan untuk tujuan
selain yang telah dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
1. Rencana Transaksi adalah pengambilan saham-saham baru yang akan diterbitkan/dikeluarkan
ATCI oleh Perseroan;
2. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh KJPP HMR, Nilai Pasar 100% saham ATCI adalah
sebesar Rp38.764.600.000,- atau ekuivalen dengan Rp1.020.121,- (Satu Juta Dua Puluh Ribu
Seratus Dua Puluh Satu Rupiah) per lembar saham, sedangkan nilai Rencana Transaksi adalah
sebesar Rp376.687.000.000 untuk 376.687 lembar saham baru ATCI atau ekuivalen dengan
Rp1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) per lembar saham, yang berarti berada dalam kisaran batas atas
dan batas bawah dari Nilai Pasar Objek Rencana Transaksi sebesar 7,5% sesuai POJK 35/2020 Pasal
48.b.;
3. Dari analisis terhadap proyeksi laporan keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi dan dengan
Rencana Transaksi, Perseroan akan mendapatkan peningkatan dari sisi laba bersih, total aset dan
total ekuitas;
4. Berdasarkan analisis kualitatif, Perseroan dapat mengembangkan entitas anak yang sudah ada.
Dari sisi risiko atas Rencana Transaksi, Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan
(opportunity cost) atas penambahan modal di ATCI dibandingkan dengan bisnis atas entitas anak
lainnya yang sudah berjalan.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | v
Page 7
Page 8
Page 9
DAFTAR ISI
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI ................................................................................................... vii
DAFTAR ISI............................................................................................................................................ viii
DAFTAR TABEL ........................................................................................................................................ x
DAFTAR GAMBAR................................................................................................................................... xi
DAFTAR GRAFIK..................................................................................................................................... xii
1. PENDAHULUAN ............................................................................................................................... 1
1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ............................................................ 1
1.2. Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi .................................................................... 1
1.3. Status Penilai ....................................................................................................................... 1
1.4. Independensi Penilai ........................................................................................................... 1
1.5. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran........................................................................... 2
1.6. Objek Pendapat Kewajaran ................................................................................................. 2
1.7. Tanggal Pendapat Kewajaran .............................................................................................. 2
1.8. Ruang Lingkup Penugasan ................................................................................................... 2
1.9. Asumsi dan Kondisi Pembatas ............................................................................................. 2
1.10. Pendekatan dan Prosedur Pekerjaan .................................................................................. 3
1.11. Sumber Data dan Informasi................................................................................................. 3
1.12. Subsequent Event ................................................................................................................ 4
1.13. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran....................................................................... 4
2. ANALISIS RENCANA TRANSAKSI ...................................................................................................... 5
2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi .......................................................................... 5
2.2. Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi ........................................................................... 8
2.3. Materialitas Rencana Transaksi ........................................................................................... 9
2.4. Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi ............................. 9
2.4.1. Para Pihak Yang Bertransaksi ............................................................................................10
2.4.2. Objek Rencana Transaksi ..................................................................................................10
2.4.3. Nilai Rencana Transaksi.....................................................................................................10
2.5. Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Rencana Transaksi ..............................................11
2.5.1. Manfaat Rencana Transaksi ..............................................................................................11
2.5.2. Risiko Rencana Transaksi ..................................................................................................11
3. ANALISIS KUALITATIF ....................................................................................................................12
3.1. Tinjauan Ekonomi ..............................................................................................................12
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan........................................................................................12
3.1.2. Nilai Tukar Rupiah ............................................................................................................12
3.1.3. Suku Bunga .......................................................................................................................13
3.1.4. Inflasi .............................................................................................................................13
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan ......................................................................................14
3.3. Analisis Operasional dan Prospek Perseroan ...................................................................15
3.4. Analisis SWOT ...................................................................................................................16
3.5. Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Rencana Transaksi............................................16
3.6. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif...........................................................17
4. ANALISIS KUANTITATIF..................................................................................................................18
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | viii
Page 10
4.1. Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban, dan Kondisi Keuangan Perseroan .......................18
4.1.1. Laporan Posisi Keuangan Historis.....................................................................................18
4.1.2. Laporan Laba Rugi Historis ...............................................................................................19
4.1.3. Laporan Arus Kas Historis .................................................................................................20
4.1.4. Analisis Rasio Keuangan ...................................................................................................20
4.1.5. Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan......................................................................21
4.1.6. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi .....................................24
4.1.7. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi .....................................25
4.2. Hasil Penilaian Penilai Independen ..................................................................................26
4.3. Analisis Inkremental .........................................................................................................26
4.3.1. Biaya atau Pendapatan yang Relevan ..............................................................................27
4.3.2. Informasi Non Keuangan yang Relevan ............................................................................28
4.3.3. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan ..........................................................28
5. KESIMPULAN .................................................................................................................................29
5.1. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi .....................................................................29
5.2. Pendapat Kewajaran.........................................................................................................29
6. LAMPIRAN .........................................................................................................................................30
7. REFERENSI .........................................................................................................................................31
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | ix
Page 11
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Pemegang Saham Perseroan.................................................................................................... 6
Tabel 2. Pemegang Saham ATCI ............................................................................................................. 7
Tabel 3. Laporan Posisi Keuangan ........................................................................................................ 18
Tabel 4. Laporan Laba Rugi .................................................................................................................. 19
Tabel 5. Laporan Arus Kas .................................................................................................................... 20
Tabel 6. Analisis Rasio Keuangan ......................................................................................................... 21
Tabel 7. Proyeksi Laporan Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi .......................................................... 22
Tabel 8. Proyeksi Laporan Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi........................................................ 22
Tabel 9. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi................................................ 23
Tabel 10. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi ........................................... 24
Tabel 11. Analisis Rasio Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi ......................................... 25
Tabel 12. Proforma Laporan Posisi Keuangan ..................................................................................... 25
Tabel 13. Analisis Inkremental ............................................................................................................. 27
Tabel 14. Analisis Biaya dan Pendapatan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ............................... 27
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | x
Page 12
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Hubungan Kepemilikan Saham Perseroan dengan ATCI sebelum Transaksi ....................... 8
Gambar 2. Hubungan Kepemilikan Saham Perseroan dengan ATCI sesudah Transaksi ....................... 9
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | xi
Page 13
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1. IHSG Tahun Desember 2018- Juni 2023 ................................................................................ 12
Grafik 2. Pergerakan Kurs Tengah BI USD-IDR 2018- Juni 2023 .......................................................... 13
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2018- Juni 2023 ............................................................................ 13
Grafik 4. Harga Batu Bara Acuan Indonesia (Juni-Juli 2023) ................................................................ 14
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | xii
Page 14
1. PENDAHULUAN
1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan pendapat kewajaran ini adalah:
Nama : PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (“Perseroan”)
Bidang Usaha : Aktivitas konsultasi manajemen, aktivitas penunjang pertambangan dan
penggalian lainnya, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
opsi mesin pertambangan dan energi serta peralatannya, reparasi mesin
untuk keperluan khusus, serta investasi.
Alamat : Gedung Cyber 2, Lantai 34, Jl. H. R. Rasuna Said Blok X-5 No. 13,
Jakarta Selatan, 12950
Telepon dan Faks. : (021) 2553 3060
E-mail : corsec@adarominerals.id
1.2. Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Alasan dan latar belakang dilakukannya Rencana Transaksi ini merupakan strategi Perseroan dalam
mengembangkan struktur perusahaan melalui entitas anak dan mendukung rencana ekspansi di masa
depan.
Rencana Transaksi ini berkaitan dengan langkah restrukturisasi Grup dan upaya Perseroan melakukan
pengembangan usaha secara jangka panjang melalui entitas anak usaha. Dengan adanya kepemilikan
saham Perseroan pada ATCI, ke depannya, Perseroan dapat memperoleh kontribusi tambahan ketika
telah dilakukan pengembangan terhadap entitas anak.
1.3. Status Penilai
Penilai Publik Willyams merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di
KJPP Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan
dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi
yang telah mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan
Menteri Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai
kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah terdaftar sebagai
Profesi Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal No. STTD.PB‐57/PM.02/2023. Penugasan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia
(SPI) Edisi VII-2018 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”), Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK
17/2020”), dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).
1.4. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen,
tidak ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam
transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 1
Page 15
atau kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang
terdapat dalam laporan ini.
1.5. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana
Transaksi. Laporan pendapat kewajaran ini dipergunakan sebagai salah satu dokumen pendukung
penyampaian keterbukaan informasi yang akan dilakukan Perseroan sebagaimana diatur dalam POJK
42/2020.
1.6. Objek Pendapat Kewajaran
Objek pendapat kewajaran adalah rencana transaksi pengambilan saham-saham baru yang akan
diterbitkan/dikeluarkan ATCI oleh Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).
1.7. Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal pendapat kewajaran dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per tanggal 30 Juni 2023.
1.8. Ruang Lingkup Penugasan
Ruang lingkup penugasan meliputi:
• Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi;
• Analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis inkremental, dan analisis atas
kewajaran transaksi;
• Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan;
• Penulisan laporan pendapat kewajaran.
1.9. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi
dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Proyeksi laporan keuangan berasal dari manajemen Perseroan dan telah disesuaikan untuk
mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini dalam laporan pendapat
kewajaran;
• HMR mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan pendapat kewajaran ini tidak
terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi;
• Dalam melakukan analisis, HMR bergantung pada data-data dari pihak manajemen atau pemberi
tugas baik dari data keuangan, legalitas, informasi dalam draft perjanjian terkait Rencana
Transaksi, dan sebagainya;
• HMR telah melakukan penelaahan yang diperlukan atas data-data yang diterima dari pihak
manajemen untuk analisis Rencana Transaksi ini. Kebenaran, keandalan, dan keakuratan atas
data-data tersebut adalah tanggung jawab pihak manajemen;
• Setiap perubahan atas data dan informasi yang baru diketahui setelah tanggal laporan pendapat
kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara material bukan
merupakan tanggung jawab kami. Jika terdapat fakta atau informasi lainnya yang baru diketahui
setelah diterbitkannya laporan pendapat kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 2
Page 16
kewajaran secara material, maka Penilai tidak bertanggung jawab untuk memperbarui hasil
pendapat kewajaran ini dikemudian hari;
• Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran
ini;
• Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan
dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat
kewajaran ini;
• Dalam melakukan analisis terhadap industri terkait dengan kegiatan usaha Perseroan, kami telah
menggunakan data dari sumber-sumber eksternal yang menurut pertimbangan kami dapat
dipercaya;
• Data keuangan historis Perseroan kami peroleh dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh
Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, oleh karena itu kami tidak
melakukan konfirmasi dan verifikasi atas kebenaran data yang disajikan pada laporan keuangan
tersebut;
• Kami tidak melakukan due diligence atas perpajakan Perseroan ataupun implikasinya atas
dilakukannya Rencana Transaksi;
• Proyeksi keuangan beserta asumsi perhitungannya kami peroleh dari pemberi tugas, dan telah
dilakukan beberapa penyesuaian sesuai dengan kebutuhan pemberian pendapat kewajaran;
• Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang bersifat
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
• Pekerjaan kami tidak dapat ditafsirkan atau dimaksudkan sebagai suatu penelaahan audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu dan juga tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, dan/atau pelanggaran hukum.
1.10. Pendekatan dan Prosedur Pekerjaan
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis sebagai berikut:
1. Analisis transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis atas kewajaran transaksi;
4. Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan.
1.11. Sumber Data dan Informasi
Dalam memberikan pendapat kewajaran ini kami menggunakan data dan informasi berikut:
1. Laporan keuangan audit PT Jasapower Indonesia (“JPI”) untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan
Nomor 00864/2.1025/AU.1/10/1130-1/1/V/2021 tanggal 6 Mei 2021;
2. Laporan keuangan audit konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2021 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan
Nomor 00223/2.1025/AU.1/02/1130-2/1/II/2022 tanggal 24 Februari 2022;
3. Laporan keuangan audit konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2022 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan
Nomor 00203/2.1025/AU.1/02/1130-3/1/II/2023 tanggal 27 Februari 2023;
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 3
Page 17
4. Laporan keuangan limited review Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni
2023 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis, dan Rekan dengan Nomor
N20230818022/DC2/DKO/2023 tanggal 18 Agustus 2023;
5. Proyeksi keuangan Perseroan tahun 2023-2028 tanpa dan dengan Rencana Transaksi, yang
disusun oleh manajemen Perseroan;
6. Proforma laporan keuangan Perseroan sesudah dilakukannya transaksi dan penjelasan atas
proforma laporan keuangan per 30 Juni 2023;
7. Laporan penilaian saham ATCI per 30 Juni 2023 oleh KJPP Herman Meirizki dan Rekan dengan
Nomor 00014/2.0120-04/BS/10/0627/1/XII/2023 tanggal 27 Desember 2023;
8. Salinan draft Keputusan Para Pemegang Saham Di Luar Rapat ATCI;
9. Akta Pendirian Perseroan Terbatas Perseroan oleh Humberg Lie, S.H.,S.E., M.Kn Akta No. 81
tanggal 26 April 2022;
10. Akta Pendirian Perseroan Terbatas ATCI oleh Humberg Lie, S.H.,S.E., M.Kn Akta No. 30 tertanggal
18 Maret 2022;
11. Legalitas lainnya yang terkait dengan Perseroan;
12. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang, dan hal-
hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi;
13. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan.
