Back to announcement
20260331_SMFP_Laporan Informasi dan Fakta Material_32056349_lamp3.pdf
Financial statement Text extracted SMFPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 38
Page 1
Nomor : S-0723/DIR/SMF/III/2026 Jakarta, 31 Maret 2026 Lampiran : 1 set Kepada Yth. Direksi PT Bursa Efek Indonesia Stock Exchange Building, Tower I Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53 Jakarta 12190 U.P : Bapak I Gede Nyoman Yetna Setia, Direktur Penilaian Perusahaan Perihal : Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BTN04 Periode yang berakhir 31 Desember 2025 Berdasarkan Ketentuan III.1.1.5.1. Peraturan Bursa Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi yang mengatur batas waktu penyampaian Laporan Keuangan Interim, bersama ini kami sampaikan: 1. Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BTN04 periode yang berakhir 31 Desember 2025. 2. Copy bukti publikasi Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BTN04 periode yang berakhir 31 Desember 2025 yang diterbitkan pada tanggal 31 Maret 2026 di harian berskala nasional Investor Daily. Demikian disampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) Ditandatangani secara elektronik oleh : Ditandatangani secara elektronik oleh : Heliantopo Harya Narendra Direktur Bisnis Kepala Divisi Manajemen Kredit "Layanan Pengaduan Pemangku Kepentingan dan Whistle Blowing System: Apabila terdapat pegawai SMF yang menerima/meminta gratifikasi dan suap dapat dilaporkan melalui https://wbs.smf-indonesia.co.id/ dan/atau terdapat keluhan dapat disampaikan melalui surat elektronik stakeholder.care@smf-indonesia.co.id."
Page 2
EFEK BERAGUN ASET
BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL
BANK TABUNGAN NEGARA 04
(EBA-SP SMF-BTN04)
Laporan Keuangan
Per 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun–tahun yang Berakhir
31 Desember 2025 dan 2024
Page 3
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
Daftar isi
Halaman
Surat Pernyataan Penerbit (PT Sarana Multigriya Finansial (Persero))
Surat Pernyataan Bank Kustodian (PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk)
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan
Per 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun–tahun Yang Berakhir
31 Desember 2025 dan 2024
Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 2
Laporan Perubahan Aset Bersih 3
Laporan Arus Kas 4
Catatan Atas Laporan Keuangan 5
Page 4
MF
,t sFAxa tutrlqtrA FINAil$t+ {FEsEno)
SURAT PERNYATAAN PENERBIT
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA NOMOR 04
(EBA-SP SMF-BTN04)
Kamiyang bertanda tangan dibawah ini:
Nama :Ananta Wiyogo
Jabatan : Direktur Utama
Alamat Kantor Grha SMF Jalan Panglima Polim I Nomor'1, Kebayoran Baru, Jakarta
Alamat Domisili/ sesuai KTP Jalan Pejaten J\Ias lll Blok G No.1 RT/RW.O11lOO2, Kel. Pasar
atau Kartu ldentitas lain tt/inggu, Kec. Pasar Minggu Jakarta Selatan
Nomor Telepon 021 2700 400
Nama Heliantopo
Jabatan Direktur
Alamat Kantor Grha SIr/F Jalan Panglima Polim I Nomor 1, Kebayoran Baru, Jakarta
Alamat Domisili/ sesuai KTP Komplek PJMI Jl. Cendrawasih Raya A2813-4 RT.004/RW.007
atau Kartu ldentitas lain Pondok Aren, Tangerang Selatan
Nomor Telepon 021 2700 400
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dalam hal ini bertindak selaku Penerbit Efek Beragun Aset
Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial - Bank Tabungan Negara Nomor 04
(EBA-SP SNIF-BTN04) menyatakan bahwa:
1. Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan EBA-SP SMF-BTN04.
2. Laporan keuangan EBA-SP SMF-BTN04 tersebut telah disusun dan disajikan sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di lndonesia.
3. Sesuai dengan tugas dan tanggung jawab sebagaimana disebutkan dalam butir 1 di atas,
menyatakan bahwa:
a. Semua informasi dalam laporan keuangan EBA-SP SIVIF-BTNO4 tersebut telah dimuat secara
lengkap dan.benar, dan
b. Laporan keuangan EBA-SP SNIF-BTNO4 tersebut tidak mengandung informasi atau fakta
material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material.
Page 5
..\
I
MF
4 Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian intern dalam EBA-SP SIVIF-BTN04 sesuai
dengan tugas dan tanggung jawab sebagai Penerbit sebagaimana tercantum dalam EBA-SP SIVF-
BTN04 dan peraturan perundangan yang berlaku.
Jakarta, 16 Maret 2026
Penerbit
PT Sarana lVultigriya Finansial (Persero)
t
Ananta Wiyogo Heliantopo
Direktur Utama Direktur
Page 6
Model 54
PT. BANK RAKYAT TNDONESTA (PERSERO) Tbk
KANTOR PUSAT
Jalan JenderalSudirman No.44-46 Tromol Pos 1094i 1000 Jakarta 102'10
Telepon : 2510244, 25100254,2510264, 2510269, 2510279
Facsimile : 2500065, 250A077 Kawat : KANPUSBRI
Telex : 65293, 65301, 65456, 65459, 65461
Website : www.bri.co.id
SURAT PERNYATAAN BANK KUSTODIAN
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA NOMOR 04
(EBA-SP SMF-BTN04)
Kami yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama Dhevy Hardanta
Jabatan Department Head
Alamat Kantor Gedung BRI 2 Lantai 6, Jl. Jend. Sudirman
Kav 44-46, Jakarta'l 021 0
Nomor Telepon (021) 2500124
Nama Betty Ka(ini Sormin
Jabatan Assisfanf Vice President
Alamat Kantor Gedung BRI 2 Lantai 6, Jl. Jend. Sudirman
Kav 44-46, Jakarta 10210
Nomor Telepon (o21) 2s00124
PT Bank Rakyat lndonesia (Persero) Tbk dalam hal ini bertindak selaku Bank Kustodian Efek Beragun Aset
berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial - Bank Tabungan Negara Nomor 04
(EBA-SP SMF-BTNO4) menyatakan bahwa:
1. Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan EBA-SP SMF-BTNO4 untuk
tahun yang berakhir 31 Desember 2025.
2. Laporan Keuangan EBA-SP SMF-BfNO4 telah disusun dan disajikan dengan Standar Akuntansi
Keuangan di lndonesia.
3. Dengan memperhatikan alinea tersebut di atas, Bank Kustodian menegaskan bahwa:
a. Semua informasi dalam laporan keuangan EBA-SP SMF-BTN04 telah dimuat secara lengkap dan
benar, dan
b. Laporan keuangan EBA-SP SMF-BTN04 tidak mengandung informasi dan fakta material yang tidak
benar dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material.
4. Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian intern dalam EBA-SP SMF-BTN04
5. Kami bertanggung jawab atas laporan keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 sesuai
dengan tugas dan tanggung jawab sebagaimana tersebut dalam EBA-SP StUF-BTNO4.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, 16 Maret2126
Atas nama dan mewakili Bank Kustodian
PT Bank Rakyat lndonesia (Persero). Tbk
ial,;
.l-;J
Dhevv Hardanta
Depaftment Head Assisfanf Vice President
lnteqritv, Colldborative, Accountabilitv, Growth Mindset, Customer Focus
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
Aset
Kas dan Setara Kas 2.c, 2.d, 3, 18 10.576.331.508 14.848.233.629
Rekening Titipan 2.c, 4, 18 693.345.391 1.434.007.492
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 2.c, 5, 18 111.365.295.105 196.593.923.013
Piutang Bunga 2.c, 6, 18 513.850.573 254.552.137
Pajak Dibayar di Muka 2.f, 17.a 1.641.490.003 781.587.138
Aset Pajak Tangguhan 2.f, 17.d 732.681.037 1.914.175.060
Jumlah Aset 125.522.993.617 215.826.478.469
Liabilitas dan Aset Bersih
Liabilitas
Biaya yang Masih Harus Dibayar 2.c, 7, 18 549.973.081 765.534.613
Utang Bunga 2.c, 8, 18 - 31.924.488
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 2.c, 9, 18 - 38.309.385.349
Utang Pajak 2.f, 17.b - 430.914.165
Utang Lain-lain 2.c, 10, 18 693.345.391 1.434.007.492
Jumlah Liabilitas 1.243.318.472 40.971.766.107
Aset Bersih
Sertifikat EBA-SP Kelas B 1, 2.c, 11, 18 120.702.688.476 176.000.000.000
Saldo Laba 3.576.986.669 (1.145.287.638)
Jumlah Aset Bersih 124.279.675.145 174.854.712.362
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 125.522.993.617 215.826.478.469
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan secara keseluruhan
1
Page 11
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
Pendapatan Investasi
Bunga 2.e, 12, 18 22.067.066.906 40.904.774.870
Denda Keterlambatan 2.e, 12, 18 1.398.709.370 2.346.517.418
Jumlah Pendapatan Investasi 23.465.776.276 43.251.292.288
Beban Investasi
Bunga EBA Kelas A 2.e, 13, 18 885.586.563 9.693.556.009
Jasa Penunjang 2.e, 14, 18 7.089.439.754 11.407.627.648
Lain-lain 2.e, 15, 18 23.509.272 23.524.772
Jumlah Beban Investasi 7.998.535.589 21.124.708.429
(Pendapatan)/Beban Lain-lain
Penyisihan Piutang KPR 2.e, 16, 18 (5.370.427.379) 2.107.504.945
Jumlah (Pendapatan)/Beban Lain-lain - Bersih (5.370.427.379) 2.107.504.945
Laba sebelum Pajak Penghasilan 20.837.668.066 20.019.078.914
(Manfaat)/Beban Pajak Penghasilan
Pajak Kini 2.f, 17.c 3.007.341.224 4.474.784.973
Pajak Tangguhan 2.f, 17.d 1.181.494.023 (463.651.088)
Jumlah (Manfaat)/Beban Pajak
Penghasilan 4.188.835.247 4.011.133.885
Laba Tahun Berjalan 16.648.832.819 16.007.945.029
Penghasilan Komprehensif Lain - -
Laba Komprehensif Tahun Berjalan 16.648.832.819 16.007.945.029
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan secara keseluruhan
2
Page 12
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Sertifikat EBA-SP Jumlah Aset
Kelas B Saldo Laba Bersih
Saldo Per 1 Januari 2024 176.000.000.000 873.090.433 176.873.090.433
Bunga Sertifikat
EBA-SP Kelas B (Catatan 11) - (18.026.323.100) (18.026.323.100)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 16.007.945.029 16.007.945.029
Saldo Per 31 Desember 2024 176.000.000.000 (1.145.287.638) 174.854.712.362
Saldo Per 1 Januari 2025 176.000.000.000 (1.145.287.638) 174.854.712.362
Pembayaran Pokok EBA Kelas B
(Catatan 11) (55.297.311.524) - (55.297.311.524)
Bunga Sertifikat
EBA-SP Kelas B (Catatan 11) - (11.926.558.512) (11.926.558.512)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 16.648.832.819 16.648.832.819
Saldo Per 31 Desember 2025 120.702.688.476 3.576.986.669 124.279.675.145
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan secara keseluruhan
3
Page 13
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2025 2024
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan Piutang Kredit Pemilikan Rumah 90.599.055.287 142.321.998.977
Penerimaan Bunga dan Denda KPR 22.965.384.224 49.469.240.001
Penerimaan Bunga Deposito dan Jasa Giro 241.093.616 592.666.661
Penerimaan Restitusi Pajak 781.587.138 138.036.693
Pembayaran Jasa Penunjang (7.305.001.286) (12.648.928.493)
Pembayaran Pajak (5.079.745.392) (5.284.839.488)
Pembayaran Lain-lain (23.509.272) (2.131.029.717)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 102.178.864.315 172.457.144.634
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran Pokok Utang EBA-SP Kelas A (38.309.385.349) (160.531.355.159)
Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas A (917.511.051) (9.827.332.138)
Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas B (11.926.558.512) (18.026.323.100)
Pembayaran Pokok EBA Kelas B (55.297.311.524) -
Pembayaran/(Penerimaan) Utang Lain-lain - (4.688.514.598)
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan (106.450.766.436) (193.073.524.995)
Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (4.271.902.121) (20.616.380.361)
Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 14.848.233.629 35.464.613.990
Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 10.576.331.508 14.848.233.629
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan secara keseluruhan
4
Page 14
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Umum
Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial - Bank Tabungan
Negara 04 (EBA-SP SMF-BTN04), yang selanjutnya disebut "Entitas", diterbitkan oleh Penerbit,
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (“SMF”), berdasarkan akta perjanjian penerbitan EBA-
SP SMF-BTN04 No. 22 tanggal 12 Februari 2018 antara PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yang dibuat di hadapan Ir. Nanette Cahyanie
Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta. EBA-SP merupakan efek hasil sekuritisasi atas
kumpulan tagihan dari portofolio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang terpilih (Kumpulan
Tagihan) yang dibeli dari Bank Tabungan Negara (Kreditur Asal) sejumlah Rp2.000.000.000.000
(dua triliun Rupiah) yang bersama-sama diwakili oleh Wali Amanat dan Penerbit serta
ditatausahakan oleh Bank Kustodian, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”).
