Skip to content
Back to announcement

20231229_ADRO_Informasi Transaksi Afiliasi_31563440_lamp5.pdf

Asset transaction Needs review ADRO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 45

Page 1
 LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk
        Tanggal Penilaian
          30 Juni 2023
Page 2
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
DESMAR, SUSANTO, SALMAN DAN REKAN
PROPERTY VALUATION, BUSINESS VALUATION & ADVISORY
                                                                                                                            DSS&R
                                                                                                                            P   A   R   T   N   E   R   S


Licence No. 2.17.0142, KMK 420/KM.1/2022, Wilayah Kerja Negara Republik Indonesia                                               A Valuation Firm




Jakarta, 18 Desember 2023

Kepada Yth.
Direksi

PT Adaro Energy Indonesia Tbk
Menara Karya Lt.23 Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 1-2.
Jakarta 12950 Indonesia.

No. Laporan             : 00126/2.0142-00/BS/02/0177/1/XII/2023
Hal                     : Pendapat Kewajaran

Dengan hormat,

LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.

Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.0001/2.0142-00/PP-B/DSS-01/0177/XI/2023
tertanggal 15 November 2023, KJPP Desmar, Susanto, Salman dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP
DSSR” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT Adaro Energy Indonesia Tbk (selanjutnya disebut
“Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan dengan rencana penandatanganan
Perjanjian Pinjaman antara PT Alam Tri Abadi (selanjutnya disebut “ATA”), suatu perseroan terbatas
yang 99,99% sahamnya dimiliki secara langsung oleh Perseroan dengan PT Indoprima Niaga Sejahtera
(selanjutnya disebut “INS”) suatu perseroan terbatas yang 65,00% sahamnya dimiliki secara tidak
langsung oleh Perseroan, dimana ATA selaku Pemberi Pinjaman sepakat untuk memberikan pinjaman
sampai dengan sejumlah IDR136.175.000.000 (seratus tiga puluh enam miliar seratus tujuh puluh lima
juta Rupiah) kepada INS selaku Penerima Pinjaman dengan tingkat suku bunga sebesar 7% (tujuh
persen) per tahun (selanjutnya disebut "Rencana Transaksi").

Perseroan saat ini menjalankan usaha dalam bidang kantor pusat dan konsultasi manajemen (untuk
kegiatan usaha anak-anak perusahaan Perseroan yang bergerak dalam bidang pertambangan,
penggalian, jasa penunjang pertambangan, perdagangan besar, angkutan, pergudangan dan aktivitas
penunjang angkutan, penanganan kargo (bongkar muat barang), aktivitas pelayanan kepelabuhanan
laut, pertanian tanaman, konstruksi, reparasi dan pemasangan mesin, pengadaan listrik, pengelolaan
air, kehutanan dan industri). ATA dan INS merupakan suatu perusahaan yang dikendalikan baik secara
langsung maupun tidak langsung oleh Perseroan.

Latar belakang dan alasan atas Rencana Transaksi ini adalah ATA saat ini memiliki posisi keuangan dan
tingkat likuiditas yang cukup baik. Rencana Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan dalam
menangkap peluang investasi guna mengembangkan bisnis Perseroan. Perseroan senantiasa berusaha
untuk memaksimalkan potensi keuangan dan jaringan Perseroan yang luas untuk menangkap peluang
investasi yang baik dan pada akhirnya menghasilkan tingkat pengembalian yang sehat bagi pemegang
saham. Perseroan juga saat ini memiliki posisi keuangan dan tingkat likuiditas yang cukup baik. Oleh
karena itu, Perseroan memiliki fleksibilitas untuk melakukan investasi baik di sektor riil maupun sektor
keuangan.



                                 Gedung TRANKA 2nd Floor, Jl. Raya Pasar Minggu Km. 17,5 No. 17, Jakarta 12520, Indonesia
                                          ▪ Phone (62 21) 7982579/ 7980085 / 7987062 ▪ Fax (62 21) 7987082
                                                                 ▪ e-mail: info@dssr.co.id
                                                                      www.dssr.co.id
Page 3
                                                                                     DSS R
                                                                                     P   A   R   T    N
                                                                                                          &
                                                                                                           E
                                                                                             A Valuation Firm
                                                                                                                R   S
                                                                                                                        `




Perseroan juga telah melakukan kajian terhadap profil risiko Perseroan sendiri atau tingkat toleransi
Perseroan terhadap fluktuasi investasi yang akan dilakukan. Perseroan senantiasa memastikan adanya
kajian profil risiko, diversifikasi investasi yang baik, serta senantiasa memantau dan melakukan
penyeimbangan portofolio investasi.

Obyek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah memberikan pendapat kewajaran atas Rencana
Transaksi.

Analisis kewajaran dilaksanakan per tanggal 30 Juni 2023, parameter dan laporan keuangan yang
digunakan dalam analisis menggunakan data per 30 Juni 2023.

Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat
kewajaran atas transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
sebagaimana diberikan oleh manajemen Perseroan, yang mana kami mengasumsikan bahwa informasi
dan data yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan adalah benar, lengkap, dapat diandalkan dan
tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan audit ataupun verifikasi secara mendetail atas semua
informasi dan data yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan
dengan demikian kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab apabila informasi dan
data yang diberikan tersebut menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Pendekatan dan metode penilaian yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah dengan menggunakan metodologi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif
berupa analisis terhadap latar belakang, manfaat serta risiko atas Rencana Transaksi, analisis terhadap
pihak-pihak yang melakukan transaksi dan hubungan keterkaitan antara pihak-pihak yang melakukan
transaksi, serta analisis terhadap kondisi industri dan prospek industri atau bidang usaha yang
dijalankan oleh Perseroan, ATA, maupun INS. Analisis kuantitatif berupa analisis kinerja keuangan
Perseroan, ATA dan INS, analisis terhadap laporan keuangan proforma Perseroan serta analisis
inkremental dengan membandingkan hasil investasi keuangan ATA pada INS dengan investasi yang
sejenis yang tersedia di pasar.

Rencana Transaksi ini merupakan transaksi yang mengandung unsur transaksi afiliasi sebagaimana
diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Benturan Kepentingan, karena dari segi kepemilikan saham, Perseroan merupakan
perusahaan pengendali dari ATA maupun INS. Perseroan merupakan pemegang 99,99% saham ATA
secara langsung, sedangkan ATA merupakan pemegang 65% saham INS. Rencana Transaksi ini bukan
merupakan transaksi material bagi Perseroan karena nilai Rencana Transaksi adalah kurang dari 20%
dari jumlah ekuitas Perseroan yang sebesar 7,02 miliar dolar Amerika Serikat (AS) berdasarkan laporan
keuangan Perseroan pada tanggal 30 Juni 2023.

Secara kualitatif, dalam hal prospek bisnis kedepan, Perseroan meyakini bahwa fundamental pasar
batubara tetap solid. Pertumbuhan permintaan listrik dan baja untuk menopang peningkatan
urbanisasi, pembangunan infrastruktur, dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut akan menjadi
faktor utamanya. Selain itu, permintaan batu bara metalurgi Indonesia diperkirakan akan meningkat
dalam lima tahun ke depan seiring perkiraan pertumbuhan kapasitas produksi batu bara kokas. Rencana
Transaksi ini akan memberikan manfaat dan keuntungan bagi Perseroan dikarenakan rencana
Pemberian fasilitas pinjaman melalui ATA kepada INS dengan tingkat suku bunga sebesar 7% per tahun,
lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tingkat suku bunga deposito pada bank Persero dengan mata
uang yang sama yang tersedia di pasar yakni sebesar 4,44% per tahun, selain itu dengan adanya
dukungan pembiayaan modal investasi dari ATA dengan bunga kompetitif, INS selaku anak usaha
Perseroan akan mampu menangkap peluang dalam rangka pengembangan bisnis dengan biaya yang


  LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                         2
Page 4
                                                                                      DSS R
                                                                                      P   A   R   T    N
                                                                                                           &
                                                                                                            E
                                                                                              A Valuation Firm
                                                                                                                 R   S
                                                                                                                         `




lebih efisien. Disamping manfaat yang akan diperoleh Perseroan atas Rencana Transaksi ini, terdapat
pula risiko yang dihadapi oleh Perseroan, risiko tersebut berkaitan dengan risiko INS dalam menjalankan
kegiatan usahanya yang dapat mempengaruhi pencapaian target pendapatan dan keuangannya
sehingga berdampak pada kemampuan INS untuk membayar kembali fasilitas pinjaman yang telah
diberikan oleh ATA.

Secara kuantitatif, mengacu pada laporan keuangan Perseroan dan ATA selama 3 (tiga) tahun terakhir,
dapat dilihat bahwa pendapatan bersih Perseroan dan ATA dalam 3 (tiga) tahun terakhir mengalami
peningkatan, dimana berdasarkan hasil perhitungan, pertumbuhan pendapatan bersih Perseroan dan
ATA secara CAGR (Compound Annual Growth Rate) selama 3 (tiga) tahun terakhir masing-masing
menunjukkan angka sebesar 78,8% dan 78,9%. Adapun rata-rata margin laba bersih yang dihasilkan oleh
Perseroan dan ATA selama 3 (tiga) tahun terakhir masing-masing adalah sebesar 22,3% dan 19,5%, hal
ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan Perseroan maupun ATA dilihat dari sisi profitabilitas sangat
baik, terbukti dengan kemampuan Perseroan dan ATA dalam menghasilkan keuntungan (laba bersih)
selama 3 (tiga) tahun terakhir dengan margin laba yang relatif cukup besar. Rencana Transaksi akan
memberikan manfaat dan potensi keuntungan bagi peningkatan pendapatan khususnya pendapatan
bunga ATA, hal ini terlihat dalam incremental analysis yang telah kami lakukan, dimana manfaat dan
hasil investasi yang dihasilkan oleh ATA atas Rencana Transaksi tersebut adalah senilai 16,6 miliar
Rupiah, dimana hal ini lebih besar bila dibandingkan dengan hasil investasi pada instrumen investasi
serupa yang tersedia di pasar, yang mana hasil investasi yang dihasilkan adalah senilai 10,6 miliar
Rupiah. Sehingga berdasarkan perbandingan tersebut potensi peningkatan pendapatan bunga
(incremental value) yang akan diperoleh ATA adalah senilai 6,0 miliar. Dalam hal kemampuan membayar
pinjaman oleh INS dapat dilihat melalui analisis rasio keuangan INS khususnya rasio likuiditas dan rasio
solvabilitas. Secara historis rasio likuiditas INS maupun rasio solvabilitas INS mengindikasikan adanya
kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Adapun dampak keuangan secara konsolidasi dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh ATA dan
INS, mengacu pada hasil analisis terhadap proforma Laporan keuangan konsolidasi Perseroan per 30
Juni 2023, menunjukkan bahwa Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh ATA dan INS tidak
mempunyai dampak terhadap laporan keuangan konsolidasi Perseroan, karena Rencana Transaksi yang
akan dilakukan tersebut merupakan transaksi antar Perusahaan Terkendali dimana kepemilikan
sahamnya baik secara langsung maupun tidak langsung secara mayoritas dimiliki oleh Perseroan.

Dengan demikian, berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek
yang terkait dalam rangka menentukan dampak positif secara kualitatif maupun kuantitatif dari
Rencana Transaksi yang akan dilakukan, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi yang akan
dilakukan berupa pemberian pinjaman sampai dengan sejumlah IDR136.175.000.000 (seratus tiga puluh
enam miliar seratus tujuh puluh lima juta Rupiah) dengan tingkat suku bunga sebesar 7% per tahun
adalah Wajar.

Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak
sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik saat ini maupun di masa
datang terkait dengan usaha Perseroan maupun atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan.




  LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                          3
Page 5
                                                                                DSS R
                                                                                P   A   R   T    N
                                                                                                     &
                                                                                                      E
                                                                                        A Valuation Firm
                                                                                                           R   S
                                                                                                                   `




Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan, atas kerjasama dan kepercayaan yang telah
diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.



Hormat kami,
KJPP DESMAR, SUSANTO, SALMAN DAN REKAN
Rekan




Desmar Dam Sitompul, MAPPI (Cert)
NIPP Bisnis : B-1.09.00177
MAPPI       : 05-S-01864
STTD        : PB-42/PM.2/2018




  LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                    4
Page 6
                                                                                                                                  DSS R
                                                                                                                                   P   A   R   T    N
                                                                                                                                                        &
                                                                                                                                                         E
                                                                                                                                           A Valuation Firm
                                                                                                                                                              R   S
                                                                                                                                                                      `




DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR....................................................................................................................... 1
DAFTAR ISI ..................................................................................................................................... 5

BAB I         PENDAHULUAN ......................................................................................................... 6
         1.1 Uraian Mengenai Penugasan..................................................................................... 6
         1.2 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ...................................................... 6
         1.3 Tanggal Penilaian (cut off date) dan Masa Berlaku Laporan ..................................... 6
         1.4 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran .............................................. 7
         1.5 Obyek Analisis Pendapat Kewajaran ......................................................................... 7
         1.6 Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen
              Terkait Rencana Transaksi ......................................................................................... 7
         1.7 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ......................................................................... 7
         1.8 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Perundang-undangan ............... 7
         1.9 Sumber Data dan Informasi....................................................................................... 7
         1.10 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi ................................................................. 9
         1.11 Pernyataan indepedensi Penilai ................................................................................ 9

BAB II             TINJAUAN DAN ANALISIS TRANSAKSI .................................................................... 10
         2.1       Latar Belakang Rencana Transaksi .......................................................................... 10
         2.2       Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi .................................................................. 10
         2.3       Objek Rencana Transaksi ......................................................................................... 10
         2.4       Identifikasi Pihak-pihak yang Bertransaksi .............................................................. 10
         2.5       Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi ................................ 15

BAB III            ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI ....................................................... 17
      3.1          Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan ................................................ 17
      3.2          Analisis atas Rencana Transaksi. ............................................................................. 17
      3.3          Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ............................................................... 19
      3.4          Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ............................................................ 25
      3.5          Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi ............................................................ 38
      3.6          Kesimpulan .............................................................................................................. 40

ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
PERNYATAAN PENILAI




   LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                                                                      5
Page 7
                                                                                  DSS R
                                                                                  P   A   R   T    N
                                                                                                       &
                                                                                                        E
                                                                                          A Valuation Firm
                                                                                                             R   S
                                                                                                                     `




                                               BAB I

                                          PENDAHULUAN


1.1   Uraian Mengenai Penugasan

      Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 0001/2.0142-00/PP-B/DSS-01/0177/XI/2023
      tertanggal 15 November 2023, KJPP Desmar, Susanto, Salman dan Rekan (selanjutnya disebut
      “KJPP DSSR” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT Adaro Energy Indonesia Tbk (selanjutnya
      disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan dengan rencana
      penandatanganan Perjanjian Pinjaman antara PT Alam Tri Abadi (selanjutnya disebut “ATA”),
      suatu perseroan terbatas yang 99,99% sahamnya dimiliki secara langsung oleh Perseroan dengan
      PT Indoprima Niaga Sejahtera (selanjutnya disebut “INS”) suatu perseroan terbatas yang 65,00%
      sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh Perseroan, dimana ATA selaku Pemberi Pinjaman
      sepakat untuk memberikan pinjaman sampai dengan sejumlah IDR136.175.000.000 (seratus tiga
      puluh enam miliar seratus tujuh puluh lima juta Rupiah) kepada INS selaku Penerima Pinjaman
      dengan tingkat suku bunga sebesar 7% (tujuh persen) per tahun (selanjutnya disebut "Rencana
      Transaksi").

