Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 64
Page 1
Page 2
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
Page 3
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan
1. Laporan Posisi Keuangan 1-2
2. Laporan Laba Rugi Komprehensif 3
3. Laporan Perubahan Ekuitas 4
4. Laporan Arus Kas 5
5. Catatan atas Laporan Keuangan 6 - 56
Page 4
scowawala 4, PT. Prima Cakrawala Abadi
Dog address : Jl. Krt Wongsonegoro No. 39
La “
phone :
fax
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2025
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI TBK DAN ENTITAS ANAK
Kami Yang bertandatangan dibawah ini :
Nama : Raditya Wardhana
Alamat Kantor 1 Jl. Krt Wongsonegoro No. 39 RT 07 RW II Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, Semarang
Nomor Telepon : (024) 8661360
Jabatan : Direktur
Nama : Titi Indah Susilowati
Alamat Kantor : Jl. Krt Wongsonegaro No. 39 RT 07 RW II Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, Semarang
Nomor Telepon : (024) 8661360
Jabatan : Direktur Independen
menyatakan bahwa :
1. Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian PT Prima
Cakrawala Abadi Tbk dan Entitas Anak,
2. Laporan keuangan konsolidasian PT Prima Cakrawala Abadi Tbk dan Entitas Anak telah disusun dan
disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia:
3. a. Semua informasi dalam laporan keuangan konsolidasian telah dimuat secara lengkap dan benar:
b. Laporan keuangan konsolidasian tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan
tidak menghilangkan informasi atau fakta material:
4. Bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal Perusahaan.
Demikian Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Atas nama dan mewakili Direksi
A8 ea
/iip Woo 1
( Raditya Wardhana ) | (Titi Indah Susilowati )
Direktur Utama Direktur
Semarang, 30 Maret 2026
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Desember 2025 31 Desember 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2d, 4 2.550.895.976 2.946.522.627
Investasi jangka pendek 2g, 5 178.690.000 94.160.000
Piutang usaha pihak ketiga neto 2e, 6 45.885.027.777 44.411.865.461
Piutang lain-lain - pihak ketiga 7a 1.451.752.817 1.084.210.199
Persediaan 8 11.085.912.028 7.731.315.473
Pajak dibayar dimuka 15a 1.885.250.500 2.544.173.909
Dibiaya dibayar dimuka 9 71.339.526 71.811.919
JUMLAH ASET LANCAR 63.108.868.624 58.884.059.588
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka 2g, 10 1.462.453.160 13.190.855.346
Piutang lain-lain pihak ketiga neto 2f, 7b 7.740.000.000 4.560.000.000
Aset tetap neto 11
Setelah dikurangi Akumulasi Penyusutan masing-
masing sebesar Rp 13.988.893.185,- dan Rp
12.670.339.429,- pada 31 Desember
2025 dan 31 Desember 2024 26.498.134.744 14.896.890.023
Aset pajak tangguhan 15c 1.456.050.232 674.383.001
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 37.156.638.136 33.322.128.370
JUMLAH ASET 100.265.506.760 92.206.187.958
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasinan merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
1
Page 12
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Desember 2025 31 Desember 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha - pihak ketiga 2g, 2n, 12 1.429.772.451 2.325.425.949
Utang Lain - Lain
Pihak ketiga 2g, 2n, 13 1.937.600.004 2.074.150.000
Pihak berelasi 2f, 2g, 2n, 13, 31 -
Utang pajak 2t, 15b 990.722.826 799.453.360
Utang Bank dan lembaga Keuangan lainnya 2n, 17 13.484.317.378 2.000.000.000
Beban Masih Harus Dibayar 2q, 16 42.341.553 470.844.437
Uang muka penjualan 2q, 15.242.988 2.064.200
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK 17.899.997.200 7.671.937.946
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Bank dan lembaga Keuangan lainnya 2g, 2n, 17 7.030.981.400 10.092.806.974
Utang Lain - Lain - pihak ketiga 2g, 2n, 13 528.432.355 2.679.905.065
Liabilitas Imbalan Pascakerja 2p, 14 8.880.764.507 6.326.723.847
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG 16.440.178.262 19.099.435.886
JUMLAH LIABILITAS 34.340.175.462 26.771.373.832
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp. 100,-
per saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh
Modal dasar - 2.500.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh
1.166.666.700 saham pada 31
Desember 2025 dan 31 Desember 2024 18 116.666.670.000 116.666.670.000
Tambahan modal disetor 18 1.465.526.994 1.465.526.994
Agio saham 19 18.179.427.165 18.179.427.165
Saldo laba 20 (67.948.672.490) (68.439.273.860)
Jumlah ekuitas yang dapat
didistribusikan kepada pemilik entitas 68.362.951.669 67.872.350.299
Kepentingan pengendali 2d, 21 (2.437.620.371) (2.437.536.173)
JUMLAH EKUITAS 65.925.331.298 65.434.814.126
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100.265.506.760 92.206.187.958
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasinan merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
2
Page 13
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Desember 2025 31 Desember 2024
PENJUALAN NETO 2j, 22 232.835.392.353 246.983.652.207
BEBAN POKOK PENJUALAN 2j, 23 (210.078.802.884) (220.657.394.660)
LABA BRUTO 22.756.589.469 26.326.257.547
BEBAN OPERASI
Beban penjualan 2j, 24 (5.648.760.650) (6.923.969.113)
Beban administrasi dan umum 2j, 25 (27.875.355.535) (20.058.290.582)
Pendapatan lain-lain 2j, 26 15.621.880 (12.194.338)
Laba selisih kurs 1.033.758.930 2.203.662.701
(32.474.735.375) (24.790.791.332)
LABA USAHA (9.718.145.906) 1.535.466.215
Penghasilan keuangan 2j, 27 32.173.481 133.330.392
Beban keuangan 2j, 28 (1.108.505.570) (1.245.510.817)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (10.794.477.995) 423.285.790
Pajak kini 2k, 17c (1.083.434.220) (865.669.394)
Manfaat (Beban) pajak penghasilan - neto 2k, 17d 725.648.573 93.398.660
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN
(11.152.263.642) (348.984.944)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Keuntungan (kerugian) Revaluasi Aset 11.592.203.783 -
Kerugian belum terealisasi atas nilai
wajar portofolio efek tersedia untuk
dijual 84.530.000 (26.750.000)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan
pasti
(276.504.837) 777.411.146
Pajak penghasilan terkait 242.551.865 (162.242.864)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 490.517.170 239.433.338
Jumlah Laba (rugi) Tahun Berjalan yang
Dapat Distribusikan Kepada:
Pemilik Entitas Induk (11.152.102.819) (348.920.404)
Kepentingan nonpengendali (160.822) (64.540)
Jumlah (11.152.263.642) (348.984.944)
Pemilik Entitas Induk 490.328.260 239.485.694
Kepentingan nonpengendali 188.910 (52.355)
490.517.170 239.433.339
Laba (rugi) per saham dasar 0,42 0,21
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
3
Page 14
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Modal Saham Tambahan Modal Agio Saham neto Defisit Penghasilah Jumlah Kepentingan Jumlah (Defesiensi)
Disetor konprehensip lain pengendali Ekuitas
Saldo Per 31 Desember 2023 116.666.670.000 1.465.526.994 18.179.427.165 (67.228.576.476) 186.414.968 69.269.462.651 (2.437.282.022) 66.832.180.629
Koreksi tahun lalu (1.636.598.044) (1.636.598.044) (201.796) (1.636.799.840)
Laba (rugi) tahun berjalan (348.920.404) (348.920.404) (64.539) (348.984.943)
Rugi konprehensif tahun berjalan - 588.406.096 588.406.096 12.185 588.418.281
Saldo Per 31 Desember 2024 116.666.670.000 1.465.526.994 18.179.427.165 (69.214.094.924) 774.821.064 67.872.350.299 (2.437.536.173) 65.434.814.126
Koreksi tahun lalu - - - 273.111 - 273.111 (273.106) 5
Laba (rugi) tahun berjalan - - - (11.152.102.819) - (11.152.102.819) (160.822) (11.152.263.642)
Rugi konprehensif tahun berjalan - - - 11.642.431.079 11.642.431.079 349.729 11.642.780.808
Saldo Per 31 Desember 2025 116.666.670.000 1.465.526.994 18.179.427.165 (80.365.924.632) 12.417.252.143 68.362.951.669 (2.437.620.371) 65.925.331.298
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
4
Page 15
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2025 31 Desember 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 232.404.721.749 244.035.413.141
Pembayaran kas kepada pemasok (212.759.341.239) (219.497.735.649)
Pembayaran untuk beban produksi dan
usaha (11.166.473.968) (10.266.443.594)
Pembayaran kepada karyawan (11.469.993.362) (11.606.185.759)
Kas digunakan untuk operasi (2.991.086.820) 2.665.048.139
Penerimaan penghasilan keuangan 32.173.481 133.330.392
Pembayaran pajak neto (1.286.658.474) (1.779.281.400)
Pembayaran beban keuangan (1.108.505.570) (1.245.510.816)
Pembayaran imabalan kerja neto (439.754.363) (442.153.798)
Penerimaan (pembayaran) lainnya 15.621.880 (12.194.339)
Kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi (5.778.209.866) (680.761.822)
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Perolehan aset tetap (1.106.813.094) (743.391.377)
Pelepasan aset tetap 4.504.505 36.216.216
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi (1.102.308.589) (707.175.161)
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran utang Lain-lain (1.937.600.000) (5.737.600.000)
Pembayaran utang bank (36.377.508.196) (31.572.899.713)
Penerimaan utang bank 44.800.000.000 24.775.000.000
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan 6.484.891.804 (12.535.499.713)
KENAIKAN KAS DAN SETARA KAS (395.626.651) (13.923.436.696)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 2.946.522.627 16.869.959.323
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2.550.895.976 2.946.522.627
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
5
Page 16
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 111 tanggal 29 Januari 2014 dari
Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta. Akta pendirian telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-08990.AH.01.01. Tahun 2014 tanggal 03 Maret
2014.
Akta Pendirian Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan
Keputusan Para Pemegang Saham No. 2 tanggal 9 Januari 2018, yang dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H., notaris di
Jakarta. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0008394 tanggal 10 Januari 2018.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 4 tanggal 16 Juni 2023, yang dibuat di hadapan
Retno Hertiyanti, S.H., M.Kn, notaris di Semarang. Dilakukan penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
(KBLI) dari KBLI 2017 menjadi KBLI 2020. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU - 0039804.AH.01.02.TAHUN 2023
tanggal 13 Juli 2023
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan adalah meliputi
pengolahan dan pengawetan hasil perikanan (rajungan), industri pengolahan hasil perikanan melalui proses
pembekuan(cold storage), menjalankan usaha pengawetan crustacea dan biota perairan lainnya melalui proses
pembekuan, serta dalam bidang perdagangan termasuk impor, ekspor, interinsuler dan lokal dari segala jenis barang
atau jasa yang dapat diperdagangkan baik untuk perhitungan sendiri maupun pihak lain secara komisi, grosir, pemasok,
distributor dan keagenan serta perwakilan baik dari dalam maupun luar negeri dari segala jenis barang dagangan dan
jasa, baik hasil produksi pihak lain maupun hasil produksi sendiri, termasuk di antaranya meliputi perdagangan besar
hasil perikanan serta perdagangan besar hasil olahan perikanan.
Perusahaan berdomisili di Semarang dengan alamat di Jl. KRT. Wongsonegoro No. 39, Kelurahan Wonosari Ngaliyan,
Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tahun 2017 Perusahaan melakukan penawaran umum perdana sejumlah 466.666.700 saham dengan nilai nominal
sebesar Rp100, per saham yang mewakili sebesar 40% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh dalam
Perusahaan melalui Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran sebesar Rp150, per saham. Perusahaan telah
mendapat Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran dalam Rangka Penawaran Umum Perdana Saham
Perusahaan dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dengan Surat No. S471/D.04/2017 tanggal 21 Desember
2017. Pada tanggal 29 Desember 2017 seluruh saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
c. Entitas Anak
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024, informasi mengenai entitas anak yang dikonsolidasikan ke
dalam laporan keuangan Perusahaan adalah sebagai berikut:
Nama Perusahaan Domisili Bidang Usaha Tahun Operasi Persentase Jumlah Sebelum
Komersial Kepemilikan Eliminasi Aset
Efektif
PT Nuansa Cipta Makasar Budidaya hasil 2012 99,997% 48.539.459.216
Magello laut,perdagangan
umum,
pengangkutan, dan
kontraktor
PT Karya Persada Indramayu Pengolahan 2014 99,997% 49.940.736.429
Khatulistiwa rajungan
6
Page 17
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (LANJUTAN )
c. Entitas Anak (lanjutan )
Nama Perusahaan Domisili Bidang Usaha Tahun Operasi Persentase Jumlah Sebelum
Komersial Kepemilikan Eliminasi Aset
Efektif
PT Nuansa Cipta Makasar Budidaya hasil 2012 99,997% 42.011.297.948
Magello laut,perdagangan
umum,
pengangkutan, dan
PT Karya Persada Indramayu kontraktor
Pengolahan 2014 99,997% 35.775.028.134
Khatulistiwa rajungan
PT Nuansa Cipta Magello (NCM)
Didirikan berdasarkan Akta No. 17 tanggal 7 Desember 2000 dibuat di hadapan Notaris Hendrik Jaury S.H, notaris di
Makassar. Berdasarkan Akta No. 109 tanggal 24 Juli 2014 dari Nisa Rochmasari, S.H., M.Kn., notaris di Semarang
mengenai persetujuan atas penjualan sebagian saham NCM kepada PT Prima Cakrawala Abadi Tbk, yang telah
mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat keputusan
No. AHU-06661.40.21.TH.2014 tanggal 25 September 2014. Perusahaan memiliki kepemilikan 80% di NCM.
Berdasarkan Akta No.5 tanggal 11 September 2017 yang dibuat di hadapan Harra Mieltuani Lubis S.H., notaris di
Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang, yang telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0171504 tanggal 14
September 2017, kepemilikan saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk di NCM berubah menjadi 99,90%.
Perubahan terakhir dengan Akta No. 11 tanggal 23 Juli 2022 dari Retno Hertiyanti, S.H., M.H., notaris di Semarang,
tentang perubahan maksud dan tujuan perseroan sesuai pasal 3 dan penambahan modal disetor menjadi
Rp33.000.000.000 sesuai pasal 4 ayat 2, dengan mengkonversi sebagian hutang Perseroan sebesar Rp29.560.026.787.
Perubahan tersebut, telah mendapatan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahaan Data Perseroan No. AHU-0053249.AH.01.02 Tahun 2022 tanggal
29 Juli 2022. Perusahaan memiliki kepemilikan 99,997% di PT Nuansa Cipta Magello.
PT Karya Persada Khatulistiwa (KPK)
Didirikan berdasarkan Akta No.203 tanggal 18 Maret 2014 yang dibuat di hadapan Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn.,
notaris di Jakarta Selatan. Berdasarkan Akta No.4 tanggal 1 Agustus 2016 yang dibuat di hadapan Abdul Rasyid,S.H.,
M.Kn., notaris di Jakarta Selatan, yang telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03- 0071434 tanggal 13 Agustus
2016, kepemilikan saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk di NCM berubah menjadi 99,98%.
Perubahan terakhir berdasarkan Akta No. 10 tanggal 22 Juli 2022 dari Retno Hertiyanti, S.H., M.H., notaris di Semarang,
tentang perubahan maksud dan tujuan perseroan sesuai pasal 3 dan penambahan modal disetor menjadi
Rp35.000.000.000 sesuai pasal 4 ayat 2, dengan mengkonversi sebagian utang Perseroan sebesar Rp30.000.000.000.
Perubahan tersebut, telah mendapatan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahaan Data Perseroan No. AHU- 0054008.01.02.Tahun 2022 tanggal 2
Agustus 2022. Perusahaan memiliki kepemilikan 99,997% di PT Karya Persada Khatulistiwa
d. Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan, dan Karyawan
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk, sesuai Akta no. 07 tanggal 22 Juli 2022,
telah dilakukan pengangkatan kembali Direksi dan Dewan Komisaris untuk periode tahun 2022 - 2027. Dan pada tanggal
8 Desember 2023 dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, sesuai Akta no.17 tanggal 8 Desember 2023,
sebagai persetujuan pengunduran diri bapak Muhammad Reagy Sukmana sebagai komisaris Perseroan. Selanjutnya
berdasar Rapat Umum Pemegang Saham Akta no.13 tanggal 25 Juni 2024 telah dilakukan perubahan susunan dewan
komisaris, sehingga Direksi dan Dewan Komisaris yang menjabat pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai
berikut
7
Page 18
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (LANJUTAN )
d. Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan, dan Karyawan (Lanjutan)
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Tn. A. Sunu Widyatmoko
Komisaris : Tn. Ida Bagus Oka Nila
Direksi
Direktur Utama : Tn. Raditya Wardhana
Direktur : Tn. Lim Tony
Direktur : Ny. Titi Indah Susilowati
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris nomor 003/Kom.PCA/VIII/2022 tanggal 9 Agustus 2022 dilakukan
perubahan anggota Komite Audit, sehingga susunan Komite Audit adalah sebagai berikut sejak 2022 hingga 31
Desember 2025 :
Komite Audit
Ketua : Tn. Ida Bagus Oka Nila
Angggota : Tn. Djunggu H. Sitorus
Angggota : Tn. Hendra Wardana
Jabatan Sekretaris Perusahaan dirangkap oleh salah satu Direksi Perseroan sejak 2022 hingga 31 Desember 2025,
yaitu Titi Indah Susilowati, berdasarkan Surat Pengangkatan Sekretaris Perusahan nomor 045/Dir.PCA/III/2022 tanggal
24 Maret 2022.
Jumlah karyawan tetap Perusahaan dan entitas anak ("Grup") (tidak diaudit):
2025 2024
PT Prima Cakrawala Abadi 21 34
PT Karya Persada Khatulistiwa 24 21
PT Nuansa Cipta Magello 41 26
Jumlah 86 81
e. Otorisasi Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan, selaku pihak yang
bertanggungjawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Maret 2026.
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
a. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Laporan keuangan konsolidasian ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang meliputi
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang
diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntansi Indonesia (DSAK- IAI) serta peraturan terkait
yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khususnya Peraturan No. VIII.G.7, Lampiran No. Kep-
347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Grup
Publik”.
b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha (bab 3 poin 09-Kerangka Konseptual
Pelaporan keuangan), dan konsep biaya perolehan
Laporan keuangan disusun berdasarkan PSAK 201 , “Penyajian Laporan Keuangan”.
Laporan keuangan disusun dengan menggunakan dasar akrual (Bab 1 poin 17- Kerangka Konseptual Pelaporan
keuangan), kecuali arus kas. Laporan arus kas disajikan sesuai PSAK 207 : Laporan Arus Kas, dengan
menggunakan metode langsung (PSAK 207 poin 18 a) , dengan mengelompokkan penerimaan dan pengeluaran
kas dan setara kas ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
8
Page 19
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjjutan)
b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (Lanjutan)
Mata uang funsional
Seluruh angka dalam laporan keuangan dibulatkan dan dinyatakan dalam Rupiah (“Rp”) sebagai mata uang
fungsional, kecuali dinyatakan lain.
Lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi adalah lingkungan entitas tersebut utamanya menghasilkan
dan mengeluarkan kas. Entitas menpertimbangkan faktor berikut dalam menentukan mata uang
fungsionalnya PSAK 221 poin 9):
a. yang paling memengaruhi harga jual barang dan jasa (mata uang ini seringkali menjadi mata uang yang harga
jual barang dan jasanya didenominasikan dan diselesaikan) dan dari negara yang kekuatan persaingan dan
peraturannya sebagian besar menentukan harga jual barang dan jasa entitas; dan
b. mata uang yang paling memengaruhi biaya tenaga kerja, bahan baku, dan biaya lain dari pengadaan barang
atau jasa (mata uang ini seringkali menjadi mata uang yang mana biaya tersebut didenominasikan dan
diselesaikan).
Faktor-faktor berikut juga dapat memberikan bukti mengenai mata uang fungsionalnya (PSAK 221 poin 10):
a. mata uang yang mana dana dari aktivitas pendanaan dihasilkan (yaitu penerbitan instrumen utang dan
instrumen ekuitas); dan
b. mata uang yang mana penerimaan dari aktivitas operasi pada umumnya ditahan
Rupiah memenuhi seluruh kriteria di atas sebagai mata uang fungsional
Klasifikasi lancar dan tidak lancar
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi lancar/tak lancar.
Suatu aset disajikan lancar bila (PSAK 201 poin 66):
a. akan direalisasi, dijual, atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
b. untuk diperdagangkan; dan
c. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi
penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah
tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan lancar bila (PSAK 201 poin 67):
a. akan dilunasi dalam siklus operasi normal;
b. untuk diperdagangkan; dan
c. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
d. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah tanggal
pelaporan
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Kewajiban dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar
c. Standar dan Interpretasi Baru serta Amandemen dan Penyesuaian terhadap SAK
Grup telah menerapkan sejumlah amandemen dan penyesuaian standar akuntansi yang relevan dengan pelaporan
keuangan konsolidasian dan efektif untuk tahun periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 sebagai
berikut:
9
Page 20
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjjutan)
c. Standar dan Interpretasi Baru serta Amandemen dan Penyesuaian terhadap SAK (Lanjutan)
Amandemen PSAK 201 (sebelumnya dirujuk sebagai PSAK 1): Penyajian Laporan Keuangan tentang
Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang dan Liabilitas Jangka Panjang dengan
Kovenan
Amendemen ini menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan suatu liabilitas sebagai jangka pendek atau
jangka panjang dan menjelaskan: hal yang dimaksud sebagai hak untuk menangguhkan pelunasan, hak untuk
menangguhkan pelunasan harus ada pada akhir periode pelaporan, klasifikasi tersebut tidak dipengaruhi oleh
kemungkinan entitas akan menggunakan haknya untuk menangguhkan liabilitas, dan hanya jika derivatif melekat
pada liabilitas konversi tersebut adalah suatu instrumen ekuitas, maka syarat dan ketentuan dari suatu
liabilitas konversi tidak akan berdampak pada klasifikasinya
Selain itu, persyaratan telah diperkenalkan untuk mewajibkan pengungkapan ketika suatu kewajiban timbul dari
pinjaman perjanjian diklasifikasikan sebagai tidak lancar dan hak entitas untuk menunda penyelesaian bergantung
pada kepatuhan terhadap persyaratan di masa depan dalam waktu dua belas bulan.
Amendemen PSAK 207 (sebelumnya dirujuk sebagai PSAK 2) dan PSAK 107 (sebelumnya dirujuk sebagai
PSAK 60): Pengaturan Pembiayaan Pemasok.
Amendemen PSAK 207 dan PSAK 107 mengklarifikasi karakteristik pengaturan pembiayaan pemasok dan
mensyaratkan pengungkapan tambahan atas pengaturan pembiayaan pemasok tersebut. Persyaratan
pengungkapan dalam amendemen ini dimaksudkan untuk membantu pengguna laporan keuangan dalam
memahami dampak pengaturan pembiayaan pemasok terhadap liabilitas, arus kas, dan eksposur terhadap risiko
likuiditas suatu entitas.
Penerapan PSAK di atas tidak berdampak material terhadap pelaporan keuangan dan pengungkapan dalam laporan
keuangan konsolidasian.
Standar baru yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025, dengan penerapan
dini diperkenankan yaitu:
- PSAK 74: Kontrak Asuransi
- Amendemen PSAK 74: Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK 74 dan PSAK 71 - Informasi Komparatif
Namun, standar baru tersebut diestimasikan tidak memengaruhi akuntansi laporan keuangan konsolidasian Grup di
masa depan
Berlaku efektif pada atau setelah 1 Januari 2026
PSAK 109, Instrumen Keuangan dan PSAK 107 Instrumen Keuangan Pengungkapan tentang Klasifikasi dan
Pengukuran Instrumen Keuangan. Amendemen ini menambahkan dan mengklarifikasi ketentuan dalam PSAK 109
terkait penghentian pengakuan liabilitas keuangan, serta mengklarifikasi penilaian karakteristik arus kas untuk aset
keuangan dengan fitur ESG-linked, aset keuangan dengan fitur non-recourse, dan instrumen yang terikat secara
kontraktual seperti tranche. Amendemen ini juga mengubah ketentuan dalam PSAK 107 terkait persyaratan
pengungkapan investasi pada instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
dan menambah ketentuan terkait instrumen keuangan dengan persyaratan kontraktual yang
mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual.
Hingga tanggal laporan keuangan ini diotorisasi, Grup masih melakukan evaluasi atas dampak potensial dari
penerapan standar baru, amandemen standar, dan interpretasi standar tersebut.
Mulai 1 Januari 2024, referensi terhadap masing masing PSAK dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan telah
diubah sesuai dengan penerbitan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, namun tidak
mengubah materi dan tidak berdampak pada akuntansi laporan keuangan konsolidasian.
10
Page 21
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjjutan)
d. Prinsip-prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan, selaku entitas induk dan entitas anak,
sebagai suatu entitas ekonomi tunggal. Entitas anak adalah entitas yang dikendalikan oleh Grup dan pengendalian
tersebut timbul ketika Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas
anak dan memiliki kemampuan untuk memengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas entitas anak.
Dengan demikian, investor mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal berikut ini
(PSAK 110 poin 7):
a. kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan dari investee
b. eksposur atau hak atas timbal balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee , dan
c. kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah imbal hasil.
Konsolidasi atas entitas-entitas anak dimulai sejak Entitas dan Entitas Anak memperoleh pengendalian atas entitas
anak dan berhenti pada saat Entitas dan Entitas Anak kehilangan pengendalian atas Entitas dan Entitas Anak
(PSAK 110 poin 20). Aset, liabilitas, penghasilan,dan beban dari Entitas Anak yang diakuisisi pada tahun tertentu
disertakan dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal Entitas dan Entitas Anak memperoleh kendali
sampai tanggal Entitas dan Entitas Anak tidak lagi mengendalikan entitas anak tersebut.
Entitas dan Entitas Anak menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan keadaan
mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu/ lebih dari ketiga elemen dari pengendalian (PSAK 110 poin 8).
Jika terdapat perubahan dalam bagaimana kekuasaan atas investee dapat dilaksanakan, maka perubahan tersebut
harus tercermin dalam bagaimana investor menilai kekuasaan atas investee. Contoh, perubahan hak pengambilan
keputusan berarti aktivitas relevan tidak lagi diarahkan melalui hak suara, melainkan berdasarkan perjanjian lain,
seperti kontrak, yang memberikan pihak lain kemampuan mengarahkan aktivitas relevan.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk terhadap entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas (PSAK 110 poin 23). Bila kehilangan pengendalian atas suatu
entitas anak, maka Entitas dan Entitas anak menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas dan
komponen lain dari ekuitas terkait, sementara rugi atau laba yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari
investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.
Jika Perusahaan kehilangan pengendalian atas Entitas Anak maka Grup:
a. menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas Entitas Anak
b. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali
c. menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada
d. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima
e. mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya
f. mengakui perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain dan
g. mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam penghasilan
komprehensif lain.
PT Prima Cakrawala Abadi telah memenuhi syarat-syarat sebagaimana dijelaskan di atas sebagai induk dan oleh
karena itu telah menyusun laporan keuangan konsolidasian ini. Hingga per 31 Desember 2025, belum ada
perubahan terhadap pengendalian/kehilangan kekuasaan dan lainnya.
Kepentingan Non Pengendali
Entitas induk menyajikan kepentingan non pengendali di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian,
terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk (PSAK 110 poin 22)
Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik entitas induk dan
pada kepentingan non-pengendali (“KNP”), walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP yang defisit. Bila
dipandang perlu, penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan dengan
kebijakan akuntansi Entitas dan Entitas Anak (PSAK 110 poin PP94).
11
Page 22
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
d. Prinsip-prinsip Konsolidasi (Lanjutan)
Kepentingan Non Pengendali (Lanjutan)
Ketika proporsi ekuitas yang dimiliki oleh kepentingan non pengendali berubah, entitas menyesuaikan jumlah
tercatat kepentingan pengendali dan kepentingan non pengendali untuk mencerminkan perubahan kepemilikan
relatifnya dalam entitas anak. Entitas tersebut mengakui secara langsung dalam ekuitas setiap perbedaan antara
jumlah tercatat kepentingan non pengendali yang disesuaikan dengan nilai wajar imbalan yang dibayar atau
diterima, dan mengatribusikannya kepada pemilik entitas induk (PSAK 110 poin PP 96).
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset bersih dari Entitas anak yang tidak dapat diatribusikan,
secara langsung maupun tidak langsung, pada Grup, yang masing-masing disajikan dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian,
terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Prosedur Konsolidasi (PSAK 110 poin PP86)
PP 86. Laporan Konsolidasian :
a. menggabungkan aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas sejenis dari entitas induk dengan
entitas anaknya
b. menghapus (mengeliminasi) jumlah tercatat dari investasi entitas induk di setiap entitas anak dan bagian entitas
induk pada ekuitas setiap entitas anak (PSAK 103: Kombinasi Bisnis menjelaskan bagaimana
menghitung setiap goodwill terkait)
c. mengeliminasi secara penuh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra kelompok
usaha terkait dengan transaksi antar entitas dalam kelompok usaha (laba atau rugi yang timbul dari transaksi
dalam kelompok usaha yang diakui dalam aset, seperti persediaan dan aset tetap, dieliminasi seluruhnya).
Kerugian dalam kelompok usaha mengindikasikan adanya penurunan nilai yang mensyaratkan pengakuan
dalam laporan keuangan konsolidasian. PSAK 46: Pajak Penghasilan diterapkan untuk perbedaan temporer
sebagai akibat penghapusan laba dan rugi yang timbul dari transaksi dalam kelompok
usaha.
e. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas
yang diambil alih pada awalnya diukur sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, Grup
memilih untuk mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi pada tanggal akuisisi, yang menyajikan bagian
kepemilikan dan memberikan hak atas bagian proporsional dari aset neto entitas dalam hal terjadi likuidasi, sebesar
bagian proporsional kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari pihak diakuisisi. Biaya- biaya terkait
akuisisi yang timbul diakui sebagai beban pada periode saat biaya tersebut terjadi dan jasa diterima.
Selisih lebih (jika ada) atas jumlah dari nilai wajar imbalan yang dialihkan dalam kombinasi bisnis, jumlah KNP pada
pihak yang diakuisisi, dan nilai wajar dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh Grup pada pihak yang
diakuisisi (jika ada), terhadap nilai wajar neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih
dicatat sebagai goodwill. Apabila nilai wajar neto tersebut melebihi jumlah yang disebutkan pada bagian awal di
atas, selisih tersebut diakui sebagai keuntungan pembelian dengan diskon dalam laba rugi pada tanggal akuisisi.
Goodwill pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan. Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada biaya
perolehan dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai.
Dalam pengakuisisian saham atas PT Karya Persada Khatulistiwa dan PT Nuansa Cipta Magello tidak terdapat
selisih lebih atas jumlah dari nilai wajar imbalan yang dialihkan dalam kombinasi bisnis, sehingga tidak nampak akun
goodwill dalam laporan konsolidasi ini.
12
Page 23
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Sesuai dengan PSAK No. 224 , “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, suatu pihak dianggap berelasi jika salah satu
pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan, secara langsung atau tidak langsung)
atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam kebijakan keuangan dan operasional) atas
pihak lain dalam mengambil keputusan keuangan dan operasional.
Seluruh transaksi dan saldo signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan atas Laporan
Keuangan Konsolidasian.
Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan di dalam PSAK No. 224 ):
“Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. Berdasarkan PSAK tersebut,
1. Orang atau anggota keluarga terdekatnya dikatakan memiliki relasi dengan Grup jika orang tersebut:
a. memiliki pengendalian ataupun pengendalian bersama terhadap Grup
b. memiliki pengaruh signifikan terhadap Grup atau
c. merupakan personil manajemen kunci dari Grup ataupun entitas induk dari Grup
2. Suatu entitas dikatakan memiliki relasi dengan Grup jika memenuhi salah satu dari hal berikut ini:
a. entitas tersebut merupakan entitas asosiasi atau ventura bersama dari Grup (atau entitas asosiasi atau
ventura bersama tersebut merupakan anggota suatu kelompok usaha di mana Grup adalah anggota dari
kelompok usaha tersebut)
b. entitas tersebut dan Grup adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama
c. entitas yang merupakan ventura bersama dari Grup dan entitas lain yang merupakan asosiasi dari Grup
d. entitas yang merupakan suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari Grup atau entitas
yang terkait dengan Grup
e. entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam angka (1) di atas
f. orang yang diidentifikasi dalam angka (1) (a) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas)
g. entitas, atau anggota dari kelompok di mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut,
menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Grup atau kepada entitas induk dari Grup.
Seluruh transaksi dan saldo signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan atas Laporan
Keuangan Konsolidasian.
g. Instrumen Keuangan
Efektif 1 Januari 2020, PSAK No.109, Instrumen Keuangan, yang menggantikan PSAK No. 55, Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, mengenai pengaturan instrumen keuangan terkait klasifikasi dan
pengukuran, penurunan nilai atas instrumen keuangan dan akuntansi lindung nilai.
Klasifikasi :
a. Aset Keuangan
Entitas mengklasifikasikan aset keuangan sehingga setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada : biaya
perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, atau nilai wajar melalui laba rugi
dengan menggunakan dua dasar (PSAK 109 poin 4.1.1), yaitu :
a. model bisnis entitas dalam mengelola aset keuangan, dan
b. karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan
Klasifikasi aset keuangan didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual - apakah semata dari
pembayaran pokok dan bunga (SPPI).
13
Page 24
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
a. Aset Keuangan (Lanjutan)
Pengujian SPPI
Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Entitas dan Entitas Anak menilai persyaratan kontraktual
keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.
Nilai pokok untuk tujuan pengujian itu didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada pengakuan awal
dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada pembayaran pokok atau amortisasi
premi/diskonto).
Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas nilai waktu dari uang
dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Entitas dan Entitas Anak menerapkan pertimbangan dan
memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang di mana aset keuangan didenominasikan dan
periode pada saat suku bunga ditetapkan.
Aset keuangan Grup terdiri dari kas di tangan dan bank, piutang usaha, dan piutang lain-lain yang diukur
berdasar biaya perolehan tanpa amortisasi mengingat tidak ada objek yang diamortisasi, dan investasi saham
(reksadana) yang diukur berdasar nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
b. Liabilitas keuangan
Entitas mengklasifikasikan liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada
biaya perolehan diamortisasi kecuali (a) nilai wajar melalui laba rugi (PSAK 109 poin 4.2.1)
Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Liabilitas keuangan Grup diukur pada biaya perolehan tanpa diamortisasi (mengingat tidak ada objek yang
diamortisasi) yang terdiri atas utang usaha, beban akrual, dan utang lain-lain
Pengukuran
a. Aset Keuangan
Pengukuran awal
Kecuali untuk piutang dagang , pada saat pengakuan awal, entitas mengukur aset keuangan atau liabilitas
keuangan pada nilai wajar ditambah atau dikurangi, biaya transaksi yang terkait langsung dengan perolehan
atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan, dalam hal aset keuangan dan liabilitas keuangan yang
tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.(PSAK 109 poin 5.1.1). Grup tidak memiliki aset dan liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi sehingga piutang lain-lain dan utang lain-lain pada
penguruan awal dicatat sebesar nilai wajar saat itu tidak termasuk biaya transaksinya (sebesar kas yang
diperoleh atau dibayarkan saat awal transaksi)
Pengukuran Selanjutnya
Setelah pengakuan awal, entitas mengukur aset keuangan pada (PSAK 109 poin 5.2.1) :
- biaya perolehan diamortisasi
- nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan
- nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi (PSAK 109 poin
4.1.2) :
- aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas
kontraktual dan menjual aset keuangan dan
- persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata dari
pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang
14
Page 25
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
a. Aset Keuangan (Lanjutan)
Aset keuangan Grup terdiri dari kas di tangan dan bank, piutang usaha, dan piutang lain-lain yang diukur
berdasar biaya perolehan tanpa amortisasi mengingat tidak ada objek yang diamortisasi. Aset-aset keuangan
tersebut telah memenuhi kriteria di atas
Investasi pada instrumen ekuitas, saat pengakuan awal, entitas dapat membuat pilihan yang tak terbatalkan
untuk menyajikan dalam penghasilan komprehensif lain perubahan selanjutnya pada nilai wajar investasi dalam
instrumen ekuitas dan bukan merupakan instrumen ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan maupun imbalan
kontingensi yang diakui oleh pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis (PSAK 109 poin 5.7.5)
Investasi saham (reksadana) yang diukur berdasar nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sesuai
dengan kriteria di atas
b. Liabilitas Keuangan
Pengukuran awal dan selanjutnya
Entitas mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal liabilitas keuangan
diukur pada biaya perolehan diamortisasi (PSAK 109 poin 4.2.1 dan poin 5.2 ):
Seluruh liabiltas keuangan yang dimiliki Grup : utang usaha, akrual, dan utang lain-lain diukur berdasarkan harga
perolehan tanpa amortisasi mengingat tidak ada objek yang harus diamortisasi.
h. Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap tanggal pelaporan, entitas mengukur penyisihan kerugian instrumen keuangan sejumlah kerugian
ekspektasian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut telah meningkat secara
signifikan sejak pengakuan awal (PSAK 109 poin 5.5.3)
Jika pada tanggal pelaporan, risiko kredit atas instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak
pengakuan awal, entitas mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian
kredit ekspektasian 12 bulan (PSAK 109 poin 5.5.5.)
