Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2025-BBTN-att2.pdf

Other Text extracted BBTN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 292

Page 1
Menanamkan Nilai Berkelanjutan
dalam Setiap Aspek Kehidupan


2025
Laporan Keberlanjutan



  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 2

          
Page 3
                         Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                         Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                         Digitalisasi




    Di BTN, keberlanjutan bukanlah
    agenda yang berdiri sendiri,
    melainkan cara Bank mewujudkan
    tujuan: memberdayakan
    keluarga Indonesia melalui
    ekosistem perumahan yang
    inklusif, bertanggung jawab, dan
    berkelanjutan.




Menanamkan Nilai                               BTN menanamkan prinsip keberlanjutan pada setiap kebijakan, produk, dan layanan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
                                               Pendekatan ini memastikan bahwa pertumbuhan usaha tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak
Berkelanjutan                                  positif bagi kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan. Dengan demikian, keberlanjutan tersebut dapat dirasakan langsung oleh

dalam Setiap
                                               nasabah, pegawai, dan masyarakat.


Aspek Kehidupan                                Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan prinsip 5P yaitu Planet, People, Peace, Partnership, dan Prosperity, yang menjadi
                                               dasar pengembangan keuangan berkelanjutan BTN. Inisiatif rumah rendah emisi, peningkatan inklusi keuangan, pengembangan dan
                                               penguatan ekonomi sirkular, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan mencerminkan upaya BTN dalam mengintegrasikan nilai
                                               berkelanjutan ke dalam setiap aspek kehidupan, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan prinsip
                                               Environmental, Social, dan Governance.



3      PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 4
                                  Pendahuluan     Profil dan         Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang    Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui        Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN     Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab            Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi               Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                          Digitalisasi




Daftar Isi                                              01                                                           02                                                        03

6      Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
8      Pengakuan atas Komitmen
       dan Inovasi BTN
13     Dampak Nyata BTN bagi
       Keberlanjutan                                      Profil dan Perjalanan BTN                                       Membangun Ekosistem                                        Mengelola Lingkungan yang
16     Dukungan BTN terhadap                                                                                              Keuangan Berkelanjutan                                     Bertanggung Jawab
       Tujuan Pembangunan
       Berkelanjutan                                      28       Sekilas Tentang BTN                                    47   Prinsip ESG                                           70    Pengelolaan Energi
21     Pesan dari Direktur Utama                          30       Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan                    55   Kerangka Kerja ESG                                    73    Pengelolaan Emisi
                                                          32       Struktur Organisasi                                    56   Tata Kelola ESG                                       79    Pengelolaan Air dan Efluen
                                                          33       Perjalanan Transformasi                                57   Kebijakan ESG                                         81    Manajemen Limbah
                                                                   Keberlanjutan BTN                                      58   Capaian dan Hasil ESG                                 84    Pengendalian dan Kepatuhan
265 Tentang Laporan                                       34       Kegiatan Usaha BTN                                                                                                      Lingkungan
267    Pernyataan Jaminan                                 36       Area Operasional dan Pasar yang
       Independen                                                  Dilayani
273    Indeks Standar Laporan                             37       Rantai Pasok Berkelanjutan
290    Lembar Umpan Balik                                 39       Perubahan Signifikan
                                                          39       Inisiatif Eksternal dan
                                                                   Keanggotaan Asosiasi
                                                          40       Kinerja Ekonomi
                                                          43       Penyaluran Kredit




Petunjuk Penggunaan

      Halaman Depan              Daftar Isi             Halaman Sebelumnya                         Halaman Selanjutnya




4               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 5
                                  Pendahuluan     Profil dan         Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui         Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN     Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi                Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                            Digitalisasi




04                                                      05                                                           06                                                          07




    Menumbuhkan Potensi dan                               Menguatkan Masyarakat melalui                                   Menggerakkan Inovasi Produk                                 Penguatan Tata Kelola sebagai
    Kesejahteraan Pegawai                                 Kepedulian dan Inklusi                                          Keuangan dan Digitalisasi                                   Fondasi Keberlanjutan

    86    Manajemen Sumber Daya                           122      Tanggung Jawab Sosial dan                              142   Roadmap Layanan BTN                                   192     Struktur Tata Kelola Keberlanjutan
          Manusia                                                  Lingkungan                                             145   Manajemen Risiko Lingkungan                                   BTN
    89    Keberagaman, Kesetaraan, dan                    129      Inklusi dan Literasi Keuangan                                dan Sosial dalam Proses Kredit                        197     Komitmen Penerapan Tata Kelola
          Inklusi                                                                                                         148   BTN Portofolio Guideline                              200     Strategi Tata Kelola
    101   Pelatihan dan Pengembangan                                                                                      155   Produk Berbasis ESG                                   201     Governance, Risk, and
          Kompetensi                                                                                                      163   Inovasi Digital untuk Layanan                                 Compliance Roadmap
    111   Pelindungan dan Pemenuhan                                                                                             Modern                                                208     Proses Nominasi Badan Tata
          Hak Pegawai                                                                                                     172   Pengawasan Produk Keuangan                                    Kelola Tertinggi
    117   Keselamatan dan Kesehatan                                                                                       173   Kebijakan Periklanan                                  212     Evaluasi Kinerja Badan Tata
          Pegawai                                                                                                         174   Pelindungan Finansial Nasabah                                 Kelola Tertinggi
    119   Hubungan Industrial yang                                                                                        175   Privasi dan Keamanan Data                             213     Manajemen Risiko
          Harmonis                                                                                                              Nasabah                                               248 Kode Etik dan Etika Bisnis
    120   Kepatuhan Sosial dan Ekonomi                                                                                    185   Kebijakan Penagihan Utang                             252     Anti-Fraud dan Benturan
                                                                                                                          187   Penanganan Keluhan Produk                                     Kepentingan
                                                                                                                                Keuangan                                              256 Implementasi Prinsip Kehati-
                                                                                                                          190   Kepuasan Nasabah                                              hatian
                                                                                                                                                                                      258     Pengawasan Internal dan Anti
                                                                                                                                                                                              Gratifikasi
                                                                                                                                                                                      260 Whistleblowing System




5               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 6
                                 Pendahuluan     Profil dan         Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN     Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                     Digitalisasi




Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan


    Kinerja Ekonomi [OJK B.1]                                                                                             Kinerja Lingkungan [OJK B.2]



Total Aset Konsolidasian (Miliar Rupiah)               Laba Tahun Berjalan Konsolidasian
                                                                                                                          Produk Ramah                Pembiayaan 11.412 unit rumah rendah emisi dengan
                                                       (Miliar Rupiah)
                                                                                                                          Lingkungan [OJK B.1]        menggunakan material ramah lingkungan minimal 10%

                               527.793

                                                                                               3.501                     Energi                                                      Limbah dan Efluen
                                                            3.501
                469.615                                                       3.007
    438.750

                                                                                                                         Penurunan                                                   Timbulan limbah
     2023        2024            2025                       2023               2024             2025                     penggunaan energi
                                                                                                                                                                                     145,25
                                                                                                                         85.115                                                      ton
Pendapatan Operasional Bunga dan                       Kuantitas Produk/Jasa yang Dijual                                 Gigajoule
Selain Bunga Konsolidasian (Miliar
Rupiah)

                                                       4
                                                                                                                                                                                     Pengurangan
                                                                                                                         Pemakaian energi
                                                                                                                         baru terbarukan                                             Efluen

                                40.449                 Kategori
                                                                                  Consumer                               806,38                                                      14.297 m3
                                                       Produk                      Banking                               Gigajoule
                 34.118
     32.172
                                                                      Commercial             Banking                                                                                            Ekonomi Sirkular
                                                                        Banking              Service                     Penurunan
                                                                                                                         intensitas energi
      2023        2024            2025                                                                                                                                               Inovasi keuangan berkelanjutan
                                                                                  Corporate                              10,53%                                                      melalui program Bayar Angsuranmu
                                                                                   Banking
                                                                                                                                                                                     Pakai Sampahmu dan Rumah
                                                                                                                                                                                     Rendah Emisi



6              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 7
                                   Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem       Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan    Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




                                                           Kinerja Sosial [OJK B.3]                                                                   Kinerja Tata Kelola [OJK B.2]


                                                                                                                                                                    Pembentukan Komite ESG, Enterprise & ESG Risk
                                                                    Jumlah                                      Komposisi Pegawai
Emisi                                                                                                                                                               Management Division, dan ESG Department
                                                                    Pegawai                                     Perempuan


        Penurunan Emisi Cakupan 1 dan 2                    11.429 orang                               50,15%                                                        Bank BUMN pertama yang menandatangani
                                                                                                                                                                    Principles for Responsible Banking (PRB) dari
9.922 ton CO eq      2
                                                                    Tenaga Kerja                                Pemasok                                             United Nations Environment Programme Finance
                                                                    Penyandang                                                                                      Initiative (UNEP FI)
        Pengungkapan Financed Emissions
                                                                    Disabilitas
                                                                                                                100%
                                                                                                                                                                    Penyusunan Sustainable Finance Framework dan
3.734.612 ton CO eq        2
                                                           0,25% dari 11.429
                                                                 pegawai
                                                                                                       pemasok BTN merupakan
                                                                                                       pemasok lokal                                                Social Finance Framework

Penanaman Pohon                                                     Penyaluran KPR                   Penyaluran Kredit Usaha
                                                                    Subsidi                          Rakyat dan Kredit Usaha                                        Pengembangan Kerangka Kerja, Strategi, dan
                                                                                                     Mikro, Kecil, dan Menengah                                     Peta Jalan ESG
                    Jumlah penanaman
                    pohon                                  Rp157.298 Miliar
                    26.648 pohon                           meningkat 6,34% dari tahun
                                                                                                     Rp6,99 Triliun,
                                                                                                                                                                    Penyusunan Peta Jalan Governance, Risk, and
                                                           2024                                      meningkat 12,80% dari                                          Compliance (GRC)
                    Serapan karbon                                                                   tahun 2024
                    31.600
                                                                                                                                                                    Penandatanganan komitmen sebagai anggota
                    ton CO2eq
                                                                                                                              Rp119,91                              Partnership for Carbon Accounting Financials
                                                                                                                               miliar                               (PCAF)
Climate Risk Stress Test (CRST)                            Tanggung                                          Rp88,97
                                                           Jawab Sosial                      Rp80,00
                                                                                                              miliar                                                Penerapan kebijakan Anti Pencucian Uang dan
                                                           Lingkungan                         miliar
        Penajaman analisis risiko iklim                                                                                                                             Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT),
        melalui CRST sesuai dengan                                                                                                                                  perlindungan data pribadi, keamanan siber, serta
        panduan OJK                                                                           2023             2024             2025                                manajemen risiko


7                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 8
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                 Digitalisasi




Pengakuan atas Komitmen dan                                                                        Indeks
Inovasi BTN


BTN secara konsisten memperkuat                                                                    BTN terdaftar dalam Indeks Peduli Perubahan                         BTN terdaftar dalam Indeks KEHATI Groups, yang
                                                                                                   Iklim, yang mencakup:                                               mencakup:
penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan
tata kelola (ESG) melalui inovasi produk hijau,                                                    • IDX LQ45 Low Carbon Leaders                                       • SRI KEHATI
tata kelola yang transparan, serta program                                                                                                                             • ESGQ 45 IDX KEHATI
                                                                                                                                                                       • ESG SL IDX KEHATI
sosial yang inklusif. Komitmen ini tercermin
dari berbagai hasil penilaian dan apresiasi
eksternal yang menunjukkan peningkatan
kinerja keberlanjutan BTN dari tahun ke tahun.


Pada tahun pelaporan, BTN mencatat capaian indeks ESG sebagai
refleksi integrasi prinsip keberlanjutan dalam seluruh aktivitas bisnis.
Perincian capaian indeks disajikan sebagai berikut:




8              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 9
                                   Pendahuluan    Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                  Digitalisasi




Pada      tahun       pelaporan,       BTN                   Pemeringkatan ESG BTN
memperoleh sejumlah rating ESG dari
lembaga independen sebagai bentuk
pengakuan      atas    komitmen       dan
kinerjanya dalam mengintegrasikan
prinsip   keberlanjutan      ke    dalam
seluruh aktivitas bisnis.                                    Peringkat ESG:                                         Peringkat ESG (%):                                   Skor ESG:


Rincian hasil penilaian ESG disajikan
sebagai berikut:
                                                             AA                                                     75                                                   77/100
                                                             (Leader)                                               Dibandingkan
                                                                                                                                                                         Peringkat:
                                                                                                                    43.262 Perusahaan                                    78   dari 1.158 di antara
                                                                                                                                                                         Perusahaan Layanan Perbankan




9               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 10
                                   Pendahuluan     Profil dan        Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui       Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN    Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi              Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                        Digitalisasi




     Penghargaan Selama Tahun 2025:



                                                                                                                                                    Acara:
Selain itu, BTN juga meraih berbagai penghargaan dari lembaga
                                                                                                                                                    The Best Corporate Emission Reduction Transparency Awards
nasional maupun internasional yang menyoroti kontribusi Bank
                                                                                                                                                    Penghargaan:
dalam inovasi produk berkelanjutan, tata kelola yang baik, serta
                                                                                                                                                    Public Company with Trusted Green Achievement in Emission Reduction
pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.                                                                                                         and Trusted Diamond Achievement In Emission Transparency

                                                                                                                                                    Penyelenggara:
Daftar penghargaan tersebut disajikan pada tabel berikut:                                                                                           Investortrust.id & Datatrust

                                                                                                                                                    Tanggal:
                                                                                                                                                    April 2025




Acara:                                                    Acara:                                                     Acara:                                                         Acara:
Prominent Awards 2025                                     ESG Awards 2025                                            Indonesia ESG Leadership Awards 2025                           Indonesia Sustainable Synergy Awards 2025

Penghargaan:                                              Penghargaan:                                               Penghargaan:                                                   Penghargaan:
Best Green Mortgage Bank Transformation                   Platinum Star Awards - Medium Cap                          Leadership AAA - Indonesia’s Leaders in ESG                    Indonesia Sustainable Synergy Awards 2025 for

Penyelenggara:                                            Penyelenggara:                                             Transparency                                                   Environmentally-friendly Business Practices and

Metro TV, Salutee.id                                      Investortrust                                              Penyelenggara:                                                 Improving Community Well-being

Tanggal:                                                  Tanggal:                                                   BGK Foundation                                                 Penyelenggara:

September 2025                                            Oktober 2025                                               Tanggal:                                                       Netral News

                                                                                                                     November 2025                                                  Tanggal:
                                                                                                                                                                                    November 2025




10               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 11
                                   Pendahuluan     Profil dan          Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                        Digitalisasi




     Acara:                                                         Acara:                                                       Acara:                                               Acara:
     Best Social Business Innovation Awards 2025                    Editors Choice Award                                         Editors Choice Award                                 Editors Choice Award

     Penghargaan:                                                   Penghargaan:                                                 Penghargaan:                                         Penghargaan:
     Best Social Business Innovation Awards 2025                    Best Literacy for Climate Resilience                         Best Innovative Conservation                         Best Emission Reduction

     Penyelenggara:                                                 Penyelenggara:                                               Penyelenggara:                                       Penyelenggara:
     The Economics                                                  The Investing on Climate                                     The Investing on Climate                             The Investing on Climate

     Tanggal:                                                       Tanggal:                                                     Tanggal:                                             Tanggal:
     November 2025                                                  Desember 2025                                                Desember 2025                                        Desember 2025




                                                               Acara:                                                                                                                     Acara:
                                                               5th TJSL & CSR Award                                                                                                       Detikcom Awards 2025

                                                               Penghargaan:                                                                                                               Penghargaan:
                                                               Predikat Gold untuk kategori pilar:                                                                                        Bank Pemberdaya Wirausaha Sektor
                                                               Pilar Sosial, Pilar Ekonomi, Pilar Lingkungan                                                                              Perumahan

                                                               Penyelenggara:                                                                                                             Penyelenggara:
                                                               BUMN Track                                                                                                                 Detikcom

                                                               Tanggal:                                                                                                                   Tanggal:
                                                               Juni 2025                                                                                                                  November 2025




11               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 12
                                   Pendahuluan     Profil dan        Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang    Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi    Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN    Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab            Kesejahteraan Pegawai      Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan     Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




 Sertifikasi



                                                                    ISO 37001:2016                                                • Wholesale Credit Risk Division (WRD);
                                                                    Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)                        • Small Medium Enterprise Banking Division (SMBD);
                                                                                                                                  • Credit Operation Division (COD);
                                                                    Validasi:
                                                                                                                                  • Commercial Banking Center (Jakarta Raya, Bekasi, Bandung, Bintaro Jaya);
                                                                    21 Desember 2022 – 20 Desember 2025
                                                                                                                                  • SME Restructuring (Kanwil Jawa Barat, Kanwil Jakarta II, Kanwil Jatim Bali Nusra,
                                                                    Penerima Sertifikasi:
                                                                                                                                    Kanwil Sumatera, Kanwil Sulawesi Maluku Papua, Kanwil Jawa Tengah DIY);
                                                                    • Procurement and Fixed Asset Management
                                                                                                                                  • Commercial Asset Management Division (CAMD);
                                                                      Division (PFAD);
                                                                                                                                  • KC Jakarta Harmoni.
                                                                    • Commercial Banking Division (CMBD Kantor
                                                                                                                                  Dikeluarkan oleh:
                                                                      Pusat);
                                                                                                                                  Komite Akreditasi Nasional
                                                                    • Corporate Banking Division (CBD);




                                                                                                                                                                                                             ISO 27001:2013
                                                                                                               ISO 9001:2015
                                                                                                                                                                                                             Sistem Manajemen
                                                                                                               Sistem Manajemen Mutu
                                                                                                                                                                                                             Keamanan Informasi
                                                                                                               Validasi:
                                                                                                                                                                                                             Validasi:
                                                                                                               17 Desember 2024 – 16 Desember 2027
                                                                                                                                                                                                             11 Juli 2023 – 31 Oktober 2025
                                                                                                               Penerima Sertifikasi:
                                                                                                                                                                                                             Penerima Sertifikasi:
                                                                                                               Transformation & Partnership
                                                                                                                                                                                                             Data Center
                                                                                                               Management Division
                                                                                                                                                                                                             Dikeluarkan oleh:
                                                                                                               Dikeluarkan oleh:
                                                                                                                                                                                                             BSI
                                                                                                               BSI




     Sertifikat Indi 4.0 Level 3

     Validasi:
     18 Juli 2022 – 18 Juli 2025

     Penerima Sertifikasi:
     PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

     Dikeluarkan oleh:
     Kementerian Perindustrian



12               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 13
                                     Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                     Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                     Digitalisasi




     Dampak Nyata BTN bagi
     Keberlanjutan




     Keberlanjutan bagi BTN bukan sekadar tujuan,
     melainkan inti dari setiap inovasi dan layanan
     yang diberikan. BTN memandang produk dan
     bisnis sebagai sarana untuk menciptakan
     dampak     positif     bagi      masyarakat         dan
     lingkungan. Oleh karena itu, BTN senantiasa
     mengintegrasikan        nilai     ekonomi,       sosial,
     dan lingkungan dalam setiap keputusan.
     Pendekatan ini memastikan bahwa setiap
     langkah   yang       diambil    BTN    tidak    hanya
     memenuhi     kebutuhan          finansial     nasabah,
     tetapi juga mendorong perubahan perilaku
     dan menciptakan manfaat jangka panjang
     bagi keberlanjutan Indonesia.




13              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 14
                                   Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                     Digitalisasi




Bayar Angsuranmu Pakai Sampahmu
BTN terus memperkuat perannya dalam mendorong keuangan berkelanjutan melalui inovasi yang menghadirkan
manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara simultan. Salah satu inisiatif tersebut diwujudkan melalui
program “Bayar Angsuranmu Pakai Sampahmu”. Melalui program ini, nasabah dan/atau debitur KPR dapat
mengonversi sampah rumah tangga seperti: plastik, kardus, logam, dan beling yang telah dipilah serta minyak
jelantah menjadi nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi angsuran bulanan. Melalui
mekanisme ini, sampah tidak lagi dipandang semata sebagai limbah, melainkan sebagai sumber nilai ekonomi
baru yang memberikan manfaat langsung bagi rumah tangga.


Dampak terukur dari program tahun 2025:




                                                 716 kg sampah
        Dampak                                                  anorganik
        Lingkungan                                      yang dikumpulkan



        Dampak
        Sosial                                    21 cluster dengan layanan
                                                     pengelolaan sampah



        Dampak
                                                 56 penyetor sampah
                                                           jumlah nasabah dan debitur
        Finansial




Program ini merepresentasikan pendekatan BTN dalam menghubungkan akses                                                   Sebagai bentuk komitmen untuk memperluas dampak program, BTN menargetkan
keuangan dengan perubahan perilaku lingkungan yang positif. Inisiatif ini membantu                                       implementasi pada 100 titik di Indonesia hingga akhir tahun 2026. Inisiatif ini juga
meringankan beban finansial keluarga dan mendorong partisipasi aktif masyarakat                                          memperoleh apresiasi dari Queen Máxima, UN Secretary-General’s Special Advocate
dalam    pengelolaan       sampah       secara      bertanggung        jawab        serta    memperkuat                  for Inclusive Finance for Development, yang menilai program tersebut sebagai contoh
implementasi ekonomi sirkular di tingkat komunitas.                                                                      nyata inovasi sektor keuangan yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga
                                                                                                                         sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan dan pengurangan sampah nasional.



14               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 15
                                 Pendahuluan     Profil dan        Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui      Menggerakkan Inovasi    Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN    Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi             Produk Keuangan dan     Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




Rumah Rendah Emisi
Pembangunan hunian yang lebih sehat dan ramah lingkungan menjadi fokus penting                                          agenda iklim nasional melalui penerapan konsep desain dan material yang lebih
dalam upaya mencapai pembangunan berkelanjutan. Guna mencapai tujuan tersebut,                                          berkelanjutan. Bank juga terus memperkuat kolaborasi dengan mitra developer & supplier
BTN menetapkan target mengembangkan 150.000 rumah rendah emisi hingga 2029.                                             eco-friendly materials untuk memacu implementasi rumah rendah emisi di Indonesia,
Program ini tidak hanya menjawab kebutuhan hunian layak, tetapi juga mendukung                                          selaras dengan program pemerintah terkait perumahan nasional dan ekonomi hijau.


Dampak terukur dari program tahun 2025:


      Dampak             57 ton sampah dialihkan                    157,6 ton CO2 emisi terhindarkan                    Setara dengan manfaat ekologis               Penguatan ekonomi sirkular
      Lingkungan         dari potensi menjadi limbah                melalui penggunaan eco-                             penanaman 2.627 pohon, yang                  melalui penggunaan
                         melalui pemanfaatan                        friendly materials dan desain                       membantu menyerap emisi dan                  material daur ulang
                         material daur ulang                        hemat energi                                        memperbaiki kualitas udara


      Dampak             11.412 unit rumah rendah emisi yang telah                          22 mitra pengembang                                 5 supplier startup atau UMKM yang telah
      Sosial             dikembangkan                                                       rumah rendah emisi                                  bekerja sama dengan Bank




                                                                                                                                                                   Selain      aspek       lingkungan,         program        ini     tetap
                                                       Efisiensi Energi             1. Sirkulasi udara dengan meningkatkan ventilasi
                                                                                                                                                                   menjunjung prinsip keterjangkauan agar masyarakat
                                                                                    2. Perbandingan jendela dan dinding 15% hingga 30%
                                                                                                                                                                   berpenghasilan           rendah       dan     menengah            dapat

                                                                                    1. Menggunakan keran dengan aliran rendah                                      menikmati manfaat hunian yang lebih sehat dan
          Untuk memastikan
                                                            Efisiensi Air           2. Pengelolaan sanitasi yang baik                                              berkelanjutan. BTN juga memastikan kolaborasi erat
       kualitas hunian sekaligus
                                                                                    3. Memiliki sumur infiltrasi                                                   dengan pemerintah, pengembang, dan masyarakat
        efisiensi sumber daya,
                                                                                    4. Menggunakan PDAM sebagai sumber air                                         untuk      memperkuat          dampak        sosial,     mulai      dari
       pengembang diarahkan
                                                            Pengelolaan                                                                                            ekonomi          sirkular   hingga         peningkatan           kualitas
         memenuhi standar
                                                              Sampah                 Melakukan pemilahan sampah dengan                                             lingkungan hidup.
         keberlanjutan yang                                                          tempat sampah yang sesuai
               mencakup:

                                                       Pengurangan                  1. Memiliki tanaman penyerap karbon (1 pohon per rumah)
                                                          Polusi                    2. Bahan ramah lingkungan: minimal 15% per rumah
                                                                                    3. Lahan hijau dan terbuka di rumah dan fasilitas umum:
                                                                                       minimal 10%.



15             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 16
                                Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                  Digitalisasi




Dukungan BTN terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan


Keberlanjutan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis BTN, sehingga                                  dan pembiayaan rumah rendah emisi berbasis material ramah lingkungan. Bank juga
penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) yang mencakup 17 tujuan,                                        menerapkan Portfolio Guideline untuk menjaga kualitas aset dan fokus pada sektor-
diintegrasikan langsung ke dalam pengembangan produk, manajemen risiko, dan                                           sektor berkelanjutan, serta memperkuat ekonomi sirkular melalui program Bayar
proses pembiayaan.                                                                                                    Angsuranmu Pakai Sampahmu dan Rumah Rendah Emisi. Selain melalui pembiayaan,
                                                                                                                      BTN meningkatkan kontribusi terhadap SDGs melalui berbagai program dan inisiatif
Untuk menerjemahkan komitmen tersebut ke dalam arah kebijakan, BTN mengembangkan                                      ESG sepanjang tahun 2025 yang diuraikan pada setiap topik material dalam Laporan
berbagai inisiatif keuangan berkelanjutan guna memperkuat portofolio pembiayaan                                       Keberlanjutan 2025.
hijau dan memastikan proses bisnis selaras dengan prinsip ESG. Pendekatan ini didukung
oleh Roadmap dan Framework ESG BTN dan kerangka 5P yang mencakup People                                               Pada tingkat nasional, implementasi TPB/SDGs di Indonesia dijabarkan melalui
(kesejahteraan masyarakat), Planet (tanggung jawab terhadap lingkungan), Prosperity                                   Rencana Aksi serta Metadata Indikator TPB/SDGs yang terus diperbarui sejalan dengan
(kemakmuran bersama), Peace (perdamaian), dan Partnership (kemitraan) sebagai                                         perkembangan global dan ketersediaan data nasional. Dalam kerangka ini, ketujuh
dasar penciptaan nilai berkelanjutan.                                                                                 belas tujuan dari TPB/SDGs dikelompokkan menjadi empat pilar pembangunan, yaitu
                                                                                                                      Pilar Pembangunan Sosial, Pilar Pembangunan Lingkungan, Pilar Pembangunan Ekonomi,
Sebagai implementasi dari pendekatan tersebut, BTN melaksanakan berbagai upaya                                        dan Pilar Pembangunan Hukum dan Tata Kelola. Berdasarkan pengelompokan tersebut,
untuk mendorong pencapaian SDGs, termasuk penyaluran KPR subsidi bagi masyarakat                                      kontribusi BTN terhadap SDGs dipetakan terhadap pilar TPB/SDGs Indonesia dan disajikan
berpenghasilan rendah (MBR), pengembangan instrumen keuangan berkelanjutan,                                           pada tabel berikut.




16            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 17
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan     Menguatkan Masyarakat melalui      Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai       Kepedulian dan Inklusi             Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




        Kontribusi BTN terhadap Pilar SDGs Indonesia



Pilar                     Pilar sosial berfungsi sebagai dasar pemenuhan hak dasar manusia secara adil dan setara untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh penduduk. Agenda
Pembangunan               ini mencakup pengentasan kemiskinan, pemenuhan kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, serta kesetaraan gender. Pilar ini juga memastikan bahwa
Sosial                    setiap kelompok, termasuk masyarakat rentan, memperoleh akses terhadap layanan esensial dan kesempatan yang sama untuk berkembang. Dengan
                          indikator yang terukur, pilar sosial menjadi fondasi dalam mewujudkan kesejahteraan inklusif dan pembangunan manusia yang berkelanjutan.



                          Ketenagakerjaan                                                                                            Pengembangan Masyarakat
                          • Memfasilitasi medical check up secara berkala serta layanan pengobatan                                   • BTN memiliki Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) dengan
                             untuk mendeteksi dan menangani penyakit sejak dini, serta program                                          jumlah penyaluran pada tahun 2025 mencapai Rp6,55 miliar kepada 161
                             peningkatan Kesehatan pegawai melalui pelaksanaan berbagai seminar                                         mitra binaan.
                             Kesehatan selama satu pekan.                                                                            • BTN memiliki Program Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM)
                          • Mengimplementasikan work life balance melalui peresmian BTNers Club,                                        dengan jumlah penyaluran pada tahun 2025 sebesar Rp5,67 triliun yang
                             yang terdiri dari 26 komunitas pegawai dalam bidang olahraga, seni, dan                                    meningkat 28,68% dari tahun 2024 dengan jumlah penyaluran sebesar
                             kerohanian yang didukung beragam kegiatan yang melibatkan seluruh                                          Rp4,40 triliun.
                             pegawai.                                                                                                • BTN memiliki Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan jumlah
                          • Program pendidikan beasiswa untuk 54 pegawai S1 dan S2, baik dalam                                          penyaluran pada tahun 2025 sebesar Rp1,07 triliun kepada 8.788 debitur,
                             negeri maupun luar negeri pada tahun 2025. Jumlah tersebut meningkat                                       yang terdiri dari 6.429 KUR Mikro dan 2.359 KUR Kecil.
                             38% dari jumlah tahun 2024, yaitu 39 pegawai.                                                           • BTN memberikan beasiswa Pendidikan kepada 108 putra-putri tenaga alih
                          • BTN senantiasa memenuhi hak cuti melahirkan (maternity leave) dan cuti                                      daya yang meliputi petugas operasional dan keamanan.
                             ayah (paternity leave), dengan jumlah pegawai yang mengambil hak                                        • BTN melaksanakan pelatihan pengembangan UMKM yang menjangkau
                             tersebut sebanyak 512 pegawai perempuan dan 285 pegawai laki-laki.                                         250 UMKM, serta pemberian pendampingan dan workshop guna
                          • BTN menyelenggarakan pelatihan Expert Talk Series Woman Leadership                                          memperkuat           kemampuan              manajerial       dan        akses       pembiayaan
                             (Srikandi BTN) yang diikuti 324 pegawai untuk memperkuat kapasitas                                         berkelanjutan.
                             kepemimpinan perempuan di lingkungan kerja.                                                             • BTN        menyelenggarakan           pelatihan       bahasa           Inggris   dan      sertifikasi
                                                                                                                                        kompetensi bagi 100 penyandang disabilitas sebagai bagian dari
                                                                                                                                        komitmen Bank dalam memperluas akses pendidikan.




17              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 18
                                 Pendahuluan   Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                               Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                               Digitalisasi




Pilar                  Pilar lingkungan merupakan landasan pembangunan berkelanjutan yang memastikan kualitas ekosistem tetap terjaga melalui pengelolaan sumber daya
Pembangunan            alam yang bijaksana, konservasi keanekaragaman hayati, serta meningkatkan ketahanan iklim. Pilar ini mencakup upaya pengendalian polusi, peningkatan
Lingkungan             kualitas air, udara, dan lahan, serta pengurangan dampak perubahan iklim melalui mitigasi dan adaptasi. Keseluruhan agenda tersebut menjadi fondasi
                       bagi pembangunan yang mampu menjaga keseimbangan ekologis dan ketahanan lingkungan jangka panjang.



                       Perubahan Iklim dan Ekosistem                                                                              • BTN menyediakan air bersih dan sanitasi layak sebagai bentuk tanggung
                       • Program penanaman pohon diimplementasikan dengan menanam                                                   jawab lingkungan melalui program TJSL pada tahun 2025 dengan realisasi
                         26.648 pohon pada tahun 2025, yang setara dengan nilai serapan karbon                                      anggaran sebesar Rp455.714.000, yang meningkat 379,7% dari realisasi
                         mencapai 31.600 ton CO2eq.                                                                                 anggaran 2024 sebesar Rp95.000.000.
                       • BTN menggunakan panel surya pada 12 bangunan BTN dan berhasil                                            • BTN memanfaatkan 25 sumur resapan dengan kapasitas masing-masing
                         menggantikan konsumsi listrik konvensional sebesar 806,38 GJ, meningkat                                    sebesar 3,39 m3, serta 22 titik biopori yang tersebar di area Menara BTN.
                         1.071% dibandingkan tahun 2024 sebesar 68,87 GJ yang berasal dari panel                                  Produk dan Jasa Berkelanjutan
                         surya yang terpasang di 7 bangunan BTN.                                                                  • Implementasi program pembiayaan Rumah Rendah Emisi BTN dan
                       • BTN melakukan penanaman mangrove pada tahun 2025 dengan jumlah                                             penggunaan material ramah lingkungan. Program ini berjalan dengan
                         7.600 mangrove, yang meningkat 137,5% dari jumlah mangrove yang                                            jumlah 11.412 unit pada tahun 2025, yang meningkat 777,85% dari jumlah
                         ditanam pada tahun 2024 sebanyak 3.200 mangrove.                                                           pada tahun 2024 sebanyak 1.300 unit.
                       • Menara 2 BTN meraih sertifikasi Green Building dengan predikat tertinggi                                 • Implementasi digitalisasi yang mendorong penghematan kertas melalui
                         yaitu Platinum, dari Green Building Council Indonesia (GBCI), dengan                                       penggunaan aplikasi end to end procurement, e-MOM, e-RKK, dan
                         pencapaian efisiensi energi sebesar 21,86%, penambahan area hijau                                          e-Committee, serta fitur paperless pada aplikasi Super App balé by
                         mencapai 32,1%, dan penghematan air mencapai 26,7%.                                                        BTN, balé Properti, dan aplikasi penunjang operasional dan layanan jasa
                       Penggunaan Sumber Daya Alam & Pengelolaan Lingkungan                                                         keuangan lainnya menjadikan penggunaan kertas BTN pada tahun 2025
                       • BTN melaksanakan program Bayar Angsuranmu Pakai Sampahmu pada                                              sebanyak 105.969.841 lembar.
                         tahun 2025 yang berhasil mengumpulkan sampah anorganik sebanyak                                          • BTN menanam 2.214 pohon pada tahun 2025 dari hasil penukaran balé
                         716 kg.                                                                                                    Poin yang dilakukan oleh nasabah melalui aplikasi Super App balé by
                       • BTN memastikan aspek ketersediaan air bersih dan sanitasi yang dapat                                       BTN, jumlah tersebut meningkat 118,34% dari tahun 2024 yang berhasil
                         dimanfaatkan oleh pemilik rumah melalui berbagai skema pembiayaan                                          menanam 1.014 pohon.
                         rumah (KPR) yang berjumlah 1,63 juta unit pada tahun 2025. Angka
                         tersebut meningkat 4,23% dari jumlah KPR pada tahun 2024, yaitu 1,57 juta
                         unit.




18           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 19
                            Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                            Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai      Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                             Digitalisasi




Pilar                Pilar ekonomi diarahkan untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkualitas melalui penciptaan kesempatan kerja produktif, penguatan industri dan inovasi,
Pembangunan          serta penyediaan infrastruktur yang andal. Pilar ini juga menekankan akses energi bersih dan terjangkau, pengurangan kesenjangan, serta kemitraan
Ekonomi              yang mendukung perluasan aktivitas usaha. Dengan mendorong ekonomi yang inklusif, efisien, dan berdaya saing, pilar ekonomi menjadi landasan bagi
                     pembangunan berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat ketahanan perekonomian nasional.



                    Pengembangan Masyarakat                                                                                         setara dengan nilai KPR sebesar Rp157,30 triliun, meningkat dari tahun 2024
                    • BTN melaksanakan pelatihan pengembangan UMKM yang menjangkau 250                                              dengan jumlah penyaluran KPR subsidi mencapai 1,56 juta unit dengan nilai
                      UMKM, serta pemberian pendampingan dan workshop guna memperkuat                                               Rp147,32 triliun.
                      kemampuan manajerial dan akses pembiayaan berkelanjutan.                                                   • BTN telah merealisasikan 17.051 pengajuan KPR pada tahun 2025 secara daring
                    • BTN menyelenggarakan Kompetisi Wirausaha BTN sebagai wadah inovasi di                                         melalui platform balé Properti, jumlah ini meningkat 14,82% dibandingkan
                      ekosistem perumahan, diikuti oleh 1.170 peserta.                                                              dengan tahun 2024 dengan jumlah 14.850 akad.
                    • BTN melalui Housing Finance Center (HFC) melaksanakan Program Pelatihan                                    • BTN memiliki portofolio Sustainability Bond senilai Rp1.193,53 miliar pada tahun
                      Mini MBA in Property sejak tahun 2016 sampai saat ini dan telah berhasil                                      2025, meningkat 26,8% dibandingkan tahun 2024 senilai Rp941,21 miliar.
                      mendidik peserta lebih dari 800 calon/developer perumahan.                                                 • BTN menerbitkan dua instrumen Sustainability Bond, yaitu Obligasi Subordinasi
                    • BTN memiliki Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) dengan                                            Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2025 dan Obligasi Berwawasan Sosial
                      jumlah penyaluran pada tahun 2025 mencapai Rp6,55 miliar kepada 161                                           Tahap I, dengan nilai penerbitan total Rp2,29 triliun.
                      mitra binaan dengan alokasi dana sebesar Rp11 miliar.                                                      • BTN menyalurkan kredit kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)
                    • BTN memiliki Program Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM)                                          sebesar Rp203,45 triliun pada tahun 2025, meningkat 10,61% dibandingkan
                      dengan jumlah penyaluran pada tahun 2025 sebesar Rp5,67 triliun yang                                          tahun 2024 sebesar Rp183,93 triliun.
                      meningkat 28,68% dari tahun 2024 dengan jumlah penyaluran sebesar                                          • Jaringan BTN yang tersebar hingga pelosok turut membuka peluang kerja
                      Rp4,40 triliun.                                                                                               dan mendukung pemerataan pendapatan. Program balé agen memperluas
                    • BTN memiliki Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan jumlah penyaluran                                       akses layanan keuangan formal bagi masyarakat unbanked di wilayah
                      pada tahun 2025 sebesar Rp1,07 triliun kepada 8.788 debitur, yang terdiri dari                                terpencil. Tahun 2025 tercatat 6.300 agen, naik 26% dibanding 2024 sebanyak
                      6.429 KUR Mikro dan 2.359 KUR Kecil.                                                                          5.000 agen.
                    Produk dan Jasa Berkelanjutan                                                                                Pengadaan Berkelanjutan
                    • BTN menyediakan layanan Super App balé by BTN yang menunjang                                               • Pada tahun 2025, BTN bekerja sama dengan 1.092 pemasok lokal dengan nilai
                      kemudahan dalam mengakses layanan dan produk perbankan. Pada tahun                                            transaksi mencapai Rp1,23 triliun.
                      2025 tercatat nominal transaksi senilai Rp103,61 triliun, meningkat 27,74% dari                            Tata Kelola
                      tahun 2024 yang senilai Rp81,11 triliun.                                                                   • BTN menggunakan 48 unit kendaraan listrik (EV) untuk operasional pada
                    • BTN menyalurkan KPR Subsidi dengan jumlah unit mencapai 1,63 juta unit                                        tahun 2025, meningkat 33,33% dari jumlah pada tahun 2024 sebanyak 36 unit.




19        PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 20
                                   Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




Pilar                   Pilar hukum menekankan kepastian hukum, akses keadilan, dan tata kelola yang akuntabel untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Pilar ini
Pembangunan             mencakup upaya menurunkan kekerasan, memperluas layanan bantuan hukum, meningkatkan integritas lembaga publik, serta memastikan pengambilan
Hukum dan Tata          keputusan yang inklusif dan transparan. Pelaksanaannya diukur melalui berbagai indikator, termasuk penanganan kasus kekerasan, kualitas pelayanan
Kelola                  publik, keterwakilan dalam lembaga negara, hingga jaminan hak asasi manusia sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang aman dan berkeadilan.



                         Keamanan Informasi                                                                                           Tata Kelola
                         • BTN memperkuat tata kelola dan kepatuhan melalui edukasi keamanan                                          • BTN menyusun Roadmap Net Zero Emission (NZE) sebagai panduan
                            siber, pelatihan manajemen privasi data, pelatihan APU/PPT, pelatihan                                        pengurangan emisi, efisiensi energi, transisi energi bersih, serta
                            kode etik bisnis, dan pelatihan antisuap dan korupsi pada tahun 2025.                                        pemantauan berkelanjutan.
                         • Meningkatkan perlindungan data dan keamanan siber melalui kebijakan,                                       • BTN bergabung dalam berbagai keanggotaan inisiatif dan jejaring
                            peningkatan infrastruktur TI, mengadakan pelatihan serta sertifikasi                                         keuangan berkelanjutan di tingkat global dan nasional, yaitu:
                            kepada pegawai untuk mitigasi risiko operasional, serta edukasi security                                      - United Nations Environment Programme Finance Initiative (UNEP FI)
                            awareness kepada seluruh pegawai, nasabah, dan pihak ketiga.                                                  - Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI)
                         Etika Bisnis dan Pedoman Perilaku                                                                                - Asian Venture Philanthropy Network (AVPN)
                         • Pengisian Pakta Integritas oleh seluruh pegawai sesuai nilai-nilai Code of                                     - Partnership for Carbon Accounting Financials (PCAF)
                            Conduct.                                                                                                  Hak Asasi Manusia
                         • Melaksanakan program pengendalian gratifikasi melalui kampanye                                             • BTN melaksanakan rekrutmen pegawai penyandang disabilitas dengan
                            antikorupsi dan edukasi etika untuk memperkuat integritas pegawai serta                                      mengedepankan kesetaraan dan keadilan. Pada tahun 2025 persentase
                            menciptakan lingkungan kerja yang transparan.                                                                Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas (TKPD) sebesar 0,28% pegawai laki-
                                                                                                                                         laki dan 0,23% pegawai perempuan, dibandingkan tahun 2024 sebesar
                                                                                                                                         0,17% pegawai laki-laki dan 0,19% pegawai perempuan.




   20            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 21
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui    Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                  Digitalisasi




                                                                                                                                                 Pesan dari Direktur Utama [OJK D.1]
     Di sisi lain, BTN
     tetap menjalankan
                                                                                                                                                 Pemegang Saham dan Para Pemangku Kepentingan yang
     peran historisnya
                                                                                                                                                 Terhormat,
     dalam menyediakan
     rumah subsidi                                                                                                                               Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa
     bagi masyarakat                                                                                                                             atas rahmat dan bimbingan-Nya, sehingga PT Bank Tabungan

     berpenghasilan                                                                                                                              Negara (Persero) Tbk, yang selanjutnya disebut “BTN” atau “Bank”
                                                                                                                                                 dapat menutup tahun 2025 dengan kinerja yang tetap resilien di
     rendah. Selama lebih
                                                                                                                                                 tengah dinamika perekonomian global dan tantangan industri
     dari empat dekade,                                                                                                                          yang terus berkembang. Ketangguhan tersebut mencerminkan
     BTN secara konsisten                                                                                                                        komitmen BTN dalam menjaga keberlanjutan usaha sekaligus
     memperluas akses                                                                                                                            menciptakan nilai jangka panjang yang inklusif bagi seluruh
                                                                                                                                                 pemangku kepentingan.
     pembiayaan
     perumahan yang                                                                                                                              Sebagai        wujud        transparansi        dan       akuntabilitas,           BTN
     terjangkau sebagai                                                                                                                          menyampaikan            Laporan       Keberlanjutan       Tahun       2025       yang
     kontribusi nyata                                                                                                                            menggambarkan              kinerja,   kebijakan,        serta    arah      strategis
                                                                                                                                                 keberlanjutan Bank secara menyeluruh. Laporan ini menegaskan
     dalam meningkatkan
                                                                                                                                                 peran BTN sebagai penggerak utama ekosistem pembiayaan
     kesejahteraan                                                                                                                               perumahan nasional, dengan fokus pada penyediaan hunian
     dan kualitas                                                                                                                                yang layak, terjangkau, dan semakin ramah lingkungan. Upaya
     hidup masyarakat                                                                                                                            tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional serta

     Indonesia.                                                                                                                                  komitmen global dalam menghadapi perubahan iklim dan
                                                                                                                                                 penguatan aspek sosial.


     Nixon L.P. Napitupulu                                                                                                                       Merespons Tantangan Keberlanjutan [GRI 2-22, 2-23, 2-24] [OJK E.5]
     Direktur Utama
                                                                                                                                                 BTN memandang keberlanjutan sebagai bagian yang tidak
                                                                                                                                                 terpisahkan dari strategi bisnis dan tata kelola Bank. Untuk
                                                                                                                                                 merespons dinamika lingkungan usaha serta meningkatnya



21             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 22
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




ekspektasi pemangku kepentingan, BTN secara konsisten mengintegrasikan prinsip                                         Di sisi lain, BTN tetap menjalankan peran historisnya dalam menyediakan rumah subsidi
environmental, social, and governance (ESG) ke dalam peta jalan keberlanjutan,                                         bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selama lebih dari empat dekade, BTN secara
rencana aksi keuangan berkelanjutan (RAKB), serta kerangka manajemen risiko dan                                        konsisten memperluas akses pembiayaan perumahan yang terjangkau sebagai
pengambilan keputusan strategis.                                                                                       kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat
                                                                                                                       Indonesia.
Guna membangun peta jalan keberlanjutan yang terarah dan terukur, BTN menerapkan
proses double materiality assessment sebagai dasar dalam penetapan isu material.                                       Sebagai bagian dari inovasi keuangan berkelanjutan, BTN juga menghadirkan program
Melalui pendekatan ini, BTN dapat mengidentifikasi dan mengelola isu-isu material yang                                 “Bayar Angsuranmu Pakai Sampahmu” yang mengintegrasikan inklusi keuangan dengan
memiliki dampak signifikan, serta risiko dan peluang yang relevan, baik dari perspektif                                pengelolaan lingkungan. Program ini memungkinkan sampah rumah tangga anorganik
keuangan maupun terhadap masyarakat dan lingkungan, secara terarah dan terukur.                                        yang telah dipilah untuk dikonversi menjadi rupiah pada tabungan nasabah dan juga
Pendekatan tersebut memastikan bahwa penerapan keuangan berkelanjutan tidak                                            dapat menjadi pengurang angsuran KPR, sekaligus mendorong perubahan perilaku dan
bersifat simbolik, melainkan terintegrasi ke dalam pembiayaan, operasional, inovasi                                    praktik ekonomi sirkular di tingkat komunitas. Sepanjang tahun 2025, program ini berhasil
produk, serta tata kelola perusahaan.                                                                                  mengelola sekitar 716 kg sampah anorganik dengan 21 klaster perumahan dengan
                                                                                                                       layanan pengelolaan sampah. Program ini memberikan manfaat ekonomi langsung
Mewujudkan Bisnis dan Keuangan Berkelanjutan [GRI 2-22, 2-23, 2-24]                                                    bagi nasabah sekaligus berkontribusi pada pengurangan beban lingkungan. Inisiatif ini
                                                                                                                       menegaskan peran BTN dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang inklusif, inovatif,
Sejalan dengan visi “Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia”,                                     dan berdampak berkelanjutan.
BTN terus memperkuat perannya sebagai katalisator ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Peta jalan keberlanjutan BTN dirancang untuk menciptakan nilai jangka panjang melalui                                  Strategi, Tata Kelola, dan Ketahanan Bisnis
keseimbangan aspek 5P (People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership) yang
didukung oleh Portfolio Guideline agar penyaluran pembiayaan selaras dengan prinsip                                    Pencapaian target keberlanjutan BTN didukung oleh penguatan tata kelola, manajemen
ESG.                                                                                                                   risiko, kolaborasi lintas pemangku kepentingan, serta pemanfaatan inovasi digital. Bank
                                                                                                                       menetapkan target pengurangan emisi gas rumah kaca sedikitnya 30% menuju net zero
Fokus utama Bank diarahkan pada pengembangan pembiayaan perumahan                                                      emission untuk Cakupan 1 dan 2 pada tahun 2030 sebagai bagian dari komitmen jangka
berkelanjutan sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam                                           panjang terhadap agenda iklim nasional.
pembangunan perumahan nasional yang dijalankan adalah Program Rumah Rendah
Emisi dengan target pengembangan hingga 150.000 unit rumah sampai tahun 2029,                                          Untuk memperkuat fondasi tersebut, BTN menyusun governance, risk, and compliance
melalui penerapan material ramah lingkungan, desain hemat energi, dan prinsip                                          (GRC) roadmap 2025–2029 sebagai panduan strategis dalam menghadapi dinamika
ekonomi sirkular. Pada tahun 2025, implementasi awal program ini telah memberikan                                      regulasi, risiko, dan tata kelola. Roadmap ini mendorong pendekatan yang lebih proaktif,
dampak nyata, antara lain mengalihkan sekitar 57 ton sampah plastik dari potensi                                       terintegrasi, dan berorientasi pada ketahanan usaha jangka panjang.
menjadi limbah, menghindarkan emisi karbon sebesar 157,6 ton CO2e serta memberikan
manfaat ekologis yang setara dengan penanaman sekitar 2.627 pohon.                                                     Sepanjang tahun pelaporan, BTN berhasil menjaga konsistensi penerapan keuangan
                                                                                                                       berkelanjutan. Namun, dalam implementasinya, Bank menghadapi sejumlah tantangan.



22             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 23
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




Dari sisi eksternal, tantangan mencakup perubahan kebijakan pembiayaan perumahan,                                      Arah ke Depan
potensi bencana alam, ketidakpastian ekonomi global, serta fluktuasi nilai tukar. Dari
sisi internal, tantangan meliputi penguatan kapasitas data ESG, penyesuaian kebijakan                                  Ke depan, BTN berkomitmen untuk terus menjalankan operasional bisnis perbankan yang
dan manajemen risiko agar selaras dengan prinsip ESG, peningkatan kompetensi dan                                       berkelanjutan, mengembangkan produk dan pengelolaan portofolio pembiayaan yang
pemahaman sumber daya manusia terhadap isu keberlanjutan, kesiapan ekosistem                                           inklusif dan bertanggung jawab, serta memperkuat integrasi komponen ESG ke dalam
pengembang, serta keseimbangan antara perluasan inklusi pembiayaan perumahan                                           kerangka enterprise risk management.
dan pengelolaan risiko kredit secara pruden.[OJK E.5]
                                                                                                                       BTN juga akan mengembangkan budaya ESG dan responsible leadership, membangun
Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan                                                                   lingkungan pengendalian internal yang terintegrasi dengan aspek ESG, memperkuat
                                                                                                                       program pemantauan, komunikasi, dan pelaporan ESG, serta memperluas kemitraan
Seluruh kebijakan dan inisiatif BTN selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan                                       dan kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.
Berkelanjutan (TPB/SDGs) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden No. 59
Tahun 2017 dan POJK No. 51/POJK.03/2017. Melalui RAKB, program TJSL, serta penerapan                                   Penutup
tata kelola perusahaan yang baik, BTN memastikan pertumbuhan bisnis yang seimbang
dengan dampak sosial dan lingkungan yang positif.                                                                      Atas nama Manajemen BTN, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada
                                                                                                                       seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungan yang berkelanjutan.
Dalam aspek lingkungan, berbagai inisiatif Bank sepanjang tahun pelaporan telah                                        Penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh insan BTN atas
berkontribusi pada penurunan emisi Cakupan 1 dan 2 sebesar 9.922 ton CO2eq. Pada                                       dedikasi, integritas, dan inovasi yang menjadi fondasi keberhasilan Bank.
aspek sosial, BTN mendorong kesetaraan dan inklusivitas, termasuk melalui keterlibatan
tenaga kerja penyandang disabilitas (TKPD) sebesar 0,25% dari total tenaga kerja. Dari                                 Kami meyakini bahwa keberlanjutan merupakan perjalanan bersama. Dengan kolaborasi
aspek tata kelola, BTN terus memperkuat pengembangan kerangka kerja, strategi, dan                                     yang kuat dan strategi yang terarah, BTN berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi
peta jalan ESG sebagai fondasi integrasi keberlanjutan ke dalam pengelolaan Bank.                                      keuangan yang inklusif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan demi masa depan
                                                                                                                       Indonesia yang lebih baik.
Komitmen tersebut tecermin dalam berbagai pengakuan dari lembaga nasional
dan internasional. Pada tahun pelaporan, BTN berhasil meraih peringkat ESG AA dari
MSCI, yang menunjukkan pengelolaan risiko dan peluang keberlanjutan Bank berada                                        Jakarta, Maret 2026
pada tingkat yang kuat dibandingkan dengan institusi perbankan sejenis di tingkat
global. Selain itu, BTN juga memperoleh sejumlah penghargaan terkait ESG, antara lain
Leadership AAA-Indonesia’s Leaders in ESG Transparency, Indonesia Sustainable Synergy
Awards, dan Best Literacy for Climate Resilience, yang semakin menegaskan konsistensi
Bank dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi, tata kelola, dan                                  Nixon L.P. Napitupulu
operasional bisnis.                                                                                                    Direktur Utama




23             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 24
                                     Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                     Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




Pernyataan Dewan Komisaris                                                                              Kami selaku Dewan Komisaris PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., telah melakukan evaluasi

tentang Tanggung Jawab                                                                                  atas konten Laporan Keberlanjutan ini serta menyatakan bahwa laporan telah mencakup seluruh
                                                                                                        topik keberlanjutan yang material bagi Bank dan pemangku kepentingan Bank. Kami bertanggung
atas Laporan Keberlanjutan 2025                                                                         jawab atas kebenaran isi Laporan Keberlanjutan ini.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
[GRI 2-14]                                                                                              Jakarta, Maret 2026




                                                                                                           Suryo Utomo
                                                                                                         Komisaris Utama




                                Dwi Ary Purnomo*                                                           Fahri Hamzah                                                              Ida Nuryanti
                             Wakil Komisaris Utama                                                            Komisaris                                                      Komisaris Independen




                             Pietra Machreza Paloh                                                Panangian Simanungkalit                                                        Didyk Choiroel **
                              Komisaris Independen                                                   Komisaris Independen                                                             Komisaris




*Mengundurkan diri pada tanggal 25 Februari 2026 sehubungan dengan pengangkatan beliau sebagai Direksi PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja.
**Diangkat dalam RUPS Luar Biasa tanggal 07 Januari 2026 dan efektif menjabat setelah memperoleh Persetujuan OJK atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan.




24                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 25
                                      Pendahuluan     Profil dan         Membangun Ekosistem       Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi    Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                      Perjalanan BTN     Keuangan Berkelanjutan    Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai      Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan     Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                          Digitalisasi




Pernyataan Direksi                                                                                          Kami selaku Direksi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., telah melakukan evaluasi atas

tentang Tanggung Jawab                                                                                      konten Laporan Keberlanjutan ini serta menyatakan bahwa laporan telah mencakup seluruh topik
                                                                                                            keberlanjutan yang material bagi Bank dan pemangku kepentingan Bank. Kami bertanggung jawab
atas Laporan Keberlanjutan 2025                                                                             atas kebenaran isi Laporan Keberlanjutan ini.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
[GRI 2-14]                                                                                                  Jakarta, Maret 2026




                                                                       Nixon L.P. Napitupulu                                           Oni Febriarto Rahardjo
                                                                          Direktur Utama                                                 Wakil Direktur Utama




              Setiyo Wibowo                             Hirwandi Gafar                                 Nofry Rony Poetra                                        Eko Waluyo                                       Tan Jacky Chen
     Direktur Risk Management                    Direktur Consumer Banking                        Direktur Finance & Strategy                   Direktur Human Capital & Compliance                  Direktur Information Technology




              Venda Yuniarti                        Helmy Afrisa Nugroho*                            I Nyoman Sugiri Yasa                                    Rully Setiawan                                         Hermita
             Direktur Treasury &                 Direktur Corporate Banking                            Direktur Operations                               Direktur Network & Retail                           Direktur Commercial
        International Banking                                                                                                                                     Funding                                           Banking



*Diangkat dalam RUPS Tahunan tanggal 26 Maret 2025 dan efektif menjabat setelah memperoleh Persetujuan OJK atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan.




25                  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 26
                       Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                       Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                       Digitalisasi




26   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 27
                               Pendahuluan   Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                             Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                             Digitalisasi




01
                                                                                                                                                                           Profil dan
                                                                                                                                                                     Perjalanan BTN

28   Sekilas Tentang BTN
30   Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan
32   Struktur Organisasi
33   Perjalanan Transformasi
     Keberlanjutan BTN
34   Kegiatan Usaha BTN
36   Area Operasional dan Pasar yang
     Dilayani
37   Rantai Pasok Berkelanjutan
39   Perubahan Signifikan
39   Inisiatif Eksternal dan Keanggotaan
     Asosiasi
40   Kinerja Ekonomi
43   Penyaluran Kredit
Page 28
                       Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan      Menguatkan Masyarakat melalui        Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                       Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai        Kepedulian dan Inklusi               Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                               Digitalisasi




                                                                                 Nama Perusahaan [GRI 2-1] [OJK C.2]                            Tanggal Pendirian                       Situs Web


                                                                                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                          9 Februari 1950                         www.btn.co.id




                                                                                 Sekilas
                                                                                                                                       Alamat Kantor Pusat [GRI 2-1] [OJK C.2]



                                                                                 Tentang                                               Menara BTN
                                                                                                                                       Jl. Gajah Mada Nomor 1,
                                                                                                                                                                                                Menara 2 BTN
                                                                                                                                                                                                Jl. H.R. Rasuna Said Nomor 1

                                                                                 BTN                                                   Jakarta 10130, Indonesia
                                                                                                                                       62-21 6336789
                                                                                                                                                                                                Jakarta Selatan, 12980
                                                                                                                                                                                                Indonesia
                                                                                                                                       62-21 6346704



                                                                                 Pencatatan di Bursa Efek                              Bentuk Badan Hukum [GRI 2-1]                     Bidang Usaha
                                                                                 Indonesia
                                                                                                                                       Perseroan Terbatas                               Bank Umum, termasuk
                                                                                 17 Desember 2009                                                                                       melakukan kegiatan perbankan
                                                                                                                                                                                        berdasarkan prinsip syariah



                                                                                 Kode Saham                                              Kepemilikan Saham: [GRI 2-1] [OJK C.3]


                                                                                 BBTN                                                    PT Danantara Asset Management 60,00%


                                                                                                                                         Publik Domestik 29,44%
                                                                                 Bursa Saham
                                                                                                                                         Publik Asing 10,56%

                                                                                 Bursa Efek Indonesia
                                                                                                                                         * Pemerintah Republik Indonesia menjadi pemegang saham utama dan pengendali BTN melalui
                                                                                                                                         kepemilikan saham Seri A Dwiwarna




28   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 29
                                     Pendahuluan    Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




     Skala BTN [GRI 2-6] [OJK C.3]


             Uraian                   Satuan                     2025                         2024                        2023

     Total aset*                Miliar Rupiah                           527.793                      469.615                    438.750

     Total ekuitas*             Miliar Rupiah                            36.210                       32.572                      30.480

     Total liabilitas*          Miliar Rupiah                           491.583                    437.043                       408.271

     Jumlah karyawan            Orang                                    11.429                       12.847                       12.045

     Jumlah jaringan            Unit Kantor
                                                                           642                           630                           631
     konvensional

     Jumlah produk/jasa         Kategori              4 (empat):                    4 (empat):                   4 (empat):
     yang disediakan            Produk/Jasa           1. Consumer                   1. Mortgage and              1. Mortgage and
                                                          Banking                       Consumer                     Consumer
                                                      2. Commercial                     Banking                      Banking
                                                          Banking                   2. Housing and               2. Housing and
                                                      3. Corporate                      Commercial                   Commercial
                                                          Banking                       Banking                      Banking
                                                      4. Banking Services           3. Sharia Banking            3. Sharia Banking
                                                                                    4. Treasury & Asset          4. Treasury & Asset
                                                                                        Management                   Management
     *Data keuangan merupakan data konsolidasian.




29               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 30
                       Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui    Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                       Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                        Digitalisasi




                                             Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan [GRI 2-23] [OJK C.1]



                                                                                                                                                            •     Menjadi mitra utama pemerintah dalam
                                                                                                                                                                  inklusi perumahan dan keuangan
                                                                                                                                                            •     Memberikan customer experience terbaik
                                                                                                                                                                  melalui layanan digital dan finansial yang
                                                                                                                                                                  terintegrasi
                                                     Mitra utama dalam                                                                                      •     Meningkatkan shareholder value
                                                                                                                  Visi                       Misi                 dengan pertumbuhan profitabilitas yang
                                                   pemberdayaan finansial
                                                                                                                                                                  berkelanjutan
                                                     keluarga Indonesia                                                                                     •     Menjadi rumah bagi talenta terbaik
                                                                                                                                                                  Indonesia
                                                                                                                                                            •     Menerapkan praktik tata kelola
                                                                                                                                                                  perusahaan yang baik dan inovasi bisnis
                                                                                                                                                                  berkelanjutan untuk kesejahteraan
                                                                                                                                                                  masyarakat dan kelestarian lingkungan




                                              Peninjauan Visi dan Misi oleh Dewan Komisaris dan Direksi


                                             BTN melakukan peninjauan visi dan misi secara berkala untuk                               Hasil peninjauan tersebut telah diintegrasikan ke dalam RJPP BTN
                                             memastikan kesesuaiannya dengan Rencana Jangka Panjang                                    2025–2029 dan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB)
                                             Perusahaan (RJPP) serta perubahan kondisi strategis. Peninjauan                           2026. Perbedaan utama dibandingkan rumusan sebelumnya
                                             terakhir pada 30 September 2024 oleh Dewan Komisaris dan                                  terletak pada perluasan fokus Bank, yang kini tidak hanya
                                             Direksi menegaskan bahwa pembaruan visi dan misi telah                                    menekankan pembiayaan mortgage, tetapi juga mencakup
                                             selaras dengan perkembangan internal maupun eksternal Bank.                               pengembangan ekosistem perbankan yang lebih komprehensif.




30   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 31
                                Pendahuluan     Profil dan         Membangun Ekosistem       Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui    Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                Perjalanan BTN     Keuangan Berkelanjutan    Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




Budaya Perusahaan [GRI 2-23]




                                                      #MelayaniSepenuhHati
               BERDAMPAK LUAS                                         BEREMPATI TINGGI                                       BERORIENTASI PELANGGAN                                  BERSTANDAR MENYELURUH

                  Seluruh BUMN                                   Karyawan dan Proses Bisnis                                     Operasi dan Teknologi                                   Produk dan Layanan




                          Amanah                       Kompeten                             Harmonis                            Loyal                        Adaptif                      Kolaboratif




Nilai Keberlanjutan

Nilai keberlanjutan BTN berakar pada Budaya Perusahaan AKHLAK. Nilai tersebut                                            EVP ini juga menjadi landasan Bank dalam menjaga keterlibatan dan retensi karyawan
selanjutnya diperkuat melalui Employee Value Proposition (EVP) yang diimplementasikan                                    guna mendukung penerapan keuangan berkelanjutan.
melalui empat elemen utama, yaitu Learn, Grow, Contribute, dan Engagement. Kerangka



31            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 32
                                                   Pendahuluan       Profil dan          Membangun Ekosistem                  Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan       Menguatkan Masyarakat melalui            Menggerakkan Inovasi          Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                                     Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan               Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai         Kepedulian dan Inklusi                   Produk Keuangan dan           Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




Struktur Organisasi                                                         Sampai dengan posisi 31 Desember 2025 Struktur Organisasi BTN adalah sebagai berikut




                                                                                                                        Rapat Umum Pemegang Saham
                                                                                                                                                                                                                                                                                     Dewan
                                                                                                                                                                                                                                                                                    Komisaris
                                                                                                                                     Direktur Utama


                                                                                                                                 Wakil Direktur Utama                                                                                                                                   Audit
                                                                                                                                                                                                                                                                                      Committee


                                                                                                                                                                                                                                                                                    Remuneration
                                                                                                                                                                                                                                                                                    & Nomination
      Direktur               Direktur                               Direktur           Direktur               Direktur              Direktur                                                      Direktur                       Direktur              Direktur                      Committee
                                                                                                                                                                         Direktur
     Consumer            Network & Retail                         Commercial          Corporate            Treasury & Int         Information                                                       Risk                        Finance &           Human Capital
                                                                                                                                                                        Operations
      Banking               Funding                                 Banking            Banking                Banking             Technology                                                    Management                       Strategy           & Compliance
                                                                                                                                                                                                                                                                                    Risk Monitoring
                                                                                                                                                                                                                                                                                      Committee
                                                                                                                                                         SEVP
                                                    SEVP                                                                                                                                    SEVP
                                                                                                                                                        Assets
                                               Digital Business                                                                                                                           Credit Risk
                                                                                                                                                      Management

                                                    Digital                                                                                              Consumer
                                                                                                                                                                                                                                     Corporate
       Subsidized              Sales &             Banking           Business           Corporate                                    IT Strategic        Collection,      Customer          Wholesale           Policy &                               Human Capital               Internal
                                                                                                                 Treasury                                                                                                            Strategy &
       Mortgage              Distribution          Product           Banking             Banking                                       Planning          Recovery &       Experience        Credit Risk        Procedure                                 Strategy                    Audit
                                                                                                                                                                                                                                      Planning
                                                 Development                                                                                            Asset Sales 1

                                                                                                                Financial                               Consumer
       Mortgage                                      Digital                                                                                                                                                  Enterprise
                                Retail                              Commercial         Institutional            Institution              IT             Collection,         Credit            Retail                                  Finance &        Human Capital              Corporate
       & Secured                                    Banking                                                                                                                                                   & ESG Risk
                               Funding                                Banking            Banking 1               & Capital          Development         Recovery &        Operations        Credit Risk                              Accounting         Management                Secretary
          Loan                                       Sales                                                                                                                                                   Management
                                                                                                                  Market                               Asset Sales 2

                                                                                                              Procurement                              Commercial                                               Digital &              Investor
       Personal               Wealth                                Institutional       Wholesale                                        IT                                 Digital                                                                     Human Capital            Marketing
                                                                                                              & Fixed Asset                               Asset                                              Operations Risk         Relations &
       Banking              Management                               Banking 2         Transaction                                   Operations                           Operations                                                                   Business Partner        Communication
                                                                                                              Management                               Management                                             Management              Research


                                                                                                                                                                                                             Transformation          Data
                              Regional                                                                                                   IT                                Central                                                                        Learning
                                                                                                                                                                                                              & Partnership      Management
                               Offices                                                                                                Security                            Operations                                                                    Management
                                                                                                                                                                                                              Management          & Analytics


                              • Branch
                                                                                                                                                                                                                                                         Compliance
                               Offices
                                                                                                                                                                                                                                                        & Governance


                                                                                                                                                                                                                                                            Legal



                                                                                                                                                                         Transformation                            Integrated Risk            Capital &
     Asset & Liability           IT Steering          Risk Management        Human Capital             Credit Policy              Credit                Business                                  ESG                                                                           Bank Syariah
                                                                                                                                                                            Steering                                Management               Subsidiary
       Committee                 Committee                Committee           Committee                Committee                Committee              Committee                                Committee                                                                         Nasional
                                                                                                                                                                           Committee                                 Committee               Committee



        Committee                  Board                 SEVP            Division            Distribution                Subsidiary                 Regional Offices                                      Garis Komando                            Garis Koordinasi




32                       PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 33
                                       Pendahuluan    Profil dan          Membangun Ekosistem         Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                      Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan      Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                              Digitalisasi




Perjalanan Transformasi Keberlanjutan BTN


Komitmen BTN terhadap keberlanjutan secara terstruktur ditandai dengan penyusunan                                                 yang mendukung pertumbuhan jangka panjang dan bertanggung jawab. Pendekatan
Laporan Keberlanjutan pertamanya pada tahun 2009. Sejak itu, Bank terus memperkuat                                                ini mencerminkan evolusi BTN dari institusi perbankan konvensional menjadi pelaku
integrasi prinsip keberlanjutan dalam operasional dan bisnis, termasuk pengembangan                                               utama dalam penerapan keuangan berkelanjutan di Indonesia.
kebijakan, praktik keuangan berkelanjutan, serta implementasi inisiatif pada aspek ESG



 • Tahun pertama                       Bank berpartisipasi             Pembukaan                      Menjadi Housing                     Terpilih dalam Indeks          • Mengembangkan                       • Memperoleh peringkat AA
   penyusunan Laporan                  menyukseskan                    Smart Branch                   Market Maker dan                    SRI-KEHATI pada BEI              kerangka kerja, strategi,             pada MSCI ESG Rating
   Keberlanjutan.                      Program Sejuta                  Jakarta Harmoni                memperkuat posisi                                                    dan roadmap ESG                     • Memperoleh predikat
 • Sekuritisasi KPR melalui            Rumah untuk Rakyat.             sebagai bentuk                 sebagai bank terbesar                                                BTN serta membentuk                   “Excellent” dari Sustainable
   Kontrak Investasi                                                   pengembangan                   ke-5.                                                                Komite ESG, Satuan Kerja              Fitch atas Sustainable
   Kolektif Efek Beragun                                               produk dan layanan                                                                                  Manajemen Risiko & ESG,               Finance Framework (SFF)
   Aset (KIK-EBA) pertama                                              berbasis digital.                                                                                   dan ESG Department.                   BTN.
   di Indonesia. Bank                                                                                                                                                    • Tahun pertama dalam                 • Bergabung dengan
   melakukan Penawaran                                                                                                                                                     penghitungan financed                 Partnership for Carbon
   Umum Saham Perdana                                                                                                                                                      emissions.                            Accounting Financials
   (IPO) dan listing di Bursa                                                                                                                                                                                    (PCAF) yang mempertegas
   Efek Indonesia (Go                                                                                                                                                                                            komitmen BTN untuk
   Public).                                                                                                                                                                                                      mencapai net zero
                                                                                                                                                                                                                 financed emissions pada
                                                                                                                                                                                                                 tahun 2060.



2009           2013             2015           2016             2017            2018               2019           2020             2021            2022           2023          2024                    2025




 Bank melakukan                        Bank melanjutkan                Pengembangan                   Memperbarui visi                    • Penerbitan rights issue            • Transformasi BTN menuju konsep Beyond Mortgage
 transformasi menuju                   agenda transformasi             ekosistem digital              menjadi Best Mortgage                 untuk memperkuat                     melalui pembaruan logo, visi, misi dan pengembangan
 leading housing bank dan              yaitu “Digital Banking          untuk mendukung                Bank in South East Asia               permodalan dalam                     program sustainable banking and finance, dan
 world class banking.                  Periods“.                       bisnis sebagai                 pada Tahun 2025.                      mencapai Best                        meluncurkan super app balé by BTN dan BTN Digital
                                                                       bank pembiayaan                                                      Mortgage Bank in                     Store.
                                                                       perumahan terdepan                                                   South East Asia.                   • Tahun pertama pelaporan Climate Risk Stress Testing
                                                                       di Indonesia.                                                      • Terpilih dalam indeks                (CRST).
                                                                                                                                            IDX LQ45 Low Carbon                • Bergabung dengan UNEP FI dan menandatangani
                                                                                                                                            Leaders pada BEI.                    Principles for Responsible Banking (PRB).



33              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 34
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




Kegiatan Usaha BTN [GRI 2-6] [OJK C.4]


Ruang lingkup kegiatan usaha BTN diatur dan ditetapkan dalam Pasal 3 Ayat 2 Anggaran
Dasar, yang telah beberapa kali disesuaikan dan terakhir diperbarui melalui Akta
Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Nomor 9 tanggal
4 Desember 2025 di hadapan Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., di Jakarta yang
telah mendapat persetujuan berdasarkan Keputusan Menteri Hukum Nomor AHU-
AH.01.03-0256621 tanggal 22 Desember 2025. Berdasarkan Anggaran Dasar tersebut, BTN
melaksanakan kegiatan utamanya sebagai berikut:


1.    Penghimpunan dana masyarakat
2.    Penyaluran kredit dan pembiayaan
3.    Layanan sistem pembayaran
4.    Penempatan dan peminjaman dana antarbank
5.    Penerbitan dan transaksi surat berharga
6.    Penyimpanan barang dan surat berharga
7.    Kegiatan usaha valuta asing
8.    Pengalihan piutang
9.    Penyertaan modal
10. Penyertaan modal sementara untuk penanganan kredit bermasalah
11.   Pendirian dan pengelolaan dana pensiun
12.   Jasa keuangan lainnya, termasuk investment banking dan commercial banking
13.   Kerja sama dengan lembaga jasa keuangan dan non-keuangan
14. Kegiatan usaha lain sesuai persetujuan OJK



BTN telah melaksanakan seluruh kegiatan usaha yang tertuang dalam Anggaran                                              aktivitas tersebut diselenggarakan dengan tetap mematuhi ketentuan peraturan
Dasar. Selain itu, Bank juga melaksanakan berbagai kegiatan usaha pendukung untuk                                       perundang-undangan yang berlaku. Informasi lebih lengkap mengenai produk, layanan,
memperkuat kegiatan utama dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya. Seluruh                                           dan kegiatan usaha BTN dapat diakses melalui situs web https://www.btn.co.id/.




34              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 35
                                     Pendahuluan        Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan      Menguatkan Masyarakat melalui    Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                        Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai        Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                            Digitalisasi




     Produk



                                                                            Perbankan Konvensional                                                                                                   Perbankan Syariah*

       Produk Consumer Banking                                     Produk Commercial Banking                              Produk Corporate Banking                                         Produk Syariah


       Produk Kredit Konsumer:                                     Produk Kredit Komersial:                               Produk Kredit Korporasi:                                         Produk Pembiayaan Syariah:
       • Kredit Perumahan                                          • Kredit Investasi                                     • Kredit Modal Kerja                                             • Pembiayaan Konsumer
       • Kredit Non Perumahan                                      • Kredit Modal Kerja                                     - KMK Properti                                                 • Pembiayaan Komersial
                                                                   • Kredit Modal Kerja Properti                            - KMK Kontraktor
       Produk Simpanan Konsumer:                                   • Kredit Modal Kerja Konstruksi                          - Bridging Loan                                                Produk Simpanan Syariah:
       • Tabungan Konsumer                                         • Kredit Modal Kerja Bridging                            - KMK Beragunan Simpanan (Swadana)                             • Giro Syariah
       • Deposito BTN Ritel                                        • Kredit Linkage                                       • Kredit Investasi                                               • Tabungan Syariah
       • Giro Perorangan                                           • Kredit Beragunan Simpanan                              - Refinancing                                                  • Deposito Syariah
                                                                                                                          • Kredit kepada Kementerian/Lembaga
       Produk Wealth Management:                                   Produk Simpanan Komersial:                               Pemerintah Republik Indonesia
       • Bancassurance                                             • Deposito Berjangka Lembaga                           • Term Loan Facility
       • Reksa Dana                                                • Giro Lembaga                                         • Corporate Line Facility
       • Surat Berharga Negara Ritel Pasar                                                                                • Treasury Line Facility (kepada Non Lembaga
         Perdana                                                                                                            Keuangan)
       • Surat Berharga Negara Pasar Sekunder
       • Foreign Exchange




     Jasa



                                                           Perbankan Konvensional                                                                                                    Perbankan Syariah*

       •    Electronic Data Capture (EDC)           •    Garansi Bank BTN                                         • CRM                                 • BSN Safe Deposit Box                • BSN Kartu Debit
       •    balé Korpora                            •    Electronic channel ATM                                   • Jasa dan Layanan                    • BSN Garansi Bank                    • BSN Payroll
       •    Virtual Account                         •    Layanan BTN Prioritas dan Layanan BTN Private              Perbankan Lainnya                   • BSN Program                         • BSN Cash Management
       •    Kartu Debit Visa/GPN & Debit Online     •    PLUS by BTN Prioritas                                    • BTN Open API                          Pengembangan Operasional            • BSN Virtual Account
       •    Internet Banking                        •    Branchless Banking (balé Agen)                           • balé Bisnis                         • BSN SPP Online                      • Online Onboarding for Open
       •    balé Properti                           •    balé Community                                           • balé Merchant                       • Penerimaan Biaya                      Account
       •    Super App balé by BTN                   •    Online Onboarding Open Account                           • balé Developer                        Perjalanan Haji                     • Bancassurance
       •    SKBDN                                   •    Cash In Cash Out (CICO)                                                                        • balé Syariah by BSN


*) Sehubungan dengan persetujuan Pemisahan Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dengan cara pengalihan hak dan kewajiban kepada PT Bank Syariah Nasional, maka untuk produk
perbankan syariah sudah tidak menjadi bagian dari produk BTN sejak tanggal 22 Desember 2025.



35                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 36
                                   Pendahuluan          Profil dan           Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang    Menumbuhkan Potensi dan         Menguatkan Masyarakat melalui         Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                        Perjalanan BTN       Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab            Kesejahteraan Pegawai           Kepedulian dan Inklusi                Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                         Digitalisasi




Area Operasional dan Pasar yang Dilayani [GRI 2-1, 2-6] [OJK C.3]


BTN beroperasi dengan Kantor Pusat di Jakarta dan jaringan kantor yang tersebar di                                                                                                                                      Kanwil Sulawesi Maluku Papua
38 provinsi di Indonesia. Sejalan dengan ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa                                                                      Kanwil Sumatera
Keuangan Nomor 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum, terjadi penyederhanaan
                                                                                                                                                         Kanwil Kalimantan
klasifikasi jaringan kantor yang disampaikan kepada regulator. Kategorisasi kantor
di bawah kantor cabang kini diselaraskan menjadi Kantor Cabang Pembantu dan
Kantor Fungsional, sehingga BTN menyesuaikan status Kantor Kas menjadi Kantor
Cabang Pembantu.                                                                                                                                                   Kanwil Jateng DIY


Sebagai perusahaan publik dengan kode saham BBTN, pertumbuhan bisnis BTN terus
memperluas jangkauan layanannya di seluruh Indonesia. Hingga 31 Desember 2025,
jaringan operasional BTN meliputi 8 Kantor Wilayah, 82 Kantor Cabang Konvensional,
                                                                                                                             Kanwil Jakarta I & II
35 Kantor Cabang Syariah, 548 Kantor Cabang Pembantu Konvensional, 83
Kantor Cabang Pembantu Syariah, dan 4 Kantor Fungsional, yang secara kolektif
                                                                                                                                              Kanwil Jawa Barat                Kanwil Jatim Bali Nusa Tenggara
memperkuat kapasitas Bank dalam melayani kebutuhan pembiayaan perumahan
di berbagai wilayah.


     Jaringan Kantor dan Layanan Perbankan BTN                                                                        Sebaran Jaringan Operasional BTN di Seluruh Wilayah Indonesia
         Keterangan                2025          2024          2023                                                       Kantor         Kantor       Kantor            Kantor           Kantor          Kantor Wilayah            Kantor          Kantor
                                                                                             Keterangan                  Wilayah        Wilayah      Wilayah        Wilayah Jatim        Wilayah           Sulawesi,              Wilayah         Wilayah
Jaringan Konvensional
                                                                                                                        Jawa Barat      Jakarta I    Jakarta II      Bali Nusra         Sumatera         Maluku, Papua          Jateng & DIY     Kalimantan
Kantor Wilayah                            8             8             6
                                                                                Kantor Wilayah                                      1            1             1                    1                1                     1                 1                 1
Kantor Cabang                          82            82               81
                                                                                Kantor Cabang Konvensional                         10           11            8                    16               11                    11                 8                7
Kantor Cabang Pembantu                548          536             541
                                                                                Kantor Cabang Pembantu
                                                                                                                                   79         100            90                   79                74                   38                56                32
Kantor Fungsional                         4             4                3      Konvensional

Jaringan Konvensional                                                           Kantor Fungsional                                  0            0              1                    0                1                    0                  2                0

Kantor Cabang Syariah                  35            35             34          Kantor Cabang Syariah                               5           3              3                    4               10                    3                  4                3

Kantor Cabang Pembantu                 83            75             75          Kantor Cabang Pembantu
                                                                                                                                   11           9             6                    14               21                    2                 16                4
Syariah                                                                         Syariah

Jaringan Syariah                                                                Outlet & Lounge BTN Prioritas                      6           12             11                    9               9                     5                  5                5

ATM dan CRM                          2.091         2.071         2.209          ATM dan CRM                                       336         342            263                 330               307                  167                212              133




36               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 37
                                   Pendahuluan    Profil dan       Membangun Ekosistem        Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan     Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                        Digitalisasi




Rantai Pasok Berkelanjutan [GRI 2-6] [OJK B.1]


Pengelolaan rantai pasok memegang peranan penting bagi BTN karena memastikan                                              Melalui kebijakan tersebut, BTN juga menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan
kelancaran operasional, kualitas layanan, serta penerapan prinsip keberlanjutan                                           penggunaan produk dalam negeri serta kemitraan dengan pemasok lokal yang secara
dalam aktivitas bisnis. Dalam hal ini, BTN mengacu pada Kebijakan Khusus Pedoman                                          geografis berada di dalam negeri. Pemasok luar negeri hanya digunakan apabila
Pengadaan Barang dan Jasa KK.9-H yang didukung dengan sistem pengadaan end to                                             kebutuhan tidak dapat dipenuhi secara domestik atau terdapat pertimbangan khusus.
end procurement. Melalui kebijakan tersebut, Bank menetapkan klausul-klausul yang                                         Pendekatan ini selaras dengan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-10/MBU/08/2020
wajib dipenuhi oleh para pemasok untuk memastikan dukungan terhadap keberlanjutan                                         tentang peningkatan peran UMKM serta Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa di BUMN
dengan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, memastikan kondisi kerja                                            Nomor PER-2/MBU/3/2023 tentang Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan BUMN.
yang adil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Klausul-klausul yang                                        [GRI 3-3]

ditetapkan di antaranya mencakup: [GRI 3-3]
1.   Memenuhi dokumen lingkungan, termasuk UKL-UPL, AMDAL, izin lingkungan, dan                                           Sebagai bagian dari pengelolaan rantai pasok berkelanjutan, BTN juga menerapkan
     kajian teknis.                                                                                                       prinsip kehati-hatian dalam penggunaan tenaga alih daya sesuai POJK Nomor 9/
2.   Menerapkan langkah perlindungan lingkungan dan meminimalkan dampak kepada                                            POJK.03/2016 dengan memastikan bahwa kegiatan inti tetap dikelola secara internal.
     masyarakat.                                                                                                          Pemanfaatan outsourcing difokuskan pada fungsi pendukung agar operasional Bank
3.   Memiliki komitmen tertulis terhadap pengadaan ramah lingkungan dan prinsip ESG.                                      tetap berjalan efektif, selaras dengan prinsip tata kelola yang baik, dan senantiasa
4.   Menjamin perlindungan bagi pekerja, termasuk larangan pekerja anak dan                                               menjaga kualitas layanan kepada nasabah. Pada tahun 2025, Bank melakukan 716
     perempuan rentan.                                                                                                    pengadaan barang dan/atau jasa dengan 1.092 pemasok yang tercatat. Jumlah
5.   Menyediakan asuransi bagi pekerja dengan risiko tinggi.                                                              pemasok ini meningkat dibandingkan dengan jumlah pemasok pada tahun 2024, yakni
6.   Memiliki kebijakan antikorupsi dan pakta integritas untuk memastikan kepatuhan.                                      939 pemasok. Dari 1.092 pemasok yang terdaftar sebagai rekanan, 100% merupakan
                                                                                                                          pemasok lokal asal Indonesia. [GRI 204-1, 414-2]




                Persentase Nilai Transaksi Pengadaan Berdasarkan Lokasi                                                               Jumlah Nilai
                                                                                                                                      Transaksi              2025                     2024                     2023
                                        Pemasok
                                                                                                                                      Pengadaan
                                                                                                                                      terhadap
                                                                                                                                                             Rp1,23 Rp1,63 Rp2,31
                      Keterangan                 2025              2024                2023
                                                                                                                                      Pemasok Lokal
           Pemasok Lokal                                100%              100%                100%

           Pemasok Luar Negeri                           0%                0%                  0%                                                            Triliun                  Triliun                  Triliun
           Jumlah                                       100%              100%                100%




37              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 38
                                Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                  Digitalisasi




Dalam mendukung penerapan pengadaan berkelanjutan, BTN melakukan pembinaan                                            Sejalan dengan upaya tersebut, BTN memastikan bahwa setiap pengadaan barang dan
dan pengawasan terhadap pemasok untuk memastikan pemenuhan standar                                                    jasa dilaksanakan melalui prosedur yang sesuai dengan prinsip-prinsip Good Corporate
keberlanjutan dalam seluruh proses pengadaan. Upaya ini dilaksanakan melalui                                          Governance (GCG), yaitu transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan
penerbitan surat dan kegiatan sosialisasi guna memastikan pemasok memahami                                            kewajaran, serta penerapan Fair Bid Treatment Provisions untuk memastikan perlakuan
dan mematuhi prinsip keberlanjutan, termasuk pengurangan dampak lingkungan,                                           yang adil bagi seluruh peserta pengadaan. Bank secara konsisten melakukan evaluasi,
penerapan praktik sosial yang adil, serta pemenuhan standar etika dalam operasional                                   termasuk melaksanakan audit pada seluruh tahapan pengadaan untuk memastikan
mereka. Selain itu, BTN membangun keterikatan dengan pemasok melalui kegiatan                                         prosesnya telah berjalan secara adil, efisien, bebas dari potensi penyalahgunaan,
supplier dan vendor engagement yang disampaikan untuk meningkatkan kesadaran                                          serta mendukung pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan sejalan dengan
terhadap praktik keberlanjutan, dengan fokus pada aspek paperless, transparansi, dan                                  ketentuan yang berlaku.
monitoring.




38            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 39
                                   Pendahuluan        Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                      Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai      Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




Perubahan Signifikan [GRI 2-6] [OJK C.6]


Pada tahun pelaporan, BTN memperbarui visi dan misi serta melaksanakan spin-off Unit Usaha Syariah                                                                                                               Kedudukan dalam
                                                                                                                                                                       Nama Asosiasi
                                                                                                                                                                                                                     Asosiasi
(UUS). Mengacu pada UU Perbankan Syariah dan POJK 12/2023, langkah ini dilakukan karena aset BTN
                                                                                                                                                Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara)                        Anggota
Syariah per triwulan IV 2023 tercatat Rp54,3 triliun sehingga memenuhi ketentuan untuk melakukan proses
                                                                                                                                                Ikatan Bankir Indonesia (IBI)                                    Sekretaris
spin-off. Proses tersebut dilaksanakan secara efektif pada 22 Desember 2025 melalui pengalihan seluruh
hak dan kewajiban UUS kepada Bank Syariah Nasional (BSN), sebagai wujud prinsip kepatuhan yang                                                  Jenderal World Saving Bank Institution (WSBI)                    Anggota

memperkuat tata kelola dan fokus pengembangan layanan perbankan syariah yang lebih inklusif dan                                                 Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas)                   Wakil Ketua Umum 1

berkelanjutan. Pasca proses tersebut, Bank melakukan penyesuaian struktur organisasi dan membentuk                                              Forum Humas BUMN                                                 Anggota
dua komite baru yaitu Integrated Risk Management Committee dan Capital & Subsidiary Committee.                                                  Asosiasi Emiten Indonesia                                        Anggota

                                                                                                                                                Konsorsium Data Kerugian Eksternal (KDKE)                        Anggota

                                                                                                                                                Certified Wealth Manager’s Association (CWMA)                    Anggota

                                                                                                                                                Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI)                      Anggota
Inisiatif Eksternal dan Keanggotaan Asosiasi                                                                                                    Associate Cambiste Internationale (ACI) Indonesia                Anggota
                                                                                                                                                (Forexindo)

                                                                                                                                                Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan Perbankan                    Anggota
                                                                                                                                                (FKDKP)
     Inisiatif Eksternal                                                 Keanggotaan Asosiasi [GRI 2-28] [OJK C.5]                              Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Perbankan               Anggota
                                                                                                                                                Indonesia (LAPSPI)

  BTN secara proaktif menerapkan Keuangan                              Keanggotaan BTN dalam berbagai asosiasi                                  Ikatan Auditor Intern Bank                                       Anggota
  Berkelanjutan dan merespons perubahan iklim                          dan    organisasi        mendukung           penguatan                   Perhimpunan Audit Internal Indonesia Anggota The                 Anggota
  melalui partisipasi inisiatif eksternal melalui                      kapasitas usaha serta peran Bank di industri                             Institute of Internal Auditor (IIA)-lndonesia Chapter

  adopsi pedoman nasional dan internasional.                           perbankan nasional. Melalui keterlibatan ini,                            United Nations Environment Programme Finance Initiative          Anggota
                                                                                                                                                (UNEP FI)
  Komitmen ini diwujudkan dengan penyusunan                            Bank memperoleh akses terhadap informasi
  RAKB     sesuai    dengan       POJK     Nomor          51/          strategis, perkembangan regulasi, dan tren                               Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI)                Anggota

  POJK.03/2017 dan pemetaan risiko peluang ESG                         industri, serta memperluas kolaborasi serta                              Asian Venture Philanthropy Network (AVPN)                        Anggota

  untuk mengukur dampak keuangan material,                             pertukaran pengetahuan dengan pelaku                                     Bankers Association for Risk Management (BARa)                   Wakil Ketua Umum
  mengintegrasikan         ESG   dalam      kredit,     dan            industri lainnya. Rincian keanggotaan BTN                                Forum Manajemen Risiko                                           Bendahara Umum
  memperkuat pembiayaan berkelanjutan, yang                            disajikan sebagai berikut.                                               Partnership for Carbon Accounting Financials (PCAF)              Anggota
  selaras dengan IFRS S1-S2.




39               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 40
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui      Menggerakkan Inovasi       Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi             Produk Keuangan dan        Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




Kinerja Ekonomi


Kinerja perekonomian Indonesia pada 2025 tetap menunjukkan pemulihan di tengah                                             Tabel Perbandingan Rencana Bisnis Bank dan Realisasi Keuangan 2025 [OJK F.2]
dinamika global. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan IV sebesar 5,39% year-
                                                                                                                                                                       Realisasi 2025          Rencana 2025
on-year (yoy) yang memperkuat peran perbankan dalam menjaga stabilitas sekaligus                                                         Uraian                                                                            Pencapaian
                                                                                                                                                                        (Rp Miliar)             (Rp Miliar)
mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, termasuk ESG, ke dalam produk dan layanan                                      Posisi Keuangan
keuangan berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif.
                                                                                                                       Aset                                                        527.793                   510.095                103,47%

                                                                                                                       Kredit yang Diberikan                                       385.262                   378.834                 101,70%
Merespons momentum tersebut, BTN memperkuat pembiayaan perumahan dan
                                                                                                                       Liabilitas                                                  491.583                   475.545                103,37%
mempercepat integrasi ESG dalam strategi bisnis. Sepanjang 2025, BTN menyalurkan
                                                                                                                       Simpanan dari Nasabah                                       405.500                   362.736                  111,79%
1,9 juta unit pembiayaan KPR, termasuk 1,6 juta unit KPR subsidi senilai Rp157,30 triliun,
                                                                                                                       Giro                                                        167.446                   156.427                107,04%
dengan pangsa pasar KPR subsidi sebesar 81,09%. Capaian ini menegaskan peran BTN
dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta                                        Tabungan                                                     36.932                    43.021                 85,85%

memperkuat posisinya di pembiayaan perumahan nasional.                                                                 Deposito                                                     201.122                  163.288                 123,17%

                                                                                                                       Ekuitas                                                      36.210                    34.971                103,54%
Konsistensi strategi keberlanjutan dan penguatan tata kelola turut menopang kinerja,                                   Laba (Rugi)
tercermin dari laba bersih Rp3,5 triliun atau tumbuh 16,8% yoy. Di tengah tantangan                                    Pendapatan Bunga                                             36.341                    35.287                102,99%
industri, BTN menjaga fokus pada inovasi berkelanjutan dan disiplin pengelolaan untuk                                  Pendapatan Operasional Selain Bunga                           4.108                     4.670                 87,97%
memperkuat daya saing dan nilai bagi pemangku kepentingan. [OJK F.2]
                                                                                                                       Laba Sebelum Pajak                                            4.382                     4.380                100,05%

                                                                                                                       Laba Bersih                                                   3.501                     3.504                  99,91%
Sebagai dasar penyajian kinerja ekonomi, BTN melaporkan nilai ekonomi yang dihasilkan
                                                                                                                       Rasio Keuangan (Entitas Induk) (%)
dan didistribusikan pada tingkat nasional, sejalan dengan cakupan operasional Bank
                                                                                                                       Capital Adequacy Ratio (CAR)                                  19,02                      18,19               104,56%
dan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit, sehingga mencerminkan skala
                                                                                                                       Non-Performing Loan (NPL)                                       3,17                     3,14                100,96%
dampak ekonomi yang paling signifikan bagi pemangku kepentingan. [GRI 201-1]
                                                                                                                       Gross

                                                                                                                       Return on Assets (ROA)                                         0,89                      0,90                 98,89%

                                                                                                                       Return on Equity (ROE)                                         11,57                     11,60                99,74%




40             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 41
                                      Pendahuluan      Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang    Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui        Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                       Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab            Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi               Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                             Digitalisasi




Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan                                                                    Tabel Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan [GRI 201-1] [OJK B.1]

                                                                                                                                                                               2025                     2024                       2023
Penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan menjadi bagian                                                                   Deskripsi
                                                                                                                                                                            (Rp Miliar)               (Rp Miliar)               (Rp Miliar)
penting dari peran BTN dalam mendukung pembangunan
                                                                                             Nilai Ekonomi yang Dihasilkan
nasional dan memberikan manfaat bagi para pemangku
kepentingan.        Nilai   ekonomi       langsung          diperoleh    melalui             Pendapatan Bunga                                                                            31.880                25.473*                     24.722
pendapatan dari kegiatan operasional Bank, yang kemudian                                     Pendapatan Bagi Hasil secara Syariah                                                         4.461                     4.069                   3.559
dialokasikan dalam bentuk remunerasi dan tunjangan karyawan,
                                                                                             Pendapatan Operasional Lainnya                                                               4.108                     4.576                   3.891
pembayaran pajak kepada pemerintah, serta pelaksanaan
program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bagi                                     Pendapatan Bukan Operasional                                                                    26                      (52)                   (160)
masyarakat. [GRI 3-3]                                                                        Jumlah Nilai Ekonomi yang Dihasilkan                                                       40.475                 34.066                      32.012

                                                                                             Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
Sepanjang       tahun       2025,     BTN     menjalankan          pengelolaan
keuangannya secara independen tanpa menerima dukungan                                        Beban Bunga                                                                                (15.910)                (16.114)                 (13.406)
finansial    dari    pemerintah.       Bank     juga    tidak      memperoleh
                                                                                             Beban Bagi Hasil dan Bonus                                                                 (2.420)                 (1.935)                   (1.445)
pendapatan yang timbul dari peluang maupun implikasi finansial
terkait perubahan iklim selama periode pelaporan. Rincian nilai                              Beban Operasional Lainnya **)                                                              (6.790)                 (5.817)                  (5.034)

ekonomi yang dihasilkan dan didistribusikan disajikan pada                                   Gaji dan Tunjangan Pegawai                                                                 (5.004)                (4.446)                   (3.983)
tabel berikut. [GRI 201-2, 201-4]
                                                                                             Pengadaan Barang dan Jasa                                                                  (1.230)                 (1.635)                   (2.313)

                                                                                             Pembayaran Dividen kepada Pemegang Saham                                                     (752)                     (700)                  (609)

                                                                                             Pengeluaran untuk Pemerintah                                                               (3.620)                (3.764)                    (3.143)

                                                                                             Pengeluaran untuk Investasi Sosial Masyarakat ***)                                           (120)                      (89)                    (79)

                                                                                             Jumlah Nilai Ekonomi yang Didistribusikan                                             (35.846)                  (34.500)                   (30.012)

                                                                                             Jumlah Nilai Ekonomi yang Ditahan                                                           4.629                      (434)                  2.000

                                                                                             *) Disajikan kembali
                                                                                             **) Beban operasional di luar gaji dan tunjangan pegawai
                                                                                             ***) Realisasi penyaluran dana program TJSL
                                                                                             ****) Angka ini tidak berkaitan dengan laba rugi pada laporan keuangan Bank




41                  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 42
                                      Pendahuluan       Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan       Menguatkan Masyarakat melalui    Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                        Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai         Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                               Digitalisasi




Kinerja Keuangan                                                                                                              Kontribusi kepada Negara

BTN menyajikan laporan keuangan secara konsolidasian yang telah diaudit untuk                                                 Penerapan prinsip ESG, khususnya tata kelola yang baik dan tanggung jawab sosial,
memberikan gambaran yang utuh mengenai posisi keuangan dan kinerja Bank,                                                      menjadi bagian penting dari operasional BTN. Komitmen ini diwujudkan melalui praktik
termasuk dampak pemisahan Unit Usaha Syariah sesuai ketentuan akuntansi yang                                                  bisnis yang transparan dan berintegritas, termasuk kontribusi fiskal berupa pembayaran
berlaku. Ringkasan kinerjanya disajikan pada tabel berikut.                                                                   pajak dan dividen. Sepanjang 2025, BTN menyetorkan pajak sebesar Rp3,6 triliun
                                                                                                                              yang memberikan nilai tambah bagi negara serta mendukung pembangunan dan
                    Tabel Kinerja Keuangan BTN Konsolidasian [GRI 201-1] [OJK B.1]                                            pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

                                                       2025                2024                      2023
                    Uraian                                                                                                                                   Tabel Kontribusi BTN Kepada Pemerintah
                                                    (Rp Miliar)          (Rp Miliar)              (Rp Miliar)

 Total Aset                                               527.793                469.615                438.750                                                                                  2025             2024               2023
                                                                                                                                                          Uraian
                                                                                                                                                                                              (Rp Miliar)       (Rp Miliar)       (Rp Miliar)
 Kredit/Pembiayaan Bank                                   385.262                 344.916                 318.106
                                                                                                                               Pajak
 Dana Pihak Ketiga *)                                     437.479                 381.756               349.699
                                                                                                                               Pajak Penghasilan (PPh)                                              3.585              3.715            3.123,04
 Total Liabilitas                                         491.583                437.043                 408.271
                                                                                                                               Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak                                   16               26                24,31
 Total Ekuitas                                              36.210                 32.572                 30.479               Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

 Laba Bersih                                                 3.501                  3.007                   3.501              Bea Masuk/Keluar, Bea dan Cukai, Bea Materai                                 4                 9              1,90

 Rasio Keuangan (Entitas Induk) (%)                                                                                            PBB P3 (Perkebunan, Perhutanan,                                           15               13                0,36
                                                                                                                               Pertambangan)
 Rasio Kecukupan Modal (CAR)                                 19,02                   18,50                  20,14
                                                                                                                               Total Kontribusi Pajak (Total A)                                       3.620             3.763             3.419,61
 Non-Performing Loan (NPL) Gross                               3,17                   3,16                    3,01
                                                                                                                               Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
 Return on Asset (ROA)                                        0,89                    0,83                    1,05
                                                                                                                               Dividen                                                                 451              420               365,41
 Return on Equity (ROE)                                       11,57                  10,76                  13,54
                                                                                                                               Total Kontribusi PNBP (Total B)                                         451              420              365,41
 Net Interest Margin (NIM)                                    4,20                    2,86                   3,75
                                                                                                                               Total Kontribusi kepada Negara (Total A dan B)                        4.071             4.183           3.515,02
 Biaya Operasional terhadap                                  89,04                  88,70                   86,10
 Pendapatan Operasional (BOPO)

 Loan to Deposit Ratio (LDR)                                 91,28                  93,79                  95,36

 *) termasuk simpanan pada bank lain dan dana syirkah temporer




42                  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 43
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang    Menumbuhkan Potensi dan      Menguatkan Masyarakat melalui    Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab            Kesejahteraan Pegawai        Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




Penyaluran Kredit


Pada tahun 2025, BTN telah menyalurkan kredit (Disbursement) sebesar Rp270,16                                                                Tabel Volume Penyaluran Produk Kredit Konsumer
triliun, yang meningkat sebesar Rp15,10 triliun, atau setara 5,92% dibanding tahun 2024.
                                                                                                                                                                      2025             2024*                 Kenaikan (Penurunan)
Kontribusi utama berasal dari penyerapan kredit perumahan, meliputi KPR subsidi dan KPR                                      Jenis Kredit Konsumer
                                                                                                                                                                     (Unit)            (Unit)                (Unit)              (%)
nonsubsidi. Pada Tahun 2025, penyaluran KPR subsidi mencapai 1,6 juta unit, meningkat
                                                                                                                       Kredit Perumahan
68 ribu unit atau setara 4,35%. Sedangkan penyaluran KPR nonsubsidi mencapai 342 ribu
                                                                                                                       KPR Subsidi                                     1.627.469        1.559.647               67.822                4,35%
unit, meningkat 8 ribu unit atau setara 2,51%.
                                                                                                                       KPR Nonsubsidi                                    342.313          333.922                 8.391                2,51%

                                                                                                                       Kredit Perumahan Lainnya                           53.045            59.214              (6.169)           (10,42%)

                                                                                                                       Jumlah Kredit Perumahan                           1.961.174      2.014.436              (53.262)            (2,64%)

                                                                                                                       Kredit Nonperumahan                                68.799           65.798                 3.001              4,56%

                                                                                                                       Volume Penyaluran Kredit
                                                                                                                                                                       2.083.235        2.026.972               56.263                2,78%
                                                                                                                       Konsumer
                                                                                                                       *Disajikan kembali




BTN mencatat kenaikan nilai penyaluran produk kredit perumahan per 31 Desember 2025                                                               Tabel Nilai Penyaluran Produk Kredit Konsumer
sebesar Rp262,41 triliun. Nilai ini bertambah Rp14,88 triliun, atau setara 6,01% dibanding
                                                                                                                                                                      2025             2024*                 Kenaikan (Penurunan)
tahun 2024 yang mencapai Rp247,53 triliun.                                                                                   Jenis Kredit Konsumer
                                                                                                                                                                   (Rp Miliar)       (Rp Miliar)        (Rp Miliar)              (%)

                                                                                                                       Kredit Perumahan

                                                                                                                       KPR Subsidi                                       157.298           147.321                9.977               6,77%

                                                                                                                       KPR Nonsubsidi                                      96.107           91.653               4.454               4,86%

                                                                                                                       Kredit Perumahan Lainnya                             9.012           8.558                     454              5,31%

                                                                                                                       Jumlah Kredit Perumahan                           262.416         247.533                 14.883                6,01%

                                                                                                                       Kredit Nonperumahan                                  7.742            7.523                    219              2,91%

                                                                                                                       Nilai Penyaluran Kredit
                                                                                                                                                                         270.158         255.056                 15.102               5,92%
                                                                                                                       Konsumer
                                                                                                                       *Disajikan kembali




43             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 44
                                Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang    Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui    Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab            Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                  Digitalisasi




BTN juga mencatat penyaluran pembiayaan konsumer syariah sebanyak 371.435                                                             Tabel Volume Penyaluran Produk Kredit Konsumer Syariah
unit hingga akhir 2025. Jumlah tersebut meningkat sebesar 60.183 unit atau 19,33%
                                                                                                                                                                                                         Kenaikan (Penurunan)
dibandingkan capaian 2024 yang mencapai 311.252 unit. Kenaikan ini terutama didorong                                                                               2025             2024
                                                                                                                       Jenis Kredit Konsumer Syariah
oleh pertumbuhan pembiayaan perumahan sebesar 59.004 unit atau 19,18%, yang                                                                                       (Unit)           (Unit)
                                                                                                                                                                                                         (Unit)              (%)
berasal dari peningkatan KPR subsidi sebanyak 53.400 unit atau 21,29% serta pembiayaan
                                                                                                                      Kredit Perumahan
nonperumahan sebanyak 1.179 unit atau 32,11% dibanding tahun sebelumnya.
                                                                                                                      KPR Subsidi                                   304.208          250.808                53.400               21,29%

                                                                                                                      KPR Nonsubsidi                                   61.581          55.899                5.682                10,17%

                                                                                                                      Kredit Perumahan Lainnya                             795              873                (78)            (8,93%)

                                                                                                                      Jumlah Kredit Perumahan                       366.584          307.580                59.004                19,18%

                                                                                                                      Kredit Nonperumahan                               4.851            3.672                    1.179           32,11%

                                                                                                                      Volume Penyaluran Kredit
                                                                                                                                                                     371.435           311.252               60.183              19,33%
                                                                                                                      Konsumer




Per 31 Desember 2025, BTN membukukan penyaluran pembiayaan konsumer sebesar                                                             Tabel Nilai Penyaluran Produk Kredit Konsumer Syariah
Rp51,35 triliun. Nilai tersebut meningkat Rp10,20 triliun atau 24,78% dibandingkan
                                                                                                                                                                                                         Kenaikan (Penurunan)
realisasi tahun 2024 yang mencapai Rp41,16 triliun. Kenaikan ini terutama didorong oleh                                                                           2025             2024
                                                                                                                       Jenis Kredit Konsumer Syariah
pertumbuhan pembiayaan perumahan yang mencapai Rp50,86 triliun atau setara                                                                                     (Rp Miliar)       (Rp Miliar)
                                                                                                                                                                                                    (Rp Miliar)              (%)
24,45% dibanding tahun sebelumnya.
                                                                                                                      Kredit Perumahan

Kinerja syariah tahun 2025 disajikan berdasarkan data historis hingga tanggal efektif                                 KPR Subsidi                                     33.883           26.522                 7.361              27,75%

spin-off, atau menggunakan basis full-year pre-transfer, sesuai dengan metodologi                                     KPR Nonsubsidi                                   16.935           14.303               2.632               18,40%

pelaporan yang digunakan.                                                                                             Kredit Perumahan Lainnya                              39               41                    (2)         (4,88%)

                                                                                                                      Jumlah Kredit Perumahan                         50.857          40.866                  9.991             24,45%

                                                                                                                      Kredit Nonperumahan                                  495              290                   205           70,69%

                                                                                                                      Volume Penyaluran Kredit
                                                                                                                                                                       51.353           41.156               10.197             24,78%
                                                                                                                      Konsumer




44            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 45
                             Pendahuluan   Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                           Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                           Digitalisasi




02
                                                                                                                                                   Membangun
                                                                                                                                           Ekosistem Keuangan
                                                                                                                                                  Berkelanjutan
47   Prinsip ESG
55   Kerangka Kerja ESG
56   Tata Kelola ESG
57   Kebijakan ESG
58   Capaian dan Hasil ESG
Page 46
                                Pendahuluan     Profil dan        Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui      Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                Perjalanan BTN    Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi             Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




Sebagai institusi keuangan yang memiliki peran strategis dalam mendorong                                               Bagi BTN, membangun ekosistem keuangan berkelanjutan yang mengombinasikan
pertumbuhan    ekonomi      nasional,     BTN    memahami           tanggung        jawabnya         untuk             pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan pelestarian lingkungan secara
memastikan arus investasi yang dikelola tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi                                  seimbang memerlukan proses yang kolaboratif. Oleh karena itu, BTN selalu berupaya
juga memberi manfaat sosial dan menjaga kelestarian lingkungan. BTN meyakini bahwa                                     mengedepankan kerja sama lintas sektor dan pemangku kepentingan.
pembangunan ekonomi yang selaras dengan aspek sosial dan lingkungan menuntut
pengelolaan sumber daya yang bijaksana dan berorientasi jangka panjang.                                                Sebagai langkah nyata, BTN telah memetakan ekosistem keberlanjutan secara
                                                                                                                       menyeluruh yang mencakup prinsip, tata kelola, proses, dan capaian kinerja ESG. Fokus
BTN berkomitmen mendorong pembiayaan berkelanjutan melalui penerapan prinsip                                           utama diarahkan pada penguatan praktik sustainable finance sebagai sektor inti yang
environmental, social, governance (ESG) di seluruh kegiatan bisnis dan operasional.                                    memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus menegaskan
Komitmen ini tercermin dalam upaya mengelola dampak lingkungan, memperkuat                                             peran BTN sebagai katalisator perbankan yang inklusif, beretika, dan berkelanjutan di
aspek sosial, serta menegakkan tata kelola yang etis dan transparan.                                                   Indonesia. [OJK A.1]




Ekosistem                      Prinsip ESG
                                                                                             Sustainable                                                                           Impact, Double
Berkelanjutan BTN                                                Sustainable                                               Triple Bottom              Stakeholder                                               Three Lines
                                                                                            Development                                                                            Materiality, dan
                                                                   Finance                                                      Line                     Theory                                                   Model
                                                                                                Goals                                                                               Value Chain



                               Framework ESG                                                                                       The Future of Finance

                                                                                                                                                                                                                Integrated
                                                                 Sustainable               Climate Change                   People and                Stakeholder                    ESG in the
                                                                                                                                                                                                             Governance, Risk,
                                                                   Finance                 and Ecosystem                    Community                Inclusiveness                  Value Chain
                                                                                                                                                                                                               Compliance



                               Tata Kelola
                               dan Struktur                                                  Komite ESG                                                       Enterprise & ESG Risk Management Division
                               Organisasi ESG



                               Proses
                                                                         ESG Framework &                                                 ESG Policy &                                        ESG Data Reporting &
                                                                      Strategy Development                                             Implementation                                          Communication



                               Outcome
                                                                     Implementasi inisiatif dan roadmap ESG, pertumbuhan kinerja keberlanjutan, dan peningkatan ESG Rating Bank



46            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 47
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




Prinsip ESG


Keuangan Berkelanjutan [GRI 2-12, 2-13] [OJK B.3, E.1]                                                                 5.     Komunikasi Informatif
                                                                                                                              Memastikan keterbukaan informasi atas strategi, kinerja, dan prospek usaha kepada
Sejak 1 Januari 2019, Bank telah menerapkan prinsip keuangan berkelanjutan sesuai                                             seluruh pemangku kepentingan.
dengan POJK Nomor 51/POJK.03/2017. Regulasi ini mengatur penerapan keuangan                                            6.     Inklusif
berkelanjutan bagi lembaga jasa Keuangan, emiten, dan perusahaan publik, serta                                                Memperluas akses terhadap produk dan layanan perbankan, terutama bagi
menekankan pentingnya keberadaan satuan kerja yang berwenang untuk mengelola                                                  masyarakat yang belum terlayani.
dan mengoordinasikan kegiatan terkait keuangan berkelanjutan.                                                          7.     Pengembangan Sektor Unggulan Prioritas
                                                                                                                              Mendukung pembiayaan sektor-sektor yang berkontribusi terhadap pembangunan
Dalam menjalankan agenda keberlanjutannya, Bank berpedoman pada delapan prinsip                                               berkelanjutan dan mitigasi perubahan iklim.
keuangan berkelanjutan sebagaimana diatur dalam regulasi, yaitu:                                                       8.     Koordinasi dan Kolaborasi
1.   Investasi Bertanggung Jawab                                                                                              Memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan
     Mengutamakan investasi pada proyek yang memberikan manfaat ekonomi, sosial,                                              kesejahteraan ekonomi, sosial, dan kualitas lingkungan.
     dan lingkungan jangka panjang.
2.   Strategi dan Praktik Bisnis Berkelanjutan                                                                         BTN berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berwawasan
     Meminimalkan dampak negatif melalui kebijakan dan strategi bisnis yang                                            lingkungan melalui penerapan Sustainable Development Goals (SDGs). Komitmen ini
     terintegrasi dengan aspek keberlanjutan.                                                                          sejalan dengan kebijakan nasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang diatur
3.   Pengelolaan Risiko Sosial dan Lingkungan                                                                          dalam Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2017 sebagai panduan untuk menyeimbangkan
     Mengintegrasikan tanggung jawab sosial dan perlindungan lingkungan dalam                                          aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
     manajemen risiko.
4.   Tata Kelola                                                                                                       Sebagai penguatan, BTN menerapkan pendekatan 5P (People, Planet, Prosperity, Peace,
     Menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan                                 dan Partnership) sebagai landasan strategis untuk memastikan seluruh kegiatan usaha
     kesetaraan.                                                                                                       selaras dengan nilai keberlanjutan dan kemajuan bersama.