1.2   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

      Pemberi tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah sebagai berikut :

      Nama Perseroan    : PT Adaro Energy Indonesia Tbk
      Bidang Usaha      : Kantor pusat dan konsultasi manajemen (untuk kegiatan usaha anak-anak
                          Perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan, penggalian, jasa
                          penunjang pertambangan, perdagangan besar, angkutan, pergudangan dan
                          aktivitas penunjang angkutan, penanganan kargo (bongkar muat barang),
                          aktivitas pelayanan kepelabuhanan laut, pertanian tanaman, konstruksi,
                          reparasi dan pemasangan mesin, pengadaan listrik, pengelolaan air,
                          kehutanan dan industri)
      Alamat            : Menara Karya Lt.23 Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 1-2. Jakarta 12950
                          Indonesia.
      Nomor Telepon     : (021) 25533000
      Nomor Fax         : (021) 57944687
      Contact Person    : Mahardika Putranto
      Email             : mahardika.putranto@adaro.com
      Website           : www.adaro.com

1.3   Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan

      Analisis Kewajaran dilaksanakan per tanggal 30 Juni 2023, parameter dan laporan keuangan yang
      digunakan dalam analisis menggunakan data per 30 Juni 2023.

      Sehubungan dengan perkembangan kondisi di Indonesia yang dipengaruhi oleh penyebaran virus
      Covid-19, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
      Republik Indonesia No. S-68/D.04/2023 tentang Keberlakuan Kebijakan Relaksasi Dalam Menjaga
      Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal akibat penyebaran Corona Virus Disease 2019. Merujuk pada
      surat edaran tersebut, masa berlaku laporan pendapat kewajaran ini berakhir pada tanggal 31
      Desember 2023.

  LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                      6
Page 8
                                                                                   DSS R
                                                                                    P   A   R   T    N
                                                                                                         &
                                                                                                          E
                                                                                            A Valuation Firm
                                                                                                               R   S
                                                                                                                       `




1.4   Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran

      Kami memahami bahwa laporan pendapat kewajaran ini disiapkan dalam rangka memenuhi
      Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
      Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

1.5   Obyek Analisis Pendapat Kewajaran

      Obyek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah memberikan pendapat kewajaran terkait
      dengan Rencana Transaksi.

1.6   Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Terkait Rencana Transaksi

      Perseroan melalui ATA tidak melakukan investasi ini kepada pihak ketiga karena dengan
      melakukan investasi kepada INS, selain mengoptimalkan tingkat pengembalian atas likuiditas
      yang dimiliki namun juga untuk mendiversifikasi sumber pendapatan Perseroan. Hal ini tentunya
      memberikan manfaat yang lebih besar untuk Perseroan dibandingkan dengan melakukan
      investasi pada pihak ketiga atau instrumen keuangan lain. Sedangkan bagi INS, rencana transaksi
      ini memberikan fleksibilitas yang lebih baik sehubungan dengan ketersediaan dana untuk
      pengembangan bisnis yang relatif lebih cepat prosesnya jika dibandingkan dengan proses yang
      dilakukan bersama pihak ketiga.

1.7   Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

      Sehubungan dengan POJK No.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan
      Kepentingan dan POJK No. 35 /POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal, maka dalam penugasan laporan pendapat kewajaran atas Rencana
      Transaksi, kami telah melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian atas
      Rencana Transaksi yang mencakup hal hal sebagai berikut:

      a. Melakukan analisis atas Rencana Transaksi.
      b. Melakukan analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi.
      c. Melakukan analisis atas kewajaran nilai transaksi
      d. Melakukan analisis dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap
         kepentingan pemegang saham.
      e. Memberikan opini terhadap kewajaran Rencana Transaksi.

1.8   Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Perundang-undangan

       Undang-Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
       Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
       Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
        Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
       Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
        Benturan Kepentingan.

1.9   Sumber Data dan Informasi

      a. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Adaro Energy Indonesia Tbk pada tanggal 30 Juni 2023
         dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 yang telah direview


  LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                        7
Page 9
                                                                               DSS R
                                                                               P   A   R   T    N
                                                                                                    &
                                                                                                     E
                                                                                       A Valuation Firm
                                                                                                          R   S
                                                                                                                  `




      oleh Kantor Akuntan Publik ( “KAP”) Tanudiredja, Wibisana, Rintis, & Rekan dengan pendapat
      bahwa tidak ada hal-hal yang menyebabkan bahwa laporan keuangan konsolidasian tidak
      menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.

   b. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Adaro Energy Indonesia Tbk pada tanggal 31 Desember
      2022 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dengan angka
      perbandingan 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis, &
      Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam
      semua hal yang material.

   c. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Adaro Energy Indonesia Tbk pada tanggal 31 Desember
      2021 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dengan angka
      perbandingan 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis, &
      Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam
      semua hal yang material.

   d. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Adaro Energy Indonesia Tbk pada tanggal 31 Desember
      2020 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dengan angka
      perbandingan 31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis, &
      Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam
      semua hal yang material.

   e. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Alam Tri Abadi pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk
      periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023.

   f. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Alam Tri Abadi pada tanggal 31 Desember 2022 dan untuk
      tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dengan angka perbandingan 31
      Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis, & Rekan dengan
      pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
      material.

   g. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Alam Tri Abadi pada tanggal 31 Desember 2021 dan untuk
      tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dengan angka perbandingan 31
      Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis, & Rekan dengan
      pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
      material.

   h. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Alam Tri Abadi pada tanggal 31 Desember 2020 dan untuk
      tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dengan angka perbandingan 31
      Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis, & Rekan dengan
      pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
      material.

   i. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Indoprima Niaga Sejahtera pada tanggal 30 Juni 2023 dan
      untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023.

   j. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Indoprima Niaga Sejahtera pada tanggal 31 Desember
       2022 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh



LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                     8
Page 10
                                                                                 DSS R
                                                                                 P   A   R   T    N
                                                                                                      &
                                                                                                       E
                                                                                         A Valuation Firm
                                                                                                            R   S
                                                                                                                    `




         KAP Jahja Gunawan & Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan
         secara wajar, dalam semua hal yang material.

     k. Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan entitas anak sebelum dan
        setelah pelaksanaan Rencana Transaksi.

     l. Draft Perjanjian Pinjaman antara ATA dengan INS sehubungan dengan Rencana Transaksi
        (selanjutnya disebut "Perjanjian").

     m. Draft Keterbukaan Informasi (KI) yang akan diumumkan Perseroan sehubungan dengan
        Rencana Transaksi Perseroan.

     n. Hasil wawancara Kami dengan manajemen Perseroan dan pihak lain yang kami anggap relevan
        guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses penilaian
        Rencana Transaksi.

     o. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal Perseroan baik dari media cetak
        maupun media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri yang diperlukan untuk proses
        penilaian Rencana Transaksi.

1.10 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi

     Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
     analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang mencakup hal–hal
     sebagai berikut:

     a. Analisis atas Rencana Transaksi.
     b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi.
     c. Analisis atas kewajaran Rencana Transaksi.

1.11 Pernyataan Independensi Penilai

     Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP DSSR bertindak secara independen
     tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, ATA maupun INS
     ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan, ATA maupun INS. KJPP DSSR juga
     tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan
     pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
     manapun. Imbalan yang Kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang
     dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.




  LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                     9
Page 11
                                                                                     DSS R
                                                                                     P   A   R   T    N
                                                                                                          &
                                                                                                           E
                                                                                             A Valuation Firm
                                                                                                                R    S
                                                                                                                         `




                                                BAB II

                           TINJAUAN DAN ANALISIS RENCANA TRANSAKSI


2.1   Latar Belakang Rencana Transaksi

      ATA saat ini memiliki posisi keuangan dan tingkat likuiditas yang cukup baik. Pinjaman yang
      diberikan oleh ATA merupakan salah satu strategi Perseroan dalam menangkap peluang investasi
      guna mengembangkan bisnis Perseroan. Perseroan senantiasa berusaha untuk memaksimalkan
      potensi keuangan dan jaringan Perseroan yang luas untuk menangkap peluang investasi yang baik
      dan pada akhirnya menghasilkan tingkat pengembalian yang sehat bagi pemegang saham.
      Perseroan juga saat ini memiliki posisi keuangan dan tingkat likuiditas yang cukup baik. Oleh
      karena itu, Perseroan memiliki fleksibilitas untuk melakukan investasi baik di sektor riil maupun
      sektor keuangan.

2.2   Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi

      Rencana Transaksi ini selain mengoptimalkan tingkat pengembalian atas likuiditas yang dimiliki
      namun juga untuk mendiversifikasi sumber pendapatan Perseroan. Sedangkan bagi INS, Rencana
      Transaksi ini memberikan fleksibilitas yang lebih baik sehubungan dengan ketersediaan dana
      untuk kegiatan operasional dan pengembangan bisnis.

2.3   Objek Rencana Transaksi

      Obyek Rencana Transaksi adalah fasilitas pinjaman dengan nilai sampai dengan sejumlah
      IDR136.175.000.000 (seratus tiga puluh enam miliar seratus tujuh puluh lima juta Rupiah) yang
      akan disediakan oleh ATA kepada INS selaku Penerima Pinjaman dengan tingkat suku bunga
      sebesar 7% (tujuh persen) per tahun.

2.4   Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi

      a. PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (“Perseroan”)

         Riwayat Singkat

         Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris Sukawaty Sumadi, S.H., Notaris di Jakarta No.
         25 tertanggal 28 Juli 2004. Akta pendirian Perseroan diumumkan dalam Berita Negara
         Republik Indonesia No. 59 tertanggal 25 Juli 2006, Tambahan Berita Negara No.8036 dan
         disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-21493
         HT.01.01.TH.2004 tertanggal 26 Agustus 2004. Anggaran Dasar Perseroan telah diubah
         beberapa kali dengan perubahan terakhir berdasarkan Akta Notaris Mahendra Adinegara,
         S.H., M.Kn., No. 16 tertanggal 15 Februari 2022 untuk mengubah nama Perseroan menjadi
         PT Adaro Energy Indonesia Tbk. Perubahan Anggaran Dasar ini telah mendapatkan
         persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
         surat keputusan No. AHU.0011776.AH.01.02.TAHUN 2022 tertanggal 16 Februari 2022.




  LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                         10
Page 12
                                                                                        DSS R
                                                                                        P    A    R   T    N
                                                                                                               &
                                                                                                                E
                                                                                                  A Valuation Firm
                                                                                                                     R    S
                                                                                                                              `




      Domisili Perseroan

      Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Juli 2005. Perseroan berdomisili di
      Jakarta dan berlokasi di Gedung Menara Karya, lantai 23, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5, Kav. 1-
      2, Jakarta Selatan.

      Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

      Seluruh saham Perseroan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 16 Juli 2008. Struktur
      pemegang saham Perseroan pada tanggal 30 Juni 2023 berdasarkan catatan yang dibuat oleh
      PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”), biro administrasi efek, adalah sebagai berikut:

      Tabel 1. Struktur Kepemilikan Saham Perseroan
                                                Jumlah Lembar         Jumlah Nominal
                                                                                            (%)
                Pemegang saham                     Saham                (Ribuan US$)
       PT Adaro Strategic Investments            14.045.425.500               150.589        43,91
       Garibaldi Thohir                           1.976.632.710                21.193            6,18
       Edwin Soeryadjaya                          1.051.738.544                11.276            3,29
       Theodore Permadi Rachmat                     812.988.601                 8.717            2,54
       Arini Saraswaty Subianto                       79.975.750                 857             0,25
       Christian Ariano Rachmat                       16.000.000                 172             0,05
       Julius Aslan                                   11.000.000                 117             0,03
       Chia Ah Hoo                                     9.593.500                 103             0,03
       Pemegang saham lainnya                    12.877.851.295               138.071        40,27
       Jumlah Saham Beredar                      30.881.205.900               331.095        96,55
       Saham Treasuri                             1.104.756.100                11.845            3,45
       Jumlah                                    31.985.962.000               342.940       100,00
     Sumber: Laporan Keuangan Limited Review Perseroan 30 Juni 2023

      Susunan Pengurus Perseroan

      Berdasarkan Akta No. 44 tertanggal 22 Mei 2023 yang dibuat dihadapan Humberg Lie, S.H.,
      S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara yang telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
      Manusia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-
      AH.01.09-0121980, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal
      30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:

      Dewan Komisaris:

      Presiden Komisaris            : Edwin Soeryadjaya
      Wakil Presiden Komisaris      : Theodore Permadi Rachmat
      Komisaris                     : Arini Saraswaty Subianto
      Komisaris Independen          : Budi Bowoleksono
                                      Mohammad Effendi




LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                                11
Page 13
                                                                                  DSS R
                                                                                  P   A   R   T    N
                                                                                                       &
                                                                                                        E
                                                                                          A Valuation Firm
                                                                                                             R    S
                                                                                                                      `




      Direksi:

     Presiden Direktur            : Garibaldi Thohir
     Wakil Presiden Direktur      : Christian Ariano Rachmat
     Direktur                     : Michael William P. Soeryadjaya
                                    Julius Aslan
                                    Chia Ah Hoo
                                    M. Syah Indra Aman

     Kegiatan Usaha

     Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah
     menjalankan usaha dalam bidang aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen (untuk
     kegiatan usaha anak-anak perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan,
     penggalian, jasa penunjang pertambangan, perdagangan besar, angkutan, pergudangan dan
     aktivitas penunjang angkutan, penanganan kargo (bongkar muat barang), aktivitas pelayanan
     kepelabuhanan laut, pertanian tanaman, konstruksi, reparasi dan pemasangan mesin,
     pengadaan listrik, pengelolaan air, kehutanan dan industri).

     Pasar Geografis

     Pelanggan Perseroan secara geografis mencakup berbagai wilayah Asia Tenggara, Asia Timur,
     India, Cina, serta beberapa wilayah lainnya termasuk Eropa, New Zealand, dan Pakistan.

