Back to announcement
Checklist Pengungkapan Lap Keu_KBLV_311225.pdf
Financial statement Text extracted KBLVSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 85
Page 1 OCR 0.939
Page 1 of 85 CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA 1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini, kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek harus menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No. VIII.G.17). 2. Tanda (v) diisi pada kolom "Ada' apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada kolom 'Keterangan' ditambahkan cross reference ke nomor catatan atas laporan keuangan. 3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka tanda v) diisi pada kolom "Tidak Ada" dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom keterangan. 4. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda (v) diisi pada kolom 'N/A'. 5. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan (untuk laporan keuangan audited). Data Umum Nama Emiten/Perusahaan Publik PT First Media Tbk Bidang Usaha Penyediaan jasa jaringan komunikasi pita lebar dan pendistribusian sinyal elektronik serta layanan Internet broadband berkecepatan tinggi Jenis penawaran Umum 31 Des 2025 31 Des 2024 (Diaudit) (Diaudit) Nama Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, | Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & | Aryanto, Mawar & Rekan Rekan
Page 2 OCR 0.906
Page 2 of 85 Nama Partner Adrian Adisetyo Adrian Adisetyo Winoto Winoto Opini Akuntan WTP WTP Catatan tentang Opini (jika ada) NYA N/A “ disesuaikan dengan periode penyajian laporan keuangan. Ya Tidak Pemenuhan Peraturan No.VIII.G.11 Tentang “Tanggung v Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan” Pemenuhan Peraturan No.VIIL,A.2 tentang “Independensi v Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal" Data Keuangan Penting (dalam jutaan rupiah) Periode laporan keuangan 31 Des 2025 | 31 Des 2024 Laba Rugi Komprehensif Pendapatan 1,694 28,572 Laba (rugi) bruto 1,054 9,446 Laba (rugi) usaha/operasional (16,833) 47,122 EBITDA (19,427) GT151) Laba (rugi) Bersih tahun berjalan (5,577) 58,015 Laba (rugi) komprehensif 3,259,683 1,317,260 Laba Per saham (dasar) (1) 36 Laba Per saham (dilusian) - - Laporan Posisi keuangan Jumlah Aset 5,440,149 2,171,641 Jumlah Aset Lancar 320,253 318,314 Jumlah Aset Tidak Lancar 5,119,896 1,853,327 &
Page 3 OCR 0.923
Page 30f85 Jumlah Liabilitas 1,441,997 1,433,172 Jumlah S Jangka 1,427,409 1,418,842 Pendek Jumlah Liabilitas Jangka 14,588 14,330 Panjang Jumlah Ekuitas 3,998,152 738,469 Modal Disetor 871,084 871,084 Saldo Laba (Deficit) (717,649) (716,608) Rasio Keuangan# Rasio Lancar (Yo) 22.43 22,43 ROA (0.10) 2.67 ROE (0.14) 7.86 Ebitda thd pendapatan (Yo) (1,146.81) (39.03) “dapat disesuaikan berdasarkan industrinya Catatan: 1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan seluruhnya, kecuali pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak dapat diterapkan pada Emiten atau Perusahaan Publik. Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyesuaikan pengungkapan sesuai dengan karakteristik Industri apabila pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami laporan keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. 2, Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checktist ini, namun mengikuti peraturan Bapepam-LK No VIII.G.17 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.
Page 4 OCR 0.897
Page 4 of 85 Laporan Keuangan Terdiri dari Laporan posisi keuangan pada akhir perlode Laporan laba rugi komprehensif selama perlode Laporan perubahan ekuitas selama periode Laporan arus kas selama perlode ajlalulni- Laporan posisi keuangan pada awal perlode komparatif yang disajikan saat Perusahaan menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika Perusahaan mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya. Ba Kas Ka Mas Basa 2 Catatan atas Laporan Keuangan Ketentuan Umum Perusahaan wajib menyajikan catatan atas laporan keuangan dengan urutan sebagai berikut: a. gambaran umum Perusahaan, b. dasar penyusunan laporan keuangan dan Ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan: €. informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekultas dan laporan arus kas, sesuai dengan urutan penyajlan laporan dan penyajian masing-masing pos, dan d. pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi: 1) Inforrnasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan: dan 2) Informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan, tetap! Informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan. Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilal atau persentase untuk menjelaskan adanya bagian darl suatu jumlah, tidak menggunakan kata “sebagian”, Perusahaan wajib mengungkapkan dalam penjelasan masing-masing pos mengenal Aset yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan. Dalarn hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib dlungkapkan jenis dan nilai aset yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib
Page 5 OCR 0.895
Page 5 of 85 | diungkapkan alasannya. Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan Gambaran Umum Perusahaan Hal-hal yang harus diungkapkan, antara lain: Pendirian perusahaan 1) | Riwayat ringkas perusahaan, v Catatan 1a 2) | Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan terakhir, pengesahan dari Instansi yang v Catatan la berwenang, dan nomor serta tanggal Berita Negara, 3) | Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar Perusahaan dan yang sedang dijalankan pada v Catatan 1a perlode pelaporan: 4) | Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama kegiatan usaha: v Catatan la 5) | Tanggal mulai beroperasinya perusahaan secara komersial. Dalam hal perusahaan v Catatan la melakukan ekspansi atau perampingan usaha secara signifikan pada periode laporan yang disajikan, wajib disebutkan saat dimulainya operasi komersial dari ekspansi atau perampingan usaha dan kapasitas produksinya: dan 6) | Nama entitas Induk dan nama entitas Induk terakhir dalam kelompok usaha (ultimate v Catatan la parent of the group). Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib disebutkan alasannya. 7) | Khusus Industri Media v Catatan 1a Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki. 8) | Khusus Industri Jalan Tol Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah yang mendasari penyelenggaraan jalan tol tersebut. 9) | Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau Otoritas yang berwenang. 10) | Khusus untuk Industri Perbankan Izln usaha sebagai bank umum, sebagai bank devisa (jika ada), serta izin untuk menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syariah (jika ada). 11) | Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan Umum Area Eksplorasi dan Eksploltasi/Pengembangan.
Page 6 OCR 0.859
Page 6 of 85 Aa asi Perseroan meliputi : a) Area Eksplorasi, meliputi: » Nama lokasi, . Nama pemilik izin lokasi, e Tanggal perolehan Izin ekplorasi serta tanggal jatuh temponya, « Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik Izin lokasi, dan » Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan sebagai Aset Minyak dan Gas Bumi per tanggal Laporan Posisi Keuangan: b) Area Eksploitasi/Pengembangan meliput # Nama lokasi: . Nama pemilik Ijin lokasi, . Tanggal perolehan ijin eksploitasi serta tanggal jatuh temponyas « Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik ijin lokasi, «Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan tentang pihak yang melakukan sertifikasi, dan tanggal sertifikasi: «Jumlah produksi pada tahun berjalan: dan «Akumulasi jumlah produksi sejak awal keglatan eksploltasi/pengembangan oleh Perseroan hingga tanggal laporan posisi keuangan. 12) Khusus Industri Kehutanan Yang harus diungkapkan antara lalin: a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan: b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola selama masa sisa manfaat HPH: dan Cc) sisa umur HPH. Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan antara lain: 1) | Tanggal dan/atau nomor surat efektif penawaran umum, termasuk penawaran Efek yang v Catatan 1b diterbitkan di luar Indonesia, 2) | Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan: v Catatan ib 3) | Bursa tempat Efek dicatatkan: dan vV Catatan 1b 4) | Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah Efek yang diterbitkan (corporate v Catatan 1b action) sejak penawaran umum perdana sampai dengan perlode pelaporan terakhir. c. Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas Bertujuan Khusus (EBK) Yang harus diungkapkan antara lain:
Page 7 OCR 0.905
Fage 7 of 85 Catatan 1c langsung, 2) | Tempat kedudukan: vV Catatan 1c 3) | Jenis usaha, v Catatan 1c 4) | Tahun beroperasi secara komersial v Catatan 1c 5) | Persentase kepemilikan dan proporsi hak suara (jika berbeda), v Catatan 1c 6) | Total Aset: dan v Catatan 1c 7) | Informasi penting lainnya antara lain: a) sifat hubungan antara entitas induk dan entitas anak, apabila entitas Induk tidak vV Catatan 1c memiliki baik langsung maupun tidak langsung melalul entitas anak, lebih dari 5096 (Ilma puluh perseratus) hak suara yang sah, b) alasan mengapa kepemilikan balk langsung maupun tidak langsung lebih dari 5096 (lima v Catatan 1c puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial atas Investee tidak diikuti dengan pengendalian, c) akhir periode pelaporan dari laporan Keuangan entitas anak apablla laporan keuangan Akhir periode pelaporan tersebut digunakan untuk menyusun laporan keuangan konsolidasian dan tanggal atau perlode berbeda dari tanggal laporan keuangan entitas Induk, dan alasan menggunakan tanggal atau periode yang berbeda: d) sifat dan luas setlap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak untuk mentransfer dana ke entitas induk dalam bentuk dividen tunal, atau pembayaran kembali pinjaman atau uang muka, @) suatu rincian yang menunjukkan dampak setlap perubahan bagian kepemilikan entitas Induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya Pengendalian atas ekuitas yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas Induk: dan f dalam hal hilangnya Pengendalian atas entitas anak, maka entitas Induk harus mengungkapkan: (1) keuntungan atau keruglan (jika ada) yang diakul dari hilangnya Pengendalian, dan porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat diatribusikan pada pengakuan sisa Investasi pada entitas anak terdahulu dengan Nilal Wajar pada tanggai hilangnya Pengendalian: (2) jumlah persentase kepemilikan yang dilepaskan: (3) jumiah harga yang diterima, (4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas, anak sama dengan Induk
Page 8 OCR 0.910
Page 8 of 85 (5) jumlah Kas dan Setara Kas pada PT anak atau bisnis lainnya dimana Pengendalian dilepaskan: dan (6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya dimana Pengendalian dilepaskan, yang dilkhtisarkan berdasarkan kategori Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal sebagai berikut: utamanya. d, Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit Yang harus diungkapkan antara lain: 1) | Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota direksi, dewan komisaris, dan komite v Catatan 1d audit: 2) | Cakupan manajemen kunci, dan v Catatan 1d 3) | Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir perlode atau rata-rata jumlah karyawan v Catatan 1d tetap selama perlode yang bersangkutan, secara konsolidasi untuk Perusahaan dan entitas anak. e. Penerbitan Laporan Keuangan 1) | Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit: dan v Catatan 33 Pihak yang pertanggung Jawab mengotorlsasi laporan keuangan. V Catatan 33 Pernyataan kepatuhan terhadap SAK Pernyataan Ini merupakan pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesual dengan SAK. Catatan 2a b. Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan 1 Dasar pengukuran laporan keuangan yaltu berdasarkan biaya historis (historical cost), biaya perolehan kinl (current cost), nilai realisasi neto (net rea/fzable value), Nilal Wajar (Fair value) atau jumlah yang dapat dipulihkan berdasarkan SAK yang berlaku. Catatan 2b 2) Dasar penyusunan laporan keuangan, yaltu dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas. & Catatan 2b 3) Mata uang fungslonal dan mata uang penyajlan yang digunakan, melipu a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak, b) fakta dan alasan perubahan, apabila terdapat perubahan mata uang fungsional Catatan 2b
Page 9 OCR 0.898
Page 9 of 85 C) alasanperubahan mata uang penyajian (jlka ada). 3 Alasan perubahan periode pelaporan (jika ada). Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi Signifikan oleh Manajemen 1) Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan atau bagian lain darl catatan atas laporan keuangan, pertimbangan yang telah dibuat manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi dan memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan, 2) Perusahaanharus mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat mengenal masa depan, dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir perlode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesualan material terhadap jumlah tercatat Aset dan Liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya, dan 3) Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana dimaksud dalam angka 2), catatan atas laporan keuangan memasukkan rincian atas sifat dan jumlah tercatat pada akhir periode palaporan. - Kebijakan Akuntansi Tertentu Kebijakan akuntansi tertentu merupakan kebijakan akuntansi lainnya yang diterapkan dan relevan untuk memahami laporan keuangan. Kebijakan akuntansi tertentu mellputi, tetap! tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut: 1) Prinsip-prinsip konsolidasi Yang harus dijelaskan antara laln: a) ruang Ilngkup Laporan Keuangan Konsolidasian, yang meliputi pos-pos entitas induk dan entitas anal b) dasardan kapan suatu entitas anak dikonsolldasikan ke dalam laporan keuangan entitas induk, c) kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan kepemilikan tanpa kehilangan Pengendalian atas entitas anak, d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Pengendallan atas entitasanak, 8) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan dan penyajian kepentingan nonpengendali: dan f) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi material antar entitas yang dikonsolidasi telah dieliminasi, Catatan 2u Catatan 2c 2 Kombinasi bisnis
Page 10 OCR 0.884
Page 10 of 85 Yang harus dijelaskan antara lain: a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis, termasuk metode yang digunakan v Catatan 2t untuk mengukur kepentingan nonpengendali, b) pengakuan awal untuk goodwill, v c) pengukuran setelah pengakuan awat untuk goodwi/, dan PI d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan kombinasi bisnis yang ada di v Perusahaan, antara lain: (1) pembelian dengan diskon, (2) akulsisi secara bertahap: dan (3) Imbalan kontinjensi. 3) | Kas dan setara kas, Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan dalam menentukan komponen kas dan setara v Catatan 2g kas, 4) | Instrumen Keuangan a) Instrumen Keuangan selain Sukuk v Yang harus dijelaskan antara lain: (1) pengakuan awal Instrumen keuangan setiap kategori, termasuk periakuan atas blaya transaksi: (2) pengukuran setelah pengakuan awal Instrumen keuangan setiap kategori, (3) ketentuan saling hapus dari Instrumen keuangan: (4) metode yang digunakan untuk menentukan Nilai Wajar Instrumen keuangan, (5) metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan penurunan nilai dari aset keuangan: (6) ketentuan penghentian pengakuan instrumen keuangan, (7) khusus Instrumen keuangan derivatif dan akuntansi Iindung nilai, selain penjelasan sebagaimana dimaksud dalam angka (1), angka (2), angka (3), angka (4), angka (5), dan angka (6), wajib ditambahkan penjelasan mengenal: (a) ketentuan pemenuhan kriterla akuntansi Iindung nilai: (b) klasifikasi lindung nilai untuk tujuan akuntansi Indung nilal atas Instrumen keuangan derivatif, dan (c) perlakuan akuntansi Indung nilai untuk tujuan akuntansi Iindung nilal. b) Investasi pada Sukuk Av Yang harus dijelaskan antara lali
Page 11 OCR 0.909
Page 11 of 85 (1)klasifikasi dan reklasifikasi Investasi pada Sukuk: (2)pengakuan awal Sukuk: (3)pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk: (4)Penyajian pendapatan sukuk: dan (5)penyajian amortisasl biaya transaksi. c) Sukuk yang diterbitkan Yang harus dijelaskan antara lain: (2)pengakuan awal Sukuk, (2)pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk, (3)blaya transaksi penerbitan Sukuk: (4)posisi penyajian Sukuk, dan (5)akad syariah yang digunakan. 5) | Khusus Industri Perbankan a) Giro Wajib Minimum Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan mengenal jumlah giro wajib minimum. b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Laln Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain. c) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain. 6) | Piutang Reverse Repo Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Plutang Reverse Repo, metode pencatatan dan pengukurannya. 7) | Khusus Industri Perbankan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah Yang harus dijelaskan antara lain a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki, b) Pengakuan nilai pada Investasi untuk setiap kelompok Obligasi Rekapitallsasi Pemerintahjdan 6) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan keuangan. 8) Khusus Industri Perbankan
Page 12 OCR 0.894
2) b) . Page 12 of 85 Kredit Yang harus dijelaskan antara laln: (1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit yang diberikan, (2)Dasar penyajian atas kredit: (3) Kebijakan manajemen dan pelaksanaan pengendalian risiko portofolio kredit: (4)Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibell dari BPPN (jika ada): dan (5)Kebijakan bank akan agunan kredit. Tagihan/Kewajiban Akseptasi Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian atas tagihan/kewajiban akseptasi. Agunan yang Diambil Alih Yang harus dijelaskan antara lain: (1)Dasar penilaian dan penyajian, (2)Perlakuan akuntansi atas nilal realisasi piutang/pemblayaan yang diberikan dengan saldo plutang/pembiayaan yang tidak dapat ditagih: dan (3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan (kerugian) dari realisasi penjualan agunan, 9) Khusus untuk Industri Pembiayaan Piutang Pembiayaan Konsumen Yang harus dijelaskan antara lain: 3) b) Dasar penyajian plutang pembiayaan konsumen: dan Dasar penilalan aset jika perusahaan menarik kembali aset pemblayaan konsumen dari konsumennya. 10) Anjak Piutang Yang harus dijelaskan antara lain: 3) b) ks) 9) Jenis transaksi anjak plutang (dengan recourse atau tanpa recourse), Penyajian transaksi anjak piutang: Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga pengalihan dan jumlah bersih plutang diallhkan: dan Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak plutang(ditagihkan kembali ke kilen atau ditanggung oleh perusahaan). Ba 11) Sewa Yang harus dijelaskan antara lain: a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung suatu sewa:
Page 13 OCR 0.899
Page 13 085 b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa pemblayaan atau sewa Operasi: dan Cc) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak sebagai lessee dan/atau lessor, 12) Persediaan : yang harus dijelaskan antara lain mengenal kebijakan akuntansi yang digunakan dan rumusan blaya yang digunakan. a) Khusus Industri Kehutanan HTI Dalam Pengembangan Yang harus dijelaskan antara lain: Beban-beban yang dikapitalisasi, antara lain: kewajiban kepada negara, pemeliharaan sarana dan pra-sarana. HTI Siap Panen Yang harus dijelaskan antara lain: Blaya perolehan, mutasi pembebanan ke blaya produksi. b) Khusus Industri Perkebunan Tanaman Perkebunan Yang harus dijelaskan antara lain: (1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai persediaan, tanaman belum menghasilkan, atau tanaman telah menghasilkan, (2) Dasar penilalan dan pengukuran: (3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi tanaman belum menghaslikan ke tanaman telah menghasilkan: (4) Metode penyusutan dan masa manfaat tanaman yang disusutkan, dan (5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman. c) Khusus Industri Peternakan Hewan Ternak Yang harus dijelaskan antara lain: (1) Hewan ternak telah menghasilkan : ta) Metode penilalan: tb) Metode amortisasi (deplesi): dan Cc) Cadangan kematlan atau metode penghapusan langsung, jika ada.