1.12. Subsequent Event
Dari tanggal pendapat kewajaran yaitu tanggal 30 Juni 2023 sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil
pendapat kewajaran secara signifikan.
1.13. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran
Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik, kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia
yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan pendapat
kewajaran ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan dalam
laporan ini. Laporan pendapat kewajaran hanya untuk digunakan oleh pengguna laporan yang
dinyatakan dalam laporan. HMR tidak bertanggung jawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa
depan terkait dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan sebagian atau keseluruhan informasi
dalam laporan pendapat kewajaran ini oleh pihak selain dari pengguna laporan dan untuk tujuan
selain yang telah dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 4
Page 18
2. ANALISIS RENCANA TRANSAKSI
2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi
2.1.1. PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (”Perseroan”)
Gambaran Umum
Perseroan (dahulu PT Jasapower Indonesia) didirikan berdasarkan Akta No. 9 tertanggal 25 September
2007 yang dibuat di hadapan Dwi Yulianti, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian Perseroan telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.
C-01217 HT.01.01-TH.2007 tertanggal 25 Oktober 2007 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 36 tanggal 2 Mei 2008. Anggaran Dasar Perseroan telah diubah beberapa kali dengan
perubahan terakhir berdasarkan Akta No. 81 tanggal 26 April 2022 yang dibuat di hadapan Humberg
Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara, terkait penambahan jabatan Wakil Presiden Direktur
dalam susunan anggota Direksi Perusahaan dan perubahan anggota Direksi Perusahaan. Perubahan
Anggaran Dasar ini telah mendapatkan penerimaan pemberitahuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0232308, tanggal 26 April 2022.
Dalam Akta No. 4 tanggal 1 September 2021 yang dibuat di hadapan Humberg Lie S.H., S.E., M.Kn.,
Notaris di Jakarta Utara, yang telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU- 0047835.AH.01.02 TAHUN 2021 tanggal 6 September
2021, serta mendapatkan penerimaan pemberitahuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0444665 tanggal 6
September 2021, pemegang saham Perseroan juga telah memberikan persetujuan untuk melakukan
perubahan nama Perseroan yang semula bernama PT Jasapower Indonesia menjadi PT Adaro Minerals
Indonesia Tbk, untuk melakukan perubahan status Perseroan dari perusahaan tertutup menjadi
perusahaan terbuka, untuk melakukan pengeluaran saham-saham baru Perseroan sebanyak-
banyaknya 6.100.000.000 lembar saham dan mengalokasikan kelebihan permintaan sebanyak-
banyaknya 610.000.000 lembar saham, melalui Penawaran Umum Saham Perdana kepada
masyarakat. Pemegang saham Perseroan juga menyetujui untuk melakukan pemecahan nilai nominal
saham (stock split) dan menyetujui untuk melakukan perubahan susunan Dewan Komisaris dan
Direksi.
Pada tanggal 23 Desember 2021, Perseroan memperoleh pemberitahuan efektif pernyataan
pendaftaran dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dalam suratnya No. S-
239/D.04/2021 untuk melakukan Penawaran Umum Saham Perdana sejumlah 6.607.081.500 saham
(16,16% dari 40.882.331.500 saham yang ditempatkan dan disetor penuh). Pada tanggal 27 Desember
2021, Perseroan mendapatkan persetujuan pencatatan efek di PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”) dari
Direksi BEI.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, Perseroan bergerak dalam bidang aktivitas
konsultasi manajemen, aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya, aktivitas
penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mesin pertambangan dan energi serta peralatannya,
reparasi mesin untuk keperluan khusus, serta investasi.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 5
Page 19
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2016. Perseroan berdomisili di Jakarta dan
berlokasi di Cyber 2 Tower, lantai 34, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 No.13, Jakarta Selatan.
Susunan Pengurus dan Pemegang Saham Perseroan
Susunan Pengurus dan Pemegang Saham Perseroan per 30 Juni 2023 sesuai Akta Notaris No. 81
tanggal 26 April 2022 sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Garibaldi Thohir
Komisaris : M. Syah Indra Aman
Komisaris : Lie Luckman
Komisaris : Chia Ah Hoo
Komisaris Independen : Mohammad Effendi
Komisaris Independen : Budi Bowoleksono
Dewan Direksi
Presiden Direktur : Christian Ariano Rachmat
Wakil Presiden Direktur : Iwan Dewono Budiyuwono
Direktur : Heri Gunawan
Direktur : Hendri Tamrin
Direktur : Totok Azhariyanto
Direktur : Wito Krisnahadi
Tabel 1. Pemegang Saham Perseroan
Persentase
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Jumlah (AS$)
(%)
AEI 28.023.450.000 68,55% 195.000.000
PT Adaro Mining Technologies
3.611.330.000 8,83% 34.772.871
(“AMT”)
ATA 2.640.470.000 6,46% 27.924.029
Chia Ah Hoo 1.134.000 0,00% 7.891
Wito Krisnahadi 69.000 0,00% 483
Pemegang saham lainnya 6.605.878.500 16,15% 46.214.388
Jumlah 40.882.331.500 100,00% 303.919.662
Sumber: catatan yang dibuat oleh PT Kusdodian Sentral Efek Indonesia, biro administrasi efek.
2.1.2. PT Alam Tri Cakra Indonesia (”ATCI”)
Gambaran Umum
ATCI didirikan berdasarkan Akta No. 51 tertanggal 20 April 2021 yang dibuat di hadapan Humberg Lie,
S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara. Akta Pendirian ATCI telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0028421.AH.01.01 tahun
2021 tertanggal 26 April 2021 dan terdaftar dalam Daftar Perusahaan Kementerian Hukum dan Hak
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 6
Page 20
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0076080.AH.01.11 tahun 2021
tertanggal 26 April 2021.
Anggaran dasar ATCI telah mengalami perubahan beberapa kali dengan perubahan terakhir
berdasarkan Akta No. 30 tertanggal 18 Maret 2022 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E.,
M.Kn., Notaris di Jakarta Utara mengenai peningkatan modal dasar dan modal ditempatkan dan
disetor Perseroan. Perubahan Anggaran Dasar ini telah telah mendapatkan persetujuan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. AHU-
0024070.AH.01.02 tahun 2022 tertanggal 4 April 2022 dan telah diterima oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0220267 tertanggal 4 April 2022.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar ATCI, maksud dan tujuan ATCI adalah menjalankan usaha dalam
bidang kantor pusat dan kegiatan konsultasi manajemen lainnya. Untuk mencapai maksud dan tujuan
tersebut, ATCI dapat melaksanakan kegiatan usaha antara lain pengawasan dan pengelolaan unit-unit
Perusahaan lainnya, perencanaan serta pemberian nasihat dan bimbingan dalam operasional usaha
mengenai masalah-masalah organisasi dan manajemen lainnya.
Kantor pusat ATCI berkedudukan di Gedung Menara Karya Lantai 23, Jl. H. R. Rasuna Said Blok X-5,
Kav. 1-2, Jakarta Selatan 12950. Perseroan belum memulai operasi komersialnya.
Susunan Pengurus dan Pemegang Saham ATCI
Berdasarkan Akta No. 166 tertanggal 9 Juni 2022 di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn mengenai
penambahan Komisaris berdasarkan keputusan pemegang saham, susunan pengurus adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : M. Syah Indra Aman
Komisaris : Michael W. P. Soeryadjaya
Direksi
Direktur Utama : Christian Ariano Rachmat
Direktur : Julius Aslan
Pemegang saham ATCI terakhir adalah berdasarkan akta nomor 30 Tanggal 18 Maret 2022 yang dibuat
oleh Notaris Humberg Lie, SH., SE., M.KN. yang berkedudukan di Jakarta Utara, yaitu:
Tabel 2. Pemegang Saham ATCI
Jumlah Saham
Persentase
ditempatkan dan Jumlah
Pemegang Saham Kepemilikan
disetor penuh (Rp)
(%)
AEI 37.999 99,997% 37.999.000.000
PT Alam Tri Abadi ("ATA") 1 0,003% 1.000.000
Jumlah 38.000 100% 38.000.000.000
Sumber: Akta No. 30 tanggal 18 Maret 2022
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 7
Page 21
2.2. Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Sesuai dengan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan, Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi
dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk
setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi,
anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali.
Hubungan kepengurusan antara Perseroan dan ATCI, yaitu:
• Christian Ariano Rachmat menjabat sebagai Presiden Direktur Perseroan dan juga menjabat
sebagai Direktur Utama ATCI;
• M. Syah Indra Aman menjabat sebagai Komisaris Perseroan dan juga menjabat sebagai Komisaris
Utama ATCI.
Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi berdasarkan kepemilikan saham
yaitu:
• AEI memiliki 83,839% saham Perseroan secara langsung dan tidak langsung dan 99,999% saham
ATCI baik secara langsung maupun tidak langsung.
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh manajemen Perseroan, tidak terdapat benturan
kepentingan atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan. Selanjutnya, hubungan afiliasi antara
Perseroan dengan ATCI sebelum Rencana Transaksi dan sesudah Rencana Transaksi dapat dilihat pada
gambar berikut:
Gambar 1. Hubungan Kepemilikan Saham Perseroan dengan ATCI sebelum Transaksi
Sumber: manajemen Perseroan
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 8
Page 22
Gambar 2. Hubungan Kepemilikan Saham Perseroan dengan ATCI sesudah Transaksi
Sumber: manajemen Perseroan
2.3. Materialitas Rencana Transaksi
Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi material dan Perubahan Kegiatan Usaha,
suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua
puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka.
Jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan limited review konsolidasi per 30 Juni 2023
oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan
No. N20230818022/DC2/DKO/2023 tanggal 18 Agustus 2023 tercatat sebesar USD758.668.477
sedangkan nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp376.687.000.000 atau sebesar AS$25.069.014
dengan kurs Rp15.026 per Dolar Amerika Serikat sehingga nilai Rencana Transaksi ekuivalen dengan
3,3% ekuitas Perseroan per 30 Juni 2023. Dengan demikian Rencana Transaksi ini tidak termasuk
transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020.
2.4. Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, manajemen membuat Draft Keputusan Para
Pemegang Saham Diluar Rapat ATCI. Objek Rencana Transaksi adalah pengambilan saham-saham baru
sebanyak Rp376.687.000.000 oleh Perseroan. Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut akan dilakukan dengan mengikuti draft keputusan tersebut sebagai
berikut:
1. Menyetujui peningkatan modal dasar ATCI dari semula sejumlah Rp38.300.000.000,- (tiga puluh
delapan miliar tiga ratus juta Rupiah) yang terbagi atas 38.300 (tiga puluh delapan ribu tiga ratus)
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 9
Page 23
saham, menjadi sejumlah Rp1.658.748.000.000,- (satu triliun enam ratus lima puluh delapan
miliar tujuh ratus empat puluh delapan juta Rupiah) yang terbagi atas 1.658.748 (satu juta enam
ratus lima puluh delapan ribu tujuh ratus empat puluh delapan) saham;
2. Menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor ATCI dari semula sejumlah
Rp38.000.000.000,- (tiga puluh delapan miliar Rupiah) yang terbagi atas 38.000 (tiga puluh
delapan ribu) saham, menjadi sejumlah Rp414.687.000.000,- (empat ratus empat belas miliar
enam ratus delapan puluh tujuh juta Rupiah) yang terbagi atas 414.687 (empat ratus empat belas
ribu enam ratus delapan puluh tujuh) saham;
3. Menyetujui untuk mengeluarkan saham-saham baru ATCI sebesar 376.687 (tiga ratus tujuh puluh
enam ribu enam ratus delapan puluh tujuh) saham dengan nilai nominal per saham sebesar
Rp1.000.000,- (satu juta Rupiah) atau seluruhnya sebesar Rp376.687.000.000,- (tiga ratus tujuh
puluh enam miliar enam ratus delapan puluh tujuh juta Rupiah) yang seluruhnya diambil bagian
oleh Perseroan;
4. Menyetujui untuk AEI dan ATA melepaskan haknya untuk mengambil bagian dari saham baru yang
akan diterbitkan oleh ATCI;
5. Menyetujui penyetoran modal oleh Perseroan sebesar Rp376.687.000.000,- (tiga ratus tujuh
puluh enam miliar enam ratus delapan puluh tujuh juta Rupiah);
6. Menyetujui bahwa dengan dikeluarkannya saham-saham baru tersebut di atas, susunan
pemegang saham ATCI menjadi sebagai berikut:
• Perseroan, selaku pemegang saham sebanyak 376.687 (tiga ratus tujuh puluh enam ribu enam
ratus delapan puluh tujuh) saham dalam ATCI, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
Rp376.687.000.000,- (tiga ratus tujuh puluh enam miliar enam ratus delapan puluh tujuh juta
Rupiah);
• AEI, selaku pemegang saham sebanyak 37.999 (tiga puluh tujuh ribu sembilan ratus sembilan
puluh sembilan) saham dalam ATCI, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
Rp37.999.000.000.- (tiga puluh tujuh miliar sembilan ratus sembilan puluh sembilan juta
Rupiah); dan
• ATA, selaku pemegang saham sebanyak 1 (satu) saham dalam ATCI, dengan nilai nominal
seluruhnya sebesar Rp1.000.000,- (satu juta Rupiah).