47             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 48
                                     Pendahuluan   Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                     Digitalisasi




                                                                                       Manusia                 Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui produk dan layanan keuangan
                                                                                       (People)                inklusif serta program pemberdayaan dan pendidikan.
                   Implementasi
                       Pendekatan

                        5P                                                              Planet                 Mendorong sustainable banking dengan memprioritaskan pembiayaan dan inisiatif
                         [OJK A.1]                                                     (Planet)                ramah lingkungan.




                                                                                   Kemakmuran                  Mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui pembiayaan perumahan
                                                                                    (Prosperity)               yang terjangkau.




                                                                                    Perdamaian                 Menerapkan tata kelola yang baik dan transparan untuk menciptakan lingkungan
                                                                                      (Peace)                  bisnis yang etis dan harmonis.




                                                                                     Kemitraan                 Memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk
                                                                                    (Partnership)              mendukung pencapaian SDGs.




Pelibatan Pemangku Kepentingan [GRI 2-29] [OJK E.4]

Teori pemangku kepentingan (stakeholder theory) menegaskan bahwa tanggung                                                Sebagai institusi keuangan yang berperan dalam pembangunan ekonomi dan sosial,
jawab perusahaan mencakup seluruh pihak yang terdampak oleh kegiatan usahanya,                                           Bank menerapkan prinsip ini dengan melibatkan pemangku kepentingan dalam
seperti pegawai, pelanggan, pemasok, masyarakat, dan pemerintah. Pendekatan ini                                          pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan strategis. Melalui dialog yang
menempatkan kesejahteraan pemangku kepentingan sebagai bagian penting dari                                               terbuka, BTN memastikan keseimbangan antara kinerja ekonomi, tanggung jawab sosial,
keberhasilan bisnis.                                                                                                     dan kepedulian lingkungan.




48             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 49
                                     Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                     Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                          Digitalisasi




BTN memandang pemangku kepentingan sebagai mitra penting dalam mencapai                                                           harapan, dan aspirasi setiap kelompok pemangku kepentingan yang terkait dengan
tujuan keberlanjutan. Pelibatan dilakukan secara aktif, transparan, dan bertanggung                                               aktivitas produk atau layanan Bank.
jawab agar setiap pihak dapat berkontribusi secara konstruktif terhadap penciptaan                                         4.     Keberagaman
nilai jangka panjang.                                                                                                             Pemangku kepentingan tersebut memiliki perbedaan karakteristik, latar belakang,
                                                                                                                                  dan kepentingan harus dipahami dan dihargai untuk memastikan kebijakan dan
Dalam mengidentifikasi kelompok pemangku kepentingan, BTN menetapkan beberapa                                                     keputusan yang inklusif serta memenuhi kebutuhan berbagai pihak secara adil.
kriteria agar keterlibatan yang terbangun bersifat konstruktif dan saling mendukung                                        5.     Kemauan untuk Berpartisipasi
pencapaian tujuan keberlanjutan, meliputi:                                                                                        Pemangku kepentingan tersebut memiliki kemauan berpartisipasi dalam proses
1.    Pengaruh                                                                                                                    pengambilan keputusan dan inisiatif perusahaan untuk mencapai tujuan bersama
      Pemangku kepentingan tersebut memberikan pengaruh terhadap keputusan yang                                                   yang saling menguntungkan.
      diambil oleh BTN terkait keberlanjutan bisnis.
2.    Ketergantungan                                                                                                       Berdasarkan kriteria tersebut, BTN telah mengidentifikasi kelompok pemangku
      BTN memiliki ketergantungan terhadap pemangku kepentingan tersebut, baik                                             kepentingan utama serta menetapkan bentuk tanggapan dan strategi komunikasi yang
      secara langsung maupun tidak langsung.                                                                               sesuai dengan karakteristik masing-masing pihak. [GRI 2-29]
3.    Kebutuhan
      Pemangku kepentingan tersebut memiliki pemahaman mengenai kebutuhan,


                                                                                               Pemangku Kepentingan Internal

     Pemangku Kepentingan                Metode Pelibatan                     Frekuensi                                     Topik Prioritas                                                     Respons BTN

 Pegawai                          Employee engagement                 Sekali dalam setahun           Tingkat kepuasan pegawai.                                       •   Penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan.
                                  survey                                                                                                                             •   Penilaian kinerja dan promosi jabatan.
                                                                                                                                                                     •   Penyusunan perjanjian kerja bersama.
                                  Buletin internal                    Sekali dalam setahun           Kebijakan dan strategi terkait kepegawaian.
                                                                                                                                                                     •   Lingkungan kerja yang kondusif dan produktif.
                                  SmartShare                          Dapat diakses setiap           • Forum diskusi, berbagi tentang pekerjaan, kuis,
                                                                      waktu                            pertukaran informasi.
                                                                                                     • Keberagaman dan kesetaraan peluang.
                                                                                                     • Pelatihan dan pendidikan.

                                  Innovation Award                    Sekali dalam setahun           Mempercepat proses bisnis dan peningkatan
                                                                                                     produktivitas.

 Serikat pekerja                  Pembahasan perjanjian kerja         Sekali dalam setahun           • Hubungan kerja yang harmonis.                                 Penyelenggaraan lembaga kerjasama bipartit (LKS Bipartit).
                                  bersama                                                            • Pemenuhan hak dan kewajiban pegawai.




49                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 50
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                  Digitalisasi




                                                                                            Pemangku Kepentingan Eksternal

     Pemangku Kepentingan             Metode Pelibatan                        Frekuensi                                      Topik Prioritas                                                  Respons BTN

Pemegang saham                 RUPS Tahunan                        Satu kali dalam setahun              •   Pencapaian target Bank, kinerja ekonomi.               • Penyusunan strategi peningkatan kinerja ekonomi dan
                                                                                                        •   Keberadaan pasar.                                        keberlanjutan bisnis.
                               Paparan kinerja                     Triwulan
                                                                                                        •   Antikorupsi.                                           • Penetapan kebijakan pembayaran dividen.
                               RUPS Luar Biasa                     Dapat diadakan setiap waktu          •   Penyusunan roadmap ESG dan dekarbonisasi.              • Penyediaan informasi berkala kinerja BTN.
                                                                   berdasarkan kebutuhan Bank                                                                      • Penyelenggaraan RUPS.

Nasabah                        Survei kepuasan nasabah             Dua kali dalam setahun               • Layanan dan mutu layanan kepada nasabah.                 • Inovasi produk, jasa, serta layanan sesuai kebutuhan dan
                                                                                                        • Portofolio produk.                                         perkembangan teknologi.
                               Media komunikasi untuk              Sebulan sekali
                                                                                                        • Privasi nasabah.                                         • Penyediaan serta penyampaian informasi produk, jasa, dan
                               nasabah
                                                                                                                                                                     layanan.
                               Layanan Call Center                 Setiap saat apabila                                                                             • Penyimpanan dan perlindungan data nasabah sesuai
                               Nasabah                             diperlukan                                                                                        peraturan.
                               Situs web BTN dan Frontline         Dapat diakses setiap waktu                                                                      • Penyediaan layanan pengaduan nasabah baik
                               Information                                                                                                                           manual maupun berbasis digital, serta mekanisme
                                                                                                                                                                     penyelesaiannya.
                               Kunjungan langsung                  Setiap saat apabila                                                                             • Sosialisasi penerapan keuangan berkelanjutan.
                                                                   diperlukan

Mitra pengembang               Penghargaan Property                Setiap tahun                         Peluang penjualan rumah.                                   • Memberikan skema pembiayaan yang kompetitif untuk
                               Awards                                                                                                                                mendukung pembangunan perumahan berkelanjutan.
                                                                                                                                                                   • Mendorong penerapan konsep green building dan efisiensi
                               Gathering                           Setiap saat apabila                  Kesuksesan program tiga juta rumah dan rumah
                                                                                                                                                                     energi dalam proyek pembangunan.
                                                                   diperlukan                           rendah emisi.
                                                                                                                                                                   • Menyelenggarakan pelatihan dan lokakarya untuk
                               Pengembangan kapasitas              Setiap saat apabila                  Transparansi.                                                meningkatkan kapasitas mitra pengembang.
                                                                   diperlukan

Mitra kerja/ pemasok           Kontrak kerja                       Saat diperlukan                      Proses pengadaan.                                          • Sosialisasi terkait kebijakan perusahaan.
                                                                                                                                                                   • Focus group discussion untuk mengetahui masukan dan
                                Mitra investasi                    Saat diperlukan                      Kerja sama bisnis.
                                                                                                                                                                     aspirasi dari pemasok.
                                Seminar dan lokakarya              Saat diperlukan                      Pengembangan merchant Bank.




50              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 51
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                  Digitalisasi




     Pemangku Kepentingan             Metode Pelibatan                        Frekuensi                                      Topik Prioritas                                                  Respons BTN

Pemerintah dan Otoritas        Self-Assessment GCG                 Dua kali dalam setahun               Pemenuhan penyampaian dan penilaian                        • Penyesuaian kebijakan dan peraturan internal, sesuai
Jasa Keuangan                                                                                           pelaksanaan GCG di Bank.                                     peraturan yang diterbitkan pemerintah dan Otoritas Jasa
                                                                                                                                                                     Keuangan.
                               Laporan kepatuhan GCG               Sekali setahun                       Pemenuhan penyampaian pelaksanaan GCG di
                                                                                                                                                                   • Penerapan prinsip-prinsip GCG di seluruh unit kerja.
                                                                                                        Bank.
                                                                                                                                                                   • Penyampaian laporan kinerja dan pelaksanaan kegiatan
                               Pelaporan kegiatan TJSL             Empat kali dalam setahun             Sarana dalam penyampaian informasi laporan                   lain.
                               kepada BP BUMN / Danantara                                               terkait pelaksanaan kegiatan TJSL di Bank.                 • Laporan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan, Laporan
                                                                                                                                                                     Tahunan, Laporan Keberlanjutan, Laporan TJSL, serta
                                                                                                                                                                     laporan lain.

Organisasi bisnis              Pertemuan dan kegiatan,             Saat diperlukan                      Peningkatan tata kelola Bank.                              Penyelenggaraan pertemuan dan kegiatan.
                               baik skala nasional, regional,
                               maupun internasional

Organisasi masyarakat/         Kerja sama strategis untuk          Saat diperlukan                      Pengoptimalan program TJSL Bank, masyarakat                • Pemberian kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
sosial/ lembaga swadaya        menjalankan program-                                                     lokal, dampak ekonomi tidak langsung.                      • Pengoptimalan program TJSL.
masyarakat                     program tanggung jawab
                               perusahaan, baik di bidang
                               sosial maupun lingkungan

Media                          Press release dan                   Saat diperlukan                      Pemberian informasi terkait bisnis Bank yang               Memberikan informasi kepada masyarakat umum terkait
                               konferensi pers                                                          perlu diketahui publik.                                    kegiatan dan program terbaru dari BTN.




51              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 52
                                     Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang                    Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui    Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                     Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                            Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




Penilaian Materialitas [GRI 3-1, 3-2, 3-3]

BTN menerapkan prinsip impact, double materiality, dan value chain sebagai kerangka                                        Bank mendefinisikan topik material sebagai isu yang memiliki pengaruh besar terhadap
terpadu untuk memahami, mengukur, dan mengelola dampak ekonomi, sosial, serta                                              kinerja keberlanjutan serta dapat memengaruhi keputusan para pemangku kepentingan.
lingkungan dari seluruh aktivitas operasionalnya. Melalui pendekatan ini, Bank dapat                                       Proses penentuan materialitas ini juga mempertimbangkan aspek manajemen risiko BTN
mengidentifikasi isu-isu yang paling relevan dan signifikan, baik terhadap keberlanjutan                                   (ERM process). Melalui proses ini, risiko dan peluang terkait topik material keberlanjutan
bisnis maupun terhadap masyarakat dan lingkungan.                                                                          dapat diidentifikasi, dievaluasi, dan dikelola secara komprehensif untuk mendukung
                                                                                                                           pencapaian tujuan strategis Bank.



        Identifikasi Topik                   Penilaian Topik                 Tinjauan dan Persetujuan                      Matriks Materialitas
          Materialitas                        Materialitas                       Topik Materialitas

 • Mengidentifikasi topik            Penentuan topik materialitas          Setelah penilaian menyeluruh,
   materialitas yang sejalan         menggunakan prinsip penilaian         Direksi melakukan persetujuan                                                                                  Hak Asasi Manusia




                                                                                                                           Higher
   dengan Roadmap                    materialitas ganda atau double        dan peninjauan terkait materi/
                                                                                                                                                                                                                               Keamanan
   ESG BTN dengan cara               materiality assessment (DMA)          topik yang termuat dalam                                                     Produk dan Jasa
                                                                                                                                                                                                                               Informasi
   membandingkannya dengan           dengan melibatkan pemangku            laporan. Topik materialitas yang                                             Berkelanjutan
   industri serupa, standar global   kepentingan untuk menilai             menciptakan nilai kemudian
   (GRI, SASB, dan OJK), serta       dampak dan risiko dari topik          diselaraskan dengan strategi
   lembaga pemeringkatan ESG         materialitas yang memengaruhi         dan relevansi terhadap risiko
   (MSCI, Sustainalytics, dan S&P    lingkungan dan masyarakat,            dan peluang Bank.
                                                                                                                                                        Pengembangan




                                                                                                                           Materialitas Dampak
   Global), dengan mengacu           serta mengevaluasi sejauh
   pada laporan sebelumnya           mana topik tersebut berdampak                                                                                      Masyarakat
                                                                                                                                                                                                                              Etika dan Pedoman
   dan masukan dari pemangku         pada kinerja finansial.
                                                                                                                                                                                                                              Perilaku
   kepentingan.                      • Materialitas lingkungan
 • Topik-topik ini kemudian             dan masyarakat (impact                                                                                          Penggunaan Sumber
   akan dikaji lebih lanjut             materiality): Penilaian                                                                                         Daya Alam &
   untuk menghasilkan 10 topik          berfokus pada dampak                                                                                            Pengelolaan Lingkungan                                                Tata Kelola
   utama. Hasil pengkajian              topik terhadap pemangku
   tersebut akan digunakan              kepentingan eksternal,
   sebagai dasar dalam                  termasuk lingkungan dan
   penyusunan kuesioner yang            masyarakat.
                                                                                                                                                        Perubahan Iklim dan                                                   Ketenagakerjaan
   akan disebarkan kepada            • Materialitas finansial: Penilaian
                                                                                                                                                        Ekosistem
   pemangku kepentingan                 berfokus pada dampak
   eksternal dan internal, guna         potensial terhadap kinerja                                                                                                                          Pengadaan
   mengetahui pandangan                 finansial Perusahaan dan                                                                                                                            Berkelanjutan
   mereka terkait signifikansi          keberlangsungan bisnis.
   dan prioritas dari topik-topik
   tersebut.
                                                                                                                                                                                    Materialitas Finansial                                     Higher




52                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 53
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui       Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi              Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




Pada tahun 2025, BTN menegaskan kembali topik-topik material yang telah ditetapkan                                     Topik-topik material tersebut menjadi dasar dalam perumusan kebijakan, pengambilan
pada tahun sebelumnya, karena dinilai tetap relevan dan signifikan terhadap dampak,                                    keputusan, dan pelaksanaan inisiatif keberlanjutan, sekaligus menjadi acuan dalam
risiko, dan peluang yang berkaitan dengan keberlanjutan Bank serta ekspektasi                                          mengelola kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan secara terintegrasi. Pendekatan ini
para pemangku kepentingan. Penetapan dan peninjauan topik material dilakukan                                           memastikan bahwa respons Bank terhadap isu keberlanjutan tetap sejalan dengan
secara berkala melalui evaluasi tahunan yang melibatkan Direksi, untuk memastikan                                      fokus dan ekspektasi pemangku kepentingan. Batasan dan cakupan masing-masing
keselarasan dengan strategi keberlanjutan, profil risiko, serta dinamika bisnis Bank.                                  topik material disajikan pada daftar berikut:

                                                                                                                                                                                   Batasan Topik

        Topik Material                                            Pertimbangan Materialitas                                                  Pemangku
                                                                                                                                            Kepentingan                        Pemangku Kepentingan Eksternal
                                                                                                                                              Internal

Aspek Lingkungan

Perubahan Iklim dan Ekosistem    Menggambarkan komitmen Bank dalam menghadapi tantangan perubahan iklim Pegawai                                              Investor, pemerintah, otoritas jasa keuangan, mitra kerja/
                                 dengan meminimalkan dampak operasional terhadap lingkungan melalui pengelolaan                                              pemasok, dan media
                                 emisi GRK dan efisiensi energi.

Penggunaan Sumber                Menggambarkan upaya Bank dalam memastikan penggunaan sumber daya air dan Pegawai                                            Investor, pemerintah, otoritas jasa keuangan, mitra kerja/
Daya Alam & Pengelolaan          material secara efisien, manajemen limbah yang bertanggung jawab, dan kepatuhan                                             pemasok, dan media
Lingkungan                       terhadap regulasi terkait lingkungan hidup.

Aspek Sosial

Ketenagakerjaan                  Menggambarkan pengelolaan sumber daya manusia dengan fokus pada pelatihan, Pegawai                                          Nasabah, pemerintah, otoritas jasa keuangan, mitra kerja/
                                 pengembangan karier, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta penciptaan                                                 pemasok, dan organisasi masyarakat/sosial/
                                 lingkungan kerja yang produktif.                                                                                            lembaga swadaya masyarakat

Hak Asasi Manusia                Menggambarkan komitmen Bank dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia, Pegawai                                              Nasabah, investor, pemerintah, otoritas jasa keuangan, mitra
                                 keberagaman, kesetaraan, dan inklusi dalam seluruh aktivitas operasional, hubungan                                          kerja/pemasok, media, dan organisasi bisnis
                                 kerja, serta layanan.

Pengembangan Masyarakat          Menggambarkan komitmen Bank untuk terlibat aktif dalam mendukung masyarakat Pegawai                                         Nasabah, investor, pemerintah, otoritas jasa keuangan,dan
                                 melalui berbagai program literasi keuangan dan pemberdayaan untuk meningkatkan                                              organisasi masyarakat/sosial/ lembaga swadaya masyarakat
                                 kesejahteraan masyarakat.

Keamanan Informasi               Menggambarkan upaya Bank dalam melindungi data Bank, data nasabah dan transaksi Pegawai                                     Nasabah, investor, pemerintah, otoritas jasa keuangan, dan
                                 keuangan dari ancaman siber, seperti peretasan, pencurian data, atau serangan                                               media
                                 malware.

Aspek Tata Kelola

Tata Kelola                      Menggambarkan komitmen Bank dalam penerapan tata kelola keberlanjutan, meliputi Pegawai                                     Nasabah, investor, pemerintah, otoritas jasa keuangan, mitra
                                 pengawasan strategis risiko dan peluang terkait lingkungan dan sosial, dan pemantauan                                       kerja/pemasok, organisasi masyarakat/sosial/
                                 kinerja keberlanjutan.                                                                                                      lembaga swadaya masyarakat, media, dan organisasi bisnis




53             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 54
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui       Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi              Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                           Digitalisasi




                                                                                                                                                                                       Batasan Topik

        Topik Material                                             Pertimbangan Materialitas                                                     Pemangku
                                                                                                                                                Kepentingan                        Pemangku Kepentingan Eksternal
                                                                                                                                                  Internal

 Produk dan Jasa Berkelanjutan    Menggambarkan upaya Bank dalam mengintegrasikan aspek ESG ke dalam siklus hidup Pegawai                                        Nasabah, investor, pemerintah, otoritas jasa keuangan, mitra
                                  produk dan layanan perbankan yang mencakup penilaian awal, pengembangan produk                                                 kerja/pemasok, organisasi masyarakat/sosial/
                                  dan layanan, pemantauan, evaluasi, dan penilaian dampak dari produk dan layanan.                                               lembaga swadaya masyarakat, media, dan organisasi bisnis

 Etika Bisnis dan Pedoman         Menggambarkan komitmen Bank dalam menegakkan etika bisnis dan pedoman perilaku Pegawai                                         Nasabah, investor, pemerintah, otoritas jasa keuangan, mitra
 Perilaku                         untuk menjaga integritas perbankan dan kepercayaan nasabah.                                                                    kerja/pemasok, media, dan organisasi bisnis

 Pengadaan Berkelanjutan          Menggambarkan komitmen Bank dalam mengelola rantai pasok yang bertanggung Pegawai                                              Nasabah, investor, pemerintah, otoritas jasa keuangan, mitra
                                  jawab, memastikan pemasok mematuhi standar etika, sosial, dan lingkungan yang ketat.                                           kerja/pemasok dan organisasi bisnis



Three Lines Model

Sebagai kerangka kerja yang penting dalam memperkuat tata kelola dan efektivitas                                        2.     Peran Lini Pertama (First Line)
manajemen risiko, prinsip three lines model menjadi pedoman bagi BTN untuk                                                     Berperan sebagai pelaksana utama (risk taker) dalam pengelolaan risiko. Lini
memastikan peran, tanggung jawab, dan koordinasi yang jelas di seluruh lini organisasi.                                        ini memastikan strategi diterapkan secara efektif, keputusan bisnis diambil
Pendekatan ini mendukung pengelolaan risiko yang transparan, akuntabel, dan                                                    berdasarkan analisis risiko yang mendalam, serta seluruh aktivitas operasional
berintegritas, sekaligus memperkuat penerapan prinsip ESG dalam seluruh aktivitas                                              mematuhi kebijakan internal dan mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan.
Bank.                                                                                                                   3.     Peran Lini Kedua (Second Line)
1.   Peran Organ Pengurus (Governing Body)                                                                                     Memberikan dukungan dan pengawasan terhadap penerapan manajemen risiko,
     Memiliki tanggung jawab utama kepada pemangku kepentingan untuk menjamin                                                  termasuk kepatuhan terhadap regulasi, pengendalian internal, serta pelaksanaan
     kegiatan Bank berjalan secara transparan, berintegritas, dan selaras dengan                                               praktik keberlanjutan. Lini ini juga memastikan standar etika dan tata kelola
     prinsip tata kelola yang baik. Organ pengurus menetapkan arah kebijakan strategis                                         dijalankan secara konsisten melalui kerangka enterprise risk management (ERM).
     serta memastikan efektivitas penerapan manajemen risiko dan prinsip ESG dalam                                      4.     Peran Lini Ketiga (Third Line)
     mendukung tujuan jangka panjang Bank.                                                                                     Peran ini dijalankan oleh fungsi Audit Internal yang memberikan penilaian
                                                                                                                               independen dan objektif atas efektivitas tata kelola serta sistem manajemen risiko.
                                                                                                                               Fungsi ini memastikan seluruh kebijakan dan praktik Bank selaras dengan regulasi
                                                                                                                               yang berlaku dan prinsip ESG, serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan
                                                                                                                               berkelanjutan.




54              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 55
                                Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                  Digitalisasi




Kerangka Kerja ESG


                                                                                                                      Kerangka kerja ESG BTN mencakup enam komponen utama yang saling terintegrasi,
                                                                                                                      menjadi acuan dalam pelaksanaan aktivitas dan operasional Bank.
                                   The Future of Finance
                                                                                                                       Komponen Kerangka Kerja ESG BTN

                                   ESG in the Value Chain
                                                                                                                       Keuangan Berkelanjutan           Pengelolaan produk dan jasa yang mendukung proses transisi
                                       Climate Change &                                                                (Sustainable Finance)            menuju ekonomi rendah karbon dan mendukung lingkungan serta
         Sustainable Finance                                        People & Community
                                           Ecosystem                                                                                                    menjaga keseimbangan sosial dalam membuka akses yang setara
                                                                                                                                                        terhadap layanan keuangan dan permodalan.


                                                                                                                       Perubahan Iklim dan              Pengelolaan risiko perubahan iklim dan dampaknya pada kapasitas
                                                                                                                       Ekosistem (Climate Change        ekosistem.
                                                                                                                       and Ecosystem)


                                Stakeholder Inclusiveness
                                                                                                                       Manusia dan Masyarakat           Pengelolaan dampak pada individu, komunitas, dan masyarakat
                                                                                                                       (People and Community)           luas pada umumnya.
                                       Integrated GRC


            Governance                        Risk                       Compliance                                    ESG dalam Rantai Nilai (ESG      Menciptakan sistem bisnis berkelanjutan yang terintegrasi dengan
                                                                                                                       in the Value Chain)              aspek ESG pada seluruh rantai nilai (value chain) bisnis BTN.

                                       Integrated GRC
                                                                                                                       Inklusivitas Pemangku            Mengedepankan inklusivitas pemangku kepentingan sebagai fokus
                                                                                                                       Kepentingan (Stakeholder         utama untuk mencapai tujuan keberlanjutan.
                                                                                                                       Inclusiveness)


Sebagai wujud komitmen dalam memperkuat tata kelola keberlanjutan, BTN
mengembangkan kerangka kerja ESG bertajuk The Future of Finance. Kerangka ini                                          Tata Kelola, Manajemen           Memastikan bahwa keberlanjutan bukan hanya menjadi pijakan
                                                                                                                       Risiko, dan Kepatuhan yang       bisnis, tetapi juga terintegrasi secara menyeluruh dalam setiap
berfungsi sebagai panduan strategis dalam mengelola praktik bisnis yang berorientasi
                                                                                                                       Terintegrasi (Integrated         aspek tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan.
pada dampak kinerja serta mendukung pencapaian SDGs. Melalui kerangka tersebut,                                        Governance, Risk, and
                                                                                                                       Compliance [GRC])
BTN membangun fondasi pengambilan keputusan yang lebih komprehensif, terukur, dan
selaras dengan prinsip keberlanjutan.



55            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 56
                       Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                       Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                       Digitalisasi




                                                                          Kesadaran akan pentingnya tata kelola yang baik menjadi bagian tak
                                                                          terpisahkan dari fondasi keberlanjutan Bank. Tata kelola yang transparan
                                                                          dan akuntabel menjadi landasan utama bagi seluruh upaya keberlanjutan
                                                                          BTN, memastikan setiap inisiatif dijalankan dengan integritas, kepatuhan, dan
                                                                          tanggung jawab.




                                                                          Tata Kelola ESG [OJK E.1]


                                                                          Sebagai wujud komitmen tersebut, BTN membentuk Komite ESG serta Enterprise and ESG Risk Management
                                                                          Division (ERMD) sebagai dua pilar utama pengelolaan keberlanjutan di BTN. Komite ESG diketuai oleh Direktur
                                                                          Utama dan beranggotakan jajaran Direksi serta SEVP. Komite ini memastikan bahwa arah strategis, kebijakan,
                                                                          dan target keberlanjutan selaras dengan SDGs dan target iklim Bank. Sepanjang tahun pelaporan, Komite
                                                                          ESG menyelenggarakan beberapa kali rapat untuk meninjau kinerja dan merumuskan langkah perbaikan
                                                                          berkelanjutan.


                                                                          Sementara itu, ERMD berada di bawah pengawasan Direksi dan bertanggung jawab atas implementasi serta
                                                                          pemantauan inisiatif ESG, termasuk pengelolaan risiko iklim, penurunan emisi karbon, dan pelaksanaan Climate
                                                                          Risk Stress Test (CRST) untuk menilai dampak perubahan iklim terhadap keberlanjutan bisnis. Divisi ini juga
                                                                          mengelola dan mengoordinasikan seluruh inisiatif keuangan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas unit, seperti
                                                                          Corporate Secretary, Compliance and Governance, Commercial Banking, Corporate Banking, Digital Banking
                                                                          Product Development, dan berbagai unit pendukung lainnya. Sinergi tersebut memastikan integrasi aspek ESG
                                                                          dalam seluruh proses bisnis BTN.


                                                                          Penjelasan lebih mendalam mengenai kebijakan, struktur, dan praktik tata kelola keberlanjutan, termasuk
                                                                          pengelolaan risiko, kepatuhan terhadap regulasi, serta komitmen terhadap standar etika dan transparansi,
                                                                          disajikan pada Bab Menegakkan Tata Kelola sebagai Fondasi Keberlanjutan.




56   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 57
                                   Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                     Digitalisasi




Kebijakan ESG


Pengembangan Strategi

Dalam mengimplementasikan kerangka kerja ESG, BTN merumuskan 9 (sembilan)                                                tentang Prosedur Pelaksanaan ESG, yang menjadi pedoman utama penerapan prinsip
langkah strategis yang dijalankan secara inklusif dan terintegrasi untuk memperkuat                                      ESG di seluruh organisasi. Kebijakan ini juga diperkuat dengan petunjuk teknis terkait
penerapan prinsip keberlanjutan di seluruh lini bisnis, yaitu:                                                           Climate Risk Stress Test (CRST), pengelolaan emisi gas rumah kaca, dan penyusunan
1.   Menjalankan kegiatan operasional dan bisnis perbankan yang berkelanjutan.                                           laporan keberlanjutan untuk memastikan praktik bisnis yang sejalan dengan tujuan
2.   Mengembangkan produk Bank dan pengelolaan portofolio yang berkelanjutan dan                                         pembangunan berkelanjutan.
     inklusif.
3.   Mengintegrasikan komponen ESG ke dalam kerangka dan program pengelolaan                                             Pelaporan dan Komunikasi
     risiko bisnis (enterprise risk management).
4.   Mengembangkan program budaya ESG dan pemimpin yang bertanggung jawab                                                Sebagai wujud komitmen terhadap prinsip keberlanjutan, Bank secara sistematis
     (responsible leaders).                                                                                              mengelola data dan informasi kinerja ESG di seluruh lini operasional dengan menekankan
5.   Membangun lingkungan pengendalian (control environment) yang terintegrasi                                           akurasi, transparansi, dan kepatuhan pada standar pelaporan. Pemantauan dilakukan
     dengan komponen ESG.                                                                                                melalui Digital Action Log & Monitoring System (DAMS) yang memudahkan pembaruan
6.   Mengembangkan program pemantauan, komunikasi, dan pelaporan ESG.                                                    rutin atas progres inisiatif ESG, serta diperkuat dengan Integrated ESG Dashboard System
7.   Membangun pengelolaan data ESG.                                                                                     sebagai bagian dari strategi “Establishing ESG Monitoring, Communication, and Reporting
8.   Menavigasi tren ketentuan dan peraturan ESG.                                                                        Program”. Dashboard ini menyajikan data ESG secara digital dan terpusat, mencakup
9.   Membangun kemitraan dan kerja sama.                                                                                 aspek lingkungan, sosial, dan portofolio keberlanjutan untuk mendukung pengambilan
                                                                                                                         keputusan berbasis data.
Kebijakan
                                                                                                                         Data ESG digunakan untuk menilai pencapaian target keberlanjutan dan mengidentifikasi
BTN terus memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan untuk mewujudkan visi sebagai                                       area perbaikan sebagai dasar penyempurnaan kebijakan serta inisiatif ESG agar lebih
“Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia”. Prinsip tersebut                                          efektif. Evaluasi kinerja dilakukan secara berkala melalui one-on-one session dengan
menjadi landasan dalam setiap kegiatan operasional dan pengambilan keputusan                                             satuan kerja untuk memastikan implementasi ESG berjalan konsisten, terukur, dan
bisnis. Sebagai wujud komitmen, Bank menetapkan Kebijakan Umum Nomor KU.10 tentang                                       berdampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan.
Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Kebijakan Khusus Nomor KK.10-A




57               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 58
                                   Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                     Digitalisasi




Capaian dan Hasil ESG


Roadmap ESG BTN

Roadmap keberlanjutan BTN dirancang untuk mewujudkan The Future of Finance melalui                                       Dalam merumuskan kerangka kerja, strategi, dan roadmap ESG, BTN menempatkan
tahapan yang jelas dan terukur. Setiap fase menggambarkan fokus penguatan yang                                           keterlibatan      pemangku        kepentingan          sebagai     bagian          penting     dari      proses
berbeda dalam perjalanan transformasi ESG Bank, sebagaimana ditunjukkan pada                                             perancangannya. Pendekatan ini diperkuat melalui kegiatan benchmarking dengan
ilustrasi berikut.                                                                                                       perusahaan, baik di dalam maupun luar negeri, yang telah berhasil menerapkan
                                                                                                                         praktik ESG secara efektif. Selain itu, pada awal implementasi BTN menyelenggarakan
                                                                                                                         lokakarya ESG yang melibatkan 20 satuan kerja internal sebagai supporting validator
          2023-2025 | Fase Action                                                                                        untuk meninjau dan menyempurnakan rancangan kerangka kerja serta inisiatif ESG agar
                                                                                                                         selaras dengan kesiapan dan ambisi Bank.
     Pada fase ini, BTN mulai mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam kegiatan
     operasional dan bisnis. Fokus utamanya adalah memperkuat fondasi penerapan
                                                                                                                         Pada tahun 2025, melalui implementasi berbagai inisiatif keberlanjutan pada pilar ESG,
     ESG agar menjadi bagian menyeluruh dan melekat dalam setiap proses kerja
                                                                                                                         BTN berhasil merealisasikan sejumlah target yang telah ditetapkan sejak awal tahun, di
     Bank.
                                                                                                                         antaranya meliputi:


                                                                                                                         Aspek Lingkungan
        2026-2027 | Fase Advance

                                                                                                                                                                                                                  Target         Realisasi
     BTN memperkuat komitmennya terhadap ESG dengan memperluas cakupan                                                             Inisiatif                                 Indikator
                                                                                                                                                                                                                   2025            2025
     dan dampak dari inisiatif yang diambil. BTN fokus pada upaya untuk
                                                                                                                          Pembiayaan kredit          Jumlah kredit / pembiayaan berkelanjutan (Rp                 200,26           203,45
     memperkuat tanggung jawab sosial dan lingkungan. Langkah ini diarahkan                                               berkelanjutan              triliun)
     untuk meningkatkan kontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan.

                                                                                                                         Aspek Sosial

       2028-2029 | Fase Accelerate                                                                                                                                                                                Target         Realisasi
                                                                                                                                   Inisiatif                                 Indikator
                                                                                                                                                                                                                   2025            2025
     Fase ini menegaskan komitmen BTN untuk mempercepat dampak positif
                                                                                                                          Keberagaman pegawai        Rata-rata komposisi pegawai nominated talent
     penerapan prinsip ESG melalui berbagai inisiatif yang efektif dan selaras dengan
     visi Bank. Langkah ini mencerminkan tekad BTN dalam mewujudkan keuangan                                                                         Talenta perempuan                                                28%           33,3%

     berkelanjutan guna mendukung pencapaian SDGs.                                                                                                   Young talent                                                   16,5%          16,67%



58               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 59
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem          Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat melalui    Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan       Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai      Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                          Digitalisasi




                                                                                     Target            Realisasi            Capaian program dan aktivitas dalam mendukung keuangan berkelanjutan tahun 2025
        Inisiatif                               Indikator
                                                                                      2025               2025
                                                                                                                            disajikan berdasarkan lima pilar utama berikut:
Inklusi keuangan           Jumlah penyaluran kredit KUMK (Rp triliun)                       4,41            5,67

Creating equal             Jumlah pegawai disabilitas, rekrutmen dalam                          10            14
opportunities for          mendukung kesempatan yang setara bagi                                                              Keuangan Berkelanjutan
people with disabilities   penyandang disabilitas

                                                                                                                              5 Pilar
Aspek Tata Kelola                                                                                                             BTN

                                                                                                                                                               Manajemen
                                                                                     Target            Realisasi                                                                                                           Tanggung
        Inisiatif                               Indikator                                                                                                      Risiko, Tata
                                                                                      2025               2025                                                                       Sumber Daya                              Jawab
                                                                                                                                               Produk            Kelola,                                Teknologi
                                                                                                                                                                                      Manusia                              Sosial dan
Cybersecurity breach       Jumlah laporan terkait cybersecurity breach                      0                0                                                Prosedur, dan
                                                                                                                                                                                                                          Lingkungan
                                                                                                                                                                Kebijakan



Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) [OJK E.1, D.1.b]
                                                                                                                              Deskripsi Mendorong             Memastikan           Meningkatkan      Memperluas         Melaksanakan
                                                                                                                                           pengembangan       prosedur,            kapasitas         aplikasi secara    serangkaian
Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, BTN menegaskan komitmennya                                                                  produk dan/        kebijakan, dan       SDM dalam         digital untuk      program yang
memperkuat penerapan keuangan berkelanjutan melalui Rencana Aksi Keuangan                                                                  atau jasa sesuai   mitigasi risiko      mendukung         mendukung          berkenaan
                                                                                                                                           aspek ekonomi,     dilaksanakan         implementasi      pengembangan dengan
Berkelanjutan (RAKB) yang menjadi panduan strategis dalam pengembangan portofolio
                                                                                                                                           sosial, dan        dengan standar       keuangan          produk dan/        lingkungan
pembiayaan, penguatan proses bisnis, serta penerapan manajemen risiko yang                                                                 lingkungan         produk dan/atau berkelanjutan          atau jasa Bank     dan sosial
bertanggung jawab.                                                                                                                                            jasa Bank                                                 kemasyarakatan



Komitmen ini sejalan dengan dukungan BTN terhadap program pemerintah dalam
pembangunan tiga juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).                                                    RAKB tidak hanya menjadi panduan strategis, tetapi juga merupakan pendorong
Melalui pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan, BTN turut memperkuat ekosistem                                          perubahan yang relevan dalam proses bisnis dan manajemen risiko Bank. Implementasi
perumahan nasional dan berkontribusi terhadap pembangunan yang berkeadilan.                                                 RAKB berperan sentral untuk memastikan integrasi pengelolaan risiko ESG di seluruh
                                                                                                                            kegiatan usaha Bank. BTN juga telah melaksanakan berbagai program dalam RAKB 2025,
RAKB 2025 difokuskan pada lima pilar utama keuangan berkelanjutan BTN sebagai                                               antara lain:
dasar pelaksanaan berbagai program dan aktivitas. BTN memastikan penerapan prinsip
kehati-hatian dan manajemen risiko yang efektif guna menjaga stabilitas usaha serta
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.




59              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 60
                                 Pendahuluan       Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




                                                Pilar Manajemen Risiko, Tata                                                                                                                 Pilar Tanggung Jawab Sosial dan
           Pilar Produk                                                                          Pilar Sumber Daya Manusia                              Pilar Teknologi
                                               Kelola, Prosedur, dan Kebijakan                                                                                                                       Lingkungan (TJSL)



• Pemberian pembiayaan                    • Implementasi program                             • Empowering Women in Leadership                • e-Statement rekening koran giro             • Kompetisi wirausaha BTN
  modal kerja/investasi kepada              pengendalian gratifikasi                         • Creating Equal Opportunities for              • Deposito tanpa bilyet                       • Peningkatan keahlian disabilitas
  perusahaan di bidang energi baru        • Pembangunan solar panel di                         People with Disabilities                      • Enhancement e-rapat komite                  • Penanaman pohon dan/atau
  terbarukan                                Kantor BTN                                       • Program short course/ pelatihan/                kredit (e-RKK)                                mangrove
• Dukungan proyek Sistem                  • Pembangunan SPKLU                                  pendidikan kerja sama dengan                  • Virtual debit card                          • Pelatihan pengembangan UMKM
  Penyediaan Air Minum (SPAM)             • Pengadaan 1 (satu) unit mobil                      universitas/ asosiasi/ instansi/              • Pembelian SBN di mobile banking             • Penilaian Social Return on
• Penyaluran kredit untuk                   ambulans di Menara 2 BTN                           lembaga                                       • Digitalisasi pengajuan kredit UMKM            Investment (SROI)
  pembangunan pabrik pupuk                • Penggantian mesin pendingin                      • Kuliah umum/ workshop kepada                    (BTN Laku)                                  • Beasiswa untuk putra/putri tenaga
  berteknologi terbarukan untuk             (chiller) di Menara BTN                            universitas/ asosiasi/ lembaga/               • Pengajuan kring melalui web                   alih daya BTN
  mendukung efisiensi produksi            • Flagging nasabah payroll                           instansi                                        based
• Penyaluran kredit untuk                 • Awareness ESG dan rumah rendah                   • Seminar kepada alumni program                 • Penanaman pohon dengan cara
  pengelolaan SDA dan lahan                 emisi                                              short course/ pelatihan/                        penukaran balé poin di BTN Mobile
  berkelanjutan                           • ESG rating and signatory                           pendidikan kerja sama dengan                  • Program ESG campaign melalui
• Wholesale funding tematik ESG           • Penyusunan roadmap Net Zero                        universitas/ asosiasi/ instansi/                media sosial dan media internal
• Penyaluran kredit tematik kepada          Emission (NZE)                                     lembaga                                         secara tahunan
  lembaga keuangan                        • Penggunaan electric vehicle (EV)                 • Peningkatan kapabilitas UMKM                  • Membangun dan
• Eco Property Developer Meeting            sebagai kendaraan operasional                      berbasis ESG                                    mengembangkan ESG data
• Eco Housing Fee Saver                   • Sertifikasi bangunan hijau untuk                 • Pelaksanaan pelatihan di bidang                 architecture
• UMKM Digital                              kantor operasional bank atau                       ESG                                           • Pengembangan ESG knowledge
• Pembiayaan green kring                    bangunan strategis lainnya                       • Pelaksanaan ESG Day                             portal
  (paperless end-to-end process)          • Efisiensi penggunaan dan                         • Kegiatan customer engagement                  • Digital signature implementation
• Kring Go Green menerapkan                 pembelian kertas                                   melalui pelatihan dan/atau                    • Enhancement end to end
  proses end-to-end dan 100%              • Efisiensi penggunaan atau                          sosialisasi dengan nasabah terkait              procurement
  paperless                                 konsumsi listrik & air                             financed emissions                            • Implementasi 7 Kantor Cabang
• Kredit UMKM                             • Efisiensi penggunaan fuel /                      • Mengembangkan program ESG                       menjadi digital branch
• KPR Subsidi                               bahan bakar yang align dengan                      award baik untuk internal dan
• Penggunaan 15% eco-friendly               pertumbuhan kendaraan EV                           eksternal
  materials pada 10.000 unit rumah        • Penggunaan Electric Vehicle (EV)                 • Sosialisasi dan pendidikan terkait
  rendah emisi                              dan hybrid sebagai kendaraan                       digital mindset
                                            dinas (COP) bagi manajemen Bank                  • Beasiswa pegawai
                                            (Kepala Divisi dan Kepala Kanwil)                • Peningkatan program diversity
                                          • Melakukan kegiatan supplier                        pegawai
                                            dan vendor engagement terkait
                                            sustainable practices
                                          • Peningkatan data privacy & cyber
                                            security
                                          • Pembangunan fasilitas nursery
                                            room di 82 Kantor Cabang

60             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 61
                                    Pendahuluan       Profil dan          Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                      Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                         Digitalisasi




Komitmen BTN pada Prinsip Perbankan Bertanggung Jawab

Sebagai bagian dari upaya memperkuat peran sektor keuangan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, Bank telah menjadi
penandatangan resmi Prinsip Perbankan Bertanggung Jawab PBB (UN Principles for Responsible Banking/PRB) sejak tahun 2024.
Kerangka kerja global yang dikembangkan bersama United Nations Environment Programme Finance Initiative (UNEP FI) ini bertujuan
memastikan strategi dan praktik perbankan selaras dengan SDGs dan Paris Agreement.


Sebagai bank milik negara pertama di Indonesia yang mengadopsi prinsip ini, BTN berkomitmen memperkuat strategi keberlanjutan
melalui integrasi aspek ESG dalam seluruh kegiatan bisnis. Langkah ini juga menjadi fondasi penting bagi pengembangan inovasi serta
perluasan pembiayaan berkelanjutan di sektor perbankan nasional.


BTN menjalankan enam prinsip utama PRB sebagai panduan dalam operasional dan pengambilan keputusan. Berikut penjelasan inti
dan progres implementasi masing-masing prinsip:



     Prinsip 1:                                                                      Progres Implementasi
     Penyelarasan                                                                    BTN menyelaraskan strategi bisnis, kegiatan operasional, dan kebijakan pembiayaannya dengan kebutuhan
                                                                                     pembangunan nasional di sektor perumahan serta agenda pembangunan berkelanjutan global (SDGs). Sebagai bank
     Prinsip   penyelarasan       strategi   bisnis       menekankan                 dengan fokus utama pembiayaan perumahan, kontribusi utama BTN diarahkan pada perluasan akses hunian layak
     integrasi antara pemenuhan kebutuhan dan pencapaian                             dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta pengembangan perumahan yang lebih
     tujuan pembangunan yang lebih luas, sejalan dengan                              efisien energi dan rendah emisi.
     Tujuan    Pembangunan         Berkelanjutan       (SDGs),         Paris
     Agreement, serta kerangka kerja nasional dan regional                           Komitmen ini juga mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia dalam rangka
     yang relevan.                                                                   transisi menuju ekonomi rendah karbon, khususnya melalui pembiayaan sektor properti yang lebih berkelanjutan.


                                                                                     BTN menyelaraskan kebijakan dan praktiknya dengan regulasi OJK terkait Keuangan Berkelanjutan, termasuk POJK 51/
                                                                                     POJK.03/2017, Principles for Responsible Banking (PRB), dan framework nasional dan internasional yang relevan.


                                                                                     Untuk memastikan implementasi yang terarah dan terukur, BTN telah mengembangkan ESG Roadmap sebagai
                                                                                     panduan pelaksanaan strategi keberlanjutan, yang akan terus disempurnakan seiring perkembangan bisnis, regulasi,
                                                                                     dan ekspektasi pemangku kepentingan.




61                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 62
                                    Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




                                                                                Untuk informasi lebih lanjut silakan merujuk pada Laporan Keberlanjutan BTN mengenai BAB/Sub-BAB:
                                                                                • Dampak Nyata BTN bagi Keberlanjutan;
                                                                                • Dukungan BTN terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan;
                                                                                • Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan;
                                                                                • Kegiatan Usaha BTN; dan
                                                                                • Membangun Ekosistem Keuangan Berkelanjutan.




                                                                                Progres Implementasi
     Prinsip 2:
                                                                                BTN secara sistematis mengidentifikasi, memprioritaskan, dan mengelola dampak positif maupun negatif yang timbul
     Dampak dan Penetapan Target
                                                                                dari aktivitas pembiayaan dan operasionalnya.

     Prinsip ini menekankan komitmen untuk memperbesar
                                                                                Pada tahun 2024, BTN melakukan impact analysis menggunakan UNEP FI Impact Analysis Tools. Hasil analisis tersebut
     dampak positif serta meminimalkan dampak negatif
                                                                                mengidentifikasi dua area dampak utama, yaitu Finance dan Housing, yang mencerminkan peran inti BTN dalam
     dan risiko terhadap masyarakat dan lingkungan yang
                                                                                sistem keuangan dan sektor perumahan.
     timbul dari kegiatan, produk, dan layanan. Untuk itu,
     ditetapkan dan dipublikasikan target keberlanjutan yang
                                                                                Analisis dilakukan terhadap portofolio consumer banking yang merepresentasikan 86% dari total aset Bank,
     berfokus pada area dengan dampak paling signifikan.
                                                                                menggunakan data posisi Desember 2023. Di dalamnya, pembiayaan KPR subsidi bagi masyarakat berpenghasilan
                                                                                rendah memiliki porsi signifikan, yaitu sekitar 60% dari total portofolio kredit konsumer.


                                                                                Sejalan dengan hasil analisis dampak tersebut, BTN tengah mempersiapkan penetapan target untuk area dampak
                                                                                utama yang telah diidentifikasi, yang akan disampaikan secara lebih rinci dalam laporan terpisah pada pertengahan
                                                                                tahun ini.


                                                                                Untuk informasi lebih lanjut silakan merujuk pada Laporan Keberlanjutan BTN mengenai BAB/Sub-BAB:
                                                                                • Capaian dan Hasil ESG;
                                                                                • Komitmen BTN pada Prinsip Perbankan Bertanggung Jawab; dan
                                                                                • BTN Impact Radar.




62                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 63
                                    Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




     Prinsip 3:                                                                 Progres Implementasi
     Klien dan Pelanggan                                                        BTN menjalankan perbankan yang bertanggung jawab dengan memastikan pembiayaan diberikan secara prudent,
                                                                                transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang nasabah.
     Prinsip ini menekankan kerja sama yang bertanggung
     jawab dengan klien dan nasabah untuk mendorong                             Dengan memenuhi tujuan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah yang layak dan
     praktik bisnis berkelanjutan serta aktivitas ekonomi yang                  meningkatkan kesejahteraan mereka, BTN tidak hanya bertumbuh sebagai bisnis, tetapi juga berkontribusi terhadap
     menciptakan kemakmuran bagi generasi saat ini dan                          upaya masyarakat dalam menghadapi tantangan global. Hal ini memperkuat ambisi Bank di bidang lingkungan, sosial,
     mendatang.                                                                 dan tata kelola.


                                                                                Pendekatan terhadap nasabah dilakukan melalui:
                                                                                • Analisis kemampuan bayar yang komprehensif dan prinsip kehati-hatian
                                                                                • Transparansi informasi produk dan biaya
                                                                                • Program literasi dan edukasi keuangan
                                                                                • Mekanisme pengaduan nasabah yang responsif


                                                                                BTN juga memastikan perlindungan data dan privasi nasabah melalui penerapan sistem keamanan informasi,
                                                                                penguatan kontrol internal, serta kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data yang berlaku.


                                                                                Dengan demikian, hubungan dengan nasabah dibangun atas dasar kepercayaan, perlindungan, dan keberlanjutan
                                                                                jangka panjang.


                                                                                Untuk informasi lebih lanjut silakan merujuk pada Laporan Keberlanjutan BTN mengenai BAB/Sub-BAB:
                                                                                • Menggerakkan Inovasi Produk ESG dan Digital;
                                                                                • Manajemen Risiko;
                                                                                • Pengawasan Produk Keuangan;
                                                                                • Kebijakan Periklanan yang Adil;
                                                                                • Pelindungan Finansial Nasabah;
                                                                                • Privasi dan Keamanan Data Nasabah; dan
                                                                                • Penanganan Keluhan Produk Keuangan.




63                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 64
                                    Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




                                                                                Progres Implementasi
     Prinsip 4:
                                                                                BTN percaya bahwa pemahaman atas dampak, risiko, dan peluang keberlanjutan tidak dapat dilakukan secara sepihak.
     Pemangku Kepentingan
                                                                                Keterlibatan aktif pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memastikan bahwa strategi dan prioritas keberlanjutan
                                                                                Bank relevan serta responsif terhadap ekspektasi yang terus berkembang.
     Prinsip ini menekankan pendekatan proaktif dalam
     berkonsultasi,    berkolaborasi,    dan      bermitra    dengan
                                                                                BTN melibatkan nasabah, investor, LSM, manajemen senior, karyawan, regulator, dan otoritas pengawas melalui
     pemangku kepentingan yang relevan guna mencapai
                                                                                proses yang terstruktur. Proses ini diawali dengan stakeholder mapping untuk mengelompokkan pihak-pihak terkait
     tujuan bersama bagi masyarakat.
                                                                                berdasarkan tingkat signifikansi dan isu material, sehingga pendekatan komunikasi dan kolaborasi dapat dilakukan
                                                                                secara tepat sasaran.


                                                                                Dalam konteks transformasi sektor perumahan, BTN bekerja sama dengan developer dan supplier untuk mendorong
                                                                                penerapan praktik konstruksi yang lebih efisien energi, termasuk melalui penggunaan parameter dan checklist
                                                                                keberlanjutan dalam evaluasi proyek. Upaya ini bertujuan membangun ekosistem perumahan yang lebih berkelanjutan
                                                                                dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pihak yang terlibat.


                                                                                Untuk informasi lebih lanjut silakan merujuk pada Laporan Keberlanjutan BTN mengenai BAB/Sub-BAB:
                                                                                • Pelibatan Pemangku Kepentingan;
                                                                                • Penilaian Materialitas; dan
                                                                                • Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.




     Prinsip 5:                                                                 Progres Implementasi
     Tata Kelola dan Budaya                                                     BTN memastikan bahwa komitmen terhadap Principles for Responsible Banking (PRB) terintegrasi dalam sistem
                                                                                tata kelola dan proses pengambilan keputusan Bank. Integrasi ini dilakukan melalui penguatan struktur organisasi,
     Prinsip   ini    menekankan        implementasi       komitmen             pengawasan strategis, pengkinian kebijakan internal yang relevan, serta penyelarasan prinsip ESG dan PRB dalam
     keberlanjutan melalui tata kelola yang efektif serta                       kerangka tata kelola Bank.
     penguatan       budaya    perbankan       yang   bertanggung
     jawab.                                                                     Sebagai bagian dari implementasi tersebut, BTN membentuk ESG Committee yang diketuai oleh Direktur Utama untuk
                                                                                memberikan arahan strategis dan memantau pelaksanaan ESG Roadmap. Dukungan operasional dilakukan oleh ESG
                                                                                Department yang berkoordinasi dengan direktorat manajemen risiko guna memastikan integrasi aspek ESG dalam
                                                                                kerangka Governance, Risk, and Compliance (GRC), termasuk dalam pengelolaan risiko iklim.




64                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 65
                                       Pendahuluan       Profil dan          Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                         Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                            Digitalisasi




                                                                                        BTN meyakini bahwa efektivitas tata kelola tidak hanya ditentukan oleh struktur dan kebijakan, tetapi juga oleh
                                                                                        budaya organisasi yang mendukung penerapannya. Sejalan dengan hal tersebut, BTN memperkuat internalisasi nilai
                                                                                        keberlanjutan melalui pengembangan kurikulum ESG bagi karyawan, program pelatihan berkelanjutan yang dimonitor
                                                                                        melalui dashboard pembelajaran internal, serta integrasi prinsip keberlanjutan dalam penguatan risk culture dan nilai
                                                                                        perusahaan.


                                                                                        Untuk informasi lebih lanjut silakan merujuk pada Laporan Keberlanjutan BTN mengenai BAB/Sub-BAB:
                                                                                        • Struktur Tata Kelola Keberlanjutan BTN;                • Kode Etik dan Etika Bisnis;
                                                                                        • Komitmen Penerapan Tata Kelola;                        • Manajemen Sumber Daya Manusia; dan
                                                                                        • Strategi Tata Kelola;                                  • Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi.
                                                                                        • Manajemen Risiko;




     Prinsip 6:                                                                         Progres Implementasi
     Transparansi dan Akuntabilitas                                                     BTN berkomitmen untuk transparan dan akuntabel atas implementasi Principles for Responsible Banking (PRB) serta
                                                                                        atas dampak yang dihasilkan dari aktivitas bisnisnya.
     Prinsip   ini     menekankan        peninjauan       berkala         atas
     penerapan           prinsip-prinsip       keberlanjutan              serta         Informasi keberlanjutan diungkapkan melalui Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan yang disusun mengacu
     memastikan          transparansi      dan       akuntabilitas        atas          pada regulasi yang berlaku serta standar pelaporan yang relevan, termasuk GRI Standards, TCFD Recommendations,
     dampak dan kontribusi terhadap tujuan pembangunan                                  dan IFRS Sustainability-related Disclosure Standards.
     berkelanjutan.
                                                                                        Untuk meningkatkan kredibilitas dan kualitas pengungkapan, informasi keberlanjutan telah melalui proses assurance
                                                                                        independen yang mengacu pada standar AA1000 dan GRI Standards.


                                                                                        Melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance, penguatan sistem pengendalian internal, dan evaluasi berkala
                                                                                        terhadap kebijakan dan praktik keberlanjutan, BTN memastikan bahwa komitmen terhadap responsible banking
                                                                                        dijalankan secara konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh pemangku kepentingan.


                                                                                        Untuk informasi lebih lanjut silakan merujuk pada Laporan Keberlanjutan BTN mengenai BAB/Sub-BAB:
                                                                                        • Tentang Laporan;                                       • Kode Etik dan Etika Bisnis;
                                                                                        • Pernyataan Jaminan Independen;                         • Implementasi Prinsip Kehati-hatian; dan
                                                                                        • Indeks Standar Laporan;                                • Pengawasan Internal dan Anti Gratifikasi.
                                                                                        • Struktur Tata Kelola Keberlanjutan BTN;




65                   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 66
                                    Pendahuluan     Profil dan        Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat melalui      Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN    Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai      Kepedulian dan Inklusi             Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                         Digitalisasi


                                                                                                                                                  y
                                                                                                                                            it ke
                                                                                                                                        Cred ive
                                                                                                                                               t
                                                                                                                                         nega rea
                                                                                                                                             ct a
                                                                                                                                        impa
Untuk memastikan penerapannya berjalan efektif, Bank telah
melakukan analisis dampak awal terhadap portofolio nasabah
dan berkomitmen menyusun laporan PRB pertama dalam 18
bulan sejak penandatanganan. Selain itu, BTN menetapkan
target spesifik pada area dampak prioritas, sebagai wujud
konsistensi dalam menjalankan prinsip PRB secara terukur dan
berkelanjutan.


BTN Impact Radar

Dalam menerapkan Prinsip Perbankan Bertanggung Jawab PBB,




                                                                                                         neg key
                                                                                                                  e
Bank memahami pentingnya mengevaluasi dampak sosial,




                                                                                                             ativ

                                                                                                          are t
                                                                                                             ac
                                                                                                             dit



                                                                                                             a
                                                                                                         imp
                                                                                                         Cre
ekonomi, dan lingkungan dari aktivitas keuangannya. Melalui




                                                                                                                                                                                                                         positiv

                                                                                                                                                                                                                         Credit
                                                                                                                                                                                                                          impac
adopsi kerangka kerja Impact Radar yang dikembangkan oleh




                                                                                                                                                                                                                           key
                                                                                                           Credit


                                                                                                                 e
                                                                                                                t
                                                                                                         positiv
                                                                                                         impac
                                                                                                            key
UNEP FI, Bank mampu mengidentifikasi dan mengelola dampak




                                                                                                                                                                                                                                 e
                                                                                                                                                                                                                                 t
positif maupun negatif secara menyeluruh. Kerangka ini
mencakup tiga pilar utama pembangunan berkelanjutan, yaitu
ekonomi, sosial, dan lingkungan, yang menjadi dasar integrasi
keberlanjutan dalam strategi bisnis Bank.


Pendekatan tersebut diperkuat dengan pemanfaatan UNEP FI
Portfolio Impact Analysis Tools, yang membantu BTN menetapkan
prioritas keberlanjutan secara kontekstual dan berbasis data.
Alat ini memungkinkan perumusan langkah strategis yang
terukur   untuk     memaksimalkan           dampak        positif    sekaligus
memitigasi potensi dampak negatif. Kombinasi antara Impact
Radar dan alat analisis portofolio tersebut menjadi pijakan
utama dalam pengembangan panduan manajemen dampak
yang komprehensif, sekaligus memastikan keselarasan dengan
                                                                                                          C
                                                                                                            re
upaya global dalam mencapai SDGs.                                                                   po ke dit                                                                                  key
                                                                                                                                                                                          dit
                                                                                                  im it y
                                                                                                      s                                                                               Cre tive &
                                                                                                                                                                                          s i
                                                                                                    pa ive                                                                             po ative
                                                                                                       ct                                                                                neg t Area
                                                                                                                                                                                              ac    y
                                                                                                                                                                                        imp ing ke
                                                                                                                                                                                          Sav sitive
                                                                                                                                                                                              po t area
                                                                                                                                                                                                 ac
                                                                                                                                                                                            imp



66                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 67
                                   Pendahuluan    Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan       Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai         Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                        Digitalisasi




Melalui pendekatan ini, BTN melakukan analisis terhadap area dan topik dampak yang                                      Sementara pada area perumahan, BTN berkontribusi dalam peningkatan akses terhadap
relevan dengan portofolionya, terutama pada sektor keuangan dan perumahan, yang                                         hunian layak dan terjangkau. Sekitar 61% penerima KPR BTN berada di wilayah pedesaan
menjadi dua area strategis dengan kontribusi paling signifikan terhadap pembangunan                                     dengan keterbatasan akses terhadap perumahan. Dari sisi usia, sekitar 68,12% penerima
berkelanjutan. Analisis difokuskan pada portofolio nasabah, yang mencakup sekitar 70%                                   manfaat merupakan kelompok usia produktif antara 30 hingga 60 tahun. Selain itu, 31%
dari total portofolio Bank.                                                                                             pembiayaan KPR diberikan kepada perempuan, menunjukkan komitmen BTN dalam
                                                                                                                        mendukung kesetaraan gender dalam akses perumahan dan pemberdayaan ekonomi
Pada area keuangan, hasil analisis menunjukkan bahwa BTN berperan penting dalam                                         keluarga.
mendorong inklusi keuangan melalui pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan
rendah. Hal ini tercermin dari alokasi 59% portofolio KPR yang ditujukan untuk segmen                                   Melalui proses impact analysis, BTN mengevaluasi sejauh mana aktivitasnya berkontribusi
KPR bersubsidi, memperluas akses pembiayaan perumahan bagi kelompok rentan serta                                        terhadap pencapaian SDGs. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas Bank
memperkuat stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.                                                                    dalam mengelola dampak sosial dan lingkungan, tetapi juga menegaskan posisinya
                                                                                                                        sebagai lembaga keuangan yang bertanggung jawab dan berorientasi pada
                                                                                                                        keberlanjutan jangka panjang.



Impact Analysis BTN pada Tujuan SDGs




                 Tujuan ke-5                                  Tujuan ke-8                                Tujuan ke-9                                    Tujuan ke-10                                 Tujuan ke-11


             Mendorong kesetaraan                       Mendukung penciptaan                          Berkontribusi pada                     Memprioritaskan pembiayaan                           Memberikan akses
          gender dengan memberikan                        lapangan kerja dan                    pengembangan infrastruktur                           kepada masyarakat                            perumahan layak
          akses keuangan yang inklusif                  pertumbuhan ekonomi                    perumahan dan inovasi yang                           berpenghasilan rendah,                      dan terjangkau untuk
            bagi perempuan melalui                      dengan menyediakan                       mendukung keberlanjutan.                           khususnya di pedesaan.                         pengembangan
           produk dan layanan yang                 pembiayaan yang terjangkau.                                                                                                              komunitas yang aman dan
               dirancang khusus.                                                                                                                                                                    berkelanjutan.




67              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 68
                              Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                              Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                              Digitalisasi




Mendorong                     BTN memperkuat inklusi pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pekerja informal dan pembeli
Kesehatan Finansial           rumah pertama, melalui penyaluran KPR Bersubsidi yang lebih terjangkau. Skema ini menurunkan hambatan awal kepemilikan rumah
Berkelanjutan                 melalui biaya awal yang lebih ringan, angsuran terjangkau, proses pengajuan dan persetujuan yang lebih sederhana, serta dukungan
melalui                       uang muka mulai 1%.
Kepemilikan
Rumah Inklusif                Untuk mendukung ketahanan finansial nasabah, BTN mendorong pengelolaan keuangan jangka panjang melalui produk tabungan
                              dan investasi serta membangun disiplin pembayaran melalui angsuran yang tetap dan terprediksi. BTN juga menyediakan bundling
                              asuransi rumah dan jiwa serta dukungan pasca pembelian untuk membantu nasabah mengelola kewajiban pembiayaan secara
                              bertanggung jawab. Akses produk pelengkap ini diperluas melalui integrasi pada aplikasi Super App balé by BTN.

                              Selaras dengan agenda keberlanjutan, BTN menginisiasi inovasi “Bayar Angsuranmu Pakai Sampahmu” yang memungkinkan warga
                              menukarkan sampah rumah tangga di lokasi daur ulang menjadi poin yang dikonversi menjadi Rupiah untuk pembayaran angsuran.
                              BTN juga mendorong pengembangan hunian yang lebih ramah lingkungan melalui penerapan Rumah Rendah Emisi dengan
                              penggunaan material daur ulang, pengelolaan sampah, efisiensi air, serta efisiensi energi seperti sirkulasi udara yang baik, rasio
                              jendela terhadap dinding 15% hingga 30%, dan lampu penerangan jalan bertenaga surya sehingga mendorong komunitas yang lebih
                              bersih, sehat, dan efisien biaya bagi penghuni.




68          PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 69
                             Pendahuluan   Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                           Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                           Digitalisasi




03
                                                                                                                           Mengelola Lingkungan
                                                                                                                        yang Bertanggung Jawab

70   Pengelolaan Energi
73   Pengelolaan Emisi
79   Pengelolaan Air dan Efluen
81   Manajemen Limbah
84   Pengendalian dan Kepatuhan
     Lingkungan
Page 70
                                Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                  Digitalisasi




Perubahan iklim dan degradasi lingkungan merupakan tantangan global yang semakin nyata
dan berpengaruh terhadap keberlanjutan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Menyadari
urgensi tersebut, Bank berkomitmen untuk meminimalkan dampak lingkungan dari seluruh
aktivitas operasionalnya serta memperkuat pengelolaan risiko iklim dan ekosistem sebagai
bagian dari kerangka kerja ESG.




Sebagai wujud komitmen tersebut, BTN mengembangkan berbagai program mitigasi                                          Selain itu, Bank memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan pengelolaan
perubahan iklim dan pelindungan ekosistem. Upaya ini juga mencerminkan dukungan                                       lingkungan dan sosial melalui pelaporan rutin Rencana Pengelolaan dan Pemantauan
Bank terhadap komitmen pemerintah untuk mencapai net zero emission pada tahun                                         Lingkungan (RKL-RPL) sebanyak dua kali setahun. Pelaporan ini dilakukan sesuai
2060 serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya Tujuan ke-13: Penanganan                                              Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 45 Tahun 2005 dan peraturan
Perubahan Iklim.                                                                                                      perundang-undangan yang berlaku, sebagai bentuk tanggung jawab BTN dalam
                                                                                                                      menjaga keseimbangan antara kegiatan usaha dan pelestarian lingkungan.




Pengelolaan Energi


Ketersediaan energi berperan penting dalam menjaga kelancaran operasi dan layanan                                     Meskipun konsumsi energi di sektor perbankan relatif lebih rendah dibandingkan industri
perbankan. Dalam menjalankan aktivitasnya, Bank memanfaatkan energi listrik untuk                                     lainnya, BTN memahami bahwa aktivitas operasional tetap memiliki potensi dampak
mendukung sistem pencahayaan, pendingin ruangan, lift, dan berbagai peralatan                                         terhadap lingkungan. Oleh karena itu, pengelolaan energi menjadi bagian penting dari
kantor. Selain itu, Bank juga menggunakan bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan                                    upaya Bank dalam mendukung keberlanjutan. [GRI 3-3]
operasional serta genset sebagai sumber daya cadangan.




70            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 71
                                      Pendahuluan        Profil dan          Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang      Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui    Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                         Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab              Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                Digitalisasi




Kinerja Pengelolaan Energi

Sebagai wujud tanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya, BTN melakukan                                                         BTN juga melakukan pengukuran intensitas energi dalam Bank untuk menilai tingkat
pengukuran dan pencatatan energi secara menyeluruh. Data tersebut digunakan                                                       efisiensi penggunaan energi terhadap aktivitas operasional, baik berdasarkan
sebagai dasar evaluasi efektivitas program penghematan energi dan peningkatan                                                     pendapatan dan jumlah kantor cabang, sebagaimana disajikan pada tabel berikut: [GRI
efisiensi operasional. Sejak tahun 2024, cakupan data diperluas dengan menambahkan                                                302-2, 302-3][OJK F.6]

beberapa kantor cabang, sehingga data yang dikumpulkan menjadi lebih representatif
terhadap keseluruhan operasi Bank, mencakup Kantor Pusat, Kantor Wilayah, dan Kantor                                                                                 Intensitas Penggunaan Energi
Cabang. Atas perluasan tersebut, BTN menetapkan tahun 2024 sebagai tahun dasar
                                                                                                                                            Sumber Energi                    Satuan              2025                  2024               2023
(baseline) perhitungan konsumsi energi, yang akan digunakan sebagai acuan dalam
                                                                                                                                   Pendapatan                                 GJ/Rp            0,000000007         0,000000011       0,000000004
menilai tren efisiensi konsumsi energi pada tahun-tahun berikutnya.
                                                                                                                                   Unit Kantor                           GJ/Unit kantor              459,82              513,95*              157,56

Pengukuran dilakukan menggunakan metodologi Kementerian Energi dan Sumber Daya                                                     *Data disajikan kembali

Mineral (ESDM), dengan mengalikan volume energi yang digunakan dalam satuan fisik
dengan nilai kalor. Berdasarkan metode tersebut, total konsumsi energi dalam BTN                                                  Berdasarkan tabel di atas, intensitas energi per unit kantor tahun 2025 mengalami
selama tahun pelaporan disajikan sebagai berikut:                                                                                 penurunan sebesar 10,53% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan diakibatkan
                                                                                                                                  oleh peningkatan inisiatif efisiensi energi pada operasional Bank.
                               Penggunaan Energi [GRI 3-3, 302-1] [OJK F.6]

                 Sumber Energi                 Satuan               2025                2024               2023

Energi Tidak Terbarukan

Listrik                                             GJ                    162.616          224.920            34.276

BBM                                                 GJ                    131.783           155.332            82.321

Energi Terbarukan

Listrik (PLTS)                                      GJ                       806                 69                  -

Total Penggunaan Energi                             GJ                295.206             380.321*            116.597
*Data disajikan kembali



Berdasarkan tabel di atas, penggunaan energi tahun 2025 mengalami penurunan
sebesar 22,38% atau 85.115 GJ dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan diakibatkan
oleh inisiatif efisiensi energi. Meskipun saat ini Bank belum melakukan perhitungan atas
energi luar BTN dan pengurangan energi yang dibutuhkan untuk produk dan jasa terjual,
Bank berkomitmen untuk mengembangkan metodologi yang lebih komprehensif guna
mengukur efisiensi energi secara menyeluruh pada masa mendatang.

71                  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 72
                                    Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




Inisiatif Pengelolaan Energi

Sebagai bagian dari strategi keberlanjutan, BTN melaksanakan berbagai inisiatif efisiensi
energi yang difokuskan pada area penggunaan energi paling berpengaruh terhadap                                                        Panel Surya                              Kendaraan Listrik                      SPKLU


                                                                                                                                      12 kantor                                 48 unit                               8 kantor
total konsumsi Bank. Berdasarkan hasil identifikasi, sistem pendingin ruangan (chiller)
dan lift menjadi dua komponen utama penyumbang penggunaan listrik terbesar
di gedung perkantoran. Program efisiensi dilakukan di Gedung Menara BTN dengan
berbagai langkah di antaranya pengaturan suhu optimal, penggunaan peralatan
hemat energi, serta perawatan berkala untuk menjaga kinerja peralatan listrik. Inisiatif                                  Peningkatan Energi Baru Terbarukan (EBT) [GRI 302-4, 302-5] [OJK F.7]
yang telah dilaksanakan, antara lain: [GRI 302-4, 302-5, 305-5] [OJK F.7, F.12]
1.    Menggunakan 48 kendaraan listrik untuk mendukung kegiatan operasional;                                              Sebagai wujud komitmen terhadap transisi energi bersih, BTN secara bertahap
2.    Membangun 8 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Gedung Menara                                       meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) melalui pemasangan panel
      1 BTN, Menara 2 BTN, dan beberapa Kantor Wilayah serta Kantor Cabang sebagai                                        surya di beberapa kantor operasional. Hingga akhir tahun pelaporan, terdapat dua belas
      bagian dalam mendukung penggunaan kendaraan listrik dan mengurangi jejak                                            kantor BTN yang telah menggunakan panel surya dengan total kapasitas mencapai
      karbon;                                                                                                             473,08 kWp.
3.    Mendorong karyawan menggunakan transportasi umum ke kantor;
4.    Menggunakan BBM untuk seluruh kendaraan operasional sesuai kebijakan
      pemerintah yang melarang penggunaan BBM beroktan tinggi;                                                                                                                              Penggunaan Panel Surya
5.    Mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan Earth Hour sejak tahun 2022;                                                                                                              Tahun 2025
6.    Menerapkan kebijakan pengurangan beban listrik di kantor setelah jam operasional;
7.    Menggunakan building automation system (BAS) untuk mengatur penggunaan
      peralatan listrik seperti lampu, lift, dan pendingin ruangan agar lebih efisien;
                                                                                                                                                                                            223.995,26 kWh
8.    Menyosialisasikan penghematan energi kepada pegawai BTN;
9.    Mengganti lampu TL (tubular lamp) dan esensial menjadi lampu LED (light emitting
      diode);
                                                                                                                                                                                            806,38 GJ
10. Memodernisasi 10 unit lift dengan sistem kontrol dan mekanik model terbaru yang
      lebih efisien;
11.   Menggunakan motion sensor pada ruang rapat untuk mengurangi penggunaan                                              Pemanfaatan panel surya tersebut berhasil menggantikan konsumsi listrik konvensional
      lampu;                                                                                                              sebesar 806,38 GJ, atau meningkat 1.071% dibandingkan tahun 2024 sebesar 68,87 GJ,
12.   Mengganti chiller Menara BTN yang sudah tidak efisien;                                                              sehingga menurunkan ketergantungan Bank terhadap energi fosil. Langkah ini menjadi
13.   Melakukan penggantian dan pengadaan unit AC baru dengan tipe inverter; dan                                          bukti nyata komitmen BTN dalam menekan emisi karbon dan memperkuat penerapan
14. Menggunakan media iklan dengan videotron LED.                                                                         prinsip keberlanjutan di seluruh kegiatan operasionalnya.




72                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 73
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




Pengelolaan Emisi


Emisi Gas Rumah Kaca

Sebagai institusi keuangan yang mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon,                                       Sejalan dengan komitmen tersebut, BTN tengah memperkuat pengelolaan emisi
BTN menempatkan pengelolaan emisi gas rumah kaca (GRK) sebagai salah satu fokus                                        melalui penyusunan target Net Zero Emission (NZE) yang lebih komprehensif serta
utama dalam Pilar Climate Change and Ecosystem pada kerangka kerja ESG. Melalui                                        pengembangan strategi dekarbonisasi yang selaras dengan kerangka Science Based
pendekatan ini, Bank berupaya memastikan bahwa pengelolaan dampak lingkungan                                           Target Initiatives (SBTi). Komitmen ini dituangkan dalam jalur dekarbonisasi yang terukur
dilakukan secara terarah, terukur, dan terintegrasi dengan strategi bisnis serta                                       dan berjangka waktu (Net Zero Path), yang mencakup horizon jangka pendek hingga
pengelolaan risiko jangka panjang. [GRI 3-3]                                                                           jangka panjang sebagai pedoman penurunan emisi secara bertahap dan konsisten
                                                                                                                       menuju NZE pada tahun 2050. [GRI 3-3]




73             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 74
                                Pendahuluan        Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan       Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai         Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                           Digitalisasi




Jalur dekarbonisasi tersebut menjadi kerangka acuan bagi implementasi berbagai                                           kertas, serta penguatan efisiensi operasional. Inisiatif ini juga dilaksanakan sejalan
inisiatif pengurangan emisi dalam operasional Bank (Cakupan 1 dan 2), termasuk                                           dengan Roadmap ESG BTN 2023–2029 serta mendukung kontribusi Bank terhadap
peningkatan efisiensi energi, optimalisasi digitalisasi untuk mengurangi penggunaan                                      pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya Tujuan 13
                                                                                                                         tentang Penanganan Perubahan Iklim.


                  Tahun dasar (2024)




                                          Ne
                                              tZ
                                                ero
                                                      Pa
                                                         th         Target SBTi
                                                                        42%




                                                                                                                                                                                                                                  NZE 2050




              Historis                        Jangka Pendek                                                                                          Jangka Panjang
            (2020-2025)                         (1-5 tahun)                                                                                           (5-20 tahun)


                                                                               Pada tahun 2030, BTN menargetkan                                                                      BTN menargetkan untuk mencapai Net-
                                                                               pengurangan emisi operasional bisnis                                                                  Zero Emissions pada tahun 2050, dengan
                                                                               sebesar 42%.                                                                                          emisi residu yang tersisa kurang dari 2%.



     2020                        2025                                   2030                                  2035                                      2040                                  2045                                   2050




74            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 75
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                  Digitalisasi




Kinerja Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Cakupan 1 dan 2

BTN melakukan inventarisasi GRK untuk mengukur potensi pemanasan global (global
warming potential/GWP) dari CO2, CH2, dan N2O, dengan hasil perhitungan dinyatakan
dalam ton CO2eq. Pemantauan emisi dilakukan secara rutin di seluruh area operasional,
mencakup Kantor Pusat, Kantor Wilayah dan Kantor Cabang, meliputi:



                Cakupan 1                                                 Cakupan 2


     Emisi langsung dari penggunaan                                Emisi tidak langsung
     bahan bakar transportasi, genset,                              dari penggunaan
              dan refrigeran.                                             listrik PLN.




75              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 76
                                  Pendahuluan     Profil dan        Membangun Ekosistem         Mengelola Lingkungan yang      Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN    Keuangan Berkelanjutan      Bertanggung Jawab              Kesejahteraan Pegawai      Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                            Digitalisasi




Perhitungan emisi menggunakan pendekatan operational control, metodologi IPCC                                               memungkinkan pemantauan tren pengurangan emisi dari tahun ke tahun, serta menjadi
Guidelines 2006 (pembaruan 2019), serta standar ISO 14064. Faktor emisi listrik mengacu                                     indikator pencapaian target pengurangan emisi. [GRI 305-4] [OJK F.11]
pada DJK-ESDM 2020, sedangkan faktor emisi bahan bakar menggunakan data Lemigas
ESDM 2021. Emisi CO2 biogenik tidak termasuk dalam perhitungan ini. [GRI 305-1, 305-2] [OJK F.11]                                                        Tabel Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 dan 2

                                                                                                                                   Denominator                      Satuan                   2025                  2024               2023
Kinerja emisi GRK Cakupan 1 dan 2 BTN selama periode pelaporan disajikan sebagai
                                                                                                                             Pendapatan                   ton CO2eq /Rp                   0,0000000014      0,0000000020 0,0000000005
berikut:
                                                                                                                             Unit Kantor                  ton CO2eq /unit kantor                  90,66               92,07                  21,95

                               Tabel Emisi GRK Cakupan 1 dan 2
                                                                                                                            Kinerja Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Cakupan 3 [SASB FN-CB-410b.1, FN-
      Sumber Emisi              Keterangan               Satuan         2025           2024            2023
                                                                                                                            CB-410b.2, FN-CB-410b.4]
Emisi GRK Cakupan 1

                          Emisi langsung dari           ton CO2eq
                                                                              271              210           124            Sejalan dengan perluasan pelaporan emisi BTN, Bank juga telah memetakan dan
Bahan bakar minyak        pembakaran stasioner
(BBM)                                                                                                                       menghitung emisi GRK Cakupan 3. Pengukuran dilakukan untuk tiga jenis gas rumah
                          Emisi langsung dari           ton CO2eq
                                                                           7.692             9.160        4.844             kaca, yaitu CO2, N2O, dan CH4. Emisi Cakupan 3 tersebut mencakup tiga kategori utama:
                          pembakaran bergerak

Penggunaan refrigeran     Emisi Fugitive                ton CO2eq          5.028             2.685         2.314

Total emisi GRK Cakupan 1                               ton CO2eq         12.992         12.054           7.282
                                                                                                                                                   Purchased goods and services: Emisi dari barang dan jasa yang
Emisi GRK Cakupan 2
                                                                                                                                                   dibeli oleh Bank, dihitung sesuai GHG Protocol;
Listrik                                                 ton CO2eq        40.292         56.074            8.694

Total emisi Cakupan 2                                   ton CO2eq        40.292         56.074           8.694

Total emisi Cakupan 1 dan 2                             ton CO2eq        53.284          68.128          16.246

                                                                                                                                                   Business travel: Emisi dari perjalanan bisnis pegawai, termasuk
Emisi GRK Cakupan 1 dan 2 pada tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 14,56%                                                                       transportasi dan akomodasi, mengikuti standar GHG Protocol;
dibandingkan tahun 2024 sebagai tahun dasar. Penurunan ini dipengaruhi oleh inisiatif
efisiensi energi yang telah dilaksanakan dan peningkatan penggunaan EBT. Tahun
2024 dipilih sebagai baseline karena cakupan data yang digunakan telah dinilai paling
                                                                                                                                                   Financed emissions: Emisi dari jasa keuangan, investasi, dan
komprehensif, mencakup seluruh unit kerja serta penerapan pendekatan proxy pada
                                                                                                                                                   pinjaman BTN kepada nasabah, dihitung menggunakan standar
data yang sebelumnya belum tersedia, sehingga memberikan dasar perbandingan
                                                                                                                                                   The Partnership for Carbon Accounting Financials (PCAF).
yang lebih akurat dan representatif.
                                                                                                                                                   Analisis dilakukan per sektor usaha, termasuk konstruksi, energi,
                                                                                                                                                   transportasi, dan industri pengolahan.
Selain total emisi, BTN menghitung intensitas emisi GRK, yaitu jumlah emisi per pendapatan
dan per unit kantor. Intensitas ini memberikan gambaran efisiensi operasional sehingga,



76              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 77
                                       Pendahuluan     Profil dan         Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                       Perjalanan BTN     Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                              Digitalisasi




Perhitungan emisi Cakupan 3 ini memberikan dasar strategis bagi Bank dalam menilai                                             Inisiatif Penurunan Gas Rumah Kaca [GRI 305-5] [OJK F.12]
dan mengelola dampak GRK secara menyeluruh, serta menjadi acuan dalam perumusan
kebijakan dan inisiatif pengurangan emisi rantai pasok yang lebih terarah dan terukur                                          Berdasarkan hasil pengukuran dan analisis emisi, BTN telah melaksanakan berbagai
pada masa mendatang.                                                                                                           inisiatif untuk menurunkan GRK, baik pada operasional langsung maupun melalui
                                                                                                                               pengelolaan portofolio dan rantai pasok:
Meskipun demikian, mengingat luas dan beragamnya kategori dalam Cakupan 3,                                                     1.     Efisiensi energi dan energi terbarukan
pengukuran saat ini masih dilakukan secara bertahap dan Bank belum menetapkan                                                         Pemasangan panel surya di dua belas kantor dan penggunaan kendaraan listrik
baseline untuk Cakupan 3. BTN juga tengah menyusun target dan peta jalan Net                                                          sebanyak 48 unit untuk mendukung operasional yang rendah karbon.
Zero Emissions (NZE) yang akan menjadi landasan dalam penetapan baseline serta                                                 2.     Sustainable procurement dan pengelolaan limbah berkelanjutan
penguatan strategi penurunan emisi Cakupan 3 secara lebih komprehensif ke depan.                                                      Mengurangi emisi dari barang dan jasa yang dibeli serta meminimalkan dampak
                                                                                                                                      lingkungan dari limbah operasional.
Informasi mengenai hasil perhitungan emisi GRK Cakupan 3 disajikan sebagai berikut:                                            3.     Portfolio Guideline berbasis prinsip ESG
[GRI 305-3] [OJK F.11]                                                                                                                Menjaga portofolio kredit agar tidak menyalurkan dana ke sektor berisiko tinggi
                                                                                                                                      terhadap lingkungan, sekaligus mengendalikan financed emissions.
                                   Rekapitulasi Emisi Cakupan 3 BTN                                                            4.     Keterlibatan mitra kerja
                                                                                                                                      Mendorong pengungkapan nilai GRK dari produk yang ditransaksikan dengan Bank
                 Kategori                     Satuan             2025                2024              2023
                                                                                                                                      untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas rantai nilai.
 Purchased goods and services                ton CO2eq                  4.922              4.739            6.447

 Business travel                             ton CO2eq                    711          3.294,32               285
                                                                                                                               Langkah Hijau untuk Serap Karbon
 Financed emissions* [FN-CB-410b.3]          ton CO2eq             3.734.612            573.032        691.256,65

 Total                                      ton CO2eq            3.740.245          581.065,32        698.018,65               BTN berkomitmen untuk melestarikan lingkungan melalui berbagai program dan
 *Cakupan financed emissions tahun 2025: 100% portofolio corporate dan 100% commercial [FN-CB-410b.3]
                                                                                                                               kegiatan konservasi. Salah satu langkah penting yang ditempuh adalah memastikan
                                                                                                                               bahwa kantor operasional tidak berlokasi di kawasan konservasi atau area dengan
Pada tahun 2025, emisi GRK Cakupan 3 terutama financed emissions mengalami                                                     keanekaragaman hayati yang dilindungi. Komitmen ini menjadi landasan bagi Bank
peningkatan akibat perubahan metodologi dari tahun sebelumnya.                                                                 dalam merancang dan menjalankan berbagai inisiatif lingkungan. [GRI 3-3] [OJK F.9, F.10]


                                                                                                                               Sebagai bagian dari upaya tersebut, Bank melaksanakan program penghijauan melalui
                                                                                                                               penanaman berbagai jenis pohon, seperti jati, mahoni, dan mangrove, untuk mendukung
                                                                                                                               pelestarian ekosistem sekaligus berkontribusi pada penurunan emisi karbon. Kegiatan
                                                                                                                               ini dilaksanakan di sejumlah KC dan berbagai lokasi lainnya.




77                   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 78
                                   Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang    Menumbuhkan Potensi dan     Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab            Kesejahteraan Pegawai       Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




Untuk memastikan efektivitasnya, Bank menghitung serapan karbon dari pohon yang                                                                         Serapan Karbon Penanaman Pohon
ditanam agar dampaknya dapat diukur secara kuantitatif. Rinciannya disajikan pada
                                                                                                                                       Uraian                       Satuan             2025                  2024              2023
tabel berikut.
                                                                                                                         Total Pohon                                Pohon                  26.648              29.615                5.323

                                                                                                                         Total Nilai Serapan Karbon               ton CO2eq                31.600               18.291               3.449



        Penanaman Mangrove

                                                                    Program restorasi ekosistem mangrove untuk karbon biru (mangrove restoration for biodiversity
                                                                    and blue carbon) merupakan inisiatif strategis BTN dalam mendukung pelestarian ekosistem
                                                                    pesisir, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta penguatan ketahanan sosial dan ekonomi
                                                                    masyarakat pesisir. Program ini dilaksanakan pada tahun 2025 di tiga lokasi prioritas, yaitu Situs
                                                                    Belajar Rehabilitasi Mangrove Lantebung (Kota Makassar), Desa Wonokerto (Kabupaten Pekalongan),
                                                                    dan Mangrovesari Kaliwlingi (Kabupaten Brebes) serta Desa Muara Adang (Kabupaten Paser),
                                                                    dengan total luas rehabilitasi sebesar 3 hektar dan penanaman 7.600 bibit mangrove. Pelaksanaan
                                                                    program difokuskan pada kegiatan rehabilitasi dan pengkayaan jenis mangrove melalui penanaman,
                                                                    penyulaman, perawatan, dan monitoring pertumbuhan dan jalur akses monitoring. Program ini juga
                                                                    mengedepankan pendekatan berbasis masyarakat dengan melibatkan kelompok lokal dan mitra
                                                                    hibah dalam seluruh tahapan kegiatan, sehingga mendukung keberlanjutan pengelolaan ekosistem
                                                                    mangrove serta peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat pesisir.




        Dukungan Penguatan Kawasan Mangrove
       dan Kepiting Bakau di Lantebung
                                                                                             BTN bersama Yayasan KEHATI dan YKL Indonesia memperkuat ekosistem pesisir Lantebung, Makassar,
                                                                                             melalui penanaman 2.500 mangrove dan pelepasliaran 100 kepiting bakau dengan melibatkan
                                                                                             masyarakat lokal. Inisiatif ini berdampak langsung pada pemulihan ekosistem pesisir, peningkatan
                                                                                             penyerapan karbon untuk mitigasi perubahan iklim, bertambahnya ruang terbuka hijau, serta
                                                                                             tumbuhnya ekonomi masyarakat melalui ekowisata dan perikanan, dengan keberlanjutan yang
                                                                                             dijaga lewat perawatan dan pemantauan berbasis komunitas.




78               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 79
                                     Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                     Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




Emisi Zat Perusak Ozon, Polutan Organik yang Persisten, dan Emisi                                                          Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pengurangan bertahap penggunaan
Udara Signifikan Lainnya                                                                                                   refrigeran pada sistem pendingin udara (AC) untuk menekan potensi pelepasan gas
                                                                                                                           dengan potensi pemanasan global tinggi. [GRI 305-6, 305-7] [OJK F.11, F.12]
Sebagai lembaga keuangan yang berfokus pada layanan keuangan dan investasi,
aktivitas operasional Bank tidak relevan dengan zat perusak ozon maupun emisi udara                                        Informasi mengenai penggunaan refrigeran dapat diuraikan pada tabel berikut:
signifikan, seperti polutan organik persisten (POPs), senyawa organik volatil (VOC),
materi partikulat (PM), dan emisi sejenis lainnya. Sehubungan dengan hal ini, BTN                                                                           Jumlah Penggunaan Refrigeran
belum melakukan penghitungan terkait polutan tersebut. Meskipun demikian, BTN tetap
                                                                                                                                     Uraian                      Satuan                 2025                  2024                2023
berkomitmen untuk mengelola dampak lingkungan melalui pengurangan emisi udara.
                                                                                                                           Penggunaan refrigeran                    kg                       3.868                2.065                  1.780




Pengelolaan Air dan Efluen


Konservasi Air

Pengelolaan air merupakan komponen penting bagi kelancaran operasional Bank,                                               Pemantauan konsumsi air dilakukan melalui pencatatan penggunaan berdasarkan
terutama untuk kebutuhan domestik kantor seperti kebersihan, aktivitas peribadatan,                                        tagihan PDAM dan pengukuran flow meter. Mulai tahun 2024, data yang disajikan
dan penyiraman area hijau. Sebagian besar pasokan air diperoleh dari PDAM,                                                 mencakup Kantor Pusat, Kantor Wilayah, dan Kantor Cabang. Hingga tahun pelaporan,
sedangkan sisanya berasal dari sumur dalam. Dengan mempertimbangkan potensi                                                Bank belum melakukan penilaian tingkat stres air di wilayah operasional. Informasi
risiko lingkungan seperti efluen, kelangkaan air, dan banjir, BTN mengelola sumber daya                                    penggunaan air disajikan pada tabel berikut:
air secara bertanggung jawab. Seluruh aspek pengelolaan sumber daya air dilakukan
dengan merujuk pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air.                                                            Tabel Pengambilan dan Penggunaan Air [GRI 303-3, 303-5] [OJK F.8]
[GRI 3-3, 303-1]
                                                                                                                                          Uraian                      Satuan            2025                  2024*              2023

                                                                                                                           Air pihak ketiga (PDAM)                       m   3
                                                                                                                                                                                          409.384             2.230.324             284.419
Sebagai bentuk komitmen lingkungan, Bank menetapkan target pengurangan
                                                                                                                           Air tanah                                     m3               542.959             20.199.179               7.095
penggunaan air sebesar 30% pada tahun 2029. Target ini menjadi acuan untuk
                                                                                                                           Total                                         m   3
                                                                                                                                                                                          952.344         22.429.503                291.514
meningkatkan efisiensi pemanfaatan air di seluruh unit operasional tanpa mengganggu
                                                                                                                           *Data disajikan kembali
ketersediaan air bagi lingkungan sekitar.



79                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 80
                                     Pendahuluan     Profil dan          Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                     Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                             Digitalisasi




Untuk mendukung pencapaian target pengurangan air, Bank menjalankan berbagai                                                  2.     Pemanfaatan air hasil olahan IPAL dan air hujan untuk kegiatan operasional non-
inisiatif efisiensi dan pengelolaan air secara berkelanjutan. Inisiatif tersebut, antara lain:                                       konsumsi seperti penyiraman taman, pengisian kolam air mancur, dan pencucian
1.   Penggunaan air PDAM sebagai sumber utama sesuai dengan peraturan daerah                                                         kendaraan.
     (Perda) terkait penggunaan air tanah;
2.   Pemanfaatan 25 sumur resapan dengan kapasitas masing-masing sebesar 3,39
     m3;
3.   Memiliki 22 titik biopori yang tersebar di area Menara BTN;
4.   Pemasangan poster imbauan di area toilet sebagai upaya sosialisasi penghematan
     air;
5.   Pengaturan debit air di Gedung Menara BTN; dan
6.   Pemanfaatan air cooling untuk penyiraman tanaman.


Pengelolaan Efluen

Bank memastikan limbah cair dikelola secara bertanggung jawab dengan mengacu
pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 122 Tahun 2005. Kualitas limbah diuji setiap
tiga bulan untuk memastikan seluruh parameter memenuhi baku mutu sebelum dilepas
ke lingkungan. Rekapitulasi volume pembuangan air limbah sepanjang tahun pelaporan
yang mencakup data Kantor Pusat disajikan sebagai berikut: [GRI 303-2, 303-4] [OJK F.13]


                                      Volume Pembuangan Air

            Pembuangan Air                 Satuan              2025                2024*              2023*

 Total Pembuangan Air                         m3                      11.944            26.241            25.009
 *Data disajikan kembali




Untuk memastikan limbah cair dikelola secara aman dan tidak menimbulkan dampak
lingkungan, Bank melengkapi proses pengolahan dengan berbagai langkah pendukung.
Upaya pengelolaan efluen diperkuat melalui inisiatif berikut: [OJK F.14]
1.   Pengoperasian instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Gedung Menara BTN dengan
     kapasitas 260 m3/hari dilakukan sesuai dengan izin pembuangan yang berlaku.
     Sementara itu, IPAL pada Gedung Menara 2 BTN memiliki luas 18 m³ dan beroperasi
     sesuai standar pengelolaan air limbah yang ditetapkan.



80                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 81
                                    Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem             Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan          Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                           Digitalisasi




Manajemen Limbah


Pengelolaan Limbah

Kegiatan operasional BTN menghasilkan beragam limbah yang perlu dikelola agar tidak
                                                                                                                                                           Pengurangan
                                                                                                                                                                                 0,58 ton
berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan. Limbah tersebut terdiri dari limbah                                                                       dari limbah yang telah di daur ulang di tahun 2025 melalui
non-B3, seperti sampah kantor dan furnitur yang tidak lagi digunakan, serta limbah B3                                                                      kerjasama dengan pihak ketiga berizin.
yang mencakup oli bekas kendaraan dan genset, peralatan elektronik yang rusak, lampu
bekas, dan aki bekas. [GRI 3-3, 306-1]


Pengelolaan dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan, termasuk Undang-
Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, Peraturan Pemerintah
Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3, dan Peraturan Pemerintah
Nomor 74 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun. Untuk limbah B3, BTN
bekerja sama dengan pihak ketiga berizin yang memastikan proses penanganan dan
pemindahan limbah mengikuti standar teknis dan prinsip kehati-hatian. [GRI 3-3, 306-2, 306-4]


Volume dan pengelolaan limbah Kantor Pusat selama tahun pelaporan disajikan pada
tabel berikut:
                    Tabel Timbulan Limbah [GRI 306-3, 306-4, 306-5] [OJK F.13, F.14]

                 Jenis Sampah                       Satuan           2025            2024                  2023

Sampah gedung                                         Ton              108,29            131,76                119,01

Limbah sisa makanan, minuman (organik)                Ton                17,81            5,47                  5,47

Kertas dan kardus                                     Ton                 11,91           0,00                  0,00

Gelas, kaleng, dan plastik                            Ton                7,40             0,00                  0,00

Oli bekas                                             Ton                0,53             0,00                   0,01

Lampu TL, PLC, balas, dan kabel                       Ton                0,02                 0,01              0,03

Limbah tabung freon                                   Ton                0,03             0,00                  0,00

Jenis sampah lainnya                                  Ton                0,00             0,00                  0,00

Total                                                 Ton             145,25            137,77               124,52



81                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 82
                                    Pendahuluan    Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                        Digitalisasi




Seluruh limbah yang dihasilkan oleh Bank, baik B3 maupun Non-B3, dikelola 100% secara                                    Untuk menekan penggunaan dokumen fisik, BTN memperkuat transformasi digital di
off-site oleh pihak ketiga berizin sesuai ketentuan yang berlaku. Khusus limbah Non-B3,                                  berbagai proses kerja. Langkah ini sekaligus meningkatkan efisiensi layanan dan kualitas
dilakukan pemilahan menjadi tiga kategori, yaitu sampah anorganik yang diproses                                          pengelolaan data. Program digitalisasi yang diimplementasikan meliputi: [GRI 305-5, 306-2]
di recycle center dan disalurkan kembali untuk didaur ulang, limbah organik yang                                         [OJK F.1, F.12]

dimanfaatkan kembali (antara lain sebagai pakan maggot), serta limbah residu yang                                        1.     Digitalisasi Proses Bisnis dan Layanan
tidak dapat diolah dan selanjutnya dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Informasi                                          • Aplikasi end to end procurement untuk digitalisasi end-to-end proses pengadaan;
kuantitatif atas masing-masing kategori limbah tersebut belum dapat diungkapkan,                                                • Kartu debit virtual dan fitur SBN di balé by BTN;
mengingat seluruh proses pengelolaan dan pencatatan dilakukan oleh pihak ketiga                                                 • Aplikasi BTN Properti sebagai platform web based yang berisi daftar rumah dari
yang ditunjuk. [GRI 306-4, 306-5]                                                                                                  pengembang yang bekerja sama dengan BTN;
                                                                                                                                • Aplikasi e-Bank Garansi sebagai pengelolaan pernyataan yang dikeluarkan oleh
Untuk meminimalkan dampak lingkungan, BTN melaksanakan berbagai inisiatif                                                          Bank (dhi BTN) atas permintaan nasabah untuk menjamin risiko tertentu yang
pengelolaan limbah yang sejalan dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Upaya yang                                             timbul apabila nasabah tidak dapat menjalankan kewajibannya kepada pihak
dilakukan difokuskan pada pengurangan timbulan sampah, optimalisasi pemanfaatan                                                    yang menerima jaminan;
kembali, serta pengelolaan limbah berbahaya secara aman. Inisiatif yang dijalankan                                              • Layanan e-Deposito di balé by BTN untuk digitalisasi proses bisnis penghimpunan
meliputi: [GRI 306-4]                                                                                                              DPK (Deposito);
1.   Edukasi internal untuk mengurangi penggunaan produk sekali pakai;                                                          • Aplikasi NEXA memiliki fitur individual customer onboarding & account opening,
2.   Pemanfaatan sampah daun menjadi kompos;                                                                                       e-form, signature verification dan queue management system, untuk mendukung
3.   Penyediaan fasilitas tempat penyimpanan sementara (TPS) dengan kapasitas 14 m                           3
                                                                                                                                   digitalisasi layanan nasabah pada Kantor Cabang; dan
     di Menara BTN dan 18 m3 di Menara 2 BTN;                                                                                   • BTN Digital Store memiliki fitur customer service digital, pengalaman augmented
4.   Penyediaan fasilitas pemilahan sampah di setiap lantai untuk mempermudah                                                      reality, video banking, percepatan proses pembukaan rekening, pemanfaatan
     proses pengelolaan;                                                                                                           teknologi artificial intelligence, digital form dan the living city, sebagai digitalisasi
5.   Penyediaan tempat penyimpanan sementara limbah B3 (TPS B3) untuk memastikan                                                   layanan perbankan.
     penanganan yang aman sebelum diserahkan kepada pengelola berizin.                                                   2.     Digitalisasi Dokumen dan Administrasi Internal
                                                                                                                                • Penggunaan surat elektronik untuk korespondensi.
Pengelolaan Penggunaan Kertas dan Inisiatif Digitalisasi                                                                        • Aplikasi iWork/iFlow untuk manajemen dokumen dan disposisi.
                                                                                                                                • Aplikasi PPDigital sebagai portal kebijakan internal.
Kertas merupakan salah satu material yang paling banyak digunakan dalam kegiatan                                                • Aplikasi e-MoM untuk pengelolaan notula rapat direksi.
operasional BTN, mulai dari administrasi, pencetakan laporan, hingga dokumen transaksi.                                         • Aplikasi Operational Risk Tools (ORMIS) untuk pengelolaan risiko operasional;
Tingginya kebutuhan tersebut berpotensi menambah timbulan limbah, peningkatan                                                   • Aplikasi e-Committee dan e-RKK untuk pengelolaan notula rapat Komite Direksi;
emisi GRK, dan berdampak pada lingkungan, sehingga Bank berupaya mengelola                                                      • Aplikasi BTN Best, B-Gate, iLoan, iDocs, iWealth, dan Smart Collection sebagai
konsumsi kertas secara lebih efisien dan berkelanjutan. [GRI 3-3, 306-1]                                                           bagian dari digitalisasi administrasi internal Bank; dan




82               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 83
                                  Pendahuluan     Profil dan         Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang      Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi       Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN     Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab              Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan        Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




     • Fitur Digital Signature untuk efisiensi dan simplifikasi proses penandatanganan                                    ulang kertas yang masih layak digunakan, penghancuran dokumen penting yang sudah
       dokumen terkait Approval Perjanjian Kredit, Dokumen Bank Garansi serta memo                                        tidak diperlukan, serta kerja sama dengan pihak ketiga untuk mendaur ulang limbah
       internal di BTN.                                                                                                   kertas nonrahasia. Saat ini BTN belum menggunakan material ramah lingkungan seperti
     • Aplikasi e-Committee dan e-RKK untuk pengelolaan notula rapat Komite Direksi.                                      kertas daur ulang maupun material reclaimed dalam operasional. [GRI 3-3, 301-1, 301-2, 301-3,
                                                                                                                          306-2] [OJK F.5]

BTN mengoptimalkan program digitalisasi sebagai langkah utama dalam mengurangi
penggunaan kertas. Sepanjang tahun pelaporan, inisiatif ini berhasil menghemat sekitar                                    Informasi mengenai penggunaan kertas selama tahun pelaporan disajikan pada tabel
3.318.019 lembar kertas, yang setara dengan penghindaran emisi sebesar 199,1 ton CO2eq                                    berikut:
atau konservasi sekitar 3.318 pohon per tahun.
                                                                                                                                                                Tabel Penggunaan Kertas
Selain digitalisasi, BTN menjalankan serangkaian inisiatif untuk mengurangi timbulan
                                                                                                                                             Uraian                   Satuan            2025                  2024                2023
limbah kertas. Upaya tersebut mencakup kampanye bebas sampah plastik, pemanfaatan
                                                                                                                           Penggunaan Kertas                          Lembar           82.039.575             78.987.938         25.592.000




                                                                     Penguatan Tata Kelola melalui Digitalisasi dan AI


                                                                   Pada tahun 2025, BTN memperkuat tata kelola dan
                                                                   implementasi ESG melalui pemanfaatan PPDigital dan
                                                                   peluncuran AI Pvita. PPDigital berhasil diakses oleh
                                                                   9.516 pengguna dengan 192.237 kali akses, sementara
                                                                   AI Pvita mencatat 12.011 kali akses sepanjang tahun.
                                                                   Pemanfaatan AI ini memungkinkan pegawai mencari
                                                                   dan memahami peraturan secara cepat dan akurat,
                                                                   sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.
                                                                   Inisiatif ini juga memperkuat kepatuhan terhadap regulasi
                                                                   terbaru, mengurangi risiko kesalahan interpretasi, serta
                                                                   mendorong budaya digital dan transformasi teknologi di
                                                                   lingkungan kerja.




83              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 84
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan      Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   dengan Tanggung Jawab     Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                Digitalisasi




Pengendalian dan Kepatuhan Lingkungan


Pengelolaan material yang memiliki risiko menjadi perhatian BTN karena tumpahan                                     Sebagai bagian dari komitmen dalam menjaga kualitas lingkungan, BTN mengalokasikan
bahan kimia, minyak, atau bahan bakar dapat menimbulkan dampak lingkungan dan                                       anggaran khusus untuk kegiatan pengelolaan lingkungan sebagai berikut. [OJK F.4]
kesehatan. Bank menerapkan prosedur penanganan yang ketat untuk mencegah
insiden. Sepanjang tahun 2025 tidak tercatat tumpahan maupun pengaduan signifikan                                                                Biaya Pengelolaan Lingkungan [OJK F.4]
terkait ketidakpatuhan atas pengelolaan lingkungan. Hasil ini mencerminkan efektivitas
                                                                                                                                                    Keterangan                                          Biaya Pengelolaan
pengendalian internal dan kepatuhan BTN terhadap standar lingkungan. [OJK F.15]
                                                                                                                     Pengelolaan limbah cair (IPAL)                                                              Rp483.284.869

Komitmen BTN dalam menerapkan praktik terbaik dan mematuhi peraturan serta                                           Pengelolaan sampah                                                                           Rp136.228.640
ketentuan lingkungan yang berlaku juga terbukti nyata, dengan tidak adanya                                           Penanaman pohon                                                                           Rp5.266.887.500
pelanggaran yang berakibat pada denda atau sanksi nonmoneter sepanjang tahun
                                                                                                                     Total                                                                                    Rp5.886.401.009
2025, serta tidak terdapat pengaduan lingkungan yang diterima. [GRI 3-3, 2-27] [OJK F.16]


        Green Building [GRI 305-5] [OJK F.12]

                                                                        BTN menjadikan konsep green office sebagai bagian penting dari komitmen lingkungan dalam operasional Bank.
                                                                        Seluruh penerapan dilakukan sesuai regulasi nasional terkait pengelolaan lingkungan, air, sampah, dan limbah
                                                                        B3. Melalui prinsip bangunan hijau, BTN meningkatkan efisiensi energi dan air, memperbaiki manajemen limbah,
                                                                        menggunakan material ramah lingkungan, serta menjaga kualitas udara dalam gedung. Proses sertifikasi bangunan
                                                                        hijau dilakukan setelah tahap pembangunan selesai sebagai bagian dari evaluasi kinerja lingkungan bangunan
                                                                        secara menyeluruh. [OJK F.1]


                                                                        Komitmen ini mendapat pengakuan melalui pencapaian Menara 2 BTN yang meraih sertifikasi Green Building dengan
                                                                        predikat tertinggi yaitu Platinum, dari Green Building Council Indonesia (GBCI), dengan kinerja unggul seperti efisiensi
                                                                        energi 21,86%, penambahan area hijau sebesar 32,1%, dan penghematan air sebesar 26,7%. Keberhasilan tersebut
                                                                        mendorong perluasan implementasi bangunan hijau pada gedung BTN di IKN, Kelapa Gading Square, Kebon Jeruk,
                                                                        Ecopark Gandul, dan Learning Center BTN di Dago.


                                                                        Seluruh inisiatif ini mendukung pencapaian keberlanjutan aspek lingkungan dalam SDGs dan selaras dengan Roadmap
                                                                        ESG dalam memperkuat posisi BTN sebagai pionir praktik keberlanjutan di sektor perbankan.



84              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 85
                            Pendahuluan   Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                          Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                          Digitalisasi




04
                                                                                                                                  Menumbuhkan Potensi
                                                                                                                                     dan Kesejahteraan
                                                                                                                                               Pegawai
86    Manajemen Sumber Daya Manusia
89    Keberagaman, Kesetaraan, dan
      Inklusi
101   Pelatihan dan Pengembangan
      Kompetensi
111   Pelindungan dan Pemenuhan Hak
      Pegawai
117   Keselamatan dan Kesehatan
      Pegawai
119   Hubungan Industrial yang
      Harmonis
120   Kepatuhan Sosial dan Ekonomi
Page 86
                                   Pendahuluan     Profil dan          Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang    Menumbuhkan Potensi dan        Menguatkan Masyarakat melalui    Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab            Kesejahteraan Pegawai          Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                             Digitalisasi




Manajemen Sumber Daya Manusia



Untuk     mewujudkan          visinya,      BTN
menetapkan       misi      “Menjadi      rumah
                                                                                                                              Home of Indonesia’s Best Talents
bagi    talent   terbaik    Indonesia”.     Misi
tersebut dijalankan melalui berbagai
                                                                                          Dynamic Workplace FIlled with Productive, Prominent, and Prosperous Talents with Global Mindset
program pengembangan sumber daya
manusia (SDM) jangka pendek maupun                                                                                                     Talent, Leadership, &                  Employee Wellbeing &             HC Operational Excellence
                                                                    Talent Magnet                 Employee Productivity
menengah yang selaras dengan arah                                                                                                    Capabilities Development                      Experience                       & Technology

strategis dalam Corporate            Plan BTN                     Menjadi top of mind                                                                                       Menjadi tempat kerja yang            Memiliki Kebijakan HC
                                                                                                  Memiliki produktivitas            Memiliki Strong Leadership
2025-2029, antara lain:                                          companies bagi talent                                                                                     mendukung pegawai sehat             yang unggul dan layanan
                                                                                                pegawai di atas rata-rata             Pipeline dan menjadi
                                                               terbaik di Indonesia untuk                                                                                  fisik, mental, finansial, dan        HC yang faster, better,
                                                                                                      Top 10 Bank                        Talent Producer
                                                                        berkarir                                                                                                      sosial                   cheaper melalui teknologi

                                                          Employer Branding Ranking                     Laba/Pegawai                   % MCJ Successor Ratio                Employee Wellbeing Index            % AI Adoption in HC Cycle

                                                                                                                                                                              Employee Engagement                   HC Service Satisfaction
                                                               Global-Oriented Talents                 PPOP/Pegawai                   % BUMN Qualified Talent
                                                                                                                                                                                     Index                                   Index

                                                                    Turn Over Rate                     Asset/Pegawai                  %Women and <42 Talent                  Culture Assessment Index

                                                                                                                                                                                       3.   Workforce Planning & Recruitment:
                                                          1.      Organization Design: Develop Agile                    2.    Culture: Develop Culture Program to Shape
                                                                                                                                                                                            Reshaping “Soccer Field” & Improve
                                                                  Organization & Optimize HC Advisory                         Productive and High Performing Employee
                                                                                                                                                                                            feeder quality aligned with Bank Strategic
                                                                  Function                                                    Behaviour
                                                                                                                                                                                            Initiatives

                                                          4. Learning & Capability Development: Develop                                                                                6.   Leadership Development & Succession:
                                                                                                                        5. Talent & Career Management: Create solid
                                                               Critical Capabilities to be able to execute                                                                                  Develop solid Talent Bench strength/
                                                                                                                             talent pool through well-designed Talent
                                                               Bank Strategic Initiatives through Up-                                                                                       Leadership pipeline through best in class
                                                                                                                             Management & Progressive Career path
                                                               skilling & Re-skilling                                                                                                       leadership development program

                                                          7.      Performance Management:                8.    Compensation & Benefit                                                                 10.   HC Technology: Accelerate
                                                                  Revamp Individual                            Management: Enhance                     9.      Employee Wellbeing: Ensure                   Automated HC Operations &
                                                                  Performance Management                       Performance Based                               Employee Wellbeing through                   Establish AI- Infused Decision
                                                                  System linking with                          Compensation Packages                           Supportive & Inclusive Working               Support System to elevate
                                                                  Productivity/ Drive Business                 & Maintain Market                               Environment                                  HC Service Effectiveness &
                                                                  Output                                       Competitiveness                                                                              efficiency




86               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 87
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem       Mengelola Lingkungan yang         Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan    Bertanggung Jawab                 Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                        Digitalisasi




Implementasi strategi tersebut dilakukan melalui berbagai inisiatif human capital,                                      6.      Develop Sales Capabilities by Establishing Sales Academy
antara lain:                                                                                                                    Mengembangkan kapabilitas penjualan secara komprehensif dan berkelanjutan
1.   Optimize Human Capital Business Partner Function                                                                           melalui pembentukan Sales Academy yang terstruktur, berfokus pada penguasaan
     Mengoptimalkan fungsi Human Capital Business Partner (HCBP) sebagai mitra                                                  produk, consultative selling, pemanfaatan data, dan pengelolaan customer lifecycle
     strategis bisnis dengan memperkuat peran konsultatif, kapabilitas analisis tenaga                                          untuk mendorong peningkatan kinerja penjualan dan daya saing perusahaan.
     kerja, serta pemahaman end-to-end terhadap strategi dan model bisnis, sehingga                                     7.      Develop IT, Digital, Risk Management, and Analytic Capabilities
     kebijakan dan intervensi Human Capital mampu memberikan dampak langsung                                                    Memperkuat kapabilitas IT, digital, manajemen risiko, dan analitik melalui program
     terhadap kinerja, produktivitas, dan pertumbuhan perusahaan.                                                               upskilling, reskilling, serta pengembangan talenta strategis guna mendukung
2.   Establish New Pillar “Digital Culture” & Strengthen Sales Culture                                                          transformasi digital, pengelolaan risiko yang efektif, serta pengambilan keputusan
     Membangun pilar baru Digital Culture yang terintegrasi dengan penguatan Sales                                              berbasis data yang akurat dan tepat waktu.
     Culture melalui internalisasi mindset digital, pemanfaatan data dan teknologi                                      8.      Develop Dual Career Path for Sales, IT, and Dealer
     dalam proses kerja, serta penanaman orientasi hasil dan customer-centricity untuk                                          Mengembangkan skema dual career path bagi fungsi Sales, IT, dan Dealer untuk
     menciptakan organisasi yang adaptif, agile, dan berfokus pada pertumbuhan                                                  memberikan jalur karier yang setara antara spesialis dan kepemimpinan, sehingga
     revenue berkelanjutan.                                                                                                     mampu meningkatkan motivasi, retensi talenta unggulan, serta keberlanjutan
3.   Develop Strong Governance, Risk and Compliance (GRC) Culture for Leaders                                                   keahlian kritikal dalam organisasi.
     Mengembangkan budaya Governance, Risk, and Compliance (GRC) yang kuat                                              9.      Revamp Mission Critical Job (MCJ) KPI
     di kalangan pimpinan melalui peningkatan kapabilitas kepemimpinan dalam                                                    Melakukan penyempurnaan KPI Mission Critical Job (MCJ) agar lebih selaras dengan
     pengelolaan risiko, kepatuhan, dan tata kelola yang baik, sehingga setiap keputusan                                        strategi perusahaan dan fokus pada kontribusi nilai tambah, outcome bisnis, serta
     strategis dijalankan secara prudent, berintegritas, dan mendukung keberlanjutan                                            produktivitas, sehingga mendorong kinerja optimal pada peran-peran yang paling
     bisnis jangka panjang.                                                                                                     berdampak terhadap pencapaian tujuan strategis.
4.   Improve Change Agent Capabilities to Drive Productivity                                                            10. Enhance Performance-Based Remuneration Scheme
     Meningkatkan kapabilitas change agent di seluruh organisasi melalui penguatan                                              Meningkatkan skema remunerasi berbasis kinerja dengan memperkuat keterkaitan
     kompetensi    kepemimpinan        perubahan,        komunikasi       strategis,       dan    eksekusi                      antara pencapaian individu, unit kerja, dan kinerja korporasi, guna mendorong
     transformasi, guna memastikan setiap inisiatif perubahan mampu mendorong                                                   budaya pay for performance, meningkatkan produktivitas, dan memastikan
     peningkatan produktivitas, efisiensi proses, dan akselerasi pencapaian target bisnis.                                      penghargaan yang adil serta kompetitif.
5.   Recompose Manpower Posture Inline with Business Strategy                                                           11.     Implement Employee Recognition Programs
     Melakukan penataan ulang manpower posture secara strategis agar selaras                                                    Mengimplementasikan program penghargaan karyawan yang terstruktur dan
     dengan arah dan prioritas bisnis melalui optimalisasi struktur organisasi, realokasi                                       berkelanjutan untuk mengapresiasi kinerja unggul, inovasi, dan kontribusi strategis,
     sumber daya manusia, serta penyesuaian kompetensi untuk meningkatkan efisiensi                                             sehingga dapat meningkatkan engagement, loyalitas, dan budaya kinerja tinggi di
     biaya, kelincahan organisasi, dan rasio produktivitas per pegawai.                                                         seluruh organisasi.




