Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 208
Page 1
20 Laporan Keberlanjutan 25 Sustainability Report PT Indosat Tbk Inclusive by Design: Connecting People, Powering Progress Mendorong Kemajuan, Menciptakan 2025 Dampak Empowering Progress, Enabling Impact Sustainability Rep or t Laporan Keberlanjutan PT Indosat Tbk
Page 2
Sanggahan Disclaimer Laporan Keberlanjutan ini mencakup informasi di bidang ekonomi, sosial, lingkungan, kinerja tata kelola serta manajemen dan strategi keberlanjutan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan disusun sesuai dengan Peraturan OJK. Istilah “Indosat Ooredoo Hutchison”, “IOH”, “Perseroan”, atau “kami” merujuk pada PT Indosat Tbk tanpa entitas anak, kecuali dinyatakan lain. Seluruh data keuangan disajikan dalam Rupiah sesuai Standar Akuntansi Keuangan Indonesia, dengan pembulatan angka tertentu untuk kemudahan pembacaan. Laporan ini merupakan bagian dari Laporan Tahunan yang diterbitkan terpisah dan berisi informasi material bagi pemangku kepentingan, termasuk pernyataan berwawasan ke depan yang mengandung proyeksi dan rencana masa depan. Proyeksi tersebut dapat berbeda dari hasil aktual karena adanya risiko dan ketidakpastian, sehingga Perseroan tidak menjamin keakuratan atau ketercapaiannya. Seluruh informasi dalam laporan ini tidak boleh direproduksi tanpa izin tertulis dari Perseroan. This Sustainability Report covers economic, social, environmental, governance performance, and sustainability management and strategy information for the period ending 31 December 2025, and is prepared in accordance with OJK Regulations. The terms “Indosat Ooredoo Hutchison,” “IOH,” “the Company,” or “we” refer to PT Indosat Tbk, excluding its subsidiaries, unless otherwise stated. All financial data are presented in Rupiah in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards, with certain figures rounded for ease of reading. This Report, issued separately from the Annual Report, presents material information for stakeholders, including forward-looking statements containing projections and future plans that may differ from actual results due to risks and uncertainties. The Company therefore does not guarantee the accuracy or fulfilment of such projections. All information in this Report may not be reproduced without the Company’s written consent.
Page 3
Mendorong Bagi Indosat Ooredoo Hutchison (“IOH” atau
“Perseroan”), Mendorong Kemajuan, Menciptakan
Kemajuan, Dampak merefleksikan keyakinan bahwa kemajuan
yang berkelanjutan berawal dari dorongan untuk terus
Menciptakan memperbaiki. Perseroan senantiasa menempatkan
manusia sebagai inti dari perjalanan keberlanjutan,
Dampak mulai dari pengembangan talenta digital, perluasan
akses terhadap teknologi, hingga pelaksanaan program
Empowering Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang
mendorong peningkatan kapasitas dan kesejahteraan
Progress, Enabling masyarakat sepanjang tahun 2025. Pemberdayaan
Impact dipandang bukan sekadar tujuan, melainkan fondasi
strategis untuk mendorong kemajuan sosial dan ekonomi
di tengah percepatan transformasi digital.
Sementara itu, Menciptakan Dampak menegaskan
komitmen Perseroan untuk memastikan setiap inisiatif
memberikan dampak yang nyata dan terukur. Setiap
program dirancang dengan tujuan yang jelas, indikator
kinerja yang relevan, serta akuntabilitas yang kuat,
sehingga kontribusinya dapat dirasakan secara langsung
oleh masyarakat dan mendukung agenda kemajuan
digital Indonesia. Melalui pendekatan ini, IOH memastikan
bahwa inovasi dan pertumbuhan berjalan seiring dengan
tanggung jawab, menciptakan dampak berkelanjutan
yang tidak hanya memperkuat kinerja Perseroan, tetapi
juga berkontribusi pada pembangunan sosial dan digital
yang inklusif bagi Indonesia.
For Indosat Ooredoo Hutchison (“IOH” or “the Company”), Empowering
Progress, Enabling Impact captures a defining belief that meaningful
progress begins with empowerment to keep improving. IOH places people
at the centre of its sustainability journey by empowering digital talent,
expanding access to technology, and advancing community development
through targeted CSR initiatives throughout 2025. By strengthening
capabilities, widening digital inclusion, and nurturing local potential, IOH
views empowerment not as an abstract ideal, but as a practical engine
that moves society forward in an increasingly connected world.
At the same time, Enabling Impact underscores IOH’s commitment
to translating initiatives into tangible, measurable outcomes. Every
program is designed with clear intent and accountability in ensuring
that progress delivers real value for communities, supports Indonesia’s
digital transformation, and contributes to broader social advancement.
Through this approach, IOH aligns innovation with responsibility, ensuring
that growth is not only accelerated, but also purposeful, creates a lasting
impact that extends beyond the Company and supports a more inclusive
and sustainable digital future for Indonesia.
Page 4
Daftar Isi
Table of Contents
Daftar Isi
4
Table of Contents Aspek Ekonomi
Kesinambungan Tema
04 Economic Aspect
6
Theme Continuity
Pilar ESG
05
Pencapaian Keberlanjutan Tahun 2025
8
Sustainability Achievements 2025 ESG Pillars
Pencapaian Pilar ESG Tahun 2025 Pendekatan Keberlanjutan
10 54
ESG Pillars Achievements 2025 Sustainability Approach
Pilar Lingkungan
Tentang Laporan Ini 62
01 About This Report
Environmental Pillar
Pilar Sosial
90
Tentang Laporan Ini Social Pillar
14
About This Report Tata Kelola Keberlanjutan
122
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan Sustainability Governance
16
Sustainability Performance Highlights Memperkuat Fondasi Tata Kelola dan Ketahanan Bisnis
Strengthening Governance Foundations and Business 139
Sambutan Direktur Utama & CEO Resilience
02 Message from the President Director & CEO Inovasi dan Future Readiness
148
Innovation and Future Readiness
Sambutan Direktur Utama & CEO
22
President Director & CEO Message IFRS S1 dan IFRS S2 oleh ISSB atau PSPK 1 dan PSPK 2
di Indonesia
150
IFRS S1 and IFRS S2 by ISSB or PSPK 1 and PSPK 2 in
Profil Perusahaan
03 Company Profile
Indonesia
Informasi Perusahaan Lampiran
Information of the Company
32
06 Appendix
Visi, Misi, dan Nilai
33 Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris dan
Vision, Mission, and Values
Anggota Direksi Tentang Tanggung Jawab atas Laporan
Jejak Langkah Keberlanjutan Tahunan Tahun 2025 PT Indosat Tbk
34
Traces Of Sustainability Statement Letter of Members of the Board of 172
Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha Commissioners and Members of the Board of Directors
38 on Responsibility of PT Indosat Tbk’s Year 2025 Annual
Products, Services, and Business Activities
Report
Skala Perusahaan
38 Daftar Pengungkapan Sesuai POJK 51/POJK.03/2017
Company Scale
List of Disclosures in Accordance with POJK 51/ 174
Daftar Keanggotaan Asosiasi Industri POJK.03/2017
40
List of Membership in Industrial Association
Indeks Konten GRI Standard 2021
Perubahan Signifikan 177
40 GRI Standard Content Index 2021
Significant Changes
Indeks SASB
Sertifikasi di Tingkat Perusahaan 187
41 SASB Index
Certification at Company Level
Indeks PSPK 1 & PSPK 2
Sertifikasi per Lokasi 189
42 Index IFRS S1 & IFRS S2
Certification per Location
Pernyataan Asurans Independen
197
Independent Assurance Statement
Formulir Tanggapan Laporan Keberlanjutan
201
Feedback Form of Sustainability Report
4 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 5
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 5
Page 6
Kesinambungan Tema
Theme Continuity
20 Laporan Keberlanjutan
25 Sustainability Report
PT Indosat Tbk
Inclusive by Design:
Connecting People,
Berinovasi secara Berkelanjutan:
Powering Progress Mendorong
Perubahan dan
Ketahanan
demi Generasi
Mendatang
Innovating Sustainably:
Driving Impact and Resilience for
Future Generations
Empowering Progress, Enabling Impact
2024
2025
Mendorong Kemajuan,
Laporan Keberlanjutan
Sustainability Report
Menciptakan Dampak
2025
Empowering Progress, Enabling Impact
Berinovasi secara Berkelanjutan:
Sustainability Rep or t
Laporan Keberlanjutan PT Indosat Tbk
Mendorong Perubahan dan Ketahanan
demi Generasi Mendatang
Innovating Sustainably:
2025 Driving Impact and Resilience for Future
Generations
Melanjutkan fondasi transformasi yang telah dirintis pada 2023,
IOH menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dengan
mengedepankan pengembangan teknologi yang bertanggung
jawab dan berkelanjutan. Tahun 2024 menjadi tonggak penting
bagi IOH melalui pembentukan kerangka keberlanjutan yang
komprehensif, sejalan dengan standar lingkungan dan sosial
global.
Pada 2024, IOH berupaya mengintegrasikan prinsip keberlanjutan
ke dalam inti strategi inovasinya. Dengan menyelaraskan
inisiatif kami pada tujuan lingkungan dan sosial, IOH tidak hanya
menjawab tantangan zaman, tetapi juga memperkuat posisinya
sebagai pemimpin dalam menciptakan nilai jangka panjang.
Building on the transformative foundation established in 2023,
IOH reinforces its commitment to innovation while championing
responsible and sustainable technological development. Last year
was a pivotal moment for IOH, marked by the establishment
of a comprehensive sustainability framework that aligns our
operations with global environmental, social, and governance
standards.
In 2024, IOH aims to elevate this commitment by integrating
sustainability into the heart of our innovation strategies. By
aligning our initiatives with environmental, social, and governance
objectives, we effectively address pressing challenges and
position ourselves as leaders in long-term value creation.
6 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 7
Digital
Partner for a
Sustainable
Future
Pilihan Digital untuk
Masa Depan
Berkelanjutan
Sinergi Keberlanjutan untuk
Masa Depan yang Kuat dan Berkelanjutan
Laporan Keberlanjutan 2022 Sustainability Report
Laporan Keberlanjutan 2022 Sustainability Report
2023 2022
Sustainability Nexus: Digital Partner for a Sustainable Future
IOH’s Journey Towards a Resilient Pada tanggal 4 Januari 2022, Indosat Ooredoo dan Hutchison
Tomorrow 3 Indonesia telah resmi melakukan penggabungan usaha
dan beroperasi menjadi Indosat Ooredoo Hutchison dengan
Tahun 2023 menandai titik bersejarah dalam sejarah nama legalitas perseroan terbatas adalah PT Indosat Tbk
IOH sejalan dengan upaya transformatif Perseroan (IOH). Integrasi antara dua entitas besar dalam industri
mencapai keberlanjutan. Dengan komitmen yang teguh, telekomunikasi Indonesia ini menandai dimulainya sebuah
IOH telah merancang kerangka kerja keberlanjutan yang era baru tidak hanya bagi IOH, namun juga bagi perjalanan
komprehensif. Kerangka ini tidak hanya menangani digital Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital
masalah lingkungan dan sosial yang mendesak, tetapi juga terbesar di dunia.
menyiapkan masa depan yang tangguh dan bertanggung
jawab. Peta jalan strategis ini berfungsi sebagai panduan Dengan keahlian yang lebih baik serta jaringan yang
untuk IOH dalam mengintegrasikan praktik berkelanjutan terintegrasi, IOH hadir menjadi perusahaan telekomunikasi
di seluruh kegiatan operasionalnya, mulai dari perlindungan yang lebih kuat dan lebih kompetitif. Momen ini sekaligus
lingkungan hingga kesejahteraan karyawan. Perumusan semakin menegaskan komitmen IOH untuk menjadi
kerangka kerja ini menegaskan pengakuan IOH terhadap perusahaan telekomunikasi pilihan untuk mengakselerasi
perannya sebagai warga korporat yang memiliki kekuatan transformasi digital Indonesia, menghubungkan dan
untuk memberikan perubahan positif, sekaligus mengakui memberdayakan seluruh rakyat Indonesia melalui
pentingnya menyelaraskan praktik bisnis dengan tujuan pengalaman digital berkelas dunia.
keberlanjutan global.
On 4 January 2022, Indosat Ooredoo and Hutchison 3
The year 2023 marked a momentous chapter in IOH’s Indonesia officially merged and operating as Indosat Ooredoo
corporate history as the Company steered onto a Hutchison with limited liability company’s legal name of PT
transformative path toward sustainability. With unwavering Indosat Tbk (IOH). This integration between the two major
commitment, IOH meticulously crafted a comprehensive entities in the Indonesian telecommunications industry
sustainability framework that not only addresses the marks the start of a new era for IOH and also for Indonesia’s
immediate environmental and social concerns but digital journey to becoming one of the most extensive digital
also envisions a resilient and responsible future. This economic powers in the world.
strategic roadmap serves as a blueprint, guiding IOH to
integrate sustainable practices across its operations, With refined expertise and an integrated network, IOH
from environmental safeguards to employee well-being. is here to become a stronger and more competitive
The formulation of this framework underscores IOH’s telecommunications company. This moment simultaneously
recognition of its role as a corporate citizen with the power emphasizes IOH’s commitment to becoming the preferred
to influence positive change, acknowledging the imperative telecommunications company to accelerate the digital
to align business practices with global sustainability goals. transformation of Indonesia, connecting and empowering all
Indonesians through a world-class digital experience.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 7
Page 8
Pencapaian Keberlanjutan Tahun 2025
Sustainability Achievements 2025
“Pada tahun 2025, IOH melanjutkan perjalanannya sebagai
perusahaan telekomunikasi digital yang berorientasi pada
tujuan (purpose-driven digital telco). Melalui berbagai
pengakuan di tingkat regional dan global, IOH menegaskan
kepemimpinannya dalam bidang keberlanjutan, memastikan
terciptanya kemajuan yang bermakna bagi manusia, bumi,
dan inovasi.”
“In 2025, IOH continues its journey as a purpose-driven
digital telco. With recognitions across regional and global
stages, IOH reinforces its leadership in sustainability, ensuring
meaningful progress for people, planet, and innovation.”
Pencapaian & Penghargaan
Achievements & Recognitions
Selular Award
HR Asia Awards Best AI Telco Integrated (IM3); 2025 InvestorTrust ESG
Best Companies to Work For; Best Social Movement Awards, Sectoral Champion Indonesia Sustainable
Tech Empowerment Award (SheHacks) Awards, Infrastructure. Synergy Awards 2025 (10
November 2025), Humane
Employment Practices,
Inclusive Literacy, and
Education Programs.
Telecommunication Category
Asian Telecom Awards
HR Initiative of the Year Jakarta Investment Award
Indonesia Corporate
2025
Sustainability Initiatives Award
Biggest Contributor to
Very Good (Inisiatif Sampah
Investment Realization in
Jadi Pulsa)
2024, Transportation, Building,
and Telecommunication
(Foreign Investment) Category Indonesia Sustainable
Stevie® Awards Synergy Awards 2025 (10
Employer of the Year November 2025), Humane
(Telecommunications) Employment Practices,
Inclusive Literacy, and
Education Programs.
Telecommunication Category
Indonesia CorComm Dream
Team 2025
Indonesia ESG Leadership
Awards 2025, Distinction:
Leadership AA – Excellence in
18th Indonesia PR Program of ESG Transparency
The Year 2025
Good ESG Campaign - Sampah
Jadi Pulsa
Fortune 100 Best Companies
to Work For – Southeast Asia.
Marketing Interactive Awards
2025- Brand Awareness for
“Simpelnya IM3, Temukan
Makna untuk Bersama”
Category Most Innovative
SWA Indonesia Best Employee Use of AdTech in a Campaign
Engagement and Most Innovative MarTech
Team of the Year.
8 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 9
Rating ESG
ESG Ratings
Sebagai salah satu perusahaan
telekomunikasi digital terkemuka
CSA Score ESG di Indonesia, IOH mengintegrasikan
ESG Score Risk Score prinsip-prinsip ESG sebagai fondasi
dalam setiap inovasinya, dan termasuk
perusahaan teratas di sektor bisnisnya
30 29.6
dalam hal pengungkapan dan kinerja
ESG di Indonesia.
As one of Indonesia’s leading digital
telecommunications companies, IOH
incorporates ESG principles as the
foundation for all its innovations and
ranks among the top companies in its
sector in terms of ESG disclosure and
performance in Indonesia.
Inovasi
Innovation
Pelopor Transformasi Berbasis AI
Pioneering AI-Driven Transformation
Meningkatkan efisiensi energi, mengoptimalkan jaringan, dan
mendorong transformasi digital yang ramah lingkungan.
Enhancing energy efficiency, optimise network performance,
and drive a greener, more sustainable digital transformation
2025 ESG Initiative Awards Kolaborasi Global untuk Dampak Nyata
Global Collaboration for Real Impact
Best ESG Woman Leader
Diamond Stars
Melalui kerja sama dengan Nokia dan NVIDIA, IOH
Best Human Capital menghadirkan AI Radio Access Network (AI-RAN) untuk
Officer mendukung konektivitas yang lebih cepat, pintar, dan efisien.
Gold Stars In partnership with Nokia and NVIDIA, IOH introduced AI Radio “Setiap langkah inovasi
Access Network (AI-RAN) for a faster, more efficient, and more IOH membawa pesan
Best Community intelligent connectivity.
Empowerment Initiative kuat: masa depan
Gold Stars
Membangun Talenta dan Wirausahawan Digital
Indonesia digital Indonesia harus
Best Employee Wellbeing & Empowering Indonesia’s Digital Talents and cerdas, berdaya, dan
Development Strategy Entrepeneurs berkelanjutan, di mana
Silver Stars Melalui program IDCamp, SheHacks, serta pelatihan softskill
dan entrepreneur berbasis AI bekerja sama dengan Wadhwani
teknologi dan tanggung
Foundation. jawab sosial berjalan
Through the AI‑powered IDCamp and SheHacks program, as beriringan untuk
well as our collaboration with Wadhwani Indonesia to deliver
AI‑based soft‑skills and entrepreneurship training.
kemajuan bangsa.”
Mendemokratisasikan AI melalui Sahabat-AI “Every innovation by
Great Place To Work Democratizing AI through Sahabat-AI
IOH carries a strong
Best Workplace &
Certification 2025 Mendorong pertumbuhan, inovasi, pemberdayaan, serta message: Indonesia’s
memperkuat kapabilitas AI yang berdaulat di Indonesia. digital future must be
Driving growth, innovation, empowerment, and strengthen
Indonesia’s sovereign AI capability. intelligent, empowering,
and sustainable,
Memperkuat kepercayaan pelanggan
where technology and
Strengthening customer trust responsibility go hand in
hand to create long-term
Meningkatkan perlindungan terhadap aktivitas spam dan
Penghargaan Sistem
penipuan (scam), guna memastikan pengalaman digital
positive impact.”
Manajemen
yang lebih aman.
Keselamatan dan Kesehatan Enhancing protection against spam and scam activities,
Kerja 2025 ensuring a safer digital experience.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 9
Page 10
Pencapaian Pilar ESG Tahun 2025
ESG Pillars Achievements 2025
“Keberlanjutan bagi IOH bukan sekadar pernyataan,
melainkan kisah tentang transformasi. Setiap inisiatif
dalam pilar Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola
mencerminkan visi IOH untuk membangun masa
depan digital Indonesia yang inklusif, bertanggung
jawab, dan inovatif.”
“Sustainability at IOH is not a statement, but it is a
story of transformation. Each initiative under the
pillars of Environment, Social, and Governance reflects
our vision to create an inclusive, responsible, and
innovative digital future for Indonesia.”
Pengurangan Jumlah peserta
intensitas energi program SheHacks Jumlah talenta Program AI Upskilling
Energy intensity yang dilatih yang dibina melalui bersama Wadhwani
program IDCamp Indonesia
reduction Number of
Number of talents Upskilling AI Program
participants trained developed through the with Wadhwani
through the SheHacks
51.89
IDCamp programmes Indonesia
% programme
26,953 113,867 209,544
orang I people orang I people peserta I participants
Penurunan
intensitas emisi
karbon (Scope
1 & 2) Platform digital myIM3 Tingkat loyalitas dan
Carbon
emissions
dan bima+ menjangkau
myIM3 and bima+ 45 keterikatan karyawan
Employee
intensity (Scope 1 digital platform engagement score
reaching Net Promoter Score IM3
& 2) reduction
50.89 %
55,5 43 76.7
Employee Net Promoter
juta orang I million people Net Promoter Score 3ID Score (eNPS)
Environmental Social
10 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 11
Persentase anggota Direksi
yang sudah mengikuti
%
pelatihan ESG
Percentage of Board of
Directors members who have
29
completed ESG training
Jumlah whistle-blowing
10
atau pengaduan terkait laporan diterima
etika/tata kelola reports received
Number of whistleblowing or
ethics/governance-related
reports
100 %
diselesaikan I completed
Governance
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 11
Page 12
Tentang Laporan Ini
About This Report
12 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 13
01.
Tentang
Laporan Ini
About This Report
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 13
Page 14
Tentang Laporan Ini
About This Report
Tentang Laporan Ini
About This Report
Ringkasan Kerangka dan Prinsip Pelaporan
Summary of Reporting Framework and Principles
Menyajikan kinerja keberlanjutan Perseroan secara transparan,
Tujuan Laporan akuntabel, dan relevan bagi pemangku kepentingan
Reporting Objective To present the Company’s sustainability performance in a transparent,
accountable, and decision-useful manner for stakeholders
Prinsip Utama Transparansi, konsistensi, keterbandingan, dan relevansi
Core Principles Transparency, consistency, comparability, and relevance
• GRI Standards 2021
• POJK No. 51/POJK.03/2017
• SEOJK No. 16/SEOJK.04/2021
Standar & Regulasi
• SASB (Telecommunication Services)
Standard & Regulation • IFRS S1 & IFRS S2 yang diterbitkan ISSB (PSPK 1 & PSPK 2 di Indonesia)
IFRS S1 & IFRS S2 as issued by the ISSB (or PSPK 1 and PSPK 2 in Indonesia)
Kinerja ekonomi, sosial, lingkungan, serta risiko dan
Fokus Pengungkapan peluang perubahan iklim
Scope of Disclosures Economic, social, and environmental performance,
including climate-related risks and opportunities
Cakupan dan Batasan Pelaporan [GRI 2-2]
Scope and Boundaries of Reporting
Entitas Pelaporan
Reporting Entity PT Indosat Tbk
Entitas Anak/Subsidiaries Tidak termasuk/Not included
1. Cakupan entitas dalam Laporan Keberlanjutan berbeda dengan cakupan dalam
Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan.
2. Laporan Keuangan Konsolidasian mencakup PT Indosat Tbk dan seluruh entitas
Perbedaan dengan Cakupan anak sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, sedangkan Laporan
Pelaporan Keuangan Keberlanjutan ini hanya dibatasi pada entitas induk.
Difference with Financial Reporting 1. The scope of entities included in the Sustainability Report differs from that of the
Scope Company’s Consolidated Financial Statements.
2. The Consolidated Financial Statements include PT Indosat Tbk and all of its
subsidiaries in accordance with applicable accounting standards, whereas this
Sustainability Report is limited to the parent entity only.
Pendekatan/Approach Operational Control
Kepentingan Non-Pengendali Tidak dilakukan penyesuaian khusus
Non-Controlling Interests No specific adjustments for non-controlling interests
Tidak terdapat merger, akuisisi, atau divestasi material selama periode pelaporan
Perubahan Struktur Usaha
No material changes due to mergers, acquisitions, or disposals during the reporting
Changes in Business Structure
period
Pendekatan dalam laporan ini diterapkan konsisten pada The reporting approach applied consistently across material
seluruh topik material. topics.
14 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 15
Penyajian dan Perubahan Informasi [GRI 2-4] Presentation and Changes of Information
Laporan Keberlanjutan ini tidak menyajikan kembali This Sustainability Report does not include any restatement
(restatement ) informasi dari laporan periode sebelumnya. of information disclosed in previous reporting periods.
Setiap perubahan signifikan atas cakupan, metode Any significant changes to the reporting scope, data
pengumpulan data, maupun pendekatan pelaporan akan collection methods, or reporting approach will be clearly
diungkapkan secara jelas pada periode pelaporan berikutnya disclosed in subsequent reporting periods in accordance
sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. with the principles of transparency and accountability.
Periode Pelaporan dan Umpan Balik [GRI 2-3] Reporting Period and Feedback
[OJK G.3]
Periode Pelaporan 1 Januari – 31 Desember 2025
Reporting Period 1January – 31 December 2025
Entitas Anak/Subsidiaries Tidak termasuk/Not included
Frekuensi/Reporting Period Tahunan/Annually
Keselarasan Keuangan Selaras dengan tahun buku keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2025
Alignment with Financial Reporting Aligned with the Company’s financial year ending 31 December 2025
Tanggal Terbit 2 April 2026
Non-Controlling Interests April 2, 2026
Laporan Sebelumnya 25 April 2025
Previous Report Publication April 25 , 2025
Kontak Legal & Corporate Secretary
Contact Email: corporate.secretary@ioh.co.id
Perseroan tidak menerima umpan balik atas Laporan The Company did not receive any feedback on the 2024
Keberlanjutan 2024. Namun demikian, Perseroan tetap Sustainability Report. Nevertheless, the Company remains
berkomitmen untuk meningkatkan kualitas, kejelasan, committed to continuously enhancing the quality, clarity, and
dan relevansi pengungkapan, serta membuka ruang bagi relevance of its disclosures and to providing an open channel
masukan pemangku kepentingan di masa mendatang. for stakeholder feedback in future reporting periods.
Penjaminan Eksternal [GRI 2-5] [OJK G.1] External Assurance
IOH secara berkelanjutan meningkatkan kualitas dan IOH continuously enhances the quality and credibility of its
kredibilitas Laporan Keberlanjutan melalui penerapan Sustainability Report through the implementation of external
penjaminan eksternal (external assurance ) dengan assurance, under the oversight of senior management, as part
pengawasan manajemen senior sebagai bagian dari of strengthening sustainability reporting governance. For the
penguatan tata kelola pelaporan keberlanjutan. Untuk tahun 2025 financial year, the Company appointed PT Keberlanjutan
buku 2025. Perseroan menunjuk PT Keberlanjutan Menjaga Menjaga Bumi, a member of the BATS International Group, as
Bumi, anggota BATS International Group, sebagai pihak an independent assurance provider from PT Indosat Tbk to
independen dari PT Indosat Tbk untuk memberikan assurance provide assurance with AA1000AS v.3 Type 2, Moderate on
dengan AA1000AS v.3 Type 2, Moderate atas data dan selected sustainability data and information, in accordance
informasi keberlanjutan tertentu, sesuai dengan standar dan with applicable assurance standards and methodologies,
metodologi yang berlaku, dengan hasil penjaminan disajikan with the assurance statement presented at the end of this
pada bagian akhir laporan. Seluruh data telah melalui proses report. All data has undergone internal verification by the
verifikasi internal oleh unit kerja terkait, serta didukung oleh relevant business units and is further supported by the Center
Center for Environmental, Social, and Governance Studies for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS)
(CESGS) sebagai mitra pendamping independen dalam as an independent advisory partner in the development of
pengembangan strategi dan pelaporan keberlanjutan, tanpa sustainability strategies and reporting, with no affiliation with
hubungan afiliasi dengan penyedia penjaminan eksternal. the external assurance provider.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 15
Page 16
Tentang Laporan Ini
About This Report
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance Highlights
Aspek Lingkungan [OJK B.2]
Environmental Aspect
Jumlah Limbah Pengurangan
Pengambilan Limbah dari Daur
Air
Waste Ulang Limbah
Total Water Base Transceiver
Withdrawal Station (BTS)
Reduction in
1,024,943
2,751,949
1,238,013
Waste from Base
49,253
55,016
55,472
Transceiver Station
(BTS) Recycled
Kg Waste
`23 `24 `25
`23 `24 `25
m3
BBM
Fuel
Total Penggunaan Energi
Penggunaan Total Energy Consumption
Energi
2,364,558
2,129,704
1,738,437
Energy
80,929
89,853
66,061
`23 4,826,285
Consumption GJ
Liter
ISO50001 GJ
`23 `24 `25
`24 4,860,414 GJ
Energi Listrik
Terbarukan Electricity `25 5,172,715 GJ
Renewable
Energy
1,327,634,664
1,315,675,465
1,418,515,121
24,408,968
5,106,645
1,642,500
4,736,432
4,779,485
207,861
Kwh
`23 `24 `25 `23 `24 `25
Kwh GJ
16 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 17
Upaya Reduksi Pada 2025, Indosat Ooredoo Hutchison memperkuat komitmen lingkungannya melalui
program JagaRaya PilahBox – Sampah Jadi Pulsa, yang mendorong masyarakat menukar
Carbon
botol plastik dengan pulsa sekaligus membangun perilaku pengelolaan sampah yang
Carbon Reduction
lebih bertanggung jawab. Program ini berhasil mengurangi sekitar 817 kg CO₂e, setara
Programs dengan 16.349 botol plastik atau 326 kg plastik yang dialihkan dari potensi pencemaran,
mendukung transisi Indosat menuju operasional yang lebih berkelanjutan dan rendah
karbon.
In 2025, Indosat Ooredoo Hutchison advanced its environmental commitment through
JagaRaya PilahBox – Waste to Credit, encouraging communities to exchange plastic bottles
for mobile credit while promoting responsible waste management. The program reduced
approximately 817 kg of CO₂e, equivalent to 16,349 plastic bottles or 326 kg of plastic
diverted from potential pollution, supporting Indosat’s transition toward more sustainable,
low-carbon operations.
Cakupan 1 Cakupan 2
Scope 1 Scope 2
1,052,540.37
1,134,812.10
Emisi
1,062,107.73
5,070.52
6,896.73
6,211.73
Emissions
`23 `24 `25 `23 `24 `25
TonCO2eq TonCO2eq
Cakupan 3
Scope 3
Pengurangan Intensitas Emisi
Reduction in Emissions Intensity
172,531.61
TonCO2eq
`25 50.89%
`24 45.82%
-
-
`23 39.26%
`23 `24 `25
Ton CO2e/TB
Jumlah Emisi
(Cakupan 1 &
Cakupan 2)
Total Emissions
(Scope 1 & Scope 2)
1,068,319.46
1,059,437.10
1,139,882.6
TonCO2eq
`23 `24 `25
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 17
Page 18
Tentang Laporan Ini
About This Report
Aspek Sosial [OJK B.3]
Social Aspect
Jumlah Dana Jumlah Philanthropy
CSR Penerima termasuk
CSR Fund Manfaat bantuan darurat
Disbursed Total bencana
Philanthropy
Beneficiaries
including
disaster
162,624
160,707
161,383
emergency
18,535
25,185
13,431
17,474
8,262
6,074
relief
`23 `24 `25 `23 `24 `25 `23 `24 `25
Rp miliar | billion Orang | People Orang | People
Community Digital Environment
Empowerment Education
119,824
129,192
115,585
35,079
26,953
18,638
4,738
5,291
`23 `24 `25 `23 `24 `25 1,647
`23 `24 `25
Orang | People Orang | People Orang | People
Aspek Tata Kelola
Governance Aspect
Direksi IOH telah menyetujui tiga
pedoman penting yang akan ZERO
memperkuat kerangka kerja ESG kasus | case
kami:
IOH's Board of Directors has • ESG Sustainability Guideline
officially approved three important • Environment Guideline Sanksi administratif
guidelines that will strengthen our • DEI (Diversity, Equity & Administrative sanction
ESG framework: Inclusion) Guideline
Kepatuhan terhadap ketentuan
100%
dan peraturan yang berlaku
Compliance to prevailing
provisions and regulations
18 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 19
Aspek Ekonomi [OJK B.1]
Economic Aspect
Jumlah Pendapatan Persentase
Pelanggan Usaha Barang dan
Number of Operating Jasa yang
Customers Revenue Dibeli dari
Pemasok Lokal
Percentage
of Goods
55,886.9
51,228.8
56,518.1
and Services
98.8
93.7
94.7
77,4
79,1
Purchased from
74,1
Local Suppliers
Juta Pelanggan | `23 `24 `25 `23 `24 `25 `23 `24 `25
Million Customers Rp miliar | billion %
Produk Ramah
Lingkungan Produk ramah lingkungan bagi IOH mencakup berbagai solusi dan layanan yang berkontribusi
Environmentally pada pengurangan dampak lingkungan, seperti penerapan jaringan berbasis AI untuk efisiensi
Friendly energi dan penurunan emisi karbon, pengoperasian pusat data hemat energi, penggunaan
Product teknologi IoT untuk mendukung mobilitas hijau, serta penyediaan layanan digital dan eSIM yang
membantu mengurangi penggunaan sumber daya fisik.
Environmentally friendly products at IOH include various solutions and services that contribute
to reducing environmental impact, such as AI-driven networks to enhance energy efficiency and
lower carbon emissions, energy-efficient data centers, IoT-based technologies supporting green
mobility, and digital services and eSIM solutions that minimize the use of physical resources.
Membangun Budaya dan
Kesadaran Pelindungan Data
Established PDP Culture and
Awareness
ISO
ZERO 37001 • 100% C levels
Menyelesaikan pelatihan PDP
Completed PDP training
• Sesi PDP wajib dalam pelatihan
Sertifikasi Sistem Manajemen onboarding
Pelanggaran data kritis
Anti Penyuapan Mandatory PDP session in
Critical data breach
Anti-Bribery Management onboarding training
certification • Pelatihan PDP triwulanan untuk
semua Hiro
Quarterly PDP training for All Hiro
• Pelatihan triwulanan untuk
Menerapkan I Implemented
Privacy and Security champion
Quarterly training for Privacy and
Personal Data Protection
1 (PDP) Guideline 13 PDP Procedures Security champion
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 19
Page 20
Sambutan Direktur Utama & CEO
Message from the President Director & CEO
20 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 21
02.
Sambutan
Direktur
Utama
& CEO
Message from the
President Director
& CEO
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 21
Page 22
Sambutan Direktur Utama & CEO
Message from the President Director & CEO
Sambutan Direktur Utama & CEO [OJK D.1] [GRI 2-22]
President Director & CEO Message
22 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 23
“
Kami mengembangkan berbagai inisiatif yang
memperkuat kepemimpinan kami di sektor
telekomunikasi Indonesia serta mendorong
tercapainya kemajuan yang berarti dalam misi kami
untuk Memberdayakan Indonesia.
We advanced initiatives that strengthened our leadership in
Indonesia’s telecommunications sector and drove meaningful
progress toward our mission to Empower Indonesia.
Para Pemangku Kepentingan yang Terhormat,
Esteemed Stakeholders,
Tahun 2025 jadi fase penting IOH Ooredoo Hutchison 2025 marked an important phase for IOH Ooredoo
(“IOH”) memperkuat keberlanjutan, sebagai cara Perseroan Hutchison (“IOH”) in strengthening sustainability as a means
mendorong kemajuan dan menciptakan dampak nyata. to drive progress and create tangible impact. Beyond
Selain memperluas konektivitas, melalui kepemimpinan expanding connectivity, through responsible leadership
bertanggung jawab, kami berusaha menghadirkan nilai we strive to deliver value to society, the environment,
bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian. Dalam and the economy. In an increasingly complex landscape,
lanskap yang semakin kompleks, Perseroan memandang the Company views sustainability as the foundation for
keberlanjutan sebagai fondasi penjaga ketahanan usaha safeguarding business resilience while ensuring inclusive
sekaligus memastikan manfaat jangka panjang yang long-term benefits.
inklusif.
Kami terus mempercepat transformasi di bidang We continue to accelerate the transformation of
telekomunikasi, teknologi digital, dan Artificial Intelligence telecommunications, digital technology, and artificial
(AI) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Pada saat intelligence (AI) to support economic growth. At the
yang sama, ekspektasi terhadap keamanan dan privasi same time, expectations surrounding data security and
data, transparansi, serta risiko terkait perubahan iklim privacy, transparency, and climate-related risks continue
juga terus meningkat. Oleh karena itu, misi kami untuk to rise. Therefore, our mission to deliver world class digital
menghadirkan pengalaman digital berkelas dunia yang experiences, connecting and empowering every Indonesian,
menghubungkan dan memberdayakan setiap masyarakat together with our core values of “Heart, Radiance, and
Indonesia, bersama dengan nilai-nilai inti “Heart, Radiance, Better Together”, serves as operational and strategic
dan Better Together”, menjadi panduan operasional guidance. For IOH, every sustainability initiative is designed
sekaligus strategis. Bagi IOH, setiap inisiatif keberlanjutan to contribute to national development and the acceleration
dirancang untuk berkontribusi pada pembangunan nasional of Indonesia Emas 2045.
serta percepatan terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 23
Page 24
Sambutan Direktur Utama & CEO
Message from the President Director & CEO
Menavigasi Tantangan dengan Navigating Challenges with a
Kerangka Strategis Keberlanjutan Strategic Sustainability Framework
IOH membangun keberlanjutan di atas struktur tata IOH builds sustainability on a governance structure
kelola yang terintegrasi dengan strategi korporasi, guna integrated with corporate strategy to address complex
menjawab dinamika eksternal yang kompleks. Kerangka external dynamics. Our ESG framework is structured
ESG IOH diwujudkan dalam tiga pilar utama: Care for the around three key pillars: Care for the Environment, Digital
Environment, Digital Opportunity to Empower Community, Opportunity to Empower Community, and Responsible
serta Responsible and Ethical Business. Ketiga pilar ini and Ethical Business. These pillars ensure that IOH’s
memastikan bahwa pertumbuhan dan transformasi IOH transformation toward its AI Northstar of AI Native
menuju AI Northstar, yaitu AI Native TelCo, AI Native TechCo, TelCo, AI Native TechCo, and AI Nation Shaper, remains
dan AI Nation Shaper, yang senantiasa berjalan selaras aligned with strong environmental, social, and governance
dengan tanggung jawab lingkungan, sosial, dan tata kelola responsibilities.
yang kuat.
Pengawasan keberlanjutan berada di bawah pengawasan Sustainability oversight rests with the Board of
Dewan Komisaris dan arahan Direksi yang menetapkan Commissioners and the direction of the Board of Directors,
prioritas, target, serta kebijakan strategis ESG. Komitmen who set ESG priorities, targets, and strategic policies. This
ini diperkuat melalui pengesahan ESG Guidelines dan commitment is reinforced through the ratification of ESG
pembentukan ESG Steering Committee (ESG SteerCo). Guidelines and the establishment of the ESG Steering
Inilah forum lintas fungsi yang dipimpin oleh beberapa Committee (ESG SteerCo), a cross-functional forum led
Direktur dan Chief dari unit-unit terkait untuk memastikan by several Directors and Chiefs to ensure coordination,
koordinasi, konsistensi pelaksanaan, serta pemantauan implementation consistency, and performance monitoring
kinerja di seluruh organisasi. Struktur ini memungkinkan across the organization. This structure embeds sustainability
keberlanjutan tertanam dalam perencanaan, investasi, dan into planning, investment, and performance management
pengelolaan kinerja secara sistematis, sehingga strategi processes, ensuring strategy translates into concrete
tercermin dari tataran kebijakan hingga keputusan bisnis business decisions.
yang nyata.
Sebagai bagian dari penguatan kerangka strategis, As part of strengthening our strategic framework, the
Perseroan melaksanakan penilaian materialitas yang Company conducted a comprehensive, stakeholder-based
komprehensif dan berbasis keterlibatan pemangku materiality assessment. This process identified the most
kepentingan. Proses ini mengidentifikasi isu-isu ESG yang relevant and impactful ESG issues for business continuity,
paling relevan dan berdampak terhadap keberlangsungan including climate and energy, digital security and trust,
usaha, termasuk aspek iklim dan energi, keamanan dan talent development, and responsible governance. The
kepercayaan digital, pengembangan talenta, serta tata results are summarized in the 2025 Materiality Matrix, which
kelola yang bertanggung jawab. Hasilnya dirangkum dalam forms the foundation for sustainability focus areas and
Matriks Materialitas yang menjadi dasar penetapan fokus performance measurement.
dan pengukuran kinerja keberlanjutan 2025.
Kinerja Keberlanjutan 2025 2025 Sustainability Performance
Kinerja keberlanjutan Perseroan pada tahun 2025 The Company’s 2025 sustainability performance reflects
mencerminkan konsistensi antara komitmen strategis dan alignment between strategic commitments and measurable
implementasi yang terukur di seluruh pilar ESG. implementation across all ESG pillars.
Peduli Lingkungan Care for the Environment
Komitmen IOH terhadap lingkungan diwujudkan IOH’s environmental commitment is realized through a
melalui pendekatan dekarbonisasi yang terstruktur dan structured, technology-based decarbonization approach. In
berbasis teknologi. Pada tahun 2025, Perseroan berhasil 2025, the Company successfully reduced Scope 1 and Scope
menurunkan intensitas emisi Scope 1 dan Scope 2 sebesar 2 emissions intensity by 50.89% compared to the 2020
50,89% dibandingkan baseline 2020, melampaui target baseline, exceeding the 50% Environmental Spotlight target.
24 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 25
Environmental Spotlight sebesar 50%. Pencapaian ini This achievement demonstrates operational discipline and
tidak hanya mencerminkan disiplin operasional, tetapi contributes directly to Indonesia’s Nationally Determined
juga menjadi kontribusi nyata terhadap target Nationally Contribution (NDC) emission reduction target for 2030.
Determined Contribution (NDC) Indonesia dalam
pengurangan emisi pada 2030.
Upaya tersebut didorong oleh optimalisasi konsumsi energi This progress was driven by optimized energy consumption
di seluruh infrastruktur jaringan, modernisasi perangkat dan across network infrastructure, modernization of equipment
pengelolaan sistem dengan teknologi yang lebih efisien dan and systems using more efficient and environmentally
ramah lingkungan, serta pemanfaatan Artificial Intelligence friendly technologies, and the use of AI in capacity planning
(AI) dalam perencanaan kapasitas dan optimasi jaringan. and network optimization.
Integrasi AI tersebut, memungkinkan pengambilan AI integration enabled more precise decision-making,
keputusan yang lebih presisi, sehingga tingkat akurasi achieving 98% planning accuracy and generating potential
perencanaan mencapai 98%, sekaligus menghasilkan cost efficiencies of up to US$10 million (approximately Rp
potensi efisiensi biaya hingga US$10 juta (sekitar Rp159,6 159.6 billion). This implementation enhances operational
miliar). Implementasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas quality while improving energy and resource efficiency,
operasional, tetapi juga mendorong efisiensi penggunaan reducing emissions intensity, and creating sustainable value
energi dan sumber daya, pengurangan intensitas emisi, for stakeholders.
serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi perusahaan dan
pemangku kepentingan.
Komitmen terhadap praktik infrastruktur berkelanjutan Our commitment to sustainable infrastructure is reflected in
juga tercermin dari perolehan sertifikasi Greenship Gold achieving Greenship Gold certification for our headquarters
untuk gedung kantor pusat, yang memperkuat efisiensi building, strengthening efficiency in managing energy,
dalam pengelolaan energi, air, limbah, dan karbon. Di luar water, waste, and carbon. Beyond core operations, IOH
operasional inti, IOH memperluas dampak lingkungannya expanded environmental impact through the JagaRaya,
melalui program JagaRaya, yang mengintegrasikan integrating digital technology to support community-
teknologi digital dalam mendukung ketahanan iklim based climate resilience. Through this approach, digital
berbasis komunitas. Melalui pendekatan ini, Perseroan transformation and low-carbon transition are positioned
menegaskan bahwa transformasi digital dan transisi not as separate agendas, but as integrated strategies for
menuju ekonomi rendah karbon bukanlah agenda yang building a resilient and efficient business model aligned with
terpisah, melainkan strategi terpadu untuk menciptakan national and global climate goals.
model bisnis yang lebih tangguh, efisien, dan selaras dengan
agenda iklim nasional maupun global.
Peluang Digital untuk Digital Opportunity to
Memberdayakan Masyarakat Empower Community
Pada dimensi sosial, IOH berfokus pada inklusi digital, On the social dimension, IOH focuses on digital inclusion,
pengembangan talenta, serta pemberdayaan perempuan. talent development, and women’s empowerment. As part
Sebagai bagian dari tujuan Empowering Indonesia, IOH of our Empowering Indonesia purpose, IOH strengthened its
memperkuat perannya sebagai AI Nation Shaper melalui role as an AI Nation Shaper through the development of the
pengembangan AI Experience Center (AIEC) Jayapura, AI Experience Center (AIEC) Jayapura, the Sahabat-AI Large
pengembangan Sahabat-AI Large Language Model (LLM) Language Model (LLM) to advance national AI sovereignty,
untuk mendorong kedaulatan AI nasional, serta partisipasi and strategic participation in the Indonesia AI Center of
strategis dalam Indonesia AI Center of Excellence sebagai Excellence as an opportunity to support the nation’s AI vision
bagian dari upaya mendukung visi AI nasional.
Selain akses digital yang inklusif, IOH juga mendorong In addition to inclusive digital access, IOH promotes
pengembangan talenta digital dan AI nasional yang berdaya competitive national digital and AI talent development. In
saing. Sepanjang tahun 2025, IDCamp menjangkau 114.000 2025, IDCamp reached 114,000 participants in digital talent
peserta dalam pengembangan talenta digital, SheHacks development; SheHacks empowered more than 28,000
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 25
Page 26
Sambutan Direktur Utama & CEO
Message from the President Director & CEO
memberdayakan lebih dari 28.000 bisnis perempuan untuk women-led businesses; and the AI Upskilling Program with
memperkuat kontribusi perempuan dalam ekonomi digital, Wadhwani Indonesia engaged 210,000 participants to
dan Program AI Upskilling bersama Wadhwani Indonesia enhance youth workforce readiness.
melibatkan 210.000 peserta guna meningkatkan kesiapan
kerja generasi muda Indonesia.
Di sisi pelanggan, sepanjang tahun 2025, platform digital On the customer front, digital platforms myIM3 and bima+
myIM3 dan bima+ menjangkau 55,5 juta pengguna aktif, reached 55.5 million active users in 2025, strengthening
memperkuat kualitas layanan sekaligus menjadi kanal service quality while serving as distribution channels for AI-
distribusi berbagai fitur bernilai tambah berbasis AI dan driven features and digital security enhancements.
keamanan digital pelanggan.
Melalui inisiatif AI Anti-Spam dan Anti-Scam yang terintegrasi Through our AI Anti-Spam and Anti-Scam initiatives,
langsung dalam ekosistem IM3 dan Tri tanpa biaya tambahan, integrated directly into IM3 and Tri ecosystems at no
IOH memperkuat perlindungan pengguna terhadap additional cost, IOH strengthened user protection against
penipuan dan penyalahgunaan digital. Inisiatif ini merupakan fraud and digital misuse. This is one of our key efforts in
salah satu upaya utama dalam membangun reputasi sebagai building our reputation as Indonesia’s most trusted telco
perusahaan telekomunikasi paling tepercaya di Indonesia. and to date we have delivered 100% protection to covered
Hingga saat ini, IOH telah memberikan perlindungan 100% customers with more than 2 billion scams/spams prevented.
kepada pelanggan yang tercakup dengan mencegah lebih
dari 2 miliar upaya penipuan dan spam.
Selain itu, IOH juga menjadi Chair of Global Anti Scam In addition, IOH also became the Chair of the Global Anti
Alliance (GASA) Chapter Indonesia, menjadikan IOH sebagai Scam Alliance (GASA) Chapter Indonesia, making IOH one
salah satu perusahaan terdepan dalam memerangi of the leading companies in combating digital crime and
kejahatan digital dan melindungi masyarakat. Seluruhnya protecting the public. All of this is part of IOH’s commitment
menjadi satu kesatuan komitmen IOH dalam menghadirkan to providing a quality digital ecosystem that is not only
ekosistem digital berkualitas yang tidak hanya inklusif, inclusive, but also safe, trustworthy, and responsible as an
tetapi juga aman, tepercaya, dan bertanggung jawab important part of creating social value.
sebagai bagian penting dari penciptaan nilai sosial.
Di sisi industri, IOH menyelenggarakan serangkaian AIDay From an industry perspective, IOH organized sector-specific
secara spesifik pada masing-masing sektor ekonomi, AIDay events for each economic sector, such as mining,
sseperti pertambangan keuangan, pendidikan, dan finance, education, and trade. All of these initiatives are
perdagangan. Seluruh inisiatif tersebut dilakukan guna carried out to promote technological and data sovereignty,
mendorong kedaulatan teknologi dan data, pengembangan national capability development, and accelerate Indonesia’s
kapabilitas nasional, dan akselerasi pertumbuhan ekonomi economic growth.
Indonesia.
Selain inisiatif digital, IOH secara aktif mendukung In addition to digital initiatives, IOH actively supports
keberagaman, kepemimpinan, dan pemberdayaan diversity, leadership, and women’s empowerment. In 2025,
perempuan. Pada tahun 2025, Perseroan mencatat the Company recorded a 27.3% increase in women in
peningkatan 27,3% perempuan dalam posisi kepemimpinan. leadership positions. The Company also collaborates with UN
Perseroan juga berkolaborasi dengan UN Women di Women on several IOH women’s initiatives, one of which is
beberapa inisiatif perempuan IOH, salah satunya adalah the launch of the I-EmpowHER community as a safe space
peluncuran komunitas I-EmpowHER sebagai ruang aman for women in the IOH environment to grow so that they can
bagi perempuan di lingkungan IOH untuk bertumbuh increase their representation at the senior leadership level.
sehingga dapat meningkatkan representasi di level senior
leadership.
Bagi IOH, Hiro adalah prioritas utama. Melalui utilisasi AI, IOH For IOH, Hiro are the top priority. Through the use of AI, IOH
memberikan layanan kepada seluruh karyawan dengan provides services to all employees easily and quickly. The
mudah dan cepat. Perseroan memperhatikan secara penuh company pays full attention to the health, safety, comfort,
26 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 27
kesehatan, keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan and well-being of its employees so that they can continue
karyawan untuk terus tumbuh dan berkembang bersama. to grow and develop together. This commitment has placed
Komitmen ini menempatkan IOH sebagai satu dari Fortune IOH as one of Fortune 100’s Best Places to Work Southeast
100 Best Places to Work Southeast Asia. Asia.
Bisnis Bertanggungjawab dan Beretika Responsible and Ethical Business
Pada aspek tata kelola, kinerja keberlanjutan 2025 ditandai In governance, 2025 sustainability performance was
dengan penguatan komitmen terhadap transparansi, marked by strengthened commitments to transparency,
akuntabilitas, dan praktik bisnis yang berintegritas. accountability, and ethical business practices. Structured
Penerapan kebijakan ESG yang terstruktur, pemantauan ESG policy implementation, regular oversight by the Board
berkala oleh Direksi dan ESG SteerCo, serta penguatan of Directors and ESG SteerCo, and enhanced sustainability
sistem pengungkapan keberlanjutan memastikan bahwa disclosure systems ensure achievements and challenges are
seluruh capaian dan tantangan dikelola secara terbuka dan managed openly and responsibly.
bertanggung jawab.
Pada tahun 2025, Perseroan memperkuat kerangka In 2025, the Company strengthened its policy framework
kebijakan melalui pengesahan ESG Guideline, Environmental through the ratification of ESG Guidelines, Environmental
Guideline, serta Diversity, Equity & Inclusion Guideline, guna Guidelines, and Diversity, Equity & Inclusion Guidelines
memastikan bahwa implementasi keberlanjutan berjalan to ensure consistent and measurable sustainability
secara konsisten dan terukur di seluruh organisasi. implementation organization-wide.
Di sisi perlindungan data dan keamanan digital, IOH Regarding data protection and digital security, IOH
memperkuat kepatuhan terhadap Undang-Undang reinforced compliance with Indonesia’s Personal Data
Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) melalui pembaruan Protection Law (PDP Law) by updating privacy policies,
kebijakan privasi, penguatan mekanisme pengelolaan strengthening consent management mechanisms,
persetujuan (consent management), peningkatan budaya enhancing data security culture, and progressively
keamanan data, serta penerapan bertahap prinsip Privacy implementing Privacy by Design principles targeted for
by Design yang ditargetkan tercapai penuh pada 2027. full adoption by 2027. Information security management
Sistem manajemen keamanan informasi yang selaras aligned with ISO 27001 further safeguards data integrity
dengan ISO 27001 turut memperkuat perlindungan and confidentiality.
integritas dan kerahasiaan data pelanggan.
Guna memperkuat kualitas pengungkapan pencapaian To enhance the quality of sustainability data disclosure for
data keberlanjutan bagi pemangku kepentingan, IOH stakeholders, IOH is also progressively implementing PSPK
juga berproses secara progresif mengimplementasikan 1 and PSPK 2 reporting standards ahead of their January 1,
standar pelaporan PSPK 1 dan PSPK 2 sebelum kewajiban 2027 effective date. This includes comprehensive mapping
efektif pada 1 Januari 2027. Melalui penerapan standar ini, of climate-related risks and opportunities, including disaster
Perseroan melakukan pemetaan risiko dan peluang terkait resilience and operational disruptions due to climate change.
iklim secara lebih komprehensif, termasuk ketahanan
terhadap bencana dan gangguan operasional akibat
perubahan iklim.
Selain itu, pelaksanaan Sustainability Assurance Type 2 Additionally, Sustainability Assurance Type 2 (moderate) for
(moderate) pada periode pelaporan 2025 menjadi wujud the 2025 reporting period demonstrates the Company’s
komitmen Perseroan terhadap transparansi dan kredibilitas commitment to transparency and credibility in sustainability
pengungkapan kinerja keberlanjutan. reporting.
Penguatan Manajemen Risiko Strengthening Risk Management
Penguatan manajemen risiko pada tahun 2025 menjadi In 2025, enhanced risk management became a key element
elemen kunci dalam memastikan keberlanjutan dan in ensuring IOH’s long-term resilience. The Company
ketahanan jangka panjang IOH. Perseroan menerapkan implemented an integrated risk management framework
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 27
Page 28
Sambutan Direktur Utama & CEO
Message from the President Director & CEO
kerangka manajemen risiko yang terintegrasi dan selaras aligned with ISO 31000:2018, as a reference in the process
dengan standar internasional ISO 31000:2018, yang menjadi of systematically identifying, assessing, mitigating,
acuan dalam proses identifikasi, penilaian, mitigasi, dan and monitoring risks. This approach ensures strategic,
pemantauan risiko secara sistematis. Pendekatan ini operational, financial, and sustainability risks are managed
memastikan bahwa risiko strategis, operasional, keuangan, within a unified framework aligned with corporate strategy.
maupun risiko keberlanjutan dikelola dalam satu kerangka
terpadu yang konsisten dengan arah dan strategi korporasi.
Pada tingkat strategis, Dewan Komisaris memainkan peran At the strategic level, the Board of Commissioners plays
pengawasan utama melalui Komite Manajemen Risiko a key supervisory role through the Risk Management
yang bertugas meninjau efektivitas sistem manajemen Committee, which is assigned with reviewing the
risiko serta memberikan arahan kepada Direksi. Direksi effectiveness of the risk management system and providing
bertindak sebagai Komite Eksekutif Manajemen Risiko guidance to the Board of Directors. The Board of Directors
yang memastikan implementasi kebijakan berjalan selaras acts as the Executive Risk Management Committee
dengan arahan Dewan Komisaris dan strategi perusahaan. to ensure policy implementation aligns with Board of
Struktur ini menciptakan garis akuntabilitas yang jelas Commissioners’ directives and the company’s strategy. This
antara fungsi pengawasan dan pelaksanaan, sehingga risiko structure establishes clear accountability between oversight
yang bersifat material dapat dimitigasi secara tepat waktu and execution, enabling material risks to be mitigated in a
dan proporsional. timely and proportionate manner.
Di tingkat operasional, fungsi Business Assurance & Risk At the operational level, the Business Assurance &
Management (BARM) berada di bawah pengawasan Risk Management (BARM) function operates under
Presiden Direktur & CEO dan bertanggung jawab the supervision of the President Director & CEO and is
mengembangkan, mengoordinasikan, serta memantau responsible for developing, coordinating, and monitoring the
pelaksanaan sistem manajemen risiko di seluruh unit implementation of the risk management system across all
kerja. Perseroan menerapkan pendekatan ganda, yaitu business units. The Company applies a dual approach: top-
top-down untuk mengelola risiko strategis dan bottom- down to manage strategic risks and bottom-up to identify
up untuk mengidentifikasi serta mengendalikan risiko and control operational risks at the unit level. All identified
operasional di tingkat unit. Seluruh risiko yang teridentifikasi risks are consolidated into a risk register that is regularly
dirangkum dalam risk register yang diperbarui secara updated through cross-functional coordination, including
berkala melalui koordinasi lintas fungsi, termasuk risiko ESG ESG-related risks such as climate change, cybersecurity,
seperti perubahan iklim, keamanan siber, privasi data, serta data privacy, and supply chain responsibility.
tanggung jawab rantai pasok.
Mengakselerasi Pertumbuhan Accelerating Future Sustainable Growth
Berkelanjutan di Masa Depan
Memasuki periode mendatang, IOH menempatkan Looking ahead, IOH places its commitment to
komitmen dekarbonisasi dan ketahanan iklim sebagai decarbonization and climate resilience at the core of its
fondasi arah pertumbuhan jangka panjang. Tahun 2025 long-term growth strategy. The events of 2025, including
memberikan pembelajaran penting melalui terjadinya disasters in Aceh and Sumatra, provided important
bencana di Aceh dan Sumatra, yang menegaskan bahwa lessons, reinforcing that climate risk is no longer a
risiko iklim bukan lagi potensi jangka panjang, melainkan distant possibility but an operational reality that must be
realitas operasional yang harus diantisipasi secara systematically anticipated. The swift response through
sistematis. Respons cepat melalui program Indosat SIGAP the Indosat SIGAP program in restoring network services
dalam memulihkan jaringan dan menyalurkan bantuan and delivering humanitarian aid demonstrated the
kemanusiaan menunjukkan kesiapan operasional Perseroan. Company’s operational readiness. More importantly, these
Namun, lebih dari itu, pengalaman tersebut memperkuat experiences strengthened IOH’s commitment to enhancing
komitmen IOH untuk meningkatkan ketahanan infrastructure resilience, deepening the integration of
infrastruktur, memperdalam integrasi analisis risiko iklim climate risk analysis into strategic planning, and developing
dalam perencanaan strategis, serta mengembangkan more comprehensive adaptation scenarios.
skenario adaptasi yang lebih komprehensif.
28 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 29
Berangkat dari pembelajaran tersebut, Perseroan akan Building on these lessons, the Company will continue
terus mempercepat agenda dekarbonisasi melalui to accelerate its decarbonization agenda by reducing
penurunan intensitas emisi, peningkatan efisiensi energi, emissions intensity, improving energy efficiency, and
serta perluasan pemanfaatan energi terbarukan di seluruh expanding the use of renewable energy across its network
operasional jaringan. Modernisasi infrastruktur berbasis operations. The modernization of infrastructure through
teknologi cerdas memungkinkan pertumbuhan trafik data intelligent technologies enables continued growth in data
dan layanan digital tetap selaras dengan pengurangan jejak traffic and digital services while maintaining alignment with
karbon. Dengan memanfaatkan AI sebagai enabler efisiensi, carbon footprint reduction. By leveraging AI as an efficiency
IOH memastikan bahwa transformasi digital berjalan enabler, IOH ensures that digital transformation progresses
beriringan dengan transformasi lingkungan. in tandem with environmental transformation.
Ke depan, penguatan manajemen risiko dan peluang Going forward, the integration of sustainability risk and
keberlanjutan akan semakin terintegrasi melalui opportunity management will be further strengthened
penyempurnaan pemetaan risiko iklim sesuai standar through enhanced climate risk mapping in accordance with
PSPK 1 dan PSPK 2, serta peningkatan kapabilitas internal PSPK 1 and PSPK 2 standards, as well as the development
ESG untuk menutup kesenjangan terhadap praktik global. of internal ESG capabilities to close gaps with global best
Pendekatan ini memastikan bahwa keberlanjutan tidak practices. This approach ensures that sustainability serves
hanya menjadi mekanisme mitigasi risiko, tetapi juga not only as a risk mitigation mechanism but also as a source
sumber inovasi dan diferensiasi kompetitif. of innovation and competitive differentiation.
Di sisi sosial dan ekonomi, IOH akan melanjutkan From a social and economic perspective, IOH will continue
pengembangan talenta digital dan literasi AI guna advancing digital talent development and AI literacy to
memperkuat kesiapan ekosistem nasional, sekaligus strengthen the national ecosystem’s readiness, while
memperluas solusi digital bagi UMKM, keluarga, dan expanding digital solutions for MSMEs, families, and the
sektor publik. Kolaborasi lintas industri melalui inisiatif public sector. Cross-industry collaboration through AI-driven
berbasis AI dan teknologi digital akan terus diperkuat and digital technology initiatives will be further reinforced to
untuk menciptakan dampak ekonomi yang inklusif dan create inclusive and sustainable economic impact.
berkelanjutan.
Seluruh langkah tersebut disusun sebagai kontribusi nyata All of these initiatives are designed as tangible contributions
terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) serta to the Sustainable Development Goals (SDGs) and the
perwujudan visi Empowering Indonesia. IOH meyakini bahwa realization of the Empowering Indonesia vision. IOH believes
keberlanjutan adalah perjalanan jangka panjang yang that sustainability is a long-term journey requiring resilient
menuntut kepemimpinan yang tangguh, kolaborasi yang leadership, broad collaboration, and consistent innovation.
luas, dan inovasi yang konsisten. Dengan berbagai upaya Through its ongoing efforts and forward-looking strategies,
yang dilakukan dan strategi ke depan, IOH optimis dapat IOH remains confident in sustaining growth momentum
menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat while strengthening its role as a driver of inclusive, adaptive,
perannya sebagai penggerak transformasi digital yang and low-carbon digital transformation in Indonesia.
inklusif, adaptif, dan rendah karbon bagi Indonesia.
Atas Nama Direksi PT Indosat Tbk
On Behalf of the Board of Directors of PT Indosat Tbk
Vikram Sinha
Direktur Utama & Chief Executive Officer
President Director & Chief Executive Officer President Commissioner
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 29
Page 30
Profil Perusahaan
Company Profile
30 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 31
03.
Profil
Perusahaan
Company Profile
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 31
Page 32
Profil Perusahaan
Company Profile
Informasi Perusahaan
Information of the Company
Nama Perusahaan [GRI 2-1]
Name of the Company PT Indosat Tbk
Jenis Kepemilikan/Type of Ownership
Perusahaan Penanaman Modal Asing
Jenis Kepemilikan dan
Foreign Investment Company
Badan Hukum [GRI 2-1]
Type of Ownership and Legal
Badan Hukum/Legal Entity
Entity
Perseroan Terbatas
Limited Liability Company
Tanggal Pendirian 10 November 1967
Date of Establishment
Gedung Indosat Ooredoo Hutchison
Jl. Medan Merdeka Barat No. 21
Jakarta 10110, Indonesia
www.ioh.co.id
Kantor Pusat [OJK C.2] [GRI 2-1]
Head Office Tel. : (+62 21) 3000 3001 ext. 8803 / 8804
Investor Relations : +62 858-8563-9250
Website : www.ioh.co.id
Email Corporate Secretary : corporate.secretary@ioh.co.id
Email Investor Communications : investor@ioh.co.id
Sektor Usaha [GRI 2-6] Telekomunikasi
Business Sector Telecommunication
Akta Pendirian Nomor 55 Tanggal 10 November 1967 dibuat oleh Mohamad Said
Akta Pendirian Tadjoedin
Deed of Establishment Deed of Establishment Number 55 Dated 10 November 1967 made by Mohamad
Said Tadjoedin
65.64%
Ooredoo Hutchison Asia Pte. Ltd.
9.63%
PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero)
Kepemilikan saham di atas 5% 8.33%
(per 31 Desember 2025)
PT Tiga Telekomunikasi Indonesia
Share ownership above 5%
(as of 31 December 2025) 16.40%
Masyarakat/Public
0.00%
Negara Republik Indonesia 1 Saham Seri A
Republic of Indonesia 1 Serie A share
Aset | Assets
Total Aset dan Kewajiban
Rp118,629,871 juta I million
per 31 Desember 2025
Total Assets and Liabilities Liabilitas | Liability
as of 31 December 2025
Rp79,120,763 juta I million
IOH melayani pelanggan ritel, usaha kecil, dan menengah (UKM), usaha berskala
Daerah dan Wilayah Operasional besar, dan badan pemerintah di wilayah Republik Indonesia.
yang Dilayani IOH serves retail customers, small and medium enterprises (SMEs), large-
Regions and Operational Areas
scale enterprises, and government agencies in the territory of the Republic of
Served
Indonesia.
32 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 33
Visi, Misi, dan Nilai [OJK C.1]
Vision, Mission, and Values
Menjadi perusahaan telekomunikasi
Visi digital yang paling dipilih di Indonesia.
Vision
Become the most preferred digital telco of Indonesia.
Menghadirkan pengalaman digital
kelas dunia, menghubungkan dan
Misi memberdayakan masyarakat
Mission Indonesia
Deliver world-class digital experiences, connecting
and empowering every Indonesian.
Nilai Inti Perusahaan
Company’s Core Values
Sepenuh Hati Heart
Perusahaan yang tulus peduli dan membuat pilihan-pilihan
berani demi menciptakan dunia yang lebih baik.
A company that genuinely cares and makes daring choices to
create a better world.
Bersinar Radiance
Perusahaan yang menempatkan inspirasi sebagai pusat
dari kepemimpinan yang kuat.
A company that puts inspiration at the center of its powerful leadership.
Bersama Lebih Baik Better Together
Perusahaan yang mendobrak batasan dan
mempersatukan masyarakat.
A company that breaks down boundaries and brings people together.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 33
Page 34
Profil Perusahaan
Company Profile
Jejak Langkah Keberlanjutan
Traces Of Sustainability
1967 1980 1994
PT Indosat Tbk didirikan di Indonesia pada tanggal 10 Indosat dinasionalisasi Menjadi perusahaan
November 1967 sebagai perusahaan penanaman modal asing dan menjadi Badan publik yang tercatat di
yang menyediakan layanan telekomunikasi internasional di Usaha Milik Negara. Bursa Efek Indonesia dan
Indonesia. Indosat was nationalized New York Stock Exchange.
PT Indosat Tbk was established in Indonesia on 10 and became a State- Became a public company
November 1967 as a foreign investment company to provide Owned Enterprise. listed on the Indonesia
international telecommunications services in Indonesia. Stock Exchange and the
New York Stock Exchange.
2002 2001 1995
Pemerintah Indonesia melakukan divestasi 517,5 juta saham, Masuk di pasar seluler Indosat mendirikan
mewakili sekitar 50,0% dari saham Seri B pada saat itu, Indonesia melalui akuisisi Telkomsel, perusahaan
dalam dua tahap. Pada bulan Mei 2002, Pemerintah menjual mayoritas saham patungan bersama
8,1% dari saham Indosat yang beredar melalui tender global Satelindo dan pendirian dengan PT Telkom.
yang dipercepat. Pada bulan Desember 2002, Pemerintah PT Indosat Multi Media Indosat established
melakukan divestasi 41,9% saham Seri B kami kepada mantan Mobile (“IM3”). Telkomsel, a joint venture
anak perusahaan STT Communications Ltd. (“STT”). Entered the Indonesian with PT Telkom
The Government divested 517.5 million shares, representing cellular market by
approximately 50.0% of our outstanding Series B shares at the acquiring the majority
time, in two stages. In May 2002, the Government sold 8.1% of of Satelindo shares and
Indosat’s outstanding shares through an accelerated global establishing PT Indosat
tender. In December 2002, the Government divested 41.9% of Multi Media Mobile (“IM3”).
our outstanding Series B shares to a former subsidiary of STT
Communications Ltd. (“STT”).
2003 2008 2013
Sejak memasuki pasar seluler Indonesia Ooredoo mengakuisisi kepemilikan Secara sukarela
melalui pembelian Satelindo dan pendirian PT STT di PT Indosat Tbk, yang memicu menghapuskan
IM3 serta integrasi perusahaan tersebut ke penawaran tender wajib. Ooredoo pencatatan atas ADS
dalam Perusahaan kami pada tahun 2003, adalah perusahaan terbuka yang dari Bursa Efek New York
layanan selular telah menjadi kontributor mayoritas sahamnya dimiliki dan hanya tercatat di
terbesar pendapatan usaha kami. oleh Negara Qatar dan entitas Bursa Efek Indonesia.
Since entering the Indonesian cellular market afiliasinya. Voluntarily delisted
through the acquisition of Satelindo and Ooredoo acquired STT’s interest trading of the ADSs from
establishment of PT IM3 and the subsequent in PT Indosat Tbk, which was the New York Stock
integration of such companies into our triggering a mandatory tender Exchange, to be solely
Company in 2003, cellular services have offer. Ooredoo is a publicly listed listed on the Indonesia
become the largest contributor to our corporation which is majority Stock Exchange
operating revenues. owned by the State of Qatar and its
affiliated entities.
34 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 35
“Keberlanjutan bukanlah sebuah tujuan akhir, melainkan perjalanan yang terus bergerak bersama
inovasi dan tujuan yang bermakna. Di IOH, setiap langkah, dari pengembangan teknologi hijau
hingga penguatan inklusi digital, adalah wujud komitmen kami untuk menghubungkan Indonesia
menuju masa depan yang lebih cerdas dan berkelanjutan.”
“Sustainability is not a destination, but a continuous journey of innovation and purpose. At IOH,
every step we take, from advancing green technology to empowering digital inclusion, reflects
our commitment to connect Indonesia to a smarter, more sustainable future.”
2014 2015 2016
Peluncuran Layanan Digital Indosat, unit bisnis yang Peluncuran identitas baru Merombak industri melalui
berfokus pada penciptaan platform digital yang terkini menjadi Indosat Ooredoo penawaran yang sederhana dan
dalam bidang keuangan, periklanan dan e-commerce dan peluncuran layanan transparan sehingga pelanggan
mobile guna memberikan manfaat hidup yang komersial 4G-LTE yang dapat dengan leluasa menikmati
nyaman bagi para pelanggan. pertama di Indonesia. pengalaman digital.
The launching of Indosat Digital Services, a business Rebranded as Indosat Revolutionized the industry with
unit focused on creating scalable digital platforms in Ooredoo and launched the simple, transparent offerings
mobile finance, advertising, and e-commerce to deliver first commercial 4G-LTE designed to ‘liberate’ customers to
life-enriching benefits to consumers. service in Indonesia. freely experience digital
2019 2018 2017
Cakupan jaringan 4G Indosat di Indonesia, melonjak hingga ±90%, Seluruh jaringan nasional Merayakan 50 tahun
sejalan dengan strategi untuk menjadi Perusahaan Telco Digital Indosat dilengkapi berinovasi bagi bangsa.
Indonesia yang terkemuka. kapabilitas 4G LTE. Celebrating 50 years
Indosat’s 4G population coverage across Indonesia leaped to The entire Indosat of innovation towards
±90%, in line with the strategy to become Indonesia’s Leading network is 4G LTEenabled building the nation.
Digital Telco Company. nationwide.
2020 2021
Indosat diakui sebagai Global Rising Star Menyusul keberhasilan peningkatan brand value sebesar 32% yang
dengan pengalaman jaringan yang paling sangat positif, Indosat masuk ke dalam jajaran Top 10 Indonesia’s
meningkat, meraih peringkat #2 secara global Most Valuable Brand 2021 di Indonesia berdasarkan Laporan Brand
dalam hal Most Improved Video Experience Finance Indonesia 2021. Indosat adalah satu-satunya merek yang
(55,8%), satu dari hanya tiga operator di dunia masuk dalam 10 besar yang meraih peningkatan brand value. Ooredoo
yang telah menggandakan Download Speed Group dan CK Hutchison mengumumkan penandatanganan Perjanjian
Experience (101,8%), dan Most Improved Upload Penggabungan Bersyarat antara PT Indosat Tbk dan PT Hutchison 3
Speed Experience (88,3%). Indonesia. Di tahun yang sama, Indosat juga meluncurkan jaringan 5G
Indosat was recognized as the Global Rising di 5 kota: Solo, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Balikpapan.
Star with the most improved network Following an impressive 32% brand value increase, Indosat breaks into
experience, globally ranked #2 on Most the Top 10 Indonesia’s Most Valuable Brand this year by Brand Finance
Improved Video Experience (55.8%), one of only Indonesia 2021 Report. Indosat is the only brand in the top 10 to record
three globally with doubled Download Speed a brand value growth. Ooredoo Group and CK Hutchison announced
Experience (101.8%), and Most Improved Upload the signing of a Conditional Merger Agreement between PT Indosat
Speed Experience (88.3%). Tbk and PT Hutchison 3 Indonesia (“H3I”). In the same year, Indosat also
launched its 5G network in 5 cities: Solo, Jakarta, Surabaya, Makassar,
and Balikpapan.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 35
Page 36
Profil Perusahaan
Company Profile
2022 2023
IOH mencapai langkah besar dengan resmi melakukan IOH berhasil mencapai kemajuan signifikan dengan menyelesaikan
merger bisnis dengan H3I, yang menggabungkan integrasi jaringannya secara penuh menggunakan teknologi
mereka menjadi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH). Multi-Operator Core Network (MOCN) di semua site di seluruh
Merger ini memungkinkan perusahaan gabungan Indonesia. Proses integrasi yang rampung pada akhir Maret 2023
untuk memiliki skala yang lebih besar, kemampuan ini menghasilkan peningkatan yang nyata bagi pelanggan IOH,
keuangan yang lebih kuat, dan keahlian yang diperlukan termasuk mereka yang menggunakan IM3 dan Tri, berupa cakupan
untuk bersaing lebih efektif di pasar. Sebagai bagian jaringan yang lebih luas, kualitas layanan di dalam ruangan yang
dari inisiatif inovatifnya, IOH juga telah membentuk lebih baik, dan pengalaman internet dengan kecepatan hingga
perusahaan patungan dengan BDx Indonesia, bertujuan dua kali lipat dari sebelumnya. Selain itu, IOH juga melakukan
untuk menyediakan pusat data dan layanan cloud kerja sama strategis dengan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk
generasi berikutnya bagi Hyperscaler dan perusahaan (Mitratel) dan PT dhost Telekomunikasi Nusantara (dhost), dimana
di Indonesia. Tahun ini juga ditandai dengan peluncuran telah ditandatanganinya perjanjian untuk menjual 1.630 menara
layanan koneksi internet kabel optik (fiber to the home/ telekomunikasi dan infrastuktur indoor serta menyewa kembali 1.527
FTTH) Indosat HiFi, serta peluncuran 5G di Denpasar. menara telekomunikasi dan infrastruktur indoor. Tidak hanya itu, IOH
Pencapaian penting lainnya adalah pertumbuhan jumlah mengukuhkan posisinya di pasar home broadband dengan resmi
pelanggan seluler Perseroan yang pada bulan Desember mengakuisisi sejumlah pelanggan dari MNC Play, yang berkontribusi
2022 telah mencapai lebih dari 100 juta pelanggan. pada peningkatan jumlah pelanggan FTTH IOH dan mengukuhkan
IOH made a significant milestone by officially merging arah masa depan bisnis home broadband mereka.
its business with H3I, combining them into Indosat IOH made significant progress by completing its full network
Ooredoo Hutchison (IOH). This merger allows the integration across Indonesia using Multi-Operator Core Network
combined company to have greater scale, stronger (MOCN) technology. The integration process, which was completed by
financial capabilities and the expertise required to the end of March 2023, resulted in noticeable improvements for IOH’s
compete more effectively in the market. As part of its customers, including those using IM3 and Tri, in the form of expanded
innovative initiatives, IOH has also formed a joint venture network coverage, improved indoor service quality, and internet
with BDx Indonesia, aiming to provide next generation speeds up to twice as fast as before. IOH also entered into strategic
data center and cloud services to Hyperscalers and collaboration with PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) and PT
enterprises in Indonesia. The year was also marked by dhost Telekomunikasi Nusantara (dhost), where agreements to sell
the launch of Indosat HiFi’s fiber to the home (FTTH) 1,630 telecommunication towers and indoor infrastructure and also
internet connection service, as well as the launch of lease back 1,527 telecommunication towers and indoor infrastructure.
5G in Denpasar. Another important achievement was Moreover, IOH strengthened its position in the home broadband
the growth in the number of the Company’s mobile market by officially acquiring a number of customers from MNC Play,
subscribers which by December 2022 had reached more which contributed to IOH’s increase in FTTH subscribers and solidified
than 100 million subscribers. the future direction of their home broadband business.
2024
• IOH Group menjalin kolaborasi dengan NVIDIA untuk memajukan • IOH Group forged a collaboration with NVIDIA to advance
teknologi Indonesia dan menempatkannya di garis depan Indonesia’s technology and position it at the forefront of the
revolusi kecerdasan buatan (AI) global. Kemitraan ini diformalkan global artificial intelligence (AI) revolution. This partnership was
melalui Nota Kesepahaman (MoU) untuk membangun lanskap formalized through a Memorandum of Understanding (MoU) aimed
teknologi Indonesia, mendukung visi bersama menjadikan at building Indonesia’s technological landscape and supporting the
Indonesia pemimpin dalam komunitas AI Cloud global. Tonggak shared vision of making Indonesia a leader in the global AI Cloud
penting dalam transformasi digital IOH adalah peresmian Digital community. A key milestone in IOH’s digital transformation journey
Intelligence Operation Center (DIOC), fasilitas canggih yang was the inauguration of the Digital Intelligence Operation Center
memanfaatkan AI untuk meningkatkan layanan kepada lebih (DIOC), a state-of-the-art facility leveraging AI to enhance services
dari 100 juta pelanggan. Selain itu, IOH bekerja sama dengan for over 100 million customers. Additionally, IOH partnered with the
GoTo Group meluncurkan Sahabat-AI, ekosistem Large Language GoTo Group to launch Sahabat-AI, an open-source Large Language
Model (LLM) open source untuk Bahasa Indonesia dan bahasa Model (LLM) ecosystem for the Indonesian language and regional
daerah, memperkuat kedaulatan digital, melestarikan budaya, dan dialects, strengthening digital sovereignty, preserves cultural
menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan sosial-ekonomi. heritage, and creates new opportunities for socioeconomic growth.
• IOH mengumumkan aksi korporasi stock split dengan rasio • IOH announced a corporate action of stock split with a ratio of one
satu banding empat, yang telah disetujui dalam Rapat Umum to four, which was approved in the Extraordinary General Meeting
Pemegang Saham Luar Biasa. Keputusan strategis ini bertujuan of Shareholders. This strategic decision aims to increase transaction
untuk meningkatkan volume transaksi dan likuiditas, serta volume and liquidity, as well as expand access to the Company’s
memperluas akses terhadap saham Perseroan bagi investor ritel shares for retail investors from various backgrounds, especially the
dari berbagai kalangan, terutama generasi muda. younger generation.
36 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 37
2025
• Peluncuran Indonesia Sovereign Security Operations
Center (SOC) bersama Cisco, IOH menghadirkan pusat
keamanan siber berstandar global pertama di Indonesia.
Inisiatif ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat
ketahanan digital nasional, dengan kemampuan deteksi
ancaman real-time berbasis AI serta komitmen untuk
melatih satu juta talenta keamanan siber hingga 2030.
