Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 69
Page 1
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Page 2
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-3
Laporan Laba (Rugi) dan Penghasilan Komprehensif Lain 4-5
Konsolidasian
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6
Laporan Arus Kas Konsolidasian 7
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 8-60
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 2e,2f,4 19.703.801.064 14.218.940.596
Piutang usaha - pihak ketiga - bersih 2f,5 267.727.149 4.161.262.547
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 2.170.777 -
Persediaan 2h,6 2.335.078.540 2.780.029.543
Uang muka 8 1.600.000 22.638.365.414
Pajak dibayar dimuka 25a 49.886.038 69.886.316
Biaya dibayar dimuka 2i,7 12.833.333 82.576.060
Jumlah Aset Lancar 22.373.096.901 43.951.060.476
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - bersih 2j,2i,9 45.638.799.066 28.362.988.162
Aset hak guna - bersih 2k,2i,10 258.444.445 690.634.136
Aset pajak tangguhan - bersih 2s,25d 23.263.688 18.331.316
Jaminan 30.000.000 30.000.000
Jumlah Aset Tidak 45.950.507.199 29.101.953.614
JUMLAH ASET 68.323.604.100 73.053.014.090
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 1
Page 9
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga 2f,11 1.381.741.151 1.127.304.069
Utang lain-lain 2f
Pihak ketiga 52.396.934 1.725.000
Pihak berelasi 28 -
Akrual 2f,12 336.822.749 219.201.340
Uang muka penjualan 74.212.892 4.849.768
Utang pajak 25b 300.964.806 880.469.135
Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang
Utang pembiayaan 13 110.238.600 234.758.438
Liabilitas sewa 2k,10 - 64.900.500
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 2.256.377.132 2.533.208.250
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah
dikurangi bagian jangka pendek
Utang pembiayaan 13 69.865.093 180.103.693
Liabilitas sewa 2k,10 - 3.952.441
Liabilitas pajak tangguhan - neto 25d - 82.638.889
Liabilitas imbalan pasca kerja 2m,14 112.199.227 76.195.767
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 182.064.320 342.890.790
JUMLAH LIABILITAS 2.438.441.452 2.876.099.040
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 2
Page 10
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
EKUITAS
Ekuitas neto yang Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas Induk :
Modal saham - nilai nominal Rp10 per saham
pada 31 Desember 2025 dan 2024
Modal dasar - 8.000.000.000 saham pada
31 Desember 2025 pada 2024
Modal disetor 2.550.011.472 saham
pada 31 Desember 2025 dan 2.550.011.472
saham pada 31 Desember 2024 15 25.500.114.720 25.500.114.720
Tambahan modal disetor 16 42.952.844.891 42.952.844.891
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja 2m (33.071.993) (32.027.506)
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 17a 260.000.000 250.000.000
Belum ditentukan penggunaannya 17b (2.794.237.454) 1.506.409.626
Ekuitas Neto yang Dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk 65.885.650.164 70.177.341.731
Kepentingan Non-Pengendali 18 (487.516) (426.681)
JUMLAH EKUITAS 65.885.162.648 70.176.915.050
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 68.323.604.100 73.053.014.090
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 3
Page 11
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
PENDAPATAN 2p,19 23.863.696.726 35.026.119.215
BEBAN POKOK PENDAPATAN 2p,20 (17.180.542.346) (24.190.967.900)
LABA KOTOR 6.683.154.380 10.835.151.315
Beban penjualan 21 (2.627.910.074) (2.971.696.005)
Beban umum dan administrasi 22 (8.634.252.108) (7.782.222.525)
LABA (RUGI) USAHA (4.579.007.802) 81.232.785
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan bunga 192.053.435 1.474.110
Beban keuangan 23 (44.289.699) (59.575.298)
Lain-lain - neto 24 53.259.489 84.067.823
Beban lain-lain neto 201.023.225 25.966.635
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (4.377.984.577) 107.199.420
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
Pajak kini 25c - (43.287.698)
Pajak tangguhan 25d 87.276.662 70.477.774
Beban pajak penghasilan - neto 87.276.662 27.190.076
LABA (RUGI) NETO PERIODE BERJALAN (4.290.707.915) 134.389.496
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi dalam periode berikutnya:
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasca kerja 2m,14 (1.339.087) 1.582.094
Pajak penghasilan terkait 2s,25d 294.599 (348.061)
Penghasilan komprehensif lain - neto
setelah pajak (1.044.488) 1.234.033
TOTAL LABA KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN (4.291.752.403) 135.623.529
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 4
Page 12
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
Laba neto yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk (4.290.647.080) 134.371.998
Kepentingan non-pengendali 18 (60.835) 17.498
(4.290.707.915) 134.389.496
Penghasilan komprehensif lainnya yang
dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk (1.044.487) 1.234.093
Kepentingan non-pengendali 18 1 (60)
(1.044.486) 1.234.033
Total laba komprehensif yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk (4.291.691.567) 135.606.091
Kepentingan non-pengendali (60.834) 17.438
(4.291.752.401) 135.623.529
Laba (rugi) per saham yang
dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk 2n,26 (0,17) 0,01
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 5
Page 13
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
Saldo laba
Pengukuran
Ekuitas merging Tambahan modal Kembali Program Ditentukan Belum ditentukan Kepentingan Non-
Catatan Modal Saham entities disetor Imbalan Pasti penggunaannya penggunaannya Neto Pengendali Jumlah Ekuitas
Saldo per 31 Desember 2023 25.500.072.640 - 42.952.360.971 (33.261.599) 200.000.000 1.728.039.005 70.347.211.017 (444.119) 70.346.766.898
Tambahan modal disetor 42.080 - 483.920 - 526.000 - 526.000
Cadangan umum - - - - 50.000.000 (50.000.000) - - -
Pembagian dividen - - - - - (306.001.377) (306.001.377) - (306.001.377)
Laba neto periode berjalan - - - - - 134.371.998 134.371.998 17.498 134.389.496
Penghasilan komprehensif lain - neto - - - 1.234.093 - - 1.234.093 (60) 1.234.033
Saldo per 31 Desember 2024 25.500.114.720 - 42.952.844.891 (32.027.506) 250.000.000 1.506.409.626 70.177.341.731 (426.681) 70.176.915.050
Tambahan modal disetor - - - - - - -
Cadangan umum - - - - 10.000.000 (10.000.000) - - -
Laba neto periode berjalan - - - - - (4.290.647.080) (4.290.647.080) (60.835) (4.290.707.915)
Penghasilan komprehensif lain - neto - - - (1.044.487) - - (1.044.487) - (1.044.487)
Saldo per 31 Desember 2025 25.500.114.720 - 42.952.844.891 (33.071.993) 260.000.000 (2.794.237.454) 65.885.650.164 (487.516) 65.885.162.648
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 6
Page 14
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 27.852.851.758 43.068.166.105
Pembayaran kas kepada pemasok (8.610.249.448) (38.362.820.162)
Pembayaran kas kepada karyawan (6.644.544.906) (7.264.461.495)
Kas bersih dari aktivitas operasi 12.598.057.404 (2.559.115.552)
Penerimaan bunga 192.053.435 1.474.110
Pembayaran pajak penghasilan (579.504.329) (94.812.488)
Pembayaran beban keuangan (30.445.162) (43.968.866)
Kas Neto diperoleh dari
(digunakan untuk) Aktivitas Operasi 12.180.161.348 (2.696.422.796)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (6.116.581.917) (3.825.284.194)
Penjualan aset tetap - 198.245.000
Perolehan aset hak guna (344.444.445) (755.555.556)
Kas Neto Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (6.461.026.362) (4.382.594.750)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Tambahan modal disetor 483.920 483.920
Pembayaran utang pembiayaan (234.758.438) (318.452.738)
Penerimaan setoran modal - 42.080
Pembayaran dividen - (306.001.363)
Pembayaran untuk utang lain-lain
dari pihak berelasi - (186.000.000)
Kas Neto Digunakan Untuk
Aktivitas Pendanaan (234.274.518) (809.928.101)
KENAIKAN/(PENURUNAN) NETO
KAS DAN SETARA KAS 5.484.860.468 (7.888.945.647)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 14.218.940.596 22.107.886.243
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 19.703.801.064 14.218.940.596
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 7
Page 15
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
1. INFORMASI UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (Perusahaan) didirikan tanggal 2 Oktober 2014 di Republik
Indonesia berdasarkan Akta Notaris No. 7 dari H. Syarif Siangan Tanudjaja S.H., Notaris di
Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-29781.40.10.204 tanggal 15 Oktober
2014 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 103 tanggal 24
Desember 2014, Tambahan Berita Negara No. 040511.
Berdasarkan Akta Notaris No. 8 tanggal 13 Oktober 2022 dari Rahayu Ningsih, S.H., Notaris
di Jakarta, mengenai perubahan seluruh ketentuan anggaran dasar Perusahaan dalam
rangka menjadi perusahaan terbuka.
Perubahan anggaran dasar ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan AHU-0074551.AH.01.02 TAHUN 2022 tanggal
14 Oktober 2022.
Berdasarkan Akta Notaris Rahayu Ningsih, SH Nomor 08 tanggal 15 Februari 2023 Direksi
Perseroan menyatakan Menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan
dari sebanyak 2.040.000.000 (dua miliar empat puluh juta) saham menjadi terdiri atas
2.550.000.000 (dua miliar lima ratus lima puluh juta) saham, dikarenakan terjadinya
peningkatan modal ditempatkan dan disetor dengan penerbitan saham baru sebanyak
510.000.000 (lima ratus sepuluh juta) saham, sebagaimana ternyata dalam suratnya Perihal
Komposisi Kepemilikan Efek PT Hassana Boga Sejahtera dari Biro Administrasi Efek (BAE)
PT Adimitra Jasa Korpora Nomor : IPO-001/NAYZ/022023 pada tanggal tiga Februari dua
ribu dua puluh tiga (03-02-2023) sehingga untuk selanjutnya Pasal 4 ayat (1) dan ayat (2)
Anggaran Dasar Perseroan.
Modal dasar Perseroan berjumlah Rp.80.000.000.000, (delapan puluh miliar Rupiah), terbagi
atas 8.000.000.000 (delapan miliar) saham, masing-masing saham bernilai nominal Rp.10.
(sepuluh Rupiah).
Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor sebesar 31,88% (tiga puluh satu
koma delapan delapan persen) atau sejumlah 2.550.000.000 (dua miliar lima ratus lima puluh
juta) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp.25.500.000.000,- (dua puluh lima
miliar lima ratus juta Rupiah) oleh para pemegang saham yang telah mengambil bagian
saham dengan rincian serta nilai nominal saham.
Perubahan tersebut diatas telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
dengan Nomor Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Nomor AHU-
AH.01.03-0027620 dan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dengan
Nomor AHU-AH.01.09-0092696.
Berdasarkan Akta Notaris Rini Yulianti, SH Notaris di Jakarta tanggal 22 Mei 2023 No. 57
Perusahaan secara musyawarah dan mufakat telah memutuskan untuk melakukan
perubahan direksi Perusahaan. Perubahan tersebut telah diterima oleh Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Nomor AHU-AH.01.09-0119609 tanggal
22 Mei 2023.
8
Page 16
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan)
a. Pendirian dan Informasi Umum (lanjutan)
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dari Notaris Rini
Yulianti, SH Notaris di Jakarta tanggal 30 Juni 2023 No. 73 Pemegang saham utama utama
Perseroan mengusulkan untuk melakukan perubahan susunan anggota direksi Perseroan.
Perubahan tersebut telah diterima oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0144505 tanggal 26 Juli 2023.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Notaris Rini Yulianti,
SH Notaris di Jakarta tanggal 8 September 2023 No. 9, tentang persetujuan perubahan
susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan serta persetujuan perubahan
pasal 12 anggaran dasar Perseroan. Perubahan tersebut telah diterima oleh Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Nomor Penerimaan masing-
masing AHU-AH.01.09-0164395 dan AHU-AH.01.03-0119259 tanggal 19 September 2023.
Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir
berdasarkan Akta No. 8 tanggal 11 Oktober 2024 dari Notaris Rini Yulianti, SH, Notaris di
Jakarta.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, aktifitas bisnis Perusahaan adalah
bidang industri makanan bayi. Pada saat ini Perusahaan menjalankan 1 pabrik makanan
bayi yang berlokasi di Tangerang.
