Back to announcement
20231220_CLEO_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31561289_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review CLEOSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 48
Page 1
Page 2
SPD
Page 3
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
DAFTAR ISI
Halaman
Laporan Auditor Independen
Laporan Posisi Keuangan .........................…………………………......…........…………………………. 1-2
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain …........................…………………………… 3
Laporan Perubahan Ekuitas ............................……………………………………………………………. 4
Laporan Arus Kas .............................………………...…………………………………………………….. 5
Catatan atas Laporan Keuangan …........................………………………………………………………. 6 - 43
***************************
Page 4
Page 5
Page 6
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 DESEMBER 2021
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
Catatan 2021 2020
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 2d, 2e, 4 12.397.426.691 8.369.317.894
Piutang usaha 2d, 2f
Pihak berelasi 2l, 5, 23 220.279.500 137.009.500
Pihak ketiga - setelah dikurangi
penyisihan penurunan nilai
piutang usaha sebesar
Rp 1.802.149.046 pada tahun 2021
dan Rp 2.042.514.404 pada tahun 2020 5 43.086.567.046 42.727.617.449
Piutang lain-lain 2d 612.978.056 2.698.864.521
Persediaan - setelah dikurangi penyisihan
penurunan nilai persediaan sebesar
Rp 286.988.327 pada tahun 2021 dan
Rp 790.049.219 pada tahun 2020 2g, 6 19.761.864.774 18.231.906.173
Pajak dibayar di muka 2n, 12 565.606.858 -
Biaya dibayar di muka 2h, 7 2.198.855.443 1.479.581.846
Jumlah Aset Lancar 78.843.578.368 73.644.297.383
ASET TIDAK LANCAR
Uang jaminan pemasok 2d, 2l, 8, 23 23.349.718.566 23.211.683.566
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp 48.715.861.296 pada tahun 2021
dan Rp 34.942.292.901 pada tahun 2020 2i, 2j, 9 117.586.292.091 81.958.282.570
2j, 2k, 2l,
Aset hak-guna - bersih 10, 23 10.822.682.667 11.035.138.461
Jumlah Aset Tidak Lancar 151.758.693.324 116.205.104.597
JUMLAH ASET 230.602.271.692 189.849.401.980
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
1
Page 7
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
31 DESEMBER 2021
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
Catatan 2021 2020
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - Pihak berelasi 2d, 2l, 11, 23 121.587.196.049 111.225.106.401
Utang pajak 2n, 12 1.614.915.054 1.118.085.192
Biaya masih harus dibayar 2d, 13 571.875.051 310.484.502
Utang lain-lain 2d, 14 1.984.853.528 -
Utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun 2d
Utang sewa pembiayaan 2k, 15 19.334.821.932 9.882.246.518
Utang pembiayaan konsumen 15 5.829.406.413 5.703.902.449
Liabilitas sewa 2k, 2l, 10, 23 5.055.475.753 4.666.484.894
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 155.978.543.780 132.906.309.956
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun 2d
Utang sewa pembiayaan 2k, 15 25.142.086.016 9.396.838.545
Utang pembiayaan konsumen 15 1.479.764.725 7.309.095.414
Liabilitas sewa 2k, 2l, 10, 23 1.026.584.562 3.098.047.183
Uang jaminan pelanggan - pihak ketiga 2d, 16 11.543.463.968 11.648.549.312
Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan 2o, 17 3.539.869.336 3.431.197.031
Liabilitas pajak tangguhan 2n, 12 1.578.162.749 212.573.714
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 44.309.931.356 35.096.301.199
Jumlah Liabilitas 200.288.475.136 168.002.611.155
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal
Rp 1.000.000 per saham
Modal dasar - 80.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 25.000 saham 18 25.000.000.000 25.000.000.000
Tambahan modal disetor 1.000.000.000 1.000.000.000
Saldo laba (defisit) 4.313.796.556 (4.153.209.175)
Jumlah Ekuitas 30.313.796.556 21.846.790.825
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 230.602.271.692 189.849.401.980
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
2
Page 8
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2021
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
Catatan 2021 2020
PENJUALAN BERSIH 2l, 2m, 19, 23 1.149.325.536.536 962.539.111.662
BEBAN POKOK PENJUALAN 2l, 2m, 20, 23 (918.940.642.007 ) (761.090.579.193)
LABA BRUTO 230.384.894.529 201.448.532.469
Beban penjualan 2l, 2m, 21, 23 (194.794.181.080 ) (177.263.781.832)
Beban umum dan administrasi 2l, 2m, 22, 23 (18.785.075.455 ) (16.523.863.840)
Beban keuangan 2m (3.452.351.036 ) (3.934.558.033)
Lain-lain - bersih 2m (1.001.202.533 ) (1.830.205.838)
LABA SEBELUM BEBAN
PAJAK PENGHASILAN 12.352.084.425 1.896.122.926
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2n, 12
Pajak kini (2.294.869.060 ) (607.705.340)
Pajak tangguhan (1.415.005.567 ) (161.800.880)
Beban Pajak Penghasilan (3.709.874.627 ) (769.506.220)
LABA TAHUN BERJALAN 8.642.209.798 1.126.616.706
RUGI KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak Akan Direklasifikasi
ke Laba Rugi
Rugi aktuarial dari liabilitas
atas imbalan kerja karyawan 2o, 17 (224.620.599 ) (352.405.848)
Pajak penghasilan terkait 2n, 12 49.416.532 77.529.287
Rugi komprehensif lain - setelah pajak (175.204.067 ) (274.876.561)
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 8.467.005.731 851.740.145
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
3
Page 9
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2021
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
Tambahan Saldo Laba
Modal Saham Modal Disetor (Defisit) Jumlah Ekuitas
Saldo 31 Desember 2019 25.000.000.000 1.000.000.000 (5.004.949.320 ) 20.995.050.680
Laba tahun berjalan - - 1.126.616.706 1.126.616.706
Rugi komprehensif lain -
setelah pajak - - (274.876.561 ) (274.876.561 )
Saldo 31 Desember 2020 25.000.000.000 1.000.000.000 (4.153.209.175 ) 21.846.790.825
Laba tahun berjalan - - 8.642.209.798 8.642.209.798
Rugi komprehensif lain -
setelah pajak - - (175.204.067 ) (175.204.067 )
Saldo 31 Desember 2021 25.000.000.000 1.000.000.000 4.313.796.556 30.313.796.556
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
4
Page 10
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
LAPORAN ARUS KAS
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2021
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
Catatan 2021 2020
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 1.148.778.231.595 966.623.788.666
Pembayaran kas kepada pemasok (910.246.545.960 ) (766.783.982.081)
Pembayaran kas kepada karyawan (40.616.023.644 ) (38.058.395.908)
Pembayaran beban usaha (151.822.700.679 ) (135.203.854.799)
Kas yang diperoleh dari operasi 46.092.961.312 26.577.555.878
Pembayaran beban keuangan (3.463.563.491 ) (3.916.398.024)
Penerimaan (pembayaran) pajak penghasilan
dan pajak pertambahan nilai (2.363.646.056 ) 1.435.211.938
Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 40.265.751.765 24.096.369.792
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap 9 (10.559.635.897 ) (2.640.199.998)
Hasil penjualan aset tetap 9 36.363.636 -
Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Investasi (10.523.272.261 ) (2.640.199.998)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang sewa pembiayaan 15 (12.621.379.134 ) (8.988.762.275)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen 15 (5.703.826.725 ) (4.338.616.369)
Pembayaran liabilitas sewa 10 (7.389.164.848 ) (3.988.748.272)
Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan (25.714.370.707 ) (17.316.126.916)
KENAIKAN BERSIH KAS DAN BANK 4.028.108.797 4.140.042.878
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 8.369.317.894 4.229.275.016
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 12.397.426.691 8.369.317.894
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
5
Page 11
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum
PT Sentralsari Primasentosa (“Perusahaan”) didirikan dengan nama PT Sentralsari Primasentosa
berdasarkan akta Notaris A. V. Chitranadi, S.H., No. 13 tanggal 21 Oktober 1994 dan telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No.C2-1.570.HT.01.01-TH.95 tanggal 2 Februari 1995.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Notaris Happy Herawati Chandra, S.H., No. 6 tanggal 3 Juli 2019, mengenai perubahan maksud
dan tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan. Perubahan Anggaran Dasar ini telah mendapat
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat
Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
No. AHU-0034643.AH.01.02.TAHUN 2019 Tanggal 4 Juli 2019.
Perusahaan berdomisili di Sidoarjo, dengan kantor pusat berlokasi di Jalan Raya Ahmad Yani
No. 41 - 43, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Perusahaan memulai kegiatan operasi
komersialnya sejak tahun 2008.
Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama adalah
bergerak dalam bidang perdagangan besar bukan mobil dan sepeda motor, perdagangan eceran,
bukan mobil dan motor, dan pergudangan dan aktivitas penunjang angkutan.
Entitas induk langsung Perusahaan adalah PT Tancorp Global Sentosa, yang didirikan dan
berdomisili di Indonesia.
b. Komisaris, Dewan Direksi dan Karyawan
Susunan Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020
adalah sebagai berikut:
2021 2020
Komisaris
Komisaris : Belinda Natalia Sanderawati Joesoef
Dewan Direksi
Direktur Utama : Melisa Patricia -
Direktur : Toto Sucartono Belinda Natalia
Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, jumlah karyawan tetap Perusahaan, masing-masing
sejumlah 100 orang dan 95 orang (tidak diaudit).
c. Penyelesaian Laporan Keuangan
Laporan keuangan telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada
tanggal 2 Juni 2022.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
a. Pernyataan Kepatuhan dan Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
(“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia.