Jika dalam periode pelaporan sebelumnya entitas telah mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan
sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya, tetapi pada tanggal pelaporan periode kini ditentukan
bahwa persyaratan tidak lagi terpenuhi, maka entitas mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit
ekspektasian 12 bulan pada tanggal pelaporan periode kini (PSAK 109 poin 5.5.7)
Menentukan peningkatan risiko kredit signifikan
Jika informasi bersifat perkiraan masa depan yang wajar dan terdukung tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan,
entitas tidak hanya bergantung pada informasi tunggakan dalam menentukan apakah risiko kredit telah meningkat
secara signifikan sejak pengakuan awal. Terdapat praduga bahwa risiko kredit suatu aset keuangan telah meningkat
secara signifikan sejak pengakuan awal ketika pembayaran kontraktual tertunggak lebih dari 30 hari (PSAK 109 poin
5.5.11)
Pendekatan yang disederhanakan
Entitas selalu mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya untuk
(PSAK 109 poin 5.15) :
- piutang dagang, dan
- piutang sewa
Grup telah membentuk penyisihan penurunan nilai atas piutang usaha dan piutang lain-lain, dengan menggunakan
pendekatan ekspektasian kerugian sepanjang umurnya karena terdapat penunggakan lebih dari 30 hari
15
Page 26
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (LANJUTAN)
i. Kas dan setara kas dan bank yang dibatasi
Kas dan setara kas terdiri dari kas tunai, bank, dan setara kas yang tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman,
serta tidak dibatasi penggunaannya.
Setara kas dimiliki untuk tujuan memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk investasi atau tujuan lain.
Untuk memenuhi kualifikasi sebagai setara kas, suatu investasi harus segera dapat dikonversikan menjadi kas
dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan. Oleh karena itu, suatu
investasi umumnya memenuhi kualifikasi sebagai setara kas hanya jika akan segera jatuh tempo dalam waktu,
sebagai contoh, tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehannya. Investasi dalam bentuk ekuitas tidak termasuk
setara kas, kecuali substansi investasi dalam bentuk ekuitas tersebut adalah setara kas. (PSAK 207 poin 7). Grup
memiliki setara kas dalam bentuk deposito
Pinjaman bank (jika ada) umumnya dipertimbangkan sebagai aktivitas pendanaan. Akan tetapi, di beberapa negara,
cerukan (bank overdraft) yang dibayarkan lagi berdasarkan permintaan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
pengelolaan kas entitas. Dalam keadaan tersebut, cerukan termasuk komponen kas dan setara kas. Karakterisitik
dari pengaturan perbankan tersebut mengakibatkan saldo bank sering berfluktuasi dari saldo positif menjadi negatif
(overdrawn). (PSAK 207 Poin 8)
j. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto (PSAK 202
poin 9). Biaya perolehan persediaan meliputi seluruh biaya yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi
dan lokasi saat ini di mana ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average method ). Nilai
realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya penyelesaian
dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
Ketika persediaan dijual, jumlah tercatat persediaan tersebut diakui sebagai beban pada tahun di mana pendapatan
terkait diakui.
Penyisihan penurunan nilai persediaan karena keusangan, kerusakan, kehilangan, dan lambatnya perputaran
ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masing-masing persediaan untuk mencerminkan nilai
realisasi neto pada akhir tahun. Nilai penyisihan penurunan nilai persediaan ke nilai realisasi neto dan seluruh
kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode penurunan nilai atau kerugian terjadi
k. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis
lurus.
l. Aset Tetap
Pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya pinjaman,
dan biaya lainnya yang dapat di distribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang
diperlukan. Setelah pengakuan awal, Grup menggunakan model biaya di mana seluruh aset tetap diukur sebesar
biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada) - PSAK 216-
poin 30)
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang terpisah, mana
yang lebih tepat, apabila kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan
mengalir ke Grup dan biaya tersebut dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti tidak diakui
selama tahun berjalan pada saat terjadinya. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laba rugi.
16
Page 27
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (LANJUTAN)
l. Aset Tetap (lanjutan)
Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud penggunaannya (PSAK 216
poin 55) dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi umur manfaat ekonomis.
Keterangan Tahun
Bangunan 20
Peralatan kantor 4
Peralatan Pabrik 4-8
Kendaraan 4-8
Tanah dinyatakan sebesar harga perolehan dan tidak disusutkan
Masa manfaat ekonomis, nilai residu, dan metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap
perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif.
Suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis masa
depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap)
diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Revaluasi aset tetap
Perusahaan menerapkan revaluasi atas aset tetap tertentu setelah pengakuan awal sesuai dengan PSAK 16 Aset
Tetap. Revaluasi dilakukan per kelompok aset, untuk memastikan bahwa jumlah tercatat aset tidak berbeda secara
material dari nilai wajarnya pada akhir periode pelaporan. Aset tetap yang direvaluasi disajikan sebesar nilai wajar
pada tanggal revaluasi, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai setelah tanggal
revaluasi.
m. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Aset yang diamortisasi diuji untuk penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat diperoleh kembali. Penurunan nilai diakui untuk jumlah di
mana jumlah tercatat aset melebihi jumlah terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara
nilai wajar aset dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai. Untuk tujuan pengujian terhadap penurunan nilai, aset
dikelompokkan hingga unit terkecil yang dapat teridentifikasi dalam menghasilkan arus kas terpisah (Unit Penghasil
Kas atau UPK). Aset nonkeuangan yang mengalami penurunan nilai kemudian ditelaah untuk kemungkinan
pembalikan atas penurunan nilai pada tiap tanggal pelaporan.
n. Pinjaman
Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya transaksi yang
terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi, selisih antara penerimaan (dikurangi
biaya transaksi) dan nilai pelunasan dicatat pada laba rugi selama periode pinjaman dengan menggunakan metode
bunga efektif.
Biaya yang dibayar untuk memperoleh fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi pinjaman sepanjang besar
kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik. Dalam hal ini, biaya memperoleh pinjaman ditangguhkan
sampai penarikan pinjaman terjadi. Sepanjang tidak terdapat bukti bahwa besar kemungkinan sebagian atau seluruh
fasilitas akan ditarik, biaya memperoleh pinjaman dikapitalisasi sebagai pembayaran di muka untuk jasa likuiditas
dan diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait.
o. Transaksi Sewa
Mulai tanggal 1 Januari 2020, PSAK No. 116 wajib diterapkan, yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa
sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Kebijakan ini berlaku untuk
kontrak yang disepakati atau berubah, pada atau setelah 1 Januari 2020
Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung sewa. Suatu kontrak
merupakan, atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset
selama jangka waktu tertentu untuk dipertukarkan dengan imbalan (PSAK 116 - poin 9)
17
Page 28
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (LANJUTAN)
o. Transaksi Sewa (Lanjutan)
Grup merupakan pihak penyewa
Grup (jika) menyewa aset tetap tertentu dengan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa (PSAK 116 poin 22).
Aset hak-guna diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan penurunan nilai (PSAK
116 poin 30). Aset hakguna disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset hak-guna
atau masa sewa. Aset hak-guna disajikan sebagai bagian dari “Aset tetap”.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar (PSAK 116 poin 26). Setiap pembayaran
sewa dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan biaya keuangan. Liabilitas sewa, disajikan sebagai liabilitas
jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang yang disajikan sebagai
liabilitas jangka pendek. Unsur bunga dalam biaya keuangan dibebankan ke laba rugi selama masa sewa yang
menghasilkan tingkat suku bunga konstan atas saldo liabilitas.
Namun, untuk transaksi sewa yang jatuh temponya 1 (satu) tahun atau kurang, Grup tidak mengakui aset hak- guna
dan liabilitas sewa untuk: - sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang atau - sewa yang
asetnya bernilai rendah.
Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut dibebankan ke laba rugi dengan dasar garis lurus selama masa
sewa.
Grup menyewa tanah dan mess dengan periode sewa 1 (satu) tahun yang diakui sebagai sewa dibayar di muka
dengan pembebanan secara garis lurus
Grup merupakan pihak pesewa (jika ada)
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan
manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Dengan demikian, pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan dasar garis lurus (straight-line
basis) selama masa sewa.
Sebagai pihak pemberi sewa, Grup mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sebagai sewa operasi atau sewa
pembiayaan (PSAK 116 poin 61).
Apakah suatu sewa merupakan sewa pembiayaan atau sewa operasi bergantung pada substansi transaksi daripada
bentuk kontraknya. Contoh situasi yang secara individual atau gabungan yang pada umumnya akan
menyebabkan sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan adalah (PSAK 116 poin 63):
1. sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada penyewa pada akhir masa sewa
2. penyewa memiliki opsi untuk membeli aset pendasar pada harga yang diperkirakan cukup rendah dari nilai wajar
pada tanggal opsi tersebut mulai dapat dieksekusi sehingga menjadi cukup pasti, pada tanggal
insepsi, bahwa opsi tersebut akan dieksekusi.
3. masa sewa adalah sebagian besar umur ekonomik dari aset pendasar meski hak kepemilikan tidak dialihkan
4. pada tanggal insepsi, nilai sekarang dari pembayaran sewa setidaknya mencakup secara substansial
seluruh nilai wajar aset pendasar dan
5. aset pendasar bersifat khusus sehingga hanya penyewa yang dapat menggunakannya tanpa modifikasi
signifikan.
Grup merupakan pihak pesewa (jika ada)
Indikator situasi yang secara individual atau gabungan juga dapat menyebabkan sewa diklasifikasikan sebagai
sewa pembiayaan adalah (PSAK 116 poin 64):
1. jika penyewa dapat membatalkan sewa, maka kerugian pesewa yang terkait dengan pembatalan tersebut
ditanggung oleh penyewa
2. keuntungan atau kerugian dari fluktuasi nilai wajar residual terutang pada penyewa (sebagai contoh, dalam
bentuk potongan harga rental yang sama dengan sebagian besar hasil penjualan pada akhir sewa); dan
3. penyewa memiliki kemampuan untuk melanjutkan sewa untuk periode kedua pada harga rental yang secara
substansial lebih rendah daripada rental pasar
Perusahaan belum melakukan transaksi sewa apapun sebagai pesewa.
18
Page 29
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (LANJUTAN)
p. Liabilitas Imbalan Pascakerja
Grup menerapkan PSAK No. 219: “Imbalan Kerja”, dalam mengakui liabilitas imbalan pascakerja kepada karyawan
sesuai dengan ketentuan minimum di dalam Undang-Undang No. 13/2003 tentang “Ketenagakerjaan”.
Perhitungan liabilitas imbalan pascakerja tersebut didasarkan pada metode aktuarial Projected Unit Credit setelah
memperhitungkan kontribusi yang dibuat oleh Grup terkait dengan program (jika ada).
Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 Tahun 2022
tentang Cipta Kerja (Perpu Cipta Kerja 2/2022) pada tanggal 30 Desember 2022 yang merupakan pelaksanaan dari
Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020 (kemudian diganti dengan UU nomor 4 tahun 2023). Dengan berlakunya
Perpu ini, UU No.11/2020 tentang Cipta Kerja dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang Grup merupakan imbalan pasca-kerja manfaat pasti yang dibentuk tanpa
pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan saat pensiun, yang dihitung
menggunakan metode Projected Unit Credit . Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti langsung diakui dalam
laporan posisi keuangan pada periode terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Biaya liabilitas imbalan
pasti lainnya terkait dengan program imbalan pasti diakui dalam laba rugi.
Akuntansi oleh entitas untuk program imbalan pasti meliputi tahap berikut: (PSAK 219 poin 57)
a. menentukan defisit atau surplus. Hal ini termasuk:
i menggunakan teknik aktuarial, metode Projected Unit Credit, untuk membuat estimasi andal atas biaya akhir
entitas dari imbalan yang menjadi hak pekerja sebagai pengganti jasa mereka pada periode berjalan dan
periode sebelumnya. Hal ini mensyaratkan entitas untuk menentukan besarnya imbalan yang dapat
diatribusikan kepada periode berjalan dan periode sebelumnya, dan untuk membuat estimasi (asumsi
aktuarial) tentang variabel demografik (seperti tingkat perputaran pekerja dan tingkat mortalitas) dan variabel
keuangan (seperti tingkat kenaikan gaji dan biaya kesehatan) yang akan
memengaruhi biaya atas imbalan tersebut);
ii mendiskontokan imbalan tersebut untuk menentukan nilai sekarang kewajiban imbalan pasti dan biaya jasa
kini; dan
iii mengurangi nilai wajar aset program dari nilai sekarang kewajiban imbalan pasti.
b. menentukan jumlah liabilitas (aset) imbalan pasti neto sebagai jumlah defisit atau surplus yang ditentukan dalam
huruf (a), disesuaikan untuk setiap dampak dari pembatasan aset imbalan pasti neto dari batas atas
aset .
c. menentukan jumlah yang diakui dalam laba rugi:
i. biaya jasa kini
ii. setiap biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian
iii. bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto.
d. menentukan pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang akan diakui sebagai penghasilan
komprehensif lain, yang terdiri atas:
i. keuntungan dan kerugian aktuarial;
ii imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas
(aset) imbalan pasti neto; dan
iii setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas
liabilitas (aset) imbalan pasti neto.
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan diukur pada nilai wajar dari imbalan yang diterima atau piutang atas penjualan barang dari aktivitas
normal Grup. Pendapatan disajikan setelah dikurangi pajak pertambahan nilai, retur, potongan harga dan diskon.
Pendapatan diakui apabila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan mengalir kepada Grup dan pendapatan
tersebut dapat diukur secara andal. Kriteria pengakuan tertentu berikut harus dipenuhi sebelum pengakuan
pendapatan diakui:
19
Page 30
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (LANJUTAN)
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
i. Penjualan barang dagang
Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara signifikan telah
dialihkan kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat barang diserahkan dan pelanggan telah
menerima barang tersebut.
ii. Penghasilan bunga
Pendapatan bunga diakui atas dasar proporsi waktu dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Sejak 1 Januari 2020, Perusaan telah menerapkan PSAK 115 yang membutuhkan pengakuan dan pengukuran
pendapatan untuk memenuhi 5 langkah penilaian:
1. identifikasi kontrak dengan pelanggan;
2. identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam kontrak untuk
mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan;
3. Menentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak Grup
sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan. Jika yang dijanjikan
dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Grup memperkirakan jumlah imbalan yang diharapkan sebagai
imbalan atas pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dikurangi perkiraan
jumlah jaminan tingkat layanan yang akan dibayarkan selama masa kontrak;
4. alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari
setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak dapat diamati secara
langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi berdasarkan biaya ekspektasian ditambah marjin; dan
5. mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang atau jasa yang
dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang atau jasa tersebut).
Identifikasi kontrak dengan pelanggan
(PSAK 115 poin 9) Entittas mencatat kontrak dengan pelanggan dalam ruang lingkup pernyataan ini jika
seluruh kriteria berikut terpenuhi:
1. para pihak dengan kontrak telah menyetujui kontrak (secara tertulis, lisan atau sesuai dengan praktik bisnis pada
umumnya) dan berkomitmen untuk melaksanakan kewajiban mereka masing-masing Grup telah menyetujui
kontrak secara tertulis
2. entitas dapat mengidentifikasi hak setiap pihak mengenai barang atau jasa yang akan dialihkan Hak pelanggan
adalah menerima barang (umumnya rajungan dalam kemasan), sedangkan hak Grup adalah menerima
pembayaran atas jasa yang telah dilaksanakan (PSAK 115 poin 9) Entittas mencatat kontrak dengan pelanggan
dalam ruang lingkup pernyataan ini jika seluruh kriteria berikut terpenuhi (lanjutan):
3. entitas dapat mengidentifikasi jangka waktu pembayaran barang atau jasa yang akan dialihkan Jangka waktu
pembayaran sesuai kesepakatan dalam kontrak yaitu rata-rata maksimal 3 bulan dari tanggal invoice
4. kontrak memiliki substansi komersial yaitu risikio, waktu, atau jumlah arus kas masa depan entitas diperkirakan
berubah sebagai akibat dari kontrak; dan
5. kemungkinan besar (probable) entitas akan menagih imbalan yang akan menjadi haknya dalam pertukaran
barang atau jasa yang akan dialihkan ke pelanggan. Dalam mengevaluasi apakah kolektibilitas dari jumlah
imbalan kemungkinan besar terjadi, entitas hanya mempertimbangkan kemampuan dan intensi pelanggan untuk
membayar jumlah imbalan ketika jatuh tempo. Jumlah imbalan yang akan menjadi hak entitas mungkin lebih
kecil dari harga yang tercatat dalam kontrak jika imbalan bersifat variabel karena entitas dapat menawarkan
suatu konsesi harga kepada pelanggan.
20
Page 31
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (LANJUTAN)
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
Kelima kriteria kontrak di atas telah terpenuhi oleh Grup
Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak
Sesuai PSAK 115 poin 27, barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan bersifat dapat dibedakan jika kedua
kriteria berikut terpenuhi :
- pelanggan memperoleh manfaat dari barang atau jasa baik barang atau jasa itu sendiri atau bersama dengan
sumber daya lain yang siap tersedia kepada pelangggan (yaitu barang atau jasa yang bersifat dapat dibedakan);
dan
- janji entitas untuk mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan dapat diidentifikasi secara terpisah dari janji
lain dalam kontrak (yaitu janji utuk mengalihkan barang atau jasa yang bersifat dapat dibedakan dalam konteks
kontrak tersebut)
Grup menyediakan produk rajungan dengan berbagai kemasan yang dapat diidentifikasi secara terpisah karena
antar kemasan tidak memiliki ketergantungan yang tinggi. Oleh karenanya kewajiaban pelaksanaan Grup bersifat
dapat dipisahkan (bukan kewajiban pelaksanaan tunggal)
Penentuan harga dan alokasinya
Harga berdasar kesepakatan di mana tiap kemasan memiliki harga tersendiri. Oleh karena itu tidak diperlukan
pengalokasian harga ke masing-masing kemasan
Pengakuan pendapatan/pemenuhan kewajiban pelaksanaan
Dalam memenuhi kewajiban pelaksanaan, Grup tidak memenuhi kriteria satupun dari berikut sebagai kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu (oleh karena itu pemenuhan kewajiban pelaksanaan Grup
berdasarkan pemenuhan kewajiban pada waktu tertentu) :
Pengakuan pendapatan/pemenuhan kewajiban pelaksanaan (lanjutan)
- pelanggan secara simultan menerima dan mengonsumsi manfaat yang disediakan dari pelaksanaan entitas
selama entitas melaksanakan kewajibannya
- pelaksanaan entitas menimbulkan atau meningkatkan aset (sebagai contoh pekerjaan dalam proses ) yang
dikendalikan pelanggan selama aset tersebut ditimbulkan atau ditingkatkan
- pelaksanaan entitas tidak menimbulkan suatu aset dengan penggunaan alternatif bagi entitas dan entitas
memiliki hak atas pembayaran yang dapat dipaksakan atas pelaksanaan yang telah diselesaikan sampai
saat ini
Selama pemenuhan kewajiban pelaksanaana pada waktu tertentu, Grup menerapkan kebijakan praktisnya dalam
pengakuan pendapatan yaitu pendapatan diakui pada saat pelanggan memiliki risiko dan manfaat signifikan atas
kepemilikan aset ( saat barang telah dikirim)
Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).
r. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Sebagaimana dinyatakan dalam PSAK 221 poin 21, pada pengakuan awal, transaksi Grup dalam mata uang asing
dicatat ke dalam mata uang fungsional (Rupiah) berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan.