Perusahaan memperoleh izin usaha industri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan
dalam Surat Keputusannya No. 530/09-BP2T/2016 tanggal 16 September 2016 yang berlaku
sampai 16 September 2021. Izin operasi ini telah diperpanjang, terakhir melalui Keputusan
Pemerintah Republik Indonesia tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko No.
0247011121306008 tertanggal 19 Agustus 2022. Perusahaan mulai melakukan kegiatan
operasional pada tahun 2014.
Perusahaan berkedudukan di Jalan Tekno Widya, Taman Tekno, Tangerang.
PT Asia Intrainvesta adalah entitas induk Perusahaan.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 30 Januari 2023, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dalam rangka
penawaran umum perdana saham Perusahaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui
Surat Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran No. S-27/D.04/2023. Perusahaan
menawarkan 510.000.000 lembar saham dengan nominal per saham sebesar Rp 10,-
dengan harga penawaran kepada 9dalah9enk sebesar Rp 100-, per saham. Kemudian
efektif per tanggal 6 Februari 2023, Perusahaan resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia
(“BEI”).
9
Page 17
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan)
c. Susunan pengurus dan karyawan
Susunan pengurus dan karyawan Perusahaan pada 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
Komisaris
Komisaris Utama : Tn. Dody Arifianto
Komisaris : Tn. Bambang Wijananto
Direksi
Direktur Utama : Tn. Arief Banang Trinovan
Direktur : Tn. Bambang Setiadji
Personel manajemen kunci Perusahaan meliputi seluruh anggota dewan komisaris dan
direksi. Manajemen kunci tersebut memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk
merencanakan, memimpin dan mengendalikan aktivitas Perusahaan.
Jumlah karyawan Paerusahaan dan entitas anak pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
masing-masing adalah 71 dan 68 pegawai (tidak diaudit).
d. Struktur grup
Presentase Kepemilikan Jumlah Aset Sebelum Eliminasi
Tahun
Operasi
Entitas Anak Lokasi Jenis Usaha Komersial 31 Desember 2025 31 Desember 2024 31 Desember 2025 31 Desember 2024
Makanan,
PT Mitra Kerja minuman dan
Nayz (MKN) Tangerang alat usaha 2021 99,99% 99,99% 1.683.109.322 2.032.766.946
PT Nutrisi Juara Makanan dan
Asia (NJA) Tangerang minuman 2018 99,98% 99,98% 421.875.039 608.424.773
Perusahaan dan entitas anak secara kolektif disebut sebagai “Grup”.
MKN
MKN didirikan tanggal 21 April 2021 di Republik Indonesia berdasarkan Akta Notaris No.
139 dari Poltak Pardomuan, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
AHU-0027588.AH.01.01. Tahun 2021 pada tanggal 22 April 2021 serta telah diumumkan
dalam berita Negara Republik Indonesia No. 098 Tambahan No. 038185 tanggal 7
Desember 2021. Anggaran dasar MKN telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir
berdasarkan Akta No. 55 tanggal 28 Desember 2023 dari Notaris Panji Kresna S.H., M.Kn.,
notaris di Bekasi mengenai pengalihan saham Perusahaan. Perubahan tersebut telah di
setujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan nomor
penerimaan AHU-AH.01.09-0200947 tanggal 28 Desember 2023.
10
Page 18
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan)
NJA
NJA didirikan tanggal 30 Mei 2018 di Republik Indonesia berdasarkan Akta Notaris No. 39
dari Panji Kresna, S.H.,M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
AHU-0028128.AH.01.01 Tahun 2018 tanggal 4 Juni 2018. Anggaran dasar NJA telah
beberapa kali mengalami perubahan, perubahan terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 21
tanggal 13 November 2023 dari Panji Kresna , S.H., M.Kn., notaris di Bekasi tentang
pergantian Direktur dan pengalihan saham. Perubahan tersebut telah disetujui oleh
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-AH.01.09-0184254 tanggal 13 November 2023.
e. Persetujuan dan pengesahan untuk penerbitan laporan keuangan konsolidasian
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan
keuangan konsolidasian ini sesuai dengan Standar Akuntasi Keuangan di Indonesia yang
disetujui dan diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal 30 Maret 2026.
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan
di Indonesia (SAK), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Dewan Standar
Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan Indonesia serta peraturan regulator pasar modal untuk
entitas yang berada dibawah pengawasannya.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan
keuangan konsolidasian Grup untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024,
kecuali bagi penerapan beberapa PSAK yang telah direvisi. Seperti diungkapkan dalam
catatan - catatan terkait atas laporan keuangan, beberapa standar akuntansi yang telah
direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2025.
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun
berdasarkan dasar akrual dengan menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa
akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan
akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
adalah Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Grup.
11
Page 19
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)
Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik atas kinerja keuangan Grup, karena sifat
dan jumlahnya yang signifikan, beberapa item pendapatan dan beban telah disajikan secara
terpisah.
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan SAK di Indonesia
mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
Grup. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau
area di mana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan
konsolidasian diungkapkan di Catatan 3.
b. Standar Akuntansi Baru
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025
-
- Amandemen PSAK 117, "Kontrak Asuransi" entang penerapan awal PSAK 117 dan
PSAK 109 - informasi komparatif.
- Amandemen PSAK 221, "Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing" tentang kekurangan
ketertukaran.
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2026
- Penyesuaian tahunan PSAK 107 "Instrumen Keuangan: Pengungkapan", PSAK 109
"Instrumen Keuangan", PSAK 110 "Laporan Keuangan", dan PSAK 207 "Laporan Arus
Kas".
- Amendemen PSAK 109 "Instrumen Keuangan" dan PSAK 107 "Instrumen Keuangan:
Pengungkapan" tentang klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan.
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, dampak dari
penerapan standar, amendemen dan interpretasi tersebut terhadap laporan keuangan
konsolidasian tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh manajemen.
c. Klasifikasi lancar dan tidak lancar
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
berdasarkan klasifikasi lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
i. Akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,
ii. Untuk diperdagangkan,
iii. Akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas
kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu
liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar
12
Page 20
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
c. Klasifikasi lancar dan tidak lancar (lanjutan)
Suatu liabilitas disajikan sebagai jangka pendek bila:
i. Akan dilunasi dalam siklus operasi normal
ii. Untuk diperdagangkan,
iii. Akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
iv. Tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12
bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar dan liabilitas
jangka panjang.
d. Prinsip-prinsip konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan
entitas-entitas yang dikendalikan secara langsung ataupun tidak langsung oleh Perusahaan.
Laporan keuangan entitas anak disusun dengan periode pelaporan yang sama dengan
Perusahaan. Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan
konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh Grup, kecuali dinyatakan lain.
Pengendalian dianggap ada ketika perusahaan memiliki secara langsung atau tidak
langsung melalui entitas - entitas anak, lebih dari setengah kekuasaan suara entitas.
Secara spesifik, Grup mengendalikan investee jika dan hanya jika Grup memiliki seluruh hal
berikut ini:
a. Kekuasaan atas investee (misal, hak yang ada memberikan kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan investee).
b. Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee.
c. Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi
jumlah imbal hasil investor.
Ketika Grup memiliki kurang dari hak suara mayoritas, Grup dapat mempertimbangkan
semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atas
investee tersebut:
a. Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara yang lain.
b. Hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain.
c. Hak suara dan hak suara potensial Grup.
Grup menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan
mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
13
Page 21
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
d. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan)
Konsolidasi atas entitas anak dimulai ketika Grup memiliki pengendalian atas entitas anak
dan berhenti ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas,
penghasilan dan beban atas entitas anak yang diakuisisi atau dilepas selama periode
termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dari
tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Grup menghentikan
pengendalian atas entitas anak.
Laba atau rugi dan setiap komponen atas penghasilan komprehensif lain (OCI) diatribusikan
pada pemegang saham entitas induk Perusahaan dan pada kepentingan non pengendali
(“KNP”), walaupun hasil di KNP mempunyai saldo defisit.
Transaksi antar perusahaan, saldo dan keuntungan serta kerugian yang belum direalisasi
dari transaksi antar grup dieliminasi. Semua aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban
dan arus kas berkaitan dengan transaksi antar anggota Grup juga akan dieliminasi secara
penuh dalam proses konsolidasi. Bila diperlukan, penyesuaian dilakukan pada laporan
keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansinya sesuai dengan kebijakan akuntansi
Grup.
Transaksi dengan KNP yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian merupakan
transaksi ekuitas. Selisih antara nilai wajar imbalan yang dibayar dan bagian yang diakuisisi
atas nilai tercatat aset neto entitas anak dicatat pada ekuitas. Keuntungan atau kerugian
pelepasan KNP juga dicatat pada ekuitas.
Perubahan kepemilikan pada entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai
transaksi ekuitas. Jika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
a. Menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;
b. Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
c. Menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila
ada;
d. Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
e. Mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
f. Mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian sebagai
laba rugi; dan
g. Mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui
sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi
persyaratan jika Grup akan melepas secara langsung aset atau liabilitas yang terkait.
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset bersih dari entitas anak yang tidak
dapat diatribusikan, secara langsung maupun tidak langsung, pada Perusahaan, yang
masing-masing disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari
bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
14
Page 22
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
e. Kas dan setara kas
Kas dan setara kas termasuk kas dan deposit di bank yang tidak dibatasi atau jaminkan.
f. Instrumen Keuangan
Kas dan setara kas termasuk kas dan deposit di bank yang tidak dibatasi atau jaminkan.
Klasifikasi
Grup mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas
keuangan. Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan
pada satu entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.
Aset keuangan
Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada
biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lainnya
(“FVTOCI”), dan nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”).
Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas
kontraktual aset keuangan dan model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan tersebut.
Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup
mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah
arus kas akan dihasilkan dari memperoleh arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau
keduanya.
Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI, aset
keuangan harus memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari
jumlah pokok terutang. Pengujian ini dikenal sebagai SPPI testing dan dilakukan pada
tingkat instrumen.
Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
dipenuhi:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan
arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
15
Page 23
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
f. Instrumen keuangan (lanjutan)
Aset keuangan Grup terdiri dari Kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain
diklasifikasikan sebagai aset yang diukur dengan biaya diamortisasi sesuai dengan rencana
grup untuk mempertahankan aset keuangan tersebut dengan tujuan mendapatkan arus kas
kontraktual dan aset tersebut telat memenuhi persyaratan SPPI test. Grup tidak memiliki
aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain.
Liabilitas keuangan
Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (i) liabilitas keuangan diukur pada
FVTPL atau (ii) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan tersebut,
yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain-lain, jika substansi perjanjian kontraktual
mengharuskan Grup untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pemegang
instrumen keuangan, atau jika liabilitas tersebut diselesaikan tidak melalui penukaran kas
atau aset keuangan lain atau saham sendiri yang jumlahnya tetap atau telah ditetapkan.
Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain,
akrual, utang pembiayaan dan liabilitas sewa diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan
yang diukur dengan biaya diamortisasi. Grup tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi.
Pengakuan dan pengukuran
Aset Keuangan
Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan
atau saat Grup menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Grup mengukur
aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada
FVTPL, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan
yang signifikan atau ketika Grup menerapkan panduan praktis, diukur sesuai harga transaksi
seperti yang didefinisikan dalam PSAK 115.
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun
waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian
yang lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk
membeli atau menjual aset tersebut.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur
menggunakan metode suku bunga efektif (“SBE”) dan merupakan subjek penurunan nilai.
Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya,
dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai.
16
Page 24
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
f. Instrumen keuangan (lanjutan)
Liabilitas dan pengukuran
Setelah pengakuan awal, pinjaman diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan
menggunakan metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lainnya konsolidasian hingga liabilitas dihentikan pengakuannya
melalui proses amortisasi menggunakan metode SBE. Biaya perolehan dimortisasi dihitung
dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada perolehan awal dan biaya yang
merupakan bagian integral dari metode SBE. Amortisasi metode SBE diakui sebagai biaya
pendanaan pada laba rugi.
Saling hapus dari instrumen keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan
hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan
liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan
menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
secara bersamaan.
Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif
dikurangi dengan penyisihan atas penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang
tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada
saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari suku bunga efektif.