87             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 88
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




12. Develop Employee Well-Being Program                                                                                13. Automation of Human Capital Processes
     Mengembangkan program employee well-being yang holistik dan terintegrasi                                              Melakukan otomatisasi proses Human Capital secara end-to-end melalui
     mencakup aspek fisik, mental, finansial, dan sosial guna menciptakan lingkungan                                       pemanfaatan teknologi digital dan sistem terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi
     kerja yang sehat, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan                                       operasional, akurasi data, kualitas layanan HC, serta memungkinkan fungsi Human
     kinerja dan ketahanan organisasi.                                                                                     Capital lebih fokus pada peran strategis.



       Human Capital Summit 2025,
       Perkuat Transformasi Talenta                                                                          BTN Human Capital Summit 2025 menjadi forum strategis untuk memperkuat transformasi
                                                                                                             talenta menuju visi BTN 2029. Acara yang dihadiri Menteri Ketenagakerjaan RI, jajaran
                                                                                                             komisaris, direksi, dan pegawai dari seluruh Indonesia ini menegaskan pentingnya
                                                                                                             ekosistem SDM yang inovatif, berkelanjutan, dan harmonis, sekaligus mendorong
                                                                                                             pengembangan talenta yang tangguh, adaptif, dan berorientasi pada produktivitas di era
                                                                                                             disrupsi dan digitalisasi.


                                                                                                             Dalam kegiatan ini, BTN mengaktivasi delapan program unggulan Human Capital, termasuk
                                                                                                             PKB 2025–2027, Rencana Jangka Panjang Human Capital 2025–2029, Corporate Culture
                                                                                                             2025–2029, Expert Talks, Learning Culture Festival, Human Capital ServEase, digitalisasi
                                                                                                             sistem HC, dan Talent Acceleration Program. Seluruh inisiatif dirancang untuk memperkuat
                                                                                                             kompetensi BTNers, mendorong budaya belajar digital, meningkatkan keterlibatan, dan
                                                                                                             mempercepat pengembangan talenta unggul sehingga dapat mendukung transformasi
                                                                                                             bisnis BTN menjadi organisasi yang lebih adaptif, produktif, dan siap menghadapi
                                                                                                             tantangan masa depan.




88             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 89
                                  Pendahuluan     Profil dan          Membangun Ekosistem       Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan    Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                        Digitalisasi




Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi


Penerapan keberagaman, kesetaraan, dan inklusi menjadi fondasi pengelolaan sumber                                           Keberagaman Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-9]
daya manusia di BTN. Prinsip ini dijalankan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor
13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan serta komitmen Bank dalam menjunjung hak                                              Keberagaman dalam komposisi Dewan Komisaris dan Direksi merupakan elemen
asasi manusia. Seluruhnya diperkuat melalui Kebijakan Umum Nomor KU.3 tentang                                               penting untuk menciptakan manajemen yang inklusif dan pengambilan keputusan yang
Sumber Daya Manusia dan Perjanjian Kerja Bersama.                                                                           lebih strategis. Perbedaan usia, pendidikan, pengalaman, keahlian, dan latar belakang
                                                                                                                            membantu memperluas perspektif dalam menilai peluang dan risiko, sehingga
Pelaksanaannya mencakup seluruh siklus ketenagakerjaan, mulai dari rekrutmen,                                               keputusan menjadi lebih akurat, inovatif, dan relevan. Meskipun belum ada anggota dari
pengembangan kompetensi, penataan karier, hingga pemberian remunerasi dan                                                   kelompok sosial yang kurang terwakili, Dewan Komisaris dan Direksi tetap berkomitmen
kesejahteraan. BTN memastikan setiap pegawai memperoleh kesempatan yang adil                                                memahami dan memperjuangkan aspirasi kelompok tersebut. Komposisi lengkap
tanpa diskriminasi berdasarkan gender, agama, suku, ras, maupun latar belakang                                              Dewan Komisaris dan Direksi disajikan dalam tabel berikut:
pribadi lainnya. Pendekatan ini membentuk lingkungan kerja yang inklusif, aman, dan
mendukung produktivitas pegawai. [GRI 3-3, 2-23] [OJK C.3, F.18]


                                                                                 Keberagaman Komposisi Dewan Komisaris [GRI 405-1]

                                                                                Jenis
           Nama                       Jabatan                  Usia                                    Pendidikan                                          Pengalaman Kerja                                             Keahlian
                                                                               Kelamin

Suryo Utomo                  Komisaris Utama               56 tahun         Laki-laki          Doctor of Philosophy (PhD)        Memiliki pengalaman di bidang keuangan                                        Ekonomi

Dwi Ary Purnomo              Wakil Komisaris Utama         50 tahun         Laki-laki          Magister Ilmu Hukum               Memiliki pengalaman di bidang keuangan dan manajemen risiko                   Hukum

Fahri Hamzah                 Komisaris                     54 tahun         Laki-laki          Sarjana Ekonomi                   Memiliki pengalaman di bidang ekonomi                                         Ekonomi

Ida Nuryanti                 Komisaris Independen          58 tahun         Perempuan          Magister Manajemen                Memiliki pengalaman di bidang perbankan                                       Manajemen dan hukum

Pietra Machreza Paloh        Komisaris Independen          54 tahun         Laki-laki          Magister Administrasi             Memiliki pengalaman di bidang energi dan pertambangan                         Administrasi Bisnis
                                                                                               Bisnis

Panangian Simanungkalit      Komisaris Independen          65 tahun         Laki-laki          Magister Teknik dan               Memiliki pengalaman di bidang perumahan dan properti                          Teknik
                                                                                               Teknologui Geoinformasi




89              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 90
                                     Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem       Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                     Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan    Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                        Digitalisasi




                                        Tabel Keberagaman Komposisi Direksi [GRI 405-1]                                                               Proporsi Direktur perempuan di BTN saat ini mencapai 16,67%,
                                                                                                                                                      dengan rincian dua Direktur perempuan dari total dua belas
                                                            Jenis
     Nama                 Jabatan             Usia                        Pendidikan             Pengalaman Kerja                Keahlian             anggota Direksi. Representasi ini menunjukkan komitmen Bank
                                                           Kelamin

Nixon L.P.          Direktur Utama          56 tahun      Laki-laki     Sarjana                Memiliki pengalaman di        Ekonomi                  untuk memperkuat keberagaman dan inklusi pada tingkat
Napitupulu                                                              Ekonomi                bidang ekonomi                                         kepemimpinan.           Sesuai     dengan        ketentuan      yang       berlaku,
Oni Febriarto       Wakil Direktur          54 tahun      Laki-laki     Magister               Memiliki pengalaman di        Teknik,                  penunjukan Direksi Bank merupakan kewenangan pemegang
Rahardjo            Utama                                               Manajemen              bidang ekonomi                Manajemen                saham mayoritas, dalam hal ini PT Danantara Asset Management.
Tan Jacky Chen      Direktur Information 42 tahun         Laki-laki     Magister               Memiliki pengalaman           Teknik,                  Sejalan dengan upaya mendukung peningkatan keterwakilan
                    Technology                                          Manajemen              di bidang teknologi           Manajemen                perempuan pada tingkat Direksi, BTN secara berkelanjutan
                                                                                               informasi
                                                                                                                                                      menyiapkan         suksesi      melalui     pengusulan       kandidat         Direksi
Venda Yuniarti      Direktur Treasury       45 tahun      Perempuan     Magister               Memiliki pengalaman di        Administrasi
                                                                                                                                                      Perempuan sebagai nominated talent, yang saat ini berjumlah 8
                    & International                                     Administrasi           bidang perbankan              Bisnis
                    Banking                                             Bisnis                                                                        orang atau 33% dari total 24 nominated talent Bank.
Helmy Afrisa        Direktur Corporate      44 tahun      Laki-laki     Magister               Memiliki pengalaman di        Agribisnis
Nugroho             Banking                                             Agribisnis             bidang perbankan                                         Keberagaman Dewan Komisaris
Setiyo Wibowo       Direktur Risk           48 tahun      Laki-laki     Master in              Memiliki pengalaman di        Teknik,
                    Management                                          Finance &              bidang perbankan              Keuangan                 Laki-laki                                     Perempuan
                                                                        Banking



                                                                                                                                                                    83,3%                                            16,7%
Hirwandi Gafar      Direktur Consumer       57 tahun      Laki-laki     Sarjana Teknik         Memiliki pengalaman di        Teknik
                    Banking                                             Sipil                  bidang perbankan

Nofry Rony          Direktur Finance &      57 tahun      Laki-laki     Magister               Memiliki pengalaman di        Administrasi
Poetra              Strategy                                            Administrasi           bidang perbankan              Bisnis, Ekonomi
                                                                        Bisnis

Eko Waluyo          Direktur Human          54 tahun      Laki-laki     Magister               Memiliki pengalaman di        Administrasi               Keberagaman Direksi
                    Capital &                                           Administrasi           bidang perbankan              Bisnis,
                    Compliance                                          Bisnis                                               Manajemen,
                                                                                                                                                      Laki-laki                                     Perempuan
                                                                                                                             Akuntansi



                                                                                                                                                                    83,3%                                            16,7%
I Nyoman Sugiri     Direktur Operations     48 tahun      Laki-laki     Magister               Memiliki pengalaman di        Administrasi
Yasa                                                                    Administrasi           bidang perbankan              Bisnis
                                                                        Bisnis

Rully Setiawan      Direktur Network &      48 tahun      Laki-laki     Magister               Memiliki pengalaman di        Manajemen,
                    Retail Funding                                      Manajemen              bidang perbankan              Ekonomi

Hermita             Direktur                57 tahun      Perempuan     Magister               Memiliki pengalaman di        Agribisnis,
                    Commercial                                          Agribisnis             bidang perbankan              Hukum
                    Banking




90                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 91
                                    Pendahuluan     Profil dan         Membangun Ekosistem         Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan      Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN     Keuangan Berkelanjutan      Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai        Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                            Digitalisasi




Demografi Pegawai [GRI 2-7, 2-8, 405-1] [OJK C.3, F.18]

Informasi terkait pegawai dalam laporan ini dihimpun dari
basis data Satuan Kerja Manajemen Human Capital dan telah
diverifikasi akurasinya. Pada tahun 2025, BTN memiliki jumlah
pegawai sebanyak 11.429, yang terdiri dari 11.414 pegawai, 15
Direktur-SEVP serta 8.902 pekerja non pegawai, termasuk tenaga
alih daya pada pekerjaan administrasi, pramubakti, pengemudi,
pengamanan, tenaga pemasaran, penagihan, serta dukungan
teknologi informasi. Seluruh pegawai BTN berstatus pekerja penuh
waktu, dengan rincian komposisi dan karakteristik disajikan pada
tabel berikut



                                                                       Demografi Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin [GRI 2-7, 405-1] [OJK C.3.b]

                                                                                                2025                                                     2024                                                      2023
                          Jenis Kelamin
                                                                              Jumlah                             %                       Jumlah                           %                      Jumlah                            %

 Laki-laki                                                                                5.697                           49,85                     6.576                          51,06                     6.288                         52,20

 Perempuan                                                                                 5.732                          50,15                     6.288                          48,94                     5.757                         47,80

 Jumlah                                                                                   11.429                        100,00                     12.864                        100,00                    12.045                         100,00
 *Termasuk Direksi dan SEVP



                                                                     Demografi Pegawai Berdasarkan Kewarganegaraan [GRI 2-7, 405-1] [OJK C.3.b]

                                                                                                2025                                                     2024                                                      2023
                       Kewarganegaraan
                                                                              Jumlah                             %                       Jumlah                           %                      Jumlah                            %

 Indonesia                                                                                11.429                         100,00                    12.864                         100,00                    12.045                        100,00

 Jumlah                                                                                   11.429                        100,00                     12.864                        100,00                    12.045                         100,00
 *Termasuk Direksi dan SEVP




91                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 92
                                    Pendahuluan       Profil dan           Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang      Menumbuhkan Potensi dan       Menguatkan Masyarakat melalui       Menggerakkan Inovasi       Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                      Perjalanan BTN       Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab              Kesejahteraan Pegawai         Kepedulian dan Inklusi              Produk Keuangan dan        Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                     Digitalisasi




                                               Demografi Pegawai Berdasarkan Kelompok Usia, Jenis Kelamin, dan Level Jabatan [GRI 2-7, 405-1] [OJK C.3.b]

                                                                                                                                           2025
      Rentang Usia (tahun)                        Entry-level                                        Mid-level                                        Senior-level                                    Executive-level
                                                                                                                                                                                                                                                Jumlah
                                           L                           P                        L                      P                          L                       P                      L                          P
18-25                                              440                       1.070                    145                         185                        0                      0                         0                         0              1.840

25-35                                             1.959                     2.325                    1.042                       659                         3                       2                        0                         0             5.990

35-45                                              525                         712                    829                         481                    110                       48                         2                          1            2.708

45-55                                                26                         36                    334                         157                  256                          51                        8                         0               868

>55                                                   0                          0                      8                           3                        7                       1                        3                          1                23

Jumlah                                            2.950                     4.143                   2.358                       1.485                   376                       102                        13                          2           11.429
*L= Laki-laki | P= Perempuan
**Termasuk Direksi dan SEVP



                                                                                                                                           2024
     Rentang Usia (tahun)                         Entry-level                                        Mid-level                                        Senior-level                                    Executive-level
                                                                                                                                                                                                                                               Jumlah
                                           L                           P                       L                       P                        L                        P                       L                          P
18-25                                              553                       1.158                    126                         191                        -                      -                        -                          -             2.028

25-35                                             2.542                     2.759                    1.152                       721                      4                         -                        -                          -              7.178

35-45                                              482                       682                     852                         446                    94                         43                         1                         -             2.600

45-55                                               29                         36                     416                         191                  300                         57                       10                          -              1.039

>55                                                   1                          1                      3                          2                      6                         -                        5                           1                19

Jumlah                                            3.607                    4.636                    2.549                       1.551                  404                       100                        16                           1           12.864
*L= Laki-laki | P= Perempuan
**Termasuk Direksi dan SEVP




92                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 93
                                        Pendahuluan       Profil dan             Membangun Ekosistem          Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan             Menguatkan Masyarakat melalui          Menggerakkan Inovasi           Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                          Perjalanan BTN         Keuangan Berkelanjutan       Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai               Kepedulian dan Inklusi                 Produk Keuangan dan            Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




                                                                                                                                                        2023
     Rentang Usia (tahun)                             Entry-level                                              Mid-level                                               Senior-level                                     Executive-level
                                                                                                                                                                                                                                                                     Jumlah
                                               L                           P                          L                          P                            L                         P                          L                              P

18-25                                                  424                           913                        86                         161                             -                       -                            -                             -              1.584

25-35                                                 2.544                         2.742                     1.288                       702                             4                        -                            -                             -             7.280

35-45                                                  332                           519                       684                        381                            70                       31                            2                             -              2.019

45-55                                                   29                            34                       468                         213                          353                      60                             9                             -              1.166

>55                                                      -                              -                           2                       -                             4                           1                         3                              1                  11

Jumlah                                                3.329                      4.208                    2.528                          1.457                          431                       92                           14                              1           12.060
*L= Laki-laki | P= Perempuan
**Termasuk Direksi dan SEVP


                                                         Demografi Pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian dan Wilayah Kerja [GRI 2-7, 405-1] [OJK C.3.b]

                                                                                                                                                   2025

Status Kepegawaian                             Kantor Pusat                                               Kantor Wilayah                                                   Kantor Cabang                                                          Total

                               L           P            Jumlah                  %            L            P             Jumlah              %             L                P          Jumlah               %              L            P                Jumlah              %

Tetap                          2.365        1.428              3.793            98,55         389             187               576         99,83         2.863            4.091             6.954         99,51          5.617       5.706                    11.323       99,20

Kontrak                            39           17                56             1,45             1             0                    1           0,17             27            7               34          0,49              67           24                       91        0,80

Jumlah                         2.404       1.445              3.849            100,00         390             187               577        100,00         2.890           4.098             6.988         100,00         5.684        5.730                    11.414      100,00
*L= Laki-laki | P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP



                                                                                                                                                   2024

Status Kepegawaian                             Kantor Pusat                                               Kantor Wilayah                                                   Kantor Cabang                                                          Total

                               L           P            Jumlah                  %            L            P             Jumlah              %             L                P          Jumlah               %              L            P                Jumlah              %

Tetap                          2.256        1.320             3.576             98,05         438             182               620         99,36         3.791            4.712             8.503         99,15              816          724                12.699        98,85

Kontrak                            40           31                 71            1,95            2              2                    4       0,64                 33           40                73         0,85               8              8                    148          1,15

Jumlah                         2.296        1.351             3.647            100,00        440              184               624        100,00         3.824           4.752              8.576        100,00         6.560        6.287                   12.847       100,00
*L= Laki-laki | P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP




93                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 94
                                         Pendahuluan           Profil dan         Membangun Ekosistem                Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan             Menguatkan Masyarakat melalui            Menggerakkan Inovasi            Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                               Perjalanan BTN     Keuangan Berkelanjutan             Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai               Kepedulian dan Inklusi                   Produk Keuangan dan             Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




                                                                                                                                                            2023

Status Kepegawaian                                  Kantor Pusat                                                 Kantor Wilayah                                                      Kantor Cabang                                                                Total

                              L                 P             Jumlah             %             L                 P              Jumlah                %            L                 P            Jumlah                %               L               P            Jumlah                  %

Tetap                         2.051             1.045              3.096         93,19             383               163                 546          98,56        3.550         4.078                 7.628            92,95           5.984       5.286                       11.270       93,56

Kontrak                           114               112                226        6,80              8                  -                   8           1,44            182           359                   471           7,05            304                471                   775         6,43

Jumlah                        2.165             1.157              3.322        100,00             391               163                 554      100,00           3.732         4.437                 8.169        100,00              6.288       5.757                  12.045        100,00
*L= Laki-laki | P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP



                                                                 Demografi Pegawai Berdasarkan Jenjang Jabatan dan Jenis Kelamin [GRI 2-7, 405-1] [OJK C.3.b]

                                                                                            2025                                                                             2024                                                                           2023

                                                                  Laki- laki                             Perempuan                                    Laki- laki                           Perempuan                               Laki- laki                             Perempuan
               Level Jabatan
                                                          Jumlah         Persentase           Jumlah                   Persentase         Jumlah             Persentase         Jumlah              Persentase          Jumlah            Persentase              Jumlah           Persentase
                                                          pegawai       pegawai (%)           pegawai                 pegawai (%)         pegawai           pegawai (%)         pegawai            pegawai (%)          pegawai          pegawai (%)              pegawai         pegawai (%)

Entry-level                                                   2.950               51,78                   4.143                  72,28           3.607                 54,85             4.636              73,73            3.329                 52,82             4.208                   73,08

Mid-level                                                     2.358               41,39                  1.485                   25,91           2.549                 38,76              1.551             24,67            2.528                  40,11             1.457                  25,30

Senior-level                                                    276               6,60                     102                    1,78            404                   6,14               100               1,59                 431               6,84                  92                  1,60

Executive-level (termasuk Direktur dan                            13                 0,23                    2                    0,03
                                                                                                                                                      16                0,24                  1              0,02                  14               0,22                    1                 0,02
SEVP)

Jumlah                                                        5.697             100,00                   5.732                  100,00         6.576               100,00                6.288             100,00            6.302                100,00             5.758               100,00



                                                                Demografi Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin [GRI 2-7, 405-1] [OJK C.3.b]

                                                                  2025                                                                                      2024                                                                                   2023
 Tingkat Pendidikan
                                  L                       P               Jumlah                   %                        L                     P                Jumlah                     %                     L                       P                 Jumlah                     %

Pascasarjana                             333                    198                  531                 4,65                     373                      189               562                    4,37                 367                      168                     535                 4,44

Sarjana                                 4.910                 4.880              9.790                   86,77                  5.574                 5.212              10.786                    83,96                5.254                   4.627                 9.881                  82,03

Sarjana Muda                             377                   520                897                     7,86                     511                 706                   1.217                  9,47                 539                     734                  1.273                  10,57

SLTA                                      64                    132                  196                  1,72                    102                      180                282                   2,20                    128                  228                      356                 2,96

Jumlah                                5.684                   5.730             11.414              100,00                      6.560                 6.287              12.847                   100,00                6.288                   5.757               12.045               100,00
*L= Laki-laki | P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP




94                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 95
                                       Pendahuluan        Profil dan        Membangun Ekosistem           Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan         Menguatkan Masyarakat melalui         Menggerakkan Inovasi            Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                          Perjalanan BTN    Keuangan Berkelanjutan        Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai           Kepedulian dan Inklusi                Produk Keuangan dan             Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                                 Digitalisasi




                        Demografi Pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian dan Jenis Kelamin, Termasuk Pegawai Alih Daya (Outsource) [GRI 2-7, 2-8, 405-1] [OJK C.3.b]

                                                                                                        2025                                                              2024                                                              2023
                      Status Kepegawaian
                                                                                L                P           Jumlah               %                  L            P            Jumlah            %                 L                 P             Jumlah               %

Tetap                                                                               5.617        5.706            11.323           58,05             6.485         6.214             12.699        61,69           5.984             5.286              11.270          55,98

Kontrak                                                                               67             24                 91            0,47               75              73             148           0,72             304                471               775             3,85

Jumlah Tanpa Pegawai Alih Daya                                                  5.684            5.730               11.414        58,52             6.560         6.287             12.847        62,41           6.288             5.757             12.045           59,83

Alih Daya                                                                       6.804             1.288           8.092            41,48             6.551             1.187          7.738       37,59            6.930                 1.157          8.087           40,17

Jumlah                                                                         12.488             7.018          19.506           100,00             13.111       7.474              20.585     100,00            13.218             6.914             20.132         100,00
*L= Laki-laki | P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP

                                                                 Demografi Pegawai Berdasarkan Masa Kerja dan Jenis Kelamin [GRI 2-7, 405-1] [OJK C.3.b]

                                                             2025                                                                               2024                                                                            2023
        Masa Kerja
                                 L                   P               Jumlah                 %                    L                     P                 Jumlah                  %                L                     P                  Jumlah                   %

>30                                    89                  66                155                 1,36                   124                    80               204                    1,59                50                  58                     108                0,90

25-30                                 479                  95                574                 5,03                  584                    142               726                   5,65              642                    179                    821                6,82

20-25                                    0                 68                 68                 0,60                         -                 -                 -                      -               129                    21                    150                   1,25

15-20                                  191                268               459                  4,02                   213                  306                519                   4,04                 112                 231                   343                 2,85

10-15                                1.566               1.344             2.910                25,50                 1.473                  1.519            2.992                  23,29             1.046                 1.345                  2.391               19,85

5-10                                 1.988               1.658             3.646                31,94                 2.733                2.043               4.776                  37,18           2.672                  1.758                 4.430                36,78

0-5                                   1.371              2.231             3.602                31,56                 1.433                2.197              3.630                  28,26             1.637                 2.165                 3.802                31,56

Jumlah                               5.684               5.730             11.414           100,00                   5.560                 6.287              12.847             100,00               6.288                  5.757                12.045              100,00
*L= Laki-laki | P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP



Berdasarkan tabel kepegawaian tersebut, terlihat beberapa hal yang mencerminkan                                                       individu di bawah usia kerja minimum sehingga seluruh aktivitas operasional dipastikan
komitmen BTN dalam menerapkan praktik ketenagakerjaan yang adil dan bertanggung                                                       bebas dari praktik pekerja anak dan sesuai dengan ketentuan ketenagakerjaan yang
jawab. Pertama, komposisi pegawai laki-laki dan perempuan relatif seimbang. Hal ini,                                                  berlaku. Keseluruhan kondisi ini menegaskan komitmen BTN untuk menciptakan
menunjukkan bahwa proses rekrutmen dilakukan secara terbuka dan memberikan                                                            lingkungan kerja yang adil, inklusif, dan selaras dengan prinsip kesetaraan serta
kesempatan yang setara bagi semua pelamar. Kedua, Bank juga tidak mempekerjakan                                                       penghormatan terhadap hak asasi manusia. [GRI 3-3, 405-1, 406-1, 408-1] [OJK F.19]




95                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 96
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




Perilaku Saling Menghargai di Tempat Kerja (Respectful Workplace
Policy)

BTN berkomitmen membangun lingkungan kerja yang aman, saling menghormati,
serta menghargai harkat dan martabat setiap individu. Komitmen tersebut mencakup
pencegahan segala bentuk diskriminasi, pengucilan atau pembatasan, perundungan,
pelecehan, serta berbagai bentuk kekerasan baik fisik maupun mental. Prinsip ini selaras
dengan penerapan Respectful Workplace Policy (RWP) sebagaimana diatur dalam Surat
Edaran BUMN No. SE-3/MBU/04/2022 tentang Berperilaku Saling Menghargai di Tempat
Kerja di Lingkungan BUMN, serta diinternalisasikan melalui Kebijakan Khusus Nomor KK.3-C
Tahun 2024 tentang Regulasi dan Administrasi Kepegawaian, khususnya Bab III mengenai
Hubungan Antar Pegawai.


Kebijakan tersebut menjadi dasar pelaksanaan manajemen ketenagakerjaan di seluruh
unit kerja BTN untuk memastikan terciptanya lingkungan kerja yang inklusif, kondusif, dan
produktif, sekaligus mendukung keberlanjutan Bank dengan menjunjung tinggi hak asasi
manusia. Dalam penerapannya, kebijakan ini juga mencakup upaya pencegahan praktik-
praktik tidak etis, termasuk perdagangan manusia, kerja paksa, dan eksploitasi pekerja
anak. Sejalan dengan komitmen tersebut, BTN menetapkan berbagai langkah pencegahan
untuk menghindari praktik ketidakadilan atau perlakuan yang merugikan pegawai, meliputi:
1.   Diskriminasi BTN menegaskan komitmennya terhadap kebijakan antidiskriminasi                                            langsung di lingkungan kerja maupun melalui berbagai saluran komunikasi, dan
     dengan menerapkan prinsip keberagaman dan inklusi gender dalam seluruh                                                 termasuk tindakan yang bertentangan dengan ketentuan hak asasi manusia. Perilaku
     aktivitas kerja. Bank memastikan tidak ada bentuk pembedaan, peminggiran, atau                                         tersebut dapat menimbulkan tekanan fisik, psikologis, seksual, atau ekonomi, membuat
     pembatasan secara langsung maupun tidak langsung berdasarkan agama, suku, ras,                                         korban merasa direndahkan atau terancam, serta menciptakan suasana kerja yang
     etnik, golongan, status sosial atau ekonomi, status perkawinan, bahasa, pilihan politik,                               tidak kondusif.
     jenis kelamin, maupun disabilitas.
2.   Kekerasan Tindakan kekerasan mencakup setiap perbuatan atau perilaku yang                                          Sebagai bagian dari penguatan budaya saling menghargai, BTN pada 2025 secara
     bersifat mengancam, memaksa, atau merugikan orang lain di tempat kerja. Perilaku                                   konsisten melakukan sosialisasi mengenai Kebijakan Tempat Kerja yang Saling Menghargai
     tersebut dapat muncul dalam situasi terbuka maupun pribadi dan dapat menimbulkan                                   atau Respectful Workplace Policy. Kebijakan ini memastikan seluruh insan BTN, mulai dari
     dampak fisik, psikologis, seksual, atau ekonomi bagi individu yang menjadi sasaran.                                Dewan Komisaris, Direksi, hingga pegawai, berperan aktif menciptakan lingkungan kerja
3.   Pelecehan Setiap bentuk pelecehan, baik melalui ucapan, perilaku, tindakan, maupun                                 yang aman, inklusif, produktif, serta bebas dari diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan.
     isyarat, berpotensi mengganggu rasa aman pegawai. Pelecehan dapat terjadi secara                                   Pendekatan ini mencerminkan komitmen BTN terhadap nilai kesetaraan, penghargaan




96              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 97
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang      Menumbuhkan Potensi dan     Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab              Kesejahteraan Pegawai       Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




terhadap keberagaman, dan pemenuhan hak asasi manusia. Beberapa bentuk penerapan                                        Untuk mendukung pengawasan dan penguatan implementasi nilai serta budaya
kebijakan yang telah dilakukan, di antaranya:                                                                           perusahaan, BTN menyediakan Website Culture Report sebagai sarana pelaporan
1.   Menghargai keberagaman latar belakang setiap pegawai, termasuk etnis, ras,                                         pelaksanaan Program Budaya Perusahaan. Platform ini digunakan untuk menyampaikan
     kebangsaan, warna kulit, usia, agama, jenis kelamin, disabilitas, serta pandangan                                  perkembangan pelaksanaan program beserta dokumentasi pendukung secara digital,
     individu, untuk membentuk suasana kerja yang sehat dan produktif.                                                  yang selanjutnya ditinjau oleh Change Leader untuk disetujui atau dikembalikan kepada
2.   Memastikan seluruh pegawai diperlakukan secara adil tanpa pembedaan karakteristik                                  Change Agent guna penyempurnaan. Seluruh proses pelaporan dilakukan secara daring
     apa pun, serta memperoleh akses terhadap sarana dan prasarana secara setara.                                       dalam bentuk dokumen elektronik, sehingga meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, serta
3.   Membangun lingkungan kerja yang saling menghormati dan bebas dari diskriminasi,                                    mendukung pengurangan penggunaan kertas.
     kekerasan, maupun pelecehan dalam bentuk apa pun.
4.   Menyediakan berbagai fasilitas penunjang bagi karyawan dan nasabah penyandang                                      Sepanjang tahun pelaporan, BTN tidak menerima laporan atau menemukan kasus
     disabilitas, meliputi ramp akses, kursi duduk prioritas, toilet ramah disabilitas, guiding                         diskriminasi, pelecehan, pelanggaran HAM, maupun kerja paksa. Hasil ini mencerminkan
     block, serta area khusus yang mendukung kenyamanan dan aksesibilitas.                                              efektivitas kebijakan internal serta komitmen Bank dalam menjaga lingkungan kerja yang
                                                                                                                        adil dan aman. [GRI 3-3, 406-1, 408-1, 409-1] [OJK F.19]




97              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 98
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan        Menguatkan Masyarakat melalui        Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai          Kepedulian dan Inklusi               Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                              Digitalisasi




      Pelatihan tentang Keberagaman,
      Kesetaraan, dan Inklusi [GRI 404-2]

                                                                                      Sebagai bagian dari komitmen strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan inovatif,
                                                                                      BTN telah secara konsisten menyelenggarakan program pelatihan yang berfokus pada aspek keberagaman,
                                                                                      kesetaraan, dan inklusi sepanjang tahun berjalan.


                                                                                      BTN menjalankan kurikulum pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran seluruh insan BTN
                                                                                      mengenai pentingnya menghargai perbedaan latar belakang, perspektif dan identitas di lingkungan kerja.


                                                                                      Program pelatihan juga memastikan bahwa setiap pegawai memiliki akses yang setara untuk pengembangan
                                                                                      kompetensi, tanpa diskriminasi gender, usia maupun disabilitas.




Perekrutan Pegawai Baru dan Pergantian Pegawai [GRI 401-1]

BTN memenuhi kebutuhan tenaga kerja melalui rekrutmen internal dan eksternal.                                           Sepanjang 2025, BTN menargetkan perekrutan 618 pegawai dan berhasil merealisasikan
Rekrutmen internal dilakukan dengan menyeleksi pegawai yang telah memenuhi                                              802 pegawai. Capaian tersebut, menunjukkan komitmen Bank dalam memperluas
kriteria untuk mengisi posisi tertentu, sedangkan rekrutmen eksternal mencakup                                          peluang karier serta memperkuat kapasitas organisasi. Data lengkap mengenai pegawai
kandidat pre-graduate, fresh graduate, hingga pelamar berpengalaman. Seluruh                                            baru disajikan pada tabel berikut:
proses mengutamakan perekrutan warga negara Indonesia, sehingga seluruh pegawai
termasuk manajemen senior berasal dari masyarakat lokal. Bank juga memberikan                                             Komposisi Pegawai Baru Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin [GRI 401-1]
                                                                                                                                                                               [OJK C.3.b]
kesempatan bagi kelompok rentan seperti perempuan, minoritas, masyarakat adat, dan
penyandang disabilitas. [GRI 3-3, 202-2]                                                                                                                     2025                              2024                           2023
                                                                                                                          Rentang Usia
                                                                                                                                                    L         P        Jumlah        L          P        Jumlah      L         P       Jumlah
Proses rekrutmen tersebut dijalankan berdasarkan Kebijakan Khusus Nomor KK.3-A
                                                                                                                        ≤ 51                            3         2           5          4          -           4         1        2            3
tentang Siklus Human Capital, yang memastikan tahapan seleksi berlangsung terstruktur,
                                                                                                                        31 – 50                         51        18         69          20         16         36        22        8          30
transparan, dan adil sesuai standar yang berlaku. BTN juga memiliki mekanisme
                                                                                                                        ≤ 30                        231       497          728       463        728          1.191   237       425           662
pengangkatan pegawai baru menjadi pegawai tetap. Setiap individu yang lolos seleksi
                                                                                                                        Jumlah                      285        517         802       487        744         1.231    260       435           695
berhak menerima remunerasi sesuai ketentuan ketenagakerjaan. Selain itu, Bank
                                                                                                                        *L= Laki-laki | P= Perempuan
turut mendukung program rekrutmen penyandang disabilitas melalui inisiatif khusus
Kementerian BUMN dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI). [GRI 3-3]



98              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 99
                                         Pendahuluan       Profil dan              Membangun Ekosistem            Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan        Menguatkan Masyarakat melalui        Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                           Perjalanan BTN          Keuangan Berkelanjutan         Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai          Kepedulian dan Inklusi               Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




     Komposisi Pegawai Baru Berdasarkan Wilayah Kerja dan Jenis Kelamin [GRI 401-1]                                                            Komposisi Pergantian Pegawai Berdasarkan Wilayah Kerja dan Jenis Kelamin [GRI 401-1]

                                    2025                              2024                                       2023                                                              2025                              2024                           2023
     Rentang Usia                                                                                                                                Rentang Usia
                           L        P        Jumlah         L         P            Jumlah           L            P        Jumlah                                          L         P        Jumlah        L          P        Jumlah      L         P        Jumlah

Kantor Pusat               120       119         239         135       134                269           70           75          145          Kantor Pusat                    28        22         50          20         16         36        21        21         42

Kantor Wilayah                 12       14         26           13          8               21           8            1            9          Kantor Wilayah                   3        3           6           4          1          5         3        2            5

Kantor Cabang              153      384          537        339       602                  831       182         359             541          Kantor Cabang                   58      110         168          34       89          133        49        91        140

Jumlah                    285       517          802        487       744                 1.231     260          435             695          Jumlah                          89     135         224           58      106          164        73     114          187
*L= Laki-laki | P= Perempuan                                                                                                                  *L= Laki-laki | P= Perempuan



Perubahan jumlah pegawai juga dapat berasal dari penghentian hubungan kerja karena                                                            Peningkatan Keberagaman Tenaga Kerja
pensiun, pengunduran diri, berakhirnya masa kontrak, meninggal dunia, dan alasan
lainnya. Seluruh proses tersebut dilaksanakan sesuai Kebijakan Khusus Nomor KK.3-A                                                            Penguatan keberagaman menjadi salah satu prioritas BTN dalam pengelolaan SDM.
tentang Siklus Human Capital sehingga setiap keputusan penghentian hubungan kerja                                                             Prinsip kesetaraan kesempatan bekerja dan keberagaman gender diterapkan melalui
dilakukan secara tertib, transparan, dan adil, sekaligus menjaga kelancaran operasi                                                           Kebijakan Khusus Nomor KK.3-C tentang Regulasi dan Administrasi Kepegawaian,
Bank.                                                                                                                                         dengan pengawasan langsung dari Direksi agar implementasinya berjalan konsisten di
                         Tingkat Perputaran Pegawai (Turnover) [GRI 401-1]                                                                    seluruh proses bisnis.

                      Keterangan                                     2025                         2024                    2023
                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, BTN juga menetapkan target kuantitatif
Jumlah Pegawai Baru                                                               802                    1.231                   695
                                                                                                                                              untuk meningkatkan representasi kelompok kurang terwakili dalam proses rekrutmen.
Jumlah Pergantian Pegawai                                                         224                     164                    187
                                                                                                                                              Bank menargetkan 0,5% pegawai baru pada 2025 berasal dari kelompok kurang terwakili,
Jumlah Pegawai Awal Tahun                                                    12.847                 12.045                   11.745
                                                                                                                                              meningkat menjadi 1% pada 2026 dan 2% pada 2028. Target ini mencakup penyandang
Jumlah Pegawai Akhir Tahun                                                       11.414              12.847                 12.045            disabilitas serta kelompok lain yang membutuhkan afirmasi, sejalan dengan upaya
Tingkat Perputaran                                                               1,96%                  1,27%                1,55%            menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan beragam.


Komposisi Pergantian Pegawai Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin [GRI 401-1]                                                          Selaras dengan target tersebut, pada 2025 BTN berhasil merekrut 14 tenaga kerja
                                                                                                                                              penyandang disabilitas (TKPD) yang lolos proses seleksi, melampaui target awal sebesar
                                    2025                              2024                                       2023
     Rentang Usia                                                                                                                             10 orang. Demografi lengkap TKPD tahun 2025 dapat dilihat pada tabel berikut:
                           L        P        Jumlah         L         P            Jumlah           L            P        Jumlah

≤ 51                            5        1             6        6            1               7           5            2            7

31 - 50                        44    59           103           24        34                58          43        55              98

≤ 30                           80       75        115           28          71              99          25           57           82

Jumlah                         89   135          224         58        106                 164          73        114            187
*L= Laki-laki | P= Perempuan


99                  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 100
                                   Pendahuluan     Profil dan        Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang    Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN    Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab            Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                     Digitalisasi




                 Tenaga Kerja Penyandang                 Jumlah Pegawai             Persentase TKPD                                         Pelaksanaan Pelatihan Pegawai Terkait Keberagaman
                      Disabilitas (TKPD)
                                                                                                                                                                          Waktu                             Jumlah Pegawai yang
                                                                                                                                       Nama Pelatihan                                       Metode
                                                                                                                                                                       Pelaksanaan                           Mengikuti Pelatihan

                                            16                      5.697                     0,28%                       Creative Leadership for Gen Z                     Maret        Self Learning                4.309

                                                                                                                          Expert Talk Series Woman Leadership             Mei dan            Hybrid                     324
                                                                                                                          (Srikandi BTN)                                 Desember
                                             13                     5.732                     0,23%                       Creating a Culture That Inspires Your              Juni        Self Learning                   581
                                                                                                                          Employees

                                                                                                                          Internalisasi Respectful Workplace                 Juli        Self Learning               10.846
BTN terus memperkuat budaya kerja yang inklusif dengan menyediakan fasilitas yang                                         Policy (RWP)

aksesibel bagi pegawai dari beragam latar belakang. Fasilitas ini mencakup pelatihan,
penyesuaian infrastruktur, serta pendampingan untuk memastikan setiap individu dapat
                                                                                                                             Dukung Asta Cita Kesetaraan Gender, BTN Dorong
berkembang secara optimal. Untuk mempercepat implementasi keberagaman, BTN
                                                                                                                             Pemberdayaan Perempuan
menjalankan sejumlah inisiatif, antara lain:
1.    Pelatihan induksi bagi seluruh TKPD yang mencakup pengetahuan atas produk, kode                                       BTN terus memperkuat komitmennya terhadap kesetaraan gender melalui
      etik, proses bisnis, serta budaya Bank;                                                                               pemberdayaan Srikandi BTN sebagai bagian dari transformasi Bank menuju
2.    Pelatihan manajemen inklusif bagi para manajer; dan                                                                   lingkungan kerja yang lebih inklusif dan adaptif. Keterwakilan perempuan
3.    Penilaian berkala terhadap pencapaian target keberagaman secara transparan.                                           dalam kepemimpinan menjadi pilar penting untuk mendorong budaya kerja
                                                                                                                            yang kolaboratif dan berorientasi layanan. BTN meyakini bahwa kepemimpinan
Pelatihan Pegawai Terkait Keberagaman [GRI 404-2]                                                                           perempuan membawa nilai empati, ketelitian, dan sensitivitas yang relevan
                                                                                                                            dalam industri perbankan.
Peningkatan keberagaman di lingkungan kerja BTN didorong melalui rangkaian
pelatihan dan sosialisasi yang diberikan kepada seluruh pegawai, dari level junior hingga                                   Melalui Workshop dan Rapat Kerja Srikandi BTN 2025, BTN menegaskan
senior executive vice president. Program ini menghadirkan narasumber eksternal untuk                                        dukungannya terhadap pengembangan kapasitas dan pendampingan pemimpin
memperkuat pemahaman mengenai prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklusi,                                                 perempuan di berbagai level organisasi. Kegiatan tersebut juga menandai serah
serta memastikan implementasinya diterapkan secara konsisten di seluruh unit kerja.                                         terima kepengurusan Srikandi BTN periode 2025 serta kunjungan ke UMKM binaan
                                                                                                                            BTN sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Seluruh inisiatif tersebut mendapat dukungan penuh dari Direksi melalui pengawasan                                          Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Presiden terkait kesetaraan gender sekaligus
top management agar kebijakan keberagaman benar-benar terintegrasi dalam proses                                             memperkuat upaya BTN dalam membangun lingkungan kerja yang berdaya,
bisnis dan operasional sehari-hari. Fokusnya adalah membangun lingkungan kerja yang                                         inklusif, dan mendorong tumbuhnya pemimpin perempuan di era transformasi
inklusif, saling menghargai, dan mencerminkan nilai-nilai keberagaman BTN. Pelatihan                                        digital.
yang diselenggarakan meliputi:




100              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 101
                                Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan     Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai       Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                  Digitalisasi




Pelatihan dan                                                                                                                Transformasi SDM Menjadi Katalis
                                                                                                                            Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan BTN
Pengembangan Kompetensi



Pengembangan kompetensi menjadi prioritas utama dalam pengelolaan sumber daya
manusia BTN. Melalui Kebijakan Khusus Nomor KK.3-A tentang Siklus Human Capital,
setiap pegawai didorong untuk meningkatkan keterampilan teknis dan nonteknis agar
mampu bekerja lebih efektif, adaptif terhadap perubahan, dan siap menduduki peran
yang lebih strategis. Prinsip kesetaraan dijalankan secara konsisten sehingga seluruh
pegawai memperoleh akses pelatihan yang sama tanpa membedakan gender. [GRI 3-3]


Program pengembangan disusun dengan fokus pada pengetahuan, keterampilan, dan
sikap, menggunakan pendekatan ADDIE (analysis, design, development, implementation,
evaluation) agar proses pembelajaran lebih terarah dan terukur. BTN juga menerapkan
metode 70:20:10, yaitu 70% pembelajaran melalui pengalaman praktis, 20% melalui
interaksi dengan mentor atau rekan kerja, dan 10% melalui pelatihan formal. Berbagai                                   Transformasi       bisnis     yang      berkelanjutan      menuntut         transformasi       manusia
bentuk pengembangan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pelatihan, pendidikan,                                  di dalamnya, dengan talenta muda sebagai penggerak utama menuju
penugasan khusus, hingga mutasi dan promosi, sehingga pegawai dapat memenuhi                                           kepemimpinan yang adaptif dan inovatif. BTN menekankan pembangunan SDM
tuntutan pekerjaan yang dinamis.                                                                                       produktif melalui empat elemen utama yaitu deep knowledge, excellence skill, right
                                                                                                                       culture, dan high motivation. Pemimpin BTN diharapkan menyeimbangkan peran
                                                                                                                       menagih, menata, dan menuntun, mendorong tim melalui proyek menantang,
                                                                                                                       transfer tacit knowledge, dan budaya umpan balik tepat waktu untuk menciptakan
                                                                                                                       ekosistem kerja yang berkelanjutan dan berbasis pembelajaran.


                                                                                                                       Human Capital BTN berperan sebagai katalis inovasi dan keunggulan kompetitif
                                                                                                                       melalui Human            Capital     Framework lima tahun ke depan. Lima dimensi
                                                                                                                       pengembangan SDM yaitu Talent Magnet, Employee Productivity, Talent, Leadership
                                                                                                                       and Capabilities Development, Employee Wellbeing and Experience, serta HC
                                                                                                                       Operational Excellence and Technology memastikan sinergi human capital dan
                                                                                                                       bisnis sehingga talenta BTN dapat mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.




101           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 102
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan     Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai       Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                         Digitalisasi




Strategi Pengembangan Pegawai [GRI 404-2]

Pengembangan talenta menjadi prioritas utama BTN dalam memperkuat kapasitas                                             1.        Program Beasiswa Pegawai
sumber daya manusia yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi dinamika industri.                                              BTN menyediakan beasiswa pendidikan S-1 dan S-2 bekerja sama dengan universitas
Sepanjang tahun pelaporan, berbagai inisiatif strategis dijalankan melalui kolaborasi                                             terkemuka di dalam dan luar negeri, termasuk Universitas Indonesia (UI), Magister
dengan mitra eksternal, program beasiswa, pelatihan lanjutan, hingga sertifikasi                                                  Manajemen Universitas Gajah Mada (MM UGM), Sekolah Bisnis dan Manajemen
profesional sebagai bagian dari komitmen untuk membangun kualitas SDM yang unggul.                                                Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), The University of Sydney, Monash University,
Seluruh program pengembangan ini dirancang secara inklusif dan mencakup seluruh                                                   International Institute of Management (IMD), The University of Melbourne, The
pegawai yang terlibat dalam operasional Bank, baik pegawai tetap, pegawai kontrak,                                                University of Edinburgh, dan University of Bristol. Program ini bertujuan memberikan
tenaga alih daya, pekerja kontraktor, maupun pegawai paruh waktu, guna memastikan                                                 akses pendidikan berkualitas bagi pegawai yang ingin mengembangkan diri. Berikut
kesempatan pengembangan kompetensi yang setara di seluruh lini organisasi. Inisiatif                                              data pegawai yang memperoleh beasiswa.
tersebut mencakup:


      3                                                   13                                                                 28


                                                                                                                                                                                                 Beasiswa S-1
                                            9                                                              16                                                                 16
                                                                                                                                                                                                 Beasiswa S-2 Dalam Negeri
                      2023                                                         2024                                                                2025
                                                                                                                                                                                                 Beasiswa S-2 Luar Negeri
      2                                                   10                                                                 10




                 Total: 14                                                   Total: 39                                                         Total: 54
                                                                       Pertumbuhan (%): 179                                               Pertumbuhan (%): 38



2.    Pengembangan Kapabilitas SDM
      BTN bekerja sama dengan lembaga pendidikan untuk mengembangkan atau                                                         Seluruh program dirancang secara relevan dan aplikatif untuk menjawab
      menyelenggarakan program pelatihan bersama bagi para karyawan yang                                                          kebutuhan bisnis yang terus berkembang, sekaligus menjadi bagian dari strategi
      mencakup peningkatan keterampilan teknis, kepemimpinan, dan kompetensi                                                      pengembangan talent pipeline jangka panjang dalam memastikan ketersediaan
      strategis. Melalui kerja sama dengan Universitas Indonesia, Bank mengembangkan                                              talenta berkualitas dan berdaya saing di masa depan. Untuk selengkapnya dapat
      dan menyelenggarakan program pelatihan dan pendidikan lanjutan secara                                                       diakses pada tautan berikut Training Program for Employees.
      terintegrasi guna mendukung kesiapan pegawai dalam menghadapi dinamika
      industri perbankan.

102             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 103
                                   Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                     Digitalisasi




3.    BUMN School of Excellence                                                                                              Sertifikasi Profesi Industri Keuangan Pasar Modal Indonesia (LSP IKEPAMI), dan ACI
      Program ini mempersiapkan calon pemimpin masa depan melalui pelatihan intensif                                         Financial Markets Association (ACIFMA). Melalui sertifikasi ini, pegawai memperoleh
      yang berfokus pada pengembangan kapasitas manajerial dan kepemimpinan                                                  pengakuan formal atas keahlian profesional yang sesuai dengan standar industri
      strategis. BTN berpartisipasi aktif untuk memastikan talent pipeline yang kuat dan                                     keuangan.
      siap menduduki posisi kunci.
                                                                                                                         Seluruh program dikaji secara berkala oleh manajemen senior untuk memastikan
4.    Sertifikasi Profesional                                                                                            efektivitas dan kesesuaiannya dengan arah bisnis. Melalui rangkaian inisiatif ini, BTN
      BTN bekerja sama dengan berbagai lembaga sertifikasi terakreditasi untuk                                           membangun fondasi talenta yang berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian
      memperkuat kredibilitas dan kemampuan teknis pegawai. Lembaga tersebut                                             SDGs terkait pendidikan berkualitas dan pekerjaan layak.
      meliputi Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR), Lembaga Sertifikasi Profesi
      Perbankan (LSPP), Lembaga Sertifikasi Profesi Keuangan Syariah (LSP KS), Lembaga


        ESG Day

                                                                                                               ESG Day 2025 diselenggarakan sebagai momentum internal untuk memperkuat
                                                                                                               internalisasi nilai keberlanjutan sekaligus mengaktifkan peran pegawai dalam
                                                                                                               implementasi ESG. Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi penyampaian arah dan
                                                                                                               program ESG, yang dikemas melalui rangkaian aktivitas partisipatif seperti Countering
                                                                                                               Day (CA), sesi berbagi perjalanan keberlanjutan, serta edukasi pengelolaan sampah.
                                                                                                               Melalui pelaksanaan ESG Day, prinsip ESG tidak hanya disampaikan sebagai komitmen
                                                                                                               strategis, tetapi dihadirkan secara nyata dalam praktik kerja sehari-hari melalui aksi
                                                                                                               kolektif dan kolaborasi antarpegawai.




Pengembangan Kompetensi Berdasarkan Level Jabatan [GRI 2-17, 404-2] [OJK E.2, F.22] [FS4]

Pengembangan Kompetensi Dewan Komisaris

Guna memperkuat peran pengawasan dan pemahaman atas isu keberlanjutan, Dewan Komisaris BTN mengikuti berbagai pelatihan, lokakarya, konferensi, dan seminar terkait tata
kelola dan ESG sepanjang tahun pelaporan. Rincian kegiatan tercantum pada tabel berikut:




103              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 104
                                  Pendahuluan     Profil dan         Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan     Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN     Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai       Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                        Digitalisasi




                       Pelatihan yang Diikuti oleh Dewan Komisaris                                                        Pengembangan Kompetensi Direksi

                                                                   Waktu dan
      Nama         Jabatan           Jenis Pelatihan                                     Penyelenggara                    Selama periode pelaporan 2025, anggota Direksi BTN turut mengikuti berbagai program
                                                                    Tempat

Suryo Utomo      Komisaris       Pembekalan Sertifikasi       16 - 17 April 2025,    Lembaga                              peningkatan kompetensi yang mencakup pelatihan, lokakarya, konferensi, dan seminar
                 Utama           Manajemen Risiko             Jakarta                Pengembangan                         dengan fokus pada tata kelola serta aspek ESG. Rangkaian partisipasi tersebut disajikan
                                 Jenjang 6 Fast Track                                Perbankan Indonesia                  dalam tabel berikut:
Dwi Ary          Wakil           Pembekalan Sertifikasi       16 - 17 April 2025,    Lembaga
Purnomo          Komisaris       Manajemen Risiko             Jakarta                Pengembangan                                                           Pelatihan yang Diikuti oleh Direksi
                 Utama           Jenjang 6 Fast Track                                Perbankan Indonesia

Fahri Hamzah     Komisaris       Pembekalan Sertifikasi       16 - 17 April 2025,    Lembaga                                                                                                    Waktu dan
                                                                                                                               Nama             Jabatan              Jenis Pelatihan                                 Penyelenggara
                                 Manajemen Risiko             Jakarta                Pengembangan                                                                                                Tempat
                                 Jenjang 6 Fast Track                                Perbankan Indonesia                  Nixon L.P.         Direktur           Win the Market with         7 Februari 2025      PT Bank Tabungan
Ida Nuryanti     Komisaris       Pembekalan Sertifikasi       16 - 17 April 2025,    Lembaga                              Napitupulu         Utama              Digital Leadership and                           Negara (Persero) Tbk
                 Independen      Manajemen Risiko             Jakarta                Pengembangan                                                               Customer Centricity
                                 Jenjang 6 Fast Track                                Perbankan Indonesia                  Oni Febriarto      Wakil Direktur     Win the Market with         7 Februari 2025      PT Bank Tabungan
Pietra           Komisaris       Pembekalan Sertifikasi       16 - 17 April 2025,    Lembaga                              Rahardjo           Utama              Digital Leadership and                           Negara (Persero) Tbk
Machreza         Independen      Manajemen Risiko             Jakarta                Pengembangan                                                               Customer Centricity
Paloh                            Jenjang 6 Fast Track                                Perbankan Indonesia                                                        Pembekalan Sertifikasi      13 Maret 2025,       Garda Multi Talenta
                                 Risk Management              18 - 19 Juni 2025,     Indonesian Risk                                                            Manajemen Risiko            Jakarta
                                 Refreshment -                Batam                  Professional                                                               Jenjang 7
                                 Kesiapan Industri                                   Association (IRPA)                   Eko Waluyo         Direktur           Win the Market with         7 Februari 2025      PT Bank Tabungan
                                 Perbankan dalam                                                                                             Human              Digital Leadership and                           Negara (Persero) Tbk
                                 Merespon Eskalasi                                                                                           Capital &          Customer Centricity
                                 Climate Risk & Cyber                                                                                        Compliance
                                 Risk 2025                                                                                                                      Pembekalan Sertifikasi      13 Maret 2025,       Garda Multi Talenta
                                                                                                                                                                Manajemen Risiko            Jakarta
Panangian        Komisaris       Pembekalan Sertifikasi       16 - 17 April 2025,    Lembaga                                                                    Jenjang 7
Simanungkalit    Independen      Manajemen Risiko             Jakarta                Pengembangan
                                 Jenjang 6 Fast Track                                Perbankan Indonesia                  Hirwandi Gafar     Direktur           Win the Market with         7 Februari 2025      PT Bank Tabungan
                                                                                                                                             Consumer           Digital Leadership and                           Negara (Persero) Tbk
                                                                                                                                             Banking            Customer Centricity

                                                                                                                          Nofry Rony         Direktur           Win the Market with         7 Februari 2025      PT Bank Tabungan
                                                                                                                          Poetra             Finance &          Digital Leadership and                           Negara (Persero) Tbk
                                                                                                                                             Strategy           Customer Centricity

                                                                                                                          Setiyo Wibowo      Direktur Risk      Win the Market with         7 Februari 2025      PT Bank Tabungan
                                                                                                                                             Management         Digital Leadership and                           Negara (Persero) Tbk
                                                                                                                                                                Customer Centricity




104             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 105
                                   Pendahuluan     Profil dan           Membangun Ekosistem         Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui    Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN       Keuangan Berkelanjutan      Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                             Digitalisasi




                                                                       Waktu dan                                                berbagai pelatihan, sertifikasi, lokakarya, konferensi, dan seminar, termasuk yang
      Nama           Jabatan           Jenis Pelatihan                                           Penyelenggara
                                                                        Tempat
                                                                                                                                berfokus pada aspek ESG. Rincian program pelatihan yang telah diikuti pegawai disajikan
Tan Jacky         Direktur         Pembekalan & Uji                 29-30 April 2025      Lembaga
                                                                                                                                pada tabel berikut:
Chen              Information      Kompetensi Sertifikasi                                 Pengembangan
                  Technology       Manajemen Risiko                                       Perbankan Indonesia
                                   Jenjang 7 Fast Track                                                                                                           Pelatihan yang Diikuti oleh Pegawai
Venda Yuniarti    Direktur         Pembekalan & Uji                 29-30 April 2025      Lembaga
                                                                                                                                                                                                                                      Jumlah
                  Treasury &       Kompetensi Sertifikasi                                 Pengembangan                           No               Nama Pelatihan                     Waktu Pelaksanaan               Metode
                                                                                                                                                                                                                                      Peserta
                  International    Manajemen Risiko                                       Perbankan Indonesia
                  Banking          Jenjang 7 Fast Track                                                                           1   Penawaran dan pemasaran produk               April, Agustus & Oktober         Classroom                   94
                                                                                                                                      yang bertanggung jawab
Helmy Afrisa      Direktur         Pembekalan & Uji                 29-30 April 2025      Lembaga
Nugroho           Corporate        Kompetensi Sertifikasi                                 Pengembangan                           2    Manajemen privasi data                       Juni - Desember                  Hybrid                  12.274
                  Banking          Manajemen Risiko                                       Perbankan Indonesia
                                   Jenjang 7 Fast Track                                                                          3    Keamanan siber                               Januari - Desember               Hybrid                 40.834

I Nyoman Sugiri Direktur           Risk Management                  18 - 19 Juni 2025,    Indonesian Risk                        4    Identifikasi risiko ESG                      Januari - Desember               Hybrid                    1.579
Yasa            Operations         Refreshment -                    Batam                 Professional
                                                                                                                                 5    Program bimbingan                            Januari - Desember               Hybrid                     896
                                   Kesiapan Industri                                      Association (IRPA)
                                   Perbankan dalam                                                                               6    Praktik keberagaman                          Maret - Juli & Desember          Hybrid                  16.060
                                   Merespon Eskalasi
                                                                                                                                  7   Pencegahan pencucian uang dan                Maret & Mei                      Hybrid                  14.953
                                   Climate Risk & Cyber
                                                                                                                                      pendanaan terorisme
                                   Risk 2025

Rully Setiawan    Direktur       Pembekalan & Uji                   24-25 April 2025,     Indonesian Risk                        8    Pencegahan fasilitasi penghindaran           November                         Classroom                   104
                  Network &      Kompetensi Sertifikasi             Jakarta               Professional                                pajak
                  Retail Funding Manajemen Risiko                                         Association (IRPA)                     9    Inisiatif ESG                                April - Mei & September          Hybrid                  21.990
                                 Jenjang 7
                                                                                                                                 10   Antisuap dan korupsi                         Juni - Oktober                   Classroom                   105
Hermita           Direktur         Chief Business                   20-22 Agustus         Danantara x INSEAD
                  Commercial       Development Officer              2025, Singapura                                              11   Kode etik bisnis                             Juni - November                  Hybrid                     766
                  Banking          (CBDO)

                                                                                                                                           Jumlah Pegawai yang Mendapatkan Pelatihan Berdasarkan Status
Pengembangan Kompetensi Pegawai
                                                                                                                                                      Keterangan                              2025                   2024               2023

                                                                                                                                Pegawai Tetap                                                        11.323             12.699               11.270
BTN memastikan seluruh pegawai, baik pegawai tetap, pegawai kontrak, pegawai
                                                                                                                                Pegawai Kontrak                                                         91                   148               775
paruh waktu maupun alih daya, memperoleh akses yang setara terhadap program
                                                                                                                                Pegawai Paruh Waktu dan Alih Daya                                    8.092               7.738               8.087
pengembangan kompetensi. Pendekatan inklusif ini dirancang untuk membangun
budaya kerja yang mendorong pembelajaran berkelanjutan dan peningkatan kapasitas                                                Total Pegawai                                                       19.506             20.585               20.132

SDM di seluruh lini operasional. Sepanjang 2025, pegawai BTN berpartisipasi dalam




105              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 106
                                     Pendahuluan     Profil dan         Membangun Ekosistem           Mengelola Lingkungan yang      Menumbuhkan Potensi dan       Menguatkan Masyarakat melalui      Menggerakkan Inovasi       Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                     Perjalanan BTN     Keuangan Berkelanjutan        Bertanggung Jawab              Kesejahteraan Pegawai         Kepedulian dan Inklusi             Produk Keuangan dan        Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




                                                            Jumlah dan Rata-rata Jam Pelatihan Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin [GRI 404-1]

                                                                                                                                   2025                                             2024                                          2023
                                         Keterangan
                                                                                                                 Laki-laki                 Perempuan               Laki-laki               Perempuan             Laki-laki                 Perempuan

Jumlah Pegawai                                                                                                            5.684                        5.730                6.560                    6.287                    6.288                    5.757

Jumlah Peserta Pendidikan dan Pelatihan                                                                                   16.968                      17.443               16.941                   15.630                   17.342                  14.086

Jumlah Jam Pendidikan dan Pelatihan                                                                                      414.861                    382.760              334.376                   322.746              393.096                     349.610

Rata-rata Jam Pendidikan dan Pelatihan per Peserta                                                                         24,45                       21,94               19,74*                    20,65                    22,67                   24,82

Rata-rata Jam Pendidikan dan Pelatihan per Orang                                                                           72,99                      66,80                50,97*                    51,34                    65,52                   60,73

Total Peserta Pendidikan dan Pelatihan                                                                                            34.411                                         32.571                                           31.428

Persentase Pegawai yang Mendapatkan Pendidikan dan Pelatihan                                                                       100%                                             100%                                          100%

Total Jam Pendidikan dan Pelatihan                                                                                                797.621                                       667.122                                          742.706
*Data disajikan kembali
**Tidak termasuk pegawai alih daya



                                                          Jumlah dan Rata-rata Jam Pelatihan Pegawai Berdasarkan Jenjang Jabatan [GRI 404-1]

                                                          2025                                                                              2024                                                                    2023
      Jenjang Jabatan                                Jumlah Total            Rata-rata Jam                                           Jumlah Total              Rata-rata Jam                                   Jumlah Total             Rata-rata Jam
                               Jumlah Peserta                                                            Jumlah Peserta                                                               Jumlah Peserta
                                                    Jam Pelatihan              Pelatihan                                            Jam Pelatihan                Pelatihan                                    Jam Pelatihan               Pelatihan

Level 5B (22)                                 34                      723                        21                        20                         386                      19                      13                       290                        22

Level 4C-5A (19-21)                         525                   12.689                         24                       482                       8.244                      17                    599                      13.874                       23

Level 3C-4B (15-18)                       5.882                  115.670                         20                     5.786                  96.066                          17                   5.792                    111.066                       19

Level 3A-3B (13-14)                       8.430                 219.708                          26                     8.676                  164.066                         19                   9.061                    317.128                       35

Level 2D-2F (11-12)                       13.462                290.819                          22                    13.020                  280.402                         22                  12.395                    234.147                       19

Level 2A-2C (8-10)                        6.078                  158.012                         26                     4.587                      118.002                     26                   3.568                    66.201                        19
22= Executive Vice President                       14= Assistant Manager
21= Senior Vice President                          13= Assistant Manager
20= Vice President                                 12= Senior Staff
19= Vice President                                 11= Senior Staff
18= Assistant Vice President                       10= Staff
17= Senior Manager                                 9= Staff
16= Manager                                        8= Junior Staff
15= Manager                                        *Tidak termasuk pegawai alih daya




106               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 107
                                 Pendahuluan     Profil dan          Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




Program Pelatihan Pengembangan Pekerjaan Spesifik [GRI 404-2]

BTN tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi umum, tetapi juga                                                    pengembangan karier dan peningkatan daya saing Bank di industri perbankan.
mengembangkan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap bidang                                                   Pelaksanaan program sertifikasi dilakukan sesuai standar industri dan ketentuan yang
pekerjaan. Program job specific development dirancang untuk memperkuat keahlian                                           berlaku, melalui kerja sama dengan lembaga sertifikasi profesi yang diakui. Jenis
teknis pegawai agar mampu menjalankan peran dan tanggung jawabnya secara efektif                                          sertifikasi yang dimiliki pegawai BTN ditampilkan dalam tabel berikut:
di tengah dinamika industri perbankan. Pelatihan ini disusun berdasarkan kebutuhan
jabatan dan fungsi kerja, sehingga mendukung pengembangan kompetensi yang                                                                                 Jumlah Jenis Sertifikasi Pegawai
relevan dan aplikatif. Pelaksanaan program dilakukan melalui kerja sama dengan
                                                                                                                                                 Keterangan                            2025                  2024               2023
pihak ketiga yang kompeten, termasuk institusi pendidikan, lembaga pelatihan, dan
                                                                                                                          Sertifikasi Sistem Manajemen Risiko (SMR)                          2.067              3.297                2.555
mitra profesional, guna memastikan kesesuaian materi dengan standar industri dan
                                                                                                                          Sertifikasi Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana                       199
kebutuhan bisnis Bank. Sepanjang 2025, BTN menyediakan lebih dari 457 jenis pelatihan                                                                                                                               175                  110
                                                                                                                          (WAPERD)
yang dapat diakses secara virtual, mencakup area bisnis, kredit risiko, kepemimpinan,
                                                                                                                          Sertifikasi Treasury                                                  44                  40                   40
serta sales and service.
                                                                                                                          Biaya Pengambangan Kompetensi
                Program Pelatihan Pengembangan Pekerjaan Spesifik
                                                                                                                          Pada 2025, BTN memperkuat fokus pengembangan kompetensi pegawai dengan
                                   Jumlah Jenis         Jumlah                                Jumlah Jam
          Pelatihan                                                          Metode                                       meningkatkan anggaran pelatihan sebesar 24,55% dibandingkan tahun sebelumnya.
                                     Pelatihan          Pegawai                                Pelatihan

Commercial Banking Academy                     45                 5.093            Hybrid              67.910             Investasi ini didorong oleh kebutuhan untuk memastikan seluruh pegawai memiliki
                                                                                                                          keterampilan yang relevan dan adaptif terhadap perubahan industri. Untuk mendukung
Consumer Banking Academy                       54                 8.823            Hybrid            202.459
                                                                                                                          efektivitas program, Bank menerapkan metode blended learning yang menggabungkan
GRC Academy                                    29                 4.143            Hybrid             52.992
                                                                                                                          pembelajaran daring, kelas virtual, dan pembelajaran mandiri. Pendekatan ini
IT & Digital Academy                           64                  533             Hybrid               14.801
                                                                                                                          memberikan fleksibilitas tanpa mengurangi kualitas materi, sehingga penguatan
Leadership Academy                              22                8.253            Hybrid            200.585
                                                                                                                          kompetensi teknis maupun keterampilan masa depan dapat dilakukan secara optimal.
Operations & Finance Academy                   171                8.268            Hybrid             162.270
                                                                                                                          Rincian alokasi anggaran pengembangan kompetensi disajikan pada tabel berikut:
Sharia Business Academy                        63                  3.131           Hybrid             46.395

Treasury & Capital Market                                                                                                  Biaya Pengembangan Kompetensi (Juta Rupiah)                                 Pertumbuhan
                                                 9                 1.912           Hybrid               8.416
Academy
                                                                                                                                    2025                          2024                    Juta Rupiah                     Persen

                                                                                                                                   131.435                       105.530                      25.905                       24,55
Sebagai penguatan lanjutan, BTN juga menyediakan program sertifikasi profesional bagi
pegawai pada bidang pekerjaan yang memerlukan spesialisasi tertentu. Sertifikasi ini
berfungsi sebagai pengakuan formal atas kompetensi pegawai sekaligus mendukung




107            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 108
                                           Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                           Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                             Digitalisasi




Pengembangan Karier                                                                                                              Selain pemetaan potensi, BTN juga menjalankan program job posting untuk memberikan
                                                                                                                                 kesempatan yang lebih luas bagi pegawai mengembangkan karier melalui kompetisi
BTN menerapkan program perencanaan dan pengembangan suksesi yang komprehensif                                                    yang transparan.
di berbagai tingkatan bagi seluruh pegawai sesuai potensi dan kebutuhan organisasi.
Setiap individu dipetakan melalui matriks potensi berbasis kinerja dan kapabilitas masa
                                                                                                                                   Proses Pelaksanaan Program Job Posting
depan untuk merancang strategi pengembangan yang tepat. Sistem ini mencakup
multiple level, dari staf hingga kepemimpinan, guna memastikan kesinambungan talent
pipeline dan kesiapan suksesi.
                                                                                                                                             PENGUMUMAN

                                                                                                                                           Bank akan memberikan pengumuman kepada seluruh pegawai
  Matriks Pengembangan Karir BTN
                                                                                                                                           tentang lowongan untuk jabatan tertentu, disertai dengan kriteria
                                                                                                                                           kandidat yang diinginkan.

                                      7 NEED TO
                Tinggi




                                                            8 POTENTIAL              9 STAR
                                       DEVELOP
                                                                                                                                             SELEKSI

                                                                                                                                           BTN menyelenggarakan proses seleksi berdasarkan kesesuaian
      KINERJA


                Sedang




                                       4 SLOW                                                                                              kriteria posisi dengan pendaftar. Seleksi bersifat on-desk
                                                             5 AVERAGE            6 POTENTIAL
                                       STARTER
                                                                                                                                           maupun tatap muka (wawancara, simulasi, dsb).
                Rendah




                                                                 2 SLOW           3 NEEDS TO
                                        1 UNFIT
                                                                 STARTER           DEVELOP                                                   PENETAPAN

                                                                                                                                           Direksi akan memutuskan pegawai yang terpilih dari hasil seleksi
                                                                                                                                           untuk mengisi jabatan tersebut.
                                           Rendah                Sedang                 Tinggi



                                                                 POTENSI
                                                                                                                                             PENEMPATAN

                                                                                                                                           Pegawai yang terpilih ditempatkan pada jabatan tersebut.




108                      PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 109
                                  Pendahuluan     Profil dan          Membangun Ekosistem        Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi        Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan     Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan         Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                           Digitalisasi




Untuk memastikan ketersediaan talenta
                                                              Proses Perencanaan Suksesor                                                                                                Program Pengembangan
pada posisi strategis, BTN menerapkan
                                                                                                                                                                                         • Komunikasi terkait program
                                                              untuk Posisi Strategis
proses   perencanaan       suksesi      melalui                                                                                                                                            pengembangan kepada suksesor
nominasi dan seleksi pegawai berpotensi                                                                                                                                                  • Melaksanakan program pengembangan

tinggi   berdasarkan       tahapan        yang                Pengawasan dan Evaluasi
terstruktur.                                                  • Pengawasan                                                                                                               Mengidentifikasi Suksesor
                                                              • Evaluasi                                                                                                                 • Menentukan kriteria kesuksesan di posisi
                                                                                                                                                                                           tujuan
                                                                                                                                                                                         • Menentukan kesesuaian profil dan
                                                                                                                                                                                           kesiapan suksesor
                                                                                                                                                                                         • Memiliki dan menetapkan suksesor




                                                              Mulai                Mengidentifikasi Posisi Kunci                                                                 Integrasi dengan Proses HC Lainnya



                                                                                   • Kriteria posisi kunci                                                                       • Pembelajaran dan pengembangan
                                                                                   • Metode identifikasi dan finalisasi                                                          • Manajemen kinerja
                                                                                     posisi kunci                                                                                • Perpindahan pegawai (mobilitas)




Upaya    ini   diperkuat    melalui      Talent                                                         Jumlah Peserta Program TAP, FLMDP, MMDP dan SMDP Tahun 2025
Acceleration     Program       (TAP),     yang
                                                             Person Grade                      TAP Batch 1                   TAP Batch 2             BTN Millennial Leader           Regional Leader Development Program (RLDP)
mempersiapkan calon pemimpin masa
                                                                      2E                            -                             -                            -                                                  -
depan di level BOD–1 hingga BOD–3
                                                                      3A                            -                             -                            -                                                  -
melalui dua jalur, yaitu fast-track bagi
                                                                      3B                            -                             18                           4                                                  -
pegawai di bawah 40 tahun dan BTN
Millennials Program untuk pegawai baru                                3C                           53                            45                            42                                                 7

berusia kurang dari 26 tahun dan juga                                 3D                           32                             11                           9                                                  15

pegawai existing di bawah usia 30 tahun.                           3E/4A                            9                             1                             1                                                 11

                                                                      4B                            2                             -                            -                                                  5

                                                                      4C                            -                             -                            -                                                  1

                                                                   Jumlah                          96                            75                            56                                                 39




109             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 110
                                     Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                     Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




TAP berfokus pada penguatan kepemimpinan, perluasan eksposur, dan pendalaman                                               Untuk memastikan kesetaraan, BTN menerapkan strategi remunerasi berbasis kinerja
pengalaman melalui rotasi jabatan dengan pendekatan dual path, yang memberikan                                             yang mencakup kenaikan upah berdasarkan prestasi (merit increase), insentif, dan
peluang pengembangan baik pada jalur manajerial maupun fungsional. Pemilihan jalur                                         bonus sesuai kontribusi individu dan tim. Kebijakan ini menjamin kesempatan karier
dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi pegawai, dan                                            yang setara bagi seluruh pegawai, termasuk pegawai perempuan, melalui penyesuaian
aspirasi karier.                                                                                                           remunerasi yang mempertimbangkan jabatan, masa kerja, beban kerja, dan prestasi.
                                                                                                                           Pendekatan evaluasi yang komprehensif ini membantu memperkuat keterlibatan
Untuk mendukung pertumbuhan karier, BTN juga merancang struktur jenjang karier                                             pegawai serta memastikan kesiapan talenta BTN dalam mendukung tujuan bisnis pada
yang jelas berdasarkan kategori jabatan, job family, serta perencanaan karier                                              masa depan.
individual yang terintegrasi dengan kurikulum pembelajaran. Selain itu, pada 2025 Bank
menyelenggarakan program coaching bagi pegawai untuk memperkuat keterampilan                                                        BTNers Excellence Award 2025 (BXA 2025)
teknis maupun nonteknis, seperti kepemimpinan, komunikasi, manajemen tantangan,
dan keseimbangan kerja–hidup (work life balance). Melalui berbagai inisiatif tersebut,
BTN membangun ekosistem karier yang transparan, terarah, dan memungkinkan setiap
pegawai berkembang secara optimal.


Penilaian Kinerja Rutin dan Proses Umpan Balik

Dalam peninjauan dan penilaian kinerja pegawai, BTN berpedoman pada Kebijakan
Umum Sumber Daya Manusia Nomor KU.3 tentang Pengelolaan Manajemen Karier.
Melalui kebijakan ini, Bank memastikan bahwa setiap proses evaluasi dilakukan secara
objektif dan tidak membedakan pegawai berdasarkan jenis kelamin, melainkan berfokus
pada kompetensi, capaian kinerja, dan potensi masing-masing individu. Hasil evaluasi
tersebut menjadi dasar dalam pengambilan keputusan terkait promosi, mutasi, maupun                                            Penyelenggaraan BTNers Excellence Award 2025 (BXA 2025) menjadi bagian dari
peluang pengembangan karier. [GRI 3-3]                                                                                        perayaan HUT ke-75 sekaligus wujud komitmen perusahaan dalam memperkuat
                                                                                                                              EVP yang selaras dengan aspirasi pemegang saham terkait peningkatan
Sepanjang 2025, BTN memberikan umpan balik hasil penilaian kepada 100% pegawai,                                               produktivitas dan implementasi program kesejahteraan pegawai. Pada acara
mencakup seluruh level jabatan tanpa pengecualian. Penilaian dilakukan melalui tinjauan                                       yang dihadiri Komisaris Utama Chandra M. Hamzah dan Wakil Direktur Utama
semesteran dan tahunan menggunakan indikator kinerja utama (key performance                                                   Oni Febriarto Rahardjo tersebut, Bank memberikan apresiasi kepada pegawai
indicator/KPI),     kemudian       diperkuat       dengan       program       Continuous        Professional                  berprestasi melalui lima kategori penghargaan: Best Employee, Best Innovation,
Development (CPD) sebagai mekanisme dialog terbuka mengenai pencapaian, area                                                  Best Change Agent, Best Service, dan Best Performance 2024, sebagai dorongan
pengembangan, serta rencana karier. [GRI 404-3]                                                                               untuk membangun budaya kerja yang adaptif, inovatif, dan berorientasi kinerja.




110                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 111
                                    Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui    Menggerakkan Inovasi       Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan        Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




Pelindungan dan Pemenuhan Hak Pegawai


BTN berkomitmen melindungi hak-hak pegawai sebagai fondasi terciptanya kepuasan                                           BTN memastikan tidak terdapat perbedaan rasio gaji pokok maupun total remunerasi
kerja, kinerja yang baik, serta keberlanjutan bisnis. Komitmen ini diwujudkan melalui                                     antara pegawai laki-laki dan perempuan pada jabatan yang sama. Konsistensi tersebut
kebijakan yang memastikan setiap pegawai bekerja dalam lingkungan yang aman, adil,                                        tecermin dari rasio median gaji laki-laki dan perempuan yang berada pada angka satu
dan menghargai keseimbangan antara tugas dan waktu istirahat.                                                             banding satu pada tahun pelaporan. Total gaji pegawai laki-laki dan perempuan masing-
                                                                                                                          masing sebesar Rp89,2 miliar dan Rp62,4 miliar, dengan rata-rata gaji Rp15,8 juta untuk
Pencegahan kerja paksa diterapkan melalui Kebijakan Umum Sumber Daya Manusia                                              laki-laki dan Rp11,1 juta untuk perempuan. Variasi ini mencerminkan perbedaan distribusi
Nomor KU.3 mengenai Hari dan Jam Kerja, yang mengatur waktu kerja secara jelas                                            jabatan, bukan bentuk diskriminasi, karena sistem pengupahan berbasis person grade
dan menegaskan pemberian kompensasi lembur bagi pegawai yang bekerja di luar                                              dan capaian kinerja tetap diterapkan secara konsisten. [GRI 405-2]
ketentuan jam kerja. Dengan kebijakan tersebut, BTN memastikan tidak ada praktik kerja
paksa dalam seluruh kegiatan operasional. [GRI 409-1]                                                                                           Komposisi Gaji Pegawai Laki-laki dan Perempuan

                                                                                                                                Jenis Kelamin              Jumlah               Total Gaji         Rata-rata Gaji            Median Gaji
BTN juga menjaga komunikasi dua arah dengan pegawai melalui penyampaian informasi
                                                                                                                          Laki-laki                               5.684        89.234.863.664                 15.855.519          10.230.552
terkait kebijakan, prosedur, dan pengembangan karier. Seluruh ketentuan terbaru
                                                                                                                          Perempuan                               5.730        62.439.957.044                 11.074.842           8.814.926
dapat diakses melalui aplikasi PPDigital sehingga pegawai memperoleh informasi yang
                                                                                                                          Jumlah                                  11.414      151.674.820.708             26.930.361             19.045.478
konsisten dan transparan.


Remunerasi Pegawai                                                                                                        Struktur gaji Bank juga disesuaikan dengan ketentuan pemerintah, termasuk Undang-
                                                                                                                          Undang Cipta Kerja Nomor 6 Tahun 2023. BTN menetapkan gaji minimal di atas Upah
BTN menerapkan kebijakan remunerasi yang adil, transparan, dan bebas diskriminasi                                         Minimum Regional dan melakukan peninjauan gaji sedikitnya satu kali per tahun. BTN
sesuai prinsip keberagaman serta ketentuan ketenagakerjaan. Remunerasi diberikan                                          juga menjaga daya saing remunerasi dengan mempertahankan tingkat gaji pada
sebagai bentuk penghargaan atas kinerja dan tanggung jawab pegawai, serta tidak                                           persentil di atas P60 industri. BTN juga memastikan kepatuhan terhadap ketentuan upah
dipengaruhi oleh jenis kelamin, suku, ras, agama, karakteristik personal, atau faktor                                     minimum yang berlaku bagi seluruh pekerja, termasuk pekerja non-pegawai/tenaga
lain di luar kompetensi. Kebijakan ini tertuang dalam Kebijakan Khusus Nomor KK.3 B                                       alih daya. Pemberian upah bagi pekerja non-pegawai dilakukan dengan mengacu pada
tentang Remunerasi dan mengacu pada peraturan Otoritas Jasa Keuangan, termasuk                                            upah minimum sesuai wilayah penempatan kerja dan ketentuan peraturan perundang-
Peraturan OJK Nomor 45/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola dalam Pemberian                                         undangan yang berlaku. [GRI 202-1, 409-1] [OJK F.20]
Remunerasi bagi Bank Umum dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 40/
SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola dalam Pemberian Remunerasi bagi Bank                                          Sebagai implementasi menyeluruh dari kebijakan remunerasi, BTN menyediakan
Umum. [GRI 3-3]                                                                                                           berbagai manfaat bagi seluruh pegawai. Manfaat tersebut mencakup gaji pokok,
                                                                                                                          penyesuaian gaji tahunan, tunjangan hari raya, uang cuti tahunan, dan uang cuti besar



111               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 112
                                       Pendahuluan       Profil dan       Membangun Ekosistem        Mengelola Lingkungan yang      Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                         Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan     Bertanggung Jawab              Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                Digitalisasi




setiap tiga tahun masa kerja. BTN juga memastikan bahwa hak cuti tahunan tidak                                                   Sebagai Bank yang berorientasi pada kinerja, remunerasi diberikan selaras dengan
hanya diberikan secara administratif, tetapi benar-benar diambil oleh pegawai melalui                                            pencapaian individu, unit kerja, dan kinerja organisasi. Pegawai yang bekerja melampaui
pemantauan dan pengelolaan cuti yang terintegrasi sebagai bagian dari upaya menjaga                                              jam kerja resmi menerima kompensasi lembur sesuai ketentuan yang berlaku dan
keseimbangan kehidupan kerja dan kesejahteraan pegawai. Bank juga menyediakan                                                    proporsional dengan jenjang jabatan. Remunerasi variabel juga diberikan sesuai
fasilitas kesehatan komprehensif untuk pegawai dan keluarganya, termasuk rawat inap,                                             kebutuhan organisasi dan kebijakan yang berlaku, meliputi uang lembur, uang sandang,
rawat jalan pascarawat inap, biaya melahirkan, layanan gigi, pemeriksaan kesehatan,                                              bonus penjualan, bonus tahunan, serta tunjangan lokasi dan jabatan. Sesuai Kebijakan
hingga bantuan pembelian kacamata. BTN memastikan bahwa manfaat non-gaji ini                                                     Khusus Nomor KK.3.B tentang Remunerasi, Bank juga menyediakan skema Long-Term
diberikan secara setara, termasuk untuk pegawai kontrak.                                                                         Incentive (LTI) dalam bentuk saham, uang tunai, atau fasilitas lain yang ditetapkan direksi,
                                                                                                                                 sebagai mekanisme retensi dan penghargaan atas pencapaian strategis perusahaan.
                                    Komponen Remunerasi Pegawai
                                                                                                                                 [GRI 409-1] [OJK F.20]

              Komponen Remunerasi dan Fasilitas                               Pegawai Tetap        Pegawai Kontrak

Gaji pokok                                                                                                                       Selain itu, BTN memberikan perhatian terhadap kesejahteraan pegawai melalui fasilitas
                                                                                                                                 kredit sejahtera pegawai dan program pemilikan kendaraan (COP), guna membantu
Tunjangan Posisi
                                                                                                                                 pegawai memenuhi kebutuhan dasar mereka secara lebih mudah dan terjangkau.
Tunjangan Jabatan
                                                                                                                                 Seluruh komponen remunerasi dan fasilitas tersebut disesuaikan dengan status
Tunjangan Hari Raya (THR)                                                                                                        kepegawaian, dan hak pegawai kontrak dipastikan sejalan dengan standar yang
Tunjangan Cuti Tahunan dan Cuti Besar                                                                                            berlaku. [GRI 401-2]

Uang Sandang *)
                                                                                                                                 Program Ekuitas Pegawai
Tunjangan (perumahan, kendaraan, keahlian, lokasi, pajak)

Bonus Kinerja                                                                                                                    Sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas kebijakan insentifnya,

Kredit Sejahtera Pegawai (KSP)
                                                                                                                                 BTN telah menyelesaikan pelaksanaan program MESA (Management Employee Stock
                                                                                                                                 Allocation) dan MESOP (Management and Employee Stock Option Plan) pada tahun 2016.
Program Pensiun
                                                                                                                                 Kedua program tersebut sebelumnya menjadi instrumen insentif berbasis saham yang
BPJS (Ketenagakerjaan, Kesehatan)                                                                                                ditujukan untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan pegawai, pejabat eksekutif,
Fasilitas Pemeliharaan Kesehatan Berkala                                                                                         Direksi, serta Dewan Komisaris melalui kesempatan kepemilikan saham.

Bantuan Pengobatan
                                                                                                                                 Sejak     penyelesaian       program        tersebut,        BTN   tidak      memperpanjang            ataupun
Bantuan Uang Duka
                                                                                                                                 memperkenalkan skema serupa bagi jajaran manajemen maupun pegawai. Bank memilih
Penghargaan Masa Kerja                                                                                                           untuk meninjau kembali relevansi insentif berbasis saham dan mengarahkan fokus pada
*Diberikan dalam bentuk seragam (front liner, superstaff, priority banking)                                                      bentuk penghargaan lain yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan organisasi dan
                                                                                                                                 strategi jangka panjang. Langkah ini mencerminkan penyesuaian kebijakan pengelolaan
                                                                                                                                 SDM BTN terhadap dinamika bisnis dan prioritas perusahaan saat ini.



112                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 113
                                 Pendahuluan     Profil dan         Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN     Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                     Digitalisasi




Employee Well-Being Program                                                                                              Selain program tersebut, Bank juga menyediakan fasilitas penunjang produktivitas yang
                                                                                                                         semakin memperkaya pengalaman pegawai, seperti co-working area, daycare, nursery
BTN terus memperkuat penerapan EVP melalui pengembangan budaya kerja yang                                                room, serta revitalisasi gym center yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan
mendukung kesehatan fisik dan mental seluruh pegawai. Sepanjang 2025, Bank                                               bekerja.
mengimplementasikan berbagai program kesejahteraan yang terstruktur untuk
meningkatkan kenyamanan, kebugaran, dan keseimbangan hidup pegawai. Rangkaian                                                       BTNers Club
program tersebut disajikan pada tabel berikut:

 No   Nama Program                   Deskripsi                                     Tujuan

  1   Employee           Program peningkatan kesehatan            Meningkatkan kesehatan pegawai
      Wellness           pegawai, mencakup kesehatan              BTN untuk menunjang kinerja dan
      Program (EWP)      fisik dan mental, melalui                mendukung kesejahteraan mereka.
                         penyediaan platform konsultasi
                         dengan para ahli.

  2   Roadshow Pekan     Program sosialisasi ke seluruh • Pegawai mendapatkan
      Sehat              wilayah kerja BTN mengenai       pemahaman mengenai
                         program peningkatan kesehatan    pentingnya menjaga kesehatan
                         pegawai dan penggunaan           demi peningkatan produktivitas
                         platform konsultasi kesehatan.   dalam bekerja.                                                    Penguatan budaya sehat dan kolaboratif turut diwujudkan melalui BTNers Club,
                                                        • Pegawai dapat memanfaatkan                                        wadah yang menaungi 26 komunitas olahraga, seni, dan kerohanian. Keberadaan
                                                          platform yang telah disediakan
                                                                                                                            BTNers Club mendukung terciptanya work-life harmony sekaligus membuka
                                                          sebagai media konsultasi
                                                          kesehatan.                                                        ruang bagi pegawai untuk mengembangkan hobi, berinteraksi lintas unit, dan
                                                                                                                            memperluas jejaring informal. Sebagai bagian dari Employee Wellbeing Program
  3   Financial          Program peningkatan                      Pegawai dapat mengelola keuangan
      Wellness Webinar   awareness pegawai dalam                  secara baik sehingga dapat                                (EWP), inisiatif ini membantu membangun lingkungan kerja yang lebih positif,
                         pengelolaan keuangan.                    mencapai financial wellness.                              inklusif, dan produktif.
  4   Pekan Sehat        Program peningkatan kesehatan            • Pegawai dapat membentuk pola
      dan Seminar        pegawai melalui mini medical               hidup sehat yang lebih konsisten
                                                                                                                            Pada tahun 2025, komitmen tersebut diperkuat melalui penyelenggaraan BTN Mini
      Kesehatan          check up MCU dan seminar                   serta memperoleh wawasan
                         kesehatan selama satu minggu               mengenai hidup sehat dari para                          Olympic 2025, event tahunan dalam rangka HUT BTN yang menghadirkan kompetisi
                         dengan tema “Fit at Work, Happy            ahli.                                                   olahraga dan seni antarpegawai. Kegiatan ini melibatkan kontingen dari setiap
                         in Life ”.                               • Pegawai mendapatkan gambaran                            Regional Office (RO) dan menjadi sarana aktualisasi, sportivitas, serta kolaborasi
                                                                    kondisi kesehatan terkini melalui
                                                                                                                            lintas wilayah. Melalui BTN Mini Olympic, BTN menumbuhkan energi positif,
                                                                    pemeriksaan yang dilakukan.
                                                                                                                            memperkuat keterikatan pegawai, dan mendukung keseimbangan kehidupan
  5   Donor Darah        Program ini merupakan kegiatan           Memfasilitasi pegawai BTN dalam
                         rutin setiap tiga bulan dan telah        menjaga kesehatan sekaligus                               kerja dan pribadi sebagai fondasi produktivitas dan kinerja berkelanjutan.
                         mencakup pelaksanaan di                  berkontribusi bagi masyarakat.
                         seluruh Kantor Wilayah.




113            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 114
                                   Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan     Menguatkan Masyarakat melalui      Menggerakkan Inovasi       Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai       Kepedulian dan Inklusi             Produk Keuangan dan        Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                          Digitalisasi




Melalui integrasi program kesejahteraan dan penguatan komunitas internal, BTN                                            Cuti Melahirkan
berupaya menjaga kesejahteraan pegawai secara menyeluruh sehingga mereka dapat
terus berkontribusi secara optimal dan berkelanjutan bagi pertumbuhan Bank.                                              Pemenuhan hak cuti terkait kelahiran menjadi bagian penting dari dukungan BTN
                                                                                                                         terhadap kesejahteraan keluarga pegawai. Melalui Kebijakan Umum Sumber Daya
          BTN Jakarta International Marathon 2025                                                                        Manusia Nomor KU.3 tentang Pengelolaan Hubungan Industrial, Bank mengatur secara
                                                                                                                         jelas berbagai bentuk cuti yang dapat dimanfaatkan pegawai. Pegawai perempuan
                                                                                                                         memperoleh hak cuti melahirkan selama tiga bulan, sedangkan pegawai laki-laki
                                                                                                                         menerima lima hari cuti untuk mendampingi proses kelahiran. BTN juga memberikan
                                                                                                                         cuti keguguran selama 45 hari bagi pegawai perempuan tetap serta menyediakan cuti
                                                                                                                         memperoleh keturunan hingga 30 hari sesuai ketentuan yang berlaku. Informasi lengkap
                                                                                                                         mengenai pelaksanaan hak cuti tersebut ditampilkan pada tabel berikut: [GRI 401-3]


                                                                                                                                                                   Tabel Cuti Melahirkan

                                                                                                                                                                                   2025                   2024                       2023
                                                                                                                                          Keterangan
                                                                                                                                                                               L          P           L          P              L           P

                                                                                                                         Jumlah pegawai yang berhak
                                                                                                                                                                              3.874       3.068      4.597       3.593        4.506         3.520
                                                                                                                         menerima cuti melahirkan
      BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2025 berhasil menarik 31.000
                                                                                                                         Jumlah pegawai yang mengambil cuti
      pelari dari dalam dan luar negeri, menjadikannya salah satu ajang lari terbesar                                                                                          285            512      337        384               514      564
                                                                                                                         melahirkan
      di Indonesia. Diselenggarakan berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan                                         Kembali setelah mengambil cuti
                                                                                                                                                                                282        422         332        350           506          472
      berbagai pemangku kepentingan, acara ini menerapkan konsep 4S (Sterile,                                            melahirkan
      Secure, Safety, Smooth) sesuai standar internasional dan kembali meraih                                            *L: Laki-laki, P: Perempuan

      pengakuan World Athletics Label Road Races. Partisipasi komunitas pelari dan
      masyarakat luas menunjukkan tingginya antusiasme terhadap gaya hidup                                               Pada tahun 2025, BTN mencatat sebanyak 282 pegawai laki-laki dan 506 pegawai
      sehat dan wisata olahraga di Jakarta.                                                                              perempuan kembali bekerja setelah masa cuti melahirkan dan tetap dipekerjakan
                                                                                                                         hingga 12 bulan setelah kembali bekerja. Tingkat pegawai laki-laki yang kembali bekerja
      Event ini memberikan dampak sosial dan ekonomi yang kuat melalui peningkatan                                       setelah cuti melahirkan mencapai 98,9%, sementara pada pegawai perempuan tercatat
      okupansi hotel, aktivitas UMKM, serta pertumbuhan transaksi di sektor kuliner,                                     sebesar 82,4%. Adapun tingkat retensi pegawai pascacuti melahirkan mencapai 98,9%
      retail, dan destinasi wisata. Melalui penyelenggaraan yang sukses, BTN JAKIM                                       untuk pegawai laki-laki dan 98,8% untuk pegawai perempuan. Capaian ini mencerminkan
      2025 berkontribusi pada pengembangan ekosistem olahraga, penguatan                                                 komitmen BTN dalam menjaga keberlanjutan karier pegawai, khususnya perempuan,
      keterlibatan dengan komunitas, serta promosi Jakarta sebagai kota destinasi                                        serta efektivitas kebijakan ketenagakerjaan yang mendukung keseimbangan antara
      olahraga bertaraf internasional.                                                                                   tanggung jawab keluarga dan profesional.




114              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 115
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




Program Masa Persiapan Pensiun

BTN memastikan pegawai yang memasuki masa purnatugas memperoleh dukungan                                                3.     Manfaat pensiun maksimum hingga 80 persen dari penghasilan dasar pensiun
yang memadai melalui Program Masa Persiapan Pensiun (MPP). Program yang                                                        sesuai ketentuan dana pensiun BTN.
berlangsung selama 12 bulan ini dirancang untuk membantu pegawai menjalani
masa pensiun dengan lebih siap, baik dari sisi keterampilan, kesiapan mental, maupun                                    Melalui dukungan ini, BTN memastikan pegawainya dapat memasuki masa purnatugas
kesejahteraan jangka panjang. Pelatihan diberikan secara komprehensif dengan                                            dengan kesiapan yang lebih baik sekaligus memberikan penghargaan atas dedikasi
pendekatan yang mencakup aspek emosional, spiritual, dan intelektual, sehingga                                          mereka selama masa kerja.
peserta dapat memasuki masa pensiun secara sehat, produktif, dan berdaya guna. [GRI
404-2]                                                                                                                  Penanganan Keluhan Pegawai

Proses pembelajaran dalam MPP disampaikan melalui tiga metode utama, yaitu:                                             Pengelolaan Keluhan
1.    Experience learning yang membangun pemahaman melalui pengalaman langsung
      dan interaksi dengan peserta lain.                                                                                Hubungan kerja yang sehat dan komunikatif dipandang sebagai fondasi penting dalam
2.    Quantum learning yang mendorong komunikasi dua arah dalam suasana pelatihan                                       membangun lingkungan kerja yang aman, produktif, dan penuh kepercayaan. Untuk
      yang nyaman dan memotivasi perubahan perilaku.                                                                    mendukung hal tersebut, Bank menyediakan berbagai kanal komunikasi internal yang
3.    Metode teknis yang meliputi pemaparan, permainan peran, diskusi, studi kasus,                                     mudah diakses dan dirancang agar setiap pegawai dapat memperoleh informasi secara
      tugas mandiri, dan penggunaan multimedia.                                                                         cepat dan transparan. Salah satunya adalah platform kepegawaian digital BTNBest
                                                                                                                        yang berfungsi sebagai pusat informasi dan layanan terkait administrasi, kebijakan,
Program ini diberikan kepada pegawai tetap yang mendekati usia pensiun sebagai                                          serta pengembangan pegawai.
bentuk apresiasi atas kontribusi selama bekerja di BTN, dengan pemanfaatan yang
dapat disesuaikan dengan perencanaan masing-masing karyawan. Setelah mencapai                                           Selain itu, Bank menyediakan mekanisme pengaduan dan eskalasi isu ketenagakerjaan
usia pensiun, yakni 56 tahun untuk pegawai umum dan 36 tahun untuk pegawai tertentu                                     serta sumber daya manusia yang dilakukan secara berjenjang. Pengaduan disampaikan
seperti teller, customer service, dan sekretaris, pegawai berhak memperoleh manfaat                                     bertahap mulai dari atasan langsung, pimpinan unit kerja, hingga pimpinan Kantor
pensiun sesuai Kebijakan Umum Sumber Daya Manusia Nomor KU.3 tentang Pengelolaan                                        Wilayah atau Satuan Kerja Pengelola Human Capital. Apabila belum terselesaikan,
Pengakhiran Hubungan Kerja. Manfaat pensiun tersebut mencakup: [GRI 201-3]                                              pegawai dapat melibatkan Serikat Pekerja BTN untuk memperoleh pendampingan dalam
                                                                                                                        proses tindak lanjut bersama Satuan Kerja Pengelola Human Capital. Seluruh proses
1.    Program manfaat pasti berdasarkan formula yang ditetapkan dana pensiun.                                           dijalankan dengan menjamin kerahasiaan dan pelindungan identitas pelapor, ditangani
2.    Program iuran pasti yang berasal dari iuran pegawai sebesar 2,5 persen, iuran Bank                                secara objektif dan profesional, serta didukung layanan lanjutan seperti konseling dan
      sebesar 7,5 persen, serta hasil pengembangannya.                                                                  pendampingan oleh tenaga profesional apabila diperlukan.




115             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 116
                                Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui          Menggerakkan Inovasi        Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi                 Produk Keuangan dan         Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                         Digitalisasi




Sebagai bagian dari komitmen menciptakan lingkungan kerja yang berintegritas, BTN juga                                Survei Keterlibatan Pegawai
menerapkan whistleblowing system (WBS) yang dikelola oleh pihak ketiga independen.
Sistem ini memberikan jalur pelaporan yang aman dan rahasia bagi pegawai untuk                                        Survei keterlibatan pegawai dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya untuk memahami
menyampaikan dugaan pelanggaran tanpa takut akan risiko pembalasan apa pun.                                           pengalaman kerja, kebutuhan, dan tingkat motivasi seluruh pegawai. Survei ini mencakup
WBS digunakan tidak hanya untuk pelaporan kecurangan, tetapi juga sebagai sarana                                      100 persen pegawai dan menjadi alat utama untuk menilai efektivitas kebijakan SDM
pengaduan terkait isu ketenagakerjaan dan hak asasi manusia, sesuai Petunjuk Teknis                                   serta mengidentifikasi area yang perlu diperkuat.
Nomor 7-B.2 tentang Pengelolaan Whistleblowing System. Fasilitas ini tersedia sepanjang
waktu, sehingga pegawai dapat menyampaikan laporan kapan pun diperlukan.                                              Penilaian dilakukan menggunakan skala 100, dengan hasil yang menggambarkan
                                                                                                                      tingkat keterlibatan yang kuat di berbagai aspek. Indikator yang diukur mencakup
Sepanjang tahun pelaporan, tidak terdapat kasus pelanggaran terkait lingkungan kerja.                                 manfaat dan kompensasi, manajemen kinerja, pengembangan talenta, kepemimpinan,
Bank tetap memastikan terciptanya lingkungan kerja yang profesional, aman, dan saling                                 kolaborasi, inovasi, hingga kesejahteraan. Rincian hasil penilaian disajikan pada tabel
menghormati melalui penerapan kebijakan serta mekanisme pengawasan yang efektif.                                      indeks keterlibatan berikut:
Setiap indikasi pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku akan ditindaklanjuti secara
objektif dan menyeluruh, dan apabila terbukti terjadi pelanggaran, Bank menjatuhkan                                                                   Tabel Indeks Kepuasan Pegawai
sanksi disiplin yang sesuai dengan kebijakan internal serta peraturan yang berlaku
                                                                                                                              Keterangan                Satuan                    2025                     2024                      2023
sebagai wujud komitmen dalam menegakkan standar perilaku, menjaga keadilan, dan
                                                                                                                      Indeks Kepuasan
memperkuat budaya kerja yang mendorong keterbukaan serta keamanan psikologis.                                         (menunjukkan skor rata               %                       92                           93                   86
                                                                                                                      - rata)
Untuk melengkapi dukungan tersebut, BTN juga menyediakan Legal Klinik, sebuah layanan                                 Cakupan (%pegawai yang
                                                                                                                                                           %                       89                           91                   93
konsultasi daring yang membantu pegawai mendapatkan jawaban atas pertanyaan                                           mengikuti survei)

hukum sederhana terkait tugas sehari-hari. Kehadiran Legal Klinik memastikan pegawai
selalu memiliki akses terhadap informasi hukum yang akurat dan dapat diandalkan,                                      Hasil survei tersebut menjadi dasar bagi pengembangan program strategis dalam
sekaligus memperkuat transparansi serta kepastian dalam proses kerja sehari-hari.                                     peningkatan produktivitas pegawai, kepuasan pegawai (employee wellbeing), serta
                                                                                                                      peningkatan program talent management. Selain itu, hasil survei juga mendorong
                                                                                                                      perbaikan komunikasi antara pegawai dengan manajemen dalam mendukung dan
                                                                                                                      menciptakan budaya kerja yang positif dan produktif.




116           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 117
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




Keselamatan dan Kesehatan Pegawai


Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan [GRI 403-1, 403-2]

Keselamatan dan kesehatan kerja menjadi fondasi penting dalam menciptakan                                               tetap, pegawai kontrak, dan tenaga alih daya, serta pihak ketiga yang bekerja di
lingkungan yang aman, produktif, dan berkelanjutan. Prinsip ini sejalan dengan aspirasi                                 bawah pengawasan BTN. Penerapan SMK3 mencakup seluruh aktivitas di lingkungan
Bank untuk menjadi rumah bagi talenta terbaik Indonesia, yang dapat membuat setiap                                      operasional dan didukung oleh sistem pencatatan terpusat pada Satuan Kerja Human
pegawai bekerja dalam suasana yang memberikan rasa aman baik secara fisik maupun                                        Capital Management serta penyusunan dan penerapan standar operasional prosedur
mental sesuai dengan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.                                           yang memastikan seluruh proses kerja berjalan sesuai dengan standar keselamatan
Untuk menjaga standar tersebut, Bank menetapkan target zero accident dan nol penyakit                                   dan kesehatan kerja. [GRI 403-7, 403-8]
akibat kerja sebagai komitmen utama pelindungan pegawai. [GRI 3-3] [OJK F.21]
                                                                                                                        Pelaksanaan SMK3 dijalankan dengan dukungan pegawai tersertifikasi Ahli K3 Umum
Penerapan pelindungan ini dilakukan melalui Sistem Manajemen Keselamatan dan                                            (AK3U) yang telah disiapkan sejak 2020 melalui program sertifikasi dari Kementerian
Kesehatan Kerja (SMK3), yang berfungsi sebagai kerangka terintegrasi untuk mengelola                                    Ketenagakerjaan. Pegawai AK3U bertanggung jawab untuk memastikan standar
risiko keselamatan dan kesehatan di seluruh unit kerja. Kerangka tersebut mencakup                                      K3 terimplementasi dengan baik, mengidentifikasi bahaya melalui prinsip hierarki
kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, serta evaluasi berkelanjutan, dan                                      pengendalian, melakukan penilaian risiko, serta menyelidiki laporan terkait situasi
dituangkan dalam: [GRI 403-1]                                                                                           berbahaya atau insiden agar tidak terulang. Program sertifikasi mencakup materi
1.    Kebijakan Khusus Nomor 9 AG mengenai Sistem Manajemen Keselamatan dan                                             mengenai: [GRI 403-2, 403-5, 403-7]
      Kesehatan Kerja; serta
2.    Petunjuk Teknis Nomor 9 AG.1 mengenai Pedoman Pelaksanaan SMK3                                                    1.     Sarana dan prasarana pendukung gedung seperti lift, genset, AC, dan pencahayaan;
                                                                                                                        2.     Pelaksanaan medical check-up secara rutin;
Seluruh kebijakan mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 48 Tahun 2016,                                           3.     Persyaratan peralatan kerja agar tidak menimbulkan dampak kesehatan; dan
yang mewajibkan setiap perkantoran menerapkan sistem K3 secara terstruktur untuk                                        4.     Rotasi pegawai secara periodik untuk menjaga kondisi psikologis.
mencegah kecelakaan maupun penyakit akibat kerja. Pengembangan SMK3 juga
dilakukan secara adaptif agar sesuai dengan karakteristik operasional perkantoran.                                      Selain kerangka utama tersebut, Bank juga menerapkan kebijakan pendukung lain,
Aspek yang diatur meliputi penetapan kebijakan K3, perencanaan K3, implementasi                                         seperti pelarangan penggunaan narkotika dan zat adiktif, pencegahan penyebaran
rencana kerja, pemantauan dan evaluasi, hingga peninjauan dan peningkatan kinerja                                       penyakit menular, serta pengelolaan rekanan atau pihak ketiga agar memenuhi standar
secara berkala.                                                                                                         K3.


Kebijakan dan implementasi SMK3 berlaku bagi seluruh pihak dalam lingkup operasional                                    Berbagai upaya preventif ini dipadukan dengan penyediaan sarana konsultasi, jalur
BTN dan mencakup seluruh pegawai tanpa pengecualian yang terdiri dari pegawai                                           pelaporan potensi bahaya, dan komunikasi yang transparan mengenai seluruh



117             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 118
                                   Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                        Digitalisasi




standar K3. Walaupun komite formal K3 yang melibatkan manajemen dan pegawai                                              kuratif, dan rehabilitatif. Dengan dukungan tersebut, kesehatan pegawai dapat terjaga
belum dibentuk, penerapan SMK3 yang konsisten telah menunjukkan hasil yang positif.                                      secara berkelanjutan sekaligus memperkuat produktivitas dan kenyamanan dalam
Sepanjang tahun pelaporan, Bank berhasil mempertahankan lingkungan kerja tanpa                                           bekerja. Layanan kesehatan yang diberikan kepada pegawai meliputi:
insiden kecelakaan maupun penyakit akibat kerja, menegaskan efektivitas pengelolaan                                      1.     Medical check-up berkala serta layanan pengobatan untuk mendeteksi dan
keselamatan yang telah diterapkan. [GRI 403-4, 403-9, 403-10]                                                                   menangani penyakit sejak dini.
                                                                                                                         2.     Berbagai manfaat kesehatan, mencakup rawat inap, rawat jalan, biaya persalinan,
Program Pengelolaan Keselamatan Pegawai [GRI 403-5]                                                                             perawatan gigi, kacamata, alat bantu dengar, pemeriksaan laboratorium, dan
                                                                                                                                layanan medis lainnya.
Bank menjalankan berbagai program keselamatan yang dirancang untuk memastikan                                            3.     Akses terhadap poliklinik dan dokter bagi pegawai dan keluarga.
setiap pegawai dapat bekerja dengan aman. Seluruh kantor operasional telah dilengkapi                                    4.     Seminar kesehatan seperti pencegahan narkoba, HIV/AIDS, dan edukasi kesehatan
perangkat keselamatan sesuai standar pemerintah, termasuk sistem proteksi kebakaran                                             lainnya. [GRI 403-5]
dan fasilitas evakuasi. Program keselamatan yang dijalankan antara lain:                                                 5.     Fasilitas BPJS Kesehatan bagi pegawai beserta anggota keluarga.
1.    Penyediaan perangkat keselamatan seperti APAR, detektor asap, pompa diesel, dan                                    6.     Kegiatan health talk sebagai upaya edukasi dan literasi kepada seluruh pegawai
      tangga darurat sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008                                                mengenai pentingnya menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat.
      tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan
      Lingkungan.
2.    Pemeriksaan dan pemeliharaan rutin untuk memastikan seluruh perangkat berfungsi
      optimal.
3.    Sertifikasi operator perangkat keselamatan, termasuk pesawat angkat dan angkut
      serta K3 Listrik, yang diikuti oleh tenaga kerja Building Management.
4.    Penyediaan rencana evakuasi kebakaran dan prosedur keselamatan di seluruh
      ruangan dan lantai gedung.
5.    Pelaksanaan pelatihan dan simulasi tanggap darurat terkait kebakaran dan
      bencana di lingkungan kantor.
6.    Pelatihan dan sertifikasi “Ahli K3 Umum (AK3U)” bagi pegawai BTN dan alih daya
      sebagai bagian dari peningkatan kompetensi keselamatan.