PSAK 221 poin 23, pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dijabarkan
dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal neraca, sedangkan
pos nonmoneter yang diukur dalam biaya historis dalam valuta asing dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal
transaksi. PSAK 221 poin 28, laba atau rugi kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun
berjalan
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 , nilai tukar Rupiah untuk masing-masing mata uang asing
1 Dolar Amerika Serikat masing-masing sebesar Rp 16.782,- dan Rp 16.162,-
21
Page 32
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (LANJUTAN)
s. Provisi
Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa
masa lalu, kemungkinan besar Grup diharuskan menyelesaikan liabilitas dan estimasi andal mengenai jumlah
liabilitas tersebut dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi merupakan estimasi terbaik dari pertimbangan yang diperlukan untuk
menyelesaikan liabilitas kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian
yang meliputi liabilitasnya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk
menyelesaikan liabilitas kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling
kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan liabilitas kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi
dibatalkan.
t. Perpajakan
i. Pajak Penghasilan Kini
Aset (liabilitas) pajak kini ditentukan sebesar jumlah ekspektasi restitusi dari (atau dibayarkan kepada) otoritas
perpajakan yang dihitung menggunakan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang telah berlaku atau secara
substantif telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pajak kini diakui atas laba kena pajak dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif konsolidasian
tahun berjalan kecuali apabila pajak tersebut terkait dengan transaksi yang diakui di luar laba rugi (baik diakui
pada penghasilan komprehensif lain ataupun dibebankan secara langsung ke ekuitas).
ii. Pajak Tangguhan
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari
perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan konsolidasian dengan dasar pengenaan
pajak aset dan liabilitas kecuali perbedaan yang berhubungan dengan pajak penghasilan final. Liabilitas pajak
tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk
perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk
mengurangi laba kena pajak pada masa datang.
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku
pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan
atau dikreditkan langsung ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara
hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak
tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas
perpajakan yang sama serta Grup yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini
dengan dasar neto.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi, kecuali sepanjang
pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadikan yang diakui, di luar laba atau rugi (baik dalam
penghasilan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar
laba atau rugi yang timbul dari akuntansi awal untuk kombinasi bisnis, pengaruh pajak termasuk dalam
akuntansi kombinasi bisnis.
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pajak
aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tiap tanggal pelaporan.
22
Page 33
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (LANJUTAN)
t. Perpajakan (Lanjutan)
ii. Pajak Tangguhan (lanjutan)
Liabilitas pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan diakui atas
seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan, serta atas kredit pajak dan akumulasi rugi fiskal yang
belum digunakan sepanjang masih dapat dimanfaatkan. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah setiap
akhir tanggal pelaporan dan dikurangi ketika tidak terdapat kemungkinan bahwa laba kena pajak akan tersedia
dalam jumlah yang memadai untuk memanfaatkan seluruh atau sebagian aset pajak tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan akan berlaku
ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang
berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pajak tangguhan diakui atas laba kena pajak di dalam laba rugi tahun berjalan kecuali apabila pajak tersebut
terkait dengan transaksi yang diakui di luar laba rugi (baik diakui pada penghasilan komprehensif lain ataupun
dibebankan secara langsung ke ekuitas).
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dapat saling hapus, jika dan hanya jika, 1) terdapat hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus antara aset dan liabilitas pajak kini dan 2) aset serta
liabilitas pajak tangguhan tersebut terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan
yang sama.
iii. Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak
Sesuai dengan PSAK No. 70: “Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak”, aset dan liabilitas
pengampunan pajak diakui apabila memenuhi ketentuan mengenai pengakuan dalam SAK.
Pada pengakuan awal, aset pengampunan pajak diukur sebesar nilai aset berdasarkan Surat Keterangan
Pengampunan Pajak (SKPP) sedangkan liabilitas pengampunan pajak diukur sebesar kewajiban kontraktual
untuk menyerahkan kas dan setara kas dalam rangka menyelesaikan kewajiban yang berkaitan langsung
dengan perolehan aset pengampunan pajak. Pengukuran setelah pengakuan awal dan penghentian pengakuan
aset dan liabilitas pengampunan pajak mengacu pada ketentuan SAK yang relevan untuk masing-masing aset
dan liabilitas yang terkait.
Selisih antara aset dan liabilitas pengampunan pajak diakui sebagai bagian dari akun “Tambahan Modal Disetor”
pada ekuitas. Selisih tersebut tidak dapat diakui sebagai laba rugi direalisasi atau direklasifikasi ke saldo laba.
Saling hapus antara aset dan liabilitas pengampunan pajak tidak dapat dilakukan
Uang tebusan yang dibayarkan diakui dalam laba rugi pada periode SKPP diterbitkan dan disajikan sebagai
bagian dari beban usaha. Seluruh saldo klaim atas kelebihan pembayaran pajak, aset pajak tangguhan atas
akumulasi rugi pajak yang belum dikompensasi dan provisi pajak sebelum pengampunan pajak,
disesuaikan ke laba rugi pada periode SKPP diterbitkan.
Grup mengikuti program Tax Amnesty yang diakui sebagai tambahan modal disetor sebesar Rp1.465.526.994.
(Catatan 18)
u. Laba Per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada periode yang bersangkutan.
v. Segmen Operasi
Segmen operasi disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan
keuangan konsolidasian. Identifikasi segmen operasi berdasarkan laporan internal komponen- komponen Grup yang
secara berkala dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke dalam
segmen dan penilaian kinerja Grup.
23
Page 34
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (LANJUTAN)
v. Segmen Operasi (lanjutan)
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a. yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk
pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama)
b. hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan
tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
c. tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan
Informasi yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional untuk tujuan alokasi sumber daya dan
penilaian kinerjanya lebih difokuskan pada kategori masing-masing produk.
w. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan bukti kondisi yang ada pada akhir periode pelaporan
(adjusting events) tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa setelah periode pelaporan yang tidak
berdampak pada laporan keuangan konsolidasian diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan
Konsolidasian apabila jumlahnya material.
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi, dan
asumsi yang akan memengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset, dan liabilitas yang dilaporkan, serta
pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada akhir periode pelaporan. Adanya ketidakpastian terkait dengan asumsi dan
estimasi dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas pada periode pelaporan
berikutnya.
Usaha yang berkelanjutan
Manajemen Perusahaan telah melakukan penilaian atas kemampuan Perusahaan untuk melanjutkan kelangsungan
usahanya dan berkeyakinan bahwa Perusahaan memiliki sumber daya untuk melanjutkan usahanya di masa
mendatang.
Manajemen mengetahui adanya ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan yang siginifikan terhadap
kemampuan Perusahaan untuk melanjutkan kelangsungan usahanya, namun manajemen percaya bahwa dengan
dukungan penuh dari pemegang saham dan atas sumber daya yang dimiliki saat ini serta prospek bisnis yang terus
membaik, Grup akan mampu bertahan dan melanjutkan usahanya. Oleh karena itu, laporan keuangan telah disusun atas
dasar usaha yang berkelanjutan.
Pertimbangan dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset dan liabilitas keuangan sesuai dengan ketentuan di dalam PSAK No. 109. Tiap-tiap
kelompok aset dan liabilitas keuangan memiliki dampak perlakuan akuntansi yang berbeda.
Pengakuan Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi fiskal yang belum dikompensasi sepanjang kemungkinan besar bahwa
laba kena pajak masa depan akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak yang belum
dikompensasikan tersebut.
Pertimbangan yang signifikan dari manajemen diperlukan untuk menentukan pengakuan terhadap aset pajak tangguhan,
berdasarkan rentang waktu dan tingkat laba kena pajak masa depan serta perencanaan strategi pajak masa depan.
Sehubungan dengan hal ini, manajamen melakukan pengujian terhadap kemungkinan besaran laba kena pajak Grup di
masa depan berdasarkan rencana bisnis 5 tahun ke depan (masa daluwarsa pajak).
24
Page 35
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Asumsi dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi
penyesuaian yang material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini.
Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada tolok ukur yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Keadaan
dan asumsi mengenai perkembangan masa depan yang ada saat ini dapat berubah akibat perubahan pasar atau situasi
di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian dari piutang usaha dan piutang lain-lain
Grup telah membentuk penyisihan penurunan nilai untuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Penyisihan awalnya
didasarkan pada tarif default yang diamati secara historis Grup. Grup akan menyesuaikan pengalaman kerugian kredit
historis dengan informasi berwawasan ke depan, misalnya dengan berdiskusi dengan pengacara (penagihan piutang lain-
lain melalui somasi) untuk mengestimasikan berapa jumlah yang masih mungkin bisa ditagihkan.
Penyusutan Aset Tetap
Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis dari aset
yang bersangkutan yang berkisar antara 4 hingga 20 tahun, suatu kisaran yang umumnya diperkirakan. Perubahan
dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan teknologi dapat memengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai
residu dari aset tetap dan karenanya biaya penyusutan masa depan memiliki kemungkinan untuk direvisi. Jumlah
tercatat aset tetap pada tanggal 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing adalah sebesar Rp
26.498.134.744,- dan Rp 14.896.890.023,- (catatan 2l dan 11).
Liabilitas Imbalan Pascakerja
Penentuan liabilitas dan beban imbalan pascakerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi aktuarial yang digunakan.
Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan
tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun, dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan
sebelumnya, diperlakukan sesuai dengan kebijakan akuntansi sebagaimana diuraikan dalam Catatan 2p atas Laporan
Keuangan konsolidasian.
Meskipun Grup berkeyakinan bahwa asumsi pada tanggal pelaporan tersebut wajar dan telah sesuai, perbedaan
signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat memengaruhi secara
material liabilitas dan beban imbalan pascakerja.
Perpajakan
Grup selaku wajib pajak menghitung liabilitas perpajakannya secara self assessment berdasarkan pada peraturan yang
berlaku. Sehubungan dengan pengampunan pajak (Catatan 2t), perhitungan pajak sampai dengan tanggal 31 Desember
2015 dianggap benar. Untuk tahun berikutnya perhitungan pajak dianggap benar selama belum terdapat ketetapan dari
Direktorat Jenderal Pajak atas jumlah pajak yang terutang atau ketika sampai dengan jangka waktu lima (5) tahun (masa
daluwarsa pajak) tidak terdapat ketetapan pajak yang diterbitkan. Perbedaan jumlah pajak yang terutang dapat
disebabkan oleh beberapa hal seperti pemeriksaan pajak, penemuan bukti-bukti pajak baru, dan perbedaan interpretasi
antara manajemen dan pejabat kantor pajak terhadap peraturan pajak tertentu. Perbedaan hasil aktual dan jumlah
tercatat tersebut dapat memengaruhi jumlah aset pajak tangguhan, utang pajak dan beban pajak. Saldo utang pajak
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing adalah sebesar Rp990.722.826, dan
Rp799.453.361,- (Catatan 15b).
25
Page 36
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN BANK
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Kas di tangan (Rupiah) 107.494.531 114.356.548
Bank (Rupiah)
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 10.402.135 2.018.977.157
- PT Bank Central Asia Tbk 1.682.727.172 527.918.092
- PT Bank Negara Indonesia Tbk 67.127.330 132.340.971
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk 14.313.011 8.535.709
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 623.490.643 4.274.655
- PT Bank Central Asia Tbk (Reksus) 5.465.199 4.802.307
- PT Bank CIMB Niaga Tbk 778.388 1.578.388
Bank (Dolar Amerika Serikat)
- PT Bank Central Asia Tbk 7.692.533 19.418.481
- PT Bank Central Asia Tbk (Reksus) 16.766.561 18.894.671
- PT Bank CIMB Niaga Tbk 10.273.810 10.697.663
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Reksus) 1.678.200 4.848.600
- PT Bank Negara Indonesia Tbk 2.686.463 2.779.379
Deposito (Rupiah) - 77.100.000
Saldo kas dan setara kas 2.550.895.976 2.946.522.621
Berdasarkan mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) :
PT Bank Central Asia Tbk $ 458,38 $ 1.201,49
PT Bank Central Asia Tbk (Reksus) $ 999,08 $ 1.169,08
PT Bank CIMB Niaga Tbk $ 612,19 $ 661,90
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Reksus) $ 100,00 $ 300,00
PT Bank Negara Indonesia Tbk $ 160,08 $ 171,97
$ 2.329,73 $ 3.504,44
Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 36 Tahun 2023 serta Peraturan Bank Indonesia nomor 7 tahun 2023 tentang
pengaturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), dana masuk dalam mata uang asing wajib ditempatkan
dalam Rekening Khusus (Reksus) sebesar 30% dari nilai PPE (Pemberitahuan Pabean Ekspor) selama 3 bulan, yang
diawasi oleh Bank Indonesia.
Mulai 1 Maret 2025, peraturan DHE diubah dengan Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2025, pada pasal 11A
meniadakan ketentuan penempatan DHE SDA yang dipergunakan antara lain untuk keperluan operasional.
Seluruh kas dan setara kas telah ditempatkan pada pihak ketiga, tidak dibatasi penggunaannya, dan tidak dijaminkan
26
Page 37
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. INVESTASI JANGKA PENDEK
31 Desember 2025
Keterangan Saham (lembar) Harga Perolehan Laba (Rugi) Harga Pasar
- Investasi Reksadana pada PT
Artha Securitas Indonesia
tanggal 31 Des 2025 1.070.000 395.900.000 (301.740.000) 94.160.000
- Harga pasar investasi
- tanggal 31 Jan 2025 (3.210.000) 90.950.000
- tanggal 28 Feb 2025 (7.490.000) 83.460.000
- tanggal 31 Mar 2025 (3.210.000) 80.250.000
- Tanngal 30 April 2025 1.070.000 81.320.000
- tanggal 31 Mei 2025 4.280.000 85.600.000
- tanggal 30 Juni 2025 (3.210.000) 82.390.000
- tanggal 31 Juli 2025 (1.070.000) 81.320.000
- tanggal 31 Agust 2025 6.420.000 87.740.000
- tanggal 30 Sept 2025 14.980.000 102.720.000
- tanggal 31 Okt 2025 (12.840.000) 89.880.000
- tanggal 30 Nov 2025 9.630.000 99.510.000
- tanggal 31 Des 2025 79.180.000 178.690.000
31 Desember 2024
Keterangan Saham (lembar) Harga Perolehan Laba (Rugi) Harga Pasar
- Investasi Reksadana pada PT
Artha Securitas Indonesia
tanggal 31 Des 2024 1.070.000 395.900.000 (274.990.000) 120.910.000
- Harga pasar investasi
- tanggal 31 Jan 2024 (7.490.000) 113.420.000
- tanggal 28 Feb 2024 (3.210.000) 110.210.000
- tanggal 31 Mar 2024 (12.840.000) 97.370.000
- Tanngal 30 April 2024 (2.140.000) 95.230.000
- tanggal 31 Mei 2024 6.420.000 101.650.000
- tanggal 30 Juni 2024 (9.630.000) 92.020.000
- tanggal 31 Juli 2024 8.560.000 100.580.000
- tanggal 31 Agust 2024 7.490.000 108.070.000
- tanggal 30 Sept 2024 4.280.000 112.350.000
- tanggal 31 Okt 2024 6.420.000 105.930.000
- tanggal 30 Nov 2024 (8.560.000) 97.370.000
- tanggal 31 Des 2024 (3.210.000) 94.160.000
27
Page 38
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Piutang Ekspor 46.058.959.896 44.544.653.870
Piutang Lokal 9.090.000 43.472.078
Jumlah 46.068.049.896 44.588.125.948
Cadangan Piutang Tidak Tertagih (183.022.119) (176.260.487)
Total 45.885.027.777 44.411.865.461
Rincian saldo piutang usaha berdasarkan Umur piutang adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai 25.044.439.811 36.901.478.410
Telah jatuh tempo
1 - 30 hari 21.019.620.085 6.320.023.279
31 - 60 hari - 9.095.501
61 - 90 hari - 340.000
Lebih dari 90 hari 3.990.000 1.357.188.758
Jumlah 46.068.049.896 44.588.125.948
Cadangan Piutang Tidak Tertagih (183.022.119) (176.260.487)
Total 45.885.027.777 44.411.865.461
Cadangan piutang tidak tertagih tahun 2025 sebesar $10.906 yang dikurskan menjadi Rp183.022.119, dengan
penjelasan sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Saldo awal (176.260.487) (168.124.716)
Selisih kurs (6.761.632) (8.135.771)
Penghapusan piutang - -
Total (183.022.119) (176.260.487)
Berdasarkan mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) :
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Piutang Ekspor $ 2.744.545 $ 2.756.135
Cadangan Piutang Tidak Tertagih $ -10.906 $ -10.906
Total $ 2.733.639 $ 2.745.229
Manajemen mencadangkan kerugian piutang dagang sebesar 1% dari nilai invoice, untuk piutang dengan umur 180 hari
setelah barang diterima (240 hari dari tanggal invoice). Hal tersebut berdasar termin pembayaran salah satu pelanggan
dengan estimasi lama pengiriman ekspor berkisar 45 - 60 hari. Dan terdapat kemungkinan adanya sampling FDA.
Sampai dengan 31 Desember 2025 tidak terdapat invoice dengan umur lebih dari 240 hari.
28
Page 39
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PIUTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
a. Piutang Lancar (pihak ketiga)
Pemasok daging 1.425.788.413 1.046.028.199
Karyawan 17.636.875 31.499.999
Lainnya 8.327.529 6.682.000
1.451.752.817 1.084.210.198
b. Piutang Tidak Lancar (Pihak ketiga)
Jatuh tempo
PT Tandikek Asri Lestari 1.158 hari 3.000.000.000 3.000.000.000
PT Anugrah Semesta Investama 1.706 hari 9.000.000.000 9.000.000.000
12.000.000.000 12.000.000.000
Cadangan Kerugian Piutang (9.600.000.000) (7.440.000.000)
Jumlah 2.400.000.000 4.560.000.000
Uang Muka Suplier Meat 5.340.000.000 -
Jumlah 7.740.000.000 4.560.000.000
Piutang tersebut diklasifikasikan sebagai piutang tidak lancar dan sudah dilakukan pencadangkan kerugian sebesar 66% sejak
semester kedua tahun 2022 sampai dengan 31 Desember tahun 2025 yang menurut manajemen (berdasarkan diskusi dengan
pengacara) memadai untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang lain-lain tersebut.
