Back to announcement
20260331_SMFP_Laporan Informasi dan Fakta Material_32056349_lamp1.pdf
Financial statement Text extracted SMFPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 39
Page 1
Nomor : S-0727/DIR/SMF/III/2026 Jakarta, 31 Maret 2026 Lampiran : 1 set Kepada Yth. Otoritas Jasa Keuangan Gedung Soemitro Djojohadikusumo Jalan Lapangan Banteng Timur 2-4 Jakarta 10710 UP : Direktorat Pengelolaan Investasi Perihal : Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BTN05 Periode yang berakhir 31 Desember 2025 Merujuk Pasal 49 POJK.23/POJK.04/2014 tanggal 19 November 2014 tentang Pedoman Penerbitan dan Pelaporan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Dalam Rangka Pembiayaan Sekunder Perumahan, bersama ini kami sampaikan: 1. Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BTN05 periode yang berakhir 31 Desember 2025. 2. Copy bukti publikasi Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BTN05 periode yang berakhir 31 Desember 2025 yang diterbitkan pada tanggal 31 Maret 2026 di harian berskala nasional Investor Daily. Demikian disampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) Ditandatangani secara elektronik oleh : Ditandatangani secara elektronik oleh : Heliantopo Harya Narendra Direktur Bisnis Kepala Divisi Manajemen Kredit Tembusan : Direktorat Pengawasan Lembaga Keuangan Khusus - Otoritas Jasa Keuangan "Layanan Pengaduan Pemangku Kepentingan dan Whistle Blowing System: Apabila terdapat pegawai SMF yang menerima/meminta gratifikasi dan suap dapat dilaporkan melalui https://wbs.smf-indonesia.co.id/ dan/atau terdapat keluhan dapat disampaikan melalui surat elektronik stakeholder.care@smf-indonesia.co.id."
Page 2
EFEK BERAGUN ASET
BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL
BANK TABUNGAN NEGARA 05
(EBA-SP SMF-BTN05)
Laporan Keuangan
Per 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
31 Desember 2025 dan 2024
Page 3
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
Daftar isi
Halaman
Surat Pernyataan Penerbit (PT Sarana Multigriya Finansial (Persero))
Surat Pernyataan Bank Kustodian (PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk)
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan
Per 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
31 Desember 2025 dan 2024
Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 2
Laporan Perubahan Aset Bersih 3
Laporan Arus Kas 4
Catatan atas Laporan Keuangan 5
Page 4
MF
SURAT PERNYATAAN PENERBIT
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA NOMOR 05
(EBA-SP SMF-BTN05)
Kamiyang bertanda tangan dibawah ini:
Nama :Ananta Wiyogo
Jabatan : Direktur Utama
Alamat Kantor Grha SMF Jalan Panglima Polim I Nomor 1, Kebayoran Baru, Jakarta
Alamat Domisili/ sesuai KTP Jalan Pejaten [\Ias lll Blok G No.1 RT/RW.01 1lOO2, Kel. Pasar
atau Kartu ldentitas lain lt/inggu, Kec. Pasar ti/inggu Jakarta Selatan
Nomor Telepon 021 2700 400
Nama Heliantopo
Jabatan Direktur
Alamat Kantor Grha SMF Jalan Panglima Polim I Nomor 1, Kebayoran Baru, Jakarta
Alamat Domisili / sesuai KTP Komplek PJtVI Jl. Cendrawasih Raya A2813-4 RT.004/RW.007
atau Kartu ldentitas lain Pondok Aren, Tangerang Selatan
Nomor Telepon 021 2700 400
PT Sarana t\4ultigriya Finansial (Persero) dalam hal ini bertindak selaku Penerbit Efek Beragun Aset
Berbentuk Surat Partisipasi Sarana tvlultigriya Finansial - Bank Tabungan Negara Nomor 05
(EBA-SP SMF-BTN0S) menyatakan bahwa:
1. Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan EBA-SP SMF-BTN05.
2. Laporan keuangan EBA-SP SI/F-BTNOS tersebut telah disusun dan disajikan sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di lndonesia.
3. Sesuai dengan tugas dan tanggung jawab sebagaimana disebutkan dalam butir 1 di atas,
menyatakan bahwa:
a. Semua informasi dalam laporan keuangan EBA-SP SIVIF-BTN0S tersebut telah dimuat secara
lengkap dan benar, dan
b. Laporan k'euangan EBA-SP SIVIF-BTNOS tersebut tidak mengandung informasi atau fakta
material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material.
4. Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian intern dalam EBA-SP SMF-BTNOS.
Page 5
r
5 Kami bertanggung jawab atas laporan keuangan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab sebagai
Penerbit sebagaimana tercantum dalam EBA-SP StVF-BTN05.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya
Jakarta, '16 ti/aret 2026
Penerbit
PT Sarana tt/ultigriya Finansial (Persero)
Ananta Wiyogo Heliantopo
Direktur Utama Direktur
Page 6
Model 54
pr. BANK RAKYAT TNDONESIA (PERSERO) Tbk
KANTOR PUSAT
Jalan Jenderalsudirman No. 44-46 Tromol Pos 1094 / l OOO Jakarta '10210
Telepon i 2510244, 251 00254, 2510264, 2510269, 2510279
Facsimile : 2500065, 25O0O77 Kawat: KANPUSBRI
Telex : 65293, 65301, 65456, 65459, 65461
Website : www.bri.co.id
SURAT PERNYATAAN BANK KUSTODIAN
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA NOMOR 05
(EBA-SP SMF-BTN05)
Kami yang be(anda tangan dibawah ini:
Nama Dhevy Hardanta
Jabatan Department Head
Alamat Kantor Gedung BRI 2 Lantai 6, Jl. Jend. Sudirman
Kav 44-46, Jakarta 10210
Nomor Telepon (o21) 2500124
Nama Betty Kartini Sormin
Jabatan Assisfanf Vice President
Alamat Kantor Gedung BRI 2 Lantai 6, Jl. Jend. Sudirman
Kav 44-46, Jakarta 10210
Nomor Telepon (o21) 2500124
PT Bank Rakyat lndonesia (Persero) Tbk dalam hal ini bertindak selaku Bank Kustodian Efek Beragun Aset
berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial - Bank Tabungan Negara Nomor 05
(EBA-SP SMF-BTN0S) menyatakan bahwa:
1. Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan EBA-SP SMF-BTN0S untuk
tahun yang berakhir 31 Desember 2025.
2. Laporan Keuangan EBA-SP SMF-BTN0S telah disusun dan disajikan dengan Standar Akuntansi
Keuangan di lndonesia.
3. Dengan memperhatikan alinea tersebut di atas, Bank Kustodian menegaskan bahwa:
a. Semua informasi dalam laporan keuangan EBA-SP SMF-BTNOS telah dimuat secara lengkap dan
benar, dan
b. Laporan keuangan EBA-SP SMF-BTN0S tidak mengandung informasi dan fakta material yang tidak
benar dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material.
4, Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian intern dalam EBA-SP SMF-BTNOS.
5. Kami bertanggung jawab atas laporan keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 sesuai
dengan tugas dan tanggung jawab sebagaimana tersebut dalam EBA-SP SMF-BTNOS.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya
Jakarta, l6 Marel2026
Atas nama dan mewakili Bank Kustodian
PT Bank Rakyat lndonesia (Persero). Tbk
Dhevv Hardanta Bettv Kartini Sormin
Department Head Asslsfanf Vice President
I nte qritv, Col ld bo rative, Accou nta bi I itv, G rowt h M i n d set, Cu sto m e r F ocu s
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
Aset
Kas dan Setara Kas 2.c, 2.d, 3, 19 24.113.508.951 29.328.399.463
Rekening Titipan 2.c, 4, 19 5.449.927.122 12.154.558.024
Piutang Kredit
Pemilikan rumah 2.e, 2.g, 5, 19 552.792.105.937 742.512.296.821
Piutang Bunga 2.e, 2.g, 6, 19 856.321.977 501.361.451
Piutang Lain-lain 2.g, 7, 19 284.000.853 1.420.004.265
Pajak Dibayar di Muka 2.g, 18.a 1.698.449.992 538.705.585
Aset Pajak Tangguhan 2.g, 18.d 2.117.159.945 1.306.938.013
Jumlah Aset 587.311.474.777 787.762.263.622
Liabilitas dan Aset Bersih
Liabilitas
Utang Sertifikat EBA-SP 1, 2.c, 2.g, 10, 19 316.569.102.829 505.389.253.884
Utang Pajak 2.g, 18.b - 894.050.079
Utang Bunga 2.e, 2.g, 8, 19 312.175.514 495.750.663
Biaya yang Masih Harus
Dibayar 2.e, 2.g, 9, 19 1.366.783.318 1.582.348.749
Utang Lain-lain 2.e, 2.h, 11, 19 6.205.329.837 12.909.960.739
Jumlah Liabilitas 324.453.391.498 521.271.364.114
Aset Bersih
Sertifikat EBA-SP Kelas B 1, 2.e, 2.h, 12, 19 260.000.000.000 260.000.000.000
Saldo Laba 2.858.083.279 6.490.899.508
Jumlah Aset Bersih 262.858.083.279 266.490.899.508
Jumlah Liabilitas dan
Aset Bersih 587.311.474.777 787.762.263.622
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan secara keseluruhan
1
Page 11
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
Pendapatan Investasi
Bunga 2.e, 2.g, 13, 19 90.459.456.347 119.917.051.381
Denda Keterlambatan 2.e, 13, 19 1.302.457.662 1.645.114.571
Jumlah Pendapatan Investasi 91.761.914.009 121.562.165.952
Beban Investasi
Bunga EBA Kelas A 2.e, 2.g, 14, 19 36.089.690.055 54.605.915.386
Bunga EBA Kelas M 2.e, 2.g, 14, 19 2.530.666.665 2.537.600.001
Jasa Penunjang 2.e, 2.g, 15, 19 17.778.679.540 22.953.594.824
Lain-lain 2.e, 2.f, 16, 19 23.798.672 24.071.572
Jumlah Beban Investasi 56.422.834.932 80.121.181.783
Beban/(Pendapatan) Lain-lain
Penyisihan Piutang KPR 2.e, 2.g, 5, 7, 17 3.682.826.965 814.039.400
Jumlah Pendapatan
/(Beban) Lain-lain 3.682.826.965 814.039.400
Laba Sebelum
Pajak Penghasilan 31.656.252.112 40.626.944.769
Beban/(Manfaat)
Pajak Penghasilan
Pajak Kini 2.f, 18.c 7.631.783.280 8.896.562.620
Pajak Tangguhan 2.f, 18.d (810.221.932) (179.088.668)
Jumlah Beban/(Manfaat)
Pajak Penghasilan 6.821.561.348 8.717.473.952
Laba Tahun Berjalan 24.834.690.764 31.909.470.817
Penghasilan Komprehensif Lain - -
Laba Komprehensif
Tahun Berjalan 24.834.690.764 31.909.470.817
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan secara keseluruhan
2
Page 12
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Sertifikat EBA-SP Jumlah Aset
Kelas B Saldo Laba Bersih
Saldo Per 1 Januari 2024 260.000.000.000 7.908.643.564 267.908.643.564
Dividen/Bunga Sertifikat
EBA-SP Kelas B (Catatan 12) - (33.327.214.873) (33.327.214.873)
Laba Komprehensif
Tahun Berjalan -- 31.909.470.817
- 31.909.470.817
Saldo Per 31 Desember 2024 260.000.000.000 6.490.899.508 266.490.899.508
Saldo Per 1 Januari 2025 260.000.000.000 6.490.899.508 266.490.899.508
Dividen/Bunga Sertifikat
EBA-SP Kelas B (Catatan 12) - (28.467.506.994) (28.467.506.994)
Laba Komprehensif
Tahun Berjalan -- 24.834.690.764
- 24.834.690.764
Saldo Per 31 Desember 2025 260.000.000.000 2.858.083.278 262.858.083.278
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan secara keseluruhan
3
Page 13
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2025 2024
Arus Kas dari Aktivitas Operasi:
Penerimaan Piutang KPR 187.173.367.331 213.704.339.175
Penerimaan Bunga dan Denda KPR 90.756.545.263 125.564.053.281
Penerimaan Jasa Giro
dan Bunga Deposito 650.408.220 1.003.588.578
Pembayaran Jasa Penunjang (17.994.244.971) (24.077.561.903)
Pembayaran Pajak (9.685.577.766) (8.786.367.188)
Penerimaan Restitusi Pajak - 743.692.293
Pembayaran Lain-Lain (23.798.672) (24.071.572)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh
dari Aktivitas Operasi 250.876.699.405 308.127.672.664
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan:
Pembayaran Pokok Utang
EBA-SP Kelas A (188.820.151.055) (231.114.952.651)
Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas A (36.273.265.203) (54.828.882.226)
Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas M (2.530.666.665) (2.537.600.000)
Pembayaran Dividen EBA-SP Kelas B (28.467.506.994) (33.327.214.871)
Arus Kas Bersih yang Digunakan
untuk Aktivitas Pendanaan (256.091.589.917) (321.808.649.748)
Kenaikan (Penurunan) Bersih
Kas dan Setara Kas (5.214.890.512) (13.680.977.084)
Kas dan Setara Kas
pada Awal Tahun 29.328.399.463 43.009.376.547
Kas dan Setara Kas
pada Akhir Tahun 24.113.508.951 29.328.399.463
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan secara keseluruhan
4
Page 14
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Umum
Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial - Bank Tabungan
Negara 05 (EBA-SP SMF-BTN05), yang selanjutnya disebut "Entitas" diterbitkan oleh
