Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 292
Page 1
Menanamkan Nilai Berkelanjutan dalam Setiap Aspek Kehidupan 2025 Laporan Keberlanjutan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 2
Page 3
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Di BTN, keberlanjutan bukanlah
agenda yang berdiri sendiri,
melainkan cara Bank mewujudkan
tujuan: memberdayakan
keluarga Indonesia melalui
ekosistem perumahan yang
inklusif, bertanggung jawab, dan
berkelanjutan.
Menanamkan Nilai BTN menanamkan prinsip keberlanjutan pada setiap kebijakan, produk, dan layanan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
Pendekatan ini memastikan bahwa pertumbuhan usaha tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak
Berkelanjutan positif bagi kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan. Dengan demikian, keberlanjutan tersebut dapat dirasakan langsung oleh
dalam Setiap
nasabah, pegawai, dan masyarakat.
Aspek Kehidupan Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan prinsip 5P yaitu Planet, People, Peace, Partnership, dan Prosperity, yang menjadi
dasar pengembangan keuangan berkelanjutan BTN. Inisiatif rumah rendah emisi, peningkatan inklusi keuangan, pengembangan dan
penguatan ekonomi sirkular, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan mencerminkan upaya BTN dalam mengintegrasikan nilai
berkelanjutan ke dalam setiap aspek kehidupan, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan prinsip
Environmental, Social, dan Governance.
3 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 4
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Daftar Isi 01 02 03
6 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
8 Pengakuan atas Komitmen
dan Inovasi BTN
13 Dampak Nyata BTN bagi
Keberlanjutan Profil dan Perjalanan BTN Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang
16 Dukungan BTN terhadap Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab
Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan 28 Sekilas Tentang BTN 47 Prinsip ESG 70 Pengelolaan Energi
21 Pesan dari Direktur Utama 30 Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan 55 Kerangka Kerja ESG 73 Pengelolaan Emisi
32 Struktur Organisasi 56 Tata Kelola ESG 79 Pengelolaan Air dan Efluen
33 Perjalanan Transformasi 57 Kebijakan ESG 81 Manajemen Limbah
Keberlanjutan BTN 58 Capaian dan Hasil ESG 84 Pengendalian dan Kepatuhan
265 Tentang Laporan 34 Kegiatan Usaha BTN Lingkungan
267 Pernyataan Jaminan 36 Area Operasional dan Pasar yang
Independen Dilayani
273 Indeks Standar Laporan 37 Rantai Pasok Berkelanjutan
290 Lembar Umpan Balik 39 Perubahan Signifikan
39 Inisiatif Eksternal dan
Keanggotaan Asosiasi
40 Kinerja Ekonomi
43 Penyaluran Kredit
Petunjuk Penggunaan
Halaman Depan Daftar Isi Halaman Sebelumnya Halaman Selanjutnya
4 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 5
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
04 05 06 07
Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Produk Penguatan Tata Kelola sebagai
Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Keuangan dan Digitalisasi Fondasi Keberlanjutan
86 Manajemen Sumber Daya 122 Tanggung Jawab Sosial dan 142 Roadmap Layanan BTN 192 Struktur Tata Kelola Keberlanjutan
Manusia Lingkungan 145 Manajemen Risiko Lingkungan BTN
89 Keberagaman, Kesetaraan, dan 129 Inklusi dan Literasi Keuangan dan Sosial dalam Proses Kredit 197 Komitmen Penerapan Tata Kelola
Inklusi 148 BTN Portofolio Guideline 200 Strategi Tata Kelola
101 Pelatihan dan Pengembangan 155 Produk Berbasis ESG 201 Governance, Risk, and
Kompetensi 163 Inovasi Digital untuk Layanan Compliance Roadmap
111 Pelindungan dan Pemenuhan Modern 208 Proses Nominasi Badan Tata
Hak Pegawai 172 Pengawasan Produk Keuangan Kelola Tertinggi
117 Keselamatan dan Kesehatan 173 Kebijakan Periklanan 212 Evaluasi Kinerja Badan Tata
Pegawai 174 Pelindungan Finansial Nasabah Kelola Tertinggi
119 Hubungan Industrial yang 175 Privasi dan Keamanan Data 213 Manajemen Risiko
Harmonis Nasabah 248 Kode Etik dan Etika Bisnis
120 Kepatuhan Sosial dan Ekonomi 185 Kebijakan Penagihan Utang 252 Anti-Fraud dan Benturan
187 Penanganan Keluhan Produk Kepentingan
Keuangan 256 Implementasi Prinsip Kehati-
190 Kepuasan Nasabah hatian
258 Pengawasan Internal dan Anti
Gratifikasi
260 Whistleblowing System
5 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 6
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Kinerja Ekonomi [OJK B.1] Kinerja Lingkungan [OJK B.2]
Total Aset Konsolidasian (Miliar Rupiah) Laba Tahun Berjalan Konsolidasian
Produk Ramah Pembiayaan 11.412 unit rumah rendah emisi dengan
(Miliar Rupiah)
Lingkungan [OJK B.1] menggunakan material ramah lingkungan minimal 10%
527.793
3.501 Energi Limbah dan Efluen
3.501
469.615 3.007
438.750
Penurunan Timbulan limbah
2023 2024 2025 2023 2024 2025 penggunaan energi
145,25
85.115 ton
Pendapatan Operasional Bunga dan Kuantitas Produk/Jasa yang Dijual Gigajoule
Selain Bunga Konsolidasian (Miliar
Rupiah)
4
Pengurangan
Pemakaian energi
baru terbarukan Efluen
40.449 Kategori
Consumer 806,38 14.297 m3
Produk Banking Gigajoule
34.118
32.172
Commercial Banking Ekonomi Sirkular
Banking Service Penurunan
intensitas energi
2023 2024 2025 Inovasi keuangan berkelanjutan
Corporate 10,53% melalui program Bayar Angsuranmu
Banking
Pakai Sampahmu dan Rumah
Rendah Emisi
6 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 7
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Kinerja Sosial [OJK B.3] Kinerja Tata Kelola [OJK B.2]
Pembentukan Komite ESG, Enterprise & ESG Risk
Jumlah Komposisi Pegawai
Emisi Management Division, dan ESG Department
Pegawai Perempuan
Penurunan Emisi Cakupan 1 dan 2 11.429 orang 50,15% Bank BUMN pertama yang menandatangani
Principles for Responsible Banking (PRB) dari
9.922 ton CO eq 2
Tenaga Kerja Pemasok United Nations Environment Programme Finance
Penyandang Initiative (UNEP FI)
Pengungkapan Financed Emissions
Disabilitas
100%
Penyusunan Sustainable Finance Framework dan
3.734.612 ton CO eq 2
0,25% dari 11.429
pegawai
pemasok BTN merupakan
pemasok lokal Social Finance Framework
Penanaman Pohon Penyaluran KPR Penyaluran Kredit Usaha
Subsidi Rakyat dan Kredit Usaha Pengembangan Kerangka Kerja, Strategi, dan
Mikro, Kecil, dan Menengah Peta Jalan ESG
Jumlah penanaman
pohon Rp157.298 Miliar
26.648 pohon meningkat 6,34% dari tahun
Rp6,99 Triliun,
Penyusunan Peta Jalan Governance, Risk, and
2024 meningkat 12,80% dari Compliance (GRC)
Serapan karbon tahun 2024
31.600
Penandatanganan komitmen sebagai anggota
ton CO2eq
Rp119,91 Partnership for Carbon Accounting Financials
miliar (PCAF)
Climate Risk Stress Test (CRST) Tanggung Rp88,97
Jawab Sosial Rp80,00
miliar Penerapan kebijakan Anti Pencucian Uang dan
Lingkungan miliar
Penajaman analisis risiko iklim Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT),
melalui CRST sesuai dengan perlindungan data pribadi, keamanan siber, serta
panduan OJK 2023 2024 2025 manajemen risiko
7 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 8
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pengakuan atas Komitmen dan Indeks
Inovasi BTN
BTN secara konsisten memperkuat BTN terdaftar dalam Indeks Peduli Perubahan BTN terdaftar dalam Indeks KEHATI Groups, yang
Iklim, yang mencakup: mencakup:
penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan
tata kelola (ESG) melalui inovasi produk hijau, • IDX LQ45 Low Carbon Leaders • SRI KEHATI
tata kelola yang transparan, serta program • ESGQ 45 IDX KEHATI
• ESG SL IDX KEHATI
sosial yang inklusif. Komitmen ini tercermin
dari berbagai hasil penilaian dan apresiasi
eksternal yang menunjukkan peningkatan
kinerja keberlanjutan BTN dari tahun ke tahun.
Pada tahun pelaporan, BTN mencatat capaian indeks ESG sebagai
refleksi integrasi prinsip keberlanjutan dalam seluruh aktivitas bisnis.
Perincian capaian indeks disajikan sebagai berikut:
8 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 9
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pada tahun pelaporan, BTN Pemeringkatan ESG BTN
memperoleh sejumlah rating ESG dari
lembaga independen sebagai bentuk
pengakuan atas komitmen dan
kinerjanya dalam mengintegrasikan
prinsip keberlanjutan ke dalam
seluruh aktivitas bisnis. Peringkat ESG: Peringkat ESG (%): Skor ESG:
Rincian hasil penilaian ESG disajikan
sebagai berikut:
AA 75 77/100
(Leader) Dibandingkan
Peringkat:
43.262 Perusahaan 78 dari 1.158 di antara
Perusahaan Layanan Perbankan
9 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 10
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Penghargaan Selama Tahun 2025:
Acara:
Selain itu, BTN juga meraih berbagai penghargaan dari lembaga
The Best Corporate Emission Reduction Transparency Awards
nasional maupun internasional yang menyoroti kontribusi Bank
Penghargaan:
dalam inovasi produk berkelanjutan, tata kelola yang baik, serta
Public Company with Trusted Green Achievement in Emission Reduction
pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. and Trusted Diamond Achievement In Emission Transparency
Penyelenggara:
Daftar penghargaan tersebut disajikan pada tabel berikut: Investortrust.id & Datatrust
Tanggal:
April 2025
Acara: Acara: Acara: Acara:
Prominent Awards 2025 ESG Awards 2025 Indonesia ESG Leadership Awards 2025 Indonesia Sustainable Synergy Awards 2025
Penghargaan: Penghargaan: Penghargaan: Penghargaan:
Best Green Mortgage Bank Transformation Platinum Star Awards - Medium Cap Leadership AAA - Indonesia’s Leaders in ESG Indonesia Sustainable Synergy Awards 2025 for
Penyelenggara: Penyelenggara: Transparency Environmentally-friendly Business Practices and
Metro TV, Salutee.id Investortrust Penyelenggara: Improving Community Well-being
Tanggal: Tanggal: BGK Foundation Penyelenggara:
September 2025 Oktober 2025 Tanggal: Netral News
November 2025 Tanggal:
November 2025
10 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 11
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Acara: Acara: Acara: Acara:
Best Social Business Innovation Awards 2025 Editors Choice Award Editors Choice Award Editors Choice Award
Penghargaan: Penghargaan: Penghargaan: Penghargaan:
Best Social Business Innovation Awards 2025 Best Literacy for Climate Resilience Best Innovative Conservation Best Emission Reduction
Penyelenggara: Penyelenggara: Penyelenggara: Penyelenggara:
The Economics The Investing on Climate The Investing on Climate The Investing on Climate
Tanggal: Tanggal: Tanggal: Tanggal:
November 2025 Desember 2025 Desember 2025 Desember 2025
Acara: Acara:
5th TJSL & CSR Award Detikcom Awards 2025
Penghargaan: Penghargaan:
Predikat Gold untuk kategori pilar: Bank Pemberdaya Wirausaha Sektor
Pilar Sosial, Pilar Ekonomi, Pilar Lingkungan Perumahan
Penyelenggara: Penyelenggara:
BUMN Track Detikcom
Tanggal: Tanggal:
Juni 2025 November 2025
11 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 12
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Sertifikasi
ISO 37001:2016 • Wholesale Credit Risk Division (WRD);
Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) • Small Medium Enterprise Banking Division (SMBD);
• Credit Operation Division (COD);
Validasi:
• Commercial Banking Center (Jakarta Raya, Bekasi, Bandung, Bintaro Jaya);
21 Desember 2022 – 20 Desember 2025
• SME Restructuring (Kanwil Jawa Barat, Kanwil Jakarta II, Kanwil Jatim Bali Nusra,
Penerima Sertifikasi:
Kanwil Sumatera, Kanwil Sulawesi Maluku Papua, Kanwil Jawa Tengah DIY);
• Procurement and Fixed Asset Management
• Commercial Asset Management Division (CAMD);
Division (PFAD);
• KC Jakarta Harmoni.
• Commercial Banking Division (CMBD Kantor
Dikeluarkan oleh:
Pusat);
Komite Akreditasi Nasional
• Corporate Banking Division (CBD);
ISO 27001:2013
ISO 9001:2015
Sistem Manajemen
Sistem Manajemen Mutu
Keamanan Informasi
Validasi:
Validasi:
17 Desember 2024 – 16 Desember 2027
11 Juli 2023 – 31 Oktober 2025
Penerima Sertifikasi:
Penerima Sertifikasi:
Transformation & Partnership
Data Center
Management Division
Dikeluarkan oleh:
Dikeluarkan oleh:
BSI
BSI
Sertifikat Indi 4.0 Level 3
Validasi:
18 Juli 2022 – 18 Juli 2025
Penerima Sertifikasi:
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Dikeluarkan oleh:
Kementerian Perindustrian
12 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 13
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Dampak Nyata BTN bagi
Keberlanjutan
Keberlanjutan bagi BTN bukan sekadar tujuan,
melainkan inti dari setiap inovasi dan layanan
yang diberikan. BTN memandang produk dan
bisnis sebagai sarana untuk menciptakan
dampak positif bagi masyarakat dan
lingkungan. Oleh karena itu, BTN senantiasa
mengintegrasikan nilai ekonomi, sosial,
dan lingkungan dalam setiap keputusan.
Pendekatan ini memastikan bahwa setiap
langkah yang diambil BTN tidak hanya
memenuhi kebutuhan finansial nasabah,
tetapi juga mendorong perubahan perilaku
dan menciptakan manfaat jangka panjang
bagi keberlanjutan Indonesia.
13 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 14
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Bayar Angsuranmu Pakai Sampahmu
BTN terus memperkuat perannya dalam mendorong keuangan berkelanjutan melalui inovasi yang menghadirkan
manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara simultan. Salah satu inisiatif tersebut diwujudkan melalui
program “Bayar Angsuranmu Pakai Sampahmu”. Melalui program ini, nasabah dan/atau debitur KPR dapat
mengonversi sampah rumah tangga seperti: plastik, kardus, logam, dan beling yang telah dipilah serta minyak
jelantah menjadi nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi angsuran bulanan. Melalui
mekanisme ini, sampah tidak lagi dipandang semata sebagai limbah, melainkan sebagai sumber nilai ekonomi
baru yang memberikan manfaat langsung bagi rumah tangga.
Dampak terukur dari program tahun 2025:
716 kg sampah
Dampak anorganik
Lingkungan yang dikumpulkan
Dampak
Sosial 21 cluster dengan layanan
pengelolaan sampah
Dampak
56 penyetor sampah
jumlah nasabah dan debitur
Finansial
Program ini merepresentasikan pendekatan BTN dalam menghubungkan akses Sebagai bentuk komitmen untuk memperluas dampak program, BTN menargetkan
keuangan dengan perubahan perilaku lingkungan yang positif. Inisiatif ini membantu implementasi pada 100 titik di Indonesia hingga akhir tahun 2026. Inisiatif ini juga
meringankan beban finansial keluarga dan mendorong partisipasi aktif masyarakat memperoleh apresiasi dari Queen Máxima, UN Secretary-General’s Special Advocate
dalam pengelolaan sampah secara bertanggung jawab serta memperkuat for Inclusive Finance for Development, yang menilai program tersebut sebagai contoh
implementasi ekonomi sirkular di tingkat komunitas. nyata inovasi sektor keuangan yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga
sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan dan pengurangan sampah nasional.
14 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 15
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Rumah Rendah Emisi
Pembangunan hunian yang lebih sehat dan ramah lingkungan menjadi fokus penting agenda iklim nasional melalui penerapan konsep desain dan material yang lebih
dalam upaya mencapai pembangunan berkelanjutan. Guna mencapai tujuan tersebut, berkelanjutan. Bank juga terus memperkuat kolaborasi dengan mitra developer & supplier
BTN menetapkan target mengembangkan 150.000 rumah rendah emisi hingga 2029. eco-friendly materials untuk memacu implementasi rumah rendah emisi di Indonesia,
Program ini tidak hanya menjawab kebutuhan hunian layak, tetapi juga mendukung selaras dengan program pemerintah terkait perumahan nasional dan ekonomi hijau.
Dampak terukur dari program tahun 2025:
Dampak 57 ton sampah dialihkan 157,6 ton CO2 emisi terhindarkan Setara dengan manfaat ekologis Penguatan ekonomi sirkular
Lingkungan dari potensi menjadi limbah melalui penggunaan eco- penanaman 2.627 pohon, yang melalui penggunaan
melalui pemanfaatan friendly materials dan desain membantu menyerap emisi dan material daur ulang
material daur ulang hemat energi memperbaiki kualitas udara
Dampak 11.412 unit rumah rendah emisi yang telah 22 mitra pengembang 5 supplier startup atau UMKM yang telah
Sosial dikembangkan rumah rendah emisi bekerja sama dengan Bank
Selain aspek lingkungan, program ini tetap
Efisiensi Energi 1. Sirkulasi udara dengan meningkatkan ventilasi
menjunjung prinsip keterjangkauan agar masyarakat
2. Perbandingan jendela dan dinding 15% hingga 30%
berpenghasilan rendah dan menengah dapat
1. Menggunakan keran dengan aliran rendah menikmati manfaat hunian yang lebih sehat dan
Untuk memastikan
Efisiensi Air 2. Pengelolaan sanitasi yang baik berkelanjutan. BTN juga memastikan kolaborasi erat
kualitas hunian sekaligus
3. Memiliki sumur infiltrasi dengan pemerintah, pengembang, dan masyarakat
efisiensi sumber daya,
4. Menggunakan PDAM sebagai sumber air untuk memperkuat dampak sosial, mulai dari
pengembang diarahkan
Pengelolaan ekonomi sirkular hingga peningkatan kualitas
memenuhi standar
Sampah Melakukan pemilahan sampah dengan lingkungan hidup.
keberlanjutan yang tempat sampah yang sesuai
mencakup:
Pengurangan 1. Memiliki tanaman penyerap karbon (1 pohon per rumah)
Polusi 2. Bahan ramah lingkungan: minimal 15% per rumah
3. Lahan hijau dan terbuka di rumah dan fasilitas umum:
minimal 10%.
15 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 16
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Dukungan BTN terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Keberlanjutan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis BTN, sehingga dan pembiayaan rumah rendah emisi berbasis material ramah lingkungan. Bank juga
penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) yang mencakup 17 tujuan, menerapkan Portfolio Guideline untuk menjaga kualitas aset dan fokus pada sektor-
diintegrasikan langsung ke dalam pengembangan produk, manajemen risiko, dan sektor berkelanjutan, serta memperkuat ekonomi sirkular melalui program Bayar
proses pembiayaan. Angsuranmu Pakai Sampahmu dan Rumah Rendah Emisi. Selain melalui pembiayaan,
BTN meningkatkan kontribusi terhadap SDGs melalui berbagai program dan inisiatif
Untuk menerjemahkan komitmen tersebut ke dalam arah kebijakan, BTN mengembangkan ESG sepanjang tahun 2025 yang diuraikan pada setiap topik material dalam Laporan
berbagai inisiatif keuangan berkelanjutan guna memperkuat portofolio pembiayaan Keberlanjutan 2025.
hijau dan memastikan proses bisnis selaras dengan prinsip ESG. Pendekatan ini didukung
oleh Roadmap dan Framework ESG BTN dan kerangka 5P yang mencakup People Pada tingkat nasional, implementasi TPB/SDGs di Indonesia dijabarkan melalui
(kesejahteraan masyarakat), Planet (tanggung jawab terhadap lingkungan), Prosperity Rencana Aksi serta Metadata Indikator TPB/SDGs yang terus diperbarui sejalan dengan
(kemakmuran bersama), Peace (perdamaian), dan Partnership (kemitraan) sebagai perkembangan global dan ketersediaan data nasional. Dalam kerangka ini, ketujuh
dasar penciptaan nilai berkelanjutan. belas tujuan dari TPB/SDGs dikelompokkan menjadi empat pilar pembangunan, yaitu
Pilar Pembangunan Sosial, Pilar Pembangunan Lingkungan, Pilar Pembangunan Ekonomi,
Sebagai implementasi dari pendekatan tersebut, BTN melaksanakan berbagai upaya dan Pilar Pembangunan Hukum dan Tata Kelola. Berdasarkan pengelompokan tersebut,
untuk mendorong pencapaian SDGs, termasuk penyaluran KPR subsidi bagi masyarakat kontribusi BTN terhadap SDGs dipetakan terhadap pilar TPB/SDGs Indonesia dan disajikan
berpenghasilan rendah (MBR), pengembangan instrumen keuangan berkelanjutan, pada tabel berikut.
16 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 17
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Kontribusi BTN terhadap Pilar SDGs Indonesia
Pilar Pilar sosial berfungsi sebagai dasar pemenuhan hak dasar manusia secara adil dan setara untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh penduduk. Agenda
Pembangunan ini mencakup pengentasan kemiskinan, pemenuhan kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, serta kesetaraan gender. Pilar ini juga memastikan bahwa
Sosial setiap kelompok, termasuk masyarakat rentan, memperoleh akses terhadap layanan esensial dan kesempatan yang sama untuk berkembang. Dengan
indikator yang terukur, pilar sosial menjadi fondasi dalam mewujudkan kesejahteraan inklusif dan pembangunan manusia yang berkelanjutan.
Ketenagakerjaan Pengembangan Masyarakat
• Memfasilitasi medical check up secara berkala serta layanan pengobatan • BTN memiliki Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) dengan
untuk mendeteksi dan menangani penyakit sejak dini, serta program jumlah penyaluran pada tahun 2025 mencapai Rp6,55 miliar kepada 161
peningkatan Kesehatan pegawai melalui pelaksanaan berbagai seminar mitra binaan.
Kesehatan selama satu pekan. • BTN memiliki Program Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM)
• Mengimplementasikan work life balance melalui peresmian BTNers Club, dengan jumlah penyaluran pada tahun 2025 sebesar Rp5,67 triliun yang
yang terdiri dari 26 komunitas pegawai dalam bidang olahraga, seni, dan meningkat 28,68% dari tahun 2024 dengan jumlah penyaluran sebesar
kerohanian yang didukung beragam kegiatan yang melibatkan seluruh Rp4,40 triliun.
pegawai. • BTN memiliki Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan jumlah
• Program pendidikan beasiswa untuk 54 pegawai S1 dan S2, baik dalam penyaluran pada tahun 2025 sebesar Rp1,07 triliun kepada 8.788 debitur,
negeri maupun luar negeri pada tahun 2025. Jumlah tersebut meningkat yang terdiri dari 6.429 KUR Mikro dan 2.359 KUR Kecil.
38% dari jumlah tahun 2024, yaitu 39 pegawai. • BTN memberikan beasiswa Pendidikan kepada 108 putra-putri tenaga alih
• BTN senantiasa memenuhi hak cuti melahirkan (maternity leave) dan cuti daya yang meliputi petugas operasional dan keamanan.
ayah (paternity leave), dengan jumlah pegawai yang mengambil hak • BTN melaksanakan pelatihan pengembangan UMKM yang menjangkau
tersebut sebanyak 512 pegawai perempuan dan 285 pegawai laki-laki. 250 UMKM, serta pemberian pendampingan dan workshop guna
• BTN menyelenggarakan pelatihan Expert Talk Series Woman Leadership memperkuat kemampuan manajerial dan akses pembiayaan
(Srikandi BTN) yang diikuti 324 pegawai untuk memperkuat kapasitas berkelanjutan.
kepemimpinan perempuan di lingkungan kerja. • BTN menyelenggarakan pelatihan bahasa Inggris dan sertifikasi
kompetensi bagi 100 penyandang disabilitas sebagai bagian dari
komitmen Bank dalam memperluas akses pendidikan.
17 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 18
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pilar Pilar lingkungan merupakan landasan pembangunan berkelanjutan yang memastikan kualitas ekosistem tetap terjaga melalui pengelolaan sumber daya
Pembangunan alam yang bijaksana, konservasi keanekaragaman hayati, serta meningkatkan ketahanan iklim. Pilar ini mencakup upaya pengendalian polusi, peningkatan
Lingkungan kualitas air, udara, dan lahan, serta pengurangan dampak perubahan iklim melalui mitigasi dan adaptasi. Keseluruhan agenda tersebut menjadi fondasi
bagi pembangunan yang mampu menjaga keseimbangan ekologis dan ketahanan lingkungan jangka panjang.
Perubahan Iklim dan Ekosistem • BTN menyediakan air bersih dan sanitasi layak sebagai bentuk tanggung
• Program penanaman pohon diimplementasikan dengan menanam jawab lingkungan melalui program TJSL pada tahun 2025 dengan realisasi
26.648 pohon pada tahun 2025, yang setara dengan nilai serapan karbon anggaran sebesar Rp455.714.000, yang meningkat 379,7% dari realisasi
mencapai 31.600 ton CO2eq. anggaran 2024 sebesar Rp95.000.000.
• BTN menggunakan panel surya pada 12 bangunan BTN dan berhasil • BTN memanfaatkan 25 sumur resapan dengan kapasitas masing-masing
menggantikan konsumsi listrik konvensional sebesar 806,38 GJ, meningkat sebesar 3,39 m3, serta 22 titik biopori yang tersebar di area Menara BTN.
1.071% dibandingkan tahun 2024 sebesar 68,87 GJ yang berasal dari panel Produk dan Jasa Berkelanjutan
surya yang terpasang di 7 bangunan BTN. • Implementasi program pembiayaan Rumah Rendah Emisi BTN dan
• BTN melakukan penanaman mangrove pada tahun 2025 dengan jumlah penggunaan material ramah lingkungan. Program ini berjalan dengan
7.600 mangrove, yang meningkat 137,5% dari jumlah mangrove yang jumlah 11.412 unit pada tahun 2025, yang meningkat 777,85% dari jumlah
ditanam pada tahun 2024 sebanyak 3.200 mangrove. pada tahun 2024 sebanyak 1.300 unit.
• Menara 2 BTN meraih sertifikasi Green Building dengan predikat tertinggi • Implementasi digitalisasi yang mendorong penghematan kertas melalui
yaitu Platinum, dari Green Building Council Indonesia (GBCI), dengan penggunaan aplikasi end to end procurement, e-MOM, e-RKK, dan
pencapaian efisiensi energi sebesar 21,86%, penambahan area hijau e-Committee, serta fitur paperless pada aplikasi Super App balé by
mencapai 32,1%, dan penghematan air mencapai 26,7%. BTN, balé Properti, dan aplikasi penunjang operasional dan layanan jasa
Penggunaan Sumber Daya Alam & Pengelolaan Lingkungan keuangan lainnya menjadikan penggunaan kertas BTN pada tahun 2025
• BTN melaksanakan program Bayar Angsuranmu Pakai Sampahmu pada sebanyak 105.969.841 lembar.
tahun 2025 yang berhasil mengumpulkan sampah anorganik sebanyak • BTN menanam 2.214 pohon pada tahun 2025 dari hasil penukaran balé
716 kg. Poin yang dilakukan oleh nasabah melalui aplikasi Super App balé by
• BTN memastikan aspek ketersediaan air bersih dan sanitasi yang dapat BTN, jumlah tersebut meningkat 118,34% dari tahun 2024 yang berhasil
dimanfaatkan oleh pemilik rumah melalui berbagai skema pembiayaan menanam 1.014 pohon.
rumah (KPR) yang berjumlah 1,63 juta unit pada tahun 2025. Angka
tersebut meningkat 4,23% dari jumlah KPR pada tahun 2024, yaitu 1,57 juta
unit.
18 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 19
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pilar Pilar ekonomi diarahkan untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkualitas melalui penciptaan kesempatan kerja produktif, penguatan industri dan inovasi,
Pembangunan serta penyediaan infrastruktur yang andal. Pilar ini juga menekankan akses energi bersih dan terjangkau, pengurangan kesenjangan, serta kemitraan
Ekonomi yang mendukung perluasan aktivitas usaha. Dengan mendorong ekonomi yang inklusif, efisien, dan berdaya saing, pilar ekonomi menjadi landasan bagi
pembangunan berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat ketahanan perekonomian nasional.
Pengembangan Masyarakat setara dengan nilai KPR sebesar Rp157,30 triliun, meningkat dari tahun 2024
• BTN melaksanakan pelatihan pengembangan UMKM yang menjangkau 250 dengan jumlah penyaluran KPR subsidi mencapai 1,56 juta unit dengan nilai
UMKM, serta pemberian pendampingan dan workshop guna memperkuat Rp147,32 triliun.
kemampuan manajerial dan akses pembiayaan berkelanjutan. • BTN telah merealisasikan 17.051 pengajuan KPR pada tahun 2025 secara daring
• BTN menyelenggarakan Kompetisi Wirausaha BTN sebagai wadah inovasi di melalui platform balé Properti, jumlah ini meningkat 14,82% dibandingkan
ekosistem perumahan, diikuti oleh 1.170 peserta. dengan tahun 2024 dengan jumlah 14.850 akad.
• BTN melalui Housing Finance Center (HFC) melaksanakan Program Pelatihan • BTN memiliki portofolio Sustainability Bond senilai Rp1.193,53 miliar pada tahun
Mini MBA in Property sejak tahun 2016 sampai saat ini dan telah berhasil 2025, meningkat 26,8% dibandingkan tahun 2024 senilai Rp941,21 miliar.
mendidik peserta lebih dari 800 calon/developer perumahan. • BTN menerbitkan dua instrumen Sustainability Bond, yaitu Obligasi Subordinasi
• BTN memiliki Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) dengan Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2025 dan Obligasi Berwawasan Sosial
jumlah penyaluran pada tahun 2025 mencapai Rp6,55 miliar kepada 161 Tahap I, dengan nilai penerbitan total Rp2,29 triliun.
mitra binaan dengan alokasi dana sebesar Rp11 miliar. • BTN menyalurkan kredit kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)
• BTN memiliki Program Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) sebesar Rp203,45 triliun pada tahun 2025, meningkat 10,61% dibandingkan
dengan jumlah penyaluran pada tahun 2025 sebesar Rp5,67 triliun yang tahun 2024 sebesar Rp183,93 triliun.
meningkat 28,68% dari tahun 2024 dengan jumlah penyaluran sebesar • Jaringan BTN yang tersebar hingga pelosok turut membuka peluang kerja
Rp4,40 triliun. dan mendukung pemerataan pendapatan. Program balé agen memperluas
• BTN memiliki Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan jumlah penyaluran akses layanan keuangan formal bagi masyarakat unbanked di wilayah
pada tahun 2025 sebesar Rp1,07 triliun kepada 8.788 debitur, yang terdiri dari terpencil. Tahun 2025 tercatat 6.300 agen, naik 26% dibanding 2024 sebanyak
6.429 KUR Mikro dan 2.359 KUR Kecil. 5.000 agen.
Produk dan Jasa Berkelanjutan Pengadaan Berkelanjutan
• BTN menyediakan layanan Super App balé by BTN yang menunjang • Pada tahun 2025, BTN bekerja sama dengan 1.092 pemasok lokal dengan nilai
kemudahan dalam mengakses layanan dan produk perbankan. Pada tahun transaksi mencapai Rp1,23 triliun.
2025 tercatat nominal transaksi senilai Rp103,61 triliun, meningkat 27,74% dari Tata Kelola
tahun 2024 yang senilai Rp81,11 triliun. • BTN menggunakan 48 unit kendaraan listrik (EV) untuk operasional pada
• BTN menyalurkan KPR Subsidi dengan jumlah unit mencapai 1,63 juta unit tahun 2025, meningkat 33,33% dari jumlah pada tahun 2024 sebanyak 36 unit.
19 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 20
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pilar Pilar hukum menekankan kepastian hukum, akses keadilan, dan tata kelola yang akuntabel untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Pilar ini
Pembangunan mencakup upaya menurunkan kekerasan, memperluas layanan bantuan hukum, meningkatkan integritas lembaga publik, serta memastikan pengambilan
Hukum dan Tata keputusan yang inklusif dan transparan. Pelaksanaannya diukur melalui berbagai indikator, termasuk penanganan kasus kekerasan, kualitas pelayanan
Kelola publik, keterwakilan dalam lembaga negara, hingga jaminan hak asasi manusia sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang aman dan berkeadilan.
Keamanan Informasi Tata Kelola
• BTN memperkuat tata kelola dan kepatuhan melalui edukasi keamanan • BTN menyusun Roadmap Net Zero Emission (NZE) sebagai panduan
siber, pelatihan manajemen privasi data, pelatihan APU/PPT, pelatihan pengurangan emisi, efisiensi energi, transisi energi bersih, serta
kode etik bisnis, dan pelatihan antisuap dan korupsi pada tahun 2025. pemantauan berkelanjutan.
• Meningkatkan perlindungan data dan keamanan siber melalui kebijakan, • BTN bergabung dalam berbagai keanggotaan inisiatif dan jejaring
peningkatan infrastruktur TI, mengadakan pelatihan serta sertifikasi keuangan berkelanjutan di tingkat global dan nasional, yaitu:
kepada pegawai untuk mitigasi risiko operasional, serta edukasi security - United Nations Environment Programme Finance Initiative (UNEP FI)
awareness kepada seluruh pegawai, nasabah, dan pihak ketiga. - Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI)
Etika Bisnis dan Pedoman Perilaku - Asian Venture Philanthropy Network (AVPN)
• Pengisian Pakta Integritas oleh seluruh pegawai sesuai nilai-nilai Code of - Partnership for Carbon Accounting Financials (PCAF)
Conduct. Hak Asasi Manusia
• Melaksanakan program pengendalian gratifikasi melalui kampanye • BTN melaksanakan rekrutmen pegawai penyandang disabilitas dengan
antikorupsi dan edukasi etika untuk memperkuat integritas pegawai serta mengedepankan kesetaraan dan keadilan. Pada tahun 2025 persentase
menciptakan lingkungan kerja yang transparan. Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas (TKPD) sebesar 0,28% pegawai laki-
laki dan 0,23% pegawai perempuan, dibandingkan tahun 2024 sebesar
0,17% pegawai laki-laki dan 0,19% pegawai perempuan.
20 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 21
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pesan dari Direktur Utama [OJK D.1]
Di sisi lain, BTN
tetap menjalankan
Pemegang Saham dan Para Pemangku Kepentingan yang
peran historisnya
Terhormat,
dalam menyediakan
rumah subsidi Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa
bagi masyarakat atas rahmat dan bimbingan-Nya, sehingga PT Bank Tabungan
berpenghasilan Negara (Persero) Tbk, yang selanjutnya disebut “BTN” atau “Bank”
dapat menutup tahun 2025 dengan kinerja yang tetap resilien di
rendah. Selama lebih
tengah dinamika perekonomian global dan tantangan industri
dari empat dekade, yang terus berkembang. Ketangguhan tersebut mencerminkan
BTN secara konsisten komitmen BTN dalam menjaga keberlanjutan usaha sekaligus
memperluas akses menciptakan nilai jangka panjang yang inklusif bagi seluruh
pemangku kepentingan.
pembiayaan
perumahan yang Sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas, BTN
terjangkau sebagai menyampaikan Laporan Keberlanjutan Tahun 2025 yang
kontribusi nyata menggambarkan kinerja, kebijakan, serta arah strategis
keberlanjutan Bank secara menyeluruh. Laporan ini menegaskan
dalam meningkatkan
peran BTN sebagai penggerak utama ekosistem pembiayaan
kesejahteraan perumahan nasional, dengan fokus pada penyediaan hunian
dan kualitas yang layak, terjangkau, dan semakin ramah lingkungan. Upaya
hidup masyarakat tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional serta
Indonesia. komitmen global dalam menghadapi perubahan iklim dan
penguatan aspek sosial.
Nixon L.P. Napitupulu Merespons Tantangan Keberlanjutan [GRI 2-22, 2-23, 2-24] [OJK E.5]
Direktur Utama
BTN memandang keberlanjutan sebagai bagian yang tidak
terpisahkan dari strategi bisnis dan tata kelola Bank. Untuk
merespons dinamika lingkungan usaha serta meningkatnya
21 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 22
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
ekspektasi pemangku kepentingan, BTN secara konsisten mengintegrasikan prinsip Di sisi lain, BTN tetap menjalankan peran historisnya dalam menyediakan rumah subsidi
environmental, social, and governance (ESG) ke dalam peta jalan keberlanjutan, bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selama lebih dari empat dekade, BTN secara
rencana aksi keuangan berkelanjutan (RAKB), serta kerangka manajemen risiko dan konsisten memperluas akses pembiayaan perumahan yang terjangkau sebagai
pengambilan keputusan strategis. kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat
Indonesia.
Guna membangun peta jalan keberlanjutan yang terarah dan terukur, BTN menerapkan
proses double materiality assessment sebagai dasar dalam penetapan isu material. Sebagai bagian dari inovasi keuangan berkelanjutan, BTN juga menghadirkan program
Melalui pendekatan ini, BTN dapat mengidentifikasi dan mengelola isu-isu material yang “Bayar Angsuranmu Pakai Sampahmu” yang mengintegrasikan inklusi keuangan dengan
memiliki dampak signifikan, serta risiko dan peluang yang relevan, baik dari perspektif pengelolaan lingkungan. Program ini memungkinkan sampah rumah tangga anorganik
keuangan maupun terhadap masyarakat dan lingkungan, secara terarah dan terukur. yang telah dipilah untuk dikonversi menjadi rupiah pada tabungan nasabah dan juga
Pendekatan tersebut memastikan bahwa penerapan keuangan berkelanjutan tidak dapat menjadi pengurang angsuran KPR, sekaligus mendorong perubahan perilaku dan
bersifat simbolik, melainkan terintegrasi ke dalam pembiayaan, operasional, inovasi praktik ekonomi sirkular di tingkat komunitas. Sepanjang tahun 2025, program ini berhasil
produk, serta tata kelola perusahaan. mengelola sekitar 716 kg sampah anorganik dengan 21 klaster perumahan dengan
layanan pengelolaan sampah. Program ini memberikan manfaat ekonomi langsung
Mewujudkan Bisnis dan Keuangan Berkelanjutan [GRI 2-22, 2-23, 2-24] bagi nasabah sekaligus berkontribusi pada pengurangan beban lingkungan. Inisiatif ini
menegaskan peran BTN dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang inklusif, inovatif,
Sejalan dengan visi “Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia”, dan berdampak berkelanjutan.
BTN terus memperkuat perannya sebagai katalisator ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Peta jalan keberlanjutan BTN dirancang untuk menciptakan nilai jangka panjang melalui Strategi, Tata Kelola, dan Ketahanan Bisnis
keseimbangan aspek 5P (People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership) yang
didukung oleh Portfolio Guideline agar penyaluran pembiayaan selaras dengan prinsip Pencapaian target keberlanjutan BTN didukung oleh penguatan tata kelola, manajemen
ESG. risiko, kolaborasi lintas pemangku kepentingan, serta pemanfaatan inovasi digital. Bank
menetapkan target pengurangan emisi gas rumah kaca sedikitnya 30% menuju net zero
Fokus utama Bank diarahkan pada pengembangan pembiayaan perumahan emission untuk Cakupan 1 dan 2 pada tahun 2030 sebagai bagian dari komitmen jangka
berkelanjutan sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam panjang terhadap agenda iklim nasional.
pembangunan perumahan nasional yang dijalankan adalah Program Rumah Rendah
Emisi dengan target pengembangan hingga 150.000 unit rumah sampai tahun 2029, Untuk memperkuat fondasi tersebut, BTN menyusun governance, risk, and compliance
melalui penerapan material ramah lingkungan, desain hemat energi, dan prinsip (GRC) roadmap 2025–2029 sebagai panduan strategis dalam menghadapi dinamika
ekonomi sirkular. Pada tahun 2025, implementasi awal program ini telah memberikan regulasi, risiko, dan tata kelola. Roadmap ini mendorong pendekatan yang lebih proaktif,
dampak nyata, antara lain mengalihkan sekitar 57 ton sampah plastik dari potensi terintegrasi, dan berorientasi pada ketahanan usaha jangka panjang.
menjadi limbah, menghindarkan emisi karbon sebesar 157,6 ton CO2e serta memberikan
manfaat ekologis yang setara dengan penanaman sekitar 2.627 pohon. Sepanjang tahun pelaporan, BTN berhasil menjaga konsistensi penerapan keuangan
berkelanjutan. Namun, dalam implementasinya, Bank menghadapi sejumlah tantangan.
22 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 23
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Dari sisi eksternal, tantangan mencakup perubahan kebijakan pembiayaan perumahan, Arah ke Depan
potensi bencana alam, ketidakpastian ekonomi global, serta fluktuasi nilai tukar. Dari
sisi internal, tantangan meliputi penguatan kapasitas data ESG, penyesuaian kebijakan Ke depan, BTN berkomitmen untuk terus menjalankan operasional bisnis perbankan yang
dan manajemen risiko agar selaras dengan prinsip ESG, peningkatan kompetensi dan berkelanjutan, mengembangkan produk dan pengelolaan portofolio pembiayaan yang
pemahaman sumber daya manusia terhadap isu keberlanjutan, kesiapan ekosistem inklusif dan bertanggung jawab, serta memperkuat integrasi komponen ESG ke dalam
pengembang, serta keseimbangan antara perluasan inklusi pembiayaan perumahan kerangka enterprise risk management.
dan pengelolaan risiko kredit secara pruden.[OJK E.5]
BTN juga akan mengembangkan budaya ESG dan responsible leadership, membangun
Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan lingkungan pengendalian internal yang terintegrasi dengan aspek ESG, memperkuat
program pemantauan, komunikasi, dan pelaporan ESG, serta memperluas kemitraan
Seluruh kebijakan dan inisiatif BTN selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan dan kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.
Berkelanjutan (TPB/SDGs) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden No. 59
Tahun 2017 dan POJK No. 51/POJK.03/2017. Melalui RAKB, program TJSL, serta penerapan Penutup
tata kelola perusahaan yang baik, BTN memastikan pertumbuhan bisnis yang seimbang
dengan dampak sosial dan lingkungan yang positif. Atas nama Manajemen BTN, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada
seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungan yang berkelanjutan.
Dalam aspek lingkungan, berbagai inisiatif Bank sepanjang tahun pelaporan telah Penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh insan BTN atas
berkontribusi pada penurunan emisi Cakupan 1 dan 2 sebesar 9.922 ton CO2eq. Pada dedikasi, integritas, dan inovasi yang menjadi fondasi keberhasilan Bank.
aspek sosial, BTN mendorong kesetaraan dan inklusivitas, termasuk melalui keterlibatan
tenaga kerja penyandang disabilitas (TKPD) sebesar 0,25% dari total tenaga kerja. Dari Kami meyakini bahwa keberlanjutan merupakan perjalanan bersama. Dengan kolaborasi
aspek tata kelola, BTN terus memperkuat pengembangan kerangka kerja, strategi, dan yang kuat dan strategi yang terarah, BTN berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi
peta jalan ESG sebagai fondasi integrasi keberlanjutan ke dalam pengelolaan Bank. keuangan yang inklusif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan demi masa depan
Indonesia yang lebih baik.
Komitmen tersebut tecermin dalam berbagai pengakuan dari lembaga nasional
dan internasional. Pada tahun pelaporan, BTN berhasil meraih peringkat ESG AA dari
MSCI, yang menunjukkan pengelolaan risiko dan peluang keberlanjutan Bank berada Jakarta, Maret 2026
pada tingkat yang kuat dibandingkan dengan institusi perbankan sejenis di tingkat
global. Selain itu, BTN juga memperoleh sejumlah penghargaan terkait ESG, antara lain
Leadership AAA-Indonesia’s Leaders in ESG Transparency, Indonesia Sustainable Synergy
Awards, dan Best Literacy for Climate Resilience, yang semakin menegaskan konsistensi
Bank dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi, tata kelola, dan Nixon L.P. Napitupulu
operasional bisnis. Direktur Utama
23 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 24
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pernyataan Dewan Komisaris Kami selaku Dewan Komisaris PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., telah melakukan evaluasi
tentang Tanggung Jawab atas konten Laporan Keberlanjutan ini serta menyatakan bahwa laporan telah mencakup seluruh
topik keberlanjutan yang material bagi Bank dan pemangku kepentingan Bank. Kami bertanggung
atas Laporan Keberlanjutan 2025 jawab atas kebenaran isi Laporan Keberlanjutan ini.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
[GRI 2-14] Jakarta, Maret 2026
Suryo Utomo
Komisaris Utama
Dwi Ary Purnomo* Fahri Hamzah Ida Nuryanti
Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Independen
Pietra Machreza Paloh Panangian Simanungkalit Didyk Choiroel **
Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris
*Mengundurkan diri pada tanggal 25 Februari 2026 sehubungan dengan pengangkatan beliau sebagai Direksi PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja.
**Diangkat dalam RUPS Luar Biasa tanggal 07 Januari 2026 dan efektif menjabat setelah memperoleh Persetujuan OJK atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan.
24 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 25
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pernyataan Direksi Kami selaku Direksi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., telah melakukan evaluasi atas
tentang Tanggung Jawab konten Laporan Keberlanjutan ini serta menyatakan bahwa laporan telah mencakup seluruh topik
keberlanjutan yang material bagi Bank dan pemangku kepentingan Bank. Kami bertanggung jawab
atas Laporan Keberlanjutan 2025 atas kebenaran isi Laporan Keberlanjutan ini.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
[GRI 2-14] Jakarta, Maret 2026
Nixon L.P. Napitupulu Oni Febriarto Rahardjo
Direktur Utama Wakil Direktur Utama
Setiyo Wibowo Hirwandi Gafar Nofry Rony Poetra Eko Waluyo Tan Jacky Chen
Direktur Risk Management Direktur Consumer Banking Direktur Finance & Strategy Direktur Human Capital & Compliance Direktur Information Technology
Venda Yuniarti Helmy Afrisa Nugroho* I Nyoman Sugiri Yasa Rully Setiawan Hermita
Direktur Treasury & Direktur Corporate Banking Direktur Operations Direktur Network & Retail Direktur Commercial
International Banking Funding Banking
*Diangkat dalam RUPS Tahunan tanggal 26 Maret 2025 dan efektif menjabat setelah memperoleh Persetujuan OJK atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan.
25 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 26
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
26 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 27
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
01
Profil dan
Perjalanan BTN
28 Sekilas Tentang BTN
30 Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan
32 Struktur Organisasi
33 Perjalanan Transformasi
Keberlanjutan BTN
34 Kegiatan Usaha BTN
36 Area Operasional dan Pasar yang
Dilayani
37 Rantai Pasok Berkelanjutan
39 Perubahan Signifikan
39 Inisiatif Eksternal dan Keanggotaan
Asosiasi
40 Kinerja Ekonomi
43 Penyaluran Kredit
Page 28
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Nama Perusahaan [GRI 2-1] [OJK C.2] Tanggal Pendirian Situs Web
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 9 Februari 1950 www.btn.co.id
Sekilas
Alamat Kantor Pusat [GRI 2-1] [OJK C.2]
Tentang Menara BTN
Jl. Gajah Mada Nomor 1,
Menara 2 BTN
Jl. H.R. Rasuna Said Nomor 1
BTN Jakarta 10130, Indonesia
62-21 6336789
Jakarta Selatan, 12980
Indonesia
62-21 6346704
Pencatatan di Bursa Efek Bentuk Badan Hukum [GRI 2-1] Bidang Usaha
Indonesia
Perseroan Terbatas Bank Umum, termasuk
17 Desember 2009 melakukan kegiatan perbankan
berdasarkan prinsip syariah
Kode Saham Kepemilikan Saham: [GRI 2-1] [OJK C.3]
BBTN PT Danantara Asset Management 60,00%
Publik Domestik 29,44%
Bursa Saham
Publik Asing 10,56%
Bursa Efek Indonesia
* Pemerintah Republik Indonesia menjadi pemegang saham utama dan pengendali BTN melalui
kepemilikan saham Seri A Dwiwarna
28 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 29
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Skala BTN [GRI 2-6] [OJK C.3]
Uraian Satuan 2025 2024 2023
Total aset* Miliar Rupiah 527.793 469.615 438.750
Total ekuitas* Miliar Rupiah 36.210 32.572 30.480
Total liabilitas* Miliar Rupiah 491.583 437.043 408.271
Jumlah karyawan Orang 11.429 12.847 12.045
Jumlah jaringan Unit Kantor
642 630 631
konvensional
Jumlah produk/jasa Kategori 4 (empat): 4 (empat): 4 (empat):
yang disediakan Produk/Jasa 1. Consumer 1. Mortgage and 1. Mortgage and
Banking Consumer Consumer
2. Commercial Banking Banking
Banking 2. Housing and 2. Housing and
3. Corporate Commercial Commercial
Banking Banking Banking
4. Banking Services 3. Sharia Banking 3. Sharia Banking
4. Treasury & Asset 4. Treasury & Asset
Management Management
*Data keuangan merupakan data konsolidasian.
29 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 30
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan [GRI 2-23] [OJK C.1]
• Menjadi mitra utama pemerintah dalam
inklusi perumahan dan keuangan
• Memberikan customer experience terbaik
melalui layanan digital dan finansial yang
terintegrasi
Mitra utama dalam • Meningkatkan shareholder value
Visi Misi dengan pertumbuhan profitabilitas yang
pemberdayaan finansial
berkelanjutan
keluarga Indonesia • Menjadi rumah bagi talenta terbaik
Indonesia
• Menerapkan praktik tata kelola
perusahaan yang baik dan inovasi bisnis
berkelanjutan untuk kesejahteraan
masyarakat dan kelestarian lingkungan
Peninjauan Visi dan Misi oleh Dewan Komisaris dan Direksi
BTN melakukan peninjauan visi dan misi secara berkala untuk Hasil peninjauan tersebut telah diintegrasikan ke dalam RJPP BTN
memastikan kesesuaiannya dengan Rencana Jangka Panjang 2025–2029 dan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB)
Perusahaan (RJPP) serta perubahan kondisi strategis. Peninjauan 2026. Perbedaan utama dibandingkan rumusan sebelumnya
terakhir pada 30 September 2024 oleh Dewan Komisaris dan terletak pada perluasan fokus Bank, yang kini tidak hanya
Direksi menegaskan bahwa pembaruan visi dan misi telah menekankan pembiayaan mortgage, tetapi juga mencakup
selaras dengan perkembangan internal maupun eksternal Bank. pengembangan ekosistem perbankan yang lebih komprehensif.
30 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 31
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Budaya Perusahaan [GRI 2-23]
#MelayaniSepenuhHati
BERDAMPAK LUAS BEREMPATI TINGGI BERORIENTASI PELANGGAN BERSTANDAR MENYELURUH
Seluruh BUMN Karyawan dan Proses Bisnis Operasi dan Teknologi Produk dan Layanan
Amanah Kompeten Harmonis Loyal Adaptif Kolaboratif
Nilai Keberlanjutan
Nilai keberlanjutan BTN berakar pada Budaya Perusahaan AKHLAK. Nilai tersebut EVP ini juga menjadi landasan Bank dalam menjaga keterlibatan dan retensi karyawan
selanjutnya diperkuat melalui Employee Value Proposition (EVP) yang diimplementasikan guna mendukung penerapan keuangan berkelanjutan.
melalui empat elemen utama, yaitu Learn, Grow, Contribute, dan Engagement. Kerangka
31 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 32
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Struktur Organisasi Sampai dengan posisi 31 Desember 2025 Struktur Organisasi BTN adalah sebagai berikut
Rapat Umum Pemegang Saham
Dewan
Komisaris
Direktur Utama
Wakil Direktur Utama Audit
Committee
Remuneration
& Nomination
Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Committee
Direktur
Consumer Network & Retail Commercial Corporate Treasury & Int Information Risk Finance & Human Capital
Operations
Banking Funding Banking Banking Banking Technology Management Strategy & Compliance
Risk Monitoring
Committee
SEVP
SEVP SEVP
Assets
Digital Business Credit Risk
Management
Digital Consumer
Corporate
Subsidized Sales & Banking Business Corporate IT Strategic Collection, Customer Wholesale Policy & Human Capital Internal
Treasury Strategy &
Mortgage Distribution Product Banking Banking Planning Recovery & Experience Credit Risk Procedure Strategy Audit
Planning
Development Asset Sales 1
Financial Consumer
Mortgage Digital Enterprise
Retail Commercial Institutional Institution IT Collection, Credit Retail Finance & Human Capital Corporate
& Secured Banking & ESG Risk
Funding Banking Banking 1 & Capital Development Recovery & Operations Credit Risk Accounting Management Secretary
Loan Sales Management
Market Asset Sales 2
Procurement Commercial Digital & Investor
Personal Wealth Institutional Wholesale IT Digital Human Capital Marketing
& Fixed Asset Asset Operations Risk Relations &
Banking Management Banking 2 Transaction Operations Operations Business Partner Communication
Management Management Management Research
Transformation Data
Regional IT Central Learning
& Partnership Management
Offices Security Operations Management
Management & Analytics
• Branch
Compliance
Offices
& Governance
Legal
Transformation Integrated Risk Capital &
Asset & Liability IT Steering Risk Management Human Capital Credit Policy Credit Business ESG Bank Syariah
Steering Management Subsidiary
Committee Committee Committee Committee Committee Committee Committee Committee Nasional
Committee Committee Committee
Committee Board SEVP Division Distribution Subsidiary Regional Offices Garis Komando Garis Koordinasi
32 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 33
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Perjalanan Transformasi Keberlanjutan BTN
Komitmen BTN terhadap keberlanjutan secara terstruktur ditandai dengan penyusunan yang mendukung pertumbuhan jangka panjang dan bertanggung jawab. Pendekatan
Laporan Keberlanjutan pertamanya pada tahun 2009. Sejak itu, Bank terus memperkuat ini mencerminkan evolusi BTN dari institusi perbankan konvensional menjadi pelaku
integrasi prinsip keberlanjutan dalam operasional dan bisnis, termasuk pengembangan utama dalam penerapan keuangan berkelanjutan di Indonesia.
kebijakan, praktik keuangan berkelanjutan, serta implementasi inisiatif pada aspek ESG
• Tahun pertama Bank berpartisipasi Pembukaan Menjadi Housing Terpilih dalam Indeks • Mengembangkan • Memperoleh peringkat AA
penyusunan Laporan menyukseskan Smart Branch Market Maker dan SRI-KEHATI pada BEI kerangka kerja, strategi, pada MSCI ESG Rating
Keberlanjutan. Program Sejuta Jakarta Harmoni memperkuat posisi dan roadmap ESG • Memperoleh predikat
• Sekuritisasi KPR melalui Rumah untuk Rakyat. sebagai bentuk sebagai bank terbesar BTN serta membentuk “Excellent” dari Sustainable
Kontrak Investasi pengembangan ke-5. Komite ESG, Satuan Kerja Fitch atas Sustainable
Kolektif Efek Beragun produk dan layanan Manajemen Risiko & ESG, Finance Framework (SFF)
Aset (KIK-EBA) pertama berbasis digital. dan ESG Department. BTN.
di Indonesia. Bank • Tahun pertama dalam • Bergabung dengan
melakukan Penawaran penghitungan financed Partnership for Carbon
Umum Saham Perdana emissions. Accounting Financials
(IPO) dan listing di Bursa (PCAF) yang mempertegas
Efek Indonesia (Go komitmen BTN untuk
Public). mencapai net zero
financed emissions pada
tahun 2060.
2009 2013 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Bank melakukan Bank melanjutkan Pengembangan Memperbarui visi • Penerbitan rights issue • Transformasi BTN menuju konsep Beyond Mortgage
transformasi menuju agenda transformasi ekosistem digital menjadi Best Mortgage untuk memperkuat melalui pembaruan logo, visi, misi dan pengembangan
leading housing bank dan yaitu “Digital Banking untuk mendukung Bank in South East Asia permodalan dalam program sustainable banking and finance, dan
world class banking. Periods“. bisnis sebagai pada Tahun 2025. mencapai Best meluncurkan super app balé by BTN dan BTN Digital
bank pembiayaan Mortgage Bank in Store.
perumahan terdepan South East Asia. • Tahun pertama pelaporan Climate Risk Stress Testing
di Indonesia. • Terpilih dalam indeks (CRST).
IDX LQ45 Low Carbon • Bergabung dengan UNEP FI dan menandatangani
Leaders pada BEI. Principles for Responsible Banking (PRB).
33 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 34
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Kegiatan Usaha BTN [GRI 2-6] [OJK C.4]
Ruang lingkup kegiatan usaha BTN diatur dan ditetapkan dalam Pasal 3 Ayat 2 Anggaran
Dasar, yang telah beberapa kali disesuaikan dan terakhir diperbarui melalui Akta
Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Nomor 9 tanggal
4 Desember 2025 di hadapan Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., di Jakarta yang
telah mendapat persetujuan berdasarkan Keputusan Menteri Hukum Nomor AHU-
AH.01.03-0256621 tanggal 22 Desember 2025. Berdasarkan Anggaran Dasar tersebut, BTN
melaksanakan kegiatan utamanya sebagai berikut:
1. Penghimpunan dana masyarakat
2. Penyaluran kredit dan pembiayaan
3. Layanan sistem pembayaran
4. Penempatan dan peminjaman dana antarbank
5. Penerbitan dan transaksi surat berharga
6. Penyimpanan barang dan surat berharga
7. Kegiatan usaha valuta asing
8. Pengalihan piutang
9. Penyertaan modal
10. Penyertaan modal sementara untuk penanganan kredit bermasalah
11. Pendirian dan pengelolaan dana pensiun
12. Jasa keuangan lainnya, termasuk investment banking dan commercial banking
13. Kerja sama dengan lembaga jasa keuangan dan non-keuangan
14. Kegiatan usaha lain sesuai persetujuan OJK
BTN telah melaksanakan seluruh kegiatan usaha yang tertuang dalam Anggaran aktivitas tersebut diselenggarakan dengan tetap mematuhi ketentuan peraturan
Dasar. Selain itu, Bank juga melaksanakan berbagai kegiatan usaha pendukung untuk perundang-undangan yang berlaku. Informasi lebih lengkap mengenai produk, layanan,
memperkuat kegiatan utama dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya. Seluruh dan kegiatan usaha BTN dapat diakses melalui situs web https://www.btn.co.id/.
34 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 35
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Produk
Perbankan Konvensional Perbankan Syariah*
Produk Consumer Banking Produk Commercial Banking Produk Corporate Banking Produk Syariah
Produk Kredit Konsumer: Produk Kredit Komersial: Produk Kredit Korporasi: Produk Pembiayaan Syariah:
• Kredit Perumahan • Kredit Investasi • Kredit Modal Kerja • Pembiayaan Konsumer
• Kredit Non Perumahan • Kredit Modal Kerja - KMK Properti • Pembiayaan Komersial
• Kredit Modal Kerja Properti - KMK Kontraktor
Produk Simpanan Konsumer: • Kredit Modal Kerja Konstruksi - Bridging Loan Produk Simpanan Syariah:
• Tabungan Konsumer • Kredit Modal Kerja Bridging - KMK Beragunan Simpanan (Swadana) • Giro Syariah
• Deposito BTN Ritel • Kredit Linkage • Kredit Investasi • Tabungan Syariah
• Giro Perorangan • Kredit Beragunan Simpanan - Refinancing • Deposito Syariah
• Kredit kepada Kementerian/Lembaga
Produk Wealth Management: Produk Simpanan Komersial: Pemerintah Republik Indonesia
• Bancassurance • Deposito Berjangka Lembaga • Term Loan Facility
• Reksa Dana • Giro Lembaga • Corporate Line Facility
• Surat Berharga Negara Ritel Pasar • Treasury Line Facility (kepada Non Lembaga
Perdana Keuangan)
• Surat Berharga Negara Pasar Sekunder
• Foreign Exchange
Jasa
Perbankan Konvensional Perbankan Syariah*
• Electronic Data Capture (EDC) • Garansi Bank BTN • CRM • BSN Safe Deposit Box • BSN Kartu Debit
• balé Korpora • Electronic channel ATM • Jasa dan Layanan • BSN Garansi Bank • BSN Payroll
• Virtual Account • Layanan BTN Prioritas dan Layanan BTN Private Perbankan Lainnya • BSN Program • BSN Cash Management
• Kartu Debit Visa/GPN & Debit Online • PLUS by BTN Prioritas • BTN Open API Pengembangan Operasional • BSN Virtual Account
• Internet Banking • Branchless Banking (balé Agen) • balé Bisnis • BSN SPP Online • Online Onboarding for Open
• balé Properti • balé Community • balé Merchant • Penerimaan Biaya Account
• Super App balé by BTN • Online Onboarding Open Account • balé Developer Perjalanan Haji • Bancassurance
• SKBDN • Cash In Cash Out (CICO) • balé Syariah by BSN
*) Sehubungan dengan persetujuan Pemisahan Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dengan cara pengalihan hak dan kewajiban kepada PT Bank Syariah Nasional, maka untuk produk
perbankan syariah sudah tidak menjadi bagian dari produk BTN sejak tanggal 22 Desember 2025.
35 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 36
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Area Operasional dan Pasar yang Dilayani [GRI 2-1, 2-6] [OJK C.3]
BTN beroperasi dengan Kantor Pusat di Jakarta dan jaringan kantor yang tersebar di Kanwil Sulawesi Maluku Papua
38 provinsi di Indonesia. Sejalan dengan ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Kanwil Sumatera
Keuangan Nomor 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum, terjadi penyederhanaan
Kanwil Kalimantan
klasifikasi jaringan kantor yang disampaikan kepada regulator. Kategorisasi kantor
di bawah kantor cabang kini diselaraskan menjadi Kantor Cabang Pembantu dan
Kantor Fungsional, sehingga BTN menyesuaikan status Kantor Kas menjadi Kantor
Cabang Pembantu. Kanwil Jateng DIY
Sebagai perusahaan publik dengan kode saham BBTN, pertumbuhan bisnis BTN terus
memperluas jangkauan layanannya di seluruh Indonesia. Hingga 31 Desember 2025,
jaringan operasional BTN meliputi 8 Kantor Wilayah, 82 Kantor Cabang Konvensional,
Kanwil Jakarta I & II
35 Kantor Cabang Syariah, 548 Kantor Cabang Pembantu Konvensional, 83
Kantor Cabang Pembantu Syariah, dan 4 Kantor Fungsional, yang secara kolektif
Kanwil Jawa Barat Kanwil Jatim Bali Nusa Tenggara
memperkuat kapasitas Bank dalam melayani kebutuhan pembiayaan perumahan
di berbagai wilayah.
Jaringan Kantor dan Layanan Perbankan BTN Sebaran Jaringan Operasional BTN di Seluruh Wilayah Indonesia
Keterangan 2025 2024 2023 Kantor Kantor Kantor Kantor Kantor Kantor Wilayah Kantor Kantor
Keterangan Wilayah Wilayah Wilayah Wilayah Jatim Wilayah Sulawesi, Wilayah Wilayah
Jaringan Konvensional
Jawa Barat Jakarta I Jakarta II Bali Nusra Sumatera Maluku, Papua Jateng & DIY Kalimantan
Kantor Wilayah 8 8 6
Kantor Wilayah 1 1 1 1 1 1 1 1
Kantor Cabang 82 82 81
Kantor Cabang Konvensional 10 11 8 16 11 11 8 7
Kantor Cabang Pembantu 548 536 541
Kantor Cabang Pembantu
79 100 90 79 74 38 56 32
Kantor Fungsional 4 4 3 Konvensional
Jaringan Konvensional Kantor Fungsional 0 0 1 0 1 0 2 0
Kantor Cabang Syariah 35 35 34 Kantor Cabang Syariah 5 3 3 4 10 3 4 3
Kantor Cabang Pembantu 83 75 75 Kantor Cabang Pembantu
11 9 6 14 21 2 16 4
Syariah Syariah
Jaringan Syariah Outlet & Lounge BTN Prioritas 6 12 11 9 9 5 5 5
ATM dan CRM 2.091 2.071 2.209 ATM dan CRM 336 342 263 330 307 167 212 133
36 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 37
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Rantai Pasok Berkelanjutan [GRI 2-6] [OJK B.1]
Pengelolaan rantai pasok memegang peranan penting bagi BTN karena memastikan Melalui kebijakan tersebut, BTN juga menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan
kelancaran operasional, kualitas layanan, serta penerapan prinsip keberlanjutan penggunaan produk dalam negeri serta kemitraan dengan pemasok lokal yang secara
dalam aktivitas bisnis. Dalam hal ini, BTN mengacu pada Kebijakan Khusus Pedoman geografis berada di dalam negeri. Pemasok luar negeri hanya digunakan apabila
Pengadaan Barang dan Jasa KK.9-H yang didukung dengan sistem pengadaan end to kebutuhan tidak dapat dipenuhi secara domestik atau terdapat pertimbangan khusus.
end procurement. Melalui kebijakan tersebut, Bank menetapkan klausul-klausul yang Pendekatan ini selaras dengan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-10/MBU/08/2020
wajib dipenuhi oleh para pemasok untuk memastikan dukungan terhadap keberlanjutan tentang peningkatan peran UMKM serta Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa di BUMN
dengan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, memastikan kondisi kerja Nomor PER-2/MBU/3/2023 tentang Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan BUMN.
yang adil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Klausul-klausul yang [GRI 3-3]
ditetapkan di antaranya mencakup: [GRI 3-3]
1. Memenuhi dokumen lingkungan, termasuk UKL-UPL, AMDAL, izin lingkungan, dan Sebagai bagian dari pengelolaan rantai pasok berkelanjutan, BTN juga menerapkan
kajian teknis. prinsip kehati-hatian dalam penggunaan tenaga alih daya sesuai POJK Nomor 9/
2. Menerapkan langkah perlindungan lingkungan dan meminimalkan dampak kepada POJK.03/2016 dengan memastikan bahwa kegiatan inti tetap dikelola secara internal.
masyarakat. Pemanfaatan outsourcing difokuskan pada fungsi pendukung agar operasional Bank
3. Memiliki komitmen tertulis terhadap pengadaan ramah lingkungan dan prinsip ESG. tetap berjalan efektif, selaras dengan prinsip tata kelola yang baik, dan senantiasa
4. Menjamin perlindungan bagi pekerja, termasuk larangan pekerja anak dan menjaga kualitas layanan kepada nasabah. Pada tahun 2025, Bank melakukan 716
perempuan rentan. pengadaan barang dan/atau jasa dengan 1.092 pemasok yang tercatat. Jumlah
5. Menyediakan asuransi bagi pekerja dengan risiko tinggi. pemasok ini meningkat dibandingkan dengan jumlah pemasok pada tahun 2024, yakni
6. Memiliki kebijakan antikorupsi dan pakta integritas untuk memastikan kepatuhan. 939 pemasok. Dari 1.092 pemasok yang terdaftar sebagai rekanan, 100% merupakan
pemasok lokal asal Indonesia. [GRI 204-1, 414-2]
Persentase Nilai Transaksi Pengadaan Berdasarkan Lokasi Jumlah Nilai
Transaksi 2025 2024 2023
Pemasok
Pengadaan
terhadap
Rp1,23 Rp1,63 Rp2,31
Keterangan 2025 2024 2023
Pemasok Lokal
Pemasok Lokal 100% 100% 100%
Pemasok Luar Negeri 0% 0% 0% Triliun Triliun Triliun
Jumlah 100% 100% 100%
37 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 38
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Dalam mendukung penerapan pengadaan berkelanjutan, BTN melakukan pembinaan Sejalan dengan upaya tersebut, BTN memastikan bahwa setiap pengadaan barang dan
dan pengawasan terhadap pemasok untuk memastikan pemenuhan standar jasa dilaksanakan melalui prosedur yang sesuai dengan prinsip-prinsip Good Corporate
keberlanjutan dalam seluruh proses pengadaan. Upaya ini dilaksanakan melalui Governance (GCG), yaitu transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan
penerbitan surat dan kegiatan sosialisasi guna memastikan pemasok memahami kewajaran, serta penerapan Fair Bid Treatment Provisions untuk memastikan perlakuan
dan mematuhi prinsip keberlanjutan, termasuk pengurangan dampak lingkungan, yang adil bagi seluruh peserta pengadaan. Bank secara konsisten melakukan evaluasi,
penerapan praktik sosial yang adil, serta pemenuhan standar etika dalam operasional termasuk melaksanakan audit pada seluruh tahapan pengadaan untuk memastikan
mereka. Selain itu, BTN membangun keterikatan dengan pemasok melalui kegiatan prosesnya telah berjalan secara adil, efisien, bebas dari potensi penyalahgunaan,
supplier dan vendor engagement yang disampaikan untuk meningkatkan kesadaran serta mendukung pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan sejalan dengan
terhadap praktik keberlanjutan, dengan fokus pada aspek paperless, transparansi, dan ketentuan yang berlaku.
monitoring.
38 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 39
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Perubahan Signifikan [GRI 2-6] [OJK C.6]
Pada tahun pelaporan, BTN memperbarui visi dan misi serta melaksanakan spin-off Unit Usaha Syariah Kedudukan dalam
Nama Asosiasi
Asosiasi
(UUS). Mengacu pada UU Perbankan Syariah dan POJK 12/2023, langkah ini dilakukan karena aset BTN
Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) Anggota
Syariah per triwulan IV 2023 tercatat Rp54,3 triliun sehingga memenuhi ketentuan untuk melakukan proses
Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Sekretaris
spin-off. Proses tersebut dilaksanakan secara efektif pada 22 Desember 2025 melalui pengalihan seluruh
hak dan kewajiban UUS kepada Bank Syariah Nasional (BSN), sebagai wujud prinsip kepatuhan yang Jenderal World Saving Bank Institution (WSBI) Anggota
memperkuat tata kelola dan fokus pengembangan layanan perbankan syariah yang lebih inklusif dan Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Wakil Ketua Umum 1
berkelanjutan. Pasca proses tersebut, Bank melakukan penyesuaian struktur organisasi dan membentuk Forum Humas BUMN Anggota
dua komite baru yaitu Integrated Risk Management Committee dan Capital & Subsidiary Committee. Asosiasi Emiten Indonesia Anggota
Konsorsium Data Kerugian Eksternal (KDKE) Anggota
Certified Wealth Manager’s Association (CWMA) Anggota
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Anggota
Inisiatif Eksternal dan Keanggotaan Asosiasi Associate Cambiste Internationale (ACI) Indonesia Anggota
(Forexindo)
Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan Perbankan Anggota
(FKDKP)
Inisiatif Eksternal Keanggotaan Asosiasi [GRI 2-28] [OJK C.5] Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Perbankan Anggota
Indonesia (LAPSPI)
BTN secara proaktif menerapkan Keuangan Keanggotaan BTN dalam berbagai asosiasi Ikatan Auditor Intern Bank Anggota
Berkelanjutan dan merespons perubahan iklim dan organisasi mendukung penguatan Perhimpunan Audit Internal Indonesia Anggota The Anggota
melalui partisipasi inisiatif eksternal melalui kapasitas usaha serta peran Bank di industri Institute of Internal Auditor (IIA)-lndonesia Chapter
adopsi pedoman nasional dan internasional. perbankan nasional. Melalui keterlibatan ini, United Nations Environment Programme Finance Initiative Anggota
(UNEP FI)
Komitmen ini diwujudkan dengan penyusunan Bank memperoleh akses terhadap informasi
RAKB sesuai dengan POJK Nomor 51/ strategis, perkembangan regulasi, dan tren Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI) Anggota
POJK.03/2017 dan pemetaan risiko peluang ESG industri, serta memperluas kolaborasi serta Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) Anggota
untuk mengukur dampak keuangan material, pertukaran pengetahuan dengan pelaku Bankers Association for Risk Management (BARa) Wakil Ketua Umum
mengintegrasikan ESG dalam kredit, dan industri lainnya. Rincian keanggotaan BTN Forum Manajemen Risiko Bendahara Umum
memperkuat pembiayaan berkelanjutan, yang disajikan sebagai berikut. Partnership for Carbon Accounting Financials (PCAF) Anggota
selaras dengan IFRS S1-S2.
39 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 40
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Kinerja Ekonomi
Kinerja perekonomian Indonesia pada 2025 tetap menunjukkan pemulihan di tengah Tabel Perbandingan Rencana Bisnis Bank dan Realisasi Keuangan 2025 [OJK F.2]
dinamika global. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan IV sebesar 5,39% year-
Realisasi 2025 Rencana 2025
on-year (yoy) yang memperkuat peran perbankan dalam menjaga stabilitas sekaligus Uraian Pencapaian
(Rp Miliar) (Rp Miliar)
mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, termasuk ESG, ke dalam produk dan layanan Posisi Keuangan
keuangan berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif.
Aset 527.793 510.095 103,47%
Kredit yang Diberikan 385.262 378.834 101,70%
Merespons momentum tersebut, BTN memperkuat pembiayaan perumahan dan
Liabilitas 491.583 475.545 103,37%
mempercepat integrasi ESG dalam strategi bisnis. Sepanjang 2025, BTN menyalurkan
Simpanan dari Nasabah 405.500 362.736 111,79%
1,9 juta unit pembiayaan KPR, termasuk 1,6 juta unit KPR subsidi senilai Rp157,30 triliun,
Giro 167.446 156.427 107,04%
dengan pangsa pasar KPR subsidi sebesar 81,09%. Capaian ini menegaskan peran BTN
dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta Tabungan 36.932 43.021 85,85%
memperkuat posisinya di pembiayaan perumahan nasional. Deposito 201.122 163.288 123,17%
Ekuitas 36.210 34.971 103,54%
Konsistensi strategi keberlanjutan dan penguatan tata kelola turut menopang kinerja, Laba (Rugi)
tercermin dari laba bersih Rp3,5 triliun atau tumbuh 16,8% yoy. Di tengah tantangan Pendapatan Bunga 36.341 35.287 102,99%
industri, BTN menjaga fokus pada inovasi berkelanjutan dan disiplin pengelolaan untuk Pendapatan Operasional Selain Bunga 4.108 4.670 87,97%
memperkuat daya saing dan nilai bagi pemangku kepentingan. [OJK F.2]
Laba Sebelum Pajak 4.382 4.380 100,05%
Laba Bersih 3.501 3.504 99,91%
Sebagai dasar penyajian kinerja ekonomi, BTN melaporkan nilai ekonomi yang dihasilkan
Rasio Keuangan (Entitas Induk) (%)
dan didistribusikan pada tingkat nasional, sejalan dengan cakupan operasional Bank
Capital Adequacy Ratio (CAR) 19,02 18,19 104,56%
dan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit, sehingga mencerminkan skala
Non-Performing Loan (NPL) 3,17 3,14 100,96%
dampak ekonomi yang paling signifikan bagi pemangku kepentingan. [GRI 201-1]
Gross
Return on Assets (ROA) 0,89 0,90 98,89%
Return on Equity (ROE) 11,57 11,60 99,74%
40 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 41
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan Tabel Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan [GRI 201-1] [OJK B.1]
2025 2024 2023
Penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan menjadi bagian Deskripsi
(Rp Miliar) (Rp Miliar) (Rp Miliar)
penting dari peran BTN dalam mendukung pembangunan
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan
nasional dan memberikan manfaat bagi para pemangku
kepentingan. Nilai ekonomi langsung diperoleh melalui Pendapatan Bunga 31.880 25.473* 24.722
pendapatan dari kegiatan operasional Bank, yang kemudian Pendapatan Bagi Hasil secara Syariah 4.461 4.069 3.559
dialokasikan dalam bentuk remunerasi dan tunjangan karyawan,
Pendapatan Operasional Lainnya 4.108 4.576 3.891
pembayaran pajak kepada pemerintah, serta pelaksanaan
program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bagi Pendapatan Bukan Operasional 26 (52) (160)
masyarakat. [GRI 3-3] Jumlah Nilai Ekonomi yang Dihasilkan 40.475 34.066 32.012
Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
Sepanjang tahun 2025, BTN menjalankan pengelolaan
keuangannya secara independen tanpa menerima dukungan Beban Bunga (15.910) (16.114) (13.406)
finansial dari pemerintah. Bank juga tidak memperoleh
Beban Bagi Hasil dan Bonus (2.420) (1.935) (1.445)
pendapatan yang timbul dari peluang maupun implikasi finansial
terkait perubahan iklim selama periode pelaporan. Rincian nilai Beban Operasional Lainnya **) (6.790) (5.817) (5.034)
ekonomi yang dihasilkan dan didistribusikan disajikan pada Gaji dan Tunjangan Pegawai (5.004) (4.446) (3.983)
tabel berikut. [GRI 201-2, 201-4]
Pengadaan Barang dan Jasa (1.230) (1.635) (2.313)
Pembayaran Dividen kepada Pemegang Saham (752) (700) (609)
Pengeluaran untuk Pemerintah (3.620) (3.764) (3.143)
Pengeluaran untuk Investasi Sosial Masyarakat ***) (120) (89) (79)
Jumlah Nilai Ekonomi yang Didistribusikan (35.846) (34.500) (30.012)
Jumlah Nilai Ekonomi yang Ditahan 4.629 (434) 2.000
*) Disajikan kembali
**) Beban operasional di luar gaji dan tunjangan pegawai
***) Realisasi penyaluran dana program TJSL
****) Angka ini tidak berkaitan dengan laba rugi pada laporan keuangan Bank
41 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 42
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Kinerja Keuangan Kontribusi kepada Negara
BTN menyajikan laporan keuangan secara konsolidasian yang telah diaudit untuk Penerapan prinsip ESG, khususnya tata kelola yang baik dan tanggung jawab sosial,
memberikan gambaran yang utuh mengenai posisi keuangan dan kinerja Bank, menjadi bagian penting dari operasional BTN. Komitmen ini diwujudkan melalui praktik
termasuk dampak pemisahan Unit Usaha Syariah sesuai ketentuan akuntansi yang bisnis yang transparan dan berintegritas, termasuk kontribusi fiskal berupa pembayaran
berlaku. Ringkasan kinerjanya disajikan pada tabel berikut. pajak dan dividen. Sepanjang 2025, BTN menyetorkan pajak sebesar Rp3,6 triliun
yang memberikan nilai tambah bagi negara serta mendukung pembangunan dan
Tabel Kinerja Keuangan BTN Konsolidasian [GRI 201-1] [OJK B.1] pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
2025 2024 2023
Uraian Tabel Kontribusi BTN Kepada Pemerintah
(Rp Miliar) (Rp Miliar) (Rp Miliar)
Total Aset 527.793 469.615 438.750 2025 2024 2023
Uraian
(Rp Miliar) (Rp Miliar) (Rp Miliar)
Kredit/Pembiayaan Bank 385.262 344.916 318.106
Pajak
Dana Pihak Ketiga *) 437.479 381.756 349.699
Pajak Penghasilan (PPh) 3.585 3.715 3.123,04
Total Liabilitas 491.583 437.043 408.271
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak 16 26 24,31
Total Ekuitas 36.210 32.572 30.479 Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
Laba Bersih 3.501 3.007 3.501 Bea Masuk/Keluar, Bea dan Cukai, Bea Materai 4 9 1,90
Rasio Keuangan (Entitas Induk) (%) PBB P3 (Perkebunan, Perhutanan, 15 13 0,36
Pertambangan)
Rasio Kecukupan Modal (CAR) 19,02 18,50 20,14
Total Kontribusi Pajak (Total A) 3.620 3.763 3.419,61
Non-Performing Loan (NPL) Gross 3,17 3,16 3,01
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Return on Asset (ROA) 0,89 0,83 1,05
Dividen 451 420 365,41
Return on Equity (ROE) 11,57 10,76 13,54
Total Kontribusi PNBP (Total B) 451 420 365,41
Net Interest Margin (NIM) 4,20 2,86 3,75
Total Kontribusi kepada Negara (Total A dan B) 4.071 4.183 3.515,02
Biaya Operasional terhadap 89,04 88,70 86,10
Pendapatan Operasional (BOPO)
Loan to Deposit Ratio (LDR) 91,28 93,79 95,36
*) termasuk simpanan pada bank lain dan dana syirkah temporer
42 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 43
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Penyaluran Kredit
Pada tahun 2025, BTN telah menyalurkan kredit (Disbursement) sebesar Rp270,16 Tabel Volume Penyaluran Produk Kredit Konsumer
triliun, yang meningkat sebesar Rp15,10 triliun, atau setara 5,92% dibanding tahun 2024.
2025 2024* Kenaikan (Penurunan)
Kontribusi utama berasal dari penyerapan kredit perumahan, meliputi KPR subsidi dan KPR Jenis Kredit Konsumer
(Unit) (Unit) (Unit) (%)
nonsubsidi. Pada Tahun 2025, penyaluran KPR subsidi mencapai 1,6 juta unit, meningkat
Kredit Perumahan
68 ribu unit atau setara 4,35%. Sedangkan penyaluran KPR nonsubsidi mencapai 342 ribu
KPR Subsidi 1.627.469 1.559.647 67.822 4,35%
unit, meningkat 8 ribu unit atau setara 2,51%.
KPR Nonsubsidi 342.313 333.922 8.391 2,51%
Kredit Perumahan Lainnya 53.045 59.214 (6.169) (10,42%)
Jumlah Kredit Perumahan 1.961.174 2.014.436 (53.262) (2,64%)
Kredit Nonperumahan 68.799 65.798 3.001 4,56%
Volume Penyaluran Kredit
2.083.235 2.026.972 56.263 2,78%
Konsumer
*Disajikan kembali
BTN mencatat kenaikan nilai penyaluran produk kredit perumahan per 31 Desember 2025 Tabel Nilai Penyaluran Produk Kredit Konsumer
sebesar Rp262,41 triliun. Nilai ini bertambah Rp14,88 triliun, atau setara 6,01% dibanding
2025 2024* Kenaikan (Penurunan)
tahun 2024 yang mencapai Rp247,53 triliun. Jenis Kredit Konsumer
(Rp Miliar) (Rp Miliar) (Rp Miliar) (%)
Kredit Perumahan
KPR Subsidi 157.298 147.321 9.977 6,77%
KPR Nonsubsidi 96.107 91.653 4.454 4,86%
Kredit Perumahan Lainnya 9.012 8.558 454 5,31%
Jumlah Kredit Perumahan 262.416 247.533 14.883 6,01%
Kredit Nonperumahan 7.742 7.523 219 2,91%
Nilai Penyaluran Kredit
270.158 255.056 15.102 5,92%
Konsumer
*Disajikan kembali
43 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 44
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
BTN juga mencatat penyaluran pembiayaan konsumer syariah sebanyak 371.435 Tabel Volume Penyaluran Produk Kredit Konsumer Syariah
unit hingga akhir 2025. Jumlah tersebut meningkat sebesar 60.183 unit atau 19,33%
Kenaikan (Penurunan)
dibandingkan capaian 2024 yang mencapai 311.252 unit. Kenaikan ini terutama didorong 2025 2024
Jenis Kredit Konsumer Syariah
oleh pertumbuhan pembiayaan perumahan sebesar 59.004 unit atau 19,18%, yang (Unit) (Unit)
(Unit) (%)
berasal dari peningkatan KPR subsidi sebanyak 53.400 unit atau 21,29% serta pembiayaan
Kredit Perumahan
nonperumahan sebanyak 1.179 unit atau 32,11% dibanding tahun sebelumnya.
KPR Subsidi 304.208 250.808 53.400 21,29%
KPR Nonsubsidi 61.581 55.899 5.682 10,17%
Kredit Perumahan Lainnya 795 873 (78) (8,93%)
Jumlah Kredit Perumahan 366.584 307.580 59.004 19,18%
Kredit Nonperumahan 4.851 3.672 1.179 32,11%
Volume Penyaluran Kredit
371.435 311.252 60.183 19,33%
Konsumer
Per 31 Desember 2025, BTN membukukan penyaluran pembiayaan konsumer sebesar Tabel Nilai Penyaluran Produk Kredit Konsumer Syariah
Rp51,35 triliun. Nilai tersebut meningkat Rp10,20 triliun atau 24,78% dibandingkan
Kenaikan (Penurunan)
realisasi tahun 2024 yang mencapai Rp41,16 triliun. Kenaikan ini terutama didorong oleh 2025 2024
Jenis Kredit Konsumer Syariah
pertumbuhan pembiayaan perumahan yang mencapai Rp50,86 triliun atau setara (Rp Miliar) (Rp Miliar)
(Rp Miliar) (%)
24,45% dibanding tahun sebelumnya.
Kredit Perumahan
Kinerja syariah tahun 2025 disajikan berdasarkan data historis hingga tanggal efektif KPR Subsidi 33.883 26.522 7.361 27,75%
spin-off, atau menggunakan basis full-year pre-transfer, sesuai dengan metodologi KPR Nonsubsidi 16.935 14.303 2.632 18,40%
pelaporan yang digunakan. Kredit Perumahan Lainnya 39 41 (2) (4,88%)
Jumlah Kredit Perumahan 50.857 40.866 9.991 24,45%
Kredit Nonperumahan 495 290 205 70,69%
Volume Penyaluran Kredit
51.353 41.156 10.197 24,78%
Konsumer
44 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 45
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
02
Membangun
Ekosistem Keuangan
Berkelanjutan
47 Prinsip ESG
55 Kerangka Kerja ESG
56 Tata Kelola ESG
57 Kebijakan ESG
58 Capaian dan Hasil ESG
Page 46
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Sebagai institusi keuangan yang memiliki peran strategis dalam mendorong Bagi BTN, membangun ekosistem keuangan berkelanjutan yang mengombinasikan
pertumbuhan ekonomi nasional, BTN memahami tanggung jawabnya untuk pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan pelestarian lingkungan secara
memastikan arus investasi yang dikelola tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi seimbang memerlukan proses yang kolaboratif. Oleh karena itu, BTN selalu berupaya
juga memberi manfaat sosial dan menjaga kelestarian lingkungan. BTN meyakini bahwa mengedepankan kerja sama lintas sektor dan pemangku kepentingan.
pembangunan ekonomi yang selaras dengan aspek sosial dan lingkungan menuntut
pengelolaan sumber daya yang bijaksana dan berorientasi jangka panjang. Sebagai langkah nyata, BTN telah memetakan ekosistem keberlanjutan secara
menyeluruh yang mencakup prinsip, tata kelola, proses, dan capaian kinerja ESG. Fokus
BTN berkomitmen mendorong pembiayaan berkelanjutan melalui penerapan prinsip utama diarahkan pada penguatan praktik sustainable finance sebagai sektor inti yang
environmental, social, governance (ESG) di seluruh kegiatan bisnis dan operasional. memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus menegaskan
Komitmen ini tercermin dalam upaya mengelola dampak lingkungan, memperkuat peran BTN sebagai katalisator perbankan yang inklusif, beretika, dan berkelanjutan di
aspek sosial, serta menegakkan tata kelola yang etis dan transparan. Indonesia. [OJK A.1]
Ekosistem Prinsip ESG
Sustainable Impact, Double
Berkelanjutan BTN Sustainable Triple Bottom Stakeholder Three Lines
Development Materiality, dan
Finance Line Theory Model
Goals Value Chain
Framework ESG The Future of Finance
Integrated
Sustainable Climate Change People and Stakeholder ESG in the
Governance, Risk,
Finance and Ecosystem Community Inclusiveness Value Chain
Compliance
Tata Kelola
dan Struktur Komite ESG Enterprise & ESG Risk Management Division
Organisasi ESG
Proses
ESG Framework & ESG Policy & ESG Data Reporting &
Strategy Development Implementation Communication
Outcome
Implementasi inisiatif dan roadmap ESG, pertumbuhan kinerja keberlanjutan, dan peningkatan ESG Rating Bank
46 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 47
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Prinsip ESG
Keuangan Berkelanjutan [GRI 2-12, 2-13] [OJK B.3, E.1] 5. Komunikasi Informatif
Memastikan keterbukaan informasi atas strategi, kinerja, dan prospek usaha kepada
Sejak 1 Januari 2019, Bank telah menerapkan prinsip keuangan berkelanjutan sesuai seluruh pemangku kepentingan.
dengan POJK Nomor 51/POJK.03/2017. Regulasi ini mengatur penerapan keuangan 6. Inklusif
berkelanjutan bagi lembaga jasa Keuangan, emiten, dan perusahaan publik, serta Memperluas akses terhadap produk dan layanan perbankan, terutama bagi
menekankan pentingnya keberadaan satuan kerja yang berwenang untuk mengelola masyarakat yang belum terlayani.
dan mengoordinasikan kegiatan terkait keuangan berkelanjutan. 7. Pengembangan Sektor Unggulan Prioritas
Mendukung pembiayaan sektor-sektor yang berkontribusi terhadap pembangunan
Dalam menjalankan agenda keberlanjutannya, Bank berpedoman pada delapan prinsip berkelanjutan dan mitigasi perubahan iklim.
keuangan berkelanjutan sebagaimana diatur dalam regulasi, yaitu: 8. Koordinasi dan Kolaborasi
1. Investasi Bertanggung Jawab Memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan
Mengutamakan investasi pada proyek yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, kesejahteraan ekonomi, sosial, dan kualitas lingkungan.
dan lingkungan jangka panjang.
2. Strategi dan Praktik Bisnis Berkelanjutan BTN berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berwawasan
Meminimalkan dampak negatif melalui kebijakan dan strategi bisnis yang lingkungan melalui penerapan Sustainable Development Goals (SDGs). Komitmen ini
terintegrasi dengan aspek keberlanjutan. sejalan dengan kebijakan nasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang diatur
3. Pengelolaan Risiko Sosial dan Lingkungan dalam Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2017 sebagai panduan untuk menyeimbangkan
Mengintegrasikan tanggung jawab sosial dan perlindungan lingkungan dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
manajemen risiko.
4. Tata Kelola Sebagai penguatan, BTN menerapkan pendekatan 5P (People, Planet, Prosperity, Peace,
Menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan dan Partnership) sebagai landasan strategis untuk memastikan seluruh kegiatan usaha
kesetaraan. selaras dengan nilai keberlanjutan dan kemajuan bersama.
47 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 48
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Manusia Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui produk dan layanan keuangan
(People) inklusif serta program pemberdayaan dan pendidikan.
Implementasi
Pendekatan
5P Planet Mendorong sustainable banking dengan memprioritaskan pembiayaan dan inisiatif
[OJK A.1] (Planet) ramah lingkungan.
Kemakmuran Mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui pembiayaan perumahan
(Prosperity) yang terjangkau.
Perdamaian Menerapkan tata kelola yang baik dan transparan untuk menciptakan lingkungan
(Peace) bisnis yang etis dan harmonis.
Kemitraan Memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk
(Partnership) mendukung pencapaian SDGs.
Pelibatan Pemangku Kepentingan [GRI 2-29] [OJK E.4]
Teori pemangku kepentingan (stakeholder theory) menegaskan bahwa tanggung Sebagai institusi keuangan yang berperan dalam pembangunan ekonomi dan sosial,
jawab perusahaan mencakup seluruh pihak yang terdampak oleh kegiatan usahanya, Bank menerapkan prinsip ini dengan melibatkan pemangku kepentingan dalam
seperti pegawai, pelanggan, pemasok, masyarakat, dan pemerintah. Pendekatan ini pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan strategis. Melalui dialog yang
menempatkan kesejahteraan pemangku kepentingan sebagai bagian penting dari terbuka, BTN memastikan keseimbangan antara kinerja ekonomi, tanggung jawab sosial,
keberhasilan bisnis. dan kepedulian lingkungan.
48 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 49
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
BTN memandang pemangku kepentingan sebagai mitra penting dalam mencapai harapan, dan aspirasi setiap kelompok pemangku kepentingan yang terkait dengan
tujuan keberlanjutan. Pelibatan dilakukan secara aktif, transparan, dan bertanggung aktivitas produk atau layanan Bank.
jawab agar setiap pihak dapat berkontribusi secara konstruktif terhadap penciptaan 4. Keberagaman
nilai jangka panjang. Pemangku kepentingan tersebut memiliki perbedaan karakteristik, latar belakang,
dan kepentingan harus dipahami dan dihargai untuk memastikan kebijakan dan
Dalam mengidentifikasi kelompok pemangku kepentingan, BTN menetapkan beberapa keputusan yang inklusif serta memenuhi kebutuhan berbagai pihak secara adil.
kriteria agar keterlibatan yang terbangun bersifat konstruktif dan saling mendukung 5. Kemauan untuk Berpartisipasi
pencapaian tujuan keberlanjutan, meliputi: Pemangku kepentingan tersebut memiliki kemauan berpartisipasi dalam proses
1. Pengaruh pengambilan keputusan dan inisiatif perusahaan untuk mencapai tujuan bersama
Pemangku kepentingan tersebut memberikan pengaruh terhadap keputusan yang yang saling menguntungkan.
diambil oleh BTN terkait keberlanjutan bisnis.
2. Ketergantungan Berdasarkan kriteria tersebut, BTN telah mengidentifikasi kelompok pemangku
BTN memiliki ketergantungan terhadap pemangku kepentingan tersebut, baik kepentingan utama serta menetapkan bentuk tanggapan dan strategi komunikasi yang
secara langsung maupun tidak langsung. sesuai dengan karakteristik masing-masing pihak. [GRI 2-29]
3. Kebutuhan
Pemangku kepentingan tersebut memiliki pemahaman mengenai kebutuhan,
Pemangku Kepentingan Internal
Pemangku Kepentingan Metode Pelibatan Frekuensi Topik Prioritas Respons BTN
Pegawai Employee engagement Sekali dalam setahun Tingkat kepuasan pegawai. • Penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan.
survey • Penilaian kinerja dan promosi jabatan.