• IOH melakukan kerja sama dengan Tsinghua University
dan Indonesia Technology Alliance dalam pendirian
AI Application Cooperation Center. Kolaborasi ini
memperkuat ekosistem kecerdasan buatan Indonesia
dengan fokus pada penerapan AI di sektor pendidikan,
kesehatan, dan ketahanan pangan, sekaligus
menegaskan peran IOH dalam mewujudkan visi
Indonesia Emas 2045.
• IOH menjalin kemitraan strategis dengan Nokia dan
NVIDIA untuk menghadirkan Artificial Intelligence Radio
Access Network (AI-RAN) pertama di Asia Tenggara.
Integrasi AI dalam jaringan RAN ini meningkatkan
efisiensi spektrum, mengurangi konsumsi energi, serta
membuka jalan menuju jaringan 6G berbasis perangkat
lunak di masa depan.
• Through the launch of the Indonesia Sovereign Security
Operations Center (SOC) in collaboration with Cisco, IOH
introduced the first globally compliant cybersecurity center
in Indonesia. This initiative marks a significant milestone
in strengthening the nation’s digital resilience, featuring
AI-powered real-time threat detection capabilities and a
commitment to train one million cybersecurity talents by 2030.
• IOH forged a partnership with Tsinghua University and the
Indonesia Technology Alliance to establish the AI Application
Cooperation Center, reinforcing Indonesia’s artificial intelligence
ecosystem. The collaboration focuses on applying AI in key
sectors such as education, healthcare, and food security,
underscoring IOH’s pivotal role in advancing Indonesia’s Vision
2045.
• IOH also entered a strategic partnership with Nokia and
NVIDIA to develop the first Artificial Intelligence Radio Access
Network (AI-RAN) in Southeast Asia. This groundbreaking
integration of AI into the RAN network enhances spectrum
efficiency, reduces energy consumption, and paves the way
for next-generation, software-based 6G networks in the near
future.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 37
Page 38
Profil Perusahaan
Company Profile
Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha [GRI 2-6] [OJK C.4]
Products, Services, and Business Activities
Perseroan menghadirkan spektrum layanan komunikasi The Company delivers a comprehensive portfolio of
dan digital yang dirancang untuk menjawab kebutuhan connectivity and digital solutions designed to serve
pelanggan di setiap segmen. Di lini ritel, IM3 dan Tri menjadi customers across every segment. In the retail market, IM3
wajah layanan seluler prabayar dan pascabayar yang dekat and Tri represent the Company’s prepaid and postpaid
dengan gaya hidup digital masyarakat—menghadirkan mobile services, bringing reliable, flexible, and lifestyle-
konektivitas yang andal, fleksibel, dan terjangkau. Di driven connectivity closer to millions of Indonesians. For
segmen korporasi, Perseroan memperkuat transformasi the corporate segment, the transformation continues
bisnis melalui layanan Multimedia Interaktif, Data dan through Multimedia, Interactive, Data and Internet (MIDI)
Internet (MIDI), termasuk solusi pusat data, Disaster services, including Data Center, Disaster Recovery Center,
Recovery Center, serta IOH Cloud Services berbasis and IOH Cloud Services based on infrastructure-as-a-
infrastructure-as-a-service yang disalurkan baik secara service, delivered both directly and through subsidiaries.
langsung maupun melalui entitas anak. Perseroan juga The Company also continues to operate fixed voice
tetap mengelola layanan telekomunikasi tetap berbasis telecommunication services to support essential
suara untuk mendukung konektivitas yang berkelanjutan. connectivity needs. Completing its digital ecosystem,
Sementara itu, melalui layanan Indosat HiFi, Perseroan Indosat HiFi brings Fiber-to-the-Home (FTTH) broadband
menghadirkan koneksi Fiber-to-the-Home (FTTH) berbasis powered by high-speed optical fibre, offering superior
serat optik dengan kecepatan tinggi dan stabilitas optimal, reliability and stability to support the ever-growing digital
memastikan pengalaman internet rumah yang semakin lifestyle at home.
andal bagi pelanggan di era digital yang serba terhubung.
Skala Perusahaan [GRI 2-7] [GRI 2-8] [OJK C.3]
Company Scale
Di balik kinerja Perseroan yang terus bergerak dinamis, Behind the Company’s dynamic performance lies a diverse
terdapat keberagaman sumber daya manusia yang menjadi workforce that serves as the true driving force of the
penggerak utama roda organisasi. Status ketenagakerjaan organisation. The Company’s employment status covers a
di Perseroan mencakup karyawan tetap, karyawan kontrak, combination of permanent employees, contract workers,
serta peserta magang, mencerminkan ekosistem kerja yang and interns, reflecting an inclusive and adaptive working
inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan bisnis. Sepanjang ecosystem. Throughout 2025, the Company employed
tahun 2025, Perseroan mempekerjakan 3.043 orang 3,043 people across various operational regions in Indonesia,
karyawan yang tersebar di berbagai wilayah operasional di strengthening its national presence and service capabilities.
Indonesia, memperkuat kehadiran dan layanan Perseroan A detailed overview of the workforce composition, covering
di tingkat nasional. Gambaran komposisi sumber daya gender, job level, age group, educational background, and
manusia tersebut, mulai dari jenis kelamin, jenjang employment status, is presented in the following tables
jabatan, kelompok usia, tingkat pendidikan, hingga status
ketenagakerjaan, disajikan secara lebih rinci dalam tabel-
tabel berikut
38 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 39
Komposisi Karyawan Berdasarkan Employee Composition by
Wilayah Kerja dan Jenis Kelamin [GRI 2-7] Work Area and Gender
2025 2024 2023
Uraian
Description Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan
Male Female Male Female Male Female
Nasional
2.273 770 2,231 764 2,210 765
National
Jumlah | Total 3.043 2,995 2,975
Komposisi Karyawan Berdasarkan Status Employee Composition by
Kepegawaian dan Jenis Kelamin [GRI 2-7] [GRI 2-8] Employment Status and Gender
2025 2024 2023
Uraian
Description Laki-Laki Perempuan Jumlah Laki-Laki Perempuan Jumlah Laki-Laki Perempuan Jumlah
Male Female Total Male Female Total Male Female Total
Tetap | Permanent 2.045 722 2.767 2,062 726 2,788 1,990 709 2,699
Kontrak | Contract 228 48 276 169 38 207 220 56 276
Jumlah | Total 2.273 770 3.043 2,231 764 2,995 2,210 765 2,975
Tingkat Jabatan
2025 2024 2023
Position Level
BoD & Chief | BoD & Chief 12 13 13
8 94 97 94
7 357 350 333
6 1.120 1.098 1.033
5 678 692 690
4 435 455 527
3 347 290 285
Jumlah | Total 3.043 2.995 2.975
Kelompok Umur
2025 2024 2023
Age Group
< 25 tahun | < 25 years old 20 38 46
25-35 tahun | 25-35 years old 702 687 792
35-45 tahun | 35-45 years old 1.303 1,269 1,303
45-50 tahun | 45-50 years old 602 588 517
> 50 tahun | > 50 years old 416 413 317
Jumlah | Total 3.043 2,995 2,975
Jenjang Pendidikan
2025 2024 2023
Education Level
Pascasarjana | Postgraduate 349 339 349
Sarjana | Bachelor 2.474 2.379 2.302
Diploma | Diploma 199 222 256
SMA | High School 21 55 68
Jumlah | Total 3.043 2.995 2.975
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 39
Page 40
Profil Perusahaan
Company Profile
Daftar Keanggotaan Asosiasi Industri [GRI 2-28] [OJK C.5]
List of Membership in Industrial Association
Nama Asosiasi
Association name
Nasional
National
KADIN (Kamar Dagang dan Industri)/Indonesian Chamber of Commerce and Industry
ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia) /Indonesia Telecommunications Providers Association
ASKITEL (Asosiasi Kliring Interkoneksi Telekomunikasi) /Telecommunications Interconnection Clearing Association
APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) /Indonesia Internet Services Provider Association
ASKALSI (Asosiasi Sistem Komunikasi Kabel Laut Seluruh Indonesia) /Indonesian Submarine Cable Communication System Association
ASPI (Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia) /Indonesia Payment System Association
MASTEL (Masyarakat Telematika Indonesia) /The Indonesian Telematics Society
APJATEL (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi) /Telecommunication Network Provider Association
APPUI (Asosiasi Penyelenggara Pengiriman Uang Indonesia) /Association of Money Transfer Providers in Indonesia
ASIOTI (Asosiasi Internet of Things Indonesia) /Association of the Internet of Things Indonesia
AFTECH/FINTECH (Asosiasi Fintech Indonesia)
Internasional
International
GSMA (Global System for Mobile Communications Association)
APNIC (Asia-Pacific Network Information Centre)
RADb (Routing Assets Database)
GASA (Global Anti-Scam Alliance)
Perubahan Signifikan [GRI 2-6] [OJK C.6]
Significant Changes
Sepanjang tahun 2025, struktur kepemilikan dan komposisi Throughout 2025, the Company’s ownership structure and
modal saham Perseroan tetap terjaga secara stabil share capital composition remained stable, with no material
tanpa perubahan material. Di sisi operasional, Perseroan changes recorded. On the operational side, the Company
melakukan penataan dan penguatan infrastruktur secara undertook selective restructuring and strengthening of its
selektif guna memastikan setiap aset memberikan infrastructure to ensure that each asset delivers optimal
kontribusi optimal serta selaras dengan strategi contribution and remains aligned with its long-term growth
pertumbuhan jangka panjang. Meski terdapat dinamika strategy. Despite these shifts at the asset level, the overall
pada pengelolaan aset, secara keseluruhan skala organisasi organisational scale remained relatively consistent, and the
tetap relatif konsisten, dan rantai pasokan Perseroan Company’s supply chain continued to operate steadily with
berjalan stabil tanpa perubahan signifikan, memastikan no significant changes, safeguarding business continuity.
kesinambungan operasional tetap terjaga.
40 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 41
Sertifikasi di Tingkat Perusahaan
Certification at Company Level
Sertifikasi Tahun Perolehan Habis Berlaku Penerbit
Certification Year Acquired Expiry Date Issuer
Sistem Manajemen Lingkungan
ISO 14001 2012 2027 TSI Certification IAF
Environmental Management System
Kementerian
Sistem Manajemen Keselamatan &
Ketenagakerjaan Republik
Kesehatan Kerja
SMK3 PP.50 /2012 2013 2029 Indonesia
Occupational Health & Safety
Ministry of Manpower of the
Management System
Republic of Indonesia
Sistem Manajemen Keselamatan &
Kesehatan Kerja
ISO 45001 2012 2027 TSI Certification IAF
Occupational Health & Safety
Management System
ISO 27001:2022 Sistem Manajemen Keamanan
Customer Data Management Informasi British Standard Institution
2023 2026
Within National Coverage Information Security Management (BSI)
Area for IM3 and 3 Systems
ISO 27001:2022 Connectivity
Sistem Manajemen Keamanan
IP Based Services, Physical
Informasi British Standard Institution
and Facility Management 2016 2028
Information Security Management (BSI)
for Data Center and Disaster
Systems
Recovery Center
Sistem Manajemen Mutu
ISO 9001:2015 1997 2029 SGS
Quality Management Systems
ISO 37001:2016 Anti Bribery Management Systems 2023 2026 CBQA Global
Sistem Manajemen Kelangsungan
Usaha
ISO 22301:2019 2024 2027 TUV SUD
Business Continuity Management
System
Green Building Council
Green Building Greenship Existing Building Ver 1.1 2025 2028
Indonesia (GBCI)
ISO 50001:2018 energy management systems 2023 2026 Quay Audit UK Limited
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 41
Page 42
Profil Perusahaan
Company Profile
Sertifikasi per Lokasi
Certification per Location
SMK3 PP 50/2012
Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja
Occupational Health & Safety Management System
Lokasi Tahun Perolehan Habis Berlaku Penerbit
Site Year Acquired Expiry Date Issuer
Kantor Pusat PT Indosat Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia
April 2013 Juni | June 2029
(KPPTI) Ministry of Manpower of the Republic of Indonesia
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia
Balikpapan Mei | May 2016 Juni | June 2029
Ministry of Manpower of the Republic of Indonesia
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia
Surabaya Mei | May 2022 Mei | May 2029
Ministry of Manpower of the Republic of Indonesia
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia
Bandung Juli | July 2017 Oktober | October 2028
Ministry of Manpower of the Republic of Indonesia
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia
Makassar Juli | July 2017 Oktober | October 2028
Ministry of Manpower of the Republic of Indonesia
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia
Medan Juli | July 2017 Oktober | October 2028
Ministry of Manpower of the Republic of Indonesia
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia
Palembang April 2021 Oktober | October 2028
Ministry of Manpower of the Republic of Indonesia
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia
Semarang Juli | July 2017 Oktober | October 2028
Ministry of Manpower of the Republic of Indonesia
ISO 45001
Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja
Occupational Health & Safety Management System
Lokasi Tahun Perolehan Sertifikat Saat Ini Habis Berlaku Penerbit
Site Year Acquired Current Certificate Expiry Date Issuer
KPPTI, Ancol November 2012 Desember I December 2024 Desember I December 2027 TSI Certification IAF
Palembang November 2020 Januari I January 2025 Januari I January 2028 TSI Certification IAF
Surabaya Desember I December 2021 Februari I February 2025 Februari I February 2028 TSI Certification IAF
42 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 43
ISO 14001
Sistem Manajemen Lingkungan
Environmental Management System
Lokasi Tahun Perolehan Sertifikat Saat Ini Habis Berlaku Penerbit
Site Year Acquired Current Certificate Expiry Date Issuer
KPPTI, Ancol November 2012 Desember I December 2024 Desember I December 2027 TSI Certification IAF
Palembang November 2020 Januari I January 2025 Januari I January 2028 TSI Certification IAF
Surabaya Desember I December 2021 Februari I February 2025 Februari I February 2028 TSI Certification IAF
ISO 22301:2019
Sistem Manajemen Kelangsungan Usaha
Business Continuity Management System
Lokasi Tahun Perolehan Sertifikat Saat Ini Habis Berlaku Penerbit
Site Year Acquired Current Certificate Expiry Date Issuer
Jabodetabek Februari | February 2024 Februari | February 2027 TUV SUD
Green Building
Greenship Bangunan Eksisting Ver 1.1
Greenship Existing Building Ver 1.1
Lokasi Tahun Perolehan Sertifikat Saat Ini Habis Berlaku Penerbit
Site Year Acquired Current Certificate Expiry Date Issuer
Green Building Council
KPPTI Januari | January 2025 Januari | January 2028
Indonesia (GBCI)
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 43
Page 44
Aspek Ekonomi
Economic Aspect
40 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 45
04.
Aspek
Ekonomi
Company Profile
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 41
Page 46
Aspek Ekonomi
Economic Aspect
Inovasi dan
Pengembangan
Innovation and
Development
Di tengah akselerasi transformasi digital, IOH memaknai inovasi
ESG terintegrasi sebagai lebih dari sekadar kemajuan teknologi. Bagi IOH, inovasi
dalam seluruh siklus inovasi adalah tentang bagaimana solusi digital dapat menghadirkan nilai
ESG embedded throughout the ekonomi, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat
innovation lifecycle dan lingkungan. Berlandaskan visi Empowering Indonesia,
IOH menempatkan inovasi berdampak sebagai sarana untuk
memperluas inklusi, memperkuat ketahanan ekonomi, serta
mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Dari keyakinan inilah
lahir kebijakan Perseroan yang mendorong pengembangan produk
Prioritas pada solusi digital
dan layanan digital berkelanjutan, memastikan setiap inovasi tidak
inklusif dan rendah emisi
hanya relevan dengan kebutuhan pasar, tetapi juga selaras dengan
Priority on inclusive, low- prinsip keberlanjutan jangka panjang.
emission digital solutions
Kebijakan ini menjadi kompas bagi IOH dalam mengintegrasikan
prinsip ESG ke seluruh siklus inovasi, mulai dari tahap perencanaan
produk, pengembangan dan implementasi solusi, hingga pemantauan
Investasi diarahkan pada proyek serta evaluasi dampaknya. Dengan pendekatan tersebut, inovasi
berdampak sosial & lingkungan di IOH diarahkan untuk memperkuat daya saing bisnis sekaligus
Investments focused on projects with mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional.
social and environmental impact
Amid the accelerating pace of digital transformation, IOH views
innovation as more than a technological pursuit. For IOH, innovation
is about delivering solutions that generate economic value while
Kolaborasi lintas sektor sebagai creating positive social and environmental impact. Guided by its
akselerator inovasi Empowering Indonesia vision, IOH positions impact-driven innovation
Cross-sector collaboration as an as a key enabler to expand inclusion, strengthen economic resilience,
and support sustainable development. From this perspective, the
innovation accelerator
Company has established policies that promote the development
of sustainable digital products and services, ensuring that every
innovation remains relevant to market needs while aligning with
long-term sustainability principles.
Dampak dipantau dan dilaporkan
secara transparan This policy serves as a guiding framework for integrating ESG
Transparent impact monitoring and principles across the entire innovation lifecycle, from product
ESG-aligned reporting ideation and development to implementation and impact evaluation.
Through this approach, IOH ensures that innovation strengthens
business competitiveness while supporting Indonesia’s broader
sustainable development agenda.
42 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 47
Dalam praktiknya, pengembangan produk dan layanan baru In practice, the development of new products and services
mempertimbangkan parameter keberlanjutan yang selaras incorporates sustainability parameters aligned with the
dengan kerangka ESG Perseroan, termasuk optimalisasi Company’s ESG framework, including resource optimization
sumber daya dan efisiensi energi, peningkatan customer and energy efficiency, enhancement of customer
experience dan inklusivitas digital, serta perlindungan experience and digital inclusivity, as well as user security
keamanan pengguna. Pertimbangan ini terintegrasi dalam and protection. These considerations are integrated into
proses tata kelola dan manajemen risiko, sehingga inovasi governance and risk management processes, ensuring
teknologi IOH berjalan seiring dengan pertumbuhan bisnis that IOH’s technological innovation progresses in line with
yang bertanggung jawab. responsible business growth.
Lebih jauh, IOH terus mengembangkan solusi digital Beyond technology, IOH continues to develop sustainable
berkelanjutan yang memperkuat ekonomi digital nasional. digital solutions that strengthen Indonesia’s digital economy.
Melalui berbagai platform dan layanan, Perseroan Through its platforms and services, the Company supports
mendukung pemberdayaan UMKM, peningkatan literasi micro, small, and medium enterprises (MSMEs), enhances
digital, serta perluasan akses teknologi bagi masyarakat digital literacy, and expands access to technology for wider
luas, yang membuka peluang ekonomi baru yang inklusif communities, unlocking inclusive economic opportunities
dan merata. across the country.
Komitmen keberlanjutan ini juga tercermin dalam IOH’s commitment to sustainability is also reflected in its
pendekatan pendanaan dan investasi yang bertanggung approach to responsible funding and investment. Projects
jawab. Proyek-proyek dengan potensi dampak positif that deliver positive environmental or social outcomes are
terhadap lingkungan dan sosial diprioritaskan dalam alokasi prioritised in budget allocation and capital investment, in
anggaran dan investasi, sejalan dengan prinsip Keuangan line with the principles of Sustainable Finance. In doing so,
Berkelanjutan yang dianut Perseroan. Dengan demikian, IOH ensures that its investments create long-term value for
setiap investasi diarahkan untuk menciptakan nilai jangka both the business and its stakeholders.
panjang bagi bisnis dan pemangku kepentingan.
Untuk mempercepat lahirnya inovasi yang berdampak, To accelerate impactful innovation, IOH actively collaborates
IOH aktif menjalin kolaborasi strategis dengan pemerintah, with government institutions, financial institutions,
lembaga keuangan, startup teknologi, serta institusi technology start-ups, and academic institutions. These
pendidikan. Kolaborasi lintas sektor ini memperkaya cross-sector partnerships enrich the innovation ecosystem,
ekosistem inovasi, mendorong transfer pengetahuan, facilitate knowledge exchange, and speed up the
dan mempercepat adopsi solusi digital yang mendukung development of solutions that support national digital
transformasi dan keberlanjutan nasional. transformation and sustainability goals.
Seluruh dampak dari produk dan layanan berkelanjutan The impact of sustainable products and services is
tersebut dipantau melalui indikator kinerja yang terukur continuously monitored through measurable performance
dan dilaporkan secara transparan sesuai dengan standar indicators and reported transparently in accordance with
ESG yang berlaku. Melalui pemantauan dan pelaporan yang recognised ESG standards. This commitment to monitoring
konsisten, IOH memastikan akuntabilitas serta peningkatan and disclosure reinforces accountability and drives
berkelanjutan dalam setiap inisiatif inovasi. continuous improvement across all innovation initiatives.
Pada akhirnya, melalui kebijakan dan pendekatan ini, Ultimately, through this policy and approach, IOH affirms
IOH menegaskan bahwa inovasi bukan sekadar alat that innovation is not merely a driver of business growth
pertumbuhan bisnis, melainkan komitmen nyata untuk but a long-term commitment to shaping a greener, more
membangun masa depan Indonesia yang lebih hijau, inklusif, inclusive, and resilient future for Indonesia. For IOH, today’s
dan berdaya saing. Karena bagi IOH, inovasi hari ini adalah innovation is the foundation of tomorrow’s sustainability.
fondasi bagi keberlanjutan esok hari.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 43
Page 48
Aspek Ekonomi
Economic Aspect
Kinerja
Ekonomi
Economic
Performance
Sebagai salah satu pelaku utama industri telekomunikasi digital
di Indonesia, IOH memainkan peran strategis dalam mendorong
Kontribusi ekonomi IOH pertumbuhan ekonomi nasional, baik secara langsung melalui
mencakup penciptaan nilai kinerja bisnis dan kontribusi fiskal, maupun secara tidak
langsung dan tidak langsung langsung melalui penguatan produktivitas ekosistem digital.
bagi perekonomian nasional
Kontribusi ekonomi langsung IOH diwujudkan melalui
IOH’s economic contribution
penciptaan lapangan kerja, keberlanjutan rantai nilai bersama
encompasses the creation of
mitra usaha, serta pembayaran pajak dan kewajiban lainnya
both direct and indirect value for
kepada negara. Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatatkan
the national economy
pertumbuhan pendapatan sebesar 1,1% menjadi Rp 56.518,1
miliar, serta peningkatan laba bersih yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk sebesar 12,2% menjadi Rp5.509,7
miliar, yang didorong oleh kenaikan pendapatan, penurunan
Pertumbuhan kinerja finansial beban karyawan, pemasaran, beban lain-lain-bersih dan
didorong oleh penguatan kenaikan penghasilan (beban) operasional lain-lain - bersih
operasional dan efisiensi biaya yang dimbangi oleh kenaikan beban penyelenggaraan jasa,
Financial performance growth is umum, administrasi, penyusutan dan amortisasi. Capaian ini
driven by strengthened operations mencerminkan ketahanan model bisnis IOH di tengah dinamika
and improved cost efficiency industri dan ketidakpastian ekonomi global.
As one of the leading players in Indonesia’s digital
telecommunications industry, IOH plays a strategic role in
driving national economic growth, both directly through its
Risiko perubahan iklim dikelola business performance and fiscal contributions, and indirectly by
melalui inovasi energi untuk menjaga strengthening the productivity of the digital ecosystem.
ketahanan dan keberlanjutan bisnis
Climate-related risks are managed IOH’s direct economic contribution is reflected in job creation,
through energy innovation initiatives the sustainability of its value chain together with business
that enhance business resilience and partners, as well as the payment of taxes and other statutory
long-term sustainability obligations to the state. Throughout 2025, the Company
social and environmental impact recorded revenue growth of 1.1% to Rp56,518.1 billion, as well as a
12.2% increase in net profit attributable to owners of the parent
to Rp5,509.7 billion, driven by higher revenue, lower employee
expenses, marketing expenses, other net expenses, and higher
other operating income (expenses), offset by an increase in
service, general, administrative, depreciation, and amortization
expenses. These achievements underscore the resilience of
IOH’s business model amid industry dynamics and global
economic uncertainty.
44 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 49
Perbandingan Target dan Kinerja 2025, serta Proyeksi 2026 [OJK F.2]
Comparison of Target and Performance in 2025, as well as Projection in 2026
Indikator Keuangan Target 2025 Realisasi 2025 Proyeksi 2026
Financial Indicator 2025 Target 2025 Realization 2026 Projection
Pertumbuhan Pendapatan Melebihi pertumbuhan pasar
+1.1% Mid to high single digit
Revenue Growth Better than Market Growth
Tidak ada target yang Tidak ada target yang
Margin EBITDA
ditetapkan 47.1% ditetapkan
EBITDA Margin
No target set No target set
Melebihi pertumbuhan
Pertumbuhan EBITDA
pendapatan +0.8% Mid to high single digit
EBITDA Growth
Better than Revenue Growth
CAPEX
Sekitar Rp13,0 triliun Rp13,3 triliun Sekitar Rp13,0 triliun
Around Rp13.0 trillion Rp13.3 trillion Around Rp13.0 trillion
* Tidak termasuk biaya lisensi spektrum baru dan pengeluaran modal GPU berdasarkan kontrak
Excludes new spectrum license cost and contract-based GPU capex
Sejalan dengan pertumbuhan kinerja usaha, IOH juga In line with its business performance growth, IOH also
mencatat penciptaan nilai ekonomi langsung yang recorded the creation of direct economic value, reflecting
mencerminkan skala dan kontribusi bisnis Perseroan. the scale and contribution of the Company’s operations.
Sepanjang tahun 2025, nilai ekonomi langsung yang dihasilkan Throughout 2025, the direct economic value generated
mencapai Rp56.707,5 miliar, mencerminkan kemampuan IOH amounted to Rp56,707.5 billion, demonstrating IOH’s ability
dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan di tengah to sustain growth amid industry dynamics and external
dinamika industri dan tantangan eksternal. challenges.
Nilai ekonomi tersebut kemudian didistribusikan kepada This economic value was subsequently distributed to
berbagai pemangku kepentingan melalui pembayaran various stakeholders through payments to suppliers and
kepada pemasok dan mitra usaha, remunerasi dan business partners, employee remuneration and benefits, tax
tunjangan karyawan, pembayaran pajak kepada negara, payments to the government, and financing costs paid to
serta biaya pendanaan kepada penyedia modal. Distribusi capital providers. Such distribution underscores IOH’s role as
nilai ini mencerminkan peran IOH sebagai penggerak a catalyst within a broader economic ecosystem, where the
ekosistem ekonomi yang lebih luas, di mana aktivitas bisnis Company’s business activities support partner sustainability,
Perseroan turut menopang keberlangsungan usaha mitra, create employment opportunities, and contribute to public
menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi terhadap revenue.
pendapatan negara.
Sementara itu, sebagian nilai ekonomi juga ditahan oleh At the same time, a portion of the economic value was
Perseroan sebagai laba ditahan untuk memperkuat retained by the Company in the form of retained earnings
struktur permodalan dan mendukung investasi jangka to strengthen its capital structure and support long-
panjang. Nilai ekonomi yang ditahan ini menjadi fondasi term investments. This retained economic value serves
penting bagi IOH dalam membiayai pengembangan as a critical foundation for financing network expansion,
jaringan, inovasi teknologi, transformasi digital, serta inisiatif technological innovation, digital transformation, and
keberlanjutan, memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi sustainability initiatives, ensuring that the Company’s
Perseroan tetap berimbang antara kinerja jangka pendek economic growth remains balanced between short-term
dan penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan. performance and long-term, sustainable value creation.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 45
Page 50
Aspek Ekonomi
Economic Aspect
Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan dan Didistribusikan [GRI 201-1]
Direct Economic Value Generated and Distributed
Dalam jutaan Rupiah/In million Rupiah
Uraian
2025 2024 2023
Description
Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan
Direct Economic Value Generated
Pendapatan Bersih
56,518,141 55,886,870 51,228,782
Net Revenue
Pendapatan Investasi Finansial
189,402 362,972 330,998
Financial Investment Income
Penghasilan Bunga
189,402 362,972 330,998
Interest Income
Jumlah Nilai Ekonomi Langsung yang
Dihasilkan 56,707,543 56,249,842 51,559,780
Total Direct Economic Value Generated
Nilai Ekonomi Langsung yang Didistribusikan
Direct Economic Value Distributed
Biaya Operasional
29,920,846 29,511,822 27,290,818
Operating Cost
Beban Penyelenggaraan Jasa
23,828,490 22,740,295 21,084,880
Cost of Services
Karyawan
3,449,691 3,889,735 3,694,617
Personnel
Pemasaran
1,677,341 1,992,959 1,676,654
Marketing
Umum dan Administrasi
965,324 888,833 834,667
General and Administrative
Biaya Keuangan
4,201,287 4,477,795 4,724,609
Finance Cost
Pembayaran Kepada Pemerintah
1,467,141 1,460,113 1,155,842
Payment to Government
Jumlah Nilai Ekonomi Langsung yang
Didistribusikan 35,589,274 35,449,730 33,171,269
Total Direct Economic Value Distributed
Nilai Ekonomi Langsung yang Ditahan
Direct Economic Value Retained
21,118,269 20,800,112 18,388,511
Terkait distribusi nilai ekonomi, total nilai ekonomi langsung With respect to the distribution of economic value, the total
yang didistribusikan pada tahun 2025 tidak mencakup direct economic value distributed in 2025 does not include
alokasi dana program Corporate Social Responsibility the allocation of Corporate Social Responsibility (CSR) funds
(CSR) sebesar Rp17.474 juta. Informasi lebih rinci mengenai amounting to Rp17.474 million. More detailed information
program CSR dan dampaknya disajikan pada bagian on the Company’s CSR programmes and their impacts is
tersendiri dalam laporan ini. presented in a dedicated section of this report.
46 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 51
Dalam konteks risiko dan peluang ekonomi, perubahan In the context of economic risks and opportunities, climate
iklim menjadi salah satu faktor eksternal yang semakin change has become an increasingly relevant external factor
relevan bagi keberlanjutan kinerja Perseroan. Dari perspektif affecting the sustainability of the Company’s performance.
operasional, risiko utama terkait iklim muncul dari ancaman From an operational perspective, the primary climate-
ganda: kerusakan fisik infrastruktur akibat cuaca ekstrem related risks arise from a dual threat: physical damage to
serta gangguan pasokan energi. Badai, banjir, dan kondisi infrastructure caused by extreme weather events and
cuaca ekstrem lainnya berpotensi merusak menara BTS disruptions to energy supply. Storms, floods, and other
dan jaringan serat optik, sementara ketergantungan pada extreme weather conditions may damage base transceiver
pasokan listrik nasional menjadikan stabilitas energi sebagai stations (BTS) and fibre optic networks, while reliance on the
salah satu titik kerentanan utama bagi kelangsungan national electricity grid places energy stability among the key
layanan IOH. [GRI 102-2] vulnerabilities for the continuity of IOH’s services. [GRI 102-2]
Namun demikian, tantangan tersebut juga membuka Nevertheless, these challenges also present strategic
peluang strategis bagi Perseroan untuk membangun opportunities for the Company to build long-term resilience
ketahanan dan efisiensi jangka panjang. IOH merespons and efficiency. IOH responds to climate-related risks by
risiko iklim dengan mengakselerasi inovasi energi, termasuk accelerating energy innovation, including more efficient
implementasi green network technology yang lebih green network technology using AI, the deployment of
efisien menggunakan AI, panel surya (Photovoltaic/PV) photovoltaic (PV) solar panels at BTS sites and data centres.
di lokasi BTS dan pusat data. Langkah ini secara langsung This initiative directly reduces dependence on the main
mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik utama electricity grid and fossil fuels used for generators, while
dan bahan bakar fosil untuk genset, sekaligus menekan also lowering operating costs. Moreover, this approach
biaya operasional. Lebih jauh, pendekatan ini mengubah transforms certain operational cost centres into strategic
sebagian pusat biaya operasional menjadi aset strategis assets that support sustainable competitive advantage,
yang mendukung keunggulan kompetitif berkelanjutan, combining economic efficiency with a strong commitment
menggabungkan efisiensi ekonomi dengan komitmen to a cleaner energy transition. [GRI 201-2]
terhadap transisi energi yang lebih bersih. [GRI 201-2]
Sepanjang periode pelaporan, IOH tidak menerima subsidi Throughout the reporting period, IOH did not receive any
maupun bantuan keuangan dari pemerintah. Meski government subsidies or financial assistance. However, the
demikian, pemerintah Republik Indonesia tetap memiliki Government of the Republic of Indonesia continues to hold
satu saham Seri A (Dwiwarna) yang memberikan hak khusus one Series A (Dwiwarna) share, which grants special rights in
dalam aspek tertentu pengelolaan Perseroan, sebagai certain aspects of the Company’s governance as part of the
bagian dari kerangka tata kelola strategis. [GRI 201-4] strategic oversight framework. [GRI 201-4]
Melalui kinerja ekonomi yang solid, pengelolaan risiko iklim Through solid economic performance, adaptive climate
yang adaptif melalui penguatan fisik infrastruktur, seperti risk management through physical infrastructure
peninggian posisi BTS di lokasi rawan banjir dan desain reinforcement, such as raising the position of BTS in flood-
menara sesuai standar ketahanan angin, serta modernisasi prone locations and designing towers according to wind
jaringan dengan mengganti baterai VRLA ke Lithium yang resistance standards, as well as modernizing the network
lebih efisien. Selain itu, IOH menyelaraskan diri dengan by replacing VRLA batteries with more efficient Lithium
strategi iklim melalui penggunaan teknologi AI untuk batteries. In addition, IOH aligns itself with climate strategies
efisiensi energi otomatis, serta strategi efisiensi berbasis through the use of AI technology for automatic energy
inovasi energi. IOH menegaskan komitmennya untuk efficiency, as well as innovation-based energy efficiency
menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan, tidak hanya strategies. IOH affirms its commitment to creating
bagi Perseroan, tetapi juga bagi perekonomian nasional dan sustainable economic value, not only for the Company, but
seluruh pemangku kepentingan. also for the national economy and all stakeholders.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 47
Page 52
Aspek Ekonomi
Economic Aspect
Investasi pada
Proyek yang Sejalan
dengan Keuangan
Berkelanjutan
Investment on Projects
that Are Aligned with
Sustainable Finance
[OJK F.3]
Investasi IOH diarahkan pada proyek Fokus utama meliputi efisiensi energi,
yang menciptakan nilai ekonomi inklusi digital, dan penguatan infrastruktur
sekaligus dampak sosial dan digital berkelanjutan
lingkungan Key focus areas include energy efficiency,
IOH directs its investments towards digital inclusion, and sustainable digital
projects that create economic infrastructure
value while delivering social and
environmental benefits
Pengukuran target dan realisasi proyek
masih dikembangkan secara bertahap
Prinsip keuangan berkelanjutan Target-setting and realisation
menjadi pertimbangan dalam proses measurement are being developed
perencanaan dan evaluasi proyek progressively
Sustainable finance principles are
embedded in project planning and
evaluation processes
48 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 53
Sejalan dengan komitmen terhadap penerapan Keuangan In line with its commitment to the implementation of
Berkelanjutan, IOH secara bertahap mengarahkan Sustainable Finance, IOH has progressively directed its
pengembangan proyek dan investasi pada inisiatif yang project development and investments towards initiatives
mendukung pertumbuhan ekonomi yang bertanggung that support responsible economic growth. For IOH,
jawab. Bagi IOH, keuangan berkelanjutan merupakan sustainable finance is an integral part of its long-term
bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan strategy to ensure business continuity, while carefully
kesinambungan bisnis, dengan tetap memperhatikan managing social and environmental impacts across its
dampak sosial dan lingkungan dari setiap aktivitas usaha. operations.
Sepanjang tahun 2025, proyek-proyek yang sejalan dengan Throughout 2025, projects aligned with sustainable
keuangan berkelanjutan difokuskan pada penguatan finance focused on strengthening resilient and energy-
infrastruktur digital yang efisien dan berketahanan misalnya efficient digital infrastructure for example, through digital
melalui transformasi digital dengan solusi cloud-native BSS, transformation with cloud-native BSS solutions, increased
peningkatan redundansi jaringan, serta adopsi teknologi yang network redundancy, and the adoption of technologies that
mengurangi gangguan layanan selama puncak trafik atau reduce service disruptions during peak traffic or disasters,
bencana, pengembangan jaringan yang lebih hemat energi, developing more energy-efficient network technologies,
serta perluasan layanan digital inklusif yang mendukung and expanding inclusive digital services that support
aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha. Investasi economic activities and livelihoods. Investments in smarter
pada teknologi jaringan yang lebih cerdas dan efisien energi and more energy-efficient network technologies were
dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus undertaken to enhance service quality while optimising
mengoptimalkan biaya operasional dalam jangka panjang. long-term operational costs.
Di aspek sosial, IOH memprioritaskan proyek yang From a social perspective, IOH prioritised projects that
mendorong inklusi digital dan pemerataan akses teknologi promote digital inclusion and equitable access to technology,
serta komitmen pembangunan dalam pemerataan akses as well as a commitment to development in equal access to
teknologi, khususnya bagi UMKM dan komunitas di wilayah technology, particularly for MSMEs and communities within
operasional Perseroan. Melalui pengembangan layanan dan the Company’s operating areas. Through the development
platform digital, Perseroan menjembatani kesenjangan of digital platforms and services, IOH bridging the digital
digital dan berupaya membuka peluang ekonomi baru dan gap and seeks to unlock new economic opportunities
meningkatkan produktivitas, sejalan dengan peran strategis and improve productivity, reinforcing its strategic role in
IOH dalam mendukung ekosistem ekonomi digital nasional. supporting Indonesia’s digital economy ecosystem.
Dalam implementasinya, proses alokasi anggaran dan In practice, budget allocation and project evaluation
evaluasi proyek dilakukan dengan mempertimbangkan processes take into account ESG considerations in
aspek ESG, di samping kelayakan finansial. Namun demikian, addition to financial feasibility. However, as of the current
hingga periode pelaporan ini, IOH belum menetapkan reporting period, IOH has not yet established detailed
target dan realisasi secara rinci untuk proyek-proyek yang targets and realisation metrics for projects categorised
dikategorikan sejalan dengan keuangan berkelanjutan. as aligned with sustainable finance. The Company is
Perseroan masih berada pada tahap penguatan kerangka currently strengthening its internal frameworks, developing
kerja, pengembangan indikator, serta penyelarasan indicators, and enhancing alignment across business units
internal guna memastikan pengukuran yang konsisten dan to enable consistent and integrated measurement in the
terintegrasi di masa mendatang. future.
Ke depan, IOH berkomitmen untuk terus menyempurnakan Looking ahead, IOH is committed to continuously refining
pendekatan keuangan berkelanjutan, termasuk dalam its sustainable finance approach, including the gradual
menetapkan target yang lebih terukur dan memantau establishment of more measurable targets and systematic
realisasi proyek secara lebih sistematis. Dengan pendekatan monitoring of project outcomes. Through this phased
bertahap ini, IOH memastikan bahwa penerapan keuangan approach, IOH aims to ensure that sustainable finance is
berkelanjutan tidak hanya bersifat kepatuhan, tetapi not merely a compliance exercise, but a solid foundation for
menjadi fondasi bagi penciptaan nilai jangka panjang yang creating long-term, inclusive, and sustainable value.
inklusif dan berkelanjutan.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 49
Page 54
Aspek Ekonomi
Economic Aspect
Keberadaan
Pasar
Market
Presence
IOH memastikan praktik Upah entry-level ditetapkan di atas Upah
remunerasi yang adil dan Minimum Provinsi (UMP) serta setara bagi
kompetitif di seluruh wilayah karyawan pria dan wanita
operasional Entry-level wages are set above the
IOH ensures fair and competitive Provincial Minimum Wage (UMP) and
remuneration practices across all applied equally to male and female
operating areas employees
Pengembangan dan pemberdayaan Mayoritas posisi manajemen senior diisi
talenta lokal menjadi bagian dari oleh talenta nasional sebagai wujud
kontribusi ekonomi regional komitmen jangka panjang
Local talent development and The majority of senior management
empowerment form a key part of IOH’s positions are held by national talent,
contribution to regional economies reflecting a long-term commitment
50 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 55
Keberadaan IOH di berbagai wilayah Indonesia tidak The presence of IOH across Indonesia is reflected not only
hanya tercermin melalui jaringan dan layanan digital in its extensive digital network and services but also in its
yang luas, tetapi juga melalui kontribusi nyata terhadap tangible contributions to local economies. The Company
perekonomian lokal. Perseroan memandang praktik views fair and inclusive employment practices as a critical
ketenagakerjaan yang adil dan inklusif sebagai fondasi foundation for building long-term relationships with
penting dalam membangun hubungan jangka panjang communities in its operating areas.
dengan masyarakat di wilayah operasionalnya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, IOH menetapkan As part of this commitment, IOH provides entry-level
upah entry-level yang melebihi Upah Minimum Provinsi wages that exceed the applicable Provincial Minimum Wage
(UMP) yang berlaku, sekaligus memastikan kesetaraan (UMP) and ensures pay equity between male and female
remunerasi antara karyawan pria dan wanita dengan employees, maintaining a 1:1 remuneration ratio across all
rasio 1:1 untuk setiap jenjang jabatan. Pendekatan ini job levels. This approach reflects the Company’s belief that
mencerminkan keyakinan Perseroan bahwa penghargaan fair compensation is essential to employee productivity,
yang adil terhadap tenaga kerja merupakan prasyarat engagement, and sustainable business performance. [GRI
bagi produktivitas, keterlibatan karyawan, dan 202-1]
keberlanjutan bisnis. [GRI 202-1]
Lebih jauh, IOH secara konsisten memprioritaskan Beyond remuneration, IOH consistently prioritises the
pengembangan talenta lokal, yang didefinisikan sebagai development of local talent, defined as individuals
individu yang berasal dari wilayah tempat Perseroan originating from the regions where the Company operates.
beroperasi. Kebijakan ini tidak hanya membuka This policy not only creates employment opportunities
kesempatan kerja, tetapi juga mendorong peningkatan but also fosters local capacity building and leadership
kapasitas dan kepemimpinan lokal. Komitmen tersebut development. Such commitment is reflected in the fact that
tercermin dari 74% posisi manajemen senior/setingkat 74% of senior management/SVP-level positions are held by
SVP yang diisi oleh talenta Indonesia, menegaskan peran Indonesian talent, underscoring IOH’s role in strengthening
IOH dalam membangun kepemimpinan nasional dan national leadership and regional economic growth,
memperkuat ekonomi regional, sementara 26% dari luar meanwhile 26% is from outside Indonesia. [GRI 202-2]
Indonesia. [GRI 202-2]
Melalui praktik remunerasi yang bertanggung jawab dan Through responsible wage practices and a strong focus
strategi pengembangan talenta lokal, IOH memastikan on local talent development, IOH ensures that its market
bahwa kehadirannya di pasar tidak hanya menciptakan presence delivers not only business value but also supports
nilai bisnis, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan inclusive and sustainable economic growth across its areas
ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah of operation. This commitment is further strengthened by
operasional Perseroan. Komitmen ini turut diperkuat oleh harmonious industrial relations between management and
hubungan industrial yang harmonis antara manajemen dan labor unions, built through constructive dialogue, respect for
serikat pekerja, yang dibangun melalui dialog konstruktif, employee rights, and open and continuous communication
penghormatan terhadap hak karyawan, serta mekanisme mechanisms.
komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 51
Page 56
Pilar ESG
ESG Pillars
52 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 57
05.
Pilar ESG
ESG Pillars
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 53
Page 58
Pilar ESG
ESG Pillars
Pendekatan Keberlanjutan [OJK A.1] [OJK F.1]
Sustainability Approach
Strategi Keberlanjutan Sustainability Strategy
IOH menegaskan komitmen keberlanjutan dengan IOH reaffirms its commitment to sustainability by
memperkuat dan mematangkan kerangka strategis strengthening and refining the strategic framework
yang telah dibangun pada periode sebelumnya. Kerangka established in the previous period. This framework
tersebut mengintegrasikan tanggung jawab lingkungan, integrates environmental responsibility, digital
pemberdayaan digital, serta praktik bisnis yang etis ke empowerment, and ethical business practices into the
dalam proses inti operasional perusahaan. company’s core operational processes.
Di tengah perubahan lanskap industri telekomunikasi, Amidst changes in the telecommunications industry
IOH tetap fokus merespons isu-isu global yang semakin landscape, IOH remains focused on responding to
relevan, mulai dari aksi iklim, percepatan inklusi digital, increasingly relevant global issues, ranging from climate
hingga penguatan tata kelola. Berlandaskan tiga pilar action and accelerating digital inclusion to strengthening
utama Peduli terhadap Lingkungan, Peluang Digital governance. Based on three main pillars Care for
untuk Memberdayakan Masyarakat, serta Bisnis yang the Environment, Digital Opportunities to Empower
Bertanggung Jawab dan Etis IOH terus menyempurnakan Communities, and Responsible and Ethical Business IOH
pendekatannya agar keberlanjutan menjadi penggerak continues to refine its approach so that sustainability
pertumbuhan jangka panjang, bukan sekadar komitmen becomes a driver of long-term growth, not just a normative
normatif. commitment.
Melalui peta jalan yang selaras dengan tujuan keberlanjutan Through a roadmap aligned with global and national
global dan nasional, IOH berkomitmen membangun sustainability goals, IOH is committed to building a
ekosistem digital yang tangguh, inklusif, dan siap resilient, inclusive, and future-ready digital ecosystem,
menghadapi masa depan, sekaligus memperkuat posisinya while strengthening its position as a leader in the
sebagai pemimpin industri telekomunikasi di Indonesia. telecommunications industry in Indonesia.
54 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 59
Pengelolaan Lingkungan Environmental Stewardship
IOH memahami bahwa pelaku usaha terutama di industri IOH understands that businesses, especially those in the
telekomunikasi yang intensif memanfaatkan energi dan telecommunications industry that intensively utilise energy
sumber daya memiliki tanggung jawab besar dalam and resources, have a significant responsibility to protect
menjaga lingkungan. Karena itu, strategi lingkungan the environment. Therefore, the Company’s environmental
Perseroan diarahkan pada sasaran ambisius penurunan strategy is directed towards the ambitious goal of reducing
intensitas emisi gas rumah kaca hingga 50% dari baseline greenhouse gas emissions intensity by 50% from the 2020
tahun 2020 sampai dengan 2025. baseline by 2025.
Melalui pengurangan konsumsi energi dan penerapan By reducing energy consumption and implementing more
praktik operasional yang lebih ramah lingkungan, IOH environmentally friendly operational practices, IOH not
tidak hanya memenuhi tanggung jawab ekologis, tetapi only fulfils its ecological responsibilities, but also promotes
juga mendorong efisiensi operasional serta memperkuat operational efficiency and strengthens the company’s
kesiapan perusahaan menghadapi perkembangan readiness to face developments in environmental
regulasi lingkungan. Pilar “Peduli terhadap Lingkungan” regulations. The ‘Care for the Environment’ pillar is in line
ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly
(TPB), khususnya TPB 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 7 (Affordable and Clean Energy), SDG 11 (Sustainable
TPB 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), TPB 12 Cities and Communities), SDG 12 (Responsible Consumption
(Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan and Production), and SDG 13 (Climate Action), which are
TPB 13 (Penanganan Perubahan Iklim), yang diwujudkan realised through energy efficiency initiatives, carbon
lewat inisiatif efisiensi energi, penurunan jejak karbon, dan footprint reduction, and optimisation of resource utilisation.
optimalisasi pemanfaatan sumber daya.
Dampak Sosial dan Pemberdayaan Social Impact and Empowerment
Strategi sosial IOH dirancang untuk menjangkau komunitas IOH’s social strategy is designed to reach the communities
yang dilayani sekaligus memperkuat ekosistem digital yang it serves while strengthening a more inclusive digital
lebih inklusif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui target ecosystem. This commitment is realised through the target
penguatan representasi perempuan di posisi kepemimpinan of strengthening the representation of women in leadership
hingga 2028 serta ambisi untuk menghadirkan dampak positions by 2028 and the ambition to bring positive impact
positif bagi masyarakat Indonesia lewat berbagai inisiatif to Indonesian society through various digital initiatives and
dan proyek digital. projects.
Melalui agenda ini, IOH berupaya menjembatani kesenjangan Through this agenda, IOH seeks to bridging the digital
digital, mendorong mobilitas sosial, dan berkontribusi divide, encourage social mobility, and contribute to the
pada terbentuknya masyarakat yang lebih tangguh serta formation of a more resilient and equitable society. IOH’s
berkeadilan. Inisiatif sosial IOH tidak hanya mencerminkan social initiatives not only reflect corporate responsibility,
tanggung jawab korporasi, tetapi juga merupakan investasi but are also a strategic investment to strengthen the social
strategis untuk memperkuat jejaring sosial yang menopang networks that support the market, increase customer
pasar, meningkatkan kedekatan dengan konsumen, dan intimacy, and deepen brand loyalty.
memperdalam loyalitas terhadap merek.
Pilar “Peluang Digital untuk Memberdayakan Masyarakat” The pillar ‘Digital Opportunities to Empower Communities’
juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan is also in line with the Sustainable Development Goals
(TPB), terutama TPB 4 (Pendidikan Berkualitas), TPB (SDGs), particularly SDG 4 (Quality Education), SDG 5 (Gender
5 (Kesetaraan Gender), TPB 8 (Pekerjaan Layak dan Equality), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG
Pertumbuhan Ekonomi), TPB 9 (Industri, Inovasi, dan 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), and SDG 10
Infrastruktur), serta TPB 10 (Berkurangnya Kesenjangan). (Reduced Inequalities). Its implementation is reflected in
Implementasinya tercermin melalui program seperti IDCamp programs such as IDCamp to strengthen national digital
untuk penguatan kapabilitas digital nasional, SheHacks untuk capabilities, SheHacks to open up opportunities for women
membuka peluang perempuan dalam menciptakan dampak to create economic, social, and environmental impact
ekonomi, sosial dan lingkungan melalui teknologi digital, through digital technology, as well as the empowHER
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 55
Page 60
Pilar ESG
ESG Pillars
serta program I-empowHER yang mendorong penguatan program, which encourages leadership strengthening and
kepemimpinan dan pengembangan kapasitas perempuan capacity building for women within the Company’s internal
di lingkungan internal maupun ekosistem Perseroan. Selain environment and ecosystem. In addition, various other
itu, berbagai inisiatif digital inklusif lain yang melibatkan inclusive digital initiatives involving various partnerships to
berbagai kemitraan dalam memperluas akses teknologi bagi expand access to technology for underserved groups.
kelompok yang belum terjangkau.
Tata Kelola dan Perilaku Etis Governance and Ethical Conduct
Pilar Bisnis yang Bertanggung Jawab dan Etis di IOH dirancang IOH’s Responsible and Ethical Business Pillars are designed
untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi sekaligus to ensure regulatory compliance while supporting the
mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan achievement of Sustainable Development Goals (SDGs),
(TPB), khususnya TPB 16 tentang kelembagaan yang tangguh particularly SDG 16 on resilient institutions and SDG 17 on
dan TPB 17 mengenai kemitraan. Perseroan menerapkan partnerships. The company implements transparent and
tata kelola yang transparan dan berintegritas, dengan ethical governance, placing digital security and data privacy
menempatkan keamanan digital serta pelindungan privasi protection as a key focus in its operations.
data sebagai fokus utama dalam menjalankan operasional.
Melalui penerapan standar perlindungan data yang ketat, Through the implementation of strict data protection
kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta standards, compliance with applicable regulations, and
kolaborasi strategis dengan para pemangku kepentingan, strategic collaboration with stakeholders, IOH strengthens
IOH memperkuat ekosistem digital yang aman, adil, dan a secure, fair, and sustainable digital ecosystem. The
berkelanjutan. Kepercayaan dari pelanggan, regulator, trust of customers, regulators, and business partners
dan mitra usaha menjadi fondasi penting bagi IOH untuk is an important foundation for IOH to maintain its
menjaga daya saing di era digital, sekaligus memastikan competitiveness in the digital era, while ensuring responsible
praktik bisnis yang bertanggung jawab. business practices.
Kerangka Strategi Keberlanjutan IOH
IOH Sustainability Framework
Become the
ESG Leader in Indonesia
Telecommunication Industry
Digital Opportunity to Responsible and Ethical
ESG Pillars Care for Environment
Empower Community Business
Practicing Responsible Corporate
Cascade north star Enhancing Social Impact
Environmental Safeguard Governance
• Double the Number of
Women in Leadership
Reduce greenhouse gas Roles by 2028 The Implementation of
Spotlight emissions intensity by 50% Privacy
by 2025 from base year 2020 • 85 million Indonesian by Design by 2027
impacted with IOH Digital
initiatives by 2028
Reducing emissions
Promoting diverse leadership Implementing Privacy by
is key to accelerating
fosters innovation and Design strengthens data
decarbonizations, enhancing
strengthens social equity, protection and regulatory
operational efficiency,
while digital initiatives compliance, embedding
lowering energy costs,
empower communities privacy into every operational
and aligning with climate
Correlation to and expand market reach. aspect. This builds customer
regulations. It underscores
Business Together, these efforts trust, minimizes risks, and
IOH’s environmental
and Market enhance brand reputation, positions the company
leadership by supporting
customer loyalty, and as a pioneer in digital
sustainability goals,
stakeholder trust, driving responsibility, meeting
appealing to eco-conscious
sustainable growth in growing demands for robust
stakeholders, and delivering
Indonesia’s digital and social and transparent data security
lasting environmental and
landscape. practices.
financial benefits.
56 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 61
Penetapan Materialitas [GRI 3-1] [PSPK1-33a] Materiality Assessment
IOH menetapkan isu-isu material ESG melalui proses yang IOH determines material ESG issues through a systematic
sistematis dan partisipatif dengan melibatkan pemangku and participatory process involving both internal and
kepentingan internal maupun eksternal. Proses diawali external stakeholders. The process begins with a discussion
dengan pembahasan topik ESG oleh jajaran senior/eksekutif of ESG topics by senior/executive management together
bersama ESG Steering Committee (ESG Steerco), yang with the ESG Steering Committee (ESG Steerco), which
kemudian didalami dan dikaji lebih lanjut bersama Direksi is then explored and reviewed further with the Board of
untuk menyusun kerangka kerja ESG serta menetapkan Directors to develop an ESG framework and determine the
prioritas implementasi Perseroan. Company’s implementation priorities.
Penentuan topik material juga diperkuat oleh masukan The determination of material topics is also reinforced
eksternal melalui survei kepada vendor, investor, regulator, by external input through surveys of vendors, investors,
mitra bisnis, dan pelanggan, sehingga perspektif pemangku regulator, business partners, and customers, so that
kepentingan dapat terakomodasi secara memadai. Seluruh the perspectives of stakeholders can be adequately
hasilnya kemudian dirangkum dalam Matriks Materialitas IOH accommodated. All results are then summarised in
untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan isu ESG yang the IOH Materiality Matrix to identify and prioritise the
paling signifikan, sekaligus memastikan program ESG selaras most significant ESG issues, while ensuring that the ESG
dengan ekspektasi para pemangku kepentingan. programme is in line with stakeholder expectations.
IOH turut melakukan tinjauan internal atas aktivitas IOH also conducted an internal review of business
bisnis, dinamika eksternal, serta isu ESG relevan di industri activities, external dynamics, and relevant ESG issues in the
telekomunikasi dan TIK melalui riset dan benchmarking telecommunications and ICT industry through research and
dengan perusahaan sejenis pada tahun 2025. Validasi benchmarking with similar companies in 2025. Validation
dilakukan melalui FGD bersama manajemen senior dan ESG was carried out through FGDs with senior management
Steerco guna memastikan keselarasan dengan praktik terbaik, and ESG Steerco to ensure alignment with best practices,
kerangka keberlanjutan, perkembangan regulasi, dan prioritas sustainability frameworks, regulatory developments, and
bisnis. Hasil penilaian tahun 2025 menunjukkan adanya business priorities. The 2025 assessment results show
perubahan pada topik-topik material dibandingkan tahun changes in material topics compared to the previous
sebelumnya. Perubahan ini mendorong IOH untuk meninjau year. These changes have prompted IOH to review its
kembali prioritas keberlanjutan serta menyesuaikan strategi, sustainability priorities and adjust its strategies, policies,
kebijakan, dan program kerja agar tetap responsif terhadap and work programs to remain responsive to evolving
risiko dan peluang keberlanjutan yang berkembang, sekaligus sustainability risks and opportunities, while ensuring that
memastikan keberlanjutan tetap terintegrasi secara efektif sustainability remains effectively integrated into the
dalam pengambilan keputusan dan arah bisnis Perseroan. Company’s decision-making and business direction.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 57
Page 62
Pilar ESG
ESG Pillars
Matriks Materialitas [GRI 3-2] Materiality Matrix
Monitor Manage Lead
High
Data
Privacy &
Cybersecurity
Climate Change &
GHG Emissions 1 1
2
Labour Practice &
Corporate Governance
Importance to Stakeholders (Y)
Human Resource
& Business Ethic
Management 2
Risk Management & 3 2 Customer 1
Business Resiliance Experience
Human Rights Energy digital inclusion
3 and social
5 impact
Medium
Supply Chain
Management
4
4 DEI
Opportunities in
6 3 Clean Tech
OHS
4 Water & Effluents
5 Anti-Competitive
Behavior
Low
Low Medium High
Importance to Business (X)
Topik material dan Dukungan pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan [GRI 3-3]
Material topics and support for Sustainable Development Goals
Pilar ESG Topik Material TPB
ESG Pillar Material Topic SDG
Care for • Perubahan Iklim & Emisi Gas Rumah Kaca • TPB #7 Energi Bersih dan Terjangkau
Environment (GRI 102) • TPB #11 Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan
• Energi (GRI 103) • TPB #12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
• Climate Change & Greenhouse Gas • TPB #13 Penanganan Perubahan Iklim
Emissions • SDG #7 Affordable and Clean Energy
• Energy • SDG #11 Sustainable Cities and Communities
• SDG #12 Responsible Consumption and Production
• SDG #13 Climate Action
Digital Opportunity • Praktik Ketenagakerjaan & Pengelolaan • TPB #4 Pendidikan Berkualitas
to Empower Sumber Daya Manusia (GRI 401 dan GRI • TPB #5 Kesetaraan Gender
Community 404) • TPB #8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
• Pengalaman Pelanggan (GRI 416 & GRI 417) • TPB #9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
• Keanekaragaman, Kesempatan Setara, dan • TPB #10 Berkurangnya Kesenjangan
Inklusi (GRI 405 & GRI 406) • SDG #4 Quality Education
• Inklusi Digital/Dampak Sosial (GRI 413 & • SDG #5 Gender Equality
GRI 203) • SDG #8 Decent Work and Economic Growth
• Labour Practices & Human Resources • SDG #9 Industry, Innovation and Infrastructure
Management • SDG #10 Reduced Inequalities
• Customer Experience
• Diversity, Equal Opportunity, and Inclusion
• Digital Inclusion/Social Impact
Responsible and • Privasi Data & Keamanan Siber (GRI 418) • TPB #16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang
Ethical Business • Tata Kelola Perusahaan & Etika Bisnis (GRI Tangguh
2-9, GRI 2-16, GRI 2-23, & GRI 2-27) • TPB #17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
• Data Privacy & Cybersecurity • SDG #16 Peace, Justice, and Strong Institutions
• Corporate Governance & Business Ethics • SDG #17 Partnerships for the Goals
58 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 63
Manajemen Topik Material, Penilaian Risiko dan Permasalahan Aspek Keberlanjutan [GRI 3-3] [OJK E.3] [OJK
E.5]
Material Topic Management, Risk Assessment and Sustainability Issues
• Energi (GRI 103)
• Perubahan Iklim & Emisi Gas Rumah Kaca (GRI 102)
• Energy
• Climate Change & Greenhouse Gas Emissions
Akselerasi digitalisasi global mendorong kenaikan kebutuhan energi sekaligus meningkatkan emisi gas rumah
kaca (GRK) dari aktivitas digital. Sejalan dengan temuan International Telecommunication Union (ITU), sekitar dua
pertiga populasi dunia kini telah terhubung ke internet, yang pada akhirnya memperbesar permintaan terhadap
infrastruktur dan layanan TIK.
Merujuk pada rangkuman data dan estimasi dalam publikasi World Bank dan ITU, sektor teknologi informasi
dan komunikasi (TIK) diperkirakan berkontribusi sekitar 1,7% terhadap total emisi global. Kondisi ini menegaskan
pentingnya penguatan efisiensi energi dan pengelolaan emisi pada ekosistem digital agar pertumbuhan
konektivitas tetap sejalan dengan agenda keberlanjutan.
Relevansi bagi IOH
Relevance for IOH
The acceleration of global digitalisation is driving an increase in energy demand while also increasing greenhouse
gas (GHG) emissions from digital activities. In line with findings from the International Telecommunication Union (ITU),
around two-thirds of the world's population is now connected to the internet, which ultimately increases demand
for ICT infrastructure and services.
Referring to the summary of data and estimates in publications by the World Bank and ITU, the information and
communication technology (ICT) sector is estimated to contribute around 1.7% to total global emissions. This
condition emphasises the importance of strengthening energy efficiency and emissions management in the digital
ecosystem so that connectivity growth remains in line with the sustainability agenda.
IOH menegaskan komitmennya dalam menekan dampak lingkungan melalui pencapaian target penurunan
intensitas emisi gas rumah kaca sebesar 50% pada tahun 2025 dengan mengacu pada baseline tahun 2020.
Target ini mencerminkan upaya berkelanjutan Perseroan dalam mengelola dampak lingkungan secara terukur dan
bertanggung jawab.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, IOH memprioritaskan berbagai program strategis, antara lain
peningkatan efisiensi energi, percepatan pemanfaatan energi terbarukan, pengurangan emisi karbon, pengendalian
Komitmen/ limbah, serta penguatan praktik kerja yang berkelanjutan di lingkungan perusahaan. Pada tahun 2025, komitmen ini
Kebijakan serta semakin diperkuat melalui penerbitan Pedoman Lingkungan Perusahaan yang telah disahkan oleh Direksi, sebagai
Tindakan untuk kerangka kebijakan dalam mengintegrasikan pengelolaan lingkungan ke dalam proses bisnis dan operasional.
Mengelola Pendekatan ini tidak hanya memperkuat ketahanan operasional, tetapi juga memastikan pertumbuhan bisnis
Commitment/ Perseroan tetap selaras dengan agenda lingkungan jangka panjang.
Policy and Actions
to Manage IOH affirms its commitment to reducing environmental impact through its ‘Care for the Environment’ initiative, as part
of implementing sustainability across all of the Company's operational activities. The Company is targeting a 50%
reduction in greenhouse gas emissions intensity by 2025, based on 2020 baseline figures.
To support the achievement of this target, IOH prioritises energy efficiency programmes, the acceleration of
renewable energy utilisation, carbon emission reduction, waste control, and the strengthening of sustainable work
practices within the company. This approach also strengthens operational resilience and ensures that business
growth remains in line with the long-term environmental agenda.
• Praktik Ketenagakerjaan & Pengelolaan Sumber Daya Manusia (GRI 401 & 404)
• Keanekaragaman & Kesempatan Setara, dan Inklusi (GRI 405 & GRI 406)
• Labour Practices & Human Resources Management
• Diversity, Equal Opportunity, and Inclusion
Keragaman latar belakang di lingkungan kerja memperkaya perspektif, memperkuat kolaborasi, dan mendorong
lahirnya ide-ide baru. Dinamika tim yang lebih inklusif tersebut pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas,
Relevansi bagi IOH sehingga berkontribusi pada kinerja organisasi dan capaian hasil yang lebih optimal.
Relevance for IOH
Diversity in the workplace enriches perspectives, strengthens collaboration, and encourages new ideas. More inclusive
team dynamics can in turn increase productivity, contributing to organisational performance and more optimal results.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 59
Page 64
Pilar ESG
ESG Pillars
Untuk menegaskan komitmen dalam menekan kesenjangan gender dan memperkuat praktik Diversity, Equity, and
Inclusion (DEI), IOH telah memiliki DEI Guidelines yang secara spesifik mengatur penerapan prinsip keberagaman,
kesetaraan, dan inklusi, serta disahkan oleh Direksi pada Desember 2025. Pedoman ini menjadi landasan kebijakan
dalam mendorong terciptanya lingkungan kerja yang inklusif serta kepemimpinan yang semakin representatif di
seluruh level organisasi.
Sejalan dengan pedoman tersebut, IOH menetapkan target strategis untuk meningkatkan jumlah karyawan
Komitmen/
perempuan pada posisi manajemen senior (grade 8 ke atas) hingga dua kali lipat pada tahun 2028. Target ini
Kebijakan serta
mencerminkan komitmen Perseroan dalam membangun talenta kepemimpinan yang beragam, memperluas
Tindakan untuk
kesempatan yang setara, serta memperkuat praktik tata kelola sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Mengelola
Commitment/
To reinforce its commitment to reducing gender inequality and strengthening DEI (Diversity, Equity, and Inclusion)
Policy and Actions
practices, IOH has established DEI Guidelines, which specifically govern the implementation of diversity, equity, and
to Manage
inclusion principles and were approved by the Board of Directors in December 2025. These guidelines serve as a policy
foundation for fostering an inclusive workplace and promoting more representative leadership across all levels of the
organization.
Aligned with this framework, IOH has set a strategic target to double the number of female employees in senior
management positions (grade 8 and above) by 2028. This target reflects the Company’s commitment to developing
diverse leadership talent, expanding equal opportunities, and strengthening sustainable human capital governance.
• Pengalaman Pelanggan (GRI 416 & GRI 417)
• Inklusi Digital/Dampak Sosial (GRI 413 & GRI 203)
• Customer Experience
• Digital Inclusion/Social Impact
Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika, indeks keterampilan digital dan literasi digital di Indonesia masih
berada di level 3,54 pada skala 1–5. Sejalan dengan kondisi tersebut, IOH sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi
terkemuka di Indonesia memiliki peran untuk turut berkontribusi dalam memperkuat pengembangan serta
peningkatan keterampilan dan literasi digital masyarakat secara lebih luas.
Selain itu, bagi IOH, kualitas jaringan, keandalan layanan, keamanan digital, serta kemudahan interaksi pelanggan
menjadi elemen penting dalam membangun kepercayaan dan loyalitas pengguna di tengah persaingan yang semakin
ketat dan ekspektasi pelanggan yang terus meningkat.
Selain aspek kualitas layanan, meningkatnya risiko penipuan digital, spam, dan pelanggaran data turut memengaruhi
persepsi pelanggan terhadap penyedia layanan telekomunikasi. Oleh karena itu, pengelolaan pengalaman pelanggan
tidak hanya berkaitan dengan kepuasan layanan, tetapi juga mencakup perlindungan konsumen, transparansi, dan
Relevansi bagi IOH responsivitas Perseroan dalam menangani keluhan serta masukan pelanggan secara berkelanjutan.
Relevance for IOH
According to the Ministry of Communication and Information Technology, Indonesia’s digital skills and literacy index
remains at 3.54 on a scale of 1–5. In line with this situation, IOH, as one of Indonesia’s leading telecommunications
companies, has a role to play in contributing to the broader development and improvement of the digital skills and
literacy of the community.
In addition, for IOH, network quality, service reliability, digital security, and seamless customer interactions are essential
to building trust and customer loyalty amid intensifying competition and rising customer expectations.
Beyond service quality, increasing exposure to digital fraud, spam, and data security risks has also shaped customer
perceptions of telecommunications providers. As a result, managing customer experience goes beyond satisfaction
metrics and encompasses consumer protection, transparency, and the Company’s responsiveness in addressing
customer feedback and grievances on an ongoing basis.
60 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 65
Untuk memperkuat dukungan terhadap komunitas lokal, IOH dapat mendorong kepemimpinan yang semakin
representatif, selaras dengan karakter pelanggan dan masyarakat yang dilayani serta memperluas dampak melalui
penyediaan solusi digital sebagai bagian dari nilai inti bisnisnya. Pendekatan ini membantu memastikan strategi
perusahaan tetap relevan dengan kebutuhan setempat sekaligus menciptakan manfaat yang lebih luas dan
berkelanjutan.
Sebagai bagian dari komitmen pengelolaan dampak sosial dan hubungan pemangku kepentingan, IOH secara aktif
memberdayakan masyarakat lokal melalui berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus
pada peningkatan kapasitas, akses digital, dan kesejahteraan komunitas. Perseroan juga menyediakan mekanisme
layanan pengaduan dan bantuan yang dapat diakses melalui Customer Services serta Whistleblowing System (WBS)
Komitmen/ untuk memastikan penanganan keluhan secara transparan dan bertanggung jawab. Selain itu, IOH secara proaktif
Kebijakan serta mendengarkan masukan dari komunitas lokal dan pengguna melalui pengukuran kepuasan pelanggan seperti
Tindakan untuk Customer Satisfaction Score (CSAT) dan Net Promoter Score (NPS) yang dilakukan secara berkala, sehingga Perseroan
Mengelola dapat merespons kebutuhan, memperbaiki layanan, dan mengelola potensi risiko sosial secara berkelanjutan.
Commitment/
Policy and Actions To strengthen its support for local communities, IOH can promote more representative leadership that is aligned with
to Manage the character of its customers and the communities it serves, and expand its impact by providing digital solutions
as part of its core business values. This approach helps ensure that the company’s strategy remains relevant to local
needs while creating broader and more sustainable benefits.
As part of its commitment to managing social impacts and strengthening stakeholder relationships, IOH actively
empowers local communities through various Corporate Social Responsibility (CSR) programs focused on capacity
building, digital access, and community well-being. The Company also provides accessible grievance and support
mechanisms through its Customer Services and Whistleblowing System (WBS) to ensure that concerns are addressed
in a transparent and accountable manner. In addition, IOH proactively listens to feedback from local communities and
users through regular customer satisfaction measurements, including the Customer Satisfaction Score (CSAT) and Net
Promoter Score (NPS), enabling continuous service improvement and effective management of potential social risks.
• Privasi Data & Keamanan Siber (GRI 418)
• Tata Kelola Perusahaan & Etika Bisnis (GRI 2-9, GRI 2-16, GRI 2-23, & GRI 2-27)
• Data Privacy & Cybersecurity
• Corporate Governance & Business Ethics
Sebagai perusahaan telekomunikasi dan digital, IOH mengelola volume data pelanggan dan lalu lintas informasi yang
signifikan dalam ekosistem yang semakin terhubung dan berbasis data. Perkembangan layanan digital, pemanfaatan
cloud dan AI, serta meningkatnya ancaman siber menjadikan privasi data dan keamanan siber sebagai isu material
yang berdampak langsung terhadap kepercayaan pelanggan, keberlangsungan operasional, dan reputasi Perseroan.
Selain itu, penerapan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan meningkatnya ekspektasi regulator
serta pemangku kepentingan menuntut pengelolaan data yang semakin ketat, transparan, dan bertanggung jawab.
Relevansi bagi IOH
Relevance for IOH
As a telecommunications and digital company, IOH manages substantial volumes of customer data and information
flows within an increasingly connected and data-driven ecosystem. The expansion of digital services, the use of cloud
and AI, and the rising sophistication of cyber threats make data privacy and cybersecurity material issues that directly
affect customer trust, operational continuity, and corporate reputation. In addition, the implementation of Indonesia’s
Personal Data Protection Law (UU PDP) and heightened regulatory and stakeholder expectations require stronger,
more transparent, and accountable data management practices.
IOH berkomitmen melindungi data pribadi dan menjaga keamanan sistem informasi melalui penguatan kerangka
tata kelola data, kebijakan privasi, serta penerapan prinsip Privacy by Design secara bertahap. Komitmen ini didukung
oleh sistem manajemen keamanan informasi yang selaras dengan standar internasional, seperti ISO 27001, serta
penguatan pengendalian internal dan tata kelola data. IOH juga mengimplementasikan inisiatif keamanan digital,
termasuk mekanisme anti-spam dan anti-scam berbasis teknologi, guna melindungi pelanggan dari risiko kejahatan
Komitmen/
siber. Melalui pemantauan berkelanjutan, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, serta edukasi pelanggan,
Kebijakan serta
Perseroan memastikan bahwa perlindungan data dan keamanan siber terintegrasi dalam seluruh aktivitas operasional
Tindakan untuk
dan pengembangan layanan digital.
Mengelola
Commitment/
IOH is committed to safeguarding personal data and maintaining information security through a strengthened data
Policy and Actions
governance framework, robust privacy policies, and the phased implementation of Privacy by Design principles. These
to Manage
efforts are supported by an information security management system aligned with international standards such as
ISO 27001, reinforced internal controls, and enhanced data governance. IOH also deploys digital security initiatives,
including technology-enabled anti-spam and anti-scam measures, to protect customers from cybercrime risks.
Through continuous monitoring, capacity building, and customer education, the Company ensures that data protection
and cybersecurity are embedded across its operations and digital service development.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 61
Page 66
Pilar ESG
ESG Pillars
Pilar Lingkungan
Environmental Pillar
IOH memandang keberlanjutan lingkungan sebagai IOH considers environmental sustainability an integral
bagian integral dari penciptaan nilai dan ketahanan bisnis element of long-term value creation and business resilience.
dalam jangka panjang. Berangkat dari keyakinan tersebut, On this basis, the Company consistently mainstreams
Perseroan secara konsisten mengarusutamakan aspek environmental considerations into its business processes
lingkungan ke dalam proses bisnis dan operasional, sehingga and operations, enabling growth to progress in parallel with
pertumbuhan dapat berjalan seiring dengan perlindungan environmental protection.
lingkungan.
Komitmen kami tidak terbatas pada pemenuhan ketentuan Our commitment goes beyond compliance with applicable
peraturan perundang-undangan, tetapi juga diwujudkan laws and regulations, and is demonstrated through
melalui langkah-langkah proaktif untuk menjaga, proactive measures to safeguard, protect, and restore
melindungi, dan memulihkan lingkungan sebagai bentuk the environment as part of our responsibility to Indonesia
tanggung jawab kepada Indonesia dan generasi mendatang. and future generations. We believe that implementing
Kami meyakini bahwa penerapan praktik keberlanjutan sustainability practices focused on environmental
yang berorientasi pada pelestarian lingkungan tidak preservation is not only ethically sound, but also strengthens
hanya merupakan pilihan yang tepat secara etika, namun the foundation of our business continuity and supports the
juga memperkuat fondasi keberlangsungan usaha serta well-being of the communities we serve.
meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang kami layani.
62 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 67
Strategi pengelolaan lingkungan IOH mencakup IOH’s environmental management strategy covers
pengurangan emisi, peningkatan efisiensi pemanfaatan emissions reduction, improved efficiency in the use of
sumber daya alam, pengendalian dan pengurangan natural resources, waste prevention and reduction, and
limbah, serta perlindungan keanekaragaman hayati. Setiap biodiversity protection. Each initiative is designed with clear
program dirancang dengan sasaran yang jelas dan terukur, and measurable targets to ensure responsible, consistent,
guna memastikan penerapan tata kelola lingkungan yang and sustainable environmental stewardship.
bertanggung jawab, konsisten, dan berkelanjutan.
Penanganan Perubahan Iklim Climate Action
Perubahan iklim merupakan tantangan global yang Climate change poses a global challenge that creates
menimbulkan risiko signifikan bagi lingkungan, masyarakat, significant risks to the environment, society, and the world
dan perekonomian. IOH memahami bahwa penanganan isu economy. IOH recognizes that addressing this issue requires
ini membutuhkan keterlibatan kolektif seluruh pemangku collective participation from all stakeholders; therefore, as
kepentingan; karena itu, sebagai entitas korporasi yang a responsible corporate entity, IOH is fully committed to
bertanggung jawab, IOH berkomitmen untuk berperan actively contributing to climate change mitigation efforts.
aktif dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Dengan By leveraging its core capabilities in connectivity and
mengoptimalkan kapabilitas utama di bidang konektivitas digitalization, IOH strives to deliver solutions with tangible
dan digitalisasi, IOH berupaya menghadirkan solusi impacts on both environmental and social priorities.
yang memberikan dampak nyata, baik terhadap aspek
lingkungan maupun sosial.
Pengelolaan lingkungan menjadi bagian fundamental Environmental management is fundamental to the
dari operasional Perseroan dan merupakan komponen Company’s operations and forms a key component of IOH’s
penting dalam strategi ESG IOH. Fokus utama IOH adalah ESG strategy. IOH’s primary focus is to identify, mitigate, and
mengidentifikasi, memitigasi, dan mengelola risiko material manage material climate-related risks through structured
terkait iklim melalui langkah-langkah strategis yang strategic actions. To guide this process, IOH organizes
terstruktur. Untuk membimbing proses tersebut, IOH climate risk management into clear and actionable strategic
mengorganisasikan pengelolaan risiko perubahan iklim ke measures. Within this framework, IOH categorizes climate-
dalam tindakan strategis yang terarah dan terukur. Dalam related risks and opportunities into two main areas: physical
kerangka tersebut, IOH memetakan risiko dan peluang risks and transition risks. This categorization enables a
terkait iklim ke dalam dua kategori utama, yaitu risiko deeper and more comprehensive approach to managing
fisik dan risiko transisi. Melalui proses pengkategorian ini, climate-related risks. This classification is aligned with the
Perseroan dapat melakukan pengelolaan risiko iklim secara IFRS S2 framework and Indonesia’s regional sustainability
lebih mendalam dan komprehensif. Pengelompokan ini reporting standard, PSPK 2, both of which are developed
selaras dengan kerangka IFRS S2, serta standar pelaporan based on the recommendations of the Task Force on
keberlanjutan yang berlaku di Indonesia, yaitu PSPK 2, yang Climate-related Financial Disclosures (TCFD). Alignment
dikembangkan berdasarkan rekomendasi Task Force on with these global and regional standards supports IOH in
Climate-related Financial Disclosures (TCFD). Keselarasan strengthening business resilience and integrating climate
dengan standar global dan regional tersebut mendukung considerations into its long-term operations and strategy.
upaya IOH dalam membangun ketahanan usaha serta Within each category, IOH identifies existing and potential
mengintegrasikan pertimbangan iklim ke dalam operasional climate risks and opportunities; at the initial stage, the
dan strategi jangka panjang Perseroan. Pada masing- Company has conducted in-depth climate scenario analysis
masing kategori, IOH mengidentifikasi berbagai risiko dan on one key risk from each category to ensure a focused and
peluang iklim yang telah terjadi maupun yang berpotensi actionable risk management approach.
muncul; pada tahap awal, Perseroan telah melakukan
analisis skenario iklim secara mendalam terhadap satu risiko
utama dari setiap kategori untuk memastikan pendekatan
pengelolaan risiko yang fokus dan dapat ditindaklanjuti.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 63
Page 68
Pilar ESG
ESG Pillars
Inisiatif penanganan perubahan iklim IOH diawali dengan IOH’s climate response initiatives begin with establishing
penyusunan penilaian awal atas dampak lingkungan yang an initial assessment of the environmental impacts
dihasilkan dari aktivitas operasional. Secara berkelanjutan, associated with its operations. IOH also continues to
IOH juga berupaya mendukung komitmen nasional contribute to Indonesia’s national commitments under the
Indonesia dalam Perjanjian Paris, sebagaimana tertuang Paris Agreement, as outlined in the Nationally Determined
dalam Nationally Determined Contribution (NDC). Komitmen Contribution (NDC). These commitments include a
tersebut mencakup target penurunan emisi Gas Rumah Kaca greenhouse gas (GHG) emissions reduction target of 29%
(GRK) sebesar 29% melalui upaya mandiri dan hingga 41% through unilateral efforts and up to 41% with international
dengan dukungan kolaborasi internasional pada tahun 2030. support by 2030.