Program Pengelolaan Kesehatan Pegawai [GRI 403-3, 403-6]

Upaya menjaga kesejahteraan pegawai dilakukan melalui penyediaan fasilitas
kesehatan yang komprehensif, didukung oleh kerja sama dengan penyelenggara
layanan medis eksternal. Pendekatan ini memastikan setiap pegawai memperoleh
akses terhadap layanan kesehatan yang memadai, mencakup aspek promotif, preventif,



118              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 119
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




Hubungan Industrial yang Harmonis


Penghormatan terhadap kebebasan berserikat menjadi bagian penting dalam                                                 Dalam rangka menciptakan hubungan industrial yang harmonis, kondusif, dan
menciptakan hubungan industrial yang sehat dan berkeadilan. Bank memberikan                                             berkelanjutan, BTN senantiasa menjunjung tinggi prinsip keterbukaan, kemitraan, serta
ruang penuh bagi pegawai untuk membentuk, bergabung, dan berpartisipasi dalam                                           dialog sosial yang konstruktif antara unsur manajemen dan unsur serikat pekerja.
organisasi pekerja, selaras dengan komitmen nasional yang telah meratifikasi 19                                         Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Lembaga Kerja Sama (LKS)
Konvensi International Labour Organization (ILO). Kebijakan ini menegaskan bahwa                                        Bipartit secara rutin sebagai sarana komunikasi dan konsultasi antara manajemen dan
dialog terbuka antara pegawai dan manajemen merupakan fondasi untuk menjaga                                             Serikat Pekerja BTN dalam membahas berbagai isu ketenagakerjaan dan hubungan
keharmonisan hubungan kerja, meningkatkan kesejahteraan, serta menyelesaikan isu                                        industrial.
ketenagakerjaan secara konstruktif.
                                                                                                                        Pada tahun 2025, BTN melaksanakan perundingan dan menandatangani Perjanjian
Kebebasan tersebut sejalan dengan berbagai regulasi nasional, termasuk Pasal 28E Ayat                                   Kerja Bersama (PKB) periode 2025–2027 sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat
(3) Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat                                         hubungan industrial yang konstruktif. PKB ini menjadi landasan pengaturan hak dan
Pekerja, serta Konvensi ILO Nomor 87 Tahun 1948 tentang Kebebasan Berserikat. Dengan                                    kewajiban para pihak serta mencerminkan kesepakatan bersama yang menjunjung
mengacu pada ketentuan tersebut, Bank memastikan bahwa seluruh pegawai memiliki                                         prinsip keadilan, perlindungan pekerja, dan kepastian hukum dalam hubungan kerja.
akses yang sama untuk menyampaikan aspirasi dan berpartisipasi dalam proses                                             PKB 2025–2027 menjamin pelindungan hak ketenagakerjaan bagi 100% pegawai
hubungan industrial. [GRI 3-3]                                                                                          dan memastikan seluruh (100%) pegawai yang tergabung dalam Serikat Pekerja BTN
                                                                                                                        memiliki akses dialog serta mekanisme penyelesaian hubungan kerja yang setara.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembentukan Serikat Pekerja BTN pada 24                                            Perjanjian ini diarahkan untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif,
Juni 1999, yang telah terdaftar secara resmi di Departemen Tenaga Kerja DKI Jakarta                                     produktif, dan berkelanjutan, selaras dengan peningkatan kesejahteraan pegawai dan
melalui nomor Kep-2241/W.26/K.2/1000. Serikat pekerja berfungsi sebagai mitra dialog                                    keberlangsungan kinerja Bank. [GRI 2-30] [OJK F.19]
manajemen dan bekerja sesuai amanat Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 28
Tahun 2014. Pegawai diberikan kebebasan penuh untuk: [GRI 407-1]
1.    Menjadi anggota serikat pekerja;
2.    Menyampaikan aspirasi melalui serikat pekerja; dan
3.    Mengikuti kegiatan organisasi pekerja.




119             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 120
                        Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                        Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai      Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                           Digitalisasi




                                                                                                              Kepatuhan Sosial dan Ekonomi


                                                                                                              Seluruh aktivitas operasional Bank dijalankan sesuai regulasi ketenagakerjaan dan standar
                                                                                                              sosial ekonomi yang berlaku. Komitmen ini tecermin melalui praktik ketenagakerjaan
                                                                                                              yang adil, transparan, dan menghormati hak asasi, termasuk pelarangan perdagangan
                                                                                                              manusia, pekerja paksa, pekerja anak, serta segala bentuk diskriminasi dalam hubungan
                                                                                                              kerja maupun pelayanan kepada nasabah.


                                                                                                              Dalam aspek K3, Bank konsisten menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan
                                                                                                              bebas risiko. Pada sisi ekonomi, Bank menjunjung persaingan usaha yang sehat, menolak
                                                                                                              praktik monopoli, dan menerapkan kebijakan antikorupsi sebagai bagian dari tata kelola
                                                                                                              yang bertanggung jawab. Struktur pengupahan dijaga agar tetap wajar, proporsional
                                                                                                              dengan kontribusi pegawai, dan selaras dengan ketentuan ketenagakerjaan yang
                                                                                                              berlaku. [GRI 3-3] [SASB FN-CB-510a.1]


                                                                                                              Komitmen terhadap kepatuhan ini tecermin dari tidak adanya denda, sanksi
                                                                                                              nonmoneter, atau kasus yang dibawa ke mekanisme penyelesaian sengketa sepanjang
                                                                                                              tahun pelaporan. Tidak ditemukan pelanggaran terkait peraturan perburuhan, legalitas
                                                                                                              produk, maupun isu sosial lainnya, yang menunjukkan efektivitas pengendalian internal
                                                                                                              serta kepatuhan operasional Bank. [GRI 2-27]




120   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 121
                              Pendahuluan   Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat            Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                            Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     melalui Kepedulian dan Inklusi   Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                             Digitalisasi




05
                                                                                                                                               Menguatkan
                                                                                                                                        Masyarakat melalui
                                                                                                                                      Kepedulian dan Inklusi
122   Tanggung Jawab Sosial dan
      Lingkungan
129   Inklusi dan Literasi Keuangan
Page 122
                                Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat            Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     melalui Kepedulian dan Inklusi   Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




Sebagai institusi keuangan yang tumbuh bersama masyarakat, BTN berkomitmen untuk
memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan. Peran BTN tidak terbatas sebagai penyedia
layanan finansial, tetapi juga sebagai mitra pembangunan sosial yang aktif. Melalui berbagai
program tanggung jawab sosial, inisiatif pemberdayaan, serta penguatan inklusi dan literasi
keuangan, BTN berupaya menjawab tantangan sosial-ekonomi sekaligus mendorong
kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.


Pendekatan ini menegaskan komitmen BTN untuk mengelola dampak sosial terhadap                                         Selaras dengan ketentuan PER-1/MBU/03/2023 dan tujuan pembangunan berkelanjutan
masyarakat dan stakeholders, sekaligus memastikan bahwa strategi keberlanjutan                                        (TPB/SDGs), BTN merancang program yang mengintegrasikan peran sosial dengan
berjalan seiring dengan peningkatan akses keuangan yang inklusif dan berkeadilan.                                     peningkatan akses finansial. Integrasi ini memastikan bahwa program yang dijalankan
Komitmen tersebut dituangkan dalam ESG Roadmap dan Rencana Aksi Keuangan                                              tidak hanya mengatasi isu sosial, ekonomi, dan lingkungan, tetapi juga membuka
Berkelanjutan (RAKB), yang memposisikan pengembangan masyarakat, inklusi, dan                                         kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan literasi keuangan serta memperluas
literasi keuangan sebagai pilar strategis guna memastikan pertumbuhan bisnis                                          akses ke layanan perbankan. [GRI 3-3]
memberikan manfaat sosial yang lebih luas dan berkelanjutan.




Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan [GRI 203-1, 203-2, 413-1] [OJK F.23, F.25, F.3]


Kontribusi sosial bagi BTN bukan sekadar pemenuhan kewajiban, melainkan bagian dari                                   Agar setiap program memberi manfaat yang terukur, pelaksanaannya mengacu
komitmen untuk tumbuh dan memberikan nilai tambah bersama masyarakat. Melalui                                         pada standar ISO 26000 tentang Tanggung Jawab Sosial. Kerangka ini memastikan
program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BTN menjalankan berbagai                                         setiap kegiatan dirancang secara tepat sasaran, menghasilkan dampak yang terukur,
inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas hidup,                                     serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, karyawan, serta lingkungan.
serta dukungan terhadap pelestarian lingkungan di wilayah operasional. TJSL menjadi                                   Melalui pendekatan tersebut, BTN terus memperkuat perannya dalam mendukung
salah satu pilar penting dalam RAKB, yang menegaskan bahwa kinerja bisnis yang                                        pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.
berkelanjutan harus berjalan selaras dengan kemajuan sosial dan lingkungan. [GRI 3-3]



122           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 123
                                      Pendahuluan     Profil dan        Membangun Ekosistem       Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat            Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                      Perjalanan BTN    Keuangan Berkelanjutan    Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     melalui Kepedulian dan Inklusi   Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                         Digitalisasi




Pada tahun pelaporan, realisasi dana TJSL mencapai Rp119,91 miliar. Rincian pemanfaatan
anggaran disajikan pada tabel berikut:


                                        Realisasi Program TJSL

                      TPB                           2025 (Rupiah)        2024 (Rupiah)           2023 (Rupiah)

 Pilar Sosial

1     Tanpa Kemiskinan                               24.300.797.801        11.045.972.420         10.505.377.274

2     Tanpa Kelaparan                               32.834.988.494          21.159.374.300         14.798.413.813

3     Kehidupan Sehat dan Sejahtera                   3.669.211.000        14.845.051.673         12.348.435.325

4     Pendidikan Berkualitas                         9.425.235.044          8.645.104.300         12.635.697.919

5     Kesetaraan Gender                                582.000.000           220.000.000                         -

Pilar Lingkungan

6     Air Bersih dan Sanitasi Layak                     455.714.000            95.000.000           270.000.000

11    Kota dan Pemukiman yang
                                                      9.746.385.077       14.900.539.959          14.993.831.355
      Berkelanjutan

12    Konsumsi dan Produksi yang
                                                       532.678.800          1.079.576.859                        -
      Bertanggung Jawab

13    Penanganan Perubahan Iklim                           25.000.000        295.078.954                         -

14    Ekosistem Lautan                                  516.763.040           375.120.000                        -

15    Ekosistem Daratan                               5.417.365.000         1.592.977.380          1.184.084.000

Pilar Ekonomi

7     Energi Bersih dan Terjangkau                      616.347.374         1.205.465.000            50.000.000

8     Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan
                                                     25.330.651.968         5.278.260.444          4.361.935.431
      Ekonomi

9     Industri, Inovasi, dan Infrastruktur            4.648.205.100         6.236.867.228         2.270.000.000

10    Berkurangnya Kesenjangan                          836.174.388         1.445.294.797          5.734.719.287

17    Kemitraan untuk Mencapai Tujuan                  452.974.000            495.017.300           943.694.328

Pilar Hukum dan Tata Kelola

16    Perdamaian, Keadilan, dan
                                                        521.230.966            50.000.000                        -
      Kelembagaan yang Tangguh

Total                                                119.911.722.052     88.964.700.614          79.996.188.732




123                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 124
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat            Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     melalui Kepedulian dan Inklusi   Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




 Pilar Sosial



                          Komitmen BTN untuk tumbuh bersama masyarakat tercermin dalam berbagai inisiatif sosial yang berupaya
                          meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat dalam aspek sosial, budaya, dan keagamaan.
                          Fokus ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) ke-1, 2, 3, 4, dan 5, yang menekankan
                          pengentasan kemiskinan, peningkatan ketahanan pangan, kesehatan yang lebih baik, akses pendidikan, serta
                          kesetaraan gender.




                                                                                                                         1.   Peningkatan Keahlian Disabilitas
                                                                                                                         BTN menyelenggarakan pelatihan bahasa Inggris dan sertifikasi kompetensi bagi
                                                                                                                         100 penyandang disabilitas. Program ini meningkatkan keterampilan peserta,
                                                                                                                         memperluas peluang kerja, dan mendorong kemandirian ekonomi, sebagai bagian
                                                                                                                         dari komitmen BTN dalam memperluas akses pekerjaan dan memberdayakan
                                                                                                                         kelompok rentan.


                                                                                                                         2. Beasiswa untuk Putra/Putri Tenaga Alih Daya BTN
                                                                                                                         Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, BTN menyalurkan beasiswa pendidikan
                                                                                                                         kepada putra-putri tenaga alih daya, termasuk petugas operasional dan keamanan.
                                                                                                                         Program ini memberikan manfaat kepada 108 penerima, sekaligus memperluas akses
                                                                                                                         pendidikan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan memperkuat ekosistem
                                                                                                                         sosial yang inklusif di lingkungan BTN.


                                                                                                                         3. BTN Memberikan Bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni
                                                                                                                         Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, bersama Direktur Human Capital and
                                                                                                                         Compliance BTN serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK),
                                                                                                                         menyalurkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada masyarakat
                                                                                                                         di wilayah Jakarta Utara, Cikarang, dan Cianjur. Sebanyak 15 unit rumah menerima
                                                                                                                         bantuan perbaikan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen BTN dalam
                                                                                                                         meningkatkan kualitas hunian serta kesejahteraan masyarakat.




124             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 125
                               Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat            Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                               Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     melalui Kepedulian dan Inklusi   Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                Digitalisasi




 Pilar Lingkungan



                       Upaya pelestarian lingkungan diwujudkan melalui pengelolaan sumber daya alam dan berbagai inisiatif
                       untuk menjaga keberlanjutan ekosistem. Langkah ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
                       (TPB/SDGs) ke-6, 11, 12, 13, 14, dan 15 yang menekankan pengelolaan air bersih, pembangunan berkelanjutan,
                       konsumsi dan produksi bertanggung jawab, aksi iklim, serta pelindungan ekosistem darat maupun laut.




                                                                                                                      1.   Penanaman Pohon dan Mangrove
                                                                                                                      BTN melaksanakan kegiatan penanaman 19.048 pohon dan 7.600 mangrove sebagai
                                                                                                                      bagian dari komitmen pelestarian lingkungan. Program ini turut meningkatkan
                                                                                                                      kesadaran lingkungan, memperkuat ekosistem hijau, dan mendorong partisipasi aktif
                                                                                                                      masyarakat serta pemangku kepentingan dalam praktik bisnis yang berkelanjutan.
                                                                                                                      Kegiatan juga dikolaborasikan dengan sesi edukasi dan networking antara
                                                                                                                      pengembang, pemasok, dan pemangku kepentingan lainnya, guna memperkuat
                                                                                                                      sinergi bisnis hijau yang ramah lingkungan dan berorientasi keberlanjutan.


                                                                                                                      2. Penanaman Pohon di Wilayah Proyek Strategis Nasional dengan Tema
                                                                                                                           “Tumbuh Bersama Alam”
                                                                                                                      BTN melakukan penanaman 5.000 bibit pohon di Depok sebagai upaya memperkuat
                                                                                                                      fungsi ekologis wilayah tersebut sebagai daerah resapan air, dengan harapan dapat
                                                                                                                      meningkatkan kapasitas serapan CO₂ sekaligus mendukung pelestarian lingkungan
                                                                                                                      dan keberlanjutan ekosistem.




125          PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 126
                               Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat            Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                               Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     melalui Kepedulian dan Inklusi   Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                Digitalisasi




 Pilar Ekonomi



                       Upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dilakukan melalui kegiatan peningkatan peluang
                       kerja dan pengembangan usaha masyarakat. Inisiatif ini diarahkan untuk mendorong ekonomi masyarakat
                       yang berkualitas dan berkelanjutan, selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) ke-7, 8,
                       9, 10, dan 17 yang menekankan akses energi, pertumbuhan ekonomi, inovasi, pengurangan kesenjangan, serta
                       kemitraan pembangunan.




                                                                                                                      1.   Kompetisi Wirausaha BTN
                                                                                                                      BTN menyelenggarakan Kompetisi Wirausaha BTN sebagai wadah inovasi di ekosistem
                                                                                                                      perumahan, diikuti oleh 1.170 peserta. Program ini mendorong terciptanya ide bisnis
                                                                                                                      berkelanjutan yang berdampak sosial dan lingkungan positif, membuka peluang
                                                                                                                      usaha baru, memperkuat keterampilan wirausaha peserta, serta memperkuat
                                                                                                                      kontribusi BTN dalam mewujudkan sektor perumahan yang inklusif dan berdaya
                                                                                                                      saing.


                                                                                                                      2. Pelatihan Pengembangan UMKM
                                                                                                                      Program pelatihan pengembangan UMKM difokuskan pada peningkatan kapasitas
                                                                                                                      pelaku usaha di sektor properti dan perumahan. Melalui sesi pendampingan
                                                                                                                      dan workshop, BTN berupaya memperkuat kemampuan manajerial serta akses
                                                                                                                      ke pembiayaan agar UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan di ekosistem
                                                                                                                      perumahan nasional. Program ini berhasil menjangkau 250 UMKM, memberikan
                                                                                                                      dampak positif terhadap kapasitas dan keterampilan para pelaku usaha.




126          PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 127
                               Pendahuluan      Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat            Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     melalui Kepedulian dan Inklusi   Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                 Digitalisasi




 Pilar Hukum dan Tata Kelola



                       Upaya memperkuat hukum dan tata kelola dilakukan melalui kebijakan dan pengawasan yang
                       transparan, akuntabel, dan berintegritas, mendukung terciptanya institusi yang efektif, adil, dan
                       profesional sesuai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) 16.




                   &$!#%!
                                        NO MOR
                                                   E
                                        V IO LE N                                                                      1.   Dukungan Sarana Prasarana Rifka Annisa Women’s Crisis Center
                                                  CE
                                                                                                                       BTN berkomitmen menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
                                                                                                                       (TJSL) melalui Pilar Hukum dan Tata Kelola melalui dukungan kepada Rifka Annisa
                                                                                                                       Women’s Crisis Center. Rifka Annisa Women’s Crisis Center adalah sebuah women’s
                                                                                                                       crisis centre di Yogyakarta yang berfokus pada penghapusan kekerasan berbasis
                                                                                                                       gender terhadap perempuan dan anak melalui layanan dukungan komprehensif.
                                                                                                                       Rifka Annisa Women’s Crisis Center juga aktif mendorong kebijakan yang lebih
                                                                                                                       responsif terhadap kekerasan terhadap perempuan, serta terlibat dalam upaya
                                          RE
                                        MO CE
                                   NO LEN
                                     I O
                                                                                                                       pencegahan melalui pelatihan, riset, dan kerja sama multiplatform.
                                   V



                                                                                                                       2. Dukungan High Profile Case (HPC)
                                                                                                                       Dukungan High Profile Case (HPC) atas nama Susanti binti Mahpud Dharab
                                                                                                                       merupakan bentuk pendampingan komprehensif terhadap kasus yang memiliki
                                                                                                                       tingkat perhatian publik tinggi dan sensitivitas khusus. Dukungan ini diberikan untuk
                                                                                                                       memastikan proses penanganan berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai
                                                                                                                       dengan ketentuan hukum yang berlaku. Susanti binti Mahpud Dharab adalah seorang
                                                                                                                       Pekerja Migran Indonesia asal Karawang, Jawa Barat, yang menghadapi ancaman
                                                                                                                       hukuman mati di Arab Saudi. BTN berpartisipasi dalam penggalangan donasi untuk
                                                                                                                       membantu meringankan biaya denda guna menyelamatkan nyawa Susanti.




127          PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 128
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang      Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat               Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab              Kesejahteraan Pegawai     melalui Kepedulian dan Inklusi      Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                         Digitalisasi




Outcome TJSL                                                                                                            Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih menyeluruh tentang sejauh mana
                                                                                                                        program mampu menjawab kebutuhan masyarakat, membawa manfaat nyata, dan
Menilai keberhasilan sebuah program sosial tidak cukup hanya dari output atau                                           menciptakan perubahan jangka panjang. Setiap rupiah yang digunakan dievaluasi
besarnya anggaran, tetapi juga dapat dilihat dari perubahan yang dialami masyarakat.                                    nilai balik sosialnya, sehingga keputusan dan perencanaan program dapat dilakukan
Dengan prinsip tersebut, kajian Social Return on Investment (SROI) diterapkan untuk                                     dengan lebih tepat sasaran.
memahami nilai sosial dan lingkungan yang tercipta dari setiap inisiatif keberlanjutan.
SROI menunjukkan nilai sosial yang dihasilkan untuk setiap 1 rupiah yang diinvestasikan,                                Hasil kajian SROI terhadap beberapa program keberlanjutan tersaji pada tabel berikut,
misalnya SROI 3:1 berarti 1 rupiah menghasilkan manfaat sosial senilai 3 rupiah bagi                                    menggambarkan kontribusi sosial yang berhasil dihasilkan sepanjang tahun pelaporan.
masyarakat.                                                                                                             [GRI 413-1]



                                                                                                   Tabel Outcome TJSL

           Nama Program                                                               Tujuan Program                                                                                  Sasaran                               Rasio SROI

BTN Housingpreneur                       Memperkuat kapasitas UMKM yang bergerak di berbagai rumpun usaha, termasuk desain,                              Mahasiswa, Masyarakat Umum                                              2,22
                                         pengembangan perumahan, inovasi material, dan sektor pendukung ekosistem perumahan.

Bedah Rumah – Rumah Tidak Layak          Peningkatan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah                                               Masyarakat Kelurahan Lagoa Jakarta Utara, Desa                          0,45
Huni (RTLH)                                                                                                                                              Hegarmukti Cikarang Bekasi, serta Desa Margaluyu
                                                                                                                                                         dan Desa Girimukti Kabupaten Cianjur

Pelatihan UMKM Ruang Guru                Memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui peningkatan keterampilan digital, pengelolaan                          Rumah BUMN BTN                                                           2,13
                                         usaha, dan pengembangan kemampuan wirausaha secara berkelanjutan

Pencegahan Stunting dan Penurunan        Mendukung kesehatan anak serta pemenuhan gizi seimbang melalui pemberian makanan                                25 anak di 5 kelurahan                                                  2,35
Angka Stunting                           tambahan (PMT)

Pelatihan & Sertifikasi Internasional    Meningkatkan kapasitas dan daya saing penyandang disabilitas fisik dalam mengakses                              50 orang                                                                2,70
Bagi Penyandang Disabilitas Batch 1      kesempatan kerja yang lebih layak, setara, dan inklusif.

Pelatihan & Sertifikasi Internasional    Meningkatkan kapasitas dan daya saing penyandang disabilitas fisik dalam mengakses                              50 orang                                                                1,54
Bagi Penyandang Disabilitas Batch 2      kesempatan kerja yang lebih layak, setara, dan inklusif.

Penanaman 5.000 pohon                    Mendukung pelestarian lingkungan, peningkatan kualitas ekosistem, serta upaya mitigasi                          Masyarakat Kota Depok                                                   2,29
                                         perubahan iklim melalui penambahan tutupan vegetasi hijau.

Transformasi Hijau Perkotaan (Urban      Mendukung ketahanan pangan perkotaan, peningkatan kualitas lingkungan, serta                                    Masyarakat Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar                          1,60
Farming)                                 pemberdayaan masyarakat melalui pertanian kota yang berkelanjutan.                                              Rebo, Jakarta Timur

Penanaman 5.000 pohon                    Mendukung pelestarian lingkungan, peningkatan kualitas ekosistem, serta upaya mitigasi                          Masyarakat Hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali                         2,30
                                         perubahan iklim melalui penambahan tutupan vegetasi hijau.                                                      Citarum

Restorasi Pembinaan Mangrove untuk       Pelindungan ekosistem pesisir, mitigasi perubahan iklim, serta pemberdayaan masyarakat                          Masyarakat Lantebung Makassar, Wonokerto                                0,82
Karbon Biru 7.500 bibit                  berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan.                                                                   Pekalongan, Manrovesari Kaliwlingi Brebes




128             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 129
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang    Menumbuhkan Potensi dan      Menguatkan Masyarakat                    Menggerakkan Inovasi       Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab            Kesejahteraan Pegawai        melalui Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan        Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                              Digitalisasi




Inklusi dan Literasi Keuangan [FS6] [SASB FN-CB-240A.2]


BTN menyalurkan pembiayaan kepada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah                                                 Tabel Jumlah Mitra Binaan (Kegiatan Usaha) dan Dana yang Telah Disalurkan
(UMKM) sebagai bagian dari komitmen Bank dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
                                                                                                                                             Keterangan                                        2025                   2024                 2023
yang inklusif, khususnya bagi masyarakat yang belum terlayani secara optimal
                                                                                                                       Jumlah Mitra Binaan                                                             161                   498                   170
oleh layanan keuangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui beberapa program
                                                                                                                       Jumlah Penyaluran Dana (Rp juta)                                             6.554                14.850                9.162
pembiayaan UMKM dengan karakteristik dan segmentasi yang berbeda, sebagaimana
diuraikan pada pembahasan di bawah ini.
                                                                                                                       Tabel Realisasi Penyaluran Program Pendanaan UMK Berdasarkan Jenis Usaha [SASB
                                                                                                                                                                           FN-CB-410a.1]
Sejalan dengan pelaksanaan program tersebut, pada tahun pelaporan pembiayaan
UMKM BTN tercatat memiliki outstanding sebesar Rp140.585 juta pada kategori past                                                                                         2025                           2024                          2023
                                                                                                                        No             Sektor Bisnis
due yang merefleksikan kredit bermasalah (NPL), serta outstanding sebesar Rp175.566                                                                              Rp Juta              %         Rp Juta          %           Rp Juta              %
juta pada kategori nonaccrual yang telah diklasifikasikan sebagai write off. Past due
                                                                                                                         1      Industri                                606           9,25             601           4,05            170           1,85
merujuk pada kredit yang telah melewati jatuh tempo pembayaran, sedangkan
                                                                                                                         2      Perdagangan                           4.019           61,32           6.014      40,50             6.539          71,27
nonaccrual merupakan kredit bermasalah yang tidak lagi diakui pendapatan bunganya
                                                                                                                         3      Pertanian                               385           5,87              45           0,30            95            1,04
karena menunjukkan indikasi ketidakmampuan debitur untuk memenuhi kewajiban
                                                                                                                         4      Perkebunan                               50           0,76                -             -           550           6,00
pembayaran. [FN-CB-240a.2]
                                                                                                                         5      Peternakan                               135          2,05             226            1,52           95            1,04

Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK)                                                                           6      Perikanan                                120           1,83            190            1,28           100           1,09

                                                                                                                         7      Jasa                                  1.065           16,24          2.347           15,80         1.622          17,70

Pemberdayaan pelaku usaha mikro dan kecil menjadi salah satu fokus utama dalam                                           8      Lainnya                                  175          2,67           5.427       36,54                 -              -
program sosial perusahaan. Melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK),                                     Jumlah                                        6.554        100,00           14.850      100,00              9.162      100,00
upaya penguatan kapasitas usaha dilakukan agar pelaku usaha dapat berkembang,
meningkatkan daya saing, serta memberi kontribusi nyata bagi perekonomian lokal.                                       Tabel Realisasi Penyaluran Program Pendanaan UMK Berdasarkan Wilayah [SASB FN-
                                                                                                                                                                               CB-410a.1]
Program ini juga hadir sebagai jembatan bagi pelaku usaha yang memiliki potensi
namun belum memenuhi persyaratan pembiayaan perbankan konvensional.                                                                                                      2025                           2024                          2023
                                                                                                                        No                 Wilayah
                                                                                                                                                                 Rp Juta              %         Rp Juta          %           Rp Juta              %
Pendanaan PUMK diberikan secara terukur dengan mempertimbangkan sektor usaha
                                                                                                                         1      Sumatera                                   -              -               -             -           935           10,20
dan wilayah operasi, sehingga manfaatnya lebih tepat sasaran. Pendanaan PUMK
                                                                                                                         2      DKI Jakarta                             375           5,72                -             -           788           8,60
disalurkan secara terukur melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga, dengan total
                                                                                                                         3      DI Yogyakarta                           489           7,46             781           5,26            115           1,26
alokasi dana sebesar Rp11 miliar, dan penyaluran Rp6,55 miliar kepada 161 mitra binaan
sepanjang tahun pelaporan.

129            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 130
                                     Pendahuluan       Profil dan          Membangun Ekosistem       Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat                 Menggerakkan Inovasi    Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                       Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan    Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     melalui Kepedulian dan Inklusi        Produk Keuangan dan     Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




                                              2025                         2024                       2023                       1.     Kompetensi dan Kapabilitas SDM                                  • Debitur naik kelas;
  No               Wilayah
                                       Rp Juta          %         Rp Juta           %          Rp Juta         %                        • Meningkatkan jumlah                                           • Program pembinaan UMKM; dan
   4      Jawa Barat dan Banten               134        2,04            2.935       19,77          1.882      20,63                       produktivitas sales;                                         • Optimalisasi database : merchant,
   5      Jawa Tengah                       4.110       62,71            1.760       11,86          1.002       10,94                   • Penambahan TAD sales dan                                         Agen, KPR Lancar, KUR Lancar.
   6      Jawa Timur                        1.446       22,06             1.517      10,22           980        10,70                      collection;                                           4.     Transaksi Tabungan Debitur Small

   7      Bali                                     -         -             410        2,76            60         0,65                   • Penambahan desk call khusus                                   and Medium-sized Enterprises (SME)
                                                                                                                                           kredit UMKM;                                                 • Program bundling Tabungan
   8      Nusa Tenggara Timur                      -         -               -           -           880         9,60
                                                                                                                                        • Pendampingan ke Kantor Cabang;                                   Bisnis, QRIS/EDC, CMS; dan
   9      Nusa Tenggara Barat                      -         -               -           -           525         5,73
                                                                                                                                           dan                                                          • Program proposition Debitur
   10     Kalimantan                               -         -            480         3,23           780         8,51
                                                                                                                                        • Pelatihan tenaga sales.                                          Menabung dan bertransaksi.
   11     Sulawesi                                 -         -          6.966        46,91           970        10,59
                                                                                                                                 2.     Business Process                                         5.     Kemitraan dan Perluasan Sektor
   12     Maluku                                   -         -               -           -           245         2,67
                                                                                                                                        • Portfolio quality reviews;                                    • Pengembangan kemitraan; dan
   13     Papua                                    -         -               -           -               -          -                   • Pelaksanaan stop & go; dan                                    • Perluasan Kredit SME ke sektor-
 Jumlah                                    6.554       100,00           14.850    100,00            9.162     100,00                    • Enhancement perbaikan proses                                     sektor dengan pertumbuhan
                                                                                                                                           kredit melalui BTN Laku.                                        tinggi dan NPL rendah.
Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM)                                                                                  3.     Value Chain & Ekobiz
                                                                                                                                        • Optimalisasi penjualan kepada                          Berikut merupakan portofolio penyaluran
Peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM menjadi bagian penting dari                                                                  value chain nasabah atau ekobis;                      KUMKM BTN:
strategi pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui penyaluran modal kerja
dan pembiayaan investasi, dukungan diberikan kepada UMKM yang memiliki potensi
                                                                                                                                      (Rp Juta)
serta kelayakan di berbagai sektor ekonomi. Pendekatan ini tidak hanya membantu
memperluas kapasitas usaha, tetapi juga mendorong produktivitas, daya saing, dan
kesiapan UMKM untuk berkembang di pasar yang semakin kompetitif.


Sebagai bagian dari peran intermediasi ekonomi, program KUMKM dirancang untuk
menyediakan pembiayaan hingga Rp5 miliar bagi pelaku usaha, sehingga mereka
dapat memperkuat operasional, meningkatkan kapasitas produksi, serta menciptakan
lebih banyak lapangan kerja. Inisiatif ini memberikan dampak langsung terhadap                                                                      2025                                  2024                                   2023
pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. [SASB
FN-CB-240a.1]                                                                                                                                5.667.275                          4.404.263                                    3.431.071
Untuk memperluas jangkauan dan efektivitas penyaluran kredit UMKM sepanjang tahun
pelaporan, BTN mengembangkan sejumlah strategi berikut:



130                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 131
                                    Pendahuluan     Profil dan           Membangun Ekosistem          Mengelola Lingkungan yang    Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat            Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN       Keuangan Berkelanjutan       Bertanggung Jawab            Kesejahteraan Pegawai      melalui Kepedulian dan Inklusi   Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                               Digitalisasi




 Penyaluran Kredit KUMKM Bank berdasarkan Sektor Ekonomi [FS6, FS7] [SASB FN-CB-410a.1]                                                                                                             Jumlah Penyaluran (Rp Juta)
                                                                                                                                                         Provinsi
                                                                                                                                                                                                2025                  2024               2023
                                                                     Jumlah Penyaluran (Rp Juta)
                   Sektor Ekonomi                                                                                                 Bengkulu                                                          27.707               92.584              28.955
                                                              2025                  2024                   2023
                                                                                                                                  Lampung                                                          107.680               55.621              59.467
Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan                                   17.647             17.777                12.700
                                                                                                                                  Kepulauan Riau                                                    116.022              73.286              42.869
Perikanan                                                                  6                      -                  -
                                                                                                                                  Bangka Belitung                                                  53.930               579.815              29.874
Pertambangan dan Penggalian                                                -                      -                  -
                                                                                                                                  DKI Jakarta                                                      577.018              938.274             489.751
Industri Pengolahan                                                   28.131            47.499                 27.809
                                                                                                                                  Jawa Barat                                                      1.149.051             404.100            748.559
Listrik, Gas, dan Air                                                46.592                8.015               22.063
                                                                                                                                  Jawa Tengah                                                     397.037                31.866             275.130
Konstruksi                                                      3.915.168            2.833.438             2.465.069
                                                                                                                                  D.I. Yogyakarta                                                   52.947              678.309              38.428
Perdagangan Besar dan Eceran                                         967.301         1.049.866               582.679
                                                                                                                                  Jawa Timur                                                       810.937              506.216              411.762
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum                                 29.444              44.881                30.175
                                                                                                                                  Banten                                                          537.959                55.715            360.785
Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi                            92.027              24.418                32.381
                                                                                                                                  Bali                                                              67.543               39.345              49.555
Real Estat, Usaha Persewaan, dan Jasa
                                                                     179.524           153.945                85.942              Nusa Tenggara Barat                                               57.671               25.684              40.670
Perusahaan

Jasa Pendidikan                                                         750                 700                  1.500            Nusa Tenggara Timur                                              49.625                      -             29.245

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial                                    6.500                       -                  -            Kalimantan Utara                                                  22.656               23.469                9.225

Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan,                                                                                      Kalimantan Barat                                                  75.878               15.807              32.507
                                                                 300.234                158.791               124.528
dan Perorangan Lainnya                                                                                                            Kalimantan Tengah                                                  17.136              50.985              20.087
Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya                                 83.952             65.532                45.864              Kalimantan Selatan                                               127.483               47.053               77.177
Jumlah                                                         5.667.275            4.404.263               3.431.071             Kalimantan Timur                                                  58.977                5.085              47.323

                                                                                                                                  Sulawesi Utara                                                    64.185               26.020              30.546
               Penyaluran Kredit KUMKM Bank berdasarkan Provinsi [FS6, FS7]
                                                                                                                                  Sulawesi Barat                                                    45.461               45.489                10.172

                                                                     Jumlah Penyaluran (Rp Juta)                                  Sulawesi Tengah                                                   88.279              157.894               37.041
                        Provinsi
                                                              2025                  2024                  2023                    Sulawesi Selatan                                                256.323                51.004               132.119

Aceh                                                                      -             112.768                      -            Sulawesi Tenggara                                                100.002               21.580              53.022

Sumatera Utara                                                   218.786               49.630                 110.036             Gorontalo                                                         41.833               27.606               12.967

Sumatera Barat                                                       86.424             35.670                35.333              Maluku                                                            15.659                6.912                  913

Riau                                                             130.355                91.963                 36.113             Maluku Utara                                                     58.346                13.627               15.206

Jambi                                                                100.212            111.483               75.955              Papua                                                             16.969                7.185                5.274

Sumatera Selatan                                                     137.184             22.218               85.007              Jumlah                                                        5.667.275             4.404.263           3.431.071




131               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 132
                                   Pendahuluan    Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang    Menumbuhkan Potensi dan      Menguatkan Masyarakat                 Menggerakkan Inovasi    Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab            Kesejahteraan Pegawai        melalui Kepedulian dan Inklusi        Produk Keuangan dan     Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                            Digitalisasi




Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Sejak 2017, BTN mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat permodalan
                                                                                                                          Portofolio Penyaluran
sektor riil melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dukungan ini diwujudkan dengan
                                                                                                                          KUR (Rp Juta)
memberikan akses pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,
terutama yang bergerak di sektor konstruksi, perumahan, serta sektor-sektor pendukung
lainnya. Melalui KUR Mikro dan KUR Kecil, pembiayaan disalurkan untuk kebutuhan modal
kerja maupun investasi, sehingga membantu memperkuat kapasitas usaha debitur dan
membuka peluang peningkatan produktivitas.


Skema KUR dirancang untuk menjangkau UMKM yang layak namun belum memiliki akses
pembiayaan konvensional, termasuk mereka yang tidak memiliki agunan tambahan.                                                          2025                                     2024                                   2023
Pembiayaan diberikan tidak hanya kepada individu atau pelaku usaha kecil, tetapi juga
kepada badan usaha dan kelompok usaha produktif yang memenuhi kriteria kelayakan.                                                1.073.762                              1.799.621                                  1.807.673
Untuk memastikan penyaluran berjalan optimal, BTN menerapkan sejumlah strategi
sepanjang tahun pelaporan, antara lain:                                                                                    *Tidak termasuk KPP Demand

1.    Peningkatan penyaluran high yield loan (Eagle Project)
      • Direct selling KUR kepada debitur KPR dan kredit konsumer lainnya.
      • Segmentasi penjualan KUR berdasarkan ekosistem atau komunitas sesuai potensi                                                                            Penyaluran KUR Bank [FS8]
        wilayah melalui BPI SME.
                                                                                                                                                    Realisasi 2025                      Realisasi 2024                 Realisasi 2023
2.    Peningkatan awareness dan engagement                                                                                  KUR BTN           Plafon                             Plafon                             Plafon
      • Pelaksanaan berbagai kegiatan sosialisasi guna memperkenalkan produk KUR                                                                                Debitur                            Debitur                          Debitur
                                                                                                                                             (Rp Juta)                          (Rp Juta)                          (Rp Juta)
        kepada pelaku UMKM.                                                                                             Mikro                      369.106           6.429             543.593           9.067       249.906              3.965

                                                                                                                        Kecil                      704.656            2.359        1.265.028             3.943       1.557.767            4.249
Sepanjang tahun 2025, BTN telah menyalurkan KUR Mikro dan KUR Kecil kepada 8.788
                                                                                                                        Jumlah                 1.073.762             8.788         1.799.621            13.010      1.807.673             8.214
debitur dengan total plafon mencapai Rp1,07 triliun. Portofolio lengkap penyaluran KUR
                                                                                                                        *Tidak termasuk KPP Demand
dapat dilihat pada tabel berikut:




132             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 133
                                    Pendahuluan       Profil dan            Membangun Ekosistem          Mengelola Lingkungan yang    Menumbuhkan Potensi dan     Menguatkan Masyarakat               Menggerakkan Inovasi       Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                      Perjalanan BTN        Keuangan Berkelanjutan       Bertanggung Jawab            Kesejahteraan Pegawai       melalui Kepedulian dan Inklusi      Produk Keuangan dan        Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




           Penyaluran KUR Berdasarkan Sektor Ekonomi [FS6, FS7] [SASB FN-CB-410a.1]                                                                                                                Jumlah Penyaluran

                                                                                                                                                                             2025                          2024                             2023
                                                          Jumlah Penyaluran                                                                 Sektor Ekonomi
                                                                                                                                                                    Plafon                          Plafon                         Plafon
                                     2025                              2024                              2023                                                                       Debitur                       Debitur                          Debitur
      Sektor Ekonomi                                                                                                                                               (Rp Juta)                       (Rp Juta)                      (Rp Juta)
                              Plafon                       Plafon                            Plafon
                                            Debitur                           Debitur                           Debitur              Badan Internasional
                             (Rp Juta)                    (Rp Juta)                         (Rp Juta)
                                                                                                                                     dan Badan Ekstra                          -              -              -               -                -              -
Pertanian, Perburuan,                                                                                                                Internasional Lainnya
                                  10.975            24           11.660              36          39.298                118
dan Kehutanan
                                                                                                                                     Jasa Perorangan
Perikanan                           600              2            1.515                7              6.560            36            yang Melayani Rumah                       -              -              -               -                -              -
                                                                                                                                     Tangga
Pertambangan dan
                                       -             -             830                 5                  -             -
Penggalian                                                                                                                           Kegiatan yang Belum
                                                                                                                                                                        29.160             313         72.456           622             81.284           402
                                                                                                                                     Jelas Batasannya
Industri Pengolahan               26.441            196         27.443              207              37.124          204
                                                                                                                                     Jumlah                         1.073.762           8.788        1.779.621       13.010         1.807.673           8.214
Listrik, Gas, dan Air              3.085             21          3.663                31              6.100            37
                                                                                                                                     *Tidak termasuk KPP Demand
Konstruksi                       57.920             137        191.400              452          511.569            1.097

Perdagangan Besar
                                654.999           5.825       1.104.183           8.729          811.480           4.592                                        Penyaluran KUR Berdasarkan Provinsi [FS6, FS7]
dan Eceran

Penyediaan Akomodasi                                                                                                                                                                               Jumlah Penyaluran
                                153.586           1.238        199.297             1.574             147.147         926
dan Makan Minum
                                                                                                                                                                             2025                          2024                             2023
                                                                                                                                               Provinsi
Transportasi,
                                                                                                                                                                    Plafon                          Plafon                         Plafon
Pergudangan, dan                  11.840            68         20.354                 77             17.862            64                                                           Debitur                       Debitur                          Debitur
                                                                                                                                                                   (Rp Juta)                       (Rp Juta)                      (Rp Juta)
Komunikasi
                                                                                                                                     Bali                                46.117           353         45.550            350            26.200              141
Real Estat, Usaha
Persewaan, dan Jasa               15.756            59          24.010               102         30.976               123            Bangka Belitung                     12.202             62         27.572            101           26.387              80
Perusahaan                                                                                                                           Banten                             48.610            509         123.974          1.178          147.576            907
Perantara Keuangan                     -             -                  -              -                  -             -            Bengkulu                            7.870              50         22.251           106             19.293             67
Jasa Pendidikan                    3.310             21          5.360               36               4.750            26            D.I. Yogyakarta                    33.272             233        49.264            323              31.116           176
Jasa Kesehatan dan                                                                                                                   DKI Jakarta                       98.986              917        160.266         1.349           165.798             921
                                  14.240            60                  -              -                  -             -
Kegiatan Sosial
                                                                                                                                     Gorontalo                          19.445             128         17.203           100              11.416            92
Jasa Kemasyarakatan,
Sosial Budaya, Hiburan,                                                                                                              Jambi                               11.808             77         40.730            127           53.880              114
                                  91.851           824         137.450             1.132             112.124         586
dan Perorangan                                                                                                                       Jawa Barat                        176.646            1.819      337.849           3.021         422.064            1.879
Lainnya
                                                                                                                                     Jawa Tengah                        104.711           952         192.144         1.439           148.096             731




133               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 134
                                      Pendahuluan       Profil dan            Membangun Ekosistem         Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat             Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                        Perjalanan BTN        Keuangan Berkelanjutan      Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     melalui Kepedulian dan Inklusi    Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




                                                            Jumlah Penyaluran                                                         Kredit Program Perumahan (KPP)
                                       2025                              2024                             2023
         Provinsi
                                Plafon                       Plafon                            Plafon                                 Kredit program perumahan (KPP) merupakan fasilitas pembiayaan yang disediakan
                                              Debitur                           Debitur                          Debitur
                               (Rp Juta)                    (Rp Juta)                         (Rp Juta)                               untuk mendukung pengembangan sektor perumahan secara berkelanjutan melalui
Jawa Timur                        142.098           1.292       222.843             1.800         230.475            1.093            penguatan sisi penyediaan dan permintaan rumah. Program ini ditujukan bagi pelaku
Kalimantan Barat                   22.068             94         25.739               135              19.649          56             usaha dalam ekosistem perumahan, termasuk pengembang dan pelaku UMKM, guna
Kalimantan Selatan                  16.903           162          17.070              180              53.781          164            mendorong percepatan penyediaan hunian layak serta peningkatan aktivitas ekonomi
Kalimantan Tengah                   18.610            116         14.468               97              9.526           46             yang inklusif.
Kalimantan Timur                     7.290            77          15.455               117             17.364          110

Kalimantan Utara                    2.285             24           9.675                71             9.690            82
                                                                                                                                      Melalui KPP, pembiayaan diberikan dalam bentuk modal kerja dan investasi untuk
                                                                                                                                      mendukung kegiatan pembangunan, pembelian, maupun renovasi rumah sesuai
Kepulauan Riau                      18.527           130          48.185               217         36.322              133
                                                                                                                                      ketentuan yang berlaku. Skema ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku
Lampung                             17.789           106         20.332               124              17.775          110
                                                                                                                                      usaha perumahan, menjaga kesinambungan rantai pasok sektor perumahan, serta
Maluku                              10.195            48          12.848                71             13.023           78
                                                                                                                                      berkontribusi pada penciptaan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
Maluku Utara                         3.015            20          12.050               79              12.610          85

Aceh                                     -             -                  -              -                 -             -            Secara umum, KPP mencakup:
Nusa Tenggara Barat                 14.641           137         20.495               216              16.180           78            • Pembiayaan sisi penyediaan rumah bagi pengembang dan pelaku usaha pendukung
Nusa Tenggara Timur                 18.925            171         14.587              133              8.796            42              perumahan guna mendukung pembangunan dan pengadaan rumah.
Papua                               5.780             72          8.965                93              16.212          121            • Pembiayaan sisi permintaan rumah bagi UMKM dan pelaku usaha untuk pembelian,
Riau                                16.601            92         33.470               169          63.280              130              pembangunan, atau renovasi rumah yang menunjang kegiatan usaha.
Sulawesi Barat                      18.175            54         20.975                67              14.066           52

Sulawesi Selatan                   44.284           256          83.899              380           40.980              217
                                                                                                                                      Penyaluran KPP menjadi bagian dari upaya BTN dalam memperluas akses pembiayaan
                                                                                                                                      perumahan, mendukung program perumahan nasional, serta memperkuat kontribusi
Sulawesi Tengah                    15.585             85          12.398                71             11.860          38
                                                                                                                                      sektor perumahan terhadap pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Sulawesi Tenggara                  26.894            156         25.800                90              15.500          44
                                                                                                                                      Rincian penyaluran KPP disajikan pada tabel berikut.
Sulawesi Utara                      6.690             73            8.071              72              9.349           56

Sumatera Barat                      19.676            98         23.890                116             21.860          55
                                                                                                                                                 Penyaluran KPP Berdasarkan Sektor Ekonomi [FS6, FS7] [SASB FN-CB-410a.1]
Sumatera Selatan                   16.555             85          24.717              123          40.980              109
                                                                                                                                                                                                                           2025
Sumatera Utara                      51.510          340         106.887              495               63.641         207                                     KPP BTN
                                                                                                                                                                                                   Plafond (Rp Juta)                  Debitur
Jumlah                          1.073.762       8.788         1.799.621            13.010       1.807.673           8.214
                                                                                                                                      KPP Supply                                                                2.389.138                            749
*Tidak termasuk KPP Demand
                                                                                                                                      KPP Demand                                                                  262.742                           1.097

                                                                                                                                      Total                                                                    2.651.880                           1.846




134                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 135
                                       Pendahuluan         Profil dan        Membangun Ekosistem       Mengelola Lingkungan yang    Menumbuhkan Potensi dan     Menguatkan Masyarakat                 Menggerakkan Inovasi       Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                           Perjalanan BTN    Keuangan Berkelanjutan    Bertanggung Jawab            Kesejahteraan Pegawai       melalui Kepedulian dan Inklusi        Produk Keuangan dan        Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




                             Realisasi KPP Berdasarkan Provinsi [FS7]                                                                                              KPP Supply                        KPP Demand                            Total
                                                                                                                                           Provinsi            Plafond                            Plafond                         Plafond
                                KPP Supply                        KPP Demand                          Total                                                                    Debitur                          Debitur                            Debitur
                                                                                                                                                              (Rp Juta)                          (Rp Juta)                       (Rp Juta)
        Provinsi            Plafond                          Plafond                         Plafond
                                           Debitur                           Debitur                          Debitur              Lampung                        52.061                17            4.957             23            57.019              40
                           (Rp Juta)                        (Rp Juta)                       (Rp Juta)
                                                                                                                                   Maluku                           1.450                 1            960                3             2.410                4
Bali                            19.658                9            6.832             30          26.490             39
                                                                                                                                   Maluku Utara                     13.411               4            2.370              11            15.781              15
Bangka Belitung                 18.148                6             1.273              6         19.420              12
                                                                                                                                   Nusa Tenggara
Banten                        159.268                47           21.030             91         180.298            138
                                                                                                                                   Barat                          47.958                17             1.412              7          49.369               24
Bengkulu                       24.356                 7              826               7          25.183             14
                                                                                                                                   Nusa Tenggara
DI Yogyakarta                   14.498                4             3.719            15           18.217             19            Timur                          33.750                 11           3.447             13            37.197              24

DKI Jakarta                   188.564                 51           27.814            86         216.378             137            Papua                           5.500                 2              136                  1         5.636                 3

Gorontalo                       12.528                4             1.000              3          13.528                7          Riau                          50.645                 19            2.838             15           53.484               34

Jambi                           47.141                16             1.198             9         48.339             25             Sulawesi Barat                 28.232                 11             118                  1       28.350                12

Jawa Barat                    519.822                154          73.526           268         593.348             422             Sulawesi Selatan              107.890               36             6.991             27            114.881             63

Jawa Tengah                     158.117              55            22.821            114        180.939            169             Sulawesi Tengah                34.335                10            1.500               3          35.835                13

Jawa Timur                    343.306                100          47.894           235          391.200            335             Sulawesi Tenggara              76.952               25              548               4           77.500               29

Kalimantan Barat               47.080                 13            3.162             11         50.243             24             Sulawesi Utara                 20.186                 8             795                2           20.981               10

Kalimantan Selatan             75.069                28             2.613            12          77.682             40             Sumatera Barat                 39.739                16            2.180              8             41.919             24

Kalimantan Tengah              22.228                 9              1.314             7         23.542              16            Sumatera Selatan                57.710               17            1.836             12           59.546               29

Kalimantan Timur                19.390                6            6.205             21          25.595             27             Sumatera Utara                102.294               32             3.207             12           105.501              44

Kalimantan Utara                3.080                 2            3.425             13           6.505              15            Total                       2.389.138             749           262.742           1.097        2.651.880            1.846

Kepulauan Riau                  44.771                12           4.794             27          49.565             39




135                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 136
                                    Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat            Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     melalui Kepedulian dan Inklusi   Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




Branchless Banking (balé Agen) [FS16]                                                                                     Simpanan Pelajar (SimPel) [FS16]

Perluasan akses layanan keuangan formal diwujudkan melalui implementasi program                                           Program Simpanan Pelajar (SimPel) menjadi salah satu upaya utama BTN dalam
Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) yang                                           memperluas inklusi keuangan bagi generasi muda. Melalui mekanisme tabungan yang
diinisiasi OJK dan sejalan dengan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Program                                     sederhana, bebas biaya administrasi, dan mudah diakses pelajar dari tingkat SD hingga
ini ditujukan bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan, termasuk                                           SMA diajak mengenal pentingnya menabung, mengelola uang, dan memahami dasar
wilayah terpencil dan kelompok yang rentan terhadap praktik pembiayaan informal.                                          perencanaan keuangan sejak dini. Kesederhanaan persyaratannya memungkinkan
                                                                                                                          lebih banyak pelajar terhubung dengan layanan keuangan formal sejak usia muda.
Melalui skema ini, BTN menghadirkan jaringan agen sebagai perpanjangan layanan
perbankan di tingkat komunitas. Masyarakat dapat melakukan transaksi dasar secara                                         Pada 2025, program ini menjangkau lebih dari 858.276 peserta di berbagai wilayah
mudah dan dekat dengan tempat tinggal, seperti pembukaan rekening, setor dan                                              Indonesia. Fokus edukasi diarahkan pada pelatihan keuangan digital, sehingga pelajar
tarik tunai, pembayaran tagihan, transfer dana, cek saldo, mini statement, perubahan                                      mampu memahami produk perbankan dan mengelola keuangan dengan lebih bijak.
PIN, serta pembelian produk keuangan. Inisiatif ini tidak hanya memperluas inklusi                                        Kolaborasi dengan sekolah, lembaga pendidikan, dan komunitas lokal memperluas
keuangan, tetapi juga meningkatkan literasi keuangan dan memberi peluang tambahan                                         jangkauan program, termasuk di daerah dengan akses finansial terbatas.
penghasilan bagi mereka yang bergabung sebagai agen.
                                                                                                                          Edukasi keuangan kemudian diperluas ke masyarakat umum, terutama di wilayah
Ketentuan umum untuk menjadi balé agen meliputi beberapa persyaratan berikut:                                             terpencil, untuk membantu mereka menggunakan layanan perbankan dengan lebih
1.    Pendaftaran dilakukan melalui Kantor Cabang atau Kantor Cabang Pembantu                                             tepat. Peningkatan pengetahuan finansial ini diharapkan mendorong pemanfaatan
      terdekat.                                                                                                           produk perbankan yang lebih beragam sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi
2.    Calon agen merupakan nasabah BTN dengan rekening tabungan aktif yang                                                lokal.
      digunakan untuk menampung deposit, komisi, dan biaya transaksi.
3.    Memiliki usaha yang telah beroperasi sekurang-kurangnya satu tahun.                                                                   Proporsi Kepemilikan Rekening [SASB FN-CB-240a.3, FN-CB-240a.4]
4.    Memiliki surat izin usaha yang sah dan masih berlaku, minimal surat keterangan dari
                                                                                                                                                Keterangan                              2025                  2024               2023
      RT setempat.
                                                                                                                           Total Rekening
5.    Tidak tercantum dalam Daftar Hitam Nasional Bank Indonesia.
6.    Lulus proses uji tuntas atau due diligence dari Bank.                                                                Total rekening produk Tabungan                                7.045.749            6.139.468          7.099.737

                                                                                                                           Rekening SimPel

                                                                                                                           Total rekening                                                 850.879              824.069             795.592
                                                   Hingga tahun 2025, terdapat                                             Persentase terhadap total rekening                                12,18%             13,42%               11,00%



                                                   6.300                                                                  Peningkatan sebesar 4,15% dibandingkan tahun sebelumnya dipengaruhi oleh penguatan
                                                                                                                          program edukasi dan literasi keuangan serta kerja sama dengan sekolah, yang turut
                                                   balé agen yang tersebar di seluruh Indonesia                           mendukung salah satu strategi BTN dalam meningkatkan dana murah.



136               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 137
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan      Menguatkan Masyarakat                 Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai        melalui Kepedulian dan Inklusi        Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                          Digitalisasi




Housing Finance Center (HFC) [FS16]


                                                                                                                                                                                                    Misi
                                                                                                                                                   Visi
                                                                                                                                                                                        Memberikan pelayanan
                                                                                                                                       Menjadi pusat riset,                            yang unggul, inovatif, dan
                                                                                                                                     edukasi, dan konsultasi                            terintegrasi dalam riset,
Masih banyaknya rumah tangga di Indonesia yang belum memiliki rumah merupakan                                                          terkait pembiayaan                            edukasi, dan konsultasi terkait
indikasi bahwa sektor perumahan masih berpotensi untuk terus tumbuh secara                                                              perumahan yang                                 pembiayaan perumahan
berkelanjutan dengan terus bertambahnya jumlah keluarga baru dan dukungan                                                                        terdepan                                       bagi klien.
kemudahan untuk memiliki rumah. HFC memanfaatkan peluang ini untuk mendukung
pertumbuhan sektor perumahan di Indonesia. HFC didirikan pada 16 Oktober 2014 dengan
visi dan misi sebagai berikut.


  Fungsi HFC


Melalui HFC, komitmen untuk mendukung penyediaan pasokan hunian dan melahirkan
pengembang baru di sektor perumahan diperkuat. Peran tersebut dijalankan melalui
                                                                                                                                    Learning              Pusat edukasi pembiayaan perumahan Indonesia melalui
tiga fungsi utama yang menjadi pilar bisnis HFC, yaitu:
                                                                                                                                                          berbagai bentuk program pendidikan dan pelatihan




                                                                                                                                    Advisory              Pusat konsultasi properti dan pembiayaan perumahan
                                                                                                                                                          Indonesia         untuk         membantu               para     stakeholders
                                                                                                                                                          (masyarakat,               pengembang,           pemerintah)             dalam
                                                                                                                                                          pengambilan keputusan




                                                                                                                                    Research              Pusat informasi dan inovasi pembiayaan perumahan
                                                                                                                                                          Indonesia melalui berbagai kajian ilmiah terkait pasar,
                                                                                                                                                          pelaku usaha, dan tren industri perumahan




137            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 138
                                  Pendahuluan   Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat            Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     melalui Kepedulian dan Inklusi   Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                 Digitalisasi




Dari ketiga kegiatan utama tersebut, tersusun beberapa agenda turunan seperti:

                                                                                                  Kegiatan Utama HFC

Fungsi          Mini MBA in Property                  Program Mini MBA in Property merupakan kerja sama HFC dan SBM-ITB yang rutin diselenggarakan untuk mencetak wirausaha baru di industri properti.
Learning                                              Sejak 2016, program ini telah berjalan secara berkelanjutan. Pada tahun 2025 program ini telah diselenggarakan sebanyak 3 batch yaitu batch 23, batch
                                                      24, dan batch Makassar (in house). Melalui program ini, telah dihasilkan lulusan sebanyak lebih dari 800 orang.

                Seminar Literasi/Kuliah Umum/         HFC aktif menyelenggarakan seminar, kuliah umum, workshop, dan talkshow bekerja sama dengan berbagai instansi, universitas, dan asosiasi untuk
                Workshop/ Talkshow                    meningkatkan pemahaman audiens mengenai bisnis properti, digitalisasi perbankan, dan topik relevan lainnya. Pada 2025, telah dilaksanakan kegiatan:
                                                      1. Outlook Property Indonesia Tahun 2025 di Tengah Perlambatan Ekonomi Nasional.
                                                      2. Kuliah Umum dan Talkshow di Universitas Negeri Malang dengan tajuk “Unlocking Business Opportunities Amidst Global Economic Shifts and Digital
                                                         Transformation”.
                                                      3. Kuliah Umum di Universitas Udayana dan Universitas Diponegoro dengan tajuk “Green Financing in The Digital Era for a Sustainable Economy”.
                                                      4. Orasi Ilmiah di Universitas Negeri Padang dengan tajuk “Green Financing in The Digital Era for a Sustainable Economy”.

Fungsi          Advisory Clinic                       Program Advisory Clinic merupakan program yang didesain agar peserta dan alumni dari Program Learning HFC dapat melakukan diskusi atau konsultasi
Advisory                                              lebih intensif dengan para pengajar untuk lebih memperdalam pemahaman terhadap materi-materi yang telah diajarkan pada class training. Advisory
                                                      Clinic yang telah dilakukan di tahun 2025 dengan tajuk “Understanding Housing Consumer Behavior to Increase Sales”.

Fungsi          BTN HPI (House Price Index)           BTN House Price Index menyajikan data perubahan harga perumahan secara nasional, regional, provinsi, hingga kabupaten/kota, berdasarkan realisasi
Research                                              kredit rumah dengan kualitas dan karakteristik serupa, termasuk transaksi KPR nonsubsidi. Indeks mencakup berbagai tipe rumah (21–36, 37–45, dan
                                                      46–70) serta sejumlah wilayah kabupaten/kota. Data disampaikan setiap triwulan, dengan perhitungan bulanan menggunakan metode matched sales.

                Publikasi Forum Ekonomi               Hasil riset HFC dipublikasikan melalui forum karya ilmiah nasional tahunan, antara lain yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, OJK, ISEI, dan Perbanas,
                Nasional                              disesuaikan dengan tema masing-masing acara.

                Riset                                 Hasil riset dan kajian yang sudah dibuat oleh HFC di tahun 2025, antara lain:                        9.    Skema Pembiayaan Perumahaan
                Terimplementasi                       1. Update Ekonomi dan Perumahaan 2025                                                                10.   Studi Kelayakan Pembentukan BTN Research Institute
                                                      2. Kajian House Price Index FY2024                                                                   11.   Market Share DPK BTN
                                                      3. Kajian Awal Pembentukan Danantara                                                                 12.   Market Share KPR BTN
                                                      4. Kajian Awal BTN Research Institute                                                                13.   Kajian Redesain Skema Pembiayaan Perumahan
                                                      5. Kajian Dampak Program Tiga Juta Rumah terhadap Perekonomian dan                                   14.   Kajian Faktor Penurunan Market Share KPR Non Subsidi
                                                          penyerapan Tenaga Kerja.                                                                         15.   Kajian Penurunan Cost of Fund (CoF) DPK
                                                      6. Kajian Tarif Trump                                                                                16.   FS BTN Research Institute dengan ITB
                                                      7. Pembahasan Perkembangan dan Outlook Konsumsi, Investasi, dan Kredit                               17.   Industri Outlook 2026
                                                          Konsumsi Rumah Tangga 2025-2026                                                                  18.   Kajian Sektor Informal
                                                      8. Kajian Potensi Wilayah

                Research Fellowship                   HFC bekerja sama dengan peneliti, akademisi, dan praktisi dari universitas serta lembaga penelitian untuk transfer pengetahuan, guna meningkatkan
                                                      kompetensi, kapasitas, dan kapabilitas peneliti HFC dalam riset terkait perkembangan ekonomi dan pengembangan bisnis BTN.




138           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 139
                        Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat            Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                        Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     melalui Kepedulian dan Inklusi   Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                         Digitalisasi




                                                                                                               Program Literasi Keuangan Lainnya [FS16]
                                                                                                               BTN memperkuat literasi keuangan melalui kemitraan dengan organisasi pendidikan
                                                                                                               keuangan, serta kerja sama dengan institusi pendidikan, instansi pemerintah, dan
                                                                                                               komunitas lokal, dengan inisiatif yang dirancang khusus untuk menjangkau demografis
                                                                                                               tertentu. Berbagai pelatihan dan kegiatan sosialisasi dilakukan untuk memperluas
                                                                                                               pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan, terutama terkait perbankan
                                                                                                               dan pembiayaan perumahan.


                                                                                                               Salah satu inisiatif utamanya adalah program inklusi keuangan bagi mahasiswa serta
                                                                                                               komunitas kampus. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, peserta memperoleh
                                                                                                               pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan finansial,
                                                                                                               dan pentingnya akses terhadap layanan perbankan. Program ini juga menjangkau
                                                                                                               kelompok masyarakat yang belum terlayani perbankan untuk meningkatkan akses ke
                                                                                                               layanan keuangan formal.


                                                                                                               Edukasi produk perbankan, termasuk layanan payroll, turut diperluas melalui kegiatan
                                                                                                               sosialisasi kepada berbagai instansi pemerintah. Pendekatan ini membantu masyarakat
                                                                                                               memahami manfaat layanan perbankan sekaligus mendorong penggunaan produk
                                                                                                               keuangan secara lebih bijak.


                                                                                                               Melalui langkah tersebut, BTN berupaya mempercepat inklusi keuangan dan memperkuat
                                                                                                               pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini diharapkan menumbuhkan literasi
                                                                                                               finansial sejak dini serta mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam
                                                                                                               pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.




139   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 140
                        Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat            Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                        Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     melalui Kepedulian dan Inklusi   Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                         Digitalisasi




140   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 141
                                 Pendahuluan   Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                               Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                               Digitalisasi




06
                                                                                                                                        Menggerakkan Inovasi
                                                                                                                                        Produk Keuangan dan
                                                                                                                                                  Digitalisasi
142   Roadmap Layanan BTN
145   Manajemen Risiko Lingkungan dan
      Sosial dalam Proses Kredit
148   BTN Portofolio Guideline
155   Produk Berbasis ESG
163   Inovasi Digital untuk Layanan
      Modern
172   Pengawasan Produk Keuangan
173   Kebijakan Periklanan
174   Pelindungan Finansial Nasabah
175   Privasi dan Keamanan Data
      Nasabah
185   Kebijakan Penagihan Utang
187   Penanganan Keluhan Produk
      Keuangan
190   Kepuasan Nasabah
Page 142
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                 Digitalisasi




Sebagai lembaga intermediasi, BTN memiliki tanggung jawab tidak langsung atas dampak
lingkungan dan sosial yang timbul dari aktivitas debitur, karena pengelolaan yang kurang
tepat berpotensi meningkatkan risiko kredit dan memengaruhi reputasi Bank. Oleh karena
itu, pengelolaan aspek lingkungan dan sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari
manajemen risiko perbankan.




Roadmap Layanan BTN


Sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi BTN sebagai “Mitra utama dalam
                                                                                                                         Visi                     Memberikan layanan yang andal, memiliki keunggulan yang
pemberdayaan finansial keluarga Indonesia” dan misi untuk “Memberikan customer                                         Layanan                    berbeda, mudah dan nyaman, serta melampaui harapan
experience terbaik melalui layanan digital dan finansial yang terintegrasi”, BTN telah                                   BTN                      nasabah
merumuskan Visi Layanan yang didukung dengan 19 key initiatives. Visi tersebut menjadi
landasan penyusunan Roadmap Layanan BTN 2023-2025 sebagai panduan strategis
pengembangan layanan Bank.

                                                                                                                                                  1.    Menumbuhkan budaya layanan terpadu dalam organisasi
Roadmap tersebut disusun berdasarkan survei pada tahap awal untuk memperoleh
                                                                                                                                                        dengan menerapkan pendekatan yang berpusat pada solusi
Voice of Customer (VoC) melalui pengukuran Customer Experience Index (CEI). Roadmap                                                                     untuk mencapai keunggulan layanan yang istimewa.
Layanan BTN telah disetujui oleh Direksi dan disosialisasikan kepada SEVP, pimpinan divisi                                                        2.    Menumbuhkan standar layanan yang konsisten di semua
terkait dari produk dan channel owner, serta Kepala Kantor Wilayah 1 dan 2 melalui forum                                 Misi                           saluran layanan dan titik kontak nasabah, untuk memastikan
yang diselenggarakan oleh Customer Experience Division dengan melibatkan konsultan.                                    Layanan                          pengalaman yang mulus dan istimewa di setiap interaksi.

Pada forum tersebut, telah disepakati Misi Layanan BTN sebagai penjabaran dari Visi                                      BTN                      3.    Menjadi mitra keuangan terpercaya dan penasihat perumahan
                                                                                                                                                        dengan memberikan layanan khas yang mengacu pada
Layanan BTN. Selain itu, BTN juga telah menetapkan Service Values BTN.
                                                                                                                                                        autentisitas organisasi.
                                                                                                                                                  4.    Memberikan pengalaman layanan terbaik yang berfokus pada
                                                                                                                                                        ekspektasi nasabah dengan melayani mereka seperti keluarga
                                                                                                                                                        kita sendiri dengan keramahan yang istimewa.




142            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 143
                                         Pendahuluan       Profil dan       Membangun Ekosistem        Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi    Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                           Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan     Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan     Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                 Digitalisasi




  Service Values BTN


                                               Reliable                                                            Uniquely Differentiated                                                     Convenient Services




                                 F                                  A                                    M                                          I                                  L                                  Y
                            Fostering                           Assurance                              Meaningful                               Inspire                        Light-hearted                            Yearning

                       Komponen values ini                   Komponen values                     Komponen values ini                       Komponen values                   Komponen values ini                  Komponen values ini
                      menyiratkan komitmen                 ini menggambarkan                menggambarkan komitmen                       ini menggambarkan                 menunjukkan komitmen                menunjukkan ambisi dan
                      BTN untuk membangun                  komitmen BTN untuk                 BTN dalam menyediakan                       komitmen BTN yang                   kesungguhan dan                 motivasi internal yang kuat
      Makna




                          hubungan dan                    memberikan kepastian,                 layanan, interaksi, dan                menginspirasi lebih dari             kemurahan hati insan              untuk memberikan standar
                     menyediakan kenyamanan                    rasa aman, dan                 pengalaman yang berarti,                sekedar solusi finansialnya,        BTN dalam menciptakan                 pelayanan yang sangat
                       dalam layanan yang              kepercayaan secara andal                  terpersonalisasi, dan                tetapi juga menjadi katalis         kenyamanan sepanjang                baik dan melebihi harapan
                      selaras dengan konsep            kepada seluruh nasabah.              berdampak, selaras dengan                   positif untuk perbaikan        perjalanan finansial nasabah                     pelanggan
                             keluarga.                                                         kebutuhan dan aspirasi                dan kemajuan keseluruhan              melalui pelayanan yang
                                                                                                         nasabah.                       ekosistem perbankan.                   tulus dan hangat.


                       Fostering Long-term                   Assuring Reliable                          Meaningful                   Inspiration for Achieving the               Light-hearted                           Yearn for
                           Relationship                          Support                              Personalization                           Dream                             Atmosphere                            Excellence
      Rincian Poin




                       Fostering Incremental           Assuring Solution-Centric                        Meaningful                           Inspiration for                     Light-hearted                    Yearn for Customer
                         Service Excellence                    Services                                 Experience                             Your Home                           Assistance                        Satisfaction

                         Fostering Digital                     Assuring Ethical                         Meaningful                           Inspiration for                     Light-hearted                           Yearn for
                         Transformation                           Practices                          Long-term Impact                          Excellence                          Approach                             Integration




BTN menetapkan terminologi FAMILY sebagai service values yang merefleksikan layanan                                                Selaras dengan Service Blueprint, peningkatan layanan difokuskan pada aspek people,
yang reliable (fostering and assurance), uniquely differentiated (meaningful and                                                   process, dan physical evidence sebagai standar baru di seluruh saluran layanan. Fokus
inspire), serta convenient (lighthearted and yearning), dengan pendekatan yang selalu                                              tersebut menjadi dasar implementasi Roadmap Layanan BTN 2023–2025, yang terbagi
melibatkan nasabah layaknya bagian dari keluarga. Untuk mendukung Misi Layanan                                                     sebagai berikut:
sekaligus mendorong customer acquisition and loyalty, BTN menetapkan Solution-
centric sebagai core values melalui penyediaan basic advisory bagi new customer serta
advanced advisory bagi existing dan churning customers.



143                    PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 144
                                   Pendahuluan      Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                         Digitalisasi




     Rencana Implementasi                                      Quick Win                                                                     Mid-Term                                                     Long-Term
                                        1.                                                              2.                                                                                 3.
     Roadmap Layanan BTN
                                             •   Solution-Centric Response Mechanism                          •   Service Competency Enhancement Program (S-CEP)                                   • Hackathon
     2023-2025
                                             •   Service-focused Squad                                        •   BTN Mobile Advancement                                                           • BTN Heritage
                                             •   FinEase Acceleration                                         •   CRM Empowerment
                                             •   BTN Care                                                     •   BTN Housing & Mortgage Advisory




Mengacu pada Service Programs Prioritization yang dibahas dan disepakati dalam                                                         strategis dalam membentuk pengalaman nasabah. Sejalan dengan upaya
Roadmap Layanan BTN 2023–2025, BTN menetapkan 4 (empat) Quick Win Service                                                              peningkatan kepuasan nasabah, BTN melakukan penyempurnaan proses
Programs yang secara berkelanjutan mengimplementasikan strategi peningkatan                                                            layanan kredit, khususnya pada tahapan akad kredit, melalui sejumlah inisiatif
kualitas layanan sejak tahun 2023. Berikut beberapa strategi dan program yang dapat                                                    sebagai berikut:
dijalankan untuk mencapai tujuan tersebut:                                                                                             • Penetapan batas waktu maksimal dan standar durasi pelaksanaan akad
1.    FinEase Acceleration                                                                                                                kredit.
      Program FinEase       (Finish-Ease)        Acceleration difokuskan untuk meningkatkan                                            • Digitalisasi penyampaian informasi pada tahap akad kredit untuk memastikan
      kualitas layanan pada titik awal interaksi nasabah dengan BTN, khususnya proses                                                     seluruh calon debitur memahami hak dan kewajiban sebagai debitur BTN.
      pembukaan rekening dan pelaksanaan akad kredit konsumer, guna memastikan                                                         • Peningkatan kenyamanan selama proses akad kredit melalui penetapan tata
      pengalaman layanan yang lebih optimal. Dalam implementasinya, BTN melakukan                                                         letak serta standar sarana pendukung pada lokasi pelaksanaan akad.
      sejumlah peningkatan pada entry point, meliputi:                                                                    2.     Solution-Centric Response Mechanism
      a.   FinEase Acceleration: Pembukaan Rekening                                                                              Strategi peningkatan layanan terkait penanganan keluhan nasabah, baik soft
           Peningkatan layanan yang berfokus pada percepatan proses pembukaan                                                    maupun hard complaint, telah distandardisasi di seluruh outlet BTN melalui langkah-
           rekening bagi walk-in customer di setiap outlet dengan Service Level Agreement                                        langkah berikut:
           (SLA) yang telah ditentukan. Hal tersebut dilakukan melalui sejumlah langkah,                                         a.    Penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta penyediaan infrastruktur
           meliputi:                                                                                                                   pendukung untuk penyelesaian keluhan oleh petugas Bank.
           • Penyempurnaan alur layanan pembukaan rekening.                                                                      b.    Pelaksanaan pelatihan bagi seluruh frontliner dalam menangani keluhan
           • Penataan tata letak petugas Bank untuk mendukung efektivitas proses.                                                      nasabah di outlet BTN.
           • Digitalisasi proses pembukaan rekening.                                                                      3.     Service-focused Squad
           • Peningkatan kompetensi dan kapasitas petugas layanan, serta menerapkan                                              BTN membentuk service organization untuk memastikan penerapan standar
             script pembukaan rekening yang efektif dan efisien.                                                                 layanan berjalan konsisten sekaligus menumbuhkan learning                                 culture      and
      b.   FinEase Acceleration: Akad Kredit Konsumer                                                                            environment. Sejalan dengan implementasi Roadmap Layanan, BTN menempatkan
           Sebagai core business BTN, layanan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) menjadi                                             petugas layanan tambahan pada setiap kantor cabang yang berperan dalam
           titik awal interaksi utama masyarakat dengan Bank sehingga memegang peran                                             pemberian layanan cepat, yaitu Duty Officer. Duty Officer menjalankan fungsi untuk



144              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 145
                                   Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                        Digitalisasi




      meningkatkan efisiensi operasional cabang, mempercepat proses layanan, serta                                              layanan ramah keluarga dengan menyediakan ruang dan fasilitas yang menunjang
      memastikan pengalaman nasabah dalam bertransaksi dan memperoleh layanan                                                   kenyamanan nasabah selama bertransaksi. Fasilitas BTN Care meliputi:
      di kantor cabang berlangsung lancar.                                                                                      a.    Fasilitas disabilitas berupa jalur atau ramp kursi roda, handrail, kursi khusus, dan
4.    BTN Care                                                                                                                        toilet khusus disabilitas;
      BTN Care merupakan inisiatif BTN untuk memenuhi ketentuan regulator sekaligus                                             b.    Ruang laktasi bagi ibu menyusui;
      memperkuat akses layanan bagi nasabah dengan kebutuhan khusus, termasuk                                                   c.    Kid’s Corner bagi anak-anak selama orang tua atau keluarganya menunggu
      penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, dan ibu menyusui, melalui penguatan                                             antrian layanan maupun transaksi di BTN.
      aspek sarana dan prasarana fisik di kantor cabang. Program ini juga mendukung




Manajemen Risiko Lingkungan dan Sosial dalam Proses Kredit [GRI 2-25] [SASB FN-CB-410A.2]


Dalam proses pendanaan dan penyaluran kredit, BTN secara konsisten menerapkan                                            ketentuan dalam BTN Portfolio Guideline, termasuk untuk sektor dengan risiko ESG tinggi.
sistem manajemen risiko lingkungan dan sosial (ESG) pada seluruh aktivitas pembiayaan                                    Hasil penilaian tersebut menjadi dasar proses prapersetujuan melalui credit risk tools
dan portofolio kredit sebagai bagian dari penerapan prinsip keuangan berkelanjutan.                                      dengan mengintegrasikan aspek lingkungan dan sosial. Selanjutnya, penerapan ESRM
Praktik ini sejalan dengan POJK Nomor 40/POJK.03/2019 tentang Penilaian Kualitas Aset                                    dilanjutkan pada tahap analisis kredit, tinjauan hukum dan kepatuhan, persetujuan
Bank Umum, yang mengatur bahwa penilaian prospek usaha debitur mencakup upaya                                            kredit, hingga pemantauan pascapenyaluran untuk memastikan pengendalian risiko
menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.                                                                                  berjalan konsisten sepanjang siklus kredit.


Sejalan dengan fokus pertumbuhan portofolio kredit komersial, BTN mengintegrasikan                                       Sebagai bagian dari tinjauan hukum dan kepatuhan, dalam Kebijakan Umum Nomor KU.1
aspek lingkungan dan sosial ke dalam proses kredit melalui kerangka Environmental and                                    tentang Perkreditan atau Pembiayaan, BTN juga mengatur persyaratan legalitas proyek,
Social Risk Management (ESRM) yang diterapkan secara end-to-end dan terkoordinasi                                        yang meliputi: [FS1, FS2, FS9]
oleh Business Unit, Credit Operation Division, serta Wholesale Credit Risk Division. BTN juga                            1.     Izin peruntukan lahan/tanah;
menetapkan risk appetite dan industry appetite yang selaras dengan aspek lingkungan                                      2.     Site plan disahkan pihak yang sah dan berwenang;
dan sosial, yang dituangkan dalam petunjuk teknis Risk Acceptance Criteria (RAC) yang                                    3.     Izin mendirikan bangunan;
tercakup dalam BTN Portfolio Guideline sesuai Petunjuk Teknis Nomor PT.8-H.3. [FS1]                                      4.     Bukti penguasaan;
                                                                                                                         5.     Salinan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT);
Dalam pelaksanaannya, setiap Business Unit melakukan penilaian berbasis riset                                            6.     Bukti penguasaan jalan masuk;
sektor industri, analisis risiko ESG, serta analisis risiko dan potensi sektor industri sesuai                           7.     Surat keterangan peil banjir;



145              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 146
                                   Pendahuluan    Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang      Menumbuhkan Potensi dan          Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab              Kesejahteraan Pegawai            Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                            Digitalisasi




8.    Keterangan PDAM; dan                                                                                              perencanaan proyek. Penerapan AMDAL mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor
9.    Surat keterangan kelayakan lingkungan atau upaya pengelolaan lingkungan hidup                                     27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan Hidup. Selain itu, BTN melakukan pemantauan dan
      dan/atau AMDAL.                                                                                                   verifikasi lapangan untuk memastikan calon debitur mematuhi ketentuan lingkungan
                                                                                                                        yang berlaku. Verifikasi mencakup pemenuhan dokumen lingkungan dan sosial sesuai
BTN menerapkan penilaian risiko kredit dengan mempertimbangkan hasil AMDAL sebelum                                      ketentuan internal, dilakukan sebelum dan setelah akad kredit sebagai bagian dari
menetapkan keputusan pembiayaan atas suatu proyek. AMDAL merupakan persyaratan                                          pemantauan berkelanjutan, dengan frekuensi minimal satu kali setiap tiga bulan.
perizinan yang memuat kajian potensi dampak lingkungan dari rencana usaha dan/                                          Pendekatan ini merupakan bagian dari prinsip kehati-hatian dalam manajemen risiko
atau kegiatan, mencakup aspek abiotik, biotik, dan kultural, serta disusun pada tahap                                   kredit. [FS1, FS2, FS3, FS5, FS9]



Proses Integrasi ESG dalam Proses Kredit


      Pre-screening                                       Tinjauan Legal dan Kepatuhan                             Persetujuan Kredit                                            Pencairan Kredit

1.                                                  3.                                                      5.                                                             7.

      Business Unit dan Wholesale                         Legal dan Kepatuhan                                      Pejabat Berwenang                                             Credit Operation Division
      Credit Risk Division




                                  Analisis Kredit                                     Rapat Komite Kredit                                          Dokumentasi Kredit                                      Pemantauan Kredit

                             2.                                                  4.                                                         6.                                                       8.

                                  Business Unit dan Wholesale                           Business Unit dan Wholesale                                Business Unit, Wholesale                                Business Unit, Wholesale
                                  Credit Risk Division                                  Credit Risk Division                                       Credit Risk Division, dan Credit                        Credit Risk Division, dan Credit
                                                                                                                                                   Operation Division                                      Operation Division




Guna memperjelas keterlibatan unit kerja dan titik pengendalian pada setiap tahapan, berikut disajikan alur proses penyaluran kredit BTN beserta peran unit terkait dari tahap pra-
skrining hingga pemantauan.




146             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 147
                              Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                              Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                              Digitalisasi




           Integrasi ESG pada Siklus dan Penilaian Risiko Kredit
      1.
           BTN menerapkan integrasi ESG sepanjang siklus kredit, dari pengajuan hingga pemantauan, melalui kerangka penilaian risiko yang komprehensif. Bank juga
           mengidentifikasi pembiayaan dan proyek yang sesuai regulasi serta standar global.




           Penilaian ESG Berbasis Standar dan Risiko Iklim
           BTN memperkuat penilaian pada sektor-sektor dengan eksposur ESG tinggi untuk memastikan keselarasan dengan kebijakan keberlanjutan, termasuk:
           a.   Kepatuhan Kebijakan
                Bank mengacu pada standar keberlanjutan seperti Panduan OJK tentang Climate Risk Stress Test, Morgan Stanley Capital International (MSCI) ESG Industry Risk,
                serta Peraturan OJK (POJK) Nomor 51/POJK.04/2017, dengan memasukkan kriteria ESG ke dalam daftar uji kepatuhan yang digunakan.
           b.   Penilaian Risiko ESG Sektoral
      2.
                BTN mengembangkan sistem penilaian ESG secara sektoral untuk sektor dengan risiko tinggi terhadap risiko lingkungan, seperti energi, agrikultur, minyak, dan
                gas, termasuk penerapan Enhanced Due Diligence (EDD) guna memastikan kepatuhan.
           c.   Analisis Dampak dan Risiko Iklim
                BTN mengidentifikasi dampak perubahan iklim terhadap portofolio dengan mengombinasikan penghitungan emisi Cakupan 3 dari aktivitas pembiayaan, analisis
                risiko fisik dan risiko transisi, serta pelaksanaan climate risk stress test secara komprehensif. Hasil analisis tersebut menjadi masukan bagi unit bisnis, manajemen
                risiko, dan Direksi dalam merumuskan strategi mitigasi dan adaptasi terhadap risiko perubahan iklim.




           Tata Kelola dan Pengawasan
      3.
           BTN mengawasi komitmen ESG melalui Komite Manajemen Risiko yang melibatkan manajemen senior dari fungsi Risiko, Bisnis, dan Kepatuhan. Mekanisme ini
           memastikan pembiayaan dikelola secara transparan dan akuntabel dengan mempertimbangkan risiko lingkungan, sosial, dan iklim.




           Transparansi Pengungkapan Pembiayaan ESG
      4.
           BTN memperkuat transparansi melalui pengungkapan data pembiayaan ESG dalam laporan keberlanjutan tahunan sesuai ketentuan yang berlaku dan standar
           pengungkapan praktik terbaik.




147         PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 148
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang            Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui            Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                    Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi                   Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




BTN Portfolio Guideline


Dalam merespons dinamika pertumbuhan ekonomi dan arah kebijakan moneter, BTN
                                                                                                                                                                                                            Dengan tujuan sebagai berikut:
secara berkelanjutan memperkuat manajemen risiko kredit guna menjaga stabilitas
keuangan dan keberlanjutan usaha. Untuk tujuan tersebut, BTN menerapkan Portfolio
                                                                                                                                                  Tujuan Portfolio Guideline                                Mengelola risiko konsentrasi
Guideline sebagai perangkat strategis dalam mengelola risiko konsentrasi kredit melalui                                                                                                                     dengan melakukan diversifikasi
diversifikasi portofolio yang terukur.                                                                                                   Limit Alokasi Sektor Industri Prioritas                            portofolio yang terukur selaras
                                                                                                                                                                                                            berdasarkan hasil riset industri
                                                                                                                                             Sub Sektor Industri Restrictive                                prioritas, risiko ESG dan analisis
Implementasi Portfolio Guideline diarahkan untuk menjaga kualitas aset dengan
                                                                                                                                                                                                            risiko sektor industri.
memfokuskan alokasi kredit pada sektor prioritas yang memiliki prospek pertumbuhan
                                                                                                                             1                                                                  2
berkelanjutan. Pendekatan ini mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus berkontribusi                                                                                                                          Mendorong pertumbuhan
                                                                                                                         Riset Sektor                                                 Analisis
pada mitigasi risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Dengan penerapan yang                                                                                                                       kredit yang terdiversifikasi dan
                                                                                                                         Industri                            5                     Risiko ESG
terintegrasi dan selaras dengan strategi manajemen risiko kredit, Portfolio Guideline                                                                                                                       berkualitas.
                                                                                                                         Prioritas
berperan penting dalam menyeimbangkan ekspansi kredit dan pengendalian risiko                                                                        Risk Acceptance
                                                                                                                         4                            Criteria (RAC)                            3           Memberikan pedoman sektor
sesuai prinsip keberlanjutan yang diterapkan BTN.
                                                                                                                                                                                                            prioritas untuk pertumbuhan
                                                                                                                         Potensi Bisnis                                       Analisis Risiko               kredit.
                                                                                                                         (Pipeline)                                           Sektor Industri
                                                                                                                                                                                                            Mengatur dan mengelola limit
                                                                                                                                                                                                            risiko dan sektor-sektor prioritas.
                                                                                                                                 Tata Kelola dan Petunjuk Teknis Portfolio Guideline




Mekanisme Penerapan Portfolio Guideline                                                                                 dan pengelolaan kredit yang sehat, sehingga memastikan keselarasan aspek ESG. Sektor
                                                                                                                        industri prioritas tersebut antara lain:
Riset Sektor Industri Prioritas                                                                                         a.         Transportasi ramah lingkungan dan                       e.         Perdagangan besar dan eceran;
                                                                                                                                   transportasi umum, pergudangan,                         f.         Konstruksi;
Untuk mendukung implementasi prinsip ESG dalam pembiayaan, BTN menetapkan                                                          dan komunikasi;                                         g.         Real estate, usaha persewaan, dan
Portfolio Guideline sesuai Petunjuk Teknis Nomor PT.8-H.3 sebagai sarana pengendalian                                   b.         Perantara keuangan;                                                jasa perusahaan;
risiko konsentrasi kredit. Pedoman ini mengarahkan penyaluran kredit pada sektor                                        c.         Jasa kesehatan dan kegiatan sosial;                     h.         Agribisnis; dan
industri tertentu dengan mengintegrasikan pertimbangan ESG, prinsip kehati-hatian,                                      d.         Jasa pendidikan;                                        i.         Energi baru dan terbarukan.




148             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 149
                                      Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                      Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                        Digitalisasi




Analisis Risiko ESG                                                                                                         Risk Acceptance Criteria (RAC)

BTN menerapkan seleksi portofolio berbasis analisis risiko ESG yang mengacu pada                                            Guna memperkuat prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang melekat pada
regulasi dan best practice, seperti Panduan OJK tentang Climate Risk Stress Test, Morgan                                    industri prioritas, BTN menerapkan Risk Acceptance Criteria (RAC) dalam evaluasi
Stanley Capital International (MSCI) ESG Industry Risk, serta Peraturan OJK (POJK) Nomor                                    kelayakan calon debitur, yang terdiri dari RAC Umum yang merupakan kriteria minimum
51/POJK.04/2017. Analisis ini dirangkum dalam Matriks Portfolio Guideline Composite                                         untuk semua sektor, dan RAC Khusus yang mencakup kriteria sesuai karakteristik usaha.
Rating untuk memetakan sektor industri berdasarkan prospek bisnis serta risiko dan                                          Kedua RAC mencakup aspek debitur, aspek teknis, dan aspek keuangan, serta memiliki
dampak pada aspek ESG, termasuk intensitas emisi, dampak sosial, kualitas tata kelola,                                      ketentuan khusus per sektor industri sebagai panduan pemasaran dan penyaluran
dan faktor relevan lainnya. Sektor-sektor yang menjadi perhatian, di antaranya: [FS5] [FS10]                                kredit wholesale BTN.
a.    Transportasi, pergudangan, dan komunikasi;
b.    Pertambangan dan Penggalian;                                                                                          Kebijakan Kredit untuk Risiko ESG Tinggi
c.    Listrik, Gas, dan Air;
d.    Agribisnis;                                                                                                           Komitmen BTN pada sustainable finance diwujudkan melalui penetapan Terms &
e.    Industri Pengolahan; dan                                                                                              Conditions Portfolio Guideline sebagai instrumen pengelolaan risiko kredit terkait aspek
f.    Konstruksi.                                                                                                           ESG. Ketentuan ini memastikan penyaluran kredit dilakukan secara selektif, terutama
                                                                                                                            pada sektor industri prioritas dengan risiko ESG tinggi berdasarkan hasil analisis risiko
Analisis Risiko dan Potensi Sektor Industri                                                                                 ESG, melalui standar yang jelas untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan membatasi
                                                                                                                            eksposur pada sektor yang berpotensi menimbulkan dampak negatif signifikan terhadap
Selanjutnya, BTN menilai risiko dan peluang tiap sektor industri untuk menjaga portofolio                                   lingkungan dan sosial.
kredit yang sehat dan berkelanjutan. Alokasi kredit ditetapkan berbasis data internal,
data perbankan nasional, serta indikator Non-Performing Loan (NPL), yield kredit, dan                                       Bank tetap menetapkan syarat dan ketentuan khusus bagi kedua sektor tersebut sebagai
kontribusi terhadap target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Analisis ini                                       bagian dari komitmen pengelolaan risiko kredit berbasis ESG. Adapun ketentuan untuk
juga mempertimbangkan aspek ESG pada sektor dan subsektor dengan potensi bisnis                                             sektor dengan risiko ESG tinggi adalah sebagai berikut:
tinggi, sehingga risiko dapat dikelola selaras dengan prinsip keberlanjutan.




149                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 150
                        Pendahuluan     Profil dan         Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                        Perjalanan BTN     Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                            Digitalisasi




                                                   Agrikultur (Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan)



                                              Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat bagi debitur                                       b.   Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti ISO
                                              pada sektor ini untuk memastikan:                                                                      14001/ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya yang
                                              1.     Memiliki penilaian PROPER Emas atau Hijau.                                                      dapat diterima oleh Bank.
                                              2.     Pembiayaan tidak akan diberikan kepada perusahaan baru                                     c.   Memiliki SOP pencegahan dan penanganan kebakaran
                                                     yang membuka lahan baru.                                                                        lahan,      memiliki      peralatan           standar      penanganan
                                              3.     Memiliki Instalasi Pengolahan Limbah (IPL) dengan kajian                                        kebakaran sesuai kriteria lahan, memiliki menara
                                                     terkait Ketersediaan IPL yang beroperasi dan parameter                                          pantau api, serta memiliki tim khusus penanggulangan
                                                     baku mutu air berada dalam batas yang ditentukan.                                               kebakaran yang telah terlatih sesuai dengan standar
                                              4.     Untuk       perusahaan         publik,     wajib       memiliki      laporan                    Direktorat Jendral Perkebunan.
                                                     keberlanjutan.                                                                             d.   Perusahaan wajib memiliki Izin Usaha Perkebunan (IUP)
                                              5.     Memiliki komitmen terhadap No Deforestation, No Peat,                                           sesuai dengan yang tercantum dalam izin Lokasi seperti
                                                     No Exploitation (NDPE) yang mencakup pembebasan &                                               IUP Budidaya (IUP-B), IUP Pengolahan (IUP-P) dan Surat
                                                     pembukaan lahan, pelestarian areal Nilai Konservasi Tinggi                                      Pendaftaran Usaha Perkebunan (SPUP).
                                                     (NKT)/High Conservation Value (HCV)/High Carbon Stock                                8.    Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam kurun waktu 3
                                                     (HCS) dan lahan gambut.                                                                    tahun.
                                              6.     Untuk subsektor Perkebunan Kelapa Sawit, wajib memiliki                              9.    Untuk segmen SME, persyaratan untuk ISPO diterapkan
                                                     sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan/atau                                 sebagai affirmative          covenant. Pemenuhan yang akan
                                                     Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) atau minimal                                     dipantau secara berkala oleh Relationship Manager dan
                                                     bukti pendaftaran berupa tanda terima dari Lembaga                                         menjadi subjek audit internal berkala.
                                                     Sertifikasi.                                                                         10. Memenuhi dokumen izin pengelolaan hutan tanaman industri
                                              7.     Untuk subsektor Perkebunan Kelapa Sawit yang belum                                         berupa Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK)
                                                     memiliki sertifikat ISPO dan/atau RSPO, maka terdapat                                      dan/atau Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu
                                                     kriteria:                                                                                  (IUPHHBK), Rencana Kerja Usaha (RKU) yang telah disetujui
                                                     a.   Memiliki Code of Conduct, Kebijakan Lingkungan &                                      Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
                                                          Ketenagakerjaan (termasuk K3).                                                  11.   Tidak melakukan kegiatan usaha di wilayah yang dinyatakan
                                                                                                                                                memiliki keanekaragaman hayati tinggi.




150   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 151
                        Pendahuluan     Profil dan        Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi    Penguatan Tata Kelola sebagai
                                        Perjalanan BTN    Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan     Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                           Digitalisasi




                                                       Energi



                                                  Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat bagi debitur                                      sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik
                                                  pada sektor ini untuk memastikan:                                                                (RUPTL) PLN yang berlaku.
                                                  1.     Pembiayaan         kepada       Energi      terbatas     hanya       kepada         4.    Untuk pembangkit listrik yang telah beroperasi, memiliki
                                                         perusahaan yang telah miliki penerapan ESG yang baik.                                     sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti ISO 14001/ISO 45001
                                                  2.     Memiliki penilaian PROPER dan/atau minimal memiliki                                       atau dokumen sejenis lainnya yang dapat diterima oleh
                                                         laporan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup                                         Bank.
                                                         (AMDAL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan                                 5.    Untuk pembangkit listrik yang telah beroperasi, memiliki
                                                         Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) yang telah                                    code of conduct, kebijakan terkait lingkungan (emisi karbon,
                                                         disetujui oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH).                                              coal ash, pengelolaan air dan limbah) dan ketenagakerjaan.
                                                  3.     Khusus untuk pembiayaan pembangunan PLTU baru dengan                                6.    Tidak ada gangguan sosial/lingkungan.
                                                         PLN sebagai offtaker, telah mempertimbangkan kesesuaian
                                                         jangka waktu pembiayaan dengan strategi coal phase out



                                                       Batu Bara*



                                                  Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat bagi debitur                                4.    Khusus untuk pembiayaan pertambangan sebagai supplier
                                                  pada sektor ini untuk memastikan:                                                                PLTU, telah mempertimbangkan jangka waktu pembiayaan
                                                  1.     Pembiayaan kepada Batubara terbatas hanya kepada Top                                      dengan strategi coal phase out sesuai dengan RUPTL PLN
                                                         Tier Korporasi yang telah miliki penerapan ESG yang baik.                                 yang berlaku.
                                                  2.     Memiliki penilaian PROPER minimal Hijau dan/ atau minimal                           5.    Memiliki roadmap dalam mengurangi Emisi GRK.
                                                         memiliki laporan AMDAL atau UKL-UPL (termasuk jaminan                               6.    Debitur setuju untuk mematuhi klausul perjanjian pinjaman
                                                         reklamasi dan pasca tambang) yang telah disetujui oleh                                    bahwa mereka akan mematuhi semua peraturan lingkungan
                                                         BLH.                                                                                      yang berlaku dan dokumentasi yang diperlukan. Kegagalan
                                                  3.     Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti ISO 14001/                              untuk memenuhinya akan berdampak pada kelangsungan
                                                         ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya yang dapat diterima                                pinjaman.
                                                         oleh Bank.
                                                                                                                                             *Hanya sebagai acuan Bank dan saat ini Bank tidak memiliki penyaluran dalam sektor ini.




151   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 152
                        Pendahuluan     Profil dan          Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                        Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                             Digitalisasi




                                                    Pertambangan*




                                               Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat bagi debitur                                 4.   Perusahaan menerapkan Good Mining Practice (Kaidah
                                               pada sektor ini untuk memastikan:                                                                Pertambangan yang baik) sesuai peraturan dan perundang
                                               1.    Pembiayaan kepada pertambangan terbatas hanya kepada                                       undangan yang berlaku, dengan menyertakan Rencana
                                                     Korporasi yang telah miliki penerapan ESG yang baik.                                       Kerja & Anggaran Biaya (RKAB) tahun bersangkutan yang
                                               2.    Memiliki penilaian PROPER minimal Hijau dan/atau minimal                                   telah disetujui oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya
                                                     memiliki laporan AMDAL atau UKL-UPL (termasuk jaminan                                      Mineral (ESDM), dan/atau dokumen lain yang dibutuhkan
                                                     reklamasi dan pasca tambang) yang telah disetujui oleh                                     sehubungan dengan Kaidah Pertambangan yang Baik.
                                                     BLH.                                                                                  5.   Memiliki kebijakan internal (code                    of   conduct) terkait
                                               3.    Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti ISO 14001/                               Lingkungan dan Ketenagakerjaan.
                                                     ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya yang dapat diterima
                                                     oleh Bank.                                                                            *Hanya sebagai acuan Bank dan saat ini Bank tidak memiliki penyaluran dalam sektor ini.




                                              Konstruksi



                                        Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat bagi debitur pada sektor ini untuk memastikan:
                                        1.      Memiliki laporan AMDAL.
                                        2.      Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam kurun waktu 4 tahun yang dapat mempengaruhi kelangsungan bisnis.




152   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 153
                        Pendahuluan     Profil dan          Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                        Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                           Digitalisasi




                                                   Minyak dan Gas Bumi



                                              Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat bagi debitur                                  4. Memiliki upaya untuk melakukan efisiensi energi dan
                                              pada sektor ini untuk memastikan:                                                                 pengurangan emisi GHG, sesuai dengan ketentuan regulator
                                              1.    Pembiayaan kepada minyak dan gas bumi terbatas hanya                                        pada lokasi usaha. Untuk perusahaan publik, memiliki
                                                    kepada Korporasi yang telah miliki penerapan ESG yang                                       Sustainability Report atau dokumen sejenis lainnya.
                                                    baik.                                                                                  5.   Kegiatan usaha migas memiliki dokumen yang menyatakan
                                              2.    Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti ISO 14001/                                terlaksananya seluruh persyaratan Keselamatan Migas
                                                    ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya yang dapat diterima                                  (Instalasi dan Peralatan, Pekerja, Umum dan Lingkungan),
                                                    oleh Bank.                                                                                  khusus penunjang dibuktikan dengan Surat Keterangan
                                              3.    Memiliki laporan AMDAL atau UKL-UPL (termasuk jaminan                                       Usaha Penunjang (SKUP).
                                                    reklamasi dan pasca tambang) yang telah disetujui oleh                                 6.   Tidak ada praktik deforestasi, termasuk pembukaan lahan
                                                    BLH.                                                                                        dan tidak ada eksploitasi.



                                                   Transportasi



                                              Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat bagi debitur pada sektor ini untuk memastikan:
                                              1.    Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti ISO 14001/ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya yang dapat diterima oleh Bank.
                                              2.    Untuk perusahaan publik, wajib memiliki laporan keberlanjutan.
                                              3.    Perusahaan memiliki upaya untuk melakukan efisiensi energi dan pengurangan emisi, ketersediaan listrik dan sumber air yang
                                                    memadai.




153   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 154
                        Pendahuluan     Profil dan          Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                        Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                           Digitalisasi




                                                    Pulp & Paper



                                               Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat bagi debitur
                                                                                                                                           4.   Perusahaan memiliki upaya untuk melakukan efisiensi energi
                                               pada sektor ini untuk memastikan:
                                                                                                                                                dan pengurangan emisi, ketersediaan listrik dan sumber air
                                               1.    Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti ISO 14001/                               yang memadai.
                                                     ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya yang dapat diterima                            5.   Memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)/Instalasi
                                                     oleh Bank.                                                                                 Pengolahan Limbah (IPL)/Izin Pembuangan Limbah Cair
                                               2.    Memiliki penilaian PROPER minimal Biru dan/atau minimal                                    (IPLC)/serta tempat pengolahan limbah B3, dibuktikan
                                                     memiliki laporan AMDAL atau UKL-UPL (termasuk jaminan                                      dengan dokumen yang dapat diterima Bank.
                                                     reklamasi dan pasca tambang) yang telah disetujui oleh                                6.   Memenuhi dokumen izin pengelolaan hutan tanaman
                                                     BLH.                                                                                       industri berupa IUPHHK dan/atau IUPHHBK, RKU yang telah
                                               3.    Untuk      perusahaan           publik,     wajib       memiliki      laporan              disetujui KLHK.
                                                     keberlanjutan.




                                              Keanekaragaman Hayati



                                        Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat bagi debitur pada kategori kegiatan ini untuk memastikan:
                                        1.      Wajib memiliki dokumen perizinan pengelolaan hutan industri, seperti IUPHHK dan/atau IUPHHBK, serta RKU yang telah mendapat
                                                persetujuan dari KLHK.
                                        2.      Dilarang melakukan aktivitas usaha di wilayah yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi, termasuk kawasan lahan Konvensi
                                                Ramsar serta situs yang dikategorikan sebagai IUCN Kategori 1 & 2.




154   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 155
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang      Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab              Kesejahteraan Pegawai      Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




Produk Berbasis ESG


Perkembangan ekspektasi pemangku kepentingan atas kebutuhan pembiayaan                                                  signifikan dalam produk keuangan berorientasi keberlanjutan serta pengembangan
berkelanjutan (sustainable financing) mendorong BTN mengintegrasikan prinsip ESG                                        inovasi produk yang dirancang sebagai solusi terdepan di kelasnya. Sejumlah inovasi
dalam setiap keputusan dan transaksi investasi. Integrasi ini diarahkan untuk menjaga                                   produk dan jasa berbasis ESG/sustainable financing yang dikembangkan BTN meliputi:
kinerja finansial sekaligus memperkuat dampak positif sosial dan lingkungan di seluruh                                  [OJK B.1]

wilayah operasional Bank. Komitmen ini tercermin melalui keterlibatan bisnis yang

      Produk Berbasis ESG BTN


                                                                                   Kredit Kategori
                                                                                                                         Sustainability Linked
       Sustainability Bond                  Reksa Dana ESG                        Kegiatan Usaha                                                                     KPR Subsidi                  Program Inisiatif Hijau
                                                                                                                                    Loan (SLL)
                                                                              Berkelanjutan (KKUB)




       Instrumen pendanaan              Instrumen investasi kolektif               Pembiayaan yang                          Skema kredit yang                 Pembiayaan perumahan                   Program inisiatif hijau
      yang dialokasikan khusus            yang mengalokasikan                      diklasifikasikan ke                  mengaitkan insentif harga                   bersubsidi bagi                  merupakan rangkaian
       untuk membiayai atau                dana pada portofolio                dalam kategori kegiatan                   dan biaya pembiayaan                     MBR dengan bunga                  program ekonomi hijau
        membiayai kembali               emiten dengan praktik ESG                usaha berkelanjutan                     dengan pencapaian KPI                    rendah dan skema                    yang diintegrasikan
       proyek-proyek ramah              yang kuat dan tata kelola                 sesuai POJK 51/2017,                   dan target keberlanjutan              terjangkau, memperluas                 dengan produk dan
       lingkungan dan rendah             yang akuntabel. Produk              mencakup kegiatan usaha                        debitur, mendorong                     inklusi keuangan                layanan BTN, mendorong
        emisi karbon. Produk               ini berorientasi pada               berwawasan lingkungan                    perbaikan kinerja ESG serta                serta mendorong                    partisipasi nasabah
       ini mendukung transisi          penciptaan kinerja finansial            (KUBL) dan sosial (KUBS).                  kontribusi terukur bagi              pengembangan hunian                  serta pembiayaan dan
      menuju ekonomi rendah                 yang berkelanjutan                                                          SDGs dan ekonomi rendah               yang lebih berkelanjutan,             aksi berkelanjutan bagi
      karbon serta pencapaian             sekaligus memberikan                                                                       karbon.                   termasuk rumah hemat                          lingkungan.
        target iklim nasional,              dampak sosial dan                                                                                                energi dan berbasis green
        dengan penerapan                    lingkungan jangka                                                                                                            building.
      kerangka ESG yang ketat                    panjang.
      dan pelaporan dampak
      yang transparan kepada
              investor.




155             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 156
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem        Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan     Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                     Digitalisasi




Sustainability Bond

BTN mengembangkan portofolio Green/Social/Sustainability Bond berbasis ESG berupa                                        triliun. Penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Tahap I difokuskan untuk membiayai
obligasi yang diterbitkan untuk mendanai proyek-proyek yang mendukung keberlanjutan                                      dan/atau melakukan refinancing proyek sosial yang memenuhi kriteria, dengan fokus
lingkungan dengan mengintegrasikan prinsip ESG. Instrumen ini menekankan aspek                                           pada pembiayaan perumahan terjangkau bagi MBR, dukungan pembiayaan UMKM/KUR
lingkungan, seperti pengurangan emisi karbon dan pengembangan energi terbarukan,                                         untuk mendorong penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan infrastruktur dasar
sekaligus   mempertimbangkan          dampak       sosial     yang    mencakup             pemberdayaan                  terjangkau seperti akses air bersih.
komunitas dan penciptaan lapangan kerja, serta menuntut tata kelola yang baik dan
transparan. Proyek yang didanai wajib memenuhi standar ESG yang ketat, disertai                                          Untuk memastikan akuntabilitas penggunaan dana, proses evaluasi dan seleksi proyek
pelaporan yang transparan atas penggunaan dana dan dampaknya.                                                            dilakukan melalui Sustainable Finance Working Group lintas fungsi, disertai mekanisme
                                                                                                                         penandaan (earmarking) dan pencatatan dalam Sustainable Finance Register. BTN
Sebagai bagian dari penguatan produk keuangan berkelanjutan, BTN merilis Sustainable                                     juga berkomitmen menyampaikan laporan alokasi dan dampak tahunan, termasuk
Finance Framework sebagai acuan penerbitan instrumen berwawasan lingkungan dan                                           indikator sosial utama seperti jumlah rumah terbangun, UMKM penerima pembiayaan,
sosial, mencakup use of proceeds, evaluasi dan seleksi proyek, pengelolaan dana, serta                                   penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan akses air bersih.
pelaporan. Framework ini memperoleh predikat “Excellent” melalui Second Party Opinion
(SPO) dari Sustainable Fitch yang menegaskan keselarasan framework BTN dengan                                            Selain itu, pada sisi pengelolaan portofolio investasi, BTN turut memperkuat eksposur
standar International Capital Market Association (ICMA).                                                                 pada instrumen pembiayaan berkelanjutan melalui kepemilikan sustainability bond
                                                                                                                         berbasis ESG yang dibeli dan dimiliki BTN. Hingga 2025, nilai portofolio sustainability bond
Dalam kerangka tersebut, pada tahun 2025 BTN menerbitkan dua instrumen green/                                            tersebut tercatat sebesar Rp1,19 triliun. Rincian obligasi berwawasan ESG yang diterbitkan
social/sustainability bond, yaitu Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I                                  dan dimiliki BTN disajikan pada tabel berikut. [OJK. F.3]
Tahun 2025 dan Obligasi Berwawasan Sosial Tahap I, dengan nilai penerbitan total Rp2,29


                                                                  Nilai Green/Social/Sustainability Bond yang Diterbitkan BTN [OJK. F.3]

                                                                                                                                   Nilai Realisasi Hasil          Rencana Penggunaan Dana            Realisasi Penggunaan Dana
                                       Jenis Obligasi                                                        Satuan
                                                                                                                                   Penawaran Umum                    Menurut Prospektus                 Menurut Prospektus

Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2025                                            Rp Miliar                                1.992,09                            1.992,09                              1.992,09

Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2025                                      Rp Miliar                                  294,81                              294,81                                294,81

Jumlah                                                                                                      Rp Miliar                                2.286,90                          2.286,90                               2.286,90




156            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 157
                                       Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan       Menguatkan Masyarakat melalui      Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                       Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai         Kepedulian dan Inklusi             Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                Digitalisasi




                                                                           Nominal Portfolio Green/Social/Sustainability Bond BTN [OJK. F.3]

                                                                                     Seri Instrumen                                                                                                      Satuan                  Nominal

SBSN Seri PBSG001 & PBSG002                                                                                                                                                                             Rp Miliar                         1.003,68

SUKBI110326091MSINR4C87435                                                                                                                                                                              Rp Miliar                            114,85

Obligasi Berkelanjutan VI SMF Tahap II Tahun 2021                                                                                                                                                       Rp Miliar                            25,00

Obligasi Berkelanjutan VI SMF Tahap I Tahun 2021                                                                                                                                                        Rp Miliar                            25,00

Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2025 Seri B - BMRI01BSLCN1                                                                                                            Rp Miliar                            25,00

Jumlah                                                                                                                                                                                                  Rp Miliar                         1.193,53


Reksa Dana ESG

Sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), BTN menjalin kemitraan dengan Batavia                                          Melalui produk ini, BTN memfasilitasi investor untuk memperoleh manfaat finansial
Prosperindo Aset Manajemen, salah satu manajer investasi terkemuka di Indonesia,                                             sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui
untuk memasarkan produk reksa dana berbasis ESG. Kolaborasi ini memperluas pilihan                                           pemilihan instrumen yang mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap
investasi yang menggabungkan potensi imbal hasil dengan kontribusi pada agenda                                               lingkungan dan sosial. Selain itu, BTN memastikan kemitraan ini turut memperkuat literasi
keberlanjutan. Produk unggulan yang dipasarkan mencakup Batavia Global ESG Sharia                                            keuangan berkelanjutan di kalangan investor domestik, sejalan dengan komitmen BTN
Equity USD, Mandiri FTSE Indonesia ESG, dan Batavia Saham ESG Impact. Ketiga reksa dana                                      untuk terus menambah ragam produk reksa dana berbasis ESG.
tersebut mengintegrasikan prinsip ESG dalam portofolio investasinya dan mematuhi
prinsip syariah, dengan fokus pada saham emiten yang memiliki kinerja baik pada aspek
lingkungan, tanggung jawab sosial, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel.


                                                                                       Nilai Aset dalam Pengelolaan Dana ESG [OJK. F.3]

                                                     Nama Reksa Dana                                                                            2025                                    2024                                 2023

Reksa Dana Indeks Mandiri Indeks FTSE Indonesia ESG Kelas A *                                                                                            1.005.131.593                         6.491.141.068                        2.794.377.318

Reksa Dana Syariah Batavia Global ESG Sharia Equity USD *                                                                                                1.949.012.969                          947.622.137                          282.042.597

Reksa Dana Batavia Saham ESG Impact                                                                                                                                  -                                     -                              1.120.201

Total AUM ESG                                                                                                                                       2.954.144.562                            7.438.763.205                         3.077.540.116
Catatan:
*) Nilai sudah dikonversi ke dalam Rupiah




157               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 158
                                 Pendahuluan     Profil dan         Membangun Ekosistem        Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui       Menggerakkan Inovasi    Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN     Keuangan Berkelanjutan     Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi              Produk Keuangan dan     Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                              Digitalisasi




Kredit Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)

Implementasi Roadmap ESG BTN tercermin melalui penyaluran Kredit Kategori Kegiatan                                         Rp205,32 triliun, meningkat 11,63% dari jumlah tahun 2024 sebesar Rp183,93 trilun. Kredit
Usaha Berkelanjutan (KKUB), yaitu pembiayaan yang diklasifikasikan ke dalam kategori                                       ini diarahkan ke berbagai sektor berfokus keberlanjutan, antara lain:
kegiatan usaha berkelanjutan sesuai POJK Nomor 51/2017 dan POJK Nomor 18 Tahun 2023,                                       1.     Pengembangan pada sektor energi terbarukan;
mencakup kegiatan usaha berwawasan lingkungan (KUBL) dan sosial (KUBS). Secara                                             2.     Proyek pembangunan pabrik berteknologi terbarukan melalui efisiensi energi;
umum, BTN terus berupaya meningkatkan porsi pembiayaan hijau dalam portofolio                                              3.     Pengelolaan sumber daya hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan;
kreditnya yang tercermin dari peningkatan penyaluran pembiayaan KUBL sebesar 77%                                           4.     Transportasi ramah lingkungan;
dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan komitmen untuk mendukung transisi                                            5.     Pengelolaan air dan air limbah yang berkelanjutan;
menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan. Penyaluran KKUB dilakukan melalui berbagai                                        6.     Bangunan berwawasan lingkungan
jenis pembiayaan, meliputi kredit konstruksi, kredit investasi, kredit modal kerja, kredit                                 7.     Perumahan terjangkau; dan
korporasi, dan kredit jangka pendek, yang diarahkan pada proyek-proyek berfokus                                            8.     Penciptaan lapangan kerja, termasuk pembiayaan UMKM.
keberlanjutan. Pada tahun 2025, BTN menyalurkan KKUB dengan total portofolio kredit



Penyaluran Kredit KKUB [OJK F.3]
                                                                                         Energi                  Efisiensi Energi              Pengelolaan Sumber Daya Hayati dan                          Transportasi Ramah
                                                                                       Terbarukan                                                Penggunaan Lahan Berkelanjutan                                Lingkungan
Total Penyaluran Kredit KKUB
tahun 2025 senilai
                                                            Kredit KUBL                  Rp1,99                   Rp453,33                                      Rp3,01                                           Rp126,98
                                                                                             miliar                        miliar                                  triliun                                            miliar


Rp205,32
                                                            Rp8,88
                                                                  triliun              Pengelolaan Air dan Air Limbah                           Bangunan Berwawasan                         Kegiatan Usaha dan/atau Kegiatan
                                                                                            yang Berkelanjutan                                       Lingkungan                           lain dari Kegiatan Usaha Berwawasan
                                                           atau 4,33% dari
                                                                                                                                                                                                    Lingkungan Lainnya
triliun                                                   total penyaluran
                                                             kredit KKUB.
                                                                                                      Rp485,13                                   Rp945,43 milyar                                        Rp485,13
51,26% dari total penyaluran kredit.                                                                      miliar                                                                                             miliar



         Meningkat 11,63%                                                   Kredit KUBS
         dari jumlah tahun                                                                                                         Perumahan yang Terjangkau                                 Penciptaan Lapangan Kerja dan
                                                                                                                                                                                                   Pembiayaan UMKM
         sebelumnya.                                                 Rp196,43 triliun
                                                                                                                                         Rp191,19 triliun                                             Rp5,25 triliun
                                                         atau 95,67% dari total penyaluran kredit KKUB.