6
Page 12
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
a. Pernyataan Kepatuhan dan Dasar Penyusunan Laporan Keuangan (lanjutan)
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras dengan
kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan tanggal 31 Desember
2020 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.
Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali laporan arus kas, dengan
menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan atas laporan
keuangan yang relevan.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus
kas dalam aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah, yang merupakan
mata uang fungsional Perusahaan.
b. Perubahan Standar Akuntansi
Perusahaan telah menerapkan sejumlah amandemen dan penyesuaian standar akuntansi yang
relevan dengan pelaporan keuangan dan efektif untuk tahun periode yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2021 sebagai berikut:
• Amandemen PSAK 22: Definisi Bisnis
Amandemen ini dikeluarkan untuk membantu entitas menentukan apakah serangkaian
kegiatan dan aset yang diperoleh adalah bisnis atau bukan. Amandemen ini mengklarifikasi
persyaratan minimum untuk bisnis, menghapus penilaian apakah pelaku pasar mampu
mengganti elemen yang hilang, menambah panduan untuk membantu entitas menilai apakah
proses yang diperoleh adalah substantif, mempersempit definisi bisnis dan keluaran, dan
memperkenalkan uji konsentrasi nilai wajar opsional. Contoh ilustratif baru diberikan bersama
dengan amandemen.
• Amendemen PSAK 71, PSAK 55, PSAK 60, PSAK 62 dan PSAK 73 tentang Reformasi Acuan
Suku Bunga - Tahap 2
Reformasi acuan suku bunga tersebut mengacu pada reformasi global yang menyepakati
penggantian acuan suku bunga antarbank (Interbank Offered Rate atau (“IBOR”)) dengan
acuan suku bunga alternatif.
Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2 membahas isu yang mungkin mempengaruhi
pelaporan keuangan selama reformasi acuan suku bunga, termasuk dampak perubahan arus
kas kontraktual atau hubungan lindung nilai yang timbul dari penggantian acuan suku bunga
dengan acuan alternatif yang baru.
Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2 hanya berlaku untuk perubahan yang disyaratkan
oleh reformasi acuan suku bunga untuk instrumen keuangan dan hubungan lindung nilai.
Amendemen ini berlaku efektif per 1 Januari 2021 dengan penerapan dini diperkenankan.
Dampak atas penerapan standar baru dan penyesuaian atau amendemen lainnya tidak material
terhadap laporan keuangan.
7
Page 13
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
c. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar
Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi
lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
i. akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,
ii. untuk diperdagangkan,
iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali
yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam
paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:
i. akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
ii. untuk diperdagangkan,
iii. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
iv. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan
setelah tanggal pelaporan.
Liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.
d. Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan
liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.
1. Aset Keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui pendapatan komprehensif lainnya, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi.
Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain dan
uang jaminan pemasok, diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Perusahaan menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu
model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas
kontraktual dari aset keuangan (“SPPI”).
Pengujian SPPI
Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Perusahaan menilai persyaratan kontraktual
keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.
Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan
pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada
pembayaran pokok atau amortisasi premi/diskon).
Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas
nilai waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Perusahaan
menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang
dimana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan.
8
Page 14
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
d. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1. Aset Keuangan (lanjutan)
Pengujian SPPI (lanjutan)
Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas
risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan
pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo. Dalam kasus
seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit or Loss
(“FVTPL”).
Penilaian model bisnis
Perusahaan menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan
bagaimana Perusahaan mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan
bisnisnya.
Model bisnis Perusahaan tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada
tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang
dapat diamati seperti:
• Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
• Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam
model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;
• Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada
nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);
• Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting
dari penilaian Perusahaan.
Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa
mempertimbangkan skenario “worst case” atau “stress case”. Jika arus kas setelah pengakuan
awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan, Perusahaan tidak
mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model bisnis tersebut, tetapi
memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset keuangan yang baru
atau yang baru dibeli selanjutnya.
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola
dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan
arus kas kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal
tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari
jumlah pokok terutang.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.
Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan diakui sebagai “Pendapatan
Keuangan”. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang
dari nilai tercatat aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan sebagai “Kerugian
penurunan nilai”.
9
Page 15
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
d. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1. Aset Keuangan (lanjutan)
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Perusahaan mengakui penyisihan untuk kerugian kredit ekspektasian ("ECL") untuk seluruh
instrumen utang yang tidak dimiliki pada nilai wajar melalui laba rugi. ECL didasarkan pada
selisih antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan seluruh arus
kas yang diperkirakan akan diterima Perusahaan, didiskontokan dengan SBE awal. Arus kas
ekspektasian akan mencakup arus kas dari penjualan agunan atau perbaikan risiko kredit lain
yang merupakan bagian dari persyaratan kontraktual.
ECL diakui dalam dua tahap. Untuk eksposur kredit yang belum ada peningkatan risiko kredit
yang signifikan sejak pengakuan awal, ECL dilakukan untuk kerugian kredit yang diakibatkan
oleh peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan).
Untuk eksposur kredit yang telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak
pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan untuk kerugian kredit yang diperkirakan
selama sisa umur eksposur, terlepas dari waktu gagal bayar (ECL sepanjang umur).
Untuk piutang usaha, Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam
menghitung ECL. Oleh karena itu, Perusahaan tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit,
tetapi mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL sepanjang umur pada setiap tanggal
pelaporan. Perusahaan telah menyusun matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian
kredit historisnya, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan yang spesifik bagi
debitur dan lingkungan ekonomi.
Perusahaan juga dapat mempertimbangkan aset keuangan mengalami gagal bayar ketika
informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Perusahaan tidak mungkin menerima
jumlah kontraktual yang terutang secara penuh sebelum memperhitungkan setiap perbaikan
risiko-kredit yang dimiliki oleh Perusahaan. Aset keuangan dihapuskan jika tidak ada
ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual.
2. Liabilitas Keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan
menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar
liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi.
Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang usaha, biaya masih harus dibayar, utang
lain-lain, utang sewa pembiayaan, utang pembiayaan konsumen, liabilitas sewa dan uang
jaminan pelanggan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi.
10
Page 16
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
d. Instrumen Keuangan (lanjutan)
2. Liabilitas Keuangan (lanjutan)
Pengukuran selanjutnya
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (“SBE”).
Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman
terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam
laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi
SBE.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium atas
perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE.
Amortisasi SBE dicatat sebagai “Beban Keuangan” dalam laba rugi.
Penghentian pengakuan
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan
dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan
dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi
persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan
pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas
keuangan tersebut diakui pada laba rugi.
3. Reklasifikasi Instrumen Keuangan
Perusahaan diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki
jika Perusahaan mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Perusahaan
tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan.
Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan
operasional Perusahaan seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis.
Selain itu, Perusahaan perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada pihak
eksternal.
Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi berkaitan
dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi
pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c) pengalihan aset
keuangan antara bagian dari Perusahaan dengan model bisnis berbeda.
4. Saling Hapus dari Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum
untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk
menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
secara simultan. Hak saling hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas
terjadinya suatu peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam
situasi bisnis normal dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan.
11
Page 17
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
e. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas meliputi kas dan bank serta deposito berjangka yang akan jatuh tempo
kurang dari 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatan dan tidak dijadikan sebagai jaminan serta
tidak dibatasi penggunaannya.
f. Piutang Usaha
Piutang usaha disajikan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai
piutang usaha. Kebijakan akuntansi untuk penyisihan atas penurunan nilai dijabarkan dalam
Catatan 2d.
g. Persediaan
Persediaan dinyatakan pada nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya
perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak. Penyisihan penurunan
nilai persediaan dibentuk berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir
tahun, untuk menyesuaikan nilai tercatat persediaan menjadi nilai realisasi bersih.
h. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang
bersangkutan.
i. Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan
biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan.
Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan maksud
penggunaannya. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line
method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 20
Kendaraan 8
Peralatan kantor 4-8
Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen
berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang
pada saat jatuh tempo.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada saat terjadinya; pengeluaran dalam jumlah signifikan dan yang
memperpanjang masa manfaat aset atau yang memberikan tambahan manfaat ekonomis
dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak dipergunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari
kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain pada tahun yang bersangkutan.
Pada setiap akhir tahun buku, umur manfaat, nilai residu dan metode penyusutan direviu, dan jika
sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
12
Page 18
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
i. Aset Tetap (lanjutan)
Aset tetap dalam penyelesaian mencerminkan akumulasi biaya material dan biaya-biaya lain
berkaitan dengan pembangunan aset. Akumulasi biaya perolehan aset dalam penyelesaian
tersebut akan dialihkan ke akun aset tetap yang bersangkutan apabila telah selesai dan siap untuk
digunakan.
j. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan diestimasi
untuk aset individual. Jika tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual,
maka Perusahaan menentukan nilai terpulihkan dari Unit Penghasil Kas (UPK) yang mana aset
tercakup (aset dari UPK).
Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih
tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat
aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan
nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya.
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini
dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini
dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga transaksi pasar
terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan menggunakan model
penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan
oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia. Kerugian penurunan nilai, jika
ada, diakui pada laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset
yang diturunkan nilainya.
Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi
penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset mungkin tidak ada
lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi tersebut ada, maka entitas mengestimasi jumlah
terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya
untuk suatu aset dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.
Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya
maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi yang telah diakui
untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba
rugi. Setelah pembalikan tersebut diakui sebagai laba rugi, penyusutan aset tersebut disesuaikan
di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurang nilai
sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
k. Sewa
Perusahaan menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak adalah, atau berisi, sewa. Artinya,
jika kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset teridentifikasi untuk suatu
periode waktu sebagai imbalan untuk imbalan.
13
Page 19
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
k. Sewa (lanjutan)
Sebagai penyewa
Perusahaan menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk seluruh sewa,
kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui liabilitas
sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak-guna yang memberikan hak untuk
menggunakan aset pendasarnya.