Penerbit, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) – (“SMF”), berdasarkan akta perjanjian
penerbitan EBA-SP SMF-BTN05 No. 30 tanggal 15 Oktober 2019 antara PT Sarana Multigriya
Finansial (Persero) dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang dibuat di hadapan
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta. EBA-SP merupakan efek
hasil sekuritisasi atas kumpulan tagihan dari portofolio Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
yang terpilih (Kumpulan Tagihan) yang dibeli dari PT Bank Tabungan Negara (Persero)
Tbk – (“BTN”) (Kreditur Asal) sejumlah Rp2.000.000.000.000 (dua triliun Rupiah) yang bersama-
sama diwakili oleh Wali Amanat dan Penerbit serta ditatausahakan oleh Bank Kustodian, PT
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk – (“BRI”).
EBA-SP SMF-BTN05 ini diterbitkan dalam 3 (tiga) kelas yaitu EBA-SP Kelas A yang terdiri dari
Seri A1 dengan total nilai nominal sebesar Rp574.000.000.000 (lima ratus tujuh puluh empat
milyar Rupiah) mewakili 28,70% (dua puluh delapan koma tujuh nol persen) dari Kumpulan
Tagihan dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,50% (delapan koma lima nol persen) per tahun,
Seri A2 dengan total nilai nominal sebesar Rp1.142.000.000.000 (satu triliun seratus empat
puluh dua milyar Rupiah) mewakili 57,10% (lima puluh tujuh koma satu nol persen) dari
Kumpulan Tagihan dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,75% (delapan koma tujuh lima persen)
per tahun, dan Seri M dengan total nilai nominal sebesar Rp24.000.000.000 (dua puluh empat
milyar Rupiah) mewakili 1,20% (satu koma dua nol persen) dari Kumpulan Tagihan per tahun.
EBA-SP SMF-BTN05 Kelas B dengan total nominal sebesar Rp260.000.000.000 (dua ratus
enam puluh milyar Rupiah) mewakili 13,00% (tiga belas koma nol nol persen) dari jumlah Pokok
Terutang atas Kumpulan Tagihan pada tanggal cut-off final. Tanggal jatuh tempo final EBA-SP
SMF-BTN05 jatuh pada tanggal 7 Mei 2032, namun diperkirakan akan lunas lebih awal karena
Kumpulan Tagihan mempunyai rata-rata tertimbang jatuh tempo (weighted average life) adalah
9,09 (sembilan koma nol sembilan) per tahun. Pemegang EBA-SP SMF-BTN05 Kelas A dan M
berhak untuk mendapatkan pembayaran bunga setiap 3 (tiga) bulan sekali pada tanggal
pembayaran. Bersamaan dengan itu dilakukan juga pembayaran pokok atas EBA-SP SMF-
BTN05 Kelas A dan M sesuai dengan Urutan Prioritas Pembayaran.
EBA-SP Kelas A dan M diklasifikasikan sebagai Efek bersifat utang berarus kas tetap,
sedangkan Kelas B diklasifikasikan sebagai Efek bersifat ekuitas berarus kas tidak tetap.
EBA-SP SMF-BTN05 Kelas A, EBA-SP SMF-BTN05 Kelas M, dan EBA-SP SMF-BTN05 Kelas
B dapat dipindahtangankan. Hanya EBA-SP SMF-BTN05 Kelas A yang akan ditawarkan kepada
publik, dan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. EBA-SP SMF-BTN05 dikeluarkan dalam
satuan nominal pokok terutang Rp1 (satu Rupiah) sebagai bukti hak milik bersama secara
proporsional yang tidak terbagi atas Kumpulan Tagihan.
EBA-SP SMF-BTN05 telah mendapatkan surat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Eksekutif OJK No. S-1431/PM.21/2019 tanggal
21 November 2019 untuk ditawarkan kepada publik. EBA-SP SMF-BTN05 Kelas A merupakan
sertifikat tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo EBA -SP SMF-BTN05 Kelas A yang diterbitkan
atas nama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai bukti kepesertaan untuk
kepentingan pemegang EBA-SP SMF-BTN Kelas A.
Entitas memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 93.140.444.6.064.000.
5
Page 15
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Informasi Kebijakan Akuntansi Material
2. a. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan
Laporan keuangan Entitas telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan (SAK) di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar dan Interpretasi yang
diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI),
serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) untuk entitas yang berada di bawah
pengawasannya dan ketentuan akuntansi lainnya yang lazim berlaku di Pasar Modal.
2. b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual,
kecuali laporan arus kas yang menggunakan dasar kas. Dasar pengukuran dalam penyusunan
laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang
didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing
akun tersebut.
Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam
aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Mata uang penyajian yang digunakan dalam
penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah yang juga merupakan mata uang fungsional
Entitas.
2. c. Instrumen Keuangan
Entitas mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan, jika
dan hanya jika, Entitas menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen
tersebut. Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Entitas mengukur
pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi yang
dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau
liabilitas keuangan tersebut.
Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset keuangan dan penerbitan
liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan segera.
Aset keuangan Entitas diklasifikasikan sebagai berikut: aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
i. Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika kedua kondisi berikut
terpenuhi:
a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan
b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely
payments of principal and interest – SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan
pembayaran pokok, kemudian dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi
kumulatif atas perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat jatuh tempo,
dan penurunan nilainya.
6
Page 16
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Pendapatan keuangan dihitung dengan metode menggunakan suku bunga efektif dan
diakui di laba rugi. Perubahan pada nilai wajar diakui di laba rugi ketika aset dihentikan
atau direklasifikasi.
Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dapat dijual ketika terdapat peningkatan risiko kredit. Penghentian
untuk alasan lain diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak signifikan
jumlahnya atau tidak sering.
ii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain
(‘’FVTOCI’’)
Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely
payments of principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar, dimana keuntungan atau kerugian
diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan
nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui pada laba rugi.
Ketika aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan
atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi .
iii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (‘’FVTPL’’)
Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi
kriteria untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai
wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset
keuangan diakui dalam laba rugi.
Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi
kriteria untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada
FVTOCI, sehingga diukur pada FVTPL. Namun demikian, Entitas dapat menetapkan
pilihan yang tidak dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen
ekuitas yang bukan untuk diperjualbelikan dalam waktu dekat (held for trading) untuk
diukur pada FVTOCI. Penetapan ini menyebabkan semua keuntungan atau kerugian
disajikan di penghasilan komprehensif lain, kecuali pendapatan dividen tetap diakui di laba
rugi. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan
komprehensif lain direklasifikasi ke saldo laba tidak melalui laba rugi.
Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan
Entitas mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal
liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, kecuali:
a) Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas dimaksud, termasuk
derivatif yang merupakan liabilitas, selanjutnya akan diukur pada nilai wajar.
b) Liabilitas keuangan yang timbul Ketika pengalihan aset keuangan yang tidak
memenuhi kualifikasi penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan
berkelanjutan diterapkan.
7
Page 17
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
c) Kontrak jaminan keuangan dan komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku
bunga dibawah pasar. Setelah pengakuan awal, penerbit kontrak dan penerbit
komitmen selanjutnya mengukur kontrak tersebut sebesar jumlah yang lebih tinggi
antara:
1) Jumlah penyisihan kerugian; dan
2) Jumlah yang pertama kali diakui dikurangi dengan, jika sesuai, jumlah kumulatif
dari penghasilan yang diakui sesuai dengan prinsip PSAK 115.
Saat pengakuan awal Entitas dapat membuat penetapan yang tak terbatalkan untuk
mengukur liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi, jika diizinkan oleh standar
atau jika penetapan akan menghasilkan informasi yang lebih relevan, karena:
a) Mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkosistensi pengukuran atau
pengakuan (kadang disebut sebagai “accounting mismatch”) yang dapat timbul dari
pengukuran aset atau liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian atas aset
atau liabilitas dengan dasar yang berbeda beda; atau
b) Sekelompok liabilitas keuangan atau aset keuangan dan liabilitas keuangan dikelola
dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai manajemen risiko atau
strategi investasi yang terdokumentasi, dan informasi dengan dasar nilai wajar
dimaksud atas kelompok tersebut disediakan secara internal untuk personil
manajemen kunci Entitas.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Entitas menilai apakah risiko kredit dari instrumen
keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan
penilaian, Entitas menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang
perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit
ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Entitas membandingkan antara risiko gagal
bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko
gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan
mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya
atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini
dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko
kredit sejak pengakuan awal.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan nilai netonya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto
atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak saling
hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum
dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan
atau kebangkrutan Entitas atau pihak lawan.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
Entitas menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas
arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Entitas mentransfer aset keuangan
dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset
kepada entitas lain. Jika Entitas tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial
atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang
ditransfer, maka Entitas mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan
liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Entitas memiliki secara
substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Entitas
8
Page 18
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar
pinjaman yang diterima.