EBA-SP SMF-BTN04 ini diterbitkan dalam 2 (dua) kelas yaitu EBA-SP Kelas A yang terdiri dari
Seri A1 dengan total nilai nominal sebesar Rp700.000.000.000 (tujuh ratus miliar Rupiah)
mewakili 35,00% (tiga puluh lima koma nol nol persen) dari Kumpulan Tagihan dengan tingkat
bunga tetap sebesar 7,00% (tujuh koma nol nol persen) per tahun dan Seri A2 dengan total nilai
nominal sebesar Rp1.124.000.000.000 (satu triliun seratus dua puluh empat miliar Rupiah)
mewakili 56,20% (lima puluh enam koma dua nol persen) dari Kumpulan Tagihan dengan tingkat
bunga tetap sebesar 7,50% (tujuh koma lima nol persen) per tahun. EBA-SP SMF-BTN04 Kelas
B dengan total nominal sebesar Rp176.000.000.000 (seratus tujuh puluh enam miliar Rupiah)
mewakili 8,80% (delapan koma delapan nol persen) dari jumlah Pokok Terutang atas Kumpulan
Tagihan pada tanggal cut-off final. Tanggal jatuh tempo final EBA-SP SMF-BTN04 jatuh pada
tanggal 7 Mei 2029, namun diperkirakan akan lunas lebih awal karena Kumpulan Tagihan
mempunyai rata-rata tertimbang jatuh tempo (weighted average life) adalah 7,03 tahun.
Pemegang EBA-SP SMF-BTN04 Kelas A berhak untuk mendapatkan pembayaran bunga setiap
3 (tiga) bulan sekali pada tanggal pembayaran. Bersamaan dengan itu dilakukan juga
pembayaran pokok atas EBA-SP SMF-BTN04 Kelas A sesuai dengan Urutan Prioritas
Pembayaran.
EBA-SP Kelas A diklasifikasikan sebagai Efek bersifat utang berarus kas tetap, sedangkan Kelas
B diklasifikasikan sebagai Efek bersifat ekuitas berarus kas tidak tetap. EBA-SP Kelas A dan
EBA-SP Kelas B dapat dipindahtangankan. Hanya EBA-SP Kelas A yang akan ditawarkan
kepada publik, dan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. EBA-SP dikeluarkan dalam satuan
nominal pokok terutang Rp1 (satu Rupiah) sebagai bukti hak milik bersama secara proporsional
yang tidak terbagi atas Kumpulan Tagihan.
EBA-SP SMF-BTN04 telah mendapatkan surat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Eksekutif OJK No. S-198/PM.21/2018 tanggal
23 Februari 2018 untuk ditawarkan kepada publik. EBA-SP SMF-BTN04 Kelas A merupakan
sertifikat tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo EBA Kelas A yang diterbitkan atas nama
Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai bukti kepesertaan untuk kepentingan
pemegang EBA-SP Kelas A.
Entitas memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 83.941.831.6.064.000.
5
Page 15
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Informasi Kebijakan Akuntansi Material
2. a. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan
Laporan keuangan Entitas telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan (SAK) di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar dan Interpretasi yang
diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI),
serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk entitas yang berada di bawah
pengawasannya dan ketentuan akuntansi lainnya yang lazim berlaku di Pasar Modal.
2. b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual,
kecuali laporan arus kas yang menggunakan dasar kas. Dasar pengukuran dalam penyusunan
laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang
didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing
akun tersebut.
Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam
aktivitas operasi dan pendanaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, dibulatkan dan
disajikan dalam mata uang Rupiah (Rp), yang juga sebagai mata uang fungsional Entitas kecuali
bila dinyatakan secara khusus.
2. c. Instrumen Keuangan
Entitas mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan , jika
dan hanya jika, Entitas menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen
tersebut. Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Entitas mengukur
pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi yang
dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau
liabilitas keuangan tersebut.
Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset keuangan dan penerbitan
liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan segera.
Aset keuangan Entitas diklasifikasikan sebagai berikut: aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
i. Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika kedua kondisi berikut
terpenuhi:
1. Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan
2. Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments
of principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan
pembayaran pokok, kemudian dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif
atas perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat jatuh tempo, dan
penurunan nilainya.
6
Page 16
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Pendapatan keuangan dihitung dengan metode menggunakan suku bunga efektif dan diakui
di laba rugi. Perubahan pada nilai wajar diakui di laba rugi ketika aset dihentikan atau
direklasifikasi.
Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dapat dijual ketika terdapat peningkatan risiko kredit. Penghentian
untuk alasan lain diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak signifikan
jumlahnya atau tidak sering.
ii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain
(”FVTOCI”)
Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
1. Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
2. Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments
of principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar, dimana keuntungan atau kerugian diakui
dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai dan
keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui pada laba rugi.
Ketika aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan
atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.
iii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (“FVTPL”)
Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria
untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui
dalam laba rugi.
Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria
untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI,
sehingga diukur pada FVTPL. Namun demikian, Entitas dapat menetapkan pilihan yang tidak
dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas yang bukan
untuk diperjualbelikan dalam waktu dekat (held for trading) untuk diukur pada FVTOCI.
Penetapan ini menyebabkan semua keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan
komprehensif lain, kecuali pendapatan dividen tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
direklasifikasi ke saldo laba tidak melalui laba rugi.
Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan
Entitas mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal
liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, kecuali:
a) Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas dimaksud, termasuk
derivatif yang merupakan liabilitas, selanjutnya akan diukur pada nilai wajar.
b) Liabilitas keuangan yang timbul Ketika pengalihan aset keuangan yang tidak memenuhi
kualifikasi penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan
diterapkan.
7
Page 17
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
c) Kontrak jaminan keuangan dan komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku
bunga dibawah pasar. Setelah pengakuan awal, penerbit kontrak dan penerbit komitmen
selanjutnya mengukur kontrak tersebut sebesar jumlah yang lebih tinggi antara:
I. Jumlah penyisihan kerugian; dan
II. Jumlah yang pertama kali diakui dikurangi dengan, jika sesuai, jumlah kumulatif dari
penghasilan yang diakui sesuai dengan prinsip PSAK 115.
Saat pengakuan awal Entitas dapat membuat penetapan yang tak terbatalkan untuk
mengukur liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi, jika diizinkan oleh standar
atau jika penetapan akan menghasilkan informasi yang lebih relevan, karena:
a) Mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkonsistensi pengukuran atau
pengakuan (kadang disebut sebagai “accounting mismatch”) yang dapat timbul dari
pengukuran aset atau liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian atas aset atau
liabilitas dengan dasar yang berbeda beda; atau
b) Sekelompok liabilitas keuangan atau aset keuangan dan liabilitas keuangan dikelola dan
kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai manajemen risiko atau strategi
investasi yang terdokumentasi, dan informasi dengan dasar nilai wajar dimaksud atas
kelompok tersebut disediakan secara internal untuk personil manajemen kunci Entitas.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Entitas menilai apakah risiko kredit dari instrumen
keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan
penilaian, Entitas menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang
perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit
ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Entitas membandingkan antara risiko gagal
bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko
gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan
mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya
atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini
dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko
kredit sejak pengakuan awal.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan nilai netonya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto
atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak saling
hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum
dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan
atau kebangkrutan Entitas atau pihak lawan.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
Entitas menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas
arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Entitas mentransfer aset keuangan dan
secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada
entitas lain. Jika Entitas tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas
seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer,
maka Entitas mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas
terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Entitas memiliki secara substansial
seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Entitas masih
mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang
diterima.