Aset hak-guna
Perusahaan mengakui aset hak-guna pada tanggal permulaan sewa (yaitu pada tanggal aset
pendasar tersedia untuk digunakan). Aset hak-guna diukur pada biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran
kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan aset hak-guna meliputi jumlah liabilitas sewa yang
diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau
sebelum tanggal permulaan, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.
Aset hak-guna didepresiasi dengan metode garis lurus selama jangka waktu yang lebih pendek
antara masa sewa dan estimasi umur manfaat aset.
Jika kepemilikan aset sewa beralih kepada Perusahaan pada akhir masa sewa atau biaya
perolehan merefleksikan penyewa akan mengeksekusi opsi beli, depresiasi dihitung dengan
menggunakan estimasi umur manfaat aset. Aset hak-guna juga diuji penurunan nilainya sesuai
dengan PSAK 48 “Penurunan Nilai Aset”.
Liabilitas sewa
Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
pembayaran sewa yang harus dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa mencakup
pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif
sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau tarif, dan jumlah yang
diharapkan akan dibayar di bawah jaminan nilai sisa. Pembayaran sewa juga mencakup harga
pelaksanaan dari opsi pembelian yang secara wajar pasti akan dilaksanakan oleh Perusahaan
dan pembayaran denda untuk penghentian sewa, jika masa sewa mencerminkan Perusahaan
melaksanakan opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada
indeks atau tarif diakui sebagai beban (kecuali terjadi untuk menghasilkan persediaan) pada
periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu terjadinya pembayaran.
Dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental pada tanggal dimulainya sewa karena tingkat bunga implisit dalam sewa tidak dapat
segera ditentukan. Setelah tanggal permulaan, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk
mencerminkan penambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan.
Selain itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu
sewa, perubahan pembayaran sewa (misalnya, perubahan pembayaran masa depan akibat
perubahan indeks atau kurs yang digunakan untuk pembayaran sewa) atau perubahan penilaian
opsi untuk membeli aset yang mendasarinya.
Sewa jangka-pendek dan sewa aset bernilai-rendah
Perusahaan memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-
pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dan sewa atas aset bernilai-rendah.
Perusahaan mengakui pembayaran sewa terkait dengan sewa ini sebagai beban dengan dasar
garis lurus selama masa sewa.
14
Page 20
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
k. Sewa (lanjutan)
Sebagai pemberi sewa
Pada saat aset disewakan sebagai sewa keuangan, maka nilai kini dari pembayaran sewa diakui
sebagai piutang. Perbedaan antara piutang kotor dan nilai kini dari piutang diakui sebagai
pendapatan keuangan yang belum direalisasikan.
Metode untuk mengalokasikan penerimaan kotor ke periode akuntansi disebut sebagai “metode
aktuarial”. Metode aktuarial mengalokasikan sewa antara pendapatan keuangan dan pembayaran
kembali dari modal di setiap periode akuntansi dimana pendapatan keuangan akan muncul
sebagai tingkat imbal balik tetap pada investasi bersih penyewa di dalam suatu sewa.
l. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Perusahaan memiliki transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana yang didefinisikan
dalam PSAK No. 7 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan.
m. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Perusahaan menerapkan PSAK 72, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”, yang
mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda
ke pelanggan.
3. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak
pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas
diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga
jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika
tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan
biaya yang diharapkan ditambah marjin.
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
barang atau jasa tersebut).
Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui,
pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).
Pengakuan beban
Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).
n. Perpajakan
Pajak Final
Sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia, pajak final dikenakan atas nilai bruto transaksi,
dan tetap dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian. Pajak
final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 46: Pajak Penghasilan.
15
Page 21
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
n. Perpajakan (lanjutan)
Pajak Kini
Aset atau liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat
direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang
digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif
telah berlaku pada tanggal pelaporan di negara tempat Perusahaan beroperasi dan menghasilkan
pendapatan kena pajak.
Bunga dan denda disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak
dianggap sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara
dasar pengenaan pajak dari aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya untuk tujuan pelaporan
keuangan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang kena pajak, kecuali:
i. Liabilitas pajak tangguhan yang terjadi dari pengakuan awal goodwill atau dari aset atau
liabilitas dari transaksi yang bukan transaksi kombinasi bisnis, dan pada waktu transaksi tidak
mempengaruhi laba akuntansi dan laba kena pajak atau rugi kena pajak;
ii. Dari perbedaan temporer kena pajak atas investasi pada entitas anak, yang saat
pembalikannya dapat dikendalikan dan besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu
tidak akan dibalik dalam waktu dekat.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan
akumulasi rugi pajak belum dikompensasi, bila kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia
sehingga perbedaan temporer dapat dikurangkan tersebut, dan rugi pajak belum di kompensasi,
dapat dimanfaatkan, kecuali:
i. Jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau liabilitas dalam transaksi
yang bukan transaksi kombinasi bisnis dan tidak mempengaruhi laba akuntansi maupun laba
kena pajak atau rugi kena pajak/rugi pajak; atau
ii. Dari perbedaan temporer yang dapat dikurangkan atas investasi pada entitas anak, aset
pajak tangguhan hanya diakui bila besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu tidak
akan dibalik dalam waktu dekat dan laba kena pajak dapat di kompensasi dengan beda
temporer tersebut.
Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan
diturunkan ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang
memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi.
Penelaahan dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan atas aset pajak tangguhan yang tidak
diakui sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan besar laba
kena pajak mendatang akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan
akan berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak
dan peraturan pajak yang berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada tanggal
pelaporan.
16
Page 22
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
n. Perpajakan (lanjutan)
Pajak Tangguhan (lanjutan)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan
secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, atau
aset dan liabilitas pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan
otoritas perpajakan yang sama, atau Perusahaan yang bermaksud untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitas lancar berdasarkan jumlah neto.
Pajak Pertambahan Nilai
Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN“)
kecuali:
• PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor
pajak, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai
bagian dari item beban-beban yang diterapkan; dan
• Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
Jumlah PPN Neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai
bagian dari piutang atau utang pada laporan posisi keuangan.
o. Imbalan Kerja Karyawan
Imbalan kerja jangka pendek
Perusahaan mengakui liabilitas imbalan kerja jangka pendek ketika jasa diberikan oleh karyawan
dan imbalan atas jasa tersebut akan dibayarkan dalam waktu dua belas bulan setelah jasa
tersebut diberikan.
Imbalan pascakerja
Perusahaan telah menerapkan PSAK No. 24 “Imbalan Kerja”. Penyisihan tersebut diestimasi
dengan menggunakan perhitungan aktuarial metode “Project Unit Credit”.
Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan menghitung dan mencatat imbalan pascakerja
untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 tanggal
25 Maret 2003. Pada tanggal 31 Desember 2021, Perusahaan telah menerapkan Undang-Undang
Cipta Kerja (UUCK) No. 11 Tahun 2020 dan peraturan penerapan terkaitnya PP 35 Tahun 2021
yang diterbitkan di bulan Februari 2021.
Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial, segera diakui pada laporan
posisi keuangan dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui
penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi
ke laba rugi periode berikutnya.
Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara:
i) ketika program amandemen atau kurtailmen terjadi; atau
ii) ketika Perusahaan mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.
17
Page 23
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
o. Imbalan Kerja Karyawan (lanjutan)
Imbalan pascakerja (lanjutan)
Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas
imbalan kerja. Perusahaan mengakui perubahan berikut pada akun “Beban Penjualan” pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain:
i) biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas
penyelesaian (curtailment) tidak rutin dan
ii) beban atau penghasilan bunga neto.
p. Provisi
Provisi diakui jika Perusahaan memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung
manfaat ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi dibatalkan.
q. Pengukuran Nilai Wajar
Perusahaan mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, dan aset dan liabilitas yang
diakuisisi pada kombinasi bisnis. Perusahaan juga mengukur jumlah terpulihkan dari unit
penghasil kas (“UPK”) tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan (Fair Value Less
Cost of Disposal atau “FVLCD”), dan piutang yang tidak dikenakan bunga pada nilai wajar.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas terjadi:
i) Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
ii) Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau
liabilitas tersebut.
Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh
Perusahaan.
Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan
pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku
pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar
untuk menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi
dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset
tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai
tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati
(observable) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati
(unobservable).
18
Page 24
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
q. Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)
Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:
i) Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
ii) Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah
yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara
langsung atau tidak langsung.
iii) Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah
yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik
secara langsung atau tidak langsung.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan
menentukan apakah terdapat perpindahan antara level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi
ulang atas penetapan kategori (berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan
terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.
r. Peristiwa Setelah Tanggal Pelaporan
Peristiwa setelah tanggal pelaporan yang memberikan tambahan informasi mengenai posisi
keuangan Perusahaan pada tanggal pelaporan (peristiwa penyesuaian), jika ada, dicerminkan
dalam laporan keuangan. Peristiwa setelah tanggal pelaporan yang bukan peristiwa penyesuaian
diungkapkan dalam Catatan atas laporan keuangan, jika material.
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan
manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan
dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat
estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah
estimasi yang dibuat.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan:
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan definisi yang ditetapkan PSAK No. 71 dipenuhi.
Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi
Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2d.
Sewa
Perusahaan menerapkan PSAK 73 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan
dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai 'Sewa Operasi'. Kebijakan ini berlaku untuk
kontrak yang disepakati atau diamendemen, pada atau setelah 1 Januari 2020.
19
Page 25
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
Pertimbangan (lanjutan)
Sewa (lanjutan)
Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan, atau
mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu
untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset
dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan
asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan
situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi
diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
terjadinya.
Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Usaha
Perusahaan menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL atas piutang usaha. Tarif provisi
didasarkan pada hari yang lewat jatuh tempo untuk mengelompokan pelanggan ke segmen yang
memiliki pola kerugian serupa. Matriks provisi awalnya berdasarkan tarif default yang diamati
Perusahaan secara historis. Perusahaan akan mengkalibrasi matriks tersebut untuk menyesuaikan
pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi kedepan. Misalnya, jika prakiraan kondisi
ekonomi diperkirakan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah
default di sektor usaha Perusahaan, tingkat default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal
pelaporan, tarif default yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi ke
depan dianalisa kembali.
Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan
Penyisihan penurunan nilai persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia,
termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar,
estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi
kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang
diestimasi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 6.
Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan
oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara
lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat kecacatan, usia pensiun dan tingkat
kematian. Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai. Penjelasan
lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 17.
Penyusutan Aset Tetap
Penyusutan aset tetap dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method)
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis antara 4 - 20 tahun. Ini adalah umur secara umum
diharapkan dalam industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian
dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan
karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam
Catatan 9.
20
Page 26
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Penyusutan aset hak-guna
Biaya perolehan aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset hak-guna antara
2 (dua) sampai dengan 5 (lima) tahun, yang merupakan umur yang secara umum diharapkan dalam
industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan
perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan
karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang
kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan
estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Instrumen Keuangan
Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan
penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar
ditentukan menggunakan bukti objektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat
berbeda bila Perusahaan menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar
aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi
Perusahaan.
4. KAS DAN BANK
Akun ini terdiri dari:
2021 2020
Kas - Rupiah 2.351.921.525 1.173.235.629
Bank - Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 7.065.639.305 5.897.487.304
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 2.332.516.259 1.149.109.057
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 441.435.785 96.651.520
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 113.431.410 35.964.912
PT Bank Mega Tbk 73.691.825 1.896.720
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 18.790.582 14.972.752
Jumlah Kas dan Bank 12.397.426.691 8.369.317.894
Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, tidak terdapat kas dan bank Perusahaan yang dibatasi
penggunaannya, dijaminkan atau ditempatkan pada pihak berelasi.
21
Page 27
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
5. PIUTANG USAHA
Piutang usaha terdiri dari:
2021 2020
Lokal
Pihak ketiga - Rupiah 44.888.716.092 44.770.131.853
Dikurangi penyisihan penurunan nilai
piutang usaha (1.802.149.046 ) (2.042.514.404)
Jumlah piutang pihak ketiga - bersih 43.086.567.046 42.727.617.449
Pihak berelasi - Rupiah (Catatan 23) 220.279.500 137.009.500
Piutang Usaha - Bersih 43.306.846.546 42.864.626.949
Analisis umur piutang usaha tersebut pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai
berikut:
2021 2020
Belum jatuh tempo 27.737.596.202 36.692.978.744
Lewat jatuh tempo:
1 - 30 hari 12.296.173.813 4.778.787.865
31 - 60 hari 1.681.177.081 867.403.132
61 - 90 hari 384.092.701 369.293.805
> 90 hari 3.009.955.795 2.198.677.807
Jumlah 45.108.995.592 44.907.141.353
Dikurangi penyisihan penurunan nilai
piutang usaha (1.802.149.046 ) (2.042.514.404)
Piutang Usaha - Bersih 43.306.846.546 42.864.626.949
Mutasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:
2021 2020
Saldo awal tahun 2.042.514.404 311.506.310
Perubahan selama tahun berjalan (240.365.358 ) 1.731.008.094
Saldo akhir tahun 1.802.149.046 2.042.514.404
Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, manajemen menentukan penyisihan penurunan nilai
piutang usaha secara individual dan kolektif atas saldo piutang usaha yang kemungkinan tidak akan
tertagih.
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai piutang usaha tersebut cukup untuk
menutupi kemungkinan kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya piutang.
22
Page 28
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
6. PERSEDIAAN
Persediaan terdiri dari:
2021 2020
Barang jadi 19.244.782.297 17.192.413.376
Lain-lain 804.070.804 1.829.542.016
Jumlah 20.048.853.101 19.021.955.392
Penyisihan penurunan nilai persediaan (286.988.327 ) (790.049.219)
Bersih 19.761.864.774 18.231.906.173
Mutasi penyisihan penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:
2021 2020
Saldo awal tahun 790.049.219 678.524.774
Perubahan selama tahun berjalan (503.060.892 ) 111.524.445
Saldo akhir tahun 286.988.327 790.049.219
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan tersebut cukup untuk
menutupi kemungkinan kerugian yang terjadi akibat penurunan nilai persediaan.
Pada tanggal 31 Desember 2021, Persediaan tersebut tidak diasuransikan terhadap risiko kebakaran
dan risiko lainnya.
7. BIAYA DIBAYAR DI MUKA
Akun ini terdiri dari:
2021 2020
Pajak kendaraan 1.538.526.873 1.283.610.959
Lain-lain 660.328.570 195.970.887
Jumlah 2.198.855.443 1.479.581.846
8. UANG JAMINAN PEMASOK
Uang jaminan pemasok terdiri dari:
2021 2020
Pihak berelasi - Rupiah (Catatan 23)
PT Sariguna Primatirta Tbk 23.349.718.566 23.211.683.566
Uang jaminan pemasok merupakan uang jaminan atas galon isi ulang.
23
Page 29
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
9. ASET TETAP
Akun ini terdiri dari:
2021
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Harga Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 7.394.545.500 - - - 7.394.545.500
Bangunan 10.591.440.410 204.500.000 - - 10.795.940.410
Kendaraan 45.611.945.767 1.837.636.363 57.500.000 - 47.392.082.130
Peralatan kantor 6.748.759.903 3.081.931.696 - - 9.830.691.599
Sub-jumlah 70.346.691.580 5.124.068.059 57.500.000 - 75.413.259.639
Aset Dalam Penyelesaian
Bangunan - 1.903.943.750 - - 1.903.943.750
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan 46.553.883.891 42.431.066.107 - - 88.984.949.998
Jumlah Harga Perolehan 116.900.575.471 49.459.077.916 57.500.000 - 166.302.153.387
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 1.604.839.886 532.463.694 - - 2.137.303.580
Kendaraan 15.971.604.459 5.120.589.961 57.500.000 - 21.034.694.420
Peralatan kantor 4.584.529.803 1.316.739.567 - - 5.901.269.370
Sub-jumlah 22.160.974.148 6.969.793.222 57.500.000 - 29.073.267.370
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan 12.781.318.753 6.861.275.173 - - 19.642.593.926
Jumlah Akumulasi
Penyusutan 34.942.292.901 13.831.068.395 57.500.000 - 48.715.861.296
Nilai Buku 81.958.282.570 117.586.292.091
2020
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Harga Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 7.378.045.500 16.500.000 - - 7.394.545.500
Bangunan 9.668.793.768 592.792.369 - 329.854.273 10.591.440.410
Kendaraan 37.844.879.089 7.767.066.678 - - 45.611.945.767
Peralatan kantor 5.765.162.318 983.597.585 - - 6.748.759.903
Sub-jumlah 60.656.880.675 9.359.956.632 - 329.854.273 70.346.691.580
Aset Dalam Penyelesaian
Bangunan 329.854.273 - - (329.854.273 ) -
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan 46.553.883.891 - - - 46.553.883.891
Jumlah Harga Perolehan 107.540.618.839 9.359.956.632 - - 116.900.575.471
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 1.111.308.593 493.531.293 - - 1.604.839.886
Kendaraan 11.398.498.041 4.573.106.418 - - 15.971.604.459
Peralatan kantor 3.467.130.910 1.117.398.893 - - 4.584.529.803
Sub-jumlah 15.976.937.544 6.184.036.604 - - 22.160.974.148
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan 6.962.083.309 5.819.235.444 - - 12.781.318.753
Jumlah Akumulasi
Penyusutan 22.939.020.853 12.003.272.048 - - 34.942.292.901
Nilai Buku 84.601.597.986 81.958.282.570
24
Page 30
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
9. ASET TETAP (lanjutan)
Beban penyusutan aset tetap untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan
2020, masing-masing adalah sebesar Rp 13.831.068.395 dan Rp 12.003.272.048, yang dibebankan
sebagai berikut:
2021 2020
Beban penjualan (Catatan 21) 11.981.865.125 10.392.341.898
Beban umum dan administrasi (Catatan 22) 1.849.203.270 1.610.930.150
Jumlah 13.831.068.395 12.003.272.048
Rincian pelepasan aset tetap pada tahun 2021 adalah sebagai berikut:
2021
Harga perolehan 57.500.000
Akumulasi penyusutan (57.500.000)
Nilai buku -
Harga jual 36.363.636
Laba pelepasan aset tetap 36.363.636
Laba pelepasan aset tetap disajikan dalam “lain-lain - bersih” pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari seluruh aset tetap Perusahaan tersebut dapat
dipulihkan, sehingga tidak diperlukan penurunan nilai atas aset tetap tersebut.
Pada tanggal 31 Desember 2021, aset tetap tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian
kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan secara keseluruhan sekitar Rp 191 miliar.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan
kerugian atas risiko tersebut.
10. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA
Rekonsiliasi aset hak-guna adalah sebagai berikut:
2021
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan
Sewa bangunan 16.264.917.103 5.909.240.103 359.885.898 21.814.271.308
Akumulasi Penyusutan
Sewa bangunan 5.229.778.642 5.919.877.310 158.067.311 10.991.588.641
Nilai Buku 11.035.138.461 10.822.682.667
25
Page 31
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
10. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA (lanjutan)
2020
Penerapan
Saldo Awal PSAK 73 Penambahan Saldo Akhir
Harga Perolehan
Sewa bangunan - 4.511.636.754 11.753.280.349 16.264.917.103
Akumulasi Penyusutan
Sewa bangunan - - 5.229.778.642 5.229.778.642
Nilai Buku - 11.035.138.461
Beban penyusutan aset hak-guna untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021
dan 2020, masing-masing adalah sebesar Rp 5.919.877.310 dan Rp 5.229.778.642, yang dibebankan
dalam Beban Umum dan Administrasi (Catatan 22).
