Skip to content
Back to announcement

20231107_SSIA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31506500_lamp2.pdf

Other Text extracted SSIA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 4

Page 1
Press Release – 7 November 2023

SSIA MENCATAT PENDAPATAN SEBESAR Rp3 TRILIUN
PADA 9M23, DIDORONG KINERJA PERHOTELAN YANG
KUAT TERUS BERLANJUT

Ikhtisar Laporan Keuangan 9M23 PT Surya Semesta Internusa Tbk (“SSIA”)

   •   Pada sembilan bulan tahun 2023, SSIA membukukan pendapatan konsolidasi
       sebesar Rp3.020,4 miliar. Pendapatan tersebut meningkat sekitar 22,3% dari
       Rp2.469,0 miliar yang dibukukan pada 9M22. Peningkatan ini terutama disebabkan
       oleh kinerja yang kuat dan berkelanjutan dalam pendapatan sektor perhotelan, yang
       meningkat sebesar 76,7% (Rp289,4 miliar). Pendapatan dalam segmen bisnis
       properti dan konstruksi SSIA masing-masing meningkat sekitar 13,0% (Rp47,6 miliar
       dan Rp229,4 miliar).
   •   Laba kotor 9M23 meningkat sebesar 39,5% YoY menjadi Rp771,7 miliar, naik dari
       Rp553,1 miliar pada 9M22, terutama karena peningkatan laba kotor sektor
       perhotelan sebesar 93,8% (Rp209,8 miliar).
   •   EBITDA 9M23 meningkat sebesar 51,8% YoY menjadi Rp339,7 miliar dari Rp223,7
       miliar pada 9M22, sebagai hasil dari peningkatan EBITDA sektor perhotelan sebesar
       251,9% (Rp134,9 miliar).
   •   Kerugian bersih konsolidasi SSIA pada 9M23 adalah sebesar Rp23,7 miliar,
       mengalami penurunan sebesar 133,5% dari laba bersih sebesar Rp70,8 miliar pada
       9M22. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan sebesar 41,4% YoY
       dalam segmen bisnis properti. Dibandingkan dengan laba bersih pada 9M22, yang
       tidak termasuk divestasi bisnis pergudangan SSIA, laba bersih 9M23 meningkat
       sekitar 82,7% dari -Rp137,0 miliar pada 9M22.
   •   Posisi kas Perusahaan pada 9M23 adalah sebesar Rp680,9 miliar, mengalami
       penurunan sebesar 16,8% dari Rp818,6 miliar pada 1H23.
   •   Utang kena bunga mencapai Rp2.330,3 miliar pada 9M23, mengalami kenaikan
       sebesar 2,2% dari Rp2.279,7 miliar pada kuartal sebelumnya. Pada 9M23, rasio
       utang/ekuitas (gearing ratio) adalah sebesar 54,9%.




                                                                                       1
Page 2
Laporan Keuangan Konsolidasi
(Dalam miliar rupiah)
                                     9M23                      9M22                    YoY
Pendapatan                                  3.020,4                2.469,0                 22,3%
  Properti                                    413,8                  366,2                 13,0%
  Konstruksi                                1.994,0                1.764,6                 13,0%
  Perhotelan                                  666,4                  377,0                 76,7%
  Lain-lain                                     11,4                    8,8                30,5%
Laba Kotor                                    771,7                  553,1                 39,5%
EBITDA                                        339,7                  223,7                 51,8%
Pendapatan Bersih                              -23,7                  70,8               -133,5%
Laba Komprehensif                              -23,7                 136,0               -117,4%
Marjin EBITDA                                11,2%                    9,1%                2,2ppts
Marjin Laba Bersih                            -0,8%                   2,9%              -3,7 ppts

                                     9M23                      1H23                    QoQ
Kas dan Setara Kas                            680,9                     818,6             -16,8%
Total Aset                                  8.001,6                   7.891,4               1,4%
Utang kena Bunga                            2.330,3                   2.279,7               2,2%
Total Liabilitas                            3.759,8                   3.702,2               1,6%
Kepentingan non-pengendali                    425,8                     407,6               4,5%
Ekuitas                                     3.816,0                   3.781,6               0,9%


Analisis Segmen Bisnis
9M23                                                   Segmen Bisnis
Dalam miliar rupiah                    Properti         Konstruksi   Perhotelan          Total
Pendapatan                                413,8             1.994,0       666,4           3.020,4
Persentase segmen                            13%               65%              22%              100%
Laba Kotor                                 159,6             205,5          433,4            771,7
Persentase segmen                            20%               26%              54%              100%
EBITDA                                      83,5            130,2*          188,4            339,7
Persentase segmen                            21%               32%              47%              100%
Marjin Laba Kotor                         38,6%              10,3%          65,0%            25,5%
Marjin EBITDA                             20,2%               6,5%          28,3%            11,2%
*termasuk pendapatan dari JO Rp374,1 juta