2.4.1. Para Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang melakukan Rencana Transaksi adalah:
1. Perseroan sebagai pihak yang akan mengambil saham-saham baru yang akan
dikeluarkan/diterbikan ATCI;
2. ATCI sebagai penerbit saham-saham baru yang akan diambil oleh Perseroan.
2.4.2. Objek Rencana Transaksi
Objek Rencana Transaksi adalah pengambilan saham baru ATCI oleh Perseroan.
2.4.3. Nilai Rencana Transaksi
Penerbitan saham baru yang dilakukan ATCI adalah sebanyak 376.687 (tiga ratus tujuh puluh enam
ribu enam ratus delapan puluh tujuh) lembar saham dengan nilai nominal Rp1.000.000,- (satu juta
Rupiah) per saham, sehingga nilai Rencana Transaksi adalah Rp376.687.000.000,- (tiga ratus tujuh
puluh enam miliar enam ratus delapan puluh tujuh juta Rupiah).
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 10
Page 24
2.5. Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Rencana Transaksi
2.5.1. Manfaat Rencana Transaksi
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi ini terdapat manfaat yang diterima Perseroan yaitu
Perseroan dapat mengembangkan entitas anak yang sudah ada.
2.5.2. Risiko Rencana Transaksi
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi ini risiko yang akan mungkin ditanggung Perseroan yaitu
biaya kesempatan (opportunity cost) atas penambahan modal di ATCI dibandingkan dengan bisnis
yang sudah entitas anak lainnya yang sudah berjalan.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 11
Page 25
3. ANALISIS KUALITATIF
3.1. Tinjauan Ekonomi
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir Juni 2023 ditutup pada level 6.661,88
atau melemah sebesar 0,04% atau 2,78 poin dari tanggal 26 Juni 2023 hingga akhir perdagangan di
Bursa Efek Indonesia (BEI). Penurunan IHSG hari ini dipengaruhi oleh pelemahan sektoral energi dan
sektoral komuditas dikarenakan turunnya harga energi dan komuditas yang kemudian ditambah
pertimbangan negara Cina mengakhiri pelarangan impor batu bara dari negara Australia. Sektor yang
mengalami koreksi adalah sektor energi dan basic material dengan gambaran IDX sektor energi turun
23,76 persen dan IDX sector basic materials turun 18,35 persen, sedangkan sektor transportasi telah
naik 14,37 persen pada semester I Tahun 2023. Berikut pergerakan IHSG dari akhir tahun 2018-2022
dan Juni 2023:
Grafik 1. IHSG Tahun Desember 2018- Juni 2023
Sumber: Yahoo Finance
3.1.2. Nilai Tukar Rupiah
Kurs Bank Indonesia (BI) pada tanggal 30 Juni 2023 mencatat Rupiah berada pada level Rp 15.026,00.
Berikut pergerakan nilai tukar Rupiah dari akhir tahun 2018-2022 dan 30 Juni 2023:
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 12
Page 26
Grafik 2. Pergerakan Kurs Tengah BI USD-IDR 2018- Juni 2023
Sumber: Bank Indonesia
3.1.3. Suku Bunga
Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 24-25 Juli 2023 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day
Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%, dan suku
bunga Lending Facility sebesar 6,50%. Keputusan mempertahankan BI7DRR sebesar 5,75% ini
konsisten dengan stance kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam kisaran
sasaran 3,0±1% pada sisa tahun 2023 dan 2,5±1% pada 2024. Fokus kebijakan diarahkan pada
penguatan stabilisasi nilai Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan
memitigasi dampak ketidakpastian pasar keuangan global.
3.1.4. Inflasi
Berdasarkan data dari BI, inflasi pada bulan Juni 2023 adalah sebesar 3,52%. Berdasarkan grafik 3,
tingkat inflasi cenderung mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2021 sampai dengan tahun
2022, tetapi pada Juni 2023 mengalami penurunan. Berikut merupakan grafik inflasi bulan Desember
tahun 2018-2022 dan bulan Juni 2023:
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2018- Juni 2023
Sumber: BI
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 13
Page 27
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan
Selama enam bulan pertama tahun 2023, produksi batu bara di Indonesia mengalami peningkatan.
Data Minerba One Data Indonesia (MODI) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
menunjukkan bahwa volume produksi batu bara nasional dari Januari hingga Juni 2023 mencapai
359,42 juta ton. Angka ini melebihi jumlah produksi batu bara nasional pada periode yang sama di
tahun sebelumnya, yakni Januari-Juni 2022 yang mencapai 294,37 juta ton. Pada periode yang sama,
sebanyak 116,7 juta ton batu bara dijual ke pasar ekspor, sementara 71,06 juta ton batu bara
disetorkan untuk kewajiban pemenuhan domestik alias domestic market obligation (DMO).
Menurut Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), peningkatan produksi batu bara pada
semester pertama 2023 disebabkan oleh beberapa faktor. Selain kondisi cuaca yang mendukung,
permintaan dari pasar ekspor, terutama Cina dan India, juga menunjukkan kekuatan yang cukup
signifikan selama paruh pertama tahun 2023.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Batu Bara Acuan (HBA)
untuk bulan Juni dan Juli 2023. Pada Juni 2023, HBA diukur sebesar AS$191,36 per ton, mengalami
penurunan dari HBA Mei 2023 yang mencapai AS$205,16 per ton. HBA I Juni 2023 ditetapkan sebesar
AS$112,59 per ton, sementara HBA II sebesar AS$78,35 per ton.
Pada bulan Juli 2023, HBA mengalami kenaikan tipis menjadi AS$191,6 per ton. HBA I Juli 2023
menurun menjadi AS$109,28 per ton dibandingkan dengan bulan Juni 2023. Penurunan juga terlihat
pada HBA II yang mencapai AS$75,2 per ton pada Juli 2023.
Sebelumnya, HBA dihitung berdasarkan rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export
Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900, dengan kualitas setara dengan nilai
kalori 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 8%, total sulphur 0,8%, dan ash 15%. Namun, mulai Maret
2023, perhitungan HBA menggunakan rata-rata harga jual batu bara satu bulan sebelumnya (70%) dan
dua bulan sebelumnya (30%).
Grafik 4. Harga Batu Bara Acuan Indonesia (Juni-Juli 2023)
Sumber: Databoks
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 14
Page 28
HBA juga dibedakan menjadi tiga kategori berdasarkan kualitas batu bara, yakni:
• HBA: kualitas disetarakan pada nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 12,58%, total sulphur
0,71%, dan ash 7,58%.
• HBA I: kualitas disetarakan pada nilai kalori 5.200 kcal/kg GAR, total moisture 23,12%, total sulphur
0,69%, dan ash 6%.
• HBA II: kualitas disetarakan pada nilai kalori 4.200 kcal/kg GAR, total moisture 35,29%, total sulphur
0,2%, dan ash 4,21%.
3.3. Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
Ketegangan global di Eropa telah memicu peningkatan drastis dalam permintaan batu bara dari Eropa,
yang pada akhirnya menciptakan keterbatasan pasokan. Meskipun harga batu bara mengalami
penurunan dalam beberapa bulan terakhir, harga saat ini tetap berada pada tingkat yang signifikan
lebih tinggi daripada rata-rata dua tahun sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh harga tinggi bahan
bakar energi lainnya, seperti gas, serta biaya investasi energi baru terbarukan yang masih cukup
mahal. Situasi ini memberikan peluang bagi negara-negara pemasok batu bara, termasuk Indonesia,
untuk memperluas pasokan mereka ke pasar Eropa. Potensi peningkatan permintaan batu bara di
pasar global dapat memberikan keuntungan bagi produsen batu bara dalam menyikapi kebutuhan
energi yang terus meningkat. Tahun 2023 menjadi tahun di mana sejumlah negara, termasuk Cina dan
India, telah mengumumkan target produksi yang lebih tinggi sebagai bagian dari upaya untuk
memenuhi kebutuhan dalam negeri secara internal. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi
tekanan pada pasar perdagangan batu bara termal di Asia. Indonesia juga ikut ambil bagian dalam
upaya ini, dengan beberapa perusahaan menetapkan target produksi yang lebih tinggi untuk tahun
2023. Secara keseluruhan, permintaan batu bara di tahun 2023 diperkirakan akan tetap kuat karena
pertumbuhan ekonomi di negara-negara yang sangat bergantung pada batu bara, seperti Cina, India,
dan Indonesia, diharapkan akan tetap kuat.
Dari sisi aspek operasional, Perseroan melalui entitas anak telah mengoperasikan dua konsesi PKP2B,
yaitu melalui PT Lahai Coal ("LC") dan PT Maruwai Coal ("MC"). MC merupakan satu-satunya konsesi
yang menjalankan aktivitas produksi dan memproduksi batu bara kokas keras dari tambang Lampunut,
sementara LC saat ini sedang melakukan optimalisasi tambang. Perseroan masih memiliki area
produksi batu bara dari PT Juloi Coal ("JC"), PT Kalteng Coal ("KC"), dan PT Sumber Barito Coal ("SBC")
dengan masing-masing memiliki cadangan batu bara 55,5 juta ton, 17,7 juta ton dan 5,8 juta ton.
Selain itu, proyek fasilitas pemurnian atau smelter aluminium skala besar di Kalimantan Utara masih
terus berjalan. Proyek smelter tersebut memiliki total kapasitas 1,5 juta ton per tahun. Pada tahap
selanjutnya, smelter tersebut akan naik kapasitasnya menjadi 1 juta ton per tahun dan di tahap ketiga
menjadi total 1,5 juta ton per tahun. Operasional smelter aluminium tersebut nantinya akan
mendapat dukungan energi listrik dari pembangkit listrik tenaga air yang juga tengah dibangun.
Dari sisi prospek operasional, pasar komoditas batu bara metalurgi dari Indonesia diprediksi terus
meningkat. Pasokan batu bara metalurgi dunia masih mengalami keterbatasan seiring kurangnya
minat investasi. Di sisi lain, tren permintaan batu bara metalurgi premium dipastikan terus meningkat
seiring kebutuhan produksi baja dengan blast furnace yang akan mendominasi terutama disebabkan
potensi pertumbuhan ekonomi India yang akan meningkatkan jumlah pabrik baja dan permintaan
impor batu bara metalurgi. Australia dan Kanada juga mengalami keterbatasan dalam suplai batu bara
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 15
Page 29
metalurgi sehingga menjadi peluang bagi Indonesia. Pertumbuhan di dalam negeri diharapkan akan
memiliki prospek positif di tengah pasokan yang terbatas. Pasar ekspor Perseroan saat ini dipusatkan
ke negara-negara Asia yang diproyeksi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia ke depan yaitu
Jepang, Cina, dan India.
3.4. Analisis SWOT
Berikut adalah analisis SWOT Perseroan:
Kekuatan
• Perseroan merupakan salah satu produsen batu bara metalurgi terbesar di Indonesia;
• Perseroan merupakan entitas anak dari AEI yang merupakan holding perusahaan dari salah satu
produsen batu bara terbesar di Indonesia.
Kelemahan
• Beberapa entitas anak masih baru mulai beroperasi atau sedang menyiapkan infrastruktur
sehingga belum memberikan pendapatan optimal bagi Perseroan.