     Kondisi Operasional Perseroan Serta Hasil yang Telah Dicapai

     Pada semester pertama tahun 2023, menunjukkan kekuatan operasional Perseroan di tengah
     fluktuasi harga dan kenaikan biaya. Walaupun ada tantangan-tantangan tersebut, Perseroan
     berhasil mencatat margin yang sehat dengan menghasilkan laba periode berjalan sebesar
     995,9 juta AS$.

     Perseroan mencatat kenaikan 19% pada volume penjualan menjadi 32,62 juta ton, dengan
     pendapatan yang berkurang 2% menjadi 3,48 miliar AS$ akibat penurunan pada harga jual
     rata-rata. Sejalan dengan rencana investasi, belanja modal naik 71% menjadi 269 juta AS$.
     Perseroan telah berinvestasi pada alat berat, tongkang dan infrastruktur pendukung pada
     rantai pasokan, sambil memulai investasi di smelter aluminium dan fasilitas pendukungnya.
     Perseroan mencatat laba inti sebesar 1,02 miliar AS$ pada semester I 2023 dan EBITDA
     operasional sebesar 1,39 miliar AS$.

   b. PT Alam Tri Abadi (“ATA”)

     Riwayat Singkat

     ATA merupakan Perusahaan Terkendali dari Perseroan. ATA didirikan berdasarkan Akta
     Notaris Ir. Rusli, S.H., Notaris di Bekasi No. 2 tertanggal 1 Desember 2004. Akta pendirian ATA
     disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
     Keputusan No. C-31123 HT.01.01.TH.2004 tertanggal 23 Desember 2004 dan telah
     diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 52 tertanggal 1 Juli 2005, Tambahan
     Berita Negara No. 6922. Anggaran Dasar ATA telah diubah beberapa kali dengan perubahan
     terakhir berdasarkan Akta Notaris Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn. No. 53 tertanggal 20


LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                        12
Page 14
                                                                                 DSS R
                                                                                 P    A    R   T    N
                                                                                                        &
                                                                                                         E
                                                                                           A Valuation Firm
                                                                                                              R    S
                                                                                                                       `




     September 2021 untuk menyesuaikan Pasal 3 Anggaran Dasar ATA tentang Maksud dan
     Tujuan serta Kegiatan Usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) yang
     berlaku. Perubahan Anggaran Dasar ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum
     dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
     0051320.AH.01.02 TAHUN 2021 tertanggal 21 September 2021.

     Domisili ATA

     Kantor Pusat ATA berdomisili di Jakarta dan berlokasi di Gedung Menara Karya, lantai 23, Jl.
     H.R. Rasuna Said Blok X-5, Kav. 1-2, Jakarta 12950 Indonesia.

     Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

     Komposisi para pemegang saham ATA per tanggal 31 Desember 2021 adalah sebagai berikut:

     Tabel 2. Struktur Kepemilikan Saham ATA
                                             Jumlah Lembar     Jumlah Nominal
               Pemegang saham                                                        (%)
                                                Saham            (Ribuan US$)
      PT Adaro Energy IndonesiaTbk                21.900.632         2.366.334       99,99
      PT Adaro Strategic Investments                       1                1         0,01
      Jumlah                                      21.900.633         2.366.335        100
     Sumber : manajemen

     Susunan Pengurus ATA

     Berdasarkan Akta Notaris No. 17 tanggal 11 Februari 2020 dari Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn.,
     yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
     berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.03-
     0134374, tertanggal 11 Maret 2020, Dewan Komisaris dan Direksi ATA adalah sebagai berikut:

     Dewan Komisaris

     Komisaris Utama                   : Garibaldi Thohir
     Komisaris                         : Christian Ariano Rachmat
     Komisaris                         : Julius Aslan

     Direksi

     Direktur Utama                    : Chia Ah Hoo
     Direktur                          : M. Syah Indra Aman
     Direktur                          : Lie Luckman

     Kegiatan Usaha

     Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar ATA, ruang lingkup kegiatan ATA terutama bergerak
     dalam bidang usaha perdagangan besar bahan bakar padat, cair dan gas dan produk terkait,
     perdagangan besar produk pertanian dan hewan hidup, perkebunan karet dan tanaman
     penghasil getah lainnya, perkebunan buah kelapa sawit, dan kegiatan konsultasi manajemen.



LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                         13
Page 15
                                                                                 DSS R
                                                                                 P    A    R   T    N
                                                                                                        &
                                                                                                         E
                                                                                           A Valuation Firm
                                                                                                              R    S
                                                                                                                       `




      Pasar Geografis

      Dalam melakukan kegiatan usahanya, ATA dan anak-anak perusahaannya mengandalkan
      jaringan pemasaran yang tersebar baik di wilayah domestik maupun luar negeri.

      Kondisi operasional ATA serta hasil yang telah dicapai

      Pada tahun 2022, pendapatan usaha konsolidasian ATA mencapai 7,7 miliar Dolar AS atau naik
      2x lipat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021. Sejalan dengan peningkatan
      pendapatan usaha, laba bruto ATA juga mengalami peningkatan sebesar 164,5% dari 1,49
      miliar Dolar AS menjadi 3,95 miliar Dolar AS dan laba tahun berjalan ATA naik sebesar 183,3%
      menjadi 2,35 miliar Dolar AS dari 829,28 juta Dolar AS pada periode yang sama tahun 2021.
      Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah laba tahun
      berjalan ATA mencapai 802,69 juta Dolar AS.

   c. PT Indoprima Niaga Sejahtera (“INS”)

      Riwayat Singkat

      PT Indoprima Niaga Sejahtera ("INS") didirikan berdasarkan Akta No. 5 tertanggal 10 Mei 2022
      yang dibuat di hadapan Anastasia Anne Augusta, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Cimahi. Akta
      Pendirian Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
      Indonesia dengan Surat Keputusan No.AHU-0031351.AH.01.01.TAHUN2022 tertanggal 12 Mei
      2022.

      Domisili INS

      Alamat kantor INS berlokasi di Gedung TCC-Batavia Tower One, Lt.43, Jl. K.H. Mas Mansyur
      Kav.126, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Indonesia.

      Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

      Komposisi para pemegang saham INS per tanggal 30 Juni 2023, adalah sebagai berikut:

      Tabel 3. Struktur Kepemilikan Saham INS
                                           Jumlah Lembar       Jumlah Nominal
                Pemegang saham                                                       (%)
                                              Saham                 (Rp)
       PT Alam Tri Abadi                            1.625         1.625.000000        65%
       PT Mitra Citra Intiprima                       875          875.000.000        35%
       Jumlah                                       2.500        2.500.000.000       100%
      Sumber : Manajemen

      Susunan Pengurus INS

      Susunan pengurus INS per tanggal 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:




LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                         14
Page 16
                                                                                     DSS R
                                                                                     P   A   R   T    N
                                                                                                          &
                                                                                                           E
                                                                                             A Valuation Firm
                                                                                                                R    S
                                                                                                                         `




         Dewan Komisaris

         Komisaris Utama               : Garibaldi Thohir
         Komisaris                     : Chia Ah Hoo
         Komisaris                     : Andrew Hidayat

         Direksi

         Direktur Utama                : Hendri Tamrin
         Direktur                      : Heri Gunawan
         Direktur                      : Totok Azhariyanto
         Direktur                      : Esther Suzanna Pakpahan
         Direktur                      : Yohan Purnama


         Kegiatan Usaha

         Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, Perusahaan bergerak dalam bidang
         aktivitas konsultasi manajemen dan aktivitas konsultasi bisnis dan broker bisnis.

         Pasar Geografis

         Dalam melakukan kegiatan usahanya, INS mengandalkan jaringan pemasaran di wilayah
         domestik.

         Kondisi operasional INS serta hasil yang telah dicapai

         Sampai dengan 30 Juni 2023, INS masih belum mencatatkan pendapatan operasional. Salah
         satu sumber pendapatan dari INS saat ini adalah berasal dari pendapatan lain-lain yaitu berupa
         pendapatan bunga. Adapun total pendapatan lain-lain bersih INS per tanggal 30 Juni 2023
         tercatat sebesar 240,2 juta Rupiah, mengalami peningkatan sebesar 222,87 juta dibandingkan
         periode full year tahun 2022. Laba tahun berjalan INS per 30 Juni 2023 tercatat sebesar
         perolehan pendapatan lain-lain bersih yang dihasilkan sepanjang semester I 2023 yaitu 240,2
         juta Rupiah.

2.5   Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

      Berikut adalah beberapa poin penting Perjanjian serta persyaratan yang akan disepakati dalam
      Rencana Transaksi antara ATA selaku pihak Pemberi Pinjaman dan INS selaku pihak Penerima
      Pinjaman (selanjutnya bersama-sama disebut sebagai “Para Pihak” dan masing-masing sebagai
      “Pihak”) :

      1. Para Pihak terlebih dahulu menerangkan sebagai berikut:

         a. Pemberi Pinjaman merupakan salah satu pemegang saham dari Penerima Pinjaman.
         b. Penerima Pinjaman memerlukan sejumlah dana, diantaranya untuk kegiatan operasional
            Penerima Pinjaman dan/atau anak-anak perusahaannya dan/atau menunjang kegiatan
            lainnya dari Penerima Pinjaman dan/atau anak-anak perusahaannya.




  LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                         15
Page 17
                                                                                 DSS R
                                                                                 P   A   R   T    N
                                                                                                      &
                                                                                                       E
                                                                                         A Valuation Firm
                                                                                                            R    S
                                                                                                                     `




     c. Pemberi Pinjaman menyetujui untuk menyediakan sejumlah dana tersebut sebagai
        pinjaman kepada Penerima Pinjaman berdasarkan persyaratan dan ketentuan dalam
        Perjanjian.

  2. Selama Periode Ketersediaan, Pemberi Pinjaman setuju untuk menyediakan kepada Penerima
     Pinjaman sebuah fasilitas pinjaman dengan jumlah sampai dengan Rp136.175.000.000
     (seratus tiga puluh enam miliar seratus tujuh puluh lima juta Rupiah) (“Nilai Pokok Pinjaman”)
     sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian (“Pinjaman”).

  3. Penerima Pinjaman wajib membayar bunga atas Pinjaman kepada Pemberi Pinjaman sebesar
     7% (tujuh persen) per tahun, yang dihitung berdasarkan jumlah Pinjaman yang telah dicairkan
     oleh Pemberi Pinjaman kepada Penerima Pinjaman (“Bunga”)

  4. Periode Bunga dihitung setiap 3 (tiga) bulan dan jatuh tempo setiap akhir bulan Maret, Juni,
     September, dan Desember sejak tanggal Perjanjian (“Periode Bunga”).

  5. Perjanjian berlaku efektif dan mengikat Para Pihak secara sah sejak tanggal Perjanjian
     sebagaimana disebut di awal Perjanjian sampai dengan Tanggal Jatuh Tempo yaitu tanggal 31
     Desember 2024 dan/atau pada tanggal Pinjaman telah dibayarkan kembali secara lunas oleh
     Penerima Pinjaman kepada Pemberi Pinjaman (yang mana lebih cepat terjadi) (“Jangka Waktu
     Perjanjian”).

  6. Penerima Pinjaman akan menggunakan Pinjaman, diantaranya, untuk tujuan sebagaimana
     dimaksud pada angka 1 huruf b di atas. Pemberi Pinjaman tidak memiliki kewajiban untuk
     mengawasi atau melakukan verifikasi terhadap penggunaan Pinjaman tersebut.

  7. Para Pihak sepakat bahwa persyaratan pendahuluan berikut ini harus dipenuhi sebelum
     Tanggal Pencairan:

     a. Pemberi Pinjaman telah mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris Pemberi Pinjaman
        untuk memberi Pinjaman sebagaimana dipersyaratkan dalam anggaran dasar Pemberi
        Pinjaman.
     b. Penerima Pinjaman telah mendapatkan persetujuan Dewan Kommisaris Penerima
        Pinjaman untuk memperoleh Pinjaman yang dipersyaratkan dalam anggaran dasar
        Penerima Pinjaman..

  8. Pembayaran kembali Pinjaman, berikut Bunga dan biaya-biaya lainya yang wajib dilakukan
     oleh Penerima Pinjaman kepada Pemberi Pinjaman secara penuh dan sekaligus selambat-
     lambatnya pada Tanggal Jatuh Tempo.

  9. Penerima Pinjaman diperkenankan untuk membayar kembali lebih cepat seluruh atau
     sebagian dari Nilai Pinjaman yang terutang kepada Pemberi Pinjaman berdasarkan Perjanjian,
     dengan ketentuan pembayaran dipercepat tersebut dilaksanakan sesuai syarat serta
     ketentuan dalam perjanjian.

  10. Pajak-pajak yang timbul atas Perjanjian menjadi tanggung jawab masing-masing Pihak
      berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.




LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                       16
Page 18
                                                                                 DSS R
                                                                                 P   A   R   T    N
                                                                                                      &
                                                                                                       E
                                                                                         A Valuation Firm
                                                                                                            R    S
                                                                                                                     `




                                                 BAB III

                       ANALISIS TENTANG KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI


3.1   Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan

      Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
      analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang mencakup hal–hal
      sebagai berikut:

      a. Analisis atas Rencana Transaksi.
      b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi.
      c. Analisis kewajaran Rencana Transaksi.

3.2   Analisis atas Rencana Transaksi

      a. Pihak-pihak yang melakukan transaksi dan hubungan keterkaitan antar pihak.

         Pihak-pihak yang melakukan transaksi

         Sebagaimana disampaikan pada bab sebelumnya, bahwa pihak-pihak yang melakukan
         transaksi dalam Rencana Transaksi adalah ATA selaku pihak Pemberi Pinjaman dan INS selaku
         pihak Penerima Pinjaman.

         Hubungan keterkaitan antara pihak-pihak yang melakukan transaksi

         Hubungan dari segi kepemilikan saham




  LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                     17
Page 19
                                                                              DSS R
                                                                               P   A   R   T    N
                                                                                                    &
                                                                                                     E
                                                                                       A Valuation Firm
                                                                                                          R    S
                                                                                                                   `




     Berdasarkan diagram komposisi kepemilikan saham Perseroan, ATA dan INS di atas dapat
     diketahui bahwa Perseroan merupakan induk dari ATA dan INS, dimana Perseroan memiliki
     99,99% saham pada ATA dan secara tidak langsung memiliki 65% saham INS, sehingga dapat
     disimpulkan bahwa terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan, ATA dan INS dari segi
     kepemilikan saham.