9M22                                                   Segmen Bisnis
Dalam miliar rupiah                    Properti         Konstruksi   Perhotelan          Total
Pendapatan                                366,2             1.764,6       377,0           2.469,0
Persentase segmen                            15%               70%              15%              100%
Laba Kotor                                 152,9             193,6          223,6            553,1
Persentase segmen                            27%               34%              39%              100%
EBITDA                                      97,9            125,8*              53,5         223,7
Persentase segmen                            35%               45%              19%              100%
Marjin Laba Kotor                          41,8%             11,0%          59,3%            22,4%
Marjin EBITDA                              26,7%              7,1%          14,2%             9,1%
*termasuk pendapatan dari JO Rp57,5 juta


                                                                                             2
Page 3
Properti
   • Unit properti SSIA, yang terdiri dari pendapatan dari kawasan industri, biaya
       pemeliharaan, sewa komersial, dan hunian, berhasil mencatatkan pendapatan
       sebesar Rp413,8 miliar pada 9M23, meningkat 13,0% dari Rp366,2 miliar pada
       9M22.
   •   PT Suryacipta Swadaya (SCS), bisnis utama Perseroan, melaporkan pendapatan
       sebesar Rp275,1 miliar pada 9M23, mengalami penurunan sebesar 6,3% dari
       Rp293,5 miliar pada 9M22. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan
       penjualan lahan sebesar 29,6% yang tercatat dalam laporan akuntansi (Rp56,0 miliar
       pada 9M23 dibandingkan dengan Rp79,6 miliar pada 9M22).
   •   Hingga saat ini, SCS melaporkan marketing sales lahan seluas 21,1 hektar senilai
       Rp394,4 miliar. SCS kini memiliki backlog seluas 20,6 hektar senilai Rp398,7 miliar.

                                      Marketing Sales 2023
                                                                Total Penjualan dalam
          Lokasi penjualan lahan      Ukuran dalam (ha)
                                                                      miliar (Rp)
         Suryacipta Karawang                   18,2                     359,8
         Subang Smartpolitan                    2,0                      31,0
         Lainnya                                0,9                        3,7
         Total                                 21,1                     394,4

   •   Edenhaus Simatupang, sebuah portofolio dari PT TCP Internusa, merupakan
       kawasan perumahan mewah yang terdiri dari 41 unit boutique homes yang didesain
       dengan konsep garden home resort senilai sekitar Rp300 miliar. TCP berhasil
       mencatatkan penjualan pemasaran untuk 39 unit rumah (Rp283,1 miliar) hingga 30
       September 2023. Sejak dimulai pada Maret 2020, TCP telah mencatatkan penjualan
       akuntansi sebanyak 35 unit (Rp250,7 miliar).

Konstruksi
   • PT Nusa Raya Cipta Tbk ("NRCA"), unit konstruksi SSIA, melaporkan pendapatan
       konsolidasi sebesar Rp2.001,5 miliar untuk sembilan bulan pertama tahun 2023.
       Pendapatannya meningkat sebesar 13,1% YoY dari Rp1.769,3 miliar. Selain itu, NRCA
       meraih laba bersih sebesar Rp82,2 miliar dari Januari hingga September 2023, naik
       23,7% dari Rp66,5 miliar pada 9M22.
   •   Pada sembilan bulan pertama tahun 2023, NRCA mencatatkan kontrak baru senilai
       Rp2.295,6 miliar, mengalami peningkatan sebesar 15,1% dari Rp1.995,1 miliar yang
       dicapai pada 9M22. Proyek utama yang diperoleh pada 9M23 antara lain Plant
       Package 1 & 2 PT Akebono Brake Astra Indonesia (AAIJ) Karawang, Capital Cove BSD
       Tangerang, Nava Park BSD Tangerang, Power H2O2 Chemical Karawang, PM3 (Brawn
       Paper) & Warehouse Karawang, BCTMP Main Building Karawang, East Vara BSD
       Tangerang, RS Dirgahayu Samarinda, Museum Budaya, Sains, & Teknologi Surakarta,
       Luxury Hotel Labuhan Bajo, Infrastruktur Subang Smartpolitan, dan Ekspansi DP Mall
       Semarang.