158            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 159
                                   Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                     Digitalisasi




Sustainability Linked Loan (SLL)

Langkah strategis yang diambil BTN dalam penerapan Roadmap ESG mencakup                                                      dengan besaran nilai yang ditetapkan dengan metode reduksi sejumlah persentase
penyusunan kebijakan skema kredit Sustainability Linked Loan (SLL) untuk menjawab                                            tertentu yang disesuaikan dengan perhitungan Bank. Pemberian insentif dapat
kebutuhan pembiayaan yang semakin menekankan kinerja keberlanjutan. Skema ini                                                dicabut dan debitur diwajibkan membayar selisih All in Fee yang telah direduksi jika
diarahkan untuk mendukung tujuan ESG BTN yang selaras dengan pencapaian SDGs                                                 KPIs dan SPTs tidak tercapai.
dan transisi menuju ekonomi rendah karbon. Melalui SLL, BTN memberikan insentif bagi
perusahaan yang memenuhi target keberlanjutan, sekaligus memastikan pembiayaan                                           KPR Subsidi-Social Product Outstanding
yang disalurkan mampu mendorong dampak positif bagi aspek sosial dan lingkungan.
                                                                                                                         Komitmen BTN mendukung perluasan akses layanan perbankan dan keuangan
Dalam pelaksanaannya, skema SLL menautkan ketentuan pembiayaan dengan                                                    diwujudkan melalui penyediaan produk yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk
capaian kinerja keberlanjutan debitur yang diukur secara terukur dan dapat diverifikasi.                                 pengembangan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi bagi masyarakat berpenghasilan
Parameter kinerja tersebut ditetapkan melalui Key Performance Indicators (KPIs) dan                                      rendah (MBR) dengan suku bunga rendah dan skema pembiayaan yang terjangkau.
Sustainability Performance Targets (SPTs) yang disepakati para pihak dan dicantumkan                                     BTN juga menjalankan program literasi dan inklusi keuangan sesuai rekomendasi
dalam Perjanjian Kredit (PK). Insentif diberikan kepada debitur ketika KPIs dan SPTs yang                                Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan pemahaman
telah disepakati dan tercantum dalam Perjanjian Kredit (PK) dapat tercapai. Pada tahun                                   masyarakat mengenai perencanaan keuangan berkelanjutan, sekaligus mendukung
2025, seluruh debitur SLL telah melunasi kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku,                                     pencapaian SDGs di Indonesia.
sehingga tidak terdapat outstanding fasilitas SLL pada akhir periode pelaporan. Adapun
bentuk insentif yang diberikan oleh BTN yaitu:                                                                           BTN terus memperluas portofolio produk berbasis prinsip ESG pada pembiayaan
1.    Pricing Incentive                                                                                                  perumahan ramah lingkungan, termasuk rumah hemat energi dan berbasis green
      Pemberian pricing incentive diberikan kepada debitur dengan besaran nilai yang                                     building, serta mendorong penggunaan eco-friendly materials pada pengembangan
      ditetapkan melalui metode reduksi atas besaran suku bunga kredit sejumlah                                          hunian. Integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola juga diterapkan dalam
      persentase tertentu sesuai perhitungan Bank. Insentif ini diberikan melalui dua                                    pengembangan produk KPR guna mendukung ekosistem perumahan yang lebih
      mekanisme, yaitu:                                                                                                  berkelanjutan.
      a.   Pricing Incentive - Step Up, yaitu pemberian pricing incentive pada awal periode
           pemberian fasilitas kredit skema SLL. Insentif akan dicabut dan debitur akan                                  Sepanjang tahun 2025, BTN menyalurkan pembiayaan rumah subsidi sebanyak 132.803
           dikenakan kenaikan suku bunga kredit sampai dengan akhir jangka waktu kredit                                  unit dengan total nilai Rp22 triliun. Dari jumlah tersebut, 109.752 unit senilai Rp18,2 triliun
           apabila KPIs dan SPTs tidak tercapai.                                                                         disalurkan kepada kelompok milenial, serta 19.610 unit senilai Rp3,2 triliun kepada
      b.   Pricing Incentive - Step Down, yaitu pemberian pricing incentive secara                                       kelompok underserved atau sektor informal, termasuk pedagang, pengemudi ojek
           berjenjang (tiering) ketika debitur berhasil mencapai target KPIs dan SPTs.                                   online, dan pekerja berpenghasilan tidak tetap. Berdasarkan gender, penyaluran kepada
2.    All in Fee Incentive                                                                                               perempuan mencapai 48.235 unit senilai Rp7,9 triliun, sedangkan kepada laki-laki 84.568
      Insentif ini akan diberikan pada awal periode pemberian fasilitas kredit skema SLL                                 unit senilai Rp14 triliun, yang mencerminkan dukungan BTN terhadap inklusi keuangan
                                                                                                                         dan pemerataan akses perumahan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.



159              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 160
                                       Pendahuluan     Profil dan             Membangun Ekosistem       Mengelola Lingkungan yang    Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                       Perjalanan BTN         Keuangan Berkelanjutan    Bertanggung Jawab            Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                               Digitalisasi




                        Target dan Realisasi Penyaluran KPR Subsidi [OJK. F.3]                                                      Nama Produk       KPR BTN Sejahtera FLPP

                                                                                                                                    Keterangan        Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan program
  Keterangan                     Satuan                      2025                    2024                     2023
                                                                                                                                                      kepemilikan rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bagi
Target                    Nilai KPR (Rp Miliar)                 25.800                      18.145               20.415                               masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan suku bunga rendah dan cicilan
                                                                                                                                                      ringan, untuk pembelian rumah tapak maupun satuan rumah susun umum.
                           Jumlah Unit (Unit)                   160.051                   117.065                136.100
                                                                                                                                    Segmentasi        Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
Realisasi                 Nilai KPR (Rp Miliar)                     22.016                  19.451                   20.115
                                                                                                                                    Debitur
                           Jumlah Unit (Unit)                   132.803                   118.665               130.830
                                                                                                                                    Batasan           Zona 1
Pencapaian                     Nilai KPR %                           117,19                 93,29                    101,49         Penghasilan       Jawa (kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Sumatera, Nusa Tenggara
                             Jumlah Unit %                          122,36                  98,65                104,03                               Timur, dan Nusa Tenggara Barat
                                                                                                                                                      • Tidak Kawin       : Rp8.500.000
                                                                                                                                                      • Kawin		           : Rp10.000.000
                                                                                                                                                      Zona 2
  Penyaluran KPR Berdasarkan                                    Penyaluran KPR Berdasarkan                                                            Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku
  Gender Tahun 2025 [OJK. F.3]                                  Jenis Pekerja Tahun 2025 [OJK. F.3]                                                   Utara, Bali
                                                                                                                                                      • Tidak Kawin       : Rp9.000.000
                                                                          85,23%                                                                      • Kawin		           : Rp11.000.000
                                                                                                                                                      Zona 3
         63,68%
                                                                                                                                                      Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua
                                                                                                                                                      Barat Daya
                                36,62%                                                                                                                • Tidak Kawin       : Rp10.500.000
                                                                                                                                                      • Kawin		           : Rp12.000.000
                                                                                                     14,77%
                                                                                                                                                      Zona 4
                                                                                                                                                      Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi
         Laki-Laki            Perempuan                              Pekerja Formal          Pekerja Informal
                                                                                                                                                      • Tidak Kawin       : Rp12.000.000
                                                                                                                                                      • Kawin		           : Rp14.000.000

                                                                                                                                    Ketentuan         1. Nilai KPR paling banyak sebesar harga jual rumah tapak atau susun dikurangi
KPR Inklusif                                                                                                                                             dengan uang muka yang disiapkan oleh MBR. Melalui program ini, MBR juga
                                                                                                                                                         berhak mendapatkan subsidi bantuan uang muka (SBUM) sebesar Rp4 juta
                                                                                                                                                         untuk pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi serta Rp10 juta untuk
KPR BTN Sejahtera FLPP                                                                                                                                   Papua Papua) dari pemerintah.
                                                                                                                                                      2. Suku bunga KPR yang dibayar debitur sebesar 5% per tahun dan sudah
KPR BTN Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan                                                                             termasuk premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan asuransi kredit. Suku
                                                                                                                                                         bunga bersifat tetap selama jangka waktu kredit (fixed rate) dengan metode
program kepemilikan rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman                                                                              perhitungan bunga tahunan (annuity).
bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan suku bunga rendah dan cicilan                                                                     3. Sumber pendanaan program FLPP sebesar 75% berasal dari pemerintah dan
ringan, untuk pembelian rumah tapak maupun satuan rumah susun umum. Program                                                                              25% berasal dari Bank. BTN melakukan kerja sama dengan PT Sarana Multigriya
                                                                                                                                                         Finansial dalam menyediakan sumber pendanaan bagi program FLPP.
ini merujuk pada ketentuan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat melalui
                                                                                                                                                      4. Jangka waktu KPR disepakati oleh BTN dan MBR yang disesuaikan juga dengan
Peraturan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat Nomor 9 Tahun 2021 tentang                                                                           kemampuan membayar angsuran dari calon debitur atau paling lama 20
Pembiayaan Kepemilikan Rumah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan.                                                                          tahun.




160                  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 161
                                Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                  Digitalisasi




KPR BTN Tapera

KPR BTN Tapera adalah fasilitas kredit pemilikan rumah yang ditujukan khusus bagi                                     Ketentuan          1. Nilai KPR paling banyak sebesar harga jual rumah tapak atau susun dikurangi
                                                                                                                                            dengan uang muka yang disiapkan oleh MBR yang telah bergabung menjadi
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdaftar sebagai peserta Tabungan Perumahan
                                                                                                                                            peserta Tapera paling sedikit 12 (dua belas) bulan.
Rakyat (Tapera). Program ini bertujuan untuk membantu ASN memiliki rumah pertama                                                         2. Suku bunga KPR yang dibayar debitur sebesar 5% per tahun dan sudah
dengan syarat dan ketentuan yang menguntungkan.                                                                                             termasuk premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan asuransi kredit. Suku
                                                                                                                                            bunga bersifat tetap selama jangka waktu kredit (fixed rate) dengan metode
                                                                                                                                            perhitungan bunga tahunan (annuity).
Nama Produk   KPR BTN Tapera
                                                                                                                                         3. Sumber pendanaan KPR Tapera berasal dari simpanan iuran peserta Tapera.
Keterangan    KPR BTN Tapera adalah fasilitas kredit yang diberikan oleh BTN kepada MBR                                                  4. Jangka waktu KPR disepakati oleh BTN dan MBR yang disesuaikan juga dengan
              peserta Tapera untuk pembelian rumah tapak ataupun rumah susun.                                                               kemampuan membayar angsuran dari calon debitur atau paling lama 30
Segmentasi    MBR peserta Tapera                                                                                                            tahun.
Debitur

Batasan       Wilayah & Batas Penghasilan Per Bulan Paling Banyak (Rp)
                                                                                                                      Selain KPR BTN Tapera, BTN menyediakan Kredit Renovasi Rumah (KRR) Tapera dan Kredit
Penghasilan   Zona 1
              Jawa (kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Sumatera, Nusa                                 Bangun Rumah (KBR) Tapera guna memperluas akses pembiayaan yang terjangkau
              Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat                                                                 bagi masyarakat untuk merenovasi atau membangun rumah layak huni. Melalui produk
              • Umum:
                                                                                                                      ini, BTN mendukung pelaksanaan Program Tapera sekaligus mendorong peningkatan
                - Tidak Kawin			                       : Rp8.500.000
                - Kawin				: Rp10.000.000                                                                             akses perumahan dan penerapan keuangan berkelanjutan.
              • Satu Orang Untuk Peserta Tapera        : Rp10.000.000
              Zona 2
              Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku,
              Maluku Utara, Bali
              • Umum:
                - Tidak Kawin			                       : Rp9.000.000
                - Kawin				: Rp11.000.000
              • Satu Orang Untuk Peserta Tapera        : Rp11.000.000
              Zona 3
              Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan
              Papua Barat Daya
              • Umum:
                - Tidak Kawin			                       : Rp10.500.000
                - Kawin				: Rp12.000.000
              • Satu Orang Untuk Peserta Tapera        : Rp12.000.000
              Zona 4
              Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi
              • Umum:
                - Tidak Kawin			                       : Rp12.000.000
                - Kawin				: Rp14.000.000
              • Satu Orang Untuk Peserta Tapera        : Rp14.000.000



161           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 162
                                   Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan        Menguatkan Masyarakat melalui       Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai          Kepedulian dan Inklusi              Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                              Digitalisasi




                                                                                        Kuota dan Realisasi KPR Inklusif [OJK. F.3]

                                                                                                                                     2025                                       2024                                        2023
                      Keterangan                                                  Metrik
                                                                                                                          Kuota               Realisasi              Kuota                Realisasi              Kuota              Realisasi

KPR BTN Sejahtera FLPP                                       Nilai KPR (Rp Miliar)                                       25.600                22.006                 18.815                18.815              20.738                  19.411

                                                             Jumlah Unit (Unit)                                          160.000              132.744               114.853                114.853              140.000               126.312

KPR BTN Tapera                                               Nilai KPR (Rp Miliar)                                           9,8                  9,8                   930                   636                    528                  703

                                                             Jumlah Unit (Unit)                                              59                      59               5.000                  3.812               5.000                  4.518




Program Inisiatif Hijau                                                                                                            Target dan Realisasi Penanaman Pohon dari Penukaran balé Poin [OJK. F.3]

                                                                                                                                       Keterangan                              Satuan                   2025                        2024
Pelestarian lingkungan didorong BTN melalui inisiatif yang melibatkan partisipasi aktif
                                                                                                                         Target                                                 Pohon                   1.000                       500
nasabah. Program penanaman pohon dijalankan melalui mekanisme penukaran balé
                                                                                                                         Realisasi                                              Pohon                   2.214                      1.014*
Poin pada aplikasi balé by BTN dengan donasi untuk penanaman pohon bakau melalui
                                                                                                                         *Disajikan kembali
platform Lindungi Hutan. Program ini meningkatkan keterlibatan nasabah dalam agenda
keberlanjutan BTN.




162              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 163
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




Inovasi Digital untuk Layanan Modern [OJK F.26]


BTN mendorong inklusi keuangan melalui perluasan akses layanan yang strategis,
inovatif, dan berbasis teknologi untuk menjangkau tantangan geografis serta demografis
Indonesia. Hingga 2025, berbagai inisiatif ditujukan agar seluruh lapisan masyarakat,
terutama di wilayah terpencil, dapat mengakses layanan perbankan sekaligus
meningkatkan kemandirian dalam pengelolaan keuangan.


BTN telah memperluas akses keuangan bagi lebih dari 20 juta masyarakat Indonesia,
termasuk underserved demographics. Sepanjang 2025, BTN mengoperasikan 117 Kantor
Cabang (KC) dan 631 Kantor Cabang Pembantu (KCP) sebagai titik layanan di seluruh
Indonesia untuk memenuhi kebutuhan nasabah di perkotaan maupun pedesaan,
termasuk pembiayaan perumahan.


Ketersediaan layanan sepanjang waktu didukung 1.044 anjungan tunai mandiri (ATM),
1.047 cash recycling machine (CRM), dan 24 outlet digital store. Berbeda dengan ATM
yang terbatas pada penarikan tunai, CRM memungkinkan penarikan dan setoran tunai
secara lebih mudah, cepat, dan real-time. BTN juga mengembangkan kanal digital balé
by BTN yang kini telah digunakan oleh 3,7 juta pengguna, serta menyediakan alternatif
pembayaran melalui 6.000 merchant EDC dan 250.000 QRIS BTN di lokasi strategis.
Akses layanan BTN juga diperluas melalui 6.300 balé agen yang berperan penting
dalam menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya kurang terjangkau oleh layanan
perbankan tradisional.


BTN berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan yang setara bagi seluruh nasabah,                                       Pengembangan teknologi turut diarahkan pada aplikasi seluler berbasis kecerdasan
termasuk perhatian terhadap nasabah dengan kebutuhan tertentu, seperti penyandang                                      buatan (AI) untuk menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih cepat, aman,
disabilitas. Dukungan ini ditunjukkan melalui penyediaan fasilitas yang aksesibel, antara                              dan mudah, mulai dari transaksi harian hingga pengajuan pembiayaan rumah. Melalui
lain ATM dan lajur khusus berhuruf Braille bagi nasabah tunanetra serta jalur khusus                                   pengembangan kanal layanan dan inovasi tersebut, BTN memastikan akses layanan
untuk pengguna kursi roda, sehingga layanan dapat diakses dengan nyaman. [FS14]                                        perbankan yang semakin merata dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.




163            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 164
                          Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                          Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                          Digitalisasi




  balé by BTN                                                                 BTN menghadirkan balé by BTN sebagai super app hasil transformasi dari aplikasi BTN Mobile untuk
                                                                              mempermudah transaksi perbankan dan layanan keuangan secara praktis. Aplikasi ini mendukung
                                                                              perluasan akses layanan guna menjawab tantangan geografis, terutama bagi masyarakat di daerah
                                                                              terpencil. Pada 2025, balé by BTN menjangkau hingga 3,7 juta pengguna di daerah tertinggal, sesuai dengan
                                                                              Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2020 yang mendukung pengembangan teknologi
                                                                              digital di wilayah-wilayah tersebut.


                                                                              Integrasi balé by BTN mencakup berbagai layanan BTN, seperti balé Properti, balé Community, balé Bisnis,
                                                                              dan layanan lainnya. Aplikasi ini juga mendukung pembayaran rutin kebutuhan rumah tangga maupun
                                                                              usaha, seperti listrik, air PDAM, pulsa dan paket data, iuran pengelolaan lingkungan (IPL), serta layanan
                                                                              keamanan, parkir, dan perawatan properti. Fitur utama yang tersedia meliputi:
                                                                              1.    Pembukaan Rekening Online, pembukaan rekening tanpa datang ke kantor cabang, kapan saja dan
                                                                                    di mana saja.
                                                                              2.    Single Sign-On, satu akun untuk mengakses berbagai layanan BTN tanpa berpindah aplikasi.
                                                                              3.    Transaksi Tanpa Kartu (Cardless Transaction), penarikan tunai di ATM BTN tanpa kartu fisik melalui
                                                                                    aplikasi.
                                                                              4.    Sistem Debit Otomatis (Auto Debit), pengaturan pembayaran tagihan rutin secara otomatis.
                                                                              5.    Transfer Otomatis (Auto Transfer), penjadwalan transfer berkala ke rekening lain, sesama BTN maupun
                                                                                    bank lain.
                                                                              6.    Pelacak Arus Kas (Cashflow Tracker), pemantauan pemasukan dan pengeluaran secara real-time.
                                                                              7.    Pembagian Tagihan (Split Bill), pembagian tagihan secara praktis melalui aplikasi.


                                                                              Bagi pelaku UMKM, balé by BTN menyediakan akses layanan perbankan yang fleksibel melalui pendekatan
                                                                              branchless banking, sehingga nasabah dapat mengelola transaksi dan kewajiban rutin secara lebih praktis
                                                                              dalam mendukung kegiatan usaha. Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)juga
                                                                              menjadi fitur utama balé by BTN yang memungkinkan pembayaran digital secara mudah dan aman.
                                                                              Peningkatan jumlah transaksi dan pengguna QRIS menunjukkan bahwa balé by BTN memberikan solusi
                                                                              pembayaran yang mudah, aman, dan inklusif, serta mendukung inklusi keuangan yang lebih luas di seluruh
                                                                              Indonesia.




164     PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 165
                                       Pendahuluan      Profil dan       Membangun Ekosistem         Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                        Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan      Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai      Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                            Digitalisasi




                                                                                          Transaksi Menggunakan balé by BTN [OJK. F.3]

                                            Keterangan                                                        Satuan                 Target 2025              Realisasi 2025                  2024                        2023

      Jumlah Transaksi (Finansial dan Nonfinansial)                                                    Transaksi (Juta)                             1.553                      2.216                     1.237                          415

      Nominal Transaksi                                                                                Rp Miliar                                  92.000                     103.610                     81.111                    57. 542

      Pengguna Terintegrasi                                                                            Pengguna (Ribu)                             3.600                      3.688                     2.220                         2.691

      Jumlah Akuisisi                                                                                  Akuisisi (Ribu)                              1.500                       1.615                    1.249                        1.139
      * tahun 2023 merupakan proses migrasi dari BTN Mobile Banking biru ke superapp balé by BTN



                                                                                                  Transaksi Menggunakan QRIS [OJK. F.3]

                                            Keterangan                                                        Satuan                 Target 2025              Realisasi 2025                  2024                        2023

      Jumlah Merchant                                                                                  Merchant                                 206.000                    250.000                    125.082                       15.602

      Jumlah Transaksi                                                                                 Transaksi (Juta)                           27.000                     62.294                     17.397                       3.523

      Nilai Transaksi                                                                                  Rp Miliar                                   2.400                       4.401                     1.347                         302




165                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 166
                          Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem       Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                          Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan    Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                             Digitalisasi




  balé Bisnis                                                                 balé bisnis merupakan re-branding layanan BTN Internet Banking Business yang ditujukan bagi nasabah
                                                                              pelaku UMKM pemilik Tabungan BTN Bisnis untuk mendukung pengelolaan dan pengembangan usaha.
                                                                              Sebagai bagian dari transformasi digital, balé Bisnis menghadirkan berbagai keunggulan (unique selling
                                                                              points) yang mendukung kebutuhan operasional dan tata kelola keuangan pelaku usaha, antara lain:
                                                                              1.    Soft token di balé by BTN
                                                                              2.    Single / multiple authorization
                                                                              3.    Limit transfer besar
                                                                              4.    Service Level Agreement (SLA) registrasi 1 x 24 jam
                                                                              5.    Transaksi terjadwal
                                                                              6.    Bulk transfer
                                                                              7.    Payroll
                                                                              8     Cash flow tracker
                                                                              9.    Rekening koran digital dalam format xls, pdf, dan mt940


                                                                                              Transaksi Menggunakan balé Bisnis (Transaksi Finansial dan Nonfinansial) [OJK. F.3]

                                                                                                        Keterangan                             Satuan            Target 2025       Realisasi 2025            2024

                                                                                Jumlah Transaksi (Finansial dan Nonfinansial)               Transaksi                      3.800              61.700                 3.751

                                                                                Nominal Transaksi                                           Rp Miliar                        50                1.453                   60

                                                                                Pengguna Terintegrasi                                       Pengguna                       4.000              12.000                  843

                                                                                Jumlah Akuisisi                                             Akuisisi                       3.200               11.208                 732
                                                                                *Tahun 2024 merupakan proses migrasi dari BTN Internet Banking Business menuju balé bisnis




166     PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 167
                                    Pendahuluan     Profil dan          Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui       Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi              Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                           Digitalisasi




      BTN Digital Store                                                 Transformasi BTN difokuskan untuk meningkatkan kapasitas penjualan dan kualitas layanan yang berorientasi pada
                                                                        kepuasan nasabah. Di tengah peran jaringan kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan kanal layanan lainnya dalam
                                                                        melayani nasabah secara langsung, perkembangan teknologi mendorong evolusi layanan menuju perbankan digital
                                                                        yang efisien dan customer-centric.. BTN merespons kebutuhan tersebut melalui penerapan layanan digital di Kantor
                                                                        Cabang (KC) dan Kantor Cabang Pembantu (KCP) dengan implementasi BTN Digital Store.


                                                                        BTN Digital Store memanfaatkan perangkat dan aplikasi digital untuk memenuhi kebutuhan nasabah sekaligus
                                                                        menghadirkan pengalaman layanan yang berbeda. Fokus layanan diarahkan pada kemudahan bertransaksi yang efektif
                                                                        dan efisien, serta memberi pengalaman yang praktis dan aman. Implementasi ini juga mendukung peningkatan kapasitas
                                                                        penjualan dan produktivitas pegawai. Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, BTN melakukan penyesuaian
                                                                        struktur organisasi, peran dan tanggung jawab pada Kantor Cabang, jaringan kantor, termasuk pengaturan kewenangan
                                                                        khusus dalam operasional BTN Digital Store. Terdapat 3 tipe BTN Digital Store:
                                                                        1.    Flagship Branch adalah tipe yang paling lengkap dari seluruh tipe Digital Store dengan konsep hybrid branch yang
                                                                              berfokus pada experience, brand image, dan kemudahan transaksi. Tipe ini umumnya berada di KC atau KCP yang
                                                                              berlokasi di pusat bisnis dengan area kantor yang luas.
                                                                        2.    Digital Oriented Branch adalah tipe yang berfokus pada kemudahan dan kecepatan transaksi pada kantor jaringan
                                                                              pilihan melalui self service dan dipandu oleh superstaff. Tipe ini berada di jaringan kantor yang dianggap daerah
                                                                              retail, community, commercial hub dan mudah diakses dengan area kantor yang cukup luas.
                                                                        3.    Digital First Branch adalah tipe yang baru pada jaringan kantor BTN dengan membawa konsep “Bring Bank to The
                                                                              People”. Tipe ini berfokus pada pelayanan segmen retail dengan pendekatan self service. Tipe ini ditempatkan di
                                                                              daerah dengan klasifikasi Pusat Keramaian, Public Places dan High Mobility dengan area kantor yang compact.



                                                                     Transaksi BTN Digital Store (Transaksi Finansial dan Nonfinansial) [OJK. F.3]

                                                     Keterangan                                                                     Satuan              Target 2025                    Realisasi 2025                  2024

      Jumlah BTN Digital Store yang beroperasi                                                                               Unit                                          24                           24                             1

      Jumlah Transaksi (Finansial dan Nonfinansial)                                                                          Transaksi                                12.000                        18.889                       2.007

      Jumlah Kantor Cabang yang ditingkatkan menjadi BTN Digital Store                                                       Kantor                                        14                            14                            1




167               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 168
                             Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui      Menggerakkan Inovasi       Penguatan Tata Kelola sebagai
                                             Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi             Produk Keuangan dan        Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                Digitalisasi




      balé Community                                                             balé Community merupakan pengembangan dari platform BTN Smart Residence yang terintegrasi dengan
                                                                                 Super App balé by BTN untuk menghubungkan penghuni dan pengelola komunitas dalam pengelolaan
                                                                                 layanan residensial secara end-to-end, mulai dari pembayaran tagihan/iuran hingga penyampaian
                                                                                 informasi serta keluhan atau pengaduan. Integrasi ini mendukung digitalisasi ekosistem hunian yang
                                                                                 lebih transparan, efisien, dan terdokumentasi, sejalan dengan komitmen transformasi digital BTN dalam
                                                                                 memperluas layanan berbasis komunitas.


                                                                                 Bagi pengelola, platform ini memudahkan pengelolaan dan rekonsiliasi tagihan secara sistematis
                                                                                 dan terdigitalisasi, penyampaian pembaruan informasi kepada penghuni secara cepat dan terpusat,
                                                                                 serta pemantauan status pengaduan untuk meningkatkan kualitas layanan komunitas. Sedangkan
                                                                                 bagi penghuni, balé Community memudahkan pembayaran biaya pengelolaan lingkungan, parkir, dan
                                                                                 pemeliharaan secara praktis kapan saja dan di mana saja, serta penyampaian keluhan atau pengaduan
                                                                                 melalui kanal digital yang cepat, transparan, dan terdokumentasi, serta akses informasi residensial secara
                                                                                 real-time. Fitur utama balé Community meliputi:
                                                                                 1.    Manajemen Residence dan Tenant, pengaturan data penghuni berdasarkan klaster/menara, blok/
                                                                                       lantai, dan nomor unit.
                                                                                 2.    Manajemen Tagihan, input tagihan masing-masing penghuni oleh pengelola.
                                                                                 3.    Manajemen Informasi, penyebaran informasi terkini terkait residensial.
                                                                                 4.    Manajemen Pengaduan, pemantauan pengaduan yang disampaikan penghuni.


                                                                                                                     Transaksi Menggunakan balé Community [OJK F.3]

                                                                                                           Keterangan                                Satuan                  2025            2024                   2023

                                                                                  Pengguna Terdaftar                                             Orang                         20.000             13.945                  8.915

                                                                                  Jumlah Transaksi                                               Transaksi                     47.000            43.602                  16.973

                                                                                  Volume Transaksi                                               Rp Miliar                          13,20              11,83               7,46




168        PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 169
                              Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                              Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai      Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                 Digitalisasi




      balé Properti                                                               balé Properti merupakan hasil transformasi dari platform digital BTN Properti yang dikembangkan untuk
                                                                                  mendampingi nasabah, baik individu maupun pelaku usaha, dalam memenuhi kebutuhan di bidang properti
                                                                                  dan telah terintegrasi dengan Super App balé by btn. Melalui platform ini, nasabah dapat menelusuri dan
                                                                                  memilih properti dari pengembang rekanan BTN di berbagai wilayah Indonesia, mengajukan pembiayaan
                                                                                  Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) secara daring, serta mengakses kredit
                                                                                  produktif untuk mendukung pengembangan usaha. Kehadiran balé Properti turut mendukung peningkatan
                                                                                  inklusi keuangan dan perluasan akses pembiayaan perumahan yang berkelanjutan. balé Properti juga
                                                                                  menyediakan berbagai kapabilitas digital yang mendukung proses end-to-end, mulai dari eksplorasi
                                                                                  properti, pengajuan pembiayaan, hingga pemantauan progres pengajuan secara real-time. Platform ini
                                                                                  dapat diakses melalui btnproperti.co.id dan aplikasi balé by BTN, sehingga memberikan kemudahan akses
                                                                                  kapan saja dan di mana saja. Fitur unggulan balé Properti meliputi:
                                                                                  1.    Pencarian properti berdasarkan wilayah, nama pengembang, atau nama perumahan.
                                                                                  2.    Simulasi kredit untuk menghitung estimasi angsuran.
                                                                                  3.    Pelacakan status pengajuan kredit secara real-time.
                                                                                  4.    Layanan live chat 24 jam.
                                                                                  5.    4D Tour Service untuk mengunjungi show unit secara virtual melalui fitur 4 dimensi.


                                                                                                                         Transaksi Menggunakan balé Properti [OJK F.3]

                                                                                                                                                                          Realisasi
                                                                                                  Keterangan                          Satuan         Target 2025                              2024               2023
                                                                                                                                                                            2025

                                                                                    Jumlah Pengguna Terdaftar                     Pengguna                 947.000             986.264           747.456            515.339

                                                                                    Jumlah Pengajuan Kredit                       Pengajuan                  47.000             62.616             49.217            28.494

                                                                                    Nominal (Volume) Transaksi                    Rp Miliar                   2.800              2.807             2.405                2.210




169         PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 170
                               Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui       Menggerakkan Inovasi    Penguatan Tata Kelola sebagai
                                               Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi              Produk Keuangan dan     Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                     Digitalisasi




      balé Korpora                                                                 balé Korpora merupakan layanan berbasis internet yang memungkinkan nasabah institusi melakukan
                                                                                   berbagai transaksi perbankan dan keuangan secara daring (online) dan langsung (real-time). Melalui
                                                                                   layanan ini, nasabah dapat bertransaksi kapan pun dan dari mana pun dengan proses yang praktis serta
                                                                                   didukung oleh standar keamanan yang memadai. Pada tahun 2025, realisasi akuisisi mencapai 154,65%
                                                                                   dari taget sebesar 2.970. [OJK F.3]


                                                                                                                                 Transaksi Menggunakan balé Korpora

                                                                                                             Keterangan                                  Satuan                  2025             2024                2023

                                                                                     Jumlah Transaksi (Finansial dan Nonfinansial)                   Transaksi                   2.999.876         1.552.528          2.206.654

                                                                                     Nominal Transaksi                                               Rp Miliar                    265.863             218.318             88.205

                                                                                     Jumlah Pengguna Teregistrasi                                    Pengguna                       22.631             17.585               11.922

                                                                                     Jumlah Akuisisi                                                 Akuisisi                       4.593                3.917               2.361




Program Penawaran Kredit untuk Nasabah Terpilih
BTN menyediakan program penawaran kredit bagi debitur eksisting terpilih untuk                                       memerlukan berkas tambahan, serta memungkinkan pelaksanaan akad tanpa kehadiran
memberikan akses pembiayaan yang lebih cepat dan sederhana. Program ini                                              nasabah di kantor cabang, sesuai ketentuan dan kebijakan Bank. Program payung ini
memanfaatkan kanal penawaran terintegrasi dengan proses yang lebih ringkas, tidak                                    mencakup KRING BTN Ultimate dan KAR Ultimate.




170          PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 171
                        Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem        Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                        Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan     Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                          Digitalisasi




                                                                            KRING BTN Ultimate

                                                                            KRING BTN Ultimate merupakan program Kredit Ringan yg ditawarkan dengan skema kredit baru dengan
                                                                            plafon dan jangka waktu sesuai ketentuan Bank kepada nasabah terpilih (pre-approved) dengan proses
                                                                            pencairan yang lebih cepat dan mudah.


                                                                            Syarat dan Ketentuan:
                                                                            • Debitur eksisting BTN terpilih, baik subsidi maupun non-subsidi.
                                                                            • Ditawarkan melalui channel telesales dan channel balé by btn (fitur BTN KITA)
                                                                            • Tidak memerlukan berkas tambahan.




                                                                            KAR Ultimate

                                                                            KAR Ultimate merupakan program kredit dengan skema Kredit Agunan Rumah (KAR) Top Up untuk nasabah
                                                                            terpilih. Fasilitas top up diberikan sebagai fasilitas tambahan sehingga debitur memiliki dua fasilitas kredit,
                                                                            dengan plafon tidak melebihi plafon awal dan jangka waktu pelunasan tidak melampaui kredit utama.
                                                                            Penawaran dilakukan melalui WA blast, Telesales, BTN KITA, dan/atau Kantor Cabang. Proses pengajuan
                                                                            tidak memerlukan data atau berkas tambahan, akad kredit dapat dilakukan tanpa kehadiran nasabah di
                                                                            kantor cabang, dan pencairan dilakukan secara cepat.


                                                                            Syarat dan Ketentuan:
                                                                            • Debitur eksisting, baik subsidi maupun non-subsidi, dengan riwayat pembayaran lancar selama 1 (satu)
                                                                                  tahun terakhir.
                                                                            • Memiliki pekerjaan dengan penghasilan tetap (fixed income).
                                                                            • Kredit masih berjalan dan agunan masih berada di BTN.
                                                                            • Tidak memerlukan berkas tambahan.




171   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 172
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




Pengawasan Produk Keuangan


BTN memastikan setiap produk dan layanan keuangan memenuhi standar kesetaraan,                                         Tugas utama Komite Bisnis meliputi:
keamanan, dan kepatuhan, sekaligus mengendalikan potensi risiko yang dapat timbul.                                     1.     Bertanggung jawab atas keputusan yang ditetapkan dalam Rapat Komite Bisnis
Setiap pengembangan produk dan layanan keuangan di BTN dijalankan melalui proses                                              maupun Rapat Direksi;
pengawasan yang ketat untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan prinsip                                         2.     Bertanggung jawab menyampaikan laporan atas Keputusan Signifikan yang dibuat
kehati-hatian. Sebelum diluncurkan, seluruh produk wajib memperoleh persetujuan                                               kepada Rapat Direksi minimal 1 (satu) tahun sekali; dan
dari Bank Indonesia dan OJK. Hal ini juga sesuai dengan Kebijakan Nomor KK.9-Z                                         3.     Menetapkan langkah-langkah perbaikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan
Tentang Pelindungan Nasabah dan Masyarakat, yang menjadi dasar penerapan praktik                                              pengembangan produk Bank serta melaporkannya kepada Direksi.
pengelolaan risiko produk dan layanan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
                                                                                                                       Melalui mekanisme pengawasan tersebut, Komite Bisnis memastikan pengembangan
Pendekatan pengelolaan produk dilakukan secara end-to-end, mulai dari tahap                                            maupun penghentian produk dilakukan dengan mempertimbangkan manajemen risiko
perencanaan,     pengembangan,           pengujian,        peluncuran,        hingga       pemantauan                  dan kepentingan nasabah, serta tetap mendukung tujuan jangka panjang Bank. Sejalan
pascapeluncuran. Pada tahap perencanaan produk baru dan/atau kegiatan untuk                                            dengan prinsip pelindungan konsumen, BTN juga memastikan penyampaian informasi
kepentingan Bank, divisi product owner menyusun usulan dan menyampaikannya melalui                                     produk kepada nasabah dilakukan secara transparan, jelas, akurat, dan mudah diakses.
fungsi koordinator terkait untuk pemenuhan kewajiban penyampaian kepada OJK sesuai
ketentuan. Tahapan berikutnya dilaksanakan oleh masing-masing divisi product owner,                                    Proses penilaian produk mencakup masukan dari reviewer dan pemilik kontrol, laporan
termasuk penyampaian informasi go live sesuai Rencana Penyelenggaraan Produk Bank                                      hasil evaluasi, penilaian kesesuaian terhadap standar internal dan eksternal, serta tindak
(RPPB) melalui fungsi terkait untuk diteruskan kepada OJK.                                                             lanjut berdasarkan kriteria investigasi terkait dampak dan kepatuhan regulasi. Penilaian
                                                                                                                       dilakukan minimal satu kali dalam setahun atau lebih sering apabila terdapat perubahan
Evaluasi atas produk dan layanan dilaksanakan secara berkala guna memastikan                                           signifikan pada produk maupun regulasi. Hasil penilaian tersebut digunakan sebagai
pemenuhan      standar    keamanan        dan     kepatuhan       terhadap        regulasi,     sekaligus              dasar penyempurnaan kebijakan dan prosedur guna meningkatkan kualitas layanan
mengidentifikasi risiko yang melekat dalam pengembangan produk. Pengawasan                                             keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
atas proses tersebut dilakukan melalui Komite Bisnis, yang terdiri dari anggota Direksi
dan Senior Executive Vice President (SEVP). Komite Bisnis berperan dalam perumusan                                     Pada tahun 2025, efektivitas pengawasan produk diukur melalui parameter kepatuhan
dan pengambilan keputusan, serta pengawasan dan pemantauan atas isu strategis                                          terhadap regulasi, tingkat kepuasan nasabah, dan kontribusi terhadap pencapaian
terkait pengembangan, perubahan, maupun penghentian produk dan aktivitas bisnis                                        inklusi keuangan, serta didukung pemanfaatan umpan balik nasabah sebagai bagian
BTN. Pedoman kerja Komite Bisnis mengacu pada Kebijakan Khusus (KK) Nomor KK.9-D                                       dari perbaikan berkelanjutan. Struktur pengawasan di tingkat Direksi dan Komite
tentang Prosedur Tata Kelola Komite Direksi.                                                                           memastikan bahwa produk dan layanan BTN tetap andal, aman, serta selaras dengan
                                                                                                                       prinsip keberlanjutan dan integritas Bank.




172            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 173
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan     Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai       Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




Kebijakan Periklanan


Selaras dengan komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik dan praktik                                           kampanye yang bertanggung jawab, tidak menyesatkan, serta menjaga reputasi Bank.
bisnis berkelanjutan, BTN menerapkan Kebijakan Periklanan yang Adil melalui sejumlah                                    Satuan Kerja Marketing Communication Division (MCD) melaporkan pelaksanaan
Kebijakan Khusus (KK), termasuk KK.9-Y tentang Aktivitas Komunikasi Pemasaran, guna                                     kegiatan kepada Direksi paling sedikit satu kali dalam satu tahun, mencakup aspek
membangun kepercayaan konsumen dan menjaga integritas bisnis. Kebijakan ini                                             performance, efektivitas, dan kepatuhan.
memastikan seluruh materi pemasaran, promosi, dan komunikasi kepada publik disusun
dengan memperhatikan aspek hukum, kepatuhan, pengelolaan risiko reputasi, unsur                                         Dalam penayangan iklan, BTN mempertimbangkan kesesuaian audiens, media, dan
edukasi, serta prinsip transparansi kepada nasabah. Prinsip transparansi, akurasi, dan                                  waktu tayang untuk meminimalkan potensi dampak negatif bagi konsumen. Seluruh
non-misleading menjadi landasan utama komunikasi pemasaran BTN.                                                         materi komunikasi pemasaran wajib melalui proses verifikasi aspek hukum, kepatuhan,
                                                                                                                        dan risiko sebelum dipublikasikan, termasuk penilaian keamanan siber pada media dan
BTN menetapkan standar komunikasi pemasaran yang mengatur penggunaan bahasa                                             kanal yang digunakan. Evaluasi kampanye dilakukan secara berkala untuk memastikan
yang mudah dipahami dan sesuai kaidah Ejaan yang Disempurnakan (EYD), serta                                             efektivitas dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
melarang klaim atau istilah yang berpotensi menyesatkan, termasuk penggunaan kata
“gratis” apabila masih terdapat biaya yang melekat. Informasi promosi, pengembalian                                     BTN juga menyelenggarakan pelatihan rutin bagi tim pemasaran dan komunikasi guna
dana, serta kesaksian konsumen wajib disampaikan secara transparan dan melalui                                          menjaga konsistensi penerapan etika dan integritas penyampaian informasi. Prinsip
proses verifikasi. Melalui KK.9-Y, BTN juga mengatur penggunaan logo, merek, talenta,                                   pemasaran yang bertanggung jawab ini terintegrasi dengan perlindungan nasabah
lagu, dan aset digital lainnya agar memenuhi ketentuan hukum serta hak cipta dan                                        sebagaimana diatur dalam KK.4-F, yang menekankan edukasi, keterbukaan informasi,
kekayaan intelektual.                                                                                                   perilaku bisnis yang bertanggung jawab, serta perlindungan data nasabah. Dengan
                                                                                                                        demikian, kegiatan pemasaran BTN mendukung tujuan bisnis sekaligus memperkuat
Aktivitas pemasaran dan komunikasi produk serta jasa dikelola oleh Satuan Kerja                                         kepercayaan publik dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik, termasuk
Marketing Communication Division (MCD) di bawah pengawasan Direksi. Seluruh                                             kepatuhan terhadap prinsip syariah apabila relevan. Untuk selengkapnya dapat diakses
aktivitas komunikasi pemasaran dikoordinasikan dengan fungsi manajemen risiko,                                          pada tautan berikut Fair Advertising Policy.
hukum, kepatuhan, pengelola produk dan komunikasi perusahaan, guna memastikan

                                                                      Pelatihan Pegawai Terkait Periklanan dan Pemasaran [GRI 404-2]

                                           Nama Pelatihan                                                           Waktu Pelaksanaan               Jumlah Pegawai yang Mengikuti Pelatihan                  Jumlah Jam Pelatihan

Sertifikasi Pusat Layanan Pelanggan                                                                                         Februari                                         2                                            44

Sertifikasi Kualitas Layanan                                                                                                Agustus                                          11                                         209

Mengembangkan Keterampilan Komunikasi Bisnis                                                                                Oktober                                         18                                           145

Komunikasi Pemasaran Terpadu                                                                                                Oktober                                          3                                             15


173             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 174
                                   Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan     Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai       Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                          Digitalisasi




                                            Nama Pelatihan                                                           Waktu Pelaksanaan                  Jumlah Pegawai yang Mengikuti Pelatihan                  Jumlah Jam Pelatihan

 Pemasaran Digital Full Stack                                                                                                   Oktober                                          3                                            30

 Berpikir Kreatif dalam Pemecahan Masalah                                                                                      Desember                                         25                                           213

 Webinar Kepatuhan Persaingan Usaha BTN                                                                                        Desember                                         63                                             16




Pelindungan Finansial Nasabah


Sejalan dengan pengawasan produk dan pengendalian komunikasi pemasaran, BTN                                              6.     Penegakan kepatuhan; dan
melanjutkan pengelolaan pelindungan nasabah pada aspek pelindungan finansial.                                            7.     Persaingan yang sehat.
BTN menerapkan pelindungan finansial nasabah melalui KK Nomor KK.9-Z tentang
Pelindungan Nasabah dan Masyarakat yang mengatur penyampaian informasi produk                                            Dalam pengelolaan produk dan layanan, BTN menerapkan pengendalian sepanjang
dan layanan secara jelas, akurat, dan transparan, termasuk konsekuensi serta risiko                                      daur hidup produk dan/atau layanan (Product Life Cycle) untuk memastikan prinsip
penggunaan. Pengendalian ini diarahkan untuk menekan potensi kerugian finansial dan                                      pelindungan konsumen dan masyarakat berjalan konsisten, dengan tahapan:
risiko hukum, sekaligus menjaga kepercayaan nasabah dalam seluruh interaksi dan                                          1.     Desain produk dan layanan;
transaksi dengan BTN.                                                                                                    2.     Penyedian informasi produk dan/atau layanan (RIPLAY);
                                                                                                                         3.     Penyampaian informasi produk dan/atau layanan;
Ketentuan tersebut selaras dengan POJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan                                           4.     Pemasaran produk dan/atau layanan;
Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan, yang menjadi acuan bagi BTN                                             5.     Penyusunan perjanjian terkait produk dan/atau layanan;
dalam menyediakan produk dan layanan keuangan yang setara dan bertanggung                                                6.     Pemberian layanan atas penggunaan produk dan/atau layanan; dan
jawab, dengan memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan nasabah pada setiap                                            7.     Penanganan pengaduan dan penyelesaian sengketa atas produk dan/atau layanan
tahapan. Bank menjalankan prinsip dasar pelindungan konsumen dan masyarakat yang                                                nasabah.
menjadi landasan pelindungan finansial nasabah, meliputi:
1.    Edukasi yang memadai;                                                                                              Dalam implementasi prinsip pelindungan konsumen yang mendukung pelindungan
2.    Keterbukaan dan transparansi informasi;                                                                            finansial nasabah, BTN melaksanakan:
3.    Perlakuan yang adil dan perilaku bisnis yang bertanggung jawab;                                                    1.     Penguatan SDM dan infrastruktur pelindungan konsumen melalui pembentukan
4.    Pelindungan aset, privasi, dan data nasabah;                                                                              struktur yang menjalankan fungsi pelindungan konsumen di setiap Kantor Cabang
5.    Penanganan pengaduan dan penyelesaian sengketa yang efektif dan efisien;                                                  perwakilan BTN.



174              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 175
                                   Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan     Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai       Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                          Digitalisasi




2.    Pengembangan siklus perencanaan strategis edukasi literasi dan inklusi keuangan                                    4.     Peningkatan layanan pengaduan melalui penyediaan saluran pengaduan yang
      melalui stream edukasi, literasi, dan inklusi yang direncanakan dan dijalankan                                            mudah diakses serta memastikan penanganan pengaduan sesuai SLA yang berlaku.
      secara periodik setiap tahun, termasuk pengembangan inklusi digital.
3.    Penetapan regulasi internal pelindungan konsumen dan masyarakat yang                                               Untuk mendukung penerapan prinsip-prinsip tersebut secara konsisten di seluruh
      mengadopsi regulasi eksternal terkait pelindungan konsumen (customer protection),                                  jaringan layanan, BTN menyelenggarakan program pelatihan terkait pelindungan
      edukasi dan inklusi, serta pelindungan data pribadi, sebagai pedoman pelaksanaan                                   finansial nasabah yang diberikan secara tahunan kepada pegawai yang relevan. Rincian
      kegiatan Bank.                                                                                                     pelaksanaan pelatihan selama tahun 2025 disajikan pada tabel berikut.


                                                           Pelatihan dan Sertifikasi Pegawai Terkait Pelindungan Finansial Nasabah [GRI 404-2]


                                            Nama Pelatihan                                                           Waktu Pelaksanaan                  Jumlah Pegawai yang Mengikuti Pelatihan                  Jumlah Jam Pelatihan

 Sertifikasi Pusat Layanan Pelanggan                                                                                            Februari                                         2                                            44

 Penciptaan Nilai: Menaklukkan Pasar dengan Kepemimpinan Digital dan Orientasi Pelanggan                                        Februari                                          1                                             4

 Prosedur Kepatuhan Persaingan Usaha Sehat                                                                                         Juli                                         25                                              5

 Sertifikasi Kualitas Layanan                                                                                                   Agustus                                          11                                         209

 Keterampilan Komunikasi Bisnis yang Berdampak                                                                                  Oktober                                         15                                            121

 Webinar MRI Insights: Melampaui Pengalaman Pelanggan                                                                           Oktober                                          5                                             15

 Berpikir Kreatif dalam Pemecahan Masalah                                                                                      Desember                                         20                                           170




Privasi dan Keamanan Data Nasabah


Pengelolaan teknologi informasi (TI) menjadi salah satu pilar utama untuk menjaga                                        perencanaan, pengembangan, infrastruktur operasional, hingga keamanan sistem. Tata
keandalan layanan, keamanan informasi, dan efektivitas operasional Bank. BTN                                             kelola tersebut ditinjau secara berkala dan diatur secara high level melalui Kebijakan
menetapkan tata kelola teknologi informasi (TI) yang mencakup aspek manajemen,                                           Umum Nomor KU.5 Teknologi Informasi, Manajemen Data dan Digital.




175              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 176
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang         Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                 Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                        Digitalisasi




Untuk memastikan implementasi berjalan konsisten di seluruh organisasi, ketentuan                                       5.      Information Asset Owner (IAO);
tersebut dilengkapi kebijakan turunan berupa kebijakan khusus yang mengatur aspek                                       6.      Information Asset Custodian (IAC);
teknis serta memberikan pedoman lebih rinci bagi pelaksanaan dan pengawasan sesuai                                      7.      Kepala satuan kerja;
kebutuhan operasional. Kebijakan ini mencakup seluruh unit bisnis dan anak perusahaan                                   8.      Tim Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI);
BTN, serta semua siklus data, mulai dari pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan,                                          9.      Cyber Security Incident Response Team (CSIRT);
hingga pemusnahan data.                                                                                                 10. Satuan Kerja Kepatuhan;
                                                                                                                        11.     Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional & Digital;
BTN memiliki tata kelola TI dan kerangka kebijakan yang komprehensif yang mencakup                                      12.     Pegawai; dan
petunjuk teknis TI, manajemen data dan digital, prosedur dan standarisasi TI, keamanan                                  13.     Pihak ketiga.
TI, serta ketahanan operasional melalui Business Continuity Management (BCM) dan
rencana pemulihan, termasuk Business Impact Analysis (BIA), Business Continuity                                         Kerangka Kebijakan dan Pengendalian Keamanan Data Nasabah
Plan (BCP), dan Disaster Recovery Plan (DRP). Kerangka kebijakan ini juga mencakup
pengelolaan risiko TI, digital, dan siber, serta pengaturan penempatan sistem elektronik                                BTN menempatkan privasi dan keamanan informasi nasabah sebagai prioritas,
dan tata kelola komite untuk memastikan implementasi berjalan konsisten di seluruh                                      berlandaskan dua prinsip. Pertama, data nasabah yang diperoleh melalui layanan
organisasi. Rincian pengawasan, kerangka kebijakan, serta pengendalian keamanan                                         Bank bersifat rahasia dan wajib dilindungi serta tidak diungkapkan tanpa persetujuan.
data nasabah diuraikan pada pembahasan berikut.                                                                         Kedua, pemanfaatan data melalui aplikasi digital yang semakin luas turut meningkatkan
                                                                                                                        eksposur terhadap ancaman siber yang dapat mengganggu keamanan data.
Tanggung Jawab dan Pengawasan Privasi dan Keamanan Data
                                                                                                                        Pengendalian risiko kebocoran data dilakukan melalui sistem penyimpanan internal
BTN memastikan pengelolaan privasi, keamanan siber, dan pelindungan data berjalan                                       dengan kontrol akses yang ketat serta pembatasan pemanfaatan data nasabah hanya
efektif melalui struktur dan mekanisme keamanan informasi yang terdefinisi dengan jelas,                                sesuai persetujuan eksplisit nasabah dan ketentuan hukum yang berlaku. Pengelolaan
termasuk penerapan dual control untuk menjaga pemisahan fungsi dalam operasional                                        risiko ini didukung Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional dan Digital yang
teknologi informasi di Bank. Tanggung jawab tata kelola pada aspek tersebut ditetapkan                                  menangani risiko operasional, teknologi informasi (TI), dan digital, termasuk penerapan
pada tingkat Dewan Komisaris dan Komite Direksi sesuai Kebijakan Khusus Pelindungan                                     manajemen risiko pada setiap solusi teknologi yang dikembangkan agar layanan tetap
Data Pribadi, Petunjuk Teknis Pelaksanaan Tata Kelola Data, dan kepatuhan terhadap                                      aman dan andal. [OJK F.27]
Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Pengawasan dilaksanakan melalui
supervisi atas komite di bawah Direksi yang dibentuk untuk mendukung pengambilan                                        Ketentuan tersebut selaras dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan peraturan
keputusan yang selaras dengan visi, misi, dan strategi Bank, dengan Organisasi                                          perundang-undangan Pemerintah Republik Indonesia terkait perbankan, pelindungan
Keamanan Informasi sebagai berikut:                                                                                     konsumen sektor jasa keuangan, kerahasiaan dan keamanan data nasabah, rahasia
1.    Dewan Komisaris;                                                                                                  bank, serta pelindungan data pribadi, dan ditopang Kebijakan Khusus internal mengenai
2.    Komite Pengarah Teknologi Informasi (KPTI);                                                                       tata kelola data serta pelindungan nasabah dan masyarakat. BTN juga menetapkan
3.    Direktur yang membawahkan teknologi informasi;                                                                    Kebijakan Khusus Keamanan Teknologi Informasi Nomor KK.5-B dan Kebijakan Khusus
4.    Information Security Manager (ISM);                                                                               Pelindungan Data Pribadi Nomor KK.6-K yang mengacu pada prinsip kerahasiaan



176             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 177
                                    Pendahuluan    Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui      Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi             Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                        Digitalisasi




(confidentiality), integritas (integrity), dan ketersediaan (availability) untuk memastikan                              Penyelenggaraan Teknologi Informasi (TI) dan Pengamanan Digital
pengelolaan data pribadi dan data nasabah berjalan efektif dan efisien, aman, tertib,
terkelola, serta dapat ditelusuri dan diaudit. [GRI 418-1] [SASB FN-CB-230a.2]                                           Penyelenggaraan TI diposisikan sebagai penopang efektivitas dan efisiensi operasional
                                                                                                                         Bank. Untuk mengelola ruang lingkup yang luas, BTN membaginya ke dalam empat
Implementasi pengendalian dilakukan melalui pelatihan keamanan TI bagi pengguna,                                         domain utama yang memiliki peran dan fokus yang berbeda, yaitu: [GRI 3-3]
penggunaan       perangkat      lunak     yang    telah     diotorisasi    dan      diperbarui     berkala,
standardisasi kata kunci (password), serta evaluasi rutin atas arsitektur keamanan data                                        Empat Domain Penyelenggaraan Teknologi Informasi (TI) BTN
agar tetap memadai dan efektif. Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat pengaduan
terkait pelanggaran keamanan data nasabah, termasuk kehilangan, pencurian, maupun
penyebaran data. Selain program peningkatan kesadaran, Bank juga melakukan                                                   Plan The Bank           Change the Bank                  Run the Bank             Secure the Bank
identifikasi terkait risiko keamanan data melalui: [GRI 418-1] [SASB FN-CB-230a.2, FN-CB-230a.1]
1.    Kebijakan dalam Manajemen Pengamanan Record;                                                                                                                                     Operasional TI
                                                                                                                              Perencanaan                                                                       Pengamanan
2.    Retensi informasi sensitif;                                                                                                                     Pengembangan                   serta keandalan
                                                                                                                                Teknologi                                                                         sistem dan
3.    Identifikasi catatan penting;                                                                                                                      Sistem TI                   infrastruktur dan
                                                                                                                              Informasi (TI)                                                                   aplikasi dari risiko
4.    Penyimpanan catatan penting;                                                                                                                                                   sistem bagi Bank
                                                                                                                                                                                                                 keamanan TI
                                                                                                                                                                                     maupun nasabah
5.    Penyimpanan dokumen sumber bisnis;
6.    Penyimpanan data transaksi aplikasi;
7.    Pemusnahan informasi;
8.    Penyimpanan informasi sensitif; dan
9.    Penyimpanan informasi pelanggaran dan masalah keamanan.
                                                                                                                                                                                                 Tiga Pilar Pendekatan
                                                                                                                                                                                                    Keamanan Digital
BTN berkomitmen untuk melindungi hak-hak nasabah sebagai subyek data pribadi
sesuai dengan peraturan yang berlaku, seperti Undang-Undang Pelindungan Data                                                                                                                        1.    People
Pribadi. Nasabah memiliki hak-hak penting, antara lain hak untuk mendapatkan informasi                                                                                                              2.    Process
yang jelas mengenai pengumpulan dan penggunaan data pribadi mereka, hak untuk                                                                                                                       3.    Technology

melengkapi atau memperbaiki data jika terdapat kekeliruan atau ketidaklengkapan,
serta hak untuk mengakses dan memperoleh salinan data pribadi yang disimpan
oleh Bank. Selain itu, nasabah juga memiliki hak untuk mengakhiri, menghapus, atau
memusnahkan data pribadi mereka jika data tersebut sudah tidak diperlukan lagi atau
jika nasabah menarik persetujuan yang telah diberikan sebelumnya.




177              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 178
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan          Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai            Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                              Digitalisasi




Seiring perkembangan TI dan meningkatnya tren transaksi perbankan melalui kanal                                         e.     Wallpaper Desktop Security Awareness
digital, BTN meningkatkan fokus pada domain “Secure the Bank” untuk memastikan                                          f.     Screen Saver Security Awareness
layanan tetap terlindungi dari risiko utama terkait dengan TI, yaitu pelanggaran data                                   g.     Bulletin Security Awareness
dan serangan siber. Merespons hal tersebut, BTN menerapkan pengamanan digital                                           h.     Survey Pemahaman Security Awareness
melalui kombinasi pendekatan proaktif dan reaktif berbasis tiga pilar utama guna
melindungi data dan transaksi nasabah, sehingga layanan digital tetap aman, andal,                                      Bagi pihak ketiga, edukasi dilakukan setiap tahun untuk memastikan pengelolaan
dan terlindungi dari risiko di dunia maya. Adapun tiga pilar tersebut mencakup People,                                  keamanan informasi perusahaan serta pelindungan atas data BTN yang berada dalam
Process, dan Technology.                                                                                                penguasaan mereka. Bagi nasabah, fokusnya pada transaksi yang aman, kewaspadaan
                                                                                                                        terhadap kejahatan siber, dan pelindungan data pribadi. Penyampaian kepada nasabah
Pilar People                                                                                                            dan pihak ketiga dilakukan melalui e-channel BTN, social media BTN (Instagram, X,
                                                                                                                        Facebook, dan lainnya), serta berbagai event offline atau kegiatan pemasaran yang
Pilar People berfokus pada penguatan kesadaran dan kapabilitas keamanan                                                 diselenggarakan Bank.
informasi di seluruh ekosistem Bank, mencakup pegawai, nasabah, dan pihak ketiga.
Implementasinya dijalankan melalui dua fokus utama, yaitu security awareness dan                                        Pengembangan Kompetensi [GRI 404-2]
pengembangan kompetensi melalui pelatihan serta sertifikasi keamanan siber.
                                                                                                                        BTN berkomitmen memperkuat profesionalisme dan kompetensi keamanan siber melalui
Security Awareness                                                                                                      pelatihan dan sertifikasi yang diselenggarakan minimal satu kali dalam satu tahun bagi
                                                                                                                        pegawai, serta vendor dan kontraktor sebagai pihak ketiga yang mendukung kegiatan
BTN menumbuhkan security culture di seluruh unit kerja melalui program indeks IT Security                               operasional, pengembangan, maupun pemeliharaan sistem dan berpotensi mengakses
untuk memantau efektivitas program-program security awareness dalam mitigasi risiko                                     informasi serta aset TI Bank. Cakupan pelatihan dan sertifikasi yang diberikan meliputi
keamanan siber dan informasi. Top Management menyampaikan pembaruan program                                             keamanan siber dan manajemen risiko digital, pelindungan data pribadi, privasi, dan
ini setiap bulan kepada pegawai, menegaskan keterkaitan keamanan informasi dengan                                       kepatuhan, serta kesiapsiagaan pertahanan siber dan penanganan kejahatan siber.
kepercayaan nasabah dan reputasi Bank. Edukasi security awareness dilaksanakan
secara rutin kepada pegawai, nasabah, dan pihak ketiga. Sosialisasi kepada pegawai                                      Sebagai        bagian          dari     pelaksanaan          program     pengembangan            kompetensi,          BTN
disampaikan melalui platform digital BTN berikut:                                                                       melaksanakan pelatihan dan sertifikasi yang berfokus pada keamanan siber dan
a.    Website resmi BTN                                                                                                 pelindungan data pribadi kepada para pegawai, terutama bagi pegawai yang berperan
b.    Podcast                                                                                                           langsung dalam pengelolaan risiko TI, keamanan informasi, pengembangan dan operasi
c.    Learning Management System                                                                                        sistem, serta pemantauan dan penanganan insiden. Rincian pelaksanaannya selama
d.    Email Blast Security Awareness                                                                                    tahun 2025 disajikan pada tabel berikut.




178             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 179
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui          Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi                 Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                         Digitalisasi




                                                               Pelatihan dan Sertifikasi Pegawai Terkait Data Privasi dan Keamanan Siber

                                                                                                                                                                                                           Jumlah Pegawai yang
                                                                   Nama Pelatihan                                                                                   Waktu Pelaksanaan
                                                                                                                                                                                                            Mengikuti Pelatihan

IBM i System ADM & Control AS400                                                                                                                                            Januari                                     2

Training CompTIA® Security+                                                                                                                                                  Maret                                      2

Pelatihan Keamanan & Pelindungan Data                                                                                                                                        Maret                                      4

Comptia Pentest+                                                                                                                                                             Maret                                       1

Refreshment Sertifikasi Manajemen Risiko                                                                                                                                     Maret                                     14

Training Sosialisasi Cyber Threat & Digital Risk Awareness                                                                                                                    April                                9.963

Certified Information System Security Professional (CISSP)                                                                                                                    April                                      1

Microsoft Identity & Access Administrator                                                                                                                                     April                                     3

Digital Forensic Management                                                                                                                                                       Mei                                   2

Certified Risk & Information System Control (CRISC)                                                                                                                               Mei                                   3

Comptia Security+                                                                                                                                                                 Mei                                   2

Training CompTia Security+ (SY0-701)                                                                                                                                          Juni                                      2

Training The Future of Cybersecurity : Threats, Challenges, and Innovations                                                                                                   Juni                                      6

Training Keamanan & Perlindungan Data                                                                                                                                             Juli                                  4

Training Compliance Excellence - Data Privacy Excellence                                                                                                                    Agustus                                12.011

Training Certified Indonesia Data Protection Officer (CIP DPO)                                                                                                              Agustus                                     2

Secure Coding with GenAI                                                                                                                                                  November                                      3

Training CompTia Security+                                                                                                                                                  Oktober                                     2

Training Perlindungan Data Pribadi                                                                                                                                        Desember                                    28




179             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 180
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan     Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai       Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                         Digitalisasi




Pilar Process

BTN memastikan tata kelola berjalan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku dengan                                                 -    Insiden Operasional/Manajemen
menerapkan proses kerja berbasis ketentuan/SOP terkini yang disosialisasikan dan                                                     -    Web Application Attack
dijalankan secara konsisten oleh seluruh stakeholder. Selaras dengan standar proses                                     3.     Pada tahun 2025, operasional BTN telah tersertifikasi ISO 27001:2022 Sistem
tersebut, Bank menjalankan inisiatif berikut:                                                                                  Manajemen Keamanan Informasi. Untuk menjaga konsistensi penerapan standar
1.    Pembentukan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) yang telah bekerja                                          tersebut, BTN melaksanakan audit terhadap sistem keamanan informasi oleh
      sama dengan regulator, didukung oleh teknologi terbaru dan sistem monitoring                                             internal dan eksternal yang dilakukan satu kali dalam satu tahun yang mencakup
      berupa Security Incident and Event Management (SIEM).                                                                    Operasional Data Center.
2.    Pengujian keamanan siber secara berkala atas keamanan jaringan, sistem, dan                                       4.     BTN telah melaksanakan assessment atas penerapan ketentuan SEOJK No. 29/
      data sesuai ketentuan regulator, meliputi:                                                                               SEOJK.03/2022 tentang Ketahanan dan Keamanan Siber oleh auditor eksternal yang
      •   Pengujian berbasis analisis kerentanan melalui vulnerability assessment dan                                          terdaftar dalam Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Berdasarkan hasil
          penetration test untuk aplikasi baru, pengembangan, dan aplikasi reguler sesuai                                      penilaian, BTN memperoleh pencapaian tingkat risiko terkait keamanan siber yang
          tingkat kritikalitas, yang dilakukan pihak independen eksternal bersertifikasi                                       berada di peringkat 2 (kondisi maturitas keamanan siber Bank secara umum tinggi).
          standar penetration tester internasional dan terdaftar pada Asosiasi Sistem                                   5.     Mendukung program pemerintah dan regulator terkait pemberantasan perjudian
          Pembayaran Indonesia (ASPI).                                                                                         online serta jual beli rekening yang mengatasnamakan nasabah BTN, Bank
      •   Pengujian berbasis skenario melalui table top exercise, social engineering                                           melakukan cyber patrol menggunakan tools Cyber Threat Intelligence (CTI) yang
          exercise (phishing via email), serta Adversarial Attack Simulation Exercise (AASE).                                  dimiliki BTN.
          Table-Top Exercise dilaksanakan oleh CSIRT lintas unit kerja untuk meninjau
          playbook skenario serangan, response, dan recovery, dengan topik:                                             Pilar Technology
          -   Panduan Data Breach
          -   Snapshot Server DFIR                                                                                      BTN      menerapkan            pendekatan       defense-in-depth        melalui     pengamanan            berlapis
          -   Chain of Custody                                                                                          (layered security) untuk meningkatkan kapabilitas pengamanan teknologi informasi
          -   Server Forensic                                                                                           dan optimalisasi pertahanan. Pendekatan ini mencakup endpoint security, application
          -   Insider Threat                                                                                            security, network security, IT infrastructure security, dan data security, guna menjaga
          -   Social Engineering                                                                                        kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan sistem serta melindungi data dan transaksi
          -   Insiden Data Breach                                                                                       nasabah. Ringkasan penguatan kontrol pada masing-masing lapisan pengamanan
          -   Ransomware                                                                                                disajikan pada tabel berikut.




180             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 181
                                   Pendahuluan     Profil dan        Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN    Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




                                                                                 Penerapan Pengamanan Berlapis Pengamanan TI

      Lapisan Keamanan                                       Inisiatif / Teknologi                                                                                 Tujuan Utama

Endpoint Security                 Peningkatan Endpoint Protection untuk kebutuhan server                         Mendeteksi, mencegah, dan merespons malware/ransomware secara real-time untuk menurunkan
                                                                                                                 risiko kebocoran, kerusakan, atau pencurian data.

Endpoint Security                 Peningkatan DNS Security dan IP Address Management                             Memitigasi akses ke domain tidak aman serta meningkatkan kemampuan penelusuran endpoint yang
                                                                                                                 mengakses sumber daya TI.

Application Security              Security by design & Mobile Application Security (Pengamanan                   Menjaga keamanan aplikasi mobile nasabah melalui penguatan pada desain dan kontrol keamanan
                                  Aplikasi Mobile)                                                               pada perangkat akses.

Application Security              Peningkatan pengamanan API                                                     Mendeteksi dan mencegah serangan berbasis Application Programming Interface (API) seiring
                                                                                                                 meningkatnya pemanfaatan open banking.

Application Security              Peningkatan pengamanan IBB melalui content delivery network                    Meningkatkan keamanan aplikasi berbasis web sekaligus menjaga performa akses layanan Internet
                                                                                                                 Banking Business (IBB).

Application Security              Manage Service Digital Application Protection                                  Memberikan pengamanan aplikasi yang komprehensif sekaligus mendukung pemantauan dan tindak
                                                                                                                 lanjut operasional atas transaksi digital.

Network Security                  Implementasi Network Access Control (NAC)                                      Mengatur, memverifikasi, dan memantau akses perangkat ke jaringan berbasis kebijakan untuk
                                                                                                                 mencegah akses tidak sah.

Network Security                  Peningkatan Internet Access Control dan Proxy Outbound                         Memisahkan dan mengidentifikasi internet traffic untuk transaksi bisnis dan produktivitas back office
                                                                                                                 melalui kontrol akses internet dan proxy outbound.

Network Security                  Peningkatan pengamanan email security                                          Melindungi sistem email dari spam, phishing, dan attachment berbahaya.

IT Infrastructure Security        Peningkatan Network Time Protocol (NTP)                                        Menjaga sinkronisasi waktu untuk akurasi timestamp audit log, konsistensi kontrol keamanan, dan
                                                                                                                 memitigasi risiko manipulasi data.

IT Infrastructure Security        Penerapan active-active security infrastructure                                Meningkatkan ketersediaan, ketangguhan, dan keandalan infrastruktur transaksional untuk menjaga
                                                                                                                 keberlangsungan layanan.

IT Infrastructure Security        Peningkatan pengelolaan & pengamanan sistem TI berbasis                        Menerapkan best practice dan dukungan layanan yang profesional untuk pengamanan terkini,
                                  teknologi Microsoft (Windows, Active Directory, MSSQL, Microsoft               dukungan operasional, serta akses teknologi terbaru.
                                  Office, Office 365)

Data Security                     Implementasi/Improvement Data Loss Prevention (DLP)                            Memitigasi kebocoran data nasabah dan data Bank melalui kontrol pencegahan dan pengawasan
                                                                                                                 aliran data.

Data Security                     Cyber Threat Intelligence (CTI) dan Digital Right Protection                   Memantau pola/aktivitas ancaman siber secara aktif serta melakukan take down konten yang
                                                                                                                 berpotensi merugikan nasabah dan reputasi Bank.

Data Security                     Peningkatan pengamanan database                                                Membatasi dan mencegah serangan yang mengeksploitasi database seiring peningkatan akses dan
                                                                                                                 transaksi digital.




181              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 182
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




Pengungkapan dan Pengendalian Data kepada Pihak Ketiga                                                                  5.     Bank mengelola risiko keamanan pihak ketiga terhadap Penyedia Jasa TI/Digital
                                                                                                                               Partner yang bekerja sama dengan Bank melalui pelaksanaan Third Party Risk
Sebagai bagian dari komitmen Bank terhadap pelindungan data, BTN memastikan                                                    Assessment, Security Questionnaire, dan Security Scorecard, guna memastikan
standar pelindungan data juga berlaku bagi pemasok dan mitra bisnis yang menangani                                             bahwa pihak ketiga tersebut memiliki tingkat keamanan TI yang sesuai dengan
data Bank atau memiliki akses ke jaringan Bank, serta tidak mengalihkan data kepada                                            standar Bank.
pihak ketiga selain untuk kepentingan penyediaan layanan yang sah dan sesuai
ketentuan yang berlaku.                                                                                                 Pelindungan Data Pribadi

Kepatuhan Pihak Ketiga terhadap standar dan prosedur keamanan informasi tersebut                                        Pelindungan data pribadi adalah upaya sistematis yang dilakukan dalam rangka
diatur dalam Kebijakan Khusus (KK) 5-B tentang Keamanan Teknologi Informasi dan                                         memastikan hak asasi dari subjek data pribadi terhadap privasi dengan melindungi
diperkuat melalui klausul dalam perjanjian kerja sama atau Non-Disclosure Agreement                                     kerahasiaan, integritas dan keterserdiaan data perseorangan dari subjek data pribadi
(NDA), termasuk kewajiban pemasok dan mitra bisnis untuk memiliki kebijakan                                             terkait. Proses tersebut dilakukan dengan menekankan transparansi pada prosesnya,
pelindungan data dan keamanan informasi atau mematuhi kebijakan BTN. Implementasi                                       sehingga subjek data pribadi memahami bagaimana data dikumpulkan, digunakan,
ketentuan tersebut dilakukan melalui beberapa poin penting sebagai berikut:                                             dan dilindungi. Pengaturan ini memuat kewajiban pihak pengelola data, yaitu Bank, serta
1.    Bank mengelola risiko keamanan informasi dan siber di seluruh proses penyediaan                                   hak-hak subjek data pribadi untuk melindungi kepentingannya.
      layanan oleh pemasok dan mitra bisnis dengan menerapkan proses dan prosedur
      yang komprehensif untuk memastikan keamanan, integritas, dan kerahasiaan                                          BTN menerapkan praktik pelindungan data pribadi untuk menjaga kepercayaan nasabah
      informasi selama pelaksanaan penyediaan solusi TI.                                                                serta memenuhi ketentuan UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
2.    Bank memastikan bahwa perubahan perjanjian kerja sama dengan pemasok dan                                          Dalam pelaksanaannya, BTN membentuk Unit Data Privacy yang berperan sebagai
      mitra bisnis harus dilakukan dengan persetujuan kedua belah pihak sesuai dengan                                   Pejabat Pelindung Data Pribadi pada Satuan Kerja Kepatuhan di bawah Direktorat Human
      prosedur perubahan yang berlaku, disertai identifikasi dan tinjauan persyaratan                                   Capital, Compliance & Legal, yang disupervisi oleh Direksi melalui forum Komite Pengarah
      keamanan informasi untuk setiap perubahan ruang lingkup pekerjaan yang                                            Teknologi Informasi (KPTI) dan, Komite Manajemen Risiko. Unit ini mengembangkan
      disepakati.                                                                                                       kerangka kerja dan kebijakan, serta menjalankan program pelindungan data pribadi
3.    Bank melakukan pengawasan dan inspeksi melalui pemantauan rutin atas layanan                                      untuk memastikan penerapan kontrol secara holistik.
      yang diberikan, mewajibkan pelaporan berkala hasil penyediaan layanan, serta
      memastikan ketersediaan dukungan dan informasi yang dibutuhkan untuk proses                                       Praktik pelindungan dan pengelolaan data pribadi di BTN diatur melalui kerangka
      audit internal Bank guna memverifikasi kepatuhan.                                                                 kebijakan internal yang mencakup seluruh siklus pemrosesan data, dari pengumpulan,
4.    Dalam pengakhiran kerja sama, Bank juga menerapkan strategi penghentian kerja                                     penggunaan, pembagian (share), hingga penyimpanan sampai dengan penghapusan.
      sama (exit strategy) untuk data tetap terlindungi meskipun hubungan dengan                                        BTN memiliki Kebijakan Khusus (KK) yang mencakup pelindungan data pribadi, keamanan
      pemasok atau mitra bisnis berakhir.                                                                               TI, pelindungan konsumen dan masyarakat, serta kearsipan. Kebijakan Khusus tersebut




182             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 183
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




diimplementasikan melalui Petunjuk Teknis (PT) yang meliputi persetujuan subjek data,                                          subjek data pribadi sebelum pemrosesan dilakukan. Ketentuan ini tercantum dalam
perekaman pemrosesan (record of processing activities/ROPA), penilaian dampak,                                                 KK Nomor KK.6-K tentang Pelindungan Data Pribadi dan Petunjuk Teknis Nomor
penanganan kegagalan pelindungan data, pengelolaan aspek pelindungan data                                                      PT.6-K.1 tentang Persetujuan Subjek Data Pribadi.
dalam kerja sama dengan pihak ketiga, serta tata cara pengelolaan kearsipan. Untuk                                      2.     BTN mengacu pada standar pelindungan data yang ditetapkan dalam KK Nomor
memastikan keamanan data, BTN menerapkan pengamanan teknis sesuai ketentuan                                                    KK.6-K tentang Pelindungan Data Pribadi dan KK Nomor KK.5-B tentang Keamanan
internal, termasuk fitur penyamaran (masking) pada data sensitif berdasarkan Petunjuk                                          Teknologi Informasi. Kebijakan tersebut mencakup prosedur pengendalian agar
Teknis terkait Security Baseline, serta pembatasan pengiriman data melalui perangkat                                           data terlindungi dan dikelola dengan baik, dengan mengadopsi ISO 27001:2022
Data Loss Prevention (DLP) sesuai Petunjuk Teknis terkait DLP.                                                                 Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
                                                                                                                        3.     BTN menetapkan mekanisme penyampaian notifikasi kepada subjek data pribadi
BTN menjaga kerahasiaan data pribadi melalui pengaturan keamanan informasi dan                                                 secara tepat dalam hal terjadi perubahan ketentuan, tujuan pemrosesan dan/atau
sharing data ke pihak ketiga. Selain itu, BTN memastikan penggunaan Data Pribadi                                               kegagalan pelindungan data pribadi. Ketentuan ini disertai panduan respons insiden
didasarkan atas dasar pemrosesan yang berlaku dan hanya digunakan sesuai tujuan                                                yang terkait dengan kegagalan pelindungan data pribadi, dengan rujukan pada KK
pemrosesan yang diinformasikan kepada nasabah, serta memastikan data tersebut                                                  Nomor KK.6-K dan PT Nomor PT.6-K.4 tentang Penanganan Kegagalan Pelindungan
dihapus apabila telah mencapai tujuan atas pemrosesan data pribadi.                                                            Data Pribadi.
                                                                                                                        4.     BTN memastikan pemrosesan data dilakukan secara sah menurut hukum dan
BTN tidak menjual, menyediakan, maupun menyewakan data pribadi milik subjek data                                               transparan, dengan persetujuan secara eksplisit apabila diperlukan. Persetujuan
pribadi yang terkait dengan BTN kepada pihak ketiga, kecuali untuk pemrosesan transaksi,                                       subjek data, baik individu maupun korporasi, diperoleh secara jelas untuk tujuan
penyediaan layanan keuangan, pelaporan kepada regulator, pemenuhan permintaan                                                  yang telah diinformasikan, termasuk saat kegiatan melibatkan pihak ketiga.
aparat penegak hukum, serta pengecualian lain sesuai ketentuan perundang-                                               5.     BTN mewajibkan pihak ketiga yang berbagi data untuk mematuhi kebijakan Bank
undangan. BTN juga tidak mengambil atau menggunakan data pribadi nasabah dari                                                  melalui penerapan manajemen risiko pihak ketiga, disertai standar kepatuhan dan
sumber lain atau pihak ketiga tanpa persetujuan nasabah. Transparansi penggunaan                                               keamanan yang wajib dipenuhi selama kerja sama berlangsung. Standar tersebut
dan pelindungan data disampaikan melalui privacy notice yang dapat diakses pada                                                diarahkan untuk melindungi data dan informasi dalam lingkup kerja sama, dengan
situs resmi Bank. Bank menjaga minimalisasi data pribadi yang diproses sepanjang tidak                                         acuan KK Nomor KK.6-K dan PT Nomor PT.6-K.5 tentang Kerja sama dengan Pihak
bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.                                                                                    Ketiga Aspek Pelindungan Data Pribadi.


Sebagai pihak yang mengelola data pribadi, BTN memastikan seluruh ketentuan                                             Selaras dengan kewajiban tersebut, BTN juga melaksanakan amanat UU Nomor 27 Tahun
pelindungan data diterapkan secara konsisten melalui kewajiban berikut:                                                 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi yang mewajibkan penghapusan data pribadi,
1.    BTN memastikan pengumpulan dan pemrosesan data pribadi terbatas pada data                                         namun tidak menetapkan masa retensi secara eksplisit. Oleh karena itu, BTN merujuk
      yang diperlukan dan relevan untuk tujuan tertentu sesuai prinsip data minimization.                               pada kebijakan internal, yaitu Petunjuk Teknis Nomor PT.9-J1 tentang Pelaksanaan
      Tujuan pemrosesan ditetapkan secara tertulis dan menjadi informasi yang disetujui                                 Pengelolaan Kearsipan sebagai kerangka pengaturan Jadwal Retensi Arsip, serta




183             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 184
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




Petunjuk Teknis Nomor PT.9-M.1 yang mengatur lama retensi data secara lebih rinci per                                   Teknologi Informasi (TI). Audit ini mencakup audit mandatory yang berdasarkan
kategori data. Berdasarkan ketentuan tersebut, masa retensi data pribadi ditetapkan                                     ketentuan regulator, seperti security audit pada aplikasi Sistem Pembayaran BI,
minimal selama 10 (sepuluh) tahun untuk kategori data transaksi, data nasabah, dan                                      manajemen risiko keamanan siber, dan manajemen keamanan data, serta audit tematik
data kredit. Setelah masa retensi berakhir, data pribadi dimusnahkan apabila nasabah                                    pada aplikasi kritikal yang mencakup validitas pemrosesan informasi, integritas data,
tidak lagi memiliki produk atau layanan aktif di BTN dan data tersebut tidak termasuk                                   dan pengamanan aplikasi dan data. Semua kegiatan audit ini dilakukan sesuai dengan
dalam kategori yang dikecualikan dalam Pasal 50 UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang                                          rencana yang ditetapkan dalam Rencana Audit Tahunan.
Pelindungan Data Pribadi. Adapun durasi penyimpanan untuk kategori data lainnya
ditetapkan oleh pemilik data sesuai produk, layanan, dan jenis data dengan mengacu                                      Untuk selengkapnya dapat diakses pada tautan berikut Data Collection, Use, Storage,
pada jadwal retensi yang berlaku.                                                                                       and Retention Policy.


BTN mempublikasikan privacy policy dan platform digital BTN lainnya, serta memenuhi
hak subjek data pribadi sesuai ketentuan perundang-undangan dan regulator yang
berlaku. Permintaan terkait hak subjek data pribadi dapat diajukan melalui balé by
BTN, call center BTN, atau customer service di outlet Bank. Customer service melayani
permintaan informasi data pribadi, pembaruan atau perbaikan data, serta penghentian
pemrosesan dan penghapusan data, sedangkan permintaan informasi data pribadi
juga tersedia melalui balé by BTN.


BTN telah menginisialisasi proses evaluasi secara berkala terhadap implementasi
pelindungan data pribadi, yang dilakukan oleh tim internal Bank dengan melibatkan
pihak ketiga yang ditunjuk untuk mendukung proses tersebut.


Selama periode pelaporan, Bank mencatat tidak terdapat insiden kegagalan
pelindungan data pribadi. Hal ini menjadi bukti nyata dari komitmen BTN dalam menjaga
privasi dan melindungi data nasabah dengan sebaik-baiknya. Selain itu, Bank juga tidak
menerima pengaduan yang serupa yang diajukan, baik oleh pihak berwenang maupun
oleh lembaga yang memiliki tanggung jawab dalam pengawasan dan regulasi sektor
perbankan. [GRI 418-1]


Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Bank telah melaksanakan audit yang berfokus pada
aspek keamanan siber dan aplikasi, termasuk keamanan data, melalui aktivitas Audit




184             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 185
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




Kebijakan Penagihan Utang


BTN menetapkan dan menerapkan Standalone Debt Collection Policy sebagai pedoman                                        memo permohonan, laporan penagihan, invoice, serta bukti rekonsiliasi pembayaran.
penagihan yang terstruktur dan transparan, selaras dengan praktik perbankan yang                                       Pembayaran success fee kepada pihak ketiga hanya dilakukan apabila terdapat
bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kebijakan ini dirancang untuk melindungi hak                                      realisasi pembayaran dari debitur dan seluruh persyaratan dokumen telah dipenuhi.
konsumen sekaligus menjaga keberlangsungan bisnis melalui penerapan prinsip tata                                       Seluruh proses penagihan dilaksanakan dengan tetap menghormati hak dan privasi
kelola yang baik (GCG). Seluruh pegawai maupun pihak yang diberi kewenangan dalam                                      debitur, tanpa tekanan fisik maupun verbal, serta sesuai ketentuan waktu dan media
proses penagihan wajib menjunjung etika, menghormati hak debitur, dan menjalankan                                      komunikasi yang ditetapkan.
penagihan secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku.
                                                                                                                       Untuk memastikan konsistensi penerapan kebijakan, BTN menyelenggarakan program
Standalone Debt Collection Policy mengacu pada Kebijakan Khusus (KK) Nomor KK.1R                                       pelatihan dan sertifikasi secara rutin setiap tahun bagi pegawai dan petugas penagihan.
dan Petunjuk Teknis (PT) Nomor PT.1-R.1 tentang Prosedur Manajemen Penagihan Kredit                                    Materi pengembangan kompetensi mencakup penagihan dasar, teknik negosiasi
Segmen Konsumer. Ketentuan tersebut mengatur alur penagihan melalui multimedia,                                        penagihan, strategi pencegahan fraud, serta pengelolaan risiko operasional dalam
mekanisme success fee, proses verifikasi dan rekonsiliasi, serta tata cara pembayaran,                                 kegiatan penagihan.
guna memastikan penagihan dilaksanakan secara terstruktur, terdokumentasi, dan
patuh terhadap ketentuan internal maupun peraturan perundang-undangan. Untuk                                           Sebagai penguatan berkelanjutan, BTN mengembangkan Program Strategic Collection
selengkapnya dapat diakses pada tautan berikut Debt Collection Policy.                                                 & Recovery Excellence (SCORE) melalui Collection Academy yang dirancang secara
                                                                                                                       berjenjang, mulai dari tingkat basic, intermediate, hingga advance. Program ini
Dalam penerapannya, BTN mengelola penagihan dan penyelesaian kredit konsumer                                           menerapkan model pembelajaran 10–20–70 yaitu 10% formal learning, 20% social learning,
dengan mengacu pada prinsip kehati-hatian dan GCG. Pengelolaan ini mencakup                                            dan 70% experiential learning, serta didukung dengan mekanisme evaluasi pembelajaran
kegiatan penagihan, restrukturisasi, penyelesaian, hingga penghapusbukuan kredit                                       untuk memastikan efektivitas peningkatan kompetensi. Melalui pendekatan ini, BTN juga
konsumer yang dilaksanakan secara profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi                                     membangun jalur karier yang terstruktur dan mengembangkan talent pool di bidang
pada mitigasi risiko kredit serta pencapaian target bisnis. Penagihan dilakukan melalui                                collection secara berkelanjutan.
desk collection, kunjungan langsung kepada debitur, maupun kerja sama dengan mitra
jasa penagihan berbasis success fee, dengan penekanan pada validitas data debitur,                                     Rincian pelatihan dan sertifikasi yang dilaksanakan selama periode pelaporan disajikan
persetujuan berjenjang, verifikasi, dan rekonsiliasi pembayaran.                                                       pada tabel berikut.


BTN memastikan setiap tahapan penagihan dilaksanakan secara sistematis, mulai dari
pemeriksaan dan verifikasi data, konfirmasi kepada debitur, pelaksanaan penagihan,
hingga pelaporan hasil. Dokumentasi yang lengkap dan tervalidasi diwajibkan, termasuk




185            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 186
                                    Pendahuluan   Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai      Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                        Digitalisasi




                                                           Pelatihan dan Sertifikasi Pegawai Terkait Kebijakan Penagihan Hutang [GRI 404-2]

                                             Nama Pelatihan                                                         Waktu Pelaksanaan                  Jumlah Pegawai yang Mengikuti Pelatihan                 Jumlah Jam Pelatihan

Refreshment bidang collection untuk Branch Manager                                                               Januari                                                         72                                       576

SCORE Collection                                                                                                 Februari-September                                            756                                      6.059

Collection Academy Level Basic                                                                                   April & Juli                                                   128                                       1.512

Collection Academy Level Intermediate                                                                            Oktober                                                         91                                      1.456

Integrated Collection Excellence 2025                                                                            Juni-Agustus                                                    79                                      1.894

Teknik Verifikasi & Penilaian Agunan                                                                             Juli                                                          233                                       1.398

Strategy Asset Sales & Credit Settlement                                                                         Agustus                                                         30                                        481

Analisis Restrukturisasi Kredit Konsumer                                                                         Agustus                                                         26                                        416

Internalisasi Kode Etik Penagihan                                                                                Oktober                                                       567                                         183

Restrukturisasi Pembiayaan Commercial pada Bank Syariah                                                          Oktober                                                        102                                      1.854

Restrukturisasi Dan Exit Strategy Kredit Komersial                                                               November                                                        31                                       496

Compliance Excellence - Consumer Collection                                                                      Desember                                                    12.271                                     3.060



Penawaran Opsi Modifikasi Pinjaman

Sejalan dengan penerapan pelindungan finansial nasabah dan penagihan yang                                               Opsi restrukturisasi yang dapat ditawarkan mengacu pada POJK Nomor 40 Tahun 2019,
beretika, BTN menyediakan opsi modifikasi pinjaman yang mempertimbangkan                                                antara lain:
kemampuan pendapatan nasabah dan memberikan akses kepada nasabah untuk                                                  1.     Penyesuaian Jadwal Pembayaran
mekanisme eskalasi, bagi mereka yang mengalami kesulitan keuangan melalui                                               2.     Pengurangan Sementara Bunga Pinjaman
program restrukturisasi. Skema yang tersedia meliputi penyesuaian jadwal pembayaran,                                    3.     Pembekuan Cicilan Pokok
pengurangan sementara bunga pinjaman, atau pembekuan cicilan pokok, dengan
tujuan mencapai solusi yang berimbang bagi Bank dan debitur. Proses restrukturisasi                                     Pengajuan dilakukan melalui permohonan debitur yang selanjutnya ditelaah oleh tim
diawali pembahasan antara debitur dan pengelola akun atau Relationship Manager.                                         manajemen risiko. Apabila disetujui, BTN menyampaikan Surat Persetujuan sesuai
Debitur juga dapat memperoleh informasi terkait restrukturisasi melalui OJK. Setelah                                    skema yang disepakati, sehingga debitur memperoleh kelonggaran pembayaran dan
disetujui, BTN menerbitkan Surat Persetujuan Restrukturisasi yang memuat skema, syarat,                                 risiko kredit dapat dikelola secara terukur.
dan ketentuan yang berlaku.




186             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 187
                                Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem       Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan    Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




Penanganan Keluhan Produk Keuangan [GRI 413-2] [OJK F.24]


Transparansi dan keterbukaan komunikasi menjadi kunci bagi BTN dalam membangun                                         Mekanisme Pengaduan Nasabah
kepercayaan pemangku kepentingan. Oleh karena itu, Bank menyediakan kanal
komunikasi yang mudah diakses, responsif, dan efektif agar pemangku kepentingan,                                       Kecepatan dan ketepatan penanganan pengaduan menjadi elemen penting dalam
termasuk   masyarakat      lokal,   dapat     menyampaikan           masukan,         saran,     maupun                menjaga kualitas layanan dan pengalaman nasabah. BTN menetapkan KK Nomor
keluhan terkait operasional Bank. Kanal ini juga berfungsi sebagai ruang dialog untuk                                  KK.9-K tentang Pengaduan Nasabah sebagai pedoman pengelolaan pengaduan.
mempercepat respons dan mendorong penyelesaian isu secara kolaboratif. [OJK F.24]                                      Dengan berpedoman pada kebijakan tersebut, Bank menyediakan kanal pengaduan
                                                                                                                       yang dapat diakses oleh nasabah di seluruh unit kerja, sehingga pengaduan dapat
Konsistensi pengelolaan kanal tersebut membantu BTN menjaga hubungan yang                                              disampaikan kapan saja dan dari mana saja tanpa bergantung pada kantor tempat
konstruktif dengan pemangku kepentingan sekaligus mengelola dampak keputusan                                           nasabah pertama kali terdaftar. Pengaduan dapat diajukan secara lisan maupun tertulis
dan kegiatan operasional secara terukur. Sepanjang periode pelaporan, Bank tidak                                       melalui berbagai kanal yang disediakan, antara lain:
menerima keluhan terkait operasional maupun dampak negatif yang ditimbulkan.



  Saluran Media Pengaduan Nasabah



                                                                                          Pengaduan melalui Contact Center di
           Pengaduan dapat disampaikan                                                    nomor telepon 150286 atau 1500286 dan
           langsung kepada BTN melalui Kantor                                             surel Bank: btncontactcenter@btn.co.id                                         Pengaduan melalui Otoritas Jasa
      1.                                                                      2.                                                                               3.
           Wilayah, Kantor Cabang, Kantor Cabang                                          (Pengaduan di luar ini, yaitu melalui Live                                     Keuangan, Bank Indonesia, dan

           Pembantu, divisi di Kantor Pusat dan                                           Chat, media elektronik/media sosial; akan                                      lembaga lainnya.

           Direksi.                                                                       diarahkan melalui surel BTN atau contact
                                                                                          center).




187           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 188
                                             Pendahuluan   Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang    Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                           Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab            Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                            Digitalisasi




Alur Penanganan Pengaduan Nasabah


     1.                                 2.                                      3.                                         4.                                    5.                                     6.

     Nasabah                            Verifikasi Data Nasabah                 Nasabah Mendapatkan                        Proses Tindak Lanjut                  Proses Pengaduan                        Nasabah Tidak Puas
     Menyampaikan Aduan                                                         Nomor Aduan                                oleh BTN                              Selesai Ditangani                       dan Melanjutkan ke
                                                                                                                                                                                                         LAPS SJK




     Nasabah                            Bank melakukan                          Bank menerima                              BTN akan                              Jika nasabah                            Nasabah yang tidak
     menyampaikan aduan                 verifikasi data nasabah                 dan mencatat serta                         menindaklanjuti dan                   sepakat dengan hasil                    sepakat dengan hasil
     melalui kanal yang                 sesuai dengan prosedur                  memberikan nomor tiket                     menyelesaikan aduan                   penyelesaian, maka                      penyelesaian, dapat
     disediakan oleh BTN.               yang ditetapkan.                        aduan kepada nasabah.                      nasabah sesuai waktu                  pengaduan dianggap                      melanjutkan proses
                                                                                                                           yang ditetapkan.                      selesai.                                ke Lembaga Alternatif
                                                                                                                                                                                                         penyelesaian, Sengketa
                                                                                                                                                                                                         Sektor Jasa Keuangan
                                                                                                                                                                                                         (LPAS SJK).



Untuk memastikan efektivitas pengelolaan pengaduan nasabah, BTN berkolaborasi                                             3.     Pelatihan Khusus Pegawai
dengan pihak eksternal, termasuk Ombudsman dan Badan Perlindungan Konsumen                                                       BTN menyelenggarakan pelatihan kepada pegawai terkait penanganan pengaduan.
Nasional (BPKN), guna mempercepat penyelesaian pengaduan secara cepat dan tepat                                           4.     Peningkatan Transparansi
serta menjaga kredibilitas layanan Bank. Kolaborasi ini mendorong penerapan sistem                                               BTN berkomitmen untuk melaporkan statistik pengaduan nasabah, tingkat
penanganan pengaduan berbasis Ombudsman yang mencakup:                                                                           penyelesaian, dan umpan balik nasabah secara berkala sebagai bentuk
1.        Saluran Pengaduan Terintegrasi                                                                                         transparansi.
          BTN menyediakan berbagai kanal pengaduan, termasuk aplikasi balé by BTN, call
          center, dan cabang fisik, dengan standar pelayanan yang sesuai dengan ketentuan                                 Konsistensi mutu layanan tersebut ditopang penerapan sistem manajemen yang
          OJK.                                                                                                            tervalidasi melalui sertifikasi ISO 9001:2015, yang mencakup Standar Mutu Layanan
2.        Prosedur Eskalasi yang Jelas                                                                                    Contact Center serta Pelindungan Pelanggan dan Manajemen Penanganan Pengaduan.
          Pengaduan yang tidak terselesaikan di tingkat operasional Bank dapat dievaluasi                                 Validasi ini memastikan layanan contact center sebagai salah satu kanal pengaduan
          untuk memastikan penyelesaian yang independen dan akuntabel.                                                    dan proses penanganan pengaduan dijalankan secara terstandardisasi, terstruktur, dan
                                                                                                                          terdokumentasi pada periode pelaporan.



          188           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 189
                                         Pendahuluan       Profil dan           Membangun Ekosistem         Mengelola Lingkungan yang      Menumbuhkan Potensi dan       Menguatkan Masyarakat melalui       Menggerakkan Inovasi       Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                           Perjalanan BTN       Keuangan Berkelanjutan      Bertanggung Jawab              Kesejahteraan Pegawai         Kepedulian dan Inklusi              Produk Keuangan dan        Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                             Digitalisasi




Pengawasan Pengelolaan Pengaduan Nasabah

Komite Pemantau Risiko BTN di tingkat Dewan Komisaris memantau pengelolaan                                                              berwenang, termasuk arbitrase, mediasi, atau peradilan, sesuai ketentuan yang berlaku.
pengaduan nasabah sebagai bagian dari manajemen risiko operasional. Komite                                                              Ketentuan ini mendukung pengelolaan risiko hukum dan reputasi, sekaligus menjaga
berkoordinasi dengan Direktur Operation untuk menerima laporan kinerja pengaduan                                                        kredibilitas Bank. Melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan evaluasi berkelanjutan,
dari Unit Experience Division. Mekanisme ini digunakan untuk mengidentifikasi potensi                                                   BTN berkomitmen meningkatkan kualitas penanganan pengaduan serta menjaga
risiko, memastikan tindak lanjut yang tepat, serta menyempurnakan proses agar risiko                                                    kepuasan dan kepercayaan nasabah.
yang timbul dapat diminimalkan dan pengelolaan pengaduan berjalan efektif dan
efisien.                                                                                                                                Untuk memberikan gambaran kinerja penanganan pengaduan secara terukur,
                                                                                                                                        BTN menyajikan rekapitulasi jumlah pengaduan, tingkat penyelesaian, dan status
Apabila pengaduan tidak dapat diselesaikan dan berkembang menjadi sengketa,                                                             penanganan menurut kategori produk/layanan pada tabel berikut.
nasabah dapat menempuh mekanisme penyelesaian sengketa melalui lembaga yang


                                                                                                                 Data Pengaduan Nasabah

                                                                   2025                                                                           2024                                                                     2023

   Kategori Pengaduan               Jumlah                   Selesai                  Dalam Proses                  Jumlah                 Selesai              Dalam Proses                 Jumlah                  Selesai                  Dalam Proses
                                  Pengaduan            Jml             %             Jml             %            Pengaduan             Jml        %           Jml              %          Pengaduan           Jml             %             Jml              %

Penghimpunan Dana                          1.574         1.455         92,44               119           7,56              1.064          654        61,47            410         38,53              318           318         100,00               0          0,00

Penyaluran Dana                              759           543          71,54             216        28,46                   461          324      70,28              137         29,72              208           206         99,04                 2         0,96

 Produk Kerja Sama                              4             4        100,00               0            0,00                 15            12    80,00                 3        20,00                   8            8        100,00               0          0,00

 Produk Lain                              2.084          1.629          78,17             455            21,83             1.259          808      64,18              451         35,82              812           706         86,95              106          13,05

 Sistem Pembayaran                        68.195       63.032          99,76              163            0,24            90.198     89.385           99,10            813           0,90           61.261        61.261        100,00               0           0,00

 Total                                    72.616        71.663         98,69              953             1,31           92.997         91.183    98,05              1.814          1,95         62.607         61.137         97,64              108             0,17

 Tingkat Resolusi                                                 98,69%                                                                         98,45%                                                                   99,83%
Keterangan:
• Kategori Penghimpunan Dana: tabungan, deposito, giro, dll.
• Kategori Penyaluran Dana: kredit subsidi, kredit nonsubsidi, kredit modal kerja, dll.
• Kategori Produk Kerja Sama: bancassurance, reksa dana, ORI, dll.
• Kategori Produk Lainnya: layanan petugas, bank faransi, penyediaan fasilitas, dll
• Kategori Sistem Pembayaran: ATM, mobile banking, internet banking, dll.




189                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 190
                                    Pendahuluan    Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang      Menumbuhkan Potensi dan            Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab              Kesejahteraan Pegawai              Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                               Digitalisasi




Kepuasan Nasabah


Kepuasan nasabah menjadi prioritas BTN. Bank menjaga mutu produk dan layanan                                             Selain itu, aktivitas komunikasi pemasaran BTN dijalankan sesuai regulasi yang berlaku
secara konsisten, sekaligus memastikan akses dan perlakuan yang setara bagi seluruh                                      agar informasi produk dan layanan disampaikan secara akurat serta tidak menimbulkan
nasabah tanpa terkecuali. Kebijakan dan standar layanan diterapkan menyeluruh                                            mispersepsi. Pada tahun pelaporan, tidak terdapat dampak negatif dari produk atau
pada seluruh titik layanan, agar pengalaman nasabah tetap terjaga dan kepercayaan                                        layanan BTN, tidak ada produk yang ditarik atau dibatalkan, serta tidak ditemukan
terhadap Bank terbentuk secara berkelanjutan. [OJK F.17]                                                                 ketidakpatuhan terkait informasi atau pelabelan produk dan jasa. BTN juga tidak
                                                                                                                         menerima laporan pelanggaran terkait komunikasi pemasaran selama tahun 2025. [GRI
Upaya BTN untuk menjaga kepuasan nasabah meliputi:                                                                       3-3, 417-2, 417-3] [OJK F.28, F.29]

1.    Menawarkan produk dan jasa sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan;
2.    Memberikan layanan terbaik kepada seluruh nasabah dan menindaklanjuti setiap                                       Untuk memantau pengalaman nasabah dan efektivitas standar layanan, BTN
      keluhan nasabah secara adil tanpa diskriminasi;                                                                    menggunakan survei pihak ketiga Customer Experience Index (CEI) dan Net Promoter
3.    Melakukan promosi pelayanan yang sehat, adil, jujur, tidak menyesatkan, dan                                        Score (NPS). CEI mengukur kepuasan (satisfaction), kelekatan (engagement), dan
      diterima oleh norma-norma yang berlaku umum di masyarakat;                                                         loyalitas (loyalty) sebagai rata-rata dari Customer Satisfaction Index (CSI), Customer
4.    Menerapkan perdagangan yang adil (fair trade) sesuai dengan kebijakan BTN, yaitu:                                  Loyalty Index (CLI), dan Customer Engagement Index (CGI), sedangkan NPS menilai
      [FS15]                                                                                                             loyalitas berdasarkan kecenderungan nasabah merekomendasikan produk atau
      a.   Kebijakan Khusus Nomor KK.2-L tentang Jasa Layanan Retail Funding;                                            layanan BTN. Hasil pengukuran dimanfaatkan untuk memahami perilaku penggunaan
      b.   Petunjuk Teknis PT.2-C.1 tentang Tarif Layanan Transfer Valuta Asing; dan                                     layanan, menangkap kebutuhan dan ekspektasi nasabah, serta menetapkan prioritas
5.    Memastikan seluruh pegawai mendukung Bank dalam upaya mencapai kepuasan                                            perbaikan, dengan CLI mencakup referral, repurchase, retain, advocate, dan loyalty,
      dan kepercayaan nasabah.                                                                                           serta CGI dipengaruhi oleh trust, fair, pride, dan passion.


Di samping memastikan layanan berjalan konsisten, BTN menyampaikan informasi                                             Hasil pengukuran menunjukkan adanya peningkatan pada sejumlah kategori nasabah
produk secara jelas dan transparan, meliputi nama dan jenis produk, fitur, manfaat, risiko,                              dalam survei CEI. Pada tahun 2025, CEI BTN mencapai 80,85 atau meningkat 3,81%,
tata cara penggunaan, biaya, serta ketentuan lain agar nasabah dapat mengambil                                           dengan CLI sebesar 80,23 atau naik 5,89% dan CGI sebesar 81,56 atau meningkat 6,98%
keputusan secara tepat. Untuk memastikan kepatuhan atas prosedur pelabelan dan                                           dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut juga tercermin pada penilaian
informasi produk atau jasa, BTN melakukan penelaahan dan persetujuan internal atas                                       eksternal melalui survei Satisfaction Loyalty Engagement (SLE) indeks pada akhir 2025, di
materi informasi sebelum dipublikasikan melalui kanal resmi. Penilaian kepatuhan                                         mana BTN meraih peringkat pertama kategori NPS untuk Kelompok Bank (KBMI) 3 dengan
mencakup seluruh (100%) kategori produk dan jasa yang dipasarkan kepada nasabah,                                         skor 50, meningkat 8,49% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menegaskan
termasuk produk simpanan, kredit atau pembiayaan, layanan transaksi dan kanal digital,                                   penguatan loyalitas dan kecenderungan nasabah untuk merekomendasikan layanan
serta layanan jasa lainnya. [GRI 3-3, 417-1] [OJK F.27]                                                                  BTN, sejalan dengan tingkat kepuasan yang semakin baik. [OJK F.30]




190              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 191
                                 Pendahuluan   Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                               Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                               Digitalisasi




07
                                                                                                                                         Penguatan Tata Kelola
                                                                                                                                              sebagai Fondasi
                                                                                                                                                Keberlanjutan
192   Struktur Tata Kelola Keberlanjutan
      BTN
197   Komitmen Penerapan Tata Kelola
200   Strategi Tata Kelola
201   Governance, Risk, and Compliance
      Roadmap
208   Proses Nominasi Badan Tata Kelola
      Tertinggi
212   Evaluasi Kinerja Badan Tata Kelola
      Tertinggi
213   Manajemen Risiko
248 Kode Etik dan Etika Bisnis
252   Anti-Fraud dan Benturan
      Kepentingan
256 Implementasi Prinsip Kehati-hatian
258   Pengawasan Internal dan Anti
      Gratifikasi
260 Whistleblowing System
Page 192
                                 Pendahuluan     Profil dan         Membangun Ekosistem        Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi    Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN     Keuangan Berkelanjutan     Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan     Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




Struktur Tata Kelola Keberlanjutan BTN [GRI 2-9, 2-10, 2-11, 2-12, 2-13]


                                                                                             Struktur Tata Kelola BTN
BTN menerapkan struktur tata kelola yang dibangun sesuai
ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang
                                                                                                                                              Rapat Umum Pemegang
Perseroan Terbatas, yang menetapkan tiga organ utama, yaitu
                                                                                                                                                  Saham (RUPS)
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, dan
Direksi. Pembentukan organ-organ tersebut memastikan adanya
pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas, sekaligus                                         Audit Eksternal                   Dewan Komisaris                           Direksi

mendukung mekanisme check and balance yang dibutuhkan
untuk menjalankan praktik tata kelola perusahaan yang baik,
                                                                                                                                                                 Corporate Secretary
efektif, dan akuntabel.

                                                                                                                                                                     Risk Management
Dalam    kerangka    tersebut,     Dewan       Komisaris          mengawasi                                                      Audit Committee                                                          Internal Audit
                                                                                                                                                                         Committee
pengelolaan Bank dan memberikan arahan strategis kepada
Direksi, termasuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan                                                                                                            Asset & Liability
                                                                                                                                  Risk Monitoring                                                         Unit Kerja Lain
                                                                                                                                                                    Committee (ALCO)
dan kebijakan serta perlindungan kepentingan pemegang                                                                               Committee
saham. Direksi bertanggung jawab atas pengurusan dan                                                                                                                 Credit Committee
operasional harian, perumusan serta pelaksanaan strategi,
                                                                                                                                                                 Credit Policy Committee
serta pelaporan kinerja kepada Dewan Komisaris. Secara kolektif,
                                                                                                                                   Remuneration
Direksi memimpin pencapaian visi dan misi BTN sesuai amanat                                                                        & Nomination                   IT Steering Committee
pemegang saham dan pemangku kepentingan, sementara                                                                                  Committee
                                                                                                                                                               Human Capital Committee
Dewan Komisaris memastikan penerapan prinsip GCG dan ESG
secara konsisten melalui fungsi pengawasan dan pengendalian                                                                                                        Business Committee
Bank.
                                                                                                                                                                 Transformation Steering
                                                                                                                                                                       Committee

                                                                                                                                                                      ESG Committee

                                                                                                                                                                    Integrated Risk
                                                                                                                                                                Management Committee

                                                                                                                                                                   Capital & Subsidiary
                                                                                                                                                                      Committee



192            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 193
                                 Pendahuluan      Profil dan       Membangun Ekosistem       Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan    Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai      Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) [GRI 2-11]                                                                              Dewan Komisaris

RUPS merupakan organ tertinggi dalam tata kelola BTN yang memiliki kewenangan yang                                       Dalam struktur tata kelola BTN, pengawasan terhadap jalannya pengelolaan Bank
tidak didelegasikan kepada Direksi maupun Dewan Komisaris sesuai Undang-Undang                                           dijalankan oleh Dewan Komisaris. Tugas ini mencakup penelaahan atas kebijakan
Nomor 40 Tahun 2007. Melalui forum ini, Pemegang Saham berhak memperoleh informasi,                                      dan kinerja Direksi serta pemberian arahan strategis guna menjaga kepentingan Bank
mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi, serta memberikan persetujuan                                           dan Pemegang Saham, dengan tetap mempertimbangkan ekspektasi pemangku
atas kebijakan dan keputusan strategis Bank. Dalam kaitannya dengan pengelolaan                                          kepentingan.
dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial, Bank melibatkan Pemegang Saham melalui
penyampaian dan pembahasan rencana serta capaian keberlanjutan dalam RUPS                                                Untuk memastikan pelaksanaan pengawasan yang efektif, Dewan Komisaris menetapkan
Tahunan untuk memperoleh arahan dan persetujuan. Rencana tersebut disusun oleh                                           komite-komite pendukung yang melapor langsung kepada Dewan Komisaris. Seluruh
Direksi, ditelaah dan disetujui oleh Dewan Komisaris, kemudian disampaikan kepada                                        peran, kewenangan, dan mekanisme kerja Dewan Komisaris mengacu pada Undang-
Pemegang Saham sebagai wujud akuntabilitas. [GRI 2-11, 2-12]                                                             Undang Nomor 40 Tahun 2007, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992, serta ketentuan
                                                                                                                         regulator, termasuk OJK, Bank Indonesia, dan Anggaran Dasar BTN.
BTN menyelenggarakan RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa. RUPS Tahunan diadakan
paling lambat enam bulan setelah tahun buku berakhir, sedangkan RUPS Luar Biasa                                                                             Komposisi Dewan Komisaris BTN
dapat diselenggarakan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan Bank. Pada tahun buku 2025,
                                                                                                                                                                          Jenis                                     Tanggal Efektif
BTN melaksanakan dua kali RUPS Tahunan dengan rincian sebagai berikut:                                                          Nama                 Jabatan                          Dasar Pengangkatan
                                                                                                                                                                         Kelamin                                      oleh OJK

                                                                                                                         Suryo Utomo            Komisaris Utama       Laki-laki       RUPS Tahunan tanggal        26 Juni 2025
                                 Penyelenggaraan RUPS BTN                                                                                                                             26 Maret 2025

                                                                                                                         Dwi Ary Purnomo        Wakil Komisaris       Laki-laki       RUPS Tahunan tanggal        26 Juni 2025
          Keterangan                Tanggal dan Waktu Pelaksanaan                           Lokasi
                                                                                                                                                Utama                                 26 Maret 2025
         RUPS Tahunan                           26 Maret 2025                     Menara BTN Jakarta
                                                                                                                         Fahri Hamzah           Komisaris             Laki-laki       RUPS Tahunan tanggal        17 Desember 2025
        RUPS Luar Biasa                        18 November 2025                   Menara BTN Jakarta                                                                                  26 Maret 2025

                                                                                                                         Ida Nuryanti           Komisaris             Perempuan       RUPS Tahunan tanggal        9 Oktober 2025
                                                                                                                                                Independen                            26 Maret 2025

                                                                                                                         Pietra Machreza        Komisaris             Laki-laki       RUPS Tahunan tanggal        15 Agustus 2025
                                                                                                                         Paloh                  Independen                            26 Maret 2025

                                                                                                                         Panangian              Komisaris             Laki-laki       RUPS Tahunan tanggal        15 Agustus 2025
                                                                                                                         Simanungkalit          Independen                            26 Maret 2025




193            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 194
                                   Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem        Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan     Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                         Digitalisasi




BTN menyelenggarakan rapat Dewan Komisaris secara berkala guna memastikan fungsi                                            Persentase Kehadiran pada Rapat Dewan Komisaris
pengawasan berjalan efektif dan selaras dengan prinsip tata kelola yang baik. Setiap
rapat didukung dengan pencatatan daftar hadir sebagai dasar penilaian partisipasi                                          Jumlah Rapat Dewan Komisaris                                    Rata-rata Persentase Kehadiran



                                                                                                                           53                                                              100%
anggota dalam proses pengambilan keputusan strategis dan pengawasan atas
kegiatan operasional Bank.