IOH mengembangkan rencana transisinya menggunakan IOH developed its transition plan using the Greenhouse Gas
metodologi Greenhouse Gas (GHG) Protocol untuk (GHG) Protocol methodology for Scope 1, 2, and 3 emissions
inventarisasi emisi Scope 1, 2, dan 3, serta standar ISO inventory, as well as the ISO 14064-1:2018 standard for
14064-1:2018 untuk verifikasi emisi oleh pihak independent. independent emissions verification. The source scenarios
Sumber skenario untuk rencana transisi yang digunakan for the transition plan used include the NGFS framework
mencakup kerangka kerja NGFS (Current Policies dan (Current Policies and Net Zero 2050) and the scientific
Net Zero 2050) serta jalur ilmiah dari Science Based pathway from the Science Based Targets initiative (SBTi) to
Targets initiative (SBTi) untuk memastikan keselarasan ensure the strategy is aligned with the 1.5°C temperature
strategi dengan target pembatasan suhu 1,5°C. Secara limit target. Methodologically, IOH adopts the TCFD and
metodologis, IOH mengadopsi pilar TCFD dan IFRS S2 serta IFRS S2 pillars and integrates climate risk management
mengintegrasikan manajemen risiko iklim melalui kerangka through the COSO framework so that climate risks are
kerja COSO agar risiko iklim tertanam dalam sistem risiko systematically embedded in the company’s risk system.
perusahaan secara sistematis. Rencana ini didasarkan pada This plan is based on strategic assumptions regarding the
asumsi strategis mengenai dampak regulasi pajak karbon, impact of carbon tax regulations, the development of AI-
perkembangan teknologi efisiensi energi berbasis AI, transisi based energy efficiency technologies, the transition of the
bauran energi ke energi terbarukan, serta ketersediaan energy mix to renewable energy, and the availability of low-
inovasi material rendah emisi seperti penggunaan menara emission material innovations such as the use of Glass Fiber
berbahan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP). Reinforced Polymer (GFRP) towers.
Inisiatif penanganan perubahan iklim IOH, merujuk pada IOH’s climate change initiative refers to the Ooredoo Group
framework Ooredoo Group yang merupakan induk dari framework, which is the parent company of IOH, where
IOH, dimana IOH menjalankan rencana transisi menuju IOH is implementing a transition plan towards the Net Zero
target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 yang Emission (NZE) target in 2060, guided by the 2023 ESG
dipandu oleh kerangka kerja ESG tahun 2023 dan kebijakan framework and “Environmental Stewardship” policy with a
“Environmental Stewardship” dengan fokus utama pada primary focus on emission reduction, energy optimization,
pengurangan emisi, optimalisasi energi, pengelolaan limbah, waste management, and sustainable supply chains.
serta rantai pasok berkelanjutan.
IOH telah menetapkan target mencapai NZE pada tahun IOH has set a target of achieving NZE by 2060, with interim
2060, dengan sasaran antara lain berupa penurunan targets including reducing emissions intensity in 2025 to
intensitas emisi pada tahun 2025 sebesar 50% dan 50% and the realized value reached 50.89% compared to
terealisasi menjadi 50,89% dibandingkan tahun dasar 2020. the 2020 base year. This plan is based on the GHG Protocol
Rencana ini didasarkan pada metodologi GHG Protocol methodology with a base year for Scope 1 and 2 emissions
dengan tahun dasar inventarisasi emisi Scope 1 dan 2 yang inventory starting in 2019, and will begin to include Scope
dimulai sejak 2019, serta mulai mencakup Scope 3 pada 3 in 2025 as a first step in determining supply chain
tahun 2025 sebagai langkah awal menentukan target decarbonization targets.
dekarbonisasi rantai pasok.
64 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 69
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 65
Page 70
Pilar ESG
ESG Pillars
Risiko dan Peluang Perubahan Iklim PSPK2-10c, PSPK2-13a, PSPK2-14a, PSPK2-15, PSPK2-29b, PSPK2-29c, PSPK2-29d
Tipe Risiko (R)/Peluang (O)
Type Risks (R)/Opportunities (O)
Fisik Risiko Fisik Akut • Gangguan layanan yang dapat memengaruhi sistem secara
Risiko yang muncul dari peristiwa cuaca menyeluruh maupun aktivitas ekonomi, misalnya banjir di area BTS
Physical ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba dan pusat data, yang berpotensi merusak rangkaian listrik, perangkat,
dan dalam waktu singkat, tetapi dapat dan infrastruktur, sehingga mengganggu keberlangsungan layanan.
menimbulkan kerusakan besar seperti (R)
banjir, longsor, badai, dan kebakaran. • Service disruptions that may affect the overall system and/or
economic activities, for example flooding at BTS sites and data
Horizon Waktu: centers, which could damage electrical circuits, equipment, and
JANGKA PENDEK ke MENENGAH infrastructure and potentially disrupt service continuity. (R)
• Ancaman fisik terhadap infrastruktur jaringan, misalnya kebakaran
Acute Physical Risk hutan, yang berpotensi merusak perangkat telekomunikasi, antena,
Risks arising from extreme weather events menara, serta jaringan dan berdampak pada operasional. (R)
that occur suddenly and over a short • Physical threats to network infrastructure, such as wildfires, which
period of time, but can cause significant may damage telecommunications equipment, antennas, towers, and
damage, such as floods, landslides, storms, network assets and affect operations. (R)
and fires.
• Perbaikan atas aset yang mengalami kerusakan, misalnya akibat
Time Horizon: tanah longsor yang memengaruhi infrastruktur serat optik,
SHORT to MEDIUM TERM dapat mengharuskan pengalihan jalur utama serta mengganggu
ketersediaan jaringan cadangan. (R)
• Repairs to damaged assets, for example landslides affecting fiber-
optic infrastructure, may require rerouting of primary links and
disrupt the availability of backup networks. (R)
• Gangguan layanan yang timbul akibat kerusakan fisik, misalnya
tornado atau angin kencang yang merusak struktur menara dan
antena, sehingga memengaruhi kinerja jaringan telekomunikasi. (R)
• Service disruptions arising from physical damage, such as tornadoes
or strong winds that damage tower structures and antennas, thereby
affecting telecommunications network performance. (R)
Risiko Fisik Kronis • Kenaikan permukaan laut dapat membahayakan infrastruktur
Risiko yang muncul dari perubahan jaringan melalui peningkatan risiko korosi, paparan air laut, serta
iklim jangka panjang yang terjadi secara berkurangnya/tergenangnya area pesisir. (R)
bertahap, tetapi terus memburuk dari • Sea-level rise may threaten network infrastructure through higher
waktu ke waktu. Misalnya kenaikan risks of corrosion, seawater intrusion/damage, and the loss or
suhu yang terjadi secara turs menerus inundation of coastal areas. (R)
sehingga menyebabkan gelombang panas • Kenaikan suhu dan terjadinya gelombang panas yang berkepanjangan
berkepanjangan dan kenaikan suhu air menambah tekanan pada infrastruktur telekomunikasi,
laut. meningkatkan kebutuhan sistem pendingin, mempercepat keausan
perangkat, serta berpotensi menimbulkan gangguan operasional. (R)
Horizon Waktu: • Rising temperatures and prolonged heatwaves place additional
JANGKA MENENGAH ke PANJANG strain on telecommunications infrastructure by increasing cooling
requirements, accelerating equipment wear, and potentially causing
Chronic Physical Risk operational disruptions. (R)
Risks arising from long-term climate
changes that occur gradually but continue
to worsen over time. Examples include
continuously rising temperatures that lead
to prolonged heatwaves and increasing sea
surface temperatures.
Time Horizon:
MEDIUM to LONG TERM
66 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 71
Risk and Opportunities of Climate Change
Dampak Potensial (tidak Lengkap /non-exhaustive) Tanggapan Balasan
Potential Impacts (non-exhaustive) Counter Response
• Peningkatan biaya perbaikan infrastruktur dan fasilitas kantor • Membangun infrastruktur dengan memperhatikan risiko
akibat kerusakan yang disebabkan oleh kondisi cuaca ekstrem. dan potensi bencana terkait perubahan iklim, memastikan
• Frekuensi dan tingkat keparahan gangguan yang lebih tinggi, pemenuhan standar yang berlaku (seperti SNI, dan lainnya),
yang berdampak pada operasional jaringan serta layanan serta prinsip manajemen keberlanjutan bisnis.
pelanggan. • Mengelola risiko keberlangsungan usaha dengan
• Penyusutan nilai aset atau penghentian operasional lebih awal mengidentifikasi operasi bisnis yang bersifat kritikal.
di wilayah dengan risiko tinggi, seperti daerah rawan banjir atau • Membangun infrastruktur di area yang lebih tinggi serta
kekeringan. memasang sistem pompa untuk mengendalikan genangan air.
• Penurunan kualitas layanan karena menurunnya efisiensi dan • Melindungi aset jaringan dan menetapkan lokasi infrastruktur
keandalan operasional. di area yang lebih aman guna mengurangi potensi risiko
• Kenaikan premi asuransi atau keterbatasan akses terhadap kebakaran.
perlindungan asuransi bagi aset yang berlokasi di area rentan. • Melakukan pengalihan jalur serta memperkuat jaringan serat
optik untuk meminimalkan dampak dari tanah longsor.
• Increased costs of infrastructure and office facility repairs due • Memperkuat struktur menara dan antena agar lebih tahan
to weather-related damage. terhadap angin kencang dan badai tornado.
• More frequent and severe disruptions affecting network • Meningkatkan ketahanan dan keandalan sistem secara
operations and customer services. keseluruhan.
• Asset depreciation or early decommissioning in high-risk areas,
such as flood-prone or water-scarce regions. • Building infrastructure with consideration for risks and potential
• Reduced service quality resulting from lower operational disasters related to climate change, ensuring compliance with
efficiency and reliability. applicable standards (such as SNI, and others), and the principles
• Higher insurance premiums or limited availability of coverage for of sustainable business management.
assets located in vulnerable areas. • Managing business continuity risks by identifying critical
business operations.
• Constructing infrastructure in higher-ground areas and installing
pumping systems to manage water accumulation.
• Securing network assets and selecting safer locations to
mitigate fire risk.
• Rerouting and reinforcing fiber-optic networks to minimize the
impact of landslides.
• Strengthening tower and antenna structures to enhance
resilience against strong winds and tornadoes.
• Enhancing overall system robustness and reliability.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 67
Page 72
Pilar ESG
ESG Pillars
Risiko dan Peluang Perubahan Iklim PSPK2-10c, PSPK2-13a, PSPK2-14a, PSPK2-15, PSPK2-29b, PSPK2-29c, PSPK2-29d
Tipe Risiko (R)/Peluang (O)
Type Risks (R)/Opportunities (O)
Transisi Kebijakan & Hukum • Kenaikan biaya emisi karbon atau Gas Rumah Kaca (GRK). (R/O)
• Penguatan tata kelola terkait kepatuhan terhadap regulasi
Transition Horizon Waktu: perubahan iklim. (R)
JANGKA PENDEK • Increase in carbon or Greenhouse Gas (GHG) emission costs. (R/O)
• Strengthening governance related to compliance with climate change
Policy & Legal regulations. (R)
Time Horizon:
SHORT TERM
Teknologi • Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang
berwawasan lingkungan dan beremisi rendah. (O)
Horizon Waktu: • Penerapan solusi berbasis energi terbarukan serta peningkatan
JANGKA PENDEK efisiensi penggunaan energi. (O)
• Utilization of environmentally friendly and low-emission information
Technology and communication technology (ICT). (O)
• Adoption of renewable energy solutions and enhancement of energy
Time Horizon: efficiency. (O)
SHORT TERM
Pasar • Perluasan akses ke segmen pasar baru yang menempatkan
keberlanjutan sebagai prioritas utama. (O)
Horizon Waktu: • Perubahan preferensi pelanggan serta meningkatnya ekspektasi dari
JANGKA MENENGAH para pemangku kepentingan. (R)
• Pemenuhan persyaratan dan peningkatan akses terhadap
Market pembiayaan yang berprinsip keberlanjutan. (R/O)
• Expansion into new market segments with a stronger emphasis on
Time Horizon: sustainability. (O)
MEDIUM TERM • Shifting customer preferences and growing stakeholder expectations.
(R)
• Compliance with and improved access to sustainability-focused
financing. (R/O)
Reputasi • Pergeseran persepsi pelanggan atau masyarakat terhadap peran
perusahaan, baik sebagai pendukung maupun penghambat dalam
Horizon Waktu: transisi menuju ekonomi rendah karbon. (R/O)
JANGKA PANJANG • Penguatan citra merek sebagai penyedia layanan yang andal dan
tangguh dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem. (O)
Reputation • Peningkatan harapan pemangku kepentingan atas kontribusi aktif
perusahaan dalam memimpin upaya penanggulangan perubahan
Time Horizon: iklim. (O)
LONG TERM • Shifts in customer or community perception regarding the Company’s
role as either an enabler or a barrier in the transition toward a low-
carbon economy. (R/O)
• Enhanced brand reputation as a reliable and resilient service provider
under extreme weather conditions. (O)
• Growing stakeholder expectations for businesses to take a leading
role in driving climate action. (O)
68 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 73
Risk and Opportunities of Climate Change
Dampak Potensial (tidak Lengkap /non-exhaustive) Tanggapan Balasan
Potential Impacts (non-exhaustive) Counter Response
• Berkurangnya basis pelanggan akibat kenaikan harga yang • Mengoptimalkan efisiensi dan intensitas energi secara
dipicu oleh penerapan pajak karbon. menyeluruh, mengurangi ketergantungan pada sumber energi
• Peningkatan beban regulasi serta biaya kepatuhan yang terkait. tertentu, serta meningkatkan akses terhadap alternatif energi
• Kebutuhan alokasi investasi yang lebih besar untuk yang lebih bersih.
pengembangan infrastruktur berkelanjutan dan tahan terhadap • Mengimplementasikan sistem manajemen energi ISO 50001
dampak iklim. dengan evaluasi ketat dalam pemilihan peralatan untuk
• Bertambahnya pengeluaran untuk kegiatan penelitian, memastikan kesesuaian dengan standar efisiensi energi yang
pengembangan, dan inovasi teknologi ramah lingkungan. lebih tinggi.
• Potensi risiko tidak terpenuhinya ekspektasi pelanggan • Mengadopsi inisiatif teknologi hijau di seluruh rantai operasi.
terhadap produk dan layanan berkelanjutan. • Melaksanakan praktik pengadaan yang bertanggung jawab dan
• Keterlibatan aktif dalam aksi iklim dapat memperkuat berkelanjutan.
ketahanan finansial dan daya saing pasar, sementara kegagalan
untuk memenuhi target iklim dapat meningkatkan risiko • Optimizing overall energy efficiency and intensity, reducing
operasional yang berujung pada penurunan pendapatan dan dependency on specific energy sources, and enhancing access
kehilangan pelanggan. to cleaner alternative energy options.
• Implementing the ISO 50001 energy management system with
• Decline in customer base due to price increases driven by carbon strict assessment of equipment selection to ensure compliance
tax implementation. with higher energy efficiency standards.
• Higher regulatory burdens and associated compliance costs. • Adopting green technology initiatives across operational
• Greater allocation of investment toward sustainable and processes.
climate-resilient infrastructure. • Applying responsible and sustainable procurement practices.
• Increased expenditures on environmental research,
development, and technological innovation.
• Risk of failing to meet customer expectations for eco-friendly
products and services.
• Alignment with climate action enhances financial resilience and
market competitiveness, whereas failure to achieve climate
targets may elevate operational risks, potentially resulting in
revenue loss and customer attrition.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 69
Page 74
Pilar ESG
ESG Pillars
Emisi [OJK B.2] Emission
IOH menyadari bahwa operasional bisnis, baik secara IOH recognizes that its business operations, both directly
langsung maupun tidak langsung, berkontribusi terhadap and indirectly, contribute to Greenhouse Gas (GHG)
timbulnya emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dapat emissions that can affect air quality and accelerate climate
memengaruhi kualitas udara serta mempercepat change. These impacts extend beyond the environment,
perubahan iklim. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan influencing communities and ecosystems. Acknowledging
oleh lingkungan, tetapi juga oleh masyarakat luas dan this, IOH places emission management as one of its
keseimbangan ekosistem. Berangkat dari kesadaran key sustainability materialities and strives to operate
ini, IOH menempatkan pengelolaan emisi sebagai salah responsibly in addressing climate challenges.
satu materialitas utama dalam strategi keberlanjutan
perusahaan.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, IOH As part of this commitment, IOH has adopted a
mengimplementasikan kebijakan dekarbonisasi yang decarbonization policy focusing on reducing its carbon
berfokus pada pengurangan jejak karbon melalui investasi footprint through continuous investment in energy-efficient
pada teknologi hemat energi, optimalisasi penggunaan technologies, resource optimization, and an accelerated
sumber daya, serta percepatan transisi menuju energi transition toward renewable energy sources. These
terbarukan. Langkah ini tidak hanya bertujuan mengurangi initiatives aim not only to mitigate environmental impact
potensi dampak negatif terhadap lingkungan, namun juga but also to enhance operational efficiency and support IOH’s
meningkatkan efisiensi operasional di seluruh lini bisnis dan contribution to national climate action goals.
mendukung kontribusi nyata terhadap agenda mitigasi
perubahan iklim nasional.
Konsistensi upaya ini tercermin dari peningkatan target Reflecting its continuous improvement, IOH has refined
pengurangan intensitas emisi GRK menjadi 50% pada its GHG emission intensity reduction target to 50%
tahun 2025 dibandingkan dengan tahun dasar 2020, yang by 2025 compared to the 2020 baseline, which includes
mencakup penurunan intensitas emisi Scope 1 dan Scope a reduction in Scope 1 and Scope 2 emission intensity as
2 serta aspirasi jangka panjang mencapai NZE pada 2060. well as a long-term aspiration to achieve NZE by 2060. All
Seluruh target dilaporkan berdasarkan pendekatan emisi targets are reported based on a gross emissions approach
bruto sesuai standar IFRS S2 atau PSPK 2 dan metodologi in accordance with IFRS S2 or PSPK 2 standards and GHG
GHG Protocol tanpa memperhitungkan carbon offset, Protocol methodology without taking into account carbon
perdagangan emisi, maupun penghilangan karbon, dan offsets, emissions trading, or carbon removal, and are
dipantau melalui metrik kuantitatif yang diverifikasi monitored through independently verified quantitative
secara independen. Keputusan untuk memperkuat metrics. The decision to strengthen these targets was
target tersebut didorong oleh hasil evaluasi internal yang driven by the results of an internal evaluation that showed
menunjukkan kemajuan signifikan dan percepatan capaian significant progress and acceleration in emission reduction
reduksi emisi di berbagai unit operasional IOH, sekaligus achievements in various IOH operational units, while also
mempertimbangkan kesiapan sistem pengukuran serta considering the readiness of the measurement system
ketersediaan data yang memadai sejak tahun dasar 2020. and the availability of adequate data since the base year of
Keberhasilan ini mempertegas komitmen Perseroan untuk 2020. This success reinforces the Company’s commitment
terus berinovasi dalam mengimplementasikan solusi yang to continue innovating in implementing environmentally
ramah lingkungan serta berkelanjutan. Selanjutnya IOH friendly and sustainable solutions. Furthermore, IOH is
berkomitmen untuk menurunkan intensitas emisi sebesar committed to reducing its Scope 1 and Scope 2 emissions
60% untuk scope 1 dan 2 dibandingkan baseline tahun 2020. intensity by 60% compared to the 2020 baseline. This
Target ini merupakan kombinasi dari upaya pemasangan target will be achieved through a combination of initiatives,
solar panel atau peningkatan penggunaan renewable including the installation of solar panels and increased
energy. utilization of renewable energy.
70 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 75
Sebagai langkah monumental dalam manajemen energi, On 21 November 2023, IOH achieved ISO 50001:2018
pada 21 November 2023, IOH resmi memperoleh sertifikasi certification for its implementation of an effective
ISO 50001:2018 atas penerapan Energy Management System Energy Management System (EnMS) and sustained
(EnMS) dan pencapaian kinerja energi yang berkelanjutan. energy performance improvement, making IOH the first
Dengan pencapaian ini, IOH menjadi operator telekomunikasi telecommunications operator in Southeast Asia to earn this
pertama di Asia Tenggara yang menerima sertifikasi recognition. The certification, awarded by Quay Audit UK
tersebut. Sertifikasi ini diberikan oleh Quay Audit UK Limited, Limited, a member of the International Register of Quality
lembaga anggota International Register of Quality Assessed Assessed Organizations (IRQAO), reflects IOH’s success in
Organizations (IRQAO), yang menilai efektivitas organisasi adhering to global standards for structured, measurable,
dalam menerapkan dan meningkatkan sistem manajemen and continuous energy management.
energi berbasis standar internasional.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 71
Page 76
Pilar ESG
ESG Pillars
Total Emisi yang Dihasilkan Total Emissions Produced
[SEOJK F.12] [GRI 102-5, 102-6, 102-8]
Di tengah pesatnya pertumbuhan industri telekomunikasi, Amidst the rapid growth of the telecommunications
IOH menyadari bahwa keberlanjutan bukan sekadar industry, IOH realizes that sustainability is not just an option,
pilihan, melainkan tanggung jawab. Setiap BTS yang but a responsibility. Every BTS that is built, every network
berdiri, setiap jaringan yang menghubungkan jutaan that connects millions of customers, has consequences for
pelanggan, membawa konsekuensi terhadap lingkungan. the environment. From this awareness, the company’s policy
Dari kesadaran inilah lahir kebijakan perusahaan untuk to reduce carbon emissions in a measurable and consistent
mengurangi emisi karbon secara terukur dan konsisten. manner was born.
Kebijakan ini bukan hanya tertulis di atas kertas, tetapi This policy is not just written on paper, but has become part
menjadi bagian dari strategi bisnis. IOH menetapkan of the business strategy. IOH has established a net-zero
roadmap net-zero emission, mengintegrasikan emission roadmap, integrated energy efficiency principles
prinsip efisiensi energi ke dalam desain jaringan, dan into network design, and utilizes renewable energy in data
memanfaatkan energi terbarukan di pusat data serta centers and BTS. Every new project is evaluated through an
BTS. Setiap proyek baru dievaluasi melalui analisis dampak environmental impact analysis, ensuring that technological
lingkungan, memastikan bahwa inovasi teknologi berjalan innovation goes hand in hand with preserving the earth.
seiring dengan pelestarian bumi.
Lebih dari itu, IOH membangun budaya hijau di internal Furthermore, IOH fosters a green culture within the
perusahaan. Dari kampanye hemat energi di kantor company. From energy-saving campaigns in the office
hingga edukasi karyawan tentang keberlanjutan, semua to employee education on sustainability, everything is
diarahkan untuk menciptakan perubahan nyata. Dengan geared toward creating real change. With these steps, IOH
langkah ini, IOH tidak hanya mengurangi jejak karbon, is not only reducing its carbon footprint but also inspiring
tetapi juga menginspirasi ekosistem digital Indonesia Indonesia’s digital ecosystem to move toward a cleaner and
untuk bergerak menuju masa depan yang lebih bersih dan more inclusive future. Because for IOH, connectivity is not
inklusif. Karena bagi IOH, konektivitas bukan hanya tentang only about connecting people but also about preserving the
menghubungkan manusia, tetapi juga tentang menjaga earth.
bumi tetap lestari.
Dalam penyusunan laporan ini, IOH melakukan pengukuran In preparing this report, IOH measured emissions covering
emisi mencakup emisi langsung (Scope 1) yang berasal direct emissions (Scope 1) originating from diesel fuel
dari konsumsi bahan bakar diesel pada operasional consumption in backup generator operations at offices
genset cadangan di kantor dan situs BTS, serta emisi and BTS sites, as well as indirect emissions (Scope 2) from
tidak langsung (Scope 2) dari energi listrik yang disuplai electricity supplied by PT PLN (Persero). In addition, in 2025
oleh PT PLN (Persero). Selain itu, di tahun 2025 IOH mulai IOH began calculating several other categories of indirect
melakukan perhitungan pada beberapa kategori emisi tidak emissions (Scope 3) that occur within IOH’s value chain. This
langsung lainnya (Cakupan 3) yang terjadi dalam rantai nilai energy is predominantly consumed by two of our most vital
IOH. Energi ini dikonsumsi secara dominan oleh dua area operational areas, namely thousands of cellular network
operasional paling vital, yaitu ribuan situs jaringan seluler sites (BTS) spread across Indonesia and our data centers,
(BTS) yang tersebar di seluruh Indonesia serta pusat data which require a massive power supply. [GRI 102-5] [GRI 102-6]
(data centers) kami yang membutuhkan pasokan daya
masif. [GRI 102-5] [GRI 102-6]
Perhitungan dilakukan dengan menggunakan metodologi Calculations were made using the Intergovernmental
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2019 dan Panel on Climate Change (IPCC) 2019 and GHG Protocol
GHG Protocol, berdasarkan data Net Calorific Value (NCV) methodologies, based on Net Calorific Value (NCV) and
dan densitas bahan bakar nasional. Data konsumsi energi national fuel density data. Energy consumption data is
dikumpulkan dari sistem monitoring internal dan laporan collected from internal monitoring systems and vendor
vendor. Hasil perhitungan digunakan untuk pelaporan ESG reports. The results are used for ESG reporting and
72 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 77
dan evaluasi efisiensi operasional, serta telah diverifikasi operational efficiency evaluations, and have been verified by
oleh tim independen. Data penggunaan listrik dan bahan an independent team. Electricity and fuel usage data were
bakar dievaluasi setiap bulan untuk menjamin akurasi, evaluated monthly to ensure accuracy, and both internal
dan audit energi baik internal maupun eksternal dilakukan and external energy audits were conducted annually to
secara tahunan guna memastikan kepatuhan terhadap ensure compliance with the ISO 50001:2018 standard.
standar ISO 50001:2018. Perseroan mengukur emisi Scope 2 The Company measures Scope 2 emissions by multiplying
dengan mengalikan total konsumsi listrik (dalam kWh), yang total electricity consumption (in kWh), which is accurately
datanya diperoleh secara akurat dari tagihan bulanan PT PLN obtained from PT PLN (Persero)’s monthly bills, by the
(Persero), dengan faktor emisi jaringan listrik (kg CO₂e/kWh). electricity network emission factor (kg CO₂e/kWh). The
Perusahaan menggunakan pendekatan Kontrol Finansial company uses the Financial Control approach to consolidate
(Financial Control) untuk mengkonsolidasikan emisi GRK. GHG emissions.
IOH secara berkala menganalisis tren emisi dari tahun IOH regularly analyzes year-on-year emission trends and
ke tahun dan berkomitmen pada pencapaian target is committed to achieving its target of a 50% reduction
pengurangan intensitas emisi sebesar 50% pada 2025 dari in emission intensity by 2025 from the 2020 baseline
baseline 2020 (total emisi 604.297,92 ton Co2e). Perseroan (604,297.92 ton Co2e total emission). The Company
secara sistematis melakukan perbandingan emisi Scope systematically compares Scope 1 emissions from year
1 dari tahun ke tahun. Analisis tren ini merupakan dasar to year. This trend analysis forms the strategic basis for
strategis kami dalam merencanakan program pengurangan our emissions reduction planning, which we use to set
emisi, yang kami gunakan untuk menetapkan target yang measurable targets, prioritize investments in efficiency
terukur, memprioritaskan investasi pada inisiatif efisiensi initiatives such as solar panel implementation, and evaluate
seperti implementasi panel surya, dan mengevaluasi the success of ongoing programs. [GRI 102-4] [GRI 102-1]
keberhasilan program yang telah berjalan. [GRI 102-4]
[GRI 102-1]
Sebagai pelengkap, IOH juga menerapkan pengukuran As a complement, IOH also implements intensity-based
berbasis intensitas, yaitu rasio emisi GRK terhadap volume measurements, namely the ratio of GHG emissions to data
transfer data. Sepanjang 2025, intensitas emisi yang transfer volume. Throughout 2025, the recorded emission
tercatat mencapai 0,060 ton CO₂e/TB. [GRI 102-8] intensity reached 0.060 tons of CO₂e/TB. [GRI 102-8]
Emisi Gas Rumah Kaca [GRI 102-5] [GRI 102-6] [GRI 102-8] [OJK F.11]
Greenhouse Gas Emissions
Pengurangan Intensitas
Emisi
Cakupan 1 Cakupan 2 Jumlah Emisi Intensitas Emisi
Tahun Data Traffic dari Tahun Dasar 2020
Scope 1 Scope 2 Total Emission Emission Intensity
Year (TB) Reduction of Emission
(Ton CO2e) (Ton CO2e) (Ton CO2e) (Ton CO2e/TB)
Intensity
from Base Year 2020
2021 6,711,221 6,953.51 666,940.59 673,894.10 0.100 18.46%
2022 12,510,602 7,667.59 1,060,454.59 1,068,122.37 0.085 30.67%
2023 14,164,096 6,896.73 1,052,540.37 1,059,437.10 0.075 39.26%
2024 16,013,462 6,211.73 1,062,107.73 1,068,319.46 0.067 45.82%
2025 18,847,541 5,070.52 1,134,812.10 1,139,882.61 0.060 50.89%
* Peningkatan data traffic dan jumlah emisi secara signifikan dari tahun 2021 ke tahun 2022 disebabkan oleh aktivitas merger dari Perusahaan
* The significant increase in data traffic and emissions from 2021 to 2022 was due to the merger activities of the Company.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 73
Page 78
Pilar ESG
ESG Pillars
Emisi GRK yang dihasilkan dari kegiatan operasional IOH GHG emissions resulting from IOH’s operational activities
pada tahun 2025 mencapai 1.139.882,61 ton CO2e, turun in 2025 reached 1,139,882.61 tons of CO2e, a decrease of
sebesar 50,89% dibandingkan tahun 2020 sebagai tahun 50.89% compared to 2020 as the base year. This reduction
dasar. Penurunan ini merupakan hasil dari implementasi is the result of the implementation of various energy
berbagai inisiatif efisiensi energi, transisi ke sumber energi efficiency initiatives, the transition to renewable energy
terbarukan, dan optimasi operasional yang berkelanjutan. sources, and continuous operational optimization. [GRI 102-1]
[GRI 102-1] [GRI 102-4] [GRI 102-4]
Sepanjang periode pelaporan, IOH tidak melakukan During the reporting period, IOH did not directly produce,
produksi, impor, maupun ekspor zat perusak ozon (Ozone- import, or export any ozone-depleting substances
Depleting Substances/ODS) secara langsung. Penggunaan (ODS). The use of air conditioning (AC) systems within
perangkat air conditioner (AC) di fasilitas Perseroan the Company’s facilities is managed by third parties as
dikelola oleh pihak ketiga sebagai pemilik dan pengelola infrastructure owners and operators; therefore, the control,
infrastruktur, sehingga pengendalian, pengisian, serta refilling, and replacement of refrigerants are outside the
penggantian refrigeran berada di luar kendali operasional Company’s direct operational control. [GRI 305-6]
langsung Perseroan. [GRI 305-6]
Sepanjang 2025, komitmen keberlanjutan IOH diperkuat Throughout 2025, IOH sustainability commitment will
melalui berbagai inisiatif Facility Management yang be reinforced through various Facility Management
berfokus pada peningkatan efisiensi energi bangunan, initiatives focused on improving building energy efficiency,
modernisasi sistem pendingin dan pengaturan suhu modernizing cooling systems and automation-based
berbasis otomatisasi, optimalisasi penggunaan air, serta temperature control, optimizing water usage, and
penguatan praktik pengelolaan limbah dan daur ulang, strengthening waste management and recycling practices,
termasuk program plastic upcycling dan sistem daur ulang including plastic upcycling programs and water recycling
air. IOH juga menghadirkan lingkungan kerja yang lebih systems. IOH also provides a more sustainable work
berkelanjutan melalui penyediaan fasilitas mobilitas ramah environment through the provision of environmentally
lingkungan, peningkatan kualitas udara dalam ruang, serta friendly mobility facilities, improved indoor air quality, and
pengembangan ruang hijau di area operasional. Dengan the development of green spaces in operational areas. With
langkah ini, IOH tidak hanya mengurangi jejak karbon, these steps, IOH is not only reducing its carbon footprint,
tetapi juga menginspirasi ekosistem digital Indonesia but also inspiring Indonesia’s digital ecosystem to move
untuk bergerak menuju masa depan yang lebih bersih dan towards a cleaner and more inclusive future. Because for
inklusif. Karena bagi IOH, konektivitas bukan hanya tentang IOH, connectivity is not just about connecting people, but
menghubungkan manusia, tetapi juga tentang menjaga also about keeping the earth sustainable. [SEOJK F.12]
bumi tetap lestari. [SEOJK F.12]
Pengelolaan Emisi Tidak Langsung Management of Other Indirect
Lainnya (Cakupan 3) [GRI 102-7] Emissions (Scope 3)
Uraian Satuan
2025
Description Unit
Kategori 1 I Category 1
33,195.63
Purchased goods and services
Kategori 6 I Category 6
73.21
Business travel
Ton Co2e
Kategori 7 I Category 7
915.06
Employee commuting
Kategori 8 I Category 8
138,347.71
Upstream Leased Assets
Cat 6 dihitung dengan menggunakan Business travel yang dilakukan oleh level Direktur, Chief, EVP, dan SVP
Cat 7 dihitung dengan menggunakan Employee Commuting diperoleh dari 569 employee IOH yang terdiri dari Pegawai tetap dan tidak tetap menggunakan beberapa jenis
kendaraan
Cat 6 is calculated using Business travel undertaken by Directors, Chiefs, EVPs, and SVPs
Cat 7 is calculated using Employee Commuting obtained from 569 IOH employees, consisting of permanent and non-permanent staff, who use several types of vehicles.
Business travel undertaken by Directors, Chiefs, EVPs, and SVPs
74 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 79
Pengukuran dan pelaporan emisi gas rumah kaca (GRK) The measurement and reporting of Scope 3 greenhouse
Scope 3 merupakan salah satu komponen pendukung gas (GHG) emissions represent an important supporting
penting dalam penerapan ESG yang sejalan dengan strategi component of ESG implementation in line with the
keberlanjutan IOH. Saat ini, Perseroan belum melakukan sustainability strategy of IOH. At present, the Company has
perhitungan terperinci untuk seluruh kategori emisi tidak not yet completed a comprehensive calculation covering
langsung lainnya yang berasal dari aktivitas rantai nilai. all categories of indirect emissions across its value chain.
Namun demikian, IOH telah memulai langkah bertahap Nevertheless, IOH has initiated a phased approach to
dalam pengelolaan dan pengukuran emisi Scope 3 dengan managing and measuring Scope 3 emissions by prioritizing
memprioritaskan kategori yang paling relevan dan categories that are most relevant and material to its
signifikan terhadap profil operasional Perseroan. operational profile.
Pada tahun 2025, IOH telah melakukan penghitungan By 2025, IOH has calculated Scope 3 emissions for Category
emisi Scope 3 untuk Kategori 1 (Barang dan Jasa yang 1 (Purchased Goods and Services), Category 6 (Business
dibeli), Kategori 6 (Perjalanan Bisnis), Kategori 7 Perjalanan Travel), Category 7 Employee Commuting, and Category
Komuter Pegawai, dan Kategori 8 (Aset yang disewa) secara 8 (Leased Assets) proportionally based on current data
proporsional berdasarkan kesiapan data saat ini. Inisiatif availability. This initiative is the first step in building a more
ini menjadi langkah awal dalam membangun basis data systematic database and methodology for calculating
dan metodologi penghitungan emisi tidak langsung secara indirect emissions, and is part of IOH’s commitment to
lebih sistematis., dan menjadi komitmen IOH untuk terus continuously improve the quality of its corporate carbon
memperbaiki kualitas pengungkapan karbon perusahaaan. disclosure. During the current year, IOH generated 172,531.61
Selama tahun berjalan dari beberapa kategori karbon tCO2e from several Scope 3 carbon categories.
cakupan 3 tersebut IOH menghasilkan 172.531,61 tCO2e.
Cakupan 3 Kategori 7 (Employee Commuting) Scope 3 – Category 7 (Employee Commuting)
Data mencakup 569 employee IOH yang terdiri dari Pegawai The data covers 569 IOH employees, consisting of both
tetap dan tidak tetap menggunakan beberapa jenis permanent and non-permanent staff, who commute using
kendaraan: several types of transportation:
• KRL/MRT/LRT/BRT • Commuter rail / MRT / LRT / BRT
• Bus Umum (TransJakarta) • Public bus (TransJakarta)
• Sepeda Motor (Bensin) • Motorcycle (gasoline)
• Sepeda Motor (Listrik) • Motorcycle (electric vehicle / EV)
• Mobil Pribadi (Bensin) • Private car (gasoline)
• Mobil Pribadi (Diesel) • Private car (diesel)
• Mobil Pribadi (Listrik) • Private car (electric vehicle / EV)
• Mobil Pribadi (Hybrid) • Private car (hybrid)
• Ride Hailing (Grab, Gojek, Taksi) • Ride-hailing services (Grab, Gojek, Taxi)
• Carpool / Ride Sharing • Carpooling
• Jalan Kaki • Walking
• Sepeda • Bicycle
Selain perjalanan dinas, IOH juga mulai mengidentifikasi In parallel, IOH has begun identifying other relevant Scope 3
kategori Scope 3 lainnya yang relevan untuk dikembangkan categories for gradual development, including key vendors
secara bertahap, termasuk vendor utama (seperti penyedia (such as cloud computing and network infrastructure
layanan komputasi awan dan infrastruktur jaringan), providers), employee commuting, and other value chain
employee commuting, serta aktivitas rantai nilai lainnya. activities.
Terkait pengelolaan emisi GRK tidak langsung, salah With respect to indirect GHG emissions managed within
satu inisiatif yang paling signifikan saat ini adalah the Chief Digital Officer (CDO) function, one of the most
pemanfaatan layanan komputasi awan melalui Google significant initiatives to date is the use of cloud computing
Cloud sebagai bagian dari infrastruktur digital Perseroan. services through Google Cloud as part of the Company’s
IOH memanfaatkan carbon emission dashboard reporting digital infrastructure. IOH utilizes the carbon emission
yang tersedia pada Google Cloud Reporting Console untuk dashboard available via the Google Cloud Reporting Console
memantau dan menganalisis jejak karbon dari aktivitas to monitor and analyze emissions associated with cloud
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 75
Page 80
Pilar ESG
ESG Pillars
komputasi awan secara transparan dan terukur. Informasi computing activities in a transparent and measurable
ini menjadi salah satu referensi dalam pengambilan manner. These insights serve as a reference in shaping IOH’s
keputusan terkait strategi dekarbonisasi digital, serta digital decarbonization strategy and are complemented
didukung oleh publikasi keberlanjutan tahunan mitra by publicly available sustainability disclosures from service
penyedia layanan. providers.
Ke depan, IOH berkomitmen untuk menyempurnakan Looking ahead, IOH is committed to progressively enhancing
carbon accounting Scope 3 secara berkala, baik dari sisi its Scope 3 carbon accounting, including expanding category
cakupan kategori, kualitas data, maupun metodologi coverage, improving data quality, and refining calculation
penghitungan. Pendekatan ini mencerminkan komitmen methodologies. This approach reflects the Company’s
Perseroan untuk memperkuat transparansi, akurasi commitment to strengthening emissions transparency,
pelaporan emisi, serta integrasi pengelolaan emisi tidak improving reporting accuracy, and integrating indirect
langsung ke dalam strategi keberlanjutan jangka panjang. emissions management into its long-term sustainability
strategy.
Upaya Pengelolaan Emisi [SEOJK F.11] [GRI 102-4] Emissions Management Efforts
IOH terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan IOH continues to strengthen its commitment to energy
energi dan pengurangan emisi karbon melalui penerapan management and carbon emission reduction through the
berbagai inisiatif efisiensi energi yang terintegrasi di implementation of various integrated energy efficiency
seluruh kegiatan operasional. Langkah-langkah tersebut initiatives across all operational activities. These measures
meliputi optimalisasi penggunaan perangkat hemat energi, include optimizing the use of energy-efficient devices,
pengendalian konsumsi listrik di fasilitas teknis, serta controlling electricity consumption in technical facilities, and
peningkatan kesadaran karyawan terhadap praktik kerja raising employee awareness of environmentally friendly
ramah lingkungan. Upaya ini sejalan dengan komitmen work practices. These efforts are in line with the Company’s
Perseroan untuk menurunkan intensitas emisi. commitment to reducing emission intensity.
Selain pendekatan berbasis operasional, IOH juga Beyond operational initiatives, IOH also implements
menerapkan program berbasis partisipasi masyarakat community-based programs through the Sampah Jadi
melalui inisiatif Sampah Jadi Pulsa yang dijalankan melalui Pulsa initiative delivered via the JagaRaya Pilahbox platform.
platform JagaRaya Pilahbox. Inisiatif ini mengedukasi The program educates communities, particularly youth, to
masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memilah sort and collect plastic bottles, which are then exchanged
dan mengumpulkan botol plastik, yang kemudian for mobile credit (IM3 and Tri), promoting circular economy
ditukarkan menjadi pulsa telekomunikasi (IM3 dan Tri), practices while making participation relevant to everyday
sehingga mendorong penerapan ekonomi sirkular sekaligus life.
meningkatkan relevansi partisipasi sehari-hari.
Selama 2025, program ini telah mengurangi jejak karbon During 2025, the initiative has reduced its carbon footprint
sekitar 817 kg yang setara dengan 16.349 botol plastik (326 by approximately 817 kg, equivalent to 16,349 plastic bottles
kg plastik, dari lebih dari 1.000 pelanggan di 9 universitas. (326 kg of plastic), from over 1,000 customers across 9
Dampak sosial program diperkuat melalui pengembangan universities. The program strengthens waste-sorting
budaya pemilahan sampah yang lebih kuat, terutama di culture, especially among students, through creative and
kalangan mahasiswa, dengan pendekatan keterlibatan kreatif digital engagement. In Q4 2025, the program placed a
dan digital. Pada kuartal IV 2025, fokus program diarahkan strong emphasis on youth movement through the JagaRaya
pada gerakan pemuda melalui kegiatan JagaRaya Campus Campus Action Day, a student-led environmental awareness
Action Day, sebuah acara kesadaran lingkungan yang dipimpin event combining physical activity with waste collection,
oleh mahasiswa dan mengombinasikan aktivitas fisik dengan reaching more than 5,400 students, supported by partner
pengumpulan sampah, yang menjangkau lebih dari 5.400 collaborations to expand IM3 user adoption.
mahasiswa serta didukung kolaborasi dengan mitra untuk
memperluas adopsi pengguna IM3.
76 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 81
Adapun upaya yang telah dilakukan IOH dalam pengelolaan IOH’s efforts in emissions management in the 2025
Emisi Pada tahun pelaporan 2025 meliputi penguatan reporting year include strengthening policies and
kebijakan dan implementasi strategi penurunan emisi implementing a measurable and consistent carbon
karbon secara terukur dan berkelanjutan. Di tengah emission reduction strategy. Amid the rapid growth of the
pesatnya pertumbuhan industri telekomunikasi, Perseroan telecommunications industry, the Company recognizes
menyadari bahwa setiap pembangunan BTS dan perluasan that every BTS deployment and network expansion
jaringan membawa konsekuensi terhadap lingkungan. Oleh carries environmental implications. As such, emissions
karena itu, IOH menetapkan pengelolaan emisi sebagai management has been embedded into IOH’s business
bagian integral dari strategi bisnis, bukan sekadar inisiatif strategy rather than treated as a standalone operational
operasional. initiative.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, IOH menyusun In line with this commitment, IOH has established a net-zero
roadmap menuju net-zero emission, mengintegrasikan emissions roadmap, integrated energy efficiency principles
prinsip efisiensi energi ke dalam desain dan modernisasi into network design and modernization, and expanded
jaringan, serta meningkatkan pemanfaatan energi the use of renewable energy across data centers and BTS
terbarukan pada pusat data dan BTS. Setiap proyek baru operations. All new projects are subject to environmental
dievaluasi melalui analisis dampak lingkungan untuk impact assessments to ensure that technological
memastikan bahwa inovasi teknologi berjalan seiring innovation aligns with environmental stewardship. Beyond
dengan upaya pelestarian lingkungan. Selain itu, IOH juga infrastructure and operations, IOH also fosters a green
membangun budaya hijau di lingkungan internal melalui culture internally through energy-saving campaigns,
kampanye penghematan energi, edukasi keberlanjutan bagi sustainability education for employees, and the adoption of
karyawan, dan penerapan praktik kerja yang lebih ramah environmentally responsible workplace practices. Through
lingkungan. Melalui langkah-langkah ini, IOH tidak hanya these efforts, IOH not only reduces its operational carbon
berupaya menurunkan jejak karbon operasional, tetapi juga footprint but also inspires Indonesia’s digital ecosystem to
mendorong ekosistem digital Indonesia menuju masa depan move toward a cleaner, more resilient, and inclusive future.
yang lebih bersih, tangguh, dan inklusif. [GRI 103-1] [GRI 103-1]
Energi Energy
IOH memiliki kesadaran mendalam bahwa konservasi energi IOH is deeply aware that energy conservation is a strategic
merupakan langkah strategis dalam menekan jejak karbon step in reducing its carbon footprint while maintaining
sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Efisiensi environmental sustainability. Energy efficiency not only
energi tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi reduces environmental impact, but also provides direct
juga memberikan manfaat langsung melalui peningkatan benefits through increased operational efficiency and long-
efisiensi operasional serta daya saing jangka panjang term competitiveness for the company. [GRI 3‑3]
perusahaan. [GRI 3‑3]
Pada 14 Januari 2025, IOH berhasil meraih Peringkat On January 14, 2025, IOH successfully achieved a Gold Rating
Gold untuk Greenship Existing Building V1.1 atas kinerja for Greenship Existing Building V1.1 for the sustainability
keberlanjutan Gedung KPPTI, yang menunjukkan keberhasilan performance of the KPPTI Building, demonstrating its
dalam mengimplementasikan prinsip bangunan hijau serta success in implementing green building principles and
efisiensi penggunaan energi di fasilitas operasionalnya. Selain energy efficiency in its operational facilities. In addition, in
itu, pada 2024, salah satu anggota tim Facility Management 2024, one of the members of the IOH Facility Management
IOH telah memperoleh sertifikasi Greenship Professional, team obtained Greenship Professional certification,
memperkuat kapasitas internal dalam pengelolaan bangunan strengthening internal capacity in sustainable building
berkelanjutan dan efisiensi energi. management and energy efficiency.
IOH secara konsisten menerapkan strategi pengelolaan IOH consistently implements an integrated energy
energi terintegrasi yang mencakup seluruh lini operasional. management strategy that covers all operational lines.
Program yang dijalankan meliputi optimalisasi sistem The programs implemented include optimizing the cooling
pendingin, pemantauan konsumsi energi secara real time, system, monitoring energy consumption in real time, using
penggunaan perangkat hemat energi, serta edukasi internal energy-efficient devices, and providing internal education
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 77
Page 82
Pilar ESG
ESG Pillars
untuk menumbuhkan budaya efisiensi di tempat kerja. to foster a culture of efficiency in the workplace. All of
Seluruh langkah ini dirancang tidak hanya untuk menekan these measures are designed not only to reduce energy
konsumsi energi, tetapi juga untuk memperkuat kontribusi consumption, but also to strengthen IOH’s contribution
IOH terhadap tujuan nasional pengurangan emisi karbon to the national goals of carbon emission reduction and
dan pembangunan berkelanjutan. [GRI 103-1] sustainable development. [GRI 103-1]
Upaya Efisiensi Energi [GRI 103-5] [GRI 103-1] Energy Efficiency Efforts
IOH terus memperkuat pengelolaan energi melalui berbagai IOH continues to strengthen its energy management
inisiatif optimasi dan penghematan energi yang diterapkan through a range of energy optimization and efficiency
secara menyeluruh di jaringan operasional Perseroan. Upaya initiatives implemented across its operational network. These
tersebut mencakup optimalisasi suhu sistem pendingin efforts include optimizing cooling system temperatures
(Precision Air Conditioner/PAC), rasionalisasi modul rectifier, (Precision Air Conditioners/PAC), rationalizing rectifier
serta penonaktifan perangkat keras dan sistem transmisi modules, and decommissioning obsolete hardware and
yang telah usang. Selain itu, Perseroan melaksanakan transmission systems. The Company has also undertaken
proyek modernisasi berskala besar, termasuk penggantian major modernization projects, including the replacement
sekitar 68% baterai VRLA dengan Smart Lithium yang of approximately 68% of VRLA batteries with more
memiliki efisiensi energi lebih tinggi, serta transformasi energy-efficient Smart Lithium batteries, as well as the
Radio Access Network (RAN) di wilayah Jabodetabek yang transformation of the Radio Access Network (RAN) in the
menargetkan penghematan energi hingga 5,5%. Greater Jakarta area, targeting energy savings of up to 5.5%.
Inisiatif efisiensi ini diperkuat melalui penerapan teknologi These efficiency initiatives are further reinforced by
AI prediktif untuk manajemen energi, pemasangan the deployment of predictive AI technology for energy
Smart Meter PLN di sekitar 33% lokasi guna mendukung management, the installation of PLN Smart Meters at
pemantauan konsumsi energi yang lebih akurat, serta around 33% of sites to enable more accurate energy
penggunaan sistem hybrid panel surya di area off-grid monitoring, and the use of hybrid solar panel systems in
untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan off-grid areas to reduce fuel consumption. In line with
bakar. Sejalan dengan langkah tersebut, pada tahun 2025, this measure, in 2025, IOH is committed to installing solar
IOH berkomitmen untuk memasang solar panel dengan panels with a total capacity of 24,200 KWP in 11 locations.
total kapasitas 24.200 KWP di 11 lokasi. Dampak pada The impact on the company is expected to reduce
perusahaan diharapkan dapat mengurangi konsumsi energi energy consumption from PLN by 0.02%. The company
dari PLN sebanyak 0,02%. Perseroan berupaya dalam strives to ensure that the installation does not cause any
pemasangannya tidak menimbulkan dampak lingkungan. environmental impact.
Dalam aspek efisiensi operasional, IOH menerapkan berbagai In terms of operational efficiency, IOH implements various
inisiatif penghematan energi yang menyentuh seluruh energy-saving initiatives that touch all lines of business,
lini bisnis, mulai dari optimalisasi sistem pencahayaan, ranging from lighting system optimization, increased cooling
peningkatan efisiensi pendinginan dan ventilasi, hingga and ventilation efficiency, to the integration of automation
integrasi sistem automasi kontrol untuk menekan konsumsi control systems to reduce excess energy consumption.
energi berlebih. Peningkatan dilakukan pada infrastruktur Improvements were made to key infrastructure such as air
utama seperti air handling unit, cooling tower, dan fresh handling units, cooling towers, and fresh air systems, which
air system, sehingga berdampak langsung pada efisiensi had a direct impact on operational efficiency and reducing
operasional dan pengurangan jejak karbon perusahaan. the company’s carbon footprint. In addition, adjustments to
Selain itu, penyesuaian jadwal operasi peralatan, termasuk equipment operating schedules, including the use of chillers
penggunaan chiller dan lift, turut memberikan kontribusi and elevators, also contributed significantly to energy
signifikan terhadap penghematan energi. savings.
Sepanjang 2025, Perseroan melaksanakan berbagai Throughout 2025, the Company implemented various
inisiatif efisiensi energi di lingkungan KPPTI Building melalui energy efficiency initiatives in the KPPTI Building
optimalisasi sistem operasional gedung. environment by optimizing the building’s Cooling Tower.
78 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 83
Peningkatan Menara Pendingin untuk Efisiensi yang Lebih Cooling Tower Upgrade for Higher Efficiency Power
Tinggi Mencapai peningkatan efisiensi konsumsi daya consumption efficiency of 20% and water consumption
sebesar 20% dan peningkatan efisiensi konsumsi air efficiency of 54% Water Supply Optimization for Better
sebesar 54%. Optimalisasi Pasokan Air untuk Hasil Energi Energy Results Achieved energy efficiency of 21%, above the
yang Lebih Baik Efisiensi energi mencapai 21%, di atas target previous target of 17%.
sebelumnya sebesar 17%.
Peningkatan Menara Pendingin untuk Efisiensi yang Lebih Upgade for Higher Efficiency Power consumption efficiency
Tinggi Mencapai peningkatan efisiensi konsumsi daya sebesar of 20% and water consumption efficiency of 54% Water
20% dan peningkatan efisiensi konsumsi air sebesar 54%. Supply Optimization for Better Energy Results Achieved
Optimalisasi Pasokan Air untuk Hasil Energi yang Lebih Baik energy efficiency of 21%, above the previous target of 17%.
Efisiensi energi mencapai 21%, di atas target sebelumnya These efforts included the use of lighting sensors that reduced
sebesar 17%. Penggunaan lighting sensor yang menurunkan electricity consumption for lighting by 9%, the implementation
konsumsi energi listrik untuk pencahayaan sebesar 9%, of an automatic room temperature control system that
penerapan sistem pengaturan suhu ruangan otomatis reduced AHU energy consumption by 20%, and the scheduling
yang mengurangi konsumsi energi AHU sebesar 20%, serta of chiller operations that resulted in energy efficiency of 16%.
penjadwalan operasional chiller yang menghasilkan efisiensi [GRI 103-5]
energi sebesar 16%. [GRI 103-5]
Di sisi IT dan Data Center, efisiensi energi dicapai melalui On the IT and Data Center side, energy efficiency is achieved
program Tech Refresh 2024 berupa peremajaan perangkat through the Tech Refresh 2024 program, which involves
keras dengan teknologi yang lebih hemat energi, serta inisiatif upgrading hardware with more energy-efficient technology,
Sunset Data Center 2024 melalui penghentian sejumlah as well as the Sunset Data Center 2024 initiative through
perangkat di Data Center Sentul. Implementasi kedua program the decommissioning of a number of devices at the Sentul
tersebut menghasilkan penurunan emisi karbon, termasuk Data Center. The implementation of these two programs
reduksi sebesar 122,76 tCO₂e dari program Tech Refresh, yang has resulted in a reduction in carbon emissions, including a
efektivitasnya terealisasi pada tahun 2025 dan reduksi sebesar reduction of 122.76 tCO₂e from the Tech Refresh program,
99.19 tCO₂e dari Sunset Data Center 2024. which will be effective in 2025, and a reduction of 99.19 tCO₂e
from Sunset Data Center 2024.
Di sisi network operations, Selain inisiatif pada gedung dan On the network operations side, in addition to initiatives in
data center, Perseroan juga memperkuat efisiensi energi buildings and data centers, the Company also strengthened
listrik pada infrastruktur jaringan melalui dua program electrical energy efficiency in network infrastructure
utama di level network, yaitu implementasi solusi berbasis through two main programs at the network level, namely
AI untuk optimalisasi konsumsi daya (Nokia AVA EE berhasil the implementation of AI-based solutions for power
efisiensi sebesar 5% dari kwh/TB dan Huawei PowerStar consumption optimization (Nokia AVA EE achieved an efficiency
berhasil efisiensi sebesar 8% dari kwh/TB) serta adopsi improvement of 5% in kWh/TB, and Huawei PowerStar
energi terbarukan melalui program Solar PV pada site on- achieved an efficiency improvement of 8% in kWh/TB) and the
grid. Solusi AI tersebut memungkinkan pengaturan dinamis, adoption of renewable energy through the Solar PV program
intelligent shutdown, dan optimalisasi sumber daya jaringan at on-grid sites. These AI solutions enable dynamic control,
tanpa mengganggu kualitas layanan, sehingga meningkatkan intelligent shutdown, and network resource optimization
efisiensi konsumsi listrik per trafik data (kWh/TB). Sementara without disrupting service quality, thereby increasing electricity
itu, program Solar PV yang dijalankan melalui model OPEX consumption efficiency per data traffic (kWh/TB). Meanwhile,
mendukung penyediaan energi surya pada site tertentu the Solar PV program, which is run through an OPEX model,
sebagai bagian dari strategi transisi energi dan pengurangan supports the provision of solar energy at certain sites as part
emisi jangka panjang. Kedua inisiatif ini menjadi bagian integral of the Company’s long-term energy transition and emission
dari roadmap dekarbonisasi Perseroan dan penguatan efisiensi reduction strategy. These two initiatives are an integral
operasional jaringan secara berkelanjutan. [GRI 103-5] part of the Company’s decarbonization roadmap and the
strengthening of sustainable network operational efficiency.
[GRI 103-5]
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 79
Page 84
Pilar ESG
ESG Pillars
Melalui implementasi yang konsisten atas berbagai inisiatif Through the consistent implementation of various energy
efisiensi energi, IOH berhasil mengurangi konsumsi energi efficiency initiatives, IOH successfully reduced energy
dari produk dan layanannya pada tahun 2025, yang terutama consumption from its products and services in 2025, primarily
didorong oleh dua program strategis di level jaringan. Kontribusi driven by two strategic programs at the network level. The
terbesar berasal dari program optimasi energi pada 18.000 largest contribution came from the energy optimization
site BTS Nokia dan semakin diperkuat oleh pemanfaatan program across 18,000 Nokia BTS sites, further strengthened
energi terbarukan melalui instalasi panel surya pada 11 site by the use of renewable energy through the installation of solar
off-grid pada tahun 2025. Pemanfaatan energi terbarukan panels at 11 off-grid sites in 2025. The use of renewable energy
tersebut memungkinkan site IOH tersebut beroperasi secara enables these IOH sites to operate more independently while
lebih mandiri sekaligus mengurangi kebutuhan pasokan energi also reducing the need for external energy supply. [SEOJK F.7]
eksternal. [SEOJK F.7]
Untuk lokasi yang belum terjangkau jaringan listrik nasional dan For locations that are not yet connected to the national
masih mengandalkan genset, IOH secara bertahap berupaya electricity grid and still rely on generators, IOH is gradually
mengurangi ketergantungan pada bahan bakar diesel melalui working to reduce its dependence on diesel fuel through a
kemitraan strategis dengan PLN. Melalui inisiatif ini, semakin strategic partnership with PLN. Through this initiative, more and
banyak lokasi operasional akan terhubung ke jaringan listrik more operational locations will be connected to the national
nasional dengan persentase grid electricity sebear 99,98%. Di area electricity grid with grid electricity percentage of 99.98%. In
yang masih memerlukan dukungan genset, penerapan sistem areas that still require generator support, the implementation
CDC (Cluster Diesel Control) telah membantu mengoptimalkan of the CDC (Cluster Diesel Control) system has helped optimize
penggunaan bahan bakar, menekan konsumsi, serta fuel usage, reduce consumption, and significantly improve
meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan. [GRI 103-5] operational efficiency. [GRI 103-5]
Konsumsi Energi di Dalam Perseroan Energy Consumption within the Company
[SEOJK F.6] [GRI 103-2, 103-4]
Total konsumsi energi Perseroan pada tahun 2025 tercatat The Company’s total energy consumption in 2025 was recorded
sebesar 5.172.715 GJ. Meskipun terjadi kenaikan dalam total at Ubah menjadi 5,172,715 GJ. Despite the increase in total
penggunaan energi, IOH berhasil menurunkan intensitas energy usage, IOH managed to reduce its energy intensity,
energi, yang mencerminkan peningkatan efisiensi dalam reflecting improved efficiency in operational processes,
proses operasional, khususnya pada aktivitas transfer data. particularly in data transfer activities. This achievement
Pencapaian ini menunjukkan efektivitas berbagai inisiatif demonstrates the effectiveness of various energy saving
penghematan energi yang telah diterapkan secara konsisten di initiatives that have been consistently implemented across all
seluruh unit kerja. work units.
Konsumsi Energi di dalam Perseroan [GRI 103-2] [GRI 103-4] [GRI 103-5] [OJK F.6] [SASB TC-TL-130a.1]
Energy Consumption within the Company
Pengurangan Intensitas
Total Energi yang Digunakan Intensitas Energi
Tahun Energi dari Tahun Dasar 2020
Data Traffic (TB) Total Energy Used Energy Intensity
Year Reduction of Energy Intensity
(GJ) (GJ/TB)
from Base Year 2020
2021 6,711,221 3,091,826 0.461 19.24%
2022 12,510,602 4,871,943 0.389 31.73%
2023 14,164,096 4,826,285 0.341 40.27%
2024 16,013,462 4,860,414 0.304 46.79%
2025 18,847,541 5,172,715 0.274 51.89%
Informasi/Information:
• Perhitungan dilakukan mengacu pada standar GHG Protocol dengan menggunakan data konsumsi energi yang bersumber dari tagihan bulanan. Konversi
satuan energi ke dalam gigajoule (GJ) dilakukan berdasarkan faktor konversi yang ditetapkan dalam metodologi GHG Protocol untuk memastikan konsistensi
dan akurasi perhitungan.
• The calculation was conducted in accordance with the GHG Protocol standards, using energy consumption data derived from monthly utility bills. Conversion to
gigajoules (GJ) was performed based on the conversion factors prescribed by the GHG Protocol methodology to ensure consistency and accuracy in reporting.
• Konversi perhitungan KWH ke Gigajoule menggunakan panduan dari Greenhouse Gas Protocol 2005.
Conversion of KWH to Gigajoule calculations using guidelines from the Greenhouse Gas Protocol 2005.
• Konversi perhitungan Liter ke Gigajoule menggunakan pedoman Penyelenggaraan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional 2012.
Conversion of Liter to Gigajoule calculations using the 2012 National Greenhouse Gas Inventory Implementation guidelines.
• Peningkatan Data Traffic dan Total Energi secara signifikan dari tahun 2021 ke tahun 2022 disebabkan oleh merger dari Perseroan.
The significant increase in Data Traffic and Total Energy Used from 2021 to 2022 was due to the Company’s merger.
80 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 85
Pada tahun 2025, total konsumsi bahan bakar terbarukan dan In 2025, the total volume of renewable and non-renewable
tidak terbarukan yang digunakan untuk operasional mesin fuel consumed for the operation of on-site power generators
pembangkit energi (genset) di lingkungan Perseroan tercatat (gensets) within the Company amounted to 1,738,437 liters. This
sebesar 1.738.437 liter. Penggunaan bahan bakar ini terutama fuel usage was primarily allocated for backup power operations
diperuntukkan bagi kebutuhan operasional cadangan daya guna to ensure service continuity and infrastructure reliability.
memastikan keberlanjutan layanan dan keandalan infrastruktur. The Company continues to enhance the use of renewable
Perseroan terus melakukan upaya peningkatan pemanfaatan energy in its operations. As of the end of the reporting period,
energi terbarukan dalam operasionalnya. Hingga akhir periode total of 216 sites have been equipped with solar panel (PV)
pelaporan, total sebanyak 216 site telah dilengkapi dengan installations out of approximately 55,000 operational sites. This
panel surya (PV) dari total sekitar 55.000 site yang beroperasi. initiative contributed to 0.39% of the Company’s total energy
Implementasi tersebut berkontribusi terhadap penggunaan consumption being sourced from renewable energy.
energi terbarukan sebesar 0,39% dari total konsumsi energi
perusahaan.
Sampah dan Pengelolaan Limbah Padat serta Waste and Management of Solid
Limbah Cair [SEOJK F.13, F.14, F.15] [GRI 306-1, 306-2, 306-5] Waste and Liquid Waste
Kegiatan operasional IOH menghasilkan berbagai jenis IIOH’s operations generate various types of waste, such as
limbah, seperti limbah elektronik, kemasan, dan kertas, yang electronic, packaging, and paper waste, which require structured
memerlukan pengelolaan terstruktur dan bertanggung jawab. and responsible management. As part of its commitment
Sebagai wujud komitmen terhadap praktik bisnis berkelanjutan, to sustainable business practices, IOH has implemented an
IOH telah menerapkan sistem pengelolaan limbah terpadu integrated waste management system through various
melalui berbagai program lingkungan yang mencakup environmental programs that include separating organic and
pemilahan organik dan anorganik, melakukan pengolahan inorganic waste, independently processing organic waste, and
sampah organik secara mandiri dan bekerja sama dengan badan working with official waste management agencies to recycle it
resmi pengolahan limbah untuk didaur ulang menjadi barang jadi into finished products such as table tops and reusable fertilizer.
seperti, top table dan pupuk yang digunakan kembali.
Dalam pengelolaan limbah organisasi, IOH menerapkan In managing organizational waste, IOH implements a
pendekatan yang terstruktur melalui fungsi Facility structured approach through its Facility Management function.
Management. Perseroan melakukan pemisahan limbah sejak The Company separates waste at source by categorizing it
sumbernya dengan mengelompokkan limbah ke dalam kategori into organic, inorganic, and hazardous and toxic waste (B3).
organik, anorganik, dan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun This sorting process is carried out independently within the
(B3). Proses pemilahan ini dilakukan secara mandiri di lingkungan Company’s operational environment to ensure proper handling
operasional Perseroan untuk memastikan penanganan yang according to the characteristics of each type of waste. For the
tepat sesuai karakteristik masing-masing jenis limbah. Untuk next stage, IOH collaborates with third parties that have special
tahap selanjutnya, IOH menjalin kerja sama dengan pihak ketiga permits and competencies in waste management to carry out
yang memiliki izin dan kompetensi khusus dalam pengelolaan external treatment, transportation, and recycling processes in
limbah guna melakukan proses treatment, pengangkutan, dan accordance with applicable environmental regulations. [GRI 306-2]
daur ulang secara eksternal sesuai dengan ketentuan peraturan
lingkungan yang berlaku. [GRI 306-2]
Sementara itu, limbah elektronik seperti perangkat Meanwhile, electronic waste such as unused telecommunications
telekomunikasi dan peralatan kantor yang sudah tidak devices and office equipment is handed over to certified
digunakan diserahkan kepada pihak pengelola bersertifikat, managers to ensure that every stage of its handling is safe,
guna memastikan setiap tahap penanganannya aman, compliant with regulations, and in line with the principles of the
sesuai regulasi, serta sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular. circular economy. Waste management using third parties is
Pengelolaan limbah menggunakan pihak ketiga ini dilakukan carried out with the aim of zero landfill, which reuses 100% of
dengan tujuan zero-landfill yang mengelola kembali 100% waste so that nothing is sent to landfill. Effluent management
limbah sehingga tidak ada yang terbuang ke tempat in the company is carried out by operating a wastewater
pembuangan akhir. Pengelolaan efluen di perusahaan dilakukan treatment plant before it is discharged into the city sewer
dengan mengoperasikan instalasi pengelolaan air limbah system.
sebelum diteruskan ke saluran kota.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 81
Page 86
Pilar ESG
ESG Pillars
Melalui pendekatan ini, IOH berupaya untuk tidak hanya Through this approach, IOH strives not only to minimize the
meminimalkan dampak negatif dari kegiatan operasional negative impact of its operations on the environment, but
terhadap lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada also to contribute to raising awareness of responsible waste
peningkatan kesadaran pengelolaan limbah secara bertanggung management throughout the company’s value chain.
jawab di seluruh rantai nilai perusahaan.
Waste Journey
Glass Glass Mug
Recycling
Metal Facility
Plastic Plastic Countertop
Waste Material
Generation Recovery Composting
Facility Paper Tissue Towel & BSF
Treatment
Organic Compost
RDF
Others
Technology
IOH menerapkan program pengelolaan limbah terintegrasi IOH implements an integrated waste management
di kantor pusatnya melalui pendekatan yang menekankan program at its headquarters through an approach that
pemisahan limbah, pemantauan, dan peningkatan tingkat emphasizes waste segregation, monitoring, and increased
daur ulang dan pemanfaatan kembali. Program pengelolaan reuse and recycling rates. The waste management program
limbah ini mencatat hasil pengolahan dalam kilogram/ records processing outcomes in kilograms/units, enabling
satuan, memungkinkan pemantauan kinerja pengelolaan more measurable and transparent monitoring of waste
limbah yang lebih terukur dan transparan. [GRI 306-2] management performance. [GRI 306-2]
Dalam praktiknya, limbah dikumpulkan oleh penyedia In practice, waste is collected by third-party service
layanan pihak ketiga dan disortir lebih lanjut di fasilitas providers and further sorted at a waste processing facility
pengolahan limbah menjadi dua kategori utama: limbah into two main categories: recyclable waste and non-
daur ulang dan limbah non-daur ulang. Sampah daur ulang recyclable waste. Recyclable waste is delivered to partner
dikirim ke fasilitas mitra untuk diolah kembali menjadi facilities to be reprocessed into products with economic
produk dengan nilai ekonomi. Sementara itu, sampah value. Meanwhile, non-recyclable waste is further processed
non-daur ulang diolah lebih lanjut menjadi Bahan Bakar into Refuse-Derived Fuel (RDF) for use as an alternative fuel
dari Sampah (RDF) untuk digunakan sebagai bahan bakar in industrial facilities. This approach ensures responsible
alternatif di fasilitas industri. Pendekatan ini memastikan waste management while supporting circular economy
pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sambil principles. [OJK F.14]
mendukung prinsip ekonomi sirkular. [OJK F.14]
Sejumlah inisiatif telah diimplementasikan untuk Several initiatives have been implemented to strengthen
memperkuat praktik ekonomi sirkular dan pengelolaan circular economy practices and environmental management
lingkungan di kantor pusat, termasuk penggunaan kompos at the headquarters, including the use of compost for
untuk landscaping, program daur ulang tisu yang telah landscaping, a tissue recycling program that has been
berjalan sejak September 2024, serta pemanfaatan bahan in place since September 2024, and the use of recycled
daur ulang untuk furnitur seperti meja di area istirahat dan materials for furniture such as tables in rest areas and
area merokok. Perseroan juga menyediakan lahan parkir smoking areas. The Company has also provided bicycle
sepeda untuk mendorong mobilitas yang lebih ramah parking facilities to encourage more environmentally
lingkungan di lingkungan kerja. friendly mobility within the workplace.
82 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 87
Perseroan menerapkan berbagai inisiatif pengelolaan The Company implements several waste management
limbah untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus initiatives to reduce environmental impact while improving
meningkatkan efisiensi sumber daya. Upaya tersebut resource efficiency. These include Smarter Plastic
meliputi Smarter Plastic Segregation for Better Waste Segregation for Better Waste Reduction to enhance plastic
Reduction untuk meningkatkan pemilahan dan daur sorting and recycling, a Recycling Partnership that Drives
ulang plastik, Recycling Partnership that Drives Real Real Change with environmental benefits equivalent to 108
Change bersama mitra pengelola limbah dengan dampak trees, the implementation of a Water Recycling System for
lingkungan setara dengan 108 pohon, penerapan Improved Efficiency to support water reuse in operations,
Water Recycling System for Improved Efficiency untuk and Waste-to-Product Plastic Upcycling that converts
mendukung penggunaan kembali air dalam operasional, plastic waste into useful products.
serta Waste-to-Product Plastic Upcycling yang mengolah
limbah plastik menjadi produk bernilai guna.
Praktik pengelolaan limbah ini juga telah diperluas ke These waste management practices have also been
beberapa kantor IOH di wilayah Jakarta Raya, yang dikelola expanded to several IOH offices across the Greater Jakarta
secara lebih terkoordinasi melalui sistem pengelolaan area, which are managed in a more coordinated manner
limbah terpusat di KPPTI. through a centralized waste management system at KPPTI.
Sesuai dengan prinsip pengurangan limbah di sumbernya, In line with the principle of reducing waste at the source,
IOH juga mendorong penggunaan kertas yang efisien IOH also promotes efficient paper use through a policy
melalui kebijakan pembatasan pencetakan dokumen of restricting the printing of internal documents. The
internal. Implementasi kebijakan ini memberikan manfaat implementation of this policy provided measurable benefits
yang dapat diukur sepanjang tahun 2025, yaitu: throughout 2025, namely:
• Mengurangi kebutuhan penebangan sekitar 109 pohon • Reducing the need to cut down approximately 109 trees
per tahun per year
• Menghemat sekitar 291 ton air per tahun • Saving approximately 291 tons of water per year
• Menghemat sekitar Rp104.640.000 per tahun • Saving approximately Rp104,640,000 per year
IOH telah menerapkan Prosedur Operasional Standar IOH has implemented a Standard Operating Procedure
(SOP) untuk pemilahan limbah berdasarkan pedoman (SOP) for waste sorting based on waste management
pengelolaan limbah, dengan klasifikasi utama B3 (Bahan guidelines, with the main classifications being B3 (Hazardous
Berbahaya dan Beracun) sebesar 89 kg dan limbah non-B3 and Toxic Materials) of 89 kg and non-B3 waste of 161,798
sebesar 161.798 kg. [GRI 306-3] kg. [GRI 306-3]
Selama tahun 2025, total limbah yang dialihkan dari Throughout 2025, the total waste diverted from final
pembuangan akhir mencapai 161,80 ton. Selama periode disposal amounted to 161.80 tons. Throughout the reporting
pelaporan, IOH juga tidak mencatat adanya insiden period, IOH also did not record any incidents of waste spills
tumpahan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan. that could potentially pollute the environment. [GRI 306-4]
[GRI 306-4] [OJK F.15] [OJK F.15]
Untuk perangkat yang tidak dapat digunakan kembali, For devices that could not be reused, IOH partnered
IOH bekerja sama dengan pihak ketiga yang berlisensi with licensed and certified third parties to ensure that
dan bersertifikat untuk memastikan pengelolaan dan management and processing were carried out in a safe and
pengolahan dilakukan dengan aman dan ramah lingkungan, environmentally friendly manner, thereby minimizing the
sehingga meminimalkan risiko dampak negatif terhadap risk of negative impacts on the environment. In addition,
lingkungan. Selain itu, IOH juga meningkatkan teknologinya IOH is also upgrading its technology by replacing lead-acid
dengan mengganti baterai timbal-asam dengan baterai batteries with smart lithium batteries that are more durable
lithium pintar yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan, and environmentally friendly, thereby helping to reduce
sehingga membantu mengurangi potensi polusi timbal dan the potential for lead pollution and strengthening the
memperkuat keberlanjutan operasi jaringannya. [GRI 306-2] sustainability of its network operations. [GRI 306-2] [GRI 306-5]
[GRI 306-5] [OJK F.14] [OJK F.14]
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 83
Page 88
Pilar ESG
ESG Pillars
Penggunaan Air [SEOJK F.8, F.13, F.14, F.15] Water Use
[GRI 303-1, 303-2, 303-3, 303-4, 303-5]
IOH memberikan perhatian besar terhadap keberlanjutan IOH pays close attention to environmental sustainability,
lingkungan, khususnya dalam pengelolaan dan particularly in the management and control of clean water
pengendalian penggunaan air bersih di seluruh fasilitas usage across all operational facilities. At the head office,
operasional. Di kantor pusat, sumber air utama berasal the main water source comes from the Regional Water
dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dengan Company (PDAM), with a monitoring system that ensures
sistem pemantauan yang memastikan penggunaan water usage is efficient and does not have a significant
air berlangsung secara efisien dan tidak menimbulkan impact on surrounding water sources. To identify water-
dampak signifikan terhadap sumber air sekitar. Untuk related impacts caused by the Company’s products and
mengidentifikasi adanya dampak terkait air yang operations, IOH analyzes the water sources used. It then
disebabkan oleh produk dan operasional Perseroan, IOH maps the water flow in the management and wastewater
melalukan analisis terhadap sumber air yang digunakan. disposal processes. Throughout 2025, there were no reports
Kemudian melakukan pemetaan aliran air dalam proses of disruption or deterioration in water source quality due
pengelolaan dan proses pembuangan air limbah. Sepanjang to headquarters operational activities. IOH also continues
2025, tidak terdapat laporan mengenai gangguan atau to encourage water conservation among employees and
penurunan kualitas sumber air akibat aktivitas operasional minimize the use of water for air conditioning through
kantor pusat. IOH juga terus mendorong perilaku hemat air the utilization of technology as part of the company’s
di kalangan karyawan dan meminimalisir penggunaan air responsibility to preserve water resources.
untuk pendingin ruangan melalui utilisasi teknologi sebagai
bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga
ketersediaan sumber daya air.
Untuk mendukung penerapan konservasi air, IOH To support water conservation, IOH consistently implements
melakukan berbagai langkah preventif dan korektif various preventive and corrective measures, including
secara konsisten, termasuk pemantauan rutin meter routine monitoring of water meters, strainer checks,
air, pemeriksaan strainer, inspeksi berkala pada sistem periodic inspections of plumbing systems to prevent leaks
plumbing guna mencegah kebocoran atau pemborosan air, or water wastage, and the provision of water refills from
serta penyediaan water refill dari sumber air bersih yang clean water sources in the building and quality assurance
ada di gedung dan penjaminan mutu dengan filterisasi with standard drinking water filtration. Domestic waste
standar mutu air minum. Limbah domestik yang dihasilkan generated from facilities such as toilets and sinks is
dari fasilitas seperti toilet dan wastafel dikelola melalui managed through a Wastewater Treatment Plant (WWTP)
sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terintegrasi system integrated with physical, biological, and chemical
dengan pengelolaan fisik, biologis, dan kimia limbah cair. Air management of liquid waste. The treated water is then
hasil olahan kemudian diuji secara berkala di laboratorium tested periodically in an independent laboratory to ensure
independen untuk memastikan kualitas efluen memenuhi that the effluent quality meets applicable environmental
standar lingkungan yang berlaku. standards.
Standar minimum yang ditetapkan untuk kualitas The minimum standards set for effluent discharge
pembuangan efluen adalah dengan mempertimbangkan quality take into account physical, chemical, and biological
parameter fisik, parameter kimia, parameter biologis, dalam parameters in the applicable regulations. IOH identifies
regulasi yang berlaku. IOH mengidentifikasi zat-zat prioritas priority substances that require attention and whose
yang patut diperhatikan yang pembuangannya diolah discharge is treated by referring to applicable regulations
Dengan merujuk pada regulasi dan standar yang berlaku, and standards, identifying sources of hazardous substances,
mengidentifikasi sumber zat berbahaya, dan menggunakan and using identification methods such as laboratory testing.
metode identifikasi seperti uji laboratorium.
Pada tahun 2025, total efluen yang dihasilkan Perseroan In 2025, the total effluent generated by the Company
tercatat sebesar 23.072 m³. Seluruh hasil pengujian amounted to 23,072 m³. All laboratory test results confirmed
laboratorium menunjukkan bahwa kualitas efluen yang that the discharged effluent complied with applicable
dibuang telah memenuhi dan berada dalam batas aman regulatory standards and remained within the permitted
sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku. safety thresholds.
84 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 89
Dalam mengelola dampak-dampak terkait air yang In managing water-related impacts resulting from IOH’s
dihasilkan dari operasi, produk, dan jasa IOH, perusahaan operations, products, and services, the company conducts
melakukan evaluasi pengukuran penggunaan air secara comprehensive evaluations of water usage, strategic
komprehensif, perencanaan strategis terhadap pengelolaan planning for water management, develops effective water
air, membuat kebijakan terkait penggunaan air yang efektif, usage policies, and optimizes wastewater management
dan optimalisasi pengelolaan sistem air limbah. systems.