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak
dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluarsa.
Jika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan liabilitas yang lain pada keadaan
yang secara substansial berbeda, atau berdasarkan suatu liabilitas yang ada yang secara
substansial telah diubah, maka pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai
penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan perbedaan nilai
tercatat masing-masing diakui dalam laba rugi.
Metode Suku Bunga Efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya
perolehan diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas
keuangan) dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga
selama periode yang relevan.
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
pembayaran atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen
keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh
jumlah tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan.
Pada saat menghitung suku bunga efektif, Entitas mengestimasi arus kas dengan
mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut,
seperti pelunasan dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain, tetapi tidak mempertimbangkan
kerugian kredit masa depan. Perhitungan ini mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang
dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak dalam kontrak yang merupakan bagian tak
terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto
lain.
Reklasifikasi
Entitas mereklasifikasi aset keuangan ketika Entitas mengubah tujuan model bisnis untuk
pengelolaan aset keuangan sehingga penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat diterapkan.
Ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan, maka Entitas menerapkan reklasifikasi secara
prospektif dari tanggal reklasifikasi. Entitas tidak menyajikan kembali keuntungan, kerugian
(termasuk keuntungan atau kerugian penurunan nilai), atau bunga yang diakui sebelumnya.
Ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya
perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTPL, nilai wajarnya diukur pada tanggal
reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan
diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi. Pada saat
Entitas melakukan reklasifikasi sebaliknya, yaitu dari aset keuangan kategori FVTPL
menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, maka nilai wajar pada tanggal
reklasifikasi menjadi jumlah tercatat bruto yang baru.
Pada saat Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya
perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTOCI, nilai wajarnya diukur pada tanggal
reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan
diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam penghasilan
komprehensif lain. Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian
tidak disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi. Ketika Entitas mereklasifikasi aset
keuangan sebaliknya, yaitu keluar dari kategori FVTOCI menjadi kategori pengukuran biaya
perolehan diamortisasi, aset keuangan direklasifikasi pada nilai wajarnya pada tanggal
9
Page 19
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
reklasifikasi. Akan tetapi keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam
penghasilan komprehensif lain dihapus dari ekuitas dan disesuaikan terhadap nilai wajar
aset keuangan pada tanggal reklasifikasi. Akibatnya, pada tanggal reklasifikasi aset
keuangan diukur seperti halnya jika aset keuangan tersebut selalu diukur pada biaya
perolehan diamortisasi. Penyesuaian ini mempengaruhi penghasilan komprehensif lain
tetapi tidak mempengaruhi laba rugi, dan karenanya bukan merupakan penyesuaian
reklasifikasi. Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak
disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi.
Pada saat Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran FVTPL
menjadi kategori pengukuran FVTOCI, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya.
Sama halnya, ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori FVTOCI
menjadi kategori pengukuran FVTPL, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya.
Keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui di penghasilan komprehensif
lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi pada tanggal
reklasifikasi.
Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan, jika dan hanya jika, Entitas saat
ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas
jumlah yang telah diakui tersebut; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau
untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
tanggal pengukuran.
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan
pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan.
Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar
berdasarkan pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input
terhadap keseluruhan pengukuran nilai wajar:
a) Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik yang dapat diakses pada tanggal pengukuran (Level 1);
b) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi
untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Level 2);
c) Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3).
Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Entitas sebisa mungkin menggunakan data
pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi
secara langsung, Entitas menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya
dan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Perpindahan antara level hirarki nilai wajar diakui oleh Entitas pada akhir periode pelaporan
dimana perpindahan terjadi.
10
Page 20
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2. d. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas mencakup kas, bank, dan investasi jangka pendek yang jatuh tempo dalam
waktu tiga bulan atau kurang.
2. e. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan bunga dari piutang Kredit Pemilikan Rumah dan penempatan pada deposito diakui
secara akrual berdasarkan proporsi waktu, nilai nominal dan tingkat bunga yang berlaku yang
memperhitungkan hasil efektif aset tersebut.
Pendapatan denda keterlambatan diakui pada saat diterima oleh Entitas dan beban diakui pada
saat terjadinya secara akrual.
2. f. Pajak Penghasilan
EBA berbentuk Surat Partisipasi adalah subjek pajak yang diperlakukan sebagai persekutuan,
kongsi atau firma. Objek pajak penghasilan Entitas diatur dalam Surat Keputusan Direktur
Jenderal Pajak No. KEP-147/PJ/2003 Tanggal 13 Mei 2003 tentang Pajak Penghasilan atas
penghasilan yang diterima atau diperoleh Entitas dan para investornya, serta ketentuan pajak
yang berlaku. Objek pajak penghasilan terbatas hanya pada penghasilan yang diterima oleh
Entitas. Sedangkan pembayaran imbal hasil yang dibayarkan Entitas kepada Pemegang EBA
dengan arus kas tetap merupakan objek pajak penghasilan final.
Perhitungan pajak penghasilan Entitas mengikuti ketentuan pajak penghasilan badan.
Sementara imbal hasil yang dibayarkan kepada para pemegang EBA dengan arus kas tidak
tetap bukan merupakan objek pajak.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan penghasilan bruto yang diterima atau diperoleh
dikurangi dengan biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan pada
periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Pajak tangguhan
tidak diakui karena tidak terdapat perbedaan temporer yang berdampak terhadap pengakuan
aset atau liabilitas tangguhan.
Beban pajak penghasilan terdiri dari beban pajak kini dan beban pajak final yang dicatat dalam
laporan laba rugi. Beban pajak kini ditentukan berdasarkan kenaikan aset neto dari aktivitas
operasi kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku.
Pajak penghasilan final
Sesuai dengan peraturan perundangan perpajakan, pendapatan yang telah dikenakan pajak
penghasilan final tidak lagi dilaporkan sebagai pendapatan kena pajak, dan semua beban
sehubungan dengan pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final tidak boleh
dikurangkan. Di lain pihak, baik pendapatan maupun beban tersebut dipakai dalam perhitungan
laba rugi menurut akuntansi. Oleh karena itu, tidak terdapat perbedaan temporer sehingga tidak
diakui adanya aset atau liabilitas pajak tangguhan.
Apabila nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final
berbeda dengan dasar pengenaan pajaknya, maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset
atau liabilitas pajak tangguhan.
Pajak penghasilan tidak final
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan kenaikan aset bersih yang dapat diatribusikan kepada
pemegang EBA dari aktivitas operasi kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
11
Page 21
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang
timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan
dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua
perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer
boleh dikurangkan serta rugi fiskal yang belum terkompensasi, sepanjang besar kemungkinan
dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial
telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Pajak tangguhan dibebankan atau
dikreditkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan (apabila ada) disajikan di dalam laporan posisi keuangan
atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
2. g. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi
Entitas melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang dipakai
adalah sesuai dengan yang diatur dalam PSAK No. 224 “Pengungkapan pihak-pihak berelasi”.
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Entitas (sebagai entitas pelapor),
yang meliputi:
a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
ii. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
iii. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya
entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain);
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang
mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
entitas asosiasi dari entitas ketiga;
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari
salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas
pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas
sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor;
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
dalam huruf (a); atau
vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas
atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Sesuai dengan Peraturan OJK No. 23/POJK.04/2014 Pasal 13, diatur bahwa Penerbit dilarang
memiliki hubungan berelasi dengan Kreditur Asal, Bank Kustodian, dan/atau Wali Amanat; serta
Kreditur Asal dilarang memiliki hubungan berelasi dengan Bank Kustodian dan/atau Wali
Amanat, kecuali hubungan berelasi yang terjadi kepemilikan atau penyertaan modal
Pemerintah, baik langsung maupun tidak langsung.
12
Page 22
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Semua transaksi dan saldo atas dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi, apakah yang
dilaksanakan dengan atau tidak dengan syarat atau kondisi normal yang sama dengan pihak
yang tidak berelasi, diungkapkan dalam laporan keuangan.
2. h. Sumber Estimasi Ketidakpastian dan Pertimbangan Akuntansi yang Penting
Penyusunan laporan keuangan EBA-SP SMF-BTN05 mengharuskan Penerbit dan Bank
Kustodian untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang
dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas
kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi
tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan
liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di halaman berikutnya. EBA-SP
SMF-BTN05 mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat
laporan keuangan disusun. Asumsi utama berkaitan dengan masa mendatang serta sumber
utama ketidakpastian estimasi lain pada tanggal laporan posisi keuangan, yang memiliki risiko
signifikan menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas pada
tahun buku berikutnya.
i. Estimasi dan Asumsi Akuntansi yang Penting
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan
badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah
tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. EBA-SP mengakui liabilitas atas pajak
penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan
badan.
Nilai Wajar atas Instrumen Keuangan
Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan posisi
keuangan tidak tersedia di pasar aktif, ditentukan dengan menggunakan berbagai teknik
penilaian termasuk penggunaan model matematika. Masukan (input) untuk model ini
berasal dari data pasar yang bisa diamati sepanjang data tersebut tersedia. Bila data pasar
yang bisa diamati tersebut tidak tersedia, pertimbangan Penerbit dan Bank Kustodian
diperlukan untuk menentukan nilai wajar. Pertimbangan tersebut mencakup pertimbangan
likuiditas dan masukan model seperti volatilitas untuk transaksi derivatif yang berjangka
waktu panjang dan tingkat diskonto, tingkat pelunasan dipercepat, dan asumsi tingkat gagal
bayar.
ii. Pertimbangan Penting dalam Penentuan Kebijakan Akuntansi
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh Penerbit dan Bank Kustodian dalam rangka penerapan
kebijakan akuntansi EBA-SP yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang
diakui dalam laporan keuangan.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Entitas menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
liabilitas. Berdasarkan PSAK 109 yang sesuai dengan kebijakan akuntansi EBA-SP
SMF-BTN05 seperti diungkapkan pada Catatan 2.c.
13
Page 23
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
3. Kas dan Setara Kas
Akun ini merupakan rekening giro milik Entitas yang terdapat di PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dikelola oleh Bank Kustodian
per 31 Desember 2025 dan 2024 dengan rincian sebagai berikut:
2025 2024
Bank
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Rekening Koleksi 20.996.851.799 25.512.816.256
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Rekening Pajak 3.056.374.894 3.718.944.350
Rekening Pokok 31.178.475 50.141.323
Rekening Bunga 28.518.647 43.363.564
Rekening Koleksi 585.136 3.133.970
Jumlah 24.113.508.951 29.328.399.463
Lihat catatan 19, pihak berelasi.
