Back to announcement
20260406_LIFE_Pemanggilan RUPS_32067669_lamp5.pdf
RUPS notice Text extracted LIFESource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 128
Page 1
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk. Gedung Sinarmas MSIG Tower Lt.6 Jl. Jend. Sudirman Kav.21, Kel. Karet, Kec. Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta Tanggal Penilaian: 31 Desember 2025 No. Laporan : Tanggal : Tanggal/Date : December 22nd, 2021 No Laporan/Report Number : Tanggal/Date : December 22nd, 2021 No Laporan/Report Number : Tanggal/Date : December 22nd, 2021 No Laporan/Report Number :
Page 2
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
No.
Bogor,
Direktur KARIM Consulting Indonesia
Graha Tirtadi, R-206 & 209
Jln. Pangeran Antasari No. 18 A,
Provinsi DKI Jakarta
Up. Bapak Yoga Aditya Herlambang
QQ,
Direktur PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
Gedung Sinarmas MSIG Tower Lt.6,
Jl. Jenderal Sudirman Kav.21, Kel. Karet, Kec. Setiabudi,
Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta
Dengan Hormat,
COVERIN G LETTER
Berdasarkan instruksi dari KARIM Consulting Indonesia QQ PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (“Pemberi
Tugas”) sehubungan dengan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia
Tbk yang tertuang dalam kontrak No. 184-0/PRIDE/EL/BS/01/2026 tanggal 06 Januari 2026, kami sebagai
Penilai Publik Independen berdasarkan keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan izin usaha
No. 2.21.0172, telah melakukan investigasi dan menyampaikan laporan ini untuk Pemberi Tugas dan
Pengguna Laporan.
1. Identitas Status Penilai
A. Jasa studi kelayakan ini dilakukan oleh penilai independen yang merupakan Penilai Publik dan
merupakan salah satu rekan pada KJPP Putri Anugrah & Rekan. Penilai Publik dan KJPP Putri
Anugrah & Rekan telah memiliki perizinan dan terdaftar sebagai Penilai Publik di Kementerian
Keuangan Republik Indonesia dengan nomor lisensi 2.21.0172 dan telah memenuhi persyaratan
sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 228/PMK.01/2019 tentang
Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 101/PMK.01/2014 tentang Penilai
Publik dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal Nomor. STTD.PBB-
45/PM.223/2022.
B. Penilai dalam posisi untuk memberikan studi kelayakan objektif dan tidak memihak.
C. Penilai tidak mempunyai potensi benturan kepentingan dengan subjek dan/atau objek studi
kelayakan.
D. Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan. Seluruh tenaga ahli dan staf pelaksana
dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim penugasan di bawah koordinasi Penilai berizin
atau penanggung jawab yang mempunyai kompetensi untuk melakukan jasa studi kelayakan.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | i
Page 3
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
2. Pemberi Tugas
Pemberi Tugas adalah sebagai berikut.
Pemberi Tugas KARIM Consulting Indonesia
Bidang usaha Jasa Konsultan
Alamat Graha Tirtadi, R-206 & 209 Jl. Pangeran Antasari No. 18 A, Provinsi DKI Jakarta
Surel yoga@karimconsulting.com
Telepon 021-75917891/2
Faximile +62-21 7591 7890
Website https://karimconsulting.com/
QQ
Pemberi Tugas PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
Bidang usaha Life Insurance
Alamat Gedung Sinarmas MSIG Tower Lt.6, Jl. Jend. Sudirman Kav.21, Kel. Karet, Kec.
Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta
Surel Ladiyana.Prihantini@msiglife.co.id
Telepon (021) 2650 8300
Faximile -
Website https://www.msiglife.co.id/
3. Pengguna Laporan
1. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
Pengguna Laporan PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
Bidang usaha Life Insurance
Alamat Gedung Sinarmas MSIG Tower Lt.6, Jl. Jend. Sudirman Kav.21, Kel. Karet, Kec.
Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta
Surel Ladiyana.Prihantini@msiglife.co.id
Telepon (021) 2650 8300
Faximile -
Website https://www.msiglife.co.id/
2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Pengguna Laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Bidang usaha Perbankan, Pasar Modal, Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan dan
Lembaga Keuangan Mikro Serta Inovasi Teknologi di Sektor Keuangan.
Alamat Gedung Sumitro Djojohadikusumo, Jalan Lapangan Banteng Timur 2-4 Jakarta 10710
Surel -
Telepon (021) 2960 0000
Faximile -
Website https://www.ojk.go.id/
4. Identifikasi Objek Studi Kelayakan Usaha
Objek studi kelayakan usaha adalah studi terkait Perubahan Kegiatan Usaha dengan mengeluarkan
unit bisnis syariah (spin off) dari PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk dan membuat entitas anak
baru dengan rencana nama PT MSIG Sharia Life Insurance Indonesia.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | ii
Page 4
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Rencana kepemilikan saham PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk pada PT MSIG Sharia Life Insurance
Indonesia sebesar 99,9%.
KBLI terkait rencana perubahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut.
• KBLI 65113 mencakup kegiatan unit syariah dari kantor pusat perusahaan asuransi jiwa
konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor di luar kantor pusat yang
menjalankan kegiatan usaha asuransi jiwa syariah.
• KBLI 65112 mencakup usaha asuransi jiwa syariah yang seluruhnya diselenggarakan berdasarkan
prinsip syariah, dengan kegiatan usaha meliputi pengelolaan risiko berdasarkan prinsip syariah
guna saling menolong dan melindungi dengan memberikan pembayaran yang didasarkan pada
meninggal atau hidupnya peserta, atau pembayaran lain kepada peserta atau pihak lain yang
berhak pada waktu tertentu yang diatur dalam perjanjian, yang besarnya telah ditetapkan
dan/atau didasarkan pada hasil pengelolaan dana.
5. Jenis Mata Uang yang Digunakan
Objek studi kelayakan usaha dinilai menggunakan mata uang rupiah.
6. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Usaha
Maksud penyusunan Studi Kelayakan Usaha adalah untuk memberikan gambaran mengenai kelayakan
Perubahan Kegiatan Usaha ditinjau dari berbagai analisis, meliputi analisis pasar, analisis teknis,
analisis pola bisnis, analisis model manajemen, dan analisis keuangan.
Tujuan dari penyusunan Studi Kelayakan Usaha adalah untuk memenuhi ketentuan dari Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan
kegiatan usaha.
Laporan Studi Kelayakan Usaha ini digunakan untuk kepentingan pasar modal dan tidak digunakan
di luar tujuan penugasan tersebut.
Studi Kelayakan Usaha ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(“POJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) No.
17/SEOJK.O4/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII-
2018.
7. Tanggal Studi Kelayakan Usaha
Tanggal Studi Kelayakan Usaha adalah per 31 Desember 2025.
Berdasarkan Pasal 6 ayat 2(dua) POJK No. 17/POJK.04/2020 bahwa masa berlaku di Studi Kelayakan,
yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal penilaian dalam Studi Kelayakan. Sehingga masa berlaku
laporan berakhir pada akhir 30 Juni 2026.
8. Tingkat Kedalaman Investigasi Terkait Hal yang Dilakukan
Ruang lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut:
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | iii
Page 5
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
a) Kami melakukan verifikasi data dan informasi untuk mendapatkan keyakinan yang memadai
dengan melakukan investigasi dan wawancara terhadap Manajemen Perseroan terkait dengan
Perubahan Kegiatan Usaha yang dimaksud dalam objek studi kelayakan usaha.
b) Melakukan pengumpulan data dan informasi mengenai kegiatan usaha.
c) Melakukan analisa atas kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha.
d) Melakukan analisis atas pasar, teknis, pola bisnis, manajemen dan keuangan atas bisnis yang
akan dikembangkan.
e) Penilai tidak melakukan uji tuntas atas laporan keuangan dan penelaahan atas informasi pada
laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan Studi Kelayakan Usaha.
f) Penilai tidak melakukan uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek Studi
Kelayakan Usaha.
g) Penilai tidak melakukan analisis dampak pajak sehubungan dengan Perubahan Kegiatan Usaha
ini.
h) Penilai tidak melakukan analisis terhadap biaya-biaya lain yang mungkin timbul, termasuk pajak
(jika ada) atas Perubahan Kegiatan Usaha.
i) Tidak melakukan transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek Studi Kelayakan Usaha.
j) Penelaahan, perhitungan dan analisis dapat dilakukan dengan baik tanpa terhalang oleh
informasi yang tersembunyi atau sengaja disembunyikan.
k) Pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen Perseroan bertujuan untuk mendapatkan
dokumen kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi melalui investigasi
langsung, dan
l) Terdapat data informasi yang relevan, yang diambil dari sumber yang layak.
9. Sifat dan Sumber Informasi yang dapat Diandalkan
Sifat dan sumber dari informasi yang relevan tanpa verifikasi dapat digunakan sepanjang
mendapatkan persetujuan dan sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional dan/atau
internasional. Sumber informasi tersebut adalah sebagai berikut.
a. Bank Indonesia;
b. Bursa Efek Indonesia atau Bursa Efek lainnya;
c. Badan Pusat Statistik;
d. Data riset dari lembaga independen;
e. Dll.
10. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
a. Laporan studi kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha bersifat non-disclaimer opinion.
b. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan
Perubahan Kegiatan Usaha.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | iv
Page 6
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
c. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
d. Studi kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha menggunakan proyeksi keuangan yang telah
disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha dan
kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
f. Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha dan
kesimpulan yang dihasilkan.
h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan
Usaha dari pemberi tugas.
i. Kami berasumsi bahwa Perubahan Kegiatan Usaha akan dijalankan seperti yang telah
diungkapkan oleh manajemen Perusahaan dan sesuai dengan kesepakatan serta keandalan
informasi mengenai rencana tersebut sebagaimana diungkapkan oleh manajemen Perusahaan.
j. Asumsi ini dapat berubah dikarenakan perubahan peraturan pemerintah, perubahan kebijakan
pemerintah serta reformasi di bidang sosial, ekonomi dan politik.
k. Studi kelayakan usaha ini disusun berdasarkan kondisi umum keuangan, moneter, peraturan dan
kondisi pasar yang ada saat ini. Perubahan atas kondisi-kondisi tersebut yang berada di luar
kendali Perusahaan akan dapat memberikan dampak yang tidak dapat diprediksi dan dapat
berpengaruh terhadap studi kelayakan usaha ini.
l. Kami tidak berkewajiban untuk memperbaharui studi kelayakan usaha ini jika terjadi kejadian-
kejadian penting yang terjadi setelah tanggal studi kelayakan usaha.
m. Laporan studi kelayakan usaha ini tidak dimaksudkan untuk memberi rekomendasi kepada
pemegang saham Perusahaan untuk menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Perubahan
Kegiatan Usaha tersebut.
11. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan Studi kelayakan perubahan kegiatan usaha ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
12. Konfirmasi bahwa Studi Kelayakan Dilakukan Berdasarkan SPI dan Peraturan Lainnya
Studi Kelayakan ini dilakukan sesuai Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”), Standar Penilaian
Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No.
17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha, Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (“POJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) No. 17/SEOJK.O4/2020 tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | v
Page 7
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
13. Metodologi Studi Kelayakan Usaha
Langkah-langkah dalam penyusunan Laporan Studi Kelayakan Usaha dilakukan sesuai dengan POJK
No. 35/POJK.04/2020. Analisis yang dilakukan mencakup hal-hal sebagai berikut:
a) Kelayakan pasar.
b) Kelayakan teknis.
c) Kelayakan pola bisnis.
d) Kelayakan model manajemen, dan
e) Kelayakan keuangan.
Analisis kelayakan dalam penugasan ini diukur melalui parameter Nilai Kini Bersih Inkremental
(Incremental NPV) untuk melihat penciptaan nilai tambah. Perhitungan didasarkan pada selisih nilai
kini atas proyeksi arus kas Perseroan antara kondisi pasca Perubahan Kegiatan Usaha dengan kondisi
existing (sebelum perubahan). Dengan pendekatan inkremental ini, suatu Perubahan Kegiatan
Usaha disimpulkan layak dan menguntungkan apabila mampu memberikan nilai tambah ekonomi
yang positif bagi Perseroan.
14. Kejadian Penting Setelah Tanggal Studi Kelayakan Usaha
Dari tanggal efektif Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan tanggal
diterbitkannya laporan Studi Kelayakan Usaha, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal studi
kelayakan usaha yang secara signifikan dapat mempengaruhi hasil Studi Kelayakan Usaha secara
signifikan.
15. Hal Material Lainnya Yang Berkaitan Dengan Kegiatan Usaha Yang Baru
Tidak terdapat hal material lainnya terkait dengan Perubahan Kegiatan Usaha ini.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | vi
Page 8
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
16. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis atas beberapa aspek relevan yaitu analisis kelayakan pasar, analisis
kelayakan teknis, analisis pola bisnis, analisis model manajemen dan kelayakan keuangan terhadap
Rencana Proyek yang telah kami lakukan secara seksama, dapat disimpulkan bahwa Perubahan
Kegiatan Usaha dengan mengeluarkan Unit Bisnis Syariah (Spin Off) menjadi entitas anak
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk dengan kepemilikan saham sebesar 99,9% akan
menghasilkan kontribusi positif dan layak untuk dilakukan, dengan syarat semua asumsi-asumsi
yang ditetapkan dapat terpenuhi.
Laporan Studi Kelayakan Usaha disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan yang berlaku di Indonesia.
Demikian Laporan Studi Kelayakan Usaha ini kami sampaikan, atas Kerjasama dan kepercayaan yang
telah diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
KJPP Putri Anugrah dan Rekan
Putri Anugrah, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Pimpinan Rekan
No. Izin Penilai Publik – Bisnis : B-1.19.00557
No. Izin Penilai Publik – Properti : P-1.19.00558
No. Register : RMK-2019.02958
No. MAPPI : 13-S-04554
No. OJK-IKNB : 224/NB.122/STTD-P/2021
No. OJK-Pasar Modal : STTD.PPB-45/PM.223/2022
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | vii
Page 9
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
DAFTAR ISI
COVERING LETTER ..................................................................................................... i
DAFTAR ISI ............................................................................................................ viii
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................. xi
KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS ................................................................................... xiii
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI .............................................................................. xiv
SINGKATAN .............................................................................................................xv
1. Pendahuluan ........................................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang Transaksi .................................................................................. 1
1.2 Penjelasan Rencana Pemisahan Unit Usaha Syariah dan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life
Insurance Indonesia Tbk .......................................................................................... 1
1.3 Ketentuan, Tata Cara, dan persyaratan Pemisahan Unit Syariah .................................... 3
1.4 Maksud dan Tujuan ......................................................................................... 4
1.5 Metodologi ................................................................................................... 4
1.6 Informasi Investigasi Lapangan ........................................................................... 4
2. Tinjauan Perusahaan............................................................................................... 6
2.1 Gambaran Umum Perusahaan ............................................................................. 6
2.2 Bidang Usaha ................................................................................................ 6
2.3 Struktur Kepemilikan dan Pemegang Saham ............................................................ 7
2.4 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ................................................................... 7
2.5 Asuransi Karyawan Kunci .................................................................................. 8
2.6 Kebijakan Remunerasi ..................................................................................... 8
2.7 Entitas Anak dan Asosiasi .................................................................................. 8
2.8 Kompensasi kepada Pemegang Saham ................................................................... 8
2.9 Informasi Perpajakan ...................................................................................... 8
2.10 Aset Tetap yang Dimiliki ................................................................................... 8
2.11 Utang yang Dimiliki ......................................................................................... 8
2.12 Data yang diterima dan Legalitas/Perizinan yang dimiliki PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
dan Unit Usaha ..................................................................................................... 8
2.13 Tenaga Kerja .............................................................................................. 12
2.14 Data Historis Kinerja Keuangan Perusahaan .......................................................... 13
3. Aspek Pasar ....................................................................................................... 20
3.1. Gambaran Makro Ekonomi Global dan Indonesia ..................................................... 20
3.1.1 Gambaran Perekonomian Global 2025........................................................ 20
3.1.2 Kinerja Perekonomian Indonesia 2025........................................................ 23
3.1.3 Gambaran Perekonomian Provinsi DKI Jakarta 2025 ....................................... 26
3.2. Gambaran Sektor Industri Pasar Asuransi Jiwa di Indonesia ........................................ 29
3.3. Pesaing Bidang Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk ....................................... 31
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | viii
Page 10
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
3.4. Pangsa Pasar............................................................................................... 32
3.5. Potensi Pasar .............................................................................................. 33
3.6. Strategi Pemasaran ....................................................................................... 34
3.7. Kesinambungan Usaha ................................................................................... 36
3.8. Kesimpulan Analisis Aspek Pasar ....................................................................... 38
4. Aspek Teknis ...................................................................................................... 39
4.1. Rencana Pemisahan Unit Usaha Syariah ............................................................... 39
4.2. Gambaran Produk Sebelum dan Sesudah Spin Off ................................................... 39
4.3. Produk Yang Dihasilkan .................................................................................. 41
4.4. Kapabilitas Operasional dan Jangkauan Layanan .................................................... 41
4.5. Proses Pengelolaan Polis dan Layanan ................................................................. 43
4.6. Biaya Klaim dan Manfaat Polis .......................................................................... 45
4.7. Kebutuhan Sistem dan Infrastruktur ................................................................... 46
4.8. Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Kebutuhan Tenaga Kerja Operasional ..................... 47
4.9. Kesimpulan Analisis Aspek Teknis ...................................................................... 48
5. Aspek Pola Bisnis ................................................................................................. 49
5.1. Keunggulan Kompetitif................................................................................... 49
5.2. Rencana Bisnis ............................................................................................ 49
5.3. Kemampuan Menciptakan Nilai ......................................................................... 51
5.4. Analisis Lingkungan Bisnis dan Regulasi ............................................................... 52
5.5. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk ........................................................... 53
5.6. Analisis SWOT ............................................................................................. 54
5.7. Rencana Pengembangan Layanan ...................................................................... 55
5.8. Kesimpulan Analisis Kelayakan Pola Bisnis ............................................................ 57
6. Aspek Model Manajemen ........................................................................................ 58
6.1. Struktur Organisasi ....................................................................................... 58
6.2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ............................................................... 60
6.3. Kebutuhan Sumber Daya Manusia ...................................................................... 63
6.4. Manajemen Kekayaan Intelektual ...................................................................... 65
6.5. Manajemen dan Mitigasi Risiko ......................................................................... 66
6.6. Struktur Organisasi MSIG Syariah ....................................................................... 69
6.7. Kesimpulan Analisis Aspek Model Manajemen ........................................................ 75
7. Aspek Keuangan .................................................................................................. 77
7.1. Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Perhitungan Studi Kelayakan .............................. 77
7.2. Proyeksi Sebelum dan Sesudah Pemisahan Unit Usaha Syariah .................................... 81
7.3. Penetapan Tingkat Diskonto ............................................................................ 87
7.4. Analisis Kelayakan Investasi ............................................................................. 88
7.5. Analisis Profitabilitas ..................................................................................... 89
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | ix
Page 11
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
7.6. Analisis Sensitivitas ....................................................................................... 90
7.7. Kesimpulan Analisis Aspek Keuangan .................................................................. 91
8. Kesimpulan ........................................................................................................ 92
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 94
LAMPIRAN ............................................................................................................. 96
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | x
Page 12
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Publik, Penilai Pelaksana dan tim pendukung
lainnya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa:
1. Pernyataan dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah benar dan akurat sesuai dengan pemahaman
terbaik dari Penilai;
2. Analisis, pendapat, dan kesimpulan yang dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan ini dibatasi oleh
asumsi dan batasan-batasan yang telah diungkapkan. Hasil analisis, pendapat, dan kesimpulan dari
Penilai tidak memihak dan tidak memiliki benturan kepentingan;
3. Kami tidak memiliki kepentingan baik sekarang ataupun di masa yang akan datang terhadap Pemberi
Tugas/Pengguna Laporan ataupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada pihak-
pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan;
4. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan hasil analisis atau kesimpulan yang
disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas/Pengguna Laporan;
5. Imbalan jasa profesional tidak didasarkan dengan hasil Laporan Studi Kelayakan yang dilaporkan atau
diinginkan oleh Pemberi Tugas, pencapaian hasil yang dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi
kemudian (subsequent event) yang berhubungan secara langsung dengan penggunaan dimaksud;
6. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Studi Kelayakan dikumpulkan dari berbagai sumber yang
dipercaya oleh Penilai dan dapat dipertanggungjawabkan;
7. Kesimpulan studi kelayakan usaha telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
8. Lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
9. Penilai telah memenuhi persyaratan Pendidikan yang diselenggarakan oleh Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia (MAPPI);
10. Penilai memiliki pengetahuan dan keterampilan sehubungan dengan jenis industri yang diberikan;
11. Penilai bertanggung jawab sepenuhnya atas prosedur, pelaporan dan hasil Laporan Studi Kelayakan
yang dilakukan;
12. Tidak ada seorang pun kecuali pihak yang bertanda tangan di bawah ini ialah pihak yang terlibat pada
investigasi yang menyimpulkan dan/atau memberikan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam
Laporan Studi Kelayakan ini;
13. Laporan Studi Kelayakan ini tidak lepas dari ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi
material dan perubahan kegiatan usaha dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta
Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII Tahun 2018.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | xi
Page 13
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
No. Nama Kualifikasi Tanda Tangan
1. Penanggung Jawab
Putri Anugrah, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
• No. Izin Penilai Publik – Bisnis : B-1.19.00557 dan Properti
• No. Izin Penilai Publik – Properti : P-1.19.00558
• No. MAPPI : 13-S-04554
2. Penelaah
Giri Wardana, M.Ec.Dev Penilai Bisnis
No. Register : RMK-2023.04648 dan Properti
MAPPI Number : 14-P-05230
3. Penilai Bisnis
Al Ammar, S.Tr.M Penilai Bisnis
No. Register : RMK-2024.04973 dan Properti
No. MAPPI : 23-P-12191
4. Asisten Penilai
Paramitha Septiarini, S.Ak
Asisten Penilai
No. MAPPI : 23-A-12217
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | xii
Page 14
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS
Laporan Studi Kelayakan ini bergantung kepada kondisi dan syarat pembatas sebagai berikut.
1. Laporan studi kelayakan usaha ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses Studi
Kelayakan.
3. Data dan informasi yang kami peroleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
4. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
duty).
5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan usaha.
6. Laporan studi kelayakan usaha ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan Usaha dan Kesimpulan Studi
Kelayakan Usaha.
8. Kami telah melakukan identifikasi atas status hukum objek Studi Kelayakan dari pemberi tugas.
9. Dalam penyusunan Studi Kelayakan Usaha ini, penilai bisnis menggunakan beberapa asumsi,
diantaranya yakni terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang
terlibat dalam rencana transaksi serta keakuratan informasi mengenai rencana transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
10. Laporan ini telah disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan POJK No. 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 (SPI 2018) dan Kode Etik Penilai Indonesia
(KEPI).
11. Laporan Studi Kelayakan Usaha ini tidak sah jika tidak dibubuhi tanda tangan pimpinan dan
stemple/seal KJPP Putri Anugrah dan Rekan.
12. Syarat-syarat dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari
laporan Studi Kelayakan Usaha.
13. Penilai bisnis tidak melakukan due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang melakukan
rencana transaksi.
14. Analisis Studi Kelayakan Usaha atas aksi korporasi ini dipersiapkan dengan menggunakan data dan
informasi sebagaimana yang telah diberikan. Seluruh perubahan atas data dan informasi dapat
mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Maka dari itu, kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas Studi Kelayakan Usaha kami yang disebabkan perubahan data
dan informasi tersebut.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | xiii
Page 15
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI
1. KJPP Putri Anugrah dan Rekan tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan objek
Studi Kelayakan dan/atau subjek Studi Kelayakan.
2. KJPP Putri Anugrah dan Rekan tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan
objek Studi Kelayakan dan/atau subjek Studi Kelayakan.
3. KJPP Putri Anugrah dan Rekan tidak memiliki pinjaman dengan objek Studi Kelayakan dan/atau
subjek Studi Kelayakan.
4. Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun.
5. KJPP Putri Anugrah dan Rekan hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan yang tertuang dalam
Kontrak.
No. Nama Kualifikasi Tanda Tangan
Penanggung Jawab
Putri Anugrah, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
1. Penilai Bisnis dan
• No. Izin Penilai Publik – Bisnis : B-1.19.00557 Properti
• No. Izin Penilai Publik – Properti : P-1.19.00558
• No. MAPPI : 13-S-04554
Penelaah
Giri Wardana, M.Ec.Dev Penilai Bisnis dan
2.
No. Register : RMK-2023.04648 Properti
MAPPI Number : 14-P-05230
Penilai Bisnis
Al Ammar, S.Tr.M Penilai Bisnis dan
3.
No. Register : RMK-2024.04973 Properti
No. MAPPI : 23-P-12191
Asisten Penilai
4. Paramitha Septiarini, S.Ak
Asisten Penilai
No. MAPPI : 23-A-12217
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | xiv
Page 16
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
SINGKATAN
Singkatan Penjelasan
PT MSIG PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
PAS Perusahaan Asuransi Syariah
UUS Unit Usaha Syariah
KBLI Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
Ke Cost of Equity
NPV Net Present Value
IDR Mata Uang Indonesia (Rupiah)
OJK Otoritas Jasa Keuangan
POJK Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
SEOJK Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
KEPI Kode Etik Penilai Indonesia
SPI Standar Penilaian Indonesia
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | xv
Page 17
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
RINGKASAN EKSEKUTIF
Pemberi Tugas : 1. KARIM Consulting Indonesia
QQ
2. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
Alamat : 1. Graha Tirtadi, R-206 & 209 Jln. Pangeran Antasari No. 18 A,
Provinsi DKI Jakarta
2. Gedung Sinarmas MSIG Tower Lt.6, Jl Jend. Sudirman Kav.21,
Kel. Karet, Kec. Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI
Jakarta
Pengguna Laporan : 1. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Objek Studi Kelayakan Usaha : Objek studi kelayakan usaha adalah studi terkait Perubahan
Kegiatan Usaha dengan mengeluarkan unit bisnis syariah (spin off)
dari PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk dan membuat entitas
anak baru yaitu PT MSIG Sharia Life Insurance Indonesia.
Rencana kepemilikan saham PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
pada PT MSIG Sharia Life Insurance Indonesia sebesar 99,9%.
Bidang Usaha : Life Insurance
Kinerja Keuangan Perusahaan PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
2020
Laporan Laba 2021 2022 2023 2024 2025
(Disajikan
Rugi (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit)
Ulang)
Total
4.382.227 4.091.250 3.521.147 3.495.887 3.885.335 3.052.475
Pendapatan
Beban Klaim
3.318.768 3.124.914 2.154.156 1.956.316 2.058.975 2.488.616
dan Manfaat
Laba Kotor 1.063.459 966.336 1.366.991 1.539.571 1.826.360 563.859
Laba (Rugi)
404.484 139.225 428.661 199.111 422.205 388.814
Usaha
Laba Bersih 330.939 73.824 367.773 126.488 351.457 313.435
(Dalam Jutaan Rupiah)
2020
2021 2022 2023 2024 2025
(Disajikan
(Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit)
Ulang)
Aset Lancar 1.384.006 1.839.517 1.773.920 1.211.020 1.143.102 1.333.537
Aset Tidak
14.463.550 14.505.250 13.762.522 13.742.936 13.448.324 14.540.165
lancar
Total Aset 15.847.556 16.344.767 15.536.442 14.953.956 14.591.426 15.873.702
Liabilitas
323.570 411.176 510.063 587.498 584.926 462.176
Lancar
Liabilitas Tidak
7.165.909 8.090.221 7.059.762 6.634.092 6.166.743 6.600.865
Lancar
Total Liabilitas 7.489.479 8.501.397 7.569.825 7.221.590 6.751.669 7.063.041
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | xvi
Page 18
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
2020
2021 2022 2023 2024 2025
(Disajikan
(Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit)
Ulang)
Dana Peserta 310.754 275.754 282.047 240.831 184.595 193.435
Total Ekuitas 8.047.323 7.567.616 7.684.570 7.491.535 7.655.162 8.617.226
Total Liabilitas,
dana peserta 15.847.556 16.344.767 15.536.442 14.953.956 14.591.426 15.873.702
dan ekuitas
Sumber: Laporan keuangan audit PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk, (2020-2024)
Kinerja Keuangan Perusahaan Unit Bisnis Syariah
(Dalam jutaan Rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Laporan Laba Rugi
(Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Unaudited)
Total Pendapatan 45.300 56.041 71.639 77.055 60.843 90.132
Laba (Rugi) Usaha 21.841 40.155 53.276 51.624 18.072 (9.806)
Laba Bersih 22.033 (6.660) 108.971 48.619 12.063 (9.806)
(Dalam Jutaan Rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Posisi Keuangan
(Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Unaudited)
Aset Lancar 114.953 114.448 59.508 43.737 69.930 135.071
Aset Tidak lancar 626.111 584.383 720.891 646.297 563.833 570.159
Total Aset 741.064 698.831 780.399 690.034 633.763 705.230
Liabilitas Lancar 242.238 278.621 244.854 261.287 239.136 273.745
Liabilitas Tidak
44.544 38.227 40.562 37.717 47.795 53
Lancar
Total Liabilitas 286.782 316.848 285.416 299.004 286.931 273.798
Dana Peserta 310.318 275.754 282.047 240.831 184.595 278.235
Total Ekuitas 143.964 106.229 212.936 150.199 162.237 153.197
Sumber: Laporan keuangan audit Unit Bisnis Syariah (2020-2024)
Maksud dan Tujuan Maksud penyusunan Studi Kelayakan Usaha adalah untuk memberikan
Studi Kelayakan gambaran mengenai kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha ditinjau dari
Usaha berbagai analisis, meliputi analisis pasar, analisis teknis, analisis pola bisnis,
analisis model manajemen, dan analisis keuangan.
Tujuan dari penyusunan Studi Kelayakan Usaha adalah untuk memenuhi
ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No.
17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.
Laporan Studi Kelayakan Usaha ini digunakan untuk kepentingan pasar modal
dan tidak digunakan di luar tujuan penugasan tersebut.
Studi Kelayakan Usaha ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) No.
17/SEOJK.O4/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan
Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII 2018.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | xvii
Page 19
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
a. Laporan studi kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha bersifat non-disclaimer
opinion.
b. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam
proses studi kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha.
c. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat
dipercaya keakuratannya.
d. Studi kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha menggunakan proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty).
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan Perubahan
Kegiatan Usaha dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
f. Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha ini terbuka untuk
publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan Perubahan
Kegiatan Usaha dan kesimpulan yang dihasilkan.
Asumsi & Kondisi
h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek Studi
Pembatas Studi
Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha dari pemberi tugas.
Kelayakan Usaha
i. Kami berasumsi bahwa Rencana Perubahan Kegiatan Usaha akan dijalankan
seperti yang telah diungkapkan oleh manajemen Perusahaan dan sesuai
dengan kesepakatan serta keandalan informasi mengenai rencana tersebut
sebagaimana diungkapkan oleh manajemen Perusahaan.
j. Asumsi ini dapat berubah dikarenakan perubahan peraturan pemerintah,
perubahan kebijakan pemerintah serta reformasi di bidang sosial, ekonomi
dan politik.
k. Studi kelayakan usaha ini disusun berdasarkan kondisi umum keuangan,
moneter, peraturan dan kondisi pasar yang ada saat ini. Perubahan atas
kondisi-kondisi tersebut yang berada di luar kendali Perusahaan akan dapat
memberikan dampak yang tidak dapat diprediksi dan dapat berpengaruh
terhadap studi kelayakan usaha ini.
l. Kami tidak berkewajiban untuk memperbaharui studi kelayakan usaha ini
jika terjadi kejadian-kejadian penting yang terjadi setelah tanggal studi
kelayakan usaha.
m. Laporan studi kelayakan usaha ini tidak dimaksudkan untuk memberi
rekomendasi kepada pemegang saham Perusahaan untuk menyetujui atau
tidak menyetujui Perubahan Kegiatan Usaha tersebut.
Tanggal Studi
31 Desember 2025
Kelayakan Usaha
Simpulan Studi
Analisis Kelayakan Rencana pemisahan unit usaha syariah PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
Pasar dinyatakan LAYAK secara pasar. Perusahaan memiliki posisi yang kuat di
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | xviii
Page 20
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
industri asuransi jiwa nasional dan didukung oleh tren pertumbuhan positif
pada sektor asuransi syariah. Di tengah tantangan perubahan regulasi PAYDI
dan pergeseran preferensi pelanggan ke produk tradisional, perusahaan tetap
mampu mempertahankan kinerja kompetitifnya melalui optimalisasi strategi
distribusi multi-kanal yang beragam serta adaptasi teknologi digital yang
intensif. Stabilitas keuangan yang sangat solid dengan rasio Risk Based Capital
(RBC) mencapai 1.838,6% pada akhir 2024 juga menjadi fondasi kuat untuk
memperluas kemitraan strategis dan memastikan keberlanjutan bisnis pasca
pemisahan entitas.
Analisis Kelayakan Aksi korporasi ini dinilai LAYAK secara teknis karena perusahaan telah
Teknis didukung oleh infrastruktur operasional dan sistem teknologi informasi yang
mumpuni serta terdigitalisasi secara menyeluruh. Kesiapan ini dibuktikan
dengan implementasi inovasi digital mutakhir seperti Robotic Process
Automation (RPA) dan verifikasi biometrik yang menjamin efektivitas
operasional. Selain itu, perusahaan memiliki lebih dari 500 sumber daya
manusia profesional bersertifikasi relevan (seperti AAJI, A3IK, dan manajemen
risiko) serta sistem pengelolaan polis syariah yang telah terspesialisasi di
bawah pengawasan langsung Dewan Pengawas Syariah (DPS).
Analisis Kelayakan Pemisahan unit usaha syariah dinyatakan LAYAK dan berkelanjutan secara pola
Pola Bisnis bisnis karena ditopang oleh strategi diversifikasi produk yang relevan serta
jaringan distribusi yang luas guna menjangkau berbagai segmen nasabah.
Keunggulan kompetitif ini diperkuat oleh landasan manajemen risiko yang
tangguh, kesiapan kepatuhan terhadap regulasi terkait spin-off, serta
pemanfaatan inovasi digital untuk memperkaya pengalaman pelanggan.
Strategi operasional yang fokus pada pengembangan layanan digital dan
asuransi syariah ini diproyeksikan mampu terus memberikan kontribusi positif
dan nilai tambah bagi seluruh pemegang polis, mitra bisnis, maupun pemegang
saham.
Analisis Kelayakan Secara model manajemen, rencana pemisahan ini terbukti LAYAK berkat
Model Manajemen struktur organisasi yang solid serta jajaran kepemimpinan yang kompeten dan
sangat berpengalaman di industri asuransi. Perusahaan secara konsisten
menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan transformasi
digital untuk menjamin efisiensi serta kepatuhan regulasi. Kesiapan transisi
manajemen pasca spin-off juga telah terencana dengan baik melalui strategi
pengalihan sumber daya manusia profesional dan penyesuaian fungsi
pengawasan Dewan Pengawas Syariah, dengan tetap menjaga sinergi yang
harmonis antar entitas demi mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Analisis Kelayakan Layak secara keuangan berdasarkan parameter kelayakan keuangan untuk
Keuangan yaitu:
Selisih NPV Sebelum dan
Sesudah Perubahan
Parameter Kriteria Kelayakan Keterangan
Kegiatan Usaha (dalam juta
Rp)
NPV 58.185 NPV > 0 Layak
Rencana pemisahan unit usaha syariah PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
dinyatakan LAYAK secara keuangan karena diproyeksikan mampu memberikan
kontribusi positif dan menciptakan nilai tambah ekonomis yang signifikan bagi
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | xix
Page 21
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
perusahaan secara konsolidasi. Kesimpulan kelayakan ini didasarkan pada
pencapaian indikator Nilai Kini Bersih Inkremental (Incremental NPV) yang
bernilai positif sebesar Rp58.185 juta. Selain itu, ketahanan profitabilitas
perusahaan juga terkonfirmasi melalui stabilitas Net Profit Margin yang
diproyeksikan tetap terjaga di kisaran 18-20%, serta tren Return on Equity
(ROE) yang meningkat secara konsisten hingga mencapai 9,43% pada akhir
periode proyeksi, meskipun terdapat pengujian sensitivitas terhadap
penurunan pendapatan maupun pembengkakan beban pokok.
Simpulan Studi
Perubahan Kegiatan Usaha dengan mengeluarkan Unit Bisnis Syariah (Spin
Kelayakan
Off) menjadi entitas anak PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk dengan
kepemilikan saham sebesar 99,9% akan menghasilkan kontribusi positif
dan layak untuk dilakukan
Ringkasan eksekutif ini hanya digunakan bersama dengan laporan studi kelayakan usaha dengan segala
asumsi, batasan dan dasar studi yang dinyatakan di dalam laporan ini dan merupakan satu kesatuan yang
tidak dapat dipisahkan.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | xx
Page 22
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Transaksi
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE” telah meramaikan industri asuransi jiwa
nasional sejak 14 April 1985. Berdiri sebagai PT Asuransi Jiwa Purnamala Internasional Indonesia (PII)
lalu menjalani dua kali proses transformasi, LIFE hadir sebagai perusahaan joint venture antara PT Sinar
Mas Multiartha Tbk dan grup asuransi raksasa Jepang, Mitsui Sumitomo Insurance Co., Ltd. pada tahun
2011.