Peluang
• Pasokan terbatas batu bara metalurgi di tengah terbatasnya pasokan;
• Perseroan dapat berperan sebagai pusat pengelolaan dan pengkoordinasian seluruh bisnis Grup
Adaro yang berhubungan dengan produk mineral;
• Entitas anak usaha Perseroan PT Kalimantan Aluminium Industry sedang membangun smelter
aluminium yang berarah pada ekonomi hijau;
• Ekosistem baterai dan kendaraan listrik yang penting dalam industri mobil Listrik.
Ancaman
• Perubahan harga batu bara dan fluktuasi pasar global dapat berdampak negatif pada pendapatan;
• Penurunan ketegangan politik global terutama di Eropa dapat menurunkan kembali harga batu
bara;
• Aspek sosial dan lingkungan terkait dengan aktifitas penambangan;
• Perubahan regulasi terkait dengan industri mobil listrik ataupun terkait ekonomi hijau.
3.5. Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Rencana Transaksi
Alasan dan latar belakang dilakukannya Rencana Transaksi ini merupakan strategi Perseroan dalam
mengembangkan strukur perusahaan melalui entitas anak dan mendukung rencana ekspansi di masa
depan.
Rencana Transaksi ini berkaitan dengan langkah restrukturisasi Grup dan upaya Perseroan melakukan
pengembangan usaha secara jangka panjang melalui entitas anak usaha. Dengan adanya kepemilikan
saham Perseroan pada ATCI, ke depannya, Perseroan dapat memperoleh kontribusi tambahan ketika
telah dilakukan pengembangan terhadap entitas anak.
Pengambilan saham baru ATCI ini membuat Perseroan memiliki 376.687 (tiga ratus tujuh puluh enam
ribu enam ratus delapan puluh tujuh) saham dan menyebabkan terjadinya perubahan pengendalian
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 16
Page 30
pada ATCI, dengan kepemilikan Perseroan menjadi sebesar 90,836% terhadap modal ditempatkan dan
disetor penuh ATCI.
Kemudian, AEI yang memiliki 37.999 (tiga puluh tujuh ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan)
saham ATCI, terdilusi kepemilikannya dari semula 99,997% menjadi 9,163%. Lalu ATA yang memiliki 1
(satu) saham ATCI, terdilusi kepemilikannya dari semula 0,003% menjadi 0,001%. Secara total,
penerbitan saham baru ATCI membuat modal ditempatkan dan disetornya meningkat dari semula
Rp38.000.000.000,- (tiga puluh delapan miliar Rupiah) yang terbagi atas 38.000 (tiga puluh delapan
ribu) saham, menjadi sejumlah Rp414.687.000.000,- (empat ratus empat belas miliar enam ratus
delapan puluh tujuh juta Rupiah) yang terbagi atas 414.687 (empat ratus empat belas ribu enam ratus
delapan puluh tujuh) saham.
ATCI pun mengalami peningkatan modal dasar dari semula sejumlah Rp38.300.000.000,- (tiga puluh
delapan miliar tiga ratus juta Rupiah) yang terbagi atas 38.300 (tiga puluh delapan ribu tiga ratus)
saham, menjadi sejumlah Rp1.658.748.000.000,- (satu triliun enam ratus lima puluh delapan miliar
tujuh ratus empat puluh delapan juta Rupiah) yang terbagi atas 1.658.748 (satu juta enam ratus lima
puluh delapan ribu tujuh ratus empat puluh delapan) saham.
3.6. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi ini terdapat keuntungan yang diterima Perseroan antara lain
Perseroan dapat mengembangkan entitas anak yang sudah ada. Sedangkan di sisi lain, terdapat
kerugian yang mungkin akan ditanggung Perseroan adalah kemungkinan kehilangan kesempatan
(opportunity cost) terhadap penambahan modal di ATCI dibandingkan dengan bisnis entitas anak
lainnya yang sudah berjalan.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 17
Page 31
4. ANALISIS KUANTITATIF
4.1. Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban, dan Kondisi Keuangan Perseroan
4.1.1. Laporan Posisi Keuangan Historis
Berikut merupakan laporan posisi keuangan audit konsolidasi Perseroan per 31 Desember tahun 2020-
2022 dan per 30 Juni tahun 2023 (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 3. Laporan Posisi Keuangan
31-Des-20 31-Des-21 31-Des-22 30-Jun-23
Aset lancar 170.819.580 316.529.859 646.374.336 628.990.711
Aset tidak lancar 684.402.700 649.172.666 640.250.428 708.271.812
Total Aset 855.222.280 965.702.525 1.286.624.764 1.337.262.523
Liabilitas jangka pendek 80.039.103 92.427.670 197.034.879 204.310.985
Liabilitas jangka panjang 516.036.718 667.830.842 520.282.261 374.283.061
Total Liabilitas 596.075.821 760.258.512 717.317.140 578.594.046
Total Ekuitas 259.146.459 205.444.013 569.307.624 758.668.477
Total Liabilitas dan Ekuitas 855.222.280 965.702.525 1.286.624.764 1.337.262.523
Sumber: laporan keuangan audit dan limited review konsolidasi Perseroan
Aset Lancar
Total aset lancar Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2022 dan per 30 Juni 2023 masing-masing
sebesar AS$170,82 juta, AS$316,53 juta, AS$646,37 juta, dan AS$628,99 juta. Sebagian besar aset
lancar terdiri dari kas dan setara kas, persediaan, dan piutang usaha. Current ratio Perseroan per 31
Desember tahun 2020-2022 dan per 30 Juni 2023 masing-masing sebesar 2,13 kali, 3,42 kali, 3,28 kali,
dan 3,08 kali.
Aset Tidak Lancar
Total aset tidak lancar Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2022 dan per 30 Juni 2023 masing-
masing sebesar AS$684,40 juta, AS$649,17 juta, AS$640,25 juta, dan AS$708,27 juta. Aset tidak lancar
Perseroan sebagian besar terdiri dari aset tetap-bersih serta properti serta properti pertambangan.
Per 30 Juni 2023, properti pertambangan dan aset tetap secara bersama-sama berkontribusi sebesar
47,53% terhadap total aset Perseroan.
Liabilitas Jangka Pendek
Total liabilitas jangka pendek Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2022 dan per 30 Juni 2023
masing-masing sebesar AS$80,04 juta, AS$92,43 juta, AS$197,03 juta, dan AS$204,31 juta. Sebagian
besar liabilitas jangka pendek Perseroan terdiri dari utang usaha dan beban yang masih harus dibayar.
Per 30 Juni 2023 beban yang masih harus dibayar oleh Perseroan tercatat sebesar AS$119,95 juta yang
sebagian besar merupakan beban yang masih harus dibayar untuk cadangan pembayaran penetapan
Pemerintah serta pembayaran kepada pemasok dan kontraktor.
Liabilitas Jangka Panjang
Total liabilitas jangka panjang Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2022 dan per 30 Juni 2023
masing-masing sebesar AS$516,04 juta, AS$667,83 juta, AS$520,28 juta, dan AS$374,28 juta. Sebagian
besar liabilitas jangka panjang Perseroan terdiri dari pinjaman dari pihak berelasi jangka panjang.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 18
Page 32
Total Ekuitas
Perseroan secara umum memiliki total ekuitas positif per 31 Desember 2020-2022 dan per 30 Juni
2023 masing-masing sebesar AS$259,15 juta, AS$205,44 juta, AS$569,31 juta, dan AS$758,67 juta.
Modal saham Perseroan per 30 Juni 2023 tercatat sebesar AS$303,92 juta.
4.1.2. Laporan Laba Rugi Historis
Pendapatan Usaha
Total pendapatan usaha Perseroan pada tahun 2020-2022 dan periode 6 bulan Januari-Juni 2023
masing-masing sebesar AS$123,30 juta, AS$460,17 juta, AS$908,14 juta, dan AS$463,61 juta. Sebagian
besar pendapatan usaha Perseroan adalah pendapatan usaha batu bara baik kepada pihak berelasi
dan pihak ketiga.
Beban Pokok Pendapatan
Total beban pokok pendapatan pada tahun 2020-2022 dan periode 6 bulan Januari-Juni 2023 masing-
masing sebesar AS$134,47 juta, AS$219,72 juta, AS$373,23 juta dan AS$210,25 juta.
Laba Usaha
Perseroan membukukan laba usaha pada tahun 2021, 2022 dan periode 6 bulan Januari-Juni 2023
masing-masing sebesar AS$217,56 juta, AS$458,40 juta, AS$219,15 juta dan pada tahun 2020
membukukan rugi sebesar AS$29,01 juta. Operating profit margin Perseroan pada tahun 2020-2022
dan periode 6 bulan Januari-Juni 2023 masing-masing sebesar -23,53%, 47,28%, 50,48%, dan 47,27%.
Laba Bersih
Perseroan membukukan laba bersih pada tahun 2021-2022 dan periode 6 bulan Januari-Juni 2023
masing-masing sebesar AS$156,71 juta, AS$335,74 juta, AS$164,04 juta dan pada tahun 2020
membukukan rugi tahun berjalan masing-masing sebesar AS$28,55 juta. Net profit margin Perseroan
pada tahun 2020-2022 dan periode 6 bulan Januari-Juni 2023 masing-masing sebesar -23,16%,
34,06%, 36,97%, dan 35,38%.
Berikut merupakan laporan laba rugi audit konsolidasi Perseroan tahun 2020-2022 dan laporan laba
rugi limited review konsolidasi periode 6 bulan dari bulan Januari-Juni tahun 2023 (dalam Dolar
Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 4. Laporan Laba Rugi
FY2020 FY2021 FY2022 Jan-Jun 2023
Pendapatan usaha 123.303.937 460.170.748 908.142.046 463.606.452
Beban pokok pendapatan (134.474.751) (219.720.456) (373.227.386) (210.252.097)
Laba Bruto (11.170.814) 240.450.292 534.914.660 253.354.355
Laba Usaha (29.014.413) 217.555.928 458.399.927 219.150.271
Laba Bersih (28.552.927) 156.711.652 335.738.738 164.043.011
Sumber: laporan keuangan audit dan limited review konsolidasi Perseroan
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 19
Page 33
4.1.3. Laporan Arus Kas Historis
Aktivitas Operasi
Perseroan membukukan arus kas positif dari aktivitas operasi selama tahun 2020-2022 dan periode
Januari-Juni 2023 yang menunjukkan bahwa kegiatan operasional berjalan baik. Arus kas bersih yang
diperoleh dari aktivitas operasi selama tahun 2020-2022 dan periode Januari-Juni 2023 yang diperoleh
Perseroan masing-masing sebesar AS$29,79 juta, AS$160,17 juta, AS$479,70 juta, dan AS$114,81 juta.
Aktivitas operasi sebagian besar terjadi karena penerimaan dari pelanggan.
Aktivitas Investasi
Selama tahun 2020-2022 dan pada periode Januari-Juni 2023 Perseroan mencatat arus kas yang
digunakan dalam aktivitas investasi masing-masing sebesar AS$52,41 juta, AS$394,10 juta, AS$23,88
juta dan AS$48,99 juta.
Aktivitas Pendanaan
Pada tahun 2020-2021 Perseroan mencatat arus kas yang dihasikan dalam aktivitas pendanaan
masing-masing sebesar AS$29,76 juta, AS$373,22 juta dan pada tahun 2022 dan periode Januari-Juni
2023 mencatat arus kas digunakan masing-masing sebesar AS$119,22 juta dan AS$125,93 juta.
Berikut merupakan laporan audit arus kas konsolidasi Perseroan tahun 2020-2022 dan laporan limited
review arus kas periode 6 bulan Januari-Juni tahun 2023 (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali
dinyatakan lain):
Tabel 5. Laporan Arus Kas
31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 30-Jun-23
Arus kas dari aktivitas operasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi 29.791.089 160.167.890 479.691.758 114.811.625
Arus kas dari aktivitas investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi (52.412.619) (394.097.668) (23.878.540) (48.994.405)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan 29.762.142 373.224.214 (119.223.891) (125.933.482)
(Penurunan)/kenaikan bersih kas dan setara kas 7.140.612 139.294.436 336.589.327 (60.116.262)
Kas dan setara kas pada akhir periode 42.572.296 180.828.189 511.382.167 454.348.703
Sumber: laporan keuangan audit dan limited review konsolidasi Perseroan
4.1.4. Analisis Rasio Keuangan
Likuiditas
Likuiditas dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar dibandingkan dengan liabilitas
lancar, yang mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya. Per
30 Juni 2023 rasio lancar, rasio cepat, dan rasio kas Perseroan berturut-turut berada di 3,08 kali, 2,61
kali, dan 2,22 kali.
Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio atau perbandingan untuk mengetahui kemampuan Perseroan untuk
mendapatkan laba dari pendapatan, aset, dan ekuitas berdasarkan dasar pengukuran tertentu. Rata-
rata marjin laba kotor Perseroan per 31 Desember tahun 2021, 2022 dan per 30 Juni 2023 adalah
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 20
Page 34
sebesar 55,27%. Sementara itu, rata-rata marjin laba bersih yang berhasil dicapai Perseroan selama
tahun 2021-2022 dan per 30 Juni 2023 adalah sebesar 35,47%.
Aktivitas
Berdasarkan analisis atas rasio aktivitas Perseroan tahun 2020-2022 dan per 30 Juni 2023 rata-rata
hari perputaran piutang usaha di 33 hari, hari perputaran persediaan di 76 hari, dan hari perputaran
utang usaha di 35 hari.
Solvabilitas
Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan Perseroan dalam membayar
seluruh utangnya baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang. Perseroan memiliki rata-
rata debt to asset ratio per 31 Desember tahun 2020-2022 dan per 30 Juni 2023 sebesar 158,24% dan
rata-rata debt to equity ratio sebesar 46,93%.
Berikut merupakan analisis rasio keuangan Perseroan tahun 2020-2022 dan per 30 Juni 2023:
Tabel 6. Analisis Rasio Keuangan
31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 30-Jun-23 Average
RASIO LIKUIDITAS
Rasio lancar 2,13 3,42 3,28 3,08 2,98
Rasio cepat 1,60 3,07 3,01 2,61 2,57
Rasio kas 0,53 1,96 2,60 2,22 1,83
RASIO PROFITABILITAS
Marjin laba operasi -23,53% 47,28% 50,48% 47,27% 30,37%
Marjin laba kotor -9,06% 52,25% 58,90% 54,65% 39,19%
Marjin laba bersih -23,16% 34,06% 36,97% 35,38% 20,81%
RASIO AKTIFITAS
Perputaran piutang usaha 24 5 14 8 13
Perputaran persediaan 3 7 7 2 5
Perputaran utang usaha 6 11 17 6 10
Hari perputaran piutang usaha 15 69 25 23 33
Hari perputaran persediaan 115 54 51 81 76
Hari perputaran utang usaha 56 33 22 31 35
RASIO SOLVABILITAS
Total Utang / Total Ekuitas 193,20% 309,00% 85,98% 44,77% 158,24%
Total Utang / Total Aset 58,54% 65,74% 38,04% 25,40% 46,93%
Sumber: data olahan
4.1.5. Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan
Proyeksi laporan keuangan telah dipersiapkan oleh manajemen Perseroan. Penyesuaian terhadap
proyeksi manajemen dilakukan untuk menghasilkan proyeksi yang lebih wajar.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 21
Page 35
Proyeksi Laporan Laba Rugi
Berikut adalah proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi
(dalam jutaan Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 7. Proyeksi Laporan Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi
Jul-Des 23 FY2024 FY2025 FY2026 FY2027 FY2028
Total Pendapatan 589,23 905,90 1.387,63 2.453,41 2.441,98 2.492,88
Beban Pokok Pendapatan (301,94) (584,22) (889,50) (1.711,32) (1.700,23) (1.732,93)
Laba Kotor 287,29 321,68 498,13 742,09 741,75 759,95
Beban Operasi (26,36) (46,79) (53,41) (58,61) (61,00) (64,14)
(Beban) Pendapatan Lain-lain (0,27) (0,05) (0,05) (0,00) (0,00) (0,00)
Laba Operasi 260,67 274,85 444,67 683,48 680,74 695,81
Pendapatan Keuangan 7,79 1,03 - - - -
Beban Keuangan (12,41) (59,35) (103,79) (92,82) (85,51) (74,21)
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan 256,04 216,52 340,88 590,65 595,23 621,60
Laba (Rugi) Entitas Subsidiari - - - - - -
Beban Pajak Penghasilan (54,28) (60,70) (81,53) (65,61) (63,46) (65,20)
Laba (Rugi) Setelah Pajak Penghasilan 201,77 155,82 259,35 525,04 531,77 556,40
Sumber: data olahan
Tabel 8. Proyeksi Laporan Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi
Jul-Dec 23 FY2024 FY2025 FY2026 FY2027 FY2028
Total Pendapatan 589,23 905,90 1.387,63 2.453,41 2.441,98 2.492,88
Beban Pokok Pendapatan (301,94) (584,22) (889,50) (1.711,32) (1.700,23) (1.732,93)
Laba Kotor 287,29 321,68 498,13 742,09 741,75 759,95
Beban Operasi (26,37) (46,82) (53,44) (58,64) (61,04) (64,18)
(Beban) Pendapatan Lain-lain (0,27) (0,05) (0,05) (0,00) (0,00) (0,00)
Laba Operasi 260,66 274,82 444,64 683,45 680,71 695,78
Pendapatan Keuangan 8,22 1,64 3,39 1,00 1,00 1,00
Beban Keuangan (12,65) (59,87) (104,32) (92,84) (85,51) (74,21)
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan 256,23 216,59 343,72 591,61 596,20 622,57
Laba (Rugi) Entitas Subsidiari - - - - - -
Beban Pajak Penghasilan (54,33) (60,91) (81,55) (65,82) (63,68) (65,42)
Laba (Rugi) Setelah Pajak Penghasilan 201,90 155,68 262,17 525,78 532,53 557,15
Sumber: data olahan
Berikut merupakan analisis proyeksi laporan laba rugi tanpa Rencana Transaksi dan dengan Rencana
Transaksi:
• Tidak terdapat pengaruh dilakukannya Rencana Transaksi terhadap pendapatan Perseroan
dikarenakan belum terdapatnya pendapatan utama pada ATCI;
• Laba bersih Perseroan akan meningkat dengan dilakukannya Rencana Transaksi dikarenakan
terdapat pendapatan keuangan ATCI yang akan terkonsolidasi dalam laporan keuangan Perseroan.
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Analisis proyeksi laporan posisi keuangan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi
adalah sebagai berikut:
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 22
Page 36
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi total aset Perseroan akan meningkat sebagai hasil
terkonsolidasinya ATCI ke dalam laporan keuangan Perseroan;
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi total ekuitas Perseroan akan meningkat sebagai hasil
terkonsolidasinya ATCI ke dalam laporan keuangan Perseroan.
Berikut adalah proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan tanpa Rencana Transaksi dan dengan
Rencana Transaksi (dalam jutaan Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 9. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 480,49 449,00 546,26 766,75 1.094,76 1.424,82
Piutang usaha 97,21 83,64 128,12 226,52 225,47 230,17
Persediaan 78,25 89,26 135,90 261,45 259,76 264,75
Aset lancar lainnya 19,21 19,21 19,21 19,21 19,21 19,21
Total aset lancar 675,16 641,11 829,49 1.273,93 1.599,19 1.938,95
ASET TIDAK LANCAR 958,29 2.038,85 2.439,87 2.485,47 2.499,29 2.503,73
TOTAL ASET 1.633,45 2.679,96 3.269,36 3.759,40 4.098,49 4.442,68
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 50,31 57,38 87,37 168,09 167,00 170,21
Liabilitas jangka pendek lainnya 167,90 167,90 167,90 167,90 167,90 167,90
Pinjaman dari pihak berelasi - bagian
jangka pendek - - - - - -
Pinjaman modal kerja 80,53 895,56 1.135,11 1.019,40 827,81 612,39
Total liabilitas jangka pendek 298,73 1.120,84 1.390,38 1.355,38 1.162,70 950,50
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa - bagian jangka
panjang 1,81 1,81 1,81 1,81 1,81 1,81
Liabiliatas imbalan pascakerja 3,60 3,60 3,60 3,60 3,60 3,60
Provisi pembongkaran, rehabilitasi
dan penutupan tambang - bagian
jangka panjang 31,99 31,99 31,99 31,99 31,99 31,99
Liabilitas pajak tangguhan - - - - - -
Pinjaman dari pihak berelasi - bagian
jangka panjang 336,88 336,88 336,88 336,88 336,88 336,88
Total liabilitas jangka panjang 374,28 374,28 374,28 374,28 374,28 374,28
TOTAL LIABILITAS 673,02 1.495,12 1.764,66 1.729,66 1.536,98 1.324,78
EKUITAS
Modal saham 303,92 372,50 433,01 433,01 433,01 433,01
Tambahan modal disetor (183,30) (183,30) (183,30) (183,30) (183,30) (183,30)
Selisih transaksi dengan pihak non-
pengendali 0,70 0,70 0,70 0,70 0,70 0,70
Ekuitas merging entities
Saldo laba 779,16 934,98 1.194,33 1.719,37 2.251,14 2.807,53
Saldo defisit - - - - - -
Total ekuitas yang diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 900,48 1.124,88 1.444,74 1.969,78 2.501,55 3.057,94
Kepentingan non-pengendali 59,96 59,96 59,96 59,96 59,96 59,96
TOTAL EKUITAS 960,43 1.184,83 1.504,70 2.029,74 2.561,51 3.117,90
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.633,45 2.679,96 3.269,36 3.759,40 4.098,49 4.442,68
Sumber: data olahan
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 23
Page 37
Tabel 10. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi
30-Jun-23 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 454,42 455,84 449,82 550,67 771,90 1.100,67 1.431,49
Piutang usaha 60,26 97,21 83,64 128,12 226,52 225,47 230,17
Persediaan 95,17 78,25 89,26 135,90 261,45 259,76 264,75
Aset lancar lainnya 19,97 19,97 19,97 19,97 19,97 19,97 19,97
Pinjaman kepada pihak ketiga 6,66 31,77 6,66 (0,01) (0,01) (0,01) (0,01)
Total aset lancar 636,47 683,04 649,34 834,64 1.279,83 1.605,85 1.946,37
ASET TIDAK LANCAR 708,31 958,33 2.038,89 2.439,91 2.485,51 2.499,33 2.503,77
TOTAL ASET 1.344,78 1.641,37 2.688,23 3.274,55 3.765,34 4.105,18 4.450,13
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 36,42 50,31 57,38 87,37 168,09 167,00 170,21
Liabilitas jangka pendek lainnya 167,92 167,92 167,92 167,92 167,92 167,92 167,92
Pinjaman dari pihak berelasi - bagian
jangka pendek 4,99 4,99 4,99 4,99 4,99 4,99 4,99
Pinjaman modal kerja - 80,53 895,56 1.135,11 1.019,40 827,81 612,39
Total liabilitas jangka pendek 209,32 303,75 1.125,85 1.395,39 1.360,39 1.167,71 955,51
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa - bagian jangka
panjang 1,81 1,81 1,81 1,81 1,81 1,81 1,81
Liabiliatas imbalan pascakerja 3,60 3,60 3,60 3,60 3,60 3,60 3,60
Provisi pembongkaran, rehabilitasi
dan penutupan tambang - bagian
jangka panjang 31,99 31,99 31,99 31,99 31,99 31,99 31,99
Liabilitas pajak tangguhan - - - - - - -
Pinjaman dari pihak berelasi - bagian
jangka panjang 336,88 337,15 337,65 331,75 331,75 331,75 331,75
Total liabilitas jangka panjang 374,28 374,55 375,05 369,15 369,15 369,15 369,15
TOTAL LIABILITAS 583,61 678,30 1.500,91 1.764,54 1.729,54 1.536,86 1.324,66
EKUITAS
Modal saham 303,92 303,92 372,50 433,01 433,01 433,01 433,01
Tambahan modal disetor (183,30) (183,30) (183,30) (183,30) (183,30) (183,30) (183,30)
Selisih transaksi dengan pihak non-
pengendali 0,70 0,70 0,70 0,70 0,70 0,70 0,70
Ekuitas merging entities
Saldo laba 577,39 779,29 934,97 1.197,14 1.722,92 2.255,45 2.812,60
Saldo defisit - - - - - - -
Total ekuitas yang diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 698,71 900,61 1.124,86 1.447,55 1.973,33 2.505,86 3.063,01
Kepentingan non-pengendali 62,46 62,46 62,46 62,46 62,46 62,46 62,46
TOTAL EKUITAS 761,17 963,07 1.187,33 1.510,01 2.035,80 2.568,32 3.125,47
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.344,78 1.641,37 2.688,23 3.274,55 3.765,34 4.105,18 4.450,13
Sumber: data olahan
4.1.6. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
Di bawah ini merupakan perbandingan analisis proyeksi rasio keuangan dengan membandingkan
antara Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 24
Page 38
Tabel 11. Analisis Rasio Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi
Jul-Dec 23 FY2024 FY2025 FY2026 FY2027 FY2028
Rasio lancar (dengan transaksi) 2,25 0,58 0,60 0,94 1,38 2,04
Rasio lancar (tanpa transaksi) 2,26 0,57 0,60 0,94 1,38 2,04
Selisih (0,01) 0,00 0,00 0,00 (0,00) (0,00)
Rasio kas (dengan transaksi) 1,50 0,40 0,39 0,57 0,94 1,50
Rasio kas (tanpa transaksi) 1,61 0,40 0,39 0,57 0,94 1,50
Selisih (0,11) (0,00) 0,00 0,00 0,00 (0,00)
Total Utang / Total Ekuitas (dengan transaksi) 44,18% 104,52% 97,66% 66,75% 45,45% 30,46%
Total Utang / Total Ekuitas (tanpa transaksi) 43,75% 104,25% 98,01% 66,96% 45,58% 30,53%
Selisih 0,43% 0,27% -0,35% -0,21% -0,13% -0,08%
Marjin laba bersih (dengan transaksi) 34,26% 17,18% 18,89% 21,43% 21,81% 22,35%
Marjin laba bersih (tanpa transaksi) 34,24% 17,20% 18,69% 21,40% 21,78% 22,32%
Selisih 0,02% -0,02% 0,20% 0,03% 0,03% 0,03%
Sumber: data olahan
Secara umum, dikarenakan dalam laporan keuangan ATCI sebagian besar merupakan aset keuangan
dan liabilitas keuangan, maka rasio yang akan terdampak adalah rasio terkait likuiditas dan solvabilitas
serta peningkatan dari sisi marjin laba bersih seperti ditunjukkan pada tabel perbandingan rasio di
atas.