• Penyusunan perjanjian kerja bersama.
Buletin internal Sekali dalam setahun Kebijakan dan strategi terkait kepegawaian.
• Lingkungan kerja yang kondusif dan produktif.
SmartShare Dapat diakses setiap • Forum diskusi, berbagi tentang pekerjaan, kuis,
waktu pertukaran informasi.
• Keberagaman dan kesetaraan peluang.
• Pelatihan dan pendidikan.
Innovation Award Sekali dalam setahun Mempercepat proses bisnis dan peningkatan
produktivitas.
Serikat pekerja Pembahasan perjanjian kerja Sekali dalam setahun • Hubungan kerja yang harmonis. Penyelenggaraan lembaga kerjasama bipartit (LKS Bipartit).
bersama • Pemenuhan hak dan kewajiban pegawai.
49 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 50
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pemangku Kepentingan Eksternal
Pemangku Kepentingan Metode Pelibatan Frekuensi Topik Prioritas Respons BTN
Pemegang saham RUPS Tahunan Satu kali dalam setahun • Pencapaian target Bank, kinerja ekonomi. • Penyusunan strategi peningkatan kinerja ekonomi dan
• Keberadaan pasar. keberlanjutan bisnis.
Paparan kinerja Triwulan
• Antikorupsi. • Penetapan kebijakan pembayaran dividen.
RUPS Luar Biasa Dapat diadakan setiap waktu • Penyusunan roadmap ESG dan dekarbonisasi. • Penyediaan informasi berkala kinerja BTN.
berdasarkan kebutuhan Bank • Penyelenggaraan RUPS.
Nasabah Survei kepuasan nasabah Dua kali dalam setahun • Layanan dan mutu layanan kepada nasabah. • Inovasi produk, jasa, serta layanan sesuai kebutuhan dan
• Portofolio produk. perkembangan teknologi.
Media komunikasi untuk Sebulan sekali
• Privasi nasabah. • Penyediaan serta penyampaian informasi produk, jasa, dan
nasabah
layanan.
Layanan Call Center Setiap saat apabila • Penyimpanan dan perlindungan data nasabah sesuai
Nasabah diperlukan peraturan.
Situs web BTN dan Frontline Dapat diakses setiap waktu • Penyediaan layanan pengaduan nasabah baik
Information manual maupun berbasis digital, serta mekanisme
penyelesaiannya.
Kunjungan langsung Setiap saat apabila • Sosialisasi penerapan keuangan berkelanjutan.
diperlukan
Mitra pengembang Penghargaan Property Setiap tahun Peluang penjualan rumah. • Memberikan skema pembiayaan yang kompetitif untuk
Awards mendukung pembangunan perumahan berkelanjutan.
• Mendorong penerapan konsep green building dan efisiensi
Gathering Setiap saat apabila Kesuksesan program tiga juta rumah dan rumah
energi dalam proyek pembangunan.
diperlukan rendah emisi.
• Menyelenggarakan pelatihan dan lokakarya untuk
Pengembangan kapasitas Setiap saat apabila Transparansi. meningkatkan kapasitas mitra pengembang.
diperlukan
Mitra kerja/ pemasok Kontrak kerja Saat diperlukan Proses pengadaan. • Sosialisasi terkait kebijakan perusahaan.
• Focus group discussion untuk mengetahui masukan dan
Mitra investasi Saat diperlukan Kerja sama bisnis.
aspirasi dari pemasok.
Seminar dan lokakarya Saat diperlukan Pengembangan merchant Bank.
50 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 51
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pemangku Kepentingan Metode Pelibatan Frekuensi Topik Prioritas Respons BTN
Pemerintah dan Otoritas Self-Assessment GCG Dua kali dalam setahun Pemenuhan penyampaian dan penilaian • Penyesuaian kebijakan dan peraturan internal, sesuai
Jasa Keuangan pelaksanaan GCG di Bank. peraturan yang diterbitkan pemerintah dan Otoritas Jasa
Keuangan.
Laporan kepatuhan GCG Sekali setahun Pemenuhan penyampaian pelaksanaan GCG di
• Penerapan prinsip-prinsip GCG di seluruh unit kerja.
Bank.
• Penyampaian laporan kinerja dan pelaksanaan kegiatan
Pelaporan kegiatan TJSL Empat kali dalam setahun Sarana dalam penyampaian informasi laporan lain.
kepada BP BUMN / Danantara terkait pelaksanaan kegiatan TJSL di Bank. • Laporan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan, Laporan
Tahunan, Laporan Keberlanjutan, Laporan TJSL, serta
laporan lain.
Organisasi bisnis Pertemuan dan kegiatan, Saat diperlukan Peningkatan tata kelola Bank. Penyelenggaraan pertemuan dan kegiatan.
baik skala nasional, regional,
maupun internasional
Organisasi masyarakat/ Kerja sama strategis untuk Saat diperlukan Pengoptimalan program TJSL Bank, masyarakat • Pemberian kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
sosial/ lembaga swadaya menjalankan program- lokal, dampak ekonomi tidak langsung. • Pengoptimalan program TJSL.
masyarakat program tanggung jawab
perusahaan, baik di bidang
sosial maupun lingkungan
Media Press release dan Saat diperlukan Pemberian informasi terkait bisnis Bank yang Memberikan informasi kepada masyarakat umum terkait
konferensi pers perlu diketahui publik. kegiatan dan program terbaru dari BTN.
51 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 52
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Penilaian Materialitas [GRI 3-1, 3-2, 3-3]
BTN menerapkan prinsip impact, double materiality, dan value chain sebagai kerangka Bank mendefinisikan topik material sebagai isu yang memiliki pengaruh besar terhadap
terpadu untuk memahami, mengukur, dan mengelola dampak ekonomi, sosial, serta kinerja keberlanjutan serta dapat memengaruhi keputusan para pemangku kepentingan.
lingkungan dari seluruh aktivitas operasionalnya. Melalui pendekatan ini, Bank dapat Proses penentuan materialitas ini juga mempertimbangkan aspek manajemen risiko BTN
mengidentifikasi isu-isu yang paling relevan dan signifikan, baik terhadap keberlanjutan (ERM process). Melalui proses ini, risiko dan peluang terkait topik material keberlanjutan
bisnis maupun terhadap masyarakat dan lingkungan. dapat diidentifikasi, dievaluasi, dan dikelola secara komprehensif untuk mendukung
pencapaian tujuan strategis Bank.
Identifikasi Topik Penilaian Topik Tinjauan dan Persetujuan Matriks Materialitas
Materialitas Materialitas Topik Materialitas
• Mengidentifikasi topik Penentuan topik materialitas Setelah penilaian menyeluruh,
materialitas yang sejalan menggunakan prinsip penilaian Direksi melakukan persetujuan Hak Asasi Manusia
Higher
dengan Roadmap materialitas ganda atau double dan peninjauan terkait materi/
Keamanan
ESG BTN dengan cara materiality assessment (DMA) topik yang termuat dalam Produk dan Jasa
Informasi
membandingkannya dengan dengan melibatkan pemangku laporan. Topik materialitas yang Berkelanjutan
industri serupa, standar global kepentingan untuk menilai menciptakan nilai kemudian
(GRI, SASB, dan OJK), serta dampak dan risiko dari topik diselaraskan dengan strategi
lembaga pemeringkatan ESG materialitas yang memengaruhi dan relevansi terhadap risiko
(MSCI, Sustainalytics, dan S&P lingkungan dan masyarakat, dan peluang Bank.
Pengembangan
Materialitas Dampak
Global), dengan mengacu serta mengevaluasi sejauh
pada laporan sebelumnya mana topik tersebut berdampak Masyarakat
Etika dan Pedoman
dan masukan dari pemangku pada kinerja finansial.
Perilaku
kepentingan. • Materialitas lingkungan
• Topik-topik ini kemudian dan masyarakat (impact Penggunaan Sumber
akan dikaji lebih lanjut materiality): Penilaian Daya Alam &
untuk menghasilkan 10 topik berfokus pada dampak Pengelolaan Lingkungan Tata Kelola
utama. Hasil pengkajian topik terhadap pemangku
tersebut akan digunakan kepentingan eksternal,
sebagai dasar dalam termasuk lingkungan dan
penyusunan kuesioner yang masyarakat.
Perubahan Iklim dan Ketenagakerjaan
akan disebarkan kepada • Materialitas finansial: Penilaian
Ekosistem
pemangku kepentingan berfokus pada dampak
eksternal dan internal, guna potensial terhadap kinerja Pengadaan
mengetahui pandangan finansial Perusahaan dan Berkelanjutan
mereka terkait signifikansi keberlangsungan bisnis.
dan prioritas dari topik-topik
tersebut.
Materialitas Finansial Higher
52 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 53
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pada tahun 2025, BTN menegaskan kembali topik-topik material yang telah ditetapkan Topik-topik material tersebut menjadi dasar dalam perumusan kebijakan, pengambilan
pada tahun sebelumnya, karena dinilai tetap relevan dan signifikan terhadap dampak, keputusan, dan pelaksanaan inisiatif keberlanjutan, sekaligus menjadi acuan dalam
risiko, dan peluang yang berkaitan dengan keberlanjutan Bank serta ekspektasi mengelola kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan secara terintegrasi. Pendekatan ini
para pemangku kepentingan. Penetapan dan peninjauan topik material dilakukan memastikan bahwa respons Bank terhadap isu keberlanjutan tetap sejalan dengan
secara berkala melalui evaluasi tahunan yang melibatkan Direksi, untuk memastikan fokus dan ekspektasi pemangku kepentingan. Batasan dan cakupan masing-masing
keselarasan dengan strategi keberlanjutan, profil risiko, serta dinamika bisnis Bank. topik material disajikan pada daftar berikut:
Batasan Topik
Topik Material Pertimbangan Materialitas Pemangku
Kepentingan Pemangku Kepentingan Eksternal
Internal
Aspek Lingkungan
Perubahan Iklim dan Ekosistem Menggambarkan komitmen Bank dalam menghadapi tantangan perubahan iklim Pegawai Investor, pemerintah, otoritas jasa keuangan, mitra kerja/
dengan meminimalkan dampak operasional terhadap lingkungan melalui pengelolaan pemasok, dan media
emisi GRK dan efisiensi energi.
Penggunaan Sumber Menggambarkan upaya Bank dalam memastikan penggunaan sumber daya air dan Pegawai Investor, pemerintah, otoritas jasa keuangan, mitra kerja/
Daya Alam & Pengelolaan material secara efisien, manajemen limbah yang bertanggung jawab, dan kepatuhan pemasok, dan media
Lingkungan terhadap regulasi terkait lingkungan hidup.
Aspek Sosial
Ketenagakerjaan Menggambarkan pengelolaan sumber daya manusia dengan fokus pada pelatihan, Pegawai Nasabah, pemerintah, otoritas jasa keuangan, mitra kerja/
pengembangan karier, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta penciptaan pemasok, dan organisasi masyarakat/sosial/
lingkungan kerja yang produktif. lembaga swadaya masyarakat
Hak Asasi Manusia Menggambarkan komitmen Bank dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia, Pegawai Nasabah, investor, pemerintah, otoritas jasa keuangan, mitra
keberagaman, kesetaraan, dan inklusi dalam seluruh aktivitas operasional, hubungan kerja/pemasok, media, dan organisasi bisnis
kerja, serta layanan.
Pengembangan Masyarakat Menggambarkan komitmen Bank untuk terlibat aktif dalam mendukung masyarakat Pegawai Nasabah, investor, pemerintah, otoritas jasa keuangan,dan
melalui berbagai program literasi keuangan dan pemberdayaan untuk meningkatkan organisasi masyarakat/sosial/ lembaga swadaya masyarakat
kesejahteraan masyarakat.
Keamanan Informasi Menggambarkan upaya Bank dalam melindungi data Bank, data nasabah dan transaksi Pegawai Nasabah, investor, pemerintah, otoritas jasa keuangan, dan
keuangan dari ancaman siber, seperti peretasan, pencurian data, atau serangan media
malware.
Aspek Tata Kelola
Tata Kelola Menggambarkan komitmen Bank dalam penerapan tata kelola keberlanjutan, meliputi Pegawai Nasabah, investor, pemerintah, otoritas jasa keuangan, mitra
pengawasan strategis risiko dan peluang terkait lingkungan dan sosial, dan pemantauan kerja/pemasok, organisasi masyarakat/sosial/
kinerja keberlanjutan. lembaga swadaya masyarakat, media, dan organisasi bisnis
53 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 54
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Batasan Topik
Topik Material Pertimbangan Materialitas Pemangku
Kepentingan Pemangku Kepentingan Eksternal
Internal
Produk dan Jasa Berkelanjutan Menggambarkan upaya Bank dalam mengintegrasikan aspek ESG ke dalam siklus hidup Pegawai Nasabah, investor, pemerintah, otoritas jasa keuangan, mitra
produk dan layanan perbankan yang mencakup penilaian awal, pengembangan produk kerja/pemasok, organisasi masyarakat/sosial/
dan layanan, pemantauan, evaluasi, dan penilaian dampak dari produk dan layanan. lembaga swadaya masyarakat, media, dan organisasi bisnis
Etika Bisnis dan Pedoman Menggambarkan komitmen Bank dalam menegakkan etika bisnis dan pedoman perilaku Pegawai Nasabah, investor, pemerintah, otoritas jasa keuangan, mitra
Perilaku untuk menjaga integritas perbankan dan kepercayaan nasabah. kerja/pemasok, media, dan organisasi bisnis
Pengadaan Berkelanjutan Menggambarkan komitmen Bank dalam mengelola rantai pasok yang bertanggung Pegawai Nasabah, investor, pemerintah, otoritas jasa keuangan, mitra
jawab, memastikan pemasok mematuhi standar etika, sosial, dan lingkungan yang ketat. kerja/pemasok dan organisasi bisnis
Three Lines Model
Sebagai kerangka kerja yang penting dalam memperkuat tata kelola dan efektivitas 2. Peran Lini Pertama (First Line)
manajemen risiko, prinsip three lines model menjadi pedoman bagi BTN untuk Berperan sebagai pelaksana utama (risk taker) dalam pengelolaan risiko. Lini
memastikan peran, tanggung jawab, dan koordinasi yang jelas di seluruh lini organisasi. ini memastikan strategi diterapkan secara efektif, keputusan bisnis diambil
Pendekatan ini mendukung pengelolaan risiko yang transparan, akuntabel, dan berdasarkan analisis risiko yang mendalam, serta seluruh aktivitas operasional
berintegritas, sekaligus memperkuat penerapan prinsip ESG dalam seluruh aktivitas mematuhi kebijakan internal dan mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan.
Bank. 3. Peran Lini Kedua (Second Line)
1. Peran Organ Pengurus (Governing Body) Memberikan dukungan dan pengawasan terhadap penerapan manajemen risiko,
Memiliki tanggung jawab utama kepada pemangku kepentingan untuk menjamin termasuk kepatuhan terhadap regulasi, pengendalian internal, serta pelaksanaan
kegiatan Bank berjalan secara transparan, berintegritas, dan selaras dengan praktik keberlanjutan. Lini ini juga memastikan standar etika dan tata kelola
prinsip tata kelola yang baik. Organ pengurus menetapkan arah kebijakan strategis dijalankan secara konsisten melalui kerangka enterprise risk management (ERM).
serta memastikan efektivitas penerapan manajemen risiko dan prinsip ESG dalam 4. Peran Lini Ketiga (Third Line)
mendukung tujuan jangka panjang Bank. Peran ini dijalankan oleh fungsi Audit Internal yang memberikan penilaian
independen dan objektif atas efektivitas tata kelola serta sistem manajemen risiko.
Fungsi ini memastikan seluruh kebijakan dan praktik Bank selaras dengan regulasi
yang berlaku dan prinsip ESG, serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan
berkelanjutan.
54 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 55
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Kerangka Kerja ESG
Kerangka kerja ESG BTN mencakup enam komponen utama yang saling terintegrasi,
menjadi acuan dalam pelaksanaan aktivitas dan operasional Bank.
The Future of Finance
Komponen Kerangka Kerja ESG BTN
ESG in the Value Chain
Keuangan Berkelanjutan Pengelolaan produk dan jasa yang mendukung proses transisi
Climate Change & (Sustainable Finance) menuju ekonomi rendah karbon dan mendukung lingkungan serta
Sustainable Finance People & Community
Ecosystem menjaga keseimbangan sosial dalam membuka akses yang setara
terhadap layanan keuangan dan permodalan.
Perubahan Iklim dan Pengelolaan risiko perubahan iklim dan dampaknya pada kapasitas
Ekosistem (Climate Change ekosistem.
and Ecosystem)
Stakeholder Inclusiveness
Manusia dan Masyarakat Pengelolaan dampak pada individu, komunitas, dan masyarakat
(People and Community) luas pada umumnya.
Integrated GRC
Governance Risk Compliance ESG dalam Rantai Nilai (ESG Menciptakan sistem bisnis berkelanjutan yang terintegrasi dengan
in the Value Chain) aspek ESG pada seluruh rantai nilai (value chain) bisnis BTN.
Integrated GRC
Inklusivitas Pemangku Mengedepankan inklusivitas pemangku kepentingan sebagai fokus
Kepentingan (Stakeholder utama untuk mencapai tujuan keberlanjutan.
Inclusiveness)
Sebagai wujud komitmen dalam memperkuat tata kelola keberlanjutan, BTN
mengembangkan kerangka kerja ESG bertajuk The Future of Finance. Kerangka ini Tata Kelola, Manajemen Memastikan bahwa keberlanjutan bukan hanya menjadi pijakan
Risiko, dan Kepatuhan yang bisnis, tetapi juga terintegrasi secara menyeluruh dalam setiap
berfungsi sebagai panduan strategis dalam mengelola praktik bisnis yang berorientasi
Terintegrasi (Integrated aspek tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan.
pada dampak kinerja serta mendukung pencapaian SDGs. Melalui kerangka tersebut, Governance, Risk, and
Compliance [GRC])
BTN membangun fondasi pengambilan keputusan yang lebih komprehensif, terukur, dan
selaras dengan prinsip keberlanjutan.
55 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 56
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Kesadaran akan pentingnya tata kelola yang baik menjadi bagian tak
terpisahkan dari fondasi keberlanjutan Bank. Tata kelola yang transparan
dan akuntabel menjadi landasan utama bagi seluruh upaya keberlanjutan
BTN, memastikan setiap inisiatif dijalankan dengan integritas, kepatuhan, dan
tanggung jawab.
Tata Kelola ESG [OJK E.1]
Sebagai wujud komitmen tersebut, BTN membentuk Komite ESG serta Enterprise and ESG Risk Management
Division (ERMD) sebagai dua pilar utama pengelolaan keberlanjutan di BTN. Komite ESG diketuai oleh Direktur
Utama dan beranggotakan jajaran Direksi serta SEVP. Komite ini memastikan bahwa arah strategis, kebijakan,
dan target keberlanjutan selaras dengan SDGs dan target iklim Bank. Sepanjang tahun pelaporan, Komite
ESG menyelenggarakan beberapa kali rapat untuk meninjau kinerja dan merumuskan langkah perbaikan
berkelanjutan.
Sementara itu, ERMD berada di bawah pengawasan Direksi dan bertanggung jawab atas implementasi serta
pemantauan inisiatif ESG, termasuk pengelolaan risiko iklim, penurunan emisi karbon, dan pelaksanaan Climate
Risk Stress Test (CRST) untuk menilai dampak perubahan iklim terhadap keberlanjutan bisnis. Divisi ini juga
mengelola dan mengoordinasikan seluruh inisiatif keuangan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas unit, seperti
Corporate Secretary, Compliance and Governance, Commercial Banking, Corporate Banking, Digital Banking
Product Development, dan berbagai unit pendukung lainnya. Sinergi tersebut memastikan integrasi aspek ESG
dalam seluruh proses bisnis BTN.
Penjelasan lebih mendalam mengenai kebijakan, struktur, dan praktik tata kelola keberlanjutan, termasuk
pengelolaan risiko, kepatuhan terhadap regulasi, serta komitmen terhadap standar etika dan transparansi,
disajikan pada Bab Menegakkan Tata Kelola sebagai Fondasi Keberlanjutan.
56 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 57
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Kebijakan ESG
Pengembangan Strategi
Dalam mengimplementasikan kerangka kerja ESG, BTN merumuskan 9 (sembilan) tentang Prosedur Pelaksanaan ESG, yang menjadi pedoman utama penerapan prinsip
langkah strategis yang dijalankan secara inklusif dan terintegrasi untuk memperkuat ESG di seluruh organisasi. Kebijakan ini juga diperkuat dengan petunjuk teknis terkait
penerapan prinsip keberlanjutan di seluruh lini bisnis, yaitu: Climate Risk Stress Test (CRST), pengelolaan emisi gas rumah kaca, dan penyusunan
1. Menjalankan kegiatan operasional dan bisnis perbankan yang berkelanjutan. laporan keberlanjutan untuk memastikan praktik bisnis yang sejalan dengan tujuan
2. Mengembangkan produk Bank dan pengelolaan portofolio yang berkelanjutan dan pembangunan berkelanjutan.
inklusif.
3. Mengintegrasikan komponen ESG ke dalam kerangka dan program pengelolaan Pelaporan dan Komunikasi
risiko bisnis (enterprise risk management).
4. Mengembangkan program budaya ESG dan pemimpin yang bertanggung jawab Sebagai wujud komitmen terhadap prinsip keberlanjutan, Bank secara sistematis
(responsible leaders). mengelola data dan informasi kinerja ESG di seluruh lini operasional dengan menekankan
5. Membangun lingkungan pengendalian (control environment) yang terintegrasi akurasi, transparansi, dan kepatuhan pada standar pelaporan. Pemantauan dilakukan
dengan komponen ESG. melalui Digital Action Log & Monitoring System (DAMS) yang memudahkan pembaruan
6. Mengembangkan program pemantauan, komunikasi, dan pelaporan ESG. rutin atas progres inisiatif ESG, serta diperkuat dengan Integrated ESG Dashboard System
7. Membangun pengelolaan data ESG. sebagai bagian dari strategi “Establishing ESG Monitoring, Communication, and Reporting
8. Menavigasi tren ketentuan dan peraturan ESG. Program”. Dashboard ini menyajikan data ESG secara digital dan terpusat, mencakup
9. Membangun kemitraan dan kerja sama. aspek lingkungan, sosial, dan portofolio keberlanjutan untuk mendukung pengambilan
keputusan berbasis data.
Kebijakan
Data ESG digunakan untuk menilai pencapaian target keberlanjutan dan mengidentifikasi
BTN terus memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan untuk mewujudkan visi sebagai area perbaikan sebagai dasar penyempurnaan kebijakan serta inisiatif ESG agar lebih
“Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia”. Prinsip tersebut efektif. Evaluasi kinerja dilakukan secara berkala melalui one-on-one session dengan
menjadi landasan dalam setiap kegiatan operasional dan pengambilan keputusan satuan kerja untuk memastikan implementasi ESG berjalan konsisten, terukur, dan
bisnis. Sebagai wujud komitmen, Bank menetapkan Kebijakan Umum Nomor KU.10 tentang berdampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan.
Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Kebijakan Khusus Nomor KK.10-A
57 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 58
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Capaian dan Hasil ESG
Roadmap ESG BTN
Roadmap keberlanjutan BTN dirancang untuk mewujudkan The Future of Finance melalui Dalam merumuskan kerangka kerja, strategi, dan roadmap ESG, BTN menempatkan
tahapan yang jelas dan terukur. Setiap fase menggambarkan fokus penguatan yang keterlibatan pemangku kepentingan sebagai bagian penting dari proses
berbeda dalam perjalanan transformasi ESG Bank, sebagaimana ditunjukkan pada perancangannya. Pendekatan ini diperkuat melalui kegiatan benchmarking dengan
ilustrasi berikut. perusahaan, baik di dalam maupun luar negeri, yang telah berhasil menerapkan
praktik ESG secara efektif. Selain itu, pada awal implementasi BTN menyelenggarakan
lokakarya ESG yang melibatkan 20 satuan kerja internal sebagai supporting validator
2023-2025 | Fase Action untuk meninjau dan menyempurnakan rancangan kerangka kerja serta inisiatif ESG agar
selaras dengan kesiapan dan ambisi Bank.
Pada fase ini, BTN mulai mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam kegiatan
operasional dan bisnis. Fokus utamanya adalah memperkuat fondasi penerapan
Pada tahun 2025, melalui implementasi berbagai inisiatif keberlanjutan pada pilar ESG,
ESG agar menjadi bagian menyeluruh dan melekat dalam setiap proses kerja
BTN berhasil merealisasikan sejumlah target yang telah ditetapkan sejak awal tahun, di
Bank.
antaranya meliputi:
Aspek Lingkungan
2026-2027 | Fase Advance
Target Realisasi
BTN memperkuat komitmennya terhadap ESG dengan memperluas cakupan Inisiatif Indikator
2025 2025
dan dampak dari inisiatif yang diambil. BTN fokus pada upaya untuk
Pembiayaan kredit Jumlah kredit / pembiayaan berkelanjutan (Rp 200,26 203,45
memperkuat tanggung jawab sosial dan lingkungan. Langkah ini diarahkan berkelanjutan triliun)
untuk meningkatkan kontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan.
Aspek Sosial
2028-2029 | Fase Accelerate Target Realisasi
Inisiatif Indikator
2025 2025
Fase ini menegaskan komitmen BTN untuk mempercepat dampak positif
Keberagaman pegawai Rata-rata komposisi pegawai nominated talent
penerapan prinsip ESG melalui berbagai inisiatif yang efektif dan selaras dengan
visi Bank. Langkah ini mencerminkan tekad BTN dalam mewujudkan keuangan Talenta perempuan 28% 33,3%
berkelanjutan guna mendukung pencapaian SDGs. Young talent 16,5% 16,67%
58 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 59
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Target Realisasi Capaian program dan aktivitas dalam mendukung keuangan berkelanjutan tahun 2025
Inisiatif Indikator
2025 2025
disajikan berdasarkan lima pilar utama berikut:
Inklusi keuangan Jumlah penyaluran kredit KUMK (Rp triliun) 4,41 5,67
Creating equal Jumlah pegawai disabilitas, rekrutmen dalam 10 14
opportunities for mendukung kesempatan yang setara bagi Keuangan Berkelanjutan
people with disabilities penyandang disabilitas
5 Pilar
Aspek Tata Kelola BTN
Manajemen
Target Realisasi Tanggung
Inisiatif Indikator Risiko, Tata
2025 2025 Sumber Daya Jawab
Produk Kelola, Teknologi
Manusia Sosial dan
Cybersecurity breach Jumlah laporan terkait cybersecurity breach 0 0 Prosedur, dan
Lingkungan
Kebijakan
Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) [OJK E.1, D.1.b]
Deskripsi Mendorong Memastikan Meningkatkan Memperluas Melaksanakan
pengembangan prosedur, kapasitas aplikasi secara serangkaian
Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, BTN menegaskan komitmennya produk dan/ kebijakan, dan SDM dalam digital untuk program yang
memperkuat penerapan keuangan berkelanjutan melalui Rencana Aksi Keuangan atau jasa sesuai mitigasi risiko mendukung mendukung berkenaan
aspek ekonomi, dilaksanakan implementasi pengembangan dengan
Berkelanjutan (RAKB) yang menjadi panduan strategis dalam pengembangan portofolio
sosial, dan dengan standar keuangan produk dan/ lingkungan
pembiayaan, penguatan proses bisnis, serta penerapan manajemen risiko yang lingkungan produk dan/atau berkelanjutan atau jasa Bank dan sosial
bertanggung jawab. jasa Bank kemasyarakatan
Komitmen ini sejalan dengan dukungan BTN terhadap program pemerintah dalam
pembangunan tiga juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). RAKB tidak hanya menjadi panduan strategis, tetapi juga merupakan pendorong
Melalui pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan, BTN turut memperkuat ekosistem perubahan yang relevan dalam proses bisnis dan manajemen risiko Bank. Implementasi
perumahan nasional dan berkontribusi terhadap pembangunan yang berkeadilan. RAKB berperan sentral untuk memastikan integrasi pengelolaan risiko ESG di seluruh
kegiatan usaha Bank. BTN juga telah melaksanakan berbagai program dalam RAKB 2025,
RAKB 2025 difokuskan pada lima pilar utama keuangan berkelanjutan BTN sebagai antara lain:
dasar pelaksanaan berbagai program dan aktivitas. BTN memastikan penerapan prinsip
kehati-hatian dan manajemen risiko yang efektif guna menjaga stabilitas usaha serta
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
59 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 60
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pilar Manajemen Risiko, Tata Pilar Tanggung Jawab Sosial dan
Pilar Produk Pilar Sumber Daya Manusia Pilar Teknologi
Kelola, Prosedur, dan Kebijakan Lingkungan (TJSL)
• Pemberian pembiayaan • Implementasi program • Empowering Women in Leadership • e-Statement rekening koran giro • Kompetisi wirausaha BTN
modal kerja/investasi kepada pengendalian gratifikasi • Creating Equal Opportunities for • Deposito tanpa bilyet • Peningkatan keahlian disabilitas
perusahaan di bidang energi baru • Pembangunan solar panel di People with Disabilities • Enhancement e-rapat komite • Penanaman pohon dan/atau
terbarukan Kantor BTN • Program short course/ pelatihan/ kredit (e-RKK) mangrove
• Dukungan proyek Sistem • Pembangunan SPKLU pendidikan kerja sama dengan • Virtual debit card • Pelatihan pengembangan UMKM
Penyediaan Air Minum (SPAM) • Pengadaan 1 (satu) unit mobil universitas/ asosiasi/ instansi/ • Pembelian SBN di mobile banking • Penilaian Social Return on
• Penyaluran kredit untuk ambulans di Menara 2 BTN lembaga • Digitalisasi pengajuan kredit UMKM Investment (SROI)
pembangunan pabrik pupuk • Penggantian mesin pendingin • Kuliah umum/ workshop kepada (BTN Laku) • Beasiswa untuk putra/putri tenaga
berteknologi terbarukan untuk (chiller) di Menara BTN universitas/ asosiasi/ lembaga/ • Pengajuan kring melalui web alih daya BTN
mendukung efisiensi produksi • Flagging nasabah payroll instansi based
• Penyaluran kredit untuk • Awareness ESG dan rumah rendah • Seminar kepada alumni program • Penanaman pohon dengan cara
pengelolaan SDA dan lahan emisi short course/ pelatihan/ penukaran balé poin di BTN Mobile
berkelanjutan • ESG rating and signatory pendidikan kerja sama dengan • Program ESG campaign melalui
• Wholesale funding tematik ESG • Penyusunan roadmap Net Zero universitas/ asosiasi/ instansi/ media sosial dan media internal
• Penyaluran kredit tematik kepada Emission (NZE) lembaga secara tahunan
lembaga keuangan • Penggunaan electric vehicle (EV) • Peningkatan kapabilitas UMKM • Membangun dan
• Eco Property Developer Meeting sebagai kendaraan operasional berbasis ESG mengembangkan ESG data
• Eco Housing Fee Saver • Sertifikasi bangunan hijau untuk • Pelaksanaan pelatihan di bidang architecture
• UMKM Digital kantor operasional bank atau ESG • Pengembangan ESG knowledge
• Pembiayaan green kring bangunan strategis lainnya • Pelaksanaan ESG Day portal
(paperless end-to-end process) • Efisiensi penggunaan dan • Kegiatan customer engagement • Digital signature implementation
• Kring Go Green menerapkan pembelian kertas melalui pelatihan dan/atau • Enhancement end to end
proses end-to-end dan 100% • Efisiensi penggunaan atau sosialisasi dengan nasabah terkait procurement
paperless konsumsi listrik & air financed emissions • Implementasi 7 Kantor Cabang
• Kredit UMKM • Efisiensi penggunaan fuel / • Mengembangkan program ESG menjadi digital branch
• KPR Subsidi bahan bakar yang align dengan award baik untuk internal dan
• Penggunaan 15% eco-friendly pertumbuhan kendaraan EV eksternal
materials pada 10.000 unit rumah • Penggunaan Electric Vehicle (EV) • Sosialisasi dan pendidikan terkait
rendah emisi dan hybrid sebagai kendaraan digital mindset
dinas (COP) bagi manajemen Bank • Beasiswa pegawai
(Kepala Divisi dan Kepala Kanwil) • Peningkatan program diversity
• Melakukan kegiatan supplier pegawai
dan vendor engagement terkait
sustainable practices
• Peningkatan data privacy & cyber
security
• Pembangunan fasilitas nursery
room di 82 Kantor Cabang
60 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 61
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Komitmen BTN pada Prinsip Perbankan Bertanggung Jawab
Sebagai bagian dari upaya memperkuat peran sektor keuangan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, Bank telah menjadi
penandatangan resmi Prinsip Perbankan Bertanggung Jawab PBB (UN Principles for Responsible Banking/PRB) sejak tahun 2024.
Kerangka kerja global yang dikembangkan bersama United Nations Environment Programme Finance Initiative (UNEP FI) ini bertujuan
memastikan strategi dan praktik perbankan selaras dengan SDGs dan Paris Agreement.
Sebagai bank milik negara pertama di Indonesia yang mengadopsi prinsip ini, BTN berkomitmen memperkuat strategi keberlanjutan
melalui integrasi aspek ESG dalam seluruh kegiatan bisnis. Langkah ini juga menjadi fondasi penting bagi pengembangan inovasi serta
perluasan pembiayaan berkelanjutan di sektor perbankan nasional.
BTN menjalankan enam prinsip utama PRB sebagai panduan dalam operasional dan pengambilan keputusan. Berikut penjelasan inti
dan progres implementasi masing-masing prinsip:
Prinsip 1: Progres Implementasi
Penyelarasan BTN menyelaraskan strategi bisnis, kegiatan operasional, dan kebijakan pembiayaannya dengan kebutuhan
pembangunan nasional di sektor perumahan serta agenda pembangunan berkelanjutan global (SDGs). Sebagai bank
Prinsip penyelarasan strategi bisnis menekankan dengan fokus utama pembiayaan perumahan, kontribusi utama BTN diarahkan pada perluasan akses hunian layak
integrasi antara pemenuhan kebutuhan dan pencapaian dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta pengembangan perumahan yang lebih
tujuan pembangunan yang lebih luas, sejalan dengan efisien energi dan rendah emisi.
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Paris
Agreement, serta kerangka kerja nasional dan regional Komitmen ini juga mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia dalam rangka
yang relevan. transisi menuju ekonomi rendah karbon, khususnya melalui pembiayaan sektor properti yang lebih berkelanjutan.
BTN menyelaraskan kebijakan dan praktiknya dengan regulasi OJK terkait Keuangan Berkelanjutan, termasuk POJK 51/
POJK.03/2017, Principles for Responsible Banking (PRB), dan framework nasional dan internasional yang relevan.
Untuk memastikan implementasi yang terarah dan terukur, BTN telah mengembangkan ESG Roadmap sebagai
panduan pelaksanaan strategi keberlanjutan, yang akan terus disempurnakan seiring perkembangan bisnis, regulasi,
dan ekspektasi pemangku kepentingan.
61 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 62
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Untuk informasi lebih lanjut silakan merujuk pada Laporan Keberlanjutan BTN mengenai BAB/Sub-BAB:
• Dampak Nyata BTN bagi Keberlanjutan;
• Dukungan BTN terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan;
• Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan;
• Kegiatan Usaha BTN; dan
• Membangun Ekosistem Keuangan Berkelanjutan.
Progres Implementasi
Prinsip 2:
BTN secara sistematis mengidentifikasi, memprioritaskan, dan mengelola dampak positif maupun negatif yang timbul
Dampak dan Penetapan Target
dari aktivitas pembiayaan dan operasionalnya.
Prinsip ini menekankan komitmen untuk memperbesar
Pada tahun 2024, BTN melakukan impact analysis menggunakan UNEP FI Impact Analysis Tools. Hasil analisis tersebut
dampak positif serta meminimalkan dampak negatif
mengidentifikasi dua area dampak utama, yaitu Finance dan Housing, yang mencerminkan peran inti BTN dalam
dan risiko terhadap masyarakat dan lingkungan yang
sistem keuangan dan sektor perumahan.
timbul dari kegiatan, produk, dan layanan. Untuk itu,
ditetapkan dan dipublikasikan target keberlanjutan yang
Analisis dilakukan terhadap portofolio consumer banking yang merepresentasikan 86% dari total aset Bank,
berfokus pada area dengan dampak paling signifikan.
menggunakan data posisi Desember 2023. Di dalamnya, pembiayaan KPR subsidi bagi masyarakat berpenghasilan
rendah memiliki porsi signifikan, yaitu sekitar 60% dari total portofolio kredit konsumer.
Sejalan dengan hasil analisis dampak tersebut, BTN tengah mempersiapkan penetapan target untuk area dampak
utama yang telah diidentifikasi, yang akan disampaikan secara lebih rinci dalam laporan terpisah pada pertengahan
tahun ini.
Untuk informasi lebih lanjut silakan merujuk pada Laporan Keberlanjutan BTN mengenai BAB/Sub-BAB:
• Capaian dan Hasil ESG;
• Komitmen BTN pada Prinsip Perbankan Bertanggung Jawab; dan
• BTN Impact Radar.
62 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 63
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Prinsip 3: Progres Implementasi
Klien dan Pelanggan BTN menjalankan perbankan yang bertanggung jawab dengan memastikan pembiayaan diberikan secara prudent,
transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang nasabah.
Prinsip ini menekankan kerja sama yang bertanggung
jawab dengan klien dan nasabah untuk mendorong Dengan memenuhi tujuan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah yang layak dan
praktik bisnis berkelanjutan serta aktivitas ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan mereka, BTN tidak hanya bertumbuh sebagai bisnis, tetapi juga berkontribusi terhadap
menciptakan kemakmuran bagi generasi saat ini dan upaya masyarakat dalam menghadapi tantangan global. Hal ini memperkuat ambisi Bank di bidang lingkungan, sosial,
mendatang. dan tata kelola.
Pendekatan terhadap nasabah dilakukan melalui:
• Analisis kemampuan bayar yang komprehensif dan prinsip kehati-hatian
• Transparansi informasi produk dan biaya
• Program literasi dan edukasi keuangan
• Mekanisme pengaduan nasabah yang responsif
BTN juga memastikan perlindungan data dan privasi nasabah melalui penerapan sistem keamanan informasi,
penguatan kontrol internal, serta kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data yang berlaku.
Dengan demikian, hubungan dengan nasabah dibangun atas dasar kepercayaan, perlindungan, dan keberlanjutan
jangka panjang.
Untuk informasi lebih lanjut silakan merujuk pada Laporan Keberlanjutan BTN mengenai BAB/Sub-BAB:
• Menggerakkan Inovasi Produk ESG dan Digital;
• Manajemen Risiko;
• Pengawasan Produk Keuangan;
• Kebijakan Periklanan yang Adil;
• Pelindungan Finansial Nasabah;
• Privasi dan Keamanan Data Nasabah; dan
• Penanganan Keluhan Produk Keuangan.
63 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 64
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Progres Implementasi
Prinsip 4:
BTN percaya bahwa pemahaman atas dampak, risiko, dan peluang keberlanjutan tidak dapat dilakukan secara sepihak.
Pemangku Kepentingan
Keterlibatan aktif pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memastikan bahwa strategi dan prioritas keberlanjutan
Bank relevan serta responsif terhadap ekspektasi yang terus berkembang.
Prinsip ini menekankan pendekatan proaktif dalam
berkonsultasi, berkolaborasi, dan bermitra dengan
BTN melibatkan nasabah, investor, LSM, manajemen senior, karyawan, regulator, dan otoritas pengawas melalui
pemangku kepentingan yang relevan guna mencapai
proses yang terstruktur. Proses ini diawali dengan stakeholder mapping untuk mengelompokkan pihak-pihak terkait
tujuan bersama bagi masyarakat.
berdasarkan tingkat signifikansi dan isu material, sehingga pendekatan komunikasi dan kolaborasi dapat dilakukan
secara tepat sasaran.
Dalam konteks transformasi sektor perumahan, BTN bekerja sama dengan developer dan supplier untuk mendorong
penerapan praktik konstruksi yang lebih efisien energi, termasuk melalui penggunaan parameter dan checklist
keberlanjutan dalam evaluasi proyek. Upaya ini bertujuan membangun ekosistem perumahan yang lebih berkelanjutan
dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pihak yang terlibat.
Untuk informasi lebih lanjut silakan merujuk pada Laporan Keberlanjutan BTN mengenai BAB/Sub-BAB:
• Pelibatan Pemangku Kepentingan;
• Penilaian Materialitas; dan
• Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
Prinsip 5: Progres Implementasi
Tata Kelola dan Budaya BTN memastikan bahwa komitmen terhadap Principles for Responsible Banking (PRB) terintegrasi dalam sistem
tata kelola dan proses pengambilan keputusan Bank. Integrasi ini dilakukan melalui penguatan struktur organisasi,
Prinsip ini menekankan implementasi komitmen pengawasan strategis, pengkinian kebijakan internal yang relevan, serta penyelarasan prinsip ESG dan PRB dalam
keberlanjutan melalui tata kelola yang efektif serta kerangka tata kelola Bank.
penguatan budaya perbankan yang bertanggung
jawab. Sebagai bagian dari implementasi tersebut, BTN membentuk ESG Committee yang diketuai oleh Direktur Utama untuk
memberikan arahan strategis dan memantau pelaksanaan ESG Roadmap. Dukungan operasional dilakukan oleh ESG
Department yang berkoordinasi dengan direktorat manajemen risiko guna memastikan integrasi aspek ESG dalam
kerangka Governance, Risk, and Compliance (GRC), termasuk dalam pengelolaan risiko iklim.
64 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 65
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
BTN meyakini bahwa efektivitas tata kelola tidak hanya ditentukan oleh struktur dan kebijakan, tetapi juga oleh
budaya organisasi yang mendukung penerapannya. Sejalan dengan hal tersebut, BTN memperkuat internalisasi nilai
keberlanjutan melalui pengembangan kurikulum ESG bagi karyawan, program pelatihan berkelanjutan yang dimonitor
melalui dashboard pembelajaran internal, serta integrasi prinsip keberlanjutan dalam penguatan risk culture dan nilai
perusahaan.
Untuk informasi lebih lanjut silakan merujuk pada Laporan Keberlanjutan BTN mengenai BAB/Sub-BAB:
• Struktur Tata Kelola Keberlanjutan BTN; • Kode Etik dan Etika Bisnis;
• Komitmen Penerapan Tata Kelola; • Manajemen Sumber Daya Manusia; dan
• Strategi Tata Kelola; • Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi.
• Manajemen Risiko;
Prinsip 6: Progres Implementasi
Transparansi dan Akuntabilitas BTN berkomitmen untuk transparan dan akuntabel atas implementasi Principles for Responsible Banking (PRB) serta
atas dampak yang dihasilkan dari aktivitas bisnisnya.
Prinsip ini menekankan peninjauan berkala atas
penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan serta Informasi keberlanjutan diungkapkan melalui Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan yang disusun mengacu
memastikan transparansi dan akuntabilitas atas pada regulasi yang berlaku serta standar pelaporan yang relevan, termasuk GRI Standards, TCFD Recommendations,
dampak dan kontribusi terhadap tujuan pembangunan dan IFRS Sustainability-related Disclosure Standards.
berkelanjutan.
Untuk meningkatkan kredibilitas dan kualitas pengungkapan, informasi keberlanjutan telah melalui proses assurance
independen yang mengacu pada standar AA1000 dan GRI Standards.
Melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance, penguatan sistem pengendalian internal, dan evaluasi berkala
terhadap kebijakan dan praktik keberlanjutan, BTN memastikan bahwa komitmen terhadap responsible banking
dijalankan secara konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh pemangku kepentingan.
Untuk informasi lebih lanjut silakan merujuk pada Laporan Keberlanjutan BTN mengenai BAB/Sub-BAB:
• Tentang Laporan; • Kode Etik dan Etika Bisnis;
• Pernyataan Jaminan Independen; • Implementasi Prinsip Kehati-hatian; dan
• Indeks Standar Laporan; • Pengawasan Internal dan Anti Gratifikasi.
• Struktur Tata Kelola Keberlanjutan BTN;
65 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 66
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
y
it ke
Cred ive
t
nega rea
ct a
impa
Untuk memastikan penerapannya berjalan efektif, Bank telah
melakukan analisis dampak awal terhadap portofolio nasabah
dan berkomitmen menyusun laporan PRB pertama dalam 18
bulan sejak penandatanganan. Selain itu, BTN menetapkan
target spesifik pada area dampak prioritas, sebagai wujud
konsistensi dalam menjalankan prinsip PRB secara terukur dan
berkelanjutan.
BTN Impact Radar
Dalam menerapkan Prinsip Perbankan Bertanggung Jawab PBB,
neg key
e
Bank memahami pentingnya mengevaluasi dampak sosial,
ativ
are t
ac
dit
a
imp
Cre
ekonomi, dan lingkungan dari aktivitas keuangannya. Melalui
positiv
Credit
impac
adopsi kerangka kerja Impact Radar yang dikembangkan oleh
key
Credit
e
t
positiv
impac
key
UNEP FI, Bank mampu mengidentifikasi dan mengelola dampak
e
t
positif maupun negatif secara menyeluruh. Kerangka ini
mencakup tiga pilar utama pembangunan berkelanjutan, yaitu
ekonomi, sosial, dan lingkungan, yang menjadi dasar integrasi
keberlanjutan dalam strategi bisnis Bank.
Pendekatan tersebut diperkuat dengan pemanfaatan UNEP FI
Portfolio Impact Analysis Tools, yang membantu BTN menetapkan
prioritas keberlanjutan secara kontekstual dan berbasis data.
Alat ini memungkinkan perumusan langkah strategis yang
terukur untuk memaksimalkan dampak positif sekaligus
memitigasi potensi dampak negatif. Kombinasi antara Impact
Radar dan alat analisis portofolio tersebut menjadi pijakan
utama dalam pengembangan panduan manajemen dampak
yang komprehensif, sekaligus memastikan keselarasan dengan
C
re
upaya global dalam mencapai SDGs. po ke dit key
dit
im it y
s Cre tive &
s i
pa ive po ative
ct neg t Area
ac y
imp ing ke
Sav sitive
po t area
ac
imp
66 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 67
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Melalui pendekatan ini, BTN melakukan analisis terhadap area dan topik dampak yang Sementara pada area perumahan, BTN berkontribusi dalam peningkatan akses terhadap
relevan dengan portofolionya, terutama pada sektor keuangan dan perumahan, yang hunian layak dan terjangkau. Sekitar 61% penerima KPR BTN berada di wilayah pedesaan
menjadi dua area strategis dengan kontribusi paling signifikan terhadap pembangunan dengan keterbatasan akses terhadap perumahan. Dari sisi usia, sekitar 68,12% penerima
berkelanjutan. Analisis difokuskan pada portofolio nasabah, yang mencakup sekitar 70% manfaat merupakan kelompok usia produktif antara 30 hingga 60 tahun. Selain itu, 31%
dari total portofolio Bank. pembiayaan KPR diberikan kepada perempuan, menunjukkan komitmen BTN dalam
mendukung kesetaraan gender dalam akses perumahan dan pemberdayaan ekonomi
Pada area keuangan, hasil analisis menunjukkan bahwa BTN berperan penting dalam keluarga.
mendorong inklusi keuangan melalui pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan
rendah. Hal ini tercermin dari alokasi 59% portofolio KPR yang ditujukan untuk segmen Melalui proses impact analysis, BTN mengevaluasi sejauh mana aktivitasnya berkontribusi
KPR bersubsidi, memperluas akses pembiayaan perumahan bagi kelompok rentan serta terhadap pencapaian SDGs. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas Bank
memperkuat stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. dalam mengelola dampak sosial dan lingkungan, tetapi juga menegaskan posisinya
sebagai lembaga keuangan yang bertanggung jawab dan berorientasi pada
keberlanjutan jangka panjang.
Impact Analysis BTN pada Tujuan SDGs
Tujuan ke-5 Tujuan ke-8 Tujuan ke-9 Tujuan ke-10 Tujuan ke-11
Mendorong kesetaraan Mendukung penciptaan Berkontribusi pada Memprioritaskan pembiayaan Memberikan akses
gender dengan memberikan lapangan kerja dan pengembangan infrastruktur kepada masyarakat perumahan layak
akses keuangan yang inklusif pertumbuhan ekonomi perumahan dan inovasi yang berpenghasilan rendah, dan terjangkau untuk
bagi perempuan melalui dengan menyediakan mendukung keberlanjutan. khususnya di pedesaan. pengembangan
produk dan layanan yang pembiayaan yang terjangkau. komunitas yang aman dan
dirancang khusus. berkelanjutan.
67 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 68
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Mendorong BTN memperkuat inklusi pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pekerja informal dan pembeli
Kesehatan Finansial rumah pertama, melalui penyaluran KPR Bersubsidi yang lebih terjangkau. Skema ini menurunkan hambatan awal kepemilikan rumah
Berkelanjutan melalui biaya awal yang lebih ringan, angsuran terjangkau, proses pengajuan dan persetujuan yang lebih sederhana, serta dukungan
melalui uang muka mulai 1%.
Kepemilikan
Rumah Inklusif Untuk mendukung ketahanan finansial nasabah, BTN mendorong pengelolaan keuangan jangka panjang melalui produk tabungan
dan investasi serta membangun disiplin pembayaran melalui angsuran yang tetap dan terprediksi. BTN juga menyediakan bundling
asuransi rumah dan jiwa serta dukungan pasca pembelian untuk membantu nasabah mengelola kewajiban pembiayaan secara
bertanggung jawab. Akses produk pelengkap ini diperluas melalui integrasi pada aplikasi Super App balé by BTN.
Selaras dengan agenda keberlanjutan, BTN menginisiasi inovasi “Bayar Angsuranmu Pakai Sampahmu” yang memungkinkan warga
menukarkan sampah rumah tangga di lokasi daur ulang menjadi poin yang dikonversi menjadi Rupiah untuk pembayaran angsuran.
BTN juga mendorong pengembangan hunian yang lebih ramah lingkungan melalui penerapan Rumah Rendah Emisi dengan
penggunaan material daur ulang, pengelolaan sampah, efisiensi air, serta efisiensi energi seperti sirkulasi udara yang baik, rasio
jendela terhadap dinding 15% hingga 30%, dan lampu penerangan jalan bertenaga surya sehingga mendorong komunitas yang lebih
bersih, sehat, dan efisien biaya bagi penghuni.
68 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 69
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
03
Mengelola Lingkungan
yang Bertanggung Jawab
70 Pengelolaan Energi
73 Pengelolaan Emisi
79 Pengelolaan Air dan Efluen
81 Manajemen Limbah
84 Pengendalian dan Kepatuhan
Lingkungan
Page 70
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Perubahan iklim dan degradasi lingkungan merupakan tantangan global yang semakin nyata
dan berpengaruh terhadap keberlanjutan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Menyadari
urgensi tersebut, Bank berkomitmen untuk meminimalkan dampak lingkungan dari seluruh
aktivitas operasionalnya serta memperkuat pengelolaan risiko iklim dan ekosistem sebagai
bagian dari kerangka kerja ESG.
Sebagai wujud komitmen tersebut, BTN mengembangkan berbagai program mitigasi Selain itu, Bank memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan pengelolaan
perubahan iklim dan pelindungan ekosistem. Upaya ini juga mencerminkan dukungan lingkungan dan sosial melalui pelaporan rutin Rencana Pengelolaan dan Pemantauan
Bank terhadap komitmen pemerintah untuk mencapai net zero emission pada tahun Lingkungan (RKL-RPL) sebanyak dua kali setahun. Pelaporan ini dilakukan sesuai
2060 serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya Tujuan ke-13: Penanganan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 45 Tahun 2005 dan peraturan
Perubahan Iklim. perundang-undangan yang berlaku, sebagai bentuk tanggung jawab BTN dalam
menjaga keseimbangan antara kegiatan usaha dan pelestarian lingkungan.
Pengelolaan Energi
Ketersediaan energi berperan penting dalam menjaga kelancaran operasi dan layanan Meskipun konsumsi energi di sektor perbankan relatif lebih rendah dibandingkan industri
perbankan. Dalam menjalankan aktivitasnya, Bank memanfaatkan energi listrik untuk lainnya, BTN memahami bahwa aktivitas operasional tetap memiliki potensi dampak
mendukung sistem pencahayaan, pendingin ruangan, lift, dan berbagai peralatan terhadap lingkungan. Oleh karena itu, pengelolaan energi menjadi bagian penting dari
kantor. Selain itu, Bank juga menggunakan bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan upaya Bank dalam mendukung keberlanjutan. [GRI 3-3]
operasional serta genset sebagai sumber daya cadangan.
70 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 71
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Kinerja Pengelolaan Energi
Sebagai wujud tanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya, BTN melakukan BTN juga melakukan pengukuran intensitas energi dalam Bank untuk menilai tingkat
pengukuran dan pencatatan energi secara menyeluruh. Data tersebut digunakan efisiensi penggunaan energi terhadap aktivitas operasional, baik berdasarkan
sebagai dasar evaluasi efektivitas program penghematan energi dan peningkatan pendapatan dan jumlah kantor cabang, sebagaimana disajikan pada tabel berikut: [GRI
efisiensi operasional. Sejak tahun 2024, cakupan data diperluas dengan menambahkan 302-2, 302-3][OJK F.6]
beberapa kantor cabang, sehingga data yang dikumpulkan menjadi lebih representatif
terhadap keseluruhan operasi Bank, mencakup Kantor Pusat, Kantor Wilayah, dan Kantor Intensitas Penggunaan Energi
Cabang. Atas perluasan tersebut, BTN menetapkan tahun 2024 sebagai tahun dasar
Sumber Energi Satuan 2025 2024 2023
(baseline) perhitungan konsumsi energi, yang akan digunakan sebagai acuan dalam
Pendapatan GJ/Rp 0,000000007 0,000000011 0,000000004
menilai tren efisiensi konsumsi energi pada tahun-tahun berikutnya.
Unit Kantor GJ/Unit kantor 459,82 513,95* 157,56
Pengukuran dilakukan menggunakan metodologi Kementerian Energi dan Sumber Daya *Data disajikan kembali
Mineral (ESDM), dengan mengalikan volume energi yang digunakan dalam satuan fisik
dengan nilai kalor. Berdasarkan metode tersebut, total konsumsi energi dalam BTN Berdasarkan tabel di atas, intensitas energi per unit kantor tahun 2025 mengalami
selama tahun pelaporan disajikan sebagai berikut: penurunan sebesar 10,53% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan diakibatkan
oleh peningkatan inisiatif efisiensi energi pada operasional Bank.
Penggunaan Energi [GRI 3-3, 302-1] [OJK F.6]
Sumber Energi Satuan 2025 2024 2023
Energi Tidak Terbarukan
Listrik GJ 162.616 224.920 34.276
BBM GJ 131.783 155.332 82.321
Energi Terbarukan
Listrik (PLTS) GJ 806 69 -
Total Penggunaan Energi GJ 295.206 380.321* 116.597
*Data disajikan kembali
Berdasarkan tabel di atas, penggunaan energi tahun 2025 mengalami penurunan
sebesar 22,38% atau 85.115 GJ dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan diakibatkan
oleh inisiatif efisiensi energi. Meskipun saat ini Bank belum melakukan perhitungan atas
energi luar BTN dan pengurangan energi yang dibutuhkan untuk produk dan jasa terjual,
Bank berkomitmen untuk mengembangkan metodologi yang lebih komprehensif guna
mengukur efisiensi energi secara menyeluruh pada masa mendatang.
71 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 72
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Inisiatif Pengelolaan Energi
Sebagai bagian dari strategi keberlanjutan, BTN melaksanakan berbagai inisiatif efisiensi
energi yang difokuskan pada area penggunaan energi paling berpengaruh terhadap Panel Surya Kendaraan Listrik SPKLU
12 kantor 48 unit 8 kantor
total konsumsi Bank. Berdasarkan hasil identifikasi, sistem pendingin ruangan (chiller)
dan lift menjadi dua komponen utama penyumbang penggunaan listrik terbesar
di gedung perkantoran. Program efisiensi dilakukan di Gedung Menara BTN dengan
berbagai langkah di antaranya pengaturan suhu optimal, penggunaan peralatan
hemat energi, serta perawatan berkala untuk menjaga kinerja peralatan listrik. Inisiatif Peningkatan Energi Baru Terbarukan (EBT) [GRI 302-4, 302-5] [OJK F.7]
yang telah dilaksanakan, antara lain: [GRI 302-4, 302-5, 305-5] [OJK F.7, F.12]
1. Menggunakan 48 kendaraan listrik untuk mendukung kegiatan operasional; Sebagai wujud komitmen terhadap transisi energi bersih, BTN secara bertahap
2. Membangun 8 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Gedung Menara meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) melalui pemasangan panel
1 BTN, Menara 2 BTN, dan beberapa Kantor Wilayah serta Kantor Cabang sebagai surya di beberapa kantor operasional. Hingga akhir tahun pelaporan, terdapat dua belas
bagian dalam mendukung penggunaan kendaraan listrik dan mengurangi jejak kantor BTN yang telah menggunakan panel surya dengan total kapasitas mencapai
karbon; 473,08 kWp.
3. Mendorong karyawan menggunakan transportasi umum ke kantor;
4. Menggunakan BBM untuk seluruh kendaraan operasional sesuai kebijakan
pemerintah yang melarang penggunaan BBM beroktan tinggi; Penggunaan Panel Surya
5. Mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan Earth Hour sejak tahun 2022; Tahun 2025
6. Menerapkan kebijakan pengurangan beban listrik di kantor setelah jam operasional;
7. Menggunakan building automation system (BAS) untuk mengatur penggunaan
peralatan listrik seperti lampu, lift, dan pendingin ruangan agar lebih efisien;
223.995,26 kWh
8. Menyosialisasikan penghematan energi kepada pegawai BTN;
9. Mengganti lampu TL (tubular lamp) dan esensial menjadi lampu LED (light emitting
diode);
806,38 GJ
10. Memodernisasi 10 unit lift dengan sistem kontrol dan mekanik model terbaru yang
lebih efisien;
11. Menggunakan motion sensor pada ruang rapat untuk mengurangi penggunaan Pemanfaatan panel surya tersebut berhasil menggantikan konsumsi listrik konvensional
lampu; sebesar 806,38 GJ, atau meningkat 1.071% dibandingkan tahun 2024 sebesar 68,87 GJ,
12. Mengganti chiller Menara BTN yang sudah tidak efisien; sehingga menurunkan ketergantungan Bank terhadap energi fosil. Langkah ini menjadi
13. Melakukan penggantian dan pengadaan unit AC baru dengan tipe inverter; dan bukti nyata komitmen BTN dalam menekan emisi karbon dan memperkuat penerapan
14. Menggunakan media iklan dengan videotron LED. prinsip keberlanjutan di seluruh kegiatan operasionalnya.
72 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 73
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pengelolaan Emisi
Emisi Gas Rumah Kaca
Sebagai institusi keuangan yang mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon, Sejalan dengan komitmen tersebut, BTN tengah memperkuat pengelolaan emisi
BTN menempatkan pengelolaan emisi gas rumah kaca (GRK) sebagai salah satu fokus melalui penyusunan target Net Zero Emission (NZE) yang lebih komprehensif serta
utama dalam Pilar Climate Change and Ecosystem pada kerangka kerja ESG. Melalui pengembangan strategi dekarbonisasi yang selaras dengan kerangka Science Based
pendekatan ini, Bank berupaya memastikan bahwa pengelolaan dampak lingkungan Target Initiatives (SBTi). Komitmen ini dituangkan dalam jalur dekarbonisasi yang terukur
dilakukan secara terarah, terukur, dan terintegrasi dengan strategi bisnis serta dan berjangka waktu (Net Zero Path), yang mencakup horizon jangka pendek hingga
pengelolaan risiko jangka panjang. [GRI 3-3] jangka panjang sebagai pedoman penurunan emisi secara bertahap dan konsisten
menuju NZE pada tahun 2050. [GRI 3-3]
73 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 74
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Jalur dekarbonisasi tersebut menjadi kerangka acuan bagi implementasi berbagai kertas, serta penguatan efisiensi operasional. Inisiatif ini juga dilaksanakan sejalan
inisiatif pengurangan emisi dalam operasional Bank (Cakupan 1 dan 2), termasuk dengan Roadmap ESG BTN 2023–2029 serta mendukung kontribusi Bank terhadap
peningkatan efisiensi energi, optimalisasi digitalisasi untuk mengurangi penggunaan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya Tujuan 13
tentang Penanganan Perubahan Iklim.
Tahun dasar (2024)
Ne
tZ
ero
Pa
th Target SBTi
42%
NZE 2050
Historis Jangka Pendek Jangka Panjang
(2020-2025) (1-5 tahun) (5-20 tahun)
Pada tahun 2030, BTN menargetkan BTN menargetkan untuk mencapai Net-
pengurangan emisi operasional bisnis Zero Emissions pada tahun 2050, dengan
sebesar 42%. emisi residu yang tersisa kurang dari 2%.
2020 2025 2030 2035 2040 2045 2050
74 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 75
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Kinerja Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Cakupan 1 dan 2
BTN melakukan inventarisasi GRK untuk mengukur potensi pemanasan global (global
warming potential/GWP) dari CO2, CH2, dan N2O, dengan hasil perhitungan dinyatakan
dalam ton CO2eq. Pemantauan emisi dilakukan secara rutin di seluruh area operasional,
mencakup Kantor Pusat, Kantor Wilayah dan Kantor Cabang, meliputi:
Cakupan 1 Cakupan 2
Emisi langsung dari penggunaan Emisi tidak langsung
bahan bakar transportasi, genset, dari penggunaan
dan refrigeran. listrik PLN.
75 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 76
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Perhitungan emisi menggunakan pendekatan operational control, metodologi IPCC memungkinkan pemantauan tren pengurangan emisi dari tahun ke tahun, serta menjadi
Guidelines 2006 (pembaruan 2019), serta standar ISO 14064. Faktor emisi listrik mengacu indikator pencapaian target pengurangan emisi. [GRI 305-4] [OJK F.11]
pada DJK-ESDM 2020, sedangkan faktor emisi bahan bakar menggunakan data Lemigas
ESDM 2021. Emisi CO2 biogenik tidak termasuk dalam perhitungan ini. [GRI 305-1, 305-2] [OJK F.11] Tabel Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 dan 2
Denominator Satuan 2025 2024 2023
Kinerja emisi GRK Cakupan 1 dan 2 BTN selama periode pelaporan disajikan sebagai
Pendapatan ton CO2eq /Rp 0,0000000014 0,0000000020 0,0000000005
berikut:
Unit Kantor ton CO2eq /unit kantor 90,66 92,07 21,95
Tabel Emisi GRK Cakupan 1 dan 2
Kinerja Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Cakupan 3 [SASB FN-CB-410b.1, FN-
Sumber Emisi Keterangan Satuan 2025 2024 2023
CB-410b.2, FN-CB-410b.4]
Emisi GRK Cakupan 1
Emisi langsung dari ton CO2eq
271 210 124 Sejalan dengan perluasan pelaporan emisi BTN, Bank juga telah memetakan dan
Bahan bakar minyak pembakaran stasioner
(BBM) menghitung emisi GRK Cakupan 3. Pengukuran dilakukan untuk tiga jenis gas rumah
Emisi langsung dari ton CO2eq
7.692 9.160 4.844 kaca, yaitu CO2, N2O, dan CH4. Emisi Cakupan 3 tersebut mencakup tiga kategori utama:
pembakaran bergerak
Penggunaan refrigeran Emisi Fugitive ton CO2eq 5.028 2.685 2.314
Total emisi GRK Cakupan 1 ton CO2eq 12.992 12.054 7.282
Purchased goods and services: Emisi dari barang dan jasa yang
Emisi GRK Cakupan 2
dibeli oleh Bank, dihitung sesuai GHG Protocol;
Listrik ton CO2eq 40.292 56.074 8.694
Total emisi Cakupan 2 ton CO2eq 40.292 56.074 8.694
Total emisi Cakupan 1 dan 2 ton CO2eq 53.284 68.128 16.246
Business travel: Emisi dari perjalanan bisnis pegawai, termasuk
Emisi GRK Cakupan 1 dan 2 pada tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 14,56% transportasi dan akomodasi, mengikuti standar GHG Protocol;
dibandingkan tahun 2024 sebagai tahun dasar. Penurunan ini dipengaruhi oleh inisiatif
efisiensi energi yang telah dilaksanakan dan peningkatan penggunaan EBT. Tahun
2024 dipilih sebagai baseline karena cakupan data yang digunakan telah dinilai paling
Financed emissions: Emisi dari jasa keuangan, investasi, dan
komprehensif, mencakup seluruh unit kerja serta penerapan pendekatan proxy pada
pinjaman BTN kepada nasabah, dihitung menggunakan standar
data yang sebelumnya belum tersedia, sehingga memberikan dasar perbandingan
The Partnership for Carbon Accounting Financials (PCAF).
yang lebih akurat dan representatif.
Analisis dilakukan per sektor usaha, termasuk konstruksi, energi,
transportasi, dan industri pengolahan.
Selain total emisi, BTN menghitung intensitas emisi GRK, yaitu jumlah emisi per pendapatan
dan per unit kantor. Intensitas ini memberikan gambaran efisiensi operasional sehingga,
76 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 77
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Perhitungan emisi Cakupan 3 ini memberikan dasar strategis bagi Bank dalam menilai Inisiatif Penurunan Gas Rumah Kaca [GRI 305-5] [OJK F.12]
dan mengelola dampak GRK secara menyeluruh, serta menjadi acuan dalam perumusan
kebijakan dan inisiatif pengurangan emisi rantai pasok yang lebih terarah dan terukur Berdasarkan hasil pengukuran dan analisis emisi, BTN telah melaksanakan berbagai
pada masa mendatang. inisiatif untuk menurunkan GRK, baik pada operasional langsung maupun melalui
pengelolaan portofolio dan rantai pasok:
Meskipun demikian, mengingat luas dan beragamnya kategori dalam Cakupan 3, 1. Efisiensi energi dan energi terbarukan
pengukuran saat ini masih dilakukan secara bertahap dan Bank belum menetapkan Pemasangan panel surya di dua belas kantor dan penggunaan kendaraan listrik
baseline untuk Cakupan 3. BTN juga tengah menyusun target dan peta jalan Net sebanyak 48 unit untuk mendukung operasional yang rendah karbon.
Zero Emissions (NZE) yang akan menjadi landasan dalam penetapan baseline serta 2. Sustainable procurement dan pengelolaan limbah berkelanjutan
penguatan strategi penurunan emisi Cakupan 3 secara lebih komprehensif ke depan. Mengurangi emisi dari barang dan jasa yang dibeli serta meminimalkan dampak
lingkungan dari limbah operasional.
Informasi mengenai hasil perhitungan emisi GRK Cakupan 3 disajikan sebagai berikut: 3. Portfolio Guideline berbasis prinsip ESG
[GRI 305-3] [OJK F.11] Menjaga portofolio kredit agar tidak menyalurkan dana ke sektor berisiko tinggi
terhadap lingkungan, sekaligus mengendalikan financed emissions.
Rekapitulasi Emisi Cakupan 3 BTN 4. Keterlibatan mitra kerja
Mendorong pengungkapan nilai GRK dari produk yang ditransaksikan dengan Bank
Kategori Satuan 2025 2024 2023
untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas rantai nilai.
Purchased goods and services ton CO2eq 4.922 4.739 6.447
Business travel ton CO2eq 711 3.294,32 285
Langkah Hijau untuk Serap Karbon
Financed emissions* [FN-CB-410b.3] ton CO2eq 3.734.612 573.032 691.256,65
Total ton CO2eq 3.740.245 581.065,32 698.018,65 BTN berkomitmen untuk melestarikan lingkungan melalui berbagai program dan
*Cakupan financed emissions tahun 2025: 100% portofolio corporate dan 100% commercial [FN-CB-410b.3]
kegiatan konservasi. Salah satu langkah penting yang ditempuh adalah memastikan
bahwa kantor operasional tidak berlokasi di kawasan konservasi atau area dengan
Pada tahun 2025, emisi GRK Cakupan 3 terutama financed emissions mengalami keanekaragaman hayati yang dilindungi. Komitmen ini menjadi landasan bagi Bank
peningkatan akibat perubahan metodologi dari tahun sebelumnya. dalam merancang dan menjalankan berbagai inisiatif lingkungan. [GRI 3-3] [OJK F.9, F.10]
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Bank melaksanakan program penghijauan melalui
penanaman berbagai jenis pohon, seperti jati, mahoni, dan mangrove, untuk mendukung
pelestarian ekosistem sekaligus berkontribusi pada penurunan emisi karbon. Kegiatan
ini dilaksanakan di sejumlah KC dan berbagai lokasi lainnya.
77 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 78
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Untuk memastikan efektivitasnya, Bank menghitung serapan karbon dari pohon yang Serapan Karbon Penanaman Pohon
ditanam agar dampaknya dapat diukur secara kuantitatif. Rinciannya disajikan pada
Uraian Satuan 2025 2024 2023
tabel berikut.
Total Pohon Pohon 26.648 29.615 5.323
Total Nilai Serapan Karbon ton CO2eq 31.600 18.291 3.449
Penanaman Mangrove
Program restorasi ekosistem mangrove untuk karbon biru (mangrove restoration for biodiversity
and blue carbon) merupakan inisiatif strategis BTN dalam mendukung pelestarian ekosistem
pesisir, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta penguatan ketahanan sosial dan ekonomi
masyarakat pesisir. Program ini dilaksanakan pada tahun 2025 di tiga lokasi prioritas, yaitu Situs
Belajar Rehabilitasi Mangrove Lantebung (Kota Makassar), Desa Wonokerto (Kabupaten Pekalongan),
dan Mangrovesari Kaliwlingi (Kabupaten Brebes) serta Desa Muara Adang (Kabupaten Paser),
dengan total luas rehabilitasi sebesar 3 hektar dan penanaman 7.600 bibit mangrove. Pelaksanaan
program difokuskan pada kegiatan rehabilitasi dan pengkayaan jenis mangrove melalui penanaman,
penyulaman, perawatan, dan monitoring pertumbuhan dan jalur akses monitoring. Program ini juga
mengedepankan pendekatan berbasis masyarakat dengan melibatkan kelompok lokal dan mitra
hibah dalam seluruh tahapan kegiatan, sehingga mendukung keberlanjutan pengelolaan ekosistem
mangrove serta peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat pesisir.
Dukungan Penguatan Kawasan Mangrove
dan Kepiting Bakau di Lantebung
BTN bersama Yayasan KEHATI dan YKL Indonesia memperkuat ekosistem pesisir Lantebung, Makassar,
melalui penanaman 2.500 mangrove dan pelepasliaran 100 kepiting bakau dengan melibatkan
masyarakat lokal. Inisiatif ini berdampak langsung pada pemulihan ekosistem pesisir, peningkatan
penyerapan karbon untuk mitigasi perubahan iklim, bertambahnya ruang terbuka hijau, serta
tumbuhnya ekonomi masyarakat melalui ekowisata dan perikanan, dengan keberlanjutan yang
dijaga lewat perawatan dan pemantauan berbasis komunitas.
78 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 79
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Emisi Zat Perusak Ozon, Polutan Organik yang Persisten, dan Emisi Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pengurangan bertahap penggunaan
Udara Signifikan Lainnya refrigeran pada sistem pendingin udara (AC) untuk menekan potensi pelepasan gas
dengan potensi pemanasan global tinggi. [GRI 305-6, 305-7] [OJK F.11, F.12]
Sebagai lembaga keuangan yang berfokus pada layanan keuangan dan investasi,
aktivitas operasional Bank tidak relevan dengan zat perusak ozon maupun emisi udara Informasi mengenai penggunaan refrigeran dapat diuraikan pada tabel berikut:
signifikan, seperti polutan organik persisten (POPs), senyawa organik volatil (VOC),
materi partikulat (PM), dan emisi sejenis lainnya. Sehubungan dengan hal ini, BTN Jumlah Penggunaan Refrigeran
belum melakukan penghitungan terkait polutan tersebut. Meskipun demikian, BTN tetap
Uraian Satuan 2025 2024 2023
berkomitmen untuk mengelola dampak lingkungan melalui pengurangan emisi udara.
Penggunaan refrigeran kg 3.868 2.065 1.780
Pengelolaan Air dan Efluen
Konservasi Air
Pengelolaan air merupakan komponen penting bagi kelancaran operasional Bank, Pemantauan konsumsi air dilakukan melalui pencatatan penggunaan berdasarkan
terutama untuk kebutuhan domestik kantor seperti kebersihan, aktivitas peribadatan, tagihan PDAM dan pengukuran flow meter. Mulai tahun 2024, data yang disajikan
dan penyiraman area hijau. Sebagian besar pasokan air diperoleh dari PDAM, mencakup Kantor Pusat, Kantor Wilayah, dan Kantor Cabang. Hingga tahun pelaporan,
sedangkan sisanya berasal dari sumur dalam. Dengan mempertimbangkan potensi Bank belum melakukan penilaian tingkat stres air di wilayah operasional. Informasi
risiko lingkungan seperti efluen, kelangkaan air, dan banjir, BTN mengelola sumber daya penggunaan air disajikan pada tabel berikut:
air secara bertanggung jawab. Seluruh aspek pengelolaan sumber daya air dilakukan
dengan merujuk pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air. Tabel Pengambilan dan Penggunaan Air [GRI 303-3, 303-5] [OJK F.8]
[GRI 3-3, 303-1]
Uraian Satuan 2025 2024* 2023
Air pihak ketiga (PDAM) m 3
409.384 2.230.324 284.419
Sebagai bentuk komitmen lingkungan, Bank menetapkan target pengurangan
Air tanah m3 542.959 20.199.179 7.095
penggunaan air sebesar 30% pada tahun 2029. Target ini menjadi acuan untuk
Total m 3
952.344 22.429.503 291.514
meningkatkan efisiensi pemanfaatan air di seluruh unit operasional tanpa mengganggu
*Data disajikan kembali
ketersediaan air bagi lingkungan sekitar.
79 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 80
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Untuk mendukung pencapaian target pengurangan air, Bank menjalankan berbagai 2. Pemanfaatan air hasil olahan IPAL dan air hujan untuk kegiatan operasional non-
inisiatif efisiensi dan pengelolaan air secara berkelanjutan. Inisiatif tersebut, antara lain: konsumsi seperti penyiraman taman, pengisian kolam air mancur, dan pencucian
1. Penggunaan air PDAM sebagai sumber utama sesuai dengan peraturan daerah kendaraan.
(Perda) terkait penggunaan air tanah;
2. Pemanfaatan 25 sumur resapan dengan kapasitas masing-masing sebesar 3,39
m3;
3. Memiliki 22 titik biopori yang tersebar di area Menara BTN;
4. Pemasangan poster imbauan di area toilet sebagai upaya sosialisasi penghematan
air;
5. Pengaturan debit air di Gedung Menara BTN; dan
6. Pemanfaatan air cooling untuk penyiraman tanaman.
Pengelolaan Efluen
Bank memastikan limbah cair dikelola secara bertanggung jawab dengan mengacu
pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 122 Tahun 2005. Kualitas limbah diuji setiap
tiga bulan untuk memastikan seluruh parameter memenuhi baku mutu sebelum dilepas
ke lingkungan. Rekapitulasi volume pembuangan air limbah sepanjang tahun pelaporan
yang mencakup data Kantor Pusat disajikan sebagai berikut: [GRI 303-2, 303-4] [OJK F.13]
Volume Pembuangan Air
Pembuangan Air Satuan 2025 2024* 2023*
Total Pembuangan Air m3 11.944 26.241 25.009
*Data disajikan kembali
Untuk memastikan limbah cair dikelola secara aman dan tidak menimbulkan dampak
lingkungan, Bank melengkapi proses pengolahan dengan berbagai langkah pendukung.
Upaya pengelolaan efluen diperkuat melalui inisiatif berikut: [OJK F.14]
1. Pengoperasian instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Gedung Menara BTN dengan
kapasitas 260 m3/hari dilakukan sesuai dengan izin pembuangan yang berlaku.
Sementara itu, IPAL pada Gedung Menara 2 BTN memiliki luas 18 m³ dan beroperasi
sesuai standar pengelolaan air limbah yang ditetapkan.
80 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 81
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Manajemen Limbah
Pengelolaan Limbah
Kegiatan operasional BTN menghasilkan beragam limbah yang perlu dikelola agar tidak
Pengurangan
0,58 ton
berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan. Limbah tersebut terdiri dari limbah dari limbah yang telah di daur ulang di tahun 2025 melalui
non-B3, seperti sampah kantor dan furnitur yang tidak lagi digunakan, serta limbah B3 kerjasama dengan pihak ketiga berizin.
yang mencakup oli bekas kendaraan dan genset, peralatan elektronik yang rusak, lampu
bekas, dan aki bekas. [GRI 3-3, 306-1]
Pengelolaan dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan, termasuk Undang-
Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, Peraturan Pemerintah
Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3, dan Peraturan Pemerintah
Nomor 74 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun. Untuk limbah B3, BTN
bekerja sama dengan pihak ketiga berizin yang memastikan proses penanganan dan
pemindahan limbah mengikuti standar teknis dan prinsip kehati-hatian. [GRI 3-3, 306-2, 306-4]
Volume dan pengelolaan limbah Kantor Pusat selama tahun pelaporan disajikan pada
tabel berikut:
Tabel Timbulan Limbah [GRI 306-3, 306-4, 306-5] [OJK F.13, F.14]
Jenis Sampah Satuan 2025 2024 2023
Sampah gedung Ton 108,29 131,76 119,01
Limbah sisa makanan, minuman (organik) Ton 17,81 5,47 5,47
Kertas dan kardus Ton 11,91 0,00 0,00
Gelas, kaleng, dan plastik Ton 7,40 0,00 0,00
Oli bekas Ton 0,53 0,00 0,01
Lampu TL, PLC, balas, dan kabel Ton 0,02 0,01 0,03
Limbah tabung freon Ton 0,03 0,00 0,00
Jenis sampah lainnya Ton 0,00 0,00 0,00
Total Ton 145,25 137,77 124,52
81 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 82
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Seluruh limbah yang dihasilkan oleh Bank, baik B3 maupun Non-B3, dikelola 100% secara Untuk menekan penggunaan dokumen fisik, BTN memperkuat transformasi digital di
off-site oleh pihak ketiga berizin sesuai ketentuan yang berlaku. Khusus limbah Non-B3, berbagai proses kerja. Langkah ini sekaligus meningkatkan efisiensi layanan dan kualitas
dilakukan pemilahan menjadi tiga kategori, yaitu sampah anorganik yang diproses pengelolaan data. Program digitalisasi yang diimplementasikan meliputi: [GRI 305-5, 306-2]
di recycle center dan disalurkan kembali untuk didaur ulang, limbah organik yang [OJK F.1, F.12]
dimanfaatkan kembali (antara lain sebagai pakan maggot), serta limbah residu yang 1. Digitalisasi Proses Bisnis dan Layanan
tidak dapat diolah dan selanjutnya dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Informasi • Aplikasi end to end procurement untuk digitalisasi end-to-end proses pengadaan;
kuantitatif atas masing-masing kategori limbah tersebut belum dapat diungkapkan, • Kartu debit virtual dan fitur SBN di balé by BTN;
mengingat seluruh proses pengelolaan dan pencatatan dilakukan oleh pihak ketiga • Aplikasi BTN Properti sebagai platform web based yang berisi daftar rumah dari
yang ditunjuk. [GRI 306-4, 306-5] pengembang yang bekerja sama dengan BTN;
• Aplikasi e-Bank Garansi sebagai pengelolaan pernyataan yang dikeluarkan oleh
Untuk meminimalkan dampak lingkungan, BTN melaksanakan berbagai inisiatif Bank (dhi BTN) atas permintaan nasabah untuk menjamin risiko tertentu yang
pengelolaan limbah yang sejalan dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Upaya yang timbul apabila nasabah tidak dapat menjalankan kewajibannya kepada pihak
dilakukan difokuskan pada pengurangan timbulan sampah, optimalisasi pemanfaatan yang menerima jaminan;
kembali, serta pengelolaan limbah berbahaya secara aman. Inisiatif yang dijalankan • Layanan e-Deposito di balé by BTN untuk digitalisasi proses bisnis penghimpunan
meliputi: [GRI 306-4] DPK (Deposito);
1. Edukasi internal untuk mengurangi penggunaan produk sekali pakai; • Aplikasi NEXA memiliki fitur individual customer onboarding & account opening,
2. Pemanfaatan sampah daun menjadi kompos; e-form, signature verification dan queue management system, untuk mendukung
3. Penyediaan fasilitas tempat penyimpanan sementara (TPS) dengan kapasitas 14 m 3
digitalisasi layanan nasabah pada Kantor Cabang; dan
di Menara BTN dan 18 m3 di Menara 2 BTN; • BTN Digital Store memiliki fitur customer service digital, pengalaman augmented
4. Penyediaan fasilitas pemilahan sampah di setiap lantai untuk mempermudah reality, video banking, percepatan proses pembukaan rekening, pemanfaatan
proses pengelolaan; teknologi artificial intelligence, digital form dan the living city, sebagai digitalisasi
5. Penyediaan tempat penyimpanan sementara limbah B3 (TPS B3) untuk memastikan layanan perbankan.
penanganan yang aman sebelum diserahkan kepada pengelola berizin. 2. Digitalisasi Dokumen dan Administrasi Internal
• Penggunaan surat elektronik untuk korespondensi.
Pengelolaan Penggunaan Kertas dan Inisiatif Digitalisasi • Aplikasi iWork/iFlow untuk manajemen dokumen dan disposisi.
• Aplikasi PPDigital sebagai portal kebijakan internal.
Kertas merupakan salah satu material yang paling banyak digunakan dalam kegiatan • Aplikasi e-MoM untuk pengelolaan notula rapat direksi.
operasional BTN, mulai dari administrasi, pencetakan laporan, hingga dokumen transaksi. • Aplikasi Operational Risk Tools (ORMIS) untuk pengelolaan risiko operasional;
Tingginya kebutuhan tersebut berpotensi menambah timbulan limbah, peningkatan • Aplikasi e-Committee dan e-RKK untuk pengelolaan notula rapat Komite Direksi;
emisi GRK, dan berdampak pada lingkungan, sehingga Bank berupaya mengelola • Aplikasi BTN Best, B-Gate, iLoan, iDocs, iWealth, dan Smart Collection sebagai
konsumsi kertas secara lebih efisien dan berkelanjutan. [GRI 3-3, 306-1] bagian dari digitalisasi administrasi internal Bank; dan
82 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 83
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
• Fitur Digital Signature untuk efisiensi dan simplifikasi proses penandatanganan ulang kertas yang masih layak digunakan, penghancuran dokumen penting yang sudah
dokumen terkait Approval Perjanjian Kredit, Dokumen Bank Garansi serta memo tidak diperlukan, serta kerja sama dengan pihak ketiga untuk mendaur ulang limbah
internal di BTN. kertas nonrahasia. Saat ini BTN belum menggunakan material ramah lingkungan seperti
• Aplikasi e-Committee dan e-RKK untuk pengelolaan notula rapat Komite Direksi. kertas daur ulang maupun material reclaimed dalam operasional. [GRI 3-3, 301-1, 301-2, 301-3,
306-2] [OJK F.5]
BTN mengoptimalkan program digitalisasi sebagai langkah utama dalam mengurangi
penggunaan kertas. Sepanjang tahun pelaporan, inisiatif ini berhasil menghemat sekitar Informasi mengenai penggunaan kertas selama tahun pelaporan disajikan pada tabel
3.318.019 lembar kertas, yang setara dengan penghindaran emisi sebesar 199,1 ton CO2eq berikut:
atau konservasi sekitar 3.318 pohon per tahun.
Tabel Penggunaan Kertas
Selain digitalisasi, BTN menjalankan serangkaian inisiatif untuk mengurangi timbulan
Uraian Satuan 2025 2024 2023
limbah kertas. Upaya tersebut mencakup kampanye bebas sampah plastik, pemanfaatan
Penggunaan Kertas Lembar 82.039.575 78.987.938 25.592.000
Penguatan Tata Kelola melalui Digitalisasi dan AI
Pada tahun 2025, BTN memperkuat tata kelola dan
implementasi ESG melalui pemanfaatan PPDigital dan
peluncuran AI Pvita. PPDigital berhasil diakses oleh
9.516 pengguna dengan 192.237 kali akses, sementara
AI Pvita mencatat 12.011 kali akses sepanjang tahun.
Pemanfaatan AI ini memungkinkan pegawai mencari
dan memahami peraturan secara cepat dan akurat,
sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.
Inisiatif ini juga memperkuat kepatuhan terhadap regulasi
terbaru, mengurangi risiko kesalahan interpretasi, serta
mendorong budaya digital dan transformasi teknologi di
lingkungan kerja.
83 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 84
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan dengan Tanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pengendalian dan Kepatuhan Lingkungan
Pengelolaan material yang memiliki risiko menjadi perhatian BTN karena tumpahan Sebagai bagian dari komitmen dalam menjaga kualitas lingkungan, BTN mengalokasikan
bahan kimia, minyak, atau bahan bakar dapat menimbulkan dampak lingkungan dan anggaran khusus untuk kegiatan pengelolaan lingkungan sebagai berikut. [OJK F.4]
kesehatan. Bank menerapkan prosedur penanganan yang ketat untuk mencegah
insiden. Sepanjang tahun 2025 tidak tercatat tumpahan maupun pengaduan signifikan Biaya Pengelolaan Lingkungan [OJK F.4]
terkait ketidakpatuhan atas pengelolaan lingkungan. Hasil ini mencerminkan efektivitas
Keterangan Biaya Pengelolaan
pengendalian internal dan kepatuhan BTN terhadap standar lingkungan. [OJK F.15]
Pengelolaan limbah cair (IPAL) Rp483.284.869
Komitmen BTN dalam menerapkan praktik terbaik dan mematuhi peraturan serta Pengelolaan sampah Rp136.228.640
ketentuan lingkungan yang berlaku juga terbukti nyata, dengan tidak adanya Penanaman pohon Rp5.266.887.500
pelanggaran yang berakibat pada denda atau sanksi nonmoneter sepanjang tahun
Total Rp5.886.401.009
2025, serta tidak terdapat pengaduan lingkungan yang diterima. [GRI 3-3, 2-27] [OJK F.16]
Green Building [GRI 305-5] [OJK F.12]
BTN menjadikan konsep green office sebagai bagian penting dari komitmen lingkungan dalam operasional Bank.
Seluruh penerapan dilakukan sesuai regulasi nasional terkait pengelolaan lingkungan, air, sampah, dan limbah
B3. Melalui prinsip bangunan hijau, BTN meningkatkan efisiensi energi dan air, memperbaiki manajemen limbah,
menggunakan material ramah lingkungan, serta menjaga kualitas udara dalam gedung. Proses sertifikasi bangunan
hijau dilakukan setelah tahap pembangunan selesai sebagai bagian dari evaluasi kinerja lingkungan bangunan
secara menyeluruh. [OJK F.1]
Komitmen ini mendapat pengakuan melalui pencapaian Menara 2 BTN yang meraih sertifikasi Green Building dengan
predikat tertinggi yaitu Platinum, dari Green Building Council Indonesia (GBCI), dengan kinerja unggul seperti efisiensi
energi 21,86%, penambahan area hijau sebesar 32,1%, dan penghematan air sebesar 26,7%. Keberhasilan tersebut
mendorong perluasan implementasi bangunan hijau pada gedung BTN di IKN, Kelapa Gading Square, Kebon Jeruk,
Ecopark Gandul, dan Learning Center BTN di Dago.
Seluruh inisiatif ini mendukung pencapaian keberlanjutan aspek lingkungan dalam SDGs dan selaras dengan Roadmap
ESG dalam memperkuat posisi BTN sebagai pionir praktik keberlanjutan di sektor perbankan.
84 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 85
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
04
Menumbuhkan Potensi
dan Kesejahteraan
Pegawai
86 Manajemen Sumber Daya Manusia
89 Keberagaman, Kesetaraan, dan
Inklusi
101 Pelatihan dan Pengembangan
Kompetensi
111 Pelindungan dan Pemenuhan Hak
Pegawai
117 Keselamatan dan Kesehatan
Pegawai
119 Hubungan Industrial yang
Harmonis
120 Kepatuhan Sosial dan Ekonomi
Page 86
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Manajemen Sumber Daya Manusia
Untuk mewujudkan visinya, BTN
menetapkan misi “Menjadi rumah
Home of Indonesia’s Best Talents
bagi talent terbaik Indonesia”. Misi
tersebut dijalankan melalui berbagai
Dynamic Workplace FIlled with Productive, Prominent, and Prosperous Talents with Global Mindset
program pengembangan sumber daya
manusia (SDM) jangka pendek maupun Talent, Leadership, & Employee Wellbeing & HC Operational Excellence
Talent Magnet Employee Productivity
menengah yang selaras dengan arah Capabilities Development Experience & Technology
strategis dalam Corporate Plan BTN Menjadi top of mind Menjadi tempat kerja yang Memiliki Kebijakan HC
Memiliki produktivitas Memiliki Strong Leadership
2025-2029, antara lain: companies bagi talent mendukung pegawai sehat yang unggul dan layanan
pegawai di atas rata-rata Pipeline dan menjadi
terbaik di Indonesia untuk fisik, mental, finansial, dan HC yang faster, better,
Top 10 Bank Talent Producer
berkarir sosial cheaper melalui teknologi
Employer Branding Ranking Laba/Pegawai % MCJ Successor Ratio Employee Wellbeing Index % AI Adoption in HC Cycle
Employee Engagement HC Service Satisfaction
Global-Oriented Talents PPOP/Pegawai % BUMN Qualified Talent
Index Index
Turn Over Rate Asset/Pegawai %Women and <42 Talent Culture Assessment Index
3. Workforce Planning & Recruitment:
1. Organization Design: Develop Agile 2. Culture: Develop Culture Program to Shape
Reshaping “Soccer Field” & Improve
Organization & Optimize HC Advisory Productive and High Performing Employee
feeder quality aligned with Bank Strategic
Function Behaviour
Initiatives
4. Learning & Capability Development: Develop 6. Leadership Development & Succession:
5. Talent & Career Management: Create solid
Critical Capabilities to be able to execute Develop solid Talent Bench strength/
talent pool through well-designed Talent
Bank Strategic Initiatives through Up- Leadership pipeline through best in class
Management & Progressive Career path
skilling & Re-skilling leadership development program
7. Performance Management: 8. Compensation & Benefit 10. HC Technology: Accelerate
Revamp Individual Management: Enhance 9. Employee Wellbeing: Ensure Automated HC Operations &
Performance Management Performance Based Employee Wellbeing through Establish AI- Infused Decision
System linking with Compensation Packages Supportive & Inclusive Working Support System to elevate
Productivity/ Drive Business & Maintain Market Environment HC Service Effectiveness &
Output Competitiveness efficiency
86 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 87
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Implementasi strategi tersebut dilakukan melalui berbagai inisiatif human capital, 6. Develop Sales Capabilities by Establishing Sales Academy
antara lain: Mengembangkan kapabilitas penjualan secara komprehensif dan berkelanjutan
1. Optimize Human Capital Business Partner Function melalui pembentukan Sales Academy yang terstruktur, berfokus pada penguasaan
Mengoptimalkan fungsi Human Capital Business Partner (HCBP) sebagai mitra produk, consultative selling, pemanfaatan data, dan pengelolaan customer lifecycle
strategis bisnis dengan memperkuat peran konsultatif, kapabilitas analisis tenaga untuk mendorong peningkatan kinerja penjualan dan daya saing perusahaan.
kerja, serta pemahaman end-to-end terhadap strategi dan model bisnis, sehingga 7. Develop IT, Digital, Risk Management, and Analytic Capabilities
kebijakan dan intervensi Human Capital mampu memberikan dampak langsung Memperkuat kapabilitas IT, digital, manajemen risiko, dan analitik melalui program
terhadap kinerja, produktivitas, dan pertumbuhan perusahaan. upskilling, reskilling, serta pengembangan talenta strategis guna mendukung
2. Establish New Pillar “Digital Culture” & Strengthen Sales Culture transformasi digital, pengelolaan risiko yang efektif, serta pengambilan keputusan
Membangun pilar baru Digital Culture yang terintegrasi dengan penguatan Sales berbasis data yang akurat dan tepat waktu.
Culture melalui internalisasi mindset digital, pemanfaatan data dan teknologi 8. Develop Dual Career Path for Sales, IT, and Dealer
dalam proses kerja, serta penanaman orientasi hasil dan customer-centricity untuk Mengembangkan skema dual career path bagi fungsi Sales, IT, dan Dealer untuk
menciptakan organisasi yang adaptif, agile, dan berfokus pada pertumbuhan memberikan jalur karier yang setara antara spesialis dan kepemimpinan, sehingga
revenue berkelanjutan. mampu meningkatkan motivasi, retensi talenta unggulan, serta keberlanjutan
3. Develop Strong Governance, Risk and Compliance (GRC) Culture for Leaders keahlian kritikal dalam organisasi.
Mengembangkan budaya Governance, Risk, and Compliance (GRC) yang kuat 9. Revamp Mission Critical Job (MCJ) KPI
di kalangan pimpinan melalui peningkatan kapabilitas kepemimpinan dalam Melakukan penyempurnaan KPI Mission Critical Job (MCJ) agar lebih selaras dengan
pengelolaan risiko, kepatuhan, dan tata kelola yang baik, sehingga setiap keputusan strategi perusahaan dan fokus pada kontribusi nilai tambah, outcome bisnis, serta
strategis dijalankan secara prudent, berintegritas, dan mendukung keberlanjutan produktivitas, sehingga mendorong kinerja optimal pada peran-peran yang paling
bisnis jangka panjang. berdampak terhadap pencapaian tujuan strategis.
