Back to announcement
20231204_CLEO_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31545240_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review CLEOSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 12
Page 1
SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI
Laporan No. 00434/2.0118-00/BS/04/0596/1/XI/2023
File No. 137.2/IDR/DO.2/BFO/XI/2023 Jakarta, 29 November 2023
Kepada Yth.
Direksi
PT SARIGUNA PRIMATIRTA Tbk
Jalan Raya A. Yani No. 43
Kompleks Central Square Blok C.1
Gedangan, Sidoarjo
Jawa Timur
Dengan hormat,
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Saham PT
Sentralsari Prima Sentosa Oleh PT Sariguna Primatirta Tbk (Revisi 2)
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No. STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6
Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara IDR dengan PT
Sariguna Primatirta Tbk No. 135.3/IDR/DO.2/Pr-BFO/VIII/2023, tanggal 7 Agustus 2023, IDR telah
melaksanakan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT
Sentralsari Prima Sentosa oleh PT Sariguna Primatirta Tbk.
Laporan pendapat kewajaran ini merupakan hasil revisi laporan pendapat kewajaran No.
00383/2.0118-00/BS/04/0596/1/X/2023 tanggal 23 Oktober 2023 dan hasil revisi laporan pendapat
kewajaran No. 00423/2.0118-00/BS/04/0596/1/XI/2023 tanggal 20 November 2023 dan oleh
karenanya laporan pendapat kewajaran tersebut dibatalkan. Alasan diterbitkannya laporan pendapat
kewajaran revisi sehubungan dengan adanya perubahan dan/atau tambahan data/informasi
berdasarkan surat OJK No. S-21/PM.023/2023 tanggal 13 November 2023, Hal. Perubahan dan/atau
Tambahan Informasi atas Rencana Transaksi Material dan Transaksi Afiliasi PT Sariguna Primatirta Tbk.
Laporan Pendapat Kewajaran telah direvisi sebagaimana yang disajikan dalam laporan ini.
Latar Belakang
PT Sariguna Primatirta Tbk (selanjutnya disebut Perseroan atau Perusahaan atau Pemberi Tugas atau
CLEO) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (selanjutnya disebut
BEI). CLEO berencana membeli saham baru yang akan diterbitkan PT Sentralsari Prima Sentosa
(selanjutnya disebut SPS). SPS merupakan distributor tunggal produk air minum dalam kemasan yang
diproduksi CLEO dimana CLEO menjual seluruh produk air minum dalam kemasan kepada SPS.
Rencana pembelian saham baru yang akan diterbitkan SPS oleh CLEO selanjutnya disebut Rencana
Transaksi.
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk
melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
i
Page 2
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut IDR atau Penilai atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut. Objek Penilaian Objek Penilaian adalah rencana transaksi pembelian saham baru yang akan diterbitkan SPS oleh CLEO. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi Pihak-pihak yang bertransaksi adalah CLEO dan SPS, dimana CLEO sebagai pembeli yang akan mengambil saham baru yang akan diterbitkan SPS dan SPS sebagai pihak yang akan menerbitkan saham baru. Maksud dan Tujuan Penilaian Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi. Tanggal Penilaian Tanggal penilaian 30 Juni 2023 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 yang telah direviu oleh KAP Teramihardja, Pradhono & Chandra dan telah ditandatangani Akuntan Publik Novida Winata yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Asumsi dan Kondisi Pembatas • Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion. • Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian. • Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya. • Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi keuangan. • Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan. • Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional perusahaan. • Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir. • Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas. • Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas lainnya diungkapkan dalam laporan. Pendekatan dan Metode Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah: a. Melakukan analisis transaksi. b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi. c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi. d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi. e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) Berdasarkan akta Notaris Nomor 22 tanggal 31 Juli 2023 yang dibuat oleh Notaris Happy Herawati Chandra S.H., berkedudukan di Kabupaten Sidoarjo yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Nomor AHU-0146476.AH.01.11 Tahun 2023 tanggal 1 Agustus 2023, terjadi perubahan Direksi dan Komisaris SPS. Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian. Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Sariguna Primatirta Tbk ii
Page 3
Kesimpulan
A. Analisis Transaksi
1. Analisis pengaruh transaksi terhadap keuangan Perseroan
Dengan transaksi pembelian saham baru yang akan diterbitkan SPS oleh CLEO berdasarkan
proforma posisi keuangan dan proyeksi posisi keuangan akan meningkatkan likuiditas Perseroan
namun solvabilitas Perseroan mengalami penurunan.