4.1.7. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
Pelaksanaan Rencana Transaksi akan menyebabkan beberapa perubahan pada laporan posisi
keuangan Perseroan. Laporan proforma posisi keuangan tanpa dan dengan Rencana Transaksi
memberikan gambaran mengenai efek dari Rencana Transaksi tersebut. Laporan posisi keuangan
Tanpa Rencana Transaksi diambil dari laporan keuangan per 30 Juni 2023 yang telah dilakukan limited
review oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis, dan Rekan dengan Nomor
N20230818022/DC2/DKO/2023 tanggal 18 Agustus 2023, sedangkan laporan keuangan proforma
yang dipersiapkan oleh Manajemen Perseroan. Berikut merupakan proforma laporan posisi keuangan
dengan dilakukannya Rencana Transaksi (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 12. Proforma Laporan Posisi Keuangan
Reviu Rencana Profoma
30 Juni 2023 Transaksi 30 Juni 2023
Aset lancar 628.990.711 7.481.107 636.471.818
Aset tidak lancar 708.271.812 38.495 708.310.307
Total Aset 1.337.262.523 7.519.602 1.344.782.125
Liabilitas jangka pendek 204.310.985 5.013.797 209.324.782
Liabilitas jangka panjang 374.283.061 - 374.283.061
Total Liabilitas 578.594.046 5.013.797 583.607.843
Total Ekuitas 758.668.477 2.505.805 761.174.282
Total Liabilitas dan Ekuitas 1.337.262.523 7.519.602 1.344.782.125
Sumber: manajemen
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 25
Page 39
Secara keseluruhan efek Rencana Transaksi terhadap laporan posisi keuangan Perseroan yaitu
terkonsolidasinya ATCI ke dalam laporan keuangan Perseroan. Perseroan akan menerima
penambahan aset dari pinjaman kepada pihak ketiga pada laporan keuangan ATCI serta penambahan
utang dari pihak berelasi.
4.2. Hasil Penilaian Penilai Independen
Terkait dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah menugaskan kepada KJPP Herman Meirizki dan
Rekan klasifikasi bidang bisnis untuk melakukan penilaian atas saham ATCI sebelum Rencana
Transaksi, yang secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut:
Nomor Laporan : 00014/2.0120-04/BS/10/0627/1/XII/2023
Penilai Publik : Willyams S.E., MAPPI (Cert.)
No. Izin Penilai : B-1.22.00627
No. STTD : STTD.PB-57/PM.02/2023
Tanggal Laporan : 27 Desember 2023
Tanggal Penilaian : 30 Juni 2023
Objek Penilaian : 100% saham yang telah diterbitkan/dikeluarkan oleh ATCI
Maksud dan Tujuan : untuk memberikan pendapat atas nilai pasar (market value) 100%
Penilaian saham yang telah diterbitkan/dikeluarkan oleh ATCI yang akan
digunakan sebagai referensi dan pertimbangan oleh manajemen
Pemberi Tugas dalam rangka pengambilan saham baru ATCI.
Dasar Penilaian : Nilai pasar
Kesimpulan Nilai : Rp38.764.600.000 atau ekuivalen dengan Rp1.020.121,- per lembar
saham
Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh KJPP Herman Meirizki dan Rekan, Nilai Pasar 100%
saham yang telah diterbitkan/dikeluarkan oleh ATCI adalah sebesar Rp38.764.600.000,- (Tiga Puluh
Delapan Miliar Tujuh Ratus Enam Puluh Empat Juta Enam Ratus Ribu Rupiah) atau ekuivalen dengan
Rp1.020.121 per lembar saham, sedangkan harga Rencana Transaksi adalah sebesar
Rp376.687.000.000 untuk 376.687 lembar saham atau ekuivalen dengan Rp1.000.000,- per lembar
saham, yang berarti berada dalam kisaran batas atas dan batas bawah dari Nilai Pasar Objek Transaksi
sebesar 7,5% sesuai POJK 35/2020 Pasal 48.b.
4.3. Analisis Inkremental
Dari proyeksi keuangan terlihat dengan adanya Rencana Transaksi memberikan kontribusi nilai
tambah yang dapat dilihat pada tabel berikut (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 26
Page 40
Tabel 13. Analisis Inkremental
Jul-Dec 23 FY2024 FY2025 FY2026 FY2027 FY2028
LABA BERSIH
Laba Bersih (dengan transaksi) 202 156 262 526 533 557
Laba Bersih (tanpa transaksi) 202 156 259 525 532 556
Selisih 0 (0) 3 1 1 1
TOTAL ASET
Total aset (dengan transaksi) 1.641 2.688 3.275 3.765 4.105 4.450
Total aset (tanpa transaksi) 1.633 2.680 3.269 3.759 4.098 4.443
Selisih 8 8 5 6 7 7
TOTAL LIABILITAS
Total liabilitas (dengan transaksi) 678,30 1.500,91 1.764,54 1.729,54 1.536,86 1.324,66
Total liabilitas (tanpa transaksi) 673,02 1.495,12 1.764,66 1.729,66 1.536,98 1.324,78
Selisih 5,28 5,78 (0,12) (0,12) (0,12) (0,12)
TOTAL EKUITAS
Total ekuitas (dengan transaksi) 963 1.187 1.510 2.036 2.568 3.125
Total ekuitas (tanpa transaksi) 960 1.185 1.505 2.030 2.562 3.118
Selisih 3 2 5 6 7 8
Sumber: data olahan
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan hal sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi akan meningkatkan laba bersih Perseroan dari laba bersih
ATCI yang akan terkonsolidasi ke dalam laporan keuangan Perseroan;
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, total aset dan total liabilitas akan meningkatkan dengan
terkonsolidasinya aset keuangan dan liabilitas keuangan ATCI ke dalam laporan keuangan
Perseroan;
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan akan meningkat dengan
terkonsolidasinya ekuitas ATCI ke dalam laporan keuangan Perseroan.
4.3.1. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi akan meningkatkan pendapatan keuangan dan beban
keuangan Perseroan karena pendapatan ATCI saat ini berasal dari pendapatan keuangan sebagai hasil
pinjaman kepada pihak ketiga serta beban keuangan atas pinjaman dari pihak berelasi.
Tabel 14. Analisis Biaya dan Pendapatan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
Jul-Dec 23 FY2024 FY2025 FY2026 FY2027 FY2028
Penghasilan keuangan (dengan transaksi) 8,22 1,64 3,39 1,00 1,00 1,00
Penghasilan keuangan (tanpa transaksi) 7,79 1,03 - - - -
Selisih 0,43 0,61 3,39 1,00 1,00 1,00
Beban keuangan (dengan transaksi) (12,65) (59,87) (104,32) (92,84) (85,51) (74,21)
Beban keuangan (tanpa transaksi) (12,41) (59,35) (103,79) (92,82) (85,51) (74,21)
Selisih (0,24) (0,51) (0,53) (0,02) - -
Sumber: data olahan
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 27
Page 41
4.3.2. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen, Rencana Transaksi ini berkaitan dengan
langkah restrukturisasi Grup dan upaya Perseroan melakukan pengembangan usaha secara jangka
panjang melalui entitas anak usaha. Dengan adanya kepemilikan saham Perseroan pada ATCI, ke
depannya, Perseroan dapat memperoleh kontribusi tambahan ketika telah dilakukan pengembangan
terhadap entitas anak.
4.3.3. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan
Perseroan telah mempertimbangkan langkah-langkah untuk mengembangkan usaha secara jangka
Panjang melalui entitas anak usaha. Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Herman
Meirizki dan Rekan untuk melakukan perhitungan nilai saham ATCI sebagai dasar pertimbangan
pengambilan saham-saham baru yang akan dikeluarkan/diterbitkan ATCI serta telah menunjuk Kantor
Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan untuk melakukan analisis pendapat kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 28
Page 42
5. KESIMPULAN
5.1. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
1. Rencana Transaksi adalah pengambilan saham-saham baru yang diterbitkan/dikeluarkan ATCI
oleh Perseroan;
2. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh KJPP Herman Meirizki dan Rekan, Nilai Pasar 100%
saham yang telah diterbitkan/dikeluarkan oleh ATCI adalah sebesar Rp38.764.600.000,- atau
ekuivalen dengan Rp1.020.121,- (Satu Juta Dua Puluh Ribu Seratus Dua Puluh Satu Rupiah) per
lembar saham, sedangkan nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp376.687.000.000 untuk
376.687 lembar saham baru ATCI atau ekuivalen dengan Rp1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) per
lembar saham, yang berarti berada dalam kisaran batas atas dan batas bawah dari Nilai Pasar
Objek Transaksi sebesar 7,5% sesuai POJK 35/2020 Pasal 48.b.;
3. Dari analisis terhadap proyeksi laporan keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan
Rencana Transaksi, Perseroan akan mendapatkan peningkatan dari sisi laba bersih, total aset dan
total ekuitas;
4. Berdasarkan analisis kualitatif, Perseroan dapat mengembangkan entitas anak yang sudah ada.
Dari sisi risiko atas Rencana Transaksi, Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan
(opportunity cost) atas penambahan modal di ATCI dibandingkan dengan bisnis entitas anak
lainnya yang sudah berjalan.
5.2. Pendapat Kewajaran
Berdasarkan analisis yang kami lakukan terhadap kewajaran Rencana Transaksi yang meliputi analisis
transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, analisis kewajaran transaksi, dan analisis atas faktor-
faktor lain yang relevan, HMR berpendapat bahwa Rencana Transaksi pengambilan saham-saham
baru yang diterbitkan/dikeluarkan ATCI oleh Perseroan adalah Wajar.
Kesimpulan Pendapat Kewajaran di atas berlaku apabila tidak terdapat perubahan yang berdampak
signifikan terhadap Rencana Transaksi, seperti perubahan kondisi perekonomian secara umum,
peraturan-peraturan pemerintah, serta kondisi internal Perseroan maupun faktor-faktor lainnya.