Direksi

Direksi merupakan organ pengelola utama Bank yang mengarahkan operasional,                                                 Pengangkatan anggota Direksi dilakukan melalui RUPS berdasarkan rekomendasi Komite
strategi, dan pelindungan aset untuk mencapai tujuan Bank secara berkelanjutan dalam                                       Remunerasi dan Nominasi, dengan masa jabatan lima tahun dan dapat diperpanjang
kerangka tata kelola. Pelaksanaan pengelolaan dilaporkan kepada Dewan Komisaris,                                           satu periode. RUPS berwenang memberhentikan anggota Direksi sebelum masa
dengan pengangkatan Direksi ditetapkan melalui RUPS dan efektif sejak penutupan RUPS.                                      jabatannya berakhir sesuai ketentuan yang berlaku.


                                                                                                         Komposisi Direksi BTN

                 Nama                                       Jabatan                              Jenis Kelamin                       Dasar Pengangkatan                                        Tanggal Efektif oleh OJK

Nixon L. P. Napitupulu                    Direktur Utama                                     Laki-laki                     RUPS Tahunan tanggal 16 Maret 2023             7 Juni 2023

Oni Febriarto Rahardjo                    Wakil Direktur Utama                               Laki-laki                     RUPS Tahunan tanggal 16 Maret 2023             7 Juni 2023

Setiyo Wibowo                             Direktur Risk Management                           Laki-laki                     RUPS Luar Biasa 27 November 2019               3 Juli 2020

Hirwandi Gafar                            Direktur Consumer Banking                          Laki-laki                     RUPS Luar Biasa 27 November 2019               28 Agustus 2020

Nofry Rony Poetra                         Direktur Finance & Strategy                        Laki-laki                     RUPS Tahunan tanggal 10 Maret 2021             9 Agustus 2021

Eko Waluyo                                Direktur Human Capital & Compliance                Laki-laki                     RUPS Tahunan tanggal 10 Maret 2021             9 Agustus 2021

Tan Jacky Chen                            Direktur Information Technology                    Laki-laki                     RUPS Tahunan tanggal 26 Maret 2025             1 September 2025

Venda Yuniarti                            Direktur Treasury & International Banking          Perempuan                     RUPS Tahunan tanggal 26 Maret 2025             1 September 2025

Helmy Afrisa Nugroho                      Direktur Corporate Banking                         Laki-laki                     RUPS Tahunan tanggal 26 Maret 2025             Masih dalam proses Penilaian Kemampuan dan Kepatutan

I Nyoman Sugiri Yasa                      Direktur Operations                                Laki-laki                     RUPS Tahunan tanggal 26 Maret 2025             25 Juli 2025

Rully Setiawan                            Direktur Network & Retail Funding                  Laki-laki                     RUPS Tahunan tanggal 26 Maret 2025             25 Juli 2025

Hermita                                   Direktur Commercial Banking                        Perempuan                     RUPS Tahunan tanggal 26 Maret 2025             25 Juli 2025




194              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 195
                                    Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang         Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                 Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                          Digitalisasi




Direksi bertanggung jawab atas pengurusan dan pengelolaan BTN untuk mencapai                                              5.      Credit Policy Committee
maksud dan tujuan Bank sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, Anggaran                                            6.      Credit Committee
Dasar, dan keputusan RUPS. Dalam menjalankan fungsi tersebut, Direksi mewakili Bank                                       7.      Business Committee
di dalam maupun di luar pengadilan serta memastikan pengelolaan berjalan efektif                                          8.      Transformation Steering Committee
dan selaras dengan visi, misi, dan strategi Bank. Pengelolaan ini dipimpin oleh Direktur                                  9.      ESG Committee
Utama yang berperan sebagai koordinator utama dalam pengambilan keputusan dan                                             10. Integrated Risk Management Committee
kepemimpinan Direksi. Adapun tugas Direktur Utama meliputi:                                                               11.     Capital & Subsidiary Committee
1.    Memimpin rapat Direksi.
2.    Menciptakan budaya keterbukaan dan memfasilitasi diskusi yang konstruktif.                                          Direksi juga didukung oleh unit penunjang seperti Sekretaris Perusahaan, Unit Audit
3.    Memberikan saran kepada anggota Direksi terkait efektivitas pelaksanaan tugas                                       Internal, dan Unit Manajemen Risiko untuk memastikan pengelolaan Bank berjalan lebih
      pengurusan.                                                                                                         terintegrasi. BTN menyelenggarakan rapat Direksi secara terjadwal, dengan daftar hadir
4.    Memelihara hubungan dan soliditas antar Sesama anggota Direksi terkait                                              sebagai dasar penilaian partisipasi anggota dalam proses pengambilan keputusan
      pelaksanaan tugas pengurusan.                                                                                       strategis dan pengawasan operasional Bank.
5.    Memelihara hubungan yang efektif dan sehat dengan Dewan Komisaris.
                                                                                                                                Persentase Kehadiran pada Rapat Direksi
Setiap anggota Direksi bertanggung jawab secara kolektif atas kerugian yang timbul
akibat kesalahan atau kelalaian dalam melaksanakan tugas. Pembebasan tanggung                                             Jumlah Rapat Direksi                                              Rata-rata Persentase Kehadiran



                                                                                                                          183                                                               85,23%
jawab dapat diberikan apabila anggota Direksi dapat membuktikan bahwa:
1.    Kerugian tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya.
2.    Telah melakukan pengurusan dengan itikad baik, penuh tanggung jawab, dan
      kehati-hatian untuk kepentingan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Bank.
3.    Tidak mempunyai benturan kepentingan baik langsung maupun tidak langsung
      atas tindakan pengurusan yang mengakibatkan kerugian.                                                               Komite ESG
4.    Telah mengambil tindakan untuk mencegah timbul atau berlanjutnya kerugian
      tersebut.                                                                                                           Sebagai wujud komitmen terhadap penerapan keberlanjutan yang terstruktur, BTN
                                                                                                                          membentuk Komite ESG di tingkat dewan yang diketuai oleh Direktur Utama dan
Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan tugas, Direksi dibantu oleh beberapa komite,                                      beranggotakan Direksi serta SEVP. Komite ini berfungsi memastikan bahwa pendekatan
yaitu:                                                                                                                    lingkungan, sosial, dan tata kelola terintegrasi dalam kebijakan Bank serta mendukung
1.    Asset & Liability Committee                                                                                         pencapaian SDGs dan target iklim Bank.
2.    IT Steering Committee
3.    Risk Management Committee                                                                                           Komite ESG bertanggung jawab menyusun kebijakan, strategi, dan tujuan program ESG
4.    Human Capital Committee                                                                                             dan TJSL, termasuk pengawasan atas risiko dan peluang keberlanjutan. Komite ini juga
                                                                                                                          menetapkan keputusan strategis dalam pelaksanaan program melalui rapat yang



195               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 196
                                      Pendahuluan        Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat melalui    Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                         Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai      Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                Digitalisasi




diselenggarakan secara berkala setiap tahun. Komite ESG memiliki tugas dan tanggung                                            4.     Memberikan informasi kepada manajemen Bank mengenai seluruh isu terkait
jawab sebagai berikut: [GRI 2-9, 2-12, 2-13]                                                                                          ESG,    termasuk        perundang-undangan,              program      pemerintah,       perkembangan
1.    Menetapkan langkah-langkah perbaikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan                                                     internasional, tren bisnis ke depan, dan perubahan iklim.
      program ESG dan TJSL, di antaranya program pengembangan masyarakat,                                                      5.     Melakukan pemantauan, evaluasi, dan memberikan rekomendasi terhadap hasil
      Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK), Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan,                                                    laporan ESG, investor concern, atau pihak ketiga lainnya terhadap implementasi
      serta kegiatan bisnis dalam rangka tanggung jawab Bank kepada masyarakat atas                                                   ESG.
      risiko bisnis yang ditimbulkan oleh Bank dan melaporkannya kepada Direksi.                                               6.     Memberikan keputusan terkait:
2.    Memberikan keputusan atas strategi Bank yang berdampak terhadap lingkungan,                                                     a.     Tujuan dan petunjuk pelaksanaan Program TJSL.
      sosial dan masyarakat dalam Program dan Roadmap ESG.                                                                            b.     Pemetaan dan penyusunan Program TJSL.
3.    Memantau penerapan monitoring atas implementasi Strategi dan Roadmap ESG                                                        c.     Evaluasi atas pelaksanaan Program TJSL.
      Bank.
                                                                                                                               Komite ESG diatur dalam Kebijakan Khusus Nomor KK.9-D tentang Prosedur Tata Kelola
                                                                                                                               Komite Direksi, dengan susunan komite sebagai berikut:


                                                                                                       Struktur Komite ESG BTN

                      Struktur                                                                                                                     Jabatan

 Ketua                                               Direktur Utama

 Anggota                                             •    Wakil Direktur Utama *)
                                                     •    Direktur yang membawahi Risk Management**)
                                                     •    Direktur yang membawahi Finance & Strategy
                                                     •    Direktur yang membawahi Information Technology
                                                     •    Direktur yang membawahi Human Capital & Compliance
                                                     •    Direktur yang membawahi Operations
                                                     •    Direktur yang membawahi Treasury & International Banking
                                                     •    Direktur yang membawahi Consumer Banking
                                                     •    Direktur yang membawahi Network & Retail Funding
                                                     •    Direktur yang membawahi Corporate Banking
                                                     •    Direktur yang membawahi Commercial Banking
                                                     •    SEVP yang membawahi Business Digital
                                                     •    SEVP yang membawahi Assets Management
                                                     •    SEVP yang membawahi Credit Risk
 *) Ketua Pengganti I
 **) Ketua Pengganti II




196                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 197
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai      Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




Komitmen Penerapan Tata Kelola


BTN menempatkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/                                           meminimalkan potensi kecurangan (fraud) dan memastikan keputusan strategis
GCG) sebagai prinsip dasar dalam menjalankan bisnis dan mengelola organisasi.                                          selaras dengan kepentingan pemangku kepentingan serta standar praktik terbaik di
Komitmen ini diwujudkan melalui integrasi nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, dan                                 industri perbankan.
integritas dalam setiap proses operasional serta pengambilan keputusan, sehingga
Bank dapat menjaga kepercayaan publik dan memenuhi tujuan jangka panjang secara                                        Penerapan GCG di BTN berpedoman pada kerangka regulasi yang berlaku di sektor
bertanggung jawab.                                                                                                     perbankan, pasar modal, dan BUMN, termasuk ketentuan yang diterbitkan oleh Otoritas
                                                                                                                       Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, pemerintah, serta Anggaran Dasar Bank. Seluruh
Pada pelaksanaannya, BTN memastikan seluruh mekanisme kontrol, proses penilaian                                        ketentuan tersebut menjadi landasan bagi BTN dalam memastikan penerapan tata
risiko, dan struktur pengawasan berjalan efektif untuk mendukung aktivitas operasional                                 kelola dilakukan secara konsisten dan sesuai peraturan. BTN juga mengadopsi berbagai
yang disiplin dan bebas dari konflik kepentingan. Pendekatan ini membantu                                              standar tata kelola yang diakui secara regional maupun internasional untuk memperluas
                                                                                                                       cakupan penerapan GCG. Standar tersebut meliputi:




       Prinsip-prinsip GCG                             ASEAN Corporate                               Pedoman Umum                                  Pedoman GCG                            Principles for enhancing
       dari Organization for                    Governance Scorecard                              Governansi Korporat                          Perbankan Indonesia                      corporate governance dari
      Economic Cooperation                         dari ASEAN Capital                            Indonesia (PUGKI) dari                             dari KNKG.                         Basel Committee on Banking
        and Development                         Market Forum (ACMF).                          Komite Nasional Kebijakan                                                                            Supervision.
             (OECD).                                                                              Governance (KNKG).




197            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 198
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




Penerapan GCG di BTN diarahkan untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi Bank dan                                         Tujuan Penerapan Prinsip GCG
melampaui pendekatan yang semata-mata berorientasi pada kepatuhan, melalui
penguatan kualitas pengambilan keputusan dan kinerja organisasi. Sebagai wujud
transparansi dan akuntabilitas, BTN menyediakan akses publik terhadap komitmen
kebijakan tata kelola dan pengendalian internal melalui laman resmi Bank yang
memuat kebijakan utama terkait tata kelola perusahaan, pengendalian internal dan                                                                                         Mendukung visi dan misi BTN.
audit, manajemen risiko, pedoman etika bisnis dan perilaku (code of conduct), serta
pencegahan penyuapan dan pengendalian gratifikasi, yang dapat diakses melalui link:
Governance Policy. [GRI 2-23]


Komitmen dan Prinsip Tata Kelola                                                                                             Memberikan manfaat dan                               Mempertahankan dan
                                                                                                                             nilai tambah (added value)                           meningkatkan kelangsungan
Komitmen BTN terhadap penerapan tata kelola yang baik menjadi dasar dalam                                                    bagi para Pemegang Saham                             usaha yang sehat dan kompetitif
mengelola organisasi dan menjalankan strategi bisnis. Prinsip GCG diterapkan secara                                          (shareholders) dan para                              dalam jangka panjang
konsisten pada seluruh proses kerja untuk memastikan kegiatan operasional Bank                                               pemangku kepentingan                                 (sustainable).
berlangsung transparan, akuntabel, dan selaras dengan visi serta misi Bank. Bagi                                             (stakeholders).
Pemegang Saham, komitmen tersebut tercermin melalui pengelolaan Bank yang
profesional dan terbuka. Untuk itu, BTN berkomitmen untuk memastikan setiap keputusan
dan aktivitas usaha dijalankan sesuai prinsip akuntabilitas untuk menjawab ekspektasi
pemangku kepentingan.


BTN juga meyakini bahwa keberlanjutan usaha bergantung pada pengelolaan internal
yang baik. Melalui penerapan prinsip GCG, Bank berupaya menjaga keseimbangan
antara tujuan komersial dan tanggung jawab sosial demi menghasilkan nilai jangka
pendek maupun jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Untuk memastikan
penerapannya tetap relevan, BTN merujuk pada praktik tata kelola yang diakui secara
nasional, regional, dan internasional. Pendekatan ini mendukung kesiapan Bank dalam
menghadapi dinamika industri perbankan dan memperkuat ketahanan organisasi.                                                   Meningkatkan
                                                                                                                              kepercayaan para
                                                                                                                              investor kepada BTN.




198             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 199
                                Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan      Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai        Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                     Digitalisasi




BTN berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik                                           Umum sebagai pedoman utama dalam memastikan Bank dikelola secara transparan,
(GCG) secara konsisten pada seluruh aktivitas bisnis dan operasional. Penerapan ini                                   akuntabel, dan sesuai ketentuan. Adapun prinsip GCG yang diimplementasikan BTN
berlandaskan POJK Nomor 17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank                                         meliputi:


      Prinsip GCG



            Transparansi                               Akuntabilitas                            Pertanggungjawaban                                     Kemandirian                         Kesetaraan dan Kewajaran
           (Transparency)                             (Accountability)                              (Responsibility)                                 (Independency)                                     (Fairness)




         Keterbukaan dalam                        Kejelasan fungsi dan                           Kepatuhan terhadap                               Pengelolaan Bank secara                   Pemenuhan hak pemangku
       pengambilan keputusan                     pertanggungjawaban                             peraturan perundang-                              mandiri dan profesional                     kepentingan secara adil
      serta penyediaan informasi                setiap organ Bank untuk                           undangan, standar                          tanpa benturan kepentingan                      sesuai perjanjian, regulasi,
       yang relevan mengenai                    mendukung kinerja yang                             etika, serta prinsip                           maupun pengaruh yang                         dan prinsip usaha yang
                Bank.                           wajar, efektif, dan efisien.                  penyelenggaraan usaha                                 tidak sesuai dengan                                     sehat.
                                                                                              pembiayaan yang sehat.                                      ketentuan.




Penerapan GCG merupakan landasan bagi BTN dalam meningkatkan kinerja dan                                              Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BTN terus mengembangkan penerapan GCG
akuntabilitas, sekaligus memastikan Bank menghasilkan nilai jangka panjang bagi                                       agar sejalan dengan kebutuhan tata kelola modern dan relevan bagi keberlanjutan
Pemegang Saham dengan tetap mempertimbangkan kepentingan seluruh pemangku                                             usaha. Bank berupaya mengelola seluruh aktivitas bisnis secara profesional dan
kepentingan. Praktik ini dijalankan berdasarkan regulasi yang berlaku dan standar etika                               berintegritas, didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan menjunjung
bisnis, terutama dalam menghadapi kompleksitas risiko yang semakin meningkat.                                         tinggi etika kerja.




199           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 200
                        Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi    Penguatan Tata Kelola sebagai
                                        Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan     Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                          Digitalisasi




                                                                                                              Strategi Tata Kelola


                                                                                                              Untuk memastikan penerapan GCG berlangsung konsisten dan mendukung arah
                                                                                                              strategis yang telah ditetapkan, BTN menetapkan Pilar GCG sebagai kerangka utama
                                                                                                              dalam mengelola tata kelola secara terpadu. Pilar ini menjadi acuan dalam penyusunan
                                                                                                              strategi tata kelola, mencakup penguatan komitmen, pengaturan struktur, pengelolaan
                                                                                                              proses, dan pencapaian hasil tata kelola. Kerangka tersebut dijabarkan sebagai berikut:




                                                                                                                 Pilar GCG BTN




                                                                                                                        Governance                          Governance                           Governance
                                                                                                                          Structure                            Process                            Outcome




                                                                                                                                                Commitment on Governance




200   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 201
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem                          Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui      Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan                       Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi             Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                        Digitalisasi




Governance, Risk, and
Compliance Roadmap                                                                                                                                               Corporate Plan 2025 - 2029


                                                                                                               1. Gap Analysis in Risk           2. Gap Analysis in Digital         3. Gap Analysis in ESG              4. BTN Top Risk Indicator
                                                                                                                      Maturity                           Maturity                          Aspects                        Projection 2025-2029


                                                                                                                                                                                                      Diagnostic               SWOT Analysis
Dengan Pilar GCG sebagai dasar, BTN memperluas                                                                  Stream Analysis                  Diagnostic             Gap Analysis
                                                                                                                                                                                                        Results                   Result
penerapannya melalui penguatan pengelolaan risiko
dan kepatuhan. Untuk memastikan tata kelola tetap




                                                                                 Phase 1: Diagnostic Process
efektif dan adaptif, BTN menyusun Governance, Risk,                                                                                               Strategic                                           Business Process
                                                                                                                     Funding
                                                                                                                                                  Directions                                                                        SWOT
and Compliance (GRC) Roadmap 2025–2029. Roadmap
                                                                                                                                                                         Gap Analysis                  Governance &                Analysis
ini diarahkan untuk memperkuat tata kelola, risiko, dan                                                                                                                 Gaps Between                   Organizational              (Result)
                                                                                                                     Lending                  External Analysis       Existing Conditions                Structure
kepatuhan, sekaligus mendorong efisiensi operasional,
                                                                                                                                                  (Business                 and Ideal
profitabilitas berkelanjutan, serta peningkatan layanan                                                                                            Trends),                Conditions,               Infrastructure, IT, &
                                                                                                                                                 Regulation,              Constraints,
digital. Bank telah mengembangkan kerangka kerja                                                                   Operational                                                                               Data
                                                                                                                                                                                                                                     Key
                                                                                                                                               and/or Internal             or Obstacle
sebagai panduan dalam merumuskan GRC Roadmap                                                                                                    Analysis Best             Encountered
                                                                                                                                                                                                                                  Watch-Out
                                                                                                                                                                                                     People Capabilities          & Strategy
seperti disajikan pada bagan berikut ini:                                                                                                        Practices/
                                                                                                                       Risk                                                                                                         Design
                                                                                                                                               Benchmarking
                                                                                                                Interconnectivity                                                                       GRC Culture




                                                                                                                                                          Strategic Postures for GRC Roadmap
                                                                             Strategic
                                                                             Postures
                                                                             Phase 2:




                                                                                                                 To Support Business Growth and                 To Drive Resilience & Secure               To Ensure Competency of GRC
                                                                                                                         Sustainability                      Operational For Business Continuity           Talent and Strong GRC Culture
                                                                              Implementation Plan




                                                                                                                                                        Implementation Plan & Execution Setup
                                                                                   Phase 3:




                                                                                                                                          Implementation Plan                                                      Execution Setup
                                                                                                                            Initiative Charter - Strategic Initiative & Timeline                            PMO, Tracking Tools, Empower
                                                                                                                                                                                                               & Change Management
                                                                                                                      Governance                     Risk                Compliance                          Implementation (2025-2029)




201            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 202
                                  Pendahuluan     Profil dan         Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN     Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                         Digitalisasi




BTN merancang GRC Roadmap sebagai kerangka kerja strategis untuk mengelola risiko,                                        menegaskan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi sebagai landasan
kepatuhan, dan tata kelola secara terpadu. Roadmap ini memperkuat kemampuan Bank                                          pertumbuhan berkelanjutan.
dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memitigasi risiko sejak dini guna menjaga
stabilitas operasional dan finansial di tengah dinamika regulasi.                                                         Sebagai implementasi dari GRC Roadmap, BTN menetapkan Corporate Plan 2025–2029
                                                                                                                          yang berisi empat elemen utama sebagai pedoman pengembangan kinerja Bank.
GRC Roadmap juga berfungsi untuk memastikan kepatuhan dijalankan secara adaptif                                           Melalui elemen-elemen ini, BTN memperkuat posisinya di pasar perumahan nasional
sehingga BTN tidak hanya memenuhi ketentuan hukum, tetapi juga dapat memanfaatkan                                         serta mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
perubahan kebijakan sebagai peluang peningkatan daya saing. Melalui langkah ini, Bank                                     Keempat elemen tersebut mencakup:


       Elemen Utama BTN Corporate Plan 2025-2029


                                                                     Aspirasi BTN 2029 untuk
               Visi, Misi, dan Nilai                                                                                      BTN Plan: 1+3+5 Strategic Initiatives                               Strategic Initiatives
                                                                           Mencapai Visi

         Mencerminkan tujuan dan nilai-                            Menggambarkan aspirasi dan                                   Menjelaskan pendekatan yang                                  Menguraikan inisiatif-
                 nilai dasar BTN                                    ambisi Bank untuk 5 tahun                                   terstruktur dan prioritas utama                           inisiatif spesifik yang akan
                                                                             mendatang                                             dalam pencapaian tujuan                                 diimplementasikan untuk
                                                                                                                                                                                          mendukung strategi Bank




Aspirasi BTN 2029 untuk Mencapai Visi                                                                                            BTN menargetkan penghimpunan dana pihak ketiga sebesar Rp120 triliun melalui
                                                                                                                                 penyerapan 3% tabungan dari 20 provinsi terbesar. Target ini didukung oleh
BTN menetapkan visi dan misi sebagai dasar arah strategis Bank. Visi tahun 2025, yaitu                                           peluncuran proposisi inovatif untuk segmen payroll, pembeli rumah pertama, dan
menjadi mitra utama dalam pemberdayaan finansial keluarga Indonesia, menegaskan                                                  profesional wiraswasta, serta penguatan kapabilitas transaksi guna menjadi bank
komitmen BTN untuk memperluas akses layanan keuangan dan meningkatkan kapasitas                                                  utama bagi nasabah ritel dan bisnis.
ekonomi masyarakat. Untuk mewujudkan visi tersebut, BTN merumuskan Aspirasi 2029                                          2.     Memberdayakan Keluarga Indonesia dalam Penyaluran Kredit Perumahan untuk
sebagai arah pencapaian visi Bank melalui lima fokus strategis yang mencerminkan                                                 Mewujudkan Impian Memiliki Rumah dengan Penyaluran sekitar Rp450 Triliun
komitmen untuk mengintegrasikan inovasi, efisiensi operasional, dan keberlanjutan ke                                             BTN menargetkan penyaluran kredit perumahan sekitar Rp450 triliun, mencakup
dalam strategi dan pelaksanaan bisnis Bank. Aspirasi tersebut tersebut yaitu:                                                    dukungan bagi 1,2 juta nasabah KPR subsidi dan 290 ribu nasabah KPR nonsubsidi.
1.    Membangun Engine Tabungan yang Sustainable untuk Menghimpun Tabungan                                                       Program ini juga melibatkan pemberdayaan 27 ribu UKM terkait perumahan melalui
      sebesar Rp120 Triliun                                                                                                      solusi yang mendukung seluruh siklus bisnis.




202             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 203
                                        Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui    Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                        Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                         Digitalisasi




3.    Menjadi        Mitra   Keuangan         bagi     Konsumen             BTN Plan: 1+3+5 Strategic Initiatives
      dan Bisnis dengan Menyediakan Rangkaian
      Lengkap Solusi Perbankan Sehari-hari                                  Untuk menunjang pelaksanaan Aspirasi BTN 2029 untuk mencapai visi, BTN merumuskan BTN Plan: 1+3+5 Strategic Initiatives
      Fokus strategi ini meliputi peningkatan portofolio                    yang terdiri atas 1 pilar New core strength, 3 pilar Holistic banking propositions, dan 5 pilar Capabilities for success at scale.
      konsumer melalui kredit bermargin tinggi (target
      8%      dari   portofolio),    pengembangan             solusi                         1 Core Strength                             3 Holistic banking propositions                  5 Capabilities for success at scale
      investasi dan pembayaran, serta ekspansi kredit
                                                                              Funding                                                Housing ecosystem                                  Digitization
      nonperumahan (18% dari portofolio). BTN juga                            • Menumbuhkan low-cost transactional                   • Mencakup 60% pangsa KPR bersubsidi               • Meningkatkan kemampuan transaction
      menargetkan peningkatan fee-based income                                  SA melalui payroll (penetrasi 5%),                     dengan membangun model distribusi                   banking untuk mewujudkan proposisi baru
                                                                                keterlibatan nasabah dalam mobile                      yang inovatif                                       seperti payroll dan CMS
      (FBI) hingga sekitar 18% dari pendapatan dan                              banking (3+ juta nasabah) dan                        • Meningkatkan jumlah nasabah baru                 • Mendigitalkan 4 lending customer journey
      optimalisasi konversi nasabah KPR menjadi                                 memperdalam kehadiran di pasar mikro                   melalui KPR (~1,2 juta nasabah KPR subsidi          teratas untuk peningkatan skala secara
                                                                                utama (20 kota teratas)                                dan ~0,3 juta nasabah KPR non-subsidi               cepat dan efisien
      pengguna layanan perbankan penuh.
                                                                              • Membangun proposisi yang disesuaikan                   secara kumulatif) dan membangun                  • Mendorong efisiensi di cabang-cabang
4.    Membangun            Portofolio     Berkualitas         Tinggi            untuk lebih dari 70 ribu profesional                   hubungan sebagai bank primer                        melalui no-ops model sehingga CIR <50%.
      dengan Efisiensi Operasional                                              wiraswasta yang cash-rich , memperluas               • Memperdalam hubungan dengan 50+                  • Menyempurnakan front-line sales tools
                                                                                penetrasi wealth proposition dan 300 ribu              developer papan atas dan meningkatkan               untuk mendorong cross-selling
      BTN memperkuat kualitas portofolio melalui                                lebih merchant UKM                                     penetrasi dalam rantai nilai melalui 25+
      operasi digital yang lebih efisien dengan target                        • Menangkap pangsa full-transaction                      anchor client
                                                                                banking dalam SME & wholesale                                                                           Sales model
      cost to income ratio (CIR) di bawah 50 persen dan                         (pemanfaatan 20%)                                                                                       Mendesain ulang struktur sales & model
                                                                                                                                     Full banking offering                              operasi untuk kolaborasi silang (model One-
      peningkatan budaya pelayanan. Pengelolaan                               • Meningkatkan sekuritisasi dan direct
                                                                                                                                     • Cross-selling HYL (~8% dari total kredit)        CST) dan efektivitas (mono-lines tertentu)
                                                                                market funding
      risiko kredit diarahkan untuk menjaga tingkat                                                                                     dan fee-based income kepada konsumen
                                                                                                                                        ETB.
      kredit bermasalah (non-performing loan/NPL)                                                                                                                                       Upskilling
                                                                                                                                     • Memperluas ke sektor-sektor baru untuk
      di bawah 2,3 persen melalui proses underwriting                                                                                                                                   Melakukan pembangunan kapabilitas di
                                                                                                                                        pinjaman SME (KUR, KUMK)
                                                                                                                                                                                        tingkat bank untuk sales yang berpusat pada
      dan collection yang didukung teknologi AI.                                                                                                                                        nasabah (“Sales academy”)
5.    Memperluas Cakupan Layanan Melalui 3 Anak                                                                                      Financial group
                                                                                                                                     • Membangun sumber pendanaan baru
      Perusahaan                                                                                                                        untuk menjadi pesaing perbankan Syariah         Tech & data
      BTN mengembangkan tiga anak perusahaan,                                                                                           nomor dua dan meluncurkan anak                  • Mempercepat modernisasi platform
                                                                                                                                        perusahaan Asuransi                               perbankan untuk stabilitas dan percepatan
      yaitu      peningkatan         skala      Bank         Syariah                                                                                                                      pelaksanaan
                                                                                                                                     • Membuat anak perusahaan multifinance
      untuk     mencapai        peringkat      kedua     nasional,                                                                      yang meningkatkan margin untuk                  • Mendorong pembangunan dan
                                                                                                                                        melengkapi penawaran KPR                          pengadopsian aset-aset advance AI
      pertumbuhan               lembaga               pembiayaan
      (multifinance) dengan target penyaluran lebih
                                                                                                                                                                                        Risk Management
      dari Rp2,5 triliun, serta pengembangan bisnis                                                                                                                                     Memperkuat risk underwriting, dan
      asuransi dengan target gross written premium                                                                                                                                      memperbaiki collections dan recovery
                                                                                                                                                                                        (pendekatan, model yang mendasari,
      (GWP) lebih dari Rp2 triliun.                                                                                                                                                     dan infrastruktur teknologi) untuk
                                                                                                                                                                                        mempertahankan CoC <1,2%.




203                  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 204
                                   Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan      Menguatkan Masyarakat melalui    Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai        Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                         Digitalisasi




Strategic Initiatives                                                                                                    peningkatan akuisisi dan transaksi nasabah melalui mobile BTN/balé, serta penguatan
                                                                                                                         penjualan dana ritel dengan volume dan potensi pertumbuhan yang tinggi.
BTN menetapkan inisiatif strategis terintegrasi untuk mendorong pertumbuhan
berkelanjutan dan memperkuat daya saing Bank. Strategi ini mencakup penguatan                                            Dalam rangka monetisasi ekosistem perumahan, BTN memprioritaskan pembiayaan
pendanaan, optimalisasi ekosistem perumahan, transformasi layanan perbankan,                                             perumahan bersubsidi sebesar 60% serta memperdalam kemitraan dengan 50
pengembangan anak usaha, serta peningkatan kapabilitas digital dan sumber daya                                           pengembang utama. Strategi ini didukung pengembangan produk perbankan bernilai
manusia. Berikut rincian dari inisiatif-inisiatif strategis tersebut.                                                    tambah, peningkatan yield, serta penguatan bisnis syariah pasca spin-off.


Strengthen Engine for Sustainable Funding (2025)                                                                         Selain itu, BTN mengakselerasi digitalisasi untuk mengurangi proses manual,
                                                                                                                         mengembangkan               kapabilitas     layanan       transaksi,    dan     mempertajam              efektivitas
Inisiatif strategis pada tahun 2025 diarahkan pada pengembangan mesin pendanaan                                          penjualan melalui indikator kinerja utama (key performance indicator/KPI) yang terukur.
berkelanjutan dan optimalisasi ekosistem perumahan untuk memperdalam penetrasi                                           Upaya ini dilengkapi penyempurnaan underwriting model berbasis advanced data
pasar dan meningkatkan kinerja produk. Fokus utama mencakup pengembangan                                                 serta peningkatan kapabilitas TI dan digital guna menopang platform perbankan yang
produk payroll terintegrasi, penawaran produk perumahan bagi generasi milenial,                                          modern dan andal.

                                                                                                                                                             Dampak
 No    Nama Inisiatif                                                      Tujuan                                                                                                                               Keterangan
                                                                                                                                                       (per Desember 2025)

  1.   Bundle Payroll   Untuk meningkatkan penetrasi dengan Perusahaan-Perusahaan eksisting BTN maupun NTB (New                             1.   Pertumbuhan posisi VOA DPK                Akan dilanjutkan dan dikembangkan
       Proposition      to Bank):                                                                                                                payroll aktif (6,1 triliun)               ke inisiatif CASAvolution - Increase
                        • Meningkatkan jumlah perusahaan korporasi dan komersial yang memiliki sistem payroll.                              2.   Peningkatan posisi NOA payroll            payroll customer penetration yang akan
                        • Meningkatkan jumlah rekening payroll.                                                                                  aktif (635.097 Acct)                      dijalankan pada Tahun 2026
                        • Meningkatkan SA dan produk holding dari karyawan yang aktif dan bertransaksi payroll.

  2.   Geographical     • Geographical play - Intensitas foot-print retail funding sales (internal dan outsourcing) di                      Peningkatan CASA (%) per cabang                Akan dilanjutkan dan dikembangkan ke
       Play               pasar-pasar dengan volume dan potensi pertumbuhan SA yang tinggi.                                                 (Rp39,4 triliun**)                             inisiatif CASAvolution - Expand digital
                        • Meningkatkan SA dengan memperluas cakupan BTN di top 20 wilayah cash-saturated guna                               **) Realisasi Bulan September 2025 (Sesuai     store & sales footprint yang akan
                          meningkatkan produktivitas BFS.                                                                                   data BI yang sudah release)                    dijalankan pada Tahun 2026


  3.   Retail Deposit   • Untuk meningkatkan CASA.                                                                                          1.   Posisi NoA (cash rich) (316 Acct)         Akan dilanjutkan dan dikembangkan ke
       War Room         • Untuk efisien nasabah transaksional.                                                                              2.   Posisi VoA (cash rich) (Rp 122,7 M)       inisiatif CASAvolution - Develop Sector-
                        • Mendorong akuisisi nasabah baru, penetrasi digital, dan keaktifan bertransaksi melalui balé                                                                      based Solution yang akan dijalankan
                          serta win-back untuk nasabah yang tidak aktif dan akuisisi NTB.                                                                                                  pada Tahun 2026

  4.   Mendorong        • Mendorong registrasi dan pemanfaatan produk transaksi perbankan dengan satu platform                              1.   Volume eGuarantee (5.899 miliar)          Akan dilanjutkan dan dikembangkan ke
       Registrasi         yang terintegrasi, meluncurkan solusi spesifik sektoral untuk segmen cash-heavy dan fokus                         2.   Volume trade & supply chain               inisiatif Enhance Transaction Banking
       & Transaksi        pada perdagangan yang diprioritaskan serta mengaktifkan rekening dormant secara                                        financing (4.517 miliar)                  Capabilities yang akan dijalankan pada
       Perbankan          institusional.                                                                                                                                                   Tahun 2026
                        • Meningkatkan saldo CA dari korporasi dan komersial.
                        • Meningkatkan fee-based income.



204              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 205
                                    Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai      Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                     Digitalisasi




                                                                                                                                                          Dampak
 No    Nama Inisiatif                                                       Tujuan                                                                                                                          Keterangan
                                                                                                                                                    (per Desember 2025)

 5.    Wholesale         • Menyasar nasabah whole-sale dan top SME untuk mendorong penetrasi CASA dengan                                   1.   CA Balance 28,63 triliun (Large        Selesai di tahun 2025
       Deposit War         campaign yang didukung Advance analytic.                                                                             size), 32,67 triliun (Mid-size)
       Room              • Meningkatkan saldo CA dari Midsize, corporates, commercial, dan retail funding.                                 2.   User Aktif transaksi perbankan
                         • Mengoperasionalkan war-room untuk inisiatif-inisiatif utama.                                                         (24.294)

 6.    High Yield        • Meningkatkan produk high-yield lending (Kring & KAR) dengan memperluas customer based                           1.   Realisasi KRING (2,045 T)              Akan dilanjutkan dan dikembangkan ke
       Lending (KAR,       melalui advanced analytics, credit scoring yang lebih baik, omni-channel experience yang                        2.   % Yield KRING (9.98%)                  inisiatif Expand High-Yield Loan (HYL)
       KRING & KUR)        konsisten, marketing yang sangat dipersonalisasi, dan automated top-up nudges.                                  3.   Realisasi KUR (1.33 T)                 Portfolio yang akan dijalankan pada
                         • Meningkatkan produk high-yield lending (KUR) dengan memperluas customer based melalui                           4.   % Yield KUR (10.92%)                   Tahun 2026
                           marketing yang dipersonalisasi                                                                                  5.   Realisasi KAR (1.673 T)
                         • Meningkatkan posisi KUR dengan kualitas kredit yang terjaga                                                     6.   % Yield KAR (11.92%)

 7.    Digitize Front-   Mendigitalkan customer journey secara menyeluruh, termasuk tools aplikasi front-end dan                           Telah ditetapkan desain konsep              Akan dilanjutkan dan dikembangkan
       End App and       integrasi dengan sistem back-end, meliputi:                                                                       project Digitization pada stream            ke inisiatif Project Garuda yang akan
       Back-End          1. Consumer loan journey                                                                                          Branch Ops dan Consumer lending             dijalankan pada Tahun 2026
       Processes         2. Branch operations termasuk proses back-office                                                                  yang selanjutnya akan dilakukan
                                                                                                                                           piloting dan implementasi yang akan
                                                                                                                                           dimulai pada Tahun 2026.

 8.    Otomasi           • Mengotomasi Servicing Journey Cabang dan​Operasi Back-End untuk Mengeliminasi                                   Percepatan waktu pelayanan Account          Akan dilanjutkan dan dikembangkan
       Journey             Intervensi Manual dan Memungkinkan "No-Ops" Environment di mana Proses Disederhanakan,                          Opening (12 Menit)                          ke inisiatif Automate Branch Journeys
       Cabang dan​         Didigitalkan, dan Self-Sustaining​                                                                                                                          & Back-end Operations (Nexa Phase 2)
       Operasi Back-     • Meningkatkan efisiensi operasional dan mengeliminasi proses manual untuk mendorong STP                                                                      yang akan dijalankan pada Tahun 2026
       End                 dan menurunkan TAT (Turn around time)

 9.    Meningkatkan      • Mengembangkan dan meningkatkan kapabilitas organisasi sales melalui revamp struktur                             Average balance DPK konvensional            Akan dilanjutkan dan dikembangkan
       Organisasi          organisasi jaringan (Branch & Regional Office) dan implementasi model Central Sales                             (342,48 M)                                  ke inisiatif Accelerate Network
       dan Model           Management (CSM).                                                                                                                                           Transformation & Workforce
       Pperasian         • Mengeksplorasi berbagai pendekatan jangka pendek dan jangka panjang untuk memperbaiki                                                                       Development yang akan dijalankan
       Sales               sales model dan sales transformation, serta memastikan implementasi CSM berjalan selaras                                                                    pada Tahun 2026
                           dengan prioritas bisnis, mendorong peningkatan kinerja sales segmen retail, mid-size, dan SME.

 10.   Client Service    Mengembangkan model CST untuk mengerjakan bisnis turunan dan value chain dari corporate/                          1.   Payroll (954 Unit)                     Akan dilanjutkan dan dikembangkan ke
       Team (CST)        large institution dengan mempertimbangkan profitabilitas                                                          2.   Kring (171 Unit)                       inisiatif Implement Client Service Team
                                                                                                                                           3.   KAR & KPR Non (139 Unit)               (CST) yang akan dijalankan pada Tahun
                                                                                                                                           4.   KPR Sub (301 Unit)                     2026

 11.   BPI Monoline      Melakukan perubahan pengelolaan dari Branch Based menjadi Monoline, sehingga proses lebih                         1.   Penurunan NPL Pilot Area (3.19%)       Akan dilanjutkan dan dikembangkan ke
       Collection &      fokus, sustain, dan lebih efisien                                                                                 2.   Penurunan Kol 2 Pilot Area (9.4%)      inisiatif Improve Credit Quality through
       New CMS                                                                                                                                                                         BPI (Monoline Collection & NCS) yang
                                                                                                                                                                                       akan dijalankan pada Tahun 2026




205               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 206
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




Broaden Product Propositions and Cross Selling (2026 – 2027)                                                           Sebagai enabler, BTN mengembangkan perangkat layanan holistik seperti RM workbench
                                                                                                                       dan CRM, didukung platform teknologi dan analitik canggih, penguatan organisasi
Target periode 2026–2027 diarahkan pada penguatan mesin pendanaan berkelanjutan,                                       penjualan, serta personalisasi perjalanan pelanggan berbasis digital dan data.
monetisasi ekosistem perumahan, serta perluasan produk dan cross-selling. Fokus
utama mencakup penetrasi penawaran wealth bagi cash-rich customers dan hidden                                          Strategic Initiatives Roadmap
affluents, pengembangan solusi bagi profesional wiraswasta, serta penyediaan produk
merchant untuk sektor makanan ritel dan restoran.                                                                      BTN menetapkan roadmap sebagai kerangka pengendali pelaksanaan inisiatif-inisiatif
                                                                                                                       strategis agar pencapaian target selaras dengan jadwal, prioritas, dan kapasitas
Dalam monetisasi ekosistem perumahan, BTN mengoptimalkan saluran akuisisi                                              sumber daya. Melalui roadmap ini, BTN mengoptimalkan kesiapan implementasi dengan
agen untuk rumah sekunder, memperdalam penetrasi klien anchor corporate, serta                                         mengantisipasi risiko sejak awal serta memastikan pelaksanaan BTN Corporate Plan
meluncurkan produk terbundel bagi sektor konstruksi dan real estat. Strategi ini dilengkapi                            2025–2029 berjalan terukur dan efektif.
pengembangan produk berbasis fee, perluasan KUMK pada sektor dengan pertumbuhan
tinggi dan berisiko rendah, serta pembentukan anak usaha asuransi melalui skema joint                                  Building a Holistic Framework / Actions for Sustainable Growth (2025)
venture.
                                                                                                                       Pada tahun 2025, BTN mengarahkan roadmap strategis pada tiga fokus utama, yaitu:
Sebagai enabler, BTN meningkatkan kapabilitas pemasaran digital untuk cross-selling,                                   • Support Business Growth & Sustainability
memperkuat infrastruktur teknologi dan data analitik, serta merevitalisasi underwriting                                  Mengoptimalisasi struktur manajemen aset dan liabilitas (ALM) Bank untuk mendukung
dan collection melalui orkestrasi omnichannel yang lebih terintegrasi.                                                   pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan meningkatkan profitabilitas bank.
                                                                                                                       • Drive Resilient & Secure Operations for Business Continuity
Deliver Full Banking Offerings with Superior Customer Experience (2028-2029)                                             Memastikan operasional yang tangguh dan aman dengan mengurangi risiko siber,
                                                                                                                         meningkatkan efektivitas Service Level Agreement (SLA), dan mencegah fraud.
Target periode 2028–2029 diarahkan pada penyediaan penawaran perbankan lengkap                                         • Ensure Competency of GRC Talent and Strong GRC Culture
dengan pengalaman pelanggan yang unggul. Strategi pendanaan berfokus pada                                                mengembangkan bakat karyawan dan menanamkan budaya GRC yang kuat untuk
cross-selling untuk akuisisi rantai nilai perumahan end-to-end, perluasan ekosistem                                      mendorong integritas organisasi dan kinerja yang tinggi.
ke segmen residensial kaya tunai, kawasan industri, dan institusi APBN teratas, serta
peningkatan pendaftaran dan pemanfaatan produk TB dari 9% menjadi 20% melalui satu                                     Pelaksanaan roadmap 2025 difokuskan pada pengembangan framework manajemen
platform terintegrasi.                                                                                                 risiko yang holistik untuk mendukung optimalisasi neraca, pengelolaan risiko aset
                                                                                                                       dan liabilitas, serta penguatan risiko kredit melalui integrasi data eksternal dengan
Dalam monetisasi ekosistem perumahan, BTN memprioritaskan pengendalian churn                                           pendekatan yang lebih proaktif dan berorientasi ke depan. BTN juga mempercepat
dan pelunasan melalui tim penawaran counter terpusat, serta peningkatan nilai dan                                      integrasi prinsip ESG dalam operasional perbankan, termasuk pengurangan proses
profitabilitas skema joint finance (B2B) dan kemitraan channeling. Untuk diversifikasi                                 berbasis kertas melalui digitalisasi underwriting dan verifikasi secara end-to-end.
produk dan layanan, BTN merencanakan pembentukan anak usaha multifinance.




206            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 207
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




Sejalan dengan itu, BTN memperkuat ketahanan operasional melalui peningkatan                                           daya manusia, BTN memajukan budaya GRC melalui penguatan kepemimpinan, forum
keamanan data, sistem pendeteksi fraud, serta kepatuhan terhadap regulasi. Di sisi                                     kepemimpinan, penerapan jalur karier ganda, peningkatan sertifikasi profesional,
sumber daya manusia, BTN memprioritaskan pengembangan kepemimpinan, sertifikasi                                        pendirian Risk Academy, serta integrasi GRC ke dalam manajemen talenta dan sistem
profesional, dan internalisasi budaya GRC di seluruh unit kerja, termasuk di entitas anak.                             pengembangan.
Seluruh inisiatif tersebut dirancang untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan,
kinerja yang andal, dan tata kelola perusahaan yang solid sepanjang tahun 2025.                                        Accelerate iGRC (integrated Governance, Risk, and Compliance) Excellence
                                                                                                                       (2028-2029)
Driving Transforming and Effectivity through Advanced Analytics (2026-
2027)                                                                                                                  Pada periode 2028–2029, BTN memfokuskan roadmap pada optimasi neraca, penguatan
                                                                                                                       pengelolaan risiko, dan peningkatan efektivitas operasional. Inisiatif utama mencakup
Target periode 2026–2027 difokuskan pada transformasi dan peningkatan efektivitas                                      implementasi sistem manajemen risiko likuiditas dan pasar, integrasi risiko kredit
melalui pemanfaatan advanced analytics. Dalam optimasi neraca, BTN menerapkan                                          dengan advanced collection scoring melalui iLoan, serta penguatan BWMK Individu
model optimasi dan sistem FTP, serta memperkuat analitik risiko kredit berbasis ESG dan                                melalui Sertifikasi Pemutus Kredit. Untuk risiko strategis, BTN menerapkan risk-based
data eksternal. Prinsip ESG diintegrasikan ke dalam operasi inti perbankan, sedangkan                                  capital allocation menggunakan metode Risk-Adjusted Return on Capital (RAROC)
tata kelola dan manajemen risiko anak usaha diselaraskan dengan standar global.                                        guna meningkatkan efisiensi kinerja dan pemanfaatan modal, sekaligus mempercepat
Digitalisasi proses dilanjutkan melalui pengambilan keputusan berbasis data, penguatan                                 inisiatif ESG untuk mencapai posisi ESG Champion.
manajemen risiko model dengan alat digital, serta peningkatan efisiensi operasional
melalui digitalisasi dokumen masuk dan mekanisme prioritas sektor.                                                     Di sisi operasional dan tata kelola, BTN mengotomatiskan Early Warning, Stop & Go
                                                                                                                       Mechanism, serta Model Risk Management melalui iLoan, serta memperkuat ketahanan
Untuk memperkuat ketahanan operasional pada fase lanjutan, BTN mengoptimalkan                                          operasional dengan AI-based cybersecurity, peningkatan kepatuhan data dan TI,
pengawasan terhadap pihak ketiga, keamanan data, serta sistem deteksi penipuan.                                        serta penguatan arsitektur zero trust untuk aplikasi berbasis AI, mobile, dan cloud. BTN
Upaya ini berjalan seiring dengan penyempurnaan sistem manajemen risiko dan                                            juga memperkuat tata kelola AML, CFT, dan PPPSPM, mengembangkan AI-based fraud
kepatuhan regulasi. Pada periode ini, BTN juga mengembangkan kerangka manajemen                                        detection, serta memastikan penerapan roadmap GRC di seluruh anak usaha melalui
risiko aset dan liabilitas dengan fokus pada optimasi neraca, pengurangan biaya dana,                                  peningkatan integritas dan kapabilitas karyawan.
dan penguatan risiko kredit melalui penerapan model inti/non-inti. Di bidang sumber




207            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 208
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




Proses Nominasi Badan Tata Kelola Tertinggi [GRI 2-10]


Proses nominasi anggota badan tata kelola tertinggi dilaksanakan dengan melibatkan                                     hubungan dengan Bank sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Komisaris Independen
pemegang saham melalui mekanisme RUPS yang diatur dalam Kebijakan Khusus                                               wajib bebas dari hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan, afiliasi, hubungan
Nomor KK.6-F tentang Prosedur Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance).                                      keluarga, hubungan usaha, maupun kepemilikan saham yang dapat memengaruhi
Proses seleksi dan nominasi dilakukan secara transparan dengan mempertimbangkan                                        independensinya. Peralihan dari Komisaris menjadi Komisaris Independen hanya dapat
rekomendasi dari Komite Remunerasi dan Nominasi. Pengangkatan dan pemberhentian                                        dilakukan setelah memenuhi persyaratan masa tunggu dan memperoleh persetujuan
anggota Dewan Komisaris dan Direksi dilaksanakan berdasarkan keputusan RUPS. Pada                                      Otoritas Jasa Keuangan melalui penilaian kemampuan dan kepatutan. [GRI 2-10]
proses penilaian calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi, Bank mengacu pada
beberapa kriteria yang mencakup integritas, kejujuran, profesionalisme, pengalaman                                     Masa jabatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris ditetapkan selama 5 (lima) tahun
kepemimpinan, loyalitas, serta ketersediaan waktu untuk mendukung kemajuan Bank.                                       dan dapat diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan. Masa jabatan Direksi berlaku
Selain itu, aspek keberagaman, keahlian, dan pengalaman di bidang ekonomi, lingkungan,                                 sejak tanggal yang ditetapkan dalam RUPS hingga penutupan RUPS Tahunan ke-5 (lima),
dan sosial turut menjadi pertimbangan penting. Bank memastikan bahwa calon yang                                        dengan tetap mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar
diajukan tidak memiliki hubungan keuangan, keluarga, maupun bisnis dengan anggota                                      Modal, serta dapat diberhentikan sewaktu-waktu oleh RUPS. Jabatan Direksi berakhir
Dewan Komisaris, Direksi, dan Pemegang Saham Pengendali yang dapat memengaruhi                                         apabila masa jabatan berakhir, mengundurkan diri, meninggal dunia, diberhentikan oleh
independensinya. [GRI 2-10]                                                                                            RUPS, atau tidak lagi memenuhi persyaratan. Anggota Dewan Komisaris dapat diangkat
                                                                                                                       kembali oleh RUPS untuk satu kali masa jabatan berikutnya.
Berdasarkan Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris Nomor 18/KOM/BTN/2024,
Bank menetapkan kriteria dan persyaratan bagi calon anggota Dewan Komisaris yang                                       Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-19]
mengacu pada Anggaran Dasar Bank dan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku. Calon anggota Dewan Komisaris wajib memenuhi penilaian kemampuan                                         BTN menetapkan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi dengan mengacu
dan kepatutan sesuai ketentuan OJK serta memperoleh persetujuan dari OJK dengan                                        pada Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-13/MBU/09/2021 tentang
sekurang-kurangnya satu anggota berdomisili di Indonesia. Selama menjabat, anggota                                     Perubahan Keenam atas Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-04/MBU/2014 tentang
Dewan Komisaris harus memiliki integritas, kompetensi, dan reputasi yang baik.                                         Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas BUMN.
                                                                                                                       Dalam penentuan remunerasi tersebut, Bank juga mempertimbangkan pencapaian
Untuk Komisaris Independen, Bank mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman yang                                          kinerja serta kontribusi Dewan Komisaris dan Direksi dalam mengelola dampak Bank
memadai di bidang perbankan dan/atau keuangan, serta pemenuhan ketentuan masa                                          terhadap aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial.
tunggu bagi mantan anggota Direksi, Pejabat Eksekutif, atau pihak lain yang memiliki




208            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 209
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




      Prosedur Penetapan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-20]




                                                                                                                                                                                                  RUPS memberikan
            Dewan Komisaris                    Human Capital                        KRN menyusun
                                                                                                                                                             Dewan Komisaris                   kewenangan dan kuasa
          menugaskan Komite                 Management Division               rekomendasi remunerasi
                                                                                                                           Dewan Komisaris                 menyampaikan usulan                kepada Dewan Komisaris
        Remunerasi dan Nominasi             (HCMD) dan unit kerja                Dewan Komisaris dan
                                                                                                                          membahas usulan                   remunerasi Dewan                 untuk menetapkan dengan
         (KRN) untuk melakukan             terkait untuk menyusun             Direksi untuk disampaikan
                                                                                                                           remunerasi yang                 Komisaris dan Direksi             terlebih dahulu mendapat
           kajian remunerasi.                 usulan remunerasi               kepada Dewan Komisaris.
                                                                                                                        disampaikan oleh KRN.                 kepada RUPS.                     persetujuan Pemegang
                                            Dewan Komisaris dan
                                                                                                                                                                                               Saham Seri A Dwiwarna.
                                                    Direksi.




Dalam kerangka penetapan remunerasi, proses pembandingan (benchmarking) dan/                                            • Honorarium Komisaris Utama sebesar 45% dari gaji Direktur Utama.
atau Salary Survey dilaksanakan melalui kerja sama dengan Willis Towers Watson.                                         • Honorarium Wakil Komisaris Utama sebesar 42,5% dari gaji Direktur Utama.
Sementara itu BTN menerapkan mekanisme penangguhan remunerasi variabel (malus)                                          • Honorarium anggota Dewan Komisaris sebesar 90% dari honorarium Komisaris Utama.
maupun penarikan kembali remunerasi variabel yang telah dibayarkan (clawback)
bagi pejabat yang dikategorikan sebagai Material Risk Taker (MRT). Kebijakan tersebut                                   Penentuan remunerasi di BTN tidak hanya didasarkan pada posisi dan tanggung jawab
dijalankan dengan mempertimbangkan tingkat kerugian atau dampak reputasi Bank,                                          masing-masing individu, tetapi juga dipengaruhi oleh pencapaian KPI yang telah
serta keterlibatan yang bersangkutan, baik secara langsung maupun tidak langsung,                                       ditetapkan. KPI ini merupakan ukuran yang digunakan untuk menilai sejauh mana
dalam tindakan atau transaksi terkait. [GRI 2-19]                                                                       tujuan strategis dan operasional Bank tercapai. Salah satu parameter penting dalam
                                                                                                                        KPI Direksi adalah aspek keberlanjutan (sustainability), yang berfokus pada pencapaian
Penetapan gaji atau honorarium bagi Dewan Komisaris dan anggota Direksi                                                 tujuan jangka panjang yang mendukung kelangsungan Bank secara sosial, ekonomi,
mempertimbangkan skala dan kompleksitas usaha Bank, tingkat inflasi, serta kondisi dan                                  dan lingkungan. Parameter tersebut mencakup bobot penilaian pada pemeringkatan
kemampuan keuangan Bank, dengan tetap memperhatikan faktor lain yang relevan dan                                        ESG, peningkatan green financing, penyaluran KPR subsidi dan KPR program rumah
kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adapun komposisi                                          milenial, layanan digital channel, zero accident, cyber security breach, dan keterwakilan
gaji atau honorarium Direksi dan Dewan Komisaris ditetapkan sebagai berikut:                                            perempuan dalam nominated talent. Paket remunerasi dan fasilitas yang diterima oleh
• Gaji Direktur Utama ditetapkan berdasarkan pedoman internal yang ditetapkan oleh                                      Dewan Komisaris dan Direksi mencakup struktur remunerasi yang terdiri dari gaji, insentif
  Menteri.                                                                                                              jangka pendek, insentif jangka panjang, pensiun, pesangon, tunjangan, dan one-off
• Gaji Wakil Direktur Utama sebesar 95% dari gaji Direktur Utama.                                                       payments (seperti penghargaan perekrutan atau retensi). [GRI 2-19]
• Gaji anggota Direksi lainnya sebesar 85% dari gaji Direktur Utama.




209             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 210
                                      Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan       Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi         Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                      Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai         Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan          Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                            Digitalisasi




Selaras dengan penerapan struktur remunerasi berbasis kinerja, BTN memberikan insentif                                               Jenis Remunerasi dan Fasilitas Lain                     Dewan Komisaris                       Direksi

jangka pendek sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian kinerja Dewan Komisaris,                                           b. Tidak dapat dimiliki

Direksi, dan karyawan dalam periode waktu singkat. Pemberian insentif ini diatur dalam                                         Tunjangan perumahan
Kebijakan Khusus Nomor KK.3-B tentang Remunerasi yang mengacu pada POJK Nomor
                                                                                                                               Fasilitas kesehatan
45/POJK.03/2015. Insentif jangka pendek diberikan dalam berbagai bentuk, antara lain
bonus tunai, kenaikan gaji berbasis kinerja, profit sharing, serta bentuk penghargaan                                          Fasilitas transportasi

lainnya yang ditujukan untuk mendorong pencapaian target Bank dalam jangka waktu                                               Tunjangan komunikasi
relatif cepat.


Selain insentif jangka pendek, BTN juga memberikan insentif jangka panjang sebagai                                          Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah [GRI 2-21]
apresiasi atas kontribusi Dewan Komisaris dan Direksi dalam pencapaian berkelanjutan.
Ketentuan pemberian insentif jangka panjang diatur dalam KK.3-D tentang Penghasilan                                         Untuk menjaga pemerataan imbalan kerja, BTN mengelola distribusi remunerasi
Direksi, Dewan Komisaris, Senior Executive Vice President (SEVP), dan Organ Pendukung                                       secara proporsional agar tidak menimbulkan kesenjangan yang signifikan. Bank tidak
Dewan Komisaris serta Kebijakan Khusus Nomor KK.3-B tentang Remunerasi, dengan                                              menerapkan remunerasi berbasis variabel (RBV) tanpa persyaratan, karena skema
mengacu pada Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-13/MBU/09/2021 dan POJK Nomor                                                 tersebut tidak mempertimbangkan masa kerja pegawai. Sebagai wujud komitmen,
45/POJK.03/2015. Insentif jangka panjang dapat diberikan dalam bentuk saham, uang                                           BTN menerapkan sistem remunerasi yang kompetitif, adil, dan proporsional, serta
tunai, dan penghargaan lainnya untuk mendorong fokus pada pencapaian tujuan                                                 memastikan pemberian imbalan kepada seluruh pegawai sesuai dengan ketentuan
jangka panjang serta mendukung retensi dan loyalitas. Komponen remunerasi dan                                               yang ditetapkan oleh Pemerintah.
fasilitas lainnya bagi Dewan Komisaris dan Direksi disajikan pada tabel berikut. [GRI 2-19]
                                                                                                                            Seiring perkembangan industri dan arah strategi bisnis, kebijakan remunerasi dievaluasi
                     Komponen Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi                                                        dan disesuaikan secara berkala. Di sisi lain, pemenuhan ketentuan regulasi perbankan
                                                                                                                            terkait remunerasi dilaksanakan secara bertahap. Adapun rasio gaji tertinggi dan
          Jenis Remunerasi dan Fasilitas Lain                   Dewan Komisaris                 Direksi
                                                                                                                            terendah selama tiga tahun terakhir disajikan sebagai berikut: [GRI 2-21]
Remunerasi

Honorarium/gaji                                                                                                                                                  Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah
Tunjangan rutin (tunjangan sandang dan tunjangan
                                                                                                                                                        Uraian                               2025                  2024                  2023
pajak penghasilan)
                                                                                                                            Gaji Pegawai tertinggi dan terendah                             31,58 : 1          25,00 : 1               22,44 : 1
Tunjangan hari raya
                                                                                                                            Gaji Direksi tertinggi dan terendah                              1,18 : 1              1,18 : 1             1,18 : 1
Tantiem                                                                                                                     Gaji Komisaris tertinggi dan terendah                            1,11 : 1               1,11 : 1             1,11 : 1

Fasilitas lain dalam bentuk natura (perumahan, asuransi kesehatan, dan sebagainya) yang:                                    Gaji Direksi tertinggi dan Pegawai Tertinggi                    2,23 : 1               2,89 : 1             2,92 : 1

a. Dapat dimiliki

   Asuransi purnajabatan



210                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 211
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem       Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui       Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan    Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi              Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                        Digitalisasi




                                                                                           Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah

                                                                  Uraian                                                                              Satuan                2025                     2024                    2023

Kompensasi total tahunan untuk individu dengan bayaran tertinggi di organisasi                                                                         Rupiah              4.169.759.730          23.977.998.581          18.933.904.119

Nilai tengah (median) total kompensasi tahunan untuk semua pegawai organisasi, kecuali individu dengan bayaran tertinggi                               Rupiah                199.103.460              189.655.513            184.671.636

Peningkatan dalam kompensasi total tahunan untuk individu dengan bayaran tertinggi di organisasi                                                          %                         18,43                           26,64%

Peningkatan nilai tengah total kompensasi tahunan untuk semua pegawai organisasi, kecuali individu dengan bayaran tertinggi                               %                         4,98                             2,70%



Kebijakan Kepemilikan Saham Anggota Direksi dan Komisaris

Dalam pelaksanaan transaksi kepemilikan saham oleh Direksi dan Dewan Komisaris,                                         5% atau lebih, baik pada BTN maupun perusahaan lain di dalam dan luar negeri.
BTN mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.04/2017 tentang                                         Pengungkapan ini dilakukan untuk menjamin keterbukaan informasi serta mitigasi
Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka,                                         potensi konflik kepentingan yang dapat memengaruhi pelaksanaan tata kelola
Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor KEP-00066/BEI/09-2022 tentang                                     perusahaan, sebagai bagian dari komitmen BTN terhadap penerapan prinsip tata kelola
Perubahan Peraturan Nomor I-E mengenai Kewajiban Penyampaian Informasi, serta                                           perusahaan yang baik (GCG) dan keberlanjutan.
Anggaran Dasar Bank. Setiap anggota Direksi dan Dewan Komisaris wajib melaporkan
kepemilikan serta setiap perubahan kepemilikan saham, baik secara langsung maupun                                       Hingga 31 Desember 2025, tidak terdapat anggota Dewan Komisaris maupun Direksi
tidak langsung, kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat 10 (sepuluh) hari setelah                                   BTN yang memiliki saham dengan total kepemilikan sebesar 5% atau lebih, baik di BTN
terjadinya perubahan.                                                                                                   maupun di perusahaan lain. Kondisi ini menunjukkan tidak adanya potensi pengaruh
                                                                                                                        kepemilikan saham yang signifikan terhadap independensi dalam menjalankan fungsi
Sejalan dengan ketentuan tersebut, Dewan Komisaris dan Direksi mengungkapkan                                            pengawasan dan pengelolaan, serta mendukung pengambilan keputusan yang objektif
informasi mengenai kepemilikan saham mereka dan/atau keluarga yang mencapai                                             dan bebas dari konflik kepentingan.




211            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 212
                        Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan       Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                        Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai         Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                              Digitalisasi




                                                                                                              Evaluasi Kinerja Badan Tata Kelola Tertinggi [GRI 2-18]


                                                                                                              Dalam rangka menjaga kualitas penerapan tata kelola, Bank secara berkala melakukan
                                                                                                              evaluasi kinerja guna memastikan kesesuaiannya dengan praktik terbaik dan dinamika
                                                                                                              bisnis. Penilaian kinerja badan tata kelola tertinggi atas penerapan GCG serta pengelolaan
                                                                                                              dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial dilakukan melalui mekanisme penilaian diri
                                                                                                              (self-assessment). Proses ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun pada akhir Juni
                                                                                                              dan Desember tanpa melibatkan pihak ketiga, dengan penilaian yang mencakup kinerja
                                                                                                              Dewan Komisaris, Direksi, serta unit kerja terkait berdasarkan faktor penilaian yang telah
                                                                                                              ditetapkan. Perkembangan hasil penilaian diri tata kelola perusahaan selama 3 (tiga)
                                                                                                              tahun terakhir disajikan pada tabel berikut.



                                                                                                                    Hasil Penilaian Sendiri (Self Assessment) Pelaksanaan
                                                                                                                    Tata Kelola Tahun 2022—2024



                                                                                                                                          2025                    2024                  2023



                                                                                                                                          2                       2                     2


                                                                                                              Hasil self-assessment dengan peringkat 2 menunjukkan bahwa Bank telah menerapkan
                                                                                                              tata kelola perusahaan secara umum dengan baik melalui pemenuhan prinsip-prinsip
                                                                                                              GCG yang memadai. Meskipun masih terdapat beberapa kelemahan, dampaknya
                                                                                                              dinilai tidak signifikan dan dapat ditindaklanjuti secara wajar oleh manajemen. Informasi
                                                                                                              mengenai kriteria penilaian, peringkat, rekomendasi, serta tindak lanjut atas hasil self-
                                                                                                              assessment disajikan dalam Laporan Tahunan BTN.




212   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 213
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui    Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




Selain self-assessment GCG, BTN secara konsisten berpartisipasi dalam Corporate                                        BTN juga mengikuti penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), yaitu
Governance Perception Index (CGPI) yang diselenggarakan oleh Indonesian Institute for                                  kerangka penilaian tata kelola yang dikembangkan oleh ASEAN Capital Market Forum
Corporate Governance (IICG). Pada tahun 2025, Bank memperoleh skor CGPI sebesar                                        (ACMF) dengan mengacu pada OECD Principles of Corporate Governance. Penilaian
91,8 dengan predikat “Most Trusted Company”, meningkat dari tahun 2024 yang                                            ACGS dilaksanakan oleh Domestic Ranking Body (DRB) dan Corporate Governance (CG)
mendapatkan skor 91,52. Hal ini mencerminkan keteguhan BTN terhadap komitmen                                           Expert, yang di Indonesia diwakili oleh PT RSM Indonesia, sebagai upaya mendukung
penerapan tata kelola perusahaan yang baik.                                                                            peningkatan kepercayaan investor global terhadap kualitas tata kelola perusahaan di
                                                                                                                       kawasan ASEAN.




Manajemen Risiko [GRI 2-23] [OJK E.3]


BTN memahami posisinya sebagai bank yang berfokus pada pemberian kredit dan                                            risiko dijalankan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas, sekaligus mendukung
pembiayaan perumahan, dengan portofolio aset yang didominasi oleh Kredit Pemilikan                                     pengambilan keputusan yang prudent dan berkelanjutan.
Rumah (KPR) serta dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko internal dan eksternal, termasuk
dinamika iklim usaha, tingkat inflasi, dan fluktuasi suku bunga. Untuk memitigasi potensi                              Guna     menjaga        kesinambungan          kinerja      dan   pencapaian        tujuan       Bank,      BTN
dampak yang timbul, pengelolaan risiko berkelanjutan menjadi prioritas utama Bank.                                     mengimplementasikan sistem manajemen risiko secara menyeluruh yang diterapkan di
                                                                                                                       seluruh lini operasional. Sistem ini didukung oleh empat pilar utama sebagai kerangka
Dalam mengelola risiko, BTN mengacu pada prinsip GCG sebagai landasan kebijakan                                        dasar penerapan manajemen risiko Bank yang meliputi:
dan prosedur manajemen risiko. Penerapan GCG memastikan proses pengelolaan




213            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 214
                                    Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem         Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan      Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                         Digitalisasi




Pilar Sistem Manajemen Risiko BTN
                                                                                                                             Struktur Organisasi Manajemen Risiko


                                                                                                                                                                                                                    Satuan Kerja
                                                                                                                                        Organ Dewan Komisaris dan Direksi
                                                                                                                                                                                                                 Manajemen Risiko

 Pengawasan aktif oleh                                                              Kecukupan kebijakan,                             Dewan Komisaris                       Direksi
                                                                                                                                                                                                                Satuan Kerja Manajemen
 Dewan Komisaris dan                                                                           prosedur, dan                                                                                                    Risiko
 Direksi                                                                                      penetapan limit                                                                                                   Unit kerja yang bertugas
                                                                                                                                  Komite Pemantau Risiko          Asset and Liability
                                                  Cakupan                                                                                                                                                       mengidentifikasi,
                                                                                                                                                                  Committee (ALCO)
                                                                                                                                                                                                                mengukur, memantau,
                                         Manajemen Risiko                                                                                                                                                       dan mengendalikan risiko
                                                                                                                                                                                                                untuk membantu tugas
                                                                                                                                                                                                                dan tanggung jawab
                                                                                                                                  Komite Audit                    IT Steering Committee                         Direksi.
 Kecukupan proses identifikasi,
 pengukuran, pemantauan, dan                                                                                                      Komite Remunerasi dan           Risk Management
                                                                                                                                  Nominasi                        Committee                                     Satuan Kerja Kepatuhan
 pengendalian risiko serta sistem                                         Sistem pengendalian internal                                                                                                          Unit kerja yang bertugas
 informasi manajemen risiko                                                              yang menyeluruh                                                                                                        melaksanakan tugas
                                                                                                                                                                  Human Capital
                                                                                                                                                                                                                fungsi kepatuhan
                                                                                                                                                                  Committee
                                                                                                                                                                                                                dan langkah-langkah
                                                                                                                                                                                                                preventif untuk
                                                                                                                                                                  Credit Policy                                 membantu tugas dan
Uraian pada bagian berikut disusun dengan mengacu pada empat pilar Sistem                                                                                         Committee                                     tanggung jawab Direksi.

Manajemen Risiko BTN tersebut. Pembahasan dimulai dari pengawasan aktif oleh Dewan
                                                                                                                                                                  Credit Committee
Komisaris dan Direksi, kemudian dilanjutkan dengan kecukupan kebijakan, prosedur, dan                                                                                                                           Satuan Kerja Audit
                                                                                                                                                                                                                Internal
penetapan limit, diikuti kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan                                                                               Business Committee                            Unit kerja yang
pengendalian risiko beserta sistem informasi manajemen risiko, serta ditutup dengan                                                                                                                             bertugas memastikan
sistem pengendalian internal yang menyeluruh.                                                                                                                     Transformation Steering                       pengendalian internal
                                                                                                                                                                  Committee                                     untuk membantu tugas
                                                                                                                                                                                                                dan tanggung jawab
Pengawasan Aktif oleh Dewan Komisaris dan Direksi                                                                                                                 ESG Committee
                                                                                                                                                                                                                Direksi.



Pilar ini merupakan tahapan awal dalam pelaksanaan manajemen risiko. Pengawasan                                                                                   Integrated Risk                               Satuan Kerja Policy
                                                                                                                                                                  Management                                    Unit kerja yang bertugas
dan pengelolaan risiko diimplementasikan secara efektif oleh Dewan Komisaris dan
                                                                                                                                                                  Committee                                     mengelola kebijakan
Direksi yang didukung oleh berbagai komite sesuai dengan ketentuan regulator yang                                                                                                                               dan prosedur untuk
berlaku, guna memastikan setiap keputusan strategis sejalan dengan prinsip GCG.                                                                                                                                 membantu tugas dan
                                                                                                                                                                  Capital & Subsidiary
                                                                                                                                                                                                                tanggung jawab Direksi.
Pengawasan tersebut dibantu oleh Satuan Kerja Manajemen Risiko yang digambarkan                                                                                   Committee

dengan organisasi manajemen risiko sebagai berikut:



214             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 215
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR)

Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) berperan sebagai unit yang berada langsung
di bawah tanggung jawab Direktur yang membawahi fungsi Manajemen Risiko. Satuan
kerja ini memimpin pengelolaan manajemen risiko dan beroperasi secara independen
dari Satuan Kerja Operasional sebagai risk-taking unit, serta dari Satuan Kerja Audit
Internal dan Satuan Kerja Kepatuhan. Penerapan tata kelola risiko Bank berlandaskan
pada prinsip-prinsip GCG yang diwujudkan melalui keterlibatan seluruh organ dalam
pengelolaan manajemen risiko, sebagaimana tercermin dalam struktur organisasi
manajemen risiko Bank. Selain itu, Direktur Manajemen Risiko bertanggung jawab
melakukan pengawasan atas risiko ESG dalam proses financing untuk memastikan
pengelolaannya berjalan efektif dan sesuai dengan kebijakan serta prosedur yang telah
ditetapkan.


Dewan Komisaris melaksanakan pengawasan manajemen risiko melalui rapat Komite                                          perumusan strategi, inisiatif, dan roadmap ESG. Tanggung jawab utama unit ini meliputi
Pemantau Risiko, sedangkan Direksi mengelola risiko melalui rapat Komite Manajemen                                     pengawasan implementasi roadmap ESG dan evaluasi secara berkelanjutan atas
Risiko, guna memastikan penerapan manajemen risiko sesuai dengan karakteristik,                                        strategi ESG guna memastikan penerapan prinsip ESG yang konsisten di seluruh aktivitas
kompleksitas, dan profil risiko Bank. Kedua komite tersebut berperan aktif dalam                                       Bank. Satuan Kerja Enterprise & ESG Risk Management membawahi ESG Department,
pengelolaan risiko dengan mengacu pada standar Kualitas Penerapan Manajemen                                            Integrated Risk Management Department, Credit Portfolio Risk Management Department,
Risiko (KPMR) yang mencakup tata kelola risiko, kerangka dan proses manajemen risiko,                                  Market & Liquidity Risk Management Department, serta Model Validation. Struktur
kecukupan sistem informasi manajemen, serta efektivitas sistem pengendalian internal.                                  organisasi satuan kerja ini telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris dan Direksi,
                                                                                                                       serta dirancang untuk memperkuat kapabilitas digital banking dan pengelolaan ESG.
Pelaksanaan fungsi manajemen risiko didukung oleh SKMR yang dipimpin oleh Kepala
Satuan Kerja dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Risk Management. Saat                                      Sementara itu, Struktur Organisasi Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional & Digital /
ini, SKMR terdiri dari empat satuan kerja, yaitu Enterprise & ESG Risk Management Division                             Digital & Operations Risk Management (DORD) terdiri Fraud Risk Management Department,
(ERMD), Digital & Operations Risk Management Division (DORD), Wholesale Credit Risk                                    Digital Risk Management Department, Operational Risk Management Department,
Division (WRD), dan Retail Credit Risk Division (RCRD).                                                                Regional Operational Risk Control Department, dan Operational Risk Control Department.
                                                                                                                       Sedangkan Wholesale Credit Risk Division dan Retail Credit Risk Division merupakan
Sebagai bentuk integrasi prinsip ESG, Satuan Kerja Manajemen Risiko & ESG/Enterprise                                   part of four eyes principle dan termasuk dalam 1,5 line of model. Pembentukan Struktur
& ESG Risk Management Division (ERMD) dipimpin oleh BOD-1 dan berperan sebagai                                         Organisasi Digital & Operations Risk Management Division disesuaikan dengan roadmap
control tower yang bersifat mengarahkan, mengendalikan, dan mendukung. Unit ini                                        IT & Digital Risk serta tren risiko yang terus meningkat di era digital IT dan operational risk.
menjalankan fungsi pengawasan sebagai 2nd line serta berperan sebagai 1.5 line dalam                                   Struktur Satuan Kerja ERMD dan DORD dapat dilihat pada bagan berikut:




215            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 216
                                         Pendahuluan       Profil dan          Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan         Menguatkan Masyarakat melalui        Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                           Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai           Kepedulian dan Inklusi               Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                           Digitalisasi




Struktur Organisasi Satuan Kerja ERMD dan DORD


                                                                                                   Direktur Risk Management




                            Enterprise & ESG Risk Management (ERMD)                                                                                  Digital & Operations Risk Management (DORD)                                              Regional Office




       Secretary                                                                                                                      Secretary




 Environmental,                              Credit               Market &                                                                                                                           Regional
                     Integrated Risk                                                     Model                Model              Fraud Risk             Digital Risk       Operational Risk                           Operational Risk           Regional
    Social &                              Portfolio Risk        Liquidity Risk                                                                                                                    Operational Risk
                      Management                                                      Development           Validation          Management             Management           Management                                    Control            Business Control
  Governance                              Management            Management                                                                                                                            Control




       Framework                                                                                                                                           Digital Risk,                                 Regional
                                                                                            Model               Model               Fraud Strategy                               Operational                                Operational              Regional
       & Strategy       Strategic Risk         SME Risk             Market Risk                                                                           Governance,                                  Operational
                                                                                         Development          Validation             & Prevention                                   Risk                                    Risk Control         Business Control
      Development                                                                                                                                        Monitoring and                                Risk Control
                                                                                                                                                                                Development                                   Analyst               Supervisor
                                                                                                                                                           Reporting                                      Analyst



      Policy &                                Wholesale                                                                                 Fraud
                         Risk Culture                              Liquidity Risk                                                                           Digital Risk                                                                                Branch
  Implementation                                Risk                                                                                 Operational,                              Operational Risk
                                                                                                                                                           Assessment                                                                                  Business
                                                                                                                                     Detection &                                Assessment
                                                                                                                                                                                                                                                        Control
                                                                                                                                    Investigation



       Data                                                                                                                           Fraud
                                              Consumer            Market Middle
    Reporting &          Sharia Risk                                                                                                Monitoring &                                                                                                    CBC Business
                                                Risk                 Office
  Communication                                                                                                                      Recovery                                                                                                         Control




                                                                                                                                                                                                                                                    RLPC Business
                                                                                                                                                                                                                                                       Control




                                                                                                                                                                                                                                                      Regional
                                                                                                                                                                                                                                                      Business
                                                                                                                                                                                                                                                       Control
                                                                                                                                                                                                                                                       Officer




216                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 217
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




Integrasi Manajemen Risiko ESG

BTN telah mengintegrasikan prinsip-prinsip ESG dalam proses uji tuntas kredit, dengan                                       suara mayoritas. Hasil keputusan dituangkan dalam notula rapat sebagai dasar
melibatkan tim manajemen risiko kredit secara langsung dalam evaluasi aspek ESG,                                            penerbitan Surat Persetujuan Pemberian Kredit (SP2K).
termasuk keterlibatan dalam melakukan penilaian mendalam pada industri dengan
intensitas risiko ESG yang tinggi. Melalui SKMR, Bank memastikan bahwa seluruh                                          BTN juga mengidentifikasi pemicu risiko ESG, seperti situasi atau indikator yang
risiko yang timbul dari kegiatan usaha, termasuk risiko kredit dan risiko terkait ESG,                                  memerlukan evaluasi tambahan sebelum keputusan pembiayaan dibuat. Jika
diidentifikasi, diukur, dipantau, dan dilaporkan secara transparan. Laporan hasil evaluasi                              ditemukan risiko material, misalnya dampak lingkungan yang signifikan, kasus tersebut
ini disampaikan kepada Direksi untuk memastikan pengelolaan risiko yang bertanggung                                     akan dieskalasi ke Komite ESG untuk penyusunan langkah mitigasi yang sesuai. Rumusan
jawab.                                                                                                                  langkah mitigasi dirumuskan dan disampaikan kepada Direksi untuk mendapatkan
                                                                                                                        persetujuan dan tindak lanjut yang diperlukan. Proses eskalasi ini memastikan bahwa
Proses penilaian ESG dilakukan dengan mengikuti prinsip Four Eyes Principle, melibatkan                                 risiko ESG yang signifikan ditangani secara cermat melalui mekanisme eskalasi yang
analisis bersama pada setiap tahap proses pengajuan kredit. Tahapan tersebut meliputi:                                  telah didefinisikan secara jelas, termasuk penetapan ambang batas eskalasi dan
1.    Analisis Awal dalam Four Eyes Principle                                                                           pelaksanaan uji tuntas tambahan apabila diperlukan, selaras dengan komitmen BTN
      Four Eyes Principle memastikan analisis kredit dilakukan oleh dua unit independen,                                terhadap keberlanjutan dan prinsip tata kelola yang baik.
      yaitu unit bisnis dan unit risiko, dengan mempertimbangkan aspek ESG. Unit bisnis
      menganalisis calon debitur dan mengumpulkan dokumen pendukung, sedangkan                                          Kecukupan Kebijakan                    dan        Prosedur        Manajemen              Risiko        serta
      unit risiko menilai potensi risiko kredit yang mempertimbangkan aspek ESG dan                                     Penetapan Limit Risiko
      memberikan rekomendasi mitigasi jika diperlukan.
2.    Penyusunan Usulan Kredit                                                                                          BTN menetapkan pilar ini untuk menerjemahkan arahan pengawasan dari Dewan
      Setelah analisis ESG dilakukan oleh kedua unit, hasilnya dituangkan dalam dokumen                                 Komisaris dan Direksi ke dalam perangkat pengaturan yang operasional. Kebijakan,
      usulan kredit yang mencakup penilaian risiko kredit yang mempertimbangkan                                         prosedur, dan limit risiko disusun agar eksposur risiko dikelola secara terukur, selaras
      aspek ESG, rekomendasi mitigasi risiko, dan kesimpulan kelayakan kredit.                                          dengan profil risiko, kapasitas permodalan, dan target kinerja Bank.
3.    Pra Rapat Komite Kredit (Pra RKK)
      Dalam tahap ini, unit bisnis dan unit risiko mempresentasikan hasil analisis kredit                               Kebijakan dan Prosedur Pengelolaan Risiko
      yang mempertimbangkan juga aspek ESG, sedangkan unit kepatuhan dan unit legal
      memberikan masukan terkait regulasi dan hukum.                                                                    Upaya BTN dalam memitigasi dampak berbagai risiko diwujudkan melalui penyusunan
4.    Rapat Komite Kredit (RKK)                                                                                         panduan kebijakan manajemen risiko yang mampu mengantisipasi berbagai jenis risiko.
      RKK adalah forum pengambilan keputusan akhir terkait usulan kredit. Hasil analisis                                Penerapan kebijakan ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Otoritas
      kredit yang mempertimbangkan juga aspek ESG yang disepakati dalam Pra RKK                                         Jasa Keuangan (POJK) Nomor 18/POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko
      dipresentasikan dalam forum ini. Forum kemudian mengambil keputusan melalui                                       bagi Bank Umum, yang mewajibkan Bank menerapkan manajemen risiko secara efektif.
      musyawarah mufakat. Jika tidak tercapai, maka forum akan melakukan pemungutan                                     Kebijakan manajemen risiko tersebut dituangkan dalam dokumen resmi yang ditinjau




217             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 218
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang         Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                 Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                        Digitalisasi




dan diperbarui secara berkala, sekurang-kurangnya setiap tahun, guna memastikan                                         16. Pedoman dan Penilaian Profil Risiko Kantor Cabang dan Kantor Cabang Syariah;
pemahaman dan penerapan yang konsisten oleh risk owner dan risk manager.                                                17.     Proses Internal Credit Rating (ICR);
                                                                                                                        18. Petunjuk Pelaksanaan Proses Credit Scoring Model (CSM);
Sejalan dengan peningkatan penerapan manajemen risiko, BTN melakukan penyelarasan                                       19. Batas Wewenang Kredit Komersial dan Kredit Konsumer;
struktur kebijakan internal dengan transformasi arsitektur kebijakan dan prosedur yang                                  20. Petunjuk Pelaksanaan Perhitungan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN);
baru. Penyelarasan ini ditujukan untuk memastikan kesesuaian kebijakan dan prosedur                                     21.     Kebijakan Bagi Debitur yang Terkena Dampak Covid-19;
manajemen risiko dengan kebutuhan operasional serta regulasi yang berlaku. Struktur                                     22. Business Continuity Management (BCM);
kebijakan disusun dalam hierarki yang mencakup kebijakan umum, kebijakan khusus,                                        23. Standard Operating Procedure (SOP) Business Continuity Plan (BCP);
dan peraturan teknis, sehingga mendukung keberlanjutan bisnis dan penerapan tata                                        24. Standard Operating Disaster Recovery Plan (DRP); dan
kelola perusahaan yang baik.                                                                                            25. Standard Operating Business Impact Analysis (BIA).


Berdasarkan hal tersebut, BTN menetapkan Kebijakan Umum Manajemen Risiko                                                Dalam kebijakan manajemen risiko, BTN juga mencakup risiko ESG yang terkait dengan
(KUMR) sebagai panduan utama dalam penerapan manajemen risiko yang telah                                                pembiayaan yang disalurkan. Sebagai bagian dari manajemen risiko, BTN memastikan
mencakup ketentuan minimum sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia dan Otoritas                                          bahwa setiap keputusan pembiayaan memperhitungkan aspek ESG, yang meliputi
Jasa Keuangan (OJK). Dalam implementasinya, KUMR dijabarkan ke dalam berbagai                                           dampak lingkungan, kepatuhan terhadap hak-hak sosial, serta penerapan tata kelola
kebijakan internal turunan yang disusun secara lebih rinci, antara lain:                                                perusahaan yang baik. Hal ini bertujuan untuk mitigasi potensi risiko yang dapat
1.    Petunjuk Pelaksanaan Pelaporan dan Penilaian Profil Risiko Bank;                                                  timbul dari pembiayaan yang tidak memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan dan
2.    Pelaksanaan Pelaporan dan Penilaian Tingkat Kesehatan Bank;                                                       tanggung jawab sosial.
3.    Prosedur Validasi Model Risiko;
4.    Pedoman Pelaksanaan Pengumpulan Data Risiko untuk Aplikasi BTN-Loss Event                                         Penerapan risiko ESG pada pembiayaan penting dalam memastikan bahwa kredit yang
      Database (BTN-LED Tool);                                                                                          diberikan oleh BTN tidak hanya memberikan manfaat finansial, tetapi juga berdampak
5.    Petunjuk Pelaksanaan Proses Pengukuran Risiko Likuiditas;                                                         positif terhadap masyarakat dan lingkungan. Dengan demikian, BTN berkomitmen untuk
6.    Petunjuk Pelaksanaan Perhitungan dan Pelaporan Rasio Kecukupan Likuiditas                                         menerapkan prinsip-prinsip ESG secara konsisten pada seluruh tahapan pembiayaan,
      (Liquidity Coverage Ratio);                                                                                       mulai dari analisis risiko hingga evaluasi dampaknya.
7.    Petunjuk Pelaksanaan Proses Pengukuran Risiko Pasar;
8.    Manajemen Risiko Suku Bunga dalam Banking Book;                                                                   BTN secara berkala melakukan peninjauan atas kebijakan internal untuk memastikan
9.    Petunjuk Pelaksanaan Stress Testing;                                                                              kesesuaiannya dengan ketentuan regulator terkini. Peninjauan tersebut mencakup gap
10. Prosedur Validasi Model Risiko;                                                                                     analysis dan penyesuaian terhadap best practices yang berlaku di industri perbankan
11.   Pedoman Pemantauan Likuiditas;                                                                                    guna meningkatkan kualitas penerapan manajemen risiko.
12.   Pedoman Kebijakan Manajemen Risiko (PKMR);
13.   Risk & Control Self Assessment;                                                                                   Di sisi lain, BTN secara berkelanjutan menyempurnakan sistem informasi manajemen risiko
14. Petunjuk Pelaksanaan Rencana Aksi (Recovery Plan);                                                                  untuk memperkuat kualitas basis data risiko. Upaya ini diarahkan agar pengukuran dan
15. Risk Culture;



218             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 219
                                     Pendahuluan   Profil dan          Membangun Ekosistem          Mengelola Lingkungan yang                Menumbuhkan Potensi dan                 Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi       Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan       Bertanggung Jawab                        Kesejahteraan Pegawai                   Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan        Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




pemantauan risiko dapat dilakukan secara
                                                                    Kerangka Manajemen Risiko BTN
terintegrasi serta disajikan secara tepat
waktu dan akurat melalui pengembangan
                                                                                                                                                                            Output
sistem yang diterapkan secara bertahap.
                                                                      Corporate                                                                                        Tingkat Kesehatan
                                                                       Strategy                                                                                          Bank yang Baik
Kebijakan dan Prosedur Manajemen
Risiko serta Penetapan Limit Risiko

Sebagai      langkah     strategis      penerapan                                                                                                                                                                            Pengelolaan Jenis Risiko pada
                                                                                                                      Strategi Manajemen Risiko                                                                                         Bank
kebijakan manajemen risiko, BTN melakukan
penyesuaian      pada       Kebijakan        Umum                        Risk                                                                                                                                                                 Pengelolaan Risiko
                                                                      Appetite/                                                                                                                                       Risiko Kredit
                                                                                                                         Limit Manajemen Risiko                                                                                               Kredit
Manajemen       Risiko     sebagai        kebijakan                      Risk
                                                                      Tolerance                                                                                                                                       Risiko pasar
tertinggi    dalam     kerangka       manajemen                                                                                                                                                                                               Pengelolaan Risiko
risiko Bank. Kerangka kerja kebijakan ini                                                                                                                                                                                                     Pasar dan likuiditas
                                                                                                                                                                                                                     Risiko Likuiditas
                                                                                                Risiko Kredit                                                  Risiko Operasional
mencakup seluruh aktivitas manajemen
                                                                                                                                                                                                     Strategi
risiko, mulai dari strategi manajemen risiko                                                                                         an
                                                                                                                                               Iden
                                                                                                                                                   tifi
                                                                                                                                                                                                   Permodalan           Risiko                •   Pengelolaan Risiko
                                                                     Recovery &                 Risiko                             or                  ka                        Risiko
                                                                                                                                 ap                                                                                   Operasional                 Operasional, Hukum,
hingga      pengelolaan     risiko     operasional                   Resolution                 Pasar                                                                      Lingkungan




                                                                                                                        l
                                                                                                                                                                                                                                                  Kepatuhan, dan




                                                                                                                      Pe




                                                                                                                                                       si
                                                                     Plan (RPP)
secara lebih rinci, dengan tujuan akhir                                                                                                                                                                                                           Reputasi
                                                                                                Risiko                               Proses                                      Risiko                               Risiko Hukum            •   Pengelolaan Risiko




                                                                                                                      endalian
mendukung tercapainya tingkat kesehatan                                                         Hukum                                                                         Reputasi




                                                                                                                                                             n
                                                                                                                                   Manajemen                                                                                                      IT, Siber, dan Digital




                                                                                                                                                            u ku r a
bank (TKB) yang baik.                                                                                                                Risiko                                                                              Risiko               •   Pengelolaan Risiko




                                                                                                                    ng
                                                                                                Risiko                                                                           Risiko                                Kepatuhan                  Aktivitas dan Produk




                                                                                                                                                            ng
                                                                                                                  Pe
                                                                                                                                                                                                                                                  Baru




                                                                                                                                                        Pe
                                                                                                Strategis                                                                   Kepatuhan
                                                                                                                                                                                                                                              •   Business Continuity
Sebagai bagian dari pembaruan kebijakan                                                                                            Pe
                                                                                                                                        ma n tau an                                                                  Risiko Reputasi              Management
manajemen        risiko,     BTN        melakukan                    Organisasi
                                                                                                Risiko Imbal hasil                                                      Risiko Investasi
                                                                     Manajemen
penyesuaian      pada       Kebijakan        Umum                      Risiko                                                                                                                                                                 •   Pengelolaan Risiko
Manajemen       Risiko     sebagai        kebijakan                                                                                                                                           •   Business
                                                                                                                                                                                                                     Risiko Strategis
                                                                                                                                                                                                                                                  Strategis
                                                                                                                Sistem Informasi Manajemen Risiko                                                 Continuity                                  •   Recovery Plan &
tertinggi dalam kerangka manajemen risiko                                                                                                                                                         Management                                      Resolution Plan
Bank. Kerangka kebijakan ini mencakup                                                                                                                                                         •   Contingency
                                                                                                                                                                                                  Plan
                                                                                                                                   Budaya Risiko                                                                      Risiko Imbal
seluruh aktivitas manajemen risiko, mulai                                                                                                                                                     •   Penerapan
                                                                                                                                                                                                  MR di                   Hasil               Pengelolaan Risiko
dari strategi manajemen risiko hingga                               Pengendalian
                                                                      Internal                                                                                                                    masing-                                     Syariah
pengelolaan     risiko     operasional       secara                                                                 Pedoman Manajemen Risiko                                                      masing risiko      Risiko Investasi
lebih rinci, dengan tujuan akhir mendukung
tercapainya tingkat kesehatan bank (TKB)
yang baik.



219             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 220
                                   Pendahuluan      Profil dan         Membangun Ekosistem            Mengelola Lingkungan yang      Menumbuhkan Potensi dan        Menguatkan Masyarakat melalui             Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN     Keuangan Berkelanjutan         Bertanggung Jawab              Kesejahteraan Pegawai          Kepedulian dan Inklusi                    Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                              Digitalisasi




Dalam mendukung penerapan manajemen                                  sebagai salah satu pilar budaya BTN, yaitu governance and                                          tersebut dalam setiap aktivitas di unit kerja masing-masing.
risiko yang terintegrasi, Bank menetapkan                            risk culture. Pilar ini berperan strategis dalam memastikan                                        Salah satu pilar yang menjadi prioritas adalah governance
proses penetapan limit risiko yang mengacu                           seluruh proses bisnis dijalankan secara bijaksana (prudent)                                        and risk culture, yang berfungsi memastikan pelaksanaan
pada    Rencana         Kerja     dan       Anggaran                 dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku (compliance).                                             bisnis dilakukan secara hati-hati dan patuh terhadap regulasi.
Perusahaan (RKAP) serta recovery plan sesuai                         Bank mewajibkan seluruh BTNers menerapkan pilar budaya
ketentuan regulasi yang berlaku. Kerangka ini
dirancang untuk memastikan pengelolaan
                                                                     Kerangka Governance dan Risk Culture BTN
risiko dilakukan secara terukur, konsisten, dan
selaras dengan strategi bisnis Bank.

                                                                                                                                                                                                                                      AKHLAK BTN
Pada    implementasinya,         penerapan         limit
risiko dilakukan secara berjenjang dengan                                                                  Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia

mengaitkan RKAP, Risk Appetite, dan Risk                                                                                                                                                                                              Untuk menjadi
                                                                                                                                          4 Pilar Budaya
                                                                                                                                                                                                                                  Mitra Utama dalam
Tolerance sebagai acuan pengelolaan risiko
                                                                                                                                                                                                                                Pemberdayaan Finansial
dalam kondisi business as usual. Apabila                                    Tambah Tumbuh dan                                                                                                                                      Keluarga Indonesia
                                                                             Memenuhi Harapan                      Bersih dan Tepercaya                 Berkinerja Unggul                         Terus Belajar
eksposur risiko mendekati atau melampaui                                                                                                                                                                                          Seluruh BTNers wajib
                                                                                Pelanggan
                                                                                                                                                                                                                                   memegang teguh
batas   toleransi      yang     ditetapkan,        Bank                                                                                                                                                                           empat pilar budaya
mengaktifkan      contingency        actions       serta                   Sales & Service Culture              Governance & Risk Culture             Performance Culture                      Learning Culture                   dalam menjalankan
recovery plan pencegahan, pemulihan, dan                                                                                                                                                                                           aktivitas pekerjaan
                                                                                                                                   8 Perilaku Utama BTNers                                                                        di unit kerja masing-
perbaikan guna menjaga kesinambungan                                                                                                                                                                                                     masing.
usaha      dan    stabilitas     keuangan         Bank.                       1                   2                 3                 4               5                   6                   7                   8
                                                                                                                                                                                                                                  Pilar governance and
Penjelasan   lebih     lanjut   mengenai         proses                                       Terus belajar,
                                                                                                                                                                                         Cepat tanggap
                                                                          Berpegang            melakukan          Disiplin,
                                                                                                                                      Saling                                                Terhadap            Terbuka
                                                                                                                                                                                                                                 risk culture merupakan
penerapan limit risiko disajikan dalam Laporan                         teguh dan patuh
                                                                       pada nilai moral
                                                                                             perbaikan, dan
                                                                                               menjunjung
                                                                                                                 konsisten,
                                                                                                                 dan tuntas
                                                                                                                                  menghormati,     Bertanggung
                                                                                                                                                                    Proaktif, efektif,
                                                                                                                                                                      dan
                                                                                                                                                                                         perubahan serta       terhadap            pilar yang urgen dan
                                                                                                                                  menghargai,    jawab dan selalu                          memberikan         kerja sama
Tahun BTN.                                                              dan etika bisnis,   intrapreneurship       dalam
                                                                                                                                       dan       mengedepankan
                                                                                                                                                                        dalam
                                                                                                                                                                                           kesempatan             yang
                                                                                                                                                                                                                                 krusial untuk diperkuat
                                                                          memenuhi                untuk        menyelesaikan                                          memenuhi
                                                                          komitmen           meningkatkan      tugas dengan
                                                                                                                                     terbuka       kepentingan
                                                                                                                                                                      kebutuhan
                                                                                                                                                                                              untuk          menghasilkan        supaya seluruh proses
                                                                                                                                    terhadap       perusahaan.                              melakukan        nilai tambah.
                                                                       sesuai peraturan      kompetensi diri    kualitas hasil
                                                                                                                                   perbedaan.
                                                                                                                                                                      pelanggan.
                                                                                                                                                                                         perbaikan yang
                                                                                                                                                                                                                                 bisnis berjalan dengan
Penguatan Kebijakan               dan       Prosedur                     yang berlaku.             dan
                                                                                                orang lain.
                                                                                                                  terbaik.
                                                                                                                                                                                          berkelanjutan.                        bijaksana (prudent) dan
                                                                                                                                                                                                                                      patuh (comply).
Manajemen Risiko

BTN        memperkuat           kebijakan           dan                                                             AKHLAK: Nilai-Nilai Utama & 18 Panduan Perilaku

prosedur      manajemen            risiko        dengan                      Amanah                   Kompeten                   Harmonis                  Loyal                  Adaptif                  Kolaboratif
menginternalisasikan           manajemen           risiko




220              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 221
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




BTN membangun empat pilar budaya yang menjadi fondasi utama Program Budaya                                              Proses mencakup identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko secara
Bank dan berlandaskan pada nilai-nilai utama AKHLAK dan 8 Perilaku Utama BTNers,                                        berkelanjutan, didukung sistem informasi manajemen risiko yang menyediakan data
yaitu:                                                                                                                  relevan dan tepat waktu.


1.    Sales & Service Culture – Tambah Tumbuh dan Memenuhi Harapan Nasabah                                              Identifikasi, Pengukuran, dan Penilaian Risiko [GRI 2-16]
      Pelanggan Pencapaian end state yaitu meningkatkan penjualan produk funding,
      lending dan digital serta meningkatkan kualitas pelayanan untuk mendorong bisnis                                  Sebagai bagian dari pengelolaan risiko yang menyeluruh, BTN melakukan identifikasi
      dan kinerja BTN.                                                                                                  risiko untuk mengenali potensi risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan
2.    Risk & Governance Culture – Bersih dan Terpercaya                                                                 bisnis. Hasil identifikasi tersebut menjadi dasar penetapan Risk Appetite Statement
      Membangun kesadaran dan pemahaman akan risiko berikut mitigasinya dan                                             (RAS) sebagai kerangka yang mendefinisikan tingkat risiko yang dapat diterima Bank.
      menerapkan prinsip-prinsip manajemen risiko secara konsisten dan menyeluruh.                                      RAS berfungsi sebagai acuan dalam pengambilan keputusan bisnis dan pelaksanaan
3.    Performance Culture – Berkinerja Unggul                                                                           aktivitas operasional agar tetap berada dalam batas toleransi risiko yang telah
      Upaya peningkatan kinerja untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.                                                  ditetapkan.
4.    Learning Culture – Terus Belajar
      Membangun semangat belajar dan meningkatkan kompetensi kritikal seperti                                           Selanjutnya, BTN menerapkan sistem pengukuran risiko untuk menilai eksposur risiko
      kompetensi Sales, Digital Analytics, Risk & Collection serta penguatan pemahaman                                  pada seluruh aktivitas usaha dan membandingkannya dengan risk appetite Bank.
      BTNers atas pentingnya budaya dan penerapan Perilaku Utama BTNers dalam                                           Pengukuran dilakukan secara berkala terhadap produk, portofolio, dan aktivitas bisnis
      keseharian.                                                                                                       guna mendukung penetapan langkah mitigasi yang tepat serta memastikan kecukupan
                                                                                                                        modal dalam menyerap risiko residual. Metodologi yang digunakan mengombinasikan
Untuk menjaga ketahanan Bank di tengah kompleksitas tantangan industri perbankan                                        metode standar sesuai ketentuan Bank Indonesia dan OJK dengan metode internal
yang terus berkembang, BTN melakukan peninjauan kebijakan manajemen risiko                                              yang dikembangkan BTN berdasarkan karakteristik dan kompleksitas usaha,. Seluruh
secara rutin. Peninjauan ini ditujukan untuk memastikan kecukupan kebijakan, prosedur                                   metodologi dievaluasi dan disempurnakan secara berkala atau sewaktu-waktu guna
manajemen risiko, serta penetapan limit risiko, sekaligus menjaga keselarasan dengan                                    memastikan kesesuaian asumsi, akurasi, kewajaran, integritas data, dan efektivitas
ketentuan regulator terkini. Proses tersebut dilaksanakan melalui gap analysis dan                                      prosedur.
adopsi best practices industri perbankan, serta dilakukan sekurang-kurangnya satu kali
dalam setahun dengan melibatkan Dewan Komisaris dan Direksi.                                                            Untuk meningkatkan akurasi hasil pengukuran serta penilaian risiko, BTN melaksanakan
                                                                                                                        stress test untuk mengestimasi potensi kerugian dalam kondisi pasar yang tidak normal.
Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, dan                                                              Melalui skenario tertentu, stress test mengukur sensitivitas kinerja Bank terhadap
Pengendalian Risiko serta Sistem Manajemen Informasi Manajemen                                                          perubahan faktor risiko dan menjadi dasar peninjauan kebijakan serta limit risiko apabila
Risiko                                                                                                                  eksposur melampaui tingkat toleransi yang ditetapkan. Untuk memberikan gambaran
                                                                                                                        risiko yang berkelanjutan, BTN secara rutin melakukan self-assessment Tingkat Kesehatan
Sebagai salah satu pilar Sistem Manajemen Risiko, pilar ini memastikan kebijakan,                                       Bank (TKB) dan menyusun Laporan Profil Risiko. Penilaian TKB mengacu pada POJK
prosedur, dan limit yang telah ditetapkan berjalan efektif melalui proses end-to-end.                                   Nomor 4/POJK.03/2016 dan SE OJK Nomor 14/SEOJK.03/2017, dilakukan setiap semester,



221             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 222
                                       Pendahuluan     Profil dan          Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi    Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                       Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan     Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                            Digitalisasi




sedangkan Laporan Profil Risiko disusun secara triwulanan. Penilaian mencakup aspek                                             Hasil identifikasi, pengukuran, dan penilaian risiko yang telah dilakukan oleh BTN meliputi
profil risiko, rentabilitas, tata kelola, dan permodalan.                                                                       9 (sembilan) kategoti risko utama yang disajikan secara rinci sebagai berikut.


                                                                                        Identifikasi dan Penilaian Profil Risiko Tahun 2025

                                                                           Pengelolaan dan Pengendalian                                                                  Sistem Informasi dan Pelaporan
   Nama Risiko                      Identifikasi Risiko                                                                 Pengukuran dan Pemantauan Risiko                                                                  Profil Risiko
                                                                                      Risiko                                                                                          Risiko

 Risiko Kredit           Risiko akibat kegagalan pihak lain             Penerapan Pedoman Kebijakan Kredit              Portfolio Quality Review, pemantauan          Pelaporan kualitas kredit dan                Peringkat Risiko Inheren:
                         memenuhi kewajibannya, termasuk                dan Pembiayaan, pembentukan                     eksposur kredit terhadap Risk Appetite        eksposur risiko kepada Direksi dan           Moderate
                         risiko gagal bayar debitur, konsentrasi        Komite Kredit, penerapan Four Eyes              dan Risk Tolerance, penerapan Credit          unit terkait melalui forum Portfolio
                         kredit, counterparty risk, settlement          Principles melalui pemisahan fungsi             Scoring Model SME dan Early Warning           Quality Review serta sistem terpusat         Peringkat KPMR:
                         risk, dan country risk, yang bersumber         bisnis dan risiko, penggunaan Portfolio         System (EWS), serta pengukuran                Commercial Banking Center (CBC)              Statisfactory
                         dari aktivitas kredit dan pembiayaan,          Guideline untuk pengendalian risiko             risiko sesuai Basel III Reforms melalui       dan Sentra Proses UMKM (SPU).
                         serta instrumen keuangan seperti               konsentrasi, serta integrasi aspek              pendekatan standar berdasarkan                                                             Peringkat Tingkat Risiko:
                         surat berharga, transaksi antarbank,           ESG dalam analisis kredit segmen                SEOJK Nomor 24/SEOJK.03/2021                                                               Low to Moderate
                         pembiayaan perdagangan, nilai                  komersial dan korporasi.                        tentang Perhitungan Aset Tertimbang
                         tukar, derivatif, serta komitmen dan                                                           Menurut Risiko (ATMR).
                         kontingensi.

 Risiko Likuiditas       Risiko ketidakmampuan Bank                     Penerapan Pedoman Kebijakan                     Pengukuran oleh Treasury Division             Monitoring dan pelaporan rasio               Peringkat Risiko Inheren:
                         memenuhi kewajiban jatuh tempo                 Manajemen Risiko Likuiditas,                    dan Satuan Kerja Manajemen Risiko             Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan           Moderate
                         melalui arus kas atau aset likuid              pengawasan aktif Dewan Komisaris                & ESG sesuai Petunjuk Teknis Nomor            Net Stable Funding Ratio (NSFR)
                         berkualitas tinggi tanpa mengganggu            dan Direksi, penetapan kebijakan,               PT.8-F.4 melalui metode stock-based,          sesuai POJK Nomor 5 Tahun 2024,              Peringkat KPMR:
                         operasional dan kondisi keuangan,              prosedur, serta limit risiko likuiditas.        analisis profil maturitas, proyeksi           POJK 19 Tahun 2024, dan POJK 20              Statisfactory
                         yang dapat timbul dari keterbatasan                                                            arus kas, dan stress testing dengan           Tahun 2024.
                         arus kas aset produktif, penjualan                                                             skenario Bank Specific Crisis (BSC)                                                        Peringkat Tingkat Risiko:
                         aset, penghimpunan dana, transaksi                                                             dan General Market Crisis (GMC);                                                           Low to Moderate
                         antarbank, dan pinjaman.                                                                       pemantauan likuiditas harian,
                                                                                                                        pekanan, bulanan, dan triwulanan
                                                                                                                        terhadap Risk Appetite, Risk Tolerance,
                                                                                                                        Recovery Plan trigger level, serta Early
                                                                                                                        Warning Indicator (EWI), Liquidity
                                                                                                                        Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable
                                                                                                                        Funding Ratio (NSFR).




222                  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 223
                                  Pendahuluan        Profil dan            Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi    Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                     Perjalanan BTN        Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan     Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                          Digitalisasi




                                                                           Pengelolaan dan Pengendalian                                                                Sistem Informasi dan Pelaporan
  Nama Risiko                  Identifikasi Risiko                                                                      Pengukuran dan Pemantauan Risiko                                                                Profil Risiko
                                                                                      Risiko                                                                                        Risiko

Risiko Pasar        Risiko kerugian akibat perubahan                  Pengelolaan Risiko Pasar oleh unit               Pengukuran risiko suku bunga dan            Pelaporan IRRBB, ATMR Risiko                  Peringkat Risiko Inheren:
                    kondisi pasar, termasuk suku bunga,               bisnis dan Enterprise & ESG Risk                 nilai tukar melalui analisis sensitivitas   Pasar sesuai SEOJK Nomor 23/                  Low to Moderate
                    nilai tukar, ekuitas, dan komoditas,              Management Division melalui proses               terhadap laba (rugi) dan ekuitas,           SEOJK.03/2022, serta pelaporan
                    pada posisi trading book dan banking              identifikasi, pengendalian, serta                metode repricing gap untuk Interest         Liquidity Coverage Ratio (LCR)                Peringkat KPMR:
                    book, termasuk transaksi derivatif.               pembahasan berkala dalam Assets                  Rate Risk in the Banking Book (IRRBB)       bulanan dan Net Stable Funding Ratio          Statisfactory
                                                                      and Liabilities Committee (ALCO),                sesuai Petunjuk Teknis PT.8-F.1 dan         (NSFR) triwulanan melalui Aplikasi
                                                                      dengan fokus pada risiko banking                 pelaporan triwulanan berdasarkan            Pelaporan Online OJK (APOLO) sesuai           Peringkat Tingkat Risiko:
                                                                      book.                                            SE OJK Nomor 12/SEOJK.03/2018, serta        POJK 19 Tahun 2024 dan POJK 20                Low to Moderate
                                                                                                                       stress testing yang dirumuskan setiap       Tahun 2020.
                                                                                                                       awal tahun berdasarkan skenario
                                                                                                                       regulator dan internal; evaluasi
                                                                                                                       eksposur terhadap Risk Appetite dan
                                                                                                                       Risk Tolerance, penetapan Posisi
                                                                                                                       Devisa Neto (PDN) sesuai PBI Nomor
                                                                                                                       17/5/PBI/2015.

Risiko Operasional Risiko yang berasal dari                           Bank menerapkan Operational                      Pengukuran dan pemantauan Risiko            Sistem pemantauan Risiko                      Peringkat Risiko Inheren:
                   ketidakcukupan atau kegagalan                      Risk Tools untuk mengidentifikasi,               Operasional dilakukan melalui hasil         Operasional didukung oleh Business            Moderate
                   proses internal, manusia, sistem,                  mengukur, dan mengendalikan Risiko               RCSA di setiap unit kerja, analisis         Continuity Management (BCM)
                   serta kejadian eksternal yang dapat                Operasional, yang meliputi:                      data kejadian risiko pada LED untuk         untuk memastikan kelangsungan                 Peringkat KPMR:
                   memengaruhi operasional dan                                                                         mengidentifikasi pola dan tren, serta       operasional saat terjadi bencana              Statisfactory
                   pencapaian tujuan Bank.                            1.    Risk and Control Self-Assessment           pemantauan KRI guna mendeteksi              alam atau gangguan sistem IT,
                                                                            (RCSA)                                     peringatan dini dan mengonfirmasi           unit operational risk control yang            Peringkat Tingkat Risiko:
                                                                            sebagai mekanisme identifikasi             kejadian risiko yang telah terjadi          merupakan organ 1.5th line of                 Low to Moderate
                                                                            dan evaluasi risiko operasional                                                        defense yang menjalankan fungsi
                                                                            di setiap unit kerja atas aktivitas                                                    pengendalian risiko operasional
                                                                            harian dan pencapaian tujuan                                                           di Kantor Pusat, serta oleh Organ
                                                                            unit.                                                                                  Business Control sebagai 1.5th line of
                                                                      2.    Loss Event Database (LED)                                                              defense yang menjalankan fungsi
                                                                            untuk pencatatan kejadian risiko                                                       pengawasan risiko operasional
                                                                            operasional di Kantor Cabang                                                           secara terintegrasi pada KC,
                                                                            sesuai kriteria Basel II, termasuk                                                     Commercial Banking Center (CBC),
                                                                            actual loss, near miss, dan                                                            dan Regional Loan Processing Center
                                                                            potential loss.                                                                        (RLPC) melalui Regional Business
                                                                      3.    Key Risk Indicator (KRI)                                                               Control (RBC), Branch Business
                                                                            sebagai indikator pemantauan                                                           Control (BBC), dan Commercial
                                                                            risiko operasional yang bersifat                                                       Banking Centre Business Control
                                                                            predictive maupun lagging.                                                             (CBC-BC).