Proses pengelolaan limbah cair di IOH dilakukan secara IOH implements a structured wastewater management
terstruktur untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi process to ensure compliance with environmental
lingkungan. Pengelolaan diawali dengan pengumpulan regulations. The process begins with the collection of
limbah cair yang dialirkan melalui sistem saluran internal wastewater through internal drainage systems, which is
menuju Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), di mana then directed to the Wastewater Treatment Plant (WWTP)
limbah diproses melalui tahapan fisik, biologis, dan kimia for physical, biological, and chemical treatment to reduce
untuk menurunkan kandungan pencemar. Selanjutnya, pollutant levels. Water quality is regularly monitored and
kualitas air limbah dipantau dan diuji secara berkala guna tested to ensure that all discharge parameters remain
memastikan parameter yang dihasilkan tetap berada dalam within regulatory standards. Once the treated water meets
batas baku mutu yang ditetapkan. Setelah memenuhi the applicable requirements, it is discharged into public
standar yang berlaku, air olahan dibuang ke saluran umum drainage systems in accordance with operational permits
sesuai dengan izin operasional dan ketentuan peraturan and prevailing environmental regulations.
perundang-undangan yang berlaku.
Pengambilan Air
Water Withdrawal
[GRI 303-3] [OJK F.8]
49,253
55,016
55,472
`23 `24 `25
(m³)
Standar perhitungan total penggunaan air dilakukan The standard for calculating total water consumption is
dengan mengacu pada ketentuan Standar Nasional based on the applicable Indonesian National Standard (SNI),
Indonesia (SNI) yang berlaku, yaitu melalui estimasi using estimated per capita water consumption as the basis
konsumsi air per individu sebagai dasar penghitungan for determining overall water usage.
kebutuhan dan penggunaan air secara keseluruhan.
Material [SEOJK F.5] [GRI 301-1, 301-2, 301-3] Material
IOH menyadari bahwa pemilihan serta penggunaan IIOH recognizes that the selection and use of materials,
material, baik yang terbarukan maupun tidak berperan whether renewable or non‑renewable have a significant
penting terhadap keberlanjutan sumber daya alam. impact on the availability of natural resources. As a
Sebagai penyedia layanan telekomunikasi, IOH tidak terlibat telecommunications service provider, IOH is not directly
langsung dalam proses manufaktur maupun pengemasan involved in the manufacturing or packaging processes, as
produk, karena sebagian besar barang diperoleh dalam most products are sourced in the form of ready‑to‑use
bentuk produk jadi siap jual dari mitra pemasok. Dengan finished goods from third‑party suppliers. Therefore,
demikian, volume material yang digunakan, baik material the total amount of material used, either renewable or
terbarukan maupun non‑terbarukan, belum dapat non‑renewable, has not yet been specifically quantified. [GRI
diidentifikasi secara pasti. [GRI 3‑3] [GRI 301‑1] 3‑3] [GRI 301‑1]
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 85
Page 90
Pilar ESG
ESG Pillars
IOH tidak melakukan pelacakan spesifik atas persentase IOH does not specifically track the percentage of recycled
penggunaan material daur ulang dalam produk yang materials used in its marketed products, given that the
dipasarkan, mengingat model bisnis Perseroan yang berbasis Company’s service-based business model does not require
layanan jasa secara natura tidak memerlukan penggunaan the use of physical materials on a significant scale in its
material fisik dalam skala signifikan pada operasionalnya. operations. In addition, most of the physical products
Selain itu, sebagian besar produk fisik yang digunakan used or marketed by the Company are finished goods
atau dipasarkan oleh Perseroan merupakan barang jadi obtained from third parties. However, IOH is committed
yang diperoleh dari pihak ketiga. Meskipun demikian, IOH to providing more efficient and resource-friendly services.
berkomitmen untuk menghadirkan layanan yang lebih One concrete step taken is the reduction of packaging
efisien serta ramah sumber daya. Salah satu langkah konkrit materials through the optimization of digital services
yang diambil adalah pengurangan penggunaan bahan such as eSIM. IOH encourages customers to top up their
kemasan melalui optimalisasi layanan digital seperti eSIM. IOH credit quickly and easily rather than purchasing physical
mendorong pelanggan untuk melakukan top‑up pulsa secara vouchers. In addition, we are also continuing to develop a
secara cepat dan mudah dibandingkan membeli voucher system for the sale of eSIM (Subscriber Identity Module
secara fisik. Selain itu kami juga terus mengembangkan (SIM) without a physical card) products so that customers
sistem untuk penjualan produk eSIM (Subscriber Identity who have telecommunications devices that can use eSIM
Modul (SIM) tanpa kartu fisik) agar pelanggan yang memiliki can purchase this type of product. As a result, we have also
perangkat telekomunikasi yang bisa menggunakan eSIM begun to reduce the purchase of physical paper, plastic,
dapat membeli jenis produk tersebut. Dengan demikian and metal products for sale. This policy has succeeded
kami juga mulai mengurangi pembelian produk yang berupa in reducing the use of packaging materials while also
fisik kertas, plastik, dan metal untuk penjualan. Kebijakan ini reducing potential waste. Currently, packaging materials
berhasil mengurangi penggunaan bahan kemasan sekaligus from products sold have not been collected or recycled,
menekan potensi limbah. Saat ini, bahan kemasan dari but approximately 95% of IOH SIM cards and vouchers use
produk yang dijual belum dikumpulkan kembali atau didaur recyclable materials. [OJK F.26] [OJK F.5] [GRI 301‑2] [GRI 301‑3]
ulang, namun sekitar 95% produk SIM card dan voucher IOH [SASB TC‑TL‑440a.1]
telah menggunakan material yang dapat didaur ulang. [OJK
F.26] [OJK F.5] [GRI 301‑2] [GRI 301‑3] [SASB TC‑TL‑440a.1]
Selain itu, IOH terus memperkuat fitur aplikasi self‑care In addition, IOH continues to enhance its self‑care
agar pelanggan dapat mengelola akun dan layanan secara application, enabling customers to independently manage
mandiri. Transformasi digital ini tidak hanya meningkatkan their accounts and services. This digital approach not
kenyamanan pelanggan, tetapi juga berkontribusi langsung only provides greater convenience but also contributes to
terhadap pengurangan konsumsi bahan bakar, karena reducing fuel consumption, as customers no longer need to
pelanggan tidak lagi perlu melakukan perjalanan ke pusat travel to physical service centers.
layanan fisik.
Keanekaragaman Hayati [SEOJK F.4, Biodiversity
F.9, F.10] [GRI 101-5, 101-6, 101-2, 101-7]
Sebagian besar aktivitas operasional IOH berada di area Most of IOH’s operations are located in populated areas
berpenduduk dan di luar kawasan lindung; namun demikian, and outside protected zones; however, the Company
Perseroan menyadari bahwa sebagian infrastruktur telekomunikasi recognizes that certain telecommunications infrastructure
berlokasi di area yang berdekatan dengan kawasan konservasi is situated near conservation areas or regions with high
atau wilayah dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi, yang biodiversity value, which may pose potential impacts on
berpotensi menimbulkan gangguan terhadap vegetasi lokal, habitat local vegetation, wildlife habitats, and landscape changes
satwa, serta perubahan bentang alam akibat pembangunan atau arising from development or maintenance activities.
pemeliharaan infrastruktur. Untuk meminimalkan potensi dampak To mitigate these potential impacts, IOH applies a
tersebut, IOH menerapkan prinsip kehati-hatian melalui pemilihan precautionary approach by selecting sites in compliance
lokasi yang mengacu pada regulasi lingkungan agar tidak berada with environmental regulations to avoid protected or critical
di zona lindung atau habitat kritis, penerapan desain infrastruktur habitats, adopting infrastructure designs that minimize
yang meminimalkan pembukaan lahan dan menjaga vegetasi land clearing and preserve native vegetation, implementing
asli, pengelolaan operasional yang hati-hati melalui pembatasan careful operational practices such as limiting construction
aktivitas konstruksi, pengaturan jalur akses, serta pemantauan activities, managing access routes, and conducting regular
86 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 91
lingkungan secara berkala, serta kolaborasi dengan otoritas lokal environmental monitoring, as well as collaborating with local
guna memastikan perlindungan flora dan fauna tetap terjaga sesuai authorities to ensure the protection of flora and fauna in
ketentuan konservasi yang berlaku. accordance with applicable conservation requirements.
Perseroan berkomitmen mendukung upaya penghentian The Company is committed to supporting efforts to halt
dan pemulihan kehilangan keanekaragaman hayati melalui and reverse biodiversity loss by developing greener and
pengembangan lingkungan kantor yang lebih hijau dan more sustainable office environments. This commitment is
berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan dengan penyediaan realized through the provision and management of green
dan pengelolaan area hijau, termasuk taman dan vertical spaces, including gardens and vertical landscaping, designed
garden, yang dirancang dengan prinsip keberlanjutan untuk with sustainability principles to support local ecosystems
mendukung ekosistem lokal di sekitar area operasional. surrounding its operational areas.
Inisiatif tersebut selaras dengan Tujuan 2050 dan Target These initiatives are aligned with the 2050 Vision and
2030 dalam Kunming-Montreal Global Biodiversity 2030 Targets of the Kunming-Montreal Global Biodiversity
Framework, yang tercermin dari peningkatan fasilitas Framework, as reflected in the expansion of environmentally
berkonsep ramah lingkungan dan penguatan praktik friendly facilities and the strengthening of sustainable
operasional berkelanjutan. Secara strategis, target operational practices. Strategically, the Company’s targets
Perseroan difokuskan pada efisiensi penggunaan sumber focus on responsible natural resource use, as well as
daya alam serta perlindungan dan pencegahan pencemaran environmental protection and pollution prevention, in line
lingkungan, sejalan dengan kebijakan K3 dan Lingkungan with its Occupational Health, Safety, and Environmental
Perusahaan. [GRI 101-1] policies. [GRI 101-1]
Untuk menghindari dampak negatif terhadap To prevent negative impacts on biodiversity, IOH implements
keanekaragaman hayati, IOH menerapkan kebijakan an Occupational Health, Safety, and Environmental
Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) yang (OHSE) policy that emphasizes pollution prevention and
menekankan pencegahan pencemaran dan perlindungan environmental protection across all operational activities.
lingkungan dalam setiap aktivitas operasional. Kebijakan ini This policy serves as the foundation for environmental
menjadi landasan dalam pengelolaan risiko lingkungan serta risk management and the control of potential impacts on
pengendalian potensi dampak terhadap ekosistem sekitar. surrounding ecosystems.
Dalam hal dampak yang tidak sepenuhnya dapat dihindari, Where impacts cannot be entirely avoided, the Company
Perseroan menerapkan sistem kerja dan prosedur applies operational systems and procedures focused
operasional yang berorientasi pada mitigasi risiko on environmental risk mitigation, including waste
lingkungan, termasuk pengendalian limbah, efisiensi sumber management controls, resource efficiency measures, and
daya, dan pemantauan berkala, guna meminimalkan potensi regular monitoring, to minimize potential disturbances to
gangguan terhadap keanekaragaman hayati. [GRI 101-2] biodiversity. [GRI 101-2]
Sepanjang tahun 2025, tidak teridentifikasi adanya Throughout 2025, no significant impact was identified
pengaruh yang signifikan atas kegiatan, produk, layanan, on IOH’s activities, products, services and operating sites.
dan situs operasi IOH memberikan pengaruh yang signifikan on species listed in the IUCN (International Union for
terhadap spesies yang tercantum dalam Daftar Merah IUCN Conservation of Nature) Red List, nationally protected
(International Union for Conservation of Nature), spesies species, or other important conservation areas and
yang dilindungi secara nasional, ataupun terhadap kawasan ecosystems.[GRI 101-4] [GRI 101-5, 101-6, 101-7] [OJK F.9]
konservasi dan ekosistem penting lainnya. [GRI 101-4] [GRI 101-5,
101-6, 101-7] [OJK F.9]
Indosat terus memperkuat komitmennya terhadap Indosat continues to strengthen its commitment to
konservasi lingkungan melalui pemanfaatan teknologi environmental conservation through technology-driven
dan kolaborasi multipihak. Pada tahun 2025, Perseroan initiatives and multi-stakeholder collaboration. In 2025, the
melanjutkan upaya konservasi pesisir melalui program Company advanced its coastal conservation efforts through
JagaRaya Coastal Communities Empowerment, yang the JagaRaya Coastal Communities Empowerment Program,
berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir serta which focuses on empowering coastal communities while
penerapan praktik akuakultur yang lebih berkelanjutan. promoting more sustainable aquaculture practices.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 87
Page 92
Pilar ESG
ESG Pillars
Program ini memanfaatkan teknologi Internet of Things The program utilizes Internet of Things (IoT) Water Quality
(IoT) Water Quality Management System (WQMS) untuk Management System (WQMS) technology to monitor water
memantau kualitas air pada tambak budidaya. Data yang quality in aquaculture ponds. Data generated from these
dihasilkan dari perangkat tersebut juga dimanfaatkan devices is also utilized by academic institutions for research,
oleh berbagai institusi akademik untuk penelitian guna producing insights that support farmers in improving
menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi para productivity while maintaining environmental sustainability.
petambak. Implementasi teknologi ini turut didukung The initiative has been supported by research collaborations
oleh kolaborasi riset dengan lebih dari 10 universitas dan with more than 10 universities and has contributed to over
menghasilkan lebih dari empat publikasi jurnal internasional. four international journal publications.
Dampak dari intervensi konservasi yang dilakukan Indosat The outcomes of Indosat’s conservation interventions have
turut berkontribusi pada upaya perlindungan ekosistem also supported broader ecosystem protection. In recognition
pesisir. Sebagai pengakuan atas berbagai inisiatif tersebut, of these efforts, the Ministry of Marine Affairs and Fisheries
Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia of the Republic of Indonesia officially designated Jembrana
pada 9 Mei 2025 secara resmi menetapkan Kabupaten Regency, Bali, as a Marine Protected Area (MPA) on 9 May
Jembrana, Bali sebagai Kawasan Konservasi Perairan (Marine 2025.
Protected Area/MPA).
Selain itu, pada tahun 2025 Indosat juga memperkuat In parallel, Indosat strengthened its circular economy
inisiatif ekonomi sirkular melalui program Pilah Box yang initiatives through the Pilah Box program, which was
dilaksanakan di sembilan kampus di Indonesia. Program implemented across nine university campuses in Indonesia
ini mendorong pengelolaan sampah secara bertanggung in 2025. The program encourages responsible electronic
jawab sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda waste disposal while raising awareness among students
terhadap pentingnya pengelolaan limbah berkelanjutan. [GRI and academic communities about sustainable waste
101-7] [SEOJK F.10] management. [GRI 101-7] [SEOJK F.10]
IOH telah mengalokasikan total dana sebesar IOH has allocated a total of Rp763,150,000 in 2025 through
Rp763.150.000 pada tahun 2025 melalui program JagaRaya the JagaRaya Pilahbox program, Waste Turned into Credit,
Pilahbox, Sampah Jadi Pulsa, dan Program Capacity Building and the Capacity Building Program for Fishing Villages in
Desa Nelayan di Ambon. [OJK F.4] Ambon. [OJK F.4]
Kepatuhan Lingkungan [SEOJK F.16] [GRI 2-27] Environmental Compliance
IOH telah menjalankan seluruh kegiatan operasional dengan IOH has carried out all operational activities in full
penuh kepatuhan terhadap ketentuan dan regulasi di compliance with environmental regulations and provisions
bidang lingkungan hidup sepanjang tahun 2025. Selama throughout 2025. During the reporting period, there
periode pelaporan, tidak terdapat pelanggaran, denda, were no significant violations, fines, or non-monetary
maupun sanksi non‑moneter yang signifikan terkait aspek sanctions related to environmental aspects, and there
lingkungan, serta tidak ada pengaduan dari masyarakat were no complaints from the community regarding the
88 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 93
mengenai dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh environmental impact caused by IOH’s operational activities.
kegiatan operasional IOH. Hal ini mencerminkan komitmen This reflects the Company’s commitment to ensuring
Perseroan dalam memastikan kepatuhan hukum legal compliance and the implementation of responsible
dan penerapan standar pengelolaan lingkungan yang environmental management standards. [GRI 2-27] [OJK F.16]
bertanggung jawab. [GRI 2‑27] [OJK F.16]
Penilaian Lingkungan Pemasok [GRI 308-1, 308-2] Supplier Environmental Assessment
Dalam pengelolaan penilaian lingkungan terhadap pemasok, In managing environmental assessments of suppliers, IOH
IOH menerapkan sistem seleksi yang ketat dan terukur implements a strict and measurable selection system by
dengan memastikan seluruh mitra kerja mematuhi ensuring that all partners comply with applicable laws and
ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku di Indonesia, regulations in Indonesia, including occupational health and safety
termasuk aspek Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan (OHS), environmental management, and Occupational Health,
Lingkungan (K3L). Persyaratan ini diatur secara eksplisit Safety, and Environment (OHSE) standards. These requirements
dalam kontrak kerja sama, sehingga setiap pemasok wajib are explicitly stipulated in the cooperation contract, so that every
menerapkan praktik operasional yang selaras dengan supplier is required to implement operational practices that are
prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan yang in line with the principles of sustainability and environmental
diusung IOH. responsibility promoted by IOH.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, IOH menetapkan As part of this commitment, IOH has established
kriteria keberlanjutan dalam proses pemilihan pemasok sustainability criteria in the selection process for new
baru, di mana 5% pemasok baru sepanjang tahun 2025 suppliers, whereby 5% of new suppliers throughout 2025
dipilih berdasarkan pertimbangan lingkungan sesuai were selected based on environmental considerations in
jenis komoditas yang mereka sediakan. Pendekatan ini accordance with the types of commodities they provide.
mendorong mitra usaha untuk mengadopsi praktik ramah This approach encourages business partners to adopt
lingkungan, seperti penggunaan bahan baku berkelanjutan, environmentally friendly practices, such as the use of
penerapan efisiensi energi, serta pengelolaan limbah yang sustainable raw materials, the implementation of energy
efektif sepanjang rantai pasok. efficiency, and effective waste management throughout the
supply chain.
Selain pada tahap pemilihan, IOH juga secara aktif In addition to the selection stage, IOH also actively conducts
melakukan penilaian lingkungan terhadap 80 pemasok environmental assessments of 80 key suppliers to
utama untuk mengevaluasi dampak aktivitas mereka evaluate the impact of their activities on the environment.
terhadap lingkungan. Hasil penilaian menunjukkan bahwa The assessment results show that until the end of the
hingga akhir periode pelaporan tidak terdapat pemasok reporting period, there were no suppliers that caused
yang menyebabkan dampak lingkungan signifikan atau significant or tangible environmental impacts, confirming
nyata, menegaskan efektivitas sistem pemantauan the effectiveness of the sustainability monitoring system
keberlanjutan yang diterapkan Perseroan. Hasil penilaian implemented by the Company. The assessment results
menunjukkan bahwa hingga akhir periode pelaporan tidak indicate that as of the end of the reporting period, there were
terdapat indikasi dampak lingkungan yang signifikan dari no indications of significant environmental impacts arising
kegiatan operasional. from operational activities.
Ke depan, IOH terus mendorong peningkatan praktik Going forward, IOH continues to encourage the improvement
berkelanjutan dengan fokus pada efisiensi penggunaan of sustainable practices with a focus on the efficient use of
bahan baku dan sumber daya, peningkatan efisiensi raw materials and resources, increased energy efficiency,
energi, serta pengurangan emisi pada seluruh kegiatan and reduced emissions in all operational activities, including
operasional, termasuk di menara telekomunikasi, komponen telecommunications towers, IT components, and power
TI, dan sistem pembangkit daya. Di sektor teknologi dan generation systems. In the technology and electronics
elektronik, upaya keberlanjutan terus diperkuat melalui sector, sustainability efforts continue to be strengthened
operasional hemat energi serta peningkatan kemampuan through energy-efficient operations and increased recycling
daur ulang perangkat dan infrastruktur TI, seperti server capabilities for IT devices and infrastructure, such as servers
dan perangkat lunak, guna meminimalkan jejak karbon di and software, in order to minimize the carbon footprint
sepanjang rantai nilai perusahaan. [GRI 308‑1] [GRI 308‑2] throughout the company’s value chain. [GRI 308-1] [GRI 308-2]
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 89
Page 94
Pilar ESG
ESG Pillars
Pilar Sosial
Social Pillar
“
IOH meyakini bahwa kontribusi pada aspek sosial merupakan bagian integral dari
tanggung jawab Perusahaan untuk menghadirkan dampak yang positif dan berkelanjutan
bagi masyarakat. Melalui berbagai inisiatif yang berfokus pada perluasan akses serta
pemanfaatan teknologi digital, IOH berupaya turut menekan kesenjangan sosial dan
ekonomi. Upaya ini menjadi relevan seiring percepatan transformasi digital yang memiliki
potensi signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup, memperluas akses terhadap
pendidikan, serta mendorong terbukanya peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
IOH believes that contributing to social aspects is an integral part of the Company’s responsibility to bring
positive and sustainable impact to society. Through various initiatives focused on expanding access and utilising
digital technology, IOH strives to reduce social and economic disparities. These efforts are relevant in light of the
accelerating digital transformation, which has significant potential to improve quality of life, expand access to
education, and encourage new economic opportunities for the community.
Aspek Ketenagakerjaan Employment Aspects
Kesempatan yang Setara [OJK F.18] Equal Opportunity
Sebagai perusahaan terbuka, IOH menegaskan As a public company, IOH affirms its commitment to
komitmennya untuk menjalankan peran strategis dalam playing a strategic role in addressing various social issues,
menjawab berbagai isu sosial, termasuk kesenjangan including gender inequality and unfair practices. Through
gender dan praktik ketidakadilan. Melalui penerapan the implementation of Diversity, Equity, and Inclusion
inisiatif Diversity, Equity, and Inclusion (DEI), IOH berupaya (DEI) initiatives, IOH strives to build a more inclusive and
membangun lingkungan kerja yang semakin inklusif dan representative work environment, in line with the diversity
representatif, selaras dengan keberagaman masyarakat of the community served by the Company.
yang dilayani Perseroan.
90 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 95
Inisiatif tersebut mencakup penguatan kepemimpinan yang These initiatives include strengthening diverse and
beragam dan inklusif, yang pada gilirannya memperkokoh inclusive leadership, which in turn strengthens the business
fondasi bisnis melalui pertukaran perspektif, peningkatan foundation through the exchange of perspectives, improved
kualitas pengambilan keputusan, dan dorongan inovasi, decision-making quality, and encouragement of innovation,
sekaligus mendukung agenda pembangunan sosial while supporting a broader social development agenda. IOH
yang lebih luas. IOH meyakini bahwa pengarusutamaan believes that mainstreaming equality and empowerment
kesetaraan serta pemberdayaan di seluruh lapisan across all levels of the organisation not only strengthens the
organisasi tidak hanya memperkuat budaya perusahaan, corporate culture, but also increases employee engagement
tetapi juga meningkatkan keterlibatan dan kepuasan kerja and job satisfaction.
karyawan.
Sejalan dengan komitmen tersebut, IOH terus mendorong In line with this commitment, IOH continues to promote
terwujudnya kesetaraan gender dan memastikan gender equality and ensure equal opportunities for every
tersedianya kesempatan yang setara bagi setiap insan individual in the Company to develop, both personally and
Perusahaan untuk berkembang, baik secara pribadi professionally. However, IOH recognises that implementing
maupun profesional. Namun demikian, IOH menyadari DEI involves various challenges and complexities. Therefore,
bahwa implementasi DEI mengandung berbagai tantangan the Company has set a phased target to increase the
dan kompleksitas. Oleh karena itu, Perseroan menetapkan proportion of female employees at senior management
target bertahap untuk meningkatkan proporsi karyawan level (grade 8 and above), with the aim of doubling the
perempuan pada level manajemen senior (grade 8 ke number of female leaders in the coming year.
atas), dengan sasaran melipatgandakan jumlah pemimpin
perempuan pada tahun mendatang.
Dukungan terhadap inisiatif DEI juga memperkuat reputasi Support for DEI initiatives also strengthens the Company’s
Perseroan serta meningkatkan kepercayaan publik, yang reputation and increases public trust, which are important
menjadi prasyarat penting bagi keberlanjutan dan kinerja prerequisites for sustainability and long-term performance.
jangka panjang. Dengan mempererat relasi bersama By strengthening relationships with customers and the
pelanggan dan masyarakat yang beragam yang telah diverse communities it has served for more than half a
dilayani selama lebih dari setengah abad IOH optimistis century, IOH is optimistic that it can continue its tradition of
dapat melanjutkan tradisi keunggulan dan inovasi, seraya excellence and innovation, while moving into the future with
melangkah ke masa depan dengan integritas serta integrity and commitment to the Company’s values.
komitmen pada nilai-nilai Perseroan.
Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkat/Posisi
Number of Employees by Level/Position
Posisi
2025 2024 2023
Level
Grade Chief & Director 12 13 13
Grade 8 – Sr. Vice President 94 97 94
Grade 7 – Vice President 357 350 333
Grade 6 – Associate Vice President 1,120 1,098 1,033
Grade 5 – Sr. Officer 678 692 690
Grade 3 & Grade 4 – Officer 782 745 812
Total 3,043 2,995 2,975
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 91
Page 96
Pilar ESG
ESG Pillars
Jumlah Karyawan Manajerial vs Non Manajerial per 31 Desember 2025
Number of Managerial vs Non-Managerial Employees as of 31 December 2025
Tahun Tingkat Manajerial Tingkat Non-Manajerial Jumlah
Year Managerial Level Non-Managerial Level Total
2022 1, 347 1,449 2,796
2023 1,473 1,502 2,975
2024 1,558 1,437 2,995
2025 1,583 1,460 3,043
Jumlah Karyawan berdasarkan Kontrak Kerja dikonsolidasikan dengan anak perusahaan per 31
Desember 2025
Number of Employees by Employment Contract on a Consolidated Basis (including subsidiaries) as of 31
December 2025
Tahun Karyawan Tetap dan Karyawan Kontrak
Year Permanent Employee and Contract Employee
2022 3,815
2023 4,041
2024 4,097
2025 4,202
Metodologi penyusunan data karyawan diawali dengan The employee data methodology begins with the
identifikasi tujuan bisnis yang kemudian diterjemahkan ke identification of business goals, which are then translated
dalam kebutuhan tenaga kerja di setiap direktorat sesuai into workforce requirements across each directorate based
fungsi dan prioritasnya. Kebutuhan tersebut selanjutnya on their functions and priorities. These requirements are
dianalisis untuk menentukan jumlah karyawan yang further analyzed to determine the necessary headcount,
diperlukan, baik berdasarkan individu maupun setara waktu whether by individual employees or full-time equivalent
penuh (FTE), guna memastikan keselarasan dengan target (FTE), ensuring alignment with the Company’s strategic
dan strategi organisasi. objectives.
Praktik Ketenagakerjaan [OJK F.19] [GRI 2-30, 401-1, Employment Practices
401-2, 401-3, 402-1, 403-3, 403-6, 407-1, 408-1, 409-1, 201-3]
Dalam mendukung visi Perseroan sebagai pemimpin In supporting the Company’s vision as a leader in the
industri telekomunikasi digital, IOH menegaskan bahwa digital telecommunications industry, IOH emphasises
pengelolaan sumber daya manusia merupakan pilar utama that human resource management is a key pillar of its
dalam strategi keberlanjutan. Perseroan memahami sustainability strategy. The Company understands that its
bahwa pencapaian kinerja dan kemajuan usaha sangat performance and business progress are largely determined
ditentukan oleh kapabilitas, kompetensi, serta daya by the capabilities, competencies, and competitiveness
saing insan IOH. Karena itu, IOH menerapkan komitmen of IOH’s human resources. Therefore, IOH implements
menyeluruh di sepanjang siklus pengelolaan talenta mulai a comprehensive commitment throughout the talent
dari rekrutmen, pengembangan, hingga retensi untuk management cycle, from recruitment and development
memastikan Perseroan mampu menarik, membina, dan to retention, to ensure that the Company is able to attract,
mempertahankan talenta terbaik. IOH juga memastikan nurture, and retain the best talent. IOH also ensures
kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan compliance with applicable laws and regulations related to
ketentuan yang berlaku berkaitan dengan ketenagakerjaan. employment.
92 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 97
Pengelolaan SDM dilaksanakan melalui berbagai program Human resource management is carried out through
yang terstruktur, termasuk pelatihan yang komprehensif, various structured programmes, including comprehensive
pengembangan karier yang berkesinambungan, training, continuous career development, and the creation
serta penciptaan lingkungan kerja yang mendukung of a work environment that supports diversity and
keberagaman dan inklusivitas serta pemanfaatan AI inclusiveness, as well as AI utilization in supporting the
dalam mendukung layanan Perseroan kepada karyawan. Company’s services to the employees. This integrated
Pendekatan yang terintegrasi ini bertujuan memastikan approach aims to ensure that every employee has equal
setiap karyawan memperoleh kesempatan yang setara opportunities to grow and contribute to the achievement of
untuk bertumbuh dan berkontribusi terhadap pencapaian the company’s goals, while upholding work ethics, integrity,
sasaran Perseroan, dengan tetap menjunjung tinggi etika and professionalism.
kerja, integritas, dan profesionalisme.
Hubungan industrial yang harmonis di IOH tercermin dari The harmonious industrial relationship at IOH is reflected
lingkungan kerja yang inklusif, komunikasi terbuka antara in an inclusive work environment, open communication
manajemen dan karyawan, serta kepedulian terhadap between management and employees, and a strong
kesejahteraan dan pengembangan talenta, yang telah focus on employee wellbeing and development. This has
menghasilkan pengakuan eksternal berupa penghargaan been recognized externally with the Best Workplace 2025
Best Workplace 2025 dan sertifikasi Great Place to Work award and Great Place to Work 2025 certification from
2025 dari lembaga independen Great Place to Work the independent Great Place to Work Institute, where the
Institute, di mana mayoritas karyawan menyatakan bahwa majority of employees affirm that IOH is an outstanding
IOH adalah tempat bekerja yang sangat baik, menegaskan place to work, underscoring the Company’s commitment to
komitmen Perseroan terhadap praktik kerja yang adil dan fair and collaborative labor practices.
kolaboratif.
IOH merekrut 302 karyawan baru, dengan komposisi 26% IOH recruited 302 new employees, with a composition of
perempuan (79 orang) dan 74% laki-laki (223 orang) pada 26% women (79 employees) and 74% men (223 employees) in
tahun 2025. Kemudian pada periode yang sama, Perseroan 2025. Then, in the same period, the Company recorded 262
mencatat 262 karyawan mengakhiri masa kerja karena employees ending their employment for various reasons.
berbagai alasan. Dengan mempertimbangkan dinamika Considering these dynamics, IOH’s employee turnover rate
tersebut, tingkat perputaran karyawan IOH pada tahun in 2025 was recorded at 8.66%. [GRI 401-1]
2025 tercatat sebesar 8,66%. [GRI 401-1]
Rekrutmen Karyawan berdasarkan Kelompok Rekrutmen Karyawan berdasarkan Jenis Kelamin
Usia pada tahun 2025 [GRI 401-1] [GRI 102-3] pada tahun 2025 [GRI 401-1] [GRI 102-3]
Recruitment of Employees by Age Group in 2025 Recruitment of Employees by Gender in 2025
Kelompok Usia Pekerja Baru Jenis Kelamin Pekerja Baru
Age Group New Employees Gender New Employees
< 30 tahun Laki-laki
71 223
< 30 years old Male
30-50 tahun Perempuan
227 79
30-50 years old Female
> 50 tahun Jumlah
4 302
> 50 years old Total
Jumlah
302
Total
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 93
Page 98
Pilar ESG
ESG Pillars
Rekrutmen Karyawan berdasarkan Wilayah pada tahun 2025 [GRI 401-1]
Recruitment of Employees by Location in 2025
Wilayah Pekerja Baru
Location New Employees
Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusra
62
Central Java, East Java, Bali, Nusra
Kantor Pusat
145
Headquarter
Jabodetabek & Jawa Barat
38
Jabodetabek & West Java
Kalimantan & Sulampapua
31
Borneo & Sulampapua
Sumatra 26
Jumlah
302
Total
IOH mendukung pekerja untuk berserikat dan menjalin IOH supports employees’ right to unionize and fosters
komunikasi hubungan industrial yang harmonis dan harmonious and productive industrial relations. Through
produktif. Melalui Serikat Pekerja Indosat, komunikasi the Indosat Workers Union, active communication and
dan konsultasi aktif dilakukan secara berkala melalui consultation are conducted regularly via the Bipartite
Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit. Di samping itu, IOH Cooperation Institution (LKS Bipartit). In addition, IOH has a
memiliki Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang secara Collective Labor Agreement (CLA), which is renewed every
berkala diperbarui setiap dua tahun dengan mengupayakan two years with efforts to enhance the benefits provided to
tambahan benefit yang diberikan kepada seluruh karyawan all IOH employees. [GRI 2-30]
IOH. [GRI 2-30]
IOH juga memiliki kebijakan untuk memberikan IOH also has a policy to provide a minimum one-week notice
pemberitahuan minimum selama satu minggu apabila in the event of the implementation of significant operational
terjadi pengimplementasian perubahan operasional yang changes. In accordance with Law No. 13 of 2003, the CLA is
signifikan. sesuai dengan undang-undang 13 no 2003, PKB established every two years. IOH has a valid CLA currently in
dibentuk setiap 2 tahun sekali. IOH memiliki PKB dan saat effect for the period of December 1, 2025 to November 30,
ini yang berlaku adalah periode 1 Des 2025 - 30 November 2027. [GRI 402-1]
2027. [GRI 402-1]
IOH menghormati hak karyawan untuk bergabung IOH respects employees’ rights to join associations or labor
dengan asosiasi atau Serikat Pekerja, untuk mengorganisir unions, to organize, and to engage in collective bargaining.
dan berunding secara kolektif. PKB ini merupakan The CLA is the result of negotiations between IOH
hasil perundingan antara Manajemen IOH dan Serikat Management and the Indosat Workers Union (SPI). It sets
Pekerja IOH (SPI). Dalam PKB tersebut, diatur berbagai out various provisions covering the rights and obligations
ketentuan yang mencakup hak dan kewajiban karyawan of both employees and management, including working
serta manajemen, termasuk waktu kerja, kesejahteraan hours, employee welfare, human capital development,
karyawan, pengembangan sumber daya manusia, serta as well as employees’ obligations and prohibitions. The
kewajiban dan larangan bagi karyawan. PKB juga mengatur CLA also regulates disciplinary enforcement, serving as a
tentang penegakan disiplin, sehingga menjadi panduan comprehensive guideline for employment matters within
yang komprehensif untuk aspek-aspek kerja di IOH. Di IOH. Furthermore, IOH maintains a policy to provide at least
samping itu, IOH juga memiliki kebijakan untuk memberikan one week’s notice prior to implementing any significant
pemberitahuan minimum selama satu minggu apabila operational changes.
terjadi pengimplementasian perubahan operasional yang
signifikan.
94 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 99
IOH berkomitmen untuk mematuhi standar IOH is committed to complying with international labor
ketenagakerjaan internasional yang ditetapkan oleh standards established by the International Labour
International Labour Organization (ILO) serta peraturan Organization (ILO) as well as applicable laws and regulations
perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, termasuk in Indonesia, including provisions regarding minimum
ketentuan mengenai usia minimum pekerja dan larangan working age and the prohibition of forced labor practices.
praktik kerja paksa. Perseroan secara tegas melarang The Company strictly prohibits all forms of child labor,
segala bentuk pekerja anak, yang didefinisikan sebagai defined as individuals under 17 years of age, and ensures
individu berusia di bawah 17 tahun, serta memastikan that there are no incidents of child labor, forced labor, or
tidak terdapat insiden pekerja anak maupun praktik kerja compulsory labor within its operations. This commitment
paksa atau wajib kerja dalam lingkungan operasionalnya. is reinforced through internal policies and regulations that
Komitmen ini diperkuat melalui kebijakan dan regulasi uphold the protection of human rights, fair labor practices,
internal yang mengedepankan perlindungan hak asasi and the consistent application of ethical principles and
manusia, praktik ketenagakerjaan yang adil, serta corporate social responsibility. [GRI 408-1, 409-1]
penerapan prinsip etika dan tanggung jawab sosial
perusahaan secara konsisten. [GRI 408-1, 409-1]
Kinerja dan Pengembangan Karir [GRI 404-1, 404-2, Performance and Career Development
404-3]
IOH menempatkan pengembangan dan peningkatan IOH places employee development and performance
kinerja karyawan sebagai salah satu prioritas strategis improvement as one of its strategic priorities in supporting
dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis. business growth and sustainability. Every full-time
Setiap karyawan penuh waktu secara berkala mengikuti employee regularly undergoes a performance evaluation
proses evaluasi kinerja dan pengembangan karier yang and career development process based on measurable
berpedoman pada Key Performance Indicators (KPI) yang Key Performance Indicators (KPIs) that are relevant to the
terukur dan relevan dengan sasaran perusahaan. Sepanjang company’s objectives. Throughout 2025, IOH will implement
tahun 2025, IOH melaksanakan penyempurnaan signifikan significant improvements to its performance management
terhadap sistem manajemen kinerja guna memperkuat system in order to strengthen the culture of meritocracy in
budaya meritokrasi di lingkungan kerja. Langkah ini meliputi the workplace. This step includes adjusting the reward and
penyesuaian mekanisme penghargaan dan insentif agar incentive mechanisms to be more adaptive to employee
lebih adaptif terhadap kebutuhan karyawan, sekaligus needs, while encouraging the achievement of business
mendorong pencapaian target bisnis secara lebih efektif targets in a more effective and sustainable manner.
dan berkelanjutan.
Salah satu inisiatif utama IOH dalam pengembangan One of IOH’s key initiatives in competency development is
kompetensi adalah program “Lifelong Learning”, yang the ‘Lifelong Learning’ programme, which aims to support
bertujuan mendukung kelanjutan karier dan penguatan career continuity and strengthen the capacity of employees
kapasitas karyawan di berbagai jenjang organisasi. Program at various levels of the organisation. This programme not
ini tidak hanya memperkuat kemampuan teknis, tetapi only strengthens technical skills, but also progressively
juga menumbuhkan kompetensi kepemimpinan secara develops leadership competencies and helps employees
progresif serta membantu karyawan mempersiapkan diri prepare for post-employment transitions, including
menghadapi transisi pascakerja, termasuk masa pensiun retirement and future career development opportunities.
dan peluang pengembangan karier berikutnya. [GRI 404-2] [GRI 404-2] [OJK F.22]
[OJK F.22]
Sepanjang tahun 2025, IOH terus memperluas Throughout 2025, IOH will continue to expand the
pelaksanaan program pelatihan dan pengembangan implementation of employee training and development
karyawan di seluruh unit organisasi. Melalui berbagai programmes across all organisational units. Through these
inisiatif ini, Perseroan berupaya membangun budaya various initiatives, the Company strives to build a productive,
kerja yang produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada collaborative, and continuous learning-oriented work
pembelajaran berkelanjutan. IOH meyakini bahwa culture. IOH believes that improving employee skills and
peningkatan keterampilan dan pengetahuan karyawan knowledge will directly contribute to increased productivity
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 95
Page 100
Pilar ESG
ESG Pillars
akan berkontribusi langsung terhadap peningkatan while strengthening the Company’s foundation in achieving
produktivitas sekaligus memperkuat fondasi Perseroan long-term success.
dalam mewujudkan keberhasilan jangka panjang.
Pelatihan Karyawan di Tahun 2025
Employee Training in 2025
Pelatihan 2025 2024 2023 Training
Jumlah Program kelas Pelatihan 274 447 364 Number of Class Trainings Programs
Video & E-book Learning Video & E-Book Learning (Internal
(Internal & External E-Learning 13,447 13,217* 56,781 & External E-Learning Content
Content Provider) Provider)
Jumlah Module Program E-Learning Number of E-Learning Modules
(Internal & External E-Learning 25,000 19,874 21,409 (Internal & External E-Learning
Content Provider) Content Provider)
Jumlah Jam Pelatihan
115,309 81,174 78,083 Total Learning Hours All Employee
Seluruh Karyawan
Jumlah Peserta 11,396 9,503 85,118 Number of Participants
Biaya Pelatihan per Orang (dalam Training Cost/Individual (in full
9,150,954 14,735,091 18,018,414
jumlah penuh Rupiah) amount Rupiah)
* Penurunan kelas pelatihan pada 2025 disebabkan pergeseran ke e-learning untuk menjangkau lebih banyak peserta, meningkatkan jam pelatihan, dan efisiensi biaya
* The decline in training classes in 2025 was driven by a shift toward e-learning to reach more participants, increase training hours, and improve cost efficiency
Jumlah Karyawan yang Mengikuti Pelatihan Jam Pelatihan Karyawan berdasarkan Jenis
berdasarkan Jenis Kelamin [GRI 404-1] [GRI 102-3] Kelamin [GRI 404-1] [GRI 102-3]
Number of Employees Participating in Training by Employee Training Hours by Gender
Gender (Jam Pelatihan/Training Hours)
Jenis Kelamin Jenis Kelamin
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Gender Gender
Laki-laki Laki-laki
2,231 2,127 1,844 43 28 10.5
Male Male
Perempuan Perempuan
765 773 674 34 25 8.2
Female Female
Jumlah Jumlah
2,996 2,900 2,518 77 53 18.7
Total Total
Jam Pelatihan Karyawan berdasarkan Grade [GRI 404-1]
Employee Training Hours by Grade
(Jam Pelatihan/Training Hours)
Posisi
2025 2024 2023
Level
Grade 3 36 7.7 3.3
Grade 4 – Officer 36 9 4.7
Grade 5 – Sr. Officer 36 13.3 6
Grade 6 – Associate Vice President 44 9.1 7
Grade 7 – Vice President 40 9 6.9
Grade 8 – Sr. Vice President 46 13.3 14.5
Grade Chief & Director 0 27 36.3
Jumlah
238 88.4 78.7
Total
96 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 101
Pengukuran Kinerja Karyawan Employee Performance Measurement
Pengukuran kinerja karyawan IOH dilaksanakan IOH employee performance measurements are carried out
berdasarkan Key Performance Indicators (KPI) yang telah based on Key Performance Indicators (KPIs) that have been
ditetapkan dan disepakati bersama antara karyawan dan established and agreed upon by both employees and the
Perseroan. Proses penilaian dilakukan oleh atasan langsung Company. The assessment process is conducted objectively
secara objektif melalui sesi diskusi yang membahas by direct supervisor through discussion sessions that review
capaian kinerja serta pendekatan dan perilaku kerja yang performance achievements as well as the approaches
mendukung pencapaian tersebut. Selanjutnya, hasil evaluasi and work behaviours that support these achievements.
melalui tahapan validasi dalam proses kalibrasi guna Furthermore, the evaluation results undergo a validation
memastikan konsistensi dan keadilan penilaian lintas unit stage in the calibration process to ensure consistency and
terkait, sebelum akhirnya ditetapkan secara resmi oleh fairness of assessment across related units, before finally
dewan penilai. [GRI 404-3] being formally determined by the assessment board. [GRI
404-3]
Remunerasi Karyawan [OJK F.20] [GRI 405-2] Employee Remuneration
IOH berkomitmen untuk mematuhi ketentuan upah IOH is committed to complying with regional minimum
minimum regional di seluruh wilayah operasionalnya, selaras wage regulations across all of its operational areas, in line
dengan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah. with regulations set by local governments. This step reflects
Langkah ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam the Company’s commitment to ensuring that all employees
memastikan seluruh karyawan memperoleh kompensasi receive fair, appropriate compensation in accordance or
yang adil, layak, dan sesuai atau melebihi standar lokal. exceeding the local standards.
Selain kepatuhan terhadap peraturan, IOH juga menerapkan In addition to regulatory compliance, IOH also applies
prinsip remunerasi yang kompetitif di setiap jenjang jabatan, competitive remuneration principles at every job level,
termasuk bagi karyawan pada tingkat awal (entry level), guna including for entry-level employees, in order to attract and
menarik dan mempertahankan talenta terbaik. Kebijakan retain the best talent. This policy includes the provision of
ini mencakup pemberian gaji pokok, tunjangan, insentif, basic salaries, allowances, incentives, and various other
serta berbagai manfaat lainnya sebagai penghargaan benefits as rewards for employees’ contributions to
atas kontribusi karyawan terhadap pencapaian tujuan the achievement of the company’s objectives, including
perusahaan seperti asuransi kesehatan karyawan beserta employee health insurance including family, annual
keluarga, bonus tahunan, beasiswa pendidikan, santunan bonus, education scholarship, maternity assistance,
persalinan, pernikahan, dan lainnya. Selain itu, Perseroan wedding, and others. In addition, the Company provides
juga menyediakan santunan jiwa bagi keluarga karyawan life compensation benefits to the families of employees
yang meninggal dunia saat masih aktif bekerja sebagai who pass away while still actively employed, reflecting its
bentuk perlindungan dan kepedulian terhadap kesejahteraan commitment to employee welfare and family protection.
keluarga. IOH turut memperkuat pengembangan talenta IOH also strengthens talent development through the I
melalui program I LEAD, yang memberikan kesempatan bagi LEAD program, which offers top talent the opportunity to
top talent untuk mengikuti pelatihan dan pengembangan participate in leadership development programs delivered
kepemimpinan dari institusi internasional terkemuka. [OJK F.20] by reputable international institutions. [OJK F.20]
Perseroan juga menjunjung tinggi asas kesetaraan The company also upholds the principle of equal
remunerasi tanpa diskriminasi gender. IOH memastikan remuneration without gender discrimination. IOH
tidak adanya perbedaan dalam besaran gaji dan komponen ensures that there are no differences in salary and total
total remunerasi antara karyawan laki-laki dan perempuan remuneration components between male and female
yang menduduki tingkatan jabatan atau grade yang setara. employees who hold equivalent positions or grades. In
Pada tahun 2025, rasio gaji antara pekerja laki-laki dan 2025, the salary ratio between male and female employees
perempuan di seluruh level posisi tercatat berimbang pada at all position levels was recorded as balanced at around
kisaran 1:1, mencerminkan penerapan prinsip kesetaraan 1:1, reflecting the consistent application of the principle of
yang konsisten di lingkungan kerja IOH. [GRI 405-2] equality in the IOH work environment. [GRI 405-2]
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 97
Page 102
Pilar ESG
ESG Pillars
Dalam aspek keamanan kerja, IOH memastikan seluruh In terms of work safety, IOH ensures that all company
petugas pengamanan perusahaan memiliki kompetensi security officers have the competencies required by
sesuai standar dan ketentuan hukum yang berlaku. applicable standards and legal provisions. All (100%) of IOH’s
Seluruh (100%) tenaga keamanan IOH telah menyelesaikan security personnel have completed the Gada Pratama, Gada
program pelatihan Gada Pratama, Gada Madya, dan Gada Madya, and Gada Utama training programmes, which are
Utama, yang menjadi syarat profesionalitas dalam fungsi prerequisites for professionalism in security functions. In
pengamanan. Selain itu, IOH juga memberikan pelatihan addition, IOH also provides Voluntary Principles on Security
Voluntary Principles on Security and Human Rights (VPSHR) and Human Rights (VPSHR) training to all officers as a form
kepada seluruh petugas sebagai bentuk komitmen untuk of commitment to upholding human rights principles in
menegakkan prinsip hak asasi manusia dalam setiap every security activity within the Company’s operational
kegiatan pengamanan di lingkungan operasional Perseroan. environment. [GRI 410-1]
[GRI 410-1]
Untuk memberikan jaminan perlindungan yang menyeluruh, To provide comprehensive protection, all IOH employees
seluruh karyawan IOH terdaftar dalam program BPJS are registered in the BPJS Health and BPJS Employment
Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, serta memperoleh programmes, and receive additional protection through the
tambahan perlindungan melalui program asuransi Mandiri In Mandiri In Health insurance programme. [GRI 403-6]
Health. [GRI 403-6]
Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan As part of its commitment to improving the welfare and
kesejahteraan dan produktivitas tenaga kerja, IOH productivity of its workforce, IOH provides a range of
menyediakan berbagai fasilitas kesehatan dan tunjangan comprehensive health facilities and benefits for all full-
yang dirancang secara komprehensif bagi seluruh karyawan time employees. These programmes not only support the
penuh waktu. Program-program ini tidak hanya mendukung sustainability of employees’ careers and economic stability,
keberlangsungan karier dan stabilitas ekonomi karyawan, but also reflect the Company’s concern for their long-term
tetapi juga mencerminkan perhatian Perseroan terhadap welfare and that of their families.
kesejahteraan jangka panjang mereka dan keluarganya.
Fasilitas tersebut mencakup program Dana Pensiun These facilities include a pension programme, which is fully
Lembaga Keuangan (DPLK) yang sebagian besar funded by the Company, as a form of assurance for the
pembiayaannya ditanggung oleh Perseroan, sebagai bentuk welfare of employees after retirement.
kepastian atas kesejahteraan masa purna tugas karyawan.
Untuk mendukung kesejahteraan nonfinansial, IOH To support non-financial welfare, IOH provides various
memberikan berbagai bentuk tunjangan tambahan, di forms of additional benefits, including length of service
antaranya penghargaan masa kerja, bantuan uang duka, awards, condolence payments, scholarship programmes for
program beasiswa bagi anak karyawan, serta bantuan employees’ children, and special assistance in personal and
khusus dalam situasi pribadi dan darurat. emergency situations.
Perseroan juga memastikan bahwa sebagian besar manfaat The Company also ensures that most of these benefits
dan tunjangan finansial dan non-finansial tersebut diberikan are provided equally to both permanent and contract
secara setara kepada karyawan tetap maupun karyawan employees, with the exception of the Financial Institution
kontrak, kecuali untuk program DPLK yang secara khusus Pension Fund (DPLK) program, which is specifically
diperuntukkan bagi karyawan tetap sesuai ketentuan yang designated for permanent employees in accordance with
berlaku. Keseluruhan program ini menunjukkan komitmen applicable regulations. This comprehensive programme
IOH dalam memastikan bahwa setiap karyawan dapat demonstrates IOH’s commitment to ensuring that every
bekerja dengan rasa aman, sejahtera, dan termotivasi untuk employee can work with a sense of security, well-being,
berkontribusi bagi keberlanjutan bisnis Perseroan. [GRI 401-2] and motivation to contribute to the sustainability of the
Company’s business. [GRI 401-2]
98 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 103
Perseroan memberikan tunjangan The Company provides benefits
kepada karyawan yang meliputi: to employees, including:
• Asuransi Jiwa bagi karyawan • Life insurance for employees
• Penghargaan masa kerja • Long service awards
• Bantuan uang duka dan pemakaman bagi karyawan • Condolence and funeral assistance for employees and
dan keluarga their families
• Penghargaan prestasi/beasiswa anak karyawan • Achievement awards/scholarships for employees’
children
• Bantuan ibadah Haji • Hajj assistance
• Bantuan bencana alam • Natural disaster assistance
• Bantuan pernikahan bagi karyawan • Marriage assistance for employees
• Bantuan khitan anak karyawan • Circumcision assistance for employees’ children
Program asuransi kesehatan The health insurance programme for
karyawan dan keluarga meliputi: employees and their families includes:
• Fasilitas rawat jalan • Outpatient facilities
• Fasilitas rawat inap (termasuk saat melahirkan) • Inpatient facilities (including childbirth)
• Perawatan kesehatan gigi • Dental care
• Fasilitas kacamata • Eyeglass facilities
• General Check-up (GCU) • General Check-up (GCU)
• Kegiatan pemeriksaan dan vaksinasi • Testing and Vaccination Activities
• Program Holistic Wellness: Gaya Hidup Sehat • Holistic Wellness Programme: Healthy Lifestyle
IOH menerapkan pengaturan waktu kerja, waktu istirahat, IOH regulates working hours, rest periods, and leave
dan hak cuti karyawan secara jelas sesuai Perjanjian Kerja entitlements in accordance with the Collective Labor
Bersama (PKB) dan peraturan perusahaan, serta mematuhi Agreement (CLA) and company policies, while fully
batas maksimum jam kerja yang ditetapkan oleh peraturan complying with statutory maximum working hour
perundang-undangan. Kebijakan ini memastikan lingkungan requirements. This framework ensures a fair working
kerja yang adil dan bebas dari praktik kerja paksa. Setiap environment free from forced labor practices. Employees
karyawan berhak atas minimum 12 hari cuti tahunan sesuai are entitled to a minimum of days of annual leave in line
ketentuan yang berlaku. with applicable regulations.
Selain itu, IOH memberikan cuti melahirkan selama 4,5 bulan In addition, IOH provides 4.5 months of maternity leave
bagi karyawan perempuan, melebihi ketentuan minimum for female employees, exceeding the statutory minimum
regulasi ketenagakerjaan. Setelah masa cuti berakhir, requirement. Upon completion of maternity leave,
karyawan dijamin kembali ke posisi semula, sebagai bentuk employees are guaranteed reinstatement to their previous
komitmen Perseroan dalam mendukung keberlanjutan positions, reflecting the Company’s commitment to career
karier dan perlindungan hak karyawan. continuity and employee rights protection.
Selama tahun pelaporan sebayak 26 karyawan mengambil During the reporting year, a total of 26 employees took
cuti melahirkan. 16 orang karyawan kembali bekerja setelah maternity leave. Of these, 16 employees returned to work
masa cuti berakhir, sedangkan 10 orang lainnya masih after their leave ended, while the remaining 10 employees
dalam masa cuti pada akhir masa pelaporan. were still on leave at the end of the reporting period.
Cuti Melahirkan [GRI 401-3]
Maternity Leave
Karyawan yang Berhak Karyawan yang Kembali Karyawan yang Tetap Bekerja
Karyawan yang Mengambil Cuti
Mengambil Cuti Bekerja Setelah Cuti Dalam Satu Tahun Setelah Cuti
Melahirkan
Employees Entitled To Take Employees Returning To Employees Continuing To Work For
Employees Taking Maternity Leave
Leave Work After Leave One Year After Leave
601 26 16 26
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 99
Page 104
Pilar ESG
ESG Pillars
Keberagaman [GRI 405-1] Diversity
IOH meyakini bahwa penerapan prinsip keberagaman dan IOH believes that the application of diversity and equality
kesetaraan merupakan faktor penting dalam mendorong principles is an important factor in driving organisational
kinerja organisasi dan memperkuat keunggulan kompetitif performance and strengthening the company’s competitive
perusahaan sesuai dengan DEI guidelines. Dengan advantage in accordance with DEI guidelines. By building an
membangun lingkungan kerja yang inklusif dan beragam, inclusive and diverse work environment, the Company can
Perseroan dapat memanfaatkan perbedaan perspektif, leverage individual differences in perspective, experience
pengalaman, serta keahlian individu untuk menciptakan and expertise to create valuable innovation and accelerate
inovasi yang bernilai dan mempercepat pertumbuhan bisnis sustainable business growth.
secara berkelanjutan.
Selain memberikan manfaat internal bagi organisasi, In addition to providing internal benefits to the organisation,
penerapan kesetaraan kesempatan juga membantu IOH the implementation of equal opportunities also helps
berkontribusi terhadap stabilitas sosial dan pengembangan IOH contribute to broader social stability and economic
ekonomi yang lebih luas. Komitmen ini menjadi bagian dari development. This commitment is part of the Company’s
upaya Perseroan dalam memastikan bahwa semua individu, efforts to ensure that all individuals, regardless of
tanpa memandang latar belakang, memiliki kesempatan background, have equal opportunities to develop and
yang sama untuk berkembang dan berkontribusi. contribute.
Berikut adalah komposisi karyawan, Direksi, dan Dewan The following is the composition of employees, Directors,
Komisaris di IOH. [GRI 405-1] and Board of Commissioners at IOH. [GRI 405-1]
Jumlah Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Jumlah Anggota Direksi dan Dewan Komisaris
berdasarkan Jenis Kelamin berdasarkan Usia
Number of Members of the Board of Directors and Number of Members of the Board of Directors and
Board of Commissioners by Gender Board of Commissioners by Age
Jenis Kelamin Kelompok Usia
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Gender Age Group
Laki-laki < 30 tahun
22 22 20 - - -
Male < 30 years old
Perempuan 30-50 tahun
- - - 5 7 8
Female 30-50 years old
Jumlah > 50 Tahun
22 22 20 17 15 12
Total > 50 years old
Jumlah
22 22 20
Total
Jumlah Karyawan berdasarkan Jenis Kelamin [GRI Jumlah Karyawan berdasarkan Kelompok Usia
405-1] Number of Employees by Age Group
Number of Employees by Gender
Jenis Kelamin Kelompok Usia
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Gender Age Group
Laki-laki < 30 tahun
2,273 2.231 2,210 211 219 263
Male < 30 years old
Perempuan 30-50 tahun
770 764 765 2.416 2,356 2,396
Female 30-50 years old
Jumlah > 50 Tahun
3,043 2,995 2,975 416 420 316
Total > 50 years old
Jumlah
3,043 2,995 2,975
Total
100 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 105
IOH meyakini bahwa penerapan dan penguatan IOH believes that the implementation and strengthening
keberagaman serta kesetaraan di tempat kerja melalui of diversity and equality in the workplace through various
berbagai inisiatif dan kampanye nyata membawa manfaat initiatives and concrete campaigns brings significant
yang signifikan bagi perusahaan maupun masyarakat. benefits to both the company and society. To reinforce this
Untuk memperkuat komitmen tersebut, IOH telah commitment, IOH has formed a Diversity & Inclusion Task
membentuk Diversity & Inclusion Task Force sebagai wadah Force as a coordinating body to design and implement
koordinatif dalam merancang dan mengimplementasikan sustainable diversity programmes.
program keberagaman yang berkelanjutan.
Diversity & Inclusion (D&I) Task Force berperan sebagai The Diversity & Inclusion (D&I) Task Force serves as a key
penggerak dalam memastikan implementasi agenda driver in ensuring the effective implementation of the
Diversity, Equity & Inclusion (DEI) Perusahaan berjalan Company’s Diversity, Equity & Inclusion (DEI) agenda, in
secara efektif dan selaras dengan prioritas strategis alignment with strategic priorities and sustainability
serta komitmen keberlanjutan. Task force ini mendukung commitments. The task force supports various initiatives,
berbagai inisiatif, termasuk mendorong terbentuknya including fostering employee communities such as
komunitas karyawan seperti I-EmpowHER sebagai ruang I-EmpowHER as a safe space to strengthen women’s
aman untuk mendukung kapasitas dan kepemimpinan capacity and leadership, while actively identifying and
perempuan, sekaligus secara aktif mengidentifikasi elevating inclusivity issues in the workplace, covering gender,
dan mengangkat isu-isu inklusivitas di lingkungan kerja, disability, and underrepresented groups. In addition, the
mencakup gender, disabilitas, dan kelompok yang masih task force provides safe and trusted advocacy and support
kurang terwakili. Selain itu, task force menyediakan kanal channels for employees to voice their aspirations and obtain
advokasi dan pendampingan yang aman dan terpercaya assistance. Capacity-building efforts are continuously
bagi karyawan untuk menyampaikan aspirasi maupun carried out through various programs to enhance
mendapatkan dukungan. Upaya peningkatan kapasitas understanding and the application of DEI practices across
juga terus dilakukan melalui berbagai program untuk the organization. Through cross-functional collaboration,
memperkuat pemahaman dan praktik DEI di seluruh the D&I Task Force contributes to building a more inclusive,
organisasi. Melalui kolaborasi lintas fungsi, D&I Task Force equitable, and supportive work environment for all.
turut berkontribusi dalam membangun lingkungan kerja
yang lebih inklusif, setara, dan suportif bagi semua.
Pada tahun 2025, IOH melaksanakan sejumlah kampanye In 2025, IOH carried out a number of campaigns
untuk memberdayakan kepemimpinan perempuan, to empower women’s leadership, while expanding
sekaligus memperluas ruang partisipasi bagi perempuan opportunities for women’s participation in the workplace,
di lingkungan kerja, diantaranya peringatan hari-hari including commemorating important days for women, such
penting bagi perempuan, seperti International Women’s as Kartini Day and Mother’s Day, which are filled with various
Day, Hari Kartini, dan Hari Ibu, yang diisi dengan berbagai internal campaigns, inspirational sessions, and participatory
kampanye internal, sesi inspiratif, dan aktivitas partisipatif activities to raise awareness of the role and contribution of
untuk meningkatkan kesadaran akan peran dan kontribusi women in the workplace.
perempuan di dunia kerja.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem internal, IOH As part of strengthening the internal ecosystem, IOH also
juga memfasilitasi terbentuknya I-EmpowHER, komunitas facilitated the formation of I-EmpowHER, a community
pegawai perempuan yang berfokus pada pengembangan of female employees focused on capacity and capability
kapasitas dan kapabilitas, serta advokasi isu-isu perempuan development, as well as advocacy for women’s issues in
di lingkungan kerja. Berbagai kegiatan pendukung turut the workplace. Various supporting activities were also
diselenggarakan, termasuk Women-in-Tech sessions held, including Women-in-Tech sessions as part of AI Day,
dalam rangkaian AI Day, Training for Mentors, diskusi Training for Mentors, discussions on women’s leadership,
kepemimpinan perempuan, serta I-EmpowHER Talks and I-EmpowHER Talks, which served as a forum for
yang menjadi wadah berbagi pengalaman dan penguatan sharing experiences and strengthening networks. All of
jejaring. Seluruh inisiatif tersebut merupakan perwujudan these initiatives are a manifestation of the Company’s
komitmen Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) Perseroan commitment to Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) in
dalam mendukung kesetaraan gender serta langkah supporting gender equality and a strategic step to increase
strategis untuk meningkatkan proporsi perempuan pada the proportion of women at the leadership level.
level kepemimpinan.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 101
Page 106
Pilar ESG
ESG Pillars
Powerful Woman at IOH
“
Kepemimpinan Reski Damayanti menjadi representasi nyata dari
dampak inisiatif DEI. Perannya sebagai pemimpin perempuan
di jajaran manajemen senior sekaligus penggerak agenda ESG
memperkuat relevansi dan keberlanjutan program-program
pemberdayaan perempuan di IOH dan memperoleh pencapaian
seperti Chairwoman of the Indonesia Chapter of the Global Anti-
Scam Alliance (GASA), Best ESG Woman Leader, In-House Counsel
Elite 2025 for Inspiring Leadership and Indonesia’s Most Respected
In-House Counsel by Hukumonline.com, The Legal 500 GC Powerlist
Southeast Asia (2017 & 2024), and SWA Magazine’s Most Powerful
Women in Business (2021).
the leadership of Reski Damayanti serves as a tangible embodiment of the impact of DEI
initiatives. Her role as a female leader within the senior management team, combined
with her active stewardship of the ESG agenda, strengthens the relevance and long-
term sustainability of IOH’s women empowerment programs and received achievement
such as Chairwoman of the Indonesia Chapter of the Global Anti-Scam Alliance (GASA),
In-House Counsel Elite 2025 for Inspiring Leadership and Indonesia’s Most Respected In-
House Counsel by Hukumonline.com, The Legal 500 GC Powerlist Southeast Asia (2017 &
2024), and SWA Magazine’s Most Powerful Women in Business (2021).
102 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 107
Dengan menghubungkan kebijakan, inisiatif internal, dan By linking policy, internal initiatives, and external
advokasi eksternal, IOH memastikan bahwa komitmen advocacy, IOH ensures that its commitment to gender
terhadap kesetaraan gender tidak berhenti pada equality extends beyond programs and is reflected in
program, tetapi tercermin dalam struktur kepemimpinan, leadership structures, decision-making processes, and the
pengambilan keputusan, dan budaya organisasi secara organization’s overall culture.
menyeluruh.
Berbagai upaya tersebut memperkuat kemampuan IOH These efforts strengthen IOH’s ability to leverage the
dalam memanfaatkan keberagaman perspektif, ide, dan diversity of perspectives, ideas, and skills of all employees.
keterampilan dari seluruh karyawan. Selain menciptakan In addition to creating added value for innovation and
nilai tambah bagi inovasi dan pertumbuhan perusahaan, company growth, these initiatives also contribute to
inisiatif ini juga berkontribusi terhadap stabilitas sosial social stability and more inclusive and equitable economic
dan pengembangan ekonomi yang lebih inklusif dan development.
berkeadilan.
Non-Diskriminasi [GRI 406-1] Non- Discrimination
IOH berkomitmen tinggi untuk menegakkan dan IOH is highly committed to upholding and respecting human
menghormati hak asasi manusia (HAM) dalam setiap aspek rights in every aspect of its employment practices and
praktik ketenagakerjaan serta kegiatan operasionalnya operational activities as well as complies to all prevailing
serta patuh pada seluruh peraturan yang berlaku berkaitan regulations related to human rights. The Company ensures
dengan HAM. Perseroan memastikan bahwa seluruh that all policies, procedures, and work interactions are
kebijakan, prosedur, dan interaksi kerja dijalankan dengan carried out with the principles of equality, fairness, and
menjunjung tinggi prinsip kesetaraan, keadilan, serta respect for the dignity of every individual.
penghormatan terhadap martabat setiap individu.
Tidak terdapat pengaduan formal terkait dugaan There were no formal complaints regarding alleged HR
pelanggaran HAM atau tindakan diskriminatif terhadap violations or discriminatory actions against employees
karyawan yang diterima oleh manajemen sepanjang received by management throughout 2025. This
tahun 2025. Pencapaian ini mencerminkan kepatuhan achievement reflects IOH’s compliance with ethical
IOH terhadap standar etika dan peraturan perundang- standards and regulations, as well as the Company’s
undangan, serta konsistensi Perseroan dalam menciptakan consistency in creating an open, fair, and discrimination-free
lingkungan kerja yang terbuka, adil, dan bebas diskriminasi. work environment. [GRI 406-1]
[GRI 406-1]
Meskipun kegiatan operasional IOH tidak memiliki Although IOH’s operational activities have no significant
keterkaitan signifikan dengan risiko pelanggaran HAM, connection with the risk of human rights violations, the
Perseroan tetap menjaga mekanisme pelaporan terbuka Company maintains an open reporting mechanism to
untuk menampung setiap keluhan atau masukan dari accommodate any complaints or input from employees and
karyawan maupun pemangku kepentingan lainnya. other stakeholders. Throughout the 2024 reporting year,
Sepanjang tahun pelaporan 2025, tidak ada laporan atau no reports or complaints related to human rights violations
aduan terkait pelanggaran HAM yang diterima, sehingga were received, so no remedial action was necessary. IOH
tidak diperlukan tindakan remediasi. IOH akan terus will continue to strengthen its corporate culture based on
memperkuat budaya perusahaan yang berlandaskan respect for human rights and make it an integral part of
penghormatan terhadap hak asasi manusia dan responsible governance. [GRI 406-1]
menjadikannya sebagai bagian integral dari tata kelola yang
bertanggung jawab. [GRI 406-1]
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 103
Page 108
Pilar ESG
ESG Pillars
Kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Health and Safety Policy
Kerja [OJK F.21] [GRI 403-1, 403-2, 403-
4, 403-5, 403-7, 403-8, 403-9, 403-10]
IOH secara konsisten menerapkan berbagai inisiatif kesehatan IOH consistently implements various health initiatives and
dan program tunjangan bagi seluruh karyawan. Perseroan benefit programmes for all employees. The company places
menempatkan aspek kesehatan dan kesejahteraan karyawan employee health and welfare as an important part of its
sebagai bagian penting dari strategi keberlanjutan, dengan sustainability strategy, with a focus on prevention and early
fokus pada upaya pencegahan serta deteksi dini penyakit. detection of disease.
Dalam pelaksanaannya, IOH menyediakan akses layanan In practice, IOH provides comprehensive healthcare services
kesehatan yang komprehensif bagi karyawan dan keluarga for eligible employees and their families, including annual
yang berhak, meliputi pemeriksaan kesehatan tahunan medical check-ups, general and dental clinics, and wellness
(medical check-up), layanan klinik umum dan klinik gigi internal, facilities such as sports facilities.
serta fasilitas pendukung kesejahteraan seperti sarana
olahraga.
Perseroan juga menghadirkan HR Helpdesk sebagai kanal The Company also provides an HR Helpdesk as a
komunikasi bagi karyawan untuk memperoleh konsultasi dan communication channel for employees to obtain
informasi terkait kesehatan maupun tunjangan yang tersedia . consultation and information related to health and available
Selain itu, IOH memastikan bahwa seluruh karyawan dari pihak benefits. In addition, IOH ensures that all employees from
rekanan atau vendor yang bekerja di lingkungan perusahaan partners or vendors working in the company environment
turut memiliki jaminan kesehatan yang memadai, sejalan also have adequate health insurance, in line with applicable
dengan kebijakan dan standar keselamatan kerja yang berlaku. occupational health and safety policies and standards. [GRI
[GRI 403-3] 403-3]
IOH menempatkan kesehatan mental karyawan sebagai IOH recognizes mental health as a core component of
bagian integral dari strategi kesejahteraan insan Perseroan, employee wellbeing, extending support both within and
baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan personal. beyond the workplace. This commitment is reflected
Dukungan ini diwujudkan melalui penyediaan akses layanan through accessible psychological support and a range
psikolog dan berbagai program wellbeing lainnya yang dapat of wellbeing services provided via the Naluri application,
diakses secara fleksibel melalui aplikasi Naluri, memungkinkan enabling employees to receive professional, confidential,
karyawan memperoleh dukungan profesional secara aman, and timely assistance. In addition, mental health support
rahasia, dan tepat waktu. Selain itu, aspek kesehatan mental has been integrated into the employee health insurance
juga telah terintegrasi ke dalam manfaat asuransi kesehatan benefits, ensuring comprehensive and sustained coverage.
karyawan, sehingga memastikan perlindungan yang [GRI 403-6]
komprehensif dan berkelanjutan. [GRI 403-6]
Di samping itu, IOH menempatkan aspek Kesehatan dan Furthermore, IOH prioritises Occupational Health and
Keselamatan Kerja (K3) sebagai prioritas utama dalam seluruh Safety (OHS) in all operational activities. The Company is
kegiatan operasional. Perseroan berkomitmen menciptakan committed to creating a safe, healthy, and productive work
lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif bagi environment for all employees, as health and safety are
seluruh karyawan, karena kesehatan serta keselamatan kerja fundamental to operational efficiency and sustainability.
merupakan fondasi bagi efisiensi dan keberlanjutan kinerja Through the implementation of strict and comprehensive
operasional. Melalui penerapan standar keselamatan yang safety standards, every stage of the work process at IOH
ketat dan menyeluruh, setiap tahapan proses kerja di IOH is designed to minimise potential risks and ensure optimal
dirancang untuk meminimalkan potensi risiko dan memastikan protection for all IOH personnel.
perlindungan optimal bagi seluruh insan IOH.
Sebagai wujud komitmen tersebut, IOH secara konsisten As a manifestation of this commitment, IOH consistently
memperbarui kebijakan dan prosedur K3 agar selaras updates its OSH policies and procedures to align with
dengan praktik terbaik industri serta peraturan perundang- industry best practices and applicable laws and regulations.
undangan yang berlaku. Perseroan telah memperoleh dan The Company has obtained and maintained ISO 45001,
104 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 109
mempertahankan sertifikasi ISO 45001, ISO 14001, serta ISO 14001, and SMK3 certifications based on Government
SMK3 berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012 di sejumlah cabang Regulation No. 50 of 2012 in a number of operational
operasional, sebagai bukti penerapan sistem manajemen branches, as proof of the implementation of a high-
keselamatan dan kesehatan kerja yang berstandar tinggi. standard occupational health and safety management
[GRI 3-3] [GRI 403-1] system. [GRI 3-3] [GRI 403-1]
Perseroan juga membentuk Panitia Pembina Keselamatan The Company has also formed an Occupational Safety and
dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang berperan aktif dalam Health Advisory Committee (P2K3) that plays an active
melindungi karyawan dari risiko kecelakaan maupun role in protecting employees from the risk of accidents
penyakit akibat kerja. Hingga akhir tahun 2025, sebanyak and occupational diseases. By the end of 2025, 100% of
100% karyawan IOH tercakup dalam pelaporan SMK3 IOH employees will be covered by the company’s SMK3
perusahaan. [GRI 403-8] [OJK F.21] reporting. [GRI 403-8] [OJK F.21]
Dalam proses identifikasi dan mitigasi risiko K3, IOH In the process of identifying and mitigating OHS risks, IOH
mengimplementasikan metode Hazard Identification, Risk systematically implements the Hazard Identification, Risk
Assessment, and Determining Control (HIRADC) secara Assessment, and Determining Control (HIRADC) method
sistematis untuk mengenali bahaya, menilai tingkat risiko, to recognise hazards, assess risk levels, and determine
serta menentukan langkah pengendalian yang tepat. appropriate control measures. Based on the evaluation
Berdasarkan hasil evaluasi, area yang tergolong berisiko results, areas classified as high risk are generally related
tinggi umumnya terkait dengan pekerjaan kelistrikan dan to electrical work and activities at heights. To manage
aktivitas di ketinggian. Untuk mengelola risiko tersebut, these risks, IOH requires the implementation of Job Safety
IOH mewajibkan pelaksanaan Job Safety Analysis (JSA) Analysis (JSA) and safety talks before work begins. All
dan safety talk sebelum pekerjaan dimulai. Seluruh pekerja workers must also have relevant work certifications and
juga harus memiliki sertifikasi kerja relevan, serta tunduk be subject to regular supervision through Health, Safety,
pada pengawasan rutin melalui patroli Health, Safety, & & Environment (HSE) patrols. In the event of a violation
Environment (HSE). Dalam hal ditemukan pelanggaran of safety procedures, IOH enforces corrective measures
terhadap prosedur keselamatan, IOH menerapkan tindakan by temporarily suspending activities until all safety
penegasan dengan penghentian sementara kegiatan requirements are met in accordance with Quality, Health,
hingga seluruh persyaratan keselamatan terpenuhi sesuai Safety, and Environment (QHSE) regulations. [GRI 403-2] [GRI
ketentuan Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE). 403-7] [GRI 2-24]
[GRI 403-2] [GRI 403-7] [GRI 2-24]
Setelah melakukan proses identifikasi risiko, IOH secara After conducting the risk identification process, IOH
konsisten melaksanakan pengelolaan dan pemantauan consistently implements the management and monitoring
penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui of Occupational Health and Safety (OHS) through
penetapan sasaran dan program kerja yang terukur. Salah the establishment of measurable targets and work
satu fokus utama Perseroan adalah pencapaian target programmes. One of the Company’s main focuses is the
zero accident, sebagai wujud tekad IOH untuk mencegah achievement of the zero accident target, as a manifestation
terjadinya kecelakaan kerja di seluruh area operasional of IOH’s determination to prevent work accidents in all
setiap tahunnya. Keberhasilan terhadap sasaran ini operational areas every year. The success of this target is
dievaluasi melalui capaian Zero Accident Award, yang evaluated through the achievement of the Zero Accident
menjadi indikator penting efektivitas penerapan sistem Award, which is an important indicator of the effectiveness
manajemen keselamatan kerja. of the occupational safety management system.
Untuk menjaga konsistensi pelaksanaan standar K3, IOH To maintain consistency in the implementation of
secara rutin melaksanakan program K3 tahunan, termasuk OHS standards, IOH routinely conducts annual OHS
safety patrol di seluruh unit kerja guna memastikan programmes, including safety patrols in all work units to
penerapan prosedur keselamatan di lapangan berjalan ensure that safety procedures in the field are implemented
sesuai ketentuan. Selain itu, IOH juga mengimplementasikan in accordance with regulations. In addition, IOH also
berbagai inisiatif keselamatan tambahan, seperti safety implements various additional safety initiatives, such
induction bagi tamu dan mitra kerja (vendor), yang bertujuan as safety induction for guests and business partners
untuk memperkuat pemahaman mengenai tata cara (vendors), which aim to strengthen understanding of
keselamatan di lingkungan kerja. Perseroan juga aktif safety procedures in the work environment. The company
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 105
Page 110
Pilar ESG
ESG Pillars
menyampaikan komunikasi dan kampanye Health, Safety, also actively communicates and campaigns on Health,
and Environment (HSE) melalui berbagai media internal serta Safety, and Environment (HSE) through various internal
menyelenggarakan agenda HSE Event untuk meningkatkan media and organises HSE Events to increase awareness
kesadaran dan keterlibatan seluruh karyawan dalam and involvement of all employees in building a strong work
membangun budaya keselamatan kerja yang kuat. safety culture.
Seluruh penerapan sistem manajemen K3 di IOH diaudit All OHS management system implementations at IOH are
secara berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap audited regularly to ensure compliance with standards and
standar dan efektivitas pengendalian risiko. Audit internal risk control effectiveness. Internal audits are conducted
dilaksanakan setiap tahun, sementara audit eksternal annually, while external audits are conducted every three
dilakukan setiap tiga tahun sekali. Evaluasi ini menjadi years. These evaluations form the basis for IOH to make
dasar bagi IOH dalam melakukan perbaikan berkelanjutan continuous improvements to the OHS management system
terhadap sistem manajemen K3 di seluruh lini operasional. across all operational lines.
Selain itu, IOH menetapkan kebijakan K3 sebagai panduan In addition, IOH has established an OHS policy as the
utama dalam menjaga keselamatan kerja dan mendorong main guideline for maintaining occupational safety and
peningkatan berkelanjutan di bidang kesehatan dan promoting continuous improvement in occupational health
keselamatan kerja, diantaranya: and safety, including:
1. Menyediakan kondisi kerja yang aman dan sehat untuk 1. Providing safe and healthy working conditions to
pencegahan cedera dan penyakit akibat kerja. prevent work-related injuries and illnesses.
2. Menghilangkan bahaya dan mengurangi risiko K3, 2. Eliminating hazards and reducing OHS risks, protecting
perlindungan lingkungan dan pencegahan pencemaran the environment and preventing environmental
lingkungan. pollution.
3. Melakukan penghematan sumber daya alam. 3. Conserving natural resources.
4. Melakukan konsultasi dan partisipasi pekerja 4. Consulting with and involving workers.
5. Mematuhi persyaratan undang–undang dan 5. Complying with legal requirements and other
persyaratan lain terkait keselamatan dan kesehatan requirements related to occupational safety, health, and
kerja dan lingkungan. the environment.
6. Melakukan peningkatan terus menerus terhadap kinerja 6. Continuously improving occupational safety, health,
keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan dan and environmental performance and the effectiveness
efektivitas penerapan Sistem Manajemen Keselamatan of the Occupational Safety and Health Management
dan Kesehatan Kerja dan Sistem Manajemen System and Environmental Management System.
Lingkungan.
Mekanisme Pengaduan Karyawan [GRI 2-25] Employee Grievance Mechanism
IOH menyediakan mekanisme pengaduan karyawan OH has established an Employee Grievance Mechanism
(Employee Grievance Mechanism) yang transparan, that is transparent, secure, and accessible, reflecting the
aman, dan mudah diakses sebagai bagian dari komitmen Company’s commitment to good governance, fairness, and
Perseroan dalam menjunjung tinggi tata kelola yang baik, the protection of employees’ rights. This mechanism enables
keadilan, serta perlindungan hak karyawan. Mekanisme ini employees to raise concerns, provide feedback, or report
memungkinkan karyawan untuk menyampaikan keluhan, suspected ethical breaches, inappropriate behavior, or policy
masukan, maupun dugaan pelanggaran etika, perilaku tidak violations in a confidential manner and without fear of
pantas, atau ketidaksesuaian kebijakan secara rahasia dan retaliation.
tanpa risiko pembalasan.