Pada tahun 2018 dan 2019 dilakukan pembayaran uang muka untuk pembelian bahan baku, namun tidak dapat terealisasi karena
tidak terjadi kesepakatan harga dan kualitas sesuai standar pabrik. Perseroan menagihkan pengembalian uang muka tersebut,
namun suplier tidak dapat mengembalikan penuh. Selanjutnya berdasarkan Surat Penetapan Dewan Komisaris nomor
007/Kom.PCA/XI/2025 tanggal 12 Desember 2025, sebagian piutang tersebut disetujui dihapuskan.
Piutang PT Tandikek Asri Lestari dan Piutang PT. Anugerah Semesta Investama diklasifikasikan sebagai piutang tidak lancar dan
sudah dilakukan pencadangkan kerugian sebesar 80% sejak semester kedua taun 2022 sampai dengan 31 Desember tahun 2025 .
Saat ini sedang dalam proses menunggu upaya lowyer untuk mencari data dan keberadaan kedua perusahaan tersebut. Lihat
Catatan 37.
Manajemen telah melakukan upaya penagihan terhadap Piutang PT Tandikek Asri Lestari dan PT Anugrah Semesta Investama
melalui Kantor Advokat Infiniti & Co, dan selanjutnya pengurusan sengketa dilanjutkan melalui Kantor Advokat Prisma & Co. Lihat
Catatan 37.
PT Tandikek Asri PT Anugrah
No. Keterangan
Lestari Semesta Investama
1. Perjanjian utang Piutang
- Tanggal Perjanjian Kredit 30 Oktober 2019 30 Oktober 2019
2 tahun jatuh tempo 30 6 bulan jatuh tempo
- Jangka waktu
Oktober 30 April
- Keperluan Modal kerja Modal kerja
- Bunga 17% 17%
- Jumlah pinjaman Rp 9.000.000.000 Rp 3.000.000.000
2. Realisasi pemberian pinjaman
- Tanggal transfer 30 Oktober 2019 30 Oktober 2019
- Bank BCA BCA
3. Pembayaran Bunga Periode 1: 31 31-Dec-19
- Tanggal Desember Rp. 97.750.000,-
Rp.293.250.000
- Jumlah Bunga 31-Dec-20
Periode 2: 31
- Tanggal
Desember Belum dilakukan
Belum dilakukan pembayaran bunga
pembayaran bunga
Periode 3: 31 Oktober
2021
29
Page 40
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Barang jadi 5.582.979.627 3.501.920.029
Barang dalam proses
- Kaleng 475.571.343 449.266.359
- Sortir 51.810.653 10.341.361
Bahan baku 1.536.852.886 397.110.526
Bahan pembantu 3.438.697.520 3.372.677.198
Jumlah 11.085.912.028 7.731.315.473
Rincian volume persediaan, sebagai berikut:
Jenis Barang Volume (Kg) Volume (Kg)
Rajungan 16.664 16.113
Ikan Segar 884 814
Rumput Laut 121.693 -
Jumlah 139.241 16.927
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah tercatat persediaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024
tidak melampaui nilai realisasi netonya sehingga tidak diperlukan cadangan penurunan nilai atas persediaan dan seluruh
persediaan diasuransikan oleh manajemen.
9. BIAYA DIBAYAR DI MUKA
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Asuransi 51.876.208 42.181.934
Sewa 19.463.318 29.629.985
Jumlah 71.339.526 71.811.919
Rincian asuransi :
Nilai Pertanggungan
No. Nama Asurasi No. Polis Junis Asuransi Jangka Waktu Nilai Polis (Rp)
(Rp)
11301010725000 Asuransi 18 Juli 2025- 18
1 Tafakul kebakaran 2.166.260 1.835.438.000
100 Juli 2026
BRI Insurance 11050101250000 Asuransi 10 Juni 2025- 10
2 711.400 1.960.000.000
(Asuransi 036858 Kebakaran Juni 2026
BRIGedung)
Insurance Asuransi
11050101250000 10 Juni 2025- 10
3 (Asuransi Kebakaran 2.068.170 1.860.600.000
036869 Juni 2026
Gedung)
4 7 Januari 2025- 7
10702012501000
CHUBB All Risk & TJH 2.718.050 90.000.000
1004 Januari 2026
5 10702012501000 7 Januari 2025- 7
CHUBB All Risk & TJH 3.547.400 120.000.000
093 Januari 2026
6 Asuransi Umum 01060202120000 22 April 2022-22
All Risk & TJH 17.958.875 180.990.000
BCA 1 Maret 2026
7 12150000009706 16 Januari 2025-
ASM All Risk & TJH 2.638.937 98.000.000
0 16 Januari 2026
30
Page 41
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. BIAYA DIBAYAR DI MUKA (LANJUTAN)
Rincian asuransi (lanjutan):
Nilai Pertanggungan
No. Nama Asurasi No. Polis Junis Asuransi Jangka Waktu Nilai Polis (Rp)
(Rp)
8 80.0229.23.0076 24 Agustus 2023-
OTORANSI All Risk & TJH 5.609.620 483.300.000
09 24 Agusuts 2027
9 22 September
02.005.2021.005.
ASM All Risk & TJH 2021-22 3.144.300 141.000.000
08
September 2025
Comprehensive
(Jaminan 21 Desember 2021
10 OTORANSI 021221526554 Kerugian - 21 Desember 17.977.500 235.000.000
sebagian & 2025
Kerugian Total)
Comprehensive
(Jaminan 21 Desember 2021
11 OTORANSI 021221527321 Kerugian - 21 Desember 12.546.000 164.000.000
sebagian & 2025
Kerugian Total)
22 September
02.005.2021.005.
12 ASM All Risk & TJH 2021-22 3.144.300 141.000.000
07
September 2025
Comprehensive
ACN1315872845 (Jaminan 27 Juli 2023 - 27
13 OTORANSI 10.000.000 471.800.000
23 Kerugian Juli 2027
sebagian &
Kerugian Total)
40.0229.25.0003 4 Feb 2025 - 4 Feb
14 OTORANSI All Risk & TJH 10.000.000 298.400.000
28 2026
01060202120000 14 Feb 2025 - 14
15 BCA Insurance 1/028085
All Risk & TJH 14.626.625 189.300.000
Feb 2028
01060202120000 14 Feb 2025 - 14
16 BCA Insurance 1/028084
All Risk & TJH 14.626.625 189.300.000
Feb 2028
10. UANG MUKA
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Pembelian Barang Dagang 1.462.453.160 13.190.855.346
Jumlah 1.462.453.160 13.190.855.346
31
Page 42
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025
Saldo Saldo
Penambahan Pengurangan
1 Januari 2025 31 Desember 2025
Harga Perolehan
Tanah 5.836.990.636 11.592.203.783 - 17.429.194.419
Bangunan 11.487.151.401 358.411.102 - 11.845.562.503
Peralatan Pabrik 6.151.673.380 781.092.700 - 6.932.766.080
Kendaraan 2.807.596.288 290.319.212 152.050.000 2.945.865.500
Peralatan Kantor 1.283.817.747 59.821.680 - 1.343.639.427
Sub jumlah 27.567.229.452 13.081.848.477 152.050.000 40.497.027.929
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 6.036.513.760 531.761.534 - 6.568.275.294
Peralatan Pabrik 4.226.012.258 516.288.883 - 4.742.301.141
Kendaraan 1.328.307.163 328.887.182 147.545.495 1.509.648.849
Peralatan Kantor 1.079.506.248 99.161.652 - 1.178.667.900
Sub jumlah 12.670.339.429 1.476.099.251 147.545.495 13.998.893.184
Nilai Buku 14.896.890.023 26.498.134.744
31 Desember 2024
Saldo Saldo
Penambahan Pengurangan
1 Januari 2024 31 Desember 2024
Harga Perolehan
Tanah 5.836.990.636 - 5.836.990.636
Bangunan 11.487.151.401 - 11.487.151.401
Peralatan Pabrik 5.762.313.380 389.360.000 - 6.151.673.380
Kendaraan 2.726.306.140 262.890.148 181.600.000 2.807.596.288
Peralatan Kantor 1.192.676.518 91.141.229 - 1.283.817.747
Sub jumlah 27.005.438.075 743.391.377 181.600.000 27.567.229.452
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 5.504.737.876 531.775.884 - 6.036.513.760
Peralatan Pabrik 3.768.311.386 457.700.872 - 4.226.012.258
Kendaraan 1.195.752.017 277.938.930 145.383.784 1.328.307.163
Peralatan Kantor 985.774.478 93.731.770 - 1.079.506.248
Sub jumlah 11.454.575.757 1.361.147.456 145.383.784 12.670.339.429
Nilai Buku 15.550.862.318 14.896.890.024
Grup tidak memiliki aset kualifikasian sehingga tidak terdapat biaya pinjaman dan tarif kapitalisasi yang dikapitalisasi
selama tahun berjalan.
Tidak terdapat aset tetap yang dihentikan dari penggunaan dan diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual, terdapat
perbedaan nilai wajar aset tetap dari jumlah tercatat karena aset dinilai dengan nilai historis (historical cost), tidak
terdapat aset tetap yang dihentikan pengakuannya, dan tidak terdapat jumlah aset yang tidak dipakai sementara yang
dipakai oleh Grup.
Beban penyusutan aset tetap yang dialokasikan adalah sebagai berikut :
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Beban Pokok Penjualan (Cat. 23) 1.050.902.130 955.286.639
Beban Umum dan Administrasi (Cat 25) 425.197.121 405.860.818
Jumlah 1.476.099.251 1.361.147.457
32
Page 43
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (Lanjutan)
Manajemen mengasuransikan seluruh aset tetap dengan rincian sebagai berikut
Objek Pertanggungan Nilai Pertanggungan
Gedung
Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngalian, Semarang, Jawa Tengah 1.960.000.000
Jl. Mina Ayu D/H Jl. Tanggul RT.13/ RW.04, Desa Limbangan, Kec. Juntinyuat, Indram 1.860.600.000
Jl Kima 3 No.5A Kav. K-48, Kel. Daya, Kec. Birinkanaya, Makassar 1.835.438.000
Kendaraan
All Risk dan TJH 2.802.090.000
Jumlah Nilai Pertanggungan 8.458.128.000
Manajemen berpendapat bahwa jumlah pertanggungan atas asuransi tersebut cukup memadai untuk menutupi kerugian
yang mungkin terjadi.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah tercatat dari seluruh aset tetap Grup dapat dipulihkan, sehingga tidak diperlukan
adanya penurunan nilai atas aset tetap tersebut
Tanah dan bangunan atas nama PT Nuansa Cipta Magello telah dijaminkan untuk utang kapada PT Pool Advista
Finance, Tbk. Catatan 17
Revauasi Aset Tetap
Pada tahun 2025, Perseroan melakukan revaluasi tanah pada PT. Karya Persada Khatulistiwa dan PT. Nuansa Cipta
Magello. Berdasarkan penilaian KJPP Ruddy Barus Yenny dan Rekan menggunakan pendekatan pasar, laporan
penilaian properti tanah PT. Karya Persada Khatulistiwa no. 00046/2.0144-03/PI/04/0472/1/XII/2025 tanggal 31
Desember 2025 dan laporan penilaian properti tanah PT. Nuansa Cipta Magello no. 00047/2.0144-
03/PI/04/0472/1/XII/2025 tanggal 31 Desember 2025, dijelaskan sebagai berikut.
1. PT. Karya Persada Khatulistiwa
Surplus Revaluasi
Aset Revaluasi Nilai Buku Nilai Revaluasi
(OCI)
Tanah- Jalan Mina Ayu Rt. 04 RW.13 Kelurahan 270.539.319 2.633.800.000 2.363.260.681
Limbangan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Provisi
SHGBBarat
Jawa no. 00018 dan no. 00019
Luas : 2976 m2
2. PT. Nuansa Cipta Magello
Surplus Revaluasi
Aset Revaluasi Nilai Buku Nilai Revaluasi
(OCI)
Tanah- Jalan KIMA 3 KAV.5 AB, Kelurahan Daya, 471.056.898 9.700.000.000 9.228.943.102
Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Provinsi
Sulawesi Selatan.
SHGB no. 21082, Luas 2.367 m2
SHGB no. 20185, Luas 2.435 m2
Luas 4.802 m2
Total 741.596.217 12.333.800.000 11.592.203.783
33
Page 44
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. UTANG USAHA
Akun ini merupakan utang usaha kepada suplier pada tanggal 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 masing-
masing sebesar Rp 1.429.722.451,- dan Rp 2.325.425.949,-
Akun ini terdiri:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
- Cometa can 291.027.915 523.394.913
- PT Samudera Naga Global - 321.131.667
- PT Rahayu Perdana Trans - 143.348.051
- PT MIP Logistik Indonesia - 134.538.953
- Jojo - Gebang 141.834.127 120.159.649
- PT United Can 121.932.515 -
- Lain-lain di bawah 100 juta 1.166.005.809 1.082.852.716
Jumlah 1.429.772.451 2.325.425.949
13. UTANG LAIN-LAIN
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga (Jangka Pendek)
Utang kendaraan - 136.550.000
Astro Media Indonesia 1.937.600.000 1.937.600.000
Jumlah 1.937.600.000 2.074.150.000
Pihak Ketiga (Jangka Panjang
Astro Media Indonesia - 1.937.600.000
Lain-lain - Jk. Panjang 528.432.359 742.305.065
Jumlah 528.432.359 2.679.905.065
Jumlah 2.466.032.359 4.754.055.065
Utang lain-lain merupakan pinjaman dana ke pihak berelasi dan pihak ketiga untuk keperluan operasional
Pada tanggal 15 Februari 2022 telah dilakukan perjanjian Restrukturisasi utang Erry Firmansyah dan PT Astro Media
Indonesia di hadapan Notaris Retno Hertiyanti, Sarjana Hukum, notaris di kota Semarang yang telah ditandatangani
dua perjanjian restrukturisasi utang, yaitu:
1. Surat Perjanjian Utang nomor 6, mengenai restrukturisasi utang PT Prima Cakrawala Abadi dengan Erry
Firmansyah.
- Kreditur akan mengembalikan kepada debitur seluruh jaminan berupa sertifikat tanah yang diagunkan kepada
kreditur
- Pasal 1, pinjaman sebesar Rp7.750.000.000 dan selama jangka waktu pinjaman tidak dikenakan bunga.
- Pasal 2, Debitur akan mengembalikan sebagian pinjaman sebesar Rp3.000.000.000 pada bulan Juli 2022. Sisa
pinjaman Rp 4.750.000.000 akan dibayarkan Rp 950.000.000 pada 30 Desember 2023 dan Rp 3.800.000.000
pada 30 Desember 2024.
Pada tanggal 31 Desember 2024 utang kepada Tn. Erry Firmansyah sudah lunas
2. Surat Perjanjian Utang nomor 7, mengenai restrukturisasi utang PT Prima Cakrawala Abadi dengan PT Astro Media
Indonesia
- Kreditur akan mengembalikan kepada debitur seluruh jaminan berupa sertifikat tanah yang diagunkan
- Pasal 1, pinjaman sebesar Rp12.688.000.000 dan selama jangka waktu pinjaman tidak dikenakan bunga.
- Pasal 2, Debitur akan mengembalikan sebagian pinjaman sebesar Rp3.000.000.000 pada bulan Juli 2022. Sisa
pinjaman Rp9.688.000.000 akan dibayarkan beberapa tahap dalam lima tahun, mulai tahun 2022 sampai
dengan tahun 2026. Masing-masing tahap jatuh tempo setiap tahun pada tanggal 30 Desember,
sebesar Rp1.937.600.000.
34
Page 45
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG LAINNYA (LANJUTAN )
Berdasarkan perjanjian tersebut, pinjaman wajib dikembalikan oleh Debitur secara bertahap, yaitu dengan 2 (dua) kali
pembayaran, yaitu tanggal 31 Desember 2020 dan pelunasan pada tanggal 31 Desember 2021. Pinjaman tidak
dikenakan bunga. Perjanjian berlaku sejak tanggal 12 Desember 2017 dan berakhir pada saat pengembalian pinjaman
dari Debitur. Para pihak sepakat bahwa jaminan atas utang tersebut adalah sebagai berikut:
a. Sebidang tanah Hak Milik Nomor 44/Wonosari berikut bangunan di atasnya yang terletak di Kel. Beringin, Kec.
Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah, selias ± 4.628 m2 (lebih kurang empat ribu enam ratus dua puluh delapan
meter persegi) yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Agraria Kotamadya Semarang, tercatat atas nama Yana
Heriyana Rochman,S.E. berdasarkan Akta Pengikatan Jual Beli No. 48 tanggal 30 Oktober 2014 yang dibuat di
hadapan Hari Bagyo, S.H., M.H., notaris di Semarang.
b. Sebidang tanah Hak Milik Nomor 578/Wonosari berikut bangunanya yang terletak di Kel. Beringin, Kec. Ngaliyan,
Kota Semarang, Jawa Tengah, seluas ± 4.537 m2 (lebih kurang empat ribu lima ratus tiga puluh tujuh meter persegi)
yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Semarang, tercatat atas nama Yana Heriyana Rochman,S.E.,
berdasarkan Akta Pengikatan Jual Beli No. 49 tanggal 30 Oktober 2014 yang dibuat di hadapan Hari Bagyo, S.H.,
M.H., Notaris di Semarang.
c. Sebidang tanah Hak Milik Nomor 05914/Wonosari berikut bangunannya yang terletak di Kel. Beringin, Kec.
Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, seluas ± 3.826 m2 (lebih kurang tiga ribu delapan ratus dua puluh enam
meter persegi) yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Semarang, tercatat atas nama Yana Heriyana
Rochman,S.E., berdasarkan Akta Pengikatan Jual Beli No. 50 tanggal 30 Oktober 2014 yang dibuat di hadapan Hari
Bagyo, S.H., M.H., Notaris di Semarang. Perjanjian ini dan segala akibatnya kedua belah pihak memilih domisili
(tempat kedudukan hukum) yang tetap dan tidak berubah di kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
14. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Grup memberikan imbalan bagi karyawan yang mencapai usia pensiun yaitu usia 55 tahun sesuai dengan Undang-
Undang ketenagakerjaan No. 13/2003 tentang “Ketenagakerjaan” tanggal 25 Maret 2003.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 Grup mencatat liabilitas imbalan pascakerja berdasarkan perhitungan yang
dilakukan oleh Aktuaris Independen yaitu Kantor Konsultan Aktuaria Steven & Mourits, sebagaimana diungkapkan dalam
Laporan Aktuaris Independen yang masing-masing tertanggal 11 Februari 2026 dan 18 Februari 2025, perhitungan
dilakukan dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit” dan asumsi-asumsi utama sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Tingkat diskonto 6,05% 7,00%
Tingkat kenaikan gaji rata-rata 3% 5%
Usia pensiun normal 55 tahun 55 tahun
Tingkat mortalitas 100% TMI4 100% TMI4
Tingkat pengunduran diri 5,00% sampai 5,00% sampai
dengan usia 35 dan dengan usia 35 dan
berkurang secara berkurang secara
linear sampai linear sampai
dengan 0,00% pada dengan 0,00% pada
usia 55 tahun dan usia 55 tahun dan
setelahnya. setelahnya.