LIFE resmi menjadi perusahaan terbuka pada 28 Juni 2019 dengan nama PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG
Tbk. Pada tanggal 9 Juli 2019, saham PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (kode saham: LIFE) mulai
melantai di Bursa Efek Indonesia. Bersamaan dengan itu, Mitsui Sumitomo Insurance Co., Ltd. (MSI) resmi
menjadi pemegang saham utama dengan komposisi kepemilikan saham Mitsui Sumitomo Insurance Co.,
Ltd. (80%), PT Sinar Mas Multiartha Tbk (12,5%) dan publik (7,5%). Seiring dengan perubahan komposisi
pemegang saham, perusahaan berganti nama menjadi PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk pada kuartal
akhir 2023.
Mitsui Sumitomo Insurance Co., Ltd. merupakan anak perusahaan MS&AD Insurance Group Holdings, Inc.
MS&AD memegang pangsa terbesar premi asuransi umum di Jepang dan tercatat dalam 10 besar bisnis
grup asuransi di dunia.
LIFE sebagai perusahaan asuransi yang memiliki unit syariah, harus memenuhi amanat regulasi
diantaranya:
• Undang-undang No.40 Tahun 2007 tentang perseroan terbatas
• Undang-undang No.40 Tahun 2014 tentang Perasuransian
• Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Jasa Keuangan
• Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.11 Tahun 2023 tentang Pemisahan Unit Syariah Perusahaan
Asuransi dan Perusahaan Reasuransi
• Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.23 Tahun 2023 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan
Perusahaan Asuransi, Perusahaan Asuransi Syariah, Perusahaan Reasuransi, dan Perusahaan
Reasuransi Syariah
• Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/SEOJK.05/2024 tentang Mekanisme dan Tata Cara
Pemisahan Unit Syariah Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi
Maka LIFE akan melakukan aksi korporasi dalam bentuk pemisahan Unit Syariah PT MSIG Life Insurance
Indonesia Tbk melalui pendirian baru perusahaan asuransi syariah, diikuti dengan pengalihan seluruh
portofolio kepesertaan kepada Perusahaan Asuransi Syariah Baru (PAS) hasil Pemisahan Unit Syariah (US).
1.2 Penjelasan Rencana Pemisahan Unit Usaha Syariah dan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life
Insurance Indonesia Tbk
PT MSIG Sharia Life Insurance Indonesia merupakan PAS hasil pemisahan dari Unit Syariah PT MSIG Life
Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE”. Setelah efektif pemisahan PAS, hasil Pemisahan akan
melakukan kegiatan usaha sesuai prinsip syariah melalui seluruh jaringan kantor US dan kegiatan layanan
asuransi syariah yang sudah berjalan di Perseroan. Selain itu, setelah efektif Pemisahan seluruh operasi,
kegiatan, usaha, aktivitas, produk yang ada di US, termasuk seluruh produk dan aktivitas yang saat ini
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk I 1
Page 23
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
sedang dalam proses pengembangan dan/atau perizinan/pelaporan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK),
akan dilakukan di PAS hasil Pemisahan.
LIFE yang memiliki Unit Syariah akan melakukan Pemisahan dengan cara pendirian perusahaan asuransi
syariah baru diikuti dengan pengalihan seluruh portofolio kepesertaan kepada PAS hasil pemisahan Unit
Syariah. Aksi korporasi tersebut telah mendapatkan dukungan penuh dari pemegang saham dan akan
dilaksanakan RUPS pada bulan Juni tahun 2025. Selain itu diharapkan PAS hasil Pemisahan dapat
mendorong pertumbuhan kinerja bisnis secara mandiri maupun pertumbuhan industri asuransi syariah di
Indonesia.
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk berencana akan menghapuskan KBLI 65112 tentang Unit Syariah
Asuransi Jiwa dan menambahkan KBLI 65113 yang mencakup usaha asuransi jiwa syariah yang seluruhnya
diselenggarakan berdasarkan prinsip syariah berupa pendirian perusahaan baru dengan nama PT MSIG
Sharia Life Insurance Indonesia.
KBLI 65113 mencakup kegiatan unit syariah dari kantor pusat perusahaan asuransi jiwa konvensional yang
berfungsi sebagai kantor induk dari kantor di luar kantor pusat yang menjalankan kegiatan usaha asuransi
jiwa syariah.
KBLI 65112 mencakup usaha asuransi jiwa syariah yang seluruhnya diselenggarakan berdasarkan prinsip
syariah, dengan kegiatan usaha meliputi pengelolaan risiko berdasarkan prinsip syariah guna saling
menolong dan melindungi dengan memberikan pembayaran yang didasarkan pada meninggal atau
hidupnya peserta, atau pembayaran lain kepada peserta atau pihak lain yang berhak pada waktu tertentu
yang diatur dalam perjanjian, yang besarnya telah ditetapkan dan/atau didasarkan pada hasil
pengelolaan dana.
LIFE akan melakukan pengalihan seluruh portofolio kepesertaan Unit Syariahnya Kepada PAS hasil
Pemisahan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham, persetujuan izin usaha, dan persetujuan
rencana pengalihan portofolio dari OJK. Tanggal efektif pelaksanaan kegiatan usaha dan pelaksanaan
pengalihan portofolio tersebut akan diumumkan segera setelah persetujuan diperoleh.
LIFE dan PT MSIG Sharia Life Insurance Indonesia sebagai PAS hasil pemisahan berkomitmen agar proses
pelaksanaan kegiatan usaha dan pelaksanaan pengalihan portofolio dapat berjalan dengan lancar, serta
kegiatan operasional dan layanan perusahaan tetap berjalan dengan baik.
Selain pengalihan portofolio kepesertaan US, LIFE juga akan melakukan perpindahan data pribadi nasabah
kepada LIFE dengan tetap memperhatikan dan tunduk kepada ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
LIFE juga akan memastikan bahwa proses pemisahan ini tidak memberikan dampak apapun kepada
pemegang polis yang ada. Hak dan kewajiban pemegang polis tetap sama.
LIFE sebelum dan setelah mendapatkan izin usaha dan persetujuan pengalihan portofolio dari OJK, akan
melakukan pengumuman dan pemberitahuan pada pemegang polis atau peserta, karyawan, masyarakat,
dan pihak-pihak lainnya sebagaimana yang diatur dalam peraturan sebagai berikut:
• Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
• POJK No. 11 Tahun 2023 tentang Pemisahan Unit Syariah Perusahaan Asuransi dan Perusahaan
Reasuransi
• POJK No. 23 Tahun 2023 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi,
Perusahaan Asuransi Syariah , Perusahaan Reasuransi, dan Perusahaan Reasuransi Syariah
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 2
Page 24
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• POJK No. 69 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Asuransi, Perusahaan
Asuransi Syariah, Perusahaan Reasuransi, dan Perusahaan Reasuransi Syariah.
• SEOJK Nomor 10/SEOJK.05/2024 tentang Mekanisme dan Tata Cara Pemisahan Unit Syariah
Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. Beserta seluruh peraturan pengganti, tambahan
dan turunannya
Sesuai dengan ketentuan Pasar 127 ayat (4) dan ayat (5) Undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas, kreditor dapat mengajukan keberatan dalam jangka waktu 14 hari setelah
pengumuman. Apabila dalam jangka waktu paling lambat 14 hari setelah pengumuman tersebut tidak ada
kreditor yang keberatan atau tidak setuju dari rencana pemisahan Unit Syariah melalui pendirian baru
perusahaan asuransi syariah, maka kreditor dianggap menyetujui rencana pemisahan unit syariah.
Pada tanggal 25 Februari 2025 LIFE melalui pengumuman koran dan situs web mengumumkan bahwa akan
melakukan pengalihan seluruh portofolio kepesertaan Unit Syariahnya kepada PAS hasil Pemisahan
setelah mendapatkan persetujuan izin usaha dan persetujuan rencana pengalihan portofolio dari OJK.
Tanggal efektif pelaksanaan kegiatan usaha dan pelaksanaan kegiatan usaha dan pelaksanaan pengalihan
portofolio tersebut akan diumumkan segera setelah persetujuan diperoleh.
Sesuai dengan ketentuan Pasal 127 ayat (4) dan ayat (5) Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang
perseroan terbatas, kreditor dapat mengajukan keberatan dalam jangka waktu 14 hari setelah
pengumuman. Apabila dalam jangka waktu paling lambat 14 hari setelah pengumuman tersebut tidak ada
kreditor yang keberatan atau tidak setuju dari rencana pemisahan Unit Syariah melalui pendirian baru
perusahaan asuransi syariah, maka kreditor dianggap menyetujui rencana pemisahan Unit Syariah melalui
pendirian baru perusahaan asuransi syariah.
Sejak tanggal efektif pemisahan, seluruh aktiva, pasiva, pemegang polis atau peserta, jaringan kantor,
kegiatan usaha termasuk produk dan aktivitas, pihak ketiga, pegawai syariah dan pihak-pihak lainnya
seluruhnya akan dialihkan kepada PAS hasil pemisahan.
Dalam hal proses pemisahan Unit Syariah telah selesai dilaksanakan, LIFE wajib mengajukan permohonan
pencabutan izin pembentukan Unit Syariah kepada OJK paling lama 10 (sepuluh) hari kerja setelah tanggal
pelaksanaan pengalihan portofolio kepesertaan dari Unit Syariah.
1.3 Ketentuan, Tata Cara, dan persyaratan Pemisahan Unit Syariah
Pemisahan Unit Syariah ini dilakukan dengan menggunakan ketentuan, tata cara, dan persyaratan sesuai
dengan regulasi yang berlaku diantaranya
1. Undang-undang No. 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian
2. Undang-undang Republik Indonesia No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor
Keuangan
3. Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
4. POJK No. 11 Tahun 2023 tentang Pemisahan Unit Syariah Perusahaan Asuransi dan Perusahaan
Reasuransi
5. POJK No. 23 Tahun 2023 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi, Perusahaan
Asuransi, Perusahaan Asuransi Syariah, Perusahaan Reasuransi, dan Perusahaan Reasuransi Syariah
6. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 69/POJK.05/2019 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan
Asuransi, Perusahaan Asuransi Syariah, Perusahaan Reasuransi dan Perusahaan Reasuransi Syariah.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 3
Page 25
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
7. SEOJK Nomor 10/SEOJK.05/2024 tentang Mekanisme dan Tata Cara Pemisahan Unit Syariah
Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi Serta regulasi lainnya yang berkaitan dengan
pemisahan.
1.4 Maksud dan Tujuan
Laporan Studi Kelayakan bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai kelayakan Perubahan
Kegiatan Usaha ditinjau dari berbagai analisis meliputi analisis pasar, analisis teknis, analisis pola bisnis,
analisis model manajemen dan analisis keuangan. Maksud dari penyusunan Studi Kelayakan Usaha adalah
untuk memberikan gambaran tentang kelayakan dari Perubahan Kegiatan Usaha yang selanjutnya akan
digunakan Perseroan untuk memenuhi ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No.
17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan KBLI kegiatan usaha.
Penugasan Studi Kelayakan ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(“POJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) No. 17/SEOJK.O4/2020
tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai
Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018.
1.5 Metodologi
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini adalah:
Pengumpulan data primer dan sekunder dari PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut
“LIFE” yang terkait dengan Perubahan Kegiatan Usaha meliputi wawancara manajemen, data-data
identitas, perizinan, rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait dengan Perubahan Kegiatan
Usaha. Analisis makro ekonomi dan gambaran industri dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh dari faktor
tersebut terhadap kinerja LIFE di masa mendatang.
Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan perubahan kegiatan usaha.
Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola
bisnis, kelayakan model manajemen dan analisis kelayakan keuangan.
Analisis kelayakan dalam penugasan ini menggunakan perhitungan nilai kini atas proyeksi laba tahun
berjalan Perseroan sebelum dan setelah Perubahan Kegiatan Usaha dengan mengacu pada Net Present
Value (NPV) sehingga Perubahan Kegiatan Usaha dapat dikatakan layak atau menguntungkan.
1.6 Informasi Investigasi Lapangan
Kami telah melakukan investigasi lapangan dalam rangka memperoleh informasi yang relevan dalam
perubahan kegiatan usaha dengan mengeluarkan unit bisnis syariah (spin off) menjadi entitas anak
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk dengan kepemilikan saham sebesar 99,9%.
Nomor Surat 024/PRIDE/SBA/BS/01/2026
Lokasi Sinarmas Land Plaza Lt.6, Jl. Jendral Sudirman Kav.21, Jakarta Selatan 12920, Indonesia
Hari/tanggal Selasa, 27 Januari 2025
Waktu 13:00 WIB – Selesai
Peserta KJPP Putri Anugrah dan Rekan:
1. Putri Anugrah
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 4
Page 26
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
2. Al Ammar
3. Paramitha Septiarini
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk:
1. Tn. Herman Sulistyo (Director)
2. Tn Renova Siregar (Chief Compliance, Legal & Corporate Secretary)
3. Ny Leony Samosir (Division Head of Legal & Corporate Secretary)
4. Tn Grandy Andrianto Dulimarta (Division Head of finance Accounting & Tax)
5. Ny Ladiyana Prihantini (Head of Sharia Business)
6. Ny Marissa Ulfah (Sharia Business Development Manager)
Hasil Notulensi:
1. Penjelasan Aspek hukum atas transaksi yang terjadi dan rencana timeline yang direncanakan.
2. Penjelasan Aspek kelayakan pasar dan posisi pasar Perusahaan.
3. Penjelasan Aspek kelayakan teknis seperti kesiapan infrastruktur aplikasi dan kegiatan operasional.
4. Penjelasan Aspek kelayakan pola bisnis dalam proses memasarkan produk dan model bisnis.
5. Penjelasan Aspek model manajemen terkait jumlah direksi dan posisi dewan pengawas syariah.
Perusahaan sedang mempertimbangkan beberapa skenario terkait struktur manajemennya.
Perusahaan juga memiliki HAKI pada produk asuransinya, dan perusahaan juga memiliki HAKI pada
produk asuransinya dan Perusahaan memiliki laporan terpisah terkait tata kelola dengan anak usaha.
6. Penjelasan Aspek kelayakan keuangan dimana tren Perusahaan yang terus naik melebihi outlook
industri sejenis, bentuk bisnis perusahaan asuransi yang jangka panjang yang membuat marginnya
akan bagus setelah beberapa tahun dan karyawan yang pindah tidak akan ada pengurangan gaji.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 5
Page 27
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
2. Tinjauan Perusahaan
2.1 Gambaran Umum Perusahaan
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (dahulu PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk) selanjutnya disebut
(“Perusahaan”) adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia yang didirikan berdasarkan Akta Notaris
Benny Kristianto, S.H., No. 44 tanggal 17 Juli 1984 dengan nama PT Asuransi Jiwa Purnamala Internasional
Indonesia. Akta pendirian ini disahkan dengan keputusan Kehakiman Republik Indonesia No. C2-7176
HT.01.01.Th.84 tanggal 21 Desember 1984 serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 85 tanggal
22 Oktober 1985.
Berdasarkan Akta Notaris James Herman Rahardjo, S.H., No. 120 tanggal 27 Januari 1989, Perusahaan
melakukan perubahan nama menjadi PT Asuransi Jiwa Eka Life. Akta telah mendapatkan Keputusan
Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan No. C2-5095.HT.01.04.TH’89 tanggal 10 Juni 1989 serta
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 57 tanggal 18 Juli 1989.
Berdasarkan Akta Notaris Vera, S.H., No. 2 tanggal 5 Januari 2007, Perusahaan mengalami perubahan nama
menjadi PT Asuransi Jiwa Sinarmas. Akta mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam surat keputusannya No. W8-00337 HT.01.04 TH.2007 serta diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 72 tanggal 7 September 2007.
Berdasarkan Akta Notaris Linda Herawati, S.H., No. 32 tanggal 10 Juni 2011, Perusahaan menjadi
Perusahaan joint venture yang sahamnya dimiliki oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk dan Mitsui Sumitomo
Insurance Co., Ltd. Perusahaan juga melakukan peningkatan modal dasar dan perubahan nama dari
PT Asuransi Jiwa Sinarmas menjadi PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG. Perubahan ini telah disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU-
32784.AH.01.02 tanggal 1 Juli 2011 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 77
tanggal 25 September 2012.
Berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 46 tanggal 23 Mei 2019, Perusahaan mengubah status
dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka dan Perusahaan melakukan perubahan nama
Perusahaan menjadi PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk dan telah menerima Keputusan Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia No. AHU 0028378.AH.01.02 Tahun 2019 tanggal 24 Mei 2019 dan Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Data Perusahaan No. AHU AH.01.03-0276428 tanggal 24 Mei 2019.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Notaris
Ariyanti Artisari, S.H., M.Kn. No. 60 tanggal 27 Juni 2023, mengenai perubahan nama Perusahaan yang
semula bernama ”PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk” menjadi ”PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk”.
Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat
keputusannya No. AHU 0042658.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 25 Juli 2023
2.2 Bidang Usaha
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup Perusahaan adalah menyelenggarakan
usaha asuransi jiwa dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan, termasuk usaha dengan prinsip syariah.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 6
Page 28
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
2.3 Struktur Kepemilikan dan Pemegang Saham
Sampai dengan tanggal Studi Kelayakan diterbitkan, perusahaan tidak mengalami perubahan struktur
pemegang saham. Berdasarkan laporan keuangan diaudit per 31 Desember 2024, susunan pemegang saham
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk adalah sebagai berikut.
Tabel Komposisi Direksi Per 31 Desember 2024
Nama Pemegang Saham Jumlah Saham Persentase (%) Jumlah Modal Disetor (Rp)
Saham
Mitsui Sumitomo Insurance Co., 168.000 80,00% 1.680.000.000
Ltd
PT Sinar Mas Multiartha Tbk 26.250 12,50% 262.500.000
Masyarakat 15.750 7,50% 157.500.000
Total 2.100.000.000 100,00% 41.800.000.000
Sumber: Laporan Keuangan Diaudit PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk, 31 Desember 2024
Gambar Bagan Pemegang Saham
PT MSIG Life
Insurance
Indonesia Tbk
80,00% 12,50% 7,50%
Mitsui Sumitomo PT Sinar Mas
Insurance Co., Ltd Masyarakat
Multiartha Tbk
2.4 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Tabel Komposisi Direksi
Posisi Nama
Presiden Komisaris Tn. Indra Widjaja
Komisaris Tn. Kimitake Sugiura
Komisaris Tn. Hideaki Nomura*
Komisaris Independen Tn. Teuku Radja Sjahnan*
Komisaris Independen Tn. Sidharta Akmam
Komisaris Independen Tn. Nazly Parlindungan Siregar
Presiden Direktur Tn. Wianto
Wakil Presiden Direktur Tn. Satoshi Shiratani
Direktur Tn. Herman Sulistyo
Direktur Tn. Ken Terada
Direktur Tn Tomoyuki Monden
Direktur Tn Andrew Bain
* : Efektif pada tanggal 24 Juni 2025.
Sumber: Informasi Manajemen, 2025
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 7
Page 29
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
2.5 Asuransi Karyawan Kunci
Berdasarkan informasi manajemen, Perseroan memberikan asuransi terhadap karyawan berupa asuransi
BPJS.
2.6 Kebijakan Remunerasi
Berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2024, PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
mencatatkan gaji dan tunjangan sejumlah Rp200.325.000.000.
2.7 Entitas Anak dan Asosiasi
Berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2024, PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk tidak
memiliki anak perusahaan atau asosiasi. Oleh karena itu, informasi mengenai anak Perseroan dan
asosiasi yang terkait tidak tersedia.
2.8 Kompensasi kepada Pemegang Saham
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan tanggal 25 Juni 2024, para pemegang
saham memutuskan dan menyetujui penggunaan laba bersih 2023 sebesar Rp762 disisihkan untuk dana
cadangan dan menyetujui pembagian dividen tunai kepada Pemegang Saham Perusahaan dengan total
sebesar Rp79.800 (Rp38 (nilai penuh) per saham).
2.9 Informasi Perpajakan
Berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2024, PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
mencatatkan pajak penghasilan sebesar Rp280.000.000.
2.10 Aset Tetap yang Dimiliki
Berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2024, PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
mencatatkan aset tetap sebesar Rp151.019.000.000.
2.11 Utang yang Dimiliki
Berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2024, PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
mencatatkan utang reasuransi sebesar Rp79.447.000.000, Utang Komisi sebesar 84.180.000.000, Utang
pajak sebesar Rp7.310.000.000 dan Utang lain-lain sebesar Rp.341.355.000.000.
2.12 Data yang diterima dan Legalitas/Perizinan yang dimiliki PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
dan Unit Usaha
Dalam menyusun laporan ini, kami mengandalkan data dan informasi yang disediakan oleh pihak
manajemen PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE” antara lain:
1. Laporan keuangan LIFE yang telah diaudit dengan perincian sebagai berikut.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 8
Page 30
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Periode Tanggal Laporan No. Laporan Auditor Opini
00950/2.1032/AU.1/08/0695- Purwantono, Wajar
31 Desember 2020 26 April 2022
3/1/IV/2O22 Sungkoro & Surja
00950/2.1032/AU.1/08/0695- Purwantono, Wajar
31 Desember 2021 26 April 2022
3/1/IV/2O22 Sungkoro & Surja
00558/2.1032/AU.1/08/0240- Purwantono, Wajar
31 Desember 2022 31 Maret 2023
1/1/III/2023 Sungkoro & Surja
00447/2.1032/AU.1/08/1800- Purwantono, Wajar
31 Desember 2023 28 Maret 2024
1/1/III/2024 Sungkoro & Surja
00137/2.1032/AU.1/08/1800- Purwantono, Wajar
31 Desember 2024 4 Maret 2025
2/1/III/2025 Sungkoro & Surja
31 Desember 2025
Sumber: Laporan Keuangan Audit PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (2020-2024)
2. Laporan keuangan PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk Unit Usaha Syariah yang telah diaudit
dengan perincian sebagai berikut.
Periode Tanggal Laporan No. Laporan Auditor Opini
00952/2.1032/AU.4/08/0695- Purwantono, Wajar
31 Desember 2020 29 April 2021
2/1/IV/2O21 Sungkoro & Surja
01247/2.1032/AU.4/08/0695- Purwantono, Wajar
31 Desember 2021 20 Mei 2022
3/1/V/2O22 Sungkoro & Surja
00857/2.1032/AU.4/08/0240- Purwantono, Wajar
31 Desember 2022 17 April 2023
1/1/IV/2023 Sungkoro & Surja
00769/2.1032/AU.4/08/1800- Purwantono, Wajar
31 Desember 2023 23 April 2024
1/1/IV/2024 Sungkoro & Surja
00225/2.1032/AU.4/08/1800- Purwantono, Wajar
31 Desember 2024 18 Maret 2025
2/1/III/2025 Sungkoro & Surja
31 Desember 2025
Sumber: Laporan Keuangan Audit PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (2020-2024)
3. Legalitas dan Perizinan yang telah dimiliki PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk adalah sebagai
berikut.
No. Deskripsi Nomor Tanggal Penerbitan
1. Laporan Registrasi Pemegang Saham
- 31 Februari 2025
LIFE31012025 1
Pemberlakuan Izin Usaha di Bidang
Asuransi Jiwa Sehubungan Perubahan
2. Nama PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG KEP-73/PD.02/2023 13 September 2023
Tbk Menjadi PT MSIG Life Insurance
Indonesia Tbk
Akta Pernyataan Keputusan Rapat
3. Perubahan Anggaran Dasar PT Asuransi 60 27 Juni 2023
Jiwa Sinarmas MSIG Tbk
4. Sertifikat Standar 81200077439130002 14 Maret 2023
NPWP PT MSIG Life Insurance Indonesia
5. 01.391.150.8-073.000 23 Februari 1985
Tbk
Akta Pendirian PT Asuransi Jiwa
6. 44 17 September 1984
Purnamala Internasional Indonesia
7. Izin Usaha MLII Tbk S-527/PD.021/2023 21 September 2023
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 9
Page 31
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
No. Deskripsi Nomor Tanggal Penerbitan
Pernyataan Mandiri Menjaga
8. Keselamatan, Keamanan, Kesehatan dan - 7 Januari 2026
pelestarian fungsi Lingkungan (K3L)
Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan
9. Pemanfaatan Ruang Untuk Kegiatan 18102310113174459 22 November 2024
Berusaha
Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan
10. Pemanfaatan Ruang Untuk Kegiatan 18102310113174456 26 November 2024
Berusaha
Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan
11. Pemanfaatan Ruang Untuk Kegiatan 18102310113174457 22 November 2024
Berusaha
Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan
12. Pemanfaatan Ruang Untuk Kegiatan 18102310113174458 02 Desember 2024
Berusaha
13. NIB PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk 9120109940051 5 September 2019
Pernyataan Mandiri Kesediaan Memenuhi
14. - 7 Januari 2026
Persyaratan Izin
Surat Pernyataan Kesanggupan
15. Pengelolaan dan Pemantauan 65111 7 Januari 2026
Lingkungan Hidup (SPPL)
Surat Pernyataan Kesanggupan
16. Pengelolaan dan Pemantauan 65112 7 Januari 2026
Lingkungan Hidup (SPPL)
Surat Pernyataan Kesanggupan
17. Pengelolaan dan Pemantauan 65321 7 Januari 2026
Lingkungan Hidup (SPPL)
Surat Pernyataan Kesanggupan
18. Pengelolaan dan Pemantauan 65322 7 Januari 2026
Lingkungan Hidup (SPPL)
Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT
19. 31 24 Juni 2025
MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
4. Data yang telah diberikan PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
No. Deskripsi Nama File
1. Sumber Pendapatan Utama 1.14. Sumber pendapatan utama
Program pelatihan dan pengembangan Tumbuh Berkelanjutan dengan
2.
untuk karyawan GCG Optimal melalui eLearning
Pendekatan Pengambilan Keputusan
3. 1.22. Pricing Guideline 2025
Strategis
Proyeksi Keuangan Sebelum dan Sesudah 1.25. PL Konsolidasi 10
4.
Transaksi years_spinoff
Proses operasional seperti klaim,
FINAL - SOP PROSES CORPORATE
5. manajemen polis, dan layanan
ALTERATION-signed-signed-signed
pelanggan
Sumber daya manusia dalam mendukung
6. Sumber Daya Manusia 310125
operasional teknis
Struktur organisasi dan efektivitas
7. Organization Structure-Updated
manajemen
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 10
Page 32
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
No. Deskripsi Nama File
Laporan Tahunan dan
Pengalaman dan kompetensi tim
8. Keberlanjutan 2023-Profil
manajemen utama
Manajemen dan Komisaris
Infrastruktur dan sumber daya Kantor Pemasaran MSL Februari
9.
operasional 2025
List_Apps-202503 dan Technology
10. IT
yang dimiliki MSL-250313
Individual Claim Guideline, SOP
Claim Investigation, SOP Indiv
11. Klaim
Claim and Credit Life, SOP Klaim
Corporate.
LIFE insurance indonesia tbk_unit
12. Laporan keuangan 5 th
syariah 2018-2023
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk 20. Risk Management Policy MSL
13.
Risk Management Policy 2024_signed
AAJI - Sharia Company Ranking as
14. MSIG Rank
of FY 2024
Data Request untuk Studi
15. Data Request –Studi Kelayakan LIFE
Kelayakan - LIFE - Corplan rev1
Credit Exposure Report by Fund Direct
16. Investment _ All Syariah Des 2024
All
Syariah Spinoff Data and
17. Segmentasi Pelanggan
Study_CMP
Partnership Development Update Pengembangan Bisnis
18.
Bancassurance Syariah Bancassurance Feb 2025
Budget & proyeksi keuangan 10 tahun 2.8. Asumsi yang digunakan dan
19.
sebelum dan sesudah transaksi lengkap 2.8.1.Proyeksi RBC
List TB_1224_Fixed assets,
20. List of fixed asset MSL
net_Audited Final-MSL
Sample Polis SMUA Syariah dan
21. Contoh Polis
Sample SSU SMUA Syariah
Profil perusahaan jumlah karyawan dan Profil LIFE Insurance Indonesia
22.
struktur-bagan organisasi terbaru dan Sumber Daya Manusia 310125
23. Asuransi untuk karyawan kunci Daftar Asuransi Karyawan
2.10-11. List Utang Piutang -
24. List Utang Piutang Syariah
Syariah
Data Request untuk Studi
25. Corporate Planning
Kelayakan – MSIG Life - Corplan
Individual Policy Sign Off Sheet
26. Individual Policy Sign-Off Sheet Nov 24 tanggapan OJK plus Polis
Final 1
WF_Laba Rugi IFRS 17; WF_Laba
27. Actuary
Rugi Syariah
Daftar Aset Tetap; Daftar
Piutang; Daftar utang; Projection
28. FAT
MSIG Shariah; Proyeksi PL dan
Neraca 10 years spin off
Updated Company Profile Audited
29. Human Capital Development
as of 31 July 2025
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 11
Page 33
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
No. Deskripsi Nama File
POJK 11 Tahun 2023 – Pemisahan
30. Legal & Corsec Unit Syariah Perusahaan Asuransi
dan Perusahaan Reasuransi
Struktur Organisasi Perusahaan baru
31. Satuan Kerja Agency
syariah
Struktur Organisasi Perusahaan baru
32. Satuan Kerja Aktuaria
syariah
Struktur Organisasi Perusahaan baru Satuan Kerja Bancassurance dan
33.
syariah BUSB
Struktur Organisasi Perusahaan baru
34. Satuan Kerja Claim
syariah
Struktur Organisasi Perusahaan baru Satuan Kerja Complaint
35.
syariah Management Customer Protection
Struktur Organisasi Perusahaan baru Satuan Kerja Compliance Risk
36.
syariah Management APU PPT and Fraud
Struktur Organisasi Perusahaan baru Satuan Kerja Finance Accounting
37.
syariah Tax
Struktur Organisasi Perusahaan baru
38. Satuan Kerja HR Operations
syariah
Struktur Organisasi Perusahaan baru
39. Satuan Kerja Internal Audit
syariah
Struktur Organisasi Perusahaan baru
40. Satuan Kerjaa Invesment
syariah
Struktur Organisasi Perusahaan baru
41. Satuan Kerja IT
syariah
Struktur Organisasi Perusahaan baru Satuan Kerja Legal and Corporate
42.
syariah Affair
Struktur Organisasi Perusahaan baru Satuan Kerja Policy Operation
43.
syariah and Underwriting
Struktur Organisasi Perusahaan baru Satuan Kerja Sales Distribution
44.
syariah Literation Inclusion
Struktur Organisasi Perusahaan baru Struktur Organisasi MSIG Sharia
45.
syariah Revisi 05032026
2.13 Tenaga Kerja
Jumlah karyawan tetap PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk per 31 Desember 2025 adalah sebanyak
510 orang, terdiri dari 9 anggota Board of Management dan 501 karyawan yang tersebar di berbagai
divisi operasional.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 12
Page 34
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
2.14 Data Historis Kinerja Keuangan Perusahaan
Ringkasan laporan keuangan PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk adalah sebagai berikut.
Kinerja Keuangan Perusahaan
(Dalam Jutaan Rupiah)
2020
Laporan Laba 2021 2022 2023 2024 2025
(Disajikan
Rugi (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit)
Ulang)
Total
4.382.227 4.091.250 3.521.147 3.495.887 3.885.335 3.052.475
Pendapatan
Beban Klaim
3.318.768 3.124.914 2.154.156 1.956.316 2.058.975 2.488.616
dan Manfaat
Laba Kotor 1.063.459 966.336 1.366.991 1.539.571 1.826.360 563.859
Laba (Rugi)
404.484 139.225 428.661 199.111 422.205 388.814
Usaha
Laba Bersih 330.939 73.824 367.773 126.488 351.457 313.435
(Dalam Jutaan Rupiah)
2020
Posisi 2021 2022 2023 2024 2025
(Disajikan
Keuangan (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit)
Ulang)
Aset Lancar 1.384.006 1.839.517 1.773.920 1.211.020 1.143.102 1.333.537
Aset Tidak
14.463.550 14.505.250 13.762.522 13.742.936 13.448.324 14.540.165
lancar
Total Aset 15.847.556 16.344.767 15.536.442 14.953.956 14.591.426 15.873.702
Liabilitas
323.570 411.176 510.063 587.498 584.926 462.176
Lancar
Liabilitas Tidak
7.165.909 8.090.221 7.059.762 6.634.092 6.166.743 6.600.865
Lancar
Total Liabilitas 7.489.479 8.501.397 7.569.825 7.221.590 6.751.669 7.063.041
Dana Peserta 310.754 275.754 282.047 240.831 184.595 193.435
Total Ekuitas 8.047.323 7.567.616 7.684.570 7.491.535 7.655.162 8.617.226
Total Liabilitas,
dana peserta 15.847.556 16.344.767 15.536.442 14.953.956 14.591.426 15.873.702
dan ekuitas
Sumber: Laporan keuangan audit PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk, (2020-2024)
Berikut ini adalah analisis rasio keuangan perusahaan dalam 5 (lima) tahun terakhir.
Tabel Rasio Keuangan Perusahaan
Rasio 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Rasio likuiditas
Rasio lancar (x) 4,28 4,47 3,48 2,06 1,95 2,89
Rasio kas (x) 2,55 3,71 2,67 1,33 1,14 2,17
Rasio cepat (x) 1,73 0,77 0,80 0,73 0,81 0,71
Rasio profitabilitas
Pengembalian atas aset 2,09% 0,45% 2,37% 0,85% 2,41% 1,97%
Pengembalian atas
4,11% 0,98% 4,79% 1,69% 4,59% 3,64%
ekuitas
Margin laba kotor 24,27% 23,62% 38,82% 44,04% 47,01% 18,47%
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 13
Page 35
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Rasio 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Margin laba operasi 9,23% 3,40% 12,17% 5,70% 10,87% 12,74%
Margin laba bersih 7,55% 1,80% 10,44% 3,62% 9,05% 10,27%
Tingkat pengembalian
atas modal yang 5,03% 1,84% 5,58% 2,66% 5,52% 4,51%
diinvestasikan
Tingkat pengembalian
atas modal yang 4,66% 1,69% 5,06% 2,39% 5,01% 4,19%
digunakan
Rasio aktivitas
Perputaran aset (x) 0,28 0,25 0,23 0,23 0,27 0,19
Perputaran piutang
148 87 58 52 66 61,34
usaha (x)
Perputaran piutang
2,47 4,17 6,28 7,07 5,50 5,95
usaha (hari)
Perputaran utang usaha
31,61 9,92 6,84 6,21 6,54 11,85
(x)
Perputaran utang usaha 11,55 36,79 53,37 58,77 55,84 30,80
(hari)
Perputaran persediaan
n/a n/a n/a n/a n/a n/a
(x)
Perputaran persediaan
n/a n/a n/a n/a n/a n/a
(hari)
Rasio solvabilitas
Rasio utang terhadap
47,26% 52,01% 48,72% 48,29% 46,27% 44,50%
aset
Rasio utang terhadap
93,07% 112,34% 98,51% 96,40% 88,20% 81,96%
ekuitas
Rasio Pertumbuhan
Pertumbuhan
n/a -6,64% -13,93% -0,72% 11,14% -21,44%
Pendapatan
Pertumbuhan Laba
n/a -77,69% 398,18% -65,61% 177,86% -10,82%
Usaha
Pertumbuhan Laba
n/a -66% 208% -54% 112% -7,91%
Bersih
Rasio Struktur Modal
Rasio Pinjaman Jangka
45,22% 49,50% 45,44% 44,36% 42,26% 41,58%
Panjang terhadap Aset
Rasio Pinjaman Jangka
Panjang terhadap 89,05% 106,91% 91,87% 88,55% 80,56% 76,60%
Ekuitas
1. Rasio Likuiditas
Rasio Likuiditas adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi liabilitas
jangka pendeknya (Arief & Edi, 2016).
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 14
Page 36
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
RASIO LIKUIDITAS
Current Ratio Cash Ratio Quick Ratio
5,00
4,00
3,00
(X)
2,00
1,00
-
2020 2021 2022 2023 2024 2025
TAHUN
a. Rasio Lancar
Rasio lancar adalah rasio yang bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi
utang jangka pendeknya melalui aset lancar (Kasmir, 2016).
Pada tahun 2024, rasio lancar PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk tercatat sebesar 1,95x, lebih
rendah 0,11x dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 2,06x. Penurunan ini terjadi karena
berkurangnya aset lancar dan kewajiban jangka pendek, namun disisi lain dalam hal ini perusahaan
mampu melunasi kewajiban jangka pendeknya dengan aset lancar.
b. Rasio Kas
Rasio kas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas dan setara kas yang
tersedia dalam membayar utang lancar (Kasmir, 2016).
