Skip to content
Back to announcement

20231220_CLEO_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31561289_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review CLEO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 50

Page 1
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA

          Laporan Keuangan
     Tanggal 31 Desember 2022
   Dan Untuk Tahun yang Berakhir
       Pada Tanggal Tersebut
 Beserta Laporan Auditor Independen
   (Mata Uang Rupiah Indonesia)
Page 2
SPD
Page 3
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                           DAFTAR ISI


                                                                                       Halaman

Laporan Auditor Independen

Laporan Posisi Keuangan .........................…………………………......…........………………………….       1-2

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain …........................……………………………       3

Laporan Perubahan Ekuitas ............................…………………………………………………………….                 4

Laporan Arus Kas .............................………………...……………………………………………………..                  5

Catatan atas Laporan Keuangan …........................……………………………………………………….              6 - 44




                                    ***************************
Page 4
                                 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN


Laporan No. 00240/2.0851/AU.1/05/1114-1/1/V/2023


Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi
PT Sentralsari Primasentosa

Opini

Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Sentralsari Primasentosa (“Perusahaan”), yang terdiri dari laporan
posisi keuangan tanggal 31 Desember 2022, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan
perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, serta catatan atas
laporan keuangan, termasuk ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan.

Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material,
posisi keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember 2022, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk tahun
yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Basis Opini

Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung
Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada laporan kami. Kami independen terhadap
Perusahaan berdasarkan ketentuan etika yang relevan dalam audit kami atas laporan keuangan di Indonesia, dan
kami telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami yakin bahwa bukti
audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit kami.

Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap Laporan
Keuangan

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen
untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.

Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen bertanggung jawab untuk menilai kemampuan Perusahaan
dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya, hal-hal yang
berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha, kecuali
manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi Perusahaan atau menghentikan operasi, atau tidak memiliki
alternatif yang realistis selain melaksanakannya.

Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan keuangan
Perusahaan.
Page 5
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan

Tujuan kami adalah untuk memeroleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara keseluruhan
bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, dan untuk
menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai merupakan suatu tingkat
keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang dilaksanakan berdasarkan Standar
Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap material jika, baik secara individual maupun
secara agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh
pengguna berdasarkan laporan keuangan tersebut.

Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan
mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga:

• Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang
  disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan melaksanakan prosedur audit yang responsif
  terhadap risiko tersebut, serta memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk menyediakan basis bagi
  opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh kecurangan lebih
  tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat melibatkan kolusi, pemalsuan,
  penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian pengendalian internal.

• Memeroleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk mendesain
  prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas
  keefektivitasan pengendalian internal Perusahaan.

• Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan
  pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.

• Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan,
  berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait dengan
  peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Perusahaan untuk
  mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu ketidakpastian
  material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor kami ke pengungkapan terkait
  dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai, harus menentukan apakah perlu
  untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan pada bukti audit yang diperoleh hingga
  tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa atau kondisi masa depan dapat menyebabkan Perusahaan
  tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha.

• Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk pengungkapannya,
  dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan peristiwa yang mendasarinya dengan suatu cara
  yang mencapai penyajian wajar.
Page 6
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan (lanjutan)

Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain, ruang
lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap defisiensi
signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit.



Kantor Akuntan Publik
TERAMIHARDJA, PRADHONO & CHANDRA




Novida Winata, CPA
Izin Akuntan Publik No. AP.1114


8 Mei 2023
Page 7
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 DESEMBER 2022
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                      Catatan                     2022           2021
ASET

ASET LANCAR
Kas dan bank                                           2d, 2e, 4             13.358.133.611    12.397.426.691
Piutang usaha                                              2d, 2f
    Pihak berelasi                                      2l, 5, 24             1.724.724.213       220.279.500
    Pihak ketiga - neto                                         5            62.052.799.575    43.086.567.046
Piutang lain-lain                                              2d
    Pihak berelasi                                      2l, 6, 24             1.513.003.525                 -
    Pihak ketiga                                                6               529.420.759       612.978.056
Persediaan - neto                                           2g, 7            30.998.565.855    19.761.864.774
Pajak dibayar di muka                                     2n, 13                          -       565.606.858
Biaya dibayar di muka                                        2h,8             4.482.658.762     2.198.855.443
Jumlah Aset Lancar                                                         114.659.306.300     78.843.578.368


ASET TIDAK LANCAR
Uang muka pembelian aset tetap                                10             7.898.224.999                  -
Uang jaminan pemasok                               2d, 2l, 9, 24            29.529.579.568     23.349.718.566
Aset tetap - neto                                     2i, 2j, 10           160.113.938.234    117.586.292.091
                                                     2j, 2k, 2l,
Aset hak-guna - neto                                     11, 24              14.273.802.097    10.822.682.667
Taksiran klaim pajak penghasilan                         2n, 13               1.710.722.064                 -
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                   213.526.266.962    151.758.693.324
JUMLAH ASET                                                                328.185.573.262    230.602.271.692




                            Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang
                              tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.


                                                         1
Page 8
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
31 DESEMBER 2022
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                         Catatan                     2022           2021
LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - Pihak berelasi                         2d, 2l, 12, 24           186.349.148.030    121.587.196.049
Utang pajak                                                  2n, 13             2.830.298.776      1.614.915.054
Biaya masih harus dibayar                                    2d, 14               870.228.623        571.875.051
Utang lain-lain                                              2d, 15                20.996.111      1.984.853.528
Utang jangka panjang yang jatuh
    tempo dalam waktu satu tahun                                 2d
    Utang sewa pembiayaan                                    2k, 16             26.533.076.210    19.334.821.932
    Utang pembiayaan konsumen                                    16              6.033.156.792     5.829.406.413
    Liabilitas sewa                                  2k, 2l, 11, 24              4.125.363.930     5.055.475.753
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                               226.762.268.472    155.978.543.780


LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang - setelah dikurangi
    bagian yang jatuh tempo dalam waktu
    satu tahun                                              2d
    Utang sewa pembiayaan                               2k, 16                  29.979.589.333    25.142.086.016
    Utang pembiayaan konsumen                               16                   7.306.634.915     1.479.764.725
    Liabilitas sewa                             2k, 2l, 11, 24                   2.797.784.704     1.026.584.562
Uang jaminan pelanggan - Pihak ketiga                   2d, 17                  19.092.281.237    11.543.463.968
Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan         2o, 18                   5.188.845.013     3.539.869.336
Liabilitas pajak tangguhan                              2n, 13                   3.745.732.933     1.578.162.749
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                68.110.868.135    44.309.931.356
JUMLAH LIABILITAS                                                             294.873.136.607    200.288.475.136


EKUITAS
Modal saham - nilai nominal
    Rp 1.000.000 per saham
    Modal dasar - 80.000 saham
    Modal ditempatkan dan disetor
        penuh - 25.000 saham                                      19            25.000.000.000    25.000.000.000
Tambahan modal disetor                                                           1.000.000.000     1.000.000.000
Saldo laba                                                                       7.312.436.655     4.313.796.556
JUMLAH EKUITAS                                                                  33.312.436.655    30.313.796.556
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                 328.185.573.262    230.602.271.692




                               Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang
                                 tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.


                                                            2
Page 9
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2022
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                        Catatan                     2022                2021
PENJUALAN BERSIH                                   2l, 2m, 20, 24         1.651.465.857.795        1.149.325.536.536

BEBAN POKOK PENJUALAN                              2l, 2m, 21, 24        (1.318.369.374.309 )       (918.940.642.007)
LABA BRUTO                                                                   333.096.483.486        230.384.894.529
Beban penjualan                                    2l, 2m, 22, 24           (296.024.106.987 )      (201.345.597.004)
Beban umum dan administrasi                        2l, 2m, 23, 24            (24.523.641.264 )       (12.233.659.531)
Beban keuangan                                                2m              (6.100.454.998 )        (3.452.351.036)
Lain-lain - bersih                                            2m                (914.216.564 )        (1.001.202.533)
LABA SEBELUM BEBAN
   PAJAK PENGHASILAN                                                            5.534.063.673        12.352.084.425
BEBAN PAJAK PENGHASILAN                                     2n, 13
Pajak kini                                                                       (476.626.040 )       (2.294.869.060)
Pajak tangguhan                                                                (2.143.640.201 )       (1.415.005.567)
Beban Pajak Penghasilan                                                        (2.620.266.241 )       (3.709.874.627)
LABA TAHUN BERJALAN                                                             2.913.797.432         8.642.209.798
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak Akan Direklasifikasi
    ke Laba Rugi
Laba (rugi) aktuarial dari liabilitas
    atas imbalan kerja karyawan                             2o, 18                 108.772.650          (224.620.599)
Pajak penghasilan terkait                                   2n, 13                 (23.929.983 )          49.416.532
Laba (rugi) komprehensif lain - setelah pajak                                       84.842.667          (175.204.067)
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
   TAHUN BERJALAN                                                               2.998.640.099         8.467.005.731




                              Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang
                                tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.


                                                           3
Page 10
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2022
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                             Tambahan                Saldo Laba
                                    Modal Saham             Modal Disetor             (Defisit)             Jumlah Ekuitas

Saldo 31 Desember 2020               25.000.000.000            1.000.000.000          (4.153.209.175 )        21.846.790.825

Laba tahun berjalan                                -                        -          8.642.209.798           8.642.209.798

Rugi komprehensif lain -
      setelah pajak                                -                        -              (175.204.067 )       (175.204.067 )

Saldo 31 Desember 2021               25.000.000.000            1.000.000.000           4.313.796.556          30.313.796.556


Laba tahun berjalan                                -                        -          2.913.797.432           2.913.797.432

Laba komprehensif lain -
     setelah pajak                                 -                        -               84.842.667           84.842.667

Saldo 31 Desember 2022               25.000.000.000            1.000.000.000           7.312.436.655          33.312.436.655




                           Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang
                             tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.


                                                        4
Page 11
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
LAPORAN ARUS KAS
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2022
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                       Catatan                     2022                2021
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan                                            1.638.543.997.822        1.148.778.231.595
Pembayaran kas kepada pemasok                                           (1.271.023.984.411 )       (910.246.545.960)
Pembayaran kas kepada karyawan                                             (60.357.007.681 )        (41.099.342.474)
Pembayaran beban usaha                                                    (235.366.272.888 )       (151.339.381.849)
Kas yang diperoleh dari operasi                                              71.796.732.842         46.092.961.312
Pembayaran beban keuangan                                                    (6.268.213.627 )       (3.463.563.491)
Pembayaran pajak penghasilan
   dan pajak pertambahan nilai                                                   (406.357.524 )      (2.363.646.056)
Kas Bersih yang Diperoleh dari
   Aktivitas Operasi                                                         65.122.161.691         40.265.751.765

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                            10          (13.270.303.223 )       (10.559.635.897)
Uang muka pembelian aset tetap                                  10           (7.898.224.999 )                     -
Hasil penjualan aset tetap                                      10                        -              36.363.636
Kas Bersih yang Digunakan untuk
   Aktivitas Investasi                                                      (21.168.528.222 )       (10.523.272.261)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang sewa pembiayaan                                16          (25.646.902.445 )       (12.621.379.134)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen                            16           (8.178.579.410 )        (5.703.826.725)
Pembayaran liabilitas sewa                                      11           (9.167.444.694 )        (7.389.164.848)
Kas Bersih yang Digunakan untuk
   Aktivitas Pendanaan                                                      (42.992.926.549 )       (25.714.370.707)
KENAIKAN BERSIH KAS DAN BANK                                                      960.706.920         4.028.108.797

KAS DAN BANK AWAL TAHUN                                                      12.397.426.691           8.369.317.894
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN                                                     13.358.133.611         12.397.426.691




                             Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang
                               tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.