8
Page 18
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak
dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluarsa.
Jika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan liabilitas yang lain pada keadaan
yang secara substansial berbeda, atau berdasarkan suatu liabilitas yang ada yang secara
substansial telah diubah, maka pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai
penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan perbedaan nilai
tercatat masing-masing diakui dalam laba rugi.
Metode Suku Bunga Efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya
perolehan diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas
keuangan) dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga
selama periode yang relevan.
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
pembayaran atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen
keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh
jumlah tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan.
Pada saat menghitung suku bunga efektif, Entitas mengestimasi arus kas dengan
mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut,
seperti pelunasan dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain, tetapi tidak
mempertimbangkan kerugian kredit masa depan. Perhitungan ini mencakup seluruh komisi
dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak dalam kontrak yang
merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh
premium atau diskonto lain.
Reklasifikasi
Entitas mereklasifikasi aset keuangan ketika Entitas mengubah tujuan model bisnis untuk
pengelolaan aset keuangan sehingga penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat
diterapkan.
Ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan, maka Entitas menerapkan reklasifikasi
secara prospektif dari tanggal reklasifikasi. Entitas tidak menyajikan kembali keuntungan,
kerugian (termasuk keuntungan atau kerugian penurunan nilai), atau bunga yang diakui
sebelumnya.
Ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya
perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTPL, nilai wajarnya diukur pada tanggal
reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan
diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi. Pada saat
Entitas melakukan reklasifikasi sebaliknya, yaitu dari aset keuangan kategori FVTPL
menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, maka nilai wajar pada tanggal
reklasifikasi menjadi jumlah tercatat bruto yang baru.
Pada saat Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya
perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTOCI, nilai wajarnya diukur pada tanggal
reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan
diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam penghasilan
komprehensif lain. Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak
disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi. Ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan
9
Page 19
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
sebaliknya, yaitu keluar dari kategori FVTOCI menjadi kategori pengukuran biaya perolehan
diamortisasi, aset keuangan direklasifikasi pada nilai wajarnya pada tanggal reklasifikasi.
Akan tetapi keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam
penghasilan komprehensif lain dihapus dari ekuitas dan disesuaikan terhadap nilai wajar
aset keuangan pada tanggal reklasifikasi. Akibatnya, pada tanggal reklasifikasi aset
keuangan diukur seperti halnya jika aset keuangan tersebut selalu diukur pada biaya
perolehan diamortisasi. Penyesuaian ini memengaruhi penghasilan komprehensif lain tetapi
tidak memengaruhi laba rugi, dan karenanya bukan merupakan penyesuaian reklasifikasi.
Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai
akibat dari reklasifikasi.
Pada saat Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran FVTPL
menjadi kategori pengukuran FVTOCI, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya.
Sama halnya, ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori FVTOCI
menjadi kategori pengukuran FVTPL, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya.
Keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui di penghasilan komprehensif
lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi pada tanggal
reklasifikasi.
Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan, jika dan hanya jika, Entitas saat
ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas
jumlah yang telah diakui tersebut; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau
untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
tanggal pengukuran.
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan
pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan.
Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar
berdasarkan pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input
terhadap keseluruhan pengukuran nilai wajar:
i. Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
yang dapat diakses pada tanggal pengukuran (Level 1);
ii. Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk
aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Level 2);
iii. Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3).
Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Entitas sebisa mungkin menggunakan data
pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi
secara langsung, Entitas menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya
dan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Perpindahan antara level hirarki nilai wajar diakui oleh Entitas pada akhir periode pelaporan
dimana perpindahan terjadi.
10
Page 20
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2) Liabilitas Keuangan
Pengakuan Awal dan Pengukuran
Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK 109 diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi atau utang dan pinjaman.
Entitas menetapkan klasifikasi atas liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Pengakuan awal liabilitas keuangan dicatat pada nilai wajar, dalam hal utang dan pinjaman,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Pada tanggal laporan
posisi keuangan, Entitas memiliki liabilitas keuangan.
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
Utang dan pinjaman diukur setelah pengakuan awal dengan metode harga perolehan
diamortisasi menggunakan tingkat bunga efektif.
Penghentian Pengakuan
Sebuah liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas yang ditetapkan
dalam kontrak tersebut dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dan pemberi
pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda atau bila
persyaratan dan liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran
atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas
keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat
masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba rugi.
3) Lainnya
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai bersihnya disajikan
dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum
untuk melakukan saling hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas
keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan secara bersih atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif pada setiap tanggal
pelaporan ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar pada akhir periode
pelaporan, tanpa pengurangan untuk biaya transaksi.
Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian yang diizinkan oleh PSAK 113 seperti dengan mengacu
pada transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar (arm's length transaction);
mengacu kepada nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama; analisa
arus kas yang didiskonto atau model penilaian lainnya.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif pada setiap tanggal
pelaporan ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar pada akhir periode
pelaporan, tanpa pengurangan untuk biaya transaksi.
11
Page 21
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2. d. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas mencakup kas, bank, dan investasi jangka pendek yang jatuh tempo dalam
waktu tiga bulan atau kurang.
2. e. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan bunga dari piutang Kredit Pemilikan Rumah dan penempatan pada deposito diakui
secara akrual berdasarkan proporsi waktu, nilai nominal dan tingkat bunga yang berlaku yang
memperhitungkan hasil efektif aset tersebut.
Pendapatan denda keterlambatan diakui pada saat diterima oleh Entitas dan beban diakui pada
saat terjadinya secara akrual.
2. f. Perpajakan
EBA berbentuk Surat Partisipasi adalah subjek pajak yang diperlakukan sebagai persekutuan,
kongsi atau firma. Objek pajak penghasilan Entitas diatur dalam Surat Keputusan Direktur
Jenderal Pajak No. KEP-147/PJ/2003 Tanggal 13 Mei 2003 tentang Pajak Penghasilan atas
penghasilan yang diterima atau diperoleh Entitas dan para investornya, serta ketentuan pajak
yang berlaku. Objek pajak penghasilan terbatas hanya pada penghasilan yang diterima oleh
Entitas. Sedangkan pembayaran imbal hasil yang dibayarkan Entitas kepada Pemegang EBA
dengan arus kas tetap merupakan objek pajak penghasilan final.
Perhitungan pajak penghasilan Entitas mengikuti ketentuan pajak penghasilan badan.
Sementara imbal hasil yang dibayarkan kepada para pemegang EBA dengan arus kas tidak
tetap bukan merupakan objek pajak.
Beban pajak penghasilan terdiri dari beban pajak kini dan beban pajak final yang dicatat dalam
laporan laba rugi. Beban pajak kini ditentukan berdasarkan kenaikan aset neto dari aktivitas
operasi kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku.
Beban pajak kini terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak kini ditentukan berdasarkan
penghasilan bruto yang diterima atau diperoleh dikurangi dengan biaya untuk mendapatkan,
menagih dan memelihara penghasilan pada periode yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak penghasilan tangguhan ditentukan dengan menggunakan tarif pajak yang telah berlaku
atau yang secara substansial telah berlaku pada akhir periode pelaporan dan diharapkan
diterapkan ketika aset pajak penghasilan tangguhan direalisasi atau liabilitas pajak penghasilan
tangguhan diselesaikan. Aset/liabilitas pajak penghasilan tangguhan diakui hanya jika besar
kemungkinan jumlah penghasilan kena pajak dimasa depan akan mencukupi untuk
dikompensasikan dengan perbedaan temporer yang masih dapat dimanfaatkan.
Pajak penghasilan final
Sesuai dengan peraturan perundangan perpajakan, pendapatan yang telah dikenakan pajak
penghasilan final tidak lagi dilaporkan sebagai pendapatan kena pajak, dan semua beban
sehubungan dengan pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final tidak boleh
dikurangkan. Di lain pihak, baik pendapatan maupun beban tersebut dipakai dalam perhitungan
laba rugi menurut akuntansi. Oleh karena itu, tidak terdapat perbedaan temporer sehingga tidak
diakui adanya aset atau liabilitas pajak tangguhan.
Apabila nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final
berbeda dengan dasar pengenaan pajaknya, maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset
atau liabilitas pajak tangguhan.
12
Page 22
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Pajak penghasilan tidak final
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan kenaikan aset neto yang dapat diatribusikan kepada
pemegang unit dari aktivitas operasi kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang
timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan
dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua
perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer
boleh dikurangkan dengan rugi fiskal yang belum terkompensasi, sepanjang besar kemungkinan
dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Pajak tangguhan
diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada
tanggal laporan posisi keuangan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan (apabila ada) disajikan di dalam laporan posisi keuangan
atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
2. g. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi
Entitas melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang dipakai
adalah sesuai dengan yang diatur dalam PSAK 224 “Pengungkapan pihak-pihak berelasi“.
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Entitas (sebagai entitas pelapor),
yang meliputi:
a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
ii. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
iii. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor
b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya
entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain);
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang
mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
entitas asosiasi dari entitas ketiga;
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari
salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas
pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas
sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor;
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
dalam huruf (a); atau
vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas
atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Sesuai dengan Peraturan OJK No. 23/POJK.04/2014 Pasal 13, diatur bahwa Penerbit dilarang
memiliki hubungan berelasi dengan Kreditur Asal, Bank Kustodian, dan/atau Wali Amanat; serta
Kreditur Asal dilarang memiliki hubungan berelasi dengan Bank Kustodian dan/atau Wali
Amanat, kecuali hubungan berelasi yang terjadi kepemilikan atau penyertaan modal Pemerintah,
baik langsung maupun tidak langsung.
13
Page 23
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Semua transaksi dan saldo atas dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi, apakah yang
dilaksanakan dengan atau tidak dengan syarat atau kondisi normal yang sama dengan pihak
yang tidak berelasi, diungkapkan dalam laporan keuangan.
2. h. Sumber Estimasi Ketidakpastian Pertimbangan Akuntansi yang Penting
Penyusunan laporan keuangan Entitas mengharuskan Penerbit dan Bank Kustodian untuk
membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari
pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir
periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat
mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam
periode pelaporan berikutnya.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di halaman berikutnya. Entitas
mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan
disusun. Asumsi utama berkaitan dengan masa mendatang serta sumber utama ketidakpastian
estimasi lain pada tanggal laporan posisi keuangan, yang memiliki risiko signifikan menyebabkan
penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas pada tahun buku berikutnya.
i. Estimasi dan Asumsi Akuntansi yang Penting
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan
badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah
tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Entitas mengakui liabilitas atas pajak
penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan
badan.