4. Improve Change Agent Capabilities to Drive Productivity 10. Enhance Performance-Based Remuneration Scheme
Meningkatkan kapabilitas change agent di seluruh organisasi melalui penguatan Meningkatkan skema remunerasi berbasis kinerja dengan memperkuat keterkaitan
kompetensi kepemimpinan perubahan, komunikasi strategis, dan eksekusi antara pencapaian individu, unit kerja, dan kinerja korporasi, guna mendorong
transformasi, guna memastikan setiap inisiatif perubahan mampu mendorong budaya pay for performance, meningkatkan produktivitas, dan memastikan
peningkatan produktivitas, efisiensi proses, dan akselerasi pencapaian target bisnis. penghargaan yang adil serta kompetitif.
5. Recompose Manpower Posture Inline with Business Strategy 11. Implement Employee Recognition Programs
Melakukan penataan ulang manpower posture secara strategis agar selaras Mengimplementasikan program penghargaan karyawan yang terstruktur dan
dengan arah dan prioritas bisnis melalui optimalisasi struktur organisasi, realokasi berkelanjutan untuk mengapresiasi kinerja unggul, inovasi, dan kontribusi strategis,
sumber daya manusia, serta penyesuaian kompetensi untuk meningkatkan efisiensi sehingga dapat meningkatkan engagement, loyalitas, dan budaya kinerja tinggi di
biaya, kelincahan organisasi, dan rasio produktivitas per pegawai. seluruh organisasi.
87 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 88
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
12. Develop Employee Well-Being Program 13. Automation of Human Capital Processes
Mengembangkan program employee well-being yang holistik dan terintegrasi Melakukan otomatisasi proses Human Capital secara end-to-end melalui
mencakup aspek fisik, mental, finansial, dan sosial guna menciptakan lingkungan pemanfaatan teknologi digital dan sistem terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi
kerja yang sehat, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan operasional, akurasi data, kualitas layanan HC, serta memungkinkan fungsi Human
kinerja dan ketahanan organisasi. Capital lebih fokus pada peran strategis.
Human Capital Summit 2025,
Perkuat Transformasi Talenta BTN Human Capital Summit 2025 menjadi forum strategis untuk memperkuat transformasi
talenta menuju visi BTN 2029. Acara yang dihadiri Menteri Ketenagakerjaan RI, jajaran
komisaris, direksi, dan pegawai dari seluruh Indonesia ini menegaskan pentingnya
ekosistem SDM yang inovatif, berkelanjutan, dan harmonis, sekaligus mendorong
pengembangan talenta yang tangguh, adaptif, dan berorientasi pada produktivitas di era
disrupsi dan digitalisasi.
Dalam kegiatan ini, BTN mengaktivasi delapan program unggulan Human Capital, termasuk
PKB 2025–2027, Rencana Jangka Panjang Human Capital 2025–2029, Corporate Culture
2025–2029, Expert Talks, Learning Culture Festival, Human Capital ServEase, digitalisasi
sistem HC, dan Talent Acceleration Program. Seluruh inisiatif dirancang untuk memperkuat
kompetensi BTNers, mendorong budaya belajar digital, meningkatkan keterlibatan, dan
mempercepat pengembangan talenta unggul sehingga dapat mendukung transformasi
bisnis BTN menjadi organisasi yang lebih adaptif, produktif, dan siap menghadapi
tantangan masa depan.
88 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 89
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi
Penerapan keberagaman, kesetaraan, dan inklusi menjadi fondasi pengelolaan sumber Keberagaman Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-9]
daya manusia di BTN. Prinsip ini dijalankan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor
13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan serta komitmen Bank dalam menjunjung hak Keberagaman dalam komposisi Dewan Komisaris dan Direksi merupakan elemen
asasi manusia. Seluruhnya diperkuat melalui Kebijakan Umum Nomor KU.3 tentang penting untuk menciptakan manajemen yang inklusif dan pengambilan keputusan yang
Sumber Daya Manusia dan Perjanjian Kerja Bersama. lebih strategis. Perbedaan usia, pendidikan, pengalaman, keahlian, dan latar belakang
membantu memperluas perspektif dalam menilai peluang dan risiko, sehingga
Pelaksanaannya mencakup seluruh siklus ketenagakerjaan, mulai dari rekrutmen, keputusan menjadi lebih akurat, inovatif, dan relevan. Meskipun belum ada anggota dari
pengembangan kompetensi, penataan karier, hingga pemberian remunerasi dan kelompok sosial yang kurang terwakili, Dewan Komisaris dan Direksi tetap berkomitmen
kesejahteraan. BTN memastikan setiap pegawai memperoleh kesempatan yang adil memahami dan memperjuangkan aspirasi kelompok tersebut. Komposisi lengkap
tanpa diskriminasi berdasarkan gender, agama, suku, ras, maupun latar belakang Dewan Komisaris dan Direksi disajikan dalam tabel berikut:
pribadi lainnya. Pendekatan ini membentuk lingkungan kerja yang inklusif, aman, dan
mendukung produktivitas pegawai. [GRI 3-3, 2-23] [OJK C.3, F.18]
Keberagaman Komposisi Dewan Komisaris [GRI 405-1]
Jenis
Nama Jabatan Usia Pendidikan Pengalaman Kerja Keahlian
Kelamin
Suryo Utomo Komisaris Utama 56 tahun Laki-laki Doctor of Philosophy (PhD) Memiliki pengalaman di bidang keuangan Ekonomi
Dwi Ary Purnomo Wakil Komisaris Utama 50 tahun Laki-laki Magister Ilmu Hukum Memiliki pengalaman di bidang keuangan dan manajemen risiko Hukum
Fahri Hamzah Komisaris 54 tahun Laki-laki Sarjana Ekonomi Memiliki pengalaman di bidang ekonomi Ekonomi
Ida Nuryanti Komisaris Independen 58 tahun Perempuan Magister Manajemen Memiliki pengalaman di bidang perbankan Manajemen dan hukum
Pietra Machreza Paloh Komisaris Independen 54 tahun Laki-laki Magister Administrasi Memiliki pengalaman di bidang energi dan pertambangan Administrasi Bisnis
Bisnis
Panangian Simanungkalit Komisaris Independen 65 tahun Laki-laki Magister Teknik dan Memiliki pengalaman di bidang perumahan dan properti Teknik
Teknologui Geoinformasi
89 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 90
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Tabel Keberagaman Komposisi Direksi [GRI 405-1] Proporsi Direktur perempuan di BTN saat ini mencapai 16,67%,
dengan rincian dua Direktur perempuan dari total dua belas
Jenis
Nama Jabatan Usia Pendidikan Pengalaman Kerja Keahlian anggota Direksi. Representasi ini menunjukkan komitmen Bank
Kelamin
Nixon L.P. Direktur Utama 56 tahun Laki-laki Sarjana Memiliki pengalaman di Ekonomi untuk memperkuat keberagaman dan inklusi pada tingkat
Napitupulu Ekonomi bidang ekonomi kepemimpinan. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku,
Oni Febriarto Wakil Direktur 54 tahun Laki-laki Magister Memiliki pengalaman di Teknik, penunjukan Direksi Bank merupakan kewenangan pemegang
Rahardjo Utama Manajemen bidang ekonomi Manajemen saham mayoritas, dalam hal ini PT Danantara Asset Management.
Tan Jacky Chen Direktur Information 42 tahun Laki-laki Magister Memiliki pengalaman Teknik, Sejalan dengan upaya mendukung peningkatan keterwakilan
Technology Manajemen di bidang teknologi Manajemen perempuan pada tingkat Direksi, BTN secara berkelanjutan
informasi
menyiapkan suksesi melalui pengusulan kandidat Direksi
Venda Yuniarti Direktur Treasury 45 tahun Perempuan Magister Memiliki pengalaman di Administrasi
Perempuan sebagai nominated talent, yang saat ini berjumlah 8
& International Administrasi bidang perbankan Bisnis
Banking Bisnis orang atau 33% dari total 24 nominated talent Bank.
Helmy Afrisa Direktur Corporate 44 tahun Laki-laki Magister Memiliki pengalaman di Agribisnis
Nugroho Banking Agribisnis bidang perbankan Keberagaman Dewan Komisaris
Setiyo Wibowo Direktur Risk 48 tahun Laki-laki Master in Memiliki pengalaman di Teknik,
Management Finance & bidang perbankan Keuangan Laki-laki Perempuan
Banking
83,3% 16,7%
Hirwandi Gafar Direktur Consumer 57 tahun Laki-laki Sarjana Teknik Memiliki pengalaman di Teknik
Banking Sipil bidang perbankan
Nofry Rony Direktur Finance & 57 tahun Laki-laki Magister Memiliki pengalaman di Administrasi
Poetra Strategy Administrasi bidang perbankan Bisnis, Ekonomi
Bisnis
Eko Waluyo Direktur Human 54 tahun Laki-laki Magister Memiliki pengalaman di Administrasi Keberagaman Direksi
Capital & Administrasi bidang perbankan Bisnis,
Compliance Bisnis Manajemen,
Laki-laki Perempuan
Akuntansi
83,3% 16,7%
I Nyoman Sugiri Direktur Operations 48 tahun Laki-laki Magister Memiliki pengalaman di Administrasi
Yasa Administrasi bidang perbankan Bisnis
Bisnis
Rully Setiawan Direktur Network & 48 tahun Laki-laki Magister Memiliki pengalaman di Manajemen,
Retail Funding Manajemen bidang perbankan Ekonomi
Hermita Direktur 57 tahun Perempuan Magister Memiliki pengalaman di Agribisnis,
Commercial Agribisnis bidang perbankan Hukum
Banking
90 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 91
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Demografi Pegawai [GRI 2-7, 2-8, 405-1] [OJK C.3, F.18]
Informasi terkait pegawai dalam laporan ini dihimpun dari
basis data Satuan Kerja Manajemen Human Capital dan telah
diverifikasi akurasinya. Pada tahun 2025, BTN memiliki jumlah
pegawai sebanyak 11.429, yang terdiri dari 11.414 pegawai, 15
Direktur-SEVP serta 8.902 pekerja non pegawai, termasuk tenaga
alih daya pada pekerjaan administrasi, pramubakti, pengemudi,
pengamanan, tenaga pemasaran, penagihan, serta dukungan
teknologi informasi. Seluruh pegawai BTN berstatus pekerja penuh
waktu, dengan rincian komposisi dan karakteristik disajikan pada
tabel berikut
Demografi Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin [GRI 2-7, 405-1] [OJK C.3.b]
2025 2024 2023
Jenis Kelamin
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Laki-laki 5.697 49,85 6.576 51,06 6.288 52,20
Perempuan 5.732 50,15 6.288 48,94 5.757 47,80
Jumlah 11.429 100,00 12.864 100,00 12.045 100,00
*Termasuk Direksi dan SEVP
Demografi Pegawai Berdasarkan Kewarganegaraan [GRI 2-7, 405-1] [OJK C.3.b]
2025 2024 2023
Kewarganegaraan
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Indonesia 11.429 100,00 12.864 100,00 12.045 100,00
Jumlah 11.429 100,00 12.864 100,00 12.045 100,00
*Termasuk Direksi dan SEVP
91 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 92
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Demografi Pegawai Berdasarkan Kelompok Usia, Jenis Kelamin, dan Level Jabatan [GRI 2-7, 405-1] [OJK C.3.b]
2025
Rentang Usia (tahun) Entry-level Mid-level Senior-level Executive-level
Jumlah
L P L P L P L P
18-25 440 1.070 145 185 0 0 0 0 1.840
25-35 1.959 2.325 1.042 659 3 2 0 0 5.990
35-45 525 712 829 481 110 48 2 1 2.708
45-55 26 36 334 157 256 51 8 0 868
>55 0 0 8 3 7 1 3 1 23
Jumlah 2.950 4.143 2.358 1.485 376 102 13 2 11.429
*L= Laki-laki | P= Perempuan
**Termasuk Direksi dan SEVP
2024
Rentang Usia (tahun) Entry-level Mid-level Senior-level Executive-level
Jumlah
L P L P L P L P
18-25 553 1.158 126 191 - - - - 2.028
25-35 2.542 2.759 1.152 721 4 - - - 7.178
35-45 482 682 852 446 94 43 1 - 2.600
45-55 29 36 416 191 300 57 10 - 1.039
>55 1 1 3 2 6 - 5 1 19
Jumlah 3.607 4.636 2.549 1.551 404 100 16 1 12.864
*L= Laki-laki | P= Perempuan
**Termasuk Direksi dan SEVP
92 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 93
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
2023
Rentang Usia (tahun) Entry-level Mid-level Senior-level Executive-level
Jumlah
L P L P L P L P
18-25 424 913 86 161 - - - - 1.584
25-35 2.544 2.742 1.288 702 4 - - - 7.280
35-45 332 519 684 381 70 31 2 - 2.019
45-55 29 34 468 213 353 60 9 - 1.166
>55 - - 2 - 4 1 3 1 11
Jumlah 3.329 4.208 2.528 1.457 431 92 14 1 12.060
*L= Laki-laki | P= Perempuan
**Termasuk Direksi dan SEVP
Demografi Pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian dan Wilayah Kerja [GRI 2-7, 405-1] [OJK C.3.b]
2025
Status Kepegawaian Kantor Pusat Kantor Wilayah Kantor Cabang Total
L P Jumlah % L P Jumlah % L P Jumlah % L P Jumlah %
Tetap 2.365 1.428 3.793 98,55 389 187 576 99,83 2.863 4.091 6.954 99,51 5.617 5.706 11.323 99,20
Kontrak 39 17 56 1,45 1 0 1 0,17 27 7 34 0,49 67 24 91 0,80
Jumlah 2.404 1.445 3.849 100,00 390 187 577 100,00 2.890 4.098 6.988 100,00 5.684 5.730 11.414 100,00
*L= Laki-laki | P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP
2024
Status Kepegawaian Kantor Pusat Kantor Wilayah Kantor Cabang Total
L P Jumlah % L P Jumlah % L P Jumlah % L P Jumlah %
Tetap 2.256 1.320 3.576 98,05 438 182 620 99,36 3.791 4.712 8.503 99,15 816 724 12.699 98,85
Kontrak 40 31 71 1,95 2 2 4 0,64 33 40 73 0,85 8 8 148 1,15
Jumlah 2.296 1.351 3.647 100,00 440 184 624 100,00 3.824 4.752 8.576 100,00 6.560 6.287 12.847 100,00
*L= Laki-laki | P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP
93 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 94
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
2023
Status Kepegawaian Kantor Pusat Kantor Wilayah Kantor Cabang Total
L P Jumlah % L P Jumlah % L P Jumlah % L P Jumlah %
Tetap 2.051 1.045 3.096 93,19 383 163 546 98,56 3.550 4.078 7.628 92,95 5.984 5.286 11.270 93,56
Kontrak 114 112 226 6,80 8 - 8 1,44 182 359 471 7,05 304 471 775 6,43
Jumlah 2.165 1.157 3.322 100,00 391 163 554 100,00 3.732 4.437 8.169 100,00 6.288 5.757 12.045 100,00
*L= Laki-laki | P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP
Demografi Pegawai Berdasarkan Jenjang Jabatan dan Jenis Kelamin [GRI 2-7, 405-1] [OJK C.3.b]
2025 2024 2023
Laki- laki Perempuan Laki- laki Perempuan Laki- laki Perempuan
Level Jabatan
Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase
pegawai pegawai (%) pegawai pegawai (%) pegawai pegawai (%) pegawai pegawai (%) pegawai pegawai (%) pegawai pegawai (%)
Entry-level 2.950 51,78 4.143 72,28 3.607 54,85 4.636 73,73 3.329 52,82 4.208 73,08
Mid-level 2.358 41,39 1.485 25,91 2.549 38,76 1.551 24,67 2.528 40,11 1.457 25,30
Senior-level 276 6,60 102 1,78 404 6,14 100 1,59 431 6,84 92 1,60
Executive-level (termasuk Direktur dan 13 0,23 2 0,03
16 0,24 1 0,02 14 0,22 1 0,02
SEVP)
Jumlah 5.697 100,00 5.732 100,00 6.576 100,00 6.288 100,00 6.302 100,00 5.758 100,00
Demografi Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin [GRI 2-7, 405-1] [OJK C.3.b]
2025 2024 2023
Tingkat Pendidikan
L P Jumlah % L P Jumlah % L P Jumlah %
Pascasarjana 333 198 531 4,65 373 189 562 4,37 367 168 535 4,44
Sarjana 4.910 4.880 9.790 86,77 5.574 5.212 10.786 83,96 5.254 4.627 9.881 82,03
Sarjana Muda 377 520 897 7,86 511 706 1.217 9,47 539 734 1.273 10,57
SLTA 64 132 196 1,72 102 180 282 2,20 128 228 356 2,96
Jumlah 5.684 5.730 11.414 100,00 6.560 6.287 12.847 100,00 6.288 5.757 12.045 100,00
*L= Laki-laki | P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP
94 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 95
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Demografi Pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian dan Jenis Kelamin, Termasuk Pegawai Alih Daya (Outsource) [GRI 2-7, 2-8, 405-1] [OJK C.3.b]
2025 2024 2023
Status Kepegawaian
L P Jumlah % L P Jumlah % L P Jumlah %
Tetap 5.617 5.706 11.323 58,05 6.485 6.214 12.699 61,69 5.984 5.286 11.270 55,98
Kontrak 67 24 91 0,47 75 73 148 0,72 304 471 775 3,85
Jumlah Tanpa Pegawai Alih Daya 5.684 5.730 11.414 58,52 6.560 6.287 12.847 62,41 6.288 5.757 12.045 59,83
Alih Daya 6.804 1.288 8.092 41,48 6.551 1.187 7.738 37,59 6.930 1.157 8.087 40,17
Jumlah 12.488 7.018 19.506 100,00 13.111 7.474 20.585 100,00 13.218 6.914 20.132 100,00
*L= Laki-laki | P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP
Demografi Pegawai Berdasarkan Masa Kerja dan Jenis Kelamin [GRI 2-7, 405-1] [OJK C.3.b]
2025 2024 2023
Masa Kerja
L P Jumlah % L P Jumlah % L P Jumlah %
>30 89 66 155 1,36 124 80 204 1,59 50 58 108 0,90
25-30 479 95 574 5,03 584 142 726 5,65 642 179 821 6,82
20-25 0 68 68 0,60 - - - - 129 21 150 1,25
15-20 191 268 459 4,02 213 306 519 4,04 112 231 343 2,85
10-15 1.566 1.344 2.910 25,50 1.473 1.519 2.992 23,29 1.046 1.345 2.391 19,85
5-10 1.988 1.658 3.646 31,94 2.733 2.043 4.776 37,18 2.672 1.758 4.430 36,78
0-5 1.371 2.231 3.602 31,56 1.433 2.197 3.630 28,26 1.637 2.165 3.802 31,56
Jumlah 5.684 5.730 11.414 100,00 5.560 6.287 12.847 100,00 6.288 5.757 12.045 100,00
*L= Laki-laki | P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP
Berdasarkan tabel kepegawaian tersebut, terlihat beberapa hal yang mencerminkan individu di bawah usia kerja minimum sehingga seluruh aktivitas operasional dipastikan
komitmen BTN dalam menerapkan praktik ketenagakerjaan yang adil dan bertanggung bebas dari praktik pekerja anak dan sesuai dengan ketentuan ketenagakerjaan yang
jawab. Pertama, komposisi pegawai laki-laki dan perempuan relatif seimbang. Hal ini, berlaku. Keseluruhan kondisi ini menegaskan komitmen BTN untuk menciptakan
menunjukkan bahwa proses rekrutmen dilakukan secara terbuka dan memberikan lingkungan kerja yang adil, inklusif, dan selaras dengan prinsip kesetaraan serta
kesempatan yang setara bagi semua pelamar. Kedua, Bank juga tidak mempekerjakan penghormatan terhadap hak asasi manusia. [GRI 3-3, 405-1, 406-1, 408-1] [OJK F.19]
95 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 96
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Perilaku Saling Menghargai di Tempat Kerja (Respectful Workplace
Policy)
BTN berkomitmen membangun lingkungan kerja yang aman, saling menghormati,
serta menghargai harkat dan martabat setiap individu. Komitmen tersebut mencakup
pencegahan segala bentuk diskriminasi, pengucilan atau pembatasan, perundungan,
pelecehan, serta berbagai bentuk kekerasan baik fisik maupun mental. Prinsip ini selaras
dengan penerapan Respectful Workplace Policy (RWP) sebagaimana diatur dalam Surat
Edaran BUMN No. SE-3/MBU/04/2022 tentang Berperilaku Saling Menghargai di Tempat
Kerja di Lingkungan BUMN, serta diinternalisasikan melalui Kebijakan Khusus Nomor KK.3-C
Tahun 2024 tentang Regulasi dan Administrasi Kepegawaian, khususnya Bab III mengenai
Hubungan Antar Pegawai.
Kebijakan tersebut menjadi dasar pelaksanaan manajemen ketenagakerjaan di seluruh
unit kerja BTN untuk memastikan terciptanya lingkungan kerja yang inklusif, kondusif, dan
produktif, sekaligus mendukung keberlanjutan Bank dengan menjunjung tinggi hak asasi
manusia. Dalam penerapannya, kebijakan ini juga mencakup upaya pencegahan praktik-
praktik tidak etis, termasuk perdagangan manusia, kerja paksa, dan eksploitasi pekerja
anak. Sejalan dengan komitmen tersebut, BTN menetapkan berbagai langkah pencegahan
untuk menghindari praktik ketidakadilan atau perlakuan yang merugikan pegawai, meliputi:
1. Diskriminasi BTN menegaskan komitmennya terhadap kebijakan antidiskriminasi langsung di lingkungan kerja maupun melalui berbagai saluran komunikasi, dan
dengan menerapkan prinsip keberagaman dan inklusi gender dalam seluruh termasuk tindakan yang bertentangan dengan ketentuan hak asasi manusia. Perilaku
aktivitas kerja. Bank memastikan tidak ada bentuk pembedaan, peminggiran, atau tersebut dapat menimbulkan tekanan fisik, psikologis, seksual, atau ekonomi, membuat
pembatasan secara langsung maupun tidak langsung berdasarkan agama, suku, ras, korban merasa direndahkan atau terancam, serta menciptakan suasana kerja yang
etnik, golongan, status sosial atau ekonomi, status perkawinan, bahasa, pilihan politik, tidak kondusif.
jenis kelamin, maupun disabilitas.
2. Kekerasan Tindakan kekerasan mencakup setiap perbuatan atau perilaku yang Sebagai bagian dari penguatan budaya saling menghargai, BTN pada 2025 secara
bersifat mengancam, memaksa, atau merugikan orang lain di tempat kerja. Perilaku konsisten melakukan sosialisasi mengenai Kebijakan Tempat Kerja yang Saling Menghargai
tersebut dapat muncul dalam situasi terbuka maupun pribadi dan dapat menimbulkan atau Respectful Workplace Policy. Kebijakan ini memastikan seluruh insan BTN, mulai dari
dampak fisik, psikologis, seksual, atau ekonomi bagi individu yang menjadi sasaran. Dewan Komisaris, Direksi, hingga pegawai, berperan aktif menciptakan lingkungan kerja
3. Pelecehan Setiap bentuk pelecehan, baik melalui ucapan, perilaku, tindakan, maupun yang aman, inklusif, produktif, serta bebas dari diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan.
isyarat, berpotensi mengganggu rasa aman pegawai. Pelecehan dapat terjadi secara Pendekatan ini mencerminkan komitmen BTN terhadap nilai kesetaraan, penghargaan
96 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 97
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
terhadap keberagaman, dan pemenuhan hak asasi manusia. Beberapa bentuk penerapan Untuk mendukung pengawasan dan penguatan implementasi nilai serta budaya
kebijakan yang telah dilakukan, di antaranya: perusahaan, BTN menyediakan Website Culture Report sebagai sarana pelaporan
1. Menghargai keberagaman latar belakang setiap pegawai, termasuk etnis, ras, pelaksanaan Program Budaya Perusahaan. Platform ini digunakan untuk menyampaikan
kebangsaan, warna kulit, usia, agama, jenis kelamin, disabilitas, serta pandangan perkembangan pelaksanaan program beserta dokumentasi pendukung secara digital,
individu, untuk membentuk suasana kerja yang sehat dan produktif. yang selanjutnya ditinjau oleh Change Leader untuk disetujui atau dikembalikan kepada
2. Memastikan seluruh pegawai diperlakukan secara adil tanpa pembedaan karakteristik Change Agent guna penyempurnaan. Seluruh proses pelaporan dilakukan secara daring
apa pun, serta memperoleh akses terhadap sarana dan prasarana secara setara. dalam bentuk dokumen elektronik, sehingga meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, serta
3. Membangun lingkungan kerja yang saling menghormati dan bebas dari diskriminasi, mendukung pengurangan penggunaan kertas.
kekerasan, maupun pelecehan dalam bentuk apa pun.
4. Menyediakan berbagai fasilitas penunjang bagi karyawan dan nasabah penyandang Sepanjang tahun pelaporan, BTN tidak menerima laporan atau menemukan kasus
disabilitas, meliputi ramp akses, kursi duduk prioritas, toilet ramah disabilitas, guiding diskriminasi, pelecehan, pelanggaran HAM, maupun kerja paksa. Hasil ini mencerminkan
block, serta area khusus yang mendukung kenyamanan dan aksesibilitas. efektivitas kebijakan internal serta komitmen Bank dalam menjaga lingkungan kerja yang
adil dan aman. [GRI 3-3, 406-1, 408-1, 409-1] [OJK F.19]
97 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 98
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pelatihan tentang Keberagaman,
Kesetaraan, dan Inklusi [GRI 404-2]
Sebagai bagian dari komitmen strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan inovatif,
BTN telah secara konsisten menyelenggarakan program pelatihan yang berfokus pada aspek keberagaman,
kesetaraan, dan inklusi sepanjang tahun berjalan.
BTN menjalankan kurikulum pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran seluruh insan BTN
mengenai pentingnya menghargai perbedaan latar belakang, perspektif dan identitas di lingkungan kerja.
Program pelatihan juga memastikan bahwa setiap pegawai memiliki akses yang setara untuk pengembangan
kompetensi, tanpa diskriminasi gender, usia maupun disabilitas.
Perekrutan Pegawai Baru dan Pergantian Pegawai [GRI 401-1]
BTN memenuhi kebutuhan tenaga kerja melalui rekrutmen internal dan eksternal. Sepanjang 2025, BTN menargetkan perekrutan 618 pegawai dan berhasil merealisasikan
Rekrutmen internal dilakukan dengan menyeleksi pegawai yang telah memenuhi 802 pegawai. Capaian tersebut, menunjukkan komitmen Bank dalam memperluas
kriteria untuk mengisi posisi tertentu, sedangkan rekrutmen eksternal mencakup peluang karier serta memperkuat kapasitas organisasi. Data lengkap mengenai pegawai
kandidat pre-graduate, fresh graduate, hingga pelamar berpengalaman. Seluruh baru disajikan pada tabel berikut:
proses mengutamakan perekrutan warga negara Indonesia, sehingga seluruh pegawai
termasuk manajemen senior berasal dari masyarakat lokal. Bank juga memberikan Komposisi Pegawai Baru Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin [GRI 401-1]
[OJK C.3.b]
kesempatan bagi kelompok rentan seperti perempuan, minoritas, masyarakat adat, dan
penyandang disabilitas. [GRI 3-3, 202-2] 2025 2024 2023
Rentang Usia
L P Jumlah L P Jumlah L P Jumlah
Proses rekrutmen tersebut dijalankan berdasarkan Kebijakan Khusus Nomor KK.3-A
≤ 51 3 2 5 4 - 4 1 2 3
tentang Siklus Human Capital, yang memastikan tahapan seleksi berlangsung terstruktur,
31 – 50 51 18 69 20 16 36 22 8 30
transparan, dan adil sesuai standar yang berlaku. BTN juga memiliki mekanisme
≤ 30 231 497 728 463 728 1.191 237 425 662
pengangkatan pegawai baru menjadi pegawai tetap. Setiap individu yang lolos seleksi
Jumlah 285 517 802 487 744 1.231 260 435 695
berhak menerima remunerasi sesuai ketentuan ketenagakerjaan. Selain itu, Bank
*L= Laki-laki | P= Perempuan
turut mendukung program rekrutmen penyandang disabilitas melalui inisiatif khusus
Kementerian BUMN dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI). [GRI 3-3]
98 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 99
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Komposisi Pegawai Baru Berdasarkan Wilayah Kerja dan Jenis Kelamin [GRI 401-1] Komposisi Pergantian Pegawai Berdasarkan Wilayah Kerja dan Jenis Kelamin [GRI 401-1]
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Rentang Usia Rentang Usia
L P Jumlah L P Jumlah L P Jumlah L P Jumlah L P Jumlah L P Jumlah
Kantor Pusat 120 119 239 135 134 269 70 75 145 Kantor Pusat 28 22 50 20 16 36 21 21 42
Kantor Wilayah 12 14 26 13 8 21 8 1 9 Kantor Wilayah 3 3 6 4 1 5 3 2 5
Kantor Cabang 153 384 537 339 602 831 182 359 541 Kantor Cabang 58 110 168 34 89 133 49 91 140
Jumlah 285 517 802 487 744 1.231 260 435 695 Jumlah 89 135 224 58 106 164 73 114 187
*L= Laki-laki | P= Perempuan *L= Laki-laki | P= Perempuan
Perubahan jumlah pegawai juga dapat berasal dari penghentian hubungan kerja karena Peningkatan Keberagaman Tenaga Kerja
pensiun, pengunduran diri, berakhirnya masa kontrak, meninggal dunia, dan alasan
lainnya. Seluruh proses tersebut dilaksanakan sesuai Kebijakan Khusus Nomor KK.3-A Penguatan keberagaman menjadi salah satu prioritas BTN dalam pengelolaan SDM.
tentang Siklus Human Capital sehingga setiap keputusan penghentian hubungan kerja Prinsip kesetaraan kesempatan bekerja dan keberagaman gender diterapkan melalui
dilakukan secara tertib, transparan, dan adil, sekaligus menjaga kelancaran operasi Kebijakan Khusus Nomor KK.3-C tentang Regulasi dan Administrasi Kepegawaian,
Bank. dengan pengawasan langsung dari Direksi agar implementasinya berjalan konsisten di
Tingkat Perputaran Pegawai (Turnover) [GRI 401-1] seluruh proses bisnis.
Keterangan 2025 2024 2023
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, BTN juga menetapkan target kuantitatif
Jumlah Pegawai Baru 802 1.231 695
untuk meningkatkan representasi kelompok kurang terwakili dalam proses rekrutmen.
Jumlah Pergantian Pegawai 224 164 187
Bank menargetkan 0,5% pegawai baru pada 2025 berasal dari kelompok kurang terwakili,
Jumlah Pegawai Awal Tahun 12.847 12.045 11.745
meningkat menjadi 1% pada 2026 dan 2% pada 2028. Target ini mencakup penyandang
Jumlah Pegawai Akhir Tahun 11.414 12.847 12.045 disabilitas serta kelompok lain yang membutuhkan afirmasi, sejalan dengan upaya
Tingkat Perputaran 1,96% 1,27% 1,55% menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan beragam.
Komposisi Pergantian Pegawai Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin [GRI 401-1] Selaras dengan target tersebut, pada 2025 BTN berhasil merekrut 14 tenaga kerja
penyandang disabilitas (TKPD) yang lolos proses seleksi, melampaui target awal sebesar
2025 2024 2023
Rentang Usia 10 orang. Demografi lengkap TKPD tahun 2025 dapat dilihat pada tabel berikut:
L P Jumlah L P Jumlah L P Jumlah
≤ 51 5 1 6 6 1 7 5 2 7
31 - 50 44 59 103 24 34 58 43 55 98
≤ 30 80 75 115 28 71 99 25 57 82
Jumlah 89 135 224 58 106 164 73 114 187
*L= Laki-laki | P= Perempuan
99 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 100
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Tenaga Kerja Penyandang Jumlah Pegawai Persentase TKPD Pelaksanaan Pelatihan Pegawai Terkait Keberagaman
Disabilitas (TKPD)
Waktu Jumlah Pegawai yang
Nama Pelatihan Metode
Pelaksanaan Mengikuti Pelatihan
16 5.697 0,28% Creative Leadership for Gen Z Maret Self Learning 4.309
Expert Talk Series Woman Leadership Mei dan Hybrid 324
(Srikandi BTN) Desember
13 5.732 0,23% Creating a Culture That Inspires Your Juni Self Learning 581
Employees
Internalisasi Respectful Workplace Juli Self Learning 10.846
BTN terus memperkuat budaya kerja yang inklusif dengan menyediakan fasilitas yang Policy (RWP)
aksesibel bagi pegawai dari beragam latar belakang. Fasilitas ini mencakup pelatihan,
penyesuaian infrastruktur, serta pendampingan untuk memastikan setiap individu dapat
Dukung Asta Cita Kesetaraan Gender, BTN Dorong
berkembang secara optimal. Untuk mempercepat implementasi keberagaman, BTN
Pemberdayaan Perempuan
menjalankan sejumlah inisiatif, antara lain:
1. Pelatihan induksi bagi seluruh TKPD yang mencakup pengetahuan atas produk, kode BTN terus memperkuat komitmennya terhadap kesetaraan gender melalui
etik, proses bisnis, serta budaya Bank; pemberdayaan Srikandi BTN sebagai bagian dari transformasi Bank menuju
2. Pelatihan manajemen inklusif bagi para manajer; dan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan adaptif. Keterwakilan perempuan
3. Penilaian berkala terhadap pencapaian target keberagaman secara transparan. dalam kepemimpinan menjadi pilar penting untuk mendorong budaya kerja
yang kolaboratif dan berorientasi layanan. BTN meyakini bahwa kepemimpinan
Pelatihan Pegawai Terkait Keberagaman [GRI 404-2] perempuan membawa nilai empati, ketelitian, dan sensitivitas yang relevan
dalam industri perbankan.
Peningkatan keberagaman di lingkungan kerja BTN didorong melalui rangkaian
pelatihan dan sosialisasi yang diberikan kepada seluruh pegawai, dari level junior hingga Melalui Workshop dan Rapat Kerja Srikandi BTN 2025, BTN menegaskan
senior executive vice president. Program ini menghadirkan narasumber eksternal untuk dukungannya terhadap pengembangan kapasitas dan pendampingan pemimpin
memperkuat pemahaman mengenai prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklusi, perempuan di berbagai level organisasi. Kegiatan tersebut juga menandai serah
serta memastikan implementasinya diterapkan secara konsisten di seluruh unit kerja. terima kepengurusan Srikandi BTN periode 2025 serta kunjungan ke UMKM binaan
BTN sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Seluruh inisiatif tersebut mendapat dukungan penuh dari Direksi melalui pengawasan Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Presiden terkait kesetaraan gender sekaligus
top management agar kebijakan keberagaman benar-benar terintegrasi dalam proses memperkuat upaya BTN dalam membangun lingkungan kerja yang berdaya,
bisnis dan operasional sehari-hari. Fokusnya adalah membangun lingkungan kerja yang inklusif, dan mendorong tumbuhnya pemimpin perempuan di era transformasi
inklusif, saling menghargai, dan mencerminkan nilai-nilai keberagaman BTN. Pelatihan digital.
yang diselenggarakan meliputi:
100 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 101
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pelatihan dan Transformasi SDM Menjadi Katalis
Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan BTN
Pengembangan Kompetensi
Pengembangan kompetensi menjadi prioritas utama dalam pengelolaan sumber daya
manusia BTN. Melalui Kebijakan Khusus Nomor KK.3-A tentang Siklus Human Capital,
setiap pegawai didorong untuk meningkatkan keterampilan teknis dan nonteknis agar
mampu bekerja lebih efektif, adaptif terhadap perubahan, dan siap menduduki peran
yang lebih strategis. Prinsip kesetaraan dijalankan secara konsisten sehingga seluruh
pegawai memperoleh akses pelatihan yang sama tanpa membedakan gender. [GRI 3-3]
Program pengembangan disusun dengan fokus pada pengetahuan, keterampilan, dan
sikap, menggunakan pendekatan ADDIE (analysis, design, development, implementation,
evaluation) agar proses pembelajaran lebih terarah dan terukur. BTN juga menerapkan
metode 70:20:10, yaitu 70% pembelajaran melalui pengalaman praktis, 20% melalui
interaksi dengan mentor atau rekan kerja, dan 10% melalui pelatihan formal. Berbagai Transformasi bisnis yang berkelanjutan menuntut transformasi manusia
bentuk pengembangan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pelatihan, pendidikan, di dalamnya, dengan talenta muda sebagai penggerak utama menuju
penugasan khusus, hingga mutasi dan promosi, sehingga pegawai dapat memenuhi kepemimpinan yang adaptif dan inovatif. BTN menekankan pembangunan SDM
tuntutan pekerjaan yang dinamis. produktif melalui empat elemen utama yaitu deep knowledge, excellence skill, right
culture, dan high motivation. Pemimpin BTN diharapkan menyeimbangkan peran
menagih, menata, dan menuntun, mendorong tim melalui proyek menantang,
transfer tacit knowledge, dan budaya umpan balik tepat waktu untuk menciptakan
ekosistem kerja yang berkelanjutan dan berbasis pembelajaran.
Human Capital BTN berperan sebagai katalis inovasi dan keunggulan kompetitif
melalui Human Capital Framework lima tahun ke depan. Lima dimensi
pengembangan SDM yaitu Talent Magnet, Employee Productivity, Talent, Leadership
and Capabilities Development, Employee Wellbeing and Experience, serta HC
Operational Excellence and Technology memastikan sinergi human capital dan
bisnis sehingga talenta BTN dapat mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
101 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 102
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Strategi Pengembangan Pegawai [GRI 404-2]
Pengembangan talenta menjadi prioritas utama BTN dalam memperkuat kapasitas 1. Program Beasiswa Pegawai
sumber daya manusia yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi dinamika industri. BTN menyediakan beasiswa pendidikan S-1 dan S-2 bekerja sama dengan universitas
Sepanjang tahun pelaporan, berbagai inisiatif strategis dijalankan melalui kolaborasi terkemuka di dalam dan luar negeri, termasuk Universitas Indonesia (UI), Magister
dengan mitra eksternal, program beasiswa, pelatihan lanjutan, hingga sertifikasi Manajemen Universitas Gajah Mada (MM UGM), Sekolah Bisnis dan Manajemen
profesional sebagai bagian dari komitmen untuk membangun kualitas SDM yang unggul. Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), The University of Sydney, Monash University,
Seluruh program pengembangan ini dirancang secara inklusif dan mencakup seluruh International Institute of Management (IMD), The University of Melbourne, The
pegawai yang terlibat dalam operasional Bank, baik pegawai tetap, pegawai kontrak, University of Edinburgh, dan University of Bristol. Program ini bertujuan memberikan
tenaga alih daya, pekerja kontraktor, maupun pegawai paruh waktu, guna memastikan akses pendidikan berkualitas bagi pegawai yang ingin mengembangkan diri. Berikut
kesempatan pengembangan kompetensi yang setara di seluruh lini organisasi. Inisiatif data pegawai yang memperoleh beasiswa.
tersebut mencakup:
3 13 28
Beasiswa S-1
9 16 16
Beasiswa S-2 Dalam Negeri
2023 2024 2025
Beasiswa S-2 Luar Negeri
2 10 10
Total: 14 Total: 39 Total: 54
Pertumbuhan (%): 179 Pertumbuhan (%): 38
2. Pengembangan Kapabilitas SDM
BTN bekerja sama dengan lembaga pendidikan untuk mengembangkan atau Seluruh program dirancang secara relevan dan aplikatif untuk menjawab
menyelenggarakan program pelatihan bersama bagi para karyawan yang kebutuhan bisnis yang terus berkembang, sekaligus menjadi bagian dari strategi
mencakup peningkatan keterampilan teknis, kepemimpinan, dan kompetensi pengembangan talent pipeline jangka panjang dalam memastikan ketersediaan
strategis. Melalui kerja sama dengan Universitas Indonesia, Bank mengembangkan talenta berkualitas dan berdaya saing di masa depan. Untuk selengkapnya dapat
dan menyelenggarakan program pelatihan dan pendidikan lanjutan secara diakses pada tautan berikut Training Program for Employees.
terintegrasi guna mendukung kesiapan pegawai dalam menghadapi dinamika
industri perbankan.
102 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 103
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
3. BUMN School of Excellence Sertifikasi Profesi Industri Keuangan Pasar Modal Indonesia (LSP IKEPAMI), dan ACI
Program ini mempersiapkan calon pemimpin masa depan melalui pelatihan intensif Financial Markets Association (ACIFMA). Melalui sertifikasi ini, pegawai memperoleh
yang berfokus pada pengembangan kapasitas manajerial dan kepemimpinan pengakuan formal atas keahlian profesional yang sesuai dengan standar industri
strategis. BTN berpartisipasi aktif untuk memastikan talent pipeline yang kuat dan keuangan.
siap menduduki posisi kunci.
Seluruh program dikaji secara berkala oleh manajemen senior untuk memastikan
4. Sertifikasi Profesional efektivitas dan kesesuaiannya dengan arah bisnis. Melalui rangkaian inisiatif ini, BTN
BTN bekerja sama dengan berbagai lembaga sertifikasi terakreditasi untuk membangun fondasi talenta yang berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian
memperkuat kredibilitas dan kemampuan teknis pegawai. Lembaga tersebut SDGs terkait pendidikan berkualitas dan pekerjaan layak.
meliputi Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR), Lembaga Sertifikasi Profesi
Perbankan (LSPP), Lembaga Sertifikasi Profesi Keuangan Syariah (LSP KS), Lembaga
ESG Day
ESG Day 2025 diselenggarakan sebagai momentum internal untuk memperkuat
internalisasi nilai keberlanjutan sekaligus mengaktifkan peran pegawai dalam
implementasi ESG. Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi penyampaian arah dan
program ESG, yang dikemas melalui rangkaian aktivitas partisipatif seperti Countering
Day (CA), sesi berbagi perjalanan keberlanjutan, serta edukasi pengelolaan sampah.
Melalui pelaksanaan ESG Day, prinsip ESG tidak hanya disampaikan sebagai komitmen
strategis, tetapi dihadirkan secara nyata dalam praktik kerja sehari-hari melalui aksi
kolektif dan kolaborasi antarpegawai.
Pengembangan Kompetensi Berdasarkan Level Jabatan [GRI 2-17, 404-2] [OJK E.2, F.22] [FS4]
Pengembangan Kompetensi Dewan Komisaris
Guna memperkuat peran pengawasan dan pemahaman atas isu keberlanjutan, Dewan Komisaris BTN mengikuti berbagai pelatihan, lokakarya, konferensi, dan seminar terkait tata
kelola dan ESG sepanjang tahun pelaporan. Rincian kegiatan tercantum pada tabel berikut:
103 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 104
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pelatihan yang Diikuti oleh Dewan Komisaris Pengembangan Kompetensi Direksi
Waktu dan
Nama Jabatan Jenis Pelatihan Penyelenggara Selama periode pelaporan 2025, anggota Direksi BTN turut mengikuti berbagai program
Tempat
Suryo Utomo Komisaris Pembekalan Sertifikasi 16 - 17 April 2025, Lembaga peningkatan kompetensi yang mencakup pelatihan, lokakarya, konferensi, dan seminar
Utama Manajemen Risiko Jakarta Pengembangan dengan fokus pada tata kelola serta aspek ESG. Rangkaian partisipasi tersebut disajikan
Jenjang 6 Fast Track Perbankan Indonesia dalam tabel berikut:
Dwi Ary Wakil Pembekalan Sertifikasi 16 - 17 April 2025, Lembaga
Purnomo Komisaris Manajemen Risiko Jakarta Pengembangan Pelatihan yang Diikuti oleh Direksi
Utama Jenjang 6 Fast Track Perbankan Indonesia
Fahri Hamzah Komisaris Pembekalan Sertifikasi 16 - 17 April 2025, Lembaga Waktu dan
Nama Jabatan Jenis Pelatihan Penyelenggara
Manajemen Risiko Jakarta Pengembangan Tempat
Jenjang 6 Fast Track Perbankan Indonesia Nixon L.P. Direktur Win the Market with 7 Februari 2025 PT Bank Tabungan
Ida Nuryanti Komisaris Pembekalan Sertifikasi 16 - 17 April 2025, Lembaga Napitupulu Utama Digital Leadership and Negara (Persero) Tbk
Independen Manajemen Risiko Jakarta Pengembangan Customer Centricity
Jenjang 6 Fast Track Perbankan Indonesia Oni Febriarto Wakil Direktur Win the Market with 7 Februari 2025 PT Bank Tabungan
Pietra Komisaris Pembekalan Sertifikasi 16 - 17 April 2025, Lembaga Rahardjo Utama Digital Leadership and Negara (Persero) Tbk
Machreza Independen Manajemen Risiko Jakarta Pengembangan Customer Centricity
Paloh Jenjang 6 Fast Track Perbankan Indonesia Pembekalan Sertifikasi 13 Maret 2025, Garda Multi Talenta
Risk Management 18 - 19 Juni 2025, Indonesian Risk Manajemen Risiko Jakarta
Refreshment - Batam Professional Jenjang 7
Kesiapan Industri Association (IRPA) Eko Waluyo Direktur Win the Market with 7 Februari 2025 PT Bank Tabungan
Perbankan dalam Human Digital Leadership and Negara (Persero) Tbk
Merespon Eskalasi Capital & Customer Centricity
Climate Risk & Cyber Compliance
Risk 2025 Pembekalan Sertifikasi 13 Maret 2025, Garda Multi Talenta
Manajemen Risiko Jakarta
Panangian Komisaris Pembekalan Sertifikasi 16 - 17 April 2025, Lembaga Jenjang 7
Simanungkalit Independen Manajemen Risiko Jakarta Pengembangan
Jenjang 6 Fast Track Perbankan Indonesia Hirwandi Gafar Direktur Win the Market with 7 Februari 2025 PT Bank Tabungan
Consumer Digital Leadership and Negara (Persero) Tbk
Banking Customer Centricity
Nofry Rony Direktur Win the Market with 7 Februari 2025 PT Bank Tabungan
Poetra Finance & Digital Leadership and Negara (Persero) Tbk
Strategy Customer Centricity
Setiyo Wibowo Direktur Risk Win the Market with 7 Februari 2025 PT Bank Tabungan
Management Digital Leadership and Negara (Persero) Tbk
Customer Centricity
104 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 105
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Waktu dan berbagai pelatihan, sertifikasi, lokakarya, konferensi, dan seminar, termasuk yang
Nama Jabatan Jenis Pelatihan Penyelenggara
Tempat
berfokus pada aspek ESG. Rincian program pelatihan yang telah diikuti pegawai disajikan
Tan Jacky Direktur Pembekalan & Uji 29-30 April 2025 Lembaga
pada tabel berikut:
Chen Information Kompetensi Sertifikasi Pengembangan
Technology Manajemen Risiko Perbankan Indonesia
Jenjang 7 Fast Track Pelatihan yang Diikuti oleh Pegawai
Venda Yuniarti Direktur Pembekalan & Uji 29-30 April 2025 Lembaga
Jumlah
Treasury & Kompetensi Sertifikasi Pengembangan No Nama Pelatihan Waktu Pelaksanaan Metode
Peserta
International Manajemen Risiko Perbankan Indonesia
Banking Jenjang 7 Fast Track 1 Penawaran dan pemasaran produk April, Agustus & Oktober Classroom 94
yang bertanggung jawab
Helmy Afrisa Direktur Pembekalan & Uji 29-30 April 2025 Lembaga
Nugroho Corporate Kompetensi Sertifikasi Pengembangan 2 Manajemen privasi data Juni - Desember Hybrid 12.274
Banking Manajemen Risiko Perbankan Indonesia
Jenjang 7 Fast Track 3 Keamanan siber Januari - Desember Hybrid 40.834
I Nyoman Sugiri Direktur Risk Management 18 - 19 Juni 2025, Indonesian Risk 4 Identifikasi risiko ESG Januari - Desember Hybrid 1.579
Yasa Operations Refreshment - Batam Professional
5 Program bimbingan Januari - Desember Hybrid 896
Kesiapan Industri Association (IRPA)
Perbankan dalam 6 Praktik keberagaman Maret - Juli & Desember Hybrid 16.060
Merespon Eskalasi
7 Pencegahan pencucian uang dan Maret & Mei Hybrid 14.953
Climate Risk & Cyber
pendanaan terorisme
Risk 2025
Rully Setiawan Direktur Pembekalan & Uji 24-25 April 2025, Indonesian Risk 8 Pencegahan fasilitasi penghindaran November Classroom 104
Network & Kompetensi Sertifikasi Jakarta Professional pajak
Retail Funding Manajemen Risiko Association (IRPA) 9 Inisiatif ESG April - Mei & September Hybrid 21.990
Jenjang 7
10 Antisuap dan korupsi Juni - Oktober Classroom 105
Hermita Direktur Chief Business 20-22 Agustus Danantara x INSEAD
Commercial Development Officer 2025, Singapura 11 Kode etik bisnis Juni - November Hybrid 766
Banking (CBDO)
Jumlah Pegawai yang Mendapatkan Pelatihan Berdasarkan Status
Pengembangan Kompetensi Pegawai
Keterangan 2025 2024 2023
Pegawai Tetap 11.323 12.699 11.270
BTN memastikan seluruh pegawai, baik pegawai tetap, pegawai kontrak, pegawai
Pegawai Kontrak 91 148 775
paruh waktu maupun alih daya, memperoleh akses yang setara terhadap program
Pegawai Paruh Waktu dan Alih Daya 8.092 7.738 8.087
pengembangan kompetensi. Pendekatan inklusif ini dirancang untuk membangun
budaya kerja yang mendorong pembelajaran berkelanjutan dan peningkatan kapasitas Total Pegawai 19.506 20.585 20.132
SDM di seluruh lini operasional. Sepanjang 2025, pegawai BTN berpartisipasi dalam
105 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 106
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Jumlah dan Rata-rata Jam Pelatihan Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin [GRI 404-1]
2025 2024 2023
Keterangan
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Jumlah Pegawai 5.684 5.730 6.560 6.287 6.288 5.757
Jumlah Peserta Pendidikan dan Pelatihan 16.968 17.443 16.941 15.630 17.342 14.086
Jumlah Jam Pendidikan dan Pelatihan 414.861 382.760 334.376 322.746 393.096 349.610
Rata-rata Jam Pendidikan dan Pelatihan per Peserta 24,45 21,94 19,74* 20,65 22,67 24,82
Rata-rata Jam Pendidikan dan Pelatihan per Orang 72,99 66,80 50,97* 51,34 65,52 60,73
Total Peserta Pendidikan dan Pelatihan 34.411 32.571 31.428
Persentase Pegawai yang Mendapatkan Pendidikan dan Pelatihan 100% 100% 100%
Total Jam Pendidikan dan Pelatihan 797.621 667.122 742.706
*Data disajikan kembali
**Tidak termasuk pegawai alih daya
Jumlah dan Rata-rata Jam Pelatihan Pegawai Berdasarkan Jenjang Jabatan [GRI 404-1]
2025 2024 2023
Jenjang Jabatan Jumlah Total Rata-rata Jam Jumlah Total Rata-rata Jam Jumlah Total Rata-rata Jam
Jumlah Peserta Jumlah Peserta Jumlah Peserta
Jam Pelatihan Pelatihan Jam Pelatihan Pelatihan Jam Pelatihan Pelatihan
Level 5B (22) 34 723 21 20 386 19 13 290 22
Level 4C-5A (19-21) 525 12.689 24 482 8.244 17 599 13.874 23
Level 3C-4B (15-18) 5.882 115.670 20 5.786 96.066 17 5.792 111.066 19
Level 3A-3B (13-14) 8.430 219.708 26 8.676 164.066 19 9.061 317.128 35
Level 2D-2F (11-12) 13.462 290.819 22 13.020 280.402 22 12.395 234.147 19
Level 2A-2C (8-10) 6.078 158.012 26 4.587 118.002 26 3.568 66.201 19
22= Executive Vice President 14= Assistant Manager
21= Senior Vice President 13= Assistant Manager
20= Vice President 12= Senior Staff
19= Vice President 11= Senior Staff
18= Assistant Vice President 10= Staff
17= Senior Manager 9= Staff
16= Manager 8= Junior Staff
15= Manager *Tidak termasuk pegawai alih daya
106 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 107
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Program Pelatihan Pengembangan Pekerjaan Spesifik [GRI 404-2]
BTN tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi umum, tetapi juga pengembangan karier dan peningkatan daya saing Bank di industri perbankan.
mengembangkan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap bidang Pelaksanaan program sertifikasi dilakukan sesuai standar industri dan ketentuan yang
pekerjaan. Program job specific development dirancang untuk memperkuat keahlian berlaku, melalui kerja sama dengan lembaga sertifikasi profesi yang diakui. Jenis
teknis pegawai agar mampu menjalankan peran dan tanggung jawabnya secara efektif sertifikasi yang dimiliki pegawai BTN ditampilkan dalam tabel berikut:
di tengah dinamika industri perbankan. Pelatihan ini disusun berdasarkan kebutuhan
jabatan dan fungsi kerja, sehingga mendukung pengembangan kompetensi yang Jumlah Jenis Sertifikasi Pegawai
relevan dan aplikatif. Pelaksanaan program dilakukan melalui kerja sama dengan
Keterangan 2025 2024 2023
pihak ketiga yang kompeten, termasuk institusi pendidikan, lembaga pelatihan, dan
Sertifikasi Sistem Manajemen Risiko (SMR) 2.067 3.297 2.555
mitra profesional, guna memastikan kesesuaian materi dengan standar industri dan
Sertifikasi Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana 199
kebutuhan bisnis Bank. Sepanjang 2025, BTN menyediakan lebih dari 457 jenis pelatihan 175 110
(WAPERD)
yang dapat diakses secara virtual, mencakup area bisnis, kredit risiko, kepemimpinan,
Sertifikasi Treasury 44 40 40
serta sales and service.
Biaya Pengambangan Kompetensi
Program Pelatihan Pengembangan Pekerjaan Spesifik
Pada 2025, BTN memperkuat fokus pengembangan kompetensi pegawai dengan
Jumlah Jenis Jumlah Jumlah Jam
Pelatihan Metode meningkatkan anggaran pelatihan sebesar 24,55% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pelatihan Pegawai Pelatihan
Commercial Banking Academy 45 5.093 Hybrid 67.910 Investasi ini didorong oleh kebutuhan untuk memastikan seluruh pegawai memiliki
keterampilan yang relevan dan adaptif terhadap perubahan industri. Untuk mendukung
Consumer Banking Academy 54 8.823 Hybrid 202.459
efektivitas program, Bank menerapkan metode blended learning yang menggabungkan
GRC Academy 29 4.143 Hybrid 52.992
pembelajaran daring, kelas virtual, dan pembelajaran mandiri. Pendekatan ini
IT & Digital Academy 64 533 Hybrid 14.801
memberikan fleksibilitas tanpa mengurangi kualitas materi, sehingga penguatan
Leadership Academy 22 8.253 Hybrid 200.585
kompetensi teknis maupun keterampilan masa depan dapat dilakukan secara optimal.
Operations & Finance Academy 171 8.268 Hybrid 162.270
Rincian alokasi anggaran pengembangan kompetensi disajikan pada tabel berikut:
Sharia Business Academy 63 3.131 Hybrid 46.395
Treasury & Capital Market Biaya Pengembangan Kompetensi (Juta Rupiah) Pertumbuhan
9 1.912 Hybrid 8.416
Academy
2025 2024 Juta Rupiah Persen
131.435 105.530 25.905 24,55
Sebagai penguatan lanjutan, BTN juga menyediakan program sertifikasi profesional bagi
pegawai pada bidang pekerjaan yang memerlukan spesialisasi tertentu. Sertifikasi ini
berfungsi sebagai pengakuan formal atas kompetensi pegawai sekaligus mendukung
107 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 108
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pengembangan Karier Selain pemetaan potensi, BTN juga menjalankan program job posting untuk memberikan
kesempatan yang lebih luas bagi pegawai mengembangkan karier melalui kompetisi
BTN menerapkan program perencanaan dan pengembangan suksesi yang komprehensif yang transparan.
di berbagai tingkatan bagi seluruh pegawai sesuai potensi dan kebutuhan organisasi.
Setiap individu dipetakan melalui matriks potensi berbasis kinerja dan kapabilitas masa
Proses Pelaksanaan Program Job Posting
depan untuk merancang strategi pengembangan yang tepat. Sistem ini mencakup
multiple level, dari staf hingga kepemimpinan, guna memastikan kesinambungan talent
pipeline dan kesiapan suksesi.
PENGUMUMAN
Bank akan memberikan pengumuman kepada seluruh pegawai
Matriks Pengembangan Karir BTN
tentang lowongan untuk jabatan tertentu, disertai dengan kriteria
kandidat yang diinginkan.
7 NEED TO
Tinggi
8 POTENTIAL 9 STAR
DEVELOP
SELEKSI
BTN menyelenggarakan proses seleksi berdasarkan kesesuaian
KINERJA
Sedang
4 SLOW kriteria posisi dengan pendaftar. Seleksi bersifat on-desk
5 AVERAGE 6 POTENTIAL
STARTER
maupun tatap muka (wawancara, simulasi, dsb).
Rendah
2 SLOW 3 NEEDS TO
1 UNFIT
STARTER DEVELOP PENETAPAN
Direksi akan memutuskan pegawai yang terpilih dari hasil seleksi
untuk mengisi jabatan tersebut.
Rendah Sedang Tinggi
POTENSI
PENEMPATAN
Pegawai yang terpilih ditempatkan pada jabatan tersebut.
108 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 109
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Untuk memastikan ketersediaan talenta
Proses Perencanaan Suksesor Program Pengembangan
pada posisi strategis, BTN menerapkan
• Komunikasi terkait program
untuk Posisi Strategis
proses perencanaan suksesi melalui pengembangan kepada suksesor
nominasi dan seleksi pegawai berpotensi • Melaksanakan program pengembangan
tinggi berdasarkan tahapan yang Pengawasan dan Evaluasi
terstruktur. • Pengawasan Mengidentifikasi Suksesor
• Evaluasi • Menentukan kriteria kesuksesan di posisi
tujuan
• Menentukan kesesuaian profil dan
kesiapan suksesor
• Memiliki dan menetapkan suksesor
Mulai Mengidentifikasi Posisi Kunci Integrasi dengan Proses HC Lainnya
• Kriteria posisi kunci • Pembelajaran dan pengembangan
• Metode identifikasi dan finalisasi • Manajemen kinerja
posisi kunci • Perpindahan pegawai (mobilitas)
Upaya ini diperkuat melalui Talent Jumlah Peserta Program TAP, FLMDP, MMDP dan SMDP Tahun 2025
Acceleration Program (TAP), yang
Person Grade TAP Batch 1 TAP Batch 2 BTN Millennial Leader Regional Leader Development Program (RLDP)
mempersiapkan calon pemimpin masa
2E - - - -
depan di level BOD–1 hingga BOD–3
3A - - - -
melalui dua jalur, yaitu fast-track bagi
3B - 18 4 -
pegawai di bawah 40 tahun dan BTN
Millennials Program untuk pegawai baru 3C 53 45 42 7
berusia kurang dari 26 tahun dan juga 3D 32 11 9 15
pegawai existing di bawah usia 30 tahun. 3E/4A 9 1 1 11
4B 2 - - 5
4C - - - 1
Jumlah 96 75 56 39
109 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 110
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
TAP berfokus pada penguatan kepemimpinan, perluasan eksposur, dan pendalaman Untuk memastikan kesetaraan, BTN menerapkan strategi remunerasi berbasis kinerja
pengalaman melalui rotasi jabatan dengan pendekatan dual path, yang memberikan yang mencakup kenaikan upah berdasarkan prestasi (merit increase), insentif, dan
peluang pengembangan baik pada jalur manajerial maupun fungsional. Pemilihan jalur bonus sesuai kontribusi individu dan tim. Kebijakan ini menjamin kesempatan karier
dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi pegawai, dan yang setara bagi seluruh pegawai, termasuk pegawai perempuan, melalui penyesuaian
aspirasi karier. remunerasi yang mempertimbangkan jabatan, masa kerja, beban kerja, dan prestasi.
Pendekatan evaluasi yang komprehensif ini membantu memperkuat keterlibatan
Untuk mendukung pertumbuhan karier, BTN juga merancang struktur jenjang karier pegawai serta memastikan kesiapan talenta BTN dalam mendukung tujuan bisnis pada
yang jelas berdasarkan kategori jabatan, job family, serta perencanaan karier masa depan.
individual yang terintegrasi dengan kurikulum pembelajaran. Selain itu, pada 2025 Bank
menyelenggarakan program coaching bagi pegawai untuk memperkuat keterampilan BTNers Excellence Award 2025 (BXA 2025)
teknis maupun nonteknis, seperti kepemimpinan, komunikasi, manajemen tantangan,
dan keseimbangan kerja–hidup (work life balance). Melalui berbagai inisiatif tersebut,
BTN membangun ekosistem karier yang transparan, terarah, dan memungkinkan setiap
pegawai berkembang secara optimal.
Penilaian Kinerja Rutin dan Proses Umpan Balik
Dalam peninjauan dan penilaian kinerja pegawai, BTN berpedoman pada Kebijakan
Umum Sumber Daya Manusia Nomor KU.3 tentang Pengelolaan Manajemen Karier.
Melalui kebijakan ini, Bank memastikan bahwa setiap proses evaluasi dilakukan secara
objektif dan tidak membedakan pegawai berdasarkan jenis kelamin, melainkan berfokus
pada kompetensi, capaian kinerja, dan potensi masing-masing individu. Hasil evaluasi
tersebut menjadi dasar dalam pengambilan keputusan terkait promosi, mutasi, maupun Penyelenggaraan BTNers Excellence Award 2025 (BXA 2025) menjadi bagian dari
peluang pengembangan karier. [GRI 3-3] perayaan HUT ke-75 sekaligus wujud komitmen perusahaan dalam memperkuat
EVP yang selaras dengan aspirasi pemegang saham terkait peningkatan
Sepanjang 2025, BTN memberikan umpan balik hasil penilaian kepada 100% pegawai, produktivitas dan implementasi program kesejahteraan pegawai. Pada acara
mencakup seluruh level jabatan tanpa pengecualian. Penilaian dilakukan melalui tinjauan yang dihadiri Komisaris Utama Chandra M. Hamzah dan Wakil Direktur Utama
semesteran dan tahunan menggunakan indikator kinerja utama (key performance Oni Febriarto Rahardjo tersebut, Bank memberikan apresiasi kepada pegawai
indicator/KPI), kemudian diperkuat dengan program Continuous Professional berprestasi melalui lima kategori penghargaan: Best Employee, Best Innovation,
Development (CPD) sebagai mekanisme dialog terbuka mengenai pencapaian, area Best Change Agent, Best Service, dan Best Performance 2024, sebagai dorongan
pengembangan, serta rencana karier. [GRI 404-3] untuk membangun budaya kerja yang adaptif, inovatif, dan berorientasi kinerja.
110 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 111
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pelindungan dan Pemenuhan Hak Pegawai
BTN berkomitmen melindungi hak-hak pegawai sebagai fondasi terciptanya kepuasan BTN memastikan tidak terdapat perbedaan rasio gaji pokok maupun total remunerasi
kerja, kinerja yang baik, serta keberlanjutan bisnis. Komitmen ini diwujudkan melalui antara pegawai laki-laki dan perempuan pada jabatan yang sama. Konsistensi tersebut
kebijakan yang memastikan setiap pegawai bekerja dalam lingkungan yang aman, adil, tecermin dari rasio median gaji laki-laki dan perempuan yang berada pada angka satu
dan menghargai keseimbangan antara tugas dan waktu istirahat. banding satu pada tahun pelaporan. Total gaji pegawai laki-laki dan perempuan masing-
masing sebesar Rp89,2 miliar dan Rp62,4 miliar, dengan rata-rata gaji Rp15,8 juta untuk
Pencegahan kerja paksa diterapkan melalui Kebijakan Umum Sumber Daya Manusia laki-laki dan Rp11,1 juta untuk perempuan. Variasi ini mencerminkan perbedaan distribusi
Nomor KU.3 mengenai Hari dan Jam Kerja, yang mengatur waktu kerja secara jelas jabatan, bukan bentuk diskriminasi, karena sistem pengupahan berbasis person grade
dan menegaskan pemberian kompensasi lembur bagi pegawai yang bekerja di luar dan capaian kinerja tetap diterapkan secara konsisten. [GRI 405-2]
ketentuan jam kerja. Dengan kebijakan tersebut, BTN memastikan tidak ada praktik kerja
paksa dalam seluruh kegiatan operasional. [GRI 409-1] Komposisi Gaji Pegawai Laki-laki dan Perempuan
Jenis Kelamin Jumlah Total Gaji Rata-rata Gaji Median Gaji
BTN juga menjaga komunikasi dua arah dengan pegawai melalui penyampaian informasi
Laki-laki 5.684 89.234.863.664 15.855.519 10.230.552
terkait kebijakan, prosedur, dan pengembangan karier. Seluruh ketentuan terbaru
Perempuan 5.730 62.439.957.044 11.074.842 8.814.926
dapat diakses melalui aplikasi PPDigital sehingga pegawai memperoleh informasi yang
Jumlah 11.414 151.674.820.708 26.930.361 19.045.478
konsisten dan transparan.
Remunerasi Pegawai Struktur gaji Bank juga disesuaikan dengan ketentuan pemerintah, termasuk Undang-
Undang Cipta Kerja Nomor 6 Tahun 2023. BTN menetapkan gaji minimal di atas Upah
BTN menerapkan kebijakan remunerasi yang adil, transparan, dan bebas diskriminasi Minimum Regional dan melakukan peninjauan gaji sedikitnya satu kali per tahun. BTN
sesuai prinsip keberagaman serta ketentuan ketenagakerjaan. Remunerasi diberikan juga menjaga daya saing remunerasi dengan mempertahankan tingkat gaji pada
sebagai bentuk penghargaan atas kinerja dan tanggung jawab pegawai, serta tidak persentil di atas P60 industri. BTN juga memastikan kepatuhan terhadap ketentuan upah
dipengaruhi oleh jenis kelamin, suku, ras, agama, karakteristik personal, atau faktor minimum yang berlaku bagi seluruh pekerja, termasuk pekerja non-pegawai/tenaga
lain di luar kompetensi. Kebijakan ini tertuang dalam Kebijakan Khusus Nomor KK.3 B alih daya. Pemberian upah bagi pekerja non-pegawai dilakukan dengan mengacu pada
tentang Remunerasi dan mengacu pada peraturan Otoritas Jasa Keuangan, termasuk upah minimum sesuai wilayah penempatan kerja dan ketentuan peraturan perundang-
Peraturan OJK Nomor 45/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola dalam Pemberian undangan yang berlaku. [GRI 202-1, 409-1] [OJK F.20]
Remunerasi bagi Bank Umum dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 40/
SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola dalam Pemberian Remunerasi bagi Bank Sebagai implementasi menyeluruh dari kebijakan remunerasi, BTN menyediakan
Umum. [GRI 3-3] berbagai manfaat bagi seluruh pegawai. Manfaat tersebut mencakup gaji pokok,
penyesuaian gaji tahunan, tunjangan hari raya, uang cuti tahunan, dan uang cuti besar
111 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 112
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
setiap tiga tahun masa kerja. BTN juga memastikan bahwa hak cuti tahunan tidak Sebagai Bank yang berorientasi pada kinerja, remunerasi diberikan selaras dengan
hanya diberikan secara administratif, tetapi benar-benar diambil oleh pegawai melalui pencapaian individu, unit kerja, dan kinerja organisasi. Pegawai yang bekerja melampaui
pemantauan dan pengelolaan cuti yang terintegrasi sebagai bagian dari upaya menjaga jam kerja resmi menerima kompensasi lembur sesuai ketentuan yang berlaku dan
keseimbangan kehidupan kerja dan kesejahteraan pegawai. Bank juga menyediakan proporsional dengan jenjang jabatan. Remunerasi variabel juga diberikan sesuai
fasilitas kesehatan komprehensif untuk pegawai dan keluarganya, termasuk rawat inap, kebutuhan organisasi dan kebijakan yang berlaku, meliputi uang lembur, uang sandang,
rawat jalan pascarawat inap, biaya melahirkan, layanan gigi, pemeriksaan kesehatan, bonus penjualan, bonus tahunan, serta tunjangan lokasi dan jabatan. Sesuai Kebijakan
hingga bantuan pembelian kacamata. BTN memastikan bahwa manfaat non-gaji ini Khusus Nomor KK.3.B tentang Remunerasi, Bank juga menyediakan skema Long-Term
diberikan secara setara, termasuk untuk pegawai kontrak. Incentive (LTI) dalam bentuk saham, uang tunai, atau fasilitas lain yang ditetapkan direksi,
sebagai mekanisme retensi dan penghargaan atas pencapaian strategis perusahaan.
Komponen Remunerasi Pegawai
[GRI 409-1] [OJK F.20]
Komponen Remunerasi dan Fasilitas Pegawai Tetap Pegawai Kontrak
Gaji pokok Selain itu, BTN memberikan perhatian terhadap kesejahteraan pegawai melalui fasilitas
kredit sejahtera pegawai dan program pemilikan kendaraan (COP), guna membantu
Tunjangan Posisi
pegawai memenuhi kebutuhan dasar mereka secara lebih mudah dan terjangkau.
Tunjangan Jabatan
Seluruh komponen remunerasi dan fasilitas tersebut disesuaikan dengan status
Tunjangan Hari Raya (THR) kepegawaian, dan hak pegawai kontrak dipastikan sejalan dengan standar yang
Tunjangan Cuti Tahunan dan Cuti Besar berlaku. [GRI 401-2]
Uang Sandang *)
Program Ekuitas Pegawai
Tunjangan (perumahan, kendaraan, keahlian, lokasi, pajak)
Bonus Kinerja Sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas kebijakan insentifnya,
Kredit Sejahtera Pegawai (KSP)
BTN telah menyelesaikan pelaksanaan program MESA (Management Employee Stock
Allocation) dan MESOP (Management and Employee Stock Option Plan) pada tahun 2016.
Program Pensiun
Kedua program tersebut sebelumnya menjadi instrumen insentif berbasis saham yang
BPJS (Ketenagakerjaan, Kesehatan) ditujukan untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan pegawai, pejabat eksekutif,
Fasilitas Pemeliharaan Kesehatan Berkala Direksi, serta Dewan Komisaris melalui kesempatan kepemilikan saham.
Bantuan Pengobatan
Sejak penyelesaian program tersebut, BTN tidak memperpanjang ataupun
Bantuan Uang Duka
memperkenalkan skema serupa bagi jajaran manajemen maupun pegawai. Bank memilih
Penghargaan Masa Kerja untuk meninjau kembali relevansi insentif berbasis saham dan mengarahkan fokus pada
*Diberikan dalam bentuk seragam (front liner, superstaff, priority banking) bentuk penghargaan lain yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan organisasi dan
strategi jangka panjang. Langkah ini mencerminkan penyesuaian kebijakan pengelolaan
SDM BTN terhadap dinamika bisnis dan prioritas perusahaan saat ini.
112 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 113
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Employee Well-Being Program Selain program tersebut, Bank juga menyediakan fasilitas penunjang produktivitas yang
semakin memperkaya pengalaman pegawai, seperti co-working area, daycare, nursery
BTN terus memperkuat penerapan EVP melalui pengembangan budaya kerja yang room, serta revitalisasi gym center yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan
mendukung kesehatan fisik dan mental seluruh pegawai. Sepanjang 2025, Bank bekerja.
mengimplementasikan berbagai program kesejahteraan yang terstruktur untuk
meningkatkan kenyamanan, kebugaran, dan keseimbangan hidup pegawai. Rangkaian BTNers Club
program tersebut disajikan pada tabel berikut:
No Nama Program Deskripsi Tujuan
1 Employee Program peningkatan kesehatan Meningkatkan kesehatan pegawai
Wellness pegawai, mencakup kesehatan BTN untuk menunjang kinerja dan
Program (EWP) fisik dan mental, melalui mendukung kesejahteraan mereka.
penyediaan platform konsultasi
dengan para ahli.
2 Roadshow Pekan Program sosialisasi ke seluruh • Pegawai mendapatkan
Sehat wilayah kerja BTN mengenai pemahaman mengenai
program peningkatan kesehatan pentingnya menjaga kesehatan
pegawai dan penggunaan demi peningkatan produktivitas
platform konsultasi kesehatan. dalam bekerja. Penguatan budaya sehat dan kolaboratif turut diwujudkan melalui BTNers Club,
• Pegawai dapat memanfaatkan wadah yang menaungi 26 komunitas olahraga, seni, dan kerohanian. Keberadaan
platform yang telah disediakan
BTNers Club mendukung terciptanya work-life harmony sekaligus membuka
sebagai media konsultasi
kesehatan. ruang bagi pegawai untuk mengembangkan hobi, berinteraksi lintas unit, dan
memperluas jejaring informal. Sebagai bagian dari Employee Wellbeing Program
3 Financial Program peningkatan Pegawai dapat mengelola keuangan
Wellness Webinar awareness pegawai dalam secara baik sehingga dapat (EWP), inisiatif ini membantu membangun lingkungan kerja yang lebih positif,
pengelolaan keuangan. mencapai financial wellness. inklusif, dan produktif.
4 Pekan Sehat Program peningkatan kesehatan • Pegawai dapat membentuk pola
dan Seminar pegawai melalui mini medical hidup sehat yang lebih konsisten
Pada tahun 2025, komitmen tersebut diperkuat melalui penyelenggaraan BTN Mini
Kesehatan check up MCU dan seminar serta memperoleh wawasan
kesehatan selama satu minggu mengenai hidup sehat dari para Olympic 2025, event tahunan dalam rangka HUT BTN yang menghadirkan kompetisi
dengan tema “Fit at Work, Happy ahli. olahraga dan seni antarpegawai. Kegiatan ini melibatkan kontingen dari setiap
in Life ”. • Pegawai mendapatkan gambaran Regional Office (RO) dan menjadi sarana aktualisasi, sportivitas, serta kolaborasi
kondisi kesehatan terkini melalui
lintas wilayah. Melalui BTN Mini Olympic, BTN menumbuhkan energi positif,
pemeriksaan yang dilakukan.
memperkuat keterikatan pegawai, dan mendukung keseimbangan kehidupan
5 Donor Darah Program ini merupakan kegiatan Memfasilitasi pegawai BTN dalam
rutin setiap tiga bulan dan telah menjaga kesehatan sekaligus kerja dan pribadi sebagai fondasi produktivitas dan kinerja berkelanjutan.
mencakup pelaksanaan di berkontribusi bagi masyarakat.
seluruh Kantor Wilayah.
113 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 114
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Melalui integrasi program kesejahteraan dan penguatan komunitas internal, BTN Cuti Melahirkan
berupaya menjaga kesejahteraan pegawai secara menyeluruh sehingga mereka dapat
terus berkontribusi secara optimal dan berkelanjutan bagi pertumbuhan Bank. Pemenuhan hak cuti terkait kelahiran menjadi bagian penting dari dukungan BTN
terhadap kesejahteraan keluarga pegawai. Melalui Kebijakan Umum Sumber Daya
BTN Jakarta International Marathon 2025 Manusia Nomor KU.3 tentang Pengelolaan Hubungan Industrial, Bank mengatur secara
jelas berbagai bentuk cuti yang dapat dimanfaatkan pegawai. Pegawai perempuan
memperoleh hak cuti melahirkan selama tiga bulan, sedangkan pegawai laki-laki
menerima lima hari cuti untuk mendampingi proses kelahiran. BTN juga memberikan
cuti keguguran selama 45 hari bagi pegawai perempuan tetap serta menyediakan cuti
memperoleh keturunan hingga 30 hari sesuai ketentuan yang berlaku. Informasi lengkap
mengenai pelaksanaan hak cuti tersebut ditampilkan pada tabel berikut: [GRI 401-3]
Tabel Cuti Melahirkan
2025 2024 2023
Keterangan
L P L P L P
Jumlah pegawai yang berhak
3.874 3.068 4.597 3.593 4.506 3.520
menerima cuti melahirkan
BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2025 berhasil menarik 31.000
Jumlah pegawai yang mengambil cuti
pelari dari dalam dan luar negeri, menjadikannya salah satu ajang lari terbesar 285 512 337 384 514 564
melahirkan
di Indonesia. Diselenggarakan berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan Kembali setelah mengambil cuti
282 422 332 350 506 472
berbagai pemangku kepentingan, acara ini menerapkan konsep 4S (Sterile, melahirkan
Secure, Safety, Smooth) sesuai standar internasional dan kembali meraih *L: Laki-laki, P: Perempuan
pengakuan World Athletics Label Road Races. Partisipasi komunitas pelari dan
masyarakat luas menunjukkan tingginya antusiasme terhadap gaya hidup Pada tahun 2025, BTN mencatat sebanyak 282 pegawai laki-laki dan 506 pegawai
sehat dan wisata olahraga di Jakarta. perempuan kembali bekerja setelah masa cuti melahirkan dan tetap dipekerjakan
hingga 12 bulan setelah kembali bekerja. Tingkat pegawai laki-laki yang kembali bekerja
Event ini memberikan dampak sosial dan ekonomi yang kuat melalui peningkatan setelah cuti melahirkan mencapai 98,9%, sementara pada pegawai perempuan tercatat
okupansi hotel, aktivitas UMKM, serta pertumbuhan transaksi di sektor kuliner, sebesar 82,4%. Adapun tingkat retensi pegawai pascacuti melahirkan mencapai 98,9%
retail, dan destinasi wisata. Melalui penyelenggaraan yang sukses, BTN JAKIM untuk pegawai laki-laki dan 98,8% untuk pegawai perempuan. Capaian ini mencerminkan
2025 berkontribusi pada pengembangan ekosistem olahraga, penguatan komitmen BTN dalam menjaga keberlanjutan karier pegawai, khususnya perempuan,
keterlibatan dengan komunitas, serta promosi Jakarta sebagai kota destinasi serta efektivitas kebijakan ketenagakerjaan yang mendukung keseimbangan antara
olahraga bertaraf internasional. tanggung jawab keluarga dan profesional.
114 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 115
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Program Masa Persiapan Pensiun
BTN memastikan pegawai yang memasuki masa purnatugas memperoleh dukungan 3. Manfaat pensiun maksimum hingga 80 persen dari penghasilan dasar pensiun
yang memadai melalui Program Masa Persiapan Pensiun (MPP). Program yang sesuai ketentuan dana pensiun BTN.
berlangsung selama 12 bulan ini dirancang untuk membantu pegawai menjalani
masa pensiun dengan lebih siap, baik dari sisi keterampilan, kesiapan mental, maupun Melalui dukungan ini, BTN memastikan pegawainya dapat memasuki masa purnatugas
kesejahteraan jangka panjang. Pelatihan diberikan secara komprehensif dengan dengan kesiapan yang lebih baik sekaligus memberikan penghargaan atas dedikasi
pendekatan yang mencakup aspek emosional, spiritual, dan intelektual, sehingga mereka selama masa kerja.
peserta dapat memasuki masa pensiun secara sehat, produktif, dan berdaya guna. [GRI
404-2] Penanganan Keluhan Pegawai
Proses pembelajaran dalam MPP disampaikan melalui tiga metode utama, yaitu: Pengelolaan Keluhan
1. Experience learning yang membangun pemahaman melalui pengalaman langsung
dan interaksi dengan peserta lain. Hubungan kerja yang sehat dan komunikatif dipandang sebagai fondasi penting dalam
2. Quantum learning yang mendorong komunikasi dua arah dalam suasana pelatihan membangun lingkungan kerja yang aman, produktif, dan penuh kepercayaan. Untuk
yang nyaman dan memotivasi perubahan perilaku. mendukung hal tersebut, Bank menyediakan berbagai kanal komunikasi internal yang
3. Metode teknis yang meliputi pemaparan, permainan peran, diskusi, studi kasus, mudah diakses dan dirancang agar setiap pegawai dapat memperoleh informasi secara
tugas mandiri, dan penggunaan multimedia. cepat dan transparan. Salah satunya adalah platform kepegawaian digital BTNBest
yang berfungsi sebagai pusat informasi dan layanan terkait administrasi, kebijakan,
Program ini diberikan kepada pegawai tetap yang mendekati usia pensiun sebagai serta pengembangan pegawai.
bentuk apresiasi atas kontribusi selama bekerja di BTN, dengan pemanfaatan yang
dapat disesuaikan dengan perencanaan masing-masing karyawan. Setelah mencapai Selain itu, Bank menyediakan mekanisme pengaduan dan eskalasi isu ketenagakerjaan
usia pensiun, yakni 56 tahun untuk pegawai umum dan 36 tahun untuk pegawai tertentu serta sumber daya manusia yang dilakukan secara berjenjang. Pengaduan disampaikan
seperti teller, customer service, dan sekretaris, pegawai berhak memperoleh manfaat bertahap mulai dari atasan langsung, pimpinan unit kerja, hingga pimpinan Kantor
pensiun sesuai Kebijakan Umum Sumber Daya Manusia Nomor KU.3 tentang Pengelolaan Wilayah atau Satuan Kerja Pengelola Human Capital. Apabila belum terselesaikan,
Pengakhiran Hubungan Kerja. Manfaat pensiun tersebut mencakup: [GRI 201-3] pegawai dapat melibatkan Serikat Pekerja BTN untuk memperoleh pendampingan dalam
proses tindak lanjut bersama Satuan Kerja Pengelola Human Capital. Seluruh proses
1. Program manfaat pasti berdasarkan formula yang ditetapkan dana pensiun. dijalankan dengan menjamin kerahasiaan dan pelindungan identitas pelapor, ditangani
2. Program iuran pasti yang berasal dari iuran pegawai sebesar 2,5 persen, iuran Bank secara objektif dan profesional, serta didukung layanan lanjutan seperti konseling dan
sebesar 7,5 persen, serta hasil pengembangannya. pendampingan oleh tenaga profesional apabila diperlukan.
115 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 116
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Sebagai bagian dari komitmen menciptakan lingkungan kerja yang berintegritas, BTN juga Survei Keterlibatan Pegawai
menerapkan whistleblowing system (WBS) yang dikelola oleh pihak ketiga independen.
Sistem ini memberikan jalur pelaporan yang aman dan rahasia bagi pegawai untuk Survei keterlibatan pegawai dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya untuk memahami
menyampaikan dugaan pelanggaran tanpa takut akan risiko pembalasan apa pun. pengalaman kerja, kebutuhan, dan tingkat motivasi seluruh pegawai. Survei ini mencakup
WBS digunakan tidak hanya untuk pelaporan kecurangan, tetapi juga sebagai sarana 100 persen pegawai dan menjadi alat utama untuk menilai efektivitas kebijakan SDM
pengaduan terkait isu ketenagakerjaan dan hak asasi manusia, sesuai Petunjuk Teknis serta mengidentifikasi area yang perlu diperkuat.
Nomor 7-B.2 tentang Pengelolaan Whistleblowing System. Fasilitas ini tersedia sepanjang
waktu, sehingga pegawai dapat menyampaikan laporan kapan pun diperlukan. Penilaian dilakukan menggunakan skala 100, dengan hasil yang menggambarkan
tingkat keterlibatan yang kuat di berbagai aspek. Indikator yang diukur mencakup
Sepanjang tahun pelaporan, tidak terdapat kasus pelanggaran terkait lingkungan kerja. manfaat dan kompensasi, manajemen kinerja, pengembangan talenta, kepemimpinan,
Bank tetap memastikan terciptanya lingkungan kerja yang profesional, aman, dan saling kolaborasi, inovasi, hingga kesejahteraan. Rincian hasil penilaian disajikan pada tabel
menghormati melalui penerapan kebijakan serta mekanisme pengawasan yang efektif. indeks keterlibatan berikut:
Setiap indikasi pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku akan ditindaklanjuti secara
objektif dan menyeluruh, dan apabila terbukti terjadi pelanggaran, Bank menjatuhkan Tabel Indeks Kepuasan Pegawai
sanksi disiplin yang sesuai dengan kebijakan internal serta peraturan yang berlaku
Keterangan Satuan 2025 2024 2023
sebagai wujud komitmen dalam menegakkan standar perilaku, menjaga keadilan, dan
Indeks Kepuasan
memperkuat budaya kerja yang mendorong keterbukaan serta keamanan psikologis. (menunjukkan skor rata % 92 93 86
- rata)
Untuk melengkapi dukungan tersebut, BTN juga menyediakan Legal Klinik, sebuah layanan Cakupan (%pegawai yang
% 89 91 93
konsultasi daring yang membantu pegawai mendapatkan jawaban atas pertanyaan mengikuti survei)
hukum sederhana terkait tugas sehari-hari. Kehadiran Legal Klinik memastikan pegawai
selalu memiliki akses terhadap informasi hukum yang akurat dan dapat diandalkan, Hasil survei tersebut menjadi dasar bagi pengembangan program strategis dalam
sekaligus memperkuat transparansi serta kepastian dalam proses kerja sehari-hari. peningkatan produktivitas pegawai, kepuasan pegawai (employee wellbeing), serta
peningkatan program talent management. Selain itu, hasil survei juga mendorong
perbaikan komunikasi antara pegawai dengan manajemen dalam mendukung dan
menciptakan budaya kerja yang positif dan produktif.
116 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 117
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Keselamatan dan Kesehatan Pegawai
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan [GRI 403-1, 403-2]
Keselamatan dan kesehatan kerja menjadi fondasi penting dalam menciptakan tetap, pegawai kontrak, dan tenaga alih daya, serta pihak ketiga yang bekerja di
lingkungan yang aman, produktif, dan berkelanjutan. Prinsip ini sejalan dengan aspirasi bawah pengawasan BTN. Penerapan SMK3 mencakup seluruh aktivitas di lingkungan
Bank untuk menjadi rumah bagi talenta terbaik Indonesia, yang dapat membuat setiap operasional dan didukung oleh sistem pencatatan terpusat pada Satuan Kerja Human
pegawai bekerja dalam suasana yang memberikan rasa aman baik secara fisik maupun Capital Management serta penyusunan dan penerapan standar operasional prosedur
mental sesuai dengan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. yang memastikan seluruh proses kerja berjalan sesuai dengan standar keselamatan
Untuk menjaga standar tersebut, Bank menetapkan target zero accident dan nol penyakit dan kesehatan kerja. [GRI 403-7, 403-8]
akibat kerja sebagai komitmen utama pelindungan pegawai. [GRI 3-3] [OJK F.21]
Pelaksanaan SMK3 dijalankan dengan dukungan pegawai tersertifikasi Ahli K3 Umum
Penerapan pelindungan ini dilakukan melalui Sistem Manajemen Keselamatan dan (AK3U) yang telah disiapkan sejak 2020 melalui program sertifikasi dari Kementerian
Kesehatan Kerja (SMK3), yang berfungsi sebagai kerangka terintegrasi untuk mengelola Ketenagakerjaan. Pegawai AK3U bertanggung jawab untuk memastikan standar
risiko keselamatan dan kesehatan di seluruh unit kerja. Kerangka tersebut mencakup K3 terimplementasi dengan baik, mengidentifikasi bahaya melalui prinsip hierarki
kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, serta evaluasi berkelanjutan, dan pengendalian, melakukan penilaian risiko, serta menyelidiki laporan terkait situasi
dituangkan dalam: [GRI 403-1] berbahaya atau insiden agar tidak terulang. Program sertifikasi mencakup materi
1. Kebijakan Khusus Nomor 9 AG mengenai Sistem Manajemen Keselamatan dan mengenai: [GRI 403-2, 403-5, 403-7]
Kesehatan Kerja; serta
2. Petunjuk Teknis Nomor 9 AG.1 mengenai Pedoman Pelaksanaan SMK3 1. Sarana dan prasarana pendukung gedung seperti lift, genset, AC, dan pencahayaan;
2. Pelaksanaan medical check-up secara rutin;
Seluruh kebijakan mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 48 Tahun 2016, 3. Persyaratan peralatan kerja agar tidak menimbulkan dampak kesehatan; dan
yang mewajibkan setiap perkantoran menerapkan sistem K3 secara terstruktur untuk 4. Rotasi pegawai secara periodik untuk menjaga kondisi psikologis.
mencegah kecelakaan maupun penyakit akibat kerja. Pengembangan SMK3 juga
dilakukan secara adaptif agar sesuai dengan karakteristik operasional perkantoran. Selain kerangka utama tersebut, Bank juga menerapkan kebijakan pendukung lain,
Aspek yang diatur meliputi penetapan kebijakan K3, perencanaan K3, implementasi seperti pelarangan penggunaan narkotika dan zat adiktif, pencegahan penyebaran
rencana kerja, pemantauan dan evaluasi, hingga peninjauan dan peningkatan kinerja penyakit menular, serta pengelolaan rekanan atau pihak ketiga agar memenuhi standar
secara berkala. K3.
Kebijakan dan implementasi SMK3 berlaku bagi seluruh pihak dalam lingkup operasional Berbagai upaya preventif ini dipadukan dengan penyediaan sarana konsultasi, jalur
BTN dan mencakup seluruh pegawai tanpa pengecualian yang terdiri dari pegawai pelaporan potensi bahaya, dan komunikasi yang transparan mengenai seluruh
117 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 118
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
standar K3. Walaupun komite formal K3 yang melibatkan manajemen dan pegawai kuratif, dan rehabilitatif. Dengan dukungan tersebut, kesehatan pegawai dapat terjaga
belum dibentuk, penerapan SMK3 yang konsisten telah menunjukkan hasil yang positif. secara berkelanjutan sekaligus memperkuat produktivitas dan kenyamanan dalam
Sepanjang tahun pelaporan, Bank berhasil mempertahankan lingkungan kerja tanpa bekerja. Layanan kesehatan yang diberikan kepada pegawai meliputi:
insiden kecelakaan maupun penyakit akibat kerja, menegaskan efektivitas pengelolaan 1. Medical check-up berkala serta layanan pengobatan untuk mendeteksi dan
keselamatan yang telah diterapkan. [GRI 403-4, 403-9, 403-10] menangani penyakit sejak dini.
2. Berbagai manfaat kesehatan, mencakup rawat inap, rawat jalan, biaya persalinan,
Program Pengelolaan Keselamatan Pegawai [GRI 403-5] perawatan gigi, kacamata, alat bantu dengar, pemeriksaan laboratorium, dan
layanan medis lainnya.
Bank menjalankan berbagai program keselamatan yang dirancang untuk memastikan 3. Akses terhadap poliklinik dan dokter bagi pegawai dan keluarga.
setiap pegawai dapat bekerja dengan aman. Seluruh kantor operasional telah dilengkapi 4. Seminar kesehatan seperti pencegahan narkoba, HIV/AIDS, dan edukasi kesehatan
perangkat keselamatan sesuai standar pemerintah, termasuk sistem proteksi kebakaran lainnya. [GRI 403-5]
dan fasilitas evakuasi. Program keselamatan yang dijalankan antara lain: 5. Fasilitas BPJS Kesehatan bagi pegawai beserta anggota keluarga.
1. Penyediaan perangkat keselamatan seperti APAR, detektor asap, pompa diesel, dan 6. Kegiatan health talk sebagai upaya edukasi dan literasi kepada seluruh pegawai
tangga darurat sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008 mengenai pentingnya menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat.
tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan
Lingkungan.
2. Pemeriksaan dan pemeliharaan rutin untuk memastikan seluruh perangkat berfungsi
optimal.
3. Sertifikasi operator perangkat keselamatan, termasuk pesawat angkat dan angkut
serta K3 Listrik, yang diikuti oleh tenaga kerja Building Management.
4. Penyediaan rencana evakuasi kebakaran dan prosedur keselamatan di seluruh
ruangan dan lantai gedung.
5. Pelaksanaan pelatihan dan simulasi tanggap darurat terkait kebakaran dan
bencana di lingkungan kantor.
6. Pelatihan dan sertifikasi “Ahli K3 Umum (AK3U)” bagi pegawai BTN dan alih daya
sebagai bagian dari peningkatan kompetensi keselamatan.
Program Pengelolaan Kesehatan Pegawai [GRI 403-3, 403-6]
Upaya menjaga kesejahteraan pegawai dilakukan melalui penyediaan fasilitas
kesehatan yang komprehensif, didukung oleh kerja sama dengan penyelenggara
layanan medis eksternal. Pendekatan ini memastikan setiap pegawai memperoleh
akses terhadap layanan kesehatan yang memadai, mencakup aspek promotif, preventif,
118 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 119
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Hubungan Industrial yang Harmonis
Penghormatan terhadap kebebasan berserikat menjadi bagian penting dalam Dalam rangka menciptakan hubungan industrial yang harmonis, kondusif, dan
menciptakan hubungan industrial yang sehat dan berkeadilan. Bank memberikan berkelanjutan, BTN senantiasa menjunjung tinggi prinsip keterbukaan, kemitraan, serta
ruang penuh bagi pegawai untuk membentuk, bergabung, dan berpartisipasi dalam dialog sosial yang konstruktif antara unsur manajemen dan unsur serikat pekerja.
organisasi pekerja, selaras dengan komitmen nasional yang telah meratifikasi 19 Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Lembaga Kerja Sama (LKS)
Konvensi International Labour Organization (ILO). Kebijakan ini menegaskan bahwa Bipartit secara rutin sebagai sarana komunikasi dan konsultasi antara manajemen dan
dialog terbuka antara pegawai dan manajemen merupakan fondasi untuk menjaga Serikat Pekerja BTN dalam membahas berbagai isu ketenagakerjaan dan hubungan
keharmonisan hubungan kerja, meningkatkan kesejahteraan, serta menyelesaikan isu industrial.
ketenagakerjaan secara konstruktif.