223             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 224
                                     Pendahuluan        Profil dan          Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi    Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                        Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan     Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                           Digitalisasi




                                                                            Pengelolaan dan Pengendalian                                                                Sistem Informasi dan Pelaporan
  Nama Risiko                     Identifikasi Risiko                                                                    Pengukuran dan Pemantauan Risiko                                                                Profil Risiko
                                                                                       Risiko                                                                                        Risiko

Risiko Hukum           Risiko yang timbul akibat tuntutan                Pengelolaan Risiko Hukum dilakukan             Pengukuran Risiko Hukum dilakukan           Pemantauan dan pelaporan                      Peringkat Risiko Inheren:
                       hukum dan kelemahan aspek                         melalui penerapan kebijakan dan                oleh Satuan Kerja Manajemen Risiko          Risiko Hukum didukung oleh Legal              Low to Moderate
                       yuridis yang melekat pada berbagai                prosedur hukum, pengendalian                   bersama Satuan Kerja Hukum melalui          Application System (LApS) untuk
                       aktivitas fungsional Bank, termasuk               kepatuhan terhadap regulasi dan                analisis kasus hukum yang terjadi,          memonitor perkembangan kasus                  Peringkat KPMR:
                       perkreditan, treasury, investasi,                 ketentuan limit Bank, serta pemberian          kewajiban kontinjensi dari tuntutan         hukum pidana dan non-pidana di                Statisfactory
                       operasional, teknologi informasi, dan             masukan hukum dan rekomendasi                  hukum, serta kualitas perikatan             kantor cabang dan kantor pusat, serta
                       pengelolaan sumber daya manusia.                  oleh Satuan Kerja Hukum kepada                 perjanjian dokumen perkreditan;             oleh penempatan Regional Legal                Peringkat Tingkat Risiko:
                                                                         setiap divisi, termasuk pelaksanaan            pemantauan dilakukan secara                 Representative (RLR) di setiap Kantor         Low to Moderate
                                                                         legal review atas kontrak kerja sama           berkala atas efektivitas implementasi       Wilayah yang bertugas memberikan
                                                                         dengan pihak ketiga.                           kebijakan, prosedur, dan kepatuhan          bantuan litigasi, legal opinion, legal
                                                                                                                        terhadap regulasi.                          watch, dan pengendalian Risiko
                                                                                                                                                                    Hukum sesuai ketentuan Bank
                                                                                                                                                                    Indonesia.

Risiko Reputasi        Risiko yang timbul akibat persepsi                Pengelolaan Risiko Reputasi                    Pengukuran risiko dilakukan                 Pemantauan dan pelaporan Risiko               Peringkat Risiko Inheren:
                       negatif pemangku kepentingan                      melibatkan seluruh unit bisnis,                dengan menilai faktor-faktor                Reputasi didukung oleh Sistem                 Low to Moderate
                       terhadap Bank, yang bersumber                     di mana setiap unit bertindak                  yang memengaruhi reputasi Bank,             Pengaduan Nasabah (SPN) yang
                       antara lain dari keluhan nasabah dan              sebagai first line of defense dalam            termasuk intensitas dan karakteristik       terintegrasi dengan Kantor Cabang             Peringkat KPMR:
                       pemberitaan negatif terkait aktivitas             pengelolaan hubungan dengan                    pemberitaan serta keluhan nasabah;          dan Contact Center untuk memonitor            Statisfactory
                       dan layanan Bank.                                 nasabah; pengendalian dilakukan                pemantauan dilakukan oleh Satuan            keluhan nasabah dan pemberitaan
                                                                         melalui pengelolaan pemberitaan                Kerja Manajemen Risiko yang                 negatif secara terpusat.                      Peringkat Tingkat Risiko:
                                                                         negatif oleh Satuan Kerja Sekretaris           memberikan rekomendasi perbaikan                                                          Low to Moderate
                                                                         Perusahaan serta penanganan                    berdasarkan hasil evaluasi Risiko
                                                                         keluhan nasabah oleh Satuan Kerja              Reputasi.
                                                                         Layanan Nasabah sesuai Service Level
                                                                         Agreement (SLA) yang berlaku.

Risiko Strategis       Risiko yang timbul akibat                         Pengendalian Risiko Strategis                  Pengukuran Risiko Strategis                 Pelaporan dan evaluasi Risiko                 Peringkat Risiko Inheren:
                       ketidaktepatan pengambilan atau                   dilakukan melalui penyusunan dan               dilakukan dengan membandingkan              Strategis disampaikan secara berkala          Low to Moderate
                       pelaksanaan keputusan strategis                   evaluasi business plan oleh Satuan             realisasi kinerja terhadap target           kepada Direksi dan Dewan Komisaris,
                       serta kegagalan mengantisipasi                    Kerja Corporate Strategy & Planning            yang ditetapkan dan pemantauan              termasuk melalui proses review                Peringkat KPMR:
                       perubahan lingkungan bisnis,                      berdasarkan Kebijakan Umum yang                KPI, pemantauan eksposur risiko             strategi dasar, transformasi bisnis,          Statisfactory
                       termasuk ketidaksesuaian strategi                 ditetapkan Direksi, serta melalui              dilakukan secara bulanan oleh               infrastruktur, dan pengelolaan sumber
                       dengan visi dan misi Bank, analisis               analisis kesenjangan antara realisasi          Satuan Kerja Manajemen Risiko &             daya manusia, serta peninjauan                Peringkat Tingkat Risiko:
                       lingkungan yang tidak komprehensif,               kinerja dan target rencana bisnis;             ESG dengan membandingkan tingkat            Risk Appetite dan Risk Tolerance              Low to Moderate
                       perbedaan rencana strategis antar                 langkah perbaikan disampaikan                  risiko terhadap Risk Appetite dan Risk      minimal satu kali dalam setahun
                       level organisasi, serta perubahan                 kepada Direksi secara berkala.                 Tolerance Bank.                             untuk memastikan strategi Bank tetap
                       teknologi, kondisi ekonomi makro,                                                                                                            relevan dan adaptif.
                       dinamika persaingan, dan kebijakan
                       pemerintah maupun regulator (Bank
                       Indonesia dan OJK).




224                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 225
                                   Pendahuluan        Profil dan         Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang      Menumbuhkan Potensi dan          Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi    Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                      Perjalanan BTN     Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab              Kesejahteraan Pegawai            Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan     Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                  Digitalisasi




                                                                         Pengelolaan dan Pengendalian                                                                          Sistem Informasi dan Pelaporan
   Nama Risiko                  Identifikasi Risiko                                                                   Pengukuran dan Pemantauan Risiko                                                                          Profil Risiko
                                                                                    Risiko                                                                                                  Risiko

Risiko Kepatuhan     Risiko yang timbul akibat                         Pengelolaan Risiko Kepatuhan                  Pengukuran Risiko Kepatuhan                           Sistem pemantauan dan pelaporan               Peringkat Risiko Inheren:
                     ketidakpatuhan Bank terhadap                      dilakukan melalui peran Satuan                dilakukan dengan menilai potensi                      Risiko Kepatuhan didukung oleh                Low to Moderate
                     ketentuan eksternal yang ditetapkan               Kerja Kepatuhan (Compliance and               kerugian akibat ketidakpatuhan                        Compliance Regulatory Management
                     regulator serta ketidaksesuaian                   Governance Division/CMGD) yang                berdasarkan parameter jenis                           System (CRMS) yang menyediakan                Peringkat KPMR:
                     ketentuan internal dengan peraturan               bertanggung jawab menyusun daftar             pelanggaran, frekuensi, dan rekam                     akses ketentuan eksternal, peringatan         Statisfactory
                     yang berlaku.                                     kewajiban eksternal, memastikan               jejak kepatuhan, pemantauan                           kewajiban pelaporan regulator, serta
                                                                       kesesuaian ketentuan internal, serta          efektivitas implementasi manajemen                    pelaporan risiko kepatuhan kepada             Peringkat Tingkat Risiko:
                                                                       melakukan pengawasan kepatuhan;               risiko dilakukan melalui koordinasi                   Direksi secara berkala atau sewaktu-          Low to Moderate
                                                                       pengendalian diperkuat melalui peran          antara Satuan Kerja Manajemen                         waktu apabila diperlukan
                                                                       Regional Compliance Supervisory               Risiko dan Satuan Kerja Kepatuhan.
                                                                       Officer (RCSO) di Kantor Wilayah
                                                                       dalam mengevaluasi kepatuhan
                                                                       Kantor Cabang terhadap alur
                                                                       transaksi dan SOP.



BTN juga memiliki Risk Appetite Statement (RAS) Risiko ESG yang menegaskan komitmen                                           Sehubungan dengan hal tersebut, BTN melakukan pemetaan risiko dan peluang ESG,
Bank dalam menjalankan bisnis berkelanjutan melalui pengelolaan risiko perubahan                                              termasuk perubahan iklim, untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengukur dampak
iklim, dampak sosial, dan kesejahteraan bersama, sekaligus mendukung transisi menuju                                          keuangan material yang timbul. Pengelolaan risiko dan peluang terkait perubahan
net zero emission.                                                                                                            iklim berada di bawah pengawasan langsung Direksi, yang dibantu oleh Komite ESG
                                                                                                                              sebagai mekanisme tata kelola untuk memastikan integrasi ESG dalam strategi dan
Risiko ESG                                                                                                                    pengambilan keputusan. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar strategis bagi BTN
                                                                                                                              dalam merumuskan langkah pengelolaan risiko dan pemanfaatan peluang, antara
Penerapan prinsip ESG, termasuk pengelolaan risiko dan peluang terkait perubahan                                              lain melalui integrasi kriteria ESG dalam penyaluran kredit dan penguatan pembiayaan
iklim, merupakan topik material bagi BTN karena memiliki dampak yang signifikan dan                                           berkelanjutan, yang diselaraskan dengan standar IFRS S1 dan S2 guna menjaga
langsung terhadap profil risiko, keberlanjutan bisnis, serta kinerja keuangan Bank. Isu                                       ketahanan dan keberlanjutan kinerja keuangan Bank.
ESG dapat memengaruhi kualitas aset, stabilitas pendapatan, dan posisi keuangan
BTN, antara lain melalui peningkatan risiko kredit, risiko reputasi, dan risiko kepatuhan                                     Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, tabel berikut menyajikan ringkasan risiko, peluang,
apabila tidak dikelola secara memadai. Di sisi lain, penerapan ESG yang efektif juga                                          dampak keuangan, dan strategi pengelolaan atas topik ESG yang bersifat material bagi
membuka peluang pengembangan produk dan layanan keuangan berkelanjutan yang                                                   BTN [GRI 3-2, 201-2] [FS10, FS11]
mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.




225              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 226
                                       Pendahuluan        Profil dan        Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat melalui         Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                          Perjalanan BTN    Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai      Kepedulian dan Inklusi                Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                  Digitalisasi




                                                                                                         Risiko dan Dampak Topik Material


                                                                                                            Jangka Waktu Dampak                                                                         Akun Laporan
  Risiko terkait          Deskripsi Risiko                                                                                                                           Analisis Dampak pada
                                                     Potensi Dampak Negatif                                                                                                                            Keuangan yang                Langkah Mitigasi
  Keberlanjutan           Keberlanjutan                                                    Pendek                  Menengah                   Panjang                 Laporan Keuangan
                                                                                                                                                                                                         Terdampak

Keamanan Informasi

Risiko keamanan       Potensi insiden                Kerugian finansial           Gangguan layanan           Sanksi/regulatory         Penurunan                 •    Kerugian finansial akibat   •   Beban Operasional         Bank telah berkomitmen
siber dan             keamanan siber (contoh:        (biaya respons insiden,      dan peningkatan            action, biaya remediasi   kepercayaan,                   serangan malware atau       •   Liabilitas Provisi atas   terhadap Perlindungan
kebocoran data        phishing, malware/             pemulihan, peningkatan       biaya respons insiden/     dan investasi             hambatan kemitraan/            kebocoran data yang             Gugatan Hukum             Data Pribadi, salah
                      ransomware) dan                kontrol), potensi sanksi     pemulihan data yang        keamanan meningkat,       transformasi digital,          memerlukan biaya            •   Dana Pihak Ketiga         satunya dengan
(Kemungkinan          kebocoran data pribadi         regulator, tuntutan hukum,   dibekukan akibat           potensi customer          serta tekanan pada             pemulihan sistem.               (Simpanan Nasabah)        penguatan IT dan
terjadi: Sedang)      nasabah/Bank akibat            gangguan layanan, serta      malware, tuntutan dari     churn dan penurunan       kinerja dan nilai         •    Potensi tuntutan hukum                                    pembentukan
                      kelemahan kontrol              penurunan kepercayaan        nasabah apabila data       aktivitas transaksi       perusahaan.                    atau kompensasi                                           departemen khusus
                      keamanan, human error,         dan reputasi Bank.           pribadi bocor.             digital.                                                 kepada nasabah akibat                                     PDP dibawah Satuan
                      atau pihak ketiga.                                                                                                                              kebocoran data.                                           Kerja Compliance &
                                                                                                                                                                 •    Kerusakan reputasi                                        Governance.
                                                                                                                                                                      bank yang dapat
                                                                                                                                                                      memicu penarikan
                                                                                                                                                                      dana nasabah (bank
                                                                                                                                                                      run) dan menurunkan
                                                                                                                                                                      kepercayaan publik.

Etika dan Pedoman Perilaku

Risiko pelanggaran    Risiko terjadinya              Kerugian finansial akibat    Kerugian finansial dan     Penurunan                 Dampak                    •    Potensi tuntutan hukum      •   Beban Operasional.        •   Bank telah memiliki
kode etik, fraud,     pelanggaran kode etik,         fraud, sanksi regulator,     gangguan operasional       kepercayaan               penurunan reputasi             atau kompensasi             •   Liabilitas Provisi atas       kebijakan internal
gratifikasi,          fraud, gratifikasi, dan        tuntutan hukum, serta        akibat investigasi,        regulator/investor        berkepanjangan                 kepada regulator terkait        Gugatan Hukum                 terkait gratifikasi
dan benturan          benturan kepentingan           kerusakan reputasi           penghentian proses,        serta peningkatan         yang dapat menekan             pelanggaran kode etik,      •   Dana Pihak Ketiga         •   Bank telah.
kepentingan           oleh pegawai/                  Bank yang menurunkan         dan tindakan korektif.     biaya kepatuhan dan       pertumbuhan bisnis             fraud, gratifikasi, atau        (Simpanan Nasabah)            berkomitmen untuk
                      manajemen apabila              kepercayaan publik dan                                  pengawasan.               dan keberlanjutan Bank.        benturan kepentingan.                                         terus menjaga
(Kemungkinan          budaya integritas,             investor.                                                                                                   •    Potensi kerugian                                              integritas dengan
terjadi: Sedang)      pengendalian internal,                                                                                                                          karena menurunnya                                             penandatanganan
                      dan mekanisme                                                                                                                                   kepercayaan investor                                          pakta integritas.
                      pengawasan tidak                                                                                                                                sehingga mengurangi                                       •   Melaksanakan
                      berjalan efektif.                                                                                                                               akses terhadap                                                Program Antikorupsi
                                                                                                                                                                      pendanaan atau                                                untuk memberikan
                                                                                                                                                                      investasi.                                                    awareness kepada
                                                                                                                                                                 •    Penurunan reputasi                                            pegawai.
                                                                                                                                                                      bank yang dapat
                                                                                                                                                                      memicu penarikan
                                                                                                                                                                      dana nasabah (bank
                                                                                                                                                                      run) dan menurunkan
                                                                                                                                                                      kepercayaan publik.




226                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 227
                                      Pendahuluan        Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan     Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                         Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai       Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                             Digitalisasi




                                                                                                          Jangka Waktu Dampak                                                                      Akun Laporan
  Risiko terkait          Deskripsi Risiko                                                                                                                          Analisis Dampak pada
                                                    Potensi Dampak Negatif                                                                                                                        Keuangan yang                 Langkah Mitigasi
  Keberlanjutan           Keberlanjutan                                                  Pendek                  Menengah                   Panjang                  Laporan Keuangan
                                                                                                                                                                                                    Terdampak
Tata Kelola

Risiko reputasi       Risiko penurunan              Penurunan kepercayaan       Meningkatnya temuan        Menurunnya                Penurunan reputasi         •    Potensi kerugian        •   Beban Operasional         Bank telah melakukan
dan penurunan         kepercayaan pemangku          investor dan publik,        audit/regulator, biaya     kepercayaan investor/     berkelanjutan yang              karena menurunnya       •   Liabilitas Provisi atas   penguatan anti korupsi,
kepercayaan akibat    kepentingan apabila           potensi sanksi/regulatory   remediasi, serta           mitra serta tekanan       dapat menekan                   kepercayaan investor        Gugatan Hukum             anti-fraud dan anti
kelemahan tata        penerapan GCG,                action, peningkatan biaya   gangguan efektivitas       pada penilaian GCG        kinerja, daya saing, dan        sehingga mengurangi     •   Dana Pihak Ketiga         penyuapan, serta
kelola (GCG)          transparansi, dan             kepatuhan, serta tekanan    pengambilan                dan ESG Rating.           keberlanjutan Bank.             akses terhadap              (Simpanan Nasabah)        development aplikasi
                      kepatuhan tidak               pada akses pendanaan        keputusan.                                                                           pendanaan atau                                        digital untuk menunjang
(Kemungkinan          memadai (contoh:              dan biaya dana.                                                                                                  investasi.                                            proses bisnis yang lebih
terjadi: Sedang)      lemahnya oversight,                                                                                                                       •    Penurunan kepercayaan                                 efisien dan paperless.
                      pelaporan, serta                                                                                                                               publik terhadap
                      pengendalian internal).                                                                                                                        bank yang dapat
                                                                                                                                                                     memicu penarikan
                                                                                                                                                                     dana nasabah dan
                                                                                                                                                                     menurunkan stabilitas
                                                                                                                                                                     pendanaan bank.

Ketenagakerjaan

Risiko turnover       Risiko tingginya turnover     Penurunan produktivitas,    Kesulitan memenuhi         Penurunan daya saing      Penurunan daya saing       • Peningkatan biaya          •   Beban Operasional         •   Menjaga posisi
tinggi dan gap        karyawan, ketimpangan         peningkatan biaya           kebutuhan kompetensi       jangka panjang serta      Bank dalam jangka            rekrutmen, pelatihan,          - Beban terkait               remunerasi tetap
kompetensi            kompetensi, serta             rekrutmen, pelatihan,       strategis Bank dan         risiko kehilangan         panjang.                     dan pengembangan               Recuritment                   kompetitif di market.
                      rendahnya kesiapan SDM        serta risiko terganggunya   keterlambatan inisiatif    talenta terbaik.                                       SDM.                       •   Beban Operasional -       •   Melakukan rekrutmen
(Kemungkinan          terhadap transformasi         operasional dan kualitas    transformasi.                                                                   • Penurunan produktivitas        Beban Gaji                    dari Top 10 University di
terjadi: Sedang)      digital dan ESG.              layanan Bank.                                                                                                 yang meningkatkan          •   Beban Operasional -           Indonesia.
                                                                                                                                                                  biaya operasional bank.        Beban Pelatihan           •   Pemenuhan sertifikasi
                                                                                                                                                                • Potensi penurunan          •   Profitabilitas Bank:          mandatory.
                                                                                                                                                                  kualitas layanan yang          Pendapatan Bunga,         •   Program pendidkan
                                                                                                                                                                  dapat memengaruhi              Pendapatan Provisi            tematik terkait dengan
                                                                                                                                                                  pertumbuhan                    dan Komisi, Fee Based         critical capability.
                                                                                                                                                                  pendapatan bank.               Income, Beban Bunga,
                                                                                                                                                                                                 Beban CKPN




227                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 228
                                      Pendahuluan        Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang    Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi        Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                         Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab            Kesejahteraan Pegawai      Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan         Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                             Digitalisasi




                                                                                                            Jangka Waktu Dampak                                                                    Akun Laporan
  Risiko terkait          Deskripsi Risiko                                                                                                                         Analisis Dampak pada
                                                    Potensi Dampak Negatif                                                                                                                        Keuangan yang                  Langkah Mitigasi
  Keberlanjutan           Keberlanjutan                                                  Pendek                   Menengah                   Panjang                Laporan Keuangan
                                                                                                                                                                                                    Terdampak
Hak Asasi Manusia

Risiko pelanggaran    Risiko dugaan                 Pengaduan dan sengketa,      Pengaduan/insiden          Peningkatan                Dampak reputasi         • Potensi sanksi              • Liabilitas Provisi atas       •   Melaksanakan
HAM dalam             pelanggaran HAM               sanksi/regulatory action,    dan biaya penanganan       tuntutan kepatuhan,        dan penurunan             regulator, denda, atau        Gugatan Hukum                     program RWP untuk
operasional,          (contoh: diskriminasi,        gangguan proyek/             kasus serta investigasi.   pembatasan                 kepercayaan jangka        biaya hukum akibat          • Beban Operasional                 menciptkan lingkungan
rantai pasok, dan     pelecehan, privasi,           kemitraan, serta kerusakan                              kemitraan/pendanaan        panjang, berpotensi       pelanggaran HAM.                                                kerja yg bebas
pembiayaan            keselamatan kerja             reputasi dan kepercayaan                                ESG, dan risiko            menekan pertumbuhan     • Peningkatan biaya                                               diskriminasi, kekerasan,
                      vendor, pekerja anak/         investor/nasabah.                                       keterlambatan proyek.      dan nilai perusahaan.     investigasi dan                                                 dan pelecehan.
(Kemungkinan          kerja paksa pada                                                                                                                           remediasi kasus.                                            •   Menyediakan kanal
terjadi: Sedang)      pemasok) serta potensi                                                                                                                   • Potensi kerugian                                                dan mekanisme
                      dampak sosial dari                                                                                                                         karena menurunnya                                               pelaporan
                      proyek yang dibiayai                                                                                                                       kepercayaan investor                                            pelanggaran RWP.
                      (contoh:. konflik lahan/                                                                                                                   sehingga mengurangi                                         •   Meningkatkan porsi
                      relokasi) jika due                                                                                                                         akses terhadap                                                  pegawai disabilitas
                      diligence tidak memadai.                                                                                                                   pendanaan atau                                                  untuk meningkatkan
                                                                                                                                                                 investasi.                                                      Diversity, Equity, and
                                                                                                                                                                                                                                 Inclusion (DEI).

Produk dan Jasa Berkelanjutan

Risiko produk/jasa    Risiko tertinggal dalam       Kehilangan peluang           Kehilangan                 Penurunan daya saing       Ketertinggalan          •    Kehilangan peluang       •   Pendapatan Bunga            Bank telah melakukan
berkelanjutan yang    pengembangan produk           pertumbuhan dan akses        kesempatan untuk           dan risiko kehilangan      posisi kompetitif dan        memperoleh               •   Pendapatan Provisi          implementasi Rumah
kalah bersaing.       dan jasa berkelanjutan        pendanaan lebih murah;       meluncurkan/               nasabah/investor yang      penurunan ESG Rating         pendapatan dari              dan Komisi                  Rendah Emisi, instrumen
                      sehingga kehilangan           penurunan daya saing;        meningkatkan produk        memiliki preferensi ESG.   yang memengaruhi             produk pembiayaan        •   Fee Based Income            pembiayaan dan
(Kemungkinan          peluang pasar,                potensi penilaian ESG/       berkelanjutan dan                                     akses pendanaan dan          berkelanjutan seperti    •   Beban Bunga                 pendanaan yang
terjadi: Sedang)      pendanaan hijau, dan          rating kurang optimal.       memperoleh funding                                    reputasi.                    sustainability bond,     •   Beban CKPN                  mendukung aspek ESG
                      dukungan investor yang                                     berkelanjutan.                                                                     sustainability linked                                    seperti sustainability
                      makin berfokus pada ESG.                                                                                                                      loan, atau produk                                        linked loan dan
                                                                                                                                                                    pembiayaan hijau                                         sustainability bonds serta
                                                                                                                                                                    lainnya.                                                 launching super app balé
                                                                                                                                                               •    Kehilangan peluang                                       by BTN dan BTN Digital
                                                                                                                                                                    memperoleh                                               Store.
                                                                                                                                                                    pendanaan dari
                                                                                                                                                                    investor yang berfokus
                                                                                                                                                                    pada ESG.




228                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 229
                                          Pendahuluan        Profil dan       Membangun Ekosistem       Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan     Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi          Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                             Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan    Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai       Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan           Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                Digitalisasi




                                                                                                                Jangka Waktu Dampak                                                                   Akun Laporan
  Risiko terkait            Deskripsi Risiko                                                                                                                            Analisis Dampak pada
                                                        Potensi Dampak Negatif                                                                                                                       Keuangan yang                    Langkah Mitigasi
  Keberlanjutan             Keberlanjutan                                                    Pendek                   Menengah                   Panjang                 Laporan Keuangan
                                                                                                                                                                                                       Terdampak
Pengembangan Masyarakat

Risiko efektivitas      Risiko program                  Dampak sosial tidak           Keluhan/penilaian         Menurunnya                Reputasi dan              • Peningkatan biaya         •   Beban Non Ops: Bina           Bank telah memastikan
program                 pengembangan                    tercapai, munculnya           negatif atas program      kepercayaan               kepercayaan sosial          program sosial tanpa          Lingkungan                    penyaluran TJSL selaras
pengembangan            masyarakat/TJSL kurang          keluhan publik, serta         dan rendahnya             stakeholder dan           melemah, mengurangi         menghasilkan dampak       •   Kredit yang Diberikan         dengan 4 pilar TJSL BTN
masyarakat dan          tepat sasaran atau tidak        penurunan reputasi yang       partisipasi masyarakat.   terbatasnya peluang       daya tarik Bank             yang optimal.             •   Pendapatan Bunga              dan sesuai dengan profil
literasi keuangan       efektif, serta rendahnya        memengaruhi hubungan                                    sinergi komunitas/        sebagai pionir inklusi/   • Penurunan reputasi        •   Dana Pihak Ketiga             penerima sehingga tepat
                        literasi dan inklusi            dengan komunitas,                                       ekosistem.                perumahan.                  yang dapat                    (Simpanan Nasabah)            sasaran, BTN juga selalu
(Kemungkinan            keuangan di komunitas           regulator, dan investor.                                                                                      memengaruhi               •   Beban Bunga                   melakukan monitoring
terjadi: Sedang)        sasaran yang dapat                                                                                                                            kepercayaan nasabah.                                        dan evaluasi seperti
                        menurunkan dampak                                                                                                                           • Potensi penurunan                                           SROI agar dana yang
                        sosial dan mengurangi                                                                                                                         pertumbuhan bisnis dari                                     disalurkan tepat sasaran
                        kepercayaan stakeholder.                                                                                                                      segmen komunitas atau                                       serta berdampak pada
                                                                                                                                                                      ekosistem lokal.                                            pengembangan dan
                                                                                                                                                                                                                                  kemandirian masyarakat.

Pengadaan Berkelanjutan

Risiko pengadaan        Risiko ketidaksesuaian          Inefisiensi biaya, gangguan   Keterlambatan proses      Risiko gangguan           Reputasi dan nilai        • Peningkatan biaya         •   Beban Operasional             Menghimbau vendor
tidak berkelanjutan     praktik pengadaan               pasokan/jasa, potensi         pengadaan, temuan         layanan dari vendor       perusahaan terdampak        operasional akibat        •   Liabilitas Provisi atas       untuk memastikan
dan risiko pihak        dengan prinsip                  temuan audit dan isu          audit, serta biaya        dan peningkatan biaya     jika insiden vendor/        inefisiensi proses            Gugatan Hukum                 implementasi prinsip-
ketiga                  keberlanjutan                   kepatuhan, serta risiko       operasional meningkat.    akibat re-procurement/    fraud/korupsi berulang      pengadaan.                                                  prinsip Sustainable
                        (lingkungan, sosial, etika),    reputasi apabila vendor                                 penyesuaian kontrak.      atau tidak terkendali.    • Potensi kerugian                                            Procurement melalui
(Kemungkinan            termasuk risiko pihak           tidak memenuhi standar                                                                                        akibat fraud atau                                           surat.
terjadi: Sedang)        ketiga (vendor) dan             tata kelola yang baik.                                                                                        ketidaksesuaian kontrak
                        transparansi yang dapat                                                                                                                       dengan vendor.
                        memicu inefisiensi, fraud,                                                                                                                  • Biaya tambahan untuk
                        atau isu reputasi.                                                                                                                            audit, pengawasan,
                                                                                                                                                                      dan perbaikan proses
                                                                                                                                                                      pengadaan.




229                  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 230
                                         Pendahuluan         Profil dan       Membangun Ekosistem        Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan      Menguatkan Masyarakat melalui        Menggerakkan Inovasi    Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                             Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan     Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai        Kepedulian dan Inklusi               Produk Keuangan dan     Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




                                                                                                                 Jangka Waktu Dampak                                                                         Akun Laporan
  Risiko terkait             Deskripsi Risiko                                                                                                                              Analisis Dampak pada
                                                       Potensi Dampak Negatif                                                                                                                               Keuangan yang              Langkah Mitigasi
  Keberlanjutan              Keberlanjutan                                                    Pendek                   Menengah                    Panjang                  Laporan Keuangan
                                                                                                                                                                                                              Terdampak
Penggunaan Sumber Daya Alam dan Pengelolaan Lingkungan

Risiko perubahan         Sebagai bank dengan           •   Penurunan Nilai Agunan    •   Secara regulasi, OJK    Jika dalam 3-5             Dalam 10 tahun             •    Penurunan nilai agunan     •   Kredit yang Diberikan    BTN telah melakukan
pola iklim: krisis air   portofolio dominan di             dan Stranded Assets:          telah mewajibkan        tahun kedepan              ke depan, krisis air            dan potensi stranded       •   Cadangan Kerugian        Climate Risk Stress Testing
dan banjir (dampak       sektor perumahan, BTN             Properti di wilayah           perbankan untuk         terjadi peningkatan        dan meningkatnya                assets pada properti di        Penurunan Nilai (CKPN)   (CRST) untuk menilai
pada portofolio          menghadapi risiko fisik           rawan krisis air atau         melakukan climate       curah hujan yang           risiko banjir dapat             wilayah rawan krisis air       atas Kredit              dampak risiko fisik dari
perumahan)               akibat krisis air, seperti        banjir berisiko turun         risk stress test,       signifikan sehingga        memperketat                     atau banjir.               •   Beban Kerugian           perubahan iklim terhadap
                         kekeringan, penurunan             nilai, mengurangi             salah satunya           menyebabkan banjir         regulasi pemerintah        •    Kenaikan risiko                Penurunan Nilai Aset     portofolio kreditnya
(Kemungkinan             kualitas air, dan banjir.         kualitas jaminan kredit       terhadap portofolio     atau terjadi kekeringan    mengenai tata kelola            kredit macet (NPL)             Keuangan                 didaerah rawan banjir/
terjadi: Sedang)         Hal ini dapat menurunkan          BTN.                          yang berada di          di daerah perumahan        air, yang berpotensi            akibat meningkatnya        •   Pendapatan Bunga         kebakaran.
                         nilai aset yang dibiayai,     •   Kenaikan Risiko               daerah rawan banjir     yang BTN biayai, maka:     menciptakan risiko              biaya operasional          •   Pendapatan Provisi
                         meningkatkan risiko               Kredit Macet (NPL):           dan kebakaran.          • Kenaikan risiko NPL di   baru bagi BTN, yaitu:           pengembang dan                 dan Komisi
                         kredit, mengurangi                Krisis air dan banjir         Hal ini dapat              wilayah terdampak.      • Pembatasan                    menurunnya daya tarik      •   Aset yang Diambil Alih
                         daya tarik properti, dan          meningkatkan                  menyebabkan risiko      • Penurunan                    Pembiayaan:                 properti.                      (AYDA)
                         memengaruhi stabilitas            biaya operasional             ketidakpatuhan.            permintaan kredit           Regulasi dapat         •    Penurunan permintaan
                         portofolio pembiayaan             pengembang dan            •   Secara profit, krisis      properti di wilayah         melarang                    KPR karena masyarakat
                         BTN dalam jangka                  menurunkan daya tarik         air belum menjadi          terdampak.                  pengembangan                menghindari rumah
                         panjang.                          properti, meningkatkan        risiko jangka pendek    • Gangguan pada                perumahan di                di area berisiko banjir
                                                           risiko gagal bayar            BTN karena saat ini        proyek yang sedang          area rawan air,             sehingga menghambat
                                                           debitur BTN.                  perumahan yang             berjalan.                   mengurangi peluang          pertumbuhan portofolio
                                                       •   Penurunan Permintaan          dibiayai BTN berada     • Penurunan nilai              BTN.                        pembiayaan BTN.
                                                           KPR: Masyarakat               diluar kawasan             agunan dan              • Persyaratan Efisiensi
                                                           cenderung menghindari         banjir.                    stranded assets.            Air: Teknologi
                                                           rumah di area                                                                        konservasi air dan
                                                           berisiko air dan                                                                     drainase hijau dapat
                                                           banjir, menghambat                                                                   meningkatkan biaya
                                                           pertumbuhan portofolio                                                               dan memperlambat
                                                           KPR BTN.                                                                             proyek.
                                                                                                                                            • Integrasi Risiko
                                                                                                                                                Air: OJK mungkin
                                                                                                                                                mewajibkan bank
                                                                                                                                                mempertimbangkan
                                                                                                                                                risiko air dalam
                                                                                                                                                kredit, memengaruhi
                                                                                                                                                pembiayaan
                                                                                                                                                properti.
                                                                                                                                            • Kenaikan Premi
                                                                                                                                                Asuransi: Risiko air
                                                                                                                                                yang meningkat
                                                                                                                                                dapat menaikkan
                                                                                                                                                biaya asuransi
                                                                                                                                                dan menurunkan
                                                                                                                                                permintaan KPR BTN.




230                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 231
                                        Pendahuluan         Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan     Menguatkan Masyarakat melalui       Menggerakkan Inovasi    Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                            Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai       Kepedulian dan Inklusi              Produk Keuangan dan     Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




                                                                                                               Jangka Waktu Dampak                                                                        Akun Laporan
  Risiko terkait          Deskripsi Risiko                                                                                                                               Analisis Dampak pada
                                                      Potensi Dampak Negatif                                                                                                                             Keuangan yang               Langkah Mitigasi
  Keberlanjutan           Keberlanjutan                                                     Pendek                   Menengah                     Panjang                 Laporan Keuangan
                                                                                                                                                                                                           Terdampak
Perubahan Iklim dan Ekosistem

Risiko kepatuhan:     Risiko transisi akibat          •   Kenaikan NPL: Pajak       Dampak langsung            Jika pajak karbon           Jika setelah penerapan    •    Kenaikan risiko           •   Kredit yang Diberikan    •   BTN memiliki exclusion
kebijakan pajak       kebijakan pajak karbon              karbon meningkatkan       relatif terbatas apabila   diperluas ke sektor         pajak karbon BTN masih         kredit macet (NPL)        •   Cadangan Kerugian            list dan sustainable
karbon dan regulasi   sebagaimana diatur                  biaya debitur, berisiko   eksposur Bank pada         debitur BTN, risiko NPL     memberikan pinjaman            karena pajak karbon           Penurunan Nilai (CKPN)       finance framework
emisi                 dalam UU No. 7/2021,                gagal bayar dan           sektor awal yang           meningkat. Jika bank        kepada sektor yang             meningkatkan biaya            atas Kredit                  yang berfungsi sebagai
                      serta kemungkinan                   memperburuk kredit.       dikenai pajak karbon       juga dikenai pajak, BTN     menjadi subjek pajak           operasional debitur       •   Beban Kerugian               panduan portofolio
(Kemungkinan          perluasan cakupan ke            •   Stranded Assets:          rendah; diperlukan         menghadapi biaya            karbon, maka dampak            sehingga meningkatkan         Penurunan Nilai Aset         untuk mengurangi
terjadi: Sedang)      sektor lain (termasuk               Aset beremisi tinggi      pemetaan risiko transisi   operasional lebih tinggi,   bagi BTN adalah:               risiko gagal bayar.           Keuangan                     eksposur ke sektor
                      konstruksi/industri terkait         bisa kehilangan nilai,    portofolio.                profitabilitas tertekan,    • Stranded Assets         •    Potensi stranded assets   •   Pendapatan Bunga             tinggi emisi dengan
                      portofolio Bank).                   menurunkan agunan                                    dan pembiayaan                 dan Penurunan Nilai         pada sektor beremisi      •   Beban Operasional            menyalurkan lebih
                                                          kredit BTN.                                          sektor beremisi tinggi         Agunan Kredit akibat        tinggi yang mengalami     •   Aset yang Diambil Alih       banyak pembiayaan ke
                                                      •   Turunnya Peringkat ESG:                              berkurang.                     regulasi yang lebih         penurunan nilai aset          (AYDA)                       proyek rendah karbon.
                                                          Pembiayaan proyek                                                                   ketat.                      sehingga menurunkan                                    •   BTN telah melakukan
                                                          beremisi tinggi dapat                                                            • Turunnya Peringkat           kualitas agunan kredit.                                    pengembangan
                                                          menyulitkan akses                                                                   ESG dan Kesulitan      •    Penurunan peringkat                                        produk pembiayaan
                                                          pendanaan hijau.                                                                    Mengakses                   ESG debitur yang                                           hijau untuk diversifikasi
                                                      •   Risiko Pajak untuk                                                                  Pendanaan Hijau.            dapat mempersulit                                          portofolio, termasuk
                                                          Bank: Jika BTN dikenai                                                                                          akses pendanaan dan                                        obligasi hijau, dan
                                                          pajak karbon, biaya                                                                                             meningkatkan risiko                                        skema pembiayaan
                                                          operasional naik,                                                                                               kredit.                                                    berkelanjutan lainnya.
                                                          profitabilitas turun,                                                                                      •    Jika bank juga                                         •   Karena mayoritas
                                                          dan pembiayaan                                                                                                  dikenakan pajak karbon,                                    portofolio BTN berada
                                                          sektor beremisi tinggi                                                                                          biaya operasional                                          di sektor mortgage,
                                                          berkurang.                                                                                                      meningkat sehingga                                         BTN mulai membiayai
                                                                                                                                                                          dapat menurunkan                                           rumah rendah emisi
                                                                                                                                                                          profitabilitas                                             yang paling tidak
                                                                                                                                                                          dan mengurangi                                             memenuhi 1 standar
                                                                                                                                                                          pembiayaan ke sektor                                       bangunan hijau, seperti
                                                                                                                                                                          beremisi tinggi.                                           penggunaan recycled/
                                                                                                                                                                                                                                     ecofriendly materials
                                                                                                                                                                                                                                     dan energi efisiensi,
                                                                                                                                                                                                                                     mendukung transisi
                                                                                                                                                                                                                                     ke sektor properti
                                                                                                                                                                                                                                     berkelanjutan
                                                                                                                                                                                                                                 •   BTN telah melakukan
                                                                                                                                                                                                                                     Climate Risk Stress
                                                                                                                                                                                                                                     Testing (CRST) untuk
                                                                                                                                                                                                                                     menilai dampak
                                                                                                                                                                                                                                     risiko iklim terhadap
                                                                                                                                                                                                                                     portofolio kreditnya,
                                                                                                                                                                                                                                     termasuk risiko transisi
                                                                                                                                                                                                                                     akibat pajak karbon
                                                                                                                                                                                                                                     dan stranded assets.




231                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 232
                                           Pendahuluan       Profil dan        Membangun Ekosistem       Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan        Menguatkan Masyarakat melalui       Menggerakkan Inovasi    Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                             Perjalanan BTN    Keuangan Berkelanjutan    Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai          Kepedulian dan Inklusi              Produk Keuangan dan     Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                          Digitalisasi




                                                                                                              Peluang dan Dampak Topik Material


                                                                                                              Jangka Waktu Dampak                                                                            Akun Laporan
 Peluang terkait          Deskripsi Peluang                                                                                                                           Analisis Dampak pada
                                                      Potensi Dampak Negatif                                                                                                                                Keuangan yang                Langkah Mitigasi
 Keberlanjutan             Keberlanjutan                                                   Pendek                   Menengah                  Panjang                  Laporan Keuangan
                                                                                                                                                                                                              Terdampak

Keamanan Informasi

Peluang                UU PDP No. 27/2022             Dengan tata kelola PDP        Penguatan kebijakan/       Penurunan frekuensi/     Reputasi dan              •   Mengurangi potensi kerugian     •   Beban Operasional -       Bank telah berkomitmen
penguatan              berlaku sejak 17 Oktober       dan sistem keamanan           prosedur PDP,              keparahan insiden;       trust meningkat,              finansial akibat kebocoran          Biaya Tenaga Kerja        terhadap Perlindungan
Perlindungan           2024 untuk melindungi          informasi yang baik,          klasifikasi data, dan      peningkatan              mendukung                     data atau penyalahgunaan        •   Dana Pihak Ketiga         Data Pribadi, salah satunya
Data Pribadi (PDP)     data pribadi, mencegah         bank akan terhindar dari      awareness karyawan;        kepatuhan dan            pertumbuhan                   informasi nasabah.                  (meningkat)               dengan penguatan IT dan
dan keamanan           penyalahgunaan,                kerugian finansial seperti    perbaikan kontrol          kualitas layanan,        bisnis digital            •   Menghindari potensi             •   Kredit yang Diberikan     pembentukan departemen
informasi              dan meningkatkan               kebocoran data dan            akses dan audit trail.     serta peningkatan        dan kemudahan                 tuntutan hukum atau sanksi          (meningkat)               khusus PDP dibawah
                       kepercayaan publik. Serta      tuntutan data nasabah.                                   adopsi kanal digital.    kolaborasi dengan             regulasi.                       •   Aset Takberwujud          Satuan Kerja Compliance &
(Kemungkinan           penguatan tata kelola                                                                                            mitra/ekosistem,          •   Menjaga reputasi dan                (Pengadaan aplikasi)      Governance.
terjadi: Tinggi)       keamanan informasi                                                                                               serta keamanan                meningkatkan kepercayaan
                       untuk meningkatkan                                                                                               informasi PDP                 nasabah terhadap bank.
                       kepatuhan dan resiliensi                                                                                         nasabah terjaga.
                       operasional.

Etika dan Pedoman Perilaku

Peluang dari           Penerapan kode                 Penurunan risiko fraud        Peningkatan                Kepercayaan              Budaya perusahaan         • Efisiensi biaya operasional       •   Beban Training            •   Bank telah memiliki
penguatan              etik, program anti-            dan pelanggaran, serta        kepatuhan internal         regulator, investor,     yang kuat dan               melalui berkurangnya                  Pegawai untuk                 kebijakan internal terkait
budaya integritas,     fraud/anti-gratifikasi,        peningkatan kepatuhan         dan pengendalian           dan nasabah              reputasi Bank sebagai       kerugian akibat fraud dan             sosialisasi                   gratifikasi.
kode etik, dan         pelatihan integritas, dan      dan kualitas pengambilan      risiko melalui             meningkat.               institusi berintegritas     pelanggaran etika.                •   Dana Pihak Ketiga         •   Bank telah berkomitmen
whistleblowing         whistleblowing system          keputusan.                    sosialisasi, pelatihan,                             tinggi, mendukung         • Peningkatan kepercayaan           •   Aset Takberwujud              untuk terus menjaga
system yang            yang efektif di seluruh lini                                 dan penegakan                                       keberlanjutan bisnis.       nasabah dan pemangku                  (Maintenance *                integritas dengan
efektif                organisasi.                                                  disiplin.                                                                       kepentingan yang                      Enhancement Aplikasi)         penandatanganan pakta
                                                                                                                                                                    mendukung pertumbuhan                                               integritas.
(Kemungkinan                                                                                                                                                        bisnis bank.                                                    •   Melaksanakan Program
terjadi: Tinggi)                                                                                                                                                  • Penguatan reputasi                                                  Antikorupsi untuk
                                                                                                                                                                    bank yang mendukung                                                 memberikan awareness
                                                                                                                                                                    peningkatan aktivitas bisnis                                        kepada pegawai.
                                                                                                                                                                    dan layanan perbankan.




232                  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 233
                                       Pendahuluan      Profil dan        Membangun Ekosistem         Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan       Menguatkan Masyarakat melalui       Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                        Perjalanan BTN    Keuangan Berkelanjutan      Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai         Kepedulian dan Inklusi              Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




                                                                                                        Jangka Waktu Dampak                                                                            Akun Laporan
 Peluang terkait        Deskripsi Peluang                                                                                                                       Analisis Dampak pada
                                                 Potensi Dampak Negatif                                                                                                                               Keuangan yang                 Langkah Mitigasi
 Keberlanjutan           Keberlanjutan                                                Pendek                    Menengah                 Panjang                 Laporan Keuangan
                                                                                                                                                                                                        Terdampak
Tata Kelola

Peluang               Penguatan struktur         Meningkatkan                  Penyelarasan               Perbaikan persepsi       Resiliensi dan           • Peningkatan akses                 •  Dana Pihak Ketiga           •   Memperkuat penerapan
penguatan GCG,        dan proses tata kelola     kepercayaan investor dan      kebijakan dan              stakeholder,             nilai perusahaan           pendanaan dari investor              (Simpanan Nasabah)              GCG dan transparansi
transparansi, dan     (Dewan/Komite,             regulator; memperkuat         proses governance,         meningkatkan             meningkat melalui          dan pasar modal melalui           • Kas dan Setara Kas               kepada investor serta
integrasi Risiko      kebijakan, pengendalian    disiplin pengelolaan dan      peningkatan                reputasi, akses          governance                 kepercayaan terhadap tata         • Modal Saham/                     regulator.
ESG                   internal/ICOFR) serta      mitigasi risiko; mendorong    kualitas disclosure,       pendanaan dan            yang kuat dan              kelola bank.                         Tambahan Modal              •   Meningkatkan efektivitas
                      peningkatan transparansi   akses pendanaan yang          serta penguatan            kolaborasi, serta        pengambilan              • Peningkatan stabilitas               Disetor                         manajemen risiko dan
(Kemungkinan          pelaporan keberlanjutan    lebih kompetitif.             akuntabilitas unit         mengurangi potensi       keputusan yang lebih       sumber pendanaan bank.            • Surat berharga yang              pengendalian internal.
terjadi: Tinggi)      untuk memperkuat                                         kerja.                     risiko operasional,      konsisten dan sesuai     • Efisiensi biaya operasional          diterbitkan/Liabilitas      •   Memperkuat kepatuhan
                      kredibilitas Bank.                                                                  kepatuhan, dan           GCG.                       melalui penguatan sistem             Subordinasi                     terhadap regulasi dan
                                                                                                          reputasi.                                           pengendalian internal.             • Beban Operasional               kebijakan yang berlaku.
                                                                                                                                                                                                                               •   Meningkatkan kualitas
                                                                                                                                                                                                                                   pelaporan dan
                                                                                                                                                                                                                                   keterbukaan informasi.
                                                                                                                                                                                                                               •   Mengoptimalkan strategi
                                                                                                                                                                                                                                   pendanaan untuk
                                                                                                                                                                                                                                   memperoleh akses dana
                                                                                                                                                                                                                                   yang lebih kompetitif.

Ketenagakerjaan

Peluang               Pengembangan               Produktivitas dan loyalitas   Peningkatan                Retensi talenta          Menjadi employer of      • Meningkatkan produktivitas        •   Beban Tenaga Kerja         • Melaksanakan program
pengembangan          kompetensi melalui         karyawan meningkat;           keterampilan dan           membaik dan talent       choice dan organisasi      karyawan melalui                  •   Beban Pelatihan              employer branding
kompetensi,           pelatihan ESG/digital      kesiapan organisasi           motivasi kerja melalui     pool kepemimpinan        lebih adaptif              pengembangan kompetensi               dan Pengembangan             melalui berbagai
kesejahteraan,        banking/service            menghadapi perubahan          program pelatihan          lebih kuat.              terhadap perubahan         dan penguatan kapasitas               Karyawan                     channel.
dan keterlibatan      excellence, peningkatan    industri.                     dan pengembangan.                                   industri.                  SDM.                              •   Beban Imbalan Kerja        • Melaksanakan employee
karyawan              kesejahteraan, dan                                                                                                                    • Menurunkan biaya                  •   Beban Operasional            engagement survey
                      employee engagement                                                                                                                     operasional melalui               •   Pendapatan                   (EES) dgn pihak
(Kemungkinan          untuk memperkuat                                                                                                                        peningkatan retensi                   Operasional                  independen dan
terjadi: Tinggi)      kapabilitas organisasi.                                                                                                                 karyawan dan berkurangnya         •   Kas dan Setara Kas           melaksanakan program
                                                                                                                                                              biaya yang timbul akibat          •   Modal Saham/                 evaluasi perbaikan.
                                                                                                                                                              turnover.                             Tambahan Modal             • Program akselerasi
                                                                                                                                                            • Meningkatkan kualitas                 Disetor                      karier.
                                                                                                                                                              layanan dan kinerja               •   Surat berharga yang        • Survey salary untuk
                                                                                                                                                              operasional, yang berpotensi          diterbitkan/Liabilitas       mengetahui posisi
                                                                                                                                                              mendorong pertumbuhan                 Subordinasi                  remunerasi Pegawai
                                                                                                                                                              pendapatan bank.                                                   terhadap market.
                                                                                                                                                            • Meningkatkan kepercayaan
                                                                                                                                                              investor dan pemangku
                                                                                                                                                              kepentingan terhadap
                                                                                                                                                              kualitas pengelolaan
                                                                                                                                                              sumber daya manusia,
                                                                                                                                                              sehingga dapat mendukung
                                                                                                                                                              stabilitas pendanaan dan
                                                                                                                                                              pertumbuhan bisnis bank.




233                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 234
                                        Pendahuluan       Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan       Menguatkan Masyarakat melalui       Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                          Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai         Kepedulian dan Inklusi              Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




                                                                                                         Jangka Waktu Dampak                                                                           Akun Laporan
 Peluang terkait         Deskripsi Peluang                                                                                                                      Analisis Dampak pada
                                                   Potensi Dampak Negatif                                                                                                                             Keuangan yang                  Langkah Mitigasi
 Keberlanjutan            Keberlanjutan                                                Pendek                  Menengah                  Panjang                 Laporan Keuangan
                                                                                                                                                                                                        Terdampak
Hak Asasi Manusia

Peluang               Penerapan kebijakan          Mengurangi insiden            Penguatan kebijakan,     Peningkatan kualitas     Reputasi dan             • Menurunkan Beban                  •   Dana Pihak Ketiga           • Memastikan fasilitas
penguatan             HAM, due diligence pada      sosial dan sengketa;          sosialisasi, dan         rantai pasok dan         ketahanan bisnis           Operasional melalui                   (Simpanan Nasabah)            pendukung bagi
kebijakan HAM         vendor dan pembiayaan,       meningkatkan                  mekanisme                pembiayaan yang          meningkat melalui          peningkatan retensi               •   Kredit yang Diberikan         Pegawai maupun
dan mekanisme         kanal pengaduan yang         kepercayaan stakeholder;      pengaduan/               bertanggung jawab;       praktik bisnis             karyawan dan penurunan            •   Pendapatan Bunga              Nasabah berkebutuhan
pemulihan             efektif, serta program       memperkuat akses              pemulihan.               hubungan dengan          yang inklusif dan          biaya akibat turnover.            •   Pendapatan                    khusus (Disabilitas)
                      inklusi akses layanan        pendanaan berkelanjutan                                komunitas dan            menghormati HAM.         • Meningkatkan Pendapatan               Provisi dan Komisi            untuk penguatan aspek
(Kemungkinan          untuk kelompok rentan.                                                              regulator lebih kuat.                               Bunga dan Pendapatan                  dan Pendapatan                Diversity, Equity, and
terjadi: Tinggi)                                                                                                                                              Provisi dan Komisi melalui            Operasional Lain Selain       Inclusion (DEI).
                                                                                                                                                              peningkatan produktivitas             Bunga                       • Menerapkan Respectfull
                                                                                                                                                              dan kualitas layanan.             •   Aset Takberwujud              Workplace Policy (RWP)
                                                                                                                                                            • Meningkatkan efisiensi                                              untuk memastikan
                                                                                                                                                              Beban Tenaga Kerja melalui                                          lingkungan kerja yg
                                                                                                                                                              penguatan kompetensi dan                                            bebas diskriminasi,
                                                                                                                                                              keterlibatan karyawan.                                              kekerasan dan
                                                                                                                                                                                                                                  pelecehan.

Produk dan Jasa Berkelanjutan

Peluang               Peluang dari target          •   Peningkatan Income –      Peningkatan              Penguatan posisi         Bank akan                •   Peningkatan pendapatan          •   Pendapatan Provisi          Bank telah melakukan
pengembangan          NZE pemerintah                   BTN dapat memperoleh      income dan               BTN sebagai pelopor      mendapatkan                  melalui fee based income            dan Komisi                  implementasi Rumah
green finance dan     dan meningkatnya                 pendapatan tambahan       efisiensi operasional    produk dan jasa          pendanaan melalui            dari layanan digital balé.      •   Pendapatan                  Rendah Emisi, instrumen
layanan digital       permintaan pembiayaan            dari fee based balé by    (digitalisasi/           berkelanjutan            penerbitan green/        •   Efisiensi biaya operasional         Nonbunga /                  pembiayaan dan
berkelanjutan         berkelanjutan melalui            BTN dan efisiensi biaya   paperless), serta        serta peningkatan        social/sustainability        melalui digitalisasi layanan.       Pendapatan Lainnya          pendanaan yang
                      program Rumah Rendah             operasional kertas yang   peningkatan pipeline     kepuasan dan             bonds.                   •   Peningkatan akses               •   Pendapatan Bunga            mendukung aspek ESG
(Kemungkinan          Emisi, sustainability-           sudah terdigitalisasi.    pembiayaan               loyalitas nasabah.       Serta ESG Rating             pendanaan dari investor         •   Beban Operasional           seperti sustainability linked
terjadi: Tinggi)      linked loan, green/social/   •   Penguatan ESG Rating      berkelanjutan.                                    akan meningkat               ESG dan lembaga keuangan        •   Kredit yang Diberikan       loan dan sustainability
                      sustainable bonds, serta         dan Daya Saing.                                                             begitu juga reputasi         internasional.                  •   Surat Berharga yang         bond serta launching super
                      penguatan layanan            •   Akses ke Pendanaan                                                          dan kepercayaan          •   Diversifikasi portofolio            Diterbitkan dan             app balé by BTN.
                      digital seperti balé by          Hijau– BTN dapat lebih                                                      terhadap Bank.               pembiayaan hijau.                   Liabilitas Subordinasi
                      BTN.                             mudah mengakses                                                                                      •   Potensi pendapatan              •   Dana Pihak Ketiga
                                                       pendanaan dari investor                                                                                  tambahan dari
                                                       ESG dan lembaga                                                                                          perdagangan karbon.
                                                       keuangan internasional                                                                               •   Peningkatan reputasi dan
                                                       yang mendukung                                                                                           peringkat ESG yang dapat
                                                       sustainability.                                                                                          meningkatkan kepercayaan
                                                   •   Diversifikasi Produk                                                                                     investor dan nasabah.
                                                       dan Layanan
                                                       Keuangan Hijau – BTN
                                                       dapat memperluas
                                                       portofolio pembiayaan
                                                       hijau seperti sektor
                                                       berkelanjutan KKUB OJK.




234                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 235
                                        Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan       Menguatkan Masyarakat melalui       Menggerakkan Inovasi    Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                        Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai         Kepedulian dan Inklusi              Produk Keuangan dan     Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                Digitalisasi




                                                                                                      Jangka Waktu Dampak                                                                          Akun Laporan
 Peluang terkait         Deskripsi Peluang                                                                                                                  Analisis Dampak pada
                                                  Potensi Dampak Negatif                                                                                                                          Keuangan yang                Langkah Mitigasi
 Keberlanjutan            Keberlanjutan                                              Pendek                 Menengah                 Panjang                 Laporan Keuangan
                                                                                                                                                                                                    Terdampak
Pengembangan Masyarakat

Peluang               Program literasi            Peningkatan engagement       Peningkatan literasi    Pertumbuhan             Dampak sosial            • Pertumbuhan basis nasabah         •   Kredit yang Diberikan     BTN melaksanakan
penguatan             keuangan,                   komunitas, perluasan basis   dan keterlibatan        basis nasabah dan       jangka panjang dan         baru dari komunitas dan           •   Dana Pihak Ketiga         beberapa kegiatan TJSL
inklusi, literasi     pemberdayaan ekonomi        nasabah, serta penguatan     komunitas; perbaikan    peluang kerjasama       reputasi BTN sebagai       ekosistem perumahan.              •   Pendapatan Bunga          dengan berbagai jenis
keuangan, dan         lokal (UMKM/komunitas       reputasi dan kepercayaan.    hubungan dengan         sosial dengan           bank perumahan           • Peningkatan penyaluran            •   Pendapatan Provisi        kegiatan yang mengacu
pemberdayaan          perumahan), dan inisiatif                                pemerintah daerah/      mitra masyarakat/       dan inklusi yang           pembiayaan perumahan                  dan Komisi                pada 4 (empat) Pilar TJSL
komunitas             sosial-inovatif (contoh:                                 komunitas.              developer melalui       berkelanjutan              dan pembiayaan UMKM.              •   Efek yang Diterbitkan     yaitu Pilar Sosial, Pilar
                      ekosistem perumahan,                                                             ekosistem               semakin kuat.            • Peningkatan pendapatan                / Surat Berharga yang     Ekonomi, Pilar Lingkungan,
(Kemungkinan          waste-to-mortgage)                                                               perumahan.                                         bank dari aktivitas                   Diterbitkan (Green /      dan Pilar Tata Kelola
terjadi: Tinggi)      untuk meningkatkan                                                                                                                  pembiayaan dan layanan                Sustainability Bond)      serta 3 (tiga) Fokus
                      kesejahteraan sekaligus                                                                                                             perbankan.                                                      yaitu Fokus Pendidikan,
                      memperluas basis                                                                                                                                                                                    Fokus Lingkungan, serta
                      nasabah.                                                                                                                                                                                            Fokus Pembinaan UMKM.
                                                                                                                                                                                                                          Kegiatan tersebut bertujuan
                                                                                                                                                                                                                          untuk menjaga business
                                                                                                                                                                                                                          continuity, social and
                                                                                                                                                                                                                          environment impact,
                                                                                                                                                                                                                          branding and reputation.


                                                                                                                                                                                                                          BTN memaknai substansi
                                                                                                                                                                                                                          program TJSL tidak hanya
                                                                                                                                                                                                                          mengarah kepada upaya
                                                                                                                                                                                                                          membangun hubungan
                                                                                                                                                                                                                          yang harmonis dan saling
                                                                                                                                                                                                                          menguntungkan dengan
                                                                                                                                                                                                                          lingkungan, komunitas dan
                                                                                                                                                                                                                          pemangku kepentingan
                                                                                                                                                                                                                          baik secara lokal,
                                                                                                                                                                                                                          nasional maupun global,
                                                                                                                                                                                                                          namun juga mengarah
                                                                                                                                                                                                                          kepada misi BTN untuk
                                                                                                                                                                                                                          memberikan dampak
                                                                                                                                                                                                                          dan kontribusi positif bagi
                                                                                                                                                                                                                          pembangunan ekonomi
                                                                                                                                                                                                                          yang berkelanjutan.




235                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 236
                                      Pendahuluan       Profil dan         Membangun Ekosistem         Mengelola Lingkungan yang      Menumbuhkan Potensi dan       Menguatkan Masyarakat melalui        Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                        Perjalanan BTN     Keuangan Berkelanjutan      Bertanggung Jawab              Kesejahteraan Pegawai         Kepedulian dan Inklusi               Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                         Digitalisasi




                                                                                                             Jangka Waktu Dampak                                                                            Akun Laporan
 Peluang terkait       Deskripsi Peluang                                                                                                                            Analisis Dampak pada
                                                Potensi Dampak Negatif                                                                                                                                     Keuangan yang                  Langkah Mitigasi
 Keberlanjutan          Keberlanjutan                                                    Pendek                    Menengah                  Panjang                 Laporan Keuangan
                                                                                                                                                                                                             Terdampak
Pengadaan Berkelanjutan

Peluang              Pengembangan               •   Dengan aplikasi ini          Dengan aplikasi              Proses lebih             Reputasi Bank            •   Efisiensi biaya operasional      •   Beban Operasional           Bank telah
implementasi         pengadaan                      Bank dapat melakukan         ini Bank dapat               terintegrasi dan         menjadi lebih baik           melalui pengurangan              •   Aset Takberwujud            mengembangkan aplikasi
End to End           berkelanjutan melalui          efisiensi biaya              melakukan efisiensi          transparan,              dimana sistem                penggunaan kertas dan                                            End to End Procurement
Procurement.         digitalisasi end-to-           kertas dalam proses          biaya kertas dalam           menurunkan               pengadaan                    peningkatan efisiensi proses                                     untuk mendukung
                     end, dan peningkatan           pengadaan.                   proses pengadaan.            risiko fraud/            lebih terintegrasi,          pengadaan.                                                       proses pengadaan
(Kemungkinan         transparansi untuk         •    Reputasi Bank menjadi                                    ketidaksesuaian          transparan dan           •   Peningkatan reputasi bank                                        yang berkelanjutan dan
terjadi: Tinggi)     meningkatkan efisiensi         lebih baik dimana                                         proses pengadaan.        paperless, serta             melalui sistem pengadaan                                         paperless.
                     dan akuntabilitas.             sistem pengadaan                                                                   proses bisnis                yang lebih transparan,
                                                    bank lebih terintegrasi,                                                           lebih efisien dan            terintegrasi, dan paperless.
                                                    transparan dan                                                                     berkelanjutan.
                                                    paperless, serta proses
                                                    bisnis lebih efisien.

Penggunaan Sumber Daya Alam dan Pengelolaan Lingkungan

Peluang dari         OJK telah menerbitkan      •   Peningkatan                  •   Peningkatan              Dari aktivitas           Dengan terus             •   Peningkatan pembiayaan           •   Kredit yang Diberikan       •   Bank telah menyalurkan
penerapan KKUB       Taksonomi Hijau                Pembiayaan Hijau:                Pembiayaan               penyaluran kredit ke     berkomitmen pada             hijau melalui penyaluran         •   Pendapatan Bunga                kredit pada sektor
dan Taksonomi        Indonesia / Taksonomi          Fokus pada referensi             Berkelanjutan:           sektor berkelanjutan,    keberlanjutan BTN            kredit ke sektor berkelanjutan   •   Pendapatan                      berkelanjutan (KKUB
Keuangan             untuk Keuangan                 KKUB dan TKBI OJK.               Fokus pada KKUB          Bank akan                akan memiliki                sesuai Taksonomi Hijau OJK.          Provisi dan Komisi              OJK) seperti proyek
Berkelanjutan        Berkelanjutan Indonesia    •   Akses Pendanaan                  dan Taksonomi            mendapatkan akses        reputasi yang baik       •   Akses pendanaan melalui              dan Pendapatan                  SPAM, energi terbarukan,
Indonesia (TKBI)     sebagai pedoman bagi           Hijau: Memungkinkan              Hijau OJK                pendanaan seperti        di mata investor dan         penerbitan green bond atau           Operasional Lain selain         transportasi ramah
oleh OJK serta       LJK untuk memetakan            penerbitan green, social         meningkatkan             dengan penerbitan        ESG rating dapat             sustainability bond.                 Bunga                           lingkungan, dll.
target NZE           dan meningkatkan               atau sustainability              reputasi bank            green, social, atau      meningkat, serta         •   Peningkatan reputasi ESG         •   Efek yang Diterbitkan       •   Bank akan berencana
pemerintah.          pembiayaan pada sektor         bond.                            dan kepercayaan          sustainability bond.     stabilitas keuangan          bank melalui sertifikasi             / Surat Berharga yang           menerbitkan tematik
                     Hijau. Selain itu OJK      •   Dukungan NZE 2060:               investor.                                         Bank lebih resilience.       bangunan hijau dan inisiatif         Diterbitkan (Green /            green / social /
(Kemungkinan         juga mengklasifikasikan        Sertifikasi Green Building   •   Sertifikasi                                                                    lingkungan.                          Sustainability Bond)            sustainability bonds.
terjadi: Tinggi)     Kategori Kegiatan Usaha        dan inisiatif lingkungan         Green Building:                                                                                                 •   Liabilitas Subordinasi      •   Bank telah mendukung
                     Berkelanjutan (KKUB)           meningkatkan reputasi            Pengelolaan                                                                                                                                         berbagai program
                     sebagai pedoman                Bank.                            lingkungan dan                                                                                                                                      pelestarian lingkungan
                     LJK untuk mendukung                                             limbah yang                                                                                                                                         dan manajemen limbah
                     pembiayaan pada                                                 baik mendukung                                                                                                                                      gedung yang baik
                     sektor berkelanjutan dan                                        sertifikasi hijau dan                                                                                                                               hingga mendapatkan
                     berkontribusi pada NZE                                          reputasi Bank.                                                                                                                                      sertifikasi Green Building
                     2060.                                                                                                                                                                                                               pada Menara 2 BTN.




236                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 237
                                       Pendahuluan       Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan       Menguatkan Masyarakat melalui       Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                         Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai         Kepedulian dan Inklusi              Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




                                                                                                       Jangka Waktu Dampak                                                                            Akun Laporan
 Peluang terkait        Deskripsi Peluang                                                                                                                      Analisis Dampak pada
                                                 Potensi Dampak Negatif                                                                                                                              Keuangan yang                  Langkah Mitigasi
 Keberlanjutan           Keberlanjutan                                                Pendek                  Menengah                   Panjang                Laporan Keuangan
                                                                                                                                                                                                       Terdampak
Perubahan Iklim dan Ekosistem

Peluang              Pemerintah telah            •   Peningkatan Income:        BTN akan dapat          •   Seiring               •   Dengan               •   Peningkatan pendapatan          •   Pendapatan                  •   BTN telah melakukan
pendapatan           menetapkan Perpres              BTN bisa mendapat          menambah income             peningkatan               peningkatan              dari penjualan carbon credit        Operasional Lain selain         feasibility study dengan
dan inovasi dari     No. 98/2021 tentang Nilai       pendapatan dari            dari perdagangan            volume rumah              volume rumah             yang dihasilkan dari proyek         Bunga                           konsultan sebagai
carbon credit        Ekonomi Karbon (NEK)            penjualan carbon credit.   karbon melalui Bursa        rendah emisi,             rendah emisi,            rumah rendah emisi.             •   Pendapatan Provisi              landasan dasar
                     dan POJK No. 14/2023        •   Penguatan ESG & Daya       Karbon Indonesia            BTN memiliki              BTN dapat            •   Penguatan profil ESG dan            dan Komisi                      penjualan karbon kredit
(Kemungkinan         tentang Perdagangan             Saing: Partisipasi di      (IDX Carbon) serta          lebih banyak              secara signifikan        peningkatan daya tarik bagi     •   Aset Keuangan                   dari rumah rendah emisi.
terjadi: Tinggi)     Karbon melalui Bursa            perdagangan karbon         pasar karbon                carbon credit             meningkatkan             investor.                           Lainnya (Aset terkait       •   Sebagai tahap
                     Karbon (IDX Carbon).            meningkatkan peringkat     internasional yang          yang dapat dijual,        pendapatan dari      •   Diversifikasi produk                karbon / instrumen              selanjutnya, BTN akan
                     Dengan regulasi ini, BTN        ESG dan menarik            telah beroperasi.           meningkatkan              perdagangan              keuangan berbasis karbon            lingkungan)                     melakukan pendataan
                     memiliki peluang untuk          investor.                                              volume                    karbon sebagai           dan pembiayaan hijau.                                               terhadap aset yang
                     menjual carbon credit       •   Diversifikasi Produk                                   perdagangan               sumber income        •   Dukungan terhadap transisi                                          berpeluang untuk
                     baik didalam maupun             Hijau: BTN dapat                                       karbon dan                yang stabil.             menuju ekonomi rendah                                               menyimpan karbon
                     luar negeri dari rumah          mengembangkan                                          pendapatan Bank.      •   Harga carbon             karbon.                                                             ddan melakukan drafting
                     rendah emisi yang               produk berbasis carbon                             •   Ekspansi pasar            credit cenderung                                                                             Dokumen Rencana Aksi
                     memenuhi standar                credit.                                                karbon domestik           meningkat karena                                                                             Mitigasi (DRAM). Draft
                     keberlanjutan.              •   Dukungan NZE 2060:                                     semakin masif,            regulasi emisi                                                                               tersebut kemudian
                                                     Pemanfaatan carbon                                     memungkinkan              semakin ketat,                                                                               akan didaftarkan dan
                                                     credit membantu                                        harga carbon              meningkatkan                                                                                 dievaluasi oleh Sistem
                                                     transisi ke ekonomi                                    credit lebih              permintaan dari                                                                              Registrasi Nasional (SRN)
                                                     rendah karbon.                                         kompetitif dan            perusahaan yang                                                                              dan Lembaga verifikasi
                                                                                                            menguntungkan             harus mengurangi                                                                             internasional.
                                                                                                            bagi BTN.                 jejak karbonnya.                                                                         •   BTN telah memiliki sekitar
                                                                                                                                  •   Carbon credit                                                                                11.412 rumah rendah emisi
                                                                                                                                      menjadi instrumen                                                                            sebagai pilot project
                                                                                                                                      keuangan yang                                                                                yang ke edepannya akan
                                                                                                                                      lebih mapan,                                                                                 dibangun total 150.000
                                                                                                                                      membuka                                                                                      rumah rendah emisi
                                                                                                                                      peluang untuk                                                                                pada tahun 2029.
                                                                                                                                      integrasi dalam
                                                                                                                                      strategi jangka
                                                                                                                                      panjang BTN dan
                                                                                                                                      memperkuat
                                                                                                                                      posisi sebagai ESG
                                                                                                                                      Champion dalam
                                                                                                                                      perbankan hijau.




237                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 238
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                  Digitalisasi




BTN menggunakan metrik pada topik material untuk menetapkan target serta memantau capaian atas aktivitas yang mendukung realisasi target tersebut.

                                                                                                     Tabel Metrik & Target


                              KPI yang Terkait dengan Kompensasi
      Topik Material                                                                                                    Strategi & Tujuan KPI                                                            Realisasi KPI
                                             Direksi

Keamanan Informasi         Tidak terdapat insiden pelanggaran terkait BTN secara berkelanjutan meningkatkan kapabilitas keamanan Teknologi Informasi sebagai Tidak terdapat insiden pelanggaran
                           keamanan siber (cybersecurity breach)      bentuk komitmen dan konsistensi dalam memperkuat kapabilitas strategis keamanan TI, terkait keamanan siber (cybersecurity
                                                                      guna mendukung terciptanya lingkungan digital yang aman serta meminimalkan potensi breach)
                                                                      terjadinya cyber security breach. Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan pendekatan
                                                                      pertahanan berlapis (defense-in-depth) yang mencakup pengamanan pada lapisan
                                                                      endpoint, aplikasi, jaringan, infrastruktur Teknologi Informasi, serta data.

                                                                               Sejalan dengan pemenuhan terhadap kontrol prioritas regulator, BTN juga terus
                                                                               meningkatkan ketahanan siber serta mengelola risiko siber secara lebih efektif dengan
                                                                               mengimplementasikan kerangka kerja NIST Cybersecurity Framework, yang mencakup
                                                                               fungsi Govern, Identify, Protect, Detect, Respond, dan Recover.

                                                                               Selain itu, BTN secara berkala melakukan pengukuran dan evaluasi atas efektivitas
                                                                               implementasi kontrol keamanan informasi dalam rangka memastikan optimalisasi
                                                                               pengamanan sistem dan data. Upaya tersebut antara lain diwujudkan melalui perolehan
                                                                               sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 serta penerapan Indeks IT Security sebagai bagian dari
                                                                               mekanisme penilaian tingkat kematangan keamanan Teknologi Informasi di lingkungan
                                                                               BTN.

Ketenagakerjaan            Human       Capital     Diversity   dengan          BTN terus berkomitmen dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia, keberagaman,                           Rasio perempuan dalam nominated
                           meningkatkan rasio rata-rata jumlah talenta         kesetaraan, dan inklusi dalam seluruh aktivitas operasional, hubungan kerja, serta layanan.             talent ditargetkan sebesar 28% dengan
                           Perempuan (sebesar 28%) dan jumlah                  Pelaksanaannya mencakup seluruh siklus ketenagakerjaan, mulai dari rekrutmen (termasuk                  realisasi mencapai 33,3%. Sementara
                           talenta milenial (≤ 42 tahun, sebesar 16,5%)        pegawai disabilitas), pengembangan kompetensi, penataan karier, hingga pemberian                        itu, rasio top talent muda (≤ 42 tahun)
                           yang masuk ke dalam nominated talent                remunerasi dan kesejahteraan. BTN memastikan setiap pegawai memperoleh kesempatan                       dalam nominated talent ditargetkan
                           (BOD-1 yang diusulkan oleh Dewan Komisaris          yang adil tanpa diskriminasi berdasarkan gender, agama, suku, ras, maupun latar belakang                sebesar 16,5% dan terealisasi sebesar
                           ke Kementerian BUMN berdasarkan kinerja             pribadi lainnya. Pendekatan ini membentuk lingkungan kerja yang inklusif, aman, dan                     16,67%.
                           dan kapasitas talent).                              mendukung produktivitas pegawai.
                                                                                                                                                                    Ke depannya BTN akan berupaya
                                                                               Selain itu BTN juga memberikan pengembangan kompetensi melalui pelatihan ESG/digital untuk konsisten dalam memastikan
                                                                               banking/service excellence, peningkatan kesejahteraan, dan employee engagement untuk keberagaman     Dewan     Komisaris
                                                                               memperkuat kapabilitas organisasi.                                                   dan    Direksi  khususnya   terkait
                                                                                                                                                                    keberagaman gender dan usia.




238             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 239
                                     Pendahuluan       Profil dan        Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                       Perjalanan BTN    Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                          Digitalisasi




                              KPI yang Terkait dengan Kompensasi
      Topik Material                                                                                                            Strategi & Tujuan KPI                                                            Realisasi KPI
                                             Direksi

Produk dan Jasa            Pembiayaan/Kredit     Berkelanjutan    yang BTN berkomitmen untuk menerapkan keuangan berkelanjutan dengan memberikan                                               Penyaluran        pembiayaan/kredit
Berkelanjutan              termasuk dalam Kategori Kegiatan Usaha dukungan menyeluruh pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang diwujudkan                                                   berkelanjutan sebesar Rp203,45 triliun
                           Berkelanjutan (KKUB) sebesar Rp200,26 triliun melalui penyaluran pembiayaan berkelanjutan (sustainable financing). BTN mengacu                                      yang terdiri dari Pembiayaan Hijau
                                                                         pada Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) sebagai landasan dalam memenuhi                                     (Green Financing) sebesar Rp7,01
                                                                         tujuan utama untuk mendukung kegiatan usaha yang bertujuan meningkatkan kelestarian                                   triliun dan Pembiayaan Sosial (Social
                                                                         lingkungan dan kesejahteraan sosial.                                                                                  Financing) sebesar Rp196,43 triliun.

                           Jumlah Pengguna Aktif Super App balé by                   BTN mengedepankan strategi digitalisasi dan akses pembiayaan melalui pengembangan 3,7 juta pengguna balé by BTN
                           BTN untuk mendukung digitalisasi layanan                  platform digital seperti Super App balé by BTN, balé Properti, dan balé Community untuk
                           keuangan bagi nasabah. Jumlah pengguna                    mempermudah layanan keuangan yang inklusif, terutama bagi masyarakat di wilayah
                           terdaftar sebanyak 1,69 juta pengguna                     underserved. Kolaborasi dengan berbagai merchant, fintech, dan agen perbankan (Agen
                                                                                     BTN) memungkinkan perluasan jangkauan layanan dengan infrastruktur teknologi yang
                                                                                     terus diperkuat untuk memastikan keamanan dan keandalan sistem. BTN secara aktif
                                                                                     mengembangkan solusi digital dan memperluas kanal layanan berbasis teknologi untuk
                                                                                     menjangkau lebih banyak pengguna dan menyelenggarakan literasi keuangan untuk
                                                                                     masyarakat underserved/underbank/UMKM



Selain itu, sejumlah topik material juga dianggap penting bagi pemangku kepentingan                                           ini, dua topik material yang menjadi fokus utama adalah Pengembangan Masyarakat
eksternal, sehingga dikelola secara khusus untuk menjawab harapan dan kebutuhan                                               serta Produk dan Jasa Berkelanjutan. Keduanya mencerminkan komitmen Bank dalam
mereka. BTN menekankan upaya menciptakan dampak positif sekaligus mengurangi                                                  mendukung keberlanjutan sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.
dampak negatif dari seluruh aktivitas operasional, produk, dan layanan. Dalam kerangka


                                                                                           Isu Material bagi Pemangku Kepentingan Eskternal

                           Pemangku
  Topik Material                                    Dampak               Penjelasan Dampak terhadap Pemangku Kepentingan                                      Target Kuantitatif                                   Realisasi
                       Kepentingan Terkait

Pengembangan           Masyarakat,                 Positif          BTN berperan aktif dalam mendorong pengembangan masyarakat Penyaluran TJSL sebesar Rp120miliar                              Penyaluran TJSL sebesar Rp119,91 miliar
Masyarakat             Regulator                                    melalui program pemberdayaan ekonomi, dukungan terhadap
                                                                    UMKM, penyediaan akses terhadap hunian yang layak serta
                                                                    peningkatan akses pendidikan dan kesehatan. Inisiatif ini membuka
                                                                    peluang ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan membangun
                                                                    komunitas yang lebih mandiri, inklusif serta berdaya saing.

                                                   Negatif          Tantangan seperti risiko ketergantungan, ketidaksesuaian program
                                                                    dengan kebutuhan lokal, dan potensi ketimpangan sosial tetap
                                                                    perlu diantisipasi agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.




239             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 240
                                   Pendahuluan       Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang            Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui      Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                     Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                    Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi             Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                 Digitalisasi




                         Pemangku
   Topik Material                                 Dampak               Penjelasan Dampak terhadap Pemangku Kepentingan                                            Target Kuantitatif                                     Realisasi
                     Kepentingan Terkait

Produk dan Jasa      Masyarakat,                 Positif          BTN terus berperan aktif dalam mengimplementasikan prinsip • Penyaluran Kredit KUMK sebesar 4,41 • Penyaluran Kredit KUMK sebesar
Berkelanjutan        Regulator                                    ESG pada proses bisnis dan operasional bank melalui penyaluran  triliun                            Rp5,67 triliun
                                                                  pembiayaan yang inklusif, khususnya kepada sektor UMKM dan
                                                                  program KPR Subsidi. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan
                                                                  akses masyarakat terhadap pembiayaan yang terjangkau,
                                                                  mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta mendukung
                                                                  peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kepemilikan
                                                                  hunian yang layak dan penguatan kapasitas usaha mikro, kecil,
                                                                  dan menengah.

                                                 Negatif          Tantangan seperti potensi ketergantungan masyarakat terhadap
                                                                  pembiayaan bersubsidi seperti Kredit Usaha Rakyat dan KPR
                                                                  Subsidi perlu diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan dan
                                                                  kapasitas usaha agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.




Climate Risk Stress Testing (CRST)                                                       Matriks Climate                                Disorderly                                                                      Too Little, Too Late
                                                                                         Risk Stress




                                                                                                                  High
Sejak diterbitkannya panduan Climate Risk Stress Testing                                 Testing (CRST)
(CRST) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2023, BTN
mengintegrasikan CRST ke dalam kerangka manajemen risiko
Bank sebagai bagian dari penguatan pengelolaan risiko iklim                                                                                                               Delayed
dan ketahanan keuangan jangka panjang. Penerapan CRST                                                                                                                       2º C




                                                                                                                  Transition Risk
dilakukan melalui metode stress testing berbasis skenario untuk
mengidentifikasi, mengukur, dan menganalisis transmisi risiko
perubahan iklim, baik risiko fisik maupun risiko transisi, terhadap
profil risiko Bank, kinerja keuangan, dan kapasitas permodalan                                                                             Net Zero
                                                                                                                                             2050
secara komprehensif.                                                                                                                        (1,5ºC)

                                                                                                                                                                                                                              Current
                                                                                                                                                                                                                              Policies


                                                                                                                                        Orderly                                                                          Hot House World
                                                                                                                  Low




                                                                                                                                     Low                                         Physical Risk                                       High




240             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 241
                                       Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem        Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan        Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                       Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan     Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai          Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                Digitalisasi




Dalam penerapannya, BTN menggunakan skenario iklim Network for Greening the                                                    tersebut dikaitkan dengan proyeksi variabel makroekonomi utama, antara lain Produk
Financial System (NGFS) yang telah disesuaikan dengan kondisi Indonesia oleh OJK,                                              Domestik Bruto (PDB), inflasi, nilai tukar, dan suku bunga, sebagai penggerak risiko utama
yaitu Current Policies yang merefleksikan kebijakan saat ini tanpa perubahan tambahan,                                         untuk menilai dampak risiko iklim terhadap risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas,
Delayed Transition yang menggambarkan transisi menuju ekonomi rendah karbon yang                                               dan risiko operasional, serta implikasinya terhadap kecukupan modal dan ketahanan
tertunda dan membutuhkan penyesuaian signifikan di masa depan, dan Net Zero 2050                                               keuangan Bank.
sebagai skenario transisi ambisius untuk mencapai nol emisi pada 2050. Ketiga skenario


CRST Framework Overview

  1. Pengumpulan Informasi               2. Transmisi Risiko Iklim                               3. Impact Assessment


             NGFS                    Penilaian Risiko Transisi                           Indikator Risiko                                                  Risiko Kredit
         Transisi:
                                                Level Portfolio:                                 Probability of Default (PD)                                 Expected Credit Loss (ECL)
         • Makro
                                                     Loan
         • Mikro

                                                                                                                                                                     RWA Kredit                        Stressed Test Impact




                                                                                                                                             Kuantitatif
         Fisik
                                                                                                   Non-Performing Loan                                                                                        Capital Adequacy Ratio
                                                                                                                                                                 Pendapatan Bunga
                                                                                                                                                                                                                      (CAR)
                                                                                                 Loss Given Default (LGD)
             IPCC                                                                                                                                          Risiko Pasar

                                                                                                 Loan To Value Ratio (LTV)                                           RWA Pasar
         Fisik                           Perubahan pada matriks PD

                                                                                                                                                           Risiko Operasional                                      Ekuitas (B/S)

                                                Surat Berharga                                                                                                    RWA Operasional
                                                                                                  Mark-to-Market (MtM)
         Data Internal:
      • Debitur                         Perubahan Pendapatan Bunga




                                                                                                                                             Kualitatif
      • Bank                                                                                           Repricing Gap
                                                                                                                                                           Risiko Likuiditas

                                                                                                                                                                                                     Inflow
                                      Asesmen Risiko Fisik
                                                                                                                                                             High Quality Liquid Asset
         Data External:                                                                                                                                                                                                            LCR
                                                                                                         Loss Event                                                 (HQLA)
      • Publik                                Jaminan: Kolateral                                                                                                                                     Outlaw
      • Private



Untuk menerjemahkan hasil stress testing berbasis skenario ke dalam analisis portofolio,                                       digunakan untuk memperkaya konteks risiko dan memperkuat asumsi variabel. Dengan
BTN melengkapi pemodelan melalui pengumpulan data internal dan eksternal yang                                                  pendekatan top-down, proyeksi makro ekonomi ditranslasikan ke sektor-sektor dengan
relevan. Data internal mencakup profil portofolio kredit dan eksposur sektoral, termasuk                                       eksposur risiko iklim yang lebih tinggi. Grafik berikut menampilkan Distribusi Eksposur
informasi debitur dan agunan sesuai kebutuhan analisis, sedangkan data eksternal                                               Risiko Iklim Berdasarkan Sektor sebagai ringkasan konsentrasi eksposur dan penetapan
                                                                                                                               prioritas mitigasi pada portofolio kredit.

241                  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 242
                                   Pendahuluan     Profil dan         Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan     Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN     Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai       Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                         Digitalisasi




     Distribusi Eksposur Risiko Iklim Berdasarkan Sektor


            Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan                     0,01%

                               Industri Pengolahan                  0,33%

                 Pertambangan dan Penggalian                         0,49%

               Pengangkutan dan Pergudangan                          1,42%

           Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas                     1,51%

         Sektor Lain di Luar Cakupan Risiko Iklim*                      3,31%

                                           Konstruksi                5,36%

                                                   KPR                                                                                                                                                      87,57%


                                                                0%               10%             20%               30%             40%               50%             60%               70%             80%             90%




A.    Analisis Skenario Risiko Transisi                                                                                Grafik Proyeksi Makroekonomi
      Untuk menilai risiko transisi, BTN menerapkan stress testing berbasis skenario
      dengan menggunakan proyeksi variabel makroekonomi utama yang bersumber
      dari NGFS dan telah disesuaikan dengan kondisi Indonesia oleh OJK. Variabel yang
      dianalisis merupakan bagian dari penggerak risiko dalam menilai transmisi risiko
      transisi terhadap portofolio kredit Bank, termasuk implikasinya terhadap indikator
      risiko kredit utama seperti stressed Probability of Default (PD), stressed Loss Given
      Default (LGD), dan Non-Performing Loan (NPL).




242              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 243
                                   Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang                      Menumbuhkan Potensi dan                                                Menguatkan Masyarakat melalui                            Menggerakkan Inovasi          Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                              Kesejahteraan Pegawai                                                  Kepedulian dan Inklusi                                   Produk Keuangan dan           Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                                                                                            Digitalisasi




Hasil simulasi CRST pada skenario Current Policies, Delayed Transition, dan Net Zero 2050                                      Pemetaan Eksposur Risiko
                                                                                                                                             Pemetaan AgunnFisik   Agunan
                                                                                                                                                           Debitur KPR BTN Debitur KPR BTN
menunjukkan bahwa risiko transisi memengaruhi kecukupan modal melalui perubahan
CKPN, mark-to-market surat berharga, serta penyesuaian ATMR kredit, pasar, dan                                                      18,00%


                                                                                                                                                             Pare-Pare, Sidoarjo

operasional. Dalam simulasi tersebut, rasio kecukupan modal (CAR) BTN berada pada                                                                             Malang, Kediri
                                                                                                                                    15,00%

kisaran sekitar 18,5% dan tetap berada di atas ketentuan minimum regulator, meskipun
                                                                                                                                                                                                                                     Kab. Tangerang dan Tangerang Selatan

                                                                                                                                                                                      Mataram


pada horizon tertentu terdapat peningkatan tekanan permodalan yang tercermin dari                                                   12,00%
                                                                                                                                                                                                                                                        Bogor



pelampauan threshold internal Bank sesuai kerangka risk appetite dan trigger level yang




                                                                                                                         Damage Ratio
berlaku.                                                                                                                                9,00%                                                                             Surabaya




                                                                                                                                        6,00%                                                              Bandung

B.    Analisis Skenario Risiko Fisik                                                                                                                                                                      Jakarta Utara                                    Karawang



      Dalam kerangka CRST, BTN mengidentifikasi risiko fisik sebagai risiko yang timbul dari                                            3,00%


      kejadian bencana seperti kebanjiran dan kebakaran yang berpotensi memengaruhi
      kualitas agunan dan meningkatkan Loss Given Default (LGD). Untuk mengelola                                                        0,00%
                                                                                                                                                Rp-                                                         Rp10.000                                            Rp20.000                       Rp30.000                          Rp40.000

                                                                                                                                                                                                                                             Nilai Agunan 2025 (dalam Rp Milyar)
      risiko tersebut, BTN melakukan pemetaan eksposur portofolio agunan dengan
                                                                                                                                        © 2025 BTN “Mitra utama dalam pemberdayaan finansial keluarga Indonesia”

      mempertimbangkan nilai agunan dan tingkat kerusakan (damage ratio) per
      wilayah guna mengidentifikasi konsentrasi eksposur dan tingkat kerentanan agunan                                         C.                 Rencana Mitigasi Perubahan Iklim
      sebagai dasar penetapan prioritas mitigasi risiko fisik.                                                                                    Menindaklanjuti hasil CRST, BTN menyusun rencana mitigasi perubahan iklim yang
                                                                                                                                                  difokuskan pada penguatan fondasi data dan kapabilitas pengelolaan risiko iklim.
      Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, BTN mengevaluasi distribusi eksposur dan                                                               Inisiatif utama meliputi pengembangan GHG Data Management, peningkatan
      area dengan tingkat kerentanan relatif lebih tinggi sebagai bagian dari analisis                                                            automasi pengukuran risiko iklim dan analisis skenario, serta penyusunan
      kualitatif risiko operasional. Dengan mempertimbangkan histori kejadian bencana,                                                            decarbonization plan dan penetapan target Net Zero sebagai arah transisi jangka
      karakteristik portofolio agunan, serta langkah mitigasi yang telah diterapkan, total                                                        panjang Bank.
      dampak risiko fisik akibat kebanjiran dan kebakaran untuk tahun 2025 dinilai minimal
      atau mendekati nihil. Hasil pemetaan eksposur risiko fisik terhadap nilai agunan dan                                                        Selain pemetaan portofolio, BTN juga mempertimbangkan implikasi finansial risiko
      tingkat kerusakan per wilayah disajikan pada grafik berikut.                                                                                iklim dalam simulasi CRST. Berdasarkan simulasi tersebut, BTN menetapkan estimasi
                                                                                                                                                  implikasi finansial dampak risiko fisik akibat kebanjiran dan kebakaran, yang
                                                                                                                                                  meningkat sebesar 56,46% dari jumlah tahun sebelumnya disebabkan peningkatan
                                                                                                                                                  program Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB).


                                                                                                                                                  Secara bertahap, hasil analisis risiko iklim diintegrasikan ke dalam kebijakan
                                                                                                                                                  underwriting dan strategi pricing melalui penyesuaian Risk Acceptance Criteria (RAC),
                                                                                                                                                  risk limit, dan BTN Portfolio Guideline. Pendekatan ini ditujukan untuk memperkuat




243              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 244
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui     Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi            Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




      disiplin pengambilan risiko, mendorong pengembangan green portfolio, serta                                        ditinjau secara berkala guna memastikan kesinambungan ketersediaan data risiko.
      memastikan bahwa pertimbangan risiko iklim tercermin dalam keputusan bisnis                                       Sejalan dengan hal tersebut, sistem informasi manajemen risiko dikelola secara
      dan pengelolaan portofolio kredit.                                                                                terkoordinasi lintas divisi dengan fokus pada peningkatan kualitas basis data risiko, agar
                                                                                                                        proses pengukuran dan pemantauan risiko dapat dilaksanakan secara terintegrasi,
Pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Risiko                                                                           tepat waktu, dan sesuai dengan ketentuan regulator.


Bank mengoperasikan mekanisme pengelolaan informasi risiko yang mencakup                                                Impact and Risk Assessment
eksposur risiko, risk tolerance, kepatuhan terhadap limit internal, hasil stress testing,
serta konsistensi penerapan kebijakan dan prosedur. Informasi risiko tersebut disajikan                                 Impact and risk assessment merupakan proses evaluasi komprehensif yang dilakukan
dalam laporan berkala kepada manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan,                                             Bank untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi risiko serta dampak yang timbul
penetapan langkah mitigasi, dan tindak lanjut yang diperlukan.                                                          dari kegiatan atau kebijakan tertentu. Penilaian ini bertujuan mengendalikan risiko secara
                                                                                                                        efektif sekaligus memastikan bahwa setiap keputusan bisnis mempertimbangkan
Keandalan mekanisme pengelolaan informasi risiko didukung oleh penyediaan sistem                                        implikasinya terhadap operasional dan keberlanjutan Bank dalam jangka panjang.
back-up yang memadai untuk meminimalkan potensi gangguan. Efektivitas sistem                                            Proses tersebut mencakup beberapa elemen utama sebagai berikut:


       Elemen Utama Impact and Risk Assessment



          Pengembangan Produk Baru                                 Teknologi/Aplikasi BTN                               Investasi yang Bertanggung Jawab                                   Strategic Initiatives




       Bank melakukan penilaian risiko atas                      Risiko penggunaan teknologi                              Setiap investasi dinilai berdasarkan                        Kebijakan pengembangan SDM
       produk dana dan kredit baru dengan                          dievaluasi secara khusus                                  prinsip keberlanjutan dengan                              dievaluasi untuk memastikan
         mempertimbangkan dampaknya                              pada aspek data privacy dan                                 mempertimbangkan dampak                                  pengelolaan dan peningkatan
         terhadap nasabah, operasional,                          cyber security untuk menjaga                              sosial dan lingkungan, sehingga                            kompetensi karyawan berjalan
            serta aspek bisnis, teknologi                      perlindungan data nasabah dan                              memberikan nilai tambah finansial                         efektif, mendukung tujuan strategis
           informasi, kepatuhan, hukum,                        keandalan sistem informasi, serta                            sekaligus memenuhi tanggung                             Bank, dan tidak menimbulkan risiko
         dan finansial, guna memastikan                         mencegah kebocoran data dan                                      jawab sosial dan etika.                                   operasional tambahan.
       implementasi produk berjalan aman                                serangan siber.
                   dan terkendali.




244             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 245
                                  Pendahuluan    Profil dan        Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui        Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN    Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi               Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                         Digitalisasi




Sistem Pengendalian Internal yang Menyeluruh

Seluruh rangkaian pengawasan, kebijakan, dan proses risiko perlu ditopang mekanisme                                     Dalam kerangka tersebut, pengendalian risiko merupakan elemen utama yang melekat
pengendalian internal yang menyeluruh dan konsisten. Pilar ini memastikan kepatuhan                                     pada sistem pengendalian internal dan berfungsi memastikan bahwa eksposur serta
terhadap ketentuan, efektivitas kontrol, serta tindak lanjut perbaikan, sehingga disiplin                               tingkat risiko sesuai toleransi yang ditetapkan. Mekanisme pengendalian mencakup
pengelolaan risiko terjaga dan kesinambungan kinerja Bank dapat ditopang.                                               antara lain lindung nilai (hedging), penerbitan garansi, sekuritisasi aset, credit derivatives,
                                                                                                                        serta penguatan permodalan untuk menyerap potensi kerugian. Keandalan sistem
Sistem Pengendalian Risiko                                                                                              pengendalian internal menjadi tanggung jawab seluruh Satuan Kerja Operasional (risk-
                                                                                                                        taking unit), Satuan Kerja Manajemen Risiko, Satuan Kerja Kepatuhan, dan Satuan Kerja
BTN menerapkan sistem pengendalian internal yang menyeluruh guna memastikan                                             Audit Internal. Seluruh proses pengendalian dirancang secara terintegrasi dan diuraikan
penerapan manajemen risiko yang efektif. Sistem ini bertujuan melindungi aset Bank,                                     melalui tahapan berikut.
menjamin keandalan laporan keuangan dan manajerial, meningkatkan kepatuhan
terhadap regulasi dan peraturan perundang-undangan, serta menekan potensi
kerugian, penyimpangan, dan pelanggaran prinsip kehati-hatian.


  Kerangka Kerja Pengendalian Risiko



                                                                  3 Lines Model
                                                                                                                                                                                           Organ Pengurus
                                                         Organ Pengurus                                                                                                                         BoC
                             Akuntabilitas terhadap pemangku kepentingan atas pengawasan organisasi




                                                                                                                                                      Penyedia Asurans Eksternal
                                                                                                                                                                                              Manajemen
                                       Peran Organ Pengurus: integritas, kepemimpinan, dan transparansi
                                                                                                                                                                                                 BoD



                                                                                                                                                                                             Lini Pertama:
                                       Manajemen                                                                      Audit Internal                                                   Unit Bisnis & Operasional
      Tindakan (termasuk pengelolaan risiko) untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi                             Asurans yang Independen                                                     Lini Kedua:
                                                                                                                                                                                    Unit Kepatuhan, Risiko, & Policy
                                                                Peran lini kedua:                                       Peran lini ketiga:                                                    Lini Ketiga:
                 Peran lini pertama:
                                                        Ekspertis, bantuan, pemantauan,                              Asurans dan advis yang
           Penyediaan produk/jasa kepada                                                                                                                                                     Audit Internal
                                                        dan tantangan atas hal-hal yang                           independen dan objektif atas
                klien; mengelola risiko
                                                              terkait dengan risiko                              segala hal yang terkait dengan
                                                                                                                       pencapaian tujuan




245            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 246
                                    Pendahuluan   Profil dan          Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan       Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai         Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                           Digitalisasi




Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR)

BTN telah menerapkan Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR) sebagai                                             Sejalan dengan penerapan tersebut, Bank telah melakukan diagnostik ICOFR sejak
bagian dari sistem pengendalian internal untuk memberikan keyakinan yang memadai                                           2024 dan mulai mengimplementasikannya pada 2025. Bank juga telah menetapkan
(reasonable assurance) atas keandalan pelaporan keuangan yang berintegritas sesuai                                         Kebijakan Khusus dan Petunjuk Teknis, serta membentuk Unit Kerja Khusus (UKK) pada
dengan POJK No. 15/2024 Tentang Integritas Pelaporan keuangan Bank dan juga SK-                                            Digital & Operations Risk Management Division untuk memastikan pelaksanaan ICOFR
5/2024 tentang Petunjuk Teknis Pengendalian Internal atas Pelaporan Keuangan/Internal                                      sesuai tahapan yang telah ditetapkan, meliputi:
Control over Financial Reporting (ICOFR) Badan Usaha Milik Negara.


      Tahapan ICOFR BTN




                     Tahap 1                                       Tahap 2                                     Tahap 3                                        Tahap 4                                     Tahap 5
                   Perancangan                    Implementasi dan Pemantauan                                  Evaluasi                                       Remediasi                                   Pelaporan
           BTN telah menentukan ruang                        Berkelanjutan                      BTN saat ini sedang melaksanakan                       Dalam tahap ini, terdapat                BTN akan menyusun laporan
        lingkup ICOFR berkoordinasi dengan        BTN telah melaksanakan Control                  tahap Evaluasi yaitu penyediaan                beberapa BPM dan RCM dari Lini               penilaian manajemen dengan
          Lini Pertama, Kedua dan Ketiga.          Self Assessment (CSA) oleh Lini                 data oleh Lini Pertama dibantu                 Pertama yang perlu dilakukan                   mempertimbangkan hasil
        Tahap berikutnya dari Perancangan          Pertama dan dilakukan validasi                  Lini Kedua untuk dievaluasi Lini               perbaikan dikarenakan masih                perhitungan Degree of Deficiency
           yaitu menyusun, menginikan               rancangan pengendalian dan                   Ketiga. Dalam tahap ini, Lini Ketiga          terdapat defisiensi atas rancangan             (DOD) serta hasil evaluasi ICOFR
         dan menyetujui Business Process          evaluasi hasil CSA oleh Lini Kedua               melakukan evaluasi efektivitas                  pengendalian hasil CSA yang             oleh Lini Ketiga mengacu pada peta
         Mapping (BPM) dan Risk Control            dengan melakukan Test of One                     implementasi ICOFR melalui                 dilakukan Lini Pertama maupun atas             jalan yang telah disusun dalam
        Matrix (RCM) oleh Lini Pertama yang                         (TOO).                        Test of Design (TOD) dan Test of             TOO yang dilakukan oleh Lini Kedua.                     Petunjuk Teknis.
          telah dievaluasi oleh Lini Kedua.                                                              Effectiveness (TOE).                  Peran Lini Ketiga yaitu mengevaluasi
                                                                                                                                                 kembali hasil remediasi dengan
                                                                                                                                                         melalui TOD dan TOE.




Melalui implementasi ICOFR BTN menegaskan komitmen terhadap prinsip GCG dengan memperkuat pengendalian internal, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaporan
keuangan, serta mendukung keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri perbankan.




246             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 247
                                    Pendahuluan    Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




Implementasi Basel

Kerangka Basel merupakan standar internasional yang bertujuan memperkuat stabilitas perbankan melalui peningkatan kecukupan modal, likuiditas, dan pengelolaan risiko. Di
Indonesia, penerapan Basel dilaksanakan sesuai ketentuan OJK guna menjaga ketahanan bank, kepercayaan nasabah, dan stabilitas sistem keuangan. Sejalan dengan penerapan
manajemen risiko, khususnya Basel II dan Basel III yang berlaku bagi seluruh bank umum, BTN telah memenuhi ketentuan sebagai berikut:

                                                                                              Persyaratan                                                                                                              Status

 Penerapan Basel II Pilar 1   Bank telah mengimplementasikan pengukuran risiko pasar dengan menggunakan standardized model sesuai dengan SE OJK No. 38/SEOJK.03/2016 tanggal
                              15 September 2016 tentang Pedoman Penggunaan Metode Standar dalam Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dengan
                              Memperhitungkan Risiko Pasar. Portofolio yang diperhitungkan dalam penentuan KPMM risiko pasar terdiri dari portofolio trading book untuk risiko suku bunga
                              serta portofolio trading book dan banking book untuk risiko nilai tukar. Bank telah melakukan persiapan SEOJK No. 23/SEOJK.03/2022 tanggal 7 Desember 2022
                              tentang Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko untuk Risiko Pasar Bagi Bank Umum yang akan diterapkan mulai 1 Januari 2024 dengan melakukan uji
                              coba perhitungan dan melaporkan kepada OJK untuk ATMR Pasar posisi bulan Juni 2023, September 2023 dan Desember 2023.

 Penerapan Basel II Pilar 2   Bank telah menyampaikan hasil laporan penerapan manajemen risiko untuk Interest Rate in the Banking Book (IRRBB) dan laporan perhitungan IRRBB kepada
                              regulator secara triwulan sesuai SE OJK No. 12/SEOJK.03/2018 Tanggal 21 Agustus 2018 perihal Penerapan Manajemen Risiko dan Pengukuran Risiko Pendekatan
                              Standar untuk Risiko Suku Bunga dalam Banking Book (Interest Rate Risk in The Banking Book) bagi bank.

 Penerapan Basel III          Berkenaan dengan rencana regulator untuk menerapkan Basel-III sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 22 tahun 2022/2023, Bank secara spesifik
                              telah menjaga Rasio Permodalan Bank atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 20,92% di atas ketentuan minimum kerangka Basel-III, yaitu sebesar (12,75%).




247              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 248
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




Kode Etik dan Etika Bisnis [GRI 2-23, 2-24]


Kode Etik merefleksikan komitmen BTN dalam menerapkan GCG secara konsisten                                              Pedoman Etika Bisnis dan Perilaku (Code of Conduct) BTN tersedia untuk diakses oleh
dengan mengacu pada praktik terbaik perbankan. Kredibilitas dan kepercayaan publik,                                     semua pihak melalui situs resmi BTN, sehingga transparansi dan keterbukaan informasi
pemegang saham, serta nasabah menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan usaha                                          dapat terjaga dengan baik. Pedoman ini tidak hanya mengatur standar perilaku yang
Bank. Oleh karena itu, setiap aktivitas bisnis BTN tidak hanya wajib mematuhi peraturan                                 diharapkan dalam konteks bisnis, tetapi juga sejalan dengan penghormatan terhadap
perundang-undangan, tetapi juga menjunjung tinggi norma dan etika yang berlaku                                          Hak Asasi Manusia, sesuai dengan Prinsip-Prinsip Panduan PBB tentang Bisnis dan Hak
dalam masyarakat dan dunia usaha. Penerapan etika yang kuat menjadi elemen kunci                                        Asasi Manusia (UNGP BHR). Ini menegaskan komitmen Bank untuk beroperasi dengan
dalam membangun reputasi dan memperkuat posisi BTN sebagai good corporate                                               cara yang etis dan mematuhi hak-hak dasar individu dalam setiap aspek kegiatan
citizen. Untuk itu, Bank menegakkan integritas melalui penerapan pedoman etika dan                                      bisnisnya. [GRI 2-23]
perilaku yang jelas sebagai acuan seluruh insan BTN dalam menjalankan tugas secara
profesional, selaras dengan visi, misi, nilai-nilai BTN, serta ketentuan internal dan eksternal                         Selain itu, setiap tindakan yang diambil oleh Bank harus dilaksanakan dengan prinsip
yang berlaku.                                                                                                           kehati-hatian, yang berarti bahwa semua keputusan dan aktivitas harus dilakukan
                                                                                                                        dengan pertimbangan yang cermat dan penuh tanggung jawab. Penerapan Kode Etik
Untuk memastikan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan mencerminkan komitmen                                            BTN juga mengharuskan seluruh pihak yang terlibat untuk melakukan uji tuntas (due
terhadap prinsip-prinsip yang baik, BTN menetapkan standar etika dan perilaku yang                                      diligence), yaitu proses pemeriksaan yang teliti terhadap calon nasabah, mitra bisnis,
selaras dengan visi, misi, dan nilai-nilai budaya Bank. Penerapan standar ini diwujudkan                                atau pihak terkait lainnya, untuk memastikan bahwa mereka memenuhi standar etika
melalui Surat Keputusan Bersama Dewan Komisaris Nomor 01/ SKPB/KOM/BTN/2024                                             dan hukum yang ditetapkan oleh BTN.
dan Direksi Nomor SKPB-01/DIR/ BTN/2024 tentang Pedoman Etika Bisnis dan Perilaku
(Code of Conduct) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pedoman ini memberikan                                         Kepatuhan terhadap Kode Etik berdampak langsung terhadap reputasi dan profil
panduan yang jelas bagi seluruh anggota Bank untuk bertindak sesuai dengan nilai-                                       risiko BTN. Pelanggaran etika berpotensi menimbulkan risiko reputasi yang berdampak
nilai yang dipegang, serta menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap aspek                                    pada risiko operasional dan kredit. Oleh karena itu, Pedoman Etika diterapkan untuk
operasional.                                                                                                            membentuk perilaku profesional dan menanamkan budaya kerja berlandaskan nilai-
                                                                                                                        nilai Bank. Pedoman ini terdiri atas empat bagian utama sebagai berikut.




248             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 249
                                    Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui       Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi              Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                          Digitalisasi




                   Pendahuluan                                         Standar Etika Bisnis                                     Standar Perilaku Pegawai                                 Penerapan dan Penegakan

          Pedoman Etika BTN merupakan                         Standar etika mengatur hubungan Bank                         Anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan                        Setiap pelanggaran Corporate Code
        kompilasi kebijakan dan ketentuan                     dengan pegawai, nasabah, mitra usaha,                         pegawai wajib menghindari benturan                          of Conduct wajib dilaporkan kepada
      yang menetapkan standar perilaku bagi                     pemerintah, masyarakat, media, dan                           kepentingan dan penyalahgunaan                              Divisi Human Capital Management
      Dewan Komisaris, Direksi, dan pegawai.                  pesaing, yang dilaksanakan berdasarkan                           jabatan, dilarang memberi atau                           & Culture Specialist dengan jaminan
       Penerapannya menjadi acuan dalam                       prinsip kejujuran, transparansi, dan saling                 menerima gratifikasi yang memengaruhi                         kerahasiaan. Laporan ditindaklanjuti
      aktivitas bisnis, praktik manajerial, serta              menghormati guna menjaga integritas                          keputusan, menjalankan persaingan                          melalui evaluasi dan penetapan sanksi
      penilaian kinerja, sekaligus mendukung                                      Bank.                                       usaha yang sehat, beretika sesuai                        atau perbaikan oleh Direksi dan/atau
              penerapan prinsip GCG.                                                                                        peraturan perundang-undangan, dan                         Dewan Komisaris, serta diperkuat dengan
                                                                                                                          Bank menghindari praktik monopoli, serta                     langkah pencegahan untuk mencegah
                                                                                                                          mematuhi seluruh ketentuan hukum dan                          pengulangan pelanggaran. [GRI 2-16]
                                                                                                                                       peraturan internal.




Pengawasan Terhadap Isu Etika

Dalam upaya memperkuat tata kelola yang baik dan memastikan kepatuhan terhadap                                            Sebagai bagian dari komitmen dalam mengelola risiko fraud, Sub Komite Anti Fraud
prinsip etika, BTN mengimplementasikan pengawasan yang ketat terhadap isu fraud                                           bertanggung jawab untuk menetapkan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan
dan pelanggaran etika melalui Sub Komite Anti Fraud yang berada di bawah Komite                                           serta melaporkan keputusan signifikan kepada Direksi. Dalam menjalankan tugasnya,
Manajemen Risiko. Sub Komite ini memiliki peran strategis dalam menetapkan kebijakan,                                     komite ini menyusun kebijakan dan batas toleransi risiko fraud, mengevaluasi efektivitas
strategi, serta framework manajemen risiko fraud guna mencegah, mendeteksi, dan                                           strategi pencegahan yang telah diterapkan, serta memastikan bahwa risiko yang terjadi
menangani potensi pelanggaran. Struktur Sub Komite Anti Fraud terdiri dari anggota                                        tetap berada dalam batas yang dapat diterima. Selain itu, BTN melaksanakan audit
tetap dan tidak tetap yang berasal dari berbagai direktorat, termasuk Manajemen Risiko,                                   secara berkala untuk seluruh operasional Bank, minimal tiga tahun sekali.
Operasional, Teknologi Informasi, serta Hukum, dengan dukungan Kepala Satuan Kerja
Manajemen Risiko Operasional dan Digital sebagai sekretaris.



249              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 250
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem        Mengelola Lingkungan yang      Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui       Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan     Bertanggung Jawab              Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi              Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                          Digitalisasi




Rapat Sub Komite Anti Fraud diadakan secara berkala minimal sekali dalam tiga bulan                                      Internalisasi Pedoman Etika
atau lebih sering jika diperlukan, dengan keputusan yang diambil melalui musyawarah
atau pemungutan suara jika tidak tercapai mufakat. Seluruh keputusan terdokumentasi                                      Pedoman etika berlaku untuk seluruh anggota tata kelola tertinggi dan pegawai dalam
dalam risalah rapat yang ditandatangani oleh ketua dan seluruh anggota komite                                            setiap aktivitas bisnis Bank, termasuk saat berinteraksi dengan pemangku kepentingan.
sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.                                                                           Hal tersebut tertuang dalam Pedoman Etika Bisnis dan Perilaku (Code of Conduct)
                                                                                                                         BTN. Bank mewajibkan setiap individu dalam organisasi untuk menandatangani Pakta
Untuk memastikan efektivitas implementasi kebijakan anti-fraud, Sub Komite Anti                                          Integritas, yang bertujuan memastikan bahwa pedoman etika dijalankan dengan penuh
Fraud didukung oleh Supporting Group yang bertanggung jawab dalam penyusunan                                             tanggung jawab. Keberhasilan penerapan pedoman etika ini menjadi tanggung jawab
rekomendasi strategi, pengumpulan data, serta evaluasi implementasi kebijakan.                                           para pimpinan di setiap unit kerja, yang harus memastikan bahwa semua pegawai
Selain itu, Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional dan Digital juga memiliki peran                                    memahami dan melaksanakan pedoman etika dengan baik di lingkungan kerjanya.
penting dalam melakukan monitoring dan menindaklanjuti hasil keputusan yang telah
diambil dalam rapat komite. Melalui mekanisme pengawasan yang terstruktur ini, BTN                                       BTN mengimplementasikan pedoman etika secara menyeluruh dan mencakup
berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang berintegritas tinggi, memitigasi                                     pengenalan, kampanye, penerapan, pelaporan, dan tindak lanjut pelanggaran pedoman
potensi risiko fraud, serta memastikan bahwa prinsip-prinsip tata kelola yang baik dapat                                 etika. [GRI 2-23]
diterapkan secara konsisten dalam seluruh lini operasional Bank.