Nilai Wajar atas Instrumen Keuangan
Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan posisi
keuangan tidak tersedia di pasar aktif, ditentukan dengan menggunakan berbagai teknik
penilaian termasuk penggunaan model matematika. Masukan (input) untuk model ini
berasal dari data pasar yang bisa diamati sepanjang data tersebut tersedia. Bila data pasar
yang bisa diamati tersebut tidak tersedia, pertimbangan Penerbit dan Bank Kustodian
diperlukan untuk menentukan nilai wajar.
Pertimbangan tersebut mencakup pertimbangan likuiditas dan masukan model seperti
volatilitas untuk transaksi derivatif yang berjangka waktu panjang dan tingkat diskonto,
tingkat pelunasan dipercepat, dan asumsi tingkat gagal bayar.
ii. Pertimbangan Penting dalam Penentuan Kebijakan Akuntansi
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh Penerbit dan Bank Kustodian dalam rangka penerapan
kebijakan akuntansi Entitas yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang
diakui dalam laporan keuangan .
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Entitas menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
liabilitas keuangan berdasarkan PSAK 109 yang juga sesuai dengan kebijakan akuntansi
EBA-SP SMF-BTN04 seperti diungkapkan pada Catatan 2.c.
14
Page 24
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Klasifikasi aset keuangan dalam PSAK 109 dapat diukur melalui biaya perolehan
diamortisasi, nilai wajar penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi
(FVTPL).
- Aset keuangan diukur melalui biaya perolehan diamortisasi meliputi kas, giro pada
bank, efek-efek yang dibeli dengan janji dijual Kembali, pinjaman yang diberikan dan
pembiayaan/piutang Syariah, pendapatan bunga dan marjin yang masih akan diterima,
tagihan akseptasi, efek, dan aset lain-lain;
- Aset keuangan diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
meliputi efek-efek dan penyertaan saham;
- Serta diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi (FTVPL) meliputi aset keuangan dalam
kelompok diperdagangkan dan tagihan derivative tidak terkait lindung nilai
3. Kas dan Setara Kas
Akun ini merupakan rekening giro milik Entitas yang terdapat di PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dikelola oleh Bank Kustodian
per 31 Desember 2025 dan 2024 dengan rincian sebagai berikut:
2025 2024
Kas dan Setara Kas
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Rekening Koleksi 6.910.022.356 11.387.887.331
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Rekening Pajak 3.648.234.141 3.415.730.868
Rekening Pokok 14.328.522 32.750.428
Rekening Bunga 3.517.275 9.767.924
Rekening Koleksi 229.214 2.097.078
10.576.331.508 14.848.233.629
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
4. Rekening Titipan
Rekening Titipan merupakan rekening-rekening yang terdapat di BRI yang dibentuk oleh pihak
Pendukung Kredit dan Kreditur Asal. Rekening titipan per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
2025 2024
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Rekening Dana Transisi Penyedia Jasa 618.528.863 613.958.296
Rekening Dana Cadangan 74.816.528 820.049.196
Jumlah Rekening Titipan 693.345.391 1.434.007.492
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
15
Page 25
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
5. Piutang Kredit Pemilikan Rumah
Piutang Kredit Pemilikan Rumah merupakan aset Kredit Pemilikan Rumah yang dibeli dari
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berdasarkan Akta Jual Beli No. 23 tanggal
12 Februari 2018 antara Penerbit PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) dan penjual
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Jumlah piutang secara terus menerus akan menurun sesuai dengan pelunasan pokok utang dari
Kredit Pemilikan Rumah yang dilakukan oleh para Debitur dengan saldo per 31 Desember 2025
dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 114.695.663.452 205.294.718.739
Dikurangi:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian 3.330.368.347 8.700.795.726
Jumlah - Bersih 111.365.295.105 196.593.923.013
Rincian Piutang KPR berdasarkan tingkat kolektabilitas yaitu:
2025 2024
Kolektabilitas 1 (Lancar) 51.782.424.490 121.550.978.339
Kolektabilitas 2 (1 - 90 hari) 11.422.622.084 22.509.969.949
Kolektabilitas 3 (91 - 120 hari) 1.233.848.637 2.202.430.195
Kolektabilitas 4 (121 - 180 hari) 1.620.307.523 3.713.199.205
Kolektabilitas 5 (>180 hari) 48.636.460.718 55.318.141.051
114.695.663.452 205.294.718.739
Dikurangi:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian 3.330.368.347 8.700.795.726
Jumlah - Bersih 111.365.295.105 196.593.923.013
Rincian Piutang KPR berdasarkan sisa waktu sampai dengan tanggal jatuh tempo (remained
term of maturity) yaitu:
2025 2024
Hingga 1 tahun 38.634.296.093 38.382.721.611
1 - 2 tahun 61.242.087.742 40.736.501.361
2 - 3 tahun 6.193.567.633 96.174.416.008
3 - 4 tahun 2.894.948.548 9.074.563.029
4 - 5 tahun 2.187.604.109 3.858.178.823
Lebih dari 5 tahun 3.543.159.327 17.068.337.907
114.695.663.452 205.294.718.739
Dikurangi:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian 3.330.368.347 8.700.795.726
Jumlah - Bersih 111.365.295.105 196.593.923.013
16
Page 26
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian kredit ekspektasian yang dibentuk telah
memadai untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya piutang KPR.
Perubahan dalam cadangan kerugian kredit ekspektasian atas piutang Kredit Pemilikan Rumah
adalah sebagai berikut:
2025 2024
Saldo awal 8.700.795.726 6.593.290.781
Penambahan/(Pemulihan) (5.370.427.379) 2.107.504.945
Saldo akhir 3.330.368.347 8.700.795.726
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
6. Piutang Bunga
Piutang bunga merupakan pendapatan bunga KPR yang masih harus diterima oleh
EBA-SP SMF-BTN04 per 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp513.850.573
dan Rp254.552.137.
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
7. Biaya yang Masih Harus Dibayar
Akun ini merupakan biaya yang masih harus dibayar per 31 Desember 2025 dan 2024 dengan
rincian sebagai berikut:
2025 2024
Jasa Penyedia Jasa 412.024.948 646.155.391
Jasa Audit 133.200.000 110.000.000
Jasa Kustodian 1.628.000 1.744.478
Jasa Pendukung Kredit 1.190.933 2.114.519
Jasa Wali Amanat 1.036.000 1.036.002
Jasa Penerbit (Manajemen) 893.200 1.585.890
Jasa Agen Pembayaran - 2.898.333
Jumlah Biaya yang Masih Harus Dibayar 549.973.081 765.534.613
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
8. Utang Bunga
Utang bunga merupakan bunga terutang kepada Pemegang Sertifikat Efek Beragun Aset
Berbentuk Surat Partisipasi Kelas A2 per 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar
nihil dan Rp31.924.488.
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
17
Page 27
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
9. Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A
Utang Sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi kelas A merupakan instrumen
keuangan bersifat liabilitas kepada pemegang sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat
Partisipasi kelas A. Utang ini dikenakan bunga sebesar 7,00% per tahun untuk pemegang
sertifikat kelas A1 dan 7,50% per tahun untuk pemegang sertifikat kelas
Utang Sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi kelas A2 per 31 Desember 2025
dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
PT Sarana Multigriya Finansial - 18.711.612.594
DJS Ketenagakerjaan
Program Jaminan Hari Tua - 8.520.770.763
PT Taspen (Asuransi) - 6.816.616.610
PT Asuransi Allianz Life Ind - Life Health IDR - 1.704.154.152
Reksa Dana Setiabudi Dana Obligasi Unggulan - 1.022.492.491
Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI - 511.246.246
Dana Pensiun BTN - 340.830.831
Perum Jamkrindo - 340.830.831
Dana Pensiun Pertamina - 340.830.831
Jumlah Utang Sertifikat A2 - 38.309.385.349
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
10. Utang Lain-lain
Utang lain-lain merupakan akun yang digunakan untuk mencatat dana cadangan dari
Pendukung Kredit dan dana transisi penyedia jasa dari Penyedia Jasa per 31 Desember 2025
dan 2024 dengan rincian sebagai berikut:
2025 2024
Dana Cadangan - Pendukung Kredit 74.816.528 820.049.196
Dana Transisi - Penyedia Jasa 618.528.863 613.958.296
Jumlah Utang Lain-lain 693.345.391 1.434.007.492
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
11. Sertifikat EBA Kelas B
Sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi kelas B merupakan instrumen
keuangan bersifat ekuitas kepada pemegang sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat
Partisipasi kelas B, di mana pembayarannya dilakukan setelah pembayaran:
a. Menutup kekurangan, bila ada, untuk keperluan pajak, biaya-biaya senior atau jasa
pendukung, imbalan jasa penyedia jasa, bunga EBA kelas A.
b. Pokok EBA kelas A sampai dibayar penuh seluruhnya.
c. Pemulihan dana dalam rekening cadangan sampai dengan jumlah maksimum ambang
batas rekening cadangan.
18
Page 28
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian setoran Sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi kelas B
per 31 Desember 2025 dan 2024 dengan rincian pemegang EBA-SP sebagai berikut:
2025 2024
PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk 110.415.527.527 161.000.000.000
Yayasan Kesejahteraan Pegawai BTN 6.858.107.300 10.000.000.000
PT Asuransi Binagriya Upakara 3.429.053.649 5.000.000.000
Jumlah Sertifikat B 120.702.688.476 176.000.000.000
Bunga Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi kelas B dibayarkan kepada pemegang
sertifikat B yang pembayarannya dilakukan setelah pembayaran:
a. Pajak.
b. Biaya-biaya senior.
c. Imbalan jasa penyedia jasa.
d. Bunga EBA-SP SMF-BTN04 kelas A.
e. Pemulihan dana dalam rekening cadangan sampai dengan jumlah maksimum ambang
batas rekening cadangan.
f. Transfer ke rekening koleksi pokok dalam urutan prioritas berikut ini untuk menutup:
1) Tiap tagihan dalam kumpulan tagihan yang menjadi tagihan tertunggak selama 3 (tiga)
periode koleksi sebelumnya.