2. Analisis likuiditas dari transaksi
Berdasarkan analisis proforma posisi keuangan akan meningkatkan likuiditas Perseroan.
Berdasarkan proyeksi posisi keuangan dengan dilakukannya transaksi akan meningkatkan
likuiditas Perseroan.
3. Nilai transaksi
Berdasarkan Draft Perjanjian Pemesanan Saham Dalam SPS tanggal 20 Oktober 2023. CLEO
bermaksud untuk melakukan pembelian saham baru yang akan diterbitkan SPS sebesar Rp
180.000.000.000,-. CLEO akan memperoleh 100.000 saham baru SPS dengan nilai konversi Rp
1.800.000,- per saham.
4. Materialitas nilai transaksi
Nilai transaksi atas Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 180.000.000.000,- dan ekuitas
Perseroan berdasarkan laporan keuangan yang telah direviu KAP Teramihardja, Pradhono &
Chandra per 30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 1.292.283.285.490,-, dengan demikian materialitas
nilai transaksi 13,93% dari ekuitas Perseroan.
Total aset SPS berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP Teramihardja,
Pradhono & Chandra per 30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 403.057.541.899,- dan total aset
Perseroan berdasarkan laporan keuangan yang telah direviu KAP Teramihardja, Pradhono &
Chandra per 30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 1.839.123.758.819,-, dengan demikian materialitas
nilai transaksi 21,92% dari total aset Perseroan.
Laba bersih SPS berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP Teramihardja,
Pradhono & Chandra per 30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 4.984.659.138,- dan laba bersih
Perseroan berdasarkan laporan keuangan yang telah direviu KAP Teramihardja, Pradhono &
Chandra per 30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 126.081.671.441,-, dengan demikian materialitas
nilai transaksi 3,95% dari laba bersih Perseroan.
Pendapatan SPS berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP Teramihardja,
Pradhono & Chandra per 30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 968.346.462.531,- dan pendapatan
Perseroan berdasarkan laporan keuangan yang telah direviu KAP Teramihardja, Pradhono &
Chandra per 30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 752.341.375.570,-, dengan demikian materialitas
nilai transaksi 128,71% dari pendapatan Perseroan.
Dari uraian tersebut diatas, Rencana Transaksi termasuk transaksi material dan memerlukan
persetujuan RUPS sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
5. Hubungan antara pihak-pihak yang bertransaksi
Berdasarkan analisis hubungan kepemilikan saham, TGS merupakan pemegang 21,09% saham
CLEO dan TGS juga merupakan pemegang 95,60% saham SPS. Dengan demikian CLEO dengan
SPS terdapat hubungan kepemilikan.
Berdasarkan analisis hubungan kepengurusan, Belinda Natalia sebagai Komisaris Perseroan juga
sebagai Komisaris SPS, Melisa Patricia sebagai Direktur Utama Perseroan juga sebagai Direktur
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Sariguna Primatirta Tbk iii
Page 4
Utama SPS dan Toto Sucartono sebagai Direktur Perseroan juga sebagai Direktur SPS. Dengan
demikian antara Perseroan dan SPS terdapat hubungan kepengurusan.
Dengan demikian rencana transaksi termasuk transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No. 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
6. Analisis perjanjian dan persyaratan yang telah disepakati
Dokumen transaksi yang ada masih berupa draft, pihak-pihak yang bertransaksi belum memiliki
perjanjian dan persyaratan tertulis yang telah disepakati dan mengikat.
7. Analisis manfaat dan risiko dari transaksi
Manfaat transaksi adalah sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya rencana transaksi maka akan meningkatkan pendapatan dan laba
Perseroan secara konsolidasi.
Risiko transaksi adalah sebagai berikut:
• Tidak tercapainya kinerja SPS seperti yang diharapkan, sehingga Perseroan dapat mengalami
kerugian atas investasi yang telah dilakukan yang dapat mengurangi kemampuan Perseroan
dalam memenuhi kewajibannya kepada kreditur.