Pada tahun 2025, BTN melaksanakan perundingan dan menandatangani Perjanjian
Kebebasan tersebut sejalan dengan berbagai regulasi nasional, termasuk Pasal 28E Ayat Kerja Bersama (PKB) periode 2025–2027 sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat
(3) Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat hubungan industrial yang konstruktif. PKB ini menjadi landasan pengaturan hak dan
Pekerja, serta Konvensi ILO Nomor 87 Tahun 1948 tentang Kebebasan Berserikat. Dengan kewajiban para pihak serta mencerminkan kesepakatan bersama yang menjunjung
mengacu pada ketentuan tersebut, Bank memastikan bahwa seluruh pegawai memiliki prinsip keadilan, perlindungan pekerja, dan kepastian hukum dalam hubungan kerja.
akses yang sama untuk menyampaikan aspirasi dan berpartisipasi dalam proses PKB 2025–2027 menjamin pelindungan hak ketenagakerjaan bagi 100% pegawai
hubungan industrial. [GRI 3-3] dan memastikan seluruh (100%) pegawai yang tergabung dalam Serikat Pekerja BTN
memiliki akses dialog serta mekanisme penyelesaian hubungan kerja yang setara.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembentukan Serikat Pekerja BTN pada 24 Perjanjian ini diarahkan untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif,
Juni 1999, yang telah terdaftar secara resmi di Departemen Tenaga Kerja DKI Jakarta produktif, dan berkelanjutan, selaras dengan peningkatan kesejahteraan pegawai dan
melalui nomor Kep-2241/W.26/K.2/1000. Serikat pekerja berfungsi sebagai mitra dialog keberlangsungan kinerja Bank. [GRI 2-30] [OJK F.19]
manajemen dan bekerja sesuai amanat Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 28
Tahun 2014. Pegawai diberikan kebebasan penuh untuk: [GRI 407-1]
1. Menjadi anggota serikat pekerja;
2. Menyampaikan aspirasi melalui serikat pekerja; dan
3. Mengikuti kegiatan organisasi pekerja.
119 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 120
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Kepatuhan Sosial dan Ekonomi
Seluruh aktivitas operasional Bank dijalankan sesuai regulasi ketenagakerjaan dan standar
sosial ekonomi yang berlaku. Komitmen ini tecermin melalui praktik ketenagakerjaan
yang adil, transparan, dan menghormati hak asasi, termasuk pelarangan perdagangan
manusia, pekerja paksa, pekerja anak, serta segala bentuk diskriminasi dalam hubungan
kerja maupun pelayanan kepada nasabah.
Dalam aspek K3, Bank konsisten menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan
bebas risiko. Pada sisi ekonomi, Bank menjunjung persaingan usaha yang sehat, menolak
praktik monopoli, dan menerapkan kebijakan antikorupsi sebagai bagian dari tata kelola
yang bertanggung jawab. Struktur pengupahan dijaga agar tetap wajar, proporsional
dengan kontribusi pegawai, dan selaras dengan ketentuan ketenagakerjaan yang
berlaku. [GRI 3-3] [SASB FN-CB-510a.1]
Komitmen terhadap kepatuhan ini tecermin dari tidak adanya denda, sanksi
nonmoneter, atau kasus yang dibawa ke mekanisme penyelesaian sengketa sepanjang
tahun pelaporan. Tidak ditemukan pelanggaran terkait peraturan perburuhan, legalitas
produk, maupun isu sosial lainnya, yang menunjukkan efektivitas pengendalian internal
serta kepatuhan operasional Bank. [GRI 2-27]
120 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 121
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai melalui Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
05
Menguatkan
Masyarakat melalui
Kepedulian dan Inklusi
122 Tanggung Jawab Sosial dan
Lingkungan
129 Inklusi dan Literasi Keuangan
Page 122
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai melalui Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Sebagai institusi keuangan yang tumbuh bersama masyarakat, BTN berkomitmen untuk
memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan. Peran BTN tidak terbatas sebagai penyedia
layanan finansial, tetapi juga sebagai mitra pembangunan sosial yang aktif. Melalui berbagai
program tanggung jawab sosial, inisiatif pemberdayaan, serta penguatan inklusi dan literasi
keuangan, BTN berupaya menjawab tantangan sosial-ekonomi sekaligus mendorong
kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.
Pendekatan ini menegaskan komitmen BTN untuk mengelola dampak sosial terhadap Selaras dengan ketentuan PER-1/MBU/03/2023 dan tujuan pembangunan berkelanjutan
masyarakat dan stakeholders, sekaligus memastikan bahwa strategi keberlanjutan (TPB/SDGs), BTN merancang program yang mengintegrasikan peran sosial dengan
berjalan seiring dengan peningkatan akses keuangan yang inklusif dan berkeadilan. peningkatan akses finansial. Integrasi ini memastikan bahwa program yang dijalankan
Komitmen tersebut dituangkan dalam ESG Roadmap dan Rencana Aksi Keuangan tidak hanya mengatasi isu sosial, ekonomi, dan lingkungan, tetapi juga membuka
Berkelanjutan (RAKB), yang memposisikan pengembangan masyarakat, inklusi, dan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan literasi keuangan serta memperluas
literasi keuangan sebagai pilar strategis guna memastikan pertumbuhan bisnis akses ke layanan perbankan. [GRI 3-3]
memberikan manfaat sosial yang lebih luas dan berkelanjutan.
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan [GRI 203-1, 203-2, 413-1] [OJK F.23, F.25, F.3]
Kontribusi sosial bagi BTN bukan sekadar pemenuhan kewajiban, melainkan bagian dari Agar setiap program memberi manfaat yang terukur, pelaksanaannya mengacu
komitmen untuk tumbuh dan memberikan nilai tambah bersama masyarakat. Melalui pada standar ISO 26000 tentang Tanggung Jawab Sosial. Kerangka ini memastikan
program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BTN menjalankan berbagai setiap kegiatan dirancang secara tepat sasaran, menghasilkan dampak yang terukur,
inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas hidup, serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, karyawan, serta lingkungan.
serta dukungan terhadap pelestarian lingkungan di wilayah operasional. TJSL menjadi Melalui pendekatan tersebut, BTN terus memperkuat perannya dalam mendukung
salah satu pilar penting dalam RAKB, yang menegaskan bahwa kinerja bisnis yang pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.
berkelanjutan harus berjalan selaras dengan kemajuan sosial dan lingkungan. [GRI 3-3]
122 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 123
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai melalui Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pada tahun pelaporan, realisasi dana TJSL mencapai Rp119,91 miliar. Rincian pemanfaatan
anggaran disajikan pada tabel berikut:
Realisasi Program TJSL
TPB 2025 (Rupiah) 2024 (Rupiah) 2023 (Rupiah)
Pilar Sosial
1 Tanpa Kemiskinan 24.300.797.801 11.045.972.420 10.505.377.274
2 Tanpa Kelaparan 32.834.988.494 21.159.374.300 14.798.413.813
3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera 3.669.211.000 14.845.051.673 12.348.435.325
4 Pendidikan Berkualitas 9.425.235.044 8.645.104.300 12.635.697.919
5 Kesetaraan Gender 582.000.000 220.000.000 -
Pilar Lingkungan
6 Air Bersih dan Sanitasi Layak 455.714.000 95.000.000 270.000.000
11 Kota dan Pemukiman yang
9.746.385.077 14.900.539.959 14.993.831.355
Berkelanjutan
12 Konsumsi dan Produksi yang
532.678.800 1.079.576.859 -
Bertanggung Jawab
13 Penanganan Perubahan Iklim 25.000.000 295.078.954 -
14 Ekosistem Lautan 516.763.040 375.120.000 -
15 Ekosistem Daratan 5.417.365.000 1.592.977.380 1.184.084.000
Pilar Ekonomi
7 Energi Bersih dan Terjangkau 616.347.374 1.205.465.000 50.000.000
8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan
25.330.651.968 5.278.260.444 4.361.935.431
Ekonomi
9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur 4.648.205.100 6.236.867.228 2.270.000.000
10 Berkurangnya Kesenjangan 836.174.388 1.445.294.797 5.734.719.287
17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan 452.974.000 495.017.300 943.694.328
Pilar Hukum dan Tata Kelola
16 Perdamaian, Keadilan, dan
521.230.966 50.000.000 -
Kelembagaan yang Tangguh
Total 119.911.722.052 88.964.700.614 79.996.188.732
123 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 124
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai melalui Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pilar Sosial
Komitmen BTN untuk tumbuh bersama masyarakat tercermin dalam berbagai inisiatif sosial yang berupaya
meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat dalam aspek sosial, budaya, dan keagamaan.
Fokus ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) ke-1, 2, 3, 4, dan 5, yang menekankan
pengentasan kemiskinan, peningkatan ketahanan pangan, kesehatan yang lebih baik, akses pendidikan, serta
kesetaraan gender.
1. Peningkatan Keahlian Disabilitas
BTN menyelenggarakan pelatihan bahasa Inggris dan sertifikasi kompetensi bagi
100 penyandang disabilitas. Program ini meningkatkan keterampilan peserta,
memperluas peluang kerja, dan mendorong kemandirian ekonomi, sebagai bagian
dari komitmen BTN dalam memperluas akses pekerjaan dan memberdayakan
kelompok rentan.
2. Beasiswa untuk Putra/Putri Tenaga Alih Daya BTN
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, BTN menyalurkan beasiswa pendidikan
kepada putra-putri tenaga alih daya, termasuk petugas operasional dan keamanan.
Program ini memberikan manfaat kepada 108 penerima, sekaligus memperluas akses
pendidikan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan memperkuat ekosistem
sosial yang inklusif di lingkungan BTN.
3. BTN Memberikan Bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, bersama Direktur Human Capital and
Compliance BTN serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK),
menyalurkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada masyarakat
di wilayah Jakarta Utara, Cikarang, dan Cianjur. Sebanyak 15 unit rumah menerima
bantuan perbaikan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen BTN dalam
meningkatkan kualitas hunian serta kesejahteraan masyarakat.
124 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 125
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai melalui Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pilar Lingkungan
Upaya pelestarian lingkungan diwujudkan melalui pengelolaan sumber daya alam dan berbagai inisiatif
untuk menjaga keberlanjutan ekosistem. Langkah ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
(TPB/SDGs) ke-6, 11, 12, 13, 14, dan 15 yang menekankan pengelolaan air bersih, pembangunan berkelanjutan,
konsumsi dan produksi bertanggung jawab, aksi iklim, serta pelindungan ekosistem darat maupun laut.
1. Penanaman Pohon dan Mangrove
BTN melaksanakan kegiatan penanaman 19.048 pohon dan 7.600 mangrove sebagai
bagian dari komitmen pelestarian lingkungan. Program ini turut meningkatkan
kesadaran lingkungan, memperkuat ekosistem hijau, dan mendorong partisipasi aktif
masyarakat serta pemangku kepentingan dalam praktik bisnis yang berkelanjutan.
Kegiatan juga dikolaborasikan dengan sesi edukasi dan networking antara
pengembang, pemasok, dan pemangku kepentingan lainnya, guna memperkuat
sinergi bisnis hijau yang ramah lingkungan dan berorientasi keberlanjutan.
2. Penanaman Pohon di Wilayah Proyek Strategis Nasional dengan Tema
“Tumbuh Bersama Alam”
BTN melakukan penanaman 5.000 bibit pohon di Depok sebagai upaya memperkuat
fungsi ekologis wilayah tersebut sebagai daerah resapan air, dengan harapan dapat
meningkatkan kapasitas serapan CO₂ sekaligus mendukung pelestarian lingkungan
dan keberlanjutan ekosistem.
125 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 126
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai melalui Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pilar Ekonomi
Upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dilakukan melalui kegiatan peningkatan peluang
kerja dan pengembangan usaha masyarakat. Inisiatif ini diarahkan untuk mendorong ekonomi masyarakat
yang berkualitas dan berkelanjutan, selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) ke-7, 8,
9, 10, dan 17 yang menekankan akses energi, pertumbuhan ekonomi, inovasi, pengurangan kesenjangan, serta
kemitraan pembangunan.
1. Kompetisi Wirausaha BTN
BTN menyelenggarakan Kompetisi Wirausaha BTN sebagai wadah inovasi di ekosistem
perumahan, diikuti oleh 1.170 peserta. Program ini mendorong terciptanya ide bisnis
berkelanjutan yang berdampak sosial dan lingkungan positif, membuka peluang
usaha baru, memperkuat keterampilan wirausaha peserta, serta memperkuat
kontribusi BTN dalam mewujudkan sektor perumahan yang inklusif dan berdaya
saing.
2. Pelatihan Pengembangan UMKM
Program pelatihan pengembangan UMKM difokuskan pada peningkatan kapasitas
pelaku usaha di sektor properti dan perumahan. Melalui sesi pendampingan
dan workshop, BTN berupaya memperkuat kemampuan manajerial serta akses
ke pembiayaan agar UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan di ekosistem
perumahan nasional. Program ini berhasil menjangkau 250 UMKM, memberikan
dampak positif terhadap kapasitas dan keterampilan para pelaku usaha.
126 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 127
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai melalui Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pilar Hukum dan Tata Kelola
Upaya memperkuat hukum dan tata kelola dilakukan melalui kebijakan dan pengawasan yang
transparan, akuntabel, dan berintegritas, mendukung terciptanya institusi yang efektif, adil, dan
profesional sesuai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) 16.
&$!#%!
NO MOR
E
V IO LE N 1. Dukungan Sarana Prasarana Rifka Annisa Women’s Crisis Center
CE
BTN berkomitmen menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
(TJSL) melalui Pilar Hukum dan Tata Kelola melalui dukungan kepada Rifka Annisa
Women’s Crisis Center. Rifka Annisa Women’s Crisis Center adalah sebuah women’s
crisis centre di Yogyakarta yang berfokus pada penghapusan kekerasan berbasis
gender terhadap perempuan dan anak melalui layanan dukungan komprehensif.
Rifka Annisa Women’s Crisis Center juga aktif mendorong kebijakan yang lebih
responsif terhadap kekerasan terhadap perempuan, serta terlibat dalam upaya
RE
MO CE
NO LEN
I O
pencegahan melalui pelatihan, riset, dan kerja sama multiplatform.
V
2. Dukungan High Profile Case (HPC)
Dukungan High Profile Case (HPC) atas nama Susanti binti Mahpud Dharab
merupakan bentuk pendampingan komprehensif terhadap kasus yang memiliki
tingkat perhatian publik tinggi dan sensitivitas khusus. Dukungan ini diberikan untuk
memastikan proses penanganan berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai
dengan ketentuan hukum yang berlaku. Susanti binti Mahpud Dharab adalah seorang
Pekerja Migran Indonesia asal Karawang, Jawa Barat, yang menghadapi ancaman
hukuman mati di Arab Saudi. BTN berpartisipasi dalam penggalangan donasi untuk
membantu meringankan biaya denda guna menyelamatkan nyawa Susanti.
127 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 128
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai melalui Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Outcome TJSL Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih menyeluruh tentang sejauh mana
program mampu menjawab kebutuhan masyarakat, membawa manfaat nyata, dan
Menilai keberhasilan sebuah program sosial tidak cukup hanya dari output atau menciptakan perubahan jangka panjang. Setiap rupiah yang digunakan dievaluasi
besarnya anggaran, tetapi juga dapat dilihat dari perubahan yang dialami masyarakat. nilai balik sosialnya, sehingga keputusan dan perencanaan program dapat dilakukan
Dengan prinsip tersebut, kajian Social Return on Investment (SROI) diterapkan untuk dengan lebih tepat sasaran.
memahami nilai sosial dan lingkungan yang tercipta dari setiap inisiatif keberlanjutan.
SROI menunjukkan nilai sosial yang dihasilkan untuk setiap 1 rupiah yang diinvestasikan, Hasil kajian SROI terhadap beberapa program keberlanjutan tersaji pada tabel berikut,
misalnya SROI 3:1 berarti 1 rupiah menghasilkan manfaat sosial senilai 3 rupiah bagi menggambarkan kontribusi sosial yang berhasil dihasilkan sepanjang tahun pelaporan.
masyarakat. [GRI 413-1]
Tabel Outcome TJSL
Nama Program Tujuan Program Sasaran Rasio SROI
BTN Housingpreneur Memperkuat kapasitas UMKM yang bergerak di berbagai rumpun usaha, termasuk desain, Mahasiswa, Masyarakat Umum 2,22
pengembangan perumahan, inovasi material, dan sektor pendukung ekosistem perumahan.
Bedah Rumah – Rumah Tidak Layak Peningkatan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah Masyarakat Kelurahan Lagoa Jakarta Utara, Desa 0,45
Huni (RTLH) Hegarmukti Cikarang Bekasi, serta Desa Margaluyu
dan Desa Girimukti Kabupaten Cianjur
Pelatihan UMKM Ruang Guru Memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui peningkatan keterampilan digital, pengelolaan Rumah BUMN BTN 2,13
usaha, dan pengembangan kemampuan wirausaha secara berkelanjutan
Pencegahan Stunting dan Penurunan Mendukung kesehatan anak serta pemenuhan gizi seimbang melalui pemberian makanan 25 anak di 5 kelurahan 2,35
Angka Stunting tambahan (PMT)
Pelatihan & Sertifikasi Internasional Meningkatkan kapasitas dan daya saing penyandang disabilitas fisik dalam mengakses 50 orang 2,70
Bagi Penyandang Disabilitas Batch 1 kesempatan kerja yang lebih layak, setara, dan inklusif.
Pelatihan & Sertifikasi Internasional Meningkatkan kapasitas dan daya saing penyandang disabilitas fisik dalam mengakses 50 orang 1,54
Bagi Penyandang Disabilitas Batch 2 kesempatan kerja yang lebih layak, setara, dan inklusif.
Penanaman 5.000 pohon Mendukung pelestarian lingkungan, peningkatan kualitas ekosistem, serta upaya mitigasi Masyarakat Kota Depok 2,29
perubahan iklim melalui penambahan tutupan vegetasi hijau.
Transformasi Hijau Perkotaan (Urban Mendukung ketahanan pangan perkotaan, peningkatan kualitas lingkungan, serta Masyarakat Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar 1,60
Farming) pemberdayaan masyarakat melalui pertanian kota yang berkelanjutan. Rebo, Jakarta Timur
Penanaman 5.000 pohon Mendukung pelestarian lingkungan, peningkatan kualitas ekosistem, serta upaya mitigasi Masyarakat Hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali 2,30
perubahan iklim melalui penambahan tutupan vegetasi hijau. Citarum
Restorasi Pembinaan Mangrove untuk Pelindungan ekosistem pesisir, mitigasi perubahan iklim, serta pemberdayaan masyarakat Masyarakat Lantebung Makassar, Wonokerto 0,82
Karbon Biru 7.500 bibit berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan. Pekalongan, Manrovesari Kaliwlingi Brebes
128 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 129
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai melalui Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Inklusi dan Literasi Keuangan [FS6] [SASB FN-CB-240A.2]
BTN menyalurkan pembiayaan kepada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Tabel Jumlah Mitra Binaan (Kegiatan Usaha) dan Dana yang Telah Disalurkan
(UMKM) sebagai bagian dari komitmen Bank dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
Keterangan 2025 2024 2023
yang inklusif, khususnya bagi masyarakat yang belum terlayani secara optimal
Jumlah Mitra Binaan 161 498 170
oleh layanan keuangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui beberapa program
Jumlah Penyaluran Dana (Rp juta) 6.554 14.850 9.162
pembiayaan UMKM dengan karakteristik dan segmentasi yang berbeda, sebagaimana
diuraikan pada pembahasan di bawah ini.
Tabel Realisasi Penyaluran Program Pendanaan UMK Berdasarkan Jenis Usaha [SASB
FN-CB-410a.1]
Sejalan dengan pelaksanaan program tersebut, pada tahun pelaporan pembiayaan
UMKM BTN tercatat memiliki outstanding sebesar Rp140.585 juta pada kategori past 2025 2024 2023
No Sektor Bisnis
due yang merefleksikan kredit bermasalah (NPL), serta outstanding sebesar Rp175.566 Rp Juta % Rp Juta % Rp Juta %
juta pada kategori nonaccrual yang telah diklasifikasikan sebagai write off. Past due
1 Industri 606 9,25 601 4,05 170 1,85
merujuk pada kredit yang telah melewati jatuh tempo pembayaran, sedangkan
2 Perdagangan 4.019 61,32 6.014 40,50 6.539 71,27
nonaccrual merupakan kredit bermasalah yang tidak lagi diakui pendapatan bunganya
3 Pertanian 385 5,87 45 0,30 95 1,04
karena menunjukkan indikasi ketidakmampuan debitur untuk memenuhi kewajiban
4 Perkebunan 50 0,76 - - 550 6,00
pembayaran. [FN-CB-240a.2]
5 Peternakan 135 2,05 226 1,52 95 1,04
Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) 6 Perikanan 120 1,83 190 1,28 100 1,09
7 Jasa 1.065 16,24 2.347 15,80 1.622 17,70
Pemberdayaan pelaku usaha mikro dan kecil menjadi salah satu fokus utama dalam 8 Lainnya 175 2,67 5.427 36,54 - -
program sosial perusahaan. Melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK), Jumlah 6.554 100,00 14.850 100,00 9.162 100,00
upaya penguatan kapasitas usaha dilakukan agar pelaku usaha dapat berkembang,
meningkatkan daya saing, serta memberi kontribusi nyata bagi perekonomian lokal. Tabel Realisasi Penyaluran Program Pendanaan UMK Berdasarkan Wilayah [SASB FN-
CB-410a.1]
Program ini juga hadir sebagai jembatan bagi pelaku usaha yang memiliki potensi
namun belum memenuhi persyaratan pembiayaan perbankan konvensional. 2025 2024 2023
No Wilayah
Rp Juta % Rp Juta % Rp Juta %
Pendanaan PUMK diberikan secara terukur dengan mempertimbangkan sektor usaha
1 Sumatera - - - - 935 10,20
dan wilayah operasi, sehingga manfaatnya lebih tepat sasaran. Pendanaan PUMK
2 DKI Jakarta 375 5,72 - - 788 8,60
disalurkan secara terukur melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga, dengan total
3 DI Yogyakarta 489 7,46 781 5,26 115 1,26
alokasi dana sebesar Rp11 miliar, dan penyaluran Rp6,55 miliar kepada 161 mitra binaan
sepanjang tahun pelaporan.
129 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 130
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai melalui Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
2025 2024 2023 1. Kompetensi dan Kapabilitas SDM • Debitur naik kelas;
No Wilayah
Rp Juta % Rp Juta % Rp Juta % • Meningkatkan jumlah • Program pembinaan UMKM; dan
4 Jawa Barat dan Banten 134 2,04 2.935 19,77 1.882 20,63 produktivitas sales; • Optimalisasi database : merchant,
5 Jawa Tengah 4.110 62,71 1.760 11,86 1.002 10,94 • Penambahan TAD sales dan Agen, KPR Lancar, KUR Lancar.
6 Jawa Timur 1.446 22,06 1.517 10,22 980 10,70 collection; 4. Transaksi Tabungan Debitur Small
7 Bali - - 410 2,76 60 0,65 • Penambahan desk call khusus and Medium-sized Enterprises (SME)
kredit UMKM; • Program bundling Tabungan
8 Nusa Tenggara Timur - - - - 880 9,60
• Pendampingan ke Kantor Cabang; Bisnis, QRIS/EDC, CMS; dan
9 Nusa Tenggara Barat - - - - 525 5,73
dan • Program proposition Debitur
10 Kalimantan - - 480 3,23 780 8,51
• Pelatihan tenaga sales. Menabung dan bertransaksi.
11 Sulawesi - - 6.966 46,91 970 10,59
2. Business Process 5. Kemitraan dan Perluasan Sektor
12 Maluku - - - - 245 2,67
• Portfolio quality reviews; • Pengembangan kemitraan; dan
13 Papua - - - - - - • Pelaksanaan stop & go; dan • Perluasan Kredit SME ke sektor-
Jumlah 6.554 100,00 14.850 100,00 9.162 100,00 • Enhancement perbaikan proses sektor dengan pertumbuhan
kredit melalui BTN Laku. tinggi dan NPL rendah.
Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) 3. Value Chain & Ekobiz
• Optimalisasi penjualan kepada Berikut merupakan portofolio penyaluran
Peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM menjadi bagian penting dari value chain nasabah atau ekobis; KUMKM BTN:
strategi pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui penyaluran modal kerja
dan pembiayaan investasi, dukungan diberikan kepada UMKM yang memiliki potensi
(Rp Juta)
serta kelayakan di berbagai sektor ekonomi. Pendekatan ini tidak hanya membantu
memperluas kapasitas usaha, tetapi juga mendorong produktivitas, daya saing, dan
kesiapan UMKM untuk berkembang di pasar yang semakin kompetitif.
Sebagai bagian dari peran intermediasi ekonomi, program KUMKM dirancang untuk
menyediakan pembiayaan hingga Rp5 miliar bagi pelaku usaha, sehingga mereka
dapat memperkuat operasional, meningkatkan kapasitas produksi, serta menciptakan
lebih banyak lapangan kerja. Inisiatif ini memberikan dampak langsung terhadap 2025 2024 2023
pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. [SASB
FN-CB-240a.1] 5.667.275 4.404.263 3.431.071
Untuk memperluas jangkauan dan efektivitas penyaluran kredit UMKM sepanjang tahun
pelaporan, BTN mengembangkan sejumlah strategi berikut:
130 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 131
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai melalui Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Penyaluran Kredit KUMKM Bank berdasarkan Sektor Ekonomi [FS6, FS7] [SASB FN-CB-410a.1] Jumlah Penyaluran (Rp Juta)
Provinsi
2025 2024 2023
Jumlah Penyaluran (Rp Juta)
Sektor Ekonomi Bengkulu 27.707 92.584 28.955
2025 2024 2023
Lampung 107.680 55.621 59.467
Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan 17.647 17.777 12.700
Kepulauan Riau 116.022 73.286 42.869
Perikanan 6 - -
Bangka Belitung 53.930 579.815 29.874
Pertambangan dan Penggalian - - -
DKI Jakarta 577.018 938.274 489.751
Industri Pengolahan 28.131 47.499 27.809
Jawa Barat 1.149.051 404.100 748.559
Listrik, Gas, dan Air 46.592 8.015 22.063
Jawa Tengah 397.037 31.866 275.130
Konstruksi 3.915.168 2.833.438 2.465.069
D.I. Yogyakarta 52.947 678.309 38.428
Perdagangan Besar dan Eceran 967.301 1.049.866 582.679
Jawa Timur 810.937 506.216 411.762
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 29.444 44.881 30.175
Banten 537.959 55.715 360.785
Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi 92.027 24.418 32.381
Bali 67.543 39.345 49.555
Real Estat, Usaha Persewaan, dan Jasa
179.524 153.945 85.942 Nusa Tenggara Barat 57.671 25.684 40.670
Perusahaan
Jasa Pendidikan 750 700 1.500 Nusa Tenggara Timur 49.625 - 29.245
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 6.500 - - Kalimantan Utara 22.656 23.469 9.225
Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan, Kalimantan Barat 75.878 15.807 32.507
300.234 158.791 124.528
dan Perorangan Lainnya Kalimantan Tengah 17.136 50.985 20.087
Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya 83.952 65.532 45.864 Kalimantan Selatan 127.483 47.053 77.177
Jumlah 5.667.275 4.404.263 3.431.071 Kalimantan Timur 58.977 5.085 47.323
Sulawesi Utara 64.185 26.020 30.546
Penyaluran Kredit KUMKM Bank berdasarkan Provinsi [FS6, FS7]
Sulawesi Barat 45.461 45.489 10.172
Jumlah Penyaluran (Rp Juta) Sulawesi Tengah 88.279 157.894 37.041
Provinsi
2025 2024 2023 Sulawesi Selatan 256.323 51.004 132.119
Aceh - 112.768 - Sulawesi Tenggara 100.002 21.580 53.022
Sumatera Utara 218.786 49.630 110.036 Gorontalo 41.833 27.606 12.967
Sumatera Barat 86.424 35.670 35.333 Maluku 15.659 6.912 913
Riau 130.355 91.963 36.113 Maluku Utara 58.346 13.627 15.206
Jambi 100.212 111.483 75.955 Papua 16.969 7.185 5.274
Sumatera Selatan 137.184 22.218 85.007 Jumlah 5.667.275 4.404.263 3.431.071
131 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 132
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai melalui Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Sejak 2017, BTN mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat permodalan
Portofolio Penyaluran
sektor riil melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dukungan ini diwujudkan dengan
KUR (Rp Juta)
memberikan akses pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,
terutama yang bergerak di sektor konstruksi, perumahan, serta sektor-sektor pendukung
lainnya. Melalui KUR Mikro dan KUR Kecil, pembiayaan disalurkan untuk kebutuhan modal
kerja maupun investasi, sehingga membantu memperkuat kapasitas usaha debitur dan
membuka peluang peningkatan produktivitas.
Skema KUR dirancang untuk menjangkau UMKM yang layak namun belum memiliki akses
pembiayaan konvensional, termasuk mereka yang tidak memiliki agunan tambahan. 2025 2024 2023
Pembiayaan diberikan tidak hanya kepada individu atau pelaku usaha kecil, tetapi juga
kepada badan usaha dan kelompok usaha produktif yang memenuhi kriteria kelayakan. 1.073.762 1.799.621 1.807.673
Untuk memastikan penyaluran berjalan optimal, BTN menerapkan sejumlah strategi
sepanjang tahun pelaporan, antara lain: *Tidak termasuk KPP Demand
1. Peningkatan penyaluran high yield loan (Eagle Project)
• Direct selling KUR kepada debitur KPR dan kredit konsumer lainnya.
• Segmentasi penjualan KUR berdasarkan ekosistem atau komunitas sesuai potensi Penyaluran KUR Bank [FS8]
wilayah melalui BPI SME.
Realisasi 2025 Realisasi 2024 Realisasi 2023
2. Peningkatan awareness dan engagement KUR BTN Plafon Plafon Plafon
• Pelaksanaan berbagai kegiatan sosialisasi guna memperkenalkan produk KUR Debitur Debitur Debitur
(Rp Juta) (Rp Juta) (Rp Juta)
kepada pelaku UMKM. Mikro 369.106 6.429 543.593 9.067 249.906 3.965
Kecil 704.656 2.359 1.265.028 3.943 1.557.767 4.249
Sepanjang tahun 2025, BTN telah menyalurkan KUR Mikro dan KUR Kecil kepada 8.788
Jumlah 1.073.762 8.788 1.799.621 13.010 1.807.673 8.214
debitur dengan total plafon mencapai Rp1,07 triliun. Portofolio lengkap penyaluran KUR
*Tidak termasuk KPP Demand
dapat dilihat pada tabel berikut:
132 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 133
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai melalui Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Penyaluran KUR Berdasarkan Sektor Ekonomi [FS6, FS7] [SASB FN-CB-410a.1] Jumlah Penyaluran
2025 2024 2023
Jumlah Penyaluran Sektor Ekonomi
Plafon Plafon Plafon
2025 2024 2023 Debitur Debitur Debitur
Sektor Ekonomi (Rp Juta) (Rp Juta) (Rp Juta)
Plafon Plafon Plafon
Debitur Debitur Debitur Badan Internasional
(Rp Juta) (Rp Juta) (Rp Juta)
dan Badan Ekstra - - - - - -
Pertanian, Perburuan, Internasional Lainnya
10.975 24 11.660 36 39.298 118
dan Kehutanan
Jasa Perorangan
Perikanan 600 2 1.515 7 6.560 36 yang Melayani Rumah - - - - - -
Tangga
Pertambangan dan
- - 830 5 - -
Penggalian Kegiatan yang Belum
29.160 313 72.456 622 81.284 402
Jelas Batasannya
Industri Pengolahan 26.441 196 27.443 207 37.124 204
Jumlah 1.073.762 8.788 1.779.621 13.010 1.807.673 8.214
Listrik, Gas, dan Air 3.085 21 3.663 31 6.100 37
*Tidak termasuk KPP Demand
Konstruksi 57.920 137 191.400 452 511.569 1.097
Perdagangan Besar
654.999 5.825 1.104.183 8.729 811.480 4.592 Penyaluran KUR Berdasarkan Provinsi [FS6, FS7]
dan Eceran
Penyediaan Akomodasi Jumlah Penyaluran
153.586 1.238 199.297 1.574 147.147 926
dan Makan Minum
2025 2024 2023
Provinsi
Transportasi,
Plafon Plafon Plafon
Pergudangan, dan 11.840 68 20.354 77 17.862 64 Debitur Debitur Debitur
(Rp Juta) (Rp Juta) (Rp Juta)
Komunikasi
Bali 46.117 353 45.550 350 26.200 141
Real Estat, Usaha
Persewaan, dan Jasa 15.756 59 24.010 102 30.976 123 Bangka Belitung 12.202 62 27.572 101 26.387 80
Perusahaan Banten 48.610 509 123.974 1.178 147.576 907
Perantara Keuangan - - - - - - Bengkulu 7.870 50 22.251 106 19.293 67
Jasa Pendidikan 3.310 21 5.360 36 4.750 26 D.I. Yogyakarta 33.272 233 49.264 323 31.116 176
Jasa Kesehatan dan DKI Jakarta 98.986 917 160.266 1.349 165.798 921
14.240 60 - - - -
Kegiatan Sosial
Gorontalo 19.445 128 17.203 100 11.416 92
Jasa Kemasyarakatan,
Sosial Budaya, Hiburan, Jambi 11.808 77 40.730 127 53.880 114
91.851 824 137.450 1.132 112.124 586
dan Perorangan Jawa Barat 176.646 1.819 337.849 3.021 422.064 1.879
Lainnya
Jawa Tengah 104.711 952 192.144 1.439 148.096 731
133 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 134
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai melalui Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Jumlah Penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP)
2025 2024 2023
Provinsi
Plafon Plafon Plafon Kredit program perumahan (KPP) merupakan fasilitas pembiayaan yang disediakan
Debitur Debitur Debitur
(Rp Juta) (Rp Juta) (Rp Juta) untuk mendukung pengembangan sektor perumahan secara berkelanjutan melalui
Jawa Timur 142.098 1.292 222.843 1.800 230.475 1.093 penguatan sisi penyediaan dan permintaan rumah. Program ini ditujukan bagi pelaku
Kalimantan Barat 22.068 94 25.739 135 19.649 56 usaha dalam ekosistem perumahan, termasuk pengembang dan pelaku UMKM, guna
Kalimantan Selatan 16.903 162 17.070 180 53.781 164 mendorong percepatan penyediaan hunian layak serta peningkatan aktivitas ekonomi
Kalimantan Tengah 18.610 116 14.468 97 9.526 46 yang inklusif.
Kalimantan Timur 7.290 77 15.455 117 17.364 110
Kalimantan Utara 2.285 24 9.675 71 9.690 82
Melalui KPP, pembiayaan diberikan dalam bentuk modal kerja dan investasi untuk
mendukung kegiatan pembangunan, pembelian, maupun renovasi rumah sesuai
Kepulauan Riau 18.527 130 48.185 217 36.322 133
ketentuan yang berlaku. Skema ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku
Lampung 17.789 106 20.332 124 17.775 110
usaha perumahan, menjaga kesinambungan rantai pasok sektor perumahan, serta
Maluku 10.195 48 12.848 71 13.023 78
berkontribusi pada penciptaan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
Maluku Utara 3.015 20 12.050 79 12.610 85
Aceh - - - - - - Secara umum, KPP mencakup:
Nusa Tenggara Barat 14.641 137 20.495 216 16.180 78 • Pembiayaan sisi penyediaan rumah bagi pengembang dan pelaku usaha pendukung
Nusa Tenggara Timur 18.925 171 14.587 133 8.796 42 perumahan guna mendukung pembangunan dan pengadaan rumah.
Papua 5.780 72 8.965 93 16.212 121 • Pembiayaan sisi permintaan rumah bagi UMKM dan pelaku usaha untuk pembelian,
Riau 16.601 92 33.470 169 63.280 130 pembangunan, atau renovasi rumah yang menunjang kegiatan usaha.
Sulawesi Barat 18.175 54 20.975 67 14.066 52
Sulawesi Selatan 44.284 256 83.899 380 40.980 217
Penyaluran KPP menjadi bagian dari upaya BTN dalam memperluas akses pembiayaan
perumahan, mendukung program perumahan nasional, serta memperkuat kontribusi
Sulawesi Tengah 15.585 85 12.398 71 11.860 38
sektor perumahan terhadap pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Sulawesi Tenggara 26.894 156 25.800 90 15.500 44
Rincian penyaluran KPP disajikan pada tabel berikut.
Sulawesi Utara 6.690 73 8.071 72 9.349 56
Sumatera Barat 19.676 98 23.890 116 21.860 55
Penyaluran KPP Berdasarkan Sektor Ekonomi [FS6, FS7] [SASB FN-CB-410a.1]
Sumatera Selatan 16.555 85 24.717 123 40.980 109
2025
Sumatera Utara 51.510 340 106.887 495 63.641 207 KPP BTN
Plafond (Rp Juta) Debitur
Jumlah 1.073.762 8.788 1.799.621 13.010 1.807.673 8.214
KPP Supply 2.389.138 749
*Tidak termasuk KPP Demand
KPP Demand 262.742 1.097
Total 2.651.880 1.846
134 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 135
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai melalui Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Realisasi KPP Berdasarkan Provinsi [FS7] KPP Supply KPP Demand Total
Provinsi Plafond Plafond Plafond
KPP Supply KPP Demand Total Debitur Debitur Debitur
(Rp Juta) (Rp Juta) (Rp Juta)
Provinsi Plafond Plafond Plafond
Debitur Debitur Debitur Lampung 52.061 17 4.957 23 57.019 40
(Rp Juta) (Rp Juta) (Rp Juta)
Maluku 1.450 1 960 3 2.410 4
Bali 19.658 9 6.832 30 26.490 39
Maluku Utara 13.411 4 2.370 11 15.781 15
Bangka Belitung 18.148 6 1.273 6 19.420 12
Nusa Tenggara
Banten 159.268 47 21.030 91 180.298 138
Barat 47.958 17 1.412 7 49.369 24
Bengkulu 24.356 7 826 7 25.183 14
Nusa Tenggara
DI Yogyakarta 14.498 4 3.719 15 18.217 19 Timur 33.750 11 3.447 13 37.197 24
DKI Jakarta 188.564 51 27.814 86 216.378 137 Papua 5.500 2 136 1 5.636 3
Gorontalo 12.528 4 1.000 3 13.528 7 Riau 50.645 19 2.838 15 53.484 34
Jambi 47.141 16 1.198 9 48.339 25 Sulawesi Barat 28.232 11 118 1 28.350 12
Jawa Barat 519.822 154 73.526 268 593.348 422 Sulawesi Selatan 107.890 36 6.991 27 114.881 63
Jawa Tengah 158.117 55 22.821 114 180.939 169 Sulawesi Tengah 34.335 10 1.500 3 35.835 13
Jawa Timur 343.306 100 47.894 235 391.200 335 Sulawesi Tenggara 76.952 25 548 4 77.500 29
Kalimantan Barat 47.080 13 3.162 11 50.243 24 Sulawesi Utara 20.186 8 795 2 20.981 10
Kalimantan Selatan 75.069 28 2.613 12 77.682 40 Sumatera Barat 39.739 16 2.180 8 41.919 24
Kalimantan Tengah 22.228 9 1.314 7 23.542 16 Sumatera Selatan 57.710 17 1.836 12 59.546 29
Kalimantan Timur 19.390 6 6.205 21 25.595 27 Sumatera Utara 102.294 32 3.207 12 105.501 44
Kalimantan Utara 3.080 2 3.425 13 6.505 15 Total 2.389.138 749 262.742 1.097 2.651.880 1.846
Kepulauan Riau 44.771 12 4.794 27 49.565 39
135 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 136
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai melalui Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Branchless Banking (balé Agen) [FS16] Simpanan Pelajar (SimPel) [FS16]
Perluasan akses layanan keuangan formal diwujudkan melalui implementasi program Program Simpanan Pelajar (SimPel) menjadi salah satu upaya utama BTN dalam
Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) yang memperluas inklusi keuangan bagi generasi muda. Melalui mekanisme tabungan yang
diinisiasi OJK dan sejalan dengan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Program sederhana, bebas biaya administrasi, dan mudah diakses pelajar dari tingkat SD hingga
ini ditujukan bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan, termasuk SMA diajak mengenal pentingnya menabung, mengelola uang, dan memahami dasar
wilayah terpencil dan kelompok yang rentan terhadap praktik pembiayaan informal. perencanaan keuangan sejak dini. Kesederhanaan persyaratannya memungkinkan
lebih banyak pelajar terhubung dengan layanan keuangan formal sejak usia muda.
Melalui skema ini, BTN menghadirkan jaringan agen sebagai perpanjangan layanan
perbankan di tingkat komunitas. Masyarakat dapat melakukan transaksi dasar secara Pada 2025, program ini menjangkau lebih dari 858.276 peserta di berbagai wilayah
mudah dan dekat dengan tempat tinggal, seperti pembukaan rekening, setor dan Indonesia. Fokus edukasi diarahkan pada pelatihan keuangan digital, sehingga pelajar
tarik tunai, pembayaran tagihan, transfer dana, cek saldo, mini statement, perubahan mampu memahami produk perbankan dan mengelola keuangan dengan lebih bijak.
PIN, serta pembelian produk keuangan. Inisiatif ini tidak hanya memperluas inklusi Kolaborasi dengan sekolah, lembaga pendidikan, dan komunitas lokal memperluas
keuangan, tetapi juga meningkatkan literasi keuangan dan memberi peluang tambahan jangkauan program, termasuk di daerah dengan akses finansial terbatas.
penghasilan bagi mereka yang bergabung sebagai agen.
Edukasi keuangan kemudian diperluas ke masyarakat umum, terutama di wilayah
Ketentuan umum untuk menjadi balé agen meliputi beberapa persyaratan berikut: terpencil, untuk membantu mereka menggunakan layanan perbankan dengan lebih
1. Pendaftaran dilakukan melalui Kantor Cabang atau Kantor Cabang Pembantu tepat. Peningkatan pengetahuan finansial ini diharapkan mendorong pemanfaatan
terdekat. produk perbankan yang lebih beragam sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi
2. Calon agen merupakan nasabah BTN dengan rekening tabungan aktif yang lokal.
digunakan untuk menampung deposit, komisi, dan biaya transaksi.
3. Memiliki usaha yang telah beroperasi sekurang-kurangnya satu tahun. Proporsi Kepemilikan Rekening [SASB FN-CB-240a.3, FN-CB-240a.4]
4. Memiliki surat izin usaha yang sah dan masih berlaku, minimal surat keterangan dari
Keterangan 2025 2024 2023
RT setempat.
Total Rekening
5. Tidak tercantum dalam Daftar Hitam Nasional Bank Indonesia.
6. Lulus proses uji tuntas atau due diligence dari Bank. Total rekening produk Tabungan 7.045.749 6.139.468 7.099.737
Rekening SimPel
Total rekening 850.879 824.069 795.592
Hingga tahun 2025, terdapat Persentase terhadap total rekening 12,18% 13,42% 11,00%
6.300 Peningkatan sebesar 4,15% dibandingkan tahun sebelumnya dipengaruhi oleh penguatan
program edukasi dan literasi keuangan serta kerja sama dengan sekolah, yang turut
balé agen yang tersebar di seluruh Indonesia mendukung salah satu strategi BTN dalam meningkatkan dana murah.
136 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 137
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai melalui Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Housing Finance Center (HFC) [FS16]
Misi
Visi
Memberikan pelayanan
Menjadi pusat riset, yang unggul, inovatif, dan
edukasi, dan konsultasi terintegrasi dalam riset,
Masih banyaknya rumah tangga di Indonesia yang belum memiliki rumah merupakan terkait pembiayaan edukasi, dan konsultasi terkait
indikasi bahwa sektor perumahan masih berpotensi untuk terus tumbuh secara perumahan yang pembiayaan perumahan
berkelanjutan dengan terus bertambahnya jumlah keluarga baru dan dukungan terdepan bagi klien.
kemudahan untuk memiliki rumah. HFC memanfaatkan peluang ini untuk mendukung
pertumbuhan sektor perumahan di Indonesia. HFC didirikan pada 16 Oktober 2014 dengan
visi dan misi sebagai berikut.
Fungsi HFC
Melalui HFC, komitmen untuk mendukung penyediaan pasokan hunian dan melahirkan
pengembang baru di sektor perumahan diperkuat. Peran tersebut dijalankan melalui
Learning Pusat edukasi pembiayaan perumahan Indonesia melalui
tiga fungsi utama yang menjadi pilar bisnis HFC, yaitu:
berbagai bentuk program pendidikan dan pelatihan
Advisory Pusat konsultasi properti dan pembiayaan perumahan
Indonesia untuk membantu para stakeholders
(masyarakat, pengembang, pemerintah) dalam
pengambilan keputusan
Research Pusat informasi dan inovasi pembiayaan perumahan
Indonesia melalui berbagai kajian ilmiah terkait pasar,
pelaku usaha, dan tren industri perumahan
137 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 138
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai melalui Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Dari ketiga kegiatan utama tersebut, tersusun beberapa agenda turunan seperti:
Kegiatan Utama HFC
Fungsi Mini MBA in Property Program Mini MBA in Property merupakan kerja sama HFC dan SBM-ITB yang rutin diselenggarakan untuk mencetak wirausaha baru di industri properti.
Learning Sejak 2016, program ini telah berjalan secara berkelanjutan. Pada tahun 2025 program ini telah diselenggarakan sebanyak 3 batch yaitu batch 23, batch
24, dan batch Makassar (in house). Melalui program ini, telah dihasilkan lulusan sebanyak lebih dari 800 orang.
Seminar Literasi/Kuliah Umum/ HFC aktif menyelenggarakan seminar, kuliah umum, workshop, dan talkshow bekerja sama dengan berbagai instansi, universitas, dan asosiasi untuk
Workshop/ Talkshow meningkatkan pemahaman audiens mengenai bisnis properti, digitalisasi perbankan, dan topik relevan lainnya. Pada 2025, telah dilaksanakan kegiatan:
1. Outlook Property Indonesia Tahun 2025 di Tengah Perlambatan Ekonomi Nasional.
2. Kuliah Umum dan Talkshow di Universitas Negeri Malang dengan tajuk “Unlocking Business Opportunities Amidst Global Economic Shifts and Digital
Transformation”.
3. Kuliah Umum di Universitas Udayana dan Universitas Diponegoro dengan tajuk “Green Financing in The Digital Era for a Sustainable Economy”.
4. Orasi Ilmiah di Universitas Negeri Padang dengan tajuk “Green Financing in The Digital Era for a Sustainable Economy”.
Fungsi Advisory Clinic Program Advisory Clinic merupakan program yang didesain agar peserta dan alumni dari Program Learning HFC dapat melakukan diskusi atau konsultasi
Advisory lebih intensif dengan para pengajar untuk lebih memperdalam pemahaman terhadap materi-materi yang telah diajarkan pada class training. Advisory
Clinic yang telah dilakukan di tahun 2025 dengan tajuk “Understanding Housing Consumer Behavior to Increase Sales”.
Fungsi BTN HPI (House Price Index) BTN House Price Index menyajikan data perubahan harga perumahan secara nasional, regional, provinsi, hingga kabupaten/kota, berdasarkan realisasi
Research kredit rumah dengan kualitas dan karakteristik serupa, termasuk transaksi KPR nonsubsidi. Indeks mencakup berbagai tipe rumah (21–36, 37–45, dan
46–70) serta sejumlah wilayah kabupaten/kota. Data disampaikan setiap triwulan, dengan perhitungan bulanan menggunakan metode matched sales.
Publikasi Forum Ekonomi Hasil riset HFC dipublikasikan melalui forum karya ilmiah nasional tahunan, antara lain yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, OJK, ISEI, dan Perbanas,
Nasional disesuaikan dengan tema masing-masing acara.
Riset Hasil riset dan kajian yang sudah dibuat oleh HFC di tahun 2025, antara lain: 9. Skema Pembiayaan Perumahaan
Terimplementasi 1. Update Ekonomi dan Perumahaan 2025 10. Studi Kelayakan Pembentukan BTN Research Institute
2. Kajian House Price Index FY2024 11. Market Share DPK BTN
3. Kajian Awal Pembentukan Danantara 12. Market Share KPR BTN
4. Kajian Awal BTN Research Institute 13. Kajian Redesain Skema Pembiayaan Perumahan
5. Kajian Dampak Program Tiga Juta Rumah terhadap Perekonomian dan 14. Kajian Faktor Penurunan Market Share KPR Non Subsidi
penyerapan Tenaga Kerja. 15. Kajian Penurunan Cost of Fund (CoF) DPK
6. Kajian Tarif Trump 16. FS BTN Research Institute dengan ITB
7. Pembahasan Perkembangan dan Outlook Konsumsi, Investasi, dan Kredit 17. Industri Outlook 2026
Konsumsi Rumah Tangga 2025-2026 18. Kajian Sektor Informal
8. Kajian Potensi Wilayah
Research Fellowship HFC bekerja sama dengan peneliti, akademisi, dan praktisi dari universitas serta lembaga penelitian untuk transfer pengetahuan, guna meningkatkan
kompetensi, kapasitas, dan kapabilitas peneliti HFC dalam riset terkait perkembangan ekonomi dan pengembangan bisnis BTN.
138 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 139
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai melalui Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Program Literasi Keuangan Lainnya [FS16]
BTN memperkuat literasi keuangan melalui kemitraan dengan organisasi pendidikan
keuangan, serta kerja sama dengan institusi pendidikan, instansi pemerintah, dan
komunitas lokal, dengan inisiatif yang dirancang khusus untuk menjangkau demografis
tertentu. Berbagai pelatihan dan kegiatan sosialisasi dilakukan untuk memperluas
pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan, terutama terkait perbankan
dan pembiayaan perumahan.
Salah satu inisiatif utamanya adalah program inklusi keuangan bagi mahasiswa serta
komunitas kampus. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, peserta memperoleh
pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan finansial,
dan pentingnya akses terhadap layanan perbankan. Program ini juga menjangkau
kelompok masyarakat yang belum terlayani perbankan untuk meningkatkan akses ke
layanan keuangan formal.
Edukasi produk perbankan, termasuk layanan payroll, turut diperluas melalui kegiatan
sosialisasi kepada berbagai instansi pemerintah. Pendekatan ini membantu masyarakat
memahami manfaat layanan perbankan sekaligus mendorong penggunaan produk
keuangan secara lebih bijak.
Melalui langkah tersebut, BTN berupaya mempercepat inklusi keuangan dan memperkuat
pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini diharapkan menumbuhkan literasi
finansial sejak dini serta mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam
pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
139 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 140
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai melalui Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
140 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 141
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
06
Menggerakkan Inovasi
Produk Keuangan dan
Digitalisasi
142 Roadmap Layanan BTN
145 Manajemen Risiko Lingkungan dan
Sosial dalam Proses Kredit
148 BTN Portofolio Guideline
155 Produk Berbasis ESG
163 Inovasi Digital untuk Layanan
Modern
172 Pengawasan Produk Keuangan
173 Kebijakan Periklanan
174 Pelindungan Finansial Nasabah
175 Privasi dan Keamanan Data
Nasabah
185 Kebijakan Penagihan Utang
187 Penanganan Keluhan Produk
Keuangan
190 Kepuasan Nasabah
Page 142
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Sebagai lembaga intermediasi, BTN memiliki tanggung jawab tidak langsung atas dampak
lingkungan dan sosial yang timbul dari aktivitas debitur, karena pengelolaan yang kurang
tepat berpotensi meningkatkan risiko kredit dan memengaruhi reputasi Bank. Oleh karena
itu, pengelolaan aspek lingkungan dan sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari
manajemen risiko perbankan.
Roadmap Layanan BTN
Sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi BTN sebagai “Mitra utama dalam
Visi Memberikan layanan yang andal, memiliki keunggulan yang
pemberdayaan finansial keluarga Indonesia” dan misi untuk “Memberikan customer Layanan berbeda, mudah dan nyaman, serta melampaui harapan
experience terbaik melalui layanan digital dan finansial yang terintegrasi”, BTN telah BTN nasabah
merumuskan Visi Layanan yang didukung dengan 19 key initiatives. Visi tersebut menjadi
landasan penyusunan Roadmap Layanan BTN 2023-2025 sebagai panduan strategis
pengembangan layanan Bank.
1. Menumbuhkan budaya layanan terpadu dalam organisasi
Roadmap tersebut disusun berdasarkan survei pada tahap awal untuk memperoleh
dengan menerapkan pendekatan yang berpusat pada solusi
Voice of Customer (VoC) melalui pengukuran Customer Experience Index (CEI). Roadmap untuk mencapai keunggulan layanan yang istimewa.
Layanan BTN telah disetujui oleh Direksi dan disosialisasikan kepada SEVP, pimpinan divisi 2. Menumbuhkan standar layanan yang konsisten di semua
terkait dari produk dan channel owner, serta Kepala Kantor Wilayah 1 dan 2 melalui forum Misi saluran layanan dan titik kontak nasabah, untuk memastikan
yang diselenggarakan oleh Customer Experience Division dengan melibatkan konsultan. Layanan pengalaman yang mulus dan istimewa di setiap interaksi.
Pada forum tersebut, telah disepakati Misi Layanan BTN sebagai penjabaran dari Visi BTN 3. Menjadi mitra keuangan terpercaya dan penasihat perumahan
dengan memberikan layanan khas yang mengacu pada
Layanan BTN. Selain itu, BTN juga telah menetapkan Service Values BTN.
autentisitas organisasi.
4. Memberikan pengalaman layanan terbaik yang berfokus pada
ekspektasi nasabah dengan melayani mereka seperti keluarga
kita sendiri dengan keramahan yang istimewa.
142 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 143
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Service Values BTN
Reliable Uniquely Differentiated Convenient Services
F A M I L Y
Fostering Assurance Meaningful Inspire Light-hearted Yearning
Komponen values ini Komponen values Komponen values ini Komponen values Komponen values ini Komponen values ini
menyiratkan komitmen ini menggambarkan menggambarkan komitmen ini menggambarkan menunjukkan komitmen menunjukkan ambisi dan
BTN untuk membangun komitmen BTN untuk BTN dalam menyediakan komitmen BTN yang kesungguhan dan motivasi internal yang kuat
Makna
hubungan dan memberikan kepastian, layanan, interaksi, dan menginspirasi lebih dari kemurahan hati insan untuk memberikan standar
menyediakan kenyamanan rasa aman, dan pengalaman yang berarti, sekedar solusi finansialnya, BTN dalam menciptakan pelayanan yang sangat
dalam layanan yang kepercayaan secara andal terpersonalisasi, dan tetapi juga menjadi katalis kenyamanan sepanjang baik dan melebihi harapan
selaras dengan konsep kepada seluruh nasabah. berdampak, selaras dengan positif untuk perbaikan perjalanan finansial nasabah pelanggan
keluarga. kebutuhan dan aspirasi dan kemajuan keseluruhan melalui pelayanan yang
nasabah. ekosistem perbankan. tulus dan hangat.
Fostering Long-term Assuring Reliable Meaningful Inspiration for Achieving the Light-hearted Yearn for
Relationship Support Personalization Dream Atmosphere Excellence
Rincian Poin
Fostering Incremental Assuring Solution-Centric Meaningful Inspiration for Light-hearted Yearn for Customer
Service Excellence Services Experience Your Home Assistance Satisfaction
Fostering Digital Assuring Ethical Meaningful Inspiration for Light-hearted Yearn for
Transformation Practices Long-term Impact Excellence Approach Integration
BTN menetapkan terminologi FAMILY sebagai service values yang merefleksikan layanan Selaras dengan Service Blueprint, peningkatan layanan difokuskan pada aspek people,
yang reliable (fostering and assurance), uniquely differentiated (meaningful and process, dan physical evidence sebagai standar baru di seluruh saluran layanan. Fokus
inspire), serta convenient (lighthearted and yearning), dengan pendekatan yang selalu tersebut menjadi dasar implementasi Roadmap Layanan BTN 2023–2025, yang terbagi
melibatkan nasabah layaknya bagian dari keluarga. Untuk mendukung Misi Layanan sebagai berikut:
sekaligus mendorong customer acquisition and loyalty, BTN menetapkan Solution-
centric sebagai core values melalui penyediaan basic advisory bagi new customer serta
advanced advisory bagi existing dan churning customers.
143 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 144
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Rencana Implementasi Quick Win Mid-Term Long-Term
1. 2. 3.
Roadmap Layanan BTN
• Solution-Centric Response Mechanism • Service Competency Enhancement Program (S-CEP) • Hackathon
2023-2025
• Service-focused Squad • BTN Mobile Advancement • BTN Heritage
• FinEase Acceleration • CRM Empowerment
• BTN Care • BTN Housing & Mortgage Advisory
Mengacu pada Service Programs Prioritization yang dibahas dan disepakati dalam strategis dalam membentuk pengalaman nasabah. Sejalan dengan upaya
Roadmap Layanan BTN 2023–2025, BTN menetapkan 4 (empat) Quick Win Service peningkatan kepuasan nasabah, BTN melakukan penyempurnaan proses
Programs yang secara berkelanjutan mengimplementasikan strategi peningkatan layanan kredit, khususnya pada tahapan akad kredit, melalui sejumlah inisiatif
kualitas layanan sejak tahun 2023. Berikut beberapa strategi dan program yang dapat sebagai berikut:
dijalankan untuk mencapai tujuan tersebut: • Penetapan batas waktu maksimal dan standar durasi pelaksanaan akad
1. FinEase Acceleration kredit.
Program FinEase (Finish-Ease) Acceleration difokuskan untuk meningkatkan • Digitalisasi penyampaian informasi pada tahap akad kredit untuk memastikan
kualitas layanan pada titik awal interaksi nasabah dengan BTN, khususnya proses seluruh calon debitur memahami hak dan kewajiban sebagai debitur BTN.
pembukaan rekening dan pelaksanaan akad kredit konsumer, guna memastikan • Peningkatan kenyamanan selama proses akad kredit melalui penetapan tata
pengalaman layanan yang lebih optimal. Dalam implementasinya, BTN melakukan letak serta standar sarana pendukung pada lokasi pelaksanaan akad.
sejumlah peningkatan pada entry point, meliputi: 2. Solution-Centric Response Mechanism
a. FinEase Acceleration: Pembukaan Rekening Strategi peningkatan layanan terkait penanganan keluhan nasabah, baik soft
Peningkatan layanan yang berfokus pada percepatan proses pembukaan maupun hard complaint, telah distandardisasi di seluruh outlet BTN melalui langkah-
rekening bagi walk-in customer di setiap outlet dengan Service Level Agreement langkah berikut:
(SLA) yang telah ditentukan. Hal tersebut dilakukan melalui sejumlah langkah, a. Penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta penyediaan infrastruktur
meliputi: pendukung untuk penyelesaian keluhan oleh petugas Bank.
• Penyempurnaan alur layanan pembukaan rekening. b. Pelaksanaan pelatihan bagi seluruh frontliner dalam menangani keluhan
• Penataan tata letak petugas Bank untuk mendukung efektivitas proses. nasabah di outlet BTN.
• Digitalisasi proses pembukaan rekening. 3. Service-focused Squad
• Peningkatan kompetensi dan kapasitas petugas layanan, serta menerapkan BTN membentuk service organization untuk memastikan penerapan standar
script pembukaan rekening yang efektif dan efisien. layanan berjalan konsisten sekaligus menumbuhkan learning culture and
b. FinEase Acceleration: Akad Kredit Konsumer environment. Sejalan dengan implementasi Roadmap Layanan, BTN menempatkan
Sebagai core business BTN, layanan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) menjadi petugas layanan tambahan pada setiap kantor cabang yang berperan dalam
titik awal interaksi utama masyarakat dengan Bank sehingga memegang peran pemberian layanan cepat, yaitu Duty Officer. Duty Officer menjalankan fungsi untuk
144 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 145
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
meningkatkan efisiensi operasional cabang, mempercepat proses layanan, serta layanan ramah keluarga dengan menyediakan ruang dan fasilitas yang menunjang
memastikan pengalaman nasabah dalam bertransaksi dan memperoleh layanan kenyamanan nasabah selama bertransaksi. Fasilitas BTN Care meliputi:
di kantor cabang berlangsung lancar. a. Fasilitas disabilitas berupa jalur atau ramp kursi roda, handrail, kursi khusus, dan
4. BTN Care toilet khusus disabilitas;
BTN Care merupakan inisiatif BTN untuk memenuhi ketentuan regulator sekaligus b. Ruang laktasi bagi ibu menyusui;
memperkuat akses layanan bagi nasabah dengan kebutuhan khusus, termasuk c. Kid’s Corner bagi anak-anak selama orang tua atau keluarganya menunggu
penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, dan ibu menyusui, melalui penguatan antrian layanan maupun transaksi di BTN.
aspek sarana dan prasarana fisik di kantor cabang. Program ini juga mendukung
Manajemen Risiko Lingkungan dan Sosial dalam Proses Kredit [GRI 2-25] [SASB FN-CB-410A.2]
Dalam proses pendanaan dan penyaluran kredit, BTN secara konsisten menerapkan ketentuan dalam BTN Portfolio Guideline, termasuk untuk sektor dengan risiko ESG tinggi.
sistem manajemen risiko lingkungan dan sosial (ESG) pada seluruh aktivitas pembiayaan Hasil penilaian tersebut menjadi dasar proses prapersetujuan melalui credit risk tools
dan portofolio kredit sebagai bagian dari penerapan prinsip keuangan berkelanjutan. dengan mengintegrasikan aspek lingkungan dan sosial. Selanjutnya, penerapan ESRM
Praktik ini sejalan dengan POJK Nomor 40/POJK.03/2019 tentang Penilaian Kualitas Aset dilanjutkan pada tahap analisis kredit, tinjauan hukum dan kepatuhan, persetujuan
Bank Umum, yang mengatur bahwa penilaian prospek usaha debitur mencakup upaya kredit, hingga pemantauan pascapenyaluran untuk memastikan pengendalian risiko
menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. berjalan konsisten sepanjang siklus kredit.
Sejalan dengan fokus pertumbuhan portofolio kredit komersial, BTN mengintegrasikan Sebagai bagian dari tinjauan hukum dan kepatuhan, dalam Kebijakan Umum Nomor KU.1
aspek lingkungan dan sosial ke dalam proses kredit melalui kerangka Environmental and tentang Perkreditan atau Pembiayaan, BTN juga mengatur persyaratan legalitas proyek,
Social Risk Management (ESRM) yang diterapkan secara end-to-end dan terkoordinasi yang meliputi: [FS1, FS2, FS9]
oleh Business Unit, Credit Operation Division, serta Wholesale Credit Risk Division. BTN juga 1. Izin peruntukan lahan/tanah;
menetapkan risk appetite dan industry appetite yang selaras dengan aspek lingkungan 2. Site plan disahkan pihak yang sah dan berwenang;
dan sosial, yang dituangkan dalam petunjuk teknis Risk Acceptance Criteria (RAC) yang 3. Izin mendirikan bangunan;
tercakup dalam BTN Portfolio Guideline sesuai Petunjuk Teknis Nomor PT.8-H.3. [FS1] 4. Bukti penguasaan;
5. Salinan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT);
Dalam pelaksanaannya, setiap Business Unit melakukan penilaian berbasis riset 6. Bukti penguasaan jalan masuk;
sektor industri, analisis risiko ESG, serta analisis risiko dan potensi sektor industri sesuai 7. Surat keterangan peil banjir;
145 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 146
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
8. Keterangan PDAM; dan perencanaan proyek. Penerapan AMDAL mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor
9. Surat keterangan kelayakan lingkungan atau upaya pengelolaan lingkungan hidup 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan Hidup. Selain itu, BTN melakukan pemantauan dan
dan/atau AMDAL. verifikasi lapangan untuk memastikan calon debitur mematuhi ketentuan lingkungan
yang berlaku. Verifikasi mencakup pemenuhan dokumen lingkungan dan sosial sesuai
BTN menerapkan penilaian risiko kredit dengan mempertimbangkan hasil AMDAL sebelum ketentuan internal, dilakukan sebelum dan setelah akad kredit sebagai bagian dari
menetapkan keputusan pembiayaan atas suatu proyek. AMDAL merupakan persyaratan pemantauan berkelanjutan, dengan frekuensi minimal satu kali setiap tiga bulan.
perizinan yang memuat kajian potensi dampak lingkungan dari rencana usaha dan/ Pendekatan ini merupakan bagian dari prinsip kehati-hatian dalam manajemen risiko
atau kegiatan, mencakup aspek abiotik, biotik, dan kultural, serta disusun pada tahap kredit. [FS1, FS2, FS3, FS5, FS9]
Proses Integrasi ESG dalam Proses Kredit
Pre-screening Tinjauan Legal dan Kepatuhan Persetujuan Kredit Pencairan Kredit
1. 3. 5. 7.
Business Unit dan Wholesale Legal dan Kepatuhan Pejabat Berwenang Credit Operation Division
Credit Risk Division
Analisis Kredit Rapat Komite Kredit Dokumentasi Kredit Pemantauan Kredit
2. 4. 6. 8.
Business Unit dan Wholesale Business Unit dan Wholesale Business Unit, Wholesale Business Unit, Wholesale
Credit Risk Division Credit Risk Division Credit Risk Division, dan Credit Credit Risk Division, dan Credit
Operation Division Operation Division
Guna memperjelas keterlibatan unit kerja dan titik pengendalian pada setiap tahapan, berikut disajikan alur proses penyaluran kredit BTN beserta peran unit terkait dari tahap pra-
skrining hingga pemantauan.
146 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 147
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Integrasi ESG pada Siklus dan Penilaian Risiko Kredit
1.
BTN menerapkan integrasi ESG sepanjang siklus kredit, dari pengajuan hingga pemantauan, melalui kerangka penilaian risiko yang komprehensif. Bank juga
mengidentifikasi pembiayaan dan proyek yang sesuai regulasi serta standar global.
Penilaian ESG Berbasis Standar dan Risiko Iklim
BTN memperkuat penilaian pada sektor-sektor dengan eksposur ESG tinggi untuk memastikan keselarasan dengan kebijakan keberlanjutan, termasuk:
a. Kepatuhan Kebijakan
Bank mengacu pada standar keberlanjutan seperti Panduan OJK tentang Climate Risk Stress Test, Morgan Stanley Capital International (MSCI) ESG Industry Risk,
serta Peraturan OJK (POJK) Nomor 51/POJK.04/2017, dengan memasukkan kriteria ESG ke dalam daftar uji kepatuhan yang digunakan.
b. Penilaian Risiko ESG Sektoral
2.
BTN mengembangkan sistem penilaian ESG secara sektoral untuk sektor dengan risiko tinggi terhadap risiko lingkungan, seperti energi, agrikultur, minyak, dan
gas, termasuk penerapan Enhanced Due Diligence (EDD) guna memastikan kepatuhan.
c. Analisis Dampak dan Risiko Iklim
BTN mengidentifikasi dampak perubahan iklim terhadap portofolio dengan mengombinasikan penghitungan emisi Cakupan 3 dari aktivitas pembiayaan, analisis
risiko fisik dan risiko transisi, serta pelaksanaan climate risk stress test secara komprehensif. Hasil analisis tersebut menjadi masukan bagi unit bisnis, manajemen
risiko, dan Direksi dalam merumuskan strategi mitigasi dan adaptasi terhadap risiko perubahan iklim.
Tata Kelola dan Pengawasan
3.
BTN mengawasi komitmen ESG melalui Komite Manajemen Risiko yang melibatkan manajemen senior dari fungsi Risiko, Bisnis, dan Kepatuhan. Mekanisme ini
memastikan pembiayaan dikelola secara transparan dan akuntabel dengan mempertimbangkan risiko lingkungan, sosial, dan iklim.
Transparansi Pengungkapan Pembiayaan ESG
4.
BTN memperkuat transparansi melalui pengungkapan data pembiayaan ESG dalam laporan keberlanjutan tahunan sesuai ketentuan yang berlaku dan standar
pengungkapan praktik terbaik.
147 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 148
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
BTN Portfolio Guideline
Dalam merespons dinamika pertumbuhan ekonomi dan arah kebijakan moneter, BTN
Dengan tujuan sebagai berikut:
secara berkelanjutan memperkuat manajemen risiko kredit guna menjaga stabilitas
keuangan dan keberlanjutan usaha. Untuk tujuan tersebut, BTN menerapkan Portfolio
Tujuan Portfolio Guideline Mengelola risiko konsentrasi
Guideline sebagai perangkat strategis dalam mengelola risiko konsentrasi kredit melalui dengan melakukan diversifikasi
diversifikasi portofolio yang terukur. Limit Alokasi Sektor Industri Prioritas portofolio yang terukur selaras
berdasarkan hasil riset industri
Sub Sektor Industri Restrictive prioritas, risiko ESG dan analisis
Implementasi Portfolio Guideline diarahkan untuk menjaga kualitas aset dengan
risiko sektor industri.
memfokuskan alokasi kredit pada sektor prioritas yang memiliki prospek pertumbuhan
1 2
berkelanjutan. Pendekatan ini mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus berkontribusi Mendorong pertumbuhan
Riset Sektor Analisis
pada mitigasi risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Dengan penerapan yang kredit yang terdiversifikasi dan
Industri 5 Risiko ESG
terintegrasi dan selaras dengan strategi manajemen risiko kredit, Portfolio Guideline berkualitas.
Prioritas
berperan penting dalam menyeimbangkan ekspansi kredit dan pengendalian risiko Risk Acceptance
4 Criteria (RAC) 3 Memberikan pedoman sektor
sesuai prinsip keberlanjutan yang diterapkan BTN.
prioritas untuk pertumbuhan
Potensi Bisnis Analisis Risiko kredit.
(Pipeline) Sektor Industri
Mengatur dan mengelola limit
risiko dan sektor-sektor prioritas.
Tata Kelola dan Petunjuk Teknis Portfolio Guideline
Mekanisme Penerapan Portfolio Guideline dan pengelolaan kredit yang sehat, sehingga memastikan keselarasan aspek ESG. Sektor
industri prioritas tersebut antara lain:
Riset Sektor Industri Prioritas a. Transportasi ramah lingkungan dan e. Perdagangan besar dan eceran;
transportasi umum, pergudangan, f. Konstruksi;
Untuk mendukung implementasi prinsip ESG dalam pembiayaan, BTN menetapkan dan komunikasi; g. Real estate, usaha persewaan, dan
Portfolio Guideline sesuai Petunjuk Teknis Nomor PT.8-H.3 sebagai sarana pengendalian b. Perantara keuangan; jasa perusahaan;
risiko konsentrasi kredit. Pedoman ini mengarahkan penyaluran kredit pada sektor c. Jasa kesehatan dan kegiatan sosial; h. Agribisnis; dan
industri tertentu dengan mengintegrasikan pertimbangan ESG, prinsip kehati-hatian, d. Jasa pendidikan; i. Energi baru dan terbarukan.
148 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 149
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Analisis Risiko ESG Risk Acceptance Criteria (RAC)
BTN menerapkan seleksi portofolio berbasis analisis risiko ESG yang mengacu pada Guna memperkuat prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang melekat pada
regulasi dan best practice, seperti Panduan OJK tentang Climate Risk Stress Test, Morgan industri prioritas, BTN menerapkan Risk Acceptance Criteria (RAC) dalam evaluasi
Stanley Capital International (MSCI) ESG Industry Risk, serta Peraturan OJK (POJK) Nomor kelayakan calon debitur, yang terdiri dari RAC Umum yang merupakan kriteria minimum
51/POJK.04/2017. Analisis ini dirangkum dalam Matriks Portfolio Guideline Composite untuk semua sektor, dan RAC Khusus yang mencakup kriteria sesuai karakteristik usaha.
Rating untuk memetakan sektor industri berdasarkan prospek bisnis serta risiko dan Kedua RAC mencakup aspek debitur, aspek teknis, dan aspek keuangan, serta memiliki
dampak pada aspek ESG, termasuk intensitas emisi, dampak sosial, kualitas tata kelola, ketentuan khusus per sektor industri sebagai panduan pemasaran dan penyaluran
dan faktor relevan lainnya. Sektor-sektor yang menjadi perhatian, di antaranya: [FS5] [FS10] kredit wholesale BTN.
a. Transportasi, pergudangan, dan komunikasi;
b. Pertambangan dan Penggalian; Kebijakan Kredit untuk Risiko ESG Tinggi
c. Listrik, Gas, dan Air;
d. Agribisnis; Komitmen BTN pada sustainable finance diwujudkan melalui penetapan Terms &
e. Industri Pengolahan; dan Conditions Portfolio Guideline sebagai instrumen pengelolaan risiko kredit terkait aspek
f. Konstruksi. ESG. Ketentuan ini memastikan penyaluran kredit dilakukan secara selektif, terutama
pada sektor industri prioritas dengan risiko ESG tinggi berdasarkan hasil analisis risiko
Analisis Risiko dan Potensi Sektor Industri ESG, melalui standar yang jelas untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan membatasi
eksposur pada sektor yang berpotensi menimbulkan dampak negatif signifikan terhadap
Selanjutnya, BTN menilai risiko dan peluang tiap sektor industri untuk menjaga portofolio lingkungan dan sosial.
kredit yang sehat dan berkelanjutan. Alokasi kredit ditetapkan berbasis data internal,
data perbankan nasional, serta indikator Non-Performing Loan (NPL), yield kredit, dan Bank tetap menetapkan syarat dan ketentuan khusus bagi kedua sektor tersebut sebagai
kontribusi terhadap target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Analisis ini bagian dari komitmen pengelolaan risiko kredit berbasis ESG. Adapun ketentuan untuk
juga mempertimbangkan aspek ESG pada sektor dan subsektor dengan potensi bisnis sektor dengan risiko ESG tinggi adalah sebagai berikut:
tinggi, sehingga risiko dapat dikelola selaras dengan prinsip keberlanjutan.
149 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 150
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Agrikultur (Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan)
Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat bagi debitur b. Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti ISO
pada sektor ini untuk memastikan: 14001/ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya yang
1. Memiliki penilaian PROPER Emas atau Hijau. dapat diterima oleh Bank.
2. Pembiayaan tidak akan diberikan kepada perusahaan baru c. Memiliki SOP pencegahan dan penanganan kebakaran
yang membuka lahan baru. lahan, memiliki peralatan standar penanganan
3. Memiliki Instalasi Pengolahan Limbah (IPL) dengan kajian kebakaran sesuai kriteria lahan, memiliki menara
terkait Ketersediaan IPL yang beroperasi dan parameter pantau api, serta memiliki tim khusus penanggulangan
baku mutu air berada dalam batas yang ditentukan. kebakaran yang telah terlatih sesuai dengan standar
4. Untuk perusahaan publik, wajib memiliki laporan Direktorat Jendral Perkebunan.
keberlanjutan. d. Perusahaan wajib memiliki Izin Usaha Perkebunan (IUP)
5. Memiliki komitmen terhadap No Deforestation, No Peat, sesuai dengan yang tercantum dalam izin Lokasi seperti
No Exploitation (NDPE) yang mencakup pembebasan & IUP Budidaya (IUP-B), IUP Pengolahan (IUP-P) dan Surat
pembukaan lahan, pelestarian areal Nilai Konservasi Tinggi Pendaftaran Usaha Perkebunan (SPUP).
(NKT)/High Conservation Value (HCV)/High Carbon Stock 8. Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam kurun waktu 3
(HCS) dan lahan gambut. tahun.
6. Untuk subsektor Perkebunan Kelapa Sawit, wajib memiliki 9. Untuk segmen SME, persyaratan untuk ISPO diterapkan
sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan/atau sebagai affirmative covenant. Pemenuhan yang akan
Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) atau minimal dipantau secara berkala oleh Relationship Manager dan
bukti pendaftaran berupa tanda terima dari Lembaga menjadi subjek audit internal berkala.
Sertifikasi. 10. Memenuhi dokumen izin pengelolaan hutan tanaman industri
7. Untuk subsektor Perkebunan Kelapa Sawit yang belum berupa Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK)
memiliki sertifikat ISPO dan/atau RSPO, maka terdapat dan/atau Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu
kriteria: (IUPHHBK), Rencana Kerja Usaha (RKU) yang telah disetujui
a. Memiliki Code of Conduct, Kebijakan Lingkungan & Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Ketenagakerjaan (termasuk K3). 11. Tidak melakukan kegiatan usaha di wilayah yang dinyatakan
memiliki keanekaragaman hayati tinggi.
150 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 151
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Energi
Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat bagi debitur sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik
pada sektor ini untuk memastikan: (RUPTL) PLN yang berlaku.
1. Pembiayaan kepada Energi terbatas hanya kepada 4. Untuk pembangkit listrik yang telah beroperasi, memiliki
perusahaan yang telah miliki penerapan ESG yang baik. sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti ISO 14001/ISO 45001
2. Memiliki penilaian PROPER dan/atau minimal memiliki atau dokumen sejenis lainnya yang dapat diterima oleh
laporan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Bank.
(AMDAL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan 5. Untuk pembangkit listrik yang telah beroperasi, memiliki
Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) yang telah code of conduct, kebijakan terkait lingkungan (emisi karbon,
disetujui oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH). coal ash, pengelolaan air dan limbah) dan ketenagakerjaan.
3. Khusus untuk pembiayaan pembangunan PLTU baru dengan 6. Tidak ada gangguan sosial/lingkungan.
PLN sebagai offtaker, telah mempertimbangkan kesesuaian
jangka waktu pembiayaan dengan strategi coal phase out
Batu Bara*
Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat bagi debitur 4. Khusus untuk pembiayaan pertambangan sebagai supplier
pada sektor ini untuk memastikan: PLTU, telah mempertimbangkan jangka waktu pembiayaan
1. Pembiayaan kepada Batubara terbatas hanya kepada Top dengan strategi coal phase out sesuai dengan RUPTL PLN
Tier Korporasi yang telah miliki penerapan ESG yang baik. yang berlaku.
2. Memiliki penilaian PROPER minimal Hijau dan/ atau minimal 5. Memiliki roadmap dalam mengurangi Emisi GRK.
memiliki laporan AMDAL atau UKL-UPL (termasuk jaminan 6. Debitur setuju untuk mematuhi klausul perjanjian pinjaman
reklamasi dan pasca tambang) yang telah disetujui oleh bahwa mereka akan mematuhi semua peraturan lingkungan
BLH. yang berlaku dan dokumentasi yang diperlukan. Kegagalan
3. Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti ISO 14001/ untuk memenuhinya akan berdampak pada kelangsungan
ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya yang dapat diterima pinjaman.
oleh Bank.
*Hanya sebagai acuan Bank dan saat ini Bank tidak memiliki penyaluran dalam sektor ini.
151 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 152
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pertambangan*
Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat bagi debitur 4. Perusahaan menerapkan Good Mining Practice (Kaidah
pada sektor ini untuk memastikan: Pertambangan yang baik) sesuai peraturan dan perundang
1. Pembiayaan kepada pertambangan terbatas hanya kepada undangan yang berlaku, dengan menyertakan Rencana
Korporasi yang telah miliki penerapan ESG yang baik. Kerja & Anggaran Biaya (RKAB) tahun bersangkutan yang
2. Memiliki penilaian PROPER minimal Hijau dan/atau minimal telah disetujui oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya
memiliki laporan AMDAL atau UKL-UPL (termasuk jaminan Mineral (ESDM), dan/atau dokumen lain yang dibutuhkan
reklamasi dan pasca tambang) yang telah disetujui oleh sehubungan dengan Kaidah Pertambangan yang Baik.
BLH. 5. Memiliki kebijakan internal (code of conduct) terkait
3. Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti ISO 14001/ Lingkungan dan Ketenagakerjaan.
ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya yang dapat diterima
oleh Bank. *Hanya sebagai acuan Bank dan saat ini Bank tidak memiliki penyaluran dalam sektor ini.
Konstruksi
Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat bagi debitur pada sektor ini untuk memastikan:
1. Memiliki laporan AMDAL.
2. Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam kurun waktu 4 tahun yang dapat mempengaruhi kelangsungan bisnis.
152 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 153
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Minyak dan Gas Bumi
Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat bagi debitur 4. Memiliki upaya untuk melakukan efisiensi energi dan
pada sektor ini untuk memastikan: pengurangan emisi GHG, sesuai dengan ketentuan regulator
1. Pembiayaan kepada minyak dan gas bumi terbatas hanya pada lokasi usaha. Untuk perusahaan publik, memiliki
kepada Korporasi yang telah miliki penerapan ESG yang Sustainability Report atau dokumen sejenis lainnya.
baik. 5. Kegiatan usaha migas memiliki dokumen yang menyatakan
2. Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti ISO 14001/ terlaksananya seluruh persyaratan Keselamatan Migas
ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya yang dapat diterima (Instalasi dan Peralatan, Pekerja, Umum dan Lingkungan),
oleh Bank. khusus penunjang dibuktikan dengan Surat Keterangan
3. Memiliki laporan AMDAL atau UKL-UPL (termasuk jaminan Usaha Penunjang (SKUP).
reklamasi dan pasca tambang) yang telah disetujui oleh 6. Tidak ada praktik deforestasi, termasuk pembukaan lahan
BLH. dan tidak ada eksploitasi.
Transportasi
Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat bagi debitur pada sektor ini untuk memastikan:
1. Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti ISO 14001/ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya yang dapat diterima oleh Bank.
2. Untuk perusahaan publik, wajib memiliki laporan keberlanjutan.
3. Perusahaan memiliki upaya untuk melakukan efisiensi energi dan pengurangan emisi, ketersediaan listrik dan sumber air yang
memadai.
153 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 154
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pulp & Paper
Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat bagi debitur
4. Perusahaan memiliki upaya untuk melakukan efisiensi energi
pada sektor ini untuk memastikan:
dan pengurangan emisi, ketersediaan listrik dan sumber air
1. Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti ISO 14001/ yang memadai.
ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya yang dapat diterima 5. Memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)/Instalasi
oleh Bank. Pengolahan Limbah (IPL)/Izin Pembuangan Limbah Cair
2. Memiliki penilaian PROPER minimal Biru dan/atau minimal (IPLC)/serta tempat pengolahan limbah B3, dibuktikan
memiliki laporan AMDAL atau UKL-UPL (termasuk jaminan dengan dokumen yang dapat diterima Bank.
reklamasi dan pasca tambang) yang telah disetujui oleh 6. Memenuhi dokumen izin pengelolaan hutan tanaman
BLH. industri berupa IUPHHK dan/atau IUPHHBK, RKU yang telah
3. Untuk perusahaan publik, wajib memiliki laporan disetujui KLHK.
keberlanjutan.
Keanekaragaman Hayati
Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat bagi debitur pada kategori kegiatan ini untuk memastikan:
1. Wajib memiliki dokumen perizinan pengelolaan hutan industri, seperti IUPHHK dan/atau IUPHHBK, serta RKU yang telah mendapat
persetujuan dari KLHK.
2. Dilarang melakukan aktivitas usaha di wilayah yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi, termasuk kawasan lahan Konvensi
Ramsar serta situs yang dikategorikan sebagai IUCN Kategori 1 & 2.
154 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 155
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Produk Berbasis ESG
Perkembangan ekspektasi pemangku kepentingan atas kebutuhan pembiayaan signifikan dalam produk keuangan berorientasi keberlanjutan serta pengembangan
berkelanjutan (sustainable financing) mendorong BTN mengintegrasikan prinsip ESG inovasi produk yang dirancang sebagai solusi terdepan di kelasnya. Sejumlah inovasi
dalam setiap keputusan dan transaksi investasi. Integrasi ini diarahkan untuk menjaga produk dan jasa berbasis ESG/sustainable financing yang dikembangkan BTN meliputi:
kinerja finansial sekaligus memperkuat dampak positif sosial dan lingkungan di seluruh [OJK B.1]
wilayah operasional Bank. Komitmen ini tercermin melalui keterlibatan bisnis yang
Produk Berbasis ESG BTN
Kredit Kategori
Sustainability Linked
Sustainability Bond Reksa Dana ESG Kegiatan Usaha KPR Subsidi Program Inisiatif Hijau
Loan (SLL)
Berkelanjutan (KKUB)
Instrumen pendanaan Instrumen investasi kolektif Pembiayaan yang Skema kredit yang Pembiayaan perumahan Program inisiatif hijau
yang dialokasikan khusus yang mengalokasikan diklasifikasikan ke mengaitkan insentif harga bersubsidi bagi merupakan rangkaian
untuk membiayai atau dana pada portofolio dalam kategori kegiatan dan biaya pembiayaan MBR dengan bunga program ekonomi hijau
membiayai kembali emiten dengan praktik ESG usaha berkelanjutan dengan pencapaian KPI rendah dan skema yang diintegrasikan
proyek-proyek ramah yang kuat dan tata kelola sesuai POJK 51/2017, dan target keberlanjutan terjangkau, memperluas dengan produk dan
lingkungan dan rendah yang akuntabel. Produk mencakup kegiatan usaha debitur, mendorong inklusi keuangan layanan BTN, mendorong
emisi karbon. Produk ini berorientasi pada berwawasan lingkungan perbaikan kinerja ESG serta serta mendorong partisipasi nasabah
ini mendukung transisi penciptaan kinerja finansial (KUBL) dan sosial (KUBS). kontribusi terukur bagi pengembangan hunian serta pembiayaan dan
menuju ekonomi rendah yang berkelanjutan SDGs dan ekonomi rendah yang lebih berkelanjutan, aksi berkelanjutan bagi
karbon serta pencapaian sekaligus memberikan karbon. termasuk rumah hemat lingkungan.
target iklim nasional, dampak sosial dan energi dan berbasis green
dengan penerapan lingkungan jangka building.
kerangka ESG yang ketat panjang.
dan pelaporan dampak
yang transparan kepada
investor.
155 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 156
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Sustainability Bond
BTN mengembangkan portofolio Green/Social/Sustainability Bond berbasis ESG berupa triliun. Penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Tahap I difokuskan untuk membiayai
obligasi yang diterbitkan untuk mendanai proyek-proyek yang mendukung keberlanjutan dan/atau melakukan refinancing proyek sosial yang memenuhi kriteria, dengan fokus
lingkungan dengan mengintegrasikan prinsip ESG. Instrumen ini menekankan aspek pada pembiayaan perumahan terjangkau bagi MBR, dukungan pembiayaan UMKM/KUR
lingkungan, seperti pengurangan emisi karbon dan pengembangan energi terbarukan, untuk mendorong penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan infrastruktur dasar
sekaligus mempertimbangkan dampak sosial yang mencakup pemberdayaan terjangkau seperti akses air bersih.
komunitas dan penciptaan lapangan kerja, serta menuntut tata kelola yang baik dan
transparan. Proyek yang didanai wajib memenuhi standar ESG yang ketat, disertai Untuk memastikan akuntabilitas penggunaan dana, proses evaluasi dan seleksi proyek
pelaporan yang transparan atas penggunaan dana dan dampaknya. dilakukan melalui Sustainable Finance Working Group lintas fungsi, disertai mekanisme
penandaan (earmarking) dan pencatatan dalam Sustainable Finance Register. BTN
Sebagai bagian dari penguatan produk keuangan berkelanjutan, BTN merilis Sustainable juga berkomitmen menyampaikan laporan alokasi dan dampak tahunan, termasuk
Finance Framework sebagai acuan penerbitan instrumen berwawasan lingkungan dan indikator sosial utama seperti jumlah rumah terbangun, UMKM penerima pembiayaan,
sosial, mencakup use of proceeds, evaluasi dan seleksi proyek, pengelolaan dana, serta penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan akses air bersih.
pelaporan. Framework ini memperoleh predikat “Excellent” melalui Second Party Opinion
(SPO) dari Sustainable Fitch yang menegaskan keselarasan framework BTN dengan Selain itu, pada sisi pengelolaan portofolio investasi, BTN turut memperkuat eksposur
standar International Capital Market Association (ICMA). pada instrumen pembiayaan berkelanjutan melalui kepemilikan sustainability bond
berbasis ESG yang dibeli dan dimiliki BTN. Hingga 2025, nilai portofolio sustainability bond
Dalam kerangka tersebut, pada tahun 2025 BTN menerbitkan dua instrumen green/ tersebut tercatat sebesar Rp1,19 triliun. Rincian obligasi berwawasan ESG yang diterbitkan
social/sustainability bond, yaitu Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I dan dimiliki BTN disajikan pada tabel berikut. [OJK. F.3]
Tahun 2025 dan Obligasi Berwawasan Sosial Tahap I, dengan nilai penerbitan total Rp2,29
Nilai Green/Social/Sustainability Bond yang Diterbitkan BTN [OJK. F.3]
Nilai Realisasi Hasil Rencana Penggunaan Dana Realisasi Penggunaan Dana
Jenis Obligasi Satuan
Penawaran Umum Menurut Prospektus Menurut Prospektus
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2025 Rp Miliar 1.992,09 1.992,09 1.992,09
Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2025 Rp Miliar 294,81 294,81 294,81
Jumlah Rp Miliar 2.286,90 2.286,90 2.286,90
156 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 157
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Nominal Portfolio Green/Social/Sustainability Bond BTN [OJK. F.3]
Seri Instrumen Satuan Nominal
SBSN Seri PBSG001 & PBSG002 Rp Miliar 1.003,68
SUKBI110326091MSINR4C87435 Rp Miliar 114,85
Obligasi Berkelanjutan VI SMF Tahap II Tahun 2021 Rp Miliar 25,00
Obligasi Berkelanjutan VI SMF Tahap I Tahun 2021 Rp Miliar 25,00
Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2025 Seri B - BMRI01BSLCN1 Rp Miliar 25,00
Jumlah Rp Miliar 1.193,53
Reksa Dana ESG
Sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), BTN menjalin kemitraan dengan Batavia Melalui produk ini, BTN memfasilitasi investor untuk memperoleh manfaat finansial
Prosperindo Aset Manajemen, salah satu manajer investasi terkemuka di Indonesia, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui
untuk memasarkan produk reksa dana berbasis ESG. Kolaborasi ini memperluas pilihan pemilihan instrumen yang mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap
investasi yang menggabungkan potensi imbal hasil dengan kontribusi pada agenda lingkungan dan sosial. Selain itu, BTN memastikan kemitraan ini turut memperkuat literasi
keberlanjutan. Produk unggulan yang dipasarkan mencakup Batavia Global ESG Sharia keuangan berkelanjutan di kalangan investor domestik, sejalan dengan komitmen BTN
Equity USD, Mandiri FTSE Indonesia ESG, dan Batavia Saham ESG Impact. Ketiga reksa dana untuk terus menambah ragam produk reksa dana berbasis ESG.
tersebut mengintegrasikan prinsip ESG dalam portofolio investasinya dan mematuhi
prinsip syariah, dengan fokus pada saham emiten yang memiliki kinerja baik pada aspek
lingkungan, tanggung jawab sosial, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Nilai Aset dalam Pengelolaan Dana ESG [OJK. F.3]
Nama Reksa Dana 2025 2024 2023
Reksa Dana Indeks Mandiri Indeks FTSE Indonesia ESG Kelas A * 1.005.131.593 6.491.141.068 2.794.377.318
Reksa Dana Syariah Batavia Global ESG Sharia Equity USD * 1.949.012.969 947.622.137 282.042.597
Reksa Dana Batavia Saham ESG Impact - - 1.120.201
Total AUM ESG 2.954.144.562 7.438.763.205 3.077.540.116
Catatan:
*) Nilai sudah dikonversi ke dalam Rupiah
157 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 158
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Kredit Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)
Implementasi Roadmap ESG BTN tercermin melalui penyaluran Kredit Kategori Kegiatan Rp205,32 triliun, meningkat 11,63% dari jumlah tahun 2024 sebesar Rp183,93 trilun. Kredit
Usaha Berkelanjutan (KKUB), yaitu pembiayaan yang diklasifikasikan ke dalam kategori ini diarahkan ke berbagai sektor berfokus keberlanjutan, antara lain:
kegiatan usaha berkelanjutan sesuai POJK Nomor 51/2017 dan POJK Nomor 18 Tahun 2023, 1. Pengembangan pada sektor energi terbarukan;
mencakup kegiatan usaha berwawasan lingkungan (KUBL) dan sosial (KUBS). Secara 2. Proyek pembangunan pabrik berteknologi terbarukan melalui efisiensi energi;
umum, BTN terus berupaya meningkatkan porsi pembiayaan hijau dalam portofolio 3. Pengelolaan sumber daya hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan;
kreditnya yang tercermin dari peningkatan penyaluran pembiayaan KUBL sebesar 77% 4. Transportasi ramah lingkungan;
dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan komitmen untuk mendukung transisi 5. Pengelolaan air dan air limbah yang berkelanjutan;
menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan. Penyaluran KKUB dilakukan melalui berbagai 6. Bangunan berwawasan lingkungan
jenis pembiayaan, meliputi kredit konstruksi, kredit investasi, kredit modal kerja, kredit 7. Perumahan terjangkau; dan
korporasi, dan kredit jangka pendek, yang diarahkan pada proyek-proyek berfokus 8. Penciptaan lapangan kerja, termasuk pembiayaan UMKM.
keberlanjutan. Pada tahun 2025, BTN menyalurkan KKUB dengan total portofolio kredit
Penyaluran Kredit KKUB [OJK F.3]
Energi Efisiensi Energi Pengelolaan Sumber Daya Hayati dan Transportasi Ramah
Terbarukan Penggunaan Lahan Berkelanjutan Lingkungan
Total Penyaluran Kredit KKUB
tahun 2025 senilai
Kredit KUBL Rp1,99 Rp453,33 Rp3,01 Rp126,98
miliar miliar triliun miliar
Rp205,32
Rp8,88
triliun Pengelolaan Air dan Air Limbah Bangunan Berwawasan Kegiatan Usaha dan/atau Kegiatan
yang Berkelanjutan Lingkungan lain dari Kegiatan Usaha Berwawasan
atau 4,33% dari
Lingkungan Lainnya
triliun total penyaluran
kredit KKUB.