Rincian aset hak-guna - bersih berdasarkan sifat hubungan adalah sebagai berikut:
2021 2020
Pihak ketiga 9.556.728.013 8.804.205.474
Pihak berelasi (Catatan 23) 1.265.954.654 2.230.932.987
Jumlah 10.822.682.667 11.035.138.461
Rincian liabilitas sewa adalah sebagai berikut:
2021 2020
Liabilitas sewa
Jangka pendek 5.055.475.753 4.666.484.894
Jangka panjang 1.026.584.562 3.098.047.183
Jumlah 6.082.060.315 7.764.532.077
Rincian liabilitas sewa berdasarkan sifat hubungan adalah sebagai berikut:
2021 2020
Pihak ketiga 5.458.539.428 6.052.300.135
Pihak berelasi (Catatan 23) 623.520.887 1.712.231.942
Jumlah 6.082.060.315 7.764.532.077
Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut:
2021 2020
Bunga atas liabilitas sewa 604.835.142 527.779.510
Beban penyusutan aset hak guna (Catatan 22) 5.919.877.310 5.229.778.642
Jumlah 6.524.712.452 5.757.558.152
26
Page 32
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
10. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA (lanjutan)
Jumlah yang diakui dalam laporan arus kas adalah sebagai berikut:
2021 2020
Jumlah kas keluar untuk:
pembayaran liabilitas sewa 7.389.164.848 3.988.748.272
pembayaran bunga 604.835.142 527.779.510
Jumlah 7.993.999.990 4.516.527.782
Ringkasan komponen perubahan liabilitas yang timbul dari sewa adalah sebagai berikut:
2021 2020
Saldo awal 7.764.532.077 -
Penyesuaian saldo atas penerapan PSAK 73 - 11.753.280.349
Penambahan 5.909.240.103 -
Pembayaran (7.389.164.848) (3.988.748.272)
Pemutusan kontrak (202.547.017) -
Jumlah 6.082.060.315 7.764.532.077
11. UTANG USAHA
Akun ini terdiri dari:
2021 2020
Pihak berelasi - Rupiah (Catatan 23) 121.587.196.049 111.225.106.401
12. PERPAJAKAN
a. Utang pajak dan pajak dibayar di muka
Utang pajak
Utang pajak terdiri dari:
2021 2020
Pajak Penghasilan:
Pasal 21 46.049.746 35.743.166
Pasal 23 33.341.226 29.066.360
Pasal 25 122.997.259 -
Pasal 29 1.342.723.212 207.396
Pasal 4 ayat 2 69.803.611 33.055.558
Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Keluaran - Bersih - 1.020.012.712
Jumlah 1.614.915.054 1.118.085.192
27
Page 33
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
12. PERPAJAKAN (lanjutan)
a. Utang pajak dan pajak dibayar di muka (lanjutan)
Pajak dibayar di muka
Akun ini merupakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Masukan - Bersih Perusahaan pada tanggal
31 Desember 2021 sebesar Rp 565.606.858.
b. Beban Pajak Penghasilan
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain dengan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut:
2021 2020
Laba sebelum beban pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain 12.352.084.425 1.896.122.926
Beda temporer:
Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan
- bersih (115.948.294 ) 179.085.079
Penyisihan penurunan nilai piutang usaha 24.673.242 2.045.580.925
Penyisihan penurunan nilai persediaan 1.111.432.050 223.899.129
Sewa pembiayaan (5.968.481.217 ) (3.158.445.606)
Transaksi sewa 281.144.689 331.386.466
Lain-lain 114.867.588 -
Beda tetap:
Kesejahteraan karyawan 2.402.543.311 1.293.016.700
Pendapatan yang telah dikenakan pajak
penghasilan final dan lain-lain - bersih 228.907.838 (48.347.879)
Taksiran penghasilan kena pajak -
tahun berjalan 10.431.223.632 2.762.297.740
Perhitungan taksiran penghasilan kena pajak tahun 2020, telah sesuai dengan Surat
Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) yang disampaikan oleh Perusahaan kepada Kantor
Pelayanan Pajak (KPP).
Perhitungan taksiran penghasilan kena pajak tahun 2021 tersebut, menjadi dasar penyusunan
Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) yang disampaikan oleh Perusahaan kepada Kantor
Pelayanan Pajak (KPP).
Beban pajak penghasilan (tahun berjalan) dan perhitungan taksiran utang pajak penghasilan
adalah sebagai berikut:
2021 2020
Taksiran penghasilan kena pajak (dibulatkan) 10.431.223.000 2.762.297.000
Beban pajak penghasilan - tahun berjalan 2.294.869.060 607.705.340
28
Page 34
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
12. PERPAJAKAN (lanjutan)
b. Beban Pajak Penghasilan (lanjutan)
2021 2020
Dikurangi pajak penghasilan dibayar di muka
Pasal 22 (14.314.250 ) (11.566.068)
Pasal 23 (150.763.318 ) (27.359.296)
Pasal 25 (787.068.280 ) (568.572.580)
Jumlah pajak penghasilan dibayar di muka (952.145.848 ) (607.497.944)
Taksiran utang pajak penghasilan
- Pasal 29 1.342.723.212 207.396
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang
berlaku dari laba sebelum beban pajak penghasilan dengan beban pajak penghasilan seperti yang
tercantum dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut:
2021 2020
Laba sebelum beban pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain 12.352.084.425 1.896.122.926
Beban pajak penghasilan dengan tarif pajak
yang berlaku (2.717.458.436 ) (417.146.880)
Pengaruh pajak atas beda tetap:
Kesejahteraan karyawan (528.559.528 ) (284.463.674)
Penyesuaian pajak tangguhan (413.496.939 ) (78.532.199)
Pendapatan yang telah dikenakan pajak
penghasilan final dan lain-lain - bersih (50.359.724 ) 10.636.533
Beban pajak penghasilan menurut laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain (3.709.874.627 ) (769.506.220)
c. Liabilitas Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan yang berasal dari pengaruh beda temporer yang signifikan antara pelaporan
komersial dan pajak adalah sebagai berikut:
2021
Dikreditkan Dikreditkan
(Dibebankan) pada rugi
Saldo Awal pada laba rugi komprehensif lain Saldo Akhir
Estimasi liabilitas atas
imbalan kerja karyawan 754.863.347 (25.508.625 ) 49.416.532 778.771.254
Penyisihan penurunan nilai
piutang usaha 449.353.171 (52.880.379 ) - 396.472.792
Penyisihan penurunan nilai
persediaan 173.810.829 (110.673.396 ) - 63.137.433
Sewa pembiayaan (1.663.506.084 ) (1.313.065.868 ) - (2.976.571.952 )
Transaksi sewa 72.905.023 61.851.832 - 134.756.855
Lain-lain - 25.270.869 - 25.270.869
Liabilitas pajak tangguhan (212.573.714 ) (1.415.005.567 ) 49.416.532 (1.578.162.749 )
29
Page 35
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
12. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Liabilitas Pajak Tangguhan (lanjutan)
2020
Dikreditkan Dikreditkan
(Dibebankan) pada rugi
Saldo Awal pada laba rugi komprehensif lain Saldo Akhir
Estimasi liabilitas atas
imbalan kerja karyawan 724.926.526 (47.592.466 ) 77.529.287 754.863.347
Penyisihan penurunan nilai
piutang usaha 77.876.579 371.476.592 - 449.353.171
Penyisihan penurunan nilai
persediaan 169.631.195 4.179.634 - 173.810.829
Sewa pembiayaan (1.100.736.421 ) (562.769.663 ) - (1.663.506.084 )
Transaksi sewa - 72.905.023 - 72.905.023
Liabilitas pajak tangguhan (128.302.121 ) (161.800.880 ) 77.529.287 (212.573.714 )
d. Administrasi
Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan
membayar secara sendiri pajak penghasilannya (self-assessment). Direktorat Jenderal Pajak
(DJP) dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak
saat terutangnya pajak.
Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 yang menetapkan, antara lain, penurunan tarif
pajak penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula 25%
menjadi 22% untuk tahun pajak 2020 dan 2021 dan 20% mulai tahun pajak 2022 dan seterusnya.
Pada bulan Oktober 2021, Pemerintah Indonesia mengesahkan Undang-Undang No. 7 tahun
2021 tentang harmonisasi peraturan perpajakan yang mengubah tarif pajak penghasilan badan
dari 20% menjadi 22% untuk tahun 2022 dan seterusnya.
13. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
Akun ini terdiri dari:
2021 2020
Pengangkutan 219.843.302 -
Bunga 59.831.942 48.619.487
Lain-lain 292.199.807 261.865.015
Jumlah 571.875.051 310.484.502
14. UTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari:
2021 2020
Pembelian aset tetap 1.080.240.000 -
Lain-lain 904.613.528 -
Jumlah 1.984.853.528 -
30
Page 36
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
15. UTANG LEMBAGA KEUANGAN
Akun ini terdiri dari:
a. Utang sewa pembiayaan
Perusahaan sewa pembiayaan Jenis Aset 2021 2020
PT Astra Sedaya Finance Kendaraan 42.859.349.118 14.601.255.091
PT Takari Kokoh Sejahtera Kendaraan 689.231.846 3.008.967.769
PT Hino Finance Indonesia Kendaraan 928.326.984 1.668.862.203
Jumlah 44.476.907.948 19.279.085.063
Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun (19.334.821.932 ) (9.882.246.518)
Bagian jangka panjang 25.142.086.016 9.396.838.545
PT Astra Sedaya Finance
Pada tanggal 24 April 2018, 27 April 2018, 4 Desember 2018 dan 5 Desember 2018, Perusahaan
memperoleh fasilitas sewa pembiayaan dalam mata uang Rupiah dari PT Astra Sedaya Finance
dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 8.329.867.253. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki
jangka waktu selama 48 (empat puluh delapan) bulan dan dikenakan bunga flat per tahun berkisar
antara 4,55% - 4,95%. Fasilltas tersebut dijamin dengan kendaraan milik Perusahaan dengan
penyerahan hak secara fidusia (Catatan 9).