4. Rekening Titipan
Rekening Titipan merupakan rekening-rekening yang terdapat di BRI yang dibentuk oleh pihak
Pendukung Kredit dan Kreditur Asal. Rekening titipan per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
2025 2024
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Rekening Dana Cadangan 4.914.929.725 11.623.513.943
Rekening Dana Transisi Penyedia Jasa 534.997.397 531.044.081
Jumlah 5.449.927.122 12.154.558.024
Rekening dana cadangan dibentuk dalam rangka meningkatkan kualitas pembayaran bunga
Kelas A, Kelas M, dan biaya-biaya senior. Apabila terdapat perbedaan dengan nilai dana
cadangan di utang lain-lain (Catatan 11), selisih tersebut adalah jumlah dana cadangan yang
belum dipulihkan kembali ke rekening dana cadangan.
Lihat catatan 19, pihak berelasi.
14
Page 24
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
5. Piutang Kredit Pemilikan Rumah
Piutang Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan aset Kredit Pemilikan Rumah yang dibeli
dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berdasarkan Akta Jual Beli No. 31 tanggal
15 Oktober 2019 antara Penerbit yaitu SMF dan penjual yaitu BTN.
Jumlah piutang secara terus menerus akan menurun sesuai dengan pelunasan pokok utang dari
Kredit Pemilikan Rumah yang dilakukan oleh para Debitur dengan saldo per 31 Desember 2025
dan 2024 sebagai berikut:
2025 2024
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 561.279.556.822 748.452.924.153
Dikurangi:
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian 8.487.450.885 5.940.627.332
Jumlah - Bersih 552.792.105.937 742.512.296.821
Rincian Piutang KPR berdasarkan tingkat kolektibilitas yaitu:
2025 2024
Kolektabilitas 1 (Lancar) 420.007.141.228 595.997.988.096
Kolektabilitas 2 (1 - 90 hari) 47.137.830.884 57.892.642.796
Kolektabilitas 3 (91 - 120 hari) 4.461.291.094 7.132.865.294
Kolektabilitas 4 (121 - 180 hari) 5.924.018.942 7.754.618.289
Kolektabilitas 5 (>180 hari) 83.749.274.674 79.674.809.678
561.279.556.822 748.452.924.153
Dikurangi:
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian 8.487.450.885 5.940.627.332
Jumlah - Bersih 552.792.105.937 742.512.296.821
Rincian Piutang KPR berdasarkan sisa waktu jatuh tempo (remained term of maturity), yaitu:
2025 2024
Hingga 1 Tahun 17.371.292.941 10.878.329.696
1 - 2 tahun 60.597.679.383 27.377.933.108
2 - 3 tahun 118.060.119.352 93.296.916.606
3 - 4 tahun 147.896.746.485 163.961.457.641
4 - 5 tahun 176.151.474.009 162.507.430.247
Lebih dari 5 tahun 41.202.244.652 290.430.856.855
561.279.556.822 748.452.924.153
Dikurangi:
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian 8.487.450.885 5.940.627.332
Jumlah - Bersih 552.792.105.937 742.512.296.821
15
Page 25
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Perubahan cadangan kerugian kredit ekspektasian piutang kredit kepemilikan rumah adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Saldo Awal 5.940.627.332 5.126.587.932
Penambahan
(Catatan 17) 2.546.823.553 814.039.400
Saldo Akhir 8.487.450.885 5.940.627.332
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian kredit ekspektasian yang dibentuk telah
memadai untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya piutang usaha.
Lihat catatan 19, pihak berelasi.
6. Piutang Bunga
Piutang bunga merupakan pendapatan bunga KPR yang masih harus diterima oleh
EBA-SP SMF-BTN05 per 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp856.321.977
dan Rp501.361.451.
Lihat catatan 19, pihak berelasi.
7. Piutang Lain-lain
Piutang lain-lain merupakan kelebihan pembayaran Utang Bunga EBA A2 yang masih harus
diterima oleh EBA-SP SMF-BTN05 per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Piutang Lain-Lain 1.420.004.265 1.420.004.265
Dikurangi:
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian (1.136.003.412) -
Jumlah Piutang lain-lain 284.000.853 1.420.004.265
Perubahan Cadangan kerugian kredit ekspektasian piutang lain-lain sebagai berikut:
2025 2024
Saldo Awal - -
Penambahan (Pengurangan)
(Catatan 17) (1.136.003.412) -
Saldo Akhir (1.136.003.412) -
Lihat catatan 19, pihak berelasi.
16
Page 26
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
8. Utang Bunga
Utang bunga merupakan bunga terutang kepada Pemegang Sertifikat Efek Beragun Aset
Berbentuk Surat Partisipasi Kelas A dan M per 31 Desember 2025 dan 2024 dengan rincian
sebagai berikut:
2025 2024
Utang bunga Kelas A2 284.442.182 468.017.330
Utang bunga Kelas M 27.733.332 27.733.333
Jumlah 312.175.514 495.750.663
Lihat catatan 19, pihak berelasi.
9. Biaya yang Masih Harus Dibayar
Akun ini merupakan biaya yang masih harus dibayar per 31 Desember 2025 dan 2024 dengan
rincian sebagai berikut:
2025 2024
Jasa Penyedia Jasa 1.212.851.145 1.443.786.863
Jasa Audit 133.200.000 110.000.000
Jasa Pendukung Kredit 5.688.815 6.755.946
Jasa Kustodian 4.693.272 6.230.269
Jasa Agen Pembayar 4.305.720 7.551.841
Jasa Penerbit (Manajemen) 4.266.611 5.663.880
Jasa Wali Amanat 1.777.755 2.359.950
Jumlah 1.366.783.318 1.582.348.749
Lihat catatan 19, pihak berelasi.
10. Utang Sertifikat EBA-SP
Utang Sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi kelas A merupakan instrumen
keuangan bersifat liabilitas kepada pemegang sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat
Partisipasi kelas A. Utang ini dikenakan bunga sebesar 8,50% per tahun untuk pemegang
sertifikat kelas A1 dan 8,75% per tahun untuk pemegang sertifikat kelas A2.
Utang Sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi kelas M merupakan instrumen
keuangan bersifat liabilitas kepada pemegang sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat
Partisipasi kelas M. Utang ini dikenakan suku bunga tetap sebesar 10,40%, dibayarkan setelah
bunga kelas A.
Utang sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Kelas A1 telah mengalami
pelunasan pada tahun 2024. Rincian utang sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat
Partisipasi Kelas A2 per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
17
Page 27
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2025 2024
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 223.141.583.682 367.154.150.729
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 25.619.010.756 42.153.174.597
DPLK Bank Rakyat Indonesia
Pendapatan Tetap 25.619.010.757 42.153.174.598
Dana Pensiun Bank Mandiri 12.809.505.376 21.076.587.297
PT Asuransi Umum BCA 5.123.802.151 8.430.634.918
PT Bank Victoria International Tbk 256.190.107 421.531.745
Jumlah Utang Sertifikat
EBA-SP Kelas A2 292.569.102.829 481.389.253.884
Utang Sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi kelas M EBA-SP SMF-BTN05
yang dimiliki oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) per 31 Desember 2025 dan
2024 masing-masing sebesar Rp24.000.000.000.
Total utang sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi kelas A dan M
per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A2 292.569.102.829 481.389.253.884
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas M 24.000.000.000 24.000.000.000
Jumlah 316.569.102.829 505.389.253.884
Lihat catatan 19, pihak berelasi.
11. Utang Lain-lain
Utang lain-lain merupakan akun yang digunakan untuk mencatat dana cadangan dari
Pendukung Kredit dan dana transisi penyedia jasa dari Penyedia Jasa per 31 Desember 2025
dan 2024 dengan rincian sebagai berikut:
2025 2024
Dana Cadangan - Pendukung Kredit 4.290.899.725 10.999.483.943
Dana Transisi - Penyedia Jasa 534.997.397 531.044.081
Lain-lain 1.379.432.715 1.379.432.715
Jumlah 6.205.329.837 12.909.960.739
Akun Lain-lain merupakan kurang bayar atas bunga EBA Kelas A1 kepada KSEI sejak 2021
sesuai surat No. KSEI-4711/JKU/0321. Perbedaan nilai dana cadangan dengan rekening dana
cadangan (Catatan 4), disebabkan jumlah dana cadangan yang belum dipulihkan kembali ke
rekening dana cadangan.
Lihat catatan 19, pihak berelasi.
18
Page 28
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
12. Sertifikat EBA-SP Kelas B
Sertifikat Efek Beragun Berbentuk Aset Surat Partisipasi kelas B merupakan instrumen
keuangan bersifat ekuitas kepada pemegang sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat
Partisipasi kelas B, dimana pembayarannya dilakukan setelah pembayaran:
a. Menutup kekurangan, bila ada, untuk keperluan pajak, biaya-biaya senior atau jasa
pendukung, imbalan jasa penyedia jasa, bunga EBA kelas A.
b. Pokok EBA kelas A sampai dibayar penuh seluruhnya.
c. Pemulihan dana dalam rekening cadangan sampai dengan jumlah maksimum ambang
batas rekening cadangan.
Rincian setoran Sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi kelas B
per 31 Desember 2025 dan 2024 dengan rincian pemegang EBA-SP sebagai berikut:
2025 2024
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 200.000.000.000 200.000.000.000
Yayasan Kesejahteraan Pegawai BTN 50.000.000.000 50.000.000.000
PT Asuransi Binagriya Upakara 10.000.000.000 10.000.000.000
Jumlah 260.000.000.000 260.000.000.000
Bunga Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi kelas B dibayarkan kepada pemegang
sertifikat B yang pembayarannya dilakukan setelah pembayaran:
a. Pajak.
b. Biaya-biaya senior.
c. Imbalan jasa penyedia jasa.
d. Bunga EBA-SP SMF-BTN05 kelas A dan EBA-SP SMF-BTN05 kelas M.
e. Pemulihan dana dalam rekening cadangan sampai dengan jumlah maksimum ambang
batas rekening cadangan.
f. Transfer ke rekening koleksi pokok dalam urutan prioritas berikut ini untuk menutup:
1) Tiap tagihan dalam kumpulan tagihan yang menjadi tagihan tertunggak selama 3 (tiga)
periode koleksi sebelumnya.
2) Tiap tagihan tertunggak yang belum tergantikan.
g. Menutup tagihan yang tertunggak selama 3 (tiga) periode dan tagihan tertunggak yang
belum tergantikan.
h. Pembayaran kembali ke dalam rekening koleksi pokok yang dibayarkan untuk menutup
kekurangan pembayaran bunga.
i. Imbalan jasa pendukung kredit.
j. Membayar ke rekening dana transisi penyedia jasa atas hasil investasi dana dalam rekening
dana transisi penyedia jasa.
k. Membayar kepada Pendukung Kredit atas setiap jumlah yang dikeluarkan dari rekening
cadangan karena melebihi jumlah maksimum ambang batas rekening cadangan.
l. Biaya-biaya junior yang dibayarkan secara pari passu dan pro-rata di antara mereka, dan
m. Jumlah tersisa dibayarkan kepada pemegang EBA-SP SMF-BTN05 kelas B.