Rp485,13 Rp945,43 milyar Rp485,13
51,26% dari total penyaluran kredit. miliar miliar
Meningkat 11,63% Kredit KUBS
dari jumlah tahun Perumahan yang Terjangkau Penciptaan Lapangan Kerja dan
Pembiayaan UMKM
sebelumnya. Rp196,43 triliun
Rp191,19 triliun Rp5,25 triliun
atau 95,67% dari total penyaluran kredit KKUB.
158 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 159
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Sustainability Linked Loan (SLL)
Langkah strategis yang diambil BTN dalam penerapan Roadmap ESG mencakup dengan besaran nilai yang ditetapkan dengan metode reduksi sejumlah persentase
penyusunan kebijakan skema kredit Sustainability Linked Loan (SLL) untuk menjawab tertentu yang disesuaikan dengan perhitungan Bank. Pemberian insentif dapat
kebutuhan pembiayaan yang semakin menekankan kinerja keberlanjutan. Skema ini dicabut dan debitur diwajibkan membayar selisih All in Fee yang telah direduksi jika
diarahkan untuk mendukung tujuan ESG BTN yang selaras dengan pencapaian SDGs KPIs dan SPTs tidak tercapai.
dan transisi menuju ekonomi rendah karbon. Melalui SLL, BTN memberikan insentif bagi
perusahaan yang memenuhi target keberlanjutan, sekaligus memastikan pembiayaan KPR Subsidi-Social Product Outstanding
yang disalurkan mampu mendorong dampak positif bagi aspek sosial dan lingkungan.
Komitmen BTN mendukung perluasan akses layanan perbankan dan keuangan
Dalam pelaksanaannya, skema SLL menautkan ketentuan pembiayaan dengan diwujudkan melalui penyediaan produk yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk
capaian kinerja keberlanjutan debitur yang diukur secara terukur dan dapat diverifikasi. pengembangan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi bagi masyarakat berpenghasilan
Parameter kinerja tersebut ditetapkan melalui Key Performance Indicators (KPIs) dan rendah (MBR) dengan suku bunga rendah dan skema pembiayaan yang terjangkau.
Sustainability Performance Targets (SPTs) yang disepakati para pihak dan dicantumkan BTN juga menjalankan program literasi dan inklusi keuangan sesuai rekomendasi
dalam Perjanjian Kredit (PK). Insentif diberikan kepada debitur ketika KPIs dan SPTs yang Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan pemahaman
telah disepakati dan tercantum dalam Perjanjian Kredit (PK) dapat tercapai. Pada tahun masyarakat mengenai perencanaan keuangan berkelanjutan, sekaligus mendukung
2025, seluruh debitur SLL telah melunasi kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku, pencapaian SDGs di Indonesia.
sehingga tidak terdapat outstanding fasilitas SLL pada akhir periode pelaporan. Adapun
bentuk insentif yang diberikan oleh BTN yaitu: BTN terus memperluas portofolio produk berbasis prinsip ESG pada pembiayaan
1. Pricing Incentive perumahan ramah lingkungan, termasuk rumah hemat energi dan berbasis green
Pemberian pricing incentive diberikan kepada debitur dengan besaran nilai yang building, serta mendorong penggunaan eco-friendly materials pada pengembangan
ditetapkan melalui metode reduksi atas besaran suku bunga kredit sejumlah hunian. Integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola juga diterapkan dalam
persentase tertentu sesuai perhitungan Bank. Insentif ini diberikan melalui dua pengembangan produk KPR guna mendukung ekosistem perumahan yang lebih
mekanisme, yaitu: berkelanjutan.
a. Pricing Incentive - Step Up, yaitu pemberian pricing incentive pada awal periode
pemberian fasilitas kredit skema SLL. Insentif akan dicabut dan debitur akan Sepanjang tahun 2025, BTN menyalurkan pembiayaan rumah subsidi sebanyak 132.803
dikenakan kenaikan suku bunga kredit sampai dengan akhir jangka waktu kredit unit dengan total nilai Rp22 triliun. Dari jumlah tersebut, 109.752 unit senilai Rp18,2 triliun
apabila KPIs dan SPTs tidak tercapai. disalurkan kepada kelompok milenial, serta 19.610 unit senilai Rp3,2 triliun kepada
b. Pricing Incentive - Step Down, yaitu pemberian pricing incentive secara kelompok underserved atau sektor informal, termasuk pedagang, pengemudi ojek
berjenjang (tiering) ketika debitur berhasil mencapai target KPIs dan SPTs. online, dan pekerja berpenghasilan tidak tetap. Berdasarkan gender, penyaluran kepada
2. All in Fee Incentive perempuan mencapai 48.235 unit senilai Rp7,9 triliun, sedangkan kepada laki-laki 84.568
Insentif ini akan diberikan pada awal periode pemberian fasilitas kredit skema SLL unit senilai Rp14 triliun, yang mencerminkan dukungan BTN terhadap inklusi keuangan
dan pemerataan akses perumahan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
159 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 160
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Target dan Realisasi Penyaluran KPR Subsidi [OJK. F.3] Nama Produk KPR BTN Sejahtera FLPP
Keterangan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan program
Keterangan Satuan 2025 2024 2023
kepemilikan rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bagi
Target Nilai KPR (Rp Miliar) 25.800 18.145 20.415 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan suku bunga rendah dan cicilan
ringan, untuk pembelian rumah tapak maupun satuan rumah susun umum.
Jumlah Unit (Unit) 160.051 117.065 136.100
Segmentasi Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
Realisasi Nilai KPR (Rp Miliar) 22.016 19.451 20.115
Debitur
Jumlah Unit (Unit) 132.803 118.665 130.830
Batasan Zona 1
Pencapaian Nilai KPR % 117,19 93,29 101,49 Penghasilan Jawa (kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Sumatera, Nusa Tenggara
Jumlah Unit % 122,36 98,65 104,03 Timur, dan Nusa Tenggara Barat
• Tidak Kawin : Rp8.500.000
• Kawin : Rp10.000.000
Zona 2
Penyaluran KPR Berdasarkan Penyaluran KPR Berdasarkan Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku
Gender Tahun 2025 [OJK. F.3] Jenis Pekerja Tahun 2025 [OJK. F.3] Utara, Bali
• Tidak Kawin : Rp9.000.000
85,23% • Kawin : Rp11.000.000
Zona 3
63,68%
Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua
Barat Daya
36,62% • Tidak Kawin : Rp10.500.000
• Kawin : Rp12.000.000
14,77%
Zona 4
Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi
Laki-Laki Perempuan Pekerja Formal Pekerja Informal
• Tidak Kawin : Rp12.000.000
• Kawin : Rp14.000.000
Ketentuan 1. Nilai KPR paling banyak sebesar harga jual rumah tapak atau susun dikurangi
KPR Inklusif dengan uang muka yang disiapkan oleh MBR. Melalui program ini, MBR juga
berhak mendapatkan subsidi bantuan uang muka (SBUM) sebesar Rp4 juta
untuk pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi serta Rp10 juta untuk
KPR BTN Sejahtera FLPP Papua Papua) dari pemerintah.
2. Suku bunga KPR yang dibayar debitur sebesar 5% per tahun dan sudah
KPR BTN Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan termasuk premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan asuransi kredit. Suku
bunga bersifat tetap selama jangka waktu kredit (fixed rate) dengan metode
program kepemilikan rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman perhitungan bunga tahunan (annuity).
bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan suku bunga rendah dan cicilan 3. Sumber pendanaan program FLPP sebesar 75% berasal dari pemerintah dan
ringan, untuk pembelian rumah tapak maupun satuan rumah susun umum. Program 25% berasal dari Bank. BTN melakukan kerja sama dengan PT Sarana Multigriya
Finansial dalam menyediakan sumber pendanaan bagi program FLPP.
ini merujuk pada ketentuan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat melalui
4. Jangka waktu KPR disepakati oleh BTN dan MBR yang disesuaikan juga dengan
Peraturan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat Nomor 9 Tahun 2021 tentang kemampuan membayar angsuran dari calon debitur atau paling lama 20
Pembiayaan Kepemilikan Rumah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan. tahun.
160 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 161
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
KPR BTN Tapera
KPR BTN Tapera adalah fasilitas kredit pemilikan rumah yang ditujukan khusus bagi Ketentuan 1. Nilai KPR paling banyak sebesar harga jual rumah tapak atau susun dikurangi
dengan uang muka yang disiapkan oleh MBR yang telah bergabung menjadi
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdaftar sebagai peserta Tabungan Perumahan
peserta Tapera paling sedikit 12 (dua belas) bulan.
Rakyat (Tapera). Program ini bertujuan untuk membantu ASN memiliki rumah pertama 2. Suku bunga KPR yang dibayar debitur sebesar 5% per tahun dan sudah
dengan syarat dan ketentuan yang menguntungkan. termasuk premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan asuransi kredit. Suku
bunga bersifat tetap selama jangka waktu kredit (fixed rate) dengan metode
perhitungan bunga tahunan (annuity).
Nama Produk KPR BTN Tapera
3. Sumber pendanaan KPR Tapera berasal dari simpanan iuran peserta Tapera.
Keterangan KPR BTN Tapera adalah fasilitas kredit yang diberikan oleh BTN kepada MBR 4. Jangka waktu KPR disepakati oleh BTN dan MBR yang disesuaikan juga dengan
peserta Tapera untuk pembelian rumah tapak ataupun rumah susun. kemampuan membayar angsuran dari calon debitur atau paling lama 30
Segmentasi MBR peserta Tapera tahun.
Debitur
Batasan Wilayah & Batas Penghasilan Per Bulan Paling Banyak (Rp)
Selain KPR BTN Tapera, BTN menyediakan Kredit Renovasi Rumah (KRR) Tapera dan Kredit
Penghasilan Zona 1
Jawa (kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Sumatera, Nusa Bangun Rumah (KBR) Tapera guna memperluas akses pembiayaan yang terjangkau
Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat bagi masyarakat untuk merenovasi atau membangun rumah layak huni. Melalui produk
• Umum:
ini, BTN mendukung pelaksanaan Program Tapera sekaligus mendorong peningkatan
- Tidak Kawin : Rp8.500.000
- Kawin : Rp10.000.000 akses perumahan dan penerapan keuangan berkelanjutan.
• Satu Orang Untuk Peserta Tapera : Rp10.000.000
Zona 2
Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku,
Maluku Utara, Bali
• Umum:
- Tidak Kawin : Rp9.000.000
- Kawin : Rp11.000.000
• Satu Orang Untuk Peserta Tapera : Rp11.000.000
Zona 3
Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan
Papua Barat Daya
• Umum:
- Tidak Kawin : Rp10.500.000
- Kawin : Rp12.000.000
• Satu Orang Untuk Peserta Tapera : Rp12.000.000
Zona 4
Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi
• Umum:
- Tidak Kawin : Rp12.000.000
- Kawin : Rp14.000.000
• Satu Orang Untuk Peserta Tapera : Rp14.000.000
161 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 162
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Kuota dan Realisasi KPR Inklusif [OJK. F.3]
2025 2024 2023
Keterangan Metrik
Kuota Realisasi Kuota Realisasi Kuota Realisasi
KPR BTN Sejahtera FLPP Nilai KPR (Rp Miliar) 25.600 22.006 18.815 18.815 20.738 19.411
Jumlah Unit (Unit) 160.000 132.744 114.853 114.853 140.000 126.312
KPR BTN Tapera Nilai KPR (Rp Miliar) 9,8 9,8 930 636 528 703
Jumlah Unit (Unit) 59 59 5.000 3.812 5.000 4.518
Program Inisiatif Hijau Target dan Realisasi Penanaman Pohon dari Penukaran balé Poin [OJK. F.3]
Keterangan Satuan 2025 2024
Pelestarian lingkungan didorong BTN melalui inisiatif yang melibatkan partisipasi aktif
Target Pohon 1.000 500
nasabah. Program penanaman pohon dijalankan melalui mekanisme penukaran balé
Realisasi Pohon 2.214 1.014*
Poin pada aplikasi balé by BTN dengan donasi untuk penanaman pohon bakau melalui
*Disajikan kembali
platform Lindungi Hutan. Program ini meningkatkan keterlibatan nasabah dalam agenda
keberlanjutan BTN.
162 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 163
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Inovasi Digital untuk Layanan Modern [OJK F.26]
BTN mendorong inklusi keuangan melalui perluasan akses layanan yang strategis,
inovatif, dan berbasis teknologi untuk menjangkau tantangan geografis serta demografis
Indonesia. Hingga 2025, berbagai inisiatif ditujukan agar seluruh lapisan masyarakat,
terutama di wilayah terpencil, dapat mengakses layanan perbankan sekaligus
meningkatkan kemandirian dalam pengelolaan keuangan.
BTN telah memperluas akses keuangan bagi lebih dari 20 juta masyarakat Indonesia,
termasuk underserved demographics. Sepanjang 2025, BTN mengoperasikan 117 Kantor
Cabang (KC) dan 631 Kantor Cabang Pembantu (KCP) sebagai titik layanan di seluruh
Indonesia untuk memenuhi kebutuhan nasabah di perkotaan maupun pedesaan,
termasuk pembiayaan perumahan.
Ketersediaan layanan sepanjang waktu didukung 1.044 anjungan tunai mandiri (ATM),
1.047 cash recycling machine (CRM), dan 24 outlet digital store. Berbeda dengan ATM
yang terbatas pada penarikan tunai, CRM memungkinkan penarikan dan setoran tunai
secara lebih mudah, cepat, dan real-time. BTN juga mengembangkan kanal digital balé
by BTN yang kini telah digunakan oleh 3,7 juta pengguna, serta menyediakan alternatif
pembayaran melalui 6.000 merchant EDC dan 250.000 QRIS BTN di lokasi strategis.
Akses layanan BTN juga diperluas melalui 6.300 balé agen yang berperan penting
dalam menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya kurang terjangkau oleh layanan
perbankan tradisional.
BTN berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan yang setara bagi seluruh nasabah, Pengembangan teknologi turut diarahkan pada aplikasi seluler berbasis kecerdasan
termasuk perhatian terhadap nasabah dengan kebutuhan tertentu, seperti penyandang buatan (AI) untuk menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih cepat, aman,
disabilitas. Dukungan ini ditunjukkan melalui penyediaan fasilitas yang aksesibel, antara dan mudah, mulai dari transaksi harian hingga pengajuan pembiayaan rumah. Melalui
lain ATM dan lajur khusus berhuruf Braille bagi nasabah tunanetra serta jalur khusus pengembangan kanal layanan dan inovasi tersebut, BTN memastikan akses layanan
untuk pengguna kursi roda, sehingga layanan dapat diakses dengan nyaman. [FS14] perbankan yang semakin merata dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
163 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 164
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
balé by BTN BTN menghadirkan balé by BTN sebagai super app hasil transformasi dari aplikasi BTN Mobile untuk
mempermudah transaksi perbankan dan layanan keuangan secara praktis. Aplikasi ini mendukung
perluasan akses layanan guna menjawab tantangan geografis, terutama bagi masyarakat di daerah
terpencil. Pada 2025, balé by BTN menjangkau hingga 3,7 juta pengguna di daerah tertinggal, sesuai dengan
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2020 yang mendukung pengembangan teknologi
digital di wilayah-wilayah tersebut.
Integrasi balé by BTN mencakup berbagai layanan BTN, seperti balé Properti, balé Community, balé Bisnis,
dan layanan lainnya. Aplikasi ini juga mendukung pembayaran rutin kebutuhan rumah tangga maupun
usaha, seperti listrik, air PDAM, pulsa dan paket data, iuran pengelolaan lingkungan (IPL), serta layanan
keamanan, parkir, dan perawatan properti. Fitur utama yang tersedia meliputi:
1. Pembukaan Rekening Online, pembukaan rekening tanpa datang ke kantor cabang, kapan saja dan
di mana saja.
2. Single Sign-On, satu akun untuk mengakses berbagai layanan BTN tanpa berpindah aplikasi.
3. Transaksi Tanpa Kartu (Cardless Transaction), penarikan tunai di ATM BTN tanpa kartu fisik melalui
aplikasi.
4. Sistem Debit Otomatis (Auto Debit), pengaturan pembayaran tagihan rutin secara otomatis.
5. Transfer Otomatis (Auto Transfer), penjadwalan transfer berkala ke rekening lain, sesama BTN maupun
bank lain.
6. Pelacak Arus Kas (Cashflow Tracker), pemantauan pemasukan dan pengeluaran secara real-time.
7. Pembagian Tagihan (Split Bill), pembagian tagihan secara praktis melalui aplikasi.
Bagi pelaku UMKM, balé by BTN menyediakan akses layanan perbankan yang fleksibel melalui pendekatan
branchless banking, sehingga nasabah dapat mengelola transaksi dan kewajiban rutin secara lebih praktis
dalam mendukung kegiatan usaha. Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)juga
menjadi fitur utama balé by BTN yang memungkinkan pembayaran digital secara mudah dan aman.
Peningkatan jumlah transaksi dan pengguna QRIS menunjukkan bahwa balé by BTN memberikan solusi
pembayaran yang mudah, aman, dan inklusif, serta mendukung inklusi keuangan yang lebih luas di seluruh
Indonesia.
164 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 165
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Transaksi Menggunakan balé by BTN [OJK. F.3]
Keterangan Satuan Target 2025 Realisasi 2025 2024 2023
Jumlah Transaksi (Finansial dan Nonfinansial) Transaksi (Juta) 1.553 2.216 1.237 415
Nominal Transaksi Rp Miliar 92.000 103.610 81.111 57. 542
Pengguna Terintegrasi Pengguna (Ribu) 3.600 3.688 2.220 2.691
Jumlah Akuisisi Akuisisi (Ribu) 1.500 1.615 1.249 1.139
* tahun 2023 merupakan proses migrasi dari BTN Mobile Banking biru ke superapp balé by BTN
Transaksi Menggunakan QRIS [OJK. F.3]
Keterangan Satuan Target 2025 Realisasi 2025 2024 2023
Jumlah Merchant Merchant 206.000 250.000 125.082 15.602
Jumlah Transaksi Transaksi (Juta) 27.000 62.294 17.397 3.523
Nilai Transaksi Rp Miliar 2.400 4.401 1.347 302
165 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 166
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
balé Bisnis balé bisnis merupakan re-branding layanan BTN Internet Banking Business yang ditujukan bagi nasabah
pelaku UMKM pemilik Tabungan BTN Bisnis untuk mendukung pengelolaan dan pengembangan usaha.
Sebagai bagian dari transformasi digital, balé Bisnis menghadirkan berbagai keunggulan (unique selling
points) yang mendukung kebutuhan operasional dan tata kelola keuangan pelaku usaha, antara lain:
1. Soft token di balé by BTN
2. Single / multiple authorization
3. Limit transfer besar
4. Service Level Agreement (SLA) registrasi 1 x 24 jam
5. Transaksi terjadwal
6. Bulk transfer
7. Payroll
8 Cash flow tracker
9. Rekening koran digital dalam format xls, pdf, dan mt940
Transaksi Menggunakan balé Bisnis (Transaksi Finansial dan Nonfinansial) [OJK. F.3]
Keterangan Satuan Target 2025 Realisasi 2025 2024
Jumlah Transaksi (Finansial dan Nonfinansial) Transaksi 3.800 61.700 3.751
Nominal Transaksi Rp Miliar 50 1.453 60
Pengguna Terintegrasi Pengguna 4.000 12.000 843
Jumlah Akuisisi Akuisisi 3.200 11.208 732
*Tahun 2024 merupakan proses migrasi dari BTN Internet Banking Business menuju balé bisnis
166 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 167
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
BTN Digital Store Transformasi BTN difokuskan untuk meningkatkan kapasitas penjualan dan kualitas layanan yang berorientasi pada
kepuasan nasabah. Di tengah peran jaringan kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan kanal layanan lainnya dalam
melayani nasabah secara langsung, perkembangan teknologi mendorong evolusi layanan menuju perbankan digital
yang efisien dan customer-centric.. BTN merespons kebutuhan tersebut melalui penerapan layanan digital di Kantor
Cabang (KC) dan Kantor Cabang Pembantu (KCP) dengan implementasi BTN Digital Store.
BTN Digital Store memanfaatkan perangkat dan aplikasi digital untuk memenuhi kebutuhan nasabah sekaligus
menghadirkan pengalaman layanan yang berbeda. Fokus layanan diarahkan pada kemudahan bertransaksi yang efektif
dan efisien, serta memberi pengalaman yang praktis dan aman. Implementasi ini juga mendukung peningkatan kapasitas
penjualan dan produktivitas pegawai. Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, BTN melakukan penyesuaian
struktur organisasi, peran dan tanggung jawab pada Kantor Cabang, jaringan kantor, termasuk pengaturan kewenangan
khusus dalam operasional BTN Digital Store. Terdapat 3 tipe BTN Digital Store:
1. Flagship Branch adalah tipe yang paling lengkap dari seluruh tipe Digital Store dengan konsep hybrid branch yang
berfokus pada experience, brand image, dan kemudahan transaksi. Tipe ini umumnya berada di KC atau KCP yang
berlokasi di pusat bisnis dengan area kantor yang luas.
2. Digital Oriented Branch adalah tipe yang berfokus pada kemudahan dan kecepatan transaksi pada kantor jaringan
pilihan melalui self service dan dipandu oleh superstaff. Tipe ini berada di jaringan kantor yang dianggap daerah
retail, community, commercial hub dan mudah diakses dengan area kantor yang cukup luas.
3. Digital First Branch adalah tipe yang baru pada jaringan kantor BTN dengan membawa konsep “Bring Bank to The
People”. Tipe ini berfokus pada pelayanan segmen retail dengan pendekatan self service. Tipe ini ditempatkan di
daerah dengan klasifikasi Pusat Keramaian, Public Places dan High Mobility dengan area kantor yang compact.
Transaksi BTN Digital Store (Transaksi Finansial dan Nonfinansial) [OJK. F.3]
Keterangan Satuan Target 2025 Realisasi 2025 2024
Jumlah BTN Digital Store yang beroperasi Unit 24 24 1
Jumlah Transaksi (Finansial dan Nonfinansial) Transaksi 12.000 18.889 2.007
Jumlah Kantor Cabang yang ditingkatkan menjadi BTN Digital Store Kantor 14 14 1
167 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 168
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
balé Community balé Community merupakan pengembangan dari platform BTN Smart Residence yang terintegrasi dengan
Super App balé by BTN untuk menghubungkan penghuni dan pengelola komunitas dalam pengelolaan
layanan residensial secara end-to-end, mulai dari pembayaran tagihan/iuran hingga penyampaian
informasi serta keluhan atau pengaduan. Integrasi ini mendukung digitalisasi ekosistem hunian yang
lebih transparan, efisien, dan terdokumentasi, sejalan dengan komitmen transformasi digital BTN dalam
memperluas layanan berbasis komunitas.
Bagi pengelola, platform ini memudahkan pengelolaan dan rekonsiliasi tagihan secara sistematis
dan terdigitalisasi, penyampaian pembaruan informasi kepada penghuni secara cepat dan terpusat,
serta pemantauan status pengaduan untuk meningkatkan kualitas layanan komunitas. Sedangkan
bagi penghuni, balé Community memudahkan pembayaran biaya pengelolaan lingkungan, parkir, dan
pemeliharaan secara praktis kapan saja dan di mana saja, serta penyampaian keluhan atau pengaduan
melalui kanal digital yang cepat, transparan, dan terdokumentasi, serta akses informasi residensial secara
real-time. Fitur utama balé Community meliputi:
1. Manajemen Residence dan Tenant, pengaturan data penghuni berdasarkan klaster/menara, blok/
lantai, dan nomor unit.
2. Manajemen Tagihan, input tagihan masing-masing penghuni oleh pengelola.
3. Manajemen Informasi, penyebaran informasi terkini terkait residensial.
4. Manajemen Pengaduan, pemantauan pengaduan yang disampaikan penghuni.
Transaksi Menggunakan balé Community [OJK F.3]
Keterangan Satuan 2025 2024 2023
Pengguna Terdaftar Orang 20.000 13.945 8.915
Jumlah Transaksi Transaksi 47.000 43.602 16.973
Volume Transaksi Rp Miliar 13,20 11,83 7,46
168 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 169
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
balé Properti balé Properti merupakan hasil transformasi dari platform digital BTN Properti yang dikembangkan untuk
mendampingi nasabah, baik individu maupun pelaku usaha, dalam memenuhi kebutuhan di bidang properti
dan telah terintegrasi dengan Super App balé by btn. Melalui platform ini, nasabah dapat menelusuri dan
memilih properti dari pengembang rekanan BTN di berbagai wilayah Indonesia, mengajukan pembiayaan
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) secara daring, serta mengakses kredit
produktif untuk mendukung pengembangan usaha. Kehadiran balé Properti turut mendukung peningkatan
inklusi keuangan dan perluasan akses pembiayaan perumahan yang berkelanjutan. balé Properti juga
menyediakan berbagai kapabilitas digital yang mendukung proses end-to-end, mulai dari eksplorasi
properti, pengajuan pembiayaan, hingga pemantauan progres pengajuan secara real-time. Platform ini
dapat diakses melalui btnproperti.co.id dan aplikasi balé by BTN, sehingga memberikan kemudahan akses
kapan saja dan di mana saja. Fitur unggulan balé Properti meliputi:
1. Pencarian properti berdasarkan wilayah, nama pengembang, atau nama perumahan.
2. Simulasi kredit untuk menghitung estimasi angsuran.
3. Pelacakan status pengajuan kredit secara real-time.
4. Layanan live chat 24 jam.
5. 4D Tour Service untuk mengunjungi show unit secara virtual melalui fitur 4 dimensi.
Transaksi Menggunakan balé Properti [OJK F.3]
Realisasi
Keterangan Satuan Target 2025 2024 2023
2025
Jumlah Pengguna Terdaftar Pengguna 947.000 986.264 747.456 515.339
Jumlah Pengajuan Kredit Pengajuan 47.000 62.616 49.217 28.494
Nominal (Volume) Transaksi Rp Miliar 2.800 2.807 2.405 2.210
169 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 170
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
balé Korpora balé Korpora merupakan layanan berbasis internet yang memungkinkan nasabah institusi melakukan
berbagai transaksi perbankan dan keuangan secara daring (online) dan langsung (real-time). Melalui
layanan ini, nasabah dapat bertransaksi kapan pun dan dari mana pun dengan proses yang praktis serta
didukung oleh standar keamanan yang memadai. Pada tahun 2025, realisasi akuisisi mencapai 154,65%
dari taget sebesar 2.970. [OJK F.3]
Transaksi Menggunakan balé Korpora
Keterangan Satuan 2025 2024 2023
Jumlah Transaksi (Finansial dan Nonfinansial) Transaksi 2.999.876 1.552.528 2.206.654
Nominal Transaksi Rp Miliar 265.863 218.318 88.205
Jumlah Pengguna Teregistrasi Pengguna 22.631 17.585 11.922
Jumlah Akuisisi Akuisisi 4.593 3.917 2.361
Program Penawaran Kredit untuk Nasabah Terpilih
BTN menyediakan program penawaran kredit bagi debitur eksisting terpilih untuk memerlukan berkas tambahan, serta memungkinkan pelaksanaan akad tanpa kehadiran
memberikan akses pembiayaan yang lebih cepat dan sederhana. Program ini nasabah di kantor cabang, sesuai ketentuan dan kebijakan Bank. Program payung ini
memanfaatkan kanal penawaran terintegrasi dengan proses yang lebih ringkas, tidak mencakup KRING BTN Ultimate dan KAR Ultimate.
170 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 171
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
KRING BTN Ultimate
KRING BTN Ultimate merupakan program Kredit Ringan yg ditawarkan dengan skema kredit baru dengan
plafon dan jangka waktu sesuai ketentuan Bank kepada nasabah terpilih (pre-approved) dengan proses
pencairan yang lebih cepat dan mudah.
Syarat dan Ketentuan:
• Debitur eksisting BTN terpilih, baik subsidi maupun non-subsidi.
• Ditawarkan melalui channel telesales dan channel balé by btn (fitur BTN KITA)
• Tidak memerlukan berkas tambahan.
KAR Ultimate
KAR Ultimate merupakan program kredit dengan skema Kredit Agunan Rumah (KAR) Top Up untuk nasabah
terpilih. Fasilitas top up diberikan sebagai fasilitas tambahan sehingga debitur memiliki dua fasilitas kredit,
dengan plafon tidak melebihi plafon awal dan jangka waktu pelunasan tidak melampaui kredit utama.
Penawaran dilakukan melalui WA blast, Telesales, BTN KITA, dan/atau Kantor Cabang. Proses pengajuan
tidak memerlukan data atau berkas tambahan, akad kredit dapat dilakukan tanpa kehadiran nasabah di
kantor cabang, dan pencairan dilakukan secara cepat.
Syarat dan Ketentuan:
• Debitur eksisting, baik subsidi maupun non-subsidi, dengan riwayat pembayaran lancar selama 1 (satu)
tahun terakhir.
• Memiliki pekerjaan dengan penghasilan tetap (fixed income).
• Kredit masih berjalan dan agunan masih berada di BTN.
• Tidak memerlukan berkas tambahan.
171 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 172
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pengawasan Produk Keuangan
BTN memastikan setiap produk dan layanan keuangan memenuhi standar kesetaraan, Tugas utama Komite Bisnis meliputi:
keamanan, dan kepatuhan, sekaligus mengendalikan potensi risiko yang dapat timbul. 1. Bertanggung jawab atas keputusan yang ditetapkan dalam Rapat Komite Bisnis
Setiap pengembangan produk dan layanan keuangan di BTN dijalankan melalui proses maupun Rapat Direksi;
pengawasan yang ketat untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan prinsip 2. Bertanggung jawab menyampaikan laporan atas Keputusan Signifikan yang dibuat
kehati-hatian. Sebelum diluncurkan, seluruh produk wajib memperoleh persetujuan kepada Rapat Direksi minimal 1 (satu) tahun sekali; dan
dari Bank Indonesia dan OJK. Hal ini juga sesuai dengan Kebijakan Nomor KK.9-Z 3. Menetapkan langkah-langkah perbaikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan
Tentang Pelindungan Nasabah dan Masyarakat, yang menjadi dasar penerapan praktik pengembangan produk Bank serta melaporkannya kepada Direksi.
pengelolaan risiko produk dan layanan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Melalui mekanisme pengawasan tersebut, Komite Bisnis memastikan pengembangan
Pendekatan pengelolaan produk dilakukan secara end-to-end, mulai dari tahap maupun penghentian produk dilakukan dengan mempertimbangkan manajemen risiko
perencanaan, pengembangan, pengujian, peluncuran, hingga pemantauan dan kepentingan nasabah, serta tetap mendukung tujuan jangka panjang Bank. Sejalan
pascapeluncuran. Pada tahap perencanaan produk baru dan/atau kegiatan untuk dengan prinsip pelindungan konsumen, BTN juga memastikan penyampaian informasi
kepentingan Bank, divisi product owner menyusun usulan dan menyampaikannya melalui produk kepada nasabah dilakukan secara transparan, jelas, akurat, dan mudah diakses.
fungsi koordinator terkait untuk pemenuhan kewajiban penyampaian kepada OJK sesuai
ketentuan. Tahapan berikutnya dilaksanakan oleh masing-masing divisi product owner, Proses penilaian produk mencakup masukan dari reviewer dan pemilik kontrol, laporan
termasuk penyampaian informasi go live sesuai Rencana Penyelenggaraan Produk Bank hasil evaluasi, penilaian kesesuaian terhadap standar internal dan eksternal, serta tindak
(RPPB) melalui fungsi terkait untuk diteruskan kepada OJK. lanjut berdasarkan kriteria investigasi terkait dampak dan kepatuhan regulasi. Penilaian
dilakukan minimal satu kali dalam setahun atau lebih sering apabila terdapat perubahan
Evaluasi atas produk dan layanan dilaksanakan secara berkala guna memastikan signifikan pada produk maupun regulasi. Hasil penilaian tersebut digunakan sebagai
pemenuhan standar keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi, sekaligus dasar penyempurnaan kebijakan dan prosedur guna meningkatkan kualitas layanan
mengidentifikasi risiko yang melekat dalam pengembangan produk. Pengawasan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
atas proses tersebut dilakukan melalui Komite Bisnis, yang terdiri dari anggota Direksi
dan Senior Executive Vice President (SEVP). Komite Bisnis berperan dalam perumusan Pada tahun 2025, efektivitas pengawasan produk diukur melalui parameter kepatuhan
dan pengambilan keputusan, serta pengawasan dan pemantauan atas isu strategis terhadap regulasi, tingkat kepuasan nasabah, dan kontribusi terhadap pencapaian
terkait pengembangan, perubahan, maupun penghentian produk dan aktivitas bisnis inklusi keuangan, serta didukung pemanfaatan umpan balik nasabah sebagai bagian
BTN. Pedoman kerja Komite Bisnis mengacu pada Kebijakan Khusus (KK) Nomor KK.9-D dari perbaikan berkelanjutan. Struktur pengawasan di tingkat Direksi dan Komite
tentang Prosedur Tata Kelola Komite Direksi. memastikan bahwa produk dan layanan BTN tetap andal, aman, serta selaras dengan
prinsip keberlanjutan dan integritas Bank.
172 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 173
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Kebijakan Periklanan
Selaras dengan komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik dan praktik kampanye yang bertanggung jawab, tidak menyesatkan, serta menjaga reputasi Bank.
bisnis berkelanjutan, BTN menerapkan Kebijakan Periklanan yang Adil melalui sejumlah Satuan Kerja Marketing Communication Division (MCD) melaporkan pelaksanaan
Kebijakan Khusus (KK), termasuk KK.9-Y tentang Aktivitas Komunikasi Pemasaran, guna kegiatan kepada Direksi paling sedikit satu kali dalam satu tahun, mencakup aspek
membangun kepercayaan konsumen dan menjaga integritas bisnis. Kebijakan ini performance, efektivitas, dan kepatuhan.
memastikan seluruh materi pemasaran, promosi, dan komunikasi kepada publik disusun
dengan memperhatikan aspek hukum, kepatuhan, pengelolaan risiko reputasi, unsur Dalam penayangan iklan, BTN mempertimbangkan kesesuaian audiens, media, dan
edukasi, serta prinsip transparansi kepada nasabah. Prinsip transparansi, akurasi, dan waktu tayang untuk meminimalkan potensi dampak negatif bagi konsumen. Seluruh
non-misleading menjadi landasan utama komunikasi pemasaran BTN. materi komunikasi pemasaran wajib melalui proses verifikasi aspek hukum, kepatuhan,
dan risiko sebelum dipublikasikan, termasuk penilaian keamanan siber pada media dan
BTN menetapkan standar komunikasi pemasaran yang mengatur penggunaan bahasa kanal yang digunakan. Evaluasi kampanye dilakukan secara berkala untuk memastikan
yang mudah dipahami dan sesuai kaidah Ejaan yang Disempurnakan (EYD), serta efektivitas dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
melarang klaim atau istilah yang berpotensi menyesatkan, termasuk penggunaan kata
“gratis” apabila masih terdapat biaya yang melekat. Informasi promosi, pengembalian BTN juga menyelenggarakan pelatihan rutin bagi tim pemasaran dan komunikasi guna
dana, serta kesaksian konsumen wajib disampaikan secara transparan dan melalui menjaga konsistensi penerapan etika dan integritas penyampaian informasi. Prinsip
proses verifikasi. Melalui KK.9-Y, BTN juga mengatur penggunaan logo, merek, talenta, pemasaran yang bertanggung jawab ini terintegrasi dengan perlindungan nasabah
lagu, dan aset digital lainnya agar memenuhi ketentuan hukum serta hak cipta dan sebagaimana diatur dalam KK.4-F, yang menekankan edukasi, keterbukaan informasi,
kekayaan intelektual. perilaku bisnis yang bertanggung jawab, serta perlindungan data nasabah. Dengan
demikian, kegiatan pemasaran BTN mendukung tujuan bisnis sekaligus memperkuat
Aktivitas pemasaran dan komunikasi produk serta jasa dikelola oleh Satuan Kerja kepercayaan publik dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik, termasuk
Marketing Communication Division (MCD) di bawah pengawasan Direksi. Seluruh kepatuhan terhadap prinsip syariah apabila relevan. Untuk selengkapnya dapat diakses
aktivitas komunikasi pemasaran dikoordinasikan dengan fungsi manajemen risiko, pada tautan berikut Fair Advertising Policy.
hukum, kepatuhan, pengelola produk dan komunikasi perusahaan, guna memastikan
Pelatihan Pegawai Terkait Periklanan dan Pemasaran [GRI 404-2]
Nama Pelatihan Waktu Pelaksanaan Jumlah Pegawai yang Mengikuti Pelatihan Jumlah Jam Pelatihan
Sertifikasi Pusat Layanan Pelanggan Februari 2 44
Sertifikasi Kualitas Layanan Agustus 11 209
Mengembangkan Keterampilan Komunikasi Bisnis Oktober 18 145
Komunikasi Pemasaran Terpadu Oktober 3 15
173 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 174
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Nama Pelatihan Waktu Pelaksanaan Jumlah Pegawai yang Mengikuti Pelatihan Jumlah Jam Pelatihan
Pemasaran Digital Full Stack Oktober 3 30
Berpikir Kreatif dalam Pemecahan Masalah Desember 25 213
Webinar Kepatuhan Persaingan Usaha BTN Desember 63 16
Pelindungan Finansial Nasabah
Sejalan dengan pengawasan produk dan pengendalian komunikasi pemasaran, BTN 6. Penegakan kepatuhan; dan
melanjutkan pengelolaan pelindungan nasabah pada aspek pelindungan finansial. 7. Persaingan yang sehat.
BTN menerapkan pelindungan finansial nasabah melalui KK Nomor KK.9-Z tentang
Pelindungan Nasabah dan Masyarakat yang mengatur penyampaian informasi produk Dalam pengelolaan produk dan layanan, BTN menerapkan pengendalian sepanjang
dan layanan secara jelas, akurat, dan transparan, termasuk konsekuensi serta risiko daur hidup produk dan/atau layanan (Product Life Cycle) untuk memastikan prinsip
penggunaan. Pengendalian ini diarahkan untuk menekan potensi kerugian finansial dan pelindungan konsumen dan masyarakat berjalan konsisten, dengan tahapan:
risiko hukum, sekaligus menjaga kepercayaan nasabah dalam seluruh interaksi dan 1. Desain produk dan layanan;
transaksi dengan BTN. 2. Penyedian informasi produk dan/atau layanan (RIPLAY);
3. Penyampaian informasi produk dan/atau layanan;
Ketentuan tersebut selaras dengan POJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan 4. Pemasaran produk dan/atau layanan;
Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan, yang menjadi acuan bagi BTN 5. Penyusunan perjanjian terkait produk dan/atau layanan;
dalam menyediakan produk dan layanan keuangan yang setara dan bertanggung 6. Pemberian layanan atas penggunaan produk dan/atau layanan; dan
jawab, dengan memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan nasabah pada setiap 7. Penanganan pengaduan dan penyelesaian sengketa atas produk dan/atau layanan
tahapan. Bank menjalankan prinsip dasar pelindungan konsumen dan masyarakat yang nasabah.
menjadi landasan pelindungan finansial nasabah, meliputi:
1. Edukasi yang memadai; Dalam implementasi prinsip pelindungan konsumen yang mendukung pelindungan
2. Keterbukaan dan transparansi informasi; finansial nasabah, BTN melaksanakan:
3. Perlakuan yang adil dan perilaku bisnis yang bertanggung jawab; 1. Penguatan SDM dan infrastruktur pelindungan konsumen melalui pembentukan
4. Pelindungan aset, privasi, dan data nasabah; struktur yang menjalankan fungsi pelindungan konsumen di setiap Kantor Cabang
5. Penanganan pengaduan dan penyelesaian sengketa yang efektif dan efisien; perwakilan BTN.
174 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 175
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
2. Pengembangan siklus perencanaan strategis edukasi literasi dan inklusi keuangan 4. Peningkatan layanan pengaduan melalui penyediaan saluran pengaduan yang
melalui stream edukasi, literasi, dan inklusi yang direncanakan dan dijalankan mudah diakses serta memastikan penanganan pengaduan sesuai SLA yang berlaku.
secara periodik setiap tahun, termasuk pengembangan inklusi digital.
3. Penetapan regulasi internal pelindungan konsumen dan masyarakat yang Untuk mendukung penerapan prinsip-prinsip tersebut secara konsisten di seluruh
mengadopsi regulasi eksternal terkait pelindungan konsumen (customer protection), jaringan layanan, BTN menyelenggarakan program pelatihan terkait pelindungan
edukasi dan inklusi, serta pelindungan data pribadi, sebagai pedoman pelaksanaan finansial nasabah yang diberikan secara tahunan kepada pegawai yang relevan. Rincian
kegiatan Bank. pelaksanaan pelatihan selama tahun 2025 disajikan pada tabel berikut.
Pelatihan dan Sertifikasi Pegawai Terkait Pelindungan Finansial Nasabah [GRI 404-2]
Nama Pelatihan Waktu Pelaksanaan Jumlah Pegawai yang Mengikuti Pelatihan Jumlah Jam Pelatihan
Sertifikasi Pusat Layanan Pelanggan Februari 2 44
Penciptaan Nilai: Menaklukkan Pasar dengan Kepemimpinan Digital dan Orientasi Pelanggan Februari 1 4
Prosedur Kepatuhan Persaingan Usaha Sehat Juli 25 5
Sertifikasi Kualitas Layanan Agustus 11 209
Keterampilan Komunikasi Bisnis yang Berdampak Oktober 15 121
Webinar MRI Insights: Melampaui Pengalaman Pelanggan Oktober 5 15
Berpikir Kreatif dalam Pemecahan Masalah Desember 20 170
Privasi dan Keamanan Data Nasabah
Pengelolaan teknologi informasi (TI) menjadi salah satu pilar utama untuk menjaga perencanaan, pengembangan, infrastruktur operasional, hingga keamanan sistem. Tata
keandalan layanan, keamanan informasi, dan efektivitas operasional Bank. BTN kelola tersebut ditinjau secara berkala dan diatur secara high level melalui Kebijakan
menetapkan tata kelola teknologi informasi (TI) yang mencakup aspek manajemen, Umum Nomor KU.5 Teknologi Informasi, Manajemen Data dan Digital.
175 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 176
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Untuk memastikan implementasi berjalan konsisten di seluruh organisasi, ketentuan 5. Information Asset Owner (IAO);
tersebut dilengkapi kebijakan turunan berupa kebijakan khusus yang mengatur aspek 6. Information Asset Custodian (IAC);
teknis serta memberikan pedoman lebih rinci bagi pelaksanaan dan pengawasan sesuai 7. Kepala satuan kerja;
kebutuhan operasional. Kebijakan ini mencakup seluruh unit bisnis dan anak perusahaan 8. Tim Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI);
BTN, serta semua siklus data, mulai dari pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, 9. Cyber Security Incident Response Team (CSIRT);
hingga pemusnahan data. 10. Satuan Kerja Kepatuhan;
11. Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional & Digital;
BTN memiliki tata kelola TI dan kerangka kebijakan yang komprehensif yang mencakup 12. Pegawai; dan
petunjuk teknis TI, manajemen data dan digital, prosedur dan standarisasi TI, keamanan 13. Pihak ketiga.
TI, serta ketahanan operasional melalui Business Continuity Management (BCM) dan
rencana pemulihan, termasuk Business Impact Analysis (BIA), Business Continuity Kerangka Kebijakan dan Pengendalian Keamanan Data Nasabah
Plan (BCP), dan Disaster Recovery Plan (DRP). Kerangka kebijakan ini juga mencakup
pengelolaan risiko TI, digital, dan siber, serta pengaturan penempatan sistem elektronik BTN menempatkan privasi dan keamanan informasi nasabah sebagai prioritas,
dan tata kelola komite untuk memastikan implementasi berjalan konsisten di seluruh berlandaskan dua prinsip. Pertama, data nasabah yang diperoleh melalui layanan
organisasi. Rincian pengawasan, kerangka kebijakan, serta pengendalian keamanan Bank bersifat rahasia dan wajib dilindungi serta tidak diungkapkan tanpa persetujuan.
data nasabah diuraikan pada pembahasan berikut. Kedua, pemanfaatan data melalui aplikasi digital yang semakin luas turut meningkatkan
eksposur terhadap ancaman siber yang dapat mengganggu keamanan data.
Tanggung Jawab dan Pengawasan Privasi dan Keamanan Data
Pengendalian risiko kebocoran data dilakukan melalui sistem penyimpanan internal
BTN memastikan pengelolaan privasi, keamanan siber, dan pelindungan data berjalan dengan kontrol akses yang ketat serta pembatasan pemanfaatan data nasabah hanya
efektif melalui struktur dan mekanisme keamanan informasi yang terdefinisi dengan jelas, sesuai persetujuan eksplisit nasabah dan ketentuan hukum yang berlaku. Pengelolaan
termasuk penerapan dual control untuk menjaga pemisahan fungsi dalam operasional risiko ini didukung Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional dan Digital yang
teknologi informasi di Bank. Tanggung jawab tata kelola pada aspek tersebut ditetapkan menangani risiko operasional, teknologi informasi (TI), dan digital, termasuk penerapan
pada tingkat Dewan Komisaris dan Komite Direksi sesuai Kebijakan Khusus Pelindungan manajemen risiko pada setiap solusi teknologi yang dikembangkan agar layanan tetap
Data Pribadi, Petunjuk Teknis Pelaksanaan Tata Kelola Data, dan kepatuhan terhadap aman dan andal. [OJK F.27]
Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Pengawasan dilaksanakan melalui
supervisi atas komite di bawah Direksi yang dibentuk untuk mendukung pengambilan Ketentuan tersebut selaras dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan peraturan
keputusan yang selaras dengan visi, misi, dan strategi Bank, dengan Organisasi perundang-undangan Pemerintah Republik Indonesia terkait perbankan, pelindungan
Keamanan Informasi sebagai berikut: konsumen sektor jasa keuangan, kerahasiaan dan keamanan data nasabah, rahasia
1. Dewan Komisaris; bank, serta pelindungan data pribadi, dan ditopang Kebijakan Khusus internal mengenai
2. Komite Pengarah Teknologi Informasi (KPTI); tata kelola data serta pelindungan nasabah dan masyarakat. BTN juga menetapkan
3. Direktur yang membawahkan teknologi informasi; Kebijakan Khusus Keamanan Teknologi Informasi Nomor KK.5-B dan Kebijakan Khusus
4. Information Security Manager (ISM); Pelindungan Data Pribadi Nomor KK.6-K yang mengacu pada prinsip kerahasiaan
176 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 177
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
(confidentiality), integritas (integrity), dan ketersediaan (availability) untuk memastikan Penyelenggaraan Teknologi Informasi (TI) dan Pengamanan Digital
pengelolaan data pribadi dan data nasabah berjalan efektif dan efisien, aman, tertib,
terkelola, serta dapat ditelusuri dan diaudit. [GRI 418-1] [SASB FN-CB-230a.2] Penyelenggaraan TI diposisikan sebagai penopang efektivitas dan efisiensi operasional
Bank. Untuk mengelola ruang lingkup yang luas, BTN membaginya ke dalam empat
Implementasi pengendalian dilakukan melalui pelatihan keamanan TI bagi pengguna, domain utama yang memiliki peran dan fokus yang berbeda, yaitu: [GRI 3-3]
penggunaan perangkat lunak yang telah diotorisasi dan diperbarui berkala,
standardisasi kata kunci (password), serta evaluasi rutin atas arsitektur keamanan data Empat Domain Penyelenggaraan Teknologi Informasi (TI) BTN
agar tetap memadai dan efektif. Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat pengaduan
terkait pelanggaran keamanan data nasabah, termasuk kehilangan, pencurian, maupun
penyebaran data. Selain program peningkatan kesadaran, Bank juga melakukan Plan The Bank Change the Bank Run the Bank Secure the Bank
identifikasi terkait risiko keamanan data melalui: [GRI 418-1] [SASB FN-CB-230a.2, FN-CB-230a.1]
1. Kebijakan dalam Manajemen Pengamanan Record; Operasional TI
Perencanaan Pengamanan
2. Retensi informasi sensitif; Pengembangan serta keandalan
Teknologi sistem dan
3. Identifikasi catatan penting; Sistem TI infrastruktur dan
Informasi (TI) aplikasi dari risiko
4. Penyimpanan catatan penting; sistem bagi Bank
keamanan TI
maupun nasabah
5. Penyimpanan dokumen sumber bisnis;
6. Penyimpanan data transaksi aplikasi;
7. Pemusnahan informasi;
8. Penyimpanan informasi sensitif; dan
9. Penyimpanan informasi pelanggaran dan masalah keamanan.
Tiga Pilar Pendekatan
Keamanan Digital
BTN berkomitmen untuk melindungi hak-hak nasabah sebagai subyek data pribadi
sesuai dengan peraturan yang berlaku, seperti Undang-Undang Pelindungan Data 1. People
Pribadi. Nasabah memiliki hak-hak penting, antara lain hak untuk mendapatkan informasi 2. Process
yang jelas mengenai pengumpulan dan penggunaan data pribadi mereka, hak untuk 3. Technology
melengkapi atau memperbaiki data jika terdapat kekeliruan atau ketidaklengkapan,
serta hak untuk mengakses dan memperoleh salinan data pribadi yang disimpan
oleh Bank. Selain itu, nasabah juga memiliki hak untuk mengakhiri, menghapus, atau
memusnahkan data pribadi mereka jika data tersebut sudah tidak diperlukan lagi atau
jika nasabah menarik persetujuan yang telah diberikan sebelumnya.
177 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 178
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Seiring perkembangan TI dan meningkatnya tren transaksi perbankan melalui kanal e. Wallpaper Desktop Security Awareness
digital, BTN meningkatkan fokus pada domain “Secure the Bank” untuk memastikan f. Screen Saver Security Awareness
layanan tetap terlindungi dari risiko utama terkait dengan TI, yaitu pelanggaran data g. Bulletin Security Awareness
dan serangan siber. Merespons hal tersebut, BTN menerapkan pengamanan digital h. Survey Pemahaman Security Awareness
melalui kombinasi pendekatan proaktif dan reaktif berbasis tiga pilar utama guna
melindungi data dan transaksi nasabah, sehingga layanan digital tetap aman, andal, Bagi pihak ketiga, edukasi dilakukan setiap tahun untuk memastikan pengelolaan
dan terlindungi dari risiko di dunia maya. Adapun tiga pilar tersebut mencakup People, keamanan informasi perusahaan serta pelindungan atas data BTN yang berada dalam
Process, dan Technology. penguasaan mereka. Bagi nasabah, fokusnya pada transaksi yang aman, kewaspadaan
terhadap kejahatan siber, dan pelindungan data pribadi. Penyampaian kepada nasabah
Pilar People dan pihak ketiga dilakukan melalui e-channel BTN, social media BTN (Instagram, X,
Facebook, dan lainnya), serta berbagai event offline atau kegiatan pemasaran yang
Pilar People berfokus pada penguatan kesadaran dan kapabilitas keamanan diselenggarakan Bank.
informasi di seluruh ekosistem Bank, mencakup pegawai, nasabah, dan pihak ketiga.
Implementasinya dijalankan melalui dua fokus utama, yaitu security awareness dan Pengembangan Kompetensi [GRI 404-2]
pengembangan kompetensi melalui pelatihan serta sertifikasi keamanan siber.
BTN berkomitmen memperkuat profesionalisme dan kompetensi keamanan siber melalui
Security Awareness pelatihan dan sertifikasi yang diselenggarakan minimal satu kali dalam satu tahun bagi
pegawai, serta vendor dan kontraktor sebagai pihak ketiga yang mendukung kegiatan
BTN menumbuhkan security culture di seluruh unit kerja melalui program indeks IT Security operasional, pengembangan, maupun pemeliharaan sistem dan berpotensi mengakses
untuk memantau efektivitas program-program security awareness dalam mitigasi risiko informasi serta aset TI Bank. Cakupan pelatihan dan sertifikasi yang diberikan meliputi
keamanan siber dan informasi. Top Management menyampaikan pembaruan program keamanan siber dan manajemen risiko digital, pelindungan data pribadi, privasi, dan
ini setiap bulan kepada pegawai, menegaskan keterkaitan keamanan informasi dengan kepatuhan, serta kesiapsiagaan pertahanan siber dan penanganan kejahatan siber.
kepercayaan nasabah dan reputasi Bank. Edukasi security awareness dilaksanakan
secara rutin kepada pegawai, nasabah, dan pihak ketiga. Sosialisasi kepada pegawai Sebagai bagian dari pelaksanaan program pengembangan kompetensi, BTN
disampaikan melalui platform digital BTN berikut: melaksanakan pelatihan dan sertifikasi yang berfokus pada keamanan siber dan
a. Website resmi BTN pelindungan data pribadi kepada para pegawai, terutama bagi pegawai yang berperan
b. Podcast langsung dalam pengelolaan risiko TI, keamanan informasi, pengembangan dan operasi
c. Learning Management System sistem, serta pemantauan dan penanganan insiden. Rincian pelaksanaannya selama
d. Email Blast Security Awareness tahun 2025 disajikan pada tabel berikut.
178 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 179
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pelatihan dan Sertifikasi Pegawai Terkait Data Privasi dan Keamanan Siber
Jumlah Pegawai yang
Nama Pelatihan Waktu Pelaksanaan
Mengikuti Pelatihan
IBM i System ADM & Control AS400 Januari 2
Training CompTIA® Security+ Maret 2
Pelatihan Keamanan & Pelindungan Data Maret 4
Comptia Pentest+ Maret 1
Refreshment Sertifikasi Manajemen Risiko Maret 14
Training Sosialisasi Cyber Threat & Digital Risk Awareness April 9.963
Certified Information System Security Professional (CISSP) April 1
Microsoft Identity & Access Administrator April 3
Digital Forensic Management Mei 2
Certified Risk & Information System Control (CRISC) Mei 3
Comptia Security+ Mei 2
Training CompTia Security+ (SY0-701) Juni 2
Training The Future of Cybersecurity : Threats, Challenges, and Innovations Juni 6
Training Keamanan & Perlindungan Data Juli 4
Training Compliance Excellence - Data Privacy Excellence Agustus 12.011
Training Certified Indonesia Data Protection Officer (CIP DPO) Agustus 2
Secure Coding with GenAI November 3
Training CompTia Security+ Oktober 2
Training Perlindungan Data Pribadi Desember 28
179 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 180
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pilar Process
BTN memastikan tata kelola berjalan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku dengan - Insiden Operasional/Manajemen
menerapkan proses kerja berbasis ketentuan/SOP terkini yang disosialisasikan dan - Web Application Attack
dijalankan secara konsisten oleh seluruh stakeholder. Selaras dengan standar proses 3. Pada tahun 2025, operasional BTN telah tersertifikasi ISO 27001:2022 Sistem
tersebut, Bank menjalankan inisiatif berikut: Manajemen Keamanan Informasi. Untuk menjaga konsistensi penerapan standar
1. Pembentukan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) yang telah bekerja tersebut, BTN melaksanakan audit terhadap sistem keamanan informasi oleh
sama dengan regulator, didukung oleh teknologi terbaru dan sistem monitoring internal dan eksternal yang dilakukan satu kali dalam satu tahun yang mencakup
berupa Security Incident and Event Management (SIEM). Operasional Data Center.
2. Pengujian keamanan siber secara berkala atas keamanan jaringan, sistem, dan 4. BTN telah melaksanakan assessment atas penerapan ketentuan SEOJK No. 29/
data sesuai ketentuan regulator, meliputi: SEOJK.03/2022 tentang Ketahanan dan Keamanan Siber oleh auditor eksternal yang
• Pengujian berbasis analisis kerentanan melalui vulnerability assessment dan terdaftar dalam Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Berdasarkan hasil
penetration test untuk aplikasi baru, pengembangan, dan aplikasi reguler sesuai penilaian, BTN memperoleh pencapaian tingkat risiko terkait keamanan siber yang
tingkat kritikalitas, yang dilakukan pihak independen eksternal bersertifikasi berada di peringkat 2 (kondisi maturitas keamanan siber Bank secara umum tinggi).
standar penetration tester internasional dan terdaftar pada Asosiasi Sistem 5. Mendukung program pemerintah dan regulator terkait pemberantasan perjudian
Pembayaran Indonesia (ASPI). online serta jual beli rekening yang mengatasnamakan nasabah BTN, Bank
• Pengujian berbasis skenario melalui table top exercise, social engineering melakukan cyber patrol menggunakan tools Cyber Threat Intelligence (CTI) yang
exercise (phishing via email), serta Adversarial Attack Simulation Exercise (AASE). dimiliki BTN.
Table-Top Exercise dilaksanakan oleh CSIRT lintas unit kerja untuk meninjau
playbook skenario serangan, response, dan recovery, dengan topik: Pilar Technology
- Panduan Data Breach
- Snapshot Server DFIR BTN menerapkan pendekatan defense-in-depth melalui pengamanan berlapis
- Chain of Custody (layered security) untuk meningkatkan kapabilitas pengamanan teknologi informasi
- Server Forensic dan optimalisasi pertahanan. Pendekatan ini mencakup endpoint security, application
- Insider Threat security, network security, IT infrastructure security, dan data security, guna menjaga
- Social Engineering kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan sistem serta melindungi data dan transaksi
- Insiden Data Breach nasabah. Ringkasan penguatan kontrol pada masing-masing lapisan pengamanan
- Ransomware disajikan pada tabel berikut.
180 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 181
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Penerapan Pengamanan Berlapis Pengamanan TI
Lapisan Keamanan Inisiatif / Teknologi Tujuan Utama
Endpoint Security Peningkatan Endpoint Protection untuk kebutuhan server Mendeteksi, mencegah, dan merespons malware/ransomware secara real-time untuk menurunkan
risiko kebocoran, kerusakan, atau pencurian data.
Endpoint Security Peningkatan DNS Security dan IP Address Management Memitigasi akses ke domain tidak aman serta meningkatkan kemampuan penelusuran endpoint yang
mengakses sumber daya TI.
Application Security Security by design & Mobile Application Security (Pengamanan Menjaga keamanan aplikasi mobile nasabah melalui penguatan pada desain dan kontrol keamanan
Aplikasi Mobile) pada perangkat akses.
Application Security Peningkatan pengamanan API Mendeteksi dan mencegah serangan berbasis Application Programming Interface (API) seiring
meningkatnya pemanfaatan open banking.
Application Security Peningkatan pengamanan IBB melalui content delivery network Meningkatkan keamanan aplikasi berbasis web sekaligus menjaga performa akses layanan Internet
Banking Business (IBB).
Application Security Manage Service Digital Application Protection Memberikan pengamanan aplikasi yang komprehensif sekaligus mendukung pemantauan dan tindak
lanjut operasional atas transaksi digital.
Network Security Implementasi Network Access Control (NAC) Mengatur, memverifikasi, dan memantau akses perangkat ke jaringan berbasis kebijakan untuk
mencegah akses tidak sah.
Network Security Peningkatan Internet Access Control dan Proxy Outbound Memisahkan dan mengidentifikasi internet traffic untuk transaksi bisnis dan produktivitas back office
melalui kontrol akses internet dan proxy outbound.
Network Security Peningkatan pengamanan email security Melindungi sistem email dari spam, phishing, dan attachment berbahaya.
IT Infrastructure Security Peningkatan Network Time Protocol (NTP) Menjaga sinkronisasi waktu untuk akurasi timestamp audit log, konsistensi kontrol keamanan, dan
memitigasi risiko manipulasi data.
IT Infrastructure Security Penerapan active-active security infrastructure Meningkatkan ketersediaan, ketangguhan, dan keandalan infrastruktur transaksional untuk menjaga
keberlangsungan layanan.
IT Infrastructure Security Peningkatan pengelolaan & pengamanan sistem TI berbasis Menerapkan best practice dan dukungan layanan yang profesional untuk pengamanan terkini,
teknologi Microsoft (Windows, Active Directory, MSSQL, Microsoft dukungan operasional, serta akses teknologi terbaru.
Office, Office 365)
Data Security Implementasi/Improvement Data Loss Prevention (DLP) Memitigasi kebocoran data nasabah dan data Bank melalui kontrol pencegahan dan pengawasan
aliran data.
Data Security Cyber Threat Intelligence (CTI) dan Digital Right Protection Memantau pola/aktivitas ancaman siber secara aktif serta melakukan take down konten yang
berpotensi merugikan nasabah dan reputasi Bank.
Data Security Peningkatan pengamanan database Membatasi dan mencegah serangan yang mengeksploitasi database seiring peningkatan akses dan
transaksi digital.
181 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 182
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pengungkapan dan Pengendalian Data kepada Pihak Ketiga 5. Bank mengelola risiko keamanan pihak ketiga terhadap Penyedia Jasa TI/Digital
Partner yang bekerja sama dengan Bank melalui pelaksanaan Third Party Risk
Sebagai bagian dari komitmen Bank terhadap pelindungan data, BTN memastikan Assessment, Security Questionnaire, dan Security Scorecard, guna memastikan
standar pelindungan data juga berlaku bagi pemasok dan mitra bisnis yang menangani bahwa pihak ketiga tersebut memiliki tingkat keamanan TI yang sesuai dengan
data Bank atau memiliki akses ke jaringan Bank, serta tidak mengalihkan data kepada standar Bank.
pihak ketiga selain untuk kepentingan penyediaan layanan yang sah dan sesuai
ketentuan yang berlaku. Pelindungan Data Pribadi
Kepatuhan Pihak Ketiga terhadap standar dan prosedur keamanan informasi tersebut Pelindungan data pribadi adalah upaya sistematis yang dilakukan dalam rangka
diatur dalam Kebijakan Khusus (KK) 5-B tentang Keamanan Teknologi Informasi dan memastikan hak asasi dari subjek data pribadi terhadap privasi dengan melindungi
diperkuat melalui klausul dalam perjanjian kerja sama atau Non-Disclosure Agreement kerahasiaan, integritas dan keterserdiaan data perseorangan dari subjek data pribadi
(NDA), termasuk kewajiban pemasok dan mitra bisnis untuk memiliki kebijakan terkait. Proses tersebut dilakukan dengan menekankan transparansi pada prosesnya,
pelindungan data dan keamanan informasi atau mematuhi kebijakan BTN. Implementasi sehingga subjek data pribadi memahami bagaimana data dikumpulkan, digunakan,
ketentuan tersebut dilakukan melalui beberapa poin penting sebagai berikut: dan dilindungi. Pengaturan ini memuat kewajiban pihak pengelola data, yaitu Bank, serta
1. Bank mengelola risiko keamanan informasi dan siber di seluruh proses penyediaan hak-hak subjek data pribadi untuk melindungi kepentingannya.
layanan oleh pemasok dan mitra bisnis dengan menerapkan proses dan prosedur
yang komprehensif untuk memastikan keamanan, integritas, dan kerahasiaan BTN menerapkan praktik pelindungan data pribadi untuk menjaga kepercayaan nasabah
informasi selama pelaksanaan penyediaan solusi TI. serta memenuhi ketentuan UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
2. Bank memastikan bahwa perubahan perjanjian kerja sama dengan pemasok dan Dalam pelaksanaannya, BTN membentuk Unit Data Privacy yang berperan sebagai
mitra bisnis harus dilakukan dengan persetujuan kedua belah pihak sesuai dengan Pejabat Pelindung Data Pribadi pada Satuan Kerja Kepatuhan di bawah Direktorat Human
prosedur perubahan yang berlaku, disertai identifikasi dan tinjauan persyaratan Capital, Compliance & Legal, yang disupervisi oleh Direksi melalui forum Komite Pengarah
keamanan informasi untuk setiap perubahan ruang lingkup pekerjaan yang Teknologi Informasi (KPTI) dan, Komite Manajemen Risiko. Unit ini mengembangkan
disepakati. kerangka kerja dan kebijakan, serta menjalankan program pelindungan data pribadi
3. Bank melakukan pengawasan dan inspeksi melalui pemantauan rutin atas layanan untuk memastikan penerapan kontrol secara holistik.
yang diberikan, mewajibkan pelaporan berkala hasil penyediaan layanan, serta
memastikan ketersediaan dukungan dan informasi yang dibutuhkan untuk proses Praktik pelindungan dan pengelolaan data pribadi di BTN diatur melalui kerangka
audit internal Bank guna memverifikasi kepatuhan. kebijakan internal yang mencakup seluruh siklus pemrosesan data, dari pengumpulan,
4. Dalam pengakhiran kerja sama, Bank juga menerapkan strategi penghentian kerja penggunaan, pembagian (share), hingga penyimpanan sampai dengan penghapusan.
sama (exit strategy) untuk data tetap terlindungi meskipun hubungan dengan BTN memiliki Kebijakan Khusus (KK) yang mencakup pelindungan data pribadi, keamanan
pemasok atau mitra bisnis berakhir. TI, pelindungan konsumen dan masyarakat, serta kearsipan. Kebijakan Khusus tersebut
182 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 183
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
diimplementasikan melalui Petunjuk Teknis (PT) yang meliputi persetujuan subjek data, subjek data pribadi sebelum pemrosesan dilakukan. Ketentuan ini tercantum dalam
perekaman pemrosesan (record of processing activities/ROPA), penilaian dampak, KK Nomor KK.6-K tentang Pelindungan Data Pribadi dan Petunjuk Teknis Nomor
penanganan kegagalan pelindungan data, pengelolaan aspek pelindungan data PT.6-K.1 tentang Persetujuan Subjek Data Pribadi.
dalam kerja sama dengan pihak ketiga, serta tata cara pengelolaan kearsipan. Untuk 2. BTN mengacu pada standar pelindungan data yang ditetapkan dalam KK Nomor
memastikan keamanan data, BTN menerapkan pengamanan teknis sesuai ketentuan KK.6-K tentang Pelindungan Data Pribadi dan KK Nomor KK.5-B tentang Keamanan
internal, termasuk fitur penyamaran (masking) pada data sensitif berdasarkan Petunjuk Teknologi Informasi. Kebijakan tersebut mencakup prosedur pengendalian agar
Teknis terkait Security Baseline, serta pembatasan pengiriman data melalui perangkat data terlindungi dan dikelola dengan baik, dengan mengadopsi ISO 27001:2022
Data Loss Prevention (DLP) sesuai Petunjuk Teknis terkait DLP. Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
3. BTN menetapkan mekanisme penyampaian notifikasi kepada subjek data pribadi
BTN menjaga kerahasiaan data pribadi melalui pengaturan keamanan informasi dan secara tepat dalam hal terjadi perubahan ketentuan, tujuan pemrosesan dan/atau
sharing data ke pihak ketiga. Selain itu, BTN memastikan penggunaan Data Pribadi kegagalan pelindungan data pribadi. Ketentuan ini disertai panduan respons insiden
didasarkan atas dasar pemrosesan yang berlaku dan hanya digunakan sesuai tujuan yang terkait dengan kegagalan pelindungan data pribadi, dengan rujukan pada KK
pemrosesan yang diinformasikan kepada nasabah, serta memastikan data tersebut Nomor KK.6-K dan PT Nomor PT.6-K.4 tentang Penanganan Kegagalan Pelindungan
dihapus apabila telah mencapai tujuan atas pemrosesan data pribadi. Data Pribadi.
4. BTN memastikan pemrosesan data dilakukan secara sah menurut hukum dan
BTN tidak menjual, menyediakan, maupun menyewakan data pribadi milik subjek data transparan, dengan persetujuan secara eksplisit apabila diperlukan. Persetujuan
pribadi yang terkait dengan BTN kepada pihak ketiga, kecuali untuk pemrosesan transaksi, subjek data, baik individu maupun korporasi, diperoleh secara jelas untuk tujuan
penyediaan layanan keuangan, pelaporan kepada regulator, pemenuhan permintaan yang telah diinformasikan, termasuk saat kegiatan melibatkan pihak ketiga.
aparat penegak hukum, serta pengecualian lain sesuai ketentuan perundang- 5. BTN mewajibkan pihak ketiga yang berbagi data untuk mematuhi kebijakan Bank
undangan. BTN juga tidak mengambil atau menggunakan data pribadi nasabah dari melalui penerapan manajemen risiko pihak ketiga, disertai standar kepatuhan dan
sumber lain atau pihak ketiga tanpa persetujuan nasabah. Transparansi penggunaan keamanan yang wajib dipenuhi selama kerja sama berlangsung. Standar tersebut
dan pelindungan data disampaikan melalui privacy notice yang dapat diakses pada diarahkan untuk melindungi data dan informasi dalam lingkup kerja sama, dengan
situs resmi Bank. Bank menjaga minimalisasi data pribadi yang diproses sepanjang tidak acuan KK Nomor KK.6-K dan PT Nomor PT.6-K.5 tentang Kerja sama dengan Pihak
bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. Ketiga Aspek Pelindungan Data Pribadi.
Sebagai pihak yang mengelola data pribadi, BTN memastikan seluruh ketentuan Selaras dengan kewajiban tersebut, BTN juga melaksanakan amanat UU Nomor 27 Tahun
pelindungan data diterapkan secara konsisten melalui kewajiban berikut: 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi yang mewajibkan penghapusan data pribadi,
1. BTN memastikan pengumpulan dan pemrosesan data pribadi terbatas pada data namun tidak menetapkan masa retensi secara eksplisit. Oleh karena itu, BTN merujuk
yang diperlukan dan relevan untuk tujuan tertentu sesuai prinsip data minimization. pada kebijakan internal, yaitu Petunjuk Teknis Nomor PT.9-J1 tentang Pelaksanaan
Tujuan pemrosesan ditetapkan secara tertulis dan menjadi informasi yang disetujui Pengelolaan Kearsipan sebagai kerangka pengaturan Jadwal Retensi Arsip, serta
183 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 184
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Petunjuk Teknis Nomor PT.9-M.1 yang mengatur lama retensi data secara lebih rinci per Teknologi Informasi (TI). Audit ini mencakup audit mandatory yang berdasarkan
kategori data. Berdasarkan ketentuan tersebut, masa retensi data pribadi ditetapkan ketentuan regulator, seperti security audit pada aplikasi Sistem Pembayaran BI,
minimal selama 10 (sepuluh) tahun untuk kategori data transaksi, data nasabah, dan manajemen risiko keamanan siber, dan manajemen keamanan data, serta audit tematik
data kredit. Setelah masa retensi berakhir, data pribadi dimusnahkan apabila nasabah pada aplikasi kritikal yang mencakup validitas pemrosesan informasi, integritas data,
tidak lagi memiliki produk atau layanan aktif di BTN dan data tersebut tidak termasuk dan pengamanan aplikasi dan data. Semua kegiatan audit ini dilakukan sesuai dengan
dalam kategori yang dikecualikan dalam Pasal 50 UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang rencana yang ditetapkan dalam Rencana Audit Tahunan.
Pelindungan Data Pribadi. Adapun durasi penyimpanan untuk kategori data lainnya
ditetapkan oleh pemilik data sesuai produk, layanan, dan jenis data dengan mengacu Untuk selengkapnya dapat diakses pada tautan berikut Data Collection, Use, Storage,
pada jadwal retensi yang berlaku. and Retention Policy.
BTN mempublikasikan privacy policy dan platform digital BTN lainnya, serta memenuhi
hak subjek data pribadi sesuai ketentuan perundang-undangan dan regulator yang
berlaku. Permintaan terkait hak subjek data pribadi dapat diajukan melalui balé by
BTN, call center BTN, atau customer service di outlet Bank. Customer service melayani
permintaan informasi data pribadi, pembaruan atau perbaikan data, serta penghentian
pemrosesan dan penghapusan data, sedangkan permintaan informasi data pribadi
juga tersedia melalui balé by BTN.
BTN telah menginisialisasi proses evaluasi secara berkala terhadap implementasi
pelindungan data pribadi, yang dilakukan oleh tim internal Bank dengan melibatkan
pihak ketiga yang ditunjuk untuk mendukung proses tersebut.
Selama periode pelaporan, Bank mencatat tidak terdapat insiden kegagalan
pelindungan data pribadi. Hal ini menjadi bukti nyata dari komitmen BTN dalam menjaga
privasi dan melindungi data nasabah dengan sebaik-baiknya. Selain itu, Bank juga tidak
menerima pengaduan yang serupa yang diajukan, baik oleh pihak berwenang maupun
oleh lembaga yang memiliki tanggung jawab dalam pengawasan dan regulasi sektor
perbankan. [GRI 418-1]
Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Bank telah melaksanakan audit yang berfokus pada
aspek keamanan siber dan aplikasi, termasuk keamanan data, melalui aktivitas Audit
184 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 185
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Kebijakan Penagihan Utang
BTN menetapkan dan menerapkan Standalone Debt Collection Policy sebagai pedoman memo permohonan, laporan penagihan, invoice, serta bukti rekonsiliasi pembayaran.
penagihan yang terstruktur dan transparan, selaras dengan praktik perbankan yang Pembayaran success fee kepada pihak ketiga hanya dilakukan apabila terdapat
bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kebijakan ini dirancang untuk melindungi hak realisasi pembayaran dari debitur dan seluruh persyaratan dokumen telah dipenuhi.
konsumen sekaligus menjaga keberlangsungan bisnis melalui penerapan prinsip tata Seluruh proses penagihan dilaksanakan dengan tetap menghormati hak dan privasi
kelola yang baik (GCG). Seluruh pegawai maupun pihak yang diberi kewenangan dalam debitur, tanpa tekanan fisik maupun verbal, serta sesuai ketentuan waktu dan media
proses penagihan wajib menjunjung etika, menghormati hak debitur, dan menjalankan komunikasi yang ditetapkan.
penagihan secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk memastikan konsistensi penerapan kebijakan, BTN menyelenggarakan program
Standalone Debt Collection Policy mengacu pada Kebijakan Khusus (KK) Nomor KK.1R pelatihan dan sertifikasi secara rutin setiap tahun bagi pegawai dan petugas penagihan.
dan Petunjuk Teknis (PT) Nomor PT.1-R.1 tentang Prosedur Manajemen Penagihan Kredit Materi pengembangan kompetensi mencakup penagihan dasar, teknik negosiasi
Segmen Konsumer. Ketentuan tersebut mengatur alur penagihan melalui multimedia, penagihan, strategi pencegahan fraud, serta pengelolaan risiko operasional dalam
mekanisme success fee, proses verifikasi dan rekonsiliasi, serta tata cara pembayaran, kegiatan penagihan.
guna memastikan penagihan dilaksanakan secara terstruktur, terdokumentasi, dan
patuh terhadap ketentuan internal maupun peraturan perundang-undangan. Untuk Sebagai penguatan berkelanjutan, BTN mengembangkan Program Strategic Collection
selengkapnya dapat diakses pada tautan berikut Debt Collection Policy. & Recovery Excellence (SCORE) melalui Collection Academy yang dirancang secara
berjenjang, mulai dari tingkat basic, intermediate, hingga advance. Program ini
Dalam penerapannya, BTN mengelola penagihan dan penyelesaian kredit konsumer menerapkan model pembelajaran 10–20–70 yaitu 10% formal learning, 20% social learning,
dengan mengacu pada prinsip kehati-hatian dan GCG. Pengelolaan ini mencakup dan 70% experiential learning, serta didukung dengan mekanisme evaluasi pembelajaran
kegiatan penagihan, restrukturisasi, penyelesaian, hingga penghapusbukuan kredit untuk memastikan efektivitas peningkatan kompetensi. Melalui pendekatan ini, BTN juga
konsumer yang dilaksanakan secara profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi membangun jalur karier yang terstruktur dan mengembangkan talent pool di bidang
pada mitigasi risiko kredit serta pencapaian target bisnis. Penagihan dilakukan melalui collection secara berkelanjutan.
desk collection, kunjungan langsung kepada debitur, maupun kerja sama dengan mitra
jasa penagihan berbasis success fee, dengan penekanan pada validitas data debitur, Rincian pelatihan dan sertifikasi yang dilaksanakan selama periode pelaporan disajikan
persetujuan berjenjang, verifikasi, dan rekonsiliasi pembayaran. pada tabel berikut.
BTN memastikan setiap tahapan penagihan dilaksanakan secara sistematis, mulai dari
pemeriksaan dan verifikasi data, konfirmasi kepada debitur, pelaksanaan penagihan,
hingga pelaporan hasil. Dokumentasi yang lengkap dan tervalidasi diwajibkan, termasuk
185 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 186
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pelatihan dan Sertifikasi Pegawai Terkait Kebijakan Penagihan Hutang [GRI 404-2]
Nama Pelatihan Waktu Pelaksanaan Jumlah Pegawai yang Mengikuti Pelatihan Jumlah Jam Pelatihan
Refreshment bidang collection untuk Branch Manager Januari 72 576
SCORE Collection Februari-September 756 6.059
Collection Academy Level Basic April & Juli 128 1.512
Collection Academy Level Intermediate Oktober 91 1.456
Integrated Collection Excellence 2025 Juni-Agustus 79 1.894
Teknik Verifikasi & Penilaian Agunan Juli 233 1.398
Strategy Asset Sales & Credit Settlement Agustus 30 481
Analisis Restrukturisasi Kredit Konsumer Agustus 26 416
Internalisasi Kode Etik Penagihan Oktober 567 183
Restrukturisasi Pembiayaan Commercial pada Bank Syariah Oktober 102 1.854
Restrukturisasi Dan Exit Strategy Kredit Komersial November 31 496
Compliance Excellence - Consumer Collection Desember 12.271 3.060
Penawaran Opsi Modifikasi Pinjaman
Sejalan dengan penerapan pelindungan finansial nasabah dan penagihan yang Opsi restrukturisasi yang dapat ditawarkan mengacu pada POJK Nomor 40 Tahun 2019,
beretika, BTN menyediakan opsi modifikasi pinjaman yang mempertimbangkan antara lain:
kemampuan pendapatan nasabah dan memberikan akses kepada nasabah untuk 1. Penyesuaian Jadwal Pembayaran
mekanisme eskalasi, bagi mereka yang mengalami kesulitan keuangan melalui 2. Pengurangan Sementara Bunga Pinjaman
program restrukturisasi. Skema yang tersedia meliputi penyesuaian jadwal pembayaran, 3. Pembekuan Cicilan Pokok
pengurangan sementara bunga pinjaman, atau pembekuan cicilan pokok, dengan
tujuan mencapai solusi yang berimbang bagi Bank dan debitur. Proses restrukturisasi Pengajuan dilakukan melalui permohonan debitur yang selanjutnya ditelaah oleh tim
diawali pembahasan antara debitur dan pengelola akun atau Relationship Manager. manajemen risiko. Apabila disetujui, BTN menyampaikan Surat Persetujuan sesuai
Debitur juga dapat memperoleh informasi terkait restrukturisasi melalui OJK. Setelah skema yang disepakati, sehingga debitur memperoleh kelonggaran pembayaran dan
disetujui, BTN menerbitkan Surat Persetujuan Restrukturisasi yang memuat skema, syarat, risiko kredit dapat dikelola secara terukur.
dan ketentuan yang berlaku.
186 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 187
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Penanganan Keluhan Produk Keuangan [GRI 413-2] [OJK F.24]
Transparansi dan keterbukaan komunikasi menjadi kunci bagi BTN dalam membangun Mekanisme Pengaduan Nasabah
kepercayaan pemangku kepentingan. Oleh karena itu, Bank menyediakan kanal
komunikasi yang mudah diakses, responsif, dan efektif agar pemangku kepentingan, Kecepatan dan ketepatan penanganan pengaduan menjadi elemen penting dalam
termasuk masyarakat lokal, dapat menyampaikan masukan, saran, maupun menjaga kualitas layanan dan pengalaman nasabah. BTN menetapkan KK Nomor
keluhan terkait operasional Bank. Kanal ini juga berfungsi sebagai ruang dialog untuk KK.9-K tentang Pengaduan Nasabah sebagai pedoman pengelolaan pengaduan.
mempercepat respons dan mendorong penyelesaian isu secara kolaboratif. [OJK F.24] Dengan berpedoman pada kebijakan tersebut, Bank menyediakan kanal pengaduan
yang dapat diakses oleh nasabah di seluruh unit kerja, sehingga pengaduan dapat
Konsistensi pengelolaan kanal tersebut membantu BTN menjaga hubungan yang disampaikan kapan saja dan dari mana saja tanpa bergantung pada kantor tempat
konstruktif dengan pemangku kepentingan sekaligus mengelola dampak keputusan nasabah pertama kali terdaftar. Pengaduan dapat diajukan secara lisan maupun tertulis
dan kegiatan operasional secara terukur. Sepanjang periode pelaporan, Bank tidak melalui berbagai kanal yang disediakan, antara lain:
menerima keluhan terkait operasional maupun dampak negatif yang ditimbulkan.
Saluran Media Pengaduan Nasabah
Pengaduan melalui Contact Center di
Pengaduan dapat disampaikan nomor telepon 150286 atau 1500286 dan
langsung kepada BTN melalui Kantor surel Bank: btncontactcenter@btn.co.id Pengaduan melalui Otoritas Jasa
1. 2. 3.
Wilayah, Kantor Cabang, Kantor Cabang (Pengaduan di luar ini, yaitu melalui Live Keuangan, Bank Indonesia, dan
Pembantu, divisi di Kantor Pusat dan Chat, media elektronik/media sosial; akan lembaga lainnya.
Direksi. diarahkan melalui surel BTN atau contact
center).
187 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 188
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Alur Penanganan Pengaduan Nasabah
1. 2. 3. 4. 5. 6.
Nasabah Verifikasi Data Nasabah Nasabah Mendapatkan Proses Tindak Lanjut Proses Pengaduan Nasabah Tidak Puas
Menyampaikan Aduan Nomor Aduan oleh BTN Selesai Ditangani dan Melanjutkan ke
LAPS SJK
Nasabah Bank melakukan Bank menerima BTN akan Jika nasabah Nasabah yang tidak
menyampaikan aduan verifikasi data nasabah dan mencatat serta menindaklanjuti dan sepakat dengan hasil sepakat dengan hasil
melalui kanal yang sesuai dengan prosedur memberikan nomor tiket menyelesaikan aduan penyelesaian, maka penyelesaian, dapat
disediakan oleh BTN. yang ditetapkan. aduan kepada nasabah. nasabah sesuai waktu pengaduan dianggap melanjutkan proses
yang ditetapkan. selesai. ke Lembaga Alternatif
penyelesaian, Sengketa
Sektor Jasa Keuangan
(LPAS SJK).
Untuk memastikan efektivitas pengelolaan pengaduan nasabah, BTN berkolaborasi 3. Pelatihan Khusus Pegawai
dengan pihak eksternal, termasuk Ombudsman dan Badan Perlindungan Konsumen BTN menyelenggarakan pelatihan kepada pegawai terkait penanganan pengaduan.
Nasional (BPKN), guna mempercepat penyelesaian pengaduan secara cepat dan tepat 4. Peningkatan Transparansi
serta menjaga kredibilitas layanan Bank. Kolaborasi ini mendorong penerapan sistem BTN berkomitmen untuk melaporkan statistik pengaduan nasabah, tingkat
penanganan pengaduan berbasis Ombudsman yang mencakup: penyelesaian, dan umpan balik nasabah secara berkala sebagai bentuk
1. Saluran Pengaduan Terintegrasi transparansi.
BTN menyediakan berbagai kanal pengaduan, termasuk aplikasi balé by BTN, call
center, dan cabang fisik, dengan standar pelayanan yang sesuai dengan ketentuan Konsistensi mutu layanan tersebut ditopang penerapan sistem manajemen yang
OJK. tervalidasi melalui sertifikasi ISO 9001:2015, yang mencakup Standar Mutu Layanan
2. Prosedur Eskalasi yang Jelas Contact Center serta Pelindungan Pelanggan dan Manajemen Penanganan Pengaduan.
Pengaduan yang tidak terselesaikan di tingkat operasional Bank dapat dievaluasi Validasi ini memastikan layanan contact center sebagai salah satu kanal pengaduan
untuk memastikan penyelesaian yang independen dan akuntabel. dan proses penanganan pengaduan dijalankan secara terstandardisasi, terstruktur, dan
terdokumentasi pada periode pelaporan.
188 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 189
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pengawasan Pengelolaan Pengaduan Nasabah
Komite Pemantau Risiko BTN di tingkat Dewan Komisaris memantau pengelolaan berwenang, termasuk arbitrase, mediasi, atau peradilan, sesuai ketentuan yang berlaku.
pengaduan nasabah sebagai bagian dari manajemen risiko operasional. Komite Ketentuan ini mendukung pengelolaan risiko hukum dan reputasi, sekaligus menjaga
berkoordinasi dengan Direktur Operation untuk menerima laporan kinerja pengaduan kredibilitas Bank. Melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan evaluasi berkelanjutan,
dari Unit Experience Division. Mekanisme ini digunakan untuk mengidentifikasi potensi BTN berkomitmen meningkatkan kualitas penanganan pengaduan serta menjaga
risiko, memastikan tindak lanjut yang tepat, serta menyempurnakan proses agar risiko kepuasan dan kepercayaan nasabah.
yang timbul dapat diminimalkan dan pengelolaan pengaduan berjalan efektif dan
efisien. Untuk memberikan gambaran kinerja penanganan pengaduan secara terukur,
BTN menyajikan rekapitulasi jumlah pengaduan, tingkat penyelesaian, dan status
Apabila pengaduan tidak dapat diselesaikan dan berkembang menjadi sengketa, penanganan menurut kategori produk/layanan pada tabel berikut.
nasabah dapat menempuh mekanisme penyelesaian sengketa melalui lembaga yang
Data Pengaduan Nasabah
2025 2024 2023
Kategori Pengaduan Jumlah Selesai Dalam Proses Jumlah Selesai Dalam Proses Jumlah Selesai Dalam Proses
Pengaduan Jml % Jml % Pengaduan Jml % Jml % Pengaduan Jml % Jml %
Penghimpunan Dana 1.574 1.455 92,44 119 7,56 1.064 654 61,47 410 38,53 318 318 100,00 0 0,00
Penyaluran Dana 759 543 71,54 216 28,46 461 324 70,28 137 29,72 208 206 99,04 2 0,96
Produk Kerja Sama 4 4 100,00 0 0,00 15 12 80,00 3 20,00 8 8 100,00 0 0,00
Produk Lain 2.084 1.629 78,17 455 21,83 1.259 808 64,18 451 35,82 812 706 86,95 106 13,05
Sistem Pembayaran 68.195 63.032 99,76 163 0,24 90.198 89.385 99,10 813 0,90 61.261 61.261 100,00 0 0,00
Total 72.616 71.663 98,69 953 1,31 92.997 91.183 98,05 1.814 1,95 62.607 61.137 97,64 108 0,17
Tingkat Resolusi 98,69% 98,45% 99,83%
Keterangan:
• Kategori Penghimpunan Dana: tabungan, deposito, giro, dll.
• Kategori Penyaluran Dana: kredit subsidi, kredit nonsubsidi, kredit modal kerja, dll.
• Kategori Produk Kerja Sama: bancassurance, reksa dana, ORI, dll.
• Kategori Produk Lainnya: layanan petugas, bank faransi, penyediaan fasilitas, dll
• Kategori Sistem Pembayaran: ATM, mobile banking, internet banking, dll.
189 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 190
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Kepuasan Nasabah
Kepuasan nasabah menjadi prioritas BTN. Bank menjaga mutu produk dan layanan Selain itu, aktivitas komunikasi pemasaran BTN dijalankan sesuai regulasi yang berlaku
secara konsisten, sekaligus memastikan akses dan perlakuan yang setara bagi seluruh agar informasi produk dan layanan disampaikan secara akurat serta tidak menimbulkan
nasabah tanpa terkecuali. Kebijakan dan standar layanan diterapkan menyeluruh mispersepsi. Pada tahun pelaporan, tidak terdapat dampak negatif dari produk atau
pada seluruh titik layanan, agar pengalaman nasabah tetap terjaga dan kepercayaan layanan BTN, tidak ada produk yang ditarik atau dibatalkan, serta tidak ditemukan
terhadap Bank terbentuk secara berkelanjutan. [OJK F.17] ketidakpatuhan terkait informasi atau pelabelan produk dan jasa. BTN juga tidak
menerima laporan pelanggaran terkait komunikasi pemasaran selama tahun 2025. [GRI
Upaya BTN untuk menjaga kepuasan nasabah meliputi: 3-3, 417-2, 417-3] [OJK F.28, F.29]
1. Menawarkan produk dan jasa sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan;
2. Memberikan layanan terbaik kepada seluruh nasabah dan menindaklanjuti setiap Untuk memantau pengalaman nasabah dan efektivitas standar layanan, BTN
keluhan nasabah secara adil tanpa diskriminasi; menggunakan survei pihak ketiga Customer Experience Index (CEI) dan Net Promoter
3. Melakukan promosi pelayanan yang sehat, adil, jujur, tidak menyesatkan, dan Score (NPS). CEI mengukur kepuasan (satisfaction), kelekatan (engagement), dan
diterima oleh norma-norma yang berlaku umum di masyarakat; loyalitas (loyalty) sebagai rata-rata dari Customer Satisfaction Index (CSI), Customer
4. Menerapkan perdagangan yang adil (fair trade) sesuai dengan kebijakan BTN, yaitu: Loyalty Index (CLI), dan Customer Engagement Index (CGI), sedangkan NPS menilai
[FS15] loyalitas berdasarkan kecenderungan nasabah merekomendasikan produk atau
a. Kebijakan Khusus Nomor KK.2-L tentang Jasa Layanan Retail Funding; layanan BTN. Hasil pengukuran dimanfaatkan untuk memahami perilaku penggunaan
b. Petunjuk Teknis PT.2-C.1 tentang Tarif Layanan Transfer Valuta Asing; dan layanan, menangkap kebutuhan dan ekspektasi nasabah, serta menetapkan prioritas
5. Memastikan seluruh pegawai mendukung Bank dalam upaya mencapai kepuasan perbaikan, dengan CLI mencakup referral, repurchase, retain, advocate, dan loyalty,
dan kepercayaan nasabah. serta CGI dipengaruhi oleh trust, fair, pride, dan passion.
Di samping memastikan layanan berjalan konsisten, BTN menyampaikan informasi Hasil pengukuran menunjukkan adanya peningkatan pada sejumlah kategori nasabah
produk secara jelas dan transparan, meliputi nama dan jenis produk, fitur, manfaat, risiko, dalam survei CEI. Pada tahun 2025, CEI BTN mencapai 80,85 atau meningkat 3,81%,
tata cara penggunaan, biaya, serta ketentuan lain agar nasabah dapat mengambil dengan CLI sebesar 80,23 atau naik 5,89% dan CGI sebesar 81,56 atau meningkat 6,98%
keputusan secara tepat. Untuk memastikan kepatuhan atas prosedur pelabelan dan dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut juga tercermin pada penilaian
informasi produk atau jasa, BTN melakukan penelaahan dan persetujuan internal atas eksternal melalui survei Satisfaction Loyalty Engagement (SLE) indeks pada akhir 2025, di
materi informasi sebelum dipublikasikan melalui kanal resmi. Penilaian kepatuhan mana BTN meraih peringkat pertama kategori NPS untuk Kelompok Bank (KBMI) 3 dengan
mencakup seluruh (100%) kategori produk dan jasa yang dipasarkan kepada nasabah, skor 50, meningkat 8,49% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menegaskan
termasuk produk simpanan, kredit atau pembiayaan, layanan transaksi dan kanal digital, penguatan loyalitas dan kecenderungan nasabah untuk merekomendasikan layanan
serta layanan jasa lainnya. [GRI 3-3, 417-1] [OJK F.27] BTN, sejalan dengan tingkat kepuasan yang semakin baik. [OJK F.30]
190 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 191
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
07
Penguatan Tata Kelola
sebagai Fondasi
Keberlanjutan
192 Struktur Tata Kelola Keberlanjutan
BTN
197 Komitmen Penerapan Tata Kelola
200 Strategi Tata Kelola
201 Governance, Risk, and Compliance
Roadmap
208 Proses Nominasi Badan Tata Kelola
Tertinggi
212 Evaluasi Kinerja Badan Tata Kelola
Tertinggi
213 Manajemen Risiko
248 Kode Etik dan Etika Bisnis
252 Anti-Fraud dan Benturan
Kepentingan
256 Implementasi Prinsip Kehati-hatian
258 Pengawasan Internal dan Anti
Gratifikasi
260 Whistleblowing System
Page 192
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Struktur Tata Kelola Keberlanjutan BTN [GRI 2-9, 2-10, 2-11, 2-12, 2-13]
Struktur Tata Kelola BTN
BTN menerapkan struktur tata kelola yang dibangun sesuai
ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang
Rapat Umum Pemegang
Perseroan Terbatas, yang menetapkan tiga organ utama, yaitu
Saham (RUPS)
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, dan
Direksi. Pembentukan organ-organ tersebut memastikan adanya
pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas, sekaligus Audit Eksternal Dewan Komisaris Direksi
mendukung mekanisme check and balance yang dibutuhkan
untuk menjalankan praktik tata kelola perusahaan yang baik,
Corporate Secretary
efektif, dan akuntabel.