Grup mengakui cadangan untuk ECL untuk seluruh instrumen utang yang tidak
diklasifikasikan sebagai diukur pada FVTPL. ECL didasarkan pada perbedaan antara arus
kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan
diterima Grup, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang
diharapkan akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki
atau perluasan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.
ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak
mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, pengukuran penyisihan
kerugian dilakukan sejumlah ECL 12 bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan
yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian
dilakukan sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya default (sepanjang umur
ECL).
17
Page 25
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
f. Instrumen keuangan (lanjutan)
Liabilitas dan pengukuran (lanjutan)
Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Grup menerapkan panduan praktis dalam
menghitung ECL. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi perubahan dalam risiko kredit,
melainkan mengukur penyisihan kerugian sejumlah ECL sepanjang umur. Grup telah
membentuk matriks provisi yang didasarkan pada data historis kerugian kredit, disesuaikan
dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan
lingkungan ekonomi.
Grup mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi default ketika telah menunggak
lebih dari 90 hari. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Grup juga dapat menganggap aset
keuangan dalam keadaan default ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan
bahwa Grup tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan
perluasan persyaratan kredit. Piutang usaha dihapusbukukan ketika kecil kemungkinan
untuk memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan
dan telah sepenuhnya dilakukan penyisihan.
Penghentian pengakuan
Aset keuangan
Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:
a) Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
b) Grup mentransfer hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset
keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa
penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan
dan (i) secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset
keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki
seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah
mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.
Ketika Grup telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau telah
menandatangani kesepakatan pelepasan (pass through arrangement), dan secara
substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset
keuangan, maupun mentransfer pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh
keterlibatan berkelanjutan Grup terhadap aset keuangan tersebut.
Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer
diukur sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari
pembayaran yang diterima yang mungkin harus dibayar kembali.
Dalam hal ini, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang ditransfer dan liabilitas terkait
diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dimiliki Grup.
18
Page 26
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
f. Instrumen keuangan (lanjutan)
Liabilitas keuangan (lanjutan)
Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih
antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk setiap aset baru
yang diperoleh dikurangi setiap liabilitas baru yang harus ditanggung; dan (ii) setiap
keuntungan atau kerugian kumulatif yang diakui pada pendapatan komprehensif lain harus
diakui pada laporan laba rugi.
Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak
dihentikan atau dibatalkan atau kadaluarsa.
Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang
sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
substansial atas ketentuan liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau
modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan
liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui
sebagai laba rugi.
g. Pengukuran nilai wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur di antara pelaku pasar
pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi
untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas akan terjadi:
1. di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau
2. jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau
liabilitas tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku
pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku
pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar
untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan
tertinggi dan terbaiknya, atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggidan terbaiknya.
Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang
dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat
diobservasi.
19
Page 27
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
g. Pengukuran nilai wajar
Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset
atau liabilitas tersebut diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan
level input terendah yang signifikan terhadap keseluruhan pengukuran, sebagai berikut:
1. Tingkat 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas
yang identik;
2. Tingkat 2 - Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
3. Tingkat 3 - Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan
keuangan konsolidasian, maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara
tingkat hirarki nilai wajar dengan cara menilai kembali pengkategorian tingkat nilai wajar
(berdasarkan tingkat input terendah yang signifikan terhadap keseluruhan pengukuran) pada
setiap akhir periode pelaporan.
h. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai
realisasi bersih, mana yang paling rendah.
Biaya untuk memproses sampai dengan persediaan berada dalam kondisi dan tempat yang
siap digunakan atau dijual, dicatat sebagai berikut:
Bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi: Biaya pembelian dengan metode masuk
pertama keluar pertama (FIFO). Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam
kegiatan usaha normal, dikurangi dengan estimasi biaya penyelesaian dan taksiran biaya
yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
Nilai realisasi neto persediaan adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa
dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan
penjualan.
Grup menetapkan penyisihan untuk kerugian penurunan nilai pasar persediaan berdasarkan
perubahan berkala atas kondisi fisik dan realisasi neto persediaan.
i. Biaya dibayar dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi sesuai masa manfaat masing-masing biaya dengan
menggunakan metode garis lurus.
20
Page 28
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
j. Aset Tetap
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan, kecuali tanah, dikurangi akumulasi
penyusutan dan rugi penurunan nilai. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode
garis lurus (straight line method) selama umur manfaat aset. Taksiran masa manfaat
ekonomis sebagai berikut:
Kendaraan 4-8
Mesin 4
Peralatan Pabrik 4
Peralatan Kantor 4
Renovasi pra-sarana 3
Pada setiap akhir tahun buku, manajemen mengkaji ulang nilai residu, umur manfaat dan
metode penyusutan, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
Tanah dinyatakan sebesar nilai perolehan dan tidak disusutkan, kecuali dapat dibuktikan
bahwa tanah tersebut mempunyai umur manfaat tertentu. Beban-beban tertentu
sehubungan dengan perolehan tanah pada saat perolehan pertama kali diakui sebagai
bagian perolehan tanah.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian pada saat terjadinya; Biaya penggantian atau inspeksi yang
signifikan dikapitalisasi pada saat terjadinya, dan jika besar kemungkinan manfaat ekonomis
dimasa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Grup, dan biaya perolehan
aset dapat diukur secara andal.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak
ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan
antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan
laba rugi komprehensif lain konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan
pengakuannya.
Aset dalam pembangunan disajikan dalam “Aset Tetap” dan dinyatakan sebesar biaya
perolehan. Akumulasi biaya perolehan untuk aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke
masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan
siap digunakan sesuai dengan tujuannya.
21
Page 29
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
k. Sewa
Sebagai lessee
Grup menilai apakah sebuah kontrak mengandung sewa, pada tanggal insepsi kontrak. Grup
mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa terkait sehubungan dengan seluruh kesepakatan
sewa di mana Grup merupakan penyewa, kecuali untuk sewa jangka-pendek (yang
didefinisikan sebagai sewa yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang) dan sewa yang
aset pendasarnya bernilairendah. Untuk sewa-sewa tersebut, Grup mengakui pembayaran
sewa sebagai beban operasi secara garis lurus selama masa sewa kecuali dasar sistematis
lainnya lebih merepresentasikan pola konsumsi manfaat penyewa dari aset sewa.
Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini pembayaran sewa masa depan yang belum
dibayarkan pada tanggal permulaan, yang didiskontokan menggunakan suku bunga implisit
dalam sewa. Jika suku bunga ini tidak dapat ditentukan, Grup menggunakan suku bunga
pinjaman inkremental khusus untuk penyewa.
Pembayaran sewa yang diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri atas:
• pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara-substansi), dikurangi insentif
sewa;
• pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada
awalnya diukur dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
• jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dalam jaminan nilai residual;
• harga eksekusi opsi beli jika penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut;
dan
• pembayaran penalti karena penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan penyewa
mengeksekusi opsi untuk menghentikan sewa.
Liabilitas sewa disajikan sebagai pos terpisah dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Liabilitas sewa selanjutnya diukur dengan meningkatkan jumlah tercatat untuk merefleksikan
bunga atas liabilitas sewa (menggunakan metode SBE) dan dengan mengurangi jumlah
tercatat untuk merefleksikan sewa yang telah dibayar.
Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara liabilitas dan biaya keuangan. Biaya keuangan
dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga
periodik yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode.
22
Page 30
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
k. Sewa (lanjutan)
Sebagai lessee (lanjutan)
• terdapat perubahan dalam masa sewa atau perubahan dalam penilaian atas eksekusi
opsi pembelian, di mana liabilitas sewa diukur dengan mendiskontokan pembayaran
sewa revisian menggunakan tingkat diskonto revisian.
• terdapat perubahan sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan indeks atau
perubahan perkiraan pembayaran berdasarkan nilai residual jaminan di mana liabilitas
sewa diukur Kembali dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian
menggunakan tingkat diskonto awal (kecuali jika pembayaran sewa berubah karena
perubahan suku bunga mengambang, di mana tingkat diskonto revisian digunakan);
atau
• kontrak sewa dimodifikasi dan modifikasi sewa tidak dicatat sebagai sewa terpisah, di
mana liabilitas sewa diukur dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian
menggunakan tingkat diskonto revisian.
Aset hak guna terdiri dari pengukuran awal atas liabilitas sewa, pembayaran sewa yang
dilakukan pada saat atau sebelum permulaan sewa dan biaya langsung awal. Aset hak guna
selanjutnya diukur sebesar biaya dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan
nilai.
Jika Grup dibebankan kewajiban atas biaya membongkar dan memindahkan aset sewa,
merestorasi tempat di mana aset berada atau merestorasi aset pendasar ke kondisi yang
disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, provisi diakui dan diukur sesuai PSAK 57. Biaya
tersebut diperhitungkan dalam aset hak guna terkait, kecuali jika biaya tersebut terjadi untuk
memproduksi persediaan.
Aset hak guna selanjutnya diukur dengan harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
dan penurunan nilai. Aset hak guna disusutkan secara garis lurus selama jangka waktu sewa
yang lebih pendek dan estimasi masa manfaat aset, sebagai berikut :
Tahun
Bangunan 2
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar atau jika biaya perolehan aset hak guna
merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, aset hak guna disusutkan selama masa
manfaat aset pendasar. Penyusutan dmulai pada tanggal permulaan sewa.
Aset hak guna disajikan sebagai pos terpisah di laporan posisi keuangan konsolidasian.
23
Page 31
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
l. Penurunan nilai asset non-keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian secara
tahunan penurunan nilai aset diperlukan, maka Grup membuat estimasi jumlah terpulihkan
aset tersebut.
Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas adalah jumlah yang lebih tinggi antara
nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakainya. Jika jumlah terpulihkan suatu aset
lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat harus diturunkan menjadi sebesar terpulihkan.
Kerugian penurunan nilai diakui segera dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian.
Rugi penurunan nilai akan dipulihkan jika terdapat perubahan dalam taksiran yang
digunakan untuk menentukan nilai aset non-keuangan yang dapat dipulihkan (recovererable
amount). Rugi penurunan nilai hanya akan dipulihkan sampai sebatas nilai tercatat aset non-
keuangan tidak boleh melebihi nilai terpulihkannya maupun nilai tercatat yang seharusnya
diakui, setelah dikurangi depresiasi atau amortisasi, jika tidak ada pengakuan rugi
penurunan nilai aset non-keuangan. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi.
m. Imbalan kerja
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu
dua belas bulan setelah akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah
memberikan jasa kerjanya. Kewajiban diakui ketika karyawan memberikan jasa kepada Grup
dimana semua perubahan pada nilai bawaan dari kewajiban diakui pada laba rugi.
Manfaat imbalan pasti
Grup menerapkan program imbalan pasti yang tidak didanai dan mencatat imbalan kerja
untuk menutupi manfaat yang memadai berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja No. 6
Tahun 2023 dan PSAK 219 dengan pendekatan IFRIC.
Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui
perhitungan aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan
menerapkan asumsi atas tingkat diskonto, hasil atas aset program dan tingkat kenaikan
manfaat pasti pensiun tahunan.
24
Page 32
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
m. Imbalan kerja (lanjutan)
Manfaat imbalan pasti (lanjutan)
Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak perubahan
pada batas atas aset (jika ada) dan imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga),
yang tercermin langsung dalam laporan posisi keuangan konsolidasian yang dibebankan
atau dikreditkan diakui dalam penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya untuk
mencerminkan aset atau liabilitas pensiun neto yang diakui pada laporan keuangan
konsolidasian untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program. Pengukuran
kembali diakui dalam penghasilan komprehensif lain tercermin segera dalam ekuitas dan
tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika
amandemen/kurtailmen terjadi atau ketika biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan
kerja diakui.
Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset
imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:
• Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian
kurtailmen dan penyelesaian)
• Beban atau pendapatan bunga neto
• Pengukuran kembali
n. Laba (rugi) per saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih konsolidasi dengan jumlah
rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan dengan
mempertimbangkan dampak pemecahan saham setelah tanggal neraca.
o. Kombinasi bisnis entitas sepengendali
Kombinasi bisnis antara entitas sepengendali diperlakukan sesuai dengan PSAK 338.