Perubahan-perubahan sebagai akibat dari faktor-faktor tersebut setelah tanggal dikeluarkannya
Laporan Pendapat Kewajaran ini mungkin dapat memberikan hasil yang berbeda terhadap kesimpulan
pendapat kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 29
Page 43
6. LAMPIRAN
1. Ringkasan Laporan penilaian saham ATCI per 30 Juni 2023 oleh KJPP Herman Meirizki dan Rekan;
2. Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2020-2022 dan per 30 Juni 2023;
3. Laporan Laba Rugi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2020-2022 dan Periode
6 bulan dari Bulan Januari-Juni 2023;
4. Laporan Arus Kas Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2020-2022 dan Periode 6
bulan dari Bulan Januari-Juni 2023;
5. Analisis Rasio Keuangan;
6. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember 2023-2028;
7. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember 2023-2028;
8. Proyeksi Laporan Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi Periode 6 bulan dari bulan Juli-Desember
Tahun 2023 dan Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2024-2028;
9. Proyeksi Laporan Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi Periode 6 bulan dari bulan Juli-Desember
Tahun 2023 dan Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2024-2028;
10. Analisis Rasio Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember Tahun 2023-
2028;
11. Proforma Laporan Posisi Keuangan;
12. Analisis Inkremental;
13. Analisis Biaya dan Pendapatan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 30
Page 44
7. REFERENSI
1. Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi
VII-2018) dan Edisi Revisi SPI 300, 310, dan 330;
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”);
3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha (”POJK 17/2020”);
4. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”);
5. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17/2020”);
6. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor S-101/D.04/2020 perihal Perpanjangan Jangka Waktu
Berlakunya Laporan Keuangan dan Laporan Penilaian di Pasar Modal, Perpanjangan Masa
Penawaran Awal dan Penundaan/Pembatalan Penawaran Umum;
7. Media online lainnya.
Laporan Pendapat Kewajaran PT Adaro Minerals Indonesia Tbk | 31
Page 45
LAPORAN PENILAIAN 100% SAHAM
PT ALAM TRI CAKRA INDONESIA
No. 00014/2.0120-04/BS/10/0627/1/XII/2023
Tanggal: 27 Desember 2023
Tanggal Penilaian 30 Juni 2023
Page 46
Kantor Cabang Jakarta Selatan
Gedung Menara 165 Lt.12A Unit A2
Jl. T.B. Simatupang Kav.1 Cilandak Timur, Jakarta Selatan
Telp. : +62 21 78343013 | Wilayah Kerja Seluruh Indonesia
No. Laporan: 00014/2.0120-04/BS/10/0627/1/XII/2023 Jakarta, 27 Desember 2023
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk
Gedung Cyber 2, Lantai 34
Jl. H. R. Rasuna Said Blok X-5, No. 13
Jakarta Selatan, 12950
Dengan Hormat,
Sesuai penugasan dari PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (“Pemberi Tugas”) kepada Kantor Jasa
Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan (”HMR” atau ”Penilai” atau ”kami”) untuk memberikan
pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar saham PT Alam Tri Cakra Indonesia (”ATCI” atau
”Perseroan”) sebagaimana tertuang dalam Surat Penawaran No. 073/SP/HMR-JKSL/B/XII/2023
tanggal 4 Desember 2023 yang telah disetujui oleh manajemen Pemberi Tugas, maka dengan ini kami
telah melakukan penilaian 100% saham yang telah diterbitkan/dikeluarkan oleh ATCI secara
independen dengan tanggal penilaian 30 Juni 2023.
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan penilaian ini adalah:
Nama : PT Adaro Minerals Indonesia Tbk
Bidang Usaha : Aktivitas konsultasi manajemen, aktivitas penunjang pertambangan dan
penggalian lainnya, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
opsi mesin pertambangan dan energi serta peralatannya, reparasi mesin
untuk keperluan khusus, serta investasi.
Alamat : Gedung Cyber 2, Lantai 34, Jl. H. R. Rasuna Said Blok X-5 No. 13,
Jakarta Selatan, 12950
Telepon dan Faks. : (021) 2553 3060
E-mail : corsec@adarominerals.id
Status Penilai
Penilai merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di KJPP Herman
Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan dengan wilayah
kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang telah
mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah terdaftar sebagai Profesi
Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
No. STTD.PB‐57/PM.02/2023. Penugasan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Edisi VII-2018 serta POJK 35/POJK.04/2020 terkait Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal (”POJK 35/2020”).
Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud dan tujuan penilaian ini adalah untuk memberikan pendapat atas nilai pasar (market value)
100% saham yang telah diterbitkan/dikeluarkan oleh ATCI yang akan digunakan sebagai referensi dan
Penilaian Saham PT Alam Tri Cakra Indonesia |i
Page 47
pertimbangan oleh manajemen Pemberi Tugas dalam rangka rencana transaksi berupa peningkatan
modal oleh ATCI.
Objek Penilaian
Objek penilaian adalah 100% saham yang telah diterbitkan/dikeluarkan oleh ATCI.
Dasar Nilai
Dasar nilai adalah Nilai Pasar (Market Value). Definisi Nilai Pasar menurut POJK 35/2020 adalah :
“estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk penukaran suatu aset atau liabilitas
pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana
kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan
tanpa paksaan.”
Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian (cut-off date) dari laporan penilaian ini adalah 30 Juni 2023.
Mata Uang yang digunakan
Mata uang yang akan digunakan dalam penilaian adalah Rupiah (Rp).
Tingkat Kedalaman Investigasi
HMR telah mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara terutama dengan manajemen
Perseroan untuk menunjang proses penilaian.
Dalam penugasan ini, kami mewawancarai manajemen Perseroan. Pengungkapan oleh manajemen
selama inspeksi yaitu Perseroan saat ini hanya melakukan pinjaman kepada pihak ketiga dengan dana
dari pihak berelasi.
Asumsi dan Kondisi Pembatas
Laporan penilaian ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Laporan penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion;
2. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses penilaian;
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
4. Proyeksi keuangan dibuat oleh manajemen dan telah disesuaikan untuk mencerminkan proyeksi
keuangan yang wajar dengan kemampuan pencapaiannya;
5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang
telah disesuaikan;
6. Laporan penilaian ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
7. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai;
8. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dari pemberi tugas berdasarkan
dokumen legalitas Perseroan;
9. Laporan penilaian disusun berdasarkan kondisi bisnis, perekonomian, dan peraturan-peraturan
yang secara umum berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini;
Penilaian Saham PT Alam Tri Cakra Indonesia | ii
Page 48
10. Kami mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap hasil penilaian. Kami tidak
bertanggung jawab untuk menegaskan atau memutakhirkan kembali pendapat kami atas
perubahan asumsi dan kondisi yang terjadi setelah tanggal laporan ini;
11. Kami tidak melakukan due diligence atas aspek perpajakan dan aspek hukum Perseroan;
12. Penilaian termasuk pendekatan dan metode-metode yang digunakan memiliki batasan yaitu
terpenuhinya asumsi-asumsi yang mendasari dalam penilaian. Analisis dalam penilaian
didasarkan pada keakuratan, keandalan, dan kelengkapan data dan informasi yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan atau pemberi tugas. Kami mengasumsikan bahwa data-data yang
diberikan kepada kami adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan. Kami tidak bertanggung
jawab atas kemungkinan adanya informasi yang tidak diungkapkan, ketidakakuratan data,
ketidakterbukaan informasi, perubahan data atau asumsi yang dijadikan dasar penilaian yang
dapat mempengaruhi hasil penilaian;
13. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian ini tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur
tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam
laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
Subsequent Event
Dari tanggal penilaian yaitu tanggal 30 Juni 2023 sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan ini,
tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil penilaian
secara signifikan.
Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat diandalkan
Sifat dan sumber informasi yang relevan digunakan dalam proses penilaian yang tidak membutuhkan
verifikasi atas data tersebut dan penggunaan data ini disetujui oleh pemberi tugas. Data-data tersebut
adalah sebagai berikut:
1. Data beta industri, country risk premium, dan country default spread bersumber dari Damodaran;
2. Data Obligasi Pemerintah Republik Indonesia bersumber dari Penilai Harga Efek Indonesia dan
sumber lainnya;
3. Data Statistik Perbankan Indonesia atau data Badan Pusat Statistik;
4. Data nilai tukar, inflasi, ataupun data publikasi lainnya bersumber dari Bank Indonesia;
5. Data yang diperoleh dari media elektronik dan media cetak, dan data lain yang terkait dengan
penilaian.
Premis Penilaian
Kami telah melakukan penilaian atas saham ATCI dengan premis penilaian bahwa Perseroan
beroperasi secara berkelanjutan atau “going concern”.
Pendekatan dan Metode Penilaian
Penilaian saham ini menggunakan 2 (dua) pendekatan yaitu pendekatan pendapatan dengan Metode
Discounted Cash Flow (DCF) dan pendekatan pasar dengan metode Pembanding Perusahaan Terbuka
Guideline Publicly Traded Company Method (GPTCM).
Penilaian Saham PT Alam Tri Cakra Indonesia | iii
Page 49
Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan penilaian saham ini kami telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dengan penugasan.
Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Laporan penilaian saham ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada
pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini nilai yang
dihasilkan.
Pedoman Penilaian
Dalam melakukan penilaian saham ini kami berpedoman kepada Kode Etik Penilai Indonesia dan
Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi VII-2018) beserta Edisi Revisi atas
SPI tersebut dan Petunjuk Teknis Khusus SPI Penilaian Dalam Kondisi Bencana Covid-19 yang
dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) serta POJK 35/2020 dan SEOJK
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
(”SEOJK 17/2020”).
Persyaratan atas Persetujuan Publikasi
Laporan penilaian ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan penilaian untuk
tujuan selain yang telah dinyatakan dalam maksud dan tujuan penilaian serta penggunaan laporan
penilaian ini oleh pihak selain dari pemberi tugas dan pengguna laporan dalam laporan penilaian ini
harus dengan sepengetahuan dan persetujuan tertulis dari HMR. Penilai tidak bertanggung jawab atas
tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan
sebagian atau seluruh informasi dalam laporan penilaian ini untuk tujuan selain yang telah dinyatakan
sebelumnya dan bukan oleh pengguna laporan dalam laporan penilaian ini.
Penilaian Saham PT Alam Tri Cakra Indonesia | iv
Page 50
Page 51
Page 52
Lampiran 2
Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2020-2022 dan per 30 Juni 2023
31-Des-20 31-Des-21 31-Des-22 30-Jun-23
Aset lancar 170.819.580 316.529.859 646.374.336 628.990.711
Aset tidak lancar 684.402.700 649.172.666 640.250.428 708.271.812
Total Aset 855.222.280 965.702.525 1.286.624.764 1.337.262.523
Liabilitas jangka pendek 80.039.103 92.427.670 197.034.879 204.310.985
Liabilitas jangka panjang 516.036.718 667.830.842 520.282.261 374.283.061
Total Liabilitas 596.075.821 760.258.512 717.317.140 578.594.046
Total Ekuitas 259.146.459 205.444.013 569.307.624 758.668.477
Total Liabilitas dan Ekuitas 855.222.280 965.702.525 1.286.624.764 1.337.262.523