2) Tiap tagihan tertunggak yang belum tergantikan.
g. Menutup tagihan yang tertunggak selama 3 (tiga) periode dan tagihan tertunggak yang
belum tergantikan.
h. Pembayaran kembali ke dalam rekening koleksi pokok yang dibayarkan untuk menutup
kekurangan pembayaran bunga.
i. Imbalan jasa pendukung kredit.
j. Membayar ke rekening dana transisi penyedia jasa atas hasil investasi dana dalam rekening
dana transisi penyedia jasa.
k. Membayar kepada Pendukung Kredit atas setiap jumlah yang dikeluarkan dari rekening
cadangan karena melebihi jumlah maksimum ambang batas rekening cadangan.
l. Biaya-biaya junior yang dibayarkan secara pari passu dan pro-rata di antara mereka, dan
m. Jumlah tersisa dibayarkan kepada pemegang EBA-SP SMF-BTN04 kelas B.
Para pemegang sertifikat kelas B menerima penghasilan arus kas tidak tetap yang bersifat
mengambang berupa bunga, dengan ketentuan maksimal 13% per tahun dari saldo sertifikat
kelas B pada awal periode bunga. Bunga Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Kelas
B atau Dividen untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
masing-masing adalah sebesar Rp11.926.558.512 dan Rp18.026.323.100.
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
19
Page 29
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
12. Pendapatan Investasi
Pendapatan investasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Pendapatan Bunga Kredit Kepemilikan Rumah 21.825.973.290 40.312.108.209
Pendapatan Jasa Giro 241.093.616 417.621.730
Pendapatan Bunga Deposito - 175.044.931
Jumlah Pendapatan Bunga 22.067.066.906 40.904.774.870
Denda Keterlambatan 1.398.709.370 2.346.517.418
Jumlah Denda Keterlambatan 1.398.709.370 2.346.517.418
Jumlah Pendapatan Investasi 23.465.776.276 43.251.292.288
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
13. Beban Bunga Kelas A
Beban bunga Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi A untuk tahun-tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp885.586.563 dan
Rp9.693.556.009.
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
14. Beban Jasa Penunjang
Beban jasa penunjang untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Jasa Penyedia Jasa 6.317.217.455 10.149.458.140
Jasa Pemeringkat - 220.000.000
Jasa Audit 217.450.000 160.000.000
Jasa Pendukung Kredit 157.239.341 273.664.503
Jasa Kustodian 149.024.286 225.773.215
Jasa Penerbit 117.929.509 205.248.376
Jasa Wali Amanat 93.239.996 96.103.758
Jasa Listing BEI 20.812.500 55.178.305
Jasa Registrasi KSEI 11.100.000 11.100.000
Jasa Agen Pembayar 5.426.667 11.101.351
Jumlah Beban Jasa Penunjang 7.089.439.754 11.407.627.648
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
20
Page 30
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
15. Beban Investasi - Lain-Lain
Akun ini merupakan pembayaran denda pajak, biaya transaksi, biaya materai, dan biaya
lain-lain untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Beban Transaksi 963.800 979.300
Beban Materai 40.000 40.000
Lain-lain 22.505.472 22.505.472
Jumlah Beban Lain-lain 23.509.272 23.524.772
Beban lain-lain berasal dari biaya publikasi dan agency fee.
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
16. Pendapatan/(Beban) Lain-lain
Akun ini merupakan pendapatan (beban) kerugian kredit ekspektasian atas piutang KPR untuk
tahun-tahun yang berakhir pada tanggal pemulihan 31 Desember 2025 dan penambahan 2024
masing-masing sebesar Rp5.370.427.379 dan (Rp2.107.504.945).
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
17. Perpajakan
a. Pajak Dibayar di Muka
Pajak dibayar di muka merupakan lebih bayar atas pajak penghasilan badan (PPh Pasal
28A) per 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp1.641.490.003 dan
Rp781.587.138.
Entitas telah menerima Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Pajak
No. KEP-00065/SKPPKP/KPP.3010/2025 tanggal 26 Mei 2025 tentang Pengembalian
Pendahuluan Kelebihan Pajak atas Pajak Penghasilan Badan untuk tahun pajak 2024
sebesar Rp781.587.138.
b. Utang Pajak
Akun ini merupakan utang pajak penghasilan pasal 25 per 31 Desember 2025 dan 2024
masing-masing sebesar Nihil dan Rp430.914.165
21
Page 31
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komersial
dengan taksiran laba fiskal adalah sebagai berikut:
2025 2024
Laba bersih sebelum pajak 20.837.668.066 20.019.078.914
Beda Temporer:
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (5.370.427.379) 2.107.504.945
Beda Tetap:
Penghasilan yang pajaknya bersifat final (241.093.616) (592.666.661)
Biaya mendapat, menagih, memelihara
Penghasilan yang pajaknya bersifat final 963.800 979.300
Laba/(rugi) kena pajak 15.227.110.871 21.534.896.498
Laba/(rugi) kena pajak - dibulatkan 15.227.110.000 21.534.896.000
Beban Pajak Penghasilan
Tanpa Fasilitas 342.622.975 262.892.147
Dengan Fasilitas 2.664.718.250 4.211.892.826
Beban Pajak Penghasilan 3.007.341.224 4.474.784.973
Kredit Pajak Penghasilan (4.648.831.227) (5.256.372.111)
Taksiran Kurang/(Lebih) Bayar Pajak Badan (1.641.490.003) (781.587.138)
d. Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan
Rincian dari aset pajak tangguhan per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025
Dikreditkan
(Dibebankan) ke
Saldo Awal Laba Rugi Saldo Akhir
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian 1.914.175.060 (1.181.494.023) 732.681.037
Jumlah Aset (Liabilitas)
Pajak Tangguhan 1.914.175.060 (1.181.494.023) 732.681.037
31 Desember 2024
Dikreditkan
(Dibebankan) ke
Saldo Awal Laba Rugi Saldo Akhir
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian 1.450.523.972 463.651.088 1.914.175.060
Jumlah Aset (Liabilitas)
Pajak Tangguhan 1.450.523.972 463.651.088 1.914.175.060
22
Page 32
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
18. Saldo dan Transaksi dengan Pihak Berelasi
Kepemilikan : Entitas berelasi dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk, PT Taspen (Persero), dan Perum Jamkrindo karena
dimiliki oleh Negara Republik Indonesia. Namun, secara aktivitas
operasional masing-masing pihak berelasi mandiri (Independen).
Pemegang : PT Sarana Multigriya Finansial, PT Bank Tabungan Negara (Persero)
Sertifikat Kelas Tbk
A dan B
Jenis Transaksi Lain : Pihak Berelasi Sifat Hubungan
PT Bank Tabungan Negara Jasa Penyedia Jasa
(Persero) Tbk
PT Sarana Multigriya Finansial Jasa Penerbit
(Persero) Jasa Pendukung Kredit
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Jasa Wali Amanat
Tbk
Rincian saldo dan transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi per 31 Desember 2025 dan
2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Laporan Posisi Keuangan
Kas dan Setara Kas 10.576.331.508 14.848.233.629
Rekening Titipan 693.345.391 1.434.007.492
Piutang KPR 111.365.295.105 196.593.923.013
Piutang Bunga 513.850.573 254.552.137
Biaya yang Masih Harus Dibayar 416.773.081 652.636.280
Utang Bunga Kelas A2 - 15.593.011
Utang Lain-lain 693.345.391 1.434.007.492
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A2 - 18.711.612.594
Sertifikat EBA-SP Kelas B 110.415.527.527 161.000.000.000
Rincian saldo dan transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi untuk tahun-tahun yang
berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Laporan Laba Rugi dan
Pendapatan Komprehensif Lain
Pendapatan Investasi - Bunga 22.067.066.906 40.904.774.870
Pendapatan Denda Keterlambatan 1.398.709.370 2.346.517.418
Beban Investasi - Bunga EBA Kelas A2 - 4.734.663.922
Beban Investasi - Bunga EBA Kelas B 10.910.090.457 16.489.988.745
Beban Investasi - Jasa Penunjang 6.834.650.587 10.950.247.992
23
Page 33
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2025 2024
Laporan Laba Rugi dan
Pendapatan Komprehensif Lain
Pembayaran Pokok Utang Sertifikat
EBA-SP Kelas A 38.309.385.349 160.531.355.159
Pembayaran Bunga Utang Sertifikat
EBA-SP Kelas A - 4.719.070.912
Pembayaran Pokok EBA Kelas B 154.141.892.700 -
Pembayaran Jasa Penunjang 6.539.466.673 10.297.611.712
19. Manajemen Risiko Keuangan
a. Risiko Kredit
Risiko Kredit adalah potensi kerugian yang terjadi karena tidak terbayarnya kewajiban
pokok dan bunga yang menjadi hak pemegang EBA-SP SMF-BTN04 Kelas A. Kumpulan
Tagihan yang disekuritisasi merupakan portofolio tagihan kredit perumahan, sehingga
terdapat potensi kerugian apabila terjadi kegagalan pembayaran angsuran dari Debitur
KPR. Dengan demikian sumber utama dari risiko kredit adalah kemauan dan kemampuan
dari Debitur KPR untuk memenuhi kewajibannya. Dalam hal telah terjadi tagihan macet,
maka terdapat potensi kerugian yang mungkin timbul karena hasil likuidasi properti
dibiayai tidak dapat memenuhi sisa liabilitas terutang Debitur.
b. Konsentrasi Geografis atas Properti Dibiayai
Risiko ini terjadi apabila properti dibiayai terkonsentrasi pada daerah-daerah tertentu.
Apabila daerah tersebut mengalami bencana alam atau perubahan kondisi geografis yang
menyebabkan penurunan nilai ekonomis dari properti dibiayai, maka terdapat potensi
kerugian apabila Debitur KPR wanprestasi dan hasil likuidasi penjualan properti dibiayai
tidak mencukupi sisa kewajiban terutang.
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah potensi kerugian yang terjadi karena ketidakmampuan melakukan
penjualan kembali EBA-SP SMF-BTN04 Kelas A di pasar sekunder. Selain itu, risiko
likuiditas bagi Entitas adalah risiko kerugian yang timbul karena Entitas tidak memiliki arus
kas yang cukup untuk memenuhi liabilitasnya.