                                                          5
Page 12
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

1. UMUM

   a. Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum

      PT Sentralsari Primasentosa (“Perusahaan”) didirikan dengan nama PT Sentralsari Primasentosa
      berdasarkan akta Notaris A. V. Chitranadi, S.H., No. 13 tanggal 21 Oktober 1994 dan telah
      disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
      No.C2-1.570.HT.01.01-TH.95 tanggal 2 Februari 1995.

      Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
      Notaris Happy Herawati Chandra, S.H., No. 54 tanggal 27 September 2022, mengenai perubahan
      maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan. Perubahan Anggaran Dasar ini telah
      mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
      Surat Keputusan No. AHU-0072182.AH.01.02.TAHUN 2022 Tanggal 6 Oktober 2022.

      Perusahaan berdomisili di Sidoarjo, dengan kantor pusat berlokasi di Jalan Raya Ahmad Yani
      No. 41 - 43, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Perusahaan memulai kegiatan operasi
      komersialnya sejak tahun 2008.

      Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama adalah
      bergerak dalam bidang perdagangan besar bukan mobil dan sepeda motor, perdagangan eceran,
      bukan mobil dan motor, dan pergudangan dan aktivitas penunjang angkutan.

      Entitas induk langsung Perusahaan adalah PT Tancorp Global Sentosa, yang didirikan dan
      berdomisili di Indonesia.

   b. Komisaris, Dewan Direksi dan Karyawan

      Susunan Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
      adalah sebagai berikut:

      Komisaris
      Komisaris       :   Belinda Natalia

      Dewan Direksi
      Direktur Utama :    Melisa Patricia
      Direktur       :    Toto Sucartono

      Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, jumlah karyawan tetap Perusahaan, masing-masing
      sejumlah 124 orang dan 100 orang (tidak diaudit).

   c. Penyelesaian Laporan Keuangan

      Laporan keuangan telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada
      tanggal 8 Mei 2023.


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN

   a. Pernyataan Kepatuhan dan Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

      Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
      (“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar
      Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia.




                                                6
Page 13
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

   a. Pernyataan Kepatuhan dan Dasar Penyusunan Laporan Keuangan (lanjutan)

      Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras dengan
      kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan tanggal
      31 Desember 2021 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.

      Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali laporan arus kas, dengan
      menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan atas laporan
      keuangan yang relevan.

      Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus
      kas dalam aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

      Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah, yang merupakan
      mata uang fungsional Perusahaan.

   b. Perubahan Kebijakan Akuntansi

      Perubahan pada PSAK yang berlaku efektif pada tahun 2022

      Berikut adalah revisi, amendemen dan penyesuaian atas standar akuntansi keuangan (SAK) serta
      interpretasi atas SAK berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah
      1 Januari 2022, yaitu :

      •   Amendemen PSAK 22: “Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke Kerangka Konseptual”;
      •   Amendemen PSAK 57: “Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak
          Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak”;
      •   Penyesuaian Tahunan 2020 - PSAK 71 - “Instrumen Keuangan - Imbalan dalam pengujian ‘10
          persen’ untuk penghentian pengakuan liabilitas keuangan”;
      •   PSAK 73 (Penyesuaian Tahunan 2020): “Sewa”.

      Dampak atas penerapan standar baru dan penyesuaian atau amendemen lainnya tidak material
      terhadap laporan keuangan.

      Pada bulan April 2022, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK
      IAI”) mengeluarkan siaran pers mengenai “Pengatribusian Imbalan pada Periode Jasa” sebagai
      bahan penjelasan terhadap persyaratan yang relevan dari PSAK 24, “Imbalan kerja”, yang secara
      khusus menjelaskan cara mengatribusikan imbalan pensiun pada periode jasa program pensiun
      dengan pola tertentu berdasarkan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.

      Setiap perubahan kewajiban imbalan pascakerja setelah penerapan atribusi imbalan sebagaimana
      dijelaskan dalam siaran pers ini dianggap sebagai perubahan kebijakan akuntansi. Berdasarkan
      siaran pers, setiap Perusahaan perlu menilai waktu yang wajar untuk mengubah kebijakan
      akuntansinya terkait hal ini, yang dampaknya harus diperhitungkan secara retrospektif pada saldo
      awal periode komparatif paling awal, jika material.

      Perusahaan telah menerapkan persyaratan dari siaran pers dan telah melakukan perikatan
      dengan aktuaris independen untuk menghitung dampak dari perubahan kebijakan akuntansi ini
      sejak awal periode komparatif yang disajikan.

      Dampak terhadap laporan posisi keuangan 31 Desember 2021, 1 Januari 2021 serta pada laporan
      laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah tidak signifikan. Sehingga dampak ini diakui
      dalam laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2022 dan laporan laba rugi dan penghasilan
      komprehensif lain untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2022.

                                                 7
Page 14
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

   c. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar

      Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi
      lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:

      i. akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,
      ii. untuk diperdagangkan,
      iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali
           yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam
           paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

      Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:

      i.     akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
      ii.    untuk diperdagangkan,
      iii.   akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
      iv.    tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan
             setelah tanggal pelaporan.

      Liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.

   d. Instrumen Keuangan

      Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan
      liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.

      1. Aset Keuangan

             Pengakuan dan pengukuran awal

             Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang
             diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
             melalui pendapatan komprehensif lainnya, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi.

             Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain dan
             uang jaminan pemasok, diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya
             diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
             laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

             Perusahaan menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu
             model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas
             kontraktual dari aset keuangan (“SPPI”).

             Pengujian SPPI

             Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Perusahaan menilai persyaratan kontraktual
             keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.

             Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan
             pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada
             pembayaran pokok atau amortisasi premi/diskon).

             Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas
             nilai waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Perusahaan
             menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang
             dimana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan.


                                                       8
Page 15
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

   d. Instrumen Keuangan (lanjutan)

      1. Aset Keuangan (lanjutan)

         Pengujian SPPI (lanjutan)

         Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas
         risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan
         pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo. Dalam kasus
         seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit or Loss
         (“FVTPL”).

         Penilaian model bisnis

         Perusahaan menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan
         bagaimana Perusahaan mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan
         bisnisnya.

         Model bisnis Perusahaan tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada
         tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang
         dapat diamati seperti:

         •   Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
             tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
         •   Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam
             model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;
         •   Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada
             nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);
         •   Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting
             dari penilaian Perusahaan.

         Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa
         mempertimbangkan skenario “worst case” atau “stress case”. Jika arus kas setelah pengakuan
         awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan, Perusahaan tidak
         mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model bisnis tersebut, tetapi
         memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset keuangan yang baru
         atau yang baru dibeli selanjutnya.

         Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola
         dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan
         arus kas kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal
         tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari
         jumlah pokok terutang.

         Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
         diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya
         perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.

         Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat
         dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan diakui sebagai “Pendapatan
         Keuangan”. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang
         dari nilai tercatat aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan sebagai “Kerugian
         penurunan nilai”.




                                                9
Page 16
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

   d. Instrumen Keuangan (lanjutan)

      1. Aset Keuangan (lanjutan)

         Penurunan nilai aset keuangan

         Perusahaan mengakui penyisihan untuk kerugian kredit ekspektasian ("ECL") untuk seluruh
         instrumen utang yang tidak dimiliki pada nilai wajar melalui laba rugi. ECL didasarkan pada
         selisih antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan seluruh arus
         kas yang diperkirakan akan diterima Perusahaan, didiskontokan dengan SBE awal. Arus kas
         ekspektasian akan mencakup arus kas dari penjualan agunan atau perbaikan risiko kredit lain
         yang merupakan bagian dari persyaratan kontraktual.

         ECL diakui dalam dua tahap. Untuk eksposur kredit yang belum ada peningkatan risiko kredit
         yang signifikan sejak pengakuan awal, ECL dilakukan untuk kerugian kredit yang diakibatkan
         oleh peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan).
         Untuk eksposur kredit yang telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak
         pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan untuk kerugian kredit yang diperkirakan
         selama sisa umur eksposur, terlepas dari waktu gagal bayar (ECL sepanjang umur).

         Untuk piutang usaha, Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam
         menghitung ECL. Oleh karena itu, Perusahaan tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit,
         tetapi mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL sepanjang umur pada setiap tanggal
         pelaporan. Perusahaan telah menyusun matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian
         kredit historisnya, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan yang spesifik bagi
         debitur dan lingkungan ekonomi.

         Perusahaan juga dapat mempertimbangkan aset keuangan mengalami gagal bayar ketika
         informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Perusahaan tidak mungkin menerima
         jumlah kontraktual yang terutang secara penuh sebelum memperhitungkan setiap perbaikan
         risiko-kredit yang dimiliki oleh Perusahaan. Aset keuangan dihapuskan jika tidak ada
         ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual.

      2. Liabilitas Keuangan

         Pengakuan dan pengukuran awal

         Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
         melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan
         menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.

         Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat
         diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan
         yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar
         liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat
         diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
         wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi.

         Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang usaha, biaya masih harus dibayar, utang
         lain-lain, utang sewa pembiayaan, utang pembiayaan konsumen, liabilitas sewa dan uang
         jaminan pelanggan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
         diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
         melalui laba rugi.


                                                10
Page 17
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

   d. Instrumen Keuangan (lanjutan)

      2. Liabilitas Keuangan (lanjutan)

         Pengukuran selanjutnya

         Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya
         perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (“SBE”).

         Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman
         terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam
         laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi
         SBE.

         Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium atas
         perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE.
         Amortisasi SBE dicatat sebagai “Beban Keuangan” dalam laba rugi.

         Penghentian pengakuan

         Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan
         dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

         Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi
         pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan
         dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi
         persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan
         pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas
         keuangan tersebut diakui pada laba rugi.

      3. Reklasifikasi Instrumen Keuangan

         Perusahaan diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki
         jika Perusahaan mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Perusahaan
         tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan.

         Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan
         operasional Perusahaan seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis.
         Selain itu, Perusahaan perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada pihak
         eksternal.

         Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi berkaitan
         dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi
         pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c) pengalihan aset
         keuangan antara bagian dari Perusahaan dengan model bisnis berbeda.

      4. Saling Hapus dari Instrumen Keuangan

         Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam
         laporan posisi keuangan jika Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum
         untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk
         menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
         secara simultan. Hak saling hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas
         terjadinya suatu peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam
         situasi bisnis normal dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan.



                                                 11
Page 18
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

   e. Kas dan Setara Kas

        Kas dan setara kas meliputi kas dan bank serta deposito berjangka yang akan jatuh tempo
        kurang dari 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatan dan tidak dijadikan sebagai jaminan serta
        tidak dibatasi penggunaannya.

   f.   Piutang Usaha

        Piutang usaha disajikan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai
        piutang usaha. Kebijakan akuntansi untuk penyisihan atas penurunan nilai dijabarkan dalam
        Catatan 2d.

   g. Persediaan

        Persediaan dinyatakan pada nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya
        perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak. Penyisihan penurunan
        nilai persediaan dibentuk berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir
        tahun, untuk menyesuaikan nilai tercatat persediaan menjadi nilai realisasi bersih.

   h. Biaya Dibayar di Muka

        Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang
        bersangkutan.

   i.   Aset Tetap

        Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan
        biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
        kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan.

        Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi
        penyusutan dan kerugian penurunan nilai.

        Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan maksud
        penggunaannya. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line
        method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

                                                                                            Tahun
        Bangunan                                                                             20
        Kendaraan                                                                             8
        Peralatan kantor                                                                    4-8

        Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen
        berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang
        pada saat jatuh tempo.

        Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
        komprehensif lain pada saat terjadinya; pengeluaran dalam jumlah signifikan dan yang
        memperpanjang masa manfaat aset atau yang memberikan tambahan manfaat ekonomis
        dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak dipergunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari
        kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba
        rugi dan penghasilan komprehensif lain pada tahun yang bersangkutan.

        Pada setiap akhir tahun buku, umur manfaat, nilai residu dan metode penyusutan direviu, dan jika
        sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.