Pada tanggal 23 Januari 2019, 1 Februari 2019, 2 Februari 2019 dan 30 September 2019,
Perusahaan memperoleh fasilitas sewa pembiayaan dalam mata uang Rupiah dari PT Astra
Sedaya Finance dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 18.202.360.000. Fasilitas
pinjaman tersebut memiliki jangka waktu selama 48 (empat puluh delapan) bulan dan dikenakan
bunga flat per tahun berkisar antara 4,68% - 5,18%. Fasilltas tersebut dijamin dengan kendaraan
milik Perusahaan dengan penyerahan hak secara fidusia (Catatan 9).
Pada tanggal 25 Agustus 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas sewa pembiayaan dalam mata
uang Rupiah dari PT Astra Sedaya Finance dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar
Rp 37.819.202.019. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu selama 35 (tiga puluh lima)
bulan dan dikenakan bunga flat per tahun berkisar antara 3,51% - 4,15%. Fasilltas tersebut dijamin
dengan kendaraan milik Perusahaan dengan penyerahan hak secara fidusia (Catatan 9).
PT Takari Kokoh Sejahtera
Pada tanggal 11 Desember 2017, Perusahaan memperoleh fasilitas sewa pembiayaan dalam
mata uang Rupiah dari PT Takari Kokoh Sejahtera dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar
Rp 8.687.120.000. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu selama 48 (empat puluh
delapan) bulan dan dikenakan bunga flat per tahun sebesar 3,61%. Fasilltas tersebut dijamin
dengan kendaraan milik Perusahaan dengan penyerahan hak secara fidusia (Catatan 9). Pada
bulan Januari, Maret, April dan Mei 2022, Perusahaan telah melunasi seluruh fasilitas sewa
pembiayaan.
PT Hino Finance Indonesia
Pada tanggal 24 Januari 2019, 18 Februari 2019, 12 April 2019, 30 April 2019 dan 3 Mei 2019,
Perusahaan memperoleh fasilitas sewa pembiayaan dalam mata uang Rupiah dari
PT Hino Finance Indonesia dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar
Rp 2.926.720.000. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu selama 48 (empat puluh
delapan) bulan dan dikenakan bunga flat per tahun berkisar 5,01%. Fasilltas tersebut dijamin
dengan kendaraan milik Perusahaan dengan penyerahan hak secara fidusia (Catatan 9).
31
Page 37
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
15. UTANG LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)
a. Utang sewa pembiayaan (lanjutan)
Pembayaran sewa minimum masa datang sesuai perjanjian sewa pembiayaan pada tanggal
31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut:
2021 2020
Pembayaran yang jatuh tempo pada tahun
2021 - 11.275.022.522
2022 22.105.989.199 8.067.930.500
2023 16.085.070.776 1.872.777.743
2024 11.170.876.338 -
Jumlah pembayaran minimum sewa pembiayaan 49.361.936.313 21.215.730.765
Bunga (4.885.028.365 ) (1.936.645.702)
Nilai tunai pembayaran minimum
sewa pembiayaan 44.476.907.948 19.279.085.063
Bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun (19.334.821.932 ) (9.882.246.518)
Bagian jangka panjang 25.142.086.016 9.396.838.545
b. Utang pembiayaan konsumen
2021 2020
PT Toyota Astra Financial Services 7.309.171.138 13.012.997.863
Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun (5.829.406.413 ) (5.703.902.449)
Bagian jangka panjang 1.479.764.725 7.309.095.414
Utang pembiayaan konsumen tersebut dijamin dengan aset tetap yang bersangkutan (Catatan 9).
16. UANG JAMINAN PELANGGAN
Uang jaminan pelanggan terdiri dari:
2021 2020
Pihak ketiga - Rupiah
Lokal 11.543.463.968 11.648.549.312
Uang jaminan pelanggan merupakan uang jaminan atas galon isi ulang.
17. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN
Perusahaan mencatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan pada tanggal 31 Desember 2021
dan 2020, berdasarkan perhitungan aktuaria yang dilakukan oleh KKA Riana dan Rekan (dahulu
PT Padma Radya Aktuaria), aktuaris independen, berdasarkan laporannya tanggal 4 Maret 2022 dan
28 Januari 2021, dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit”.
32
Page 38
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
17. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2021, Perusahaan telah menerapkan Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK)
No. 11 Tahun 2020 dan peraturan penerapan terkaitnya PP 35 Tahun 2021 yang diterbitkan di bulan
Februari 2021 dalam perhitungan kewajiban imbalan kerja karyawan, kecuali jika peraturan tersebut
diatur berbeda di Perjanjian Kerja Bersama.
Asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam perhitungan aktuaria tersebut adalah sebagai berikut:
2021 2020
Tingkat diskonto (per tahun) 7,50% 7,25%
Tingkat kenaikan gaji tahunan 6,00% 6,00%
Usia pensiun (tahun) 60 60
Tabel mortalitas TMI IV TMI IV
Tingkat kecacatan 5% dari tingkat 5% dari tingkat
mortalitas mortalitas
Analisis liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang disajikan sebagai “Estimasi Liabilitas
atas Imbalan Kerja Karyawan” di laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020,
dan beban imbalan kerja karyawan yang dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020,
adalah sebagai berikut:
a. Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan
2021 2020
Nilai kini liabilitas imbalan kerja 3.539.869.336 3.431.197.031
Nilai bersih liabilitas yang diakui dalam
laporan posisi keuangan 3.539.869.336 3.431.197.031
b. Beban imbalan kerja karyawan
2021 2020
Biaya jasa
Biaya jasa kini 408.657.464 399.852.292
Biaya jasa sebelumnya (642.978.398 ) (403.971.550)
Biaya bunga 192.572.640 187.329.337
Beban yang diakui pada tahun berjalan (41.748.294 ) 183.210.079
c. Mutasi nilai bersih atas liabilitas imbalan kerja karyawan
2021 2020
Saldo awal liabilitas bersih 3.431.197.031 2.899.706.104
Beban imbalan kerja karyawan
tahun berjalan (41.748.294 ) 183.210.079
Pembayaran imbalan kerja (74.200.000 ) (4.125.000)
Rugi komprehensif lain 224.620.599 352.405.848
Saldo akhir liabilitas bersih 3.539.869.336 3.431.197.031
Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan
yang berlaku.
33
Page 39
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
17. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan sensitivitas atas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pasar, dengan
variabel lain dianggap tetap, terhadap liabilitas imbalan pascakerja dan biaya jasa kini, masing-masing
pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020:
2021 2020
Kenaikan suku bunga dalam 1 poin persentase
Liabilitas imbalan pascakerja 3.134.964.030 3.015.346.091
Biaya jasa kini 360.156.905 352.175.678
Penurunan suku bunga dalam 1 poin persentase
Liabilitas imbalan pascakerja 4.020.316.996 3.930.138.260
Biaya jasa kini 466.681.738 457.132.246
18. MODAL SAHAM
Rincian pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai
berikut:
Persentase
Pemegang saham Jumlah Saham Pemilikan Jumlah
PT Tancorp Global Sentosa 23.900 95,60% 23.900.000.000
Belinda Natalia 1.100 4,40% 1.100.000.000
Jumlah 25.000 100,00% 25.000.000.000
Pengelolaan Modal
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal
yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk
menyisihkan dan mempertahankan suatu dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan sampai
dana cadangan tersebut mencapai 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh. Persyaratan
permodalan eksternal tersebut akan dipertimbangkan oleh Perusahaan dalam Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS) tahunan berikutnya.
Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan
kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat
menyesuaikan usulan pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau
mengusahakan tambahan pendanaan melalui pinjaman. Tidak terdapat perubahan atas tujuan,
kebijakan maupun proses dalam manajemen modal untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2021 dan 2020.
Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan struktur pemodalan yang sehat untuk mengamankan
akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar, antara lain dengan memonitor permodalan
menggunakan debt to equity ratio dan gearing ratio.
34
Page 40
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
19. PENJUALAN BERSIH
Rincian penjualan bersih adalah sebagai berikut:
2021 2020
Air minum dalam kemasan:
Bukan botol 639.298.788.303 525.721.475.200
Botol 508.089.649.297 431.330.850.937
Lain-lain 1.937.098.936 5.486.785.525
Jumlah 1.149.325.536.536 962.539.111.662
Jumlah penjualan sebesar 0,10% dan 0,07%, masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, dilakukan kepada pihak berelasi (Catatan 23).
20. BEBAN POKOK PENJUALAN
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
2021 2020
Persediaan awal (Catatan 6) 19.021.955.392 16.487.111.638
Pembelian 919.967.539.716 763.625.422.947
Barang tersedia untuk dijual 938.989.495.108 780.112.534.585
Persediaan akhir (Catatan 6) (20.048.853.101 ) (19.021.955.392)
Beban pokok penjualan 918.940.642.007 761.090.579.193
Jumlah pembelian sebesar 100,00% dan 99,99%, masing-masing untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, dilakukan kepada pihak berelasi (Catatan 23).