Perhotelan
   •   Unit bisnis perhotelan SSIA membukukan pendapatan sebesar Rp666,4 miliar pada
       9M23, meningkat sebesar 76,7% dibandingkan dengan Rp377,0 miliar pada 9M22.
   •   Menurut laporan Colliers 3Q23 hotel Jakarta, kinerja hotel meningkat secara
       signifikan pada kuartal ketiga tahun 2023 dibandingkan dengan periode sebelumnya.
       Konferensi ASEAN baru-baru ini di Jakarta memiliki dampak yang sangat positif,
       terutama pada hotel bintang 5. Menjelang kuartal keempat tahun 2023, aktivitas
       terkait MICE diharapkan tetap solid, mencapai puncak pada Oktober dan November,

                                                                                          3
Page 4
        diikuti penurunan pada Desember, bersamaan dengan liburan Natal dan Tahun
        Baru.
    •   Tingkat hunian Gran Melia Jakarta (GMJ) adalah 51,6% pada 9M23, naik dari 42,8%
        pada 9M22. Sementara itu, tarif rata-rata kamar (ARR) untuk 9M23 sekitar Rp1.145
        ribu, naik dari Rp1.025 ribu pada 9M22.
    •   Menurut laporan Colliers 3Q23 hotel Bali, kondisi perhotelan di Bali terus
        mengalami perbaikan, dengan peningkatan stabil dalam jumlah wisatawan, baik
        mancanegara maupun domestik. Secara bersamaan, kinerja hotel di Bali baik,
        dengan ketersediaan kamar yang cukup terbatas. Menjelang kuartal keempat tahun
        2023, diharapkan bahwa kondisi saat ini dalam sektor perhotelan Bali akan tetap
        stabil, jika tidak berkembang.
    •   Tingkat hunian di Melia Bali Hotel (MBH) meningkat menjadi 82,7% pada 9M23 dari
        51,1% pada 9M22. MBH ARR meningkat menjadi Rp2.034 ribu pada 9M23 dari
        Rp1.493 ribu pada 9M22.
    •   Tingkat hunian di Jumana Bali (JBUR) adalah 18,0% pada 9M23, naik dari 14,5% pada
        9M22. ARR untuk 9M23 adalah Rp7.988 ribu, naik dari Rp6.214 ribu pada 9M22.
    •   Tingkat hunian BATIQA Hotels pada 9M23 adalah 63,7%, dengan ARR sebesar Rp362
        ribu. ARR BATIQA pada 9M22 adalah Rp337 ribu, dengan tingkat hunian sebesar
        58,1%.
    •   Platform digital SSIA, Travelio.com, merupakan perusahaan penyewaan properti
        daring inovatif yang menawarkan opsi penyewaan jangka pendek, menengah, dan
        panjang untuk apartemen dan rumah di 13 kota kunci di seluruh Indonesia.
        Didukung oleh perusahaan investasi seperti Temasek Holding's Pavillion Capital di
        Singapura, Mirae Asset, Samsung Ventures, dan Gobi Partners. Pada 9M23, Travelio
        mencapai peningkatan sebesar 25% dalam Nilai Barang Kotor (GMV) YoY dan
        bertujuan untuk tumbuh sebesar 65% hingga akhir tahun 2023. Pada akhir
        September 2023, Travelio, sebagai platform pengelolaan tempat tinggal pribadi
        terbesar di Indonesia, mengelola lebih dari 13.500 unit dan diharapkan mencapai
        lebih dari 22.000 unit pada Desember 2023.

                                                 ###


Tentang PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)
SSIA, sebelumnya dikenal dengan nama PT Multi Investments Limited, didirikan pada tanggal 15 Juni
1971. Nama perusahaan kemudian berubah menjadi PT Surya Semesta Internusa (SSIA) pada tahun
1995. Bisnis utama SSIA adalah pengembangan kawasan industri & real estate, konstruksi serta
perhotelan.

Portofolio investasi SSIA yang sangat beragam di antaranya Suryacipta City of Industry, Subang
Smartpolitan, SLP Karawang (divestasi 6 Juni 2022), Graha Surya Internusa (akan dibangun Kembali
menjadi menara SSI Tower), Hotel Gran Melia Jakarta, Melia Bali Hotel, Jumana Bali (sebelumnya
Banyan Tree Ungasan Resort Bali), dan BATIQA Hotels.

Selama lebih dari 50 tahun dalam bisnis properti, SSIA telah memperkuat pengakuan dan posisi brand-
nya sebagai salah satu perusahaan pengembang terkuat di Indonesia. Menandai tonggak sejarah
sebagai perusahaan terkemuka, SSIA mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan menjadi
perusahaan publik pada tanggal 27 Maret 1997. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi
www.suryainternusa.com.
                                                ###

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:
Erlin Budiman
VP Head of Investor Relations
erlin.budiman@suryainternusa.com
Office: +62215262121

                                                                                                  4

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.25 MB
Published7 Nov 2023
Pages4
Characters13,428
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result