                                                   12
Page 19
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

   i.   Aset Tetap (lanjutan)

        Aset tetap dalam penyelesaian mencerminkan akumulasi biaya material dan biaya-biaya lain
        berkaitan dengan pembangunan aset. Akumulasi biaya perolehan aset dalam penyelesaian
        tersebut akan dialihkan ke akun aset tetap yang bersangkutan apabila telah selesai dan siap untuk
        digunakan.

   j.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

        Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
        mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan diestimasi
        untuk aset individual. Jika tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual,
        maka Perusahaan menentukan nilai terpulihkan dari Unit Penghasil Kas (UPK) yang mana aset
        tercakup (aset dari UPK).

        Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih
        tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat
        aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan
        nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya.

        Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini
        dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini
        dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.

        Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga transaksi pasar
        terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan menggunakan model
        penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan
        oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia. Kerugian penurunan nilai, jika
        ada, diakui pada laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset
        yang diturunkan nilainya.

        Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi
        penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset mungkin tidak ada
        lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi tersebut ada, maka entitas mengestimasi jumlah
        terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya
        untuk suatu aset dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
        menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.

        Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya
        maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi yang telah diakui
        untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba
        rugi. Setelah pembalikan tersebut diakui sebagai laba rugi, penyusutan aset tersebut disesuaikan
        di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurang nilai
        sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

   k. Sewa

        Perusahaan menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak adalah, atau berisi, sewa. Artinya,
        jika kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset teridentifikasi untuk suatu
        periode waktu sebagai imbalan untuk imbalan.




                                                     13
Page 20
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

   k. Sewa (lanjutan)

      Sebagai penyewa

      Perusahaan menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk seluruh sewa,
      kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui liabilitas
      sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak-guna yang memberikan hak untuk
      menggunakan aset pendasarnya.

      Aset hak-guna

      Perusahaan mengakui aset hak-guna pada tanggal permulaan sewa (yaitu pada tanggal aset
      pendasar tersedia untuk digunakan). Aset hak-guna diukur pada biaya perolehan dikurangi
      akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran
      kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan aset hak-guna meliputi jumlah liabilitas sewa yang
      diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau
      sebelum tanggal permulaan, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.

      Aset hak-guna didepresiasi dengan metode garis lurus selama jangka waktu yang lebih pendek
      antara masa sewa dan estimasi umur manfaat aset.

      Jika kepemilikan aset sewa beralih kepada Perusahaan pada akhir masa sewa atau biaya
      perolehan merefleksikan penyewa akan mengeksekusi opsi beli, depresiasi dihitung dengan
      menggunakan estimasi umur manfaat aset. Aset hak-guna juga diuji penurunan nilainya sesuai
      dengan PSAK 48 “Penurunan Nilai Aset”.

      Liabilitas sewa

      Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
      pembayaran sewa yang harus dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa mencakup
      pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif
      sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau tarif, dan jumlah yang
      diharapkan akan dibayar di bawah jaminan nilai sisa. Pembayaran sewa juga mencakup harga
      pelaksanaan dari opsi pembelian yang secara wajar pasti akan dilaksanakan oleh Perusahaan
      dan pembayaran denda untuk penghentian sewa, jika masa sewa mencerminkan Perusahaan
      melaksanakan opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada
      indeks atau tarif diakui sebagai beban (kecuali terjadi untuk menghasilkan persediaan) pada
      periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu terjadinya pembayaran.

      Dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman
      inkremental pada tanggal dimulainya sewa karena tingkat bunga implisit dalam sewa tidak dapat
      segera ditentukan. Setelah tanggal permulaan, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk
      mencerminkan penambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan.
      Selain itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu
      sewa, perubahan pembayaran sewa (misalnya, perubahan pembayaran masa depan akibat
      perubahan indeks atau kurs yang digunakan untuk pembayaran sewa) atau perubahan penilaian
      opsi untuk membeli aset yang mendasarinya.

      Sewa jangka-pendek dan sewa aset bernilai-rendah

      Perusahaan memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-
      pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dan sewa atas aset bernilai-rendah.
      Perusahaan mengakui pembayaran sewa terkait dengan sewa ini sebagai beban dengan dasar
      garis lurus selama masa sewa.


                                                   14
Page 21
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

   k. Sewa (lanjutan)

        Sebagai pemberi sewa

        Pada saat aset disewakan sebagai sewa keuangan, maka nilai kini dari pembayaran sewa diakui
        sebagai piutang. Perbedaan antara piutang kotor dan nilai kini dari piutang diakui sebagai
        pendapatan keuangan yang belum direalisasikan.

        Metode untuk mengalokasikan penerimaan kotor ke periode akuntansi disebut sebagai “m etode
        aktuarial”. Metode aktuarial mengalokasikan sewa antara pendapatan keuangan dan pembayaran
        kembali dari modal di setiap periode akuntansi dimana pendapatan keuangan akan muncul
        sebagai tingkat imbal balik tetap pada investasi bersih penyewa di dalam suatu sewa.

   l.   Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

        Perusahaan memiliki transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana yang didefinisikan
        dalam PSAK No. 7 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

        Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan dalam
        catatan atas laporan keuangan.

   m. Pengakuan Pendapatan dan Beban

        Perusahaan menerapkan PSAK 72, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”, yang
        mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:

        1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
        2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
           janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda
           ke pelanggan.
        3. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak
           pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas
           diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
        4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga
           jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika
           tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan
           biaya yang diharapkan ditambah marjin.
        5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
           barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
           barang atau jasa tersebut).

        Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui,
        pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).

        Pengakuan beban

        Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).

   n. Perpajakan

        Pajak Final

        Sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia, pajak final dikenakan atas nilai bruto transaksi,
        dan tetap dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian. Pajak
        final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 46: Pajak Penghasilan.



                                                     15
Page 22
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

   n. Perpajakan (lanjutan)

      Pajak Kini

      Aset atau liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat
      direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang
      digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif
      telah berlaku pada tanggal pelaporan di negara tempat Perusahaan beroperasi dan menghasilkan
      pendapatan kena pajak.

      Bunga dan denda disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak
      dianggap sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.

      Pajak Tangguhan

      Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara
      dasar pengenaan pajak dari aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya untuk tujuan pelaporan
      keuangan.

      Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang kena pajak, kecuali:

      i.    Liabilitas pajak tangguhan yang terjadi dari pengakuan awal goodwill atau dari aset atau
            liabilitas dari transaksi yang bukan transaksi kombinasi bisnis, dan pada waktu transaksi tidak
            mempengaruhi laba akuntansi dan laba kena pajak atau rugi kena pajak;

      ii.   Dari perbedaan temporer kena pajak atas investasi pada entitas anak, yang saat
            pembalikannya dapat dikendalikan dan besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu
            tidak akan dibalik dalam waktu dekat.

      Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan
      akumulasi rugi pajak belum dikompensasi, bila kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia
      sehingga perbedaan temporer dapat dikurangkan tersebut, dan rugi pajak belum di kompensasi,
      dapat dimanfaatkan, kecuali:

      i.    Jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau liabilitas dalam transaksi
            yang bukan transaksi kombinasi bisnis dan tidak mempengaruhi laba akuntansi maupun laba
            kena pajak atau rugi kena pajak/rugi pajak; atau

      ii. Dari perbedaan temporer yang dapat dikurangkan atas investasi pada entitas anak, aset
          pajak tangguhan hanya diakui bila besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu tidak
          akan dibalik dalam waktu dekat dan laba kena pajak dapat di kompensasi dengan beda
          temporer tersebut.

      Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan
      diturunkan ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang
      memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi.
      Penelaahan dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan atas aset pajak tangguhan yang tidak
      diakui sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan besar laba
      kena pajak mendatang akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.

      Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan
      akan berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak
      dan peraturan pajak yang berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada tanggal
      pelaporan.


                                                    16
Page 23
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

   n. Perpajakan (lanjutan)

      Pajak Tangguhan (lanjutan)

      Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan
      secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, atau
      aset dan liabilitas pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan
      otoritas perpajakan yang sama, atau Perusahaan yang bermaksud untuk merealisasikan aset dan
      menyelesaikan liabilitas lancar berdasarkan jumlah neto.

      Pajak Pertambahan Nilai

      Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN“)
      kecuali:

      •   PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor
          pajak, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai
          bagian dari item beban-beban yang diterapkan; dan
      •   Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.

      Jumlah PPN Neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai
      bagian dari piutang atau utang pada laporan posisi keuangan.

   o. Imbalan Kerja Karyawan

      Imbalan kerja jangka pendek

      Perusahaan mengakui liabilitas imbalan kerja jangka pendek ketika jasa diberikan oleh karyawan
      dan imbalan atas jasa tersebut akan dibayarkan dalam waktu dua belas bulan setelah jasa
      tersebut diberikan.

      Imbalan pascakerja

      Pada tanggal 31 Desember 2021, Perusahaan telah menerapkan Undang-Undang Cipta Kerja
      (UUCK) No. 11 Tahun 2020 dan peraturan penerapan terkaitnya PP 35 Tahun 2021 yang
      diterbitkan di bulan Februari 2021. Pada tanggal 31 Desember 2022, Perusahaan menerapkan
      Perpu Nomor 2 Tahun 2022 sebagai pengganti Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK).

      Perusahaan telah menerapkan PSAK No. 24 “Imbalan Kerja”. Penyisihan tersebut diestimasi
      dengan menggunakan perhitungan aktuarial metode “Project Unit Credit”.

      Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial, segera diakui pada laporan
      posisi keuangan dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui
      penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi
      ke laba rugi periode berikutnya.

      Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara:
      i) ketika program amendemen atau kurtailmen terjadi; atau
      ii) ketika Perusahaan mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.




                                                 17
Page 24
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

   o. Imbalan Kerja Karyawan (lanjutan)

      Imbalan pascakerja (lanjutan)

      Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas
      imbalan kerja. Perusahaan mengakui perubahan berikut pada akun “Beban Penjualan” pada
      laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain:
      i) biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas
          penyelesaian (curtailment) tidak rutin dan
      ii) beban atau penghasilan bunga neto.

   p. Provisi

      Provisi diakui jika Perusahaan memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
      konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut
      mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
      andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dibuat.

      Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
      estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung
      manfaat ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi dibatalkan.

   q. Pengukuran Nilai Wajar

      Perusahaan mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, dan aset dan liabilitas yang
      diakuisisi pada kombinasi bisnis. Perusahaan juga mengukur jumlah terpulihkan dari unit
      penghasil kas (“UPK”) tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan (Fair Value Less
      Cost of Disposal atau “FVLCD”), dan piutang yang tidak dikenakan bunga pada nilai wajar.

      Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
      untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
      pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau
      mengalihkan liabilitas terjadi:

      i)    Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
      ii)   Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan     untuk   aset   atau
            liabilitas tersebut.

      Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh
      Perusahaan.

      Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan
      pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku
      pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.

      Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar
      untuk menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi
      dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset
      tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

      Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai
      tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati
      (observable) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati
      (unobservable).


                                                 18
Page 25
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
   q. Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)
        Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
        dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang
        signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:
        i)     Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
               identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
        ii)    Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah
               yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara
               langsung atau tidak langsung.
        iii)   Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah
               yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik
               secara langsung atau tidak langsung.
        Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan
        menentukan apakah terdapat perpindahan antara level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi
        ulang atas penetapan kategori (berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan
        terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.
   r.   Peristiwa Setelah Tanggal Pelaporan
        Peristiwa setelah tanggal pelaporan yang memberikan tambahan informasi mengenai posisi
        keuangan Perusahaan pada tanggal pelaporan (peristiwa penyesuaian), jika ada, dicerminkan
        dalam laporan keuangan. Peristiwa setelah tanggal pelaporan yang bukan peristiwa penyesuaian
        diungkapkan dalam Catatan atas laporan keuangan, jika material.