Para pemegang sertifikat kelas B menerima penghasilan arus kas tidak tetap yang bersifat
mengambang berupa bunga, dengan ketentuan maksimal 10,40% per tahun dari saldo sertifikat
kelas B pada awal periode bunga. Bunga Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Kelas
B atau Dividen untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024 masing-
masing adalah sebesar Rp28.467.506.994 dan Rp33.327.214.873.
Lihat catatan 19, pihak berelasi.
19
Page 29
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
13. Pendapatan Investasi
Pendapatan investasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024
adalah sebagai berikut:
2025 2024
Pendapatan Bunga
Bunga KPR 89.809.048.127 118.913.462.803
Bunga Jasa Giro 564.734.521 722.556.409
Bunga Deposito 85.673.699 281.032.169
90.459.456.347 119.917.051.381
Pendapatan Denda
Keterlambatan KPR 1.302.457.662 1.645.114.571
Jumlah 91.761.914.009
1.302.457.662 121.562.165.952
Lihat catatan 19, pihak berelasi.
14. Beban Bunga
Beban bunga Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi A dan M untuk tahun-tahun yang
berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 dengan rincian sebagai berikut:
2025 2024
Beban Bunga Kelas A
EBA Kelas A1 - 1.831.665.661
EBA Kelas A2 36.089.690.055 52.774.249.725
36.089.690.055 54.605.915.386
Beban Bunga EBA Kelas M 2.530.666.665 2.537.600.001
Jumlah 38.620.356.720 57.143.515.387
Lihat catatan 19, pihak berelasi.
15. Beban Jasa Penunjang
Beban jasa penunjang untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024
adalah sebagai berikut:
20
Page 30
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2025 2024
Jasa Penyedia Jasa 15.444.810.458 18.551.591.870
Jasa Pendukung Kredit 621.953.464 811.113.962
Jasa Kustodian 513.111.608 669.169.017
Jasa Penerbit 466.465.099 608.335.472
Jasa Audit 217.450.000 160.000.000
Jasa Wali Amanat 194.360.457 166.500.000
Jasa Pemeringkat 166.500.000 253.473.113
Jasa Listing BEI 122.898.676 173.993.527
Jasa Agen Pembayar 20.029.778 34.717.726
Jasa Registrar KSEI 11.100.000 22.200.000
Lain-lain - 1.502.500.137
Jumlah 17.778.679.540 22.953.594.824
Beban jasa penunjang lain-lain merupakan porsi pemulihan tagihan atas jasa Penyedia Jasa.
Lihat catatan 19, pihak berelasi.
16. Beban Investasi – Lain-lain
Beban investasi - lain-lain untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024
adalah sebagai berikut:
2025 2024
Beban Transaksi 1.253.200 1.526.100
Lain-lain 22.545.472 22.545.472
Jumlah Beban Lain-lain 23.798.672 24.071.572
Beban transaksi merupakan biaya administrasi bank, sedangkan beban lain-lain terdiri dari biaya
publikasi laporan keuangan serta pembayaran iklan atas laporan keuangan tengah tahunan.
17. Pendapatan (Beban) Lainnya
Akun ini merupakan akun beban penyisihan atas piutang Entitas, saldo beban penyisihan untuk
tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024 sebesar (Rp3.682.826.965) dan
(Rp814.039.400). Penyisihan piutang tahun 2025 senilai Rp2.546.823.553 merupakan kredit
pemilikan rumah sementara Rp1.136.003.412 merupakan penyisihan cadangan kerugian kredit
ekspektasi atas piutang lain-lain.
Lihat catatan 19, pihak berelasi.
21
Page 31
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
18. Perpajakan
a. Pajak Dibayar di Muka
Pajak dibayar di muka per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
PPh 28A
Tahun 2019 537.705.585 537.705.585
Tahun 2025 1.159.744.407 -
PPh 23
Tahun 2020 1.000.000 1.000.000
Jumlah 1.698.449.992 538.705.585
Pajak dibayar di muka PPh Pasal 28A merupakan kelebihan pembayaran pajak badan tahun
2019 dan 2025. Pajak dibayar di muka PPh 23 merupakan kelebihan atas pembayaran pajak
bunga terutang tahun 2020 yang masih menunggu surat ketetapan pajak.
b. Utang Pajak
Akun ini merupakan utang pajak per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
PPh 25 - 706.368.575
PPh 29 - 187.681.504
Jumlah - 894.050.079
c. Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komersial dengan
taksiran laba fiskal adalah sebagai berikut:
2025 2024
Laba bersih sebelum pajak penghasilan 31.656.252.112 40.626.944.769
Beda Temporer:
Cadangan kerugian kredit ekspektasian 3.682.826.965 814.039.400
Beda tetap:
Penghasilan yang pajaknya bersifat final (650.408.220) (1.003.588.578)
Biaya mendapat, menagih, memelihara
Penghasilan yang pajaknya bersifat final 1.253.200 1.526.100
Laba/(rugi) kena pajak 34.689.924.057 40.438.921.691
Laba/(rugi) kena pajak - dibulatkan 34.689.924.000 40.438.921.000
Beban Pajak Penghasilan
Tanpa Fasilitas 7.631.783.280 8.896.562.620
Beban Pajak Penghasilan 7.631.783.280 8.896.562.620
Dikurangi Kredit Pajak Penghasilan (8.791.527.687) (8.708.881.116)
Taksiran Kurang/(Lebih) Bayar Pajak Badan (1.159.744.407) 187.681.504
22
Page 32
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
d. Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan
Rincian dari aset pajak tangguhan per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025
(Dikreditkan)
Dibebankan ke
Saldo Awal Laba Rugi Saldo Akhir
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian 1.306.938.013 810.221.932 2.117.159.945
Jumlah Aset
Pajak Tangguhan - Bersih 1.306.938.013 810.221.932 2.117.159.945
2024
(Dikreditkan)
Dibebankan ke
Saldo Awal Laba Rugi Saldo Akhir
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian 1.127.849.345 179.088.668 1.306.938.013
Jumlah Aset
Pajak Tangguhan - Bersih 1.127.849.345 179.088.668 1.306.938.013
19. Saldo dan Transaksi dengan Pihak Berelasi
Kepemilikan : EBA-SP berelasi dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero),
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk, PT Taspen (Persero), dan Perum Jamkrindo
karena dimiliki oleh Negara Republik Indonesia. Namun, secara
aktivitas operasional masing-masing pihak bebas mandiri
(independen).
Pemegang Sertifikat : PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT Bank Tabungan
Kelas A, M dan Negara (Persero) Tbk.
Kelas B
Jenis Transaksi : Pihak Berelasi Jenis Transaksi
PT Bank Tabungan Negara Jasa Penyedia Jasa
(Persero) Tbk
PT Sarana Multigriya Finansial Jasa Penerbit, Jasa
(Persero) Pendukung Kredit
PT Bank Rakyat Indonesia Jasa Wali Amanat
(Persero) Tbk
23
Page 33
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian saldo yang signifikan dengan pihak berelasi per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Kas dan Setara Kas 24.113.508.951 29.328.399.463
Rekening Titipan 5.449.927.122 12.154.558.024
Piutang KPR 552.792.105.937 742.512.296.821
Piutang Bunga 856.321.977 501.361.451
Piutang Lain-lain 1.083.033.025 1.083.033.025
Biaya yang Masih Harus Dibayar 1.223.588.783 1.451.810.693
Utang Bunga Kelas A2 216.943.205 356.955.424
Utang Bunga Kelas M 27.733.332 27.733.333
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A2 223.141.583.682 367.154.150.729
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas M 24.000.000.000 24.000.000.000
Sertifikat EBA-SP Kelas B 200.000.000.000 200.000.000.000
Utang Lain-lain 4.825.897.122 11.530.528.024
Rincian transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Pendapatan Investasi - Bunga 90.459.456.347 119.917.051.381
Pendapatan Denda Keterlambatan 1.302.457.662 1.645.114.571
Beban Investasi - Bunga EBA Kelas A2 27.525.499.158 40.250.763.144
Beban Investasi - Bunga EBA Kelas M 2.530.666.665 2.537.600.001
Beban Investasi - Jasa Penunjang 16.533.229.021 21.473.541.441
Beban Investasi - Biaya lain-lain 1.253.200 1.526.100
Pembayaran Pokok Utang
Sertifikat EBA-SP Kelas A 849.430.897.171 367.154.150.729
Pembayaran Bunga Utang
Sertifikat EBA-SP Kelas A 27.742.442.363 40.607.718.568
Pembayaran Bunga Utang
Sertifikat EBA-SP Kelas M 2.502.933.333 1.234.133.333
Pembayaran Jasa Penunjang 17.756.817.804 13.553.214.199
20. Manajemen Risiko Keuangan
a. Risiko Kredit
Risiko Kredit adalah potensi kerugian yang terjadi karena tidak terbayarnya kewajiban
pokok dan bunga yang menjadi hak pemegang EBA-SP SMF-BTN05 Kelas A. Kumpulan
Tagihan yang disekuritisasi merupakan portofolio tagihan kredit perumahan, sehingga
terdapat potensi kerugian apabila terjadi kegagalan pembayaran angsuran dari Debitur
KPR. Dengan demikian sumber utama dari risiko kredit adalah kemauan dan kemampuan
dari debitur KPR untuk memenuhi kewajibannya. Dalam hal telah terjadi tagihan macet,
maka terdapat potensi kerugian yang mungkin timbul karena hasil likuidasi properti
dibiayai tidak dapat memenuhi sisa liabilitas terutang Debitur.
24
Page 34
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
EBA-SP SMF-BTN05 melakukan perhitungan cadangan kerugian kredit ekspektasian
menggunakan model Expected Credit Loss (ECL) yang diambil dari total outstanding
tunggakan dikalikan dengan tingkat kerugian atau Loss Given Default (LGD) dan
Probability Default (PD). Probability of Default (PD) diambil dari rata-rata persentase Net
Performing Loan (NPL), sedangkan Loss Given Default (LGD) diambil dari perkalian
antara total outstanding dengan nilai kini estimasi kerugian. Pinjaman yang dikategorikan
mengalami penurunan nilai adalah pinjaman yang memiliki hari tunggakan lebih dari 180
hari dan pinjaman yang direstrukturisasi.
b. Konsentrasi Geografis atas Properti Dibiayai
Risiko ini terjadi apabila properti dibiayai terkonsentrasi pada daerah-daerah tertentu.