Saluran pengaduan tersedia melalui berbagai kanal, Grievances may be submitted through multiple channels,
termasuk atasan langsung, fungsi Human Resources, including direct supervisors, the Human Resources function,
serta Whistleblowing System (WBS) yang dikelola secara and an independently managed Whistleblowing System
independen. Setiap pengaduan ditangani secara objektif, (WBS). All reports are handled objectively, promptly, and in
tepat waktu, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku, accordance with established procedures, while safeguarding
106 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 111
dengan memastikan kerahasiaan identitas pelapor serta the confidentiality of the reporting party and upholding a
penerapan prinsip non-retaliation. Melalui mekanisme ini, strict non-retaliation principle. Through this mechanism,
IOH mendorong budaya keterbukaan, saling menghormati, IOH promotes a culture of openness, mutual respect,
dan akuntabilitas, sekaligus memastikan terciptanya and accountability, ensuring a safe, inclusive, and ethical
lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan beretika. workplace.
Sertifikasi bidang K3
Certification in OHS
ISO 27001:2022
Customer Data
ISO 14001 ISO 45001
SMK3 PP.50/2012 Management Within
National Coverage
Area for IM3 and 3
Sistem Manajemen Sistem Manajemen Sistem Manajemen Sistem Manajemen
Lingkungan Keselamatan & Keselamatan & Keamanan Informasi
Environmental Kesehatan Kerja Kesehatan Kerja Information Security
Management Occupational Occupational Health & Management
System Health & Safety Safety Management Systems
Management System
System
ISO 27001:2022
Connectivity IP
Based Services, ISO 37001:2016
Physical and Facility
Management for ISO 9001:2015 ISO 22301:2019
Data Center and
Disaster Recovery
Center
Sistem Manajemen Sistem Manajemen Sistem Manajemen Sistem Manajemen
Keamanan Informasi Mutu Anti Penyuapan Kelangsungan
Information Security Quality Management Anti-Bribery Usaha
Management Systems Management Business Continuity
Systems Systems Management
System
Sepanjang tahun 2025, IOH berhasil mempertahankan Throughout 2025, IOH successfully maintained positive
kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang Occupational Health and Safety (OHS) performance, with
positif, dengan tidak tercatatnya kasus kematian, cedera no recorded cases of death, serious injury, or occupational
berat, maupun insiden penyakit akibat pekerjaan. Hasil illness. This result reflects the effectiveness of the
ini mencerminkan efektivitas penerapan kebijakan consistent implementation of occupational safety policies
dan program keselamatan kerja yang dijalankan and programmes across all of the Company’s operational
secara konsisten di seluruh lini operasional Perseroan. lines. Nevertheless, IOH remains committed to continuously
Meskipun demikian, IOH tetap berkomitmen untuk terus strengthening its reporting and recording mechanisms
memperkuat mekanisme pelaporan dan pencatatan by refining incident categories and occupational
melalui penyempurnaan kategori insiden serta prosedur disease handling procedures in order to achieve more
penanganan penyakit akibat kerja, guna mencapai standar comprehensive OHS standards. [GRI 403-9] [GRI 403-10] [OJK
K3 yang lebih komprehensif. [GRI 403-9] [GRI 403-10] [OJK B.3.a] B.3.a]
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 107
Page 112
Pilar ESG
ESG Pillars
Partisipasi dan keterlibatan aktif karyawan menjadi Employee participation and active involvement are
elemen penting dalam menjaga keberhasilan implementasi important elements in maintaining the successful
sistem K3. IOH secara berkesinambungan mendorong implementation of the K3 system. IOH continuously
partisipasi, konsultasi, dan komunikasi pekerja terkait encourages employee participation, consultation, and
aspek keselamatan melalui berbagai sarana yang mudah communication regarding safety aspects through
diakses. Perseroan menyediakan kanal komunikasi dan various easily accessible means. The company provides
media pembelajaran seperti “HSE Message” dan platform communication channels and learning media such as ‘HSE
“MyLearning” yang digunakan untuk penyebaran informasi, Message’ and the ‘MyLearning’ platform, which are used
pelatihan, serta peningkatan kapasitas karyawan dalam to disseminate information, provide training, and improve
menerapkan prinsip keselamatan dan kesehatan di tempat employee capacity in applying safety and health principles in
kerja. [GRI 403-4] [GRI 403-5] the workplace. [GRI 403-4] [GRI 403-5]
Sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi, IOH secara As a form of accountability and transparency, IOH regularly
teratur melaporkan pelaksanaan kegiatan K3 melalui Rapat reports on the implementation of K3 activities through
Tinjauan Manajemen, yang membahas hasil pelatihan, Management Review Meetings, which discuss training
inisiatif keselamatan, dan umpan balik dari pekerja untuk results, safety initiatives, and feedback from workers
peningkatan program. Selain itu, Perseroan secara konsisten for program improvement. In addition, the Company
menyampaikan laporan P2K3 kepada pemerintah setiap consistently submits P2K3 reports to the government
tiga bulan sekali untuk memastikan pemantauan yang every three months to ensure continuous monitoring of
berkesinambungan terhadap penerapan Sistem Manajemen the implementation of the Occupational Health and Safety
K3 (SMK3) di seluruh unit kerja. Management System (SMK3) in all work units.
Tidak hanya bagi karyawan langsung, perhatian IOH IOH’s attention to safety aspects extends beyond direct
terhadap aspek keselamatan juga mencakup pekerja employees to include non-employee workers and business
non-karyawan dan mitra kerja (vendor). Sebelum memulai partners (vendors). Before commencing operational
aktivitas operasional, pekerja dari vendor diwajibkan activities, vendors’ workers are required to conduct a Job
melakukan Job Safety Analysis (JSA) dan memperoleh Safety Analysis (JSA) and obtain approval from IOH as a
persetujuan dari IOH, sebagai langkah mitigasi untuk mitigation measure to identify and control potential hazards
mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya di in the workplace. In addition, the Company also conducts
tempat kerja. Selain itu, Perseroan juga melaksanakan safety induction or safety talks for all parties involved
safety induction atau safety talk bagi seluruh pihak yang before activities commence, to ensure a comprehensive
terlibat sebelum kegiatan dimulai, untuk memastikan understanding of the safety procedures applicable within
pemahaman menyeluruh mengenai prosedur keselamatan IOH. [GRI 403-5]
yang berlaku di lingkungan IOH. [GRI 403-5]
Strategi Kesejahteraan & Employee Wellbeing & Development Strategy
Pengembangan Karyawan
IOH menempatkan Employee Wellbeing and Development IOH places its Employee Wellbeing and Development
Strategy sebagai pilar utama dalam strategi People Strategy at the core of its People First philosophy, aiming to
First, dengan tujuan membangun organisasi berkinerja build a sustainable high-performance organization through
tinggi yang berkelanjutan melalui kesejahteraan holistik, holistic wellbeing, capability development, and an inclusive
pengembangan kapabilitas, serta budaya kerja yang inklusif and supportive work culture. This strategy is designed
dan suportif. Strategi ini dirancang untuk mencakup seluruh to cover the entire employee journey, from occupational
siklus perjalanan karyawan mulai dari keselamatan dan health and safety, work-life balance, to competency and
kesehatan kerja, keseimbangan kehidupan dan pekerjaan, leadership development, aligned with the Company’s ESG
hingga pengembangan kompetensi dan kepemimpinan, commitments and the Sustainable Development Goals
sejalan dengan komitmen Perseroan terhadap prinsip ESG (SDGs).
dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Dalam aspek wellbeing, IOH memastikan terciptanya From a wellbeing perspective, IOH fosters a safe, healthy,
lingkungan kerja yang aman, sehat, dan saling menghargai and respectful workplace through 100% coverage of
melalui cakupan 100% penerapan SMK3, pelaksanaan Occupational Health and Safety Management Systems
108 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 113
HIRADC/JSA, serta audit keselamatan berkala. Perseroan juga (SMK3), comprehensive HIRADC/JSA implementation,
menyediakan fasilitas kerja yang mendukung produktivitas and periodic safety audits. The Company also provides
dan kesehatan mental, termasuk pengaturan kerja yang supportive work facilities, including flexible working
fleksibel, klinik dan fasilitas olahraga di lokasi kerja, serta arrangements, on-site clinics and fitness facilities, and
platform in-house wellness berbasis digital yang menyediakan an in-house digital wellness platform offering 24/7
akses 24/7 ke psikolog, pelatih kebugaran, ahli gizi, dan access to psychologists, fitness trainers, dietitians, and
konsultan keuangan. Pendekatan ini diperkuat dengan sistem financial coaches. These initiatives are complemented by
remunerasi yang kompetitif, kepatuhan penuh terhadap competitive compensation practices, full compliance with
regulasi ketenagakerjaan, serta berbagai dukungan pada labor regulations, and comprehensive support for major life
momen penting kehidupan karyawan, seperti relokasi, events such as relocation, bereavement, natural disasters,
kedukaan, bencana alam, dan kebutuhan keluarga. and family needs.
Sejalan dengan itu, IOH secara konsisten berinvestasi At the same time, IOH continues to invest in learning and
pada learning and development melalui Lifelong Learning development through its Lifelong Learning Framework,
Framework yang mencakup pengembangan kompetensi which spans technical skills, leadership capabilities, and
teknis, kepemimpinan, dan transisi karier. Selama periode career transition development. During the reporting period,
pelaporan, Perseroan menyelenggarakan ratusan program the Company delivered hundreds of learning programs,
pembelajaran, puluhan ribu jam pelatihan, serta ribuan tens of thousands of training hours, and thousands of
modul e-learning untuk memastikan kesiapan talenta e-learning modules to ensure workforce readiness in the
menghadapi transformasi digital. Strategi ini diperkuat digital era. This strategy is further enhanced by the adoption
dengan pemanfaatan AI dalam pengelolaan SDM, termasuk of AI in human capital management, including the Astrid
asisten HR virtual Astrid, simulasi pengembangan karier virtual HR assistant, AI-powered career simulation tools,
berbasis AI, serta otomatisasi proses administratif yang and automated administrative processes that significantly
secara signifikan meningkatkan efisiensi dan pengalaman improve efficiency and employee experience. The impact
karyawan. Dampak pendekatan people-centric ini tercermin of this people-centric approach is reflected in consistently
dalam peningkatan berkelanjutan Employee Engagement strong engagement outcomes, with an Employee
Survey (EES) yang mencapai skor 94 serta Employee Net Engagement Survey (EES) score of 94 and an Employee
Promoter Score (eNPS) sebesar 76,7, melampaui rata-rata Net Promoter Score (eNPS) of 76,7, well above industry
industri. benchmarks.
Sebagai bagian dari penguatan diversity, equity, As part of its commitment to diversity, equity, and inclusion
and inclusion (DEI), IOH menetapkan target untuk (DEI), IOH has set a target to double the number of women
melipatgandakan jumlah perempuan dalam posisi in leadership roles by 2028, supported by initiatives such
kepemimpinan pada tahun 2028, yang didukung oleh as Women in Tech, I-EmpowHER, mentoring programs, and
berbagai inisiatif seperti AI Day Women in Tech session, employee engagement platforms. Through the integration
Komunitas I-EmpowHER, mentoring, serta program of holistic wellbeing, technology-enabled capability
keterlibatan karyawan. Melalui kombinasi kesejahteraan development, and inclusive leadership, IOH continues to
holistik, pengembangan kapabilitas berbasis teknologi, cultivate an empowering work environment that supports
dan kepemimpinan yang inklusif, IOH terus membangun both employee growth and the Company’s long-term
ekosistem kerja yang memberdayakan karyawan sekaligus sustainability.
mendukung pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
Aspek Pelanggan Customer Aspects
Kesetaraan Layanan Pelanggan [OJK F.17] Equality in Customer Service
IOH menegaskan komitmennya untuk menjamin IOH affirms its commitment to ensuring equal access
kesetaraan akses dan kualitas layanan pelanggan di seluruh and quality of customer service across all regions of
wilayah Indonesia, tanpa memandang perbedaan lokasi Indonesia, regardless of geographical location, demographic
geografis, karakteristik demografis, maupun kategori characteristics, or service category used. The company
layanan yang digunakan. Perseroan secara konsisten consistently optimises its network infrastructure and digital
mengoptimalkan infrastruktur jaringan dan ekosistem ecosystem to reach both urban and remote areas, thereby
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 109
Page 114
Pilar ESG
ESG Pillars
digital untuk menjangkau wilayah urban maupun pelosok, minimising connectivity gaps and ensuring that the benefits
sehingga meminimalkan kesenjangan konektivitas dan of digital transformation are felt equally by all customers.
memastikan manfaat transformasi digital dapat dirasakan
secara merata oleh semua pelanggan.
Kesehatan dan Keselamatan Pelanggan Customer Health and Safety
[OJK F.27, F.28, F.29] [GRI 416-1, 416-2]
Sebagai perusahaan yang berorientasi pada pengalaman As a customer-centric company, IOH ensures that all
pelanggan, IOH memastikan bahwa seluruh fasilitas layanan service facilities comply with applicable health and safety
telah memenuhi standar kesehatan dan keselamatan yang standards to provide a safe and comfortable environment
berlaku, guna memberikan rasa aman dan kenyamanan for customers. All telecommunication products and services
bagi pelanggan. Seluruh produk dan layanan telekomunikasi offered by the Company also adhere to relevant regulatory
yang disediakan Perseroan juga telah memenuhi ketentuan requirements, apply consumer protection principles, and are
peraturan perundang-undangan yang relevan, serta supported by 24/7 customer assistance services to ensure
dijalankan dengan mengedepankan prinsip perlindungan reliable and responsive support.
konsumen. Untuk mendukung keandalan layanan dan
responsivitas terhadap kebutuhan pelanggan, IOH
menyediakan layanan bantuan pelanggan selama 24 jam
sehari, 7 hari seminggu.
Sebagai penguatan atas komitmen tersebut, meskipun Further reinforcing this commitment, although the
Perseroan belum memiliki kebijakan khusus terkait Company does not yet have a specific product safety
keamanan produk, IOH secara konsisten menerapkan policy, IOH consistently implements operational measures
berbagai langkah operasional untuk menjaga kesehatan to safeguard customer health and safety across all service
dan keselamatan pelanggan di seluruh titik layanan. Upaya touchpoints. These measures include maintaining the
tersebut meliputi pemeliharaan kebersihan area layanan, cleanliness of service areas, optimizing room temperature
pengaturan suhu dan kelembapan ruangan yang optimal, and humidity, and providing emergency response signage
serta penyediaan fasilitas dan penanda tanggap darurat di and facilities at all IOH locations.
setiap fasilitas operasional IOH.
Untuk menjamin keamanan di area publik dan kantor To ensure safety in public areas and service offices, IOH
layanan, IOH melengkapi seluruh fasilitas dengan alat equips all facilities with fire extinguishers, fire alarm
pemadam api ringan (APAR), sistem alarm kebakaran, systems, and other safety support devices. This is part
serta perangkat pendukung keselamatan lainnya. Hal of the Company’s preparedness in facing potential
ini merupakan bagian dari kesiapan Perseroan dalam emergencies and providing maximum protection for
menghadapi potensi keadaan darurat dan memberikan customers and visitors.
perlindungan maksimal bagi pelanggan serta pengunjung.
Dalam aspek produk dan layanan, IOH menegaskan In terms of products and services, IOH affirms its
komitmennya untuk memastikan bahwa seluruh commitment to ensuring that all radio telecommunications
perangkat telekomunikasi radio yang digunakan aman bagi devices used are safe for customer health and comply with
kesehatan pelanggan dan sesuai dengan standar mutu national and international telecommunications industry
industri telekomunikasi nasional maupun internasional. quality standards. The construction and development
Pembangunan dan pengembangan infrastruktur of network infrastructure is carried out responsibly with
jaringan dilakukan secara bertanggung jawab dengan consideration for the safety of the environment and the
memperhatikan keselamatan lingkungan dan masyarakat communities surrounding the operational locations.
sekitar lokasi operasional.
Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat insiden signifikan Throughout 2025, there were no significant incidents related
yang berkaitan dengan pelanggaran terhadap ketentuan to violations of product and service health and safety
maupun standar kesehatan dan keselamatan produk serta regulations and standards, including no cases of product or
110 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 115
layanan, termasuk tidak adanya kasus penarikan kembali service recalls from the market. This achievement reflects
produk atau layanan dari pasar. Capaian ini mencerminkan IOH’s success in maintaining the quality and integrity of the
keberhasilan IOH dalam menjaga kualitas dan integritas services provided to customers. [GRI 416-1] [GRI 416-2] [OJK F.27]
layanan yang diberikan kepada pelanggan. [GRI 416-1] [GRI 416- [OJK F.28] [OJK F.29]
2] [OJK F.27] [OJK F.28] [OJK F.29]
Pemasaran dan Pelabelan [GRI 417-1, 417-2, 417-3] Marketing and Labelling
Dalam pelaksanaan praktik pelabelan dan pemasaran In implementing product labelling and marketing practices,
produk, IOH senantiasa memastikan bahwa seluruh IOH always ensures that all information provided to
informasi yang disampaikan kepada pelanggan bersifat customers is clear, accurate, consistent and easy to
jelas, akurat, konsisten, dan mudah dipahami. Setiap understand. Every IOH product and service includes basic
produk dan layanan IOH mencantumkan informasi dasar, information, such as usage guidelines, product specifications
seperti panduan penggunaan, spesifikasi produk, serta and customer care contact information to make it easier for
informasi kontak layanan pelanggan (customer care) untuk consumers to obtain support or clarification when needed.
memudahkan konsumen memperoleh dukungan atau
klarifikasi apabila diperlukan.
Seluruh produk dan layanan IOH telah tercakup dalam All of IOH’s products and services have been assessed for
penilaian kepatuhan terhadap prosedur standar yang compliance with standard procedures governing labelling
mengatur pelabelan dan komunikasi pemasaran. Hal ini and marketing communications. This is done to ensure
dilakukan untuk menjamin transparansi informasi dan information transparency and provide the best experience
memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan sesuai for customers in accordance with the company’s principles
dengan prinsip tanggung jawab perusahaan terhadap of responsibility towards consumers. [GRI 417-1]
konsumen. [GRI 417-1]
IOH tidak mencatat adanya insiden ketidakpatuhan IOH has not recorded any incidents of non-compliance
terhadap peraturan atau kebijakan yang berkaitan dengan with regulations or policies relating to labelling, marketing
pelabelan, komunikasi pemasaran, maupun penyediaan communications, or the provision of product and service
informasi produk dan layanan sepanjang tahun 2025. Tidak information throughout 2025. There have been no
ada pelanggaran yang mengakibatkan denda, teguran, violations resulting in fines, warnings, or other sanctions,
maupun sanksi lainnya, yang menunjukkan konsistensi IOH demonstrating IOH’s consistency in applying ethical and
dalam menerapkan standar etika dan kepatuhan dalam compliance standards in all marketing activities. [GRI 417-2]
setiap aktivitas pemasaran. [GRI 417-2] [GRI 417-3] [GRI 417-3]
Kepuasan Pelanggan [OJK F.30] Customer Satisfaction
Sebagai bagian dari komitmen untuk memahami kebutuhan As part of its commitment to understanding user needs
dan ekspektasi pengguna, IOH secara berkesinambungan and expectations, IOH continuously conducts customer
melaksanakan survei kepuasan pelanggan guna satisfaction surveys to obtain feedback that serves as the
memperoleh umpan balik yang menjadi landasan dalam basis for improving service quality and customer experience.
peningkatan mutu layanan dan pengalaman pelanggan. The 2025 survey was conducted for the Company’s two
Kegiatan survei pada tahun 2025 dilaksanakan untuk main products, IM3 and Tri, using two main parameters,
dua produk utama Perseroan, yakni IM3 dan Tri, dengan namely Net Promoter Score (NPS) as an indicator of
menggunakan dua parameter utama, yaitu Net Promoter customer loyalty and Customer Satisfaction Score (CSAT)
Score (NPS) sebagai indikator tingkat loyalitas pelanggan dan as a measure of overall satisfaction with the services
Customer Satisfaction Score (CSAT) sebagai ukuran kepuasan provided. In 2025, NPS of IM3 and Tri were recorded 45 and
keseluruhan terhadap layanan yang diberikan. Pada tahun 43 respectively, as well as CSAT of 86.2 and 87.4.
2025, NPS IM3 dan Tri tercatat masing-masing sebesar 45
dan 43, serta CSAT tercatat sebesar 86,2 dan 87,4.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 111
Page 116
Pilar ESG
ESG Pillars
Aspek Masyarakat Community Aspects
Hak Masyarakat Adat [GRI 411-1] Rights of Indigenous Peoples
IOH memandang hubungan yang harmonis dengan IOH considers harmonious relations with communities in
masyarakat di sekitar wilayah operasional sebagai bagian the vicinity of its operational areas to be an important part
penting dari komitmen perusahaan terhadap praktik of the company’s commitment to responsible business
bisnis yang bertanggung jawab. Perseroan senantiasa practices. The company always ensures that all operational
memastikan bahwa setiap aktivitas operasional dijalankan activities are carried out in compliance with applicable laws
dengan memperhatikan kepatuhan terhadap peraturan and regulations, while respecting the social values and
perundang-undangan yang berlaku, sekaligus menghormati customs of local communities in each location.
nilai-nilai sosial dan adat istiadat masyarakat lokal di setiap
lokasi kegiatan.
Tidak terdapat pengaduan atau keluhan yang diterima IOH IOH did not receive any complaints or grievances in 2025
pada tahun 2025 terkait dengan interaksi maupun kegiatan related to interactions or activities involving indigenous
yang melibatkan masyarakat adat. Hal ini mencerminkan communities. This reflects IOH’s commitment to conducting
komitmen IOH untuk menjalankan operasional yang ethical operations, respecting the rights of communities,
beretika, menghormati hak-hak masyarakat, serta and contributing positively to the social environment in
berkontribusi positif terhadap lingkungan sosial tempat which the company operates. [GRI 411-1]
perusahaan beroperasi. [GRI 411-1]
Pemberdayaan Digital [GRI 413-1] Digital Empowerement
IOH berkomitmen untuk memberikan dampak sosial IOH is committed to delivering sustainable positive social
positif yang berkelanjutan bagi masyarakat melalui impact for communities through the development of
pengembangan layanan digital yang inovatif dan inklusif di innovative and inclusive digital services across Indonesia
seluruh Indonesia sesuai dengan visi empowering Indonesia. that is in accordance with empowering Indonesia vision.
Tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur Not only focusing on telecommunications infrastructure
telekomunikasi, Perseroan juga menghadirkan berbagai development, the Company also provides various digital
solusi digital yang dirancang untuk menjawab kebutuhan solutions designed to address communication needs while
komunikasi sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan improving the quality of life of communities in the fields of
masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, dan education, health, and digital entrepreneurship.
kewirausahaan digital.
Berlandaskan visi Empowering Indonesia, IOH berperan aktif Guided by its Empowering Indonesia vision, IOH plays
dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui an active role in advancing national development by
pemerataan infrastruktur telekomunikasi dan penguatan supporting the expansion of equitable telecommunications
kapabilitas digital, sejalan dengan program Kementerian infrastructure and strengthening digital capabilities, in line
Komunikasi dan Digital (Komdigi). IOH memandang AI sebagai with programs led by the Ministry of Communication and
pengungkit strategis untuk mempercepat pertumbuhan Digital Affairs (Komdigi). IOH views AI as a strategic enabler
ekonomi nasional menuju Indonesia Emas, sebagaimana to accelerate Indonesia’s economic growth toward the
diuraikan dalam Empowering Indonesia Report. Dalam Golden Indonesia vision, as highlighted in the Empowering
konteks ini, IOH mengambil peran sebagai mitra strategis Indonesia Report. In this context, IOH acts as a strategic
pemerintah dalam pembentukan AI Center of Excellence partner to the Government in establishing an AI Center of
(AI CoE), sekaligus menyediakan infrastruktur AI yang andal Excellence (AI CoE), while also serving as a provider of robust
untuk mendukung pengembangan ekosistem nasional. AI infrastructure to support the national ecosystem. These
Upaya tersebut diperkuat melalui pembangunan kapasitas efforts are reinforced through capacity building for human
sumber daya manusia dan industri melalui berbagai capital and industries via AI and digital training programs,
program pelatihan, inkubasi bisnis digital dan AI, serta business incubation initiatives, and the organization
penyelenggaraan AI Day lintas sektor, mulai dari keuangan, of AI Day across key sectors, including finance, mining,
pertambangan, ritel, pendidikan, hingga pemerintahan, guna retail, education, and government, to promote inclusive,
112 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 117
mendorong adopsi AI yang inklusif, bertanggung jawab, dan responsible, and impactful AI adoption that enhances
berdampak nyata bagi daya saing nasional. national competitiveness.
Sebagai bagian dari komitmen untuk memperluas dampak As part of its commitment to expanding social impact
sosial melalui transformasi digital, IOH terus memperkuat through digital transformation, IOH continues to strengthen
ekosistem layanan digital yang inklusif, aman, dan bernilai an inclusive, secure, and value-driven digital ecosystem.
tambah bagi masyarakat. Pada tahun 2025, inisiatif digital In 2025, the Company’s digital initiatives reached
Perseroan menjangkau sekitar 58 juta masyarakat, sejalan approximately 58 million people, supported by the growing
dengan peningkatan adopsi platform digital seperti myIM3 adoption of digital platforms such as myIM3 and bima+,
dan bima+, yang diproyeksikan memiliki 55,5 juta pengguna which are projected to reach 55.5 million active users by
aktif hingga Desember 2025. Kinerja ini didukung oleh December 2025. This performance is underpinned by solid
pertumbuhan pendapatan digital yang solid, optimalisasi digital revenue growth, enhanced user experience, and
pengalaman pengguna, serta perluasan kanal distribusi dan the expansion of distribution channels and personalized
personalisasi layanan berbasis analitik. offerings powered by data analytics.
IOH juga memperkuat aspek keamanan dan perlindungan IOH also reinforced user protection and digital safety
pengguna melalui pengembangan AI Safety Stack, by expanding its AI Safety Stack, including Anti-Spam,
termasuk fitur Anti-Spam, Anti-Scam, dan Call Protection, Anti-Scam, and Call Protection features, which have been
yang telah diaktifkan oleh 2.5 Juta pengguna. Ke depan, activated 2.5 millions. Going forward, the Company will
Perseroan akan terus mendorong aktivasi dan adopsi continue to encourage the activation and adoption of
layanan digital melalui berbagai inisiatif strategis, seperti digital services through various strategic initiatives, such
kampanye peningkatan konsumsi data, integrasi platform as campaigns to increase data consumption, integration of
periklanan dan mini-apps, serta pengembangan layanan advertising platforms and mini-apps, and the development
digital yang mengedepankan keamanan, kenyamanan, dan of digital services that prioritize security, convenience, and
relevansi. relevance.
Melalui platform digitalnya, IOH menyediakan beragam Through its digital platform, IOH provides a variety of
layanan yang melampaui fungsi dasar telekomunikasi, services that go beyond basic telecommunications
seperti pembelian pulsa, paket data, pengecekan kuota, functions, such as purchasing credit, data packages,
serta layanan gaya hidup digital meliputi permainan checking quotas, and digital lifestyle services including
(gaming), podcast, berita, dan penawaran promosi terkini. gaming, podcasts, news, and the latest promotional offers.
Salah satu inovasi yang menonjol adalah myIM3 Kios, yaitu One notable innovation is myIM3 Kios, a feature that
fitur yang mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat promotes community economic empowerment by providing
dengan memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk customers with the opportunity to become partners in
menjadi mitra penjual layanan telekomunikasi IOH. Selain selling IOH telecommunications services. In addition, IOH has
itu, IOH juga memperkenalkan layanan finansial digital yang also introduced digital financial services that help customers
membantu pelanggan memenuhi berbagai kebutuhan meet their various daily transaction needs quickly and
transaksi sehari-hari secara cepat dan aman. securely.
Lebih jauh, ekspansi dan operasional jaringan IOH secara Furthermore, IOH’s network expansion and operations
langsung meningkatkan konektivitas di berbagai wilayah, directly improve connectivity across regions, including
termasuk daerah terpencil, sehingga membuka akses underserved and remote areas, enabling access to digital
terhadap layanan pendidikan, informasi kesehatan, dan services, educational resources, healthcare information,
peluang ekonomi digital. Kehadiran infrastruktur tersebut and economic opportunities. These operations generate
juga menciptakan lapangan kerja langsung maupun tidak direct and indirect employment, support local suppliers,
langsung, mendukung pemasok lokal, serta mendorong and stimulate micro and small businesses in surrounding
pertumbuhan UMKM di sekitar wilayah operasional. [GRI 203-2] communities. [GRI 203-2]
Dalam menjalankan operasionalnya, IOH secara proaktif In conducting its operations, IOH proactively manages
mengelola potensi dampak sosial melalui pendekatan potential social impacts through a precautionary
kehati-hatian, termasuk pelaksanaan kajian dampak, dialog approach, including impact assessments, early stakeholder
dengan pemangku kepentingan lokal, serta penerapan engagement, and strict adherence to environmental and
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 113
Page 118
Pilar ESG
ESG Pillars
standar lingkungan dan sosial yang ketat. Program social safeguards. Community development programs
pengembangan masyarakat dirancang berdasarkan are designed based on real needs identified through social
kebutuhan riil melalui social mapping dan keterlibatan mapping and ongoing dialogue with local governments,
berkelanjutan dengan pemerintah daerah, tokoh community leaders, and beneficiaries, ensuring initiatives
masyarakat, dan penerima manfaat, sehingga inisiatif yang remain relevant, inclusive, and sustainable. Grievance
dijalankan relevan, inklusif, dan berkelanjutan. Mekanisme mechanisms and continuous monitoring are implemented
pengaduan serta pemantauan berkala juga diterapkan to ensure that network expansion advances connectivity
untuk memastikan ekspansi jaringan tetap selaras dengan and economic growth while safeguarding community well-
kesejahteraan masyarakat dan harmoni sosial. being and social harmony.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, IOH terus memperkuat Through these various initiatives, IOH continues
perannya sebagai penggerak transformasi digital nasional, to strengthen its role as a driver of national digital
dengan menyediakan solusi yang mudah diakses dan transformation by providing accessible and relevant
relevan bagi seluruh lapisan masyarakat. Upaya ini tidak solutions for all levels of society. These efforts not only
hanya mendorong percepatan adopsi teknologi di Indonesia, encourage the acceleration of technology adoption in
tetapi juga berkontribusi pada kemajuan sosial dan ekonomi Indonesia, but also contribute to inclusive and sustainable
yang inklusif serta berkelanjutan. IOH meyakini bahwa social and economic progress. IOH believes that increasing
peningkatan akses dan literasi digital akan membuka digital access and literacy will open up new opportunities,
peluang baru, memperluas kemandirian masyarakat, expand community independence, and strengthen the
dan memperkokoh fondasi menuju Indonesia yang lebih foundations for a more connected and empowered
terhubung dan berdaya. [OJK F.17] Indonesia. [OJK F.17]
Kontribusi sosial IOH terhadap masyarakat Indonesia IOH’s social contribution to Indonesian society is realised
diwujudkan melalui empat pilar utama tanggung jawab through the following four main pillars of corporate social
sosial (CSR) berikut ini: responsibility (CSR):
1. Pendidikan Digital 1. Digital Education
2. Pengembangan Masyarakat 2. Community Development
3. Lingkungan 3. Environment
4. Filantropi 4. Philanthropy
Pendidikan Digital Digital Education
Sejak awal pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial Since the inception of its Corporate Social Responsibility
Perusahaan (CSR), IOH memfokuskan komitmennya pada (CSR) programme, IOH has focused its commitment on
pengembangan pendidikan dan inovasi digital di Indonesia, developing education and digital innovation in Indonesia,
sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB in line with the United Nations Sustainable Development
(UN SDG) No. 4: Pendidikan Berkualitas. Komitmen ini Goal (UN SDG) No. 4: Quality Education. This commitment
diwujudkan melalui berbagai inisiatif yang dirancang untuk is realised through various initiatives designed to expand
memperluas akses pendidikan digital dan memperkuat access to digital education and strengthen the capacity of
kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan era the younger generation to face the challenges of the digital
ekonomi digital. economy era.
Pada tahun 2025, berbagai inisiatif CSR IOH di bidang By 2025, IOH’s various CSR initiatives in the fields of
pendidikan dan pemberdayaan digital telah memberikan education and digital empowerment will have benefited
manfaat bagi lebih dari 380.000 penerima manfaat. more than 380.000 beneficiaries. This achievement
Pencapaian ini menegaskan peran IOH sebagai mitra confirms IOH’s role as a national development partner that
pembangunan nasional yang berkontribusi aktif dalam actively contributes to improving the quality of education,
meningkatkan kualitas pendidikan, mencetak talenta digital producing outstanding digital talent, and accelerating
unggul, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis knowledge-based economic growth in Indonesia.
pengetahuan di Indonesia.
114 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 119
Program Pendidikan Digital di Tahun 2025
Digital Education Programs in 2025
IDCamp: Membangun Talenta Digital Indonesia, Menghadirkan Dampak Nyata
IDCamp: Empowering Indonesia’s Digital Talent with Measurable Social Impact
Sejak diluncurkan pada tahun 2019, IDCamp telah menjadi salah satu inisiatif unggulan CSR IOH dalam memperluas
akses pendidikan digital dan menyiapkan talenta masa depan Indonesia. Program ini dirancang untuk menjawab
tantangan kesenjangan keterampilan digital melalui penyediaan beasiswa pelatihan coding dan teknologi digital secara
daring, sekaligus membuka peluang karier yang lebih luas bagi generasi muda dari berbagai latar belakang.
Hingga tahun 2025, IDCamp telah memberdayakan lebih dari 494.000 anak muda di seluruh Indonesia. Peserta tidak
hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga sertifikasi industri yang relevan, yang terbukti meningkatkan
daya saing mereka di pasar kerja. Kolaborasi strategis dengan mitra global seperti Cisco dan UiPath dalam bidang
cybersecurity dan automation semakin memperkaya kurikulum pembelajaran dan memastikan materi yang diberikan
selaras dengan kebutuhan industri.
Dari perspektif dampak sosial, IDCamp menunjukkan hasil yang signifikan dan terukur. Berdasarkan pengukuran
Social Return on Investment (SROI) dengan hasil rasio 6,57, setiap Rp1 yang diinvestasikan dalam program ini mampu
menghasilkan nilai dampak sosial sebesar Rp6,57. IDCamp berhasil menciptakan peningkatan keterampilan, akses mata
pencaharian, kesejahteraan, serta peluang kerja bagi para peserta. Capaian ini menegaskan bahwa IDCamp tidak hanya
efektif secara programatik, tetapi juga memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat.
Since its launch in 2019, IDCamp has become a flagship CSR initiative of IOH aimed at expanding access to digital
education and preparing Indonesia’s future-ready workforce. The program addresses the digital skills gap by providing
scholarships for specialized online coding and digital technology courses, while opening broader career opportunities for
young people from diverse backgrounds.
By 2025, IDCamp had empowered more than 494,000 youths across Indonesia. Participants not only gained technical
knowledge but also obtained industry-recognized certifications that significantly enhanced their employability.
Strategic collaborations with global partners such as Cisco and UiPath in cybersecurity and automation further enriched
the learning curriculum and ensured alignment with evolving industry demands.
From a social impact perspective, IDCamp delivers strong and measurable outcomes. Based on Social Return on
Investment (SROI) assessment with a result of 6.57 ratio, every Rp1 invested in the program generated Rp6.57 in social
value. IDCamp created, reflected in improved skills, livelihood access, wellbeing, and employment opportunities for
participants. This result highlights IDCamp’s effectiveness not only as an educational program but also as a high-impact
social investment.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 115
Page 120
Pilar ESG
ESG Pillars
Dian Prasetyo – Lulusan IDCamp 2022
IDCamp 2022 Graduate
“IDCamp memberikan pengalaman belajar yang jauh melampaui ekspektasi saya. Materi yang disajikan sangat komprehensif dan
relevan dengan kebutuhan industri, memungkinkan saya memahami teknologi secara lebih mendalam dan aplikatif. Tidak hanya
meningkatkan kemampuan teknis, IDCamp juga membuka wawasan saya terhadap peluang karier di sektor digital. Sertifikasi yang
saya peroleh menjadi nilai tambah yang nyata dalam proses pencarian kerja, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri untuk bersaing di
industri teknologi. Bagi saya, IDCamp bukan sekadar program pelatihan, tetapi titik awal perubahan dalam perjalanan karier saya.”
“IDCamp provided a learning experience that exceeded my expectations. The materials were comprehensive and highly relevant to
industry needs, allowing me to gain deeper and more practical technological insights. Beyond improving my technical skills, IDCamp
broadened my perspective on career opportunities in the digital sector. The certifications I earned became a tangible advantage in my job
search and boosted my confidence to compete in the technology industry. For me, IDCamp was not just a training program, but a turning
point in my career journey.”
Pemberdayaan Masyarakat [OJK F.23, F.25] [GRI 203-2] Community Empowerment
Program pemberdayaan Masyarakat, khususnya Community empowerment programs, particularly those
Perempuan, diawali dengan inisiatif Inspirasi Perempuan focused on women, began with the Inspirasi Perempuan
Indonesia (INSPERA) yang diluncurkan pada tahun 2012 Indonesia (INSPERA) initiative launched in 2012–2018.
- 2018. Melanjutkan semangat pemberdayaan tersebut, Building on this spirit of empowerment, in 2020 IOH
pada tahun 2020 IOH memperkenalkan SheHacks, sebuah introduced SheHacks, an innovative program aimed at
program inovatif yang bertujuan untuk menjembatani bridging the gender gap across various sectors—including
kesenjangan gender di berbagai bidang — meliputi ekonomi, the economy, education, health, and the environment—
pendidikan, kesehatan, dan lingkungan — melalui penerapan through the implementation of digital technology–based
solusi berbasis teknologi digital. Program ini dirancang untuk solutions. The program is designed to encourage women to
mendorong perempuan agar menjadi inovator sekaligus become innovators as well as agents of change within their
agen perubahan di masyarakat. communities.
Melalui program SheHacks, IOH memperlihatkan komitmen Through the SheHacks program, IOH demonstrates its
yang kuat dalam mendorong pemberdayaan ekonomi strong commitment to promoting women’s economic
perempuan dan memperluas pemanfaatan teknologi empowerment and expanding the inclusive use of digital
digital secara inklusif. Program ini menjadi sarana strategis technology. This programme serves as a strategic means
bagi IOH untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian for IOH to enhance the capacity and independence
perempuan Indonesia, sejalan dengan Tujuan Pembangunan of Indonesian women, in line with the United Nations
Berkelanjutan PBB (UN SDG) No. 5 – Kesetaraan Gender dan Sustainable Development Goals (UN SDGs) No. 5 – Gender
No. 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Sejak Equality and No. 8 – Decent Work and Economic Growth.
tahun 2012, IOH telah memberikan dampak positif bagi Since 2012, IOH has had a positive impact on more than
lebih dari 126,771 perempuan di seluruh Indonesia melalui 126,771 women throughout Indonesia through various
berbagai kegiatan pelatihan, pendampingan, serta inisiatif training activities, mentoring, and community-based
berbasis komunitas. [OJK B.3.b] initiatives. [OJK B.3.b]
SheHacks: Mengakselerasi Kepemimpinan dan Kewirausahaan Perempuan di Era Digital
SheHacks: Accelerating Women’s Leadership and Entrepreneurship in the Digital Era
116 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 121
Diluncurkan pada tahun 2020, SheHacks merupakan salah satu program unggulan IOH yang dirancang untuk mendorong pemberdayaan
perempuan Indonesia melalui teknologi, inovasi digital, dan kewirausahaan. Program ini hadir sebagai respons atas kesenjangan gender
yang masih terjadi di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, dengan memanfaatkan teknologi sebagai enabler utama
perubahan yang inklusif dan berkelanjutan.
SheHacks dikembangkan melalui tiga pilar utama yaitu Business Sustainability, Digital Innovation, dan Women Empowerment, yang
terintegrasi dalam ekosistem pembelajaran, inkubasi, dan akselerasi startup. Hingga tahun 2025, SheHacks telah melibatkan lebih dari
61.000 perempuan dari seluruh Indonesia, serta menginkubasi 52 startup yang dipimpin oleh perempuan di 34 provinsi. Dari jumlah
tersebut, 36 usaha berhasil mengakses pasar dan permodalan baru, sementara 78,5% startup menciptakan lapangan kerja, termasuk bagi
perempuan di wilayah rural dan daerah tertinggal. Seluruh peserta juga telah mengadopsi teknologi digital (web 2.0/3.0) sebagai fondasi
transformasi bisnis mereka.
Dampak SheHacks melampaui penguatan kapasitas individu. Melalui berbagai bootcamp, mentoring, demo day, dan global exposure,
termasuk Sydney dan Vietnam Validation Trip, 5 startup terbaik mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan solusi mereka
kepada investor global. Pada saat yang sama, SheHacks 2025 menjangkau wilayah yang semakin luas, dari Jayapura hingga Nias,
menegaskan komitmen IOH terhadap inklusivitas dan pemerataan dampak digital.
Keberhasilan SheHacks juga didukung oleh kolaborasi multipihak dengan mitra strategis nasional dan internasional, antara lain UN Women,
Pemerintah Australia, EKRAF, Antler, Kumpul, ERIA, dan berbagai institusi ekosistem startup lainnya. Kolaborasi ini memastikan bahwa
pengembangan kapasitas perempuan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada akses jejaring, pembiayaan, dan
keberlanjutan usaha jangka panjang. [GRI 203-2]
IOH bersama dengan UN Women Indonesia meluncurkan SheHacks Impact Report sekaligus menandatangani MoU untuk mendorong
pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia. SheHacks Impact Report tersebut merangkum perjalanan 5 tahun program
SheHacks dalam mendukung perempuan Indonesia menciptakan inovasi dan wirausaha berbasis teknologi. Impact Report sekaligus
penandatanganan tersebut memperkuat komitmen IOH dalam pengembangan program SheHacks di 2025 dengan pendekatan yang
lebih responsif gender.
Melalui INSPERA dan SheHacks, IOH tidak hanya berkontribusi pada peningkatan literasi dan kapasitas digital perempuan, tetapi juga
memperkuat fondasi perekonomian inklusif dengan membuka peluang kerja dan wirausaha baru yang berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Launched in 2020, SheHacks is one of IOH’s flagship initiatives aimed at empowering Indonesian women through technology, digital
innovation, and entrepreneurship. The program addresses persistent gender disparities across economic, educational, health, and
environmental sectors by positioning technology as a key enabler of inclusive and sustainable change.
SheHacks is built on three core pillars of Business Sustainability, Digital Innovation, and Women Empowerment, integrated into a
comprehensive ecosystem of learning, incubation, and startup acceleration. By 2025, SheHacks had engaged more than 61,000 women
nationwide and incubated 52 women-led startups across 34 provinces. Of these, 36 businesses gained access to new markets and capital,
while 78.5% of startups created new jobs, including opportunities for women in rural and remote areas. All participants adopted web 2.0/3.0
tools as a foundation for business transformation.
The impact of SheHacks extends beyond individual capability building. Through bootcamps, mentoring, demo days, and global exposure
programs, including the Sydney and Vietnam Validation Trip, five top startups were selected to pitch their solutions to global investors. At the
same time, SheHacks 2025 expanded its reach from Jayapura to Nias, reinforcing IOH’s commitment to inclusive digital development and
equitable impact.
SheHacks’ success is strengthened by multi-stakeholder collaboration with national and international partners, including UN Women,
the Australian Government, EKRAF, Antler, Kumpul, ERIA, and other startup ecosystem players. These partnerships ensure that women’s
empowerment goes beyond technical skills, encompassing access to networks, funding, and long-term business sustainability. [GRI 203-2]
IOH, together with UN Women Indonesia, launched the SheHacks Impact Report and simultaneously signed a Memorandum of
Understanding (MoU) to promote women’s economic empowerment in Indonesia. The SheHacks Impact Report summarizes the five-
year journey of the SheHacks program in supporting Indonesian women in creating technology-based innovations and entrepreneurial
ventures. The publication of the Impact Report and the signing of the MoU further strengthen IOH’s commitment to advancing the
SheHacks program in 2025 through a more gender-responsive approach.
Through INSPERA and SheHacks, IOH not only contributes to improving women’s digital literacy and capacity, but also strengthens the
foundations of an inclusive economy by opening up new sustainable employment and entrepreneurial opportunities throughout Indonesia.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 117
Page 122
Pilar ESG
ESG Pillars
Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Environmental CSR
IOH menyadari bahwa kelestarian lingkungan merupakan IOH recognises that environmental sustainability is an important
faktor penting bagi keberlanjutan kehidupan dan pertumbuhan factor for sustainable life and balanced economic growth. As
ekonomi yang berimbang. Sebagai bagian dari komitmennya part of its commitment to environmental responsibility, the
terhadap tanggung jawab lingkungan, Perseroan terus Company continues to strive to minimise the impact of its
berupaya meminimalkan dampak operasional terhadap operations on nature and plays an active role in preserving and
alam serta berperan aktif dalam menjaga dan memulihkan restoring ecosystems. IOH views natural resources as a valuable
ekosistem. IOH memandang sumber daya alam sebagai warisan legacy that must be preserved for future generations, and
berharga yang wajib dilestarikan untuk generasi mendatang, therefore applies the principle of responsible environmental
sehingga prinsip pengelolaan lingkungan yang bertanggung management in all aspects of the company’s activities.
jawab diterapkan di seluruh aspek kegiatan perusahaan.
IOH telah melaksanakan berbagai program lingkungan pada IOH has implemented various environmental programmes in
tahun 2025 yang berkontribusi langsung terhadap pencapaian 2025 that contribute directly to the achievement of the United
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (UN SDG), khususnya Nations Sustainable Development Goals (UN SDGs), particularly
SDG No. 11 – Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG No. 13 SDG No. 11 – Sustainable Cities and Communities, SDG No. 13
– Penanganan Perubahan Iklim, SDG No. 14 – Ekosistem Lautan, – Climate Action, SDG No. 14 – Life Below Water, and SDG No.
dan SDG No. 15 – Ekosistem Daratan. Melalui tiga inisiatif utama 15 – Life on Land. Through three major initiatives carried out
yang dijalankan selama tahun pelaporan, IOH memperkuat during the reporting year, IOH strengthened its commitment to
komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau, creating a greener, more sustainable environment that is resilient
berkelanjutan, dan resilien terhadap perubahan iklim. to climate change.
CSR Lingkungan: JagaRaya – Memberdayakan Indonesia melalui Teknologi Lingkungan
Environmental CSR: JagaRaya – Empowering Indonesia through Environmental Technology
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan dan visi Empowering Indonesia, IOH menghadirkan JagaRaya, sebuah inisiatif CSR di
bidang lingkungan yang memanfaatkan teknologi digital untuk mendorong perubahan perilaku dan pengelolaan sampah yang lebih
bertanggung jawab. Melalui program JagaRaya Pilahbox, donasi botol plastik diubah menjadi pulsa telekomunikasi bagi pelanggan im3
dan Tri, sehingga menciptakan relevansi sehari-hari sekaligus memperkuat peran IOH sebagai technology-driven environmental enabler.
Selama Tahun 2025, JagaRaya berhasil mengumpulkan lebih dari 300 kilogram sampah plastik, setara dengan 16.349 botol plastik,
dari lebih dari 400 partisipan di 9 universitas. Program ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan sampah plastik, tetapi juga
menumbuhkan budaya pemilahan sampah yang lebih kuat, khususnya di kalangan generasi muda, melalui pendekatan kreatif dan
keterlibatan digital.
Pada kuartal IV 2025, fokus JagaRaya diperluas melalui JagaRaya Campus Action Day, sebuah gerakan lingkungan yang digerakkan
oleh mahasiswa dengan mengombinasikan aktivitas fisik, edukasi, dan pengumpulan sampah. Kegiatan ini menjangkau lebih dari 5.400
mahasiswa dari 9 universitas, serta diperkuat melalui kolaborasi dengan mitra ekosistem seperti Circle, guna mendorong partisipasi
komunitas dan memperluas dampak sosial serta lingkungan.
As part of its sustainability commitment and Empowering Indonesia vision, IOH introduced JagaRaya, an environmental CSR initiative
that leverages digital technology to promote responsible waste management and behavioral change. Through the JagaRaya Pilahbox
program, plastic bottle donations are converted into mobile credit for im3 and Tri customers, creating daily relevance while reinforcing
IOH’s role as a technology-driven environmental enabler.
During 2025, JagaRaya had collected more than 300 kilograms of plastic waste, equivalent to 16,349 plastic bottles, from over 400
participants across 9 universities. Beyond reducing plastic waste, the program fosters a stronger waste-sorting culture—particularly
among youth—through creative engagement and digital interaction.
118 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 123
In the fourth quarter of 2025, JagaRaya expanded its focus through the JagaRaya Campus Action Day, a youth-led environmental
movement combining physical activities, awareness-building, and waste collection. The initiative reached more than 5,400 students
across 9 universities, and was strengthened through collaboration with ecosystem partners such as Circle, encouraging broader
community participation and amplifying social and environmental impact.
Filantropi [GRI 203-1, 203-2, 413-1, 413-2] Philanthropy
IOH tidak hanya berfokus pada pemberdayaan pelanggan IOH not only focuses on empowering customers by
melalui peningkatan kualitas produk dan layanan, tetapi improving product and service quality, but is also committed
juga berkomitmen untuk memberikan kontribusi sosial to making a real social contribution to Indonesian society.
yang nyata bagi masyarakat Indonesia. Sejalan dengan In line with the company’s vision of creating a sustainable
visi perusahaan untuk menciptakan dampak positif yang positive impact, IOH has implemented various social
berkelanjutan, IOH telah melaksanakan berbagai program responsibility programmes that support the achievement of
tanggung jawab sosial yang mendukung pencapaian Tujuan the Sustainable Development Goals (UN SDGs) in Indonesia.
Pembangunan Berkelanjutan (UN SDG) di Indonesia. Sejak Since 2006 to date, more than 6.8 million beneficiaries have
tahun 2006 hingga saat ini, lebih dari 6,8 juta penerima felt the positive impact of IOH’s various social initiatives in
manfaat telah merasakan dampak positif dari beragam various regions of the country.
inisiatif sosial IOH di berbagai wilayah Tanah Air.
Selama tahun 2025, IOH melaksanakan berbagai kegiatan Throughout 2025, IOH implemented a series of philanthropic
filantropi dan kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian and humanitarian efforts as a demonstration of its care
terhadap masyarakat terdampak kondisi darurat dan for communities affected by emergencies and vulnerable
kelompok rentan. Melalui program Indosat SIGAP (Siaga populations. Through the Indosat SIGAP (Disaster Response
Tanggap Bencana), Perseroan secara proaktif mendukung and Preparedness) program, the Company actively
penanganan darurat dan percepatan pemulihan supported emergency response and the accelerated
infrastruktur telekomunikasi bagi masyarakat terdampak restoration of telecommunication infrastructure for
bencana, termasuk di beberapa kabupaten di Sumatera, disaster-impacted communities, including in several districts
dengan puluhan titik jaringan yang dipulihkan dalam in Sumatra, with dozens of network points restored within
hitungan minggu sehingga komunikasi vital dapat segera weeks, ensuring critical communication services were
kembali normal bagi ribuan warga yang terdampak. reinstated for thousands of affected residents.
Selain itu, IOH turut menyalurkan bantuan langsung kepada In addition, IOH distributed direct assistance to over
lebih dari 5.300 masyarakat yang terdampak bencana alam 5,300 disaster-affected individuals through coordinated
melalui kolaborasi dengan anak perusahaan beserta Lembaga collaboration with subsidiaries and government agencies
Pemerintahan dan lembaga kemanusiaan di daerah. and humanitarian partners in the field.
Pada momentum bulan Ramadan, Perseroan meneruskan During the holy month of Ramadan, the Company continued
tradisi berbagi melalui program Indosat Berbagi Kebaikan, its tradition of sharing through the Indosat Berbagi Kebaikan
yang mencakup penyaluran paket bantuan bagi sekitar initiative, delivering care packages to approximately 200
200 orang marbot (penjaga masjid) . Selain itu, bersamaan people mosque caretakers (marbot). Additionally, in conjunction
dengan perayaan Natal, IOH menyalurkan bingkisan natal with Christmas celebrations, IOH distributed Christmas gifts
bagi 2.000 anak yatim di berbagai wilayah Indonesia to 2,000 orphans across various regions of Indonesia as an
sebagai wujud empati dan tanggung jawab sosial. expression of empathy and social responsibility.
Komitmen kemanusiaan IOH juga tercermin dari IOH’s humanitarian commitment is further reflected in
keterlibatan aktif karyawan dalam kegiatan donor darah active employee involvement in regular blood donation
rutin, yang diselenggarakan sepanjang tahun bekerja sama drives, organized throughout the year in partnership with
dengan UDD PMI dan mitra kesehatan lokal. Sepanjang PMI and local health institutions. In 2025, these drives
tahun 2025, lebih dari 1.200 kantong darah berhasil collected more than 1,200 units of blood, contributing to
dikumpulkan melalui inisiatif ini, membantu kebutuhan community health services and fostering a culture of care
pelayanan kesehatan masyarakat dan memperkuat budaya and solidarity within the workplace.
kepedulian serta solidaritas di lingkungan kerja.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 119
Page 124
Pilar ESG
ESG Pillars
Rangkaian kegiatan sosial tersebut mencerminkan peran This series of social activities reflects IOH’s active role
aktif IOH dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat in strengthening community social resilience while
sekaligus berkontribusi pada pencapaian UN SDG No. 3 – contributing to the achievement of UN SDG No. 3 – Good
Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan serta UN SDG No. Health and Well-being and UN SDG No. 4 – Quality Education.
4 – Pendidikan Berkualitas. Melalui program-program CSR Through targeted and sustainable CSR programmes, IOH
yang terarah dan berkelanjutan, IOH terus memperkuat continues to strengthen its role as a company committed
perannya sebagai perusahaan yang berkomitmen to social progress, community welfare, and sustainable
pada kemajuan sosial, kesejahteraan masyarakat, dan development in Indonesia.
pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Pengaduan Masyarakat [OJK F.24] Community Complaints
IOH belum melaksanakan kajian formal sepanjang tahun IOH has not conducted a formal study throughout 2025 on
2025 mengenai potensi dampak signifikan dari kegiatan the potential significant impact of its operational activities
operasional terhadap masyarakat dan lingkungan di on the community and environment surrounding the
sekitar wilayah kerja Perseroan. Namun demikian, IOH Company’s working area. However, IOH continues to ensure
tetap memastikan adanya mekanisme komunikasi dan that there are transparent communication and complaint
penanganan keluhan yang transparan, sebagai bentuk handling mechanisms in place, as a form of corporate social
tanggung jawab sosial perusahaan terhadap komunitas di responsibility towards the communities surrounding its
sekitar wilayah operasional. operational area.
Masyarakat dapat menyampaikan pertanyaan, masukan, The public may submit inquiries, feedback, or complaints
atau keluhan terkait aktivitas Perseroan melalui layanan related to the Company’s activities through IOH’s customer
customer service IOH, yang berfungsi sebagai saluran resmi service channels, which serve as official platforms to receive
untuk menerima dan menindaklanjuti setiap laporan secara and address reports in a timely and professional manner. In
tepat waktu dan profesional. Selain itu, IOH memiliki proses addition, IOH maintains a formal grievance management
pengaduan masyarakat yang formal sebagai bagian dari process as part of its governance and sustainability
tata kelola dan praktik keberlanjutan perusahaan, yang practices, including a Whistleblowing System for reporting
mencakup Whistleblowing System untuk pelaporan dugaan alleged violations of ethics, policies, or laws; stakeholder
pelanggaran etika, kebijakan, atau hukum; mekanisme feedback mechanisms disclosed in the Sustainability Report;
umpan balik pemangku kepentingan melalui Laporan and official corporate channels for service-related and
Keberlanjutan serta berbagai kanal resmi perusahaan untuk operational complaints. These mechanisms are designed
pengaduan layanan dan isu operasional. Seluruh mekanisme to be accessible, properly documented, and systematically
ini dirancang agar mudah diakses, terdokumentasi dengan followed up in accordance with the principles of
baik, dan ditindaklanjuti secara sistematis sesuai prinsip transparency and accountability. [GRI 413-1] [GRI 413-2] [OJK F.24]
transparansi dan akuntabilitas. [GRI 413-1] [GRI 413-2] [OJK F.24]
Aspek Pemasok Supplier aspects
Penilaian Sosial Pemasok [GRI 414-1, 414-2] Supplier Social Assessment
Dalam proses seleksi dan pengelolaan pemasok, IOH In the supplier selection and management process, IOH
menerapkan kebijakan yang menekankan kepatuhan implements policies that emphasise compliance with social,
terhadap prinsip-prinsip sosial, etika, dan tata kelola yang ethical and responsible governance principles. The company
bertanggung jawab. Perseroan mewajibkan seluruh mitra requires all business partners to meet strict criteria covering
usaha untuk memenuhi kriteria ketat yang mencakup anti-corruption, health, safety and the environment (HSEC),
aspek anti korupsi, keselamatan dan kesehatan kerja as well as a strict prohibition on the use of underage labour.
serta lingkungan (HSEC), serta larangan tegas terhadap
penggunaan tenaga kerja di bawah umur.
120 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 125
Sebagai bentuk pengawasan dan jaminan kepatuhan, As a form of supervision and assurance of compliance, IOH
IOH mewajibkan 100% pemasok untuk menandatangani requires 100% of suppliers to sign a Code of Conduct (CoC)
Deklarasi Code of Conduct (CoC) atau melampirkan kode Declaration or attach their internal code of conduct that at
etik internal mereka yang setidaknya memenuhi atau least meets or exceeds IOH’s minimum standards during
melampaui standar minimum IOH saat proses pendaftaran the supplier registration process. This declaration document
pemasok berlangsung. Dokumen deklarasi tersebut serves as a statement of commitment that suppliers
berfungsi sebagai pernyataan komitmen bahwa pemasok understand and are willing to comply with all principles set
memahami dan bersedia mematuhi seluruh prinsip yang by IOH.
ditetapkan oleh IOH.
Melalui kebijakan ini, IOH memastikan bahwa seluruh Through this policy, IOH ensures that all business partners
mitra bisnis beroperasi secara etis, mematuhi hukum yang operate ethically, comply with applicable laws, and do not
berlaku, serta tidak menimbulkan dampak sosial negatif cause significant negative social impacts throughout the
yang signifikan di sepanjang rantai pasok. Pendekatan ini supply chain. This approach reflects IOH’s commitment
mencerminkan komitmen IOH untuk menjaga integritas to maintaining business integrity, promoting transparent
bisnis, mempromosikan praktik usaha yang transparan and responsible business practices, and contributing to
dan bertanggung jawab, serta berkontribusi terhadap the creation of a business ecosystem that is free from
terciptanya ekosistem bisnis yang bebas dari korupsi dan corruption and ethical violations. [GRI 414-1] [GRI 414-2]
pelanggaran etika. [GRI 414-1] [GRI 414-2]
Praktik Pengadaan [GRI 204-1] Procurement Practices
IOH berkomitmen untuk memperkuat rantai pasok nasional IOH is committed to strengthening the national supply
melalui dukungan terhadap pemasok dan vendor lokal dalam chain by supporting local suppliers and vendors in meeting
pemenuhan kebutuhan barang dan jasa Perseroan. Sepanjang the Company’s goods and service needs. Where possible,
memungkinkan, IOH memprioritaskan pengadaan dari IOH prioritises procurement from local companies in order
perusahaan lokal guna mendorong pertumbuhan ekonomi to drive domestic economic growth and increase domestic
domestik dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. added value.
Dalam kebijakan pengadaan Perseroan, pemasok dan In the Company’s procurement policy, local suppliers and
vendor lokal didefinisikan sebagai badan usaha yang vendors are defined as business entities domiciled in
berdomisili di Indonesia serta didirikan dan beroperasi sesuai Indonesia and established and operating in accordance
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang with the provisions of the applicable laws and regulations in
berlaku di Indonesia. Pada tahun 2025, nilai pengadaan Indonesia. In 2025, the value of goods and services procured
barang dan jasa dari pemasok lokal mencapai 97,3% dari from local suppliers reached 97.3% of total procurement,
total pengadaan, sementara 2,7% sisanya berasal dari while the remaining 2.7% came from foreign suppliers. [GRI
pemasok luar negeri. [GRI 204-1] 204-1]
Kebijakan Publik [GRI 415-1] Publlic Policy
IOH menegaskan komitmen yang kuat terhadap integritas dan IOH affirms its strong commitment to integrity and
tata kelola yang bersih dalam seluruh aspek operasionalnya. clean governance in all aspects of its operations. As a
Sebagai wujud penerapan prinsip independensi dan tanggung manifestation of the principles of independence and
jawab korporasi, Perseroan tidak memberikan dukungan corporate responsibility, the Company does not provide
finansial dalam bentuk apa pun kepada kandidat politik, partai financial support in any form to political candidates, political
politik, maupun lembaga pemerintah. parties, or government institutions.
Selain itu, IOH juga memastikan untuk tidak terlibat dalam Furthermore, IOH also ensures that it does not engage
aktivitas yang dapat memengaruhi kebijakan publik atau in activities that could influence public policy or decision-
pengambilan keputusan oleh pemerintah maupun otoritas making by the government or relevant authorities. This
terkait. Kebijakan ini mencerminkan komitmen IOH dalam policy reflects IOH’s commitment to upholding transparent
menegakkan praktik bisnis yang transparan, bebas dari business practices, free from conflicts of interest, and in line
konflik kepentingan, serta sejalan dengan prinsip tata kelola with the principles of good corporate governance. [GRI 415-1]
perusahaan yang baik. [GRI 415-1]
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 121
Page 126
Pilar ESG
ESG Pillars
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Di tengah lanskap telekomunikasi yang dinamis, IOH menjadikan tata kelola keberlanjutan sebagai fondasi yang menuntun
setiap langkah transformasinya. Prinsip-prinsip GCG diterapkan bukan sekadar sebagai kewajiban kepatuhan, tetapi
sebagai kerangka etis yang memastikan transparansi, akuntabilitas, dan integritas hadir dalam seluruh proses bisnis. Melalui
integrasi beragam pedoman, kerangka kerja, dan kebijakan internal yang saling menguatkan, IOH membangun sistem tata
kelola yang konsisten dan efektif.
STRUKTUR TATA KELOLA Rapat Umum Pemegang Saham
General Meeting of Shareholders
Struktur tata kelola IOH terdiri atas: [GRI 2-9] [GRI 2-11]
IOH’s governance structure consists of:
Direksi
Board of Directors
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Vikram Sinha
President Director and Chief Executive Officer
Direktur dan / Director and Chief Financial Officer Lee Chi Hung
Direktur dan / Director and Chief Human Resources Officer Irsyad Sahroni
Direktur dan / Director and Chief Strategy & Execution Officer Ahmad Zulfikar
Direktur dan / Director and Chief Technology Officer Cheung Kwok Tung
Direktur dan / Director and Chief Commercial Officer Syed Bilal Kazmi
Direktur dan / Director and Chief Business Officer Muhammad Buldansyah
Komite Manajemen
Komite SDM
Komite anggaran Risiko Komite Keterbukaan
Pricing Committee Human Resource
Budget Committee Risk Management Disclosure Committee
Management Committee
Committee
• Lee Chi Hung • Vikram Sinha • Vikram Sinha • Vikram Sinha • SVP - General
• Vikram Sinha • Cheung Kwok Tung • Irsyad Sahroni • Lee Chi Hung Counsel Operations
• Ahmad Zulfikar • Syed Bilal Kazmi • Lee Chi Hung • Ahmad Zulfikar • SVP - Head of
Finance Planning &
• Lee Chi Hung • Ahmad Zulfikar • Muhammad Analysis
• Ahmad Zulfikar • Syed Bilal Kazmi Buldansyah
• SVP - Head
• Muhammad • Cheung Kwok Tung • Syed Bilal Kazmi of Treasury
Buldansyah • Muhammad • Irsyad Sahroni Management
Buldansyah • Cheung Kwok Tung • SVP - Head
of Corporate
Communication
• SVP - Head of
Business Assurance
& Risk Management
• VP - Investor
Relations
122 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 127
Amid a rapidly evolving telecommunications landscape, IOH positions sustainable governance as the foundation guiding
every step of its transformation. The principles of Good Corporate Governance are embraced not merely as compliance
requirements but as an ethical framework that embeds transparency, accountability, and integrity across all business
processes. By integrating a suite of policies, guidelines, and governance frameworks, IOH builds a system that is both
consistent and effective in practice.
GOVERNANCE STRUCTURE
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Komisaris Utama/President Commissioner Nezar Patria
Wakil Komisaris Utama/Deputy President Commissioner Aziz Ahmad M Aluthman Fakhroo
Wakil Komisaris Utama/Deputy President Commissioner Fok Kin Ning, Canning
Komisaris/Commissioner Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama
Komisaris/Commissioner René Heinz Werner
Komisaris/Commissioner Woo Chiu Man, Cliff
Komisaris/Commissioner Cheung Kwan Hoi
Komisaris/Commissioner Efthymios Tsokanis
Komisaris/Commissioner Sugito Walujo
Komisaris/Commissioner Achmad Syah Reza
Komisaris Independen/Independent Commissioner Elisa Lumbantoruan
Komisaris Independen/Independent Commissioner Wijayanto
Komisaris Independen/Independent Commissioner Ajay Bahri
Komisaris Independen/Independent Commissioner Rudiantara
Komisaris Independen/Independent Commissioner Sidharta Prawira Oetama
Komisaris Utama/Independent Commissioner Halim Alamsyah 1)
Komisaris/Commissioner Meirijal Nur 2)
Komisaris Independen/Independent Commissioner Hernando 3)
Komite Nominasi &
Komite Manajemen
Remunerasi
Komite Audit Komite anggaran Risiko
Nomination &
Audit Committee Budget Committee Risk Management
Remuneration
Committee
Committee
• Ajay Bahri4) • Woo Chiu Man, Cliff4) • Elisa Lumbantoruan4) • Woo Chiu Man, Cliff4)
• Sidharta Prawira • Aziz Ahmad M • Ahmad Abdulaziz A • Rene Heinz Werner4)
Oetama4) Aluthman Fakhroo4) A Al-Neama4) • Efthymios Tsokanis4)
• Elisa Lumbantoruan4) • Cheung Kwan Hoi4) • Woo Chiu Man, Cliff4) • Cheung Kwan Hoi4)
• Haryanto Sahari • Ahmad Abdulaziz A • Achmad Syah Reza4)
A Al-Neama4) • Sugito Walujo4)
catatan/notes:
1)
Menjadi Komisaris Utama sampai 28 Mei 2025. | Served as President Commissioner until 28 May 2025.
2)
Menjadi anggota Dewan Komisaris sampai 28 Mei 2025. | Served as a member of the Board of Commissioners until 28 May 2025.
3)
Menjadi anggota Dewan Komisaris sampai 2 Oktober 2025. | Served as a member of the Board of Commissioners until 2 October 2025.
4)
Merupakan anggota Dewan Komisaris | represent member of the Board of Commissioners.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 123
Page 128
Pilar ESG
ESG Pillars
Struktur ESG Steering Committee [GRI 2-9]
ESG Steering Committee Structure
ESG Steerco consists of:
• Chief Legal and Regulatory Officer (CLRO)
• Chief Financial Officer (CFO)
• Chief Human Resources Officer (CHRO)
• Chief Technology Officer (CTO)
• Chief Procurement Officer (CPO)
• Chief Commercial Officer (CCO)
ESG Coordinator/Koordinator ESG
Pillar: Care for Environment Pillar: Responsible & Ethical Business
Pillar: Digital Opportunity to
Empower Community
Coaches: CFO, CPO, CTO Coaches: CLRO & CHRO
Coaches: CCO
Lead & Co-Lead: VP-Expert Power Lead & Co-Lead: General Counsel-
& SVP-Head of Procurement Head of Legal Operations & SVPHead
Lead: SVP-Head of Corporate
Operations of HR Business Partners
ESG Initiative Owner(s) ESG Initiative Owner(s) ESG Initiative Owner(s)
* Struktur ESG Steering Committee mendapat persetujuan Direksi pada bulan Maret 2024.
* The ESG Steering Committee structure obtains Board of Directors approval in March 2024.
Di tingkat tertinggi organisasi, Direksi menempatkan At the highest level of governance, the Board of Directors
keberlanjutan sebagai agenda strategis yang terintegrasi positions sustainability as a strategic priority embedded
dalam arah transformasi IOH. Untuk memastikan koordinasi within IOH’s transformation agenda. To ensure cohesive
yang terpadu, Direksi membentuk ESG Steerco sebagai oversight, the Board established the ESG Steerco, an
forum pengarah utama yang merumuskan strategi executive forum that guides sustainability strategy,
keberlanjutan, memantau dampak operasional Perseroan, monitors the Company’s operational impacts, and ensures
dan memastikan agenda ESG diterapkan secara konsisten that ESG initiatives are implemented consistently across
di seluruh lini bisnis. Sebagai bagian dari mandat ini, Direksi all business lines. As part of this mandate, the Board has
telah menyetujui ESG Northstar, pilar ESG, serta sasaran approved the ESG Northstar, defined IOH’s ESG pillars,
keberlanjutan yang sejalan dengan visi jangka panjang and set sustainability targets aligned with the Company’s
IOH, sekaligus meninjau dan mengevaluasi progres inisiatif long-term vision, while conducting regular reviews to
secara berkala untuk mendorong perbaikan berkelanjutan. drive continuous improvement. Members of the Board of
Anggota Dewan Komisaris tidak merangkap sebagai Commissioners not concurrently serve as members of the
anggota Direksi. Board of Directors.
124 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 129
Direksi dan Dewan Komisaris turut terlibat aktif dalam The Board of Directors and the Board of Commissioners
proses telaah, pemberian masukan, dan persetujuan laporan also play an active role in reviewing, providing input,
keberlanjutan guna memastikan informasi disajikan secara and approving the Company’s sustainability disclosures
transparan, akurat, dan sesuai dengan standar pelaporan to ensure transparency, accuracy, and alignment with
yang berlaku. [OJK E.1] [GRI 2-14] applicable reporting standards. [OJK E.1] [GRI 2-14]
Pengambilan keputusan keberlanjutan dilakukan secara Sustainability-related decisions are made through a
partisipatif melalui pertemuan rutin, antara Direksi dan participatory approach, supported by regular meetings
Steering Committee untuk mengevaluasi perkembangan between the Board and the Steering Committee to assess
program dan mengidentifikasi inisiatif baru. Selain itu, IOH program progress and explore new initiatives. IOH further
menjaring masukan pemangku kepentingan melalui survei engages stakeholders through periodic surveys to identify
berkala guna memastikan isu-isu yang dikelola benar-benar the most relevant and material sustainability issues,
relevan dan material bagi mereka sebagai bagian dari ensuring alignment with their expectations and needs
proses internal Perusahaan dalam penentuan topik material. as part of the company’s internal process in determining
[GRI 2-12] [GRI 3-1] material topics. [GRI 2-12] [GRI 3-1]
Steering Committee memegang peran strategis dalam The Steering Committee serves as a strategic body that
mengarahkan agenda keberlanjutan IOH. Dibentuk oleh directs IOH’s sustainability agenda. Formed by the Board
Direksi dan beranggotakan para Direktur serta Chief dari and comprising Directors and Chiefs from key functions, the
unit utama, komite ini mengoordinasikan pengelolaan committee coordinates ESG issue management and reviews
isu-isu ESG serta menelaah dan menyetujui informasi as well as approves sustainability information included in the
keberlanjutan yang dicantumkan dalam laporan resmi Company’s official reports. [GRI 2-13]
Perseroan. [GRI 2-13]
Komite menerima laporan rutin, bulanan atau dua bulanan, The committee receives monthly or bi-monthly updates
dari para PIC dan melakukan pemantauan menyeluruh atas from PICs, enabling continuous monitoring of ESG
implementasi ESG untuk memastikan efektivitas program implementation and ensuring the effectiveness and
dan kesinambungan kinerja keberlanjutan. continuity of the Company’s sustainability programmes.
REVIEW DAN PERSETUJUAN DEWAN REVIEW AND APPROVAL OF THE BOARD
KOMISARIS DAN DIREKSI ATAS LAPORAN OF COMMISSIONERS AND BOARD OF
KEBERLANJUTAN DIRECTORS TO SUSTAINABILITY REPORT
Pada bulan April 2026, Dewan Komisaris beserta Dewan In April 2026, the Board of Commissioners and the Board
Direksi telah menjalankan review dan telah menyetujui of Directors conducted a review and approved the 2025
Laporan Keberlanjutan tahun 2025. Sustainability Report.
SUSUNAN KEANGGOTAAN, KEBERAGAMAN MEMBERSHIP COMPOSITION,
DAN INDEPENDENSI BADAN PENGURUS DIVERSITY AND INDEPENDENCE OF
TERTINGGI SERTA KOMITE PENDUKUNG THE HIGHEST GOVERNANCE BODY
AND SUPPORTING COMMITTEES
RUPS merupakan badan tata kelola tertinggi dalam The General Meeting of Shareholders (GMS) is the highest
perseroan terbatas. RUPS adalah Rapat Umum Pemegang governance body in a limited liability company. The GMS
Saham yang terdiri dari pemegang saham Perseroan. consists of the Company’s shareholders. IOH’s Governing
Badan Pengurus dan Komite Pendukung IOH dibentuk Body and Supporting Committees are structured with a
dengan komposisi anggota yang kaya akan latar belakang, diverse blend of expertise, backgrounds, and professional
pengalaman, dan keahlian, menghadirkan dinamika perspectives, creating a leadership ecosystem that
kepemimpinan yang memungkinkan pengawasan berjalan strengthens oversight and enriches the decision-making
lebih tajam dan pengambilan keputusan berlangsung process. Each member contributes unique insights, from
lebih matang. Setiap anggota membawa perspektif yang business strategy and governance to technology and
berbeda, mulai dari strategi bisnis, tata kelola, teknologi, sustainability, ensuring that every decision reflects the
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 125
Page 130
Pilar ESG
ESG Pillars
hingga keberlanjutan, sehingga keputusan yang dihasilkan realities of a rapidly evolving industry landscape. The
benar-benar mencerminkan kebutuhan dan tantangan composition of IOH’s Governing Body and Supporting
industri yang terus berkembang. Berikut adalah susunan Committees is presented below:
keanggotaan Badan Pengurus dan Komite Pendukung IOH:
Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi per 31 Desember 2025
Composition of the Board of Commissioners and Board of Directors as of 31 December 2025
Anggota
Warga Negara Anggota Anggota
Independen/ Total
Indonesia/ Perempuan/ Termuda (tahun) Tertua (tahun)
Anggota
Organ Asing Laki-Laki Youngest Oldest Organ
Independent
Indonesian/ Female/Male Member (years Member
Members/Total
Foreign citizen old) (years old)
Members
Dewan Komisaris 5/15 7/8 0/15 40 74 Board of Commissioners
Direksi N/A 3/4 0/7 49 62 Board of Directors
Komposisi Komite Pendukung per 31 Desember 2025
Composition of the Supporting Committee as of 31 December 2025
Anggota
Warga Negara
Independen/
Indonesia/ Perempuan/
Total Anggota
Organ Asing Laki-Laki Organ
Independent
Indonesian/ Female/Male
Members/Total
Foreign citizen
Members
Komite Audit 4/4 3/1 0/4 Audit Committee
Komite Manajemen Risiko 0/4 0/4 0/4 Risk Management Committee
Komite Anggaran 0/4 0/4 0/4 Budget Committee
Nomination & Remuneration
Komite Nominasi & Remunerasi 1/5 3/2 0/5
Committee
RAPAT DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI BOARD OF COMMISSIONERS
AND DIRECTORS MEETING
Sepanjang tahun 2025, Dewan Komisaris menggelar 10 kali Throughout 2025, the Board of Commissioners held 10 joint
rapat bersama Direksi sebagai bagian dari perannya dalam meetings with the Board of Directors as part of its mandate
memastikan pengawasan berjalan efektif dan pengelolaan to ensure effective oversight and continuous monitoring of
Perseroan tetap berada pada arah yang benar. Seluruh the Company’s management. All meetings were scheduled
pertemuan ini telah dijadwalkan terlebih dahulu, sehingga in advance, allowing the oversight agenda to be executed in
agenda pengawasan dapat dilaksanakan secara sistematis, a systematic, structured manner that stays aligned with the
terstruktur, dan selaras dengan dinamika bisnis yang terus evolving dynamics of the business.
berkembang.
126 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 131
PROSEDUR PEMILIHAN DAN PROCEDURES FOR THE SELECTION
PENGANGKATAN ANGGOTA AND APPOINTMENT OF MEMBERS
BADAN TATA KELOLA [GRI 2-10] OF THE GOVERNANCE BODY
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan The General Meeting of Shareholders (GMS) stands as
puncak struktur tata kelola sebuah perseroan terbata, the highest governance authority within a limited liability
sebuah forum strategis tempat para pemegang saham company, a strategic forum where shareholders shape
menentukan arah dan masa depan Perseroan. Melalui the direction and long-term future of the Company. As
ketentuan Anggaran Dasar, RUPS memegang kewenangan stipulated in the Articles of Association, the GMS holds the
penuh untuk mengangkat dan memberhentikan anggota exclusive mandate to appoint and dismiss members of
Dewan Komisaris maupun Direksi, termasuk menetapkan the Board of Commissioners and the Board of Directors,
bahwa masing-masing satu posisi di kedua organ tersebut including the provision that one member of each body
berasal dari calon yang diajukan pemegang saham Seri A. must be nominated by the Series A shareholder. In
Sesuai dengan Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi accordance with the Charter of the Nomination and
(KNR), KNR mempunyai tugas untuk memberikan Remuneration Committee (KNR), the KNR has the task
rekomendasi mengenai usulan para calon Direktur dan of providing recommendations regarding the proposed
Komisaris kepada Dewan Komisaris untuk selanjutnya candidates for Directors and Commissioners to the Board of
disampaikan dan diputuskan dalam RUPS. Commissioners, to be subsequently submitted and decided
upon at the GMS.
Pemilihan anggota Direksi dan Dewan Komisaris dilakukan The selection of Board members is carried out through a
melalui proses evaluasi yang cermat, berfokus pada rigorous evaluation process that prioritises competence,
kompetensi, pengetahuan, dan rekam jejak profesional para expertise, and professional experience. Elements of diversity,
calon. Aspek keberagaman seperti usia, kewarganegaraan, such as age, nationality, and gender, are considered as
dan gender turut dipertimbangkan sebagai nilai tambah complementary factors that enrich perspective, yet they
dalam memperkaya perspektif, namun tidak menjadi are not the primary criteria influencing the final decision.
penentu utama dalam pengambilan keputusan.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI DEVELOPMENT OF COMPETENCIES
BADAN TATA KELOLA [GRI 2-17] [OJK E.2] OF THE GOVERNANCE BODY
Sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat As part of its commitment to strengthening sustainable
tata kelola keberlanjutan, Perseroan secara konsisten governance, the Company continuously builds ESG
membangun kapasitas dan literasi ESG di seluruh jenjang awareness and capability across all organisational levels.
organisasi. Direksi bersama ESG Steering Committee The Board of Directors, together with the ESG Steering
memainkan peran sentral dalam upaya ini dengan Committee, plays a pivotal role in this effort through various
mengadakan berbagai program peningkatan kompetensi, competency-building initiatives, including initiatives and
termasuk sosialisasi dan inisiatif yang melibatkan karyawan socialisations engaging employees and the Board. Priority
hingga jajaran Direksi. Topik-topik prioritas seperti topics such as cyber security and personal data protection
keamanan siber dan perlindungan data pribadi menjadi are placed at the forefront, reflecting the rising digital risks
fokus utama, sejalan dengan meningkatnya risiko digital within the telecommunications sector.
dalam industri telekomunikasi.