Rasio likuiditas Entitas per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Liabilitas keuangan
Utang Bunga - 31.924.488
Biaya yang Masih Harus Dibayar 549.973.081 765.534.613
Utang Lain-lain 693.345.391 1.434.007.492
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A - 38.309.385.349
1.243.318.472 40.540.851.942
24
Page 34
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2025 2024
Aset keuangan
Kas dan Setara Kas 10.576.331.508 14.848.233.629
Rekening Titipan 693.345.391 1.434.007.492
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 111.365.295.105 196.593.923.013
Piutang Bunga 513.850.573 254.552.137
123.148.822.577 213.130.716.271
Surplus/(Defisit) 121.905.504.105 172.589.864.329
d. Risiko Pasar
Risiko Pasar adalah potensi kerugian yang terjadi karena perubahan harga EBA-SP
SMF-BTN04 Kelas A dalam perdagangan di pasar sekunder. Besarnya kerugian risiko
pasar direalisasikan pada saat terjadi penjualan oleh pemegang EBA-SP SMF-BTN04
Kelas A atau pada periode penutupan tahun buku.
e. Risiko Pelunasan Dipercepat (Prepayment)
Prepayment risk atau risiko pelunasan lebih awal adalah potensi pemegang EBA-SP
SMF-BTN04 Kelas A kehilangan kesempatan mendapatkan pendapatan bunga karena
pembayaran pokok yang dipercepat oleh Debitur KPR, dan pelaksanaan opsi Clean-up
Call oleh penyedia jasa.
f. Risiko Hukum
Risiko Hukum adalah potensi kerugian yang terjadi karena kelemahan aspek-aspek
yuridis di dalam perjanjian, pelaksanaan likuidasi jaminan dan penatausahaan Entitas,
termasuk sehubungan adanya perselisihan di antara para pihak yang terlibat dalam
transaksi sekuritisasi EBA-SP SMF-BTN04.
g. Risiko Operasional
Risiko Operasional adalah potensi kerugian yang terjadi karena kegagalan ataupun
kesalahan sistem dan prosedur dalam melakukan penatausahaan EBA-SP SMF-BTN04
yang dilakukan oleh Penerbit, Wali Amanat, Bank Kustodian, dan Penyedia Jasa.
20. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen
keuangan yang tercatat pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 dengan rincian sebagai
berikut:
2025
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 10.576.331.508 10.576.331.508
Rekening Titipan 693.345.391 693.345.391
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 111.365.295.105 111.365.295.105
Piutang Bunga 513.850.573 513.850.573
Liabilitas Keuangan
Biaya yang Masih Harus Dibayar 549.973.081 549.973.081
Utang Lain-lain 693.345.391 693.345.391
25
Page 35
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2024
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 14.848.233.629 14.848.233.629
Rekening Titipan 1.434.007.492 1.434.007.492
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 196.593.923.013 196.593.923.013
Piutang Bunga 254.552.137 254.552.137
Liabilitas Keuangan
Utang Bunga 31.924.488 31.924.488
Biaya yang Masih Harus Dibayar 765.534.613 765.534.613
Utang Lain-lain 1.434.007.492 1.434.007.492
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A2 38.309.385.349 38.364.976.864
Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dan setiap
golongan instrumen keuangan Entitas:
a. Kas dan Setara Kas serta Rekening Titipan
Seluruh aset keuangan di atas merupakan aset keuangan jangka pendek yang akan jatuh
tempo dalam 12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah
mencerminkan nilai wajar dan aset keuangan tersebut.
b. Piutang Kredit Pemilikan Rumah
Piutang Kredit Pemilikan Rumah dilakukan penilaian kembali atas nilai wajarnya
menggunakan pendekatan pendapatan, dimana terdapat penurunan nilai dan nilai tercatat.
c. Piutang bunga merupakan piutang yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas)
bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah mencerminkan nilai wajar dari
aset keuangan tersebut.
d. Utang Bunga, Biaya yang Masih Harus Dibayar, Utang Lain-Lain
Seluruh kewajiban keuangan diatas merupakan kewajiban jangka pendek yang akan jatuh
tempo dalam 12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah
mencerminkan nilai wajar dari liabilitas keuangan tersebut.
e. Utang Sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Kelas A
Utang sertifikat Efek Beragun Aset Surat Partisipasi kelas A dinilai dengan menggunakan
model penilaian yang dilakukan oleh lembaga penilai surat berharga independen, dengan
harga bersih per 31 Desember 2024 A2 adalah sebesar 100,14511%.
21. Perjanjian dan Kejadian Penting
a. Perjanjian Induk Sekuritisasi No.012/PIS/EBA-SP-SMF-BTN04/II/2018 dibuat pada tanggal
12 Februari 2018, oleh dan antara:
1) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Kreditur Asal dan Penyedia Jasa;
2) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) sebagai Penerbit dan Pendukung Kredit, dan;
3) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat dan Bank Kustodian,
selanjutnya bersama-sama disebut Para Pihak. EBA-SP SMF-BTN04 akan
diterbitkan menurut Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN04, dalam bentuk satu
Sertifikat Jumbo EBA-SP SMF-BTN04 Kelas A, dan Sertifikat EBA-SP SMF-BTN04
Kelas B, pada Tanggal Penutupan, setelah syarat-syarat pendahuluan telah dipenuhi.
26
Page 36
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
EBA-SP SMF-BTN04 Kelas A akan ditawarkan kepada umum melalui penawaran
umum, sedangkan EBA-SP SMF-BTN04 Kelas B tidak ditawarkan kepada umum.
b. Perjanjian Penyedia Jasa No.04/PKS/IBD/II/2018 tanggal 12 Februari 2018 antara PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Selaku Wali Amanat dan PT Bank Tabungan Negara
(Persero), Tbk selaku Penyedia Jasa menerangkan bahwa tugas PT Bank Tabungan
Negara (Persero), Tbk sebagai Penyedia Jasa (Servicer) dalam transaksi EBA-SP
SMF-BTN04 antara lain:
1) Menyimpan dan memelihara Dokumentasi Kredit termasuk Berkas Utang.
2) Mengatur atau mengurus penagihan harian dan akumulasi hasil koleksi, termasuk
menagih pembayaran yang telah lewat waktu dari Debitur, menurut prosedur
penagihan yang umum berlaku terhadap Penyedia Jasa.
3) Menyimpan hasil koleksi dalam suatu rekening pada Penyedia Jasa yang wajib dibuka
paling lambat pada tanggal cut-off final yang diberi nama Rekening EBA-SP
SMF-BTN04, terpisah dari semua dana milik Penyedia Jasa.
4) Memindahkan hasil koleksi sejak tanggal cut-off final sampai dengan tanggal
penutupan ke dalam Rekening EBA-SP SMF-BTN04, paling lambat 5 (lima) hari kerja
setelah tanggal penutupan.
5) Melaksanakan eksekusi Properti Dibiayai sesuai dengan prosedur umum Penyedia
Jasa.
6) Memelihara catatan harian dari hasil koleksi dalam sistem komputer Penyedia Jasa
sehingga jumlah hasil koleksi dapat diidentifikasikan setiap waktu.
7) Sesudah tanggal cut-off final, mentransfer hasil koleksi sampai dengan hari terakhir
dari tiap periode koleksi sebelumnya ke Rekening Koleksi yang dibuka atas nama Wali
Amanat untuk kepentingan para pemegang EBA-SP SMF-BTN04.
8) Memelihara kelangsungan polis asuransi kebakaran mengenai Properti Dibiayai dan
asuransi jiwa para Debitur.
9) Melakukan segala upaya terbaik yang diperlukan untuk menjaga kualitas kredit dari
para Debiturnya, dan
10) Tugas-tugas lain yang akan ditentukan di kemudian hari (bila ada) atas kesepakatan
bersama.
c. Perjanjian Pendukung Kredit No.014/PPK/EBA-SP-SMF-BTN04/II/2018 pada tanggal
12 Februari 2018 antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk bertindak sebagai Wali
Amanat atau Bank Kustodian, dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bertindak
sebagai Pendukung Kredit menerangkan bahwa PT Sarana Multigriya Finansial bersedia
untuk menyediakan dana tidak kurang dari jumlah maksimum ambang batas rekening
cadangan ke dalam rekening cadangan sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian
Penerbitan EBA-SP SMF-BTN04.
Dana tersebut wajib disetorkan oleh Pendukung Kredit ke dalam Rekening Cadangan paling
lambat pada Tanggal Penutupan. Kelebihan dana di atas Jumlah Maksimum Ambang Batas
Rekening Cadangan yang berubah sehubungan dengan pembayaran-pembayaran pada
tiap Tanggal Pembayaran wajib dikembalikan kepada Pendukung Kredit sesuai dengan
Urutan Prioritas Pembayaran sebagaimana diatur dalam Pasal 13.2.I dan Pasal 13.3
Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN04. Pendukung Kredit menyadari dan memahami
risiko tidak diterimanya pengembalian secara penuh dari Bank Kustodian atas nama EBA-
SP SMF-BTN04 atas dana yang disetorkan Pendukung Kredit ke dalam Rekening
Cadangan dalam hal terjadinya kegagalan pembayaran oleh para Debitur atas Kumpulan
Tagihan. Pendukung Kredit dengan ini membebaskan Bank Kustodian dari segala
tanggung jawab sehubungan dengan risiko tersebut.
27
Page 37
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
d. Surat Penerbitan EBA-SP SMF-BTN04 Nomor 22 tanggal 12 Februari 2018 menerangkan
Penunjukan Wali Amanat dan Bank Kustodian kepada PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero), Tugas pokok Wali Amanat adalah mewakili kepentingan Pemegang EBA-SP
SMF-BTN04, baik di dalam maupun di luar pengadilan mengenai pelaksanaan hak-hak
Pemegang EBA-SP SMF-BTN04 berdasarkan Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN04
ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan tugas-tugas lainnya.
Tugas pokok Bank Kustodian adalah bertindak untuk kepentingan Pemegang
EBA-SP SMF-BTN04 sebagai pemilik bersama atas Kumpulan Tagihan, menyimpan Hasil
Koleksi, dan mendistribusikan Hasil Koleksi berdasarkan Perjanjian Penerbitan EBA-SP
SMF-BTN04 ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta tugas-tugas
lainnya.
22. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Sampai dengan tanggal penyajian laporan keuangan, tidak terdapat peristiwa setelah tanggal
pelaporan yang signifikan.
23. Tanggung Jawab dan Penerbitan Laporan Keuangan
Penerbit dan Bank Kustodian bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan
keuangan yang diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 16 Maret 2025.