Page 14 OCR 0.889
Page 14 of 85 2 Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) : ta) Metode penilalan, dan tb) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk dapat berpindah menjadi hewan ternak telah menghasilkan. 13) | Aset Tetap: Yang harus dijelaskan antara lain: a) pengakuan awal Aset Tetap: b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap: C) pengelompokan Aset Tetap: d) metode penyusutan yang digunakan, @) kapitalisasi blaya yang terkait dengan Aset Tetap: f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan: g) penghentian pengakuan, h) milai residu, dan I) pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi umur ekonomis, “ metode penyusutan, dan nilai residu pada setlap akhir perlode pelaporan. Catatan 2j dan Catatan 7 KAKAK LA KAK 14 Investasi pada Entitas Asosiasi v Catatan 2s dan Catatan $ Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat Investasi pada asoslasi. 15 Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama v Yang harus dijelaskan antara laln metode yang digunakan untuk mencatat bagian partisipasi dalam Ventura Bersama. 16) | Pola Kerjasama v Yang harus dijelaskan antara tain: a) Kriterla dari bentuk kerjasama, b) Kebijakan akuntansi untuk setlap jenis aset dan Ilabilitas yang timbul: dan €) Sistem pembagian hasil, jika ada. 17) | Aset Tak Berwujud Yang harus dijelaskan antara lain : a) pengakuan awal Aset Takberwujud: v b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Takberwujud, v
Page 15 OCR 0.890
Page 15 of 85 . Kerana muan C) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan apabila umur manfaat terbatas, diungkapkan tarif amortisasi yang digunakan dan umur manfaatnya, d) sumber terjadinya Aset Takberwujud, e) metode amortisasi yang digunakan: f penghentian pengakuan Aset Takberwujud: dan 9) riset dan pengembangan (jika ada). AE Naga 18) Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang dimiliki untuk dijual Yang harus dijelaskan antara lai a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi suatu aset tidak lancar diklasifikasikan sebagal aset yang dimiliki untuk dijual: dan b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual. Catatan 8 19 Properti Investasi : Yang harus dijelaskan antara lain: a) pengakuan awal Properti Investasi, b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti Investasi, c) metode penyusutan yang digunakan, khusus untuk model biaya, d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan untuk model biaya, dan e) penghentian pengakuan Properti Investasi. 20! Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi Aset Minyak dan Gas Bumi Yang harus dijelaskan antara lain: a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto: b) Kriterla kapitalisasi blaya, penurunan nilai (/mpalrment) dan penilaian kembali aset (revaluasi): C) Metode penyusutan dan amortisasl yang digunakan, d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi yang digunakan: dan e) Pertanggungan Asuransi. 21) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan Yang harus dijelaskan antara lain: a) ketentuan peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya penurunan nilal: dan b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nilal aset nonkeuangan dan pembalikannya. Catatan 2h
Page 16 OCR 0.895
Page 16 of 85 Khusus Industri Perbankan Liabilitas Segera Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Ilabilitas segera. Simpanan Nasabah Yang harus dijelaskan antara laln: a) Penjelasan atas simpanan: dan b) Dasar penyajian darl masing-masing kategori simpanan. Simpanan dari bank lain Yang harus dijelaskan antara lain: a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain: dan b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain. Surat Berharga yang Diterbitkan Yang harus dijelaskan antara lain: a) Kriterla dan jenis-jenis surat berharga yang diterbitkan, dan b) Perlakuan akuntansi atas preml atau diskonto. 23) | Provisi Yang harus dijelaskan antara lain: a) kondisi provisi yang harus diakulj dan v Catatan 4 b) dasar penentuan nilai provisi. v 24) Utang Repo v Yang harus dijelaskan antara faln unsur-unsur Utang Repo, metode pencatatan dan pengukurannya. 25) | Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi v Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan. Yang harus dijelaskan antara lain: a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PEHj b) Metode amortisasi atas blaya PLH yang ditangguhkan: Cc) Metode penyusutan prasarana PLH: dan d) Tabel yang memuat penjelasan tentang: (1) Lokasi penambangan, (2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi,
Page 17 OCR 0.933
Page 17 085 (3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi penambangan: dan (4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan. 26) Khusus Industri Pertambangan Umum Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan Yang harus dijelaskan antara lain: a) Blaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas keglatan eksplorasi yang masih berjalan dengan penjelasan mengenal jangka waktu kontrak untuk Area of Interest yang bersangkutan: b) Blaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang sudah menemukan adanya Cadangan Terbukti dengan penjelasan bahwa amortisasinya baru akan dilaksanakan pada saat dimulainya produksi €) Dasar penentuan ditangguhkannya blaya pengembangan dan kapitalisasi biaya pekerjaan konstruksi dan prasarana: dan d) Metode amortisasi dan penyusutan yang dipergunakan dengan penjelasan jangka waktu perijinan penambangan, taksiran umur ekonornis tambang dan dasar perhitungan amortisasi. Blaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan Yang harus dijelaskan antara laln: a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan blaya PLH, b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan, dan C) Metode penyusutan prasarana PLH. 27) Pengakuan Pendapatan a) Yang harus dijelaskan antara lain: (1) kondisi dan metode pengakuan pendapatan serta dasar pengukuran yang digunakan berdasarkan jenis pendapatan yang ada, dan (2) dalam hal terdapat transaksi hubungan keagenan, kebijakan pengakuan pendapatan dan penjualan dari hubungan keagenan serta beban terkait. Catatan 2m b) Pengakuan pendapatan dan Beban dengan menggunakan metode persentase penyelesaian Yang harus dijelaskan antara lain metode yang diterapkan untuk menentukan tahap penyelesalan suatu kontrak. c) Khusus Industri Asuransi (d) Pengakuan pendapatan premi
Page 18 OCR 0.916
Page 18 of 85 Penjelasan yang harus ditambahkan antara lah (a) Tarif yang digunakan dalam perhitungan premi yang belum merupakan pendapatan: (b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi reasuransi prospektif dan retroaktif, dan tc) Penyajian pendapatan premi dalam laporan laba rugi. (2) Beban Klaim Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain: (a) Kelompok beban kialm dalam bentuk: klaim yang disetujui, klaim dalam proses penyelesalan, klaim yang terjadl namun belum dilaporkan dan beban penyelesaian klaim: dan (b) Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi. d) Khusus Industri Real Estate Kapitalisasi dan metode alokasi biaya proyek pengembangan Real Estat Yang harus dijelaskan antara lain: (1) Unsur biaya yang kapitalisasi ke proyek pengembangan Real Estat, (2) Unsur blaya yang dialokasikan sebagai beban proyek: (3) Penyisihan atas realisasi pendapatan pada masa mendatang lebih rendah dari nilal tercatat proyek: (4) Metode alokasi blaya yang telah dikapitalisasi ke setiap unit Real Estat, (5) Biaya yang direvisi dan direalokasi akibat perubahan mendasar pada estimasi kini, dan (8) Unsur biaya yang diakul sebagal beban pada saat terjadinya. 28) Program Loyalitas Pelangan Yang harus dijelaskan antara lalnkebijakan terkait program loyalitas pelanggan 29) Transaksi dan Saldo dalam mata uang asing Yang harus dijelaskan antara lain: a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo dalam mata uang asing, b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan llabilitas moneter, dan Cc) referensi dan kurs yang digunakan untuk menjabarkan transaksi dan saldo dalam mata uang asing. Catatan 2e 30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi Yang harus dijelaskan antara lain: a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasi: Catatan 2f
Page 19 OCR 0.887
Hibah Pemerintah Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi tentang metode penyajian dalam laporan keuangan, 32) Pajak Penghasilan Yang harus dijelaskan antara lain: a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak kini dan pajak tangguhan, b) ketentuan mengenai saling hapus, c) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhan, dan d) metode yang digunakan dalam menilal aset (Ilabilitas) pajak tangguhan. Ba Catatan 2n dan Catatan 11 33) Imbalan Kerja Yang harus dijelaskan antara lain: a) jenis Imbalan kerja yang diberikan kepada karyawan, b) deskripsi umum mengenal jenis program Imbalan pascakerja yang diselenggarakan oleh Perusahaan: c) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakul keuntungan dan kerugian aktuarlat, dan d) pengakuan keuntungan dan keruglan untuk curtallment dan penyelesalan. 34) Saham Treasurl Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan dan pengukuran atas pembelian, penjualan, atau pembatalan saham treasuri. 35) Pembayaran Berbasis Saham Yang harus dijelaskan antara lainkebljakan akuntansi untuk transaksi pembayaran berbasis saham yang diselesaikan melalui Instrumen ekuitas dan/atau diselesaikan melalui Kas, termasuk pengukurannya. 36) Kuasi-Reorganisasi Yang harus dijelaskan antara lain: a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi, b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan Liabilitas, dan s) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi Aset dan Liabilitas.
Page 20 OCR 0.907
Page 20 of 85 Biaya Pinjaman Yang harus dijelaskan antara lainkondisl yang mengharuskan biaya pinjaman dikapitallsasikan sebagai bagian dari biaya perolehan aset kuallfikasian. 38) Segmen Operasi Yang harus dijelaskan antara laln dasar yang digunakan oleh manajemen untuk mengidentifikasikan Segmen Operasi. Catatan 2g 39) Laba (Rugi) per saham Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan laba (rugi) per saham dasar dan laba (rugi) per saham dilusian. Catatan 2r dan 31 a. Aset 1) | Kas dan Setara Kas Yang harus diungkapkan antara lain: a) unsur Kas dan Setara Kas pada pihak berelasi dan pihak ketiga, Catatan 3 b) rincian Jumlah penempatan di bank berdasarkan nama bank serta jenis mata uang asing: Cc) kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas selama perlode pelaporan: dan d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang signifikan yang tidak dapat digunakan oleh kelompok usaha disertal pendapat manajemen. 2) | Khusus Industri Perbankan 38) Kas Yang harus diungkapkan adalah rincian jumlah kas berdasarkan jenls mata uang. b) Giro pada Bank Indonesia Yang harus diungkapkan antara !ain: (1)Rincian jumlah Giro pada Bank Indonesia berdasarkan jenis mata uang (nilai dalam mata uang original): dan (2) Ketentuan Giro Wajib Minimum (CWM) menurut BI dan posisl GWM bank pada saat periode pelaporan.
Page 21 OCR 0.876
Page 21 of 85 9 Giro pada Bank Lain Yang harus diungkapkan antara lain: Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan jenis mata uang (1)Jumlah penyisihan penurunan nilal, (2)Perubahan penyisihan selama periode berjalan untuk masing-masing giro: (3)RIncian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan pihak yang mempunyat hubungan istimewa dan pihak ketiga: (4)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun, dan d) (5)Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nitai. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Yang harus diungkapkan antara lain: (1)Rincian jumlah penempatan berdasarkan jenis dan mata uang, (2)Rinclan penempatan berdasarkan yang mengalami penurunan nilai (Impaired) dan tidak mengalami penurunan nilai (unimpaired), (3)Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok): (4)Jumlah penyisihan penurunan nllal dan mutasi selama perlode berjalan, (5)RIncian jumlah penempatan berdasarkan pihak yang mempunyal hubungan Istimewa dan pihak ketiga, (6)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: (7)Jumlah dana yang diblokir dan alasannya, SIS KL (8) Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan pada bank bermasalah, bank beku operasi atau Ilkuldasi termasuk tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana tersebut berdasarkan Informasi dari otoritas yang berwenang: dan (9)Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai. BAK AKA tt & 3) | Piutang Usaha Yang harus diungkapkan antara lain: a) jumlah piutang yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelas!, b) jumlah plutang menurut debitur, C) jumlah piutang menurut mata uang, Catatan 4 Hanya dibagi berdasarkan pihak ketiga dan berelasi
Page 22 OCR 0.879
Page 22 of 85 Kaberanman d) alasan dan dasar pembentukan cadangan keruglan penurunan nilai: v e) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan nilal v secara Individual dan kolektif, dan penghapusan plutang: f) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan atau keyakinan manajemen v atas ketertagihan plutang apabila tidak dibentuk cadangan: 9) piutang yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan: v h) jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dan v D) Informasi keterlibatan berkelanjutan atas plutang yang ditransfer, meliputi: (1) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, jatuh tempo, dan Ikatan penting v lain yang diatur dalam perjanjian: dan (2) jaminan yang diberikan (bila ada). v 4) | Khusus Industri Asuransi a) Piutang Premi v Tambahan pengungkapan mengenalantara lain: (1) Jumlah plutang berdasarkan tertanggung dan asuradur, (2) Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi: dan (3) Jumlah plutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. b) Piutang Koasuransi v Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain: (1) Jumlah berdasarkan ko-asuradur, (2) Jumlah menurut jenis asuransi: dan (3) Jumlah plutang koasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. Cc) Piutang Reasuransi v Tambahan pengungkapan mengenal antara lain: (1) Jumlah plutang berdasarkan reasuradur, (2) Jumlah piutang atau utang reasuransi yang disalinghapuskanj dan (3) Jumlah piutang reasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. d) Piutang Hasil Investasi v Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
Page 23 OCR 0.900
Page 23 of 85 (1) Pemisahan antara piutang kepada plhak berelasi dan pihak ketiga, (2) Jumlah plutang menurut jenis Investasi: (3) Jumlah plutang menurut mata uang: dan (4) Jumlah plutang yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. 5) Khusus Industri Pembiayaan 2) Piutang Pembiayaan Konsumen Yang harus diungkapkan antara lali (1)Jumlah piutang menurut dan jenis obyek pembiayaan (contoh: kendaraan bermotor, elektronik, rumah, dan lain-lain): (2)RIncian umur dari angsuran pemblyaan konsumen, (3)Bagian pinjaman yang diblayal bank-bank sehubungan dengan transaksi kerja (4)sama pembiayaan bersama, penunjukan selaku pengelola plutang, penerusan pinjaman dan pengambilalihan piutang apabila perusahaan membagi risiko tidak tertagihnya plutang tersebut dengan bank-bank dalam rangka transaksi di atas, (5)Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum dtakul, (6)Nilat dan jenis jaminan yang diserahkan oleh pelanggan atas piutang pemblayaan konsumen yang diberikan berdasarkan objek pemblayaan: (7)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun, dan (8)Plutang pemblayaan konsumen yang dialihkan dan atau digunakan sebagal Jaminan atas utang. b) Tagihan Anjak Piutang Yang harus diungkapkan antara lain: 1) Jumlah tagihan anjak plutang tanpa recourse dan dengan recourse, beserta jumlah utang retensi anjak plutang dan pendapatan anjak plutang (tanpa recourse) serta pendapatan anjak piutang tangguhan (dengan recourse): dan 2 Pengungkapan mengenai tingkat bunga, jatuh tempo dan jumlah piutang yang diperoleh serta ikatan penting yang diatur dalam perjanjian anjak plutang. 9 PiutangSewa Pembiayaan Yang harus diungkapkan antara laln: (4) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga:
Page 24 OCR 0.892
Page 24 of 85 (2) rekonsiliasi antara Investasi sewa bruto dan nilai kini piutang pembayaran sewa minimum pada akhir perlode pelaporan. Di samping Itu, lessor mengungkapkan Investasi sewa bruto dan nilai kini plutang pembayaran sewa minimum pada akhir perlade pelaporan, untuk setiap periode berikut: (a) kurang dari satu tahun (b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun (c) lebih dar! Ilma tahun (3) pendapatan keuangan yang belum diterima, (4) nilai residu yang tidak dijamin yang dlakru sebagal manfaat lessor, (5) akumulasi penyisihan plutang tidak tertagih atas pembayaran sewa minimum, (6) rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan dalam periode, dan (7) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor yang materlal. d) Piutang Sewa Operasi Yang harus dlungkapkan antara laln: (L)jumlah agregat pembayaran sewa minimum masa depan dalam sewa operasi yang tidak dapat dibatalkan untuk setiap perlode berikut, (a) kurang dari satu tahun (b) lebih dari satu tahun sampai Ilma tahun (c) lebih dari lima tahun (2)total rental kontinjen yang diakui sebagal pendapatan pada perlode: dan (3)penjelasan umum Isi perjanjian sewa lessor. 8) Khusus Kontrak Konstruksi Piutang Retensi Yang harus diungkapkan antara lain: a) Jumlah piutang dari masing-masing kontrak konstruksi, dan b) Pendapat manajemen akan kemungkinan tertagihnya plutang retensi. 7» Tagihan Bruto kepada Pelanggan
Page 25 OCR 0.875