     Hubungan dari segi kepengurusan

     Berdasarkan data susunan pengurus ATA sebagaimana tercantum dalam Bab II bagian 2.4
     huruf (b) mengenai Susunan Pengurus ATA, dan data susunan pengurus INS sebagaimana
     tercantum dalam Bab II bagian 2.4 huruf (c) mengenai Susunan Pengurus INS maka dapat
     diketahui bahwa terdapat hubungan afiliasi antara ATA selaku pihak pemberi pinjaman
     dengan INS selaku pihak penerima pinjaman dari segi kepengurusan, dikarenakan terdapat
     kesamaan anggota susunan pengurus pada ATA dan INS.

   b. Skema Rencana Transaksi Pemegang Saham

     ATA akan memberikan fasilitas Pinjaman kepada INS sampai dengan sejumlah
     IDR136.175.000.000 (seratus tiga puluh enam miliar seratus tujuh puluh lima juta Rupiah)
     dengan tingkat suku bunga sebesar 7% (tujuh persen) per tahun dan selanjutnya dana tersebut
     diantaranya akan digunakan untuk kegiatan operasional INS guna mendukung tujuan
     Perseroan sehubungan dengan pengembangan bisnis dan memaksimalkan tingkat
     pengembalian serta mendiversifikasi sumber pendapatan Perseroan.




   c. Analisis Manfaat Rencana Transaksi bagi Perseroan

     Dengan ditandatanganinya Perjanjian Pinjaman, jangka waktu dan proses sehubungan dengan
     Perjanjian Pinjaman dapat digunakan atau dilaksanakan dengan sangat efisien oleh INS.
     Rencana Transaksi Perjanjian Pinjaman akan memberikan nilai positif bagi kedua pihak dan
     juga makin mendukung tujuan Perseroan sehubungan dengan pengembangan bisnis dan
     memaksimalkan tingkat pengembalian.



LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                     18
Page 20
                                                                                    DSS R
                                                                                    P   A   R   T    N
                                                                                                         &
                                                                                                          E
                                                                                            A Valuation Firm
                                                                                                               R    S
                                                                                                                        `




      d. Analisis risiko Rencana Transaksi bagi Perseroan

         Berikut adalah beberapa risiko yang mungkin muncul sehubungan dengan Rencana Transaksi
         :

          Risiko kondisi perekonomian nasional

            Adanya perubahan terhadap kondisi perekonomian nasional dapat menyebabkan tingkat
            suku bunga bank menjadi turun signifikan sehingga menimbulkan adanya opportunity loss
            di kemudian hari. Kondisi perekonomian yang tidak stabil cenderung ke arah merosotnya
            kondisi perekonomian nasional akan berdampak pada kemunduran dalam dunia usaha.

          Risiko tidak tercapainya target pendapatan serta keuangan INS

            Risiko ini berkaitan dengan hasil investasi yang ditawarkan oleh INS dimana hal ini akan
            berdampak pada kemampuan INS untuk membayar kembali pinjaman kepada ATA.

          Risiko kegagalan pembayaran

            Risiko ini berkaitan dengan adanya kemungkinan kegagalan pembayaran dari penerima
            pinjaman yang diakibatkan oleh ketidakmampuan penerima pinjaman untuk membayar
            pinjamannya.

3.3   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

      Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat kondisi perekonomian dan
      tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang dijalankan Perseroan serta melihat potensi
      atau prospek usaha Perseroan kedepannya.

      a. Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia

         Pertumbuhan Ekonomi Global

         Pertumbuhan ekonomi global 2023 diprakirakan tetap sebesar 2,7%, namun disertai dengan
         pergeseran sumber pertumbuhan. Pertumbuhan Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara
         maju di Eropa diprakirakan lebih baik, dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga seiring
         dengan perbaikan upah dan keyakinan konsumen. Pertumbuhan ekonomi Jepang
         diprakirakan masih kuat dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga dan ekspor yang membaik.
         Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Cina lebih rendah sejalan dengan tertahannya
         konsumsi dan investasi terutama sektor properti. Tekanan inflasi di negara maju masih relatif
         tinggi dipengaruhi oleh perekonomian yang lebih kuat dan pasar tenaga kerja yang ketat. Hal
         ini diprakirakan akan mendorong kenaikan lebih lanjut suku bunga kebijakan moneter di
         negara maju, termasuk Federal Funds Rate (FFR). Perkembangan tersebut mendorong aliran
         modal ke negara berkembang lebih selektif dan meningkatkan tekanan nilai tukar di negara
         berkembang, termasuk Indonesia, sehingga memerlukan penguatan respons kebijakan untuk
         memitigasi risiko rambatan global.




  LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                        19
Page 21
                                                                                 DSS R
                                                                                 P   A   R   T    N
                                                                                                      &
                                                                                                       E
                                                                                         A Valuation Firm
                                                                                                            R    S
                                                                                                                     `




      Tabel 4. Pertumbuhan PDB Dunia




      Sumber: IMF WEO. *Proyeksi Bank Indonesia

      Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

      Perekonomian domestik pada triwulan II 2023 diprakirakan tumbuh lebih baik dari proyeksi,
      ditopang oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan investasi. Konsumsi rumah tangga
      meningkat didorong oleh terus naiknya mobilitas, membaiknya ekspektasi pendapatan, dan
      terkendalinya inflasi, serta dampak positif dari Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan
      pemberian gaji ke-13 kepada Aparatur Sipil Negara. Investasi juga meningkat terutama
      investasi nonbangunan sejalan dengan kinerja ekspor yang positif dan berlanjutnya hilirisasi.
      Sementara itu, ekspor barang diprakirakan melambat sejalan ekonomi global yang melemah,
      sedangkan ekspor jasa tumbuh tinggi dipengaruhi oleh kenaikan kunjungan wisatawan
      mancanegara.

      Berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi terutama ditopang Industri Pengolahan,
      Perdagangan Besar dan Eceran, serta Informasi dan Komunikasi. Sementara secara spasial,
      pertumbuhan ekonomi terutama ditopang oleh pertumbuhan wilayah Kalimantan dan Jawa
      yang masih kuat sejalan dengan terjaganya permintaan domestik. Dengan perkembangan
      tersebut, pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dapat mencapai kisaran 4,5-5,3%. Bank
      Indonesia akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus
      makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari
      sisi permintaan.

      Tabel 5. Pertumbuhan PDB Sisi Lapangan Usaha




      Sumber: BPS




LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                       20
Page 22
                                                                                       DSS R
                                                                                       P   A   R   T    N
                                                                                                            &
                                                                                                             E
                                                                                               A Valuation Firm
                                                                                                                  R    S
                                                                                                                           `




      Neraca Pembayaran Indonesia

      Neraca perdagangan triwulan II 2023 mencatat surplus yang lebih rendah dipengaruhi oleh
      penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi global. Sementara itu, ketidakpastian
      pasar keuangan global berdampak pada net outflows aliran modal asing dalam bentuk
      investasi portofolio pada triwulan II 2023 sebesar 1,3 miliar dolar AS. Namun demikian, pada
      triwulan III 2023 aliran modal asing hingga 21 Juli 2023 kembali masuk sehingga mencatat net
      inflows sebesar 0,3 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Juni 2023 tercatat
      tinggi sebesar 137,5 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan
      impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
      internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, kinerja NPI pada 2023 diprakirakan akan tetap
      baik dengan transaksi berjalan terjaga dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4%
      dari PDB. Neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan juga tetap terjaga, ditopang oleh
      aliran masuk modal asing dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA) maupun investasi
      portofolio, sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional.

      Inflasi

      Inflasi IHK pada bulan Juni 2023 tercatat 3,52% (yoy) sehingga berada di dalam sasaran
      3,0±1%. Penurunan inflasi terjadi di semua kelompok. Inflasi inti Juni 2023 tercatat 2,58%
      (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,66% (yoy)
      dipengaruhi oleh stabilnya nilai tukar, turunnya harga komoditas global, rendahnya dampak
      lanjutan dari inflasi volatile food, dan terkendalinya ekspektasi inflasi. Inflasi kelompok volatile
      food tercatat 1,20% (yoy), turun dari inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 3,28% (yoy).
      Inflasi kelompok administered prices juga menurun dari 9,52% (yoy) menjadi 9,21% (yoy).
      Kembalinya inflasi ke dalam sasaran sebagai hasil positif dari konsistensi kebijakan moneter
      serta eratnya sinergi pengendalian inflasi pangan antara Bank Indonesia dan Pemerintah
      (Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah.
      Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia meyakini inflasi tetap terkendali dalam
      kisaran 3,0±1% pada sisa tahun 2023 dan 2,5±1% pada 2024.

                Grafik 1. Perkembangan Inflasi               Grafik 2. Rupiah vs Negara Kawasan




LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                             21
Page 23
                                                                                  DSS R
                                                                                   P   A   R   T    N
                                                                                                        &
                                                                                                         E
                                                                                           A Valuation Firm
                                                                                                              R    S
                                                                                                                       `




      Nilai Tukar Rupiah

      Nilai tukar Rupiah terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang ditempuh Bank
      Indonesia. Nilai tukar Rupiah secara year to date tercatat menguat 3,63% ptp dari level akhir
      Desember 2022, lebih kuat dibandingkan dengan apresiasi Peso Filipina, Rupee India, dan
      Baht Thailand masing-masing sebesar 1,78%, 1,11%, dan 0,42%. Ke depan, dengan akan
      meredanya ketidakpastian pasar keuangan global, Bank Indonesia memprakirakan nilai tukar
      Rupiah akan menguat ditopang oleh prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, inflasi yang
      rendah, imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik, dan dampak positif dari
      implementasi PP 36/2023 tentang DHE SDA. Persepsi investor terhadap prospek
      perekonomian Indonesia juga menguat, tecermin pada peningkatan outlook sovereign credit
      rating Indonesia oleh lembaga pemeringkat R&I, dari stabil menjadi positif, dengan level
      rating tetap terjaga pada BBB+ (dua notch di atas level terendah investment grade). Bank
      Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui triple intervention
      dan twist operation untuk memitigasi risiko rambatan ketidakpastian pasar keuangan global.

      Suku Bunga

      Likuiditas perbankan tetap longgar sehingga berpotensi mendorong berlanjutnya
      peningkatan kredit/pembiayaan. Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK)
      tercatat tinggi, yakni 26,73% pada Juni 2023, sejalan dengan stance kebijakan likuiditas
      longgar Bank Indonesia. Perkembangan likuiditas tersebut berperan positif terhadap
      perkembangan suku bunga perbankan. Di pasar uang, suku bunga IndONIA cukup rendah
      yakni 5,61% pada 24 Juli 2023. Di pasar obligasi, imbal hasil SBN tenor jangka pendek tercatat
      5,99%, sementara imbal hasil SBN tenor jangka panjang tercatat 6,22% pada tanggal yang
      sama. Di perbankan, suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Juni 2023
      terjaga rendah, yaitu sebesar 4,14% dan 9,34%. Bank Indonesia terus memastikan kecukupan
      likuiditas untuk terjaganya stabilitas sistem keuangan dan meningkatnya kredit/pembiayaan
      guna berlanjutnya pemulihan ekonomi nasional.

      Grafik 3. Suku Bunga Kebijakan dan PUAB O/N         Grafik 4. Suku bunga KMK, KI, dan KK




      Kredit/pembiayaan perbankan tumbuh melambat karena menurunnya permintaan kredit dari
      dunia usaha. Di tengah longgarnya sisi penawaran oleh tersedianya likuiditas, tingginya
      rencana penyaluran kredit, serta longgarnya standar penyaluran kredit/pembiayaan
      perbankan, korporasi cenderung mempercepat pelunasan kredit, dan berperilaku wait and
      see dalam meningkatkan rencana investasinya ke depan. Kredit perbankan pada Juni 2023


LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                         22
Page 24
                                                                                  DSS R
                                                                                  P   A   R   T    N
                                                                                                       &
                                                                                                        E
                                                                                          A Valuation Firm
                                                                                                             R    S
                                                                                                                      `




      tumbuh sebesar 7,76% (yoy), terutama ditopang oleh sektor Jasa Dunia Usaha, Jasa Sosial,
      dan Pertambangan. Pembiayaan syariah juga tumbuh tinggi mencapai 17,09% (yoy) pada Juni
      2023. Di segmen UMKM, pertumbuhan kredit terus berlanjut, yaitu mencapai 7,34% (yoy)
      pada Juni 2023. Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong penyaluran
      kredit/pembiayaan dari sisi penawaran perbankan dalam rangka mengakselerasi
      pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Untuk itu, kebijakan insentif likuiditas
      makroprudensial difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki daya ungkit lebih tinggi bagi
      pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, khususnya pada sektor hilirisasi
      (minerba, pertanian, peternakan, dan perikanan), perumahan (termasuk perumahan rakyat),
      pariwisata, inklusif (termasuk UMKM, KUR, dan ultra mikro/UMi), serta ekonomi keuangan
      hijau. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2023 dalam kisaran 9-11%
      (yoy).

   b. Tinjauan Industri

      Industri pertambangan di Indonesia telah memainkan peran yang sangat penting dalam
      perekonomian negara selama beberapa dekade terakhir. Dikenal sebagai salah satu produsen
      mineral dan batubara terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi pertambangan yang
      melimpah mencakup berbagai komoditas berharga, mulai dari nikel hingga emas.

      Pada triwulan II-2023, sektor pertambangan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap
      Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, mencapai 10,48%. Namun pada Q2, pangsa sektor ini
      mengalami penurunan sebesar 8,83% dibandingkan triwulan sebelumnya (QoQ) menjadi Rp
      547.856,9 miliar. Meskipun persentase tersebut mungkin masih berada di bawah sektor-
      sektor penting seperti manufaktur dan pertanian, namun kontribusi sektor pertambangan
      masih melebihi kontribusi beberapa industri lainnya. Secara khusus, sektor pertambangan
      mengungguli sektor-sektor seperti informasi dan komunikasi dengan kontribusi sebesar
      Rp220.049,1 miliar (4,21%), jasa keuangan dan asuransi sebesar Rp214.372,9 miliar (4,10%),
      pengangkutan dan pergudangan dengan nilai Rp306.656,1 miliar (5,87 miliar). %), penyediaan
      air dan pengelolaan limbah dengan kontribusi sebesar Rp3.343,3 miliar (0,06%), listrik dan gas
      sebesar Rp53.226,2 miliar (1,02%), dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang memberikan
      kontribusi sebesar Rp62.634,8 miliar (1,20%) (BPS, 2023).

      Di Indonesia, sektor pertambangan terbagi menjadi 4 kelompok usaha, yaitu Pertambangan
      Minyak, Gas dan Panas Bumi, Pertambangan Batubara dan Lignit, Pertambangan Bijih Logam,
      serta Pertambangan dan Ekstraksi Lainnya.