Selama tahun 2025, ESG Steering Committee yang terdiri Throughout 2025, the ESG Steering Committee also actively
dari beberapa Direksi dan Chief, juga aktif mengikuti participated in ESG trainings, seminars and forums to
pelatihan, seminar dan forum ESG, memperluas broaden insights and strengthen exposure to global best
wawasan sekaligus memperkaya referensi praktik practices. Updates on emerging ESG trends, regulations,
terbaik global. Pembaruan mengenai tren, regulasi, dan and national developments are regularly shared with the
isu keberlanjutan dalam lanskap Indonesia, industri, dan Steering Committee and the Board of Directors, ensuring
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 127
Page 132
Pilar ESG
ESG Pillars
global dikomunikasikan secara berkala kepada Steering that the Company’s sustainability strategy remains relevant,
Committee dan Direksi. Dengan alur informasi yang forward-looking, and aligned with stakeholder expectations
berkesinambungan ini, strategi keberlanjutan Perseroan as well as evolving regulatory requirements.
tetap relevan, responsif, dan selaras dengan ekspektasi
pemangku kepentingan maupun perkembangan regulasi
yang terus bergerak.
KONFLIK KEPENTINGAN [GRI 2-15] CONFLICT OF INTEREST
Bagi IOH, integritas bukan hanya prinsip, tetapi fondasi yang For IOH, integrity is more than a principle, it is the foundation
menjaga kepercayaan pemangku kepentingan. Karena upon which stakeholder trust is built. To safeguard this
itu, Perseroan menerapkan langkah-langkah preventif trust, the Company enforces strong preventive measures
yang kuat untuk memastikan setiap keputusan dan to ensure that every business decision and activity remains
aktivitas usaha bebas dari konflik kepentingan. Komitmen free from conflicts of interest. This commitment is anchored
ini tertuang dalam Kode Etik Perusahaan, yang disahkan in the Company’s Code of Ethics, endorsed and last updated
dan terakhir diperbarui oleh Direksi dan Dewan Komisaris by the Board of Directors and Board of Commissioners on
pada 26 November 2015, serta dipublikasikan secara 26 November 2015, which is publicly accessible through
terbuka melalui situs resmi Perseroan. Kode Etik tersebut IOH’s official website. The Code sets clear expectations for
menegaskan bahwa setiap insan IOH wajib menjunjung all employees: to uphold integrity, comply with applicable
integritas, mematuhi hukum yang berlaku, dan menghindari laws, and avoid any behaviour that compromises ethical
segala bentuk perilaku tidak etis, termasuk benturan standards, including conflicts of interest, gratuities,
kepentingan, gratifikasi, korupsi, dan insider trading. corruption, and insider trading.
Sebagai bagian dari mekanisme kepatuhan, seluruh As part of the compliance mechanism, all employees are
karyawan menandatangani pernyataan bahwa mereka required to sign a declaration confirming that they have
telah membaca dan memahami Kode Etik, serta melakukan read and understood the Code of Ethics, followed by
konfirmasi berkala melalui sistem intranet. Pendekatan periodic confirmations through the Company’s intranet
ini memastikan bahwa pengendalian konflik kepentingan system. This reinforces that the management of conflicts of
bukan hanya kebijakan di atas kertas, tetapi menjadi budaya interest is not merely a policy, but an integral part of IOH’s
yang tertanam dalam keseharian operasional. daily culture and operations.
Selain Kode Etik internal, IOH menerapkan ketentuan Beyond internal guidelines, IOH also adheres to the
yang diatur dalam POJK No. 42/POJK.04/2020 mengenai provisions of POJK Regulation No. 42/POJK.04/2020 on
Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan, serta pedoman Affiliated Transactions and Conflicts of Interest, as well
yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Perseroan. as the stipulations contained in the Company’s Articles of
Kebijakan khusus terkait transaksi afiliasi turut disiapkan Association. Complementing these frameworks, a dedicated
sebagai panduan praktis bagi karyawan ketika berinteraksi policy on affiliated transactions provides practical guidance
dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan kepemilikan for employees and internal stakeholders when engaging
atau kepentingan tertentu. with related parties.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak menemukan Throughout 2025, the Company recorded no incidents
adanya kasus konflik kepentingan dalam transaksi dengan of conflict of interest in transactions involving suppliers,
pemasok, mitra usaha, maupun pihak afiliasi. Hal ini business partners, or affiliated entities—further affirming
menegaskan komitmen IOH untuk menjaga tata kelola IOH’s commitment to clean, transparent, and accountable
yang bersih, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. governance.
128 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 133
KOMITMEN KEBIJAKAN HAK HUMAN RIGHTS POLICY COMMITMENT
ASASI MANUSIA [GRI 2-23]
Di IOH, penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia bukan At IOH, respect for Human Rights is more than a
hanya komitmen moral, tetapi fondasi yang membentuk responsibility, it is the foundation that shapes how the
cara Perseroan beroperasi, berinteraksi, dan menciptakan Company operates, engages, and delivers value to society.
nilai bagi masyarakat. Kebijakan HAM Perseroan disusun IOH’s Human Rights Policy is formalised as a corporate
sebagai dokumen formal yang mencerminkan prinsip- commitment anchored in internationally recognised
prinsip global, termasuk UN Guiding Principles on Business standards, including the UN Guiding Principles on Business
and Human Rights, Universal Declaration of Human and Human Rights, the Universal Declaration of Human
Rights, serta Konvensi ILO yang relevan. Prinsip-prinsip Rights, and relevant ILO Conventions. IOH’s human resources
kebijakan sumber daya manusia IOH, termasuk Prinsip policy principles, including the General Employment Principle,
Ketenagakerjaan Umum, menjelaskan pentingnya aspek explain the importance of non-discrimination and respect
non diskriminasi dan penghormatan terhadap HAM. Seluruh for human rights. These strategic policies are approved at
kebijakan strategis ini disahkan pada tingkat tata kelola the highest level of governance, ensuring that Human Rights
tertinggi, memastikan bahwa komitmen HAM menjadi remain embedded in corporate direction and decision-
bagian intrinsik dari arah dan keputusan korporasi. making.
Komitmen tersebut menetapkan ekspektasi yang jelas The policy outlines clear expectations for all IOH personnel,
bagi seluruh insan IOH, karyawan, pemasok, tenaga kerja employees, suppliers, supplier workers, and business
pemasok, hingga mitra bisnis, untuk menjunjung integritas, partners, to uphold integrity, prevent discrimination, respect
mencegah diskriminasi, melindungi martabat manusia, human dignity, and reject any form of misconduct, including
serta menolak praktik-praktik yang melanggar HAM seperti child labour, forced labour, corruption, and practices that
pekerja anak, kerja paksa, korupsi, maupun tindakan yang compromise Health, Safety, Security, and Environmental
mengancam Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan (HSSE) standards. Through the Code of Ethics and
Lingkungan (K3L). Melalui Kode Etik dan Standar Kontrak Procurement Contract Standards, Human Rights principles
Pengadaan, Perseroan mengintegrasikan prinsip HAM ke are integrated across IOH’s operations and value chain.
seluruh mata rantai operasional dan rantai pasoknya.
IOH menerapkan pendekatan human rights due diligence IOH adopts a human rights due diligence approach to
untuk mengidentifikasi, mencegah, dan memitigasi potensi identify, prevent, and mitigate potential Human Rights
dampak HAM, termasuk melalui penetapan tingkat impacts, supported by a tiered authorisation structure
otorisasi kebijakan yang disesuaikan dengan cakupan dan that aligns approval levels with the scope and strategic
signifikansinya, mulai dari persetujuan tingkat Chief hingga significance of each policy, from Chief-level endorsement
Direksi dan Dewan Komisaris. Dengan demikian, pemangku to approval by the Board of Directors and Board of
kepentingan dapat menilai konsistensi implementasi serta Commissioners. This openness reflects IOH’s determination
menyaksikan bagaimana IOH terus memperkuat budaya to cultivate a culture where the rights and dignity of every
yang menghormati hak setiap individu. individual are protected and respected.
KOMUNIKASI MASALAH PENTING COMMUNICATION OF KEY ISSUES
[GRI 2-16] [GRI 2-25] [GRI 2-26]
Selain Undang-Undang Perseroan Terbatas, Anggaran Dasar In addition to the Limited Liability Company Law, the Articles
dan Delegation of Authority IOH mengatur hal-hal yang of Association and Delegation of Authority of IOH regulate
harus disampaikan dan perlu persetujuan Direksi, Dewan matters that must be submitted and require the approval
Komisaris dan RUPS IOH. of the Board of Directors, Board of Commissioners, and
General Meeting of Shareholders of IOH.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 129
Page 134
Pilar ESG
ESG Pillars
Sebagai organ tata kelola tertinggi, RUPS menjadi ruang As the highest governance body, the GMS serves as the
utama bagi para pemegang saham untuk meninjau dan primary forum for shareholders to review and decide on
memutuskan isu-isu paling material dalam perjalanan the most material issues in the Company’s journey. The
Perseroan. Agenda dan hal-hal yang diputuskan oleh RUPS agendas and resolutions of both the Annual GMS and
Tahunan maupun RUPS Luar Biasa dapat dilihat pada Extraordinary GMS can be accessed on the IOH website.
website IOH. Namun, proses komunikasi isu penting tidak However, communication of critical matters does not stop
berhenti di sana. Setiap kekhawatiran kritis, mulai dari there. Every key concern, ranging from operational risks to
risiko operasional hingga potensi dampak keberlanjutan, potential sustainability impacts, is conveyed to the Board of
disampaikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris melalui Directors and the Board of Commissioners through a series
rangkaian rapat rutin, laporan komite, serta eskalasi khusus of regular meetings, committee reports, and dedicated
yang memungkinkan pengambilan keputusan dilakukan escalation mechanisms that enable decisions to be made
secara cepat, terarah, dan bertanggung jawab. Dengan swiftly, purposefully, and responsibly. Through these
frekuensi paparan berkala, Direksi dan Dewan Komisaris periodic briefings, the Board of Directors and the Board
memperoleh gambaran menyeluruh atas dinamika risiko of Commissioners obtain a comprehensive view of risk
dan isu krusial yang perlu mereka tangani. dynamics and critical issues that require their attention.
Perseroan juga menyediakan berbagai mekanisme IOH also maintains a variety of accessible communication
komunikasi yang mudah diakses untuk karyawan, mechanisms for employees, customers, and other
pelanggan, dan pemangku kepentingan. Layanan stakeholders. Customer service platforms for IM3 and 3
pelanggan IM3 dan 3 Indonesia serta kanal resmi Corporate Indonesia, along with dedicated channels for Corporate
Communication, Investor Relations, dan Corporate Secretary Communication, Investor Relations, and the Corporate
tidak hanya menerima pertanyaan operasional tetapi juga Secretary, function not only as avenues for general
memberikan ruang bagi pemangku kepentingan untuk inquiries but also as trusted points for seeking advice on
mencari nasihat terkait kepatuhan, etika, dan tata kelola, ethical behaviour, compliance matters, and governance
sebuah elemen penting dalam memenuhi prinsip advice- expectations, fully aligning with GRI’s requirements for
seeking mechanisms sesuai GRI. advice-seeking mechanisms.
Dalam pengelolaan laporan pelanggaran, IOH menerapkan For misconduct complaints, IOH operates a transparent and
sistem whistleblowing yang transparan dan aman, secure whistleblowing system, offering email, telephone,
dilengkapi jalur email khusus auditcom@ioh.co.id, nomor and mailing channels auditcom@ioh.co.id directed to the
telepon, dan alamat surat kepada Chief Internal Audit Chief Internal Audit Officer (CIAO) at the IOH office. In
Officer (CIAO) di kantor IOH. Selain itu, prosedur rinci untuk addition, detailed procedures for submitting complaints
menyampaikan keluhan dapat ditemukan di situs internet can be found on the Company’s website, www.ioh.co.id.
Perseroan, www.ioh.co.id. IOH juga telah menyediakan IOH has also provided a clear reporting mechanism
mekanisme pelaporan yang jelas untuk masalah yang for issues related to violations of the Code of Ethics.
berkaitan dengan pelanggaran Kode Etik. Karyawan Employees are encouraged to actively report or inquire
dianjurkan untuk aktif melaporkan atau menanyakan about matters that may potentially violate the Code of
perihal yang berpotensi melanggar Kode Etik kepada atasan Ethics to their immediate supervisor, the SVP - General
langsung, SVP - General Counsel Operations, atau Komite Counsel Operations, or the Audit Committee. Every report
Audit. Perseroan memastikan setiap laporan ditelaah secara is treated with confidentiality and rigor, with protections
menyeluruh, dijaga kerahasiaannya, dan diproses dengan firmly in place to safeguard good-faith whistleblowers
prinsip perlindungan terhadap pelapor beritikad baik. Ketika from retaliation. Where negative impacts are identified,
sebuah kasus terbukti menimbulkan dampak negatif, IOH IOH activates its remediation process, which includes
berkomitmen untuk melakukan remediasi sesuai prosedur investigation, corrective measures, and ongoing monitoring
internal, mulai dari investigasi, tindakan korektif, hingga to ensure lasting improvements.
pemantauan berkelanjutan, guna mencegah terulangnya
insiden serupa.
130 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 135
Sepanjang 2025, IOH menerima 10 laporan whistleblowing In 2025, IOH received 10 whistleblowing reports, all of which
dan seluruhnya telah ditindaklanjuti tanpa menimbulkan were addressed in accordance with procedures and resulted
dampak sosial, lingkungan, maupun tata kelola yang in no significant social, environmental, or governance
signifikan. Temuan ini menegaskan efektivitas mekanisme impacts, reflecting IOH’s strong commitment to responsible,
pelaporan sekaligus memperkuat komitmen IOH terhadap transparent, and sustainable business conduct.
praktik bisnis yang bersih, transparan, dan berkelanjutan.
REMUNERASI DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS AND BOARD
DAN DIREKSI [GRI 2-19] [GRI 2-20] OF DIRECTORS REMUNERATION
Kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi The remuneration policy for the Board of Commissioners
dirancang untuk mencerminkan komitmen Perseroan and the Board of Directors is crafted to uphold strong
terhadap tata kelola yang kuat, kinerja jangka panjang, governance, incentivise long-term performance, and
dan perilaku beretika. Kebijakan ini disusun oleh Komite reinforce ethical conduct. The policy is developed by the
Nominasi dan Remunerasi serta dikaji bersama konsultan Nomination and Remuneration Committee and supported
independen yang memiliki rekam jejak kredibel di bidang by reputable independent advisors whose objectivity is
remunerasi eksekutif. Independensi para penasihat dijamin safeguarded through conflict-of-interest declarations and
melalui pembatasan hubungan komersial dan kewajiban restrictions on commercial engagements with the Company.
deklarasi bebas konflik, memastikan rekomendasi yang
diberikan benar-benar objektif.
Kebijakan remunerasi IOH menggabungkan komponen tetap IOH’s remuneration framework incorporates both
dan variabel yang diselaraskan dengan tujuan strategis, fixed and variable components, aligned with strategic
termasuk pencapaian kinerja keuangan, kualitas tata kelola, priorities, ranging from financial results and governance
hingga indikator non-keuangan seperti implementasi quality to non-financial indicators such as sustainability
keberlanjutan dan penguatan budaya perusahaan. Struktur implementation and cultural alignment. The remuneration
remunerasi Dewan Komisaris meliputi honorarium, tunjangan structure for the Board of Commissioners consists
asuransi, dan manfaat akhir masa jabatan, dengan besaran of honoraria, insurance benefits, and end-of-term
yang direkomendasikan komite untuk kemudian disahkan entitlements, with the final amounts recommended by
melalui RUPS, sebuah mekanisme yang memastikan the committee and approved by the GMS, ensuring full
transparansi serta akuntabilitas kepada pemegang saham. transparency and shareholder oversight.
Untuk Direksi, remunerasi ditetapkan oleh Dewan For the Board of Directors, remuneration is determined
Komisaris berdasarkan rekomendasi komite dengan by the Board of Commissioners upon the committee’s
mempertimbangkan kinerja Perseroan secara holistik. recommendation, with assessments based on a holistic
Pendekatan ini memberikan dorongan agar Direksi tidak view of Company performance. This approach encourages
hanya mengejar hasil finansial, tetapi juga mengedepankan Directors to prioritise not only financial outcomes but also
praktik bisnis yang etis dan berkelanjutan. Kebijakan ethical, responsible, and sustainable business practices.
remunerasi ini ditinjau secara berkala guna memastikan The remuneration policy undergoes periodic reviews to
kesesuaiannya dengan dinamika bisnis, regulasi, remain responsive to business developments, regulatory
dan ekspektasi pemangku kepentingan, sekaligus changes, and stakeholder expectations, while maintaining
meminimalkan risiko konflik kepentingan sepanjang proses safeguards that prevent conflicts of interest throughout the
penentuan. determination process.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 131
Page 136
Pilar ESG
ESG Pillars
EVALUASI KINERJA BADAN GOVERNANCE BODY
TATA KELOLA [GRI 2-18] [GRI 2-21] PERFORMANCE EVALUATION
Sebagai bagian dari komitmen IOH terhadap tata kelola As part of IOH’s commitment to transparency and
yang transparan dan akuntabel, proses evaluasi kinerja accountability, performance evaluation for the governance
badan tata kelola dilakukan melalui mekanisme yang body is carried out through a structured process aligned
terstruktur dan disesuaikan dengan peran masing-masing with the roles of each governance organ. While the GMS, as
organ. RUPS, sebagai forum pengambilan keputusan the supreme decision-making forum, plays a central role in
tertinggi, berperan penting dalam menilai kinerja Direksi assessing the performance of the Board of Commissioners
dan Dewan Komisaris berdasarkan pencapaian perusahaan, and the Board of Directors, taking into account corporate
kualitas pengawasan, dan kemampuan kepemimpinan achievements, oversight quality, leadership effectiveness,
dalam menjaga keberlanjutan bisnis. and alignment with long-term sustainability objectives.
Kinerja Dewan Komisaris dievaluasi secara berkala oleh The performance of the Board of Commissioners is reviewed
para pemegang saham dengan mempertimbangkan periodically by shareholders, considering the effectiveness
efektivitas fungsi pengawasan, kontribusi masing-masing of their supervisory role, individual contributions, meeting
anggota, partisipasi dalam rapat, dan kemampuan mereka participation, and their ability to uphold governance
memastikan kepatuhan serta tata kelola yang baik. integrity. Meanwhile, the Board of Directors undergoes
Sementara itu, kinerja Direksi dinilai setiap tahun melalui an annual evaluation through the Individual Performance
mekanisme Individual Performance Management (IPM), Management (IPM) framework, which integrates financial,
yang memadukan indikator keuangan, non-keuangan, tata non-financial, governance, and sustainability criteria. The
kelola, hingga keberlanjutan. Evaluasi ini disusun oleh divisi evaluation is prepared by the Strategy & Execution division,
Strategy & Execution, diverifikasi oleh Dewan Komisaris, dan validated by the Board of Commissioners, and used as input
menjadi dasar untuk perbaikan kinerja tahunan. for continuous leadership and organisational improvements.
Hasil evaluasi tidak hanya digunakan untuk menentukan Beyond shaping performance-based remuneration,
remunerasi berbasis kinerja, tetapi juga menjadi bahan evaluation outcomes inform enhancements to governance
perbaikan berkelanjutan, mulai dari penguatan struktur practices, leadership development, organisational structure,
organisasi, peningkatan kapabilitas kepemimpinan, hingga and strategic planning. The disclosure of remuneration-
penyesuaian prioritas strategis perusahaan. Pengungkapan related information is not presented in this report in
terkait informasi remunerasi tidak disajikan dalam laporan consideration of confidentiality aspects. Committees under
ini dengan mempertimbangkan aspek confidentiality. the Board are also evaluated to ensure their effectiveness
Komite-komite di bawah Dewan Komisaris dan Direksi turut and alignment with IOH’s long-term direction.
dievaluasi untuk memastikan efektivitas fungsi masing-
masing dan keselarasan agenda mereka dengan visi jangka
panjang IOH.
Sebagai cerminan kinerja organisasi secara keseluruhan, As a reflection of organisational performance, financial
laporan keuangan dan kinerja operasional disusun oleh statements and operational outcomes are prepared by the
Direksi, ditelaah oleh Dewan Komisaris, dan diaudit oleh Board of Directors, reviewed by the Board of Commissioners,
auditor independen sebelum diajukan untuk pengesahan and independently audited before being submitted for
RUPS Tahunan. Siklus evaluasi ini memperkuat akuntabilitas approval at the Annual GMS. This comprehensive evaluation
Perseroan dan memastikan bahwa setiap keputusan cycle reinforces IOH’s commitment to accountability,
strategis berakar pada penilaian yang objektif dan professional excellence, and sustainable value creation.
menyeluruh.
132 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 137
PELIBATAN PEMANGKU STAKEHOLDER ENGAGEMENT
KEPENTINGAN [GRI 2-29] [OJK E.4]
Di industri telekomunikasi yang bergerak cepat, IOH In a fast-moving telecommunications landscape, IOH
menyadari bahwa keberhasilan Perseroan tidak hanya recognises that its success is shaped not only by internal
ditentukan oleh strategi internal, tetapi juga oleh strategy but also by the strength of its relationships with
kekuatan hubungan yang terjalin dengan para pemangku stakeholders. Stakeholder engagement is therefore carried
kepentingan. Karena itu, proses pelibatan stakeholder out through a deliberate and structured approach, with
dilakukan secara sistematis, dengan penetapan kelompok stakeholder groups approved by the highest governance
pemangku kepentingan yang disetujui oleh badan tata body based on two key considerations: the level of direct
kelola tertinggi berdasarkan dua pertimbangan utama: interaction with IOH and the potential impact of IOH’s
tingkat interaksi langsung dengan Perseroan dan potensi operations on their well-being.
dampak operasional terhadap kesejahteraan mereka.
Dalam implementasinya, pelibatan pemangku kepentingan In practice, stakeholder engagement extends beyond
tidak hanya difokuskan pada aspek operasional dan operational and business matters and also serves as a
bisnis, tetapi juga menjadi sarana untuk membahas dan platform to discuss and identify material ESG issues,
mengidentifikasi isu-isu ESG yang material, khususnya particularly those with high urgency and a direct influence
yang memiliki tingkat urgensi tinggi dan berpengaruh on stakeholders’ interests and well-being. Through open
langsung terhadap kepentingan serta kesejahteraan para and continuous dialogue, the Company gathers strategic
pemangku kepentingan. Melalui dialog yang terbuka dan insights to ensure that its policies, programmes, and
berkelanjutan, Perseroan memperoleh masukan strategis business practices remain aligned with stakeholder
untuk memastikan bahwa kebijakan, program, dan praktik expectations while supporting the creation of sustainable
bisnis yang dijalankan tetap selaras dengan ekspektasi long-term value.
stakeholder sekaligus mendukung penciptaan nilai jangka
panjang yang berkelanjutan.
Pemangku kepentingan IOH meliputi pelanggan, karyawan, IOH’s stakeholders include customers, employees,
pemerintah dan regulator, pemegang saham, investor, government and regulators, shareholders, investors,
komunitas, pemasok, mitra bisnis, hingga asosiasi industri. communities, suppliers, business partners, and industry
Setiap kelompok memiliki kebutuhan dan ekspektasi yang associations. Each group brings distinct expectations,
berbeda, sehingga pendekatan pelibatan dirancang secara prompting engagement methods tailored to their needs,
spesifik, mulai dari survei kepuasan pelanggan, forum dialog from customer satisfaction surveys and employee dialogue
dengan karyawan, rapat koordinasi dengan pemerintah, forums to regulatory consultations, investor briefings, and
engagement rutin dengan investor, hingga evaluasi periodic supplier assessments.
pemasok yang dilakukan secara berkala.
Bagi pelanggan, kualitas jaringan, keamanan data, dan For customers, key concerns such as network quality,
layanan yang relevan menjadi isu utama yang disuarakan data security, and service relevance are communicated
melalui pusat layanan pelanggan, aplikasi digital, hingga through customer service centres, digital platforms, and
forum pengguna. IOH meresponsnya dengan peningkatan user forums. IOH responds with continuous network
kualitas jaringan dan inovasi layanan. Bagi karyawan, enhancement and service innovation. Employees share
aspirasi muncul melalui forum bipartit, survei iklim kerja, aspirations via bipartite forums, workplace climate surveys,
dan pertemuan serikat pekerja, yang kemudian digunakan and trade union meetings, guiding improvements in HR
untuk memperbaiki kebijakan SDM dan lingkungan kerja, policies and work culture, as well as e-NPS.
serta e-NPS.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 133
Page 138
Pilar ESG
ESG Pillars
Pemerintah dan regulator menjadi mitra penting yang terlibat Government bodies and regulators engage through official
melalui audiensi resmi, konsultasi kebijakan, serta partisipasi hearings, policy consultations, and participation in industry
dalam asosiasi industri. Sementara itu, pemasok dan mitra associations. Meanwhile, suppliers and business partners
bisnis menyampaikan perhatian melalui proses procurement provide input through procurement processes and regular
dan evaluasi kinerja, memastikan bahwa standar performance evaluations, reinforcing IOH’s commitment to
keberlanjutan dan etika dipenuhi di seluruh rantai pasok. ethical and sustainable supply chains.
Setiap masukan dari pemangku kepentingan dianalisis Each insight gathered is analysed and channelled into
dan disampaikan kepada manajemen untuk memperkuat management discussions, informing decision-making,
pengambilan keputusan, termasuk penyempurnaan service development, operational improvements, and
strategi layanan, perbaikan operasional, dan prioritas investment priorities. IOH’s stakeholder engagement
investasi. Pendekatan pelibatan ini terus berkembang setiap approach evolves year by year, adapting to shifting
tahun seiring perubahan ekspektasi dan dinamika industri, expectations and industry dynamics, ensuring the
memastikan bahwa IOH tidak hanya mendengar tetapi juga organisation not only listens, but acts on the voices that
bertindak berdasarkan suara mereka. shape its future.
Kelompok pemangku kepentingan
Metode keterlibatan
yang dilibatkan oleh IOH
Engagement method
Stakeholder groups engaged by IOH
Seluruh kegiatan IOH bertujuan untuk memberikan kepuasan pelanggan melalui produk, layanan
Pelanggan (konsumen, UKM dan
dan pengalaman yang memenuhi kebutuhan masing-masing dan memberikan nilai tambah. IOH
korporasi serta pemerintah)
secara berkala melakukan survey kepuasan pelanggan (CSAT) dan NPS.
Customers (consumers, SME and
All IOH activities ultimately aim to provide customer satisfaction through products, services, and
corporates, and governments)
experiences that meet customers’ respective needs and provide added value.
Di samping menerapkan praktik-praktik ketenagakerjaan yang baik serta mengadakan evaluasi
Karyawan, pekerja lain dan serikat kinerja, survei karyawan dan komunikasi dengan Serikat Pekerja IOH secara berkala. Selain itu,
pekerja mereka Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dibicarakan setiap dua tahun.
Employees, other workers, and their Aside from implementing good labor practices and periodic performance reviews, periodic
trade unions employee surveys are held, and frequent talks are also held with the IOH Employee Union. In
addition, a Collective Labour Agreement is negotiated every 2 years.
IOH selain mendukung pemasok lokal untuk mencapai TKDN yang ditetapkan pemerintah, aktif
bekerja sama untuk meningkatkan mutu dan memastikan prosedur kerja yang benar.
Pemasok
Besides supporting local suppliers towards achieving the TKDN (Domestic Component) requirement
Suppliers
set by the government, IOH actively works together with suppliers to improve quality and ensure
correct working procedures.
Mitra Usaha Bekerja sama dalam berbagai kegiatan.
Business Partners Collaborates on various activities.
IOH membantu menghubungkan komunitas setempat maupun daerah daerah terpencil. Di
samping itu, IOH mendukung komunitas setempat melalui sejumlah kegiatan, seperti bantuan
Komunitas Setempat
bencana, seminar bagi mahasiswa dan lainnya.
Local Communities
IOH helps connect local communities, including in remote areas. In addition, IOH supports local
communities through initiatives such as disaster relief, seminars for university students, and more.
IOH mendukung pengembangan masyarakat secara umum dengan membantu alih pengetahuan
dan kegiatan-kegiatan lain melalui jaringan telekomunikasinya, juga melalui program CSR yang
Masyarakat Umum berskala nasional.
Public IOH supports the development of civil society at large by supporting knowledge transfer and
supporting activities through its telecommunications network, as well as holding CSR activities on a
national scale
134 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 139
Kelompok pemangku kepentingan
Metode keterlibatan
yang dilibatkan oleh IOH
Engagement method
Stakeholder groups engaged by IOH
IOH secara aktif mengkomunikasikan statusnya kepada pemegang saham dengan berbagai cara
termasuk melalui RUPS resmi. Informasi penting juga dipublikasikan di situs internet. IOH berupaya
Pemegang Saham memberi imbal hasil yang optimal kepada pemegang saham, antara lain melalui pembagian dividen.
Shareholders IOH actively communicates its status to shareholders in a variety of ways, including through formal
GMS. Material information is also publicly disclosed on the website. IOH strives to provide optimal
returns to shareholders, among others, through dividend payouts.
IOH senantiasa mematuhi perundang-undangan pemerintah yang berlaku. IOH juga terus
Pemerintah dan instansi mendukung pemerintah dengan menyediakan infrastruktur dan layanan untuk mendukung
berwenang proyek-proyek pemerintah tertentu.
Government and regulatory bodies IOH strives to comply with all relevant laws and regulations. IOH further supports the Government
by providing infrastructure and services to support certain government projects.
ETIKA DAN INTEGRITAS [GRI 3-3, 2-23, 2-24] ETHICS AND INTEGRITY
Di tengah percepatan transformasi digital, IOH Amid the rapid pace of digital transformation, IOH places
menempatkan etika dan integritas sebagai fondasi ethics and integrity at the core of its commitment to
utama dalam menjalankan bisnis secara bertanggung responsible business. As a material topic, ethics and integrity
jawab. Sebagai topik material, Perseroan memastikan guide every policy, decision, and stakeholder interaction,
bahwa setiap kebijakan, keputusan, dan interaksi dengan supported by a Code of Ethics endorsed by bodyboard of
pemangku kepentingan berakar pada komitmen kuat Directors and Board of Commissioners. These frameworks
untuk menjunjung nilai-nilai moral dan kepatuhan terhadap establish clear expectations, including prohibitions on
hukum. Komitmen ini ditegaskan melalui Kode Etik yang gratuities, conflicts of interest, insider misuse, and all forms
disahkan oleh Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, of unethical conduct.
mencakup larangan gratifikasi, benturan kepentingan,
penyalahgunaan informasi internal, serta segala bentuk
praktik tidak etis.
Untuk mendukung pelaksanaannya, IOH menerapkan To embed these principles in daily operations, IOH
mekanisme pencegahan, pengawasan, dan pelaporan implements comprehensive prevention, monitoring,
yang menyeluruh, mulai dari pelatihan etika berkala, sistem and reporting mechanisms, ranging from regular ethics
whistleblowing yang aman dan rahasia, hingga proses training and a secure, confidential whistleblowing system
remediasi jika ditemukan pelanggaran. Setiap laporan to structured remediation processes when violations
pelanggaran dievaluasi secara independen, ditindaklanjuti occur. Every report is independently reviewed, followed by
dengan langkah korektif, dan diawasi oleh Chief Internal corrective actions and oversight from the Chief Internal
Audit Officer untuk memastikan integritas proses dan Audit Officer to ensure procedural integrity and protect
perlindungan pelapor. good-faith whistleblowers.
Melalui pendekatan ini, IOH tidak hanya berupaya Through this approach, IOH seeks not only to mitigate risks
meminimalkan risiko, tetapi juga membangun budaya but to cultivate a culture rooted in trust, transparency,
kerja yang berlandaskan kepercayaan, transparansi, dan and accountability. Ethics and integrity serve as the
tanggung jawab. Etika dan integritas menjadi kompas moral moral compass that guides every member of IOH as
yang menuntun seluruh insan IOH dalam menghadapi the organisation navigates evolving opportunities and
peluang maupun tantangan, memastikan bahwa challenges, ensuring that growth is consistently aligned with
pertumbuhan Perseroan berjalan sejalan dengan standar global governance and sustainability standards.
tata kelola dan keberlanjutan global.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 135
Page 140
Pilar ESG
ESG Pillars
PERLINDUNGAN PRIVASI DAN PERSONAL DATA PRIVACY AND SECURITY
KEAMANAN DATA PRIBADI
Di era digital yang semakin terhubung, IOH menempatkan In an increasingly connected digital landscape, IOH
perlindungan data pribadi sebagai salah satu prioritas upholds personal data privacy as a material priority and
material yang tak terpisahkan dari kepercayaan pelanggan. a cornerstone of customer trust. With millions of digital
Dengan jutaan interaksi digital setiap harinya, keamanan interactions happening each day, protecting information
informasi bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan is not merely a regulatory requirement, it is a moral
janji moral untuk menjaga hak privasi setiap individu. commitment to safeguarding individual rights. To honour
Karena itu, IOH membangun kerangka pengelolaan data this commitment, IOH has established a comprehensive
yang komprehensif, mencakup kebijakan privasi, pedoman data governance framework, including privacy policies,
keamanan informasi, serta tata kelola internal yang information security guidelines, and internal controls
disahkan oleh badan tata kelola tertinggi. endorsed by the highest governance body.
Pendekatan manajemen IOH berfokus pada pencegahan, IOH’s management approach focuses on prevention,
deteksi, dan respons cepat terhadap risiko keamanan. detection, and rapid response. The Company deploys
Perseroan menerapkan enkripsi berlapis, sistem multilayer encryption, real-time monitoring systems, and
pemantauan real-time, serta pengujian kerentanan regular vulnerability testing to fortify customer data against
secara berkala untuk memastikan data pelanggan cyber threats. All employees receive mandatory training
tetap terlindungi dari ancaman siber. Seluruh karyawan on responsible data handling, while vendors and business
menjalani pelatihan wajib mengenai penggunaan data yang partners must adhere to IOH’s stringent security standards
bertanggung jawab, sementara vendor dan mitra usaha throughout the partnership cycle.
diwajibkan memenuhi standar keamanan IOH sebagai
bagian dari perjanjian kerja sama.
Komitmen kebijakan diterapkan pada aktivitas organisasi Policy commitments are applied to our organizational
dan hubungan bisnis kami. Pada April 2024, IOH membentuk activities and business relationships. In April 2024, IOH
Divisi DPO yang bertanggung jawab atas implementasi established a DPO Division responsible for implementing
dan pengawasan kepatuhan terhadap Undang-Undang and monitoring compliance with the Personal Data
Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Seluruh inisiatif Protection Act (PDP Act). All GAP assessment compliance
pemenuhan GAP assessment telah selesai pada 17 initiatives were completed on September 17, 2024, ensuring
September 2024, menjamin kepatuhan penuh sebelum full compliance before the PDP Act transition period ended
masa transisi UU PDP berakhir pada 17 Oktober 2024. on October 17, 2024.
Saat ini, IOH mengadopsi prinsip Privacy by Design sebagai Currently, IOH adopts the Privacy by Design principle as
pendekatan dalam pengelolaan data pribadi pelanggan. an approach to managing customer personal data. With
Dengan pendekatan ini, IOH memastikan bahwa semua this approach, IOH ensures that all use of personal data is
penggunaan data pribadi dilakukan secara transparan, done transparently, based on clear consent from users or in
berdasarkan persetujuan yang jelas dari pengguna atau accordance with applicable legal bases. This step reaffirms
sesuai dengan dasar hukum yang berlaku. Langkah ini the Company’s commitment to protecting customer privacy
menegaskan komitmen Perseroan dalam melindungi and enhancing trust and security in the services provided.
privasi pelanggan serta meningkatkan kepercayaan dan
keamanan dalam layanan yang diberikan.
136 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 141
Sepanjang 2025, IOH memperkuat implementasi Throughout 2025, IOH strengthened its Privacy by Design
prinsip Privacy by Design melalui penguatan tata kelola, implementation by enhancing governance frameworks,
peningkatan kesadaran, dan otomasi sistem perlindungan raising organizational awareness, and advancing data
data pribadi. Inisiatif tersebut mencakup penyelenggaraan protection system automation. Key initiatives included
Privacy Day bersama mitra strategis seperti Deloitte, hosting Privacy Day in collaboration with Deloitte, GoTo,
GoTo, Cisco, dan BSI yang melibatkan ratusan peserta, Cisco, and BSI, engaging hundreds of participants;
pelaksanaan kampanye kesadaran seperti Privacy Games, conducting Privacy Games, awareness videos, and regular
video edukasi, serta pelatihan rutin termasuk onboarding onboarding training sessions, including dedicated programs
karyawan dan sesi khusus bagi pimpinan. Dari sisi sistem, for senior leadership. From a systems perspective, the
Perseroan mengimplementasikan otomasi ROPA, Company automated ROPA, DPIA, and risk registers
DPIA, dan risk register ke dalam aplikasi berbasis web, into web-based applications, developed a data breach
mengembangkan platform manajemen insiden kebocoran management platform, established a centralized Single
data, membangun Single Data Repository terpusat, serta Data Repository, and enhanced DPO operations through
memperkuat fungsi DPO melalui sistem digital terintegrasi. integrated digital tools. Data breach simulations and table-
Berbagai simulasi dan table-top exercise kebocoran data top exercises were conducted to strengthen organizational
juga telah dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan preparedness. All systems have been deployed and tested,
organisasi. Seluruh sistem telah di-deploy dan diuji, serta and the Company has initiated preparations for ISO 27701
Perseroan memulai persiapan asesmen ISO 27701 sebagai assessment as part of its continuous privacy governance
bagian dari penguatan berkelanjutan tata kelola privasi. improvement.
Selama periode pelaporan 2025, IOH mencatat tidak ada During the 2025 reporting period, IOH recorded no incidents
insiden pengaduan mengenai pelanggaran data pribadi of complaints regarding personal data breaches received
yang diterima pihak luar yang diperkuat oleh organisasi. by external parties that were substantiated by the
Setiap insiden ditangani dengan prosedur yang ketat, organization. Every incident is managed through a rigorous
termasuk analisis dampak, pemberitahuan kepada pihak process that includes impact assessment, stakeholder
terkait sesuai ketentuan, dan penerapan tindakan korektif notification where required, and corrective actions designed
untuk mencegah kejadian serupa. [GRI 418-1] to prevent recurrence. [GRI 418-1]
Melalui tata kelola privasi dan keamanan data yang kuat, Through robust privacy governance and a proactive security
IOH terus berupaya menciptakan ruang digital yang posture, IOH remains committed to creating a digital
aman, terpercaya, dan bertanggung jawab, menempatkan environment that is safe, transparent, and trustworthy,
pelanggan di pusat setiap keputusan dan menjadikan placing customers at the heart of every decision and
kepercayaan sebagai aset terbesar dalam perjalanan upholding trust as the Company’s most valuable asset in its
transformasi digital Perseroan. digital transformation journey.
Sebagai operator telekomunikasi yang mengelola As a telecommunications operator entrusted with national
infrastruktur kritikal nasional, IOH memiliki tanggung jawab critical infrastructure, IOH carries a profound responsibility
besar dalam menjaga keamanan layanan dan keberlanjutan to safeguard service security and ensure uninterrupted
operasional jaringan. Untuk memenuhi ketentuan SASB, network continuity. In alignment with SASB requirements,
IOH menerapkan security-by-design dalam seluruh IOH applies a security-by-design approach across all
pengembangan platform dan sistem internal. Setiap internal systems and digital platforms. Every new service
layanan baru melalui proses secure development lifecycle undergoes a rigorous secure development lifecycle, including
yang mencakup penilaian risiko keamanan, pengujian risk assessments, penetration testing, and validation
penetrasi, dan validasi kepatuhan terhadap standar industri, against industry standards such as ISO 27001 and the NIST
termasuk ISO 27001 dan NIST Cybersecurity Framework Cybersecurity Framework both for B2C and B2B, ensuring
baik untuk B2C dan B2B. Pendekatan ini memastikan data protection is built in from design to deployment. In
bahwa keamanan data pelanggan tertanam sejak tahap 2025, there were no data breach occurred. [SASB TC-TL-230a.1
perancangan hingga implementasi. Pada tahun 2025, tidak & 230a.2]
terdapat kasus kebocoran data yang terjadi. [SASB TC-TL-
230a.1 dan 230a.2]
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 137
Page 142
Pilar ESG
ESG Pillars
Upaya IOH dalam menjaga ketahanan jaringan juga IOH’s efforts to maintain network resilience are further
diperkuat dengan arsitektur redundansi multi-lapisan, strengthened through a multi-layer redundancy
pusat data yang tersebar secara geografis, serta architecture, geographically distributed data centers, and
kapabilitas pemulihan bencana yang diuji secara berkala disaster recovery capabilities that are regularly tested
melalui simulasi disaster recovery dan skenario gangguan through disaster recovery simulations and extreme
ekstrem. Sistem deteksi ancaman berbasis kecerdasan disruption scenarios. Artificial intelligence-based threat
buatan memantau aktivitas jaringan selama 24/7, detection systems monitor network activities 24/7, identify
mengidentifikasi pergerakan anomali, dan melakukan anomalous movements, and automatically isolate potential
isolasi otomatis terhadap potensi serangan untuk menjaga attacks to maintain service stability for retail, corporate,
stabilitas layanan bagi pelanggan ritel, korporasi, maupun and government customers. In line with strengthening
pemerintah. Sejalan dengan penguatan aspek perlindungan data protection practices, the Company also implements a
data, Perseroan juga menerapkan Consent Management Consent Management Guideline and ensures the application
Guideline serta memastikan implementasi mekanisme of customer consent mechanisms and transparent privacy
persetujuan pelanggan dan pemberitahuan privasi (privacy notices that are accessible to all customers at every service
notice) yang transparan dan dapat diakses oleh seluruh interaction point. [SASB TC-TL-220a.1]
pelanggan di setiap titik interaksi layanan. [SASB TC-TL-220a.1]
IOH juga mematuhi prinsip-prinsip responsible content IOH also upholds principles of responsible content delivery
delivery melalui pengelolaan trafik jaringan yang adil dan through fair and transparent traffic management practices.
transparan. Kebijakan manajemen trafik dipublikasikan Network traffic policies are publicly disclosed, ensuring
secara terbuka, mencakup kesetaraan akses layanan, equal access to services without discrimination based on
tanpa diskriminasi terhadap jenis, sumber, atau kepemilikan content type, source, or ownership. IOH does not manipulate
konten. IOH memastikan tidak ada manipulasi kualitas service quality for commercial advantage, maintaining strict
layanan untuk kepentingan komersial tertentu, menjaga adherence to national telecommunications regulations
netralitas jaringan sesuai regulasi telekomunikasi nasional. on network neutrality. In 2025, the number of customers
Pada tahun 2025, jumlah pelanggan yang datanya whose information was used for secondary purposes,
digunakan untuk tujuan sekunder, dengan tetap mengacu subject to applicable consent mechanisms and data
pada mekanisme persetujuan dan ketentuan perlindungan protection regulations, amounted to 47.6 million customers.
data yang berlaku, tercatat sebanyak 47,6 juta pelanggan. [SASB TC-TL-220a.2]
[SASB TC-TL-220a.2]
Selain itu, IOH memastikan bahwa pelanggan menerima Furthermore, IOH ensures customers receive clear and
informasi yang jelas terkait keamanan jaringan melalui transparent information on network security through
service level agreement (SLA) yang transparan, pedoman detailed service level agreements (SLAs), safe-usage
penggunaan layanan yang aman, serta edukasi publik guidelines, and public digital safety education. Security
mengenai risiko keamanan digital. Program literasi literacy programs, delivered through community campaigns,
keamanan diberikan melalui kampanye edukatif, modul digital modules, and stakeholder collaboration, equip
digital, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan, customers with the knowledge needed to protect their
sehingga masyarakat dapat memahami langkah-langkah personal data and navigate cyber risks confidently. In 2025,
perlindungan data dan mitigasi risiko dalam aktivitas digital IOH received 273 official requests from law enforcement
mereka. Pada tahun 2025, IOH menerima 273 permintaan authorities for customer information. Of these, 255
resmi dari aparat penegak hukum terkait informasi requests were processed and the requested customer
pelanggan. Dari jumlah tersebut, 255 permintaan telah data was disclosed in accordance with applicable legal
ditindaklanjuti dan data pelanggan yang diminta telah procedures, resulting in a 93.41% disclosure rate, all handled
diberikan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tingkat in compliance with relevant regulations and due process
pengungkapan sebesar 93,41%, seluruhnya dilakukan requirements. [SASB TC-TL-220a.4]
berdasarkan prosedur hukum dan mekanisme kepatuhan
yang berlaku. [SASB TC-TL-220a.4]
138 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 143
Memperkuat Fondasi Tata Kelola
dan Ketahanan Bisnis
Strengthening Governance Foundations and Business Resilience
“
Dalam dinamika yang terus bergerak, tata kelola
menjadi kompas yang memastikan langkah kita
tetap terarah, mengubah risiko menjadi peluang
dan kepercayaan menjadi kekuatan.”
“In a world that never stands still, governance becomes
the compass that keeps our steps aligned, turning risks into
opportunities and trust into strength.”
MANAJEMEN RISIKO DAN RISK MANAGEMENT AND
KETAHANAN BISNIS BUSINESS RESILIENCE
IOH membangun fondasi manajemen risiko yang tidak In a telecommunications landscape defined by rapid
hanya bertujuan melindungi bisnis, tetapi juga memastikan innovation and constant disruption, IOH has built a risk
keberlanjutan bagi jutaan pelanggan yang mengandalkan management framework designed not only to safeguard
layanan kami setiap hari. Kerangka manajemen risiko operations but to ensure resilience for the millions who
Perseroan mencakup identifikasi, pengukuran, mitigasi, depend on our services every day. Our enterprise-wide risk
dan pemantauan risiko yang berlapis, mulai dari risiko approach integrates environmental, social, and governance
operasional jaringan, keamanan siber, kondisi lingkungan, (ESG) considerations into the identification, assessment,
hingga risiko sosial dan tata kelola (ESG). Seluruh proses ini mitigation, and monitoring of risks across the organisation,
diintegrasikan ke dalam strategi bisnis untuk menangkap from network reliability and cybersecurity to environmental
peluang baru sekaligus memperkuat ketahanan organisasi. exposure and social governance challenges. These insights
directly inform business strategy, enabling IOH to harness
opportunities while strengthening operational resilience.
IOH menerapkan sistem pemantauan jaringan real-time, IOH deploys real-time network monitoring, geographically
redundansi infrastruktur di berbagai wilayah, serta standar distributed redundancies, and world-class information
keamanan informasi kelas dunia untuk memastikan security standards to ensure service continuity. Regular
keandalan operasional. Analisis risiko ESG dilakukan ESG risk assessments evaluate exposure to natural
secara berkala untuk mengidentifikasi potensi gangguan disasters, climate-related disruptions, energy shortages,
seperti bencana alam, perubahan iklim, kelangkaan energi, and social instability, factors that could impact network
hingga gangguan sosial yang dapat mempengaruhi performance and customer experience. Findings from
stabilitas jaringan dan kualitas layanan. Setiap temuan these assessments guide targeted upgrades, enhanced
kemudian direspons melalui peningkatan kapabilitas security protocols, and strategic investments in sustainable
teknis, penyempurnaan protokol keamanan, dan investasi and resilient technologies. IOH publishes Quality of Service
pada teknologi yang lebih efisien dan berkelanjutan. IOH (QoS) achievement on its official web site, as well as
mempublikasikan pencapaian Kualitas Layanan (QoS) di provide report Provision of Telecommunication Services to
situs web resminya, serta menyajikan laporan Penyediaan Ministry of Communication and Information, in accordance
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 139
Page 144
Pilar ESG
ESG Pillars
Layanan Telekomunikasi kepada Kementerian Komunikasi to Regulation of the Minister of Communication and
dan Informatika, sesuai dengan Peraturan Menteri Information Technology Number 13 of 2019 concerning the
Komunikasi dan Informatika Nomor 13 Tahun 2019 tentang Provision of Telecommunication Services.
Penyediaan Layanan Telekomunikasi.
Ketahanan bisnis IOH diwujudkan melalui Business Business resilience is further reinforced through a
Continuity Management System (BCMS) yang komprehensif, comprehensive Business Continuity Management System
mencakup rencana pemulihan bencana, prosedur (BCMS), which includes disaster recovery planning, service
pemulihan layanan, latihan simulasi krisis, serta koordinasi restoration procedures, crisis simulation exercises, and
respons lintas fungsi. Sistem ini memastikan bahwa dalam cross-functional emergency coordination. This system
situasi ekstrem, mulai dari bencana alam hingga serangan enables IOH to maintain critical services and restore
siber, layanan komunikasi tetap berjalan dan pemulihan operations swiftly in the event of extreme scenarios, ranging
dapat dilakukan dengan cepat. IOH selalu berusaha from natural disasters to sophisticated cyberattacks. IOH is
semaksimal mungkin untuk menghindari gangguan always doing the best to avoid service disruptions. System
layanan. Redundansi sistem dipasang sesuai dengan redundancies are installed according to potential impact of
dampak potensial dari gangguan pada sistem tersebut, outage of such system, as per business priority. Business
sesuai dengan prioritas bisnis. Prosedur kelangsungan bisnis continuity procedures are in place to minimize impact in the
telah diterapkan untuk meminimalkan dampak dalam case of major service disruption. [SASB TC-TL-550a.2]
kasus gangguan layanan yang besar. [SASB TC-TL-550a.2]
Melalui pendekatan ini, IOH tidak hanya mengelola risiko, Through this proactive and integrated approach, IOH goes
tetapi membangun resiliensi yang memungkinkan beyond managing risks. We cultivate resilience, empowering
perusahaan terus tumbuh, berinovasi, dan memberikan the organisation to innovate, adapt, and deliver reliable
layanan yang dapat diandalkan kapan pun pelanggan connectivity under any circumstances.
membutuhkan.
ANTI-KORUPSI ANTI-CORRUPTION
Di tengah dinamika industri telekomunikasi yang kian In an increasingly complex telecommunications landscape,
kompleks, IOH menempatkan integritas sebagai kompas IOH upholds integrity as the moral compass guiding every
moral yang mengarahkan setiap langkah bisnis Perseroan. aspect of its business. The Company’s Anti-Corruption
Komitmen anti korupsi dituangkan dalam Kebijakan Anti Policy and Code of Ethics, formally endorsed by the Board
Korupsi dan Kode Etik yang disahkan oleh Direksi dan of Directors and Board of Commissioners, are aligned with
Dewan Komisaris, serta berlandaskan standar internasional international frameworks such as the UN Convention
seperti UN Convention Against Corruption dan ISO Against Corruption and ISO 37001:2016 Anti-Bribery
37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) Management System (ABMS) Certification for B2B business
Sertifikasi untuk unit bisnis B2B. Sertifikasi ini merupakan units. This certification is an international recognition that
pengakuan internasional yang menunjukkan komitmen demonstrates IOH’s serious commitment to preventing
serius IOH dalam mencegah korupsi dan penyuapan corruption and bribery while strengthening their internal
sekaligus memperkuat sistem manajemen internal mereka. management systems. These policies apply across the
Kebijakan ini berlaku menyeluruh, bagi karyawan, pemasok, organisation, covering employees, suppliers, business
mitra bisnis, hingga pihak ketiga yang terlibat dalam rantai partners, and third parties, and are publicly accessible to
nilai IOH, dan dipublikasikan secara terbuka sebagai wujud reinforce transparency and accountability.
transparansi.
Untuk memastikan komitmen tersebut benar-benar To embed these commitments into daily operations, IOH
tertanam dalam budaya kerja, IOH menerapkan deploys a multi-layered implementation model: regular
pendekatan berlapis: sosialisasi rutin, pelatihan wajib anti policy communication, mandatory anti-corruption training,
korupsi, evaluasi berkala, serta pengawasan ketat dari periodic refreshers, and rigorous oversight by Internal Audit,
fungsi Internal Audit, Komite Audit, Legal, dan Compliance. the Audit Committee, Legal, and Compliance. The Internal
Fungsi Audit Internal secara selektif memeriksa unit bisnis Audit function selectively examines IOH business units to
IOH untuk mengidentifikasi risiko korupsi. Temuan dari identify corruption risks. Findings from these examinations
140 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 145
pemeriksaan ini kemudian dilaporkan ke Komite Audit are then reported to the Audit Committee for further
untuk dievaluasi lebih lanjut dan mendapatkan tindak lanjut evaluation and appropriate follow-up. All new employees
yang sesuai. Seluruh karyawan baru (100%) mengikuti (100%) receive induction training that includes anti-
pelatihan induksi yang mencakup materi anti korupsi. corruption modules. Every new employee (100% of them)
Setiap karyawan baru (100% dari mereka) diwajibkan is required to read the Code of Ethics and other related
untuk membaca Kode Etik dan materi terkait lainnya, yang materials, which provide them with a clear understanding
memberikan mereka pemahaman yang jelas mengenai of the company’s standards and expectations regarding
standar dan ekspektasi perusahaan terhadap perilaku etis ethical and professional behavior. Socialization to employees
dan profesional. Sosialisasi ke karyawan di berbagai daerah in various operational areas of the company will also be
operasional perusahaan pun dilakukan setiap 3 bulan di conducted every 3 months in 2025. IOH has conducted
tahun 2025. IOH telah memberikan beberapa sosialisasi anti several anti-corruption awareness sessions for employees
korupsi kepada karyawan dengan detail sebagai berikut: with the following details:
1. 22 Mei 2025, di kantor Indosat Makasar; 1. 22 May 2025, at Indosat Makasar office;
2. 30 September 2025, di Capital Place Jakarta; dan 2. 30 September 2025, at Capital Place Jakarta; and
3. 13 November 2025, di AD Premier Office Park (Kantor 3. 13 November 2025, at AD Premier Office Park (Circle
Circle Jakarta Raya). Jakarta Raya Office).
Sementara karyawan existing, Direksi, dan Dewan Komisaris Meanwhile existing employees, Directors, and
mengikuti pelatihan penyegaran secara berkala. Di tahun Commissioners participate in recurring refresher
2025, pelatihan diberikan kepada Karyawan, manajemen programmes.In 2025, the Company conducted training
senior, dan disosialisasikan kepada mitra bisnis. Bagi para sessions for Employees and senior management, and
mitra bisnis dan pemasok, standar template kontrak carried out socialization initiatives with business partners.
Perseroan mencakup klausul anti korupsi dan penyuapan For business partners and suppliers, the Company’s
yang wajib dipatuhi oleh mitra bisnis dan pemasok. Klausul standard contract template includes anti-corruption and
ini memastikan bahwa tidak hanya karyawan, tetapi juga bribery clauses that must be complied with by business
pihak-pihak eksternal yang terlibat dengan IOH, mematuhi partners and suppliers. These clauses ensure that not only
standar yang sama dalam hal anti korupsi, kode etik, dan employees, but also external parties involved with IOH,
praktik bisnis yang etis. [GRI 205-2] comply with the same standards in terms of anti-corruption,
code of conduct, and ethical business practices. [GRI 205-2]
Sebagai bagian dari manajemen risiko, IOH melakukan Corruption risk assessments are conducted across IOH’s
penilaian risiko korupsi di seluruh operasi, dengan fokus operations, with deep-dive evaluations performed on B2B
pada unit B2B dan fungsi strategis lainnya. Pada tahun units and other strategic functions. In 2025, all operational
2025, seluruh proses operasional telah dinilai, dan yang processes were assessed, and those categorized as having
dikategorikan memiliki risiko signifikan, kemudian significant risk were subsequently addressed with additional
ditindaklanjuti dengan kontrol tambahan serta sosialisasi controls and targeted socialization. [GRI 205-1]
khusus. [GRI 205-1]
Kanal whistleblowing yang aman memberikan ruang Through a secure whistleblowing channel, employees and
bagi karyawan dan mitra bisnis untuk melaporkan business partners are encouraged to report suspected
dugaan fraud secara anonim, yang kemudian ditangani misconduct anonymously. During the reporting period, IOH
secara independen. Di tahun pelaporan, IOH mencatat 3 received 3 reports of potential fraud, with no confirmed
laporan potensi fraud, tanpa adanya insiden korupsi yang corruption incidents, resulting in disciplinary action,
terkonfirmasi dan telah ditangani melalui tindakan disipliner, employment termination, and supplier contract cancellation
pemutusan hubungan kerja, hingga pemutusan kontrak as appropriate. No legal proceedings were recorded. [GRI 205-3]
pemasok. Tidak ada kasus yang melibatkan proses hukum
eksternal. [GRI 205-3]
Melalui kerangka anti korupsi yang menyeluruh dan With this comprehensive and proactive anti-corruption
responsif, IOH memastikan bahwa setiap keputusan bisnis framework, IOH ensures that business decisions are
dibangun di atas integritas, transparansi, dan kepercayaan, rooted in integrity and transparency, solidifying ethics as
menjadikan etika sebagai pondasi dalam perjalanan a cornerstone of the Company’s ongoing transformation
transformasi Perseroan. journey.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 141
Page 146
Pilar ESG
ESG Pillars
PERILAKU ANTI PERSAINGAN ANTI COMPETITIVE BEHAVIOUR
Di tengah dinamika persaingan industri telekomunikasi Amid an evolving and highly competitive
yang semakin berkembang, IOH menempatkan kepatuhan telecommunications landscape, IOH embeds fair-
terhadap prinsip persaingan usaha yang sehat dan anti- competition and anti-trust principles compliance as an
trust sebagai bagian integral dari tata kelola perusahaan integral part of responsible governance and business
dan pengambilan keputusan bisnis yang bertanggung decision-making. The Company implements a Competition
jawab. Perseroan menerapkan Panduan Kepatuhan Compliance Guideline, formally endorsed by the Board of
Persaingan Usaha yang disahkan oleh Direksi sebagai Directors, as an internal policy framework to ensure that
kerangka kebijakan internal untuk memastikan seluruh all commercial activities are conducted independently,
aktivitas komersial dijalankan secara independen, transparently, and in alignment with applicable competition
transparan, dan selaras dengan ketentuan hukum yang laws. [SASB TC-TL-520a.3]
berlaku. [SASB TC-TL-520a.3]
Panduan ini berlaku bagi seluruh karyawan, mitra bisnis, The guideline applies across employees, business
dan pemasok, serta mencakup prinsip-prinsip utama partners, and suppliers, covering key principles such as
seperti pencegahan praktik anti-kompetitif, pengelolaan the prevention of anti-competitive conduct, safeguards
risiko pertukaran informasi sensitif dengan pelaku industri against inappropriate exchange of sensitive information,
lain, serta penerapan kehati-hatian dalam kolaborasi dan and prudent engagement practices when collaborating with
interaksi bisnis. Implementasi kebijakan dilakukan melalui industry participants. The implementation of the policy is
program pelatihan kepatuhan, sosialisasi kebijakan secara carried out through compliance training programs, regular
berkala, serta integrasi prinsip persaingan usaha dalam policy socialization, and the integration of fair competition
proses komersial, pengadaan, dan negosiasi bisnis untuk principles into commercial processes, procurement, and
memastikan pengambilan keputusan tetap selaras dengan business negotiations to ensure that decision-making
kerangka regulasi yang berlaku. remains aligned with the applicable regulatory framework
Pengawasan terhadap potensi risiko persaingan usaha Oversight of competition-related risks is conducted
dilaksanakan secara berlapis melalui fungsi Legal, through a multi-layer governance approach involving
Compliance, dan Internal Audit, termasuk melalui Legal, Compliance, and Internal Audit functions, including
mekanisme review transaksi tertentu, audit tematik, serta transaction reviews, thematic audits, and secure
kanal pelaporan internal yang aman dan independen. internal reporting channels. This approach promotes fair
Pendekatan ini bertujuan untuk mendorong praktik competition while preserving room for lawful innovation and
persaingan yang sehat sekaligus menjaga ruang inovasi dan collaboration within the industry
kolaborasi yang sah sesuai hukum.
Sepanjang tahun pelaporan 2025, Perseroan tidak During the 2025 reporting period, the Company did not face
menghadapi tindakan hukum material terkait dugaan any material legal actions related to alleged monopolistic
pelanggaran praktik monopoli, kartel, maupun perilaku anti- practices, cartel conduct, or other anti-competitive
persaingan lainnya. Tidak terdapat denda atau penyelesaian behaviour. No fines or final legal settlements relating to
hukum yang bersifat final terkait isu persaingan usaha. competition matters were recorded. IOH continues to
IOH juga terus memastikan praktik layanan yang tidak uphold non-discriminatory service practices aligned with
diskriminatif dan sejalan dengan prinsip keterbukaan open-market principles, including neutral service delivery
pasar, termasuk melalui kebijakan netralitas layanan yang policies that support equal access for customers and
mendukung kesetaraan akses bagi pelanggan dan mitra. partners. [GRI 2-23, 206-1][OJK F.17][SASB TC TL-520.a.1]
[GRI 2-23, 206-1][OJK F.17][SASB TC TL-520.a.1]
142 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 147
Dengan kerangka tata kelola yang kuat serta budaya Through strong governance and a deeply embedded
kepatuhan yang berkelanjutan, IOH berkomitmen untuk compliance culture, IOH remains committed to responsible
berkompetisi secara bertanggung jawab, menjaga integritas competition, safeguarding market integrity, and
pasar, serta memperkuat kepercayaan pemangku strengthening stakeholder trust in building a fair and
kepentingan dalam mendukung ekosistem digital yang adil sustainable digital ecosystem.
dan berkelanjutan.
PERPAJAKAN TAXATION
Dalam lanskap bisnis digital yang semakin kompleks, IOH In an increasingly complex digital business landscape,
memandang kepatuhan pajak sebagai fondasi integritas IOH views tax compliance as a cornerstone of corporate
korporasi. IOH menerapkan strategi pajak yang terfokus integrity. IOH implements a tax strategy focused on full
pada kepatuhan perpajakan lengkap dengan berlandaskan compliance, grounded in applicable tax laws and regulations.
pada peraturan perundang-undangan perpajakan yang This approach includes the effective and efficient
berlaku. Pendekatan ini mencakup pelaksanaan hak fulfillment of tax rights and obligations, aligned with the
dan kewajiban pajak secara efektif dan efisien, serta self-assessment system adopted in the national taxation
berdasarkan sistem self-assessment yang dianut dalam framework, to ensure comprehensive compliance with tax
sistem perpajakan nasional untuk memastikan kepatuhan regulations.
yang menyeluruh terhadap peraturan pajak.
Pendekatan pajak IOH berfokus pada tata kelola yang IOH’s tax approach emphasizes strong governance and
kuat dan toleransi risiko yang konservatif. Setiap kebijakan a conservative risk tolerance. All tax-related policies and
dan keputusan perpajakan dipandu oleh tax governance decisions are guided by the tax governance policy that
policy yang menjadi pegangan untuk menjalankan serves as the framework for maintaining tax compliance.
kepatuhan pajak. Fungsi Pajak, yang berada di bawah The Tax function, operating under the supervision of the
pengawasan Direktur dan CFO, mengelola proses Director and CFO, manages compliance processes, provides
kepatuhan, memberikan panduan teknis lintas unit bisnis, technical guidance across business units, and ensures
serta memastikan bahwa pertimbangan pajak terintegrasi that tax considerations are integrated into corporate
dalam perumusan strategi korporasi, termasuk inisiatif strategic formulation, including digital transformation
transformasi digital dan keberlanjutan. IOH menerapkan and sustainability initiatives. IOH implements a tax
strategi pajak yang terfokus pada kepatuhan perpajakan strategy focused on full compliance based on prevailing
lengkap dengan berlandaskan pada peraturan perundang- tax regulations. This approach includes the effective and
undangan perpajakan yang berlaku. Pendekatan ini efficient fulfillment of tax rights and obligations, aligned
mencakup pelaksanaan hak dan kewajiban pajak secara with the self-assessment system adopted in the national
efektif dan efisien, serta berdasarkan sistem self- taxation framework to ensure comprehensive compliance
assessment yang dianut dalam sistem perpajakan nasional with tax regulations.
untuk memastikan kepatuhan yang menyeluruh terhadap
peraturan pajak.
Di tingkat internal, Fungsi Pajak di IOH mendapatkan Internally, the Tax Function at IOH is directly supervised
pengawasan dan tinjauan langsung dari Direksi, khususnya and reviewed by the Board of Directors, particularly the
Direktur dan CFO. Komite Audit juga secara berkala President Director and CFO. The Audit Committee also
meninjau dan memantau pelaksanaan tugas Fungsi Pajak, periodically reviews and monitors the implementation of
memastikan kepatuhan dan tata kelola pajak yang baik. the Tax Function’s duties, ensuring compliance and good tax
Selain itu, Fungsi Pajak memainkan peran vital dalam governance. In addition, the Tax Function plays a vital role
mendukung inisiatif bisnis IOH melalui pemberian bantuan in supporting IOH’s business initiatives by providing active
teknis perpajakan yang aktif dan terintegrasi dalam setiap and integrated technical tax assistance in every aspect of
aspek pengembangan bisnis Perseroan. Pendekatan ini the Company’s business development. This approach aims
bertujuan agar kepatuhan pajak dapat dijalankan dalam to ensure tax compliance in every business initiative of the
setiap inisiatif bisnis perusahaan. [GRI 207-1] company. [GRI 207-1]
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 143
Page 148
Pilar ESG
ESG Pillars
Untuk memperkuat pengendalian risiko, IOH menerapkan To strengthen tax risk control, IOH employs a structured
kerangka manajemen risiko pajak yang mencakup tax risk management framework that includes regular risk
identifikasi risiko, registrasi, pemantauan berkala, identification, registration, monitoring, and assessment.
serta evaluasi mitigasi. Komite Audit dan Internal Audit The Audit Committee and Internal Audit oversee the
melakukan pengawasan atas efektivitas sistem kontrol effectiveness of internal controls, while periodic compliance
internal, sementara pelatihan kepatuhan diberikan training equips tax personnel and relevant employees with
secara rutin kepada tim pajak dan karyawan terkait up-to-date knowledge. Throughout the 2025 reporting
untuk memastikan kapabilitas yang selalu mutakhir. period, all identified tax risks were addressed in accordance
Selama tahun pelaporan 2025, seluruh risiko pajak yang with the applicable procedures. Tax governance, control,
diidentifikasi telah ditangani sesuai prosedur yang berlaku and risk management at IOH are deeply integrated into
tata kelola. Pengendalian dan manajemen risiko pajak di the organizational structure. Tax compliance functions are
IOH diintegrasikan secara mendalam ke dalam struktur carried out by the Group Tax department, which reports
organisasi. Fungsi kepatuhan pajak dijalankan oleh Group directly to the Director and CFO, ensuring the effective
Tax yang melapor atau bertanggungjawab secara langsung implementation and supervision of tax policies. To support
kepada Direktur dan CFO, yang memastikan penerapan this, IOH has developed a tax governance policy, which
dan pengawasan kebijakan pajak secara efektif. Untuk has been approved by the Board of Directors and Board of
mendukung ini, IOH telah mengembangkan tax governance Commissioners, and this policy has been disseminated and
policy, yang telah disetujui oleh Direksi dan Dewan Komisaris, implemented by the Company’s Tax Function.
dan kebijakan ini telah disosialisasikan serta diterapkan oleh
Fungsi Pajak Perseroan.
Untuk mengelola risiko pajak, IOH melakukan pemantauan To manage tax risks, IOH conducts regular and structured
secara rutin dan terstruktur terhadap risiko pajak, termasuk monitoring of tax risks, including registration and evaluation
registrasi dan evaluasi risiko yang teridentifikasi secara of identified risks on a periodic basis. The Tax Function then
berkala. Fungsi Pajak kemudian mendiskusikan risiko discusses these risks with the Director and CFO, and the
tersebut dengan Direktur dan CFO, dan Komite Audit secara Audit Committee periodically monitors these tax risks to
berkala memantau risiko pajak tersebut untuk memastikan ensure ongoing and effective compliance. [GRI 207-2]
kepatuhan yang berkelanjutan dan efektif. [GRI 207-2]
Dengan tata kelola pajak yang disiplin dan etika kepatuhan With disciplined tax governance and a strong culture of
yang mendalam, IOH terus memastikan bahwa kontribusi compliance, IOH ensures that its tax contributions are not
perpajakan bukan hanya kewajiban, tetapi bagian merely a statutory obligation, but an integral part of the
dari tanggung jawab perusahaan untuk mendukung Company’s responsibility to support national development
pembangunan nasional dan menjaga kepercayaan and uphold stakeholder trust
pemangku kepentingan.
144 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 149
Sebagai bagian dari komitmen transparansi dan As part of its commitment to transparency and stakeholder
keterlibatan pemangku kepentingan, IOH secara aktif engagement, IOH maintains an active dialogue with
berkomunikasi dengan regulator, otoritas perpajakan, regulators, tax authorities, and other stakeholders on
serta pemangku kepentingan lain mengenai isu-isu matters related to taxation. This involvement is not limited
perpajakan yang relevan. Keterlibatan ini tidak hanya to routine communication, but also includes initiatives
sebatas komunikasi rutin, tetapi juga mencakup inisiatif to hold joint discussions on the implementation of new
untuk melakukan diskusi bersama tentang implementasi tax regulations. Through these discussions, IOH seeks
peraturan perpajakan baru. Melalui diskusi ini, IOH berupaya to understand changes in tax regulations, adjust its tax
memahami perubahan dalam regulasi pajak, menyesuaikan compliance strategies or approaches in line with the latest
strategi atau pendekatan penerapan kepatuhan pajak developments, and ensure that the company remains
sesuai dengan perkembangan terkini, dan memastikan compliant with applicable tax regulations. By maintaining
bahwa perusahaan tetap patuh terhadap peraturan open and proactive communication with tax stakeholders,
pajak yang berlaku. Dengan menjaga komunikasi yang IOH ensures that its tax management not only meets
terbuka dan proaktif dengan pemangku kepentingan internal needs, but also aligns with the expectations
pajak, IOH memastikan bahwa manajemen pajaknya tidak and needs of external stakeholders. In addition, IOH is
hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga selaras also actively involved with telecommunications industry
dengan harapan dan kebutuhan pemangku kepentingan associations and tax communities, as well as other relevant
eksternal. Selain itu, IOH juga terlibat aktif dengan asosiasi external parties. In the event of differing interpretations,
industri telekomunikasi dan komunitas perpajakan, serta the Company proactively seeks clarification through formal
pihak eksternal lain yang relevan. Jika terdapat potensi mechanisms to avoid compliance risks and maintain smooth
perbedaan penafsiran, Perseroan melakukan klarifikasi dan business operations. [GRI 207-3]
penyelesaian melalui mekanisme resmi untuk menghindari
risiko kepatuhan dan menjaga kelancaran operasional bisnis.
[GRI 207-3]
Sebagai perusahaan dengan operasi yang tersebar di As a company with operations spanning multiple regions
berbagai wilayah Indonesia, IOH menyadari pentingnya across Indonesia, IOH recognises the importance of
akuntabilitas publik atas kontribusi perpajakannya. Untuk public accountability for its tax contributions. To uphold
itu, Perseroan menyampaikan informasi perpajakan this responsibility, the Company transparently discloses
secara transparan, termasuk pengungkapan komponen jurisdiction-based tax information in accordance with
pajak menurut yurisdiksi yang relevan sesuai ketentuan applicable reporting requirements. In the 2025 reporting
pelaporan. Pada tahun pelaporan 2025, IOH mencatat year, IOH recorded consolidated revenue of Rp56,518,141
pendapatan konsolidasian sebesar Rp56.518.141 juta, laba million, profit before tax of Rp7,284,647 million, current tax
sebelum pajak sebesar Rp7.284.647 juta, jumlah Beban expense of Rp1,208,338 million, and deferred tax expense of
Pajak kini sebesar Rp1.208.338 juta, serta nilai Beban Rp258,803 million. These disclosures reflect IOH’s economic
pajak tangguhan sebesar Rp258.803 juta. Informasi ini contribution to national development while reinforcing its
mencerminkan kontribusi ekonomi IOH dalam mendukung commitment to openness and alignment with global tax
pembangunan nasional, sekaligus menunjukkan komitmen reporting standards. [GRI 207-4]
Perseroan untuk memenuhi prinsip keterbukaan yang
sejalan dengan standar pelaporan global. [GRI 207-4]
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 145
Page 150
Pilar ESG
ESG Pillars
146 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 151
06.
Inovasi
dan Future
Readiness
Consolidated Financial
Statements
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 147
Page 152
Pilar ESG
ESG Pillars
Inovasi dan Future Readiness
Innovation and Future Readiness
“ Building the Intelligence
Layer of Tomorrow
Tahun 2025 menandai babak baru bagi Indosat, sebuah fase
transisi di mana inovasi tidak lagi dipahami sebagai sekadar
adopsi teknologi, melainkan sebagai arsitektur masa depan
yang membentuk daya saing jangka panjang Perseroan. Di
tengah percepatan adopsi kecerdasan buatan secara global,
Indosat memandang AI sebagai katalis strategis untuk
memperkuat konektivitas, meningkatkan efisiensi operasional,
dan membuka nilai baru bagi pelanggan serta ekosistem digital
Indonesia.
Melalui visi Empowering Indonesia 2025 – Building Bridges of
Tomorrow, Indosat menempatkan AI sebagai intelligence layer
di atas fondasi jaringan digital, menghubungkan infrastruktur,
data, dan talenta menjadi satu ekosistem yang adaptif dan
berdaulat. Pendekatan ini sejalan dengan aspirasi Sovereign AI,
di mana teknologi tidak hanya diadopsi, tetapi juga dibentuk
agar relevan dengan konteks lokal, menjunjung kedaulatan
data, serta selaras dengan nilai sosial dan budaya Indonesia.
The year 2025 marks a new chapter for Indosat, a
transition phase where innovation is no longer viewed as
technology adoption alone, but as the architecture of future
competitiveness. Amid the accelerating global adoption of
artificial intelligence, Indosat sees AI as a strategic catalyst
to strengthen connectivity, enhance operational efficiency,
and unlock new value for customers and Indonesia’s digital
ecosystem.
Through the vision of Empowering Indonesia 2025 – Building
Bridges of Tomorrow, Indosat positions AI as an intelligence
layer built on top of its digital network foundation, connecting
infrastructure, data, and talent into an adaptive and sovereign
ecosystem. This approach reflects the spirit of Sovereign AI,
where technology is not only adopted, but shaped to ensure
local relevance, data sovereignty, and alignment with Indonesia’s
social and cultural values.
148 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 153
Sebagai perusahaan telekomunikasi dengan jaringan As a telecommunications company with networks closest to
terdekat ke masyarakat, Indosat berada pada posisi people, Indosat is uniquely positioned to lead the shift of AI
strategis untuk memimpin pergeseran AI dari pusat from centralized data centers toward edge intelligence. This
data terpusat menuju edge intelligence. Peralihan ini transition enables faster, more secure, and context-aware
memungkinkan pemrosesan data yang lebih cepat, aman, data processing, unlocking more personalized, efficient,
dan kontekstual, membuka jalan bagi layanan digital and responsive digital services. Early initiatives such as
yang semakin personal, efisien, dan responsif terhadap AI-RAN (Artificial Intelligence–Radio Access Network)
kebutuhan pelanggan. Inisiatif awal seperti AI-RAN (Artificial lay the foundation for smarter networks that optimize
Intelligence–Radio Access Network) menjadi fondasi bagi performance while improving energy efficiency.
jaringan yang lebih cerdas, mampu mengoptimalkan kinerja
jaringan sekaligus meningkatkan efisiensi energi.
Ke depan, kesiapan masa depan tidak hanya dibangun Looking ahead, future readiness is built not only on
melalui infrastruktur, tetapi juga melalui manusia dan infrastructure, but also on people and collaboration. Indosat
kolaborasi. Indosat memandang penguatan talenta AI, views AI talent development, strategic partnerships with
kemitraan strategis dengan startup, akademisi, dan startups, academia, and global technology leaders, as well
mitra global, serta pengembangan model AI lokal sebagai as the advancement of local AI models, as integral to its
bagian integral dari strategi inovasi jangka panjang. Tahun long-term innovation strategy. The year 2025 serves as a
2025 menjadi teaser chapter, sebuah penanda bahwa teaser chapter, signaling the Company’s readiness to scale
Perseroan tengah menyiapkan fondasi yang kokoh untuk responsible, impactful AI implementation in the years ahead.
implementasi AI yang lebih luas, bertanggung jawab, dan
berdampak nyata di tahun-tahun berikutnya.
Pilar Inovasi & Future Readiness
Innovation & Future Readiness PIllars
AI sebagai Fondasi Transformasi Infrastruktur Cerdas & Edge-Ready
AI as a Transformation Foundation Intelligent & Edge-Ready Infrastructure
• AI diposisikan sebagai intelligence layer dalam • Penguatan jaringan 5G dan edge-ready infrastructure
ekosistem digital Indosat • Transisi AI inference dari cloud ke edge untuk latency
• Fokus pada peningkatan produktivitas, efisiensi, dan rendah & data sovereignty
kualitas layanan • Implementasi awal AI-RAN untuk jaringan yang lebih
• Mendukung transformasi Indonesia dari pengguna adaptif dan efisien
menjadi pembentuk AI • Strengthening 5G and edge-ready network capabilities
• AI positioned as the intelligence layer of Indosat’s digital • Transitioning AI inference from cloud to edge for lower
ecosystem latency and data sovereignty
• Focus on productivity, efficiency, and service quality • Early deployment of AI-RAN for adaptive and efficient
enhancement networks
• Supporting Indonesia’s shift from AI user to AI shaper
Talenta & Ekosistem Inovasi Responsible & Trusted AI
Talent & Innovation Ecosystem Responsible & Trusted AI
• Investasi berkelanjutan pada pengembangan talenta AI • Pengembangan AI yang selaras dengan nilai nasional
• Kolaborasi dengan startup, akademisi, dan mitra dan etika
teknologi global • Penguatan tata kelola data, privasi, dan keamanan siber
• Dukungan terhadap pengembangan model AI yang • Membangun kepercayaan publik sebagai fondasi
relevan dengan konteks lokal adopsi teknologi jangka panjang
• Continuous investment in AI talent development • AI development aligned with national values and ethical
• Collaboration with startups, academia, and global principles
technology partners • Strong governance on data privacy and cybersecurity
• Support for locally relevant AI model development • Building public trust as a foundation for long-term
adoption
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 149
Page 154
Pilar ESG
ESG Pillars
IFRS S1 dan IFRS S2 oleh ISSB atau PSPK 1 dan
PSPK 2 di Indonesia
IFRS S1 and IFRS S2 by ISSB or PSPK 1 and PSPK 2 in Indonesia
PSPK 1 & PSPK 2: TATA KELOLA PSPK 1 & PSPK 2: GOVERNANCE
Dalam kerangka PSPK 1 dan PSPK 2, keberlanjutan tidak Under PSPK 1 and PSPK 2, sustainability is not treated as
diposisikan sebagai pelaporan tambahan, melainkan a standalone disclosure, but as an integral element of the
sebagai bagian yang melekat dalam tata kelola, strategi, Company’s governance, strategy, and decision-making
dan proses pengambilan keputusan Perseroan. Risiko processes. Sustainability-related risks and opportunities—
dan peluang keberlanjutan termasuk risiko iklim including climate-related matters—are systematically
dipertimbangkan secara terintegrasi oleh Dewan Komisaris considered by the Board of Commissioners and the Board
dan Direksi dalam mengawasi strategi, menyetujui transaksi of Directors in overseeing strategy, approving major
utama, serta memastikan ketahanan model bisnis dalam transactions, and safeguarding the resilience of the business
jangka pendek, menengah, dan panjang. Pendekatan ini model across the short, medium, and long term. This
mencerminkan prinsip utama PSPK 1 dan PSPK 2, yaitu approach reflects the core principle of PSPK 1 and PSPK 2,
keterkaitan langsung antara isu keberlanjutan dengan which emphasizes the direct linkage between sustainability
penciptaan nilai dan kinerja keuangan Perseroan. matters, value creation, and financial performance.