Berdasarkan PSAK 338, transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan
bisnis yang dilakukan dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada di dalam suatu
Grup yang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi,
sehingga transaksi tersebut tidak menimbulkan laba atau rugi bagi Grup secara keseluruhan
ataupun bagi entitas individu dalam Grup tersebut.
Karena transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali tidak menyebabkan perubahan
substansi ekonomi kepemilikan atas bisnis yang dipertukarkan, maka transaksi tersebut
diakui pada jumlah tercatat berdasarkan metode penyatuan kepemilikan.
25
Page 33
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
o. Kombinasi bisnis entitas sepengendali (lanjutan)
Dalam menerapkan metode penyatuan kepemilikan, unsur-unsur laporan keuangan dari
entitas yang bergabung, untuk periode terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali dan
untuk periode komparatif sajian, disajikan sedemikian rupa seolah-olah penggabungan
tersebut telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam
sepengendalian. Jumlah tercatat dari unsurunsur laporan keuangan tersebut merupakan
jumlah tercatat dari entitas yang bergabung dalam kombinasi bisnis antitas sepengendali.
Selisih antara imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi
bisnis entitas sepengendali disajikan di ekuitas dalam pos tambahan modal disetor.
p. Pengakuan pendapatan dan beban
Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang Grup perkirakan menjadi haknya dalam
kontrak dengan pelanggan dan tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga.
Pendapatan diakui ketika Grup memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan menyerahkan
barang, yaitu ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang tersebut. Suatu kewajiban
pelaksanaan dapat dipenuhi pada suatu titik waktu atau sepanjang waktu kontrak.
Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai
kompensasi atas diserahkannya barang. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak
mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, Grup memperkirakan jumlah tersebut
menggunakan metode nilai yang diharapkan atau nilai kemungkinan besar.
Nilai pendapatan yang diakui merupakan besarnya harga transaksi yang dialokasikan
kepada kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi dimana ditentukan oleh Grup
berdasarkan harga jual tersendiri yang dapat diamati.
Penjualan barang
Pendapatan dari penjualan barang dan/atau jasa diakui pada suatu titik waktu ketika
pengendalian atas aset tersebut diserahkan kepada pelanggan, umumnya pada saat
penyerahan barang karena kewajiban pelaksanaan dinilai telah terpenuhi sehingga
pendapatan dapat diakui. Pendapatan diukur atas pertimbangan yang dijanjikan dalam
kontrak dengan pelanggan, dikurangi diskon dan rabat atau pengembalian serta neto dari
Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”).
Pendapatan dan beban bunga
Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi,
pendapatan atau beban bunga dicatat dengan menggunakan metode SBE, yaitu suku
bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di
masa datang selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat,
digunakan periode yang lebih singkat, sebesar nilai tercatat bersih dari aset keuangan atau
liabilitas keuangan.
26
Page 34
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
o. Kombinasi bisnis entitas sepengendali (lanjutan)
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya dengan dasar akrual.
q. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup seperti yang
dijelaskan dalam PSAK 224, “ Pengungkapan Pihak Berelasi”.
Pihak-pihak berelasi menurut PSAK 224 adalah sebagai berikut:
a. Orang atau anggota keluarga terdekat sebagai berikut:
1. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas kelompok usaha dan entitas
anaknya;
2. memiliki pengaruh signifikan atas kelompok usaha dan entitas anaknya;
3. Merupakan personil manajemen kunci kelompok usaha dan entitas anak atau entitas
induk dari kelompok usaha dan entitas anaknya.
b. Entitas yang memenuhi salah satu hal berikut:
1. Merupakan anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas
anak dan entitas anaknya berikutnya terkait dengan entitas lain);
2. Merupakan entitas asosiasi atau ventura bersama dari kelompok usaha (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu grup dimana kelompok
usaha adalah anggotanya);
3. Entitas tersebut bersama-sama kelompok usaha adalah ventura bersama dari suatu
pihak ketiga yang sama;
4. Ventura bersama dari entitas ketiga dan kelompok usaha adalah asosiasi dari entitas
ketiga;
5. Merupakan suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari suatu
karyawan yang ditujukan bagi karyawan dari kelompok usaha atau entitas yang terkait
dengan kelompok usaha;
6. Dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf-
huruf di atas; dan
7. Orang yang diidentifikasi dalam huruf a(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas
atau personil manajemen kunci kelompok usaha (atau entitas induk perusahaan).
Transaksi dengan pihak-pihak berelasi dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui
oleh kedua belah pihak, yang mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan
dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
Transaksi signifikan yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan
kondisi dan persyaratan yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada
laporan keuangan konsolidasian.
27
Page 35
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
r. Segmen operasi
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a. yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh pendapatan dan menimbulkan
beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen
lain dari entitas yang sama);
b. yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional
untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen
tersebut dan menilai kinerjanya; dan
c. dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi
sumber daya dan penillaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk hal-hal yang dapat
diatribusikan secara langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan
dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo
dan transaksi antar Grup dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.
s. Pajak Penghasilan
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba
rugi kecuali untuk transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui diluar laba atau rugi,
baik dalam penghasilan komprehensif lain atau langsung pada ekuitas.
Pajak kini
Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal
pelaporan keuangan, dan ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan.
Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan
Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku
membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah
yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak.
Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian
dari beban pajak kini dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika
Grup mengajukan keberatan, Grup mempertimbangkan apakah besar kemungkinan otoritas
pajak akan menerima keberatan tersebut dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas
perpajakan Grup.
Pajak final
Pajak atas penghasilan yang telah dikenakan pajak final disajikan sebagai bagian beban
pajak.
28
Page 36
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
s. Pajak Penghasilan (lanjutan)
Pajak final (lanjutan)
Beban pajak atas pendapatan makanan dan minuman yang dikenakan pajak final diakui
proporsional berdasarkan dengan jumlah pendapatan yang diakui pada tahun berjalan.
Selisih antara jumlah pajak penghasilan final yang dibayar dengan jumlah yang dibebankan
sebagai beban pajak dalam laba rugi diakui sebagai pajak dibayar dimuka atau utang pajak.
Pajak penghasilan final dibayar dimuka disajikan terpisah dari utang pajak penghasilan final.
Perbedaan nilai tercatat aset atau liabilitas dengan dasar pengenaan pajaknya tidak diakui
sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan apabila pendapatan tersebut berhubungan
dengan pajak penghasilan final.
Pajak tangguhan
Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan
antara dasar pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan
pelaporan keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer
kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan
temporer yang boleh dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa
jumlah laba kena pajak pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi
perbedaan temporer dan rugi fiskal.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan, dan
mengurangi jumlah tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia
dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak
tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap akhir
periode pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang
akan memungkinkan aset pajak tangguhan tersedia untuk dipulihkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada
periode saat aset direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-
undang pajak yang berlaku atau berlaku secara substantif pada akhir periode laporan
keuangan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan dan/atau pemulihan semua
perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak,
dikreditkan atau dibebankan pada periode operasi berjalan, untuk transaksi-transaksi yang
sebelumnya telah dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain atau
langsung ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat
dipaksakan secara hukum ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini,
atau aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan berkaitan dengan entitas kena
pajak yang sama, atau Grup bermaksud untuk menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini
dengan dasar neto.
29
Page 37
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
t. Peristiwa setelah periode pelaporan
Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan tentang posisi
Grup pada tanggal pelaporan (peristiwa penyesuaian) disajikan dalam laporan keuangan.
Peristiwa setelah periode pelaporan yang bukan merupakan peristiwa penyesuaian,
diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian apabila material.
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN
ESTIMASI
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan
dan pengungkapan yang terkait, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai
asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai
tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup, manajemen telah membuat keputusan
berikut, yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan konsolidasian:
Klasifikasi aset keuangan dan liabilitas keuangan
Grup menetapkan klasifikasi atas asset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK 109.
Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan
akuntansi seperti yang diungkapkan pada Catatan 2f.
Penentuan mata uang fungsional
Mata uang fungsional entitas didalam Grup adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer
dimana entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi
pendapatan dan beban dari jasa yang diberikan. Berdasarkan penilaian manajemen Grup,
mata uang fungsional Grup adalah Rupiah.
Estimasi dan asumsi
Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian sumber estimasi utama yang lain pada tanggal
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi
dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian
disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat
perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam
asumsi terkait pada saat terjadinya.
30
Page 38
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN
ESTIMASI (lanjutan)
Estimasi dan asumsi (lanjutan)
Provisi ekspektasi kerugian kredit piutang usaha
Grup menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL piutang usaha yang di nilai secara
kolektif. Tingkat provisi didasarkan pada hari lewat jatuh tempo untuk pengelompokan berbagai
segmen pelanggan yang memiliki pola kerugian yang serupa (yaitu, menurut geografi, jenis
produk, jenis dan peringkat pelanggan, dan pertanggungan berdasarkan surat kredit dan
bentuk asuransi kredit lainnya).
Matriks provisi awalnya didasarkan pada tingkat default yang diamati secara historis Grup. Grup
akan mengkalibrasi matriks untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan
informasi berwawasan ke depan. Misalnya, jika prakiraan kondisi ekonomi (yaitu, produk
domestik bruto) diperkirakan akan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan
peningkatan jumlah default di sektor industri makanan dan minuman, maka tingkat default
historis disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tingkat default yang diamati secara historis
diperbarui dan perubahan dalam estimasi berwawasan ke depan dianalisa.
Penilaian korelasi antara tingkat default yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi
dan ECL adalah estimasi signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan
prakiraan kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Grup dan prakiraan kondisi
ekonomi mungkin tidak mewakili default aktual pelanggan di masa depan Informasi mengenai
ECL pada piutang usaha Grup diungkapkan dalam Catatan 5.
Taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap
Biaya perolehan atas aset tersebut disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat
ekonomis aset tersebut antara 4 sampai dengan 8 tahun. Masa manfaat setiap aset tersebut
ditentukan berdasarkan periode kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut. Estimasi ini
ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa
manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan
estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau
keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi
dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta
periode pencatatan beban yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.
Perubahan masa aset tersebut dapat mempengaruhi jumlah beban penyusutan yang diakui
dan penurunan nilai tercatat aset tersebut.
Nilai tercatat aset tersebut diungkapkan dalam Catatan 9.
31
Page 39
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN
ESTIMASI (lanjutan)
Estimasi dan asumsi (lanjutan)
Penentuan utang dan liabilitas imbalan pasca kerja bergantung pada pemilihan asumsi yang
digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi
tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat
pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.
Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Grup diakui segera pada laporan posisi
keuangan konsolidasian dengan debit atau kredit ke ekuitas melalui penghasilan komprehensif
lainnya dalam periode terjadinya. Sementara Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut
adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan
dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi
atas imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Nilai tercatat dan asumsi yang digunakan
dalam perhitungan liabilitas imbalan kerja diungkapkan dalam Catatan 14.
Pajak penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.
Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti
dalam kegiatan usaha normal. Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan
berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Penjelasan
lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 25.
Aset pajak tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar
kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut
dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen diharuskan dalam menentukan jumlah
aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat
penghasilan kena pajak serta strategi perencanaan pajak masa depan. Penjelasan lebih rinci
diungkapkan dalam Catatan 25.
32
Page 40
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN BANK
2025 2024
Kas 1.248.753 2.559.786
Bank
PT Bank Central Asia Tbk 2.685.277.563 14.165.909.456
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 12.569.688 14.007.973
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 2.383.594 1.752.301
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 1.717.089 -
PT Bank Ganesha Tbk 604.377 1.504.046
PT Bank Mayapada Internasional Tbk - 33.207.034
Sub-jumlah 2.702.552.311 14.216.380.810
Deposito
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 17.000.000.000 -
Sub-jumlah 17.000.000.000 -
Jumlah 19.703.801.064 14.218.940.596
Seluruh kas dan bank dalam mata uang rupiah.
Deposito memiliki jangka waktu selama 3 bulan dengan tingkat bunga 4% per tahun.