Page 25 of 85 konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel yaitu : a) biaya kontrak yang terjadi: b) laba yang diakui, Cc) kerugian yang terjadI, dan d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin). 8) Piutang Reverse Repo Yang harus dlungkapkan antara lain: a) Rincian mengenal jenis dan jumlah Efek yang ditransaksikan: b) Tanggal dan harga dilakukannya pembellan dan penjualan kembali Efek, c) Nama pihak/counterparty: d) Lokasi Efek jaminan: e) Tingkat bunga plutang reverse repo, f) Cadangan kerugian penurunan nilai (Jika ada), dan 9) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada). ) Agunan Yang Diambil Alih Yang harus diungkapkan antara lain: a) Nilai realisasi bersih pada saat diambilalih: b) Selisih antara nilal realisasi bersih atas agunan yang diambilalih dengan saldo piutang yang tidak tertagih: dan Cc) Laba atau rugi yang timbul, termasuk blaya-blaya yang timbul setelah pengambilalihan agunan tersebut. 10) Piutang Dividen dan Bunga Yang harus diungkapkan antara laln rincian jenis dan jumlah tagihan dividen, bunga, dan dendakepada plhak lain. 11) Piutang Lain-Lain Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian jenis dan jumlah piutang:
Page 26 OCR 0.899
Page 26 of 85 b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), dan C) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan. 12) Aset Keuangan Lainnya Pengungkapan Ini telah diterapkan untuk aset keuangan lainnya yang bersifat lancar maupun tidak lancar. a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya sesual klasifikasi yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi. b) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) nilal tercatat aset keuangan untuk setiap kelompok dan rincian Investasinyaj (2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset keuangan berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan komprehensif lalnnya maupun yang dlakul sebagai laba atau rugi perlode berjalan, (3) total pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga efektif untuk aset keuangan selain yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (4) blaya perolehan termasuk jumlah premium dan diskonto yang belum diamortisasi, untuk Efek dtmiliki hingga jatuh tempo, Catatan 5 dan 9 (5) peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat (jika ada). (6) uraian tentang alasan diambllnya keputusan menjual untuk aset keuangan yang diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo: (7) Jika terdapat reklasifikasi aset keuangan, maka wajib diungkapkan: (a) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori, (b) alasan reklasifikasi, dan (c) sisa Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo yang telah direklasifikasi dalam kelompok tersedia untuk dijual. LALKLA AK“. (8) jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai agunan untuk Llabilitas atau Jlabilltas kontinjensi serta syarat dan kondisi yang terkait dengan penjaminan tersebut, (9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan (jika ada), termasuk mutasinya, dipisahkan antara aset keuangan yang mengalami penurunan nila! dan aset keuangan yang tidak mengalami penurunan nilai, serta dipisahkan antara penurunan nilai yang dihitung secara kolektif dan individual, termasuk beban penurunan nilai yang diakul dalam laba rugi: dan jumlah amortisasi keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas investasi &
Page 27 OCR 0.882
Page 27 of 85 yang tersedia untuk dijual yang direkiasifikasi menjadi dimiliki hingga jatuh tempo. 13)| Khusus Deposito Tambahan pengungkapan mengenai antara laln: a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasij Catatan 3 b) kisaran suku bunga kontraktua! selama perlode pelaporan, Cc) jenis dan jumtah deposito dalam mata uang asing, dan d) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas pencairan deposito tersebut, V 14) | Khusus Investasi pada Sukuk v Tambahan pengungkapan mengenal antara lain: a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit dan akad syariah, v b) tujuan model usaha yang digunakan: v c) jumlah Investasi yang direklasifikasikan, jika ada, dan penyebabnya, dan v @) Nilal Wajar untuk Investasi yang diukur pada biaya perolehan. v 15) | Khusus Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah v “Tambahan pengungkapan mengenal antara lain: a) Rincian jumlah nominal dan nilal pasar efek berdasarkan jenis, v b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran bunga, V c) Tingkat suku bunga rata-rata per tahunz dan v d) Informasi penting lainnya. v 16)| Khusus Unit Penyertaan Reksadana v "Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilal Aset Bersih, dan v b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasl, baik yang disajikan pada pos pendapatan v komprehensif lainnya maupun yang diakul sebagai laba atau rugi perlode berjalan 17) | Khusus Wesel Tagih v Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain, plhak penerbit, klsaran tingkat bunga, jatuh tempo, jenis mata uang, dan uraian tentang sifat dan asal terjadinya (dari transaksi usaha atau lainnya), 18) | Khusus Industri Asuransi v
Page 28 OCR 0.866
Page 28 of 85 19) | Pinjaman Polis v Yang harus diungkapkan antaralain rincian berdasarkan: a) Saldo pinjaman polis menurut jenis mata uang, v b) Tingkat suku bunga, v 20) | Khusus Industri Perbankan Kredit v Yang harus diungkapkan antara lain: 2) Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis, mata uang, sektor ekonomi dan jangka v waktu serta Kolektibllitas, b) Jumlah cadangan kerugian penurunan nilal dan mutasi selama perlode berjalan: v c) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak berelasi dan plhak ketiga, V d) Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan, vV e) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: v 1 Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor dan jumlah cadangan penghapusan V menurut ketentuan Bank Indonesia, 9 Rasio kredit bermasalah terhadap jumlah Aset keuangan dan rasio jumlah vV cadangan kerugian penurunan nilai Aset keuangan yang telah dibentuk terhadap jumlah minimum cadangankeruglan penurunan niial Aset keuangan sesuai ketentuan Bank Indonesia: h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi berdasarkan jenis dan kolektibilitas: v ) Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit sindikasi baik selaku pimpinan, v agen, atau anggota sindikasi, » Ikhtisar pembelian kredit dari BPPN berdasarkan perlode pembelian, jika ada v k) Pendapat manajemen akan ketaatan bank terhadap Batas Maksimum Pemberian v Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, 9 Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nila. v 21) | Tagihan dan Liabilitas Akseptasi v Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian jumlah tagihan dan Ilabilitas berdasarkan pihak, mata uang, dan jatuh tempo, v
Page 29 OCR 0.862
Page 29 of 85 0 Manan b) Untuk tagihan akseptasi diungkapkan kolektibliltas, jumlah cadangan penghapusan dan mutasi selama perlode berjalan, aj Rincian jumlah tagihan dan Ilabilitas berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai tagihan akseptasi 22) | Persediaan v a) Yang harus diungkapkan antara laln: “) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilal v tercatat menurut klasifikasi yang sesual bagi Perusahaanj (2) Jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan Nila v Wajar dikurangi blaya untuk menjual: (3) jumlah persediaan yang diakui sebagal beban selama v perlode berjalan, ( jumlah setiap penurunan nilai yang diakul sebagal v pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam perlode berjalan: (5) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan v nilal yang diakui sebagai pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagal beban dalam perlode berjalan, (Dl kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemullhan v nilai persediaan yang diturunkan, (7) dalam hal terdapat kapitalisasi blaya pinjaman untuk v persediaan yang memenuhi kriteria aset kualifikaslan, maka diungkapkan: () jumlah blaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan: dan v (IN) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi. (8) persediaan yang dijaminkan, nama plhak yang v menerima jaminan, dan alasan dijaminkan, dan (9) jenis dan nilai persediaan yang dlasuransikan, nilai v pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya. b) Khusus Industri Perhotelan v
Page 30 OCR 0.864
Page 30 of 85 Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi yang harus diungkapkan antara lain: (1) Makanan dan minuman, (2) Perlengkapan: dan (3) Barang Dagangan. 2) Khusus Industri Real Estat Tambahan pengungkapan antara lai SIK KL (1)Pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi: (a) Tanah Matang, (b) Unit Bangunan: dan (ce) Unit Bangunan dalam Penyelesalan. (2)Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang pengikatan jual belinya telah berlaku namun penjualannya belum diakul, termasuk jumlah utang terkait yang akan dialihkan, bila ada. LA SAK 9 Tanah untuk Pengembangan Tambahan pengungkapan antara lain: d0) tokasi, luas tanah, proses perizina (2) Jumlah biaya bunga dan rugi kurs yang dikapitalisasi ke tanah untuk pengembangan: dan 3) Proporsi tanah yang dijadikan jaminan utang. e) Khusus Industri Media Tambahan pengungkapan antara lain: (1)Materl program : lokal, Impor (media televisi), (2)Buku, kertas koran, barang pra cetak (media cetak), & (3)Barang promosi dan barter (media cetak): dan (4)Bahan persediaan lain yang sesuai dengan Industrinya. Khusus da ala
Page 31 OCR 0.878
Page 31 of 85 Industri Rumah Sakit 'Tambahan pengungkapan antara lain: (1)Obat-obatan: (2)Perlengkapan medis (disposable): dan (3) Persediaan lainnya 9) Khusus Industri Peternakan ikat (1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi tertentu, seperti hewan ternak menjadi: & (a) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual: dan & (b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan. (2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek V Yang harus diungkapkan antara lain: . (a) Total jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi hewan ternak v telah menghasilkan dan hewan ternak belum menghasilkan: (b) Rekonsillasi saldo awa! dan akhir hewan ternak tlap kelompok selama paling v tidak 2 tahun terakhir, (c) Nilal amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan: v (d) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan atau penghapusan v persediaan yang mati atau hilang, (e) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilat pertanggungan asuransi dan v risiko yang ditutup: (F) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan kematian v atau metode penghapusan langsung: & (9) Pendapat manajemen atas kecukupan nilal pertanggungan asuransi, dan (h) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima vV jaminan. 23, Pajak Dibayar DI muka Yang harus diungkapkan antara lain: a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing pajaknyaj dan v Catatan 11
Page 32 OCR 0.904
Page 32 of 85 24) Biaya Dibayar Dimuka Yang harus dlungkapkan antara lain rincian menurut jenis dan jumlah. 25) Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang Dimiliki untuk Dijual Yang harus diungkapkanantara laln: (1) uralan dari aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan, (2) uralan fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada pelepasan yang diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan, (3) kerugian penurunan nilai atau keuntungan pemulihan penurunan nilai: (4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum dapat dirgallsasikan dalam satu tahun, diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat memperpanjang perlode penyelesaian penjualan menjadi lebih dari satu tahun, (5) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang dilaporkan dari aset yang dimiliki untuk dijual dan kelompok lepasan disajikan sesual dengan SAK yang berlakuj dan (6) dalam hal aset yang diklasifikasikan sebagal aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok tepasan dihentikan pengklasifikaslannya, diungkapkan: (a)nilai dari aset tersebut, yaltu nilal yang lebih rendah antara: IL Jumlah tercatat aset tersebut sebelum aset atau kelompok lepasan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, disesuaikan dengan penyusutan, amortisasi atau penilaian kembali yang telah diakul apabila aset atau kelompok lepasan tersebut tidak diklasifikasikan sebagal dimiliki untuk dijual: dan . jumlah terpullhkan pada saat tanggal keputusan untuk tidak menjual: (b)uralan fakta dan keadaan yang mengarah kepada keputusan tersebut: dan (c) dampaknya terhadap hasil operasi untuk perlode tersebut dan periode sajian sebelumnya. 26) Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha Yang harus diungkapkan antara lain : a) rincian jenis, nama pihak berelasl, dan jumlah piutang, b) alasan dan dasar pembentukan cadangan keruglanpenurunan nilai serta penjelasan terjadinya plutang pihak berelasi tersebut, c) jumlah cadangan kerugian Catatan 23
Page 33 OCR 0.893
d) e) Page 33 of 85 ate penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan nilai secara Individual dan kolektif, dan penghapusan plutang, pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai: dan dalam hal plutang berelasi non usaha disajikan dalamaset lancar, ha! tersebut harus dibuktikan serta diungkapkan alasannya. 27) Investasi pada Entitas Asosiasi Yang harusdlungkapkan antara lain: a) b) ks Ko) e) 9 » ID) nama entitas asosiasi: persentase kepemilikan dan penjelasan adanya pengaruh signifikan, beserta alasannya: nilaitercatat dan Nilai Wajar Investasi dalam entitas asoslasl yang kuotasi harganya tersedia: ringkasan Informasi keuangan entitas asoslasl termasuk jumlah agregat Aset, Llabilitas, pendapatan, dan laba atau rugi: alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun Perusahaan memiliki lebih dari 2046 (dua puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial Investee secara langsung atau tidak langsung, akhir perlode pelaporan dari laporan keuangan entitas asosiasl, ketika laporan keuangan tersebut. digunakan dalam menerapkan metode ekuitas dan tanggal atau periode yang berbeda dengan Perusahaan, dan alasan menggunakan tanggal atau perlode yang berbeda, sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan atas kemampuan entitas asosiasi untuk mentransfer dana kepada Perusahaan, bagian rugi entitas asoslasi yang tidak diakul dan alasannya, apabila Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi entitas asosiasi, balk untuk periode terjadinya keruglan tersebut maupun secara kumulatif, bagian atas Ilabilitas kontinjensl entitas asoslasi yang terjadi bersama-sama dengan investor lain: Ilabllitas kontinjensi yang terjadi karena Investor berkewajiban bersama-sama untuk semua atau sebagian Llabilitas entitas asoslasi: dan ringkasan Informasi keuangan entitas asosiasi, secara Individual atau dalam kelompok, yang tidak dicatat dengan menggunakan metode ekultas termasuk totai Aset, total Uabllitas, Pendapatan, dan laba atau rugi. Catatan 6
Page 34 OCR 0.919
Page 34 of 85 Khusus Industri Konstruksl Jaminan Yang harus diungkapkan antara laln rindian jaminan yang diberikan dan jumlah jaminan tersebut serta kontrak konstruksi yang mensyaratkan adanya jaminan tersebut. 29) Khusus Industri Kehutanan HTI dan HTI dalam pengembangan Berupabiaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan pembangunan HTI, yang disajikan sebagai berikut: a) Saldo awal, b) Penyisihan periode berjalan: c) Realisasi yang dilakukan selama perlode berjalan: dan da) Saldo akhir. 30) Khusus Industri Jalan Tol Hak Bagi Hasil Tol Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus mengungkapkan hal-hal berikut: (a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol, (b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya, (c) Perubahan hak bagi hasil tol selama perlode berjalan, dan (d) Reklasifikasi proyek kerjasama operasi dalam pelaksanaan ke hak bagi hasil tol. 31) Khusus Industri Perkebunan Tanaman Perkebunan Yang harus diungkapkan antara lain: a) Untuk tanaman telah menghasilkan (0) Rincian nilai tercatat dan akumulasi penyusutan menurut jenis tanaman: (2) Rekonsillasi nilal tercatat awal tahun dan akhir tahun tanaman untuk setiap kelompok selama paling sedikit 2 tahun terakhir, 3) Status tanah yang digunakan untuk menanam, (4) Nilal tanaman telah menghasilkan berdasarkan area/lokasi penanaman, (5) Perbandingan saldo tanaman belum menghasilkan selama paling sedikit 2 tahun, dan (8) Tanaman yang dijaminkan. b) Untuk tanaman belum menghasilkan
Page 35 OCR 0.886
Page 35 of 88 (a) Saido awal IL Tambahan tahun berjalan II. Biaya langsung (b) Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman, dan rugi kurs dalam hal terjadi depreslasi luar biasa I, Pengurangan tahun berjalan IL Jumlah yang direktasifikasi ke tanaman telah menghasilkan (tc) Pengurangan lainnya (d) Saldo akhirs (2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat / Perkebunan Inti Plasma yang menjadi milik perusahaan (Inti) dan tanaman yang bukan milik perusahaan (perkebunan rakyat/perkebunan plasma): dan (3) Cadangan kerugian yang mungkin timbul pada plasma. Khusus Industri Peternakan Hewan Ternak Produksi - Berumur Panjang Yang harus diungkapkan antara lain: a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) dan hewan ternak telah menghasilkan: b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tlap kelompok selama paling tidak 2 tahun terakhir, c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan, d) Nilai hewan ternak tiap kelompok berdasarkan lokasi/area peternakan: e) Kondisi hewan ternak: f Persentase kematian selama tiga tahun terakhir, g) Nifal hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi dan risiko yang ditutup: h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan kematian atau metode penghapusan langsung: I) Nilai cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada, ji) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai cadangan kematian, jika ada, dan K) Nilal hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima jaminan. Properti Investasi a) Yangharusdlungkapkan antara lali (0) model pengukuran setelah pengakuan awal yang digunakan, model Nilai Wajar atau model biaya:
Page 36 OCR 0.904
b) ka) Page 36 of 85 2) metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam menentukan Nilai Wajar dari Properti Investasi, 3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar didukung oleh bukti pasar atau lebih banyak berdasarkan faktor lain karena sifat properti tersebut dan keterbatasan data pasar yang dapat diperbandingkan, 9D nama Penllai, tanggal penilaian, dan tanggal laporan penilaian terakhir, (5) jumlah yang diakul dalam laba rugi untul (2) penghasilan sewa dari Properti Investasi: (b) beban operasi langsung yang terjadi baik dari Properti Investasi yang menghaslikan maupun yang tidak menghasilkan penghasilan sewa selama perlode tersebut: dan (3) perubahan kumulatif dalam Nilai Wajar yang diakul dalam laba rugi atas penjualan Properti Investasi dari sekelompok aset yang menggunakan model blaya ke kelompok aset yang menggunakan model Nilai Wajar, (8) keberadaan dan jumlah pembatasan atas realisasi dari Properti Investasi atau pembayaran penghasilan dan hasit pelepasan: dan ?) kewajiban kontraktual untuk membeli, membangun atau mengembangkan Properti Investasi atau untuk perbaikan, pemeliharaan atau peningkatan. Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model Nilal Wajar, selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) ditambahkan pengungkapan antara lain: (1) rekonsillasi antara jumlah tercatat Properti Investasi pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi: (2) saat suatu penilalan terhadap Properti Investasi disesualkan secara signifikan untuk tujuan pelaporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan rekonsiliasi antara penilaian tersebut dan penilalan yang telah disesuaikan yang dilaporkan dalam taporan keuangan, dengan menunjukkan secara terpisah: (a) jumlah agregat dari pengakuan kewajiban sewa yang telah ditambahkan kembali: dan (b) penyesuaian signifikan lain. Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model biaya, selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) ditambahkan pengungkapan antara lain: d0) umur manfaat, (2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Properti Investasi pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasis (3) jumlah penyusutan untuk masing-masing perlode penyajian dan alokasi
Page 37 OCR 0.904
Page 37 of 85 beban penyusutan » (4) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui, dan jumtah pemullhan rugi penurunan nilai, selama satu periode sesual SAK yang berlaku, (5) transfer ke dan dari persediaan dan properti yang digunakan sendiri: dan (6) Nilai Wajar Properti Investasi. d) Khusus untuk Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan, Yang harus diungkapkan antara lan: leh) rincian Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan: (2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak, (3) estimasi saat penyelesalan, D hambatan kelanjutan penyelesalan, (5) jumtah pengeluaran yang diaku! dalam jumlah tercatat Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan: dan (6) dalam hal terdapat kapitalisasi blaya pinjaman untuk properti Investasi yang memenuhi kriteria aset kuallfikasian, maka wajib dlungkapkat (a) jumlah blaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan, dan (b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapltalisasi. 34) Aset Tetap Yang harus diungkapkan antara lain: a) setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan secara terpisah berdasarkan kepemilikan aset yaitu aset pemilikan langsung dan/atau aset sewa pembiayaan, b) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Aset Tetap pada awal dan akhir perlode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan rektasifikasl, c) jumlah penyusutan untuk masing-masing perlode penyajian dan alokasi beban penyusutan, d) rugi penurunan nilal dan jumlah yang dijurnal balik yang diakul dalarn laba rugi dan ekuitas (jlka ada), e) jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan Aset Tetap, n jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset Tetap yang mengalami penurunan nilai, hilang, atau dihentikan yang dimasukkan dalam laba rugi, apabila tidak diungkapkan secara terpisah pada laporan laba rugi komprehensif: 9) Dalam hal Aset Tetap disajikan pada jumlah revaluasian, yang harus diungkapkan:
Page 38 OCR 0.896
n Page 38 of 85 ) tanggal efektif revaluasi (Tanggai Penilaian), (2) tanggal efektif persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) apablla Aset Tetap untuk perhitungan pajak menggunakan jumiah revaluasian: 3) nama Penilai dan tanggal laporan penilalan terakhir, (4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalarn mengestimasi Nilal Wajar aset, (5) jumlah tercatat untuk setlap Aset Tetap seandalnya aset tersebut dicatat dengan model biaya, dan (8) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan prubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus kepada para pemegang saham. Khusus untuk Aset Tetap dalam proses pembangunan, yang harus diungkapkan antara lain: (1) rincian Aset Tetap yang sedang dalam pembangunan, (2) persentase jumlah tercatat terhadap nilal kontrak, (3) estimasi saat penyelesalan, (4) hambatan kelanjutan penyelesatan (jika ada), (5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat aset tetap dalam pembangunan: dan (6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi kriteria aset kualifikaslan, maka wajib diungkapkan: (a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama perlode berjalan dan (b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah btaya pinjaman yang layak dikapitalisasi. Pengungkapan lainnya antara lain: (1) jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakai sementara, (2) jumlah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan: (3)jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual: (4) dalam hal model biaya digunakan, Nilai Wajar Aset Tetap apabila berbeda secara material dari jumlah tercatat, (5)nilal buku, hasil penjualan neto, keuntungan (kerugian) dari Aset Tetap yang dihentikan pengakuannya, (6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari hibah, agar diungkapkan jenis Aset, nilai tercatat, dan tanggal perolehan, (7) perubahan estimasi masa guna dan/atau metode penyusutan menurut jenis Aset
Page 39 OCR 0.910
Page 39 of 85 atensi Tetap, (8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan nilai atau pemulihan penurunan nilai: (9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan, nama pihak yang menerima jaminan dan alasan penjaminan, dan (10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup, serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan agar diungkapkan alasannya. 35, Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi Aset Minyak dan Gas Bumi (khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu minyak dan gas bumi) Yang harus diungkapkan antara !aln: (1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti, operated acreage, unoperated acreage, Sumur dan peralatan serta fasilitas yang berhubungan, peralatan kantor, kendaraan, sumur dan peralatan serta fasilitas dalam pengerjaan: (2) Tabel yang memuat penjelasan tentang : (a) Lokasi penambangan, (b)Saldo awal untuk masing-masing tokasi: (c) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi penambangan, dan (d) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan (3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut mengandung hak tagih kepada Regulator terkait, perlu penjelasan kolektabilitas tagihan tersebut dalam bentuk tabel! analisa umur tagihan. 365) Aset Tak Berwujud Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis Aset Takberwujud antara lain: a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi b) alokasi jumlah amortisasi Aset Takberwujud ke dalam pos laporan laba rugi komprehensif: rekonsillasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi amnortisasi Aset Takberwujud pada awal dan akhir perlode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi, d) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi kriterla aset kualifikasian, maka harus diungkapkat fe) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan: dan 2 tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi: c,
Page 40 OCR 0.899
Page 40 of 85 @) jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang mendukung penentuan dan penilaiannya untuk Aset Takberwujud yang dinilai dengan umur manfaat tidak terbatas, f) penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa perlode amortisasi dari setiap Aset 'Takberwujud yang material terhadap laporan keuangan Perusahaan, 9) Aset Takberwujud yang diperoleh melalul Hibah Pemerintah dan awalnya diakul pada Nilai Wajar sesual SAK yang berlaku, diungkapkan: (1) Nilai Wajar pada pengakuan awal atas aset-aset tersebut, (2) jumlah tercatatnya, dan (3) Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal dengan model biaya atau model revaluasi, h) keberadaan dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang kepemilikannya dibatasi dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang menjadi jamlnan untuk Liabilitas: ) nilai komitmen kontraktual untuk akulsisi Aset Takberwujud, 1) Aset Takberwujud disajikan pada jumlah revaluasian, diungkapkan: (1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian (2) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir, (3) jumlah tercatat Aset Takberwujud yang direvaluasi: 9 metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilat Wajar aset, (5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Takberwujud seandainya Aset tersebut dicatat dengan model blaya: dan (6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan perubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus kepada para pernegang saham. & 37) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan Pertambangan umum a) Biaya Pengelolaan dan Reklama: Ingkungan Hidup Tangguhan/Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan Yang harus diungkapkan antara faln tabel yang memuat penjelasan tentang : (4) Saldo awal, 2 Penambahan dan pengurangan: (3) Saldo akhir. b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi Yang harus diungkapkanantara lain: (4)rincian blaya perolehan aset eksplorasi dan evaluasi per area of Interest yang
Page 41 OCR 0.905
Page 41 of 85 Keterongan mencakup saldo awal, penambahan dan pengurangan, dan saldo akhir, dan (2)Jumlah aset, Ilabilltas, penghasilan dan beban, arus kas operasi, dan arus kas Investasi yang timbul dari eksplorasi dan evaluasi pertambangan. LAN) 9 Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan: pengupasan tanah tambang. Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan: (a) Metode pembebanan biaya pengupasan tanah, dan (b) Metode perhitungan Raslo Rata-Rata Tanah Penutup. (2) Jumlah Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan yang terdiri dari (1) blaya pengupasan awal, (2) biaya pengupasan lanjutan dengan penjelasan mengenal perbedaan antara rasio aktual tanah menutup terhadap rasio rata- ratanya: (3) Perubahan atas Raslo Rata-Rata Tanah Penutup (bila ada), (4) Blaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan dimana terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjelasan : (a) Alasan terjadinya penundaan: (b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dimulainya produksi, dan (ce) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi (jika ada), terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi utama yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut. d) Biaya Pengembangan Tangguhan Yang harus diungkapkan antara lain : (1) Mutasl Blaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan selama tahun berjalan dengan menunjukkan: (2) Lokasi eksplorasi dan pengembangan, (b) Saldo awal: (c) Penambahan/pengurangan, (d) Amortisasi, dan (e) Saldo akhir. (2) Biaya pengembangan yang ditangguhkan atas kegiatan pengembangan yang masih berjalan, (3) Penjelasan apabila terjadi penghapusan blaya eksplorasi dan pengembangan tangguhan yang menurut penelaahan manajemen tidak dapat dipulihkan: (4) Jumlah biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan dimana terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjelasan: (a) Alasan terjadinya penundaan,
Page 42 OCR 0.912
Page 42 of'85 (b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dinilainya produksi: dan (c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi bila ada, terhadap blaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi utama yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut. (5) Apabila terdapat lebth dari satu Area of Interest, maka harus diungkapkan rincian dari Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan untuk tlap-tlap Area of Interest. Llabilitas 1) Utang Usaha Yang harus diungkapkan antara lain: a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi, b) jumlah utang usaha menurut mata uang: dan C) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan. Catatan 10 2) Provisi a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisl jangka pendek dan provisi jangka panjang. b) Yang harus diungkapkan antara lain: (4) nilai tercatat pada awal dan akhir perlode: (2) provisi tambahan dalam perlode bersangkutan: (3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada provisi selama periode bersangkutan, (4) jumlah yang dibatalkan selama periode bersangkutan atas jumlah yang belum digunakan, (5) peningkatan selama periode yang bersangkutan, dalam nilai kini, yang terjadI karena berlalunya waktu dan dampak dari setiap perubahan tingkat diskonto, (6) uratan mengenal karakteristik kewajiban dan perkiraan saat terjadinya arus keluar sumber daya ekonomi, (7) Indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus keluar sebagaimana dimaksud dalam angka(6). Dalam hal diperlukan, Perusahaan mengungkapkan asumsi utama yang mendasari prakiraan peristiwa masa depan: dan (8) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan jumlah Aset yang telah diakui untuk estimasi penggantian tersebut. 3) Beban akrual Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah dari unsur utama beban yang belum jatuh tempo. Catatan 13 4 Khusus Industri Perbankan Liabilitas Segera Yang harus diungkapkan antara lain:
Page 43 OCR 0.872
Page 43 of 85 . ate) EGA a) Rincian berdasarkan jenis dan mata uang, dan b) Uraian mengenai sifat masing-masing kewajiban, 5) | Utang Repo v Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian mengenal jenis dan Jumlah Efek yang dijual Perusahaan pada transaksi repo, b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek. 6) | Khusus Kontrak Konstruksi v Utang Bruto kepada Pelanggan Yang harus diungkapkan dalam pos Ini antara lain Ilabilitas bruto dari setiap kontrak konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel yaltu : a) biaya kontrak yang terjadi, b) laba yang dlakul: C) kerugian yang dialami: dan @) pekerjaan yang sudah ditagih (termin). .7) | Khusus Industri Perbankan v a) Simpanan Nasabah Yang harus diungkapkan antara lain rincian tiap jenis simpanan yang mengungkapkan: (1) Rinctan berdasarkan mata uang, dan jangka waktu: (2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, (3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun, (4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito: (5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan statusnya, misalnya diblokir atau dijaminkan: dan (6) Pemberian fasilltas istimewa kepada pemilik rekening giro. b) Simpanan dari Bank Lain v Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rinclan berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu, (2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga: (3) Tingkat suku bunga rata-rata pertahun: (C3) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito: dan
Page 44 OCR 0.901
Page 44 of 85 Ole an) Rinclan simpanan bermasalah berdasarkan jenis dan statusnya, misalnya diblokir atau dijaminkan. 8) Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa a) Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan Yang harus diungkapkan antara taln : 2) (2) (3) IG) (5) Rincian berdasarkan program asuransi: Rincian berdasarkan jenis pertanggungan: Rincian berdasarkan mata uang, Dasar perhitungan dan asumsi aktuaris: dan Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir perlode yang memperlihatkan penambahan dan pengurangan. b) Utang Klaim Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga, (2) Jumlah utang klaim berdasarkan tertanggung, (3) Jumlah utang klaim menurut jenis asuransi: dan (4) Jumlah utang menurut mata uang. C) . Estimasi Klalm Retensi Sendiri Yang harus diungkapkan antara lain: 1) Jumlah menurut jenis asuransi, (2) Jumlah menurut tertanggung: (3) Jumlah menurut mata uang, dan 9 Jumlah estimasi klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan. d) Premi yang belum merupakan Pendapatan Yang harus diungkapkan antara lan: 1) 2 (3 4) (5) Jumlah menurut program asuransij Jumlah menurut jenis pertanggungan: Pemisahan antara premi yang belum merupakan pendapatan kepada pihak berelasi dan pihak ketiga, Metode perhitungan yang digunakan, dan Rekonsillasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan penambahan dan pengurangan.