35
Page 46
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (LANJUTAN)
Rekonsiliasi nilai kini dari liabilitas imbalan pascakerja pada awal dan akhir tahun adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Aset Neto Awal Periode (2.561.473.847) (2.898.592.439)
Pembayaran Imbalan oleh Perusahaan 116.097.224 350.368.356
(Beban) Pendapatan di Laba Rugi (872.216.432) (790.660.910)
(Beban) Pendapatan pada PKL (276.504.837) 777.411.146
Biaya Terminasi 186.533.208 -
Saldo Akhir (3.407.564.684) (2.561.473.847)
Rincian beban imbalan kerja karyawan adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Biaya jasa kini 491.447.298 610.637.963
Beban bunga 171.999.454 178.406.863
Penyesuaian atas koreksi data - -
Pengakuan Liabilitas Masa Kerja Lalu 22.236.472 1.616.084
Jumlah 685.683.224 790.660.910
Mutasi liabilitas imbalan pascakerja selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Saldo awal (2.561.473.847) (2.898.592.439)
Beban imbalan pascakerja tahun berjalan (685.683.224) (790.660.910)
Pembayaran imbalan pascakerja yang dibayarkan tahun berjalan 116.097.224 350.368.356
Jumlah yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain (276.504.837) 777.411.146
Saldo Akhir (3.407.564.684) (2.561.473.847)
Mutasi liabilitas imbalan pascakerja selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Saldo akhir mutasi imbalan pascakerja (3.407.564.684) (2.561.473.847)
Cadangan Imbalan Pascakerja Lainnya (5.473.199.823) (3.765.250.000)
Jumlah Utang Imbalan Kerja (8.880.764.507) (6.326.723.847)
15. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar di Muka
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Pajak Penghasilan
- Pasal 21 - -
- Pasal 22 9.600.687 1.406.675
- Pasal 23 76.906.758 -
- Pasal 25 161.318.443 255.055.842
PPN (Vat In) 1.637.424.612 2.287.711.392
1.885.250.500 2.544.173.909
36
Page 47
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PERPAJAKAN (LANJUTAN)
b. Utang Pajak
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Pajak Penghasilan
- Pasal 21 92.782.816 79.822.683
- Pasal 22 48.748.437 41.221.794
- Pasal 23 27.275.505 41.796.786
- Pasal 25 37.576.732 46.065.910
- PPH pasal 29 711.869.113 526.266.279
PPN (Vat Out) 72.470.223 64.279.908
990.722.826 799.453.360
c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Beban pajak kini
- Induk - 259.141.714
- Entitas anak 1.083.434.220 606.527.680
Sub jumlah 1.083.434.220 865.669.394
Beban/Manfaat pajak tangguhan
- Perusahaan (564.225.754) (21.949.446)
- Entitas anak (161.422.820) (71.449.214)
Sub jumlah (725.648.573) (93.398.660)
Neto 357.785.647 772.270.734
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan laba (rugi)
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (10.794.477.995) 423.285.790
Laba (rugi) sebelum pajak (entitas anak) (4.206.000.911) (1.348.078.355)
Laba (rugi) sebelum pajak (Induk) (6.588.477.084) 1.771.364.145
Beda temporer
- Imbalan Pascakerja 789.661.878 (194.465.045)
- Pembayaran Pensiun - -
Beda tetap
Beban yang tidak dapat dikurangkan untuk tujuan fiskal 3.030.634.021 380.246.718
Penghasilan yang telah dikenakan pajak bersifat final (15.597.506) (110.732.992)
Taksiran Penghasilan Kena Pajak Tahun Berjalan - induk (2.783.778.692) 1.846.412.826
Kompensasi Kerugian Fiskal -
Jumlah Penghasilah Kena Pajak (2.783.778.692) 1.846.412.826
Jumlah Penghasilah Kena Pajak (pembulatan) (2.783.778.000) 1.846.412.000
Beban Pajak Kini Induk Perusahaan Nihil 259.141.714
37
Page 48
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PERPAJAKAN (LANJUTAN)
c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (lanjutan)
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Dikurangi Pajak Penghasilan dibayar di muka
- Pasal 22 4.846.423 -
- Pasal 23 76.906.758 179.865.767
- Pasal 25 76.299.829 70.347.591
Jumlah Taksiran Utang Pajak (pajak dibayar di muka) penghasilan
Induk - Pasal 29/28A 158.053.010 8.928.356
Jumlah Taksiran Utang Pajak - 526.266.279
(pajak dibayar di muka) penghasilan
Konsolidasi - Pasal 29/28A
d. Pajak Penghasilan Tangguhan
31 Desember 2025
Saldo Awal Dikreditkan ke Dibebankan ke Penyesuaian Saldo Akhir
Laba Rugi Penghasilan
Komprehensif
Rugi fiskal (73.798.135) 528.917.952 - 73.798.135 528.917.952
Beban imbalan kerja 1.063.104.418 119.655.058 - - 1.182.759.476
Penghasilan
komprehensif lain (351.910.720) - 56.018.657 - (295.892.062)
Penyisihan Piutang
Lain-lain& usaha 36.987.438 - - 3.277.429 40.264.867
Jumlah Aset
(Liabilitas) Pajak 674.383.001 648.573.010 56.018.657 77.075.563 1.456.050.232
31 Desember 2024
Saldo Awal Dikreditkan ke Dibebankan ke Penyesuaian Saldo Akhir
Laba Rugi Penghasilan
Komprehensif
Rugi fiskal (73.798.135) - - - (73.798.135)
Beban imbalan kerja 1.131.948.622 (68.844.204) - - 1.063.104.418
Penghasilan
komprehensif lain
(351.910.720) - - - (351.910.720)
Penyisihan Piutang 1.673.787.438 - - (1.636.800.000) 36.987.438
Lain-lain&
Jumlah Aset usaha 2.380.027.205 (68.844.204) - (1.636.800.000) 674.383.001
e. Pengampunan Pajak
Grup telah mengikuti program pengampunan pajak sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang No. 11 Tahun
2016 tentang “Pengampunan Pajak” (UU) yang berlaku efektif 1 Juli 2016. Pengampunan pajak adalah
penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di
bidang perpajakan, dengan cara mengungkap aset dan membayar uang tebusan sebagaimana diatur di dalam UU.
Grup telah mengikuti program pengampunan pajak berdasarkan Surat Pernyataan Harta No. 50300001897 tanggal
22 Desember 2016 dengan nilai keseluruhan sebesar Rp 1.465.526.994,-
38
Page 49
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR
Akun ini terdiri:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Gaji karyawan 40.107.318 407.722.086
Jamsostek - 60.888.117
utang Biaya Lainya 2.234.235 2.234.234
Jumlah 42.341.553 470.844.437
17. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA
Akun ini terdiri:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Utang Jangka Pendek
- PT Pool Advista Finance Tbk. 1.584.317.378 -
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 2.000.000.000
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 11.900.000.000 -
Utang Jangka Panjang
- PT Pool Advista Finance Tbk 7.030.981.400 10.092.806.974
Jumlah 20.515.298.778 12.092.806.974
Utang Jangka Pendek
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Fasilitas pinjaman PT. Karya Persada Khatulistiwa ini telah ditutup pada tanggal 6 Juni tahun 2024 berdasarkan surat no.
S.014/DIR.PAF/VI/2024.
Pada tanggal 10 Juni 2024 telah ditandatangani Perjanjian Kredit Modal Kerja nomor
RCO.SMG/0168/KMK/2024, Akta no. 10 atas nama PT. Karya Persada Khatulistiwa dihadapan Notaris Maria Dwi Hartati,
SH,M.Kn, berdasar SPPK nomor SME.Ar-07.SPW.SPPK/140/2024 tanggal 21 Mei 2024. Terinci sebagai berikut
1. Jenis Fasilitas : Kredit Modal Kerja
2. Plafond : Rp 10.000.000.000,-
3. Skema Kredit : Revolving - Transaksional
4. Tujuan Penggunaan : Tambahan modal kerja usaha perdagangan hasil olahan perikanan (rajungan)
5. Jangka Waktu Fasilitas : 12 bulan
6. Jangka Waktu per Penarika : 2 bulan sejak tanggal pencairan kredit
7. Suku Bunga : 9,25% pa. dan besarnya bunga dapat berubah sewaktu - waktu
8. Angsuran : dibayarkan setiap bulan setiap tanggal 15
9. Provisi : 0,1% dari plafond
10. Servicing fee : 0,4% dari plafond
11. Biaya Administrasi : Rp.4.500.000,-
12. Biaya Pengelolaan Rekenin : Rp.50.000,- per bulan
13. Biaya Asuransi : Rp. 5.948.662,-
14. Biaya Notaris : Rp. 35.000.000,-
15. Denda Keterlambatan : 5% pa. diatas suku bunga kredit untuk setiap keterlambatan
16. Penalty Pre-payment : 3% dari limit kredit apabila kredit dilunasi sebelum tanggal jatuh tempo
39
Page 50
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (LANJUTAN )
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Perseroan mendapatkan pembiayaan modal kerja dari PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero). Berdasarkan Surat
Penawaran Putusan Kredit (Offering Letter) nomor B.1611/KC-RO-SMG/OPK/05/2025 tanggal 22 Mei 2025, yang
kemudian dilanjutkan dalam Akta Perjanjian Kredit Modal Kerja no.18 tanggal 5 Juni 2025 dan no. 19 tanggal 5 Juni
2025, adalah sebagai berikut :
A. Fasilitas KMK Bersyarat
1. Plafond Kredit : Rp 10.000.000.000,-
2. Jenis Kredit : Kredit Modal Kerja Bersyarat
3. Bentuk Kredit : Maks Co. Tetap
Tujuan Tambahan modal kerja usaha Perdagangan Besar Hasil Olahan Perikanan dan
4. Penggunaan : Take Over KMK dari Bank Mandiri
Jangka Waktu
5. Kredit : 12 bulan
6. Suku Bunga : 9% pa. dibayar efektif setiap bulan
7. Provisi Kredit : 0,25%
8. Penalty : 50% dari suku bunga yang berlaku apabila terjadi tunggakan atas pokok dan atau
bunga
9. Biaya
Administrasi : Rp 5.000.000,-
B. Fasilitas KMK Co. Tetap
1. Plafond Kredit : Rp 5.000.000,-
2. Jenis Kredit : Kredit Modal Kerja
3. Bentuk Kredit : Maks Co. Tetap
Tujuan Tambahan modal kerja usaha Perdagangan Besar Hasil Olahan Perikanan dan
:
4. Penggunaan Take Over KMK dari Bank Mandiri
Jangka Waktu
:
5. Kredit 12 bulan
6. Suku Bunga : 9% pa. dibayar efektif setiap bulan
7. Provisi Kredit : 0,25%
8. Penalty : 50% dari suku bunga yang berlaku apabila terjadi tunggakan atas pokok dan atau
bunga
Biaya
9. Administrasi : Rp 2.000.000,-
C. Agunan Kredit
Agunan kredit berupa tanah dan bangunan pabrik PT. Prima Cakrawala Abadi Tbk dan PT. Karya Persada
Khatulistiwa.
1. Tanah dan bangunan atas PT Karya Persada Khatulistiwa dengan sertifikat SHGB no. 00018 dan 00019, LT
2.796 terletak di Desa Limbangan, Kecamatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Jantinyuat.
2. Tanah dan Bangunan atas nama Pt. Prima Cakrawala Abadi dengan sertifikat SHGB No: 01640 & 01641
yang terletak di Jl. Beringin Raya No.37 RT 010 RW 04 Kel. Wonosari Kec. Ngaliyan Kota Semarang.
D. Asuransi
Agunan kredit wajib diasuransikan kepada Perusahaan asuransi rekanan BRI sebesar nilai pasar wajar dengan
banker’s clause untuk kepentingan BRI, dengan premi dan jangka waktu yang disesuaikan dengan jangka waktu
kredit.
40
Page 51
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (LANJUTAN )
Utang Jangka Panjang
PT POOL ADVISTA FINANCE Tbk
Bedasarkan Akta Perjanjian Pembiayaan Anjak Piutang Nomor 175 tertanggal 30 Agustus 2019 di hadapan Notaris
Yulia, S.H., menerangkan bahwa PT Pool Advista Finance Tbk. selaku Kreditur dan PT Nuansa Cipta Mugello selaku
Debitur. Dalam perjanjian kredit tersebut menerangkan pihak kreditur telah memberian fasilitas kredit kepada debitur
terinci sebagai berikut:
Fasilitas Multiguna
1. Jenis Fasilitas : Pembiayaan investasi - restruktur
2. Skema Fasilitas : Pembayaran secara angsurang
3. Sifat Pembiayaan : Uncommited
4. Limit Kredit : Rp12.000.000.000,- (dua belas milyar rupiah)
5. Tujuan Penggunaan : Restrukturisasi pembiayaan modal kerja
6. Jangka Waktu : 36 Bulan terhitung sejak tanggal 30 September 2020 s/d 30 September 2023
7. Pembayaran kembali : Bulan 1-35 : Rp. 35.463.708
: Bulan 1-35 : Rp. 35.463.708
8. Suku Bunga : 3% p.a dan differed bunga 10% dibayar saat jatuh tempo fasilitas.
9. Biaya Provisi : Sebesar 0,25% Flat dibayar dimuka pada saat pencairan Pembiayaan.
10. Biaya Administrasi Rp. 2.500.000,-
11. Biaya Asuransi : Sesuai tagihan
12. Biaya Notaris : Sesuai tagihan
13. Denda Keterlambatan : 5% diatas suku bunga berlaku akan dibebankan untuk seluruh jumlah tunggakan
: pinjaman tidak dibayar pada saat jatuh tempo terhitung dari tanggal jatuh tempo
: tak terbayar sampai dengan tanggal dilakukan pembayaran.
14. Penalty Pre-payment : Tidak dikenakan pinalty
15. Asuransi : Jaminan atas pembiayaan diasuransikan di perusahaan asuransi rekanan PAF
dan terdaftar di OJK, dan diasuransikan selama jangka waktu pembiayaan
16. Agunan : a. Klien mengikatkan diri serta menjamin kreditur, bahwa piutang- piutang yang
dialihkan kepada kreditur adalah piutang-piutang yang timbul dan memenuhi
syarat sebagai berikut:
- Akan dibayar penuh dan tepat waktu oleh pihak tertagih.
- Pihak tertagih mampu membayar utang setiap saat.
- Pihak tertagih tidak akan menerbitkan dan/atau menarik cheque atau surat
berharga lain yang tidak ada dananya, tidak sah, cacat hukum atau kadaluarsa
- Pihak tertagih tidak dalam keadaan pailit.
- Pihak tertagih tidak dalam keadaan di bawah pengampunan.
- Pihak tertagih tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang tidak disetujui
kreditur.
- Pihak tertagi tidak dalam keadaan terlibat dalam suatu perkara.
- Pihak tertagih tidak akan menghentikan usahanya dengan alasan apapun
b. Klien juga menjamin bahwa :
- harus menyerahkan dan mengalihkan seluruh faktur-faktur dari pihak tertagih
yang telah disetujui kepada kreditur
- Kreditur adalah satu-satunya pihak yang ditunjukan memperoleh hak untuk
membeli piutang-piutang yang dimiliki klien
- Berkenaan dengan pengalihan piutang-piutang kepada kreditur dengan tidak
mengesampingkan ketentuan-ketentuan termuat dalam perjanjian ini.
- Dalam hal kreditur memberi pengecualian tertentu kepada klien maupun pihak
tertagih.
- Segalah tuntutan yang timbul dari pihak tertagih menjadi beban tanggung jawab
serta resiko klien sendiri
- Kreditur berhak untuk mendebet rekening (rekening factoring dan atau rekening
penampungan) klien untuk jumlah sesuai perhitungan kreditur.
41
Page 52
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (LANJUTAN )
Utang Jangka Panjang (lanjutan)
PT POOL ADVISTA FINANCE Tbk (LANJUTAN)
Bedasarkan Akta Perjanjian Pembiayaan Multiguna Kredit Nomor 176 tertanggal 30 Agustus 2019 di hadapan Notaris
Yulia, S.H., menerangkan bahwa PT Pool Advista Finance Tbk.selaku Kreditur dan PT Nuansa Cipta Magello selaku
Debitur. Dalam perjanjian kredit tersebut menerangkan pihak kreditur telah memberian fasilitas kredit kepada debitur
terinci sebagai berikut:
Fasilitas Multiguna
1. Jenis fasilitas : Multiguna
2. Skema Fasilitas : Ballon Payment
3. Sifat Pembiayaan : Non Revolving
4. Limit Kredit : Rp. 4.000.000.000,- (empat milyar rupiah)
5. Tujuan Penggunaan : Lainnya
6. Jangka Waktu : 36 Bulan terhitung sejak tanggal ditetapkan
7. Suku bunga : 14% p.a atau sesuai dengan tarif bunga yang berlaku di PT Pool Advista Finance
Tbk
8. Biaya Provisi : Sebesar 0,7% Flat dibayar dimuka pada saat pencairan Pembiayaan.
9. Biaya Administrasi : Sebesar 0,125% Flat dibayar dimuka pada saat penandatanganan akta perjanjian
10. Angsuran Per Bulan : Rp 75.000.000,- sisa ballon payment
11. Biaya Asuransi : Sesuai tagihan
12. Biaya Notaris : Sesuai tagihan
13. Denda Keterlambatan : 5% diatas suku bunga berlaku akan dibebankan untuk seluruh jumlah tunggakan
pinjaman tidak dibayar pada saat jatuh tempo terhitung dari tanggal jatuh tempo
tak terbayar sampai dengan tanggal dilakukan pembayaran.
14. Penalty Pre-payment : Tidak dikenakan pinalty
15. Asuransi : Jaminan atas pembiayaan diasuransikan di perusahaan asuransi rekanan PAF
dan terdaftar di OJK, dan diasuransikan selama jangka waktu pembiayaan
16. Agunan : a. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 018/Limbangan, Surat ukur tertanggal 22
Desember 2017 Nomor 00048/Limbangan/2017 seluas 2.300 m2 terletak di Desa
Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat
atas nama PT Karya Persada Khatulistiwa
b. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 019/Limbangan, Surat ukur tertanggal 28
Desember 2018 Nomor 00054/Limbangan/2018 seluas 496 m2 terletak di Desa
Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat
atas nama PT Karya Persada Khatulistiwa.
c. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 21085/Daya, Surat ukur tertanggal 23
Desember 2002 Nomor 00665/Daya/2018 seluas 2.435 m2 terletak di Desa Daya,
Kecamatan Biringkanaya, Kabupaten Makasar, Provinsi Sulawesi Selatan atas
nama PT Nuansa Cipta Mugello
d. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 21082/Daya, Surat ukur tertanggal 23
Desember 2002 Nomor 00666/Daya/2018 seluas 2.367 m2 terletak di Desa Daya,
Kecamatan Biringkanaya, Kabupaten Makasar, Provinsi Sulawesi Selatan atas
nama PT Nuansa Cipta Mugello.
e. Cessie atas tagihan minimal 110%.