33
Page 41
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA – PIHAK KETIGA - BERSIH
a. Berdasarkan pelanggan
2025 2024
Toko Maulana - 1.810.000.000
UD Makmur Abadi - 1.224.000.000
Toko Langgeng - 408.000.000
Anggota Kemitraan - 259.752.834
Toko Haji Arif - 204.000.000
Inidya Babyfood - 110.844.500
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp100 Juta) 324.459.709 227.654.283
Sub-jumlah 324.459.709 4.244.251.617
Dikurangi penyisihan atas penurunan nilai (56.732.560) (82.989.070)
Jumlah piutang - bersih 267.727.149 4.161.262.547
b. Berdasarkan umur
2025 2024
Belum jatuh tempo 166.038.684 225.874.177
Sudah jatuh tempo
1 s/d 30 hari 58.764.357 152.756.716
31 s/d 60 hari 22.533.200 927.224
61 s/d 90 hari 20.390.909 117.937.956
>90 hari 56.732.559 3.746.755.544
Sub-jumlah 324.459.709 4.244.251.617
Dikurangi penyisihan atas penurunan nilai (56.732.560) (82.989.070)
Jumlah piutang - bersih 267.727.149 4.161.262.547
Seluruh piutang usaha dalam mata uang Rupiah.
34
Page 42
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA – PIHAK KETIGA – BERSIH (lanjutan)
Mutasi penyisihan kerugian atas penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:
2025 2024
Saldo awal 82.989.730 115.128.492
Penambahan (Catatan 24) 15.066.777 57.760.724
Pemulihan (Catatan 24) (41.323.947) (67.201.486)
Penghapusan piutang usaha - (22.698.000)
Saldo akhir tahun 56.732.560 82.989.730
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai pada tanggal 31 Desember
2025 dan 2024 adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya
piutang usaha.
6. PERSEDIAAN
2025 2024
Barang jadi (Catatan 20) 972.120.281 1.039.866.803
Bahan baku dan pembantu 1.305.628.013 1.662.743.987
Alat usaha (Catatan 20) 57.330.246 77.418.753
Jumlah 2.335.078.540 2.780.029.543
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, kerugian atas
penghapusan persediaan usang masing-masing sebesar Rp11.395.525 dan Rp35.770.200
(Catatan 24).
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 persediaan diasuransikan pada PT Asuransi Chubb
Syariah Indonesia dengan nilai pertanggungan masing-masing Rp1.139.860.798 dan
Rp2.250.236.363.
Berdasarkan hasil penelaahan atas kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan di atas pada
akhir periode pelaporan, manajemen berpendapat bahwa nilai neto persediaan tersebut di atas
dapat di realisasi sepenuhnya, sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai persediaan
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
35
Page 43
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
7. BIAYA DIBAYAR DIMUKA
2025 2024
Sewa kios 12.833.333 12.833.333
Perangkat sistem penjualan - 38.750.000
Renovasi - 9.767.550
Asuransi - 6.551.251
Perijinan - 6.250.000
Iklan - 5.744.926
Lain-lain - 2.679.000
Jumlah 12.833.333 82.576.060
8. UANG MUKA
2025 2024
Uang muka pembangunan - 13.139.447.125
Uang muka pembelian beras - 9.488.628.535
Lain-lain 1.600.000 10.289.754
Jumlah 1.600.000 22.638.365.414
Uang muka pembelian merupakan pembelian beras organik dan pembelian alat usaha kepada
pemasok pihak ketiga. Uang muka pembelian beras organik memiliki jangka waktu selama 12
(dua belas) bulan dan dapat diperpanjang.
Uang muka pembangunan merupakan uang muka atas pembangunan pabrik yang berlokasi di
Curug, Gunung Sindur oleh PT Dwi Eka Cipta Kreasi.
36
Page 44
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP
2025
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Biaya perolehan
Tanah 16.462.987.499 - - - 16.462.987.499
Bangunan - 19.177.307.392 - 9.200.053.700 28.377.361.092
Kendaraan 1.328.445.000 - 120.990.000 - 1.207.455.000
Mesin 639.206.930 - - (66.000.000) 573.206.930
Peralatan pabrik 160.844.177 2.500.000 3.958.027 166.500.000 325.886.150
Peralatan kantor 771.143.879 21.235.650 7.810.950 (100.500.000) 684.068.579
Renovasi pra-sarana 2.283.384.143 54.986.000 - - 2.338.370.143
Jumlah 21.646.011.628 19.256.029.042 132.758.977 9.200.053.700 49.969.335.393
Aset dalam penyelesaian
Bangunan pabrik 9.200.053.700 - - (9.200.053.700) -
Jumlah 30.846.065.328 19.256.029.042 132.758.977 - 49.969.335.393
Akumulasi penyusutan
Kendaraan 470.686.938 191.550.125 55.533.749 - 606.703.314
Mesin 471.227.980 89.447.887 - (33.000.000) 527.675.867
Peralatan pabrik 245.643.229 26.015.658 1.526.800 33.000.000 303.132.087
Peralatan kantor 413.912.781 153.770.364 6.182.517 - 561.500.628
Renovasi pra-sarana 881.606.238 1.449.918.193 - - 2.331.524.431
Jumlah 2.483.077.166 1.910.702.227 63.243.066 - 4.330.536.327
Nilai Buku 28.362.988.162 45.638.799.066
2024
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Biaya perolehan
Tanah 13.856.499.999 2.606.487.500 - - 16.462.987.499
Kendaraan 1.246.785.000 352.650.000 270.990.000 - 1.328.445.000
Mesin 646.775.330 3.731.600 11.300.000 - 639.206.930
Peralatan pabrik 148.057.413 19.910.432 7.123.668 - 160.844.177
Peralatan kantor 754.900.657 30.857.378 14.614.156 - 771.143.879
Renovasi pra-sarana 1.119.086.859 1.164.297.284 - - 2.283.384.143
Jumlah 17.772.105.258 4.177.934.194 304.027.824 - 21.646.011.628
Aset dalam penyelesaian
Bangunan pabrik 11.966.841.975 - - 2.766.788.275 9.200.053.700
Jumlah 29.738.947.233 4.177.934.194 304.027.824 2.766.788.275 30.846.065.328
Akumulasi penyusutan
Kendaraan 370.518.063 185.258.563 85.089.688 - 470.686.938
Mesin 334.074.606 144.640.874 7.487.500 - 471.227.980
Peralatan pabrik 201.308.117 48.638.847 4.303.735 - 245.643.229
Peralatan kantor 259.319.380 165.889.553 11.296.152 - 413.912.781
Renovasi pra-sarana 360.698.944 520.907.294 - - 881.606.238
Jumlah 1.525.919.110 1.065.335.131 108.177.075 - 2.483.077.166
Nilai Buku 28.213.028.123 28.362.988.162
37
Page 45
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP (lanjutan)
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
2025 2024
Beban pokok penjualan (Catatan 20) 115.463.545 193.279.721
Beban umum dan administrasi
(Catatan 22) 1.795.238.682 872.055.410
Jumlah 1.910.702.227 1.065.335.131
Laba (rugi) penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
2025 2024
Harga jual - 198.245.000
Nilai buku bersih - (193.332.649)
Laba (rugi) penjualan aset tetap - 4.912.351
Pada 31 Desember 2025 Grup melakukan penghapusan berupa kendaraan, peralatan pabrik
dan Peralatan kantor dengan sisa nilai buku sebesar Rp22.815.910 dicatatkan sebagai kerugian
penghapusan aset tetap (Catatan 24).
Grup memiliki beberapa bidang tanah berlokasi di Bogor seluas 5.027 m2 dengan hak legal
berupa Hak Guna Bangunan (HGB) yang mempunyai masa manfaat 30 tahun dan akan berakhir
sampai dengan tahun 2052. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan
perpanjangan hak atas tanah tersebut karena tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan
bukti kepemilikan yang memadai. Tanah tersebut digunakan untuk pembuatan pabrik dan
gedung kantor Perusahaan.
Aset dalam pembangunan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, merupakan
pembangunan pabrik baru di Curug, Gunung Sindur.
Berikut persentase penyelesaian aset dalam pembangunan.
Perkiraan
persentase
2024 penyelesaian Nilai Tercatat
Pabrik 33% 9.200.053.700
38
Page 46
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, aset tetap kendaraan diasuransikan pada PT
Asuransi Tokio Marine Indonesia, PT Asuransi Chubb Syariah Indonesia dan PT Asuransi Astra
Buana, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk dengan nilai pertanggungan sebesar Rp
116.000.000 dan Rp488.650.000.
Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai aset tetap sehingga tidak
terdapat penyisihan penurunan nilai.
10. SEWA
Dibawah ini adalah jumlah tercatat aset hak guna yang diakui dan mutasi selama periode
berjalan:
2025
1 Januari 2025 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2025
Harga Perolehan
Bangunan 1.486.982.859 344.444.445 1.486.982.859 344.444.445
Akumulasi penyusutan
Bangunan 796.348.723 776.634.136 1.486.982.859 86.000.000
Nilai Buku Neto 690.634.136 258.444.445
2024
1 Januari 2024 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2024
Harga Perolehan
Bangunan 2.343.218.694 755.555.556 1.611.791.391 1.486.982.859
Akumulasi penyusutan
Bangunan 1.648.585.831 759.554.283 1.611.791.391 796.348.723
Nilai Buku Neto 694.632.863 690.634.136
Pada 31 Desember 2025 dan 2024 Perusahaan telah melakukan perpanjangan Sewa Blok L1
Taman Tekno BSD Serpong, Tangerang selama 2 tahun.
39
Page 47
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
10. SEWA (lanjutan)
Di bawah ini adalah jumlah tercatat liabilitas sewa dan mutasinya selama periode berjalan:
2025 2024
Saldo awal 68.852.941 68.852.941
Penyesuaian (68.852.941) -
Jumlah - 68.852.941
Dikurangi jatuh tempo kurang dari satu tahun - (64.900.500)
Bagian jangka panjang - 3.952.441
Jumlah yang diakui dalam laba rugi terkait sewa adalah sebagai berikut:
2025 2024
Beban umum dan administrasi
Penyusutan (Catatan 22) 776.634.136 759.554.283
Sewa jangka pendek (Catatan 22) 14.000.000 31.166.667
11. UTANG USAHA – PIHAK KETIGA
2025 2024
CV Kemas Cipta Sinergi 292.606.281 204.295.770
PT Agri Wira Mandiri Sejahtera 276.955.000 -
PT Gupon Sekarlangit 70.000.000 176.850.000
CV Segara Jaya 13.183.040 116.416.520
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp 100 Juta) 728.996.830 629.741.779
Jumlah 1.381.741.151 1.127.304.069
40
Page 48
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
12. AKRUAL
2025 2024
Jasa profesional 183.196.000 183.170.400
BPJS 119.671.057 -
Lainya 33.955.692 36.030.940
Jumlah 336.822.749 219.201.340
13. UTANG PEMBIAYAAN
Grup membeli beberapa kendaraan melalui pembiayaan dengan rincian sebagai berikut:
2025 2024
PT Dipo Star Finance 141.139.731 194.067.130
PT Mitsui Leasing Capital Indonesia 22.348.853 145.850.513
PT Toyota Astra Financial Services 16.615.109 74.944.488
Jumlah 180.103.693 414.862.131
Dikurangi jatuh tempo kurang dari satu tahun (110.238.600) (234.758.438)
Bagian jangka panjang 69.865.093 180.103.693
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, beban bunga yang
dibebankan pada laporan laba rugi masing-masing sebesar Rp30.445.162 dan Rp43.968.866
(Catatan 23).
14. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Grup membukukan liabilitas imbalan kerja untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang
Cipta No. 6 Tahun 2023, pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024. Terdapat 19 dan 23
karyawan yang berhak atas imbalan masing-masing pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria
Budi Ramdani untuk tanggal 31 Desember 2025 dengan Nomor laporan No. 1474/PSAK/KKA-
BR/III/2026 tertanggal 27 Maret 2026, dengan menggunakan metode "Projected Unit Credit".