Page 45 OCR 0.894
Page 45 of 85 Utang Koasuransi (rewrite) Yang harus diungkapkan antara lain: Yang harus diungkapkan antara ialn: 3) jenis dan jumlahnya: dan d1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga: (2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur: (3) Jumlah menurut jenis mata uang: dan (4) Jumlah menurut umur utang. f) Utang Reasuransi Yang harus diungkapkan antara lai (1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga, (2) Jumlah berdasarkan reasuradur: (3) Jumlah menurut jenis mata uang: (4) Jumlah menurut umur utang: dan (5) Jumlah utang atau piutang reasuransi yang disalinghapuskan. 9) Utang Komisi Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Jumlah berdasarkan tertanggung dan asuradur: 2 Jumlah menurut jenis mata uang: dan (3) Jumlah menurut jenis asuransi. h) Titipan Premi Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis asuransi. I) Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum Dibagikan Yang harus diungkapkan: 1) Tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang saham, 2) Dasar perhitungan: dan (3) Saldo menurut usia. 9) | Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek Yang harus diungkapkan antara lain jenis dan jumlahnya. 10) | Utang Pajak Catatan 11
Page 46 OCR 0.897
Page 46 of 85 11) Khusus Industri Pembiayaan Kewajiban Anjak Piutang Yang harus diungkapkan antara laln: a) Jumlah liabilitas anjak plutang dalam rangka anjak plutang dengan recourse: dan b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi anjak plutang, dan jatuh tempo serta Ikatan penting lainnya yang diatur dalam perjanjlan anjak plutang. 12) Khusus Kontrak Konstruk: Uang Muka Kontrak Yang harus diungkapkan antara lain jumlah uang muka kontrak yang diterima, 13) BaglanLancar atas Liabilitas Jangka Panjang Yang harus diungkapkan antara laln bagian lancar atas Ilabilitas jangka panjang sesual dengan pengungkapan utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang sebagaimana diatur dalam Checklist ini. 14) Liabilitas Keuangan Lainnya a) Yang harus diungkapkan antara lain: (1)Pengungkapan untuk Ilabilitas keuangan lainnya berlaku untuk Ilabilitas keuangan lainnya yang bersifat jangka pendek dan jangka panjang: (2)Perusahaan wajib mengelompokkan sesual klasifikasi yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi: (3)Yang harus diungkapkan antara lain: (ta) nilal tercatat Ilabilitas keuangan untuk setiap kategori: (b) laba atau rugi neto pada setiap Ilabilitas keuangan: dan () kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default). b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang Yang harus diungkapkan antara lain : (1)Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan dan penyelesalan utang: (2)Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang dan dampak pajak penghasilan yang terkait, (3)Jurnlah keuntungan atau kerugian bersih atas pengalihan aset yang diakul selama perlode tersebut, dan (4)Jumlah utang kontinjen yang dimasukkan dalam nilal tercatat utang yang telah direstrukturisasi. Tidak ada dengan pihak berelasi
Page 47 OCR 0.899
Page 47 of 85 Khusus Industri Gas dan Minyak Buml Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya. 16) Khusus Industri Pertambangan Umum Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun Yang harus diungkapkan antara laln rincian jenis dan jumlahnya. 17) Liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual, Yang harus diungkapkan antara laln Ilabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan dan dapat digabung dengan pengungkapan aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagal dimiliki untuk dijual. Ltabilitas Jangka Panjang 18) Utang Pihak Berelasl Non-Usaha Yang Harus diungkapkan antara laln : a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumlah utang, b) jumlah utang menurut mata uang: dan c) Jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan. Catatan 23 19) Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka Panjang Yang Harus diungkapkan antara lain: a) rincian jumlah utang berdasarkan nama bank/lembaga keuangan dan jenis mata uang, b) kisaran suku bunga kontraktual selama perlode pelaporan: C) tanggal jatuh tempo: d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan: e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang diperoleh, termasuk jumlah dan tujuan perolehannya, ? pembayaran yang dilakukan pada perlode berjalan untuk masing-masing fasilitas pinjaman: 9g) kejadian penting lainnya antara laln kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default): h) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan: 1) persyaratan lain yang penting, seperti adanya pembatasan pembagian dividen, pembatasan rasio tertentu, dan/atau pembatasan perolehan utang baru, dan SKK LA, Sa
Page 48 OCR 0.904
Page 48 of 85 D pengungkapan informasi sehubungan dengan Tlabilitas berbunga jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal laporan posisi keuangan tetapi tetap diklasifikasikan sebaga! Ilabilitas jangka panjang, antara lain adalah: (1)nama bank/lembaga keuangan dan jumlahnya: dan (2)ringkasan perjanjian lama dan baru, yang meliputi tanggat kesepakatan, jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, dan persyaratan penting. 20) Utang Sewa Pembiayaan Yang harus dlungkapkan antara lain : a) Jumlah neto nilai tercatat untuk setiap kelompok aset dan pemberi sewa (lessor) pada tanggal laporan posisi keuangan: b) rekonsillasi antara total pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal laporan posisi keuangan, dengan nilai klninya. Selain itu wajib mengungkapkan total pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal laporan posisi keuangan, dan nital kininya, untuk setlap perlode berikut: (1) sampai dengan satu tahun: (2) lebih dari satu tahun sampal 5 (lima) tahun: dan (3) lebih dari 5 (limajtahun. c) pembayaran sewa kontinjen yang diakul sebagai beban pada perlode tersebut: d) total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease) masa depan yang diperkirakan akan diterima dari kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat dibatalkan (non- cancellabie sublease) pada tanggal laporan posisi keuangan: 2) keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta amortisasinya sehubungan dengan transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale and leaseback): dan » penjelasan umum Isi perjanjian sewa yang material, antara lain: (1) dasar penentuan utang sewa kontinjen: 2 ada tidaknya klausul-klausul yang berkaitan dengan opsi perpanjangan atau pembelian dan eskalasi beserta syarat-syaratnya, dan (3) pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian sewa. 21) Khusus Industri Perbankan a) Surat Berharga yang Diterbitkan Yang harus diungkapkan antara lain: (1)Rinclan berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu, (2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga:
Page 49 OCR 0.886
b) s) Page 49 of 85 . . Ketaman (3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: 4 Rincian berdasarkan peringkat efek dan perusahaan pemeringkat: (5) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan: (8) Ringkasan perjanjian yang mellputi tanggal kesepakatan, jangka waktu perjanjian, tanggal jatuh tempo, kewajiban yang harus dipenuh!, dan persyaratan penting fainnya (Debt Covenance): ? Pendapat manajemen tentang pemenuhan Debt Covenanceatas surat berharga yang diterbitkan. Pinjaman Diterima Yang harus diungkapkan antara lain: (1)Rindian berdasarkan plhak, jenis, dan mata uang: (2)Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga: (3)RIngkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu perjanjian, tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, nilai Aset bank yang dijaminkan, dan persyaratan penting lainnya(debt covenance): (4)Pendapat manajemen terkait pemenuhan debt covenance, (5)Apabila bank menerima dana atau fasilitas pinjaman dari pemerintah atau pihak lain dengan tingkat Imbalan yang lebih rendah dari tingkat bunga pasar maka manajemen mengungkapkan mengenal fasilitas tersebut dan dampaknya terhadap laba bersih, Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi Yang harus diungkapkan antara lain: (1)Rinclan berdasarkan jenis, mata uang, dan kolektibilitas: (2)Rinclan jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga: (3)Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama perlade berjalan, (4)Ketentuan minimum penyisihan penurunan nilai komitmen dan kontinjensi menurut BI dan posisi penyisihan penghapusan bank pada saat periode pelaporan: dan (5)Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilal komitmen dan kontinjensi. 22) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan Yang harus diungkapkan antara lain : a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun berjalan dengan menunjukkan: (1) Saldo awal,
Page 50 OCR 0.890
Page 50 of 85 (2) Penyisihan yang dibentuk: (3) Pengeluaran yang terjadi: dan (4) Saldo akhir, b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan: c) Uabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan Jlabilitas bersyarat lainnya sebagaimana dlatur dalam standar akuntansi keuangan: d) Apabila dalam pos Ini terdapat komponen biaya yang sifatnya material, misalnya beban penutupan tambang, maka perusahaan dapat menyajikannya dalam pos yang terpisah 8) Tabel yang memuat penjelasan tentang: (1) Saldo awal, (2) Penambahan dan Pengurangan : (3) Saldo akhir. 23) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang a) imbalan Pasti Yang harus diungkapkan antara lain: d0) gambaran umum mengenal jenis program. (2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nllal kini kewajiban Imbalan pasti yang menunjukkan secara terpisah, pengaruhnya selama perlode berjalan yang dapat diatribusikan ke dalam: la) biaya jasa kini, . (b) biaya bunga, (c) Iuran oleh peserta program, (d) keuntungan dan kerugian aktuarlal, (e) perubahan kurs mata uang asing pada program yang dlukur dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang penyajian: (9 Imbalan yang dibayarkan: (9) biaya jasa lalu, (h) kombinasi bisnis: () curtallment, dan (HD penyelesalan, (3 analisis kewajiban Imbalan pasti terhadap jumlah yang dihasilkan dari program yang seluruhnya tidak didanal dan jumlah yang dihasilkan dari program yang seluruhnya atau sebagian didanal: (4) rekonsiitasi saldo awal dan akhir dari Nilai Wajar aset program serta saldo awal dan akhir dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset sesual dengan SAK menunjukkan secara terpisah, dampak selama
Page 51 OCR 0.868
(5) 6) @) Page 51 of 85 (a) hasil yang diharapkan dari aset program: (b) keuntungan dan kerugian aktuarlat: (c) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang penyajian, (d) Iuran oleh pemberl pekerja: (e) iuran oleh peserta program: (? Imbalan yang dibayarkan, (9) kombinasi bisnis: dan (h) penyelesalan, rekonsillasi nilat kini kewajiban Imbalan pasti sebagaimana dimaksud dalam butir (2) dan Nilal Wajar aset program sebagaimana dimaksud dalam butir (4) atas Aset dan Liabilltas yang diakui dalam laporan posisi keuangan, paling kurang mengungkapkan: (a) keuntungan dan keruglan aktuarial neto yang tidak diakul dalam laporan posisi keuangan, (Cb) blaya jasa lalu yang tidak dlakul dalam laporan posisi keuangan: (Co) setlap Jumlah yang tidak diakul sebagai Aset, dikarenakan oleh batasan dalam SAK: td) Nilai Wajar pada akhir periode pelaporan dari setiap hak penggantian yang diakul sebagal Aset sesuai dengan SAK, dan te) jumtah lainnya yang diakul dalam laporan posisi keuangan, total beban yang diakul di laba rugi untuk setiap hal-hal berikut dan nama pos dimana hal tersebut termasul (a) biaya jasa kini: (b) blaya bunga, (c) hasil yang diharapkan dari aset program: (d) hasil yang diharapkan dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset sesual dengan SAK: (e) keuntungan dan kerugian aktuarial, jika Perusahaan memllih metode koridor 1095 (sepuluh per seratus): (P blaya jasa lalu, (9g) dampak dari curtallment terutama terkait dengan penyelesalannya: dan (h) dampak dari batasan dalam SAK: Jumlah total yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain yang akan diakui segera dalam saldo laba, meliputi: (2) keuntungan dan kerugian aktuarlal: dan (b) dampak dari batasan dalam SAK:
Page 52 OCR 0.911
Page 52 of 85 ri keuntungan dan kerugian aktuarial yang diakul pada pendapatan komprehensif lain, dalam hal Perusahaan mengakul keuntungan dan kerugian dalam pendapatan komprehensif lain sesuai dengan SAK: 3) persentase atau jumlah setiap kategori utama yang merupakan Nilal Wajar total aset program, untuk setiap kategori utama dari aset program, yang mencakup, namun tidak terbatas pada, Instrumen ekuitas, Instrumen utang, properti, dan seluruh aset lain: (10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset program untuk: (a) setiap kategori Instrumen keuangan millk Perusahaan: dan (b) setiap properti atau Aset lain yang digunakan oleh Perusahaan: (11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian yang diharapkan atas Aset secara keseluruhan, termasuk dampak kategor! utama dari aset program, (12) Imbai hasil aktual atas aset program, serta Imbal hasil aktual atas setiap hak penggantian yang diakul sebagai Aset: (13) Asumsi aktuarlal utama yang digunakan sampal pada akhir perlode pelaporan dan diungkapkan dalam ukuran yang absolut dan tidak hanya sebagal marjin antara persentase dan variabel lainnya, termasuk: (ta) tingkat diskonto, (b) tingkat Imbal hasil yang diharapkan atas setiap aset program untuk periode yang disajikan dalam laporan keuangan: tc) tingkat imbal hasil yang diharapkan untuk periode yang disajikan dalam laporan keuangan pada setiap hak penggantian yang diakul sebagai Aset: td) tingkat kenaikan gajl yang diharapkan (dan perubahan dalam indeks atau variabel tertentu Jalnnya dalam masa program formal atau konstruktif sebagal dasar untuk kenaikan Imbalan masa depan), te) tingkat tren blaya kesehatan: dan To) asumsi material lain yang digunakan datam aktuarla, (14) dampak kenaikan atau penurunan satu angka persentase dalam tingkat tren blaya kesehatan yang diasumsikan pada: (a) biaya jasa kini agregat dan komponen blaya bunga dari blaya kesehatan pascakerja periodik neto: dan (b) akumulasi kewajiban Imbalan pascakerja untuk blaya kesehatan. (c) Dalam hal program dioperasikan dalam iingkungan inflasi yang tinggi, wajib diungkapkan dampak persentase kenaikan atau penurunan tingkat tren biaya kesehatan yang diasumsikan dar! makna yang serupa dengan satu angka persentase dalam Ilngkungan inflasi yang rendah. (15) Jumtah periode tahunan saat ini dan periode empat tahun sebelumnya dari:
Page 53 OCR 0.905
Page 53 of 85 defisit pada program, dan (b) penyesualan yang timbul pada: (D Ilabilitas program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari Tlabilitas program pada akhir periode pelaporan: dan (li) aset program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari aset program pada akhir perlode pelaporan, (18) estimasi terbalik pemberi kerja, segera setelah dapat ditentukan secara andal, dari Iuran yang diharapkan akan dibayar dalam program selama periode tahunan dimulal setelah perlode pelaporan, 7) khusus untuk program imbalan pasti yang membagi risiko antar entitas sepengendall, wajib diungkapkan sebagai berikut: (2) perjanjlan kontraktua! atau kebijakan tertulis untuk pembebanan blaya Imbalan pasti neto atau bukti bahwa tidak ada kebijakan seperti Itu: tb) dalam hal Perusahaan mencatat alokasi blaya Imbalan pasti neto sesuai SAK, maka Perusahaan mengungkapkan: (D Informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat program Imbalan pasti dan dampak keuangan atas perubahan program selama periode tersebut: (li) pengungkapan gambaran umum jenis program sesual dengan huruf a) butir (1) mencakup penjelasan praktik Informal yang menimbulkan kewajiban konstruktif termasuk dalam pengukuran kewajiban Imbalan pasti: dan (ili)jika Perusahaan mencatat luran yang terutang untuk periode sesual SAK Informasi tentang program secara keseluruhan disyaratkan sesuai dengan butir (1), butir (2), butir (3), butir (4), butir (9), butir (13), butir (14), dan butir (16) serta butir It. b) Iuran Pasti Perusahaan yang menyelenggarakan program luran pastiharus mengungkapkan jumlah yang diakul sebagai beban untuk program iuran pasti. C) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya Yang harus diungkapkan paling kurang jenis dan jumlah Imbalan kerja jangka panjang lainnya. Gd) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja Yang harus dlungkapkanantara lali (1) Iuran program dan jumlah pesangon pemutusan kontrak kerja, dan
Page 54 OCR 0.887
Page 54 of 85 Keteran (2) penjelasan mengenai Ilabilitas kontinjen (jika ada). 24)! Utang Obligasi Yang harus diungkapkan antara lain: a) rincian mengenai jenis, nilal nomina! dan nilat tercatat dalam rupiah dan mata uang v asing, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya, v b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek, Cc) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan: y d) nama Wall Amanat dan keterkaltan usaha dengan Perusahaan, e) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan v menunjuk pos-pos yang berhubungan, jika ada, f) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan: v g) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi v persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default): dan v h) persyaratan penting lainnya. 25) | sukuk v a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk berdasarkan akad syarlah yang digunakan. b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain: (1) uralan tentang persyaratan utama dalam penerbitan Sukuk, termasuk: (a) ringkasan akad syariah dan skema transaksisyarlah yang digunakan, (b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang mendasari: (c) nilai nominal: (d) besaran imbalan (untuk Sukuk Ijarah): (e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi hasil, dan besaran nisbah bagi hasil (untuk Sukuk mudharabah): (rencana jadwal dan tata cara pembagian dan/atau pembayaran Imbalan atau bagi hasil, (9) jangka waktu: (h) tujuan penerbitannya, dan () persyaratan penting lain: (2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek, (3) bursa tempat Sukuk dicatatkan (4) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan:
Page 55 OCR 0.911
Page 55 of 85 (5) nama Wall Amanat dan keterkaltan usaha dengan Perusahaan: (6) jaminan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada): (7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwallamanatan: dan (8) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Emiten atau Perusahaan Publik dalam memenuhi persyaratan dan kondisi Sukuk (misalnya restrukturisasi Sukuk dan kondisi default). 26) | Utang Subordinasi Yang harus diungkapkan antara lalin: a) nama kreditur, sifat Ikatan, jangka waktu, jenis mata uang, dan kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan b) tujuan perolehannya, c) persyaratan terkait dengan pelunasan utang subordinasi, d) kejadian penting lainnya antara laln kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default): e) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwallamanatanj dan f)- persyaratan penting lainnya. 27) | Obligasi Konversi Yang harus diungkapkan antara lain: a) b) d rincian mengenal jenis, nilal nominal dan nilai tercatat, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi konversi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya, perlode konversi dan persyaratan konversi, antara lain meliput! raslo konversi, harga pelaksariaan, hak konversi sebelum jatuh tempo serta persyaratannya, dan penalti, dampak dijusi apabila seluruh obligasi dikonversikan, dengan memperhatikan tingkat konversi atau harga pelaksanaan (exercise price) yang paling menguntungkan dari sudut pandang pemegang obligasi konversi, jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan dampak dilusinya: peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek, jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan, nama Wall Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan, jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (Jika ada): kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasl utang dan kondisi default): dalam hal Perusahaan menerbitkan obligasi konversi tanpa melalul penawaran umum, wajib diungkapkan tujuan penerbitan dan nama pembeli, komponen Liabllitas dari obligasi konversi:
Page 56 OCR 0.915
Page 56 of 85 Keterangan ) keberadaan fitur derivatif melekat, dan m) persyaratan penting lainnya c. Ekuitas Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemllik entitas induk 1) | Modal Saham 2) b) c) d) ) Yang harus diungkapkan antara lain : Bagi setiap jenis saham, antara lain: (1) Rekonsillasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir perlodi (2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham, termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal: dan (3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratan, Penjelasan mengenal sifat dan tujuan setlap pos cadangan dalam ekuitas: Susunan pemegang saham dengan mengungkapkan jumlah lembar saham dan persentase kepemilikan, yaltu: (1)Pemegang saham yang memiliki 596 (Ilma perseratus) atau lebih: (2)Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham, dan (3)Pemegang saham lainnya, Dalam hal terjadi perubahan modalsaham dalam perlode berjalan: (1)Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal saham tersebut, seperti pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, persetujuan dan/atau pemberitahuan Menteri terkait, dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS): (2)Sumber peningkatan modal saham, antara lain dari kapitalisasi agio, saldo laba, penerbitan saham baru dari Penawaran Umum dengan dan/atau tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (right Issue dan private placement), pelaksanaan waran, serta konversi obligasi: dan (3)Tujuan perubahan modal saham, antara lain dalam rangka ekspansi, penyelesalan pinjaman, atau pemenuhan kecukupan modal: Dalam hal hanya sebagian saham Perusahaan yang dicatatkan di Bursa Efek, agar disebutkan jumlah saham yang dicatatkan dan yang tidak dicatatkan pada Bursa Efek. Catatan 15 2) | Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-in Capital)
Page 57 OCR 0.895
Page 57 of 85 Yang harus diungkapkan antara lair a) Rinclan jumlah tambahan modal disetor: v b) Uralan sumber agio saham, v c) Rincian blaya emisi Efek ekultas berdasarkan penerbitan Efek v ekultas: d) Uralan mengenal sifat dan asal selisih kurs atas modal disetor, v 2) Uralan mengenal sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya, vV n Pengungkapan untuk selisih nilai transaksi dengan entitas v sepengendall, antara lain: (1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang berkombinasi: (2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendall dari entitas-entitas yang bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak bersifat sementara, (3) Tanggal efektif transaksi, (4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual atau dihentikan akibat kombinasi bisnis tersebut: (5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang diallhkan serta jenis dan jumlah Imbalan yang terjadi: (6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta selisih antara nilal tercatat tersebut dengan jumlah Imbalan yang diserahkan atau diterima, dan (7) Penyajian kembali laporan keuangan yang memberikan Informasi antara lain: (a) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan yang telah dilaporkan sebelumnya untuk periode yang disajikan kembali: (b) Ikhtisar Jumlah tercatat Aset dan Liabilitas entitas atau bisnis yang dikombinasikan: (c) Dampak penyesualan kebijakan akuntansi: dan (d) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan setelah disajikan kembali. 3) | Selisih Transaksidengan Pihak Nonpengendali Yang harus diungkapkan antara lain : a) Uralan transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian yang meliputi (1) Jenis transaksi dan perubahan persentase kepemilikan, (2) Nama entitas anak, dan (3) Nama pihak yang bertransaksi: b) Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendallan: v dan C) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan investasi pada saat hilangnya v Pengendalian.