B. Analisis Kualitatif
1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha
PT Sariguna Primatirta Tbk didirikan dengan nama PT Sari Guna berdasarkan akta Notaris
Soetjipto, S.H., No. 87 tanggal 10 Maret 1988. Selanjutnya, sesuai dengan akta Notaris Soetjipto,
S.H., No. 204 tanggal 17 Desember 1988, Perusahaan melakukan perubahan nama menjadi PT
Sariguna Primatirta. Akta pendirian dan perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-363.HT.01.01-TH.89 tanggal 14
Januari 1989 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 16 tanggal 24
Februari 1989, Tambahan No. 284.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta
Notaris Anita Anggawidjaja S.H., No. 107 tanggal 28 Juni 2022, antara lain, sehubungan dengan
perubahan Anggaran Dasar Perusahaan untuk disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan
Usaha Indonesia. Akta perubahan tersebut telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
0044942.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 30 Juni 2022.
Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama adalah
bergerak dalam bidang industri air minum dalam kemasan.
PT Sentralsari Primasentosa (SPS) didirikan dengan nama PT Sentralsari Primasentosa
berdasarkan akta Notaris A. V. Chitranadi, S.H., No. 13 tanggal 21 Oktober 1994 dan telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.C2-
1.570.HT.01.01-TH.95 tanggal 2 Februari 1995.
Anggaran Dasar SPS telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris
Happy Herawati Chandra, S.H., No. 54 tanggal 27 September 2022, mengenai perubahan
maksud dan tujuan serta kegiatan usaha SPS. Perubahan Anggaran Dasar ini telah mendapat
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat
Keputusan No. AHU-0072182.AH.01.02.TAHUN 2022 Tanggal 6 Oktober 2022.
Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama adalah
bergerak dalam bidang perdagangan besar bukan mobil dan sepeda motor, perdagangan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Sariguna Primatirta Tbk iv
Page 5
eceran, bukan mobil dan motor, dan pergudangan dan aktivitas penunjang angkutan. Saat ini
kegiatan usaha SPS yaitu distributor produk air minum dalam kemasan.
2. Analisis industri dan lingkungan
Ekonomi Indonesia triwulan II-2023 dibanding triwulan I-2023 (q-to-q) mengalami pertumbuhan
sebesar 3,86%. Pertumbuhan terjadi pada hampir semua lapangan usaha, kecuali Konstruksi
dan Jasa Keuangan dan Asuransi yang masing-masing terkontraksi sebesar 1,44% dan 1,52%.
Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 15,80% dan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
sebesar 15,32%. Sementara itu, Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian; Perdagangan
Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; dan Industri Pengolahan yang memiliki
peran dominan juga mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 3,65%; 2,50%; dan 0,47%.
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan II-2023 tidak
menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,25%; diikuti oleh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
sebesar 13,35%; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar
12,85%; dan Pertambangan dan Penggalian sebesar 10,48%. Peranan keempat lapangan usaha
tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 54,93%.
Asosiasi Produsen Air Minum Kemasan Nasional (Asparminas) mengatakan, terdapat
peningkatan pasar pada produk-produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) lokal. Saat ini
terdapat 1.200 pelaku industri AMDK dengan volume air minum 35 miliar liter per tahun, 2.100
merek dan 7.000 lebih izin edar. Pertumbuhan produsen air minum kemasan di luar pemain
besar tumbuh 2 digit, di mana hal tersebut menjadi kabar baik bagi produsen air minum
kemasan lokal.
Mengutip data terbaru yang dikeluarkan Asparminas pada awal 2023, pertumbuhan pasar
AMDK galon pada 2022 mencapai angka 4 persen. Artinya, pemain-pemain menengah dan kecil
telah berhasil melakukan inovasi dan meningkatkan daya saing. Pelaku usaha bisa lebih inovatif
dan lebih tenang dalam menjalankan usaha air minum karena sudah sesuai regulasi pemerintah,
dan masyarakat juga diuntungkan karena kesehatan mereka bisa lebih terjaga.
Ditinjau dari segi kinerja keuangan tahun 2022, terjadi kenaikan pendapatan Perseroan sebesar
23,12% dari semula pada tahun 2021 dan laba kotor mengalami peningkatan 13,79% dan laba
bersih mengalami peningkatan 8,24%. Dari sisi aset dan ekuitas, Perseroan berhasil
mencatatkan peningkatan aset pada tahun 2022 sebesar 25,62%, dan ekuitas Perseroan juga
meningkat 18,33%. Pada periode 30 Juni 2023, berdasarkan laba rugi penyesuaian penjualan
Perseroan tercatat Rp 752.341 juta, beban pokok penjualan tercatat Rp 414.186 juta dan laba
kotor tercatat Rp 338.155 juta.