Risk Management
Dalam kerangka tersebut, Dewan Komisaris mengawasi Audit Committee Internal Audit
Committee
pengelolaan Bank dan memberikan arahan strategis kepada
Direksi, termasuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan Asset & Liability
Risk Monitoring Unit Kerja Lain
Committee (ALCO)
dan kebijakan serta perlindungan kepentingan pemegang Committee
saham. Direksi bertanggung jawab atas pengurusan dan Credit Committee
operasional harian, perumusan serta pelaksanaan strategi,
Credit Policy Committee
serta pelaporan kinerja kepada Dewan Komisaris. Secara kolektif,
Remuneration
Direksi memimpin pencapaian visi dan misi BTN sesuai amanat & Nomination IT Steering Committee
pemegang saham dan pemangku kepentingan, sementara Committee
Human Capital Committee
Dewan Komisaris memastikan penerapan prinsip GCG dan ESG
secara konsisten melalui fungsi pengawasan dan pengendalian Business Committee
Bank.
Transformation Steering
Committee
ESG Committee
Integrated Risk
Management Committee
Capital & Subsidiary
Committee
192 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 193
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) [GRI 2-11] Dewan Komisaris
RUPS merupakan organ tertinggi dalam tata kelola BTN yang memiliki kewenangan yang Dalam struktur tata kelola BTN, pengawasan terhadap jalannya pengelolaan Bank
tidak didelegasikan kepada Direksi maupun Dewan Komisaris sesuai Undang-Undang dijalankan oleh Dewan Komisaris. Tugas ini mencakup penelaahan atas kebijakan
Nomor 40 Tahun 2007. Melalui forum ini, Pemegang Saham berhak memperoleh informasi, dan kinerja Direksi serta pemberian arahan strategis guna menjaga kepentingan Bank
mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi, serta memberikan persetujuan dan Pemegang Saham, dengan tetap mempertimbangkan ekspektasi pemangku
atas kebijakan dan keputusan strategis Bank. Dalam kaitannya dengan pengelolaan kepentingan.
dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial, Bank melibatkan Pemegang Saham melalui
penyampaian dan pembahasan rencana serta capaian keberlanjutan dalam RUPS Untuk memastikan pelaksanaan pengawasan yang efektif, Dewan Komisaris menetapkan
Tahunan untuk memperoleh arahan dan persetujuan. Rencana tersebut disusun oleh komite-komite pendukung yang melapor langsung kepada Dewan Komisaris. Seluruh
Direksi, ditelaah dan disetujui oleh Dewan Komisaris, kemudian disampaikan kepada peran, kewenangan, dan mekanisme kerja Dewan Komisaris mengacu pada Undang-
Pemegang Saham sebagai wujud akuntabilitas. [GRI 2-11, 2-12] Undang Nomor 40 Tahun 2007, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992, serta ketentuan
regulator, termasuk OJK, Bank Indonesia, dan Anggaran Dasar BTN.
BTN menyelenggarakan RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa. RUPS Tahunan diadakan
paling lambat enam bulan setelah tahun buku berakhir, sedangkan RUPS Luar Biasa Komposisi Dewan Komisaris BTN
dapat diselenggarakan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan Bank. Pada tahun buku 2025,
Jenis Tanggal Efektif
BTN melaksanakan dua kali RUPS Tahunan dengan rincian sebagai berikut: Nama Jabatan Dasar Pengangkatan
Kelamin oleh OJK
Suryo Utomo Komisaris Utama Laki-laki RUPS Tahunan tanggal 26 Juni 2025
Penyelenggaraan RUPS BTN 26 Maret 2025
Dwi Ary Purnomo Wakil Komisaris Laki-laki RUPS Tahunan tanggal 26 Juni 2025
Keterangan Tanggal dan Waktu Pelaksanaan Lokasi
Utama 26 Maret 2025
RUPS Tahunan 26 Maret 2025 Menara BTN Jakarta
Fahri Hamzah Komisaris Laki-laki RUPS Tahunan tanggal 17 Desember 2025
RUPS Luar Biasa 18 November 2025 Menara BTN Jakarta 26 Maret 2025
Ida Nuryanti Komisaris Perempuan RUPS Tahunan tanggal 9 Oktober 2025
Independen 26 Maret 2025
Pietra Machreza Komisaris Laki-laki RUPS Tahunan tanggal 15 Agustus 2025
Paloh Independen 26 Maret 2025
Panangian Komisaris Laki-laki RUPS Tahunan tanggal 15 Agustus 2025
Simanungkalit Independen 26 Maret 2025
193 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 194
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
BTN menyelenggarakan rapat Dewan Komisaris secara berkala guna memastikan fungsi Persentase Kehadiran pada Rapat Dewan Komisaris
pengawasan berjalan efektif dan selaras dengan prinsip tata kelola yang baik. Setiap
rapat didukung dengan pencatatan daftar hadir sebagai dasar penilaian partisipasi Jumlah Rapat Dewan Komisaris Rata-rata Persentase Kehadiran
53 100%
anggota dalam proses pengambilan keputusan strategis dan pengawasan atas
kegiatan operasional Bank.
Direksi
Direksi merupakan organ pengelola utama Bank yang mengarahkan operasional, Pengangkatan anggota Direksi dilakukan melalui RUPS berdasarkan rekomendasi Komite
strategi, dan pelindungan aset untuk mencapai tujuan Bank secara berkelanjutan dalam Remunerasi dan Nominasi, dengan masa jabatan lima tahun dan dapat diperpanjang
kerangka tata kelola. Pelaksanaan pengelolaan dilaporkan kepada Dewan Komisaris, satu periode. RUPS berwenang memberhentikan anggota Direksi sebelum masa
dengan pengangkatan Direksi ditetapkan melalui RUPS dan efektif sejak penutupan RUPS. jabatannya berakhir sesuai ketentuan yang berlaku.
Komposisi Direksi BTN
Nama Jabatan Jenis Kelamin Dasar Pengangkatan Tanggal Efektif oleh OJK
Nixon L. P. Napitupulu Direktur Utama Laki-laki RUPS Tahunan tanggal 16 Maret 2023 7 Juni 2023
Oni Febriarto Rahardjo Wakil Direktur Utama Laki-laki RUPS Tahunan tanggal 16 Maret 2023 7 Juni 2023
Setiyo Wibowo Direktur Risk Management Laki-laki RUPS Luar Biasa 27 November 2019 3 Juli 2020
Hirwandi Gafar Direktur Consumer Banking Laki-laki RUPS Luar Biasa 27 November 2019 28 Agustus 2020
Nofry Rony Poetra Direktur Finance & Strategy Laki-laki RUPS Tahunan tanggal 10 Maret 2021 9 Agustus 2021
Eko Waluyo Direktur Human Capital & Compliance Laki-laki RUPS Tahunan tanggal 10 Maret 2021 9 Agustus 2021
Tan Jacky Chen Direktur Information Technology Laki-laki RUPS Tahunan tanggal 26 Maret 2025 1 September 2025
Venda Yuniarti Direktur Treasury & International Banking Perempuan RUPS Tahunan tanggal 26 Maret 2025 1 September 2025
Helmy Afrisa Nugroho Direktur Corporate Banking Laki-laki RUPS Tahunan tanggal 26 Maret 2025 Masih dalam proses Penilaian Kemampuan dan Kepatutan
I Nyoman Sugiri Yasa Direktur Operations Laki-laki RUPS Tahunan tanggal 26 Maret 2025 25 Juli 2025
Rully Setiawan Direktur Network & Retail Funding Laki-laki RUPS Tahunan tanggal 26 Maret 2025 25 Juli 2025
Hermita Direktur Commercial Banking Perempuan RUPS Tahunan tanggal 26 Maret 2025 25 Juli 2025
194 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 195
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Direksi bertanggung jawab atas pengurusan dan pengelolaan BTN untuk mencapai 5. Credit Policy Committee
maksud dan tujuan Bank sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, Anggaran 6. Credit Committee
Dasar, dan keputusan RUPS. Dalam menjalankan fungsi tersebut, Direksi mewakili Bank 7. Business Committee
di dalam maupun di luar pengadilan serta memastikan pengelolaan berjalan efektif 8. Transformation Steering Committee
dan selaras dengan visi, misi, dan strategi Bank. Pengelolaan ini dipimpin oleh Direktur 9. ESG Committee
Utama yang berperan sebagai koordinator utama dalam pengambilan keputusan dan 10. Integrated Risk Management Committee
kepemimpinan Direksi. Adapun tugas Direktur Utama meliputi: 11. Capital & Subsidiary Committee
1. Memimpin rapat Direksi.
2. Menciptakan budaya keterbukaan dan memfasilitasi diskusi yang konstruktif. Direksi juga didukung oleh unit penunjang seperti Sekretaris Perusahaan, Unit Audit
3. Memberikan saran kepada anggota Direksi terkait efektivitas pelaksanaan tugas Internal, dan Unit Manajemen Risiko untuk memastikan pengelolaan Bank berjalan lebih
pengurusan. terintegrasi. BTN menyelenggarakan rapat Direksi secara terjadwal, dengan daftar hadir
4. Memelihara hubungan dan soliditas antar Sesama anggota Direksi terkait sebagai dasar penilaian partisipasi anggota dalam proses pengambilan keputusan
pelaksanaan tugas pengurusan. strategis dan pengawasan operasional Bank.
5. Memelihara hubungan yang efektif dan sehat dengan Dewan Komisaris.
Persentase Kehadiran pada Rapat Direksi
Setiap anggota Direksi bertanggung jawab secara kolektif atas kerugian yang timbul
akibat kesalahan atau kelalaian dalam melaksanakan tugas. Pembebasan tanggung Jumlah Rapat Direksi Rata-rata Persentase Kehadiran
183 85,23%
jawab dapat diberikan apabila anggota Direksi dapat membuktikan bahwa:
1. Kerugian tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya.
2. Telah melakukan pengurusan dengan itikad baik, penuh tanggung jawab, dan
kehati-hatian untuk kepentingan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Bank.
3. Tidak mempunyai benturan kepentingan baik langsung maupun tidak langsung
atas tindakan pengurusan yang mengakibatkan kerugian. Komite ESG
4. Telah mengambil tindakan untuk mencegah timbul atau berlanjutnya kerugian
tersebut. Sebagai wujud komitmen terhadap penerapan keberlanjutan yang terstruktur, BTN
membentuk Komite ESG di tingkat dewan yang diketuai oleh Direktur Utama dan
Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan tugas, Direksi dibantu oleh beberapa komite, beranggotakan Direksi serta SEVP. Komite ini berfungsi memastikan bahwa pendekatan
yaitu: lingkungan, sosial, dan tata kelola terintegrasi dalam kebijakan Bank serta mendukung
1. Asset & Liability Committee pencapaian SDGs dan target iklim Bank.
2. IT Steering Committee
3. Risk Management Committee Komite ESG bertanggung jawab menyusun kebijakan, strategi, dan tujuan program ESG
4. Human Capital Committee dan TJSL, termasuk pengawasan atas risiko dan peluang keberlanjutan. Komite ini juga
menetapkan keputusan strategis dalam pelaksanaan program melalui rapat yang
195 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 196
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
diselenggarakan secara berkala setiap tahun. Komite ESG memiliki tugas dan tanggung 4. Memberikan informasi kepada manajemen Bank mengenai seluruh isu terkait
jawab sebagai berikut: [GRI 2-9, 2-12, 2-13] ESG, termasuk perundang-undangan, program pemerintah, perkembangan
1. Menetapkan langkah-langkah perbaikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan internasional, tren bisnis ke depan, dan perubahan iklim.
program ESG dan TJSL, di antaranya program pengembangan masyarakat, 5. Melakukan pemantauan, evaluasi, dan memberikan rekomendasi terhadap hasil
Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK), Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan, laporan ESG, investor concern, atau pihak ketiga lainnya terhadap implementasi
serta kegiatan bisnis dalam rangka tanggung jawab Bank kepada masyarakat atas ESG.
risiko bisnis yang ditimbulkan oleh Bank dan melaporkannya kepada Direksi. 6. Memberikan keputusan terkait:
2. Memberikan keputusan atas strategi Bank yang berdampak terhadap lingkungan, a. Tujuan dan petunjuk pelaksanaan Program TJSL.
sosial dan masyarakat dalam Program dan Roadmap ESG. b. Pemetaan dan penyusunan Program TJSL.
3. Memantau penerapan monitoring atas implementasi Strategi dan Roadmap ESG c. Evaluasi atas pelaksanaan Program TJSL.
Bank.
Komite ESG diatur dalam Kebijakan Khusus Nomor KK.9-D tentang Prosedur Tata Kelola
Komite Direksi, dengan susunan komite sebagai berikut:
Struktur Komite ESG BTN
Struktur Jabatan
Ketua Direktur Utama
Anggota • Wakil Direktur Utama *)
• Direktur yang membawahi Risk Management**)
• Direktur yang membawahi Finance & Strategy
• Direktur yang membawahi Information Technology
• Direktur yang membawahi Human Capital & Compliance
• Direktur yang membawahi Operations
• Direktur yang membawahi Treasury & International Banking
• Direktur yang membawahi Consumer Banking
• Direktur yang membawahi Network & Retail Funding
• Direktur yang membawahi Corporate Banking
• Direktur yang membawahi Commercial Banking
• SEVP yang membawahi Business Digital
• SEVP yang membawahi Assets Management
• SEVP yang membawahi Credit Risk
*) Ketua Pengganti I
**) Ketua Pengganti II
196 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 197
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Komitmen Penerapan Tata Kelola
BTN menempatkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/ meminimalkan potensi kecurangan (fraud) dan memastikan keputusan strategis
GCG) sebagai prinsip dasar dalam menjalankan bisnis dan mengelola organisasi. selaras dengan kepentingan pemangku kepentingan serta standar praktik terbaik di
Komitmen ini diwujudkan melalui integrasi nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, dan industri perbankan.
integritas dalam setiap proses operasional serta pengambilan keputusan, sehingga
Bank dapat menjaga kepercayaan publik dan memenuhi tujuan jangka panjang secara Penerapan GCG di BTN berpedoman pada kerangka regulasi yang berlaku di sektor
bertanggung jawab. perbankan, pasar modal, dan BUMN, termasuk ketentuan yang diterbitkan oleh Otoritas
Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, pemerintah, serta Anggaran Dasar Bank. Seluruh
Pada pelaksanaannya, BTN memastikan seluruh mekanisme kontrol, proses penilaian ketentuan tersebut menjadi landasan bagi BTN dalam memastikan penerapan tata
risiko, dan struktur pengawasan berjalan efektif untuk mendukung aktivitas operasional kelola dilakukan secara konsisten dan sesuai peraturan. BTN juga mengadopsi berbagai
yang disiplin dan bebas dari konflik kepentingan. Pendekatan ini membantu standar tata kelola yang diakui secara regional maupun internasional untuk memperluas
cakupan penerapan GCG. Standar tersebut meliputi:
Prinsip-prinsip GCG ASEAN Corporate Pedoman Umum Pedoman GCG Principles for enhancing
dari Organization for Governance Scorecard Governansi Korporat Perbankan Indonesia corporate governance dari
Economic Cooperation dari ASEAN Capital Indonesia (PUGKI) dari dari KNKG. Basel Committee on Banking
and Development Market Forum (ACMF). Komite Nasional Kebijakan Supervision.
(OECD). Governance (KNKG).
197 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 198
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Penerapan GCG di BTN diarahkan untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi Bank dan Tujuan Penerapan Prinsip GCG
melampaui pendekatan yang semata-mata berorientasi pada kepatuhan, melalui
penguatan kualitas pengambilan keputusan dan kinerja organisasi. Sebagai wujud
transparansi dan akuntabilitas, BTN menyediakan akses publik terhadap komitmen
kebijakan tata kelola dan pengendalian internal melalui laman resmi Bank yang
memuat kebijakan utama terkait tata kelola perusahaan, pengendalian internal dan Mendukung visi dan misi BTN.
audit, manajemen risiko, pedoman etika bisnis dan perilaku (code of conduct), serta
pencegahan penyuapan dan pengendalian gratifikasi, yang dapat diakses melalui link:
Governance Policy. [GRI 2-23]
Komitmen dan Prinsip Tata Kelola Memberikan manfaat dan Mempertahankan dan
nilai tambah (added value) meningkatkan kelangsungan
Komitmen BTN terhadap penerapan tata kelola yang baik menjadi dasar dalam bagi para Pemegang Saham usaha yang sehat dan kompetitif
mengelola organisasi dan menjalankan strategi bisnis. Prinsip GCG diterapkan secara (shareholders) dan para dalam jangka panjang
konsisten pada seluruh proses kerja untuk memastikan kegiatan operasional Bank pemangku kepentingan (sustainable).
berlangsung transparan, akuntabel, dan selaras dengan visi serta misi Bank. Bagi (stakeholders).
Pemegang Saham, komitmen tersebut tercermin melalui pengelolaan Bank yang
profesional dan terbuka. Untuk itu, BTN berkomitmen untuk memastikan setiap keputusan
dan aktivitas usaha dijalankan sesuai prinsip akuntabilitas untuk menjawab ekspektasi
pemangku kepentingan.
BTN juga meyakini bahwa keberlanjutan usaha bergantung pada pengelolaan internal
yang baik. Melalui penerapan prinsip GCG, Bank berupaya menjaga keseimbangan
antara tujuan komersial dan tanggung jawab sosial demi menghasilkan nilai jangka
pendek maupun jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Untuk memastikan
penerapannya tetap relevan, BTN merujuk pada praktik tata kelola yang diakui secara
nasional, regional, dan internasional. Pendekatan ini mendukung kesiapan Bank dalam
menghadapi dinamika industri perbankan dan memperkuat ketahanan organisasi. Meningkatkan
kepercayaan para
investor kepada BTN.
198 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 199
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
BTN berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik Umum sebagai pedoman utama dalam memastikan Bank dikelola secara transparan,
(GCG) secara konsisten pada seluruh aktivitas bisnis dan operasional. Penerapan ini akuntabel, dan sesuai ketentuan. Adapun prinsip GCG yang diimplementasikan BTN
berlandaskan POJK Nomor 17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank meliputi:
Prinsip GCG
Transparansi Akuntabilitas Pertanggungjawaban Kemandirian Kesetaraan dan Kewajaran
(Transparency) (Accountability) (Responsibility) (Independency) (Fairness)
Keterbukaan dalam Kejelasan fungsi dan Kepatuhan terhadap Pengelolaan Bank secara Pemenuhan hak pemangku
pengambilan keputusan pertanggungjawaban peraturan perundang- mandiri dan profesional kepentingan secara adil
serta penyediaan informasi setiap organ Bank untuk undangan, standar tanpa benturan kepentingan sesuai perjanjian, regulasi,
yang relevan mengenai mendukung kinerja yang etika, serta prinsip maupun pengaruh yang dan prinsip usaha yang
Bank. wajar, efektif, dan efisien. penyelenggaraan usaha tidak sesuai dengan sehat.
pembiayaan yang sehat. ketentuan.
Penerapan GCG merupakan landasan bagi BTN dalam meningkatkan kinerja dan Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BTN terus mengembangkan penerapan GCG
akuntabilitas, sekaligus memastikan Bank menghasilkan nilai jangka panjang bagi agar sejalan dengan kebutuhan tata kelola modern dan relevan bagi keberlanjutan
Pemegang Saham dengan tetap mempertimbangkan kepentingan seluruh pemangku usaha. Bank berupaya mengelola seluruh aktivitas bisnis secara profesional dan
kepentingan. Praktik ini dijalankan berdasarkan regulasi yang berlaku dan standar etika berintegritas, didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan menjunjung
bisnis, terutama dalam menghadapi kompleksitas risiko yang semakin meningkat. tinggi etika kerja.
199 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 200
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Strategi Tata Kelola
Untuk memastikan penerapan GCG berlangsung konsisten dan mendukung arah
strategis yang telah ditetapkan, BTN menetapkan Pilar GCG sebagai kerangka utama
dalam mengelola tata kelola secara terpadu. Pilar ini menjadi acuan dalam penyusunan
strategi tata kelola, mencakup penguatan komitmen, pengaturan struktur, pengelolaan
proses, dan pencapaian hasil tata kelola. Kerangka tersebut dijabarkan sebagai berikut:
Pilar GCG BTN
Governance Governance Governance
Structure Process Outcome
Commitment on Governance
200 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 201
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Governance, Risk, and
Compliance Roadmap Corporate Plan 2025 - 2029
1. Gap Analysis in Risk 2. Gap Analysis in Digital 3. Gap Analysis in ESG 4. BTN Top Risk Indicator
Maturity Maturity Aspects Projection 2025-2029
Diagnostic SWOT Analysis
Dengan Pilar GCG sebagai dasar, BTN memperluas Stream Analysis Diagnostic Gap Analysis
Results Result
penerapannya melalui penguatan pengelolaan risiko
dan kepatuhan. Untuk memastikan tata kelola tetap
Phase 1: Diagnostic Process
efektif dan adaptif, BTN menyusun Governance, Risk, Strategic Business Process
Funding
Directions SWOT
and Compliance (GRC) Roadmap 2025–2029. Roadmap
Gap Analysis Governance & Analysis
ini diarahkan untuk memperkuat tata kelola, risiko, dan Gaps Between Organizational (Result)
Lending External Analysis Existing Conditions Structure
kepatuhan, sekaligus mendorong efisiensi operasional,
(Business and Ideal
profitabilitas berkelanjutan, serta peningkatan layanan Trends), Conditions, Infrastructure, IT, &
Regulation, Constraints,
digital. Bank telah mengembangkan kerangka kerja Operational Data
Key
and/or Internal or Obstacle
sebagai panduan dalam merumuskan GRC Roadmap Analysis Best Encountered
Watch-Out
People Capabilities & Strategy
seperti disajikan pada bagan berikut ini: Practices/
Risk Design
Benchmarking
Interconnectivity GRC Culture
Strategic Postures for GRC Roadmap
Strategic
Postures
Phase 2:
To Support Business Growth and To Drive Resilience & Secure To Ensure Competency of GRC
Sustainability Operational For Business Continuity Talent and Strong GRC Culture
Implementation Plan
Implementation Plan & Execution Setup
Phase 3:
Implementation Plan Execution Setup
Initiative Charter - Strategic Initiative & Timeline PMO, Tracking Tools, Empower
& Change Management
Governance Risk Compliance Implementation (2025-2029)
201 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 202
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
BTN merancang GRC Roadmap sebagai kerangka kerja strategis untuk mengelola risiko, menegaskan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi sebagai landasan
kepatuhan, dan tata kelola secara terpadu. Roadmap ini memperkuat kemampuan Bank pertumbuhan berkelanjutan.
dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memitigasi risiko sejak dini guna menjaga
stabilitas operasional dan finansial di tengah dinamika regulasi. Sebagai implementasi dari GRC Roadmap, BTN menetapkan Corporate Plan 2025–2029
yang berisi empat elemen utama sebagai pedoman pengembangan kinerja Bank.
GRC Roadmap juga berfungsi untuk memastikan kepatuhan dijalankan secara adaptif Melalui elemen-elemen ini, BTN memperkuat posisinya di pasar perumahan nasional
sehingga BTN tidak hanya memenuhi ketentuan hukum, tetapi juga dapat memanfaatkan serta mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
perubahan kebijakan sebagai peluang peningkatan daya saing. Melalui langkah ini, Bank Keempat elemen tersebut mencakup:
Elemen Utama BTN Corporate Plan 2025-2029
Aspirasi BTN 2029 untuk
Visi, Misi, dan Nilai BTN Plan: 1+3+5 Strategic Initiatives Strategic Initiatives
Mencapai Visi
Mencerminkan tujuan dan nilai- Menggambarkan aspirasi dan Menjelaskan pendekatan yang Menguraikan inisiatif-
nilai dasar BTN ambisi Bank untuk 5 tahun terstruktur dan prioritas utama inisiatif spesifik yang akan
mendatang dalam pencapaian tujuan diimplementasikan untuk
mendukung strategi Bank
Aspirasi BTN 2029 untuk Mencapai Visi BTN menargetkan penghimpunan dana pihak ketiga sebesar Rp120 triliun melalui
penyerapan 3% tabungan dari 20 provinsi terbesar. Target ini didukung oleh
BTN menetapkan visi dan misi sebagai dasar arah strategis Bank. Visi tahun 2025, yaitu peluncuran proposisi inovatif untuk segmen payroll, pembeli rumah pertama, dan
menjadi mitra utama dalam pemberdayaan finansial keluarga Indonesia, menegaskan profesional wiraswasta, serta penguatan kapabilitas transaksi guna menjadi bank
komitmen BTN untuk memperluas akses layanan keuangan dan meningkatkan kapasitas utama bagi nasabah ritel dan bisnis.
ekonomi masyarakat. Untuk mewujudkan visi tersebut, BTN merumuskan Aspirasi 2029 2. Memberdayakan Keluarga Indonesia dalam Penyaluran Kredit Perumahan untuk
sebagai arah pencapaian visi Bank melalui lima fokus strategis yang mencerminkan Mewujudkan Impian Memiliki Rumah dengan Penyaluran sekitar Rp450 Triliun
komitmen untuk mengintegrasikan inovasi, efisiensi operasional, dan keberlanjutan ke BTN menargetkan penyaluran kredit perumahan sekitar Rp450 triliun, mencakup
dalam strategi dan pelaksanaan bisnis Bank. Aspirasi tersebut tersebut yaitu: dukungan bagi 1,2 juta nasabah KPR subsidi dan 290 ribu nasabah KPR nonsubsidi.
1. Membangun Engine Tabungan yang Sustainable untuk Menghimpun Tabungan Program ini juga melibatkan pemberdayaan 27 ribu UKM terkait perumahan melalui
sebesar Rp120 Triliun solusi yang mendukung seluruh siklus bisnis.
202 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 203
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
3. Menjadi Mitra Keuangan bagi Konsumen BTN Plan: 1+3+5 Strategic Initiatives
dan Bisnis dengan Menyediakan Rangkaian
Lengkap Solusi Perbankan Sehari-hari Untuk menunjang pelaksanaan Aspirasi BTN 2029 untuk mencapai visi, BTN merumuskan BTN Plan: 1+3+5 Strategic Initiatives
Fokus strategi ini meliputi peningkatan portofolio yang terdiri atas 1 pilar New core strength, 3 pilar Holistic banking propositions, dan 5 pilar Capabilities for success at scale.
konsumer melalui kredit bermargin tinggi (target
8% dari portofolio), pengembangan solusi 1 Core Strength 3 Holistic banking propositions 5 Capabilities for success at scale
investasi dan pembayaran, serta ekspansi kredit
Funding Housing ecosystem Digitization
nonperumahan (18% dari portofolio). BTN juga • Menumbuhkan low-cost transactional • Mencakup 60% pangsa KPR bersubsidi • Meningkatkan kemampuan transaction
menargetkan peningkatan fee-based income SA melalui payroll (penetrasi 5%), dengan membangun model distribusi banking untuk mewujudkan proposisi baru
keterlibatan nasabah dalam mobile yang inovatif seperti payroll dan CMS
(FBI) hingga sekitar 18% dari pendapatan dan banking (3+ juta nasabah) dan • Meningkatkan jumlah nasabah baru • Mendigitalkan 4 lending customer journey
optimalisasi konversi nasabah KPR menjadi memperdalam kehadiran di pasar mikro melalui KPR (~1,2 juta nasabah KPR subsidi teratas untuk peningkatan skala secara
utama (20 kota teratas) dan ~0,3 juta nasabah KPR non-subsidi cepat dan efisien
pengguna layanan perbankan penuh.
• Membangun proposisi yang disesuaikan secara kumulatif) dan membangun • Mendorong efisiensi di cabang-cabang
4. Membangun Portofolio Berkualitas Tinggi untuk lebih dari 70 ribu profesional hubungan sebagai bank primer melalui no-ops model sehingga CIR <50%.
dengan Efisiensi Operasional wiraswasta yang cash-rich , memperluas • Memperdalam hubungan dengan 50+ • Menyempurnakan front-line sales tools
penetrasi wealth proposition dan 300 ribu developer papan atas dan meningkatkan untuk mendorong cross-selling
BTN memperkuat kualitas portofolio melalui lebih merchant UKM penetrasi dalam rantai nilai melalui 25+
operasi digital yang lebih efisien dengan target • Menangkap pangsa full-transaction anchor client
banking dalam SME & wholesale Sales model
cost to income ratio (CIR) di bawah 50 persen dan (pemanfaatan 20%) Mendesain ulang struktur sales & model
Full banking offering operasi untuk kolaborasi silang (model One-
peningkatan budaya pelayanan. Pengelolaan • Meningkatkan sekuritisasi dan direct
• Cross-selling HYL (~8% dari total kredit) CST) dan efektivitas (mono-lines tertentu)
market funding
risiko kredit diarahkan untuk menjaga tingkat dan fee-based income kepada konsumen
ETB.
kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) Upskilling
• Memperluas ke sektor-sektor baru untuk
di bawah 2,3 persen melalui proses underwriting Melakukan pembangunan kapabilitas di
pinjaman SME (KUR, KUMK)
tingkat bank untuk sales yang berpusat pada
dan collection yang didukung teknologi AI. nasabah (“Sales academy”)
5. Memperluas Cakupan Layanan Melalui 3 Anak Financial group
• Membangun sumber pendanaan baru
Perusahaan untuk menjadi pesaing perbankan Syariah Tech & data
BTN mengembangkan tiga anak perusahaan, nomor dua dan meluncurkan anak • Mempercepat modernisasi platform
perusahaan Asuransi perbankan untuk stabilitas dan percepatan
yaitu peningkatan skala Bank Syariah pelaksanaan
• Membuat anak perusahaan multifinance
untuk mencapai peringkat kedua nasional, yang meningkatkan margin untuk • Mendorong pembangunan dan
melengkapi penawaran KPR pengadopsian aset-aset advance AI
pertumbuhan lembaga pembiayaan
(multifinance) dengan target penyaluran lebih
Risk Management
dari Rp2,5 triliun, serta pengembangan bisnis Memperkuat risk underwriting, dan
asuransi dengan target gross written premium memperbaiki collections dan recovery
(pendekatan, model yang mendasari,
(GWP) lebih dari Rp2 triliun. dan infrastruktur teknologi) untuk
mempertahankan CoC <1,2%.
203 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 204
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Strategic Initiatives peningkatan akuisisi dan transaksi nasabah melalui mobile BTN/balé, serta penguatan
penjualan dana ritel dengan volume dan potensi pertumbuhan yang tinggi.
BTN menetapkan inisiatif strategis terintegrasi untuk mendorong pertumbuhan
berkelanjutan dan memperkuat daya saing Bank. Strategi ini mencakup penguatan Dalam rangka monetisasi ekosistem perumahan, BTN memprioritaskan pembiayaan
pendanaan, optimalisasi ekosistem perumahan, transformasi layanan perbankan, perumahan bersubsidi sebesar 60% serta memperdalam kemitraan dengan 50
pengembangan anak usaha, serta peningkatan kapabilitas digital dan sumber daya pengembang utama. Strategi ini didukung pengembangan produk perbankan bernilai
manusia. Berikut rincian dari inisiatif-inisiatif strategis tersebut. tambah, peningkatan yield, serta penguatan bisnis syariah pasca spin-off.
Strengthen Engine for Sustainable Funding (2025) Selain itu, BTN mengakselerasi digitalisasi untuk mengurangi proses manual,
mengembangkan kapabilitas layanan transaksi, dan mempertajam efektivitas
Inisiatif strategis pada tahun 2025 diarahkan pada pengembangan mesin pendanaan penjualan melalui indikator kinerja utama (key performance indicator/KPI) yang terukur.
berkelanjutan dan optimalisasi ekosistem perumahan untuk memperdalam penetrasi Upaya ini dilengkapi penyempurnaan underwriting model berbasis advanced data
pasar dan meningkatkan kinerja produk. Fokus utama mencakup pengembangan serta peningkatan kapabilitas TI dan digital guna menopang platform perbankan yang
produk payroll terintegrasi, penawaran produk perumahan bagi generasi milenial, modern dan andal.
Dampak
No Nama Inisiatif Tujuan Keterangan
(per Desember 2025)
1. Bundle Payroll Untuk meningkatkan penetrasi dengan Perusahaan-Perusahaan eksisting BTN maupun NTB (New 1. Pertumbuhan posisi VOA DPK Akan dilanjutkan dan dikembangkan
Proposition to Bank): payroll aktif (6,1 triliun) ke inisiatif CASAvolution - Increase
• Meningkatkan jumlah perusahaan korporasi dan komersial yang memiliki sistem payroll. 2. Peningkatan posisi NOA payroll payroll customer penetration yang akan
• Meningkatkan jumlah rekening payroll. aktif (635.097 Acct) dijalankan pada Tahun 2026
• Meningkatkan SA dan produk holding dari karyawan yang aktif dan bertransaksi payroll.
2. Geographical • Geographical play - Intensitas foot-print retail funding sales (internal dan outsourcing) di Peningkatan CASA (%) per cabang Akan dilanjutkan dan dikembangkan ke
Play pasar-pasar dengan volume dan potensi pertumbuhan SA yang tinggi. (Rp39,4 triliun**) inisiatif CASAvolution - Expand digital
• Meningkatkan SA dengan memperluas cakupan BTN di top 20 wilayah cash-saturated guna **) Realisasi Bulan September 2025 (Sesuai store & sales footprint yang akan
meningkatkan produktivitas BFS. data BI yang sudah release) dijalankan pada Tahun 2026
3. Retail Deposit • Untuk meningkatkan CASA. 1. Posisi NoA (cash rich) (316 Acct) Akan dilanjutkan dan dikembangkan ke
War Room • Untuk efisien nasabah transaksional. 2. Posisi VoA (cash rich) (Rp 122,7 M) inisiatif CASAvolution - Develop Sector-
• Mendorong akuisisi nasabah baru, penetrasi digital, dan keaktifan bertransaksi melalui balé based Solution yang akan dijalankan
serta win-back untuk nasabah yang tidak aktif dan akuisisi NTB. pada Tahun 2026
4. Mendorong • Mendorong registrasi dan pemanfaatan produk transaksi perbankan dengan satu platform 1. Volume eGuarantee (5.899 miliar) Akan dilanjutkan dan dikembangkan ke
Registrasi yang terintegrasi, meluncurkan solusi spesifik sektoral untuk segmen cash-heavy dan fokus 2. Volume trade & supply chain inisiatif Enhance Transaction Banking
& Transaksi pada perdagangan yang diprioritaskan serta mengaktifkan rekening dormant secara financing (4.517 miliar) Capabilities yang akan dijalankan pada
Perbankan institusional. Tahun 2026
• Meningkatkan saldo CA dari korporasi dan komersial.
• Meningkatkan fee-based income.
204 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 205
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Dampak
No Nama Inisiatif Tujuan Keterangan
(per Desember 2025)
5. Wholesale • Menyasar nasabah whole-sale dan top SME untuk mendorong penetrasi CASA dengan 1. CA Balance 28,63 triliun (Large Selesai di tahun 2025
Deposit War campaign yang didukung Advance analytic. size), 32,67 triliun (Mid-size)
Room • Meningkatkan saldo CA dari Midsize, corporates, commercial, dan retail funding. 2. User Aktif transaksi perbankan
• Mengoperasionalkan war-room untuk inisiatif-inisiatif utama. (24.294)
6. High Yield • Meningkatkan produk high-yield lending (Kring & KAR) dengan memperluas customer based 1. Realisasi KRING (2,045 T) Akan dilanjutkan dan dikembangkan ke
Lending (KAR, melalui advanced analytics, credit scoring yang lebih baik, omni-channel experience yang 2. % Yield KRING (9.98%) inisiatif Expand High-Yield Loan (HYL)
KRING & KUR) konsisten, marketing yang sangat dipersonalisasi, dan automated top-up nudges. 3. Realisasi KUR (1.33 T) Portfolio yang akan dijalankan pada
• Meningkatkan produk high-yield lending (KUR) dengan memperluas customer based melalui 4. % Yield KUR (10.92%) Tahun 2026
marketing yang dipersonalisasi 5. Realisasi KAR (1.673 T)
• Meningkatkan posisi KUR dengan kualitas kredit yang terjaga 6. % Yield KAR (11.92%)
7. Digitize Front- Mendigitalkan customer journey secara menyeluruh, termasuk tools aplikasi front-end dan Telah ditetapkan desain konsep Akan dilanjutkan dan dikembangkan
End App and integrasi dengan sistem back-end, meliputi: project Digitization pada stream ke inisiatif Project Garuda yang akan
Back-End 1. Consumer loan journey Branch Ops dan Consumer lending dijalankan pada Tahun 2026
Processes 2. Branch operations termasuk proses back-office yang selanjutnya akan dilakukan
piloting dan implementasi yang akan
dimulai pada Tahun 2026.
8. Otomasi • Mengotomasi Servicing Journey Cabang danOperasi Back-End untuk Mengeliminasi Percepatan waktu pelayanan Account Akan dilanjutkan dan dikembangkan
Journey Intervensi Manual dan Memungkinkan "No-Ops" Environment di mana Proses Disederhanakan, Opening (12 Menit) ke inisiatif Automate Branch Journeys
Cabang dan Didigitalkan, dan Self-Sustaining & Back-end Operations (Nexa Phase 2)
Operasi Back- • Meningkatkan efisiensi operasional dan mengeliminasi proses manual untuk mendorong STP yang akan dijalankan pada Tahun 2026
End dan menurunkan TAT (Turn around time)
9. Meningkatkan • Mengembangkan dan meningkatkan kapabilitas organisasi sales melalui revamp struktur Average balance DPK konvensional Akan dilanjutkan dan dikembangkan
Organisasi organisasi jaringan (Branch & Regional Office) dan implementasi model Central Sales (342,48 M) ke inisiatif Accelerate Network
dan Model Management (CSM). Transformation & Workforce
Pperasian • Mengeksplorasi berbagai pendekatan jangka pendek dan jangka panjang untuk memperbaiki Development yang akan dijalankan
Sales sales model dan sales transformation, serta memastikan implementasi CSM berjalan selaras pada Tahun 2026
dengan prioritas bisnis, mendorong peningkatan kinerja sales segmen retail, mid-size, dan SME.
10. Client Service Mengembangkan model CST untuk mengerjakan bisnis turunan dan value chain dari corporate/ 1. Payroll (954 Unit) Akan dilanjutkan dan dikembangkan ke
Team (CST) large institution dengan mempertimbangkan profitabilitas 2. Kring (171 Unit) inisiatif Implement Client Service Team
3. KAR & KPR Non (139 Unit) (CST) yang akan dijalankan pada Tahun
4. KPR Sub (301 Unit) 2026
11. BPI Monoline Melakukan perubahan pengelolaan dari Branch Based menjadi Monoline, sehingga proses lebih 1. Penurunan NPL Pilot Area (3.19%) Akan dilanjutkan dan dikembangkan ke
Collection & fokus, sustain, dan lebih efisien 2. Penurunan Kol 2 Pilot Area (9.4%) inisiatif Improve Credit Quality through
New CMS BPI (Monoline Collection & NCS) yang
akan dijalankan pada Tahun 2026
205 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 206
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Broaden Product Propositions and Cross Selling (2026 – 2027) Sebagai enabler, BTN mengembangkan perangkat layanan holistik seperti RM workbench
dan CRM, didukung platform teknologi dan analitik canggih, penguatan organisasi
Target periode 2026–2027 diarahkan pada penguatan mesin pendanaan berkelanjutan, penjualan, serta personalisasi perjalanan pelanggan berbasis digital dan data.
monetisasi ekosistem perumahan, serta perluasan produk dan cross-selling. Fokus
utama mencakup penetrasi penawaran wealth bagi cash-rich customers dan hidden Strategic Initiatives Roadmap
affluents, pengembangan solusi bagi profesional wiraswasta, serta penyediaan produk
merchant untuk sektor makanan ritel dan restoran. BTN menetapkan roadmap sebagai kerangka pengendali pelaksanaan inisiatif-inisiatif
strategis agar pencapaian target selaras dengan jadwal, prioritas, dan kapasitas
Dalam monetisasi ekosistem perumahan, BTN mengoptimalkan saluran akuisisi sumber daya. Melalui roadmap ini, BTN mengoptimalkan kesiapan implementasi dengan
agen untuk rumah sekunder, memperdalam penetrasi klien anchor corporate, serta mengantisipasi risiko sejak awal serta memastikan pelaksanaan BTN Corporate Plan
meluncurkan produk terbundel bagi sektor konstruksi dan real estat. Strategi ini dilengkapi 2025–2029 berjalan terukur dan efektif.
pengembangan produk berbasis fee, perluasan KUMK pada sektor dengan pertumbuhan
tinggi dan berisiko rendah, serta pembentukan anak usaha asuransi melalui skema joint Building a Holistic Framework / Actions for Sustainable Growth (2025)
venture.
Pada tahun 2025, BTN mengarahkan roadmap strategis pada tiga fokus utama, yaitu:
Sebagai enabler, BTN meningkatkan kapabilitas pemasaran digital untuk cross-selling, • Support Business Growth & Sustainability
memperkuat infrastruktur teknologi dan data analitik, serta merevitalisasi underwriting Mengoptimalisasi struktur manajemen aset dan liabilitas (ALM) Bank untuk mendukung
dan collection melalui orkestrasi omnichannel yang lebih terintegrasi. pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan meningkatkan profitabilitas bank.
• Drive Resilient & Secure Operations for Business Continuity
Deliver Full Banking Offerings with Superior Customer Experience (2028-2029) Memastikan operasional yang tangguh dan aman dengan mengurangi risiko siber,
meningkatkan efektivitas Service Level Agreement (SLA), dan mencegah fraud.
Target periode 2028–2029 diarahkan pada penyediaan penawaran perbankan lengkap • Ensure Competency of GRC Talent and Strong GRC Culture
dengan pengalaman pelanggan yang unggul. Strategi pendanaan berfokus pada mengembangkan bakat karyawan dan menanamkan budaya GRC yang kuat untuk
cross-selling untuk akuisisi rantai nilai perumahan end-to-end, perluasan ekosistem mendorong integritas organisasi dan kinerja yang tinggi.
ke segmen residensial kaya tunai, kawasan industri, dan institusi APBN teratas, serta
peningkatan pendaftaran dan pemanfaatan produk TB dari 9% menjadi 20% melalui satu Pelaksanaan roadmap 2025 difokuskan pada pengembangan framework manajemen
platform terintegrasi. risiko yang holistik untuk mendukung optimalisasi neraca, pengelolaan risiko aset
dan liabilitas, serta penguatan risiko kredit melalui integrasi data eksternal dengan
Dalam monetisasi ekosistem perumahan, BTN memprioritaskan pengendalian churn pendekatan yang lebih proaktif dan berorientasi ke depan. BTN juga mempercepat
dan pelunasan melalui tim penawaran counter terpusat, serta peningkatan nilai dan integrasi prinsip ESG dalam operasional perbankan, termasuk pengurangan proses
profitabilitas skema joint finance (B2B) dan kemitraan channeling. Untuk diversifikasi berbasis kertas melalui digitalisasi underwriting dan verifikasi secara end-to-end.
produk dan layanan, BTN merencanakan pembentukan anak usaha multifinance.
206 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 207
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Sejalan dengan itu, BTN memperkuat ketahanan operasional melalui peningkatan daya manusia, BTN memajukan budaya GRC melalui penguatan kepemimpinan, forum
keamanan data, sistem pendeteksi fraud, serta kepatuhan terhadap regulasi. Di sisi kepemimpinan, penerapan jalur karier ganda, peningkatan sertifikasi profesional,
sumber daya manusia, BTN memprioritaskan pengembangan kepemimpinan, sertifikasi pendirian Risk Academy, serta integrasi GRC ke dalam manajemen talenta dan sistem
profesional, dan internalisasi budaya GRC di seluruh unit kerja, termasuk di entitas anak. pengembangan.
Seluruh inisiatif tersebut dirancang untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan,
kinerja yang andal, dan tata kelola perusahaan yang solid sepanjang tahun 2025. Accelerate iGRC (integrated Governance, Risk, and Compliance) Excellence
(2028-2029)
Driving Transforming and Effectivity through Advanced Analytics (2026-
2027) Pada periode 2028–2029, BTN memfokuskan roadmap pada optimasi neraca, penguatan
pengelolaan risiko, dan peningkatan efektivitas operasional. Inisiatif utama mencakup
Target periode 2026–2027 difokuskan pada transformasi dan peningkatan efektivitas implementasi sistem manajemen risiko likuiditas dan pasar, integrasi risiko kredit
melalui pemanfaatan advanced analytics. Dalam optimasi neraca, BTN menerapkan dengan advanced collection scoring melalui iLoan, serta penguatan BWMK Individu
model optimasi dan sistem FTP, serta memperkuat analitik risiko kredit berbasis ESG dan melalui Sertifikasi Pemutus Kredit. Untuk risiko strategis, BTN menerapkan risk-based
data eksternal. Prinsip ESG diintegrasikan ke dalam operasi inti perbankan, sedangkan capital allocation menggunakan metode Risk-Adjusted Return on Capital (RAROC)
tata kelola dan manajemen risiko anak usaha diselaraskan dengan standar global. guna meningkatkan efisiensi kinerja dan pemanfaatan modal, sekaligus mempercepat
Digitalisasi proses dilanjutkan melalui pengambilan keputusan berbasis data, penguatan inisiatif ESG untuk mencapai posisi ESG Champion.
manajemen risiko model dengan alat digital, serta peningkatan efisiensi operasional
melalui digitalisasi dokumen masuk dan mekanisme prioritas sektor. Di sisi operasional dan tata kelola, BTN mengotomatiskan Early Warning, Stop & Go
Mechanism, serta Model Risk Management melalui iLoan, serta memperkuat ketahanan
Untuk memperkuat ketahanan operasional pada fase lanjutan, BTN mengoptimalkan operasional dengan AI-based cybersecurity, peningkatan kepatuhan data dan TI,
pengawasan terhadap pihak ketiga, keamanan data, serta sistem deteksi penipuan. serta penguatan arsitektur zero trust untuk aplikasi berbasis AI, mobile, dan cloud. BTN
Upaya ini berjalan seiring dengan penyempurnaan sistem manajemen risiko dan juga memperkuat tata kelola AML, CFT, dan PPPSPM, mengembangkan AI-based fraud
kepatuhan regulasi. Pada periode ini, BTN juga mengembangkan kerangka manajemen detection, serta memastikan penerapan roadmap GRC di seluruh anak usaha melalui
risiko aset dan liabilitas dengan fokus pada optimasi neraca, pengurangan biaya dana, peningkatan integritas dan kapabilitas karyawan.
dan penguatan risiko kredit melalui penerapan model inti/non-inti. Di bidang sumber
207 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 208
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Proses Nominasi Badan Tata Kelola Tertinggi [GRI 2-10]
Proses nominasi anggota badan tata kelola tertinggi dilaksanakan dengan melibatkan hubungan dengan Bank sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Komisaris Independen
pemegang saham melalui mekanisme RUPS yang diatur dalam Kebijakan Khusus wajib bebas dari hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan, afiliasi, hubungan
Nomor KK.6-F tentang Prosedur Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance). keluarga, hubungan usaha, maupun kepemilikan saham yang dapat memengaruhi
Proses seleksi dan nominasi dilakukan secara transparan dengan mempertimbangkan independensinya. Peralihan dari Komisaris menjadi Komisaris Independen hanya dapat
rekomendasi dari Komite Remunerasi dan Nominasi. Pengangkatan dan pemberhentian dilakukan setelah memenuhi persyaratan masa tunggu dan memperoleh persetujuan
anggota Dewan Komisaris dan Direksi dilaksanakan berdasarkan keputusan RUPS. Pada Otoritas Jasa Keuangan melalui penilaian kemampuan dan kepatutan. [GRI 2-10]
proses penilaian calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi, Bank mengacu pada
beberapa kriteria yang mencakup integritas, kejujuran, profesionalisme, pengalaman Masa jabatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris ditetapkan selama 5 (lima) tahun
kepemimpinan, loyalitas, serta ketersediaan waktu untuk mendukung kemajuan Bank. dan dapat diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan. Masa jabatan Direksi berlaku
Selain itu, aspek keberagaman, keahlian, dan pengalaman di bidang ekonomi, lingkungan, sejak tanggal yang ditetapkan dalam RUPS hingga penutupan RUPS Tahunan ke-5 (lima),
dan sosial turut menjadi pertimbangan penting. Bank memastikan bahwa calon yang dengan tetap mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar
diajukan tidak memiliki hubungan keuangan, keluarga, maupun bisnis dengan anggota Modal, serta dapat diberhentikan sewaktu-waktu oleh RUPS. Jabatan Direksi berakhir
Dewan Komisaris, Direksi, dan Pemegang Saham Pengendali yang dapat memengaruhi apabila masa jabatan berakhir, mengundurkan diri, meninggal dunia, diberhentikan oleh
independensinya. [GRI 2-10] RUPS, atau tidak lagi memenuhi persyaratan. Anggota Dewan Komisaris dapat diangkat
kembali oleh RUPS untuk satu kali masa jabatan berikutnya.
Berdasarkan Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris Nomor 18/KOM/BTN/2024,
Bank menetapkan kriteria dan persyaratan bagi calon anggota Dewan Komisaris yang Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-19]
mengacu pada Anggaran Dasar Bank dan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku. Calon anggota Dewan Komisaris wajib memenuhi penilaian kemampuan BTN menetapkan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi dengan mengacu
dan kepatutan sesuai ketentuan OJK serta memperoleh persetujuan dari OJK dengan pada Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-13/MBU/09/2021 tentang
sekurang-kurangnya satu anggota berdomisili di Indonesia. Selama menjabat, anggota Perubahan Keenam atas Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-04/MBU/2014 tentang
Dewan Komisaris harus memiliki integritas, kompetensi, dan reputasi yang baik. Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas BUMN.
Dalam penentuan remunerasi tersebut, Bank juga mempertimbangkan pencapaian
Untuk Komisaris Independen, Bank mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman yang kinerja serta kontribusi Dewan Komisaris dan Direksi dalam mengelola dampak Bank
memadai di bidang perbankan dan/atau keuangan, serta pemenuhan ketentuan masa terhadap aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial.
tunggu bagi mantan anggota Direksi, Pejabat Eksekutif, atau pihak lain yang memiliki
208 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 209
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Prosedur Penetapan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-20]
RUPS memberikan
Dewan Komisaris Human Capital KRN menyusun
Dewan Komisaris kewenangan dan kuasa
menugaskan Komite Management Division rekomendasi remunerasi
Dewan Komisaris menyampaikan usulan kepada Dewan Komisaris
Remunerasi dan Nominasi (HCMD) dan unit kerja Dewan Komisaris dan
membahas usulan remunerasi Dewan untuk menetapkan dengan
(KRN) untuk melakukan terkait untuk menyusun Direksi untuk disampaikan
remunerasi yang Komisaris dan Direksi terlebih dahulu mendapat
kajian remunerasi. usulan remunerasi kepada Dewan Komisaris.
disampaikan oleh KRN. kepada RUPS. persetujuan Pemegang
Dewan Komisaris dan
Saham Seri A Dwiwarna.
Direksi.
Dalam kerangka penetapan remunerasi, proses pembandingan (benchmarking) dan/ • Honorarium Komisaris Utama sebesar 45% dari gaji Direktur Utama.
atau Salary Survey dilaksanakan melalui kerja sama dengan Willis Towers Watson. • Honorarium Wakil Komisaris Utama sebesar 42,5% dari gaji Direktur Utama.
Sementara itu BTN menerapkan mekanisme penangguhan remunerasi variabel (malus) • Honorarium anggota Dewan Komisaris sebesar 90% dari honorarium Komisaris Utama.
maupun penarikan kembali remunerasi variabel yang telah dibayarkan (clawback)
bagi pejabat yang dikategorikan sebagai Material Risk Taker (MRT). Kebijakan tersebut Penentuan remunerasi di BTN tidak hanya didasarkan pada posisi dan tanggung jawab
dijalankan dengan mempertimbangkan tingkat kerugian atau dampak reputasi Bank, masing-masing individu, tetapi juga dipengaruhi oleh pencapaian KPI yang telah
serta keterlibatan yang bersangkutan, baik secara langsung maupun tidak langsung, ditetapkan. KPI ini merupakan ukuran yang digunakan untuk menilai sejauh mana
dalam tindakan atau transaksi terkait. [GRI 2-19] tujuan strategis dan operasional Bank tercapai. Salah satu parameter penting dalam
KPI Direksi adalah aspek keberlanjutan (sustainability), yang berfokus pada pencapaian
Penetapan gaji atau honorarium bagi Dewan Komisaris dan anggota Direksi tujuan jangka panjang yang mendukung kelangsungan Bank secara sosial, ekonomi,
mempertimbangkan skala dan kompleksitas usaha Bank, tingkat inflasi, serta kondisi dan dan lingkungan. Parameter tersebut mencakup bobot penilaian pada pemeringkatan
kemampuan keuangan Bank, dengan tetap memperhatikan faktor lain yang relevan dan ESG, peningkatan green financing, penyaluran KPR subsidi dan KPR program rumah
kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adapun komposisi milenial, layanan digital channel, zero accident, cyber security breach, dan keterwakilan
gaji atau honorarium Direksi dan Dewan Komisaris ditetapkan sebagai berikut: perempuan dalam nominated talent. Paket remunerasi dan fasilitas yang diterima oleh
• Gaji Direktur Utama ditetapkan berdasarkan pedoman internal yang ditetapkan oleh Dewan Komisaris dan Direksi mencakup struktur remunerasi yang terdiri dari gaji, insentif
Menteri. jangka pendek, insentif jangka panjang, pensiun, pesangon, tunjangan, dan one-off
• Gaji Wakil Direktur Utama sebesar 95% dari gaji Direktur Utama. payments (seperti penghargaan perekrutan atau retensi). [GRI 2-19]
• Gaji anggota Direksi lainnya sebesar 85% dari gaji Direktur Utama.
209 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 210
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Selaras dengan penerapan struktur remunerasi berbasis kinerja, BTN memberikan insentif Jenis Remunerasi dan Fasilitas Lain Dewan Komisaris Direksi
jangka pendek sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian kinerja Dewan Komisaris, b. Tidak dapat dimiliki
Direksi, dan karyawan dalam periode waktu singkat. Pemberian insentif ini diatur dalam Tunjangan perumahan
Kebijakan Khusus Nomor KK.3-B tentang Remunerasi yang mengacu pada POJK Nomor
Fasilitas kesehatan
45/POJK.03/2015. Insentif jangka pendek diberikan dalam berbagai bentuk, antara lain
bonus tunai, kenaikan gaji berbasis kinerja, profit sharing, serta bentuk penghargaan Fasilitas transportasi
lainnya yang ditujukan untuk mendorong pencapaian target Bank dalam jangka waktu Tunjangan komunikasi
relatif cepat.
Selain insentif jangka pendek, BTN juga memberikan insentif jangka panjang sebagai Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah [GRI 2-21]
apresiasi atas kontribusi Dewan Komisaris dan Direksi dalam pencapaian berkelanjutan.
Ketentuan pemberian insentif jangka panjang diatur dalam KK.3-D tentang Penghasilan Untuk menjaga pemerataan imbalan kerja, BTN mengelola distribusi remunerasi
Direksi, Dewan Komisaris, Senior Executive Vice President (SEVP), dan Organ Pendukung secara proporsional agar tidak menimbulkan kesenjangan yang signifikan. Bank tidak
Dewan Komisaris serta Kebijakan Khusus Nomor KK.3-B tentang Remunerasi, dengan menerapkan remunerasi berbasis variabel (RBV) tanpa persyaratan, karena skema
mengacu pada Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-13/MBU/09/2021 dan POJK Nomor tersebut tidak mempertimbangkan masa kerja pegawai. Sebagai wujud komitmen,
45/POJK.03/2015. Insentif jangka panjang dapat diberikan dalam bentuk saham, uang BTN menerapkan sistem remunerasi yang kompetitif, adil, dan proporsional, serta
tunai, dan penghargaan lainnya untuk mendorong fokus pada pencapaian tujuan memastikan pemberian imbalan kepada seluruh pegawai sesuai dengan ketentuan
jangka panjang serta mendukung retensi dan loyalitas. Komponen remunerasi dan yang ditetapkan oleh Pemerintah.
fasilitas lainnya bagi Dewan Komisaris dan Direksi disajikan pada tabel berikut. [GRI 2-19]
Seiring perkembangan industri dan arah strategi bisnis, kebijakan remunerasi dievaluasi
Komponen Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi dan disesuaikan secara berkala. Di sisi lain, pemenuhan ketentuan regulasi perbankan
terkait remunerasi dilaksanakan secara bertahap. Adapun rasio gaji tertinggi dan
Jenis Remunerasi dan Fasilitas Lain Dewan Komisaris Direksi
terendah selama tiga tahun terakhir disajikan sebagai berikut: [GRI 2-21]
Remunerasi
Honorarium/gaji Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah
Tunjangan rutin (tunjangan sandang dan tunjangan
Uraian 2025 2024 2023
pajak penghasilan)
Gaji Pegawai tertinggi dan terendah 31,58 : 1 25,00 : 1 22,44 : 1
Tunjangan hari raya
Gaji Direksi tertinggi dan terendah 1,18 : 1 1,18 : 1 1,18 : 1
Tantiem Gaji Komisaris tertinggi dan terendah 1,11 : 1 1,11 : 1 1,11 : 1
Fasilitas lain dalam bentuk natura (perumahan, asuransi kesehatan, dan sebagainya) yang: Gaji Direksi tertinggi dan Pegawai Tertinggi 2,23 : 1 2,89 : 1 2,92 : 1
a. Dapat dimiliki
Asuransi purnajabatan
210 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 211
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah
Uraian Satuan 2025 2024 2023
Kompensasi total tahunan untuk individu dengan bayaran tertinggi di organisasi Rupiah 4.169.759.730 23.977.998.581 18.933.904.119
Nilai tengah (median) total kompensasi tahunan untuk semua pegawai organisasi, kecuali individu dengan bayaran tertinggi Rupiah 199.103.460 189.655.513 184.671.636
Peningkatan dalam kompensasi total tahunan untuk individu dengan bayaran tertinggi di organisasi % 18,43 26,64%
Peningkatan nilai tengah total kompensasi tahunan untuk semua pegawai organisasi, kecuali individu dengan bayaran tertinggi % 4,98 2,70%
Kebijakan Kepemilikan Saham Anggota Direksi dan Komisaris
Dalam pelaksanaan transaksi kepemilikan saham oleh Direksi dan Dewan Komisaris, 5% atau lebih, baik pada BTN maupun perusahaan lain di dalam dan luar negeri.
BTN mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.04/2017 tentang Pengungkapan ini dilakukan untuk menjamin keterbukaan informasi serta mitigasi
Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka, potensi konflik kepentingan yang dapat memengaruhi pelaksanaan tata kelola
Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor KEP-00066/BEI/09-2022 tentang perusahaan, sebagai bagian dari komitmen BTN terhadap penerapan prinsip tata kelola
Perubahan Peraturan Nomor I-E mengenai Kewajiban Penyampaian Informasi, serta perusahaan yang baik (GCG) dan keberlanjutan.
Anggaran Dasar Bank. Setiap anggota Direksi dan Dewan Komisaris wajib melaporkan
kepemilikan serta setiap perubahan kepemilikan saham, baik secara langsung maupun Hingga 31 Desember 2025, tidak terdapat anggota Dewan Komisaris maupun Direksi
tidak langsung, kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat 10 (sepuluh) hari setelah BTN yang memiliki saham dengan total kepemilikan sebesar 5% atau lebih, baik di BTN
terjadinya perubahan. maupun di perusahaan lain. Kondisi ini menunjukkan tidak adanya potensi pengaruh
kepemilikan saham yang signifikan terhadap independensi dalam menjalankan fungsi
Sejalan dengan ketentuan tersebut, Dewan Komisaris dan Direksi mengungkapkan pengawasan dan pengelolaan, serta mendukung pengambilan keputusan yang objektif
informasi mengenai kepemilikan saham mereka dan/atau keluarga yang mencapai dan bebas dari konflik kepentingan.
211 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 212
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Evaluasi Kinerja Badan Tata Kelola Tertinggi [GRI 2-18]
Dalam rangka menjaga kualitas penerapan tata kelola, Bank secara berkala melakukan
evaluasi kinerja guna memastikan kesesuaiannya dengan praktik terbaik dan dinamika
bisnis. Penilaian kinerja badan tata kelola tertinggi atas penerapan GCG serta pengelolaan
dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial dilakukan melalui mekanisme penilaian diri
(self-assessment). Proses ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun pada akhir Juni
dan Desember tanpa melibatkan pihak ketiga, dengan penilaian yang mencakup kinerja
Dewan Komisaris, Direksi, serta unit kerja terkait berdasarkan faktor penilaian yang telah
ditetapkan. Perkembangan hasil penilaian diri tata kelola perusahaan selama 3 (tiga)
tahun terakhir disajikan pada tabel berikut.
Hasil Penilaian Sendiri (Self Assessment) Pelaksanaan
Tata Kelola Tahun 2022—2024
2025 2024 2023
2 2 2
Hasil self-assessment dengan peringkat 2 menunjukkan bahwa Bank telah menerapkan
tata kelola perusahaan secara umum dengan baik melalui pemenuhan prinsip-prinsip
GCG yang memadai. Meskipun masih terdapat beberapa kelemahan, dampaknya
dinilai tidak signifikan dan dapat ditindaklanjuti secara wajar oleh manajemen. Informasi
mengenai kriteria penilaian, peringkat, rekomendasi, serta tindak lanjut atas hasil self-
assessment disajikan dalam Laporan Tahunan BTN.
212 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 213
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Selain self-assessment GCG, BTN secara konsisten berpartisipasi dalam Corporate BTN juga mengikuti penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), yaitu
Governance Perception Index (CGPI) yang diselenggarakan oleh Indonesian Institute for kerangka penilaian tata kelola yang dikembangkan oleh ASEAN Capital Market Forum
Corporate Governance (IICG). Pada tahun 2025, Bank memperoleh skor CGPI sebesar (ACMF) dengan mengacu pada OECD Principles of Corporate Governance. Penilaian
91,8 dengan predikat “Most Trusted Company”, meningkat dari tahun 2024 yang ACGS dilaksanakan oleh Domestic Ranking Body (DRB) dan Corporate Governance (CG)
mendapatkan skor 91,52. Hal ini mencerminkan keteguhan BTN terhadap komitmen Expert, yang di Indonesia diwakili oleh PT RSM Indonesia, sebagai upaya mendukung
penerapan tata kelola perusahaan yang baik. peningkatan kepercayaan investor global terhadap kualitas tata kelola perusahaan di
kawasan ASEAN.
Manajemen Risiko [GRI 2-23] [OJK E.3]
BTN memahami posisinya sebagai bank yang berfokus pada pemberian kredit dan risiko dijalankan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas, sekaligus mendukung
pembiayaan perumahan, dengan portofolio aset yang didominasi oleh Kredit Pemilikan pengambilan keputusan yang prudent dan berkelanjutan.
Rumah (KPR) serta dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko internal dan eksternal, termasuk
dinamika iklim usaha, tingkat inflasi, dan fluktuasi suku bunga. Untuk memitigasi potensi Guna menjaga kesinambungan kinerja dan pencapaian tujuan Bank, BTN
dampak yang timbul, pengelolaan risiko berkelanjutan menjadi prioritas utama Bank. mengimplementasikan sistem manajemen risiko secara menyeluruh yang diterapkan di
seluruh lini operasional. Sistem ini didukung oleh empat pilar utama sebagai kerangka
Dalam mengelola risiko, BTN mengacu pada prinsip GCG sebagai landasan kebijakan dasar penerapan manajemen risiko Bank yang meliputi:
dan prosedur manajemen risiko. Penerapan GCG memastikan proses pengelolaan
213 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 214
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pilar Sistem Manajemen Risiko BTN
Struktur Organisasi Manajemen Risiko
Satuan Kerja
Organ Dewan Komisaris dan Direksi
Manajemen Risiko
Pengawasan aktif oleh Kecukupan kebijakan, Dewan Komisaris Direksi
Satuan Kerja Manajemen
Dewan Komisaris dan prosedur, dan Risiko
Direksi penetapan limit Unit kerja yang bertugas
Komite Pemantau Risiko Asset and Liability
Cakupan mengidentifikasi,
Committee (ALCO)
mengukur, memantau,
Manajemen Risiko dan mengendalikan risiko
untuk membantu tugas
dan tanggung jawab
Komite Audit IT Steering Committee Direksi.
Kecukupan proses identifikasi,
pengukuran, pemantauan, dan Komite Remunerasi dan Risk Management
Nominasi Committee Satuan Kerja Kepatuhan
pengendalian risiko serta sistem Sistem pengendalian internal Unit kerja yang bertugas
informasi manajemen risiko yang menyeluruh melaksanakan tugas
Human Capital
fungsi kepatuhan
Committee
dan langkah-langkah
preventif untuk
Credit Policy membantu tugas dan
Uraian pada bagian berikut disusun dengan mengacu pada empat pilar Sistem Committee tanggung jawab Direksi.
Manajemen Risiko BTN tersebut. Pembahasan dimulai dari pengawasan aktif oleh Dewan
Credit Committee
Komisaris dan Direksi, kemudian dilanjutkan dengan kecukupan kebijakan, prosedur, dan Satuan Kerja Audit
Internal
penetapan limit, diikuti kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan Business Committee Unit kerja yang
pengendalian risiko beserta sistem informasi manajemen risiko, serta ditutup dengan bertugas memastikan
sistem pengendalian internal yang menyeluruh. Transformation Steering pengendalian internal
Committee untuk membantu tugas
dan tanggung jawab
Pengawasan Aktif oleh Dewan Komisaris dan Direksi ESG Committee
Direksi.
Pilar ini merupakan tahapan awal dalam pelaksanaan manajemen risiko. Pengawasan Integrated Risk Satuan Kerja Policy
Management Unit kerja yang bertugas
dan pengelolaan risiko diimplementasikan secara efektif oleh Dewan Komisaris dan
Committee mengelola kebijakan
Direksi yang didukung oleh berbagai komite sesuai dengan ketentuan regulator yang dan prosedur untuk
berlaku, guna memastikan setiap keputusan strategis sejalan dengan prinsip GCG. membantu tugas dan
Capital & Subsidiary
tanggung jawab Direksi.
Pengawasan tersebut dibantu oleh Satuan Kerja Manajemen Risiko yang digambarkan Committee
dengan organisasi manajemen risiko sebagai berikut:
214 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 215
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR)
Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) berperan sebagai unit yang berada langsung
di bawah tanggung jawab Direktur yang membawahi fungsi Manajemen Risiko. Satuan
kerja ini memimpin pengelolaan manajemen risiko dan beroperasi secara independen
dari Satuan Kerja Operasional sebagai risk-taking unit, serta dari Satuan Kerja Audit
Internal dan Satuan Kerja Kepatuhan. Penerapan tata kelola risiko Bank berlandaskan
pada prinsip-prinsip GCG yang diwujudkan melalui keterlibatan seluruh organ dalam
pengelolaan manajemen risiko, sebagaimana tercermin dalam struktur organisasi
manajemen risiko Bank. Selain itu, Direktur Manajemen Risiko bertanggung jawab
melakukan pengawasan atas risiko ESG dalam proses financing untuk memastikan
pengelolaannya berjalan efektif dan sesuai dengan kebijakan serta prosedur yang telah
ditetapkan.
Dewan Komisaris melaksanakan pengawasan manajemen risiko melalui rapat Komite perumusan strategi, inisiatif, dan roadmap ESG. Tanggung jawab utama unit ini meliputi
Pemantau Risiko, sedangkan Direksi mengelola risiko melalui rapat Komite Manajemen pengawasan implementasi roadmap ESG dan evaluasi secara berkelanjutan atas
Risiko, guna memastikan penerapan manajemen risiko sesuai dengan karakteristik, strategi ESG guna memastikan penerapan prinsip ESG yang konsisten di seluruh aktivitas
kompleksitas, dan profil risiko Bank. Kedua komite tersebut berperan aktif dalam Bank. Satuan Kerja Enterprise & ESG Risk Management membawahi ESG Department,
pengelolaan risiko dengan mengacu pada standar Kualitas Penerapan Manajemen Integrated Risk Management Department, Credit Portfolio Risk Management Department,
Risiko (KPMR) yang mencakup tata kelola risiko, kerangka dan proses manajemen risiko, Market & Liquidity Risk Management Department, serta Model Validation. Struktur
kecukupan sistem informasi manajemen, serta efektivitas sistem pengendalian internal. organisasi satuan kerja ini telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris dan Direksi,
serta dirancang untuk memperkuat kapabilitas digital banking dan pengelolaan ESG.
Pelaksanaan fungsi manajemen risiko didukung oleh SKMR yang dipimpin oleh Kepala
Satuan Kerja dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Risk Management. Saat Sementara itu, Struktur Organisasi Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional & Digital /
ini, SKMR terdiri dari empat satuan kerja, yaitu Enterprise & ESG Risk Management Division Digital & Operations Risk Management (DORD) terdiri Fraud Risk Management Department,
(ERMD), Digital & Operations Risk Management Division (DORD), Wholesale Credit Risk Digital Risk Management Department, Operational Risk Management Department,
Division (WRD), dan Retail Credit Risk Division (RCRD). Regional Operational Risk Control Department, dan Operational Risk Control Department.
Sedangkan Wholesale Credit Risk Division dan Retail Credit Risk Division merupakan
Sebagai bentuk integrasi prinsip ESG, Satuan Kerja Manajemen Risiko & ESG/Enterprise part of four eyes principle dan termasuk dalam 1,5 line of model. Pembentukan Struktur
& ESG Risk Management Division (ERMD) dipimpin oleh BOD-1 dan berperan sebagai Organisasi Digital & Operations Risk Management Division disesuaikan dengan roadmap
control tower yang bersifat mengarahkan, mengendalikan, dan mendukung. Unit ini IT & Digital Risk serta tren risiko yang terus meningkat di era digital IT dan operational risk.
menjalankan fungsi pengawasan sebagai 2nd line serta berperan sebagai 1.5 line dalam Struktur Satuan Kerja ERMD dan DORD dapat dilihat pada bagan berikut:
215 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 216
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Struktur Organisasi Satuan Kerja ERMD dan DORD
Direktur Risk Management
Enterprise & ESG Risk Management (ERMD) Digital & Operations Risk Management (DORD) Regional Office
Secretary Secretary
Environmental, Credit Market & Regional
Integrated Risk Model Model Fraud Risk Digital Risk Operational Risk Operational Risk Regional
Social & Portfolio Risk Liquidity Risk Operational Risk
Management Development Validation Management Management Management Control Business Control
Governance Management Management Control
Framework Digital Risk, Regional
Model Model Fraud Strategy Operational Operational Regional
& Strategy Strategic Risk SME Risk Market Risk Governance, Operational
Development Validation & Prevention Risk Risk Control Business Control
Development Monitoring and Risk Control
Development Analyst Supervisor
Reporting Analyst
Policy & Wholesale Fraud
Risk Culture Liquidity Risk Digital Risk Branch
Implementation Risk Operational, Operational Risk
Assessment Business
Detection & Assessment
Control
Investigation
Data Fraud
Consumer Market Middle
Reporting & Sharia Risk Monitoring & CBC Business
Risk Office
Communication Recovery Control
RLPC Business
Control
Regional
Business
Control
Officer
216 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 217
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Integrasi Manajemen Risiko ESG
BTN telah mengintegrasikan prinsip-prinsip ESG dalam proses uji tuntas kredit, dengan suara mayoritas. Hasil keputusan dituangkan dalam notula rapat sebagai dasar
melibatkan tim manajemen risiko kredit secara langsung dalam evaluasi aspek ESG, penerbitan Surat Persetujuan Pemberian Kredit (SP2K).
termasuk keterlibatan dalam melakukan penilaian mendalam pada industri dengan
intensitas risiko ESG yang tinggi. Melalui SKMR, Bank memastikan bahwa seluruh BTN juga mengidentifikasi pemicu risiko ESG, seperti situasi atau indikator yang
risiko yang timbul dari kegiatan usaha, termasuk risiko kredit dan risiko terkait ESG, memerlukan evaluasi tambahan sebelum keputusan pembiayaan dibuat. Jika
diidentifikasi, diukur, dipantau, dan dilaporkan secara transparan. Laporan hasil evaluasi ditemukan risiko material, misalnya dampak lingkungan yang signifikan, kasus tersebut
ini disampaikan kepada Direksi untuk memastikan pengelolaan risiko yang bertanggung akan dieskalasi ke Komite ESG untuk penyusunan langkah mitigasi yang sesuai. Rumusan
jawab. langkah mitigasi dirumuskan dan disampaikan kepada Direksi untuk mendapatkan
persetujuan dan tindak lanjut yang diperlukan. Proses eskalasi ini memastikan bahwa
Proses penilaian ESG dilakukan dengan mengikuti prinsip Four Eyes Principle, melibatkan risiko ESG yang signifikan ditangani secara cermat melalui mekanisme eskalasi yang
analisis bersama pada setiap tahap proses pengajuan kredit. Tahapan tersebut meliputi: telah didefinisikan secara jelas, termasuk penetapan ambang batas eskalasi dan
1. Analisis Awal dalam Four Eyes Principle pelaksanaan uji tuntas tambahan apabila diperlukan, selaras dengan komitmen BTN
Four Eyes Principle memastikan analisis kredit dilakukan oleh dua unit independen, terhadap keberlanjutan dan prinsip tata kelola yang baik.
yaitu unit bisnis dan unit risiko, dengan mempertimbangkan aspek ESG. Unit bisnis
menganalisis calon debitur dan mengumpulkan dokumen pendukung, sedangkan Kecukupan Kebijakan dan Prosedur Manajemen Risiko serta
unit risiko menilai potensi risiko kredit yang mempertimbangkan aspek ESG dan Penetapan Limit Risiko
memberikan rekomendasi mitigasi jika diperlukan.
2. Penyusunan Usulan Kredit BTN menetapkan pilar ini untuk menerjemahkan arahan pengawasan dari Dewan
Setelah analisis ESG dilakukan oleh kedua unit, hasilnya dituangkan dalam dokumen Komisaris dan Direksi ke dalam perangkat pengaturan yang operasional. Kebijakan,
usulan kredit yang mencakup penilaian risiko kredit yang mempertimbangkan prosedur, dan limit risiko disusun agar eksposur risiko dikelola secara terukur, selaras
aspek ESG, rekomendasi mitigasi risiko, dan kesimpulan kelayakan kredit. dengan profil risiko, kapasitas permodalan, dan target kinerja Bank.
3. Pra Rapat Komite Kredit (Pra RKK)
Dalam tahap ini, unit bisnis dan unit risiko mempresentasikan hasil analisis kredit Kebijakan dan Prosedur Pengelolaan Risiko
yang mempertimbangkan juga aspek ESG, sedangkan unit kepatuhan dan unit legal
memberikan masukan terkait regulasi dan hukum. Upaya BTN dalam memitigasi dampak berbagai risiko diwujudkan melalui penyusunan
4. Rapat Komite Kredit (RKK) panduan kebijakan manajemen risiko yang mampu mengantisipasi berbagai jenis risiko.
RKK adalah forum pengambilan keputusan akhir terkait usulan kredit. Hasil analisis Penerapan kebijakan ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Otoritas
kredit yang mempertimbangkan juga aspek ESG yang disepakati dalam Pra RKK Jasa Keuangan (POJK) Nomor 18/POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko
dipresentasikan dalam forum ini. Forum kemudian mengambil keputusan melalui bagi Bank Umum, yang mewajibkan Bank menerapkan manajemen risiko secara efektif.
musyawarah mufakat. Jika tidak tercapai, maka forum akan melakukan pemungutan Kebijakan manajemen risiko tersebut dituangkan dalam dokumen resmi yang ditinjau
217 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 218
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
dan diperbarui secara berkala, sekurang-kurangnya setiap tahun, guna memastikan 16. Pedoman dan Penilaian Profil Risiko Kantor Cabang dan Kantor Cabang Syariah;
pemahaman dan penerapan yang konsisten oleh risk owner dan risk manager. 17. Proses Internal Credit Rating (ICR);
18. Petunjuk Pelaksanaan Proses Credit Scoring Model (CSM);
Sejalan dengan peningkatan penerapan manajemen risiko, BTN melakukan penyelarasan 19. Batas Wewenang Kredit Komersial dan Kredit Konsumer;
struktur kebijakan internal dengan transformasi arsitektur kebijakan dan prosedur yang 20. Petunjuk Pelaksanaan Perhitungan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN);
baru. Penyelarasan ini ditujukan untuk memastikan kesesuaian kebijakan dan prosedur 21. Kebijakan Bagi Debitur yang Terkena Dampak Covid-19;
manajemen risiko dengan kebutuhan operasional serta regulasi yang berlaku. Struktur 22. Business Continuity Management (BCM);
kebijakan disusun dalam hierarki yang mencakup kebijakan umum, kebijakan khusus, 23. Standard Operating Procedure (SOP) Business Continuity Plan (BCP);
dan peraturan teknis, sehingga mendukung keberlanjutan bisnis dan penerapan tata 24. Standard Operating Disaster Recovery Plan (DRP); dan
kelola perusahaan yang baik. 25. Standard Operating Business Impact Analysis (BIA).
Berdasarkan hal tersebut, BTN menetapkan Kebijakan Umum Manajemen Risiko Dalam kebijakan manajemen risiko, BTN juga mencakup risiko ESG yang terkait dengan
(KUMR) sebagai panduan utama dalam penerapan manajemen risiko yang telah pembiayaan yang disalurkan. Sebagai bagian dari manajemen risiko, BTN memastikan
mencakup ketentuan minimum sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia dan Otoritas bahwa setiap keputusan pembiayaan memperhitungkan aspek ESG, yang meliputi
Jasa Keuangan (OJK). Dalam implementasinya, KUMR dijabarkan ke dalam berbagai dampak lingkungan, kepatuhan terhadap hak-hak sosial, serta penerapan tata kelola
kebijakan internal turunan yang disusun secara lebih rinci, antara lain: perusahaan yang baik. Hal ini bertujuan untuk mitigasi potensi risiko yang dapat
1. Petunjuk Pelaksanaan Pelaporan dan Penilaian Profil Risiko Bank; timbul dari pembiayaan yang tidak memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan dan
2. Pelaksanaan Pelaporan dan Penilaian Tingkat Kesehatan Bank; tanggung jawab sosial.
3. Prosedur Validasi Model Risiko;
4. Pedoman Pelaksanaan Pengumpulan Data Risiko untuk Aplikasi BTN-Loss Event Penerapan risiko ESG pada pembiayaan penting dalam memastikan bahwa kredit yang
Database (BTN-LED Tool); diberikan oleh BTN tidak hanya memberikan manfaat finansial, tetapi juga berdampak
5. Petunjuk Pelaksanaan Proses Pengukuran Risiko Likuiditas; positif terhadap masyarakat dan lingkungan. Dengan demikian, BTN berkomitmen untuk
6. Petunjuk Pelaksanaan Perhitungan dan Pelaporan Rasio Kecukupan Likuiditas menerapkan prinsip-prinsip ESG secara konsisten pada seluruh tahapan pembiayaan,
(Liquidity Coverage Ratio); mulai dari analisis risiko hingga evaluasi dampaknya.
7. Petunjuk Pelaksanaan Proses Pengukuran Risiko Pasar;
8. Manajemen Risiko Suku Bunga dalam Banking Book; BTN secara berkala melakukan peninjauan atas kebijakan internal untuk memastikan
9. Petunjuk Pelaksanaan Stress Testing; kesesuaiannya dengan ketentuan regulator terkini. Peninjauan tersebut mencakup gap
10. Prosedur Validasi Model Risiko; analysis dan penyesuaian terhadap best practices yang berlaku di industri perbankan
11. Pedoman Pemantauan Likuiditas; guna meningkatkan kualitas penerapan manajemen risiko.
12. Pedoman Kebijakan Manajemen Risiko (PKMR);
13. Risk & Control Self Assessment; Di sisi lain, BTN secara berkelanjutan menyempurnakan sistem informasi manajemen risiko
14. Petunjuk Pelaksanaan Rencana Aksi (Recovery Plan); untuk memperkuat kualitas basis data risiko. Upaya ini diarahkan agar pengukuran dan
15. Risk Culture;
218 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 219
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
pemantauan risiko dapat dilakukan secara
Kerangka Manajemen Risiko BTN
terintegrasi serta disajikan secara tepat
waktu dan akurat melalui pengembangan
Output
sistem yang diterapkan secara bertahap.
Corporate Tingkat Kesehatan
Strategy Bank yang Baik
Kebijakan dan Prosedur Manajemen
Risiko serta Penetapan Limit Risiko
Sebagai langkah strategis penerapan Pengelolaan Jenis Risiko pada
Strategi Manajemen Risiko Bank
kebijakan manajemen risiko, BTN melakukan
penyesuaian pada Kebijakan Umum Risk Pengelolaan Risiko
Appetite/ Risiko Kredit
Limit Manajemen Risiko Kredit
Manajemen Risiko sebagai kebijakan Risk
Tolerance Risiko pasar
tertinggi dalam kerangka manajemen Pengelolaan Risiko
risiko Bank. Kerangka kerja kebijakan ini Pasar dan likuiditas
Risiko Likuiditas
Risiko Kredit Risiko Operasional
mencakup seluruh aktivitas manajemen
Strategi
risiko, mulai dari strategi manajemen risiko an
Iden
tifi
Permodalan Risiko • Pengelolaan Risiko
Recovery & Risiko or ka Risiko
ap Operasional Operasional, Hukum,
hingga pengelolaan risiko operasional Resolution Pasar Lingkungan
l
Kepatuhan, dan
Pe
si
Plan (RPP)
secara lebih rinci, dengan tujuan akhir Reputasi
Risiko Proses Risiko Risiko Hukum • Pengelolaan Risiko
endalian
mendukung tercapainya tingkat kesehatan Hukum Reputasi
n
Manajemen IT, Siber, dan Digital
u ku r a
bank (TKB) yang baik. Risiko Risiko • Pengelolaan Risiko
ng
Risiko Risiko Kepatuhan Aktivitas dan Produk
ng
Pe
Baru
Pe
Strategis Kepatuhan
• Business Continuity
Sebagai bagian dari pembaruan kebijakan Pe
ma n tau an Risiko Reputasi Management
manajemen risiko, BTN melakukan Organisasi
Risiko Imbal hasil Risiko Investasi
Manajemen
penyesuaian pada Kebijakan Umum Risiko • Pengelolaan Risiko
Manajemen Risiko sebagai kebijakan • Business
Risiko Strategis
Strategis
Sistem Informasi Manajemen Risiko Continuity • Recovery Plan &
tertinggi dalam kerangka manajemen risiko Management Resolution Plan
Bank. Kerangka kebijakan ini mencakup • Contingency
Plan
Budaya Risiko Risiko Imbal
seluruh aktivitas manajemen risiko, mulai • Penerapan
MR di Hasil Pengelolaan Risiko
dari strategi manajemen risiko hingga Pengendalian
Internal masing- Syariah
pengelolaan risiko operasional secara Pedoman Manajemen Risiko masing risiko Risiko Investasi
lebih rinci, dengan tujuan akhir mendukung
tercapainya tingkat kesehatan bank (TKB)
yang baik.
219 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 220
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Dalam mendukung penerapan manajemen sebagai salah satu pilar budaya BTN, yaitu governance and tersebut dalam setiap aktivitas di unit kerja masing-masing.
risiko yang terintegrasi, Bank menetapkan risk culture. Pilar ini berperan strategis dalam memastikan Salah satu pilar yang menjadi prioritas adalah governance
proses penetapan limit risiko yang mengacu seluruh proses bisnis dijalankan secara bijaksana (prudent) and risk culture, yang berfungsi memastikan pelaksanaan
pada Rencana Kerja dan Anggaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku (compliance). bisnis dilakukan secara hati-hati dan patuh terhadap regulasi.
Perusahaan (RKAP) serta recovery plan sesuai Bank mewajibkan seluruh BTNers menerapkan pilar budaya
ketentuan regulasi yang berlaku. Kerangka ini
dirancang untuk memastikan pengelolaan
Kerangka Governance dan Risk Culture BTN
risiko dilakukan secara terukur, konsisten, dan
selaras dengan strategi bisnis Bank.
AKHLAK BTN
Pada implementasinya, penerapan limit
risiko dilakukan secara berjenjang dengan Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia
mengaitkan RKAP, Risk Appetite, dan Risk Untuk menjadi
4 Pilar Budaya
Mitra Utama dalam
Tolerance sebagai acuan pengelolaan risiko
Pemberdayaan Finansial
dalam kondisi business as usual. Apabila Tambah Tumbuh dan Keluarga Indonesia
Memenuhi Harapan Bersih dan Tepercaya Berkinerja Unggul Terus Belajar
eksposur risiko mendekati atau melampaui Seluruh BTNers wajib
Pelanggan
memegang teguh
batas toleransi yang ditetapkan, Bank empat pilar budaya
mengaktifkan contingency actions serta Sales & Service Culture Governance & Risk Culture Performance Culture Learning Culture dalam menjalankan
recovery plan pencegahan, pemulihan, dan aktivitas pekerjaan
8 Perilaku Utama BTNers di unit kerja masing-
perbaikan guna menjaga kesinambungan masing.
usaha dan stabilitas keuangan Bank. 1 2 3 4 5 6 7 8
Pilar governance and
Penjelasan lebih lanjut mengenai proses Terus belajar,
Cepat tanggap
Berpegang melakukan Disiplin,
Saling Terhadap Terbuka
risk culture merupakan
penerapan limit risiko disajikan dalam Laporan teguh dan patuh
pada nilai moral
perbaikan, dan
menjunjung
konsisten,
dan tuntas
menghormati, Bertanggung
Proaktif, efektif,
dan
perubahan serta terhadap pilar yang urgen dan
menghargai, jawab dan selalu memberikan kerja sama
Tahun BTN. dan etika bisnis, intrapreneurship dalam
dan mengedepankan
dalam
kesempatan yang
krusial untuk diperkuat
memenuhi untuk menyelesaikan memenuhi
komitmen meningkatkan tugas dengan
terbuka kepentingan
kebutuhan
untuk menghasilkan supaya seluruh proses
terhadap perusahaan. melakukan nilai tambah.
sesuai peraturan kompetensi diri kualitas hasil
perbedaan.
pelanggan.
perbaikan yang
bisnis berjalan dengan
Penguatan Kebijakan dan Prosedur yang berlaku. dan
orang lain.
terbaik.
berkelanjutan. bijaksana (prudent) dan
patuh (comply).
Manajemen Risiko
BTN memperkuat kebijakan dan AKHLAK: Nilai-Nilai Utama & 18 Panduan Perilaku
prosedur manajemen risiko dengan Amanah Kompeten Harmonis Loyal Adaptif Kolaboratif
menginternalisasikan manajemen risiko
220 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 221
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
BTN membangun empat pilar budaya yang menjadi fondasi utama Program Budaya Proses mencakup identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko secara
Bank dan berlandaskan pada nilai-nilai utama AKHLAK dan 8 Perilaku Utama BTNers, berkelanjutan, didukung sistem informasi manajemen risiko yang menyediakan data
yaitu: relevan dan tepat waktu.
1. Sales & Service Culture – Tambah Tumbuh dan Memenuhi Harapan Nasabah Identifikasi, Pengukuran, dan Penilaian Risiko [GRI 2-16]
Pelanggan Pencapaian end state yaitu meningkatkan penjualan produk funding,
lending dan digital serta meningkatkan kualitas pelayanan untuk mendorong bisnis Sebagai bagian dari pengelolaan risiko yang menyeluruh, BTN melakukan identifikasi
dan kinerja BTN. risiko untuk mengenali potensi risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan
2. Risk & Governance Culture – Bersih dan Terpercaya bisnis. Hasil identifikasi tersebut menjadi dasar penetapan Risk Appetite Statement
Membangun kesadaran dan pemahaman akan risiko berikut mitigasinya dan (RAS) sebagai kerangka yang mendefinisikan tingkat risiko yang dapat diterima Bank.
menerapkan prinsip-prinsip manajemen risiko secara konsisten dan menyeluruh. RAS berfungsi sebagai acuan dalam pengambilan keputusan bisnis dan pelaksanaan
3. Performance Culture – Berkinerja Unggul aktivitas operasional agar tetap berada dalam batas toleransi risiko yang telah
Upaya peningkatan kinerja untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. ditetapkan.
4. Learning Culture – Terus Belajar
Membangun semangat belajar dan meningkatkan kompetensi kritikal seperti Selanjutnya, BTN menerapkan sistem pengukuran risiko untuk menilai eksposur risiko
kompetensi Sales, Digital Analytics, Risk & Collection serta penguatan pemahaman pada seluruh aktivitas usaha dan membandingkannya dengan risk appetite Bank.
BTNers atas pentingnya budaya dan penerapan Perilaku Utama BTNers dalam Pengukuran dilakukan secara berkala terhadap produk, portofolio, dan aktivitas bisnis
keseharian. guna mendukung penetapan langkah mitigasi yang tepat serta memastikan kecukupan
modal dalam menyerap risiko residual. Metodologi yang digunakan mengombinasikan
Untuk menjaga ketahanan Bank di tengah kompleksitas tantangan industri perbankan metode standar sesuai ketentuan Bank Indonesia dan OJK dengan metode internal
yang terus berkembang, BTN melakukan peninjauan kebijakan manajemen risiko yang dikembangkan BTN berdasarkan karakteristik dan kompleksitas usaha,. Seluruh
secara rutin. Peninjauan ini ditujukan untuk memastikan kecukupan kebijakan, prosedur metodologi dievaluasi dan disempurnakan secara berkala atau sewaktu-waktu guna
manajemen risiko, serta penetapan limit risiko, sekaligus menjaga keselarasan dengan memastikan kesesuaian asumsi, akurasi, kewajaran, integritas data, dan efektivitas
ketentuan regulator terkini. Proses tersebut dilaksanakan melalui gap analysis dan prosedur.
adopsi best practices industri perbankan, serta dilakukan sekurang-kurangnya satu kali
dalam setahun dengan melibatkan Dewan Komisaris dan Direksi. Untuk meningkatkan akurasi hasil pengukuran serta penilaian risiko, BTN melaksanakan
stress test untuk mengestimasi potensi kerugian dalam kondisi pasar yang tidak normal.
Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, dan Melalui skenario tertentu, stress test mengukur sensitivitas kinerja Bank terhadap
Pengendalian Risiko serta Sistem Manajemen Informasi Manajemen perubahan faktor risiko dan menjadi dasar peninjauan kebijakan serta limit risiko apabila
Risiko eksposur melampaui tingkat toleransi yang ditetapkan. Untuk memberikan gambaran
risiko yang berkelanjutan, BTN secara rutin melakukan self-assessment Tingkat Kesehatan
Sebagai salah satu pilar Sistem Manajemen Risiko, pilar ini memastikan kebijakan, Bank (TKB) dan menyusun Laporan Profil Risiko. Penilaian TKB mengacu pada POJK
prosedur, dan limit yang telah ditetapkan berjalan efektif melalui proses end-to-end. Nomor 4/POJK.03/2016 dan SE OJK Nomor 14/SEOJK.03/2017, dilakukan setiap semester,
221 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 222
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
sedangkan Laporan Profil Risiko disusun secara triwulanan. Penilaian mencakup aspek Hasil identifikasi, pengukuran, dan penilaian risiko yang telah dilakukan oleh BTN meliputi
profil risiko, rentabilitas, tata kelola, dan permodalan. 9 (sembilan) kategoti risko utama yang disajikan secara rinci sebagai berikut.
Identifikasi dan Penilaian Profil Risiko Tahun 2025
Pengelolaan dan Pengendalian Sistem Informasi dan Pelaporan
Nama Risiko Identifikasi Risiko Pengukuran dan Pemantauan Risiko Profil Risiko
Risiko Risiko
Risiko Kredit Risiko akibat kegagalan pihak lain Penerapan Pedoman Kebijakan Kredit Portfolio Quality Review, pemantauan Pelaporan kualitas kredit dan Peringkat Risiko Inheren:
memenuhi kewajibannya, termasuk dan Pembiayaan, pembentukan eksposur kredit terhadap Risk Appetite eksposur risiko kepada Direksi dan Moderate
risiko gagal bayar debitur, konsentrasi Komite Kredit, penerapan Four Eyes dan Risk Tolerance, penerapan Credit unit terkait melalui forum Portfolio
kredit, counterparty risk, settlement Principles melalui pemisahan fungsi Scoring Model SME dan Early Warning Quality Review serta sistem terpusat Peringkat KPMR:
risk, dan country risk, yang bersumber bisnis dan risiko, penggunaan Portfolio System (EWS), serta pengukuran Commercial Banking Center (CBC) Statisfactory
dari aktivitas kredit dan pembiayaan, Guideline untuk pengendalian risiko risiko sesuai Basel III Reforms melalui dan Sentra Proses UMKM (SPU).
serta instrumen keuangan seperti konsentrasi, serta integrasi aspek pendekatan standar berdasarkan Peringkat Tingkat Risiko:
surat berharga, transaksi antarbank, ESG dalam analisis kredit segmen SEOJK Nomor 24/SEOJK.03/2021 Low to Moderate
pembiayaan perdagangan, nilai komersial dan korporasi. tentang Perhitungan Aset Tertimbang
tukar, derivatif, serta komitmen dan Menurut Risiko (ATMR).
kontingensi.