41
Page 49
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
14. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan)
Beban (manfaat) imbalan pasca kerja yang diakui di laba rugi adalah sebagai:
2025 2024
Biaya jasa kini 30.387.460 26.938.341
Biaya bunga 5.437.770 6.444.554
Dampak kurtailmen penyelesaian - (3.613.332)
Pengakuan segera dari biaya jasa lalu yang vested 31.001.671 (36.741.372)
Jumlah 66.826.901 (6.971.809)
Beban imbalan kerja dialokasikan sebagai berikut:
2025 2024
Beban umum dan administrasi (Catatan 22) 66.826.901 6.602.811
Lain-lain - neto (Catatan 24) - (13.574.620)
Jumlah 66.826.901 (6.971.809)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasca kerja yang diakui di penghasilan komprehensif lain
sebagai berikut:
2025 2024
Keuntungan/(kerugian) aktuaria kewajiban 1.339.087 1.582.094
Jumlah (keuntungan)/kerugian aktuaria 1.339.087 1.582.094
42
Page 50
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
14. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan)
Mutasi liabilitas imbalan pasca kerja yang diakui adalah sebagai berikut:
2025 2024
Saldo awal 76.195.767 98.085.845
Beban imbalan kerja 66.826.901 6.602.811
Pendapatan aktuaria - (13.574.620)
Pembayaran manfaat (32.162.528) (13.336.175)
Pengukuran kembali:
Dampak perubahan asumsi keuangan 1.339.087 (1.582.094)
Saldo akhir 112.199.227 76.195.767
Asumsi-asumsi aktuaria yang digunakan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
2025 2024
Tingkat diskonto 6,86% 6,84%
Tingkat kenaikan gaji 2.00 % 2.00 %
Tingkat cacat 10% dari TMI IV 10% dari TMI IV
Usia pensiun normal 57 tahun 57 tahun
Tingkat mortalita TMI 2019 TMI 2019
Tingkat pengunduran diri < 16 = 0,00% < 16 = 0,00%
17 - 29 = 10,00% 17 - 29 = 10,00%
30 - 39 = 5,00% 30 - 39 = 5,00%
40 - 44 = 3,00% 40 - 44 = 3,00%
45 - 49 = 2,00% 45 - 49 = 2,00%
50 - 56 = 1,00% 50 - 56 = 1,00%
> 57 = 0,00% > 57 = 0,00%
Analisa sensitivitas untuk asumsi-asumsi yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2025 dan
2024 adalah sebagai berikut:
Tingkat diskonto Kenaikan gaji di masa depan
Pengaruh nilai Pengaruh nilai
kini atas kini atas
kewajiban kewajiban
Persentase imbalan Persentase imbalan
31 Desember 2025
Kenaikan 1% 103.466.588 1% 122.312.760
Penurunan -1% 122.179.968 -1% 103.214.898
31 Desember 2024
Kenaikan 1% 70.063.701 1% 83.352.024
Penurunan -1% 83.225.695 -1% 69.860.713
43
Page 51
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
15. MODAL SAHAM
Jumlah modal saham yang ditempatkan dan disetor serta susunan pemegang saham pada
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
2025
Nama Pemegang Persentase Nilai Modal
Saham Total Saham Kepemilikan nominal ditempatkan Modal disetor
PT Asia Intrainvesta 1.706.000.000 66,90% 10 17.060.000.000 17.060.000.000
Irman 330.563.000 12,96% 10 3.305.630.000 3.305.630.000
Masyarakat (dibawah 5%) 513.448.472 20,14% 10 5.134.484.720 5.134.484.720
Jumlah 2.550.011.472 100,00% 25.500.114.720 25.500.114.720
Jumlah modal saham yang ditempatkan dan disetor serta susunan pemegang saham pada
31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
2024
Nama Pemegang Persentase Nilai Modal
Saham Total Saham Kepemilikan nominal ditempatkan Modal disetor
PT Asia Intrainvesta 1.706.000.000 66,90% 10 17.060.000.000 17.060.000.000
PT Asiavesta Investama
Jaya 500.000.000 19,61% 10 5.000.000.000 5.000.000.000
PT Nusa Perkasa
Internasional 100.000.000 3,92% 10 1.000.000.000 1.000.000.000
Masyarakat 244.011.472 9,57% 10 2.440.114.720 2.440.114.720
Jumlah 2.550.011.472 100,00% 25.500.114.720 25.500.114.720
Pada 7 Februari 2024, PT Asia Intrainvesta (AI) yang sebelumnya merupakan pemegang
sejumlah 400.000.000 saham atau sebesar 15,69% dari modal ditempatkan dan disetor PT
Hassana Boga Sejahtera Tbk, AI telah mengambilalih saham tambahan dari PT Hassana
Investa Utama sejumlah 1.040.000.000 saham atau sebesar 40,78% dengan harga Rp16 per
saham dengan total harga beli sebesar Rp16.640.000.000,-. Sehingga pada 31 Desember
2024, AI menjadi pemegang saham mayoritas Perusahaan.
44
Page 52
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
16. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Rincian tambahan modal disetor adalah sebagai berikut:
2025 2024
Penawaran umum perdana saham 51.000.000.000 51.000.000.000
Biaya emisi saham, bersih (2.881.557.082) (2.881.557.082)
Kapitalisasi ke modal saham (5.100.000.000) (5.100.000.000)
Agio saham 1.319.280 1.319.280
Selisih perubahan ekuitas entitas anak (53.587.716) (53.587.716)
Selisih transaksi entitas sepengendali (13.329.591) (13.329.591)
Jumlah 42.952.844.891 42.952.844.891
Pada tahun 2022, Lutfiel Hakim dan Nadia Juwita Ayu mengalihkan 90% kepemilikan saham di
MKN ke Perusahaan. Transaksi pengalihan ini dibukukan menggunakan metode penyatuan
kepemilikan sesuai dengan PSAK 338 karena Perusahaan dan MKN entitas sepengendali
dibawah Lutfiel Hakim.
Perbedaan antara jumlah imbalan yang dialihkan dan nilai buku aset bersih entitas anak yang
dialihkan dicatat sebagai “tambahan modal disetor” dalam ekuitas Grup. Ekuitas dari entitas
anak pada tanggal 31 Desember 2021 disajikan sebagai “ekutitas merging entities” dalam
ekuitas Grup. Perhitungan selisih transaksi entitas sepengendali pada tanggal peralihan adalah
sebagai berikut:
Tanggal akuisisi 30 Juni 2022
Persentase kepemilikan 90%
Nilai buku aset bersih yang dialihkan 985.189.343
Nilai investasi (90% dari nilai buku saat dialihkan) 886.670.409
Imbalan pembelian yang dialihkan (900.000.000)
Selisih transaksi entitas sepengendali (13.329.591)
Pada tahun 2022, kepentingan non pengendali (“KNP”) mengalihkan 14,98% kepemilikannya
ke Perusahaan, sehingga kepemilikan Perusahaan di NJA berubah dari sebelumnya 85%
menjadi 99,98%. Atas pengalihan tersebut penyerapan investasi milik KNP sebelumnya diakui
oleh Perusahaan saat perubahan dan dicatat sebagai tambahan modal disetor. Perhitungan
selisih perubahan kepemilikan entitas anak adalah sebagai berikut:
Penyerapan
Persentase investasi atas
Saldo Laba MKN Kepemilikan (%) defisit entitas anak
(357.728.410) 85,00% (304.069.149)
(357.728.410) 99,98% (357.656.864)
Selisih perubahan ekuitas entitas anak (53.587.716)
45
Page 53
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
17. SALDO LABA
a. Cadangan umum
2025 2024
Saldo awal tahun 250.000.000 200.000.000
Penambahan cadangan tahun berjalan 10.000.000 50.000.000
Saldo akhir tahun 260.000.000 250.000.000
Berdasarkan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perusahaan Terbatas,
perusahaan di Indonesia diharuskan untuk membentuk cadangan umum sekurang-
kurangnya sebesar 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Undang-
Undang tersebut tidak mengatur jangka waktu untuk pembentukan cadangan umum
tersebut.
- Berdasarkan keputusan rapat umum pemegang saham tahunan yang diselenggarakan
pada Senin, tanggal 3 Juni 2025. Rapat tersebut memutuskan menyetujui laba bersih
tahun berjalan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 digunakan sebagai berikut:
1. Menetapkan penyisihan untuk dana Cadangan Perseroan sesuai dengan Pasal 70
ayat 1 Undang Perseroan Terbatas sebesar Rp10.000.000;
2. Menetapkan tidak membagikan dividen.
3. Seluruh sisa laba bersih tahun berjalan untuk tahun buku yang Berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dicatat sebagai laba yang ditahan oleh Perseroan atau Retained
Earnings.
- Berdasarkan keputusan rapat umum pemegang saham tahunan yang diselenggarakan
pada Senin, tanggal 30 Mei 2024. Rapat tersebut memutuskan menyetujui laba bersih
tahun berjalan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 digunakan sebagai berikut:
1. Menyetujui penyisihan untuk dana cadangan Perseroan sesuai dengan Pasal 70
ayat1 Undang-undang Perseroan Terbatas sebesar Rp50.000.000,-
2. Menetapkan pembagian dividen sebesar Rp306.001.377 yang akan dibagikan
dalama bentuk dividen tunai kepada pemegang saham.
46
Page 54
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
17. SALDO LABA (lanjutan)
b. Belum ditentukan penggunaannya
Saldo laba
Saldo 1 Januari 2022 1.851.505.296
Selisih perubahan ekuitas entitas anak 53.587.716
Cadangan umum (100.000.000)
Laba neto tahun berjalan 2.238.131.078
Saldo per 31 Desember 2022 4.043.224.090
Pembagian dividen (2.550.000.000)
Cadangan umum (100.000.000)
Selisih perubahan ekuitas entitas anak 27.321.744
Koreksi laba ditahan (56.836)
Laba neto tahun berjalan 307.550.007
Saldo per 31 Desember 2023 1.728.039.005
Pembagian dividen (306.001.377)
Cadangan umum (50.000.000)
Laba neto tahun berjalan 134.371.998
Saldo per 31 Desember 2024 1.506.409.626
Cadangan umum (10.000.000)
Laba neto tahun berjalan (4.290.647.080)
Saldo per 31 Desember 2025 (2.794.237.454)
Pada tahun 2023, kepentingan non pengendali (“KNP”) mengalihkan 9,99% kepemilikannya ke
Perusahaan, sehingga kepemilikan Perusahaan di MKN berubah dari sebelumnya 90% menjadi
99,99%. Atas pengalihan tersebut penyerapan investasi milik KNP sebelumnya diakui oleh
Perusahaan saat perubahan dan dicatat sebagai tambahan modal disetor. Perhitungan selisih
perubahan kepemilikan entitas anak adalah sebagai berikut:
Penyerapan
investasi atas
Persentase defisit entitas
Saldo Laba MKN Kepemilikan (%) anak
273.490.931 99,99% 273.463.582
273.490.931 90,00% 246.141.838
Selisih perubahan ekuitas entitas anak 27.321.744
47
Page 55
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
18. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Akun ini merupakan bagian kepentingan non-pengendali atas aset bersih, laba (rugi) bersih,
dan pendapatan (rugi) komprehensif lainnya entitas anak dengan rincian sebagai berikut:
Penghasilan
Saldo Bagian atas komprehensif Saldo 31
1 Januari 2025 laba (rugi) neto lain Penyesuaian Desember 2025
NJA (591.383) (21.310) - 1 (612.692)
MKN 164.702 (39.525) (1) - 125.176
Jumlah (426.681) (60.835) (1) 1 (487.516)
Penghasilan
Saldo Bagian atas komprehensif Saldo 31
1 Januari 2024 laba (rugi) neto lain Penyesuaian Desember 2024
NJA (587.957) (3.395) (31) - (591.383)
MKN 143.838 20.893 (29) - 164.702
Jumlah (444.119) 17.498 (60) - (426.681)
19. PENDAPATAN BERSIH
2025 2024
Makanan bayi dan beras organik
Mitra 11.535.215.595 15.770.839.994
Ritel 1.426.896.623 4.918.419.970
Distributor 9.406.950.000 14.516.391.644
Jumlah makanan bayi dan beras organik 22.369.062.218 35.205.651.608
Alat usaha 1.744.281.606 1.782.155.392
Sub-jumlah 24.113.343.824 36.987.807.000
Diskon (216.183.049) (1.443.846.861)
Retur (33.464.049) (517.840.924)
Jumlah pendapatan bersih 23.863.696.726 35.026.119.215
Untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2025 terdapat transaksi pendapatan yang
dilakukan dengan pelanggan dengan jumlah pendapatan kumulatif selama periode tersebut
melebihi 10% kepada Toko Kurnia Berkah sebesar Rp2.499.000.000.