Apabila daerah tersebut mengalami bencana alam atau perubahan kondisi geografis yang
menyebabkan penurunan nilai ekonomis dari properti dibiayai, maka terdapat potensi
kerugian apabila Debitur KPR wanprestasi dan hasil likuidasi penjualan properti dibiayai
tidak mencukupi sisa kewajiban terutang.
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah potensi kerugian yang terjadi karena ketidakmampuan melakukan
penjualan kembali EBA-SP SMF-BTN05 Kelas A di pasar sekunder. Selain itu, risiko
likuiditas bagi Entitas adalah risiko kerugian yang timbul karena Entitas tidak memiliki arus
kas yang cukup untuk memenuhi liabilitasnya.
Rasio likuiditas Entitas per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Liabilitas keuangan
Utang Bunga 312.175.514 495.750.663
Biaya yang Masih Harus
Dibayar 1.366.783.318 1.582.348.749
Utang Sertifikat EBA-SP 316.569.102.829 505.389.253.884
Utang Lain-lain 6.205.329.837 12.909.960.739
324.453.391.498 520.377.314.035
2025 2024
Aset keuangan
Kas dan Setara Kas 24.113.508.951 29.328.399.463
Rekening Titipan 5.449.927.122 12.154.558.024
Piutang Kredit Pemilikan
Rumah 552.792.105.937 742.512.296.821
Piutang Bunga 856.321.977 501.361.451
Piutang Lain-lain 284.000.853 1.420.004.265
583.495.864.840 785.916.620.024
Surplus/(Defisit) 259.042.473.342 265.539.305.989
d. Risiko Pasar
Risiko Pasar adalah potensi kerugian yang terjadi karena perubahan harga EBA-SP
SMF-BTN05 Kelas A dalam perdagangan di pasar sekunder. Besarnya kerugian risiko
pasar direalisasikan pada saat terjadi penjualan oleh pemegang EBA-SP SMF-BTN05
Kelas A atau pada periode penutupan tahun buku.
25
Page 35
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
e. Risiko Pelunasan Dipercepat (Prepayment)
Prepayment risk atau risiko pelunasan lebih awal adalah potensi pemegang EBA-SP
SMF-BTN05 Kelas A kehilangan kesempatan mendapatkan pendapatan bunga karena
pembayaran pokok yang dipercepat oleh Debitur KPR, dan pelaksanaan opsi Clean-up
Call oleh penyedia jasa.
f. Risiko Hukum
Risiko Hukum adalah potensi kerugian yang terjadi karena kelemahan aspek-aspek
yuridis di dalam perjanjian, pelaksanaan likuidasi jaminan dan penatausahaan Entitas,
termasuk sehubungan adanya perselisihan di antara para pihak yang terlibat dalam
transaksi sekuritisasi EBA-SP SMF-BTN05.
g. Risiko Operasional
Risiko Operasional adalah potensi kerugian yang terjadi karena kegagalan ataupun
kesalahan sistem dan prosedur dalam melakukan penatausahaan EBA-SP SMF-BTN05
yang dilakukan oleh Penerbit, Wali Amanat, Bank Kustodian, dan Penyedia Jasa.
21. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen
keuangan yang tercatat per 31 Desember 2025 dan 2024 dengan rincian sebagai berikut:
2025
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 24.113.508.951 24.113.508.951
Rekening Titipan 5.449.927.122 5.449.927.122
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 552.792.105.937 552.792.105.937
Piutang Bunga 856.321.977 856.321.977
Jumlah 583.211.863.987 583.211.863.987
Liabilitas Keuangan
Utang Bunga 312.175.514 312.175.514
Biaya yang Masih Harus Dibayar 1.366.783.318 1.366.783.318
Utang Lain-lain 6.205.329.837 6.205.329.837
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A2 292.569.102.829 299.762.089.764
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas M 24.000.000.000 24.000.000.000
Jumlah 324.453.391.498 331.646.378.433
26
Page 36
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2024
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 29.328.399.463 29.328.399.463
Rekening Titipan 12.154.558.024 12.154.558.024
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 742.512.296.821 742.512.296.821
Piutang Bunga 501.361.451 501.361.451
Piutang Lain-lain 1.420.004.265 1.420.004.265
Jumlah 785.916.620.024 785.916.620.024
Liabilitas Keuangan
Utang Bunga 495.750.663 495.750.663
Biaya yang Masih Harus Dibayar 1.582.348.749 1.582.348.749
Utang Lain-lain 12.909.960.739 12.909.960.739
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A2 481.389.253.884 490.164.108.668
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas M 24.000.000.000 24.000.000.000
Jumlah 520.377.314.035 529.152.168.819
Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dan setiap
golongan instrumen keuangan Entitas:
a. Kas dan Setara Kas serta Rekening Titipan
Seluruh aset keuangan di atas merupakan aset keuangan jangka pendek yang akan jatuh
tempo dalam 12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah
mencerminkan nilai wajar dan aset keuangan tersebut.
b. Piutang Kredit Pemilikan Rumah
Piutang kredit pemilikan rumah dilakukan penilaian kembali atas nilai wajarnya
menggunakan pendekatan pendapatan, dimana terdapat penurunan nilai dan nilai tercatat.
c. Utang Bunga, Biaya yang Masih Harus Dibayar, dan Utang Lain-lain
Seluruh kewajiban keuangan diatas merupakan kewajiban jangka pendek yang akan jatuh
tempo dalam 12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah
mencerminkan nilai wajar dari liabilitas keuangan tersebut.
d. Utang Sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Kelas A dan M
Utang sertifikat efek beragun aset berbentuk surat partisipasi kelas A dinilai dengan
menggunakan model penilaian yang dilakukan oleh lembaga penilai surat berharga
independent. Nilai wajar sertifikat efek beragun aset kelas A2 per 31 Desember 2025 adalah
sebesar 102,46% dan per 31 Desember 2024 adalah sebesar 101,82%, sedangkan untuk
utang sertifikat kelas M adalah sama sampai akhir periode.
22. Perjanjian dan Kejadian Penting
a. Perjanjian Induk Sekuritisasi No.154/PIS/EBA-SP-SMF-BTN05/X/2019 dibuat pada tanggal
15 Oktober 2019, oleh dan antara:
1) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Kreditur Asal dan Penyedia Jasa;
2) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) sebagai Penerbit dan Pendukung Kredit, dan;
27
Page 37
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
3) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat dan Bank Kustodian,
selanjutnya bersama-sama disebut Para Pihak. EBA-SP SMF-BTN05 akan
diterbitkan menurut Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN05, dalam bentuk satu
Sertifikat Jumbo EBA-SP SMF-BTN05 Kelas A, EBA-SP SMF-BTN05 Kelas M, dan
Sertifikat EBA-SP SMF-BTN05 Kelas B, pada Tanggal Penutupan, setelah syarat-syarat
pendahuluan telah dipenuhi. EBA-SP SMF-BTN05 Kelas A akan ditawarkan kepada umum
melalui penawaran umum, sedangkan EBA-SP Kelas M dan EBA-SP SMF-BTN05 Kelas B
tidak ditawarkan kepada umum.
b. Perjanjian Penyedia Jasa tanggal 15 Oktober 2019 antara PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk Selaku Wali Amanat dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk selaku
Penyedia Jasa menerangkan bahwa tugas PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai
Penyedia Jasa (Servicer) dalam transaksi EBA-SP SMF-BTN05 antara lain:
1) Menyimpan dan memelihara Dokumentasi Kredit termasuk Berkas Utang.
2) Mengatur atau mengurus penagihan harian dan akumulasi hasil koleksi, termasuk menagih
pembayaran yang telah lewat waktu dari Debitur, menurut prosedur penagihan yang umum
berlaku terhadap Penyedia Jasa.
3) Menyimpan hasil koleksi dalam suatu rekening pada Penyedia Jasa yang wajib dibuka
paling lambat pada tanggal cut-off final yang diberi nama Rekening EBA-SP SMF-BTN05,
terpisah dari semua dana milik Penyedia Jasa.
4) Memindahkan hasil koleksi sejak tanggal cut-off final sampai dengan tanggal penutupan ke
dalam Rekening EBA-SP SMF-BTN05, paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah tanggal
penutupan.
5) Melaksanakan eksekusi Properti Dibiayai sesuai dengan prosedur umum Penyedia Jasa.
6) Memelihara catatan harian dari hasil koleksi dalam sistem komputer Penyedia Jasa
sehingga jumlah hasil koleksi dapat diidentifikasikan setiap waktu.
7) Sesudah tanggal cut-off final, mentransfer hasil koleksi sampai dengan hari terakhir dari
tiap periode koleksi sebelumnya ke Rekening Koleksi yang dibuka atas nama Wali Amanat
untuk kepentingan para pemegang EBA-SP SMF-BTN05.
8) Memelihara kelangsungan polis asuransi kebakaran mengenai Properti Dibiayai dan
asuransi jiwa para Debitur.
9) Melakukan segala upaya terbaik yang diperlukan untuk menjaga kualitas kredit dari para
Debiturnya, dan
10) Tugas-tugas lain yang akan ditentukan di kemudian hari (bila ada) atas kesepakatan
bersama.
c. Perjanjian Pendukung Kredit No.156/PPK/EBA-SP-SMF-BTN05/X/2019 pada tanggal
15 Oktober 2019 antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali
Amanat atau Bank Kustodian, dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bertindak sebagai
Pendukung Kredit menerangkan bahwa PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bersedia
untuk menyediakan dana tidak kurang dari jumlah maksimum ambang batas rekening
cadangan ke dalam rekening cadangan sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Penerbitan
EBA-SP SMF-BTN05.
Dana tersebut wajib disetorkan oleh Pendukung Kredit ke dalam Rekening Cadangan paling
lambat pada Tanggal Penutupan. Kelebihan dana di atas Jumlah Maksimum Ambang Batas
Rekening Cadangan yang berubah sehubungan dengan pembayaran-pembayaran pada tiap
Tanggal Pembayaran wajib dikembalikan kepada Pendukung Kredit sesuai dengan Urutan
Prioritas Pembayaran sebagaimana diatur dalam Pasal 13.2.I dan Pasal 13.3 Perjanjian
Penerbitan EBA-SP SMF-BTN05. Pendukung Kredit menyadari dan memahami risiko tidak
diterimanya pengembalian secara penuh dari Bank Kustodian atas nama EBA-SP SMF-BTN05
28
Page 38
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 05 (EBA-SP SMF-BTN05)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
atas dana yang disetorkan Pendukung Kredit ke dalam Rekening Cadangan dalam hal
terjadinya kegagalan pembayaran oleh para Debitur atas Kumpulan Tagihan. Pendukung Kredit
dengan ini membebaskan Bank Kustodian dari segala tanggung jawab sehubungan dengan
risiko tersebut.
d. Surat Penerbitan EBA-SP SMF-BTN05 Nomor 30 tanggal 15 Oktober 2019 menerangkan
Penunjukan Wali Amanat dan Bank Kustodian kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk, Tugas pokok Wali Amanat adalah mewakili kepentingan Pemegang EBA-SP SMF-BTN05,
baik di dalam maupun di luar pengadilan mengenai pelaksanaan hak-hak Pemegang EBA-SP
SMF-BTN05 berdasarkan Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN05 ini dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, dan tugas-tugas lainnya.