Page 58 OCR 0.899
Page 58 of 85 4 | Saham Treasuri Yang harus diungkapkan antara lain: a) Latar belakang pembelian kembali saham, pelepasan, atau pengurangan modal disetoi b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah lembar dan nilai saham treasuri yang diperoleh, (3) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang digunakan sebagal pengurangan modal disetor, d) Tanggal dan jumlah saham treasurl yang dilepaskan kembali serta selisih antara harga perolehan dengan harga pelepasan saham treasuri: dan e) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri. 5) | Saldo Laba Yang harus diungkapkan antara lain: a) Alasan dan jumlah penyesualan periode yang lalu (jika ada): v Laporan perubahan ekuitas b) Perubahan saldo laba pada perlode bersangkutan dan persetujuan RUPS yang terkait: v konsolidaslan dan Cc) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat, dan tujuan setiap pos cadangan. v 6) | Waran v Yang harus diungkapkan antara lain: a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-masing waran: b) dasar penentuan Nilal Wajar waran: €) nilal waran yang belum dan tidak dilaksanakan (kadaluwarsa), d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya: dan €6) ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran. 2 | Pendapatan Komprehensif Lainnya v Laporan laba rugi dan Yang harus diungkapkan antara lain keterangan mengenai perubahan masing-maslng penghasilan komprehensif komponen pendapatan komprehensif lainnya. ain ii v Laporan laba rugi dan 8) | Kepentingan Nonpengendali penghasilan komprehensif Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham nonpengendali atas lain ekuitas masing-masing entitas anak yang tidak dapat dlatribusikan secara langsung atau tidak langsung pada entitas Induk. Laba Rugi Komprehensif
Page 59 OCR 0.881
Page 59 of 85 Cai 1 | Pendapatan Yang harus diungkapkan antara laln : a) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakul selama perlode, v Catatan 17 termasuk pendapatan yang berasat dari: () Penjualan barang: (2) Penjualan jasa, (3) Bunga: (4) Royalti: dan/atau (5) Dividen: diungkapkan secara terpisah berdasarkan plhak berelasi dan pihak ketiga, b) Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama: Cc) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan yang melebihi 1096 (sepuluh v perseratus) dari pendapatan, v d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang tercakup dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan (jika ada), yang diungkapkan terpisah v berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, e) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan antara laln (1) Pendapatan kontrak konstruksi: v (a) Jumlah pendapatan kontrak yang diakul sebagai pendapatan dalam perlode berjalan, (b) Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan kontrak yang diakui dalam periode berjalan: dan (c) Metode yang digunakan untuk menentukan tahap penyelesaian Kontrak, (2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal akhir perlode pelaporan: (a) Jumlah agregat biaya yang terjadl dan laba/rugi yang diakui sampai tanggal pelaporan, (b) Jumlah uang muka yang diterima: dan (ce) Jumlah retensi, (3) Jumlah tagihan dan utang bruto kepada pemberi kerja, masing-masing sebagai Aset dan Liabilitas, f Dalam hat Perusahaan memilik! transaksi hubungan keagenan, diungkapkan secara terpisah, antara lain: (4) Penjualan blasa dan penjualan dari hubungan keagenan, (2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan sebagal agen dari transaksi keagenan dengan pendapatan lainnya, dan (3). Perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh Perusahaan sebagai
Page 60 OCR 0.890
Page 60 of 85 prinsipal dari transaksi keagenan, yang antara laln terdiri dari: (a) Pendapatan bruto: (b) Retur/rabat/diskon terkait: dan (c) Total pendapatan neto. 2) Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator Ketentuan Tarif Yang harus diungkapkan antara laln: a) Dasar ketentuan tarif, b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif, c) Masa berlaku tarif, dj Besaran tarif dan e) Perjanjlan lain yang terkait. 3) Khusus Industri pembiayaan Rincian jumlah berdasarkan kelompok produk/jasa utama antara laln: a) Pendapatan pembiayaan konsumen, b) Pendapatan anjak piutang: dan Cc) Pendapatan sewa. 4 Khusus Industri Rumah Sakit Terdiri dari: Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya, jasa dokter, rawat Inap, rawat jalan dan penunjang medis, Rincian pengurang pendapatan, antara lain: a) Restitusi: b) Subsidi tidak mampu, dan c) Selisih perhitungan klaim, 5) Khusus Industri Transportasi Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara lain: 2) Rincian pendapatan bersih jasa transportasi: b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat transportasi: c) Rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi,
Page 61 OCR 0.907
Page 61 of85 warga d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan: dan 8) Rincian pendapatan diplsahkan sesual dengan jenisnya armada (bus, taksi, ferl, tanker dan pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan atas dasar kepemilikan armada tersebut. 8) Khusus Industri Telekomunikasi Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha jasa Interkoneksi, jasa telekomunikasi sendiri, jasa telekomunikasi yang dilaksanakan melalui kerjasama dengan pihak lain. » Khusus Industri Asuransi: Pendapatan Premi Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok premi bruto, premi reasuransi, dan penurunan (kenalkan) premi yang belum merupakan pendapatan untuk setiap jenis asuransi, Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang berlaku (PSAK 36 dan 62) 8) Khusus Industri Jalan Tol Pendapatan Yang harus diungkapkan antara lain: a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa to! sendiri, rincian pendapatan jasa lain, dan rincian pendapatan kerjasama operasi, b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan sejumlah ruas jalan tol, maka pendapatan usaha untuk setiap ruas jalan tol tersebut harus diungkapkan. 3) Khusus Industri Perbankan Pendapatan Bunga Yang harus diungkapkan antara lain: Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak terbatas pada : a) Obligasi Pemerintah: b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk provisi dan komisi yang diakui: Cc) Efek-efek, dan d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain. 10) Beban Pokok Penjualan Yang harus diungkapkan antara lain: a) Untuk perusahaan manufaktur, dlungkapkan beban pokok produksi yang dirin
Page 62 OCR 0.895
Page 62 of 85 (1) Blaya bahan baku, (2) Biaya tenaga kerja: dan (3) Biaya overhead ditambah dan dikurangi saldo awal dan akhir persediaan: b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 1096 (sepuluh perseratus) dari pendapatan, dan c) Untuk Industri jasa, dlungkapkan beban pokok berdasarkan pada jasa yang dijual. 11) | Khusus Industri Rumah Sakit v Beban Departementalisasi/Beban Operasional Yang harus diungkapkan antara lain, rincian beban departementalisasi: a) Beban bahan, b) Beban jasa pelayanan, C) Beban pegawal: d) Beban penyusutan sarana medis, e) Beban pemeliharaan sarana, f) Beban asuransi, g) Beban langganan daya dan jasa, h) Beban depresiasi. 12 Khusus Industri Asuransi a) Beban Klaim Asuransi Kerugian Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok klaim bruto, klaim reasuransi, dan kenalkan (penurunan) estimasi klaim retensi sendiri untuk setiap jenis asuransi. b) Beban Klaim Asuransi Jiwa v Yang harus diungkapkan antara lain: Rincian dan jumlah beban menurut jenis klaim dan manfaat, diantaranya : klalm jatuh tempo, klaim nilal tunai, dan klaim kematian. €) Komisi Neto v Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok pendapatan komisi dan beban komisi untuk setiap jenis asuransi. d) Hasil Investasi v Yang harus diungkapkan antara laln rincian dan jumlah menurut jenis Investasi. 13) | Khusus Industri Perhotelan v
Page 63 OCR 0.917
Page 63 of 85 Beban Departementalisasi Yang harus diungkapkan antara laln: 3) Rincian jumlah unsur-unsur beban departementalisasi: b) Gajl dan beban pegawal lainnya: dan Cc) . Rinclan jumlah unsur-unsur beban departemen lainnya. 14) Beban Usaha Yang harus diungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori fungsinya, yaitu antara lain: a) Beban penjualan: b) Beban distribusi: dan C) Beban umum dan administrasi. Catatan 19 dan 20 15) Khusus Industri Perbankan 3) Beban Bunga Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban bunga berdasarkan kelompok produk/jasa utama. b) Beban Provisi dan Komisi Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban beban provisi dan komisi berdasarkan kelompok produk/jasa utama. 16) Khusus Industri Pembiayaan BebanKerugian Penurunan Nilai Yang harus diungkapkan antara lain jumlah beban keruglan penurunan nilal untuk masing- masing akun Plutang Pemblayaan Konsumen, Tagihan Anjak Plutang, dan Piutang Sewa Pembiayaan. 17) Pendapatan dan Beban Lainnya Yang harus diungkapkan antara lain : 3) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya. b) rincian dan jumlah Beban lainnya, c) Untuk Biaya Keuangan, meliputi (1) biaya pinjaman meliputi: (a) beban keuangan yang dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif, (b) beban keuangan dalam sewa pemblayaan yang diakui sesual SAK yang berlaku, dan Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
Page 64 OCR 0.885
Page 64 of 85 Ada selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesualan terhadap bunga: (2) biaya keuangan ialnnya yang terjadi dari transaksi Instrumen keuangan meliputi: ta) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas Investasi tersedia untuk dijual, (b) rugi neto dari Instrumen keuangan yang diakui pada Nilai Wajar melalul laba rugi: dan () amortisasi premi/diskonto kontrak berjangka yang bertujuan untuk Ilndung nilat. d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asosiasi dan/atau Ventura v Bersama meliputi (1) bagian laba rugi dari masing-masing entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas: dan (2) bagian laba rugi dari entitas asoslasi dari operasi yang dihentikan, yang diungkapkan secara terpisah, 18) | Khusus Industri Perbankan v 3) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset Keuangan Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis aset keuangan. b) Keuntungan (Kerugian) dari kenalkan (penurunan) nilai surat-surat berharga vV dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis. €) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-surat Berharga dan Obligasi Rekapitalisasi v Pemerintah Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis. 19) | Pendapatan Komprehensif Lain V Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif Yang harus diungkapkan antara lain: lain a) perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap maupun Aset Takberwujud: b) keuntungan dan kerugian aktuarlal atas program manfaat pasti: C) selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan: d) keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia untuk dijual: e) bagian efektif dari keuntungan dan kerugian Instrumen Ilndung nilal dalam rangka Indung nilal arus kas: dan bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asoslasi dan/atau Ventura Bersama. 20) | Pajak Penghasilan Yang harus diungkapkan antara lain :
Page 65 OCR 0.923
b) c) @ 2) » Page 65 of 85 (1) beban (penghasilan) pajak kini: (2) penyesualan yang diakul pada perlode atas pajak kini yang berasal dari periode lalu, (3) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer dan pembalikannya: (4) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkalt dengan perubahan tarif pajak atau penerapan peraturan perpajakan yang baru, (5) jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak yang tidak diakul sebelumnya atau perbedaan temporer suatu perlode lalu yang digunakan untuk mengurangi beban pajak kini dan beban pajak tangguhan: (6) beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh penurunan atau pembalikan penurunan sebelumnya atas aset pajak tangguhan: dan (7) jumlah beban (penghasilan) terkait dengan perubahan kebijakan akuntansi dan kesalahan yang diperhitungkan dalam laporan taba rugi komprehensif, dikarenakan tidak dapat diperlakukan secara retrospektif, agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkalt dengan transaksi yang dibebankan atau dikreditkan langsung Ke ekultas, jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain, kecuail untuk bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asoslasi dan/atau Ventura Bersama: penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba akuntansi dalam satu atau kedua bentuk berikut ini: (2)rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi dengan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku, atau (2)rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku, penjelasan mengenal perubahan tarif pajak yang berlaku dan perbandingan dengan tarif pajak yang berlaku pada perlode akuntansi sebeluranya: jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi pajak belum dikompensasi yang tidak diakui sebagai aset pajak tangguhan dalam laporan keuangan: jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan investasi pada entitas anak, cabang, entitas asoslasi, dan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama atas Ilabilitas pajak tangguhan yang belum diaku Catatan 11c Catatan 11e
Page 66 OCR 0.900
D 1 m) n) 2) » Page 66 of 85 . Ketean rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini dengan cara sebagai berikut: (1) laba sebelum pajak menurut akuntansi, 2 ditambah/dlkurangi koreksi positif atau negatif (dirinci): dan (3) laba kena pajak, perhitungan beban dan fiabilitas pajak kini dengan menerapkan tarif pajak sesual dengan ketentuan perundang-undangan pajak yang berlaku: pernyataan bahwa laba kena pajak hasil rekonsillasi menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan: setiap jenis perbedaan temporer dan setlap jenis rugi pajak yang belum dikompensasi: (d)jumltah aset dan Ilabilitas pajak tangguhan yang diakul pada laporan posisi keuangan untuk periode sajian, dan (2)jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang dlakul dalam laba rugi, apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari perubahan jumlah aset atau Ilabilitas pajak tangguhan yang diakui dalam laporan posisl keuangan, beban pajak terkait dengan operasi yang dihentikan: (i)keuntungan atau kerugian atas penghentian: dan (2)laba rugi dari kegiatan normal atas operasi yang dihentikan selama perlode, bersama dengan jumlah terkait untuk setlap perlode sajlan: jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen kepada pemegang saham Perusahaan yang diusulkan atau dumumkan sebelum Laporan Keuangan Diotorisasi untuk Terbit namun tidak diakul sebagai Llabilitas dalam laporan keuangan: uralan jumlah perubahan pada jumlah pengakuan untuk aset pajak tangguhan praakuisisi apabila Perusahaan adalah pihak pengakulsisl dalam suatu kombinasi bisnis, peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak tangguhan wajib diakul apabila manfaat pajak tangguhan yang diperoteh dari kombinasi bisnis tidak diakui pada tanggal akulsisi tetap! diakui setelah tanggal akulsisi: dan jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau bukti yang mendukung pengakuan atas aset pajak tangguhan, apablla: (L)penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada kondisi laba kena pajak mendatang lebih besar dari laba pembalikan perbedaan temporer kena pajak yang telah ada, dan an Catatan 11d Catatan 11e
Page 67 OCR 0.901
Page 67 of'85 mengakibatkan diakuinya aset pajak tangguhan terkait. Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian Yang harus diungkapkan antara lain : a) jumlah yang digunakan sebagal pembilang dalam penghitungan laba per saham dasar dan diluslan, dan rekonsillasi jumlah tersebut terhadap laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada entitas Induk untuk perlode tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak Individual dari setlap jenis Instrumen yang mempengaruhi laba per saham, b) jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang digunakan sebagal penyebut dalam penghitungan laba per saham dasar dan diluslan, dan rekonsiliasi penyebut tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak individual dari setiap jenis Instrumen yang mempengaruhi laba per saham, Instrumen (termasuk saham yang dapat diterbitkan secara kontinjen) yang berpotensi mendilusi laba per saham dasar di masa depan, namun tidak dimasukkan dalam penghitungan laba per saham dilustan karena Instrumen tersebut bersifat antidilutif untuk periode sajian: penjelasan transaksi saham blasa atau transaksi instrumen berpotensi saham biasa, selain yang. dihitung sesual dengan SAK yang berlaku, yang terjadi setelah periode pelaporan dan akan secara signifikan mengubah jumlah saham biasa atau Instrumen berpotensi saham blasa yang beredar pada akhir periode tersebut seandainya transaksi dimaksud terjadi sebelum akhir periode pelaporan, dan @) laba per saham dasar dan diluslan untuk operasi yang dihentikan, c, d 22) Transaksi Pihak Berelasi Yang harus diungkapkan antara lal a) Pengungkapan mengenal transaksi atau saldo dengan pihak berelasi, yang jumlahnya: (1)lebih dari Rp 1.000.000.000,00 (satu millar rupiah) untuk transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat: dan/atau (2)lebih dari 0,596 (nol korna Ilma perseratus) darl modal disetor untuk transaksi dengan entitas berelasi. b) terkait dengan transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat mellputi nama, sifat dan hubungan dengan pihak berelasi serta informasi tentang transaksi dan saldo dengan pihak dimaksud, c) terkait dengan transaksi dengan entitas berelasi mellputi sifat dan hubungan dengan pihak-pihak berelasi serta Informasi mengenai transaksi dan saldo, Catatan 23
Page 68 OCR 0.894
d) 8) Page 68 of 85 tersebut dalam laporan keuangan, paling kurang: (i)jumlah transaksi beserta persentasenya terhadap total pendapatan dan beban terkait, (2)jumlah saldo beserta persentasenya terhadap tota! Aset atau Liabllitas, termasuk komitmen, dan: (a) persyaratan dan ketentuannya, termasuk apakah terdapat jaminan, dan Sifat imbalan yang akan diberikan, untuk penyelesaian: dan (b) rincian garansi yang diberikan atau diterima, (3)jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan nilai secara Individual dan kolektif, dan penghapusan piutang terkalt dengan jumlah saldo plutang usaha dan piutang pihak berelasi non-usahaj dan (4)alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nllai, jika dilakukan pembentukan: pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam huruf a)dan b) dilakukan secara terpisah untuk masing-masing kategori berikut: (1)entitas Induk, (2)entitas dengan pengendalian bersama atau Pengaruh Signifikan terhadap entitas: (3)entitas anak: (4)entitas asoslasi: (5)Ventura Bersama dimana entitas merupakan venturer, (6)personil manajemen kunci dari entitas pelapor atau entitas induknya, dan (7)pihak-plhak berelasi lainnya. seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota atau kelompok direksi, komisaris, pemegang saham utama yang juga sebagai karyawan, dan manajemen kunci lainnya Untuk masing-masing kategori berikut: (1)imbalan kerja jangka pendek, (2)imbalan pascakerja, (3)imbalan kerja jangka panjang lainnya, (4)pesangon pemutusan kontrak kerja: dan (5)pembayaran berbasis saham. untuk entitas berelasi dengan pemerintah : (l)nama entitas berelasi dengan pemerintah dan sifat hubungannya dengan Perusahaan, Kat Na aa Catatan 4
Page 69 OCR 0.897
Page 69 of 85 (3)untuk transaksi lainnya yang secara kolektif, tetap! tidak secara Individual, signlfikan, Indikasi secara kuantitatif atau kualitatif atas luasnya transaksi tersebut, 23) | Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing v Catatan 24 a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata uang selain mata uang fungsional. v b) yang harus diungkapkan antara tain: (1) rincian aset dan Ilabilitas moneter dalam mata uang asing serta ekulvalennya dalam mata uang fungslonal, (2) posisi neto dari aset dan Ilabilltas moneter dalam mata uang asing: (3) rincian kontrak valuta berjangka dan ekuivalen dalam mata uang fungsional, (4) jumlah selisih kurs yang diakul dalam laba rugi, kecuail untuk selisih kurs yang timbul pada Instrumen keuangan yang dlukur pada nilai wajar melalul laba rugi: dan (5) selisih kurs neto diakul dalam pendapatan komprehensif lain dan dlakumulasikan dalam komponen ekuitas yang terpisah, serta rekonsillasi selisih kurs tersebut . pada awal dan akhir perlode. 24) | Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan Yang harus diungkapkan antara lain : a) untuk setiap rugi penurunan nilai yang diakui atau dibalik selama periode tertentu untuk suatu aset indlvidual, termasuk goodwili atau suatu unit penghasil kas: (tk) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan pengakuan atau pembalikan rugi penurunan nilai, (2) jumlah rugi penurunan nitai yang diakui dalam laba rugi selama periode tersebut dan unsur laporan faba rugi komprehensif yang didalamnya tercakup rugi penurunan nilai: (3) jumlah pembalikan rugi penurunan nila! yang diakul dalam laba rugi selama periode tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang di dalamnya tercakup rugi penurunan nilai yang dibalik, (4) goodwill yang telah diakui rugi penurunan nilainya, (5) jumlah rugi penurunan nilal atas aset revaluasian yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain selama periode tersebut, dan (6) jumlah pembalikan rugi penurunan nilal atas aset revaluasian yang diakul dalam pendapatan komprehensif lain selama perlode tersebut. b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan untuk setiap kelompok aset.