48
Page 56
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
20. BEBAN POKOK PENDAPATAN
2025 2024
Makanan bayi dan beras organik
Pemakaian bahan baku 15.783.657.313 21.568.744.510
Biaya produksi
Gaji, upah dan tunjangan 641.107.957 1.098.370.296
Penyusutan aset tetap (Catatan 9) 115.463.545 193.279.721
Utilitas 195.207.775 217.103.215
Persediaan pembantu 45.953.268 69.777.875
Analisis dan perijinan 89.765.528 40.128.000
Riset dan pengembangan 21.921.042 17.805.924
Lainya 117.307.935 -
Jumlah biaya produksi 1.226.727.050 1.636.465.031
Harga pokok produksi 17.010.384.363 23.205.209.541
Persediaan barang jadi
Persediaan awal 1.039.866.803 1.394.068.922
Persediaan akhir (Catatan 6) (1.066.678.502) (1.039.866.803)
Beban pokok penjualan
makanan bayi dan beras organik 16.983.572.664 23.559.411.660
Alat usaha
Persediaan awal 77.418.753 119.438.552
Pembelian 176.881.175 589.536.441
Persediaan akhir (Catatan 6) (57.330.246) (77.418.753)
Beban pokok penjualan alat usaha 196.969.682 631.556.240
Jumlah beban pokok penjualan 17.180.542.346 24.190.967.900
Rincian pembelian kepada pihak ketiga yang melebihi 10% dari jumlah pembelian masing-
masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai
berikut:
Persentase terhadap jumlah
penjualan bersih %
2025 2024 2025 2024
PT Inovasi Research Mandiri 8.959.000.000 2.584.000.000 37,5% 7%
PT Martapura Jaya - 9.758.000.000 0,0% 28%
Asiatrading Mitra Distribusi - 2.210.035.107 0,0% 6%
49
Page 57
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
21. BEBAN PENJUALAN
2025 2024
Gaji, upah dan tunjangan 1.057.568.201 1.182.445.864
Promosi dan iklan 955.422.934 1.233.118.432
Transportasi 276.322.669 136.055.394
Pengiriman 256.999.933 314.391.005
Lainnya 81.596.337 105.685.310
Jumlah 2.627.910.074 2.971.696.005
22. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2025 2024
Gaji dan tunjangan 4.942.887.401 4.954.269.945
Penyusutan aset tetap (Catatan 9) 1.795.238.682 872.055.410
Penyusutan aset hak guna (Catatan 10) 776.634.136 759.554.283
Keperluan kantor 295.588.551 240.386.878
Jasa profesional 188.296.115 280.941.986
Perizinan 149.502.527 65.612.750
Utilitas 140.534.584 165.215.657
Beban pajak 118.592.837 213.197.075
Imbalan pasca kerja (Catatan 14) 66.826.901 6.602.811
Pemeliharaan 46.410.306 56.716.122
Sumbangan dan sukacita 41.641.463 60.216.486
Sewa jangka pendek (Catatan 10) 14.000.000 31.166.667
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 50 Juta) 58.098.605 76.286.455
Jumlah 8.634.252.108 7.782.222.525
23. BEBAN KEUANGAN
2025 2024
Bunga utang pembiayaan (Catatan 13) 30.445.162 43.968.866
Biaya administrasi bank 13.844.537 15.606.432
Jumlah 44.289.699 59.575.298
50
Page 58
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
24. LAIN-LAIN – NETO
2025 2024
Penghapusan persediaan (Catatan 6) (11.395.525) (35.770.200)
Penurunan nilai piutang usaha (Catatan 5) (15.067.437) (57.760.724)
Pemulihan cadangan penurunan nilai piutang usaha
(Catatan 5) 41.323.947 67.201.486
Kerugian penghapusan aset tetap (Catatan 9) (22.815.910) -
Laba penjualan aset tetap (Catatan 9) - 4.912.351
Pendapatan aktuaria - 13.574.620
Lain-lain 61.214.414 91.910.290
Jumlah 53.259.489 84.067.823
25. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar dimuka
2025 2024
Perusahaan
PPh Pasal 21 866.035 14.825.082
Entitas Anak
PPh Pasal 21 2.115.312 1.214.133
Pajak Pertambahan Nilai 46.904.691 53.847.101
Sub-jumlah 49.020.003 55.061.234
Jumlah 49.886.038 69.886.316
51
Page 59
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
25. PERPAJAKAN (lanjutan)
b. Utang Pajak
2025 2024
Perusahaan
PPh Pasal 21 - -
PPh Pasal 23 430.700 167.286
PPh Pasal 26 - 127.610
PPh Pasal 29 -
PPh Pasal 4 Ayat 2 34.444.445 75.555.557
Pajak Pertambahan Nilai 238.601.846 733.897.526
Sub-jumlah 273.476.991 809.747.979
Entitas Anak
PPh Pasal 21 - -
PPh Pasal 23 51.864 -
PPh Pasal 29 - 43.287.698
Pajak Pertambahan Nilai 27.435.951 27.433.458
Sub-jumlah 27.487.815 70.721.156
Jumlah 300.964.806 880.469.135
c. Beban pajak penghasilan
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif dengan taksiran penghasilan kena pajak (rugi fiskal) adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Pajak kini
Perusahaan - -
Entitas anak - (43.287.698)
Sub-jumlah - (43.287.698)
Pajak tangguhan
Perusahaan 97.194.391 78.450.809
Entitas anak (9.917.729) (7.973.035)
Sub-jumlah 87.276.662 70.477.774
52
Page 60
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
25. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Pajak tangguhan
2025
Penyesuaian
Dikreditkan Penyesuaian Dibebankan ke tahun lalu
(dibebankan) ke tahun lalu ke laba penghasilan pendapatan
1 Januari 2025 laba (rugi) (rugi) komprehensif lain komprehensif lain 31 Desember 2025
Perusahaan
Imbalan pasca kerja 16.689.348 14.401.910 (7.075.756) 293.162 - 24.308.664
Penyusutan aset
hak guna (99.328.237) 73.484.259 16.383.978 - - (9.460.000)
Sub-jumlah (82.638.889) 87.886.169 9.308.222 293.162 - 14.848.664
Entitas anak
Imbalan pasca kerja 73.720 300.008 - 1.437 - 375.165
Cadangan kerugian
penurunan nilai 18.257.596 (10.217.737) - - - 8.039.859
Sub-jumlah 18.331.316 (9.917.729) - 1.437 - 8.415.024
Jumlah (64.307.573) 77.968.440 9.308.222 294.599 - 23.263.688
2024
Penyesuaian
Dikreditkan Penyesuaian Dibebankan ke tahun lalu
(dibebankan) ke tahun lalu ke laba penghasilan pendapatan
1 Januari 2024 laba (rugi) (rugi) komprehensif lain komprehensif lain 31 Desember 2024
Perusahaan
Imbalan pasca kerja 20.729.311 (3.565.295) - (474.567) - 16.689.348
Penyusutan aset
hak guna (181.344.441) 82.016.204 - - - (99.328.237)
Sub-jumlah (160.615.130) 78.450.909 - (474.567) - (82.638.889)
Entitas anak
Imbalan pasca kerja 849.576 (902.362) - 82.621 43.885 73.720
Cadangan kerugian
penurunan nilai 25.328.269 (7.070.673) - - - 18.257.596
Sub-jumlah 26.177.845 (7.973.035) - 82.621 43.885 18.331.316
Jumlah (134.437.285) 70.477.874 - (391.946) 43.885 (64.307.573)
Aset pajak tangguhan 18.331.316
Liabilitas pajak tangguhan (82.638.889)
Neto (64.307.573)
f. Tagihan pajak
Pada tahun 2025 Grup menerima surat tagihan dari pajak atas PPh 21 tahun 2021 Rp
7.569.272, PPh 23 tahun 2021 Rp4.546.898, PPh 25 tahun 2021 Rp 18.748.294, PPN tahun
2022 Rp 500.000, Pajak pengasilan tahun 2022 Rp 358.542, PPh 23 tahun 2023
Rp1.754.453, PPN tahun 2023 Rp5.526.961, Pajak Penghasilan tahun 2023 Rp775.587,
PPH 23 tahun 2024 Rp82.800, PPN tahun 2024 Rp18.569.606, Pajak Penghasilan Rp
966.456 dan PPN tahun 2025 Rp7.550.483. Tagihan atas seluruh hutang pajak tersebut telah
dibayar di Tahun 2025.
Pada tahun 2024 Grup menerima surat tagihan dari kurang bayar pajak atas PPh Pasal 21
tahun 2019, 2021 dan 2024, PPh Pasal 23 tahun 2021, Pajak Pertambahan Nilai 2021, PPh
Badan tahun 2021, PPh Final 2019 dan PPh Pasal 25 2023, jumlah nilai kurang bayar sebesar
Rp185.898.431. Tagihan atas seluruh hutang pajak tersebut telah dibayar di Tahun 2024.
53
Page 61
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
26. LABA (RUGI) PER SAHAM
Perhitungan laba (rugi) per saham dasar adalah sebagai berikut:
2025 2024
Laba (rugi) neto yang diatribusikan kepada
pemilik entitas induk (4.290.647.080) 134.371.998
Rata-rata tertimbang jumlah saham
beredar sepanjang tahun 25.500.114.720 25.500.114.720
Jumlah (0,17) 0,01
27. REKLASIFIKASI
Pada 31 Desember 2024 Grup melakukan penelaahan progress aset dalam pembangunan
berdasarkan berita acara penyelesaian pembangunan, Grup menilai perlu adanya reklasifikasi
sebagai berikut:
2025 2024
Aset tetap
Harga perolehan aset dalam penyelesaian
Bangunan pabrik
Saldo awal - 11.966.841.975
Reklasifikasi - (2.766.788.275)
Jumlah - 9.200.053.700
54
Page 62
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
29. SEGMEN OPERASI
Untuk tujuan pelaporan manajemen, Grup dibagi dalam dua kelempok utama kegiatan usaha:
yaitu makanan bayi dan beras organik dan alat usaha. Kegiatan usaha tersebut menjadi dasar
pelaporan segmen operasi primer Grup, sebagai berikut:
2025
Makanan bayi dan
beras organik Alat usaha Konsolidasian
Penjualan bersih 22.119.415.120 1.744.281.606 23.863.696.726
Beban langsung (15.705.132.759) (1.475.409.587) (17.180.542.346)
Laba bruto 6.414.282.361 268.872.019 6.683.154.380
Beban penjualan (2.627.910.074)
Beban umum dan administrasi (8.634.252.108)
Lain-lain - neto 201.023.225
Laba sebelum pajak penghasilan (4.377.984.577)
Beban pajak penghasilan, neto 87.276.662
Laba neto periode berjalan (4.290.707.915)
Laba neto periode berjalan
yang dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk (4.290.647.080)
Kepentingan non pengendali (60.835)
Jumlah (4.290.707.915)
ASET
Total aset konsolidasian 68.323.604.100
LIABILITAS
Total liabilitas konsolidasian 2.438.441.452
55
Page 63
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
29. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
Untuk tujuan pelaporan manajemen, Grup dibagi dalam dua kelempok utama kegiatan usaha:
yaitu makanan bayi dan beras organik dan alat usaha. Kegiatan usaha tersebut menjadi dasar
pelaporan segmen operasi primer Grup, sebagai berikut: (lanjutan)
2024
Makanan bayi dan
beras organik Alat usaha Konsolidasian
Penjualan bersih 33.243.963.823 1.782.155.392 35.026.119.215
Beban langsung (23.559.411.659) (631.556.241) (24.190.967.900)
Laba bruto 9.684.552.164 1.150.599.151 10.835.151.315
Beban penjualan (2.971.696.005)
Beban umum dan administrasi (7.782.222.525)
Lain-lain - neto 25.966.635
Laba sebelum pajak penghasilan 107.199.420
Beban pajak penghasilan, neto 27.190.076
Laba neto periode berjalan 134.389.496
Laba neto periode berjalan
yang dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk 134.371.998
Kepentingan non pengendali 17.498
Jumlah 134.389.496
ASET
Total aset konsolidasian 73.053.014.090
LIABILITAS
Total liabilitas konsolidasian 2.876.099.040
30. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO
Risiko utama dari instrumen keuangan Grup adalah risiko pasar termasuk risiko tingkat bunga,
risiko kredit serta risiko likuiditas. Kebijakan keuangan Grup dimaksudkan untuk mengurangi
dampak keuangan dari fluktuasi tingkat bunga serta meminimalisir potensi kerugian yang dapat
berdampak pada risiko keuangan Grup.