                                                                                           Proses Internalisasi Pedoman Etika

                           Sosialisasi                                                                      Penerapan                                                                 Pelaporan dan Tindak Lanjut

• Pedoman etika disosialisasikan dan dapat diakses oleh seluruh • Pengisian dan penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh • Melaksanakan Sistem Manajemen Antipenyuapan (SMAP) ISO
  insan Bank melalui media Digital Room for E-learning Modules    pegawai sesuai nilai-nilai pedoman etika;                          37001:2016 sebagai salah satu bentuk pelaksanaan dari etika
  (DREAM). Selain itu, terdapat penyelenggaraan kuis tentang • Internalisasi pedoman etika, pengendalian gratifikasi dan Sistem      bisnis dan perilaku yang tercantum dalam pedoman etika;
  pedoman etika untuk mengetahui tingkat pemahaman pegawai;       Manajemen Antipenyuapan (SMAP) kepada seluruh pegawai • Melaksanakan program Whistleblowing System (WBS); dan
  dan                                                             melalui Digital Room for E-learning Modules (DREAM);             • Hukuman bagi pegawai yang melanggar pedoman etika.
• Komitmen terhadap pelaksanaan pedoman etika juga • Bekerja sama dengan KPK melalui program Profesional
  dituangkan dalam Pakta Integritas yang wajib ditandatangani     Berintegritas (PROFIT) yang didalamnya mencakup dukungan
  oleh seluruh Direksi, Dewan Komisaris, dan Pegawai Bank. Di     Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten membangun
  samping itu, pedoman etika juga dapat diakses oleh seluruh      integritas dalam mengawal pencegahan korupsi di lingkungan
  pemangku kepentingan Bank melalui situs web.                    Bank melalui keikutsertaan training sebagai Ahli Pembangun
                                                                  Integritas (API) dan sertifikasi Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI)
                                                                  serta keikutsertaan kolaborasi kampanye dengan KPK tentang
                                                                  pencegahan korupsi melalui berbagai saluran media komunikasi;
                                                                • Melaksanakan program pengendalian gratifikasi sesuai rencana
                                                                  yang ditetapkan serta melaporkan implementasinya kepada KPK
                                                                  secara periodik per semester; dan
                                                                • Mengelola laporan penerimaan gratifikasi dari seluruh unit kerja
                                                                  dan melaporkan kepada KPK sesuai ketentuan.




250            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 251
                                  Pendahuluan       Profil dan          Membangun Ekosistem        Mengelola Lingkungan yang          Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui    Menggerakkan Inovasi    Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan     Bertanggung Jawab                  Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan     Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                 Digitalisasi




Sebagai bagian langkah internalisasi komitmen dalam menjaga standar etika yang                                                 Pelatihan ini menjadi bagian penting untuk memperkuat budaya etika di BTN dan
tinggi, BTN menyelenggarakan pelatihan kode etik pada tahun 2025 bagi seluruh                                                  memastikan setiap tindakan sesuai dengan nilai integritas, transparansi, dan
pegawai, termasuk pegawai tetap, kontrak, pekerja paruh waktu, serta kontraktor dan                                            akuntabilitas. Dengan melibatkan seluruh pegawai dan mitra kerja, BTN berkomitmen
mitra pengembang. Pelatihan ini bertujuan memastikan semua pihak yang terlibat                                                 menciptakan lingkungan kerja yang etis dan menjaga reputasi serta kredibilitas Bank.
memahami, menghayati, dan mematuhi prinsip etika yang berlaku di bank serta dapat                                              Pelatihan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya etika dalam
menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari. Selain itu, setiap pegawai baru wajib                                                interaksi bisnis serta memberi keterampilan untuk mengatasi potensi konflik kepentingan.
mengikuti pelatihan terkait etika bisnis sebagai bagian dari orientasi untuk memastikan
mereka memahami dan mengimplementasikan standar etika yang ditetapkan.


                                                                        Penyelenggaraan Pelatihan Pegawai tentang Standar Etika [GRI 404-2]

                                                Nama Pelatihan                                                                     Waktu Pelaksanaan            Jumlah Pegawai yang Mengikuti Pelatihan                 Jumlah Jam Pelatihan

Know Your Employee                                                                                                             Februari                                                11.463                                     2.866

Pengendalian Gratifikasi dan Kebijakan SMAP ISO 37001:2016                                                                     Maret                                                   10.979                                     6.404

Sanksi Disiplin Pegawai                                                                                                        April                                                    11.784                                    7.097

Pengelolaan Benturan Kepentingan (COI)                                                                                         Juni                                                    11.636                                     3.172

Prosedur Kepatuhan Persaingan Usaha Sehat                                                                                      Juli                                                     11.957                                    2.586




Sejalan dengan upaya internalisasi dan penguatan budaya etika, BTN menerapkan                                                  menjaga integritas serta disiplin organisasi. Berikut adalah rincian jumlah pegawai yang
mekanisme penegakan pedoman etika secara konsisten melalui pemberian sanksi atas                                               dikenakan sanksi pelanggaran pedoman etika berdasarkan kategori sanksi pada tahun
setiap pelanggaran yang terbukti terjadi. Penerapan sanksi dilakukan secara berjenjang                                         2023–2025.
sesuai tingkat pelanggaran sebagai bentuk akuntabilitas dan komitmen Bank dalam


                                                                                                 Sanksi Pelanggaran Pedoman Etika

                                                                                                                                                                     Jumlah Pegawai
  No               Kategori Sanksi                                   Jenis Sanksi
                                                                                                                         2025                                               2024                                          2023

      1   Sanksi Ringan                            Ringan Huruf A                                                          20                                                   4                                            11

                                                   Ringan Huruf B                                                          25                                                  15                                           15

                                                   Ringan Huruf C                                                              0                                                0                                            11




251             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 252
                                 Pendahuluan     Profil dan          Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN      Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                         Digitalisasi




                                                                                                                                                              Jumlah Pegawai
  No             Kategori Sanksi                                  Jenis Sanksi
                                                                                                                    2025                                             2024                                        2023

   2    Sanksi Sedang                           Sedang Huruf A                                                        24                                                 8                                         15

                                                Sedang Huruf B                                                            14                                           20                                           12

                                                Sedang Huruf C                                                            0                                              0                                         10

   3    Sanksi Berat                            Berat Huruf A                                                             4                                              3                                           1

                                                Berat Huruf B                                                         42                                               27                                          43

                                                Berat Huruf C                                                             5                                              4                                           1

                                        Total                                                                        134                                                81                                        119




Anti-Fraud dan Benturan Kepentingan [GRI 2-15]


BTN telah menerapkan kebijakan formal yang terperinci mengenai penyuapan dan                                              Anti-Fraud
antikorupsi, yang dituangkan dalam bentuk kebijakan khusus dan peraturan teknis.
Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya praktik penyuapan dalam seluruh                                         Kepercayaan publik terhadap integritas merupakan fondasi BTN dalam membangun
kegiatan operasional Bank. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Direktur Utama dan                                      hubungan yang berkelanjutan dengan pemangku kepentingan. Karena itu, Bank
Komisaris Utama BTN menandatangani Kebijakan Anti Penyuapan BTN pada tahun 2023,                                          menjalankan kegiatan usaha secara jujur, adil, serta bebas dari korupsi, penyuapan,
kebijakan ini menjadi bagian dari Pedoman Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).                                         dan fraud, dengan menyadari bahwa setiap pelanggaran dapat berdampak signifikan
Penandatanganan kebijakan ini menegaskan keseriusan BTN dalam menjaga integritas                                          terhadap reputasi dan pencapaian keberlanjutan Bank.
dan transparansi di setiap aspek operasionalnya.
                                                                                                                          BTN menegaskan bahwa pelanggaran kebijakan antikorupsi, anti penyuapan, dan
Melalui kebijakan dan pedoman tersebut, BTN memastikan kepatuhan seluruh insan                                            anti-fraud merupakan pelanggaran serius yang ditindak tegas sesuai ketentuan yang
Bank dan mitra terhadap standar integritas dan anti korupsi yang tinggi. Kebijakan Anti                                   berlaku. Komitmen ini didukung oleh Kebijakan Umum Nomor 6 yang mencakup aspek
Penyuapan dilengkapi pedoman, prosedur, dan pengendalian internal yang jelas untuk                                        hukum dan kepatuhan, APU, PPT, PPPSPM, serta prinsip GCG, dan berlaku bagi seluruh
mencegah praktik penyuapan, sekaligus memperkuat budaya akuntabilitas dan etika.                                          pegawai, baik tetap maupun kontrak, termasuk Dewan Komisaris dan Direksi, serta
Penerapan kebijakan ini mendukung pemenuhan ketentuan hukum, menjaga reputasi                                             diperkuat dengan pedoman, prosedur, dan pengendalian internal. Sejalan dengan POJK
BTN, serta menciptakan lingkungan bisnis yang bersih dan dapat dipercaya.                                                 12/2024, Bank menyusun Roadmap Strategi Anti Fraud (SAF) 2024–2026 berbasis 4 pilar



252            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 253
                                  Pendahuluan      Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi     Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai      Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan      Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




OJK yang dijabarkan ke dalam 10 aspek, yaitu: (1) Organization, (2) Strategy & Policy,                                   Umum. Program ini didukung langkah pencegahan, deteksi, investigasi, dan pemantauan
(3) Procedure and Governance, (4) Process, (5) Fraud Investigation, (6) System, (7) Use                                  fraud yang terintegrasi. Bank secara konsisten melakukan sosialisasi kebijakan anti-
of Data, (8) Use of Analytics, (9) Digital Channels, dan (10) Reporting/Training, serta                                  fraud kepada seluruh (100%) pegawai yang berjumlah 11.414 pada tahun pelaporan.
membentuk Fraud Risk Management Department di bawah Digital and Operations Risk                                          Bank juga mengomunikasikan kebijakan antikorupsi kepada seluruh (100%) vendor aktif
Management Division (DORD) untuk memastikan implementasi yang efektif. [GRI 3-3]                                         yang berjumlah 1.092 pada tahun pelaporan, melalui klausul SMAP dalam kontrak, yang
                                                                                                                         diperkuat dengan pelatihan antikorupsi dan anti-fraud secara berkala. Berikut rincian
Sejalan dengan itu, BTN menerapkan program Zero Tolerance to Fraud dan Zero-Defect                                       penyelenggaraan pelatihan pegawai tentang anti-fraud pada tahun 2025. [GRI 205-2]
sesuai POJK Nomor 39/POJK.03/2019 tentang Penerapan Strategi Anti-Fraud bagi Bank


                                                                    Penyelenggaraan Pelatihan Pegawai tentang Anti-Fraud [GRI 404-2]

                                                Nama Pelatihan                                                            Waktu Pelaksanaan          Jumlah Pegawai yang Mengikuti Pelatihan                 Jumlah Jam Pelatihan

Compliance Excellence - Strategi Anti-Fraud (SAF)                                                                        Januari                                           10.813                                      2.703

Identifikasi Titik-titik Kritis Kecurangan (Fraud) Pengadaan Barang/Jasa dan Supply Chain Management                     Februari                                               15                                       180
Sektor Korporasi

Melirik dan Memelihara Whistleblower : Menuju Mekanisme Anti-Fraud yang Efektif                                          Maret                                                   2                                        28

Pelatihan Fraud Auditing 2                                                                                               Juli                                                    1                                         16

National Anti-Fraud Conference                                                                                           Juli                                                    6                                       108

Sosialisasi POJK 12 tentang Penerapan Strategi Anti-Fraud                                                                Juli                                                   10                                        35

Certified Fraud Examiner (CFE)                                                                                           Agustus                                                 1                                        40

Workshop terkait Fraud Risk Assessment (FRA)                                                                             Agustus                                                 3                                         21

Pelatihan dan Sertifikasi Anti-Fraud Manager(CAFM)                                                                       Oktober                                                 3                                        63




Fraud Risk Assessment

BTN senantiasa mewaspadai eksposur yang timbul dari keterlibatannya dalam bisnis                                         Untuk memitigasi risiko tersebut, BTN menerapkan Fraud Risk Assessment (FRA) sebagai
atau operasi di wilayah dengan insiden korupsi yang lebih tinggi. Risiko ini meliputi                                    metode identifikasi dan analisis potensi risiko kecurangan, baik yang bersumber dari
potensi keterlibatan dalam kontroversi yang terkait dengan praktik korupsi, yang dapat                                   internal maupun eksternal. FRA mencakup berbagai aktivitas dan fungsi bisnis, termasuk
merusak reputasi Bank, mempengaruhi hubungan dengan pemangku kepentingan, dan                                            funding, lending, human capital, operasional, dan IT, dengan pendekatan yang proaktif
menimbulkan sanksi hukum yang merugikan stabilitas operasional BTN.                                                      dan terstruktur guna memperkuat pengawasan serta meningkatkan kesadaran pegawai
                                                                                                                         terhadap risiko fraud.




253             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 254
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




BTN menegaskan bahwa Bank tidak memiliki eksposur terhadap skandal korupsi maupun                                      potensi benturan kepentingan di seluruh lingkungan Bank. Kebijakan ini berlaku bagi
keterlibatan dalam ketidakstabilan politik dan sosial. Pelaksanaan FRA dilakukan sesuai                                Direksi, pegawai, serta pihak terkait, dengan pengaturan yang difokuskan pada area
Petunjuk Teknis Nomor PT.8-D.2 sebagai mekanisme deteksi dini risiko kecurangan. Hasil                                 sumber daya manusia (SDM), proses pengadaan (procurement), dan kredit, guna
FRA dimanfaatkan untuk menilai dampak risiko yang teridentifikasi serta merumuskan                                     memastikan penerapan pengendalian yang konsisten dan selaras dengan prinsip GCG.
langkah perbaikan dan pencegahan yang diperlukan guna memastikan operasional
Bank tetap transparan dan bebas dari praktik korupsi.                                                                  BTN juga menetapkan ketentuan yang menegaskan integritas dan independensi Direksi
                                                                                                                       dalam menjalankan tugasnya guna menjaga efektivitas penerapan kebijakan. Setiap
Benturan Kepentingan [GRI 2-15]                                                                                        anggota Direksi dilarang memperoleh atau menerima keuntungan pribadi di luar
                                                                                                                       remunerasi dan fasilitas sah yang ditetapkan melalui RUPS, serta dilarang memanfaatkan
BTN memahami bahwa interaksi internal maupun dengan pihak eksternal dapat                                              Bank untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau pihak lain yang berpotensi merugikan
menimbulkan potensi benturan kepentingan yang memengaruhi objektivitas dan                                             Bank. Direksi juga tidak diperkenankan memberikan, menawarkan, maupun menerima
integritas pengambilan keputusan. Untuk itu, Bank berkomitmen mengidentifikasi,                                        sesuatu yang bernilai dari pelanggan atau pejabat pemerintah untuk memengaruhi
mengendalikan, dan menyelesaikan setiap konflik kepentingan secara tegas dan                                           keputusan atau sebagai imbalan atas tindakan tertentu, sesuai ketentuan peraturan
transparan guna mencegah praktik yang merugikan, termasuk korupsi, kolusi, dan                                         perundang-undangan.
nepotisme (KKN), serta menjaga hubungan yang sehat dan berkelanjutan dengan
seluruh pemangku kepentingan.                                                                                          Apabila anggota Direksi memiliki kepentingan dalam transaksi atau kontrak yang
                                                                                                                       melibatkan Bank, yang bersangkutan wajib mengungkapkan kepentingan tersebut
Setiap insan BTN wajib menghindari pengambilan keputusan yang mengandung                                               dalam Rapat Direksi dan tidak memberikan suara dalam pengambilan keputusan terkait.
benturan kepentingan. Dalam kondisi tertentu ketika keputusan tetap harus diambil,                                     Apabila terdapat potensi benturan kepentingan, khususnya ketika kepentingan ekonomi
benturan tersebut wajib diungkapkan secara terbuka. Ketentuan terkait transaksi yang                                   Bank tidak sejalan dengan kepentingan ekonomi pribadi, anggota Direksi diwajibkan
mengandung konflik kepentingan diatur dalam Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi                                      untuk:
dan Dewan Komisaris. Apabila terjadi benturan kepentingan antara Bank dengan                                           1.    Mengutamakan kepentingan Bank dan tidak mengurangi keuntungan Bank dalam
Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Direksi, pejabat eksekutif, atau pihak terkait lainnya,                                     hal terjadi benturan kepentingan.
pihak yang berkepentingan dilarang mengambil keputusan yang berpotensi merugikan                                       2. Menghindarkan diri dari pengambilan keputusan dalam situasi dan kondisi adanya
Bank dan wajib mengungkapkannya guna menjamin transparansi dan akuntabilitas.                                                benturan kepentingan.
                                                                                                                       3. Melakukan pengungkapan dalam hal pengambilan keputusan tetap harus diambil
Kebijakan Pencegahan Benturan Kepentingan                                                                                    pada kondisi adanya benturan kepentingan.
                                                                                                                       4. Dalam hal pemberian kredit kepada anggota Direksi, harus berdasarkan batas
BTN menetapkan Kebijakan Khusus Nomor KK.6-H tentang Prosedur Penanganan                                                     kewajaran sesuai dengan peraturan Bank yang berlaku tanpa membedakan dengan
Benturan Kepentingan (Conflict of Interest) sebagai pedoman utama dalam mengelola                                            nasabah lainnya (arm’s length basis).
                                                                                                                       5. Melaporkan transaksi saham Bank dalam waktu 3 (tiga) hari kerja.




254            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 255
                                    Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang      Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab              Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




Untuk menjamin independensi dan akuntabilitas tata kelola, Dewan Komisaris tidak                                          pemangku kepentingan melalui mekanisme pengungkapan yang berlaku sebagai
terlibat dalam pengambilan keputusan operasional perbankan, kecuali pada hal tertentu                                     bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik, termasuk konflik kepentingan
yang secara tegas diatur dalam Anggaran Dasar Bank dan peraturan perundang-                                               yang berkaitan dengan jabatan rangkap, kepemilikan saham, hubungan, transaksi,
undangan, termasuk penyediaan dana kepada pihak terkait. Setiap bentuk keterlibatan                                       dan saldo terutang dengan pihak terkait, sesuai peraturan perundang-undangan yang
atau persetujuan Dewan Komisaris tidak mengurangi tanggung jawab Direksi dalam                                            berlaku. [GRI 2-15]
pengelolaan Bank. Selain itu, Dewan Komisaris dilarang mengambil keputusan yang
berpotensi menimbulkan benturan kepentingan atau bertentangan dengan ketentuan                                            Dugaan pelanggaran benturan kepentingan dapat disampaikan melalui sistem
hukum dan etika jabatan, sehingga wajib secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip                                       pelaporan pelanggaran (Whistleblowing System/WBS) yang memungkinkan pelaporan
berikut:                                                                                                                  secara aman dan anonim. Untuk meminimalkan risiko benturan kepentingan, seluruh
1.    Mengutamakan kepentingan Bank dan tidak mengurangi keuntungan Bank dalam                                            insan Bank diwajibkan menandatangani Pakta Integritas sebagai komitmen terhadap
      hal terjadi benturan kepentingan.                                                                                   Kode Etik BTN. Informasi pengungkapan benturan kepentingan, termasuk keanggotaan
2.    Melakukan pengungkapan kepemilikan sahamnya dan/atau keluarganya yang                                               rangkap, kepemilikan silang, keberadaan pemegang saham pengendali, serta hubungan
      mencapai 5% (lima persen) atau lebih pada Bank maupun perusahaan lain yang                                          dan transaksi dengan pihak afiliasi, disajikan secara lengkap dalam Laporan Tahunan
      berkedudukan di dalam dan luar negeri.                                                                              BTN. [GRI 2-15]
3.    Melakukan     pengungkapan         hubungan         kekeluargaan,          hubungan        keuangan,
      hubungan kepengurusan, hubungan kepemilikan dengan anggota Dewan Komisaris                                          Selain itu, penyaluran kredit juga mengacu pada Kebijakan Khusus Nomor KK.1-A tentang
      lain, anggota Direksi, pemegang saham pengendali Bank, dan/atau pihak lainnya                                       Prosedur Commercial Loan yang menegaskan prinsip pemberian kredit bebas dari
      dalam rangka bisnis Bank.                                                                                           benturan kepentingan. Berdasarkan kebijakan tersebut, Bank dilarang menyalurkan
4.    Melakukan pengungkapan adanya jabatan rangkap.                                                                      kredit, baik dalam rupiah maupun valuta asing, kepada:
5.    Melakukan pengungkapan dalam hal pengambilan keputusan tetap harus diambil                                          • Klub malam;
      pada kondisi adanya benturan kepentingan dan anggota Dewan Komisaris yang                                           • Pacuan kuda;
      bersangkutan tidak boleh melibatkan diri dalam proses pengambilan keputusan                                         • Kasino;
      Bank yang berkaitan dengan hal tersebut.                                                                            • Turkish bath;
6.    Tidak meminta, menerima, mengizinkan, dan/atau menyetujui untuk menerima                                            • Massage room; dan
      imbalan, komisi, uang tambahan, pelayanan, uang, barang berharga, dan/                                              • Usaha lain yang dilarang oleh pemerintah dan regulator.
      atau segala sesuatu yang mempunyai nilai ekonomis atau manfaat lain, untuk
      keuntungan pribadi, keluarga, dan pihak lain, dalam pelaksanaan kegiatan usaha                                      BTN juga dapat memberikan project financing kepada sejumlah kategori proyek, yaitu:
      Bank dan kegiatan lain terkait dengan Bank.                                                                         • Jalan tol;
                                                                                                                          • Pembangkit listrik;
Setiap pengungkapan benturan kepentingan didokumentasikan dan dicatat dalam                                               • Bandara;
risalah rapat sesuai ketentuan yang berlaku untuk menjamin transparansi dan                                               • Monorail; dan
akuntabilitas. Bank mengungkapkan konflik kepentingan tersebut kepada para                                                • Telekomunikasi.




255               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 256
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




Kebijakan Perlakukan Adil terhadap Pemegang Saham

BTN menetapkan pengaturan khusus terkait transaksi orang dalam (insider trading)                                               hubungan usahanya dengan Bank memungkinkan orang tersebut memperoleh
sebagai bagian dari pengendalian benturan kepentingan. Ketentuan ini diatur dalam                                              informasi orang dalam; atau
Kebijakan Khusus Nomor KK.9-EE tentang Aktivitas Hubungan Investor, Pedoman Tata                                        4.     Pihak yang dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir tidak lagi menjadi pihak
Tertib Kerja Direksi, serta Pedoman Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris. Melalui kebijakan                                       sebagaimana dimaksud pada butir 1, 2, dan 3 di atas.
tersebut, Orang dalam Bank dilarang melakukan pembelian atau penjualan efek BTN
maupun perusahaan lain yang memiliki transaksi dengan BTN. Yang dimaksud sebagai                                        Pembatasan transaksi efek bagi orang dalam didasarkan pada prinsip keterbukaan
orang dalam meliputi:                                                                                                   di pasar modal untuk menjamin kesetaraan informasi dalam pengambilan keputusan
1.    Komisaris, Direktur, atau pegawai Bank;                                                                           investasi. Orang dalam dilarang memperdagangkan efek BTN apabila memiliki informasi
2.    Pemegang Saham Utama Bank;                                                                                        material yang belum dipublikasikan (inside information atau material facts). Transaksi
3.    Orang perseorangan yang karena kedudukan atau profesinya atau karena                                              hanya dapat dilakukan setelah informasi tersebut diumumkan secara resmi kepada
                                                                                                                        publik.




Implementasi Prinsip Kehati-hatian [GRI 2-23]


Know Your Customer (KYC) dan Know Your Employee (KYE)                                                                   jasa keuangan. Untuk meningkatkan efektivitas implementasi, BTN menyelenggarakan
                                                                                                                        pelatihan daring bagi pegawai berbasis studi kasus CDD guna memperkuat pemahaman
BTN memperkuat penerapan prinsip kehati-hatian melalui dua pendekatan utama, yaitu                                      dan kewaspadaan dalam setiap aktivitas transaksi.
prinsip mengenal nasabah (know your customer/KYC) dan prinsip mengenal pegawai
(know your employee/KYE), sebagai bagian dari pengelolaan risiko operasional.                                           Anti Pencucian Uang (APU), Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT), dan
Penerapan KYC telah dikembangkan menjadi customer due diligence (CDD) yang                                              Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPPSPM)
mencakup proses identifikasi, verifikasi, dan pemantauan nasabah maupun calon
nasabah untuk memastikan kesesuaian transaksi dengan profil risiko, baik bagi walk-in                                   BTN menerapkan Program Anti Pencucian Uang (APU), Pencegahan Pendanaan Terorisme
customer (WIC) maupun nasabah terdaftar.                                                                                (PPT), dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPPSPM)
                                                                                                                        dalam proses pengenalan nasabah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
Pelaksanaan CDD mengacu pada POJK Nomor 23/POJK.01/2019 tentang Perubahan                                               undangan di sektor perbankan. Dalam rangka memastikan penerapan program APU, PPT,
atas POJK Nomor 12/POJK.01/2017 terkait penerapan program APU dan PPT di sektor                                         dan PPPSPM telah dilaksanakan secara efektif dan sesuai peraturandengan ketentuan




256             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 257
                                Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                     Digitalisasi




perundang-undangan, Bank membentuk Unit Kerja Khusus (UKK) APU, PPT, dan PPPSPM                                       1.     Menyampaikan Laporan Transaksi Keuangan kepada PPATK sebagai berikut:
sebagai penanggung jawab penerapan Program APU, PPT, dan PPPSPM di BTN.                                                      a.    Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM);
                                                                                                                             b.    Laporan Transaksi Keuangan Tunai (LTKT);
Di tingkat operasional, Kepala Kantor Wilayah dan Manajemen Kantor Cabang sebagai                                            c.    Laporan Transaksi Keuangan Transfer Dana dari dan ke Luar Negeri (LTKL); dan
Pejabat Senior yang berperan untuk memastikan seluruh pelaksanaan kegiatan dalam                                             d.    Sistem Informasi Pengguna Jasa Terpadu (SIPESAT).
rangka penerapan program APU, PPT, dan PPPSPM pada unit kerja yang berada di bawah                                    2.     Menyampaikan Pemenuhan Data/ Informasi kepada Aparat Penegak Hukum &
supervisinya berjalan dengan baik, melalui fungsi pengawasan, pemantauan, dan                                                Regulator sebagai berikut:
koordinasi dan koordinasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.                                                              a.    Sistem Informasi Program APU PPT (SIGAP) kepada OJK;
                                                                                                                             b.    Laporan APU PPT melalui Aplikasi APOLO OJK;
Kebijakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU                                                        c.    Sistem Informasi Terduga Pendanaan Terorisme (SIPENDAR) kepada PPATK;
dan PPT)                                                                                                                     d.    Pertukaran Data Elektronik (PEDAL) kepada KPK; dan
                                                                                                                             e.    Pemenuhan Permintaan data Oleh LPP dan APGAKUM lainnya yakni Kepolisian,
BTN memiliki kebijakan dan strategi yang komprehensif dalam penerapan Program                                                      Badan Narkotika Nasional, Kejaksaan.
Anti Pencucian Uang (APU), Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT), dan Pencegahan                                       3.     Menyampaikan Laporan pemantauan atas transaksi pada program Makan Bergizi
Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPPSPM), yang ditetapkan oleh Direksi                                         Gratis (MBG) kepada PPATK.
dan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan, serta standar nasional
dan internasional yang berlaku. Kebijakan dan strategi tersebut dirancang untuk                                       Program Awareness Strategic Initiative
memitigasi risiko agar setiap transaksi dan kegiatan usaha Bank tidak dimanfaatkan
sebagai sarana tindak pidana pencucian uang, pendanaan terorisme, maupun                                              1.     Refreshment APU, PPT, dan PPPSPM.
pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal.                                                                        2.     Pelatihan APU, PPT, dan PPPSPM diberikan kepada pegawai sesuai dengan tugas
                                                                                                                             dan kewenangannya, dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkala, serta
BTN berkomitmen untuk menjalankan praktik perbankan yang bersih, transparan, dan                                             diselenggarakan melalui program internal dan/atau bekerja sama dengan pihak
akuntabel dengan melibatkan seluruh pegawai dan mitra kerja dalam program edukasi                                            eksternal.
dan pelatihan guna memastikan pemahaman serta penerapan kebijakan APU, PPT, dan                                       3.     Branch Visit dan Surprise Visit.
PPPSPM secara efektif, dalam rangka mendukung terciptanya sistem keuangan yang                                        4.     Program internalisasi penerapan program APU, PPT, dan PPPSPM kepada Pegawai
aman dan tidak dimanfaatkan untuk tujuan yang melanggar ketentuan.                                                           melalui site visit terhadap Kantor Cabang untuk meningkatkan pemahaman
                                                                                                                             Pegawai terhadap program APU, PPT, dan PPPSPM serta pelaksanaan Surprise Visit
Selanjutnya, untuk mendukung penerapan kebijakan dimaksud, Bank melakukan                                                    kepada Kantor Cabang Pembantu untuk memastikan pemahaman pegawai dan
penyampaian laporan dan/atau data kepada regulator dan/atau aparat penegak                                                   evaluasi efektivitas atas penerapan program APU, PPT, dan PPPSPM.
hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, yang antara lain
meliputi:




257           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 258
                                  Pendahuluan      Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                     Digitalisasi




5.    Coaching Clinic APU, PPT, dan PPPSPM                                                                               usaha dan transaksi dengan calon nasabah, nasabah, walk-in customer (WIC), maupun
6.    Media diskusi dan koordinasi petugas Regional AML dengan Kantor Cabang untuk                                       pihak terkait yang berasal dari negara berisiko tinggi sebagaimana dipulbikasikan
      membahas issue dan solusi atas kendala dalam penerapan program APU, PPT,dan                                        oleh Financial Action Task Force (FATF). Pemantauan terhadap High-Risk Jurisdiction
      PPPSPM.                                                                                                            dilakukan melalui sistem APU, PPT, dan PPPSPM yang dapat diakses oleh seluruh
                                                                                                                         petugas terkait, termasuk petugas frontliner seperti customer service. Bank juga telah
Enhanced Due Diligence and High Risk Jurisdiction                                                                        memastikan bahwa sepanjang tahun pelaporan tidak terdapat pelanggaran pencucian
                                                                                                                         uang, pendanaan terorisme, dan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal.
BTN    menerapkan      enhanced       due       diligence     (EDD)    dan      langkah      pencegahan
(countermeasures) yang proporsional untuk mengelola risiko yang timbul dari hubungan




Pengawasan Internal dan Anti Gratifikasi


Pengawasan Internal

Sistem pengawasan internal diterapkan untuk mendukung pencapaian kinerja Bank                                            Untuk memperkuat efektivitas pengendalian tersebut, Manajemen BTN menjalankan
secara optimal, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.                                            mekanisme pengawasan secara berkesinambungan (on-going basis) guna melindungi
Mekanisme ini dirancang untuk meminimalkan potensi kerugian, memastikan kepatuhan                                        aset Bank, menjamin keandalan laporan, dan meningkatkan kepatuhan regulasi. Sistem
terhadap peraturan, serta menjaga operasional Bank tetap sehat, efisien, dan terkendali.                                 ini juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi biaya, mengurangi potensi kerugian
Dalam pengembangan kerangka kerja pengendalian internal, BTN mengacu pada                                                finansial, serta mencegah penyimpangan, termasuk kecurangan (fraud), risiko integritas,
pendekatan Internal Control Integrated Framework oleh Committee of the Sponsoring                                        dan potensi benturan kepentingan. Pengawasan internal ini juga menjadi instrumen
Organizations of the Treadway Commission (COSO) guna memastikan efektivitas                                              utama dalam memastikan kepatuhan terhadap standar etika dan perilaku usaha yang
pengendalian atas aktivitas operasional, pelaporan keuangan, serta kepatuhan                                             bertanggung jawab. Dalam konteks tersebut, pengawasan internal menjadi fondasi
terhadap ketentuan yang berlaku.                                                                                         bagi penerapan pengendalian gratifikasi sebagai bagian dari upaya Bank dalam
                                                                                                                         memperkuat budaya integritas dan tata kelola perusahaan.




258             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 259
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi      Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan       Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




Pengendalian Gratifikasi

Dalam pengelolaan risiko kepatuhan dan penguatan integritas, BTN menerapkan                                            Anti Penyuapan (SMAP), pada tahun 2025 BTN melaksanakan Audit Surveillance
pengendalian gratifikasi secara terstruktur melalui Kebijakan Khusus KK.6-A – Prosedur                                 dengan lingkup pengadaan barang dan/atau jasa pada                                 Procurement and Fixed
Pengendalian Gratifikasi. Kebijakan ini menjadi pedoman bagi seluruh pegawai di setiap                                 Asset Management Division (PFAD), perkreditan Komersial pada Commercial Banking
unit kerja untuk melaporkan setiap penerimaan maupun penolakan gratifikasi kepada                                      Division (CMBD Kantor Pusat), Corporate Banking Division (CBD), Wholesale Credit Risk
Satuan Kerja Compliance & Governance melalui Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG),                                      Division (WRD), Commercial Banking Center (Jakarta Raya, Bekasi, Bandung, Bintaro
sebagai bagian dari upaya membangun budaya integritas dan tata kelola perusahaan                                       Jaya), SME Restructuring (Kanwil Jawa Barat, Kanwil Jakarta II, Kanwil Jatim Bali Nusra,
yang kuat.                                                                                                             Kanwil Sumatera, Kanwil Sulawesi Maluku Papua, Kanwil Jawa Tengah DIY), dan Business
                                                                                                                       Banking Division (BBD), Credit Operation Division (COD dan extend scope pada pada
Pengendalian gratifikasi dilaksanakan melalui mekanisme identifikasi, pelaporan,                                       lingkup Commercial Asset Management Division (CAMD), dan Kantor Cabang Jakarta
analisis, dan tindak lanjut atas setiap indikasi gratifikasi, termasuk penilaian berdasarkan                           Harmoni yang ditetapkan berdasarkan risiko korupsi pada core business. Langkah ini
nilai, konteks pemberian, serta potensi benturan kepentingan. Proses ini terintegrasi                                  memastikan operasional Bank tetap sejalan dengan prinsip transparansi, integritas, dan
dengan Whistleblowing System (WBS) sebagai kanal pelaporan alternatif atas dugaan                                      kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. [GRI 205-1]
pelanggaran. Untuk memperkuat nilai anti-fraud, BTN secara konsisten melaksanakan
internalisasi strategi anti-kecurangan dan WBS melalui kegiatan sosialisasi yang
difasilitasi oleh pihak ketiga independen, guna memastikan penerapan yang objektif dan                                    Jumlah Laporan Terkait                 2025                  2024                     2023
transparan.                                                                                                               Gratifikasi yang Diterima


Sepanjang tahun pelaporan, BTN menerima 90 laporan gratifikasi yang berasal dari                                                                                 90                    79*                      78
Kantor Pusat dan Kantor Cabang, mencakup suap, gratifikasi kedinasan, pemberian
menjelang hari raya keagamaan, serta penolakan gratifikasi. Sebagai bagian dari                                           *Disajikan kembali

pencegahan gratifikasi dan korupsi, Bank terus memperkuat pengawasan risiko
operasional. Dalam rangka mempertahankan Sertifikat ISO 37001 – Sistem Manajemen




259            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 260
                                   Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem          Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui        Menggerakkan Inovasi        Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan       Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi               Produk Keuangan dan         Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                              Digitalisasi




Whistleblowing System


BTN menerapkan strategi anti-kecurangan sebagai bagian dari pengendalian risiko                                              identifikasi potensi kerawanan, serta penerapan kebijakan know your employee. Sebagai
untuk mencegah dan menangani potensi kecurangan secara terstruktur. Strategi ini                                             bagian dari penguatan budaya kepatuhan, Bank secara konsisten melaksanakan
dijalankan melalui empat pilar utama, sebagai berikut:                                                                       pelatihan internalisasi Whistleblowing System (WBS) bagi pegawai guna memastikan
                                                                                                                             pemahaman dan penerapan mekanisme pelaporan pelanggaran secara efektif. Jumlah
Pencegahan                                                                                                                   dan persentase pegawai yang mengikuti pelatihan tersebut, termasuk distribusinya
                                                                                                                             berdasarkan Wilayah Kerja, disajikan sebagai berikut. [GRI 205-2]
Pilar pencegahan mencakup berbagai perangkat yang ditujukan untuk menurunkan
risiko   terjadinya   kecurangan       melalui     peningkatan       kesadaran          anti-kecurangan,


                                                               Penyelenggaraan Pelatihan Pegawai tentang Internalisasi WBS BTN [GRI 404-2]

                                                                                                                                Lulus                                   Tidak Lulus                                  Tidak Mengakses
                                 Regional                                           Total Peserta                Jumlah                                     Jumlah                                          Jumlah
                                                                                                                                             %                                            %                                               %
                                                                                                                 Pegawai                                    Pegawai                                         Pegawai

 Kantor Pusat                                                                                3.742                  3.728                99,63%                    10                    0,27%                        4                   0,11%

 Kantor Wilayah Jakarta I                                                                     1.172                  1.144                97,61%                  22                     1,88%                        6                  0,51%

 Kantor Wilayah Jakarta II                                                                   1.003                    968                 96,51%                  27                     2,69%                        8                 0,80%

 Kantor Wilayah Jawa Barat                                                                    1.169                  1.135               97,09%                    31                    2,65%                        3                 0,26%

 Kantor Wilayah Jawa Tengah DIY                                                                768                    726                94,53%                   33                     4,30%                        9                   1,17%

 Kantor Wilayah Jawa Timur, Bali & Nusa Tenggara                                              1.207                  1.184               98,09%                    19                    1,57%                        4                 0,33%

 Kantor Wilayah Kalimantan                                                                      511                   482                94,32%                   26                     5,09%                        3                 0,59%

 Kantor Wilayah Sulawesi Maluku Papua                                                          726                    697                 96,01%                  27                     3,72%                        2                 0,28%

 Kantor Wilayah Sumatera                                                                       1.116                1.094                98,03%                   20                     1,79%                        2                  0,18%

 Total                                                                                       11.414                 11.158               97,76%                  215                     1,88%                       41                 0,36%




260              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 261
                                    Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                         Digitalisasi




Deteksi [GRI 2-26]

Pilar deteksi dalam strategi Anti-Fraud BTN diarahkan pada pengungkapan dini atas                                         3.     Perlindungan dari tindakan balasan dari Terlapor, perlindungan ini dapat berupa:
potensi kecurangan melalui berbagai mekanisme yang terintegrasi, antara lain penerapan                                           a.    Perlindungan fisik dan/atau psikis, baik terhadap diri sendiri maupun
Kebijakan Sistem Pelaporan Pelanggaran atau WBS, pemanfaatan surveillance system,                                                      keluarganya;
serta pengawasan langsung oleh Penanggung Jawab Operasional (PJO). Penerapan                                                     b.    Perlindungan terhadap harta benda miliknya dan milik keluarga atas teror
WBS mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12 Tahun 2024                                                           ataupun pembalasan yang harus dialaminya;
tentang Penerapan Strategi Anti-Fraud bagi Bank Umum, dan berfungsi sebagai sarana                                               c.    Perlindungan administratif berupa ancaman penundaan kenaikan pangkat,
pencegahan serta deteksi dini terhadap penyimpangan yang berpotensi memengaruhi                                                        pemecatan, mutasi yang tidak layak, termasuk kepastian kerja, dan lain-lain;
reputasi, kepatuhan, dan keberlangsungan usaha Bank, sekaligus mendorong budaya                                                        serta
kerja yang terbuka, transparan, dan aman bagi pegawai dalam menyampaikan laporan.                                                d.    Perlindungan hukum, dalam hal melalui proses litigasi disesuaikan dengan
[SASB FN-CB-510a.2]                                                                                                                    ketentuan yang berlaku.


BTN    telah   mengembangkan            fasilitas   pendukung        dalam       penerapan        kebijakan               Pengaduan yang masuk pada tahun 2025 berjumlah 276 pengaduan yang terdiri dari
whistleblowing system (WBS). Setiap laporan pengaduan dapat disalurkan melalui                                            99 pengaduan melalui SMS/Telepon/Whatsapp, dan 177 pengaduan melalui Email/
media berikut:                                                                                                            Website/P.O.Box. Berdasarkan jumlah pengaduan yang masuk, 227 pengaduan tidak
Surat 		              : PO Box 2828 JKP 10028                                                                             terbukti, 43 pengaduan masih dalam proses pengumpulan informasi/tindak lanjut, dan
Situs Web             : idn.deloitte-halo.com/btnsiips                                                                    sisanya 6 pengaduan telah selesai diproses dan/atau telah diberikan sanksi.
Surel 		              : btnsiips@tipoffs.info
SMS 		                : +62 813 8870 1117                                                                                 Investigasi, Pelaporan, dan Sanksi
WhatsApp              : +62 813 8870 1117
Telepon 		            : +62 21-50928882 / +62 21-5092888                                                                  Pada pilar investigasi, pelaporan, dan sanksi, Bank mengelola sistem dan mekanisme yang
                                                                                                                          terstruktur untuk memperoleh informasi, mengumpulkan dan menilai bukti, mengelola
BTN berkomitmen untuk memberikan jaminan pelindungan bagi pelapor yang                                                    pelaporan, serta merekomendasikan dan menetapkan sanksi atas kecurangan yang
melaporkan pelanggaran dengan niat baik, terutama jika pelanggaran tersebut                                               terjadi. Setiap laporan yang diterima, termasuk melalui WBS, ditindaklanjuti sesuai
berpotensi merugikan Bank. Pemberi jaminan dilaksanakan melalui beberapa kebijakan                                        prosedur melalui proses verifikasi dan investigasi guna memastikan keabsahan dan
berikut:                                                                                                                  kelengkapan informasi. Tim WBS BTN yang bertanggung jawab dalam pengelolaan
1.    Penyediaan Media Pelaporan WBS yang bebas dan rahasia. Pelapor akan                                                 pengaduan laporan WBS terdiri dari:
      mendapatkan informasi status laporan WBS yang disampaikan oleh Pengelola WBS                                        1.     Kepala Internal Audit Division;
      Independen melalui media yang ditetapkan;                                                                           2.     Wakil Kepala Internal Audit Division; dan
2.    Jaminan kerahasiaan identitas Pelapor dan memungkinkan pelaporan dilakukan                                          3.     Unit WBS pada Departemen Fraud Investigation & Whistleblowing System (WBS) di
      secara anonim, kecuali bila terdapat tuntutan hukum yang mengharuskan identitas                                            Internal Audit Division.
      Pelapor dibuka di hadapan hakim; dan



261               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 262
                                      Pendahuluan   Profil dan           Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan      Menguatkan Masyarakat melalui    Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN       Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai        Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                              Digitalisasi




Dalam pelaksanaannya, setiap laporan yang diterima melalui WBS ditindaklanjuti sesuai                                         internal, melakukan deteksi dini serta pencegahan terhadap penyimpangan, sekaligus
prosedur melalui proses verifikasi dan investigasi untuk memastikan keabsahannya.                                             secara bertahap membangun iklim kerja yang terbuka, jujur, tulus, dan bertanggung
Berdasarkan hasil penanganan tersebut, Bank menetapkan sanksi yang proporsional                                               jawab di BTN. Berikut adalah rincian jumlah pengaduan dan tindak lanjutnya disajikan
kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran guna memperkuat pengendalian                                                 sebagai berikut.



                                                                         Jumlah Pengaduan WBS yang Ditindaklanjuti Melalui Proses Audit

                                                    Metode Penyampaian                                                                                                       Tindak Lanjut

                                                                                                                                                            Laporan masih               Laporan telah selesai
                                                                                                                                                                                                                       Laporan diteruskan
      Tahun                                                                                                                                                  dalam proses              diproses dan atau telah
                              Surat/                     SMS/ Telepon/                                                    Laporan ditutup                                                                               kepada Penyidik
                                                                                           Surel/Situs Web                                                   (Proses Audit/                diberikan sanksi
                              PO BOX                      /Whatsapp                                                       (tidak terbukti)                                                                           (terkait tindak pidana
                                                                                                                                                           Proses Pelaporan/              (termasuk sanksi
                                                                                                                                                                                                                      umum atau Korupsi)
                                                                                                                                                          Proses Lintas Divisi)             administratif)

       2025                       0                              0                                 1                                0                               0                              1                             0

       2024                       0                              0                                 3                                0                               1                             2                              0

       2023                       0                                  1                            4                                 0                               0                             5                              0



Pemantauan, Evaluasi, dan Tindak Lanjut                                                                                       Untuk memastikan WBS dikelola secara efektif dan akuntabel, BTN memperkuat sistem
                                                                                                                              penanganan pengaduan melalui kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi
Melalui pilar ini, BTN menjalankan pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan untuk                                         (KPK) Republik Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kualitas penanganan
mengidentifikasi potensi kecurangan serta memastikan tersedianya mekanisme tindak                                             laporan yang disampaikan oleh pegawai maupun pihak eksternal melalui pendekatan
lanjut yang memadai. Sepanjang tahun pelaporan, BTN mencatat 38 kasus kecurangan                                              yang terintegrasi, profesional, transparan, serta menjunjung prinsip kerahasiaan
internal, dengan 38 kasus telah diselesaikan dan sisanya masih dalam proses                                                   dan perlindungan terhadap pelapor. Setiap pengaduan yang diterima melalui WBS
penanganan. Seluruh kasus yang teridentifikasi ditindaklanjuti melalui mekanisme                                              ditindaklanjuti sesuai prosedur melalui tahapan verifikasi dan investigasi guna
penanganan yang berlaku, termasuk jalur hukum apabila diperlukan, sebagai wujud                                               memastikan keabsahan laporan.
komitmen Bank dalam menjaga integritas, kepatuhan, dan disiplin dalam seluruh
aktivitas operasional. [SASB FN-CB-510a.1]                                                                                    Tim WBS menindaklanjuti setiap laporan yang masuk dengan mekanisme sebagai
                                                                                                                              berikut:




262              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 263
                                       Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang        Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui    Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                       Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab                Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi           Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                             Digitalisasi




1.    Apabila pihak terlapor adalah pegawai BTN sampai dengan 2 (dua) level di bawah                                                Anggota Komisaris dan Anggota Komite di bawah Dewan Komisaris yang tidak terkait
      Direksi dan bukan merupakan Tim WBS BTN, maka Pengelola WBS Independen akan                                                   pengaduan serta Pengelola WBS Kementerian BUMN (khusus terlapor Komisaris).
      menyampaikan laporan kepada Tim WBS BTN.                                                                               6.     Apabila pihak terlapor adalah Komisaris secara bersama-sama, maka Pengelola
2.    Apabila pihak terlapor adalah pegawai BTN 1 (satu) level di bawah Direksi dan                                                 WBS Independen akan menyampaikan laporan kepada Pengelola WBS Kementerian
      bukan merupakan Tim WBS, maka Pengelola WBS Independen akan menyampaikan                                                      BUMN.
      laporan kepada Direktur Utama.                                                                                         7.     Apabila pihak terlapor adalah Direksi dan/atau Komisaris Perusahaan Anak, maka
3.    Apabila pihak terlapor adalah Tim WBS BTN, maka Pengelola WBS Independen akan                                                 Pengelola WBS Independen akan menyampaikan laporan kepada Direktur Utama
      menyampaikan laporan kepada Direktur Utama.                                                                                   Bank.
4.    Apabila pihak terlapor adalah Direksi, maka Pengelola WBS Independen akan
      menyampaikan laporan kepada Dewan Komisaris dan Pengelola WBS Kementerian                                              Berikut adalah rekapitulasi kecurangan internal (internal fraud) yang ditangani oleh
      BUMN.                                                                                                                  Fraud Risk Management Department melalui laporan WBS, audit internal, dan investigasi
5.    Apabila pihak terlapor adalah Komisaris dan/atau Komite di bawah Dewan                                                 internal.
      Komisaris, maka Pengelola WBS Independen akan menyampaikan laporan kepada

                                                                    Tabel Kecurangan Internal (Internal Fraud) Sepanjang Tahun 2025 [GRI 205-3]

                                                                                                                                   Jumlah Kecurangan yang Dilakukan (Internal)

                                                                          Anggota Dewan Komisaris dan Anggota
                                                                                                                                                       Pegawai Tetap                                      Pegawai Tidak Tetap
                            Keterangan                                                  Direksi

                                                                        Tahun Sebelumnya               Tahun Berjalan                Tahun Sebelumnya*            Tahun Berjalan            Tahun Sebelumnya             Tahun Berjalan
                                                                             (2024)                       (2025)                           (2024)                    (2025)                      (2024)                     (2025)

 Total laporan                                                                     0                             0                            24                           38                         1                             1

 Telah diselesaikan                                                                0                             0                            24                           38                         1                             1

 Dalam proses penyelesaian di internal Bank                                        0                             0                              0                           0                        0                             0

 Belum diupayakan penyelesaian                                                     0                             0                              0                           0                        0                             0

 Telah ditindaklanjuti melalui proses hukum                                        0                             0                              0                           0                        0                             0
 Keterangan:
 1.   Jumlah kasus pada tahun berjalan adalah berdasarkan Laporan Hasil Audit Khusus dan Laporan Hasil Telaah Awal periode Januari s.d. Desember 2025;
 2.   Jumlah kasus yang “Telah diselesaikan” adalah kasus yang telah mendapatkan putusan sanksi dari Direksi s.d Desember 2025;
 3.   Jumlah kasus yang “Dalam proses penyelesaian di internal bank” adalah kasus yang belum mendapatkan putusan sanksi dari Direksi s.d Desember 2025; dan
 4.   Jumlah kasus yang “Telah ditindaklanjuti melalui proses hukum” adalah kasus yang “telah diselesaikan” dan mendapatkan putusan sanksi pidana. Proses hukum ditindaklanjuti oleh LGD.
 *Disajikan kembali




263                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 264
                                   Pendahuluan      Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan                 Menguatkan Masyarakat melalui          Menggerakkan Inovasi         Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai                   Kepedulian dan Inklusi                 Produk Keuangan dan          Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                                           Digitalisasi




Sebagai bagian dari mekanisme tata kelola, hasil penanganan pengaduan yang                                                Berdasarkan hasil penanganan pengaduan dan arahan tata kelola yang berwenang,
dikategorikan sebagai masalah penting disampaikan kepada Direksi dan/atau Dewan                                           Bank menetapkan tindak lanjut dan sanksi yang proporsional kepada pihak yang terbukti
Komisaris melalui forum dan pelaporan yang berlaku. Selama periode pelaporan                                              melakukan pelanggaran guna memastikan konsistensi penegakan disiplin, mencegah
tahun 2025, BTN menyampaikan sebanyak empat kali laporan kepada Direksi dan/                                              terulangnya pelanggaran serupa, dan memperkuat pengendalian internal. Penerapan
atau Dewan Komisaris melalui Sub Komite Anti Fraud yang berisi rekap kejadian fraud                                       sanksi dilaksanakan melalui alur proses yang terstruktur dan terintegrasi sesuai dengan
akibat pelanggaran kebijakan internal, kecurangan, dan pelanggaran administratif                                          kewenangan masing-masing fungsi, termasuk mekanisme internal dan jalur hukum,
signifikan. Seluruh masalah penting dalam laporan tersebut telah ditindaklanjuti sesuai                                   guna memastikan seluruh tahapan berjalan objektif, akuntabel, dan selaras dengan
kewenangan yang berlaku dan menjadi dasar pengambilan keputusan manajemen                                                 ketentuan yang berlaku.
serta penguatan pengendalian internal Bank. [GRI 2-16]



Bagan Alur Proses Sanksi – Jalur Hukum                                                                                    Bagan Alur Proses Sanksi pada BTN


        Komite Anti-Fraud                 Human Capital                              Legal Division                                                                                Komite Disiplin &
                                                                                                                                Mulai                        IAD                                             Direksi                  HCMD             Selesai
                                       Management & Culture                                                                                                                        Sanksi Pegawai
                                         Specialist Division


                                                                                                                             Permasalahan                Telaah
                                                                                                                                                                                                                                                        Selesai
                                                                                                                            KC, Kanwil, Divisi            Awal



   1b                                  1a                                                                                                                Ada
                                                                                                                                                 Pelanggaran


      Menerima Tembusan                 Inisiasi Eksekusi Sanksi                                                                                                            Tidak Butuh
        Putusan Sanksi                    Lewat Jalur Hukum                                                                                             Tingkat
                                                                                                                                                                            Pendalaman
                                                                                                                                                                                           Pembahasan                          Pelaksanaan
                                                                                                                                                     Permasalahan                                        Keputusan Direksi       Putusan
                                                                                                                                                                                          Permasalahan
                                                                                                                                                                                  N


                                                                                                                                                               Butuh
                                                                                                                                                         Y     Pendalaman                                       Melampaui
                                                                                                                                                                                                            N   Kewenangan

                                       2                                      3                                                                                                            Keputusan
                                                                                                                                                       Audit Khusus                       Rekomendasi

                                            Koordinasi dengan                     Menyiapkan Tim dan
                                              Legal Div. untuk                    Langkah Hukum serta                                                                                                                             Y

                                             Persiapan Proses                      Mengawal Jalannya                                                                                                                         Sesuai
                                                  Hukum                              Proses Hukum                                                                                                                            Kewenangan




264              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 265
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




Tentang Laporan                                                                                                        Periode dan Lingkup Laporan [GRI 2-2, 2-3, 2-4]


Laporan ini menyajikan arah dan implementasi keuangan berkelanjutan BTN                                                Laporan Keberlanjutan 2025 memaparkan kinerja operasional Bank untuk periode 1
melalui penguatan portofolio bisnis serta inovasi produk dan layanan keuangan                                          Januari–31 Desember 2025 yang mencakup Kantor Pusat, Kantor Wilayah, dan Kantor
Laporan ini juga menjelaskan kontribusi strategis BTN terhadap pencapaian                                              Cabang di Indonesia, serta selaras dengan Laporan Keuangan Konsolidasi per 31
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui kinerja dan inisiatif                                                  Desember 2025 yang telah diaudit. Laporan ini merupakan edisi ke-17, melanjutkan
lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).                                                                             edisi sebelumnya yang dipublikasikan pada Maret 2025. Penyusunan laporan mengacu
                                                                                                                       pada Standar GRI 2021, POJK Nomor 51/ POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan
                                                                                                                       Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik dan
                                                                                                                       SEOJK Nomor 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau
                                                                                                                       Perusahaan Publik, termasuk pengungkapan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
                                                                                                                       (TJSL).


                                                                                                                       BTN memastikan data dan informasi disajikan akurat dan apabila terdapat perubahan
                                                                                                                       dibandingkan periode sebelumnya, termasuk akibat penyesuaian metode pengukuran,
                                                                                                                       penanda “*disajikan kembali” digunakan untuk menjelaskan penyesuaian. Hingga tanggal
                                                                                                                       penyampaian informasi ini, BTN tidak memiliki Entitas Anak dan/atau Entitas Asosiasi,
                                                                                                                       termasuk perusahaan ventura bersama, sehingga tidak terdapat pengungkapan terkait
                                                                                                                       daftar entitas dan informasi kepemilikannya.




                                                                                                                       Rencana Implementasi IFRS S1 dan S2


                                                                                                                       Rencana Implementasi IFRS S1 dan S2 mencerminkan komitmen BTN dalam memperkuat
                                                                                                                       kualitas pelaporan keberlanjutan yang selaras dengan standar global. Pada 2026, BTN
                                                                                                                       melaksanakan gap analysis dan menyusun roadmap implementasi IFRS, dengan target
                                                                                                                       implementasi awal akhir tahun serta penerapan penuh dan pengembangan lanjutan
                                                                                                                       pada tahun berikutnya.



265            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 266
                                Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui       Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi              Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                      Digitalisasi




Standar Penyusunan Laporan [GRI 2-3]


BTN mengacu sejumlah standar nasional dan global dalam penyusunan Laporan Keberlanjutan, meliputi:



                     • Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor                                         Standar Global                                      Sustainability Accounting
                        51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan                                           Reporting Initiative (GRI)                          Standard Board (SASB)
                        berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan,
                        Emiten, dan Perusahaan Publik.                                                                                                                                                       Partnership for
                     • Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK)                                                            International Financial Reporting Standards (IFRS) S1 dan                      Carbon Accounting
                        Nomor 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi                                                         S2 yang telah diadopsi di Indonesia menjadi Pernyataan                         Financials (PCAF)
                        Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik.                                                        Standar Pelaporan Keberlanjutan (PSPK) 1 dan 2.




Penjamin Eksternal [GRI 2-5, 2-14] [OJK G.1]                                                                          Umpan Balik dan Narahubung Laporan [GRI 2-3] [OJK G.2, G.3]


BTN menunjuk pihak ketiga independen untuk melakukan penjaminan eksternal                                             BTN menyediakan Lembar Umpan Balik pada bagian akhir laporan untuk memfasilitasi
(external assurance) atas Laporan Keberlanjutan 2025 guna meningkatkan keandalan                                      komunikasi dua arah dengan pemangku kepentingan. Masukan, saran, dan opini
pengungkapan serta memastikan tidak terdapat benturan kepentingan. Penjaminan                                         ditangani oleh Corporate Secretary atau Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi
dilakukan oleh CBC Global Indonesia yang tersertifikasi AA1000AS v3 (lisensi 000-310)                                 (PPID) sebagai bahan evaluasi peningkatan kualitas pelaporan. Hingga 2025, BTN tidak
dan tidak terlibat dalam penyusunan laporan. Laporan hasil penjaminan tersedia                                        menerima tanggapan atas Laporan Keberlanjutan periode sebelumnya. Laporan ini
pada halaman 267. Sejalan dengan itu, Dewan Komisaris dan Direksi memastikan topik                                    ditujukan bagi seluruh pemangku kepentingan dan dapat mengakses informasi terkait
material telah tercakup dengan lengkap, kemudian menyetujui dan menandatangani                                        Laporan Keberlanjutan dengan menghubungi:
laporan pada halaman 24 dan 25.
                                                                                                                      PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                       Menara 2 BTN
                                                                                                                      Corporate Secretary Division                                Jalan H.R. Rasuna Said No. 1 Jakarta
                                                                                                                                                                                  Selatan, 12980
                                                                                                                                                                                  Surel : csd@btn.co.id



266           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 267
                        Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                        Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                        Digitalisasi




                                                                    INDEPENDENT ASSURANCE STATEMENT

                                                                        PT. Bank Tabungan Negara Tbk.
                                                                           Sustainability Report 2025
                                                                        Statement No: 01/IAS/CBC/III/2026
                                                                             Type 2, Moderate Level


      Scope of Engagement in Assurance
      CBC Global Indonesia (“CBC Global Indonesia”, “us” or “we”) were commissioned by PT. Bank Tabungan Negara Tbk. (“Bank BTN”) with the
      objective to provide assurance of Bank BTN’s 2025 Sustainability Report (the “Report”) in relation with accordance to GRI Standards, POJK
      No.51/POJK.03/2017, SEOJK No.16/SEOJK.04/2021, SASB, IFRS, and the adherence to AA1000 Accountability Principles (2018) with
      assurance over the Subject Matter presented in the Report, for the period from 1st January 2025 to 31st December 2025. This statement is
      intended to be used by stakeholders & management of Bank BTN.

      The scope and limitation of our work is restricted to the following areas:
      1. Subject Matters
         - Climate Change and Ecosystems (Including GHG Emission)
         - Natural Resource Use & Environmental Management
         - Employment (Education and HSE)
         - Human Rights (Diversity, Equity, dan Inclusion)
         - Community Development
         - Information Security
         - Governance
         - Sustainable Products and Services
         - Business Ethics and Code of Conduct
         - Sustainable Procurement




267   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 268
                        Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                        Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                        Digitalisasi




      2. AA1000 Principles (2018)
         Our assurance engagement was planned and performed to meet the requirements of a Type 2 “moderate level” of assurance as defined
         by AA1000 Assurance Standard (AA1000AS) v3 to evaluate the nature and extent of Bank BTN’s adherence to the four AA1000
         AccountAbility Principles (2018): Inclusivity, Materiality, Responsiveness and Impact. Sufficient appropriate evidence has been obtained
         to support our conclusion. This reduces the risk of error, but does not reduce it to a very low level or to zero.

      We have not performed any work, nor do we express any conclusion, on information other than the Subject Matter included within the scope
      of our assurance engagement that may be presented in the Report. We have assumed that the financial data and figures provided by Bank
      BTN have been audited by independent parties. Accordingly, the presentation of financial data and figures in the Report is not within the scope
      of this assurance engagement. The verification of greenhouse gas emissions was conducted based on the methodology applied by Bank
      BTN. Our assurance procedures included reviewing the underlying activity data and performing sample-based recalculations. No additional
      external verification standard was applied in relation to the emissions data.

      Responsibilities of Management of Bank BTN
      The Management of Bank BTN is responsible for the preparation and fair presentation of the Subject Matter in accordance with the Reporting
      Criteria. This responsibility includes designing, implementing, and maintaining appropriate internal controls to ensure that the Subject Matter
      information is free from material misstatement, whether arising from fraud or error. Management is also responsible for ensuring that the data
      and information subject to assurance are not edited, amended, or otherwise altered following the completion of the assurance engagement.

      Responsibilities, Competencies and Independency of CBC Global Indonesia
      Our responsibility is to conduct the assurance engagement in accordance with the agreed scope and criteria, and to express an independent
      conclusion based on the procedures performed. We plan and perform our work to obtain a moderate level of assurance that the Subject Matter
      information is free from material misstatement.

      The engagement was carried out by a team of qualified sustainability assurance professionals with appropriate knowledge, skills, and
      experience in sustainability reporting, non-financial data verification, and assurance methodologies. At least one member of the team holds
      the Certified Sustainability Assurance Practitioner (CSAP) credential issued by AccountAbility.




268   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 269
                        Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                        Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                        Digitalisasi




      CBC Global Indonesia is bounded by rules of conduct and professional practice relating to independence and quality overseen by
      AccountAbility (www. accountability.org/standards/licensing/ AA1000 as licensed-providers) and has established policies and procedures that
      are designed to ensure that our team maintain independence and integrity. We had no financial interest in the operation of Bank BTN other
      than for the assessment and assurance of this report. We don’t accept or assume responsibility (legal or otherwise) or accept liability for or in
      connection with any other purpose for which it may be used, or to any person by whom the independent assurance opinion statement may be
      read.

      Methodology
      We conduct the following assurance procedures and activities:

         •   Pre-engagement to ensure the independence and impartiality of the assurance team.
         •   Kick-off meeting and initial analysis of the report draft.
         •   Review, assess and evidence the reliability and quality of sustainability performance and disclosed information as specified in the Report
             content for the reporting period of 1st of January up to 31st of December 2025.
         •   Evaluate the adherence of report content, disclosure and presentation against the agreed criteria.
         •   Conduct in-depth interview with the representatives of the relevant functions/divisions of the Bank BTN.
         •   Obtained an understanding of how material topics are identified, how responses to these topics are managed, and how material impacts
             are monitored and measured, including stakeholder engagement. It also includes understanding how information and data are collected,
             compiled, and aggregated internally.
         •   Performed limited substantive testing, on a sample basis, of the sustainability information identified, to verify the assumptions, estimations
             and computations Bank BTN made and to check that data had been appropriately measured, recorded, collated and reported.
         •   Compare the subject matter presented in the report to corresponding information in the relevant underlying sources on a sample basis.
         •   Discuss and analysis data and reports with management of Bank BTN and data contributor to determine whether there are any material
             misstatement of fact or material inconsistencies based on our understanding obtained as part of our assurance engagement.




269   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 270
                        Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                        Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                        Digitalisasi




      Finding and Conclusions
      Based on the assurance procedures performed and the evidence obtained, a detailed review against the agreed criteria is presented below:

      INCLUSIVITY
      Bank BTN has identified its significant stakeholders based on factors such as influence, dependence, needs, diversity, and willingness to
      engage. Each stakeholder group has been involved through appropriate engagement mechanisms, allowing the Bank to understand their key
      interests and concerns. For instance, customer privacy and product portfolio are priorities for customers, while anti-corruption measures and
      decarbonization strategies are considered material by investors, as they ensure Bank BTN remains aligned with global sustainability issues.
      Based on our review, we conclude that Bank BTN has applied the principle of inclusivity in its sustainability reporting processes.

      MATERIALITY
      In determining material topics, Bank BTN applies a double materiality approach. Both internal and external stakeholders are engaged to assess
      the significance of the Bank’s impacts on the environment and people, as well as how social and environmental aspects may pose risks to
      Bank BTN’s sustainability. The assessment results are then mapped according to their level of significance. Based on our review, we conclude
      that Bank BTN has applied the principle of materiality in its sustainability reporting processes.

      RESPONSIVENESS
      Bank BTN has developed an ESG framework titled The Future of Finance, covering all material topics and serving as a strategic guide across
      the organization. The Bank has also established an ESG Committee and an Enterprise and ESG Risk Management Division (ERMD) as the
      two main pillars for sustainability management, with the ESG Committee chaired by the President Director. This approach ensures that Bank
      BTN provides appropriate decisions, actions, and performance management for each material topic. Based on our review, we conclude that
      Bank BTN has applied the principle of responsiveness in its sustainability reporting processes.

      IMPACT
      The Report presents Bank BTN’s performance data for each material topic, demonstrating that the Bank monitors, measures, and is
      accountable for its impacts. The Bayar Angsuranmu Pakai Sampahmu program is an initiative that generates positive outcomes not only for
      local communities but also for the environment. In addition, the Bank’s low-emission housing development initiatives, while maintaining
      affordability for low- and middle-income households, effectively address both local economic issues and global climate-related challenges.
      Based on our review, we conclude that Bank BTN has applied the principle of impact in its sustainability reporting processes.




270   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 271
                        Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                        Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                        Digitalisasi




      GRI STANDARDS
      The disclosures in the Report are in accordance with the GRI Standards, consistent with Bank BTN’s claim regarding the preparation of the
      Report. The disclosures of management approach for each material topic in general is fairly disclosed. The Management of Bank BTN has
      applied the principles for defining the report’s quality (balance, comparability, accuracy, timeliness, clarity, and reliability) and the principles for
      defining the report’s content (stakeholder inclusiveness, sustainability context, materiality, and completeness) and supporting documents were
      adequately presented during the assurance.

      Adherence to POJK No.51/POJK.03/2017, SEOJK No.16/SEOJK.04/2021, SASB, and IFRS
      Based on the procedures performed and the evidence obtained, we conclude that the disclosures in Bank BTN’s Sustainability Report are in
      alignment with the reporting requirements outlined in POJK No. 51/2017 and SEOJK No.16/2021. In addition, the disclosure of sustainability-
      related financial information in the Report is consistent with the recognition and measurement requirements of IFRS, as well as the applicable
      SASB Standards. In particular, with regard to climate-related transition and physical risks, Bank BTN has disclosed its strategies to address
      these risks, including how it provides credit to customers in high-risk industries. The Report provides a fair representation of the Bank’s
      sustainability performance in accordance with the above criteria.

      Opinion Statement
      Our professional and certified team of sustainability report assurer has assured this report in accordance with AA1000AS v3. We believe that
      the evidence we have obtained is sufficient and appropriate to provide a basis for our conclusion, nothing has come to our attention that causes
      us to believe that the subject matter in the Report for the period from 1 January 2025 to 31 December 2025 are materially misstated. The
      Report provides a fair representation in accordance with the agreed criteria.

      Conclusion & Recommendations
      • Strengthening Stakeholder-Driven Materiality
        Bank BTN is encouraged to more systematically integrate stakeholder engagement outcomes into the identification of material impacts and
        risks, including insights from customer satisfaction surveys, employee engagement surveys, and community programs. This would ensure
        that material topic selection is not driven primarily by peer practices, reporting standards, or rating agency expectations.
        A more impact-focused approach would allow stakeholders to surface the issues most relevant to them and support the determination of
        material topics based on a clear and consistent criterion: the significance of impacts and/or the associated financial and non-financial risks.




271   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 272
                            Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                            Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                            Digitalisasi




      •     Enhancing Oversight of Waste Management
            Bank BTN could consider obtaining more detailed reports from its contractors on the final treatment of non-hazardous (non-B3) waste from
            the BTN Tower after it has been managed by third parties, including information on the quantities and types of waste that are recycled,
            recovered, or disposed of to landfill. Strengthening monitoring at this post-transfer stage would enhance traceability of non-B3 waste
            streams, improve data accuracy and transparency, and reinforce the Bank’s accountability for its environmental impacts in line with its
            sustainability commitments.

      For and on behalf of:
      Jakarta, March 9th, 2026




      Dr. Erna Lovita, SE., MSi., Ak., CA., CSRS., CSRA
      Engagement Leader

      Certified Sustainability Reporting Specialist No. S-UB3-1407-305
      Certified Sustainability Reporting Assurer No. A-UB1-1506-146




      PT CBC Global Indonesia
      The Icon Horizon Broadway Blok M.5 No.3 BSD City, Tangerang, Indonesia 15345
      Tel: (62)(21) 87780058
      Email: services@cbcglobalindonesia.com




272       PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 273
                                    Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang      Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab              Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




Indeks Standar Laporan


      Indeks Isi Standar GRI


      Pernyataan Penggunaan                       PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk telah melaporkan sesusi dengan (in accordance) GRI Standar untuk periode 1 Januari hingga
                                                  31 Desember 2025

      GRI 1 yang Digunakan                        GRI 1: Landasan 2021

      Standar Sektor GRI yang Berlaku             GRI G4 Jasa Keuangan


                                                                                                                                                              Tidak Mencantumkan
                                                                                                                                                                                                                   No. Ref. Standar
        Standar GRI                                           Pengungkapan                                                Halaman         Persyaratan Tidak
                                                                                                                                                                        Alasan              Penjelasan                 Sektor GRI
                                                                                                                                           Mencantumkan

 Pengungkapan Umum

 GRI 2: Pengungkapan          2-1      Rincian Organisasi                                                                   28, 36
 Umum 2021
                             2-2       Entitas yang dimasukkan dalam pelaporan keberlanjutan                                 265
                                       organisasi

                             2-3       Periode, frekuensi, dan titik kontak pelaporan                                265-266, 290

                             2-4       Penyajian kembali informasi                                                           265

                             2-5       Penjaminan eksternal                                                                266-272

                             2-6       Aktivitas, rantai nilai, dan hubungan bisnis lainnya                           29, 34-37, 39

                              2-7      Tenaga kerja                                                                         91-95

                             2-8       Pekerja yang bukan pekerja langsung                                                  91, 95

                             2-9       Struktur dan komposisi tata kelola                                                 89-90, 192,
                                                                                                                             196

                             2-10      Pencalonan dan pemilihan badan tata kelola tertinggi                           192, 208-209

                             2-11      Ketua badan tata kelola tertinggi                                                   192-195




273             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 274
                                  Pendahuluan   Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang       Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab               Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                    Digitalisasi




                                                                                                                                                           Tidak Mencantumkan
                                                                                                                                                                                                                No. Ref. Standar
      Standar GRI                                         Pengungkapan                                                Halaman         Persyaratan Tidak
                                                                                                                                                                     Alasan              Penjelasan                 Sektor GRI
                                                                                                                                        Mencantumkan

                           2-12      Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengawasi                                47, 192-193,
                                     manajemen dampak                                                                     196

                           2-13      Delegasi tanggung jawab untuk mengelola dampak                                   47, 192, 196

                           2-14      Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan                                24-25, 266
                                     keberlanjutan

                           2-15      Konflik kepentingan                                                               252-255

                           2-16      Komunikasi masalah penting                                                   221, 249, 264

                           2-17      Pengetahuan kolektif badan tata kelola tertinggi                                   103-105

                           2-18      Evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi                                       212-213

                           2-19      Kebijakan remunerasi                                                              208-210

                           2-20      Proses untuk menentukan remunerasi                                                209-210

                           2-21      Rasio kompensasi total tahunan                                                     210-211

                           2-22      Pernyataan tentang strategi pembangunan berkelanjutan                               21-23

                           2-23      Komitmen kebijakan                                                           21-22, 30-31,
                                                                                                                      89, 198, 213,
                                                                                                                 248, 250, 256

                           2-24      Menanamkan komitmen kebijakan                                                    21-23, 248-
                                                                                                                          249

                           2-25      Proses untuk memperbaiki dampak negatif                                            145-147

                           2-26      Mekanisme untuk mencari nasihat dan mengemukakan                                  261-262
                                     masalah

                           2-27      Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan                                             84, 120

                           2-28      Keanggotaan asosiasi                                                                  39

                           2-29      Pendekatan untuk keterlibatan pemangku kepentingan                                  48-51

                           2-30      Perjanjian perundingan kolektif                                                      119




274           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 275
                                      Pendahuluan   Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang      Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab              Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




                                                                                                                                                              Tidak Mencantumkan
                                                                                                                                                                                                                   No. Ref. Standar
       Standar GRI                                            Pengungkapan                                                Halaman        Persyaratan Tidak
                                                                                                                                                                        Alasan              Penjelasan                 Sektor GRI
                                                                                                                                           Mencantumkan

Topik Material

GRI 3: Topik Material          3-1       Proses untuk menentukan topik material                                             52-54
2021
                              3-2        Daftar topik material                                                        52-54, 225-
                                                                                                                             237

Kinerja Ekonomi

GRI 3: Topik Material         3-3        Manajemen topik material                                                             41
2021

GRI 201: Kinerja Ekonomi      201-1      Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan didistribusikan                         40-42
2016
                             201-2       Implikasi finansial serta risiko dan peluang lain akibat dari                    41, 225-237
                                         perubahan iklim

                             201-3       Kewajiban program pensiun manfaat pasti dan program                                  115
                                         pensiun lainnya

                             201-4       Bantuan finansial yang diterima dari pemerintah                                      41

Keberadaan Pasar

GRI 3: Topik Material         3-3        Manajemen topik material                                                           98, 111
2021

GRI 202: Keberadaan          202-1       Rasio standar upah karyawan pemula berdasarkan jenis                                 111
Pasar 2016                               kelamin terhadap upah minimum regional

                             202-2       Proporsi manajemen senior yang berasal dari masyarakat                               98
                                         setempat

Dampak Ekonomi Tidak Langsung

GRI 3: Topik Material         3-3        Manajemen topik material                                                             122
2021

GRI 203: Dampak              203-1       Investasi infrastruktur dan dukungan layanan                                      122-128
Ekonomi Tidak
                             203-2       Dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan                                     122-128
Langsung 2016




275              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 276
                                        Pendahuluan      Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                         Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                           Digitalisasi




                                                                                                                                                                  Tidak Mencantumkan
                                                                                                                                                                                                                       No. Ref. Standar
       Standar GRI                                                 Pengungkapan                                                Halaman       Persyaratan Tidak
                                                                                                                                                                            Alasan              Penjelasan                 Sektor GRI
                                                                                                                                               Mencantumkan

Praktik Pengadaan

GRI 3: Topik Material           3-3        Manajemen topik material                                                              37
2021

GRI 204: Praktik               204-1       Proporsi pengeluaran untuk pemasok lokal                                              37
Pengadaan 2016

Antikorupsi

GRI 3: Topik Material           3-3        Manajemen topik material                                                            252-253
2021

GRI 205: Antikorupsi 2016      205-1       Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko terkait korupsi                          259

                               205-2       Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan dan prosedur                             253, 260
                                           antikorupsi

                               205-3       Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil                               263

Material

GRI 3: Topik Material           3-3        Manajemen topik material                                                             82-83
2021

GRI 301: Material 2016          301-1      Material yang digunakan berdasarkan berat atau volume                                 83

                               301-2       Material input dari daur ulang yang digunakan                                         83

                               301-3       Produk pemerolehan ulang dan material kemasannya                                      83

Energi

GRI 3: Topik Material           3-3        Manajemen topik material                                                               71
2021

GRI 302: Energi 2016           302-1       Konsumsi energi dalam organisasi                                                       71

                               302-2       Konsumsi energi di luar organisasi                                                     71




276                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 277
                                     Pendahuluan   Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                     Digitalisasi




                                                                                                                                                            Tidak Mencantumkan
                                                                                                                                                                                                                 No. Ref. Standar
        Standar GRI                                          Pengungkapan                                                Halaman       Persyaratan Tidak
                                                                                                                                                                      Alasan              Penjelasan                 Sektor GRI
                                                                                                                                         Mencantumkan

                             302-3      Intensitas energi                                                                   71

                             302-4      Pengurangan konsumsi energi                                                        72

                             302-5      Pengurangan pada energi yang dibutuhkan untuk produk dan                           72
                                        jasa

Air dan Efluen

GRI 3: Topik Material         3-3       Manajemen topik material                                                           79
2021

GRI 303: Air dan Efluen      303-1      Interaksi dengan air sebagai sumber daya bersama                                   79
2018
                             303-2      Manajemen dampak yang berkaitan dengan pembuangan air                              80

                             303-3      Pengambilan air                                                                    79

                             303-4      Pembuangan air                                                                     80

                             303-5      Konsumsi air                                                                       79

Emisi

GRI 3: Topik Material         3-3       Manajemen topik material                                                          73-75
2021

GRI 305: Emisi 2016          305-1      Emisi GRK (Cakupan 1) langsung                                                     76

                             305-2      Emisi energi GRK (Cakupan 2) tidak langsung                                        76

                             305-3      Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya                                       77

                             305-4      Intensitas emisi GRK                                                               76

                             305-5      Pengurangan emisi GRK                                                        72, 77, 82, 84

                             305-6      Emisi zat perusak ozon (ODS)                                                       79

                             305-7      Nitrogen oksida (NOX), sulfur oksida (SOX), dan emisi udara                        79
                                        signifikan lainnya




277              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 278
                                     Pendahuluan   Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                     Digitalisasi




                                                                                                                                                            Tidak Mencantumkan
                                                                                                                                                                                                                 No. Ref. Standar
       Standar GRI                                           Pengungkapan                                                Halaman       Persyaratan Tidak
                                                                                                                                                                      Alasan              Penjelasan                 Sektor GRI
                                                                                                                                         Mencantumkan

Limbah

GRI 3: Topik Material        3-3        Manajemen topik material                                                            81
2021

GRI 306: Limbah 2020        306-1       Manajemen dampak signifikan terkait limbah                                        81-82

                            306-2       Pengelolaan dampak yang signifikan terkait limbah                                 81-83

                            306-3       Timbulan limbah                                                                     81

                            306-4       Limbah yang dialihkan dari pembuangan akhir                                       81-82

                            306-5       Limbah yang dikirimkan ke pembuangan akhir                                        81-82

Kepegawaian

GRI 3: Topik Material        3-3        Manajemen topik material                                                            98
2021

GRI 401: Kepegawaian         401-1      Perekrutan karyawan baru dan pergantian karyawan                                  98-99
2016
                            401-2       Tunjangan yang diberikan kepada karyawan purnawaktu yang                            112
                                        tidak diberikan kepada karyawan sementara atau paruh waktu

                            401-3       Cuti melahirkan                                                                     114

Keselamatan dan Kesehatan Kerja

GRI 3: Topik Material        3-3        Manajemen topik material                                                            117
2021

GRI 403: Kesehatan dan      403-1       Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja                                    117
Keselamatan Kerja 2018
                            403-2       Pengidentifikasian bahaya, penilaian risiko, dan investigasi                      117-118
                                        insiden

                            403-3       Layanan kesehatan kerja                                                             118

                            403-4       Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi pekerja tentang                           117-118
                                        kesehatan dan keselamatan kerja

                            403-5       Pelatihan pekerja mengenai kesehatan dan keselamatan kerja                        117-118




278             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 279
                                     Pendahuluan    Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang       Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab               Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                        Digitalisasi




                                                                                                                                                               Tidak Mencantumkan
                                                                                                                                                                                                                    No. Ref. Standar
       Standar GRI                                            Pengungkapan                                                Halaman          Persyaratan Tidak
                                                                                                                                                                         Alasan              Penjelasan                 Sektor GRI
                                                                                                                                            Mencantumkan

                             403-6      Peningkatan kualitas kesehatan pekerja                                                 118

                             403-7      Pencegahan dan mitigasi dampak dari kesehatan dan                                      117
                                        keselamatan kerja yang secara langsung terkait hubungan
                                        bisnis

                             403-8      Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen kesehatan                                 117
                                        dan keselamatan kerja

                             403-9      Kecelakaan kerja                                                                     117-118

                             403-10     Penyakit akibat kerja                                                                117-118

Pendidikan dan Pelatihan

GRI 3: Topik Material         3-3       Manajemen topik material                                                             101, 110
2021

GRI 404: Pendidikan dan      404-1      Rata-rata jam pelatihan per tahun per pegawai                                         106
Pelatihan 2016
                             404-2      Program untuk meningkatkan keterampilan karyawan dan                          98, 100, 102-
                                        program bantuan peralihan                                                         105, 107, 115,
                                                                                                                      173, 175, 178,
                                                                                                                      186, 251, 253,
                                                                                                                              260

                             404-3      Persentase karyawan yang menerima tinjauan rutin terhadap                              110
                                        kinerja dan pengembangan karier

Keanekaragaman dan Peluang Setara

GRI 3: Topik Material         3-3       Manajemen topik material                                                             89, 111
2021

GRI: 405:                    405-1      Keanekaragaman badan tata kelola dan karyawan                                        89-95
Keanekaragaman dan
                             405-2      Rasio gaji pokok dan remunerasi perempuan dibandingkan                                 111
Peluang Setara 2016
                                        laki-laki




279              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 280
                                      Pendahuluan   Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang      Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                    Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab              Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                       Digitalisasi




                                                                                                                                                              Tidak Mencantumkan
                                                                                                                                                                                                                   No. Ref. Standar
       Standar GRI                                            Pengungkapan                                                Halaman        Persyaratan Tidak
                                                                                                                                                                        Alasan              Penjelasan                 Sektor GRI
                                                                                                                                           Mencantumkan

Nondiskriminasi

GRI 3: Topik Material         3-3        Manajemen topik material                                                          95, 97
2021

GRI 406: Nondiskriminasi     406-1       Insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang dilakukan                        95, 97
2016

Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif

GRI 3: Topik Material         3-3        Manajemen topik material                                                            119
2021

GRI 407: Kebebasan           407-1       Operasi dan pemasok di mana hak atas kebebasan berserikat                           119
Berserikat dan                           dan perundingan kolektif mungkin berisiko
Perundingan Kolektif
2016

Pekerja Anak

GRI 3: Topik Material         3-3        Manajemen topik material                                                          95, 97
2021

GRI 408: Pekerja Anak        408-1       Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap insiden                     95, 97
2016                                     pekerja anak

Kerja Paksa atau Wajib Kerja

GRI 3: Topik Material         3-3        Manajemen topik material                                                           97, 111
2021

GRI 409: Kerja Paksa         409-1       Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap insiden                    97, 111-112
atau Wajib Kerja 2016                    kerja paksa atau wajib kerja

Masyarakat Setempat

GRI 3: Topik Material         3-3        Manajemen topik material                                                            122
2021

GRI 413: Masyarakat           413-1      Operasi dengan keterlibatan masyarakat setempat, penilaian                        122-128
Setempat 2016                            dampak, dan program pengembangan

                             413-2       Operasi yang secara aktual dan yang berpotensi memiliki                          187-189
                                         dampak negatif signifikan terhadap masyarakat setempat



280              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 281
                                         Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                         Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                           Digitalisasi




                                                                                                                                                                  Tidak Mencantumkan
                                                                                                                                                                                                                       No. Ref. Standar
        Standar GRI                                                 Pengungkapan                                               Halaman       Persyaratan Tidak
                                                                                                                                                                            Alasan              Penjelasan                 Sektor GRI
                                                                                                                                               Mencantumkan

 Pemasaran dan Pelabelan

 GRI 3: Topik Material           3-3        Manajemen topik material                                                             190
 2021

 GRI 417: Pemasaran dan          417-1      Persyaratan untuk pelabelan dan informasi produk dan jasa                            190
 Pelabelan 2016
                                417-2       Insiden ketidakpatuhan terkait informasi dan pelabelan produk                        190
                                            dan jasa

                                417-3       Insiden ketidakpatuhan terkait komunikasi pemasaran                                  190

 Privasi Pelanggan

 GRI 3: Topik Material           3-3        Manajemen topik material                                                             177
 2021

 GRI 418: Privasi                418-1      Pengaduan yang berdasar mengenai pelanggaran terhadap                              177, 184
 Pelanggan 2016                             privasi pelanggan dan hilangnya data pelanggan

 Pengungkapan Sektor

 GRI G4 Jasa Keuangan             FS1       Kebijakan dengan komponen lingkungan dan sosial tertentu                           145-146

                                 FS2        Prosedur untuk menilai dan menyaring lingkungan dan risiko                         145-146
                                            sosial di lini bisnis

                                 FS3        Proses untuk memantau implementasi dan kepatuhan klien                               146
                                            terhadap persyaratan lingkungan dan sosial

                                 FS4        Proses untuk meningkatkan kompetensi staf untuk menerapkan                         103-105
                                            kebijakan dan prosedur lingkungan dan sosial sebagaimana
                                            diterapkan pada lini bisnis

                                 FS5        Interaksi dengan klien/ investasi/mitra bisnis mengenai risiko                     146, 149
                                            dan peluang lingkungan dan sosial

                                 FS6        Persentase portofolio untuk bidang usaha berdasarkan daerah,                       129-135
                                            ukuran dan sektor




281                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 282
                                  Pendahuluan   Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang     Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab             Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                  Digitalisasi




                                                                                                                                                         Tidak Mencantumkan
                                                                                                                                                                                                              No. Ref. Standar
      Standar GRI                                         Pengungkapan                                                Halaman       Persyaratan Tidak
                                                                                                                                                                   Alasan              Penjelasan                 Sektor GRI
                                                                                                                                      Mencantumkan

                           FS7       Nilai moneter produk dan layanan yang dirancang untuk                             131-135
                                     memberikan manfaat sosial tertentu untuk setiap lini bisnis
                                     yang dipecah berdasarkan tujuan

                           FS8       Nilai moneter produk dan layanan yang dirancang untuk                              132
                                     memberikan manfaat lingkungan tertentu untuk setiap lini
                                     bisnis yang dipecah berdasarkan tujuan

                           FS9       Cakupan dan frekuensi audit untuk menilai implementasi                           145-146
                                     kebijakan lingkungan dan sosial serta prosedur penilaian risiko

                           FS10      Persentase dan jumlah perusahaan yang dipegang dalam                             149, 225
                                     portofolio institusi tempat organisasi pelaporan berinteraksi
                                     dalam isu lingkungan atau sosial

                           FS11      Persentase aset yang tunduk pada lingkungan positif dan                            225
                                     negatif dari masalah sosial

                           FS14      Inisiatif untuk meningkatkan akses ke layanan keuangan bagi                        163
                                     orang-orang yang kurang beruntung

                           FS15      Kebijakan untuk desain dan penjualan produk dan layanan                            190
                                     keuangan yang adil

                           FS16      Inisiatif untuk meningkatkan literasi keuangan berdasarkan jenis                 136-139
                                     atau penerima manfaat




282           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 283
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                 Digitalisasi




Referensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) [OJK G.4]


             Referensi SEOJK                     Pengungkapan                                                                                                                                                      Halaman

Daftar Pengungkapan Sesuai POJK No.51/                   A.1          Penjelasan Strategi Keberlanjutan                                                                                                              46, 48
POJK.03/2017 dan SEOJK No.16/POJK.04/2021
                                                         B.1          Aspek Ekonomi                                                                                                                            6, 37, 41, 42, 155

                                                         B.2          Aspek Lingkungan Hidup                                                                                                                           6, 7

                                                         B.3          Aspek Sosial                                                                                                                                    7, 47

                                                         C.1          Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan                                                                                                              30

                                                         C.2          Alamat Perusahaan                                                                                                                                28

                                                         C.3          Skala Usaha                                                                                                                             28, 29, 36, 89-95,
                                                                                                                                                                                                                      98

                                                         C.4          Produk, Layanan, dan Kegisatan Usaha yang Dijalankan                                                                                           34-35

                                                         C.5          Keanggotaan pada Asosiasi                                                                                                                        39

                                                         C.6          Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan                                                                                  39

                                                         D.1          Penjelasan Direksi                                                                                                                         21-23, 59-60

                                                         E.1          Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                                                                       47-48, 56, 59-60

                                                         E.2          Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan                                                                                        103-107

                                                         E.3          Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                                                                        213-247

                                                         E.4          Hubungan Dengan Pemangku Kepentingan                                                                                                           48-51

                                                         E.5          Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                                                                          21-23

                                                         F.1          Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan                                                                                                      82-83, 84

                                                         F.2          Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi                                40

                                                         F.3          Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau                                  122, 156-170
                                                                      Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan

                                                         F.4          Biaya Lingkungan Hidup                                                                                                                           84

                                                         F.5          Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan                                                                                                        83

                                                         F.6          Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan                                                                                                       71

                                                         F.7          Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan                                                                            72

                                                         F.8          Penggunaan Air                                                                                                                                   79




283            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 284
                         Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                         Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                         Digitalisasi




      Referensi SEOJK                    Pengungkapan                                                                                                                                                      Halaman

                                                 F.9          Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki Keanekaragaman                                          77
                                                              Hayati

                                                 F.10         Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati                                                                                                            77

                                                 F.11         Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya                                                                             76-77, 79

                                                 F.12         Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan                                                                                    72, 77, 79, 82-83,
                                                                                                                                                                                                               84

                                                 F.13         Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis                                                                                      80, 81

                                                 F.14         Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen                                                                                                        80-82

                                                 F.15         Tumpahan yang Terjadi                                                                                                                            84

                                                 F.16         Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan                                                                      84

                                                 F.17         Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/ atau Jasa yang Setara kepada Konsumen                                                         190

                                                 F.18         Kesetaraan Kesempatan Bekerja                                                                                                                  89-95

                                                 F.19         Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa                                                                                                     95, 97, 119

                                                F.20          Upah Minimum Regional                                                                                                                          111-112

                                                 F.21         Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman                                                                                                           117

                                                F.22          Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai                                                                                                  103-107

                                                F.23          Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar                                                                                                    122-127

                                                F.24          Pengaduan Masyarakat                                                                                                                             187

                                                F.25          Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)                                                                                              122-127

                                                F.26          Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan                                                                                    163-171

                                                F.27          Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan                                                                                  176, 190

                                                F.28          Dampak Produk/Jasa                                                                                                                               190

                                                F.29          Jumlah Produk yang Ditarik Kembali                                                                                                               190

                                                F.30          Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan                                                                   190

                                                 G.1          Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen                                                                                                  266, 267-272

                                                 G.2          Lembar Umpan Balik                                                                                                                            266, 290

                                                 G.3          Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya                                                                            266

                                                 G.4          Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017                                                                283




284    PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 285
                                 Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                 Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                 Digitalisasi




Referensi Sustainability Accounting Standard Board (SASB)


       Kode                                                                                               Keterangan                                                                                               Halaman

Keamanan Data

FN-CB-230a.1         (1) Jumlah pelanggaran data                                                                                                                                                                       177
                     (2) Persentase yang melibatkan informasi yang dapat mengidentifikasi individu
                     (3) Jumlah rekening yang terdampak

FN-CB-230a.2         Uraian mengenai pendekatan dalam mengidentifikasi dan menangani risiko keamanan data.                                                                                                             177

Inklusi Keuangan & Penguatan Kapasitas

FN-CB-240a.1         (1) Jumlah dan                                                                                                                                                                                    130
                     (2) nilai pinjaman yang masih berjalan yang memenuhi kualifikasi program yang dirancang untuk mendorong pengembangan usaha kecil dan pembangunan
                         masyarakat.

FN-CB-240a.2         (1) Jumlah dan                                                                                                                                                                                    129
                     (2) nilai pinjaman bermasalah dan nonakrual yang memenuhi kualifikasi program yang dirancang untuk mendorong pengembangan usaha kecil dan
                         pembangunan masyarakat.

FN-CB-240a.3         Jumlah rekening giro ritel tanpa biaya yang diberikan kepada nasabah yang sebelumnya tidak memiliki akses layanan perbankan atau kurang terlayani.                                                136

FN-CB-240a.4         Jumlah peserta dalam inisiatif literasi keuangan bagi nasabah unbanked, underbanked, atau kurang terlayani.                                                                                       136

Integrasi Faktor Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola dalam Analisis Kredit

FN-CB-410a.1         Komersial dan pembukaan kredit berdasarkan industri                                                                                                                                            129-134

FN-CB-410a.2         Uraian mengenai pendekatan integrasi faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam analisis kredit.                                                                                      145

Financed Emissions

FN-CB-410b.1         Total emisi bruto yang dibiayai secara absolut, dipisahkan berdasarkan (1) Cakupan 1, (2) Cakupan 2, dan (3) Cakupan 3.                                                                         76-77

FN-CB-410b.2         Total eksposur bruto untuk setiap industri berdasarkan kelas aset.                                                                                                                              76-77

FN-CB-410b.3         Persentase total eksposur bruto yang termasuk dalam perhitungan emisi yang dibiayai.                                                                                                               77

FN-CB-410b.4         Uraian mengenai metodologi yang digunakan untuk menghitung emisi yang dibiayai.                                                                                                                 76-77

Etika Bisnis

FN-CB-510a.1         Jumlah kerugian akibat proses hukum terkait penipuan, perdagangan orang dalam, anti-trust, perilaku anti-persaingan, manipulasi pasar, malpraktek, atau                                        120, 262
                     undang undang industri keuangan terkait lainnya

FN-CB-510a.2         Kebijakan dan prosedur whistleblowing                                                                                                                                                             261




285            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 286
                                   Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan     Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai       Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                     Digitalisasi




Tabel Indeks Rating MSCI


 No            Pilar                       Indikator                            Sub Indikator                                                           Keterangan                                                     Halaman

  1    Environment Pillar    Financing Environmental Impact          ESG Risk Management Policies            Scope of management system to assess ESG risks in financing activities                                     146-147

  2    Environment Pillar    Financing Environmental Impact          Environmental credit policy             Credit policy related to agriculture                                                                          150

  3    Environment Pillar    Financing Environmental Impact          Environmental credit policy             Credit policy related to biodiversity                                                                         154

  4    Environment Pillar    Financing Environmental Impact          Environmental credit policy             Credit policy related to power utilities                                                                      151

  5    Environment Pillar    Financing Environmental Impact          Environmental credit policy             Credit policy related to mining                                                                               152

  6    Environment Pillar    Financing Environmental Impact          Environmental credit policy             Credit policy related to oil and gas                                                                          153

  7    Environment Pillar    Financing Environmental Impact          ESG Risk Management (ESRM)              Involvement of group credit risk in ESG due diligence                                                         217
                                                                     Integration

  8    Environment Pillar    Financing Environmental Impact          ESG Risk Management (ESRM)              ESG due diligence triggers and risk escalation process clearly defined                                        217
                                                                     Integration

  9    Environment Pillar    Financing Environmental Impact          ESG Risk Management (ESRM)              Conducts climate-related risk analysis                                                               225-237, 240-244
                                                                     Oversight

 10    Environment Pillar    Financing Environmental Impact          ESG Risk Management (ESRM)              Oversight of ESG risk management in financing activities                                                      215
                                                                     Oversight

  11   Environment Pillar    Financing Environmental Impact          ESG Risk Management (ESRM)              Evidence of board-level engagement on climate-related risks                                                   225
                                                                     Oversight

 12    Environment Pillar    Financing Environmental Impact          ESG Risk Management (ESRM)              Formal management systems to assess ESG risks in financing activities                                       217,218
                                                                     Systems

 13    Environment Pillar    Financing Environmental Impact          Environmental Finance                   Sustainability-related financial product development                                                       155-159
                                                                     Opportunities

 14    Environment Pillar    Financing Environmental Impact          Environmental Finance                   Involvement in green financing and securities                                                              156-157
                                                                     Opportunities

 15    Social Pillar         Consumer Financial Protection           Practices                               Employee training on consumer financial protection                                                            175

 16    Social Pillar         Consumer Financial Protection           Practices                               Debt collection policy                                                                                     185-186

 17    Social Pillar         Consumer Financial Protection           Practices                               Oversight of financial product or service reviews                                                             172

 18    Social Pillar         Consumer Financial Protection           Practices                               Fair advertising policy                                                                                    173-174

 19    Social Pillar         Consumer Financial Protection           Practices                               Financial product complaint handling process                                                                  188




286              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 287
                                   Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                   Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                   Digitalisasi




 No            Pilar                       Indikator                            Sub Indikator                                                        Keterangan                                                      Halaman

 20    Social Pillar         Consumer Financial Protection           Practices                               Company offers loan modification options                                                                    186

  21   Social Pillar         Consumer Financial Protection           Practices                               Financial education initiatives and stakeholder outreach                                                 136-139

 22    Social Pillar         Consumer Financial Protection           Practices                               Oversight of complaint resolution process                                                                   189

 23    Social Pillar         Human Capital Development               Practices                               Scope of support for degree programs and certifications                                                  102-105

 24    Social Pillar         Human Capital Development               Strategy                                Extent of human resource-related grievance reporting or escalation procedures                             115-116

 25    Social Pillar         Human Capital Development               Strategy                                Employee satisfaction survey frequency                                                                      116

 26    Social Pillar         Human Capital Development               Talent pipeline development             Formal talent pipeline development strategy                                                                 102
                                                                     strategy

 27    Social Pillar         Human Capital Development               Talent pipeline development             Graduate traineeship/apprenticeship                                                                       108-110
                                                                     strategy                                program

 28    Social Pillar         Human Capital Development               Talent pipeline development             Partners with educational institutions to develop or deliver joint training programs for                    102
                                                                     strategy                                staff

 29    Social Pillar         Human Capital Development               Programs & Initiatives                  Employee equity programs                                                                                    112

 30    Social Pillar         Human Capital Development               Programs & Initiatives                  Workforce eligible for non-pay benefits                                                                   111-112

  31   Social Pillar         Human Capital Development               Programs & Initiatives                  Variable performance-based component to pay                                                               111-112

 32    Social Pillar         Human Capital Development               Programs & Initiatives                  Regular performance appraisals and feedback processes                                                       110

 33    Social Pillar         Human Capital Development               Programs & Initiatives                  Job-specific development training programs                                                                  107

 34    Social Pillar         Human Capital Development               Programs & Initiatives                  Skills and knowledge development training                                                                 108-110

 35    Social Pillar         Access to Finance                       Products and Strategy                   Extent of involvement in microfinance/ microinsurance                                                    129-136

 36    Social Pillar         Access to Finance                       Distribution and Outreach               Innovation in mobile/online distribution channels for financial services                                 163, 164

 37    Social Pillar         Access to Finance                       Distribution and Outreach               Points of reach of financial services                                                                       163

 38    Social Pillar         Access to Finance                       Distribution and Outreach               Innovation in other alternative branchless distribution channels for financial services                  163, 164

 39    Social Pillar         Privacy & Data Security                 Practices - Operations                  Scope of data protection policy                                                                          175-176

 40    Social Pillar         Privacy & Data Security                 Practices - Operations                  Rights provided to consumers regarding the control of their data                                            177

 41    Social Pillar         Privacy & Data Security                 Practices - Operations                  Measures to address data breaches                                                                         178-181

 42    Social Pillar         Privacy & Data Security                 Practices - Operations                  Frequency of audits of information security system                                                          180

 43    Social Pillar         Privacy & Data Security                 Practices - Operations                  Responsibility for privacy and data security                                                                176

 44    Social Pillar         Privacy & Data Security                 Practices - Operations                  Evidence of access control and protection of personal or sensitive data                                   180-181

 45    Social Pillar         Privacy & Data Security                 Practices - Operations                  Consent policy for use of consumer data for secondary purposes                                              183




287              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 288
                                  Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                  Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                  Digitalisasi




 No           Pilar                       Indikator                            Sub Indikator                                                        Keterangan                                                      Halaman

 46   Social Pillar         Privacy & Data Security                 Practices - Operations                  Collection, usage and retention of customer information                                                  183-184

 47   Social Pillar         Privacy & Data Security                 Practices - Supply Chain                Data protection programs covering suppliers and business partners                                           182

 48   Social Pillar         Privacy & Data Security                 Practices - Employees                   Scope of employee training on privacy and data security                                                  178-179

 49   Social Pillar         Privacy & Data Security                 Practices - Certification               Scope of information security management system certifications                                              180

 50   Social Pillar         Privacy & Data Security                 Practices - Certification               Type of information security management system certification                                                180

 51   Governance Pillar     Corporate Governance                    Board - Audit Oversight                 Audit Board/ Committee Independence                                                                  Diungkapkan
                                                                                                                                                                                                                 pada Laporan
                                                                                                                                                                                                                   Tahunan

 52   Governance Pillar     Corporate Governance                    Board - Board Independence              Executives on Board                                                                                  Diungkapkan
                                                                                                                                                                                                                 pada Laporan
                                                                                                                                                                                                                   Tahunan

 53   Governance Pillar     Corporate Governance                    Board - Board Independence              Related Party Transactions                                                                           Diungkapkan
                                                                                                                                                                                                                 pada Laporan
                                                                                                                                                                                                                   Tahunan

 54   Governance Pillar     Corporate Governance                    Board - Board Skills & Diversity        Bank has 30% female directors                                                                             89-90

 55   Governance Pillar     Corporate Governance                    Board Attendance                        Attendance at Board meetings                                                                              194,195

 56   Governance Pillar     Corporate Governance                    Board - Pay Oversight                   Pay Committee Independence                                                                           Diungkapkan
                                                                                                                                                                                                                 pada Laporan
                                                                                                                                                                                                                   Tahunan

 57   Governance Pillar     Corporate Governance                    Pay -Non-executive Director             Director Equity Policy                                                                                      211
                                                                    Pay

 58   Governance Pillar     Corporate Governance                    Pay - Pay Figures                       Executive Pay Disclosure                                                                                    210

 59   Governance Pillar     Corporate Governance                    Pay - Pay Performance                   CEO Equity Policy                                                                                           211
                                                                    Alignment

 60   Governance Pillar     Corporate Governance                    Pay - Pay Performance                   Pay Linked to Sustainability                                                                                209
                                                                    Alignment

 61   Governance Pillar     Corporate Governance                    Ownership & Control -Director           Annual Director Elections                                                                                   208
                                                                    Elections

 62   Governance Pillar     Corporate Governance                    Ownership & Control - Director          Proxy Access                                                                                         Diungkapkan
                                                                    Elections                                                                                                                                    pada Laporan
                                                                                                                                                                                                                   Tahunan




288             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 289
                                Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem      Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan    Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan   Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai      Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                 Digitalisasi




 No         Pilar                       Indikator                            Sub Indikator                                                         Keterangan                                                      Halaman

 63   Governance Pillar   Corporate Governance                    Ownership & Control - One               Government Intervention Concerns                                                                      Diungkapkan
                                                                  Share One Vote                                                                                                                                pada Laporan
                                                                                                                                                                                                                  Tahunan

 64   Governance Pillar   Corporate Governance                    Ownership & Control -                   Controlling Shareholder                                                                               Diungkapkan
                                                                  Ownership Structure                                                                                                                           pada Laporan
                                                                                                                                                                                                                  Tahunan

 65   Governance Pillar   Corporate Governance                    Ownership & Control -                   Controlling Shareholder Concerns                                                                      Diungkapkan
                                                                  Ownership Structure                                                                                                                           pada Laporan
                                                                                                                                                                                                                  Tahunan

 66   Governance Pillar   Corporate Governance                    Ownership & Control - Takeover Fair Bid Treatment Provisions                                                                                         38
                                                                  Provisions

 67   Governance Pillar   Corporate Behavior                      Business Ethics Policies &              Responsibility for ethics issues                                                                             250
                                                                  Practices

 68   Governance Pillar   Corporate Behavior                      Business Ethics Policies &              Bribery and Anti-corruption Policy                                                                           252
                                                                  Practices

 69   Governance Pillar   Corporate Behavior                      Business Ethics Policies &              Regular Audits of Ethical Standards                                                                          249
                                                                  Practices

 70   Governance Pillar   Corporate Behavior                      Business Ethics Policies &              Whistleblower Protection                                                                                     261
                                                                  Practices

 71   Governance Pillar   Corporate Behavior                      Business Ethics Policies &              Employee training on ethical standards                                                                       251
                                                                  Practices

 72   Governance Pillar   Corporate Behavior                      Business Ethics Policies &              Anti-Corruption Policy for Suppliers                                                                         37
                                                                  Practices

 73   Governance Pillar   Corporate Behavior                      Business Ethics Policies &              Anti-money Laundering Policy                                                                                 257
                                                                  Practices

 74   Governance Pillar   Corporate Behavior                      Tax Transparency                        Tax Transparency                                                                                             42

 75   Governance Pillar   Corporate Behavior                      Business ethics controversies           Corruption Risk Exposure & Controversies                                                              Diungkapkan
                                                                                                                                                                                                                pada Laporan
                                                                                                                                                                                                                  Tahunan

 76   Governance Pillar   Corporate Governance                    Accounting - Auditor                    Auditor Tenure                                                                                        Diungkapkan
                                                                  Independence                                                                                                                                  pada Laporan
                                                                                                                                                                                                                  Tahunan




289           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 290
                                     Pendahuluan     Profil dan       Membangun Ekosistem           Mengelola Lingkungan yang   Menumbuhkan Potensi dan   Menguatkan Masyarakat melalui   Menggerakkan Inovasi   Penguatan Tata Kelola sebagai
                                                     Perjalanan BTN   Keuangan Berkelanjutan        Bertanggung Jawab           Kesejahteraan Pegawai     Kepedulian dan Inklusi          Produk Keuangan dan    Fondasi Keberlanjutan
                                                                                                                                                                                          Digitalisasi




Lembar Umpan Balik [OJK G.2]


Terima kasih telah membaca Laporan Keberlanjutan PT Bank                                            Kategori Pemangku Kepentingan
Tabungan Negara (Persero) Tbk. 2025. Untuk meningkatkan
kualitas pelaporan yang lebih baik pada tahun mendatang,                                               Nasabah                   Pegawai                       Pemegang Saham                            Pemerintah dan pembuat
Bank mengharapkan usulan, kritik dan saran dari pembaca                                                                                                                                                  kebijakan

dan pengguna laporan ini. BTN berkomitmen untuk senantiasa
                                                                                                       Media massa               Mitra kerja, supplier         Masyarakat, komunitas lokal               Lain-lain, sebutkan
meningkatkan kinerja keberlanjutan dan memberikan yang
terbaik untuk pemangku kepentingan.


      Profil                                                                                        Mohon pilih jawaban yang sesuai dengan memberikan tanda √ pada lingkaran jawaban:


                                                                                               1.     Apakah laporan ini sudah menggambarkan kinerja                            Setuju          Tidak Setuju              Tidak Tahu
   Nama        :
                                                                                                      Bank dalam berkontribusi pada pembangunan
                                                                                                      berkelanjutan?

   Institusi :                                                                                 2.     Apakah laporan ini bermanfaat bagi Anda?                                  Setuju          Tidak Setuju              Tidak Tahu

                                                                                               3.     Apakah laporan ini mudah dimengerti?                                      Setuju          Tidak Setuju              Tidak Tahu

   Telp/Hp :                                                                                   4.     Apakah laporan ini menarik?                                               Setuju          Tidak Setuju              Tidak Tahu



                                                                                                    Mohon menuliskan jawaban sesuai dengan pendapat Anda?

Bank sangat menghargai umpan balik yang Anda berikan.
                                                                                               1.     Bagian informasi mana yang paling berguna dan menarik?
Untuk itu, mohon mengirimkan lembar umpan balik ini ke:


PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk [GRI 2-3]                                                2.     Bagian informasi mana yang kurang berguna sehingga perlu
                                                                                                      dilakukan perbaikan?
Corporate Secretary Division
Menara 2 BTN Lantai 21
Jl. H. R. Rasuna Said No.1,                                                                    3.     Apakah data yang disajikan telah transparan, dapat
                                                                                                      dipercaya, dan berimbang?
Jakarta Selatan 12980
Email: csd@btn.co.id
                                                                                               4.     Saran/usul/komentar untuk perbaikan laporan ke depan




290                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 291

          
Page 292
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk


Menara BTN
Jl. Gajah Mada No. 1
Jakarta Pusat 10130


Tel.     : (+62) 6336789, 6332666
E-mail   : csd@btn.co.id


www.btn.co.id

File

File Open PDF
Source IDX
Size18.23 MB
Published1 Apr 2026
Pages292
Characters1,576,624
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 72 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk p.1 ×314
linked person Suryo Utomo · Komisaris Utama p.24 ×4
linked person Dwi Ary Purnomo · Wakil p.24 ×3
linked person Fahri Hamzah · Komisaris p.24 ×4
linked person Ida Nuryanti · Komisaris Independen p.24 ×4
linked person Pietra Machreza Paloh · Komisaris Independen p.24 ×2
linked person Panangian Simanungkalit · Komisaris Independen p.24 ×2
linked person Didyk Choiroel p.24
linked org Jasa Raharja. p.24
linked person Oni Febriarto Rahardjo p.25
linked person Setiyo Wibowo · Direktur p.25 ×4
linked person Hirwandi Gafar · Direktur p.25 ×4
linked person Nofry Rony Poetra · Direktur p.25 ×3
linked person Eko Waluyo · Direktur p.25 ×4
linked person Tan Jacky Chen · Direktur p.25 ×2
linked person Venda Yuniarti · Direktur p.25 ×2
linked person Helmy Afrisa Nugroho · Direktur p.25 ×2
linked person I Nyoman Sugiri Yasa · Direktur p.25 ×2
linked person Rully Setiawan · Direktur p.25 ×2
linked org PT Danantara Asset Management p.28 ×2
linked org PT Bank Syariah Nasional p.35 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.28
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.28 ×3
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.51 ×12
possible person Hermita · Direktur p.90
possible person Purnomo · Komisaris p.104
possible — Morgan Stanley p.147
unresolved org Tata Hak Pegawai p.5
unresolved org Tata Pegawai p.5
unresolved org Bank BUMN p.7
unresolved org Bank Pemberdaya Wirausaha Sektor Pilar Sosial p.11
unresolved org Kementerian Perindustrian p.12
unresolved org PT Bank Tabungan p.21
unresolved org Negara (Persero) Tbk p.21 ×7
unresolved org PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja. p.24
unresolved person Consumer Banking · Direktur p.25
unresolved person Committee · Direktur p.32
unresolved org Learning & Partners p.32
unresolved org Bank Syariah Steering p.32
unresolved person Ashoya Ratam p.34
unresolved org Menteri Hukum Nomor AHU- AH. p.34
unresolved org Menteri BUMN Nomor SE- p.37
unresolved org Bank Institution p.39
unresolved — Forexindo · Anggota p.39
unresolved person Forum Komunikasi · Direktur p.39
unresolved — FKDKP · Anggota p.39
unresolved — UNEP FI · Anggota p.39
unresolved org Bank Capital Adequacy Ratio p.40
unresolved org Menteri Negara Lingkungan Hidup p.70
unresolved org Kementerian Energi dan Sumber Daya p.71
unresolved org Yayasan KEHATI p.78
unresolved org Bank Garansi p.82 ×2
unresolved person Keberagaman Komposisi · Komisaris p.89 ×2
unresolved person Proporsi · Direktur p.90
unresolved org Bank Kelamin Nixon L.P. p.90
unresolved org Nixon L.P. · Direktur Utama p.90 ×2
unresolved org PT Danantara Asset Management. Tan Jacky Chen p.90
unresolved person Keberagaman · Komisaris p.90
unresolved org Sertifikasi Manajemen Risiko p.103
unresolved person Pembekalan Sertifikasi · Komisaris p.104 ×5
unresolved person Win · Direktur p.104 ×6
unresolved org PT Bank Tabungan Ida Nuryanti p.104
unresolved org PT Bank Tabungan Pietra p.104
unresolved person Pietra · Komisaris p.104
unresolved — Refreshment - · Batam p.104
unresolved org PT Bank Tabungan Perbankan p.104
unresolved person Panangian · Komisaris p.104
unresolved org PT Bank Tabungan Consumer p.104
unresolved org PT Bank Tabungan Poetra p.104
unresolved — Poetra · Finance & p.104
unresolved org PT Bank Tabungan Management p.104
unresolved org Bank Indonesia p.172

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result