Pada 4 tahun terakhir, dari 2020-2024 PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk mengalami penurunan
pada rasio kasnya. Pada tahun 2024 tercatat sebesar 1,14x, lebih kecil 0,19x pada 2023 yang sebesar
1,33x. Hal ini disebabkan kasnya yang menurun dengan kewajiban jangka pendek yang bertambah
dari tahun ke tahun. Walaupun begitu masih tercatat positif yang artinya perusahaan masih mampu
untuk menutupi kewajiban namun semakin melemah.
c. Rasio Cepat
Rasio cepat menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar utang lancar (utang jangka
pendek) yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang tersedia dalam perusahaan tanpa
memperhitungkan nilai persediaan (inventory) (Kasmir, 2016).
Pada 2024, Rasio cepat PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk menunjukkan kenaikan sebesar 0,81x,
naik sebesar 0,08x dibanding 2023 yaitu 0,73x. Ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan
masih kurang dalam menutupi kewajiban jangka pendek tanpa melibatkan aset likuid.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 15
Page 37
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
RASIO PROFITABILITAS
Return on Assets Return on Equity
Gross Profit Margin Operating Profit Margin
Net Profit Margin Return on Invested Capital
Return on Capiral Employee
50,00%
40,00%
30,00%
(%)
20,00%
10,00%
0,00%
2020 2021 2022 2023 2024 2025
TAHUN
2. Rasio Profitabilitas
Rasio Profitabilitas yaitu rasio yang menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
keuntungan. Rasio ini dapat menjadi alat ukur dalam menentukan tingkat efektivitas manajemen
suatu perusahaan (Kasmir, 2016).
a. Pengembalian atas Aset
Dalam buku Kasmir, rasio ini digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba dari total aset yang dimiliki.
Per 31 Desember 2024, tingkat pengembalian atas aset (ROA) PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
sebesar 2,41%, naik 1,56% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 0.85%. kenaikan ini disebabkan oleh
naiknya pendapatan. Dalam hal ini perusahaan mampu memaksimalkan aset untuk menghasilkan
laba. Naiknya tingkat pengembalian atas aset pula mengindikasikan bahwa perusahaan mampu
memanfaatkan dan menggunakan asetnya untuk mendorong profitabilitas yang lebih baik.
b. Pengembalian atas Ekuitas
Rasio pengembalian ekuitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur keberhasilan perusahaan
dalam memperoleh laba bagi para pemegang saham. Rasio ini direpresentasikan sebagai kekayaan
pemegang saham (Hery, 2016).
Per 31 Desember 2024, tingkat pengembalian atas ekuitas (ROE) tercatat sebesar 4,59%, mengalami
peningkatan yang cukup besar hampir 3% dibandingkan tahun 2023 yaitu 1,69%. Bertambahnya modal
menjadi salah satu faktor utama, ditambah dengan laba usaha yang naik dibandingkan tahun
sebelumnya, ini mencerminkan bahwa PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk mampu menghasilkan
keuntungan dengan memaksimalkan ekuitasnya.
c. Margin Laba Kotor
Margin laba kotor merupakan salah satu rasio profitabilitas yang digunakan untuk menghitung
persentase laba kotor terhadap pendapatan. Rasio ini juga digunakan untuk mengukur tingkat
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 16
Page 38
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
efisiensi perusahaan dalam menggunakan biaya pokok penjualan dalam menghasilkan keuntungan
(Sawir, 2009).
Per 31 Desember 2024, margin laba kotor PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk tercatat sebesar
47,01%, naik dengan perbedaan sebesar 2,97% dibandingkan tahun 2023 44,04%. Kenaikan ini
mencerminkan meningkatnya efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba kotor dari pendapatan
yang diperoleh.
d. Margin Laba Usaha
Margin laba operasi merupakan salah satu rasio profitabilitas yang mengukur kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan laba setelah membayar biaya operasional dan sebelum membayar bunga dan
pajak (Cerdasco, Marjin Laba Operasi, 2019).
Per 31 Desember 2024, Margin laba usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk tercatat sebesar
10,87%, mengalami kenaikan sebesar 5,17% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 5,70%.
Kenaikan memberikan pandangan yang positif terhadap perusahaan karena mampu meningkatkan
pendapatan lebih dan mengelola kegiatan operasionalnya dengan baik.
e. Margin Laba Bersih
Margin laba bersih adalah rasio yang membandingkan laba setelah bunga dan pajak terhadap
penjualan. Semakin tinggi margin yang diperoleh, maka semakin baik (Kasmir, 2016).
Per 31 Desember 2024, margin laba bersih PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk tercatat sebesar
9,05%, mengalami kenaikan yang cukup besar sebesar 5,43% dibandingkan tahun 2023 yang tercatat
3,62%. Dengan kenaikan ini mencerminkan semakin baik perusahaan mengelola kegiatan
operasionalnya dan kemampuannya dalam menghasilkan laba bersih.
f. Tingkat Pengembalian atas Modal yang Diinvestasikan
Return on invested capital mengukur kemampuan perusahaan memanfaatkan modal mereka untuk
menghasilkan laba dan pengembalian bagi pemasok modal (Cerdasco, Return on Invested Capital
(ROIC), 2022).
Per 31 Desember 2024, tingkat pengembalian atas modal yang diinvestasikan PT MSIG Life Insurance
Indonesia Tbk tercatat sebesar 5,52%, naik 2,86%, hampir 3% kali lebih besar dibandingkan tahun
sebelumnya yang sebesar 2,66%. Peningkatan ini mencerminkan perusahaan mampu memaksimalkan
biaya dalam menghasilkan keuntungan dari modal yang diinvestasikan. Hal ini dilihat dari
meningkatnya ekuitas dan pendapatan perusahaan pada periode tersebut.
g. Tingkat Pengembalian atas Modal yang Digunakan
Rasio ini digunakan untuk menentukan seberapa banyak uang yang dihasilkan perusahaan
menggunakan asetnya. Semakin tinggi hasil rasio ini maka semakin baik kinerja perusahaan. Rasio
ini dihitung melalui laba sebelum bunga dan pajak dibagi dengan modal kerja ditambah dengan total
aset tetap (Jannah & Imamsyah, 2019)
Per 31 Desember 2024, pengembalian atas modal yang digunakan sebesar 5,01%, meningkat sebesar
2,6% jika dibandingkan dengan 2023 yaitu 2,41%. Ini disebabkan menurunnya total aset dan liabilitas
jangka panjang, disisi lain laba rugi meningkat. Peningkatan ini mencerminkan perusahaan mampu
menghasilkan keuntungan dari penggunaan modal.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 17
Page 39
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
RASIO AKTIVITAS
Asset Turnover Account Receivale Turnover (x)
Account Receivable Turnover (day) Account Payable Turnover (x)
Account Payable Turnover (day) Inventory Turnover (x)
Inventory Turnover (day)
120,00
100,00
(HARI) & (X)
80,00
60,00
40,00
20,00
0,00
2020 2021 2022 2023 2024 2025
TAHUN
3. Rasio Aktivitas
Rasio Aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam
menggunakan aset yang dimilikinya atau dengan kata lain rasio yang mengukur tingkat efisiensi
pemanfaatan sumber daya perusahaan (Kasmir, 2016).
a. Perputaran Aset (x)
Perputaran total aset merupakan rasio yang dihitung untuk mengukur semua aset yang dimiliki dalam
menghasilkan jumlah penjualan (Kasmir, 2016).
Per 31 Desember 2024, Perputaran aset pada PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk sebesar 0,27,
naik 0,04% dibandingkan 2023 yang sebesar 0,23. Walaupun peningkatannya tidak terlalu terlihat,
namun ini merupakan langkah positif perusahaan sedikit demi sedikit. Hal ini menunjukkan
perusahaan masih mampu menghasilkan laba dari aset yang dimiliki.
b. Perputaran Piutang Usaha (x)
Perputaran piutang adalah rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang tertanam
dalam piutang usaha berputar pada satu periode. Dengan kata lain, rasio ini menggambarkan
seberapa cepat piutang usaha yang berhasil ditagih menjadi kas (Hery, 2016).
Per 31 Desember 2024, perputaran piutang usaha tercatat sebesar 66x, lebih banyak 14x jika
dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar 52x, artinya perusahaan mampu menagih piutang
sebanyak 66x, ini merupakan pertanda jika perusahaan nagih lebih lama dari biasanya, diimbangi
dengan meningkatnya pendapatan pada 2024.
c. Perputaran Piutang Usaha (hari)
Per 31 Desember 2024, perputaran piutang per hari PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk sebesar
5,5x, lebih lambat 1,57x dibandingkan tahun lalu yaitu 7,07x. Ini Artinya perusahaan membutuhkan
rata-rata 5,5 hari untuk menerima piutang dari pelanggan.
d. Perputaran utang usaha (x)
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 18
Page 40
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Per 31 Desember 2024, perputaran utang usaha tercatat sebesar 6,5x, lebih cepat dibandingkan
tahun lalu yaitu 6,2x dengan selisih 0,3x. Ini mencerminkan bahwa perusahaan mampu membayar
hutangnya 6,5x lebih cepat, dan ini bisa menjadi hal positif karena bisa meningkatkan kepercayaan
dari pihak ketiga.
e. Perputaran utang usaha (hari)
Per 31 Desember 2024, perputaran utang usaha per hari tercatat sebesar 55,8x (56 hari) lebih lambat
dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 58,7 (59 hari) dengan perbedaan 3x. Perlambatan ini
menunjukkan bahwa perusahaan sedikit mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk membayar
kewajiban kepada pihak ketiga, dan ini merupakan hal yang baik.
f. Perputaran Persediaan (x)
Rasio perputaran persediaan adalah rasio keuangan untuk menunjukkan berapa kali perusahaan
mengonversi persediaan mereka menjadi penjualan selama periode tertentu. Ini berguna untuk
mengevaluasi efektivitas manajemen dalam mengelola persediaan. Semakin tinggi perputaran
persediaan, semakin cepat perusahaan menjual persediaan dan membukukan pendapatan (Cerdasco,
2022).
Per 31 Desember 2024, perputaran persediaan (x) tidak dapat didefinisikan karena perusahaan tidak
memiliki persediaan.
g. Perputaran Persediaan (hari)
Per 31 Desember 2024, perputaran persediaan (hari) tidak dapat didefinisikan karena perusahaan
tidak memiliki persediaan.
RASIO SOLVABILITAS
Debt to Assets Debt to Equity
120,00%
100,00%
80,00%
60,00%
%
40,00%
20,00%
0,00%
2020 2021 2022 2023 2024 2025
TAHUN
4. Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas atau leverage adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui kemampuan
perusahaan dalam memenuhi liabilitasnya melalui aset atau ekuitasnya (Kasmir, 2016).
a. Rasio Utang terhadap Aset
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 19
Page 41
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Rasio utang terhadap aset yaitu rasio yang digunakan untuk mengetahui jumlah aset yang dijadikan
jaminan utang (Kasmir, 2016).
Per 31 Desember 2024 Rasio utang terhadap aset tercatat sebesar 46,27%, menurun 2,02%
dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 48,29%, ini disebabkan menurunnya total aset dan
berkurangnya total liabilitas. Pada hal ini sebesar 46% total kewajiban di biayai oleh aset. Penurunan
tersebut mencerminkan bahwa perusahaan masih bergantung pada utang untuk membiayai kegiatan
operasionalnya meskipun total aset lebih tinggi dari total kewajiban.
b. Rasio Utang Terhadap Ekuitas
Rasio utang terhadap ekuitas merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas,
rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh utang termasuk utang lancar dengan
seluruh ekuitas (Kasmir, 2016).
Per 31 Desember 2024, rasio utang terhadap ekuitas tercatat sebesar 88,20%, lebih rendah 8,2%
dibandingkan 2023 yang sebesar 96,40%. Penurunan ditunjukkan dari bertambahnya ekuitas dan
menurunnya liabilitas pada 2024. Hal ini mencerminkan perusahaan lebih mengandalkan modalnya
dibandingkan kewajibannya untuk membiayai operasional.
RASIO PERTUMBUHAN
Revenue Growth Earnings Growth Operating Profit Growth
500,00%
400,00%
300,00%
200,00%
%
100,00%
0,00%
2020 2021 2022 2023 2024 2025
-100,00%
-200,00%
TAHUN
5. Rasio Pertumbuhan
a. Pertumbuhan Pendapatan
Deitiana (2011) menjelaskan bahwa pertumbuhan pendapatan merupakan cerminan dari manifestasi
kesuksesan di masa lalu dan dapat digunakan dalam memprediksi pertumbuhan di masa depan
(Pranata & Pujiati, 2015).
Per 31 Desember 2024, pertumbuhan pendapatan tercatat sebesar 11,14%, mengalami kenaikan yang
tajam 10,42% lebih besar dibandingkan 2023 dengan hasil negatif yaitu -0,72%. Kenaikan ini menjadi
langkah positif perusahaan dalam mengelola portofolio investasi dan menghasilkan keuntungan yang
lebih tinggi.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 20
Page 42
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
b. Pertumbuhan Laba Bersih
Per 31 Desember 2024, perusahaan mencatat pertumbuhan laba usaha sebesar 117,86%, berbanding
terbalik dengan tahun 2023 yang menghasilkan negatif sebesar -65,61%. Kenaikan fluktuatif ini
menunjukkan tingginya sensitivitas laba bersih, terhadap perubahan biaya-biaya yang dikeluarkan.
Perusahaan perlu menganalisis terkait perubahan yang cukup fluktuatif.
c. Pertumbuhan Laba Usaha
Menurut Harahap (2015), pertumbuhan laba merupakan rasio yang menggambarkan sejauh mana
perusahaan meningkatkan laba dari tahun sebelumnya.
Per 31 Desember 2024, perusahaan mencatat pertumbuhan laba usaha sebesar 112%, naik tajam
dibandingkan tahun 2023 yaitu sebesar -54%. Kenaikan ini menunjukkan bahwa perusahaan berusaha
melakukan pemulihan pada operasionalnya. Perusahaan perlu melakukan usaha untuk menjaga
konsistensi pada operasional dan pengendalian biaya, untuk mendapatkan hasil yang lebih stabil.
RASIO STRUKTUR MODAL
Long Term Debt to Assets Ratio Long Termn Debt to Equity Ratio
120,00%
100,00%
80,00%
60,00%
%
40,00%
20,00%
0,00%
2020 2021 2022 2023 2024 2025
TAHUN
6. Rasio Struktur Modal
a. Rasio Pinjaman Jangka Panjang terhadap Aset
Rasio hutang jangka panjang terhadap total aset adalah pengukuran aset perusahaan yang dibiayai
oleh hutang jangka panjang. Rasio ini menunjukkan juga kemampuan perusahaan dalam melunasi
pinjaman jangka panjang menggunakan aset yang dimiliki (Kenton, 2020).
Per 31 Desember 2024, rasio pinjaman jangka panjang terhadap aset tercatat sebesar 42,26%, lebih
rendah 2,25% dibandingkan 2023 yaitu 44,51%. Ini disebabkan turunnya kewajiban jangka panjang
dan naiknya aset yang dimiliki perusahaan. Ini merupakan hal positif, dalam hal ini perusahaan
mengurangi ketergantungannya dalam menggunakan kewajiban jangka panjang.
b. Rasio Pinjaman Jangka Panjang terhadap Ekuitas
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 21
Page 43
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Rasio ini mengukur besar kecilnya penggunaan utang jangka panjang yang dibandingkan dengan
modal yang dimiliki perusahaan (Brigita & Farida, 2017).
Per 31 Desember 2024, rasio pinjaman jangka panjang terhadap ekuitas tercatat sebesar 80,56%,
lebih rendah hampir 8% dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 88,55%. Ini mencerminkan bahwa
perusahaan sangat bergantung pada kewajiban jangka panjangnya untuk melaksanakan kegiatan
operasionalnya, dengan presentase hampir 81%.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 22
Page 44
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
3. Aspek Pasar
3.1. Gambaran Makro Ekonomi Global dan Indonesia
3.1.1 Gambaran Perekonomian Global 2025
Perekonomian dunia pada 2025 diwarnai ketidakpastian yang tinggi dengan kebijakan proteksionis
Amerika Serikat (AS) dan berlanjutnya ketegangan geopolitik, yang berdampak pada melambatnya
ekonomi di banyak negara. Ke depan, prospek ekonomi global akan dipengaruhi oleh lima karakteristik
yang perlu diwaspadai, yaitu berlanjutnya perang serta polarisasi perdagangan dan investasi
antarnegara, melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia dengan fragmentasi antarnegara yang melebar,
membengkak tingginya utang publik secara global, tingginya kerentanan dan risiko pasar keuangan
global, serta maraknya penerbitan dan perdagangan mata uang dan aset digital oleh pihak swasta.
Dinamika dan prospek perekonomian global tersebut perlu direspons dengan bauran kebijakan ekonomi
nasional yang tepat (Bank Indonesia, 2025).
Pengenaan tarif impor sepihak oleh Trump ini dikenal dengan “Liberation Day” untuk pelindungan
industri dan mengatasi defisit neraca perdagangan AS karena kurang berdaya saing dalam perdagangan
multilateral. Kepada Tiongkok dikenakan tarif impor hingga efektif sebesar 54%, sementara kepada
Kanada dan Meksiko tarif efektif hingga 25%. Bahkan negara-negara yang kecil pun dikenakan tarif tinggi,
seperti Kamboja (49%), Vietnam (46%), dan Myanmar (44%) di Asia serta Lesotho (50%) dan Madagaskar
(47%) di Afrika. Atas pengenaan tarif impor sepihak oleh AS tersebut, sejumlah negara besar seperti
Kanada, Tiongkok, dan Uni Eropa mengumumkan tarif balasan dan karenanya perang dagang antarnegara
makin memanas (Bank Indonesia, 2025).
Grafik 1 Kebijakan Tarif Efektif AS: Tiongkok, Meksiko, Jepang, Total
Sumber: Bank Indonesia, 2025
Kebijakan tarif sepihak AS dan ketegangan geopolitik berdampak pada perlambatan pertumbuhan
ekonomi global dengan fragmentasi antarnegara yang makin melebar. Kebijakan tarif menurunkan
volume dan nilai perdagangan global dan makin memperparah dampak gangguan rantai pasok dunia dari
ketegangan geopolitik yang telah terjadi sejak tahun 2024. Pertumbuhan impor wilayah Amerika Utara,
misalnya, merosot dari 22,1% pada triwulan I 2025 menjadi hanya 0,7% dan 1,7% pada triwulan II dan III
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk I 20
Page 45
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
2025. Pertumbuhan ekspor Asia dan Eropa yang meningkat pada triwulan II 2025 sebagai antisipasi dari
pengenaan tarif AS, mulai menurun di triwulan III 2025. Dampak terhadap aktivitas ekonomi lebih
terlihat pada memburuknya sentimen, baik konsumen maupun produsen akibat ketidakpastian
pendapatan dan usaha di berbagai belahan dunia. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi global
diprakirakan dalam tren melambat menjadi 3,3% pada 2025 serta 3,2% pada 2026 dan 2027 (Bank
Indonesia, 2025).
pada 2025 dan 2026 sehingga memungkinkan penurunan suku bunga European Central Bank (ECB) lebih
awal dan lebih besar dari FFR yaitu dari 3,0% pada 2024 menjadi 2,0% pada 2025. Di Jepang,
pertumbuhan ekonomi yang pada 2025 diprakirakan meningkat menjadi 1,1% didukung berlanjutnya
perbaikan upah, diprakirakan akan menurun menjadi 0,8% pada 2026 dan 0,7% pada 2027 karena masalah
struktural ‘ageing population’ di tengah masih tingginya inflasi serta melemahnya ekspor karena dampak
kebijakan tarif AS. (Bank Indonesia, 2025).
Di negara Emerging Market Economies (EMEs), dampak kebijakan tarif AS terhadap perlambatan ekonomi
terutama terjadi di Tiongkok dan Amerika Latin, sementara kinerja ekonomi India dan ASEAN+5 cukup
berdaya tahan. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok dalam tren melambat dari 5,0% pada 2024 dan 2025
menjadi 4,4% dan 4,0% pada 2026 dan 2027. Tingginya kebijakan tarif AS berdampak pada perlambatan
pertumbuhan ekspor Tiongkok, kecuali komoditas berbasis teknologi informasi sejalan dengan kuatnya
adopsi teknologi dan Artificial Intelligence (AI) dan didukung oleh stimulus dari Pemerintah. Sejauh ini
belum ada indikasi terjadinya pengalihan perdagangan (trade diversion) yang besar dari Tiongkok ke
negara-negara lain, termasuk ASEAN. Konsumsi domestik Tiongkok juga masih lemah dan diprakirakan
akan berlanjut ke depan di tengah besarnya stimulus fiskal dan
Gambar 1 Tiongkok: Ekspor Berdasarkan Kelompok Barang
Sumber: Bank Indonesia, 2025
Ketidakpastian pasar keuangan global juga meningkat tinggi dengan aliran modal keluar dari emerging
economies dan bergeser ke aset yang dianggap aman (safe haven assets), khususnya obligasi AS dan
emas. Penurunan suku bunga kebijakan moneter bank-bank sentral, termasuk penurunan FFR,
seharusnya dapat mendorong stabilitas pasar keuangan global. Akan tetapi, kebijakan tarif AS dan
berlanjutnya ketegangan geopolitik dunia meningkatkan premi risiko di pasar keuangan global dan
mendorong investor memindahkan portofolio ke aset investasi yang dianggap aman. (Bank Indonesia,
2025).
Akibatnya, terjadi aliran portofolio asing keluar dari EMEs dalam jumlah besar pada triwulan II 2025,
khususnya dalam bentuk obligasi dan pasar uang. Dengan perundingan tarif dan kejelasan penurunan
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 21
Page 46
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
suku bunga FFR, aliran portofolio kembali masuk sejak triwulan III 2025 terutama ke negara-negara EMEs
yang menawarkan imbal hasil yang lebih menarik dibandingkan dengan AS dan memiliki stabilitas
makroekonomi dan sistem keuangan yang terjaga. Di pasar valuta asing, nilai tukar dolar AS cenderung
melemah terhadap mata uang utama dunia, seperti Euro dan Poundsterling, namun tetap dengan
volatilitas tinggi terhadap mata uang Asia. (Bank Indonesia, 2025).
Gambar 2 Aliran Modal Asing ke EMEs: Obligasi, Saham, Pasar Uang
Sumber: Bank Indonesia, 2025
Hal ini mencerminkan perbedaan imbal hasil antarnegara yang tetap tinggi di tengah tren penurunan
suku bunga kebijakan moneter. Secara keseluruhan, tetap tingginya volatilitas aliran modal dan nilai
tukar tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi negara EMEs untuk memitigasi dampak negatif
rambatan global dalam memperkuat ketahanan eksternalnya serta untuk mendorong ekonomi dalam
negeri. (Bank Indonesia, 2025).
Gambar 3 Indeks Nilai Tukar Dolar AS vs Negara
Sumber: Bank Indonesia, 2025
Berlanjutnya perang dan polarisasi perdagangan dan investasi antarnegara dalam mengatasi
ketidakseimbangan perdagangan global. Kebijakan tarif sepihak bukanlah yang pertama kali ditempuh
Pemerintah AS dalam mengatasi besarnya defisit neraca perdagangan akibat rendahnya daya saing.
Bahkan sebelum Perang Dunia II, kenaikan tarif yang tinggi diterapkan pada tahun 1919-1923 dengan
Fordney-McCumber Tariff Act untuk melindungi sektor pertanian dan industri AS. Kemudian pada tahun
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 22
Page 47
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
1934, Pemerintah AS memperkenalkan kebijakan tarif resiprokal yang berbeda-beda kepada negara
mitra dagang melalui konsep Most Favored. (Bank Indonesia, 2025).
3.1.2 Kinerja Perekonomian Indonesia 2025
Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada hampir
seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian yang terkontraksi sebesar 0,66 persen.
Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Jasa Lainnya sebesar 9,93 persen; diikuti oleh Jasa
Perusahaan sebesar 9,10 persen; serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,78 persen. Sementara
itu, Industri Pengolahan; serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang
memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia masing-masing tumbuh sebesar 5,30 persen
dan 5,49 persen (Badan Pusat Statistik, 2025).
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2025 tidak
menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan Usaha
Industri Pengolahan sebesar 19,07 persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil
dan Sepeda Motor sebesar 13,17 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 13,10 persen;
Konstruksi sebesar 9,83 persen; serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 8,75 persen. Peranan
kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,92 persen (Badan Pusat
Statistik, 2025).
Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (C-on-C) (persen), 2023 – 2025
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,39 persen.
Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian;
serta Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang yang masing masing terkontraksi
sebesar 1,31 persen dan 0,51 persen. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Transportasi dan
Pergudangan sebesar 8,98 persen; diikuti oleh Jasa Lainnya sebesar 8,71 persen. Sementara itu,
Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia tumbuh sebesar
5,40 persen (Badan Pusat Statistik, 2025).
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 23
Page 48
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Y-to-Y) (persen), Triwulan IV-2024, Triwulan III-2025, dan Triwulan IV-2025
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 dibanding triwulan III-2025 (q-to-q) tumbuh sebesar 0,86 persen.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan
Jaminan Sosial Wajib sebesar 13,59 persen; diikuti oleh Jasa Pendidikan sebesar 7,48 persen.
Sementara itu, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; serta Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
Limbah dan Daur Ulang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 18,33 persen dan 1,30 persen
(Badan Pusat Statistik, 2025).
Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Q-to-Q) (persen), Triwulan IV-2024, Triwulan III-2025, dan Triwulan IV-2025
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025
Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada seluruh
komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
7,03 persen; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT (PK-LNPRT) sebesar 5,13 persen;
Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,09 persen; Komponen Pengeluaran
Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,98 persen; dan Komponen Pengeluaran Konsumsi
Pemerintah (PK-P) sebesar 2,50 persen. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor
pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran) tumbuh sebesar 4,77 persen (Badan Pusat Statistik, 2025).
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku pada tahun 2025 t idak
menunjukkan perubahan yang signifikan. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Komponen
PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,88 persen; diikuti oleh
Komponen PMTB sebesar 28,77 persen; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 22,85 persen;
Komponen PK-P sebesar 7,53 persen; Komponen Perubahan Inventori sebesar 1,85 persen; dan
Komponen PK-LNPRT sebesar 1,35 persen. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai
faktor pengurang dalam PDB Pengeluaran memiliki peran sebesar 20,54 persen (Badan Pusat Statistik,
2025).
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 24
Page 49
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (C-to-C) (persen), 2023 - 2025
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap triwulan IV-2024 tumbuh sebesar 5,39 persen (y-on-y).
Pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh
Komponen PMTB sebesar 6,12 persen; diikuti Komponen PK-LNPRT sebesar 5,90 persen; Komponen PK-
RT sebesar 5,11 persen; Komponen PK-P sebesar 4,55 persen; dan Komponen Ekspor Barang dan Jasa
sebesar 3,25 persen. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam PDB
menurut Pengeluaran) tumbuh sebesar 3,96 persen (Badan Pusat Statistik, 2025).
Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (Y-to-Y) (persen), Triwulan IV-2024, Triwulan III-2025, dan Triwulan IV-
2025
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025
Pada tahun 2025, Pulau Jawa masih menunjukkan peranan yang kuat dalam perekonomian Indonesia,
dengan kontribusi sebesar 56,93 persen. Posisi berikutnya ditempati oleh Pulau Sumatera (22,22 persen),
Kalimantan (8,12 persen), Sulawesi (7,22 persen), Bali dan Nusa Tenggara (2,82 persen), serta Maluku
dan Papua (2,69 persen) (Badan Pusat Statistik, 2025).
Ekonomi Indonesia secara spasial selama tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan di seluruh kelompok
provinsi. Kelompok provinsi di Pulau Sulawesi mencatat pertumbuhan (c-to-c) tertinggi sebesar 6,23
persen, diikuti oleh Pulau Jawa (5,30 persen), Pulau Bali dan Nusa Tenggara (4,87 persen), Pulau
Sumatera (4,81 persen), dan Pulau Kalimantan (4,79 persen). Sementara itu, kelompok provinsi di Pulau
Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan terendah, yakni sebesar 1,44 persen (Badan Pusat Statistik,
2025).
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 25
Page 50
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Menurut Pulau (persen), 2025
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025
3.1.3 Gambaran Perekonomian Provinsi DKI Jakarta 2025
Selama tahun 2025, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,21 persen (c-to-c) dibandingkan tahun 2024.
Hampir semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif, di mana tiga lapangan usaha dengan
pertumbuhan tertinggi yaitu Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (9,33 persen), Transportasi dan
Pergudangan (8,69 persen), dan Jasa Lainnya (8,46 persen). Capaian ini terlihat dari jumlah wisatawan
mancanegara dan wisatawan nusantara yang mengalami peningkatan. Di sisi lain, tiga lapangan usaha
masih mengalami kontraksi, yaitu Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang (minus
3,60 persen); Pertambangan dan Penggalian (minus 7,79 persen); dan Pengadaan Listrik Gas (minus 12,49
persen) (Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, 2025).
Pada tahun 2025, tiga lapangan usaha yang mendominasi struktur perekonomian Jakarta menurut PDRB
ADHB, yaitu Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dengan kontribusi
sebesar 18,12 persen, diikuti Industri Pengolahan sebesar 11,13 persen, dan Jasa Keuangan dan Asuransi
sebesar 10,96 persen (Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, 2025).
Pertumbuhan PDRB Beberapa Lapangan Usaha (c-to-c) (persen)
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 26
Page 51
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Ekonomi Jakarta pada triwulan IV-2025 tumbuh sebesar 5,71 persen (y-on-y) dibandingkan triwulan IV-
2024. Pertumbuhan tertinggi dicatat oleh lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang
tumbuh 8,40 persen, disusul Jasa Lainnya sebesar 8,32 persen, serta Jasa Perusahaan sebesar 8,11
persen. Lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Jakarta, yaitu Perdagangan
Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, juga menunjukkan kinerja positif dengan
pertumbuhan sebesar 6,55 persen (Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, 2025).
Di sisi lain, beberapa lapangan usaha masih mengalami kontraksi, yaitu Pengadaan Air, Pengelolaan
Sampah, Limbah, dan Daur Ulang yang terkontraksi 3,10 persen, Pengadaan Listrik dan Gas yang
terkontraksi 3,29 persen, serta Pertambangan dan Penggalian yang mengalami kontraksi sebesar minus
11,99 persen (Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, 2025).
Pertumbuhan PDRB Beberapa Lapangan Usaha (y-on-y) (persen)
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025
Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi Jakarta pada Triwulan IV-2025 tumbuh sebesar
3,41 persen (q-to-q). Pertumbuhan tertinggi dicatat oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan yang tumbuh sebesar 10,16 persen, diikuti Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 9,84 persen,
serta Konstruksi sebesar 5,47 persen (Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, 2025).
Sementara itu, beberapa lapangan usaha mengalami kontraksi. Pengadaan Listrik dan Gas terkontraksi
0,09 persen, Real Estate terkontraksi 0,37 persen, serta Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan
Jaminan Sosial Wajib terkontraksi 0,85 persen (Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, 2025).
Pertumbuhan PDRB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (persen)
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 27
Page 52
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan terjadi pada semua komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi
dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 12,50 persen, diikuti Komponen PK-P sebesar
10,56 persen. Pertumbuhan komponen PKP utamanya dipicu oleh meningkatnya belanja barang dan jasa
pemerintah baik APBN maupun APBD. Selanjutnya, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-
RT) tumbuh sebesar 5,25 persen yang terlihat dari meningkatkan konsumsi pada Kelompok Pengeluaran
Restoran dan Hotel; dan Kelompok pengeluaran Transportasi, Komunikasi, Rekreasi dan Budaya.
Komponen PMTB tumbuh sebesar 4,77 persen yang tercermin dari meningkatnya kinerja konstruksi dan
impor barang modal. Selain itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang juga tumbuh
12,18 persen (Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, 2025).
Struktur PDRB menurut pengeluaran pada tahun 2025 atas dasar harga berlaku di dominasi oleh
Komponen Ekspor Barang dan Jasa; dan PK-RT yang masing-masing berkontribusi sebesar 76,40 persen
dan 62,80 persen; diikuti Komponen PMTB sebesar 33,79 persen; Komponen PK-P sebesar 13,20 persen;
dan Komponen PK-LNPRT sebesar 2,29 persen. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai
faktor pengurang dalam PDRB memiliki peran sebesar 88,74 persen (Badan Pusat Statistik Provinsi DKI
Jakarta, 2025).
Pertumbuhan PDRB Menurut Komponen Pengeluaran (c-to-c) (persen)
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PKP sebesar 8,60 persen, diikuti
komponen Ekspor Barang dan Jasa dan PMTB yang masing-masing tumbuh sebesar 7,62 persen dan 6,81
persen. Selanjutnya Komponen PK-RT tumbuh sebesar 5,51 persen; PK-LNPRT tumbuh 2,03 persen.
Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang mengalami pertumbuhan
sebesar 8,67 persen (Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, 2025).
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 28
Page 53
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Pertumbuhan PDRB Menurut Komponen Pengeluaran (y-on-y) (persen)
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025
Di sisi pengeluaran, pertumbuhan terjadi pada semua komponen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada
Komponen PK-P sebesar 24,36 persen; diikuti Komponen PMTB yang tumbuh sebesar 7,59 persen;
Komponen PK-LNPRT sebesar 4,54 persen; Komponen Ekspor Barang dan Jasa tumbuh 1,87 persen; dan
Komponen PK-RT tumbuh sebesar 1,74 persen. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa
mengalami pertumbuhan sebesar 6,52 persen (Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, 2025).
Pertumbuhan PDRB Menurut Komponen Pengeluaran (q-to-q) (persen)
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025
3.2. Gambaran Sektor Industri Pasar Asuransi Jiwa di Indonesia
Industri asuransi jiwa di Indonesia terus mengalami dinamika yang dipengaruhi oleh berbagai faktor,
termasuk regulasi, perubahan preferensi masyarakat, serta kondisi ekonomi global dan nasional. PT MSIG
Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE” secara berkala melakukan kajian terhadap
perkembangan industri ini guna menyesuaikan strategi bisnisnya. Berdasarkan hasil analisis tren pasar
yang dilakukan bersama Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), terdapat beberapa indikator utama yang
menggambarkan kondisi pasar asuransi jiwa saat ini.
1. Pendapatan Premi
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 29
Page 54
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Sumber: Informasi Manajemen, 2025
Industri asuransi jiwa mencatat adanya tren penurunan premi sejak 2020–2024 sebesar -0.2%, yang
terutama dipengaruhi oleh perubahan regulasi pada produk PAYDI (Unit Link). Meskipun demikian,
industri asuransi jiwa secara keseluruhan tetap menunjukkan pertumbuhan premi sebesar +5% pada
tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejalan dengan kondisi industri, LIFE juga mengalami tantangan serupa dengan penurunan premi sebesar
-0.5%, namun mampu mencatatkan pertumbuhan premi yang signifikan sebesar +17.3% (YoY) pada tahun
2024, jauh melebihi pencapaian industri. Pertumbuhan ini merupakan hasil dari strategi jangka panjang
LIFE dalam meningkatkan kualitas bisnis serta adaptasi terhadap regulasi PAYDI yang baru.
Ke depan, dengan adanya optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi, perbaikan inflasi global, serta
meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap asuransi, pasar asuransi jiwa diharapkan dapat terus
bertumbuh dan memiliki potensi yang baik dalam jangka panjang.
2. APE (Annualized Premium Equivalent/Premi Setara Disetahunkan)
Tren pertumbuhan APE pada industri asuransi jiwa sejak 2020–2024 sebesar +5.6%, didorong oleh shifting
preferensi masyarakat dari produk unit link ke produk tradisional, seperti asuransi kesehatan dan jiwa
berjangka.
LIFE mencatatkan pertumbuhan APE sebesar +9.8%, dengan produk tradisional sebagai kontributor
terbesar. Pertumbuhan ini disebabkan oleh peningkatan permintaan terhadap perlindungan jiwa dan
kesehatan, serta adaptasi perusahaan terhadap regulasi PAYDI yang menyebabkan perubahan strategi
penjualan.
3. Total Klaim
Total klaim di industri asuransi jiwa mengalami tren pertumbuhan sebesar +2.05% sejak 2020–2024,
terutama disebabkan oleh peningkatan klaim produk asuransi kesehatan. Lonjakan ini dipengaruhi oleh
inflasi medis serta peningkatan klaim akibat pandemi dan polusi udara yang terjadi dalam beberapa
tahun terakhir.
Meskipun demikian, LIFE berhasil menurunkan total klaim sebesar -9.3%, dengan catatan bahwa jumlah
klaim di produk asuransi kesehatan tetap meningkat secara signifikan. Penurunan total klaim ini
mencerminkan komitmen LIFE dalam menjalankan fungsi perlindungan finansial bagi nasabah. Di masa
depan, dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan perbaikan kualitas layanan medis,
diharapkan tren klaim kesehatan dapat lebih stabil, mencerminkan kondisi kesehatan masyarakat yang
lebih baik.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 30
Page 55
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
3.3. Pesaing Bidang Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
Industri asuransi jiwa di Indonesia merupakan sektor yang sangat kompetitif, dengan kehadiran berbagai
perusahaan lokal maupun multinasional yang menawarkan produk dan layanan serupa. PT MSIG Life
Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE” beroperasi dalam pasar yang diisi oleh beberapa
pemain utama yang memiliki strategi bisnis berbeda, baik dari segi distribusi, inovasi produk, hingga
pelayanan digital.