Risiko Likuiditas Risiko ketidakmampuan Bank Penerapan Pedoman Kebijakan Pengukuran oleh Treasury Division Monitoring dan pelaporan rasio Peringkat Risiko Inheren:
memenuhi kewajiban jatuh tempo Manajemen Risiko Likuiditas, dan Satuan Kerja Manajemen Risiko Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Moderate
melalui arus kas atau aset likuid pengawasan aktif Dewan Komisaris & ESG sesuai Petunjuk Teknis Nomor Net Stable Funding Ratio (NSFR)
berkualitas tinggi tanpa mengganggu dan Direksi, penetapan kebijakan, PT.8-F.4 melalui metode stock-based, sesuai POJK Nomor 5 Tahun 2024, Peringkat KPMR:
operasional dan kondisi keuangan, prosedur, serta limit risiko likuiditas. analisis profil maturitas, proyeksi POJK 19 Tahun 2024, dan POJK 20 Statisfactory
yang dapat timbul dari keterbatasan arus kas, dan stress testing dengan Tahun 2024.
arus kas aset produktif, penjualan skenario Bank Specific Crisis (BSC) Peringkat Tingkat Risiko:
aset, penghimpunan dana, transaksi dan General Market Crisis (GMC); Low to Moderate
antarbank, dan pinjaman. pemantauan likuiditas harian,
pekanan, bulanan, dan triwulanan
terhadap Risk Appetite, Risk Tolerance,
Recovery Plan trigger level, serta Early
Warning Indicator (EWI), Liquidity
Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable
Funding Ratio (NSFR).
222 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 223
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pengelolaan dan Pengendalian Sistem Informasi dan Pelaporan
Nama Risiko Identifikasi Risiko Pengukuran dan Pemantauan Risiko Profil Risiko
Risiko Risiko
Risiko Pasar Risiko kerugian akibat perubahan Pengelolaan Risiko Pasar oleh unit Pengukuran risiko suku bunga dan Pelaporan IRRBB, ATMR Risiko Peringkat Risiko Inheren:
kondisi pasar, termasuk suku bunga, bisnis dan Enterprise & ESG Risk nilai tukar melalui analisis sensitivitas Pasar sesuai SEOJK Nomor 23/ Low to Moderate
nilai tukar, ekuitas, dan komoditas, Management Division melalui proses terhadap laba (rugi) dan ekuitas, SEOJK.03/2022, serta pelaporan
pada posisi trading book dan banking identifikasi, pengendalian, serta metode repricing gap untuk Interest Liquidity Coverage Ratio (LCR) Peringkat KPMR:
book, termasuk transaksi derivatif. pembahasan berkala dalam Assets Rate Risk in the Banking Book (IRRBB) bulanan dan Net Stable Funding Ratio Statisfactory
and Liabilities Committee (ALCO), sesuai Petunjuk Teknis PT.8-F.1 dan (NSFR) triwulanan melalui Aplikasi
dengan fokus pada risiko banking pelaporan triwulanan berdasarkan Pelaporan Online OJK (APOLO) sesuai Peringkat Tingkat Risiko:
book. SE OJK Nomor 12/SEOJK.03/2018, serta POJK 19 Tahun 2024 dan POJK 20 Low to Moderate
stress testing yang dirumuskan setiap Tahun 2020.
awal tahun berdasarkan skenario
regulator dan internal; evaluasi
eksposur terhadap Risk Appetite dan
Risk Tolerance, penetapan Posisi
Devisa Neto (PDN) sesuai PBI Nomor
17/5/PBI/2015.
Risiko Operasional Risiko yang berasal dari Bank menerapkan Operational Pengukuran dan pemantauan Risiko Sistem pemantauan Risiko Peringkat Risiko Inheren:
ketidakcukupan atau kegagalan Risk Tools untuk mengidentifikasi, Operasional dilakukan melalui hasil Operasional didukung oleh Business Moderate
proses internal, manusia, sistem, mengukur, dan mengendalikan Risiko RCSA di setiap unit kerja, analisis Continuity Management (BCM)
serta kejadian eksternal yang dapat Operasional, yang meliputi: data kejadian risiko pada LED untuk untuk memastikan kelangsungan Peringkat KPMR:
memengaruhi operasional dan mengidentifikasi pola dan tren, serta operasional saat terjadi bencana Statisfactory
pencapaian tujuan Bank. 1. Risk and Control Self-Assessment pemantauan KRI guna mendeteksi alam atau gangguan sistem IT,
(RCSA) peringatan dini dan mengonfirmasi unit operational risk control yang Peringkat Tingkat Risiko:
sebagai mekanisme identifikasi kejadian risiko yang telah terjadi merupakan organ 1.5th line of Low to Moderate
dan evaluasi risiko operasional defense yang menjalankan fungsi
di setiap unit kerja atas aktivitas pengendalian risiko operasional
harian dan pencapaian tujuan di Kantor Pusat, serta oleh Organ
unit. Business Control sebagai 1.5th line of
2. Loss Event Database (LED) defense yang menjalankan fungsi
untuk pencatatan kejadian risiko pengawasan risiko operasional
operasional di Kantor Cabang secara terintegrasi pada KC,
sesuai kriteria Basel II, termasuk Commercial Banking Center (CBC),
actual loss, near miss, dan dan Regional Loan Processing Center
potential loss. (RLPC) melalui Regional Business
3. Key Risk Indicator (KRI) Control (RBC), Branch Business
sebagai indikator pemantauan Control (BBC), dan Commercial
risiko operasional yang bersifat Banking Centre Business Control
predictive maupun lagging. (CBC-BC).
223 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 224
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pengelolaan dan Pengendalian Sistem Informasi dan Pelaporan
Nama Risiko Identifikasi Risiko Pengukuran dan Pemantauan Risiko Profil Risiko
Risiko Risiko
Risiko Hukum Risiko yang timbul akibat tuntutan Pengelolaan Risiko Hukum dilakukan Pengukuran Risiko Hukum dilakukan Pemantauan dan pelaporan Peringkat Risiko Inheren:
hukum dan kelemahan aspek melalui penerapan kebijakan dan oleh Satuan Kerja Manajemen Risiko Risiko Hukum didukung oleh Legal Low to Moderate
yuridis yang melekat pada berbagai prosedur hukum, pengendalian bersama Satuan Kerja Hukum melalui Application System (LApS) untuk
aktivitas fungsional Bank, termasuk kepatuhan terhadap regulasi dan analisis kasus hukum yang terjadi, memonitor perkembangan kasus Peringkat KPMR:
perkreditan, treasury, investasi, ketentuan limit Bank, serta pemberian kewajiban kontinjensi dari tuntutan hukum pidana dan non-pidana di Statisfactory
operasional, teknologi informasi, dan masukan hukum dan rekomendasi hukum, serta kualitas perikatan kantor cabang dan kantor pusat, serta
pengelolaan sumber daya manusia. oleh Satuan Kerja Hukum kepada perjanjian dokumen perkreditan; oleh penempatan Regional Legal Peringkat Tingkat Risiko:
setiap divisi, termasuk pelaksanaan pemantauan dilakukan secara Representative (RLR) di setiap Kantor Low to Moderate
legal review atas kontrak kerja sama berkala atas efektivitas implementasi Wilayah yang bertugas memberikan
dengan pihak ketiga. kebijakan, prosedur, dan kepatuhan bantuan litigasi, legal opinion, legal
terhadap regulasi. watch, dan pengendalian Risiko
Hukum sesuai ketentuan Bank
Indonesia.
Risiko Reputasi Risiko yang timbul akibat persepsi Pengelolaan Risiko Reputasi Pengukuran risiko dilakukan Pemantauan dan pelaporan Risiko Peringkat Risiko Inheren:
negatif pemangku kepentingan melibatkan seluruh unit bisnis, dengan menilai faktor-faktor Reputasi didukung oleh Sistem Low to Moderate
terhadap Bank, yang bersumber di mana setiap unit bertindak yang memengaruhi reputasi Bank, Pengaduan Nasabah (SPN) yang
antara lain dari keluhan nasabah dan sebagai first line of defense dalam termasuk intensitas dan karakteristik terintegrasi dengan Kantor Cabang Peringkat KPMR:
pemberitaan negatif terkait aktivitas pengelolaan hubungan dengan pemberitaan serta keluhan nasabah; dan Contact Center untuk memonitor Statisfactory
dan layanan Bank. nasabah; pengendalian dilakukan pemantauan dilakukan oleh Satuan keluhan nasabah dan pemberitaan
melalui pengelolaan pemberitaan Kerja Manajemen Risiko yang negatif secara terpusat. Peringkat Tingkat Risiko:
negatif oleh Satuan Kerja Sekretaris memberikan rekomendasi perbaikan Low to Moderate
Perusahaan serta penanganan berdasarkan hasil evaluasi Risiko
keluhan nasabah oleh Satuan Kerja Reputasi.
Layanan Nasabah sesuai Service Level
Agreement (SLA) yang berlaku.
Risiko Strategis Risiko yang timbul akibat Pengendalian Risiko Strategis Pengukuran Risiko Strategis Pelaporan dan evaluasi Risiko Peringkat Risiko Inheren:
ketidaktepatan pengambilan atau dilakukan melalui penyusunan dan dilakukan dengan membandingkan Strategis disampaikan secara berkala Low to Moderate
pelaksanaan keputusan strategis evaluasi business plan oleh Satuan realisasi kinerja terhadap target kepada Direksi dan Dewan Komisaris,
serta kegagalan mengantisipasi Kerja Corporate Strategy & Planning yang ditetapkan dan pemantauan termasuk melalui proses review Peringkat KPMR:
perubahan lingkungan bisnis, berdasarkan Kebijakan Umum yang KPI, pemantauan eksposur risiko strategi dasar, transformasi bisnis, Statisfactory
termasuk ketidaksesuaian strategi ditetapkan Direksi, serta melalui dilakukan secara bulanan oleh infrastruktur, dan pengelolaan sumber
dengan visi dan misi Bank, analisis analisis kesenjangan antara realisasi Satuan Kerja Manajemen Risiko & daya manusia, serta peninjauan Peringkat Tingkat Risiko:
lingkungan yang tidak komprehensif, kinerja dan target rencana bisnis; ESG dengan membandingkan tingkat Risk Appetite dan Risk Tolerance Low to Moderate
perbedaan rencana strategis antar langkah perbaikan disampaikan risiko terhadap Risk Appetite dan Risk minimal satu kali dalam setahun
level organisasi, serta perubahan kepada Direksi secara berkala. Tolerance Bank. untuk memastikan strategi Bank tetap
teknologi, kondisi ekonomi makro, relevan dan adaptif.
dinamika persaingan, dan kebijakan
pemerintah maupun regulator (Bank
Indonesia dan OJK).
224 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 225
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pengelolaan dan Pengendalian Sistem Informasi dan Pelaporan
Nama Risiko Identifikasi Risiko Pengukuran dan Pemantauan Risiko Profil Risiko
Risiko Risiko
Risiko Kepatuhan Risiko yang timbul akibat Pengelolaan Risiko Kepatuhan Pengukuran Risiko Kepatuhan Sistem pemantauan dan pelaporan Peringkat Risiko Inheren:
ketidakpatuhan Bank terhadap dilakukan melalui peran Satuan dilakukan dengan menilai potensi Risiko Kepatuhan didukung oleh Low to Moderate
ketentuan eksternal yang ditetapkan Kerja Kepatuhan (Compliance and kerugian akibat ketidakpatuhan Compliance Regulatory Management
regulator serta ketidaksesuaian Governance Division/CMGD) yang berdasarkan parameter jenis System (CRMS) yang menyediakan Peringkat KPMR:
ketentuan internal dengan peraturan bertanggung jawab menyusun daftar pelanggaran, frekuensi, dan rekam akses ketentuan eksternal, peringatan Statisfactory
yang berlaku. kewajiban eksternal, memastikan jejak kepatuhan, pemantauan kewajiban pelaporan regulator, serta
kesesuaian ketentuan internal, serta efektivitas implementasi manajemen pelaporan risiko kepatuhan kepada Peringkat Tingkat Risiko:
melakukan pengawasan kepatuhan; risiko dilakukan melalui koordinasi Direksi secara berkala atau sewaktu- Low to Moderate
pengendalian diperkuat melalui peran antara Satuan Kerja Manajemen waktu apabila diperlukan
Regional Compliance Supervisory Risiko dan Satuan Kerja Kepatuhan.
Officer (RCSO) di Kantor Wilayah
dalam mengevaluasi kepatuhan
Kantor Cabang terhadap alur
transaksi dan SOP.
BTN juga memiliki Risk Appetite Statement (RAS) Risiko ESG yang menegaskan komitmen Sehubungan dengan hal tersebut, BTN melakukan pemetaan risiko dan peluang ESG,
Bank dalam menjalankan bisnis berkelanjutan melalui pengelolaan risiko perubahan termasuk perubahan iklim, untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengukur dampak
iklim, dampak sosial, dan kesejahteraan bersama, sekaligus mendukung transisi menuju keuangan material yang timbul. Pengelolaan risiko dan peluang terkait perubahan
net zero emission. iklim berada di bawah pengawasan langsung Direksi, yang dibantu oleh Komite ESG
sebagai mekanisme tata kelola untuk memastikan integrasi ESG dalam strategi dan
Risiko ESG pengambilan keputusan. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar strategis bagi BTN
dalam merumuskan langkah pengelolaan risiko dan pemanfaatan peluang, antara
Penerapan prinsip ESG, termasuk pengelolaan risiko dan peluang terkait perubahan lain melalui integrasi kriteria ESG dalam penyaluran kredit dan penguatan pembiayaan
iklim, merupakan topik material bagi BTN karena memiliki dampak yang signifikan dan berkelanjutan, yang diselaraskan dengan standar IFRS S1 dan S2 guna menjaga
langsung terhadap profil risiko, keberlanjutan bisnis, serta kinerja keuangan Bank. Isu ketahanan dan keberlanjutan kinerja keuangan Bank.
ESG dapat memengaruhi kualitas aset, stabilitas pendapatan, dan posisi keuangan
BTN, antara lain melalui peningkatan risiko kredit, risiko reputasi, dan risiko kepatuhan Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, tabel berikut menyajikan ringkasan risiko, peluang,
apabila tidak dikelola secara memadai. Di sisi lain, penerapan ESG yang efektif juga dampak keuangan, dan strategi pengelolaan atas topik ESG yang bersifat material bagi
membuka peluang pengembangan produk dan layanan keuangan berkelanjutan yang BTN [GRI 3-2, 201-2] [FS10, FS11]
mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
225 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 226
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Risiko dan Dampak Topik Material
Jangka Waktu Dampak Akun Laporan
Risiko terkait Deskripsi Risiko Analisis Dampak pada
Potensi Dampak Negatif Keuangan yang Langkah Mitigasi
Keberlanjutan Keberlanjutan Pendek Menengah Panjang Laporan Keuangan
Terdampak
Keamanan Informasi
Risiko keamanan Potensi insiden Kerugian finansial Gangguan layanan Sanksi/regulatory Penurunan • Kerugian finansial akibat • Beban Operasional Bank telah berkomitmen
siber dan keamanan siber (contoh: (biaya respons insiden, dan peningkatan action, biaya remediasi kepercayaan, serangan malware atau • Liabilitas Provisi atas terhadap Perlindungan
kebocoran data phishing, malware/ pemulihan, peningkatan biaya respons insiden/ dan investasi hambatan kemitraan/ kebocoran data yang Gugatan Hukum Data Pribadi, salah
ransomware) dan kontrol), potensi sanksi pemulihan data yang keamanan meningkat, transformasi digital, memerlukan biaya • Dana Pihak Ketiga satunya dengan
(Kemungkinan kebocoran data pribadi regulator, tuntutan hukum, dibekukan akibat potensi customer serta tekanan pada pemulihan sistem. (Simpanan Nasabah) penguatan IT dan
terjadi: Sedang) nasabah/Bank akibat gangguan layanan, serta malware, tuntutan dari churn dan penurunan kinerja dan nilai • Potensi tuntutan hukum pembentukan
kelemahan kontrol penurunan kepercayaan nasabah apabila data aktivitas transaksi perusahaan. atau kompensasi departemen khusus
keamanan, human error, dan reputasi Bank. pribadi bocor. digital. kepada nasabah akibat PDP dibawah Satuan
atau pihak ketiga. kebocoran data. Kerja Compliance &
• Kerusakan reputasi Governance.
bank yang dapat
memicu penarikan
dana nasabah (bank
run) dan menurunkan
kepercayaan publik.
Etika dan Pedoman Perilaku
Risiko pelanggaran Risiko terjadinya Kerugian finansial akibat Kerugian finansial dan Penurunan Dampak • Potensi tuntutan hukum • Beban Operasional. • Bank telah memiliki
kode etik, fraud, pelanggaran kode etik, fraud, sanksi regulator, gangguan operasional kepercayaan penurunan reputasi atau kompensasi • Liabilitas Provisi atas kebijakan internal
gratifikasi, fraud, gratifikasi, dan tuntutan hukum, serta akibat investigasi, regulator/investor berkepanjangan kepada regulator terkait Gugatan Hukum terkait gratifikasi
dan benturan benturan kepentingan kerusakan reputasi penghentian proses, serta peningkatan yang dapat menekan pelanggaran kode etik, • Dana Pihak Ketiga • Bank telah.
kepentingan oleh pegawai/ Bank yang menurunkan dan tindakan korektif. biaya kepatuhan dan pertumbuhan bisnis fraud, gratifikasi, atau (Simpanan Nasabah) berkomitmen untuk
manajemen apabila kepercayaan publik dan pengawasan. dan keberlanjutan Bank. benturan kepentingan. terus menjaga
(Kemungkinan budaya integritas, investor. • Potensi kerugian integritas dengan
terjadi: Sedang) pengendalian internal, karena menurunnya penandatanganan
dan mekanisme kepercayaan investor pakta integritas.
pengawasan tidak sehingga mengurangi • Melaksanakan
berjalan efektif. akses terhadap Program Antikorupsi
pendanaan atau untuk memberikan
investasi. awareness kepada
• Penurunan reputasi pegawai.
bank yang dapat
memicu penarikan
dana nasabah (bank
run) dan menurunkan
kepercayaan publik.
226 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 227
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Jangka Waktu Dampak Akun Laporan
Risiko terkait Deskripsi Risiko Analisis Dampak pada
Potensi Dampak Negatif Keuangan yang Langkah Mitigasi
Keberlanjutan Keberlanjutan Pendek Menengah Panjang Laporan Keuangan
Terdampak
Tata Kelola
Risiko reputasi Risiko penurunan Penurunan kepercayaan Meningkatnya temuan Menurunnya Penurunan reputasi • Potensi kerugian • Beban Operasional Bank telah melakukan
dan penurunan kepercayaan pemangku investor dan publik, audit/regulator, biaya kepercayaan investor/ berkelanjutan yang karena menurunnya • Liabilitas Provisi atas penguatan anti korupsi,
kepercayaan akibat kepentingan apabila potensi sanksi/regulatory remediasi, serta mitra serta tekanan dapat menekan kepercayaan investor Gugatan Hukum anti-fraud dan anti
kelemahan tata penerapan GCG, action, peningkatan biaya gangguan efektivitas pada penilaian GCG kinerja, daya saing, dan sehingga mengurangi • Dana Pihak Ketiga penyuapan, serta
kelola (GCG) transparansi, dan kepatuhan, serta tekanan pengambilan dan ESG Rating. keberlanjutan Bank. akses terhadap (Simpanan Nasabah) development aplikasi
kepatuhan tidak pada akses pendanaan keputusan. pendanaan atau digital untuk menunjang
(Kemungkinan memadai (contoh: dan biaya dana. investasi. proses bisnis yang lebih
terjadi: Sedang) lemahnya oversight, • Penurunan kepercayaan efisien dan paperless.
pelaporan, serta publik terhadap
pengendalian internal). bank yang dapat
memicu penarikan
dana nasabah dan
menurunkan stabilitas
pendanaan bank.
Ketenagakerjaan
Risiko turnover Risiko tingginya turnover Penurunan produktivitas, Kesulitan memenuhi Penurunan daya saing Penurunan daya saing • Peningkatan biaya • Beban Operasional • Menjaga posisi
tinggi dan gap karyawan, ketimpangan peningkatan biaya kebutuhan kompetensi jangka panjang serta Bank dalam jangka rekrutmen, pelatihan, - Beban terkait remunerasi tetap
kompetensi kompetensi, serta rekrutmen, pelatihan, strategis Bank dan risiko kehilangan panjang. dan pengembangan Recuritment kompetitif di market.
rendahnya kesiapan SDM serta risiko terganggunya keterlambatan inisiatif talenta terbaik. SDM. • Beban Operasional - • Melakukan rekrutmen
(Kemungkinan terhadap transformasi operasional dan kualitas transformasi. • Penurunan produktivitas Beban Gaji dari Top 10 University di
terjadi: Sedang) digital dan ESG. layanan Bank. yang meningkatkan • Beban Operasional - Indonesia.
biaya operasional bank. Beban Pelatihan • Pemenuhan sertifikasi
• Potensi penurunan • Profitabilitas Bank: mandatory.
kualitas layanan yang Pendapatan Bunga, • Program pendidkan
dapat memengaruhi Pendapatan Provisi tematik terkait dengan
pertumbuhan dan Komisi, Fee Based critical capability.
pendapatan bank. Income, Beban Bunga,
Beban CKPN
227 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 228
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Jangka Waktu Dampak Akun Laporan
Risiko terkait Deskripsi Risiko Analisis Dampak pada
Potensi Dampak Negatif Keuangan yang Langkah Mitigasi
Keberlanjutan Keberlanjutan Pendek Menengah Panjang Laporan Keuangan
Terdampak
Hak Asasi Manusia
Risiko pelanggaran Risiko dugaan Pengaduan dan sengketa, Pengaduan/insiden Peningkatan Dampak reputasi • Potensi sanksi • Liabilitas Provisi atas • Melaksanakan
HAM dalam pelanggaran HAM sanksi/regulatory action, dan biaya penanganan tuntutan kepatuhan, dan penurunan regulator, denda, atau Gugatan Hukum program RWP untuk
operasional, (contoh: diskriminasi, gangguan proyek/ kasus serta investigasi. pembatasan kepercayaan jangka biaya hukum akibat • Beban Operasional menciptkan lingkungan
rantai pasok, dan pelecehan, privasi, kemitraan, serta kerusakan kemitraan/pendanaan panjang, berpotensi pelanggaran HAM. kerja yg bebas
pembiayaan keselamatan kerja reputasi dan kepercayaan ESG, dan risiko menekan pertumbuhan • Peningkatan biaya diskriminasi, kekerasan,
vendor, pekerja anak/ investor/nasabah. keterlambatan proyek. dan nilai perusahaan. investigasi dan dan pelecehan.
(Kemungkinan kerja paksa pada remediasi kasus. • Menyediakan kanal
terjadi: Sedang) pemasok) serta potensi • Potensi kerugian dan mekanisme
dampak sosial dari karena menurunnya pelaporan
proyek yang dibiayai kepercayaan investor pelanggaran RWP.
(contoh:. konflik lahan/ sehingga mengurangi • Meningkatkan porsi
relokasi) jika due akses terhadap pegawai disabilitas
diligence tidak memadai. pendanaan atau untuk meningkatkan
investasi. Diversity, Equity, and
Inclusion (DEI).
Produk dan Jasa Berkelanjutan
Risiko produk/jasa Risiko tertinggal dalam Kehilangan peluang Kehilangan Penurunan daya saing Ketertinggalan • Kehilangan peluang • Pendapatan Bunga Bank telah melakukan
berkelanjutan yang pengembangan produk pertumbuhan dan akses kesempatan untuk dan risiko kehilangan posisi kompetitif dan memperoleh • Pendapatan Provisi implementasi Rumah
kalah bersaing. dan jasa berkelanjutan pendanaan lebih murah; meluncurkan/ nasabah/investor yang penurunan ESG Rating pendapatan dari dan Komisi Rendah Emisi, instrumen
sehingga kehilangan penurunan daya saing; meningkatkan produk memiliki preferensi ESG. yang memengaruhi produk pembiayaan • Fee Based Income pembiayaan dan
(Kemungkinan peluang pasar, potensi penilaian ESG/ berkelanjutan dan akses pendanaan dan berkelanjutan seperti • Beban Bunga pendanaan yang
terjadi: Sedang) pendanaan hijau, dan rating kurang optimal. memperoleh funding reputasi. sustainability bond, • Beban CKPN mendukung aspek ESG
dukungan investor yang berkelanjutan. sustainability linked seperti sustainability
makin berfokus pada ESG. loan, atau produk linked loan dan
pembiayaan hijau sustainability bonds serta
lainnya. launching super app balé
• Kehilangan peluang by BTN dan BTN Digital
memperoleh Store.
pendanaan dari
investor yang berfokus
pada ESG.
228 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 229
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Jangka Waktu Dampak Akun Laporan
Risiko terkait Deskripsi Risiko Analisis Dampak pada
Potensi Dampak Negatif Keuangan yang Langkah Mitigasi
Keberlanjutan Keberlanjutan Pendek Menengah Panjang Laporan Keuangan
Terdampak
Pengembangan Masyarakat
Risiko efektivitas Risiko program Dampak sosial tidak Keluhan/penilaian Menurunnya Reputasi dan • Peningkatan biaya • Beban Non Ops: Bina Bank telah memastikan
program pengembangan tercapai, munculnya negatif atas program kepercayaan kepercayaan sosial program sosial tanpa Lingkungan penyaluran TJSL selaras
pengembangan masyarakat/TJSL kurang keluhan publik, serta dan rendahnya stakeholder dan melemah, mengurangi menghasilkan dampak • Kredit yang Diberikan dengan 4 pilar TJSL BTN
masyarakat dan tepat sasaran atau tidak penurunan reputasi yang partisipasi masyarakat. terbatasnya peluang daya tarik Bank yang optimal. • Pendapatan Bunga dan sesuai dengan profil
literasi keuangan efektif, serta rendahnya memengaruhi hubungan sinergi komunitas/ sebagai pionir inklusi/ • Penurunan reputasi • Dana Pihak Ketiga penerima sehingga tepat
literasi dan inklusi dengan komunitas, ekosistem. perumahan. yang dapat (Simpanan Nasabah) sasaran, BTN juga selalu
(Kemungkinan keuangan di komunitas regulator, dan investor. memengaruhi • Beban Bunga melakukan monitoring
terjadi: Sedang) sasaran yang dapat kepercayaan nasabah. dan evaluasi seperti
menurunkan dampak • Potensi penurunan SROI agar dana yang
sosial dan mengurangi pertumbuhan bisnis dari disalurkan tepat sasaran
kepercayaan stakeholder. segmen komunitas atau serta berdampak pada
ekosistem lokal. pengembangan dan
kemandirian masyarakat.
Pengadaan Berkelanjutan
Risiko pengadaan Risiko ketidaksesuaian Inefisiensi biaya, gangguan Keterlambatan proses Risiko gangguan Reputasi dan nilai • Peningkatan biaya • Beban Operasional Menghimbau vendor
tidak berkelanjutan praktik pengadaan pasokan/jasa, potensi pengadaan, temuan layanan dari vendor perusahaan terdampak operasional akibat • Liabilitas Provisi atas untuk memastikan
dan risiko pihak dengan prinsip temuan audit dan isu audit, serta biaya dan peningkatan biaya jika insiden vendor/ inefisiensi proses Gugatan Hukum implementasi prinsip-
ketiga keberlanjutan kepatuhan, serta risiko operasional meningkat. akibat re-procurement/ fraud/korupsi berulang pengadaan. prinsip Sustainable
(lingkungan, sosial, etika), reputasi apabila vendor penyesuaian kontrak. atau tidak terkendali. • Potensi kerugian Procurement melalui
(Kemungkinan termasuk risiko pihak tidak memenuhi standar akibat fraud atau surat.
terjadi: Sedang) ketiga (vendor) dan tata kelola yang baik. ketidaksesuaian kontrak
transparansi yang dapat dengan vendor.
memicu inefisiensi, fraud, • Biaya tambahan untuk
atau isu reputasi. audit, pengawasan,
dan perbaikan proses
pengadaan.
229 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 230
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Jangka Waktu Dampak Akun Laporan
Risiko terkait Deskripsi Risiko Analisis Dampak pada
Potensi Dampak Negatif Keuangan yang Langkah Mitigasi
Keberlanjutan Keberlanjutan Pendek Menengah Panjang Laporan Keuangan
Terdampak
Penggunaan Sumber Daya Alam dan Pengelolaan Lingkungan
Risiko perubahan Sebagai bank dengan • Penurunan Nilai Agunan • Secara regulasi, OJK Jika dalam 3-5 Dalam 10 tahun • Penurunan nilai agunan • Kredit yang Diberikan BTN telah melakukan
pola iklim: krisis air portofolio dominan di dan Stranded Assets: telah mewajibkan tahun kedepan ke depan, krisis air dan potensi stranded • Cadangan Kerugian Climate Risk Stress Testing
dan banjir (dampak sektor perumahan, BTN Properti di wilayah perbankan untuk terjadi peningkatan dan meningkatnya assets pada properti di Penurunan Nilai (CKPN) (CRST) untuk menilai
pada portofolio menghadapi risiko fisik rawan krisis air atau melakukan climate curah hujan yang risiko banjir dapat wilayah rawan krisis air atas Kredit dampak risiko fisik dari
perumahan) akibat krisis air, seperti banjir berisiko turun risk stress test, signifikan sehingga memperketat atau banjir. • Beban Kerugian perubahan iklim terhadap
kekeringan, penurunan nilai, mengurangi salah satunya menyebabkan banjir regulasi pemerintah • Kenaikan risiko Penurunan Nilai Aset portofolio kreditnya
(Kemungkinan kualitas air, dan banjir. kualitas jaminan kredit terhadap portofolio atau terjadi kekeringan mengenai tata kelola kredit macet (NPL) Keuangan didaerah rawan banjir/
terjadi: Sedang) Hal ini dapat menurunkan BTN. yang berada di di daerah perumahan air, yang berpotensi akibat meningkatnya • Pendapatan Bunga kebakaran.
nilai aset yang dibiayai, • Kenaikan Risiko daerah rawan banjir yang BTN biayai, maka: menciptakan risiko biaya operasional • Pendapatan Provisi
meningkatkan risiko Kredit Macet (NPL): dan kebakaran. • Kenaikan risiko NPL di baru bagi BTN, yaitu: pengembang dan dan Komisi
kredit, mengurangi Krisis air dan banjir Hal ini dapat wilayah terdampak. • Pembatasan menurunnya daya tarik • Aset yang Diambil Alih
daya tarik properti, dan meningkatkan menyebabkan risiko • Penurunan Pembiayaan: properti. (AYDA)
memengaruhi stabilitas biaya operasional ketidakpatuhan. permintaan kredit Regulasi dapat • Penurunan permintaan
portofolio pembiayaan pengembang dan • Secara profit, krisis properti di wilayah melarang KPR karena masyarakat
BTN dalam jangka menurunkan daya tarik air belum menjadi terdampak. pengembangan menghindari rumah
panjang. properti, meningkatkan risiko jangka pendek • Gangguan pada perumahan di di area berisiko banjir
risiko gagal bayar BTN karena saat ini proyek yang sedang area rawan air, sehingga menghambat
debitur BTN. perumahan yang berjalan. mengurangi peluang pertumbuhan portofolio
• Penurunan Permintaan dibiayai BTN berada • Penurunan nilai BTN. pembiayaan BTN.
KPR: Masyarakat diluar kawasan agunan dan • Persyaratan Efisiensi
cenderung menghindari banjir. stranded assets. Air: Teknologi
rumah di area konservasi air dan
berisiko air dan drainase hijau dapat
banjir, menghambat meningkatkan biaya
pertumbuhan portofolio dan memperlambat
KPR BTN. proyek.
• Integrasi Risiko
Air: OJK mungkin
mewajibkan bank
mempertimbangkan
risiko air dalam
kredit, memengaruhi
pembiayaan
properti.
• Kenaikan Premi
Asuransi: Risiko air
yang meningkat
dapat menaikkan
biaya asuransi
dan menurunkan
permintaan KPR BTN.
230 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 231
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Jangka Waktu Dampak Akun Laporan
Risiko terkait Deskripsi Risiko Analisis Dampak pada
Potensi Dampak Negatif Keuangan yang Langkah Mitigasi
Keberlanjutan Keberlanjutan Pendek Menengah Panjang Laporan Keuangan
Terdampak
Perubahan Iklim dan Ekosistem
Risiko kepatuhan: Risiko transisi akibat • Kenaikan NPL: Pajak Dampak langsung Jika pajak karbon Jika setelah penerapan • Kenaikan risiko • Kredit yang Diberikan • BTN memiliki exclusion
kebijakan pajak kebijakan pajak karbon karbon meningkatkan relatif terbatas apabila diperluas ke sektor pajak karbon BTN masih kredit macet (NPL) • Cadangan Kerugian list dan sustainable
karbon dan regulasi sebagaimana diatur biaya debitur, berisiko eksposur Bank pada debitur BTN, risiko NPL memberikan pinjaman karena pajak karbon Penurunan Nilai (CKPN) finance framework
emisi dalam UU No. 7/2021, gagal bayar dan sektor awal yang meningkat. Jika bank kepada sektor yang meningkatkan biaya atas Kredit yang berfungsi sebagai
serta kemungkinan memperburuk kredit. dikenai pajak karbon juga dikenai pajak, BTN menjadi subjek pajak operasional debitur • Beban Kerugian panduan portofolio
(Kemungkinan perluasan cakupan ke • Stranded Assets: rendah; diperlukan menghadapi biaya karbon, maka dampak sehingga meningkatkan Penurunan Nilai Aset untuk mengurangi
terjadi: Sedang) sektor lain (termasuk Aset beremisi tinggi pemetaan risiko transisi operasional lebih tinggi, bagi BTN adalah: risiko gagal bayar. Keuangan eksposur ke sektor
konstruksi/industri terkait bisa kehilangan nilai, portofolio. profitabilitas tertekan, • Stranded Assets • Potensi stranded assets • Pendapatan Bunga tinggi emisi dengan
portofolio Bank). menurunkan agunan dan pembiayaan dan Penurunan Nilai pada sektor beremisi • Beban Operasional menyalurkan lebih
kredit BTN. sektor beremisi tinggi Agunan Kredit akibat tinggi yang mengalami • Aset yang Diambil Alih banyak pembiayaan ke
• Turunnya Peringkat ESG: berkurang. regulasi yang lebih penurunan nilai aset (AYDA) proyek rendah karbon.
Pembiayaan proyek ketat. sehingga menurunkan • BTN telah melakukan
beremisi tinggi dapat • Turunnya Peringkat kualitas agunan kredit. pengembangan
menyulitkan akses ESG dan Kesulitan • Penurunan peringkat produk pembiayaan
pendanaan hijau. Mengakses ESG debitur yang hijau untuk diversifikasi
• Risiko Pajak untuk Pendanaan Hijau. dapat mempersulit portofolio, termasuk
Bank: Jika BTN dikenai akses pendanaan dan obligasi hijau, dan
pajak karbon, biaya meningkatkan risiko skema pembiayaan
operasional naik, kredit. berkelanjutan lainnya.
profitabilitas turun, • Jika bank juga • Karena mayoritas
dan pembiayaan dikenakan pajak karbon, portofolio BTN berada
sektor beremisi tinggi biaya operasional di sektor mortgage,
berkurang. meningkat sehingga BTN mulai membiayai
dapat menurunkan rumah rendah emisi
profitabilitas yang paling tidak
dan mengurangi memenuhi 1 standar
pembiayaan ke sektor bangunan hijau, seperti
beremisi tinggi. penggunaan recycled/
ecofriendly materials
dan energi efisiensi,
mendukung transisi
ke sektor properti
berkelanjutan
• BTN telah melakukan
Climate Risk Stress
Testing (CRST) untuk
menilai dampak
risiko iklim terhadap
portofolio kreditnya,
termasuk risiko transisi
akibat pajak karbon
dan stranded assets.
231 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 232
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Peluang dan Dampak Topik Material
Jangka Waktu Dampak Akun Laporan
Peluang terkait Deskripsi Peluang Analisis Dampak pada
Potensi Dampak Negatif Keuangan yang Langkah Mitigasi
Keberlanjutan Keberlanjutan Pendek Menengah Panjang Laporan Keuangan
Terdampak
Keamanan Informasi
Peluang UU PDP No. 27/2022 Dengan tata kelola PDP Penguatan kebijakan/ Penurunan frekuensi/ Reputasi dan • Mengurangi potensi kerugian • Beban Operasional - Bank telah berkomitmen
penguatan berlaku sejak 17 Oktober dan sistem keamanan prosedur PDP, keparahan insiden; trust meningkat, finansial akibat kebocoran Biaya Tenaga Kerja terhadap Perlindungan
Perlindungan 2024 untuk melindungi informasi yang baik, klasifikasi data, dan peningkatan mendukung data atau penyalahgunaan • Dana Pihak Ketiga Data Pribadi, salah satunya
Data Pribadi (PDP) data pribadi, mencegah bank akan terhindar dari awareness karyawan; kepatuhan dan pertumbuhan informasi nasabah. (meningkat) dengan penguatan IT dan
dan keamanan penyalahgunaan, kerugian finansial seperti perbaikan kontrol kualitas layanan, bisnis digital • Menghindari potensi • Kredit yang Diberikan pembentukan departemen
informasi dan meningkatkan kebocoran data dan akses dan audit trail. serta peningkatan dan kemudahan tuntutan hukum atau sanksi (meningkat) khusus PDP dibawah
kepercayaan publik. Serta tuntutan data nasabah. adopsi kanal digital. kolaborasi dengan regulasi. • Aset Takberwujud Satuan Kerja Compliance &
(Kemungkinan penguatan tata kelola mitra/ekosistem, • Menjaga reputasi dan (Pengadaan aplikasi) Governance.
terjadi: Tinggi) keamanan informasi serta keamanan meningkatkan kepercayaan
untuk meningkatkan informasi PDP nasabah terhadap bank.
kepatuhan dan resiliensi nasabah terjaga.
operasional.
Etika dan Pedoman Perilaku
Peluang dari Penerapan kode Penurunan risiko fraud Peningkatan Kepercayaan Budaya perusahaan • Efisiensi biaya operasional • Beban Training • Bank telah memiliki
penguatan etik, program anti- dan pelanggaran, serta kepatuhan internal regulator, investor, yang kuat dan melalui berkurangnya Pegawai untuk kebijakan internal terkait
budaya integritas, fraud/anti-gratifikasi, peningkatan kepatuhan dan pengendalian dan nasabah reputasi Bank sebagai kerugian akibat fraud dan sosialisasi gratifikasi.
kode etik, dan pelatihan integritas, dan dan kualitas pengambilan risiko melalui meningkat. institusi berintegritas pelanggaran etika. • Dana Pihak Ketiga • Bank telah berkomitmen
whistleblowing whistleblowing system keputusan. sosialisasi, pelatihan, tinggi, mendukung • Peningkatan kepercayaan • Aset Takberwujud untuk terus menjaga
system yang yang efektif di seluruh lini dan penegakan keberlanjutan bisnis. nasabah dan pemangku (Maintenance * integritas dengan
efektif organisasi. disiplin. kepentingan yang Enhancement Aplikasi) penandatanganan pakta
mendukung pertumbuhan integritas.
(Kemungkinan bisnis bank. • Melaksanakan Program
terjadi: Tinggi) • Penguatan reputasi Antikorupsi untuk
bank yang mendukung memberikan awareness
peningkatan aktivitas bisnis kepada pegawai.
dan layanan perbankan.
232 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 233
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Jangka Waktu Dampak Akun Laporan
Peluang terkait Deskripsi Peluang Analisis Dampak pada
Potensi Dampak Negatif Keuangan yang Langkah Mitigasi
Keberlanjutan Keberlanjutan Pendek Menengah Panjang Laporan Keuangan
Terdampak
Tata Kelola
Peluang Penguatan struktur Meningkatkan Penyelarasan Perbaikan persepsi Resiliensi dan • Peningkatan akses • Dana Pihak Ketiga • Memperkuat penerapan
penguatan GCG, dan proses tata kelola kepercayaan investor dan kebijakan dan stakeholder, nilai perusahaan pendanaan dari investor (Simpanan Nasabah) GCG dan transparansi
transparansi, dan (Dewan/Komite, regulator; memperkuat proses governance, meningkatkan meningkat melalui dan pasar modal melalui • Kas dan Setara Kas kepada investor serta
integrasi Risiko kebijakan, pengendalian disiplin pengelolaan dan peningkatan reputasi, akses governance kepercayaan terhadap tata • Modal Saham/ regulator.
ESG internal/ICOFR) serta mitigasi risiko; mendorong kualitas disclosure, pendanaan dan yang kuat dan kelola bank. Tambahan Modal • Meningkatkan efektivitas
peningkatan transparansi akses pendanaan yang serta penguatan kolaborasi, serta pengambilan • Peningkatan stabilitas Disetor manajemen risiko dan
(Kemungkinan pelaporan keberlanjutan lebih kompetitif. akuntabilitas unit mengurangi potensi keputusan yang lebih sumber pendanaan bank. • Surat berharga yang pengendalian internal.
terjadi: Tinggi) untuk memperkuat kerja. risiko operasional, konsisten dan sesuai • Efisiensi biaya operasional diterbitkan/Liabilitas • Memperkuat kepatuhan
kredibilitas Bank. kepatuhan, dan GCG. melalui penguatan sistem Subordinasi terhadap regulasi dan
reputasi. pengendalian internal. • Beban Operasional kebijakan yang berlaku.
• Meningkatkan kualitas
pelaporan dan
keterbukaan informasi.
• Mengoptimalkan strategi
pendanaan untuk
memperoleh akses dana
yang lebih kompetitif.
Ketenagakerjaan
Peluang Pengembangan Produktivitas dan loyalitas Peningkatan Retensi talenta Menjadi employer of • Meningkatkan produktivitas • Beban Tenaga Kerja • Melaksanakan program
pengembangan kompetensi melalui karyawan meningkat; keterampilan dan membaik dan talent choice dan organisasi karyawan melalui • Beban Pelatihan employer branding
kompetensi, pelatihan ESG/digital kesiapan organisasi motivasi kerja melalui pool kepemimpinan lebih adaptif pengembangan kompetensi dan Pengembangan melalui berbagai
kesejahteraan, banking/service menghadapi perubahan program pelatihan lebih kuat. terhadap perubahan dan penguatan kapasitas Karyawan channel.
dan keterlibatan excellence, peningkatan industri. dan pengembangan. industri. SDM. • Beban Imbalan Kerja • Melaksanakan employee
karyawan kesejahteraan, dan • Menurunkan biaya • Beban Operasional engagement survey
employee engagement operasional melalui • Pendapatan (EES) dgn pihak
(Kemungkinan untuk memperkuat peningkatan retensi Operasional independen dan
terjadi: Tinggi) kapabilitas organisasi. karyawan dan berkurangnya • Kas dan Setara Kas melaksanakan program
biaya yang timbul akibat • Modal Saham/ evaluasi perbaikan.
turnover. Tambahan Modal • Program akselerasi
• Meningkatkan kualitas Disetor karier.
layanan dan kinerja • Surat berharga yang • Survey salary untuk
operasional, yang berpotensi diterbitkan/Liabilitas mengetahui posisi
mendorong pertumbuhan Subordinasi remunerasi Pegawai
pendapatan bank. terhadap market.
• Meningkatkan kepercayaan
investor dan pemangku
kepentingan terhadap
kualitas pengelolaan
sumber daya manusia,
sehingga dapat mendukung
stabilitas pendanaan dan
pertumbuhan bisnis bank.
233 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 234
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Jangka Waktu Dampak Akun Laporan
Peluang terkait Deskripsi Peluang Analisis Dampak pada
Potensi Dampak Negatif Keuangan yang Langkah Mitigasi
Keberlanjutan Keberlanjutan Pendek Menengah Panjang Laporan Keuangan
Terdampak
Hak Asasi Manusia
Peluang Penerapan kebijakan Mengurangi insiden Penguatan kebijakan, Peningkatan kualitas Reputasi dan • Menurunkan Beban • Dana Pihak Ketiga • Memastikan fasilitas
penguatan HAM, due diligence pada sosial dan sengketa; sosialisasi, dan rantai pasok dan ketahanan bisnis Operasional melalui (Simpanan Nasabah) pendukung bagi
kebijakan HAM vendor dan pembiayaan, meningkatkan mekanisme pembiayaan yang meningkat melalui peningkatan retensi • Kredit yang Diberikan Pegawai maupun
dan mekanisme kanal pengaduan yang kepercayaan stakeholder; pengaduan/ bertanggung jawab; praktik bisnis karyawan dan penurunan • Pendapatan Bunga Nasabah berkebutuhan
pemulihan efektif, serta program memperkuat akses pemulihan. hubungan dengan yang inklusif dan biaya akibat turnover. • Pendapatan khusus (Disabilitas)
inklusi akses layanan pendanaan berkelanjutan komunitas dan menghormati HAM. • Meningkatkan Pendapatan Provisi dan Komisi untuk penguatan aspek
(Kemungkinan untuk kelompok rentan. regulator lebih kuat. Bunga dan Pendapatan dan Pendapatan Diversity, Equity, and
terjadi: Tinggi) Provisi dan Komisi melalui Operasional Lain Selain Inclusion (DEI).
peningkatan produktivitas Bunga • Menerapkan Respectfull
dan kualitas layanan. • Aset Takberwujud Workplace Policy (RWP)
• Meningkatkan efisiensi untuk memastikan
Beban Tenaga Kerja melalui lingkungan kerja yg
penguatan kompetensi dan bebas diskriminasi,
keterlibatan karyawan. kekerasan dan
pelecehan.
Produk dan Jasa Berkelanjutan
Peluang Peluang dari target • Peningkatan Income – Peningkatan Penguatan posisi Bank akan • Peningkatan pendapatan • Pendapatan Provisi Bank telah melakukan
pengembangan NZE pemerintah BTN dapat memperoleh income dan BTN sebagai pelopor mendapatkan melalui fee based income dan Komisi implementasi Rumah
green finance dan dan meningkatnya pendapatan tambahan efisiensi operasional produk dan jasa pendanaan melalui dari layanan digital balé. • Pendapatan Rendah Emisi, instrumen
layanan digital permintaan pembiayaan dari fee based balé by (digitalisasi/ berkelanjutan penerbitan green/ • Efisiensi biaya operasional Nonbunga / pembiayaan dan
berkelanjutan berkelanjutan melalui BTN dan efisiensi biaya paperless), serta serta peningkatan social/sustainability melalui digitalisasi layanan. Pendapatan Lainnya pendanaan yang
program Rumah Rendah operasional kertas yang peningkatan pipeline kepuasan dan bonds. • Peningkatan akses • Pendapatan Bunga mendukung aspek ESG
(Kemungkinan Emisi, sustainability- sudah terdigitalisasi. pembiayaan loyalitas nasabah. Serta ESG Rating pendanaan dari investor • Beban Operasional seperti sustainability linked
terjadi: Tinggi) linked loan, green/social/ • Penguatan ESG Rating berkelanjutan. akan meningkat ESG dan lembaga keuangan • Kredit yang Diberikan loan dan sustainability
sustainable bonds, serta dan Daya Saing. begitu juga reputasi internasional. • Surat Berharga yang bond serta launching super
penguatan layanan • Akses ke Pendanaan dan kepercayaan • Diversifikasi portofolio Diterbitkan dan app balé by BTN.
digital seperti balé by Hijau– BTN dapat lebih terhadap Bank. pembiayaan hijau. Liabilitas Subordinasi
BTN. mudah mengakses • Potensi pendapatan • Dana Pihak Ketiga
pendanaan dari investor tambahan dari
ESG dan lembaga perdagangan karbon.
keuangan internasional • Peningkatan reputasi dan
yang mendukung peringkat ESG yang dapat
sustainability. meningkatkan kepercayaan
• Diversifikasi Produk investor dan nasabah.
dan Layanan
Keuangan Hijau – BTN
dapat memperluas
portofolio pembiayaan
hijau seperti sektor
berkelanjutan KKUB OJK.
234 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 235
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Jangka Waktu Dampak Akun Laporan
Peluang terkait Deskripsi Peluang Analisis Dampak pada
Potensi Dampak Negatif Keuangan yang Langkah Mitigasi
Keberlanjutan Keberlanjutan Pendek Menengah Panjang Laporan Keuangan
Terdampak
Pengembangan Masyarakat
Peluang Program literasi Peningkatan engagement Peningkatan literasi Pertumbuhan Dampak sosial • Pertumbuhan basis nasabah • Kredit yang Diberikan BTN melaksanakan
penguatan keuangan, komunitas, perluasan basis dan keterlibatan basis nasabah dan jangka panjang dan baru dari komunitas dan • Dana Pihak Ketiga beberapa kegiatan TJSL
inklusi, literasi pemberdayaan ekonomi nasabah, serta penguatan komunitas; perbaikan peluang kerjasama reputasi BTN sebagai ekosistem perumahan. • Pendapatan Bunga dengan berbagai jenis
keuangan, dan lokal (UMKM/komunitas reputasi dan kepercayaan. hubungan dengan sosial dengan bank perumahan • Peningkatan penyaluran • Pendapatan Provisi kegiatan yang mengacu
pemberdayaan perumahan), dan inisiatif pemerintah daerah/ mitra masyarakat/ dan inklusi yang pembiayaan perumahan dan Komisi pada 4 (empat) Pilar TJSL
komunitas sosial-inovatif (contoh: komunitas. developer melalui berkelanjutan dan pembiayaan UMKM. • Efek yang Diterbitkan yaitu Pilar Sosial, Pilar
ekosistem perumahan, ekosistem semakin kuat. • Peningkatan pendapatan / Surat Berharga yang Ekonomi, Pilar Lingkungan,
(Kemungkinan waste-to-mortgage) perumahan. bank dari aktivitas Diterbitkan (Green / dan Pilar Tata Kelola
terjadi: Tinggi) untuk meningkatkan pembiayaan dan layanan Sustainability Bond) serta 3 (tiga) Fokus
kesejahteraan sekaligus perbankan. yaitu Fokus Pendidikan,
memperluas basis Fokus Lingkungan, serta
nasabah. Fokus Pembinaan UMKM.
Kegiatan tersebut bertujuan
untuk menjaga business
continuity, social and
environment impact,
branding and reputation.
BTN memaknai substansi
program TJSL tidak hanya
mengarah kepada upaya
membangun hubungan
yang harmonis dan saling
menguntungkan dengan
lingkungan, komunitas dan
pemangku kepentingan
baik secara lokal,
nasional maupun global,
namun juga mengarah
kepada misi BTN untuk
memberikan dampak
dan kontribusi positif bagi
pembangunan ekonomi
yang berkelanjutan.
235 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 236
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Jangka Waktu Dampak Akun Laporan
Peluang terkait Deskripsi Peluang Analisis Dampak pada
Potensi Dampak Negatif Keuangan yang Langkah Mitigasi
Keberlanjutan Keberlanjutan Pendek Menengah Panjang Laporan Keuangan
Terdampak
Pengadaan Berkelanjutan
Peluang Pengembangan • Dengan aplikasi ini Dengan aplikasi Proses lebih Reputasi Bank • Efisiensi biaya operasional • Beban Operasional Bank telah
implementasi pengadaan Bank dapat melakukan ini Bank dapat terintegrasi dan menjadi lebih baik melalui pengurangan • Aset Takberwujud mengembangkan aplikasi
End to End berkelanjutan melalui efisiensi biaya melakukan efisiensi transparan, dimana sistem penggunaan kertas dan End to End Procurement
Procurement. digitalisasi end-to- kertas dalam proses biaya kertas dalam menurunkan pengadaan peningkatan efisiensi proses untuk mendukung
end, dan peningkatan pengadaan. proses pengadaan. risiko fraud/ lebih terintegrasi, pengadaan. proses pengadaan
(Kemungkinan transparansi untuk • Reputasi Bank menjadi ketidaksesuaian transparan dan • Peningkatan reputasi bank yang berkelanjutan dan
terjadi: Tinggi) meningkatkan efisiensi lebih baik dimana proses pengadaan. paperless, serta melalui sistem pengadaan paperless.
dan akuntabilitas. sistem pengadaan proses bisnis yang lebih transparan,
bank lebih terintegrasi, lebih efisien dan terintegrasi, dan paperless.
transparan dan berkelanjutan.
paperless, serta proses
bisnis lebih efisien.
Penggunaan Sumber Daya Alam dan Pengelolaan Lingkungan
Peluang dari OJK telah menerbitkan • Peningkatan • Peningkatan Dari aktivitas Dengan terus • Peningkatan pembiayaan • Kredit yang Diberikan • Bank telah menyalurkan
penerapan KKUB Taksonomi Hijau Pembiayaan Hijau: Pembiayaan penyaluran kredit ke berkomitmen pada hijau melalui penyaluran • Pendapatan Bunga kredit pada sektor
dan Taksonomi Indonesia / Taksonomi Fokus pada referensi Berkelanjutan: sektor berkelanjutan, keberlanjutan BTN kredit ke sektor berkelanjutan • Pendapatan berkelanjutan (KKUB
Keuangan untuk Keuangan KKUB dan TKBI OJK. Fokus pada KKUB Bank akan akan memiliki sesuai Taksonomi Hijau OJK. Provisi dan Komisi OJK) seperti proyek
Berkelanjutan Berkelanjutan Indonesia • Akses Pendanaan dan Taksonomi mendapatkan akses reputasi yang baik • Akses pendanaan melalui dan Pendapatan SPAM, energi terbarukan,
Indonesia (TKBI) sebagai pedoman bagi Hijau: Memungkinkan Hijau OJK pendanaan seperti di mata investor dan penerbitan green bond atau Operasional Lain selain transportasi ramah
oleh OJK serta LJK untuk memetakan penerbitan green, social meningkatkan dengan penerbitan ESG rating dapat sustainability bond. Bunga lingkungan, dll.
target NZE dan meningkatkan atau sustainability reputasi bank green, social, atau meningkat, serta • Peningkatan reputasi ESG • Efek yang Diterbitkan • Bank akan berencana
pemerintah. pembiayaan pada sektor bond. dan kepercayaan sustainability bond. stabilitas keuangan bank melalui sertifikasi / Surat Berharga yang menerbitkan tematik
Hijau. Selain itu OJK • Dukungan NZE 2060: investor. Bank lebih resilience. bangunan hijau dan inisiatif Diterbitkan (Green / green / social /
(Kemungkinan juga mengklasifikasikan Sertifikasi Green Building • Sertifikasi lingkungan. Sustainability Bond) sustainability bonds.
terjadi: Tinggi) Kategori Kegiatan Usaha dan inisiatif lingkungan Green Building: • Liabilitas Subordinasi • Bank telah mendukung
Berkelanjutan (KKUB) meningkatkan reputasi Pengelolaan berbagai program
sebagai pedoman Bank. lingkungan dan pelestarian lingkungan
LJK untuk mendukung limbah yang dan manajemen limbah
pembiayaan pada baik mendukung gedung yang baik
sektor berkelanjutan dan sertifikasi hijau dan hingga mendapatkan
berkontribusi pada NZE reputasi Bank. sertifikasi Green Building
2060. pada Menara 2 BTN.
236 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 237
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Jangka Waktu Dampak Akun Laporan
Peluang terkait Deskripsi Peluang Analisis Dampak pada
Potensi Dampak Negatif Keuangan yang Langkah Mitigasi
Keberlanjutan Keberlanjutan Pendek Menengah Panjang Laporan Keuangan
Terdampak
Perubahan Iklim dan Ekosistem
Peluang Pemerintah telah • Peningkatan Income: BTN akan dapat • Seiring • Dengan • Peningkatan pendapatan • Pendapatan • BTN telah melakukan
pendapatan menetapkan Perpres BTN bisa mendapat menambah income peningkatan peningkatan dari penjualan carbon credit Operasional Lain selain feasibility study dengan
dan inovasi dari No. 98/2021 tentang Nilai pendapatan dari dari perdagangan volume rumah volume rumah yang dihasilkan dari proyek Bunga konsultan sebagai
carbon credit Ekonomi Karbon (NEK) penjualan carbon credit. karbon melalui Bursa rendah emisi, rendah emisi, rumah rendah emisi. • Pendapatan Provisi landasan dasar
dan POJK No. 14/2023 • Penguatan ESG & Daya Karbon Indonesia BTN memiliki BTN dapat • Penguatan profil ESG dan dan Komisi penjualan karbon kredit
(Kemungkinan tentang Perdagangan Saing: Partisipasi di (IDX Carbon) serta lebih banyak secara signifikan peningkatan daya tarik bagi • Aset Keuangan dari rumah rendah emisi.
terjadi: Tinggi) Karbon melalui Bursa perdagangan karbon pasar karbon carbon credit meningkatkan investor. Lainnya (Aset terkait • Sebagai tahap
Karbon (IDX Carbon). meningkatkan peringkat internasional yang yang dapat dijual, pendapatan dari • Diversifikasi produk karbon / instrumen selanjutnya, BTN akan
Dengan regulasi ini, BTN ESG dan menarik telah beroperasi. meningkatkan perdagangan keuangan berbasis karbon lingkungan) melakukan pendataan
memiliki peluang untuk investor. volume karbon sebagai dan pembiayaan hijau. terhadap aset yang
menjual carbon credit • Diversifikasi Produk perdagangan sumber income • Dukungan terhadap transisi berpeluang untuk
baik didalam maupun Hijau: BTN dapat karbon dan yang stabil. menuju ekonomi rendah menyimpan karbon
luar negeri dari rumah mengembangkan pendapatan Bank. • Harga carbon karbon. ddan melakukan drafting
rendah emisi yang produk berbasis carbon • Ekspansi pasar credit cenderung Dokumen Rencana Aksi
memenuhi standar credit. karbon domestik meningkat karena Mitigasi (DRAM). Draft
keberlanjutan. • Dukungan NZE 2060: semakin masif, regulasi emisi tersebut kemudian
Pemanfaatan carbon memungkinkan semakin ketat, akan didaftarkan dan
credit membantu harga carbon meningkatkan dievaluasi oleh Sistem
transisi ke ekonomi credit lebih permintaan dari Registrasi Nasional (SRN)
rendah karbon. kompetitif dan perusahaan yang dan Lembaga verifikasi
menguntungkan harus mengurangi internasional.
bagi BTN. jejak karbonnya. • BTN telah memiliki sekitar
• Carbon credit 11.412 rumah rendah emisi
menjadi instrumen sebagai pilot project
keuangan yang yang ke edepannya akan
lebih mapan, dibangun total 150.000
membuka rumah rendah emisi
peluang untuk pada tahun 2029.
integrasi dalam
strategi jangka
panjang BTN dan
memperkuat
posisi sebagai ESG
Champion dalam
perbankan hijau.
237 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 238
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
BTN menggunakan metrik pada topik material untuk menetapkan target serta memantau capaian atas aktivitas yang mendukung realisasi target tersebut.
Tabel Metrik & Target
KPI yang Terkait dengan Kompensasi
Topik Material Strategi & Tujuan KPI Realisasi KPI
Direksi
Keamanan Informasi Tidak terdapat insiden pelanggaran terkait BTN secara berkelanjutan meningkatkan kapabilitas keamanan Teknologi Informasi sebagai Tidak terdapat insiden pelanggaran
keamanan siber (cybersecurity breach) bentuk komitmen dan konsistensi dalam memperkuat kapabilitas strategis keamanan TI, terkait keamanan siber (cybersecurity
guna mendukung terciptanya lingkungan digital yang aman serta meminimalkan potensi breach)
terjadinya cyber security breach. Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan pendekatan
pertahanan berlapis (defense-in-depth) yang mencakup pengamanan pada lapisan
endpoint, aplikasi, jaringan, infrastruktur Teknologi Informasi, serta data.
Sejalan dengan pemenuhan terhadap kontrol prioritas regulator, BTN juga terus
meningkatkan ketahanan siber serta mengelola risiko siber secara lebih efektif dengan
mengimplementasikan kerangka kerja NIST Cybersecurity Framework, yang mencakup
fungsi Govern, Identify, Protect, Detect, Respond, dan Recover.
Selain itu, BTN secara berkala melakukan pengukuran dan evaluasi atas efektivitas
implementasi kontrol keamanan informasi dalam rangka memastikan optimalisasi
pengamanan sistem dan data. Upaya tersebut antara lain diwujudkan melalui perolehan
sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 serta penerapan Indeks IT Security sebagai bagian dari
mekanisme penilaian tingkat kematangan keamanan Teknologi Informasi di lingkungan
BTN.
Ketenagakerjaan Human Capital Diversity dengan BTN terus berkomitmen dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia, keberagaman, Rasio perempuan dalam nominated
meningkatkan rasio rata-rata jumlah talenta kesetaraan, dan inklusi dalam seluruh aktivitas operasional, hubungan kerja, serta layanan. talent ditargetkan sebesar 28% dengan
Perempuan (sebesar 28%) dan jumlah Pelaksanaannya mencakup seluruh siklus ketenagakerjaan, mulai dari rekrutmen (termasuk realisasi mencapai 33,3%. Sementara
talenta milenial (≤ 42 tahun, sebesar 16,5%) pegawai disabilitas), pengembangan kompetensi, penataan karier, hingga pemberian itu, rasio top talent muda (≤ 42 tahun)
yang masuk ke dalam nominated talent remunerasi dan kesejahteraan. BTN memastikan setiap pegawai memperoleh kesempatan dalam nominated talent ditargetkan
(BOD-1 yang diusulkan oleh Dewan Komisaris yang adil tanpa diskriminasi berdasarkan gender, agama, suku, ras, maupun latar belakang sebesar 16,5% dan terealisasi sebesar
ke Kementerian BUMN berdasarkan kinerja pribadi lainnya. Pendekatan ini membentuk lingkungan kerja yang inklusif, aman, dan 16,67%.
dan kapasitas talent). mendukung produktivitas pegawai.
Ke depannya BTN akan berupaya
Selain itu BTN juga memberikan pengembangan kompetensi melalui pelatihan ESG/digital untuk konsisten dalam memastikan
banking/service excellence, peningkatan kesejahteraan, dan employee engagement untuk keberagaman Dewan Komisaris
memperkuat kapabilitas organisasi. dan Direksi khususnya terkait
keberagaman gender dan usia.
238 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 239
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
KPI yang Terkait dengan Kompensasi
Topik Material Strategi & Tujuan KPI Realisasi KPI
Direksi
Produk dan Jasa Pembiayaan/Kredit Berkelanjutan yang BTN berkomitmen untuk menerapkan keuangan berkelanjutan dengan memberikan Penyaluran pembiayaan/kredit
Berkelanjutan termasuk dalam Kategori Kegiatan Usaha dukungan menyeluruh pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang diwujudkan berkelanjutan sebesar Rp203,45 triliun
Berkelanjutan (KKUB) sebesar Rp200,26 triliun melalui penyaluran pembiayaan berkelanjutan (sustainable financing). BTN mengacu yang terdiri dari Pembiayaan Hijau
pada Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) sebagai landasan dalam memenuhi (Green Financing) sebesar Rp7,01
tujuan utama untuk mendukung kegiatan usaha yang bertujuan meningkatkan kelestarian triliun dan Pembiayaan Sosial (Social
lingkungan dan kesejahteraan sosial. Financing) sebesar Rp196,43 triliun.
Jumlah Pengguna Aktif Super App balé by BTN mengedepankan strategi digitalisasi dan akses pembiayaan melalui pengembangan 3,7 juta pengguna balé by BTN
BTN untuk mendukung digitalisasi layanan platform digital seperti Super App balé by BTN, balé Properti, dan balé Community untuk
keuangan bagi nasabah. Jumlah pengguna mempermudah layanan keuangan yang inklusif, terutama bagi masyarakat di wilayah
terdaftar sebanyak 1,69 juta pengguna underserved. Kolaborasi dengan berbagai merchant, fintech, dan agen perbankan (Agen
BTN) memungkinkan perluasan jangkauan layanan dengan infrastruktur teknologi yang
terus diperkuat untuk memastikan keamanan dan keandalan sistem. BTN secara aktif
mengembangkan solusi digital dan memperluas kanal layanan berbasis teknologi untuk
menjangkau lebih banyak pengguna dan menyelenggarakan literasi keuangan untuk
masyarakat underserved/underbank/UMKM
Selain itu, sejumlah topik material juga dianggap penting bagi pemangku kepentingan ini, dua topik material yang menjadi fokus utama adalah Pengembangan Masyarakat
eksternal, sehingga dikelola secara khusus untuk menjawab harapan dan kebutuhan serta Produk dan Jasa Berkelanjutan. Keduanya mencerminkan komitmen Bank dalam
mereka. BTN menekankan upaya menciptakan dampak positif sekaligus mengurangi mendukung keberlanjutan sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.
dampak negatif dari seluruh aktivitas operasional, produk, dan layanan. Dalam kerangka
Isu Material bagi Pemangku Kepentingan Eskternal
Pemangku
Topik Material Dampak Penjelasan Dampak terhadap Pemangku Kepentingan Target Kuantitatif Realisasi
Kepentingan Terkait
Pengembangan Masyarakat, Positif BTN berperan aktif dalam mendorong pengembangan masyarakat Penyaluran TJSL sebesar Rp120miliar Penyaluran TJSL sebesar Rp119,91 miliar
Masyarakat Regulator melalui program pemberdayaan ekonomi, dukungan terhadap
UMKM, penyediaan akses terhadap hunian yang layak serta
peningkatan akses pendidikan dan kesehatan. Inisiatif ini membuka
peluang ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan membangun
komunitas yang lebih mandiri, inklusif serta berdaya saing.
Negatif Tantangan seperti risiko ketergantungan, ketidaksesuaian program
dengan kebutuhan lokal, dan potensi ketimpangan sosial tetap
perlu diantisipasi agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.
239 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 240
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pemangku
Topik Material Dampak Penjelasan Dampak terhadap Pemangku Kepentingan Target Kuantitatif Realisasi
Kepentingan Terkait
Produk dan Jasa Masyarakat, Positif BTN terus berperan aktif dalam mengimplementasikan prinsip • Penyaluran Kredit KUMK sebesar 4,41 • Penyaluran Kredit KUMK sebesar
Berkelanjutan Regulator ESG pada proses bisnis dan operasional bank melalui penyaluran triliun Rp5,67 triliun
pembiayaan yang inklusif, khususnya kepada sektor UMKM dan
program KPR Subsidi. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan
akses masyarakat terhadap pembiayaan yang terjangkau,
mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta mendukung
peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kepemilikan
hunian yang layak dan penguatan kapasitas usaha mikro, kecil,
dan menengah.
Negatif Tantangan seperti potensi ketergantungan masyarakat terhadap
pembiayaan bersubsidi seperti Kredit Usaha Rakyat dan KPR
Subsidi perlu diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan dan
kapasitas usaha agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Climate Risk Stress Testing (CRST) Matriks Climate Disorderly Too Little, Too Late
Risk Stress
High
Sejak diterbitkannya panduan Climate Risk Stress Testing Testing (CRST)
(CRST) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2023, BTN
mengintegrasikan CRST ke dalam kerangka manajemen risiko
Bank sebagai bagian dari penguatan pengelolaan risiko iklim Delayed
dan ketahanan keuangan jangka panjang. Penerapan CRST 2º C
Transition Risk
dilakukan melalui metode stress testing berbasis skenario untuk
mengidentifikasi, mengukur, dan menganalisis transmisi risiko
perubahan iklim, baik risiko fisik maupun risiko transisi, terhadap
profil risiko Bank, kinerja keuangan, dan kapasitas permodalan Net Zero
2050
secara komprehensif. (1,5ºC)
Current
Policies
Orderly Hot House World
Low
Low Physical Risk High
240 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 241
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Dalam penerapannya, BTN menggunakan skenario iklim Network for Greening the tersebut dikaitkan dengan proyeksi variabel makroekonomi utama, antara lain Produk
Financial System (NGFS) yang telah disesuaikan dengan kondisi Indonesia oleh OJK, Domestik Bruto (PDB), inflasi, nilai tukar, dan suku bunga, sebagai penggerak risiko utama
yaitu Current Policies yang merefleksikan kebijakan saat ini tanpa perubahan tambahan, untuk menilai dampak risiko iklim terhadap risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas,
Delayed Transition yang menggambarkan transisi menuju ekonomi rendah karbon yang dan risiko operasional, serta implikasinya terhadap kecukupan modal dan ketahanan
tertunda dan membutuhkan penyesuaian signifikan di masa depan, dan Net Zero 2050 keuangan Bank.
sebagai skenario transisi ambisius untuk mencapai nol emisi pada 2050. Ketiga skenario
CRST Framework Overview
1. Pengumpulan Informasi 2. Transmisi Risiko Iklim 3. Impact Assessment
NGFS Penilaian Risiko Transisi Indikator Risiko Risiko Kredit
Transisi:
Level Portfolio: Probability of Default (PD) Expected Credit Loss (ECL)
• Makro
Loan
• Mikro
RWA Kredit Stressed Test Impact
Kuantitatif
Fisik
Non-Performing Loan Capital Adequacy Ratio
Pendapatan Bunga
(CAR)
Loss Given Default (LGD)
IPCC Risiko Pasar
Loan To Value Ratio (LTV) RWA Pasar
Fisik Perubahan pada matriks PD
Risiko Operasional Ekuitas (B/S)
Surat Berharga RWA Operasional
Mark-to-Market (MtM)
Data Internal:
• Debitur Perubahan Pendapatan Bunga
Kualitatif
• Bank Repricing Gap
Risiko Likuiditas
Inflow
Asesmen Risiko Fisik
High Quality Liquid Asset
Data External: LCR
Loss Event (HQLA)
• Publik Jaminan: Kolateral Outlaw
• Private
Untuk menerjemahkan hasil stress testing berbasis skenario ke dalam analisis portofolio, digunakan untuk memperkaya konteks risiko dan memperkuat asumsi variabel. Dengan
BTN melengkapi pemodelan melalui pengumpulan data internal dan eksternal yang pendekatan top-down, proyeksi makro ekonomi ditranslasikan ke sektor-sektor dengan
relevan. Data internal mencakup profil portofolio kredit dan eksposur sektoral, termasuk eksposur risiko iklim yang lebih tinggi. Grafik berikut menampilkan Distribusi Eksposur
informasi debitur dan agunan sesuai kebutuhan analisis, sedangkan data eksternal Risiko Iklim Berdasarkan Sektor sebagai ringkasan konsentrasi eksposur dan penetapan
prioritas mitigasi pada portofolio kredit.
241 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 242
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Distribusi Eksposur Risiko Iklim Berdasarkan Sektor
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 0,01%
Industri Pengolahan 0,33%
Pertambangan dan Penggalian 0,49%
Pengangkutan dan Pergudangan 1,42%
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas 1,51%
Sektor Lain di Luar Cakupan Risiko Iklim* 3,31%
Konstruksi 5,36%
KPR 87,57%
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90%
A. Analisis Skenario Risiko Transisi Grafik Proyeksi Makroekonomi
Untuk menilai risiko transisi, BTN menerapkan stress testing berbasis skenario
dengan menggunakan proyeksi variabel makroekonomi utama yang bersumber
dari NGFS dan telah disesuaikan dengan kondisi Indonesia oleh OJK. Variabel yang
dianalisis merupakan bagian dari penggerak risiko dalam menilai transmisi risiko
transisi terhadap portofolio kredit Bank, termasuk implikasinya terhadap indikator
risiko kredit utama seperti stressed Probability of Default (PD), stressed Loss Given
Default (LGD), dan Non-Performing Loan (NPL).
242 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 243
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Hasil simulasi CRST pada skenario Current Policies, Delayed Transition, dan Net Zero 2050 Pemetaan Eksposur Risiko
Pemetaan AgunnFisik Agunan
Debitur KPR BTN Debitur KPR BTN
menunjukkan bahwa risiko transisi memengaruhi kecukupan modal melalui perubahan
CKPN, mark-to-market surat berharga, serta penyesuaian ATMR kredit, pasar, dan 18,00%
Pare-Pare, Sidoarjo
operasional. Dalam simulasi tersebut, rasio kecukupan modal (CAR) BTN berada pada Malang, Kediri
15,00%
kisaran sekitar 18,5% dan tetap berada di atas ketentuan minimum regulator, meskipun
Kab. Tangerang dan Tangerang Selatan
Mataram
pada horizon tertentu terdapat peningkatan tekanan permodalan yang tercermin dari 12,00%
Bogor
pelampauan threshold internal Bank sesuai kerangka risk appetite dan trigger level yang
Damage Ratio
berlaku. 9,00% Surabaya
6,00% Bandung
B. Analisis Skenario Risiko Fisik Jakarta Utara Karawang
Dalam kerangka CRST, BTN mengidentifikasi risiko fisik sebagai risiko yang timbul dari 3,00%
kejadian bencana seperti kebanjiran dan kebakaran yang berpotensi memengaruhi
kualitas agunan dan meningkatkan Loss Given Default (LGD). Untuk mengelola 0,00%
Rp- Rp10.000 Rp20.000 Rp30.000 Rp40.000
Nilai Agunan 2025 (dalam Rp Milyar)
risiko tersebut, BTN melakukan pemetaan eksposur portofolio agunan dengan
© 2025 BTN “Mitra utama dalam pemberdayaan finansial keluarga Indonesia”
mempertimbangkan nilai agunan dan tingkat kerusakan (damage ratio) per
wilayah guna mengidentifikasi konsentrasi eksposur dan tingkat kerentanan agunan C. Rencana Mitigasi Perubahan Iklim
sebagai dasar penetapan prioritas mitigasi risiko fisik. Menindaklanjuti hasil CRST, BTN menyusun rencana mitigasi perubahan iklim yang
difokuskan pada penguatan fondasi data dan kapabilitas pengelolaan risiko iklim.
Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, BTN mengevaluasi distribusi eksposur dan Inisiatif utama meliputi pengembangan GHG Data Management, peningkatan
area dengan tingkat kerentanan relatif lebih tinggi sebagai bagian dari analisis automasi pengukuran risiko iklim dan analisis skenario, serta penyusunan
kualitatif risiko operasional. Dengan mempertimbangkan histori kejadian bencana, decarbonization plan dan penetapan target Net Zero sebagai arah transisi jangka
karakteristik portofolio agunan, serta langkah mitigasi yang telah diterapkan, total panjang Bank.
dampak risiko fisik akibat kebanjiran dan kebakaran untuk tahun 2025 dinilai minimal
atau mendekati nihil. Hasil pemetaan eksposur risiko fisik terhadap nilai agunan dan Selain pemetaan portofolio, BTN juga mempertimbangkan implikasi finansial risiko
tingkat kerusakan per wilayah disajikan pada grafik berikut. iklim dalam simulasi CRST. Berdasarkan simulasi tersebut, BTN menetapkan estimasi
implikasi finansial dampak risiko fisik akibat kebanjiran dan kebakaran, yang
meningkat sebesar 56,46% dari jumlah tahun sebelumnya disebabkan peningkatan
program Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB).
Secara bertahap, hasil analisis risiko iklim diintegrasikan ke dalam kebijakan
underwriting dan strategi pricing melalui penyesuaian Risk Acceptance Criteria (RAC),
risk limit, dan BTN Portfolio Guideline. Pendekatan ini ditujukan untuk memperkuat
243 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 244
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
disiplin pengambilan risiko, mendorong pengembangan green portfolio, serta ditinjau secara berkala guna memastikan kesinambungan ketersediaan data risiko.
memastikan bahwa pertimbangan risiko iklim tercermin dalam keputusan bisnis Sejalan dengan hal tersebut, sistem informasi manajemen risiko dikelola secara
dan pengelolaan portofolio kredit. terkoordinasi lintas divisi dengan fokus pada peningkatan kualitas basis data risiko, agar
proses pengukuran dan pemantauan risiko dapat dilaksanakan secara terintegrasi,
Pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Risiko tepat waktu, dan sesuai dengan ketentuan regulator.
Bank mengoperasikan mekanisme pengelolaan informasi risiko yang mencakup Impact and Risk Assessment
eksposur risiko, risk tolerance, kepatuhan terhadap limit internal, hasil stress testing,
serta konsistensi penerapan kebijakan dan prosedur. Informasi risiko tersebut disajikan Impact and risk assessment merupakan proses evaluasi komprehensif yang dilakukan
dalam laporan berkala kepada manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan, Bank untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi risiko serta dampak yang timbul
penetapan langkah mitigasi, dan tindak lanjut yang diperlukan. dari kegiatan atau kebijakan tertentu. Penilaian ini bertujuan mengendalikan risiko secara
efektif sekaligus memastikan bahwa setiap keputusan bisnis mempertimbangkan
Keandalan mekanisme pengelolaan informasi risiko didukung oleh penyediaan sistem implikasinya terhadap operasional dan keberlanjutan Bank dalam jangka panjang.
back-up yang memadai untuk meminimalkan potensi gangguan. Efektivitas sistem Proses tersebut mencakup beberapa elemen utama sebagai berikut:
Elemen Utama Impact and Risk Assessment
Pengembangan Produk Baru Teknologi/Aplikasi BTN Investasi yang Bertanggung Jawab Strategic Initiatives
Bank melakukan penilaian risiko atas Risiko penggunaan teknologi Setiap investasi dinilai berdasarkan Kebijakan pengembangan SDM
produk dana dan kredit baru dengan dievaluasi secara khusus prinsip keberlanjutan dengan dievaluasi untuk memastikan
mempertimbangkan dampaknya pada aspek data privacy dan mempertimbangkan dampak pengelolaan dan peningkatan
terhadap nasabah, operasional, cyber security untuk menjaga sosial dan lingkungan, sehingga kompetensi karyawan berjalan
serta aspek bisnis, teknologi perlindungan data nasabah dan memberikan nilai tambah finansial efektif, mendukung tujuan strategis
informasi, kepatuhan, hukum, keandalan sistem informasi, serta sekaligus memenuhi tanggung Bank, dan tidak menimbulkan risiko
dan finansial, guna memastikan mencegah kebocoran data dan jawab sosial dan etika. operasional tambahan.
implementasi produk berjalan aman serangan siber.
dan terkendali.
244 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 245
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Sistem Pengendalian Internal yang Menyeluruh
Seluruh rangkaian pengawasan, kebijakan, dan proses risiko perlu ditopang mekanisme Dalam kerangka tersebut, pengendalian risiko merupakan elemen utama yang melekat
pengendalian internal yang menyeluruh dan konsisten. Pilar ini memastikan kepatuhan pada sistem pengendalian internal dan berfungsi memastikan bahwa eksposur serta
terhadap ketentuan, efektivitas kontrol, serta tindak lanjut perbaikan, sehingga disiplin tingkat risiko sesuai toleransi yang ditetapkan. Mekanisme pengendalian mencakup
pengelolaan risiko terjaga dan kesinambungan kinerja Bank dapat ditopang. antara lain lindung nilai (hedging), penerbitan garansi, sekuritisasi aset, credit derivatives,
serta penguatan permodalan untuk menyerap potensi kerugian. Keandalan sistem
Sistem Pengendalian Risiko pengendalian internal menjadi tanggung jawab seluruh Satuan Kerja Operasional (risk-
taking unit), Satuan Kerja Manajemen Risiko, Satuan Kerja Kepatuhan, dan Satuan Kerja
BTN menerapkan sistem pengendalian internal yang menyeluruh guna memastikan Audit Internal. Seluruh proses pengendalian dirancang secara terintegrasi dan diuraikan
penerapan manajemen risiko yang efektif. Sistem ini bertujuan melindungi aset Bank, melalui tahapan berikut.
menjamin keandalan laporan keuangan dan manajerial, meningkatkan kepatuhan
terhadap regulasi dan peraturan perundang-undangan, serta menekan potensi
kerugian, penyimpangan, dan pelanggaran prinsip kehati-hatian.
Kerangka Kerja Pengendalian Risiko
3 Lines Model
Organ Pengurus
Organ Pengurus BoC
Akuntabilitas terhadap pemangku kepentingan atas pengawasan organisasi
Penyedia Asurans Eksternal
Manajemen
Peran Organ Pengurus: integritas, kepemimpinan, dan transparansi
BoD
Lini Pertama:
Manajemen Audit Internal Unit Bisnis & Operasional
Tindakan (termasuk pengelolaan risiko) untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi Asurans yang Independen Lini Kedua:
Unit Kepatuhan, Risiko, & Policy
Peran lini kedua: Peran lini ketiga: Lini Ketiga:
Peran lini pertama:
Ekspertis, bantuan, pemantauan, Asurans dan advis yang
Penyediaan produk/jasa kepada Audit Internal
dan tantangan atas hal-hal yang independen dan objektif atas
klien; mengelola risiko
terkait dengan risiko segala hal yang terkait dengan
pencapaian tujuan
245 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 246
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR)
BTN telah menerapkan Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR) sebagai Sejalan dengan penerapan tersebut, Bank telah melakukan diagnostik ICOFR sejak
bagian dari sistem pengendalian internal untuk memberikan keyakinan yang memadai 2024 dan mulai mengimplementasikannya pada 2025. Bank juga telah menetapkan
(reasonable assurance) atas keandalan pelaporan keuangan yang berintegritas sesuai Kebijakan Khusus dan Petunjuk Teknis, serta membentuk Unit Kerja Khusus (UKK) pada
dengan POJK No. 15/2024 Tentang Integritas Pelaporan keuangan Bank dan juga SK- Digital & Operations Risk Management Division untuk memastikan pelaksanaan ICOFR
5/2024 tentang Petunjuk Teknis Pengendalian Internal atas Pelaporan Keuangan/Internal sesuai tahapan yang telah ditetapkan, meliputi:
Control over Financial Reporting (ICOFR) Badan Usaha Milik Negara.
Tahapan ICOFR BTN
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4 Tahap 5
Perancangan Implementasi dan Pemantauan Evaluasi Remediasi Pelaporan
BTN telah menentukan ruang Berkelanjutan BTN saat ini sedang melaksanakan Dalam tahap ini, terdapat BTN akan menyusun laporan
lingkup ICOFR berkoordinasi dengan BTN telah melaksanakan Control tahap Evaluasi yaitu penyediaan beberapa BPM dan RCM dari Lini penilaian manajemen dengan
Lini Pertama, Kedua dan Ketiga. Self Assessment (CSA) oleh Lini data oleh Lini Pertama dibantu Pertama yang perlu dilakukan mempertimbangkan hasil
Tahap berikutnya dari Perancangan Pertama dan dilakukan validasi Lini Kedua untuk dievaluasi Lini perbaikan dikarenakan masih perhitungan Degree of Deficiency
yaitu menyusun, menginikan rancangan pengendalian dan Ketiga. Dalam tahap ini, Lini Ketiga terdapat defisiensi atas rancangan (DOD) serta hasil evaluasi ICOFR
dan menyetujui Business Process evaluasi hasil CSA oleh Lini Kedua melakukan evaluasi efektivitas pengendalian hasil CSA yang oleh Lini Ketiga mengacu pada peta
Mapping (BPM) dan Risk Control dengan melakukan Test of One implementasi ICOFR melalui dilakukan Lini Pertama maupun atas jalan yang telah disusun dalam
Matrix (RCM) oleh Lini Pertama yang (TOO). Test of Design (TOD) dan Test of TOO yang dilakukan oleh Lini Kedua. Petunjuk Teknis.
telah dievaluasi oleh Lini Kedua. Effectiveness (TOE). Peran Lini Ketiga yaitu mengevaluasi
kembali hasil remediasi dengan
melalui TOD dan TOE.
Melalui implementasi ICOFR BTN menegaskan komitmen terhadap prinsip GCG dengan memperkuat pengendalian internal, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaporan
keuangan, serta mendukung keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri perbankan.
246 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 247
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Implementasi Basel
Kerangka Basel merupakan standar internasional yang bertujuan memperkuat stabilitas perbankan melalui peningkatan kecukupan modal, likuiditas, dan pengelolaan risiko. Di
Indonesia, penerapan Basel dilaksanakan sesuai ketentuan OJK guna menjaga ketahanan bank, kepercayaan nasabah, dan stabilitas sistem keuangan. Sejalan dengan penerapan
manajemen risiko, khususnya Basel II dan Basel III yang berlaku bagi seluruh bank umum, BTN telah memenuhi ketentuan sebagai berikut:
Persyaratan Status
Penerapan Basel II Pilar 1 Bank telah mengimplementasikan pengukuran risiko pasar dengan menggunakan standardized model sesuai dengan SE OJK No. 38/SEOJK.03/2016 tanggal
15 September 2016 tentang Pedoman Penggunaan Metode Standar dalam Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dengan
Memperhitungkan Risiko Pasar. Portofolio yang diperhitungkan dalam penentuan KPMM risiko pasar terdiri dari portofolio trading book untuk risiko suku bunga
serta portofolio trading book dan banking book untuk risiko nilai tukar. Bank telah melakukan persiapan SEOJK No. 23/SEOJK.03/2022 tanggal 7 Desember 2022
tentang Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko untuk Risiko Pasar Bagi Bank Umum yang akan diterapkan mulai 1 Januari 2024 dengan melakukan uji
coba perhitungan dan melaporkan kepada OJK untuk ATMR Pasar posisi bulan Juni 2023, September 2023 dan Desember 2023.
Penerapan Basel II Pilar 2 Bank telah menyampaikan hasil laporan penerapan manajemen risiko untuk Interest Rate in the Banking Book (IRRBB) dan laporan perhitungan IRRBB kepada
regulator secara triwulan sesuai SE OJK No. 12/SEOJK.03/2018 Tanggal 21 Agustus 2018 perihal Penerapan Manajemen Risiko dan Pengukuran Risiko Pendekatan
Standar untuk Risiko Suku Bunga dalam Banking Book (Interest Rate Risk in The Banking Book) bagi bank.
Penerapan Basel III Berkenaan dengan rencana regulator untuk menerapkan Basel-III sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 22 tahun 2022/2023, Bank secara spesifik
telah menjaga Rasio Permodalan Bank atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 20,92% di atas ketentuan minimum kerangka Basel-III, yaitu sebesar (12,75%).
247 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 248
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Kode Etik dan Etika Bisnis [GRI 2-23, 2-24]
Kode Etik merefleksikan komitmen BTN dalam menerapkan GCG secara konsisten Pedoman Etika Bisnis dan Perilaku (Code of Conduct) BTN tersedia untuk diakses oleh
dengan mengacu pada praktik terbaik perbankan. Kredibilitas dan kepercayaan publik, semua pihak melalui situs resmi BTN, sehingga transparansi dan keterbukaan informasi
pemegang saham, serta nasabah menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan usaha dapat terjaga dengan baik. Pedoman ini tidak hanya mengatur standar perilaku yang
Bank. Oleh karena itu, setiap aktivitas bisnis BTN tidak hanya wajib mematuhi peraturan diharapkan dalam konteks bisnis, tetapi juga sejalan dengan penghormatan terhadap
perundang-undangan, tetapi juga menjunjung tinggi norma dan etika yang berlaku Hak Asasi Manusia, sesuai dengan Prinsip-Prinsip Panduan PBB tentang Bisnis dan Hak
dalam masyarakat dan dunia usaha. Penerapan etika yang kuat menjadi elemen kunci Asasi Manusia (UNGP BHR). Ini menegaskan komitmen Bank untuk beroperasi dengan
dalam membangun reputasi dan memperkuat posisi BTN sebagai good corporate cara yang etis dan mematuhi hak-hak dasar individu dalam setiap aspek kegiatan
citizen. Untuk itu, Bank menegakkan integritas melalui penerapan pedoman etika dan bisnisnya. [GRI 2-23]
perilaku yang jelas sebagai acuan seluruh insan BTN dalam menjalankan tugas secara
profesional, selaras dengan visi, misi, nilai-nilai BTN, serta ketentuan internal dan eksternal Selain itu, setiap tindakan yang diambil oleh Bank harus dilaksanakan dengan prinsip
yang berlaku. kehati-hatian, yang berarti bahwa semua keputusan dan aktivitas harus dilakukan
dengan pertimbangan yang cermat dan penuh tanggung jawab. Penerapan Kode Etik
Untuk memastikan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan mencerminkan komitmen BTN juga mengharuskan seluruh pihak yang terlibat untuk melakukan uji tuntas (due
terhadap prinsip-prinsip yang baik, BTN menetapkan standar etika dan perilaku yang diligence), yaitu proses pemeriksaan yang teliti terhadap calon nasabah, mitra bisnis,
selaras dengan visi, misi, dan nilai-nilai budaya Bank. Penerapan standar ini diwujudkan atau pihak terkait lainnya, untuk memastikan bahwa mereka memenuhi standar etika
melalui Surat Keputusan Bersama Dewan Komisaris Nomor 01/ SKPB/KOM/BTN/2024 dan hukum yang ditetapkan oleh BTN.
dan Direksi Nomor SKPB-01/DIR/ BTN/2024 tentang Pedoman Etika Bisnis dan Perilaku
(Code of Conduct) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pedoman ini memberikan Kepatuhan terhadap Kode Etik berdampak langsung terhadap reputasi dan profil
panduan yang jelas bagi seluruh anggota Bank untuk bertindak sesuai dengan nilai- risiko BTN. Pelanggaran etika berpotensi menimbulkan risiko reputasi yang berdampak
nilai yang dipegang, serta menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap aspek pada risiko operasional dan kredit. Oleh karena itu, Pedoman Etika diterapkan untuk
operasional. membentuk perilaku profesional dan menanamkan budaya kerja berlandaskan nilai-
nilai Bank. Pedoman ini terdiri atas empat bagian utama sebagai berikut.
248 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 249
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pendahuluan Standar Etika Bisnis Standar Perilaku Pegawai Penerapan dan Penegakan
Pedoman Etika BTN merupakan Standar etika mengatur hubungan Bank Anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan Setiap pelanggaran Corporate Code
kompilasi kebijakan dan ketentuan dengan pegawai, nasabah, mitra usaha, pegawai wajib menghindari benturan of Conduct wajib dilaporkan kepada
yang menetapkan standar perilaku bagi pemerintah, masyarakat, media, dan kepentingan dan penyalahgunaan Divisi Human Capital Management
Dewan Komisaris, Direksi, dan pegawai. pesaing, yang dilaksanakan berdasarkan jabatan, dilarang memberi atau & Culture Specialist dengan jaminan
Penerapannya menjadi acuan dalam prinsip kejujuran, transparansi, dan saling menerima gratifikasi yang memengaruhi kerahasiaan. Laporan ditindaklanjuti
aktivitas bisnis, praktik manajerial, serta menghormati guna menjaga integritas keputusan, menjalankan persaingan melalui evaluasi dan penetapan sanksi
penilaian kinerja, sekaligus mendukung Bank. usaha yang sehat, beretika sesuai atau perbaikan oleh Direksi dan/atau
penerapan prinsip GCG. peraturan perundang-undangan, dan Dewan Komisaris, serta diperkuat dengan
Bank menghindari praktik monopoli, serta langkah pencegahan untuk mencegah
mematuhi seluruh ketentuan hukum dan pengulangan pelanggaran. [GRI 2-16]
peraturan internal.
Pengawasan Terhadap Isu Etika
Dalam upaya memperkuat tata kelola yang baik dan memastikan kepatuhan terhadap Sebagai bagian dari komitmen dalam mengelola risiko fraud, Sub Komite Anti Fraud
prinsip etika, BTN mengimplementasikan pengawasan yang ketat terhadap isu fraud bertanggung jawab untuk menetapkan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan
dan pelanggaran etika melalui Sub Komite Anti Fraud yang berada di bawah Komite serta melaporkan keputusan signifikan kepada Direksi. Dalam menjalankan tugasnya,
Manajemen Risiko. Sub Komite ini memiliki peran strategis dalam menetapkan kebijakan, komite ini menyusun kebijakan dan batas toleransi risiko fraud, mengevaluasi efektivitas
strategi, serta framework manajemen risiko fraud guna mencegah, mendeteksi, dan strategi pencegahan yang telah diterapkan, serta memastikan bahwa risiko yang terjadi
menangani potensi pelanggaran. Struktur Sub Komite Anti Fraud terdiri dari anggota tetap berada dalam batas yang dapat diterima. Selain itu, BTN melaksanakan audit
tetap dan tidak tetap yang berasal dari berbagai direktorat, termasuk Manajemen Risiko, secara berkala untuk seluruh operasional Bank, minimal tiga tahun sekali.
Operasional, Teknologi Informasi, serta Hukum, dengan dukungan Kepala Satuan Kerja
Manajemen Risiko Operasional dan Digital sebagai sekretaris.
249 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 250
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Rapat Sub Komite Anti Fraud diadakan secara berkala minimal sekali dalam tiga bulan Internalisasi Pedoman Etika
atau lebih sering jika diperlukan, dengan keputusan yang diambil melalui musyawarah
atau pemungutan suara jika tidak tercapai mufakat. Seluruh keputusan terdokumentasi Pedoman etika berlaku untuk seluruh anggota tata kelola tertinggi dan pegawai dalam
dalam risalah rapat yang ditandatangani oleh ketua dan seluruh anggota komite setiap aktivitas bisnis Bank, termasuk saat berinteraksi dengan pemangku kepentingan.
sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas. Hal tersebut tertuang dalam Pedoman Etika Bisnis dan Perilaku (Code of Conduct)
BTN. Bank mewajibkan setiap individu dalam organisasi untuk menandatangani Pakta
Untuk memastikan efektivitas implementasi kebijakan anti-fraud, Sub Komite Anti Integritas, yang bertujuan memastikan bahwa pedoman etika dijalankan dengan penuh
Fraud didukung oleh Supporting Group yang bertanggung jawab dalam penyusunan tanggung jawab. Keberhasilan penerapan pedoman etika ini menjadi tanggung jawab
rekomendasi strategi, pengumpulan data, serta evaluasi implementasi kebijakan. para pimpinan di setiap unit kerja, yang harus memastikan bahwa semua pegawai
Selain itu, Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional dan Digital juga memiliki peran memahami dan melaksanakan pedoman etika dengan baik di lingkungan kerjanya.
penting dalam melakukan monitoring dan menindaklanjuti hasil keputusan yang telah
diambil dalam rapat komite. Melalui mekanisme pengawasan yang terstruktur ini, BTN BTN mengimplementasikan pedoman etika secara menyeluruh dan mencakup
berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang berintegritas tinggi, memitigasi pengenalan, kampanye, penerapan, pelaporan, dan tindak lanjut pelanggaran pedoman
potensi risiko fraud, serta memastikan bahwa prinsip-prinsip tata kelola yang baik dapat etika. [GRI 2-23]
diterapkan secara konsisten dalam seluruh lini operasional Bank.