Nilai bisnis AMDK di Indonesia memang besar. Menurut data riset pasar Statista, pendapatan
yang didapat dari penjualan AMDK Indonesia mencapai US$10,24 miliar atau sekitar Rp152
triliun pada 2022. Statista juga memprediksi angka penjualan ini masih terus bertumbuh dalam
lima tahun ke depan. Pada 2027, nilai penjualan AMDK diperkirakan tumbuh 26,5% menjadi
US$12,95 miliar. Besarnya nilai penjualan ini membuat Indonesia menjadi pasar AMDK terbesar
kelima di dunia. Amerika Serikat adalah negara dengan nilai penjualan terbesar, yakni US$83,02
miliar. Cina di peringkat kedua, Jerman ketiga, dan Meksiko keempat. Nilai penjualan AMDK
Indonesia juga lebih besar dari India yang jumlah penduduknya lebih besar. Nilai penjualan
AMDK di India hanya sebesar US$5,55 miliar, sekitar setengah dari nilai penjualan di Indonesia.
Dominasi industri AMDK juga terlihat dari konsumsi air minum kebanyakan orang Indonesia.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Sariguna Primatirta Tbk v
Page 6
Berdasarkan data Susenas 2022, sebanyak 39,52% orang Indonesia minum air dari AMDK atau
air isi ulang.
3. Alasan dilakukannya transaksi
Alasan dilakukannya transaksi antara lain adalah:
− Dengan dilakukannya transaksi Perseroan akan mengintegrasikan usaha produksi Air Minum
Dalam Kemasan (AMDK) dengan usaha distribusi yang dijalankan SPS.
− Dengan dilakukannya transaksi Perseroan akan membantu SPS memperoleh tambahan
modal kerja dan menambah armada kendaraan dalam rangka memperluas jaringan distribusi
untuk mendukung pengembangan usaha SPS.
4. Keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif
Keuntungan Perseroan yang bersifat kualitatif adalah dapat melakukan integrasi usaha dan
pengembangan usaha dibidang air minum dalam kemasan sehingga dapat lebih dikenal
masyarakat sebagai perusahaan yang terus berkembang.
Kerugian Perseroan yang bersifat kualitatif adalah jika tidak tercapainya proyeksi yang
direncanakan, sehingga target yang direncanakan tidak tercapai yang berakibat menurunnya
kinerja Perseroan dan Perseroan dianggap gagal mengembangkan investasinya di SPS yang
dapat berpengaruh negatif terhadap kredibilitas Perseroan terhadap shareholder.
C. Analisis Kuantitatif
1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban Dan Kondisi Keuangan
1.1. Penilaian kinerja historis dan Rasio Keuangan
Berdasarkan analisis horizontal laba rugi penyesuaian, pertumbuhan pendapatan bersih
Perseroan selama tahun 2018-2022 cenderung fluktuatif dengan rata-rata pertumbuhan
positif sebesar 14,19%. Kemudian, berdasarkan analisis vertikal laba rugi penyesuaian,
beban pokok pendapatan cenderung berfluktuasi dari 63,53% terhadap penjualan di tahun
2018 menjadi 57,40% pada tahun 2022. Periode 30 Juni 2023, beban pokok penjualan
sebesar 55,05% dari penjualan, beban penjualan 8,68% dari penjualan bersih, beban umum
dan administrasi sebesar 4,77% dari penjualan bersih.
Komposisi pendapatan Perseroan terdiri atas pendapatan botol, bukan botol dan lain-lain.
Selama tahun 2018 – 2022 komposisi pendapatan didominasi oleh pendapatan bukan botol
dengan rata-rata terhadap seluruh pendapatan sebesar 55,73% diikuti oleh pendapatan
botol sebesar 42,68% dan pendapatan lain-lain sebesar 1,59%. Pada tahun 2021, komposisi
pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan atas pendapatan botol sebesar 42,02%,
pendapatan bukan botol sebesar 55,74% dan pendapatan lain-lain sebesar 2,24%. Tahun
2022, komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan botol sebesar 49,98%,
pendapatan bukan botol sebesar 48,39% dan pendapatan lain-lain sebesar 1,63%. Periode
30 Juni 2023, tercatat komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan botol
sebesar 54,55%, pendapatan bukan botol sebesar 44,81%, dan pendapatan lain-lain sebesar
0,64%.