1. Pesaing Utama di Industri Asuransi Jiwa
Dalam menjalankan bisnisnya, LIFE menghadapi persaingan dari perusahaan asuransi besar yang
telah memiliki pangsa pasar signifikan di Indonesia. Beberapa pesaing utama dalam industri ini
antara lain:
• PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia)
Sebagai salah satu perusahaan asuransi jiwa terbesar di Indonesia, Prudential dikenal dengan
dominasi produk unit link serta jaringan distribusi agen yang luas. Selain itu, perusahaan ini juga
telah mengembangkan layanan berbasis digital untuk meningkatkan aksesibilitas pelanggan.
• PT AIA Financial (AIA Indonesia)
AIA memiliki strategi kuat dalam pengembangan bancassurance, bekerja sama dengan berbagai
perbankan besar di Indonesia untuk memperluas distribusi produk asuransinya. Fokus AIA juga
terletak pada asuransi kesehatan dan perlindungan jiwa jangka panjang.
• PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia)
Manulife Indonesia menawarkan berbagai solusi asuransi jiwa dan kesehatan, dengan
pendekatan yang kuat dalam segmentasi pasar korporasi serta kemitraan strategis dengan bank
dan lembaga keuangan lainnya.
• PT AXA Mandiri Financial Services
Dikenal dengan model bisnis bancassurance, AXA Mandiri memiliki akses luas ke nasabah bank
Mandiri, memungkinkan distribusi produk asuransi dengan lebih efektif. Selain itu, perusahaan
ini juga fokus pada inovasi digital untuk meningkatkan pengalaman nasabah.
• PT Allianz Life Indonesia (Allianz Indonesia)
Allianz memiliki portofolio produk yang kuat di sektor asuransi jiwa dan kesehatan, serta dikenal
dengan pendekatan berbasis teknologi dalam pengelolaan klaim dan layanan pelanggan.
2. Pesaing di Segmen Asuransi Syariah
Dengan rencana pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS), LIFE akan memasuki persaingan yang lebih
spesifik di industri asuransi syariah. Beberapa perusahaan yang telah lebih dahulu memiliki
entitas syariah mandiri dan menjadi pesaing langsung antara lain:
• Prudential Syariah – Anak usaha Prudential yang fokus pada produk asuransi syariah, dengan
jaringan distribusi agen yang luas.
• AIA Syariah – Menawarkan produk asuransi syariah berbasis unit link dan proteksi kesehatan.
• Manulife Syariah – Memanfaatkan keunggulan Manulife dalam segmentasi pasar korporasi untuk
mengembangkan produk syariah.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 31
Page 56
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Allianz Syariah – Berfokus pada perlindungan kesehatan dan jiwa berbasis syariah dengan
pendekatan teknologi digital.
3. Strategi Kompetitif LIFE
Untuk menghadapi persaingan di industri ini, LIFE mengadopsi beberapa strategi utama, di
antaranya:
• Penguatan Jaringan Distribusi – Memperluas kemitraan dengan perbankan dan insurtech untuk
menjangkau lebih banyak segmen pasar.
• Inovasi Digital – Mengembangkan layanan berbasis AI dan data analytics untuk meningkatkan
pengalaman pelanggan.
• Optimalisasi Produk Syariah – Memperkuat lini asuransi jiwa syariah dengan skema investasi yang
lebih menarik dan sesuai prinsip syariah.
• Peningkatan Layanan Pelanggan – Mengembangkan sistem klaim yang lebih cepat dan
transparan, guna meningkatkan kepuasan nasabah.
Dengan strategi ini, LIFE optimistis dapat mempertahankan daya saingnya di industri asuransi
jiwa, baik dalam segmen konvensional maupun syariah, serta terus memperluas pangsa pasarnya
di Indonesia.
3.4. Pangsa Pasar
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE” merupakan salah satu pemain utama
dalam industri asuransi jiwa di Indonesia, dengan pangsa pasar yang terus berkembang seiring dengan
strategi ekspansi dan inovasi produk yang dijalankan. Dalam beberapa tahun terakhir, industri asuransi
jiwa mengalami dinamika yang dipengaruhi oleh perubahan regulasi, peningkatan kesadaran masyarakat
terhadap perlindungan keuangan, serta perkembangan teknologi yang mendorong digitalisasi layanan
asuransi.
1. Posisi LIFE dalam Industri Asuransi Jiwa
Berdasarkan laporan industri, LIFE memiliki pangsa pasar yang kompetitif, didukung oleh
keunggulan dalam pengelolaan risiko, jaringan distribusi yang luas, serta penguatan layanan
berbasis digital. LIFE mencatat pertumbuhan premi yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata
industri, dengan kontribusi terbesar berasal dari produk asuransi tradisional dan unit link.
Keunggulan LIFE dalam pasar asuransi jiwa juga didorong oleh:
• Peningkatan produk berbasis kebutuhan pelanggan, baik dalam segmen individu maupun
korporasi.
• Kemitraan strategis dengan bank dan perusahaan teknologi finansial (fintech) untuk
memperluas distribusi produk.
• Adopsi teknologi berbasis AI dan data analytics untuk meningkatkan efisiensi operasional
dan pengalaman pelanggan.
2. Pangsa Pasar di Segmen Asuransi Syariah
Dalam rangka pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS), LIFE menargetkan pertumbuhan signifikan
di pasar asuransi jiwa syariah. Saat ini, pasar asuransi syariah di Indonesia masih dalam tahap
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 32
Page 57
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
perkembangan, namun menunjukkan tren pertumbuhan yang positif seiring dengan
meningkatnya permintaan terhadap produk keuangan berbasis syariah.
Beberapa faktor yang mendukung peningkatan pangsa pasar LIFE di sektor syariah meliputi:
• Kolaborasi dengan ekosistem halal, seperti bank syariah dan e-commerce berbasis
syariah, untuk meningkatkan penetrasi produk.
• Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan berbasis prinsip syariah, yang
mendorong minat terhadap produk asuransi syariah.
• Diversifikasi produk asuransi syariah, dengan menyesuaikan manfaat proteksi dan
investasi sesuai kebutuhan nasabah muslim di Indonesia.
3. Proyeksi Pangsa Pasar di Masa Depan
Dengan strategi ekspansi dan inovasi yang terus dikembangkan, LIFE optimistis dapat
meningkatkan pangsa pasarnya dalam industri asuransi jiwa, baik di segmen konvensional
maupun syariah. Faktor-faktor yang akan mendorong pertumbuhan ini antara lain:
• Digitalisasi layanan, yang memungkinkan peningkatan efisiensi dalam akuisisi nasabah
dan pelayanan klaim.
• Perubahan preferensi masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya asuransi sebagai
bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
• Stabilitas ekonomi dan kebijakan pemerintah yang mendukung pertumbuhan sektor
keuangan berbasis syariah.
Dengan strategi yang tepat, LIFE diproyeksikan dapat memperluas pangsa pasarnya dan
mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia.
3.5. Potensi Pasar
Pasar asuransi jiwa di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar, didorong oleh peningkatan
kesadaran masyarakat terhadap proteksi keuangan, pertumbuhan kelas menengah, serta dukungan
regulasi yang mendorong inklusi keuangan. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut
“LIFE” berada dalam posisi yang strategis untuk memanfaatkan peluang ini, baik di segmen asuransi jiwa
konvensional maupun syariah.
1. Potensi Pertumbuhan Pasar Asuransi Jiwa
Meskipun penetrasi asuransi jiwa di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara-
negara tetangga, tren pertumbuhannya menunjukkan peningkatan yang stabil. Beberapa
faktor yang mendukung pertumbuhan ini meliputi:
• Peningkatan literasi keuangan yang mendorong masyarakat untuk lebih memahami
pentingnya asuransi dalam perencanaan keuangan.
• Perubahan gaya hidup dan kebutuhan perlindungan finansial yang semakin
berkembang, terutama di kalangan generasi muda dan pekerja profesional.
• Adopsi teknologi digital, yang memperluas akses terhadap produk asuransi melalui
platform online dan kemitraan dengan fintech.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 33
Page 58
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Dengan kombinasi faktor tersebut, pasar asuransi jiwa di Indonesia memiliki prospek yang
positif, memungkinkan LIFE untuk terus memperluas pangsa pasarnya dengan menghadirkan
produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
2. Potensi Pasar Asuransi Syariah
Sejalan dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mewajibkan pemisahan Unit
Usaha Syariah (UUS), industri asuransi syariah di Indonesia diprediksi akan tumbuh pesat
dalam beberapa tahun ke depan. Beberapa faktor yang mendukung pertumbuhan ini antara
lain:
• Dominasi populasi Muslim di Indonesia, yang menciptakan permintaan tinggi
terhadap produk keuangan berbasis syariah.
• Dukungan pemerintah dalam pengembangan ekonomi syariah, termasuk peningkatan
regulasi yang mendorong keuangan syariah lebih inklusif.
• Meningkatnya preferensi masyarakat terhadap produk berbasis syariah, terutama di
sektor asuransi jiwa dan kesehatan.
3. Strategi Pemanfaatan Potensi Pasar
Untuk menangkap peluang yang ada, LIFE akan menerapkan beberapa strategi utama, antara
lain:
• Diversifikasi produk yang lebih fleksibel dan dapat menjangkau berbagai segmen
masyarakat.
• Memperkuat kanal distribusi digital untuk meningkatkan aksesibilitas layanan
asuransi.
• Menjalin kemitraan dengan perbankan syariah, fintech, dan e-commerce berbasis
syariah untuk memperluas jangkauan pasar.
• Meningkatkan edukasi dan literasi asuransi guna meningkatkan kesadaran
masyarakat terhadap pentingnya proteksi finansial.
Dengan strategi yang tepat dan didukung oleh kondisi pasar yang terus berkembang, LIFE
optimistis dapat meningkatkan penetrasi asuransi jiwa di Indonesia serta memperkuat
posisinya sebagai pemimpin di industri asuransi jiwa dan syariah.
3.6. Strategi Pemasaran
Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di industri asuransi jiwa, PT MSIG Life Insurance
Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE” menerapkan strategi pemasaran yang terfokus pada penguatan
distribusi, inovasi produk, digitalisasi layanan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap
pentingnya asuransi. Strategi ini dirancang untuk memperluas pangsa pasar, meningkatkan loyalitas
pelanggan, dan memperkuat daya saing perusahaan, baik dalam segmen asuransi konvensional maupun
syariah.
1. Penguatan Kanal Distribusi
LIFE mengoptimalkan berbagai kanal pemasaran untuk menjangkau lebih banyak nasabah, antara lain:
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 34
Page 59
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Bancassurance: Bermitra dengan perbankan untuk menawarkan produk asuransi sebagai bagian
dari layanan keuangan yang terintegrasi.
• Agen Asuransi Profesional: Memperluas jaringan agen dengan pelatihan berkelanjutan untuk
meningkatkan kompetensi dalam menawarkan solusi asuransi yang tepat bagi nasabah.
• Broker dan Insurtech: Bekerja sama dengan perusahaan teknologi asuransi (insurtech) untuk
mempermudah akses dan proses pembelian asuransi secara digital.
• Corporate & Employee Benefits: Menyediakan paket asuransi untuk segmen korporasi sebagai
bagian dari tunjangan karyawan dan perlindungan bisnis.
2. Inovasi Produk Berbasis Kebutuhan Nasabah
LIFE terus mengembangkan produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan pasar, dengan fokus
pada:
• Asuransi kesehatan dan jiwa berbasis perlindungan jangka panjang yang dapat disesuaikan
dengan kondisi nasabah.
• Pengembangan produk unit link yang lebih fleksibel dalam hal manfaat investasi dan
perlindungan.
• Asuransi syariah dengan skema kontribusi dan manfaat yang lebih kompetitif, sesuai dengan
prinsip syariah dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS).
3. Digitalisasi Layanan dan Pemasaran Online
Untuk menjangkau generasi muda dan segmen pasar yang lebih luas, LIFE mengadopsi strategi
digital dalam pemasaran dan layanan, antara lain:
• Penyediaan platform digital untuk pembelian dan pengelolaan polis guna memberikan
kemudahan bagi nasabah.
• Automated Claim Processing untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses klaim.
• Pemasaran berbasis media sosial dan kampanye digital guna meningkatkan edukasi dan literasi
asuransi di masyarakat.
4. Edukasi dan Literasi Asuransi
Sebagai bagian dari strategi pemasaran, LIFE juga berfokus pada peningkatan kesadaran
masyarakat mengenai pentingnya asuransi melalui:
• Program literasi keuangan dan asuransi di berbagai komunitas dan institusi pendidikan.
• Webinar dan seminar edukatif bekerja sama dengan mitra perbankan dan fintech.
• Penyampaian informasi transparan mengenai manfaat dan risiko produk asuransi, sehingga
nasabah dapat membuat keputusan yang lebih bijak.
5. Penetrasi Pasar Asuransi Syariah
Dalam mendukung pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) dan meningkatkan pangsa pasar di sektor
syariah, LIFE mengembangkan strategi pemasaran khusus, seperti:
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 35
Page 60
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Kolaborasi dengan bank syariah dan ekosistem halal untuk memperluas distribusi produk asuransi
syariah.
• Penguatan branding asuransi syariah melalui kampanye digital yang menekankan prinsip tolong-
menolong dan manfaat perlindungan sesuai syariah.
• Pengembangan paket asuransi yang terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan segmen
masyarakat Muslim di Indonesia.
LIFE menerapkan strategi pemasaran yang komprehensif dan berorientasi pada peningkatan
produktivitas tenaga pemasar, kualitas layanan kepada nasabah, serta perluasan jangkauan pasar.
Strategi ini terbagi dalam empat pilar utama, yaitu Campaign Program, Customer Program, Sales Quality
& Management, dan Perluasan Pasar.
Pada pilar Campaign Program, LIFE menjalankan program sales booster untuk mendorong aktivitas dan
produktivitas tenaga pemasar, disertai dengan skema apresiasi melalui reward tambahan dan acara
penghargaan. Dalam Customer Program, perusahaan memfokuskan diri pada pelayanan prima melalui
ekosistem digital yang efisien serta penguatan hubungan dengan nasabah lewat program apresiasi.
Sementara itu, dalam Sales Quality & Management, LIFE menitikberatkan pada peningkatan jumlah dan
kualitas tenaga pemasar, pemantauan produktivitas pemasaran secara terstruktur, serta pemanfaatan
infrastruktur teknologi untuk mendukung proses pemasaran yang efisien dan adaptif.
Strategi Perluasan Pasar dilakukan dengan membangun kemitraan baru dengan institusi keuangan,
memperluas kanal distribusi digital, serta mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan
pasar. Strategi ini juga mencakup pendekatan cross-selling antar kanal distribusi, guna mengoptimalkan
potensi pertumbuhan dari berbagai segmen pasar. Strategi pemasaran tersebut menjadi pilar penting
dalam menopang keberlanjutan bisnis, termasuk dalam menghadapi transformasi pasca pemisahan Unit
Usaha Syariah.
3.7. Kesinambungan Usaha
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE” memiliki strategi bisnis yang dirancang
untuk menjaga kesinambungan usaha dalam jangka panjang, terutama dalam menghadapi perubahan
regulasi, dinamika pasar, dan tantangan industri asuransi jiwa. Dengan kombinasi kekuatan finansial,
diversifikasi produk, serta digitalisasi layanan, LIFE berkomitmen untuk tetap tumbuh dan
mempertahankan daya saing di industri ini.
1. Fondasi Bisnis yang Kuat
Kesinambungan usaha LIFE didukung oleh beberapa faktor fundamental yang memastikan
keberlanjutan operasional dan pertumbuhan perusahaan:
• Keberagaman Kanal Distribusi: LIFE memiliki jaringan pemasaran yang luas melalui agen,
bancassurance, corporate business, serta digital & e-commerce, memungkinkan jangkauan
pasar yang lebih luas dan stabilitas dalam perolehan premi.
• Stabilitas Keuangan: Dengan RBC (Risk-Based Capital) lebih dari 1000% (di atas batas minimum
120% yang ditetapkan OJK), LIFE memiliki daya tahan finansial yang kuat untuk menghadapi
fluktuasi pasar.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 36
Page 61
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Ekosistem Digital yang Terintegrasi: Digitalisasi layanan memungkinkan perusahaan
memberikan proses klaim yang lebih cepat, pengalaman pelanggan yang lebih baik, serta
efisiensi operasional yang lebih tinggi.
2. Adaptasi terhadap Perubahan Pasar dan Regulasi
Seiring dengan perubahan regulasi di industri asuransi, LIFE terus menyesuaikan model bisnisnya
agar tetap relevan dan kompetitif:
• Pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS): LIFE berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan
asuransi syariah di Indonesia melalui pemisahan UUS menjadi entitas mandiri, yang akan
membuka peluang pasar baru dan meningkatkan daya saing di industri syariah.
• Penyesuaian terhadap PAYDI (Unit Link) Regulations: LIFE telah melakukan adaptasi terhadap
kebijakan baru PAYDI dengan meningkatkan transparansi produk dan memperkuat strategi
pemasaran asuransi tradisional.
• Diversifikasi Produk: Untuk menjaga kesinambungan pendapatan, LIFE mengembangkan varian
produk baru, termasuk asuransi kesehatan, proteksi jiwa tradisional, serta asuransi berbasis
digital.
3. Proyeksi Pertumbuhan Jangka Panjang
Dalam rencana bisnis 2026-2029, LIFE menargetkan pertumbuhan yang stabil melalui optimalisasi
distribusi dan inovasi layanan. Proyeksi keuangan berdasarkan IFRS 17 menunjukkan tren
pertumbuhan positif:
• APE (Annual Premium Equivalent) diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 12%, dari IDR 1,478
triliun (2026) menjadi IDR 2,070 triliun (2029).
• IFV (In-Force Value) diperkirakan meningkat dengan CAGR 18%, dari IDR 1,769 triliun (2026)
menjadi IDR 2,792 triliun (2029).
• PAT (Profit After Tax) ditargetkan tumbuh dengan CAGR 13%, dari IDR 636 miliar (2026)
menjadi IDR 827 miliar (2029).
4. Strategi Jangka Panjang untuk Kesinambungan Usaha
Untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan, LIFE menerapkan strategi utama berikut:
• Inovasi Digital: Penguatan layanan berbasis AI, data analytics, dan otomatisasi proses klaim
untuk meningkatkan efisiensi.
• Kemitraan Strategis: Penguatan hubungan dengan bank, insurtech, dan ekosistem digital untuk
memperluas jangkauan pasar.
• Peningkatan Literasi Keuangan: Program edukasi asuransi untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat terhadap perlindungan finansial.
• Keberlanjutan dan Tata Kelola: Penerapan tata kelola yang kuat serta mitigasi risiko bisnis
melalui kebijakan kepatuhan dan manajemen risiko yang ketat.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 37
Page 62
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
3.8. Kesimpulan Analisis Aspek Pasar
Berdasarkan hasil analisis aspek pasar, PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE”
memiliki posisi yang kuat dalam industri asuransi jiwa di Indonesia, dengan pangsa pasar yang stabil dan
strategi pertumbuhan yang jelas. Meskipun terdapat dinamika industri seperti perubahan regulasi PAYDI
(Unit Link) dan tren shifting ke produk asuransi tradisional, LIFE mampu mempertahankan kinerjanya
dengan adaptasi yang cepat dan strategi distribusi yang beragam.
1. Posisi Pasar yang Kompetitif
LIFE menunjukkan posisi pasar yang kompetitif di industri asuransi jiwa Indonesia dengan mencatat
pertumbuhan premi baru (Annual Premium Equivalent/APE) yang ditargetkan mencapai Rp1,5 triliun
pada tahun 2024, naik 15,3% dari tahun sebelumnya (The Iconomics, 2024). Kinerja ini didukung oleh
pertumbuhan pendapatan premi sebesar 20% secara tahunan pada semester pertama 2024, serta strategi
pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan nasabah dan penguatan kanal distribusi utama
seperti keagenan dan bancassurance (Kontan.co.id, 2024). Selain itu, LIFE juga menjaga kesehatan
keuangan yang solid dengan rasio Risk Based Capital (RBC) jauh di atas ketentuan regulator, yaitu
sebesar 1.838,6% pada akhir 2024. Dengan pertumbuhan laba yang agresif dan inovasi produk serta
layanan digital, LIFE memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan asuransi jiwa terpercaya dan
pilihan utama di pasar Indonesia (Bisnis.com, 2025).
2. Pertumbuhan dan Tantangan
• Pertumbuhan industri asuransi jiwa secara keseluruhan mencapai +13% YoY, dengan pangsa
pasar perusahaan JV mencapai 64%.
• LIFE mengalami penurunan APE sebesar -1,2% pada FY 2024, yang dipengaruhi oleh regulasi
PAYDI dan perubahan preferensi nasabah ke produk tradisional.
• Namun, LIFE masih menunjukkan pertumbuhan positif dalam kanal Agency (+6%), yang
mencerminkan efektivitas strategi pemasaran berbasis tenaga pemasar.
3. Potensi Pasar dan Peluang
• Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap asuransi dan dukungan regulasi OJK terhadap
pengembangan industri asuransi syariah membuka peluang ekspansi bagi LIFE.
• Transformasi digital menjadi faktor kunci dalam meningkatkan aksesibilitas produk asuransi,
terutama melalui kemitraan dengan fintech dan e-commerce.
• Segmen asuransi syariah menunjukkan pertumbuhan yang potensial seiring dengan pemisahan
Unit Usaha Syariah (UUS), memberikan peluang bagi LIFE untuk memperluas jangkauan pasar
dan meningkatkan daya saing di industri asuransi berbasis syariah.
LIFE memiliki fondasi bisnis yang kuat dengan jaringan distribusi yang luas, inovasi digital, serta
stabilitas keuangan yang tinggi. Meskipun menghadapi tantangan dari perubahan regulasi dan persaingan
ketat, peluang pertumbuhan masih terbuka luas, terutama di sektor asuransi jiwa tradisional dan
syariah. Dengan strategi yang tepat, LIFE diproyeksikan dapat mempertahankan posisinya di industri
asuransi jiwa Indonesia serta memperluas pangsa pasar dalam beberapa tahun ke depan.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 38
Page 63
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
4. Aspek Teknis
4.1. Rencana Pemisahan Unit Usaha Syariah
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk akan melakukan pengalihan seluruh portofolio kepesertaan Unit
Syariahnya kepada PAS hasil Pemisahan setelah mendapatkan persetujuan izin usaha dan persetujuan
rencana pengalihan portofolio dari OJK. Tanggal efektif pelaksanaan kegiatan usaha dan pelaksanaan
pengalihan portofolio tersebut akan diumumkan segera setelah persetujuan diperoleh.
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk dan PT MSIG Sharia Life Insurance Indonesia sebagai PAS hasil
Pemisahan berkomitmen agar proses pelaksanaan kegiatan usaha dan pelaksanaan pengalihan portofolio
dapat berjalan dengan lancar, serta kegiatan operasional dan layanan perusahaan tetap berjalan dengan
baik
4.2. Gambaran Produk Sebelum dan Sesudah Spin Off
Sebagai salah satu perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia, PT MSIG Life Insurance Indonesia
Tbk selanjutnya disebut “LIFE” telah menawarkan beragam produk perlindungan finansial yang
mencakup kebutuhan individu, keluarga, dan korporasi. Sebelum dilaksanakannya pemisahan Unit Usaha
Syariah (UUS), seluruh produk asuransi konvensional dan syariah dikelola dalam satu entitas perusahaan,
meskipun portofolio syariah telah memiliki pengelolaan tersendiri secara internal di bawah supervisi
Dewan Pengawas Syariah (DPS) sesuai ketentuan OJK.
A. Produk Sebelum Pemisahan UUS
1. Asuransi Jiwa Konvensional:
• Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life): Memberikan manfaat uang pertanggungan apabila peserta
meninggal dunia dalam masa pertanggungan tertentu.
• Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life): Memberikan perlindungan seumur hidup, disertai nilai
tunai yang dapat dicairkan.
• Asuransi Jiwa Unit Link: Produk asuransi yang dikombinasikan dengan investasi, memberikan
perlindungan jiwa sekaligus potensi pengembangan dana.
2. Asuransi Kesehatan dan Kecelakaan:
• Asuransi Kesehatan Individu/Keluarga: Menanggung biaya rawat inap, rawat jalan, serta manfaat
tambahan seperti gigi dan persalinan.
• Asuransi Kecelakaan Diri: Memberikan santunan atas risiko kecelakaan, cacat tetap, dan biaya
pengobatan.
3. Asuransi Jiwa Syariah (dikelola melalui UUS):
• Asuransi Jiwa Syariah Berjangka: Perlindungan berbasis prinsip tolong-menolong (Tabarru’)
untuk risiko kematian.
• Asuransi Jiwa Unit Link Syariah: Gabungan antara proteksi dan investasi syariah berbasis akad
Mudharabah.
• Asuransi Kesehatan Syariah: Menanggung biaya medis dengan mekanisme risk-sharing antar
peserta, dikelola secara syariah.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 39
Page 64
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
4. Layanan Digital dan Inovasi
• Pemanfaatan platform digital, Insurtech, dan integrasi AI untuk underwriting, pengelolaan polis,
hingga klaim otomatis.
• Peningkatan customer experience melalui digital claim, e-policy, dan akses aplikasi berbasis
mobile.
B. Produk Sesudah Pemisahan UUS
Setelah pemisahan, LIFE dan entitas asuransi syariah hasil spin-off akan beroperasi secara terpisah,
dengan portofolio dan fokus bisnis masing-masing:
1. LIFE (Entitas Konvensional) – Fokus pada Produk Non-Syariah:
• Asuransi Jiwa Berjangka & Seumur Hidup
• Asuransi Unit Link Konvensional dengan diversifikasi investasi yang disesuaikan profil risiko
nasabah.
• Asuransi Kesehatan Individu dan Korporasi
• Program Employee Benefit & Corporate Solutions
• Digital & Bancassurance Product Channels
LIFE akan terus mendorong inovasi produk berbasis teknologi, memperkuat jaringan distribusi melalui
agen, bank mitra, dan platform digital, serta meningkatkan layanan nasabah dengan proses digitalisasi
penuh.
2. Entitas Asuransi Jiwa Syariah (hasil spin-off UUS) – Fokus Produk Berbasis Syariah:
• Asuransi Jiwa Syariah Berjangka dan Seumur Hidup Syariah
• Asuransi Unit Link Syariah, dengan portofolio investasi sesuai prinsip halal dan dikelola oleh
manajer investasi syariah.
• Asuransi Kesehatan Syariah, termasuk manfaat rawat inap, santunan penyakit kritis, dan
manfaat tambahan berbasis syariah.
• Produk Kumpulan Syariah, seperti employee benefit dan corporate takaful.
• Kemitraan Ekosistem Halal, seperti distribusi via bank syariah, fintech syariah, dan e-commerce
berbasis prinsip syariah.
Entitas syariah akan lebih fleksibel dalam menyusun strategi produk, pengelolaan dana Tabarru’, serta
membangun positioning yang kuat di pasar asuransi syariah nasional.
Pemisahan Unit Usaha Syariah memberikan ruang strategis bagi LIFE untuk fokus pada optimalisasi lini
produk konvensional, sementara entitas baru hasil spin-off dapat mengembangkan produk syariah secara
lebih agresif dan terarah. Kedua entitas akan saling melengkapi dan memiliki potensi pertumbuhan yang
berkelanjutan, baik dari sisi kontribusi premi, jangkauan pasar, maupun inovasi layanan digital yang
terus ditingkatkan.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 40
Page 65
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
4.3. Produk Yang Dihasilkan
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE” merupakan perusahaan asuransi jiwa
yang menyediakan beragam produk perlindungan finansial berbasis kebutuhan nasabah individu maupun
korporasi. Sebelum pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS), portofolio produk LIFE terbagi dalam 2 (dua)
lini utama yaitu produk konvensional dan produk syariah. Produk konvensional mencakup asuransi jiwa
berjangka (term life), whole life insurance, unit link, asuransi kesehatan individu dan kumpulan, serta
perlindungan kecelakaan diri. Di sisi lain, Unit Usaha Syariah MSIG Life menyediakan produk asuransi
jiwa syariah berjangka, unit link syariah, dan asuransi kesehatan syariah yang dikelola berdasarkan
prinsip-prinsip syariah seperti akad Tabarru’, Mudharabah, dan pengawasan Dewan Pengawas Syariah
(DPS). Seluruh produk ini didistribusikan melalui berbagai kanal seperti agency, bancassurance,
corporate business, dan digital channel.
Setelah dilakukannya pemisahan UUS menjadi entitas tersendiri sesuai mandat Peraturan OJK, struktur
produk LIFE mengalami penyesuaian. LIFE akan fokus pada pengembangan produk konvensional, dengan
akselerasi digitalisasi produk dan layanan, integrasi teknologi insurtech, serta pengembangan fitur-fitur
seperti underwriting otomatis, digital claim processing, dan personalisasi produk berbasis data analytics.
Sementara itu, entitas baru hasil spin-off akan melanjutkan pengembangan produk asuransi jiwa dan
kesehatan syariah secara independen dengan strategi yang lebih fokus dan terarah, termasuk
memperkuat portofolio investasi syariah, memperluas jaringan distribusi melalui kemitraan bank syariah
dan fintech halal, serta penguatan layanan berbasis nilai-nilai syariah.
Pemisahan ini memungkinkan masing-masing entitas—konvensional dan syariah—untuk menyesuaikan
strategi produk, pemasaran, dan layanan sesuai segmen pasar yang dituju. Dengan demikian, LIFE pasca
spin-off tetap mempertahankan keunggulan dalam kompetisi industri asuransi melalui inovasi produk
yang berorientasi pada kebutuhan nasabah, efisiensi operasional, dan komitmen terhadap kualitas
layanan, sementara entitas syariah dapat tumbuh secara mandiri di pasar dengan potensi pertumbuhan
tinggi, khususnya dalam sektor ekonomi syariah Indonesia yang terus berkembang.
4.4. Kapabilitas Operasional dan Jangkauan Layanan
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE” memiliki kapabilitas operasional dan
jangkauan layanan yang mumpuni untuk menjalankan bisnis asuransi jiwa di Indonesia secara luas dan
berkelanjutan. Sebelum pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS), operasional LIFE telah mencakup
manajemen produk asuransi jiwa konvensional dan syariah dalam satu sistem terintegrasi, yang didukung
oleh teknologi digital mutakhir, serta sumber daya manusia (SDM) yang berpengalaman di bidang
aktuaria, pemasaran, underwriting, pengelolaan klaim, keuangan, hingga kepatuhan terhadap regulasi
OJK.
LIFE didukung oleh 510 karyawan, dengan jangkauan layanan yang kuat melalui kanal agency,
bancassurance, corporate business, dan digital (DMTM & e-commerce). Kapabilitas ini menjadikan LIFE
kompetitif di industri, baik dalam hal cakupan pasar maupun kecepatan layanan. Seluruh tenaga
pemasaran dan staf operasional mendapatkan pelatihan dan sertifikasi dari Asosiasi Asuransi Jiwa
Indonesia (AAJI), termasuk lisensi Tenaga Pemasar Asuransi (TPA) dan pelatihan berkelanjutan melalui
program CPD (Continuing Professional Development) yang diwajibkan oleh OJK.
Setelah pemisahan UUS, LIFE tetap mempertahankan kapabilitas operasional untuk lini konvensional,
sementara entitas baru hasil spin-off akan secara khusus menangani lini syariah. Untuk memastikan
kelancaran transisi dan keberhasilan pengelolaan entitas syariah, perusahaan menyiapkan tim khusus
dengan kompetensi di bidang asuransi syariah, termasuk pelatihan dan sertifikasi dari Asosiasi Asuransi
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 41
Page 66
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Syariah Indonesia (AASI) dan Lembaga Sertifikasi Profesi Perasuransian Indonesia (LSPPI). Sertifikasi
meliputi Tenaga Pemasar Asuransi Syariah (TPAS), Manajemen Risiko Syariah, serta pelatihan
implementasi akad-akad syariah seperti tabarru’, mudharabah, dan wakalah bil ujrah.
Selain itu, dalam operasional syariah, keberadaan Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang bersertifikasi
dari DSN-MUI menjadi elemen kunci untuk memastikan semua kegiatan usaha sesuai prinsip-prinsip
syariah. LIFE juga mendorong stafnya untuk mengikuti pelatihan-pelatihan intensif berbasis syariah dari
lembaga seperti IIQAF, AASI Learning Center, dan program internal perusahaan yang difokuskan pada
digitalisasi dan inklusi keuangan syariah.
Dengan struktur operasional yang diperkuat melalui pelatihan reguler, sertifikasi profesional, serta
sistem manajemen terintegrasi, baik lini konvensional maupun syariah di LIFE dipastikan memiliki
kesiapan tinggi dalam mengelola produk, menjangkau pasar, serta memenuhi ekspektasi nasabah secara
efisien dan sesuai regulasi.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 42
Page 67
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
4.5. Proses Pengelolaan Polis dan Layanan
Sumber: Informasi Manajemen, 2025
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 43
Page 68
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Sumber: Informasi Manajemen, 2025
Sebelum pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS), LIFE mengelola polis asuransi jiwa konvensional dan
syariah secara terintegrasi dalam satu sistem operasional perusahaan. Proses penerbitan polis,
administrasi kepesertaan, pembayaran premi, hingga pengajuan klaim dikelola melalui satu platform
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 44
Page 69
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
layanan yang sama, dengan pendekatan layanan pelanggan yang bersifat umum dan belum terpisah
berdasarkan prinsip konvensional atau syariah.
Namun, setelah pemisahan UUS menjadi entitas mandiri sesuai dengan ketentuan OJK, terjadi perubahan
signifikan dalam proses pengelolaan polis dan layanan. Pengelolaan polis syariah kini dilakukan secara
terpisah oleh entitas syariah yang baru, dengan sistem operasional, pelaporan keuangan, serta struktur
manajemen risiko yang khusus disesuaikan dengan prinsip syariah. Seluruh transaksi polis syariah dikelola
berdasarkan akad-akad syariah seperti tabarru’, wakalah bil ujrah, dan mudharabah, serta diawasi
langsung oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk memastikan kesesuaian syariah dalam setiap proses.
Dari sisi layanan, pemisahan ini memungkinkan personalisasi layanan yang lebih spesifik sesuai
kebutuhan dan karakteristik nasabah syariah. Platform digital untuk polis syariah, seperti portal peserta
dan sistem klaim online, dikembangkan secara terpisah agar memenuhi aspek kepatuhan syariah,
termasuk pengelolaan dana tabarru’ dan hasil investasi syariah. Di sisi lain, layanan untuk polis
konvensional tetap dikelola oleh LIFE induk dengan optimalisasi sistem digital dan customer service
center yang telah berjalan.
Dengan adanya pemisahan ini, proses pengelolaan polis dan layanan menjadi lebih fokus dan akuntabel
di masing-masing unit, sehingga meningkatkan kualitas pelayanan, kepatuhan terhadap regulasi, serta
pengalaman nasabah baik pada lini konvensional maupun syariah. Pemisahan ini juga memperkuat
transparansi pengelolaan dana dan memberikan keyakinan lebih kepada peserta dalam memilih
perlindungan asuransi yang sesuai prinsip keuangan mereka.
4.6. Biaya Klaim dan Manfaat Polis
Biaya klaim dan manfaat polis merupakan komponen utama dalam struktur beban operasional
perusahaan asuransi, termasuk di PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE”. Biaya
ini mencerminkan kewajiban langsung perusahaan terhadap pemegang polis, baik dalam bentuk
santunan meninggal dunia, manfaat kesehatan, cacat tetap, maupun klaim penyakit kritis.
Berdasarkan dokumen SOP klaim yang berlaku di LIFE, proses pembayaran klaim dilakukan melalui
prosedur yang ketat dan terdokumentasi dengan baik, mulai dari registrasi, verifikasi dokumen, analisis
klaim oleh tim medis, hingga keputusan akhir. Adanya pemanfaatan sistem digital seperti CIGNUS dan
SIRIUS, serta kolaborasi dengan TPA, memungkinkan efisiensi proses dan pengendalian biaya klaim secara
efektif.
Dari sisi proyeksi keuangan, biaya klaim menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun, seiring
dengan bertambahnya jumlah peserta dan nilai pertanggungan. Namun demikian, kenaikan tersebut
masih dalam batas wajar dan sejalan dengan pertumbuhan premi, yang mengindikasikan rasio klaim yang
terkendali.
Manajemen risiko klaim dilakukan melalui penerapan underwriting yang prudent, pemanfaatan data
aktuaria, dan strategi reasuransi, sehingga perusahaan dapat menjaga keseimbangan antara kewajiban
pembayaran manfaat dan keberlanjutan finansial. Secara keseluruhan, biaya klaim dan manfaat polis di
LIFE dikelola secara efisien, mencerminkan komitmen perusahaan dalam memenuhi kewajibannya
kepada nasabah sekaligus menjaga profitabilitas.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 45
Page 70
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
4.7. Kebutuhan Sistem dan Infrastruktur
Untuk mendukung kelancaran operasional dan pengelolaan polis, PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
selanjutnya disebut “LIFE” memanfaatkan sistem dan infrastruktur berbasis digital yang memungkinkan
proses bisnis berjalan secara efisien.