3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN
   Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan
   manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan
   dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat
   estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah
   estimasi yang dibuat.
   Pertimbangan
   Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
   Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan
   keuangan:
   Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
   Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
   liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan definisi yang ditetapkan PSAK No. 71 dipenuhi.
   Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi
   Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2d.
   Sewa
   Perusahaan menerapkan PSAK 73 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan
   dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai 'Sewa Operasi'.
   Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan, atau
   mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut
   memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu
   untuk dipertukarkan dengan imbalan.


                                                     19
Page 26
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

   Estimasi dan Asumsi

   Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode
   pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset
   dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan
   asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan
   situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi
   diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
   terjadinya.

   Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Usaha

   Perusahaan menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL atas piutang usaha. Tarif provisi
   didasarkan pada hari yang lewat jatuh tempo untuk mengelompokan pelanggan ke segmen yang
   memiliki pola kerugian serupa. Matriks provisi awalnya berdasarkan tarif default yang diamati
   Perusahaan secara historis. Perusahaan akan mengkalibrasi matriks tersebut untuk menyesuaikan
   pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi kedepan. Misalnya, jika prakiraan kondisi
   ekonomi diperkirakan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah
   default di sektor usaha Perusahaan, tingkat default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal
   pelaporan, tarif default yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi ke
   depan dianalisa kembali.

   Penilaian korelasi antara tingkat default yang dapat diamati secara historis, taksiran kondisi ekonomi
   dan ECL adalah estimasi yang signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan
   taksiran kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan perkiraan kondisi
   ekonomi mungkin juga tidak mewakili aktual default pelanggan yang sebenarnya di masa depan.

   Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan

   Penyisihan penurunan nilai persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia,
   termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar,
   estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi
   kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang
   diestimasi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 7.

   Imbalan Kerja

   Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan
   oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara
   lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat kecacatan dan usia pensiun. Perusahaan
   berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai. Penjelasan lebih rinci diungkapkan
   dalam Catatan 18.

   Penyusutan Aset Tetap

   Penyusutan aset tetap dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method)
   berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis antara 4 - 20 tahun. Ini adalah umur secara umum
   diharapkan dalam industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian
   dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan
   karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam
   Catatan 10.




                                                  20
Page 27
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

   Estimasi dan Asumsi (lanjutan)

   Penyusutan aset hak-guna

   Biaya perolehan aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
   manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset hak-guna antara
   2 (dua) sampai dengan 5 (lima) tahun, yang merupakan umur yang secara umum diharapkan dalam
   industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan
   perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan
   karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.

   Pajak Penghasilan

   Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
   transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang
   kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan
   estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan.

   Instrumen Keuangan

   Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan
   penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar
   ditentukan menggunakan bukti objektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat
   berbeda bila Perusahaan menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar
   aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi
   Perusahaan.


4. KAS DAN BANK

   Akun ini terdiri dari:

                                                                  2022                 2021
   Kas - Rupiah                                                 1.936.571.786         2.351.921.525
   Bank - Rupiah
      PT Bank Central Asia Tbk                                  7.056.004.542         7.065.639.305
      PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                    3.532.833.211         2.332.516.259
      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                      581.261.257           441.435.785
      PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                               119.630.093           113.431.410
      PT Bank Mega Tbk                                            101.133.437            73.691.825
      PT Bank Danamon Indonesia Tbk                                30.699.285            18.790.582
   Jumlah Kas dan Bank                                        13.358.133.611         12.397.426.691


   Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, tidak terdapat kas dan bank Perusahaan yang dibatasi
   penggunaannya, dijaminkan atau ditempatkan pada pihak berelasi.




                                                21
Page 28
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

5. PIUTANG USAHA

   Piutang usaha terdiri dari:

                                                                    2022              2021
   Lokal
   Pihak ketiga - Rupiah                                        64.223.185.808      44.888.716.092
   Dikurangi penyisihan penurunan nilai
       piutang usaha                                             (2.170.386.233 )   (1.802.149.046)
   Jumlah piutang pihak ketiga - neto                           62.052.799.575      43.086.567.046
   Pihak berelasi - Rupiah (Catatan 24)                          1.724.724.213         220.279.500
   Piutang Usaha - Neto                                         63.777.523.788      43.306.846.546

   Analisis umur piutang usaha tersebut pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 adalah sebagai
   berikut:

                                                                    2022              2021
   Belum jatuh tempo                                              3.597.005.208     27.737.596.202
   Lewat jatuh tempo:
       1 - 30 hari                                              36.665.855.458      12.296.173.813
       31 - 60 hari                                             17.769.025.281       1.681.177.081
       61 - 90 hari                                              3.194.226.201         384.092.701
       > 90 hari                                                 4.721.797.873       3.009.955.795
   Jumlah                                                       65.947.910.021      45.108.995.592
   Dikurangi penyisihan penurunan nilai
       piutang usaha                                             (2.170.386.233 )   (1.802.149.046)
   Piutang Usaha - Neto                                         63.777.523.788      43.306.846.546


   Mutasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                                    2022              2021
   Saldo awal tahun                                               1.802.149.046      2.042.514.404
   Perubahan selama tahun berjalan                                  368.237.187       (240.365.358)
   Saldo akhir tahun                                              2.170.386.233      1.802.149.046

   Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai piutang usaha tersebut cukup untuk
   menutupi kemungkinan kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya piutang.


6. PIUTANG LAIN-LAIN

   Piutang lain-lain terdiri dari:

                                                                    2022              2021
   Pihak berelasi - Rupiah (Catatan 24)                           1.513.003.525                 -
   Pihak ketiga - Rupiah                                            529.420.759       612.978.056
   Jumlah                                                         2.042.424.284       612.978.056




                                                 22
Page 29
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

7. PERSEDIAAN

   Persediaan terdiri dari:

                                                                    2022              2021
   Barang jadi                                                  30.618.016.759      19.244.782.297
   Lain-lain                                                       558.111.964         804.070.804
   Jumlah                                                       31.176.128.723      20.048.853.101
   Penyisihan penurunan nilai persediaan                           (177.562.868 )     (286.988.327)
   Bersih                                                       30.998.565.855      19.761.864.774


   Mutasi penyisihan penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:

                                                                    2022              2021
   Saldo awal tahun                                                 286.988.327        790.049.219
   Perubahan selama tahun berjalan                                 (109.425.459 )     (503.060.892)
   Saldo akhir tahun                                               177.562.868         286.988.327


   Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan tersebut cukup untuk
   menutupi kemungkinan kerugian yang terjadi akibat penurunan nilai persediaan.

   Pada tanggal 31 Desember 2022, persediaan tersebut tidak diasuransikan terhadap risiko kebakaran
   dan risiko lainnya.


8. BIAYA DIBAYAR DI MUKA

   Akun ini terdiri dari:

                                                                    2022              2021
   Pajak kendaraan                                                2.165.818.036      1.538.526.873
   Sewa                                                           1.234.974.600                  -
   Asuransi                                                         590.475.418        259.464.253
   Lain-lain                                                        491.390.708        400.864.317
   Jumlah                                                         4.482.658.762      2.198.855.443



9. UANG JAMINAN PEMASOK

                                                                    2022              2021
   Pihak berelasi - Rupiah (Catatan 24)
   PT Sariguna Primatirta Tbk                                   29.529.579.568      23.349.718.566


   Uang jaminan pemasok merupakan uang jaminan atas galon isi ulang, yang diberikan kepada
   PT Sariguna Primatirta Tbk, pihak berelasi (Catatan 24).




                                                 23
Page 30
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

10. ASET TETAP

   Akun ini terdiri dari:

                                                                    2022

                              Saldo Awal       Penambahan        Pengurangan       Reklasifikasi       Saldo Akhir

   Harga Perolehan
   Pemilikan Langsung
   Tanah                       7.394.545.500                 -                 -                 -       7.394.545.500
   Bangunan                   10.795.940.410       360.000.000                 -       525.000.000      11.680.940.410
   Kendaraan                  47.392.082.130    16.797.295.007                 -                 -      64.189.377.137
   Peralatan kantor            9.830.691.599     4.777.243.055                 -                 -      14.607.934.654

   Sub-jumlah                 75.413.259.639    21.934.538.062                 -       525.000.000      97.872.797.701

   Aset Dalam Penyelesaian
   Bangunan                    1.903.943.750      536.023.750                  -      (525.000.000 )     1.914.967.500

   Aset Sewa Pembiayaan
   Kendaraan                  88.984.949.998    42.691.601.430                 -                   -   131.676.551.428

   Jumlah Harga Perolehan    166.302.153.387    65.162.163.242                 -                   -   231.464.316.629

   Akumulasi Penyusutan
   Pemilikan Langsung
   Bangunan                    2.137.303.580       561.734.533                 -                   -     2.699.038.113
   Kendaraan                  21.034.694.420     6.303.743.009                 -                   -    27.338.437.429
   Peralatan kantor            5.901.269.370     2.154.450.731                 -                   -     8.055.720.101

   Sub-jumlah                 29.073.267.370     9.019.928.273                 -                   -    38.093.195.643

   Aset Sewa Pembiayaan
   Kendaraan                  19.642.593.926    13.614.588.826                 -                   -    33.257.182.752

   Jumlah Akumulasi
      Penyusutan              48.715.861.296    22.634.517.099                 -                   -    71.350.378.395

   Nilai Buku                117.586.292.091                                                           160.113.938.234


                                                                    2021

                              Saldo Awal       Penambahan        Pengurangan       Reklasifikasi       Saldo Akhir

   Harga Perolehan
   Pemilikan Langsung
   Tanah                       7.394.545.500                 -                -                    -     7.394.545.500
   Bangunan                   10.591.440.410       204.500.000                -                    -    10.795.940.410
   Kendaraan                  45.611.945.767     1.837.636.363       57.500.000                    -    47.392.082.130
   Peralatan kantor            6.748.759.903     3.081.931.696                -                    -     9.830.691.599

   Sub-jumlah                 70.346.691.580     5.124.068.059       57.500.000                    -    75.413.259.639

   Aset Dalam Penyelesaian
   Bangunan                                -     1.903.943.750                 -                   -     1.903.943.750

   Aset Sewa Pembiayaan
   Kendaraan                  46.553.883.891    42.431.066.107                 -                   -    88.984.949.998

   Jumlah Harga Perolehan    116.900.575.471    49.459.077.916       57.500.000                    -   166.302.153.387

   Akumulasi Penyusutan
   Pemilikan Langsung
   Bangunan                    1.604.839.886       532.463.694                -                    -     2.137.303.580
   Kendaraan                  15.971.604.459     5.120.589.961       57.500.000                    -    21.034.694.420
   Peralatan kantor            4.584.529.803     1.316.739.567                -                    -     5.901.269.370

   Sub-jumlah                 22.160.974.148     6.969.793.222       57.500.000                    -    29.073.267.370

   Aset Sewa Pembiayaan
   Kendaraan                  12.781.318.753     6.861.275.173                 -                   -    19.642.593.926

   Jumlah Akumulasi
      Penyusutan              34.942.292.901    13.831.068.395       57.500.000                    -    48.715.861.296

   Nilai Buku                 81.958.282.570                                                           117.586.292.091




                                                          24
Page 31
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

10. ASET TETAP (lanjutan)

   Beban penyusutan aset tetap untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan
   2021, masing-masing adalah sebesar Rp 22.634.517.099 dan Rp 13.831.068.395, yang dibebankan
   sebagai berikut:

                                                                     2022                   2021
   Beban penjualan (Catatan 22)                                  19.918.331.836           11.981.865.125
   Beban umum dan administrasi (Catatan 23)                       2.716.185.263            1.849.203.270
   Jumlah                                                        22.634.517.099           13.831.068.395


   Rincian pelepasan aset tetap pada tahun 2021 adalah sebagai berikut:

                                                                                            2021
   Harga perolehan                                                                            57.500.000
   Akumulasi penyusutan                                                                      (57.500.000)
   Nilai buku                                                                                         -
   Harga jual                                                                                36.363.636
   Laba pelepasan aset tetap                                                                 36.363.636


   Laba pelepasan aset tetap disajikan dalam “lain-lain - bersih” pada laporan laba rugi dan penghasilan
   komprehensif lain.

   Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari seluruh aset tetap Perusahaan tersebut dapat
   dipulihkan, sehingga tidak diperlukan penurunan nilai atas aset tetap tersebut.

   Pada tanggal 31 Desember 2022, aset tetap tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian
   kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan secara keseluruhan sekitar Rp 160 miliar.
   Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan
   kerugian atas risiko tersebut.

   Pada tanggal 31 Desember 2022, Perusahaan memiliki uang muka pembelian aset tetap sebesar
   Rp 7.898.224.999 yang disajikan sebagai “Uang Muka Pembelian Aset Tetap” dalam laporan posisi
   keuangan.


11. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA

   Rekonsiliasi aset hak-guna adalah sebagai berikut:

                                                                     2022
                                        Saldo Awal      Penambahan          Pengurangan     Saldo Akhir
   Harga Perolehan
   Bangunan                            21.814.271.308   10.008.533.013                -    31.822.804.321
   Akumulasi Penyusutan
   Bangunan                            10.991.588.641    6.557.413.583                -    17.549.002.224
   Nilai Buku                          10.822.682.667                                      14.273.802.097




                                                  25
Page 32
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

11. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA (lanjutan)

                                                                       2021
                                         Saldo Awal       Penambahan          Pengurangan      Saldo Akhir
   Harga Perolehan
   Bangunan                             16.264.917.103    5.909.240.103        359.885.898    21.814.271.308
   Akumulasi Penyusutan
   Bangunan                              5.229.778.642    5.919.877.310        158.067.311    10.991.588.641
   Nilai Buku                           11.035.138.461                                        10.822.682.667


   Beban penyusutan aset hak-guna untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022
   dan 2021, masing-masing adalah sebesar Rp 6.557.413.583 dan Rp 5.919.877.310, yang dibebankan
   dalam Beban Penjualan (Catatan 22).

   Rincian aset hak-guna - neto berdasarkan sifat hubungan adalah sebagai berikut:

                                                                     2022                       2021
   Pihak ketiga                                                  13.671.003.640               9.556.728.013
   Pihak berelasi (Catatan 24)                                      602.798.457               1.265.954.654
   Jumlah                                                        14.273.802.097              10.822.682.667


   Rincian liabilitas sewa adalah sebagai berikut:

                                                                     2022                       2021
   Liabilitas sewa
   Jangka pendek                                                   4.125.363.930              5.055.475.753
   Jangka panjang                                                  2.797.784.704              1.026.584.562
   Jumlah                                                          6.923.148.634              6.082.060.315


   Rincian liabilitas sewa berdasarkan sifat hubungan adalah sebagai berikut:

                                                                     2022                       2021
   Pihak ketiga                                                    6.659.536.311              5.458.539.428
   Pihak berelasi (Catatan 24)                                       263.612.323                623.520.887
   Jumlah                                                          6.923.148.634              6.082.060.315


   Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut:

                                                                     2022                       2021
   Bunga atas liabilitas sewa                                        811.494.419                604.835.142
   Beban penyusutan aset hak-guna (Catatan 22)                     6.557.413.583              5.919.877.310
   Jumlah                                                          7.368.908.002              6.524.712.452




                                                     26
Page 33
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

11. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA (lanjutan)

   Jumlah yang diakui dalam laporan arus kas adalah sebagai berikut:

                                                                   2022                    2021
   Jumlah kas keluar untuk:
      pembayaran liabilitas sewa                                 9.167.444.694         7.389.164.848
      pembayaran bunga                                             811.494.419           604.835.142
   Jumlah                                                        9.978.939.113         7.993.999.990


   Ringkasan komponen perubahan liabilitas yang timbul dari sewa adalah sebagai berikut:

                                                                   2022                    2021
   Saldo awal                                                    6.082.060.315          7.764.532.077
   Penambahan                                                   10.008.533.013          5.909.240.103
   Pembayaran                                                   (9.167.444.694)        (7.389.164.848)
   Pemutusan kontrak                                                         -           (202.547.017)
   Jumlah                                                        6.923.148.634         6.082.060.315



12. UTANG USAHA

   Akun ini terdiri dari:

                                                                       2022                2021
   Pihak berelasi - Rupiah (Catatan 24)                        186.349.148.030       121.587.196.049



13. PERPAJAKAN

   a. Utang pajak dan pajak dibayar di muka

       Utang pajak

       Utang pajak terdiri dari:

                                                                       2022                2021
       Pajak Penghasilan:
           Pasal 21                                                 94.948.331            46.049.746
           Pasal 23                                                 36.133.135            33.341.226
           Pasal 25                                                440.376.591           122.997.259
           Pasal 29                                                          -         1.342.723.212
           Pasal 4 ayat 2                                          138.025.178            69.803.611
       Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
           Keluaran - Bersih                                     2.120.815.541                      -
       Jumlah                                                    2.830.298.776         1.614.915.054




                                                 27
Page 34
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

13. PERPAJAKAN (lanjutan)

   a. Utang pajak dan pajak dibayar di muka (lanjutan)

      Pajak dibayar di muka

      Akun ini merupakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Masukan - Bersih Perusahaan pada tanggal
      31 Desember 2021 sebesar Rp 565.606.858.

   b. Beban Pajak Penghasilan

      Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan
      penghasilan komprehensif lain dengan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir
      pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 adalah sebagai berikut:

                                                                  2022                 2021
      Laba sebelum beban pajak penghasilan
         menurut laporan laba rugi dan
         penghasilan komprehensif lain                         5.534.063.673        12.352.084.425
      Beda temporer:
      Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan
          - bersih                                               244.744.802           (115.948.294)
      Penyisihan penurunan nilai piutang usaha                   368.237.187             24.673.242
      Penyisihan penurunan nilai persediaan                      272.607.355          1.111.432.050
      Sewa pembiayaan                                        (12.300.454.083 )       (5.968.481.217)
      Transaksi sewa                                             540.074.931            281.144.689
      Lain-lain                                                            -            114.867.588
      Beda tetap:
      Kesejahteraan karyawan                                   6.102.569.478          2.402.543.311
      Beban pajak                                                483.376.815                      -
      Pendapatan yang telah dikenakan pajak
         penghasilan final dan lain-lain - bersih                921.262.717           228.907.838
      Taksiran penghasilan kena pajak -
         tahun berjalan                                        2.166.482.875        10.431.223.632


      Perhitungan taksiran penghasilan kena pajak tahun 2021, telah sesuai dengan Surat
      Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) yang disampaikan oleh Perusahaan kepada Kantor
      Pelayanan Pajak (KPP).

      Perhitungan taksiran penghasilan kena pajak tahun 2022 tersebut, menjadi dasar penyusunan
      Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) yang disampaikan oleh Perusahaan kepada Kantor
      Pelayanan Pajak (KPP).

      Beban pajak penghasilan (tahun berjalan) dan perhitungan taksiran utang pajak penghasilan
      adalah sebagai berikut:

                                                                  2022                 2021
      Taksiran penghasilan kena pajak (dibulatkan)             2.166.482.000        10.431.223.000
      Beban pajak penghasilan - tahun berjalan                   476.626.040          2.294.869.060




                                                    28
Page 35
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

13. PERPAJAKAN (lanjutan)

   b. Beban Pajak Penghasilan (lanjutan)

                                                                                      2022                       2021
      Dikurangi pajak penghasilan dibayar di muka
          Pasal 22                                                                 (5.967.205 )                   (14.314.250)
          Pasal 23                                                               (215.045.497 )                  (150.763.318)
          Pasal 25                                                             (1.966.335.402 )                  (787.068.280)
      Jumlah pajak penghasilan dibayar di muka                                 (2.187.348.104 )                  (952.145.848)
      Taksiran utang (klaim) pajak penghasilan
         - tahun berjalan                                                      (1.710.722.064 )                 1.342.723.212

      Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang
      berlaku dari laba sebelum beban pajak penghasilan dengan beban pajak penghasilan seperti yang
      tercantum dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk tahun yang berakhir
      pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 adalah sebagai berikut:

                                                                                      2022                       2021
      Laba sebelum beban pajak penghasilan
         menurut laporan laba rugi dan
         penghasilan komprehensif lain                                            5.534.063.673                12.352.084.425
     Beban pajak penghasilan dengan tarif pajak
         yang berlaku                                                          (1.217.493.816 )                (2.717.458.436)
         Pengaruh pajak atas beda tetap:
         Kesejahteraan karyawan                                                (1.342.565.285 )                  (528.559.528)
         Beban pajak                                                             (106.342.899 )                             -
         Penyesuaian pajak tangguhan                                              248.813.557                    (413.496.939)
         Pendapatan yang telah dikenakan pajak
             penghasilan final dan lain-lain - bersih                              (202.677.798 )                 (50.359.724)
      Beban pajak penghasilan menurut laporan
         laba rugi dan penghasilan komprehensif
         lain                                                                  (2.620.266.241 )                (3.709.874.627)

   c. Liabilitas Pajak Tangguhan

      Pajak tangguhan yang berasal dari pengaruh beda temporer yang signifikan antara pelaporan
      komersial dan pajak adalah sebagai berikut:
                                                                               2022
                                                              Dikreditkan                Dibebankan
                                                             (Dibebankan)                 pada rugi
                                     Saldo Awal              pada laba rugi            komprehensif lain         Saldo Akhir

      Estimasi liabilitas atas
            imbalan kerja karyawan     778.771.254               386.704.632                  (23.929.983 )         1.141.545.903
      Penyisihan penurunan nilai
            piutang usaha              396.472.792                81.012.181                               -         477.484.973
      Penyisihan penurunan nilai
            persediaan                   63.137.433               (24.073.601 )                            -           39.063.832
      Sewa pembiayaan                (2.976.571.952 )          (2.706.099.898 )                            -       (5.682.671.850 )
      Transaksi sewa                    134.756.855               118.816.485                              -          253.573.340
      Lain-lain                          25.270.869                         -                              -           25.270.869

      Liabilitas pajak tangguhan     (1.578.162.749 )          (2.143.640.201 )               (23.929.983 )        (3.745.732.933 )




                                                        29
Page 36
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

13. PERPAJAKAN (lanjutan)

   c. Liabilitas Pajak Tangguhan (lanjutan)

                                                                               2021
                                                               Dikreditkan               Dikreditkan
                                                              (Dibebankan)                pada rugi
                                      Saldo Awal              pada laba rugi           komprehensif lain       Saldo Akhir

       Estimasi liabilitas atas
             imbalan kerja karyawan     754.863.347                (25.508.625 )               49.416.532          778.771.254
       Penyisihan penurunan nilai
             piutang usaha              449.353.171                (52.880.379 )                           -       396.472.792
       Penyisihan penurunan nilai
             persediaan                  173.810.829              (110.673.396 )                           -         63.137.433
       Sewa pembiayaan                (1.663.506.084 )          (1.313.065.868 )                           -     (2.976.571.952 )
       Transaksi sewa                     72.905.023                61.851.832                             -        134.756.855
       Lain-lain                                   -                25.270.869                             -         25.270.869

       Liabilitas pajak tangguhan      (212.573.714 )           (1.415.005.567 )               49.416.532        (1.578.162.749 )



   d. Administrasi

       Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan
       membayar secara sendiri pajak penghasilannya (self-assessment). Direktorat Jenderal Pajak
       (DJP) dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak
       saat terutangnya pajak.

       Pada tanggal 29 Oktober 2021, Presiden Republik Indonesia menandatangani UU No.7/2021
       tentang ”Harmonisasi Peraturan Perpajakan”, yang menerapkan, antara lain, tarif pajak
       penghasilan badan sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun 2022 (sebelumnya 20% yang
       diatur dalam Perppu No.1 Tahun 2020 tertanggal 31 Maret 2020).