      Berdasarkan diagram kontribusi subsektor pertambangan terhadap total kontribusi sektor
      pertambangan di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa subsektor “Pertambangan Batubara
      dan Lignit” mendominasi dengan persentase kontribusi mencapai 54,19%. Hal ini
      menunjukkan bahwa batu bara dan lignit masih menjadi komoditas utama industri
      pertambangan Indonesia.

      Ekspor batu bara dan minyak mentah menjadi tulang punggung ekspor komoditas
      pertambangan pada periode ini. Meskipun ada tantangan harga, permintaan global terhadap
      batubara Indonesia tetap kuat. Sementara itu, minyak mentah juga masih diminati pasar
      global. Pada tahun 2023, sektor pertambangan Indonesia menunjukkan tanda-tanda positif
      pemulihan ekspor komoditas. Faktor-faktor seperti pemulihan ekonomi global dan stabilitas
      harga komoditas memberikan dorongan positif. Ekspor batu bara masih menjadi kontributor
      utama sektor ini. Permintaan dari negara-negara seperti Tiongkok dan Singapura tetap tinggi,


LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                        23
Page 25
                                                                                 DSS R
                                                                                 P   A   R   T    N
                                                                                                      &
                                                                                                       E
                                                                                         A Valuation Firm
                                                                                                            R    S
                                                                                                                     `




     dan inovasi di bidang logistik dan pelayaran telah membantu meningkatkan daya saing
     batubara Indonesia di pasar internasional.

     Pada tahun 2023, ekspor batubara termal Indonesia telah mencapai tingkat yang belum
     pernah terjadi sebelumnya yaitu lebih dari 413 juta metrik ton dalam sepuluh bulan pertama,
     mengukuhkan posisinya sebagai eksportir bahan bakar listrik beremisi tinggi terbesar di dunia.
     Pengiriman batubara dari Indonesia mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama
     pada tahun 2022, dengan tingkat pertumbuhan sekitar dua kali lipat dari total ekspor batubara
     global. Ekspor ini diperkirakan akan mencapai tingkat tertinggi pada tahun 2023, meskipun
     ada upaya untuk mengalihkan beberapa sistem energi utama dari bahan bakar fosil.

   c. Prospek Usaha Perseroan

      IMF memperkirakan perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2023 karena
      tekanan inflasi dan gejolak pasar akibat ketegangan geopolitik. Namun, permintaan Cina
      setelah pembukaan kembali akan mendorong kegiatan ekonomi dan memberikan harapan
      akan pemulihan yang lebih cepat. Perkiraan tingginya pertumbuhan ekonomi India dan
      Indonesia akan mengimbangi perkiraan perlambatan ekonomi di tahun 2023. Meskipun
      pertumbuhan melambat, volume perdagangan batu bara termal diperkirakan akan meningkat
      tahun ini karena peningkatan permintaan Cina, India, dan Asia Tenggara. El Nino diperkirakan
      akan terjadi di tahun 2023 sehingga membatasi produksi listrik PLTA, sementara
      pertumbuhan ekonomi yang kuat di negara dan wilayah tersebut akan meningkatkan
      kebutuhan listrik. Meskipun di awal tahun permintaan Eropa diperkirakan terbatas karena
      memadainya persediaan gas dan batu bara setelah musim dingin yang moderat, masih ada
      ancaman kekurangan bahan bakar. Suplai diperkirakan akan pulih bersama permintaan,
      namun gangguan cuaca tetap menjadi tantangan. Di jangka panjang, pertumbuhan
      permintaan domestik yang kuat akan terus menopang permintaan batu bara. Peristiwa tahun
      2022 membuktikan bahwa batu bara merupakan sumber energi yang andal untuk
      menghindari krisis energi di tengah ketidakpastian. Apalagi, pembangkit listrik baru tengah
      direncanakan untuk dibangun di Asia pada dekade ini demi ketahanan energi. Faktor-faktor
      tersebut akan menopang kebutuhan batu bara termal di jangka panjang dan harga karena
      suplai diperkirakan akan stabil akibat kurangnya investasi, hambatan infrastruktur, serta
      peraturan pemerintah di berbagai negara.

      Volume perdagangan batu bara metalurgi seaborne diperkirakan akan meningkat kembali
      pada tahun 2023, terutama karena Eropa, Cina, India dan Asia Tenggara. Sejak turunnya harga
      energi, Eropa kembali menggunakan tanur tiup yang sebelumnya diabaikan. Permintaan India
      juga akan mendorong impor batu bara seaborne untuk mendukung kegiatan konstruksi.
      Pembukaan kembali Cina akan meningkatkan aktivitas ekonomi dan mendorong aktivitas
      konstruksi. Permintaan Indonesia juga akan tinggi berkat peningkatan kapasitas kokas. Di
      jangka panjang, permintaan batu bara metalurgi diperkirakan tetap terjaga. Ekspansi tanur
      tiup dan pabrik kokas India akan menjadikannya pendorong utama pertumbuhan permintaan
      dalam 10 tahun ke depan. Selain itu, pertumbuhan kapasitas kokas domestik Indonesia dalam
      lima tahun ke depan akan meningkatkan penggunaan batu bara metalurgi domestik.
      Negara-negara lain di Asia Tenggara juga diperkirakan akan mengkonsumsi lebih banyak batu
      bara impor untuk mendukung industrialisasi. Selain itu, pertumbuhan tanur busur listrik (EAF)
      akan bergantung pada pasokan listrik dan ketersediaan baja bekas yang diperkirakan terbatas
      dan mahal. Di sisi lain, suplai akan terbatas karena sedikitnya proyek greenfield, kurangnya
      investasi dan adanya intervensi pemerintah yang akan menyebabkan kekurangan suplai di
      pasar.


LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                       24
Page 26
                                                                                          DSS R
                                                                                          P   A   R   T    N
                                                                                                               &
                                                                                                                E
                                                                                                  A Valuation Firm
                                                                                                                     R    S
                                                                                                                              `




3.4   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

      Analisis kuantitatif atas rencana transaksi merupakan analisis penilaian yang dilakukan terhadap
      kinerja keuangan perusahaan secara historis yang meliputi analisis terhadap kinerja keuangan
      serta analisis rasio keuangan Perseroan, ATA dan INS.

      PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk (“PERSEROAN”)

      a. Analisis Kinerja Keuangan Perseroan

         Tabel 6. Kinerja Keuangan Perseroan                                                  (Ribuan dolar AS)
                                                                                                       30 Juni
                Laporan Posisi Keuangan                 2020           2021        2022
                                                                                                        2023
          Aset Lancar                                 1.731.867      2.838.132    5.319.309           4.056.579
          Aset Tidak Lancar                           4.649.699      4.748.804    5.462.998           5.678.982
          Total Aset                                 6.381.566       7.586.936   10.782.307           9.735.561
          Liabilitas Jangka Pendek                    1.144.923      1.361.558    2.447.512           1.062.192
          Liabilitas Jangka Panjang                   1.284.929      1.767.063    1.807.457           1.654.617
          Total Liabilitas                           2.429.852       3.128.621    4.254.969           2.716.809
          Ekuitas                                    3.951.714       4.458.315    6.527.338           7.018.752
         Sumber : Laporan Keuangan Perseroan 31 Desember 2020 – 30 Juni 2023

         Total Aset

         Total aset Perseroan per 31 Desember 2022 mencapai 10,78 miliar dolar AS, mengalami
         peningkatan sebesar 42,1% dari 7,59 miliar dolar AS per 31 Desember 2021. Peningkatan total
         aset terutama disebabkan oleh peningkatan aset lancar sebesar 87,4% atau setara 2,5 miliar
         dolar AS dan peningkatan aset tidak lancar sebesar 15,0% atau setara 714,2 juta dolar AS. Pada
         tanggal 30 Juni 2023 total aset Perseroan turun 9,7% menjadi 9,74 miliar dolar AS dari total
         aset per 31 Desember 2022 terutama karena penurunan pada kas dan setara kas.

         Aset lancar

         Dalam laporan keuangan Perseroan, yang masuk ke dalam klasifikasi aset lancar adalah jika
         dapat diselesaikan dalam waktu kurang atau sama dengan dua belas bulan. Pada tahun 2022,
         total aset lancar Perseroan mencapai 5,3 miliar dolar AS, naik 87,4% dibandingkan 2,8 miliar
         dolar AS pada tahun sebelumnya. Secara nominal, peningkatan terbesar aset lancar pada
         tahun 2022 terjadi pada akun kas dan setara kas yang mengalami peningkatan sebesar 2,26
         miliar dolar AS atau 124,6%. Peningkatan juga terjadi pada akun piutang usaha, dimana pada
         tahun 2022 jumlah piutang usaha Perseroan tercatat sebesar 647,2 juta dolar AS mengalami
         peningkatan sebesar 195,2 juta dolar AS atau 43,2% dari tahun 2021 yang tercatat sebesar
         451,9 juta dolar AS. Total aset lancar Perseroan mengalami penurunan sebesar 1,26 miliar
         dolar AS menjadi sebesar 4,06 miliar dolar AS per 30 Juni 2023.

         Aset Tidak Lancar

         Pada tahun 2022 total aset tidak lancar Perseroan mengalami peningkatan sebesar 15,0%
         dibandingkan tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2022 total aset tidak lancar Perseroan

  LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                              25
Page 27
                                                                                  DSS R
                                                                                   P   A   R   T    N
                                                                                                        &
                                                                                                         E
                                                                                           A Valuation Firm
                                                                                                              R    S
                                                                                                                       `




     tercatat sebesar 5,5 miliar dolar AS naik dari tahun 2021 yang tercatat sebesar 4,7 miliar dolar
     AS. Peningkatan ini terutama disebabkan dari meningkatnya investasi lain-lain serta investasi
     pada ventura bersama. Pada tanggal 30 Juni 2023 total aset tidak lancar Perseroan tercatat
     sebesar 5,68 miliar dolar AS atau mengalami kenaikan sebesar 215,98 juta dari total aset tidak
     lancar per 31 Desember 2022.

     Total Liabilitas

     Total liabilitas naik 36,0% y-o-y menjadi 4,25 miliar dolar AS. Liabilitas jangka pendek naik
     79,8% y-o-y menjadi 2,4 miliar dolar AS dan liabilitas jangka panjang naik 2,3% y-o-y menjadi
     1,8 miliar dolar AS. Total liabilitas naik disebabkan oleh kenaikan utang pajak penghasilan
     badan sebesar 240,4% menjadi 1,2 miliar dolar AS di tahun 2022 dari 345,4 juta dolar AS di
     tahun 2021 karena kenaikan laba sebelum pajak akibat kenaikan pendapatan. Peningkatan
     jumlah liabilitas Perseroan di sepanjang tahun 2022 juga disebabkan oleh adanya peningkatan
     utang dividen sebesar 40,7% dari 378,5 juta dolar AS pada tahun 2021 menjadi 532,5 juta dolar
     AS pada tahun 2022. Jumlah liabilitas Perseroan per 30 Juni 2023 tercatat sebesar 2,72 miliar
     dolar AS.

     Liabilitas Jangka Pendek

     Liabilitas jangka pendek terdiri dari utang usaha, utang dividen, akrual, utang pajak, utang
     royalti, instrumen keuangan derivatif, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, bagian lancar
     liabilitas sewa, utang bank dan pinjaman dari pihak ketiga, dan utang lain- lain.
     Liabilitas jangka pendek naik 79,8% dari 1,4 miliar dolar AS pada tahun 2021 menjadi 2,4 miliar
     dolar AS pada tahun 2022. Peningkatan liabilitas jangka pendek terutama disebabkan oleh
     adanya peningkatan pada utang dividen sebesar 153,9 juta dolar AS dan utang pajak sebesar
     830,6 juta dolar AS. Liabilitas jangka pendek Perseroan per 30 Juni 2023 mengalami penurunan
     sebesar 1,38 miliar dolar AS jika dibandingkan posisi per 31 Desember 2022.

     Liabilitas jangka Panjang
     Liabilitas jangka panjang naik 2,3% dari 1,77 miliar dolar AS pada tahun 2021 menjadi 1,8 miliar
     dolar AS di tahun 2022. Peningkatan liabilitas jangka panjang antara lain disebabkan oleh
     peningkatan pada utang bank jangka panjang sebesar 117,3 juta dolar AS dari sebelumnya
     pada tahun 2021 tercatat sebesar 550,6 juta dolar AS menjadi sebesar 667,9 juta dolar AS pada
     tahun 2022. Pada tanggal 30 Juni 2023 jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan tercatat
     sebesar 1,65 miliar dolar AS atau mengalami penurunan sebesar 8,5% dibandingkan pada
     posisi per 31 Desember 2022.

     Ekuitas
     Ekuitas Perseroan pada tahun 2022 tercatat sebesar 6,5 miliar dolar AS, naik 46,4% dari 4,5
     miliar dolar AS pada tahun 2021. Peningkatan ekuitas sebagian besar disebabkan oleh
     penambahan saldo laba sebesar 1,69 miliar dolar AS menjadi 4,5 miliar dolar AS dari
     sebelumnya 2,8 miliar dolar AS pada tahun 2021. Peningkatan saldo laba ini sejalan dengan
     meningkatnya laba bersih hasil operasional Perseroan untuk tahun 2022. Jumlah ekuitas
     Perseroan per 30 Juni 2022 tercatat sebesar 7,02 miliar dolar AS.




LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                         26
Page 28
                                                                                     DSS R
                                                                                     P   A   R   T    N
                                                                                                          &
                                                                                                           E
                                                                                             A Valuation Firm
                                                                                                                R    S
                                                                                                                         `




      Tabel 7. Laporan Laba Rugi Perseroan                                               (Ribuan dolar AS)
                                                                                                  30 Juni
               Laporan Laba/Rugi                    2020           2021       2022
                                                                                                   2023
       Pendapatan usaha                           2.534.842      3.992.718   8.102.399           3.479.282
       Beban Pokok Pendapatan                     1.958.113      2.222.972   3.449.427           2.033.119
       Laba bruto                                   576.729      1.769.746   4.652.972           1.446.163
       Laba usaha                                   284.897      1.528.279   4.308.347           1.178.419
       Laba bersih                                  158.505      1.028.593   2.831.123               995.966
     Sumber : Laporan Keuangan Perseroan 31 Desember 2020 – 30 Juni 2023

     Pendapatan Usaha

     Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar 8,1 miliar dolar AS pada tahun 2022, atau naik
     sebesar 102,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan yang signifikan
     karena kenaikan harga dan volume penjualan batubara. Pendapatan usaha Perseroan untuk
     periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 tercatat sebesar 3,48 miliar dolar
     AS. Segmen pertambangan dan penjualan batu bara meliputi 98% pendapatan AEI.