Tugas pokok Bank Kustodian adalah bertindak untuk kepentingan Pemegang EBA-SP
SMF-BTN05 sebagai pemilik bersama atas Kumpulan Tagihan, menyimpan Hasil Koleksi, dan
mendistribusikan Hasil Koleksi berdasarkan Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN05 ini dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta tugas-tugas lainnya.
23. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Sampai dengan tanggal penyajian laporan keuangan, tidak terdapat peristiwa setelah tanggal
pelaporan yang signifikan.
24. Tanggung Jawab dan Penerbitan Laporan Keuangan
Penerbit dan Bank Kustodian bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan yang
diselesaikan pada tanggal 16 Maret 2026.
29
Page 39
8 IKLAN
SELASA, 31 MARET 2026
EFEK BERAGUN ASET SYARIAH BERBENTUK SURAT PARTISIPASI EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK SYARIAH INDONESIA 01 SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 04
(EBAS-SP SMF-BRIS01) (EBA-SP SMF-BTN04)
LAPORAN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
(Dalam Rupiah) 31 Desember 2025 dan 2024 (Dalam Rupiah) 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
2025 2024 2025 2024 2025 2024 2025 2024
Aset Pendapatan Investasi Aset Pendapatan Investasi
Kas dan Setara Kas 12.195.685.549 16.307.067.419 Pendapatan Imbal Hasil 21.376.401.220 28.664.978.135 Kas dan Setara Kas 10.576.331.508 14.848.233.629 Bunga 22.067.066.906 40.904.774.870
Rekening Titipan 693.345.391 1.434.007.492 Denda Keterlambatan 1.398.709.370 2.346.517.418
Rekening Titipan 6.614.542.066 7.375.422.301 Jumlah Pendapatan Investasi 21.376.401.220 28.664.978.135
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 111.365.295.105 196.593.923.013 Jumlah Pendapatan Investasi 23.465.776.276 43.251.292.288
Piutang Pembiayaan Pemilikan Rumah 144.430.812.375 192.473.491.630 Beban Investasi Piutang Bunga 513.850.573 254.552.137 Beban Investasi
Pajak Dibayar di Muka 95.983.396 - Beban Imbal Hasil 10.749.398.885 15.204.899.304 Pajak Dibayar di Muka 1.641.490.003 781.587.138 Bunga EBA Kelas A 885.586.563 9.693.556.009
Aset Pajak Tangguhan 20.839.995 3.697.056 Beban Jasa Penunjang 4.884.250.160 6.504.765.112 Aset Pajak Tangguhan 732.681.037 1.914.175.060 Jasa Penunjang 7.089.439.754 11.407.627.648
Jumlah Aset 163.357.863.381 216.159.678.406 Beban Lain-lain 23.177.674 23.335.570 Jumlah Aset 125.522.993.617 215.826.478.469 Lain-lain 23.509.272 23.524.772
Jumlah Beban Investasi 15.656.826.719 21.732.999.986 Jumlah Beban Investasi 7.998.535.589 21.124.708.429
Liabilitas dan Aset Bersih Liabilitas dan Aset Bersih
(Pendapatan)/Beban Lain-lain Pendapatan/(Beban) Lain-lain
Liabilitas Liabilitas
Penyisihan Piutang KPR (5.370.427.379) 2.107.504.945
Utang Imbal Hasil 833.166.212 1.171.072.401 Penyisihan Piutang PPR 77.922.450 16.804.802 Biaya yang Masih Harus Dibayar 549.973.081 765.534.613
Jumlah Pendapatan/(Beban)
Jumlah (Pendapatan)/Beban Lain-lain 77.922.450 16.804.802 Utang Bunga - 31.924.488
Utang Pajak - 909.474.607 Lain-lain - Bersih (5.370.427.379) 2.107.504.945
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A - 38.309.385.349
Biaya yang Masih Harus Dibayar 853.779.834 1.078.861.046 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 5.641.652.051 6.915.173.347 Laba sebelum Pajak Penghasilan 20.837.668.066 20.019.078.914
Utang Pajak - 430.914.165
Utang Sertifikat EBAS-SP Kelas A 126.025.141.157 177.137.001.674 (Manfaat)/Beban Pajak Penghasilan Utang Lain-lain 693.345.391 1.434.007.492 (Manfaat)/Beban Pajak Penghasilan
Utang Lain-lain 6.626.397.053 7.375.422.301 Pajak Kini 1.117.155.458 (1.381.503.847) Jumlah Liabilitas 1.243.318.472 40.971.766.107 Pajak Kini 3.007.341.224 4.474.784.973
Jumlah Liabilitas 134.338.484.256 187.671.832.029 Pajak Tangguhan (17.142.939) 3.697.056 Pajak Tangguhan 1.181.494.023 (463.651.088)
Aset Bersih
Jumlah (Manfaat)/Beban Pajak Jumlah (Manfaat)/Beban Pajak
Aset Bersih Sertifikat EBA-SP Kelas B 120.702.688.476 176.000.000.000
Penghasilan 1.100.012.519 (1.377.806.791) Penghasilan 4.188.835.247 4.011.133.885
Sertifikat EBAS-SP Kelas B 27.300.884.636 27.300.884.636 Saldo Laba 3.576.986.669 (1.145.287.638)
Laba Periode Berjalan 4.541.639.532 5.537.366.556 Laba Tahun Berjalan 16.648.832.819 16.007.945.029
Saldo Laba 1.718.494.489 1.186.961.741 Jumlah Aset Bersih 124.279.675.145 174.854.712.362
Jumlah Aset Bersih 29.019.379.125 28.487.846.377 Penghasilan Komprehensif Lain - - Penghasilan Komprehensif Lain - -
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 163.357.863.381 216.159.678.406 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 4.541.639.532 5.537.366.556 Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 125.522.993.617 215.826.478.469 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 16.648.832.819 16.007.945.029
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
Sertifikat Jumlah Aset 2025 2024 Sertifikat Jumlah Aset 2025 2024
Saldo Laba Saldo Laba
EBA-SP Kelas B Bersih EBA-SP Kelas B Bersih
Arus kas dari Aktivitas Operasi Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Saldo Per 1 Januari 2024 27.300.884.636 1.701.222.096 29.002.106.732 Penerimaan piutang pembiayaan Saldo Per 1 Januari 2024 176.000.000.000 873.090.433 176.873.090.433 Penerimaan Piutang Kredit Pemilikan Rumah 90.599.055.287 142.321.998.977
pemilikan rumah 47.964.756.805 67.995.024.535 Penerimaan Bunga dan Denda KPR 22.965.384.224 49.469.240.001
Distribusi EBAS-SP Bunga Sertifikat
Penerimaan imbal hasil dan denda PPR 21.376.401.220 28.664.978.135 Penerimaan Bunga Deposito dan Jasa Giro 241.093.616 592.666.661
EBA-SP Kelas B (Catatan 11 - (18.026.323.100) (18.026.323.100)
Kelas B (Catatan 11) - (6.051.626.911) (6.051.626.911) Pembayaran jasa penunjang (5.109.331.372) (7.208.054.116) Penerimaan Restitusi Pajak 781.587.138 138.036.693
Pembayaran pajak (2.122.613.461) (1.180.073.096) Laba Komprehensif Pembayaran Jasa Penunjang (7.305.001.286) (12.648.928.493)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 16.007.945.029 16.007.945.029 Pembayaran Pajak (5.079.745.392) (5.284.839.488)
Pembayaran lain-lain (23.177.674) (23.335.570)
Periode Berjalan - 5.537.366.556 5.537.366.556 Pembayaran Lain-lain (23.509.272) (2.131.029.717)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Saldo Per 31 Desember 2024 176.000.000.000 (1.145.287.638) 174.854.712.362 Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 62.086.035.518 88.248.539.888 Aktivitas Operasi 102.178.864.315 172.457.144.634
Saldo Per 31 Desember 2024 27.300.884.636 1.186.961.741 28.487.846.377
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran pokok utang EBAS-SP Kelas A (51.111.860.517) (69.756.781.589) Saldo Per 1 Januari 2025 176.000.000.000 (1.145.287.638) 174.854.712.362 Pembayaran Pokok Utang EBA-SP Kelas A (38.309.385.349) (160.531.355.159)
Saldo Per 1 Januari 2025 27.300.884.636 1.186.961.741 28.487.846.377 Pembayaran imbal hasil EBA-SP Kelas A (11.087.305.074) (15.666.069.136) Pembayaran Pokok EBA Kelas B Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas A (917.511.051) (9.827.332.138)
Pembayaran dividen EBA-SP Kelas B (4.010.106.784) (6.051.626.911) (Catatan 11) (55.297.311.524) - (55.297.311.524) Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas B (11.926.558.512) (18.026.323.100)
Distribusi EBAS-SP Pembayaran Pokok EBA Kelas B (55.297.311.524) -
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Kelas B (Catatan 11) - (4.010.106.784) (4.010.106.784) Aktivitas Pendanaan (66.197.417.388) (91.474.477.636) Bunga Sertifikat Pembayaran/(Penerimaan) Utang Lain-lain - (4.688.514.598)
EBA-SP Kelas B (Catatan 11) - (11.926.558.512) (11.926.558.512) Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Laba Komprehensif Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (4.111.381.870) (3.225.937.748) Aktivitas Pendanaan (106.450.766.436) (193.073.524.995)
Laba Komprehensif
Tahun Berjalan - 4.541.639.532 4.541.639.532 Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 16.307.067.419 19.533.005.167 Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (4.271.902.121) (20.616.380.361)
Tahun Berjalan - 16.648.832.819 16.648.832.819
Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 14.848.233.629 35.464.613.990
Saldo Per 31 Desember 2025 27.300.884.636 1.718.494.489 29.019.379.125 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 12.195.685.549 16.307.067.419 Saldo Per 31 Desember 2025 120.702.688.476 3.576.986.669 124.279.675.145 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 10.576.331.508 14.848.233.629
Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Syariah Indonesia Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Syariah Sarana Multigriya Finansial Bank Syariah Indonesia Nomor 1 (“EBAS-SP Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara
SMF-BRIS01) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBAS-SP SMF-BRIS01 Per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk Nomor 04 (“EBA-SP SMF-BTN04”) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN04 Per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Jakarta, 31 Maret 2026 Jakarta, 31 Maret 2026
Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Heliantopo Arie Sus Miyanti Heliantopo Arie Sus Miyanti
Direktur Executive Vice President Direktur Executive Vice President
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 05
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 06
(EBA-SP SMF-BTN05)
(EBA-SP SMF-BTN06)
LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