42
Page 53
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (LANJUTAN )
Utang Jangka Panjang (lanjutan)
PT POOL ADVISTA FINANCE Tbk (LANJUTAN)
Pada tanggal 30 Agustus 2021 dilakukan restrukturisasi utang PT Pool Advista Finance. Berdasarkan Akta no.14 tanggal
6 September 2021 di hadapan Notaris Dewi Ramasari, S.H., mengenai Adendum Pertama Perjanjian pembiayaan
Investasi (Restrukturisasi) Rp12.000.000.000 dengan outstanding per tanggal 6 September 2021 sebesar Rp.
11.944.744.137, terinci sebagai berikut :
Fasilitas Pembiayaan Investasi
1. Jenis Fasilitas : Pembiayaan Investasi
2. Skema Pembiayaan Pembayaran secara angsuran
3. Plafond : Rp. 12.000.000.000,-
4. Outstanding : Rp. 11.944.744.137,-
5. Tujuan Penggunaan : Restrukturasi Pembiayaan ke-2
6. Jangka Waktu Restruktur : 30 Agustus 2021 sd 30 September 2023
7. Pembayaran kembali : Aug'21 - Aug'23 Rp 35.463.708
Sept'23 Rp 11.829.915.951,58
8. Suku Bunga : 3% p.a. dan deffered bunga 7% dibayar saat jatuh tempo fasilitas
9. Provisi : Rp0
10 Biaya Administrasi : Rp2.500.000
11. Biaya Asuransi : Sesuai tagihan
12. Biaya Notaris : Sesuai tagihan
13. Denda Keterlambatan : 5% diatas suku bunga berlaku akan dibebankan untuk seluruh jumlah tunggakan
pinjaman tidak dibayarkan pada saat jatuh tempo terhitung dari tanggal jatuh
tempo tak terbayar sampai dengan tanggal pembayaran dilakukan
14. Penalty Pre-payment : Tidak dikenakan pinalty
15. Asuransi : Jaminan atas pembiayaan diasuransikan di perusahaan asuransi rekanan PAF
dan terdaftar di OJK, dan diasuransikan selama jangka waktu pembiayaan
16. Agunan : Nilai Agunan tidak berubah sesuai dengan pembiayaan kredit Nomor 175
Berdasarkan Akta no.15 tanggal 6 September 2021 di hadapan Notaris Dewi Ramasari, S.H., mengenai Perjanjian Perubahan
(restrukturisasi) dan Penegasan Kembali Terhadap Perjanjian Pembiayaan Multiguna, terinci sebagai berikut:
Fasilitas Pembiayaan Multiguna
1. Jenis Fasilitas : Pembiayaan Multiguna
2. Skema Pembiayaan Pembayaran secara angsuran
3. Plafond : Rp. 4.000.000.000,-
4. Outstanding : Rp. 3.257.456.243,-
5. tujuan Penggunaan : Restrukturasi Pembiayaan ke-2
6. Jangka Waktu Restruktur :30 Agustus 2021 sd 30 Agustus 2022
7. Pembayaran kembali : Aug'21 - Jul'22 Rp 75.000.000
Aug'22 Rp 2.450.166.325,36
8. Suku Bunga : 3% p.a. dan deffered bunga 7% dibayar saat jatuh tempo fasilitas
9. Provisi : Rp0
10 Biaya Administrasi : Rp2.500.000
11. Biaya Asuransi : Sesuai tagihan
12. Biaya Notaris : Sesuai tagihan
13. Denda Keterlambatan : 5% diatas suku bunga berlaku akan dibebankan untuk seluruh jumlah tunggakan
pinjaman tidak dibayarkan pada saat jatuh tempo terhitung dari tanggal jatuh
tempo tak terbayar sampai dengan tanggal pembayaran dilakukan
14. Penalty Pre-payment : Tidak dikenakan pinalty
Jaminan atas pembiayaan diasuransikan di perusahaan asuransi rekanan PAF
15. Asuransi : dan terdaftar di OJK, dan diasuransikan selama jangka waktu pembiayaan
16. Agunan : Nilai Agunan tidak berubah sesuai dengan pembiayaan kredit Nomor 176
43
Page 54
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (LANJUTAN )
Utang Jangka Panjang (lanjutan)
PT POOL ADVISTA FINANCE Tbk (LANJUTAN)
Pada tanggal 29 September 2023 dilakukan restrukturisasi utang PT Nuansa Cipta Magello pada PT. Pool Advista
Finance, yaitu Adendum kedua no 002/PK-ADDENDUM/IX/2023 tanggal 29 September 2023 dihadapan Notaris Dewi
Ramasari, S.H., plafond Rp. 12.000.000.000, dengan outstanding per tanggal 27 September 2023 sebesar Rp.
11.800.414.914, Tersebut merupakan perubahan dari Adendum Pertama atas Perjanjian pembiayaan Investasi
(Restrukturisasi) no. 14 tanggal 6 September 2021. Terinci sebagai berikut :
Fasilitas Pembiayaan Investasi
1. Jenis Fasilitas : Pembiayaan Investasi
2. Skema Pembiayaan : Pembayaran secara angsuran
3. Plafond : Rp. 12.000.000.000,-
4. Outstanding : Rp. 11.800,414,914,-
5. Tujuan Penggunaan : Restrukturasi (Perpanjangan Jangka Waktu Pembiayaan)
6. Jangka Waktu Restruktur :84 bulan (30 September 2023 sd 30 September 2030)
7. Suku Bunga : 7% eff p.a
8. Angsuran : Rp 178.099.886,-/bulan
9. Biaya Administrasi Rp 15.000.000,-
10 Biaya Asuransi : Sesuai tagihan
11. Biaya Notaris : Sesuai tagihan
12. Denda Keterlambatan : 2% per bulan dari angsuran tertunggak
13. Penalty Pre-payment : Tidak dikenakan pinalty
14. Asuransi : Jaminan atas pembiayaan diasuransikan di perusahaan asuransi rekanan PAF,
dan diasuransikan selama jangka waktu pembiayaan
15. Agunan : Tanah dan bangunan atas nama PT Nuansa Cipta Magello, sertifikat SHGB no.
21082 dan 21085, yaitu tanah dan bangunan yang terletak di Jl. Kima 3 No. 5A
Kav K-48 Kel Daya Kec. Biringkanaya, Makassar
dengan LT 4.803 m2 LB 1.431 m2.
18. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai
berikut:
31 Desember 2025
Jumlah Saham
Persentase
Pemegang Saham Ditempatkan dan Jumlah
Kepemilikan (%)
Disetor Penuh
PT ASABRI (Persero) 305.535.018 26,19% 30.553.501.800
PT Bahari Istana Alkausar 58.360.000 5,00% 5.836.000.000
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 802.771.682 68,81% 80.277.168.200
Jumlah 1.166.666.700 100% 116.666.670.000
31 Desember 2024
Jumlah Saham
Persentase
Pemegang Saham Ditempatkan dan Jumlah
Kepemilikan (%)
Disetor Penuh
PT ASABRI (Persero) 293.285.543 25,14% 29.328.554.300
PT Bahari Istana Alkausar 58.360.000 5,00% 5.836.000.000
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 815.021.157 69,86% 81.502.115.700
Jumlah 1.166.666.700 100% 116.666.670.000
44
Page 55
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. MODAL SAHAM (LANJUTAN )
Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk No. 2 tanggal 9 Januari
2018, mengenai peningkatan modal di tempatkan dan modal disetor Perseroan dari sebesar Rp 70.000.000.000 menjadi
sebesar Rp 116.666.670.000. Perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU- AH.01.03-0008394
tanggal 10 Januari 2018.
Pada tahun 2017 Perusahaan melakukan Penawaran Umum Perdana sejumlah 466.666.700 saham dengan nilai
nominal sebesar Rp 100,- setiap saham yang mewakili sebesar 40% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh
dalam Perusahaan melalui Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran sebesar Rp 150,- setiap saham. Perusahaan
telah mendapat Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran dalam Rangka Penawaran Umum Perdana Saham
Perusahaan dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat No. S- 471/D.04/2017 tanggal 21
Desember 2017. Pada tanggal 29 Desember 2017 seluruh saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
Namun penambahan modal disetor baru diaktakan tanggal 9 Januari 2018.
Tambahan Modal Disetor
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Pengampunan Pajak 1.465.526.994 1.465.526.994
Jumlah 1.465.526.994 1.465.526.994
Pengelolaan Modal
Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah memastikan bahwa manajemen mempertahankan peringkat kredit
yang baik dan rasio modal yang sehat untuk mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai bagi pemegang saham.
Rasio utang terhadap modal dihitung berdasarkan pembagian antara liabilitas neto dengan jumlah ekuitas. Liabilitas neto
meliputi seluruh liabilitas dikurangi dengan kas dan bank. Jumlah modal meliputi seluruh ekuitas sebagaimana yang
disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
Perhitungan rasio utang terhadap ekuitas (Debt Equity Ratio/DER ) adalah sebagai berikut
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Jumlah Liabilitas 34.340.175.462 26.771.373.832
Dikurangi:
- Kas dan Setara Kas (lihat Catatan 4) 2.550.895.976 2.946.522.627
Liabilitas Neto 31.789.279.486 23.824.851.205
Jumlah Ekuitas 65.925.331.298 65.434.814.121
Rasio Liabilitas Neto Terhadap Modal 48,22% 36,41%
Tanggal 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 Group lebih banyak menggunakan modal kerja sendiri dibanding
hutang, dan mempertahankan dana kas dan bank 31 Desember 2025 sebesar Rp 2.550.891.403,-
19. AGIO SAHAM
Saldo agio saham pada tanggal 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp. 18.179.427.165,- dan
Rp. 18.179.427.165,- merupakan jumlah agio setelah dikurangi dengan biaya emisi dalam penawaran umum saham.
45
Page 56
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. SALDO LABA (RUGI)
Saldo laba (rugi) ditahan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 adalah:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Saldo awal (68.439.273.860) (67.042.109.155)
Perubahan:
- Laba (rugi) tahun berjalan 490.328.259 239.433.339
- Koreksi saldo laba (rugi) 273.111 (1.636.598.044)
Saldo Akhir (67.948.672.490) (68.439.273.860)
21. KEPENTINGAN NONPENGENDALI
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Saldo awal (2.437.536.173) (2.437.282.022)
Jumlah modal yang didistribusikan ke entitas anak (273.106) (201.796)
Rugi komprehensif periode berjalan konsolidasian yang distribusikan ke
entitas anak 188.908 (52.355)
Saldo Akhir (2.437.620.371) (2.437.536.173)
31 Desember 2025
Jumlah Aset Jumlah Liabilitas Laba Rugi Tahun
Pendapatan Neto
Berjalan
NCM 48.539.459.216 24.795.548.308 852.556.256 88.469.891.443
KPK 49.940.736.430 16.356.253.445 5.707.617.232 139.713.942.976
Jumlah 98.480.195.645 41.151.801.753 6.560.173.488 228.183.834.419
31 Desember 2024
Jumlah Aset Jumlah Liabilitas Laba Rugi Tahun Pendapatan Neto
NCM 42.011.297.948 19.119.943.296 Berjalan
(5.398.543.489) 115.272.884.696
KPK 35.775.028.134 7.898.162.380 3.893.290.077 158.493.325.146
Jumlah 77.786.326.082 27.018.105.676 (1.505.253.413) 273.766.209.842
22. PENJUALAN NETO
Akun ini terdiri dari :
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Penjualan ekspor 226.835.933.631 245.723.420.572
Penjualan lokal 5.979.779.216 1.202.612.068
Penjualan Lain-lain 19.679.505 57.619.567
Jumlah 232.835.392.352 246.983.652.207
46
Page 57
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. PENJUALAN NETO (LANJUTAN)
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan melakukan semua
transaksi penjualan kepada pihak ketiga,
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 terdapat pendapatan dari pelanggan yang
jumlahnya di atas 10% dari jumlah pendapatan bersih sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
NIT 138.704.914.594 148.870.458.083
CSC 88.130.885.389 96.852.962.490
HM - sampel 133.648 -
Jumlah 226.835.933.631 245.723.420.573
Persentase terhadap Penjualan 97,42% 99,49%
23. BEBAN POKOK PENJUALAN
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Persediaan Bahan Baku & Packing
Awal 3.769.787.722 2.234.487.155
Pembelian 191.277.108.777 188.849.589.459
Akhir (4.975.550.406) (3.769.787.722)
Pemakaian bahan baku & bahan pembantu 190.071.346.093 187.314.288.892
Biaya tenaga kerja langsung 15.115.463.552 20.192.332.515
Beban Overhead 1.050.902.133 5.536.809.325
Beban Utilitas 2.184.627.105 3.122.466.971
Beban Depresiasi 3.805.297.874 955.286.639
Barang Setengah Jadi Awal 459.607.720 251.945.934
Barang Setengah Jadi Akhir (527.381.998) (459.607.720)
Harga Pokok Produksi 212.159.862.480 216.913.522.556
Persediaan Barang Jadi
Awal 3.501.920.030 7.245.792.134
Akhir (5.582.979.627) (3.501.920.030)
Beban Pokok Penjualan 210.078.802.883 220.657.394.660
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat pembelian dari
pemasok yang jumlahnya di atas 10% dari pembelian Perusahaan.
24. BEBAN PENJUALAN
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Kargo 4.487.116.760 6.248.772.468
Surveyor 286.287.171 125.600.250
Stuffing ekspor 62.333.500 89.629.800
Promosi dan Pameran 380.830.764 79.785.353
Ekspedisi 48.120.742 1.843.710
Lain-lain 384.071.713 378.337.533
Jumlah 5.648.760.650 6.923.969.114
47
Page 58
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Gaji dan tunjangan karyawan 11.469.993.362 11.606.185.759
Imbalan pascakerja (Catatan 14) 1.009.340.363 2.127.696.352
Cadangan Imbalan Pascakerja 1.707.949.823 -
Pajak 1.053.417.129 1.458.898.753
Perjalanan dinas 1.094.490.501 1.138.468.645
Jasa profesional 1.195.790.464 896.672.649
Pemeliharaan 688.789.518 585.197.402
Penyusutan (Catatan 11) 425.197.121 405.860.818
Rumah tangga kantor 239.081.401 361.695.364
Transportasi 113.159.400 202.103.837
Perlengkapan kantor 185.748.472 212.806.703
Listrik dan air 202.327.329 199.547.939
Perijinan 116.104.562 153.074.900
Administrasi OJK dan BEI 122.312.502 126.000.002
Amortisasi 123.032.855 115.835.376
Telepon 143.434.440 105.096.967
Jamuan 41.851.888 85.481.865
Sewa 82.155.000 51.908.548
Beban RUPS 33.983.590 17.259.918
Asuransi 36.385.342 8.330.563
Beban CSR 176.319.458 198.000
Beban Kerugian Piutang 7.514.446.000 -
Beban Mes Karyawan 13.068.700 -
Lain-lain 86.976.315 199.970.222
Jumlah 27.875.355.535 20.058.290.582
26. PENDAPATAN LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Pendapatan (beban) lainnya 20.125.983 24.021.878
Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap (4.504.505) (36.216.216)
Pendapatan Bunga Lainnya 401 -
Jumlah 15.621.880 (12.194.338)
27 PENGHASILAN KEUANGAN
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Pendapatan Bunga Bank dan Lembaga Pembiayaan dan Jasa Giro 32.173.481 133.330.392
Jumlah 32.173.481 133.330.392
48
Page 59
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. BEBAN KEUANGAN
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Beban pajak jasa giro 3.809.084 5.147.325
Beban Bunga Bank dan Lembaga Pembiayaan 884.392.984 1.095.301.405
Beban Administrasi Bank 220.303.502 145.062.087
Jumlah 1.108.505.570 1.245.510.817
29. LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Laba (rugi) komprehensif tahun berjalan 490.517.170 239.433.339
Rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama tahun berjalan 1.166.666.700 1.166.666.700
Laba (Rugi) Bersih per Saham Dasar 0,42 0,21
30. SEGMEN OPERASI
a. Segmen Primer
Untuk kepentingan manajemen, kegiatan usaha Grup diklasifikasikan menjadi 1 (satu) segmen usaha, yaitu
perdagangan hasil olahan jenis rajungan. Informasi mengenai segmen usaha adalah sebagai berikut :
Hasil laut 31 Desember 2025 31 Desember 2024
Penjualan eksternal 232.835.392.352 246.983.652.207
Beban pokok penjualan (210.078.802.884) (220.657.394.660)
Laba Segmen 22.756.589.469 26.326.257.547
b. Segmen Geografis
Informasi mengenai segmen usaha geografis grup adalah sebagai berikut :
Hasil laut 31 Desember 2025 31 Desember 2024
Penjualan
Ekspor 226.835.933.631 245.723.420.573
Lokal 5.979.779.216 1.202.612.068
Jumlah 232.815.712.847 246.926.032.641
31. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usahanya, Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Entitas dianggap berelasi jika entitas
tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mengendalikan atau mengendalikan bersama, atau
memiliki pengaruh signifikan atas Grup dalam pengambilan keputusan keuangan dan operasional. Entitas juga dianggap
berelasi jika entitas tersebut sepengendalian dengan Grup.
49
Page 60
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (LANJUNTAN)
Kompensasi Manajemen Kunci
Manajemen kunci adalah orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan,
memimpin, dan mengendalikan kegiatan Perusahaan, termasuk direktur Perusahaan yang tercantum pada Catatan 1
atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
32. INSTRUMEN KEUANGAN
Jumlah tercatat aset dan liabilitas keuangan yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian telah mendekati
nilai wajarnya karena seluruhnya merupakan instrumen keuangan berjangka pendek.
33. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Grup adalah risiko mata uang, risiko kredit dan risiko likuiditas.
Kebijakan manajemen terhadap risiko keuangan dimaksudkan untuk meminimalkan potensi dan dampak keuangan yang
mungkin timbul dari risiko-risiko tersebut. Dalam kaitannya dengan hal ini, manajemen tidak memperkenankan adanya
transaksi derivatif yang bertujuan spekulatif.
Berikut ini adalah ikhtisar tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Grup:
a. Risiko Mata Uang
Perusahaan melakukan transaksi bisnis dalam beberapa mata uang dan karena itu terekspos risiko mata uang.
Grup tidak memiliki kebijakan khusus terhadap lindung nilai atas mata uang asing. Namun manajemen senantiasa
memantau eksposur mata uang dan akan mempertimbangkan untuk melakukan lindung nilai manakala timbul
risiko.
b. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak akan gagal memenuhi liabilitas dalam suatu instrumen
keuangan atau kontrak konsumen yang menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Risiko kredit yang
dihadapi Grup berasal dari kredit yang diberikan kepada pelanggan tertentu dan simpanan di bank.
Manajemen meminimalkan risiko kredit dengan menempatkan dana hanya pada bank yang memiliki reputasi baik
serta melakukan hubungan usaha hanya dengan pihak ketiga yang memiliki kondisi usaha yang baik.