Sebagai penguatan tata kelola tersebut, Direksi membentuk To reinforce this governance framework, the Board of
ESG Steering Committee (ESG SteerCo) sebagai forum lintas Directors established the ESG Steering Committee (ESG
fungsi yang melibatkan para Direktur dan Chief. Komite SteerCo) as a cross-functional forum involving Directors and
ini bersidang tiap 1-2 bulan sekali dan berperan sebagai Chiefs. Meeting on an every 1-2 months, the Committee
strategic nerve centre dalam membahas risiko dan peluang serves as a strategic platform to deliberate material
keberlanjutan yang material, memantau kemajuan target, sustainability risks and opportunities, monitor progress
serta memastikan kualitas dan konsistensi pengungkapan against targets, and ensure the consistency and reliability
keberlanjutan. Melalui mekanisme ini, trade-off antara risiko of sustainability disclosures. Through this mechanism,
dan peluang—baik lingkungan, sosial, tata kelola, maupun trade-offs between environmental, social, governance, and
iklim—dapat dinilai secara seimbang sebelum strategi dan climate-related considerations are assessed in a balanced
keputusan utama ditetapkan. [PSPK1-27a.iv, PSPK1-27a.v, PSPK2- manner before key strategic decisions are made. [PSPK1-27a.
6a.iv, PSPK2-6a.v] iv, PSPK1-27a.v, PSPK2-6a.iv, PSPK2-6a.v]
Pengawasan risiko dan peluang keberlanjutan dan iklim juga Oversight of sustainability and climate-related risks and
terintegrasi dalam kerangka Enterprise Risk Management opportunities is also integrated into the Enterprise Risk
(ERM) yang selaras dengan ISO 31000:2018. Dewan Management (ERM) framework, which is aligned with ISO
Komisaris, melalui Komite Manajemen Risiko, mengawasi 31000:2018. The Board of Commissioners, through the
efektivitas pengelolaan risiko, sementara Direksi bertindak Risk Management Committee, oversees the effectiveness
sebagai Komite Eksekutif Manajemen Risiko. Pada tingkat of risk management, while the Board of Directors acts
operasional, fungsi Business Assurance & Risk Management as the Executive Risk Management Committee. At the
(BARM) menjalankan pendekatan top-down untuk risiko operational level, Business Assurance & Risk Management
strategis dan bottom-up untuk risiko operasional, termasuk (BARM) applies a top-down approach for strategic risks
risiko keberlanjutan serta iklim. Hasilnya dikonsolidasikan and a bottom-up approach for operational risks, including
dalam risk register yang diperbarui secara berkala untuk sustainability as well as climate-related risks. These risks are
memastikan respons yang adaptif terhadap dinamika consolidated into a regularly updated risk register to ensure
eksternal. [PSPK1-27b, PSPK1-44a.v] timely identification and mitigation. [PSPK1-27b, PSPK1-44a.v]
Dalam konteks PSPK 2, isu perubahan iklim dikelola secara In line with PSPK 2, climate-related matters are managed
lebih terfokus di bawah Pilar Care for Environment, dengan under the Care for Environment pillar, with primary
penanggung jawab utama pada fungsi teknologi dan accountability residing within the technology and network
jaringan. Risiko iklim baik risiko fisik maupun risiko transisi functions. Both physical and transition climate risks are
dipertimbangkan dalam perencanaan jaringan, alokasi considered in network planning, capital allocation, and the
belanja modal, dan prioritisasi inisiatif efisiensi energi serta prioritization of energy efficiency and emissions reduction
penurunan emisi. Meski pengukuran dampak keuangan initiatives. While quantitative financial impact measurement
kuantitatif atas risiko dan peluang keberlanjutan masih of sustainability-related risks and opportunities is still under
dalam tahap pengembangan metodologi dan sistem development due to methodological and data readiness
150 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 155
data, Perseroan secara bertahap memperkuat kapabilitas considerations, the Company continues to strengthen its
internal untuk mendukung pengungkapan yang lebih internal capabilities to support more robust, decision-useful
terukur dan selaras dengan PSPK 1 dan PSPK 2 di masa disclosures aligned with PSPK 1 and PSPK 2 in the future.
mendatang. PSPK2-6a.i, PSPK1-40a PSPK2-6a.i, PSPK1-40a
PSPK 1: STRATEGI, IDENTIFIKASI RISIKO PSPK 1: STRATEGY, RISK & OPPORTUNITY
DAN PELUANG, DAN MATERIALITAS IDENTIFICATION, AND MATERIALITY
Keberlanjutan bagi Perseroan bukan sekadar daftar risiko For the Company, sustainability is not merely a list of risks
yang perlu dihindari, melainkan peta peluang strategis to be mitigated, but a strategic lens through which long-
yang membentuk arah pertumbuhan jangka panjang. term growth opportunities are shaped. Under PSPK 1,
Dalam kerangka PSPK 1, risiko dan peluang keberlanjutan sustainability-related risks and opportunities are embedded
diperlakukan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari into business strategy, influencing how the Company
strategi bisnis, memengaruhi cara Perseroan menyusun formulates business plans, prioritizes investments, and
rencana usaha, menetapkan prioritas investasi, dan makes strategic decisions amid an increasingly complex
mengambil keputusan strategis di tengah dinamika industri telecommunications landscape.
telekomunikasi yang semakin kompleks.
Perusahaan mengungkapkan penilaian atas kapasitas The Company discloses its assessment of the capacity and
dan ketahanan strategi serta model bisnisnya dalam resilience of its strategy and business model in addressing
menghadapi ketidakpastian akibat risiko keberlanjutan uncertainties arising from sustainability risks through a
melalui kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif. combination of qualitative and quantitative approaches.
Secara kualitatif, IOH menjelaskan bagaimana risiko iklim, From a qualitative perspective, IOH explains how climate,
regulasi, dan sosial diintegrasikan ke dalam perencanaan regulatory, and social risks are integrated into strategic
strategis, pengembangan jaringan, dan manajemen risiko planning, network development, and corporate risk
perusahaan, termasuk penilaian terhadap ketahanan management. This includes assessments of operational
operasional, fleksibilitas model bisnis, dan kesiapan resilience, business model flexibility, and organizational
organisasi dalam merespons perubahan kebijakan dan readiness to respond to changes in policies and stakeholder
ekspektasi pemangku kepentingan. expectations.
Secara kuantitatif, IOH menggunakan indikator kinerja From a quantitative perspective, IOH utilizes relevant
dan metrik yang relevan—seperti intensitas energi, emisi, performance indicators and metrics—such as energy
belanja modal untuk infrastruktur berkelanjutan, biaya intensity, emissions, capital expenditure for sustainable
kepatuhan, serta dampak finansial yang diperkirakan infrastructure, compliance costs, and the estimated
dari skenario risiko iklim—untuk mengevaluasi sensitivitas financial impacts of climate risk scenarios—to evaluate the
kinerja keuangan dan arus kas terhadap berbagai tingkat sensitivity of financial performance and cash flows under
ketidakpastian. varying levels of uncertainty.
Melalui pengungkapan ini, IOH memberikan gambaran Through this disclosure, IOH provides a balanced overview
yang seimbang mengenai kemampuan strategi dan model of the ability of its strategy and business model to maintain
bisnis dalam menjaga ketahanan, mendukung pengambilan resilience, support decision-making, and ensure long-term
keputusan, dan memastikan penciptaan nilai jangka value creation amid sustainability-related risks. [PSPK1-41]
panjang di tengah risiko keberlanjutan. [PSPK1-41]
Pendekatan ini dimulai dari proses identifikasi risiko dan This approach begins with the identification of sustainability
peluang keberlanjutan yang terintegrasi dalam Enterprise risks and opportunities integrated within the Enterprise Risk
Risk Management (ERM). Perseroan mengombinasikan data Management (ERM) framework. The Company combines
internal, mulai dari kinerja operasional, hasil asesmen risiko, internal data, ranging from operational performance
hingga laporan unit kerja, dengan perspektif eksternal and risk assessments to unit-level reports, with external
seperti perkembangan regulasi, tren industri, standar perspectives, including regulatory developments, industry
global (POJK 51, GRI, SASB, serta IFRS S1 dan S2), dan trends, global standards (POJK 51, GRI, SASB, and IFRS S1 and
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 151
Page 156
Pilar ESG
ESG Pillars
ekspektasi pemangku kepentingan. Setiap isu dinilai secara S2), and stakeholder expectations. Each issue is assessed
disiplin berdasarkan kemungkinan terjadinya dan besaran based on its likelihood and magnitude of impact, both
dampaknya, baik dari sisi finansial maupun non-finansial, financial and non-financial, ensuring that sustainability risks
sehingga risiko keberlanjutan diprioritaskan secara setara are prioritized on par with other strategic risks. [PSPK1-44a.i,
dengan risiko strategis lainnya. [PSPK1-44a.i, PSPK1-44a.iv] PSPK1-44a.iv]
Identifikasi & Penilaian Risiko Keberlanjutan Sustainability Risk Identification & Assessment
• Sumber internal: data operasional, risk assessment, • Internal inputs: operational data, risk assessments, unit
laporan unit kerja reports
• Sumber eksternal: regulasi, standar global, tren industri, • External inputs: regulations, global standards, industry
ekspektasi pemangku kepentingan trends, stakeholder expectations
• Parameter penilaian: kans, dampak, jangka waktu (Short • Assessment parameters: likelihood, impact, time horizon
term (S): ≤ 1 tahun, Medium term (M): 1–3 tahun, Long (Short term (S): ≤ 1 year, Medium term (M): 1–3 years, Long
term (L): > 3 tahun) [PSPK1-30c] term (L): > 3 years) [PSPK1-30c]
• Output utama: risk matrix & risk register terintegrasi • Key outputs: integrated risk matrix & risk register
Proses ini kemudian diperkuat melalui penetapan This process is further reinforced through the materiality
materialitas sebagai fondasi strategis. Melalui diskusi assessment, which serves as a strategic foundation.
internal yang melibatkan manajemen senior, ESG Steering Through internal deliberations involving senior management,
Committee, dan Direksi, Perseroan menyaring isu-isu ESG the ESG Steering Committee, and the Board of Directors, the
yang paling relevan terhadap model bisnis dan rantai nilai. Company identifies ESG issues most relevant to its business
Perspektif tersebut diperkaya dengan masukan eksternal model and value chain. External stakeholder feedback,
melalui survei kepada pelanggan, mitra usaha, dan vendor. collected through surveys involving customers, business
Hasilnya dituangkan dalam Matriks Materialitas, yang partners, and vendors, enriches this perspective. The
berfungsi sebagai kompas dalam menetapkan prioritas outcomes are consolidated into a Materiality Matrix, guiding
program, alokasi sumber daya, serta fokus pengungkapan program prioritization, resource allocation, and the focus of
keberlanjutan. sustainability disclosures.
Proses Materialitas Materiality Process
• Diskusi internal lintas fungsi & manajemen senior • Cross-functional internal discussions
• Validasi melalui survei pemangku kepentingan • External stakeholder validation
• Penyusunan Matriks Materialitas • Development of the Materiality Matrix
• Penetapan topik prioritas untuk strategi & pelaporan • Identification of priority ESG topics
Dalam praktik pengambilan keputusan, Perseroan secara In decision-making, the Company actively evaluates
aktif menimbang trade-off antara risiko dan peluang trade-offs between sustainability risks and opportunities.
keberlanjutan. Investasi pada modernisasi jaringan, efisiensi Investments in network modernization, energy efficiency,
energi, dan teknologi rendah karbon, misalnya, memerlukan and low-carbon technologies may require higher upfront
komitmen belanja modal di awal, namun dipandang sebagai capital expenditure, but are regarded as strategic
investasi strategis untuk menurunkan biaya operasional, investments to reduce operating costs, mitigate climate-
mengurangi eksposur risiko iklim, dan meningkatkan kualitas related risks, and enhance service quality over the long
layanan dalam jangka panjang. Demikian pula, perluasan term. Similarly, expanding connectivity to regions with
akses konektivitas ke wilayah dengan tantangan finansial lower immediate financial returns is assessed not only from
yang lebih tinggi tetap dipertimbangkan karena manfaat a financial perspective, but also in terms of social impact
sosialnya yang signifikan serta potensi pertumbuhan jangka and long-term growth potential. By working closely with
panjang yang dihasilkannya. Dengan bekerja sama secara regulators, raising awareness about sustainable practices,
erat dengan regulator, meningkatkan kesadaran tentang and integrating ESG principles into decision-making, IOH
praktik berkelanjutan, serta mengintegrasikan prinsip ESG ke can identify sustainability opportunities that can balance
dalam pengambilan keputusan, IOH dapat mengidentifikasi sustainability risks. [PSPK1-44b]
peluang keberlanjutan yang dapat menyeimbangkan risiko
keberlanjutan [PSPK1-44b]
152 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 157
Trade-off Strategis Strategic Trade-offs
• CAPEX jangka pendek <-> efisiensi biaya & ketahanan • Short-term CAPEX <-> long-term efficiency and
jangka panjang resilience
• Risiko operasional <-> peningkatan kualitas layanan & • Operational risk <-> service quality and reputation
reputasi
• Pengembalian finansial <-> dampak sosial & inklusi • Financial returns <-> social impact and digital inclusion
digital
Dengan mengintegrasikan risiko dan peluang keberlanjutan By embedding sustainability risks and opportunities into
ke dalam strategi dan proses pengambilan keputusan, strategy and decision-making processes, the Company
Perseroan memastikan bahwa keberlanjutan berfungsi ensures that sustainability functions as a strategic decision
sebagai kerangka berpikir strategis, bukan sekadar framework, rather than a compliance exercise. This
kewajiban kepatuhan. Pendekatan ini memperkuat approach strengthens business model resilience, sustains
ketahanan model bisnis, menjaga relevansi strategi di strategic relevance amid external change, and supports
tengah perubahan eksternal, serta mendukung penciptaan long-term value creation for all stakeholders. PSPK1-33c
nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
PSPK1-33c
Risk & Opportunity Strategic
Materiality
Sustainability Identification Priorities
-to-Strategy
Loop Performance Investment
Monitoring Decisions
Risiko dan Peluang Keberlanjutan IOH [PSPK1-29a, PSPK1-29b, PSPK1-30a, PSPK1-30b]
Sustainability Related Risks and Opportunities
Isu Risiko (R) Peluang (O) Mitigasi
Topic Risk Opportunity Mitigation
Tidak adanya akses ke jaringan listrik
utama atau sumber energi alternatif
yang lebih stabil di lokasi yang tidak
terhubung dengan listrik (off-grid)
meningkatkan ketergantungan pada Peningkatan efisiensi
genset berbahan diesel sehingga energi dan pemanfaatan
berdampak pada ketidakpastian energi terbarukan dapat Penggunaan AI dan teknologi ramah lingkungan
biaya operasional, penurunan efisiensi menurunkan biaya dalam mengefisienkan konsumsi energi,
energi, dan meningkatnya risiko operasional (Medium – penerapan energi terbarukan misalnya
Energy
gangguan layanan. (Short – Medium Long Term) penggunaan solar panel di lokasi BTS
Energi
Term) Improved energy Use of AI and environmentally friendly technology
Lack of access to the main electricity efficiency and renewable to improve energy efficiency, implementation of
grid or more stable alternative energy energy utilization can renewable energy such as solar panels at BTS sites
sources in off-grid locations increases reduce operational costs
reliance on diesel generators, resulting (Medium – Long Term)
in operational cost uncertainty,
reduced energy efficiency, and
increased service disruption risk
(Short – Medium Term)
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 153
Page 158
Pilar ESG
ESG Pillars
Risiko dan Peluang Keberlanjutan IOH [PSPK1-29a, PSPK1-29b, PSPK1-30a, PSPK1-30b]
Sustainability Related Risks and Opportunities
Isu Risiko (R) Peluang (O) Mitigasi
Topic Risk Opportunity Mitigation
Mengatasi risiko kelangsungan bisnis, termasuk
identifikasi operasi bisnis yang penting;
membangun infrastruktur di lokasi yang
lebih tinggi dan menggunakan pompa untuk
mengendalikan akumulasi air; melindungi
infrastruktur dan memilih lokasi yang lebih
aman untuk mengurangi risiko kebakaran;
mengubah jalur dan memperkuat serat optik
untuk meminimalkan dampak tanah longsor;
memperkuat menara dan antena untuk
meningkatkan ketahanan terhadap angin
Peningkatan ketahanan kencang dan tornado; meningkatkan ketahanan
Terganggunya keandalan jaringan dan
dan keandalan jaringan sistem; mengelola efisiensi atau intensitas
penurunan kualitas layanan sebagai
berbasis climate-resilient energi secara keseluruhan, ketergantungan
dampak perubahan iklim (cuaca
Climate Change infrastructure (Medium – pada berbagai jenis energi, dan kemampuan
ekstrem, banjir, panas ekstrem) (Short
& GHG Emissions Long Term) untuk mengakses sumber energi alternatif;
– Medium Term)
Perubahan Iklim Improved network penerapan sistem ISO 50001; menerapkan inisiatif
Network reliability disruption and
& Emisi GRK resilience and reliability teknologi hijau; menerapkan praktik pengadaan
service quality decline due to climate
through climate-resilient berkelanjutan
change (extreme weather, floods,
infrastructure (Medium – Address business continuity risks including
extreme heat) (Short – Medium Term)
Long Term) identification of critical business operations;
build infrastructure at higher locations and use
pumps to control water accumulation; protect
infrastructure and select safer locations to
reduce fire risk; reroute and reinforce fiber
optics to minimize landslide impact; strengthen
towers and antennas; improve system resilience;
manage overall energy efficiency or intensity and
dependency on various energy types; implement
ISO 50001 system; apply green technology
initiatives; implement sustainable procurement
practices
Penguatan kapabilitas
Penerapan NIST Cybersecurity Framework;
keamanan siber
Sertifikasi ISO 27001; Kepatuhan penuh terhadap
Insiden siber dan kebocoran data dan tata kelola data
UU PDP; Program Privacy & Data Protection
pelanggan dapat mengganggu dapat meningkatkan
Awareness; Menerapkan persetujuan pelanggan
operasional dan menurunkan kepercayaan pelanggan
Data Privacy & dan pemberitahuan privasi berdasarkan Consent
kepercayaan publik (Short - Long dan diferensiasi layanan
Cybersecurity Management Guideline internal.
Term) (Medium – Long Term)
Privasi Data & Implementation of NIST Cybersecurity
Cyber incidents and customer data Strengthening
Keamanan Siber Framework; ISO 27001 certification; Full
breaches may disrupt operations cybersecurity capabilities
compliance with PDP Law; Privacy & Data
and reduce public trust (Short – Long and data governance can
Protection Awareness Program; Implementation
Term) enhance customer trust
of customer consent and privacy notice based on
and service differentiation
IOH Consent Management Guideline.
(Medium – Long Term)
Membangun tata kelola
perusahaan yang kuat dan
Adanya korupsi, konflik kepentingan, praktik etika bisnis dapat
dan ketidakpatuhan terhadap meningkatkan kredibilitas Meningkatkan kualitas pelaporan dengan
Corporate regulasi dapat berdampak pada dan kepercayaan mengadopsi standar OJK, GRI, SASB, SDGs dan
Governance & reputasi dan keberlanjutan bisnis pemangku kepentingan IFRS; Menerapkan Kode Etik dan menyediakan
Business Ethics (Short – Long Term) (Medium – Long Term) mekanisme pelaporan pelanggaran
Tata Kelola & Corruption, conflict of interest, and Strong corporate Improve reporting quality by adopting OJK, GRI,
Etika Bisnis regulatory non-compliance may governance and ethical SASB, SDGs, IFRS standards; Implement Code of
impact reputation and business practices enhance Conduct and reporting mechanisms
sustainability (Short – Long Term) credibility and stakeholder
trust (Medium – Long
Term)
154 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 159
Risiko dan Peluang Keberlanjutan IOH [PSPK1-29a, PSPK1-29b, PSPK1-30a, PSPK1-30b]
Sustainability Related Risks and Opportunities
Isu Risiko (R) Peluang (O) Mitigasi
Topic Risk Opportunity Mitigation
Pengembangan SDM,
keberagaman, dan
Keterbatasan talenta digital dan budaya kerja inklusif Program pelatihan, pembangunan karier, evaluasi
persaingan tenaga kerja dapat dapat meningkatkan kinerja berkala, survei karyawan, komunikasi
Labor Practices memengaruhi kinerja dan inovasi produktivitas dan retensi dengan Serikat Pekerja, PKB, kepatuhan regulasi
& HR perusahaan (Short – Long Term) karyawan (Medium – Long ketenagakerjaan
Praktik Digital talent shortage and labor Term) Training programs, career development,
Ketenagakerjaan competition may affect company Human capital performance evaluation, employee survey, union
performance and innovation (Short – development, diversity and communication, CLA, compliance with labor
Long Term) inclusive culture improve regulations
productivity and retention
(Medium – Long Term)
Strategi untuk Mengelola Risiko Strategy for Managing Sustainability
dan Peluang Keberlanjutan. Related Risks and Opportunities
Risiko dan peluang keberlanjutan memiliki pengaruh yang Sustainability risks and opportunities have an increasingly
semakin signifikan terhadap arah strategi dan proses significant influence on the Company’s strategic direction
pengambilan keputusan Perseroan. Faktor-faktor seperti and decision-making processes. Factors such as climate
perubahan iklim, dinamika regulasi, ekspektasi pemangku change, regulatory dynamics, stakeholder expectations,
kepentingan, serta perkembangan teknologi digital dapat and digital technology developments can affect operational
memengaruhi kinerja operasional, struktur biaya, akses performance, cost structure, access to financing, and the
terhadap pembiayaan, serta reputasi perusahaan dalam company’s long-term reputation. [PSPK1-29c]
jangka panjang. [PSPK1-29c]
Di sisi lain, perkembangan tersebut juga membuka On the other hand, these developments also open up
peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional, opportunities to improve operational efficiency, accelerate
mempercepat inovasi teknologi, serta memperluas akses technological innovation, and expand access to inclusive
layanan digital yang inklusif. Oleh karena itu, Perseroan digital services. Therefore, the Company considers the
mempertimbangkan dampak dari risiko dan peluang impact of these sustainability risks and opportunities in the
keberlanjutan tersebut dalam proses perumusan strategi strategy formulation process to ensure that the decisions
guna memastikan bahwa keputusan yang diambil mampu made are able to maintain a balance between business
menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, growth, risk management, and long-term value creation.
pengelolaan risiko, dan penciptaan nilai jangka panjang.
Sejalan dengan hal tersebut, pertimbangan keberlanjutan In line with this, sustainability considerations are integrated
diintegrasikan ke dalam perumusan strategi, perencanaan into strategy formulation, business planning, and
bisnis, dan pengambilan keputusan investasi, termasuk investment decision-making, including in determining
dalam penentuan prioritas belanja modal, pengembangan capital expenditure priorities, network development, and
jaringan, serta berbagai inisiatif transformasi digital. various digital transformation initiatives. Risks related to
Risiko yang berkaitan dengan aspek iklim, regulasi, dan climate, regulation, and social aspects are evaluated in
sosial dievaluasi secara bersamaan dengan pertimbangan conjunction with financial considerations to ensure decisions
finansial untuk memastikan keputusan yang mendukung that support sustainable operational performance. In every
kinerja operasional yang berkelanjutan. Dalam setiap strategic decision, the Company also considers the short-
keputusan strategis, Perseroan juga mempertimbangkan term and long-term impacts on energy efficiency, emission
dampak jangka pendek dan jangka panjang terhadap reduction, supply chain sustainability, and the expansion
efisiensi energi, pengurangan emisi, keberlanjutan rantai of connectivity access for the community. By integrating
pasok, serta perluasan akses konektivitas bagi masyarakat. sustainability factors into governance and risk management
Melalui integrasi faktor keberlanjutan dalam tata kelola processes, the Company ensures that the strategies
dan proses manajemen risiko, Perseroan memastikan implemented not only support business growth but also
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 155
Page 160
Pilar ESG
ESG Pillars
bahwa strategi yang dijalankan tidak hanya mendukung strengthen business resilience and create sustainable value
pertumbuhan usaha, tetapi juga memperkuat ketahanan for all stakeholders.
bisnis dan penciptaan nilai berkelanjutan bagi seluruh
pemangku kepentingan.
Dari perspektif keuangan jangka pendek, volatilitas harga From financial perspective short term, energy price volatility
energi, serta potensi gangguan operasional akibat risiko and potential operational disruptions due to climate risks
iklim dapat meningkatkan beban operasional dan menekan could increase operating expenses and squeeze margins.
margin. Di sisi lain, inisiatif efisiensi seperti optimalisasi On the other hand, efficiency initiatives such as network
jaringan dan manajemen energi berkontribusi pada optimization and energy management contribute to cost
penghematan biaya dan menjaga stabilitas arus kas. savings and maintain cash flow stability.
Dalam jangka menengah, investasi pada infrastruktur In the medium term, investments in energy-efficient
hemat energi, pemanfaatan energi terbarukan, serta infrastructure, renewable energy utilization, and digital
program inklusi digital memerlukan belanja modal di inclusion programs require upfront capital expenditure, but
awal, namun diharapkan meningkatkan efisiensi aset, are expected to improve asset efficiency, reduce operating
menurunkan biaya operasional, serta memperkuat costs, and strengthen revenue resilience through increased
ketahanan pendapatan melalui peningkatan keterlibatan customer engagement and market expansion.
pelanggan dan ekspansi pasar.
Dalam jangka panjang, risiko transisi iklim, perkembangan In the long term, climate transition risks, regulatory
regulasi, dan ekspektasi pemangku kepentingan dapat developments, and stakeholder expectations may affect
memengaruhi valuasi aset, akses pendanaan, dan biaya asset valuation, access to funding, and capital costs.
modal. Sebaliknya, strategi keberlanjutan IOH yang berfokus Conversely, IOH’s sustainability strategy, which focuses on
pada transformasi jaringan rendah karbon, operasional yang low-carbon network transformation, responsible operations,
bertanggung jawab, dan pertumbuhan digital yang inklusif and inclusive digital growth, creates opportunities to
menciptakan peluang untuk memperkuat daya saing strengthen long-term competitiveness, stabilize cash flow,
jangka panjang, menstabilkan arus kas, dan mendukung and support sustainable value creation. [PSPK1-29d]
penciptaan nilai berkelanjutan. [PSPK1-29d]
Pada tahun 2025, IOH memperkuat komitmennya terhadap In 2025, IOH reinforced its commitment to sustainability by
keberlanjutan dengan mengembangkan kerangka strategis developing a strategic framework that had been established
yang telah ditetapkan pada tahun sebelumnya. Pendekatan the previous year. This approach integrates environmental
ini mengintegrasikan tanggung jawab lingkungan, responsibility, digital empowerment, and ethical business
pemberdayaan digital, dan praktik bisnis yang etis ke dalam practices into the core of the company’s operations. As
inti operasional perusahaan. Seiring dengan perubahan the telecommunications industry landscape changes, IOH
lanskap industri telekomunikasi, IOH tetap konsisten dalam remains consistent in addressing pressing global challenges,
menangani tantangan global yang mendesak, mulai dari from climate action and digital inclusion to governance
aksi iklim dan inklusi digital hingga keunggulan tata kelola. excellence.
Berdasarkan tiga pilar keberlanjutan utama IOH Based on IOH’s three main pillars of sustainability, namely
yaitu Peduli terhadap Lingkungan, Peluang Digital Caring for the Environment, Digital Opportunities to
untuk Memberdayakan Masyarakat, serta Bisnis yang Empower Communities, and Responsible and Ethical
Bertanggung Jawab dan Etis, IOH terus menyempurnakan Business, IOH continues to refine its approach to ensure that
pendekatannya untuk memastikan bahwa keberlanjutan sustainability is not just an aspiration, but a key driver of
bukan sekadar aspirasi, tetapi menjadi pendorong utama long-term growth. With a roadmap aligned with global and
pertumbuhan jangka panjang. Dengan peta jalan yang national sustainability goals, IOH is committed to building
selaras dengan tujuan keberlanjutan global dan nasional, a resilient, inclusive, and future-ready digital ecosystem,
IOH berkomitmen untuk membangun ekosistem digital while strengthening its position as a leader in the Indonesian
yang tangguh, inklusif, dan siap menghadapi masa depan, telecommunications industry. [PSPK1-29e]
sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemimpin di
industri telekomunikasi Indonesia. [PSPK1-29e]
156 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 161
PSPK 2: STRATEGI, RISIKO, KETAHANAN, PSPK 2: CLIMATE STRATEGY, RISKS,
DAN ANALISIS SKENARIO IKLIM RESILIENCE & SCENARIO ANALYSIS
Perubahan iklim dipandang Perseroan sebagai isu strategis The Company views climate change as a strategic issue
yang memengaruhi keberlanjutan operasional, ketahanan that affects operational sustainability, telecommunications
jaringan telekomunikasi, serta penciptaan nilai jangka network resilience, and long-term value creation. IOH’s
panjang. Fokus utama IOH adalah mengidentifikasi, main focus is to identify, mitigate, and manage material
memitigasi, dan mengelola risiko material terkait risks related to climate change by organizing them into
perubahan iklim dengan mengorganisasikannya ke strategic actions. To guide this process, IOH identifies and
dalam tindakan strategis. Untuk membimbing proses categorizes climate-related risks and opportunities into two
ini, IOH mengidentifikasi dan mengkategorikan risiko main areas: physical risks and transition risks. Therefore, the
serta peluang terkait iklim ke dalam dua area utama: management of climate-related risks and opportunities is
risiko fisik dan risiko transisi. Oleh karena itu, pengelolaan fully integrated into the Company’s governance structure
risiko dan peluang terkait iklim diintegrasikan secara and business strategy, in line with PSPK 2, which is
menyeluruh ke dalam struktur tata kelola dan strategi Indonesia’s regional adoption of IFRS S2 developed from
bisnis Perseroan, sejalan dengan PSPK 2 yang merupakan the recommendations of the Task Force on Climate-
adopsi regional Indonesia untuk IFRS S2 yang dikembangkan related Financial Disclosures (TCFD). Alignment with global
dari rekomendasi Task Force on Climate-related standards helps IOH build resilience and integrate climate
Financial Disclosures (TCFD). Keselarasan dengan standar considerations into its long-term operations and strategies.
global membantu IOH membangun ketahanan serta This approach ensures that climate considerations are an
mengintegrasikan pertimbangan iklim ke dalam operasi dan integral part of strategic oversight, decision-making, and
strategi jangka panjangnya. Pendekatan ini memastikan operational execution at all levels of the organization. [PSPK2-
bahwa pertimbangan iklim menjadi bagian integral dari 25b]
pengawasan strategis, pengambilan keputusan, serta
eksekusi operasional di seluruh tingkat organisasi. [PSPK2-25b]
Struktur Tata Kelola Iklim CLIMATE GOVERNANCE STRUCTURE
Pengawasan dan pengelolaan isu iklim dilakukan Climate issues are monitored and managed through a clear,
melalui struktur tata kelola yang jelas dan berlapis, yang multi-layered governance structure that links the roles of
menghubungkan peran Dewan Komisaris, Direksi, hingga the Board of Commissioners, the Board of Directors, and
unit operasional. operational units.
Mengawasi kinerja, integrasi risiko dan peluang keberlanjutan secara berkala baik dalam strategi perusahaan,
Dewan Komisaris transaksi material, dan manajemen risiko.
Board of Commissioners Oversee performance, risk integration, and sustainability opportunities on a regular basis in corporate strategy,
material transactions, and risk management.
Bertanggung jawab atas perumusan dan implementasi strategi keberlanjutan, termasuk strategi iklim.
Direksi Membentuk dan mengarahkan ESG Steerco sebagai forum koordinasi lintas fungsi.
Board of Directors Responsible for formulating and implementing sustainability strategies, including climate strategies.
Establish and direct ESG Steerco as a cross-functional coordination forum.
Badan lintas fungsi yang dipimpin oleh Direktur dan Chief di tiga unit kerja utama.
Mengoordinasikan implementasi strategi ESG dan memantau dampak operasional, termasuk risiko dan
peluang iklim.
ESG Steerco
A cross-functional body led by the Director and Chief of three main work units.
Coordinate the implementation of ESG strategies and monitor operational impacts, including climate risks and
opportunities.
PIllar Care for Menjadi pilar utama pengelolaan isu iklim di bawah ESG Steerco.
Environment Fokus pada ketahanan jaringan, efisiensi energi, dan inisiatif mitigasi serta adaptasi iklim.
Care for Environment Be the main pillar of climate issue management under ESG Steerco.
Pillar Focus on network resilience, energy efficiency, and climate mitigation and adaptation initiatives.
Mengelola risiko dan peluang iklim secara operasional, termasuk perencanaan ketahanan aset dan efisiensi
Tim Operasional
energi.
Operational Team
Manage climate risks and opportunities operationally, including asset resilience planning and energy efficiency.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 157
Page 162
Pilar ESG
ESG Pillars
Integrasi Iklim dalam Strategi dan Integration of Climate into Strategy
Pengambilan Keputusan and Decision Making
Perseroan mengintegrasikan risiko dan peluang terkait The Company integrates climate-related risks and
iklim ke dalam proses perumusan strategi dan pengambilan opportunities into its overall strategy formulation and business
keputusan bisnis secara menyeluruh. Pertimbangan decision-making processes. Climate considerations are part
iklim menjadi bagian dari pengawasan strategis Dewan of the strategic oversight of the Board of Commissioners
Komisaris dan Direksi, termasuk dalam evaluasi rencana and Board of Directors, including in the evaluation of business
bisnis, persetujuan investasi dan transaksi material, plans, approval of investments and material transactions,
serta pelaksanaan manajemen risiko. Risiko dan peluang and implementation of risk management. Climate risks and
iklim juga terintegrasi dalam kerangka Enterprise Risk opportunities are also integrated into the Enterprise Risk
Management (ERM), sehingga memungkinkan Perseroan Management (ERM) framework, enabling the Company
menilai secara berimbang dampak terhadap ketahanan to assess the impact on operational resilience, financial
operasional, kinerja keuangan, kepatuhan regulasi, dan performance, regulatory compliance, and reputation in support
reputasi dalam mendukung penciptaan nilai jangka panjang. of long-term value creation.
Perusahaan memperoleh dan merencanakan sumber daya The company acquires and plans resources to respond to
untuk merespons risiko dan peluang iklim melalui integrasi climate risks and opportunities through integration into
dalam proses perencanaan bisnis, penganggaran, dan business planning, budgeting, and capital management
pengelolaan modal. processes.
Pendanaan serta CAPEX/OPEX untuk inisiatif terkait iklim Funding and CAPEX/OPEX for climate-related initiatives
dialokasikan melalui siklus perencanaan tahunan dan jangka are allocated through annual and medium-term planning
menengah, dengan mempertimbangkan prioritas strategis, cycles, taking into account strategic priorities, cost-benefit
analisis biaya-manfaat, dan dampak terhadap ketahanan analysis, and impact on operational resilience and financial
operasional serta kinerja keuangan. [PSPK2-14b] performance. [PSPK2-14b]
Investasi pada modernisasi jaringan, efisiensi energi, dan Investments in network modernization, energy efficiency,
infrastruktur rendah karbon menjadi salah satu prioritas and low-carbon infrastructure are among the priorities of
bagian dari belanja modal strategis. strategic capital expenditure.
Dari sisi SDM, Perusahaan mengalokasikan kapabilitas On the human resources side, the Company allocates
internal dan pengembangan kompetensi untuk internal capabilities and competency development to
mendukung pengelolaan risiko iklim, efisiensi operasional, support climate risk management, operational efficiency,
dan implementasi inisiatif keberlanjutan. Dari sisi and the implementation of sustainability initiatives. On
teknologi, Perusahaan memanfaatkan solusi digital, the technology side, the Company utilizes digital solutions,
sistem pemantauan energi dan emisi, serta teknologi energy and emissions monitoring systems, and network
jaringan untuk meningkatkan visibilitas data, efisiensi, dan technologies to improve data visibility, efficiency, and
pengambilan keputusan berbasis risiko iklim. climate risk-based decision making.
Melalui pendekatan ini, Perusahaan memastikan ketersediaan Through this approach, the Company ensures the availability
sumber daya yang memadai dan selaras dengan strategi of adequate resources that are aligned with its business
bisnis dalam merespons risiko dan peluang iklim. [PSPK2-14b] strategy in responding to climate risks and opportunities.
[PSPK2-14b]
158 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 163
Penguatan Kapabilitas dan Awareness Iklim Strengthening Climate Capabilities
and Awareness
Untuk mendukung efektivitas tata kelola iklim, Perseroan To support the effectiveness of climate governance, the
secara berkelanjutan memperkuat kapabilitas dan Company continuously strengthens its internal capabilities
kesadaran internal terkait isu perubahan iklim. Direksi, and awareness of climate change issues. The Board of
manajemen, serta unit kerja terkait mengikuti berbagai Directors, management, and related work units participate
awareness sessions dan pelatihan IFRS S1 dan S2 / PSPK in various awareness sessions and IFRS S1 and S2 / PSPK
1 dan PSPK 2, khususnya bagi fungsi yang terlibat dalam 1 and PSPK 2 training, especially for functions involved in
penyusunan dan pengungkapan laporan keberlanjutan. the preparation and disclosure of sustainability reports.
Upaya ini bertujuan untuk memastikan keselarasan These efforts aim to ensure cross-functional alignment in
pemahaman lintas fungsi dalam mengidentifikasi, menilai, identifying, assessing, responding to, and disclosing climate
menanggapi, serta mengungkapkan risiko dan peluang iklim risks and opportunities in a consistent, comprehensive, and
secara konsisten, komprehensif, dan terintegrasi. [PSPK2-6a.ii] integrated manner. [PSPK2-6a.ii]
Risiko iklim dipantau secara berkala melalui indikator kunci Climate risks are monitored regularly through key risk
risiko (Key Risk Indicators/KRI), pelaporan operasional, serta indicators (KRIs), operational reporting, and management
dashboard manajemen yang mencakup aspek paparan dashboards covering physical exposure, transition, and
fisik, transisi, dan kepatuhan regulasi. Fungsi terkait regulatory compliance aspects. Relevant functions conduct
melakukan peninjauan rutin terhadap perkembangan regular reviews of regulatory developments, energy and
regulasi, kinerja energi dan emisi, serta potensi dampak emissions performance, and potential impacts on networks
terhadap jaringan dan aset. and assets.
Hasil pemantauan dilaporkan secara periodik kepada Monitoring results are reported periodically to management
manajemen dan organ tata kelola yang relevan untuk and relevant governance bodies to support the evaluation
mendukung evaluasi efektivitas mitigasi, penyesuaian of mitigation effectiveness, strategy adjustments, and
strategi, dan pengambilan keputusan yang responsif decision-making that is responsive to changes in the climate
terhadap perubahan profil risiko iklim. [PSPK2-25a.v] risk profile. [PSPK2-25a.v]
Mekanisme Pemantauan dan Akuntabilitas Monitoring and Accountability Mechanisms
Perseroan menerapkan mekanisme pemantauan dan The Company implements structured monitoring and
akuntabilitas yang terstruktur dalam pengelolaan risiko accountability mechanisms in managing climate risks
dan peluang iklim. ESG Steering Committee menerima and opportunities. The ESG Steering Committee receives
pembaruan kinerja dan perkembangan inisiatif iklim melalui updates on the performance and progress of climate
rapat rutin yang dilaksanakan secara berkala, baik bulanan initiatives through regular meetings held on a monthly or bi-
maupun dua bulanan, serta melalui laporan periodik dari monthly basis, as well as through periodic reports from the
penanggung jawab inisiatif. [PSPK2-6a.iii] persons in charge of the initiatives. [PSPK2-6a.iii]
Pengawasan dan proses manajemen untuk risiko dan Oversight and management processes for climate-related
peluang terkait iklim dikelola dalam pillar Care for risks and opportunities are managed under the Care for
Environment di bawah pengawasan Chief Financial Officer Environment pillar under the supervision of the Chief
(CFO), Chief Procurement Officer (CPO), Chief Technology Financial Officer (CFO), Chief Procurement Officer (CPO),
Officer (CTO). Pilar lingkungan ini dipimpin oleh VP- Expert and Chief Technology Officer (CTO). This environmental pillar
Power & SVP-Head of Procurement Operations. [PSPK2-6b] is led by the VP-Expert Power & SVP-Head of Procurement
Operations. [PSPK2-6b]
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 159
Page 164
Pilar ESG
ESG Pillars
CLIMATE CHANGE RISK MANAGEMENT FRAMEWORK [PSPK2-10d, PSPK2-29b, PSPK2-29c]
GOVERNANCE CLIMATE RISK MANAGEMENT
• Dewan Komisaris • Risk Identification
• Direksi Physical Risk
• ESG Steerco a. Akut: Banjir, badai, kebakaran, longsor
• Pillar Care for Environment Acute: Flood, storms, fires, landslides
• Tim Operasional b. Kronis: Kenaikan suhu, kenaikan muka air laut
• Board of Commissioners Chronic: Rising temperatures, rising sea levels
• Board of Directors • Transition Risk
• ESG Steerco a. Kebijakan & regulasi
• Pillar Care for Environment b. Teknologi
c. Pasar
• Operational Team
d. Reputasi
e. Policy & regulation
f. Technology
g. Market
h. Reputation
Time Horizon
a. Jangka pendek (≤1 tahun)
b. Jangka menengah (1–3 tahun)
c. Jangka panjang (>3 tahun)
a. Short term (≤1 year)
b. Medium term (1–3 years)
c. Long term (>3 years)
• Risk Assessment
• Risk Treatment
• Monitoring & Review
• Continuous Improvement
METRICS AND TARGET
DISCLOSURE OF GHG EMISSIONS, RELATED RISKS AND PERFORMANCE AGAINST TARGET
MEASUREMENT TOOLS AND MONITORING
Di tingkat strategis, Dewan Komisaris memainkan peran At the strategic level, the Board of Commissioners plays an important
penting dalam mengawasi manajemen risiko. Dewan Komisaris role in overseeing risk management. The Board of Commissioners
telah membentuk Komite Manajemen Risiko, yang bertugas has established a Risk Management Committee, which is tasked
meninjau efektivitas aktivitas manajemen risiko serta with reviewing the effectiveness of risk management activities and
memberikan arahan kepada Direksi. Direksi, pada gilirannya, providing guidance to the Board of Directors. The Board of Directors,
berperan sebagai Komite Eksekutif Manajemen Risiko, yang in turn, acts as the Executive Risk Management Committee, ensuring
memastikan bahwa seluruh proses manajemen risiko sejalan that all risk management processes are in line with the policies set by
dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Dewan Komisaris. the Board of Commissioners.
Di tingkat operasional, IOH telah membentuk Business At the operational level, IOH has established Business Assurance &
Assurance & Risk Management (BARM), yang beroperasi Risk Management (BARM), which operates under the supervision of
di bawah pengawasan Presiden Direktur & CEO. BARM the President Director & CEO. BARM is responsible for developing
bertanggung jawab untuk mengembangkan dan menerapkan and implementing the risk management systems required by IOH.
sistem manajemen risiko yang diperlukan oleh IOH. IOH IOH applies a dual approach to risk management, namely a top-
menerapkan pendekatan ganda dalam manajemen risiko, down approach for strategic risks and a bottom-up approach for
yaitu pendekatan top-down untuk risiko strategis dan bottom- operational risks. Both approaches are facilitated and fully supported
up untuk risiko operasional. Kedua pendekatan ini difasilitasi by BARM, so that risks can be identified and addressed at all levels of
dan sepenuhnya didukung oleh BARM, sehingga risiko dapat the organization.
diidentifikasi dan ditangani di semua tingkatan organisasi.
160 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 165
Hasil dari upaya ini adalah pembentukan daftar risiko, yaitu The result of these efforts is the creation of a risk
suatu kompilasi yang komprehensif dari semua risiko yang register, which is a comprehensive compilation of all
telah diidentifikasi. Daftar ini diperbarui secara berkala identified risks. This register is updated regularly through
melalui koordinasi yang efektif antara BARM dan unit-unit effective coordination between BARM and relevant units
terkait di dalam Perseroan, untuk memastikan bahwa risiko within the Company to ensure that emerging risks are
yang muncul segera ditangani. Dengan mengintegrasikan addressed immediately. By integrating risk management
manajemen risiko ke dalam kerangka tata kelola, into its governance framework, IOH safeguards the
IOH menjaga kelangsungan jangka panjang inisiatif long-term sustainability of its sustainability initiatives.
keberlanjutannya. Pendekatan proaktif ini memastikan This proactive approach ensures that ESG risks are
bahwa risiko ESG dikelola secara sistematis sehingga managed systematically, enabling IOH to allocate
memungkinkan IOH untuk mengalokasikan sumber daya resources effectively, integrate sustainability aspects
secara efektif, mengintegrasikan aspek keberlanjutan into decision-making, and adapt to changing conditions
dalam pengambilan keputusan, serta beradaptasi dengan without compromising business sustainability. Ultimately,
perubahan kondisi tanpa mengorbankan keberlanjutan this comprehensive risk management strategy further
bisnis. Pada akhirnya, strategi manajemen risiko yang strengthens IOH's ability to create sustainable value,
komprehensif ini semakin memperkuat kemampuan IOH ensuring that its environmental and social commitments
dalam menciptakan nilai berkelanjutan, memastikan bahwa remain resilient in the face of future challenges. [PSPK1-44c]
komitmen lingkungan dan sosialnya tetap tangguh dalam [PSPK2-25c]
menghadapi tantangan di masa depan. [PSPK1-44c] [PSPK2-
25c]
Untuk menetapkan prioritas atas berbagai risiko terkait iklim To prioritize climate-related risks over other types of risks,
dibandingkan dengan jenis risiko lainnya, IOH menerapkan IOH applies in-depth climate scenario analysis to one key
analisis skenario iklim secara mendalam pada satu risiko risk from each category. This approach allows the company
utama dari masing-masing kategori. Pendekatan ini to assess the level of impact and uncertainty of climate risks
memungkinkan perusahaan menilai tingkat dampak dan more comprehensively, so that the most significant risks can
ketidakpastian risiko iklim secara lebih komprehensif, be prioritized and translated into concrete and actionable
sehingga risiko yang paling signifikan dapat diprioritaskan strategic measures. In addition to conducting climate
dan diterjemahkan ke dalam tindakan strategis yang konkret scenario analysis, IOH studies past events that caused losses
dan dapat ditindaklanjuti. Selain melakukan analisis skenario to the company to determine which climate risks need to
iklim, IOH mempelajari kejadian di masa lampau yang be prioritized. IOH conducts in-depth analysis of risks and
menyebabkan kerugian perusahaan untuk menentukan opportunities in cases involving material financial impacts
risiko iklim yang perlu di prioritaskan. IOH melakukan analisis such as long-term climate-related impacts, potential
mendalam terhadap risiko dan peluang dalam kasus yang regulatory changes, and impacts on corporate reputation.
melibatkan dampak keuangan material seperti dampak [PSPK2-25a.iv]
jangka panjang terkait iklim, potensi perubahan regulasi, dan
dampak pada reputasi perusahaan. [PSPK2-25a.iv]
IOH menilai risiko keberlanjutan dengan menggabungkan IOH assesses sustainability risks by combining Likelihood
Likelihood dan Impact berdasarkan kriteria yang sudah and Impact based on predetermined criteria.
ditetapkan.
Likelihood diklasifikasikan menjadi: Likelihood is classified as:
1. High (diperkirakan terjadi ≤1 tahun) 1. High (expected to occur ≤1 year)
2. Medium (mungkin terjadi dalam 1–3 tahun) 2. Medium (likely to occur within 1–3 years)
3. Low (tidak diharapkan terjadi dalam >3 tahun). 3. Low (not expected to occur within >3 years).
Impact dinilai pada beberapa aspek: Impact is assessed on several aspects:
• Finansial • Financial
• Reputasi • Reputation
• Operasional • Operational
• Hukum/kepatuhan • Legal/compliance
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 161
Page 166
Pilar ESG
ESG Pillars
Perseroan menggunakan skor dampak tertinggi sebagai The company uses the highest impact score as the overall
nilai dampak keseluruhan. Hasil penilaian kemudian impact value. The assessment results are then mapped
dipetakan dalam risk matrix untuk menentukan prioritas in a risk matrix to determine mitigation and monitoring
mitigasi dan pemantauan. [PSPK1-44a.iii] [PSPK2-25a.iii] priorities. [PSPK1-44a.iii] [PSPK2-25a.iii]
TRANSITION RISK & OPPORTUNITY [PSPK2-29d]
Risk Category Potential Impact Financial Implication Key Response Opportunity
• Kenaikan biaya kepatuhan
Efisiensi energi, kepatuhan Akses pembiayaan
• Ada sanksi apabila terdapat
OPEX meningkat regulasi berkelanjutan
Policy & Legal pelanggaran
Increased OPEX Energy efficiency, regulatory Sustainable financing
• Increased compliance costs
compliance access
• Penalties for violations
Investasi teknologi rendah Inovasi dan optimasi
karbon jaringan Efisiensi operasional
Technology CAPEX
Investment in low-carbon Network innovation and Operational Efficiency
technologies optimization
Produk & layanan
Perubahan preferensi pelanggan Pendapatan berkelanjutan
Market Market differentiation
Changing customer preferences Revenues Sustainable products &
services
Ekspektasi ESG meningkat Reputasi Transparansi & disclosure Brand Trust
Reputation
Increased ESG expectations Reputation Transparency & disclosure
Analisis Skenario Iklim [PSPK2-25a.i, PSPK2-25a.ii] [PSPK2-22]
Dampak perubahan iklim dianalisis menggunakan dua pendekatan. Pendekatan The impacts of climate change are analyzed using two approaches. The first
pertama dilakukan dengan menilai keterpaparan BTS terhadap empat jenis approach assesses the exposure of BTS sites to four types of climate-related
bencana terkait iklim, yaitu kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem, hazards: wildfire, extreme weather, flood, and landslide. These hazards were
banjir, dan longsor. Keempat jenis bencana ini dipilih karena memiliki relevansi selected due to their high relevance to Indosat’s BTS operations, as they may
tinggi terhadap operasional BTS Indosat, baik melalui potensi kerusakan cause physical damage to assets, disrupt maintenance access, interrupt
fisik aset, gangguan akses pemeliharaan, gangguan pasokan listrik, maupun electricity supply, and affect service continuity. The disaster hazard index is
terganggunya kesinambungan layanan. Indeks bahaya bencana bersumber sourced from the Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), which
dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang menyediakan data provides spatial multi-hazard risk data across Indonesia. In this analysis, each
spasial risiko multi-bahaya untuk seluruh wilayah Indonesia. Dalam analisis ini, BTS location is mapped using GPS coordinates and then overlaid with the BNPB
setiap lokasi BTS dipetakan menggunakan koordinat GPS, kemudian ditimpa hazard index map through spatial analysis. Each BTS point receives a numerical
(overlay) dengan peta indeks bahaya BNPB melalui analisis spasial. Setiap titik hazard index value ranging from 0.00 to 1.00 for each hazard type. A value of
BTS memperoleh nilai indeks bahaya numerik pada rentang 0,00 hingga 1,00 0.00 indicates that no hazard is identified, while 1.00 represents the highest level
untuk masing-masing jenis bahaya. Nilai 0,00 menunjukkan tidak terdapat of exposure.
bahaya yang teridentifikasi, sedangkan nilai 1,00 menunjukkan tingkat paparan
tertinggi.
Pendekatan kedua dilakukan dengan menilai risiko akibat perubahan variabel The second approach evaluates risks arising from changes in climate variables,
iklim, khususnya curah hujan ekstrem dan suhu ekstrem. Data variabel particularly extreme precipitation and extreme temperature. Data on extreme
suhu dan hujan ekstrem diperoleh dari pemodelan CMIP6 (Coupled Model temperature and rainfall variables are obtained from modeling under the
Intercomparison Project Phase 6) yang dipublikasikan melalui Copernicus Coupled Model Intercomparison Project Phase 6 (CMIP6), which is published
Atlas. Data yang digunakan adalah data hasil pemodelan dengan pendekatan through the Copernicus Climate Change Service Atlas. The data used are
Global Warming Level (GWL), yaitu tingkat pemanasan global tertentu terhadap modeling outputs based on the Global Warming Level (GWL) approach, which
periode pra-industri. Pendekatan GWL dipilih karena lebih secara langsung represents specific levels of global warming relative to the pre-industrial period.
menunjukkan besarnya perubahan iklim yang dihadapi aset, dibandingkan The GWL approach is chosen because it more directly reflects the magnitude
pendekatan berbasis jalur emisi atau sosial-ekonomi tertentu. Analisis disusun of climate change faced by assets compared to approaches based on specific
pada kondisi saat ini, tingkat pemanasan global 1,5°C, dan tingkat pemanasan emission or socio-economic pathways. The analysis is conducted for current
global 4°C. conditions, 1.5°C global warming, and 4°C global warming scenarios.
162 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 167
Analisis Skenario Iklim [PSPK2-25a.i, PSPK2-25a.ii] [PSPK2-22]
Data CMIP6 disajikan dalam satuan hari per tahun sebagai frekuensi kejadian CMIP6 data are presented in days per year, representing the projected
ekstrem hasil proyeksi. Nilai tersebut kemudian diklasifikasikan ke dalam kelas frequency of extreme events. These values are then classified into risk classes
risiko menggunakan pendekatan statistik berbasis distribusi data (percentile- using a statistical distribution-based approach (percentile-based thresholding)
based thresholding) yang dikalibrasi terhadap karakteristik iklim Indonesia. calibrated to Indonesia’s climate characteristics. For extreme rainfall, the
Untuk hujan ekstrem, indikator yang digunakan adalah very heavy precipitation indicator used is very heavy precipitation days, defined as days with rainfall
days, yaitu hari dengan curah hujan lebih dari 20 mm per hari. Ambang ini exceeding 20 mm per day. This threshold is selected because it is consistent
dipilih karena konsisten dengan standar WMO untuk kejadian hujan lebat dan with the heavy rainfall standard of the World Meteorological Organization
relevan terhadap risiko banjir lokal di lokasi BTS. Untuk suhu ekstrem, indikator (WMO) and is relevant to local flood risks at BTS locations. For extreme
yang digunakan adalah extreme hot days, yaitu hari dengan suhu maksimum temperature, the indicator used is extreme hot days, defined as days with
lebih dari 35°C. Ambang 35°C dipilih karena merupakan batas kritis operasional maximum temperatures exceeding 35°C. The 35°C threshold is chosen because
bagi perangkat elektronik luar ruangan; pada suhu di atas ambang tersebut, it represents a critical operational limit for outdoor electronic equipment; above
komponen aktif berisiko mengalami thermal stress yang dapat memperpendek this temperature, active components are at risk of experiencing thermal stress,
umur pakai. which may shorten their operational lifespan.
Persentase BTS dalam setiap kelas bahaya dihitung sebagai proporsi terhadap The percentage of BTS within each hazard class is calculated as a proportion of
total BTS pada wilayah dengan dua tingkat agregasi, yaitu provinsi dan pula. the total BTS within the region using two levels of aggregation, namely province
Namun, tidak seluruh kelas risiko ditampilkan, BTS yang berada dalam kelas and island. However, not all risk classes are presented. BTS sites classified under
very high dipandang telah melampaui ambang materialitas karena potensi the very high risk class are considered to exceed the materiality threshold
dampaknya terhadap kesinambungan layanan dan aset perusahaan dinilai due to their significant potential impact on service continuity and corporate
paling signifikan. Oleh karena itu, kelas ini menjadi fokus utama pelaporan assets. Therefore, this class becomes the primary focus of reporting, as it
karena memerlukan respons korporat yang aktif, termasuk alokasi anggaran requires active corporate responses, including allocation of mitigation budgets,
mitigasi, eskalasi kepada manajemen senior, dan penyusunan rencana escalation to senior management, and the development of measurable business
kesinambungan bisnis yang terukur. Penekanan pada kelas very high juga continuity plans. Emphasizing the very high risk class also demonstrates
menunjukkan bahwa perusahaan mengenali, mengukur, dan mengelola risiko that the company recognizes, measures, and manages its highest risks in a
tertinggi secara transparan dan bertanggung jawab. transparent and accountable manner.
PHYSICAL RISK EXPOSURE MAPPING (PSPK2-13.b)
PERCENTAGE OF IOH BTS Exposed to Climate-Related Hazards
(Wildfire, Extreme Weather, Flood, Landslide) by Region
MALUKU
SUMATERA KALIMANTAN 0%
SULAWESI 0%
2% 9%
0% 0%
25% 26%
23% 2%
8% 12%
14%
2% 0%
3% PAPUA
1%
20%
8%
7%
JAWA
1%
50%
9%
BALI
3%
0% NUSA
TENGGARA
16%
KETERANGAN 0% 0%
12% 13%
2%
Wildfire
6%
Extreme Weather
Flood
Landslide
Persentase Situs IOH BTS yang Terpapar Bahaya Terkait Percentage of IOH BTS Sites Exposed to Climate-Related
Iklim (Kebakaran Hutan, Cuaca Ekstrem, Banjir, dan Tanah Hazards (Forest Fires, Extreme Weather, Floods, and
Longsor) berdasarkan Wilayah Landslides) by Region
Gambar diatas menunjukkan persentase situs BTS IOH The image above shows the percentage of IOH BTS sites
yang terpapar bahaya iklim utama (kebakaran hutan, exposed to major climate hazards (forest fires, extreme
cuaca ekstrem, banjir, dan longsor) pada kategori risiko weather, floods, and landslides) in the very high risk category
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 163
Page 168
Pilar ESG
ESG Pillars
sangat tinggi di setiap wilayah. Secara umum, paparan in each region. In general, the greatest exposure is seen in
terbesar terlihat pada risiko banjir dan cuaca ekstrem, the risk of flooding and extreme weather, especially in the
terutama di wilayah Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Potensi regions of Java, Kalimantan, and Sulawesi. The potential
kerugian finansial menunjukkan bahwa wilayah dengan for financial losses indicates that regions with a high
konsentrasi aset jaringan dan trafik tinggi—khususnya Jawa concentration of network assets and traffic—particularly
dan Kalimantan—memiliki potensi dampak pendapatan Java and Kalimantan—have the most significant potential
paling signifikan, sehingga menjadi prioritas dalam strategi impact on revenue, making them a priority in adaptation
adaptasi dan penguatan ketahanan infrastruktur. strategies and infrastructure resilience strengthening.
Persentase Situs IOH BTS yang Terpapar Extreme Hot Days & Extreme Rain dalam Skenario 1.5°C
Percentage of IOH BTS Exposed to Extreme Hot Days & Extreme Rain in the 1.5°C Scenario
PERCENTAGE OF IOH BTS Exposed to Extreme Hot Days & Extreme Rain
(Maximum Temperature Above35°C) in the 1.5°C Scenario
MALUKU
SUMATERA KALIMANTAN 0%
SULAWESI
0% 0%
0% 0%
1% 1%
7%
PAPUA
0%
19%
JAWA
0%
0% BALI
0% NUSA
TENGGARA
KETERANGAN 0%
0%
Extreme Hot Days 0%
Extreme Rain
Pada skenario 1,5°C, paparan risiko terhadap extreme In the 1.5°C scenario, exposure to extreme hot days has
hot days belum menunjukkan tingkat paparan signifikan not yet shown a significant level of exposure across all
pada seluruh wilayah operasional, dengan persentase operational regions, with a recorded exposure percentage
paparan tercatat 0% di semua regional. Sebaliknya, of 0% in all regions. In contrast, exposure to extreme rain is
paparan terhadap extreme rain mulai terlihat pada beginning to be seen in several regions, particularly Papua
beberapa wilayah, khususnya Papua (19%) dan Sulawesi (19%) and Sulawesi (7%), while Sumatra and Kalimantan
(7%), sementara Sumatera dan Kalimantan masing-masing each recorded exposure of 1%, and other regions such as
mencatat paparan sebesar 1%, dan wilayah lain seperti Java, Bali, Nusa Tenggara, and Maluku have not yet shown
Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku belum menunjukkan significant exposure. This indicates that at lower levels of
paparan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pada tingkat warming, the main risk that is beginning to emerge is an
pemanasan yang lebih rendah, risiko utama yang mulai increase in extreme rainfall, although it is still relatively
muncul adalah peningkatan curah hujan ekstrem, meskipun limited geographically.
masih relatif terbatas secara geografis.
164 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 169
Persentase Situs IOH BTS yang Terpapar Extreme Hot Days & Extreme Rain dalam Skenario 2°C
Percentage of IOH BTS Exposed to Extreme Hot Days & Extreme Rain in the 2°C Scenario
PERCENTAGE OF IOH BTS Exposed to Extreme Hot Days & Extreme Rain
(Maximum Temperature Above35°C) in the 2°C Scenario
MALUKU
SUMATERA KALIMANTAN 0%
SULAWESI
0% 0%
0% 0%
10% 7%
14% PAPUA
0%
79%
JAWA
0%
BALI
0%
NUSA
0% TENGGARA
KETERANGAN 0%
0%
Extreme Hot Days 0%
Extreme Rain
Pada skenario 2°C, tingkat paparan terhadap extreme In the 2°C scenario, exposure to extreme hot days remains
hot days tetap belum menunjukkan paparan signifikan di insignificant across all regions. However, exposure to
seluruh wilayah. Namun, paparan terhadap extreme rain extreme rain increases more significantly compared to
meningkat secara lebih nyata dibandingkan skenario 1,5°C, the 1.5°C scenario, especially in Papua, which reaches 79%,
terutama di Papua yang mencapai 79%, diikuti oleh Sulawesi followed by Sulawesi (14%), Sumatra (10%), and Kalimantan
(14%), Sumatera (10%), dan Kalimantan (7%), sementara (7%), while the regions of Java, Bali, Nusa Tenggara, and
wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku tetap belum Maluku still do not show significant exposure. This increase
menunjukkan paparan signifikan. Peningkatan tersebut indicates that higher global temperatures have the potential
mengindikasikan bahwa kenaikan suhu global yang lebih to increase the intensity and frequency of extreme rainfall,
tinggi berpotensi meningkatkan intensitas dan frekuensi thereby expanding the exposure of BTS assets to climate
hujan ekstrem, sehingga memperluas tingkat paparan risk in several key regions, particularly in eastern Indonesia.
aset BTS terhadap risiko iklim di beberapa wilayah utama,
terutama kawasan timur Indonesia.
Persentase Situs IOH BTS yang Terpapar Panas Ekstrem & Hujan Ekstrem dalam Skenario 4°C
Percentage of IOH BTS Exposed to Extreme Hot Days & Extreme Rain in the 4°C Scenario
PERCENTAGE OF IOH BTS Exposed to Extreme Hot Days & Extreme Rain
(Maximum Temperature Above35°C) in the 4°C Scenario
MALUKU
SUMATERA KALIMANTAN 0%
SULAWESI
28.6% 15%
0% 0%
1% 0%
6% PAPUA
11.2%
19%
JAWA
4.4%
0% BALI
0% NUSA
TENGGARA
KETERANGAN 8.5%
0%
Extreme Hot Days 0%
Very heavy preciption
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 165
Page 170
Pilar ESG
ESG Pillars
Pada skenario 4°C, tingkat paparan terhadap extreme hot In the 4°C scenario, exposure to extreme hot days increases
days meningkat secara signifikan dan meluas di hampir significantly and spreads across almost all regions, indicating
seluruh wilayah, menunjukkan eskalasi risiko yang jauh lebih a much higher risk escalation compared to the 1.5°C and
tinggi dibandingkan skenario 1,5°C & 2°C. Paparan terhadap 2°C scenarios. Exposure to extreme rain also becomes
extreme rain juga semakin intens dan tersebar lebih merata, more intense and more evenly distributed, with eastern
dengan kawasan timur Indonesia seperti Papua, Maluku, Indonesia such as Papua, Maluku, and Sulawesi showing the
dan Sulawesi menunjukkan tingkat kerentanan yang paling most dominant vulnerability levels, followed by Sumatra
dominan, disusul oleh Sumatera dan Kalimantan, sementara and Kalimantan, while Java, Bali, and Nusa Tenggara
Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara mulai memperlihatkan begin to show a more noticeable increase in exposure.
peningkatan paparan yang lebih nyata. Kondisi ini These conditions indicate that with a global temperature
mengindikasikan bahwa pada kenaikan suhu global increase of up to 4°C, the frequency and intensity of
hingga 4°C, frekuensi dan intensitas kejadian iklim ekstrem extreme weather events will increase substantially, thereby
meningkat secara substansial, sehingga memperluas dan expanding and deepening the level of risk to BTS assets in
memperdalam tingkat risiko terhadap aset BTS di berbagai various regions of Indonesia. This mapping confirms the
wilayah Indonesia. Pemetaan ini menegaskan urgensi urgency of more aggressive mitigation and adaptation
strategi mitigasi dan adaptasi yang lebih agresif untuk strategies to maintain long-term operational resilience.
menjaga ketahanan operasional dalam jangka panjang.
Dalam konteks kinerja, Perseroan mencatat kemajuan From a performance perspective, the Company has recorded
signifikan dalam efisiensi energi dan penurunan intensitas significant progress in energy efficiency and emissions
emisi dibandingkan tahun dasar. Capaian ini mencerminkan intensity reduction compared to its baseline year. These
konsistensi antara strategi iklim, eksekusi operasional, dan achievements demonstrate alignment between climate
target keberlanjutan jangka panjang. Ke depan, Perseroan strategy, operational execution, and long-term sustainability
terus memperkuat sistem data, metodologi pengukuran, targets. Going forward, the Company will continue to
dan kapabilitas internal untuk mendukung pengungkapan strengthen data systems, measurement methodologies,
iklim yang semakin komprehensif, terukur, dan selaras and internal capabilities to support more comprehensive,
dengan PSPK 2. decision-useful climate disclosures aligned with PSPK 2.
PSPK 1 & PSPK 2: METRIK, TARGET, DAN PSPK 1 & PSPK 2: METRICS,
KINERJA TARGETS, AND PERFORMANCE
Dalam kerangka PSPK 1 dan PSPK 2, metrik dan Under PSPK 1 and PSPK 2, sustainability metrics and targets
target keberlanjutan menjadi instrumen utama untuk serve as the primary instruments for translating strategy
menerjemahkan strategi ke dalam kinerja yang terukur. into measurable performance. The Company applies a
Perseroan menggunakan kombinasi metrik wajib dan metrik combination of mandatory and internally developed metrics
internal untuk memantau risiko dan peluang keberlanjutan to consistently monitor sustainability-related risks and
secara konsisten, sekaligus menilai efektivitas inisiatif opportunities, while assessing the effectiveness of strategic
strategis yang telah dijalankan. Pendekatan ini memastikan initiatives that have been implemented. This approach
bahwa keberlanjutan tidak berhenti pada komitmen, tetapi ensures that sustainability commitments are reflected not
tercermin dalam capaian operasional yang nyata. only in policies, but also in tangible operational outcomes.
Fokus utama Perseroan berada pada energi dan perubahan The Company’s primary focus lies on energy and climate-
iklim, sejalan dengan karakteristik bisnis yang bergantung related performance, in line with the characteristics of
pada keandalan jaringan dan efisiensi energi. Melalui its business, which relies heavily on network reliability
modernisasi jaringan, optimalisasi sistem pendinginan, and energy efficiency. Through network modernization,
pemanfaatan teknologi berbasis AI, serta peningkatan optimization of cooling systems, the deployment of AI-
bauran energi terbarukan, Perseroan berhasil mencatatkan based technologies, and the expansion of renewable energy
penurunan signifikan pada intensitas energi dan emisi utilization, the Company recorded a significant reduction
dibandingkan tahun dasar 2020. Capaian ini menjadi in energy and emissions intensity compared to the 2020
indikator penting atas ketahanan operasional sekaligus baseline year. These achievements serve as key indicators of
kesiapan Perseroan dalam menghadapi risiko iklim jangka operational resilience as well as the Company’s readiness to
panjang. manage long-term climate-related risks.
166 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 171
Di luar aspek lingkungan, Perseroan juga memantau kinerja Beyond environmental aspects, the Company also monitors
sosial dan tata kelola melalui metrik yang mencerminkan social and governance performance through metrics
kualitas hubungan dengan pelanggan, karyawan, dan that reflect the quality of engagement with customers,
pemangku kepentingan lainnya. Indikator pengalaman employees, and other stakeholders. Indicators related to
pelanggan, pengembangan SDM, keamanan data, serta customer experience, human capital development, data
inklusi digital digunakan untuk memastikan bahwa security, and digital inclusion are used to ensure that
pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan peningkatan business growth is accompanied by trust, capability building,
kepercayaan dan dampak sosial. and positive social impact.
Prinsip & Kerangka Metriks Metric Principles & Framework
• Selaras dengan PSPK 1 & PSPK 2 (IFRS S1 & S2) • Aligned with PSPK 1 & PSPK 2 (IFRS S1 & IFRS S2)
• Menggabungkan metrik regulatori dan metrik internal • Combination of regulatory metrics and internally
developed metrics
• Menggunakan pendekatan absolut, intensitas, dan • Using an absolute, intensity, and qualitative approach
kualitatif [PSPK1-50] [PSPK1-50]
• Menggunakan assurance pihak ketiga untuk validasi dan • Using third-party assurance for validation and
penguatan metodologi [PSPK1-50] strengthening of the methodology [PSPK1-50]
• Dimonitor melalui ESG Dashboard & laporan periodik ke • Monitored through the ESG Dashboard and periodic
ESG Steering Committee reporting to the ESG Steering Committee
Metrik Lingkungan dan Iklim [PSPK2-14.c] [PSPK2-33 (1) & PSPK2-33 (2), PSPK2-35]
Environmental and Climate Metrics
Indikator Capaian 2025 Keterangan
Indicator Achievement in 2025 Remarks
• Emisi operasional Perseroan
Total Emisi GRK • Emisi Cakupan 1 & Cakupan 2
1.139.882,61 tCO₂e
Total GHG Emissions • The Company’s operational emissions
• Scope 1 & Scope 2 emissions
Turun 50,89% dibanding tahun dasar 2020
Intensitas Emisi
0,060 tCO₂e/TB Decreased by 50.89% compared to
Emission Intensity
baseline year 2020
Total Konsumsi Energi Konsumsi energi operasional
5.172.715 GJ
Total Energy Consumption Operational energy consumption
Turun 51,89% dibanding tahun dasar 2020
Intensitas Energi
0,274 GJ/TB Decreased by 51.89% compared to
Energi Intensity
baseline year 2020
Pengurangan Emisi (Tech Refresh 2024 –
Efisiensi hasil modernisasi teknologi
Dampak 2025)
122,76 tCO₂e Efficiency as a result of technology
Emission Reduction (Tech Refresh 2024 –
modernization
Impact 2025)
Pengurangan Emisi (Sunset Data Center
2024 – Dampak 2025)
99,19 tCO₂e
Emission Reduction (Sunset Data center
2024 – Impact 2025)
Pemanfaatan Energi Terbarukan Panel surya di 216 site shelterless
Utilization of Renewable Energy Solar panels at 216 shelterless sites
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 167
Page 172
Pilar ESG
ESG Pillars
Inisiatif Efisiensi Energi Utama [PSPK1-46]
Energy Efficiency Key Initiatives
Program Dampak Kinerja
Program Performance Impact
Efisiensi energi 15% (Sept 2025)
Renewable Energi Utilization
15% energy efficiency achieved (September 2025)
Efisiensi 21%, penghematan biaya Rp286.506.000/tahun
Building Water Supply Optimization
21% efficiency; cost savings of Rp286,506,000 per year
Target efisiensi 35% (implementasi Q4 2025)
Cooling System Program
35% efficiency target (Q4 2025 implementation)
Penghematan OPEX 29%/bulan
Building Ventilation Enhancement
29% monthly OPEX savings
Pengurangan konsumsi listrik 9%
Lighting Sensor System
9% reduction in electricity consumption
Pengurangan energi AHU 20%
Automatic Room Temperature System
20% reduction in AHU energy use
Pengurangan konsumsi energi 16%
Chiller Scheduling
16% reduction in chiller energy consumption
Metrik Sosial dan Tata Kelola [PSPK1-46]
Social and Govenrment Metrics
Aspek Indikator Capaian
Aspect Indicator Achievement
Pengalaman Pelanggan IM3: 45
Net Promoter Score (NPS)
Customer Experience 3ID: 43
Pengembangan SDM Jam pelatihan – Perempuan
43 jam I hours
Human Capital Development Training hours – Female
Jam pelatihan – Laki-laki
34 jam I hours
Training hours – Male
Total jam pelatihan
77 jam I hours
Total training hours
Total jam pelatihan (by grade)
238 jam I hours
Total training hours (by grade)
55,5 juta I million
Inklusi Digital Pengguna aktif myIM3 & BIMA+
(Proyeksi Desember 2025 I December
Digital Inclusion Active users of myIM3 & BIMA+
2025 Projection)
Program Kapabilitas Digital 494.000 penerima manfaat sejak 2019 I
IDCamp
Ditital Capability Program beneficiaries since 2019
Program Pemberdayaan Perempuan
SheHacks 2025 26.953 peserta I participants
Women Empowerment Program
168 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 173
Privasi Data dan Keamanan Siber [PSPK1-46]
Data Privacy and Cyber Security
Indikator Capaian
Indicator Achievement
Jumlah pelanggan dengan data digunakan untuk tujuan sekunder
47,6 juta I million
Customers whose data was used for secondary purposes
Kerugian moneter akibat kasus privasi data
Nihil I None
Monetary losses from data privacy cases
Permintaan data dari aparat penegak hukum
273 surat I requests
Requests from law enforcement authorities
Permintaan yang ditindaklanjuti
255 surat I requests
Requests fulfilled
Tingkat pengungkapan
93,41%
Disclosure rate
Jumlah pelanggaran data
0
Number of data breaches
Pelanggan terdampak pelanggaran data
0
Number of affected customers
Target Keberlanjutan dan Status [PSPK1-33b]
Sustainability Target and Status
Target Capaian
Target Achievement
Lingkungan
Environmental
Intensitas emisi turun 50,89% vs 2020
Penurunan intensitas emisi & energi Emissions intensity reduced by 50.89% vs. 2020 baseline
Reduction of emissions and energi intensity Intensitas energi turun 51,89% vs 2020
Energy intensity reduced by 51.89% vs. 2020 baseline
Sosial
Social
55,5 juta pengguna aktif platform digital
55.5 million active digital platform users
Perluasan inklusi digital dan literasi
Program literasi digital menjangkau ratusan ribu peserta
Expansion of digital inclusion and literacy
Digital literacy programs reaching hundreds of
thousands of participants
Tata Kelola
Governance
Implementasi Consent Management Guideline
Implementation of the Consent Management Guideline
Penguatan privasi data dan kepatuhan
Kepatuhan penuh terhadap UU PDP
Strengthened data privacy and regulatory compliance
Full compliance with the Personal Data Protection Law
(UU PDP)
Perseroan mengakui bahwa pengungkapan dampak The Company acknowledges that quantitative financial
keuangan kuantitatif dari risiko dan peluang keberlanjutan impact disclosures related to sustainability-related risks
masih dalam tahap pengembangan. Keterbatasan and opportunities are still under development. Limitations
metodologi, ketersediaan data, serta asumsi pengukuran in methodology, data availability, and measurement
menjadi faktor utama. Ke depan, IOH secara bertahap assumptions remain key considerations. Going forward,
mengadopsi persyaratan pengungkapan sesuai dengan IOH progressively incorporates disclosure requirements
IFRS S1 dan IFRS S2 yang diterbitkan oleh ISSB (atau PSPK 1 under IFRS S1 and IFRS S2 as issued by the ISSB (or PSPK 1
dan PSPK 2 di Indonesia), sesuai dengan ketentuan transisi and PSPK 2 in Indonesia), in line with applicable transition
yang berlaku . [PSPK1-40a] provisions. [PSPK1-40a]
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 169
Page 174
Lampiran
Appendix
170 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 175
07.
Lampiran
Appendix
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 171
Page 176
Lampiran
Appendix
Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris dan Anggota
Direksi Tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keberlanjutan
Tahun 2025 PT Indosat Tbk
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan
PT Indosat Tbk tahun 2025 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan
Keberlanjutan Perusahaan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, April 2026
Direksi
Board of Directors
Vikram Sinha
Direktur Utama dan Chief Executive Officer
Lee Chi Hung Muhammad Buldansyah
Direktur dan Chief Financial Officer Direktur dan Chief Business Officer
Director and Chief Financial Officer Director and Chief Business Officer
Irsyad Sahroni Ahmad Zulfikar
Direktur dan Chief Human Resources Officer Direktur dan Chief Strategy & Execution Officer
Director and Chief Human Resources Officer Director and Chief Strategy & Execution Officer
Cheng Kwok Tung Syed Bilal Kazmi
Direktur dan Chief Technology Officer Direktur dan Chief Commercial Officer
Director and Chief Technology Officer Director and Chief Commercial Officer
172 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 177
Statement Letter of Members of the Board of
Commissioners and Members of the Board of Directors on
Responsibility of PT Indosat Tbk’s Year 2025 Sustainability
Report
We the undersigned hereby declare that all information provided in the PT Indosat Tbk’s year 2025 Sustainability Report has been
comprehensively presented and that we assume full responsibility for the accuracy of the content of the Company’s Sustainability
Report.
This statement is made in all truthfulness.