(Dalam Rupiah) 31 Desember 2025 dan 2024 (Dalam Rupiah) 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
2025 2024 2025 2024 2025 2024 2025 2024
Aset Pendapatan Investasi Aset Pendapatan Investasi
Kas dan Setara Kas 24.113.508.951 29.328.399.463 Bunga 90.459.456.347 119.917.051.381 Kas dan Setara Kas 43.569.475.232 45.416.395.544 Pendapatan Bunga 22.193.432.416 32.605.414.769
Rekening Titipan 5.449.927.122 12.154.558.024 Denda Keterlambatan 1.302.457.662 1.645.114.571 Rekening Titipan 2.027.282.391 1.539.196.661 Pendapatan Denda Keterlambatan 432.395.137 565.361.505
Piutang Kredit Jumlah Pendapatan Investasi 91.761.914.009 121.562.165.952 Piutang Kredit Pemilikan Rumah 114.548.684.953 174.264.760.185 Jumlah Pendapatan Investasi 22.625.827.553 33.170.776.274
Pemilikan rumah 552.792.105.937 742.512.296.821 Beban Investasi Piutang Bunga - 80.156.712
Piutang Bunga 856.321.977 501.361.451 Bunga EBA Kelas A 36.089.690.055 54.605.915.386 Beban Investasi
Piutang Lain-lain 263.226.653 125.607.414
Piutang Lain-lain 284.000.853 1.420.004.265 Bunga EBA Kelas M 2.530.666.665 2.537.600.001 Beban Bunga Kelas A 6.790.973.558 11.449.555.456
Pajak Dibayar di Muka - 546.569.577
Pajak Dibayar di Muka 1.698.449.992 538.705.585 Jasa Penunjang 17.778.679.540 22.953.594.824 Beban Jasa Penunjang 6.258.600.104 9.117.982.042
Aset Pajak Tangguhan 285.893.247 240.228.004
Aset Pajak Tangguhan 2.117.159.945 1.306.938.013 Lain-lain 23.798.672 24.071.572 Lain-lain 160.242.254 246.595.431
Jumlah Aset 587.311.474.777 787.762.263.622 Jumlah Beban Investasi 56.422.834.932 80.121.181.783 Jumlah Aset 160.694.562.476 222.212.914.097
Jumlah Beban Investasi 13.209.815.916 20.814.132.929
Liabilitas dan Aset Bersih Beban/(Pendapatan) Lain-lain Liabilitas dan Aset Bersih
(Pendapatan)/Beban Lain-lain
Liabilitas Penyisihan Piutang KPR 3.682.826.965 814.039.400 Liabilitas
Utang Bunga Kelas A 451.442.815 835.690.768 (Pendapatan)/Beban Penyisihan Piutang 207.569.288 273.345.631
Utang Sertifikat EBA-SP 316.569.102.829 505.389.253.884 Jumlah Pendapatan/(Beban) Lain-lain 3.682.826.965 814.039.400
Utang Pajak - 894.050.079 Utang Pajak 802.160.694 1.477.780.820 Jumlah (Pendapatan)/Beban Lain-lain 207.569.288 273.345.631
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 31.656.252.112 40.626.944.769
Utang Bunga 312.175.514 495.750.663 Biaya yang Masih Harus Dibayar 839.524.702 1.041.111.280 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 9.208.442.349 12.083.297.714
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan
Biaya yang Masih Harus Dibayar 1.366.783.318 1.582.348.749 Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 71.437.104.132 132.241.176.448
Pajak Kini 7.631.783.280 8.896.562.620 Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
Utang Lain-lain 6.205.329.837 12.909.960.739 Utang Lain-lain 2.027.282.391 3.044.788.990
Pajak Tangguhan (810.221.932) (179.088.668) Pajak Kini (1.790.194.328) (2.431.114.958)
Jumlah Liabilitas 324.453.391.498 521.271.364.114 Jumlah Liabilitas 75.557.514.734 138.640.548.306
Jumlah Manfaat/(Beban) Pajak Tangguhan 45.665.243 60.136.039
Aset Bersih Pajak Penghasilan 6.821.561.348 8.717.473.952 Aset Bersih Jumlah Beban Pajak Penghasilan (1.744.529.085) (2.370.978.919)
Sertifikat EBA-SP Kelas B 260.000.000.000 260.000.000.000 Laba Tahun Berjalan 24.834.690.764 31.909.470.817 Sertifikat EBA-SP Kelas B 54.266.543.015 54.266.543.015
Saldo Laba 2.858.083.279 6.490.899.508 Laba Tahun Berjalan 7.463.913.264 9.712.318.795
Penghasilan Komprehensif Lain - - Saldo Laba 30.870.504.727 29.305.822.776
Jumlah Aset Bersih 262.858.083.279 266.490.899.508 Penghasilan Komprehensif Lain - -
Laba Komprehensif Jumlah Aset Bersih 85.137.047.742 83.572.365.791
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 587.311.474.777 787.762.263.622 Periode Berjalan 24.834.690.764 31.909.470.817 Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 160.694.562.476 222.212.914.097 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 7.463.913.264 9.712.318.795
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
Sertifikat Jumlah Aset 2025 2024 Sertifikat Saldo Laba Jumlah Aset 2025 2024
Saldo Laba
EBA-SP Kelas B Bersih EBA-SP Kelas B Bersih
Arus Kas dari Aktivitas Operasi: Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Saldo Per 1 Januari 2024 260.000.000.000 7.908.643.564 267.908.643.564 Penerimaan Piutang KPR 187.173.367.331 213.704.339.175 Saldo Per 1 Januari 2024 54.266.543.015 26.545.783.178 80.812.326.193
Penerimaan piutang kredit pemilikan rumah 59.508.505.944 75.398.362.723
Penerimaan Bunga dan Denda KPR 90.756.545.263 125.564.053.281 Penerimaan bunga dan denda KPR 21.747.284.550 33.302.795.716
Dividen/Bunga Sertifikat Penerimaan Jasa Giro dan Bunga Deposito 650.408.220 1.003.588.578 Dividen/Bunga Sertifikat
Penerimaan bunga jasa giro dan deposito 821.080.476 1.090.167.944
EBA-SP Kelas B (Catatan 12) - (33.327.214.873) (33.327.214.873) Pembayaran Jasa Penunjang (17.994.244.971) (24.077.561.903) Kelas B (Catatan 12) - (6.952.279.197) (6.952.279.197) Penerimaan restitusi pajak 546.569.577 -
Pembayaran Pajak (9.685.577.766) (8.042.674.895)
Pembayaran jasa penunjang (6.460.186.682) (9.596.771.111)
Pembayaran Lain-Lain (23.798.672) (24.071.572)
Laba Komprehensif Laba Komprehensif Pembayaran pajak (2.465.814.454) (1.271.112.184)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh Pembayaran lain-lain (160.242.254) (246.595.431)
Periode Berjalan - 31.909.470.817 31.909.470.817 dari Aktivitas Operasi 250.876.699.405 308.127.672.664 Tahun Berjalan - 9.712.318.795 9.712.318.795
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Saldo Per 31 Desember 2024 260.000.000.000 6.490.899.508 266.490.899.508 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan: Saldo Per 31 Desember 2024 54.266.543.015 29.305.822.776 83.572.365.791 Aktivitas Operasi 73.537.197.157 98.676.847.657
Pembayaran Pokok Utang
EBA-SP Kelas A (188.820.151.055) (231.114.952.651) Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas A (36.273.265.203) (54.828.882.226) Pembayaran pokok utang EBA-SP Kelas A (60.804.072.316) (81.847.229.108)
Saldo Per 1 Januari 2025 260.000.000.000 6.490.899.508 266.490.899.508 Saldo Per 1 Januari 2025 54.266.543.015 29.305.822.776 83.572.365.791 Pembayaran bunga EBA-SP Kelas A (7.175.221.511) (11.966.784.474)
Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas M (2.530.666.665) (2.537.600.000)
Pembayaran Dividen EBA-SP Kelas B (28.467.506.994) (33.327.214.871) Pembagian dividen EBA-SP Kelas B (5.899.231.313) (6.952.279.197)
Dividen/Bunga Sertifikat Dividen/Bunga Sertifikat Penambahan (penggunaan) dana titipan (1.505.592.329) 1.505.592.329
Arus Kas Bersih yang Digunakan
EBA-SP Kelas B (Catatan 12) - (28.467.506.994) (28.467.506.994) untuk Aktivitas Pendanaan (256.091.589.917) (321.808.649.748) Kelas B (Catatan 12) - (5.899.231.313) (5.899.231.313) Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan (75.384.117.469) (99.260.700.450)
Laba Komprehensif Kenaikan (Penurunan) Bersih Laba Komprehensif
Kas dan Setara Kas (5.214.890.512) (13.680.977.084) Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (1.846.920.312) (583.852.793)
Periode Berjalan - 24.834.690.764 24.834.690.764 Tahun Berjalan - 7.463.913.264 7.463.913.264
Kas dan Setara Kas pada Awal Periode 29.328.399.463 43.009.376.547 Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 45.416.395.544 46.000.248.337
Saldo Per 31 Desember 2025 260.000.000.000 2.858.083.278 262.858.083.278 Kas dan Setara Kas pada Akhir Periode 24.113.508.951 29.328.399.463 Saldo Per 31 Desember 2025 54.266.543.015 30.870.504.727 85.137.047.742 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 43.569.475.232 45.416.395.544
Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara Nomor 06
Nomor 05 (“EBA-SP SMF-BTN05”) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN05 Per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan (“EBA-SP SMF-BTN06”) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN06 Per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus
dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Jakarta, 31 Maret 2026 Jakarta, 31 Maret 2026
Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Heliantopo Arie Sus Miyanti Heliantopo Tjandraningrum
Direktur Executive Vice President Direktur Vice President
Names mentioned 35 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
—
Domisili/ sesuai KTP
p.4 ×2
unresolved
—
Kartu ldentitas lain
p.4 ×2
unresolved
org
PT Sarana
p.4 ×2
unresolved
org
BANK RAKYAT TNDONESIA (PERSERO) Tbk
p.6
unresolved
org
Bank Kustodian Efek Beragun Aset
p.6
unresolved
—
Dhevv Hardanta
p.6
unresolved
—
Department Head
p.6
unresolved
person
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
· Notaris
p.14 ×2
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.14
unresolved
org
Bank Rakyat Indonesia Pendapatan Tetap
p.27
unresolved
org
Dana Pensiun Bank Mandiri
p.27
unresolved
org
PT Asuransi Umum BCA
p.27
unresolved
org
Yayasan Kesejahteraan Pegawai BTN
p.28
unresolved
org
PT Asuransi Binagriya Upakara
p.28
unresolved
org
PT Bank Tabungan Kelas A
p.32
unresolved
org
Negara (Persero) Tbk.
p.32
unresolved
org
Jasa Penyedia Jasa (Persero) Tbk
p.32
unresolved
org
Jasa Wali Amanat (Persero) Tbk
p.32
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Arif
p.39 ×4
unresolved
org
Bank Tabungan Negara SMF-BRIS
p.39
unresolved
person
Executive Vice
· Direktur
p.39 ×5
unresolved
person
Vice
· Direktur
p.39
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.