Page 70 OCR 0.922
Page 70 085 Periode Lalu 2) b) ks) Perubahan Estimasi Akuntansi Yang harus diungkapkan antara lain : (1) sifat dan alasan perubahan estimasi akuntan: (2) jurnlah perubahan estimasi yang berdampak pada periode berjalan: dan (3) perkiraan dampak estimasi pada perlode mendatang. Dalam hal jumiah dampak pada perlode mendatang tidak praktis, fakta tersebut harus diungkapkan. Perubahan Kebijakan Akuntansi Yang harus diungkapkan antara lain : (1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi, (2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru memberikan informasi yang andal dan relevan, (3) jumlah penyesualan untuk perlode berjalan dan setiap periode lalu sajlan: (a) setiap pos laporan keuangan yang terpengaruh: dan (b) laba per saham dasar dan dilusian, (4) jumlah penyesuatan yang terkait dengan perlode-periode sebelum periode yang disajikan. Dalam hal tidak praktis dilakukan, maka diungkapkan alasannya: dan (5) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak praktis untuk suatu perlode tertentu atau untuk perlode-perlode sebelum periode-perlode tersebut disajikan dan tanggal dimulainya perubahan kebijakan akuntansi. Kesalahan Periode Lalu Yang harus diungkapkan antara lain : (1) sifat dari kesalahan periode lalu: (2) jumlah koreksi untuk setiap perlode sajian: (a) bagi setiap pos laporan keuangan: dan (b) laba per saham dasar dan dilusian (3) jumlah koreksi pada awal perlode sajian paling awal: dan (4) keadaan yang membuat penerapan retrospketif tidak praktis dilakukan dan penjelasan mengenai cara dan waktu dilakukannya koreksi apabila penyajian kembali retrospektif tidak praktis.
Page 71 OCR 0.893
Page 71 of 85 26) | Kombinasi Bisnis a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut untuk setiap kombinasi bisnis yang terjadi selama perlode pelaporan, yaltu: (1) nama dan penjelasan tentang pihak yang diakuisisi: (2) tanggal akuisisi: (3) biaya terkait akulsisi, di luar blaya penerbitan Efek utang dan Efek ekuitas, periode berjalan, dan akumulasinya untuk masing-masing kombinasi bisnis: (4) persentase kepentingan ekultas berhak suara yang diperoleh: (5) alasan utama untuk kombinasi bisnis dan penjelasan tentang cara pihak pengakuisisi memperoleh Pengendalian atas pihak yang diakuisisi, (6) penjelasan kualitatif tentang faktor yang membentuk goodwill yang dlakul: (7) Nilal Wajar pada saat tanggal akulsisl atas total imbalan yang dialihkan dan Nilal Wajar tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama Imbalan, (8) kesepakatan Imbalan kontinjensi dan aset Indemnifikasi (a) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi: " (b) penjelasan tentang kesepakatan dan dasar penentuan jumlah pembayaran, dan (c) estimasi kisaran hasil (tidak didiskonto) atau, jika apablla kisaran tidak dapat diestimasikan maka fakta dan alasan mengapa kisaran tersebut tidak dapat diestimasikan. Dalam hal jumlah maksimum pembayaran tidak terbatas, maka pihak pengakulsisi mengungkapkan fakta tersebut: (9) Perusahaan harus mengungkapkan plutang yang diperoleh berdasarkan kelompok utama plutang, misalnya pinjaman yang diberikan, sewa pembiayaan langsung, dan kelompok piutang lain, yaltu sebagai berikut: (a) Nilai Wajar piutang, (b) jumlah piutang bruto kontraktual: dan (c) estimasi terbaik pada tanggal akulsisi atas jumlah arus kas kontraktual yang diperkirakan tidak tertagih: (10) jumlah yang diakut pada tanggal akuisisi untuk setlap kelompok utama Aset yang diperoleh dan Liabilitas yang diambil alih: (411) setiap Ilabilitas kontinjensi yang diakui pada Nilai Wajai (a) uralan mengenal karakteristik kewajiban dan perkiraan saat arus keluar sumber daya ekonomi terjadi: (b) Indikasi ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar tersebut. Dalam hal v Catatan 2t SL LL Ka tt SL St LL &
Page 72 OCR 0.892
Page 72 of 85 . Keaman . diperlukan, Perusahaan harus mengungkapkan asumsi utama yang mendasari prakiraan peristiwa masa depan: dan (c) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan jumlah Aset yang telah dlakul untuk estimasi penggantian tersebut: (12) dalam hal Nabilitas kontinjensi tidak diakul karena Nilai Wajarnya tidak dapat diukur secara andal, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan: (a) Informasi sebagaimana dimaksud dalam angka 33 huruf b) angka (4) terkait perikatan dan kontijensl, dan (b) alasan Liabilitas tidak dapat diukur secara andalj (13) dalam hal pembelian dengan diskon: (a) jumlah keuntungan yang diakul dan pos dalam laporan laba rugi komprehensif dimana keuntungan tersebut diakui: dan (b) penjelasan tentang alasan transaksi tersebut menghasilkan keuntungan, (14) setiap kombinasi bisnis dimana pihak pengakulsisi memiliki kurang dari 1009 (seratus perseratus) dari kepentingan ekultas pihak yang dlakulsisi pada tanggal akulsisi: ta) jumlah dari kepentingan nonpengendall pada pihak yang diakuisisi, yang dlaku! pada tanggal akuisisi dan dasar pengukurannya: dan (b) teknik penilatan dan Input model utama yang digunakan dalam penentuan nllal tersebut, untuk setiap kepentingan nonpengendall pada pihak yang diakuisisi yang diukur pada Nital Wajar: (15) dalam hal suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap: (a) Nilai Wajar pada tanggal akuisisi atas kepentingan ekultas pihak yang diakulsisi yang dimiliki oleh pihak pengakulsisl segera sebelum tanggal akuisisi, dan (b) jumlah keuntungan atau kerugian yang dlakul sebagai hasil dari pengukuran kemba!l Nilai Wajar dari kepentingan ekultas pada pihak yang diakuisisi yang dimlliki oleh pihak pengakuisisi sebelum kombinasi bisnis dan pos dalam laporan laba rugi komprehensif untuk mengakul keuntungan atau kerugian tersebut: (16) Informasi sebagai berikut: (a) jumlah pendapatan dan laba atau rugi dari pihak yang diakuisisi sejak tanggal akuisisi yang dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif pada perlode pelaporan: dan (b) pendapatan dan laba atau rugi dari entitas hasit penggabungan untuk periode pelaporan berjalan seolah-olah tanggal akulsisl untuk semua Keteangan
Page 73 OCR 0.870
Page 73 o£85 kombinasi bisnis yang terjadi selama tahun berjalan telah diperhitungkan sejak awal periode pelaporan. b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadl pada periode sekarang dan perlode sebelumnya, Perusahaan yang menjadl plhak pengakuisisi wajib mengungkapkan Informasi berikut untuk setiap kombinasi bisnis yang material atau secara kolektif material: (1) 2) (3) (4 dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesal untuk Aset, Uabilitas, kepentingan nonpengendali tertentu atau jenis Imbalan dan jumlah yang diakui dalam laporan keuangan kombinasi bisnis sehingga ditentukan hanya bersifat penyisihan, maka diungkapkan: (a) alasan akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belurn selesal: (b) Aset, Labilitas, kepentingan ekuitas atau Jenis Imbalan yang akuntansi awalnya belum selesai: dan (c) sifat dan jumlah dari setiap penyesualan periode pengukuran yang diakui selama periode pelaporan setlap perlode pelaporan setelah tanggal akulsis) sampal dengan Perusahaan mendapatkan, menjual atau kehilangan hak atas aset Imbalan kontinjensi, atau Sampal dengan Perusahaan menyelesalkan liabilitas imbalan kontinjensi atau Ilabilitas tersebut dibatalkan atau lewat waktu, maka diungkapkan: (a) setiap perubahan dalam jumlah yang dlakul, termasuk setlap perbedaan yang timbul selama penyelesalan, (b) setiap perubahan dalam kisaran hasil (tidak didiskonto) dan alasan perubahan tersebut: dan (c) teknik penilaian dan Input model utama yang digunakan untuk mengukur Imbalan kontinjensi: Ilabilitas kontinjensi yang diakul dalam kombinasi bisnis, jika ada, rekonslillasi atas nilal tercatat goodwill pada awal dan akhir perlode pelaporan: jumlah dan penjelasan dari setiap keuntungan atau keruglanyang diakui pada perlode pelaporan yan: (a) terkait dengan aset teridentifikasi yang diperoleh atau Ilabilitas yang diamnbil-alih dalam kombinasi bisnis pada periode pelaporan berjalan atau periode pelaporan sebelumnya, dan (b) ukuran, sifat, atau kejadian relevan yang diungkapkan untuk memahami laporan keuangan Perusahaan hasil penggabungan: C) pernyataan kesesualan dengan peraturan Bapepam dan LK dalam pelaksanaan transaksi kombinasi bisnis: dan KL SL &
Page 74 OCR 0.910
Page 74 of 85 Amd ar dengan perolehan atas entitas anak dan unit bisnis Jalnnya selama suatu perlode: (1) jumlah harga yang dibayarkan: v (2) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas: v v (3) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya apabila Pengendalian diperoleh: dan (4) jumlah aset dan Ilabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya apabila Pengendalian diperoleh, diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya. & 27. Segmen Operasi Yang harus diungkapkan antara lain : Catatan 2g dan 26 a) pengungkapan pada level segmen: (1) Informasi umum, yang terdiri dari: (a) faktor-faktor yang digunakan oleh manajemen untuk mengidentifikasi v segmen dilaporkan, dan (b) jenis produk dan jasa yang menghasilkan pendapatan dari setlap segmen v dilaporkan, (2) Informasi mengenai laba atau rugi segmen, termasuk pendapatan dan beban V tertentu, aset segmen, dan Ilabilltas segmen dari segmen dilaporkan, serta dasar pengukurannya: (3) rekonsillasi dari total pendapatan segmen, ukuran laba atau rugi segmen vV dilaporkan, aset segmen, Ilabilitas segmen, dan unsur segmen material lainnya terhadap jumlah yang terkait dalam laporan keuangan Perusahaan: b) pengungkapan pada level entitas (1) Informasi produk dan jasa Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk dan jasa atau setlap V kelompok produk dan jasa yang serupa. (2) Informasi wilayah geografis (a) Pendapatan dari pelanggan eksternal yang diatribusikan kepada: I. negara domisili Perusahaan: dan v Ii. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memperoleh pendapatan. Dalam hal pendapatan dari suatu negara asing secara Individual jumlahnya material, pendapatan tersebut diungkapkan secara terpisah, termasuk dasar pengatribusian pendapatannya kepada negara
Page 75 OCR 0.923
Page 75 of85 tersebut secara Individual. (b) Aset tidak lancar selain instrumen keuangan, aset pajak yang ditangguhkan, aset Imbalan pascakerja, dan hak yang terjadi akibat kontrak asuransl yang berlokasi di: I. negara domisili Perusahaan: dan il. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memilik! aset. Dalam hal aset dari suatu negara asing secara Individual jumlahnya material, maka aset tersebut diungkapkan secara terplsah. (3) Informasi pelanggan utama Dalam hal pendapatan dari transaksi dengan pelanggan eksternal tunggal mencapai 1096 (sepuluh perseratus) atau lebih dari pendapatan konsolidasi, Perusahaan harus mengungkapkan: (a) fakta, (b) total pendapatan dari setlap pelanggan: dan (c) Identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut. 28) Operasi yang Dihentikan a) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) uralan tentang alasan operasi dihentikan: (2) uralan fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada pelepasan yang diharapkan, cara, dan waktu pelepasan dari aset dan Itabllitas operasi yang dihentikan, dan (3) pengaruh dari operasi yang dihentikan terhadap segmen yang dilaporkan dari aset tidak lancar atau kelompok lepasan disajikan sesual SAK yang berlaku. b) Yang harus diungkapkan atas Informasi terkait dengan laba (rugi) operasi yang dihentikan, antara lain: (1) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan dalam laparan laba rugi komprehensif meliput (a) pendapatan, beban, dan laba atau rugi sebelum pajak dari operasi yang dihentikan dan beban pajak penghasilan yang terkait: dan (b) laba atau rugi yang diakul dalam pengukuran ke Nilai Wajar setelah dikurangi blaya untuk menjual atau pelepasan aset atau kelompok lepasan yang terkait dengan operasi yang dihentikan dan beban pajak penghasilan yang terkait, (2) arus kas neto yang dapat diatribusikan pada aktivitas operasi, Investasi dan pendanaan dari operasi yang dihentikan: dan (3) jumlah penghasilan dari operasi yang dilanjutkan dan operasi
Page 76 OCR 0.892
Page 76 of 85 yang dihentikan yang dapat dlatribusikan pada pemillk entitas Induk. 29) | Instrumen Derivatif selain Derivatif Melekat a) Perusahaan wajib mengelompokkan fnstrumen derivatif sesual dengan tujuannya, yaitu untuk ilndung nilai atau tujuan lainnya (non lindung nilai), seperti untuk tujuan spekulasi, b) Perusahaan yang memiliki atau menerbitkan Instrumen derivatif wajib mengungkapkan untuk setiap kontrak Instrumen derivatif dalam kelompok klasifikasi Ulndung nilal dan kelompok non Iindung nilai: (1)hakikat dan sifat dari transaksi, berupa transaksi berjangka dalam bentuk valuta, bunga, komoditas atau lain-lain: (2)pihak tawan transaksi (counterpartles): (3)tanggal jatuh tempo, (4)nilai keseluruhan kontrak dan Nilal Wajar pada tanggal taporan posisi keuangan: (5)beban atau Pendapatan pada periode pelaporan: (6)pos Aset dan/atau Llabilitas yang dilindung nilai: dan (7)persyaratan penting lainnya, Cc) Yang harus diungkapkan antara lain: (1)Hal-hal yang diperlukan untuk memahami tujuan transaksi derivatif dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut, (2)Kebljakan manajemen risiko untuk setlap klasifikasi Ilndung nilal, termasuk penjelasan mengenal Aset dan/atau Llabilitas dan jenis transaksi yang dilindung nilai, dan (3)Bagi Instrumen yang tidak dimaksudkan sebagai suatu Ilndung nilai, disebutkan tujuannya. 30) | Nilai Wajar Instrumen Keuangan Yang harus diungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan dan Ilabilitas keuangan antara lain: Catatan 28 a) Nilal Wajar setiap kelompok Aset dan Liabilitas tersebut dengan cara yang memungkinkan untuk dapat diperbandingkan dengan nilai tercatat dalam laporan posisi keuanganj dan b) hlerarkl, metode, dan asumsi signifikan yang digunakan dalam menentukan Nilal Wajar aset keuangan dan Ilabilitas keuangan. 31) | Dividen Yang harus diungkapkan antara lain: a) jumlah dividen dan dividen per saham yang telah dideklarasikan dan dibayarkan sebagai distribusi kepada pemilik pada periode pelaporan:
Page 77 OCR 0.900
Page 77 of 85 Iga) b) jumiah utang dividen untuk: (1) periode pelaporan, dan (2) perlode sebelumnya: c) jumlah dividen dan dividen per saham yang diusulkan atau dideklarasikan setelah perlode pelaporan tetapi sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan dan tidak diakui sebagai Liabilitas kepada pemilik pada akhir perlode pelaporan: dan d) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakul. 32) | Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama Yang harus diungkapkan antara lain: a) jumlah agregat dari Ilabllitas kontinjensi dengan jumlah Ilabilitas kontinjensi lainnya secara terpisah, b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait dengan bagian partisipasinya dalam Ventura Bersama secara terpisah dari komitmen lainnya: C) daftar dan penjelasan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama yang signifikan dan bagian partisipasi kepemilikan dalam pengendalian bersama entitas: dan d) dalam hal Ventura Bersama diakul dalam pengendalian bersama entitas, agar ditambahkan pengungkapan tambahan tentang: (1)metode yang digunakan untuk mengakul bagian partisipasinya: dan (2)jumlah agregat setlap aset lancar, aset tidak lancar, liabilitas jangka pendek, Ilabilitas jangka panjang, penghasilan dan beban yang terkait dengan bagian partisipasinya dalam Ventura Bersama. 33) | Perikatan dan Kontinjensi a) Perikatan Yang harus diungkapkan antara lain : (1) perikatan yang melipui (a) perjanjian sewa, keagenan dan distribusi, bantuan manajemen dan teknis, royalti, dan lisensi, diungkapkan: IL pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian: I perlode berlakunya perikatan: dasar penentuan kompensasi dan dendaj Iv. jumlah beban atau pendapatan pada periode pelaporan, dan V. pembatasan-pembatasan lainnya: (b) kontrak atau perjanjlan yang memerlukan penggunaan dana di masa yang akan datang, seperti: pembangunan pabrik, perjanjlan pembellan, Ikatan