Faktor-faktor risiko keuangan
a. Risiko pasar
Risiko tingkat bunga adalah risiko dimana nilai wajar arus kas di masa depan akan berfluktuasi
karena perubahan tingkat suku bunga di pasar. Pinjaman yang diperoleh dengan tingkat bunga
tetap menimbulkan risiko suku bunga atas nilai wajar.
Grup melakukan penelaahan berkala atas dampak perubahan suku bunga dan senantiasa
menjaga komposisi pendanaan dengan sesuai kebutuhan untuk mengola risiko suku bunga.
Berdasarkan analisis tersebut, Grup menghitung dampak terhadap laba rugi dari pergeseran
tingkat bunga yang ditetapkan.
56
Page 64
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
30. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Tabel di bawah ini merangkum eksposur risiko suku bunga pada tanggal 31 Desember 2025
dan 2024.
2025
Rata-rata suku Bunga
bunga mengambang Bunga tetap
Liabilitas keuangan
Utang pembiayaan 3,7% - 16,75% - 180.103.693
2024
Rata-rata suku Bunga
bunga mengambang Bunga tetap
Liabilitas keuangan
Utang pembiayaan 3,7% - 16,75% - 414.862.131
b. Risiko kredit
Grup tidak memiliki risiko yang signifikan terhadap risiko kredit. Grup memiliki kebijakan untuk
memastikan keseluruhan penjualan jasa kesehatan dilakukan kepada pelanggan dengan
reputasi dan riwayat kredit yang baik. Selain itu, Grup senantiasa melakukan penelaahan
berkala atas kredit pelanggan yang ada.
Eksposur maksimum Grup atas risiko kredit setara dengan jumlah bruto dari aset keuangannya.
Kualitas kredit aset keuangan Grup adalah sebagai berikut:
2025
Belum jatuh tempo
atau tidak Telah jatuh tempo tapi belum mengalami penurunan nilai
mengalami Cadangan
penurunan nilai < 30 hari 30-90 hari Lebih dari 90 hari penurunan nilai Jumlah
Kas dan bank 19.703.801.064 - - - - 19.703.801.064
Piutang usaha -
pihak ketiga 166.038.684 58.764.357 22.533.200 77.123.468 - 324.459.709
Jumlah 19.869.839.748 58.764.357 22.533.200 77.123.468 - 20.028.260.773
57
Page 65
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
30. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Kualitas kredit aset keuangan Grup adalah sebagai berikut: (lanjutan)
2024
Belum jatuh tempo
atau tidak Telah jatuh tempo tapi belum mengalami penurunan nilai
mengalami Cadangan
penurunan nilai < 30 hari 30-90 hari Lebih dari 90 hari penurunan nilai Jumlah
Kas dan bank 14.218.940.596 - - - - 14.218.940.596
Piutang usaha -
pihak ketiga 225.874.177 152.756.716 118.865.180 3.746.755.544 (82.989.070) 4.161.262.547
Jumlah 14.444.814.773 152.756.716 118.865.180 3.746.755.544 (82.989.070) 18.380.203.143
c. Risiko likuiditas
Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati mensyaratkan tersedianya Kas dan setara kas yang
memadai untuk memenuhi kebutuhan modal operasional.
58
Page 66
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
30. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Grup dalam menjalankan kegiatan usahanya senantiasa menjaga fleksibilitas melalui dana kas
dan setara kas yang memadai dan ketersediaan dana dalam bentuk kredit yang memadai.
Manajemen mengelola risiko likuiditas dengan senantiasa memantau pekiraan cadangan
likuiditas Grup berdasarkan arus kas yang diharapkan serta menelaah kebutuhan pembiayaan
untuk modal kerja dan aktivitas pendanaan secara teratur dan pada saat yang dianggap perlu.
2025
Telah jatuh tempo tapi belum mengalami penurunan nilai
Tidak ada periode 1-3 3-6 6-12 Lebih dari 12
Nilai tercatat jatuh tempo bulan bulan bulan bulan Cadangan Nilai jatuh tempo
Aset keuangan
yang diukur
pada biaya
perolehan
diamortisasi:
Kas dan bank 19.703.801.064 19.703.801.064 - - - - - 19.703.801.064
Piutang usaha
- pihak ketiga 267.727.149 166.038.684 58.764.357 22.533.200 20.390.909 56.732.559 (56.732.560) 267.727.149
Jumlah aset keuangan 19.971.528.213 19.869.839.748 58.764.357 22.533.200 20.390.909 56.732.559 (56.732.560) 19.971.528.213
Liabilitas keuangan
yang diukur
pada biaya
perolehan
diamortisasi:
Utang usaha
- pihak ketiga 1.381.741.151 1.381.741.151 - - - - - 1.381.741.151
Utang lain-lain
- pihak ketiga 52.396.934 52.396.934 - - - - - 52.396.934
Akrual 336.822.749 336.822.749 - - - - - 336.822.749
Utang pembiayaan 180.103.693 - 51.099.654 13.231.850 26.463.700 89.308.490 - 180.103.694
Liabilitas sewa 64.900.500 - - - - 64.900.500 - 64.900.500
Jumlah liabilitas
keuangan 2.015.965.027 1.770.960.834 51.099.654 13.231.850 26.463.700 154.208.990 - 2.015.965.028
Gap likuiditas 17.955.563.186 18.098.878.914 7.664.703 9.301.350 (6.072.791) (97.476.431) (56.732.560) 17.955.563.185
59
Page 67
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
30. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
2024
Telah jatuh tempo tapi belum mengalami penurunan nilai
Tidak ada periode 1-3 3-6 6-12 Lebih dari 12
Nilai tercatat jatuh tempo bulan bulan bulan bulan Cadangan Nilai jatuh tempo
Aset keuangan
yang diukur
pada biaya
perolehan
diamortisasi:
Kas dan bank 14.218.940.596 14.218.940.596 - - - - - 14.218.940.596
Piutang usaha
- pihak ketiga 4.161.262.547 225.874.177 152.756.716 927.224 117.937.956 3.746.755.544 (82.989.070) 4.161.262.547
Jumlah aset keuangan 18.380.203.143 14.444.814.773 152.756.716 927.224 117.937.956 3.746.755.544 (82.989.070) 18.380.203.143
Liabilitas keuangan
yang diukur
pada biaya
perolehan
diamortisasi:
Utang usaha
- pihak ketiga 1.127.304.069 1.127.304.069 - - - - - 1.127.304.069
Utang lain-lain
- pihak ketiga 1.725.000 1.725.000 - - - - - 1.725.000
Akrual 219.201.340 219.201.340 - - - - - 219.201.340
Utang pembiayaan 414.862.131 - 56.516.830 57.933.423 120.308.186 180.103.692 - 414.862.131
Liabilitas sewa 68.852.941 - - - - 68.852.941 - 68.852.941
Jumlah liabilitas
keuangan 1.831.945.481 1.348.230.409 56.516.830 57.933.423 120.308.186 248.956.633 - 1.831.945.481
60
Page 68
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
31. NILAI WAJAR ATAS ASET DAN LIABILITAS
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan nilai tercatat dan estimasi nilai wajar instrumen keuangan
Grup yang dinyatakan dalam posisi keuangan 31 Desember 2025 dan 2024.
2025 2024
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Aset Keuangan
yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi:
Kas dan setara kas 19.703.801.064 19.703.801.064 14.218.940.596 14.218.940.596
Piutang usaha -
pihak ketiga 267.727.149 267.727.149 4.161.262.547 4.161.262.547
Piutang lain-lain
pihak ketiga 2.170.777 2.170.777 - -
Jumlah 19.973.698.990 19.973.698.990 18.380.203.143 18.380.203.143
Liabilitas Keuangan
Liabilitas Keuangan
yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi:
Utang usaha -
pihak ketiga 1.381.741.151 1.381.741.151 1.127.304.069 1.127.304.069
Utang lain-lain -
pihak ketiga 52.396.934 52.396.934 1.725.000 1.725.000
Akrual 336.822.749 336.822.749 219.201.340 219.201.340
Utang pembiayaan 180.103.693 180.103.693 414.862.131 414.862.131
Liabilitas sewa - - 68.852.941 68.852.941
Jumlah 1.951.064.527 1.951.064.527 1.831.945.481 1.831.945.481
Nilai wajar atas aset keuangan jangka pendek (umumnya kurang dari satu tahun) seperti kas
dan bank, piutang usaha dan piutang lain-lain adalah sebesar nilai tercatat karena telah
mendekati estimasi nilai wajarnya.
Liabilitas keuangan
Nilai tercatat liabilitas keuangan seperti utang bank jangka pendek, utang usaha - pihak ketiga,
utang lain-lain - pihak ketiga, dan akrual adalah mendekati estimasi nilai wajarnya.
Nilai wajar utang pembiayaan dan liabilitas sewa diperkirakan mendekati nilai tercatatnya karena
tingkat suku bunga berdasarkan nilai pasar.
61
Page 69
PT HASSANA BOGA SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
32. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS
a. Aktivitas investasi non-kas yang signifikan sebagai berikut:
2025 2024
Penambahan aset tetap yang masih terutang
dan dicatat pada utang pembiayaan - 352.650.000
b. Perubahan aset dan liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan sebagai berikut:
1 Januari 2025 Arus kas Non kas 31 Desember 2025
Penambahan modal 25.500.042.080 - - 25.500.042.080
Tambahan modal disetor 967.840 - - 967.840
Pembagian dividen (2.856.001.363) - - (2.856.001.363)
Utang pembiayaan 62.212.086 - - 62.212.086
Liabilitas sewa 68.852.941 - (68.852.941) -
Jumlah 22.776.073.584 - (68.852.941) 22.707.220.643
1 Januari 2024 Arus kas Non kas 31 Desember 2024
Penambahan modal 25.500.000.000 42.080 - 25.500.042.080
Tambahan modal disetor 483.920 483.920 - 967.840
Pembagian dividen (2.550.000.000) (306.001.363) - (2.856.001.363)
Utang pembiayaan 380.664.869 - (318.452.783) 62.212.086
Liabilitas sewa 68.852.941 - - 68.852.941
Jumlah 23.400.001.730 (305.475.363) (318.452.783) 22.776.073.584
62
Names mentioned 46 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
H. Syarif Siangan Tanudjaja S.H.
p.15
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15 ×4
unresolved
person
Akta Notaris Rahayu Ningsih
p.15 ×2
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.15
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.15
unresolved
person
Akta Notaris Rini Yulianti
p.15 ×4
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15 ×4
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.
p.16
unresolved
person
Bambang Wijananto
p.17
unresolved
person
Arief Banang Trinovan
p.17
unresolved
person
Bambang Setiadji Personel
p.17
unresolved
org
PT Nutrisi Juara
p.17
unresolved
person
Poltak Pardomuan
p.17
unresolved
person
Panji Kresna S.H.
p.17 ×2
unresolved
org
PT Asuransi Chubb Syariah Indonesia
p.42 ×2
unresolved
org
PT Dwi Eka Cipta Kreasi.
p.43
unresolved
org
PT Asuransi Tokio Marine Indonesia
p.46
unresolved
org
PT Asuransi Astra Buana
p.46
unresolved
org
PT Agri Wira Mandiri Sejahtera
p.47
unresolved
org
PT Gupon Sekarlangit
p.47
unresolved
org
PT Dipo Star Finance
p.48
unresolved
org
PT Mitsui Leasing Capital Indonesia
p.48
unresolved
org
PT Toyota Astra Financial Services
p.48
unresolved
org
PT Asiavesta Investama Jaya
p.51
unresolved
org
PT Nusa Perkasa Internasional
p.51
unresolved
org
PT Inovasi Research Mandiri
p.56
unresolved
org
PT Martapura Jaya
p.56
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 5
FinancialStatement-2025-Tahunan-NAYZ.xlsx
done
inlineXBRL.zip
done
instance.zip
done
SPD HBS 2025.pdf
done