28
Page 38
8 IKLAN
SELASA, 31 MARET 2026
EFEK BERAGUN ASET SYARIAH BERBENTUK SURAT PARTISIPASI EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK SYARIAH INDONESIA 01 SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 04
(EBAS-SP SMF-BRIS01) (EBA-SP SMF-BTN04)
LAPORAN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
(Dalam Rupiah) 31 Desember 2025 dan 2024 (Dalam Rupiah) 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
2025 2024 2025 2024 2025 2024 2025 2024
Aset Pendapatan Investasi Aset Pendapatan Investasi
Kas dan Setara Kas 12.195.685.549 16.307.067.419 Pendapatan Imbal Hasil 21.376.401.220 28.664.978.135 Kas dan Setara Kas 10.576.331.508 14.848.233.629 Bunga 22.067.066.906 40.904.774.870
Rekening Titipan 693.345.391 1.434.007.492 Denda Keterlambatan 1.398.709.370 2.346.517.418
Rekening Titipan 6.614.542.066 7.375.422.301 Jumlah Pendapatan Investasi 21.376.401.220 28.664.978.135
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 111.365.295.105 196.593.923.013 Jumlah Pendapatan Investasi 23.465.776.276 43.251.292.288
Piutang Pembiayaan Pemilikan Rumah 144.430.812.375 192.473.491.630 Beban Investasi Piutang Bunga 513.850.573 254.552.137 Beban Investasi
Pajak Dibayar di Muka 95.983.396 - Beban Imbal Hasil 10.749.398.885 15.204.899.304 Pajak Dibayar di Muka 1.641.490.003 781.587.138 Bunga EBA Kelas A 885.586.563 9.693.556.009
Aset Pajak Tangguhan 20.839.995 3.697.056 Beban Jasa Penunjang 4.884.250.160 6.504.765.112 Aset Pajak Tangguhan 732.681.037 1.914.175.060 Jasa Penunjang 7.089.439.754 11.407.627.648
Jumlah Aset 163.357.863.381 216.159.678.406 Beban Lain-lain 23.177.674 23.335.570 Jumlah Aset 125.522.993.617 215.826.478.469 Lain-lain 23.509.272 23.524.772
Jumlah Beban Investasi 15.656.826.719 21.732.999.986 Jumlah Beban Investasi 7.998.535.589 21.124.708.429
Liabilitas dan Aset Bersih Liabilitas dan Aset Bersih
(Pendapatan)/Beban Lain-lain Pendapatan/(Beban) Lain-lain
Liabilitas Liabilitas
Penyisihan Piutang KPR (5.370.427.379) 2.107.504.945
Utang Imbal Hasil 833.166.212 1.171.072.401 Penyisihan Piutang PPR 77.922.450 16.804.802 Biaya yang Masih Harus Dibayar 549.973.081 765.534.613
Jumlah Pendapatan/(Beban)
Jumlah (Pendapatan)/Beban Lain-lain 77.922.450 16.804.802 Utang Bunga - 31.924.488
Utang Pajak - 909.474.607 Lain-lain - Bersih (5.370.427.379) 2.107.504.945
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A - 38.309.385.349
Biaya yang Masih Harus Dibayar 853.779.834 1.078.861.046 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 5.641.652.051 6.915.173.347 Laba sebelum Pajak Penghasilan 20.837.668.066 20.019.078.914
Utang Pajak - 430.914.165
Utang Sertifikat EBAS-SP Kelas A 126.025.141.157 177.137.001.674 (Manfaat)/Beban Pajak Penghasilan Utang Lain-lain 693.345.391 1.434.007.492 (Manfaat)/Beban Pajak Penghasilan
Utang Lain-lain 6.626.397.053 7.375.422.301 Pajak Kini 1.117.155.458 (1.381.503.847) Jumlah Liabilitas 1.243.318.472 40.971.766.107 Pajak Kini 3.007.341.224 4.474.784.973
Jumlah Liabilitas 134.338.484.256 187.671.832.029 Pajak Tangguhan (17.142.939) 3.697.056 Pajak Tangguhan 1.181.494.023 (463.651.088)
Aset Bersih
Jumlah (Manfaat)/Beban Pajak Jumlah (Manfaat)/Beban Pajak
Aset Bersih Sertifikat EBA-SP Kelas B 120.702.688.476 176.000.000.000
Penghasilan 1.100.012.519 (1.377.806.791) Penghasilan 4.188.835.247 4.011.133.885
Sertifikat EBAS-SP Kelas B 27.300.884.636 27.300.884.636 Saldo Laba 3.576.986.669 (1.145.287.638)
Laba Periode Berjalan 4.541.639.532 5.537.366.556 Laba Tahun Berjalan 16.648.832.819 16.007.945.029
Saldo Laba 1.718.494.489 1.186.961.741 Jumlah Aset Bersih 124.279.675.145 174.854.712.362
Jumlah Aset Bersih 29.019.379.125 28.487.846.377 Penghasilan Komprehensif Lain - - Penghasilan Komprehensif Lain - -
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 163.357.863.381 216.159.678.406 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 4.541.639.532 5.537.366.556 Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 125.522.993.617 215.826.478.469 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 16.648.832.819 16.007.945.029
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
Sertifikat Jumlah Aset 2025 2024 Sertifikat Jumlah Aset 2025 2024
Saldo Laba Saldo Laba
EBA-SP Kelas B Bersih EBA-SP Kelas B Bersih
Arus kas dari Aktivitas Operasi Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Saldo Per 1 Januari 2024 27.300.884.636 1.701.222.096 29.002.106.732 Penerimaan piutang pembiayaan Saldo Per 1 Januari 2024 176.000.000.000 873.090.433 176.873.090.433 Penerimaan Piutang Kredit Pemilikan Rumah 90.599.055.287 142.321.998.977
pemilikan rumah 47.964.756.805 67.995.024.535 Penerimaan Bunga dan Denda KPR 22.965.384.224 49.469.240.001
Distribusi EBAS-SP Bunga Sertifikat
Penerimaan imbal hasil dan denda PPR 21.376.401.220 28.664.978.135 Penerimaan Bunga Deposito dan Jasa Giro 241.093.616 592.666.661
EBA-SP Kelas B (Catatan 11 - (18.026.323.100) (18.026.323.100)
Kelas B (Catatan 11) - (6.051.626.911) (6.051.626.911) Pembayaran jasa penunjang (5.109.331.372) (7.208.054.116) Penerimaan Restitusi Pajak 781.587.138 138.036.693
Pembayaran pajak (2.122.613.461) (1.180.073.096) Laba Komprehensif Pembayaran Jasa Penunjang (7.305.001.286) (12.648.928.493)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 16.007.945.029 16.007.945.029 Pembayaran Pajak (5.079.745.392) (5.284.839.488)
Pembayaran lain-lain (23.177.674) (23.335.570)
Periode Berjalan - 5.537.366.556 5.537.366.556 Pembayaran Lain-lain (23.509.272) (2.131.029.717)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Saldo Per 31 Desember 2024 176.000.000.000 (1.145.287.638) 174.854.712.362 Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 62.086.035.518 88.248.539.888 Aktivitas Operasi 102.178.864.315 172.457.144.634
Saldo Per 31 Desember 2024 27.300.884.636 1.186.961.741 28.487.846.377
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran pokok utang EBAS-SP Kelas A (51.111.860.517) (69.756.781.589) Saldo Per 1 Januari 2025 176.000.000.000 (1.145.287.638) 174.854.712.362 Pembayaran Pokok Utang EBA-SP Kelas A (38.309.385.349) (160.531.355.159)
Saldo Per 1 Januari 2025 27.300.884.636 1.186.961.741 28.487.846.377 Pembayaran imbal hasil EBA-SP Kelas A (11.087.305.074) (15.666.069.136) Pembayaran Pokok EBA Kelas B Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas A (917.511.051) (9.827.332.138)
Pembayaran dividen EBA-SP Kelas B (4.010.106.784) (6.051.626.911) (Catatan 11) (55.297.311.524) - (55.297.311.524) Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas B (11.926.558.512) (18.026.323.100)
Distribusi EBAS-SP Pembayaran Pokok EBA Kelas B (55.297.311.524) -
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Kelas B (Catatan 11) - (4.010.106.784) (4.010.106.784) Aktivitas Pendanaan (66.197.417.388) (91.474.477.636) Bunga Sertifikat Pembayaran/(Penerimaan) Utang Lain-lain - (4.688.514.598)
EBA-SP Kelas B (Catatan 11) - (11.926.558.512) (11.926.558.512) Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Laba Komprehensif Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (4.111.381.870) (3.225.937.748) Aktivitas Pendanaan (106.450.766.436) (193.073.524.995)
Laba Komprehensif
Tahun Berjalan - 4.541.639.532 4.541.639.532 Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 16.307.067.419 19.533.005.167 Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (4.271.902.121) (20.616.380.361)
Tahun Berjalan - 16.648.832.819 16.648.832.819
Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 14.848.233.629 35.464.613.990
Saldo Per 31 Desember 2025 27.300.884.636 1.718.494.489 29.019.379.125 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 12.195.685.549 16.307.067.419 Saldo Per 31 Desember 2025 120.702.688.476 3.576.986.669 124.279.675.145 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 10.576.331.508 14.848.233.629
Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Syariah Indonesia Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Syariah Sarana Multigriya Finansial Bank Syariah Indonesia Nomor 1 (“EBAS-SP Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara
SMF-BRIS01) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBAS-SP SMF-BRIS01 Per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk Nomor 04 (“EBA-SP SMF-BTN04”) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN04 Per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Jakarta, 31 Maret 2026 Jakarta, 31 Maret 2026
Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Heliantopo Arie Sus Miyanti Heliantopo Arie Sus Miyanti
Direktur Executive Vice President Direktur Executive Vice President
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 05
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 06
(EBA-SP SMF-BTN05)
(EBA-SP SMF-BTN06)
LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
(Dalam Rupiah) 31 Desember 2025 dan 2024 (Dalam Rupiah) 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
2025 2024 2025 2024 2025 2024 2025 2024
Aset Pendapatan Investasi Aset Pendapatan Investasi
Kas dan Setara Kas 24.113.508.951 29.328.399.463 Bunga 90.459.456.347 119.917.051.381 Kas dan Setara Kas 43.569.475.232 45.416.395.544 Pendapatan Bunga 22.193.432.416 32.605.414.769