Proses Internalisasi Pedoman Etika
Sosialisasi Penerapan Pelaporan dan Tindak Lanjut
• Pedoman etika disosialisasikan dan dapat diakses oleh seluruh • Pengisian dan penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh • Melaksanakan Sistem Manajemen Antipenyuapan (SMAP) ISO
insan Bank melalui media Digital Room for E-learning Modules pegawai sesuai nilai-nilai pedoman etika; 37001:2016 sebagai salah satu bentuk pelaksanaan dari etika
(DREAM). Selain itu, terdapat penyelenggaraan kuis tentang • Internalisasi pedoman etika, pengendalian gratifikasi dan Sistem bisnis dan perilaku yang tercantum dalam pedoman etika;
pedoman etika untuk mengetahui tingkat pemahaman pegawai; Manajemen Antipenyuapan (SMAP) kepada seluruh pegawai • Melaksanakan program Whistleblowing System (WBS); dan
dan melalui Digital Room for E-learning Modules (DREAM); • Hukuman bagi pegawai yang melanggar pedoman etika.
• Komitmen terhadap pelaksanaan pedoman etika juga • Bekerja sama dengan KPK melalui program Profesional
dituangkan dalam Pakta Integritas yang wajib ditandatangani Berintegritas (PROFIT) yang didalamnya mencakup dukungan
oleh seluruh Direksi, Dewan Komisaris, dan Pegawai Bank. Di Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten membangun
samping itu, pedoman etika juga dapat diakses oleh seluruh integritas dalam mengawal pencegahan korupsi di lingkungan
pemangku kepentingan Bank melalui situs web. Bank melalui keikutsertaan training sebagai Ahli Pembangun
Integritas (API) dan sertifikasi Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI)
serta keikutsertaan kolaborasi kampanye dengan KPK tentang
pencegahan korupsi melalui berbagai saluran media komunikasi;
• Melaksanakan program pengendalian gratifikasi sesuai rencana
yang ditetapkan serta melaporkan implementasinya kepada KPK
secara periodik per semester; dan
• Mengelola laporan penerimaan gratifikasi dari seluruh unit kerja
dan melaporkan kepada KPK sesuai ketentuan.
250 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 251
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Sebagai bagian langkah internalisasi komitmen dalam menjaga standar etika yang Pelatihan ini menjadi bagian penting untuk memperkuat budaya etika di BTN dan
tinggi, BTN menyelenggarakan pelatihan kode etik pada tahun 2025 bagi seluruh memastikan setiap tindakan sesuai dengan nilai integritas, transparansi, dan
pegawai, termasuk pegawai tetap, kontrak, pekerja paruh waktu, serta kontraktor dan akuntabilitas. Dengan melibatkan seluruh pegawai dan mitra kerja, BTN berkomitmen
mitra pengembang. Pelatihan ini bertujuan memastikan semua pihak yang terlibat menciptakan lingkungan kerja yang etis dan menjaga reputasi serta kredibilitas Bank.
memahami, menghayati, dan mematuhi prinsip etika yang berlaku di bank serta dapat Pelatihan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya etika dalam
menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari. Selain itu, setiap pegawai baru wajib interaksi bisnis serta memberi keterampilan untuk mengatasi potensi konflik kepentingan.
mengikuti pelatihan terkait etika bisnis sebagai bagian dari orientasi untuk memastikan
mereka memahami dan mengimplementasikan standar etika yang ditetapkan.
Penyelenggaraan Pelatihan Pegawai tentang Standar Etika [GRI 404-2]
Nama Pelatihan Waktu Pelaksanaan Jumlah Pegawai yang Mengikuti Pelatihan Jumlah Jam Pelatihan
Know Your Employee Februari 11.463 2.866
Pengendalian Gratifikasi dan Kebijakan SMAP ISO 37001:2016 Maret 10.979 6.404
Sanksi Disiplin Pegawai April 11.784 7.097
Pengelolaan Benturan Kepentingan (COI) Juni 11.636 3.172
Prosedur Kepatuhan Persaingan Usaha Sehat Juli 11.957 2.586
Sejalan dengan upaya internalisasi dan penguatan budaya etika, BTN menerapkan menjaga integritas serta disiplin organisasi. Berikut adalah rincian jumlah pegawai yang
mekanisme penegakan pedoman etika secara konsisten melalui pemberian sanksi atas dikenakan sanksi pelanggaran pedoman etika berdasarkan kategori sanksi pada tahun
setiap pelanggaran yang terbukti terjadi. Penerapan sanksi dilakukan secara berjenjang 2023–2025.
sesuai tingkat pelanggaran sebagai bentuk akuntabilitas dan komitmen Bank dalam
Sanksi Pelanggaran Pedoman Etika
Jumlah Pegawai
No Kategori Sanksi Jenis Sanksi
2025 2024 2023
1 Sanksi Ringan Ringan Huruf A 20 4 11
Ringan Huruf B 25 15 15
Ringan Huruf C 0 0 11
251 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 252
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Jumlah Pegawai
No Kategori Sanksi Jenis Sanksi
2025 2024 2023
2 Sanksi Sedang Sedang Huruf A 24 8 15
Sedang Huruf B 14 20 12
Sedang Huruf C 0 0 10
3 Sanksi Berat Berat Huruf A 4 3 1
Berat Huruf B 42 27 43
Berat Huruf C 5 4 1
Total 134 81 119
Anti-Fraud dan Benturan Kepentingan [GRI 2-15]
BTN telah menerapkan kebijakan formal yang terperinci mengenai penyuapan dan Anti-Fraud
antikorupsi, yang dituangkan dalam bentuk kebijakan khusus dan peraturan teknis.
Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya praktik penyuapan dalam seluruh Kepercayaan publik terhadap integritas merupakan fondasi BTN dalam membangun
kegiatan operasional Bank. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Direktur Utama dan hubungan yang berkelanjutan dengan pemangku kepentingan. Karena itu, Bank
Komisaris Utama BTN menandatangani Kebijakan Anti Penyuapan BTN pada tahun 2023, menjalankan kegiatan usaha secara jujur, adil, serta bebas dari korupsi, penyuapan,
kebijakan ini menjadi bagian dari Pedoman Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). dan fraud, dengan menyadari bahwa setiap pelanggaran dapat berdampak signifikan
Penandatanganan kebijakan ini menegaskan keseriusan BTN dalam menjaga integritas terhadap reputasi dan pencapaian keberlanjutan Bank.
dan transparansi di setiap aspek operasionalnya.
BTN menegaskan bahwa pelanggaran kebijakan antikorupsi, anti penyuapan, dan
Melalui kebijakan dan pedoman tersebut, BTN memastikan kepatuhan seluruh insan anti-fraud merupakan pelanggaran serius yang ditindak tegas sesuai ketentuan yang
Bank dan mitra terhadap standar integritas dan anti korupsi yang tinggi. Kebijakan Anti berlaku. Komitmen ini didukung oleh Kebijakan Umum Nomor 6 yang mencakup aspek
Penyuapan dilengkapi pedoman, prosedur, dan pengendalian internal yang jelas untuk hukum dan kepatuhan, APU, PPT, PPPSPM, serta prinsip GCG, dan berlaku bagi seluruh
mencegah praktik penyuapan, sekaligus memperkuat budaya akuntabilitas dan etika. pegawai, baik tetap maupun kontrak, termasuk Dewan Komisaris dan Direksi, serta
Penerapan kebijakan ini mendukung pemenuhan ketentuan hukum, menjaga reputasi diperkuat dengan pedoman, prosedur, dan pengendalian internal. Sejalan dengan POJK
BTN, serta menciptakan lingkungan bisnis yang bersih dan dapat dipercaya. 12/2024, Bank menyusun Roadmap Strategi Anti Fraud (SAF) 2024–2026 berbasis 4 pilar
252 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 253
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
OJK yang dijabarkan ke dalam 10 aspek, yaitu: (1) Organization, (2) Strategy & Policy, Umum. Program ini didukung langkah pencegahan, deteksi, investigasi, dan pemantauan
(3) Procedure and Governance, (4) Process, (5) Fraud Investigation, (6) System, (7) Use fraud yang terintegrasi. Bank secara konsisten melakukan sosialisasi kebijakan anti-
of Data, (8) Use of Analytics, (9) Digital Channels, dan (10) Reporting/Training, serta fraud kepada seluruh (100%) pegawai yang berjumlah 11.414 pada tahun pelaporan.
membentuk Fraud Risk Management Department di bawah Digital and Operations Risk Bank juga mengomunikasikan kebijakan antikorupsi kepada seluruh (100%) vendor aktif
Management Division (DORD) untuk memastikan implementasi yang efektif. [GRI 3-3] yang berjumlah 1.092 pada tahun pelaporan, melalui klausul SMAP dalam kontrak, yang
diperkuat dengan pelatihan antikorupsi dan anti-fraud secara berkala. Berikut rincian
Sejalan dengan itu, BTN menerapkan program Zero Tolerance to Fraud dan Zero-Defect penyelenggaraan pelatihan pegawai tentang anti-fraud pada tahun 2025. [GRI 205-2]
sesuai POJK Nomor 39/POJK.03/2019 tentang Penerapan Strategi Anti-Fraud bagi Bank
Penyelenggaraan Pelatihan Pegawai tentang Anti-Fraud [GRI 404-2]
Nama Pelatihan Waktu Pelaksanaan Jumlah Pegawai yang Mengikuti Pelatihan Jumlah Jam Pelatihan
Compliance Excellence - Strategi Anti-Fraud (SAF) Januari 10.813 2.703
Identifikasi Titik-titik Kritis Kecurangan (Fraud) Pengadaan Barang/Jasa dan Supply Chain Management Februari 15 180
Sektor Korporasi
Melirik dan Memelihara Whistleblower : Menuju Mekanisme Anti-Fraud yang Efektif Maret 2 28
Pelatihan Fraud Auditing 2 Juli 1 16
National Anti-Fraud Conference Juli 6 108
Sosialisasi POJK 12 tentang Penerapan Strategi Anti-Fraud Juli 10 35
Certified Fraud Examiner (CFE) Agustus 1 40
Workshop terkait Fraud Risk Assessment (FRA) Agustus 3 21
Pelatihan dan Sertifikasi Anti-Fraud Manager(CAFM) Oktober 3 63
Fraud Risk Assessment
BTN senantiasa mewaspadai eksposur yang timbul dari keterlibatannya dalam bisnis Untuk memitigasi risiko tersebut, BTN menerapkan Fraud Risk Assessment (FRA) sebagai
atau operasi di wilayah dengan insiden korupsi yang lebih tinggi. Risiko ini meliputi metode identifikasi dan analisis potensi risiko kecurangan, baik yang bersumber dari
potensi keterlibatan dalam kontroversi yang terkait dengan praktik korupsi, yang dapat internal maupun eksternal. FRA mencakup berbagai aktivitas dan fungsi bisnis, termasuk
merusak reputasi Bank, mempengaruhi hubungan dengan pemangku kepentingan, dan funding, lending, human capital, operasional, dan IT, dengan pendekatan yang proaktif
menimbulkan sanksi hukum yang merugikan stabilitas operasional BTN. dan terstruktur guna memperkuat pengawasan serta meningkatkan kesadaran pegawai
terhadap risiko fraud.
253 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 254
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
BTN menegaskan bahwa Bank tidak memiliki eksposur terhadap skandal korupsi maupun potensi benturan kepentingan di seluruh lingkungan Bank. Kebijakan ini berlaku bagi
keterlibatan dalam ketidakstabilan politik dan sosial. Pelaksanaan FRA dilakukan sesuai Direksi, pegawai, serta pihak terkait, dengan pengaturan yang difokuskan pada area
Petunjuk Teknis Nomor PT.8-D.2 sebagai mekanisme deteksi dini risiko kecurangan. Hasil sumber daya manusia (SDM), proses pengadaan (procurement), dan kredit, guna
FRA dimanfaatkan untuk menilai dampak risiko yang teridentifikasi serta merumuskan memastikan penerapan pengendalian yang konsisten dan selaras dengan prinsip GCG.
langkah perbaikan dan pencegahan yang diperlukan guna memastikan operasional
Bank tetap transparan dan bebas dari praktik korupsi. BTN juga menetapkan ketentuan yang menegaskan integritas dan independensi Direksi
dalam menjalankan tugasnya guna menjaga efektivitas penerapan kebijakan. Setiap
Benturan Kepentingan [GRI 2-15] anggota Direksi dilarang memperoleh atau menerima keuntungan pribadi di luar
remunerasi dan fasilitas sah yang ditetapkan melalui RUPS, serta dilarang memanfaatkan
BTN memahami bahwa interaksi internal maupun dengan pihak eksternal dapat Bank untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau pihak lain yang berpotensi merugikan
menimbulkan potensi benturan kepentingan yang memengaruhi objektivitas dan Bank. Direksi juga tidak diperkenankan memberikan, menawarkan, maupun menerima
integritas pengambilan keputusan. Untuk itu, Bank berkomitmen mengidentifikasi, sesuatu yang bernilai dari pelanggan atau pejabat pemerintah untuk memengaruhi
mengendalikan, dan menyelesaikan setiap konflik kepentingan secara tegas dan keputusan atau sebagai imbalan atas tindakan tertentu, sesuai ketentuan peraturan
transparan guna mencegah praktik yang merugikan, termasuk korupsi, kolusi, dan perundang-undangan.
nepotisme (KKN), serta menjaga hubungan yang sehat dan berkelanjutan dengan
seluruh pemangku kepentingan. Apabila anggota Direksi memiliki kepentingan dalam transaksi atau kontrak yang
melibatkan Bank, yang bersangkutan wajib mengungkapkan kepentingan tersebut
Setiap insan BTN wajib menghindari pengambilan keputusan yang mengandung dalam Rapat Direksi dan tidak memberikan suara dalam pengambilan keputusan terkait.
benturan kepentingan. Dalam kondisi tertentu ketika keputusan tetap harus diambil, Apabila terdapat potensi benturan kepentingan, khususnya ketika kepentingan ekonomi
benturan tersebut wajib diungkapkan secara terbuka. Ketentuan terkait transaksi yang Bank tidak sejalan dengan kepentingan ekonomi pribadi, anggota Direksi diwajibkan
mengandung konflik kepentingan diatur dalam Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi untuk:
dan Dewan Komisaris. Apabila terjadi benturan kepentingan antara Bank dengan 1. Mengutamakan kepentingan Bank dan tidak mengurangi keuntungan Bank dalam
Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Direksi, pejabat eksekutif, atau pihak terkait lainnya, hal terjadi benturan kepentingan.
pihak yang berkepentingan dilarang mengambil keputusan yang berpotensi merugikan 2. Menghindarkan diri dari pengambilan keputusan dalam situasi dan kondisi adanya
Bank dan wajib mengungkapkannya guna menjamin transparansi dan akuntabilitas. benturan kepentingan.
3. Melakukan pengungkapan dalam hal pengambilan keputusan tetap harus diambil
Kebijakan Pencegahan Benturan Kepentingan pada kondisi adanya benturan kepentingan.
4. Dalam hal pemberian kredit kepada anggota Direksi, harus berdasarkan batas
BTN menetapkan Kebijakan Khusus Nomor KK.6-H tentang Prosedur Penanganan kewajaran sesuai dengan peraturan Bank yang berlaku tanpa membedakan dengan
Benturan Kepentingan (Conflict of Interest) sebagai pedoman utama dalam mengelola nasabah lainnya (arm’s length basis).
5. Melaporkan transaksi saham Bank dalam waktu 3 (tiga) hari kerja.
254 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 255
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Untuk menjamin independensi dan akuntabilitas tata kelola, Dewan Komisaris tidak pemangku kepentingan melalui mekanisme pengungkapan yang berlaku sebagai
terlibat dalam pengambilan keputusan operasional perbankan, kecuali pada hal tertentu bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik, termasuk konflik kepentingan
yang secara tegas diatur dalam Anggaran Dasar Bank dan peraturan perundang- yang berkaitan dengan jabatan rangkap, kepemilikan saham, hubungan, transaksi,
undangan, termasuk penyediaan dana kepada pihak terkait. Setiap bentuk keterlibatan dan saldo terutang dengan pihak terkait, sesuai peraturan perundang-undangan yang
atau persetujuan Dewan Komisaris tidak mengurangi tanggung jawab Direksi dalam berlaku. [GRI 2-15]
pengelolaan Bank. Selain itu, Dewan Komisaris dilarang mengambil keputusan yang
berpotensi menimbulkan benturan kepentingan atau bertentangan dengan ketentuan Dugaan pelanggaran benturan kepentingan dapat disampaikan melalui sistem
hukum dan etika jabatan, sehingga wajib secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip pelaporan pelanggaran (Whistleblowing System/WBS) yang memungkinkan pelaporan
berikut: secara aman dan anonim. Untuk meminimalkan risiko benturan kepentingan, seluruh
1. Mengutamakan kepentingan Bank dan tidak mengurangi keuntungan Bank dalam insan Bank diwajibkan menandatangani Pakta Integritas sebagai komitmen terhadap
hal terjadi benturan kepentingan. Kode Etik BTN. Informasi pengungkapan benturan kepentingan, termasuk keanggotaan
2. Melakukan pengungkapan kepemilikan sahamnya dan/atau keluarganya yang rangkap, kepemilikan silang, keberadaan pemegang saham pengendali, serta hubungan
mencapai 5% (lima persen) atau lebih pada Bank maupun perusahaan lain yang dan transaksi dengan pihak afiliasi, disajikan secara lengkap dalam Laporan Tahunan
berkedudukan di dalam dan luar negeri. BTN. [GRI 2-15]
3. Melakukan pengungkapan hubungan kekeluargaan, hubungan keuangan,
hubungan kepengurusan, hubungan kepemilikan dengan anggota Dewan Komisaris Selain itu, penyaluran kredit juga mengacu pada Kebijakan Khusus Nomor KK.1-A tentang
lain, anggota Direksi, pemegang saham pengendali Bank, dan/atau pihak lainnya Prosedur Commercial Loan yang menegaskan prinsip pemberian kredit bebas dari
dalam rangka bisnis Bank. benturan kepentingan. Berdasarkan kebijakan tersebut, Bank dilarang menyalurkan
4. Melakukan pengungkapan adanya jabatan rangkap. kredit, baik dalam rupiah maupun valuta asing, kepada:
5. Melakukan pengungkapan dalam hal pengambilan keputusan tetap harus diambil • Klub malam;
pada kondisi adanya benturan kepentingan dan anggota Dewan Komisaris yang • Pacuan kuda;
bersangkutan tidak boleh melibatkan diri dalam proses pengambilan keputusan • Kasino;
Bank yang berkaitan dengan hal tersebut. • Turkish bath;
6. Tidak meminta, menerima, mengizinkan, dan/atau menyetujui untuk menerima • Massage room; dan
imbalan, komisi, uang tambahan, pelayanan, uang, barang berharga, dan/ • Usaha lain yang dilarang oleh pemerintah dan regulator.
atau segala sesuatu yang mempunyai nilai ekonomis atau manfaat lain, untuk
keuntungan pribadi, keluarga, dan pihak lain, dalam pelaksanaan kegiatan usaha BTN juga dapat memberikan project financing kepada sejumlah kategori proyek, yaitu:
Bank dan kegiatan lain terkait dengan Bank. • Jalan tol;
• Pembangkit listrik;
Setiap pengungkapan benturan kepentingan didokumentasikan dan dicatat dalam • Bandara;
risalah rapat sesuai ketentuan yang berlaku untuk menjamin transparansi dan • Monorail; dan
akuntabilitas. Bank mengungkapkan konflik kepentingan tersebut kepada para • Telekomunikasi.
255 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 256
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Kebijakan Perlakukan Adil terhadap Pemegang Saham
BTN menetapkan pengaturan khusus terkait transaksi orang dalam (insider trading) hubungan usahanya dengan Bank memungkinkan orang tersebut memperoleh
sebagai bagian dari pengendalian benturan kepentingan. Ketentuan ini diatur dalam informasi orang dalam; atau
Kebijakan Khusus Nomor KK.9-EE tentang Aktivitas Hubungan Investor, Pedoman Tata 4. Pihak yang dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir tidak lagi menjadi pihak
Tertib Kerja Direksi, serta Pedoman Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris. Melalui kebijakan sebagaimana dimaksud pada butir 1, 2, dan 3 di atas.
tersebut, Orang dalam Bank dilarang melakukan pembelian atau penjualan efek BTN
maupun perusahaan lain yang memiliki transaksi dengan BTN. Yang dimaksud sebagai Pembatasan transaksi efek bagi orang dalam didasarkan pada prinsip keterbukaan
orang dalam meliputi: di pasar modal untuk menjamin kesetaraan informasi dalam pengambilan keputusan
1. Komisaris, Direktur, atau pegawai Bank; investasi. Orang dalam dilarang memperdagangkan efek BTN apabila memiliki informasi
2. Pemegang Saham Utama Bank; material yang belum dipublikasikan (inside information atau material facts). Transaksi
3. Orang perseorangan yang karena kedudukan atau profesinya atau karena hanya dapat dilakukan setelah informasi tersebut diumumkan secara resmi kepada
publik.
Implementasi Prinsip Kehati-hatian [GRI 2-23]
Know Your Customer (KYC) dan Know Your Employee (KYE) jasa keuangan. Untuk meningkatkan efektivitas implementasi, BTN menyelenggarakan
pelatihan daring bagi pegawai berbasis studi kasus CDD guna memperkuat pemahaman
BTN memperkuat penerapan prinsip kehati-hatian melalui dua pendekatan utama, yaitu dan kewaspadaan dalam setiap aktivitas transaksi.
prinsip mengenal nasabah (know your customer/KYC) dan prinsip mengenal pegawai
(know your employee/KYE), sebagai bagian dari pengelolaan risiko operasional. Anti Pencucian Uang (APU), Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT), dan
Penerapan KYC telah dikembangkan menjadi customer due diligence (CDD) yang Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPPSPM)
mencakup proses identifikasi, verifikasi, dan pemantauan nasabah maupun calon
nasabah untuk memastikan kesesuaian transaksi dengan profil risiko, baik bagi walk-in BTN menerapkan Program Anti Pencucian Uang (APU), Pencegahan Pendanaan Terorisme
customer (WIC) maupun nasabah terdaftar. (PPT), dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPPSPM)
dalam proses pengenalan nasabah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
Pelaksanaan CDD mengacu pada POJK Nomor 23/POJK.01/2019 tentang Perubahan undangan di sektor perbankan. Dalam rangka memastikan penerapan program APU, PPT,
atas POJK Nomor 12/POJK.01/2017 terkait penerapan program APU dan PPT di sektor dan PPPSPM telah dilaksanakan secara efektif dan sesuai peraturandengan ketentuan
256 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 257
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
perundang-undangan, Bank membentuk Unit Kerja Khusus (UKK) APU, PPT, dan PPPSPM 1. Menyampaikan Laporan Transaksi Keuangan kepada PPATK sebagai berikut:
sebagai penanggung jawab penerapan Program APU, PPT, dan PPPSPM di BTN. a. Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM);
b. Laporan Transaksi Keuangan Tunai (LTKT);
Di tingkat operasional, Kepala Kantor Wilayah dan Manajemen Kantor Cabang sebagai c. Laporan Transaksi Keuangan Transfer Dana dari dan ke Luar Negeri (LTKL); dan
Pejabat Senior yang berperan untuk memastikan seluruh pelaksanaan kegiatan dalam d. Sistem Informasi Pengguna Jasa Terpadu (SIPESAT).
rangka penerapan program APU, PPT, dan PPPSPM pada unit kerja yang berada di bawah 2. Menyampaikan Pemenuhan Data/ Informasi kepada Aparat Penegak Hukum &
supervisinya berjalan dengan baik, melalui fungsi pengawasan, pemantauan, dan Regulator sebagai berikut:
koordinasi dan koordinasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. a. Sistem Informasi Program APU PPT (SIGAP) kepada OJK;
b. Laporan APU PPT melalui Aplikasi APOLO OJK;
Kebijakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU c. Sistem Informasi Terduga Pendanaan Terorisme (SIPENDAR) kepada PPATK;
dan PPT) d. Pertukaran Data Elektronik (PEDAL) kepada KPK; dan
e. Pemenuhan Permintaan data Oleh LPP dan APGAKUM lainnya yakni Kepolisian,
BTN memiliki kebijakan dan strategi yang komprehensif dalam penerapan Program Badan Narkotika Nasional, Kejaksaan.
Anti Pencucian Uang (APU), Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT), dan Pencegahan 3. Menyampaikan Laporan pemantauan atas transaksi pada program Makan Bergizi
Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPPSPM), yang ditetapkan oleh Direksi Gratis (MBG) kepada PPATK.
dan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan, serta standar nasional
dan internasional yang berlaku. Kebijakan dan strategi tersebut dirancang untuk Program Awareness Strategic Initiative
memitigasi risiko agar setiap transaksi dan kegiatan usaha Bank tidak dimanfaatkan
sebagai sarana tindak pidana pencucian uang, pendanaan terorisme, maupun 1. Refreshment APU, PPT, dan PPPSPM.
pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal. 2. Pelatihan APU, PPT, dan PPPSPM diberikan kepada pegawai sesuai dengan tugas
dan kewenangannya, dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkala, serta
BTN berkomitmen untuk menjalankan praktik perbankan yang bersih, transparan, dan diselenggarakan melalui program internal dan/atau bekerja sama dengan pihak
akuntabel dengan melibatkan seluruh pegawai dan mitra kerja dalam program edukasi eksternal.
dan pelatihan guna memastikan pemahaman serta penerapan kebijakan APU, PPT, dan 3. Branch Visit dan Surprise Visit.
PPPSPM secara efektif, dalam rangka mendukung terciptanya sistem keuangan yang 4. Program internalisasi penerapan program APU, PPT, dan PPPSPM kepada Pegawai
aman dan tidak dimanfaatkan untuk tujuan yang melanggar ketentuan. melalui site visit terhadap Kantor Cabang untuk meningkatkan pemahaman
Pegawai terhadap program APU, PPT, dan PPPSPM serta pelaksanaan Surprise Visit
Selanjutnya, untuk mendukung penerapan kebijakan dimaksud, Bank melakukan kepada Kantor Cabang Pembantu untuk memastikan pemahaman pegawai dan
penyampaian laporan dan/atau data kepada regulator dan/atau aparat penegak evaluasi efektivitas atas penerapan program APU, PPT, dan PPPSPM.
hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, yang antara lain
meliputi:
257 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 258
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
5. Coaching Clinic APU, PPT, dan PPPSPM usaha dan transaksi dengan calon nasabah, nasabah, walk-in customer (WIC), maupun
6. Media diskusi dan koordinasi petugas Regional AML dengan Kantor Cabang untuk pihak terkait yang berasal dari negara berisiko tinggi sebagaimana dipulbikasikan
membahas issue dan solusi atas kendala dalam penerapan program APU, PPT,dan oleh Financial Action Task Force (FATF). Pemantauan terhadap High-Risk Jurisdiction
PPPSPM. dilakukan melalui sistem APU, PPT, dan PPPSPM yang dapat diakses oleh seluruh
petugas terkait, termasuk petugas frontliner seperti customer service. Bank juga telah
Enhanced Due Diligence and High Risk Jurisdiction memastikan bahwa sepanjang tahun pelaporan tidak terdapat pelanggaran pencucian
uang, pendanaan terorisme, dan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal.
BTN menerapkan enhanced due diligence (EDD) dan langkah pencegahan
(countermeasures) yang proporsional untuk mengelola risiko yang timbul dari hubungan
Pengawasan Internal dan Anti Gratifikasi
Pengawasan Internal
Sistem pengawasan internal diterapkan untuk mendukung pencapaian kinerja Bank Untuk memperkuat efektivitas pengendalian tersebut, Manajemen BTN menjalankan
secara optimal, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan. mekanisme pengawasan secara berkesinambungan (on-going basis) guna melindungi
Mekanisme ini dirancang untuk meminimalkan potensi kerugian, memastikan kepatuhan aset Bank, menjamin keandalan laporan, dan meningkatkan kepatuhan regulasi. Sistem
terhadap peraturan, serta menjaga operasional Bank tetap sehat, efisien, dan terkendali. ini juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi biaya, mengurangi potensi kerugian
Dalam pengembangan kerangka kerja pengendalian internal, BTN mengacu pada finansial, serta mencegah penyimpangan, termasuk kecurangan (fraud), risiko integritas,
pendekatan Internal Control Integrated Framework oleh Committee of the Sponsoring dan potensi benturan kepentingan. Pengawasan internal ini juga menjadi instrumen
Organizations of the Treadway Commission (COSO) guna memastikan efektivitas utama dalam memastikan kepatuhan terhadap standar etika dan perilaku usaha yang
pengendalian atas aktivitas operasional, pelaporan keuangan, serta kepatuhan bertanggung jawab. Dalam konteks tersebut, pengawasan internal menjadi fondasi
terhadap ketentuan yang berlaku. bagi penerapan pengendalian gratifikasi sebagai bagian dari upaya Bank dalam
memperkuat budaya integritas dan tata kelola perusahaan.
258 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 259
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Pengendalian Gratifikasi
Dalam pengelolaan risiko kepatuhan dan penguatan integritas, BTN menerapkan Anti Penyuapan (SMAP), pada tahun 2025 BTN melaksanakan Audit Surveillance
pengendalian gratifikasi secara terstruktur melalui Kebijakan Khusus KK.6-A – Prosedur dengan lingkup pengadaan barang dan/atau jasa pada Procurement and Fixed
Pengendalian Gratifikasi. Kebijakan ini menjadi pedoman bagi seluruh pegawai di setiap Asset Management Division (PFAD), perkreditan Komersial pada Commercial Banking
unit kerja untuk melaporkan setiap penerimaan maupun penolakan gratifikasi kepada Division (CMBD Kantor Pusat), Corporate Banking Division (CBD), Wholesale Credit Risk
Satuan Kerja Compliance & Governance melalui Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG), Division (WRD), Commercial Banking Center (Jakarta Raya, Bekasi, Bandung, Bintaro
sebagai bagian dari upaya membangun budaya integritas dan tata kelola perusahaan Jaya), SME Restructuring (Kanwil Jawa Barat, Kanwil Jakarta II, Kanwil Jatim Bali Nusra,
yang kuat. Kanwil Sumatera, Kanwil Sulawesi Maluku Papua, Kanwil Jawa Tengah DIY), dan Business
Banking Division (BBD), Credit Operation Division (COD dan extend scope pada pada
Pengendalian gratifikasi dilaksanakan melalui mekanisme identifikasi, pelaporan, lingkup Commercial Asset Management Division (CAMD), dan Kantor Cabang Jakarta
analisis, dan tindak lanjut atas setiap indikasi gratifikasi, termasuk penilaian berdasarkan Harmoni yang ditetapkan berdasarkan risiko korupsi pada core business. Langkah ini
nilai, konteks pemberian, serta potensi benturan kepentingan. Proses ini terintegrasi memastikan operasional Bank tetap sejalan dengan prinsip transparansi, integritas, dan
dengan Whistleblowing System (WBS) sebagai kanal pelaporan alternatif atas dugaan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. [GRI 205-1]
pelanggaran. Untuk memperkuat nilai anti-fraud, BTN secara konsisten melaksanakan
internalisasi strategi anti-kecurangan dan WBS melalui kegiatan sosialisasi yang
difasilitasi oleh pihak ketiga independen, guna memastikan penerapan yang objektif dan Jumlah Laporan Terkait 2025 2024 2023
transparan. Gratifikasi yang Diterima
Sepanjang tahun pelaporan, BTN menerima 90 laporan gratifikasi yang berasal dari 90 79* 78
Kantor Pusat dan Kantor Cabang, mencakup suap, gratifikasi kedinasan, pemberian
menjelang hari raya keagamaan, serta penolakan gratifikasi. Sebagai bagian dari *Disajikan kembali
pencegahan gratifikasi dan korupsi, Bank terus memperkuat pengawasan risiko
operasional. Dalam rangka mempertahankan Sertifikat ISO 37001 – Sistem Manajemen
259 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 260
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Whistleblowing System
BTN menerapkan strategi anti-kecurangan sebagai bagian dari pengendalian risiko identifikasi potensi kerawanan, serta penerapan kebijakan know your employee. Sebagai
untuk mencegah dan menangani potensi kecurangan secara terstruktur. Strategi ini bagian dari penguatan budaya kepatuhan, Bank secara konsisten melaksanakan
dijalankan melalui empat pilar utama, sebagai berikut: pelatihan internalisasi Whistleblowing System (WBS) bagi pegawai guna memastikan
pemahaman dan penerapan mekanisme pelaporan pelanggaran secara efektif. Jumlah
Pencegahan dan persentase pegawai yang mengikuti pelatihan tersebut, termasuk distribusinya
berdasarkan Wilayah Kerja, disajikan sebagai berikut. [GRI 205-2]
Pilar pencegahan mencakup berbagai perangkat yang ditujukan untuk menurunkan
risiko terjadinya kecurangan melalui peningkatan kesadaran anti-kecurangan,
Penyelenggaraan Pelatihan Pegawai tentang Internalisasi WBS BTN [GRI 404-2]
Lulus Tidak Lulus Tidak Mengakses
Regional Total Peserta Jumlah Jumlah Jumlah
% % %
Pegawai Pegawai Pegawai
Kantor Pusat 3.742 3.728 99,63% 10 0,27% 4 0,11%
Kantor Wilayah Jakarta I 1.172 1.144 97,61% 22 1,88% 6 0,51%
Kantor Wilayah Jakarta II 1.003 968 96,51% 27 2,69% 8 0,80%
Kantor Wilayah Jawa Barat 1.169 1.135 97,09% 31 2,65% 3 0,26%
Kantor Wilayah Jawa Tengah DIY 768 726 94,53% 33 4,30% 9 1,17%
Kantor Wilayah Jawa Timur, Bali & Nusa Tenggara 1.207 1.184 98,09% 19 1,57% 4 0,33%
Kantor Wilayah Kalimantan 511 482 94,32% 26 5,09% 3 0,59%
Kantor Wilayah Sulawesi Maluku Papua 726 697 96,01% 27 3,72% 2 0,28%
Kantor Wilayah Sumatera 1.116 1.094 98,03% 20 1,79% 2 0,18%
Total 11.414 11.158 97,76% 215 1,88% 41 0,36%
260 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 261
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Deteksi [GRI 2-26]
Pilar deteksi dalam strategi Anti-Fraud BTN diarahkan pada pengungkapan dini atas 3. Perlindungan dari tindakan balasan dari Terlapor, perlindungan ini dapat berupa:
potensi kecurangan melalui berbagai mekanisme yang terintegrasi, antara lain penerapan a. Perlindungan fisik dan/atau psikis, baik terhadap diri sendiri maupun
Kebijakan Sistem Pelaporan Pelanggaran atau WBS, pemanfaatan surveillance system, keluarganya;
serta pengawasan langsung oleh Penanggung Jawab Operasional (PJO). Penerapan b. Perlindungan terhadap harta benda miliknya dan milik keluarga atas teror
WBS mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12 Tahun 2024 ataupun pembalasan yang harus dialaminya;
tentang Penerapan Strategi Anti-Fraud bagi Bank Umum, dan berfungsi sebagai sarana c. Perlindungan administratif berupa ancaman penundaan kenaikan pangkat,
pencegahan serta deteksi dini terhadap penyimpangan yang berpotensi memengaruhi pemecatan, mutasi yang tidak layak, termasuk kepastian kerja, dan lain-lain;
reputasi, kepatuhan, dan keberlangsungan usaha Bank, sekaligus mendorong budaya serta
kerja yang terbuka, transparan, dan aman bagi pegawai dalam menyampaikan laporan. d. Perlindungan hukum, dalam hal melalui proses litigasi disesuaikan dengan
[SASB FN-CB-510a.2] ketentuan yang berlaku.
BTN telah mengembangkan fasilitas pendukung dalam penerapan kebijakan Pengaduan yang masuk pada tahun 2025 berjumlah 276 pengaduan yang terdiri dari
whistleblowing system (WBS). Setiap laporan pengaduan dapat disalurkan melalui 99 pengaduan melalui SMS/Telepon/Whatsapp, dan 177 pengaduan melalui Email/
media berikut: Website/P.O.Box. Berdasarkan jumlah pengaduan yang masuk, 227 pengaduan tidak
Surat : PO Box 2828 JKP 10028 terbukti, 43 pengaduan masih dalam proses pengumpulan informasi/tindak lanjut, dan
Situs Web : idn.deloitte-halo.com/btnsiips sisanya 6 pengaduan telah selesai diproses dan/atau telah diberikan sanksi.
Surel : btnsiips@tipoffs.info
SMS : +62 813 8870 1117 Investigasi, Pelaporan, dan Sanksi
WhatsApp : +62 813 8870 1117
Telepon : +62 21-50928882 / +62 21-5092888 Pada pilar investigasi, pelaporan, dan sanksi, Bank mengelola sistem dan mekanisme yang
terstruktur untuk memperoleh informasi, mengumpulkan dan menilai bukti, mengelola
BTN berkomitmen untuk memberikan jaminan pelindungan bagi pelapor yang pelaporan, serta merekomendasikan dan menetapkan sanksi atas kecurangan yang
melaporkan pelanggaran dengan niat baik, terutama jika pelanggaran tersebut terjadi. Setiap laporan yang diterima, termasuk melalui WBS, ditindaklanjuti sesuai
berpotensi merugikan Bank. Pemberi jaminan dilaksanakan melalui beberapa kebijakan prosedur melalui proses verifikasi dan investigasi guna memastikan keabsahan dan
berikut: kelengkapan informasi. Tim WBS BTN yang bertanggung jawab dalam pengelolaan
1. Penyediaan Media Pelaporan WBS yang bebas dan rahasia. Pelapor akan pengaduan laporan WBS terdiri dari:
mendapatkan informasi status laporan WBS yang disampaikan oleh Pengelola WBS 1. Kepala Internal Audit Division;
Independen melalui media yang ditetapkan; 2. Wakil Kepala Internal Audit Division; dan
2. Jaminan kerahasiaan identitas Pelapor dan memungkinkan pelaporan dilakukan 3. Unit WBS pada Departemen Fraud Investigation & Whistleblowing System (WBS) di
secara anonim, kecuali bila terdapat tuntutan hukum yang mengharuskan identitas Internal Audit Division.
Pelapor dibuka di hadapan hakim; dan
261 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 262
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Dalam pelaksanaannya, setiap laporan yang diterima melalui WBS ditindaklanjuti sesuai internal, melakukan deteksi dini serta pencegahan terhadap penyimpangan, sekaligus
prosedur melalui proses verifikasi dan investigasi untuk memastikan keabsahannya. secara bertahap membangun iklim kerja yang terbuka, jujur, tulus, dan bertanggung
Berdasarkan hasil penanganan tersebut, Bank menetapkan sanksi yang proporsional jawab di BTN. Berikut adalah rincian jumlah pengaduan dan tindak lanjutnya disajikan
kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran guna memperkuat pengendalian sebagai berikut.
Jumlah Pengaduan WBS yang Ditindaklanjuti Melalui Proses Audit
Metode Penyampaian Tindak Lanjut
Laporan masih Laporan telah selesai
Laporan diteruskan
Tahun dalam proses diproses dan atau telah
Surat/ SMS/ Telepon/ Laporan ditutup kepada Penyidik
Surel/Situs Web (Proses Audit/ diberikan sanksi
PO BOX /Whatsapp (tidak terbukti) (terkait tindak pidana
Proses Pelaporan/ (termasuk sanksi
umum atau Korupsi)
Proses Lintas Divisi) administratif)
2025 0 0 1 0 0 1 0
2024 0 0 3 0 1 2 0
2023 0 1 4 0 0 5 0
Pemantauan, Evaluasi, dan Tindak Lanjut Untuk memastikan WBS dikelola secara efektif dan akuntabel, BTN memperkuat sistem
penanganan pengaduan melalui kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi
Melalui pilar ini, BTN menjalankan pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan untuk (KPK) Republik Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kualitas penanganan
mengidentifikasi potensi kecurangan serta memastikan tersedianya mekanisme tindak laporan yang disampaikan oleh pegawai maupun pihak eksternal melalui pendekatan
lanjut yang memadai. Sepanjang tahun pelaporan, BTN mencatat 38 kasus kecurangan yang terintegrasi, profesional, transparan, serta menjunjung prinsip kerahasiaan
internal, dengan 38 kasus telah diselesaikan dan sisanya masih dalam proses dan perlindungan terhadap pelapor. Setiap pengaduan yang diterima melalui WBS
penanganan. Seluruh kasus yang teridentifikasi ditindaklanjuti melalui mekanisme ditindaklanjuti sesuai prosedur melalui tahapan verifikasi dan investigasi guna
penanganan yang berlaku, termasuk jalur hukum apabila diperlukan, sebagai wujud memastikan keabsahan laporan.
komitmen Bank dalam menjaga integritas, kepatuhan, dan disiplin dalam seluruh
aktivitas operasional. [SASB FN-CB-510a.1] Tim WBS menindaklanjuti setiap laporan yang masuk dengan mekanisme sebagai
berikut:
262 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 263
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
1. Apabila pihak terlapor adalah pegawai BTN sampai dengan 2 (dua) level di bawah Anggota Komisaris dan Anggota Komite di bawah Dewan Komisaris yang tidak terkait
Direksi dan bukan merupakan Tim WBS BTN, maka Pengelola WBS Independen akan pengaduan serta Pengelola WBS Kementerian BUMN (khusus terlapor Komisaris).
menyampaikan laporan kepada Tim WBS BTN. 6. Apabila pihak terlapor adalah Komisaris secara bersama-sama, maka Pengelola
2. Apabila pihak terlapor adalah pegawai BTN 1 (satu) level di bawah Direksi dan WBS Independen akan menyampaikan laporan kepada Pengelola WBS Kementerian
bukan merupakan Tim WBS, maka Pengelola WBS Independen akan menyampaikan BUMN.
laporan kepada Direktur Utama. 7. Apabila pihak terlapor adalah Direksi dan/atau Komisaris Perusahaan Anak, maka
3. Apabila pihak terlapor adalah Tim WBS BTN, maka Pengelola WBS Independen akan Pengelola WBS Independen akan menyampaikan laporan kepada Direktur Utama
menyampaikan laporan kepada Direktur Utama. Bank.
4. Apabila pihak terlapor adalah Direksi, maka Pengelola WBS Independen akan
menyampaikan laporan kepada Dewan Komisaris dan Pengelola WBS Kementerian Berikut adalah rekapitulasi kecurangan internal (internal fraud) yang ditangani oleh
BUMN. Fraud Risk Management Department melalui laporan WBS, audit internal, dan investigasi
5. Apabila pihak terlapor adalah Komisaris dan/atau Komite di bawah Dewan internal.
Komisaris, maka Pengelola WBS Independen akan menyampaikan laporan kepada
Tabel Kecurangan Internal (Internal Fraud) Sepanjang Tahun 2025 [GRI 205-3]
Jumlah Kecurangan yang Dilakukan (Internal)
Anggota Dewan Komisaris dan Anggota
Pegawai Tetap Pegawai Tidak Tetap
Keterangan Direksi
Tahun Sebelumnya Tahun Berjalan Tahun Sebelumnya* Tahun Berjalan Tahun Sebelumnya Tahun Berjalan
(2024) (2025) (2024) (2025) (2024) (2025)
Total laporan 0 0 24 38 1 1
Telah diselesaikan 0 0 24 38 1 1
Dalam proses penyelesaian di internal Bank 0 0 0 0 0 0
Belum diupayakan penyelesaian 0 0 0 0 0 0
Telah ditindaklanjuti melalui proses hukum 0 0 0 0 0 0
Keterangan:
1. Jumlah kasus pada tahun berjalan adalah berdasarkan Laporan Hasil Audit Khusus dan Laporan Hasil Telaah Awal periode Januari s.d. Desember 2025;
2. Jumlah kasus yang “Telah diselesaikan” adalah kasus yang telah mendapatkan putusan sanksi dari Direksi s.d Desember 2025;
3. Jumlah kasus yang “Dalam proses penyelesaian di internal bank” adalah kasus yang belum mendapatkan putusan sanksi dari Direksi s.d Desember 2025; dan
4. Jumlah kasus yang “Telah ditindaklanjuti melalui proses hukum” adalah kasus yang “telah diselesaikan” dan mendapatkan putusan sanksi pidana. Proses hukum ditindaklanjuti oleh LGD.
*Disajikan kembali
263 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 264
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Sebagai bagian dari mekanisme tata kelola, hasil penanganan pengaduan yang Berdasarkan hasil penanganan pengaduan dan arahan tata kelola yang berwenang,
dikategorikan sebagai masalah penting disampaikan kepada Direksi dan/atau Dewan Bank menetapkan tindak lanjut dan sanksi yang proporsional kepada pihak yang terbukti
Komisaris melalui forum dan pelaporan yang berlaku. Selama periode pelaporan melakukan pelanggaran guna memastikan konsistensi penegakan disiplin, mencegah
tahun 2025, BTN menyampaikan sebanyak empat kali laporan kepada Direksi dan/ terulangnya pelanggaran serupa, dan memperkuat pengendalian internal. Penerapan
atau Dewan Komisaris melalui Sub Komite Anti Fraud yang berisi rekap kejadian fraud sanksi dilaksanakan melalui alur proses yang terstruktur dan terintegrasi sesuai dengan
akibat pelanggaran kebijakan internal, kecurangan, dan pelanggaran administratif kewenangan masing-masing fungsi, termasuk mekanisme internal dan jalur hukum,
signifikan. Seluruh masalah penting dalam laporan tersebut telah ditindaklanjuti sesuai guna memastikan seluruh tahapan berjalan objektif, akuntabel, dan selaras dengan
kewenangan yang berlaku dan menjadi dasar pengambilan keputusan manajemen ketentuan yang berlaku.
serta penguatan pengendalian internal Bank. [GRI 2-16]
Bagan Alur Proses Sanksi – Jalur Hukum Bagan Alur Proses Sanksi pada BTN
Komite Anti-Fraud Human Capital Legal Division Komite Disiplin &
Mulai IAD Direksi HCMD Selesai
Management & Culture Sanksi Pegawai
Specialist Division
Permasalahan Telaah
Selesai
KC, Kanwil, Divisi Awal
1b 1a Ada
Pelanggaran
Menerima Tembusan Inisiasi Eksekusi Sanksi Tidak Butuh
Putusan Sanksi Lewat Jalur Hukum Tingkat
Pendalaman
Pembahasan Pelaksanaan
Permasalahan Keputusan Direksi Putusan
Permasalahan
N
Butuh
Y Pendalaman Melampaui
N Kewenangan
2 3 Keputusan
Audit Khusus Rekomendasi
Koordinasi dengan Menyiapkan Tim dan
Legal Div. untuk Langkah Hukum serta Y
Persiapan Proses Mengawal Jalannya Sesuai
Hukum Proses Hukum Kewenangan
264 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 265
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Tentang Laporan Periode dan Lingkup Laporan [GRI 2-2, 2-3, 2-4]
Laporan ini menyajikan arah dan implementasi keuangan berkelanjutan BTN Laporan Keberlanjutan 2025 memaparkan kinerja operasional Bank untuk periode 1
melalui penguatan portofolio bisnis serta inovasi produk dan layanan keuangan Januari–31 Desember 2025 yang mencakup Kantor Pusat, Kantor Wilayah, dan Kantor
Laporan ini juga menjelaskan kontribusi strategis BTN terhadap pencapaian Cabang di Indonesia, serta selaras dengan Laporan Keuangan Konsolidasi per 31
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui kinerja dan inisiatif Desember 2025 yang telah diaudit. Laporan ini merupakan edisi ke-17, melanjutkan
lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). edisi sebelumnya yang dipublikasikan pada Maret 2025. Penyusunan laporan mengacu
pada Standar GRI 2021, POJK Nomor 51/ POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan
Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik dan
SEOJK Nomor 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau
Perusahaan Publik, termasuk pengungkapan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
(TJSL).
BTN memastikan data dan informasi disajikan akurat dan apabila terdapat perubahan
dibandingkan periode sebelumnya, termasuk akibat penyesuaian metode pengukuran,
penanda “*disajikan kembali” digunakan untuk menjelaskan penyesuaian. Hingga tanggal
penyampaian informasi ini, BTN tidak memiliki Entitas Anak dan/atau Entitas Asosiasi,
termasuk perusahaan ventura bersama, sehingga tidak terdapat pengungkapan terkait
daftar entitas dan informasi kepemilikannya.
Rencana Implementasi IFRS S1 dan S2
Rencana Implementasi IFRS S1 dan S2 mencerminkan komitmen BTN dalam memperkuat
kualitas pelaporan keberlanjutan yang selaras dengan standar global. Pada 2026, BTN
melaksanakan gap analysis dan menyusun roadmap implementasi IFRS, dengan target
implementasi awal akhir tahun serta penerapan penuh dan pengembangan lanjutan
pada tahun berikutnya.
265 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 266
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Standar Penyusunan Laporan [GRI 2-3]
BTN mengacu sejumlah standar nasional dan global dalam penyusunan Laporan Keberlanjutan, meliputi:
• Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor Standar Global Sustainability Accounting
51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Reporting Initiative (GRI) Standard Board (SASB)
berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan,
Emiten, dan Perusahaan Publik. Partnership for
• Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) International Financial Reporting Standards (IFRS) S1 dan Carbon Accounting
Nomor 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi S2 yang telah diadopsi di Indonesia menjadi Pernyataan Financials (PCAF)
Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik. Standar Pelaporan Keberlanjutan (PSPK) 1 dan 2.
Penjamin Eksternal [GRI 2-5, 2-14] [OJK G.1] Umpan Balik dan Narahubung Laporan [GRI 2-3] [OJK G.2, G.3]
BTN menunjuk pihak ketiga independen untuk melakukan penjaminan eksternal BTN menyediakan Lembar Umpan Balik pada bagian akhir laporan untuk memfasilitasi
(external assurance) atas Laporan Keberlanjutan 2025 guna meningkatkan keandalan komunikasi dua arah dengan pemangku kepentingan. Masukan, saran, dan opini
pengungkapan serta memastikan tidak terdapat benturan kepentingan. Penjaminan ditangani oleh Corporate Secretary atau Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi
dilakukan oleh CBC Global Indonesia yang tersertifikasi AA1000AS v3 (lisensi 000-310) (PPID) sebagai bahan evaluasi peningkatan kualitas pelaporan. Hingga 2025, BTN tidak
dan tidak terlibat dalam penyusunan laporan. Laporan hasil penjaminan tersedia menerima tanggapan atas Laporan Keberlanjutan periode sebelumnya. Laporan ini
pada halaman 267. Sejalan dengan itu, Dewan Komisaris dan Direksi memastikan topik ditujukan bagi seluruh pemangku kepentingan dan dapat mengakses informasi terkait
material telah tercakup dengan lengkap, kemudian menyetujui dan menandatangani Laporan Keberlanjutan dengan menghubungi:
laporan pada halaman 24 dan 25.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Menara 2 BTN
Corporate Secretary Division Jalan H.R. Rasuna Said No. 1 Jakarta
Selatan, 12980
Surel : csd@btn.co.id
266 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 267
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
INDEPENDENT ASSURANCE STATEMENT
PT. Bank Tabungan Negara Tbk.
Sustainability Report 2025
Statement No: 01/IAS/CBC/III/2026
Type 2, Moderate Level
Scope of Engagement in Assurance
CBC Global Indonesia (“CBC Global Indonesia”, “us” or “we”) were commissioned by PT. Bank Tabungan Negara Tbk. (“Bank BTN”) with the
objective to provide assurance of Bank BTN’s 2025 Sustainability Report (the “Report”) in relation with accordance to GRI Standards, POJK
No.51/POJK.03/2017, SEOJK No.16/SEOJK.04/2021, SASB, IFRS, and the adherence to AA1000 Accountability Principles (2018) with
assurance over the Subject Matter presented in the Report, for the period from 1st January 2025 to 31st December 2025. This statement is
intended to be used by stakeholders & management of Bank BTN.
The scope and limitation of our work is restricted to the following areas:
1. Subject Matters
- Climate Change and Ecosystems (Including GHG Emission)
- Natural Resource Use & Environmental Management
- Employment (Education and HSE)
- Human Rights (Diversity, Equity, dan Inclusion)
- Community Development
- Information Security
- Governance
- Sustainable Products and Services
- Business Ethics and Code of Conduct
- Sustainable Procurement
267 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 268
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
2. AA1000 Principles (2018)
Our assurance engagement was planned and performed to meet the requirements of a Type 2 “moderate level” of assurance as defined
by AA1000 Assurance Standard (AA1000AS) v3 to evaluate the nature and extent of Bank BTN’s adherence to the four AA1000
AccountAbility Principles (2018): Inclusivity, Materiality, Responsiveness and Impact. Sufficient appropriate evidence has been obtained
to support our conclusion. This reduces the risk of error, but does not reduce it to a very low level or to zero.
We have not performed any work, nor do we express any conclusion, on information other than the Subject Matter included within the scope
of our assurance engagement that may be presented in the Report. We have assumed that the financial data and figures provided by Bank
BTN have been audited by independent parties. Accordingly, the presentation of financial data and figures in the Report is not within the scope
of this assurance engagement. The verification of greenhouse gas emissions was conducted based on the methodology applied by Bank
BTN. Our assurance procedures included reviewing the underlying activity data and performing sample-based recalculations. No additional
external verification standard was applied in relation to the emissions data.
Responsibilities of Management of Bank BTN
The Management of Bank BTN is responsible for the preparation and fair presentation of the Subject Matter in accordance with the Reporting
Criteria. This responsibility includes designing, implementing, and maintaining appropriate internal controls to ensure that the Subject Matter
information is free from material misstatement, whether arising from fraud or error. Management is also responsible for ensuring that the data
and information subject to assurance are not edited, amended, or otherwise altered following the completion of the assurance engagement.
Responsibilities, Competencies and Independency of CBC Global Indonesia
Our responsibility is to conduct the assurance engagement in accordance with the agreed scope and criteria, and to express an independent
conclusion based on the procedures performed. We plan and perform our work to obtain a moderate level of assurance that the Subject Matter
information is free from material misstatement.
The engagement was carried out by a team of qualified sustainability assurance professionals with appropriate knowledge, skills, and
experience in sustainability reporting, non-financial data verification, and assurance methodologies. At least one member of the team holds
the Certified Sustainability Assurance Practitioner (CSAP) credential issued by AccountAbility.
268 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 269
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
CBC Global Indonesia is bounded by rules of conduct and professional practice relating to independence and quality overseen by
AccountAbility (www. accountability.org/standards/licensing/ AA1000 as licensed-providers) and has established policies and procedures that
are designed to ensure that our team maintain independence and integrity. We had no financial interest in the operation of Bank BTN other
than for the assessment and assurance of this report. We don’t accept or assume responsibility (legal or otherwise) or accept liability for or in
connection with any other purpose for which it may be used, or to any person by whom the independent assurance opinion statement may be
read.
Methodology
We conduct the following assurance procedures and activities:
• Pre-engagement to ensure the independence and impartiality of the assurance team.
• Kick-off meeting and initial analysis of the report draft.
• Review, assess and evidence the reliability and quality of sustainability performance and disclosed information as specified in the Report
content for the reporting period of 1st of January up to 31st of December 2025.
• Evaluate the adherence of report content, disclosure and presentation against the agreed criteria.
• Conduct in-depth interview with the representatives of the relevant functions/divisions of the Bank BTN.
• Obtained an understanding of how material topics are identified, how responses to these topics are managed, and how material impacts
are monitored and measured, including stakeholder engagement. It also includes understanding how information and data are collected,
compiled, and aggregated internally.
• Performed limited substantive testing, on a sample basis, of the sustainability information identified, to verify the assumptions, estimations
and computations Bank BTN made and to check that data had been appropriately measured, recorded, collated and reported.
• Compare the subject matter presented in the report to corresponding information in the relevant underlying sources on a sample basis.
• Discuss and analysis data and reports with management of Bank BTN and data contributor to determine whether there are any material
misstatement of fact or material inconsistencies based on our understanding obtained as part of our assurance engagement.
269 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 270
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Finding and Conclusions
Based on the assurance procedures performed and the evidence obtained, a detailed review against the agreed criteria is presented below:
INCLUSIVITY
Bank BTN has identified its significant stakeholders based on factors such as influence, dependence, needs, diversity, and willingness to
engage. Each stakeholder group has been involved through appropriate engagement mechanisms, allowing the Bank to understand their key
interests and concerns. For instance, customer privacy and product portfolio are priorities for customers, while anti-corruption measures and
decarbonization strategies are considered material by investors, as they ensure Bank BTN remains aligned with global sustainability issues.
Based on our review, we conclude that Bank BTN has applied the principle of inclusivity in its sustainability reporting processes.
MATERIALITY
In determining material topics, Bank BTN applies a double materiality approach. Both internal and external stakeholders are engaged to assess
the significance of the Bank’s impacts on the environment and people, as well as how social and environmental aspects may pose risks to
Bank BTN’s sustainability. The assessment results are then mapped according to their level of significance. Based on our review, we conclude
that Bank BTN has applied the principle of materiality in its sustainability reporting processes.
RESPONSIVENESS
Bank BTN has developed an ESG framework titled The Future of Finance, covering all material topics and serving as a strategic guide across
the organization. The Bank has also established an ESG Committee and an Enterprise and ESG Risk Management Division (ERMD) as the
two main pillars for sustainability management, with the ESG Committee chaired by the President Director. This approach ensures that Bank
BTN provides appropriate decisions, actions, and performance management for each material topic. Based on our review, we conclude that
Bank BTN has applied the principle of responsiveness in its sustainability reporting processes.
IMPACT
The Report presents Bank BTN’s performance data for each material topic, demonstrating that the Bank monitors, measures, and is
accountable for its impacts. The Bayar Angsuranmu Pakai Sampahmu program is an initiative that generates positive outcomes not only for
local communities but also for the environment. In addition, the Bank’s low-emission housing development initiatives, while maintaining
affordability for low- and middle-income households, effectively address both local economic issues and global climate-related challenges.
Based on our review, we conclude that Bank BTN has applied the principle of impact in its sustainability reporting processes.
270 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 271
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
GRI STANDARDS
The disclosures in the Report are in accordance with the GRI Standards, consistent with Bank BTN’s claim regarding the preparation of the
Report. The disclosures of management approach for each material topic in general is fairly disclosed. The Management of Bank BTN has
applied the principles for defining the report’s quality (balance, comparability, accuracy, timeliness, clarity, and reliability) and the principles for
defining the report’s content (stakeholder inclusiveness, sustainability context, materiality, and completeness) and supporting documents were
adequately presented during the assurance.
Adherence to POJK No.51/POJK.03/2017, SEOJK No.16/SEOJK.04/2021, SASB, and IFRS
Based on the procedures performed and the evidence obtained, we conclude that the disclosures in Bank BTN’s Sustainability Report are in
alignment with the reporting requirements outlined in POJK No. 51/2017 and SEOJK No.16/2021. In addition, the disclosure of sustainability-
related financial information in the Report is consistent with the recognition and measurement requirements of IFRS, as well as the applicable
SASB Standards. In particular, with regard to climate-related transition and physical risks, Bank BTN has disclosed its strategies to address
these risks, including how it provides credit to customers in high-risk industries. The Report provides a fair representation of the Bank’s
sustainability performance in accordance with the above criteria.
Opinion Statement
Our professional and certified team of sustainability report assurer has assured this report in accordance with AA1000AS v3. We believe that
the evidence we have obtained is sufficient and appropriate to provide a basis for our conclusion, nothing has come to our attention that causes
us to believe that the subject matter in the Report for the period from 1 January 2025 to 31 December 2025 are materially misstated. The
Report provides a fair representation in accordance with the agreed criteria.
Conclusion & Recommendations
• Strengthening Stakeholder-Driven Materiality
Bank BTN is encouraged to more systematically integrate stakeholder engagement outcomes into the identification of material impacts and
risks, including insights from customer satisfaction surveys, employee engagement surveys, and community programs. This would ensure
that material topic selection is not driven primarily by peer practices, reporting standards, or rating agency expectations.
A more impact-focused approach would allow stakeholders to surface the issues most relevant to them and support the determination of
material topics based on a clear and consistent criterion: the significance of impacts and/or the associated financial and non-financial risks.
271 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 272
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
• Enhancing Oversight of Waste Management
Bank BTN could consider obtaining more detailed reports from its contractors on the final treatment of non-hazardous (non-B3) waste from
the BTN Tower after it has been managed by third parties, including information on the quantities and types of waste that are recycled,
recovered, or disposed of to landfill. Strengthening monitoring at this post-transfer stage would enhance traceability of non-B3 waste
streams, improve data accuracy and transparency, and reinforce the Bank’s accountability for its environmental impacts in line with its
sustainability commitments.
For and on behalf of:
Jakarta, March 9th, 2026
Dr. Erna Lovita, SE., MSi., Ak., CA., CSRS., CSRA
Engagement Leader
Certified Sustainability Reporting Specialist No. S-UB3-1407-305
Certified Sustainability Reporting Assurer No. A-UB1-1506-146
PT CBC Global Indonesia
The Icon Horizon Broadway Blok M.5 No.3 BSD City, Tangerang, Indonesia 15345
Tel: (62)(21) 87780058
Email: services@cbcglobalindonesia.com
272 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 273
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Indeks Standar Laporan
Indeks Isi Standar GRI
Pernyataan Penggunaan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk telah melaporkan sesusi dengan (in accordance) GRI Standar untuk periode 1 Januari hingga
31 Desember 2025
GRI 1 yang Digunakan GRI 1: Landasan 2021
Standar Sektor GRI yang Berlaku GRI G4 Jasa Keuangan
Tidak Mencantumkan
No. Ref. Standar
Standar GRI Pengungkapan Halaman Persyaratan Tidak
Alasan Penjelasan Sektor GRI
Mencantumkan
Pengungkapan Umum
GRI 2: Pengungkapan 2-1 Rincian Organisasi 28, 36
Umum 2021
2-2 Entitas yang dimasukkan dalam pelaporan keberlanjutan 265
organisasi
2-3 Periode, frekuensi, dan titik kontak pelaporan 265-266, 290
2-4 Penyajian kembali informasi 265
2-5 Penjaminan eksternal 266-272
2-6 Aktivitas, rantai nilai, dan hubungan bisnis lainnya 29, 34-37, 39
2-7 Tenaga kerja 91-95
2-8 Pekerja yang bukan pekerja langsung 91, 95
2-9 Struktur dan komposisi tata kelola 89-90, 192,
196
2-10 Pencalonan dan pemilihan badan tata kelola tertinggi 192, 208-209
2-11 Ketua badan tata kelola tertinggi 192-195
273 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 274
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Tidak Mencantumkan
No. Ref. Standar
Standar GRI Pengungkapan Halaman Persyaratan Tidak
Alasan Penjelasan Sektor GRI
Mencantumkan
2-12 Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengawasi 47, 192-193,
manajemen dampak 196
2-13 Delegasi tanggung jawab untuk mengelola dampak 47, 192, 196
2-14 Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan 24-25, 266
keberlanjutan
2-15 Konflik kepentingan 252-255
2-16 Komunikasi masalah penting 221, 249, 264
2-17 Pengetahuan kolektif badan tata kelola tertinggi 103-105
2-18 Evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi 212-213
2-19 Kebijakan remunerasi 208-210
2-20 Proses untuk menentukan remunerasi 209-210
2-21 Rasio kompensasi total tahunan 210-211
2-22 Pernyataan tentang strategi pembangunan berkelanjutan 21-23
2-23 Komitmen kebijakan 21-22, 30-31,
89, 198, 213,
248, 250, 256
2-24 Menanamkan komitmen kebijakan 21-23, 248-
249
2-25 Proses untuk memperbaiki dampak negatif 145-147
2-26 Mekanisme untuk mencari nasihat dan mengemukakan 261-262
masalah
2-27 Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan 84, 120
2-28 Keanggotaan asosiasi 39
2-29 Pendekatan untuk keterlibatan pemangku kepentingan 48-51
2-30 Perjanjian perundingan kolektif 119
274 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 275
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Tidak Mencantumkan
No. Ref. Standar
Standar GRI Pengungkapan Halaman Persyaratan Tidak
Alasan Penjelasan Sektor GRI
Mencantumkan
Topik Material
GRI 3: Topik Material 3-1 Proses untuk menentukan topik material 52-54
2021
3-2 Daftar topik material 52-54, 225-
237
Kinerja Ekonomi
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 41
2021
GRI 201: Kinerja Ekonomi 201-1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan didistribusikan 40-42
2016
201-2 Implikasi finansial serta risiko dan peluang lain akibat dari 41, 225-237
perubahan iklim
201-3 Kewajiban program pensiun manfaat pasti dan program 115
pensiun lainnya
201-4 Bantuan finansial yang diterima dari pemerintah 41
Keberadaan Pasar
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 98, 111
2021
GRI 202: Keberadaan 202-1 Rasio standar upah karyawan pemula berdasarkan jenis 111
Pasar 2016 kelamin terhadap upah minimum regional
202-2 Proporsi manajemen senior yang berasal dari masyarakat 98
setempat
Dampak Ekonomi Tidak Langsung
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 122
2021
GRI 203: Dampak 203-1 Investasi infrastruktur dan dukungan layanan 122-128
Ekonomi Tidak
203-2 Dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan 122-128
Langsung 2016
275 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 276
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Tidak Mencantumkan
No. Ref. Standar
Standar GRI Pengungkapan Halaman Persyaratan Tidak
Alasan Penjelasan Sektor GRI
Mencantumkan
Praktik Pengadaan
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 37
2021
GRI 204: Praktik 204-1 Proporsi pengeluaran untuk pemasok lokal 37
Pengadaan 2016
Antikorupsi
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 252-253
2021
GRI 205: Antikorupsi 2016 205-1 Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko terkait korupsi 259
205-2 Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan dan prosedur 253, 260
antikorupsi
205-3 Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil 263
Material
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 82-83
2021
GRI 301: Material 2016 301-1 Material yang digunakan berdasarkan berat atau volume 83
301-2 Material input dari daur ulang yang digunakan 83
301-3 Produk pemerolehan ulang dan material kemasannya 83
Energi
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 71
2021
GRI 302: Energi 2016 302-1 Konsumsi energi dalam organisasi 71
302-2 Konsumsi energi di luar organisasi 71
276 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 277
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Tidak Mencantumkan
No. Ref. Standar
Standar GRI Pengungkapan Halaman Persyaratan Tidak
Alasan Penjelasan Sektor GRI
Mencantumkan
302-3 Intensitas energi 71
302-4 Pengurangan konsumsi energi 72
302-5 Pengurangan pada energi yang dibutuhkan untuk produk dan 72
jasa
Air dan Efluen
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 79
2021
GRI 303: Air dan Efluen 303-1 Interaksi dengan air sebagai sumber daya bersama 79
2018
303-2 Manajemen dampak yang berkaitan dengan pembuangan air 80
303-3 Pengambilan air 79
303-4 Pembuangan air 80
303-5 Konsumsi air 79
Emisi
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 73-75
2021
GRI 305: Emisi 2016 305-1 Emisi GRK (Cakupan 1) langsung 76
305-2 Emisi energi GRK (Cakupan 2) tidak langsung 76
305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya 77
305-4 Intensitas emisi GRK 76
305-5 Pengurangan emisi GRK 72, 77, 82, 84
305-6 Emisi zat perusak ozon (ODS) 79
305-7 Nitrogen oksida (NOX), sulfur oksida (SOX), dan emisi udara 79
signifikan lainnya
277 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 278
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Tidak Mencantumkan
No. Ref. Standar
Standar GRI Pengungkapan Halaman Persyaratan Tidak
Alasan Penjelasan Sektor GRI
Mencantumkan
Limbah
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 81
2021
GRI 306: Limbah 2020 306-1 Manajemen dampak signifikan terkait limbah 81-82
306-2 Pengelolaan dampak yang signifikan terkait limbah 81-83
306-3 Timbulan limbah 81
306-4 Limbah yang dialihkan dari pembuangan akhir 81-82
306-5 Limbah yang dikirimkan ke pembuangan akhir 81-82
Kepegawaian
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 98
2021
GRI 401: Kepegawaian 401-1 Perekrutan karyawan baru dan pergantian karyawan 98-99
2016
401-2 Tunjangan yang diberikan kepada karyawan purnawaktu yang 112
tidak diberikan kepada karyawan sementara atau paruh waktu
401-3 Cuti melahirkan 114
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 117
2021
GRI 403: Kesehatan dan 403-1 Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja 117
Keselamatan Kerja 2018
403-2 Pengidentifikasian bahaya, penilaian risiko, dan investigasi 117-118
insiden
403-3 Layanan kesehatan kerja 118
403-4 Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi pekerja tentang 117-118
kesehatan dan keselamatan kerja
403-5 Pelatihan pekerja mengenai kesehatan dan keselamatan kerja 117-118
278 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 279
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Tidak Mencantumkan
No. Ref. Standar
Standar GRI Pengungkapan Halaman Persyaratan Tidak
Alasan Penjelasan Sektor GRI
Mencantumkan
403-6 Peningkatan kualitas kesehatan pekerja 118
403-7 Pencegahan dan mitigasi dampak dari kesehatan dan 117
keselamatan kerja yang secara langsung terkait hubungan
bisnis
403-8 Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen kesehatan 117
dan keselamatan kerja
403-9 Kecelakaan kerja 117-118
403-10 Penyakit akibat kerja 117-118
Pendidikan dan Pelatihan
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 101, 110
2021
GRI 404: Pendidikan dan 404-1 Rata-rata jam pelatihan per tahun per pegawai 106
Pelatihan 2016
404-2 Program untuk meningkatkan keterampilan karyawan dan 98, 100, 102-
program bantuan peralihan 105, 107, 115,
173, 175, 178,
186, 251, 253,
260
404-3 Persentase karyawan yang menerima tinjauan rutin terhadap 110
kinerja dan pengembangan karier
Keanekaragaman dan Peluang Setara
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 89, 111
2021
GRI: 405: 405-1 Keanekaragaman badan tata kelola dan karyawan 89-95
Keanekaragaman dan
405-2 Rasio gaji pokok dan remunerasi perempuan dibandingkan 111
Peluang Setara 2016
laki-laki
279 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 280
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Tidak Mencantumkan
No. Ref. Standar
Standar GRI Pengungkapan Halaman Persyaratan Tidak
Alasan Penjelasan Sektor GRI
Mencantumkan
Nondiskriminasi
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 95, 97
2021
GRI 406: Nondiskriminasi 406-1 Insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang dilakukan 95, 97
2016
Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 119
2021
GRI 407: Kebebasan 407-1 Operasi dan pemasok di mana hak atas kebebasan berserikat 119
Berserikat dan dan perundingan kolektif mungkin berisiko
Perundingan Kolektif
2016
Pekerja Anak
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 95, 97
2021
GRI 408: Pekerja Anak 408-1 Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap insiden 95, 97
2016 pekerja anak
Kerja Paksa atau Wajib Kerja
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 97, 111
2021
GRI 409: Kerja Paksa 409-1 Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap insiden 97, 111-112
atau Wajib Kerja 2016 kerja paksa atau wajib kerja
Masyarakat Setempat
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 122
2021
GRI 413: Masyarakat 413-1 Operasi dengan keterlibatan masyarakat setempat, penilaian 122-128
Setempat 2016 dampak, dan program pengembangan
413-2 Operasi yang secara aktual dan yang berpotensi memiliki 187-189
dampak negatif signifikan terhadap masyarakat setempat
280 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 281
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Tidak Mencantumkan
No. Ref. Standar
Standar GRI Pengungkapan Halaman Persyaratan Tidak
Alasan Penjelasan Sektor GRI
Mencantumkan
Pemasaran dan Pelabelan
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 190
2021
GRI 417: Pemasaran dan 417-1 Persyaratan untuk pelabelan dan informasi produk dan jasa 190
Pelabelan 2016
417-2 Insiden ketidakpatuhan terkait informasi dan pelabelan produk 190
dan jasa
417-3 Insiden ketidakpatuhan terkait komunikasi pemasaran 190
Privasi Pelanggan
GRI 3: Topik Material 3-3 Manajemen topik material 177
2021
GRI 418: Privasi 418-1 Pengaduan yang berdasar mengenai pelanggaran terhadap 177, 184
Pelanggan 2016 privasi pelanggan dan hilangnya data pelanggan
Pengungkapan Sektor
GRI G4 Jasa Keuangan FS1 Kebijakan dengan komponen lingkungan dan sosial tertentu 145-146
FS2 Prosedur untuk menilai dan menyaring lingkungan dan risiko 145-146
sosial di lini bisnis
FS3 Proses untuk memantau implementasi dan kepatuhan klien 146
terhadap persyaratan lingkungan dan sosial
FS4 Proses untuk meningkatkan kompetensi staf untuk menerapkan 103-105
kebijakan dan prosedur lingkungan dan sosial sebagaimana
diterapkan pada lini bisnis
FS5 Interaksi dengan klien/ investasi/mitra bisnis mengenai risiko 146, 149
dan peluang lingkungan dan sosial
FS6 Persentase portofolio untuk bidang usaha berdasarkan daerah, 129-135
ukuran dan sektor
281 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 282
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Tidak Mencantumkan
No. Ref. Standar
Standar GRI Pengungkapan Halaman Persyaratan Tidak
Alasan Penjelasan Sektor GRI
Mencantumkan
FS7 Nilai moneter produk dan layanan yang dirancang untuk 131-135
memberikan manfaat sosial tertentu untuk setiap lini bisnis
yang dipecah berdasarkan tujuan
FS8 Nilai moneter produk dan layanan yang dirancang untuk 132
memberikan manfaat lingkungan tertentu untuk setiap lini
bisnis yang dipecah berdasarkan tujuan
FS9 Cakupan dan frekuensi audit untuk menilai implementasi 145-146
kebijakan lingkungan dan sosial serta prosedur penilaian risiko
FS10 Persentase dan jumlah perusahaan yang dipegang dalam 149, 225
portofolio institusi tempat organisasi pelaporan berinteraksi
dalam isu lingkungan atau sosial
FS11 Persentase aset yang tunduk pada lingkungan positif dan 225
negatif dari masalah sosial
FS14 Inisiatif untuk meningkatkan akses ke layanan keuangan bagi 163
orang-orang yang kurang beruntung
FS15 Kebijakan untuk desain dan penjualan produk dan layanan 190
keuangan yang adil
FS16 Inisiatif untuk meningkatkan literasi keuangan berdasarkan jenis 136-139
atau penerima manfaat
282 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 283
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Referensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) [OJK G.4]
Referensi SEOJK Pengungkapan Halaman
Daftar Pengungkapan Sesuai POJK No.51/ A.1 Penjelasan Strategi Keberlanjutan 46, 48
POJK.03/2017 dan SEOJK No.16/POJK.04/2021
B.1 Aspek Ekonomi 6, 37, 41, 42, 155
B.2 Aspek Lingkungan Hidup 6, 7
B.3 Aspek Sosial 7, 47
C.1 Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan 30
C.2 Alamat Perusahaan 28
C.3 Skala Usaha 28, 29, 36, 89-95,
98
C.4 Produk, Layanan, dan Kegisatan Usaha yang Dijalankan 34-35
C.5 Keanggotaan pada Asosiasi 39
C.6 Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan 39
D.1 Penjelasan Direksi 21-23, 59-60
E.1 Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan 47-48, 56, 59-60
E.2 Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan 103-107
E.3 Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan 213-247
E.4 Hubungan Dengan Pemangku Kepentingan 48-51
E.5 Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan 21-23
F.1 Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan 82-83, 84
F.2 Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi 40
F.3 Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau 122, 156-170
Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan
F.4 Biaya Lingkungan Hidup 84
F.5 Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan 83
F.6 Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan 71
F.7 Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan 72
F.8 Penggunaan Air 79
283 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 284
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Referensi SEOJK Pengungkapan Halaman
F.9 Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki Keanekaragaman 77
Hayati
F.10 Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati 77
F.11 Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya 76-77, 79
F.12 Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan 72, 77, 79, 82-83,
84
F.13 Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis 80, 81
F.14 Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen 80-82
F.15 Tumpahan yang Terjadi 84
F.16 Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan 84
F.17 Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/ atau Jasa yang Setara kepada Konsumen 190
F.18 Kesetaraan Kesempatan Bekerja 89-95
F.19 Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa 95, 97, 119
F.20 Upah Minimum Regional 111-112
F.21 Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman 117
F.22 Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai 103-107
F.23 Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar 122-127
F.24 Pengaduan Masyarakat 187
F.25 Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) 122-127
F.26 Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan 163-171
F.27 Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan 176, 190
F.28 Dampak Produk/Jasa 190
F.29 Jumlah Produk yang Ditarik Kembali 190
F.30 Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan 190
G.1 Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen 266, 267-272
G.2 Lembar Umpan Balik 266, 290
G.3 Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya 266
G.4 Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 283
284 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 285
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Referensi Sustainability Accounting Standard Board (SASB)
Kode Keterangan Halaman
Keamanan Data
FN-CB-230a.1 (1) Jumlah pelanggaran data 177
(2) Persentase yang melibatkan informasi yang dapat mengidentifikasi individu
(3) Jumlah rekening yang terdampak
FN-CB-230a.2 Uraian mengenai pendekatan dalam mengidentifikasi dan menangani risiko keamanan data. 177
Inklusi Keuangan & Penguatan Kapasitas
FN-CB-240a.1 (1) Jumlah dan 130
(2) nilai pinjaman yang masih berjalan yang memenuhi kualifikasi program yang dirancang untuk mendorong pengembangan usaha kecil dan pembangunan
masyarakat.
FN-CB-240a.2 (1) Jumlah dan 129
(2) nilai pinjaman bermasalah dan nonakrual yang memenuhi kualifikasi program yang dirancang untuk mendorong pengembangan usaha kecil dan
pembangunan masyarakat.
FN-CB-240a.3 Jumlah rekening giro ritel tanpa biaya yang diberikan kepada nasabah yang sebelumnya tidak memiliki akses layanan perbankan atau kurang terlayani. 136
FN-CB-240a.4 Jumlah peserta dalam inisiatif literasi keuangan bagi nasabah unbanked, underbanked, atau kurang terlayani. 136
Integrasi Faktor Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola dalam Analisis Kredit
FN-CB-410a.1 Komersial dan pembukaan kredit berdasarkan industri 129-134
FN-CB-410a.2 Uraian mengenai pendekatan integrasi faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam analisis kredit. 145
Financed Emissions
FN-CB-410b.1 Total emisi bruto yang dibiayai secara absolut, dipisahkan berdasarkan (1) Cakupan 1, (2) Cakupan 2, dan (3) Cakupan 3. 76-77
FN-CB-410b.2 Total eksposur bruto untuk setiap industri berdasarkan kelas aset. 76-77
FN-CB-410b.3 Persentase total eksposur bruto yang termasuk dalam perhitungan emisi yang dibiayai. 77
FN-CB-410b.4 Uraian mengenai metodologi yang digunakan untuk menghitung emisi yang dibiayai. 76-77
Etika Bisnis
FN-CB-510a.1 Jumlah kerugian akibat proses hukum terkait penipuan, perdagangan orang dalam, anti-trust, perilaku anti-persaingan, manipulasi pasar, malpraktek, atau 120, 262
undang undang industri keuangan terkait lainnya
FN-CB-510a.2 Kebijakan dan prosedur whistleblowing 261
285 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 286
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Tabel Indeks Rating MSCI
No Pilar Indikator Sub Indikator Keterangan Halaman
1 Environment Pillar Financing Environmental Impact ESG Risk Management Policies Scope of management system to assess ESG risks in financing activities 146-147
2 Environment Pillar Financing Environmental Impact Environmental credit policy Credit policy related to agriculture 150
3 Environment Pillar Financing Environmental Impact Environmental credit policy Credit policy related to biodiversity 154
4 Environment Pillar Financing Environmental Impact Environmental credit policy Credit policy related to power utilities 151
5 Environment Pillar Financing Environmental Impact Environmental credit policy Credit policy related to mining 152
6 Environment Pillar Financing Environmental Impact Environmental credit policy Credit policy related to oil and gas 153
7 Environment Pillar Financing Environmental Impact ESG Risk Management (ESRM) Involvement of group credit risk in ESG due diligence 217
Integration
8 Environment Pillar Financing Environmental Impact ESG Risk Management (ESRM) ESG due diligence triggers and risk escalation process clearly defined 217
Integration
9 Environment Pillar Financing Environmental Impact ESG Risk Management (ESRM) Conducts climate-related risk analysis 225-237, 240-244
Oversight
10 Environment Pillar Financing Environmental Impact ESG Risk Management (ESRM) Oversight of ESG risk management in financing activities 215
Oversight
11 Environment Pillar Financing Environmental Impact ESG Risk Management (ESRM) Evidence of board-level engagement on climate-related risks 225
Oversight
12 Environment Pillar Financing Environmental Impact ESG Risk Management (ESRM) Formal management systems to assess ESG risks in financing activities 217,218
Systems
13 Environment Pillar Financing Environmental Impact Environmental Finance Sustainability-related financial product development 155-159
Opportunities
14 Environment Pillar Financing Environmental Impact Environmental Finance Involvement in green financing and securities 156-157
Opportunities
15 Social Pillar Consumer Financial Protection Practices Employee training on consumer financial protection 175
16 Social Pillar Consumer Financial Protection Practices Debt collection policy 185-186
17 Social Pillar Consumer Financial Protection Practices Oversight of financial product or service reviews 172
18 Social Pillar Consumer Financial Protection Practices Fair advertising policy 173-174
19 Social Pillar Consumer Financial Protection Practices Financial product complaint handling process 188
286 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 287
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
No Pilar Indikator Sub Indikator Keterangan Halaman
20 Social Pillar Consumer Financial Protection Practices Company offers loan modification options 186
21 Social Pillar Consumer Financial Protection Practices Financial education initiatives and stakeholder outreach 136-139
22 Social Pillar Consumer Financial Protection Practices Oversight of complaint resolution process 189
23 Social Pillar Human Capital Development Practices Scope of support for degree programs and certifications 102-105
24 Social Pillar Human Capital Development Strategy Extent of human resource-related grievance reporting or escalation procedures 115-116
25 Social Pillar Human Capital Development Strategy Employee satisfaction survey frequency 116
26 Social Pillar Human Capital Development Talent pipeline development Formal talent pipeline development strategy 102
strategy
27 Social Pillar Human Capital Development Talent pipeline development Graduate traineeship/apprenticeship 108-110
strategy program
28 Social Pillar Human Capital Development Talent pipeline development Partners with educational institutions to develop or deliver joint training programs for 102
strategy staff
29 Social Pillar Human Capital Development Programs & Initiatives Employee equity programs 112
30 Social Pillar Human Capital Development Programs & Initiatives Workforce eligible for non-pay benefits 111-112
31 Social Pillar Human Capital Development Programs & Initiatives Variable performance-based component to pay 111-112
32 Social Pillar Human Capital Development Programs & Initiatives Regular performance appraisals and feedback processes 110
33 Social Pillar Human Capital Development Programs & Initiatives Job-specific development training programs 107
34 Social Pillar Human Capital Development Programs & Initiatives Skills and knowledge development training 108-110
35 Social Pillar Access to Finance Products and Strategy Extent of involvement in microfinance/ microinsurance 129-136
36 Social Pillar Access to Finance Distribution and Outreach Innovation in mobile/online distribution channels for financial services 163, 164
37 Social Pillar Access to Finance Distribution and Outreach Points of reach of financial services 163
38 Social Pillar Access to Finance Distribution and Outreach Innovation in other alternative branchless distribution channels for financial services 163, 164
39 Social Pillar Privacy & Data Security Practices - Operations Scope of data protection policy 175-176
40 Social Pillar Privacy & Data Security Practices - Operations Rights provided to consumers regarding the control of their data 177
41 Social Pillar Privacy & Data Security Practices - Operations Measures to address data breaches 178-181
42 Social Pillar Privacy & Data Security Practices - Operations Frequency of audits of information security system 180
43 Social Pillar Privacy & Data Security Practices - Operations Responsibility for privacy and data security 176
44 Social Pillar Privacy & Data Security Practices - Operations Evidence of access control and protection of personal or sensitive data 180-181
45 Social Pillar Privacy & Data Security Practices - Operations Consent policy for use of consumer data for secondary purposes 183
287 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 288
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
No Pilar Indikator Sub Indikator Keterangan Halaman
46 Social Pillar Privacy & Data Security Practices - Operations Collection, usage and retention of customer information 183-184
47 Social Pillar Privacy & Data Security Practices - Supply Chain Data protection programs covering suppliers and business partners 182
48 Social Pillar Privacy & Data Security Practices - Employees Scope of employee training on privacy and data security 178-179
49 Social Pillar Privacy & Data Security Practices - Certification Scope of information security management system certifications 180
50 Social Pillar Privacy & Data Security Practices - Certification Type of information security management system certification 180
51 Governance Pillar Corporate Governance Board - Audit Oversight Audit Board/ Committee Independence Diungkapkan
pada Laporan
Tahunan
52 Governance Pillar Corporate Governance Board - Board Independence Executives on Board Diungkapkan
pada Laporan
Tahunan
53 Governance Pillar Corporate Governance Board - Board Independence Related Party Transactions Diungkapkan
pada Laporan
Tahunan
54 Governance Pillar Corporate Governance Board - Board Skills & Diversity Bank has 30% female directors 89-90
55 Governance Pillar Corporate Governance Board Attendance Attendance at Board meetings 194,195
56 Governance Pillar Corporate Governance Board - Pay Oversight Pay Committee Independence Diungkapkan
pada Laporan
Tahunan
57 Governance Pillar Corporate Governance Pay -Non-executive Director Director Equity Policy 211
Pay
58 Governance Pillar Corporate Governance Pay - Pay Figures Executive Pay Disclosure 210
59 Governance Pillar Corporate Governance Pay - Pay Performance CEO Equity Policy 211
Alignment
60 Governance Pillar Corporate Governance Pay - Pay Performance Pay Linked to Sustainability 209
Alignment
61 Governance Pillar Corporate Governance Ownership & Control -Director Annual Director Elections 208
Elections
62 Governance Pillar Corporate Governance Ownership & Control - Director Proxy Access Diungkapkan
Elections pada Laporan
Tahunan
288 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 289
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
No Pilar Indikator Sub Indikator Keterangan Halaman
63 Governance Pillar Corporate Governance Ownership & Control - One Government Intervention Concerns Diungkapkan
Share One Vote pada Laporan
Tahunan
64 Governance Pillar Corporate Governance Ownership & Control - Controlling Shareholder Diungkapkan
Ownership Structure pada Laporan
Tahunan
65 Governance Pillar Corporate Governance Ownership & Control - Controlling Shareholder Concerns Diungkapkan
Ownership Structure pada Laporan
Tahunan
66 Governance Pillar Corporate Governance Ownership & Control - Takeover Fair Bid Treatment Provisions 38
Provisions
67 Governance Pillar Corporate Behavior Business Ethics Policies & Responsibility for ethics issues 250
Practices
68 Governance Pillar Corporate Behavior Business Ethics Policies & Bribery and Anti-corruption Policy 252
Practices
69 Governance Pillar Corporate Behavior Business Ethics Policies & Regular Audits of Ethical Standards 249
Practices
70 Governance Pillar Corporate Behavior Business Ethics Policies & Whistleblower Protection 261
Practices
71 Governance Pillar Corporate Behavior Business Ethics Policies & Employee training on ethical standards 251
Practices
72 Governance Pillar Corporate Behavior Business Ethics Policies & Anti-Corruption Policy for Suppliers 37
Practices
73 Governance Pillar Corporate Behavior Business Ethics Policies & Anti-money Laundering Policy 257
Practices
74 Governance Pillar Corporate Behavior Tax Transparency Tax Transparency 42
75 Governance Pillar Corporate Behavior Business ethics controversies Corruption Risk Exposure & Controversies Diungkapkan
pada Laporan
Tahunan
76 Governance Pillar Corporate Governance Accounting - Auditor Auditor Tenure Diungkapkan
Independence pada Laporan
Tahunan
289 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 290
Pendahuluan Profil dan Membangun Ekosistem Mengelola Lingkungan yang Menumbuhkan Potensi dan Menguatkan Masyarakat melalui Menggerakkan Inovasi Penguatan Tata Kelola sebagai
Perjalanan BTN Keuangan Berkelanjutan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Pegawai Kepedulian dan Inklusi Produk Keuangan dan Fondasi Keberlanjutan
Digitalisasi
Lembar Umpan Balik [OJK G.2]
Terima kasih telah membaca Laporan Keberlanjutan PT Bank Kategori Pemangku Kepentingan
Tabungan Negara (Persero) Tbk. 2025. Untuk meningkatkan
kualitas pelaporan yang lebih baik pada tahun mendatang, Nasabah Pegawai Pemegang Saham Pemerintah dan pembuat
Bank mengharapkan usulan, kritik dan saran dari pembaca kebijakan
dan pengguna laporan ini. BTN berkomitmen untuk senantiasa
Media massa Mitra kerja, supplier Masyarakat, komunitas lokal Lain-lain, sebutkan
meningkatkan kinerja keberlanjutan dan memberikan yang
terbaik untuk pemangku kepentingan.
Profil Mohon pilih jawaban yang sesuai dengan memberikan tanda √ pada lingkaran jawaban:
1. Apakah laporan ini sudah menggambarkan kinerja Setuju Tidak Setuju Tidak Tahu
Nama :
Bank dalam berkontribusi pada pembangunan
berkelanjutan?
Institusi : 2. Apakah laporan ini bermanfaat bagi Anda? Setuju Tidak Setuju Tidak Tahu
3. Apakah laporan ini mudah dimengerti? Setuju Tidak Setuju Tidak Tahu
Telp/Hp : 4. Apakah laporan ini menarik? Setuju Tidak Setuju Tidak Tahu
Mohon menuliskan jawaban sesuai dengan pendapat Anda?
Bank sangat menghargai umpan balik yang Anda berikan.
1. Bagian informasi mana yang paling berguna dan menarik?
Untuk itu, mohon mengirimkan lembar umpan balik ini ke:
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk [GRI 2-3] 2. Bagian informasi mana yang kurang berguna sehingga perlu
dilakukan perbaikan?
Corporate Secretary Division
Menara 2 BTN Lantai 21
Jl. H. R. Rasuna Said No.1, 3. Apakah data yang disajikan telah transparan, dapat
dipercaya, dan berimbang?
Jakarta Selatan 12980
Email: csd@btn.co.id
4. Saran/usul/komentar untuk perbaikan laporan ke depan
290 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 291
Page 292
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Menara BTN Jl. Gajah Mada No. 1 Jakarta Pusat 10130 Tel. : (+62) 6336789, 6332666 E-mail : csd@btn.co.id www.btn.co.id
Names mentioned 72 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Tata Hak Pegawai
p.5
unresolved
org
Tata Pegawai
p.5
unresolved
org
Bank BUMN
p.7
unresolved
org
Bank Pemberdaya Wirausaha Sektor Pilar Sosial
p.11
unresolved
org
Kementerian Perindustrian
p.12
unresolved
org
PT Bank Tabungan
p.21
unresolved
org
Negara (Persero) Tbk
p.21 ×7
unresolved
org
PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja.
p.24
unresolved
person
Consumer Banking
· Direktur
p.25
unresolved
person
Committee
· Direktur
p.32
unresolved
org
Learning & Partners
p.32
unresolved
org
Bank Syariah Steering
p.32
unresolved
person
Ashoya Ratam
p.34
unresolved
org
Menteri Hukum Nomor AHU- AH.
p.34
unresolved
org
Menteri BUMN Nomor SE-
p.37
unresolved
org
Bank Institution
p.39
unresolved
—
Forexindo
· Anggota
p.39
unresolved
person
Forum Komunikasi
· Direktur
p.39
unresolved
—
FKDKP
· Anggota
p.39
unresolved
—
UNEP FI
· Anggota
p.39
unresolved
org
Bank Capital Adequacy Ratio
p.40
unresolved
org
Menteri Negara Lingkungan Hidup
p.70
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya
p.71
unresolved
org
Yayasan KEHATI
p.78
unresolved
org
Bank Garansi
p.82 ×2
unresolved
person
Keberagaman Komposisi
· Komisaris
p.89 ×2
unresolved
person
Proporsi
· Direktur
p.90
unresolved
org
Bank Kelamin Nixon L.P.
p.90
unresolved
org
Nixon L.P.
· Direktur Utama
p.90 ×2
unresolved
org
PT Danantara Asset Management. Tan Jacky Chen
p.90
unresolved
person
Keberagaman
· Komisaris
p.90
unresolved
org
Sertifikasi Manajemen Risiko
p.103
unresolved
person
Pembekalan Sertifikasi
· Komisaris
p.104 ×5
unresolved
person
Win
· Direktur
p.104 ×6
unresolved
org
PT Bank Tabungan Ida Nuryanti
p.104
unresolved
org
PT Bank Tabungan Pietra
p.104
unresolved
person
Pietra
· Komisaris
p.104
unresolved
—
Refreshment -
· Batam
p.104
unresolved
org
PT Bank Tabungan Perbankan
p.104
unresolved
person
Panangian
· Komisaris
p.104
unresolved
org
PT Bank Tabungan Consumer
p.104
unresolved
org
PT Bank Tabungan Poetra
p.104
unresolved
—
Poetra
· Finance &
p.104
unresolved
org
PT Bank Tabungan Management
p.104
unresolved
org
Bank Indonesia
p.172
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.