       Selain itu, Pemerintah menetapkan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari semula
       10% menjadi 11% mulai tanggal 1 April 2022 dan 12% mulai tanggal 1 Januari 2025.

   e. Surat Ketetapan Pajak

       Pada tahun 2022, Perusahaan menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB)
       dari Direktorat Jendral Pajak Kantor Pelayanan Pajak Madya Sidoarjo, atas pajak penghasilan
       pasal 21, 23, 4 ayat 2, 29 dan pajak pertambahan nilai untuk masa pajak 2017, masing-masing
       sebesar Rp 213.331.107, Rp 26.151.292, Rp 159.148.503, Rp 44.429.807 dan Rp 18.360.863,
       dicatat sebagai bagian dalam akun “Beban Umum dan Administrasi” dalam laporan laba rugi dan
       penghasilan komprehensif lain yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.


14. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR

   Akun ini terdiri dari:

                                                                                      2022                     2021
   Pengangkutan                                                                    271.642.493                 219.843.302
   Bunga                                                                           227.590.571                  59.831.942
   Lain-lain                                                                       370.995.559                 292.199.807
   Jumlah                                                                          870.228.623                 571.875.051




                                                         30
Page 37
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

15. UTANG LAIN-LAIN

   Akun ini terdiri dari:

                                                                    2022                 2021
   Pembelian aset tetap                                                      -         1.080.240.000
   Lain-lain                                                        20.996.111           904.613.528
   Jumlah                                                           20.996.111         1.984.853.528


16. UTANG LEMBAGA KEUANGAN

   Akun ini terdiri dari:

   a. Utang sewa pembiayaan
       Perusahaan sewa pembiayaan          Jenis Aset               2022                 2021
       PT Astra Sedaya Finance             Kendaraan             56.418.457.787         42.859.349.118
       PT Hino Finance Indonesia           Kendaraan                 94.207.756            928.326.984
       PT Takari Kokoh Sejahtera           Kendaraan                          -            689.231.846
       Jumlah                                                    56.512.665.543         44.476.907.948
       Dikurangi bagian yang jatuh tempo
           dalam satu tahun                                      (26.533.076.210 )     (19.334.821.932)
       Bagian jangka panjang                                     29.979.589.333         25.142.086.016


       PT Astra Sedaya Finance

       Pada tanggal 24 April 2018, 27 April 2018, 4 Desember 2018 dan 5 Desember 2018, Perusahaan
       memperoleh fasilitas sewa pembiayaan dalam mata uang Rupiah dari PT Astra Sedaya Finance
       dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 8.329.867.253. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki
       jangka waktu selama 48 (empat puluh delapan) bulan dan dikenakan bunga flat per tahun berkisar
       antara 4,55% - 4,95%.

       Pada tanggal 23 Januari 2019, 1 Februari 2019, 2 Februari 2019 dan 30 September 2019,
       Perusahaan memperoleh fasilitas sewa pembiayaan dalam mata uang Rupiah dari PT Astra
       Sedaya Finance dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 18.202.360.000. Fasilitas
       pinjaman tersebut memiliki jangka waktu selama 48 (empat puluh delapan) bulan dan dikenakan
       bunga flat per tahun berkisar antara 4,68% - 5,18%.

       Pada tahun 2022, beberapa fasilitas utang sewa pembiayaan dari PT Astra Sedaya Finance telah
       dilunasi.

       Pada tanggal 25 Agustus 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas sewa pembiayaan dalam mata
       uang Rupiah dari PT Astra Sedaya Finance dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar
       Rp 37.819.202.019. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu selama 36 (tiga puluh
       enam) bulan dan dikenakan bunga flat per tahun berkisar antara 3,51% - 4,15%.

       Pada tanggal 21 dan 25 April 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas sewa pembiayaan dalam
       mata uang Rupiah dari PT Astra Sedaya Finance dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar
       Rp 37.682.660.040. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu selama 36 (tiga puluh
       enam) bulan dan dikenakan bunga flat per tahun berkisar 4,00%.




                                                 31
Page 38
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

16. UTANG LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)
  a.   Utang sewa pembiayaan (lanjutan)
       PT Takari Kokoh Sejahtera
       Pada tanggal 11 Desember 2017, Perusahaan memperoleh fasilitas sewa pembiayaan dalam
       mata uang Rupiah dari PT Takari Kokoh Sejahtera dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar
       Rp 8.687.120.000. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu selama 48 (empat puluh
       delapan) bulan dan dikenakan bunga flat per tahun berkisar 3,61%.
       Pada tahun 2022, saldo fasilitas utang sewa pembiayaan dari PT Takari Kokoh Sejahtera telah
       dilunasi.
       PT Hino Finance Indonesia
       Pada tanggal 24 Januari 2019, 18 Februari 2019, 12 April 2019, 30 April 2019 dan 3 Mei 2019,
       Perusahaan memperoleh fasilitas sewa pembiayaan dalam mata uang Rupiah dari
       PT    Hino     Finance    Indonesia     dengan     jumlah      fasilitas maksimum   sebesar
       Rp 2.926.720.000. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu selama 48 (empat puluh
       delapan) bulan dan dikenakan bunga flat per tahun berkisar 5,01%.
       Pada tahun 2022, beberapa fasilitas utang sewa pembiayaan dari PT Hino Finance Indonesia
       telah dilunasi.
       Pembayaran sewa minimum masa datang sesuai perjanjian sewa pembiayaan pada tanggal
       31 Desember 2022 dan 2021 adalah sebagai berikut:
                                                                  2022                 2021
       Pembayaran yang jatuh tempo pada tahun
          2022                                                             -        22.105.989.199
          2023                                                29.978.461.706        16.085.070.776
          2024                                                25.239.160.301        11.170.876.338
          2025                                                 6.289.037.441                     -
       Jumlah pembayaran minimum sewa pembiayaan              61.506.659.448        49.361.936.313
       Bunga                                                  (4.993.993.905 )      (4.885.028.365)
       Nilai tunai pembayaran minimum
           sewa pembiayaan                                    56.512.665.543        44.476.907.948
       Bagian yang jatuh tempo dalam waktu
           satu tahun                                         (26.533.076.210 )     (19.334.821.932)
       Bagian jangka panjang                                  29.979.589.333        25.142.086.016

       Utang sewa pembiayaan tersebut dijamin dengan aset tetap yang bersangkutan (Catatan 10).
   b. Utang pembiayaan konsumen
                                                                  2022                 2021
       PT Toyota Astra Financial Services                     13.339.791.707         7.309.171.138
       Dikurangi bagian yang jatuh tempo
           dalam waktu satu tahun                              (6.033.156.792 )      (5.829.406.413)
       Bagian jangka panjang                                    7.306.634.915        1.479.764.725


       Utang pembiayaan konsumen tersebut dijamin dengan aset tetap yang bersangkutan
       (Catatan 10).


                                                32
Page 39
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

17. UANG JAMINAN PELANGGAN

   Uang jaminan pelanggan terdiri dari:

                                                                      2022                  2021
   Pihak ketiga - Rupiah
   Lokal                                                          19.092.281.237         11.543.463.968


   Uang jaminan pelanggan merupakan uang jaminan atas galon isi ulang.


18. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN

   Perusahaan mencatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan pada tanggal 31 Desember 2022
   dan 2021, berdasarkan perhitungan aktuaria yang dilakukan oleh KKA Riana dan Rekan, aktuaris
   independen, berdasarkan laporannya tanggal 17 April 2023 dan 4 Maret 2022, dengan menggunakan
   metode “Projected Unit Credit”.

   Asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam perhitungan aktuaria tersebut adalah sebagai berikut:

                                                                      2022                  2021
   Tingkat diskonto (per tahun)                                           7,25%                  7,50%
   Tingkat kenaikan gaji tahunan                                          6,00%                  6,00%
   Usia pensiun (tahun)                                                       60                     60
   Tabel mortalitas                                                       TMI IV                 TMI IV
   Tingkat kecacatan                                              5% dari tingkat        5% dari tingkat
                                                                      mortalitas             mortalitas

   Analisis liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang disajikan sebagai “Estimasi Liabilitas
   atas Imbalan Kerja Karyawan” di laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021,
   dan beban imbalan kerja karyawan yang dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan
   komprehensif lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021,
   adalah sebagai berikut:

   a. Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan

                                                                      2022                  2021
       Nilai kini liabilitas imbalan kerja                         5.188.845.013          3.539.869.336
       Nilai bersih liabilitas yang diakui dalam
           laporan posisi keuangan                                 5.188.845.013          3.539.869.336


   b. Beban imbalan kerja karyawan

                                                                      2022                  2021
       Biaya jasa
           Biaya jasa kini                                           564.682.083            408.657.464
           Biaya jasa sebelumnya                                               -           (642.978.398)
       Biaya bunga                                                   336.378.300            192.572.640
       Penyesuaian atas perubahan
           metode pengatribusian                                    (656.315.581 )                      -
       Beban yang diakui pada tahun berjalan                         244.744.802            (41.748.294)



                                                   33
Page 40
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

18. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan)

   c. Mutasi nilai bersih atas liabilitas imbalan kerja karyawan

                                                                      2022                   2021
       Saldo awal liabilitas bersih                                3.539.869.336           3.431.197.031
       Efek mutasi karyawan                                        1.513.003.525                       -
       Beban imbalan kerja karyawan
           tahun berjalan                                             244.744.802            (41.748.294)
       Pembayaran imbalan kerja                                                 -            (74.200.000)
       Rugi (laba) komprehensif lain                                 (108.772.650 )          224.620.599
       Saldo akhir liabilitas bersih                               5.188.845.013           3.539.869.336


   Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan
   yang berlaku.

   Tabel berikut menyajikan sensitivitas atas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pasar, dengan
   variabel lain dianggap tetap, terhadap liabilitas imbalan pascakerja dan biaya jasa kini, masing-masing
   pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021:

                                                                      2022                   2021
   Kenaikan suku bunga dalam 1 poin persentase
      Liabilitas imbalan pascakerja                                4.710.523.089           3.134.964.030
      Biaya jasa kini                                                507.601.268             360.156.905

   Penurunan suku bunga dalam 1 poin persentase
      Liabilitas imbalan pascakerja                                5.731.634.563           4.020.316.996
      Biaya jasa kini                                                630.415.933             466.681.738



19. MODAL SAHAM

   Rincian pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 adalah sebagai
   berikut:

                                                                      Persentase
   Pemegang Saham                             Jumlah Saham            Pemilikan              Jumlah
   PT Tancorp Global Sentosa                            23.900               95,60%        23.900.000.000
   Belinda Natalia                                       1.100                4,40%         1.100.000.000
   Jumlah                                               25.000               100,00%       25.000.000.000


   Pengelolaan Modal

   Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal
   yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

   Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk
   menyisihkan dan mempertahankan suatu dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan sampai
   dana cadangan tersebut mencapai 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh. Persyaratan
   permodalan eksternal tersebut akan dipertimbangkan oleh Perusahaan dalam Rapat Umum
   Pemegang Saham (RUPS) tahunan berikutnya.


                                                   34
Page 41
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

19. MODAL SAHAM (lanjutan)

   Pengelolaan Modal (lanjutan)

   Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan
   kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat
   menyesuaikan usulan pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau
   mengusahakan tambahan pendanaan melalui pinjaman. Tidak terdapat perubahan atas tujuan,
   kebijakan maupun proses dalam manajemen modal untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2022 dan 2021.

   Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan struktur pemodalan yang sehat untuk mengamankan
   akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar, antara lain dengan memonitor permodalan
   menggunakan debt to equity ratio dan gearing ratio.