Beberapa kebutuhan utama dalam sistem operasional meliputi:
• Sistem Manajemen Polis (Policy Administration System) untuk mengelola data peserta, polis, dan
klaim secara real-time.
• Automated Claim Processing untuk mempercepat dan menyederhanakan proses klaim bagi
nasabah.
• Customer & Agent Portal yang memungkinkan akses layanan mandiri bagi nasabah dan agen
dalam pengelolaan polis serta pembayaran premi.
• Sistem Keamanan Data dan Cyber Risk Management, guna memastikan perlindungan informasi
nasabah dan kepatuhan terhadap regulasi OJK.
LIFE telah menunjukkan kesiapan teknologi dan infrastruktur digital yang memadai, yang menjadi
pondasi penting dalam mendukung operasional perusahaan baik sebelum maupun sesudah pemisahan
Unit Usaha Syariah (UUS). Perusahaan telah mengimplementasikan berbagai inovasi teknologi untuk
meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan kenyamanan dalam pelayanan kepada nasabah maupun tenaga
pemasar. Inovasi yang sudah diterapkan meliputi Digital Submission melalui aplikasi mobile untuk tenaga
pemasar, penggunaan Robotic Process Automation (RPA) untuk mempercepat proses bisnis seperti
pengecekan status agen ke AAJI, serta verifikasi biometrik untuk identifikasi dan autentikasi calon
pemegang polis.
Infrastruktur ini terbukti efektif dengan pencapaian seperti rasio Straight Through Processing (STP) pada
bisnis baru sebesar 32,7%, digitalisasi rekrutmen agen hingga 100%, serta penggunaan digital SPAJ
sebesar 99%. Penerapan sistem digital tersebut menunjukkan bahwa LIFE telah memiliki sistem
operasional dan teknologi yang adaptif dan mendukung digitalisasi end-to-end, yang penting untuk
mengelola entitas bisnis konvensional maupun syariah secara terpisah dan mandiri. Dengan sistem ini,
proses layanan dan pengelolaan polis diharapkan akan berjalan lebih efisien, transparan, dan sesuai
prinsip tata kelola yang baik.
Dengan infrastruktur teknologi yang kuat, LIFE mampu memberikan layanan asuransi yang lebih cepat,
aman, dan efisien, serta mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 46
Page 71
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
4.8. Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Kebutuhan Tenaga Kerja Operasional
Sumber: Informasi Manajemen, 2025
LIFE memiliki struktur tenaga kerja yang terorganisir dengan baik untuk mendukung operasional
perusahaan di berbagai aspek bisnis, layanan, serta tata kelola keuangan dan risiko. Hingga 31 Desember
2024, total tenaga kerja yang tersedia mencapai 510 orang, terdiri dari 9 anggota Board of Management
dan 501 karyawan yang tersebar di berbagai divisi operasional.
1. Kapasitas Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia di LIFE terbagi ke dalam tiga kategori utama:
• Divisi Bisnis: Memiliki total 170 tenaga kerja, dengan porsi terbesar pada Agency Business (52
orang) dan Partnership Distribution (68 orang), yang mendukung penjualan dan distribusi produk
asuransi.
• Divisi Layanan dan Dukungan: Memiliki total 165 tenaga kerja, termasuk Customer & Marketing,
IT, serta Human Capital, yang berfokus pada layanan pelanggan dan pengelolaan sistem
operasional.
• Divisi Keuangan dan Tata Kelola: Memiliki total 166 tenaga kerja, mencakup Finance, Actuarial,
Risk Management, serta Compliance & Legal, yang memastikan stabilitas keuangan dan
kepatuhan terhadap regulasi.
2. Kebutuhan Tenaga Kerja Operasional
Untuk mendukung keberlanjutan operasional dan pengembangan bisnis, LIFE mengidentifikasi beberapa
kebutuhan tenaga kerja strategis, di antaranya:
• Peningkatan tenaga kerja di bidang Digital & Data Analytics, guna mempercepat transformasi
digital dan optimalisasi pengelolaan data nasabah.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 47
Page 72
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Penguatan kapasitas di bidang IT Governance & Security, seiring dengan meningkatnya risiko
siber dalam industri asuransi.
• Penyesuaian tenaga kerja di divisi Sharia Business, dalam rangka pemisahan Unit Usaha Syariah
(UUS) dan peningkatan layanan berbasis syariah.
• Optimalisasi tenaga pemasaran (Agency & Bancassurance), untuk memperluas jangkauan pasar
dan meningkatkan penetrasi produk asuransi.
Dengan struktur tenaga kerja yang memadai dan dukungan dari berbagai divisi fungsional, LIFE memiliki
kapasitas yang kuat untuk menjalankan operasional bisnis secara efisien. Namun, untuk mendukung
pertumbuhan jangka panjang dan pemisahan Unit Usaha Syariah, diperlukan strategi penyesuaian tenaga
kerja di bidang digital, keamanan IT, serta pemasaran syariah, guna meningkatkan daya saing dan
mempertahankan kualitas layanan asuransi di masa depan.
4.9. Kesimpulan Analisis Aspek Teknis
Secara teknis, PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE” memiliki kesiapan yang
kuat dalam mendukung kelangsungan dan pengembangan kegiatan usaha, baik untuk lini konvensional
maupun syariah pasca pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS). Perusahaan telah didukung oleh lebih dari
500 karyawan tetap dengan komposisi usia produktif dan kompetensi yang relevan, termasuk tenaga
pemasar bersertifikasi AAJI serta staf teknis dan manajerial yang memiliki sertifikasi A3IK, AAAIJ, dan
sertifikasi manajemen risiko.
Dari sisi infrastruktur, LIFE telah mengimplementasikan berbagai inovasi teknologi seperti Digital
Submission via mobile app, Robotic Process Automation (RPA), serta biometric verification untuk
mendukung efisiensi operasional. Capaian seperti 99% digital SPAJ submission, 100% digital recruitment
agent, dan 32,7% STP ratio menunjukkan kesiapan infrastruktur digital yang sangat memadai untuk
mendukung layanan berbasis digital secara penuh, baik untuk entitas konvensional maupun entitas
syariah hasil spin-off.
Selain itu, sistem operasional dan layanan LIFE telah diarahkan untuk terpisah dan terspesialisasi, di
mana proses pengelolaan polis dan klaim syariah akan dikelola oleh entitas baru sesuai prinsip syariah,
dilengkapi pengawasan Dewan Pengawas Syariah (DPS), sistem kepesertaan Tabarru’, serta SDM yang
tersertifikasi TPAS dan mengikuti pelatihan dari AASI.
Dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, sistem teknologi yang modern, serta
infrastruktur distribusi multikanal, aspek teknis LIFE dinilai sangat layak dan mampu menjamin
keberlanjutan operasional perusahaan dalam jangka panjang, baik untuk lini usaha konvensional maupun
pengembangan usaha syariah.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 48
Page 73
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
5. Aspek Pola Bisnis
5.1. Keunggulan Kompetitif
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE” memiliki keunggulan kompetitif yang
kuat dalam industri asuransi jiwa di Indonesia, yang didukung oleh struktur bisnis yang solid, jaringan
distribusi yang luas, inovasi digital, serta tata kelola risiko yang baik. Faktor-faktor ini memungkinkan
LIFE untuk mempertahankan daya saing dan terus berkembang di tengah persaingan industri yang ketat.
1. Jaringan Distribusi yang Luas dan Diversifikasi Kanal Pemasaran
LIFE mengandalkan berbagai kanal distribusi, termasuk Agency Business, Bancassurance, Corporate
Business, serta Digital & E-Commerce, yang memungkinkan akses ke berbagai segmen pelanggan. Dengan
dukungan tenaga pemasar yang profesional dan strategi distribusi yang terintegrasi, LIFE dapat
menjangkau pasar lebih luas dan meningkatkan volume bisnis secara berkelanjutan.
2. Stabilitas Keuangan dan Manajemen Risiko yang Kuat
Perusahaan memiliki Risk-Based Capital (RBC) yang jauh di atas ketentuan OJK, menandakan stabilitas
finansial yang tinggi dalam memenuhi kewajiban klaim dan operasional bisnis. Selain itu, diversifikasi
portofolio produk memastikan keberlanjutan pendapatan, baik dari segmen asuransi jiwa tradisional
maupun produk syariah yang sedang berkembang.
3. Adopsi Teknologi Digital dan Inovasi Layanan
LIFE terus berinvestasi dalam transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional dan
pengalaman nasabah, seperti:
• Automated Claim Processing untuk mempercepat pencairan manfaat asuransi.
• Customer & Agent Portal yang mempermudah akses layanan bagi nasabah dan tenaga pemasar.
• Pemanfaatan AI & Big Data dalam underwriting dan manajemen risiko guna meningkatkan
akurasi penilaian serta efisiensi layanan.
4. Kepatuhan Regulasi dan Kesiapan Pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS)
Sebagai perusahaan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), LIFE telah menunjukkan kepatuhan
yang tinggi terhadap regulasi industri, termasuk persiapan pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS). Hal ini
menunjukkan fleksibilitas perusahaan dalam menyesuaikan model bisnisnya dengan perubahan regulasi
tanpa mengorbankan stabilitas operasional.
Dengan kombinasi kapasitas distribusi yang luas, stabilitas keuangan, inovasi teknologi, serta kepatuhan
terhadap regulasi, LIFE memiliki keunggulan kompetitif yang kuat untuk terus berkembang dan
mempertahankan posisinya di industri asuransi jiwa. Perusahaan siap menghadapi tantangan industri
dan memanfaatkan peluang pertumbuhan, terutama melalui penguatan layanan digital serta ekspansi
di segmen asuransi syariah.
5.2. Rencana Bisnis
Dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis dan meningkatkan kontribusi terhadap industri
asuransi syariah di Indonesia, PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE”
menetapkan strategi jangka menengah (Mid-Term Plan) untuk periode 2025-2029. Rencana bisnis
ini berfokus pada pengembangan kapasitas dan integrasi di seluruh lini usaha, baik asuransi jiwa
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 49
Page 74
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
maupun non-jiwa, dengan pengelolaan aset dan tata kelola yang kuat guna memastikan pertumbuhan
yang berkelanjutan dan profitabilitas yang stabil.
1. Arah Strategis
LIFE berkomitmen untuk membangun dan memperkuat Unit Usaha Syariah (UUS) dengan
pendekatan yang berfokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan, keunggulan teknis, serta
tata kelola dan keberlanjutan yang handal. Dengan pemisahan ini, LIFE bertujuan untuk
menciptakan entitas asuransi jiwa syariah yang lebih mandiri dan kompetitif, sejalan dengan
regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
2. Key Initiatives
Dalam mendukung implementasi rencana bisnis ini, terdapat 3 (tiga) inisiatif utama yang
akan dijalankan:
1. Pertumbuhan yang Berkelanjutan
• Menjalin kerjasama kemitraan dengan berbagai lembaga keuangan syariah dan
ekosistem halal untuk memperluas jangkauan layanan.
• Mengembangkan target pasar yang bertumbuh, terutama dalam segmen masyarakat
yang membutuhkan solusi perlindungan berbasis syariah.
• Integrasi dengan Insurtech dan broker digital guna meningkatkan aksesibilitas dan
efisiensi layanan asuransi syariah.
2. Keunggulan Teknis
• Mengadopsi agile adoption dalam pengelolaan sumber daya manusia guna
meningkatkan efisiensi dan daya saing.
• Mengutamakan customer & distribution values, sehingga pengalaman pelanggan
tetap menjadi prioritas utama.
• Optimalisasi investasi, dengan fokus pada instrumen keuangan syariah yang memiliki
tingkat pengembalian stabil dan sesuai prinsip syariah.
3. Tata Kelola & Keberlanjutan yang Handal
• Inovasi digital & cyber risk, dengan memperkuat keamanan data dan menerapkan
teknologi berbasis AI dalam operasional perusahaan.
• Market conduct & budaya kepatuhan, untuk memastikan transparansi dan kesesuaian
dengan regulasi OJK.
• Pengembangan tata kelola yang baik & berkelanjutan, guna memastikan operasional
UUS tetap berlandaskan prinsip tata kelola syariah yang sehat.
3. Faktor Keberhasilan (Success Factors)
Keberhasilan implementasi rencana bisnis ini akan sangat bergantung pada faktor-faktor
berikut:
• Adopsi teknologi berbasis data & AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan
pengalaman pelanggan.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 50
Page 75
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Kepemimpinan yang kuat & talent management dalam memastikan pengelolaan
perusahaan dilakukan oleh tenaga profesional yang kompeten di bidang asuransi
syariah.
• Budaya customer-centric, sehingga layanan yang diberikan dapat memenuhi
kebutuhan dan ekspektasi peserta asuransi syariah.
4. Target Keuangan (IFRS 17 Financial Target)
LIFE telah menetapkan target keuangan berbasis IFRS 17 dengan tingkat pertumbuhan
tahunan gabungan (CAGR) yang positif:
• APE (Annual Premium Equivalent) diharapkan tumbuh sebesar 12% dari IDR 1,478
miliar pada 2026 menjadi IDR 2,070 miliar pada 2029.
• IFV (In-Force Value) diproyeksikan meningkat dengan CAGR 18%, dari IDR 1,769 miliar
pada 2026 menjadi IDR 2,792 miliar pada 2029.
• PAT (Profit After Tax) ditargetkan tumbuh dengan CAGR 13%, dari IDR 636 miliar
pada 2026 menjadi IDR 827 miliar pada 2029.
Dengan strategi yang telah dirancang, LIFE optimistis bahwa pemisahan UUS ini akan
menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, meningkatkan daya saing di
industri asuransi syariah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis syariah di
Indonesia.
5.3. Kemampuan Menciptakan Nilai
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE” memiliki kemampuan menciptakan nilai
yang berkelanjutan bagi nasabah, mitra bisnis, serta pemegang saham melalui inovasi produk, efisiensi
operasional, dan manajemen risiko yang kuat. Dengan mengoptimalkan teknologi digital, diversifikasi
kanal distribusi, serta kepatuhan terhadap regulasi, LIFE terus meningkatkan nilai tambah bagi seluruh
pemangku kepentingan.
1. Nilai bagi Nasabah
LIFE menghadirkan produk asuransi yang fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan, baik dalam
segmen individu, keluarga, maupun korporasi. Perusahaan juga terus berinovasi dalam layanan dengan:
• Automated Claim Processing, yang mempercepat pencairan manfaat asuransi.
• Customer Self-Service Portal, memungkinkan nasabah mengakses polis dan layanan dengan
mudah.
• Pengembangan produk syariah, untuk memenuhi kebutuhan proteksi berbasis prinsip syariah di
Indonesia.
2. Nilai bagi Mitra Bisnis
LIFE menjalin kerja sama strategis dengan berbagai mitra, termasuk bank, insurtech, serta e-commerce,
untuk memperluas jangkauan pasar dan memberikan solusi perlindungan yang lebih luas. Model bisnis
yang berbasis kolaborasi ini memberikan manfaat seperti:
• Ekspansi pasar melalui Bancassurance dan Digital Insurance, meningkatkan aksesibilitas produk
asuransi.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 51
Page 76
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Pelatihan dan pengembangan tenaga pemasar (agen & mitra bank), guna meningkatkan
kompetensi dan layanan bagi nasabah.
3. Nilai bagi Pemegang Saham dan Keberlanjutan Bisnis
Sebagai perusahaan yang memiliki fundamental keuangan yang kuat, LIFE memastikan keberlanjutan
bisnis melalui:
• Manajemen risiko dan solvabilitas yang baik, dengan RBC jauh di atas standar OJK.
• Strategi bisnis yang adaptif, termasuk kesiapan dalam pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) untuk
mematuhi regulasi dan menangkap peluang di sektor asuransi syariah.
• Investasi dalam digitalisasi, yang meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing di industri
asuransi jiwa.
Dengan kombinasi inovasi layanan, penguatan kemitraan, serta manajemen risiko yang solid, LIFE
mampu menciptakan nilai bagi nasabah, mitra, dan pemegang saham. Kemampuan ini menjadikan
perusahaan tetap kompetitif dan siap menghadapi tantangan serta peluang di industri asuransi jiwa di
Indonesia.
5.4. Analisis Lingkungan Bisnis dan Regulasi
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE” beroperasi dalam lingkungan bisnis
yang dinamis, dipengaruhi oleh perkembangan industri asuransi, regulasi pemerintah, serta tren
ekonomi dan teknologi. Untuk memastikan kesinambungan bisnis dan kepatuhan terhadap regulasi, LIFE
melakukan analisis terhadap beberapa faktor eksternal yang berpengaruh terhadap industri asuransi
jiwa.
1. Lingkungan Regulasi
Industri asuransi di Indonesia diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menetapkan standar
kepatuhan dan tata kelola bagi perusahaan asuransi. Beberapa regulasi utama yang mempengaruhi
operasional LIFE antara lain:
• Kewajiban Pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS), yang mengharuskan LIFE melakukan spin-off
bisnis syariah sesuai tenggat waktu yang ditentukan.
• Regulasi Produk PAYDI (Unit Link), yang mengubah skema pemasaran dan transparansi produk
asuransi berbasis investasi.
• Kebijakan manajemen risiko dan solvabilitas, termasuk Risk-Based Capital (RBC) minimal 120%,
yang memastikan stabilitas keuangan perusahaan asuransi.
2. Lingkungan Pasar dan Persaingan
LIFE beroperasi dalam industri yang kompetitif, di mana terdapat beberapa perusahaan asuransi besar
yang menjadi pesaing utama. Faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika pasar meliputi:
• Pertumbuhan industri asuransi jiwa yang mencapai +13% YoY pada 2024, dengan dominasi produk
berbasis perlindungan jiwa dan kesehatan.
• Perubahan preferensi masyarakat, di mana terjadi peningkatan minat terhadap asuransi jiwa
tradisional dibandingkan PAYDI akibat regulasi baru.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 52
Page 77
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Persaingan ketat dalam kanal distribusi, terutama di segmen Bancassurance dan Digital
Insurance, yang mengharuskan LIFE terus berinovasi dalam strategi pemasaran.
3. Faktor Ekonomi dan Teknologi
• Stabilitas ekonomi dan inflasi mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap produk asuransi.
Dengan membaiknya ekonomi pasca-pandemi, peluang pertumbuhan industri asuransi semakin
besar.
• Transformasi digital dan insurtech menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi
operasional dan pengalaman pelanggan, sehingga LIFE terus mengembangkan inovasi berbasis
AI, big data, dan layanan digital.
Analisis lingkungan bisnis dan regulasi menunjukkan bahwa LIFE memiliki peluang besar untuk terus
tumbuh, namun perlu melakukan adaptasi terhadap regulasi OJK, persaingan pasar, serta perkembangan
teknologi. Dengan strategi yang tepat, perusahaan dapat mempertahankan daya saingnya dan
memperkuat posisinya di industri asuransi jiwa di Indonesia.
5.5. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
Dalam industri asuransi jiwa yang kompetitif, kemampuan pesaing untuk meniru produk merupakan
tantangan yang perlu diantisipasi. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE”
menghadapi persaingan dari berbagai perusahaan asuransi lain yang memiliki sumber daya dan
kapabilitas untuk mengembangkan produk serupa. Namun, meskipun produk asuransi secara umum
memiliki karakteristik yang dapat direplikasi, terdapat beberapa faktor yang membuat keunggulan LIFE
sulit ditiru sepenuhnya oleh pesaing.
1. Diferensiasi dalam Layanan dan Distribusi
• Jaringan distribusi yang luas dan kuat, mencakup agency, bancassurance, corporate business,
serta digital channels, memberikan keunggulan dalam menjangkau berbagai segmen pasar.
• Pelayanan berbasis teknologi digital, seperti Automated Claim Processing dan Customer Self-
Service Portal, menciptakan efisiensi dan pengalaman pelanggan yang lebih baik, yang tidak
mudah direplikasi dalam waktu singkat oleh pesaing.
2. Kustomisasi Produk Sesuai Kebutuhan Pasar
• LIFE menawarkan solusi perlindungan yang fleksibel, baik dalam produk asuransi jiwa
tradisional, unit link, maupun syariah, yang dirancang berdasarkan kebutuhan spesifik nasabah.
• Peningkatan layanan dan manfaat tambahan yang berbasis data analytics, memungkinkan
perusahaan memberikan produk yang lebih sesuai dengan preferensi pelanggan, menjadikannya
sulit untuk ditiru secara langsung.
3. Keunggulan dalam Manajemen Risiko dan Keuangan
• Stabilitas keuangan dan RBC yang tinggi memungkinkan LIFE lebih fleksibel dalam
mengembangkan produk baru dengan risiko yang terkendali, dibandingkan pesaing dengan
keterbatasan modal.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 53
Page 78
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Penerapan teknologi AI dan big data dalam underwriting, memberikan ketepatan dalam
penentuan premi dan seleksi risiko, yang tidak mudah diadaptasi oleh perusahaan lain tanpa
investasi besar dalam infrastruktur digital.
Meskipun pesaing memiliki potensi untuk meniru produk asuransi yang ditawarkan LIFE, diferensiasi
dalam layanan, digitalisasi, jaringan distribusi, serta kekuatan finansial menjadi faktor utama yang
membuat perusahaan tetap unggul di industri ini. Dengan terus berinovasi dan meningkatkan
pengalaman pelanggan, LIFE dapat mempertahankan daya saing dan mengurangi risiko replikasi oleh
pesaing.
5.6. Analisis SWOT
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE” memiliki keunggulan kompetitif yang
kuat di industri asuransi jiwa dengan jaringan distribusi yang luas, stabilitas keuangan yang tinggi, serta
adopsi teknologi digital yang berkembang pesat. Namun, seperti halnya perusahaan lain di industri ini,
LIFE juga menghadapi berbagai tantangan, baik dari faktor internal maupun eksternal. Melalui analisis
SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats), perusahaan dapat mengidentifikasi
kekuatan yang perlu dimaksimalkan, kelemahan yang harus diperbaiki, peluang yang bisa dimanfaatkan,
serta ancaman yang harus diantisipasi agar tetap kompetitif dan berkembang secara berkelanjutan.
1. Strength (Kekuatan)
LIFE memiliki beberapa keunggulan utama yang mendukung pertumbuhan bisnisnya, antara lain:
1. Jaringan distribusi yang luas, memungkinkan perusahaan menjangkau berbagai segmen pasar
dan membangun kemitraan baru dengan lebih efektif. Keunggulan ini diperkuat dengan sinergi
antara tenaga penjual dan mitra strategis yang mendorong pertumbuhan bisnis.
2. Stabilitas keuangan yang tinggi, dengan Risk-Based Capital (RBC) di atas 1000%, memberikan
tingkat kepercayaan yang kuat bagi pemegang polis dan pemangku kepentingan, bahkan dalam
kondisi pasar yang fluktuatif.
3. Implementasi remote working yang efektif, yang telah diterapkan dalam beberapa tahun
terakhir, memungkinkan fleksibilitas dalam operasional dan meningkatkan produktivitas tenaga
kerja.
• Weakness (Kelemahan)
Meskipun memiliki keunggulan kompetitif, terdapat beberapa kelemahan internal yang masih perlu
diperbaiki:
1. Adopsi teknologi digital yang semakin cepat, memungkinkan perusahaan meningkatkan kualitas
layanan, mempercepat transaksi, dan meningkatkan pengalaman pelanggan (customer
experience).
2. Strategi produk yang inovatif, dapat mendukung pertumbuhan kanal distribusi dan
meningkatkan nilai bisnis perusahaan.
• Opportunities (Peluang)
Seiring dengan perubahan tren industri dan perkembangan teknologi, LIFE memiliki peluang besar untuk
terus bertumbuh, di antaranya:
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 54
Page 79
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
1. Adopsi teknologi digital yang semakin cepat, memungkinkan perusahaan meningkatkan kualitas
layanan, mempercepat transaksi, dan meningkatkan pengalaman pelanggan (customer
experience).
2. Strategi produk yang inovatif, dapat mendukung pertumbuhan kanal distribusi dan
meningkatkan nilai bisnis perusahaan.
3. Pertumbuhan pasar digital, terutama di kalangan generasi muda yang semakin sadar akan
pentingnya asuransi dan lebih nyaman dengan layanan berbasis teknologi.
• Threats (Ancaman)
Dalam menghadapi persaingan yang ketat di industri asuransi, LIFE juga menghadapi beberapa tantangan
eksternal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan bisnisnya:
1. Persaingan pasar yang semakin sengit, menuntut perusahaan untuk terus berinovasi dan
menyesuaikan strategi agar tetap kompetitif. Jika tidak, bisa berdampak pada penurunan
profitabilitas dan penyusutan pangsa pasar.
2. Lambatnya pertumbuhan di beberapa mitra bisnis utama, yang dapat menandakan fase
kedewasaan dalam industri dan berpotensi membatasi pertumbuhan bisnis ke depan.
3. Risiko keamanan data akibat implementasi remote working, yang memerlukan sistem
pengamanan data yang lebih ketat guna menghindari potensi kebocoran informasi pelanggan.
5.7. Rencana Pengembangan Layanan
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE” memiliki rencana pengembangan
layanan strategis yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing, efisiensi operasional, serta
memperluas pangsa pasar. Rencana pengembangan layanan ini mencakup berbagai aspek, termasuk
digitalisasi layanan, pengembangan produk, ekspansi bisnis syariah, serta optimalisasi strategi
pemasaran dan distribusi.
1. Tujuan dan Ruang Lingkup Pengembangan Layanan
Rencana pengembangan layanan yang disusun oleh LIFE difokuskan pada beberapa area utama:
• Transformasi Digital: Implementasi teknologi berbasis AI, big data, dan sistem otomatisasi untuk
meningkatkan efisiensi dalam underwriting, klaim, dan layanan pelanggan.
• Pengembangan Produk Inovatif: Merancang dan meluncurkan produk asuransi jiwa serta unit link
berbasis digital yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
• Ekspansi Bisnis Syariah: Pemisahan Unit Usaha Syariah (Spin-off UUS) sesuai dengan regulasi OJK
untuk memperkuat penetrasi di pasar asuransi syariah.
• Penguatan Kanal Distribusi: Peningkatan kapabilitas tenaga pemasaran, bancassurance, dan
platform insurtech guna menjangkau lebih banyak segmen pelanggan.
• Peningkatan Manajemen Risiko dan Kepatuhan: Penyesuaian dengan standar IFRS 17, penguatan
strategi manajemen risiko, serta penerapan kebijakan transparansi yang lebih ketat.
2. Tahapan Implementasi Pengembangan Layanan
Pengembangan layanan ini akan diimplementasikan dalam beberapa tahapan strategis:
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 55
Page 80
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Fase 1: Analisis dan Perencanaan (2024-2025)
• Evaluasi kebutuhan pasar dan regulasi.
• Penyusunan strategi digitalisasi dan roadmap inovasi produk.
• Penguatan infrastruktur teknologi dan sistem informasi.
• Fase 2: Eksekusi dan Pengembangan (2025-2027)
• Implementasi platform digital dan otomasi proses underwriting serta klaim.
• Peluncuran produk baru berbasis digital dan syariah.
• Penyesuaian model bisnis sesuai dengan regulasi OJK dan IFRS 17.
• Fase 3: Evaluasi dan Optimalisasi (2027-2029)
• Monitoring dan evaluasi kinerja proyek.
• Peningkatan customer experience melalui AI-powered customer service.
• Optimalisasi distribusi dan ekspansi ke segmen baru, termasuk melalui kemitraan strategis.
3. Sumber Daya yang Diperlukan
Untuk merealisasikan proyek ini, LIFE membutuhkan berbagai sumber daya, termasuk:
• Teknologi & Infrastruktur: Investasi pada sistem IT berbasis cloud, AI, dan machine learning
untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan data.
• Sumber Daya Manusia: Rekrutmen tenaga ahli di bidang aktuaris, teknologi digital, manajemen
risiko, serta pemasaran digital.
• Pendanaan & Investasi: Alokasi anggaran yang terstruktur guna mendukung pengembangan
produk, digitalisasi layanan, serta ekspansi bisnis.
4. Risiko dan Strategi Mitigasi
Dalam pelaksanaan pengembangan layanan, terdapat beberapa risiko yang diidentifikasi:
• Ketidakpastian Regulasi → Strategi Mitigasi: Menjalin komunikasi aktif dengan OJK dan
mengikuti perkembangan kebijakan terbaru.
• Gangguan Teknologi & Keamanan Data → Strategi Mitigasi: Implementasi sistem keamanan siber
yang kuat dan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data.
• Perubahan Perilaku Konsumen → Strategi Mitigasi: Fleksibilitas dalam penyesuaian produk serta
strategi pemasaran berbasis data analytics.
5. Dampak Jangka Panjang dan Keberlanjutan
Rencana pengembangan layanan ini dikembangkan untuk memberikan dampak signifikan bagi LIFE
dalam jangka panjang, termasuk:
• Peningkatan Efisiensi Operasional → Digitalisasi dan otomasi akan mengurangi biaya operasional
serta mempercepat proses layanan.
• Pertumbuhan Pendapatan & Profitabilitas → Diversifikasi produk dan ekspansi distribusi akan
meningkatkan pangsa pasar dan premi yang diperoleh.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 56
Page 81
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Keunggulan Kompetitif di Industri → Implementasi teknologi dan penguatan manajemen risiko
akan memperkokoh posisi LIFE sebagai pemimpin di sektor asuransi jiwa.
5.8. Kesimpulan Analisis Kelayakan Pola Bisnis
Berdasarkan hasil analisis berbagai aspek, pola bisnis PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya
disebut “LIFE” dinilai layak dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika industri asuransi jiwa di
Indonesia. Dengan model bisnis berbasis diversifikasi produk, jaringan distribusi yang luas, serta
pemanfaatan teknologi digital, LIFE memiliki keunggulan kompetitif yang memungkinkan perusahaan
untuk tetap tumbuh di tengah tantangan regulasi dan persaingan pasar.
Keunggulan utama dalam pola bisnis LIFE meliputi stabilitas keuangan dengan Risk-Based Capital (RBC)
di atas standar OJK, adaptasi terhadap perubahan regulasi seperti spin-off Unit Usaha Syariah (UUS),
serta inovasi layanan berbasis digital untuk meningkatkan pengalaman nasabah. Selain itu, strategi
distribusi yang mencakup agency, bancassurance, corporate business dan digital channels memastikan
perusahaan dapat menjangkau berbagai segmen pelanggan secara efektif.
Meskipun terdapat tantangan, seperti ketatnya persaingan industri, risiko keamanan data, dan
perubahan kebijakan terkait produk asuransi, LIFE telah menerapkan strategi mitigasi yang solid.
Penguatan manajemen risiko, kepatuhan regulasi, serta investasi dalam pengembangan produk syariah
dan digitalisasi layanan menjadi faktor utama yang memastikan pola bisnis tetap relevan dan kompetitif.
Dengan landasan yang kuat dalam keuangan, operasional, dan strategi pasar, pola bisnis LIFE dinyatakan
layak untuk terus dikembangkan guna mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai
tambah bagi pemegang polis, mitra bisnis, serta pemegang saham.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 57
Page 82
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
6. Aspek Model Manajemen
6.1. Struktur Organisasi
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE” memiliki struktur organisasi yang
terstruktur dan terintegrasi untuk mendukung kelancaran operasional serta memastikan kepatuhan
terhadap regulasi industri asuransi. Organisasi ini dipimpin oleh Dewan Komisaris yang bertanggung
jawab atas pengawasan, serta Dewan Direksi yang menjalankan strategi bisnis dan operasional
perusahaan.
Sumber: Informasi Manajemen, Januari 2025
1. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi LIFE terdiri dari 3 (tiga) pilar utama yang mencakup Financial & Governance,
Business, serta Service & Support, yang masing-masing dikelola oleh direktorat dan divisi terkait:
• CEO (Chief Executive Officer) bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen perusahaan.
• Direktorat Keuangan & Tata Kelola (Financial & Governance), yang mencakup:
• Keuangan & Akuntansi (Finance Accounting & Tax)
• Manajemen Risiko (Risk Management)
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 58
Page 83
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Aktuaria (Actuarial)
• Kepatuhan, Legal, dan Sekretaris Korporasi (Compliance, Legal & Corporate Secretary)
• Audit Internal
• Direktorat Bisnis (Business), yang menangani pengembangan bisnis asuransi melalui:
• Agency, Corporate, & Sharia Business
• Partnership Distribution (Bancassurance & Digital Insurance)
• Transformasi Digital & Data Analytics
• Direktorat Layanan & Dukungan (Service & Support), yang memastikan operasional perusahaan
berjalan optimal, meliputi:
• Customer & Marketing
• Operasional & IT (IT Governance & Security)
• Human Capital
Struktur ini memungkinkan pengelolaan bisnis yang efektif, mendukung inovasi digital, serta memastikan
kepatuhan terhadap regulasi OJK.
2. Tugas, Tanggung Jawab, dan Wewenang Komisaris dan Direksi
a. Dewan Komisaris
Dewan Komisaris memiliki fungsi utama sebagai pengawas kinerja perusahaan dan memastikan bahwa
strategi bisnis dijalankan sesuai dengan kepentingan pemegang saham serta ketentuan regulasi.
Tugas dan Tanggung Jawab:
1) Mengawasi implementasi kebijakan bisnis yang dilakukan oleh Direksi.
2) Memberikan saran dan rekomendasi strategis untuk memastikan pertumbuhan perusahaan.
3) Memastikan kepatuhan terhadap regulasi OJK dan standar tata kelola perusahaan (Good Corporate
Governance/GCG).
4) Mengawasi pelaksanaan manajemen risiko dan kepatuhan terhadap regulasi keuangan.
5) Melakukan evaluasi terhadap laporan keuangan dan kinerja perusahaan secara berkala.
Wewenang:
1) Berhak meminta informasi dari Direksi mengenai kinerja keuangan dan operasional perusahaan.
2) Berwenang memberikan arahan strategis terkait pengembangan bisnis dan mitigasi risiko.
3) Dapat membentuk komite audit atau komite risiko untuk mendukung fungsi pengawasan.
b. Dewan Direksi
Dewan Direksi bertanggung jawab atas pengelolaan operasional dan pengambilan keputusan strategis
untuk mencapai tujuan bisnis perusahaan.
Tugas dan Tanggung Jawab:
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 59
Page 84
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
1) Merumuskan strategi bisnis dan kebijakan operasional, termasuk pengembangan produk dan
ekspansi pasar.
2) Mengelola keuangan dan investasi perusahaan untuk memastikan profitabilitas dan pertumbuhan
jangka panjang.
3) Memastikan kepatuhan terhadap kebijakan OJK dan regulasi terkait industri asuransi.
4) Mengembangkan digitalisasi layanan dan inovasi produk untuk meningkatkan daya saing di industri.
5) Bertanggung jawab atas pengelolaan risiko dan keberlanjutan bisnis, termasuk pemisahan Unit
Usaha Syariah (UUS).
Wewenang:
1) Mengambil keputusan strategis terkait operasional dan investasi perusahaan.
2) Menyetujui kebijakan keuangan, termasuk alokasi anggaran dan strategi investasi.
3) Berwenang mengangkat dan mengelola eksekutif serta tenaga kerja di berbagai divisi.
Struktur organisasi LIFE telah dirancang untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,
dengan pembagian tugas yang jelas antara Dewan Komisaris sebagai pengawas dan Dewan Direksi sebagai
pengelola operasional. Dengan tata kelola yang kuat dan sistem manajemen risiko yang efektif,
perusahaan berada dalam posisi yang solid untuk mempertahankan daya saing dan kepatuhan terhadap
regulasi industri asuransi jiwa di Indonesia.
Setelah pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS), struktur organisasi LIFE akan mengalami penyesuaian untuk
mengakomodasi kebutuhan operasional masing-masing entitas. Saat ini LIFE memiliki total 510 karyawan
dan sebanyak 12 hingga 20 orang direncanakan akan dialihkan ke UUS. Perpindahan ini akan mengikuti
4 (empat) skenario pengalihan antara lain perpindahan permanen dan sinergi seperti skema sharing
resources antar entitas. Pendekatan ini diambil untuk memastikan efisiensi dan optimalisasi sumber
daya yang tersedia, terutama pada tahap awal pemisahan.
Selain itu, akan ada proses rekrutmen secara bertahap di entitas konvensional guna memperkuat daya
usaha dan mendukung pertumbuhan bisnis pasca spin-off. Penyesuaian struktur organisasi juga
mencakup perpindahan Dewan Pengawas Syariah (DPS) dari LIFE ke entitas UUS baru, sebagai bagian
dari pemenuhan regulasi dan prinsip tata kelola syariah. Dengan demikian, struktur organisasi yang baru
dirancang untuk mendukung kemandirian operasional kedua entitas sambil tetap menjaga
kesinambungan dan sinergi antar unit usaha.
6.2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE” memiliki jajaran manajemen yang
terdiri dari individu-individu profesional dengan pengalaman luas di industri asuransi, keuangan,
manajemen risiko, serta regulasi. Dengan kepemimpinan yang kuat dan struktur organisasi yang solid,
LIFE mampu menjalankan operasional bisnis dengan efisien, beradaptasi terhadap regulasi, serta terus
berinovasi dalam menghadapi tantangan industri asuransi jiwa di Indonesia.