Jakarta, April 2026
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Nezar Patria Aziz Ahmad M Aluthman Fakhroo Fok Kin Ning, Canning Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama
Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Komisaris
President Commissioner Deputy President Deputy President Commissioner
Commissioner Commissioner
René Heinz Werner Woo Chiu Man, Cliff Cheung Kwan Hoi Efthymios Tsokanis
Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris
Commissioner Commissioner Commissioner Commissioner
Sugito Walujo Achmad Syah Reza Elisa Lumbantoruan Wijayanto
Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen
Commissioner Commissioner Independent Commissioner Independent Commissioner
Ajay Bahri Rudiantara Sidharta Prawira Oetama
Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen
Independent Commissioner Independent Commissioner Independent Commissioner
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 173
Page 178
Lampiran
Appendix
Daftar Pengungkapan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 Sesuai Surat Edaran
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 16/SEOJK.04/2021 [OJK G.4]
List of Disclosures Based on Indonesia Financial Services Authority Regulation Number 51/
POJK.03/2017 as Stipulated in SEOJK Number 16/SEOJK.04/2021 [OJK G.4]
No. Indeks Keterangan Halaman
Index No. Description Page
Penjelasan Strategi Keberlanjutan
A.1. 54
Explanation of Sustainability Strategies
Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan
Highlights of Sustainability Performance
Aspek Ekonomi
B.1. 19
Economy Aspects
Aspek Lingkungan Hidup
B.2. 16
Environmental aspects
Aspek Sosial
B.3. 18
Social Aspects
Profil Perusahaan
Company Profile
Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan
C.1. 33
Vision, Mission and Sustainability Values
Alamat Perusahaan
C.2. 32
Company Address
Skala Usaha
C.3. 38
Company Scale
Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan
C.4. 38
Products, Services and Business Activities
Keanggotaan pada Asosiasi
C.5. 40
Membership in Association
Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan
C.6. 40
Significant Organizational Change
Penjelasan Direksi
Explanation of the Board of Directors
Penjelasan Direksi
D.1. 22
Explanation of the Board of Directors
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan
E.1. 125
Responsible for the Implementation of Sustainable Finance
Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan Competency Development Related
E.2. 127
to Sustainable Finance
Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan Risk Assessment for the
E.3. 59
Implementation of Sustainable Finance
Hubungan Dengan Pemangku Kepentingan
E.4. 133
Relations with Stakeholders
Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan
E.5. 59
Issues to the Implementation of Sustainable Finance
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan
F.1. 54
Activity to Build Sustainability Culture
Kinerja Ekonomi
Economic Performance
Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi,
Pendapatan dan Laba Rugi
F.2. 45
Comparison of Production Targets and Performance, Portfolios, Financing Target, or Investment,
Income and Profit Loss
174 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 179
No. Indeks Keterangan Halaman
Index No. Description Page
Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen
Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan
F.3. 48
Comparison of Performance Target and Portfolio, Financing Target, or Investing in Financial
Instruments or Projects that are in Line with the Implementation of Sustainable Finance
Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental Performance
Biaya Lingkungan Hidup
F.4. 86
Environmental Costs
Aspek Material
Material Aspect
Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan
F.5. 85
Use of Environmentally Friendly Materials
Aspek Energi
Energy Aspect
Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan
F.6. 80
Quantity and Intensity of Energy Used
Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan
F.7. 80
Energy Efficiency Efforts and Achievements and Renewable Energy Usage
Aspek Air
Water Aspect
Penggunaan Air
F.8. 84
Water Usage
Aspek Keanekaragaman Hayati
Biodiversity Aspect
Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki
Keanekaragaman Hayati
F.9. 86
Impact of Operational Areas that Are Near or Located in Conservation Areas or Areas with Rich
Biodiversity
Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati
F.10. 86
Biodiversity Conservation Effort
Aspek Emisi
Emission Aspect
Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya Quantity and Intensity of
F.11. 73
Emissions Based on Type
Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan
F.12. 74
Efforts and Achievements of Emission Reduction
Aspek Limbah Dan Efluen
Waste and Effluent Aspect
Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis
F.13. 81
Quantity and Intensity of Waste and Effluent Based on Type
Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen
F.14. 81
Waste and Effluent Management Mechanism
Tumpahan yang Terjadi
F.15. 81
Spills Occurred
Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
Environmental-Related Complaint Aspect
Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan
F.16. 88
Total and Material of Environmental Complaints Received and Resolved
Kinerja Sosial
Social Performance
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 175
Page 180
Lampiran
Appendix
No. Indeks Keterangan Halaman
Index No. Description Page
Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada
Konsumen
F.17. 109
Financial Services Institutions, Issuer, or Public Company Commitment to Providing Equal
Products and Services to Consumers
Aspek Ketenagakerjaan
Employment Aspect
Kesetaraan Kesempatan Bekerja
F.18. 90
Equal Opportunity to Work
Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa
F.19. 92
Child Labor and Forced Labor
Upah Minimum Regional
F.20. 97
Regional Minimum Wage
Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman
F.21. 104
Favorable and Safe Work Environment
Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai
F.22. 95
Employee Training and Capacity Building
Aspek Masyarakat
Community Aspect
Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar
F.23. 116
Impact of Operations on Surrounding Community
Pengaduan Masyarakat
F.24. 120
Public Complaints
Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)
F.25. 116
Environmental Social Responsibility (TJSL) Activities
Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)
Environmental Social Responsibility (TJSL) Activities
Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)
F.26. 86
Environmental Social Responsibility (TJSL) Activities
Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan Products/Services that Have
F.27. 110
been Evaluated for Costumer Safety
Dampak Produk/Jasa
F.28. 110
Product/Service Impact
Jumlah Produk yang Ditarik Kembali
F.29. 110
Total of Recalled Products
Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan
F.30. 111
Survey of Customer Satisfaction with Sustainable Financial Services and/or Products
Lain-lain
Others
Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada)
G.1. 197
Written verification from an independent party, if any
Lembar Umpan Balik
G.2. 201
Feedback Form
Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya
G.3. 15
Responses to the Feedback of Previous Year Report
Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017.
G.4. 174
List of Disclosures in Accordance with POJK 51/POJK.03/2017
176 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 181
INDEKS KONTEN GRI
GRI Content Index
Statement of use
GRI 1 used
Applicable GRI Sector Standard
Standar GRI Nomor Pengungkapan Halaman
GRI Standard Number Disclosure Page
Pengungkapan Umum
General Disclosures
Organisasi dan Praktek Pelaporannya
Organization and Reporting Practices
Detail organisasi
2-1 32
Organizational details
Entitas yang termasuk dalam laporan keberlanjutan
2-2 14
Entities included in the organization’s sustainability reporting
Periode pelaporan, frekuensi dan poin kontak
2-3 15
Reporting period, frequency and contact point
Pernyataan kembali
2-4 15
Restatements of information
Penjaminan eksternal
2-5 15
External assurance
Aktivitas dan Pekerja
Activities and Employees
Aktivitas, rantai nilai dan hubungan bisnis lainnya
2-6 32
Activities, value chain and other business relationships
Karyawan
2-7 38
GRI 2: Disclosure Umum 2021 Employees
GRI 2: General Disclosures 2021
Pekerja yang bukan karyawan
2-8 38
Workers who are not employees
Tata Kelola
Governance
Struktur dan komposisi tata kelola
2-9 61, 122
Governance structure and composition
Nominasi dan seleksi dewan tata kelola tertinggi
2-10 127
Nomination and selection of the highest governance body
Pimpinan dari dewan tata kelola tertinggi
2-11 122
Chair of the highest governance body
Peran dewan tata kelola tertinggi dalam mengawasi dampak
manajemen
2-12 125
Role of the highest governance body in overseeing the
management of impacts
Delegasi tanggung jawab untuk mengelola dampak
2-13 125
Delegation of responsibility for managing impacts
Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan keberlanjutan
2-14 125
Role of the highest governance body in sustainability reporting
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 177
Page 182
Lampiran
Appendix
Standar GRI Nomor Pengungkapan Halaman
GRI Standard Number Disclosure Page
Konflik kepentingan
2-15 128
Conflict of interest
Mengomunikasikan hal-hal kritis
2-16 129
Communication of critical concerns
Pengetahuan kolektif badan tata kelola tertinggi
2-17 127
Collective knowledge of the highest governance body
Mengevaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi
2-18 132
Evaluation of the performance of the highest governance body
Kebijakan remunerasi
2-19 131
Remuneration policies
Proses untuk menetapkan remunerasi
2-20 131
Process to determine remuneration
Rasio kompensasi total tahunan
2-21 132
Annual total compensation ratio
Strategi, Kebijakan, dan Praktek
Strategy, Policy, and Practices
Pernyataan tentang strategi pengembangan keberlanjutan
2-22 22
Statement on sustainable development strategy
Komitmen kebijakan
2-23 61
Policy commitments
Komitmen kebijakan yang termasuk
2-24 105
Embedding policy commitments
Proses untuk mengelola dampak negatif
2-25 106
Processes to remediate negative impacts
Mekanisme untuk saran dan masalah etika
2-26 129
Mechanisms for seeking advice and raising concerns
Kepatuhan pada peraturan dan perundangan
2-27 61
Compliance with laws and regulations
Keanggotaan asosiasi
2-28 40
Membership associations
Pelibatan Pemangku Kepentingan
Stakeholder Engagement
Pendekatan terhadap keterlibatan pemangku kepentingan
2-29 133
Approach to stakeholder engagement
GRI 2: Disclosure Umum 2021 Perjanjian perundingan kolektif
2-30 92
GRI 2: General Disclosures 2021 Collective bargaining agreements
Topik Material
Material Topics
Proses penetapan topik material
3-1 57
GRI 3: Topik Material 2021 Process to determine material topics
GRI 3: Material Topics 2021 Daftar topik material
3-2 58
List of material topics
Pengelolaan topik material
3-3 58
Management of material topics
Pengungkapan Topik Spesifik
Specific Topic Disclosure
Keanekaragaman Hayati
GRI 3: Topik Material 2021 Biodiversity
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan topik material
3-3 86
Management of material topics
178 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 183
Standar GRI Nomor Pengungkapan Halaman
GRI Standard Number Disclosure Page
Kebijakan untuk menghentikan dan mengembalikan hilangnya
101-1 keanekaragaman hayati 87
Policies to halt and reverse biodiversity loss
Manajemen dampak keanekaragaman hayati
101-2 87
Management of biodiversity impacts
Akses dan berbagi manfaat
101-3
Access and benefit-sharing
GRI 101: Keanekaragaman Hayati Identifikasi dampak keanekaragaman hayati
101-4 87
2024 Identification of biodiversity impacts
GRI 101: Biodiversity 2024 Lokasi yang memiliki dampak keanekaragaman hayat
101-5 87
Locations with biodiversity impacts
Pemicu langsung hilangnya keanekaragaman hayati
101-6 87
Direct drivers of biodiversity loss
Perubahan kondisi keanekaragaman hayati
101-7 87
Changes to the state of biodiversity
Layanan ekosistem
101-8
Ecosystem services
Perubahan Iklim
Climate Change
Pengelolaan topik material
3-3 72
GRI 3: Topik Material 2021 Management of material topics
GRI 3: Material Topics 2021 Rencana transisi untuk mitigasi perubahan iklim
102-1 73
Transition plan for climate change mitigation
Rencana adaptasi perubahan iklim
102-2 73
Climate change adaptation plan
Transisi yang adil
102-3 93
Just transition
Sasaran dan kemajuan pengurangan emisi GRK
102-4 73
GHG emissions reduction targets and progress
Emisi GRK Cakupan 1
102-5 72
Scope 1 GHG emissions
GRI 101: Perubahan Iklim 2025 Emisi GRK Cakupan 2
102-6 72
GRI 102: Climate Change 2025 Scope 2 GHG emissions
Emisi GRK Cakupan 3
102-7 74
Scope 3 GHG emissions
Intensitas emisi GRK
102-8 72
GHG emissions intensity
Penghilangan GRK dalam rantai nilai
102-9 Not Applicable
GHG removals in the value chain
Kredit karbon
102-10 Not Applicable
Carbon credits
Energi
Energy
GRI 3: Topik Material 2021 Pengelolaan topik material
3-3 76
GRI 3: Material Topics 2021 Management of material topics
Kebijakan dan komitmen energi
103-1 77
Energy policies and commitments
Konsumsi energi dan pembangkitan mandiri dalam organisasi
103-2 80
Energy consumption and self-generation within the organization
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 179
Page 184
Lampiran
Appendix
Standar GRI Nomor Pengungkapan Halaman
GRI Standard Number Disclosure Page
GRI 103: Energi 2025 Konsumsi energi hulu dan hilir
103-3
GRI 103: Energy 2025 Upstream and downstream energy consumption
Intensitas energi
103-4 80
Energy intensity
Pengurangan konsumsi energi
103-5 80
Reduction in energy consumption
GRI 3: Topik Material 2021 Kinerja Ekonomi
GRI 3: Material Topics 2021 Economic Performance
Pengelolaan topik material
3-3 44
Management of material topics
Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan dan Didistribusikan
201-1 46
Direct Economic Value Generated and Distributed
Kewajiban program pensiun manfaat pasti dan program pensiun
GRI 201: Kinerja Ekonomi 2016
lainnya.
GRI 201: Economic Performance 201-3 92
Obligations of defined benefit pension plans and other pension
2016
programs
Bantuan finansial yang diterima dari pemerintah
201-4 47
Financial assistance received from the government
Keberadaan Pasar
GRI 3: Topik Material 2021 Market Presence
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan Topik Material
3-3 51
Management of Material Topics
Rasio upah karyawan entry-level standar Berdasarkan jenis
kelamin terhadap upah minimum regional.
202-1 51
GRI 202: Keberadaan Pasar 2016 Ratio of Standard Entry-Level Employee Wages by Gender to
GRI 202: Market Presence 2016 Regional Minimum Wage
Proporsi manajemen senior yang berasal dari masyarakat lokal
202-2 51
Proportion of Senior Management from the Local Community
Dampak Ekonomi Tidak Langsung
GRI 3: Topik Material 2021 Indirect Economic Impacts
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan Topik Material
3-3 119
Management of Material Topics
GRI 203: Dampak Ekonomi Tidak Investasi infrastruktur dan dukungan layanan
203-1 119
Langsung 2016 Infrastructure investments and services supported
GRI 203: Indirect Economic Impacts Dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan
2016 203-2 119
Significant indirect economic impacts
Praktik Pengadaan
GRI 3: Topik Material 2021 Procurement Practice
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan topik material
3-3 121
Management of material topics
GRI 204: Praktik Pengadaan 2016
Proporsi pengeluaran untuk pemasok lokal
GRI 204: Procurement Practices 204-1 121
Proportion of spending on local suppliers
2016
Anti Korupsi
GRI 3: Topik Material 2021 Anti-Corruption
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan topik material
3-3 140
Management of material topics
180 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 185
Standar GRI Nomor Pengungkapan Halaman
GRI Standard Number Disclosure Page
Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko terkait korupsi
205-1 141
Operations Assessed for Risks Related to Corruption
Komunikasi dan Pelatihan Tentang Kebijakan dan Prosedur Anti
GRI 205: Anti Korupsi 2016 Korupsi
205-2 141
GRI 205: Anti-Corruption 2016 Communication and Training on Anti-Corruption Policies and
Procedures
Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil
205-3 141
Confirmed Corruption Incidents and Actions Taken
Perilaku Anti Persaingan
GRI 3: Topik Material 2021 Anti-Competitive Behavior
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan topik material
3-3 142
Management of material topics
GRI 206: Perilaku Anti Persaingan Langkah-langkah hukum untuk perilaku anti persaingan, praktik
2016 antitrust dan monopoli
206-1 142
GRI 206: Anti-competitive Behavior Legal actions for anti-competitive behavior, anti-trust, and
2016 monopoly practices
GRI 3: Topik Material 2021 Pajak
GRI 3: Material Topics 2021 Tax
Pengelolaan Topik Material
3-3 143
Management of Material Topics
Pendekatan terhadap pajak
207-1 143
Approach to Tax
Tata kelola, pengendalian, dan manajemen risiko pajak
207-2 144
GRI 207: Pajak 2019 Tax Governance, Control, and Risk Management
GRI 207: Tax 2019
Keterlibatan pemangku kepentingan dan pengelolaan perhatian
yang berkaitan dengan pajak
207-3 145
Stakeholder Engagement and Management of Tax-Related
Concerns
Laporan per negara
207-4 145
Country-by-Country Reporting
GRI 3: Topik Material 2021
Material
GRI 3: Material Topics 2021
Pengelolaan topik material
85
Management of material topics
Material yang digunakan berdasarkan berat atau volume
85
Materials used by weight or volume
Material input dari daur ulang yang digunakan
85
Recycled input materials used
GRI 301: Materials 2016 Produk pemerolehan ulang dan material kemasannya
85
GRI 301: aaterials 2016 Reclaimed products and their packaging materials
Air dan Efluen
GRI 3: Topik Material 2021 Water and Effluents
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan topik material
3-3 84
Management of material topics
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 181
Page 186
Lampiran
Appendix
Standar GRI Nomor Pengungkapan Halaman
GRI Standard Number Disclosure Page
Interaksi dengan air sebagai sumber daya bersama
303-1 84
Interaction with Water as a Shared Resource
Manajemen dampak yang berkaitan dengan pembuangan air
303-2 84
Management of Impacts Related to Water Discharge
GRI 303: Air dan Efluen 2018 Pengambilan air
303-3 84
GRI 303: Water and Effluents 2018 Water Withdrawal
Pembuangan air
303-4 84
Water Discharge
Konsumsi air
303-5 84
Water Consumption
GRI 3: Topik Material 2021 Emisi
GRI 3: Material Topics 2021 Emissions
Pengelolaan topik material
3-3 72
Management of material topics
Emisi zat perusak ozon (ODS)
305-6 74
Emissions of ozone-depleting substances (ODS)
Nitrogen oksida (NOx), belerang oksida (SOx), dan emisi udara
GRI 305: Emisi 2016 signifikan lainnya
305-7
GRI 305: Emissions 2016 Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and other significant
air emissions
Limbah
GRI 3: Topik Material 2021
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan topik material
3-3 81
Management of material topics
Timbulan limbah dan dampak signifikan terkait limbah
306-1 81
Waste generation and significant waste-related impacts
Manajemen dampak signifikan terkait limbah
306-2 81
Management of significant waste-related impacts
GRI 306: Limbah 2020 Timbulan limbah
306-3 83
GRI 306: Waste 2020 Waste generation
Limbah yang dialihkan dari pembuangan akhir
306-4 83
Waste diverted from disposal
Limbah yang dikirimkan ke pembuangan akhir
306-5 81
Waste directed to disposal
Penilaian Lingkungan Pemasok
GRI 3: Topik Material 2021 Supplier Environmental Assessment
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan topik material
3-3 89
Management of material topics
Seleksi pemasok baru dengan menggunakan kriteria lingkungan
308-1 89
GRI 308: Penilaian Lingkungan New suppliers that were screened using environmental criteria
Pemasok 2016 Dampak lingkungan negatif dalam rantai pasokan dan tindakan
GRI 308: Supplier Environmental yang telah diambil
Assessment 2016 308-2 89
Negative environmental impacts in the supply chain and actions
taken
Kepegawaian
GRI 3: Topik Material 2021 Employment
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan Topik Material
3-3 92
Management of Material Topics
182 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 187
Standar GRI Nomor Pengungkapan Halaman
GRI Standard Number Disclosure Page
Perekrutan Karyawan Baru dan Pergantian Karyawan
401-1 92
New Employee Recruitment and Employee Turnover
Tunjangan yang diberikan kepada karyawan purnawaktu yang
GRI 401: Kepegawaian 201 tidak diberikan kepada karyawan sementara atau paruh waktu
401-2 92
GRI 401: Employment 2016 Benefits Provided to Full-Time Employees That Are Not Provided
to Temporary or Part-Time Employees
Cuti melahirkan
401-3 92
Maternity Leave
Hubungan Tenaga Kerja/Manajemen
GRI 3: Topik Material 2021 Labor/Management Relations
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan topik material
3-3 92
Management of material topics
GRI 402: Hubungan Tenaga Kerja/
Manajemen Periode pemberitahuan minimum terkait perubahan operasional
402-1 92
GRI 402: Labor/Management Minimum notice periods regarding operational changes
Relations
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
GRI 3: Topik Material 2021 Occupational Health and Safety
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan Topik Material
3-3 104
Management of Material Topics
Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
403-1 104
Occupational Health and Safety Management System
Identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan investigasi insiden
403-2 Hazard Identification, Risk Assessment, and Incident 104
Investigation
Layanan kesehatan kerja
403-3 104
Occupational Health Services
Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi pekerja tentang
keselamatan dan kesehatan kerja
403-4 104
Worker Participation, Consultation, and Communication on
Occupational Health and Safety
Pelatihan bagi pekerja mengenai keselamatan dan kesehatan
GRI 403: Kesehatan dan 403-5 kerja 104
Keselamatan Kerja 2018 Training for Workers on Occupational Health and Safety
GRI 403: Occupational Health and Peningkatan kualitas kesehatan pekerja
Safety 2018 403-6 104
Improvement of Worker Health Quality
Pencegahan dan mitigasi dampak dari keselamatan dan
kesehatan kerja yang secara langsung terkait hubungan bisnis
403-7 104
Prevention and Mitigation of Occupational Health and Safety
Impacts Directly Linked to Business Relationships
Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen keselamatan
dan kesehatan kerja
403-8 104
Workers Covered by the Occupational Health and Safety
Management System
Kecelakaan kerja
403-9 104
Workplace Accidents
Penyakit akibat kerja
403-10 104
Occupational Diseases
Pelatihan dan Pendidikan
GRI 3: Topik Material 2021 Training and Education
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan Topik Material
3-3 95
Management of Material Topics
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 183
Page 188
Lampiran
Appendix
Standar GRI Nomor Pengungkapan Halaman
GRI Standard Number Disclosure Page
Rata-rata jam pelatihan per tahun per karyawan Average hours
404-1 of training per year per employee 96
Average Training Hours per Year per Employee
Program untuk meningkatkan keterampilan karyawan dan
GRI 404: Pelatihan dan Pendidikan
program bantuan peralihan
2016 404-2 95
Programs to Enhance Employee Skills and Transition Assistance
GRI 404: Training and Education
Programs
2016
Persentase karyawan yang menerima tinjauan rutin terhadap
kinerja dan pengembangan karier
404-3 97
Percentage of Employees Receiving Regular Performance and
Career Development Reviews
Keanekaragaman dan Peluang Setara
GRI 3: Topik Material 2021 Diversity and Equal Opportunity
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan topik material
3-3 100
Management of material topics
Keanekaragaman badan tata kelola dan karyawan
GRI 405: Keanekaragaman dan 405-1 100
Diversity of governance bodies and employees
Peluang Setara 2016
GRI 405: Diversity and Equal Rasio gaji pokok dan remunerasi perempuan dibandingkan laki-
Opportunity 2016 405-2 laki 97
Ratio of basic salary and remuneration of women to men
Nondiskriminasi
GRI 3: Topik Material 2021 Non-discrimination
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan topik material
3-3 103
Management of material topics
GRI 406: Nondiskriminasi 2016 Insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang dilakukan
406-1 103
GRI 406: Non-discrimination 2016 Incidents of discrimination and corrective actions taken
Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif
GRI 3: Topik Material 2021 Freedom of Association and Collective Bargaining
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan topik material
3-3 92
Management of material topics
GRI 407: Kebebasan Berserikat dan Operasi dan pemasok di mana hak atas kebebasan berserikat
Perundingan Kolektif 2016 dan perundingan kolektif mungkin berisiko
407-1 92
GRI 407: Freedom of Association Operations and suppliers in which the right to freedom of
and Collective Bargaining 2016 association and collective bargaining may be at risk
GRI 3: Topik Material 2021 Pekerja Anak
GRI 3: Material Topics 2021 Child Labor
Pengelolaan Topik Material
3-3 92
Management of Material Topics
GRI 408: Pekerja Anak 2016 Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap insiden
GRI 408: Child Labor 2016 pekerja anak
408-1 92
Operations and Suppliers at Significant Risk for Child Labor
Incidents
Kerja Paksa atau Wajib Kerja
GRI 3: Topik Material 2021 Forced or Compulsory Labor
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan Topik Material
3-3 92
Management of Material Topics
GRI 409: Kerja Paksa Atau Wajib Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap insiden
Kerja 2016 kerja paksa atau wajib kerja
409-1 92
GRI 409: Forced or Compulsory Operations and Suppliers at Significant Risk of Forced or
Labor 2016 Compulsory Labor Incidents
Praktik Keamanan
GRI 3: Topik Material 2021 Security Practices
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan topik material
3-3 97
Management of material topics
184 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 189
Standar GRI Nomor Pengungkapan Halaman
GRI Standard Number Disclosure Page
Petugas keamanan yang dilatih mengenai kebijakan atau
GRI 410: Praktik Keamanan 2016
410-1 prosedur hak asasi manusia 98
GRI 410: Security Practices 2016
Security personnel trained in human rights policies or procedures
Hak Masyarakat Adat
GRI 3: Topik Material 2021 Rights of Indigenous Peoples
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan topik material
3-3 112
Management of material topics
GRI 411: Hak Masyarakat Adat 2016
Insiden pelanggaran yang melibatkan hak-hak masyarakat adat
GRI 411: Rights of Indigenous 411-1 112
Incidents of violations involving rights of indigenous peoples
Peoples 2016
GRI 3: Topik Material 2021 Masyarakat Setempat
GRI 3: Material Topics 2021 Local Communities
Pengelolaan topik material
3-3 112
Management of material topics
Operasi dengan keterlibatan masyarakat setempat, penilaian
dampak, dan program pengembangan
GRI 413: Masyarakat Setempat 413-1 112
Operations with local community engagement, impact
2016
assessments, and development programs
GRI 413: Local Communities 2016
Operasi yang secara aktual dan yang berpotensi memiliki
dampak negatif signifikan terhadap masyarakat setempat
413-2 119
Operations with significant actual and potential negative
impacts on local communities
Penilaian Sosial Pemasok
GRI 3: Topik Material 2021 Supplier Social Assessment
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan Topik Material
3-3 120
Management of Material Topics
Seleksi pemasok baru dengan menggunakan kriteria sosial
GRI 414: Penilaian Sosial Pemasok 414-1 120
Selection of New Suppliers Using Social Criteria
2016
GRI 414: Supplier Social Assessment Dampak sosial negatif dalam rantai pasokan dan Tindakan yang
2016 414-2 telah diambil 120
Negative Social Impacts in the Supply Chain and Actions Taken
Kebijakan Publik
GRI 3: Topik Material 2021 Public Policy
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan topik material
3-3 121
Management of material topics
GRI 415: Kebijakan Publik 2016 Kontribusi politik
415-1 121
GRI 415: Public Policy 2016 Political contributions
Kesehatan dan Keselamatan Pelanggan
GRI 3: Topik Material 2021 Customer Health and Safety
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan topik material
3-3 110
Management of material topics
Penilaian dampak kesehatan dan keselamatan dari berbagai
kategori produk dan jasa
416-1 110
GRI 416: Kesehatan dan Assessment of the health and safety impacts of product and
Keselamatan Pelanggan 2016 service categories
GRI 416: Customer Health and Insiden ketidakpatuhan sehubungan dengan dampak kesehatan
Safety 2016 dan keselamatan dari produk dan jasa
416-2 110
Incidents of non-compliance concerning the health and safety
impacts of products and services
Pemasaran dan Pelabelan
GRI 3: Topik Material 2021 Marketing and Labeling
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan topik material
3-3 111
Management of material topics
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 185
Page 190
Lampiran
Appendix
Standar GRI Nomor Pengungkapan Halaman
GRI Standard Number Disclosure Page
Persyaratan untuk pelabelan dan informasi produk dan jasa
417-1 111
GRI 417: Pemasaran dan Pelabelan Requirements for product and service information and labeling
2016 Insiden ketidakpatuhan terkait informasi dan pelabelan produk
GRI 417: Marketing and Labeling dan jasa
2016 417-2 111
Incidents of non-compliance concerning product and service
information and labeling
Insiden ketidakpatuhan terkait komunikasi pemasaran
417-3 Incidents of non-compliance concerning marketing 111
communications
Privasi Pelanggan
GRI 3: Topik Material 2021 Customer Privacy
GRI 3: Material Topics 2021 Pengelolaan topik material
3-3 136
Management of material topics
Pengaduan yang berdasar mengenai pelanggaran terhadap
GRI 418: Privasi Pelanggan 2016 privasi pelanggan dan hilangnya data pelanggan
418-1 137
GRI 418: Customer Privacy 2016 Substantiated complaints concerning breaches of customer
privacy and losses of customer data
186 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 191
Indeks SASB
SASB Index
Kode SASB
Topik Metriks Respons IOH Halaman
SASB
Topic Metrics IOH Response Page
Code
(1) Total energi yang dikonsumsi,
Jejak Lingkungan
(2) persentase listrik jaringan, dan (1) Total energy consumed: 5,172,715 GJ
Dari Operasi
TC-TL- (3) persentase energi terbarukan (2) percentage grid electricity: 99.61%
Environmental 80
130a.1 (1) Total energy consumed, (3) percentage renewable: 0.39% (from 216 sites
Footprint Of
(2) percentage grid electricity and installed with PV)
Operations
(3) percentage renewable”
Deskripsi kebijakan dan praktik yang
Policies: Consent Management Guideline NO. 71/
berkaitan dengan periklanan bertarget
AY0-AY0B/DPO/24
TC-TL- dan privasi pelanggan
Practices: We have implemented customer 138
220a.1 Description of policies and practices
consent and a privacy notice that are visible to all
relating to targeted advertising and
customers across all touchpoints.
customer privacy
Jumlah pelanggan yang informasinya
Privasi Data
TC-TL- digunakan untuk tujuan sekunder
Data Privacy 47.6 juta / million 138
220a.2 Number of customers whose information
is used for secondary purposes
Total kerugian moneter yang diakibatkan
proses hukum dengan privasi pelanggan
TC-TL- Not applicable, as there are no identified
Total amount of monetary losses as a
220a.3 incidents of violations involving customer privacy
result of legal proceedings associated
with customer privacy
(1) Jumlah permintaan dari penegak
hukum untuk informasi pelanggan,
(2) jumlah pelanggan yang informasinya
(1) 273 Letters request from law enforcers
diminta, dan
(2) 255 Letters that have been followed up and
(3) persentase yang menghasilkan
TC-TL- for which the requested customer data has
pengungkapan 138
220a.4 been provided
(1) Number of law enforcement
(3) 93,41% of the requested data has been
requests for customer information,
disclosed
(2) number of customers whose
information was requested,
(3) percentage resulting in disclosure
(1) Jumlah pelanggaran data,
(2) persentase yang melibatkan
informasi yang dapat diidentifikasi
secara pribadi (PII),
TC-TL- (3) jumlah pelanggan yang terkena
in 2025, no data breach happened 137
230a.1 dampak
(1) Number of data breaches,
(2) percentage involving personally
Keamanan Data identifiable information (PII),
Data Security (3) number of customers affected
Deskripsi pendekatan untuk
mengidentifikasi dan menangani risiko IOH implement cyber security measures
keamanan data, termasuk penggunaan based on industry best practices such as ISO
TC-TL- standar keamanan siber pihak ketiga 27001:2022, NIST Cyber Security Framework,
137
230a.2 Description of approach to identifying CIS, TOP 10 OWASP, etc. IOH already certified ISO
and addressing data security risks, 27001:2022 since 2017 which covering B2C and
including use of third-party cybersecurity B2B business.
standards
(1) Material yang dipulihkan melalui
program pengambilan kembali,
persentase material yang dipulihkan
yang
(2) digunakan kembali,
IOH recycled 57% of the total retired BTS devices
(3) didaur ulang, dan
Product End Of TC-TL- and collaborated with third parties in managing
(4) ditimbun 86
Life Management 440a.1 the unused equipment as the initiatives in
(1) Materials recovered through take
reducing electronic waste.
back programs, percentage of
recovered materials that were
(2) reused,
(3) recycled, and
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 187
(4) landfilled
Page 192
Lampiran
Appendix
Kode SASB
Topik Metriks Respons IOH Halaman
SASB
Topic Metrics IOH Response Page
Code
Jumlah kerugian moneter sebagai akibat
dari proses hukum yang terkait dengan
peraturan perilaku anti persaingan usaha Not applicable, as there are no losses arising from
TC-TL-
Total amount of monetary losses as a any legal proceedings related to anticompetitive
520a.1
result of legal proceedings associated behavior regulations.
with anti-competitive behavior
regulations
Rata-rata kecepatan unduh
berkelanjutan aktual dari
(1) konten yang dimiliki dan terkait
IOH does not differentiate download speeds
secara komersial dan
between
TC-TL- (2) konten yang tidak terkait
(1) owned and commercially-associated content
520a.2 Average actual sustained download
and
speed of
Competitive (2) non-associated content
(1) owned and commercially-associated
Behaviour Open
content and
Internet
(2) non-associated content
IOH mematuhi Pedoman Kepatuhan
Persaingan Usaha sebagai kerangka kerja bagi
komitmennya untuk menjunjung tinggi standar
Deskripsi risiko dan peluang yang terkait integritas bisnis yang tinggi serta memastikan
dengan netralitas bersih, peer-to-peer kepatuhan terhadap undang-undang persaingan
berbayar, peringkat nol, dan praktik usaha dalam seluruh transaksi dan praktik
TC-TL-
terkait bisnisnya.” 142
520a.3
Description of risks and opportunities IOH complies with the Business Competition
associated with net neutrality, paid Compliance Guidelines as a framework for its
peering, zero rating, and related practices commitment to upholding high standards of
business integrity and ensuring compliance with
competition laws in all of its transactions and
business conduct.
(1) Frekuensi gangguan rata-rata sistem
dan
(2) durasi gangguan rata-rata
TC-TL- pelanggan
IOH does not measure these indicators
550a.1 (1) System average interruption
frequency and
(2) customer average interruption
duration
Managing IOH selalu berupaya semaksimal mungkin untuk
Systemic Risks mencegah gangguan layanan. Sistem cadangan
From Technology dipasang sesuai dengan potensi dampak yang
Disruptions ditimbulkan jika sistem tersebut mengalami
Diskusi tentang sistem untuk gangguan, dengan mempertimbangkan prioritas
menyediakan layanan tanpa hambatan bisnis. Prosedur kelangsungan bisnis telah
TC-TL- selama gangguan layanan diterapkan untuk meminimalkan dampak jika
140
550a.2 Discussion of systems to provide terjadi gangguan layanan yang signifikan.
unimpeded service during service IOH is always doing the best to avoid service
interruptions disruptions. System redundancies are installed
according to potential impact of outage of
such system, as per business priority. Business
continuity procedures are in place to minimize
impact in the case of major service disruption.
188 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 193
Indeks PSPK 1 & PSPK 2
Index IFRS S1 & IFRS S2
PSPK 1 - Persyaratan Umum IFRS S1 - General Requirements
Pengungkapan Keberlanjutan for Disclosure of Sustainability-
related Financial Information
Paragraf Pengungkapan Halaman
Paragraph Disclosure Page
Tata Kelola
Governance
Organ yang Memiliki Fungsi Tata Kelola/Individu yang Bertanggung Jawab Mengawasi Risiko dan Peluang terkait Keberlanjutan
Board’s Oversight of Sustainability-related Risks and Opportunities
Tanggung jawab atas risiko dan peluang terkait keberlanjutan tercermin dalam kerangka acuan,
mandat, uraian peran, dan kebijakan terkait lain yang berlaku pada organ atau individu
PSPK1-27a.i Responsibilities for sustainability-related risks and opportunities are reflected in the terms of 150
reference, mandates, role descriptions and other related policies applicable to that body(s) or
individual(s).
Proses organ atau individu dalam menentukan apakah keterampilan dan kompetensi yang
sesuai tersedia atau akan dikembangkan untuk mengawasi strategi yang dirancang untuk
menanggapi risiko dan peluang terkait keberlanjutan
PSPK1-27a.ii 127
The process by which an body(s) or individual(s) determines whether appropriate skills and
competencies are available or will be developed to oversee strategies designed to address
sustainability-related risks and opportunities
Proses dan frekuensi organ atau individu dalam mendapatkan informasi mengenai risiko dan
peluang terkait keberlanjutan
PSPK1-27a.iii 125
The process and frequency of the body(s) or individual(s) is informed about sustainability-related
risks and opportunities
Proses organ atau individu dalam memperhitungkan risiko dan peluang terkait keberlanjutan
ketika mengawasi strategi, keputusan atas transaksi utama dan proses manajemen
risiko, serta kebijakan terkait entitas, termasuk apakah organ atau individu tersebut telah
mempertimbangkan trade-off terkait dengan risiko dan peluang tersebut
PSPK1-27a.iv 150
The process by which body(s) or individual(s) takes into account sustainability-related risks and
opportunities when overseeing the entity’s strategy, its decisions on major transactions and its
risk management processes and related policies, including whether the body(s) or individual(s)
has considered trade-offs associated with those risks and opportunities.
Proses organ atau individu dalam mengawasi penetapan target sehubungan risiko dan peluang
terkait keberlanjutan, dan memantau kemajuan atas target tersebut termasuk apakah dan
bagaimana metrik kinerja terkait disertakan dalam kebijakan remunerasi.
PSPK1-27a.v 150
The process by which body(s) or individual(s) oversees the setting of targets related to
sustainability-related risks and opportunities, and monitors progress towards those targets,
including whether and how related performance metrics are included in remuneration policies
Peran Manajemen untuk Memantau, Mengelola, dan Mengawasi Risiko dan Peluang terkait Keberlanjutan
Management’s Role in Assessing and Managing Sustainability-related Risks
Delegasi peran kepada posisi tingkat manajemen atau komite tingkat manajemen tertentu dan
proses pengawasan yang dilakukan atas posisi atau komite tersebut
PSPK1-27b-i-a 150
Delegation of roles to specific management-level positions or management-level committees
and the oversight processes carried out over those positions or committees.
Pengendalian dan prosedur untuk mendukung pengawasan terhadap risiko dan peluang terkait
keberlanjutan dan proses pengendalian dan prosedur tersebut ketika diintegrasikan dengan
fungsi internal lain
PSPK1-27b-ii-a 150
Controls and procedures to support oversight of sustainability-related risks and opportunities
and the processes of those controls and procedures when integrated with other internal
functions.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 189
Page 194
Lampiran
Appendix
Paragraf Pengungkapan Halaman
Paragraph Disclosure Page
Strategi
Strategy
Strategi Entitas untuk Mengelola Risiko dan Peluang terkait Keberlanjutan
Strategy for Managing Sustainability Related Risks and Opportunities
Risiko dan peluang terkait keberlanjutan yang diperkirakan cukup akan mempengaruhi prospek
entitas
PSPK1-29a 153
The sustainability-related risks and opportunities that expected to be significant to affect the
entity’s prospects
Dampak saat ini dan yang diantisipasi dari risiko dan peluang terkait keberlanjutan pada model
bisnis dan rantai nilai entitas
PSPK1-29b 153
Current and anticipated impacts of sustainability-related risks and opportunities on the entity's
business model and value chain
Dampak risiko dan peluang terkait keberlanjutan tersebut terhadap strategi dan pengambilan
keputusan entitas
PSPK1-29c 155
The impact of sustainability-related risks and opportunities on entity's strategy and decision-
making
Dampak risiko dan peluang terkait keberlanjutan terhadap posisi keuangan, kinerja keuangan,
dan arus kas entitas, baik dalam periode pelaporan saat ini maupun dalam jangka pendek,
menengah, dan panjang, dengan mempertimbangkan integrasinya dalam perencanaan
PSPK1-29d keuangan 156
The impact of sustainability-related risks and opportunities on the entity's financial position,
financial performance and cash flows, both in the current reporting period and in the short,
medium and long term, taking into account their integration into financial planning
Ketahanan strategi dan model bisnis entitas terhadap risiko terkait keberlanjutan
PSPK1-29e 156
The resilience of entity's strategy and business model to sustainability-related risks
Risiko dan Peluang terkait Keberlanjutan
Sustainability-related Risks and Opportunities
Risiko dan peluang terkait keberlanjutan yang diperkirakan cukup dapat memengaruhi prospek
entitas
PSPK1-30a 153
Sustainability-related risks and opportunities that could reasonably be expected to affect the
entity’s prospects
Rentang waktu, yaitu jangka pendek, menengah atau panjang, di mana dampak dari masing-
masing risiko dan peluang terkait keberlanjutan diperkirakan cukup dapat terjadi
PSPK1-30b 153
Time horizons—short, medium or long term—over which the effects of each of those
sustainability-related risks and opportunities could reasonably be expected to occur
Definisi jangka waktu dan dikaitkan dengan rentang waktu perencanaan entitas untuk
pengambilan keputusan strategis
PSPK1-30c 152
The definition of time horizons and their linkage to the entity’s planning horizons used for
strategic decision-making
Model Bisnis dan Rantai Nilai
Business Model and Value Chain
Uraian tentang dampak kini dan yang diantisipasi dari risiko dan peluang terkait keberlanjutan
terhadap model bisnis dan rantai nilai entitas
PSPK1-32a
A description of the current and anticipated effects of sustainability-related risks and
opportunities on the entity’s business model and value chain
Uraian tentang konsentrasi risiko dan peluang terkait keberlanjutan dalam model bisnis dan
rantai nilai entitas (contohnya, wilayah geografis, fasilitas, dan jenis aset).
PSPK1-32b
A description of the concentration of sustainability-related risks and opportunities within the
entity’s business model and value chain (for example, geographic areas, facilities, and asset types)
Strategi dan Pengambilan Keputusan
Strategy and Decision-making
Tanggapan dan rencana mengenai langkah strategis entitas untuk menghadapi risiko serta
memanfaatkan peluang terkait keberlanjutan dalam strategi bisnis dan proses pengambilan
keputusan
PSPK1-33a 57
The entity’s responses and plans regarding strategic actions to address sustainability-related
risks and to capture sustainability-related opportunities within its business strategy and
decision-making processes
190 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 195
Paragraf Pengungkapan Halaman
Paragraph Disclosure Page
Kemajuan terhadap rencana yang telah diungkapkan pada periode pelaporan sebelumnya,
termasuk informasi kuantitatif dan kualitatif
PSPK1-33b 169
The progress against plans the company has disclosed in previous reporting periods, including
quantitative and qualitative information
Trade-off antara risiko dan peluang terkait keberlanjutan yang dipertimbangkan oleh entitas
(sebagai contoh, dalam membuat keputusan tentang lokasi operasi baru, entitas mungkin telah
mempertimbangkan dampak lingkungan dari operasi tersebut dan peluang kerja yang akan
mereka ciptakan dalam
PSPK1-33c komunitas) 153
Trade-offs between sustainability-related risks and opportunities that the entity considered (for
example, in making a decision on the location of new operations, an entity might have considered
the environmental impacts of those operations and the employment opportunities they would
create in a community)
Posisi Keuangan, Kinerja Keuangan, dan Arus Kas
Financial Position, Financial Performance and Cash Flows
Pengaruh risiko dan peluang terkait keberlanjutan terhadap posisi keuangan, kinerja keuangan,
dan arus kas pada periode pelaporan
PSPK1-35a
The impact of sustainability-related risks and opportunities on financial position, financial
performance and cash flows in the reporting period
Risiko dan peluang yang terkait dengan keberlanjutan yang diidentifikasi dalam paragraf 35 (a),
di mana terdapat risiko signifikan akan adanya penyesuaian material pada nilai tercatat aset dan
liabilitas yang dilaporkan dalam laporan keuangan terkait selama periode pelaporan tahunan
PSPK1-35b berikutnya
The sustainability-related risks and opportunities identified in paragraph 35 (a) for which there
is a significant risk of a material adjustment within the next annual reporting period to the
carrying amounts of assets and liabilities reported in the related financial statements.
Perkiraan perubahan posisi keuangan entitas dalam jangka pendek, jangka menengah, jangka
panjang sesuai dengan strateginya untuk mengelola risiko dan peluang terkait keberlanjutan,
dengan mempertimbangkan rencana investasi dan pelepasannya (misalnya, rencana
pengeluaran modal, akuisisi dan divestasi besar, ventura bersama, transformasi bisnis, inovasi,
area bisnis baru, dan penghentian aset), termasuk rencana yang tidak terikat secara kontraktual
PSPK1-35c (i)
Estimated changes in the entity’s financial position over the short, medium, and long term, in
line with its strategy for managing sustainability-related risks and opportunities, taking into
account investment and divestment plans (e.g., capital expenditure plans, major acquisitions and
divestments, joint ventures, business transformation, innovation, new business areas, and asset
retirements), including plans not yet contractually committed
Perkiraan perubahan posisi keuangan entitas dalam jangka pendek, jangka menengah, jangka
panjang sesuai dengan strateginya untuk mengelola risiko dan peluang terkait keberlanjutan,
dengan mempertimbangkan sumber pendanaan yang direncanakan untuk menjalankan
PSPK1-35c (ii) strateginya
Estimated changes in the entity’s financial position over the short, medium, and long term, in line
with its strategy for managing sustainability-related risks and opportunities, taking into account
the sources of financing planned to implement the strategy
Perkiraan perubahan kinerja keuangan dan arus kasnya dalam jangka pendek, menengah, dan
panjang, sesuai dengan strateginya untuk mengelola risiko dan peluang terkait keberlanjutan
PSPK1-35d
Estimated changes in financial performance and cash flows over the short, medium, and long
term, in line with the strategy for managing sustainability-related risks and opportunities
Alasan tidak menyediakan informasi kuantitatif
PSPK1-40 151
Reasons for not providing quantitative information
Ketahanan
Resilience
Penilaian kualitatif dan, jika dapat diterapkan, penilaian kuantitatif terhadap ketahanan strategi
dan model bisnis sehubungan dengan risiko terkait keberlanjutan, termasuk informasi tentang
bagaimana penilaian dilakukan dan rentang waktunya
PSPK1-41 A qualitative and, if applicable, quantitative assessment of the resilience of its strategy and 151
business model in relation to its sustainability-related risks, including information about how the
assessment was carried out and its time horizon
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 191
Page 196
Lampiran
Appendix
Paragraf Pengungkapan Halaman
Paragraph Disclosure Page
Manajemen Risiko
Risk Management
Masukan dan parameter yang digunakan oleh entitas (sebagai contoh, informasi mengenai
sumber data dan ruang lingkup operasi yang tercakup dalam proses)
PSPK1-44a.i 152
Inputs and parameters used by the entity (for example, information about data sources and the
scope of operations covered in the process)
Analisis skenario untuk memberi informasi identifikasi risiko terkait keberlanjutan
PSPK1-44a.ii
Scenario analysis to inform its identification of sustainability-related risks.
Penilaian entitas atas sifat, kemungkinan, dan besaran dampak risiko tersebut (sebagai contoh,
apakah entitas mempertimbangkan faktor kualitatif, ambang batas kuantitatif, atau kriteria
lain)
PSPK1-44a.iii 162
Entity's assessment of the nature, likelihood and magnitude of the effects of those risks (for
example, whether the entity considers qualitative factors, quantitative thresholds or other
criteria)
Penetapan prioritas risiko terkait keberlanjutan dibandingkan dengan jenis risiko lain
PSPK1-44a.iv 152
Prioritization of sustainability-related risks relative to other types of risks
Pemantauan entitas terhadap risiko terkait keberlanjutan
PSPK1-44a.v 150
Monitoring of the entity’s sustainability-related risks
Perubahan proses yang digunakan dibandingkan dengan periode pelaporan sebelumnya.
PSPK1-44a.vi
Changes in the processes used compared with the previous reporting period
Proses yang digunakan entitas untuk mengidentifikasi, menilai, memprioritaskan, dan
memantau peluang terkait keberlanjutan
PSPK1-44b 152
Processes used by the entity to identify, assess, prioritize, and monitor sustainability-related
opportunities
Sejauh mana dan bagaimana proses untuk mengidentifikasi, menilai, memprioritaskan, dan
memantau risiko dan peluang terkait keberlanjutan terintegrasi pada dan memberi informasi
keseluruhan proses manajemen risiko
PSPK1-44c 161
The extent to which and how the processes for identifying, assessing, prioritizing, and monitoring
sustainability-related risks and opportunities are integrated into and inform the overall risk
management process
Metrik dan Target
Metrics and Targets
Metrik yang disyaratkan oleh PSPK yang berlaku dan metrik yang digunakan entitas untuk
mengukur dan memantau risiko atau peluang terkait keberlanjutan serta kinerja entitas
terhadap risiko atau peluang tersebut (termasuk kemajuan dalam pencapaian target yang telah
ditetapkan, dan target yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan untuk dipenuhi
PSPK1-46 168
Metrics required by the applicable PSPK and metrics used by the entity to measure and monitor
sustainability-related risks or opportunities and the entity’s performance in relation to those
risks or opportunities (including progress toward achieving established targets and targets
required by laws and regulations)
Untuk setiap metrik keberlanjutan yang dikembangkan oleh entitas, bagaimana definisi & dasar
penyusunannya, apakah absolut/relatif/kualitatif, apakah divalidasi pihak ketiga (oleh siapa),
serta bagaimana metode perhitungan, input yang dipakai, keterbatasan, dan asumsi signifikan
PSPK1-50 For each sustainability metric developed by the entity: its definition and basis of preparation; 167
whether it is absolute, relative, or qualitative; whether it has been validated by a third party
(and by whom); as well as the calculation methodology, inputs used, limitations, and significant
assumptions.
Metrik yang digunakan untuk menetapkan target dan memantau kemajuan menuju pencapaian
target, target kuantitatif/kualitatif spesifik, periode target berlaku, periode dasar, tonggak dan
target interim, kinerja terhadap setiap target, dan setiap perubahan target
PSPK1-51 Metrics used to set targets and monitor progress toward their achievement, including specific
quantitative or qualitative targets, the period over which the targets apply, the base period,
milestones and interim targets, performance against each target, and any changes to the
targets
192 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 197
PSPK 2 - Pengungkapan Terkait Iklim IFRS S2 - Climate-related Disclosures
Paragraf Pengungkapan Halaman
Paragraph Disclosure Page
Tata Kelola
Governance
Organ yang Memiliki Fungsi Tata Kelola/Individu yang Bertanggung Jawab untuk Mengawasi Risiko dan Peluang terkait Iklim
Board’s Oversight of Climate Related Risks
Tanggung jawab atas risiko dan peluang terkait iklim tercermin dalam kerangka acuan, mandat,
uraian peran, dan kebijakan terkait lain yang berlaku pada organ atau individu
PSPK2-6a.i 151
Responsibilities for climate-related risks and opportunities are reflected in the terms of reference,
mandates, role descriptions and other related policies applicable to that body(s) or individual(s)
Proses organ atau individu dalam menentukan apakah keterampilan dan kompetensi yang sesuai
tersedia atau akan dikembangkan untuk mengawasi strategi yang dirancang untuk menanggapi
risiko dan peluang terkait iklim
PSPK2-6a.ii 159
The process by which an body(s) or individual(s) determines whether appropriate skills and
competencies are available or will be developed to oversee strategies designed to address climate-
related risks and opportunities
Proses dan frekuensi organ atau individu dalam mendapatkan informasi mengenai risiko dan
peluang terkait iklim
PSPK2-6a.iii 159
The process and frequency of the body(s) or individual(s) is informed about climate-related risks and
opportunities
Proses organ atau individu dalam memperhitungkan risiko dan peluang terkait iklim ketika
mengawasi strategi, keputusan atas transaksi utama dan proses manajemen risiko, serta kebijakan
terkait entitas, termasuk apakah organ atau individu tersebut telah mempertimbangkan trade-off
terkait dengan risiko dan peluang tersebut
PSPK2-6a.iv 150
The process by which body(s) or individual(s) takes into account climate-related risks and
opportunities when overseeing the entity’s strategy, its decisions on major transactions and its
risk management processes and related policies, including whether the body(s) or individual(s) has
considered trade-offs associated with those risks and opportunities.
Proses organ atau individu dalam mengawasi penetapan target sehubungan risiko dan peluang
terkait iklim, dan memantau kemajuan atas target tersebut termasuk apakah dan bagaimana
metrik kinerja terkait disertakan dalam kebijakan remunerasi.
PSPK2-6a.v 150
The process by which body(s) or individual(s) oversees the setting of targets related to climate-
related risks and opportunities, and monitors progress towards those targets, including whether and
how related performance metrics are included in remuneration policies
Peran Manajemen untuk Memantau, Mengelola, dan Mengawasi Risiko dan Peluang terkait Iklim
Management’s Role in Assessing and Managing Climate-related Risks
Delegasi ke posisi tingkat manajemen atau komite tingkat manajemen tertentu dan pengawasan
yang dilakukan atas posisi atau komite tersebut
PSPK2-6b.i 159
Delegation of roles to specific management-level positions or management-level committees and
the oversight processes carried out over those positions or committees.
Pengendalian dan prosedur untuk mendukung pengawasan terhadap risiko dan peluang terkait
iklim dan proses pengendalian dan prosedur tersebut ketika diintegrasikan dengan fungsi internal
PSPK2-6b.ii lain 159
Controls and procedures to support oversight of climate-related risks and opportunities and the
processes of those controls and procedures when integrated with other internal functions.
Strategi
Strategy
Risiko dan Peluang terkait Iklim
Climate-related Risks and Opportunities
Risiko dan peluang terkait iklim yang diperkirakan cukup dapat memengaruhi prospek entitas
PSPK2-10.a The climate-related risks and opportunities that expected to be significant to affect the entity’s 66
prospects
Klasifikasi dan alasan penetapan risiko fisik atau risiko transisi terkait iklim
PSPK2-10-b Classification and rationale for the designation of climate-related risks as physical risks or transition 66
risks.”
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 193
Page 198
Lampiran
Appendix
Paragraf Pengungkapan Halaman
Paragraph Disclosure Page
Penentuan rentang waktu (jangka pendek, menengah, atau panjang) atas dampak dari setiap risiko
dan peluang terkait iklim yang diperkirakan cukup dapat terjadi
PSPK2-10-c 66
Determination of the time horizon (short, medium, or long term) for the impacts of each climate-
related risk and opportunity that are reasonably expected to occur
Definisi jangka waktu dan dikaitkan dengan rentang waktu perencanaan entitas untuk
pengambilan keputusan strategis
PSPK2-10-d 160
The definition of time horizons and their linkage to the entity’s planning horizons used for strategic
decision-making
Model Bisnis dan Rantai Nilai
Business Model and Value Chain
Dampak saat ini dan yang diantisipasi dari risiko dan peluang terkait keberlanjutan pada model
bisnis dan rantai nilai entitas
PSPK2-13.a
Current and anticipated impacts of sustainability-related risks and opportunities on the entity's
business model and value chain
Konsentrasi risiko dan peluang terkait iklim dalam model bisnis dan rantai nilai entitas (contohnya,
wilayah geografis, fasilitas, dan jenis aset).
PSPK2-13.b 163
Concentration of climate-related risks and opportunities within an entity's business model and value
chain (e.g., geographic regions, facilities, and asset types).
Strategi dan Pengambilan Keputusan
Strategy and Decision-making
Tanggapan dan rencana terhadap risiko/peluang iklim dalam strategi & pengambilan keputusan
entitas. Uraikan: (1) perubahan terhadap model bisnis termasuk alokasi sumber daya; (2) upaya
mitigasi & adaptasi langsung; (3) upaya mitigasi & adaptasi tidak langsung; (4) rencana transisi
beserta asumsi & ketergantungan kunci; (5) rencana untuk mencapai target iklim (termasuk target
emisi GRK).
PSPK2-14.a 66
Responses and plans regarding climate-related risks and opportunities within the entity’s strategy
and decision-making. Description of: (1) changes to the business model, including resource allocation;
(2) direct mitigation and adaptation efforts; (3) indirect mitigation and adaptation efforts; (4)
transition plans, including key assumptions and key dependencies; and (5) plans to achieve climate
targets (including GHG emissions targets)
Perolehan sumber daya dan rencana untuk menyediakan sumber daya, untuk aktivitas yang
PSPK2-14.b diungkapkan pada PSPK2-14.a 158
Acquisition of resources and plans to provide resources for the activities disclosed in PSPK2-14.a
Informasi kuantitatif dan kualitatif mengenai kemajuan rencana yang diungkapkan pada periode
pelaporan sebelumnya sesuai dengan PSPK-14.a
PSPK2-14.c 167
Quantitative and qualitative information regarding the progress of the plan disclosed in the previous
reporting period in accordance with PSPK-14.a
Posisi Keuangan, Kinerja Keuangan, dan Arus Kas
Financial Position, Financial Performance and Cash Flows
Dampak keuangan saat ini dan yang diantisipasi dari risiko dan peluang iklim terhadap posisi
keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas (jangka pendek/menengah/panjang), serta
bagaimana hal tersebut dimasukkan dalam perencanaan keuangan entitas
PSPK2-15 66
The current and anticipated financial impacts of climate-related risks and opportunities on the
entity's financial position, financial performance, and cash flows (short/medium/long term), and how
these are incorporated into the entity's financial planning
Ketahanan Iklim
Climate Resilience
Penilaian ketahanan strategi & model bisnis entitas menggunakan analisis skenario terkait iklim;
kapan dilakukan; masukan & skenario apa yang digunakan (termasuk rentang waktu & cakupan
operasi); serta asumsi utama (kebijakan, makro, energi, teknologi) yang mendasarinya
PSPK2-22 Assessment of the resilience of the entity’s strategy and business model using climate-related 162
scenario analysis; when the analysis is conducted; the inputs and scenarios used (including time
horizons and the scope of operations covered); and the key underlying assumptions (including policy,
macroeconomic, energy, and technological assumptions)
194 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 199
Paragraf Pengungkapan Halaman
Paragraph Disclosure Page
Manajemen Risiko
Risk Management
Masukan dan parameter yang digunakan oleh entitas (sebagai contoh, informasi mengenai sumber
data dan ruang lingkup operasi yang tercakup dalam proses)
PSPK2-25a.i 162
Inputs and parameters used by the entity (for example, information on data sources and the scope
of operations covered in the process)
Pendekatan analisis skenario entitas terkait iklim untuk memberi informasi identifikasi risiko terkait
iklim
PSPK2-25a.ii 162
The entity’s climate-related scenario analysis approach used to inform the identification of climate-
related risks
Penilaian entitas atas sifat, kemungkinan, dan besaran dampak risiko iklim (sebagai contoh, apakah
entitas mempertimbangkan faktor kualitatif, ambang batas kuantitatif, atau kriteria lain)
PSPK2-25a.iii The entity’s assessment of the nature, likelihood, and magnitude of the impacts of climate-related 162
risks (for example, whether the entity considers qualitative factors, quantitative thresholds, or other
criteria)
Penetapan prioritas risiko terkait iklim dibandingkan dengan jenis risiko lain
PSPK2-25a.iv 161
Prioritization of climate-related risks relative to other types of risks
Pemantauan entitas terhadap risiko terkait iklim
PSPK2-25a.v 159
Monitoring of the entity’s climate-related risks
Perubahan proses yang digunakan dibandingkan dengan periode pelaporan sebelumnya
PSPK2-25a.vi
Changes in the processes used compared with the previous reporting period
Proses yang digunakan entitas untuk mengidentifikasi, menilai, memprioritaskan, dan memantau
peluang terkait iklim termasuk informasi tentang apakah dan bagaimana entitas menggunakan
analisis skenario terkait iklim untuk memberi informasi identifikasi peluang terkait iklim
PSPK2-25b 157
Processes used by the entity to identify, assess, prioritize, and monitor climate-related opportunities,
including information on whether and how the entity uses climate-related scenario analysis to
inform the identification of climate-related opportunities
Proses mengidentifikasi, menilai, memprioritaskan, dan memantau risiko dan peluang terkait iklim
terintegrasi pada dan memberi informasi keseluruhan proses manajemen risiko entitas
PSPK2-25c 161
The process of identifying, assessing, prioritizing, and monitoring climate-related risks and
opportunities are integrated into and inform the entity's overall risk management process
Metrik dan Target
Metrics and Targets
Metrik terkait Iklim
Climate-related Metrics
Emisi gas rumah kaca bruto absolut selama periode pelaporan (dinyatakan sebagai ekuivalen metrik
ton CO2) yang diklasifikasikan sebagai emisi gas rumah kaca Cakupan 1
PSPK2-29a.i-1 73
Absolute gross greenhouse gas emissions during the reporting period (expressed in metric tons of
CO₂ equivalent) classified as Scope 1 greenhouse gas emissions
Emisi gas rumah kaca bruto absolut selama periode pelaporan (dinyatakan sebagai ekuivalen metrik
ton CO2) yang diklasifikasikan sebagai emisi gas rumah kaca Cakupan 2
PSPK2-29a.i-2 73
Absolute gross greenhouse gas emissions during the reporting period (expressed in metric tons of
CO₂ equivalent) classified as Scope 2 greenhouse gas emissions
Emisi gas rumah kaca bruto absolut selama periode pelaporan (dinyatakan sebagai ekuivalen metrik
ton CO2) yang diklasifikasikan sebagai emisi gas rumah kaca Cakupan 3
PSPK2-29a.i-3 74
Absolute gross greenhouse gas emissions during the reporting period (expressed in metric tons of
CO₂ equivalent) classified as Scope 3 greenhouse gas emissions
Risiko transisi terkait iklim termasuk jumlah dan persentase aset atau aktivitas bisnis yang rentan
terhadap risiko transisi terkait iklim
PSPK2-29b 66
Climate-related transition risks, including the amount and percentage of assets or business
activities exposed to climate-related transition risks
Risiko fisik terkait iklim termasuk jumlah dan persentase aset atau aktivitas bisnis yang rentan
terhadap risiko fisik terkait iklim
PSPK2-29c 66
Climate-related physical risks, including the amount and percentage of assets or business activities
exposed to climate-related physical risks
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 195
Page 200
Lampiran
Appendix
Paragraf Pengungkapan Halaman
Paragraph Disclosure Page
Peluang terkait iklim termasuk jumlah dan persentase aset atau aktivitas bisnis yang selaras
dengan peluang terkait iklim
PSPK2-29d 66, 162
Climate-related opportunities, including the amount and percentage of assets or business activities
aligned with climate-related opportunities
Penyaluran modal termasuk jumlah belanja modal, pembiayaan, atau investasi yang disalurkan
untuk risiko dan peluang terkait iklim
PSPK2-29e 158
Capital deployment, including the amount of capital expenditure, financing, or investment allocated
to climate-related risks and opportunities
Mekanisme penerapan harga karbon internal dalam pengambilan keputusan (misalnya, keputusan
investasi, penentuan harga transfer, dan analisis skenario) dan harga untuk setiap metrik ton emisi
PSPK2-29f gas rumah kaca
Internal carbon pricing mechanisms used in decision-making (for example, investment decisions,
transfer pricing, and scenario analysis), and the price per metric ton of greenhouse gas emissions
Pertimbangan terkait iklim menjadi faktor dalam remunerasi manajemen dan persentase
remunerasi manajemen yang berhubungan dengan pertimbangan terkait iklim
PSPK2-29g 167
Climate-related considerations as a factor in management remuneration and the percentage of
management remuneration linked to climate-related considerations
Target terkait Iklim
Climate-related Targets
Target terkait iklim secara kuantitatif maupun kualitatif (seperti metrik untuk menetapkan
target, tujuan dari target, bagian entitas yang menjadi sasaran target, periode berlaku, periode
dasar, tonggak & target interim, jika kuantitatif (target absolut/target intensitas), persetujuan
internasional terbaru tentang perubahan iklim
PSPK2-33 Quantitative and qualitative climate-related targets (including the metrics used to set the targets, 167
the objectives of the targets, the parts of the entity to which the targets apply, the period over
which the targets apply, the base period, milestones and interim targets, whether the targets are
absolute or intensity-based if quantitative, and alignment with the latest international agreements
on climate change)
Kinerja entitas terhadap setiap target terkait iklim dan analisis tren atau perubahan dalam kinerja
PSPK2-35-a The entity’s performance against each climate-related target and analysis of trends or changes in 167
performance
196 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 201
Pernyataan Asurans Independen
Independent Assurance Statement [G.1]
Independent Assurance Statement
To the management and stakeholders of PT Indosat Tbk
BATS Sustainability Assurer (‘the assurer’) were engaged by PT Indosat Tbk (‘ISAT’) to provide
assurance in respect to its Sustainability Report 2025 (‘the Report’). The assurance engagement
was conducted by a team of qualified professionals specializing in sustainability, sustainability
reporting, and independent assurance with certification includes Certified Sustainability
Reporting Specialist (CSRS), Certified Sustainability Report Assurer (CSRA), and Associate
Certified Sustainability Assurance Practitioner (ACSAP).
Independence
The assurer is independent of ISAT, having not been involved in the preparation of any key part of
the Report. Nor did we provide any services to ISAT during 2025 that could conflict with the
independence of the assurance engagement.
Responsibility
ISAT is responsible for the preparation of the Report along with all the data, information and
claims in the Report. This includes but not limited to sustainability management targets,
performance management, data collection, and other performative actions.
The purpose of this assurance engagement is to provide stakeholders with confidence regarding
the reliability and accuracy of the report. However, the assurer does not guarantee the
completeness of all data presented in the report. The assurer’s responsibility is to verify and
express an independent opinion based on available evidence on the agreed scope. The assurer’s
conclusions do not represent a comprehensive audit but serve to enhance the credibility of the
report.
Scope
The scope of the assurance engagement includes the following:
• Reporting period: January 1, 2025 – December 31, 2025;
• Coverage: sustainability data and information presented in the Report; and
• Verification standard: AA1000 Assurance Standards v3 (Type 2, Moderate Level) and
AccountAbility Principles.
In addition, the assurer reviewed:
• Specific sustainability performance data and information were assessed in compliance
with and in reference to:
• Regulation of Indonesia Financial Service Authority (POJK) No.51/POJK.03/2017
and OJK Circular Letter (SEOJK) No.16/SEOJK.04/2021;
• GRI Universal Standards 2021;
• GRI Topic Standards;
• SASB Telecommunication Service Sector Standard; and
• Applicable disclosure requirements of IFRS S1-S2 / PSPK 1-2 Standard.
Assurance Level and Type
This assurance engagement is conducted with a type 2 and moderate level of assurance based
on AA1000 Assurance Standards v3 (AA1000AS v3) where the scope is limited to moderate-level
verification based on document reviews, interviews, and sample data analysis.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 197
Page 202
Lampiran
Appendix
Limitations
The assurer conducted the verification using sampling methodologies, which means that only the
data samples requested by the assurer were subject to verification. Other than as described in
the preceding paragraph for our scope of engagement, we did not perform assurance procedures
on the remaining information, and accordingly, we do not express a conclusion on this
information.
The assurer does not express any opinion for the current reporting period or for previous periods
regarding the financial data and figures with assumption that the financial data and figures
provided by ISAT has been audited by independent parties therefore, presentation of financial
data and figures in the report not within the scope of assurance.
Methodology
The following methodologies were applied to assess the specified sustainability data disclosed
in the Report, as well as the systems and processes used to manage and report them:
1. Review of Sustainability Reporting Management System: Assess and review the
sustainability reporting management system;
2. Evaluation of the Report’s Disclosure: Evaluate the Report's content, disclosures, and
presentation against the Report standards, POJK No.51/POJK.03/2017, SEOJK
No.16/SEOJK.04/2021, GRI Universal Standards, GRI Topic Standard, SASB
Telecommunication Service Sector Standard, and applicable disclosure requirements of
IFRS S1-S2 / PSPK 1-2 Standard. Any identified inconsistencies or unclear disclosures
were communicated to management for further clarification;
3. Interviews with Key Personnel: Discussion with relevant department to verify the
relevant sustainability practice and policies along with data collection process applied
for creating the Report;
4. Sampling Verification: Cross-check and analysing selected sustainability data points
against source documentation and interview result;
5. Evaluation of ISAT Adherence to the Four AA1000 AccountAbility Principles (2018):
Evaluation is done using the evidence gathered through document review and interview
processes.
Opinion Statement
This assurance engagement was conducted in accordance with AA1000 Assurance Standard v3
(Type 2, Moderate Level). The assurer confirms that:
• The Report complies to the Regulation of Indonesia Financial Service Authority (POJK)
No.51/POJK.03/2017 and OJK Circular Letter (SEOJK) No.16/SEOJK.04/2021;
• The Report aligns with the GRI Standards and is in reference to GRI Universal Standards
2021, GRI Topic Standards, SASB Telecommunication Service Sector Standard, and
applicable disclosure requirements of IFRS S1-S2 / PSPK 1-2 Standard;
• The Report adheres to AA1000 AccountAbility Principles; and
• No significant errors or misstatements were identified in the data verification process.
Findings and Conclusions
The report was prepared to comply the Regulation of Indonesia Financial Service Authority (POJK)
No.51/POJK.03/2017 and OJK Circular Letter (SEOJK) No.16/SEOJK.04/2021 and in reference to
the GRI Universal Standards 2021, GRI Topic Standards, SASB Telecommunication Service Sector
198 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 203
Standard, and applicable disclosure requirements of IFRS S1-S2 / PSPK 1-2 Standard. The
assurer’s opinion on ISAT adherence to AA1000 AccountAbility Principles (2018) is as follows:
• Inclusivity
Nothing has come to our attention that causes us to believe that any key stakeholder
groups have been excluded from stakeholder engagement activities in developing ISAT’s
approach to sustainability. ISAT has conducted stakeholder identification and
engagement through both internal and external processes in determining sustainability
topics. A structured mechanism is in place to facilitate stakeholder dialogue and integrate
stakeholder feedback into sustainability strategy and programs.
• Materiality
Nothing has come to our attention that causes us to believe that ISAT’s materiality
determination approach does not provide a balanced representation of material issues
concerning its sustainability performance. ISAT conducted its materiality assessment to
identify and prioritize material sustainability issues based on the importance towards
stakeholders and the significance to ISAT.
• Responsiveness
Nothing has come to our attention that causes us to believe that ISAT failed to apply the
responsiveness principle in determining the matters disclosed in the Report. ISAT has
implemented responsiveness mechanisms including a Whistleblowing System (WBS),
and other grievance mechanisms to address stakeholder concerns. ISAT’s approach
considers the relevance of each topic, its alignment with its sustainability framework, and
the company’s current capabilities to address and disclose these matters.
• Impact
Nothing has come to our attention that causes us to believe that ISAT has failed to identify
and monitor the direct and indirect impacts of its activities on stakeholders and the
company. ISAT has conducted impact measurement through its sustainability framework,
materiality assessment, and stakeholder engagement. ISAT has applied Social Return on
Investment (SROI) methodology for the IDCamp program and Impact Report for the
SheHacks Program.
Recommendation
The Assurer commends ISAT’s efforts and achievements to enhance its sustainability reporting
and management system. The Assurer recommends that ISAT develop quantitative financial
disclosure in alignment with IFRS S1-S2 / PSPK 1-2 disclosure requirements. The assurer also
recommends that ISAT enhance the completeness of its Scope 3 emissions disclosure by
expanding data coverage across relevant categories.
Adherence to POJK No.51/POJK.03/2017 and SEOJK No.16/SEOJK.04/2021.
ISAT has declared the Report’s compliance to POJK No.51/POJK.03/2017 and SEOJK
No.16/SEOJK.04/2021 disclosure guidelines. The assurer confirmed compliance with POJK
No.51/POJK.03/2017 and SEOJK No.16/SEOJK.04/2021.
Adherence to GRI Standards
ISAT has declared the Report’s adherence to the GRI Standards. The assurer confirmed
compliance in reference to GRI Universal Standards (2021) and GRI Topic Standards.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 199
Page 204
Lampiran
Appendix
Adherence to SASB Telecommunication Standard
ISAT has declared the Report’s adherence to the SASB Telecommunication Service Sector
Standard. The assurer confirmed compliance in reference to the SASB Telecommunication
Standard.
Adherence to IFRS S1-S2 / PSPK 1-2
ISAT has declared the Report’s disclosure of sustainability-related financial information and
climate-related risks and opportunities in reference to IFRS S1-S2 / PSPK 1-2 applicable
disclosure requirements. The assurer confirmed the Report addresses the core content of the
standard, but notes that the current financial disclosure is qualitative in nature and does not
include quantitative financial disclosure. ISAT is encouraged to progressively develop these
quantitative disclosures in subsequent reporting periods.
Based on the activities and methodology, nothing has come to our attention that causes us to
believe the data of the Report, in relation to the agreed scope, has been materially misstated. This
conclusion therefore reduces the risk of error, but does not reduce the risk to zero. All key
assurance findings are included herein, while detailed observations and follow-up
recommendations have been submitted to ISAT management in a separate report.
Issue Date: March 26th 2026
BATS Sustainability Assurer
Brian Pramudita, SE, Ak, M.Ak., CA., ACPA., BKP., CIB.,
CCA., Cert-DA., Cert-SF., CSRS., CSRA., CSP., ACSAP
_____________________________________________________________________________________________________________________________________________
PT Keberlanjutan Menjaga Bumi
Indonesia Stock Exchange Building Tower 1 Level 3
sustainabilityassurrer.bats-consulting.com
200 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 205
Formulir Tanggapan Laporan Keberlanjutan
Feedback Form of Sustainability Report
Terima kasih telah membaca Laporan Keberlanjutan We would like to extend our gratitude for reading
PT Indosat Tbk (IOH) tahun 2025. Untuk mewujudkan Sustainability Report 2025 of PT Indosat Tbk (IOH). To realize
kualitas pelaporan yang lebih baik di tahun mendatang, a better quality of reporting in the coming years, we expect
kami mengharapkan usulan, kritik, dan saran dari pembaca suggestions, criticisms, and advices from readers and users
dan pengguna laporan ini. Kami berkomitmen untuk of this report. We are committed to continuously improve
senantiasa meningkatkan kinerja keberlanjutan dan the sustainability performance and provide the best for the
memberikan yang terbaik bagi pemangku kepentingan. stakeholders.
Profil
Profile
Nama
:
Name
Institusi/Perusahaan
:
Institution/Company
Email :
Telp/HP
:
Phone/HP
Kategori Pemangku Kepentingan : Pemerintah
Stakeholders Category Government
LSM
NGO
Perusahaan
Company
Masyarakat
Community
Media
Akademik
Academic
Lain-lain
Others
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 201
Page 206
Lampiran
Appendix
Mohon pilih jawaban yang paling sesuai :
Please choose the most appropriate answer :
Deskripsi Setuju Tidak Setuju Tidak Tahu
No
Description Agree Disagree Don’t Know
Apakah laporan ini sudah menggambarkan kinerja
Perseroan dalam berkontribusi pada pembangunan
1 berkelanjutan?
Does this report have described the Company’s performance
in contributing to the sustainable development?
Apakah laporan ini bermanfaat bagi anda?
2
Is this report useful to you?
Apakah laporan ini mudah dimengerti?
3
Is this report easy to understand?
Apakah laporan ini menarik?
4
Is this report interesting?
Mohon isi jawaban anda :
Please fill in your answers :
1. Bagian informasi mana yang paling berguna dan menarik bagi anda?
Which part of information that is the most useful and interesting for you?
.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Bagian informasi mana yang kurang berguna bagi anda?
Which part of information that is less useful for you?
.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Apakah data yang disajikan telah transparan, dapat dipercaya, dan berimbang?
Is the data presented in a transparent, trustworthy, and fair manner?
.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Mohon berikan saran/usul/komentar anda atas laporan ini.
Kindly provide your advice/suggestion/comment on this report.
.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Kami menghargai tanggapan dan saran yang anda berikan We value your comments and suggestions. Please send
kepada kami. Mohon kirimkan lembar ini ke: this form to:
PT Indosat Tbk (IOH)
Gedung Indosat Ooredoo Hutchison
Jl. Medan Merdeka Barat No. 21
Jakarta 10110, Indonesia
Telephone: (+62 21) 3000 3001 ext. 8803/8804
Email: corporate.secretary@ioh.co.id
202 Indosat Ooredoo Hutchison
Page 207
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 203
Page 208
Pilar ESG
ESG Pillars
2025
2025
Laporan Keberlanjutan
Sustainability Rep or t
Sustainability Report
Laporan Keberlanjutan
Mendorong Kemajuan,
Empowering Dampak
Menciptakan Progress,
EnablingProgress,
Empowering Impact Enabling Impact
PT Indosat Tbk
Jl Medan Merdeka Barat No. 21, Jakarta Pusat,
Jakarta 10110, Indonesia.
Telp: (021) 3000 3001 ext. 8803/8804
Email Group Legal & Corporate Secretary:
corporate.secretary@ioh.co.id
204 Indosat Ooredoo Hutchison
Names mentioned 85 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Sambutan
· Direktur Utama
p.4 ×8
unresolved
org
PT Indosat Tbk’s Year
p.4
unresolved
org
Ooredoo Hutchison Asia Pte. Ltd.
p.32
unresolved
org
PT Telkom.
p.34
unresolved
org
PT Indosat Multi Media
p.34
unresolved
org
STT Communications Ltd.
p.34 ×2
unresolved
org
PT Telkom The Government
p.34
unresolved
org
PT IM
p.34
unresolved
org
PT Hutchison
p.35 ×2
unresolved
org
PT Indosat Speed Experience
p.35
unresolved
org
Kementerian Sistem Manajemen Keselamatan
p.41
unresolved
org
Ministry of Manpower
p.41 ×9
unresolved
org
Quay Audit UK Limited
p.41 ×2
unresolved
org
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia
p.42
unresolved
org
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Balikpapan
p.42
unresolved
org
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Surabaya
p.42
unresolved
org
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bandung
p.42
unresolved
org
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Makassar
p.42
unresolved
org
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Medan
p.42
unresolved
org
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Palembang
p.42
unresolved
org
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Semarang
p.42
unresolved
org
Government of the Republic of Indonesia
p.51
unresolved
org
Kementerian Komunikasi dan Informatika
p.64
unresolved
org
Ministry of Communication and Information Technology
p.64
unresolved
org
PT PLN (Persero)
p.76 ×4
unresolved
org
Ministry of Marine Affairs and Fisheries Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia
p.92
unresolved
person
Aziz Ahmad M Aluthman Fakhroo
· President Commissioner
p.127 ×2
unresolved
person
Fok Kin Ning
· President Commissioner
p.127 ×2
unresolved
person
Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama
· Commissioner
p.127
unresolved
person
Ren
· Commissioner
p.127
unresolved
person
Woo Chiu Man
· Commissioner
p.127
unresolved
person
Cheung Kwan Hoi
· Commissioner
p.127
unresolved
person
Efthymios Tsokanis
· Commissioner
p.127
unresolved
person
Meirijal Nur
· Commissioner
p.127
unresolved
—
Served
· President Commissioner
p.127
unresolved
org
Pengurus dan Komite Pendukung IOH
p.129 ×2
unresolved
person
Communication
· Corporate Secretary
p.134
unresolved
—
Government and regulatory bodies
p.139
unresolved
—
ETIKA DAN INTEGRITAS [GRI 3-3, 2-23, 2-24]
p.139
unresolved
—
Di tengah percepatan transformasi digital, IOH
p.139
unresolved
—
menempatkan etika dan integritas sebagai fondasi
p.139
unresolved
—
bahwa setiap kebijakan, keputusan, dan interaksi
p.139
unresolved
—
pemangku kepentingan berakar pada komitmen kuat
p.139
unresolved
—
menjunjung nilai-nilai moral dan kepatuhan terhadap
p.139
unresolved
—
Komitmen ini ditegaskan melalui Kode Etik
p.139
unresolved
—
mendukung pelaksanaannya, IOH menerapkan
p.139
unresolved
—
mekanisme pencegahan, pengawasan, dan pelaporan
p.139
unresolved
—
menyeluruh, mulai dari pelatihan etika berkala, sistem
p.139
unresolved
—
whistleblowing yang aman dan rahasia, hingga proses
p.139
unresolved
—
remediasi jika ditemukan pelanggaran. Setiap
p.139
unresolved
—
pelanggaran dievaluasi secara independen, ditindaklanjuti
p.139
unresolved
—
langkah korektif, dan diawasi oleh
p.139
unresolved
—
memastikan integritas proses
p.139
unresolved
—
perlindungan pelapor.
p.139
unresolved
—
Melalui pendekatan ini, IOH tidak hanya berupaya
p.139
unresolved
—
meminimalkan risiko, tetapi juga membangun budaya
p.139
unresolved
—
kerja yang berlandaskan kepercayaan, transparansi,
p.139
unresolved
—
menuntun seluruh insan IOH dalam menghadapi
p.139
unresolved
—
Keberlanjutan 2025 Sustainability
p.139
unresolved
org
Kementerian Komunikasi
p.144
unresolved
org
Minister of Communication
p.144
unresolved
person
Meanwhile
· Komisaris
p.145
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 1
ESG2025-ISAT.pdf
done