21. BEBAN PENJUALAN
Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:
2021 2020
Distribusi dan bahan bakar (Catatan 24) 129.038.624.935 118.085.213.690
Gaji, upah dan tunjangan karyawan 40.500.075.350 38.237.480.987
Penyusutan (Catatan 9) 11.981.865.125 10.392.341.898
Perbaikan dan pemeliharaan 5.407.950.854 4.349.265.580
Sewa (Catatan 23) 312.000.000 1.248.000.000
Imbalan kerja karyawan (Catatan 17) (41.748.294 ) 183.210.079
Lain-lain 7.595.413.110 4.768.269.598
Jumlah 194.794.181.080 177.263.781.832
35
Page 41
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
22. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:
2021 2020
Penyusutan aset hak guna (Catatan 10 dan 23) 5.919.877.310 5.229.778.642
Jasa manajemen (Catatan 24) 2.337.955.252 2.223.981.489
Penyusutan (Catatan 9) 1.849.203.270 1.610.930.150
Keperluan kantor 1.506.814.925 1.707.115.307
Transportasi dan bahan bakar 1.467.725.270 1.159.802.281
Listrik, air dan telepon 1.132.833.088 927.326.162
Kesejahteraan karyawan 1.094.425.952 907.473.396
Keamanan dan kebersihan 799.663.830 772.529.320
Perjalanan dinas 554.314.579 222.121.663
Perbaikan dan pemeliharaan 398.092.150 353.732.752
Perizinan 47.440.100 35.180.000
Lain-lain 1.676.729.729 1.373.892.678
Jumlah 18.785.075.455 16.523.863.840
23. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Perusahaan, dalam kegiatan usaha normal, melakukan transaksi usaha dan keuangan dengan pihak-
pihak berelasi.
Rincian saldo dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
2021 2020
Piutang usaha (Catatan 5)
PT Avia Avian 117.094.000 61.086.500
PT De Vasa Indonesia 86.650.000 69.067.500
PT Voda Indonesia 9.370.000 6.117.500
PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk 5.886.000 738.000
PT Tanrise Indonesia 1.279.500 -
Jumlah 220.279.500 137.009.500
Persentase terhadap jumlah aset 0,10% 0,07%
Uang jaminan pemasok (Catatan 8)
PT Sariguna Primatirta Tbk 23.349.718.566 23.211.683.566
Persentase terhadap jumlah aset 10,13% 12,23%
Aset hak-guna - bersih (Catatan 10)
PT Sariguna Primatirta Tbk 809.898.762 1.107.822.277
PT Tanrise Jaya Indonesia 292.447.163 800.465.082
PT Berkat Sukses Makmur Sentosa 102.948.366 202.799.109
PT Solaris Indonesia 60.660.363 119.846.519
Jumlah 1.265.954.654 2.230.932.987
Persentase terhadap jumlah aset 0,55% 1,18%
36
Page 42
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
23. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
2021 2020
Utang usaha (Catatan 11)
PT Sariguna Primatirta Tbk 121.587.196.049 111.102.059.742
PT Tanobel Sehat Nutrisi - 65.331.639
PT Sekawan Kosmetik Wasantara - 57.715.020
Jumlah 121.587.196.049 111.225.106.401
Persentase terhadap jumlah liabilitas 60,71% 66,20%
Liabilitas sewa (Catatan 10)
PT Sariguna Primatirta Tbk 623.520.887 926.935.832
PT Tanrise Jaya Indonesia - 554.552.415
PT Berkat Sukses Makmur Sentosa - 149.191.869
PT Solaris Indonesia - 81.551.826
Jumlah 623.520.887 1.712.231.942
Persentase terhadap jumlah liabilitas 0,31% 1,02%
Penjualan (Catatan 19)
PT Avia Avian 579.090.500 390.815.000
PT De Vasa Indonesia 397.976.500 239.486.000
PT Tirta Kencana Tata Warna 111.222.500 -
PT Voda Indonesia 52.770.000 45.685.500
PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk 48.396.500 10.780.500
Jumlah 1.189.456.000 686.767.000
Persentase terhadap jumlah penjualan 0,10% 0,07%
Pembelian (Catatan 20)
PT Sariguna Primatirta Tbk 919.967.539.716 757.678.400.874
PT Tanobel Sehat Nutrisi - 4.071.005.626
PT Avione Surya Cemerlang - 950.487.663
PT Sekawan Kosmetik Wasantara - 883.249.785
Jumlah 919.967.539.716 763.583.143.948
Persentase terhadap jumlah pembelian 100,00% 99,99%
Beban sewa (Catatan 21)
PT Sariguna Primatirta Tbk 312.000.000 1.248.000.000
Persentase terhadap jumlah beban penjualan 0,16% 0,70%
37
Page 43
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
23. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
2021 2020
Penyusutan aset hak-guna (Catatan 22)
PT Tanrise Jaya Indonesia 560.947.368 286.143.355
PT Sariguna Primatirta Tbk 404.453.186 292.939.366
PT Berkat Sukses Makmur Sentosa 208.471.177 89.532.399
PT Solaris Indonesia 100.609.203 39.948.840
Jumlah 1.274.480.934 708.563.960
Persentase terhadap jumlah beban umum
dan administrasi 21,53% 13,55%
Sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak-pihak berelasi Hubungan Jenis transaksi
PT Sariguna Primatirta Tbk Entitas sepengendali Transaksi usaha dan sewa
PT Tanobel Sehat Nutrisi Entitas sepengendali Transaksi usaha
PT Avia Avian Entitas sepengendali Transaksi usaha
PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk Entitas sepengendali Transaksi usaha
PT Voda Indonesia Entitas sepengendali Transaksi usaha
PT De Vasa Indonesia Entitas sepengendali Transaksi usaha
PT Avione Surya Cemerlang Entitas sepengendali Transaksi usaha
PT Sekawan Kosmetik Wasantara Entitas sepengendali Transaksi usaha
PT Tanrise Indonesia Entitas sepengendali Transaksi usaha
PT Tirta Kencana Tata Warna Entitas sepengendali Transaksi usaha
PT Solaris Indonesia Entitas sepengendali Transaksi sewa
PT Berkat Sukses Makmur Sentosa Entitas sepengendali Transaksi sewa
PT Tanrise Jaya Indonesia Entitas sepengendali Transaksi sewa
Transaksi dengan pihak-pihak berelasi dilakukan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang disepakati
kedua belah pihak yang mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak
tidak berelasi.
24. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING
Perjanjian distribusi
Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Sariguna Primatirta Tbk (“SGP”) (pihak
berelasi) untuk mendistribusikan dan menjual produk SGP. Perjanjian ini memiliki jangka waktu
selama 1 (satu) tahun dan dengan sendirinya dapat diperpanjang setiap tahun kecuali bila diakhiri oleh
salah satu pihak dengan pemberitahuan 3 (tiga) bulan di muka sebelum tanggal berakhirnya
perjanjian. Sesuai perjanjian, Perusahaan tidak diperkenankan untuk menjual produk SGP di luar
wilayah yang telah disepakati, tanpa adanya persetujuan tertulis terlebih dahulu dari SGP.
Pada bulan Agustus 2018, Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan Koperasi Sukses
Prima Sejahtera Jawa Timur (“KSPSJT”) (pihak ketiga) untuk melakukan distribusi penjualan
persediaan Perusahaan. Perjanjian ini memiliki jangka waktu sampai dengan tanggal
31 Desember 2018, dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal 31 Desember 2021. Sesuai
perjanjian, Perusahaan akan membayarkan antara lain:
1. Biaya pengganti upah tenaga kerja
2. Biaya pengganti Iuran BPJS kesehatan dan ketenaga kerjaan
3. Biaya pengganti iuran pensiun
4. Biaya jasa manajemen (management fee) sebesar 3% yang dihitung dari biaya pengganti
upah tenaga kerja yang melaksanakan jasa distribusi.
38
Page 44
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
24. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan)
Perjanjian distribusi (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2021, Perusahaan dan KSPSJT sepakat untuk memperpanjang jangka
waktu perjanjian sampai dengan tanggal 31 Desember 2022 dan merubah tarif jasa manajemen
menjadi 4%, untuk periode 1 Januari 2022 sampai dengan 31 Desember 2022. Sesuai perjanjian,
Perusahaan akan membayarkan antara lain:
1. Biaya pengganti upah tenaga kerja
2. Biaya pengganti Iuran BPJS kesehatan dan ketenaga kerjaan
3. Biaya pengganti insentif tenaga kerja
4. Biaya jasa manajemen (management fee) sebesar 4% yang dihitung dari biaya pengganti
upah tenaga kerja yang melaksanakan jasa distribusi.
5. Tunjangan Hari Raya (THR), dalam hal ini diajukan terpisah setiap 1 (satu) tahun sekali.
Jumlah biaya pengganti upah tenaga kerja, BPJS kesehatan dan ketenaga kerjaan dan iuran pensiun
yang dibebankan pada tahun 2021 dan 2020, masing-masing sebesar Rp 96.459.898.451 dan
Rp 90.289.469.862, yang disajikan sebagai bagian dari akun “Distribusi dan bahan bakar” dalam
beban penjualan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain (Catatan 21). Jumlah jasa
manajemen yang dibebankan pada tahun 2021 dan 2020 masing-masing sebesar Rp 2.337.955.252
dan Rp 2.223.981.489, disajikan pada akun “Jasa manajemen” pada beban umum dan administrasi
pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain (Catatan 22).
Perjanjian sewa menyewa
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa, Perusahaan menyewa tanah dan bangunan milik
SGP dengan masa sewa selama 12 (dua belas) bulan dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan
kedua belah pihak.