Di tahun 2018, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 131.839 juta
yang utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan lebih besar dari pembayaran
kas kepada pemasok. Pada tahun 2019, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi
sebesar Rp 210.065 juta yang utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan lebih
besar dari pembayaran kas kepada pemasok. Di tahun 2020, Perseroan memperoleh kas
dari aktivitas operasi sebesar Rp 226.926 juta yang utamanya berasal dari penerimaan kas
dari pelanggan lebih besar dari pembayaran kas kepada pemasok. Pada tahun 2021,
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Sariguna Primatirta Tbk vi
Page 7
Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 232.747 juta utamanya berasal
dari penerimaan kas dari pelanggan yang lebih besar dari pembayaran kas kepada pemasok.
Tahun 2022, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 190.077 juta
utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan yang lebih besar dari pembayaran
kas kepada pemasok. Periode 30 Juni 2023, tercatat Perseroan memperoleh kas dari
aktivitas operasi sebesar Rp 154.833 juta.
Selanjutnya tahun 2018, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp
178.630 juta utamanya untuk perolehan aset tetap. Pada tahun 2019, Perseroan
menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 434.150 juta utamanya untuk
perolehan aset tetap. Pada tahun 2020, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
investasi sebesar Rp 171.068 juta utamanya untuk perolehan aset tetap. Di tahun 2021,
Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 84.828 juta utamanya
untuk perolehan aset tetap. Tahun 2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
investasi sebesar Rp 324.605 juta utamanya untuk perolehan aset tetap. Periode 30 Juni
2023, tercatat Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 140.538
juta.
Tahun 2018, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 47.044 juta
utamanya berasal dari penerimaan dari penerbitam saham. Pada tahun 2019, Perseroan
memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 228.625 juta utamanya berasal dari
penerimaan pinjaman bank jangka pendek. Di tahun 2020, Perseroan menggunakan kas
untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 39.273 juta utamanya untuk pembayaran pinjaman
bank jangka pendek. Tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan
sebesar Rp 166.014 juta utamanya untuk pembayaran pinjaman bank jangka panjang.
Tahun 2022, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 132.421 juta
utamanya berasal dari penerimaan pinjaman bank jangka pendek dan dan penerimaan
pinjaman bank jangka panjang. Periode 30 Juni 2023, tercatat Perseroan menggunakan kas
untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 13.895 juta.
Kas Perseroan di tahun 2018 tercatat sebesar Rp 2.682 juta yang utamanya berasal dari
aktivitas operasi. Di tahun 2019 kas Perseroan meningkat 155,18% menjadi Rp 6.844 juta
yang disebabkan oleh perolehan kas dari aktivitas operasi dan aktivitas pendanaan. Tahun
2020 kas Perseroan mengalami peningkatan 234,48% menjadi Rp 22.890 juta yang berasal
dari aktivitas operasi. Pada tahun 2021 kas Perseroan mengalami penurunan 79,20%
menjadi Rp 4.761 juta yang utamanya untuk arus kas aktivitas pendanaan. Tahun 2022 kas
Perseroan mengalami penurunan 47,78% menjadi Rp 2.486 juta yang utamanya untuk arus
kas aktivitas investasi. Periode 30 Juni 2023, kas dan setara kas Perseroan pada akhir tahun
sebesar Rp 2.834 juta.
Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan investasi
disesuaikan dengan pendanaannya.
1.2. Analisis Rasio Keuangan
Profitabilitas Perseroan selama tahun 2018-2022 cenderung berfluktuasi, yang ditunjukkan
oleh EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales dengan rata-rata masing-masing
27,29%, 19,82%, 16,43% dan 12,82%, artinya Perseroan rata-rata memperoleh laba masing-
masing Rp 0,2729 EBITDA, Rp 0,1982 EBIT, Rp 0,1643 EBT, dan Rp 0,1282 EAT atas setiap Rp
1 pendapatan yang berhasil dilakukan. Pada tahun 2022, EBITDA/Sales, EBIT/Sales,
EBT/Sales, dan EAT/Sales masing-masing sebesar 29,46%, 21,54%, 18,32% dan 14,40%. Pada
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Sariguna Primatirta Tbk vii
Page 8
periode 30 Juni 2023, tercatat EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales masing-
masing sebesar 31,50%, 22,69%, 21,23% dan 16,76%.