Dewan Komisaris
Dewan Komisaris berperan dalam melakukan pengawasan terhadap kebijakan dan strategi bisnis yang
dijalankan oleh Direksi. Jajaran Komisaris terdiri dari individu dengan keahlian di bidang keuangan,
manajemen risiko, serta tata kelola perusahaan.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 60
Page 85
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Indra Widjaja sebagai Presiden Komisaris memiliki pengalaman luas di sektor keuangan dan
perbankan. Lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan dari Kementerian Keuangan RI serta memiliki latar
belakang pendidikan di bidang bisnis dari Nanyang University.
• Kimitake Sugiura, Komisaris, adalah warga negara Jepang yang memiliki keahlian dalam bidang
perencanaan. Ia berpengalaman dalam kemampuan dan kepatuhan dari OJK.
• Hideaki Nomura, Komisaris, memiliki pengalaman luas dalam strategi keuangan dan bisnis. Dengan
latar belakang pendidikan di bidang ekonomi dan administrasi bisnis dari Universitas Keio serta
pengalaman di sektor asuransi, ia berkontribusi dalam pengembangan strategi keuangan
perusahaan.
• Teuku Radja Sjahnan, Komisaris Independen, merupakan ahli di bidang audit. Ia memiliki gelar
Master di bidang Finance dari London Business School dan Sarjana Ekonomi dari Universitas
Indonesia.
• Sidharta Akmam, Komisaris Independen, memiliki keahlian dalam hubungan internasional dan
manajemen bisnis. Dengan pengalaman sebagai pejabat di sektor keuangan, ia berperan dalam
memastikan kepatuhan regulasi dan efektivitas tata kelola perusahaan.
• Nazly Parlindungan Siregar, Komisaris Independen, memiliki latar belakang kuat di bidang
perpajakan dan akuntansi. Ia memperoleh gelar Master di bidang Perpajakan dari Golden Gate
University dan memiliki pengalaman luas dalam tata kelola keuangan perusahaan.
Dewan Direksi
Dewan Direksi bertanggung jawab atas implementasi strategi bisnis, pengelolaan operasional, dan
pengembangan produk asuransi LIFE. Jajaran Direksi terdiri dari para profesional yang memiliki
pengalaman dalam pemasaran, keuangan, dan inovasi bisnis.
• Wianto, Presiden Direktur & CEO, memiliki pengalaman luas dalam manajemen bisnis dan
keuangan. Dengan latar belakang pendidikan di bidang akuntansi dari Universitas Nomensen, ia
berperan dalam mengembangkan strategi pertumbuhan perusahaan.
• Tomoyuki Monden (Wakil Presiden Direktur) memiliki latar belakang di manajemen risiko daan
keuangan. Lulusan MBA dari University of Illinois dan sarjana hukum dari Keio University.
• Eiji Takahashi, Direktur & Chief Financial Officer, memiliki keahlian di bidang manajemen
keuangan dan perencanaan bisnis internasional dengan latar belakang pendidikan sarjana hukum
dari Universitas Chuo. Ia lulus uji kemampuan dan kepatutan oleh OJK berdasarkan keputusan
Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-316/PD.02/2025 tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan
Kepatutan.
• Herman Sulistyo, Direktur & Chief Agency, Corporate, and Sharia Business Officer, memiliki
pengalaman dalam pengelolaan distribusi asuransi dan bisnis syariah. Dengan latar belakang di
bidang aktuaria, ia bertanggung jawab dalam pengembangan kanal distribusi serta kepatuhan
terhadap regulasi syariah.
• Ken Terada (Direktur & Chief Transformation Officer) memiliki pengalaman luas di bidang
transformasi digital dan strategi bisnis. Ia adalah lulusan Aoyama Gakuin University di bidang
administrasi bisnis.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 61
Page 86
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Elly Susanti (Direktur & Chief Operating & IT Officer) memiliki latar belakang di bidang Ekonomi.
Lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti*.
* : Elly Susanti efektif pada tanggal 24 Juni 2025.
Dewan Pengawas Syariah
• Dr. Dr. Endy M. Astiwara, Ketua Dewan Pengawas Syariah, memiliki izin Ahli Syariah Pasar Modal
sesuai Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. KEP-27/PM.223/PJ-ASPM/2021
tanggal 27 Agustus 2021, yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak tanggal keputusan. Beliau
memperoleh gelar Doktoral Ilmu Syariah (Ushul Fiqh) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah setelah sebelumnya beliau memperoleh gelar Master Islamic Studies dengan
konsentrasi Ekonomi Islam dari Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Sarjana Dokter dari Fakultas
Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung*.
• Dr. H. Rahmat Hidayat, SE, MT, Warga Negara Indonesia, lahir di Pamekasan 15 Maret 1964. Beliau
merupakan lulusan S1 Fakultas Ekonomi, Universitas Jember Jawa Timur, S2 (Program
Pascasarjana), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan S3 (Ph. D) Ekonomi Universitas Kebangsaan
Malaysia (UKM). Beliau saat ini juga merupakan Anggota Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama
Indonesia (DSN-MUI) serta menjadi Dosen di Perguruan Tinggi. Di samping itu beliau aktif menulis
artikel, jurnal dan makalah di beberapa media nasional**.
• Ahmadi Sukarno, Anggota Dewan Pengawas Syariah, memiliki keahlian dalam hukum syariah dan
ekonomi Islam. Dengan gelar Doktor di bidang Studi Islam dari Universitas Ibnu Khaldun dan
pengalaman di sektor keuangan syariah, ia memastikan kepatuhan perusahaan terhadap prinsip
syariah.
* : Pengunduran diri Bapak Dr. Dr. Endy M. Astiwara telah disetujui oleh RUPSLB pada tanggal 7 Januari 2025.
** : Berlaku efektif terhitung sejak dinyatakan lulus Uji Kelayakan dan Kepatutan oleh OJK.
Chief Officers
Selain Dewan Komisaris dan Direksi, LIFE memiliki Chief Officers yang menangani fungsi-fungsi utama
perusahaan.
• Bagus Harimawan (Chief Human Capital Officer) memiliki pengalaman luas dalam pengelolaan
sumber daya manusia di berbagai perusahaan, termasuk sektor perbankan dan teknologi.
• Tju Cunardi (Chief Actuarial Officer) bertanggung jawab dalam manajemen aktuaria dan
pengembangan produk asuransi. Lulusan ekonomi dari Universitas Indonesia, ia memiliki
pengalaman di berbagai perusahaan asuransi.
• Inasari Andayani Atmodjo (Chief Partnership Distribution Officer) memiliki pengalaman di bidang
bancassurance dan pengelolaan mitra distribusi.
• Renova Siregar (Chief Compliance, Legal, and Corporate Secretary) adalah lulusan hukum dari
Universitas Katolik Parahyangan dan Universitas Gadjah Mada. Ia bertanggung jawab atas
kepatuhan, legal, dan tata kelola perusahaan.
Kapasitas Manajemen dalam Inovasi dan Adaptasi
LIFE terus melakukan inovasi dalam operasional dan strategi bisnis melalui berbagai pendekatan:
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 62
Page 87
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Transformasi Digital: Mengembangkan portal layanan mandiri, AI-Based Underwriting, serta
Automated Claim Processing untuk meningkatkan efisiensi layanan.
• Diversifikasi Produk: Mengembangkan produk asuransi jiwa konvensional, unit link, dan syariah,
dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
• Manajemen Risiko: Mengimplementasikan strategi mitigasi risiko yang ketat untuk memastikan
kepatuhan terhadap regulasi OJK dan menjaga solvabilitas perusahaan.
• Penguatan SDM: Melalui strategi human capital development, perusahaan terus meningkatkan
kualitas tenaga kerja guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Dengan jajaran manajemen yang berpengalaman, strategi bisnis yang adaptif, serta manajemen risiko
yang kuat, LIFE berada dalam posisi yang solid untuk terus berkembang di industri asuransi jiwa
Indonesia.
Sebelum pemisahan, LIFE telah menunjukkan kapasitas manajerial yang solid dengan struktur organisasi
yang terintegrasi antara unit konvensional dan syariah. Seluruh fungsi manajemen, mulai dari keuangan,
operasional, pemasaran, hingga kepatuhan, dikelola secara terpusat oleh tim yang berpengalaman dan
tersertifikasi. LIFE juga didukung oleh dewan komisaris dan direksi yang kompeten, serta tim Chief
Officer yang mencakup fungsi strategis seperti aktuaris, keuangan, digital, dan manajemen risiko.
Setelah pemisahan, struktur manajemen akan berkembang seiring dengan berdirinya entitas syariah
yang mandiri. Unit Usaha Syariah akan memiliki tim manajemen tersendiri dengan fokus pada
pengembangan operasional berbasis prinsip syariah, termasuk rekrutmen dan pengembangan sumber
daya manusia yang memahami aspek hukum dan teknis perasuransian syariah. Namun, sinergi tetap
dijaga antara entitas konvensional dan syariah melalui skema koordinasi dan sharing expertise,
khususnya dalam tahap awal operasional entitas baru.
Kapasitas manajemen LIFE diperkirakan tetap kuat pasca spin-off, mengingat perusahaan telah
mempersiapkan sumber daya manusia, infrastruktur, serta sistem pengelolaan yang adaptif terhadap
perubahan. Hal ini mencerminkan kesiapan LIFE untuk mempertahankan kinerja positif dan tata kelola
yang baik baik di entitas konvensional maupun syariah.
6.3. Kebutuhan Sumber Daya Manusia
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE” menyadari bahwa sumber daya manusia
(SDM) merupakan aset utama dalam menjalankan strategi bisnis dan mencapai tujuan perusahaan.
Dengan dinamika industri asuransi yang terus berkembang, perusahaan membutuhkan SDM yang
kompeten, adaptif, dan inovatif untuk mendukung operasional, pengembangan produk, pemasaran,
manajemen risiko, serta transformasi digital.
1. Kebutuhan SDM Berdasarkan Fungsi dan Kompetensi
Dalam rangka mencapai target pertumbuhan jangka panjang, LIFE membutuhkan tenaga kerja dengan
kompetensi berikut:
• Keuangan & Manajemen Risiko: Tenaga ahli di bidang aktuaris, investasi, dan manajemen risiko
untuk memastikan stabilitas keuangan serta kepatuhan terhadap regulasi OJK dan IFRS 17.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 63
Page 88
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Teknologi Informasi & Transformasi Digital: Profesional di bidang data analytics, artificial
intelligence, cybersecurity, dan digital marketing guna mendukung strategi digitalisasi layanan
serta pengelolaan big data nasabah.
• Pengembangan Produk & Aktuaria: SDM dengan latar belakang aktuaris, asuransi, dan statistik
untuk mendukung inovasi produk, perhitungan premi yang kompetitif, serta optimalisasi manfaat
asuransi.
• Pemasaran & Distribusi: Tenaga penjualan dan pengelola kanal distribusi (agency, bancassurance,
dan digital sales) untuk memperluas penetrasi pasar asuransi jiwa dan syariah.
• Hukum & Kepatuhan Regulasi: Ahli hukum dan kepatuhan yang memahami peraturan OJK, asuransi
syariah dan tata kelola perusahaan guna memastikan kelangsungan bisnis sesuai regulasi.
• Sumber Daya Manusia & Pelatihan: Profesional di bidang human capital development untuk
meningkatkan kompetensi karyawan serta memperkuat budaya kerja yang adaptif dan kolaboratif.
2. Strategi Pemenuhan Kebutuhan SDM
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten, LIFE menerapkan strategi berikut:
• Rekrutmen Berbasis Kompetensi: Menjalankan rekrutmen berbasis kebutuhan spesifik tiap divisi,
baik melalui jalur profesional maupun program talenta muda seperti Management Trainee.
• Pengembangan & Pelatihan Berkelanjutan: Memberikan training bersertifikasi, program leadership
development, dan pembelajaran digital guna meningkatkan kapasitas karyawan.
• Transformasi Digital dalam SDM: Memanfaatkan HR analytics dan AI-based talent management
untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan SDM serta memperkuat employee engagement.
• Fleksibilitas & Work-Life Balance: Menyediakan lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan
kerja dan kehidupan pribadi, termasuk skema hybrid working serta penguatan kesejahteraan
karyawan.
Dengan strategi ini, LIFE memastikan bahwa perusahaan memiliki SDM yang berdaya saing tinggi, mampu
beradaptasi dengan perubahan industri, serta siap mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Sebelum pemisahan, kebutuhan sumber daya manusia di LIFE dikelola secara terpusat untuk seluruh lini
usaha, baik konvensional maupun syariah. Dengan total 510 karyawan, operasional perusahaan telah
berjalan dengan efisien melalui pembagian fungsi kerja yang optimal sesuai dengan struktur organisasi
yang ada. Seluruh karyawan mendukung proses bisnis secara kolektif, termasuk kontribusi untuk Unit
Usaha Syariah yang masih berada dalam entitas induk.
Setelah pemisahan, kebutuhan SDM akan menyesuaikan dengan struktur baru yang lebih terpisah antara
entitas konvensional dan syariah. Sebanyak 12 hingga 20 karyawan akan dialokasikan untuk mendukung
operasional perusahaan syariah yang baru. Skema perpindahan ini mencakup 4 (empat) skenario:
permanen, rotasi, sinergi fungsional dan sharing SDM, yang dirancang untuk memastikan kelangsungan
dan efektivitas operasional kedua entitas.
Meskipun awalnya akan memaksimalkan daya usaha yang ada, LIFE tetap membuka opsi untuk melakukan
rekrutmen tambahan, terutama di unit konvensional, guna menjaga kapasitas kerja yang seimbang pasca
pemisahan. Selain itu, perusahaan juga akan fokus pada peningkatan kompetensi SDM di kedua entitas,
termasuk pelatihan khusus di bidang asuransi syariah seperti sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Profesi
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 64
Page 89
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
(LSP) AASI atau pelatihan yang difasilitasi oleh Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), guna
memastikan kesesuaian dengan prinsip-prinsip syariah dalam layanan dan produk.
6.4. Manajemen Kekayaan Intelektual
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE” memahami bahwa kekayaan intelektual
merupakan salah satu aset strategis yang mendukung daya saing dan inovasi perusahaan. Dalam industri
asuransi yang terus berkembang, pengelolaan kekayaan intelektual yang efektif berperan penting dalam
melindungi hak eksklusif atas produk, layanan, sistem, serta teknologi yang dikembangkan oleh
perusahaan.
1. Bentuk Kekayaan Intelektual yang Dikelola
LIFE memiliki berbagai bentuk kekayaan intelektual yang dikelola dan dilindungi, di antaranya:
• Merek dan Identitas Perusahaan: Perlindungan terhadap merek dagang, logo, serta identitas
korporasi LIFE untuk menjaga reputasi dan kepercayaan nasabah.
• Inovasi Produk Asuransi: Hak paten dan hak cipta atas berbagai produk asuransi inovatif, termasuk
asuransi unit link, syariah, serta layanan berbasis digital yang dikembangkan oleh perusahaan.
• Teknologi dan Sistem Digital: Perlindungan atas sistem underwriting berbasis AI, platform klaim
otomatis, serta berbagai teknologi digital yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi layanan
asuransi.
• Data dan Informasi Pelanggan: Pengelolaan dan perlindungan terhadap data nasabah sesuai regulasi
Perlindungan Data Pribadi (PDP) guna menjaga kepercayaan pelanggan dan kepatuhan terhadap
standar keamanan informasi.
• Modul Pelatihan dan SOP Internal: Hak cipta atas materi pelatihan agen asuransi, modul edukasi
keuangan, serta standar operasional yang dikembangkan secara internal untuk menjaga keunggulan
kompetitif.
2. Strategi Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual
Untuk memastikan bahwa seluruh aspek kekayaan intelektual terjaga dan dapat dimanfaatkan secara
optimal, LIFE menerapkan strategi berikut:
• Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual: Melakukan registrasi merek dagang, hak cipta, dan paten
baik di tingkat nasional maupun internasional untuk melindungi inovasi dan aset perusahaan.
• Kepatuhan terhadap Regulasi: Memastikan bahwa pengelolaan kekayaan intelektual sesuai dengan
ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), serta
standar global dalam industri asuransi.
• Keamanan Data dan Informasi: Mengimplementasikan sistem keamanan siber untuk melindungi aset
digital, termasuk data nasabah, algoritma underwriting, serta teknologi berbasis AI yang digunakan
dalam operasional perusahaan.
• Pengelolaan Lisensi dan Kemitraan: Mengembangkan model lisensi bagi mitra bisnis untuk
memastikan penggunaan kekayaan intelektual secara legal dan sesuai dengan kebijakan
perusahaan.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 65
Page 90
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Monitoring dan Pencegahan Pelanggaran: Melakukan pemantauan terhadap potensi pelanggaran
atau penggunaan tidak sah atas aset intelektual perusahaan serta menindaklanjuti secara hukum
jika terjadi penyalahgunaan.
Dampak Manajemen Kekayaan Intelektual bagi Perusahaan
Pengelolaan kekayaan intelektual yang optimal memberikan manfaat strategis bagi LIFE di antaranya:
• Memperkuat Keunggulan Kompetitif: Dengan perlindungan terhadap inovasi produk dan layanan,
perusahaan dapat mempertahankan posisi pasar yang kuat dalam industri asuransi jiwa.
• Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan: Pengelolaan data dan teknologi dengan standar tinggi
memastikan keamanan informasi dan kepatuhan regulasi, sehingga meningkatkan kepercayaan
nasabah.
• Mendorong Inovasi Berkelanjutan: Dengan kepastian perlindungan hukum atas hak intelektual,
perusahaan dapat lebih agresif dalam mengembangkan produk dan teknologi baru tanpa risiko
plagiasi atau pencurian ide.
• Membuka Peluang Monetisasi: Kekayaan intelektual yang dikelola dengan baik dapat dimanfaatkan
untuk peluang lisensi, kemitraan strategis, serta pengembangan model bisnis berbasis teknologi.
Sebelum pemisahan, manajemen kekayaan intelektual di LIFE dikelola secara terpusat dalam satu
entitas, mencakup seluruh produk dan sistem baik konvensional maupun syariah. Produk-produk asuransi
yang dipasarkan LIFE, termasuk fitur, desain polis, hingga sistem digital yang mendukungnya, berada di
bawah perlindungan kekayaan intelektual yang sebagian besar berasal dari induk perusahaan di Jepang.
Hal ini memastikan keseragaman standar, keamanan data, dan inovasi yang berkelanjutan di seluruh lini
bisnis LIFE.
Setelah pemisahan, pengelolaan kekayaan intelektual akan disesuaikan mengikuti entitas hukum baru
untuk Unit Usaha Syariah (UUS). Produk-produk asuransi syariah yang sebelumnya berada dalam satu
entitas akan tetap mengacu pada lisensi dan perlindungan HAKI dari MSIG Jepang, namun akan diberikan
hak penggunaan secara terbatas (limited license) kepada entitas syariah sesuai kesepakatan grup.
Pengelolaan hak cipta atas sistem, metode underwriting, serta perangkat digital seperti portal klaim
dan distribusi tetap berada di bawah kontrol entitas induk, dengan pengaturan hak akses dan
penggunaan yang disesuaikan pasca spin-off.
Strategi ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan inovasi dan sinergi teknologi antara unit
konvensional dan syariah, sekaligus menjamin kepatuhan terhadap hukum kekayaan intelektual nasional
dan internasional.
Dengan manajemen kekayaan intelektual yang terstruktur dan strategis, LIFE mampu melindungi inovasi,
meningkatkan daya saing, serta memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
6.5. Manajemen dan Mitigasi Risiko
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE” telah menetapkan kebijakan
manajemen risiko yang komprehensif dan sejalan dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),
sebagaimana tertuang dalam POJK No.44/POJK.05/2020 dan peraturan turunannya. Manajemen risiko
di LIFE dilandaskan pada penerapan Enterprise Risk Management (ERM) yang mencakup elemen-elemen
utama seperti budaya risiko, appetite risiko, tata kelola risiko, kecukupan modal, serta kerangka
kebijakan dan proses manajemen risiko yang terdokumentasi. LIFE menerapkan model Three Lines of
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 66
Page 91
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Defense yang terdiri dari unit bisnis sebagai lini pertama, fungsi manajemen risiko dan kepatuhan
sebagai lini kedua, serta audit internal sebagai lini ketiga, guna memastikan pengendalian risiko
dilakukan secara terstruktur dan independen. Risiko yang dikelola mencakup risiko strategis,
operasional, asuransi, kredit, pasar, likuiditas, hukum, kepatuhan, dan reputasi. Dalam praktiknya,
manajemen risiko LIFE melakukan proses identifikasi, evaluasi, mitigasi, serta pemantauan dan
pelaporan risiko secara berkala kepada manajemen dan regulator. Proses ini juga didukung oleh Risk
Management Committee (RMC) dan Risk Oversight Committee (ROC) yang bertanggung jawab
memastikan bahwa seluruh risiko dikelola dalam batas toleransi yang telah ditetapkan. Dengan
kebijakan dan struktur tata kelola yang kuat, LIFE dinilai memiliki kapasitas yang memadai dalam
mengelola risiko usaha secara menyeluruh, baik untuk unit konvensional maupun pasca pemisahan unit
usaha syariah.
LIFE memiliki sistem manajemen risiko yang komprehensif untuk memastikan stabilitas keuangan,
kepatuhan terhadap regulasi, serta keberlanjutan operasional. Dalam menghadapi tantangan industri,
perusahaan menerapkan strategi identifikasi, penilaian dan mitigasi risiko guna mengelola potensi
dampak terhadap kinerja bisnis.
1. Identifikasi Risiko Utama
LIFE menghadapi beberapa jenis risiko yang dapat mempengaruhi keberlangsungan bisnis antara lain:
• Risiko Keuangan: Termasuk volatilitas pasar, risiko likuiditas, serta pemenuhan Risk-Based
Capital (RBC) minimal 120% sesuai ketentuan OJK.
• Risiko Operasional: Meliputi ketidaksempurnaan proses klaim, kesalahan dalam underwriting,
serta gangguan sistem IT yang dapat berdampak pada efisiensi operasional dan kepuasan
nasabah.
• Risiko Regulasi: Perubahan kebijakan OJK, termasuk aturan terkait PAYDI (Unit Link) dan
kewajiban spin-off Unit Usaha Syariah (UUS), yang dapat mempengaruhi strategi bisnis dan
produk perusahaan.
• Risiko Teknologi dan Keamanan Data: Ancaman terhadap cyber risk dan kebocoran data
pelanggan akibat meningkatnya digitalisasi layanan dan implementasi remote working.
2. Strategi Mitigasi Risiko
Untuk menghadapi risiko tersebut, LIFE menerapkan berbagai langkah mitigasi yang proaktif dan
berbasis tata kelola yang kuat, di antaranya:
• Manajemen Risiko Keuangan
• Memastikan RBC tetap jauh di atas standar OJK untuk menjaga solvabilitas perusahaan.
• Diversifikasi portofolio investasi guna mengurangi dampak volatilitas pasar.
• Penguatan Sistem Operasional dan Digital:
• Mengembangkan Automated Claim Processing guna meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam
pemrosesan klaim.
• Penerapan AI & Data Analytics dalam underwriting, untuk meningkatkan ketepatan penilaian
risiko.
• Kepatuhan terhadap Regulasi:
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 67
Page 92
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Menyelaraskan model bisnis dengan regulasi PAYDI dan persiapan spin-off UUS, memastikan
pemenuhan seluruh ketentuan OJK.
• Meningkatkan kapasitas divisi Compliance & Legal untuk mengantisipasi perubahan regulasi
di industri asuransi.
• Keamanan Data dan Cyber Risk Management:
• Implementasi IT Governance & Security, termasuk enkripsi data dan sistem pemantauan
ancaman siber.
• Penguatan kebijakan data privacy untuk melindungi informasi pelanggan dan mencegah
kebocoran data.
LIFE memiliki sistem manajemen risiko yang terintegrasi, mencakup aspek keuangan, operasional,
regulasi, serta keamanan teknologi. Dengan strategi mitigasi yang tepat, perusahaan dapat mengurangi
potensi dampak negatif terhadap bisnis, menjaga stabilitas keuangan, serta meningkatkan kepatuhan
terhadap regulasi, memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan kepercayaan pelanggan dalam
jangka panjang.
Kepatuhan terhadap Regulasi:
Menyelaraskan model bisnis dengan regulasi PAYDI dan persiapan spin-off UUS, memastikan pemenuhan
seluruh ketentuan OJK.
Meningkatkan kapasitas divisi Compliance & Legal untuk mengantisipasi perubahan regulasi di industri
asuransi.
Keamanan Data dan Cyber Risk Management:
Implementasi IT Governance & Security, termasuk enkripsi data dan sistem pemantauan ancaman siber.
Penguatan kebijakan data privacy untuk melindungi informasi pelanggan dan mencegah kebocoran data.
LIFE memiliki sistem manajemen risiko yang terintegrasi, mencakup aspek keuangan, operasional,
regulasi, serta keamanan teknologi. Dengan strategi mitigasi yang tepat, perusahaan dapat mengurangi
potensi dampak negatif terhadap bisnis, menjaga stabilitas keuangan, serta meningkatkan kepatuhan
terhadap regulasi, memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan kepercayaan pelanggan dalam
jangka panjang.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 68
Page 93
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
6.6. Struktur Organisasi MSIG Syariah
Position Category #
Dedicated 15
(Dedicated Sharia Employee, to be transferred from MSL)
Appointed 1
(MSL Employee, assign to do specific Sharia role)
Double role/synergy 3
(MSL Employee, doing both MSL and MSL Sharia role)
Executive Officer 9
(role mandatory by regulatory)
Total Headcount 28
Mandatory Executive Officer PIC in Structure Mandatory report to Regulatory Basic
Director
Life Insurance Operations & IT POJK 23/2023 Article 89
Sharia Distribution POJK 23/2023 Article 91
Company Actuary Actuary ✓ POJK 23/2023 Article 93
Internal Auditor Internal Audit ✓ (PD) POJK 23/2023 Article 96
Investment Investment POJK 23/2023 Article 61
Complaint Management Complaint Management & ✓ POJK 23/2023 Article 26,27,32
Customer Protection
Customer Protection Complaint Management & ✓ POJK 23/2023 Article 46-49
Customer Protection
Finansial Literacy and Inclusion Legal, Corporate Affair & ✓ POJK 23/2023 Article 22-24
Literation & Inclusion
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 69
Page 94
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Mandatory Executive Officer PIC in Structure Mandatory report to Regulatory Basic
Director
APU PPT Compliance and Risk Mgmt ✓ (Dir Compliance) POJK 23/2023 Article 12-13
Anti Fraud Compliance & Risk Mgmt ✓ (Dir Compliance) POJK 23/2023 Article8
1. Internal Audit
• Memastikan efektivitas pengendalian internal sesuai dengan tujuan perusahaan serta
standar aturan yang berlaku
• Meninjau, mengevaluasi, mengembangkan, menerapkan, memelihara, dan memverifikasi
kontrol internal dan bisnis untuk proses, sistem, laporan keuangan, jurnal, dan laporan
sesuai dengan standard audit internal dan standar yang diamanatkan regulator
• Mengembangkan, merencanakan dan mengevaluasi program audit internal untuk
organisasi untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan, prosedur dan standar
organisasi
• Merencanakan dan melakukan pemeriksaan audit operasional berkala untuk
mengidentifikasi kesenjangan pengendalian internal dalam prosedur bisnis, proses, atau
sistem dan memulai tindakan perbaikan yang tepat
• Menyiapkan laporan untuk pengelolaan hasil audit, memberikan rekomendasi perbaikan.
2. Departemen Distribusi
1) Bancass & BUSB
• Mengelola aktivitas bisnis untuk mendukung pelaksanaan rencana bisnis di wilayah
agar berjalan dengan baik sesuai dengan strategi dan target.
• Bertanggung jawab untuk memantau aktivitas Konsultan Bancassurance.
• Membangun hubungan yang baik dengan mitra bank di wilayah (dalam lingkup
kewenangan).
• Mengembangkan, membimbing, dan mengevaluasi bawahan untuk memastikan talenta
yang produktif dan kompeten.
• Memastikan kinerja tim penjualan di wilayah (dalam wilayah kewenangan) bekerja
secara optimal untuk mendukung strategi yang telah ditetapkan.
2) Agency and Referral Business
• Penjualan keagenan, yang bertugas menyusun strategi dan perencanaan bisnis untuk
meningkatkan produktivitas penjualan polis asuransi jiwa melalui kemitraan dengan
agen. Selain itu divisi ini juga bertanggung jawab mengembangkan kemampuan agen
melalui program pelatihan serta mengelola program penjualan dan distribusi.
• Pelatihan dan Pengembangan Keagenan, yang berfokus pada pembuatan program
pelatihan, penyusunan materi dan kurikulum untuk berbagai kanal distribusi, serta
melakukan evaluasi hasil pelatihan guna meningkatkan efektivitas program dan
produktivitas tenaga penjual. Selain itu dilakukan juga analisis kebutuhan pelatihan
untuk menentukan program pengembangan baru.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 70
Page 95
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Dukungan Bisnis Keagenan, yang mencakup pengelolaan proses pembiayaan keagenan,
optimalisasi proses operasional, penyelenggaraan kegiatan keagenan seperti kontes
dan program penghargaan, penyampaian komunikasi kepada tenaga penjual,
pengawasan penggunaan anggaran, serta dukungan terhadap berbagai proyek dan
inisiatif keagenan.
• Akselerasi dan RACE Keagenan, yang bertugas mencari dan merekrut mitra penjualan
keagenan baru, memastikan kualitas agen yang direkrut melalui proses seleksi dan
pemeriksaan latar belakang, serta mendukung pengembangan tim baru agar dapat
mencapai target bisnis.
• Pemantauan Kinerja, yang meliputi validasi laporan program keagenan, pengolahan
data dan penggunaan teknik pemodelan data, pengelolaan dashboard kinerja
penjualan, analisis laporan keuangan, serta pengawasan implementasi sistem atau
program baru.
• Analisa Bisnis, Manajemen Proyek, dan Tata Kelola, yang bertugas menganalisis
struktur bisnis, mengidentifikasi permasalahan bisnis, bekerja sama dengan tim
keagenan untuk meningkatkan produktivitas penjualan, mengkomunikasikan program
baru kepada pemangku kepentingan, mengevaluasi sistem baru, serta menyusun dan
memonitor SOP serta pedoman kerja.
3. Complaint Management & Customer Protection
• Manajemen Pengaduan, tugas utamanya adalah menerima dan mencatat keluhan nasabah
dari berbagai saluran, melakukan investigasi dan analisis untuk mengetahui akar masalah,
serta memberikan tanggapan dan solusi yang cepat, adil, dan sesuai kebijakan
perusahaan. Selain itu, unit ini juga memastikan seluruh komunikasi terkait keluhan
terdokumentasi dengan baik sesuai standar SLA perusahaan. Satuan kerja ini juga
bertugas menganalisis tren keluhan, menyusun laporan berkala, mengusulkan perbaikan
proses atau produk, serta melakukan eskalasi kepada manajemen apabila keluhan
berpotensi menimbulkan sengketa dengan nasabah.
• Perlindungan Pelanggan, tanggung jawabnya adalah memastikan seluruh produk, layanan,
dan materi pemasaran sesuai dengan spesifikasi produk serta tidak melanggar regulasi
dan prinsip syariah. Selain itu, unit ini juga bertugas menjaga kerahasiaan data nasabah
dan mengawasi proses penjualan agar nasabah benar-benar memahami produk yang
ditawarkan.
4. Operation & IT
1) HR Operation
• HC Business Partner, yang bertugas bekerja sama dengan manajemen unit bisnis untuk
mengembangkan inisiatif SDM yang selaras dengan strategi perusahaan. Tugasnya
meliputi analisis struktur organisasi, pengelolaan proses rekrutmen, pemantauan
kinerja karyawan, analisis kebutuhan pelatihan, serta pengelolaan identifikasi talenta
dan perencanaan suksesi.
• People Development, yang berfokus pada pengembangan karyawan melalui
penyelarasan KPI, peningkatan kinerja, pengelolaan program pengembangan individu
dan Management Trainee (MT), pengembangan program talenta, serta kerja sama
dengan vendor eksternal untuk penyediaan program pelatihan.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 71
Page 96
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Rewards and Service Delivery, yang bertanggung jawab dalam pengelolaan sistem
imbalan karyawan seperti gaji, insentif, evaluasi jabatan, penilaian kinerja, kenaikan
gaji, serta pengelolaan layanan SDM termasuk penggajian, tunjangan, dan berbagai
transaksi administratif SDM.
• HRIS and MIS, yang bertugas mengelola sistem informasi sumber daya manusia
menggunakan sistem komputer yang efisien, serta melakukan analisis, perancangan,
dan pemeliharaan sistem informasi untuk mendukung administrasi dan proyek SDM.
• Employee Relation, yang bertanggung jawab mengelola hubungan karyawan,
memastikan kepatuhan terhadap kebijakan dan peraturan perusahaan, menangani
pertanyaan atau keluhan karyawan, serta mengelola proses administratif terkait
kebijakan dan pelaporan SDM.
2) Policy Operation & Underwriting
• Underwriting (Seleksi Risiko) yang bertugas melakukan penilaian dan seleksi risiko
terhadap pengajuan asuransi individu maupun kelompok. Proses ini mencakup evaluasi
kondisi kesehatan, riwayat medis, risiko pekerjaan, kondisi keuangan, serta informasi
lain yang mempengaruhi keputusan untuk menerima, mengubah, atau menolak suatu
risiko serta menentukan manfaat dan tarif yang sesuai.
• Policy Administration Service, yang bertanggung jawab melakukan perubahan minor
pada polis sesuai permintaan nasabah serta memproses berbagai transaksi keuangan
polis seperti penarikan dana (withdrawal), penutupan polis (surrender), switching, dan
pengaktifan kembali polis (reinstate).
• Collection (Penagihan), yang bertugas mengidentifikasi dan menagih premi dari
nasabah individu maupun perusahaan, memantau pembayaran premi berkala pada
berbagai rekening bank, serta mengelola administrasi dan pelaporan polis yang tidak
aktif.
• Customer Service, yang memberikan layanan informasi kepada nasabah terkait polis,
produk, dan layanan perusahaan. Unit ini juga bertugas menangani permintaan
layanan dan keluhan nasabah secara cepat, konsisten, dan sesuai standar kualitas,
serta melakukan analisis terhadap keluhan untuk mencegah masalah serupa terjadi
kembali di masa depan.
3) Information Technology
• IT Infrastructure, yang bertanggung jawab mengelola infrastruktur teknologi informasi
perusahaan, termasuk jaringan fisik, server, perangkat lunak, serta memberikan
dukungan teknis kepada pengguna internal terkait perangkat keras dan aplikasi
komputer. Selain itu, unit ini juga mengelola dan menganalisis fasilitas jaringan
seperti router, switch, dan layanan jaringan lainnya.
• Database & System Application, yang bertugas merancang, mengembangkan, menguji,
dan menyesuaikan solusi teknologi informasi pada sistem desktop sesuai kebutuhan
bisnis. Unit ini juga mengelola database perusahaan, melakukan proses backup,
memantau hubungan antara pengguna dan aplikasi, serta memastikan database dapat
berjalan pada berbagai platform dan lingkungan komputasi.
• Web & Mobile Development, yang berfokus pada perancangan, pengembangan,
pengujian, dan pemeliharaan aplikasi berbasis web dan mobile untuk kebutuhan bisnis
internal maupun klien eksternal agar tetap tersedia dan berfungsi dengan baik.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 72
Page 97
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• System Architecture & Project Management, yang bertanggung jawab merancang
solusi arsitektur teknologi informasi sesuai kebutuhan bisnis serta mengelola
koordinasi dan pelaksanaan proyek IT, termasuk pengelolaan sumber daya proyek,
komunikasi dengan pemangku kepentingan, serta penyelesaian risiko atau hambatan
dalam proyek.
4) Claim
• Mengelola proses penilaian dan penyelesaian klaim yang timbul pada polis-polis yang
in force.
• Membuat rekomendasi kebijakan untuk penanganan klaim dan negosiasi klaim
• Mengatur pemrosesan dokumen-dokumen klaim dan terkait permintaan klaim sesuai
dengan procedure yang telah ditentukan dan tepat waktu
• Melakukan proses analisa medis pada klaim asuransi kesehatan dan jiwa, melakuan
investigasi klaim serta evaluasi klaim yang dilakukan oleh TPA
5. Director and CFO
1) Actuary
• Aktuaria tarif produk, yang bertanggung jawab mengelola profitabilitas dan daya saing
produk, menghitung tarif premi, melakukan pengujian sistem untuk produk baru, serta
mengurus perizinan produk ke OJK.
• Aktuaria kelompok, yang bertanggung jawab mengelola premi asuransi grup, meninjau
spesifikasi proposal produk kelompok (seperti SMiLe Medicare, DPLK), dan melakukan
studi morbiditas asuransi kesehatan.
• Sistem aktuaria, bertanggung jawab memastikan perangkat lunak aktuaria berfungsi
baik, mengembangkan aplikasi untuk produk baru, serta meninjau rumus, variabel,
dan validasi data dalam sistem.
• Valuasi & reasuransi, bertanggung jawab menghitung cadangan premi dan klaim
(IBNR), melakukan studi asumsi (mortalitas, biaya, dll), menyusun rencana bisnis,
mengelola strategi reasuransi, serta menghitung tingkat solvabilitas (MMBR).