     Beban Pokok Pendapatan

     Beban pokok pendapatan di tahun 2022 naik 55,2% menjadi 3,45 miliar dolar AS dari 2,22
     miliar dolar AS di tahun sebelumnya, terutama karena kenaikan beban royalti akibat kenaikan
     penjualan batubara. Biaya penambangan naik 28% menjadi 1,1 miliar dolar AS dari 871 miliar
     dolar AS tahun sebelumnya karena kenaikan volume penjualan batubara dan biaya bahan
     bakar. Perseroan senantiasa menjaga efisiensi di sepanjang rantai pasoknya yang terintegrasi
     secara vertikal. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2022 jumlah
     beban pokok pendapatan Perseroan tercatat sebesar 2,03 miliar dolar AS.

     Laba Bruto

     Seiring dengan meningkatnya pendapatan operasional Perseroan pada tahun 2022, laba bruto
     Perseroan juga tercatat mengalami peningkatan sebesar 162,9% dibandingkan tahun
     sebelumnya, menjadi 4,65 miliar dolar AS dari tahun 2021 yang tercatat sebesar 1,77 juta dolar
     AS. Adapun laba bruto Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30
     Juni 2023 tercatat sebesar 1,45 miliar dolar AS.

     Laba Usaha

     Laba usaha diperoleh dari selisih laba bruto terhadap beban usaha dan beban/penghasilan
     neto lain-lain. Pada tahun 2022, Perseroan mencatatkan laba usaha sebesar 4,3 miliar dolar
     AS, naik sebesar 181,9% dibanding tahun 2021 yang tercatat sebesar 1,53 juta dolar AS. Laba
     usaha Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 tercatat
     sebesar 1,18 miliar dolar AS atau turun 37,7% y-o-y dibandingkan periode yang sama tahun
     sebelumnya.

     Laba Bersih

     Perseroan membukukan laba bersih tahun berjalan 2022 sebesar 2,83 miliar dolar AS, naik
     175,2% dari 1,03 miliar dolar AS pada tahun 2021. Peningkatan laba bersih ini sejalan dengan
     peningkatan pendapatan operasional Perseroan pada tahun 2022. Sebagaimana yang

LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                           27
Page 29
                                                                                       DSS R
                                                                                       P   A   R   T    N
                                                                                                            &
                                                                                                             E
                                                                                               A Valuation Firm
                                                                                                                  R    S
                                                                                                                           `




     tercantum pada laporan laba rugi Perseroan, laba tahun berjalan periode 30 Juni 2022
     mencapai 995,9 dolar AS atau mengalami penurunan sebesar 26,0% y-o-y dibandingkan
     periode yang sama tahun sebelumnya.

     Tabel 8. Laporan Arus Kas Perseroan                                                   (Ribuan dolar AS)
                                                                                                   30 Juni
                Laporan Arus Kas                    2020           2021         2022
                                                                                                    2023
       Arus Kas Dari Aktivitas Operasi              738.753      1.436.332     3.864.254             71.628
       Arus Kas Dari Aktivitas Investasi          (361.657)       (644.612)    (767.196)           (250.798)
       Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan          (777.967)       (153.422)    (798.315)       (1.146.699)
       Kenaikan (Penurunan) Kas Bersih            (400.871)        638.298     2.298.743 (1.325.869)
       Kas dan Setara Kas Awal Tahun              1.576.191      1.173.703     1.811.141           4.067.358
       Dampak Selisih Kurs                           (1.617)           (860)    (42.526)                20.325
       Kas dan Setara Kas Akhir Tahun            1.173.703       1.811.141     4.067.358           2.761.814
     Sumber : Laporan Keuangan Perseroan 31 Desember 2020 – 30 Juni 2023

     Arus Kas dari Aktivitas Operasi

     Selama tahun 2022, arus kas dari aktivitas operasi naik 169% menjadi 3,86 miliar dolar AS dari
     1,44 miliar dolar AS karena penerimaan pelanggan naik 110% menjadi 7,89 miliar dolar AS dari
     3,75 miliar dolar AS akibat meningkatnya penjualan batubara. Untuk periode enam bulan yang
     berakhir pada tanggal 30 Juni 2023, arus kas yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat
     sebesar 71,6 juta dolar AS.

     Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

     Pada tahun 2022, Perseroan mencatatkan 767,2 juta dolar AS arus kas bersih yang digunakan
     untuk aktivitas investasi, naik 19% dari 644,6 juta dolar AS di 2021 karena kenaikan investasi
     lainnya, pembelian aset tetap, pinjaman ke pihak ketiga, dan tambahan investasi pada ventura
     bersama, yang ter-offset dengan penerimaan dari penjualan investasi lainnya dan penerimaan
     dari piutang lainnya. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023, arus
     kas yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar 250,79 juta dolar AS untuk pembelian
     investasi lainnya dan aset tetap.

     Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

     Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada tahun 2022 mencapai 798,3
     juta dolar AS. Perseroan menarik dana 419 juta dolar AS dari pinjaman bank dan membayar
     pinjaman bank sebesar 372 juta dolar AS. Arus kas yang digunakan untuk aktivitas pendanaan
     pada 30 Juni 2023 tercatat sebesar 1,14 juta dolar AS.

   b. Analisis Rasio Keuangan Perseroan

     Rasio-Rasio

     Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan
     keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari posisi
     keuangan dan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah grafik
     berbagai macam rasio keuangan yang kami gunakan dalam analisis rasio keuangan Perseroan.

LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                             28
Page 30
                                                                                  DSS R
                                                                                   P   A   R   T    N
                                                                                                        &
                                                                                                         E
                                                                                           A Valuation Firm
                                                                                                              R    S
                                                                                                                       `




     Rasio Likuiditas

     Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
     mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Rasio lancar
     Perseroan cenderung mengalami peningkatan selama 3 (tiga) tahun terakhir dengan rata-rata
     rasio selama 3 (tiga) tahun terakhir sebesar 1,9 kali. Rasio cepat Perseroan juga menunjukkan
     tren yang sama dengan rasio lancar dengan pencapaian rata-rata sebesar 1,8 kali. Adapun
     rasio kas Perseroan secara rata-rata selama 2020 hingga 2022 mencapai 1,3 kali. Rasio lancar,
     rasio cepat dan rasio kas Perseroan pada tanggal 30 Juni 2023 masing-masing adalah sebesar
     3,8 kali, 3,6 kali dan 2,6 kali.

     Rasio Solvabilitas

     Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
     perusahaan untuk melunasi hutang-hutangnya. Rasio solvabilitas dapat dilihat dengan
     menggunakan rasio total liabilitas terhadap total aset (liabilities to total asset ratio) maupun
     dengan rasio total liabilitas terhadap total ekuitas (liabilities to equity ratio). Rasio satu
     menunjukkan jumlah liabilitas sama dengan jumlah aset maupun ekuitas. Berdasarkan grafik
     rasio keuangan Perseroan diatas dapat dilihat bahwa selama 3 (tiga) tahun terakhir, secara
     rata-rata rasio liabilitas terhadap total aset Perseroan maupun ekuitas Perseroan berada
     dibawah 100%, dimana hal ini mengindikasikan bahwa total liabilitas Perseroan lebih kecil
     dibandingkan dengan total aset maupun total ekuitas yang dimiliki Perseroan. Rasio Liabilitas
     terhadap total aset dan rasio liabilitas terhadap ekuitas Perseroan per 30 Juni 2023 masing-
     masing sebesar 27,9% dan 38,7%.

     Rasio Profitabilitas

     Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
     laba. Rasio profitabilitas Perseroan cenderung mengalami peningkatan selama 3 (tiga) tahun
     terakhir. Margin laba bruto, laba usaha, serta laba bersih Perseroan tahun 2022 tercatat
     masing-masing sebesar 57,4%, 53,2%, dan 34,9%. Untuk rasio laba atas aset (ROA) dan rasio


LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                         29
Page 31
                                                                                   DSS R
                                                                                   P    A   R   T    N
                                                                                                         &
                                                                                                          E
                                                                                            A Valuation Firm
                                                                                                               R    S
                                                                                                                        `




     laba atas ekuitas (ROE) tahun 2022 masing-masing tercatat sebesar 26,3% dan 43,4%. Adapun
     margin laba bruto, laba usaha, laba bersih, ROA, serta ROE Perseroan Untuk periode enam
     bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 masing-masing sebesar 41,6%, 33,9% dan
     28,6%, 10,2% serta 14,2%.

   PT ALAM TRI ABADI (“ATA”)

   a. Analisis Kinerja Keuangan ATA

      Tabel 9. Kinerja Keuangan ATA                                                    (Ribuan dolar AS)
                                                                                             30 Juni
            Laporan Posisi Keuangan             2020            2021        2022
                                                                                              2023
       Aset Lancar                             1.611.584       2.429.181   4.108.692         2.948.814
       Aset Tidak Lancar                       4.579.627       3.761.629   3.623.376         3.580.888
       Total Aset                             6.191.211        6.190.810   7.732.068         6.529.702
       Liabilitas Jangka Pendek                1.046.491       1.095.851   2.117.407             767.031
       Liabilitas Jangka Panjang               1.313.396       1.472.909   1.340.264         1.290.387
       Total Liabilitas                       2.359.887        2.568.760   3.457.671         2.057.418
       Ekuitas                                3.831.324        3.622.050   4.274.397         4.472.284
     Sumber : Laporan Keuangan ATA 31 Desember 2020 – 30 Juni 2023

     Aset

     Per 31 Desember 2022, total aset ATA mencapai 7,73 miliar dolar AS, mengalami peningkatan
     sebesar 24,9% atau 1,54 miliar dolar AS dari 6,19 miliar dolar AS pada tahun 2021. Pada tanggal
     30 Juni 2022 jumlah aset ATA tercatat sebesar 6,53 miliar dolar AS. Komposisi aset pada
     tanggal 30 Juni 2023 terdiri dari 45,2% aset lancar dan 54,8% aset tidak lancar.

     Aset Lancar

     Pada tahun 2022, aset lancar ATA mengalami peningkatan sebesar 69,1% dari 2,43 miliar dolar
     AS menjadi 4,11 miliar dolar AS. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya peningkatan kas dan
     setara kas sebesar 1,66 miliar dolar AS atau naik 110,4%. Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah
     aset lancar ATA tercatat sebesar 2,95 miliar dolar AS.

     Aset Tidak Lancar

     Aset tidak lancar pada tahun 2022 tercatat sebesar 3,62 miliar dolar AS, mengalami penurunan
     sebesar 138,25 juta dolar AS atau setara 3,68% dari 3,76 miliar dolar AS pada tahun 2021.
     Penurunan terbesar terjadi pada properti pertambangan dan pinjaman untuk pihak berelasi
     masing-masing sebesar 175,84 juta dolar AS dan 486,27 juta dolar AS. Pada tanggal 30 Juni
     2023 jumlah aset tidak lancar ATA tercatat sebesar 3,58 miliar dolar AS.

     Liabilitas

     Pada akhir tahun 2022, total liabilitas ATA mengalami peningkatan sebesar 34,6% menjadi 3,46
     miliar dolar AS dari tahun 2021. Peningkatan ini disebabkan oleh liabilitas jangka pendek yang



LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                          30
Page 32
                                                                                   DSS R
                                                                                    P   A   R   T    N
                                                                                                         &
                                                                                                          E
                                                                                            A Valuation Firm
                                                                                                               R    S
                                                                                                                        `




     naik sebesar 93,2%. Jumlah liabilitas ATA per 30 Juni 2023 tercatat sebesar 2,06 miliar dolar
     AS.

     Liabilitas Jangka Pendek

     Pada tahun 2022, total liabilitas jangka pendek ATA mencapai 2,12 miliar dolar AS, mengalami
     peningkatan sebesar 1,02 miliar dolar AS dibandingkan tahun 2021. Peningkatan ini sebagian
     besar diakibatkan adanya peningkatan utang dividen dan utang pajak penghasilan. Jumlah
     liabilitas jangka pendek ATA pada tanggal 30 Juni 2023 mengalami penurunan dari posisi per
     31 Desember 2022 dan tercatat sebesar 767,03 miliar dolar AS.

     Liabilitas Jangka Panjang

     Jumlah Liabilitas jangka panjang per 31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar 9,0%,
     atau setara dengan 132,64 juta dolar AS dari 1,47 miliar dolar AS di tahun 2021 menjadi
     sebesar 1,34 miliar dolar AS di tahun 2022. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya
     penurunan utang bank jangka panjang, senior note, dan liabilitas pajak tangguhan. Penurunan
     pada akun lainnya juga terjadi pada akun pinjaman dari pihak berelasi dan akun liabilitas tidak
     lancar lain-lain. Pada tanggal 30 Juni 2023 jumlah liabilitas jangka panjang ATA tercatat sebesar
     2,06 miliar dolar AS.

     Ekuitas

     Jumlah ekuitas ATA pada tahun 2022 mencapai 4,27 miliar dolar AS, mengalami peningkatan
     sebesar 18,0% atau 652,35 juta dolar AS dibandingkan tahun 2021. Peningkatan tersebut
     terutama dari penambahan saldo laba tahun 2022. Jumlah ekuitas ATA pada tanggal 30 Juni
     2023 tercatat sebesar 4,47 miliar dolar AS.

      Tabel 10. Laporan Laba Rugi ATA                                                   (Ribuan dolar AS)
                                                                                             30 Juni
                     Laporan Laba/Rugi           2020            2021       2022
                                                                                              2023
       Pendapatan usaha                        2.414.693       3.862.139   7.725.933         3.255.246
       Beban Pokok Pendapatan                  1.881.268       2.369.331   3.776.856         2.134.097
       Laba bruto                                533.425       1.492.808   3.949.077         1.121.149
       Laba usaha                                255.602       1.269.732   3.626.495             925.872
       Laba bersih                               159.221         829.277   2.349.449             802.685
      Sumber : Laporan Keuangan ATA 31 Desember 2020 – 30 Juni 2023

     Pendapatan usaha

     Pada tahun 2022, ATA berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar 7,72 miliar dolar AS,
     naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya tercatat sebesar 3,86 miliar dolar AS. Peningkatan
     pendapatan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya pendapatan dari lini penjualan batu
     bara baik untuk pasar ekspor maupun pasar domestik. Adapun pendapatan usaha ATA untuk
     periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 tercatat sebesar 3,25 miliar dolar
     AS.




LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                          31
Page 33
                                                                                        DSS R
                                                                                        P       A   R   T    N
                                                                                                                 &
                                                                                                                  E
                                                                                                    A Valuation Firm
                                                                                                                       R    S
                                                                                                                                `




     Beban Pokok Pendapatan

     Seiring dengan meningkatnya pendapatan usaha ATA, beban pokok pendapatan juga
     mengalami peningkatan sebesar 59,4% yoy dari 2,37 miliar dolar AS tahun 2021 menjadi 3,78
     miliar dolar AS di tahun 2022. Beban pokok pendapatan yang naik pada tahun 2022 terutama
     disebabkan oleh meningkatnya beban pertambangan dan pemrosesan batu bara. Beban
     pokok pendapatan ATA untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
     tercatat sebesar 2,13 miliar dolar AS.

     Laba Bruto

     Meningkatnya pendapatan usaha dan beban pokok pendapatan berdampak pada
     meningkatnya laba bruto ATA. Pada tahun 2022, ATA mencatat laba bruto sebesar 3,95 miliar
     dolar AS, mengalami peningkatan sebesar 2,46 miliar dolar AS dibandingkan tahun 2021 yang
     membukukan laba bruto sebesar 1,49 miliar dolar AS. Untuk periode enam bulan yang
     berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 jumlah laba bruto yang dihasilkan ATA mencapai 1,12 miliar
     dolar AS.

     Laba Usaha

     Pos laba usaha diperoleh dari selisih laba bruto dengan beban usaha dan beban lain-lain. Pada
     tahun 2022 laba usaha ATA tercatat mengalami peningkatan yang cukup signifikan hingga
     185,6% dari 1,27 miliar dolar AS di tahun 2021 menjadi 3,63 miliar dolar AS di tahun 2022.
     Laba usaha ATA untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 tercatat
     sebesar 925,87 juta dolar AS.

     Laba Bersih

     Laba bersih tahun berjalan ATA mengalami peningkatan sebesar 183,3% dari 829,28 juta dolar
     AS pada tahun 2021 naik menjadi 2,35 miliar dolar AS pada tahun 2022. Hal ini disebabkan
     karena meningkatnya penjualan batubara baik untuk pasar ekspor maupun pasar domestik.
     Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 jumlah laba bersih yang
     dibukukan oleh ATA mencapai sebesar 802,68 juta dolar AS.

      Tabel 11. Laporan Arus Kas ATA                                                            (Ribuan dolar AS)
                                                                                                        30 Juni
                    Laporan Arus Kas                2020              2021       2022
                                                                                                         2023
       Arus Kas Dari Aktivitas Operasi              519.136     1.065.404       3.134.950               (157.117)
       Arus Kas Dari Aktivitas Investasi          (318.579)       122.501        266.853                      82.098
       Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan          (599.389)      (379.701) (1.720.266)               (1.151.685)
       Kenaikan (Penurunan) Kas Bersih            (398.832)       808.204       1.681.537           (1.226.704)
       Kas dan Setara Kas Awal Tahun              1.499.634     1.100.076       1.503.070               3.162.546
       Dampak Selisih Kurs                             (726)            (816)    (22.061)                     13.352
       Dampak kehilangan pengendalian                       -    (404.394)                  -                               -
       Kas dan Setara Kas Akhir Tahun            1.100.076      1.503.070       3.162.546               1.949.194
      Sumber : Laporan Keuangan ATA 31 Desember 2020 – 30 Juni 2023




LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                                  32
Page 34
                                                                                DSS R
                                                                                P   A   R   T    N
                                                                                                     &
                                                                                                      E
                                                                                        A Valuation Firm
                                                                                                           R    S
                                                                                                                    `




     Arus Kas dari Aktivitas Operasi

     Di tahun 2022, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi mengalami peningkatan sebesar
     194,2% menjadi 3,13 miliar dolar AS dibandingkan tahun 2021. Peningkatan ini terutama
     disebabkan oleh meningkatnya penerimaan kas dari pelanggan. Untuk periode enam bulan
     yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
     operasi tercatat sebesar 157,1 juta dolar AS.

     Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

     Kas bersih yang diperoleh ATA dari aktivitas investasi pada tahun 2022 tercatat sebesar 266,8
     juta dolar AS, dimana sebagian besar berasal dari penerimaan piutang dan pembayaran
     pinjaman dari pihak berelasi. Selama periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni
     2023, arus kas yang diperoleh dari aktivitas investasi tercatat sebesar 82,1 juta dolar AS.

     Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

     Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sepanjang tahun 2022 tercatat sebesar
     1,72 miliar dolar AS dimana sebagian besar digunakan untuk pembayaran dividen kepada para
     pemegang saham. Adapun jumlah kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada
     periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2021 tercatat sebesar 1,15 miliar dolar
     AS.

   b. Analisis Rasio Keuangan ATA

     Berikut adalah grafik berbagai macam rasio keuangan yang kami gunakan dalam analisis rasio
     keuangan ATA :




LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                      33
Page 35
                                                                                 DSS R
                                                                                 P   A   R   T    N
                                                                                                      &
                                                                                                       E
                                                                                         A Valuation Firm
                                                                                                            R    S
                                                                                                                     `




      Rasio Likuiditas

      Rasio lancar (current ratio) ATA cenderung fluktuatif selama 2020 hingga 2022 dengan rata-
      rata rasio selama tiga tahun terakhir sebesar 1,9 kali. Rasio cepat (quick ratio) ATA juga
      menunjukkan tren yang sama dengan rasio lancar dengan pencapaian rata-rata sebesar 1,8
      kali. Adapun rasio kas (cash ratio) ATA secara rata-rata selama 2020 hingga 2022 mencapai 1,3
      kali. Rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas ATA pada tanggal 30 Juni 2023 masing-masing
      adalah sebesar 3,8 kali, 3,7 kali dan 2,5 kali.

      Rasio Solvabilitas

      Berdasarkan grafik rasio keuangan ATA diatas dapat dilihat bahwa secara rata-rata rasio
      liabilitas terhadap total aset ATA maupun ekuitas ATA berada dibawah 100%, dimana hal ini
      mengindikasikan bahwa total liabilitas ATA lebih kecil dibandingkan dengan total aset maupun
      total ekuitas yang dimiliki ATA.

      Rasio Profitabilitas

      Rasio profitabilitas ATA cenderung mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir. Margin
      laba bruto, laba usaha, serta laba bersih ATA untuk periode enam bulan yang berakhir pada
      tanggal 30 Juni 2023 tercatat masing -masing sebesar 34,4%, 28,4%, dan 24,7%. Untuk rasio
      laba atas aset (ROA) dan rasio laba atas ekuitas (ROE) untuk periode enam bulan yang berakhir
      pada tanggal 30 Juni 2023 masing-masing tercatat sebesar 12,3% dan 17,9%. Adapun rata-rata
      margin laba bruto, laba usaha, laba bersih, ROA, serta ROE ATA selama 3 (tiga) tahun terakhir
      (2020-2022) menunjukkan performa yang positif dengan rata-rata rasio masing-masing
      sebesar 37,3%, 30,1%, 19,5%, 15,5%, serta 27,3%.

   PT INDOPRIMA NIAGA SEJAHTERA (“INS”)

   a. Analisis Kinerja Keuangan INS

      Tabel 12. Kinerja Keuangan INS                          (Jutaan Rupiah)
                                                                 30 Juni
            Laporan Posisi Keuangan               2022
                                                                  2023
       Aset Lancar                                  75.198        106.796
       Aset Tidak Lancar                            13.602            22.931
       Total Aset                                  88.800         129.727
       Liabilitas Jangka Pendek                     26.923              643
       Liabilitas Jangka Panjang                          -                -
       Total Liabilitas                            26.923               643
       Ekuitas                                     61.877         129.084
      Sumber : Laporan Keuangan INS 31 Desember 2022 – 30 Juni 2023




LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                       34
Page 36
                                                                                DSS R
                                                                                P   A   R   T    N
                                                                                                     &
                                                                                                      E
                                                                                        A Valuation Firm
                                                                                                           R    S
                                                                                                                    `




     Aset

     Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah aset adalah 129,7 miliar Rupiah, meningkat sebesar 46,1%
     dari 88,8 miliar Rupiah pada tanggal 31 Desember 2022, terutama disebabkan adanya
     peningkatan aset lancar pada pos uang muka dan biaya dibayar dimuka, serta peningkatan
     pada aset tidak lancar terutama dari pos aset tetap dan aset dalam penyelesaian.

     Aset Lancar

     Pada tanggal 30 Juni 2023, aset lancar INS mengalami peningkatan dibandingkan per posisi 31
     Desember 2022 sebesar 31,6 miliar Rupiah menjadi 106,8 miliar Rupiah. Hal ini terutama
     disebabkan adanya peningkatan uang muka dan biaya dibayar dimuka.

     Aset Tidak Lancar

     Peningkatan aset tidak lancar INS sebesar 68,6% dari 13,6 juta Rupiah per 31 Desember 2022
     menjadi 22,9 juta Rupiah pada tanggal 30 Juni 2023 terutama disebabkan oleh peningkatan
     aset dalam penyelesaian sebesar 9,1 miliar Rupiah dan aset tetap sebesar 228,4 juta Rupiah.

     Liabilitas

     Liabilitas INS seluruhnya merupakan liabilitas jangka pendek yang terdiri dari utang usaha,
     utang lain-lain, utang pajak serta biaya yang masih harus dibayar. Pada tanggal 30 Juni 2023,
     total liabilitas INS mengalami penurunan sebesar 97,6% menjadi 643 juta Rupiah dibandingkan
     per posisi 31 Desember 2022 yang tercatat sebesar 26,9 miliar Rupiah karena menurunnya
     utang usaha dan utang lain-lain INS.

     Ekuitas

     Jumlah ekuitas INS pada tanggal 30 Juni 2023 adalah 129,1 miliar Rupiah, mengalami
     peningkatan sebesar 108,6% atau 67,2 miliar Rupiah dibandingkan per posisi 31 Desember
     2022 yang tercatat sebesar 61,8 miliar Rupiah. Peningkatan tersebut karena adanya
     peningkatan pada modal saham.

      Tabel 13. Laporan Laba Rugi INS                         (Jutaan Rupiah)
                                                                30 Juni
                     Laporan Laba/Rugi           2022
                                                                 2023
       Pendapatan usaha                                   -                -
       Beban usaha                                        -                -
       Rugi usaha                                     (19)                 -
       Laba bersih                                      17             240
      Sumber : Laporan Keuangan INS 31 Desember 2022 – 30 Juni 2023



     INS belum melakukan aktivitas operasional sehingga belum membukukan adanya pendapatan
     operasional dan beban pokok pendapatan operasional. Laba bersih yang diperoleh terutama
     dari pendapatan bunga. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
     INS membukukan laba bersih sebesar 240 juta Rupiah atau mengalami kenaikan dari laba
     bersih tahun 2022 yang tercatat sebesar 17 juta Rupiah.

LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                      35
Page 37
                                                                                   DSS R
                                                                                   P   A   R   T    N
                                                                                                        &
                                                                                                         E
                                                                                           A Valuation Firm
                                                                                                              R    S
                                                                                                                       `




      Tabel 14. Laporan Arus Kas INS                             (Jutaan Rupiah)
                                                                      30 Juni
                        Laporan Arus Kas              2022
                                                                       2023
       Arus Kas Dari Aktivitas Operasi               (32.543)           (6.812)
       Arus Kas Dari Aktivitas Investasi              (4.950)          (42.866)
       Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan               61.858           50.219
       Kenaikan (Penurunan) Kas Bersih                 24.365              541
       Kas dan Setara Kas Awal Tahun                         -          24.365
       Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                  24.365           24.906
      Sumber : Laporan Keuangan INS 31 Desember 2022 – 30 Juni 2023

      Arus Kas dari Aktivitas Operasi

      Di tahun 2022, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi tercatat sebesar 32,5 miliar
      Rupiah. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah kas bersih
      yang digunakan untuk aktivitas operasi tercatat sebesar 6,8 miliar Rupiah.

      Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

      Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi selama tahun 2022 sebesar 4,95 miliar
      Rupiah yang sebagian besar digunakan untuk pembelian aset tetap. Selama periode enam
      bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023, arus kas yang digunakan untuk aktivitas
      investasi tercatat mengalami peningkatan menjadi sebesar 42,86 miliar Rupiah.

      Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

      Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan tahun 2022 tercatat sebesar 61,8 miliar
      Rupiah dimana sebagian besar berasal penerbitan modal saham dan penambahan uang muka
      setoran modal. Adapun jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan untuk
      periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 tercatat sebesar 50,2 miliar
      Rupiah.

   b. Analisis Rasio Keuangan INS

      Berikut adalah grafik berbagai macam rasio keuangan yang kami gunakan dalam analisis rasio
      keuangan INS :




LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                         36
Page 38
                                                                                  DSS R
                                                                                   P   A   R   T    N
                                                                                                        &
                                                                                                         E
                                                                                           A Valuation Firm
                                                                                                              R    S
                                                                                                                       `




     Rasio Likuiditas

     Rasio lancar dan rasio cepat INS pada 30 Juni 2023 tercatat sebesar 166,1 kali dan mengalami
     peningkatan dibandingkan posisi rasio lancar dan rasio cepat pada tahun 2022 yang tercatat
     sebesar 2,8 kali. Adapun rasio kas INS pada 30 Juni 2023 juga mengalami peningkatan menjadi
     38,7 kali dari sebelumnya pada tahun 2022 yang tercatat sebesar 0,9 kali.

     Rasio Solvabilitas

     Berdasarkan grafik rasio keuangan INS diatas dapat dilihat bahwa secara rata-rata rasio
     liabilitas terhadap total aset maupun rasio liabilitas terhadap total ekuitas INS berada dibawah
     100% dimana hal ini mengindikasikan bahwa total liabilitas INS lebih kecil dibandingkan
     dengan total aset maupun total ekuitas yang dimilikinya.

     Rasio Profitabilitas

     INS belum menjalankan aktivitas operasionalnya secara penuh sehingga rasio profitabilitas INS
     masih belum terlihat kinerjanya. Untuk rasio laba atas aset (ROA) dan rasio laba atas ekuitas
     (ROE) hingga 30 Juni 2023 masing-masing tercatat sebesar 0,2%.