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang
harus dibayar dengan aset lancarnya maka dalam mengukur tingkat likuiditas perusahaan,
digunakan Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi likuiditas perusahaan.
Pada tahun 2018-2022, likuiditas perusahaan cenderung fluktuatif dengan Current Ratio
tahun 2022 sebesar 1,81x, artinya Perseroan memiliki Rp 1,81 aset lancar yang dapat
digunakan untuk memenuhi setiap Rp 1 utang lancarnya. Periode 30 Juni 2023, tercatat CR
Perseroan sebesar 1,59x.
Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya
ketika dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio
(DAR). Semakin tinggi DER dan DAR maka semakin rendah solvabilitas perusahaan. Semakin
tinggi solvabilitas perusahaan, maka semakin rendah risiko kebangkrutan perusahaan.
Solvabilitas Perseroan tahun 2018-2022 cenderung fluktuatif, dengan Debt to Equity dan
Debt to Asset pada tahun 2022 masing-masing adalah 0,43x dan 0,30x. Artinya, perusahaan
memiliki utang Rp 0,43 untuk setiap Rp 1 ekuitas yang dimilikinya serta setiap Rp 1 aset
perusahaan dibiayai oleh utang sebesar Rp 0,30. Periode 30 Juni 2023, tercatat DER dan
DAR Perseroan masing-masing sebesar 0,42x dan 0,30x.
1.3. Analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan keuangan setelah
transaksi.
Berdasarkan analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan keuangan
setelah transaksi dapat disimpulkan dengan dilakukannya transaksi kondisi likuiditas
Perseroan mengalami peningkatan dan solvabilitas Perseroan mengalami penurunan.
Profitabilitas margin laba kotor Perseroan mengalami peningkatan namun profitabilitas
margin laba usaha, margin laba sebelum pajak dan margin laba bersih mengalami
penurunan.
1.4. Penilaian atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari manajemen.
Tanpa dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan masing-masing sebesar 29,20%, 24,02%, 22,94% dan 17,89%. Sedangkan dengan
dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan setiap tahun masing-masing sebesar 27,82%, 21,55%, 19,97% dan 15,58%.
Dengan demikian dengan dilakukannya transaksi profitabilitas EBITDA/Sales, EBIT/Sales,
EBT/Sales dan EAT/Sales Perseroan mengalami penurunan.
Tanpa dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Current
Ratio (CR) sebesar 481,93% sedangkan dengan dilakukannya transaksi CR Perseroan
meningkat menjadi 535,44%.
Tanpa dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Debt to
Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) masing-masing 19,59% dan 16,15%
sedangkan dengan dilakukannya transaksi DER dan DAR Perseroan meningkat menjadi
26,17% dan 20,43%.
Dengan transaksi, proyeksi posisi keuangan Perseroan menunjukan bahwa likuiditas
Perseroan meningkat namun solvabilitas Perseroan mengalami penurunan.
Selain itu tanpa transaksi dan dengan transaksi proyeksi arus kas Perseroan tidak
menunjukkan adanya cash deficiency.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Sariguna Primatirta Tbk viii
Page 9
2. Analisis Inkremental
2.1. Konstribusi Nilai Tambah
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
konstribusi nilai tambah terhadap pendapatan dan laba. Dengan dilakukannya transaksi,
kontribusi nilai tambah selama periode 1 Juli 2023 – 31 Desember 2028 terhadap
pendapatan Perseroan sebesar Rp 2.938.319 juta dan laba EBITDA, EBIT, EBT dan EAT serta
laba per saham masing-masing sebesar Rp 678.425 juta, Rp 390.334 juta, Rp 290.851 juta,
Rp 226.864 juta dan Rp 19 juta.
Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan pendapatan dan laba yang
akan menguntungkan Perseroan.
Berdasarkan matriks sensitivitas terlihat bahwa jumlah kontribusi nilai tambah dari EAT
lebih sensitif terhadap kenaikan beban penjualan dibandingkan dengan kenaikan HPP.
2.2. Biaya dan pendapatan yang relevan
Perseroan akan memperhatikan biaya dan pendapatan yang relevan sesuai dengan keadaan
industri dan margin laba yang diharapkan. Apabila pendapatan berkurang Perseroan akan
menurunkan biaya secara proporsional hingga margin laba yang diharapkan dapat tercapai.