Page 53
Lampiran 3
Laporan Laba Rugi Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2020-2022 dan Periode 6
bulan dari Bulan Januari-Juni 2023
FY2020 FY2021 FY2022 Jan-Jun 2023
Pendapatan usaha 123.303.937 460.170.748 908.142.046 463.606.452
Beban pokok pendapatan (134.474.751) (219.720.456) (373.227.386) (210.252.097)
Laba Bruto (11.170.814) 240.450.292 534.914.660 253.354.355
Laba Usaha (29.014.413) 217.555.928 458.399.927 219.150.271
Laba Bersih (28.552.927) 156.711.652 335.738.738 164.043.011
Page 54
Lampiran 4
Laporan Arus Kas Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2020-2022 dan Periode 6
bulan dari Bulan Januari-Juni 2023
31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 30-Jun-23
Arus kas dari aktivitas operasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi 29.791.089 160.167.890 479.691.758 114.811.625
Arus kas dari aktivitas investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi (52.412.619) (394.097.668) (23.878.540) (48.994.405)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan 29.762.142 373.224.214 (119.223.891) (125.933.482)
(Penurunan)/kenaikan bersih kas dan setara kas 7.140.612 139.294.436 336.589.327 (60.116.262)
Kas dan setara kas pada akhir periode 42.572.296 180.828.189 511.382.167 454.348.703
Page 55
Lampiran 5
Analisis Rasio Keuangan
31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 30-Jun-23 Average
RASIO LIKUIDITAS
Rasio lancar 2,13 3,42 3,28 3,08 2,98
Rasio cepat 1,60 3,07 3,01 2,61 2,57
Rasio kas 0,53 1,96 2,60 2,22 1,83
RASIO PROFITABILITAS
Marjin laba operasi -23,53% 47,28% 50,48% 47,27% 30,37%
Marjin laba kotor -9,06% 52,25% 58,90% 54,65% 39,19%
Marjin laba bersih -23,16% 34,06% 36,97% 35,38% 20,81%
RASIO AKTIFITAS
Perputaran piutang usaha 24 5 14 8 13
Perputaran persediaan 3 7 7 2 5
Perputaran utang usaha 6 11 17 6 10
Hari perputaran piutang usaha 15 69 25 23 33
Hari perputaran persediaan 115 54 51 81 76
Hari perputaran utang usaha 56 33 22 31 35
RASIO SOLVABILITAS
Total Utang / Total Ekuitas 193,20% 309,00% 85,98% 44,77% 158,24%
Total Utang / Total Aset 58,54% 65,74% 38,04% 25,40% 46,93%
Page 56
Lampiran 6
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember 2023-2028
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 480,49 449,00 546,26 766,75 1.094,76 1.424,82
Piutang usaha 97,21 83,64 128,12 226,52 225,47 230,17
Persediaan 78,25 89,26 135,90 261,45 259,76 264,75
Aset lancar lainnya 19,21 19,21 19,21 19,21 19,21 19,21
Total aset lancar 675,16 641,11 829,49 1.273,93 1.599,19 1.938,95
ASET TIDAK LANCAR 958,29 2.038,85 2.439,87 2.485,47 2.499,29 2.503,73
TOTAL ASET 1.633,45 2.679,96 3.269,36 3.759,40 4.098,49 4.442,68
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 50,31 57,38 87,37 168,09 167,00 170,21
Liabilitas jangka pendek lainnya 167,90 167,90 167,90 167,90 167,90 167,90
Pinjaman dari pihak berelasi - bagian
jangka pendek - - - - - -
Pinjaman modal kerja 80,53 895,56 1.135,11 1.019,40 827,81 612,39
Total liabilitas jangka pendek 298,73 1.120,84 1.390,38 1.355,38 1.162,70 950,50
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa - bagian jangka
panjang 1,81 1,81 1,81 1,81 1,81 1,81
Liabiliatas imbalan pascakerja 3,60 3,60 3,60 3,60 3,60 3,60
Provisi pembongkaran, rehabilitasi
dan penutupan tambang - bagian
jangka panjang 31,99 31,99 31,99 31,99 31,99 31,99
Liabilitas pajak tangguhan - - - - - -
Pinjaman dari pihak berelasi - bagian
jangka panjang 336,88 336,88 336,88 336,88 336,88 336,88
Total liabilitas jangka panjang 374,28 374,28 374,28 374,28 374,28 374,28
TOTAL LIABILITAS 673,02 1.495,12 1.764,66 1.729,66 1.536,98 1.324,78
EKUITAS
Modal saham 303,92 372,50 433,01 433,01 433,01 433,01
Tambahan modal disetor (183,30) (183,30) (183,30) (183,30) (183,30) (183,30)
Selisih transaksi dengan pihak non-
pengendali 0,70 0,70 0,70 0,70 0,70 0,70
Ekuitas merging entities
Saldo laba 779,16 934,98 1.194,33 1.719,37 2.251,14 2.807,53
Saldo defisit - - - - - -
Total ekuitas yang diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 900,48 1.124,88 1.444,74 1.969,78 2.501,55 3.057,94
Kepentingan non-pengendali 59,96 59,96 59,96 59,96 59,96 59,96
TOTAL EKUITAS 960,43 1.184,83 1.504,70 2.029,74 2.561,51 3.117,90
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.633,45 2.679,96 3.269,36 3.759,40 4.098,49 4.442,68
Page 57
Lampiran 7
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember 2023-2028
30-Jun-23 31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 454,42 455,84 449,82 550,67 771,90 1.100,67 1.431,49
Piutang usaha 60,26 97,21 83,64 128,12 226,52 225,47 230,17
Persediaan 95,17 78,25 89,26 135,90 261,45 259,76 264,75
Aset lancar lainnya 19,97 19,97 19,97 19,97 19,97 19,97 19,97
Pinjaman kepada pihak ketiga 6,66 31,77 6,66 (0,01) (0,01) (0,01) (0,01)
Total aset lancar 636,47 683,04 649,34 834,64 1.279,83 1.605,85 1.946,37
ASET TIDAK LANCAR 708,31 958,33 2.038,89 2.439,91 2.485,51 2.499,33 2.503,77
TOTAL ASET 1.344,78 1.641,37 2.688,23 3.274,55 3.765,34 4.105,18 4.450,13
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 36,42 50,31 57,38 87,37 168,09 167,00 170,21
Liabilitas jangka pendek lainnya 167,92 167,92 167,92 167,92 167,92 167,92 167,92
Pinjaman dari pihak berelasi - bagian
jangka pendek 4,99 4,99 4,99 4,99 4,99 4,99 4,99
Pinjaman modal kerja - 80,53 895,56 1.135,11 1.019,40 827,81 612,39
Total liabilitas jangka pendek 209,32 303,75 1.125,85 1.395,39 1.360,39 1.167,71 955,51
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa - bagian jangka
panjang 1,81 1,81 1,81 1,81 1,81 1,81 1,81
Liabiliatas imbalan pascakerja 3,60 3,60 3,60 3,60 3,60 3,60 3,60
Provisi pembongkaran, rehabilitasi
dan penutupan tambang - bagian
jangka panjang 31,99 31,99 31,99 31,99 31,99 31,99 31,99
Liabilitas pajak tangguhan - - - - - - -
Pinjaman dari pihak berelasi - bagian
jangka panjang 336,88 337,15 337,65 331,75 331,75 331,75 331,75
Total liabilitas jangka panjang 374,28 374,55 375,05 369,15 369,15 369,15 369,15
TOTAL LIABILITAS 583,61 678,30 1.500,91 1.764,54 1.729,54 1.536,86 1.324,66
EKUITAS
Modal saham 303,92 303,92 372,50 433,01 433,01 433,01 433,01
Tambahan modal disetor (183,30) (183,30) (183,30) (183,30) (183,30) (183,30) (183,30)
Selisih transaksi dengan pihak non-
pengendali 0,70 0,70 0,70 0,70 0,70 0,70 0,70
Ekuitas merging entities
Saldo laba 577,39 779,29 934,97 1.197,14 1.722,92 2.255,45 2.812,60
Saldo defisit - - - - - - -
Total ekuitas yang diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 698,71 900,61 1.124,86 1.447,55 1.973,33 2.505,86 3.063,01
Kepentingan non-pengendali 62,46 62,46 62,46 62,46 62,46 62,46 62,46
TOTAL EKUITAS 761,17 963,07 1.187,33 1.510,01 2.035,80 2.568,32 3.125,47
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.344,78 1.641,37 2.688,23 3.274,55 3.765,34 4.105,18 4.450,13
Page 58
Lampiran 8
Proyeksi Laporan Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi Periode 6 bulan dari bulan Juli-Desember
Tahun 2023 dan Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2024-2028
Jul-Des 23 FY2024 FY2025 FY2026 FY2027 FY2028
Total Pendapatan 589,23 905,90 1.387,63 2.453,41 2.441,98 2.492,88
Beban Pokok Pendapatan (301,94) (584,22) (889,50) (1.711,32) (1.700,23) (1.732,93)
Laba Kotor 287,29 321,68 498,13 742,09 741,75 759,95
Beban Operasi (26,36) (46,79) (53,41) (58,61) (61,00) (64,14)
(Beban) Pendapatan Lain-lain (0,27) (0,05) (0,05) (0,00) (0,00) (0,00)
Laba Operasi 260,67 274,85 444,67 683,48 680,74 695,81
Pendapatan Keuangan 7,79 1,03 - - - -
Beban Keuangan (12,41) (59,35) (103,79) (92,82) (85,51) (74,21)
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan 256,04 216,52 340,88 590,65 595,23 621,60
Laba (Rugi) Entitas Subsidiari - - - - - -
Beban Pajak Penghasilan (54,28) (60,70) (81,53) (65,61) (63,46) (65,20)
Laba (Rugi) Setelah Pajak Penghasilan 201,77 155,82 259,35 525,04 531,77 556,40
Page 59
Lampiran 9
Proyeksi Laporan Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi Periode 6 bulan dari bulan Juli-Desember
Tahun 2023 dan Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2024-2028
Jul-Dec 23 FY2024 FY2025 FY2026 FY2027 FY2028
Total Pendapatan 589,23 905,90 1.387,63 2.453,41 2.441,98 2.492,88
Beban Pokok Pendapatan (301,94) (584,22) (889,50) (1.711,32) (1.700,23) (1.732,93)
Laba Kotor 287,29 321,68 498,13 742,09 741,75 759,95
Beban Operasi (26,37) (46,82) (53,44) (58,64) (61,04) (64,18)
(Beban) Pendapatan Lain-lain (0,27) (0,05) (0,05) (0,00) (0,00) (0,00)
Laba Operasi 260,66 274,82 444,64 683,45 680,71 695,78
Pendapatan Keuangan 8,22 1,64 3,39 1,00 1,00 1,00
Beban Keuangan (12,65) (59,87) (104,32) (92,84) (85,51) (74,21)
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan 256,23 216,59 343,72 591,61 596,20 622,57
Laba (Rugi) Entitas Subsidiari - - - - - -
Beban Pajak Penghasilan (54,33) (60,91) (81,55) (65,82) (63,68) (65,42)
Laba (Rugi) Setelah Pajak Penghasilan 201,90 155,68 262,17 525,78 532,53 557,15
Page 60
Lampiran 10
Analisis Rasio Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember Tahun 2023-2028
Jul-Dec 23 FY2024 FY2025 FY2026 FY2027 FY2028
Rasio lancar (dengan transaksi) 2,25 0,58 0,60 0,94 1,38 2,04
Rasio lancar (tanpa transaksi) 2,26 0,57 0,60 0,94 1,38 2,04
Selisih (0,01) 0,00 0,00 0,00 (0,00) (0,00)
Rasio kas (dengan transaksi) 1,50 0,40 0,39 0,57 0,94 1,50
Rasio kas (tanpa transaksi) 1,61 0,40 0,39 0,57 0,94 1,50
Selisih (0,11) (0,00) 0,00 0,00 0,00 (0,00)
Total Utang / Total Ekuitas (dengan transaksi) 44,18% 104,52% 97,66% 66,75% 45,45% 30,46%
Total Utang / Total Ekuitas (tanpa transaksi) 43,75% 104,25% 98,01% 66,96% 45,58% 30,53%
Selisih 0,43% 0,27% -0,35% -0,21% -0,13% -0,08%
Marjin laba bersih (dengan transaksi) 34,26% 17,18% 18,89% 21,43% 21,81% 22,35%
Marjin laba bersih (tanpa transaksi) 34,24% 17,20% 18,69% 21,40% 21,78% 22,32%
Selisih 0,02% -0,02% 0,20% 0,03% 0,03% 0,03%
Page 61
Lampiran 11
Proforma Laporan Posisi Keuangan
Reviu Rencana Profoma
30 Juni 2023 Transaksi 30 Juni 2023
Aset lancar 628.990.711 7.481.107 636.471.818
Aset tidak lancar 708.271.812 38.495 708.310.307
Total Aset 1.337.262.523 7.519.602 1.344.782.125
Liabilitas jangka pendek 204.310.985 5.013.797 209.324.782
Liabilitas jangka panjang 374.283.061 - 374.283.061
Total Liabilitas 578.594.046 5.013.797 583.607.843
Total Ekuitas 758.668.477 2.505.805 761.174.282
Total Liabilitas dan Ekuitas 1.337.262.523 7.519.602 1.344.782.125
Page 62
Lampiran 12
Analisis Inkremental
Jul-Dec 23 FY2024 FY2025 FY2026 FY2027 FY2028
LABA BERSIH
Laba Bersih (dengan transaksi) 202 156 262 526 533 557
Laba Bersih (tanpa transaksi) 202 156 259 525 532 556
Selisih 0 (0) 3 1 1 1
TOTAL ASET
Total aset (dengan transaksi) 1.641 2.688 3.275 3.765 4.105 4.450
Total aset (tanpa transaksi) 1.633 2.680 3.269 3.759 4.098 4.443
Selisih 8 8 5 6 7 7
TOTAL LIABILITAS
Total liabilitas (dengan transaksi) 678,30 1.500,91 1.764,54 1.729,54 1.536,86 1.324,66
Total liabilitas (tanpa transaksi) 673,02 1.495,12 1.764,66 1.729,66 1.536,98 1.324,78
Selisih 5,28 5,78 (0,12) (0,12) (0,12) (0,12)
TOTAL EKUITAS
Total ekuitas (dengan transaksi) 963 1.187 1.510 2.036 2.568 3.125
Total ekuitas (tanpa transaksi) 960 1.185 1.505 2.030 2.562 3.118
Selisih 3 2 5 6 7 8
Page 63
Lampiran 13
Analisis Biaya dan Pendapatan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
Jul-Dec 23 FY2024 FY2025 FY2026 FY2027 FY2028
Penghasilan keuangan (dengan transaksi) 8,22 1,64 3,39 1,00 1,00 1,00
Penghasilan keuangan (tanpa transaksi) 7,79 1,03 - - - -
Selisih 0,43 0,61 3,39 1,00 1,00 1,00
Beban keuangan (dengan transaksi) (12,65) (59,87) (104,32) (92,84) (85,51) (74,21)
Beban keuangan (tanpa transaksi) (12,41) (59,35) (103,79) (92,82) (85,51) (74,21)
Selisih (0,24) (0,51) (0,53) (0,02) - -
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.500
6974 ms
12 Sep 2026 21:43
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'sebesar 7,5% sesuai POJK 35/2020 Pasal 48.b.;'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'sebesar 7,5% sesuai POJK 35/2020 Pasal 48.b.;',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': '2023-06-30',
'value': '20'}