Page 78 OCR 0.901
») 2) (3 4) Page 78 of 85 untuk investasi, diungkapkan: I. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian: il. perlode berlakunya perikatan, . nilai keseluruhan, mata uang, dan bagian yang telah direalisasl: dan Iv. sanksi-sanksi, pemberian jaminan atau garansi, diungkapkan: (a) pihak-pihak yang dijamin dan yang menerima jaminan, yang dipisahkan antara pihak berelasi dan pihak ketiga untuk pihak yang dijamin: (b) latar belakang dikeluarkannya jaminan: (c) perlode berlakunya jaminan, dan (d) nilai jaminan: fasilitas kredit yang belum digunakan, misalnya fasilltas L/C, cerukan bank: dan Uralan mengenal sifat, jenis, jumlah dan batasan-batasannya. Kontinjensi Yang harus diungkapkan antara tain : 2) (2 3 (4) perkara atau sengketa hukum, diungkapkan: (a) pihak-pihak yang terkait, (b) jumlah yang diperkarakan: (c) latar belakang, isi dan status perkaradan pendapat hukum (legal opinion): dan (d) dampak keuangan, Peraturan Pemerintah yang berdampak terhadap Perusahaan, misalnya masalah ilngkungan hidup, diungkapkan uralan singkat tentang peraturan dan estimasi dampak keuangannya: kemungkinan tiabilitas pajak tambahan: (a) jenis ketetapan atau tagihan pajak, jenis pajak, tahun pajak serta jumlah pokok dan denda atau bunganya) dan (b) sikap Perusahaan terhadap ketetapan atau tagihan pajak (keberatan atau banding): peristiwa kontinjensi lainnya, yang diungkapkan antara lain: (a) karakteristik aset atau Ilabilitas kontinjensi: (b) estimasi dari dampak keuangannya,
Page 79 OCR 0.899
Page 79 of 85 keluar sumber daya: dan (d) kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga. 34) | Khusus Industri Perkebunan Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma Yang harus diungkapkan antara lali a) Isi perjanjlan kerjasama IR/Plasma, b) Pihak-plhak yang terkait dalam kerjasama, C) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan, d) Hak dan Ilabilitas dari masing-masing pihak dalam kerjasama) &) Ketentuan tentang perbahan perjanjlan kerjasama, dan ? Isi perubahan perjanjlan, jika ada. 35) | Manajemen Risiko Keuangan a) Perusahaan harus mengungkapkan Informasi yang memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko yang timbul dari Instrumen keuangan, serta kebijakan dalam pengelolaan risiko, termasuk, namun tidak terbatas pada risiko sebagai berikut: Catatan 28 (1) risiko kredit, antara lain Ikhtisar analisis umur aset keuangan atata yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dan yang lewat jatuh tempo pada akhir perlode pelaporan tetapi tidak mengaiami penurunan nilai, (2) risiko likuiditas, antara lain: (a) analisis jatuh tempo untuk Jlabilitas keuangan derivatif dan nonderivatif yang menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual yang bertujuan untuk pemahaman terhadap perlode arus kas: dan (b) deskripsi mengenal cara Perusahaan mengelola risiko Ilkuiditas: (3) risiko pasar, antara lain analisis sensitivitas untuk setlap jenis risiko pasar dimana entitas terdampak pada akhir perlode pelaporan, yang menunjukkan dampak perubahan pada variabel risiko yang relevan pada tanggal tersebut terhadap laba rugi dan ekuitas: dan te) risiko lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan. b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) terdiri dari pengungkapan kualitatif dan pengungkapan kuantitatif untuk setiap jenis risiko yang timbul dari Instrumen keuangan. 36) | Khusus Industri Perbankan a) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adeguacy Ratio)
Page 80 OCR 0.900
Page 80 of 85 Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincian perhitungan dan jumlah rasio kecukupan modal pada tanggal laporan posisi keuangan, (2) Posisi CAR minimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia: dan (3) Aspek khusus yang mendasari perhltungan CAR. b) Posisi Devisa Neto Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto menurut jenis mata uang pada tanggal laporan posisi keuangan: (2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia: (3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan posisi devisa neto. C) Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas Pembayaran Bank Umum Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum yang melandasi jaminan atas dana pihak ketiga di bank. d) Aktivitas Fiduciary Yang harus diungkapkan antara lain uralan masing-masing aktivitas fiduclaryyang meliputi jasa kustodlan, wali amanat, pengelolaan investasi dan reksadana. 37) Kuasi-Reorganisasi Yang harus diungkapkan antara lain uralan mengenal kegiatan kuasi-reorganisasi yang meliputi: a) Jumlah saldo negatif yang diellminasi dalam laporan posisi keuangan dan jumlah tersebut disajikan selama tiga tahun berurutan sejak kuasi-reorganisasi, b) Status golng concern perusahaan dan rencana manajemen dan pemegang saham setelah kuasi-reorganisasi yang menggambarkan prospek usaha dl masa mendatang: c) Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada saat dan sesudah kuasi- reorganisasi, d) Rincian dari jumlah yang membentuk akun selisih penilaian Aset dan Ilabilitas sebelum digunakan untuk mengeliminasi defisit: dan e) Keterangan tentang tanggal terjadinya kuasl-reorganisasl pada akun saldo laba dalam laporan posisi keuangan untuk jangka waktu 10 tahun ke depan sejak kuasi- reorganisasi. 38) Pengelolaan Modal
Page 81 OCR 0.884
Page 81 of 85 Yang harus diungkapkan antara lain : a) Informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan proses Perusahaan dalam mengelola permodalannya, termasuk: Catatan 29 (1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai modal, (2) sifat persyaratan dan implementasinya dalam hal Perusahaan diharuskan untuk memenuhi persyaratan permodalan yang disyaratkan oleh pihak eksternal: dan (3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam mengelola permodalannya: v b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang dikelola sebagai modal: v C) setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari periode sebelumnya: d) pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap persyaratan permodalan dari pihak V eksternal (jika ada): dan v @) konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan permodalan dari pihak eksternal, apabila terjadi ketidakpatuhan. 39) | Transaksi Nonkas Yang harus diungkapkan antara lain : Transaksi pada aktivitas Investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan Kas v dan Setara Kas yang tidak termasuk dalam laporan arus kas. Transaksi tersebut antara lain berupa perolehan Aset secara kredit atau sewa pemblayaan, v akulsisi melaiui penerbitan saharn, dan konversi utang menjadi modal. 40) | Pembayaran Berbasis Saham v Yang harus diungkapkan antara lain : a) b) 9 d) e) rincian jumlah Labilitas atas pembayaran berbasis saham baik untuk jangka pendek ataupun jangka panjang, penjelasan mengenal setiap jenis perjanjlan pembayaran berbasis saham yang ada pada suatu periode, termasuk syarat dan ketentuan umum setiap perjanjian, seperti kondisi vesting, jangka waktu maksimum atas opsi yang diberikan, dan metode penyelesaian: Jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsi saham untuk setiap kelompok opsi saham, Untuk opsi saham yang dieksekusi selama periode, rata-rata tertimbang harga saham pada tanggal eksekusi atau selama perlode pelaporan: kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur kontrak untuk opsi saham yang beredar pada akhir perlode: penentuan Nilai Wajar dengan mengungkapkan paling kurang hal-hal sebagai
Page 82 OCR 0.897
Page 82 of 85 berikut: (L)opsi yang diberikan selama suatu periode, rata-rata tertimbang Nilal Wajar opsi tersebut pada tanggal pengukuran dan Informasi tentang bagalmana Nilal Wajar tersebut diukur: dan (2)jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar Instrumen ekultas tersebut pada tanggal pengukuran, dan informasi tentang pengukuran Nilal Wajar tersebut untuk Instrumen ekultas lain yang diberikan selama suatu periode (yaltu selain opsi saham): 9) dampak transaksi pembayaran berbasis saham terhadap laba rugi Perusahaan dalam suatu perlode dan terhadap posisi keuangannya. 4) | Khusus Industri Asuransi v a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas Yang harus diungkapkan antara lain : (1) Analisis Kekayaan, (2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas: (3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhij (4) Tingkat solvabilitas yang dicapal perusahaan per tanggal pelaporan: dan (5) Jumlah Investasi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. 42) | Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi Syariah vV Hal-hal yang harus diungkapkan: a) Yin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi Syariah: b) Jenis Akad Asuransi Syariah: k31 Rincian Aset, Liabilitas, Pendapatan, Beban, dan Laba Usaha Unit Asuransi Syariah: dan d) Zakat, 43)| Informasi Penting Lainnya Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari: a) Kontrak reasuransi, b) Perjanjian penting dan Ikatan lainnya: v c) Rasio keuangan penting: v d) Pendapatan, beban dan hasil underwriting: dan v 8) Peristiwa atau keadaan yang mempengaruhi kinerja atau kelangsungan hidup v perusahaan,
Page 83 OCR 0.917
Page 83 of 85 Khusus Industri Kehutanan a) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu): b) Pemenuhan Ilabilitas terhadap negara seperti DR, IHH, BPPHH, IHPH dan iuran wajib lainnya: c) Realisasi kegiatan dan biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan penanaman kemball hutan alam (TPTI, pembinaan dan perlindungan hutan, penanaman tanah kosong dan usaha lainnya untuk kelestarian alam), 4) Realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan Bina desa hutan dan biayanya, 8 Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan penanaman pada perlode berjalan dan akumulasinya: dan Ph Sehubungan dengan pembangunan sarana dan prasarana : (1) Realisasi pembangunan jalan dan jembatan serta pemeliharaannya: dan (2) Jenis jalan yang dibangun pada periode berjalan dan akumulasinya. 45) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan Yang harus diungkapkan antara lain: a) dalam hal Perusahaan menerima Informasi setelah perlode pelaporan tentang kondisi yang ada pada akhir periode pelaporan, maka Perusahaan memutakhirkan pengungkapan kondisi tersebut sesual dengan Informasi terkini: dan contoh peristiwa setelah perlode pelaporan yang mensyaratkan entitas untuk menyesuaikan Jumlah yang diakui dalam taporan keuangannya, atau untuk mengakul peristiwa yang sebelumnya tidak diakul: b) dalam hal terdapat peristiwa nonpenyesual yang material setelah periode pelaporan, maka Perusahaan mengungkapkan uraian peristiwa, misalnya: (1)tanggal terjadInya, (2)sifat peristiwa, dan (3)estimasi atas dampak keuangan, atau pernyataan dan alasan bahwa estimasi tersebut tidak dapat dibuat. Sta 46) Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan yang Terkait dengan Aktivitas Perusahaan Dalam hal Perusahaan belum menerapkan suatu SAK dan/atau peraturan yang terkait dengan aktivitas Perusahaan, yang telah diterbitkan tetapi belum efektif berlaku, Yang harus diungkapkan antara tali 3) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut, b) sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif atau perubahan kebijakan akuntansi: Catatan 2 & 32
Page 84 OCR 0.905
Page 84 of 85 d) pembahasan mengenai dampak penerapan awal SAK dan peraturan baru atas laporan keuangan atau pernyataan manajemen bahwa dampak tersebut tidak dapat diketahul atau diestimasi secara wajar. 47) | Reklasifikasi a) Dalam hal Perusahaan mengubah penyajian atau pengklasifikaslan pos-pos dalam laporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan antara lain: (1)sifat reklasifikasi: (2)jumiah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang direklasifikasi: dan (S)alasan reklasifikasi. b) Dalam hal reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan, maka Perusahaan harus mengungkapkan: (L)alasan tidak merekiasifikasi jumlah tersebut: dan (2)sifat penyesualan yang akan dilakukan jika jumlah tersebut direklasifikasi. 48) | Hibah Pemerintah Setlap Hibah Pemerintah yang diterima, Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut: a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang dlakul dalam laporan keuangan dan indikasi bentuk laln dari bantuan pemerintah: dan b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi lain yang melekat atas bantuan pemerintah yang telah dlakul. 49) | Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi di Negara Lain a) Ketentuan ini berlaku bagi Perusahaan yang menyusun laporan keuangan dengan menggunakan standar akuntansi selain SAK untuk memenuhi persyaratan otoritas pasar modal di negara lain atau dalam rangka penawaran Efek di negara lain. b) Yang harus diungkapkan antara lain: (4) ringkasan perbedaan SAK dengan standar akuntansi di negara lain: (2) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan posisi keuangan beserta penjelasannya: dan (3) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan laba rugi komprehensif beserta penjelasannya, C) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan oleh otoritas pasar modal di negara lain untuk
Page 85 OCR 0.910
Page 85 of85 Agan melakukan pengungkapan tambahan mengikuti ketentuan yang berlaku di negara tersebut, maka pengungkapan tersebut wajib ditambahkan dalam laporan keuangan. 50) | Informasi Penting Lainnya v Catatan 30 Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari peristiwa atau keadaan tertentu yang mempengaruhi kinerja perusahaan, seperti peristiwa/keadaan yang mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan. Jakarta, 26 Maret 2026 Rugbianto Wijaya Direktur
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf
p.1
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.1
unresolved
org
Bapepam-LK
p.3 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.5 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.11 ×13
unresolved
org
Bank Laln
p.11
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.38
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.56
unresolved
org
Bapepam
p.73 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 7
FinancialStatement-2025-Tahunan-KBLV.xlsx
done
inlineXBRL.zip
done
instance.zip
done
SPD KBLV_312225.pdf
done