Rekening Titipan 5.449.927.122 12.154.558.024 Denda Keterlambatan 1.302.457.662 1.645.114.571 Rekening Titipan 2.027.282.391 1.539.196.661 Pendapatan Denda Keterlambatan 432.395.137 565.361.505
Piutang Kredit Jumlah Pendapatan Investasi 91.761.914.009 121.562.165.952 Piutang Kredit Pemilikan Rumah 114.548.684.953 174.264.760.185 Jumlah Pendapatan Investasi 22.625.827.553 33.170.776.274
Pemilikan rumah 552.792.105.937 742.512.296.821 Beban Investasi Piutang Bunga - 80.156.712
Piutang Bunga 856.321.977 501.361.451 Bunga EBA Kelas A 36.089.690.055 54.605.915.386 Beban Investasi
Piutang Lain-lain 263.226.653 125.607.414
Piutang Lain-lain 284.000.853 1.420.004.265 Bunga EBA Kelas M 2.530.666.665 2.537.600.001 Beban Bunga Kelas A 6.790.973.558 11.449.555.456
Pajak Dibayar di Muka - 546.569.577
Pajak Dibayar di Muka 1.698.449.992 538.705.585 Jasa Penunjang 17.778.679.540 22.953.594.824 Beban Jasa Penunjang 6.258.600.104 9.117.982.042
Aset Pajak Tangguhan 285.893.247 240.228.004
Aset Pajak Tangguhan 2.117.159.945 1.306.938.013 Lain-lain 23.798.672 24.071.572 Lain-lain 160.242.254 246.595.431
Jumlah Aset 587.311.474.777 787.762.263.622 Jumlah Beban Investasi 56.422.834.932 80.121.181.783 Jumlah Aset 160.694.562.476 222.212.914.097
Jumlah Beban Investasi 13.209.815.916 20.814.132.929
Liabilitas dan Aset Bersih Beban/(Pendapatan) Lain-lain Liabilitas dan Aset Bersih
(Pendapatan)/Beban Lain-lain
Liabilitas Penyisihan Piutang KPR 3.682.826.965 814.039.400 Liabilitas
Utang Bunga Kelas A 451.442.815 835.690.768 (Pendapatan)/Beban Penyisihan Piutang 207.569.288 273.345.631
Utang Sertifikat EBA-SP 316.569.102.829 505.389.253.884 Jumlah Pendapatan/(Beban) Lain-lain 3.682.826.965 814.039.400
Utang Pajak - 894.050.079 Utang Pajak 802.160.694 1.477.780.820 Jumlah (Pendapatan)/Beban Lain-lain 207.569.288 273.345.631
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 31.656.252.112 40.626.944.769
Utang Bunga 312.175.514 495.750.663 Biaya yang Masih Harus Dibayar 839.524.702 1.041.111.280 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 9.208.442.349 12.083.297.714
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan
Biaya yang Masih Harus Dibayar 1.366.783.318 1.582.348.749 Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 71.437.104.132 132.241.176.448
Pajak Kini 7.631.783.280 8.896.562.620 Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
Utang Lain-lain 6.205.329.837 12.909.960.739 Utang Lain-lain 2.027.282.391 3.044.788.990
Pajak Tangguhan (810.221.932) (179.088.668) Pajak Kini (1.790.194.328) (2.431.114.958)
Jumlah Liabilitas 324.453.391.498 521.271.364.114 Jumlah Liabilitas 75.557.514.734 138.640.548.306
Jumlah Manfaat/(Beban) Pajak Tangguhan 45.665.243 60.136.039
Aset Bersih Pajak Penghasilan 6.821.561.348 8.717.473.952 Aset Bersih Jumlah Beban Pajak Penghasilan (1.744.529.085) (2.370.978.919)
Sertifikat EBA-SP Kelas B 260.000.000.000 260.000.000.000 Laba Tahun Berjalan 24.834.690.764 31.909.470.817 Sertifikat EBA-SP Kelas B 54.266.543.015 54.266.543.015
Saldo Laba 2.858.083.279 6.490.899.508 Laba Tahun Berjalan 7.463.913.264 9.712.318.795
Penghasilan Komprehensif Lain - - Saldo Laba 30.870.504.727 29.305.822.776
Jumlah Aset Bersih 262.858.083.279 266.490.899.508 Penghasilan Komprehensif Lain - -
Laba Komprehensif Jumlah Aset Bersih 85.137.047.742 83.572.365.791
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 587.311.474.777 787.762.263.622 Periode Berjalan 24.834.690.764 31.909.470.817 Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 160.694.562.476 222.212.914.097 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 7.463.913.264 9.712.318.795
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
Sertifikat Jumlah Aset 2025 2024 Sertifikat Saldo Laba Jumlah Aset 2025 2024
Saldo Laba
EBA-SP Kelas B Bersih EBA-SP Kelas B Bersih
Arus Kas dari Aktivitas Operasi: Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Saldo Per 1 Januari 2024 260.000.000.000 7.908.643.564 267.908.643.564 Penerimaan Piutang KPR 187.173.367.331 213.704.339.175 Saldo Per 1 Januari 2024 54.266.543.015 26.545.783.178 80.812.326.193
Penerimaan piutang kredit pemilikan rumah 59.508.505.944 75.398.362.723
Penerimaan Bunga dan Denda KPR 90.756.545.263 125.564.053.281 Penerimaan bunga dan denda KPR 21.747.284.550 33.302.795.716
Dividen/Bunga Sertifikat Penerimaan Jasa Giro dan Bunga Deposito 650.408.220 1.003.588.578 Dividen/Bunga Sertifikat
Penerimaan bunga jasa giro dan deposito 821.080.476 1.090.167.944
EBA-SP Kelas B (Catatan 12) - (33.327.214.873) (33.327.214.873) Pembayaran Jasa Penunjang (17.994.244.971) (24.077.561.903) Kelas B (Catatan 12) - (6.952.279.197) (6.952.279.197) Penerimaan restitusi pajak 546.569.577 -
Pembayaran Pajak (9.685.577.766) (8.042.674.895)
Pembayaran jasa penunjang (6.460.186.682) (9.596.771.111)
Pembayaran Lain-Lain (23.798.672) (24.071.572)
Laba Komprehensif Laba Komprehensif Pembayaran pajak (2.465.814.454) (1.271.112.184)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh Pembayaran lain-lain (160.242.254) (246.595.431)
Periode Berjalan - 31.909.470.817 31.909.470.817 dari Aktivitas Operasi 250.876.699.405 308.127.672.664 Tahun Berjalan - 9.712.318.795 9.712.318.795
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Saldo Per 31 Desember 2024 260.000.000.000 6.490.899.508 266.490.899.508 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan: Saldo Per 31 Desember 2024 54.266.543.015 29.305.822.776 83.572.365.791 Aktivitas Operasi 73.537.197.157 98.676.847.657
Pembayaran Pokok Utang
EBA-SP Kelas A (188.820.151.055) (231.114.952.651) Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas A (36.273.265.203) (54.828.882.226) Pembayaran pokok utang EBA-SP Kelas A (60.804.072.316) (81.847.229.108)
Saldo Per 1 Januari 2025 260.000.000.000 6.490.899.508 266.490.899.508 Saldo Per 1 Januari 2025 54.266.543.015 29.305.822.776 83.572.365.791 Pembayaran bunga EBA-SP Kelas A (7.175.221.511) (11.966.784.474)
Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas M (2.530.666.665) (2.537.600.000)
Pembayaran Dividen EBA-SP Kelas B (28.467.506.994) (33.327.214.871) Pembagian dividen EBA-SP Kelas B (5.899.231.313) (6.952.279.197)
Dividen/Bunga Sertifikat Dividen/Bunga Sertifikat Penambahan (penggunaan) dana titipan (1.505.592.329) 1.505.592.329
Arus Kas Bersih yang Digunakan
EBA-SP Kelas B (Catatan 12) - (28.467.506.994) (28.467.506.994) untuk Aktivitas Pendanaan (256.091.589.917) (321.808.649.748) Kelas B (Catatan 12) - (5.899.231.313) (5.899.231.313) Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan (75.384.117.469) (99.260.700.450)
Laba Komprehensif Kenaikan (Penurunan) Bersih Laba Komprehensif
Kas dan Setara Kas (5.214.890.512) (13.680.977.084) Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (1.846.920.312) (583.852.793)
Periode Berjalan - 24.834.690.764 24.834.690.764 Tahun Berjalan - 7.463.913.264 7.463.913.264
Kas dan Setara Kas pada Awal Periode 29.328.399.463 43.009.376.547 Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 45.416.395.544 46.000.248.337
Saldo Per 31 Desember 2025 260.000.000.000 2.858.083.278 262.858.083.278 Kas dan Setara Kas pada Akhir Periode 24.113.508.951 29.328.399.463 Saldo Per 31 Desember 2025 54.266.543.015 30.870.504.727 85.137.047.742 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 43.569.475.232 45.416.395.544
Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara Nomor 06
Nomor 05 (“EBA-SP SMF-BTN05”) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN05 Per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan (“EBA-SP SMF-BTN06”) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN06 Per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus
dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Jakarta, 31 Maret 2026 Jakarta, 31 Maret 2026
Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Heliantopo Arie Sus Miyanti Heliantopo Tjandraningrum
Direktur Executive Vice President Direktur Vice President
Names mentioned 35 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Stock Exchange Building
p.1
unresolved
person
I Gede Nyoman Yetna Setia
p.1
unresolved
—
Domisili/ sesuai KTP
p.4 ×2
unresolved
—
Kartu ldentitas lain
p.4 ×2
unresolved
org
PT Sarana
p.5
unresolved
org
BANK RAKYAT TNDONESTA (PERSERO) Tbk
p.6 ×2
unresolved
org
Bank Kustodian Efek Beragun Aset
p.6
unresolved
—
Depaftment Head
p.6
unresolved
person
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
· Notaris
p.14 ×2
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.14
unresolved
org
PT Asuransi Allianz Life Ind
p.27
unresolved
org
Reksa Dana Setiabudi Dana Obligasi Unggulan
p.27
unresolved
org
Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI
p.27
unresolved
org
Dana Pensiun BTN
p.27
unresolved
org
Dana Pensiun Pertamina
p.27
unresolved
org
Yayasan Kesejahteraan Pegawai BTN
p.28
unresolved
org
PT Asuransi Binagriya Upakara
p.28
unresolved
org
Jasa Penyedia Jasa (Persero) Tbk
p.32
unresolved
org
Jasa Wali Amanat Tbk
p.32
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Arif
p.38 ×4
unresolved
org
Bank Tabungan Negara SMF-BRIS
p.38
unresolved
person
Executive Vice
· Direktur
p.38 ×5
unresolved
person
Vice
· Direktur
p.38
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.