   Analisis terhadap Proforma Laporan Keuangan setelah Rencana Transaksi Dilakukan

  Berikut adalah laporan keuangan Proforma Perseroan sebelum dan sesudah rencana transaksi per
  30 Juni 2023:




LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                         37
Page 39
                                                                                       DSS R
                                                                                       P   A   R   T    N
                                                                                                            &
                                                                                                             E
                                                                                               A Valuation Firm
                                                                                                                  R    S
                                                                                                                           `




      Tabel 15. Proforma Laporan Posisi keuangan Perseroan                   (Ribuan dolar AS)
                                                 Reviu                        Proforma
             Laporan Posisi Keuangan                         Transaksi
                                             30 Juni 2023                    30 Juni 2023
       Aset Lancar                               4.056.579               -        4.056.579
       Aset Tidak Lancar                         5.678.982               -        5.678.982
       Total Aset                                9.735.561               -        9.735.561
       Liabilitas Jangka Pendek                  1.062.192               -        1.062.192
       Liabilitas Jangka Panjang                 1.654.617               -        1.654.617
       Total Liabilitas                          2.716.809               -        2.716.809
       Ekuitas                                   7.018.752               -        7.018.752


      Tabel 16. Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan                         (Ribuan dolar AS)
                                                 Reviu                        Proforma
                 Laporan Laba/Rugi                           Transaksi
                                             30 Juni 2023                    30 Juni 2023
       Pendapatan usaha                          3.479.282               -        3.479.282
       Beban pokok pendapatan                    2.033.119               -        2.033.119
       Laba bruto                                1.446.163               -        1.446.163
       Laba usaha                                1.178.419               -        1.178.419
       Laba Bersih                                995.966                -          995.966


      Analisis terhadap proforma Laporan keuangan konsolidasi Perseroan per 30 Juni 2023,
      menunjukkan bahwa Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh Perseroan tidak mempunyai
      dampak terhadap laporan keuangan konsolidasi Perseroan, karena rencana transaksi yang akan
      dilakukan oleh Perseroan merupakan transaksi antar Perusahaan Terkendali dimana kepemilikan
      sahamnya secara mayoritas dimiliki oleh Perseroan.

3.5   Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi

      Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan melalui analisis perbandingan tarif bunga
      dari instrumen investasi keuangan yang lain serta dengan melihat adanya incremental atau nilai
      tambah yang dapat dihasilkan sehubungan dengan adanya transaksi tersebut.

      a. Analisis Perbandingan Tarif Bunga

         Analisis perbandingan tarif bunga dilakukan dengan membandingkan tingkat suku bunga
         pinjaman yang diberikan dengan tarif bunga simpanan deposito yang berlaku di pasar
         khususnya pada Bank Persero. Hal ini berdasarkan pada analisis dimana subtansi pinjaman
         merupakan subsitusi investasi ATA kepada entitas anak dalam rangka untuk membantu anak
         perusahaan dalam menjalankan operasionalnya. Berikut tabel perbandingan tarif suku bunga
         pinjaman dengan tarif suku bunga simpanan deposito pada Bank Persero per 30 Juni 2023 :




  LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                           38
Page 40
                                                                                     DSS R
                                                                                     P   A    R    T   N
                                                                                                           &
                                                                                                            E
                                                                                              A Valuation Firm
                                                                                                                 R    S
                                                                                                                          `




      Tabel 17. Perbandingan Tarif Suku Bunga
                             Tingkat Suku Bunga (%/tahun)
       Jangka Waktu
                             Deposito      Rencana Transaksi

          1 bulan             3,54%
          3 bulan             3,91%
          6 bulan             4,16%
         12 bulan             5,01%
         24 bulan             5,56%
         Rata-rata            4,44%               7%
      Sumber : Bank Indonesia

      Berdasarkan tabel tersebut diatas, maka dapat diketahui bahwa tingkat suku bunga atas
      fasilitas pinjaman yang diberikan oleh ATA kepada INS yakni 7% per tahun lebih tinggi bila
      dibandingkan dengan rata-rata tingkat suku bunga deposito yang tersedia di pasar yakni 4,44%
      sehingga hal ini dapat memberikan keuntungan bagi ATA, selain itu dari sisi pembiayaan modal
      investasi INS, dapat dilihat bahwa tingkat suku bunga atas fasilitas pinjaman yang diberikan
      oleh ATA kepada INS lebih rendah bila dibandingkan dengan rata-rata tingkat suku bunga
      kredit investasi jika INS melakukan pinjaman ke pihak ketiga dalam hal ini perbankan yaitu
      sebesar 9,3% sehingga potensi beban keuangan INS menjadi lebih efisien.

   b. Analisis Inkremental

      Analisis Nilai Tambah (Incremental Analysis) dilakukan dengan melihat potensi return yang
      akan dihasilkan bilamana ATA memberikan fasilitas pinjaman kepada INS dengan potensi
      return yang dihasilkan ATA bilamana melakukan investasi pada deposito dengan tingkat suku
      bunga simpanan deposito yang berlaku di pasar. Berikut adalah hasil analisis inkremental atas
      Rencana Traksaksi:

      Tabel 18. Incremental Analysis                                                         (Jutaan dolar AS)
                      Rencana Transaksi                         Investasi Pada Deposito Rupiah

          Periode       Suku Bunga        Bunga             Periode     Suku Bunga                Bunga
         30-Jun-23               7%            2.383    30-Jun-23            4,44%                         1.510
         30-Sep-23               7%            2.383    30-Sep-23            4,44%                         1.510
         31-Dec-23               7%            2.383    31-Dec-23            4,44%                         1.510
        31-Mar-24                7%            2.383    31-Mar-24            4,44%                         1.510
         30-Jun-24               7%            2.383    30-Jun-24            4,44%                         1.510
         30-Sep-24               7%            2.383    30-Sep-24            4,44%                         1.510
         31-Dec-24               7%            2.383    31-Dec-24            4,44%                         1.510
       Nominal Keuntungan                     16.681 Nominal Keuntungan                                10.571
       Persentase Keuntungan                  12,3% Persentase Keuntungan                                  7,8%


LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                            39
Page 41
                                                                                       DSS R
                                                                                        P   A   R   T    N
                                                                                                             &
                                                                                                              E
                                                                                                A Valuation Firm
                                                                                                                   R    S
                                                                                                                            `




          Berdasarkan hasil perhitungan diatas, dapat memberikan gambaran bahwa terdapat
          incremental atau nilai tambah atas keuntungan investasi ATA bilamana ATA melakukan
          Rencana Transaksi dibandingkan dengan ATA menyimpan dana dukungan modal tersebut
          dalam bentuk simpanan deposito sesuai dengan jatuh tempo pelunasan fasilitas pinjaman.

3.6   Kesimpulan

      Secara kualitatif, dalam hal prospek bisnis kedepan, Perseroan meyakini bahwa fundamental
      pasar batubara tetap solid. Pertumbuhan permintaan listrik dan baja untuk menopang
      peningkatan urbanisasi, pembangunan infrastruktur, dan pertumbuhan ekonomi di wilayah
      tersebut akan menjadi faktor utamanya. Selain itu, permintaan batu bara metalurgi Indonesia
      diperkirakan akan meningkat dalam lima tahun ke depan seiring perkiraan pertumbuhan
      kapasitas produksi batu bara kokas. Rencana Transaksi ini akan memberikan manfaat dan
      keuntungan bagi Perseroan dikarenakan rencana Pemberian fasilitas pinjaman melalui ATA
      kepada INS dengan tingkat suku bunga sebesar 7% per tahun, lebih tinggi dibandingkan dengan
      rata-rata tingkat suku bunga deposito pada bank Persero dengan mata uang yang sama yang
      tersedia di pasar yakni sebesar 4,44% per tahun, selain itu dengan adanya dukungan pembiayaan
      modal investasi dari ATA dengan bunga kompetitif, INS selaku anak usaha Perseroan akan mampu
      menangkap peluang dalam rangka pengembangan bisnis dengan biaya yang lebih efisien.
      Disamping manfaat yang akan diperoleh Perseroan atas Rencana Transaksi ini, terdapat pula risiko
      yang dihadapi oleh Perseroan, risiko tersebut berkaitan dengan risiko INS dalam menjalankan
      kegiatan usahanya yang dapat mempengaruhi pencapaian target pendapatan dan keuangannya
      sehingga berdampak pada kemampuan INS untuk membayar kembali fasilitas pinjaman yang
      telah diberikan oleh ATA.

      Secara kuantitatif, mengacu pada laporan keuangan Perseroan dan ATA selama 3 (tiga) tahun
      terakhir, dapat dilihat bahwa pendapatan bersih Perseroan dan ATA dalam 3 (tiga) tahun terakhir
      mengalami peningkatan, dimana berdasarkan hasil perhitungan, pertumbuhan pendapatan
      bersih Perseroan dan ATA secara CAGR (Compound Annual Growth Rate) selama 3 (tiga) tahun
      terakhir masing-masing menunjukkan angka sebesar 78,8% dan 78,9%. Adapun rata-rata margin
      laba bersih yang dihasilkan oleh Perseroan dan ATA selama 3 (tiga) tahun terakhir masing-masing
      adalah sebesar 22,3% dan 19,5%, hal ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan Perseroan
      maupun ATA dilihat dari sisi profitabilitas sangat baik, terbukti dengan kemampuan Perseroan
      dan ATA dalam menghasilkan keuntungan (laba bersih) selama 3 (tiga) tahun terakhir dengan
      margin laba yang relatif cukup besar. Rencana Transaksi akan memberikan manfaat dan potensi
      keuntungan bagi peningkatan pendapatan khususnya pendapatan bunga ATA, hal ini terlihat
      dalam incremental analysis yang telah kami lakukan, dimana manfaat dan hasil investasi yang
      dihasilkan oleh ATA atas Rencana Transaksi tersebut adalah senilai 16,6 miliar Rupiah, dimana hal
      ini lebih besar bila dibandingkan dengan hasil investasi pada instrumen investasi serupa yang
      tersedia di pasar, yang mana hasil investasi yang dihasilkan adalah senilai 10,6 miliar Rupiah.
      Sehingga berdasarkan perbandingan tersebut potensi peningkatan pendapatan bunga
      (incremental value) yang akan diperoleh ATA adalah senilai 6,0 miliar Rupiah. Dalam hal
      kemampuan membayar pinjaman oleh INS dapat dilihat melalui analisis rasio keuangan INS
      khususnya rasio likuiditas dan rasio solvabilitas. Secara historis rasio likuiditas INS maupun rasio
      solvabilitas INS mengindikasikan adanya kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

      Adapun dampak keuangan secara konsolidasi dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh
      ATA dan INS, mengacu pada hasil analisis terhadap proforma Laporan keuangan konsolidasi
      Perseroan per 30 Juni 2023, menunjukkan bahwa Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh
      ATA dan INS tidak mempunyai dampak terhadap laporan keuangan konsolidasi Perseroan, karena


  LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                            40
Page 42
                                                                                DSS R
                                                                                 P   A   R   T    N
                                                                                                      &
                                                                                                       E
                                                                                         A Valuation Firm
                                                                                                            R    S
                                                                                                                     `




  Rencana Transaksi yang akan dilakukan tersebut merupakan transaksi antar Perusahaan
  Terkendali dimana kepemilikan sahamnya baik secara langsung maupun tidak langsung secara
  mayoritas dimiliki oleh Perseroan.

  Dengan demikian, berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh
  aspek yang terkait dalam rangka menentukan dampak positif secara kualitatif maupun kuantitatif
  dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi
  yang akan dilakukan berupa pemberian pinjaman sampai dengan sejumlah IDR136.175.000.000
  (seratus tiga puluh enam miliar seratus tujuh puluh lima juta Rupiah) kepada INS selaku Penerima
  Pinjaman dengan tingkat suku bunga sebesar 7% per tahun adalah Wajar.




LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                       41
Page 43
                                                                                    DSS R
                                                                                     P   A   R   T    N
                                                                                                          &
                                                                                                           E
                                                                                             A Valuation Firm
                                                                                                                R    S
                                                                                                                         `




                          ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

 1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non disclaimer opinion.
 2. Semua data, pernyataan beserta Informasi yang kami terima dari manajemen dan data atau
     informasi yang tersedia untuk publik khususnya mengenai data ekonomi dan industri, dianggap
     benar dan diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
 3. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
     pendapat kewajaran.
 4. Laporan pendapat kewajaran ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan
     pemenuhan peraturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan atau kepentingan lain
     diluar kepentingan Pasar Modal.
 5. Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
     keandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang
     diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum yang pada hakikatnya
     adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk
     melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. KJPP Desmar,
     Susanto, Salman dan Rekan juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa
     mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
     kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
 6. Kami mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat kewajaran ini sampai dengan
     tanggal terjadinya rencana aksi korporasi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
     secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan pendapat
     kewajaran ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
     memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
     peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.
 7. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
     pengadilan) yang berkaitan dengan obyek penilaian tidak menjadi tanggung jawab kami.
 8. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
     dengan kondisi obyek penilaian, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan menjadi
     tanggung jawab kami.
 9. Laporan Pendapat Kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
     dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai
     dasar penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini
     semata-mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
 10. Nilai dicantumkan dalam satuan mata uang Dolar AS dan/atau ekuivalennya atas permintaan
     pemberi tugas.
 11. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
     penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Desmar,
     Susanto, Salman dan Rekan.
 12. Laporan Pendapat Kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
     dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan penilaian. Semua materi yang
     terdapat dalam laporan hasil penilaian ini baik secara keseluruhan atau sebagian termasuk
     didalamnya menyangkut referensi, opini nilai, nama dan afiliasi professional dari penilai dilarang
     untuk dipublikasikan tanpa persetujuan tertulis dari Penilai.




LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                           42
Page 44
                                                                               DSS R
                                                                                P   A   R   T    N
                                                                                                     &
                                                                                                      E
                                                                                        A Valuation Firm
                                                                                                           R    S
                                                                                                                    `




                                   PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda
tangan di bawah ini menerangkan bahwa :

 1.  Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian adalah benar sesuai dengan
     pemahaman terbaik dari Penilai.
 2. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian.
 3. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
     kesimpulan nilai.
 4. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
 5. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
     diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
 6. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi obyek
     penilaian.
 7. Penilai tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap
     obyek penilaian yang dinilai.
 8. Imbalan jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
 9. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah dibuat
     dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia
     (KEPI) serta Peraturan OJK Nomor 35 /POJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan
     Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal.
 10. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
     bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.


                               Penilai                                  Tanda Tangan
       Penanggung Jawab:
       Desmar Dam Sitompul, S.E., M.M., Mappi (Cert)
       Izin Penilai Bisnis No. : B-1.09.00177
       MAPPI No.               : 05-S-01864
       STTD No.                : STTD.PB-42/PM.2/2018

       Pemeriksa:
       Abdun Nasir, S.E.
       MAPPI No.             : 16-T-06676
       RMK                   : RMK-2017.01532

       Penilai:
       Septian Eka Saputra, S.E.
       MAPPI No.             : 17-P-07905
       RMK                    : RMK-2021.03805

       Penilai:
       Rola Saut Parulian, S.E.
       MAPPI No.              : 20-P-10551
       RMK                    : RMK-2022.04278




LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN PT ADARO ENERGY INDONESIA Tbk.                                                      43
Page 45

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.92 MB
Published29 Dec 2023
Pages45
Characters154,663
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 3188 ms 12 Sep 2026 21:44
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result