2) Investment
• Mengelola dan mengkoordinasikan portofolio investasi berdasarkan investasi jangka
panjang dan tetap pada jalurnya, sambil memantau dan mendiversifikasi portofolio
dengan seksama untuk mengoptimalkan pengembalian portofolio sambil mengurangi
risiko dengan mengurangi volatilitas jangka pendek dan jangka panjang dari
keseluruhan portofolio Anda.
• Mendukung dan menjalankan strategi investasi (menganalisis emiten dan memutuskan
untuk menjual/membeli saham/obligasi/reksa dana/DPLK/Unit link), pemantauan
dan pelaporan) atas investasi baru atau yang sudah jatuh tempo.
• Memonitor portofolio investasi untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan-aturan
internal investment, regulator (OJK), pemenuhan prinsip Syariah (DSN MUI) , dan
secara rutin memantau terbitnya aturan-aturan baru terkait pasar modal dari
regulator.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 73
Page 98
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Menyediakan high-level strategy dan saran terkait investasi dan strategi alokasi asset
untuk mendukung keputusan investasi
• Melakukan penelitian di berbagai bidang dan menyiapkan laporan yang mencakup tren
dan indikator ekonomi dan pasar untuk tujuan internal dan eksternal
3) Finance Accounting & Tax
• Keuangan, yang bertanggung jawab mengembangkan, menerapkan, dan menjaga
kebijakan serta rencana keuangan organisasi, memastikan kontrol yang efektif
terhadap proses pembayaran klaim, redemption, bagi hasil, dan komisi, melakukan
rekonsiliasi bank, pemrosesan transaksi, serta memantau saldo kas dan likuiditas
bekerja sama dengan Departemen Investasi, memberikan wawasan layanan keuangan
kepada departemen lain dan mitra bisnis baru.
• Akuntansi, yang bertanggung jawab menetapkan kebijakan akuntansi, melakukan
pengawasan fiskal, serta menjaga aset perusahaan, menyusun dan merekonsiliasi buku
besar serta laporan keuangan (Neraca, Laba Rugi, dan belanja modal), menjamin
akurasi pelaporan keuangan dengan berkoordinasi bersama unit lain seperti Aktuaria,
IT, HC, dan GA agar sesuai dengan standar profesional serta regulasi pemerintah.
• Perpajakan, yang bertanggung jawab mengelola administrasi perpajakan termasuk
penyiapan catatan, pelaporan, dan pengembalian pajak, memberikan rekomendasi
perlakuan pajak untuk memitigasi atau mengurangi beban pajak perusahaan,
menganalisis peraturan pajak domestik maupun internasional untuk mendukung
strategi organisasi serta bertindak sebagai penasihat bagi Manajemen, menyusun,
meninjau, dan memantau anggaran perusahaan dengan mempertimbangkan kinerja
aktual serta proyeksi pendapatan dan pengeluaran masa depan.
6. Director and CRO
1. Compliance, Risk Mgmt, APU – PPT and Anti Fraud
• Kepatuhan, yang bertugas memastikan bisnis berjalan sesuai hukum, melakukan
analisis kesenjangan (gap analysis), mengelola pelaporan ke regulator (OJK-IKNB),
serta memantau kepatuhan dalam aktivitas penjualan dan pemasaran.
• Manajemen risiko, Terbagi menjadi risiko operasional dan finansial. Tugasnya meliputi
identifikasi risiko organisasi, pengembangan kerangka Enterprise Risk Management
(ERM), pengukuran risiko menggunakan model value-at-risk, serta penyusunan rencana
pemulihan bencana (Business Continuity Plan).
• Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme, yang bertugas mencegah
perusahaan digunakan sebagai sarana pencucian uang melalui proses screening
(seperti daftar OFAC), melakukan Enhanced Due Diligence (EDD) pada transaksi
berisiko tinggi, serta melaporkan transaksi mencurigakan kepada pemerintah.
• Anti fraud, yang bertugas mengembangkan strategi untuk meminimalkan kecurangan,
melakukan sosialisasi anti-fraud kepada seluruh karyawan dan tenaga pemasar, serta
mengoordinasikan mitigasi bersama departemen terkait.
• Investigasi, yang bertugas mengelola dan melaksanakan proses investigasi kasus fraud
atau klaim secara tepat waktu, termasuk melakukan wawancara saksi/korban dan
mengumpulkan bukti yang valid untuk mendukung penyelesaian kasus.
2. Legal, Corporate Affair & Literation & Inclusion
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 74
Page 99
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Hukum, yang bertanggung jawab meninjau, menyusun dan menegosiasikan berbagai
kontrak dan memastikan bahwa kontrak tersebut sesuai dengan hukum, aturan dan
kebijakan yang berlaku, menangani masalah hukum baik perdata maupun pindana,
menyiapkan tindakan hukum yang harus diambil terkait permasalahan hukum yang
dihadapi, menyelesaikan permasalahan hukum baik internal maupun eksternal
termasuk didalamnya memeriksa dokumen-dokumen hukum, berkas dan data dalam
kerangka penanganan perkara, memberikan saran hukum, layanan dan opini terkait
permasalahan bisnis (izin-izin perusahaan, surat keputusan, surat edaran dan
pinjaman) untuk mendukung kegiatan perusahaan.
• Sekretaris perusahaan, yang bertanggung jawab menyiapkan dan menjaga corporate
notices, catatan dan tindakan Board of Management dan memastikan kesesuaiannya
dengan persyaratan pelaporan yang diatur, secara terus menerus memperbaharui
pengetahuan tentang aturan-aturan pasar modal, mengatur dan menjaga hubungan
serta Komunikasi antara perusahaan dengan pemangku kepentingan, regulator dan
pihak lainnya.
6.7. Kesimpulan Analisis Aspek Model Manajemen
Berdasarkan analisis terhadap model manajemen PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya
disebut “LIFE”, dapat disimpulkan bahwa perusahaan memiliki struktur manajemen yang solid,
kepemimpinan yang kompeten, serta strategi yang adaptif dalam menghadapi dinamika industri
asuransi. LIFE menerapkan model manajemen berbasis tata kelola perusahaan yang baik (Good
Corporate Governance/GCG), manajemen risiko yang ketat, serta transformasi digital dalam
operasionalnya.
Keunggulan utama dari model manajemen LIFE terletak pada pengelolaan sumber daya manusia yang
terstruktur, dengan SDM yang memiliki keahlian di bidang keuangan, investasi, teknologi, pemasaran,
serta kepatuhan regulasi. Selain itu, perusahaan juga terus meningkatkan efektivitas operasional melalui
digitalisasi proses, inovasi produk, dan ekspansi kanal distribusi untuk memperluas pangsa pasar.
Dari segi kepemimpinan, Dewan Komisaris dan Direksi terdiri dari individu-individu berpengalaman yang
mampu memberikan arah strategis bagi pertumbuhan perusahaan. Dengan dukungan dari berbagai Chief
Officers di bidang aktuaris, transformasi digital, pemasaran, serta manajemen risiko, LIFE mampu
memastikan kesinambungan bisnis serta peningkatan profitabilitas dalam jangka panjang.
Model manajemen LIFE dinilai layak dan adaptif, baik sebelum maupun setelah pemisahan Unit Usaha
Syariah (UUS). Sebelum spin-off, perusahaan mengelola seluruh kegiatan usaha – baik konvensional
maupun syariah – di bawah satu struktur organisasi terpadu yang berlandaskan prinsip tata kelola
perusahaan yang baik (GCG), sistem manajemen risiko yang kuat, serta kepemimpinan berpengalaman
di bidang asuransi, teknologi, dan regulasi.
Pasca pemisahan, struktur organisasi mengalami penyesuaian dengan berpindahnya sebagian personel,
termasuk Dewan Pengawas Syariah, ke entitas syariah. Proses transisi ini tetap mempertahankan kualitas
dan kompetensi manajemen, serta mencerminkan kesiapan LIFE dalam memastikan keberlanjutan
pengelolaan operasional kedua entitas secara profesional. Adanya skenario sinergi, seperti sharing SDM
dan sistem, serta rencana rekrutmen tambahan di lini konvensional menunjukkan fleksibilitas dalam
penguatan daya usaha.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 75
Page 100
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Secara keseluruhan, aspek model manajemen LIFE terbukti mampu menjawab tantangan pemisahan
usaha, dengan landasan organisasi yang kuat, kompetensi SDM yang terjaga, serta mekanisme
pengawasan yang tetap berjalan efektif untuk mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Kesimpulannya, model manajemen LIFE telah dirancang untuk memastikan efisiensi operasional,
kepatuhan terhadap regulasi, serta daya saing yang tinggi dalam industri asuransi jiwa. Dengan
penerapan strategi yang inovatif dan berbasis teknologi, perusahaan berada dalam posisi yang kuat
untuk menghadapi tantangan pasar serta terus berkembang secara berkelanjutan.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 76
Page 101
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
7. Aspek Keuangan
7.1. Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Perhitungan Studi Kelayakan
Seluruh asumsi dalam proyeksi keuangan ini berasal dari manajemen PT MSIG Life Insurance Indonesia
Tbk selanjutnya disebut “LIFE” dan berlaku mulai tahun 2026 sebagai tahun awal proyeksi. Asumsi-
asumsi ini menjadi dasar dalam melakukan penilaian kelayakan terhadap rencana pemisahan Unit Usaha
Syariah (UUS). Berikut rincian asumsi yang digunakan:
• Total pendapatan asuransi (Total Insurance Revenue) diproyeksikan tumbuh dari Rp 1,98 triliun
(2026) menjadi Rp 3,49 triliun (2030), setara rata-rata pertumbuhan 15,2% per tahun
• Laju pertumbuhan diasumsikan melambat secara bertahap setiap tahunnya:
- 2026 → 2027: 23,6%
- 2027 → 2028: 16,7%
- 2028 → 2029: 12,0%
- 2029 → 2030: 8,9%
• Pertumbuhan pendapatan didorong terutama oleh ekspansi bisnis baru yang signifikan, tercermin
dari komponen New Business Block yang diproyeksikan tumbuh hampir empat kali lipat dalam 5
tahun. Asumsi ini mensyaratkan peningkatan kapasitas tenaga pemasar, agen, dan bancassurance
yang signifikan
• Segmen Syariah diasumsikan mencatat defisit kecil sebesar Rp 1,7 miliar di tahun pertama (2026)
yang berangsur-angsur tumbuh menjadi surplus Rp 38,1 miliar di 2030, mengikuti pola pertumbuhan
unit usaha yang baru berdiri mandiri setelah spin-off
• Segmen DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) diasumsikan tumbuh sekitar 0,9% per tahun
sepanjang periode proyeksi
• Breakdown Total Insurance Revenue berdasarkan model pengukuran:
- GMM: Rp 1.643 miliar (2026) → Rp 3.134 miliar (2030), CAGR 17,6%
- VFA: Rp 314 miliar (2026) → Rp 302 miliar (2030), relatif stabil dengan kecenderungan menurun
tipis
- PAA: Rp 23,6 miliar (2026) → Rp 49,8 miliar (2030), CAGR 20,5%
1. ASUMSI CSM — CONTRACTUAL SERVICE MARGIN
• Amortisasi CSM diproyeksikan tumbuh dari Rp 292,7 miliar (2026) menjadi Rp 790,1 miliar (2030),
dengan rata-rata pertumbuhan 28,2% per tahun:
- 2026 → 2027: +53,1%
- 2027 → 2028: +31,9%
- 2028 → 2029: +18,6%
- 2029 → 2030: +12,8%
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 77
Page 102
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Besarnya CSM yang dilepaskan setiap tahun dihitung berdasarkan jumlah unit layanan yang
diberikan kepada nasabah di tahun tersebut dibandingkan total unit layanan yang dijanjikan
selama masa polis
• Seluruh kontrak baru diasumsikan menguntungkan sejak hari pertama, sehingga CSM-nya positif.
Apabila terdapat kontrak yang tidak menguntungkan, kerugiannya langsung dicatat pada tahun
yang bersama, hal ini tercermin dalam komponen Losses on Initial Recognition
• Risk Adjustment (RA), cadangan ekstra untuk menghadapi ketidakpastian klaim, diasumsikan
dilepaskan secara bertahap:
- Rp 58,2 miliar (2026) → Rp 99,8 miliar (2030)
- Rata-rata pertumbuhan 14,5% per tahun, proporsional dengan pertumbuhan portofolio polis
2. ASUMSI KLAIM
A. Klaim yang Diperkirakan (Expected Claims)
• Total Expected Claims diasumsikan tumbuh dari Rp 597 miliar (2026) menjadi Rp 837 miliar
(2030), rata-rata 8,8% per tahun, lebih lambat dari pertumbuhan pendapatan, sehingga rasio
klaim terhadap pendapatan diasumsikan membaik dari 30,1% menjadi 24,0%
• Klaim kematian diasumsikan tumbuh dari Rp 199 miliar menjadi Rp 303 miliar (11,1% per tahun),
proporsional dengan pertumbuhan total uang pertanggungan aktif
• Klaim surrender (polis dibatalkan sebelum jatuh tempo) diasumsikan menurun dari Rp 23,7
miliar menjadi Rp 16,6 miliar. Tingkat lapse rate diasumsikan membaik seiring durasi polis yang
semakin panjang
• Klaim asuransi kesehatan tambahan (Health Rider) merupakan komponen klaim terbesar (Rp
468–622 miliar), diasumsikan sedikit menurun di tahun 2030 setelah mencapai puncak di 2029.
Asumsi ini didasarkan pada implementasi managed care dan repricing yang mulai efektif
• Klaim kecacatan (disability) diasumsikan sangat kecil dan relatif flat sepanjang periode
proyeksi, sekitar Rp 879–940 juta per tahun
• Klaim jatuh tempo (maturity) diasumsikan nol selama seluruh periode 2026–2030, yang berarti
tidak terdapat polis endowment berdurasi pendek yang jatuh tempo dalam periode ini
• Komponen 'Claims and RA Release adjustments for Loss Component' diasumsikan menurun dari
Rp 95,4 miliar (2026) menjadi Rp 55,9 miliar (2030), seiring berkurangnya kontrak yang bersifat
onerous dari tahun ke tahun
B. Klaim yang Dibayarkan (Actual Claims)
• Klaim aktual diasumsikan selalu lebih tinggi dari klaim perkiraan, namun selisihnya semakin
mengecil:
- 2026: klaim aktual 33,3% di atas perkiraan (Rp 796 miliar vs Rp 597 miliar)
- 2030: selisih menyempit menjadi 14,2% (Rp 956 miliar vs Rp 837 miliar)
• “Losses on Initial Recognition” diasumsikan berkisar antara Rp 685 miliar (2026) hingga Rp 1,2
triliun (2030), mencerminkan kerugian yang langsung diakui dari kontrak-kontrak baru yang
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 78
Page 103
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
sejak awal bersifat memberatkan. Nilai ini di bawah 0,05% dari total pendapatan sepanjang
periode proyeksi
• “Losses and Reversal — Subsequent Measurement” diasumsikan menurun dari Rp 99,3 miliar
(2026) menjadi Rp 53,2 miliar (2030), mencerminkan pemulihan bertahap atas kontrak-kontrak
lama yang sebelumnya bersifat memberatkan.
3. ASUMSI BIAYA OPERASIONAL (MAINTENANCE EXPENSES)
• Total biaya pemeliharaan diasumsikan tumbuh dari Rp 377 miliar (2026) menjadi Rp 709 miliar
(2030), rata-rata 17,1% per tahun
• Biaya administrasi dan pemeliharaan polis (Maintenance Expense) diasumsikan tumbuh 17,3%
per tahun, berdasarkan:
- Kenaikan cost per policy sekitar 10–12% per tahun sebagai dampak inflasi dan investasi
digitalisasi
- Pertambahan volume polis aktif yang terus meningkat seiring pertumbuhan bisnis baru
• Komisi perpanjangan polis (Renewal Commission) diasumsikan tumbuh 16,9% per tahun. Tarif
komisi diasumsikan tetap konstan pada kisaran 5–8% dari premi perpanjangan, sehingga kenaikan
nominal komisi sepenuhnya berasal dari pertambahan volume polis
• Biaya aktual yang dikeluarkan diasumsikan sedikit lebih rendah dari anggaran yang dicadangkan,
dengan selisih sekitar 1,5% sepanjang periode proyeksi
4. ASUMSI BIAYA AKUISISI
• Total pemulihan biaya akuisisi (Recovery of Acquisition CFs) diasumsikan tumbuh dari Rp 631
miliar (2026) menjadi Rp 1.001 miliar (2030), rata-rata 12,2% per tahun
• Portofolio polis lama (Inforce Block) diasumsikan menurun dari Rp 454 miliar (2026) menjadi Rp
223 miliar (2030), seiring berkurangnya saldo biaya akuisisi yang masih harus diamortisasi dari
polis-polis yang diterbitkan sebelum periode proyeksi
• Portofolio polis baru (New Business Block) diasumsikan tumbuh agresif dari Rp 177 miliar (2026)
menjadi Rp 778 miliar (2030), hampir empat kali lipat. Pertumbuhan ini merupakan konsekuensi
langsung dari ekspansi bisnis baru yang signifikan di periode proyeksi
• Amortisasi biaya akuisisi (Amortization of Acquisition CFs) diasumsikan identik nilainya dengan
komponen pemulihan, sesuai perlakuan PSAK 74 di mana kedua komponen saling mengimbangi
dalam laporan laba rugi
5. ASUMSI REASURANSI
• Premi yang dibayarkan kepada reasuradur (Allocation of Premiums Paid — Ceded) diasumsikan
tumbuh dari Rp 89,4 miliar (2026) menjadi Rp 184,8 miliar (2030), rata-rata 19,9% per tahun
• Klaim yang dipulihkan kembali dari reasuradur (Incurred Claims Recovered from Reinsurers)
diasumsikan tumbuh dari Rp 62,9 miliar (2026) menjadi Rp 137,5 miliar (2030), rata-rata 21,5%
per tahun. Tingkat pemulihan klaim dari reasuransi diasumsikan meningkat dari 7,9% menjadi
14,4% dari total klaim aktual
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 79
Page 104
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Biaya bersih reasuransi (Total Reinsurance Service Expenses) yang menjadi beban MSIG
diasumsikan tumbuh dari Rp 26,5 miliar (2026) menjadi Rp 47,3 miliar (2030), setara 1,3–1,4%
dari total pendapatan asuransi sepanjang periode proyeksi
6. ASUMSI HASIL INVESTASI
• Total pendapatan investasi (Investment Income) diasumsikan tumbuh dari Rp 857,6 miliar (2026)
menjadi Rp 1.198,6 miliar (2030), rata-rata 8,7% per tahun, lebih lambat dari pertumbuhan
pendapatan premi, mencerminkan asumsi tingkat imbal hasil investasi yang sedikit menurun
seiring tren suku bunga jangka panjang
• Pendapatan investasi dari portofolio pendapatan tetap (Investment Income Capital) diasumsikan
relatif stabil di kisaran Rp 430–441 miliar per tahun, dengan imbal hasil diasumsikan sekitar 6,5–
7,5% per tahun mengacu pada rata-rata imbal hasil SBN Indonesia tenor 10–15 tahun
• Pendapatan investasi unit-linked (Investment Income UL) diasumsikan identik nilainya dengan
beban keuangan unit-linked (Insurance Finance Income Expense UL), sehingga saling
menghilangkan dan tidak berdampak pada laba rugi. Hal ini mencerminkan bahwa hasil investasi
unit-linked sepenuhnya merupakan milik nasabah
• Pendapatan investasi dari cadangan tradisional (Investment Income Traditional) diasumsikan
tumbuh signifikan dari Rp 196,3 miliar (2026) menjadi Rp 474,3 miliar (2030), rata-rata 24,7%
per tahun, seiring bertumbuhnya liabilitas tradisional yang harus di-back-up oleh investasi.
Imbal hasil diasumsikan sekitar 6,5–7,5% per tahun
• Biaya pengelolaan investasi (Investment Expenses) diasumsikan tumbuh proporsional sekitar
8,3% per tahun, dari Rp 7,9 miliar (2026) menjadi Rp 10,9 miliar (2030), setara sekitar 0,9% dari
total aset yang dikelola
• Pajak investasi (Pajak Investasi) diasumsikan berdasarkan tarif PPh Final yang berlaku:
- 10% untuk kupon Surat Berharga Negara (SBN)
- 20% untuk bunga obligasi korporat dan deposito
- Tidak terdapat asumsi perubahan regulasi perpajakan investasi selama periode proyeksi
7. ASUMSI BEBAN KEUANGAN ASURANSI (INSURANCE FINANCE EXPENSE)
• Total beban keuangan asuransi (Insurance Finance Insurance Expense) diasumsikan tumbuh dari
Rp 388,0 miliar (2026) menjadi Rp 911,6 miliar (2030), rata-rata 23,8% per tahun, jauh lebih
cepat dari pertumbuhan pendapatan
• Komponen beban keuangan asuransi terdiri dari:
- Komponen UL: Rp 228 miliar (2026) → Rp 304 miliar (2030), tumbuh 7,5% per tahun. Identik
dengan pendapatan investasi UL sehingga net-nya nol
- Komponen Tradisional: Rp 160 miliar (2026) → Rp 607 miliar (2030), tumbuh 39,5% per
tahun. Ini adalah komponen yang menimbulkan tekanan terbesar pada Finance Results
• Sebagai akibatnya, Finance Results (selisih antara pendapatan dan beban keuangan) diasumsikan
terus menurun dari Rp 469,6 miliar (2026) menjadi Rp 287,0 miliar (2030), atau turun sebesar
38,9% dalam 5 tahun
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 80
Page 105
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
• Tingkat diskonto yang digunakan untuk menghitung beban keuangan ini diasumsikan sekitar 6,5–
7,0% per tahun, mengacu pada kurva imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia jangka panjang
yang disesuaikan dengan illiquidity premium sesuai ketentuan PSAK 74
8. ASUMSI BEBAN LAINNYA DAN PROFITABILITAS AKHIR
• Pendapatan lain-lain (Other Income) diasumsikan tumbuh dari Rp 12,2 miliar (2026) menjadi Rp
52,3 miliar (2030), rata-rata 43,9% per tahun, mencerminkan berkembangnya sumber
pendapatan non-premi seperti fee bancassurance, pendapatan berbasis layanan digital, dan
sumber pendapatan non-underwriting lainnya
• Beban lain-lain (Other Expense), meliputi biaya pegawai, teknologi informasi, sewa kantor, dan
overhead korporat, diasumsikan tumbuh 14,7% per tahun dari Rp 173,3 miliar (2026) menjadi Rp
300,8 miliar (2030). Tidak terdapat asumsi beban luar biasa (extraordinary expense) selama
periode proyeksi
• Laba Sebelum Pajak (Profit Before Tax) diproyeksikan tumbuh dari Rp 561 miliar (2026) menjadi
Rp 901 miliar (2030), dengan laju pertumbuhan yang melambat setiap tahunnya:
- 2026 → 2027: +25,2%
- 2027 → 2028: +15,3%
- 2028 → 2029: +8,9%
- 2029 → 2030: +2,1%
• Margin Laba Sebelum Pajak terhadap Total Insurance Revenue diasumsikan sedikit menurun dari
28,3% (2026) menjadi 25,8% (2030), mencerminkan tekanan beban keuangan dan operasional
yang tumbuh sedikit lebih cepat dari pendapatan
• Pajak Penghasilan Badan diasumsikan menggunakan tarif 22% sesuai UU Harmonisasi Peraturan
Perpajakan (HPP), tanpa asumsi insentif fiskal khusus selama periode proyeksi
7.2. Proyeksi Sebelum dan Sesudah Pemisahan Unit Usaha Syariah
Berikut merupakan dampak yang diperkirakan dapat terjadi pada proyeksi keuangan Konsolidasian PT
MSIG Life Insurance Indonesia Tbk selanjutnya disebut “LIFE”
Proyeksi Sebelum Pemisahan Unit Usaha Syariah
(dalam Jutaan Rupiah)
Sebelum Pemisahan Unit Usaha
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Syariah
ASET
Kas dan bank 1.004.879 1.526.024 1.876.002 2.191.746 2.500.069 2.749.233
-
Piutang Premi - Sharia 4.728 - - - -
-
Aset kontrak asuransi - - - - -
Piutang investasi 164.607 238.479 290.374 335.186 383.119 428.300
Aset kontrak reasuransi - 15.269 22.487 31.665 35.081 29.282
Piutang lain-lain 53.232 73.497 88.565 100.878 115.568 131.556
Biaya dibayar di muka 106.091 146.478 176.510 201.049 230.326 262.190
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 81
Page 106
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Sebelum Pemisahan Unit Usaha
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Syariah
Investasi 14.075.131 13.514.143 14.001.064 15.128.990 16.741.343 18.834.427
Aset tetap - neto 162.489 224.346 270.342 307.927 352.768 401.571
Aset hak-guna - neto 17.041 23.528 28.352 32.294 36.996 42.115
Aset lain-lain 285.504 397.948 480.543 548.842 628.471 712.793
TOTAL ASET 15.873.702 16.159.713 17.234.240 18.878.576 21.023.741 23.591.466
LIABILITAS
Liabilitas kontrak asuransi 6.012.056 5.823.757 6.594.806 7.905.285 9.670.527 11.873.758
Liabilitas kontrak reasuransi 22.045 5.425 (13.302) (43.044) (81.267) (125.224)
Utang komisi - Sharia 2.333 2.309 2.332 2.356 2.379 2.403
Liabilitas kepada pemegang polis -
- - - - -
Sharia:
Liability manfaat polis masa depan 129.493 150.478 157.581 174.098 191.033 210.192
Premi belum merupakan
4.754 4.094 4.287 4.737 5.198 5.719
pendapatan
Estimasi liabilitas klaim 19.396 20.185 22.301 24.470 26.924
19.275
Utang klaim 1.244 1.322 1.461 1.603 1.763
1.262
Beban akrual 139.990 174.536 212.043 262.256 320.482
148.120
Liabilitas imbalan kerja karyawan 37.080 46.230 56.165 69.465 84.888
39.234
Liabilitas sewa 15.453 19.266 23.407 28.950 35.377
16.350
Utang pajak 2.272 3.649 4.343 5.246 6.290
3.184
Liabilitas pajak tangguhan 61.660 77.449 94.029 116.207 141.923
65.788
Utang lain-lain 250.049 383.102 461.767 563.431 681.034
331.146
Simpanan pemegang polis 323.307 403.092 489.713 605.680 740.153
342.084
Ujrah di terima di muka 41.909 41.482 41.896 42.315 42.738 43.166
TOTAL LIABILITAS 7.063.041 6.993.988 7.916.433 9.450.975 11.507.916 14.048.848
DANA PESERTA 193.435
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp100
(nilai penuh) per saham
Modal dasar, ditempatkan dan disetor 210.000 210.000 210.000 210.000 210.000 210.000
penuh - 2.100.000.000 (nilai penuh)
saham
Tambahan modal disetor 6.842.500 6.842.500 6.842.500 6.842.500 6.842.500 6.842.500
Keuntungan yang belum direalisasi atas
perubahan nilai wajar efek yang diukur
410.183 410.183 410.183 410.183 410.183 410.183
pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - neto
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 82
Page 107
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Sebelum Pemisahan Unit Usaha
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Syariah
Penyisihan kerugian penurunan nilai
atas efek yang diukur pada nilai wajar 10.908 10.802 10.802 10.802 10.802 10.802
melalui penghasilan komprehensif lain
Surplus revaluasi tanah dan bangunan -
113.331 111.064 108.843 106.666 104.533 102.442
neto
Saldo laba 1.030.304 1.581.176 1.735.479 1.847.450 1.937.807 1.966.690
Penghasilan komprehensif lain
TOTAL EKUITAS 8.617.226 9.165.725 9.317.807 9.427.602 9.515.825 9.542.617
TOTAL LIABILITAS, DANA PESERTA,
15.873.702 16.159.713 17.234.240 18.878.576 21.023.741 23.591.466
DAN EKUITAS
Sebelum Pemisahan Unit Usaha
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Syariah
PENDAPATAN
Insurance revenue 1.971.845 1.980.309 2.447.752 2.857.484 3.200.592 3.486.596
Insurance service expenses (2.051.064) (1.701.009) (1.981.824) (2.215.865) (2.399.667) (2.577.348)
Net income (expense) from reinsurance
(28.887) (26.468) (27.764) (35.773) (41.139) (47.310)
contracts held
Hasil Jasa Asuransi (108.106) 252.832 438.165 605.846 759.786 861.938
Pendapatan pengelolaan operasi
40.875 31.519 39.867 49.624 54.143 58.780
asuransi syariah (ujrah)
Hasil investasi - neto 1.039.755 925.221 975.397 1.049.270 1.160.792 1.302.195
Pembalikan (penyisihan) kerugian
(17.375) - - - - -
penurunan nilai
Pendapatan lain-lain - - - - - -
Total Pendapatan Investasi 1.063.255 956.740 1.015.264 1.098.894 1.214.934 1.360.975
Pendapatan (beban) keuangan dari
(391.290) (388.018) (465.896) (580.839) (731.508) (911.564)
kontrak asuransi
Pendapatan (beban) keuangan dari
- - - - - -
kontrak reasuransi
Pendapatan (Beban) Keuangan Bersih (391.290) (388.018) (465.896) (580.839) (731.508) (911.564)
Hasil asuransi dan investasi bersih 563.859 821.554 987.532 1.123.901 1.243.212 1.311.349
Beban umum dan administrasi (155.608) (173.333) (195.785) (228.402) (263.011) (300.828)
Pendapatan lain-lain 68.238 23.283 18.188 14.416 13.968 17.789
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 83
Page 108
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Sebelum Pemisahan Unit Usaha
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Syariah
Beban lain-lain (87.675) (40.599) (48.127) (54.595) (60.208) (68.543)
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK FINAL
388.814 630.905 761.807 855.320 933.961 959.768
DAN PAJAK PENGHASILAN
Pajak final (75.379) (60.275) (66.877) (73.272) (83.278) (96.333)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 313.435 570.630 694.930 782.048 850.683 863.435
(Beban) Manfaat pajak penghasilan - - - - - -
LABA TAHUN BERJALAN 313.435 570.630 694.930 782.048 850.683 863.435
Proyeksi Sesudah Pemisahan Unit Usaha Syariah
(dalam Jutaan Rupiah)
Sesudah Pemisahan Unit Usaha
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Syariah
ASET
Kas dan bank 1.004.879 1.528.853 1.880.168 2.197.612 2.506.568 2.754.657
Piutang Premi - Sharia 4.728 - - - - -
Aset kontrak asuransi - - - - - -
Piutang investasi 164.607 238.708 290.711 335.660 383.645 428.739
Aset kontrak reasuransi - 15.581 22.946 32.311 35.797 29.879
Piutang lain-lain 53.232 73.497 88.565 100.878 115.568 131.556
Biaya dibayar di muka 106.091 146.478 176.510 201.049 230.326 262.190
Investasi 14.075.131 13.711.767 14.197.513 15.324.083 16.936.255 19.031.200
Aset tetap - neto 162.489 224.346 270.342 307.927 352.768 401.571
Aset hak-guna - neto 17.041 23.528 28.352 32.294 36.996 42.115
Aset lain-lain 285.504 398.025 480.656 549.001 628.647 712.940
TOTAL ASET 15.873.702 16.360.782 17.435.763 19.080.815 21.226.570 23.794.847
LIABILITAS
Liabilitas kontrak asuransi 6.012.056 5.823.757 6.594.806 7.905.285 9.670.527 11.873.758
Liabilitas kontrak reasuransi 22.045 5.425 (13.302) (43.044) (81.267) (125.224)
Utang komisi - Sharia 2.333 2.356 2.380 2.404 2.428 2.452
Liabilitas kepada pemegang polis -
Sharia:
Liability manfaat polis masa depan 129.493 153.549 160.797 177.651 194.932 214.481
Premi belum merupakan
4.754 4.178 4.375 4.833 5.304 5.836
pendapatan
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 84
Page 109
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Sesudah Pemisahan Unit Usaha
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Syariah
Estimasi liabilitas klaim 19.396 19.669 20.597 22.756 24.970 27.474
Utang klaim 1.244 1.288 1.349 1.490 1.635 1.799
Beban akrual 139.990 148.120 174.536 212.043 262.256 320.482
Liabilitas imbalan kerja karyawan 37.080 39.234 46.230 56.165 69.465 84.888
Liabilitas sewa 15.453 16.350 19.266 23.407 28.950 35.377
Utang pajak 2.272 3.200 3.666 4.362 5.266 6.313
Liabilitas pajak tangguhan 61.660 65.799 77.460 94.042 116.222 141.939
Utang lain-lain 250.049 332.504 384.558 463.461 565.370 683.250
Simpanan pemegang polis 323.307 342.084 403.092 489.713 605.680 740.153
Ujrah di terima di muka 41.909 42.328 42.751 43.179 43.611 44.047
TOTAL LIABILITAS 7.063.041 6.999.841 7.922.562 9.457.747 11.515.347 14.057.024
DANA PESERTA 193.435 193.435 193.435 193.435 193.435 193.435
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp100
(nilai penuh) per saham
Modal dasar, ditempatkan dan disetor 210.000 210.000 210.000 210.000 210.000 210.000
penuh - 2.100.000.000 (nilai penuh)
saham
Tambahan modal disetor 6.842.500 6.842.500 6.842.500 6.842.500 6.842.500 6.842.500
Keuntungan yang belum direalisasi atas
perubahan nilai wajar efek yang diukur
410.183 410.183 410.183 410.183 410.183 410.183
pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - neto
Penyisihan kerugian penurunan nilai
atas efek yang diukur pada nilai wajar 10.908 10.802 10.802 10.802 10.802 10.802
melalui penghasilan komprehensif lain
Surplus revaluasi tanah dan bangunan -
113.331 111.064 108.843 106.666 104.533 102.442
neto
Saldo laba 1.030.304 1.582.957 1.737.438 1.849.482 1.939.771 1.968.460
Penghasilan komprehensif lain 210.000
TOTAL EKUITAS 8.617.226 9.167.506 9.319.766 9.429.633 9.517.788 9.544.388
TOTAL LIABILITAS, DANA PESERTA,
15.873.702 16.360.782 17.435.763 19.080.815 21.226.570 23.794.847
DAN EKUITAS
Sesudah Pemisahan Unit Usaha
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Syariah
PENDAPATAN
Insurance revenue 1.971.845 1.980.309 2.447.752 2.857.484 3.200.592 3.486.596
Insurance service expenses (2.051.064) (1.701.009) (1.981.824) (2.215.865) (2.399.667) (2.577.348)
Net income (expense) from reinsurance
(28.887) (26.468) (27.764) (35.773) (41.139) (47.310)
contracts held
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 85
Page 110
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Sesudah Pemisahan Unit Usaha
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Syariah
Hasil Jasa Asuransi (108.106) 252.832 438.165 605.846 759.786 861.938
Pendapatan pengelolaan operasi
40.875 59.142 98.266 139.292 160.668 184.028
asuransi syariah (ujrah)
Hasil investasi - neto 1.039.755 925.752 975.945 1.049.859 1.161.450 1.302.967
Pembalikan (penyisihan) kerugian
(17.375) - - - - -
penurunan nilai
Pendapatan lain-lain
Total Pendapatan Investasi 1.063.255 984.894 1.074.211 1.189.150 1.322.118 1.486.995
Pendapatan (beban) keuangan dari
(391.290) (388.018) (465.896) (580.839) (731.508) (911.564)
kontrak asuransi
Pendapatan (beban) keuangan dari
- - - - - -
kontrak reasuransi
Pendapatan (Beban) Keuangan Bersih (391.290) (388.018) (465.896) (580.839) (731.508) (911.564)
Hasil asuransi dan investasi bersih 563.859 849.707 1.046.479 1.214.157 1.350.396 1.437.370
Beban umum dan administrasi (155.608) (173.333) (195.785) (228.402) (263.011) (300.828)
Pendapatan lain-lain 68.238 23.981 21.465 18.645 16.926 19.405
Beban lain-lain (87.675) (78.702) (102.285) (120.716) (138.445) (158.715)
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK FINAL
388.814 621.653 769.874 883.684 965.866 997.233
DAN PAJAK PENGHASILAN
Pajak final (75.379) (60.419) (67.040) (73.476) (83.552) (96.723)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 313.435 561.234 702.833 810.208 882.314 900.510
(Beban) Manfaat pajak penghasilan - - - - - -
LABA TAHUN BERJALAN 313.435 561.234 702.833 810.208 882.314 900.510
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 86
Page 111
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
7.3. Penetapan Tingkat Diskonto
Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model
(CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium untuk
menutup risiko sistematis dari sekuritas saham. Dengan formula sebagai berikut:
Ke = Rf + ß (Rm-Rf)
Ke = Rf + ß Rp
Dimana:
Rf = Tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
ß = Risiko sistematis
Rm = Tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rm = Selisih antara Rm dengan Rf
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah
tingkat bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal studi kelayakan usaha yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025, maka
instrumen bebas risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap yang
dikeluarkan oleh Pemerintah, yaitu Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor 30 tahun, yield tertimbang
sebesar 6,698%, dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf).
Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga
saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutkan risiko-risiko ini,
dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di
sekuritas pada pasar negara berkembang (emerging market).
Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil damodaran per tanggal 1
Januari 2026 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia adalah sekitar
6,70%. Dengan Country Default Spread sebesar 1,62%.
ß (Beta) Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap pengembalian pasar
saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500 atau IHSG). Untuk LIFE kami
menggunakan Beta dari damodaran pada sektor yang sama.
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung
cost of equity LIFE, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata levered beta.
Rs (specific-company risk premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh pemegang saham
perusahaan telah tercermin dalam perhitungan cost of equity menggunakan CAPM namun belum
mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh perusahaan. Pada
umumnya tingkat risiko spesifik perusahaan berkisar antara 0-6% (Mercer Capital). Kami berpendapat
bahwa tidak ada premi risiko spesifik yang diperhitungkan, sehingga biaya modal ekuitas LIFE adalah
sebagai berikut:
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 87
Page 112
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Discount Rate Source
Cost of Equity (Ke) 31 Desember 2025
PHEI, tenor 30 years, 31 Desember
Rf 6,698%
2025
Damodaran, 1 Jan 2026, Industry :
Beta 0,82
insurance (Life)
Market Risk Premium 6,70% Damodaran, 1 Januari 2026
Default Spread 1,62% Damodaran, 1 Januari 2026
Cost of Equity 10,60%
7.4. Analisis Kelayakan Investasi
Mengacu pada karakteristik khusus dari aksi korporasi pemisahan unit usaha (spin-off) ini, pengujian
atas kelayakan finansial difokuskan pada pengukuran Penciptaan Nilai Tambah (Value Creation) yang
direpresentasikan oleh indikator Nilai Kini Bersih Inkremental (Incremental Net Present Value / NPV
Inkremental). Pendekatan ini digunakan karena aksi korporasi ini tidak melibatkan pengeluaran investasi
riil baru layaknya proyek investasi baru, melainkan restrukturisasi dari entitas yang telah beroperasi
secara matang (going concern). Oleh karena itu, evaluasi kelayakan yang paling relevan dan
representatif adalah dengan membandingkan proyeksi nilai ekuitas setelah aksi korporasi dengan kondisi
existing perusahaan (tanpa spin-off).
Nilai Kini Bersih Inkremental (Incremental Net Present Value / NPV Inkremental) Indikator ini mengukur
selisih absolut antara total Nilai Kini Bersih dari proyeksi Arus Kas Bebas (Free Cash Flow) entitas pada
skenario Sesudah Spin-Off terhadap total Nilai Kini Bersih pada skenario Sebelum Spin-Off (kondisi
existing). Kelayakan rencana aksi korporasi dievaluasi melalui komparasi tersebut, di mana suatu
rencana strategis dinilai layak (feasible) dan diyakini menciptakan nilai tambah apabila menghasilkan
angka NPV Inkremental yang positif (>0). Angka positif ini mengartikan bahwa strategi pemisahan entitas
terbukti mampu memaksimalkan dan memperbesar basis kekayaan pemegang saham secara konsolidasi.
Sebaliknya, apabila hasil komparasi NPV Inkremental bernilai negatif, maka aksi korporasi tersebut
dinilai mendistruksi nilai perusahaan dan secara finansial tidak direkomendasikan untuk dieksekusi.
Mengacu pada konsep dasar di atas, evaluasi kelayakan atas rencana aksi korporasi ini dihitung dengan
membandingkan estimasi manfaat ekonomi di masa mendatang yang diukur menggunakan basis proyeksi
Arus Kas Bebas (Free Cash Flow) antara skenario terbentuknya entitas baru pasca-spin-off dengan
skenario pra-spin-off. Rangkuman hasil analisis penciptaan nilai tambah (Incremental NPV) tersebut
disajikan dalam tabel berikut:
Sebelum Spin Off 2026 2027 2028 2029 2030 TV
Tahun ke Tahun ke Tahun ke - Tahun ke - Tahun ke -
FCF Tahun 0
-1 -2 3 4 5
Laba Tahun Berjalan 570.630 694.930 782.048 850.683 863.435
Depresiasi dan amortisasi 26.082 36.012 43.395 49.428 56.626
Investasi (210.000)
CAPEX (87.939) (82.008) (80.980) (94.269) (105.428)
Perubahan Total Aset 303.478 (673.728) (1.287.067) (1.787.298) (2.264.640)
Perubahan Total Liabilitas (69.053) 922.445 1.534.542 2.056.942 2.540.932
Arus Kas Bebas Perusahaan (210.000) 743.198 897.651 991.938 1.075.485 1.090.925
Discount Rate 10,60% 10,60% 10,60% 10,60% 10,60%
Disccount Factor 1 0,90 0,82 0,74 0,67 0,60
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 88
Page 113
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Nilai Kini Arus Kas Bebas
- 210.000 671.981 733.858 733.232 718.808 659.258 5.055.406
Perusahaan
NPV 8.362.543
Sesudah Spin Off 2026 2027 2028 2029 2030 TV
Tahun ke - Tahun ke Tahun ke - Tahun ke - Tahun ke -
FCF Tahun 0
1 -2 3 4 5
Laba Tahun Berjalan 561.234 702.833 810.208 882.314 900.510
Depresiasi dan amortisasi 26.082 36.012 43.395 49.428 56.626
Investasi (210.000)
CAPEX (87.939) (82.008) (80.980) (94.269) (105.428)
Perubahan Total Aset 105.238 (672.846) (1.286.081) (1.787.256) (2.266.266)
Perubahan Total Liabilitas (63.200) 922.721 1.535.184 2.057.600 2.541.677
Arus Kas Bebas Perusahaan (210.000) 541.415 906.713 1.021.726 1.107.818 1.127.118 8.554.511
Discount Rate 10,60% 10,60% 10,60% 10,60% 10,60%
Disccount Factor 1 0,90 0,82 0,74 0,67 0,60
Nilai Kini Arus Kas Bebas
-210.000 489.533 741.266 755.251 740.418 681.131 5.223.129
Perusahaan
NPV 8.420.728
Parameter Nilai Kriteria Kelayakan Keterangan
Nilai Tambah (Incremental
58.185 NPV > 0 Layak
NPV)
Berdasarkan analisa kelayakan di atas, Nilai Tambah (Incremental NPV) menunjukkan nilai positif.
7.5. Analisis Profitabilitas
Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, berikut Profitabilitas yang
dihasilkan:
Metrik Tahun ke -1 Tahun ke -2 Tahun ke -3 Tahun ke -4 Tahun ke -5
Laba Bersih (Rp M) 561.234 702.833 810.208 882.314 900.510
Net Profit Margin (%) 18,93% 19,96% 20,02% 19,51% 18,11%
Return on Equity / ROE (%) 6,12% 7,54% 8,59% 9,27% 9,43%
Return on Assets / ROA (%) 3,43% 4,03% 4,25% 4,16% 3,78%
Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode
tertentu pada tingkat penjualan, aset dan modal saham tertentu. Selama periode proyeksi profitabilitas
menunjukkan kenaikan pada Net Profit Margin hal ini di dukung dari kenaikan pada marjin laba kotor
yang terjadi akibat adanya kenaikan pada pendapatan perusahaan, serta kenaikan pada marjin laba
usaha yang mengindikasikan bahwa perusahaan melakukan efisiensi pada beban operasional perusahaan.
Berdasarkan tabel proyeksi di atas, secara keseluruhan perusahaan menunjukkan kinerja profitabilitas
yang positif selama periode 5 (lima) tahun ke depan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan Laba Bersih
yang terus meningkat secara konsisten setiap tahunnya, dari Rp561,2 miliar pada Tahun ke-1 menjadi
Rp900,5 miliar pada Tahun ke-5.
Dari sisi rasio, perusahaan mampu menjaga stabilitas Net Profit Margin (NPM) di kisaran 18% hingga 20%.
Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan cukup efisien dalam mengelola beban operasionalnya di
tengah peningkatan pendapatan.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 89
Page 114
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Selain itu, kemampuan perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham juga semakin
membaik. Hal ini terlihat dari tren Return on Equity (ROE) yang terus tumbuh dari 6,12% menjadi 9,43%
di akhir periode proyeksi. Sementara itu, tingkat pengembalian aset atau Return on Assets (ROA)
bergerak stabil di kisaran 3,4% hingga 4,25%, yang menunjukkan bahwa aset perusahaan telah
dimanfaatkan secara optimal dan produktif untuk mencetak laba.
7.6. Analisis Sensitivitas
Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor ekonomi, maka berikut ini disajikan
analisa sensitivitas terhadap rencana yang akan dilakukan oleh LIFE:
Variabel Posisi NPV (Juta Rupiah) Kesimpulan
Normal 58.185 Layak
5% 47.685 Layak
Investasi 10% 37.185 Layak
15% 26.685 Layak
-1% (395.535) Tidak Layak
Pendapatan Usaha -2% (849.255) Tidak Layak
-3% (1.302.975) Tidak Layak
1% (263.556) Tidak Layak
Beban Pokok Pendapatan 2% (585.298) Tidak Layak
3% (907.039) Tidak Layak
Analisis sensitivitas dilakukan untuk mengukur tingkat ketahanan dan risiko kelayakan dari rencana aksi
spin-off terhadap skenario pemburukan asumsi. Pengujian dilakukan pada tiga variabel utama, yaitu:
peningkatan Investasi Awal, penurunan Pendapatan Usaha, dan peningkatan Beban Pokok Pendapatan.
Berdasarkan simulasi sensitivitas terhadap Nilai Kini Bersih Inkremental (NPV Inkremental), berikut
adalah analisis ketahanan rencana spin-off terhadap perubahan pada tiga variabel utama:
1. Sensitivitas Kenaikan Investasi (Skenario +5% s.d. +15%)
Pengujian pada variabel ini menunjukkan bahwa rencana spin-off memiliki tingkat ketahanan yang
sangat baik terhadap potensi eskalasi atau pembengkakan kebutuhan modal awal. Berdasarkan
tabel, asumsi kenaikan nilai investasi hingga 15% (yang diasumsikan sebagai tambahan injeksi modal
disetor) masih menghasilkan NPV Inkremental yang positif sebesar Rp26.685 juta, sehingga aksi
korporasi tetap disimpulkan Layak. Hal ini membuktikan bahwa fundamental bisnis eksisting yang
dialihkan sudah sangat kokoh, sehingga mampu menyerap beban tambahan modal di awal tanpa
menghilangkan nilai tambah bagi pemegang saham.
2. Sensitivitas Penurunan Pendapatan Usaha (Skenario -1% s.d. -3%)
Berbeda dengan variabel investasi, penciptaan nilai tambah dari aksi spin-off ini sangat sensitif
terhadap fluktuasi kinerja pendapatan (omzet/premi). Simulasi menunjukkan bahwa margin
toleransi perusahaan sangat sempit, di mana penurunan target Pendapatan Usaha sebesar -1% saja
sudah cukup untuk menghapus seluruh nilai tambah yang direncanakan, menekan NPV Inkremental
hingga menyentuh angka negatif (-Rp395.535 juta), dan mengubah kesimpulan menjadi Tidak Layak.
Artinya, apabila entitas gagal mempertahankan basis pendapatan eksistingnya pasca-spin-off, aksi
pemisahan ini justru akan mendistruksi (menurunkan) kekayaan pemegang saham dibandingkan jika
perusahaan mempertahankan struktur bisnis saat ini.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 90
Page 115
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
3. Sensitivitas Kenaikan Beban Pokok Pendapatan (Skenario +1% s.d. +3%)
Sejalan dengan kerentanan pada sisi pendapatan, variabel Beban Pokok Pendapatan (yang
mencakup beban klaim, komisi, dan biaya langsung lainnya) juga menunjukkan tingkat sensitivitas
yang tinggi. Kenaikan beban pokok sebesar 1% dari asumsi dasar akan langsung menggerus
profitabilitas dan membalikkan NPV Inkremental menjadi defisit sebesar -Rp263.556 juta (Tidak
Layak). Hasil ini memberikan sinyal tegas bahwa efisiensi operasional dan ketepatan valuasi risiko
(underwriting) merupakan faktor krusial. Pembengkakan biaya operasional sekecil apa pun pasca-
spin-off akan secara langsung membatalkan kelayakan ekonomi dari aksi korporasi ini dari kacamata
konsolidasi.
Sebagai kesimpulan umum dari keseluruhan uji sensitivitas di atas, rencana aksi spin-off ini secara
fundamental dinyatakan LAYAK untuk dieksekusi, dengan syarat asumsi kinerja operasional dapat
dicapai sesuai dengan proyeksi dasar (base case). Rencana aksi korporasi ini juga terbukti tangguh dan
tetap LAYAK meskipun terjadi skenario pemburukan berupa pembengkakan biaya investasi awal hingga
15%.
Namun demikian, manajemen perlu memberikan mitigasi risiko yang sangat ketat pada aspek
operasional. Hal ini dikarenakan proyeksi nilai tambah sangat sensitif terhadap kinerja inti, di mana
rencana spin-off ini akan langsung berbalik menjadi TIDAK LAYAK apabila perusahaan mengalami
realisasi penurunan Pendapatan Usaha sebesar 1% atau pembengkakan Beban Pokok Pendapatan sebesar
1% dari target. Kegagalan dalam menjaga batas toleransi operasional yang sempit ini akan mendistruksi
kekayaan pemegang saham sehingga aksi pemisahan entitas menjadi tidak layak secara ekonomi
dibandingkan jika perusahaan mempertahankan struktur bisnis saat ini.
7.7. Kesimpulan Analisis Aspek Keuangan
Layak secara keuangan berdasarkan parameter kelayakan keuangan yaitu:
Parameter Nilai Kriteria Kelayakan Keterangan
Nilai Tambah (Incremental
58.185 NPV > 0 Layak
NPV)
Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel di atas, rencana aksi korporasi pemisahan entitas (spin-off)
secara fundamental dinyatakan LAYAK (Feasible).
Kesimpulan ini ditarik berdasarkan perolehan indikator Nilai Kini Bersih Inkremental (Incremental NPV)
yang bernilai positif, yakni sebesar Rp58.185 (dalam jutaan rupiah). Karena angka tersebut melampaui
kriteria ambang batas kelayakan mutlak (NPV > 0), hal ini mengonfirmasi bahwa aksi spin-off terbukti
mampu menciptakan nilai tambah ekonomis (value creation) secara finansial.
Dengan kata lain, pelaksanaan strategi pemisahan entitas ini diproyeksikan akan memberikan
optimalisasi kekayaan yang lebih besar bagi pemegang saham secara konsolidasi, dibandingkan jika
perusahaan tetap beroperasi pada kondisi eksisting.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 91
Page 116
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
8. Kesimpulan
Analisis kelayakan terhadap Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Tbk Indonesia selanjutnya
disebut “LIFE” telah dilakukan melalui analisa kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis,
kelayakan model manajemen, dan kelayakan keuangan. Kesimpulan dari kajian yang telah dilakukan
antara lain:
1. Rencana pemisahan unit usaha syariah PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk dinyatakan LAYAK
secara pasar. Perusahaan memiliki posisi yang kuat di industri asuransi jiwa nasional dan didukung
oleh tren pertumbuhan positif pada sektor asuransi syariah. Di tengah tantangan perubahan
regulasi PAYDI dan pergeseran preferensi pelanggan ke produk tradisional, perusahaan tetap
mampu mempertahankan kinerja kompetitifnya melalui optimalisasi strategi distribusi multi-kanal
yang beragam serta adaptasi teknologi digital yang intensif. Stabilitas keuangan yang sangat solid
dengan rasio Risk Based Capital (RBC) mencapai 1.838,6% pada akhir 2024 juga menjadi fondasi
kuat untuk memperluas kemitraan strategis dan memastikan keberlanjutan bisnis pasca pemisahan
entitas.
2. Aksi korporasi ini dinilai LAYAK secara teknis karena perusahaan telah didukung oleh infrastruktur
operasional dan sistem teknologi informasi yang mumpuni serta terdigitalisasi secara menyeluruh.
Kesiapan ini dibuktikan dengan implementasi inovasi digital mutakhir seperti Robotic Process
Automation (RPA) dan verifikasi biometrik yang menjamin efektivitas operasional. Selain itu,
perusahaan memiliki lebih dari 500 sumber daya manusia profesional bersertifikasi relevan (seperti
AAJI, A3IK, dan manajemen risiko) serta sistem pengelolaan polis syariah yang telah terspesialisasi
di bawah pengawasan langsung Dewan Pengawas Syariah (DPS).
3. Pemisahan unit usaha syariah dinyatakan LAYAK dan berkelanjutan secara pola bisnis karena
ditopang oleh strategi diversifikasi produk yang relevan serta jaringan distribusi yang luas guna
menjangkau berbagai segmen nasabah. Keunggulan kompetitif ini diperkuat oleh landasan
manajemen risiko yang tangguh, kesiapan kepatuhan terhadap regulasi terkait spin-off, serta
pemanfaatan inovasi digital untuk memperkaya pengalaman pelanggan. Strategi operasional yang
fokus pada pengembangan layanan digital dan asuransi syariah ini diproyeksikan mampu terus
memberikan kontribusi positif dan nilai tambah bagi seluruh pemegang polis, mitra bisnis, maupun
pemegang saham.
4. Secara model manajemen, rencana pemisahan ini terbukti LAYAK berkat struktur organisasi yang
solid serta jajaran kepemimpinan yang kompeten dan sangat berpengalaman di industri asuransi.
Perusahaan secara konsisten menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan
transformasi digital untuk menjamin efisiensi serta kepatuhan regulasi. Kesiapan transisi
manajemen pasca spin-off juga telah terencana dengan baik melalui strategi pengalihan sumber
daya manusia profesional dan penyesuaian fungsi pengawasan Dewan Pengawas Syariah, dengan
tetap menjaga sinergi yang harmonis antar entitas demi mendukung pertumbuhan jangka panjang.
5. Layak secara keuangan berdasarkan parameter kelayakan keuangan untuk yaitu:
Selisih NPV Sebelum dan
Sesudah Perubahan
Parameter Kriteria Kelayakan Keterangan
Kegiatan Usaha (dalam
juta Rp)
NPV 58.185 NPV > 0 Layak
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 92
Page 117
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Rencana pemisahan unit usaha syariah PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk dinyatakan LAYAK
secara keuangan karena diproyeksikan mampu memberikan kontribusi positif dan menciptakan nilai
tambah ekonomis yang signifikan bagi perusahaan secara konsolidasi. Kesimpulan kelayakan ini
didasarkan pada pencapaian indikator Nilai Kini Bersih Inkremental (Incremental NPV) yang bernilai
positif sebesar Rp58.185 juta. Selain itu, ketahanan profitabilitas perusahaan juga terkonfirmasi
melalui stabilitas Net Profit Margin yang diproyeksikan tetap terjaga di kisaran 18-20%, serta tren
Return on Equity (ROE) yang meningkat secara konsisten hingga mencapai 9,43% pada akhir periode
proyeksi, meskipun terdapat pengujian sensitivitas terhadap penurunan pendapatan maupun
pembengkakan beban pokok.
Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat
asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa Perubahan
Kegiatan Usaha dengan mengeluarkan Unit Bisnis Syariah (Spin Off) menjadi entitas anak PT MSIG
Life Insurance Indonesia Tbk dengan kepemilikan saham sebesar 99,9% akan menghasilkan
kontribusi positif dan layak untuk dilakukan.
Demikian Laporan Studi Kelayakan Usaha ini kami sampaikan, atas Kerjasama dan kepercayaan yang
telah diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 93
Page 118
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
DAFTAR PUSTAKA
Arief, S., & Edi, U. (2016). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT Grasindo.
Badan Pusat Statistik. (2024). Gambaran Perekonomian Global. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. (2024). Kinerja Perekonomian Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta. (2024). Pertumbuhan Ekonomi Provinsi DKI Jakarta
Triwulan IV - 2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta.
Bernstorm, S. (2014). Valuation: The Market Approach . British: Wiley.
Bisnis.com. (2025, March 14). MSIG Life Bayarkan Klaim Rp752 Miliar Sepanjang 2024, Naik 19%.
Diambil kembali dari Finansial Bisnis:
https://finansial.bisnis.com/read/20250314/215/1861553/msig-life-bayarkan-klaim-rp752-
miliar-sepanjang-2024-naik-19
Brigita, G., & Farida, L. (2017). PENGARUH STRUKTUR MODAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN. JOM
FISIP, 1-18.
Cerdasco. (2019, September 23). Marjin Laba Operasi. Diambil kembali dari Cerdasco.com:
https://cerdasco.com/margin-laba-operasi/
Cerdasco. (2022, April 17). Rasio Perputaran Persediaan: Formula, Perhitungan dan Cara
Membacanya. Diambil kembali dari Cerdasco: https://cerdasco.com/rasio-perputaran-
persediaan/
Cerdasco. (2022, April 17). Return on Invested Capital (ROIC). Diambil kembali dari cerdasco.com:
https://cerdasco.com/return-on-invested-capital-roic/
Damodaran, A. (2012). Damodaran on Valuation: Security Analysis for Investment and Corporate
Finance. Canada: John Willey and Sons Inc.
Hery. (2016). Financial Ratio For Business. Jakarta: PT Grasindo.
Institute, Corporate Finance. (2021, September 13). Discount for Lack of Marketability (DLOM).
Diambil kembali dari corporatefinanceinstitute.com:
https://corporatefinanceinstitute.com/resources/knowledge/valuation/discount-for-lack-
of-marketability-dlom/
Jannah, M., & Imamsyah, F. (2019). Analisis Strategi Investasi Magic Formula pada Bursa Efek
Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan , 241-252.
Johan, S., & Herbani, L. (2018). Metode Valuasi Manakah yang Lebih Tepat Untuk Merger dan Akuisisi?
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis, 64-71.
Kasmir. (2016). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT Raja Grafindo.
Kenton, W. (2020, Desember 30). Long Term Debt to Total Assets Ratio. Diambil kembali dari
investopedia.com: https://www.investopedia.com/terms/l/long-term-debt-to-total-assets-
ratio.asp
Kontan.co.id. (2024, August 08). MSIG Life Catatkan Pertumbuhan Pendapatan Premi Sebesar 20%
pada Semester I-2024. Diambil kembali dari Keuangan Kontan:
https://keuangan.kontan.co.id/news/msig-life-catatkan-pertumbuhan-pendapatan-premi-
sebesar-20-pada-semester-i-2024
Pranata, D., & Pujiati, D. (2015). The effect of liquidity, profitability, sales growth, and dividend
policy on stock prices after the implementation of IFRS. The Indonesian Accounting Review ,
169-178.
Qurani, Z. R., & Hendratno. (2019). ANALISIS PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO, CURRENT RATIO,
DAN NET PROFIT MARGIN TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PERUSAHAAN. Jurnal Akuntansi,
Audit, dan Sistem Informasi Akuntansi , 169-182.
RICS. (2022). Global Construction Monitor. rics.org.
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 94
Page 119
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Sawir, A. (2009). Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan . Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama.
SPI 330 Edisi Revisi-Penilaian Bisnis. (2020).
The Iconomics. (2024, June 25). MSIG Life Bidik Pertumbuhan Laba Setelah Pajak 295% pada 2024
Menjadi Rp500 Miliar. Diambil kembali dari The Iconomics:
https://www.theiconomics.com/accelerated-growth/msig-life-bidik-pertumbuhan-laba-
setelah-pajak-295-pada-2024-menjadi-rp500-miliar/
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 95
Page 120
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
LAMPIRAN
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 96
Page 121
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
LAMPIRAN PROYEKSI UNIT USAHA SYARIAH (PRA SPIN OFF)
(dalam Jutaan Rupiah)
Without Spinoff 2026 2027 2028 2029 2030
ASET
Kas dan bank 138.604 204.129 287.434 318.449 265.804
Piutang Premi - Sharia - - - - -
Aset kontrak asuransi - - - - -
Piutang investasi 11.209 16.508 23.245 25.753 21.495
Aset kontrak reasuransi 15.269 22.487 31.665 35.081 29.282
Piutang lain-lain - - - - -
Biaya dibayar di muka - - - - -
Investasi 522.822 590.974 730.955 976.805 1.376.134
Aset tetap - neto - - - - -
Aset hak-guna - neto - - - - -
Aset lain-lain 3.758 5.534 7.793 8.634 7.207
TOTAL ASET 691.662 839.632 1.081.092 1.364.722 1.699.921
LIABILITAS
Liabilitas kontrak asuransi - - - - -
Liabilitas kontrak reasuransi - - - - -
Utang komisi - Sharia 2.309 2.332 2.356 2.379 2.403
Liabilitas kepada pemegang polis -
- - - - -
Sharia:
Liability manfaat polis masa depan 150.478 157.581 174.098 191.033 210.192
Premi belum merupakan
4.094 4.287 4.737 5.198 5.719
pendapatan
Estimasi liabilitas klaim 19.275 20.185 22.301 24.470 26.924
Utang klaim 1.262 1.322 1.461 1.603 1.763
Beban akrual - - - - -
Liabilitas imbalan kerja karyawan - - - - -
Liabilitas sewa - - - - -
Utang pajak 780 816 902 990 1.089
Liabilitas pajak tangguhan 547 573 633 694 764
Utang lain-lain 66.574 71.346 83.018 94.992 108.592
Simpanan pemegang polis - - - - -
- - - - -
Ujrah di terima di muka 41.482 41.896 42.315 42.738 43.166
TOTAL LIABILITAS 286.801 300.340 331.819 364.097 400.612
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 97
Page 122
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Without Spinoff 2026 2027 2028 2029 2030
DANA PESERTA 219.674 345.377 551.827 806.516 1.114.662
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp100
(nilai penuh) per saham
Modal dasar, ditempatkan dan disetor 98.000 98.000 98.000 98.000 98.000
penuh - 2.100.000.000 (nilai penuh)
saham
Tambahan modal disetor - - - - -
Keuntungan yang belum direalisasi atas
perubahan nilai wajar efek yang diukur
- - - - -
pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - neto
Penyisihan kerugian penurunan nilai
atas efek yang diukur pada nilai wajar (104) (104) (104) (104) (104)
melalui penghasilan komprehensif lain
Surplus revaluasi tanah dan bangunan -
- - - - -
neto
Saldo laba 87.291 96.019 99.550 96.213 86.750
Penghasilan komprehensif lain - - - - -
TOTAL EKUITAS 185.187 193.915 197.446 194.109 184.646
TOTAL LIABILITAS, DANA PESERTA,
691.662 839.632 1.081.092 1.364.722 1.699.921
DAN EKUITAS
Without Spinoff 2026 2027 2028 2029 2030
PENDAPATAN
Insurance revenue
Insurance service expenses
Net income (expense) from reinsurance
contracts held
Hasil Jasa Asuransi - - - - -
Pendapatan pengelolaan operasi
31.519 39.867 49.624 54.143 58.780
asuransi syariah (ujrah)
Hasil investasi - neto 10.079 10.413 11.182 12.507 14.666
Pembalikan (penyisihan) kerugian
penurunan nilai
Pendapatan lain-lain
Total Pendapatan Investasi 41.598 50.279 60.807 66.649 73.446
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 98
Page 123
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Without Spinoff 2026 2027 2028 2029 2030
Pendapatan (beban) keuangan dari
kontrak asuransi
Pendapatan (beban) keuangan dari
kontrak reasuransi
Pendapatan (Beban) Keuangan Bersih - - - - -
Hasil asuransi dan investasi bersih 41.598 50.279 60.807 66.649 73.446
Beban umum dan administrasi
Pendapatan lain-lain 9.462 4.296 425 (157) 3.493
Beban lain-lain (40.599) (48.127) (54.595) (60.208) (68.543)
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK FINAL
10.460 6.448 6.637 6.285 8.396
DAN PAJAK PENGHASILAN
Pajak final (2.733) (3.108) (3.873) (5.201) (7.417)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 7.727 3.340 2.764 1.084 978
(Beban) Manfaat pajak penghasilan
LABA TAHUN BERJALAN 7.727 3.340 2.764 1.084 978
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 99
Page 124
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
LAMPIRAN PROYEKSI PT MSIG SHARIA LIFE INSURANCE INDONESIA (POST SPIN OFF)
(dalam Jutaan Rupiah)
After Spinoff 2026 2027 2028 2029 2030
ASET
Kas dan bank 141.433 208.294 293.300 324.948 271.228
Piutang Premi - Sharia
Aset kontrak asuransi
Piutang investasi 11.438 16.845 23.719 26.278 21.934
Aset kontrak reasuransi 15.581 22.946 32.311 35.797 29.879
Piutang lain-lain
Biaya dibayar di muka
Investasi 533.492 603.035 745.873 996.740 1.404.218
Aset tetap - neto
Aset hak-guna - neto
Aset lain-lain 3.835 5.647 7.952 8.810 7.354
TOTAL ASET 705.778 856.768 1.103.155 1.392.573 1.734.613
LIABILITAS
Liabilitas kontrak asuransi
Liabilitas kontrak reasuransi
Utang komisi - Sharia 2.356 2.380 2.404 2.428 2.452
Liabilitas kepada pemegang polis -
Sharia:
Liability manfaat polis masa depan 153.549 160.797 177.651 194.932 214.481
Premi belum merupakan
4.178 4.375 4.833 5.304 5.836
pendapatan
Estimasi liabilitas klaim 19.669 20.597 22.756 24.970 27.474
Utang klaim 1.288 1.349 1.490 1.635 1.799
Beban akrual
Liabilitas imbalan kerja karyawan
Liabilitas sewa
Utang pajak 796 833 920 1.010 1.111
Liabilitas pajak tangguhan 558 584 645 708 779
Utang lain-lain 67.933 72.802 84.712 96.930 110.808
Simpanan pemegang polis
Ujrah di terima di muka 42.328 42.751 43.179 43.611 44.047
TOTAL LIABILITAS 292.654 306.469 338.591 371.527 408.788
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 100
Page 125
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
After Spinoff 2026 2027 2028 2029 2030
DANA PESERTA 224.157 352.426 563.089 822.976 1.137.410
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp100
(nilai penuh) per saham
Modal dasar, ditempatkan dan disetor 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000
penuh - 2.100.000.000 (nilai penuh)
saham
Tambahan modal disetor
Keuntungan yang belum direalisasi atas
perubahan nilai wajar efek yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - neto
Penyisihan kerugian penurunan nilai
atas efek yang diukur pada nilai wajar (106) (106) (106) (106) (106)
melalui penghasilan komprehensif lain
Surplus revaluasi tanah dan bangunan -
neto
Saldo laba 89.072 97.979 101.581 98.177 88.521
Penghasilan komprehensif lain
TOTAL EKUITAS 188.966 197.873 201.475 198.071 188.415
TOTAL LIABILITAS, DANA PESERTA,
705.778 856.768 1.103.155 1.392.573 1.734.613
DAN EKUITAS
After Spinoff 2026 2027 2028 2029 2030
PENDAPATAN
Insurance revenue
Insurance service expenses
Net income (expense) from reinsurance
contracts held
Hasil Jasa Asuransi - - - - -
Pendapatan pengelolaan operasi
59.142 98.266 139.292 160.668 184.028
asuransi syariah (ujrah)
Hasil investasi - neto 10.609 10.961 11.771 13.165 15.438
Pembalikan (penyisihan) kerugian
penurunan nilai
Pendapatan lain-lain
Total Pendapatan Investasi 69.751 109.226 151.063 173.833 199.466
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 101
Page 126
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
After Spinoff 2026 2027 2028 2029 2030
Pendapatan (beban) keuangan dari
kontrak asuransi
Pendapatan (beban) keuangan dari
kontrak reasuransi
Pendapatan (Beban) Keuangan Bersih - - - - -
Hasil asuransi dan investasi bersih 69.751 109.226 151.063 173.833 199.466
Beban umum dan administrasi
Pendapatan lain-lain 10.160 7.573 4.654 2.801 5.109
Beban lain-lain (78.702) (102.285) (120.716) (138.445) (158.715)
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK FINAL
1.209 14.514 35.001 38.190 45.861
DAN PAJAK PENGHASILAN
Pajak final (2.877) (3.271) (4.076) (5.474) (7.808)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (1.668) 11.243 30.924 32.716 38.053
(Beban) Manfaat pajak penghasilan
LABA TAHUN BERJALAN (1.668) 11.243 30.924 32.716 38.053
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk | 102
Page 127
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
LAMPIRAN PROYEKSI ARUS KAS PT MSIG SHARIA LIFE INSURANCE INDONESIA
Sesudah Spin Off 2026 2027 2028 2029 2030 TV
Studi Kelayakan Tahun 0 Tahun ke -1 Tahun ke -2 Tahun ke -3 Tahun ke -4 Tahun ke -5
Laba Tahun Berjalan (1.668) 11.243 30.924 32.716 38.053
Nilai Buku Ekuitas Awal (100.000)
Arus Kas Bebas Perusahaan (100.000) (1.668) 11.243 30.924 32.716 38.053 291.804
Kumulatif FCF (untuk Payback) (101.668) 9.575 42.167 63.640 70.769
Discount Rate 10,60% 10,60% 10,60% 10,60% 10,60%
Disccount Factor 1 0,90 0,82 0,74 0,67 0,60
Nilai Kini Arus Kas Bebas -100.000 -1.508 9.191 22.859 21.866 22.996 176.341
Perusahaan
otal Nilai Kini Arus Kas Bebas 75.404
Perusahaan (PV)
NPV 151.745
IRR 30,41%
PP 1 Tahun, 1 Bulan, 23 Hari
PI 2,52
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk I 105
Page 128
Office:
Ruko Orchad Walk D8 Bogor Nirwana Residence,
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 817-3101-22
corsec@kjppputrianugrah.com
Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk I 42
Names mentioned 86 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Life Insurance Indonesia Tbk.
p.1 ×223
unresolved
person
Yoga Aditya Herlambang QQ
p.2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2
unresolved
org
KJPP Putri Anugrah & Rekan
p.2 ×2
unresolved
org
KJPP Putri Anugrah
p.2 ×9
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2 ×2
unresolved
org
PT MSIG Sharia Life Insurance Indonesia.
p.3 ×6
unresolved
org
Bank Indonesia
p.5 ×13
unresolved
org
Pusat Statistik
p.5 ×23
unresolved
org
KJPP Putri Anugrah dan Rekan
p.8 ×7
unresolved
org
Rekan Putri Anugrah
p.8
unresolved
person
Putri Anugrah, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
· Pimpinan Rekan
p.8
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.12
unresolved
person
Penelaah Giri Wardana
p.13 ×2
unresolved
person
Tanda Tangan Penanggung Jawab Putri Anugrah
p.15 ×2
unresolved
org
PT MSIG
p.16
unresolved
org
PT MSIG Sharia Life Insurance Indonesia. Rencana
p.17
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa Purnamala Internasional Indonesia
p.22
unresolved
org
Mitsui Sumitomo Insurance Co., Ltd.
p.22 ×5
unresolved
org
Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk.
p.22 ×10
unresolved
org
PT MSIG Sharia Life Insurance Indonesia. KBLI
p.23
unresolved
person
Akta Notaris Benny Kristianto
p.27
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa Purnamala Internasional Indonesia. Akta
p.27
unresolved
person
Akta Notaris James Herman Rahardjo
p.27
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa Eka Life. Akta
p.27
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.27
unresolved
person
Akta Notaris Vera
p.27
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa Sinarmas. Akta
p.27
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.27 ×3
unresolved
person
Akta Notaris Linda Herawati
p.27
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa Sinarmas
p.27
unresolved
person
Akta Notaris Aulia Taufani
p.27
unresolved
person
Akta Notaris Ariyanti Artisari
p.27
unresolved
org
Dana Pensiun Lembaga Keuangan
p.27 ×2
unresolved
org
PT Sinar Mas Insurance Co.
p.28
unresolved
org
Masyarakat Multiartha Tbk
p.28
unresolved
org
Jiwa Sinarmas MSIG Tbk
p.30
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa
p.30
unresolved
org
Izin Usaha MLII Tbk
p.30
unresolved
org
Pusat Statistik Provinsi DKI
p.50 ×10
unresolved
org
PT Prudential Life Assurance
p.55
unresolved
org
PT AIA Financial
p.55
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
p.55
unresolved
org
PT AXA Mandiri Financial Services Dikenal
p.55
unresolved
org
PT Allianz Life Indonesia
p.55
unresolved
org
Kementerian Keuangan RI
p.85
unresolved
person
Dr. Dr. Endy M. Astiwara
p.86 ×2
unresolved
org
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual
p.89
unresolved
org
Departemen Distribusi
p.94
unresolved
org
Departemen Investasi
p.98
unresolved
org
PT MSIG Life Insurance Tbk
p.116
unresolved
org
Life Insurance Tbk
p.116
unresolved
org
PT Grasindo. Badan Pusat Statistik.
p.118
unresolved
org
Pusat Statistik. Badan Pusat Statistik.
p.118
unresolved
org
Pusat Statistik. Badan Pusat Statistik Provinsi DKI
p.118
unresolved
org
Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta. Bernstorm
p.118
unresolved
org
Sons Inc.
p.118
unresolved
org
PT Grasindo. Institute
p.118
unresolved
org
PT Raja Grafindo. Kenton
p.118
unresolved
org
PT Gramedia Pustaka Utama. SPI
p.119
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.