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa, Perusahaan menyewa sejumlah kendaraan milik SGP, guna
melancarkan kegiatan operasional dan/atau sebagai sarana transportasi. Perjanjian ini memiliki jangka
waktu sampai 31 Maret 2019. Pada tanggal 1 April 2019, Perusahaan dan SGP sepakat untuk
melanjutkan perjanjian ini sampai dengan tanggal 31 Maret 2021 dan tidak diperpanjang kembali
setelahnya. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, jumlah
beban sewa, masing-masing adalah sebesar Rp 312.000.000 dan Rp 1.248.000.000 (Catatan 21 dan
23).
25. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO
Risiko utama dari instrumen keuangan Perusahaan adalah risiko pasar (termasuk risiko tingkat bunga)
dan risiko kredit serta risiko likuiditas. Kebijakan keuangan Perusahaan dimaksudkan untuk
mengurangi dampak keuangan dari fluktuasi tingkat bunga serta meminimalisir potensi kerugian yang
dapat berdampak pada risiko keuangan Perusahaan.
39
Page 45
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
25. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Faktor-faktor Risiko Keuangan
a. Risiko Pasar
Risiko Tingkat Bunga
Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar arus kas di masa depan akan
berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga di pasar. Pinjaman yang diperoleh dengan
tingkat bunga mengambang menimbulkan risiko suku bunga atas arus kas.
Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas dampak perubahan suku bunga dan
senantiasa menjaga komposisi pendanaan dengan sesuai kebutuhan untuk mengelola risiko
suku bunga.
b. Risiko Kredit
Perusahaan tidak memiliki risiko yang signifikan terhadap risiko kredit. Perusahaan memiliki
kebijakan untuk memastikan keseluruhan penyerahan jasa dilakukan kepada pelanggan dengan
reputasi dan riwayat kredit yang baik. Selain itu, Perusahaan senantiasa melakukan penelaahan
berkala atas kredit pelanggan yang ada.
c. Risiko Likuiditas
Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati mensyaratkan tersedianya kas dan setara kas yang
memadai untuk memenuhi kebutuhan modal operasional.
Perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya senantiasa menjaga fleksibilitas melalui dana
kas dan setara kas yang memadai dan ketersediaan dana dalam bentuk kredit yang memadai.
Manajemen mengelola risiko likuiditas dengan senantiasa memantau perkiraan cadangan
likuiditas Perusahaan berdasarkan arus kas yang diharapkan serta menelaah kebutuhan
pembiayaan untuk modal kerja dan aktivitas pendanaan secara teratur dan pada saat yang
dianggap perlu.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan yang dicatat di laporan
posisi keuangan tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut:
2021
Nilai tercatat Nilai wajar
Aset Keuangan Lancar
Kas dan bank 12.397.426.691 12.397.426.691
Piutang usaha 43.306.846.546 43.306.846.546
Piutang lain-lain 612.978.056 612.978.056
Jumlah aset keuangan lancar 56.317.251.293 56.317.251.293
Aset Keuangan Tidak Lancar
Uang jaminan pemasok 23.349.718.566 23.349.718.566
Jumlah Aset Keuangan 79.666.969.859 79.666.969.859
40
Page 46
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
25. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)
2021
Nilai tercatat Nilai wajar
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang usaha - Pihak berelasi 121.587.196.049 121.587.196.049
Biaya masih harus dibayar 571.875.051 571.875.051
Utang lain-lain 1.984.853.528 1.984.853.528
Utang jangka panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang sewa pembiayaan 19.334.821.932 19.334.821.932
Utang pembiayaan konsumen 5.829.406.413 5.829.406.413
Liabilitas sewa 5.055.475.753 5.055.475.753
Jumlah liabilitas keuangan jangka pendek 154.363.628.726 154.363.628.726
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang sewa pembiayaan 25.142.086.016 25.142.086.016
Utang pembiayaan konsumen 1.479.764.725 1.479.764.725
Liabilitas sewa 1.026.584.562 1.026.584.562
Uang jaminan pelanggan - pihak ketiga 11.543.463.968 11.543.463.968
Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang 39.191.899.271 39.191.899.271
Jumlah Liabilitas Keuangan 193.555.527.997 193.555.527.997
2020
Nilai tercatat Nilai wajar
Aset Keuangan Lancar
Kas dan bank 8.369.317.894 8.369.317.894
Piutang usaha 42.864.626.949 42.864.626.949
Piutang lain-lain 2.698.864.521 2.698.864.521
Jumlah aset keuangan lancar 53.932.809.364 53.932.809.364
Aset Keuangan Tidak Lancar
Uang jaminan pemasok 23.211.683.566 23.211.683.566
Jumlah Aset Keuangan 77.144.492.930 77.144.492.930
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang usaha 111.225.106.401 111.225.106.401
Biaya masih harus dibayar 310.484.502 310.484.502
Utang jangka panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang sewa pembiayaan 9.882.246.518 9.882.246.518
Utang pembiayaan konsumen 5.703.902.449 5.703.902.449
Liabilitas sewa 4.666.484.894 4.666.484.894
Jumlah liabilitas keuangan jangka pendek 131.788.224.764 131.788.224.764
41
Page 47
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
25. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)
2020
Nilai tercatat Nilai wajar
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang sewa pembiayaan 9.396.838.545 9.396.838.545
Utang pembiayaan konsumen 7.309.095.414 7.309.095.414
Liabilitas sewa 3.098.047.183 3.098.047.183
Uang jaminan pelanggan - pihak ketiga 11.648.549.312 11.648.549.312
Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang 31.452.530.454 31.452.530.454
Jumlah Liabilitas Keuangan 163.240.755.218 163.240.755.218
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan berdasarkan jumlah dimana instrumen tersebut
dapat dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan (willing parties) dan
bukan merupakan pendapatan yang dipaksakan atau likuidasi.
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau
disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya
atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal.
Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok
instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:
Nilai tercatat dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain, utang usaha, biaya masih harus
dibayar, utang lain-lain, utang sewa pembiayaan, utang pembiayaan konsumen dan liabilitas sewa
jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun mendekati nilai wajarnya karena bersifat
jangka pendek.
Jumlah tercatat dari utang sewa pembiayaan, utang pembiayaan konsumen dan liabilitas sewa jangka
panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dengan suku bunga
mengambang, mendekati nilai wajarnya karena selalu dinilai ulang secara berkala.
Uang jaminan pemasok dan uang jaminan pelanggan dicatat sebesar biaya perolehan yang
diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif dan dampaknya dianggap tidak material.
26. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK LAPORAN ARUS KAS
a. Aktivitas non-kas
2021 2020
Perolehan aset tetap melalui
utang sewa pembiayaan 37.819.202.019 -
Perolehan aset hak guna melalui
liabilitas sewa 5.909.240.103 11.753.280.349
Perolehan aset tetap melalui
utang lain-lain - pembelian aset tetap 1.080.240.000 -
Perolehan aset tetap melalui
utang pembiayaan konsumen - 6.719.756.634
42
Page 48
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
26. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK LAPORAN ARUS KAS (lanjutan)
b. Rekonsiliasi utang neto
2021
1 Januari 2021 Arus kas Pemutusan kontrak Transaksi non-kas 31 Desember 2021
Utang sewa pembiayaan 19.279.085.063 (12.621.379.134 ) - 37.819.202.019 44.476.907.948
Utang pembiayaan konsumen 13.012.997.863 (5.703.826.725 ) - - 7.309.171.138
Liabilitas sewa 7.764.532.077 (7.389.164.848 ) (202.547.017 ) 5.909.240.103 6.082.060.315
2020
1 Januari 2020 Arus kas Transaksi non-kas 31 Desember 2020
Utang sewa pembiayaan 28.267.847.338 (8.988.762.275 ) - 19.279.085.063
Utang pembiayaan konsumen 10.631.857.598 (4.338.616.369 ) 6.719.756.634 13.012.997.863
Liabilitas sewa - (3.988.748.272 ) 11.753.280.349 7.764.532.077
27. KONDISI EKONOMI
Sehubungan dengan perkembangan kasus pandemi COVID-19, Perusahaan telah melakukan
penilaian atas dampak pandemi COVID-19 dan peraturan Pemerintah baru yang relevan terhadap
rencana operasi dan bisnis Perusahaan. Berdasarkan penilaian yang dilakukan dan kondisi bisnis
Perusahaan tahun ini, manajemen tidak melihat adanya ketidakpastian material yang akan
menyebabkan kerugian yang signifikan terhadap bisnis dan operasional Perusahaan ataupun
menimbulkan keraguan signifikan atas kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan
kelangsungan usahanya, walaupun demikian dampak wabah Covid-19 terhadap operasi dan kinerja
keuangan Perusahaan bergantung pada beberapa perkembangan tertentu di masa depan, termasuk
durasi penyebaran wabah, serta dampak terhadap pegawai, pelanggan dan pemasok Perusahaan,
yang kesemuanya itu bersifat tidak pasti dan tidak dapat diprediksi pada saat ini. Manajemen telah
mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghadapi dampak dari kejadian ini terhadap
kegiatan operasional Perusahaan.
28. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF
Berikut adalah beberapa standar akuntansi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia yang dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan
Perusahaan.
Berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2022
- Amendemen PSAK 22: “Kombinasi Bisnis tentang Rujukan ke Kerangka Konseptual”
- Amendemen PSAK 57: “Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak
Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak”
- Amandemen PSAK 71: “Instrumen Keuangan - Imbalan dalam pengujian '10 persen' untuk
penghentian pengakuan liabilitas keuangan”
Berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023
- Amendemen PSAK 1: “Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka
Pendek atau Jangka Panjang”
Perusahaan sedang mengevaluasi dampak dari standar akuntansi tersebut dan belum menentukan
dampaknya terhadap laporan keuangan.
43
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
17257 ms
12 Sep 2026 21:46
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}