Dengan demikian transaksi yang dilakukan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
2.3. Informasi non keuangan yang relevan
Informasi non keuangan yang relevan adalah dengan dilakukannya transaksi Perseroan
dapat mengintegrasikan bisnis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan SPS sehingga
dapat meningkatkan pendapatan dan laba Perseroan secara konsolidasi.
2.4. Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan Dalam Menentukan Rencana Transaksi
dan Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif lain
Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan rencana transaksi dan
nilai transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan Komisaris Perseroan.
Rencana transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan
akuntabel yang dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
Alternatif lain dari rencana transaksi, apabila dilakukan dengan pihak lain, tidak ada dan
Perseroan tidak mengenal pihak lain tersebut, sehingga rencana transaksi tidak dapat
dilaksanakan.
2.5. Hal-Hal Material Lainnya
Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari rencana transaksi tidak ada.
Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa rencana transaksi
adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
D. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
1. Hasil Penilaian Objek Transaksi
Berdasarkan Laporan Penilaian Saham SPS No. 00433/2.0118-00/BS/04/0596/1/XI/2023
tanggal 29 November 2023 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan, menyatakan bahwa
Nilai Pasar 25.000 saham atau 100% saham SPS per 30 Juni 2023 adalah Rp 46.100.000.000,-
atau untuk setiap saham adalah Rp 1.844.000,-.
2. Nilai Transaksi
Berdasarkan Draft Perjanjian Pemesanan Saham Dalam SPS tanggal 20 Oktober 2023. CLEO
bermaksud untuk melakukan pembelian saham baru yang akan diterbitkan SPS sebesar Rp
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Sariguna Primatirta Tbk ix
Page 10
180.000.000.000,-. CLEO akan memperoleh 100.000 saham baru SPS dengan nilai konversi Rp
1.800.000,- per saham.
3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Dengan pembelian 100.000 saham baru yang akan diterbitkan SPS oleh CLEO sebesar Rp
180.000.000.000,- atau Rp 1.800.000,- per saham dan Nilai Pasar setiap saham SPS adalah Rp
1.844.000,-, maka nilai transaksi lebih rendah 2,39% dari Nilai Pasar namun masih dalam kisaran
Nilai Pasarnya. Dengan demikian kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan
Berdasarkan hasil analisis dapat dipastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah
sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama periode 1 Juli 2023 – 31
Desember 2028 terhadap pendapatan Perseroan sebesar Rp 2.938.319 juta dan laba EBITDA,
EBIT, EBT dan EAT serta laba per saham masing-masing sebesar Rp 678.425 juta, Rp 390.334
juta, Rp 290.851 juta, Rp 226.864 juta dan Rp 19 juta.
Berdasarkan analisis tersebut, kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
E. Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
1. Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi
Rencana transaksi merupakan pembelian saham baru yang akan diterbitkan SPS oleh CLEO yang
bersumber dari dana utang Perseroan kepada perbankan.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2023, Perseroan memiliki kas sebesar Rp 2.834 juta
sedangkan transaksi pembelian saham baru yang akan diterbitkan SPS oleh Perseroan sebesar
Rp 180 miliar oleh sebab itu Perseroan menggunakan fasilitas pinjaman yang telah dimilikinya.
Berdasarkan perjanjian pinjaman yang telah disepakati antara Perseroan dan perbankan pada
tanggal 28 Februari 2023, menyatakan bahwa Perseroan memiliki fasilitas pinjaman dari
perbankan sebesar Rp 200 miliar. Dengan demikian Perseroan akan menggunakan fasilitas
pinjaman dari perbankan sehingga rencana pembelian saham baru yang akan diterbitkan SPS
oleh CLEO dapat terpenuhi.
2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang
Laporan keuangan Perseroan dan komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang Rupiah.
Nilai tukar Rupiah terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia.