Grup memiliki kebijakan yang jelas dalam pemilihan pelanggan, perjanjian yang mengikat secara hukum dan secara
historis mempunyai tingkat yang rendah atas piutang usaha yang bermasalah. Sebagai tambahan, jumlah piutang
dipantau secara terus menerus untuk mengurangi risiko piutang yang tidak tertagih. Jumlah maksimum eksposur
risiko kredit adalah sebesar jumlah tercatat sebagaimana diungkapkan pada Catatan 4, 6 dan 7.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024, rincian aset keuangan adalah sebagai berikut :
31 Desember 2025
Belum Jatuh Kurang dari 1 Lebih dari 1 tahun
Jumlah
Tempo tahun
Aset Keuangan :
- Kas dan bank 2.550.895.976 - - 2.550.895.976
- Piutang usaha 25.044.439.811 - - 25.044.439.811
- Piutang lain-lain 1.451.752.817 - - 1.451.752.817
29.047.088.604 - - 29.047.088.604
50
Page 61
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (LANJUTAN)
b. Risiko Kredit (lanjutan)
31 Desember 2024
Belum Jatuh Kurang dari 1 Lebih dari 1 tahun
Tempo tahun Jumlah
Aset Keuangan :
- Kas dan bank 2.946.522.627 - - 2.946.522.627
- Piutang usaha 36.901.478.410 340.000 - 36.901.818.410
- Piutang lain-lain 1.084.210.198 - - 1.084.210.198
40.932.211.235 340.000 - 40.932.551.235
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas (risiko pendanaan) adalah risiko di mana Perusahaan akan mengalami kesulitan memperoleh dana
tunai ketika memenuhi komitmennya atas instrumen keuangan. Tujuan pengelolaan terkait dengan risiko ini
terutama adalah untuk menjaga tingkat kas dalam besaran yang memadai guna mendanai kebutuhan operasional
dan menutup liabilitas (terutama liabilitas dalam jangka pendek).
Pengelolaan kas tersebut mencakup proyeksi hingga beberapa periode ke depan, menjaga profil jatuh tempo aset
dan liabilitas keuangan serta memantau rencana dan realisasi arus kas. Sebagai bagian dari upaya tersebut,
manajemen juga senantiasa mengupayakan penagihan kepada pelanggan secara tepat waktu dan sedapat mungkin
mengurangi transaksi pembelian yang dilakukan secara tunai
Tabel di bawah merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan pembayaran kontraktual
yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024
31 Desember 2025
Belum Jatuh Kurang dari 1 Lebih dari 1 tahun
Jumlah
Tempo tahun
Utang usaha 1.429.772.451 - - 1.429.772.451
Utang lain-lain 1.937.600.004 - - 1.937.600.004
Beban harus dibayar 42.341.553 - - 42.341.553
Jumlah 3.409.714.007 - - 3.409.714.007
31 Desember 2024
Belum Jatuh Kurang dari 1 Lebih dari 1 tahun
Tempo tahun Jumlah
Utang usaha 2.325.425.949 - - 2.325.425.949
Utang lain-lain 136.550.000 - - 136.550.000
Beban harus dibayar 470.844.437 - - 470.844.437
Jumlah 2.932.820.386 - - 2.932.820.386
51
Page 62
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. PERJANJIAN PENTING
Tanggal 02 Januari 2024 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Nuansa Cipta Magello dengan PT Prima
Cakrawala Abadi, Tbk nomor 327/KSO/PCA-NCM/I/2024, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 2 Januari 2024
s/d 30 Juni 2024, berupa marketing fee sebesar 4% dari penjualan (include pajak). Mengenai perpanjangan jangka
waktu perjanjian akan diperbaharui setiap 6 bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap 3 bulan, yaitu maksimal
1 bulan setelah masa jatuh temponya
Tanggal 28 Juni 2024 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Karya Persada Khatulistiwa dengan PT Prima
Cakrawala Abadi, Tbk nomor 130/KSO/PCA-KPK/VI/2024, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 1 Juli 2024 s/d
31 Desember 2024, berupa marketing fee sebesar 3% dari penjualan (include pajak). Mengenai perpanjangan jangka
waktu perjanjian akan diperbaharui setiap 6 bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap 3 bulan, yaitu maksimal
1 bulan setelah masa jatuh temponya.
Tanggal 28 Juni 2024 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Nuansa Cipta Magello dengan PT Prima
Cakrawala Abadi, Tbk nomor 129/KSO/PCA-NCM/VI/2024, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 1 Juli 2024 s/d
31 Desember 2024, berupa marketing fee sebesar 3% dari penjualan (include pajak). Mengenai perpanjangan jangka
waktu perjanjian akan diperbaharui setiap 6 bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap 3 bulan, yaitu maksimal
1 bulan setelah masa jatuh temponya. Pada tanggal 24 September 2024 diperbaharui dengan addendum nomor
230/KSO/PCA-NCM/IX/2024 mengenai pembebasan dari kewajiban membayar marketing fee kepada PCA untuk periode
1 Oktober 2024 s/d 31 Desember 2024.
Tanggal 2 Januari 2025 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Karya Persada Khatulistiwa dengan PT
Prima Cakrawala Abadi, Tbk nomor PK 077/KSO/PCA-KPK/I/2025, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 2
Januari 2025 s/d 30 Juni 2025, berupa marketing fee sebesar 3% dari penjualan (include pajak). Mengenai perpanjangan
jangka waktu perjanjian akan diperbaharui setiap 6 bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap 3 bulan, yaitu
maksimal 1 bulan setelah masa jatuh temponya.
Tanggal 2 Januari 2025 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Nuansa Cipta Magello dengan PT Prima
Cakrawala Abadi, Tbk nomor PK 078/KSO/PCA-NCM/I/2025, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 2 Januari
2025 s/d 30 Juni 2025, berupa marketing fee sebesar 3% dari penjualan (include pajak). Mengenai perpanjangan jangka
waktu perjanjian akan diperbaharui setiap 6 bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap 3 bulan, yaitu maksimal
1 bulan setelah masa jatuh temponya. Pada tanggal 15 April 2025 diperbaharui dengan addendum nomor 079/KSO/PCA-
NCM/IV/2025 mengenai pembebasan dari kewajiban membayar marketing fee kepada PCA untuk periode 1 Januari
2024 s/d 31 Maret 2025. Pada tanggal 30 Juni 2025 diperbaharui dengan addendum nomor 080/KSO/PCA-NCM/IV/2025
mengenai pembebasan dari kewajiban membayar marketing fee kepada PCA untuk periode 1 april 2024 s/d 30 Juni
2025.
Tanggal 30 Juni 2025 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Karya Persada Khatulistiwa dengan PT Prima
Cakrawala Abadi, Tbk nomor PK 131/KSO/PCA-KPK/VII/2025, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 1 Juli 2025
s/d 31 Desember 2025, berupa marketing fee sebesar 3% dari penjualan (include pajak). Mengenai perpanjangan jangka
waktu perjanjian akan diperbaharui setiap 6 bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap 3 bulan, yaitu maksimal
1 bulan setelah masa jatuh temponya.
Tanggal 30 Juni 2025 dilakukan perjanjian kerja sama operasi antara PT Nuansa Cipta Magello dengan PT Prima
Cakrawala Abadi, Tbk nomor PK 130/KSO/PCA-NCM/VII/2025, dengan jangka waktu 6 bulan terhitung sejak 1 Juli 2025
s/d 31 Desember 2025, berupa marketing fee sebesar 3% dari penjualan (include pajak). Mengenai perpanjangan jangka
waktu perjanjian akan diperbaharui setiap 6 bulan. Pembayaran marketing fee dilakukan setiap 3 bulan, yaitu maksimal
1 bulan setelah masa jatuh temponya.
52
Page 63
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. KELANGSUNGAN USAHA
Perusahaan tidak mendapatkan Izin Usaha Industri (IUI) dari Instansi terkait karena kantor dan pabrik yang berlokasi di
Semarang berada dikawasan pemukiman/perumahan. Kondisi ini menyebabkan Perusahaan berhenti dalam melakukan
kegiatan proses produksi serta banyaknya pengunduran diri sebagian karyawan/tenaga kerja ahli yang bekerja di
Perusahaan. Oleh karena itu, kelangsungan hidup Perusahaan bergantung sepenuhnya pada operasional anak
perusahaan serta dukungan keuangan eksternal agar Perusahaan mematuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo.
Untuk masalah ini, dewan pengurus Perusahaan percaya bahwa prinsip mengenai mayoritas pemegang saham telah
berkomitmen untuk memberikan dukungan finansial kepada Perusahaan dan akan menjamin untuk memenuhi semua
kewajiban Perusahaan.
Dalam upaya mengatasi hal tersebut manajemen perusahaan akan melakukan langkah - langkah sebgai berikut
1. Perseroan berencana untuk menjual asset tanah dan pabrik yang berlokasi di Semarang sebagai modal untuk
relokasi pabrik perseroan ke lokasi yang diizinkan untuk kegiatan industri.
2. Meningkatkan modal kerja maupun modal investasi Perseroan melalui kerjasama dengan lembaga keuangan.
3. Berupaya untuk meningkatkan volume produksi dan penjualan dari anak usaha.
4. Memperluas jaringan supply bahan baku mulai dari Indonesia bagian barat sampai dengan bagian timur
5. Membuka dan memperluas pasar lokal untuk meningkatkan rasio penjualan lokal dibandingkan dengan ekspor
Dengan dukungan penuh dari pemegang saham dan sumber daya yang dimiliki saat ini, manajemen meyakini bahwa
Grup akan tetap dapat mempertahankan kelangsungan usahanya di masa depan
36. REMUNERASI DIREKSI DAN KOMISARIS
Pengangkatan direksi dan komisaris serta pemberian remunerasi dan fasilitas bagi Direksi dan Dewan Komisaris PT
Prima Cakrawala Abadi Tbk ditetapkan berdasar RUPS, sesuai anggaran dasar Perseroan Akta no. 20 tanggal 19
September 2017 beserta perubahannya, yaitu Akta No.5 tanggal 13 Agustus 2021.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham PT. Prima Cakrawala Abadi Tbk yang dituangkan dalam Akta no. 07
tanggal 22 Juli 2022, dilakukan pengangkatan kembali Direksi dan Dewan Komisaris. Remunerasi beserta fasilitas
Direksi dan Dewan Komisaris diatur dalam Surat Ketetapan No.004/ Kom.PCA/IX/2022 tgl. 9 September 2022
Pada tanggal 22 Juli 2024 diterbitkan Surat Keputusan No. 005/ Kom.PCA/ VII/ 2024 mengenai Penetapan Remunerasi
Direksi dan Dewan Komisaris tahun 2024. Remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris yang telah mendapat persetujuan
pemegang saham dalam RUPS pada tanggal 25 Juni 2024, yang tertuang dalam Berita Acara Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan nomor 12 tanggal 25 Juni 2024.
Remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris tahun 2025 telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPS
Tahunan, yang tertuang dalam Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan nomor 13 tanggal 24 Juni 2025.
Remunerasi Direksi dan dewan komisaris tahun 2025 ditetapkan berdasarkan surat keputusan
No.003/Kom.PCA/VII/2025 tanggal 15 Juli 2025.
37. PERKEMBANGAN PERKARA PT ASI DAN PT TAL
Berdasarkan surat perjanjian antara PT Nuansa Cipta Magello dan PT Tandikek Asri Lestari tertanggal 30 Oktober 2019.
isi dari surat perjanjiannya ialah, bahwa Pihak pertama (PT NCM) meminjamkan uang kepada pihak kedua (PT TAL)
sebesar Rp9.000.000.000,- (Sembilan Milyar rupiah) dengan jangka waktu 2 (dua) tahun terhitung dari penandatanganan
kontrak.
Berdasarkan surat perjanjian antara PT Nuansa Cipta Magello dan PT Anugrah Semesta Investama tertanggal 30
Oktober 2019. isi dari surat perjanjiannya ialah, Bahwa Pihak pertama (PT NCM) meminjamkan uang kepada pihak ke
dua (PT ASI) sebesar Rp3.000.000.000,- (Tiga Milyar rupiah) dengan jangka waktu 6 (enam) bulan terhitung dari
penandatanganan kontrak.
53
Page 64
PT PRIMA CAKRAWALA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 31 DESEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. PERKEMBANGAN PERKARA PT ASI DAN PT TAL (LANJUTAN)
Perseroan telah menandatangani perjanjian dengan Prisma & Co no. 043/PRISMA-NCM/KH/VI/2023 pada tanggal 30
Juni 2023 untuk melanjutkan pengurusan sengketa PT Tandikek Asri Lestari dan PT Anugerah Semesta Investama.
1. Berdasarkan Progress Report Nomor: 074/PRISMA-NCM/REPORT/XI/2023 dan Nomor: 075/PRISMA-
NCM/REPORT/XI/2023 tanggal 21 November 2023, perkembangan pengurusan sengketa adalah sebagai berikut :
- Pada tanggal 31 Juli 2023 dikirimkan Somasi pertama kepada PT ASI dan PT TAL melalui Prisma & Co
- Pada tanggal 12 September 2023 dikirimkan Somasi kedua kepada PT. ASI dan PT TAL melalui Prisma &
- Pada tanggal 30 Oktober 2023 dikirimkan Somasi ketiga kepada PT. ASI dan PT TAL melalui Prisma & Co
2. Pada tanggal 27 Desember 2023 dilakukan permohonan Arbitrase ke BANI terhadap PT ASI melalui surat nomor
082/NCM-ASI-BANI/XII/2023. Dan permohonan Arbitrase terhadap PT TAL melalui surat nomor 084/NCM-TAL-
BANI/XII/2023.
3. Berdasarkan permohonan Perkara PT NCM terhadap PT ASI tersebut, BANI mengeluarkan Penetapan Biaya
Arbitrase Perkara Nomor 47002/I/ARB-BANI/2024 pada tanggal 10 Januari 2024, namun belum mendapatkan
tanggapan dari PT ASI. Selanjutnya Selanjutnya dikarenakan tidak adanya respon atas permohonan BANI dan telah
lewatnya batas waktu pembayaran BANI sampai waktu yang telah ditentukan, berdasarkan Surat BANI Nomor
24.1559/VIII/BANI/A WR-Lq tanggal 7 Agustus 2024 Perihal Penghapusan Perkara, bahwa Perkara tersebut
dihapus dari daftar register perkara BANI dikarenakan belum diterimanya pembayaran atas Biaya Administrasi.
Perkara akan dilanjutkan setelah adanya pembayaran tersebut.
4. Berdasarkan permohonan Perkara PT NCM terhadap PT TAL, BANI mengeluarkan Penetapan Biaya Arbitrase
Perkara Nomor 47002/I/ARB-BANI/2024 pada tanggal 10 Januari 2024, namun belum mendapatkan tanggapan dari
PT. TAL. Selanjutnya dikarenakan tidak adanya respon atas permohonan BANI dan telah lewatnya batas waktu
pembayaran BANI sampai waktu yang telah ditentukan, berdasarkan Surat BANI Nomor 24.1560/VIII/BANI/A WR-Lq
tanggal 7 Agustus 2024 Perihal Penghapusan Perkara dikarenakan belum diterimanya pembayaran atas Biaya
Administrasi, Biaya Pemeriksaan dan Biaya Arbiter tersebut sampai dengan jangka waktu yang telah ditentukan.
Perkara akan dilanjutkan setelah adanya pembayaran tersebut.
5. Selanjutnya Perseroan mengupayakan penagihan piutang PT ASI dan P TAL, serta mendiskusikan dengan
Pengacara Perseroan, yaitu Prisma & Co, terkait penyelesaikan masalah tersebut. Atas diskusi tersebut,
manajemen meyakini sebagian piutang masih dapat ditagihkan.
54
Names mentioned 67 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT. Prima Cakrawala Abadi Dog
p.4
unresolved
person
Hasbullah Abdul Rasyid
p.16 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.16 ×8
unresolved
person
Rini Yulianti
p.16
unresolved
person
Retno Hertiyanti
p.16 ×3
unresolved
org
Domisili
· Nama Perusahaan
p.16 ×2
unresolved
org
PT Nuansa Cipta
p.16 ×2
unresolved
org
PT Karya Persada
p.16 ×2
unresolved
org
PT Nuansa Cipta Magello
p.17 ×16
unresolved
person
Nisa Rochmasari
p.17
unresolved
org
PT Karya Persada Khatulistiwa
p.17 ×15
unresolved
person
Jimmy Tanal
p.17
unresolved
person
A. Sunu Widyatmoko
p.18
unresolved
person
Raditya Wardhana
p.18
unresolved
person
Lim Tony
p.18
unresolved
person
Titi Indah Susilowati
p.18
unresolved
person
Ida Bagus Oka Nila Angggota
p.18 ×3
unresolved
person
Djunggu H. Sitorus Angggota
p.18 ×3
unresolved
person
Hendra Wardana
p.18
unresolved
org
Bank Indonesia
p.31 ×3
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.35
unresolved
org
Bank CIMB Niaga Tbk | 778.388 | 1.578.388
Bank
p.36
unresolved
org
PT Artha Securitas Indonesia
p.37 ×2
unresolved
org
PT Tandikek Asri Lestari
p.39 ×5
unresolved
org
PT Anugrah Semesta Investama
p.39 ×3
unresolved
org
PT. Anugerah Semesta Investama
p.39 ×2
unresolved
org
PT Tandikek Asri
p.39
unresolved
org
PT Anugrah
p.39
unresolved
org
KJPP Ruddy Barus Yenny dan Rekan
p.43
unresolved
org
KJPP Ruddy Barus Yenny
p.43
unresolved
org
PT. Karya Persada Khatulistiwa Surplus Revaluasi Aset Revaluasi
p.43
unresolved
org
PT. Nuansa Cipta Magello Surplus Revaluasi Aset Revaluasi
p.43
unresolved
org
PT Samudera Naga Global
p.44
unresolved
org
PT Rahayu Perdana Trans
p.44
unresolved
org
PT MIP Logistik Indonesia
p.44
unresolved
org
PT United Can
p.44
unresolved
org
PT Astro Media Indonesia
p.44 ×2
unresolved
person
Erry Firmansyah
p.44
unresolved
person
Yana Heriyana Rochman
p.45 ×3
unresolved
person
Hari Bagyo
· Notaris
p.45 ×4
unresolved
org
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
p.45
unresolved
person
Maria Dwi Hartati
p.49
unresolved
org
Bank Mandiri Jangka Waktu
p.50 ×2
unresolved
person
Yulia
p.51 ×2
unresolved
org
PT Nuansa Cipta Mugello
p.51 ×3
unresolved
org
PT Pool Advista Finance. Berdasarkan Akta
p.53
unresolved
person
Dewi Ramasari
p.53 ×3
unresolved
org
PT Bahari Istana Alkausar
p.54 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.55
unresolved
org
PT ASI
p.63 ×9
unresolved
org
PT TAL
p.63 ×8
unresolved
org
PT NCM
p.63 ×4
unresolved
org
PT ASI. Selanjutnya Selanjutnya
p.64
unresolved
org
PT. TAL. Selanjutnya
p.64
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.