20. PENJUALAN BERSIH

   Rincian penjualan bersih adalah sebagai berikut:

                                                                 2022                 2021
   Air minum dalam kemasan:
     Botol                                                  825.829.068.137       508.089.649.297
     Bukan botol                                            825.206.428.899       639.298.788.303
   Lain-lain                                                    430.360.759         1.937.098.936
   Jumlah                                                  1.651.465.857.795     1.149.325.536.536


   Jumlah penjualan sebesar 0,35% dan 0,32%, masing-masing untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, dilakukan kepada pihak berelasi (Catatan 24).


21. BEBAN POKOK PENJUALAN

   Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:

                                                                 2022                 2021
   Persediaan awal (Catatan 7)                                20.048.853.101       19.021.955.392
   Pembelian                                               1.329.496.649.931      919.967.539.716
   Barang tersedia untuk dijual                            1.349.545.503.032      938.989.495.108
   Persediaan akhir (Catatan 7)                              (31.176.128.723 )    (20.048.853.101)
   Beban pokok penjualan                                   1.318.369.374.309      918.940.642.007


   Jumlah pembelian sebesar 100,00%, masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2022 dan 2021, dilakukan kepada pihak berelasi (Catatan 24).




                                                  35
Page 42
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

22. BEBAN PENJUALAN

   Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:

                                                                     2022               2021
   Distribusi dan bahan bakar (Catatan 25)                      175.414.459.303      129.038.624.935
   Gaji, upah dan tunjangan karyawan                             62.114.756.008       40.983.394.180
   Penyusutan (Catatan 10)                                       19.918.331.836       11.981.865.125
   Promosi                                                       14.804.176.376          763.787.465
   Perbaikan dan pemeliharaan                                     7.231.026.039        5.407.950.854
   Penyusutan aset hak-guna (Catatan 11 dan 24)                   6.557.413.583        5.919.877.310
   Sewa (Catatan 24 dan 25)                                       2.723.608.750          312.000.000
   Imbalan kerja karyawan (Catatan 18)                              244.744.802          (41.748.294)
   Lain-lain                                                      7.015.590.290        6.979.845.429
   Jumlah                                                       296.024.106.987      201.345.597.004



23. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

   Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:

                                                                     2022               2021
   Jasa manajemen (Catatan 25)                                    4.168.004.311        2.337.955.252
   Keperluan kantor                                               3.379.237.194        2.453.021.093
   Sewa                                                           3.054.598.971          235.934.315
   Penyusutan (Catatan 10)                                        2.716.185.263        1.849.203.270
   Transportasi dan bahan bakar                                   2.384.944.601        1.467.725.270
   Perjalanan dinas                                               2.255.486.214          554.314.579
   Listrik, air dan telepon                                       2.055.378.750        1.132.833.088
   Perbaikan dan pemeliharaan                                     1.016.491.860          398.092.150
   Keamanan dan kebersihan                                          957.329.015          799.663.830
   Perizinan                                                        118.283.600           47.440.100
   Lain-lain                                                      2.417.701.485          957.476.584
   Jumlah                                                        24.523.641.264       12.233.659.531



24. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI

   Perusahaan, dalam kegiatan usaha normal, melakukan transaksi usaha dan keuangan dengan
   pihak-pihak berelasi.

   Rincian saldo dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

                                                                     2022               2021
   Piutang usaha (Catatan 5)
   PT Sariguna Primatirta Tbk                                     1.557.690.826                   -
   PT De Vasa Indonesia                                             103.095.401          86.650.000
   PT Avia Avian                                                     49.003.486         117.094.000
   PT Voda Indonesia                                                  4.676.400           9.370.000




                                                  36
Page 43
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

24. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)

                                                       2022              2021
   Piutang usaha (Catatan 5) (lanjutan)
   PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk                     4.972.100          5.886.000
   PT Tanrise Indonesia                                  5.286.000          1.279.500
   Jumlah                                            1.724.724.213       220.279.500

   Persentase terhadap jumlah aset                            0,53%             0,10%

   Uang jaminan pemasok (Catatan 9)
   PT Sariguna Primatirta Tbk                       29.529.579.568     23.349.718.566

   Persentase terhadap jumlah aset                            8,99%           10,13%

   Piutang lain-lain (Catatan 6)
   PT Sariguna Primatirta Tbk                        1.513.003.525                  -

   Persentase terhadap jumlah aset                            0,46%                 -

   Aset hak-guna - neto (Catatan 11)
   PT Sariguna Primatirta Tbk                         542.869.281        809.898.762
   PT Tanrise Jaya Indonesia                           59.929.176        292.447.163
   PT Berkat Sukses Makmur Sentosa                              -        102.948.366
   PT Solaris Indonesia                                         -         60.660.363
   Jumlah                                             602.798.457       1.265.954.654

   Persentase terhadap jumlah aset                            0,18%             0,55%

   Utang usaha (Catatan 12)
   PT Sariguna Primatirta Tbk                      186.349.148.030    121.587.196.049

   Persentase terhadap jumlah liabilitas                   63,20%             60,71%

   Liabilitas sewa (Catatan 11)
   PT Sariguna Primatirta Tbk                         263.612.323        623.520.887

   Persentase terhadap jumlah liabilitas                      0,09%             0,31%

   Penjualan (Catatan 20)
   PT Sariguna Primatirta Tbk                        4.460.246.561      2.604.764.245
   PT De Vasa Indonesia                                558.119.366        361.796.818
   PT Avia Avian Tbk                                   508.758.091        526.445.909
   PT Tirta Kencana Tata Warna                          94.186.357        101.111.364
   PT Voda Indonesia                                    58.080.336         47.972.727
   PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk                    57.678.071         43.996.818
   PT Tanrise Indonesia                                  1.926.126                  -
   Jumlah                                            5.738.994.908      3.686.087.881

   Persentase terhadap jumlah penjualan                       0,35%             0,32%




                                           37
Page 44
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

24. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)

                                                                          2022                     2021
   Pembelian (Catatan 21)
   PT Sariguna Primatirta Tbk                                       1.329.496.649.931         919.967.539.716

   Persentase terhadap jumlah pembelian                                     100,00%                    100,00%

   Beban sewa (Catatan 22)
   PT Sariguna Primatirta Tbk                                                         -            312.000.000

   Persentase terhadap jumlah beban penjualan                                         -                      0,15%

   Penyusutan aset hak-guna (Catatan 22)
   PT Tanrise Jaya Indonesia                                             458.331.123               560.947.368
   PT Sariguna Primatirta Tbk                                            421.584.622               404.453.186
   PT Berkat Sukses Makmur Sentosa                                       102.948.366               208.471.177
   PT Solaris Indonesia                                                   60.660.363               100.609.203
   Jumlah                                                              1.043.524.474             1.274.480.934

   Persentase terhadap jumlah beban umum
      dan administrasi                                                           4,26%                      10,42%


   Sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

            Pihak-pihak berelasi                         Hubungan                         Jenis transaksi
   PT Sariguna Primatirta Tbk           Entitas sepengendali                      Transaksi usaha dan sewa
   PT Avia Avian Tbk                    Entitas sepengendali                      Transaksi usaha
   PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk    Entitas sepengendali                      Transaksi usaha
   PT Voda Indonesia                    Entitas sepengendali                      Transaksi usaha
   PT De Vasa Indonesia                 Entitas sepengendali                      Transaksi usaha
   PT Tanrise Indonesia                 Entitas sepengendali                      Transaksi usaha
   PT Tirta Kencana Tata Warna          Entitas sepengendali                      Transaksi usaha
   PT Solaris Indonesia                 Entitas sepengendali                      Transaksi sewa
   PT Berkat Sukses Makmur Sentosa      Entitas sepengendali                      Transaksi sewa
   PT Tanrise Jaya Indonesia            Entitas sepengendali                      Transaksi sewa

   Transaksi dengan pihak-pihak berelasi dilakukan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang disepakati
   kedua belah pihak yang mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak
   tidak berelasi.


25. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING

   Perjanjian distribusi

   Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Sariguna Primatirta Tbk (“SGP”) (pihak
   berelasi) untuk mendistribusikan dan menjual produk SGP. Perjanjian ini memiliki jangka waktu
   selama 1 (satu) tahun dan dengan sendirinya dapat diperpanjang setiap tahun kecuali bila diakhiri oleh
   salah satu pihak dengan pemberitahuan 3 (tiga) bulan di muka sebelum tanggal berakhirnya
   perjanjian. Sesuai perjanjian, Perusahaan tidak diperkenankan untuk menjual produk SGP di luar
   wilayah yang telah disepakati, tanpa adanya persetujuan tertulis terlebih dahulu dari SGP.




                                                    38
Page 45
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

25. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan)
   Perjanjian distribusi (lanjutan)
   Pada bulan Agustus 2018, Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan Koperasi Sukses
   Prima Sejahtera Jawa Timur (“KSPSJT”) (pihak ketiga) untuk melakukan distribusi penjualan
   persediaan Perusahaan. Perjanjian ini memiliki jangka waktu sampai dengan tanggal
   31 Desember 2018, dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal 31 Desember 2021. Sesuai
   perjanjian, Perusahaan akan membayarkan antara lain:
   1. Biaya pengganti upah tenaga kerja
   2. Biaya pengganti Iuran BPJS kesehatan dan ketenaga kerjaan
   3. Biaya pengganti iuran pensiun
   4. Biaya jasa manajemen (management fee) sebesar 3% yang dihitung dari biaya pengganti
       upah tenaga kerja yang melaksanakan jasa distribusi.
   Pada tanggal 31 Desember 2021, Perusahaan dan KSPSJT sepakat untuk memperpanjang jangka
   waktu perjanjian sampai dengan tanggal 31 Desember 2022 dan merubah tarif jasa manajemen
   menjadi 4%, untuk periode 1 Januari 2022 sampai dengan 31 Desember 2022. Terakhir telah
   diperpanjang kembali sampai dengan tanggal 31 Desember 2023. Sesuai perjanjian, Perusahaan
   akan membayarkan antara lain:
   1. Biaya pengganti upah tenaga kerja
   2. Biaya pengganti Iuran BPJS kesehatan dan ketenaga kerjaan
   3. Biaya pengganti insentif tenaga kerja
   4. Biaya jasa manajemen (management fee) sebesar 4% yang dihitung dari biaya pengganti
       upah tenaga kerja yang melaksanakan jasa distribusi.
   5. Tunjangan Hari Raya (THR), dalam hal ini diajukan terpisah setiap 1 (satu) tahun sekali.
   Jumlah biaya pengganti upah tenaga kerja, BPJS kesehatan dan ketenaga kerjaan dan iuran pensiun
   yang dibebankan pada tahun 2022 dan 2021, masing-masing sebesar Rp 126.842.257.712 dan
   Rp 96.459.898.451, yang disajikan sebagai bagian dari akun “Distribusi dan bahan bakar” dalam
   beban penjualan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain (Catatan 22).
   Jumlah jasa manajemen yang dibebankan pada tahun 2022 dan 2021 masing-masing sebesar
   Rp 4.168.004.311 dan Rp 2.337.955.252, disajikan pada akun “Jasa manajemen” pada beban umum
   dan administrasi pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain (Catatan 23).
   Perjanjian sewa menyewa
   Berdasarkan perjanjian sewa menyewa yang dibuat pada tanggal 7 Februari 2022, Perusahaan
   menyewa sejumlah dispenser air minum milik PT Baja Putih (pihak ketiga) dengan masa sewa selama
   12 (dua belas) bulan dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak.
   Berdasarkan perjanjian sewa menyewa, Perusahaan menyewa tanah dan bangunan milik
   SGP dengan masa sewa selama 12 (dua belas) bulan dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan
   kedua belah pihak.
   Berdasarkan perjanjian sewa menyewa, Perusahaan menyewa sejumlah kendaraan milik SGP, guna
   melancarkan kegiatan operasional dan/atau sebagai sarana transportasi. Perjanjian ini memiliki jangka
   waktu sampai 31 Maret 2019. Pada tanggal 1 April 2019, Perusahaan dan SGP sepakat untuk
   melanjutkan perjanjian ini sampai dengan tanggal 31 Maret 2021 dan tidak diperpanjang kembali
   setelahnya. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah beban sewa, adalah
   sebesar Rp 312.000.000 (Catatan 22 dan 24).
   Pengalihan uang jaminan pemasok
   Pada tanggal 31 Desember 2022, Perusahaan dan SGP, mengadakan kesepakatan atas pengalihan
   uang jaminan pemasok sehubungan dengan pengalihan pelanggan SGP kepada Perusahaan dengan
   data cut off per 31 Desember 2022.