Ketidakpastian pasar keuangan global menyebabkan nilai tukar Rupiah pada Juni 2023 (sampai
dengan 21 Juni 2023) secara rerata sedikit melemah sebesar 0,56% dibandingkan dengan rerata
kurs Mei 2023. Namun demikian, Rupiah secara point-to-point, baik dibandingkan dengan akhir
Mei 2023 maupun akhir tahun 2022, menguat masing-masing sebesar 0,30% dan 4,17%. Dengan
perkembangan tersebut, penguatan Rupiah dibandingkan dengan level akhir tahun 2022 lebih
baik dari apresiasi Rupee India dan Peso Filipina masing-masing sebesar 0,85% dan 0,15%
sedangkan Thai Baht mencatat depresiasi 0,70%. Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan
apresiasi nilai tukar Rupiah berlanjut ditopang oleh surplus transaksi berjalan dan aliran masuk
modal asing seiring prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, inflasi yang rendah, serta imbal
hasil aset keuangan domestik yang menarik. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan
stabilisasi nilai tukar Rupiah khususnya melalui triple intervention dan twist operation untuk
mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi risiko rambatan
ketidakpastian pasar keuangan global. Operasi moneter valas terus diperkuat, termasuk
optimalisasi TD Valas DHE serta penambahan frekuensi dan tenor lelang TD Valas jangka pendek.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Sariguna Primatirta Tbk x
Page 11
Inflasi IHK pada bulan Mei 2023 tercatat 4,00% (yoy) atau berada di batas atas sasaran 3,0±1%.
Penurunan inflasi terjadi di semua kelompok. Inflasi inti Mei 2023 tercatat 2,66% (yoy), lebih
rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,83% (yoy) sejalan dengan
berakhirnya periode HBKN Idulfitri, menurunnya harga komoditas global, dan rendahnya
ekspektasi inflasi. Inflasi kelompok volatile food tercatat 3,28% (yoy), lebih rendah dibandingkan
dengan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 3,74% (yoy). Inflasi kelompok administered prices
juga menurun dari 10,32% (yoy) menjadi 9,52% (yoy). Menurunnya inflasi ke dalam sasaran
sebagai hasil positif dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi
antara BI dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di
berbagai daerah. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi tetap terkendali di dalam sasaran
3,0±1% pada sisa tahun 2023.
3. Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar
Berikut beberapa faktor utama yang dapat menyebabkan ketidakpastian risiko pasar dalam
industri air minum dalam kemasan:
1. Regulasi dan Kebijakan: perubahan dalam regulasi terkait dengan kualitas produk dan
pengemasan. Industri AMDK saat ini tengah mempersiapkan instalasi mesin produksi galon
yang bisa mendukung rencana shifting dari galon polikarbonat yang berisiko BPA ke galon
PET yang lebih aman. Bila hal tersebut terwujud, tentunya akan banyak mengubah lansekap
industri mengingat mayoritas peredaran galon guna ulang polikarbonat ada di wilayah
Jakarta dan sekitarnya. Mitigasi risiko yang dilakukan Perseroan yaitu Perseroan selalu
memperbaharui informasi terkait regulasi dan kebijakan yang berlaku.
2. Persaingan: Tingkat persaingan dalam industri air minum dalam kemasan dapat berubah
seiring dengan masuknya pemain baru, inovasi produk, dan perubahan strategi pesaing.
Mitigasi risiko yang dilakukan Perseroan yaitu Perseroan selalu mengedepankan inovasi
dalam setiap pengembangan produknya.
3. Harga Bahan Baku: Ketidakpastian harga bahan baku seperti plastik, air, dan energi dapat
berdampak signifikan pada biaya produksi. Mitigasi risiko yang dilakukan Perseroan yaitu
Perseroan selalu mengelola persediaan agar dapat tetap memenuhi kebutuhan produksi.
4. Kondisi Ekonomi: Fluktuasi makroekonomi seperti inflasi, nilai tukar mata uang, dan suku
bunga dapat memengaruhi biaya modal dan daya beli konsumen. Mitigasi risiko yang
dilakukan Perseroan yaitu Perseroan selalu mempertahankan rasio laba.
4. Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh
Apabila rencana transaksi tidak dilaksanakan, maka konsekuensi nya adalah Perseroan akan
memiliki ketergantungan terhadap distributor tunggal yang tidak berada dibawah pengendalian
Perseroan dan dari sisi kinerja keuangan, dengan tidak dikonsolidasikannya kinerja dan laporan
keuangan Perseroan dan SPS, maka tidak terdapat peningkatan pendapatan dan laba secara
konsolidasi.
Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan asumsi bahwa Transaksi yang akan dilakukan oleh
manajemen Perseroan sesuai dengan Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Sariguna Primatirta Tbk xi
Page 12
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
5079 ms
12 Sep 2026 21:51
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}