                                                  39
Page 46
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

26. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO

   Risiko utama dari instrumen keuangan Perusahaan adalah risiko pasar (termasuk risiko tingkat bunga)
   dan risiko kredit serta risiko likuiditas. Kebijakan keuangan Perusahaan dimaksudkan untuk
   mengurangi dampak keuangan dari fluktuasi tingkat bunga serta meminimalisir potensi kerugian yang
   dapat berdampak pada risiko keuangan Perusahaan.

   Faktor-faktor Risiko Keuangan

   a. Risiko Pasar

        •   Risiko Tingkat Bunga

            Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar arus kas di masa depan akan
            berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga di pasar. Pinjaman yang diperoleh dengan
            tingkat bunga mengambang menimbulkan risiko suku bunga atas arus kas.

            Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas dampak perubahan suku bunga dan
            senantiasa menjaga komposisi pendanaan dengan sesuai kebutuhan untuk mengelola risiko
            suku bunga.

   b. Risiko Kredit

        Perusahaan tidak memiliki risiko yang signifikan terhadap risiko kredit. Perusahaan memiliki
        kebijakan untuk memastikan keseluruhan penyerahan jasa dilakukan kepada pelanggan dengan
        reputasi dan riwayat kredit yang baik. Selain itu, Perusahaan senantiasa melakukan penelaahan
        berkala atas kredit pelanggan yang ada.

   c.   Risiko Likuiditas

        Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati mensyaratkan tersedianya kas dan bank yang memadai
        untuk memenuhi kebutuhan modal operasional.

        Perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya senantiasa menjaga fleksibilitas melalui dana
        kas dan bank yang memadai dan ketersediaan dana dalam bentuk kredit yang memadai.
        Manajemen mengelola risiko likuiditas dengan senantiasa memantau perkiraan cadangan
        likuiditas Perusahaan berdasarkan arus kas yang diharapkan serta menelaah kebutuhan
        pembiayaan untuk modal kerja dan aktivitas pendanaan secara teratur dan pada saat yang
        dianggap perlu.

   Nilai Wajar Instrumen Keuangan

   Nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan yang dicatat di laporan
   posisi keuangan tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 adalah sebagai berikut:

                                                                                2022
                                                               Nilai tercatat           Nilai wajar
   Aset Keuangan Lancar
   Kas dan bank                                                 13.358.133.611          13.358.133.611
   Piutang usaha                                                63.777.523.788          63.777.523.788
   Piutang lain-lain                                             2.042.424.284           2.042.424.284
   Jumlah aset keuangan lancar                                  79.178.081.683          79.178.081.683
   Aset Keuangan Tidak Lancar
   Uang jaminan pemasok                                         29.529.579.568          29.529.579.568
   Jumlah Aset Keuangan                                       108.707.661.251          108.707.661.251


                                                 40
Page 47
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

26. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)

   Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)

                                                                        2022
                                                       Nilai tercatat           Nilai wajar
   Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
   Utang usaha - Pihak berelasi                       186.349.148.030          186.349.148.030
   Biaya masih harus dibayar                              870.228.623              870.228.623
   Utang lain-lain                                         20.996.111               20.996.111
   Utang jangka panjang yang jatuh tempo
       dalam waktu satu tahun
       Utang sewa pembiayaan                           26.533.076.210           26.533.076.210
       Utang pembiayaan konsumen                        6.033.156.792            6.033.156.792
       Liabilitas sewa                                  4.125.363.930            4.125.363.930
   Jumlah liabilitas keuangan jangka pendek           223.931.969.696          223.931.969.696
   Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
   Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
       yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
       Utang sewa pembiayaan                           29.979.589.333           29.979.589.333
       Utang pembiayaan konsumen                        7.306.634.915            7.306.634.915
       Liabilitas sewa                                  2.797.784.704            2.797.784.704
   Uang jaminan pelanggan - Pihak ketiga               19.092.281.237           19.092.281.237
   Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang           59.176.290.189           59.176.290.189
   Jumlah Liabilitas Keuangan                         283.108.259.885          283.108.259.885


                                                                        2021
                                                       Nilai tercatat           Nilai wajar
   Aset Keuangan Lancar
   Kas dan bank                                        12.397.426.691           12.397.426.691
   Piutang usaha                                       43.306.846.546           43.306.846.546
   Piutang lain-lain                                      612.978.056              612.978.056
   Jumlah aset keuangan lancar                         56.317.251.293           56.317.251.293
   Aset Keuangan Tidak Lancar
   Uang jaminan pemasok                                23.349.718.566           23.349.718.566
   Jumlah Aset Keuangan                                79.666.969.859           79.666.969.859

   Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
   Utang usaha - Pihak berelasi                       121.587.196.049          121.587.196.049
   Biaya masih harus dibayar                              571.875.051              571.875.051
   Utang lain-lain                                      1.984.853.528            1.984.853.528
   Utang jangka panjang yang jatuh tempo
       dalam waktu satu tahun
       Utang sewa pembiayaan                           19.334.821.932           19.334.821.932
       Utang pembiayaan konsumen                        5.829.406.413            5.829.406.413
       Liabilitas sewa                                  5.055.475.753            5.055.475.753
   Jumlah liabilitas keuangan jangka pendek           154.363.628.726          154.363.628.726


                                                 41
Page 48
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

26. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)

   Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)

                                                                                  2021
                                                                 Nilai tercatat           Nilai wajar
   Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
   Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
       yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
       Utang sewa pembiayaan                                      25.142.086.016          25.142.086.016
       Utang pembiayaan konsumen                                   1.479.764.725           1.479.764.725
       Liabilitas sewa                                             1.026.584.562           1.026.584.562
   Uang jaminan pelanggan - pihak ketiga                          11.543.463.968          11.543.463.968
   Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang                      39.191.899.271          39.191.899.271
   Jumlah Liabilitas Keuangan                                   193.555.527.997          193.555.527.997


   Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan berdasarkan jumlah dimana instrumen tersebut
   dapat dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan (willing parties) dan
   bukan merupakan pendapatan yang dipaksakan atau likuidasi.

   Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau
   disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya
   atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal.

   Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok
   instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:

   Nilai tercatat dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain, utang usaha, biaya masih harus
   dibayar, utang lain-lain, utang sewa pembiayaan, utang pembiayaan konsumen dan liabilitas sewa
   jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun mendekati nilai wajarnya karena bersifat
   jangka pendek.

   Jumlah tercatat dari utang sewa pembiayaan, utang pembiayaan konsumen dan liabilitas sewa jangka
   panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dengan suku bunga
   mengambang, mendekati nilai wajarnya karena selalu dinilai ulang secara berkala.

   Uang jaminan pemasok dan uang jaminan pelanggan dicatat sebesar biaya perolehan yang
   diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif dan dampaknya dianggap tidak material.

27. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK LAPORAN ARUS KAS

   a. Aktivitas non-kas

                                                                      2022                  2021
       Perolehan aset tetap melalui
          utang sewa pembiayaan                                   37.682.660.040          37.819.202.019
       Perolehan aset tetap melalui
          utang pembiayaan konsumen                               14.209.199.979                        -
       Perolehan aset hak-guna melalui
          liabilitas sewa                                         10.008.533.013           5.909.240.103
       Perolehan aset tetap melalui
          utang lain-lain - pembelian aset tetap                                  -        1.080.240.000



                                                   42
Page 49
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

27. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK LAPORAN ARUS KAS (lanjutan)

   b. Rekonsiliasi utang neto
                                                                                 2022

                                   1 Januari 2022      Arus kas           Pemutusan kontrak      Transaksi non-kas       31 Desember 2022

       Utang sewa pembiayaan         44.476.907.948   (25.646.902.445 )                    -         37.682.660.040           56.512.665.543
       Utang pembiayaan konsumen      7.309.171.138    (8.178.579.410 )                    -         14.209.199.979           13.339.791.707
       Liabilitas sewa                6.082.060.315    (9.167.444.694 )                    -         10.008.533.013            6.923.148.634

                                                                                 2021

                                   1 Januari 2021      Arus kas           Pemutusan kontrak      Transaksi non-kas       31 Desember 2021

       Utang sewa pembiayaan         19.279.085.063   (12.621.379.134 )                    -         37.819.202.019           44.476.907.948
       Utang pembiayaan konsumen     13.012.997.863    (5.703.826.725 )                    -                      -            7.309.171.138
       Liabilitas sewa                7.764.532.077    (7.389.164.848 )         (202.547.017 )        5.909.240.103            6.082.060.315




28. REKLASIFIKASI AKUN

   Akun berikut ini dalam laporan keuangan tanggal 31 Desember 2021 telah direklasifikasi agar sesuai
   dengan penyajian laporan keuangan tanggal 31 Desember 2022:

                                                            Saldo                          Jumlah                          Saldo
                                                          sebelum                           yang                          setelah
   Akun yang direklasifikasi                             Reklasifikasi                  Direklasifikasi                Direklasifkasi

   Beban penjualan                                    (194.794.181.080 )                (6.551.415.924 )              (201.345.597.004 )
   Beban umum dan administrasi                         (18.785.075.455 )                 6.551.415.924                 (12.233.659.531 )


29. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF

   Berikut adalah beberapa standar akuntansi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi
   Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia yang dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan
   Perusahaan.

   Berlaku efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023

   -   Amendemen PSAK 1 - “Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka
       Pendek atau Jangka Panjang”.
   -   Amendemen PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan” tentang pengungkapan kebijakan akuntansi.
   -   Amendemen PSAK 16 “Aset Tetap” tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan.
   -   Amendemen PSAK 25 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan”
       tentang definisi estimasi akuntansi.
   -   Amendemen PSAK 46 “Pajak Penghasilan” tentang pajak tangguhan terkait aset dan liabilitas
       yang timbul dari transaksi tunggal.
   -   Amendemen PSAK 107 “Akuntansi Ijarah” tentang pengakuan, pengukuran, penyajian dan
       pengungkapan akad ijarah.

   Berlaku efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025

   -   PSAK No. 74, “Kontrak Asuransi”.
   -   Amendemen PSAK No. 74, “Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK No. 74 dan No. 71
       Informasi Komparatif”.

   Perusahaan sedang mengevaluasi dampak dari standar akuntansi tersebut dan belum menentukan
   dampaknya terhadap laporan keuangan.


                                                               43
Page 50
PT SENTRALSARI PRIMASENTOSA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2022
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

30. PERISTIWA PENTING SETELAH PERIODE PELAPORAN

   Surat Ketetapan Pajak dan Surat Tagihan Pajak

   Pada bulan Maret dan April 2023, Perusahaan menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak Kurang
   Bayar (“SKPKB”) atas Pajak Penghasilan (PPh), di antaranya PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 dan PPh
   badan tahun 2018 dengan jumlah sebesar Rp 1.307.457.702. Selain itu, Perusahaan juga menerima
   Surat Tagihan Pajak (“STP”) atas PPh Pasal 25 tahun 2022 sebesar Rp 340.376.591. Seluruh tagihan
   pajak tersebut telah disetor oleh Perusahaan pada tanggal 4 dan 28 April 2023.

   Perjanjian distribusi

   Pada tanggal 4 Januari 2023, Perusahaan dan SGP sepakat untuk memperpanjang perjanjian
   distribusi produk untuk jangka waktu 1 (satu) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2023 sampai
   dengan tanggal 31 Desember 2023.




                                                44

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.1 MB
Published20 Dec 2023
Pages50
Characters151,708
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 17608 ms 12 Sep 2026 21:46
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result